P. 1
Cerita Kriminal

Cerita Kriminal

|Views: 33|Likes:
Dipublikasikan oleh FanDhy Muhammad Lasaripi
menggambarkan fakta-fakta kriminal yang terjadi disekitar kita. sehingga kita bisa lebih waspada lagi terhadap pelaku-pelaku kriminal dan berharap bisa berkurang angka kriminalitas.
menggambarkan fakta-fakta kriminal yang terjadi disekitar kita. sehingga kita bisa lebih waspada lagi terhadap pelaku-pelaku kriminal dan berharap bisa berkurang angka kriminalitas.

More info:

Published by: FanDhy Muhammad Lasaripi on Apr 11, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2013

pdf

text

original

Sections

  • 07. DIREKRUT JADI MITRA PEMBUNUH
  • 10. CINCIN BERLIAN MEMECAH KEBUNTUAN
  • 11. MASA LALU TEREKAM DI KUKU
  • 12. SURAT CINTA MENGUATKAN SANGKAAN
  • 13. BEDA NASIB SEJAK BAYI
  • 14. TERLACAK DARI SITUS INTERNET
  • 15. DIKENALI DARI SUARANYA
  • 16. RAHASIANYA DI BALIK CELANA
  • 17. KEKASIHNYA TEWAS DI JALANAN
  • 18. GARA-GARA PATAH HATI
  • 19. SAKU MANTEL ITU MENGGELEMBUNG
  • 20. DI BALIK DINDING KAMPUS
  • 21. TERMAKAN GOSIP
  • 22. LUKISAN CAT MINYAK TANPA TEKSTUR
  • 23. "Nyanyian" Sang Putri
  • 24. KALAH CERDIK

Cerita Kriminal

www.intisari-online.com

Daftar Isi

01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24.

Stag Night Membawa Petaka Terkecoh Piringan Hitam Ada Perempuan Simpanan Jejak Porsche Yang Mengecoh Jebakan Buat Pangeran Hitam Horor Di Mount Vernon Direkrut Jadi Mitra Pembunuh Tergiur Simpanan Janda Tua Korban Ke-13 Cincin Berlian Memecah Kebuntuan Masa Lalu Terekam Di Kuku Surat Balasan Salah Alamat Beda Nasib Sejak Bayi Terlacak Dari Situs Internet Dikenali Dari Suaranya Rahasianya Di Balik Celana Kekasihnya Tewas Di Jalanan Gara-Gara Patah hati Saku Mantel Itu Menggelembung Di Balik Dinding Kampus Termakan Gosip Lukisan Cat Minyak Tanpa Tekstur ‘Nyanyian’ Sang Puteri Kalah Cerdik

2

01.

STAG NIGHT MEMBAWA PETAKA

Cheryl Miller memang belum menjadi selebriti. Namun, siapa pun yang pernah bertemu, apalagi mengenal gadis ini dengan baik, pasti setuju kalau dia memiliki pesona yang tidak dimiliki gadis muda berusia 21 tahun lainnya. Selain punya wajah cantik dan tubuh menarik, Cheryl - yang bekerja paruh waktu di sebuah toko roti di Saginaw, Michigan, Amerika Serikat - juga dikenal sebagai gadis yang cerdas dan mandiri. Donna Duquette - bibinya - masih ingat betapa keponakannya itu sangat perhatian kepada orang lain. "Jiwa sosialnya tinggi, terutama kepada keluarga dan kawankawan dekatnya," ungkap Donna. Tak aneh kalau Donna kemudian berkesimpulan, "Untuk gadis seumur dia, Cheryl benar-benar sosok yang luar biasa dan sempurna." Donna lantas bercerita, betapa keponakannya itu lebih memilih tinggal di sebuah apartemen, bersama seorang temannya, teman wanita tentu. Keputusan pindah itu tak diherani Donna. "Sejak usia belasan tahun, Cheryl sudah terbiasa melakukan banyak hal sendirian," tegas sang bibi lagi. Kalaupun butuh kawan, yang paling sering menemani dia hanyalah sepeda motor kesayangannya. Sepeda motor itu dibeli dari hasil tabungannya sendiri. Di kalangan teman-temannya, Cheryl pun sangat populer dan supel. Tak heran, dia gampang sekali menarik perhatian lawan jenis. Namun teman-temannya tak ingat, sudah berapa banyak cowok yang pernah menjadi teman kencan Cheryl. "Kami tak pernah mau ikut campur terlalu jauh pada urusan pribadinya. Cheryl terlalu baik untuk dibuat marah atau tersinggung," sahut seorang teman kerjanya. Pendek kata, Cheryl Miller bak mutiara yang sinarnya sangat terang dan diperkirakan bakal makin benderang di masa yang akan datang. "Bukan tidak mungkin, dengan karakter dan semua bakat yang dimilikinya, kelak dia akan menjadi seorang bintang. Seorang selebriti," Donna kembali angkat bicara. Namun, manusia memang hanya bisa memohon, karena pada akhirnya, Tuhan jua yang menentukan. Doa dan harapan mereka terhadap Cheryl tak pernah kesampaian. Bukan Tuhan tak mau mendengarkan, tapi Dia tampaknya punya rencana lain untuk sang "calon bintang". Rencana yang tak pernah diketahui manusia. Menuju jalan buntu Sabtu pagi itu, awal tahun 1970-an, di tengah cuaca gerimis, Cheryl Miller ditemukan kawan seapartemennya dalam keadaan tergeletak tak berdaya di tempat tidur, di apartemen mereka di Saginaw. Luka terbuka, meski tidak menganga, juga ditemukan di tubuhnya. Komentar-komentar terkejut terdengar dari kawan, tetangga, terlebih keluarga. Bersamaan dengan itu, suasana sedih dan duka menyergap seketika. Terutama, setelah muncul kepastian dari kepolisian dan rumah sakit bahwa nyawa Cheryl tak bisa diselamatkan. Sang "calon bintang" telah meninggalkan alam fana untuk selamanya. Kepergian yang terlalu pagi sebenarnya. Setelah itu, duka berubah menjadi luka, karena cara Cheryl tewas sungguh sangat mengenaskan. Hasil autopsi menyimpulkan, gadis manis itu mengalami kekerasan seksual. "Tampaknya, ia diperkosa, kemudian dicekik. Atau sebaliknya, dicekik dulu

3

" detektif Ron Herzberg memberikan keterangan kepada wartawan. "Saya sangat kaget. Mereka pasti sangat menderita. "Saya tak bisa membayangkan. menyusunnya menjadi semacam puzzle yang harus dipecahkan. Detektif Ron Herzberg dan detektif Tom Reeder yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) tak lama setelah ditelepon. polisi kemudian mengarahkan penyelidikannya pada Abbass Esfehani.00. ikut menganggukkan kepala. "Pada kasus pembunuhan seperti ini. Tak lama setelah itu. Cheryl diperkirakan meninggal antara pukul 05. mereka semua tidak percayaan." balas Ron. "Itu salah satu kemungkinan skenario yang perlu didalami. Keluarga. Mereka berhasil menemukan sidik jari Abbass di dinding yang mengarah pada kamar tempat 4 . Ron dan Tom memang langsung mengumpulkan data dan fakta. dia agak khawatir pada sikap temperamental Abbass. benar-benar kaget. Ron dan Tom mendengar selentingan kabar dari teman-teman Cheryl." "Sang pacar marah." Ya. selain teman dekat korban?" "Kemungkinan itu juga sedang kami selidiki. Ron dan Tom mulai menanyai sejumlah saksi. "Orangtua Cheryl tahu apa penyebab retaknya hubungan mereka?" cecar wartawan. orangtua korban sempat berbicara dengan anaknya.30 . sehingga hubungan mereka kabarnya agak merenggang. bagaimana reaksi orangtua Cheryl saat itu." tukas seorang anggota tim forensik. tetangga. Tapi Cheryl sempat berkata. Berdasarkan masukan-masukan itu. dalam irama yang sama." tambah Donna. ketidakcocokan mulai muncul. teman-teman korban. Kita belum bisa memastikan. Mereka bilang. langsung menyisir lokasi. Saat ini. kami sedang menyelidiki kemungkinan keterlibatan teman dekat korban.baru diperkosa. semua disambangi. Meski belakangan. seorang pemuda asal Iran yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar. Police line pun dipasang bersamaan dengan kesibukan polisi mengamankan barang bukti. saat itu Abbass masih dalam status pacaran dengan korban. Ini bukan perampokan. "Tidak secara spesifik. lalu membunuh Cheryl?" tanya wartawan.06. Setelah mengamati kondisi mayat dan TKP. Seperti ada orang yang baru saja menembakkan peluru karet ke perut ini. "Beberapa hari sebelum kejadian. apalagi melanjutkan hubungan dengan pacarnya itu. Ron sengaja merahasiakan nama Abbass. Detektif Tom Reeder yang mendampingi Ron." jawab Ron dan Tom tanpa dikomando. Seperti Donna." Donna bercerita sembari memegang perut. karena tak ada barang-barang milik korban yang hilang. Apalagi motif terbunuhnya Cheryl jelas karena sesuatu yang sifatnya pribadi. seraya menambahkan. "Apakah polisi mempunyai calon tersangka lain. untuk mendukung azas praduga tak bersalah. yang pertama kali kita selidiki biasanya adalah orang-orang yang mengenal dan dikenal korban. "Mana mungkin ada orang yang tega berbuat begitu sadis pada gadis sebaik dan secantik Cheryl?" tegas mereka. Cheryl tak ingin lagi bertemu.

lalu terbang ke negara asalnya. Bahkan sampel itu juga tak cocok dengan rambut yang ditemukan di sisir milik Abbass. upaya menemukan siapa pembunuh dan pemerkosa Cheryl. Sebagian barang-barangnya bahkan ditinggalkan begitu saja di Saginaw. dua nama lain yang masuk dalam daftar tersangka adalah Antonio Alverez (sepupu teman seapartemen Cheryl) dan Gabriel Ferris. atau mengarah pada ditemukannya pembunuh Cheryl. jika terus bertahan di Amerika Serikat. karena ketiadaan bukti. untuk mengirim sampel rambut Abbass ke Amerika. Selain Abbass. apakah ada orang lain di luar Abbass yang pantas dimasukkan dalam daftar tersangka. Tapi kami akan memenuhi permintaan Anda. Alhasil." Ron menirukan keterangan dan janji yang didengarnya dari koleganya di seberang lautan. Saat itu. "Kami tak bisa melakukan apa-apa. minta agar Abbass ditahan. Hanya selang beberapa hari sejak tewasnya Cheryl. "Kami tak punya bukti untuk menahan dia. Polisi juga mencari dan memintai keterangan saksi-saksi baru. polisi sempat menawarkan hadiah uang buat mereka yang dapat memberikan petunjuk penting. tampaknya mengarah ke sebuah jalan. tanpa barang bukti. setelah diteliti. Namun. Polisi tentu kebakaran jenggot. polisi masih terus memburu pemerkosa dan pembunuh Cheryl Miller. karena memang tak ikut menyaksikan. sampel rambut yang dikirim Kepolisian Iran itu ternyata sama sekali tidak cocok dengan contoh rambut yang ditemukan di tubuh korban. Herannya. bernama jalan buntu! Alibi tak terbantah Dua tahun setelah mentok di jalan buntu." jelas Ron. saat sampel diambil dari Abbass. Dalam kurun waktu dua tahun itu pula. mereka segera menghubungi rekan sejawatnya di Iran. keluarga dan teman-teman Cheryl mulai merasa. yang tertinggal di bekas kediamannya di Saginaw. polisi akhirnya menghentikan (sementara) perburuan terhadap Abbass Esfehani. Mereka melakukan check and recheck terhadap orangorang yang pernah diwawancarai. karena dugaan terlibat dalam kasus pembunuhan dan pemerkosaan. Abbass menjual mobilnya. sekaligus frustrasi. Mereka tak mau kehilangan buruannya begitu saja. atau malah hebatnya. Tanpa membuang waktu. Dari situlah daftar tersangka baru kasus pembunuhan dan pemerkosaan Cheryl dibuat. Polisi juga menemukan beberapa helai rambut di tubuh sang gadis. Alverez yang pernah menumpang beberapa waktu di apartemen itu dicurigai mempunyai kaitan 5 . Berbagai kemungkinan dan skenario pun coba dipikirkan. Polisi berusaha keras. Sayangnya. Polisi betul-betul dibikin bingung. lima bulan setelah ditemukannya mayat Cheryl. Abbass sendiri sejak kejadian itu tak pernah lagi berkunjung ke Amerika Serikat. yang warna hitamnya mirip dengan rambut di sisir milik Abbass. pihak berwajib tak pernah memiliki kesempatan menginterogasi Abbass.mayat Cheryl ditemukan. Mereka berhasil menjaring keterangan dari sekitar 150 orang saksi. Calon tersangka itu tampaknya menyadari kerepotan yang bakal dihadapinya. yang bisa dilakukan polisi Iran hanyalah "menginterogasi" Abbass dalam hitungan jam. Kumpulan barang bukti itu makin menguatkan kecurigaan aparat kepolisian pada pemuda asal seberang lautan itu.

bahkan sudah ada yang meninggal dunia. untuk kedua kalinya. Kini. jalan buntu. arsip kasus Cheryl Miller dimasukkan ke dalam peti. perlahan tapi pasti. mestinya tidak. polisi mengarah ke jalan yang sama. Saat kabar pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl menyeruak. persisnya di sebuah cottage di kawasan wisata Lake Huron. Bagaimana dengan Gabriel Ferris? Nah." bilang Dona. insting saya bilang. Ferris sendiri sebenarnya berasal dari keluarga cukup berada. bersama istri yang baru saja dinikahinya. sejauh mana tingkat kesamaan antara sampel rambut Alverez dengan rambut yang ditemukan di tubuh Cheryl." sergah Tom Reeder. ketika arsip kasus Cheryl Miller akhirnya dibuka kembali pada 1994. Jadi. kini banyak yang sudah berusia setengah baya dan sakit-sakitan.bergerak mendatangi saksi-saksi yang dulu pernah dimintai keterangan. yang meninggal dengan membawa serta semua kedukaannya ke alam baka. "Melihat betapa gugupnya dia ketika berbicara tentang Cheryl. "Mudah-mudahan. Di sana. Masalahnya. orang yang sedang berbulan madu menyempatkan diri memperkosa dan membunuh bekas pacarnya? Secara logika. Akhirnya. Ferris menghabiskan malam pertama bulan madu. Ferris justru satu-satunya calon tersangka yang memiliki alibi paling sulit dibantah. Apakah masuk akal.dengan kematian Cheryl. Namun. tetapi dia kerap berurusan dengan polisi. menjadi "berkah" tersendiri. Saat terjadinya pembunuhan. yang satu ini agak unik. Ferris menjadi calon tersangka paling sempurna di antara tiga calon tersangka dalam daftar polisi. karena orang-orang yang dulu segar bugar. dengan ditemukannya bukti-bukti baru yang mengarah pada tertangkapnya tersangka. Ferris memang tidak meninggalkan jejak rambut di tubuh korban. Hubungan intim terakhir yang mereka lakukan konon hanya sekitar sepekan sebelum pembunuhan. arwah Cheryl dan orangtuanya bisa beristirahat dengan lebih tenang. Termasuk kedua orangtua Cheryl. Kasihan mereka. Polisi bahkan "tersesat" di jalan buntu itu selama hampir 20 tahun! Saksi tua renta Makanya. Ketika itu. bahkan paling minim jika dibandingkan dengan dua tersangka lainnya. Polisi juga menemukan sidik jari Ferris di meja rias dekat tubuh Cheryl ditemukan. pihak kepolisian Saginaw bertekad mengadakan penyelidikan ulang atas kasus berumur puluhan tahun ini. seperti berkali-kali diceritakannya pada polisi. Jelas tak gampang. status Ferris adalah pengantin baru yang sedang menghabiskan malam pertama bulan madunya di sebuah tempat peristirahatan di luar Saginaw. Beberapa detektif . inilah pembunuh Cheryl yang sesungguhnya. Detektif Reeder pernah beberapa kali berjumpa Ferris. bukti fisik terhadap Alvarez sangat minim. Dengan kata lain. Namun. bahkan sempat masuk hotel prodeo. lantaran terlibat peredaran obat-obat terlarang. Ferris sedang berada sekitar 65 mil dari Saginaw. dia mengakui pernah menjadi pacar dan berhubungan seksual dengan Cheryl Miller. 6 . polisi dengan hanya mengandalkan teknologi yang dimiliki saat itu belum dapat memastikan. Sedangkan mereka yang 20 tahun lalu sudah menjadi orangtua atau berusia setengah baya. menyusul ditemukannya kemiripan antara sampel rambut Alverez dengan rambut hitam yang ditemukan di tubuh korban.yang saat peristiwa pembunuhan Cheryl terjadi masih remaja .

masih banyak saksi lain yang merekam bahwa pada tahun-tahun pertama setelah terbunuhnya Cheryl. aku enggak sempat ngerem. tak jauh dari lokasi tempat ditemukannya mayat Cheryl." jelas polisi. Terri Igaz." sang mantan istri membuka kisahnya. Yang pasti. saya benar-benar tidak berniat melakukannya. Bukti-bukti lisan itu makin meyakinkan. Polisi menyebut kebiasaan buruk Ferris yang tak bisa "menjaga mulut" sebagai salah satu faktor yang meringankan pekerjaan mereka. "Kamu dari mana. dua tahun setelah kematian Cheryl. Sungguh. dia sudah kembali ke cottage. gong dari semua gong adalah keterangan mantan istri Ferris. Cheryl hanyalah satu dari lima perempuan yang pernah ditidurinya dalam kurun waktu yang hampir bersamaan.Dona kali ini memang boleh berharap banyak. Selain Roy Walton. tiba-tiba muncul seekor kelinci. Bekas teman satu sel Ferris . apa yang terjadi.kini sudah pensiun .pun mengaku Ferris sering sekali berbicara tentang pembunuhan itu. Terri yang terbangun oleh kedatangan Ferris. jika ditambah "temuan lama". Nah. Bangkainya sampai nyangkut di roda. Ferris sebenarnya sempat keluar kamar. karena aku sendiri langsung tertidur. tapi tentang si pemilik alibi terkuat.sebagian darahnya 7 ." sebut polisi. akhirnya ketabrak." demikian ucapan yang sering didengar sang mantan pacar sepanjang perjalanan. Seorang mantan napi lainnya. saat aku mau menarik bangkainya .bekas pacar Ferris . Aku enggak tahu ke mana. ini darah kelinci. Detektif Roy Walton . Gabriel Ferris. Ferris yang selama 20 tahun berlindung pada alibi bulan madunya itu kini harus menghadapi kesaksian demi kesaksian yang perlahan-lahan membungkam "senjata" yang selama ini meloloskannya dari cengkeraman aparat penegak hukum. untuk menjebloskannya ke dalam bui. Faktor pemberat penemuan sidik jari itu. sebelum Matahari terbit. "Saya tidak berniat melakukannya. sehingga bulan madu hari pertama yang selama ini menjadi alibi tak tergoyahkan. baik dalam keadaan sadar maupun mengigau. Yaaa. bahkan berani bersumpah. Ketika sedang mencari angin segar di luar. Begitu mematikannya "nyanyian" Terri. Kamu terluka?" "Bukan. Karena kaget. karena polisi berhasil mendapatkan sejumlah fakta baru dan penting. sempat menyatakan keheranannya. Ehh. "Astaga. Ferris kerap berperilaku dan berbicara aneh tentang pembunuhan yang menimpa mantan kekasihnya itu. Ferris pernah mengaku terus terang: dialah pembunuh Cheryl! Polisi juga mendapat "kutipan berharga" dari seorang perempuan .yang ikut membuka kembali kasus Cheryl Miller pada 1994 bersaksi bahwa Ferris pernah bilang. akhirnya tidak lagi menjadi bagian yang hilang (missing link) yang mengganggu penyelidikan polisi. honey?" Ferris tak langsung menjawab. mungkin dia mau menyeberang jalan. "Setelah melakukan hubungan intim.seperti kamu lihat sekarang . Bukan tentang Abbass Esfehani atau Antonio Alvarez. "Hampir bisa dipastikan. Setelah bercerai dari Ferris.yang pernah menemaninya berkendara jauh pada 1976. "Ucapan-ucapan Ferris akan menjadi bukti penting bagi kami. sidik jari seperti itu biasanya ditinggalkan oleh si pembunuh. berupa sidik jari Ferris di meja rias. Terri akhirnya mau berterus terang. Namun. lantaran letaknya hanya beberapa inci dari posisi kepala korban saat ditemukan.saat ia dipenjara karena masalah narkoba .

kesempatan yang ditunggu-tunggu tak jua datang. sebelum betul-betul menjadi "suami". Tapi saya.malah menempel di baju." Ferris beralasan. yang disayanginya melebihi anak sendiri. malam atau dini hari itu juga. Namun malam itu. "Orangtua Cheryl memang tak bisa lagi menyaksikan jalannya sidang kasus pembunuhan anaknya. Meski sudah memilih Terri menjadi istri. Toh. Di persidangan. Akting pura-pura menangis. ketika beberapa jam kemudian. sebelum aku menikahi kamu. persis sebelum melakukan hubungan resmi sebagai suami istri. apalagi membunuh. persisnya jam 11. lalu melarikannya ke Saginaw. Tentu saja. Pacar terakhir. sehingga ia tak tahu apakah masih tersisa noda darah di roda. dia mengeluarkan suara parau. rasanya mirip orang menangis. Ferris ternyata masih berusaha mengencani Cheryl untuk terakhir kalinya. "Saat menonton. justru setelah dia selesai menunaikan tugas sebagai suami di malam pertama bulan madunya. Keinginan bercinta untuk terakhir kalinya dengan bekas pacar. Yang pasti. ingin berkencan. Dia benar-benar ingin menikmati suasana romantis bulan madu. betapa pun telatnya. Sejak 30 tahun lalu. sering juga disebut "stag night". tanpa ekspresi. atas nama keluarga. Keberhasilan yang amat sangat disyukuri keluarga besar Cheryl. menjadi motif pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl. bukan memperkosa. Nyanyian mantan istri Terri bahkan tak terlalu ambil pusing. Saat itu. Terri tak pernah mau lepas dari Ferris. Entah apa yang ada di benak Ferris saat itu. Alhasil. dia meraih kunci kontak mobil. aneh sekali. sekadar iseng atau hati kecilnya sebetulnya lebih mencintai Cheryl ketimbang Terri. Hanya itu. Terri tak menyadari kegelisahan Ferris saat itu. Lagi pula. Dari pagi hingga menjelang malam. Hampir setiap aktivitas mereka lakukan bersama-sama. pikiran Ferris tetap tak bisa lepas dari apartemen Cheryl. sembari menunjuk bercak darah di bajunya. Saat Terri menatap Ferris dengan pandangan heran. dia itu bekas pacarku. meski raganya berada di rumah peristirahatan di Lake Huron (sekitar satu jam perjalanan dari Saginaw). Donna memang menjadi anggota keluarga Cheryl yang paling rajin mengikuti sidang. niat Ferris untuk menyambangi apartemen Cheryl tetap menggebu. Ferris sempat bertingkah aneh saat menyaksikan berita pembunuhan dan pemerkosaan Cheryl di televisi lokal. Dia merasa harus percaya pada cerita suaminya. Adik saya bahkan sampai meninggal karena stres. bulan madu bukanlah saat yang tepat untuk bertengkar." Kesaksian Terri menjadi kartu As polisi untuk mematahkan alibi yang selama 30 tahun terakhir ini menyelamatkan Ferris dari ancaman hukuman berat. tempat tinggal sang mantan pacar. bibi Cheryl. ternyata dia cuma sedang berakting. Perempuan yang terbunuh itu. yang disebut-sebut Ferris baru saja menabrak kelinci. "Lihat. Terri juga tak ingin memeriksa mobil. lelaki itu hanya berucap ringan." imbuh Terri. Tapi setelah aku perhatikan lebih teliti." ucap Donna.00 siang. Niatnya jelas. Terri cuma manggut-manggut. 8 . merasa sangat bahagia jika kasus ini akhirnya terungkap. dia tak pernah absen membela Cheryl. polisi merangkai teka-teki kematian Cheryl Miller dengan merekonstruksi peristiwa menghebohkan 30 tahun lalu itu. Ferris baru punya "waktu luang".

35. Gamble terbangun gara-gara mendengar suara seseorang menjerit. sebelumnya dia telah dua kali berusaha membunuh Cheryl. Kekerasan fisik dan seksual pun diterima Cheryl yang mengakibatkan sedikit luka terbuka. dipenuhi darah. Lalu. kedatangan Ferris tak mendapat sambutan hangat Cheryl. Louise juga dicekik. Polisi menemukan potongan kaca nako yang berasal dari jendela belakang. Saat itu. Sebaliknya. Seperti diucapkan seorang perwira polisi. tepatnya tahun 2004. Laci-laci dikeluarkan dari tempatnya dan isinya berhamburan keluar." Terlebih pembunuh mutiara yang sedang bersinar terang. Bisa ditebak. TERKECOH PIRINGAN HITAM Jam menunjukkan pukul 23. Kepada polisi. baik oleh Ferris maupun pengacaranya. Seorang calon selebriti asal Saginaw. Tak ada lagi stag night. kesaksian terakhir ini ditolak mentah-mentah di pengadilan. yang masih berteriak kencang karena ketakutan.(Kisah nyata/Chris Hansen/Icul) ) 02. ketika telepon dari Tuan Gamble yang tinggal berseberangan dengan keluarga Bonfield berdering di kantor kepolisian terdekat. penolakan itu membuat Ferris naik pitam." Bahkan mantan istri Ferris. pembantu rumah tangga keluarga Bonfield. tepat di depan pintu masuk rumah. dia malah mendapat semprotan." bisa jadi begitulah bentuk semprotan Cheryl. Isi kamar tampak berantakan tak keruan. seperti biasa. yang biasanya diletakkan di atas perapian. polisi datang ke lokasi. kepala Louise dipukul dengan benda dari kuningan itu. "Tak ada kata terlambat untuk memenjarakan seorang pembunuh.Sayangnya. Ferris yang pada saat itu berumur 55 tahun harus mempertanggungjawabkan dosa yang dibuatnya di masa muda. atau 10 tahun sejak kasus menghebohkan itu diangkat kembali dari peti X-file Kepolisian Saginaw. Rupanya. sampai napasnya tak lagi berembus. ikut bersaksi. Ditemukan juga sebuah jam kuno terbuat dari kuningan di lantai. yang datang dari arah depan rumahnya. Hannah mengaku pertama kali mendapati mayat pukul 23. Terri. jadi sudah resmi jadi suami Terri. Mereka mendapati mayat Louise Bonfield terbujur kaku di tempat tidurnya. Ia segera menyambar jas di dekat tempat tidur untuk menutupi piyama yang dikenakannya. polisi mendudukkan Gabriel Ferris di kursi terdakwa. "Saya yakin ia melakukannya. Pak Gamble kemudian menghampiri Hannah Swenson. Dompet manik-manik milik Louise didapati dalam keadaan kosong. Karena belakangan." Namun. perempuan malang yang diharapkan menjadi selebriti oleh kawan dan keluarganya itu dicekik. namun jarum jamnya menunjukkan angka 22. dan saya tidak mau berhubungan seksual dengan lelaki beristri.00. darah segar masih basah mengalir akibat luka bacok. "Kamu sudah melakukan hubungan suami-istri. "Ferris punya kemampuan untuk melakukan itu. akhirnya dengan yakin. Dari kepalanya. Hal itu tampak dari memar keunguan di sekitar leher. wanita berdarah 9 . kami juga mendapat bukti. Dua puluh tahun sejak terjadinya pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl Miller. Tempat lilin yang terbuat dari kuningan.12. Ia memang punya kebiasaan buruk memukuli istri. Beberapa menit kemudian. Sepuluh menit sebelumnya. Saya sangat yakin. Kacanya pecah. entah untuk alasan apa.

Belgia itu selalu menaruh segelas jus jeruk di meja samping tempat tidur majikannya." kata George dengan suara pelan. memang sering terbangun di tengah malam karena batuk kecil. George dapat mendengar Joe Tyler. "Sepanjang sore ini Anda di kantor. Inspektur Christopher McKee dari Divisi Pembunuhan Kepolisian Manhattan. Ini pekerjaan rutin penyidik. seraya membaca laporan tertulis kesaksian Hannah. Dengan langkah gontai. Gambaran 10 . Dua polisi berbadan tegap ikut masuk. Dibunuh atau dirampok? Dari dalam ruangan di kantornya. karena suara mereka terdengar seperti setengah berbisik. "Oke. suami korban. George terlihat siap. Tak jelas apa yang mereka perbincangkan. menerima kedatangan beberapa tamu. George mulai punya firasat buruk tentang keluarganya." George tampak menyesali perbuatan si pelaku. Louise. Pertanyaan Christopher masih sama dengan pertanyaan semalam. menghampiri George. Si pencuri tak menyadari ruangan yang dimasukinya kamar tidur pemilik rumah. George memasuki kamar tidurnya yang dipenuhi beberapa orang polisi. sehingga batuk pun reda. Baru pagi harinya. ada di dompet manikmanik. setelah minum jus jeruk. polisi langsung mencari George Bonfield. Tak lama kemudian. Tujuannya semula merampok. Ia tak tega menyaksikan kepergian Louise dengan cara tragis seperti ini. Tiga detektif lain masuk dan ikut mendengarkan keterangan Bonfield. Kami minta Anda segera ke rumah. "Ya. George menatap mayat istrinya dengan perasaan berkecamuk." jawab George. "Istri bapak terbunuh. 'kan?" tanya McKee. George kembali ke rumah. tak seberapa." ujar salah seorang polisi. kalau-kalau keterangannya masih diperlukan. seorang pria berwajah ramah datang bersama seorang stenografer. Pria itu. juga memukulnya dengan jam hingga tewas di tempat. Kalaupun punya. Ia merasa. kita teruskan. Saat itu. Setelah itu. Salah seorang menjelaskan hasil sementara penyelidikan mereka atas pembunuhan Louise Bonfield. karena Louise menyimpannya di safe deposit box di bank." jelas George. "Kami menyimpulkan. Pelaku menyambar tempat lilin dari perapian. Wajahnya pucat pasi. Ia menunggu pertanyaan apa lagi yang akan diajukan inspektur. Tapi akhirnya membunuh karena istri Anda mengagetkannya. Bonfield dipanggil ke kantor polisi. hampir tak kedengaran. Kami juga akan melanjutkan pertanyaan yang lebih detil kepada Hannah setelah kondisinya membaik. istri Anda dibunuh oleh pencuri yang dipergoki berada di ruangan ini. Tyler mengetuk pintu ruangan. Sebagian memakai seragam. tenggerokannya lebih nyaman. "Istri Anda. Tuan?" tanya seorang polisi. asistennya. Tanpa membuang waktu. Joe Tyler ikut mendampingi. "Ya. "Tak ada berlian dan surat berharga di rumah kami. Tanpa mengeluarkan sepatah kata. Hanya lebih detail. Namun pria itu hanya mengangguk dan berlalu. lainnya tidak. Tak lama kemudian. yang sedang dalam perawatan dokter sejak kena serangan batu empedu. Rambutnya lengket oleh darah dari luka di kepala. Ia segera mengumpulkan keterangan dari tetangga seberang rumah.

Ia sampai merasa perlu mengontak Frank dan meyakinkan bahwa besok. di sebelah ruangan saya. Bahkan jam 22. Namun faktanya memang begitu. George sangat gelisah dengan mepetnya waktu yang diberikan Morisson. "Betul. Nah. kalian menuduh saya pelaku semua ini?" kata George sedikit emosi. Tadi malam pekerjaan di kantor sangat banyak. Dua jam lagi kami menyelesaikannya. Joe Tyler. Ini artinya. Mereka memutari halaman rumah keluarga Bonfield." papar Joe Tyler. Suara George terdengar dari ruangan saya. Christopher tidak mengatakan sepatah kata pun. Tyler yakin George selalu berada di ruangannya. Inspektur? Coba lihat kembali laporan tertulis mengenai waktu kejadian!" Christopher mengangguk pelan.45. terdapat pintu yang langsung terhubung menuju jalan utama. 'kan. Dengan alibi itu. memeriksa ulang pintu dan semua jendela." "Kenapa Anda begitu yakin?" tanya sang Letnan dengan pandangan tajam.peristiwa ini akan segera terungkap. Tyler pun bersaksi. Joe Tyler bangkit dari duduknya. Ia pun tak kalah emosi. Kami tengah menyiapkan peluncuran Darling Soap People. Tapi ia berada di ruangan lain. "Dari ruangan Anda. sekarang katakan." Christopher mempersilakan Joe Tyler memperkuat kesaksian George. 11 . Tuan George?" pertanyaan Christopher seperti tak terduga. apa sebenarnya yang Anda lakukan tadi malam?" Bonfield menyilangkan sebelah kakinya ke kaki yang lain. Besok pagi acara Anda akan beres. sekitar pukul 19. saat peluncuran produk Darling Soap. juga kamar Hannah." "Anda sendirian di kantor?" "Dengan asisten saya. hingga saat polisi datang. Betul. "Karena saya ingat waktunya. pada jam itu George berada di kantor?" "Ya.35.35. "Nyonya Bonfiled terbunuh pukul 22. Christopher tampak tenang dan tak terpengaruh sedikit pun oleh keterangan Tyler. Bayangan istrinya masih jelas dalam ingatannya. Saya ingat karena kami menghadapi pekerjaan yang banyak. semuanya beres. "Maksud Anda. Bersama anak buahnya ia kembali menuju kediaman George. Setahu saya. George agak kaget. jelas tak mungkin George pelaku pembunuhan sadis Loiuse. Namun sulit baginya melontarkan suara. seperti biasa saya meninggalkan rumah satu jam berikutnya.30. Setelah itu. bahwa George berada di kantor sejak pukul 20. Dalam pembicaraan itu saya mendengar George bilang : Sekarang jam 22.35 jelas sekali ia tengah mengontak Frank Morisson bahwa tugasnya segera siap pagi ini. Saya mendengar sendiri pembicaraan itu. Frank. "Kami makan malam. Ia berusaha bicara.

Namun George tak bisa menyalahkannya. Bonfield. Lima menit kemudian. "Saya berteriak. ketika tiba-tiba pintu ruangan terbuka. 12 . bahwa pintu menjadi rangkaian rencana pelaku. "Maaf mengundang Anda kembali. Ini hanya formalitas saja. Jadi bukan kamu yang membukanya. Pintunya terkunci ketika saya berada di kamar Nyonya. ia kembali dipanggil ke kantor polisi. ia bisa beristirahat dengan nyaman.Ruangan George di kantor juga tak luput dari pemeriksaan ulang. Untuk pertama kalinya sejak Louise terbunuh. Di kamar mandi mereka mendapati serpihan topi berwarna hijau yang diduga milik salah satu klien George yang tertinggal. kenyamanan George tak berlangsung lama. Di tempat lain. sang pembantu. George yang sejak awal tidak menyukai kehadiran Hannah jadi tambah kesal. Hannah seharusnya di rumah. Sejenak darah George berdesir. Dengan lugu wanita itu menggambarkan kembali situasi pada malam kejadian. Sayalah yang membuka pintu itu. Saya turuni tangga dengan berlari menuju pintu utama. untuk menghindari diri dari Hannah. "Saya baru saja mengontak Frank Morisson dari Darling Soaps." tegas Hannah yang gigih bertahan dengan ingatannya. silahkan tandatangani laporan ini. McKee menyodorkan laporan tertulis hasil penyidikan kepada George." ujar gadis bermata biru dan berwajah bulat tersebut. Seseorang telah membukanya. karena Hannah tampaknya diundang McKee. Namun ia berusaha menahan diri. Tak lama kemudian. Hampir lima orang penyidik berada di ruangan Inspektur Christopher McKee. Nadanya datar. Mereka bercakap-cakap mengenai pekerjaan untuk pagi berikutnya. "Pak Bonfield." pintanya. ia menyaksikan sesuatu yang mengerikan. sebetulnya pintu itu memang tidak dalam keadaan terkunci. George baru saja menancapkan penanya di kertas laporan. Sangkal-menyangkal perihal pintu masih berlangsung. Menjelang lima menit sebelum pukul 23. Lalu membukanya dan lari lewat pintu itu. Ia takut dituduh sebagai pelakunya. Di ruangan ini penyelidikan dilaksanakan lebih intensif. George bernapas lega. Kepada Hannah. Inspektur menatap wajahnya. seorang detektif lain masuk." sapa Christopher.00 ia membuat jus jeruk untuk dibawa ke kamar Ny. datang bersama polisi lain." "Saya tidak peduli." McKee dan keenam rekannya terdiam. Namun McKee masih terus mempengaruhi Hannah. Laporan tertulis tampaknya sudah hampir final. Tak sengaja mengaku Sayangnya. Fotokopi laporan tertulis pembunuhan Louise berada di atas meja inspektur. Beberapa hari kemudian. Ia benar-benar tak menghendaki kehadiran Hannah. McKee mengulang-ulang pertanyaan yang sama. Tampak Hannah. mengurusi tetek-bengek rumahtangga.35. hingga Hannah mulai menangis. Ia bilang Tuan Bonfield menghubunginya pukul 22. "Hannah. Pelaku melepas rantai dan memutar kunci agar ia bisa berlari usai membunuh Nyonya Bonfield.

Sebab aku sendiri yang membukanya ketika pertama kali masuk ke rumah pukul 22. sejak mereka menikah. ya tingkah lakunya. Membayangkan hari demi hari. Makanya kita harus mulai merencanakan investasi baru. Betahan 20 tahun lagi? Bulu kuduk George langsung bergidik. iya …masih ada satu hal lagi yang mau aku bicarakan. Tepatnya. lho. sebab sayalah yang…" teriak George tanpa sadar. ia masih cekatan mengatur segala hal. Tapi tetap saja akhirnya terjadi slip lidah. Louise sudah berada di ranjangnya pukul 21. hingga tahun demi tahun yang harus dijalaninya bersama Louise. Ada rencana tertentu di otakku. meski rambut putihnya terlihat di sana sini. usia Louise akan bertahan 20 tahun ke depan. sesibuk apapun. Menurut dokter. Mendadak. Setiap langkah sudah kuperhitungkan dengan matang. Istrinya. Bahkan juga dalam hal yang tidak seharusnya dia pikirkan. pintu tersebut dalam keadaan tak terkunci beberapa saat sebelum jam 23. semua orang di ruangan menatap George tak percaya. Belakangan. Percintaan putri mereka pun diaturnya. Ia sendiri kaget mendengarnya. Namun McKee terus dan terus menekan Hannah dengan pertanyaan seputar pintu.00. "Oh." ujar George pelan. bulan demi bulan. Kesannya sangat mengatur. ia merasa jenuh dengan pernikahannya. pertahanan itu jebol! Ia tak tahan lagi. George tampaknya benar-benar tak tahan. seraya menutupi wajah dengan kedua belah tangannya Jam dan piringan hitam George Bonfield dan Louise tinggal di lantai pertama di rumah mereka di kawasan West Thirteenth Street yang telah mereka diami selama 30 tahun. Louise selalu saja punya ide yang sangat jelas dan sulit dibantah. Mata George yang makin kesal. Saya tahu itu. kamu harus menemui orang-orang asuransi. yang selalu mengatur segala hal. Ia bak menahan berkecamuknya beragam perasaan. jika rajin terapi dan beristirahat yang cukup. Sampai akhirnya. "Oh. Anda tahu kalau pintu itu sebetulnya sudah dibuka? Teruskan."Dasar pembantu bodoh. Jangan sampai ditunda minggu depan…. Tuan Bonfield!" Bibir Bonfield memucat. Tapi kemana? Tak ada tempat yang aman untuk bersumbunyi. Ya ucapannya. juga warna wallpaper di ruang makan yang mestinya masuk dalam tanggungjawab pemborong. Dalam waktu 3 bulan. Dalam keadaan sakit pun." "Ya. Terang saja. "Tentu saja pintu itu sudah terbuka ketika kamu menuruni tangga. "Sayalah yang membunuhnya.24.00. Itu. Hannah." 13 . George masih terlihat gagah. termasuk dominan dalam mengatur rumahtangga. Ingin rasanya ia berlari dari ruangan itu. Di usianya yang memasuki 56. Ia sudah berhati-hati sejak kemarin. minggu demi minggu. tahu apa dia?" sergah George dalam hati. Sejak menjalani terapi. asuransimu akan jatuh tempo. Termasuk Inspektur McKee. Ia ingin segera menghentikan pembicaraan tentang pintu itu. Louise. acountnya Randall. akhirnya memerah. "George. Ia merasa bagai hidup di ketiak istrinya. membuatnya muak." sahut George enggan.

Ia juga membeli sebuah player piringan hitam portabel kecil. George lalu ngeloyor ke kantornya. Bukan jam elektronik. Pertama kali yang ia copot adalah bel dari jam wekernya. Ketika seorang klien di luar kota memintanya datang ke peluncuran produk baru. Eh. Habis itu. Semula Hannah menawarkan untuk memanggil tukang servis jam. hati-hati ia mencoba mengaitkan jam dengan pengungkit piringan hitam dengan tali-tali senar kecilnya. George membeli sebuah jam. Jangan lupa pintu depan harus sudah terkunci sebelum kamu tidur. kamu kan harus ke kantor malam ini. Sekembalinya dari luar kota. Agensi iklan yang ia kelola tak seberapa besar dari segi ruang. kamu mesti membawa jus jeruk jam 23. Biar aku lihat. Tak lupa ia merekam suaranya sendiri pada disc/piringan hitam. "Ya. tapi jam weker murah yang sederhana dengan bel di atasnya. pembantu rumah tangga berdarah Swedia. Malam itu. jam tersebut tidak apa-apa. Ruang yang satu dihuni Joe Tyler dan dua stenographer. Setelah puas bereksperimen. Bapak akan membunyikan bel setiba di rumah. Hannah. Tak heran jika kantornya menghasilkan keuntungan yang lumayan besar. Kulitnya masih lembut." katanya. Tiba-tiba. Louise sedikit tak percaya." ujar George seraya mengambil majalah. Hannah. Tentunya di saat kantor sudah sepi. "Jam di atas tungku tidak berfungsi. akal jahatnya datang. Tapi letaknya sangat strategis untuk berbisnis. Pikirannya tertuju penuh pada kreativitas yang lain. Tapi anehnya. 14 . George memberikannya beberapa tugas. begitu ia mengutak-atik jam. "Jangan lama-lama. barulah ia menaruh "perkakas" barunya itu ke dalam laci. Ia sedikit menyalahkan Hannah." George berjalan menuju dapur di lantai bawah untuk melihat jam yang dimaksud Hannah. di kantor. seperti biasa. Tak lama. George tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk membeli disc seukuran piringan hitam yang dapat merekam.!" kata George yang memilih keluar ruangan daripada mendengar ocehan istrinya. Sekarang jam ini sudah membaik kok. Tuan. Ia menenangkan diri sejenak. Di sela-sela waktu kerja. Kantor George terletak di lantai kedua dari salah satu gedung di West 42 Street. Tyler tengah menunggunya. Ia juga melakukan eksperimen dengan senar-senar kecil."Ya. Tangannya bersentuhan dengan tangan istrinya. Tapi George mencegahnya. memberi laporan. Kedua barang tersebut diletakkan dalam laci kerjanya yang terkunci rapat. Hanya terdiri dari ruangan tunggu yang tidak seberapa besar dan dua ruang kerja. ia melakukan eksperimen dengan barang-barang yang baru dibelinya itu. ia berkemas ke rumah. ingat ya.00. terdengar pintu diketuk. dan lainnya ruangan George. ia sudah tak menginginkannya. "Besok saja. George juga membeli senar-senar tipis. Sebelumnya. Mati. jangan bangunkan saya." katanya. sayang. Tidak melakukan aktivitas apapun. sudah.

Ia mempelajari berapa menit waktu yang dibutuhkan dari kantor menuju rumah. George menghentikan langkahnya. Ia menaiki bus ekspres dan turun di Fourteenth Street. Selain itu. Louise bicara terus." ujar Bonfield sembari menyerahkan seberkas pekerjaan. Pakai topi hitam Di hari H. Ia menguji jendela. Malam itu hanya ada beberapa pejalan kaki yang ia temui. 15 . hari itu tidak turun hujan. George pamitan untuk kembali ke kantor. "Saya sendiri. Tetapi ia memilih hari Kamis. malam ini hanya ingin berkonsentrasi pada tugas Morrison. Jadi. Lalu diam-diam menyelinap keluar kantor. George mengenakan topi warna hijau. hingga kembali lagi ke ruangannya. Jam weker minus bel. Hari yang pasti akan "sangat sibuk". Begitu juga selotip. Pemotong kaca siap di saku. player piringan hitam. Termasuk hari yang dipilih. George memang kembali ke kantor dan menemui Joe. Jantungnya sempat berdegup saat mendengar langkah kaki seseorang. Biasanya ada penjaga yang mengawasi ruangan ini. Topi dan jas milik sendiri ia tinggal di kantor. mohon jangan ganggu saya. Semua skenario sudah matang di kepala. Ia menuruni tangga darurat dan muncul di lantai dasar. Dengan bantuan selotip besar. Ia menjadikan jam weker sebagai pemicu berfungsinya player piringan hitam. Menurut ramalan cuaca. makanya agar tidak mencurigakan. pilihan pada Kamis juga karena pertimbangan cuaca. tentunya dengan pertimbangan terbaik. Waktu menunjukkan pukul 21. Presiden Direktur Darling Soaps. Suasana sangat gelap. Hari H semakin dekat. kecuali lampu dari kamar Hannah.Dua minggu setelah eksperimen. Kamis atau Jumat. Pintu terakhir yang harus dilaluinya tinggali 10 meter di depannya. Hati-hati ia memotong kaca. lama beraksi. Jangan sampai ia mengeluarkan suara sekecil apapun. Ia mengunci pintu dari dalam. George lalu masuk ke ruangannya. George kembali mematangkan rencananya agar "proyek" raahsia itu berjalan sempurna. tetapi ada sebuah jalan setapak yang berujung ke bloknya. Rumah yang ia tinggali terletak di sebelah selatan dari Thirteenth Street. bawahannya. kaca yang terlepas tidak mengeluarkan suara. Malam ini kamu konsentrasi pada tugas ini. Kalau ada yang memergoki." ujarnya. pintu. meluncurkan produk terbaru. maka hancur lebur sudah rencana yang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Dengan mudah ia masuk ke dalam rumah. Satu jam berlalu. tapi akan ada angin besar di malam hari. George berusaha menahan napas dan terdiam kaku. George terus menghitung durasi ketika ia beraksi. dan rekaman suara George sendiri yang termuat di piringan hitam.20. George berusaha tampil apa adanya. Semula ada tiga hari yang menjadi pilihan yaitu Rabu. milik salah seorang kliennya yang tertinggal di kantor beberapa bulan lalu. karena tak ada penerangan. sehari sebelum kliennya Frank Morisson. Untung tidak hujan. Hati George lega ketika langkah kaki menjauh. Pukul 21.55 ia mulai mengeluarkan "perkakasnya". "Saya harus menyiapkan kampanye Morrison besok. sepanjang makan malam. dan juga menyiapkan pemotong kaca dan selotip besar. George mengenakan sarung tangan dan menggunakan selotip besar di kaca nako pintu belakang.

McKee memperlihatkan tandatangan di atas surat pengakuan Bonfield. sekitar 22. Dibantu angin Beberapa saat usai penahanan George Bonfield. piringan hitam kecil. Tapi saya tak percaya kita akan mengetahuinya secepat ini. Lalu ia dengan leluasa meninggalkan kantor menuju rumahnya di Thirteenth Street untuk membunuh istrinya sendiri.53 George telah tiba di ruangan. pelakunya sudah merencanakan semua ini. Pukul 22. Mengaitkan satu senarnya pada anak genta jam dan senar lainnya ke pengungkit player piringan hitam.25. Sebelum meninggalkan rumah. Saat itulah rekaman suara George terdengar oleh Tyler. Apalagi waktunya terbatas. Begitu pula piringan hitam. Kini tujuannya kamar Louise. Tetapi sekitar 22. Setelah itu ia menuju pintu depan. Jadi bukan perampokan. "McKee.35 seperti saat jam ditemukan di kamar Louise. Goerge membunuh bukan pada 22. Sedangkan jam dan player piringan hitam portabel ia lempar hingga hancur berkeping-keping di celah-celah sempit bangunan di sekitar kantor. ia menelepon Frank Morisson dari kamar mandi rumahnya. dan rekaman suara George di piringan hitam." Jaksa Wilayah tercenung. Sementara itu. Sebuah alibi yang sempurna!" Menurut McKee. Jam alarm. Saat ia tidur di kamar dan mendengar ada suara angin. player piringan hitam. Ia membuka rantai pintu." 16 . apakah Anda sudah menduga bahwa dialah pelakunya?" McKee mengangkat bahunya. Dia melengkapi surat itu dengan sedikit penjelasan.Sejenak ia terdiam untuk mendengarkan sesuatu. yang selama ini hampir tak pernah dijamah orang. Ia juga menyetel jam weker pada posisi 22. dan suara rekaman ia satukan dalam sebuah tas besar.. Pukul 22. yang terdiri dari jam alarm. Ia jadi ragu apakah ia sudah menguncinya atau belum. istrinya dan angin. di ruangannya. "Nyonya Bonfield? Angin?" "Ya. kliennya. Hannah langsung mencemaskan pintu depan rumah. Usai membunuh ia sempat menghubungi Morrison.35 "tugas" utama ia selesaikan dan kembali ke kantor lewat rute yang sama. alarm jam menggerakkan pengungkit player piringan hitam. "Pada malam kejadian. yang berhubungan ke player piringan hitam. sebelum Bonfield mengaku. Kecuali. di saat yang sama.35. Nyonya Bonfield berhasil melatih Hannah dengan baik. Artinya. McKee menghadap Jaksa Wilayah. Bonfield. Selama ini. Joe Tyler tak menyadari kalau saat itu Bonfield ternyata tengah memainkan mesin buatannya. Topi hijau ia hancurkan menjadi serpihan kecil dan dibuang di kloset.. Hannah sangat takut kepadanya kalau ada pekerjaan yang tak beres. Ia kembali ke luar kantor untuk memusnahkan "perkakas" itu. George meninggalkan kantor langsung dari ruangannya. merupakan keganjilan. Nyonya Bonfield selalu mewanti-wanti agar pintu tesebut dalam kedaan terkunci sebelum Hanah tidur. Ruangan pertama yang didatangi adalah dapur untuk mengambil jam kuno yang ngadat beberapa hari yang lalu. "Terhapusnya sidik jari pada telepon di kamar mandi Ny.35.

Curhat kamu ke Lola anggap saja kecelakaan. kami selalu bertemu di pusat kebugaran.30 Hannah menuruni tangga dan mendapati pintu dalam keadaan tak terkunci. Sejak kecil. Namun. Ia pun tak ingat lagi. ADA PEREMPUAN SIMPANAN Tak ada kutu atau ketombe di kulit kepalanya. Waktu itu. honey. setiap Jumat sore." rajuk Annisa. ketika pintu depan sudah tak terkunci lagi. Jakarta Timur. artinya pintu belum terkunci. Sedangkan Hannah merasa sudah menguncinya. Dengan waktu 6 menit yang ia miliki. Ia tahu persis jam Hannah menyiapkan jus. tapi enggak ada yang angkat. Diantar adik laki-lakinya. Annisa dan anak lelakinya. percakapan tadi menjadi percakapan terakhir dua sejoli yang tengah dimabuk cinta itu. Beberapa helai rambutnya rontok. sebelum itu jangan cerita tentang calon bayi kita pada siapa pun. "Ya .yang sebelumnya penuh emosi . Tentu saja ia menguncinya. Bonfield "memaksa" Hannah agar mengunci pintu depan dahulu. tidak biasanya dia absen tanpa kabar. kamu enggak marah?" suara Annisa makin manja. Aku janji. Si lelaki (38 tahun) mengiyakan dengan mesra. Hilang kontak Lola (24 tahun) yang pertama kali melaporkan hilangnya Annisa pada aparat keamanan." Lola menjelaskan alasannya mendatangi kantor polisi.. Limamenit sebelum harus mengantar segelas jus jeruk ke atas. Tuan Bonfield masih berada di kamar istrinya. Nada suara lelaki di seberang sana . sarjana ilmu sosial yang baru saja diwisuda itu menumpahkan kegundahan hatinya. Tapi aku minta. "Biasanya. Tapi sore tadi. sudahlah. Mbak Annisa enggak nongol. Aku belum cerita ke siapa-siapa."Kalau ada suara angin. memasang rantai dan kembali ke kamarnya.akhirnya merendah." "Bener nih. Beberapa hari kemudian. Terlebih saat bermanis-manis dengan kekasih hatinya. pasti dia mengontak saya." "Saat itulah Bonfield melarikan diri dari pintu depan." (Kisah rekaan/Helen Reilly/Nis) 03. Suara angin yang masuk membuat Hannah tak mendengar kedatangannya. Saya sudah berusaha menghubungi handphone-nya dan menelepon rumahnya. aku percaya. Jordi (6 tahun). "Swear. dilaporkan hilang dari rumah mereka yang asri di bilangan Rawamangun. meski cuma lewat kabel telepon. bulan depan kita bereskan semuanya. jatuh mengotori meja telepon di rumahnya.55.. Pukul 22. Padahal. seperti biasa Annisa (37 tahun) tak kuasa menghentikan kebiasaan menggaruk kepala jika sedang merasa senang. Pasti tak ada yang menyangka. rambut Annisa memang gampang rontok. Lalu berjaga hingga 22. 17 . Kalaupun berhalangan hadir. Dia 'kan sohibku. Pintu dibuka kembali. Baru Lola yang tahu.

