Anda di halaman 1dari 11

BAB X : INTI ATOM 10.

1 Zat Radioaktif Zat radioaktif mula-mula ditemukan oleh Henri Becquerel pada tahun 1896 dengan tidak sengaja meletakkan plat foto bersama-sama dengan zat yang mengandung zat radioaktif dalam suatu tempat. Plat foto menjadi berubah karena berdekatan dengan zat radioaktif. Zat ini selalu memancarkan sinar yang disebut sinar radioaktif. Walaupun temperatur dan tekanan ditinggikan atau direndahkan., pemancaran ini tidak berubah. Sinar-sinar yang dipancarkan mempunyai kekuatan berbeda-beda. Sinar ini terdiri dari sinar (sinar ion helium), sinar (sinar elektron) dan sinar (gelombang elektromagnet). Pemancaran sinar ini bukan disebabkan oleh perpindahan elektron dari satu orbit stasioner ke orbit stasioner yang lainnya, tetapi juga karena perubahan inti atom. Kalau zat radioaktif diletakkan dalam timbel A, hanya sebagian kecil sinar radioaktif diberi jalan keluar. Setelah dipengaruhi medan magnet B arah tegak lurus dengan bidang gambar, maka ada tiga tempat dari plat foto P yang dipengaruhi, yang membuktikan bahwa ada sinar , sinar dan sinar . Pada tahun 1898 suami istri Curie berhasil menemukan dua zat radioaktif yaitu polonium dan radium. Keduanya memancarkan sinar radioaktif kurang lebih satu juta kali lebih kuat dari uranium. Sifat-sifat sinar radioaktif Setiap zat radioaktif selalu memancarkan sinar radioaktif. Sinar itu biasanya sinar yang diikuti oleh sinar dan atau sinar . Sinar Terdiri dari ion-ion helium (He2+) bermuatan listrik positif, sehingga dapat dibelokkan oleh medan magnet dan medan listrik. Kecepatan sinar mempunyai kebesaran 108 m/sekon, tetapi dapat dihentikan oleh kertas.

87

Sinar Terdiri dari elektron-elektron (e) bermuatan listrik negatif, sehingga dapat dibelokkan oleh medan listrik dan medan magnet dan dapat menembus kertas. Sinar Sinar ini adalah gelombang elektromagnet dengan panjang gelombang yang sangat pendek, kira-kira 0,001 sampai dengan 10 A. Tidak terpengaruh oleh medan listrik atau medan magnet. Karena mempunyai panjang gelombang yang sangat pendek, maka energinya sangat besar dan berbahaya. Mempunyai daya tembus yang besar, sehingga untuk menghentikan perlu dipakai timbal. 10.2 Perubahan Zat Radioaktif Untuk memudahkan lebih lanjut, maka setiap atom diberi tanda yang menunjukkan nomor atom (jumlah proton sama dengan jumlah elektron) dan besarnya massa atom (sama dengan jumlah neutron dan proton). Tanda umum :
Z

EA

E = simbol atom l Z = nomor atom; A = massa atom Misalnya :


3

Li7 Hee n1 H1 D2

ialah lithium yang mempunyai nomor atom 3 dan berat atom 7, berarti terdiri dari 3 proton, 4 neutron dan 3 elektron ialah helium yang mempunyai nomor atom 2 dan berat atom 4, berarti terdiri dari 2 proton, 2 neutron dan 2 elektron ialah neutron yang tidak mempunyai nomor atom (karena bukan atom) dan mempunyai berat 1, berarti hanya terdiri dari satu neutron. ialah hidrogen yang mempunyai nomor atom 1 dan berat atom 1, berarti hanya terdiri dari 1 proton dan 1 elektron atau 1H2 ialah deuteron (isotop hidrogen) yang mempunyai nomor atom 1 dan berat atom 2, berarti terdiri dari 1 proton, 1 neutron dan 1 elektron
88

Perubahan zat radioaktif ada 3 macam : 1. Perubahan karena intinya pecah dengan memancarkan sinar radioaktif. Perubahan ini disebut desintegrasi. 2. Perubahan karena intinya ditumbuk oleh partikel dari luar sehingga terbelah menjadi dua inti baru yang hampir sama besarnya. Perubahan ini disebut fisi. 3. Perubahan karena penggabungan beberapa inti menjadi inti baru yang lebih besar. Perubahan ini disebut fusi. 10.3 Desintegrasi (Peluruhan) Kalau ato ZEA berdesintegrasi dengan memancarkan sinar alfa, maka atom baru mempunyai nomor atom Z-2 dan nomor massa A-4. Contoh :
Z

