Anda di halaman 1dari 22

Laporan Ekonomi Teknik

Laporan Ekonomi Teknik


Analisa Perancangan Pabrik
Kelompok:
Hamzah Teguh Perdana P Ryan Viona (1006660560) (1006679932) (1006759385) (1006773345)

Page 0

Laporan Ekonomi Teknik

1. Prosedur awal untuk membuat perkiraan arus kas dari proyek pembangunan pabrik magnesium. Jawab: Perkiraan arus kas dari suatu proyek dapat dikembangkan dengan menggunakan pendekatan terintegrasi. Pendekatan tersebut dimulai dengan deskripsi proyek dalam bentuk work breakdown structure (WBS) atau struktur perincian kerja. WBS merupakan kerangka kerja yang berfungsi untuk mendefinisikan seluruh elemen-elemen kerja pada proyek dan hubunganhubungannya. WBS mengumpulkan dan mengorganisasikan informasi terkait data biaya dan penghasilan yang relevan serta mengintegrasikan aktivitas-aktivitas manajemen proyek.

Membuat Work Breakdown Structure (WBS)

Perkiraan biaya dan penghasilan pada setiap kegiatan

Informasi biaya dan penghasilan diorganisasikan menurut periodenya

Perkiraan arus kas

Gambar 1. Prosedur dalam membuat perkiraan arus kas dengan pendekatan terintegrasi.

2. Untuk proyek pembangunan pabrik ini, gambarkan 3 level pertama dari seluruh pekerjaan yang harus dilakukan sejak keputusan (untuk membuat pabrik) dibuat hingga pabrik beroperasi Jawab: Pembagian pekerjaan pada suatu proyek dibuat dalam bentuk WBS. Adanya WBS pada suatu proyek dapat memastikan inklusi dari seluruh elemen-elemen kerja, mengeliminasi duplikasi dan tumpang tindih antara elemen-elemen kerja, menghindari aktivitas-aktivitas tak berhubungan dan melindungi kesalahan-kesalahan lain yang dapat masuk ke dalam kajian.

Page 1

Laporan Ekonomi Teknik

Gambar 2. Diagram tipikal WBS dengan empat tingkat.

Struktur pada WBS dikembangkan dari bagian teratas (tingkat proyek) ke bagian bawah dalam tingkatan detil yang berurutan. Proyek dibagi menjadi elemen-elemen kerja utamanya (Tingkat 2). Elemen- elemen utama tersebut kemudian dibagi untuk mengembangkan tingkat 3, dan seterusnya. Karakter lain yang dijelaskan proyek WBS ialah sebagai berikut. 1. Elemen-elemen kerja, fungsional (misalnya, perencanaan), dan fisik (misalnya pondasi) dimasukkan didalamnya. a. Elemen-elemen kerja fungsional yang tipikal adalah pendukung bersifat logistik, manajemen proyek, pemasaran, engineering, dan integrasi sistem. b. Elemen-elemen kerja fisik adalah bagian-bagian yang membuat struktur, produk, bagian peralatan, sistem persenjataan, atau barang serupa. Elemen ini memerlukan tenaga kerja, material, dan sumber-sumber lainnya untuk menghasilkan atau membangun. 2. Persayaran-persayaran kandungan dan sumber untuk elemen kerja adalah jumlah dari aktivitas dan sumber-sumber dari subelemen terkait dibawahnya. 3. Proyek WBS biasanya termasuk elemen-elemen kerja berulang (misalnya perawatan) dan tidak berulang (misalnya konstruksi awal).

Page 2

Laporan Ekonomi Teknik

Berikut akan ditampilkan WBS dengan 3 level untuk proyek pembangunan pabrik Magnesium. WBS dibuat setelah keputusan untuk membuat pabrik dilakukan (telah melalui proses ijin, pembebasan lahan, dan lain sebagaiannya sampai tanah siap dibangun pabrik).

persiapan lahan pembangunan akses jalan, listrik, dan komunikasi pembangunan basecamp Tahap Konstruksi pembangunan fondasi pabrik pembangunan fisik pabrik pemasangan alat-alat Proyek Pembangunan Pabrik Magnesium pemasangan instalasi perpipaan dan pengolahan limbah

simulasi dan start up pabrik

pembersihan lahan dan mobilisasi alat

Tahap Pasca Proyek

penutupan proyek serah terima pabrik dari kontraktor ke pemilik operasional pabrik