Hanya dalam beberapa tendangan." 18 . "Lihat. Hanya lampu dapur yang tampak menyala. menurut Lola. saya lewat depan rumahnya. duduk tegang di samping reserse Polsektro Pulogadung itu. tersenyum geli. dan ruang tamu. dia jarang sekali ke sana. braaakkkk! . "Bagaimana kalau ternyata mereka sedang plesir ke luar kota? Aku bisa dipotong gaji karena merusak pintu. Jumat malam itu kondisi rumah Annisa memang gelap gulita."Anda sudah menghubungi kerabat Bu Annisa?" tanya Komisaris Polisi (Kompol) Hadi Bhrata. yang ikut nimbrung mendengarkan laporan Lola. bukan ahli kunci. Bu Annisa dan anaknya enggak ada di rumah. Dia dikenal sebagai "janda kaya" yang baik hati dan dermawan. Suaminya. Meski "Hercules" yang dikagumi itu malah berbalik memuji Lola. Darah di kamar tidur Di lingkungan tempat tinggalnya. yang bertanya." Hadi dan Asrul menatap Lola sebentar. serta tiga gerai sepatu. Seperti cerita Lola. "Sebagian besar kerabat Mbak Annisa tinggal di Cibinong." "Tidak mungkin. pintunya terpaksa saya rusak. "Mengapa tak memecahkan kaca jendela saja? Tanpa terali dan cukup lebar sebagai jalan masuk. Lola yang ikut mendengar. Habis maghrib tadi." "Anda sempat mampir ke rumah Bu Annisa?" kali ini Asrul Gumara. sedangkan semua lampu dalam kondisi mati. "Ide kamu bagus juga. "Maaf. Polisi yang satu ini kocak juga. masing-masing di pusat perdagangan Pasar Baru. Asrul berpikir sejenak." desah Asrul pelan. akibat kecelakaan pesawat tujuh tahun lalu." saran Lola. Kaca jendela 'kan lebih mudah diganti dan diperbaiki daripada pintu ya?" Sang detektif telat mikir rupanya. Namun terlambat. Di antaranya rumah lumayan besar dan asri yang kini ditinggali Annisa bersama Jordi. Mbak Annisa keluar rumah sejak jam dua belasan. Bu Annisa. Toyota Kijang berpelat nomor polisi yang dikemudikan Asrul berhenti persis di depan pintu pagar rumah Annisa. Lola yang memaksa ikut.. ruang keluarga. sebelum bubaran salat Jumat. Kapolsektro Pulogadung. Tapi setahu saya. sebelum akhirnya memutuskan masuk secara paksa lewat pintu belakang. Gelap sekali. Lola. Saya hanya seorang polisi. dan Mal Metropolitan Bekasi. Wicak Abilawa. Dalam hati Lola kagum juga pada "tenaga dalam" Asrul. "Itulah.. Untungnya." elak Lola. Ada kecemasan luar bisa terpancar dari wajah wanita muda berparas ayu itu." komentar Asrul setelah menyisir dapur. Pintu pagarnya tak terkunci. Dari sanalah Asrul dan Lola mengintip ke dalam rumah. Mal Ciputra. Annisa cukup populer. anak buah Hadi. "Kelihatannya. pintu depan ternyata tidak terkunci. Wicak meninggalkan warisan lebih dari cukup untuk menghidupi anak dan istrinya. pintu belakang itu roboh. Tetangganya bilang. memang wiraswastawan sukses yang sayangnya meninggal dunia di usia muda.

ya." "Ada. ada sesuatu yang tidak beres di kamar tidur. Kakinya hendak melangkah ke kamar tidur Annisa. Pak?" Lola tampak gugup." lapor Asrul pada Hadi Bhrata. "Hmm. Sampel ceceran darah dikirim ke laboratorium kriminal Mabes Polri untuk diteliti lebih lanjut. selain sampel darah dan kamar yang berantakan. Asrul mengerahkan anak buahnya untuk mengorek informasi dari para tetangga. "Sepertinya." Setelah meneliti seluruh isi rumah. 19 . "Kelihatannya pelaku cukup tenang dan profesional. Saya akan nyalakan lampu. Benar saja. "Sebaiknya kita keluar." sebut Bu Fadli. tetangga Annisa. Saya akan mencoba menghubungi komandan. "Kami semua sayang padanya. tapi cukup untuk dijadikan barang bukti. Bu?" pancing Asrul. meja rias dan beragam perlengkapan dandan perempuan yang ada di atasnya tampak berantakan. tak ada lagi petunjuk yang dapat kita maksimalkan. Pintu itu saya yang mendobrak ketika datang kemari bersama Lola. Itu pintu belakang rusak akibat didobrak." jelas Lola. Hati-hati dengan langkah Lola. "Pelaku juga pasti dikenal baik oleh korban. Terlebih jika mereka saling kenal. Sejenak. "Bisa antar saya dulu ambil air minum di ruang makan. Kalau melihat data. mereka menemukan ceceran darah. sembari sesenggukan. sehingga bisa kabur tanpa meninggalkan jejak dan sidik jari."Alamak. Tak banyak. Dia mengaku sangat kehilangan. "Oh. mulai mengumpulkan barang bukti hingga fakta yang ditemukan di lapangan. Wajahnya memutih seputih kapas Diancam pengutang Malam itu juga." Asrul menuntun Lola keluar kamar. tak ada tanda-tanda seseorang masuk rumah secara paksa. korban masih hidup?" "Entahlah. Cantik juga. ia memiliki banyak piutang. ketika tiba-tiba dicegat Asrul. "Itu foto Mbak Nisa dan almarhum suaminya. polisi berpakaian preman itu memelototi foto pengantin berukuran besar yang tergantung di dinding. "Sialnya. jarang sekali korban penculikan bisa lepas dengan selamat dari penculiknya." tutur sang komandan." Lola manggut-manggut. "Kabarnya. seperti baru saja diamuk gelombang tsunami. Dan. Lihat saja." "Menurut kamu." timpal Hadi." Dada Lola berdegup kencang. Dia hampir-hampir tak punya musuh di sini. Tak jauh dari tempat tidur. kenapa kita enggak masuk baik-baik lewat pintu depan?" Asrul cengengesan. Asrul yang diserahi tugas menangani kasus hilangnya Annisa dan Jordi.

mantan karyawan gerai sepatunya di Mal Metropolitan. Apalagi kalau bukan tanda tanya! Minimnya jejak pelaku. sehari setelah hilangnya Annisa dan Jordi.. "Bahkan saat menagih ke Pak Pipin. belum jelasnya motif serta ketidakpastian apakah korban sekadar diculik atau telah dibunuh. Dugaan penculikan masih diyakininya. kadang memang terlalu baik pada siapa saja. Namun." "Diancam bagaimana. "Seorang penculik. Sebenarnya. Mobil dicuci bersih Cuma ada satu tanda di benak Asrul. Dering telepon dari Lola membuyarkan lamunan Asrul. menirukan cerita Annisa lewat telepon. Jeng Annisa memang tak pernah segan meminjamkan uang pada tetangganya yang sedang mengalami kesusahan. entah di mana. sebelum ditinggalkan begitu saja.. telepon sang "penculik" tak juga datang. Tapi .. untuk apa perampok membawa serta Annisa dan anaknya?" batin Asrul. bersama Jordi. Soalnya. "Kalau memang perampokan. setelah siangnya. Jawa Barat. Untuk sementara." cerita Bu Fadli. "Dua kali dia saya maafkan. Semalam saya bermimpi. "Mobilnya dalam keadaan bersih. setelah lewat tiga hari. tapi Baskoro memang harus diberi pelajaran. Baskoro dipecat setelah untuk ketiga kalinya dipergoki menyalahgunakan stok dari gudang tanpa izin. Kalau saja suaminya masih hidup . Kelihatannya baru dicuci.. Asrul menerima laporan mobil Annisa ditemukan di kawasan Sukabumi. Takut kalau-kalau Baskoro melakukan pembalasan. Bu?" "Orang-orang yang bilang. Kasihan Jeng Nisa. anak buah Asrul yang khusus dikirim ke Sukabumi.. Asrul mulai ragu pada teorinya. Annisa sempat adu mulut dengan Baskoro. Sejam kemudian." Annisa sempat meminta Lola menjemputnya di Mal Metropolitan. Saya sendiri tidak melihat langsung kejadiannya." 20 . sekitar sepekan sebelum menghilang. ngutangnya mau. Tapi maaf yang saya berikan ternyata selalu disalahgunakan. "Itulah. tak jauh dari areal persawahan.. Tapi sepulang dari rumah Pak Pipin. saya sudah janji sama Mbak Nisa untuk tidak menceritakan soal ini pada siapa pun. Lucu. selepas bersentuhan dengan punggung tangan Lola." batinnya lagi." Annisa. menurut Lola. jasad Annisa tidak ditemukan dan tak ada barang-barang pribadi Annisa yang hilang. Jeng Nisa sempat diancam segala." lapor Sudirja. Sudah bertahun-tahun pinjaman tak juga dikembalikan. Meski kadang ada juga tetangga yang tak tahu diri. ditagih kok marah-marah. saya lihat mata Jeng Nisa basah. Kecuali pelaku menculik hanya sebagai kedok untuk membunuh korbannya. Pak. "Saya sebetulnya enggak tega. lazimnya minta tebusan. dia menganggap kasus ini sebagai penculikan. Mereka seperti minta tolong pada kita." tutur Lola. Mbak Nisa berada di suatu tempat. Tapi tempatnya aneh."Betul. "Dan ada satu hal yang belum saya katakan. mereka bertemu di sebuah kedai ikan bakar di bilangan Tenda Semanggi. Lagi pula. apa pun alasannya. kecuali sebuah mobil Toyota Kijang terbaru. membuat reserse itu pusing tujuh keliling. Gadis manis itu bercerita. pelakunya pasti memasukkan juga barang-barang lain ke dalam mobil." Asrul menarik pelan-pelan lengannya yang menghangat.

." "O ya?" "He-eh.." Asrul menghabiskan tetes terakhir jus avokatnya. "Terakhir. Bahkan namanya pun dirahasiakan. "Bon-bon kafe. Kamu tahu letak kafe itu?" 21 . Apakah mirip Brad Pitt. kamu ternyata gampang ngambek." Asrul tak mempedulikan omelan "partner" bawelnya itu. siapa tahu cerita kamu bisa membantu." "Itulah lagi. Tom Cruise. "Mereka juga selalu bertemu di sebuah kafe di Tebet. "Setahun terakhir ini. Mendadak dia seperti mendapat energi tambahan. Ini pasti nomor telepon pacarnya.. Anda merusak pintu belakang. surat tagihan telepon seluler. Mbak Nisa bahkan mengaku sedang mengandung tiga bulan. Dia kelihatan bahagia banget. Mbak Nisa bisa menghubungi nomor 0815xxx sampai sepuluh kali. saya enggak tahu. he-he-he." Lola mulai bercerita... lalu bangkit dari kursi. Sekarang. Mbak Nisa menjalin hubungan dengan seorang lelaki. cuma saya teman curhat yang dipercaya Mbak Nisa." "Gila. Bahkan Jordi sendiri pun belum diberi tahu. merusak pintu-pintu lemari dan laci.. "Sampai saat ini. akhirnya menemukan orang yang tepat untuk kembali membina rumah tangga. atau Tukul Arwana. karcis parkir ." "Saya ikut!" Petunjuk tagihan "Beberapa hari lalu... Setelah bertahun-tahun menjanda.. dalam sehari."Ayolah. Mereka backstreet. mau dilanjutkan enggak?" "Itulah ." "Kamu pernah bertemu lelaki itu?" "Itulah ." "Eeeh . Baru kali ini wajahnya berdekatan dengan wajah Lola. Kalau Mbak Nisa tahu . karena mau bikin kejutan buat keluarga masing-masing.. tapi wajah Asrul yang menghangat. dia bersyukur. Begitu dekat...." Lola menjawil lengan Asrul." seru Lola. Tapi saya sendiri belum pernah bertemu pacarnya itu. "Gotcha!" teriaknya tiba-tiba. "Mo ke mana?" "Ke TKP." Kali ini bukan lengan.

gitu. Tondi terus terang mengakui kedekatannya dengan Annisa. menutup pembicaraan. memelototi acara teve yang selama ini paling dibencinya. Mereka saling menyayangi dan sudah sepakat untuk menuju pelaminan. Mereka masih hidup. Tondi jelas tak lebih miskin dari Annisa. 22 . Asrul sibuk dengan telepon selulernya. Kita ke sana?" "Sabar dong. Pemiliknya mantan kakak-kakak kelas saya di kampus dulu. "Baiklah. Jawaban apa yang mesti diberikan? "Saya juga berharap begitu. Mas. Motif "harta" juga tak masuk dalam hitungan Asrul. pasti dong.. gitu. Malah. Kita harus pastikan dulu. mestinya tak patut mencurigai Tondi. agar kami bisa cepat menguhubungi jika ada sesuatu yang perlu dikonfirmasi." "Dia terlibat?" "Entahlah. Tapi. saya sarankan Anda tidak bepergian jauh untuk sementara waktu. "Tinggal menunggu saat yang tepat. "Ya.." tutur Asrul. Saya sangat berharap. Tapi gue enggak pernah ngeliat mereka bertengkar. Kayaknya mereka join-an." Lola memecah kebuntuan. Dia punya toko bahan-bahan bangunan dan gerai LPG yang lumayan laris. dua-duanya terletak di Tebet. bukan kamu!" Selalu mesra Menyimak curhat Annisa kepada Lola. Gimana. dalam keadaan sehat walafiat. Apalagi saat ditemui di rumahnya. Terpaksa. 'kan?" Asrul dan Lola saling berpandangan. Tondi Lelono." ujar Lola. menirukan ucapan Annisa. Kawan-kawan Lola yang mengelola Kafe Sentani di bilangan Tebet."Tahu banget. juga berbicara tentang hal yang sama. "Anda tahu. kadang-kadang. telenovela. tapi tidak pernah dijawab. Di ruang tamu. dia shock mendengar Annisa hilang. Kelihatannya. Tempatnya asyik. "Mereka memang sering banget ke sini. saya polisinya." "Kita jemput dia sekarang?" "Lola . polisi segera menemukan Annisa dan Jordi. karena saluran lainnya menyiarkan acara yang tak kalah menyebalkan. Hampir setengah jam berlalu." Lola duduk di ruang keluarga rumah Annisa. Kami bahkan hendak mematangkan rencana pernikahan bulan depan." tegas Niken. salah satu anggota kongsi Sentani. La. Mereka berdua bagian dari masa depan saya. gue ama tementemen iri ngeliat kemesraan mereka. Dia juga mengaku beberapa kali menghubungi handphone dan telepon rumah Annisa. nomor ini betul-betul nomor telepon pacarnya Bu Annisa. Bu Annisa sedang hamil?" pancing Asrul. "Namanya Lelono. kami permisi dulu. Saya memang pernah mengajak Mbak Nisa ke sana.

Hanya satu hal yang mulai diyakini Asrul. "Saya punya firasat. Bu Fadli dan tetangga lainnya mengaku tidak melihat dengan jelas siapa sopirnya. yakni kecil kemungkinan menemukan Annisa dan Jordi dalam keadaan selamat." "Saya benar-benar enggak boleh ikut?" "Ini bukan tugas kampus. Lola. saya detektifnya. apa rencana kita sekarang?" "Kita? Sekali lagi." "Teorimu boleh juga." "Not bad. Lalu untuk menghilangkan jejak. 23 . Mereka bertemu di satu tempat. Apa kabar?" sapa Asrul. mereka tak sedikit pun menaruh curiga. 'kan?" Asrul mati kutu." "Jadi. Jadi. 'kan? Makanya.Tondi mengantar Asrul dan Lola sampai pintu pagar. Anak muda itu seperti tahu bakal bermasalah dengan pihak kepolisian. begitu pun Jordi yang ikut menyaksikan peristiwa itu. Badannya boleh sekuat Herkules." "Oke. atau Baskoro. mobil Mbak Nisa. Merekalah yang dalam seminggu terakhir bermasalah dengan Annisa. "Besok kamu istirahat saja di rumah. pasti punya masalah pribadi dengan korban. Kamu cuma penumpang gelap. mayatnya dikuburkan di sebuah tempat. siapa pun pelakunya. siap. Ya. Komandan!" Teguran karyawan Jumat pagi. La. Di perjalanan Asrul lebih banyak berbicara dengan pikirannya sendiri. Pak Pipin punya alibi sangat kuat dari istri dan anak-anaknya. akhirnya berinisiatif membuka percakapan. jika bukan Tondi. mantan karyawan yang dipecat beberapa hari lalu. dikemudikan sendiri oleh pemiliknya. Pelakunya kenal baik dengan Mbak Nisa. enggak usah ikut wara-wiri. "Hai. pelakunya tentu Pak Pipin. Ini bukan penculikan murni. tepat seminggu sejak hilangnya Annisa dan Jordi. begitu Lola tiba-tiba muncul di depan mejanya. Eh. Asrul masih belum menemukan simpul yang menghubungkan hilangnya janda kaya dan anaknya itu dengan sejumlah orang yang dicurigai. Di rumah. Mbak Nisa dibunuh. sedangkan Baskoro masih dicari keberadaannya. lalu ke rumah dengan mobil yang sama. Lola yang bosan diperlakukan seperti patung. Terus?" "Para tetangga mengira. mereka terlibat pertengkaran. kini lenyap bak ditelan bumi. Mbak Annisa 'kan tak punya banyak musuh. Ini kasus serius. tapi bujangan satu ini sering tak berkutik jika berdebat dengan perempuan yang satu ini. Kadang dahinya berkerut. yang keluar masuk rumah sejak pagi sampai siang." "Penumpang gelap yang cantik. kadang kepalanya menggeleng.

yang lebih membuat Asrul kaget adalah pengakuan jujur Zakaria. matanya merah. menyambut malam minggu yang indah. Jakarta. yang telah bekerja di gerai LPG selama delapan tahun itu. mengaku beberapa hari lalu dipecat Tondi. mengapa tamunya tidak tidur di kursi depan atau belakang saja. "Sebagai orangtua. Di puncak kemarahannya. lalu dikuburkan di sebuah kebun kosong milik Tondi. sebagian besar karyawan sedang salat Jumat. bahwa bosnya itu kelihatan kurang suka ketika dia bertanya soal perempuan muda dan anak lelaki yang "tertidur" di kursi belakang Toyota Kijang berkaca gelap. agar arwah Annisa dan Jordi mendapat tempat yang layak di sisi-Nya." jelas Zakaria lancar. "Tapi entah mengapa. Sudirman. Tondi membunuhnya dengan cara yang sama. Besoknya. kalau diminta berhenti. Tondi akhirnya lupa diri. tanpa alasan jelas. Lola tersedu-sedan. Terlebih setelah lelaki berusia 49 tahun. kok. Langit cerah. namanya Pak Zakaria. Jend. Untuk menghilangkan jejak. Dia kesal." Asrul jadi ikut-ikutan tegang." "Bapak tahu siapa penumpang di kursi belakang itu?" "Tidak." "Berapa lama Pak Tondi mampir di kios LPG?" "Sebentar. Annisa hendak membatalkan rencana pernikahan setelah tahu. sehingga berkali-kali memukul wajah Annisa sampai hidung dan mulutnya mengeluarkan darah. kedua mayat itu diangkut dengan Toyota Kijang milik Annisa.Yang disapa tampak tegang. Asrul dan Lola sepakat bertemu di sebuah kafe di bilangan Jln. Pak Tondi tampaknya kurang senang. Namun. Pak. sampel darah di TKP positif milik Annisa dan Jordi. Saat itu. 24 ." "Bagaimana dengan Jordi." Dari hasil tes labkrim terhadap sampel darah di TKP dan di jenazah korban yang diotopsi setelah digali kembali dari pemakaman. saya hanya sekadar bertanya. Tangerang. Dikubur di tanah kosong Sabtu sore. Mereka hendak makan minum untuk merayakan terbongkarnya kasus pembunuhan Annisa dan Jordi. buta huruf lagi. "Saya membawa saksi penting. kios sedang sepi. Kursi belakang 'kan sempit?" Zakaria menirukan tegurannya saat itu. Toh Pak Tondi memberi pesangon lumayan. di daerah Pamulang. Dia lalu mencekik Annisa sampai mati lemas. Dia cuma berganti kaus. "Saya hanya orang bodoh. Mulutnya komat-kamit berdoa. ya berhenti saja. Jadi." Seketika dada Asrul lega. Sebaliknya. di sudut ruangan. "Tondi mengaku membunuh Annisa dan Jordi. Mabes Polri juga menemukan." "Jordi masuk ke kamar pada saat yang salah. Mungkin sekitar lima menit. Tondi ternyata memiliki wanita simpanan lain yang juga tengah hamil. saya diminta pulang ke Sukabumi.

giliran aku bertanya. Matanya mencoba menelusuri celah-celah dari penyelidikan. bersebelahan dengan dua filing cabinet di sisinya." "Kamu mengejar Pak Zakaria sampai Sukabumi?" "Feeling hampir selalu benar. di sela-sela tugas rutinnya. Dusch sendiri yang minta ditugasi menuntaskan X-file itu. keterangan saksi. "Kalau saja aku bisa memecahkan teka-teki ini. ada karyawan yang baru saja dipecat tanpa alasan jelas. Sejak saat itu.Di mana kamu kenal Pak Zakaria?" Mata cantik Lola sedikit terangkat. yaitu pembunuhan Andrea Bergmeir. sebuah kasus pembunuhan keji yang terjadi sepuluh tahun lalu. Dusch memang baru saja mendapat "warisan". Andrea. 25 . Terus membaca dan menganalisis. kamu memang berbakat jadi detektif. (Kisah rekaan/Muhammad Sulhi) 04. JEJAK PORSCHE YANG MENGECOH Ruang kerja Komisaris Bert Dusch di salah satu sudut kantor kepolisian Kota Tuebingen tidaklah terlalu besar. Satu lemari kaca berukuran sedang diletakkan merapat ke dinding. sang detektif muda bak tak kenal lelah itu menekuni fakta demi fakta dari setiap laporan yang dibacanya. pemuda asal Munich ini menjemput kekasihnya. Munich misalnya. Bahkan sempat ikut merepotkan polisi di kota-kota besar lain. termasuk foto-foto korban. Arsip yang tampak mulai lusuh itu berisikan catatan-catatan penyelidikan pembunuhan. untuk mendapatkan kemungkinan adanya sesuatu yang terlewatkan dari para penyelidik sebelumnya Rencana ke Munich Satu hari di penghujung 1992 mungkin merupakan hari yang tidak akan pernah dilupakan Dietmar U." "Lola. sehari setelah Mbak Nisa menghilang. Beberapa pekan terakhir." "Atau istri detektif?" Ah. di apartemennya di Tuebingen.00. seperti laporan dari TKP. Sebuah meja kerja mendominasi bagian tengah ruangan. Ukurannya sama seperti ruang kerja penyelidik kepolisian di Jerman pada umumnya. hasil tes laboratorium. Dari sana saya tahu. "Saat Mas menyelidiki Pak Pipin dan Baskoro. kini ada dua wajah yang bersemu merah. sekitar pukul 14. Mengamati lembar demi lembar setiap foto. sepanjang hidupnya. saya memutuskan mengamati gerai LPG Tondi. Kasus yang benarbenar menguras energi para detektif sejawatnya di wilayah kepolisian kawasan Jerman bagian selatan. "Sekarang.Lola tak dapat menahan sedihnya. dan belum terpecahkan hingga kini. Semuanya hanya memuat satu kasus yang masih misterius. Kala itu. ruangan itu terasa semakin sesak oleh tumpukan arsip di atas meja." cetusnya dalam hati.

Dietmar tidak konsisten dan membuka kebohongannya. selain dibunuh. saat ketukannya berkali-kali tidak mendapat jawaban dari sang empunya apartemen. ]"Sebab. Namun. Pemuda ini dicurigai karena berkeliaran di sekitar TKP dan saat digeledah. Darahnya menggenang di lantai. Awam sekalipun akan mudah menebak. karena tiga hari sebelumnya mereka baru saja berlibur di Teneriffa. bernama Oliver Zelt. Pintu pun tidak tampak dijebol. Apalagi sebelumnya mereka sudah berjanji untuk bertemu. "Atas dasar apa kami harus mempercayai keterangan Anda?" potong seorang detektif. Keterangan mereka rata-rata membenarkan pengakuan Dietmar. Namun. polisi menemukan sebilah pisau di sakunya. Meski masih dirundung sedih. seperti pemandangan yang lazim ditemui di rumah pemotongan hewan. sama sekali tak mungkin. saya memang tidak melakukannya. tak pelak Dietmar adalah orang pertama yang dicurigai. Ini terlihat dari beberapa goresan benda tajam di tangannya. Dietmar tak mendapat kesulitan masuk. ia begitu terkejut dan sejenak terbengong." tegas Dietmar dengan mata nanar. "Tak mungkin. Karena sudah sering berkunjung ke tempat itu. Mereka langsung melakukan proses pemeriksaan awal dan mengamankan tempat itu dari kerumunan orang banyak dengan menempatkan garis polisi. Tidak mungkin Andrea pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan. seandainya saja pasangan itu telah bertengkar. Sesampainya di apartemen Andrea. Sayang. Andrea sebenarnya sudah berencana pindah ke Munich. Polisi mengembangkan dugaan. begitu mendapati kekasihnya sudah menjadi mayat. 26 . bajunya ternyata penuh dengan noda-noda mirip dengan noda darah. tak tahu harus berbuat apa. ketika polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Sebelum tewas.Pasangan muda yang tengah dimabuk cinta itu sudah janjian akan merayakan malam tahun baru bersama di pondokan teman mereka di Danau Starnberg. Bahkan kuku jarinya ikut diperiksa. korban tampaknya juga diperkosa secara brutal. ia mulai bertanyatanya dan khawatir. Dugaan yang sebenarnya tidak begitu kuat. Lehernya nyaris putus akibat sayatan benda tajam. Polisi berharap. salah satu pulau terbesar di Canary Island. Pemeriksaan memang berjalan sangat menjemukan. polisi juga menahan seorang pemuda berusia 22 tahun. hampir tidak ada bukti-bukti yang mengindikasikan siapa pelaku kejahatan biadab itu. Yang membuat polisi setempat lebih curiga. Bajunya terbuka di beberapa bagian. Selain memeriksa Dietmar. Saya sangat mencintainya. Penyelidik juga menanyai kenalan-kenalan Andrea dan Dietmar di Munich." balas Dietmar. hanya berselang 40 menit sejak penemuan mayat. Kondisi Andrea sangat mengenaskan. Berjam-jam Dietmar harus menjawab pertanyaan para detektif dengan pola pertanyaan yang nyaris selalu berulang. Hubungan kami selama ini baik-baik saja. yang tampak mulai kesal. Dietmar juga bercerita. Dietmar terlihat terduduk lesu sembari menangis di salah satu sudut apartemen. Andrea diduga melakukan perlawanan keras. Dietmar tidak menaruh curiga atau membayangkan sesuatu bakal terjadi terhadap pacarnya. Tak ada kerusakan di sekitar TKP. Tidak pernah ia mendapat sambutan sedingin ini. Sialnya. rencana besarnya itu keburu gagal karena kejadian mengerikan ini.

banyak orang merasa pernah melihat Andrea dan mobil mewah itu di manamana. Tetangga di sekitar pun ditanyai.seperti dituturkan juga oleh Dietmar . mengaku pernah melihat sebuah Porsche diparkir di depan klub kebugaran pada malam pembunuhan.dalam waktu dekat Andrea berencana pindah ke kota tempat tinggal kekasihnya itu. Sepengetahuan teman-temannya. misalnya. khususnya yang berasal dari Munich. pada malam peristiwa itu ia sepertinya melihat sebuah Porsche diparkir di depan klub kebugaran.Zelt memang sempat diinterogasi. Para saksi yang sempat memberi keterangan pada polisi setidaknya membenarkan keberadaan mobil itu di sekitar Nehren pada hari pembunuhan. karena ia sempat melewatinya. karena kebetulan berada di sekitar apartemen Andrea. sudah ada sekitar 31 petunjuk yang mengarah ke mobil itu. karena . ketika keduanya bertemu di Munich. Polisi berusaha mengembangkan informasi ini. tak jauh dari tempat tinggalnya. Perempuan yang kebetulan juga kenal dengan Andrea itu begitu yakin bercerita tentang ciri-ciri mobil itu. pada awal Desember melihat Andrea turun dari sebuah Porsche berpelat nomor Munich. Andrea Bergmeir dikenang oleh para tetangganya sebagai perempuan baik-baik dan tidak pernah berbuat macam-macam. di dalam sebuah Porsche 911 berwarna hitam dengan pelat nomor Munich. Perempuan yang bekerja sebagai arsitek itu sudah berhubungan dengan Dietmar setahun lebih. Andrea juga menjadi anggota klub kebugaran Pegasus. yang diduga polisi sebagai noda darah itu. Beberapa orang mengaku mengenal Andrea dengan baik. pernah melihat rekannya itu di Tuebingen. Dari tempat itu pula. yaitu rekan kerja Andrea. Seorang perempuan penjaga kafetaria. bahwa di 27 . Sebuah keyakinan yang sangat beralasan. tak ada yang mau membuka mulut. Bahkan salah satu saksi terkuat. meski ada kesimpangsiuran soal warnanya. Setelah itu. ternyata hanyalah kotoran bekas tanah. keberadaan mobil mewah bikinan Jerman itu tampaknya akan menjadi kunci penyelidikan. Ketika polisi menyebarkan perintah penyelidikan terhadap mobil Porsche. tapi hanya sekitar tujuh jam. Namun. Tiba-tiba saja. Karena kesenangannya berolahraga. Seorang pengunjung di Pegasus juga ingat. Malah kelihatannya sudah menjurus ke arah yang lebih serius. sebelum akhirnya dibebaskan. Tepatnya sejak November 1991. Catnya putih dengan nomor polisi Munich. karena ia sering joging di kawasan sekitar tempat tinggalnya di daerah Nehren. "Kami tidak menyangka. tiba-tiba banyak orang yang menyatakan "pernah melihatnya". kalau-kalau ada yang mendapat kunjungan seseorang bermobil Porsche. polisi menemukan informasi tentang keberadaan mobil Porsche. Jejak Porsche Selain berpenampilan menarik. saya yakin sekali itu Porsche 944. Zelt yang memang suka membawa pisau ke manamana sedang apes. hubungan kedua sejoli itu baik-baik saja. Noda-noda di baju. Sampai saat itu. Andrea juga doyan berolahraga. Satu lagi yang diingat para tetangga." jelas si penjaga kafetaria yang enggan disebut namanya. Sebuah petunjuk yang kemudian menjadi rangkaian besar pada kasus ini. "Porsche 944. Munich. Warna mobilnya cokelat tua. Para detektif saat itu yakin sekali. salah seorang tetangga mengaku.

Jika mendapati hal-hal yang mencurigakan atau muncul keraguan. sambil tertawa-tawa. polisi bertekad menanyakan alibi setiap pemiliknya satu per satu. Sementara di mata Oliver sendiri. Tak seorang pun berani mengecam komisaris yang telah kehabisan akal itu.000 orang diperiksa alibinya. Pasalnya." kata Wolfgang Wenzel. Ia tidak melihat adanya alasan harus dilibatkan dalam masalah itu. telah dilakukan sebanyak 1.kota itu (Munich) ternyata ada banyak sekali mobil Porsche. Karena Porsche tergolong kendaraan mewah yang hanya dimiliki kalangan tertentu. karena laporan seorang teman pria Andrea. kasus Andrea begitu menyita energi polisi. jika ditumpuk dapat mencapai sepuluh map tebalnya. Dari rangkuman keterangan para saksi mata. Di mana dan apa yang mereka lakukan pada saat peristiwa pembunuhan. Herman Schauffler. 'Oliver itu kewajibanmu sebagai warga negara'. saya langsung menelepon pengacara saya. Pengacara sang pakar. juru bicara kepolisian dalam pernyataannya. sebuah pekerjaan besar! Tolak periksa DNA Niat polisi untuk membongkar kasus Andrea memang begitu besar. yang mengaku pernah melihat adanya hubungan khusus antara Andrea dengan tokoh politik itu pada suatu pameran di Kota Hannover. yang sering berperan antagonis dalam film-film kriminal. Arsip-arsip penyelidikan.114 tes darah dan hampir 4. Tapi semua itu ternyata belum cukup. tindakan polisi terhadap Oliver dirasa keterlaluan. Sampai Januari 1999. tak kurang dari 900 pemilik Porsche menjalani tes darah. Karena belakangan ketahuan. tindakan itu sungguh menggelikan. Saat itu tes DNA melalui air liur belum dilakukan. Hasilnya." kata bintang film itu kepada wartawan.664 pemilik Porsche. dengan perasaan kecewa. Schauffer didatangi polisi. Walter Sattler. polisi kembali mengembangkan informasi tentang Porsche. Tentu saja. Merasa "kesaksian" si mobil Porsche amat sangat dibutuhkan. Tanpa pandang bulu. Dengan jumlah saksi mencapai ribuan orang. sedikitnya ada sekitar 3. 28 . kalau tak mau dibilang sangat lucu. mereka tak segansegan melakukan tes DNA dari sampel darah. "Saat saya dipanggil pihak penyelidik. setiap pemilik Porsche di Munich tak luput dari pemeriksaan. dan dia bilang. Dalam vonisnya. Kepala Komisaris Kriminalitas Tuebingen memutuskan untuk menutup kasus itu. Salah satunya. mereka yang hendak mengecam juga ikut habis akal. termasuk sejumlah selebriti. Orang penting lain yang tak luput dari pemeriksaan adalah mantan Menteri Perhubungan negara bagian Baden-Wuerttemberg. Menurut data yang diperoleh dari Departemen Transportasi Jerman diketahui. Buktinya. Belum termasuk map-map lain yang berisi catatan jejak-jejak tersangka pembunuh. Seorang pakar kendaraan dari Munich bahkan menolak diperiksa. Tindakan polisi yang berlebihan itu tak pelak mendapat reaksi keras dari masyarakat. pengadilan pusat menyatakan polisi tidak berhak melakukan analisis DNA dalam kondisi kecurigaan sekecil apa pun. Pada 22 Januari 1999. ia sebenarnya tidak memiliki Porsche. bintang film Claude-Oliver Rudolph. tapi Ferrari. Buat sebagian orang. orang-orang yang dicurigai pun banyak yang berasal dari kalangan atas. bahkan melakukan naik banding ke pengadilan pusat untuk menghindari tes darah yang diminta pengadilan Kota Tuebingen.

seorang petugas kebersihan tangga apartemen. malam itu juga Juergen ditangkap 29 . "Apakah Anda bersedia menjalani tes air liur untuk kepentingan pemeriksaan DNA?" tanya Dusch. Dusch sedikit bergetar." Saat berbicara dengan Dusch. Dari catatan ia menemukan fakta. Ute sedang tidak berada di rumah. Tak sedikit pun perasaan waswas terlihat di wajahnya. Ia disambut baik oleh Juergen. si pembunuh dipastikan orang yang memiliki kunci apartemen. Apalagi peluang keberhasilan tes itu adalah satu dibanding lima miliar! Tanpa banyak membuang waktu. Bisa jadi Andrea mengenal pembunuhnya. Juergen lalu melakukan tes air liur secara suka rela. dengan sebatang rokok tak henti-hentinya bermain-main di tangan. tapi tetap saja tidak menghasilkan apa-apa. Dusch mendapat kabar yang diimpiimpikannya selama ini. yang terletak di pinggiran kota." kata Juergen. Hasil tes air liur Juergen sungguh di luar dugaan.. ini hanya prosedur saja. tak lama setelah keduanya mulai membuka pembicaraan sembari duduk di teras. Rumah itu tampak sangat sederhana. Sebenarnya. Tanggal 8 Juli 2002." lanjut pria yang sudah tidak bekerja ini. terdengar keras. "Saya mengenalnya karena sering membantu Ute. Dusch akhirnya menemukan titik terang kasus Andrea. Tugas saya membersihkan tangga. Siapa tahu. hasil tes air liur terhadap Juergen ternyata identik dengan "jejak pembunuh" dengan rekomendasi "sangat mungkin!" Mendengar berita itu. pada saat pembunuhan. bergaya kuno dengan cat tembok yang sudah kusam. suami Ute. "Baik. ia memang bermaksud memanfaatkan teknologi terkini." kata Juergen. "Apakah saya dicurigai?" "Oh. tentu saja saya ingat kasus Andrea Bergmeir. yang bekerja seminggu sekali. tampaknya sepakbola. pintu apartemen Andrea ternyata tidak dijebol. Dusch melangkahkan kakinya ke rumah Ute M. dalam arsip termuat juga catatan pemeriksaan polisi terhadap pemilik apartemen. Untuk membantu membongkar jalan buntu.. tapi tetap terlihat bersih. Di alamat yang ditunjuk Dusch. Perasaannya saat itu betul-betul tak keruan. "Ya.Petunjuk air liur Kini. cocok dengan DNA tersangka. tumpukan arsip-arsip lama itu berdiri tegak di depan Dusch. Suara televisi dari ruang tengah yang menyiarkan siaran olahraga. pemilik pernah memberikan kunci kepada wanita bernama Ute M. Dusch sendiri sebenarnya tidak berharap banyak pada tes-tes seperti itu. Saat itu. Sudah ribuan tes dilakukan. Ia cukup patuh melakukan semua proses pemeriksaan yang diminta Dusch. Mirip orang menemukan jarum yang terselip di antara tumpukan jerami selama sepuluh tahun. Namun. April 2002. Anda tahu kami melakukan tes seperti ini kepada semua orang. kesabaran Dusch belakangan berbuah manis. Di situ antara lain disebutkan. seperti pemeriksaan air liur ini." Dusch berkata apa adanya. Juergen tampak begitu tenang. Jika tidak. Kantor polisi Tuebingen resmi mendapat pemberitahuan. Setelah berminggu-minggu mengencani kertas-kertas berdebu itu. sambil mengisap rokoknya kembali. "Dia pribadi yang baik dan menarik.

Tentu saja Juergen panik. selalu ingin melakukan hubungan intim dengan lelaki mana pun. Dia menatap dalam-dalam tubuh kurus kering yang selalu memalingkan muka saat ditatap itu. selama ini pers juga ikut berspekulasi tentang kemungkinan pembunuh Andrea.tanpa perlawanan berarti. Esok harinya. Hakim juga sempat prihatin melihat kondisinya. Teman-teman Juergen bahkan ingat. Sebuah cerita yang aneh. "Apalagi saat itu Andrea terus mengancam. Juergen yang kini berusia 44 tahun terlihat jauh lebih kurus dibandingkan dengan sebelum ditangkap. Perempuan berusia 54 tahun itu adalah Christel Bergmeir. Apalagi harus saya akui. seorang wanita duduk memperhatikannya dengan berurai air mata. kalau pembunuhnya menggunakan Porsche. tentu hanya Juergen yang tahu. Persidangan itu mendapat perhatian besar dari media cetak maupun elektronik. Cerita yang membuat Juergen hanya dijatuhi hukuman penjara 11 tahun." Komentar yang baru terbukti sepuluh tahun kemudian. sehingga beberapa sempat diisukan terlibat. Dia nyaris tidak makan apa pun sejak masuk bui." Masih menurut Juergen. Andrea hendak membeberkan semua perbuatan mereka kepada Ute. setelah perkenalan itu. cuma karena para detektif sangat terpengaruh oleh cerita tentang pengendara Porsche misterius. Inilah saatnya menyaksikan sang pembunuh yang sebenarnya." katanya singkat. pembunuh Andrea bukanlah pengendara Porsche. pembunuh yang sukses buron selama bertahun-tahun itu mengakui perbuatannya. tanpa pemeriksaan yang berbelit." tutur Juergen sambil berlinang air mata. dia cantik dan menarik." cerita Juergen perihal awal hubungannya dengan Andrea. yang ingin sekali melihat langsung wajah pembunuh anaknya. kasus Juergen mulai disidangkan di pengadilan Kota Tuebingen. saya tentu tidak bisa menolak. yang langsung diterima tanpa mengajukan banding. Maklum. "Saya sudah tidak punya selera makan lagi. terdakwa sempat berkomentar saat media massa gencar memberitakan soal pembunuhan Andrea. lalu memperkosa Andrea. entah apa alasannya. "Dia yang mengajak berkenalan. itulah kisah yang dipercayai pengadilan Tuebigen. Bahkan kemudian terjadi hubungan gelap antar keduanya. Suatu hari. Ketika Dusch masih tak percaya pada apa yang terjadi. Beruntung Dusch akhirnya dapat membuktikan. bahkan telanjur dicurigai secara tak resmi. sosok pembunuh keji yang selama ini dicari bisa disaksikan dengan jelas. Selama bertahuntahun ia luput dari penyelidikan polisi. "Saya tidak yakin. Hakim mengesampingkan cerita versi lain yang berkembang di luar pengadilan bahwa pria itu diduga menyelinap masuk. "Dia yang memulainya. tapi hanyalah seorang pemilik VW Golf.(Kisah Nyata/Philipp Mausshardt/Marina/Tj) 30 . Hari itu saya benar-benar kehilangan akal. Terpaksa saya membunuhnya. Namun. Berat badannya susut sampai tinggal 41 kg. Tak jauh dari posisi Juergen. Di ruang pengadilan. Versi mana yang lebih mendekati kejadian sebenarnya. berita penahanan Juergen telah menjadi berita besar di Jerman! Hilang nafsu makan Bulan Mei 2003. Gadis muda itu digambarkannya sebagai perempuan haus seks. keduanya jadi sering bertemu. Lelaki pensiunan itu rupanya sangat terpukul. Sebagai lelaki. Pak Hakim.

Pistol baru mereka. mau ke mana kita?" tanya Grijpstra. "Pistolnya kegedean. Namun. Ketiakku sampai sakit. Sementara de Gier langsung sibuk mengenakan tempat sarung pistol barunya. ia bukan hanya mendengar suara letusan senjata api." "Enggak juga. tapi juga teriakan suara perempuan. dan mempersilakan Grijpstra masuk ke dalam mobil." "Memangnya orang enggak boleh berubah?" sahut Grijpstra." sapa sang polwan." komentar Grijpstra. setelah sang polwan berlalu. Grijpstra memandangi mitranya sambil tersenyum. 31 . Tak heran kalau sejurus kemudian. mandi air hangat sembari memijat-mijat tengkuknya sendiri. Aduhai sedapnya. "Baru" 100 km per jam! "He-he-he. mereka berpapasan dengan beberapa polisi berseragam. mereka memberi isyarat agar de Gier meminggirkan mobil." balas de Gier." omel de Gier. "Kita bukannya polisi patroli jalan raya yang memamerkan senjata di pinggang.05. Grijpstra langsung meraih mantelnya. sembari tergesagesa masuk lift. Anda marah-marah kalau aku ngebut. Biasanya. "Omong-omong. Namun. Sersan Rinus de Gier dan Ajun Komisaris Henk Grijpstra. dari kaca spion tiba-tiba terlihat sebuah mobil patroli polisi. De Gier melirik speedometer. lebih besar dari pistol sebelumnya. "Seorang ibu mendengar suara tembakan dari rumah tetangganya. Sayang. Tapi detektif yang justru harus menyembunyikan pistol." "Memangnya kamu sudah kenal lama. tiba-tiba telepon di meja de Gier berdering tiga kali. ukurannya itu lo." sungut de Gier beulang-ulang. seorang polisi wanita berparas ayu. Lalu sebuah mobil mewah warna perak kabur dari rumah tetangganya itu. JEBAKAN BUAT PANGERAN HITAM Hari tengah beranjak malam. Di satu sisi. Seperti biasanya. Rinus. "Cuekin aja." de Gier membuka pintu. "Ibu tadi bilang. Enggak salah nih. memang punya plus-minus. "Jane?" komentar Grijpstra." kata de Gier pelan. Dua belas bulan gaji Ouborg adalah wilayah eksklusif di bagian selatan Amsterdam. "Ouborg. nomor polisi mobil tak sempat dicatat. lebih ringan dan lebih canggih. Salah satunya. Tak ada kata lain. "Hai." jawab de Gier pendek. Jane. dua detektif nyentrik dari Kantor Kepolisian Amsterdam merasa sudah saatnya pulang. "He-eh. karena daya terjang pelurunya mencapai 200 m. "Hai juga." cerita de Gier. karena pikirannya masih tertanam pada Jane. Walther P-5. Keluar lift. sedetik setelah pantatnya menempel di jok mobil. yang gemar memacu mobil seperti pengebut jalanan. Apa ada yang salah? Namanya bagus 'kan? Orangnya juga baik.

"Idiot. Kelihatannya." sang Ajun Komisaris terus ngoceh. Detektif. kuno tapi dijamin manjur. sekarang mereka sudah nongkrong di depan kita. Ya ampun. ya mobil. "Heh. "Pertama. Kamu tahu. Setelah bertukar cakap sebentar. sedikit kesal karena perjalanannya terhambat. "Salut. Ya pistol. seraya memungut batu sebesar kepalan tangan dari taman. Tapi. Pakai yang ini saja. Bukan bunuh diri "Sudah dapat informasi?" tanya Grijpstra. "Jane." anjur Grijpstra. tangannya masih memegang pistol. ia wanita yang tadi menelepon de Gier. "Apa?" seru de Gier kaget. Tak juga dua polisi berseragam yang tampak menyibukkan diri dengan menelepon nomor darurat markas besar mereka. Lihat saja. tapi tak ada yang menjawab pertanyaan Grijpstra. Sesampai di Ouborg." teriak polisi berseragam satunya lagi." Grijpstra menarik napas panjang. kenapa tidak?" balas de Gier. "Aku rasa. mana mungkin bisa memecahkan kaca. Gier. Berbusana minim dan wajahnya belepotan darah diterjang peluru. boleh kami ikut jalan-jalan?" seru salah satu dari dua polisi yang ada di mobil patroli. mengapa minum-minum dengan hanya berbusana minim?" Semua menoleh. seorang wanita setengah baya tampak melambai-lambaikan tangan pada mereka. wanita yang kita temukan sudah benar-benar dalam keadaan meninggal. Tapi kalian malah omong soal surat perintah. "Kamu benar." terdengar komentar salah seorang polisi berseragam. Kedua. dokter belum bisa memastikan penyebab kematiannya 32 . kita butuh surat perintah untuk masuk ke dalam. Tapi sebelum bunuh diri. Lihat. "Asal kalian tidak ribut dan menambah masalah. Sementara Grijpstra terus berkeliling ruangan. sepertinya bunuh diri. tindakan kita ini ilegal. Seorang perempuan tergeletak tak berdaya di tempat tidur. pelukis terkenal Amerika itu. "Lagi-lagi teknologi modern. "Ia mirip banget dengan Jane. begitu tahu kendaraan yang hendak mereka tilang berisi dua detektif bengal. yang menjadi sumber suara letusan. rombongan polisi itu segera memeriksa keadaan di sekitar rumah besar. percuma. tak akan bisa menghindar dari mobil-mobil patroli keluaran terbaru. Peralatan modern biasanya terbuat dari plastik ringan. sama-sama bikin masalah!" "Ho-ho-ho." pekik Grijpstra begitu masuk kamar. Pemilik rumah ini punya lukisan karya Edward Hopper. tak jauh dari TKP. sambil memukul-mukulkan popor pistolnya pada kaca jendela. Anda pasti tahu. harga lukisan ini mungkin setara dengan dua belas bulan gaji kita di kepolisian." umpat de Gier. Rumah ini pun harganya pasti miliaran. Secepat apa pun dibawa ngebut. "Ini 'kan mobil tua. Masih ada gelas dan botol minuman di sini. korban kelihatannya sempat pesta minuman keras dan obat-obatan. tiga jam kemudian."Lo kok malah berhenti?" protesnya kemudian.

Waver tidak ada di sana. De Gier menambahkan. Grijpstra yakin." lagi-lagi Grijpstra mengeluarkan "data statistik" yang tak terlalu dibutuhkan rekannya. "Kalau ia sendiri yang menarik picunya. korban sempat bercinta dengan pembunuhnya. tangan korban dalam kondisi bersih." ujar de Gier menirukan kesimpulan tim forensik. karena ia pandai memanipulasi pembukuan dan melenyapkan barang bukti. "Ajun Komisaris. melainkan overdosis narkoba. Sedangkan rumah yang kita datangi tadi milik pacarnya. setahun terakhir Waver punya pacar baru. ia layak menyandang gelar "Pangeran Dunia Hitam". "Ke mana kita sekarang. biasa dipanggil Waver. Waver juga bukan pembayar pajak yang baik. Waver selalu lolos. seorang mantan model." jawab Sersan de Gier." "Waver? Kamu tahu Gier. belum pernah ada borgol polisi yang berhasil mengikat kedua tangan sang "pangeran". siapa nama korban?" "Cora. kekayaannya itu diperoleh dari berbagai bisnis ilegal. untuk sementara.sebelum melakukan autopsi." "Kelihatannya begitu. Pagi yang indah!" Dicekoki narkoba Siangnya. Kita perlu sedikit menenggak gin dan mengisap rokok hitam. tentu ada orang lain." "Ho-ho-ho. saat ditemukan. dokter curiga wanita cantik itu tidak mati lantaran bunuh diri. Perkiraan tim medis juga sejalan dengan penemuan tim forensik kepolisian bahwa kemungkinan bukan korban yang meletuskan senjata. pistol terselip di tangan kanannya. pacar anyar Waver itulah yang baru saja mereka temukan tak bernyawa dalam keadaan berbusana minim. Meski bukan pengacara. Sedangkan Grijpstra menguatkan diri. atau akuntan (profesi-profesi "basah" di Belanda). kalau bukan kasus bunuh diri. Seperti rumah judi. paling menyebalkan. Ajun Grijpstra?" "Ke cafe. tak ada sama sekali sidik jari pembunuhnya. transaksi obat-obat terlarang. Cora Fischer. dan klub seks. mungkin saja pembunuhnya. De Gier yang tidak tahan menyaksikan "adegan mengerikan" di meja bedah memilih jalan-jalan di luar rumah sakit. beberapa hari terakhir. Kata para pembantu. Grijpstra dan de Gier sudah berada di ruang autopsi. meski saat ditemukan. Waver sendiri bukan nama asing di kalangan detektif Amsterdam. noda bekas keringat. Waver kaya bukan main. polisi juga tahu. menimbulkan jejak di telapak tangan. Lewat detektif yang menyamar sebagai salah satu tukang pukulnya. uap yang keluar pasca letusan. "Sebelum mati. Lalu pelakunya kabur memakai mobil mewah warna perak. Padahal. dan pelumas pistol pasti bercampur jadi satu. Ketiga. sampai detik itu." sambung de Gier. Sayang. Apalagi membawanya masuk bui. menonton para ahli patologi 33 . harga rumahnya setara dengan 20 tahun gajiku di kepolisian. yang sengaja meletakkan pistol di tangan korban. Toh. dokter gigi." "Omong-omong. Pendek kata.

Setelah pensiun sebagai model. hingga peredaran obat bius." jawab Grijpstra. Dok?" "Yakin sekali.." Tak lama kemudian. de Gier kembali dari acara jalan-jalannya. ia menjadi model sejumlah pelukis terkenal." "Bukti? Kutukan dari masyarakat. Jadi." "Saya juga punya fakta. 34 . Semasa hidupnya." de Gier berhenti sebentar. Itu sebabnya. Tingginya sekitar enam kaki (sekitar 180 cm . Wanita gemulai itu dengan gampangnya menjadi bintang dan "penguasa" klub seks milik Waver di Noordwijk. Pacar Anda mati di kamar Anda sendiri." "Kaki tangan Waver?" De Gier mengangkat bahu. ia tetap tak bisa menerima." tambah sang dokter. mengapa tubuh yang sudah dirusak pembunuh." tanyanya. Kalian tak pernah punya bukti. uffs." "Anda yakin. "Jadi.. Dokter yang lain menyayat kulit kepala untuk melihat tengkorak dan memeriksa luka bekas peluru. Grijpstra terbangun dari lamunan.Red. Perawakannya seperti petinju.membuat sayatan panjang dari bahu ke titik pusat." ujar anggota tim autopsi itu. Wajahnya tertutup helm. Grijpstra mencoba mereka-reka duduk perkara sebenarnya. pelacuran terselubung. Cora pasti sangat cantik. Cora jatuh ke pelukan Waver. "Kami punya fakta." cerita de Gier. korban dicekoki atau mencekoki dirinya dengan kokain lewat jalan normal. zat-zat haram itu yang membunuh Cora?" "Bukan. Mulai rumah judi. harus dirusak lagi dengan pisau bedah? Sambil memperhatikan meja bedah. Hatinya senang melihat autopsi sudah selesai. "Yapp. Huek! Grijpstra merasa. Meski ini bukan pengalaman pertama. dan sayatan pendek dari perut ke sekitar pinggang. "Ada hasil. aku bisa melihat tatapan mata penuh rasa ingin tahu. Biaya hidup tinggi "Tuan Waver. Seorang dokter tiba-tiba sudah berdiri persis di depan hidungnya. berhenti lama tak jauh dari tempat kejadian perkara. Peluru di kepala yang membuat korban meninggal. itulah buktinya." de Gier membuka acara tanya jawabnya dengan Waver di ruang interogasi kepolisian. "Tampaknya tidak ada bekas suntikan. "Dari balik helmnya. selama ini Anda berada di belakang banyak kemaksiatan. nafsu makannya hari itu bakal merosot tajam.). Korban juga merokok dan minum minuman keras terlalu banyak. "Kamu sendiri?" "Aku sempat melihat seorang lelaki dengan sepeda motor besar. Kemudian . "Kami telah melakukan serangkaian pemeriksaan.

saya sedang menghabiskan malam bersama wanita lain. dari mana kamu tahu soal Freddy?" tanya Grijpstra keheranan." "Dengar. "Beberapa malam sebelum pembunuhan. menggairahkan. "Untuk apa saya mendengarkan?" balas Waver hendak beranjak dari kursi. dan ikon yang cukup dikenal di dunia seni. meninggalkan ruang interogasi tanpa mempedulikan Grijpstra dan de Gier yang saling berpandangan. tak lama setelah kepergian Waver. dassh!." "Ngawur. Apalagi menuduh saya." "Seseorang juga telah memasukkan obat bius ke dalam minumannya. Semua orang tahu Cora suka minum dan mengonsumsi narkoba. Detektif. Anda menerima Cora dengan senang hati. Cora sadar tindakannya salah. Saya pergi sekarang. Cora dapat melakukan tugas itu dengan mudah. Padahal kami yakin. Karena Anda punya si badan besar Freddy yang siap melaksanakan perintah apa saja. Dengan cara itu."Hebatnya. Anda memaksa Cora menyelundupkan heroin." sambung Grijpstra. ia dibuat seperti mati bunuh diri. "Dengar. "Saya punya alibi dan Cora jelas bunuh diri. ia 35 . Mulanya. Lelaki seperti Andalah yang membuatnya jadi jahat!" "Halo?" Grijpstra melancarkan perang urat saraf. Yvette. Ia seorang humas yang baik. Waver! Kami yang menentukan jalan ceritanya. Anda concern pada masalah untung-rugi. kalaupun Cora mati dibunuh. Anda mengancamnya secara halus. Sebagai orang bisnis. Polisi menyamar yang selama ini mengamati Waver bilang." Waver berdiri dan pergi begitu saja. Berbekal kemolekan tubuhnya. Toh petugas pabean tak akan berani memegang-megang bagian tubuhnya yang sensitif. Anda menjadikannya ratu di klub. Anda mulai sebal dan merasakan gaya hidup Cora yang jetset sebagai beban. Saat kejadian. Bang! Perang baru saja dimulai. Mungkin ia tahu itu. Waver. orang besar. membelikannya mobil mewah dan perhiasan mahal. lalu nekat bunuh diri. frustrasi. Tapi kemudian. Tapi lama-kelamaan." "Cukup!" "Masih belum cukup." potong de Gier. Ia sebenarnya perempuan baik-baik. Cora sangat menyayangi mobilnya. yang jauh lebih menggairahkan. Alibi saya kuat. De Gier tersenyum licik. Semua orang tahu itu!" "Duduk. "Omong-omong. Saya sedang tidak di rumah saat itu!" "Tentu saja." "Detektif. "Waver itu penjahat kelas kakap. ia ditembak persis di kepalanya. Anda membakar mobil Camaro milik Cora. kalian tak akan dapat menemukan pembunuhnya. Ia cantik. Ia enggak akan mengotori tangannya sendiri dengan darah Cora. Agar neraca 'berimbang'. Karena Anda tahu.

Apa dia juga memikirkan Jane? Mengancam kucing Beberapa jam kemudian. Freddy sedang main kartu dengan si Anu atau si Anu. menaruh buku di meja." "Gertakan yang bagus. Aku sendiri sebenarnya tidak tahu apa-apa soal Freddy. aslinya memang tempat duduk kucing saya. tetap sulit dijangkau." Amboi! Kelihatannya. Pantatnya yang segede pantat gajah nyaris menindih kucing de Gier. pikir De Gier. tapi jidatnya berkerut. Freddy langsung duduk di sofa. "Saya Freddy. "Ini baru uang muka. Mudah-mudahan enggak meleset. Bagus kalau polisi bandel seperti kamu mau bergabung. Itu sebabnya bos menawari kamu uang." "Tugas membunuh Cora banyak 'godaannya'. "Kucing tolol!" "Apa?" "Dengar." "Cuma itu berita yang kamu bawa?" "Dasar polisi bandel." bilang Freddy. apa kabarnya Jane." "Eh. Asal tahu saja. Tanpa diminta. Tapi aku suka polisi begitu. 36 . "Yang sedang Anda duduki." "Tapi kita masih harus membuktikan banyak hal. "Sebenarnya. Yang datang malammalam begini. pancingan pada Waver mengena.punya tukang pukul andalan bernama Freddy. kemudian membukakan pintu untuk tamunya. Itu sebabnya. Grijpstra diam. mereka sempat berhubungan intim. bisa saja tawaran ini membuatku tersinggung dan menembak jidatmu. Banyak saksi mata di Noordwijk yang akan memberi alibi. ya?" De Gier tiba-tiba memelintir topik pembicaraan. De Gier menyalakan rokoknya. Jadi. Aku datang membawa sejumlah uang." jelas de Gier. Anggap saja sebagai hadiah. Kenyataannya." katanya santai. Nanti merusak perabot. aku sedang tidak butuh uang panas." seru seseorang. tampak berpikir keras." "Begitu?" "Ya!" Freddy menyeringai. bel di apartemen de Gier berbunyi. Sedangkan Freddy. kalau betul memang dia pelakunya. tentu tamu istimewa. Ia segera meletakkan kucing kesayangannya di sofa. Tapi aku ogah berkelahi di sini. "Selamat malam. seraya menunjukkan sebuah amplop. sudah banyak polisi yang kami bayar. Waver memang tidak di rumah itu.

Sepertinya. Kamu juga bisa seperti aku. Ia menunggu Freddy masuk lift. mengumpulkan beberapa potong pakaian. berlibur ke Bermuda. tanpa pakaian dalam) datang membawakan bir. "Aku juga akan membunuh ibumu dan seluruh isi apartemen ini. Lalu mengeluarkan pisau lipat dari kantung jaketnya. Mereka langsung mendatangi sarang sang Pangeran Hitam di klubnya di Noordwijk. atau Indonesia. Seychelles. Bos dapat melakukan apa saja dan membeli siapa saja!" ancam Freddy. Tak tahu diri. Grijpstra dan de Gier melangkah lebih maju. Freddy yang jago karate dan bertubuh lebih besar tampaknya bakal di atas angin. Pelayan cantik mengenakan rok mini (maaf." ujar Freddy. Tak ada jahitan penutup. karena dengan mudah menemukan kamar tidur Cora. sabuk hitam judo de Gier tak layak dipertanyakan. "Saya dengar. Grijpstra dan de Gier hanya tinggal melancarkan beberapa jab dan satu hook telak untuk membuat lawannya KO. pingsan! Tiga jam kemudian. tepatnya jam tiga pagi. Bahasa tubuhnya menampakkan ketegangan luar biasa. persis seperti kalian membedah Cora. "Aku bisa membedah kucing ini. membungkus sejumlah perhiasan." De Gier mulai geram. "Dan rasakan nanti pembalasan Tabriz. sambil berjalan keluar apartemen. Freddy meninggalkan sesuatu di apartemen Anda. kucingnya selamat. "Bisnis heroin dan kokain sedang bagus. pisau tadi menempel di leher kucing betina yang sangat ketakutan." 37 . De Gier lega. De Gier masih lebih suka mendengar ketimbang berdebat."Kalau begitu. Pukulan mematikan Besoknya. rumah Cora Fischer didatangi tamu tak diundang. "Keterlaluan. aku akan membiarkan isi perutnya berserakan. Bos paling benci orang sok kayak kamu. De Gier sempat memperhatikan wajah Waver. Freddy tak berdaya. De Gier yang tiba lebih dulu di luar apartemen memberi isyarat pada Freddy. Dalam waktu beberapa menit saja. lalu pergi begitu saja tanpa diketahui para tetangga. Dalam sekejap. "Good bye. Kamu akan merasakan akibatnya!" "Seperti apa?" tantang de Gier. Tabriz adalah nama kucing De Gier." katanya seraya menutup pintu. Tapi kemarahan itu ditahannya sekuat tenaga demi keselamatan kucing tersayang. Freddy meraih kucing kesayangan de Gier. tunggu apalagi. Lalu turun lewat tangga." katanya dalam hati. Ia berharap mendapat informasi tambahan tentang Waver dari anak buahnya yang pongah ini. Tamu bersepeda itu kelihatannya maling profesional. Lelaki yang beberapa hari lalu begitu sombong itu kini terlihat pucat. Keruan. kedatangan mereka "disambut ramah" oleh Waver. Tapi soal berkelahi tangan kosong." imbuhnya dalam hati. isyarat tantangan berkelahi. tendangan dan pukulan simultan sersan berpostur jangkung itu berkelebat tanpa kenal lelah." ujarnya menunjuk ke arah taman. Bedanya. "Di sana. tersungkur di tanah.

