Anda di halaman 1dari 73

KULIAH THT 1 LENGKAP

Dr. Noor Laila Hajati, Sp.THT

OTOLOGY ( TELINGA )
ANATOMI PATOLOGI FISIOLOGI

PENATALAKSANAAN

FUNGSI

ALAT PENDENGARAN ALAT KESEIMBANGAN

ANATOMI TELINGA
Telinga dibagi 3 bagian: 1. AURIS EKSTERNA ( TELINGA LUAR ) 2. AURIS MEDIA ( TELINGA MEDIA ) 3. AURIS INTERNA ( TELINGA DALAM )

AURIS EKSTERNA ( TELINGA LUAR ) A. Aurikulum = Pinna = ( Daun Telinga ) B. Meatus akustikus eksternus ( MAE ) Liang Telinga

AURIKULUM Mempunyai kerangka tulang rawan yang ditutupi oleh kulit berambut yang melekat langsung pada perikondrium. Melekat pada os temporale. Bagian yang tidak mempunyai tulang rawan disebut LOBULUS.

BAGIAN DARI DAUN TELINGA


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. CONCHA TRAGUS ANTI TRAGUS HELIX ANTI HELIX LOBULUS FOSSA SCAPOID

DIPERSYARAFI OLEH Cabang Auriculo temporalis n. Auriculo mayor cab. C2, C3 n.V

n. Occipitalis minor

MEATUS AKUSTIKUS EKSTERNUS = LIANG TELINGA


Saluran menuju telinga tengah Diameter 0,5 cm Panjang 2,5 3 cm Terdiri dari:
1. PARS KARTILAGENUS 1/3 Lateral MAE

membrana tympani

Berupa tulang rawan elastis lanjutan Aurikulum


Dilapisi kulit melekat erat, mengandung: Jaringan Subkutan, rambut, kelenjar cerumenosa, kelenjar keringat 2. PARS OSEUS 2/3 Bagian Medial

Berupa tulang
Dilapisi kulit tipis tanpa rambut melekat erat pada tulang dan didapatkan kelenjar keringat

TELINGA TENGAH ( AURIS MEDIA )


Merupakan ruang berisi udara yang terletak didalam os temporale. Terdiri dari : 1. Tuba eustachii 2. Kavum timpani 3. Antrum os mastoideum dengan sellule mastoiden Dilapisi oleh mukosa epitel selapis kubis bersilia kontinu dengan nasofaring

KAVUM TIMPANI
Bagian terpenting dari telinga tengah dan merupakan kotak dengan 6 dinding.

Dibagi menjadi 3 bagian:


1. Epitimpanum 2. Mesotimpanum 3. Hipotimpanum

Batas-batas:
1. Dinding superior = tegmen timpani
- Merupakan tulang yang sangat tipis ( 1mm ) - Batas epitimpani dengan fossa kranii media (lobus temporalis)

2.

Dinding imperior
- Sangat tips, dan - Merupakan batas hipotimpanum dengan bulbus vena yugularis

3.

Dinding posterior
- Berhubungan dengan antrum mastoideum melalui aditus ad antrum

4.

Dinding anterior
- A. karotis interna, dan - Muara tuba eustachii

5.

Dinding medial
Merupakan dinding pemisah dengan labirin terdiri dari: a. Kanalis semirkularis b. Kanalis N. VII pars horisontal c. Foramen ovale d. Promontorium e. Foramen rotundum

6.

Dinding lateral
Pars oseus : hanya sebagian kecil Pars membranacea = membrana timpani

MEMBRANA TYMPANI
Merupakan batas telinga luar telinga tengah Berbentuk kerucut dengan basis lebar dan oval sedangkan puncak kerucut ke arah medial (umbo) Terlihat oblig dari liang telinga Tipis berwarna putih mengkilap seperti mutiara, terbagi atas: a. Pars flasida (membrana shrapnelli) b. Pars tensa

a. PARS FLASIDA ( MEMBRANA SHRAPNELLI ) Terletak pada bag. atas berbentuk bulan sabit, berlapis 2 yaitu: 1. Lap. luar kelanjutan dari epitel kulit MAE 2. Lap. dala, dilapisi oleh mukosa sel kubiod bersilia (sama seperti saluran nafas) b. PARS TENSA Terletak di bagian bawah terdiri dari 3 lapisan, yaitu: 1. Lapisan luar = flaksida 2. Lapisan dalam 3. Lapisan Tengah, terdiri dari: - Serat Collagen elastis - Ke arah luar berjalan radier - Ke arah dalam berjalan sirkuler

Gambaran yang tampak pada membrana tympani:


1.
2. 3.