Gambar 3. Tahapan proyek pembangunan pabrik Magnesium

Page 3

Laporan Ekonomi Teknik

3. Perkirakanlah semua jenis arus kas (biaya/pengeluaran dan pendapatan) yang dibutuhkan untuk proyek ini. Jawab: Semua jenis arus kas (biaya/pengeluaran dan pendapatan) yang dibutuhkan untuk proyek ini sebagai berikut. a. Investasi modal 1) Biaya pra-investasi, meliputi: a) biaya pembebasan dan pembelian tanah (lahan), serta pengurusan HGU (hak guna bangunan); b) pengurukan tanah (persiapan keadaan tempat pra-operasioal); c) studi kelayakan; d) supervisi; dan e) biaya-biaya perijinan lainnya. 2) Biaya investasi a) biaya untuk bangunan pabrik (kantor, gudang, laboratorium, pos keamanan); b) biaya untuk sarana dan prasarana pabrik atau utilitas untuk fasilitas pengadaan pelayanan umum dalam mengoperasikan pabrik (instalasi air, instalasi listrik, dan lain-lain); c) biaya untuk sarana transportasi; d) biaya peralatan utama; dan e) fasilitas penunjang lainnya seperti jalan, parkir, mushola, unit kesehatan, dan sebagainya.

b. Biaya operasi dan perawatan tahunan 1) Biaya tetap a) biaya administrasi dan umum (penyusutan, sewa alat, utilitas, asuransi, sewa kendaraan, dan lain-lain);

Page 4

Laporan Ekonomi Teknik

b) biaya tenaga kerja (direktur, manajer, kepala bagian keuangan, kepala bagian produksi, kepala bagian pemasaran, kepala seksi, staf, keamanan, pengemudi, operator, mekanik, dan buruh); c) biaya perawatan, pemeliharaan dan reparasi; d) biaya promosi penjualan (iklan, catalog, mailing, pameran, seminar, dan pelatihan); dan e) pajak, PBB, bunga, dan asuransi. 2) Biaya variabel a) biaya perlengkapan dan suplai operasi; b) biaya keperluan bahan pembantu; c) biaya pengepakan dan distribusi; dan d) biaya ekspedisi dan penyuluhan.

c.

Penghasilan tahunan Merupakan pendapatan dari hasil penjualan produk akhir yang dihasilkan (minyak nilam).

d. Penghasilan penjualan aset dan biaya pembuangan 1) Penghasilan penjualan aset dapat berasal dari hasil penjualan bangunan kantor atau properti oleh perusahaan pada akhir tahun suatu proyek atau dapat dikatakan nilai sisa dari properti proyek tersebut pada akhir tahun. 2) Biaya pembuangan adalah biaya yang harus dikeluarkan dari hasil penjualan aset properti total.

4. Untuk memperkirakan biaya-biaya yang dibutuhkan dan pendapatan yang dihasilkan, sumber-sumber data apa saja yang dapat digunakan? Jawab: Jumlah sumber-sumber informasi yang dipergunakan dalam memperkirakan biaya dan pendapatan sangatlah banyak untuk didaftar secara lengkap. Berikut ini adalah empat sumber informasi utama yang diurutkan menurut kepentingannya:

Page 5

Laporan Ekonomi Teknik

a.

Catatan akunting Merupakan catatan lengkap transaksi keuangan antara kategori-kategori asset yang diberikan, masing-masing memiliki interpretasi untuk keperluannya sendiri. Data-data yang dihasilkan dari catatan akunting seringkali menyesatkan tidak hanya karena didasarkan pada hasil-hasil terdahulu tetapi juga karena sistem akunting yang terlalu kaku, konvensi standar yang menyebabkan peryataan salah dari informasi keuangan, serta ketidaktelitian data.

b.

Sumber-sumber lainnya di dalam perusahaan Setiap perusahaan memiliki sejumlah orang dan catatan yang dapat menjadi sumber terbaik untuk analisis ekonomi, misalnya bagian engineering, penjualan, produksi, pembelian, kualitas, dan personalia.

c.