." Waver hendak beranjak dari kursinya. de Gier melancarkan jab pertama. Suara flute-nya memenuhi ruangan. Suasana telah terbentuk. Grijpstra sendiri tak menyangka. Kini saatnya memberi pukulan mematikan. bukan rumah bordil. Ini klub seks. Dibalut gaun indah dan perhiasan melingkari tangan dan leher. Piano dan kombo tak kesulitan mengiringi improvisasi sang detektif. si wanita duduk tak jauh dari Grijpstra dan Waver. Rambutnya tertata dengan baik. Waver!" Sang "Pangeran Hitam" tersenyum sinis. prostituasi terselubung. Gier?" celetuk Grijpstra." Grijpstra segera melambaikan tangan pada detektif Cardozo dan anak buahnya. boy. "Saatnya melakukan penggeledahan." "Bagaimana dengan upaya menyogok kolega saya." jawab de Gier. Matanya bergerak tak fokus. "Benar. De Gier pun menghentikan alunan flute-nya. Aku mau menikmati musiknya dulu. "Ditahan untuk apa?" "Untuk beberapa tuduhan serius. Sang Ajun Komisaris menyerahkan secarik kertas pada Waver. Anda ditahan!" "Sudah kubilang juga. Tak lama kemudian. Dari tempat duduknya. Sersan de Gier 'kan sudah bilang. muncul seorang wanita bertubuh semampai. kalian tak punya bukti. mengembalikan amplop. "Sssst. Grijpstra bisa mendengar Waver berdesah." ucapnya cepat. Dandanannya tidak seronok. Apalagi ketika Grijpstra menggeledahnya dan menemukan satu gram kokain dan sebilah belati di kantung celana dan jaket. pelayanpelayan seksi bertelanjang dada bergantian mengantar minuman. Duduklah. De Gier masih asyik memainkan "senjata" melengkingnya di panggung. tapi berkelas. Mengedarkan obat bius. Silakan hitung jumlahnya. Tak diragukan lagi. dari pintu masuk klub. Seperti perkiraan 38 . Waver sendiri tampak gelisah." jawab Grijpstra tegas. Itu salah satu alasan kami ke sini. juniornya akan segila itu.." bisik Grijpstra pada Cardozo. "Surat izin melakukan penggeledahan. tapi juga "menguasai" massa klubnya.. Sampai akhirnya tertumbuk pada sosok perempuan yang baru saja masuk klub. de Gier memainkan sebuah lagu syahdu. Sementara itu. "Cora . mengancam kucing de Gier. "Bagaimana dengan flute-nya. "Omong kosong!" Waver berteriak. dan terakhir. lalu mengeluarkan semacam suling kecil dari balik jasnya. paras dan lekuk tubuhnya begitu menggoda. "Anda kami tahan. para detektif itu tak hanya menuduhnya dengan beragam kejahatan. dan judi ilegal.mata Waver mengarah pada de Gier. "Kalem. Tak lama setelah Waver mengambil kembali amplopnya. Bayangkan. Waver makin kesal. Disambut tepukan meriah pengunjung klub. Pikiran Waver pun sudah dibuat kacau. Sementara Grijpstra menanti dengan berdebar-debar. De Gier seperti tersentak. permainan pianonya bagus banget. Kegilaan yang makin membuat Waver stres. Ajun Komisaris. "Benar-benar gila." de Gier memalingkan wajahnya ke arah panggung. membunuh Cora Fischer?" Grijpstra melancarkan "jab" kedua. Seketika air muka Waver berubah.

Cora . Pak.. kalau kita punya banyak duit.. "Siap. tak jauh dari urusan perut. Banyak hal diobrolkan. sambil menyelidiki keterlibatannya pada kasus pembunuhan Cora. "Cora . "Ya. setelah bergabung kembali dengan Cardozo dan de Gier. "Kelihatannya kita telah menemukan harta karun Waver. sambil terus berbisik. mereka dapat tertawa lepas. ketika seorang anak buah Cardozo melapor. Sementara biaya hidup makin hari kian tinggi. Prioritaskan pada heroin. Maklum. dengan duit. kita harus menemukan sesuatu di klub ini. Pucuk dicinta ulam tiba. Jika Waver "tersadar" sebelum barang bukti ditemukan. Tapi ujung-ujungnya." ujar satu dari mereka. "Tapi patung yang ini beratnya lumayan. Ong Chin Hock. Kami curiga sebelumnya diisi heroin yang diselundupkan melewati perbatasan." balas Grijpstra. Hanya di tempat itulah. mulai masalah politik sampai kesehatan. tak jauh dari KAC. HOROR DI MOUNT VERNON Singapura tahun '70-an. Cardozo menemukan sebuah "patung dewa" berukuran sedang yang sangat dikenalnya. karena dalamnya sudah bolong.. "Juga modal untuk membuka outlet narkoba. Senyum Grijpstra makin lebar. bukanlah negeri yang bersahabat buat trio warganya. kecuali Chin Hock yang sedang menjalani wajib militer." "Secepat itu?" "Ya. Di sebuah ruangan. kita bisa berbuat apa saja. 21 April 1978. Kuan yang berwajah kasar melontarkan ide setan. mereka ngobrol ngalor ngidul di sebuah taman. "Patung seperti ini pernah kami sita beberapa waktu lalu." canda de Gier."Bagaimana kalau kita merampok?" 39 . Pak.. bukannya membaca "surat tipuan" itu." ujar Cardozo... seperti biasanya tiga pemuda berumur 20 tahunan itu bermain biliar di Kallang Amusement Centre (KAC). melupakan segala beban. Mereka merasakan betapa tersiksanya hidup dengan penghasilan pas-pasan. Ching Boon dan Hwee Kuan statusnya pengangguran. Waver malah mematung memandangi wanita elegan tadi.Grijpstra. sia-sia jebakan ini dibuat." imbuh Cardozo. agar dapat memenjarakan Waver sementara waktu. Yeo Ching Boon dan Ong Hwee Kuan. Tapi lebih enteng. dan dia juga masih terus memandangi polwan Jane!" "Ho-ho-ho. Malam itu. Tuan Waver mengakui keterlibatannya pada kasus pembunuhan Cora Fischer. malam yang indah!" (Kisah rekaan/Janwillem van de Wetering/Icul) 06. Polisi memfokuskan penggeledahan pada heroin." sergah Grijpstra." "Cepat. "Hidup pasti jauh lebih mudah." "Tapi dari mana kita bisa mendapat banyak uang?" Ketiganya terdiam. Selepas nyodok.

Tentang penjaga pos kecil di pintu gerbang. "Tapi kita harus punya pistol. ia masuk rumah rehabilitasi. akan lebih mudah mendekati pos penjagaan. "Begini kira-kira skenarionya." cetus Yeo." bisik Yeo pada kedua sohibnya. lebih enak merampok pakai pistol. Sedangkan Yeo Ching Boon. "Duitnya dari mana buat beli pisau?" sergah Yeo. anak buruh bangunan. sehingga terpaksa mengikuti jejak bapaknya sebagai kuli bangunan. kita semua memakai seragam pakaian wajib militer." 40 . Bulan April 1977." katanya. Tapi kita juga perlu pisau. Tapi boleh juga. pakai untuk membeli pisau."Ide gila. sebelum akhirnya masuk wajib militer. Aku sarankan pakai pencungkil es saja. masih tinggal bersama orangtuanya. namun dikeluarkan. "Sebagai modal. Zaman sekarang. tiga sekawan bertemu lagi di KAC. yakni lewat jam dua belas malam." Mereka berpikir keras dan saling melontarkan ide. tinggal di New Upper Changi Road. Sekarang kita pulang. lalu mengangguk dan tersenyum. karena kecanduan narkoba. Hock dan Kuan berteman sejak kecil. Hwee Kuan alias Ah Kuan lain lagi. Dengan begitu. Tu Li. "Aku setuju. Yeo tertegun sebentar. di Mount Vernon. Sorenya. kita harus cepat mencari solusi masalah ini. sehabis merampok turis berkewarganegaraan Malaysia. mereka kembali mendiskusikan niat jahatnya. "Oke." ujar Yeo. Tapi ingat. Anak tertua dari empat bersaudara ini pernah dikeluarkan dari sekolah karena berkelahi." balas Kuan. Pernah juga bekerja sebagai penjaga gudang pada sebuah perusahaan tekstil. "Yang belum aku tahu. "Ya. yang kerap melakukan aksi pencopetan di sekitar Angullia Road. Keesokan harinya. markas polisi yang juga berfungsi sebagai asrama pasukan cadangan. Tapi sampai jam sebelas malam. Di salah satu sudut sekolah inilah. dikenal juga sebagai Ah Pui atau Freddy. ketika konsentrasi petugas jaga mulai kendur. Ong Chin Hock alias Ah Hock masih bujang. kita juga butuh senjata tajam." sahut Yeo yang bertampang innocent. "Jual saja ini. bagaimana caranya merebut senjata petugas jaga. Aku tahu cara mendapatkan pistol dengan gampang. Tahun 1976." balas Kuan. para pengangguran banyak acara ini melanjutkan aktivitasnya dengan menonton pertandingan sepakbola di bekas Sekolah Dasar mereka. Ia putus sekolah. lagi-lagi karena berkelahi. Ia lalu bercerita tentang tempatnya berdinas saat wajib militer dulu. tak jua terbersit jalan keluar. yang hanya dijaga satu orang dan lebih sering dipercayakan pada polisi wajib militer. Ia sempat menjadi anggota kelompok Sio Kun Tong. Hock membuka jam yang melingkar di tangannya. Putus sekolah Yeo. Juga perihal waktu terbaik untuk melakukan tipu daya. Kuan dan teman-temannya ditangkap polisi. Keculai Kuan.

kaki. sekalian membeli dua buah pisau dapur. Cukup untuk mengikat tangan. Setelah kenyang. Kalau sopir taksi dan penjaga mengenali ciri-ciriku. persisnya sore menjelang malam. Hanya Yeo berhasil meminjam Sin 10 dolar dari seorang teman. "Jam-jam segini banyak patroli polisi berkeliaran." timpal Kuan." Anggota tiga sekawan yang lain hanya manggutmanggut. Bagaimana?" "Tapi jangan biarkan polisi dan sopir taksinya lolos begitu saja. sampai sekitar pukul 21. apapun recananya. berbahaya." bilang Yeo memecah kesunyian. Yang penting kita setuju untuk segera melaksanakan rencana ini. Yeo menuturkan rincian rencananya. Jika terjadi sesuatu. kemudian kita culik dan rampa senjatanya. Yeo mengetuk palu. Di tengah jalan."Menurutku.45 di sekitar Kallang Bahru. Setelah itu. Hock kemudian berangkat menuju rumah temannya di Lorong Koo. Jam dinding menunjukkan angka 10. kita bajak taksinya. "Kita akan beroperasi dari atas taksi. pura-pura mabuk. tak satu pun disetujui secara aklamasi." tanggap Hock. Ketiganya berjanji bertemu kembali pada pukul 11. kita main aman.00. Yeo pun melanjutkan. 41 . Setuju?" usul Yeo. Lalu memasukkan tali-tali tadi dan alat pencungkil es ke dalam travel bag kecil kepunyaan adiknya." "Oke. Sebagian uang itu mereka habiskan untuk makan dan minum di sebuah kafe. tiga sekawan seperti biasanya berkumpul di KAC. "Jangan khawatir. Hock ternyata datang dengan tangan hampa. Mending pisau-pisau ini disimpan di rumahku dulu. "Kamu 'kan tahu. Namun dari beberapa ide yang dibahas. Lagi-lagi mereka saling melontar ide. Namun saat bertemu kembali. Hock lalu mengambil alih kemudi. Yeo tak langsung keluar. "Kita akan mulai bergerak jam dua dinihari. Aku sendiri. kita sebaiknya jangan pakai seragam. polisi-polisi yang tidak sedang bertugas bisa menyulitkan kita. aku punya catatan di kantor polisi." tegas Yeo. keluar taksi dan pura-pura minta bantuan dari polisi di pos jaga. aku punya seorang teman yang bisa dipinjami uang. dua hari dari sekarang. sedangkan Kuan duduk di kursi belakang. tak boleh terlalu mencolok." "Jadi. kita akan langsung diciduk. Ia memotong sebuah tali terbuat dari nilon menjadi empat bagian." "Baiklah. aku akan mendorongnya masuk taksi. Ditemani Kuan. Bajak taksi Dua hari kemudian. untuk menjual jam tangan Hock. "Aku masih butuh duit buat transportasi. Keduanya harus mati. Yeo sempat main biliar dengan sejumlah temannya. Setelah menyimpan pisau. Setelah penjaga mendekat. masih empat jam lagi dari jadwal yang mereka rencanakan. atau menjerat leher. gimana dong?" nada bicara Yeo terdengar putus asa. "Di sana kan ada asrama." komentar Hock. Enggak aman membawa-bawa senjata tajam. Sampai akhirnya. Yeo pergi ke sebuah kawasan pertokoan. Setuju?" Hock dan Kuan mengangguk. Kalau terlalu mencolok.

Kuan tampak senang. Saat mendekati Police Reserve Unit (PRU) Mount Vernon. Tepat pukul 01. Chew yang sudah hafal kawasan itu. Kemudian keluar dengan menenteng travel bag. Hatinya begitu gembira. mempersilakan penumpang nomor satu masuk." sahut Kuan dan Hock serentak. sopir sekaligus pemilik taksi. sesuatu yang sangat buruk bakal menimpa dirinya. Biasanya ia sudah pulang ke rumahnya di Selegie House. Ia juga mulai punya firasat. kemudian membuka pintu tempat Chew disandera. dengan pencungkil es terselip di pinggang. Sampai di sini. ia berkata. penumpang nomor tiga turun dari mobil. tentu tak menyadari nyawanya sedang di ujung tanduk. ke arah gerbang belakang Mount Vernon yang selalu gelap gulita. "Siap." Ia lalu mengambil tali dan mengikat tangan Chew erat-erat. Yeo menyempatkan diri pulang ke flatnya. 42 . "Semua siap?" tanya Yeo. Ia memutuskan tidak memakai pakaian seragam wajib militer. Namun entah mengapa. Lelaki tua itu dapat melihat kilatan dan merasakan dinginnya senjata tajam pengiris daging dan sayuran tersebut. Meski sudah berusia 60 tahun. Saat itulah. Setelah itu. Jarang-jarang jam segini ia masih berada di belakang kemudi. setidaknya jika dibandingkan dengan orangtua seusianya. Akhirnya. jika penumpangnya bertujuan ke kantor polisi? Kalau bukan penegak hukum. pasti korban kejahatan yang hendak melaporkan kemalangannya. Penumpang nomor dua dan nomor tiga duduk di kursi belakang. sedangkan Hock tak berkomentar sepatah kata pun. Sambil memamerkan pencungkil es. "Berhenti!" Chew pun menginjak pedal rem. Akhirnya ia memutuskan memberikan perlawanan. Chew mulai sadar.30. Penumpang nomor satu dengan dingin berkata. Dengan tenang. "Asrama polisi Mount Vernon!" Tak sedikitpun terbersit kecurigaan dalam hati Chew. Chew merasa. tiba-tiba penumpang nomor dua menempelkan pisau di leher Chew. "Turun!" bentaknya. Ya. ketika melihat tiga pemuda melambaikan tangan. sedangkan penumpang nomor tiga mempermainkan badan Chew dengan lutut. Namun gerakan spontan Chew tak banyak menolong. hendak ke mana sebenarnya tujuan tiga orang ditaksinya. penumpang nomor satu menukas cepat. lelaki berambut pendek ini masih kelihatan energik. lalu ke Jln. "Jangan cobacoba melawan atau membuat gaduh. Bendemeer. Chew Theng Hin membuka pintu depan. penumpang nomor satu meminta Chew belok kiri. pagi itu ia masih ingin berputar-putar mencari penumpang. menyetop taksinya. segera meluncur melewati Jln. penumpangnya pagi itu bukan manusia baik-baik. Instingnya berkata. Chew mulai menduga-duga. Terjerembab di got Chew Theng Hin. penumpang nomor satu menutup mulut Chew dengan kain. seperti rencana semula. meski menuruti semua perintah mereka. mengganti pakaian dengan t-shirt merah dan celana biru gelap. Sejurus kemudian. ketika taksi hampir sampai gerbang belakang PRU Mount Vernon. belum tentu ia akan dilepas begitu saja. Penumpang nomor satu mendorongnya dengan bahu. Aljunied. berjalan ke depan kendaraan. siapa curiga. ini baru awal dari perlakuan buruk yang bakal segera diterimanya.

Sesekali. Pagi itu. Dia sekarang tergeletak di kursi belakang taksi. dia bahagia saja saat ditempatkan di Mount Vernon.Breppp! Sesuatu yang mengerikan terjadi. Akhirnya. Itu sebabnya. menunjukkan kartu keterangan wajib militernya. Brepp! Kali ini Chew tak lagi bergerak. Sasaran pembantaian berikutnya. nyawa seorang kakek tak berdosa lenyap sia-sia di tangan Yeo. kamu wamil yang tinggal di asrama ini?" tanya Kim ramah. dia baru saja menggantikan Koh Kah Kway. "Dia masih hidup. Chew tersungkur di selokan. rekannya yang telah bertugas sejak pukul 13. Dalam tempo sekejap. Tapi dasar bandel. Pemuda itu. Meski begitu. "Kami berdua baru saja jalan-jalan dan bertemu beberapa teman. lalu menghampirinya. Baru beberapa menit menjaga gerbang. matanya melirik ke taksi kuning yang mesinnya masih hidup. malah menyusahkan teman. Chew terguling. dan tanpa ba bi bu menghujamkan pencungkil es dan pisau dapur ke leher Chew. "Jadi. Sebagai polisi wajib militer. Telunjuk terpotong Lee Kim Lai masih sangat muda ketika mendaftar wajib militer. kembali masuk got. "Memangnya kalian dari mana?" tanya Kim. Usianya baru delapan belas tahun. ketika tiga penumpang yang sudah dikuasai nafsu setan itu melihat tubuh Chew merangkak naik dari selokan. sembari merintih menahan sakit. Pagi itu. Seragam tebal tak sanggup melindungi Kim dari serangan dingin yang menusuk. penumpang nomor satu dan penumpang nomor dua menghampiri lelaki tua yang sedang meregang nyawa itu.00. tapi tubuhnya tampak masih bergerak-gerak." bohong Yeo." sambung Yeo." teriak salah satu penumpang. Ia berasal dari keluarga baik-baik. dengan pandangan nanar. seperti kamu lihat. Sebaliknya. Kuan si penumpang nomor dua dan Hock. mereka menusukkan pisau dan pencungkil es ke daerah vital sopir malang. Penumpang nomor dua menusukkan pisau ke perut sang sopir taksi malang. "Betul sekali. 43 . ia tetap berusaha menunaikan tugas dengan penuh rasa tanggungjawab. ia melihat sebuah taksi kuning melintas di depan pos jaga. Penumpang nomor tiga segera duduk di depan kemudi. penumpang nomor satu. bakal menyusul. sembari menunjuk ke arah taksi kuning. anak kedua dari empat bersaudara. Kim memperhatikan dengan seksama kartu yang ditunjukkan Yeo. Taksi baru saja hendak tancap gas. Boleh aku minta tolong untuk memapah kawanku yang mabuk? Badannya berat sekali. dia kelihatannya minum terlalu banyak. tiga sekawan itu malah bertukar kegembiraan. mencoba tetap ramah. penumpang nomor tiga. Penumpang nomor satu dan penumpang nomor dua spontan turun dari mobil. ia tak boleh memilah-milih tempat berdinas. Kim dapat melihat dengan jelas seorang pemuda keluar dari pintu depan. Rencana pertama sukses terlaksana. Tanpa membuang waktu. persis di depan pintu gerbang PRU Mount Vernon. Dari tempatnya berdiri. "Dia tinggal di asrama ini juga?" "Betul. Setelah Hock mengarahkan taksi rampasan mereka ke pos penjagaan. Secara bersamaan. Yeo.

"Tetap di dalam dan jangan coba-coba melawan. Itu sebabnya. "Mana pisau satunya lagi?" teriak Yeo pada Kuan. Sedetik kemudian. 44 ." lagi-lagi Yeo memberi perintah. dengan senang hati ia berjalan menuju pintu belakang taksi. Ia merasa sebagai seorang wajib militer. Yeo mempercepat langkahnya. Termasuk kaos dan celana yang dikenakan Kuan." perintah Yeo pada Kuan. Berikan pisaumu. Yeo dengan pencungkil esnya langsung mengancam. seraya menghujamkan pisaunya beberapa kali ke leher Lee. "Kita harus mengamankan senjatanya. ia sempat melihat beberapa orang di lantai satu dan lantai dua markas polisi Mount Vernon memperhatikannya. sampai-sampai jari telunjuk Kuan ikut terpotong. Namun tanpa diduga. "Aku akan mampir ke flat dan membawakanmu pakaian bersih. Kuan. Begitu membabibutanya aksi Yeo. "Aku engak punya uang. Saat itu. Sepuluh kmenit kemudian. terjadi sesuatu yang sama sekali di luar perhitungan. Hock sudah melarikan taksinya menuju arah Jln." bisiknya tepat di telinga Kim. "Cepat kabur! Ada beberapa polisi di atas sana sedang memperhatikan kita. "Kausku berlumuran darah. ia memang mendapati seorang lelaki tengah berbaring di kursi. Apalagi yang membutuhkan pertolongan sesama penghuni asrama. dengan membawa tas plastik berisi celana panjang biru gelap dan t-shirt warna putih. Setelah menutup pintu. Yeo bergegas ke pintu depan. Kim mencoba melakukan perlawanan. tapi juga membantu sesama yang membutuhkan pertolongan. Kuan menunjuk sela di antara dua kursi depan. mereka telah sampai di kawasan Kallang Bahru. Saat pintu dibuka.Kim calon polisi yang baik. Darah segar mengotori kursi belakang taksi. Dalam pergumulan. Tapi dari belakang. Tubuh Kim sendiri langsung jatuh menghujam jok. aksi Kuan saat mengambil pistol dari pinggang Kim ternyata mendapat perlawanan. ia sudah kembali ke semaksemak tempat Kuan bersembunyi. Lima menit kemudian. Tapi ketika mereka bersiap hendak meninggalkan semak-semak. Benar-benar enggak punya uang!" pekik Lee. Yeo yang bearda di kursi depan langsung membantu Kuan. ketika Yeo minta Hock menghentikan taksi. Kuan pun berganti pakaian. Sementara di kursi belakang. pemuda yang sebelumnya berbaring di kursi. "Pui. Kuan masih setia mengancam Lee dengan pisau dapur." Yeo lalu berlari menuju flat." "Bersembunyilah di belakang semak-semak." perintahnya pada pada Hock. ternyata tidak mabuk sama sekali. Ia berbalik badan. memasukkan pakaiannya yang berlumuran darah ke dalam tas plastik. Ia tampak begitu ketakutan. pistol sempat jatuh. Kuan mulai menempelkan pisau di leher Lee. Lebih terkejut lagi setelah tahu." kata Kuan pada Yeo. Aljunied. Untuk menghindari kecurigaan. tugasnya tak hanya sebatas perintah yang diberikan komandan. Namun ia terkejut saat Yeo tiba-tiba mendorongnya masuk ke dalam taksi.

Tapi begitu tahu Anda polisi. Yeo Ching Boon dan Ong Hwee Kuan. detektif Siew Man Seng baru saja pulang berdinas. Bertahun-tahun dia bergaul akrab dengan dunia kejahatan dan berbagai tipu muslihatnya. Dari kejahuhan dia melihat sebuah taksi kuning dengan mesin masih menyala. sepintas dia melihat seseorang berjalan di belakang mobilnya. Saat menunggu lampu hijau. Ia tahu. dia tahu betul daerah tersebut. jika terus lari. melilih kabur ke arah pertokoan. kami mengurungkan niat tadi. Polisi yang sudah bertugas selama 11 tahun itu berkantor di Kantor Polisi Beach Road. pemuda putus sekolah itu akhirnya tak beradaya di tangan Man Seng. Yeo dan Kuan tampak gugup. ia melihat dua orang pemuda. Dengan langkah pasti ia mendekat. Lagi-lagi. Sedangkan Kuan menuju blok-blok apartemen di sekitarnya. karena baru saja sukses menangkap tersangka kasus penipuan sejam sebelumnya. "Tadinya kami mau merampok Anda. Pagi buta itu. benar-benar memecah kesunyian. Begitu paniknya. Kuan sampai jatuh. lambat laun pasti akan tertangkap. Jadi. Di depan semaksemak itu ia berhenti. tapi juga medan yang sama sekali belum dikenal." "Apa isi tasnya?" "Sisir. Di persimpangan jalan Geylang Baru dan Kallang Bahru. Namun Man Seng bukan polisi ingusan yang gampang dikelabui. Meski sempat memberikan perlawanan ketika hendak diborgol. Yeo yang lebih tahu medan. Mereka punya feeling. Tak jauh dari taksi. Namun dari balik spion ia sempat memperhatikan. menuju arah Geylang Bahru. orang yang dihadapinya seorang polisi. Nalurinya sebagai detektif mencuat. mereka mengambil keputusan untuk mengambil langkah seribu. "Mana tasnya?" tanya Man Seng. Ayah seorang anak perempuan dan seorang istri ini sudah tinggal di Geylang Bahru selama sekitar empat setengah tahun. Kini di depannya terbentang semak belukar. hatinya sedang berbunga-bunga. lelaki yang menyeberang jalan barusan ternyata menghilang di sebuah jalan buntu. "Cepat keluar!" Kuan pun keluar. Man Seng pun belok kiri.Kantung plastik ditemukan Malam itu. Kecurigaannya memuncak ketika melihat jejak kaki. Mendekati semak-semak. masih dengan mata nanar." "Siapa nama temanmu?" 45 . mendekati jalan buntu. "Aku buang saat lari tadi. dia tidak hanya berhadapan dengan gelapnya malam. mengeluarkan pistol dari sarungnya dan membidik semak di depannya. Namun malang buat Kuan. terhampar semak-semak. "Sedang apa kalian?" teriak Man Seng. tak jauh dari salah satu semak. bangun dan jatuh lagi. insting polisinya memaksa Man Seng memeriksa lokasi di sekitarnya." jawan Kuan sekenanya. Lampu kembali hijau. Tingkah laku lelaki tadi membuat Man Seng penasaran. Ia segera berbalik arah. Dalam sekejap. perjalanannya terhalang lampu merah. Akhirnya ia memutuskan bersembunyi di salah satu semak. sambil menenteng bungkusan plastik.

" Kuan berkilah. mencari alasan untuk berkelit. korban kebrutalan mereka pasti bakal lebih heboh dari dua nyawa sia-sia yang telah ditemukan. Berbagai cara telah dilakukan. Mereka bergerak cepat dengan segera menginterogasi Kuan. Chew Theng Hin." Sekilas. Jika mereka sempat memanfaatkan senjata yang berhasil mereka rebut dari Mount Vernon. tak jauh dari tempat Man Seng memergoki Yeo dan Kuan. Tapi karena ceroboh. di dalam taksi kuning. meskipun ia baru saja berganti baju. Karena tak memungkinkan melakukan pencarian sendirian. Di kantor polisi Beach Road. terlebih setelah Ong Hwee Huat. adiknya. Hasil penyisiran di sekitar lokasi kejahatan juga membuahkan hasil menggembirakan. "Beruntung". apalagi menjalankan aksi perampokan. Ia juga menolak disangkutpautkan dengan kasus pembunuhan kejam terhadap sang polisi wamil."Ah Seng. Kuan telah melangkah menuju sebuah keran. mayat sopir taksi malang korban keganasan tiga sekawan. "Noda darah siapa di kausmu?" Kuan berpikir. tak jauh dari semak-semak. Satuan polisi khusus pun segera segera diterjunkan. Man Seng menceritakan apa yang dilihatnya pada Inspektur Polisi Poh Keng How. Kuan sempat minta. Yeo dan Hock pun akhirnya ditangkap. Kantung plastik tempat Yeo dan Kuan menyimpan pakaian penuh noda darah misalnya. Namun mereka cukup kesulitan mengorek data dari pemuda lajang tersebut. berdasarkan pengakuan Kuan. Man Seng akhirnya memutuskan membawa Kuan ke kantor polisi untuk diinterogasi. Man Seng melihat noda darah di kaus yang kenakan Kuan. Kali ini. berhasil ditemukan. botol tadi malah melukai jari telunjuk saya. (Kisah Nyata/Nicky Moey/Icul) 46 . "Aku haus sekali. Namun sebelum masuk mobil. "Sebelum Anda datang. Sebelum Man Seng bereaksi. tapi Kuan lebih memilih tutup mulut. Tak lama kemudian. sampai kini. agar bisa dipakai sebagai senjata. tersebar berita penemuan mayat seorang polisi. saya berusaha memecahkan sebuah botol. Boleh minta air?" katanya mencoba mengundang iba. Ia terus berusaha mencari tas yang dibuang Yeo dan Kuan. tiga sekawan yang akhirnya dihukum mati ini dikenal sebagai salah satu pelaku kejahatan paling kejam di Singapura. Beruntung. berhasil dilacak keberadaannya. mengakui pakaian yang ditemukan memang milik Kuan. waktu tampaknya berpihak pada para detektif. Beberapa jam kemudian. Kuan tak dapat mengelak lagi. Akhirnya ia menunjukkan jari telunjuknya yang beradrah-darah. tiga sekawan yang sudah kerasukan setan ini tak sempat melanjutkan aksinya.

dan Janos pun tak pernah ingin tahu. Semuanya begitu mengejutkan. Yang dipandang jadi salah tingkah. persis anggota geng mafia. Hatinya pedih. langsung ke bola mata lawan bicaranya. gadis manis yang beberapa bulan terakhir ini mengisi hari-hari indahnya.07. Hollossy mengarahkan pistol berdiameter 7. dengan mata menatap tajam. Mereka akhirnya sampai di tempat 47 . dorrrr! Jidat wanita seksi itu ditembus peluru. . Dengan mata kepala sendiri. kami harus lebih rajin menabung. menyelipkannya ke sela-sela bibir.65 mm ke arah Cornelia Renz. membayangkan kembali peristiwa mengerikan yang terjadi beberapa menit sebelumnya. lalu menyulutnya dengan santai. serta kapan dan di mana akan berakhir. Dalam hitungan detik. Perempuan asal Yugoslavia berusia 20 tahun itu langsung meninggal. tak jauh dari tempat Hollossy berdiri. sekarang terbaring kaku dengan lubang di kepala. Seperti biasa.. Hollossy tampak mengangguk pelan. gayanya macho dan berwibawa. lelaki bengis yang baru saja membelokkan perjalanan hidupnya. Saking seksamanya.. sebaiknya begitu. Cornelia yang sedang duduk santai di sofa." sambung Cornelia. "Aku dan Janos berencana menikah. sebelum akhirnya tak bergerak sama sekali. Stefan tak menjelaskan penawaran apa yang dibawanya. DIREKRUT JADI MITRA PEMBUNUH Janos Telek berjalan terseok-seok di sisi Istvan Stefan Hollossy... mulai sekarang. "Kamu bilang. Ia memperhatikan dengan seksama percakapan Stefan dan Cornelia. Lelaki bermata kucing dengan ekspresi yang tak mudah ditebak itu kian tajam manatap Cornelia. Semuanya tergantung Hollossy. Istvan Stefan Hollossy mengeluarkan sebatang rokok dari saku jas. Janos sempat terperangah ketika tiba-tiba Stefan mengeluarkan sesuatu dari balik jasnya. Janos Telek terlihat gundah. geliat refleks orang yang sedang sekarat. pikirannya sempat menerawang. urusan bisnis kita selesai sampai di sini?" "Ya . Dua kali kaki wanita cantik itu bergerak. Di pojok ruangan. karena tak dapat berbuat apa-apa untuk menyelamatkan kekasihnya. Ia makin tak percaya." suara Stefan membuyarkan lamunan Janos. Saat berjalan kaki menuju tempat parkir.. Apalagi ia harus melakukan perjalanan paling aneh sepanjang hidupnya. Tapi semata-mata perjalanan bisnis. Janos menyaksikan Cornelia meregang nyawa di karpet.. Cornelia langsung jatuh di karpet. tanpa tahu arah yang dituju.. Aku punya penawaran menarik untuk kamu. karena sebenarnya ia tak ingin meninggalkan apartemen penuh kenangan di Timmendorf itu. Untuk itu. Janos betulbetul tak percaya. Traktir sepanjang malam "Aku berjanji. Bagaimana mungkin Hollossy tega membunuh Cornelia dengan cara sekeji itu? "Bukankah ia yang memperkenalkan aku pada Cornelia?" pekik hati kecil Janos . ini tidak akan menjadi perjalanan yang penuh intrik. Wajahnya begitu dingin.." ucap perempuan cantik itu.

setelah ditawari bekerja sebagai salesman sebuah perusahaan margarin. Sambil mengemudi. sampai-sampai ia mentraktir Telek sepanjang malam.. Cornelia mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dan menyerahkannya kepada Hollossy. sebelum sampai di Luebeck." pinta Stefan sembari melirik lelaki di sampingnya dengan ujung matanya. melihat betapa mudahnya Stefan mendapat uang. yang hampir sama dengan kemampuannya berbicara dalam bahasa-bahasa semenanjung Balkan lainnya. pria kelahiran Hongaria. "Merek rokoknya sama dengan yang dihisap Al Capone. karena kefasihannya berbahasa Jerman. polisi Hungaria.. sebuah kota di pinggir laut Baltik." cetusnya dalam hati.. "Kamu saja yang menyetir. "Hebat. Siapa lagi kalau bukan Cornelia Renz. pemilikan senjata api ilegal. Usia Stefan tak beda jauh dengan Janos. Ia gampang mendapat pekerjaan. Jerman. Janos Telek datang ke Luebeck. Janos menyapa Stefan dalam bahasa Hongaria. Ia menduga. serta beberapa percobaan pembunuhan. dan Swedia selalu gagal menangkap dan memenjarakannya secara permanen. "Tapi." Tanpa basa-basi. pikirannya kembali melayang.. sebuah bar bergaya Yunani." kata Hollossy. tempat gaul malam terkenal di Luebeck. Janos begitu terkesan pada kawan barunya itu. sedang nongkrong di bar Blue Mouse. "Kamu boleh percaya atau tidak. Stefan. Janos merasa ngeri. sambil terus menghisap rokok. ternyata jauh lebih buruk dari Stefan yang dikenalnya selama ini. ke saat pertama kali dia bertemu Hollossy dan Cornelia. kawannya itu mucikari. "Siapa bilang mengemudi harus selalu pakai SIM. yang sangat gampang menghamburkan uang. Jerman. Kepandaian bercakap-cakap dalam berbagai bahasa pula yang membuatnya berkenalan dengan Stefan Hollossy. di mata Janos. Jadi. Janos baru tahu pekerjaan Stefan "yang sebenarnya" setelah ia diajak menemui sumber dana yang tak ada habis-habisnya itu. Sebuah pertemuan yang sangat mengesankan . Janos agak heran. Austria. sembari duduk di meja. . saat ini polisi di lima negara menganggapku sebagai buronan. Cornelia. gadis cantik nan mempesona." bantah Hollossy. dan segera masuk ke mobil Opel Rekord tua kepunyaan Janos. Namun siapa pun Cornelia. Begitu senangnya Stefan. malam itu ia terlihat luar biasa. Perjumpaan pertama Janos dengan Cornelia terjadi di Kazoria. petualangan terakhirnya adalah meloloskan diri dari sebuah penjara di Swedia. betapa suksesnya ia selama ini sebagai penjahat. Saat itu. Stefan yang duduk di sampingnya. Swiss. dan sampai saat ini masih terus memburunya untuk mempertanggungjawabkan perampokan sejumlah bank.. Janos bahkan merasa jatuh cinta pada pandangan petama. Jerman. Hollossy juga bercerita. apa masih ada gunanya SIM buat orang seperti aku?" Hollossy lalu "memotivasi" Janos. "Penghasilannya pasti besar. Dalam hati. SIM-ku baru saja dicabut sabtu lalu. karena nyaris tak pernah tersentuh hamba hukum. Menurut Hollossy. "Saya butuh duit. Stefan mengaku sedang merintis karir sebagai bintang iklan. tempat ia seharusnya menjalani hukuman 20 tahun penjara. Tapi aku 'kan tidak boleh berhenti menyetir di negara-negara itu." desis Janos. 48 . sedangkan Cornelia pelacur yang punya banyak langganan orang kaya dan terkenal.parkir." jawab Janos.

Meski tidak tinggal serumah dengan Cornelia. ia tidak boleh terpaku hanya pada "pijat kesehatan". Ia dikenal gemar menghambur-hamburkan uang di bar.pelacur seperti diduganya semula. bahkan sangat baik. 49 . Selera gaul dan cara berpakaiannya pun meniru kalangan the have. tempat gaul malam yang cukup laris di Luebeck. meski korban yang dilukainya tak terhitung. lagi-lagi hanya di dalam hati. Cornelia merupakan korban pertama yang meninggal di tangan Stefan. Janos memberanikan diri mengajak Cornelia kencan. petuah sesat Hollossy itu ditelan begitu saja oleh Cornelia. Hollossy berwajah dan penampilan menarik. Cornelia. atau setidaknya gadis manis dengan centengnya . mereka sering menghabiskan waktu bersama. Stefan mulai mengoceh lagi. penjahat itu tidak pernah membunuh orang. Sampai akhirnya dia bertemu Stefan Hollossy di Nautic Bar. Janos jadi tahu. Saat merampok bank misalnya. "Mungkinkah Stefan menembak Cornelia untuk memecahkan kebuntuan?" tanya Janos. Dia perempuan baik. Cornelia layak mendapat penghasilan yang lebih besar. dengan keahlian dan pengalamannya. Sebelumnya. tentu saja tak dapat terus menerus menopang gaya hidup Hollossy. Namun bukan hubungan mucikari . Lama-kelamaan.. Stefan membeli Fiat 124 berwarna hijau terang. Hubungan mereka lebih mirip sepasang kekasih. tanpa berpikir panjang. Sayangnya.. Sebagai usaha sampingan. Ia melakukannya untuk memecahkan kebuntuan atau jika memang benar-benar dibutuhkan. Cornelia langsung menerima. Berbekal tabungan Cornelia. Stefan yang tidak mempunyai pekerjaan tetap mempunyai gaya hidup yang bisa membuat semua pacar-pacarnya sengsara. beberapa mil di sebelah utara kota. ia tidak pernah menembak orang-orang di dalam bank yang tidak melakukan perlawanan. Sampai akhirnya ia tahu. Menurut lelaki perlente itu. Stefan bukan orang yang gemar membunuh untuk kesenangan. Stefan dan Cornelia memang berhubungan erat. Hebatnya. ketika mobil yang dikendarainya hampir bersenggolan dengan mobil lain. tapi tidak dengan tubuhnya. Untuk itu. Cornelia memang melacur." Janos mencoba menekan emosi yang melecut hati.. Ia wanita pemijat terlatih berjari "emas" yang memiliki diploma dan tahu seluk-beluk pijat kesehatan. Dia pun memberikan sebagian penghasilannya pada Stefan dengan "sukarela". Bekerja di Little Sea Castle. Gajinya di hotel mewah itu lebih dari mencukupi. Baru jika ada yang mencoba macam-macam. Ketika Stefan pergi ke kamar kecil. Sialnya. "Tapi mengapa harus Cornelia? Mengapa pula harus diselesaikan menggunakan pistol? Bukankah segala sesuatunya masih bisa dibicarakan? Cornelia sama sekali tidak layak mati dengan cara seperti ini. Stefan menyarankan agar Cornelia "melacurkan" jari-jemari emasnya. dengan senang hati dia akan menembaknya sampai mati. Sejak itu. Cornelia memang perempuan baik-baik.Saat yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Teluk Luebeck. Dia bukan pelacur seperti diduga Janos sebelumnya. Cornelia mestinya juga menawarkan "pijat organ-organ khusus" bagi pelanggan yang menginginkan. Di kursi sebelah. Layaknya orang Hungaria. sebuah hotel mewah di pantai Timmendorf. Janos makin sering bertemu Cornelia. Korban pertama Janos kembali terbangun dari lamunan. Dari ocehan Hollossy. agar bisa bolak-balik Luebeck .Timmendorf tanpa harus naik bus. Saat itulah. rekening tabungannya makin menipis.

ada pula yang banyak. Terus terang. mulai terjawab. "Aku bosan sendirian. satu kali pun tidak pernah menyatakan keberatannya." sahut Janos singkat. Lelaki itu tampak tenang. Sepanjang perjalanan. Pernah membunuh orang dengan menggunakan pisau?" tanya Hollossy. Stefan yang mencium hubungan Janos dan Cornelia. sebelum punya pengalaman melaksanakan "operasi kecil". beli baju. Jadi. Apalagi belakangan terbukti. dan beli bensin. kita rampok toko saja. Ada yang sedikit. Aku ingin kamu menjadi partnerku. Janos tidak suka menghambur-hamburkan uang di bar atau tempat-tempat makan mahal. Pasangan dalam melakukan kejahatan. suatu ketika. sangat tenang. Janos cuma menjadi pendengar yang baik. kita harus merampok bank. dia punya "penawaran bagus" untuk Janos. bahkan diajak berkelana oleh Stefan. Kita masih punya banyak waktu untuk latihan." 50 . ia sebenarnya tidak betul-betul jatuh cinta pada lelaki itu.. Buat dia." tegas Hollossy. 3 April 1975. Cornelia yang cantik. Dia bahkan terkesan tak takut pada Hollossy. hanya sekitar 5 menit . Keduanya tinggal di apartemen Cornelia di Timmendorf. kamu harus membiasakan diri berpikir praktis. Yang terakhir ini tingkat kesulitannya tinggi. Di luar sana banyak sekali orang kelebihan uang. Jarak antara kedatangan Stefan. kekerasan hanya bikin pusing kepala. sebenarnya tak ada alasan Cornelia melacurkan jari-jari emasnya. Janos merasa beruntung sempat merasakan kebahagiaan bersama Cornelia. "Cara paling gampang. Jadi. membuka tabungan baru. Cornelia jatuh cinta (lagi) pada Janos. serta menikmati tiap akhir pekan dengan makan malam di berbagai tempat makan murahan. Sebuah kejutan yang tampaknya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. mengapa Janos sebagai satusatunya saksi mata pembunuhan Cornelia dibiarkan tetap hidup. "Tidak. Tapi kalau mau uang yang sangat banyak. Kita butuh uang untuk makan. Janos sadar lelaki itu sedang merencanakan sesuatu. Meski singkat. sah-sah saja jika kita mengambilnya sedikit dari mereka 'kan?" sambung Stefan. Mereka merasa sangat klop. Tidak seperti Stefan. jangankan membunuh. menikmati perempuan. bayar hotel. satu per satu pertanyaan tentang Stefan. percakapan singkatnya dengan Cornelia.. "Mulai sekarang. "Tidak masalah. Orang yang ada di sana pasti membawa uang. Termasuk pertanyaan. Ah. aku menyukai kamu Janos. terlatih dan pintar mau saja menuruti permintaan Stefan. belajar jurus-jurus berkelahi saja Janos tidak pernah. Mereka berpacaran seperti ABG yang baru saja mengenal cinta. ia menelepon temannya itu. hanya untuk membiayai gaya hidup Stefan. dengan aksinya memgeluarkan pistol dan menembak kening Cornelia dari jarak dekat. Namun ketika tak lama kemudian Stefan sudah muncul di pintu apartemen. minum. Sampai suatu sore. Aku enggak akan mengajak kamu merampok bank.Aneh memang. Stefan bilang. cinta pada pandangan pertama. Berkelahi pun belum pernah Janos melirik Hollossy.. Peristiwanya berlangsung sangat cepat. yang selama ini berkeliling di benak Janos.

karena dialah satu-satunya saksi mata pembunuhan Cornelia. pasti akan digambarkan sosok Janos sedang yang marah besar atas pembunuhan Cornelia.. kapan ia harus bertindak? Menghadapi Stefan. "Ayo kita angkat mayatnya ke tempat tidur.Untuk kesekian kalinya Janos terdiam. tak mudah bagi Janos untuk menuruti perintah Stefan. Jika terjadi dalam novel atau film. tempat ini dan waktu kita juga sangat sempit. Masalahnya. Karena Janos tak kunjung bergerak. dia masih tinggal di sebelah rumah. mengapa Stefan selalu berusaha mendorongnya melukai atau membunuh orang lain. mengancamnya pakai pisau. Ah. 'kan?" Janos kini manggut-manggut. Dalam keadaan terkejut. Kamu bilang tadi. Makanya dia begitu lega. Janos sempat kaget ketika tiba-tiba Stefan berkelebat. lalu menyelinap keluar." Stefan segera mengeluarkan pistol dari balik jaketnya. Jarang sekali ada pembunuh yang mau menoleransi kehadiran saksi mata." ajak Stefan pada Janos. lalu balas menembak banjingan itu di jidatnya. bukannya setuju pada rencana Stefan. Lalu kamu berputar ke arah belakang. Janos seorang komunis. belum pernah memakai pisau. 51 . sehingga tak ada jalan lain. sama seperti dia." sergah Stefan. menuju apartemen sebelah." ucap Janos. Janos masih mencari jawaban terbaik. "Tapi sepertinya lebih baik jika kamu memukul kepalanya pakai besi. Janos hanyalah salesman perusahaan margarin. ia berlutut. "Nenek itu.. Tuhan tahu. Dia juga tidak tahan melihat darah yang mengucur dari lubang di kepala Cornelia. kejadian itu terjadi pada kehidupan nyata. "Sekali saja aku melukai orang. Dia bahkan tidak yakin Stefan akan membiarkannya tetap hidup. modal nyali saja tak cukup. akhirnya Hollossy sendiri yang memulai mengangkat mayat Cornelia. Harus ada strategi khusus. "Aku tidak mau ada saksi mata lain. meski tak tahu harus berdoa pada siapa. Seluruh persendiannya lemas. Janos mungkin saja akan merebut pistol Stefan.. bukan Superman atau Batman. Beberapa saat kemudian." cetus Stefan. 'kan? Jangan-jangan. "Bagaimana kalau latihan kita mulai dengan merampok toko? Aku akan mengalihkan perhatian pemiliknya dengan mengajak dia ngobrol. aku akan jadi buronan. seolah memandangnya dengan pandangan minta tolong. lega yang teramat dalam. Yang paling membuat hatinya sedih. tapi menghadapi situasi seperti ini. kecuali menjadi pasangannya. dia ikut mendengar suara tembakan tadi. ketika tahu Stefan memasukkan kembali pistolnya ke kantung jas. baru Janos membantu meletakkan mayat Cornelia di tempat tidur. bicara soal nyali dan strategi. tentu di dalam hati. Sayangnya. ketika Stefan kembali nyerocos. Namun ia mengerti. Janos kembali teringat peristiwa mengerikan siang itu . apalagi sampai membunuh. adalah mata gadis itu terbuka lebar.

tidur pulas. Janos tak banyak bicara. mereka bermalam di rumah teman Stefan. kamu tidak perlu membayar apa pun. Janos sempat mempertimbangkan menibani kepala Hollossy dengan lampion. Hollossy memutuskan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju toko logistik terdekat. Pertimbangannya terbukti benar. Tak kusangka kamu ternyata partner yang pintar. mengantungi pistol terkokang itu berbahaya. Hollossy mengunci pintu dan memasukkan kuncinya ke kantung celana. "Tapi kalau kita merampok tempat ini." tolaknya halus. bagaimana dengan nyawanya sendiri? Di Ratzeburg. Hollossy berpikir sejenak. lalu merampok uangnya?" Janos kaget alang kepalang. Bagaimana kalau kamu turun dan membunuh perempuan tua pemilik hotel ini. 20 mil dari Luebeck. Kali ini bukan karena mendengar mobil patroli polisi." ucap Hollossy setengah mengintimidasi. Seperti biasanya. tapi aku lebih suka mati karena pistol sendiri.Beberapa saat kemudian. karena tak ada pembunuhan lagi. Janos tak pernah mengeluarkan uang sepeser pun. Padahal kita sudah berencana merampok toko perhiasan. lagi-lagi Hollossy membangunkan Janos di paruh pagi." bilang Stefan. Esoknya. Hollossy yang tidak pernah menginap dua malam berturut-turut di satu tempat. Jam dua pagi. Celah di antara celah Esoknya. "Selama ikut aku. "Masuk akal. daripada tertembak musuh karena pistolku tidak siap. Jam sembilan pagi mereka sampai di Hamburg. Namun. memilih menghabiskan waktu di sebuah hotel di pinggiran kota. memikirkan kejahatan apa kira-kira yang akan dilakukannya bersama Stefan besok. meski praktiknya. Seperti kemarin malam. lalu kkkrrrr. "Aku sedang berpikir tentang uang kontan. lalu mengangguk. mereka menghabiskan waktu mensurvei berbagai toko perhiasan. Setelah itu. Stefan kembali. Stefan betul-betul menepati janjinya. Kita butuh uang kontan. "Dia tidak ada di rumah. polisi akan mencari-cari kita. 52 . "Orang-orang selalu bilang. Janos menarik napas lega. dia tak dapat memejamkan mata. karena hampir sepanjang malam." teriaknya pada Janos. Malam yang berat buat Janos. pagi-pagi sekali mereka sudah naik kereta api menuju Hamburg. hampir seharian mereka habiskan untuk mensurvei kembali toko-toko perhiasan. Mereka menginap di Union Hotel. Namun. Betul-betul mirip macan kumbang. Apalagi setelah Hollossy menunjukkan tiga pistol yang selalu dibawanya ke mana-mana. Sampai detik itu. mata Janos tak pernah terpejam sampai pagi tiba. Siang dan sorenya. nyalinya mengkerut jika mengingat refleks Hollossy bak macam kumbang. berlaku seperti bos mafia." Mereka lalu kembali "tidur". mobil mereka mengalami masalah. Begitu sore tiba. Hollossy dengan sigap meletakkan pistol di telinga kanan Janos. setelah mendengar bunyi sirine mobil polisi yang sedang berpatroli. yang bertanggungjawab atas semua yang terjadi pada anak buahnya.

peluru 9 mm nan mematikan yang bersarang di kepala Hollossy. (Kisah Nyata/John Dunning/Icul) 53 . bagaimana caranya? Janos terus mencari celah.Paginya. Hollossy memberikan perlawanan sengit. Namun. Gas air mata pun melesak ke dalam gedung. ternyata berasal dari pistolnya sendiri! Sampai kematikannya. Janos justru menemukan celah untuk melarikan diri. Sepuluh menit kemudian. kali ini yang berjejer di sepanjang Spitaler Street. penjahat berdarah dingin itu merampok Hoellinger Jewellery di Alstertor Street. Tak juga polisi. Namun Klein sempat menunjuk gedung Grauman's Way No 20 sebagai tempat Hollossy bersembunyi. inilah tempat paling tepat untuk menghindari perbudakan Hollossy. begitu tahu status Hollossy dari radio. "Entahlah. Suatu saat. Dengan senjata otomatis 9 mm. di mana kira-kira dia sekarang?" tanya Luders. seiring desingan peluru dari kedua belah pihak. Hollossy masih ingin menentukan nasibnya sendiri. Tapi dia sendiri belum memutuskan. Janos sudah bersaksi di depan Inspektur Frank Luders dan Detektif Max Peters dari Kantor Kepolsian Hamburg. tembak menembak reda. Oleh Luders. Siang menjelang sore. "Tolong antarkan aku ke kantor polisi. kawasan yang lumayan ramai oleh pejalan kaki. masuk dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Maria (66 tahun). menjumpai Klein dalam keadaan luka parah. dia bergeser menuju ujung sebuah gedung. dan pembantu mereka Cristel Semmelhack (33 tahun). dia melukai pemilik toko Josef Hoellinger (74 tahun). lalu sekuat tenaga berlari menuju sebuah pusat perbelanjaan. Hollossy telah mati." jawab Janos. Polisi yang datang ke lokasi atas laporan Novak. kumpulkan data semua toko perhiasan. menghilang di balik gedung itu. Polisi. Firasatnya mengatakan. Frank Luders dan Max Peters langsung meblokir Spitaler Street dan memeriksa gedung-gedung di sekitarnya. yakni ditemukannya mayat Cornelia. Hollossy tampak sangat serius mengamati pintu masuk sebuah toko perhiasan. Polisi juga berjaga-jaga di stasiun dan gerbang keluar kota lainnya. Begitu mendapat kabar positif. Namun Hollossy tetap Hollossy. setelah lari terbirit-birit meninggalkan truknya. kepala. didahului oleh pasukan khusus." perintah Luders pada Peters. Belakangan diketahui." pintanya singkat. Tempatkan minimal satu orang polisi di sekitarnya. Nah. Jika tekadnya sudah bulat. Hollossy lalu membajak truk yang dikemudikan Werner Novak. semua cerita Janos dikonfirmasi lewat telepon pada kepolisian Luebeck dan Timmendorf. Hollossy menembak Walter Klein. Beberapa saat kemudian. yang ditemuinya di Ifflland Street. dor! dor!. menyerbu masuk. Beberapa saat kemudian. "Menurut Anda. dengan luka tembak di bahu kanan. ketika sang residivis mencari celah masuk. toko mana yang akan dirampok. lagi-lagi Hollossy mengajak Janos mengintai toko-toko perhiasan. dan kaki kiri. Novak selamat. Dia berencana merampok salah satu toko perhiasan yang kami survei. Janos kemudian menyetop taksi. "Sersan. Polisi mendapat seorang lelaki terbaring tak bergerak. menembak mati istri Josef. Namun. tak satu pun rintangan dapat menghalangi niatnya. Pelan-pelan. Janos makin deg-degan.

Sebagai wartawan. serta dugaan-dugaan berbagai kalangan yang kadang tidak masuk akal. Masyarakat sendiri masih berspekulasi. yang menggegerkan kota kecil yang biasanya tenang ini. Dari gerak-gerik tubuhnya. di hari keempat pengintaiannya. Pria itu tiba-tiba memandangi Polly." kata pria itu menunjukkan sikap acuh tak acuh. Sudah beberapa hari ini tak seorang pun menyapanya. Polly tidak kesal. "Saya ingin pendapat Anda tentang kasus itu." katanya mengangkat bahu. atau membaca koran sore selama dua sampai tiga jam. ia sudah terbiasa diperlakukan demikian.00. ia tak kunjung bicara pada Polly yang kini duduk di sisinya. hingga orang sulit menerka pekerjaan sehari-hari dan apa yang dilakukan si pria selama berjam-jam di tempat itu. merokok. Orang yang tahu perbuatan Polly pasti akan mengecapnya sebagai kurang kerjaan. yang membuatnya heran. "Jadi Anda yakin. Dalam buku catatannya. posisi. mengeluarkan sebatang rokok putih. Penampilannya terlihat seadanya. apa yang mendorongnya berbuat demikian. Sesekali ia terlihat gelisah seperti sedang menantikan sesuatu. lalu menyalakannya. membuat perempuan berusia 29 tahun itu sedikit terkejut dan berusaha mengalihkan pandangan dengan bola matanya. si pria tidak menyadari pengintaian ala cerita spionase yang dilakukannya. Strand. Polly membulatkan tekad untuk menghampirinya. terlebih oleh orang-orang yang belum mengenalnya. nalurinya sebagai wartawan lepas meyakini lelaki itu mungkin tahu sesuatu tentang peristiwa pembunuhan Nyonya Owen. Kini peluang terakhir untuk mendapat tambahan keterangan adalah dari sumbersumber tidak terduga. apakah sang janda mati dibunuh. peristiwa itu bukan sebuah kecelakaan atau bunuh diri. setiap pukul 16. Namun. pria itu seolah bisa membaca pikirannya yang penasaran. Setelah duduk. Hari ini. Inggris. Salah satunya dari pria berpenampilan lusuh itu. Polly Burton tekun memperhatikan sesosok pria yang sering duduk sendirian di sebuah sudut jalan di Norfolk Street. Pada tempat. biasanya pria itu akan pergi. dan waktu yang sama. di tepi sebuah jalan yang tidak terlalu ramai. sambil terus mengisap rokoknya. "Sebenarnya tidak ada seorang pun yang tahu 54 . Ia juga tidak begitu mengerti. "Entahlah. Segala gerak-gerik pria setengah baya itu seolah tidak pernah lepas dari pandangan Polly. jika tidak bisa dikatakan lusuh." nada bicara Polly setengah memaksa. Polly yakin. seolah hendak menceritakan sesuatu kepada seseorang. Polly sebenarnya sudah mengumpulkan beragam fakta tentang kasus pembunuhan misterius itu. kesaksian orang-orang di sekitar. Semua berasal dari keterangan polisi yang serba resmi. atau bunuh diri? Pria itu selalu duduk di sebuah kursi taman. seseorang telah membunuhnya?" Pria itu tertawa lirih. "Yang pasti. yang leluasa mengamati dari sebuah kafe. TERGIUR SIMPANAN JANDA TUA Sudah tiga hari ini. Namun. puluhan meter dari pria itu. kecelakaan. Fakta-fakta yang sama sekali tidak menarik untuk sebuah tulisan investigatif peristiwa kriminal. terlihat ia sangat gelisah. Hanya saja.08.