Umbo : bagian tulang malleus yang menonjol di membrana tympani Reflek cahaya : conus of light Prosus longus malleus melekat pada membrana tympani

Secara Imagener membrana tympani dibagi 4 kuadran :


Pposus longus malleus
- Antero Superior - Antero inferior

di Umbro
Postero superior Postero inferior

Fungsi membrana tympani


Memudahkan saluran suara (udara) pendengaran) dalam kavum tympani Memperkeras bunyi yang masuk padat (tulang

Isi Kavum Timpani


1.

2.

2. 3.

Tulang pendengaran: a. Malleus b. Inkus c. Stapes Muskulus - M. tensor timpani, dan - M. stapedius Ligamentum Nervus - Chorda tympani - N. Timpanikus

TUBA EUSTACHII
Saluran penghubung kavum tympani dengan nasofaring Panjang kurang lebih 37 mm dengan arah dari kavum tympani Nasofaring : infero Antero Medial Perbedaan level muara dalam kavum tympani muara di nasofaring: - Dewasa : 1 mm - Bayi : horizontal (sama) Fungsi : drinase dan ventilasi

AURIS INTERNA (Labirin)


Didalam labirin ada 2 alat panca indra: ORGANUS AUDITUS ALAT DENGAR ORGANUS STATUS ALAT IMBANG
Masing-masing terdiri dari 2 tabung: 1. Pars Oseus (berdinding tulang) 2. Pars Membranaseus (berdinding membran) berada dalam tabung pertama PARS OSEUS Berisi Perilymph (memisahkan dengan pars membranaseus). Perylimph vestibulum melalui duktus perilympatikus berhubungan dengan liquor cerebrospinalis.
Dalam Os Pyramidalis

PARS MEMBRANASEUS

berisi Endolymph.

Endolymph bersama-sama dengan utrikulus dan sakkulus yang berada di vestibulum keluar dari os pyramid melalui duktus endolymphatikus sakkus endolymp dalam lipatan durameter.

ARTI KLINIS Melalui jalur-jalur tersebut infeksi didalam labirin sebagai lanjutan keradangan didalam kavum timpani, dapat menjalar ke Endokranium. Duktus khoklearis ORGANON AUDITUS Organon ini membentuk seperti rumah siput dengan 2,5 lingkaran .

1.

2.

a. D.K Oseus terdapat skala vestibuli dan timpani yang dipisahkan oleh lamina spiralis oseus b. Lapisan spiralis oseus pada daerah basal rumah siput lebih lebar, makin kepuncak makin mengecil. Kebalikan dari lamina spiralis membranaseus. a. D.K Membranaseus (skala media), berisi Endolymp. Dipisahkan oleh perilymp dengan D.K Oseus b. Berbentuk segi tiga, dibatasi oleh membrana Reisner dan membrana Basalis. Pada membrana basalis didapatkan tumpukan Neuroepitel yang disebut organon corti yang merupakan inti dan jiwa organon auditus c. Setiap organon corti mengeluarkan saraf membentuk ganglion spirale bersatu membentuk N. COKHLEARIS

ORGANON STATUS
Dibentuk oleh kanalis semikularis oseus dan kanalis semikularis membranaseus. Terdiri dari : Pars horizontalis Pars vertikalis posterior Pars vertikalis anterior Pada bagian vestibulum K.S.S membranaseus melebar disebut AMPULA. Didalam ampula didapatkan crista yang merupakan tumpukan neuroepitel. Pada puncak-puncaknya tumbuh rambur-rambut yang disebut cupula. Dari crista ini keluar N. AMPULARIS.