Sumber lainnya di luar perusahaan Meliputi informasi yang diterbitkan (buku referensi, jurnal perdagangan, publikasi pemerintah, indeks pembelian, dan lain-lain) serta kontak perorangan (penjual, distributor, tenaga profesional, konsultan, pejabat pemerintah, kamar dagang, bank, pelanggan, dan pesaing usaha). Penelitian dan pengembangan (Research and Development R&D) Apabila tidak ada informasi yang diterbitkan atau konsultasi dengan tenaga ahli tidak dapat dilakukan, hal ini merupakan alternatif yang dpat dilakukan, misalnya dengan melakukan uji pasar.

d.

5. Metode apa sajakah yang dapat digunakan untuk memperkirakan biaya-biaya yang dibutuhkan (peralatan, bahan baku, tenaga kerja, fasilitas, dan lain-lain)? Jawab: Terdapat beberapa model yang dapat digunakan untuk memperkirakan biaya yang dibutuhkan. Model-model ini menghasilkan perkiraan kasar bila data yang digunakan juga merupakan data kasar dan akan menjadi perkiraan detil bila data yang digunakan adalah data

Page 6

Laporan Ekonomi Teknik

detil. Sehingga detil atau tidaknya sebuah model sangat tergantung dari data yang digunakan. Berikut merupakan model-model yang umum digunakan. a. Model per-unit Model ini menggunakan faktor per-unit seperti biaya per satuan luas. Teknik ini sangat sederhana namun cukup efektif, khususnya untuk sebuah perkiraan kasar. Model ini umumnya digunakan pada industri konstruksi. Misalnya kita akan lebih tertarik pada sebuah bangunan rumah baru yang dibangun dengan beberapa jenis material yang kemudian bila dikalkulasi akan memakan biaya sekitar $600/m2. Maka jika ketika kita menginginkan bangunan rumah seluah 400 m2 biaya yang dibutuhkan adalah $24000.

b. Model segmentasi Pada metode ini sebuah perkiraan dipecah menjadi beberapa bagian yang lebih rendah, kemudian disatukan kembali menjadi suatu kesatuan arus kas. Hal ini di lakukan karena untuk memperkirakan biaya pada level yang lebih rendah lebih mudah dimengerti. Contohnya ketika kita ingin memperkirakan biaya untuk sebuah perjalanan liburan luar kota, kita dapat membagi perkiraan biaya yang diperlukan menjadi biaya perjalanan, biaya akomodasi, dan biaya hiburan. Teknik ini umumnya digunakan untuk perkiraan biaya dan menejemen proyek, proses, atau produksi besar.

c. Indeks biaya Indeks biaya adalah nilai yang mencerminkan perubahan pada bidang keteknikan. Indeks biaya tidak berdimensi, mencerminkan perubahan harga relatif pada harga individual atau groups. Indeks biaya dapat digunakan untuk memperbaharui catatan biaya dengan hubungan rasio standar yang ditunjukan pada persamaan berikut: (1)

d. Model Power-Sizing Model ini digunakan untuk memperkirakan biaya pada pabrik dan peralatan industri. Model ini memperbesar atau memperkecil skala biaya yang diketahui. Misalkan jika kita

Page 7

Laporan Ekonomi Teknik

ingin membangun sebuah pabrik, apakah dibutuhkan harga 2 kali lipat untuk menghasilkan pabrik berkapasitas 2 kali? Pada umumnya tidak. Model ini menggunakan sebuah eksponen (x). ( ) (2)

X adalah power sizing exponent. Nilai dari z dapat 1 (menunjukan bahwa hubungan antara kapasitas dan biaya linear) atau lebih dari 1 (menunjukan skala disekonomi).