Sebatang rokok kembali diambil. Besarnya memang tak seberapa. Uang penghasilannya diatur sangat hati-hati untuk keperluan sehari-hari dan sedikit untuk burung kakatua peliharaannya. Setiap hari janda tanpa anak itu bertugas membersihkan dan merapikan ruangan dengan upah hanya 15 shilling per minggu. maupun merepotkan. Owen akan membereskan dan menyapu seluruh ruangan. mengeluh. Ruanganruangan tempat usaha itu berjajar dan di ujung bangunan terdapat kantor pengurus bangunan. karena pembunuhan itu dirancang sedemikian rupa oleh bukan sembarang orang. Tidak ada orang lain yang bermalam di ruang sempit dekat ruang produksi itu. Pekerjaan rutin itu harus selesai sebelum penyewa atau pengunjung datang. Perempuan kaya Percy Street di Tottenham Court Road bukanlah termasuk kawasan ramai di kota ini. Peraturan di gedung itu memang mengharuskan setiap penyewa meninggalkan ruang kerja mereka menjelang petang dan kunci ruangan dititipkan di ruangan pengurus bangunan. Robbie Smith. Namun. Pagi-pagi sekali. Di sanalah Owen tinggal. tapi ia selalu mengumpulkan dan menyimpannya di sebuah rekening di Bank Birkbeck." "Bukan sembarang orang? Maksudmu. kepala ruang perabotan. Begitu pula pagi hari di saat peristiwa tragis itu terjadi.pembunuh wanita itu. kecuali Owen dan kakatuanya. tiap pukul 09. Polly siap mencatat segala penuturan pria itu. Smith dengan kunci cadangan miliknya akan membuka pintu depan dan langsung menuju ke ruangannya. Owen juga menerima tip dari para pekerja yang telah dibantunya. Semua menyangkut periklanan. Tempat kejadian perkara pembunuhan Nyonya Owen itu berada di salah satu bangunan tua peninggalan abad ke-19 yang terdapat di ujung jalan. Begitu besarnya sampai ada olok-olok. juga tidak ada yang bisa menggambarkan secara persis. serta sebuah studio kecil untuk syuting film iklan atau pemotretran. usaha desain iklan media cetak. Bangunan mirip hanggar pesawat terbang itu terdiri atas beberapa ruangan. Biasanya. pagi di hari kedua bulan Februari itu. seorang pembunuh profesional?" Alis Polly terangkat. seperti pembuatan papan iklan. sewa ruangannya ditentukan sinar tambahan yang masuk melalui jendela-jendela berdebu itu. dan asapnya dihembuskan ke atas. Saat itulah ia menyempatkan diri sekadar menyapa atau mengajaknya ngobrol tentang apa saja. adalah pekerja yang selalu datang pertama setiap hari. dengan jendela besar untuk ukuran bangunan modern. begitu menyadari lawan bicaranya begitu bingung tapi tetap memaksa. Di gedung itu terdapat beberapa jenis usaha yang dijalankan para penyewa. tidak seperti biasa 55 . bahkan nyaris tidak cukup untuk hidup layak. dinyalakan. Sekali waktu. karena memang tidak ada yang melihatnya. Seperti biasa. Sampai sekarang.00 Smith mendapati Owen sedang mengerjakan sesuatu. begitu tiba. Lagi-lagi pria itu tertawa lirih. Pintu depan akan dibiarkannya terbuka untuk pekerja lain atau jika kebetulan ada pengunjung yang datang pagi-pagi. Walau penghasilannya tidak seberapa. wanita yang telah bekerja 25 tahun itu sama sekali tidak pernah menuntut. hingga semua orang yang tahu tentang kebiasaan iritnya itu menjulukinya "wanita kaya". Jumlahnya tentu saja kian hari kian besar.

Di matanya penampilan Owen terlihat biasa-biasa saja dan tidak menunjukkan karakter suka aneh-aneh. Begitu pula puluhan pekerja lain yang datang kemudian. Tingginya kira-kira sama dengan luka memar di belakang kepala korban. Apa Anda sudah pernah melihatnya?" kata pria itu sambil menyodorkannya ke arah Polly. Mereka berusaha memberi pertolongan. Tim medis dan polisi datang 15 menit setelah tubuh janda itu ditemukan. Charles Pitt. tidak satu pun menyadari ketidakhadiran Owen sepanjang hari itu. Penemuan besi ini membuat media massa berspekulasi: kematian Owen akibat kecelakaan. Beberapa waktu sebelumnya ia hanya melihat lewat ilustrasi wajahnya. perasaannya tetap tidak enak. Tubuh Owen benar-benar tergeletak tak berdaya di sisi pintu yang terbuka. setelah menjadi mayat. sisa cahaya redup musim dingin yang pucat telah berlalu. ia akan mengembalikan kunci ruangan kantornya ke pengurus bangunan.00. Tak jauh dari jendela ruangan. Smith tidak terlalu menghiraukan kejanggalan itu. Seperti biasa. membentuk hamparan permadani putih di lantai. pria itu mengeluarkan selembar foto dari saku jaket. hantaman angin kencang disertai badai timur laut terus bertiup.Smith tidak melihat Owen. Ketika korek api dinyalakan. Tangannya biru lebam. Karena dilihatnya ruangan telah rapi dan bersih. Kedua tungkai dan pergelangan kakinya terbuka. Ia sengaja mengajak pria itu ke sana semata-mata agar mereka lebih leluasa berbincang. ia menyaksikan sebuah pemandangan mengerikan! Di lantai yang setengahnya tertutup tumpukan salju. Ia juga menambahkan. membuat segala sesuatu semakin buruk. Saat itulah Charles langsung merasakan sesuatu yang tidak biasa. Suhu 5oC di bawah nol semakin memperparah keadaannya. wanita itu sebelumnya cenderung hidup secara monoton dan 56 . Namun. Setelah pesanan kopi datang dan sejenak menyeruput. Hujan bercampur es dan salju tebal menerobos masuk. Inspektur Howell dari kepolisian setempat menemukan potongan besi berbentuk siku-siku. Hanya kerlap-kerlip lampu hiasan di sepanjang jalan membuat suasana lebih meriah. diketahui korban mendapat benturan keras di bagian belakang kepala. Sejenak Polly mengamati. suasana di sekitar jalanan juga mulai sepi. tubuh kakatua peliharaannya ikut terbujur kaku membeku. Hujan salju membentuk tumpukan salju tebal di sepanjang jalan. Ternyata dua jendela di dalam ruangan terbuka lebar. Pukul 17. Terlihat berkencan Polly dan pria asing itu kini memilih melanjutkan perbicangan mereka di sebuah kafe. ia melihat tubuh Nyonya Owen tertelungkup mengenakan gaun malamnya. "Ini Nyonya Owen. wanita itu telah mati dalam kebekuan. Berdasarkan pemeriksaan medis sementara. pekerja yang biasanya pulang paling akhir. Namun terlambat. Menjelang petang. foto itu gambar terakhir Owen sebelum terjadi perubahan. Foto seorang wanita biasa bertubuh gemuk dalam pose tersenyum ramah. Mungkin Owen telah menyelesaikan tugasnya lebih awal. Sementara di sudut ruangan. Baru kali itu ia melihat sosoknya secara lebih jelas. telah bersiap-siap. Ia berusaha melongok. Pitt baru saja membuka pintu ruang pengurus bangunan ketika tiba-tiba hembusan angin dingin sekonyong-konyong menerpa wajahnya. Kata si pria. tapi tidak menemukan apa pun. Suhu udara hari itu sangat dingin. Saat itu hari mulai gelap.

Menurut penuturan saksi. mereka merasa belum pernah melihat Owen berpenampilan seperti itu. pernah mendapati Owen menangis terisak. saat ia bertanya soal masalahnya dan menawarkan bantuan. Di lehernya tampak sebuah liontin emas berantai mungil dengan ukuran yang sepertinya tidak mungkin dimiliki wanita sekelasnya. Saat itulah mereka bertukar informasi. Arthur memang terlihat sering pulang paling malam. Arthur tampak mengisap cerutu mahal. Namun. termasuk para pekerja yang sudah lebih dari sepuluh tahun bekerja di situ. yang takut dirinya dikait-kaitkan dengan kematian bekas pekerjanya itu. Para pekerja saling berpandangan. pada akhir Januari. kepolisian menugaskan Inspektur Jones menyelidiki Arthur Greenhill. lengkap dengan topi dan mantel mewah. "Nyonya Owen tidak sedikit pun terlihat kesal ketika saya menyampaikan hal itu kepadanya. dan ditutup dengan kopi manis. tapi belakangan berubah total di luar dugaan banyak orang. menyatakan beberapa jam sebelum peristiwa tragis itu. tanpa banyak peringatan.membosankan. perubahan mencolok terjadi setelah Owen berhubungan dengan Arthur Greenhill. Kecurigaan mulai kuat setelah ada gosip susulan yang menyatakan melihat Owen berkencan dengan Arthur Greenhill di sebuah rumah makan di Gambias Restaurant di Tottenham Court Road. hidangan pencuci mulut. "Ia menyatakan punya banyak sahabat yang akan menjaga dirinya. pemuda yang bekerja di Number Eight Studio. Akhirnya. mereka tidak mau terlalu usil. hak janda itu untuk menyenangkan diri di hari tuanya. Owen yang membayar tagihan makan malam di tempat eksklusif itu. dirinya telah memiliki banyak properti dan kini akan bekerja sesuai keinginannya. itu pertemuan terakhirnya dengan Owen dan memilih untuk segera beranjak pergi. lelaki pemilik bangunan. kopi. yaitu beberapa sayat daging anak sapi. Hidangannya terbilang mewah. Saat itu. Menurut pria tambun berumur 60-an tahun itu. Jones menemukan fakta mengejutkan bahwa setelah dipecat. Ketika keduanya meninggalkan restoran. Owen justru bercerita." kata Allman. Owen mengambil 57 .00 ia melangkah ke luar sendirian. Mereka pikir. Perkara Owen akhirnya sampai juga ke telinga Allman. Ia hampir selalu tidak ada di tempat pada saat dibutuhkan. Menurut para pekerja di Percy Street. wanita itu menampiknya dan tidak bercerita apa pun. Namun. tentang Owen. Perubahan drastis Owen baru menjadi masalah setelah berdampak pada pekerjaan. Owen berubah kira-kira sejak Oktober. Namun. Dari serangkaian informasi awal. sepotong besar tulang sumsum. Allman memecat Owen yang telah bekerja puluhan tahun tanpa masalah. sekitar pukul 18. Sepanjang ingatan. Para pekerja mengamati. Mata para pekerja baru benar-benar dibuat terbelalak ketika suatu kali mereka melihat Owen berdandan begitu rapi. Nona Bedford. Semula tidak ada yang menaruh perhatian soal itu. Menurut gosip. karena ia memiliki banyak uang untuk siapa pun yang tahu bagaimana menyenangkan hatinya. Para pekerja mulai berembuk untuk membicarakan ketidakberesan ini dan berencana melaporkannya kepada pemilik bangunan bila situasi itu terus berlanjut. mereka tidak ambil pusing. Ketika penelusuran dikembangkan ke Birkbeck Bank." kata Allman kepada polisi. Seorang saksi lain. tepatnya gosip. Bedford tidak menyangka.

Rasanya. hasil jerih payah menabung dan menghemat selama 25 tahun! Kelumpuhan sementara Karena semua dugaan mulai mengarah pada satu nama dan untuk memudahkan penyelidikan. tidak masuk akal kalau dia membuka pakaiannya di tengah suhu 5oC di bawah nol dalam keadaan jendela terbuka lebar. Polisi berusaha menyusun bukti-bukti yang memberatkan Arthur. Menurut catatan polisi. Agak sulit memastikan sudah berapa lama wanita itu terbujur kaku. jumlahnya kira-kira 800 pounds. Salah satunya ditukarkan untuk pembayaran satu setel 58 . Dalam penelusurannya. Pakaian korban sepanjang hari itu tergantung rapi di atas sebuah kursi dan sebuah kunci lemari makan ditemukan di dalam kantungnya. korban sudah tewas.Dalam kesaksiannya seorang kasir perempuan di Birkbeck Bank bilang. Greenhill Senior. Kasir itu sempat mengingatkan Owen agar berhati-hati. Apakah satu. polisi lalu menahan Arthur Greenhill. Wajah orang tua itu terlihat keras. dengan penampilan yang lebih mirip pengacara desa ketimbang pejabat penting di London. Ayahnya. setelah membuka pakaiannya saat itu. kematiannya pasti bukan karena kecelakaan. Pria berusia 28 tahun itu seharihari bekerja sebagai pelukis batu dan logam. karena tidak ditemukan uang sedikit pun di dalam kamar sang janda setelah peristiwa tragis itu." kata kasir yang tak disebut namanya itu. polisi malah menemukan dua nota bank yang telah dicairkan Arthur Greenhill pada pagi hari sebelum kematian itu terjadi. tapi mengiyakan. Kesaksian kasir itu mengejutkan. "Dia terlihat senang dan riang. pembawaannya sedikit kasar. Sayangnya. Dalam catatan forensik hanya dijelaskan. Memar di bagian belakang kepalanya sebenarnya tidak memberi efek serius. Pintu ruangan sedikit terbuka. Logat cockney-nya juga terdengar lucu. karena berniat pergi ke kota lain untuk tinggal bersama keponakannya." kata pria yang masih terus bertutur kepada Polly. dari hasil visum tidak ada perkembangan baru. Hakim juga tahu. Meski pekerja kasar. hingga bicaranya tergagap dan berulang kali memberi jawaban asal-asalan. dua. seorang hakim agung. Owen tewas akibat tidak segera mendapat pertolongan. Sementara jendela terbuka lebar dan salah satu teralisnya terputus. Arthur bersikap tidak menyenangkan bagi hakim wilayah dan kepolisian. Owen tertawa menanggapinya. atau mungkin 12 jam. Suatu hal yang sebenarnya dapat merugikan posisinya. keadaan di sekitar ruangan saat Charles Pitt pertama kali menemukan wanita malang itu. Namun. saat petugas kesehatan datang. tidak ada yang terlalu mencolok. dalam sidang pendahuluan. Polly cuma manggut-manggut. "Nyonya Owen pasti baru bersiap-siap akan tidur. Hanya saja. bertindak sebagai kuasa hukum. sambil bercerita bahwa ia perlu uang dalam jumlah besar. wajah Arthur tergolong tampan untuk ukuran pria kebanyakan. Ia menyatakan akan sangat berhati-hati dan tidak menghabiskan uangnya sesaat saja. seperti telah dibongkar paksa berulang-ulang layaknya modus perampokan. Semua sudut ruangan masih tampak rapi. Owen pernah menunjukkan kepadanya cek 827 pound atau senilai saldo rekening tabungannya. karena biasanya wanitawanita lanjut usia mudah pikun. Malah Owen sempat menuturkan niatnya untuk mengunjungi kantor pengacara untuk membuat sebuah surat wasiat. Namun.seluruh uang simpanannya dalam deposito. kecuali kelumpuhan sementara. Bisa jadi karena ia sangat gugup.

Polisi juga menemukan. Pipinya menghijau." Ya. Pada malam kejadian. Berulang kali ia menjilati bibirnya yang terasa kering. bahkan sempat berbicara dengan Arthur di sudut jalan Percy Street dan Tottenham Court Road. Setidaknya. mengapa ia harus mengambil uangnya cepat-cepat?" kata Greenhill berang. alibi tersangka hanya didukung seorang saksi yang merasa melihatnya pukul dua pagi. Owen berada di sana dan membuat surat wasiat yang menyatakan akan memberikan seluruh hartanya pada Arthur Greenhill jika ia meninggal. sebelum tak sadarkan diri. Dari sanalah Arthur tergoda mengambil seluruh uangnya. Siang sebelum kematiannya. keberadaan keponakan itu hanya diucapkan Arthur serta Owen melalui kesaksian kasir saja.00. "Bill". "Dia terlihat sangat khawatir sejak petang." sambung Arthur kepada polisi. pengakuan asal-asalan itu segera ditepis polisi. wanita itu memberinya 10 pounds yang dikatakannya sebagai ucapan terima kasih sambil mengatakan. Ketika mengantar wanita itu pada malam pembunuhan ke kamar. Tapi jika kau tidak suka. serta menikmati hari tua. "Aku menganggap kau seperti keponakanku. Owen tidak menuruti semua kemauan Arthur.pakaian pria di West Ebd Clothiers Company dan yang lainnya di sebuah kantor pos di Oxford Street. Arthur hanya bisa mendengar semua kesaksian yang mengarah ke dirinya dengan wajah pucat pasi. Sementara ini. Dugaan polisi semakin kuat bahwa janda itu memang dibunuh. kata polisi. tersangka juga mengaku sempat mengencani Owen dan mengantar ke tempat tinggalnya. Sebelum pulang. setelah dirampok saat hendak bersiap tidur. "Jika memang seluruh hartanya akan diberikan kepada Arthur. Saksi yang dikenal sebagai pemabuk itu mengaku bertemu. Belakangan. karena ia merupakan orang terdekat korban dan paling sering berkeliaran di pagi hari. pendapat itu disanggah Greenhill Senior. Nama itu muncul dari mulut Arthur. 59 . Namun. Tapi ketika saya meninggalkannya. polisi tidak ingin percaya begitu saja. Bedford Row. dia sudah sedikit gembira. Sayangnya. sekitar pukul 02. karena Arthur tidak bisa menyebutkan lebih jauh tentang silsilah keluarga ibunya dan hubungannya dengan korban. Arthur menyatakan dirinya memang dekat dengan Owen karena janda itu masih saudara jauh ibunya. Arthur panik akan keputusan itu dan merasa harus mendapatkan uang itu secepatnya. Pada saat kejadian. kredibilitas kesaksian penting itu tak cukup membantu. Arthur mendekati dan mengencani Owen untuk kesenangan materi sesaat saja. ayah Arthur. termasuk rencana Owen untuk tinggal bersamanya. karena saksi dianggap tak sadar sepenuhnya. mungkin karena keponakannya itu. Arthur menjadi tersangka utama. bahkan bersikeras pindah ke luar kota untuk tinggal bersama keponakannya. Arthur memukulnya dengan sebuah besi lalu mengambil uangnya. Meski pengakuan tentang keponakan Owen mirip dengan kesaksian kasir Birkbeck Bank. aku masih bisa menganggap Bill demikian. Sedangkan saksi-saksi lain yang kebanyakan pekerja di Percy Street tidak pernah mendengar soal keluarga jauh itu. yang menuduh polisi tidak jeli terhadap fakta yang ada. hakim agung Greenhill Senior memiliki sebuah kantor kecil di John Street. Entah. Tinggal dengan keponakan Dalam pengakuannya. Namun. Polisi tetap pada dugaan sementara.

Untuk sejenak. "Aku senang mendengarmu mengatakannya terbunuh. Pria itu tersenyum. Membiarkan jendela terbuka lebar agar terkesan telah terjadi perampokan. Merasa dikasari." "Ya. Ia memaksa janda itu untuk menyerahkan uang depositonya. Aku tahu banyak orang yang menganggapnya sebagai kasus bunuh diri biasa atau kecelakaan. Tubuhnya perlahan di sandaran kursi. Segala penuturannya masuk akal dan cocok dengan semua catatannya. 60 . ia ada di sebuah tempat tak jauh dari rumahnya. Pria itu menghela napas. Owen berontak. sembari beranjak. aku pikir semua itu karena uang. hingga akhirnya Owen merasa simpanannya di bank tidak aman." katanya. itulah yang membuatnya menangis dan terlihat oleh Nona Bedford. Ia pun menghibur diri dengan bepergian bersama Arthur ke teater. lalu menariknya. Alis Polly mengernyit. karena pada saat wanita itu dibunuh. Ia pun mengambil uang yang ada di laci lemari. Setidaknya. Polly hanya bisa tertegun menyaksikannya. Saat itulah secara refleks ia memukulkan besi siku ke belakang kepala dan membuat wanita itu terjatuh. Namun. di sisi lain ia justru merasa tengah berada di puncak penyelidikannya tentang pembunuhan Nyonya Owen. Sebuah jawaban yang agak mengejutkan Polly. Membereskan dan mengurus pekerjaan pagi itu. Senyum misterius mengembang dari mulutnya." tambahnya. Saksi dan bukti yang ada memang tidak terlalu memberatkannya. hari sudah hampir pagi." kata pria itu santai.Pembunuhnya merapikan ruangan Tak terasa sudah hampir satu jam Polly menyimak kata-kata pria itu tanpa rasa bosan sedikit pun. mengucapkan salam perpisahan. Jadi menurutmu. si tersangka tunggal. pada tengah hari. "Namun pria itu begitu kecewa setelah tahu Owen akan mewariskan seluruh hartanya ke Arthur Greenhill. "Seorang keluarga dekat bisa saja mengunjunginya di luar. mengapa polisi masih belum bertindak tegas terhadap Arthur. Pembunuh itu berinisiatif menggantikan tugas Owen dan seakan-akan mengajak semua orang melupakan keberadaannya. dan melangkah santai. Ada saksi yang melihatnya. Ketika akan melangkah ke luar. kira-kira bagaimana pembunuh itu melakukannya?" pancing Polly. tanpa diketahui para pekerja di Percy Street. keponakannya mendatangi Owen. "Keponakan itu tahu tentang keberadaan uang Owen di bank. "Satu pertanyaan terakhir. kini ia paham. "Pada tengah hari?" "Setiap pukul delapan tiga puluh setiap paginya. Arthur hingga saat ini belum terbukti membunuh. Tapi. Semua tampak wajar kan?" kata pria misterius itu lagi. apa kau juga mempercayai keberadaan keponakan lelaki wanita tua itu?" "Mengapa harus menyangsikannya?" balas pria itu cepat. analisis Polly. Dia lalu datang dan menerornya. Siang itu keduanya bertengkar." Setelah Arthur pulang. Tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang tidak beres pada pria yang belum lagi ia ketahui namanya itu.

Memang bukan salah Anda. Alamatnya diketik rapi. George jadi penjudi. "Anda kelihatan pucat. Tiga belas nama "Bu Quirk!" Teriakan Fendley membuat Quirk bak kena setrum. Tangan wanita kurus dengan rambut keriting tipis berwarna kelabu itu lalu mendorong kacamata bacanya yang melorot. "Saya betul-betul prihatin. Saya sudah sering memperingatkan. Ia menarik napas lega ketika menemukan surat yang baru saja diremas Quirk. seakan-akan sedang memberi tahu anak idiot. "Anda 'kan sekretaris yang baik. asuransi jiwanya tidak bisa menutup semua utang kalian. Siapa tahu warga negara baik itu sedang menghadapi masalah. Tumpukan lain berada di dasar tempat sampah. saya akan menyerahkan surat-surat utang George kepada Anda. yang fotonya tergantung di dinding."Terima kasih atas kisahmu. "Bu Quirk. Sayang. Surat semacam itu sudah sering dilihatnya selama 30 tahun menjadi sekretaris di Sekolah Menengah Umum Endicott. . Anda tidak apa-apa 'kan? Bekerja untuk membayar utangutang George mungkin terlalu berat buat Anda. Wajahnya memperlihatkan keprihatinan." Diolok-olok dan diintimidasi seperti itu. Saya bukan ingin menakut-nakuti. Dengan sebal diremasnya surat itu. (Kisah rekaan/Baroness Orczy/Tj) 09. sedang memeluk bahu Harry Fendley. Jangan pernah membuang surat sebelum saya membacanya.. Satu berada di tengah meja Harry Fendley. tetapi tidak ada nama pengirimnya. Kalian berdua kurang melihat masa depan sih. tolong jangan buang surat-surat dari para pemilih saya. lalu kembali melanjutkan langkahnya. Kenapa Anda begitu keras kepala? Tiga setengah hektar tanah terlalu berat untuk diurus seorang janda seperti Anda. Fendley sendiri kemudian mengalihkan perhatiannya pada surat yang baru saja 61 . terdiri atas tagihan dan pemberitahuan lelang. seperti dua ulat sedang berciuman. setengah mengejek. Biar saja Harry kecewa berat karena merasa tidak diundang. tidak peduli dari orang sinting sekalipun.. Kenapa tidak Anda serahkan saja rumah dan tanah itu kepada saya? Sebagai gantinya.. sret. sebelum ia pensiun musim semi lalu. Dahinya berkerut ketika melihat surat terakhir. tetapi sebaiknya jangan sendirian di sana. Dengan cepat terbentuk dua tumpukan.. berupa beberapa selebaran serta undangan ke acara jamuan makan malam yang diadakan seorang anggota Kongres. KORBAN KE 13 Sret. karena perutnya yang sebesar gentong itu tertekan. pluk! Jari-jari Adelia Quirk bergerak gesit menyortir surat-surat yang datang pagi itu. Tersenyum sejenak." kata Fendley. "Bu Quirk. sementara alis matanya bertemu di atas hidung. Bu Quirk." Harry Fendley. Bu Quirk cuma bisa menyumpah dalam hati." Fendley menggeleng-gelengkan kepalanya. Jantungnya serasa berhenti beberapa detik." imbuh Fendley. menggali keranjang sampah dengan terengah-engah. ketua Dewan Pengawas Daerah dan tokoh politik setempat. . Bill!" Pria itu menoleh. tapi dia tidak mau mendengarkan. pikir Bu Quirk puas. lalu dilemparkannya ke tempat sampah.

Fendley.diselamatkannya dari tempat sampah. Ia tahu. Dari tiga bidang tanah yang dimiliki perorangan itu. Rayuan pedagang mobil Bu Quirk sendiri tak punya banyak teman. tanah Bu Quirk paling bagus. Matanya bergerak mengikuti beberapa baris. 62 . "Bu Quirk. Mereka selalu memberinya selai buatan sendiri yang tidak jelas selai apa. Bu Adelia! Kita harus berbagi keberuntungan dengan teman-teman kita. musuh-musuh pribadi serta bekas sekretaris bosnya itu. selalu memperlakukan Quirk. pedagang mobil bekas yang pandai merayu itu menawarkan pekerjaan sekretaris. Anda tahu apa yang Anda buang?" Fendley lalu membacakan isi surat itu: "Jangan anggap enteng. seakan-akan dia bibi mereka yang eksentrik. Kirim juga pada James Hollingshead.. Kirim salinannya sebanyak 13 pucuk dalam waktu lima hari . karena ia tak banyak menyukai orang. Di seberang tanah keluarga Anderson terdapat Sungai Wooten." tegas Fendley menyorongkan kertas itu ke sekretarisnya. keju kambing. Surat ini dapat membawa keberuntungan besar atau sebaliknya. Tetangganya yang lain." "Lawan Anda pada pemilihan yang lalu?" "Betul... Bu Quirk merasa Fendley mempunyai rencana atas tanah dan rumahnya. Fendley betul-betul menjijikkan. walikota kita.. Hanya para tetangganya yang kadang-kadang memberi perhatian. Pastikan juga jatah Leroy Jacobs dan istrinya. Begitu pun sebaliknya. ketimun yang diolah entah bagaimana caranya. tetangga Bu Quirk yang memiliki 1. tidak pernah kebanjiran dan berpemandangan indah. sesulit menjauhkan anak-anak anjing yang selalu melibat di sekitar kaki. Mereka sulit ditolak kedatangannya. Letaknya tinggi di atas punggung bukit yang indah. bukan agar ia dapat membayar utang George. "Kirim satu pada Robert Barnes.. Tapi untuk membujuknya agar mau melepas tanah warisan sebagai penebus utang. Namun. Suami-istri Anderson. yang isinya mungkin saja peta survei tanah." "Tapi itu 'kan surat berantai. Tanah keluarga Efferson berbatasan dengan Sungai Chicasaw yang memisahkan tanah mereka dari hutan nasional. lalu mereka beri nama "acar". yang kedengaran cuma suara kresek . Inc. Evelyn . Bu Quirk pernah melihat wakil dari Brooks Brothers datang ke kantor Fendley membawa tabung-tabung cetak biru. yang dikenal sebagai tukang caplok tanah." potong Bu Quirk.. tinggal di lahan yang ditumbuhi pohon pinus seluas 2 ha dan sering kebanjiran. "Buatkan 13 salinannya. Lalu di sebelahnya ada tanah luas tak berpenghuni yang berseberangan dengan jalan bebas hambatan. Di belakang tanah milik Bu Quirk dan tetangga-tetangganya terdapat hutan sepanjang beberapa kilometer.. musibah besar bagi Anda. milik Acme Paper. kresek. Ia mencoba mendapat informasi dengan menempelkan telinganya ke pintu ruang kerja Fendley.24 ha tanah berhutan di antara tanahnya dan Red Mound National Forest misalnya." Bu Quirk mencatat nama-nama lawan politik. Fendley pasti sudah mengantisipasi ulah sekretaris usilnya dengan memasang peredam suara. keluarga Efferson. lalu memandang Bu Quirk dengan senyum senang..

setiap kali Leroy pergi bekerja. Bu Quirk berjanji. Bu Quirk tahu." "Leroy tidak menunggu polisi datang. Fendley bisa memegang surat-surat utang yang ditandatangani George di hadapan sejumlah saksi. Itu sebabnya. Leroy memang sengaja menembaknya!" Tulalit. Padahal. Ketinggalan berita Adelia Quirk memandang langit yang menaungi kota berpenduduk 25. kecelakaan itu mungkin disebabkan rem minivan itu blong. Walaupun sudah mengenakan mantel wol tebal. Namun Quirk lega. Lalu dengan suara berubah lunak ia berkata. Kriiing!!! Tiba-tiba telepon berdering. Dia menembak Evelyn dan salesman asuransi yang tidur dengan istrinya itu." sambung Quirk. Fendley sendiri tidak secara langsung terlibat dalam permainan judi itu. kali ini ia tidak bisa menghindar dari hukum alam. Tapi ia juga tahu. setiap Rabu malam George bukannya pergi ke persekutuan doa seperti yang dikatakannya. ia meninggal dunia di tempat.. peristiwa itu masih terbayang di benak Bu Quirk. ya? Itu sih bukan kecelakaan. seusai pemakaman. secara hukum Fendley tidak bisa mengambil rumahnya begitu saja. Bayangkan. Polisi sendiri bilang. Sampai malam." 63 . Leroy tiba-tiba kembali. Dengan sebal Bu Quirk mengangkat benda yang membuyarkan lamunannya itu. Rupanya.. "Halo. "Ia menembak dirinya sendiri. Lincoln yang dikemudikan James Hollingshead. Saat itulah Quirk menyaksikan tabrakan hebat antara sebuah minivan cokelat dan sedan Lincoln. si bos makin giat menyuruhnya membeli koran ke seberang kantor. si pengemudi minivan.Fendley di mata Bu Quirk tak beda dengan ular. walaupun ia menganggap mereka bukan manusia baik." "Jangan ceritakan apa yang dikatakan Leroy saat ia ditahan . Tadi pagi. sudah bertahun-tahun Hollingshead mengabaikan peraturan lalulintas tanpa pernah dihukum." katanya tanpa semangat. Virginia. melainkan berjudi. suhu dingin bisa memperparah penyakit artritisnya. tak jauh dari lampu merah. menurut hukum ia wajib membayar utang George. Kedua korban kecelakaan dikenalnya dengan baik. walikota Endicott. Dalam hati. "Menembak siapa?" "Evelyn. Sejak cuaca memburuk beberapa hari lalu dan musim gugur hendak beranjak ke musim dingin." Virginia memotong. berarti ia tak harus bercerita tentang tabrakan mobil yang menimpa walikota. "Kamu pasti mau membicarakan kecelakaan itu. akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan. agar tanah warisan George tidak jatuh ke tangan orang busuk seperti Harry Fendley. "Kecelakaan apa? Oh.000 jiwa itu dari depan pintu kantornya. Sebagai walikota. Bersama Robert Barnes. saat itu sedang ngebut. orang asuransi itu datang. setelah tahu yang menelepon ternyata iparnya. Namun.. toh angin tetap saja menyusup. maksudmu yang menimpa suami-istri Jacobs. ia baru tahu kalau selama bebeberapa minggu terakhir.

" Bu Quirk meletakkan telepon dengan marah. Tapi kalau bukan lantaran surat berantai. waktu bertemu di kapsalon bilang. Mungkinkah hal ini terjadi secara kebetulan? Mengirimkan surat berantai kepada seseorang mestinya tidak akan membuat si penerima meninggal. ada cacat hukum dalam jual-beli tanah itu 60 tahun lalu. si pengendara malah ikut kena setrum. ber-ganti nama menjadi Acme Paper. Mereka membenarkan. 64 . "Hah? Kapan?" "Aduuuh. Keluarga Efferson kemudian menawarkan sedikit uang dengan imbalan persoalan diselesaikan . ya." Quirk ingat. 60 tahun lalu menjual tanahnya pada sebuah perusahaan penebangan kayu. waktu sekelompok petugas survei dari perusahaan kayu mengukur melewati pagar belakang. Lehernya patah.. pembayaran terhenti setengah jalan. setelah selesai berbicara dengan Virginia.. petani tua bekas pemilik tanah mereka. perusahaan penebangan kayu itu hidup lagi. Anak Frieda Wilson yang bekerja di pengadilan. mengapa orang-orang itu meninggal? Tiba-tiba Quirk teringat pada penjualan mobil Fendley yang belakangan meningkat pesat. Quirk menelepon keluarga Efferson. karena si loper salah lempar. kapan keluarga Efferson akan pindah?" "Keluarga Efferson? Mereka tidak mau menjual tanahnya. koran pagi Fendley basah tak bisa dibaca setelah dipakai melindungi kepala dari hujan. Ia merasa seperti sedang naik pesawat yang tiba-tiba oleng. "Oh. sekaligus gagal menyelamatkan nyawa sang anggota dewan.." Penasaran.Bu Quirk mendengarkan cerita Virginia sambil memandang jauh ke langit-langit. Namun. Namun. karena kesulitan uang. terjatuh dari salah satu kudanya.." lanjut iparnya. "Mandornya menunjukkan gambar yang membuat perut saya mual . "Saya mulai curiga beberapa bulan lalu." cerita Gary Efferson. Kena setrum Keesokan harinya.. ketika tukang pos memberi tahu. Seorang pengendara mobil yang kebetulan lewat bermaksud menolongnya. 'Kan ada di koran pagi ini. korban-korban meninggal dalam beberapa hari terakhir adalah orang-orang yang terdapat dalam daftar surat berantai Fendley. Belakangan. maksudku menelepon kamu sebenarnya ingin menanyakan. Adelia. Bu Quirk sadar. anggota dewan kotapraja yang bertugas menyusun perundang-undangan tewas kena setrum saat membetulkan antena TV tadi pagi. Petani itu lalu mengambil kembali tanahnya tanpa meluruskan hak kepemilikannya di pengadilan.. Clarion Herald mendarat di kubangan air di halaman rumahnya. kok. perasaan Bu Quirk makin tak keruan. dalam keadaan mabuk. Sedangkan korannya. Kamu betul-betul tidak menaruh perhatian pada sekelilingmu. Mengapa begitu banyak orang mati hari ini? "Dan Johnny Hovatter. "Kapan kamu tahu ada yang tidak beres?" tanya Quirk.

Apakah nasib sial memang bisa berpindah ke orang-orang yang dikirimi surat berantai oleh Fendley? "Fendley. yang tiba-tiba saja menyerobot masuk kamar kerja bosnya. Gabrukk! Dalam 24 jam berikutnya. Alih-alih menjawab. "Anda tahu ada lowongan sekretaris di sini?" tanya si wanita." Dengan mata sama sekali tidak memperlihatkan kepikunan. Katanya. restoran Emilio terbakar. Ia mendapati empat dari tujuh korban tercatat dalam daftar. Bu Quirk sadar. "Bu Quirk. Bu Quirk berada di ruang duduk rumahnya sambil minum bercangkir-cangkir teh. di dalam sedang banyak orang makan. Tapi bagaimana cara menghentikannya? Tinggal dua nyawa Esok paginya. Bu Quirk menatap tajam. Bu Quirk meninggalkan kantor sambil membawa sebuah kotak berisi barang-barang pribadinya. Banyak orang meninggal. entah akibat surat berantai atau ulah Fendley sendiri." bilang Quirk. dan bekas sekretaris Fendley. "Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi." "Ah. Bu Quirk 65 . Malam kemarin. Tujuh. Kini total korban. entah oleh siapa." "Bu Quirk. tanpa mengucapkan salam kepada lawan bicaranya. Coleen mengakhiri ceritanya dengan menangis terisak-isak. saya tidak tahu bagaimana mengatakannya. "Bertindak apa?" tanyanya. Fendley. Malam hari sering kelihatan orang gentayangan di luar rumah." "Maksud saya. Ketika penyiar teve menyebutkan namanama korban. Tiba-tiba saja Coleen Anderson meneleponnya. Tangannya yang lain menenteng pot berisi tanaman geranium. Bu Quirk mengambil daftar penerima surat berantai yang dikirimkannya atas perintah Fendley.Sulit dipercaya. itu 'kan cuma kebetulan." sebut Fendley dengan mata berbinar-binar. kita punya masalah besar. Dalam perjalanan keluar ia berpapasan dengan seorang wanita seksi berambut pirang. dekat jalan bebas hambatan. tujuh orang meninggal. Anda sakit? Saya sudah berbicara dengan adik Anda beberapa waktu lalu dan dia juga khawatir. Fendley melotot dan menaruh telepon buru-buru. Bu Quirk mendengar kabar. keserakahan Harry Fendley-lah biang keladi semua malapetaka ini. mencapai sebelas orang. Restoran itu tempat makan favorit di Endicott. Tinggal dua nama dalam daftar yang masih hidup. tiga anjingnya tewas disembelih di halaman. sudah sebulan ini ia sering menerima telepon gelap yang kian menakutkan. Fendley tiba-tiba menjadi orang paling mujur di tengah berbagai kemalangan yang menimpa orang lain. "Fendley. Saat api berkecamuk. Beberapa menit setelah percakapan tadi. lalu pergi ke Hartley dan McLean Auto Sales yang terletak di tempat strategis. setiap hari selalu ada orang meninggal. Api meminta tujuh korban. sesama pedagang mobil. Dengan tergesagesa Bu Quirk menyambar tas dan mantelnya. Quirk malah menjatuhkan pot geranium ke kaki si wanita. orang-orang yang Anda kirimi surat berantai. tapi cobalah bertindak!" Alis mata Fendley merayap naik. Yakni John McLean.

" ucapnya sembari 66 . Sekretaris saya membuangnya.. Fendley. ia cuma menyia-nyiakan waktu. Anda patut mendapat Oscar. Quirk meninggalkan ruangan." Tanpa basa-basi lagi. apa yang harus saya lakukan? Mengirim 13 surat lagi?" tanyanya. saya tidak tahu lelucon apa yang dirancangnya. "Yang saya lakukan?" Fendley membuka pintu sebuah lemari. Bu Quirk tahu. saya ingat menerima surat semacam itu. Mengapa jawaban itu tidak terpikir olehnya? Bagaimana kalau 13 orang itu mengirimkannya kepada 13 orang lain. Di dalamnya tertempel sehelai poster yang ditulisi huruf besar-besar. "Dua belas tewas. " Kamu akan mati. Apakah semuanya akan mati tiba-tiba juga? McLean tergelak-gelak." balas Bu Quirk cepat. Dipandanginya "karyanya" itu dengan puas." Bu Quirk melihat nama terakhir yang belum dicoret: Becky Ward. "Anda lebih menakutkan daripada kepala sekolah. Quirk. Quirk. "Terkutuk." McLean tertawa. "Bagaimana dengan Becky?" Fendley mengangkat bahu. "Ya. Dada Bu Quirk sesak. Apa yang sebenarnya telah Anda lakukan?" Rasanya ingin ia menampar Fendley. Air mukanya berubah dari terkejut menjadi tidak percaya. Saya juga ingin tahu kenapa begitu manjur ." Senyum Fendley berubah kejam dan mata sipitnya bertambah sipit berpayung alis tebal. Anda bertanggung jawab atas semua ini. Quirk langsung kabur tanpa menengok. Seorang salesman yang sedang lewat di depan pintu berteriak. "Beri tahu Fendley. Jadi. begitu seterusnya. "Becky kurang menghormati saya ketika ia bekerja di sini.menemukan McLean sedang melempari poster kampanye Fendley dengan baut di ruang kerjanya. nama 13 orang yang dikirimi surat berantai. tetapi dia memilih orang yang tepat untuk memerankannya... Tapi ia bisa mendengar dengan sangat jelas suara keras yang timbul saat tengkorak McLean menghajar sudut lemari file. kecuali kamu segera bertindak. "Ada perlu apa?" sambungnya. Dia tak ingin menyaksikan gaya Mc-Lean tertawa. "Bu Quirk! Saya kira Anda sudah meninggal!" "Dan kamu masih tetap berandal kecil yang seminggu sekali dikirim ke kepala sekolah untuk disabet." McLean duduk membisu ketika Bu Quirk menceritakan apa yang terjadi. "Cuma ini. Berbalik sasaran Fendley menahan senyum ketika bertemu dengan Bu Quirk lagi di kantornya.

mendelik dengan sikap mengancam. Quirk merasa kepalanya melayang. Untunglah telepon berdering, sehingga perhatiannya mengarah pada gagang telepon. "Bilang pada anggota Kongres itu, aku akan meneleponnya beberapa menit lagi," jawab Fendley kepada seseorang di seberang sana. "Beri tahu Haroldson perihal kemajuan yang sudah Anda peroleh untuk mendapat tanah-tanah kami," pancing Quirk. "Kok Anda tahu?" "Teman saya Gary Efferson pelahap berita finansial. Ia membaca bahwa istri Haroldson mendapat posisi menentukan di Acme Paper. Istri Haroldson juga yang mengepalai perusahaan pembangunan perumahan, perusahaan yang dipimpin suaminya sebelum terpilih menjadi anggota Kongres. Tanah keluarga Anderson, Efferson, dan saya, jadi penghalang untuk membangun jalan bebas hambatan. Kalau Anda memperoleh tanah kami, jarak dari Acme Land ke kota besar cuma 45 menit, harga tanah Acme Land pun akan melonjak." Merasa mendapat angin, Quirk melanjutkan, "Anggota Kongres itu membayar Anda cukup besar untuk membeli tanah dan menjualnya langsung ke Acme, tetapi Anda serakah. Anda ingin mendapat tanah kami tanpa keluar banyak uang, kalau perlu gratis." "Hampir betul," jawab Fendley. "Sebenarnya, ini saran Haroldson. George suami Anda sudah mulai kalah berjudi sebelum saya mengikat janji dengan Haroldson. Sayang, ia keburu mati sebelum menyerahkan tanahnya. Kini sudah terlambat bagi Anda dan siapa pun untuk bertindak," Fendley tertawa geli. "Asal tahu saja, saya sudah minta adik Anda mengajukan permohonan ke pengadilan, agar Anda dinyatakan tidak waras." Diancam begitu, Quirk malah tersenyum. "Maaf, ada yang lupa saya poskan," kata Quirk kepada si pirang, penggantinya di kantor Fendley. Ia segera mengambil surat berantai ketiga belas dari laci, lalu memasukkannya ke tas. Ya, surat ketiga belas yang tak terkirimkan mestinya berbalik menyerang si pengirim. Beberapa waktu kemudian, dia mendengar ada kegaduhan di kantor Fendley. "Korban ketiga belas sudah jatuh. George pasti senang, tanahnya tak jadi terjual," bisik Quirk pelan. (Kisah Rekaan/Vickie Dubois/HI)

10. CINCIN BERLIAN MEMECAH KEBUNTUAN
Hari sudah beranjak siang, tapi lampu teras sebuah rumah di Jln. Mawar Jingga itu masih menyala. Pintu dan jendela ruang utama pun tertutup rapat. "Bukankah dia ada job hari Minggu ini!" kata Suwarto dalam hati. "Apa ketiduran ya?" "Mas, bangun, Mas, sudah siang!" untuk kesekian kalinya Suwarto, sopir seorang perancang busana terkenal itu berteriak memanggil si empunya rumah. Tapi tetap saja tak ada jawaban. Dia mencoba mengintip lewat lubang kunci, tapi pandangannya terhalang anak kunci yang menempel di tempatnya. Penasaran, Suwarto menyusuri samping rumah. Didapatinya daun jendela kaca ruang tamu sudah renggang dan tak terkunci.

67

Perasaan Suwarto makin tak enak. Dia nekat masuk ke ruang tamu lewat jendela itu. Ruang berkarpet biru itu gelap. Sreeek, sopir tua itu menyibakkan gorden jendela dan .... Suwarto nyaris menjerit melihat sesosok tubuh tertelungkup tak bergerak di lantai. Kondisi ruangan itu tampak berantakan. Meja tamu terbalik, pecahan kaca bertebaran di mana-mana. Vas kristal dan sejumlah pajangan pecah belah hancur berkeping-keping. Cukup lama Suwarto terdiam, tak tahu harus berbuat apa, sebelum akhirnya mengabarkan kejadian yang baru dilihatnya itu kepada majikannya, Priyo Harsono, si perancang terkenal itu. Sosok itu ternyata tubuh Irvan, seorang model yang sedang naik daun. Jejak di bawah jendela Sejam kemudian Iptu Yudha Prawira beserta anak buahnya tiba di tempat kejadian perkara. Disusul sejumlah paramedis pimpinan dr. Aswin Chaniago, ahli forensik. Mereka langsung meneliti korban dan memeriksa tempat kejadian. Saat ditemukan, korban masih berpakaian lengkap, berbaju tangan panjang kotak-kotak yang digulung sebatas siku, dipadukan dengan celana jins dan sepatu kulit merek terkenal. Sepertinya Irvan baru pulang dari bepergian. "Melihat kondisi tubuh korban yang kaku dan darahnya mulai mengering, saya perkirakan dia meninggal sebelum tengah malam. Tengkorak belakangnya pecah," kata dr. Aswin kepada Iptu Yudha Prawira. Tampak darah mengalir dari kepala hingga ke telinga dan pipi kiri korban, menggenangi karpet. Sebagian sudah membeku. Darah itu berasal dari kepala bagian belakang sebelah kiri. Pada tulang tengkoraknya terdapat lubang berbentuk segitiga sedalam 3 cm. Mayat itu dikenali sebagai Irvan Lesmana. Perjaka berusia 24 tahun, berkulit kuning langsat, dan bertinggi 175 cm itu tengah bersinar di dunia cat walk. "Menurut Dokter, luka di kepala ini karena apa?" tanya Iptu Yudha. "Akibat benturan. Korban kelihatannya terkena tendangan atau pukulan keras dari si penyerang," sambung dr. Aswin sambil menunjukkan luka memar di dada korban dan rahang kanannya. "Mungkin si penyerang jago beladiri. Sebelum jatuh ke lantai, kepala korban membentur ujung bufet, lalu mengenai meja kaca. Karena banyak darah yang keluar, korban akhirnya meninggal." Pada salah satu ujung bufet yang tajam itu memang ditemukan sedikit bercak darah yang sudah mengering. "Bagaimana dengan kemungkinan kecelakaan? Si penyerang hanya melakukan tindakan beladiri, misalnya," tanya Briptu Siswardoyo, anak buah Iptu Yudha Prawira. "Bisa saja. Tapi melihat pintu yang dikunci dari dalam, bukan tak mungkin pembunuhan ini sudah direncanakan," kali ini Yudha yang berteori. Sejenak ketiganya sibuk dengan pikiran masing-masing. Lalu Briptu Siswardoyo mendekati Iptu Yudha Prawira. "Saya menemukan ini, Komandan. Kayaknya bukan pecahan kaca, tapi batu permata," bisik Siswardoyo yang sebelumnya sempat mengumpulkan pecahan-pecahan kaca di atas karpet. "Betul, ini mungkin berlian. Di mana kamu temukan?" tanya Yudha. "Tak jauh dari lokasi korban terbaring," jawab Sis.
68

Sebelum memasukkan mayat ke dalam mobil jenazah, kedua petugas polisi itu memeriksa korban sekali lagi. Didapati korban tampak tidak memakai perhiasan apa pun. Namun, pada jempol kirinya terdapat tanda putih melingkar seperti bekas cincin. Lalu di bagian ruas jempol atasnya terlihat ada luka kecil. Yudha menduga, korban biasa memakai cincin di jempol kiri, seperti gaya anak muda masa kini. Cincin itu mungkin dilepas secara paksa oleh si pembunuh. Dari tuturan Suwarto, si pembunuh kelihatannya mengunci pintu dari dalam, lalu keluar lewat jendela samping ruang tamu yang tidak berteralis. Ini gaya lama pelaku kejahatan, agar korban tidak segera ditemukan orang lain. "Hari ini ada acara gladi resik pameran busana rancangan saya. Irvan salah satu model dan peragawannya. Namun, sampai siang hari dia tidak juga muncul. Teleponnya juga tidak diangkat-angkat. Saya jadi khawatir. Karena itu, saya lantas menyuruh Suwarto untuk mengecek dan menjemputnya," jelas Priyo Harsono, si perancang busana, majikan Suwarto. "Sudah lama Irvan bekerja dengan Anda?" selidik Yudha. "Kira-kira setahun lebih. Kematiannya merupakan kehilangan besar buat saya," jawab Priyo. Yudha kemudian membawa Suwarto untuk melakukan rekonstruksi penemuan mayat. Ketika sampai di dekat jendela tempat Suwarto masuk, Yudha berhenti sejenak. Pada lantai semen di bawah jendela terlihat bekas tapak sepatu bersol karet. Sepertinya, lantai semen itu belum kering ketika diinjak. Mungkinkah itu jejak kaki tersangka? Tamu berjaket hitam Sore harinya, ketika masih berada di rumah korban, Yudha melihat empat orang berwajah lugu mendatangi rumah itu. "Bapak-bapak ini siapa?" tanya Yudha dengan nada sopan. "Saya Rahmat, dan mereka kawan-kawan saya. Kami ini tukang yang sedang merenovasi rumah ini, Pak," ujar lelaki bertubuh tinggi kurus, mewakili teman-temannya. "Kok sore begini baru datang?" tanya Briptu Sis. "Hari ini sebenarnya kami libur. Kami datang cuma ingin minta gaji sama Mas Irvan," kata Rahmat. "Ooo, begitu." "Kemarin, sejak siang Mas Irvan pergi. Kami tunggu sampai jam enam sore, sambil bikin adukan untuk lantai garasi, dia enggak pulang juga." "Omong-omong, lantai garasinya kok tidak langsung ditutup keramik?" Yudha mengalihkan pembicaraan. "Belum, Pak. Ketika mau pulang kemarin, lantainya masih basah," jawab Rahmat. "Jam berapa persisnya kalian mulai menyemen?" "Kira-kira jam lima." "Kalau disemen jam lima, jam berapa keringnya?"

69

"Harusnya pagi sudah kering, asal malamnya tidak hujan." "Bagaimana kalau ada orang yang menginjaknya saat masih basah?" "Ya, amblas, Pak!" sahut Rahmat dengan logat khas Jawa Timurnya. Yudha lalu mengajak Rahmat pergi ke samping rumah Irvan. "Lihat bekas tapak sepatu ini. Kira-kira, kapan lantai sepatu ini diinjak?" "Mungkin tadi malam," kata Rahmat. "Kamu lihat perbedaan tapak kaki kanan dan kiri?" "Ya. Kayaknya cetakan kaki kanan lebih dalam dari yang kiri." Yudha diam sejenak. "Apakah ada tamu cacat atau kakinya pincang yang datang selama kalian merenovasi rumah ini?" "Rasanya tidak. Memangnya kenapa, Pak?" "Orang yang pincang atau cacat, misalnya kaki kiri lebih panjang dari yang kanan, sewaktu berjalan semua beban tubuhnya tertumpu pada kaki yang lebih pendek. Jadi, kaki kanan lebih menekan ke tanah, seperti terlihat di bekas tapak ini," jelas Yudha. Rahmat mengangguk-angguk. "Briptu Sis, di rumah ini Irvan tinggal sendirian?" "Tidak, Dan. Dia tinggal bersama seorang pembantu. Tapi sudah beberapa hari ini pembantunya pulang kampung." "Pak Rahmat, berapa tukang yang bekerja merenovasi rumah ini?" kata Yudha. "Semuanya ada lima, termasuk saya. Yang berdiri di sana itu, Soleh, Yono, dan Bagyo. Satu lagi, Rajiman sedang sakit." "Bisa kami menemui dia?" "Bisa, Pak. Rumahnya dekat sini, kok!" Iptu Yudha ditemani Briptu Sis, Rahmat, dan dua polisi berpakaian dinas segera beranjak pergi. Tak jauh dari rumah Irvan, ada gang kecil menuju perkampungan padat penduduk. Di sanalah letak rumah kontrakan Rajiman. "Firasat saya enggak enak, Dan," bisik Sis. Yang diajak bicara hanya menepuknepuk bahu Sis. Feeling Sis kali ini tampaknya benar. Di depan rumah Rajiman, mereka mendapati sepasang sepatu kain beralas karet yang dekil lantaran semen yang sudah mulai mengering. Yudha mengetuk pintu, sementara Sis bersiaga. Rajiman yang baru bangun tidur tampak tak menyangka tamunya adalah polisi. Dia mencoba kembali menutup pintu. Tapi Yudha dengan sigap bertindak. "Rajiman! Diam di tempat! Banyak yang harus
70

pak." Sejurus kemudian. Dari kejauhan. Saya tak sempat mengenalinya." "Orang berjaket hitam itu. siapa yang bayar gaji saya? Makanya saya ambil beberapa barang elektronik yang bisa dijual. "Ampun. lalu siapa?" "Ampun. mengunci pintu dari dalam dan keluar lewat jendela samping?" Rajiman mengangguk." "Kemudian kamu masuk?" "Betul." "Kamu yang membunuh Irvan dan merampok barang-barangnya?" tuding Yudha. Pak. "Ah. kemudian tertunduk diam. Saya sudah enggak punya duit. saya melihat seseorang keluar dari rumah itu dengan terburu-buru. Sungguh!" sambung Rajiman. Dia pasti mencuri sesuatu dari rumah Irvan. Pak. Pintunya sendiri ternyata tidak terkunci. karena dia langsung menyetop taksi." tegas Rajiman. kacanya pecah. tapi dia enggak bergerak. "Saya menceritakan yang sebenarnya." protes Briptu Sis. tapi tidak ada jawaban. "Kalau bukan kamu. Rajiman 'kan tidak pincang." "Lalu?" "Saya ketuk pintu. laki-laki atau perempuan?" "Kurang jelas. Saya tidak bohong. taksi warna biru 'kan banyak!" 71 . Meja terbalik. suasananya berantakan sekali. "Memang. tangan anak buah Rahmat itu sudah masuk jepitan borgol." "Akhirnya kamu memutuskan untuk mencuri? Tega betul kamu!" "Saya kekepet. Bukan saya yang membunuh. Kalau Mas Irvan mati. Pak. "Kamu juga yang mengambil cincin berlian Irvan?" "Cincin? Seingat saya. sekitar jam sepuluh saya memang ke rumah Mas Irvan. tapi berat badannya bertumpu pada kaki kanan. Saya kaget bukan main. biru. Mas Irvan sendiri tertelungkup di dekat bufet. Saya hanya ingat warnanya. Pak. malam itu Mas Irvan tidak memakai perhiasan. karena dia membawa sesuatu di tangan kanannya. begitu mereka tiba di ruang interogasi." "Ingat nomor polisi taksinya?" "Tidak. dan beling ada di mana-mana. mau minta gaji. Saya goyang-goyangkan badannya. Mungkin orang berjaket itu yang mengambilnya. Tadi malam. "Tapi Komandan." "Lalu kamu matikan lampu.kamu jelaskan pada kami di kantor polisi nanti. Pak." jawab Rajiman. Pak.

mereka hanya mendapat dua nama wanita yang belakangan dekat dengan pria ganteng itu.. Tubuh bintang iklan sampo itu sungguh atletis." Wajah Andrini tampak memerah. Ada urusan yang tak bisa saya ceritakan kepada Anda!" Yudha dan Sis tertegun. atau . pertanyaan terakhir." jawabnya ketus. "Saya memang tidak di rumah sejak jam dua siang. janda berumur 40-an tahun. wanita ayu itu tampak shock. Tak banyak yang bisa dikorek dari direktris ketus ini. Anda sangat kecewa ketika tahu Irvan akan menikah dengan Melani Febri." "Oke. "Ini juga urusan pribadi.." kata Yudha.Yudha dan Sis seperti kehabisan kata-kata." sambung Sis." komentar Sis. "Anda mengenal Irvan dengan baik. direktur utama sebuah pabrik minuman suplemen. Pekarangan rumah Melani tampak luas.. "Kabarnya juga.. Siapa sebenarnya orang berjaket hitam yang meninggalkan rumah Irvan? Atau. Setelah berbasa-basi. sudah punya calon istri.. dalam perjalanan menuju rumah Melani. kalau kamu jadi Irvan. mungkin kamu lebih playboy dari dia. "Aku berani bertaruh. Melani Febri." "Cuma sebatas hubungan kerja. Yang pertama Dra.?" "Atau apa?" "Maaf. Yudha dan Sis langsung menanyai Melani soal calon suaminya itu. Kulitnya yang hitam manis menambah cantik penampilan model yang tengah menanjak kariernya itu. Melani?" 72 . ini cuma akal-akalan Rajiman! Punya banyak pacar Hari-hari berikutnya cukup membuat Yudha dan Sis frustrasi. Ketika tahu Irvan meninggal. "Saya kira itu urusan pribadi saya. Dia bintang iklan produk saya. Di dekat garasi ada lapangan bulu tangkis yang cukup terawat. dari obrolan dengan beberapa orang di kantin kantor ini. Dari teman-teman Irvan. Melani sendiri baru berusia 23 tahun. Anda berada di mana?" tanya Yudha. Nyaris tak ada perkembangan berarti dari kasus yang sedang mereka tangani. masih juga selingkuh dengan tante-tante. Saya tidak akan menjawabnya. Karena itu. "Anda sudah lama kenal Irvan?" "Lumayan lama. Sabtu lalu saat Irvan meninggal. Andrini. saya dengar Anda punya hubungan khusus dengan . mereka akhirnya memutuskan mendatangi wanita kedua yang disebut-sebut sebagai pacar sekaligus calon istri Irvan. "Wah. Kalau boleh tahu.

selalu menghindar. orangnya sedikit tertutup dan susah ditebak. apa artinya. tapi sampai malam enggak ada kabar. Kadang terlihat seperti menyimpan masalah. 73 . saya tetap yakin. tapi setiap ditanya. semua prasangka itu salah. "Kabarnya." Jawaban Melani membuat Yudha bak berada di persimpangan jalan." "Kamu tahu Irvan punya wanita idaman lain?" "Pernah dengar." "Membunuh Irvan?" "Sudahlah. semua itu gosip." "Prasangka bahwa Irvan itu seorang playboy?" "Ya. Sabtu lalu. laporan itu juga menyebut." tutur Melani tanpa bisa melanjutkan kata-katanya.."Hmm. hubungan kalian tidak direstui keluarga Anda?" "Ya. "Maksud Komandan?" "Mereka bilang. Tahu-tahu. "Ingat cerita Andrini dan Melani tentang cincin emas bermata berlian milik Irvan?" sambung Yudha. "Rio yang tergila-gila pada Irvan mungkin kecewa begitu tahu 'pacarnya' berencana menikah dengan Melani. Selain memastikan bahwa penggumpalan darah di otak sebagai penyebab kematian Irvan." "Masuk akal juga!" seru Yudha. Salah satunya. Polisi dengan jam terbang tinggi dalam menangani kasus-kasus pembunuhan ini menyadari. dia seorang biseksual?" tegas Sis. dia janji mau mengantar saya jalan-jalan ke mal. cincin yang hilang itu kado dari Rio. Jika seseorang memberi kamu cincin berlian." "Bagaimana kalau ternyata benar?" "Keluarga saya akan membunuhnya. Tapi pada dasarnya dia orang baik. Lalu dia bermaksud mengambil kembali cincin berlian itu.. saat Irvan berulang tahun beberapa bulan sebelum peristiwa ini. Apalagi setelah datang laporan terakhir dari Briptu Ikhsan.. lelaki ganteng itu sering disodomi. persoalannya ternyata tak sesederhana seperti yang dibayangkan sebelumnya. Sis?" Briptu Sis tersenyum penuh arti. saya mendapat kabar . tapi saya menganggap itu cuma gosip. Tapi kami bertekad membuktikan. "Jadi.