Didalam Utrikulus dan Sakkulus didapati tumpukan neuroepitel yang disebut makula. Pada permukaan makula tumbuh rambut-rambut yang pada puncaknya didapatkan tumpukan kalsium karbonat yang disebut OTOLIT. Dari makula keluar N. SAKKULUS dan N. UTRIKULUS. Crista dan Makula merupakan inti jiwa organon status.

N. AMPULARIS N. SAKKULUS N. UTRIKULUS

N. COKHLEARIS + N. VESTIBULARIS N. OCTAVUS

SYMTOMOLOGI
Umum : Gejala yang menyertai : Febris Muntah Konvulsi Sakit kepala Head ache Sepalgia

Khusus : Gangguan / kelainan telinga


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Deafness / Hearing Loss Otorhoe : keluar cairan Otalgia : sakit telinga Vertigo : rasa berputar Tinnitus : mendenging Deat-mutism : bisu tuli Itching : gatal

DEAFNESS / HEARING LOSS


Pendengaran menurun atau hilang sama sekali Keradangan Trauma Obat-obatan Kongenital Dll.

OTORHOE : Running ear, dischanging ear, draining ear.


Keluarnya cairan dari telinga Kwalitas / jenis : Serous / encer : Radang akut (OMA, OE) Mukous / kental : radang kronis Purulent : radang kronis + detruksi tulang Hemorraghic : Ruptura MT Trauma Kwantitas : banyak / sedikit

OTALGIA
Sakit / nyeri pada telinga spontal / tidak Otogenik / non otogenik PERANTARAAN : N. V N. IX N. X CERVIKAL : C2, C3.
SPONTAN Barotitis perubahan tekanan mendadak Oclutio Tuba, OMA non perporata Otitis eksterna bulosa Non spontan : Timbulnya sakit pelan-pelan. Tragus Pain : nyeri timbul bila tragus ditaik. a.i. OE Mastotoid Pain : nyeri tekan pada mastoid Abses pada mastoid

Non Otogenik : nyeri alih 10 T 1. Tooth (gigi) 2. Tongue (lidah) 3. Tonsil 4. Throat (tenggorok) 5. Thyroid 6. Trachea 7. Tuba Eustachii 8. Temporomandibular joint 9. Tic (IX) 10.Trapezius

VERTIGO
Rasa mau jatuh kedepan / belakang Benda rasa berputar terhadap dirinya atau sebaliknya

TINITUS
Telinga rasa berbunyi (desis denging)

DEAF-MUTE : BISU - TULI


Gangguan bicara karena gangguan pendengaran True Deaf - mutism Semi Deaf mutism

ITCHING : Gatal Pada liang telinga


Otomycosis Maserasi kulit MAE

KELAINAN PADA AURIS EKSTERNA


I. AURIKULA OTHEMATOM
Timbunan darah antara Perichondrium dan Chondrium Bila cairan serous Pseudo Othemato Etiologi : Tanpa sebab Trauma Tanpa keluhan Benjolan pada daun telinga (makin membesar) Terapi : Fungsi secara steril Bebat tekan : - Gips - Bola kasa padat yang dijahit pada 1 minggu Komplikasi : Perikhondritis

II. PERIKONKHONDRITIS
Radang pada Perikhondrium daun telinga Etiologi : Trauma Luka bakar Klinis : Nyeri makin meningkat / hebat Udem Hyperemi, keras Fluktuasi (-) Khas : lobulus tidak terkena Terapi : Tanda abses (+) insisi bila ada Kartilago yang Nekrosis Eksisi A.B dosis tinggi Analgetika M.R.S Komplikasi : Deformitas daun telinga = Cauliflower Lain-lain ~ Penyakit-penyakit kulit

LIANG TELINGA
OTITIS EKSTERNA
Keradangan pada liang telinga Akut dan kronis Kausa : Bakteri, jamur bersamaAlergi, virus, (eksem) sama Trauma korek-korek Berenang PH asam Basa proteksi terhadap kuman menurun

OTITIS EKSTERNA DIFUSA


Mengenai 2/3 dalam MAE Ku. Antara lain pseudomonas, staphyloc, albus, E. coli, dll.