e. Triangulasi Perkiraan ekonomis didekati dengan beberapa sudut pandang yang berbeda karena beberapa sudut pandang memiliki pengaruh terhadap kekayaan, kepercayaan diri, dan kualitas pada perkiraan. Triangulasi pada perkiraan biaya mungkin melibatkan sumber data yang berbeda-beda atau model kuantitatif yang berbeda-beda. f. Pembelajaran dan Perbaikan Suatu kurva pembelajaran merupakan model matematis yang menjelaskan fenomena dari efisiensi pekerja yang bertambah dan kinerja organisasi yang diperbaiki dengan produksi repetitif dari barang atau jasa. Kurva pembelajaran kadang disebut sebagai kurva pengalaman atau fungsi proses manufaktur. Sebagai contoh, efek kurva pembelajaran dapat dipergunakan dalam memperkirakan jam-jam professional yang dihabiskan oleh staf engineering untuk menyelesaikan desain rinci berurutan dalam famili produk, sebagaimana perkiraan jam-jam tenaga kerja diperlukan untuk merakit mobil. Konsep dasar dari kurva pembelajaran adalah beberapa sumber-sumber input (misalnya biaya energi, jam-jam tenaga kerja, biaya material, jam-jam engineering) berkurang pada tiap output dasar satuan sebagai jumlah satuan yang dihasilkan. Kebanyakan kurva pembelajaran didasarkan pada asumsi bahwa pengurangan persentase yang terjadi akan membuat jumlah satuan-satuan yang dihasilkan menjadi dua kali lipatnya. Asumsi dari pengurangan persentase dengan jumlah konstan dari sumber input yang dipergunakan (per satuan output) tiap waktu jumlah satuan output dilipatduakan dapat dipergunakan untuk mengembangkan model matematik sebagai fungsi pembelajaran (perbaikan). Jika,

Page 8

Laporan Ekonomi Teknik

= jumlah satuan output

Zu = jumlah satuan input yang diperlukan untuk menghasilkan jumlah satuan output u k s = jumlah satuan input yang diperlukan untuk menghasilkan satuan output pertama = parameter koefisien arah kurva pembelajaran yang dinyatakan sebagai pecahan desimal (untuk kurva pembelajaran, s = 0,9) Maka

Z u Ks a

dimana a = 0, 1, 2, 3,

log Z u log K a (log s)


u = 2a log u a (log 2)

log Z u log K log u log s log 2

log Z u log K n (log u) dimana n log s / log 2


Dapat disimpulkan bahwa :

Z u / K u n atau Z u Ku n

(3)

6. Bagaimana cara memperkirakan biaya total produksi dan harga jual produksi? Jawab: Perkiraan biaya total dan harga jual produksi merupakan salah satu masalah yang selalu dihadapi oleh perpabrikan. Perkiraan tersebut bertujuan agar pabrik dapat memperoleh keuntungan yang layak. Biaya produk dapat diklasifikasikan secara langsung atau tidak langsung. Biaya langsung secara mudah ditentukan ditetapkan untuk produk yang khusus, sedangkan biaya tidak langsung tidaklah secara mudah dialokasikan untuk produk tertentu. Harga jual produksi didasarkan pada biaya keseluruhan untuk membuat barang ditambah keuntungan yang ada.

Page 9

Laporan Ekonomi Teknik

Dalam memperkirakan biaya total produksi dan harga jual produksi, terdapat banyak jenis-jenis biaya yang harus dipertimbangkan. Biaya-biaya ini dapat diperkirakan secara langsung atau dengan menggunakan faktor estimasi. Dalam proyek pabrik, elemen biaya-biaya menurut penggolongan oleh Mulyadi, 1999:14-17 meliputi: a. Penggolongan biaya menurut obyek pengeluaran Penggolongan ini didasarkan atas nama obyek pengeluarannya, misalnya nama obyek pengeluaran bahan bakar maka disebut dengan biaya bahan bakar.

b. Penggolongan biaya menurut fungsi pokok dalam perusahaan Dalam perusahaan manufaktur terdapat tiga fungsi pokok yaitu fungsi produksi, fungsi pemasaran, fungsi administrasi dan umum. Oleh karena itu biaya dapat dikelompokkan menjadi: 1) Biaya produksi Biaya produksi merupakan biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produksi jadi yang siap untuk dijual, misalnya biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya gaji karyawan dan lain-lain. Menurut obyek pengeluaran secara garis besar, biaya produksi dibagi menjadi tiga yaitu: a) Biaya bahan baku Bahan baku merupakan bahan yang membentuk bagian menyeluruh produk jadi. Di dalam memperoleh bahan baku, perusahaan tidak hanya mengeluarkan biaya sejumlah harga beli saja, tetapi juga mengeluarkan biaya-biaya pembelian, pergudangan, dan biaya perolehan lainnya. b) Biaya tenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan proses produksi. Misalnya gaji karyawan pabrik, biaya kesejahteraan karyawan pabrik, upah lembur karyawan pabrik, upah mandor pabrik dan gaji manajer pabrik. c) Biaya overhead pabrik Biaya overhead pabrik dapat digolongkan dengan tiga cara penggolongan. Penggolongan biaya overhead pabrik menurut sifatnya, dikelompokkan menjadi beberapa golongan, yaitu: biaya bahan penolong, biaya reparasi, pemeliharaan, dll.