" seru Rio sembari menyodorkan sebuah kartu nama. Yudha tersenyum kecut. "Rio biasa mabuk di sini?" selidik Yudha. dia sih jarang mabuk. Model yang dimaksud Sayoga pasti Irvan Lesmana. Yudha masih belum memperoleh bukti-bukti yang langsung mengarah pada tersangka. model ganteng yang sedang naik daun. Dua hari kemudian." Iptu Yudha membuka percakapan. ketika berbicara.Mabuk-mabukan di klub Tanpa membuang waktu. "Kok sepi. Anda ada di mana?" "Di klub. Nama Rio sering disebut-sebut Priyo Harsono. Dari luar Klub Malam "S" yang disebut Rio tampak sepi. Sudah seminggu ini saya tidak ketemu dia. Kalau enggak percaya. Anda pernah berselisih paham dengan almarhum?" "Pertengkaran serius." jawab Rio dengan suara agak serak. Robert Taylor. tuh. "Oh. meninggalkan Yudha dan Sis yang diam terbengong. ya. "Anda sudah mendengar berita kematian Irvan. Katanya. baru kali ini duo polisi itu berniat menanyainya. menyadari mereka ternyata masuk ke tempat gaulnya kaum gay. Rio yang tinggal di sebuah kawasan elite berperawakan tinggi. "Sebagai manajer. "Komandan. "Tapi Rio 'kan sudah punya anak dan istri?" "Bapak kayak enggak tahu aja. Tapi ternyata di dalamnya lumayan ramai. anak dan istri saya sedang di rumah mertua. Semua pengunjungnya laki-laki. Mungkin sibuk ngurus pacarnya. bahkan terkesan kemayu. dengan kumis tipis. dia sedang punya persoalan dengan gebetan barunya. Komandan. sebelum ngeloyor pergi. "Wah. saat kematian Irvan." terang Sayoga. "Mereka bahkan mabukmabukan sampai pagi. Sudah dua perusahaan "taksi biru" yang memberi keterangan. Yudha dan Sis tancap gas ke rumah Rio Titan. Namun. manajer klub malam itu membenarkan Rio dan kawan-kawannya pada Sabtu malam lalu memang berkumpul di klub malamnya. Orang-orang di sini semuanya mirip Rio. Katanya sih mau ditinggal kawin. Sayoga. Setahu saya. Mengingatkan pada bintang pop Hollywood tahun lima puluhan. tanya aja manajer klubnya." ujar Briptu Ikhsan. Tapi. suaranya sangat lembut. maupun Melani." sahut Sayoga manja. dia masih menunggu informasi dari beberapa perusahaan taksi yang dihubunginya beberapa hari lalu." bisik Sis. mau memberi kabar siang ini." jawab Rio datar. 74 . rasanya belum pernah. Namun. tepat sembilan hari setelah kematian Irvan Lesmana. sepertinya kita salah masuk. 'kan?" "Kasihan anak itu. yang tidak lain adalah manajer Irvan. "Masih ada satu lagi." Yudha manggut-manggut." ada nada cemburu dari getar suara Rio. "Ya. Andrini. berkulit bersih.

(Kisah rekaan/Riady B. Cincin ini saya berikan pada Irvan beberapa bulan lalu. Jeruk Nipis. "Dia bisa olahraga beladiri?" "Istri saya pelatih taekwondo. penumpangnya perempuan berbadan besar. Menurut sopirnya. "Saya menemukan ini di kotak perhiasan Maharani. Matanya tampak mulai basah. Rumahnya besar. Apalagi Rio sampai memberikan cincin semahal itu pada Irvan. Sis yang ikut mendengarkan dari telepon lain kontan tersentak. Sis?" "Cuma ada satu pohon sawo kecik di perumahan mewah itu." urai Supangat. Sekali lagi Yudha dan Sis saling berpandangan. sopir taksi. Setelah itu." tegas Sis. Sebelum berbicara." cerita Rio akhirnya. Komandan!" "Kamu yakin." akunya. Belum sempat Yudha menjawab. Dan?" tanya Sis. "Sepertinya." ujar Yudha tanpa tedeng aling-aling. mereka menjemput Maharani. Supangat. Santosa) 75 . "Jam dan tempatnya juga pas. "Itu 'kan rumahnya Rio Titan. "Saya marah melihat hubungan mereka yang tidak normal. Mulanya dia menyangkal membunuh Irvan. memakai celana jins dan jaket hitam. direktur operasi perusahaan taksi "TS" menelepon. di depannya ada pohon sawo kecik. Yudha menutup gagang telepon. "Pak Rio! Kami baru mau ke rumah Anda. Bersama dua mobil patroli. Ir. Mawar Jingga dan turun di Jln. Bustaman. Wajah Rio tampak pucat. Dia naik dari Jln. dengan satu berlian terlepas dari tempatnya?" tegas Sis. entah mengapa bisa berada di tangan istri saya. "Cincin bermata tiga. napasnya tersengalsengal. wanita galak itu akhirnya takluk. "Ke rumah Rio. seorang lelaki tampak tergopoh-gopoh menghampiri keduanya. Tapi setelah didesak dengan kesaksian Rajiman." terang Supangat.00. sekitar pukul 12. sempat terpancar keraguan di matanya. kami mempunyai data penumpang yang cocok dengan gambaran Anda. dia memberi isyarat pada Sis. Rio mengangguk. Rambutnya dipotong model laki-laki. dan barang bukti cincin bermata berlian." Yudha dan Sis saling berpandangan. "Apakah istri Anda bertubuh besar dengan potongan rambut mirip laki-laki?" Lagi-lagi Rio mengangguk.Siangnya.

Di depannya berdiri seorang tamu tak diundang. tiga bulan. Namun. Dia hampir tak percaya. Bukan kali itu saja Noelleen disakiti dan dilecehkan si pencuri. setelah si lelaki menyela dengan kasar. Mata. Tiga jam rasanya bak tiga hari. Membiarkan kamu melenggang santai ke kantor polisi. Noelleen merasa peluang hidupnya tak sebesar beberapa jam sebelumnya. sembari memamerkan bola matanya yang nanar. MASA LALU TEREKAM DI KUKU Malam belum terlalu larut.. terlebih pikirannya mulai lelah lantaran stres.. sambil mengacungkan-acungkan pistol dan borgol?" seru si pencuri. Seraya berdesah pada diri sendiri.11. dia tak berhenti memohon pada si pencuri . baru saja lolos dari lonceng kematian. Wajahnya begitu tegang dan ketakutan. menabrak sofa. Noelleen Greenwood yang tengah sendirian di rumah justru merasakan hal sebaliknya. Aku percaya. seraya menambahkan. matanya seperti tak pernah berhenti menatapku. Inikah akhir karier cemerlangnya sebagai ilmuwan? "Mestinya tidak. sebelum akhirnya jatuh ke lantai. "Cukup! Aku tidak pernah menerima saran. "Firasatku mengatakan. menarik napas saja ia harus berjuang keras. Noelleen menghabiskan waktu berjam-jam di atas ranjang. Dia akhirnya pergi. istri Roger Franklin itu hanya bisa termangu di lantai. Lalu polisi-polisi keparat itu datang menjemputku. Meski sebelumnya Noelleen berkali-kali mengungkapkan kekhawatirannya. Aku belum dan tidak akan pernah mati dengan cara seperti ini. Pekerjaan seperti ini tak pantas buat orang seperti .." jerit hati kecilnya. persoalan ini masih jauh dari selesai. tangan kekar sang maling melayang keras ke wajah Noelleen. melakoni drama yang tak kunjung usai. termasuk mencabut nyawa orang tak berdosa. pencuri yang diyakini Noelleen tega berbuat apa saja. Sejujurnya.yang menerobos rumah tanpa topeng maupun senjata agar tidak bertindak lebih kejam. "Aku merasa. yang tak bisa menerima perlakuan semena-mena terhadap istrinya." kata-kata Noellen tak berlanjut. aku akan melepas kamu begitu saja. jika kasus pencurian itu harus dilaporkan ke polisi.. yang belakangan diketahui gemar melakukan pencurian dengan kekerasan. Itu pun berkat dorongan kuat Roger. Bung. dia tak mendengar lagi bentakan-bentakan menyakitkan itu bersamaan dengan lenyapnya tubuh sang pencuri sadis di tengah kegelapan malam. Noelleen tak kuasa menjawab. Beberapa menit lamanya. apalagi saran perempuan pesakitan!" Usai membentak. "Kamu pikir. Saat para tetangga bercengkerama dengan keluarga di rumah masing-masing. Noelleen hendak bergerak mencari pertolongan. Perlahan Noelleen berusaha melunakkan hati pria yang telah mencuri barang-barang berharga dan menyekapnya sejak tiga jam lalu itu. Drama yang dampaknya pasti akan terus membekas sepanjang hidup Noelleen. "Terima kasih Tuhan. Si pencuri sadis lenyap? Berkali-kali Noelleen menarik napas panjang.. terutama terhadap kaum hawa." ucap Noelleen. Baru setelah kepercayaan dirinya pulih. wanita periang itu berinisiatif mendatangi kantor polisi. Anda orang pintar. "Maaf... tapi badannya terlalu lunglai." 76 . Sampai akhirnya. Wanita yang lebih banyak menghabiskan waktu di labolatorium itu langsung limbung. dia ada di mana-mana. telinganya. Matanya . bahkan tiga tahun. Jangankan bercengkerama. Bebas dengan jaminan Esoknya.

Dia ilmuwan yang tak hanya disegani. "Setiap kali berada di belakang kemudi."Tapi kalau kamu tidak melapor. Tawaran posisi wakil presiden dari sebuah perusahaan bioteknologi terkemuka di California. 77 .. Noelleen sudah bergegas keluar laboratorium. sobat karibnya di kantor. Apalagi keterangan yang disampaikan Noelleen begitu lengkap. "Sumpah." "He-eh. mereka semua begitu geram ketika tahu pengadilan membebaskan Strappa dengan jaminan! Kegeraman yang sangat beralasan. meninggalkan sahabatnya ngoceh sendirian. mataku enggak pernah bisa lepas dari spion. yang datang beberapa hari lalu rasanya sayang dilewatkan. Takut kalau-kalau Strappa menguntit. Hatinya selalu waswas. pencuri "langganan" hotel prodeo yang digambarkan polisi sebagai pria canggung. Strappa yang sudah berulang kali melakukan kejahatan serupa dikenai hukuman setimpal. wanita berotak encer itu seperti tak pernah bisa lagi menikmati hidup. karena setelah mendapat kesempatan menghirup udara segar.. Noelleen dan suaminya punya harapan besar. Roger menyambut baik keputusan Noelleen pindah ke California. Namanya Julio Strappa (30 tahun).. Strappa langsung menghilang. Aku merasa. Itu sebabnya." "Nic. pihak kepolisian. berarti memberi peluang maling nekad itu melakukan kejahatan yang sama terhadap orang lain. Sesampai di rumah." Belum habis kalimat Nicole. Jangan cuma gara-gara Strappa dan putusan pengadilan yang ngaco itu . untuk kemudian menjalani kehidupan "normal" di California. serta berdarah dingin. laporan pasangan suami-istri itu cepat mendapat tanggapan. Pasangan itu bahkan berencana menjual rumah besar mereka. Di kantor polisi. polisi bisa mengidentifikasi sang maling. Strappa terus mengintai dan mengintai. Berdasarkan proses pemeriksaan pendahuluan di pengadilan. dan jaksa wilayah sepakat. Strappa memang penjahat yang sangat berbahaya. bagaimana jika aku pindah ke California?" "Kalau itu bisa menjauhkan kamu dari bayang-bayang Strappa. bukan orang sembarangan. "Tahun 60-an. malam nanti dia dan Roger harus segera membuat keputusan. "Kok bisa sekhawatir itu?" sahut Nicole sekenanya. kenapa ragu? Ingat Noelleen." tegas Roger. menggantinya dengan bungalow di Del Mar. Noelleen. putri tunggal Sidney Greenwood. Berbulan-bulan setelah Strappa kabur. penjahat yang harusnya dipenjara bertahuntahun kok malah bebas berkeliaran di jalan. Orang yang paling dirugikan atas keputusan pengadilan itu tentu saja Noelleen Greenwood. Noelleen berjanji dalam hati. dan bisa melepas bayang-bayang Strappa? Disayang sejawat Noelleen. Aku juga enggak habis pikir." curhat Noelleen pada Nicole. Tanpa kesulitan berarti. Orang-orang di pengadilan betul-betul bikin sebal. penyendiri. masa depan kamu masih panjang. tapi juga dicintai teman-teman sejawat. Akankah Noelleen tenggelam pada aktivitas di kantor barunya.

suatu hari di bulan Agustus 1985. Di perusahaannya yang lama.walau masih kanak-kanak. Jari luluh lantak Sampai akhirnya. muka Nicole pasti sedang ditekuk. di tangan Noelleen." Roger sekilas melirik Noelleen yang mulai ramai cekikikan di depan gagang telepon. Pencapaian yang sayangnya dinodai trauma kejahatan Strappa. jalan-jalan dong ke California. Sedangkan suaminya sukses membangun bisnis modifikasi mobil. sebuah "ilmu baru" saat itu. Lelaki yang sangat mencintai istrinya itu maklum." jawab Noelleen akhirnya. "Aneh. teknologi DNA masih sangat rumit. 'kan?" suara Nicole dari balik gagang telepon. Noelleen juga dianggap sebagai perintis penggunaan DNA. DNA forensik cita-cita Noelleen itu sering juga disebut sidik jari genetik. sehingga menunjukkan lusinan kesamaan. bahkan diakui sebagai salah satu peneliti terkemuka bidang biokimia. Noelleen langsung mendapat tempat istimewa dalam bidang analisis DNA. Noelleen sudah mengutarakan niatnya tinggal di Amerika. Noelleen biasanya memberi kabar jika tak masuk kantor. "Baguslah. polisi jadi makin gampang menekuk penjahat. "Maksudmu Strappa?" balas Noelleen. sehingga tak banyak ahli yang menguasainya. "Kami sudah telepon ke rumah. Dengan basis data itu. Soalnya. Nic." cerita staf 78 . Amerika itu surga buat ahli biokimia. jika sudah kopi darat dan kopi udara dengan sobat-sobat akrabnya." cerita Sidney soal pentingnya penelitian DNA buat umat manusia. Noelleen sempat ditunjuk menjadi senior executive. Tapi aku kangen nih. rekan-rekan kerjanya sepakat menghubungi Roger. kamu sudah bisa melupakan orang gila itu. Berbekal kepintarannya. Karena sampai siang belum ada berita keberadaan Noelleen. cemberut. Sayangnya. Namun. sebangga-bangganya. "Omong-omong. khususnya berkaitan dengan pengembangan forensik dan alat pencari jejak. Puncak karier Noelleen tentu saja ketika dia menerima tawaran bekerja sebagai wakil presiden sebuah perusahaan biokimia di California. selain jarang absen. Selama di Amerika Serikat. tapi tidak diangkat-angkat. saat itu (tahun 1985). sang penjahat pun tak bisa mungkir. Noelleen membayangkan. Noelleen kadang suka "lupa diri". di lubuk hati yang paling dalam dia bersyukur. kini pelan-pelan mulai kembali lagi. Noelleen juga sempat memenangkan sejumlah penghargaan. "Terus terang. Jangan ngendon di rumah terus. siapa lagi?" sergah Nicole." cerita Sidney bangga. Noelleen tidak masuk kantor. menggabungkan teknik pemisahan. plus khawatir. Cukup mencocokkan DNA tersangka dengan fakta di tempat kejadian perkara. "La iya. Kemampuan itu menjadikannya seribu kali lebih efektif dibandingkan dengan teknik sidik jari tradisional. masalah teknis seberat itu bisa jadi begitu ringan. serta kemampuan membaca keseluruhan rantai DNA. Kata dia. agar suatu saat bisa digunakan sebagai basis data kepolisian di seluruh dunia. Para sejawatnya merasa heran. keceriaan yang beberapa bulan terakhir hilang dari istrinya. Selain punya keluarga bahagia dan karier bagus. enam bulan di sini aku merasa jauh lebih tenang. penyusunan. Noelleen memang kerap membuat Sidney bangga. terdengar khawatir." "Makanya.

"Aneh. "Tapi setidaknya. Semoga Noelleen baik-baik saja. "Tak ada yang tahu nomor polisinya?" tanya detektif lain. Roger memutuskan pulang. "Kelihatannya. harusnya dia menelepon." 79 ." seru seorang detektif dari kantor kepolisian San Diego. lalu menyimpannya di tempat yang aman di ruang bawah tanah. sebagian kulit itu milik pelaku. Namun. Betapa shock dia. Apakah lelaki yang beberapa bulan terakhir ini menghantui Noelleen. polisi sendiri tak tahu apa yang bisa diperbuat dengan sampel itu. Beberapa saat kemudian. Strappa menyangkal terlibat dalam pembunuhan. Pak Sidney. pembunuh Noellleen tidak akan pernah ditemukan." seorang detektif memberi tahu Roger. karena tidak ada sesuatu yang mencolok dari pengendara maupun mobilnya. "Para tetangga bilang. Siapa tahu." Tim penyidik sendiri sempat bergidik saat melihat kondisi jari tangan korban yang nyaris luluh lantak." sebut seorang detektif. menyegelnya.Noelleen. lelaki sadis itu bisa dipenjara lebih dari 20 tahun." harap Roger lebih pada dirinya sendiri. Tubuhnya penuh memar." jelas Roger. Julio Strappa kembali beraksi? Setidaknya. Sayangnya. Harapan yang akhirnya hanya tinggal harapan. Kalau sakit. seperti kasus pencurian dengan kekerasan terhadap korban yang sama enam bulan lalu. Strappalah pembunuh sejati Noelleen. Dalam sekejap. petugas mengambil sampel serpihan kulit yang tertinggal di bawah kuku. Teknologi berbasis DNA yang dirintis Noelleen dan kawan-kawan saat itu masih sangat prematur. Tapi mereka sama sekali tak curiga. kami sudah berusaha menjerat Strappa. "Strappa? Orang itu hampir membuat saya gila. terutama bagian di sekitar kuku. Terbukti. "Sampai saat ini belum ada yang tahu. Bahkan para ahli biokimia di tempat Noelleen bekerja pun tak tahu harus bagaimana. Namun. meski berada di sekitar San Diego pada saat kematian Noelleen. Jika terbukti." keluh Sidney Greenwood. begitulah yang dipikirkan polisi. Dia bahkan memiliki saksi yang menguatkan alibinya. Sama seperti korban-korban pembunuhan lain yang tidak diketahui pelakunya. di sisi lain tak ada saksi-saksi dan bukti forensik yang bisa digunakan untuk menyudutkan Strappa. sedangkan di leher terlihat beberapa bekas cekikan. Polisi akhirnya hanya mengumpulkan barang-barang bukti itu. Sama sekali tidak ada tanda-tanda dia sakit. polisi berdatangan. kali ini pun Strappa bakal kembali bebas. istri Anda melakukan perlawanan sengit sebelum dibunuh. polisi San Diego dan San Fransisco berhasil menemukan dan menahan Julio Strappa. Atau. mereka melihat sebuah mobil sewaan berukuran kecil diparkir di seberang jalan pada saat pembunuhan. Tampaknya. hanya dalam bilangan jam. ketika menemukan istrinya telah terbujur kaku di halaman belakang. "Firasatku enggak enak. Tak lama setelah berbicara di telepon. Noelleen yang periang dan belum genap berusia 35 tahun telah terbunuh secara mengenaskan. Di satu sisi polisi yakin. tak kalah bingung. memang bukan Strappa pelakunya? Pembunuh tak ditemukan "Sepertinya. Kami pun tidak akan pernah menutup kasus ini.

pembunuh putriku adalah orang yang telah lama mengincar nyawanya." Tertunda 15 tahun Hebatnya. "Tapi polisi yakin. dia selalu berusaha menegakkan keadilan. Roger sebagai korban lain dari kejahatan yang dilakukan pembunuh Noelleen. Belakangan aku tahu. Strappa memang dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara enam tahun. hidup tenang di San Fransisco." Bertahun-tahun Sidney. ketika sebagian besar penegak hukum. Ia menekuni arsip dan barang bukti kasus pembunuhan Noelleen. Komentar serupa datang dari Dan Kacian. Si detektif cuma bisa membisu seribu bahasa. Belakangan. Walaupun begitu. Syukurlah akhirnya dia bisa membangun hidupnya kembali. arwah Noelleen bak bangkit kembali menerangi kiprah para polisi. dia meraih gagang telepon dan menghubungi Sidney Greenwood. Sebagai peneliti DNA dia percaya." Heilig melenguh sekeras lembu. lewat detektif muda nan enerjik (perempuan pula). Aku nyaris putus asa. "Karena sepanjang hidupnya. emosi Heilig tergerak. Sempat terlintas. mungkin Roger yang membunuh Noelleen. 80 . Tak lama kemudian. Itu sebabnya. Noelleen seharusnya mendapat keadilan yang lebih baik dari yang didapatnya sekarang. dengan sadar dia melakukan perlawanan. "Dia perempuan luar biasa. "Sekali lagi. "Wanita ini betul-betul luar biasa. Meski untuk itu. dan sejumlah kerabat serta kolega Noelleen menyimpan tanda tanya besar tentang siapa sebenarnya pembunuh sang wanita cendekia itu. Strappa penjahat licik yang sulit ditangkap. Saat sadar bahwa Noelleen tengah merintis penelitian tentang DNA di saat menjelang kematiannya. agar tersedia cukup barang bukti untuk menggiring Strappa ke penjara. Sidney merasa. Hhughh. Dan yang paling penting. Tidak adil bila dia tidak memperoleh keadilan. 'kan?" cecar Sidney. dia yakin suatu saat penelitian yang pernah dirintisnya akan membuahkan hasil. Dia juga tahu. tak ada kejahatan abadi di muka Bumi. Niat orang jahat itu cuma satu. berkarier di bidang analisis keuangan. Roger sendiri akhirnya menikah kembali dan memiliki dua anak. dan teman sejawat Noelleen mulai putus asa. Mungkin jauh lebih berat dari aku. "Berbagai pikiran berkecamuk dalam benakku. Bukankah 90% pembunuhan di lingkungan keluarga dilakukan oleh orang terdekat?" sebut Sidney. Lima belas tahun kemudian. Tapi kami bisa memasukkan dia ke penjara atas pasal-pasal pencurian dan tindak kekerasan. kerabat." janji sang detektif. karena tak tahu mana yang harus dipercaya. Laura Heilig. pembunuhnya tetap tak bisa ditemukan. membunuh. Apalagi sebagai pengumpul materi." "Menuduh Roger sebagai pembunuh Noelleen sungguh sebuah ide gila. Kacian. selama beberapa tahun Roger sempat putus asa berat. "Noelleen" sendiri ternyata tak pernah menyerah. pikiran-pikiran dan teori-teori tentang siapa sebenarnya pembunuh Noelleen tetap menggangguku. Noelleen bisa disebut sangat berhasil. Aku menganggap. setelah serangkaian persidangan tingkat banding. Namun. butuh waktu belasan tahun."Kami menyesal tidak dapat menuntutnya atas tuduhan pembunuhan." imbuh kakek yang kini berusia hampir 90 tahun itu. rekan kerja Noelleen di Gen-Probe. tiga tahun kemudian dia bebas.

polisi berhasil menelurkan profil atau skema DNA utuh. Namun. seperti kebanyakan polisi generasi terkini San Diego. kini kita bisa melangkah lebih maju. arwahnya akan menyaksikan sendiri. arwahnya seperti menginspirasi saya. tak terdengar suara apa pun di seberang sana. "Kabar baik. saya yakin dengan sedikit pendekatan ilmiah." "Lewat proses pemisahan DNA?" "Anda tahu juga?" "Dulu Noelleen suka bercerita. berita ini bisa sedikit melegakan hati Anda. Ada kabar apa detektif? Maaf kalau saya lupa nama Anda. Kali ini. Noelleen telah menunggu 15 tahun untuk mendapat keadilan yang pernah kita janjikan. Dia sangat mencintai DNA-nya. seraya menampilkan 15 tanda kesamaan dengan sampel DNA dari darah Julio Strappa. Keadilan memang cuma soal waktu!" (Kisah nyata/Rahartati Bambang Haryo) 81 . Dia telah merintis banyak penelitian tentang DNA." "Saya Heilig. Nak. Tanpa sadar. Kakek yang tinggal di rumah besar milik Nolleen itu tampaknya tengah jatuh dalam lamunan. Heilig tersenyum lebar. "Mari kita jemput pembunuh yang hilang itu di apartemennya. meyakini banyak kasus bisa dipecahkan dengan pendekatan science. detektif Heilig. Pak. saya jadi merasa sangat mengenal putri Anda. Saya sebenarnya enggan bilang ini. banyak sekali polisi yang menelepon ke sini. dia belum benar-benar pergi meninggalkan kita." "Ooooh." "He-he-he. Barangkali itu sebabnya dia mengkhususkan diri pada kasus-kasus lawas yang dulu tak sempat terpecahkan."Apa kabar. Pak. Pak Greenwood?" sapa Heilig. Polisi yang masih duduk di sekolah menengah ketika Noelleen terbunuh itu. Putri Anda dengan cemerlang mengajari saya cara menangkap pembunuh keji yang telah merenggut nyawanya. Setelah membaca arsiparsip Nyonya Noelleen yang selama bertahun-tahun tersimpan rapi di ruang bawah tanah. tapi jujur saja." "Dan berkat proyeknya dulu. Strappa tak bisa lagi mengelak dari ancaman hukuman mati. Saya sangat mengaguminya. di situlah letak petunjuknya. sampel organik yang dulu diambil dari jari dan kuku putri Anda bisa menjadi petunjuk penting. Maklum. Setelah beberapa pekan bekerja keras. Dan saya rasa. kadang saya pun merasakan." "Pak Sidney. selama 15 tahun. Ada apa rupanya?" "Saya berharap. Heilig pun jadi ikut melamun." Heilig menunggu reaksi lebih lanjut dari Sidney. Misteri kematian Noelleen menjadi kasus lawas pertama di San Diego yang arsipnya dibuka kembali.

Ralph menaruh penanya di meja. sepertinya yakin ada konspirasi dari gerakan komunis tertentu. Ia benar-benar menyesali keteledorannya sehingga harus menikmati "sarapan pagi" dampratan bosnya. "Sepertinya. saya harus memecat kamu. "Kalau saya tidak bisa mempercayai kamu. Ruangan besar berukuran 10 x 8 m yang selalu tampak rapi itu merupakan tempat bekerja dan disebut kantor oleh Ralph. "Kenapa saya harus diganggu dengan persoalan-persoalan seperti ini?" Secarik kertas putih bergaris itu adalah surat dari salah seorang penggemar Ralph. Benar-benar ceroboh. Sedikit kasar. yang aku tidak mengerti. Setengah berlari ia menaiki tangga menuju ke ruang atas. Wajah si bos dilihatnya sudah tidak sedap dipandang mata. "Seseorang yang bernama K. Benar-benar aneh. Paman. saya hanya membalas surat-surat dengan pernyataanpernyataan biasa. "Sam! Kamu di situ? Cepat naik!" "Ya. Paman. bos besar dan satu-satunya di kantor itu. layaknya bawahan pada umumnya. Sampai-sampai ia mengajak makan malam segala. ketika tiba-tiba nada panggil dari interkom memecah keheningan ruang kerja Sam Gelderman.. Leghorn. Sebagai pengarang cerita-cerita kriminal. Paman. "Ada satu atau dua." 82 . Suara Ralph Gelderman. Tidak banyak. atau apalah namanya. Saya juga tidak tahu mengapa ada yang bernada negatif. SURAT BALASAN SALAH ALAMAT Tugas-tugas rutin pagi hari itu belum lagi selesai dikerjakan." kata Ralph sambil memandangi puluhan surat yang bertumpuk di hadapannya. "Sam. ia mengira aku sama dengan karakter yang aku ciptakan." Tak ada reaksi. Sifat orang tua itu memang tidak suka dibantah atau dipotong kalimatnya saat berbicara. kenapa ini bisa sampai di mejaku?" kata Ralph sambil melemparkan secarik kertas ke hadapan Sam. meski jumlahnya tidak terlalu banyak. Pada situasi seperti itu Sam hanya bisa berdiri mematung dan menunggu kalimat berikutnya dari Ralph.12. Suara yang terdengar amat tidak merdu. pikirnya. Ralph cuma membaca surat-surat yang berisi pujian-pujian saja dan salah satu tugas Sam adalah menyingkirkan surat yang isinya tidak mengenakkan. apalagi keluar lewat speaker dari alat yang terhitung kuno. Kali ini Sam lalai memisahkan surat yang satu ini. Ralph mendapat bermacam-macam surat dari pembacanya." kata Sam tergagap.. Sa. Masak sih mengurus surat-surat begini saja tidak becus. Namun." Sam beranjak dari meja kerjanya dengan langkah cekatan. cenderung kasar. "Apakah aku sering menerima surat-surat seperti ini?" Mata Ralph tiba-tiba mendelik. Apa kamu masih bisa dipercaya?" "Tentu saja.

Awalnya. Mulai dari akunting. Belakangan baru Sam sadar. Hubungan kekeluargaan itu kerap jadi beban. kadang Sam merenungi nasibnya yang harus mengabdi kepada Ralph. akan saya kerjakan. Ralph tentu jadi pemilik perusahaan sekaligus bendahara. Masih setengah tertunduk. editor. Aku ingin orang menghargai karyaku saja. serta tekanan-tekanan karena menjadi pekerja satu-satunya. agen. menggunakan wajah Sam yang memang sedikit mirip karena adanya hubungan keluarga. Dari penjualan yang tidak terlalu banyak itu." Sam mengangguk meminta diri. Bahkan. investasi. Jumlahnya ternyata lebih banyak daripada yang pernah ia kira. ia belum punya pekerjaan tetap. dijual di luar negeri. Ralph punya sifat sedikit berbeda. tugasnya sebagai "sekretaris" di sebuah perusahaan kecil milik pamannya itu benar-benar bikin bosan. Ingat! Harus dengan sopan. di kantor yang terasa begitu hening. bahkan hampir tidak pernah."Aku tidak mau melihat surat-surat seperti ini lagi. Sejauh ini. Penjualannya lumayan. Aku juga tidak mau bertemu dengan penulisnya. Tahu luar dalam Ralph Gelderman sebenarnya bukan penulis novel laris manis. karena Ralph selalu menolak. yaitu tidak menyukai ketenaran. "Aku tidak ingin orang mengenal sosokku. di samping rutinitas kerja selama bertahun-tahun. bahkan gagasannya sering diangkat ke layar lebar. dan aset-aset pamannya. investasinya terus meningkat secara perlahan tapi pasti. Ini tidak akan terjadi lagi. tentu begitu menyenangkan bagi Sam. dicetak ulang untuk jangka waktu lama. Pada saat-saat seperti itu. anak yatim kakak kandung Ralph. Namun yang menarik. hanya kesabaranlah yang membuatnya tetap bertahan. ia mengajak Sam. ada media memuat kisah tentang sosoknya.yang paling menyebalkan harus menampung omelan-omelan pamannya. Ditambah sedikit harta peninggalan ayahnya." "Bagus. Yang lebih menyenangkan lagi. korespondensi. data-data penerbitan. dan . foto pengarang yang selalu ada di sampul belakang buku-bukunya. Dibandingkan dengan pengarang-pengarang lain. tetapi juga harus berupa balasan pribadi. yang tak lain adalah pamannya sendiri. perundingan rutin dengan penerbit. jabatannya memungkinkan Sam mengetahui secara pasti perihal pendapatan. Jarang sekali. Maklum. Pekerjaan apa pun di kantor harus dikerjakannya sendirian. Sebuah sikap yang membuat Sam terkadang merasa bingung. Karya-karyanya mengalir lancar dan dapat diandalkan penerbit. Ia selalu bersembunyi dari publikasi. Paman. Kalau mau diambil sisi baiknya. Sam bisa hidup layak dengan istri dan anak perempuannya. Tapi ia termasuk penulis yang produktif. sekretaris. Kirim saja balasannya dengan sopan. sewaktu akuntan Ralph berhasil membujuknya untuk membentuk semacam perusahaan kecil yang mengurusi karya-karyanya. ia melangkah kembali ke ruangannya. untuk menduduki satusatunya jabatan di perusahaan itu. Saat membutuhkan orang kedua. 83 ." "Baik. Perubahan terjadi lima tahun lalu. gaji Sam boleh dibilang lumayan." begitu pendirian yang selalu diucapkan Ralph kepada orang-orang dekatnya. Buku-bukunya tidak ada yang terlalu sukses di pasaran dan mencetak banyak uang.

Ia bukan seorang raja tega yang bisa membunuh orang tanpa beban. Salah-salah malah bisa jadi korban pemerasan. dicuri di kantor pos. Ya. Tak ada yang bisa dilakukan. atau diserang virus yang sangat ganas... tapi jika di masa tuanya tiba-tiba ia menikah karena tergoda seorang wanita muda. Semakin panjang usia Ralph. Benih-benih paranoia Sam menghela napas. tentu warisannya bakal berkurang. Namun. Leghorn kembali dibacanya dengan cermat. begitulah Sam kerap berandai-andai. surat dari K. Setidaknya dalam sebulan Leghorn bisa mengirim dua sampai tiga surat dan ini sudah berjalan kurang lebih setahun terakhir. Untuk menyewa pembunuh bayaran pun tidak. cuma sebatas itu kemampuan Sam. Sesuai pesan Ralph. Sam memang hanya bisa berharap dan berharap. Ia juga tidak ahli membuat alibi palsu atau membunuh dengan tampak seperti kecelakaan atau bunuh diri. Surat-surat penggemar memang terkadang aneh.Sam mengetahui bahwa pewaris semua itu adalah ia sendiri! Soalnya. lebih sehat dari Sam yang 18 tahun lebih muda. pastilah berasal dari seorang paranoid. Hiiiy! Sam sebenarnya berpendapat. sehingga tidak akan menikmati harta itu. Seperti surat yang di tangannya saat itu. menghentakkan lamunan-lamunannya. orang-orang seperti itu tidak bakal bosan dan akan terus mengirim surat. ada pihak-pihak bawah tanah yang menyabot atau kecurigaan-kecurigaan aneh semacam itu. mereka mungkin mengira suratnya telah hilang. tentu jalan hidupnya akan lain. ia mulai memikirkan katakata balasannya di depan komputer pribadinya. Seandainya saja ia dapat menikmati semua warisan itu saat ini. Ralph masih melajang. pikirnya. mungkin ketegangan sebagai penggemar cerita-cerita spionaselah yang membuat Leghorn mengirimkan surat-surat seperti itu. meski berusia 60 tahun. Bahkan. karena selain tidak ada uang. Di ruangannya di lantai bawah apartemen di Upper East Side Manhattan. posisinya juga tidak akan menguntungkan kalau sampai terjadi sesuatu pada pamannya. ia tetap saja akan makin tua dan sakit-sakitan. Sam menulis balasan untuk Leghorn dengan kata-kata sesopan mungkin: 84 . Kalaupun umur Sam panjang. Ralph Gelderman masih sehat. Kisah-kisah spionase bisa jadi dapat menimbulkan paranoia. atau bosnya itu tertabrak mobil. memang hartanya bertambah. Dan ini bukan kiriman yang pertama. reaksi yang tepat untuk surat-surat macam ini adalah dengan tidak menjawabnya. untuk sementara. Sayangnya. celakanya. ia tidak tahu cara mendapatkan orang semacam itu. Masalahnya. Sam mencoba menganalisis. seandainya . Karena itu minimal balasan sebagai tanda terima harus dikirim. Dalam situasi seperti itu Sam sering berkhayal seandainya Tuhan mengambil jiwa pamannya dalam waktu dekat. karena jawaban apa pun tetap merupakan provokasi untuk tindakan selanjutnya. Tak ada gunanya meladeni orang-orang dengan kepribadian paranoid seperti itu. Karena dasarnya memang sudah paranoia. Atau bangunan roboh menimpa Ralph. Seandainya. Sebagai ahli waris tunggal. Ada satu hal yang membuat Sam gundah.

semakin senang ia membalasnya. sebenarnya ia harapkan terjadi terhadap pamannya. terlintas kata-kata itu di benak Sam. Semakin keras dan ngawur surat para penggemar yang paranoia itu. dengan sangat menyesal. kasar. Degup jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. terbersit sebuah skenario. Mungkinkah ini adalah jalannya? Mendadak. Namun sayang sekali. yaitu memainkan kata-kata halus. Dengan hormat. hingga benar-benar yakin kata-katanya sudah cukup menggugah amarah Leghorn. bahkan mungkin menyebabkan kematian! Sesuatu yang jauh di lubuk hati Sam. Taktik yang sama mungkin dapat digunakan pada surat-surat lain yang datang. meracau tak keruan juntrungannya. Mungkin dapat mengakibatkan kecelakaan-kecelakaan kecil. karena tampaknya sudah jelas bahwa kecurigaan Anda mengenai kegiatan konspirasi sama sekali tidak berdasar. Soal pertemuan makan malam dan lain sebagainya. bisa-bisa malah fatal. jarijari tangan Sam yang sigap bergerak cepat. Orang-orang semacam itu mungkin akan bertindak menurut kemauannya sendiri. Toh Leghorn tetap menjadi kasus yang terbaik. Mengapa tidak? Toh. bahwa anggapannya tentang konspirasi komunis konyol ternyata "benar". setidaknya ada enam orang masuk golongan paranoia dan diperlakukan seperti itu. Sam sekarang boleh dibilang memiliki hobi baru. Sam kembali membacanya. seperti biasanya. Dari puluhan penggemar Ralph. Tanda tangan asli Dua tahun sudah skenario jahat Sam itu berjalan dan semua tampak baik-baik saja. Belakangan malah sudah mulai dihiasi nada-nada ancaman. Untuk meyakinkan ia membacanya lagi berulang kali. kini Sam bisa tersenyum puas. saya tidak dapat bertemu dengan Tuan karena kesibukan pekerjaan. bahkan dengan kegilaannya. Seorang paranoia pasti bereaksi atau paling tidak akan kaget jika membacanya. "awas 85 . Sam merasa telah menyusun kata-kata itu sebaik-baiknya. tapi menusuk. Bagaimana Anda bisa berpikir seperti itu? Kalimat itu cukup singkat. Jika Leghorn penasaran dan menulis lagi. Tolong Anda tidak perlu membuang-buang waktu dengan meminta hal ini berulang kali. Ralph akan menandatangani surat balasan itu tanpa membacanya. Hmmm. Tentu saja tidak ada yang dapat memperkirakan apa yang akan terjadi. Bahkan kini sasarannya tidak hanya Leghorn. F-a-t-a-l! Ya. Tetapi biasanya tak lama kemudian datang lagi surat Leghorn dengan kata-kata yang. pakai sedikit olok-olok pula. mungkin si gila itu sudah lelah bermain-main. berulang kali. tidak ada yang tahu. Sam akan membalasnya kembali dengan nada yang sama.Yang Terhormat Tuan Leghorn. karena ia tidak ingin ada dampaknya di kemudian hari bila kalimat-kalimatnya itu disalahartikan. Lalu. Sam berpikir. fatal! Dalam kekosongan pikiran. Ia mengganti kata-kata surat balasan yang telah disusunnya. seolah tanpa kendali. Ada saat-saat tertentu ketika sampai sebulan penuh tidak ada respons apa pun dari orang itu. Dan itu semua di luar kendali saya. bahkan mengira pikiran paranoidnya soal konspirasi konyol itu benar-benar ada. Senang sekali saya dapat menerima surat dari Tuan. Seperti biasanya. seiring kedipan kursor di layar komputer. Dalam otak Sam. Bila Leghorn merasa mendapat angin. Ia berusaha menciptakan kesan terbaik. Leghorn akan merasa sangat benci kepada Ralph. sebenarnya tidak perlu ditanyakan lagi.

"Padahal aku sudah berusaha mengingatkan pamanku agar berhati-hati dengan orang-orang paranoid seperti itu. Dia datang dan membuat kekacauan? Bahkan membunuh?" "Wah. Sam mengangkatnya. "ingat suatu hari nanti!" Meski ada perasaan khawatir. karena Ralph tidak menggunakan stempel tanda tangan. Tapi tetap saja dia nekat mengirim jawaban yang provokatif. Ia memang suka nekat. Ajang itu menjadi kesempatan terbaik Sam memutarbalikkan fakta untuk memperkuat alibinya. terutama saat acara ngobrol di pesta. "Wah. Teman-temannya tentu terhibur dengan cerita-cerita tentang Ralph. Dikejutkan paket Dering telepon sedikit mengejutkan Sam yang siang itu sedang asyik membuat catatan keuangan bulanan di ruang kerjanya. Lagi pula aku kira. Yang terpenting. Tidak akan ada orang gila yang muncul dengan nafsu membunuh. Sesekali Sam juga bercerita soal surat-surat itu kepada teman-temannya. "Memang kadang-kadang agak khawatir juga. Di setiap pojok kiri atas terdapat tulisan kecil "RG/sg" sebagai inisial Ralph dan Sam. bisa menghabiskan sisa umurnya tanpa perlu menyimpan rasa bersalah. Ralph pun dapat hidup dengan aman. tapi dia tetap menolak. enggak apa-apa. siapa pun mengira surat itu didiktekan langsung oleh Ralph. Sam telah mencoba menyelamatkan Ralph dari dirinya sendiri. Ralph tidak pernah membaca surat-surat balasan yang disodorkan. Sam yang selalu bertugas mengangkat setiap panggilan telepon. karena mungkin saja nantinya tidak akan terjadi apa-apa. Di sinilah asyiknya rencana Sam." kata Sam sambil menggelengkan kepala. Halo!" 86 . Seperti yang diharapkan Sam. salah satu kemudahan bagi rencana Sam. Ia hanya memperagakan permainan yang bisa berbahaya dan menjanjikan hal-hal hebat di dalamnya. Dengan tanda tangan asli. begitu juga dirinya.kau!". "Memang. nothing to loose. Kasarnya." kata Sam meyakinkan teman-temannya. "kubunuh kau!". sebagai sesosok manusia aneh." Sangat sempurna! Bagaimana jika seseorang dengan niat jahat benar-benar datang menemui Ralph dan Ralph benar-benar terbunuh? Orang-orang sudah memperhitungkan hal itu. Selain itu. yang telah dibumbui di sana-sini itu." "Bagaimana kalau suatu kali orang gila itu yang nekat. "Ya. Begitu pun Sam. atau tidak berbahaya sama sekali. Sam tetap tersenyum saat membacanya. bagaimana mungkin Sam akan disalahkan? Semuanya akan mengarah pada "kelakuan" Ralph sendiri. mereka cuma menggertak. aku tidak ikut-ikutan tuh. Saya sudah peringatkan Paman Ralph soal ini. Saya bisa apa? Dia kan bos saya. Meski saluran telepon tersambung paralel dengan ruang kerja Ralph. Bagaimana jika ternyata tak seorang pun paranoia yang datang menyambangi Raph? Ya. Orang-orang akan berkata. berani betul!" sahut seorang teman. Ia ingin memberi sentuhan pribadi pada setiap surat dan berharap tindakannya akan dihargai penggemarnya. Tapi kebanyakan mereka tinggal jauh dari sini. Ia hanya menandatangani tanpa melirik satu huruf pun.

" Perut Sam langsung mengejang. pihak penerbit sepertinya tidak pernah putus asa. Ia memegang sebuah kotak berwarna kecoklatan. apa yang kau lakukan?" Tiba-tiba si pengirim paket sudah merangsek masuk ke dalam. "Apakah orang yang mengirimkan paket ini masih ada?" tanya Sam. Usianya paruh baya." " Saya Sam Gelderman!" "Kau baru bilang bahwa kau adalah sekretarisnya. Kemudian ia berkata. "Namaku Lawrence Leghorn dan saya ke sini untuk bertemu denganmu. Ah. Leghorn berpikir sejenak. suruh dia ke atas. jadi saya punya nama yang sama. Tuan Gelderman?" "Ya. Sam mengeluh dalam hati. Sam melanjutkan. Ini orangnya! Mungkin saja berniat untuk menyerang dan memukul! Ia berkata dengan serak."Paket kiriman. "Aku tak percaya padamu!" Ia mencabut sebuah pistol dari sakunya dan menembakkannya tiga kali. Sebuah tugas yang benar-benar membosankan. Sayalah 'sg'. Setelah diiyakan. Ralph Gelderman. tetapi ia dua puluh tahun lebih tua dariku. Meski Ralph tidak pernah bersedia. Saya bukan Ralph Gelderman. Saya juga keponakannya. "Apa ini? Hei. bel pintu berbunyi. "Foto yang ada di buku adalah fotomu." "Itu adalah foto yang lama dan ada kemiripan dalam keluarga. (Kisah rekaan/Isaac Asimov/TJ 87 . "Anda. dari Prime Publishers. Di dalam surat dituliskan 'RG/sg'. Tubuhnya gemetar." Resepsionis gedung memberi tahu. dan kau baru saja memberi tahu namamu Gelderman. Sam beranjak ke pintu dan menyambut pengirim paket yang sudah berada di depannya." Leghorn ragu-ragu untuk sesaat. Kemudian berkata. Akhirnya. tanpa nyawa. Dor! Dor! Dor! Tubuh Sam pun langsung jatuh ke lantai. tapi sesaat kemudian ia menyadari paket itu kosong." Mata Leghorn menyipit. untuk yang kesekian ratus kalinya. "Anda salah." Dua menit kemudian. "Kalau begitu. Saya sekretarisnya. mendorong Sam ke salah satu dinding dan menutup pintu di belakangnya. "Apakah ada yang harus saya tanda-tangani?" Sam mengambil pena dari sakunya. menjadi tugas Sam untuk memberikan jawaban penolakan." ujar Sam tidak sabar sambil menerima kotak itu. pastilah bundel buku dari sebuah galeri dan meminta Ralph memberi pernyataan promosionalnya. tak ada yang mencolok dari penampilannya." ujar Sam panik. Ia kemudian berkata. Paket itu ikut tertekan genggaman jari-jarinya tanpa tertahan. "Si penjaga pintu memanggilmu Gelderman. tergeletak. Tuan Gelderman sedang tidak ada. Tuan Gelderman. Ia memegang pinggang Sam dengan kuat sekali." "Saya memang sekretarisnya.

mereka memeriksa seisi rumah. Di kamar tidur. Hoppers.30 pagi. Dalam kondisi setengah pulas. beberapa saat kemudian di tempat tidurnya sendiri. Sebuah ciuman yang sangat manis. sehingga akhirnya harus diamputasi. Dua kali tetangganya mencari Adrian. kejadian itu bukan akhir. sebelum akhirnya meluas dan menyebar ke bagian lain rumah istri Mark Smith itu. Alarm kebakaran sendiri baru berdering sekitar pukul 07. seorang lelaki tiba-tiba menjejalinya dengan pakaian yang sudah dibasahi zat berbau menyengat. blupp! Nyala api mulai merambah tempat tidur. Namun. ibu muda itu sempat dua kali terjaga untuk menyusui Adrian. datang dari Queensland untuk mendampingi putrinya. Setelah operasi dan kondisi mental Nicole siap. karena memang tak ada lagi kata-kata yang bisa diucapkan. "Aku cuma tahu ada sesuatu yang menimpa tangan dan lututku. Perempuan yang berusia 32 tahun itu tampak sangat kelelahan. tapi selalu gagal menemukan anak malang itu. Dia minta keluarga dan tetangga mencarikan sehelai rambut Adrian. Entah dari mana datangnya. Rambutnya habis terbakar. Sampai saat itu. kabar buruk itu terpaksa disampaikan. mana anakku?" Seolah yakin betul." cerita Nicole.12. karena Nicole tampak belum siap menerima kepergian Adrian. Aku juga merasa seperti ada benda kecil di dekatku. yang tahu Adrian tewas. Lorena Close 7. Sebelumnya. Lalu dibaringkannya buah hati tersayang di buaian. didampingi suaminya yang terlihat terkejut. kemudian meletakkan bayi tak bersalah itu persis di sebelah Nicole. Nicole sulit mengenali lelaki itu. menggendong Adrian yang menatap dengan mata mengantuk. Nicole mengalami tragedi mengerikan. kemungkinan eter. tapi justru awal datangnya tragedi yang lebih besar. bayinya yang baru berusia 10 minggu. 4 Oktober 1995. Sialnya. Orangtua Nicole. Nicole segera dilarikan ke rumah sakit. Nicole Smith tampak berbaring di ruang tidur di rumahnya. siapa lelaki yang tega membius Nicole dan membakar Adrian. Namun. Datangnya tamu istimewa Setelah berhasil membuat Nicole pingsan. untuk disimpan sebagai kenang-kenangan. Benda yang di kemudian hari disadarinya sebagai tubuh mungil Adrian. lengan kanannya hangus. Mereka harus pandai-pandai menyimpan rahasia. Australia. di tengah serangan rasa penat. aroma bius membuat Nicole akhirnya kehilangan kesadaran. Victoria. dia masih sempat mencium anak lelakinya dengan penuh kasih sayang. Bayiku masih ada di sana. Tetangga terdekatnya berusaha menyelamatkan Nicole yang kelihatan terbaring di patio. baik pihak keluarga maupun kepolisian masih belum punya gambaran jelas. Ibu muda itu selalu bertanya. Sang tetangga yang melihat "titik terang" kemudian mengajak Nicole keluar. Nicole cuma bisa diam. walau dengan jari dan lengan terbakar sampai ke tulang dan sumsumnya. 88 . buah hatinya masih hidup." cerita Nicole. Nicole beruntung masih bisa menyelamatkan diri. berusaha menendang dan meronta-ronta. Sampai akhirnya. Saat itu. ditemani Nicole. Para tetangga yang terbangun kaget setengah mati. "Mana Adrian. Toh tak ada rahasia yang bisa disimpan terus-menerus. SURAT CINTA MENGUATKAN SANGKAAN Pagi menjelang subuh. dan suaranya nyaris tak terdengar. lelaki sadis itu langsung beranjak ke ruang duduk. "Aku sempat terjaga. sebelum wanita tegar itu melihat dengan mata kepala sendiri bayinya hangus tergeletak di tempat tidur." sebutnya lirih. Sejurus kemudian. asap tebal dan tajam tampak menyelimuti ruangan. yang berada di ruang duduk. "Bayiku. Tak ada yang menyangka.

Titik terang mulai agak kelihatan ketika dia mencoba menggali informasi dari rekan-rekan kerja Mark Smith. tempat Mark yang berdinas di Angkatan Udara Australia bertugas selama tiga tahun." bilang Bono. Nicole. pasangan muda itu kembali ke Australia. "Dia pria yang lemah lembut. Dari merekalah Bono mendapat nama Donna Wilkinson. tujuh bulan kemudian. "Seluruh kasus ini tidak saling berhubungan. tentu saja." kata Bono setengah berteori. "Dan dia memang dilahirkan untuk memberikan kegembiraan. mulai menjadi fokus pembicaraan warga kota. benar-benar dipaksa menghadapi benang kusut. Menurut ayah Adrian ini. "Aku sangat menginginkan bayi. kemudian pindah ke Orlando." tambahnya. "Bahkan di kamar tidur sekalipun. Namun. Langkah pertama Bono. Mereka tinggal di Hoppers Crossing. Saat kandungan Nicole berusia tiga bulan. Seminggu setelah kebakaran. Detektif berpengalaman itu mencatat adanya sedikit ketidaksesuaikan antara cerita Smith saat itu dengan omongannya beberapa hari sebelumnya. Namun. Dia bahagia luar biasa. Nicole betul-betul hamil. Berhasil. Tahun 1994. Nicole berumur 22 tahun dan sudah bekerja di sebuah pre-school saat berkenalan dengan Mark yang cerdas. Lahir dan tumbuh di Ipswich. mereka saling menghargai satu sama lain. dan selalu berada di sisi sang istri saat tenaganya dibutuhkan. menanyai orang terdekat Nicole. itulah yang terus dicari polisi asal Melbourne itu." tutur Nicole.Apalagi tak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian itu. yang menganjurkan meditasi untuk mengatasi problem pada kelenjar tiroidnya. Sersan Andrew Bono. Queensland. benang kusut itu tetap harus diurai. tapi merupakan gabungan dari potongan kejadian pada saat yang bersamaan. Florida. Bayi mungil berambut gelap dan bermata biru itu menjadi tamu istimewa yang sangat dinanti kehadirannya. tak jauh dari tempat Mark dipindahtugaskan." ingatnya ketika itu. Karena lama tak mendapat momongan." Geledah teman selingkuh Hampir tak ada petunjuk yang bisa menuntun polisi untuk mengungkap kasus terbunuhnya Adrian." kenangnya. sosok Nicole. tak kami temukan jejak sama sekali. Nicole berkonsultasi pada seorang endokrinolog. tampak berusaha keras menjadi bapak yang baik. sebelum lahirnya Adrian. Dia cukup perhatian. sulit menyimpulkan atau mendugaduga keterlibatan Mark. Nicole percaya. Peristiwa kebakaran itu dianggapnya sebagai sebuah kecelakaan tragis. "Dia mencintai kehidupan sejak lahir ke dunia. warga negara Amerika yang konon salah satu kawan terdekat Mark. Florida. "Ikatan kami sangat kuat. "Sangat akrab dan selalu melakukan sesuatu yang istimewa pada hari jadi dan ulang tahun. suaminya Mark Smith. tampan dan jangkung pada tahun 1990. Di sisi lain. Mark sendiri. Niat membakar mereka berdua hidup-hidup merupakan ide keji yang harus dilandasi motivasi sangat kuat. detektif yang ditugasi menyelidiki kasus ini. Dia pasti senang. Kebahagiaan Nicole kian lengkap ketika Adrian lahir. rajin menemani Nicole ke dokter kandungan. nyaris tak punya musuh. keduanya menikah. dan anak mereka Adrian. dekat Werribee. dan ingin cepat-cepat mengabarkan berita baik ini pada Mark. Motif. apalagi Adrian. Bono juga memeriksa para tetangga serta menanyai kerabat dekat dan pihak-pihak yang kerap berhubungan dengan Nicole. Victoria. 89 . dia menerima dengan pasrah kematian Adrian. Tahun 1991. Rencananya kami mau punya tiga anak. bisiknya dalam hati. pasangan itu pindah ke Palm Bay. Bono berbicara dengan Mark Smith." tutur Nicole.