OTITIS EKSTERNA DIFUSA


Keluhan : Rasa gatal nyeri hebat (otalgia) Otorhoe (cair), kadang berbau. Tanda-tanda : Liang telinga udem Sekret purulent Pendengaran kadang-kadang menurun Tragus pain Nyeri membuka mulut TX : Setelah dibersihkan diberikan tampon kecil yang sudah ditetesi dengan larutan Barowi (kompres) atau anti septik + kostikosteroid atau antibiotika T.T ( hati-hati dengan tx. Hypersentivitas ! ) tampon diusahakan tetap basah dengan menetesi T.T setiap 3 5 jam. Analgetika A.B. Sistemik kalau perlu Jangan membiasakan sering korek-korek telinga.

OTITIS EKSTERNA MALIGNA


O.E + DM Meluas secara progresif subcutis Organ-organ sekitar (selulitis, osteomelitis) Nyeri hebat, sekret >> Udem liang sempit jaringan granulasi Purulent fasial

TX : AB dosis tinggi terhadap pseuomonas aerog Debridemant Obat-obat diabet K.P. dalam

OTITIS EKSTERNA SIRKUMSKRIPTA =PURUNKEL = BISUL Keradangan pada folikel


rambut

1/3 depan MAE Ku. Staphyloc albus, S. Aureus. Stroptoc. Path. Folikel rambut yang lepas terinfeksi infiltrat lumen sempit karena adanya perlekatan subkutis dengan perichondrium sulit meregang nyeri hebat. Keluhan : Otalgia spontan, tragus pain setelah korek-korek telinga Nyeri bila membuka mulut Pendengaran bila furuncle menutup MAE Subfebril

OTITIS EKSTERNA SIRKUMSKRIPTA =PURULKEL = BISUL Keradangan pada folikel


rambut
Pemeriksaan : Tortikolis sisi yang sakit (Spasme m. sternocleido mastoideus) Udem dan hyperemi - sekitar liang telinga - sulkus retroaurik ~ mastoiditis Tragus pain Lumen MAE sempit, membrana tympani utuh (kalau terlihat)

FURUNKEL DD
AX. - Otoroe - Nyeri
- Tragus pain (+) - Mengunyah

MASTOIDITIS AKUT
- Beberapa minggu (-)

PX. INSP.

- Udem & hyperemi difusa - Aurikulum terdorong ke depan - Nyeri bila tragus pain ditekan lama menghilang - K.G.B membesar

- Udem dan hyperemi daerah mastoid Au depan ~ bawah - Mastoid ditekan makin lama makin sakit -( - ) - Udem postero superior - Mulkopus MAE ( + ) - Sel mastoid rusak

Palps.

Otoskopi

- Udem MAE - Sekret MAE

RO. Mastoid

KOMPLIKASI : 1. Limphadinitis 2. Perichondritis 3. Ericepelas

TERAPI : 1. - Tampon. Larutan Barabi dan Antibiotik TT - Bila abses (+) aspirasi insisi secara steril salep A.B 2. Analgetika 3. A.B sistemal 4. Istirahat makanan lunak

OTOMIKOSIS
Infeksi jamur pada MAE - aspergilus
- candida albican karena faktor kelembaban Keluhan : Gatal >> Rasa penuh Keluar cairan PX : Massa abu-abu putih kadang-kadang darah ( + ) Sekret hitam kapas Aspergilus reiger TX : MAE dibersihkan obat-obatan anti jamur topikal. Larutan asam acetat 2 5 % dalam alkohol

OTITIS EKSTERNA BULOSA


OEB Aerosa

Virus
OEB Hemorragika Nyeri pada telinga (akut) Otorrole serous / hemorragic Px : bulla pada MAE / MT DD : OMA Tx : T.T Obat-obat simptomatis

KERADANGAN TELINGA TENGAH


OTITIS MEDIA ( OM )
Keradangan mukosa telinga tengah sebagian seluruhnya
OMA OMS/ OMP OMSK (OMPK) O.M OM. Serosa Akut (Barotrauma) OM. Non Supurativa (OM Serosa) OM. Serosa Kronis (Glue Ear)