Page 10

Laporan Ekonomi Teknik

Penggolongan biaya overhead pabrik menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, yang dibagi menjadi tiga golongan yaitu biaya overhead pabrik tetap, variabel dan semi variabel. Penggolongan biaya overhead pabrik menurut hubungannya dengan departemen, yang digolongkan menjadi dua yaitu biaya overhead langsung departemen dan biaya overhead tidak langsung departemen.

2) Biaya pemasaran Biaya pemasaran merupakan biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk. Contohnya: biaya iklan, biaya pengangkutan, dan biaya gaji bagian pemasaran.

3) Biaya administrasi dan umum Biaya administrasi dan umum merupakan biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan produksi dan pemasaran produk. Contohnya: biaya gaji karyawan bagian akuntansi, bagian keuangan, bagian personalia dan bagian hubungan masyarakat.

Metode penentuan harga pokok produksi adalah cara memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam harga pokok produksi. Dalam memperhitungkan unsur-unsur biaya dalam harga pokok produksi, terdapat dua pendekatan yaitu full costing dan variable costing. a. Full costing Full costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang

memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi, yang terdiri dari bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik berperilaku variabel maupun tetap. Harga pokok produksi yang dihitung dengan pendekatan full costing terdiri dari unsur harga pokok produksi (biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik variabel, dan biaya overhead pabrik tetap) ditambah dengan biaya nonproduksi (biaya pemasaran, biaya administrasi dan umum).

Page 11

Laporan Ekonomi Teknik

b.

Variable costing Variable costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel ke dalam harga pokok produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik variabel. Harga pokok produk yang dihitung dengan pendekatan variable costing terdiri dari unsur harga pokok produksi variabel (biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik variabel) ditambah dengan biaya nonproduksi variabel (biaya pemasaran variabel dan biaya administrasi dan umum variabel) dan biaya tetap (biaya overhead pabrik tetap, biaya pemasaran tetap, biaya administrasi dan umum tetap.

Untuk menentukan harga jual produk, biaya produksi per unit ditambah dengan profit yang dikehendaki dari penjualan per unit. Profit atau keuntungan dapat dihitung dengan faktor estimasi yang dikalikan dengan biaya produksi per unit. Jadi, harga jual produk dapat dihitung dengan persamaan berikut: Harga jual produk = biaya produksi + profit yang diinginkan Harga jual produk juga dapat dihitung dengan cara sebagai berikut: Harga jual produk = harga kompetitor (1 ROS) Dengan demikian, biaya total produksi dan harga jual produk dapat diperkirakan. (5) (4)

7. Selain biaya peralatan, terdiri dari apa sajakah biaya investasi modal dan bagaimana cara memperkirakan besarnya biaya tersebut? Jawab: Terdapat dua jenis biaya modal (capital cost), yang terdiri dari Fixed Cost dan Working Cost. Di luar biaya pembelian peralatan, kedua biaya ini terdiri dari: a. Fixed Capital Cost(Fc): 1) lahan dan pengembangannya,