"Hanya Mark yang tahu. lebih pada dirinya sendiri. masalah finansial ikut berada di balik semua kejadian ini. Untunglah. mengapa mantan suaminya itu lebih memilih membunuh anak-istrinya ketimbang menuntut cerai. Kami tidak punya asuransi pribadi. agar Bono tidak terlalu terobesi pada Mark. Gadis cantik berambut mekar itu sekretaris di divisi tempat Mark bekerja. Bagaimana jika pembakar rumah Nicole ternyata bukan Smith? Namun seperti biasanya. Teman-teman sejawatnya sampai mengingatkan." jawab Nicole. Hampir mati terbakar Tepatkah keputusan pengadilan menghukum Mark? Nicole sendiri. "Mark menyukai uang.000 buat pasangan selingkuhnya itu. Termasuk saat jaksa memutar kembali kaset video yang memperlihatkan Mark sedang menurunkan peti jenazah putranya ke liang lahat." Meski tentu saja. kerja keras Bono selama lima tahun akhirnya terbayar lunas." imbuh Bono. ketika Desember 2000. yang dihubungi Bono pasca persidangan mengaku. Ia diyakini melakukan langsung pembakaran yang berakibat hilangnya nyawa Adrian. yang lahir beberapa bulan sebelum Adrian. berbagi informasi dengan FBI. "Aku terguncang saat mendengar berita itu dan menangis untuk anakku. Setidaknya. hingga awal 1997. berbeda dengan Nicole yang harus menjalani dua hari pemeriksaan silang dengan tangis sedu-sedan. Nicole sendiri pernah dua kali bertemu Donna di acara sosial.000 kepada Donna. Bono menelusuri sejauh mana hubungan Mark dan Donna." tuturnya lirih. Keputusan yang menutup rapat pintu keraguan yang selama ini menyiksanya. Maka. Dalam penyelidikannya. Smith menyebut Donna sebagai tunangan. Ia juga selalu menyangkal bukti-bukti dan tuduhan jaksa." Penemuan-penemuan itu berhasil menyeret Mark ke pengadilan. untuk menggeledah rumah Donna Wilkinson. Dia juga harus rela bolak-balik Australia Amerika. dan surat-surat cinta. "Paling tidak. serta mengumpulkan hal-hal kecil yang bisa dijadikan barang bukti. Smith juga membeli cincin pertunangan seharga AS $ 20. Bono menemukan fakta. tapi kami punya rumah 90 . email. Penampilan itu semakin menguatkan dugaan. aku mencintai dan merindukanmu. Dia berjanji akan mengadopsi Melissa. Januari 1998. Smith sama sekali tak menunjukkan emosi yang berlebihan. dia memang pembunuh sadis berdarah dingin. Donna selalu menyangkal keterlibatannya pada kasus ini. anak Donna dari hubungan dengan lelaki lain. Mark pernah mentransfer uang senilai lebih dari AS $ 70. "Tak ada kekuatan hukum yang bisa memaksanya datang. Donna Wilkinson. keputusan hakim itu tetap "sangat mengejutkan" buatnya. akhirnya aku tahu yang sebenarnya. Mark John Smith resmi dijatuhi hukuman 26 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Victoria. Pada sebuah kartu dari Melissa yang ditujukan kepada Mark terbaca: "Ayah tersayang. Namun. "Saya menemukan tagihan hubungan telepon internasional mereka." jelas Andrew Bono.Mark bertemu Donna Wilkinson saat bertugas ke Australia beberapa tahun silam. Nicole tetap tak habis pikir. Bono berangkat lagi ke Amerika Serikat." cerita sang polisi. Tampaknya. kartu-kartu ucapan. Mark Smith malah terlihat sangat tenang. menolak datang ke Australia untuk menghadiri sidang. Dia bertekad mengantungi surat perintah polisi setempat. serta merencanakan pembunuhan terhadap Nicole. Bono pantang mundur. Jawaban atas semua keraguan dan pertanyaan yang selama ini tak terjawab. "Namun ia selalu menyangkal semuanya. mengapa ia memilih jalan itu. Pacar gelapnya. Bono sebenarnya mencurigai perselingkuhan Mark berada di balik percobaan pembunuhan terhadap Nicole. Penasaran.

" Perangai berubah "Buta" paling parah yang dialami Nicole adalah ketika dia tak pernah mencium hubungan mesra suaminya dengan Donna Wilkinson. ia melihat api berkobar dari tempat sampah menuju atap. lalu kabur dan pura-pura sangat terpukul ketika polisi memberitahukan "kabar buruk" itu padanya? "Entahlah. Semua itu bernilai lebih dari AS $ 215. Andrew Bono sendiri menggambarkan ibu muda nan tegar itu sebagai wanita luar biasa. Nicole bahkan tak pernah menaruh prasangka sedikit pun pada suaminya. Sepulang dari rumah sakit bersalin. tengah malam aku terbangun. lalu dengan sadis menutup wajah istrinya sendiri dengan pakaian yang sudah dibasahi cairan bius mudah terbakar. Bahasa tubuhnya terkesan "dingin" dan "menjauh". "Setelah diperiksa. Mark Smith tampak sedang memandang bayinya tanpa ekspresi. yakinkah Nicole bahwa suaminya sendiri yang mendalangi semua peristiwa tragis ini? Bukankah di pengadilan. sehingga bisa meninggal bersama-sama? Apakah Mark memang sekejam itu. sampai Bono menyampaikan bukti-bukti keterlibatan orang yang sangat dicintainya itu. Nicole membuka album foto dan menunjukkan gambar yang diambil di rumah sakit. mengapa hal-hal berbahaya itu bisa terjadi. Smith jugakah yang menyalakan aromaterapi bakar di samping tempat tidur dan mengatur posisi ibu dan anak itu sedemikian rupa." tuturnya. "Ketika Adrian berumur lima minggu. Nicole ingat pula pernah dibangunkan suara lengkingan alarm kebakaran di dapur. tapi ia menenangkanku. teman terbaikku. Itu sebabnya aku menyarankan Mark membawa tempat sampah itu ke dinas kebakaran untuk diperiksa. "Aku sedang menyusui dan Adrian tampak gelisah. setelah merangkai kejadian-kejadian sebelum datangnya kematian Adrian. Itu sebabnya. Donna bahkan mengarang cerita bohong pada Nicole. pria tampan berumur 37 tahun itu. Tapi tak sedikit pun aku menaruh kecurigaan padanya. mengaku telah menikah dengan seorang pria dari angkatan udara. Aku menganggap semua sudah berakhir. hanya untuk melahirkan di dekat Mark. saat berkunjung ke Australia di awal 1995. Namun. Hampir dua pekan kemudian. Anak perempuan Donna. 91 . Aku hanya tak bisa mengerti. Sejak saat itu sebenarnya aku mulai gelisah. Tak mudah mengorek informasi tentang Mark dari Nicole. Melissa. dia begitu lama bisa menerima kenyataan. Smith selalu menyangkal tuduhan jaksa dan bukti-bukti yang dikumpulkan polisi? Betulkah Mark. membakar anak dan istri. Selama ini dia agak buta. sehari setelah Adrian lahir. setelah mencium bau gas yang sangat kuat." lanjut Nicole. Dia 'kan suamiku. Dia baru bisa percaya dan membuka mata. sudah berusia dua bulan ketika Nicole hendak melahirkan.dan seisinya serta dana pensiun Mark." duga Nicole. segera Nicole merenggut Adrian dari buaian di ruang duduk yang berjarak hanya lima meter dari kobaran api. Ketika Nicole ke dapur. tapi selalu berusaha keras memperoleh kembali kehidupannya yang hilang. yang tega membungkuk di atas badan Nicole. Mark pun berubah. mengapa kebakaran itu bisa terjadi. Tidak juga ketika Donna dihamili oleh "orang kantor" Mark. Dia bahkan tak pernah mau membantu Nicole merawat Adrian. Aku tak punya gambaran bagaimana hal itu bisa terjadi. dalam pesta mabuk-mabukan di tahun 1994." kilas Nicole. Dia kehilangan begitu banyak hal." jawab Nicole bijak. lantaran terlalu percaya pada kekuatan cinta dan kegembiraan mengurusi putra kesayangan. Seraya mengawasi Mark yang dengan sigap menyiram lidah api dengan alat pemadam kebakaran. ternyata ada beberapa lubang pada pipa yang terletak di atap. "Aku sendiri bingung. Ketakutan.000. Aku tak lagi berbicara dengan dia sejak Desember 1995. Mark setahuku tidur di ruangan terpisah.

kemudian membeli tiket pesawat sekali jalan untuk memulai hidup baru di Amerika bersama Donna. sepanjang waktu. tahu kalimat apa yang pertama diucapkan Mark pada Nicole? Dia cuma bilang. ia dirawat hanya oleh saudara-saudaranya. bersamaan dengan rangkaian penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian. Selama menanggung penderitaan itu. Smith bahkan mengosongkan rekening bersama mereka. tiga minggu setelah kebakaran di dapur." ujar Nicole. "Aku jadi lebih tegar. Setelah peristiwa mengenaskan itu. aku tak tahu mengapa dia melakukan ini padaku. ia banyak bermeditasi dan mencoba memikirkan hal-hal positif yang telah diberikan Adrian. Mata lahir dan mata batin Smith mulai gelap. Smith kembali ke Australia bersama Donna Wilkinson dan anak mereka. Nicole tak ingin "Adrian" hilang dan dimakan api untuk kedua kalinya. Foto yang selama ini menjadi salah satu "harta" paling berharga Nicole. susah tidur." Tampaknya. Smith dengan dingin menyampaikan berita pengunduran dirinya dari angkatan udara. Smith dicekal ketika hendak kembali ke Amerika. tahun 1998. Smith memainkan kartu trufnya.Nicole juga tidak tahu sama sekali. menjalani 15 kali operasi termasuk operasi plastik untuk lengan palsu seharga AS $ 17. Sampai hari ini. Puncaknya. lebih mudah tersentuh. "Keadaanmu ternyata tak seburuk yang kupikirkan." kata Nicole sambil menggeleng-gelengkan kepala. Nicole juga ingat." senyumnya. obsesi pada kekasih Amerikanya itu makin subur. memungkinkan Smith menemui Donna dan menemaninya makan malam. Mark sendiri sering menghilang. sekaligus keinginannya meninggalkan keluarga yang telah mereka bina bertahuntahun. "Dia hadiah istimewa untukku sepanjang hidup ini. Kadang aku pikir. Ia memegang tanganku saat aku membutuhkannya. entah ke mana. Dua minggu setelah Smith kembali dari Canberra. Saya juga ingat.000 sumbangan warga Ipswich. Nicole mengaku masih kerap bermimpi buruk. Terpaksa." tutup wanita yang resmi bercerai dari Mark tahun 1997 itu. Masih tidak menyadari hubungan khusus Mark dan kekasih gelapnya. perjalanan dinas Smith ke Canberra ketika Adrian berumur enam minggu. Keputusan cekal itu membuat Mark dan Donna hanya bisa melakukan hubungan jarak jauh. Melissa. kurang dari dua bulan setelah kebakaran dan masih berada di rumah sakit. yang dengan mudah ditemukan Sersan Bono saat menggeledah rumah Donna di Amerika. karena Adrian selalu bersamaku. Donna dan Melissa pulang kampung tanpa Smith. membakar Nicole dan Adrian di kamar tidur. sembari memandangi foto Adrian yang sedang duduk manis sembari meniup-niupkan mulutnya. selain sikat rambut Adrian dan sehelai rambut yang tersisa di sikat itu. Kebakaran di dapur yang membuat Nicole bingung. meninggalkan banyak bon interlokal. Mark memang benar-benar ingin melihat Nicole mati terbakar. Untuk mengatasinya. Kebakaran yang memaksa Nicole meringkuk dua bulan di rumah sakit. ia sama sekali tidak berduka. Bulan berikutnya. Bulan Maret 1996. "Kami tak pernah menangis bersama untuk Adrian. Nicole pun harus membiasakan sendiri dan belajar menulis dengan tangan kiri. Benda-benda tak ternilai itu disimpannya dalam kotak khusus yang selalu dibawa jika "terjadi kebakaran". terjadi hanya empat hari setelah Donna Wilkinson kembali ke Amerika Serikat. dan ketakutan jika mendengar alarm kebakaran. "Padahal aku mencintainya. Nicole mendapat musibah kedua. 92 . sehingga tega menyusun berbagai rencana untuk menyingkirkan Nicole dan Adrian.

dirinya sudah terjebak. Ia tak mengerti. rezeki nomplok. Selamat menikmati mimpi indah." pikirnya. di sisi lain akal sehatnya mengatakan. Teka-teki apa ini? Tampangnya yang semula ceria kini pudar begitu saja. Demi mendapat sesuap nasi. ia bisa tertawa lebar. Tak ada niat buruk apa pun terhadap Anda. uang Rp 200. Di sana Anda akan menerima nasib yang lebih baik. kejadiannnya barangkali akan berbuntut lain. ia rela menebalkan muka melakukan pekerjaan apa pun. membuat Nicole yakin.membuat dirinya merasa kaya. ia menganggur berkepanjangan. Kening Tomy berkerut. uang Rp 200. di Cepu Udara menjelang siang di Pantai Kuta itu masih menyisakan sedikit kesejukan. ternyata secarik kertas yang bertuliskan. Gara-gara kehilangan pekerjaan sebagai tukang bersih-bersih di sebuah bar. isi surat yang menantang itu mengusik hatinya. Harap uang ini diterima. hanya Anda yang tahu semua ini. BEDA NASIB SEJAK BAYI Penulis: Kisah rekaan/Sast.. mengemis. Tuntutan perut tidak bisa ditawar-tawar. Amplop itu terus dirogoh-rogohnya sekadar untuk meyakinkan. Selama itu pula julukan tunawisma.000. atau gelandangan menempel pada dirinya. Keputusan pengadilan hanya bersifat menguatkan. Ledakan bom lagi? Sebegitu murahkah orang seperti dirinya sehingga orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu memanfaatkannya? Baginya. "Wah. sebuah amplop secara misterius ada di dalamnya. Andai Nicole bisa lebih pintar mendiagnosis candracandra mencurigakan itu. untuk sementara. Penyesalan memang selalu datang belakangan. Di saat seperti itu. Isinya. Tolong datang ke sebuah rumah yang letaknya tertera dalam peta di balik kertas ini. Namun. atau menipu dia lakukan. ia nyaris tak percaya. Ingat. dua lembar uang ratusan ribu rupiah. pengembara dekil. Tomy curiga. uangnya masih aman di tempatnya. Mark memang telah berlaku kejam dan tak adil buat keluarganya sendiri.. Sekarang. Cuma. ia harus mengembalikan surat itu beserta isinya. jangan-jangan ini satu mata rantai dari sebuah skenario kejahatan besar. Bahkan meminta-minta. ia hidup seperti gembel. Padahal sebenarnya ia tidak ingin menjalani hidup seperti itu. Tapi bersamaan dengan itu tangannya menyentuh barang lain.000.begitu berharga. Begitu diambil.Perubahan perangai Mark dan rangkaian peristiwa-peristiwa mencurigakan pascakelahiran Adrian tadi. kepada siapa? Ataukah ia harus melapor ke polisi? 93 . Kisah nyata/Rahartati Bambang Haryo 13. Tomy Sutomo merasa hari itu adalah miliknya. Namun. Ketika membuka tasnya yang sudah lusuh. Berbulan-bulan sejak peristiwa bom yang meluluhlantakkan dua kafe dan menewaskan ratusan orang serta mematikan denyut kehidupan di kawasan Pantai Seminyak itu. seyakin Bono. Ia tahu.

"Ndara Putri belum bangun. "Ini namanya 'kere munggah bale' (gembel jadi raja). Belum habis keheranannya. Meski tubuhnya letih. Karena baru bisa terlelap setelah lewat tengah malam. Bukan mimpi Hari sudah di ambang petang. "Sebenarnya. "Kiranya ini rumah yang dimaksud." batinnya ketika menyaksikan hidangan sarapan berupa beberapa iris roti panggang berisi daging asap plus apel. Ketika hendak membuka kembali tasnya untuk memastikan isi pesan dalam kertas itu. Saya tidak berani membangunkan." bisiknya dalam hati. Tapi beliau sudah berpesan untuk menyiapkan makan malam dan kamar untuk Tuan Muda." kata perempuan tua itu dengan mata berkaca-kaca. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 08. Itu yang dia khawatirkan." Tomy hanya bisa menjawab dengan senyum yang dipaksakan. Ditambah sepotong pastel ayam. setelah perempuan tua itu meninggalkan dirinya.Belum juga ia mengambil keputusan. sejak lahir sampai kini tak pernah sekalipun ia punya nama lain. "Duduklah dulu! Tante Ndari sedang tidur. sebab beberapa hari ini penyakitnya kambuh lagi. sepandai-pandai menyimpan bangkai. energi dan semangat hidupnya pulih kembali. perutnya terus menggedor minta segera diisi." Sandiwara apa pula ini? Tomy merasa heran. Tomy ingat pepatah. perempuan renta itu datang membawakan segelas air jeruk dingin. baunya toh akan tercium juga. Kamar di lantai tiga itu sungguh terasa mewah untuknya. mencoba memahami peristiwa "aneh" yang terus mengiringinya sejak siang hingga malam ini. Tomy meninggalkan gundukan pasir yang tadi didudukinya. Tuan Muda Jimy! Silakan masuk!" sapa seorang perempuan tua berpunggung bungkuk. perempuan itu muncul lagi. Sambil menghela napas dalam-dalam." "Sekarang saatnya bagiku untuk membuktikan ucapan temanku itu. Tomy bangun kesiangan. Sekaleng minuman ringan yang dingin dan dua potong donat mengusir rasa lapar dan dahaganya. 94 ." gumamnya sembari memperhatikan gambar petunjuk dalam kertas tadi. Ketika berjalan sambil mengisap rokok dalam-dalam. Tanpa ragu-ragu Tomy lalu masuk ke sebuah warung makan yang ditata ala kafe.35. hidup ini tak ubahnya berjudi. "Akhirnya Tuan datang juga. Tomy tidak bisa cepat tertidur. Pikirannya terus melayang. Diteguknya minuman itu. Tomy menguak pintu gerbang dari besi di sebuah rumah tua. Namun. ia teringat ucapan temannya. sekalipun nama samaran untuk gagah-gagahan. Sampai siang itu Tomy tidak tahu entah ke mana kaki akan melangkah. Ia masih termangu ketika suara dari dalam rumah itu tiba-tiba menyapanya. "Oh. Jalan setapak berbatu kerikil membelah halaman luas dengan banyak tanaman yang tumbuh tak beraturan.

Ternyata buron Selamat tinggal Tomy." sambungnya. Maklum. Kebetulan tidak terlihat bayangan seorang pun di sekitarnya. Tuan tahu sendiri." Tomy menanggapi dengan mengerutkan kening serta memasang ekspresi prihatin. Dari lantai dua itu Tomy bisa melongok ke bawah. kulit lelaki itu kelihatan lebih terang. Tuan terlalu capek karena perjalanan panjang. Tapi tidak saat ini. dan tahun kelahiran yang . "Ya. pelayan yang membantu Bi Sum.Solo. tapi ia melarang kami membangunkan Tuan. Di setiap bagian bawah foto selalu tertera keterangan berupa tulisan." sapa Bi Sum. "Tante biasa bangun pagi sekali. muncul kembali. pusing-pusing. dan lemari tempat menyimpan arsip keluarga. Jimy siapa? Tomy benar-benar ingin tahu dan harus mencari kesempatan untuk menyelidiki. "Rupanya. 19 Desember 1951. Eh . baru saja membersihkan kamar itu dan lupa menutup pintu.. sehingga tidurnya pulas sekali. Retno Sundari . Tadi ia menanyakan Tuan. Kini terlihat pintu kamar itu terbuka. Tapi. Yang paling menarik perhatian Tomy adalah foto seorang lelaki muda berwajah mirip sekali dengan dirinya. Di halaman lain. selamat datang Jimy.. Ndara itu sulit. ia harus berjuang mencari informasi tentang jati diri Jimy.. Di kamar itu ia menemukan album foto tua. Di dalamnya berjajar rak buku. Ada potret wanita muda cantik dengan tulisan yang mulai pudar: R." pikir Tomy. ia hanya menanggapinya dengan senyum. saat berjalan menuju ke kamarnya. sakit yang dulu juga.A.. Bi?" ia memberanikan diri untuk bertanya. "Sekarang Ndara sudah tidur lagi. terpasang foto telanjang bayi montok dengan tulisan. tanggal. Ada juga sejumlah foto keluarga. "Aku harus hati-hati bicara. "Sakit apa sih. juga kencing manis yang membuatnya harus selalu disuntik kalau makan. Bedanya. Bangunnya nanti setelah sekitar dua jam. "Sama dengan hari kelahiranku?" 95 . Selanjutnya. Macam-macamlah. "Lalu. sebab tiba-tiba Bi Sum. Saat yang dinanti itu pun tiba. sudah sakit-sakitan." Tomy mendengarkan sambil mengangguk-angguk. apa kata dokter?" Bi Sum menggeleng. ya rematik. Ia hanya mendengar bunyi dengung mesin cuci. Semalam. Mungkin Sri. suka maumaunya sendiri. Jimy Sugiharto lengkap dengan hari. Makanya. Juga nasihat untuk diet dan berolahraga ringan. selama sekitar dua jam sebelum Tante Sundari bangun. Tampak Bi Sum dan Sri sedang sibuk bekerja di dapur dan ruang cuci. R. Tomy sempat melihat ada sebuah kamar kosong tak berpenghuni di lantai dua. bulan. "Dokter keluarga memberi macam-macam obat. foto-foto di dinding. sebuah meja tulis besar dengan lampu baca." Kesempatan mengobrol dengan Bi Sum itu tampaknya dimanfaatkan betul oleh Tomy untuk mengorek informasi awal. nama perempuan tua itu.

Foto-foto Jimy pun dimuat tersebar hampir di setiap halaman koran. saya diminta menyampaikannya pada Tuan Jimy. Bi! Saya pamit. di antara sekian banyak foto keluarga.. tapi sepasang mata tuanya menatap sebuah amplop di genggaman tangannya. Jantung Tomy berdegup kencang saat membaca judul berita di halaman koran yang mulai menguning itu." "Terima kasih. saya lupa kalau Tuan Jimy ada di rumah. "Ada uang di dalamnya. Tante memberikannya pada saya tadi pagi. "Maaf. Di sana aman. rumah ini sudah diawasi." pikirnya. ." Katanya lagi. menanggung perbuatan Jimy . Bi?" Bi Sum tak menjawab. Berita itu juga menyebutkan. selintas bayangan mengadang jalan. Bila sampai jam setengah sepuluh Tante belum juga bangun. terpampang foto Jimy berpose gagah di punggung seekor kuda besar. senyuman Jimy di foto itu seolah mencibir dirinya.orang yang sama sekali tidak dikenalnya.Pada album lain. Tomy cepat-cepat mengembalikan koran usang itu. ia dikejar waktu. ada pihak yang bersedia memberi hadiah uang bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi tentang keberadaan Jimy. Tante Ndari meminta supaya Jimy secepatnya meninggalkan rumah ini. Kakinya masih gemetar. Ia merasa. apa yang akan dilakukan si nenek bungkuk ini? Perempuan tua itu tersenyum dan menyapanya dengan ramah. "Jimy Sugiharto palsu!" Tomy tersadar. "Aku harus cepat-cepat meninggalkan kamar dan rumah ini. Pasalnya. Bi Sum muncul bagaikan hantu di siang bolong bagi Tomy.." Tomy terdiam. Bi Sum juga diam. Dengan hati-hati ia mengembalikan semua album itu pada tempatnya. "Uang itu cukup untuk biaya perjalanan ke Lombok. "Jimy Sugiarto Kini Buron". Lelaki gagah dan kaya itu ternyata kabur dari sel penjara. pihak tersebut merasa telah dirugikan oleh ulah Jimy. sampaikan salam saya pada Tante!" Gelandangan kaya Pergi ke Lombok? Buat apa? Bukankah di luar rumah ini Tomy sudah menjelma menjadi dirinya sendiri kembali? 96 . Celaka. Namun. Pagi buta tadi Tante mendapat telepon dari orang kepercayaannya. terlambat. selembar kertas koran meluncur dari dalamnya dan jatuh ke lantai. Saat ia melangkah mendekati pintu kamar. Katanya. "Ada apa. Ia tidak mau menjadi korban. lalu mengulurkan amplop itu pada Tomy. Saat menaruh sebuah album. Tuan bisa tertangkap.

Ia tak sabar ingin segera meninggalkan Pulau Dewata itu. Dengan uang itu. Di sudut sebuah kafe dengan penasaran Tomy membuka amplop itu. Ia tidur di emperan toko. kini Tomy merasa berbeda dengan para tunawisma lainnya. Gagal kabur Malam itu Tomy masih harus mempertahankan gaya hidup lamanya menjadi "gelandangan". Setelah menyeruput habis sisa kopinya. bisa merasa tenang saat menggunakan uangnya. Itu semua gara-gara segepok uang dari Tante Ndari."Selamat tinggal Jimy Sugiharto. Ia memesan segelas kopi kental dan tiga potong pisang goreng yang masih hangat. ia memikirkan bagaimana caranya agar bisa segera kabur dari pulau ini. Untuk menghangatkan tenggorokannya. Setelah itu ia berharap. Hamparan air laut yang biru kehijauan. ada sebuah minibus yang sudah mulai penuh penumpang bersedia mengangkutnya. Ia merasa lebih aman naik bus ketimbang naik pesawat untuk mencapai Surabaya. ia menuju ke sebuah warung kopi yang mulai ramai pengunjung. Gara-gara uang Rp 10 juta itu. Bukan tidak mungkin hal itu justru membawa dia masuk ke perangkap para pemburu hadiah. 97 . di pulau ini ia harus selalu waspada pada setiap orang asing yang ada di dekatnya. belum ada bus yang akan segera berangkat menuju Pulau Jawa. sebuah feri baru saja meninggalkan dermaga menuju Pelabuhan Ketapang. Makanya. Untunglah. Selama menunggu keberangkatan. Tak ada lagi Tomy yang pengangguran. Bahkan tak ada lagi lelaki bernama Tomy yang ditinggal pergi istrinya seperti lima tahun lalu. ia memilih suatu daerah di Jawa sebagai tempat yang ideal untuk bersembunyi. Menurut perhitungannya. semoga nasibmu bukan nasibku!" kata Tomy dalam hati. Untuk membunuh waktu. Walaupun tanpa tempat tinggal dan pekerjaan tetap. Setiba di terminal. Tak ada lagi Tomy yang senantiasa dikejar-kejar orang karena utang. dia itu aparat atau pemburu hadiah untuk menangkap Jimy. Isinya ternyata tak kurang dari seratus lembar uang seratusan ribu rupiah. Tomy ingin menutup sejarah masa lalunya yang buram. Sesampai di Pelabuhan Gilimanuk. Siapa tahu. Akhirnya. Sambil melahap nasi goreng dari gerobak dorong di lapangan parkir Pasar Kumbasari. berbagai urusan di bandara bisa menyulitkannya. hati Tomy terus dihantui rasa waswas. pikirannya terus berputar mencari jalan untuk segera meninggalkan pulau ini. ia berjalan-jalan di sepanjang pantai. Sepuluh juta rupiah! Seumur-umur baru kali ini ia memegang uang sebanyak itu. Banyuwangi. Sambil sesekali mengisap rokoknya. ia terkejut ketika pagi-pagi sekali dibangunkan oleh seorang tukang parkir. Tomy segera beranjak menuju ke terminal bus di Ubung dengan naik angkutan kota. semilir angin pantai. Tak ada lagi Tomy pengutil yang senantiasa berkucing-kucingan dengan satpam mal. Mau tak mau ia harus menunggu feri berikutnya. dan panorama alam Pulau Menjangan yang tampak malu-malu di balik kabut mengurangi ketegangan perasaannya.

Rupanya. lelaki itu hanya mau meminjam korek api buat merokok juga. Tomy mengarahkan pandangannya kembali pada pemancing itu.yang tadi memberinya permen karet . kecuali patuh pada perintah lelaki itu. Ketika hendak menyulut rokok di bibirnya. saat ia menyodorkan korek api. Setelah berulang kali mengucapkan terima kasih. Tanpa banyak pikir.sudah ada di jok belakang. lagi-lagi Tomy terhenyak. di hadapannya kini muncul seseorang yang selama ini selalu menghantuinya. Ia menyusuri jalan sepanjang pantai yang banyak ditumbuhi ketapang. Saat mengganti umpan dan menoleh kepada Tomy. Jimy Sugiharto. ia menyapa dengan senyuman. "Lo. Lelaki itu Jimy. Tomy lalu berjalan menuju ke deretan warung di depan pintu masuk halaman pelabuhan untuk sarapan.Di lidah pantai yang paling menjorok ke laut. membuyarkan konsentrasi Tomy. ia mencabut dua lembar uang seribuan. tiba-tiba orang tak dikenal itu dengan cepat meringkus tangannya. Tomy terkejut. Namun. Tomy menoleh pada lawan bicaranya. Sambil mengisap rokoknya. kalau tak ingin perutmu ditembus peluru!" Tomy tidak bisa berbuat apa-apa. Saat itu seorang lelaki bertopi dan berkacamata hitam berjalan mendekati Tomy. Seorang pengemis menadahkan tangan. "Banyak ikannya?" iseng-iseng Tomy menegur. Setelah menawari permen karet. ya?" sapa lelaki itu. padahal cukup banyak ikannya. seseorang tiba-tiba mendekat. Ia menurut saja ketika didorong masuk ke dalam mobil yang . Setelah masuk ke dalam mobil.entah kapan datangnya . "Jangan berteriak. "Yah." jawabnya pendek. Rasa bosan bercampur was-was makin membelitnya. Tampaknya. ia melihat seseorang sedang asyik memancing. Beberapa perahu nelayan yang sedang ditambatkan tampak bergoyang-goyang dipermainkan ombak tepi pantai. ada apa ini?" Lelaki itu diam saja. Perlahan-lahan lelaki itu melepas topi dan kacamatanya. 98 . lelaki itu meninggalkan Tomy bersama sang pemancing. Sama sekali dia tak menduga. ia juga sedang menikmati suasana pantai pagi itu. "Lumayan! Di tempat ini jarang ada orang memancing. Pengemis itu sejenak melongo sebelum menerima pemberiannya.tiba-tiba sudah ada di dekatnya." Feri yang ditunggu-tunggu masih melaju di tengah Selat Bali. Lelaki bertopi dan berkacamata hitam . "Di sini tenang. peminta-minta itu pun pergi meninggalkan Tomy. Sesekali pancingnya berhasil menggaet ikan yang lumayan besar. Sebuah benda keras menekan perutnya.

salah satu pembantu rumah tangga Tante Ndari ada di mobil itu. Di sebuah jalan yang tampak makin sepi. Tak sampai satu jam kemudian. Nyawanya kini di ujung tanduk. saya Sri. lelaki itu rupanya si tukang mancing di pantai itu. Bukan hanya agak jauh dari rumah dan kawasan Inde.adiknya meninggalkan rumah mereka. Sebastian."Kamu tentu sudah tahu siapa aku. yang dengan mudah terperangkap masuk dalam jebakan pemburu. Jimy tersenyum. "Ya. sepucuk moncong pistol lain kini menempel di pelipis Jimy. dalam perjalanan menuju entah ke mana. Tomy berhasil melepaskan diri. Tomy tampak pasrah dengan moncong pistol yang sepertinya siap menyalak. "Ya. kembali Tomy dibuat terkejut. sebuah lereng pertambangan yang jaraknya kurang dari sekilometer dari rumah orangtua Tom di Patternhof. "Aku tak mau ada yang mengaku-ngaku sebagai diriku!" hardik Jimy sambil menarik picu senjata apinya. sebutir timah panas menembus lengan kanan Jimy. TERLACAK DARI SITUS INTERNET Minggu cerah di Eschweiler. manakala sebuah kendaraan lain menyusul mobil yang ditumpanginya. Terdengar suara ledakan memecah keheningan. Namun. Namun." Tomy merasa dirinya bak kelinci. Namun. aku harus berbuat sesuatu. Anda ini Polwan?" Sri mengangguk." "Jadi. di sana aman. Sri. Bos?" kata lelaki di balik kemudi sembari menoleh ke belakang. Sehari sebelumnya. Jimy memperketat tali yang mengikat kedua tangan Tomy. Tom bersama Sonya . ia melihat pistol di tangan Jimy terlempar. Aparat rupanya sudah merencanakan semuanya. anehnya. Sekali lagi Tomy terkejut. Sewaktu kawanan Jimy digiring ke mobil polisi." pikirnya. Rupanya. Sebaliknya. senyuman itu bagi Tomy lebih mirip seringai serigala lapar. anak-anak itu pergi ke Schwarzer Berg. Jimy masih mencoba menguasai dirinya. pistol di tangannya bukan pertanda ia punya niat baik. "Jadi?" kata Tomy terbata-bata. 14. Nyalinya yang mulai mengembang menciut seketika. "Matilah aku!" pikir Tomy. 99 . "Daripada mati konyol. Betul 'kan?" tegur Jimy asli ramah." katanya dalam hati. mobil yang membawa Tomy menyusuri jalan yang membelah hutan di kawasan Bali Barat. si pengemudi membawa mobil menerobos semak belukar. Dengan lengan yang berdarah. "Itu pasti komplotan mereka. Dalam keadaan setengah sadar. "Seperti rencana kita 'kan. ia tidak merasakan apa-apa. Tapi. Seperti dikomando. Cuma sekarang saya sudah kembali ke pekerjaan semula. untuk pertama kalinya ia diperbolehkan bermain agak jauh bersama temannya. 30 Maret 2003.

pukul 20." cerita anak laki kecil itu. Namun. Mereka menelepon temanteman bermain anak mereka. Sonya juga diizinkan keluar bermain bersama kakaknya. Uwe terpaksa menelan kekecewaan.seorang insinyur . mereka mencari ke segala pelosok Schwarzer Berg . Sesosok mayat seorang anak lelaki. Pukul 05. Padahal. pukul setengah enam sudah pulang. Gudrun dan Uwe Spreeberg .00 satuan petugas terpaksa menghentikan upaya pencarian yang tanpa hasil itu. Pasangan suami-istri Spreeberg tak bisa lagi tinggal diam di rumah. Setelah menyisir tempat itu. sang ibu mengantarnya dengan mobil sampai ke gedung olahraga. Benar. saat waktu yang disepakati tiba. identitas mayat anak itu. Ada dugaan. setelah penyelidikan kriminologis. tak seorang pun melihat Tom dan Sonya.sangat memperhatikan keduanya. Telat pulang Minggu petang itu. Ibu dan bapak mereka. Senin pagi. Maka. Maka ia pun menunjukkan gua itu pada adiknya tersayang. Salah satu bentuknya. Gudrun dan Uwe mulai gelisah. Jadi. jaraknya hanya 500 m dari rumah mereka. Kepala anak lelaki itu terbungkus kantung plastik. Dengan dibantu sejumlah teman. Anaknya pasti ditemukan. baru bisa dipastikan. mereka belum juga dapat menemukan jejak kedua anaknya." begitulah si ibu mewanti-wanti anak-anak itu. Namun. untuk pertama kalinya. Jelas. dan bantuan teknis menelusuri setiap jengkal kawasan itu. Ketika malam kian larut. mereka belum juga pulang. Tang bernomor khusus bergagang merah itu dibuat dalam jumlah sedikit untuk tukang pembuat alat-alat mekanik. bila Tom akan berlatih taekwondo.00 keduanya menghambur keluar bersepatu karet. Sonya. Di wajah Uwe tercermin sikap optimis."Di sana kami menemukan gua. Polisi. pakar kriminologi menemukan tang dengan cetakan nomor 637. "Jangan lama-lama ya. itu Tom. Satuan pencari yang terlatih berdatangan. Tempat yang tidak terpakai di sebuah pertambangan itu terletak di tepi hutan Huert. Tang bernomor "Lubang nyamuk" dekat Kota Zweifall merupakan bekas tempat penghancuran bebatuan. mengingat kian banyak tenaga bantuan penolong yang datang. Sekitar pukul 18. Hari berikutnya.lereng gunung seluas 15 hektar. Pukul 17. Ia merasa harus berbagi. di lahan parkir tempat ini seorang pejalan kaki menemukan sesuatu yang mengerikan. pemadam kebakaran. 31 Maret. sekitar 12 km dari Eschweiler.45 Gudrun dan Uwe melaporkan kepada polisi tentang hilangnya kedua anak mereka. Tom dan Sonya belum juga ditemukan. Namun.00. setengah jam saja. anak itu disiksa sedemikian kejam. Tom (11) dan Sonya (9) diasuh orangtua mereka dengan penuh perhatian. pemilik tang itulah si 100 .

itu memang kejahatan seksual. Para penyelidik mengetahui. tergeletak sesosok tubuh manusia diikat plester. Pencarian terhadap adik Tom dilanjutkan. Kalau dugaan itu benar. DNA dari Sonya dan dua pria. Antara lain. Gadis cilik itu kemungkinan masih hidup. Mereka memastikan menemukan tiga jejak DNA yang jelas pada tang yang ditemukan di dekat mayat Tom. mobil itu membunyikan klakson terus-menerus dengan ban mendecitdecit. berupa temuan tang dengan cetakan nomor 1083. Bagai seonggok sampah. Polisi sama sekali tak menyebutkan. polisi berniat melakukan penjaringan besarbesaran. Saksi mata itu masih ingat. Para pejalan kaki menemukan mayat itu sekitar pukul 14. Pihak kepolisian mengambil sejumlah gambar. bahwa mayat itu memang Sonya. Karena tak seorang pun bisa dicurigai. Lebih dari 1. Sebuah uji air liur dilakukan pada 2. polisi berpikir pelakunya satu orang seperti umumnya terjadi pada kejahatan seksual. Informasi lain. Sejumlah pakar kriminologi kembali membutuhkan waktu seharian penuh untuk bisa memastikan. Juga regu penolong dari ordo Maltese di Eschweiller. Tanggal 8 April para pakar di kantor kriminal setempat di Duesseldorf mendapatkan titik terang. "Pokoknya jangan membayangkan kondisi mayat yang lebih baik. Si pengemudi tidak tampak berupaya menghentikan mobil di jalan raya. mencari tempat-tempat yang dicurigai. seorang pejalan kaki di Stolberg mengaku pernah melihat mobil kecil hitam.00. jangan-jangan itu dilakukan dengan sengaja untuk maksud tertentu? Entahlah." saran polisi itu sebagai jalan tengah. Delapan puluh orang bekerja di komisi pembunuhan di Kota Zweifall untuk mengungkap kasus ini. Ini di luar dugaan. Sejumlah organisasi bantuan ikut serta. Lima ratus polisi melacak semua kawasan hutan di sekitar Eschweiller. Awalnya. Atau.000 pria di Eschweiller yang berusia 101 . Ia begitu saja meninggalkan barang bukti yang mudah dilacak di lokasi kejahatan. Yang pasti. Gemuruh pesawat terbang angkatan bersenjata Jerman melayang-layang di atas kawasan sekitar Eschweiller dengan kamera khusus jarak jauh. tang itu diperiksa untuk mencari jejak DNA. Ratusan kilometer jalan tol arah ke selatan Eschweiler di hutan Bucher Wald dekat Blankeheim. Sangat menarik perhatian. di dalamnya ada seorang anak sedang memukul-mukul kaca mobil.pembunuh Tom. Anjing-anjing pelacak dilibatkan. tubuhnya dibuang begitu saja di hutan. tampaknya si pembunuh sangat ceroboh. apakah gadis itu telah mengalami pelecehan seksual. "Bagaimana gambaran kondisi mayat itu?" tanya seorang reporter keras kepala kepada polisi di komisi pembunuhan.400 petunjuk dari penduduk diterima. di bagian kriminologi kepolisian Duesseldorf. Hari itu Minggu yang dingin di Kota Eifel. Seminggu berlalu sejak hilangnya Tom dan Sonya. Wajah seorang gadis kecil yang semasa hidupnya menampakkan keceriaan.

teman wanita. para pembunuhnya warga Eschweiler seperti mereka. ramah. Apalagi diduga. akan ketahuan. Mereka tak habis mengerti. mobil kecil warna hitam. Mungkin ia mewakili kemarahan serupa dari warga Eschweiler. Ia baru saja pindah dari rumah orangtuanya. Ia memang tampak prihatin dengan kejadian menyedihkan itu. Ia juga bercerita berapa banyak orang di organisasi ordo Maltese yang hidup mereka sudah ia tolong. Siapa yang berulang kali mengeklik. Tak heran bila ia hadir dalam setiap rangkaian upacara pemakaman Tom dan Sonya. Ia pun bukan warga masyarakat yang dianggap sukses. bahwa siapa pun yang mencari situs di bagian pembunuhan itu akan dicatat. Titik terang mulai muncul. jenazah dua kakak beradik Keluarga Spreeberg dibawa ke pemakaman Katolik di Eschweiller. Pada saat yang sama. Ia hanya warga biasa yang pekerjaan sehari-harinya menjadi induk semang dan tukang bersih-bersih gedung. Bukan dari panggilan hatinya yang dermawan. dan memang tak pernah memiliki. ia pernah bercerita tentang sejumlah wanita "yang pernah ditidurinya. ia memerlukan jenis peralatan tang yang pernah ditemukan di dekat mayat Tom. para pengunjung pemakaman tetap berdiri dan terus bercakap-cakap. Setiap malam sepulang dari Bar Pflaumenbaum. orang tersebut tak menyadari. tapi lebih untuk menghindari wajib militer. Ada seseorang yang telah sebanyak 36 kali mengunjungi situs tersebut. Wirtz hidup sendiri di sebuah apartemen Souterrain di Jalan Nordstrasse di Eschweiler. Diincar polisi Pria muda Markus Wirtz (28) mengendarai Fiat Punto. Lama sesudah upacara pemakaman selesai pun. Apa hubungan Markus dengan korban? Tidak ada. 102 . ibunya sudah menanti dan menyiapkan roti mentega. Dari internet Tanggal 11 April. seperti terlihat oleh saksi mata di Stolberg. Selain itu. Rupanya. Markus Wirtz merasakan dorongan yang menggebu-gebu untuk menjadi orang menonjol. Di Bar Pflaumenbaum." Teman-temannya menertawai Wirtz karena tahu ceritanya bohong belaka. Di antara dengung percakapan itu terdengar komentar marah salah seorang pelayat. Mungkin itulah upacara pemakaman terbesar dalam sejarah kota kecil itu. Sebagai ahli elektronika dan gemar mengutak-atik komputer. Ia memang anak mami. Ia tak mempunyai. "Babi-babi jahanam itu harus disembelih jadi empat bagian. karena hampir semua penduduk kota menghadirinya. wajah Markus cocok dengan gambar dari raut-raut pelaku yang telah dibuat gambarnya oleh kantor kriminal setempat. Markus Lewendel.40 tahun. Ucapan itu berulang kali ia katakan kepada hampir ke semua kenalannya." ucap marah seorang pria kurus bertubuh sedang berusia awal tiga puluh. Ibunya masih selalu mencucikan bajunya dan hampir tiap hari membuat masakan untuk Wirtz.antara 20 . Petugas yang mengelola situs kepolisian Kota Aachen melihat suatu hal aneh. Pria berwajah tak mencolok. berusia antara dua puluh lima sampai lima puluh tahun. mengapa di kota kecil itu terjadi pembunuhan ganda terhadap anak-anak. Biasanya ini menjadi upaya terakhir polisi dalam memecahkan kasus-kasus sulit. Sudah enam tahun ini Wirtz bertugas sebagai penolong di bagian bencana ordo Maltese.

Namun. Mobil Fiat hitamnya pun tidak ada di garasi bawah tanah. ibunya tidak punya waktu untuk si kecil Markus. Dengan surat perintah pemeriksaan. Di mana Wirtz? Pihak kepolisian menanyai para tetangganya. Suka berkaus oblong Markus Lewendel (33) tinggal berhadap-hadapan pintu apartemen dengan Wirtz. bahwa jam-jam tugasnya di dinas kebersihan dihabiskannya dengan nongkrong di bangku-bangku pertandingan sepakbola antarkota dan pertemuan-pertemuan persiapan arak-arakan. Markus Lewendel. matanya berbinar-binar. dan sering punya rasa takut terhadap orang asing. Partai Kristen Demokratik. Februari 2003. Ia pergi dengan mobilnya. karena tiadanya calon-calon pilihan lain. wajah si anak bawang ini berseri-seri. Ia memang sangat mirip dengan sosok pelaku seperti halnya Wirtz. 103 . Di sebelahnya duduk temannya. Kakaknya yang berusia 15 tahun lebih tua mencoba menggantikan peran ayah dan ibu bagi Markus. "Karena urusan kerja dan pribadi. "Saya sanggup. Wirtz dipilih menjadi ketua." Jadi. Si induk semang yang melambaikan tangan. Sebuah analisis kilat yang dilakukan pihak kepolisian membuktikan. Markus tumbuh di rumah ibunya. Kadang-kadang ia membawa tamu langganannya ke rumah. Diduga. Tiap malam ibunya menjadi pelayan di Bar Em Joldene Klomp. ketua bertubuh pendek itu diwawancarai koran lokal. bahkan ia sama sekali tak pernah punya teman wanita.Namun. Bagai tambah tinggi sepuluh sentimeter. Ia sering bertengkar dengan anggotaanggota muda di Junge Union mengenai pengiriman bir dan harga karcis masuk untuk pesta Junge Union. Salah seorang tetangga ingat. Bahkan. Pada malam pemilihan ketua. karena tak mampu ikut mendukung arah politik ketua partai CDU pusat. pria bertubuh 1. lantas memperkenalkan dirinya-sendiri. menampakkan wajah gembira." kilahnya. maupun di tempat kerjanya. Hanya sekali-sekali pria pendek itu menjadi orang terkemuka. pernah mendapat larangan keluar rumah. Angela Markel. tapi tidak berhasil. Namun. Saya pantas menjadi ketua. Markus Lewendel berasal dari keluarga berantakan. Orangtuanya bercerai ketika ia baru berusia 3 tahun. Para penyelidik dari komisi pembunuhan segera bertindak ketika kecurigaan jatuh pada Markus Wirtz. terakhir kali melihat Wirtz beberapa hari sebelum Paskah.65 m itu menjadi panutan bagi teman-teman separtainya. Ia juga keluar dari CDU. Ketika organisasi Junge Union di Ewschweiler pada November 2002 tidak bisa menemukan seorang pengganti untuk jabatan ketua Wirtz yang anggota partai CDU. Dengan saudara lelaki dan perempuannya." keluhnya selalu kepada para pendahulunya. Mereka menemukan sebuah tang yang sama dengan tang nomor 637. ia meletakkan jabatan karena putus asa. Ia hidup membujang. "Mereka tidak mau mendengarkan saya. kepeminpinan tidak berjalan mulus. para petugas kepolisian masuk ke apartemen Wirtz. Markus Wirtz juga pernah memiliki tang-tang yang digunakan untuk menyiksa si kecil Sonya. Markus membawa nilai-nilai rapor yang jelek ke rumah. Mereka tidak menemukan bujang lapuk itu di rumahnya. tiap orang di bar tahu pula. bar terjelek di Eschweiler.

Selanjutnya ia menjadi tukang cat. untuk mengumpulkan sampah-sampah di taman-taman. Si penyewa memprotes dan mengadukan kejadian itu kepada polisi sebagai pelecehan seksual. ia diterima si tuan rumah dalam keadaan tanpa busana. Kepada seorang tetangga ia bercerita. Katanya. ia sering bertengkar. Ketika wanita itu hendak menyampaikan keluhannya ke Lawendel. mengambili benda-benda yang bisa digunakan untuk pemeriksaan DNA. Ia hanya ingin dilihat dengan topi base ball. Mereka tidak boleh berisik dan membuang sampah sembarangan. tidak seorang pun tahu. lalu kembali menganggur. ia bercerita mengenai tumor otak yang tumbuh sedemikian cepat dan tidak bisa dioperasi. Lewendel merupakan pria pemurung dan aneh. menawarkan jasa untuk urusan tetek bengek. Terutama bila berurusan dengan anak-anak tetangga. Dengan lamaran ke sebuah perusahaan Swis di koper dokumennya. Namun.Selulus SMU. Selain itu. tidak ada informasi jelas mengenai pekerjaannya di luar Nordstrasse. Ketika uji dengan jejak-jejak yang ditemukan di mayat Tom juga sesuai. Lewendel punya banyak waktu luang. Kemudian. Harapannya kandas. karena kecurigaan juga mengarah kepadanya. Meski sempat bekerja beberapa bulan di sebuah dinas pertamanan. Sikapnya sering kali menjadi sedemikian keras. dan peduli. Ia mengurus mesin otomatis pencuci baju. dahulu pernah jadi polisi. Ia ingin mengendarai mobil sport. 104 . pekerjaan itu ia tinggalkan. keraguan pun hilang. Status Lewendel yang paling dikenal adalah menjadi induk semang sebuah apartemen keluarga yang dibangun tahun 1990-an di Jalan Nordstrasse. Pria muda itu tak pernah punya SIM. orang-orang menduga itu upaya untuk menutupi tumornya. Ia jadi penganggur. "Itu cuma bercanda. Lewendel berkilah.demikian julukannya . duduk-duduk di bangku taman dan memandangi anak-anak saat bermain bola.suka memakai kaus oblong polisi warna hijau. Listrik di apartemen seorang wanita muda ia putus. Ia selalu mengeluh sakit kepala dan punya gangguan mata. ia mencoba bekerja sebagai pembantu gudang. Lewendel tidak berhasil mendapatkan pekerjaan. tetapi keinginannya muluk-muluk. apa sebenarnya penyakit Lewendel. Kemudian ia lebih banyak tertarik kepada para wanita penyewa apartemen. Tentu saja lamaran si pengangguran tak terdidik itu tak mendapat perhatian selayaknya. komisi urusan pembunuhan kota Zweifall mencari Lewendel di apartemennya. Si Centeng . itu hasil diagnosis dokter spesialis di klinik Kota Aachen." Teman satu-satunya si induk semang adalah Markus Wirtz. Saya takkan melakukannya lagi. Kedua pria itu senang duduk bersama di depan komputer dan bermain balap mobil. ia pergi dari Eschweiler. Jadi. Anak-anak juga tidak boleh bermain bola di lapangan rumput belakang apartemen. Lewendel juga mengelak dari wajib militer di angkatan bersenjata Euskirchen. Lewendel melupakan rasa putus asanya di Bar Pflaumenbaum di lorong jalan bersama Wirtz dan beberapa orang gagal dari Eschweiler. Kepada pelayan bar. Kadang-kadang ia berdiri di depan jendela dengan sebuah teropong dan mengawasi anak-anak kecil itu. Berjam-jam lamanya mengawasi anak-anak yang bermain langsung di belakang apartemennya di lapangan sekolah dasar.

Markus Wirtz. Polisi lalu menangkap kedua pria bernama depan sama itu. memilih bungkam seribu basa. Sungai kecil mengalir di antara semaksemak rerumputan hijau melewati kawasan itu. Semuanya lima puluh lilin. Di tepi sungai seberang." Hari Jumat Agung di Eschweiler. Mengenakan baju berkabung hitam. bersama teman-temannya dari organisasi ordo Maltese. Burung-burung merpati bersiul-siulan di dahan pepohonan di tepi sungai. karena dugaan pembunuhan bersama terhadap Tom dan Sonya. Sedangkan Markus Lewendel. Wajah mereka pucat dan mata sembap karena kebanyakan menangis." desahnya. Pasangan suami-istri Spreeberg yang meninggalkan kediaman nyaman mereka di Inde tak cocok dengan gambaran suasana pagi musim semi itu. mereka menyusuri sepanjang sungai dengan wajah menampakkan rasa kehilangan dan bingung. Apakah Tom dan Sonya disiksa dan dibunuh karena nafsu sadis? "Semoga saja peristiwa sadis ini tak terjadi lagi." ujar seorang pria pensiunan. di malam menjelang Jumat Sengsara kematian Yesus Kristus. Di kaca spion mobil bergelantung sepatu bayi putih. Penggemar joging mengitari lintasan. pada hari Kamis. Semuanya itu mempertimbangkan perasaan orangtua anak-anak itu. yang bersepeda melewati pemakaman itu. ikut mencari mayat anak-anak itu.Pengakuan dua Markus "Dicari! Markus Wirtz dan Markus Lewendel dari Eschweiler. mobil Fiat Punto hitam Wirtz bisa dikenali di jalan tol A2 di Swis antara Zurich dan Basel. Sonya dan Tom. Seorang wanita tua menyalakan lagi sinar-sinar abadi dari lilin-lilin yang padam. yang dimintai komentar dan diagnosis kilat. Dua tanda salib kayu berada di lautan bunga yang mulai melayu." Hanya selang sehari. "Musang berbulu domba. pemakaman St. Beberapa orang berjalan sambil menggiring anjing mereka. Banyak orang mencoreti tembok apartemen di Jalan Nordstrasse itu dengan tulisan "Hanya kematian yang pantas bagi pembunuh-pembunuh Sonya dan Tom. Kisah nyata/Stern/Marina 105 . dapat dengan tenang menghadiri pemakaman sambil mengeluarkan sumpah serapah. Para penegak hukum tidak mengeluarkan rincian mengenai jalannya pemeriksaan dan hasilnya tentang kejahatan yang ternyata telah direncanakan tiga minggu sebelum kejadian. Kembali ke Aachen. Wirtz dan Lewendel mengaku telah membunuh kedua anak Spreeberg. Peter-Paul menjadi tempat peristirahatan terakhir anak-anak mereka. Matahari pagi memancar di kawasan Inde. secara bersama-sama. Bahkan para psikolog.

Toyoko. si anak hilang itu terakhir kali terlihat bermain dengan Kikuo. Tokyo. Pak. sejumlah detektif mengejar keterangan Kikuo di rumahnya. untuk sementara. Selama ini saya tak pernah khawatir ia bermain di sana. dan gedung-gedung beton. Statistik yang tentu saja membuat kecut hati para orangtua! Titik terang Kikuo Untuk memperjelas persoalan. pada tahun 1945 . sehingga menganggap tak perlu lagi mengawasi anaknya. 106 . Saking seringnya bermain di taman itu. Dibantu para kerabat dan tetangga. Jepang. nun jauh di sana. Sebab. di Taito Ward.15. hasilnya nihil. Bingung dan khawatir. sang ayah. membuat orangtua Murakoshi merasa aman. tampak asyik bermain di sebuah taman yang terletak tak jauh dari rumahnya. sebelum akhirnya raib entah ke mana. orang asing itu bahkan sempat mengajak Murokoshi bercakap-cakap. persisnya kantor polisi Higashi Iriya. DIKENALI DARI SUARANYA Sore itu. pada pukul 19. Padahal biasanya. berjalan-jalan di sekitar taman." timpal seorang petugas jaga kepada rekan detektifnya. dari 171 kasus pembekapan bocah bermotif uang tebusan yang dilaporkan di Jepang. Tokyo. Bujukan macam apa yang dikeluarkan si orang asing. putra pertama mereka itu tak kunjung pulang. temannya yang berusia lebih tua. Yah.00.00 tiba. persis di depan rumah kami. kontraktor berusia 34 tahun. ibu muda yang baru berusia 28 tahun. Yoshinobu. Makanya. Keasyikan seorang bocah. bercanda sebentar. dengan perut lapar tentunya. apalagi biasanya ditemani anak-anak tetangga. Karena mereka belum bisa memastikan. Apakah pembunuhan. Begitu sarat emosi. atau si anak sekadar mampir ke rumah temannya? "Mudah-mudahan bukan penculikan.1993. mereka akhirnya mendatangi kantor polisi terdekat. memang hanya itu yang bisa mereka lakukan. Jawaban Kikuo sedikit memberi titik terang. ketika sampai menjelang jam enam malam. Polisi terpaksa harus menenangkan Toyoko. angin bertiup pelan. Murakoshi selalu pulang jauh sebelum pukul 18. 31 Maret 1963. Mereka melaporkan hilangnya Murakoshi. Murakoshi sudah biasa bermain di taman yang memang disediakan untuk warga sekitar. Yoshinobu juga tak tahu. Semoga bukan penculikan. tokotoko. Tanpa membuang waktu. yaitu para tetangga dan teman-teman Murakoshi. Karena memang tak pernah ada kejadian apa-apa. Setelah menanyai sejumlah saksi mata. 31 korbannya tewas dibunuh penculiknya. "Taman tempat dia bermain itu letaknya di seberang jalan. menanti kesempatan untuk merenggut keceriaan masa kecilnya. sehingga Murakoshi menurut saja diajak pergi menjauhi tempat tinggalnya? Orangtua Murakoshi baru sadar. anaknya tiba-tiba dihampiri orang tak dikenal. penculikan. tak pernah tahu kalau saat itu. Sebuah taman kecil yang berhimpitan dengan blok-blok rumah warga. bercerita kepada polisi yang mencatat laporannya. sesuatu yang kurang beres terjadi pada anaknya. Yoshinobo mencoba menemukan Murakoshi dengan menyisir daerah sekitar taman. Murakoshi Yoshinobu. kasus apa yang sebenarnya tengah mereka hadapi. sepasang mata mengawasi. polisi mendapat informasi. Namun." Toyoko meradang. Semilirnya menyejukkan badan. yang tak menyadari. polisi segera bergerak cepat. istri Yoshinobu. Seorang anak laki-laki berusia empat tahun.

dugaan polisi masih belum berubah: kasus hilangnya Murakoshi kemungkinan besar penculikan. Polisi juga mulai mencari motif. Orang itu mengajak ngobrol Murakoshi. sejauh ini belum ada nama yang dianggap pantas masuk daftar orang-orang yang dicurigai. masih banyak lagi "orang penting" yang ikut berbicara di media. Lolos jebakan polisi Setelah beberapa hari tak ditemukan. tingginya sekitar 160 cm dan memakai jas parasut warna abu-abu." jawab Kikuo lancar. Esok harinya. bahkan secara resmi menyampaikan permintaan pada penculik. fakta. kaus oblong. dan celana panjang kuning setrip hitam-abu-abu. juga menjanjikan "perlakuan khusus". agar tak melanjutkan aksi kejinya. poster Murakoshi mulai dicetak secara besar-besaran dan disebarkan ke seantero kota. ketua Asosiasi Pengacara Jepang. Agar pencarian berjalan efektif. kasus Murokashi tak lagi menjadi milik polisi dan warga sekitar. Baik dengan sesama teman kerja maupun rekan bisnis di luar perusahaan. si pria masih muda." Kikuo mengangguk."Memang benar. ketika kami sedang mengisi pistol air Murakoshi. Maruyama Tasaku. Berdasarkan data. karena tampaknya kasus ini mengarah pada penculikan. polisi menyebarkan ciri-ciri Murakoshi. Seorang detektif datang ke rumah Yoshinobu. Selain mereka berdua. ia memakai sweater hitam. Mereka ngobrol soal pistol-pistolan yang dipegang Murokoshi. Di saat-saat terakhirnya. Polisi juga menanyai ciri-ciri pria asing yang membawa pergi Murakoshi. Lelaki pembawa lari Murokashi itu ternyata berkaki pincang. datang seorang laki-laki. ternyata masih ada lagi satu ciri fisik penting si pria asing yang luput dari perhatian Kikuo. "Pria itu menegur duluan. Seorang pejabat polisi. "Kamu sempat mendengar pembicaraan mereka?" tanya seorang detektif. Karena sudah ada yang menemani. dan laporan yang masuk. Tapi kemudian. Namun. kaus kaki biru tua. dengan rambut dipotong pendek layaknya anak-anak kecil di Jepang saat itu. Tanggal 3 April 1963. menanyakan apakah pengusaha muda itu punya masalah di kantor. Hanya sampai di situ keterangan yang dapat dikorek polisi dari anak lakilaki yang tadinya diharapkan menjadi saksi kunci. saat ditanya wartawan. polisi belum berani menyimpulkan secara resmi. Menurut Kikuo. Tingginya sekitar satu meter. saya lalu meninggalkan mereka berdua. Tadinya kami bermain bersama. Sejumlah media cetak terbitan Tokyo ikut mengekspos kisah hilangnya bocah yang dikenal selalu ceria itu. terutama saat terakhir kali meninggalkan rumah. seluruh Tokyo bak larut dalam lautan duka mendalam yang menimpa keluarga besar Yoshinobu. Mereka terus menunggu kontak dari penculiknya. gencarnya pemberitaan dan banyaknya poster yang disebarkan membuat hati si penculik (jika memang benar Murakoshi 107 . Namun. karena saya langsung pergi. Sejak pemberitaan gencar itu. mengimbau pembebasan Murakoshi. Belakangan. dan sepatu hitam. jika penculik Murakoshi bersedia menyerahkan diri. Pihak keluarga berharap." "Hanya itu?" "Hanya itu yang saya tahu.

betul. Salah satu pelaku tindak kriminal yang paling mereka benci. ramainya pembicaraan tentang nasib bocah yang tengah menjadi "anak kesayangan" Tokyo itu membuat penculiknya tahu alamat dan nomor telepon keluarga korban. Namun. sebaiknya Anda datang sendirian. Shinagawa." Yoshinobu agak gugup. "Tapi ingat." "Maksud Anda. "Tentu. Ia meninggalkan korbannya tak jauh dari sebuah stasiun rel bawah tanah Shinjuku. Shinagawa Motor?" "Ya. 'kan?" bunyi suara di seberang sana. Anda harus sendirian. setelah sempat dibekap selama dua bulan. Untuk pertama kalinya sejak dilaporkan raib. Buat polisi. Apakah taktik serupa mempan untuk menekuk penculik Murokashi? Tentu saja waktu yang akan membuktikan." "Dia akan jadi sopir saya. Bertubi-tubinya "hantaman" media massa. meminta uang tebusan.yang telah lama disadap polisi . "Anda benar-benar akan membawa uangnya. Si bocah pun kembali ke pangkuan orangtuanya dengan selamat. setidaknya. Setelah diberitakan secara luas. Ada lima truk yang diparkir di sana. dering telepon itu sekaligus memastikan. Alhasil.berdering. Kadang. telepon di rumah orangtua Murakoshi . tampaknya membuat si penculik stres." "Boleh 'kan?" 108 . "Bagaimana kalau saya ditemani seorang anggota keluarga?" "Mmmm. tentu." "Tidak masalah. Kalau tidak . Di mana harus saya serahkan?" ulang Yoshinobu "Datanglah ke Jln. Saya akan datang sendirian.. Showa Dori. seorang bocah asal Korea Selatan di Chiba. saya akan bawa uangnya. Bagaimana?" "Mmmmm. Sekali lagi saya ingatkan. sehingga tak melanjutkan niat jahatnya. Contoh keberhasilannya sudah ada. tidak ada orang lain. sehingga memutuskan "menyerah". Begitu juga dengan kasus pembekapan dengan tebusan Kim Min Soo. mereka memang benar-benar berhadapan dengan penculik bocah. tanggal 6 April. penculik Murakoshi menelepon." si penculik mengancam. kasus penculikan itu akhirnya berujung damai. dan seperti diduga sebelumnya... Orang dewasa yang memanfaatkan ketidak-berdayaan bocah-bocah tak berdosa. Anda akan melihat Sunagawa Motor Company. cara seperti ini lebih efektif ketimbang memburu langsung si penculik. pemberitaan meluas di media massa seperti ini pernah terjadi pada kasus penculikan terhadap seorang anak perempuan. Letakkan uangnya di truk ketiga dari depan. Di ujung jalan.diculik) luluh. Di mana harus diserahkan?" "Apa?" "Uangnya. Beberapa bulan sebelumnya.