EA

Z-2

EA-4 + 24
86

88

Ra226

RaEm222 + 24

Kalau atom ZEA berdesintegrasi dengan memancarkan sinar beta maka atom baru mempunyai nomor atom Z+1 dan nomor massa tetap A. Contoh :
Z

EA

Z+1

EA + -10
84

83

Bi213

Pa213 + -10

Kalau atom ZEA berdesintegrasi dengan memancarkan sinar gamma maka atom baru mempunyai nomor massa tetap yaitu ZEA, hanya tingkat energinya berkurang. Contoh :
Z

EA

EA + 00
91

91

UX234

UZ234 + (0,394 MeV)

Inti 91UZ234 mempunyai tingkat energi lebih tinggi 0,394 MeZ daripada inti 91UZ234. Dua inti sama tetapi tingkat energinya berbeda.

89

Seri Radioaktif Unsur radioaktif alam mempunyai nomor atom antara Z = 81 sampai Z = 92 dibagi menjadi 4 seri : a. seri uranium b. seri thorium c. seri aktinium d. seri neptunium

10.4 Waktu Paruh (Half Life) Waktu paruh ialah waktu yang dibutuhkan sehingga setengah dari unsur radioaktif telah berdesintegrasi, yang berarti sisanya tinggal separo (setengah), tidak semua atom serentak berdesintegrasi. Kalau mempunyai waktu paruh T = 1620 tahun, berarti dalam waktu 1620 tahun, setengahnya yaitu 5 juta atom radium telah berdesintegrasi sedang 5 juta sisanya masih tetap sebagai atom radium. 1620 tahun kemudian 21/2 juta masih berupa radium. Contoh lain thorium C1 mempunyai waktu paruh T = 3.10 -7 detik. Berarti dalm 3.10-7 detik tinggal setengahnya; 3.15-7 detik lagi tinggal seperempat; 3.15-7 detik lagi tinggal seperdelapan dan seterusnya. Waktu paruh unsur-unsur ada yang panjang, thorium = 1,39.1010 tahun dan ada yang sangat pendek thorium C1 = 3.10-7 detik. Suatu saat jumlah atom N, dalam waktu t detik telah berkurang sebanyak N karena desintegrasi. N = N t dN = N dt = tetapan desintegrasi
dN = dt N

(4-1)

H0

dN = dt N 0

N= N0 e-t

(4-2)

90

Jumlah atom berkurang secara eksponensial. Waktu paruh T : N = N0 N0 = N0 e-T T = ln 2


T= 0,693 ln 2 T

(4-3)

Persamaan (4-2) dapat diturunkan menjadi :


=

N = N0 e-ln 2t/T N = N0 [-ln 2]t/T


1 N = N 0 ln 2 e
t/T

1 N = N0 2

t/T

(4-4)

Di samping waktu paruh T ada yang disebut umur rata-rata unsur radioaktif T r. Umur rata-rata Tr adalah kebalikan dari tetapan desintegrasi (peluang untuk berdesintegrasi persatuan waktu)
Tr = 1
1 T

Berarti : Tr = = 0,693 = 1,44T Aktivitas zat radioaktif adalah banyaknya kejadian (jumlah inti yang meluruh) dalam waktu satu detik.
A = dN dt

(4-5)

A=

d (N0 e-t) = N0 e-t = N dt

A=N Aktivitas ini diberi satuan : 1 becquerel = 1 Bq = 1 kejadian/detik

(4-6)

91

1 MBq = 106 kejadian/detik 1 GBq = 109 kejadian/detik 1 curie = 1 Ci = 3,70 x 1010 kejadian/detik (sama dengan jumlah kejadian pada 1 gram uranium setiap detik) 1 mCi = 10-3 Ci 1 Ci = 10-6 Ci Satu gram kalium radioaktif mempunyai aktivitas 1 Ci Jarum jam yang diberi radium mempunyai aktivitas beberapa Ci Limbah radioaktif cair yang mempunyai aktivitas kurang dari 1 Ci/cc boleh dibuang ke lingkungan Limbah radioaktif gas yang mempunyai aktivitas kurang dari 100 Ci/m3 boleh dibuang ke lingkungan

Contoh soal 1 :
92

U238 mempunyai waktu paruh 4,5.109 tahun. Hitung jumlah partikel alfa yang

dipancarkan setiap detik oleh satu gram uranium 238. Hitungan :


92

U238

90

Th234 + 24

A=N
= 0,693 0,693 = 9 T 4,5.10 x 365 x 24 x 3600

N=
A=

1 x 6,025.10 23 inti U - 238 238


0,693 6,025.10 23 x 238 4,5.10 9 x 365 x 24 x 3600

= 1,23.104 peluruhan/detik Jadi aktivitas 1 gram U-238 menghasilkan 1,23.104 partikel alfa setiap detik.