Page 12

Laporan Ekonomi Teknik

2) desain pabrik, 3) pembangunan pabrik dan bangunan lain, 4) contingency. b. Working Capital Cost(Fw): starting-up produksi (biaya manufaktur di bulan-bulan awal produksi) Sementara, untuk mengestimasi besarnya biaya tersebut, dalam ilmu ekonomi khususnya dalam bidang teknik, terdapat beberapa metode untuk menghitung perkiraan biaya TCI (Total Capital Investment) ini, antara lain: a. Rasio Turnover b. Biaya investasi per satuan kapasitas c. Faktor pangkat terhadap rasio kapasitas d. Faktor Lang e. Faktor persentasi delivered-equipment cost f. Estimat unit-cost g. Estimat item detail Kesemua metode ini mempunyai karakteristik dan penggunaan yang berbeda beda sesuai dengan kebutuhan analisisnya. Untuk lebih lengkapnya untuk mekanisme perhitungan estimasi biaya TCI dengan menggunakan masing masing metode ini, dapat melihat tayangan slide kuliah ekonomi teknik. Namun, dalam aplikasi untuk teknik kimia, terutama dalam perihal perancangan pabrik, salah satu metode yang paling umum digunakan untuk menganalisis TCI, adalah metode modular Guthrie. Metode Modular Guthrie Metode ini merupakan metode yang digunakan berdasarkan analisis pada preliminary stage. Dalam metode ini, perhitungan cost untuk TCI didasarkan pada beberapa modul yang dapat dituliskan sebagai: a. Total bare-modul cost (CTBM) b. Site development cost (Csite) c. Building cost (Cbuilding)

Page 13

Laporan Ekonomi Teknik

d. Offsite facility cost (Coffsite facility) Dan kemudian, keempat modul ini dihitung dengan cara dijumlahkan keseluruhannya, dan kemudian dikalikan dengan suatu bilangan faktor, sehingga persamaan umum untuk menghitung TPI dengan menggunakan metode modular Guthrie adalah (6)

8. Jika biaya peralatan dijadikan patokan, hitunglah besarnya biaya investasi modal! Jawab: Jika menggunakan patokan adalah biaya pembelian peralatan, maka metode estimasi biaya investasi modal adalah menggunakan metode faktor lang. Metode ini memperhitungkan jenis pabrik yang bersangkutan. Berbeda jenis pabrik akan mempunyai koefisien faktor lang yang berbeda pula. Secara umum, persamaan untuk metode ini digambarkan dalam ekspresi berikut; (7) Dengan Kp = faktor pengali Lang; PCE = purchase cost of equipment.
Tabel 1. Faktor pengali Lang

Kasus di dalam soal menunjukkan bahwa jenis pabrik adalah solid-processing plant, sehingga kita dapat menghitung TCI untuk menjawab soal nomor 8 ini.

Page 14

Laporan Ekonomi Teknik

9. Sebutkan komponen komponen yang termasuk dalam biaya operasional, dan perkirakan besarnya dalam US$! Jawab: Komponen komponen yang termasuk kedalam biaya operasional antara lain dengan biaya perkiraan dapat dilihat pada potongan tabel 5.5 dari buku Process Engineering Economics karangan James R. Couper.

Dimana pada bagian environmental control, merujuk pada tabel 5.2 yang ditunjukkan oleh gambar berikut.

Page 15

Laporan Ekonomi Teknik

10. Apa yang dimaksud dengan ketidakpastian dalam investasi? Jawab : Ketidakpastian adalah suatu kondisi dimana faktor yang mempengaruhi suatu investasi tidak dapat diestimasikan perubahannya. Ketidakpastian dalam investasi disebabkan sensitivitas suatu investasi tertentu terhadap perubahan faktor-faktor tertentu yang tidak diketahui dengan pasti. Biasanya suatu ketidakpastian dapat diantisipasi dengan faktor pengalaman pengambil keputusan. Ketidakpastian ini penting dalam penentuan investasi karena walaupun tidak dapat diestimasikan dengan pasti, perubahan pada faktor ketidakpastian dapat berpengaruh besar terhadap investasi yang dilakukan. Sebagai contoh adalah inflasi. Besarnya perubahan inflasi sulit diestimasikan, tetapi perubahan tingkat inflasi berpengaruh besar terhadap investasi yang dilakukan.