OTITIS MEDIA AKUT


Pertahanan tubuh terganggu (ISPA) Sumbatan Tuba Eustachii Kuman : Strep. Henaolitikus, Staph. Aurius Pneumok. Hemoph. Int, Pseudo. Aun Rinogen Trauma Hematogen Penyakit-penyakit berat

Stadium :
1. Oklutio tubae (tuba catar) 2. Hyperemis (Kataralis) 3. Supurasi (Bombans) 4. Perporasi 5. Resolusi

1. STADIUM OKLUTIO TUBAE


ISPA Mukosa tuba eustachii & kavum tympani UDEM mukosa tuba eustachii Fungsi Tuba terganggu, yaitu : Ventilasi Supply O2 Drainase * MT - N - Retraksi - Keruh ~ OMS Tek. Kav. tym (hypotensi) = VAKUM=

2. STADIUM KATARALIS (HYPEREMIS)


1. PERMIABILITAS pembuluh darah & lympe 2. PERMIABILITAS DINDING 2 SEL 3. Terjadinya proliferasi sel-sel kelenjar Submokosa TRANSUDASI CAIRAN = HYDROPS EX VACUO

KLINIS:
AX. : Telinga terasa penuh Pendengaran terganggu Kadang-kadang otalgia Kadang-kadang tinitus / grebek2 Keluhan-keluhan adanya ISPA

PX. (OTOSKOPI) MT. HYPEREMIS MT. RETRAKSI (Tertarik ke Medial ) Dengan Tanda-tanda : M.T tampak cekung Prosesus Brevis lebih menonjol Manubrium Mallei lebih horizontal & lebih pendek Plika Anterior tidak tampak lagi Reflek cahaya hilang atau berubah Kadang-kadang tampak AIR FLUID level & AIR BUBBLES dalam kavum tympani

TX.

T.H Vasokontruksi Atasi dengan obat-obat ISPA

3. STADIUM SUPURASI (BOMBANS)


HYDROP EX. VACUO PERTAHANAN MUKOSA + KUMAN DARI ISPA Eksudat Purulen Tekanan Kav. Tympani
AX. : Keluhan Otalgia hebat (anak gelisah) Febris kejang Keluhan ISPA (+) Keluhan Stadium Kataralis

PX. : Membrana Tymphani : Sangat Hyperemis Cembung (Bombans) Kadang-kadang adanya Pulsasi
TX. : Parasentese (insisi MT), daerah bawah belakang (postero imferior) A.B (Gol. Penicilline) dosis tinggi T.H Decongestan Obat-obat ISPA

4. STADIUM PERPORATA
Bila Parasentese tidak dilakukan : 1. Pembeberian A.B sisa mukopus mengalami organisasi jaringan ikat pada kavum tympani tuli konduksi 2. Perforasi spontan AX : tekanan kavum tympani Otorrhoe Pendengaran Keluhan-keluhan stadium Hyperemis PX : MAE : sekret (++) MT : Perforasi ; hyperemis antero-imferior = central ) Pulpasi pus pada lubang

TX : Oor toilet A.B Parasentese bila lubang perforasi kecil dan penderita masih mengeluh adanya otalgia Komplikasi : Abses Subperiosteal Meningitis sebelum adanya A.B

5. STADIUM RESOLUSI (PENYEMBUHAN)


Proses penyakit (-) sembuh Klinis :

Ax : Gangguan pendengaran (perforasi) Keluhan-keluhan lain (-)

Px. MAE bersih MT Normal / perforasi (+) Sekret (-) (menutup 7 10 hari)
Tx : ( - ) Nasehat : jangan kemasukan air Jaga jangan ISPA = OMA : penyembuhan (10 hari 2 minggu). Fungsi pendengaran bila tidak adanya squele akan normal : 1 2 bulan

OTITIS MEDIA PURULENTA KRONIK ( SUPURATIVA)


Keradangan atau infeksi kronis mengenai mukosa dan struktur tulang di dalam kavum timpani, Ditandai dengan perforasi membrana timpani, sekret yang keluar terus menerus / hilang timbul. Perjalanan penyakit : Oma & perforasi, OM serosa >> 2 bulan ETIOLOGI : Terapi OMA yang tidak adequat Virullensi kuman yang tinggi Ku : pseudomonas A. Staph. E. Coli proteus. Faktor yang mempengaruhi : Faktor Rinogen : ISPA yang berulang Faktor : Eksogen : kebersihan MAE yang jelek Keadaan umum

GAMBARAN PATOLOGI :
I. Gambaran Perubahan Membrana Tympani
1. Perforasi Sentral : Perforasi pada Pars tensa

Sentral bulat

Sentral ginjal

Total 2. Perforasi Marginal : Perforasi pada Pinggir Margo tymphani tulang destruksi 3. Perforasi Attic : Perforasi pada pars Flaksida Kholesteatom (+), pada Epitympanum.