Si penculik menjadi orang yang benar-benar "beruntung". ikut bersuara. polisi bahkan memperbanyak dan menyebarkan rekaman percakapan telepon antara si penculik dengan orangtua 109 . "Saya berharap. Mereka menempatkan lusinan detektif berbaju preman di sekitar titik pertemuan. Berbagai tulisan tentang ibu kandung Murakoshi. Para politisi pun tak mau kalah. terasa menyentuh. tak kurang dari 700 ribu orang menjadi sukarelawan. Tanda itu dianggapnya sebagai isyarat agar mengambil rute terdekat dan segera menyerahkan uang tebusan yang telah disiapkan. Di stasiun-stasiun kereta api bawah tanah. Murakoshi dibebaskan sebelum ulang tahunnya yang kelima. Setiap tahun kami sekeluarga selalu ke sana. kemungkinan kedua inilah yang ditakutkan warga kota. kerabat. bahkan sampai festival anak selesai dilaksanakan. Keteledoran kecil yang dilakukan kerabat sekaligus sopir Yoshinobu berdampak sangat besar. hari berlalu. permintaan Toyoko tampaknya hanya akan menjadi sekadar permintaan. para kepala stasiun berinisiatif mengumandangkan himbauan agar si penculik membebaskan Murakoshi. membantu polisi mencari Murakoshi. jika si penculik sudah mendapatkan semua yang diminta. Untuk mengatasi kebuntuan. imbauan dan gerakan moral menuntut Murokashi dibebaskan pun makin sering terdengar. Uang didapat.000 telah kabur entah ke mana. polisi langsung melakukan persiapan. Gagal berulang tahun Sejak gagalnya "transaksi" penyelamatan Murakoshi. 17 April nanti. Akibatnya. mereka bahkan baru sampai ke titik penyerahan uang tiga menit setelah tebusan ditaruh. Toyoko." Menyadari pentingnya "transaksi" yang akan dilakukan. Berbagai LSM mendesak penculik agar tak menjadikan bocah tak berdosa sebagai tameng kehajatannya. makin banyak pihak yang mengkhawatirkan nasib anak tak berdosa itu. hasilnya ternyata mengecewakan. Kegagalan tadi jelas berimplikasi besar. Di luar stasiun kereta api serta rumah keluarga. Tak ada yang bisa memperkirakan. Murakoshi tak juga kembali ke rumah. polisi di lapangan tak lagi terkoordinasi."Okelah. bagaimana nasib bocah itu kini. Pelaku penculikan lolos begitu saja dari jebakan polisi. Saya juga ingin membawanya ke festival anak. dan tetangga. jejak si penculik masih juga misterius. karena si penculik dan uang tebusan Yen 500. tahun pun bergulir. tapi bisa juga tak akan pernah terlihat lagi. Total jenderal. sesuai petunjuk penculik. tanggal 5 Mei. buat apa lagi menyimpan sandera? Bukankah keberadaan si bocah justru menjadi beban yang sangat merepotkan? Hanya ada dua pilihan yang dimiliki si penculik. sandera tetap di tangan. melepaskan sandera atau membunuhnya. yang dicetak sejumlah media tulis." harap Toyoko. Sayangnya. Murakoshi yang malang. Terbukti. sebagian besar bergerak secara tak resmi. Sampai nanti. dia bisa saja kembali. meskipun rencana penyergapan yang mempertaruhkan nyawa bocah tak berdosa itu dipersiapkan dengan matang. seperti dilansir sejumlah media cetak. Polisi mencoba menyisir lokasi kejadian. Sopir Yoshinobu salah memahami kode lambaian tangan yang dilakukan seorang perwira polisi. Logikanya. Nah. tapi terlambat. Dalam tulisan itu diceritakan. Namun. sampai hari ulang tahunnya tiba. Namun. bulan berganti. Himbauan yang disampaikan secara berkala itu menunjukkan keprihatinan mendalam masyarakat Tokyo atas raibnya Murakoshi. betapa Toyoko tak pernah bisa benar-benar tidur. sejak anaknya diculik.

Kohara yang berasal dari utara Jepang (dialeknya cocok dengan dialek penculik hasil rekaman polisi) adalah pelaku sejati penculikan Murakoshi. Dia mendapat pekerjaan sebagai tukang servis di sebuah toko jam. Dari rekaman suara itu terungkap pula. Untuk lebih meyakinkan. dialek si penculik menunjukkan dia berasal dari Tohuku. Bosan tinggal di kampung. Pelaku diperkirakan berusia sekitar 40-an tahun. Tujuan polisi. Utang itu makin lama makin menumpuk. polisi belum atau tidak menemukan bukti-bukti keterlibatan orang-orang yang dilaporkan sebagai pemilik suara mirip penculik Murakoshi itu. Sampai akhirnya. sehingga satu kakinya tak dapat berjalan normal. sebuah daerah di utara Jepang.000 per bulan. terserang penyakit tulang ketika duduk di kelas 5 SD. sulit buat polisi menemukan jalan keluar kasus ini. tapi buat Kohara. Toh aparat penegak hukum tak pernah putus asa. 110 . Sebelum terlibat kasus penculikan Murakoshi. Selain komentar.ikut memberi penilaian atau informasi yang langsung mengarah pada pelaku. Menurut para ahli bahasa. Sepertinya. polisi mengumumkan keberhasilannya menemukan jejak tersangka penculikan. banyak juga telepon masuk ke kantor polisi. Namun. ke stasiun-stasiun radio dan televisi. mulai mengerucut pada sebuah nama. dengan gaji Yen 24. dia belajar teknik servis jam di Ishikawa. polisi Jepang mengirim dua sampel rekaman suara ke Amerika Serikat untuk diperbandingkan. berisi rekaman suara penculik saat meminta uang tebusan di telepon beberapa tahun lalu. Polisi yakin. yang sudah beberapa kali keluar-masuk penjara (termasuk tahun 1956. kota kecil tak jauh dari kampung halamannya. agar khalayak . Penyelidikan terus bergulir. Kohara mengadu nasib di belantara Tokyo ketika menginjak usia 27 tahun. tahun 1964. Bahkan hidup-mati Murokashi pun tak diketahui.korban. Kohara Tamotsu. dua kali di antaranya membuat penjahat kambuhan ini masuk bui. Tak heran. uang sebesar itu tak sebanding dengan kebutuhan hidupnya di kota sebesar Tokyo. setelah diselidiki lebih jauh. perhatian warga terhadap kasus Murakoshi mulai terpecah. persisnya Juni 1965. bisa juga lebih. ketika dia ditahan karena pencurian. Hasil penyelidikan yang melibatkan 30 ribu polisi dan 13 ribu calon tersangka itu. pelaku kerap menggunakan istilah-istilah yang berhubungan dengan dunia militer. dua tahun tiga bulan setelah kasus penculikan Murokashi pertama kali dilaporkan. dia meninggalkan banyak utang di mana-mana. Gaji yang sebenarnya lumayan. justru ketika hampir semua orang sudah melupakan tragedi yang menimpa anak kesayangan Yoshinobu. Umur 15. Kirim rekaman ke Amerika Ajaibnya. data yang dijadikan dasar penelusuran polisi) terakhir melakoni pekerjaan sebagai tukang servis jam tangan. sedangkan sampel kedua. Anak petani miskin yang memiliki 10 saudara itu. Pria 29 tahun.berbekal kaset rekaman tadi . sehingga kadang harus dilunasinya dengan melakukan tindak kejahatan. setidaknya Kohara telah lima kali ditangkap aparat kepolisian. mendapat sambutan luar biasa. rata-rata menyatakan "sepertinya mengenal" orang yang suaranya mirip dengan suara penculik di kaset rekaman. seiring peresmian kereta api cepat Shinkansen dan status Tokyo sebagai tuan rumah olimpiade. Sampel pertama berisi rekaman suara Kohara paling akhir. Rekaman itu menjadi bahan perbincangan menarik di media massa. menurut aparat penegak hukum.

pengadilan memutuskan Kohara sangat layak dijatuhi hukuman mati. Berdasarkan pengakuan Kohara. Tokyo. Mayatnya sempat disembunyikan di gudang. mengajak ngobrol. Kohara mengaku. saya sedang ada di rumah." papar sang ayah pelan. Karena tidak ingin mengundang perhatian orang banyak. pas bin cocok. Kohara didesak dengan berbagai pertanyaan. antara tanggal 3 Juli dan 4 juli 1965. mereka sampai di Kuil Entsuji. Setelah itu. polisi yang bertahun-tahun menyelidiki kasus ini. sebelum akhirnya dikuburkan di pekuburan belakang kuil. Guna membungkam kebandelan Kohara. disajikan berbagai fakta. Minami Senju. lalu jalan-jalan menjauhi kawasan tempat tinggal Murakoshi. Orangtua korban yang diberi tahu soal penemuan mayat anaknya tampak sangat terpukul. "Saat kejadian itu berlangsung. tepatnya tanggal 23 Desember 1971. tak jauh dari batu nisan bertuliskan "Ikeda". termasuk uutang-utangnya yang langsung lunas pasca penculikan Murakoshi. dan banyak orang yang masih menginginkan Murakoshi dapat kembali bermain dengan teman-teman sebayanya. Di usia 38 tahun. atau alibinya yang dengan mudah dipatahkan karena tak didukung saksi mata. saat terbentur batu-batu kerikil. Harapan menjumpai Murakoshi dalam keadaan hidup pupus sudah. sikap Kohara justru makin menyebalkan. polisi tetap mengharapkan pengakuan Kohara. lantaran terbelit utang yang menggunung. niat jahat langsung terbersit di hati Kohara. di sebuah tempat sepi di lingkungan kuil. Celananya juga. Setan membisikinya untuk membujuk bocah yang sedang bermain pistol air itu. dini hari itu juga polisi langsung mengecek pekuburan di belakang Kuil Ensutji. Kerja keras polisi akhirnya berbuah manis. Kohara tergolong cerdas. Dia kerap berpolah tidak kooperatif. meski alibinya itu tak didukung saksi mata. "Ya. suasana berubah hening. Sekitar pukul 22. polisi akhirnya merencanakan interogasi maraton. Arakawa Ward." jawabnya mantap. Tokyo. Dua suara yang diperbandingkan disimpulkan berasal dari satu sumber. "Ini benar sepatu Murakoshi?" tanya seorang polisi.Hasilnya. Yang terdengar hanya bunyi denting pacul dan peralatan lain untuk menggali. Kohara sebal. Buah hati Yoshinobu itu dicekik sampai meninggal. Sialnya. dari hari ke hari. selamanya. Motifnya semata demi uang. Dalam rasa lelahnya. Bahkan Kohara bersikukuh tak pernah melakukan penculikan seperti yang dituduhkan kepadanya. Dia mengaku menculik Murokashi seorang diri. Di Jepang pengakuan tersangka tetap menjadi dasar paling kuat untuk menjebloskan seseorang ke penjara. lebih sering dimanfaatkan untuk menipu dan berbuat tidak jujur. Kohara memutuskan membungkam mulut Murakoshi. karena di perjalanan. walaupun kecerdasannya itu tampak nyata. tanpa bantuan orang lain.00 waktu setempat. 111 . Tak lama kemudian. Namun. Benar saja. mereka mendatangi lokasi penemuan mayat. meski telah didukung oleh bukti ilmu pengetahuan. hidup Kohara berakhir di tiang gantungan di Kosuge. di lokasi penggalian. Tak ada kata-kata yang sanggup melukiskan kepedihan hati orangtua Murakoshi. Apalagi jika tuduhannya tindak pidana berat. Namun. Kepedihan itu sedikit terobati ketika pada 1967. Ketika melihat Murakoshi di sebuah taman kecil. mereka menemukan sisa tulang belulang Murakoshi. Untuk ukuran seorang penjahat. Murakoshi terusmenerus merengek minta pulang.

Mereka berangkat dengan sama-sama kesal. ada sesuatu yang tak beres dengan anak gadisnya. Tapi perasaannya tak mampu membedakan. Berkalikali itu pula Colin menolak. pihak kantor bilang. "Buat apa ke sana? Dia 'kan sudah keluar kantor. berharap Joy. dari para petugas keamanan itu mereka tak memperoleh informasi tambahan apa-apa. Jangan-jangan . "Selamat malam! Ada yang bisa kami bantu?" Dengan penuh kecemasan. apakah Joy mengalami ." bantahnya.. Maud masuk ke kamar.. Begitu keluar menuju garasi. mereka sampai di lokasi kantor Joy. anak laki-lakinya. Maud menjelaskan maksud kedatangan mereka berdua. Joy pulang pukul enam sore. entah doa. Suasana lengang. Perasaan keibuannya mengatakan. Maud bahkan sudah menyiapkan gaun yang bakal dipakai anaknya. Jawaban itu membuat ibunya kesal. Lampu-lampu sudah dimatikan. Meski tak bisa menyembunyikan kekesalannya. hendak berangkat ke kantor Joy sendirian. RAHASIANYA DI BALIK CELANA Durban. entah kebetulan semata. telah terjadi sesuatu yang tak beres dengan Joy. datang. Hanya beberapa yang masih menyala. Sepanjang perjalanan. Maud tampak semakin gusar. Sesekali perempuan tua itu membuka pintu. Setengah jam kemudian. menonton sebuah film yang baru saja dirilis. Gaun itu kini masih tergantung rapi di kamarnya. Sebelum berangkat. Tiba-tiba saja ia menjadi begitu benci terhadap malam. dibintangi Mifune Toshiro. Beberapa orang petugas keamanan menghentikan mobil mereka di pintu masuk. Entah gerutu. karena gelap selalu menjadi persembunyian orang-orang jahat yang melakukan tindak kriminal. cerita film itu ternyata berputar-putar soal penculikan bocah! (Kisah nyata/Mark Schreiber/Icul) 16. Tapi ia tahu Colin benar. gadis itu bilang akan pergi ke pesta kawannya sepulang kerja.. berganti pakaian. sibuk dengan pikirannya masing-masing. Kohara ternyata mendapat ide untuk melakukan penculikan Murakoshi. 112 . Tapi malam itu wajah cantik anaknya tak juga muncul hingga pukul sepuluh malam. Ceritanya. Malam terus beranjak semakin larut. ia berniat refereshing. si ibu menurut saja ketika Colin membukakan pintu mobil untuknya.Satu hal yang menarik. tidak! Berkali-kali ia menyuruh Colin. Padahal. Tak sabar dengan Colin yang selalu membantah.. Baju pesta sia-sia Semakin malam. ketika sedang menonton film di gedung bioskop. Ia yakin sekali. Afrika Selatan. untuk pergi ke kantor Joy. Sudah tiga jam Maud Aken mondar-mandir di ruang tamu. mereka diam satu sama lain. Namun. judulnya High and Low. Ah. sambil berkali-kali melihat jam dinding. anak gadisnya. ia mendapati Colin sudah berada di dalam mobil.. Mulutnya tampak berkomat-kamit tipis merapalkan sesuatu. Entah disengaja. Biasanya Joy sampai di rumah tak lewat pukul tujuh malam. 11 hari sebelum beraksi.

Tak menunggu sampai Matahari terbit. Tapi Maud seperti tak bisa dihibur. Titik. Cindy. Mungkin Joy langsung berangkat ke pesta dan lupa tak menelepon rumah. Sampai di rumah. Beberapa menit kemudian. Dari catatan polisi. Umurnya jauh lebih tua dari Joy. Maud tampak tegang ketika menjawab pertanyaan polisi tentang anaknya. "Selamat malam! Ada yang bisa kami bantu?" Kali ini Colin mewakili ibunya.. ini malah membuat Maud bersungut-sungut.. Ia membolak-balik gaun Joy yang tergantung rapi. Menurut dugaan mereka. Grobler hanya bisa berjanji. Di sana. Belum ada kemajuan. Tapi tak banyak informasi yang didapatkan. Memakai . kata kawan-kawan Joy yang kebanyakan cewek. "Ibu tak perlu terlalu risau hanya karena perasaan. hingga Joy tak sempat menelepon ke rumah. tapi malam itu juga. Ia pernah dua kali menjemput Joy ke kantor." Colin menjelaskan dengan rinci. Sekretaris. Di kepalanya berkecamuk berbagai dugaan.. Bahkan Maud pun mengaku tak banyak tahu tentang kawan-kawan Joy. 113 . Maud tak sabar menunggu pagi. bergegas pergi ke kantor polisi lagi. pria itu umurnya kira-kira belasan tahun di atas Joy. Hanya ada informasi tambahan bahwa sebelum Joy menghilang. Colin melajukan mobilnya ke kantor polisi. Menunggu cahaya Matahari yang akan menerangi muka orang-orang jahat. Tapi tak ada satu pun kawan Joy yang mengenal pria itu. Semua kawan Joy dimintai keterangan tentang pria itu. Informasi itu seolah memperkuat dugaan Maud bahwa memang telah terjadi sesuatu yang tidak beres dengan Joy. jawaban pertama adalah bahwa pria itu tampan. mengatakan kepada polisi bahwa ia pernah berpapasan dengan Joy bersama pria tampan itu. Di kantor. "Mungkin nanti kami memperoleh petunjuk. "Umur 20 tahun. Seorang polisi ikut mengantar ke rumah mereka. Seperti biasa. Sendirian. Malam itu. Tak urung.Joy sudah meninggalkan kantor sejak pukul enam sore. menjelaskan maksud kedatangan mereka." hibur Grobler. Cantik. mereka mendapat sambutan yang sama. Pastilah sesuatu yang sangat buruk. Setiap kali polisi bertanya kepada mereka. Cuma itu informasi yang mereka dapat. Ia bahkan tak tahu apakah Joy sudah punya pacar atau belum. ia dua kali disambangi tamu. Ia kemudian meninggalkan rumah dengan pesan agar kamar Joy tidak diutak-atik. kawan dekat Joy di kantor. ia meninggalkan kantor sendirian. Joy tak pernah bercerita. Joy dikenal tertutup soal kehidupan asamaranya. Menjelang pagi. Seorang pria yang sangat tampan. Jawaban khas perempuan. Dengan kecemasan yang tak surut sedikit pun. Malam seperti beringsut sedemikian pelan. mengendarai mobil Ford Anglia warna merah. tak ada laporan tentang kecelakaan lalu lintas malam itu. Meninggalkan kantor pukul enam sore. ia tak bisa memicingkan mata sebentar pun." katanya. Juga tak pernah memperkenalkan pria itu kepada Maud. mereka akan membantu mencari Joy. Rambut hitam sebahu. Maud dan Colin mendahului Matahari terbit. Sangat tampan. Dari kantor Joy. Tak ada petunjuk apa-apa yang bisa didapat. polisi memeriksa kamar Joy. menanyakan kabar pencarian Joy. mereka ditemui langsung oleh Brigadir Polisi Grobler. Ia meninggalkan kantor polisi dengan wajah semakin gusar.

Asmanya sampai kumat. Nelson dikenal sebagai paranormal nyentrik. "Salah satunya adalah saya. John dan Joy adalah dua seteru yang tak pernah akur. Ini menyangkut nyawa Joy. Nelson mulai melakukan ritusnya. Nelson membawa mereka ke ruang pribadinya. Maud curiga. Tapi ia tak mengatakan hal itu kepada polisi. "Tapi ini bukan permintaan sembarangan. John tak sanggup menahan murkanya. Di hari kedelapan. Ia kemudian minta kepada Maud untuk membawa beberapa pakaian Joy. Selama ini. Ia bisa melihat sesuatu di tempat yang jauh. juga bekas murid Pak Nelson. "Ilmu yang saya gunakan ini sama sekali bukan klenik. Di kalangan orang-orang dekatnya. Sambil disaksikan ketiga orang keluarga Joy. Teropong pakaian dalam Hingga seminggu sejak Joy hilang. Tapi ia cuma mengucapkannya di dalam hati. Ayahnya pun tak pernah peduli dengan apa yang terjadi pada anak gadisnya. Ia takut menyinggung perasaan Maud. sebuah kamar yang sangat rapi dan penuh buku. tapi ia sendiri tidak mau disebut paranormal. salah seorang anak buahnya. mesra. Hari itu juga. belum ada tanda-tanda polisi menemukan jejaknya." Hari itu juga. Ia tidak begitu percaya dengan semua yang berbau klenik. "Polisi bukan dewa. John. Tiap malam. Ia lebih sering menolak permintaan daripada mengabulkan. Maud menelepon John. Seminggu sejak Joy hilang. Saya tidak menggunakan kemampuan saya secara sembarangan!" katanya kepada Maud. "Polisi tak bisa diandalkan!" keluh Maud di depan Grobler. Maud tidur tak lebih dari empat jam. Merasa dicurigai. ayahnya. Maud tak menghiraukan saran Colin. termasuk beberapa pakaian dalamnya. ada ribuan pria tampan dan mobil Anglia merah. Ia berani bergurau ketika Maud sudah meninggalkan kantor polisi. Sama seperti teknologi telepon yang memungkinkan dua orang bicara dari tempat yang jauh." umpatnya sambil meninggalkan Maud." kata Grobler berkelakar kepada Ajun Brigadir Polisi Leon. Joy tak pernah menggubris ucapan bapaknya. suaminya ikut bertanggung jawab terhadap hilangnya Joy. memintanya pulang. anak saya. seorang paranormal yang juga mantan kepala SMA tempat Colin dan Joy bersekolah dulu. Dengan bantuan wajahnya yang memelas. Ia 114 . Maud tak butuh waktu lama untuk membuat Nelson menganggukkan kepala. Colin menyarankan ibunya untuk minta bantuan Nelson Palmer. dan Colin datang ke rumah Nelson sambil membawa beberapa potong pakaian Joy. sampai mengambil cuti kerja. Maud. Saya tak bermaksud jorok. ketika kekesalannya memuncak. Tapi Colin kemudian berhasil meyakinkan ibunya bahwa Nelson tidak seperti paranormal kebanyakan.Pada kunjungan pertama. Saya perlu barang yang sangat pribadi. wajahnya tampak kusut. Jelas saja polisi tak bisa mempersempit pencarian hanya dengan bekal informasi itu. keduanya tampak akrab. Bahkan John. suaminya yang bekerja di Pretoria. "Maaf. Tapi pada kunjungan kedua. Colin pun ikut merasa bersalah atas hilangnya Joy. misterius. dan sangat pilih-pilih. Cuma itu informasi yang bisa digali polisi. hubungan keduanya jauh dari kesan hubungan seorang ayah dan anak. Bu!" elak Grobler." bujuk Maud. Ia tak ingin masalah keluarganya menjadi catatan polisi. Tapi saya ingin mengetahui sebuah rahasia. Joy tampak seperti menyembunyikan rasa kesal pada pria itu. Meski Joy adalah anak kandung John sendiri. Di Durban. Awalnya. jauh dari kesan kamar paranormal. Pak Nelson. "Binatang buas saja tak akan memangsa anaknya sendiri.

Nelson tak pernah bicara kecuali ditanya.. Maud lunglai. Untung saja Maud tak ikut turun ke bawah. "Sebaiknya.. Telah puluhan kilometer mereka tempuh. Di dekatnya ada . bukit . kemudian berjalan turun ke arah lereng bukit.. Suasana ruangan sesaat menjadi muram. Beberapa saat kemudian Nelson bicara.. polisi tak kesulitan masuk ke dalam gorong-gorong. Nelson masih berada di tempat semula dengan posisi berdiri tak berubah. memegang pakaian Joy. Jika kalian mau.. "belok kiri. Tampaknya memang bau mayat. Sesaat napasnya kembali terdengar naik turun. Namun. Selama beberapa menit." Ia bicara putus-putus seperti sedang mengamati sebuah tempat. "Lelaki tua yang sangat aneh. suasana senyap.. mengamati lubang gorong-gorong yang gelap dan kotor. Ia berhenti di sana. Entah mengapa Maud percaya begitu saja dengan kata-kata Nelson. "Joy sudah meninggal!" Mendengar kata-kata itu. tepat ketika mereka berada di antara dua buah bukit di wilayah Umtwalumi. Colin menyetir." kata Nelson kepada Colin. Nelson turun dari mobil. Tubuhnya dipotong menjadi dua bagian. antarkan aku ke sana!" katanya. Nelson terus menuruni lereng bukit hingga ia sampai di depan sebuah pintu gorong-gorong. mereka berempat segera berangkat. "lurus". Nelson kemudian melanjutkan ritusnya lagi. Dengan sigap. Nelson menyuruh Colin menghentikan dan meminggirkan mobil. sebuah saluran air . Wajahnya yang masam selalu memandang lurus ke depan. sambil matanya terpejam. Baunya busuk. seperti ketika ditinggal oleh Colin. Suaranya berat. Tanpa menunggu jarum menit pindah angka. mencari kantor polisi terdekat.. "Aku tahu tempatnya. Ketika hampir saja Maud angkat suara. Matanya seperti tak pernah berkedip." pikir Maud. Mereka melaju ke arah selatan hingga keluar dari Durban. tapi Nelson belum juga menyuruh berhenti. Colin kemudian meninggalkan Nelson. Colin dan John mengikuti dari belakang sementara Maud tinggal di mobil.. Setengah jam kemudian ia kembali.meletakkan pakaian-pakaian Joy di meja. mereka bertiga tak bisa melihat apa-apa. Colin dan John bergidik melihatnya. Ia terus bilang.. Tak salah lagi. ia pasti perlu digotong untuk menaiki lereng. seolah-olah ia telah terbiasa mempercayai tukang ramal. kamu minta bantuan polisi.. seperti . Beberapa menit kemudian mereka keluar membawa potongan tubuh manusia. Tapi karena bagian dalam saluran air itu gelap. "Dia ada di sebuah tempat . sementara Nelson menjadi penunjuk jalan. Tampangnya tampak sangat pas untuk memerankan tokoh antagonis di film-film misteri. tubuh Joy. Ketika Nelson membuka matanya. Berbekal berbagai alat bantu untuk medan sulit.. Sedemikian jauhnya jarak tempuh mereka. 115 . mereka berempat saling berpandangan. Maud sampai kelihatan teler dan berkalikali mengubah posisi duduknya. di mana mayatnya?" tanya Maud sambil tak kuat menahan air mata sedihnya. Jika melihat. Tungkainya seolah tak sanggup menahan tubuhnya tetap berdiri. "Jika sudah meninggal.. Di kepalanya masih tampak sisa luka tembakan sementara organ-organ bagian perutnya terburai keluar. Yang terdengar hanya napas Nelson yang naik turun. ia tak berani bertanya macam-macam kepada Nelson.belok kanan". memegangnya dalam keadaan mata terpejam.

Grobler tak menemukan bukti bahwa Van Buuren membunuh Joy. saya membunuh orang yang saya sukai?" elak Van Buuren. "Ya! Tak salah lagi!" seru Grobler dalam hati. Van Buuren mengaku. Ia merasa telah menemukan titik terang. ayah Joy. "Tapi tak ada satu pun yang sangat tampan. Malam itu juga. Namun. "Saya mungkin bukan seorang bapak yang baik. Ia juga mengaku pernah mengajak Joy berjalan-jalan dengan mobil Anglia merah milik Themba. ayah Joy. "Saya kira polisi mau menangkap saya karena membawa kabur uang Pak Themba. Berbekal alamat dari Themba. Esoknya." jawabnya. ia berada di rumahnya di Pinetown. Berdasarkan catatan polisi. puluhan polisi dikerahkan. Ketika mereka sampai di sana. Cewek-cewek itu tak salah. pada malam hilangnya Joy. Ia bahkan mengaku terkejut mengetahui Joy meninggal dunia. Ia bahkan menyarankan polisi memeriksa John. Ia tak menyangkal dirinya kenal dekat dengan Joy dan pernah datang dua kali ke kantornya. Van Buuren dibawa ke kantor polisi." tukasnya. tapi mungkin polisi bisa memperoleh informasi. ia mengaku punya seorang pegawai." kata Grobler kepada Leon. Clarence Van Buuren. keraguan Grobler berubah menjadi harapan ketika ia bicara dengan Themba. Brigadir Polisi Grobler mempersempit pencarian di sekitar wilayah Umtwalumi. Ia merasa telah dituduh oleh polisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. polisi memanggil John." jawabnya tanpa ragu. Di bengkel radio panggil miliknya.Teman selingkuh Berbekal laporan penemuan mayat Joy. John marah-marah ketika diinterogasi." ujarnya. Van Buuren sempat berusaha melarikan diri dari pintu belakang. Pengakuannya sama persis dengan cerita kawan-kawan Joy. salah satu pemilik Anglia merah. yang sering memakai mobilnya untuk urusan kerja maupun pribadi. Di depan Grobler. "Bagaimana logikanya." gurau Leon kepada Grobler. Menurut pengakuannya. Hingga berjam-jam interogasi. "Sangat tampan. Van Buuren membawa kabur uangnya dan tidak masuk kerja sejak seminggu yang lalu. dia memang tampan. "Anda sudah punya istri dan anak. "Saya pikir urusan selingkuh bukan tindakan kriminal. di daeran itu ada delapan orang yang memiliki mobil Anglia warna merah. Themba mengaku. mengapa masih berhubungan dengan Joy?" tanya Grobler. "Lalu mengapa Anda berusaha kabur ketika polisi datang?" desak Grobler. Pantas saja Joy jatuh cinta. Tapi apa untungnya saya 116 . Joy sering curhat kepadanya bahwa ia sering bertengkar dengan ayahnya. Van Buuren bersikukuh menyangkal telah membunuh Joy. Tapi ia tetap ditahan atas dakwaan melawan polisi dan membawa kabur uang Themba. polisi mengejar Van Buuren ke rumahnya di Pinetown. Tapi polisi tak perlu usaha terlalu keras untuk membekuknya. Tak tanggung-tanggung. "Apakah ia tampan?" tanya Grobler. "Saya tak bermaksud menuduh. "Hmmm.

mengapa selama ini kita tidak pernah mendengar berita tentang kehebatannya?" "Sebaiknya. Dia bisa menemukan mayat yang berada puluhan kilometer dari rumahnya. Grobler kali ini pun tak punya bukti apa-apa. sejauh itu mereka belum menemukan bukti. Kalau dia memang paranormal kondang. Sisa janin Lebih dari 20 orang dimintai keterangan oleh polisi. Namun. polisi belum memperoleh kemajuan bermakna. itu hanya sedikit kemujuran. "Dua ratus kilometer dari Durban! Bagaimana mungkin saya membunuhnya?" tangkisnya keras dengan urat-urat menyembul di batang lehernya. mereka bersama John pada malam hilangnya Joy. "Apakah Anda punya penjelasannya buat polisi seperti saya?" 117 . Hingga empat hari sejak mayat Joy ditemukan. bagaimana Anda bisa menemukan mayat Joy di tempat yang jaraknya puluhan kilometer dari rumah Anda?" "Ah. Grobler mengundang Nelson Palmer ke ruang kerjanya. Kalau dia tahu kita mencurigainya. termasuk Sylvia. Ia sengaja mengajak Nelson mengobrol layaknya sedang berkonsultasi. Siapa tahu kita masih butuh pertolongannya. Saya yakin!" kata Maud yang berulang-ulang mempertanyakan kemajuan kasus penyelidikan itu. "Saya bisa merasakan. "Jika saya boleh tahu." jawabnya merendah. Van Buurenlah pembunuhnya. "Hei. Siapa tahu dia juga bisa menemukan pembunuhnya?" Bukannya menanggapi usul itu. Kita coba saja!" Esoknya. Bu! Tapi kami tak boleh menghukum orang lain atas dasar perasaan. Jangan-jangan dia tahu pembunuhan ini." balas Grobler. "Dia 'kan bisa menemukan mayat Joy. dia pasti tidak akan mau menolong kita lagi. "Polisi boleh bekerja dengan perasaan. mengapa kita percaya begitu saja kepada paranormal itu?" "Maksud Pak Grobler?" "Saya justru curiga kepada paranormal itu. Kepada polisi. Ia tak ingin Nelson merasa dicurigai. pria itulah yang membunuh anak saya. Kawan-kawan kerjanya pun mengatakan. Ia mengaku sedang berada di Pretoria saat Joy hilang. kita tidak berprasangka buruk pada Nelson.membunuh anak sendiri?" John balik bertanya. Grobler maupun Maud sebetulnya menduga." "Oke. Perusahaan tempat John bekerja di Pretoria memberi kesaksian bahwa John tidak pernah meninggalkan pekerjaan selama sebulan terakhir. Grobler malah berseru. ia mengaku suaminya memang berada di rumah saat malam kejadian hilangnya Joy. "Mengapa kita tidak memanfaatkan Nelson saja?" usul Leon pada Grobler. istri Van Buuren.

Mungkin seperti telepon yang bisa dipakai untuk bicara. Anda tidak sebodoh tampang Anda. apakah Anda bisa melihat apa yang telah terjadi dengan Joy dan Van Buuren jika Anda punya pakaian keduanya?" "Saya belum pernah melakukan itu sebelumnya. Rupanya. Itu saja bedanya. Saya kepala sekolahnya." "Apa yang Anda perlukan agar bisa mengindera jarak jauh?" "Biasanya. 118 . Saya bisa melihat sesuatu di tempat yang jauh. tapi tak bisa dipakai untuk mengetahui pencuri yang menggarong rumah. Tapi." "Anda berani menjamin penglihatan Anda benar?" "Saya tak bisa menjamin. baru lima kali saya menggunakannya." jawabnya dengan ekspresi wajah datar. saya menggunakan pakaian yang pernah melekat langsung di kulit orang yang bersangkutan." "Punya hubungan khusus dengan mereka?" "Tidak. jangan-jangan Nelson bisa membaca pikirannya."Kami menyebutnya psikometri. tak ada senyum sedikit pun. Klop 'kan?" "Pintar juga Anda. Joy dan Colin bekas murid saya di SMA. Ilmu ini tak beda jauh dengan ilmu listrik atau medan magnet. dan polisi mencari bukti. Mestinya. Saya menerima sinyal dengan cara yang sama ketika radio menerima gelombang elektromagnetik. "Apakah Anda bisa membaca pikiran saya?" tanya Grobler sedikit khawatir. Saya baru menguasainya ketika umur saya lebih dari 50 tahun." "Apakah selama ini Pak Nelson sering menggunakan ilmu. agak rumit menjelaskan ini." "Anda bisa menebak nomor lotre?" "Saya bukan peramal. "Anda tahu lokasi mayat Joy dibuang. Saya tak bisa melihat masa depan." "Kalau begitu. Anda juga tahu siapa pembunuhnya. mungkin bisa dicoba. Pak polisi punya teknologi. Kita bisa merasakannya tapi tak bisa melihatnya. Seingat saya. ilmu saya tidak sampai ke situ. saya punya kemampuan indera jarak jauh. Tapi saya menawarkan jalan tengah: saya mengindera. emm. pasti saya sudah kaya raya. sama seperti Pak Grobler bisa bicara lewat kabel telepon." "Anda kenal dengan keluarga Joy?" "Ya. apa tadi namanya?" "Psikometri. Keduanya berbeda. Kalau saya bisa menebak nomor lotre. Bukan begitu?" "Sayang sekali. Mungkin belum sampai!" "Apa bedanya melihat mayat Joy dan melihat wajah pembunuhnya?" "Terus terang." gumam Grobler di dalam hati.

Pada awal pemeriksaan." kata Nelson dengan suara berat. "Tampaknya. mereka pernah melakukan hubungan seksual?" Nelson tak menjawab pertanyaan itu dan menganggap Grobler percaya dengan pepatah: diam berarti ya. Nelson kemudian melanjutnya ritusnya. Grobler diam saja. Sampai di sini. Merasa tak dapat mengindera lebih banyak lagi. Tapi dokter mendapatkan sesuatu yang sangat penting. Dari pemeriksaan itu. Di ruang pribadinya. Van Buuren sendiri tak tahu celana kolornya akan dipertemukan dengan celana dalam Joy di depan Nelson. termasuk pakaian dalam mereka. Setelah pakaian itu terkumpul. tapi cukup sebagai bukti untuk membuat kesimpulan. ia baru berujar sambil tetap memejamkan mata. "Itu bagian dari perselingkuhan. Tapi Grobler masih tampak kurang puas dengan penemuan itu. Namun. dua benda ini pernah bertemu. Napasnya naik turun. Esoknya. Sylvia mengaku Van Buuren berada di rumah saat malam hilangnya Joy. Grobler merasa masih belum punya bukti yang cukup." jawabnya. Bermenit-menit kemudian. Van Buuren lagi-lagi berhasil mengelak. "Hebat juga paranormal ini. "Paranormal meramal. Mereka menemukan sisa sel-sel janin di organ-organ bagian perut yang terburai. Merasa tak bisa memaksa Van Buuren mengaku. Tangannya memegang pakaian-pakaian itu. Van Buuren mengakui dirinya pernah melakukan hubungan seksual dengan Joy. "Cuma itu?" tanya Grobler setengah tak puas. Nelson kembali melakukan ritusnya. Matanya terpejam. Hari itu juga Grobler meminta Leon mengumpulkan beberapa potong pakaian Van Buuren dan Joy. Grobler dan Leon membawanya ke Nelson. disaksikan Grobler dan Leon. Tak banyak. 119 ."Saya tak bisa membaca pikiran orang. polisi minta bantuan dokter untuk memeriksa potongan mayat Joy lebih detail lagi." Tangannya mengangkat pakaian dalam Joy dan Van Buuren. Nelson menghentikan ritus itu. dokter menyimpulkan. polisi mencari bukti. "Maksud Anda?" "Apakah saya perlu menjelaskan?" "Maksud Anda. Biasa 'kan?" Dia juga mengaku tak tahu kalau Joy hamil." kata Grobler kepada Leon. Tapi saya bisa merasakan Pak Grobler meragukan saya. istrinya. tak ada indikasi pemerkosaan. Terutama organ bagian perutnya yang dipotong-potong. "Saya cuma bisa melihat Van Buuren dan mayat Joy. Grobler kemudian memeriksa kembali Sylvia." balas Leon menirukan ucapan Nelson. Pada interogasi selanjutnya.

hakim pun harus menenangkannya. Mendengar kesaksian itu." katanya. hingga akhirnya satu per satu terlihat kembali ke ruang sidang. juri menyatakan terdakwa terbukti bersalah." imbuh Sylvia. 'Klop kan?" (Kisah nyata/Colin Wilson/Emshol) 17. kalaupun mayatnya ditemukan. melarikan uang majikannya. Lee Harvey. Siang itu mereka menunggu pembacaan keputusan juri atas kasus Tracie Andrews yang didakwa membunuh kekasihnya. Grobler mencari bukti. "Van Buuren hanya ingin bersenang-senang dengan gadis itu. Mendengar itu. Jarang sekali sebuah kasus pembunuhan sedemikian menyita perhatian pers dan warga Inggris. polisi tak akan menemukan motif pembunuhan itu. KEKASIHNYA TEWAS DI JALANAN Pada 29 Juli 1997. "Terhadap kasus Tracie Andrews. Maud mengandalkan perasaan. Tracie Andrews kontan berdiri dari tempat duduknya. Maka. suasana gedung pengadilan negeri di Birmingham tampak lebih ramai dari hari biasanya. Sesungguhnya. Leon sekali lagi berbisik di telinga Grobler. "Nelson meramal.Pada pemeriksaan kedua. meski kata-katanya terdengar jelas. "Kami akan meringankan hukuman Anda jika Anda memberi kesakisan yang benar." 120 . hanya Anda yang tahu apa yang terjadi malam itu. Puluhan wartawan media cetak maupun elektronik menyemut sejak pagi di depan ruang sidang utama. Tapi Joy ingin lebih." kata Grobler. sayangnya dengan cara tidak sopan. Ruang sidang ikut gaduh oleh gumaman pengunjung. "Saya tahu dia berselingkuh. "Seperti Anda tahu. dan membunuh orang. Sylvia didakwa ikut bersekongkol menyembunyikan aksi pembunuhan itu." Demikian keputusan juri yang dibacakan singkat. Hukuman untuk Anda penjara seumur hidup. Tapi ia sengaja berusaha menyelamatkan suaminya dengan memberi kesaksian palsu. Tapi saya tak sanggup kehilangan dia. Ia memprotes juri. Dia sengaja membuang janin di perut Joy supaya. Sylvia mengaku dirinya memang mengetahui pembunuhan itu." kata Hakim Buckley sesaat setelah Tracie dapat menenangkan diri. Butuh tak kurang dari lima jam bagi juri untuk berunding. semua kembali kepada ketentuan hukum. tapi kita dapat melihat akibatnya dahsyat. "Juri telah memutuskan Anda bersalah dengan bukti-bukti yang kuat. Grobler langsung menohok Sylvia dengan mengatakan bahwa polisi telah menemukan bukti Van Buurenlah pembunuhnya. Setelah dicecar dengan banyak pertanyaan yang menjebak. Salah seorang wakil juri maju menyerahkan surat keputusan kepada hakim Buckley. tak ada yang sungguh-sungguh menghiraukannya.

"Padahal sudah dijelaskan baik-baik.Tracie tak bereaksi. Saksi lain. ia meninggalkannya. Tracie tinggal di sebuah flat kecil dan bekerja sebagai penjual produk kecantikan. Air matanya tak terbendung.30 ia baru saja melangkah meninggalkan rumah teman wanitanya di kawasan Coopers Hill. Hingga akhir hayat. sejak kebersamaan tanpa ikatan ini. mereka akan memutuskan aku bersalah. Malam belum terlalu larut saat mereka meninggalkan tempat itu. Tapi sepuluh bulan setelah putrinya lahir." kata Tracie kepada pers begitu ia keluar dari ruang sidang. Suatu kali keduanya bertengkar karena Tracie menuduh pasangannya menyetir sambil mabuk. untunglah aku segera merebutnya. Tapi sungguh. Meski berulang kali rujuk kembali. Tracie pernah hidup bersama seorang pria selama beberapa tahun. "Aku sudah tahu. terutama orang yang menontonnya di televisi. keduanya sering bertengkar. mengutarakan. Saat bertemu Tracie. Sebenarnya. mereka memutuskan tinggal bersama di flat Tracie. Simpati dari banyak orang mulai bangkit. meski guratan-guratan kedewasaan tetap mudah ditangkap dari sorot matanya. Saat marah. Sebagaimana kekasihnya. Dia hampir saja kehilangan kontrol. seorang pria. Saat itu polisi hanya bisa menasihati mereka. Meski sebenarnya justru ia yang lebih sering dikerjain oleh para wanita itu." kata Crigman. Lee telah memiliki seorang putra hasil hubungannya semasa berusia belasan tahun. saat masih serumah dengan pasangan terdahulu. Lee diketahui punya beberapa teman wanita. 1 Desember 1996. Penilaian itu berdasarkan penuturan sejumlah saksi di klab malam kepada polisi. tapi dari sorot matanya mereka terlihat sedang tidak akur. Lee mencari wanita untuk dijadikan istri. ia dikenal sering bergaul di klab-klab malam sekitar Birmingham Broad Street. dekat Alvechurch 121 . Tracie pernah melapor ke polisi bahwa Lee telah melempar televisi dan kaset video kepadanya. Ibu seorang putri berusia tujuh tahun itu masih cantik. tak jarang pertengkaran itu membuahkan kerusakan pada perabotan rumah mereka. sehari-harinya bekerja sebagai sopir bus. Namun. "Keduanya memang tidak bertengkar. Polisi mengonfirmasi kabar ini dan dibenarkan mantan kekasihnya. Pada akhir pekan. Tracie sering mengacungkan pisau saat bertengkar. Selalu tidak akur Usia Tracie Andrews baru 27 tahun. perangai Tracie tak kalah kasar dibandingkan dengan Lee. Jauh di dalam hatinya. tapi Tracie nekat lari ke dapur dan mengacungkan pisau. jaksa penuntut kasus pembunuhan ini di depan sidang. sekitar pukul 22. Serangan mendadak Pada malam pembunuhan. Karena ketampanannya. Tracie dan Lee terlihat berada di klab malam di kawasan Marlbrook Inn. Sebelum bertemu Lee Harvey. aku sama sekali tak melakukannya. Dalam penyelidikan polisi. Mereka pergi dengan mengendarai sedan Ford Escort yang dikemudikan Lee. Sedangkan Lee." jelas pria itu kepada polisi. Lee termasuk pria berwajah tampan. Sejak pertemuan yang romantis di klab malam Ritzy's pada 1994. hubungan dengan mantan kekasih dan anaknya tetap baik. ia berpikir sudah menemukannya. Puing-puingnya tampak berserakan di depan rumah. matanya liar sekali. Meski pekerja kasar.

Ia bahkan meminta masyarakat ikut membantu menemukan pelaku pembunuhan kekasihnya. Tapi masyarakat bersimpati terhadap kekasih korban. Pria itu berbalik kemudian memukulnya begitu keras. Tracie mampu bercerita bahwa dirinya baru saja diserang seseorang. sebelum akhirnya mobil itu berhasil menghadang. tolong! Cepat!" Permintaan itu sempat membuatnya panik. Tracie sangat pandai mengambil simpati masyarakat lewat media massa.pinggiran kota Birmingham. "Aku tidak yakin berapa kali dia menusuknya. "Aku mencoba bangkit dan mendekati Lee. wajahnya selalu membuat penonton dan pembaca terkesima. ia harus mendapat perawatan selama tiga jam di rumah sakit. Tiba-tiba di kegelapan. Bukan hanya karena daerah itu selama ini dikenal cukup aman. seperti mendengkur. Dia terdengar mengeluarkan suara aneh. ada sebuah mobil sedan Ford Sierra berwarna gelap membuntuti mereka. Di sana ia mendapati seorang wanita muda berdiri di samping mobil. kalau-kalau telah terjadi kecelakaan lalu lintas. Saksi sempat menanyakan. mengatakan. "Tolong. Baru setelah beberapa orang berkerumun. Tubuh Tracie terbanting ke jalan. Seorang pria turun dari kendaraan dan memaki-maki. Sang pria segera kembali ke tempat asal jeritan tadi. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan saat itu. Ternyata darah. Tracie hanya mendengar pengemudi mobil berkata kepada penyerang. Saat Lee terjatuh ke aspal. tubuhnya tampak gemetar.malam itu sepulang dari klab malam. astaga! Sesosok tubuh pria tergelak di jalanan tak bergerak. ia dan kekasihnya berkendara pulang. Dari dalam mobil Tracie melihat pria itu sempat membungkuk di depan Lee. Di dekatnya. Jez. Mata kiri dan hidungnya luka. kemudian menyerang Lee dengan pisau. Terasa ada yang basah di tubuhnya. "Sudah tinggalkan saja. baru aku keluar dari kendaraan. Pakaiannya penuh darah.yang diulang di pengadilan . "Tidak. tetapi ia tidak melihat senjatanya. sedari tadi ia tidak mendengar ada kendaraan lewat. ia dikejutkan teriakan memilukan seorang wanita yang memintanya memanggil ambulans. Dengan isak tangis dan cucuran air mata. Akibatnya. Tanpa memperhatikan sekeliling. Tak lama kemudian Tracie keluar dan memakinya. 122 . Darah berceceran di sekitarnya. pria itu segera kembali ke rumah teman wanitanya dan memintanya menelepon 999. Berdasarkan penuturan Tracie kepada polisi ." Lalu mereka tancap gas. Selebihnya. bahkan seluruh Inggris. Tracie Andrews." Mencoba bunuh diri Kasus kekerasan jalanan di daerah sepi Coopers Hill langsung menjadi berita besar di Birmingham." jelas Tracie. Di tengah jalan keduanya tersadar." Memang benar. tak banyak yang bisa diingat malam itu. tapi wanita yang kemudian diketahuinya bernama Tracie Andrews. Sempat terjadi kejar-mengejar.

polisi merasa kesulitan. Diduga Lee sempat menjambak Tracie untuk melawannya. tapi ia tidak bisa bergerak jauh. begitu pula lokasinya. Meski keduanya tahu jalan pulang dengan baik. sisi kiri tubuhnya. Pelbagai reaksi datang dari masyarakat begitu wanita muda ini ditahan. "Korban ditusuk di leher. hingga menyebabkan urat nadi di leher robek. kemudian Tracie menyembunyikan pisau dalam sepatu botnya. Korban tidak mampu bertahan lama karena serangan terarah ke leher. saat berhenti dan hendak berputar." kata Crigman menunjuk kepada Tracie. Beberapa saksi di klab malam Marlbrook Inn menuturkan. malam itu mereka melihat Tracie dan Lee." Menurut dakwaan. 123 ." tutur Crigman. Seorang perawat sempat melihat Tracie berada di kamar mandi agak lama. Kesaksian itu dinilai vital karena waktunya tepat. Entah apa sebabnya. mereka sempat tersasar sampai Coopers Hill. bahu kiri. Tracie adalah korban.15 menit. Berdasarkan pemeriksaan DNA oleh ahli forensik. Tusukan baru berhenti setelah kemarahan Tracie mereda. Darah muncrat hingga mengenai baju Tracie. Lee mendapat 30 tusukan dari pisau lipat jenis Swiss Army. tapi tidak melihat adanya mobil pembuntut. Jarak mereka terpaut sekitar dua kilometer di belakang. Ahli forensik juga mendapatkan tiga helai rambut Tracie di tangan Lee. Apalagi penahanan hanya berselang enam hari setelah Tracie didapati mencoba bunuh diri dengan meminum 200 tablet obat tidur. Semua tergambar dalam dakwaan yang dibacakan penuntut pada 1 Juli 1997." Penggambaran Crigman sungguh memilukan seisi ruang sidang. para detektif menemukan gambaran lain dari kasus ini.Sebaliknya. malam itu Lee dan Tracie meninggalkan klab malam bersama. "Keduanya melihat sedan Escort milik Lee. Lee memukul kekasihnya yang mengakibatkan luka di wajah. Pada kurun waktu 12 . pisau itu dibuang saat ia mendapat perawatan di rumah sakit. Serangan ini terus berlanjut meski korban sudah jatuh. karena tidak mendapatkan motif penyerangan. "Di sinilah ia mulai melakukan serangan. Crigman mendakwa. "Korban berusaha lari. informasi itu tak pula membukakan jalan kemudahan bagi polisi untuk menyelesaikannya. Di mata publik. wajah. tapi tidak ada mobil lain yang membuntuti. Berdasarkan penyelidikan. "Dia tewas seketika itu juga. Sejumlah kesaksian inilah yang mengantarkan Tracie menjadi tersangka utama." kata Crigman dengan nada meyakinkan di depan juri. Namun. hingga menimbulkan kecurigaan. di tengah jalan mereka bertengkar. Sebuah sketsa wajah berdasarkan deskripsi Tracie ikut disebarluaskan media massa. noda darah sepanjang 5 cm di sepatu Tracie diketahui positif milik Lee. Kesaksian itu diperkuat penuturan dua akuntan dari Bromsgrove yang malam itu melintas di sekitar TKP. Di sana keduanya berhenti dan keluar dari kendaraan. dan punggung. Pisau lipat Selubung kasus itu terkuak di pengadilan. Mereka hanya berspekulasi kasus itu berhubungan dengan bisnis obat terlarang. Diduga. belakang kepala.

kalau-kalau terdakwa ingat warna kendaraan. jika tidak berhati-hati dan terlipat. Saat itu saksi sempat bertanya. Kesaksian sejumlah orang semakin menyudutkan Tracie. "Dia berbalik ke mayat Harvey setidaknya dua kali dan mengatakan sesuatu yang tidak bisa didengar. Dukungan terhadapnya semakin besar." Anehnya. Tracie dapat bercerita tentang sedan Sierra hitam. Dalam catatan itu tertulis. jari Tracie juga menderita luka seperti itu."Terhadap kenyataan itu. Tracie hanya menyebutkan bahwa rambutnya mudah rontok. Saksi mantan polisi Dalam sidang pengadilan yang berjalan lebih dari tiga minggu. dengan percikan darah di wajahnya. Tracie tidak menyadari Lee telah ditusuk. penuntut kemudian membacakan pernyataan terdakwa kepada polisi. bahkan mendeskripsikan penyerangnya. pengacara Tracie. beberapa saat setelah polisi datang. pisau Swiss Army dapat melukai jari penusuknya. dalam keadaan panik dan menangis. tetapi darah ditemukan di bagian belakang. langsung menyatakan keberatan. Berita-berita seputar pengadilan kasus tersebut pun semakin menguntungkan Tracie. Yang terjadi di ruang sidang justru sebaliknya. Itu karena saksi tidak menyebut hal ini dalam pernyataan pertamanya. pertarungan terjadi di depan mobil. Jika Tracie mampu memberi jawaban. ia membawa Tracie Andrews ke rumahnya. nomor polisi. Tracie berdiri di samping kendaraan. Menjawab pertanyaan Crigman. Tanpa basa-basi. atau mungkin mendengar nama pelaku. Crigman menambahkan. "Aku pikir ini penting. hanya beberapa puluh meter dari TKP. saksi mendeskripsikan saat ia menemukan Lee Harvey terbaring di jalan dengan leher tertusuk. Pada hari pembunuhan. Tracie tetap terlihat tenang. "Dia bilang tidak ada yang bisa diingatnya. Saksi menyatakan telah mempunyai pengalaman sepuluh tahun dan mendapat latihan khusus untuk menyusun pertanyaan semacam itu. ia tidak ingat apakah dirinya telah atau belum mengatakan pernyataan itu. Sesaat setelah kejadian." kata Crigman mengutip pengakuan Tracie kepada polisi. "Mengapa setelah Tracie didakwa membunuh." kata saksi menyatakan keheranannya. Ronald Thwaites. saksi yang mantan polisi itu mengungkapkan kecurigaannya kepada Tracie sejak awal. Tracie mengatakan. Di sinilah penuntut mengungkapkan sebuah kejanggalan di mana terdakwa tidak bisa menjelaskan ketidakcocokan deskripsinya seputar peristiwa pembunuhan. Pada bagian akhir. Kepada juri. Saksi menjawab. lanjut saksi." kata wanita itu menutup kesaksiannya. 124 . ketika ia melihat darah di tangannya saat menyentuh mayatnya. Terutama saat saksi seorang wanita yang menghubungi 999 dipanggil ke depan sidang. Sama sekali tak ada kesan ia telah berbuat kejahatan. maka saya dapat memberi tahu polisi sehingga mereka dapat melakukan penyelidikan secepatnya. dia menambahkan pernyataan itu?" gugat Thwaites sengit. wanita ini juga mengaku tidak mendengar ada mobil ngebut malam itu.

sosok Mr." kata Thwaites penuh tekanan. tapi ternyata Mr. "Sejak kematian Lee. polisi mendapat telepon yang mengatakan melihat Mr. Mereka sempat saling pelotot. Thwaites mencoba mengambilnya dari sudut hubungan Tracie dan Lee yang hendak menuju ke arah pernikahan. Menggigit leher Upaya keras pembela seolah pupus saat Tracie Andrews menjadi saksi untuk penuntut. tetapi dia takut melakukannya." kata Crigman. Kekasihnya itu juga selalu menyeleksi pergaulannya." Hingga pengadilan berlangsung. Tracie pernah berkeinginan untuk hamil. X menguntitnya. Inilah yang menjadi alasannya bunuh diri." Thwaites mencoba mengalihkan sasaran kepada Lee Harvey. Thwaites protes karena informasi penting ini diabaikan polisi. Posisi Tracie makin tersudut. "Lagi pula. Lee memang sering mengatur hidupnya. X meninggalkan klab malam tak lama setelah Lee Harvey pergi. Awalnya. X masih misterius. X pergi ke Ford Sierra biru tua. lima hari setelah kasus pembunuhan itu. Menurut informasi di kepolisian. 125 . X yang konon juga terlibat dalam kekerasan jalanan beberapa tahun sebelumnya. Informasi itu menyatakan. Thwaites melanjutkan."Mengenai tidak adanya saksi yang melihat mobil pembuntut.X Pengacara Tracie berpikir keras untuk mengarahkan sorotan negatif terhadap kliennya. X sebenarnya berasal dari bagian Reserse yang mendapat informasi bahwa pada malam pembunuhan ada seorang bandar menyimpan kokain dalam jumlah besar. Nama Mr." ungkap Thwaites mencoba menggambarkan sikap otoriter Lee. Tracie masih mengenakan cincin pertunangannya hingga sekarang. Ia khawatir Lee tidak setuju. "Hanya karena besarnya cinta Tracie yang membuatnya kembali." Tracie juga mengakui soal kecemburuan itu. hidup Tracie menjadi hampa. Begitu pula tentang asal darah yang ada di bajunya. Penelepon menduga akan terjadi perkelahian. Kepergiannya dari rumah selama pertengkaran menjadi bukti ketidakdewasaannya. Tracie juga tak bisa berkomentar. ada seseorang yang dicurigai telah mengikuti Lee dan Tracie keluar malam itu. Mr. Posisinya begitu dilematis bagi Thwaites karena penuntut dapat melakukan pemeriksaan silang. Thwaites juga mengungkap sebuah fakta mengejutkan. X dideskripsikan sebagai seseorang berperawakan gemuk dengan sorot mata tajam. Mr. Bahkan. Pada bagian pembelaannya. Dikuntit Mr. tapi tak dihiraukan penyidik. Setidaknya. tidak masuk akal kalau ia mau pergi berduaan. Pria itu digambarkannya sebagai pemuda yang pencemburu berat dan tidak dewasa. bahkan dengan teman wanita sekalipun. seperti misalnya caranya berpakaian saat ia bekerja sambilan di sebuah klab malam. "Sesungguhnya. sebenarnya ada tersangka pembunuh yang cocok. "Ketika Lee pergi. sekadar untuk menghabisi kekasihnya. mirip dengan penggambaran Tracie. Ia diidentifikasikan sebagai Mr.

