Anda di halaman 1dari 6

VALIDASI DATA disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Ilmu Keperawatan Dasar III

Oleh :

Oleh : Diah Komalasari Femi Yuanita Rika Diana Rizki Islami Nurhikmah Wilda Widya Asmarani (1111046) (1111048) (1111067) (1111070) (1111077)

S1 KEPERAWATAN 1B SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN RAJAWALI BANDUNG 2012

VALIDASI DATA Validasi data merupakan upaya untuk memberikan justifikasi pada data yang telah dikumpulkan dengan melakukan perbandingan data subjektif dan objektif yang didapatkan dari berbagai sumber dengan berdasarkan standar nilai normal, untuk diketahui kemungkinan tambahan atau pengkajian ulang tentang data yang ada. Contoh validasi data:

Data subjektif: pasien mengatakan tidak dapat mengerjakan kegiatan sehari-hari seperti makan, mandi secara mandiri tetapi dengan menggunakan bantuan, tanagn bengkak dan sulit menggerakan jari-jari saya Data objektif : fleksi siku 700, genggaman tangan lemah, skala aktivitas pada tingkat 2 (memerlukan bantuan pdan pengawasan orang lain ),kekuatan otot dengan skala 2 (adanya gerakan otot melawan gravitasi).

Dari data yang ada, maka validasi data dengan membandingkan dengan kondisi normalnya, dengan nilai normal sebagai berikut: mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri, fleksi siku 1500c,skala aktivitas 0 (perawat diri secara penuh), kekuatan otot dengan skala 5 (100%)dengan kekuatan normal.

Validasi data merupakan perbandingan data subjektif dan data objektif yang dikumpulkan dari sumber primer ( klien) dan sekunder ( mis, catatan kesehatan) dengan standar dan nilai normal yang diterima. Suatu standar atau nilai merupakan aturan atau ukuran yang lazim dipakai. Perawat membandingkan komentar klien, data subjektif, dengan data objektif lain yang dapat diukur. Perawat memeriksa apakah data objektif memvalidasi data subjektif. Perawat memeriksa apakah nilai klien, subjektif dan objektif, terletak dalam rentang nilai dan standar normal yang lazim dipakai, seperti tanda-tanda vital yang normal, nilai laboratorium, pemeriksaan diagnostik, kelompok makanan dasar pertumbuhan dan perkembangan yang normal.

Referensi mencatat standar dan nilai yang lazim dipakai untuk temuan laboratorium, pemeriksaan diagnostik, pemeriksaan fisik dan tingkah laku. Pada contoh berikut ini, nilai-nilai klien terletak dalam rentang nilai normal yang lazim dipakai.

Contoh Validasi Data


Data Subjektif Kaki saya terasa lemah mEq/L Tekanan darah saya biasanya 110/70. Saya merasa lelah sepanjang waktu. Data Objektif K+ serum 2,5mEq/L Tekanan darah 170/90 mmHg Hb 9,0 g/dl Nilai Normal K+serum 3,0-5.5 Tekanan darah 120/80 mmHg Hb wanita: 12,0-16,0 g/dl Hb pria: 13,5-18,0 g/dl

VALIDASI DATA Pada tahap ini perawat memvalidasi data yang ada secara akurat yang dilakukan bersama klien/keluarga dan atau masyarakat. Validasi tersebut dilaksanakan dengan mengajukan pertanyaan dan pertanyaan yang reflektif kepada klien /keluarga tentang kejelasan interpensi data ( Iyer, Taptich, dan BernocchiLosey, 1996). Begitu doagnosa keperawatan disusun, maka harus dilakukan validasi. Menurut Price dan beberapa indikasi pertanyaan tentang respon yang menentukan diagnose keperawatan : 1) Apakah data dasar mencukupi, akurat dan berasal dari beberapa konsep keperawatan? 2) Apakah data yang signifikan menunjukan gangguan pola? 3) Apakah ada data-data subjektif dan objektif mendukung terjadinya gangguan pola pada klien? 4) Apakah diagnosa keperawatan yang ada berdasarkan pemahaman ilmu keperawatan dan keahlian klinik? 5) Apakah diagnosa keperawatan yang ada dapat dicegah, dikurangi dan diselesaikan dengan melakukan tindakan keperawatan yang independen?

Perlu diperhatikan bahwa, klien yang mampu berpartisipasi dalam keputusan klinik harus diajak bersama untuk validasi diagnosa keperawatan. Misalnya menurut saya mandi merupakan masalah bagi saya, karena saya takut terjatuh dilantai. Bagaimana menurut pendapat anda? .

Data yang signifikan

Contoh Pengelompokan data

Diagnosa keperawatan sementara Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan

Validasi diagnosa keperawatan Diagnosa akurat : klien memfalidasi diagnosa tersebut, setuju

Perubahan pola kebiasaan kesehatan klien yang tidak dijelaskan terhadap pedoman pertumbuhan dan perkembangan

Saya pikir, saya telah kehilangan BB 2-3 kg selama 6

bulan ini. Saya tidak dengan stress pekerjaan terhadap faktor ada waktu untuk makan. TB = 160 cm; BB= 50 kg Seorang ibu bekerja sebagai sekertaris Perusahaan (umur 35 tahun) dengan anak kembar berumur 7 bulan. yang baru; konflik peran. pendukung.

Guru melaporkan seorang siswa kelas 3 SLTP yang sering duduk sendirian dan tidak pernah Resiko melukai diri sendiri berhubungan dengan penyebab? ( kesdalahan cara Diagnosa tidak lengkap : penambahan pengumpulan data tambahan baru : Ayah tidak bekerja selama

Menyimpang dari norma yang ada

bergaul dengan temannya.

Sewaktu berbicara dengan mahasiswa,

mendidik orang tua)

orang tuanya mengatakan anak saya membuat saya jengkel, saya tidak tahu mengapa, dan mengapa saya sering menghukum dia supaya patuh terhadap nasehat saya.

18 bulan. Ayah diperlakukan sebagai anak. Diagnosa ulang: resiko kekerasan (melukai diri sendiri) berhubungan dengan meningkatnya stress keluarga dan ayah dengan riwayatyang tidak baik.

Daftar pustaka A.Aziz Alimul Hidayat (2002),Pengantar Konsep Dasar Keperawatan,Salemba Medika,Jakarta Allen, Carol Vestal. 1998. Memahami Proses Keperawatan. BUKU KEDOKTERAN. Nursalam. 2001. Proses dan Dokumentasi Keperawatan. Salemba Medika. Jakarta.