11. Metode-metode apakah yang digunakan dalam analisis investasi dimana terdapat ketidakpastian? Jawab: Metode-metode yang digunakan dalam analisis investasi dimana terdapat ketidakpastian adalah sebagai berikut:

Page 16

Laporan Ekonomi Teknik

a. Analisis titik impas Digunakan ketika pilihan berbagai alternatif sangat bergantung pada satu faktor tunggal, misalnya utilisasi kapasitas yang bersifat tidak pasti. Titik impas faktor tersebut ditentukan sedemikian rupa sehingga dari sisi ekonomi dua alternatif dianggap sama sama diinginkan. Dengan demikian dimungkinkan untuk melakukan pilihan diantara alternatif-alternatif dengan melakukan estimasi nilai faktor ketidakpastian. Secara matematis kita dapat menuliskannya sebagai berikut: (8) dimana EWA : nilai manfaat ekivalen dari arus kas neto alternatif A EWB : nilai manfaat ekivalen dari arus kas neto altematif B y : faktor bunga yang mempengaruhi nilai manfaat altematif A dan altematif B b. Analisis sensitivitas Merupakan metode analisis dasar dan seringkali digunakan ketika satu atau lebih faktor tergantung pada ketidakpastian. Pertanyaan-pertanyaan yang berusaha dijawab oleh analisis ini adalah: Bagaimana perilaku dari pengukuran manfaat (misalnya PW) terhadap x% perubahan faktor tertentu Berapa jumlah perubahan sebuah faktor yang akan mengakibatkan pembalikan preferensi sebuah alternatif Bagaimana perubahan dalam pengukuran manfaat terhadap kombinasi perubahan dua atau lebih faktor.

c.

Estimasi optimis-pesimis Digunakan untuk menetapkan jarak nilai ukuran manfaat ekonomi. Metode ini mengarahkan perhatian kepada hasil yang paling baik dan yang paling buruk dari dilakukannya sebuah

Page 17

Laporan Ekonomi Teknik

alternatif dan memerlukan penilaian manajerial untuk membuat keputusan jadi atau tidaknya alternatif tersebut

d. MARR yang telah disesuaikan dengan risiko Kadang-kadang digunakan untuk menghadapi ketidakpastian estimasi. Dalam metode ini digunakan MARR yang lebih tinggi untuk alternatif-alternatif yang diklasifikasikan sebagai sangat tidak pasti dan MARR yang lebih rendah untuk proyek-proyek yang memiliki ketidakpastian lebih kecil.

e.

Penurunan masa manfaat Dengan metode ini estimasi masa manfaat proyek diturunkan sebesar persentase yang tetap, misalnya sebesar 50% dan masing-masing alternatif dievaluasi berdasarkan penerimaannya hanya selama masa manfaat yang telah dikurangi ini.

12. Apakah yang dimaksud dengan analisis sensitivitas? Jawab: Analisa sensitivitas merupakan alat analisa untuk melihat status kelayakan keputusan investasi apabila faktor-faktor atau parameter-parameter perhitungan mengalami perubahan. Keputusan dikatakan sensitif apabila setiap perubahan nilai parameter atau faktor perhitungan akan mengubah keputusan investasi. Parameter-parameter yang biasanya berubah dan perubahannya bisa mempengaruhi keputusan investasi adalah ongkos investasi, aliran kas, nilai sisa, tingkat bunga, tingkat pajak dan sebagainya. Analisa sensitivitas sangat perlu dilakukan. Alasan yang mendasari pertanyaan diatas ialah: a. Angka-angka yang digunakan dalam perhitungan merupakan estimasi sehingga output perhitungan bersifat relatif. b. Kondisi nyata sering berubah sehingga diperlukan antisipasi terhadap setiap perubahan yang terjadi.

Page 18

Laporan Ekonomi Teknik

c. Mengindentifikasi parameter yang sensitif (parameter yang mengubah solusi optimal bila nilainya diubah).

13. Menurut Anda, parameter apa sajakah yang paling berpengaruh terhadap ukuran kelayakan ekonomi dalam proyek ini? Jawab: Dalam melakukan suatu proyek, sangat pentinglah untuk terlebih dahulu dilakukan studi kelayakan. Studi kelayakan dapat dikatakan sebagai kegiatan yang menganalisis baik tidaknya dilakukan investasi secara keseluruhan dari berbagai aspek secara multidisiplin ilmu yang mana mempengaruhi investasi tersebut. Studi ini bertujuan untuk memastikan bahwa investasi yang dilakukan akan berujung keuntungan, baik untuk pihak perorangan maupun untuk pemerintahan misalnya. Melalui simulasi simulasi, akan dapat ditentukan nilai dari faktor-faktor resiko yang mempengaruhi kelayakan dari investasi yang bersangkutan. Berbagai parameter ekonomi digunakan sebagai pedoman untuk menentukan layak tidaknya suatu pabrik didirikan dan besarnya tingkat pendapatan yang dapat diterima dari segi ekonomi. Parameter-parameter tersebut diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Margin keuntungan 2. Laju pengembalian internal 3. Laju pengembalian modal 4. Modal investasi 5. Titik impas 6. Biaya produksi total 7. Waktu pengembalian modal