92

Alat Deteksi Radioaktif Alat deteksi radioaktif adalah alat yang digunakan untuk mengetahui adanya sinar radioaktif. Alat ini banyak ragamnya, diantaranya ialah : 1. Tabung uap air (cloud chamber) Wilson 2. Elektroskop 3. Plat Fotografi 4. Geiger Counter 10.5 Reaksi Inti Pada tahun 1919, Rutherford berhasil merubah suatu unsur menjadi unsur lain. Perubahan ini disebut transmutasi. Caranya merubah ialah sebagai berikut : Partikel alfa ditembakkan pada inti nitrogen. Untuk sementara mereka bergabung menjadi satu yang disebut inti majemuk (compound nucleus). Kemudian inti majemuk ini pecah menjadi inti hidrogen dan oksigen.
2 3 5 7

He4 + 7N14 (9F18) Li7 + 2He4 (5B11) B11 + 2He4 (7N15) N14 + 2He4 (9F18)

1 5

H1 + 8O17 N14 + 0n1

B10 + 0n1 F17 + 0n1

7 9

Reaksi-reaksi inti ini karena menerima sinar (2He4) dan mengeluarkan neutron, maka disebut rekasi - n. Masing-masing dapat disingkat menjadi Li7(,n)B10, B11(,n)N14 dan N14(,n)F17. Pada tahun 1939 Hahn dan Strassmann telah berhasil menembak uranium235 dengan neutron perlahan yang mengakibatkan pembelahan inti (fisi) sambil mengeluarkan energi (panas) yang sangat besar. Inti-inti hasil pembelahan ini mempunyai nomor atom yang tidak sangat berbeda. Teori relativitas Einstein tentang hukum kekekalan massa dan energi dapat digunakan untuk menghitung panas yang dihasilkan oleh setiap reaksi inti. Hukum

93

ini menyatakan : setiap massa m adalah sama (ekivalen) dengan energi E, sebagaimana dalam persamaan : E = m.c2 c = kecepatan cahaya Benda dengan massa 1 kg, berarti ekivalen dengan : E = (1 kg) (3.108 m/det)2 E = 9.1016 Joule atau E = 5,6.1019 MeV Karena 1 kg maupun 1 gram masih terlalu besar dan memang sangat sulit dan sangat mahal untuk memperolehnya, maka sering digunakan satuan massa atom atau sma.

1 sma =

1 gram N0

N0 = bilangan Avogadro
1 gram 6,25.10 23

1 sma =

1 sma = 1,66.10-24 gram = 1,66.10-27 kg 1 sma ekivalen dengan energi 1,66.10-27 . 9.1016 Joule atau 1,66.10-27 . 5,6.1019 MeV 1 sma = 1,49.10-10 Joule = 931,3 MeV 10.6 Kegunaan Zat Radioaktif 1. Zat Radioaktif untuk Kedokteran Radioaktif Natrium-24 bila disuntikkan ke dalam tubuh, maka ikut bergerak dibawa oleh aliran darah. Karena Natrium-24 adalah isotop yang beradioaktif, artinya selalu memancarkan sinar radioaktif, jalannya dapat diikuti dengan alat