II. PERUBAHAN PADA MUKOSA :


a. Hipertropi : mukosa kavum tympani hanya mengalami pembesaran sel. b. Degeneratif : mukosa mengalami degeneratif jaringan granulasi / polip. c. Metaplasi : mukosa kavum tympani sel kuboid menjadi sel epitel kholesteatom.

III. PERUBAHAN PADA TULANG


a. Osteitis b. Destruksi, Nekrosis

GAMBARAN KLINIK
Ada 2 jenis OMPK : Dibagi atas perubahan perforasi M.T I. Type Benigna Perforasi sentral pars tensa Terbatasi pada perubahan mukosa yi : menebal. Granulasi (-), cholesteatom (-) Tidak mengenai tulang Jarang mengalami komplikasi

II. Tipe Maligna Ada 2 Type : Komplikasi (+) kematian a). Degeneratif : Perforasi subtotal / total Mukosa - granulasi (+) - polip b). Metaplastik : Perforasi marginal / attic Kholesteatom (+) Destruksi tulang pada margo tympani

KHOLESTETOMA
Lapisan dari pengelupasan lapisan keratin epitel bertatah dalam kavum timpani atau kavum mastoid. TEORI TERJADINYA

1. Teori invaginasi : Adanya tekanan negatif dari kavum tympani tertariknya epitel dari lapisan luar MT kedalam kavum tympani. 2. Teori migrasi : Tumbuhnya sel epiel dari MAE kedalam kavum tympani mell. Perforasi M.T 3. Teori Metaplasia : Sel-sel kuboid mukosa kavum tympani berubah menjadi sel-sel epitel bertatah.
Pengelupasan lapisan epitel berlangsung terus kholesteatom >> menekan tulang sekitar destruksi tulang = Pressure nekrosis.

DIAGNOSA OMPK
Keluhan :
1. Otoroe Terus menerus / kumat-kumatan > 2 bulan Kental & berbau kholesteatom / destruksi tulang Encer tidak berbau mukosa hypertropi 2. Pendengaran menurun Berat ringan tergantung patologi yang terjadi. Antara lain karena : Sekret >> dalam MAE Perforasi M.T Penebalan mukosa meliputi osikule foramen ovale, foramen Rotundum Kerusakan dari osikel, paling dini : adalah nekrose dari procesus inkus Ketulian konduksi. Tuli persepsi bila sudah terjadi invasi ke labirin.

Pemeriksaan : Sekret (+) Perforasi MT ~ variasi Penebalan mukosa granulasi / polip / kholesteatom Test pendengaran (suara bisik, garpu tala, audiometri) Fhoto mastoid rongga (+) = kholesteatom TERAPI Type Benigna : konservatif Stadium Aktif : A.B, cuci telinga (H2O2 3%), obat T.T Cari faktor-faktor penyebab (kausa) Stadium Tenang : myringoplasti Type Maligna : operasi Mastoidektomi Komplikasi : Mastoiditis kronik Laringitis Meningitis Abses Otak

MASTOIDITIS KRONIS
Merupakan kelanjutan OMPK Bersama sering disebut : Otomastoiditis kronik Dx. : OMPK Tx : Mastoidektomi

Tujuan Mastoidektomi :
1. Menghilangkan sumber infeksi 2. Mencegah terjadinya komplikasi 3. Sejauh mungkin mempertahankan fungsi pendengaran.

Macamnya : baca buku ajar !