14. Bagaimana cara memperkirakan pengaruh variasi dalam parameter pada (13) terhadap ukuran kelayakan ekonomi yang digunakan? Jawab: Suatu pabrik sangat perlu menjalani studi kelayakan agar dapat juga mengetahui pengaruh perubahan parameter parameter. Studi kelayakan ini antara lain:
1. Kelayakan Politis

Page 19

Laporan Ekonomi Teknik

Berkaitan dengan perkiraan pengaruh proyek terhadap berbagai peran politik di masyarakat dan pemerintahan yang terkait.
2. Kelayakan Teknis

Berhubungan dengan apakah pabrik tersebut dapat dijalankan secara feasibilitas proses dan juga bahan baku.
3. Kelayakan administratif

Terkait dengan pengukuran apakah proyek tersebut dapat diimplementasikan dalam sistem administrasi pemerintahan yang ada.
4. Kelayakan Ekonomi

Berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan dan potensi keuntungan yang bisa didapatkan. Kelayakan-kelayakan ini dapat diperhitungkan menggunakan metode-metode analisis untuk memperkirakan pengaruh variasi dalam parameter kelayakan ekonomi yang digunakan, seperti analisis titik impas, analisis sensitivitas, estimasi optimis-pesimis, MARR yang telah disesuaikan dengan resiko dan penurunan masa manfaat.

15. Bagaimana pengaruh inflasi dalam perhitungan kelayakan ekonomi proyek ini? Jawab: Inflasi adalah proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) akibat terjadinya perubahan pada mekanisme pasar. Pengaruh inflasi antara lain adalah sebagai berikut: 1. Menimbulkan ketidakpastian keadaan ekonomi di masa depan. Ketidakpastian ekonomi akan terjadi di saat kita gagal untuk melakukan kontrol terhadap proses inflasi. Dampak selanjutnya adalah arah perkembangan ekonomi yang tak dapat ditebak. Keadaan semacam ini akan mengurangi semangat pengusaha untuk mengembangkan kegiatan ekonomi. 2. Menimbulkan masalah neraca pembayaran. Inflasi akan menyebabkan harga barang-barang impor lebih murah daripada harga barang produksi dalam negeri. Hal ini berujung pada berkembangnya kegiatan impor daripada ekspor. Maka dari itu, arus modal ke luar negeri akan lebih dominan.

Page 20

Laporan Ekonomi Teknik

Keadaan ini akan mengakibatkan terjadinya defisit neraca pembayaran dan kemerosotan nilai mata uang di Indonesia. 3. Menyebabkan tingkat bunga meningkat dan akan mengurangi investasi.

Untuk menghindari turunnya nilai uang yang dipinjamkan, lembaga keuangan akan menaikkan tingkat suku bunga pinjaman. Hal ini disebabkan fakta bahwa apabila tingkat inflasi tinggi, maka tingkat suku bunga juga akan mengikuti, menjadi tinggi pula. Hal ini akan berujung pada kurangnya investasi pada sektor pengembangan usaha-usaha produktif. Sebagai tambahan, pabrik juga akan sulit untuk mendapatkan pinjaman atau kredit dari bank karena suku bunga yang terlalu tinggi akan menyulitkan pemilik pabrik dalam mengembalikan pinjaman tersebut ke bank yang bersangkutan. 4. Mendorong frekuensi terjadinya investasi spekulatif Inflasi memacu para investor untuk cenderung melakukan spekulasi atau perkiraan. Hal ini memacu mereka untuk membeli rumah, tanah dan emas. Karenanya, investor akan semakin tidak tertarik untuk menanamkan modal mereka pada pabrik karena merasa lebih pasti menanamkan modal pada rumah, tanah dan emas yang notabene terus berkembang harganya.

Page 21