94

Geiger Counter. Dengan demikian seandainya ada bagian tubuh yang karena suatu penyakit menyebabkan jalannya darah tidak lancar, dapat diketahui dengan cara ini. Misalnya zat ini disuntikkan di lengan, mestinya dalam waktu tertentu sudah sampai di kaki. Seandainya tidak, pasti ada hambatan di suatu tempat dan tempat itu dengan mudah dapat ditentukan. Natrium-24 dipilih untuk maksud ini, karena sinar radioaktif yang dipancarkan sangat lemah, sehingga tidak merusak bagian tubuh itu sendiri. Kelenjar gondok biasanya menyerap yodium yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, tumor yang tumbuh pada tempat ini dapat diobati dengan suntikan raioisotop yodium (I131). Dengan cara suntikan pula radioisotop fosfor (P 32) dapat digunakan untuk menentukan adanya tumor di dalam otak. Sudah beberapa lama dilakukan pengobatan penyakit kanker dengan menggunakan radium, karena sinarnya dapat memberantas penyakit ini. Tetapi radium adalah zat yang sangat mahal, sehingga perlu dicari penggantinya yang lebih murah. Untuk ini telah diketemukan, antara lain radioisotop kobalt-60. Jadi sekarang kobalt-60 ini banyak diproduksi untuk pengobatan penyakit tersebut. Setiap sinar radioaktif, disamping bisa memberantas penyakit, bisa pula merusak bagian-baian yang sehat. Hal yang kedua ini harus dihindari atau dikurangi sebesar mungkin. Salah satu usaha yang telah dilakukan yaitu mengusahakan agar sumber sinar (zat radioaktif) selalu bergerak pada suatu lingkaran, sedang bagian yang disinari (penyakit) terletak pada pusat lingkaran tersebut. Dengan demikian, penyakitnya lebih banyak menerima sinar daripada bagian tubuh yang sehat. 2. Zat Radioaktif untuk Pertanian Dengan menggunakan unsur radioaktif, ahli-ahli pertanian akan memperbaiki mutu tanaman dan meningkatkan produksi. Mereka mengadakan percobaan-percobaan untuk mengetahui cara-cara tumbuh-tumbuhan membuat zat yang menjadi bahan makanan kita. Kecuali itu diselidiki pula supaya ternak memberi keuntungan yang lebih besar bagi manusia.

95

Ini tidak berarti bahwa para petani secara perorangan mengadakan percobaanpercobaan, tetapi mereka menarik keuntungan dari hasil-hasil yang dicapai para penyelidik yang berpusat di laboratorium-laboratorium dan daerah pusat penyelidikan. Pupuk buatan dimasuki atom-atom radioaktif, maka dapat diamati berapa banyak yang sampai pada tumbuh-tumbuhan. Dengan demikian dapat diketahui jumlah pupuk sebaiknya yang dipakai, sehingga tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit dan dapat diketahui pula bahwa superfostat dalam pupuk buatan tidak seberapa artinya untuk tembakau. Pada laboratorium nasional Broekhaven telah berhasil dibuat semacam gandum yang tahan penyakit gandum yang dinamakan rust (karat) dengan menembakkan neutron kepada gandum itu. Demikian pula telah berhasil dibuat sejenis jagung yang taha suatu penyakit jagung. Orang belum berhasil mendapatkan sebuah jenis kacang yang menghasilkan 30% lebih banyak dari semula. Pada ladang percobaan seluas 1,2 ha ditanami segala macam. Ditengahnya diberi kobalt-60 yang tersimpan dalam peti baja yang tahan karat. Kobalt-60 ini sangat penting dipakai dilapangan pertanian sebagai halnya radium dan sinar X yang dipakai untuk pengobatan penyakit kanker. Tak seorangpun boleh memasuki ladang ini kecuali memakai perlengkapan yang tahan sinar radioaktif. Kobalt-60 ini memancarkan sinar-sinar yang menimbulkan mutasi pada tanaman-tanaman. Mutasi ini lebioh cepat daripada yang dialami dalam alam yang berjalan sangat lambat. Hal ini memberi harapan untuk menghasilkan tanamantamanan yang jenisnya lebih baik. Para sarjana selalu berusaha membuat makanan yang langsung dari karbondioksida, air dan tenaga buatan, sebagai dilakukan oleh tumbuh-tumbuhan pada waktu berasimilasi (dengan mendapat sinar matahari). Kalau ini berhasil, maka manusia tidak perlu tanah berhektar-hektar. Produksi beras dapat dihasilkan di pabrik, tidak ada sawah, sehingga tidak akan ada bahaya kelaparan. Di Oak Riage, ahli-ahli pernah menyelidiki bagaimana ayam membuat telur. Telur terjadi dalam tubuh ayam dalam waktu delapan hari, tetapi telur dapat mengandung bahan mkanan yang dimakan sebulan yang lalu. Untuk menggemukan babi dikurangi daya kerja kelenjar thyroidnya. Yodium radioaktif dipakai untuk menyelidiki lembu. Sebuah alat Geiger dapat dipakai untuk mengamati kelenjar thyroid lembu yang sudah
96

dimasuki zat radioaktif. Dengan makanan yang diberi zat radioaktif dapat diamati jalannya makanan dalam tubuh lembu. Belerang radioaktif digunakan dalam penyelidikan tentang tumbuhnya bulu pada ayam dan wol pada biri-biri. Uraian diatas hanyalah sekedar beberapa contoh saja untuk memberi gambaran betapa pentingnya tenaga atom itu untuk menambah pengetahuan dan menambah bahan makanan manusia. Sudah tentu sebelum disuguhkan kepada manusia harus dibuat sedemikian rupa sehingga tdak berbahaya bagi manusia.

97