KOMPLIKASI OTOMASTOIDITIS KRONIS


Komplikasi terjadinya apabila pertahanan telinga yang normal terlewati, antara lain : Mukosa kavum tympani (URT) Dinding tulang kavum tympani dan sel-sel mastoid Bila terjadi patologi pertahanan runtuh menekan struktur lunak sekitarnya
CARA PENYEBARAN :

1. Hematogen Osteotromboplebitis 2. Erosi tulang 3. Melalui jalan yang sudah ada Fraktur tulang tenggorak, operasi.

KLASIFIKASI KOMPLIKASI
I. Komplikasi Intra Temporal Medial 1. Labirinitis :

Adanya Fistel pada kanalis semi sirkularis lat, atau pada foramen ovale karena erosi dari kholesteatom Tanda : Vertigo, muntah-muntah bila kepala digerakkan. Nistagmus Horizontal (mata) Fistula sign (+) : bila tragus ditekan secara mendadak vertigo Tx. Mastoidektomi
2. Parese n. VII

II. Komplikasi Ektra Kranial Imperior 1. Abses Retroaurikuler

Kholesteatom pressure nekrosis kortekmastoid abses Retroaurikularis Tanda : Aurikulum terdorong ke sisi yang sakit Kepala miring ke sisi yang sakit
2. Abses Bezold

Kerusakan tip mastoid pus masuk kedalam fasia m. sternocleido mastoedeum abses Bezold
3. Abses Mouret

Bila pus menembus m. Digastrikus

Terapi : Insisi abses diikuti dengan mastoedektomi

III. Komplikasi Intrakranial Superior

Erosi pada tegmen oleh kholesteatom infeksi langsung ke fossa kranii media dan posterior 1. Abses Ektradura

Penimbunan pus antara tegmen & Dura

Tanda : nyeri kepala & telinga yang hebat


Tx. Mastoidektomi drainase pus

2. Meningitis

Keradangan menyeluruh pada ruang subarachnoid Tanda : Nyeri kepala hebat Muntah-muntah Febris tinggi Gelisah kesadaran Kaku kuduk dan tanda-tanda menengen (reflek patologis) LP : kelainan (-) Tx : MRS ke Neurologi A.B dosis tinggi Mastoidektomi bila sudah tenang

3. Abses Otak

Mengenai lobus temporalis

Keluhan : Nyeri kepala hebat Muntah-muntah


Tx. : Trepanasi bedah saraf Mastoidektomi

KELAINAN KONGENITAL
Didapatkan berbagai macam kelainan kongenital telinga luar (Aurikula) : SITE ( LETAK ) SIZE ( UKURAN ) SHAPE ( BENTUK ) Terjadi akibat gangguan perkembangan arkus brankhial I dan II. 1. 2. 3. 4. BATS EAR ( LOP EAR ) ANOTIA MIKROTIA DAN ATRESIA LIANG TELINGA FISTULA PRE AURIKULARIS

1. BATS EAR ( LOP EAR )


Bentuk daun telinga lebar dan berdiri Paling sering Pendengaran normal Gangguan estetika Psikologis Tx : Operasi

2. ANOTIA Daun telinga tidak terbentuk

3. MIKROTIA DAN ATRESIA LIANG TELINGA

Biasanya terjadi bersama-sama Kadang diikuti dengan gangguan tulang pendengaran ( telinga tengah ) Jarang diikuti dengan gangguan telinga dalam karena berbeda dalam perkembangan embriologik Bisa unilateral atau bilateral Penyebab belum jelas a.l : - Faktor genetik - Virus - Intoksikasi bahan kimia - Waktu hamil ( talidomid ) Makin jelek bentuk daun telinga makin jelek pula kelainan telinga tengah Penunjang Px : Audiometer dan radiologi Tx : Operasi rekonstruksi = Memperbaiki fungsi pendengaran = Kosmetika

4. FISTULA PRE AURIKULATIS

Kelainan heriditer yang dominan Lubang kecil bulat/oval depan tragus dan sekitarnya Sering keluar secret yang berasal dari kelenjar sebasea Obstruksi infeksi Pyoderma atau selulitis fasial Tx : Keluhan + operasi

Benda Asing Pada Liang Telinga Luar

Berdasarkan Anamnesa antara lain : Binatang Benda-benda mainan

Px : Ektraksi benda asing