16." Crigman tersenyum.28 sampai 10. mengapa Anda tidak membunyikan klakson?" Alis Crigman berkerut. "Jika tidak. "Menurut keterangan Anda kemarin.. peristiwa pembunuhan terjadi di sekitar Burcot. Tracie diperlakukan bak anak kijang di sarang singa. peristiwa terjadi di lokasi yang berbeda. aku tidak mau meninggalkannya. Tapi pada malam pembunuhan keterangan Anda pada polisi.50." 126 . aku hanya kurang yakin saat itu. Sedangkan saksi pertama melihat mayat korban di jalan pukul 10. Ada selang waktu 17 menit antara kematian Lee dan saksi meninggalkan rumah menuju mobilnya. Lee saat itu terbaring di tanah. Mobil Lee terlihat di Coopers Hill antara pukul 10. Crigman tak menyia-nyiakan kesempatan itu. setidaknya ia dalam posisi menempel saat korban ditusuk di lehernya. Aku tidak tahu. Dalam argumentasi Crigman. 17 menit? Selama 17 menit tidak berusaha untuk minta pertolongan dari rumah di sekitar?" "Memang tidak.Seperti tak ingin melepaskan buruannya. "Menurut keteranganmu. Semuanya seperti mimpi." "Lalu apa yang Anda kerjakan selama 15. Anda akan dapat pergi secepatnya ke rumah itu?" "Bagaimana orang tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti itu?" balas Tracie. "Aku tidak tahu. "Bagaimana Anda menjelaskan soal jeda tujuh menit setelah orang itu pergi dan sebelum saksi datang?" "Tidak bisa." "Atau setidaknya berusaha berteriak?" "Tidak.32. Lelaki itu memukulku keras. Ia mengungkap kejanggalan menyangkut waktu pembunuhan. Apakah Anda mengubah cerita? Berarti ini penipuan berencana?" "Tidak. bagaimana darah itu bisa muncrat ke blusmu?" "Aku tidak dapat menjawabnya.." "Kalau tidak mau meninggalkannya." "Kalau Anda tidak merasa bersalah. tapi aku shock. "Aaa ." sanggah Tracie yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya." Crigman berhenti sejenak. Seharusnya aku berbuat sesuatu. setidaknya peristiwa itu berlangsung sepuluh menit. Sampai aku lihat cahaya dari sebuah rumah dan memungkinkan saya untuk minta tolong." "Tapi bukankah cukup waktu sebelum saksi datang melihat Anda?" "Tidak. baju Tracie yang berlumuran darah menunjukkan.

Jika lampunya dinyalakan. Crigman menyatakan keheranannya. "Dalam pernyataan Anda. Tracie langsung mematikan lampu mobil untuk berpikir. banyak orang melakukan tindakan seperti itu.Crigman mencoba mengingatkan Tracie tentang pertengkaran pasangan itu. Lee juga pernah melakukannya. Tracie dan Lee sesungguhnya pernah memiliki mobil dengan merek dan warna serupa. Pengakuan jujur Setelah vonis dijatuhkan. yaitu ketika Anda membukanya untuk mematikan lampu. dalam cerita pembunuhan karangan terdakwa. maka akan ada yang melihatnya. Sebelum mengakhiri sesi pertanyaannya. "Aku marah." Menurut argumentasi penuntut. Begitu 'kan?" Tracie lagi-lagi diam. yaitu saat Tracie menggigit Lee. banyak orang tetap percaya Tracie tidak bersalah. Tracie membuat pengakuan yang mengejutkan. tapi keterangan dari polisi dan saksi setempat menyatakan lampunya padam." kata Crigman. mantan pacar Tracie. "Lihat saja jika Andy menginginkanmu lagi. Dalam kondisi yang kurang lebih sama. Lee mengancam dengan pisau. Lewat sebuah surat yang dikirim dari penjara Bullwood Hall Essex. "Anda mengarang cerita dan menggabungkannya dengan pengalaman pribadi." tulis Tracie." "Pasti butuh niat yang besar untuk menaruh gigimu di leher seseorang." kata pembela. menyatakan keberatan dengan penilaian itu. Hingga April 1999. "Di tengah jalan terjadi pertengkaran. seorang perempuan normal bisa-bisanya menggigit leher. "Apa yang Anda rasakan?" kejar Crigman. "Jejak darah Lee Harvey ditemukan di tepi pintu mobil. Masalahnya." Crigman sejenak melirik Tracie. alasan Tracie memilih sedan Ford Sierra hitam sebagai mobil pembuntut besar kemungkinan berdasarkan pengalaman pribadinya." 127 . setelah melakukan pembunuhan. Toh. Tracie mengaku telah menusuk Lee Harvey dalam sebuah pertengkaran yang disebutnya lepas kontrol. Meski upaya itu kandas. setidaknya satu kali pembela Tracie mencoba mengajukan peninjauan kembali kasus itu dengan menyodorkan saksi-saksi baru. 'kan?" "Tidak. Surat yang dimuat News of The World itu menyatakan. penuntut menambahkan. "Itu hanya situasional. lalu Lee menghampiri dan menjambak rambut kekasihnya itu. kamu juga dapat menaruh pisau di lehernya. Lee cemburu kepada Andy. Lee mengeluarkan pisau dan mengancam akan menyayat wajahku atau akan menusuk. dikatakan lampu dalam keadaan menyala. Keduanya kemudian keluar dari mobil. pada malam pembunuhuhan keduanya bermaksud pulang ke rumah.

Tapi kemudian ia sempat menjegal Lee hingga terjatuh." Cathy terbelalak. Benarkah itu semua pernyataan jujur Tracie? Lee Harvey. suami meninggalkan Anda bersama seorang anak?" Dengan menunduk. Mulai hari ini. Aku memang seharusnya jujur pada kesempatan pertama. ia memutuskan untuk mengarang cerita bahwa mereka diserang seseorang. Cathy. dan kehilangan kontrol. muncul perasaan sangat sedih dan bersalah. Syukurlah. Tubuhnya yang berbobot 198 kg berguncang. Saat itu yang ada hanya kebingungan dan ketakutan. Lee ternyata menariknya. Keduanya sempat saling memaki. Tanganku terasa basah." Sewaktu meraih mayat pacarnya. aku menjadi gelap mata. yang ditatap begitu tajam. Entah untuk tujuan apa. GARA-GARA PATAH HATI Alpine Manor. Aku sempat mundur. Saat itulah Tracie melihat ada pisau di tanah yang segera diambilnya. "Aku merasa seharusnya dihukum untuk pembunuhan tak disengaja. Lee memukulnya lagi. Saat Lee ingin bertindak kasar lagi." aku Tracie.yang pasti tengah repot mengasuh putri tunggal mereka. dihanyutkannya ke toilet. Anda diterima bekerja. Wajahnya mendung. gemetar. Tracie sengaja membawanya dari rumah malam itu. "Aku merasa ngeri. Tracie menghampiri Lee dan mencoba mengajaknya berbicara. Jika tidak. menertawai Kenneth . tulis Tracie. Tracie segera bereaksi dengan pisau. "Aku harus menusuknya. Sejenak Lee mencoba membalas. Aku marah. "Jadi. Kisah nyata/Road Rage/Tj 18. Bunyi napasnya berat dan matanya mendelik. sehingga keduanya terjatuh ke rumput. hampir menangis. hatinya terbahak. Belum pernah aku mengalami kehilangan kontrol seperti malam itu. Mata seorang penyelia memicing. Padahal. ia sudah bosan menganggur lama. Ia mengguncang tubuh Lee. Sampai akhirnya. Yang kuingat. 128 . Pisau itu kemudian disembunyikan di celananya. menurut rekan-rekannya. dia akan terus memukuliku. tahun 1986. Mereka yakin. jadi grogi." tulis Tracie. Michigan. Cathy mengangguk lemah. ia merasa seluruh hidupnya sudah berakhir.suaminya . dan saat di rumah sakit. Tracie berusaha berdiri. panti jompo lokal di Grand Rapids. tidak pernah membawa pisau. sebelum akhirnya terjatuh.Tracie mengaku saat itu takut setengah mati. "Baik. Terlebih saat menyadari Lee telah tewas.

bungkus snacks dan baju kotor tertebar di lantai. Untuk mengendurkan stres. Ayahnya seorang sopir truk gudang yang pernah bekerja di Vietnam. di mata Ken. Kenneth Wood baru 19 tahun ketika Catherine May Carpenter alias Cathy yang baru 16 tahun "menembak"nya. atau bahkan kurang percaya diri. Yang agak disayangkan. gadis yang unik. Namun. Sebagian lain menderita sklerosis ganda atau arthritis parah. masing-masing berisi dua pasien. Akibatnya. Cathy. dan ibunya petugas pembukuan. Ia malah sibuk menyalahkan si mungil Mary yang dianggapnya tak bisa menjaga kesehatan. Ken mengenal Cathy sudah dalam keadaan overweight. bisa memberi Cathy sedikit kebahagiaan. ketika Kenneth pulang bekerja pukul enam sore. Sang ayah yang pemabuk berat sering memukulinya dan selalu mengatainya "si gemuk". Sebagian besar pasien menderita penyakit Alzheimer atau penyakit otak organik lainnya. ingin sekali ia mengisi kekosongan jiwanya. badannya terus memuai. lantaran ia memilih makan sendirian. Ken pun amat gembira. terpisah dari yang lainnya. Perkawinan mereka memang berliku. Cathy pun kurang dicintai ibunya. Ken merasa iba. Cathy lebih suka mengurung diri di kamar ketimbang bergaul dengan teman sebaya. Ia berharap. Agak ragu dan tersipu. Belum habis kaget Ken. Mary. Itu sebabnya. Ketika Cathy mengaku hamil.sang nyonya rumah . sebab yang terjadi kemudian pasti perang mulut. ia melihat gadis ini amat haus kasih sayang. Ia mendapati rumah mereka amat berantakan. Cathy kurang memiliki rasa keibuan terhadap putri mereka. lalu mengurus putri tunggal mereka. Cathy memulai kerja. Termasuk merawat dua adiknya. Pria pendiam itu hanya bisa menarik napas dalam.Ia segera bekerja sebagai pembantu perawat di panti dengan lebih dari 200 kamar tidur. Piring dan gelas kotor berserakan. Sebagai anak tertua. Tumbuh tanpa belaian kasih sayang. Cathy mengabaikan penyakit anaknya. Ia lahir di tengah keluarga kurang harmonis. sedangkan Cathy 17. begitu banyak pekerjaan yang harus ia tangani. "Pilih aku atau hobimu!" begitu katanya. Ken merasa tak ada gunanya menegur Cathy. Usia Ken waktu itu 20. Sementara Cathy . tanpa banyak cakap. tiba-tiba mereka sudah berpacaran. Karenanya. AS. 129 . lalu melanjutkan sekolah hingga menjelang kelahiran anaknya.asyik menikmati opera sabun di televisi sambil terus mengunyah junkfood. pada Agustus 1979. Luka batin Mata Cathy tertanam ke televisi. yang juga terbengkelai. kelahiran tahun 1962 di Michigan. Cathy sering ngemil dan makan dalam jumlah banyak. Ken membereskan rumah. Oleh rekan-rekan kerjanya mungkin ia dianggap terlalu sopan. "Aku benci tugas rumah tangga!" Itu kalimat yang selalu disiramkan Cathy ke telinga Ken. Ken bekerja di pabrik mobil. Jika si anak sakit. Mereka putuskan segera menikah. setiap kali ia ditegur.

malah cenderung kasar." "Oh ya.yakni berhubungan seksual dengan teman sejenis. Sekali dua ia berhasil menarik wanita ke dalam pelukannya. biasanya wanita itu langsung lumat dalam dadanya yang besar dan lebar. Selaiknya para pria pencumbu. Pernah. Karena lebih membela keutuhan rumah tangga. Rupanya. Entah sudah berapa bulan mereka tak berhubungan suami-istri. Cathy tak bisa menyembunyikan kekasaran jiwanya. Setelah puas mereguk habis madu sang kekasih. Ia mengira. Di rumah jompo maupun di rumah. Rambutnya dicat warna platinum. tapi petugas yang bertanggung jawab tidak menggantinya. tak ada lagi yang bisa "memegang" dirinya. Walau Cathy kurang lembut hati. sehingga dalam beberapa bulan saja beratnya menguap jadi tinggal 132 kg. Sulit mengukur perilaku buruk apa yang telah diubah Cathy. cukup dengan mengedipkan mata. kenapa ia jadi pesolek? Penampilannya pun berubah. Bukan saja berlaku bak primadona. Namun. ia siap berburu wanita lain yang lebih menggairahkan. Dengan penuh percaya diri. 130 . akan kuperbaiki sikapku. ada pasien mengeluhkan pelayananmu. wanita buruannya langsung paham maksudnya. "Cathy." sahutnya enteng seraya melenggang pergi bak selebriti. ia akan mencampakkannya. Hanya dalam bilangan minggu ia betah memberi dan menerima kehangatan dari seorang wanita. Kekasih baru Sedemikian bergairah Cathy bekerja. Cathy lepas kendali. Ken merasakan perubahan itu. demikian pula perilaku Cathy. Herannya. Ia menjalin hubungan lesbian dengan rekan kerjanya. Terhadap rekan kerja yang dibencinya. di balik tampilan baru dan kesigapannya bekerja. Terutama dalam menangani pasien. ia menumpahkan air ke selimut pasien mereka. entah karena menolak diajak bercinta atau oleh sebab lain. di tempat kerja pun ia mulai menggunakan kekuasaan. penyelia memanggilnya. itu telah menggembungkan egonya sedemikian rupa. Ia lalu melaporkan ke penyelia bahwa tempat tidur pasien basah karena ompol. ia biarkan istrinya dengan segala polahnya itu.Ken berusaha memahami masa lalu Cathy yang menorehkan luka batin hingga saat itu. Apakah perilakunya mengimbas hingga ke rumah? Tentu. Ia juga suka membeli baju baru dan agak ganjen. Cathy seperti sudah mati gairah. ia melakukan lagi apa yang dulu pernah mengisi masa remajanya . Selanjutnya. Bahkan. Juga ketika Cathy mulai minum alkohol dan kerap mabuk di rumah. yang kebetulan bekerja bersamanya. Dengan bujuk rayu sekadarnya. Ia tak dapat berbuat apa pun untuk membendungnya. dirinya sedemikian menggoda bagi wanita lesbi lainnya. Ken tetap mencintainya. Dari salah satu karyawan panti jompo Ken mendengar istrinya terlibat sejumlah percintaan sejenis.

Gwen bercerita. Ketika Gwen mulai terisak. Namun. Cathy terpaku. 1963. Sikapnya cukup keras pada anak-anak. ibu sering menyabetiku dengan kabel listrik. Cathy tengah rebahan di ranjang. Cathy menyeringai sinis saat lewat di depannya. kerap berganti pekerjaan. Cathy tak perlu menunggu lama. ayah Gwen. ibunya yang miskin sudah memiliki tiga anak balita. melainkan oleh gerakan bibir tipis gadis manis itu saat bercerita. "Waktu umurku 18 bulan. Bukan oleh isi cerita Gwen.." Setengah mengangguk.Bualannya berhasil." sorak hatinya. "Aku menang. sudah cukup alasan baginya untuk memeluk tubuhnya. Untuk melepaskan siksaan emosi. Adapun Mack. "Ini Gwen. Gwen pun sering menyakiti dirinya sendiri. mereka sudah akrab. "Siapa namamu?" "Gwendolin Gail Graham. Linda. Hingga pada suatu siang . Gwen sering mendapat serangan seksual dari ayahnya. "Lihat. ia leluasa menjamah dan menekan tubuh Gwen." kata Gwen getir. Ia akan sekamar denganmu. Gwen beringsut mengurai isi kopornya. Ia merasa canggung karena pandangan mata Cathy seperti menelanjangi dirinya.. di lenganku banyak bekas luka sundutan rokok ayahku. Acap kali matanya menyapu goyangan dada Gwen saat diguncang emosi. sebab kemudian lawannya itu mendapat peringatan keras. Kerja serabutan memaksa istri dan kelima anaknya berpindah-pindah ke seluruh Kalifornia. Demikian pula para pasien. Cathy hanya butuh waktu sehari untuk memikat Gwen menjadi kekasih barunya. Pembantu perawat baru. Aku lahir di Santa Monica. Tak pernah ia menggendong anaknya yang menangis. Cathy sedikit tercengang mendapati Gwen pun cukup mahir berpasangan dengannya. Entah apa yang merasuki Cathy hingga ia merasa amat puas bila melihat orang lain hancur tak berdaya oleh "power" yang dimilikinya. Setelah penyelia pergi. ibunya. ia anak sulung dari tiga bersaudara. Sambil pura-pura berempati. mereka melihat Cathy seperti melihat monster. biasa memukuli anak-anak-nya dengan sabuk. Sementara itu ayahnya jarang di rumah karena pekerjaannya. Ketika berusia 22 tahun. 131 ." "Usiamu?" "Dua puluh tiga tahun. tanpa banyak bicara Cathy langsung membuka lemari pakaian." Selama beberapa tahun." Beberapa menit kemudian. Tak seorang pun koleganya berani macam-macam padanya.. ia pun makin leluasa menanamkan pengaruh pada lingkungan kerja yang mental dan emosinya sudah ia rapuhkan. ketika penyelia mengetuk kamarnya. Maka.

serta saling meninggalkan pesan cinta pada mesin penjawab telepon. Tak sampai sejam kemudian. seolah disatroni monster. seorang penyelia berusaha memisahkan mereka berdua dengan menerapkan sistem shift. Usir suami Hanya seminggu Gwen bekerja dengan baik. mereka berdua pura-pura melakukan aktivitas bercinta." adu Gwen. Cathy menanggapi dengan pelukan. suatu saat kau akan menyesali keputusanmu ini!" Cathy membalas dengan seringai. Pasangan itu sering minum sampai mabuk dan terkadang juga saling berkelahi.. Bahkan pernah tinggal bersama seorang wanita berumur 20 tahun. Dengan mesra mereka menutup pintu kamar. membuat para nenek teringat cucu mereka. karena sebagian besar menderita Alzheimer. keduanya tak mematuhinya.bahkan ada yang sangat ketakutan. Apalagi ketika Cathy menceritakan affair-nya itu pada Ken. yang amat mencintainya. Gwen sudah berada di sana. karena aku dan Gwen akan tinggal bersama di sini!" "Kamu gila?" sembur Ken. Ketika pasangan ini bekerja secara terpisah. "Aku serius dengan Gwen. Mereka hidup seatap tak ubahnya suami-istri. "Benar. Tindakan serupa pun dilakukan di ruang tunggu perawat. Namun. Mereka memang sangat keterlaluan. Kematian beruntun Pernah. "Pacar saya itu mendapat pekerjaan di Grand Rapids. bahwa mereka diancam dibunuh oleh seseorang. Bukan skandal itu yang menyentak Ken. Namun. sedari umur 17. Aku gila asmara. melainkan ucapan Cathy . "Ingat Cathy. Ken membopong Mary pergi. Pergilah kau!" Dengan amat marah. para sepuh itu memandang cemas . Ia amat telaten merawat para lansia. hal yang melanggar peraturan panti jompo itu. Sambil saling berbisik dan cekikikan. Bahkan. Gwen sudah bertualang. Gwen disenangi hampir seluruh penghuni..Ternyata. Sejak sebulan lalu kami putus. Namun. ketika dengan amat posesif Cathy "menguasai" Gwen. gilanya. agar bisa selalu bersama. beberapa kali beberapa pasien mengadu pada pembantu perawat lainnya. Setiap kali pasangan ini masuk ke kamar penghuni.. Begitupun ketika seorang pasien kedapatan memar pada pergelangan tangan dan 132 . Kuminta kau keluar dari rumah ini. maka tak ada perawat yang mau percaya pada mereka. mengekspresikan cinta dengan saling berbalas puisi yang buruk kualitas. tampak sekali kekecewaan mereka. Keduanya sedemikian kekanak-kanakan. Karena kerekatan itu mengganggu suasana kerja. Rambutnya yang kemerahan dengan senyuman manis dan lugu. mereka membersihkan dan mengurus pasien. ketika memandikan pasien usia lanjut itu. mereka pun sering bertukar tugas dengan pembantu perawat lainnya. Persis remaja kasmaran.

Tak pula ada yang tertarik menyelidiki penyebabnya. Pisau cemburu di kalangan cinta sejenis biasanya lebih tajam dari sembilu. tak seorang pun pembantu perawat tertarik akan hal itu. Contohnya. saat membandingkan dirinya dengan Robin. Malah. seorang pembantu perawat yang kurang disukai Cathy masuk ke kamar Belle Burkhard (74) untuk mengurus pasiennya itu. bibir.bukan hanya pria. Memang ada memar di kedua lengan itu. mereka kian erat berpagut. Apalagi maut memang bisa sewaktu-waktu menjemput para jompo itu. Akhir Februari 1987. Tak ada yang serius menanggapinya. dan kemanjaannya sering membuat gemas . Terutama ketika ia mencurigai si manis itu sudah tak loyal lagi padanya. Tak terpisahkan. 133 . dan menghindari rujuk kembali. Perawat hanya melakukan tugas rutin. pihak keluarga juga sudah pasrah. bukankah pohon cinta menjadi berbunga karena rasa cemburu? Kecemburuan itu kerap membuat cinta terasa makin indah. siapa peduli akan penyebab kematiannya? Wanita ketiga yang tewas di ranjang adalah Mae Mason (79). Sebulan kemudian. suasana sepi dan tak nyaman itu diartikan oleh pasangan kasmaran Cathy dan Gwen sebagai suasana yang amat romantis. pembantu perawat baru di Alpine Manor. Sebelumnya. Cathy dan Gwen juga menggunakan cemburu sebagai lem perekat saat mereka rujuk kembali. Ternyata benar. karena secara fisik Gwen memang berdaya jual lebih tinggi. tetapi ia mengira akibat tekanan darah tinggi atau panasnya suhu di panti jompo.kakinya. Namun. tapi mungkin itu karena Belle sering mengalami serangan kejang. Celoteh mulut-mulut keriput itu cenderung segera mereka lupakan. gadis semampai. Keluarganya terkejut akan kematian mendadak itu. Cathy amat cemburu. Februari 1987. melainkan juga wanita. Pihak keluarga pun menganggap sebagai takdir yang sudah digariskan. Ia muak dengan badan gemuknya. Myrtle Luce juga meninggal dunia. biasanya ia yang mencampakkan kekasih. Di dalam suasana itu. Hanya. Marguerita Chambers (60) seorang nenek yang lima tahun sebelumnya didiagnosis menderita Alzheimer. selalu Cathy yang mencemburui Gwen. ditemukan tewas di tempat tidurnya pada Januari 1987. Cathy pun jadi amat khawatir kehilangan Gwen. karena nenek malang itu masuk ke tempat ini dengan menyandang penyakit. Bahkan mereka berjanji takkan pernah saling meninggalkan. Dengan usia 95 tahun dan berat badan yang terus menurun. Seorang perawat sempat memperhatikan hidung Myrtle Luce berdarah. Edith Cook (80) yang sakit parah dan sering mendapat obat penenang. Kondisi tubuhnya terlalu lemah untuk dirawat karena ia juga menderita gangrene. Ia terkejut melihat wanita tua itu tewas dengan lengan terlipat di balik tubuhnya. maka kematiannya pun dianggap tinggal menunggu waktu saja. Tubuh. Hal itu terasa pada sikapnya yang mulai melonggar. Ia ditemukan meninggal dunia pada Maret 1987. Gwen sedang melirik Robin. Namun. Kali ini ia yang dicampakkan. Mula-mula ia merasa rendah diri.

Orang itu Kenneth. kali itu mengurusi bayi. Di rumah. sering ia menangis sendiri. Ken. Ken datang tepat waktu. Lembut ia memegang bahu Cathy. Cathy menggeleng. Melihat suaminya pulang ke rumah." Namun. di depan polisi. akhirnya hati nuraninya membawa langkahnya ke kantor polisi. pernah menekan hidung beberapa pasien yang terikat. yang selama ini ia sia-siakan. ia merasakan Cathy masih mengalami ketidakseimbangan emosi.. Tentunya. Ken lumer. Setelah berjuang keras mengalahkan keraguan. Cathy 134 . Ia merasa. Cathy langsung menubruk dan meraung di dadanya. "Aku takut kau tak percaya . Empat belas bulan lamanya Ken tak merasa tenang. Memandangnya mengangguk berkali-kali. Selama beberapa bulan bekerja di sana. Cathy mengaku. dingin. lantai. Cathy merasakan betapa tulus cinta suaminya. ragu. Cathy butuh seseorang. Seperti dulu. Ia juga mengakui. dan penuh dendam benci. Mereka bekerja sebagai pembantu perawat. Gwen bekerja dengan baik dan manis. bulan Agustus 1987. Ken mendapati istrinya terisak. Ken tersentak.Dari hari ke hari ia memergoki pasangan Gwen dan Robin semakin mesra. Hancurlah hidup Cathy ketika akhirnya Gwen dan Robin memutuskan pindah ke Tyler. itu pasti bukan tindakan seorang wanita yang pemalu. Untuk pertama kalinya rumah itu menemukan kedamaian. Saat itu. dan langit-langit merasakan keriangan penghuninya. Apalagi setelah beberapa bulan bersamanya kembali. "Aku serius. dengan suara gemetar ia mengulangi kembali pernyataan Cathy. Berpegangan tangan dan saling mencumbu. sebelum berangkat tidur. "Begitu sulitkah untukmu menerima kami kembali?" suara Ken menelusup kalbu. Texas. Tak tahan terus digigiti masalah itu. Sambil memejamkan mata. Ia iba melihat keadaan istrinya. istrinya baru mengalami keguncangan hebat.. Setelah itu ia membawa si mungil Mary. Bisikan rahasia Sepeninggal Gwen.. pada April 1987. pada Oktober 1988. menyesali nasibnya. Agak gugup. perih sekali. akhirnya bibirnya terkuak." Lalu Cathy membisikkan sesuatu ke telinga Ken. Ia terus diganggu oleh apa yang disampaikan Cathy malam itu. Seluruh dinding. Hingga tibalah pada suatu malam. Cathy menjadi pemurung dan penyendiri. pernah mengguyur air sedingin es ke muka bayi perempuannya untuk mendiamkan tangisnya. Ken mengubur hal itu dalam-dalam. yang bisa mendinginkan luka hatinya. Ia seperti kehilangan gairah. Hatinya tertusuk raca cemburu.

ketika ia datang ke rumah untuk mengambil pakaian. dalam suatu pertengkaran Cathy mengangkat tubuh Gwen dan melemparkannya dengan kasar.Marguerite Chambers. yang menyebabkan salah satu lengannya memar. dan hanya didasarkan pada kesaksian Cathy Wood. bahwa Cathy dan Gwen mengalami dan menikmati "kepuasan seks" yang spektakuler saat melakukan semua tindakan keji itu. Ia pun setuju untuk bersaksi melawan Gwen Graham. "Gwen dituntut atas dasar kabar burung. Pengakuannya itu mendengungkan gumam hadirin sidang.sewaktu Gwen mencekik Myrtle Luce. "Benar. Mae Mason. Gwen maupun Cathy pernah menyerang suami Cathy. sehingga ia ikut dalam pembunuhan tersebut. Dalam beberapa jam sidang. Cathy tak ingin kehilangan Gwen. Dalam sidang pengadilan. Ia juga memberikan kesan. Hanya dalam hitungan menit." 135 . Ketika Gwen mencekik korban pertama . Cathy yang beratnya 150 kg takut pada Gwen yang mungil? Salah seorang saksi pernah melihat. ia mengatakan tak mampu terlibat dalam aksi pembunuhan itu.Polisi bereaksi cepat. Robin. Malah Gwen bilang. Gwen Graham dinyatakan bersalah atas semua tuduhan dan divonis hukuman seumur hidup berganda. Cathy setuju menjalani serangkaian uji kebohongan. sebuah taktik yang konon dipakai untuk mengelabui detektor. pembunuhan itu dilakukan Gwen. Ia mengaku. secara fisik ia takut akan pacarnya itu. Masa iya. seolah melepas beban berat dari batinnya. Cathy Wood dituduh bersalah melakukan pembunuhan tingkat dua. dan Belle Burkhard. Bahkan. "Saya hanya bisa mendengar . Anehnya. Ken. Tapi polisi tak habis pikir. Polisi tak perlu bersusah payah. Jadi. Cathy dijemput saat itu juga untuk dikonfrontir dengan laporan suaminya." Ia tak ingat lagi nama semua korban. Diakui. dengan enteng. serta siapa saja yang bertugas di tempat lain pada waktu bersamaan. Cathy mengaku. Ia memberi detail shift yang ia jalani bersama Gwen selama periode itu. Edith Cook. informasi ini dibenarkan oleh catatan panti jompo. tapi ia persempit masa periode kejadiannya cuma beberapa minggu. masing-masing tak punya bukti yang saling melemahkan satu sama lain. Ia sama sekali tak berusaha berkelit. Ketika diperiksa silang.bukan melihat . Ini memperlancar BAP polisi. Gwen langsung diciduk. mereka berdua sepakat melakukan pembunuhan secara bergiliran. ia terpaksa menekankan kedua lututnya kuat-kuat ke atas tubuh Belle. sedang aku mengawasi pintu. pacar Gwen. Tapi ia terlihat menekankan kedua kakinya kuat-kuat ke lantai ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu. Cekikikan berantai September 1989. marah. Cathy mengaku memandang kearah lain sebelum pembunuhan selesai dilakukan. Saksi yang lain pernah melihat Gwen berkelahi dengan wanita lain." ucap Cathy lantang. Kepada wartawan ia berteriak.

dan agak garang itu mantan petinju amatir. Mata hukum tak pernah berkedip. sebuah resor dekat laut dan pelabuhan Quangate (Kanal Inggris).Namun. Tiba-tiba John Franting." sapa Gontle (50) yang saat itu mengenakan jas beludru hitam. tapi di seluruh Inggris.Penjual Senjata". Bulan berikutnya. ia takkan pernah dibebaskan kecuali ada bukti baru yang akan membawa pada pengadilan baru.40 tahun penjara. Gontle terkenal tidak saja di sepanjang pantai Kanal. berhenti di depan sebuah toko dengan papan nama: "Gontle . 136 . Namun." "Saya butuh revolver. Gwen menarik ucapan itu. mati-matian berbicara di hadapan publik untuk membela istrinya. Gwen sendiri pernah mengaku pada Robin. "Sore. Ia masuk ke toko Gontle yang kecil dan cenderung kumuh. benar melakukan pembunuhan itu dan khawatir Cathy akan melaporkannya kepada yang berwajib. Cathy Wood berhak atas pembebasan bersyarat setelah menjalani hukuman kurungan selama 16 tahun. suami Cathy. ia menolak melakukan kontak mata dengan mantan kekasihnya itu. Tanggal pembebasan bersyarat bagi Cathy baru sah pada 2005. Pria berdahi sempit. berwajah suram. Hukuman terhadap Gwen Graham membuang kemungkinan pembebasan bersyarat. Kenneth. Lomax Harder. Lomax Harder dan John Franting berjalan beriringan." kata Franting cepat. berdagu berat. di depan sidang. berambut jarang.berusaha mengalangi terpaan angin laut. SAKU MANTEL ITU MENGGELEMBUNG Suatu sore pada musim gugur di Marine Parade. berdahi lebar. "Ada yang bisa saya bantu?" tanya Gontle. lelaki yang tampak santun. "Tidak usah takut. Ketika ternyata kemudian ia mendapati dirinya berada di tempat yang sama bersama Gwen. pria yang satu lagi. dan agak ringkih itu dengan sedikit gugup mengancingkan mantelnya . Namun. kedua lelaki berumur sekitar 35-an tahun itu bisa dipastikan berasal dari kelompok menengah atas. ia memohon agar tidak dikirim ke penjara yang sama dengan Gwen Graham. Dari pakaiannya yang necis. Jadi. Cathy muncul di hadapan hakim Kent County. Toko ini resmi kok. Meski tokonya kecil dan terlihat kumuh. Ia diganjar hukuman antara 20 . "Selamat sore. Nonfiksi/Carol Anne Davis/Not 19." balas Franting dengan sedikit gugup. Sebaliknya. Ia menjadi rujukan soal senjata. dan tak pernah mengaku terlibat dalam pembunuhan.

137 . "Ini unggul pada magazinnya. "Silakan. "Wah." kata Franting. revolver! Seberapa banyak Anda tahu tentang revolver?" tanya Gontle.. Ganti dong dengan yang baru." "Bisa untuk bunuh diri?" Franting menyeringai. "Sudahlah. Senjata itu ditimang-timang. Multi fungsi. ia memasukkan pistol yang dipegangnya ke saku mantelnya. kemudian melangkah keluar toko dengan senjata di tangan. tanpa berpikir panjang akan akibatnya. Bunyi tembakan Lomax Harder ditinggal sendirian di toko. Kalau belum tertutup dengan benar. Gontle pun mengambil amunisi. "Ah. jangan bercanda.. Yang terbaik untuk segala keperluan." "Anda tahu Webley Mark III? Ini dia. "Lima saja. Ia sempat ragu-ragu sebelum akhirnya mengambil revolver yang ditampik Franting. Secara refleks. ditaruh kembali. "Saya butuh kertas timah. Hal itu mengesankan mereka tidak saling kenal. Harder tiba-tiba saja sadar kalau Gontle telah menelantarkan dirinya. "Anda. isikan saja pelurunya. "Ini ada yang lain. Empat inci." Franting lalu membayar revolvernya. "Coba saya lihat ."Ah. Padahal ia masuk tak lama setelah Franting." Franting mengamati Webley Mark III." kata Gontle sambil menunjukkan pintu menuju tempat untuk mencoba senjata di belakang toko. "Sedikit." ujar Franting." kata Franting. senjata ini tidak bisa dipakai. membuat Harder terkejut. lalu diambil lagi. Berapa kalibernya?" tanya Franting. Khusus untuk Anda. saya rasa cukup untuk saat ini." "Bisa diuji? Sekaligus tunjukkan cara mengisi pelurunya." sahut Harder sekenanya. Franting dan Harder tidak bercakap-cakap selama di dalam toko. sambil memperlihatkan beberapa pucuk senjata. Saya ingin mencobanya. ada yang bisa saya bantu?" tanya Gontle kepada Harder. "Berapa peluru yang kaubutuhkan?" tanya Gontle. Tiba-tiba pintu belakang tempat Franting dan Gontle keluar tadi terbuka. larasnya sedikit tergores." kata Gontle.

" kata Franting sinis. Jangan sok menjadi pendengar setia. Senja luruh. Tampak Franting. Franting masih berbalut mantel. Kamu jangan mencampuri urusan kami." 138 . Sayup-sayup Harder mendengar bunyi tembakan. memegang revolver. nanti malah berabe. Aku sudah tahu tentang hubunganmu dengan istriku. Begitu melihat Harder. sebenarnya itu masalah kami berdua. Semua itu juga tidak ada artinya bagiku. kalau sudah selesai bicara.. Aku ingin berbicara secara khusus denganmu. Aku muak melihatmu. Namun. Harder mencoba menyusul. di kejauhan Franting berjalan ke barat memotong pantai secara diagonal. Kukirim saja lewat pos. "Apa Anda tidak tahu kalau ini toko senjata?" Setelah meminta maaf. Ah. segeralah pergi. ternyata Franting hanya berkelakar." Harder melintasi Marine Parade. "Ya. "Jangan. terlebih satu atau dua minggu terakhir. Kamu juga mau ke sana 'kan?" Harder hanya diam. Aku tak peduli dengan semua itu. tangannya terkepal. Apakah Franting serius soal bunuh diri itu? Ia mencoba melihat lagi. Di ujung lorong Harder menemukan Franting di ruang biliar. Aku juga tahu kalau istriku sudah memiliki tiket ke Kopenha gen dengan kapal laut dari Harwich.. "Akan kutelepon Gontle dan membayar senjata curian ini. Jadi. Kemudian Franting berdiri dan menghilang turun ke lorong panjang di samping lounge. tapi kita harus bicara. Setengah bagian dindingnya terbuat dari batu bata dan setengahnya lagi kayu. "Dengar. Emily sering berkencan denganmu."Kertas timah!" seru Gontle. Kami sudah menjalani masa sulit dan senang selama puluhan tahun. anonim. "Ia akan kembali ke Bellevue." "Jangan potong pembicaraanku! Biarkan Emily sendiri yang memutuskan.." katanya dingin. Jangan kau racuni dia agar berpaling dariku. Aku tahu." "Tapi. Bellevue adalah hotel tempat ia dan Franting keluar setengah jam sebelumnya. Sebatang sigaret terjepit di bibir." batin Harder. kami tidak . Sepotong kobaran api menyala dalam tungku pemanas. Namun. apakah tetap bersamaku atau memilih bercerai. Emily membenci tabiatku. "Aku malas membicarakan soal ini." pikir Harder. Franting bangkit. "Semua itu bukan urusanku. Ia duduk membungkuk di dekat tungku. Sepertinya kamu tidak mau bicara sewaktu di jalan tadi. Ruangan dikelilingi halaman belakang dari bangunan utama hotel. Ia berjalan pelan-pelan menuju hotel putih itu. Dari luar ia melihat Franting duduk di lounge. Harder ngeloyor pergi. ia punya niat berpisah. Ia sudah memperlihatkan paspor serta mengepak barang-barangnya. "Kamu masih membuntuti aku. ia langsung mendongak. sosok kecil kidal di keramaian." kata Harder tenang sambil mendekati meja biliar. tetapi jarak yang jauh membuat dia tak yakin. aku sangsi.

Jujur saja. Emily tak bakal meninggalkanku. apalagi menghabisimu. membuang separuhnya ke lantai dan memilin bagian lainnya. Kami sedang berusaha menata kehidupan rumah tangga kami. atau punya motif lain?" katanya sambil menyelipkan sigaret di bibir. Seorang istri tetaplah istri. alasan utamaku. Ia sadar. akan kuburu dan kuhabisi dia dengan revolver ini. yang tidak dapat begitu saja menceraikan suaminya. Aku memang menumpang hidup padanya. "Lihat barang ini. Franting menyobek surat itu menjadi dua. Salah satu harus mati Franting mengeluarkan secarik surat dari saku. jika ia meninggalkan aku . mengapa kamu tahu keberadaanku di sini?" Lomax Harder hanya menatap ke luar jendela. "Tapi ini untuk istriku. tapi sikap dan perilakumu sangat menyakitkan. ke mana pun ia pergi. aku yakin ia sulit untuk mengambil keputusan cerai. Meski aku suami terburuk di muka Bumi ini. Aku tidak tahan lagi dengan situasi ini." Dan seterusnya. Sekarang kamu boleh keluar!" Franting mengantungi kembali revolvernya dan mulai menyedot sigaretnya kuat-kuat. Namun. Wajah Harder pucat mendengar tuduhan itu. nyawa Emily akan 139 . "Masa bodoh dengan semua itu. Boleh jadi kamu sangat mencintaiku. kamu ingin menjadi dewa penolong. Aku bakal serasa di neraka jika ia meninggalkan aku. dan meruntuhkan upaya itu."Aku mengerti. Aku akan terus memburunya. atau sebaliknya. mengapa pula kamu bersedia mengambil alih semua kesulitannya. aku tidak akan membiarkan dia pergi.entah gara-gara kamu atau orang lain atau apa pun." Franting mengambil revolver dari kantung mantelnya. Kamu tidak perlu takut." Tiba-tiba Franting terdiam. Emily istriku. Aku tidak menuduhmu jatuh cinta dengannya. "Bagaimanapun. Lomax Harder melihat wajah Franting berubah menyeramkan. Kalaupun ada orang yang bersedia menolongku. Jika Emily sampai meninggalkan Franting. bukan melulu soal materi. Meski kamu sudah mengganggu rumah tangga kami. jika kamu tidak mencintainya." sahut Harder lirih. Bahkan sampai ke Kutub Utara sekalipun. Itu juga 'kan yang menjelaskan. Aku yakin. dan seterusnya. Sampai akhirnya kamu masuk. lalu menggunakannya untuk menyulut sigaret. "Kamu si penolong itu 'kan? Bagus. Kekayaannya adalah nafkah hidupku. Franting tidak main-main. Aku baru saja menerima surat darinya. Ia seperti sadar dengan ucapannya. kamu tak perlu tahu siapa dia. Aku tidak akan mengancammu. Aku punya komitmen kuat terhadap ikatan perkawinan. Ia tahu aku berada di sini. membakar. "Tapi. Camkan ini. dan menunjukkannya kepada Harder. lalu membukanya. "Aku telah memutuskan untuk meninggalkanmu. yang kubeli tadi. Franting membaca beberapa kalimat keras-keras.

abunya jatuh di meja biliar. dan menarik pelatuknya. salah satu harus mati. Harder melangkah sepanjang sisi meja biliar. Harder menyibakkan kain pengalang di jendela. Ia tewas. Kini ia seorang pelarian. menuju Marine Parade. Ia berjalan perlahan-lahan masuk ke serambi bertiang. "Yah. tempat porter berumur sekitar 50-an tahun berdiri dalam kejenuhan." kata Harder ramah. Di balik penyesalan atas nasib Franting. tapi ia akan segera kembali. "Akan saya siapkan. "Saya butuh minuman selama menunggu. membidik." Lomax Harder masuk dan duduk. Franting roboh. tidak adakah yang mendengar bunyi tembakan tadi? Padahal hotel ini dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP). 140 . Kepala kamar sedang pergi sebentar." Harder membatin. Rokoknya masih menyala. tidak ada yang bisa membujuk Emily untuk tetap bersama suaminya. lalu meloncat keluar. Apa semuanya ditangani oleh porter?" Aneh. Harder merasa telah bertindak benar." "Hotel apa ini? Semua pelayan tidak di tempatnya. Mohon sabar menunggu. Setengah badannya ambruk di atas meja biliar. Pak. Ia telah memutuskan untuk berpisah. Secara serentak Franting melangkah juga pada arah berlawanan. Di sekeliling tidak ada orang. Ia melangkah melalui pintu hijau yang membawanya melewati sebuah lorong. Apa yang harus dilakukannya? Tiba-tiba muncul ide brilian. Emily bakal sendirian dan tak lagi punya teman sebaik dirinya. Manajer hotel sedang ke London. Secepat kilat Harder menyentak revolver di sakunya. Memikirkan hal itu ia memutuskan segera kabur." "Malam. Pak. Di sisi lain. Di telinga Harder suara letusan itu bak bunyi dawai biola yang digesek dengan jari tangan. "Selamat malam.terancam. Harder takut harus menghadapi hukuman. Ia masuk ke hotel dari pintu utama. Tidak seorang pun bisa mencegah Franting. Tapi pelayan bar sedang cuti. Mereka pun beradu badan. Sekilas Harder melirik ke mayat Franting. Lebih baik dia daripada Emily. Ia melihat lubang kemerahan di pelipis kanan Franting. Ada kamar kosong?" "Mungkin ada. Membuang barang bukti Sejenak kemudian muncul rasa takut. Ia juga takut.

Bisa jadi. Tapi. kadang hijau. rasa takut dan curiga itu terus menghantui. sudah tengah malam. Riak gelombang menghantam dinding dermaga.Mengingat kembali peristiwa itu membuat Harder ingin berlari keluar. ia sadar sangat menyukai Emily Franting yang kini menjanda. "Saya akan pergi sebentar. Ia menyesalkan Emily mau diperistri Franting yang sangat obsesif. orang itu bisa memberikan keterangan detail sosok dirinya. atau ada orang yang mendengar bunyi letupan senjatanya atau tidak. tidak dingin. Tidak ada bentuk fisiknya yang menonjol. langsung menghampiri taksi yang sedang menunggu penumpang. Di kejauhan mercusuar berkelap-kelip. Ia hanya berniat melindunginya. sidik jarinya tidak tertinggal di jendela. Jangan-jangan hasil tindak kejahatannya sudah diketahui! Polisi bisa jadi sedang mengorek informasi dari para wisatawan yang masih berkeliaran. Kendati begitu. Selain itu. Cahayanya berpendar. Meski kecil. Ia batal menginap di hotel. Ia bersandar pada dinding dermaga Quangate. seperti umumnya pelaku kejahatan lainnya. 100 orang pun akan dia hadapi. Dihantui rasa takut Bagaimanapun dalam diri Harder lahir rasa takut yang luar biasa. Tapi. orang bisa curiga. tidak mengharapkan sesuatu dari Emily. Untungnya. 141 . Niatnya tulus." kata Harder sambil berjalan ke luar hotel. Harder melihat ke sekeliling. Sial. Taksi melaju ke stasiun. kecuali dahi lebar. Sebuah kekhawatiran muncul tiba-tiba. mengambil revolver dari saku mantel. Harder berjalan cepat ke depan dermaga. dan diam-diam menjatuhkannya ke laut. Malam telah lindap. Ia tidak yakin apakah ada saksi yang melihat perbuatannya atau tidak. kemungkinan itu tetap ada. Sopir taksi melihat dirinya tidak tenang dengan sorot mata aneh dari kaca spion di dalam mobil. Rasa suka mendorongnya untuk tega menyakiti siapa pun yang mengganggu kebahagiaan Emily. kembali ke Marine Parade. Jangankan satu. Jarum jam bergulir ke angka empat. waktu itu ia memakai topi. ditimpali sinar putih. Namun. Porter datang membawa nampan berisi minuman pesanannya. Harder tetap tenang. Jam taman berdentang. Tanpa sungkan Harder menenggak habis minuman itu. Sesegera mungkin ia pergi dan mencari Emily. Setengah dipaksakan. ada orang yang mengenal Franting tahu kalau sore itu Franting berjalanjalan dengan seseorang. Angin bertiup dari barat daya. Nah. Tidak ada lagi orang di sini. Begitu juga jejak kaki karena lantai paving. Ulah Franting menyobek surat Emily sebagai penyulut sigaretnya membangunkan api kebencian pada diri Harder. ia mencoba duduk dengan tenang. bila ia lari. kadang merah. Ia juga tidak tolol untuk kembali ke tempat kejadian. ia menyesal harus membunuh Franting.

Ia menoleh ke segala arah. gara-gara kerumunan penumpang kereta." kata Harder. Inggris mengecil dihiasi pendar-pendar sinar. Tampak benar betapa mereka saling membutuhkan. merayapi kanal yang berliku-liku menuju mulut pelabuhan. dari haluan ke buritan. Hampir putus asa ia mencari Emily dalam kompartemen besar yang sedang berjalan itu. Kapal mengeluarkan tanda keberangkatan. atau ia gagal masuk kapal karena ia tidak menemukannya? Kengerian kembali mencengkeram hatinya. akibat ketakutan berlebihan. "Kuharap. Tidak! Harder menenangkan dirinya. Kereta ini penuh wisatawan." ujar Emily tanpa protes. Detektif akan kesulitan mencarinya. keputusanmu benar. Mungkinkah di Esjberg nanti ia akan dijemput detektif di dermaga? Semua kekalutan itu seketika berubah. Kereta berjalan. Emily belum juga dia temukan. akhirnya ia masuk juga setelah menunjukkan tiket ke petugas. Bukankah ia yang juga membelikan tiket untuk Emily? Selain itu. kerumunan itu menguntungkan Harder. tapi tak tampak tanda-tanda keberadaan polisi. Perjalanan dua jam itu amat menyiksa. Ia ingat telah ceroboh meninggalkan bagian surat yang tidak terbakar di tempat kejadian perkara. itu benar-benar konyol! Di Dermaga Parketson kebingungan kembali menyergap. Peronnya disesaki para pelaku bisnis. Pikiran kalut membuatnya tidak menyimak berita di media cetak atau elektronik. Namun. di sisi lain. Pergilah. Kedua insan itu pun meluapkan kegembiraan mereka. membuncah menjadi kelegaan tatkala Emily muncul di hadapannya. Keduanya berpakaian preman. Emily amat disiplin soal waktu. Begitu masuk ke kereta tidur. 142 . hal buruk menimpa Emily? Misalnya. ia yakin.Tiba di pelataran stasiun. "Jadi?" bisik Emily. Dari hasil bertanya sana-sini. ada polisi yang menelepon bahwa suaminya ditemukan tewas dengan sebuah peluru bersarang di otaknya. Namun. Namun. Mungkinkah ia ketinggalan kereta. nikmati kebebasanmu. Emily pasti ada di sini. Aman. sudah ada lima penumpang di sana. Victoria menjadi bagian tersulit dalam pikirannya. di gerbong mana? Jangan-jangan. Perlahan-lahan kapal menjauhi dermaga. Tak ada kata tergesa-gesa dalam kamusnya. bebas ke Laut Utara. Harder menjelajah tiap dek. Tapi. Jangan-jangan ada detektif yang ditugasi menyergap dirinya di sana. Lampu sorot di ruang biliar mengenai mayat John Franting yang belum dipindahkan. Jejak tertinggal Superintenden Polisi Brian McKnight dan Sersan Detektif Trevor Berbick berada di ruang biliar Bellevue. Kecuali bila detektif menghentikan dan mengisolasi kereta. Celaka. ia tahu akan ada konferensi internasional di Kopenhagen. perasaan ragu-ragu mencuat kembali. "Aku tidak akan pergi bersama.

"Sersan. bukan begitu." "Anda mendapat petunjuk lain?" "O. "Kaliber 38. Bond sering melecehkan polisi yang bekerja kurang sigap. The Three Feathers. Ia menengok ke dalam setelah terjadi tembakan. Lelaki malang! Siapa yang menemukan dia?" "Wanita pelayan yang baru saja keluar. serta The Gold Spoon. Kita pernah bertemu di Scotland Yard." kata Brian McKnight kalem. Selain segan." kata temannya. Sedangkan Trevor Berbick. "Karena ia sibuk menangani kasus lain. sebenarnya Brian McKnight enggan berhubungan dengan Austin Bond. meski pakar dalam bidangnya. Bond memang detektif hebat."Saya tinggal dengan teman saya. tolong pindahkan mayat ini sekarang. Dok?" "Tentu." Sersan detektif mengeluarkan senternya dari saku." desis Austin Bond. Dr. Sersan." "Dr. korban merupakan perokok sigaret. Dr. lelaki kurus dengan bibir tipis dan kumis kucingnya. "Ya." "Berapa lama?" "Sekitar sejam lalu. Akses langsung ke petinggi Scotland Yard membuat semua polisi memperlakukannya dengan sangat sopan. "Ditembak sekitar 90 menit lalu. Senternya. Bond akan melakukan pemeriksaan. saya menawarkan diri untuk datang memenuhi telepon Anda. "Ada. Austin Bond." "Apakah pelurunya ditemukan?" Berbick sekilas memandang McKnight. Ia berhasil memecahkan berbagai misteri terkenal seperti The Yellow Hat." kata seorang pria yang tiba-tiba bergabung dengan keduanya. ya. 143 . "Lihat ke sini. "Ada yang lebih aneh. Soalnya. Austin Bond!" teriak Brian McKnight. Furnival. "Hai." kata McKnight mengangsurkan bukti temuannya. Pergaulan dan wawasan luas membentuknya tidak sekadar seorang "pemeriksa" mayat korban pembunuhan. belum apa-apa sudah merasa kecut mendengar nama Dr. The Three Towns. "Bisa juga pembunuhnya." katanya. ini." kata Bond ikut mengeluarkan senter miliknya." kata Bond setelah mengamati mayat dengan seksama. Brian McKnight mengarahkan ke ambang jendela.

Bond kemudian mengeluarkan kaca pembesar. Ini tampak dari sudut tembakan. "Saya harus berbicara dengan wanita pelayan itu." Si porter terpaksa berbohong. Pak. sebab porter yakin tidak ada orang yang masuk lounge dari pintu mana pun kecuali korban selama sekitar sejam. Ia kembali lagi membawa batu bara. kemudian menjatuhkan lagi. mungkinkah John Franting membiarkan seseorang memasuki ruangan melalui jendela! Apalagi orang dekil seperti itu. dan beberapa helai benang baju murahan. Pertama sebelum Franting datang. Wanita pelayan datang dua kali. jadi ia pergi mengambil batu bara. "Pembunuhnya pasti bertubuh tinggi." sahut Bond jumawa. "Nanti dulu." "Sersan. Ia mengenakan baju biru. Padahal sebelumnya ia sudah diingatkan akan akibatnya jika sampai berbohong. Saat itulah ia melihat mayat Franting." Mantan petinju kidal Austin Bond berjalan mondar-mandir. Ia mestinya masuk dan keluar melalui jendela. melihat-lihat sekeliling dengan saksama. Ia hanya punya tiga jari pada tangan kirinya. Satu kebohongan lain." timpal Bond. Pak. "Pada posisi itu. dan memperhatikan jejak-jejak tadi pada jarak amat dekat." Brian McKnight dengan bangga mengurai beberapa data temuannya." "Bagaimana Anda bisa tahu?" "Keberuntungan. saya juga melihatnya." kata Brian McKnight memperingatkan. 144 . memangnya Anda kenal korban?" "Tidak! Tapi saya tahu ia John Franting. Ia melihat api pemanas hampir padam. "Bagaimana kamu bisa yakin bahwa tidak ada seorang pun yang masuk ke sini sesore ini?" tanya Brian McKnight kepada si petugas porter.masih dengan membawa batu bara.McKnight menunjukkan sidik jari pada bingkai jendela. setelah sebelumnya meminta si porter pergi. Salah satu sepatunya berlubang di tengah pada solnya. demi kelangsungan asap dapurnya. Ia pun pergi lagi ." "Mungkin ia sudah berada di ruangan itu." kata si porter. yang membuatnya takut. "Bawa porter hotel kemari. "Sebab saya berada di ruangan saya sepanjang waktu itu. "Lo. jejak kaki pada ambang jendela. yang terkoyak di kusen jendela. Ia memandang sejenak. apa kamu bisa melihat ke seluruh ruangan?" "Bisa." "Ya. "Tidak mungkin." kata Bond. Ia mengambil secarik kertas yang terselip di antara tangga panggung yang menghubungkan dua sisi ruang untuk memberikan tempat pengunjung bisa memandang sekeliling.

coba bayangkan. Pakaianmu tersangkut di jendela 'kan?" bujuk Bond. Namun. "Ah." "Maukah kamu menuju jendela. ia masih ada dalam ruangan ini. di mana ia menyembunyikan revolvernya setelah mencabut nyawanya?" tanya Brian McKnight mencoba membangun kembali kepercayaan dirinya yang sempat terjerembap. wanita itu memiliki tiga jari di tangan kiri ketika ia berlalu di koridor. sejak awal saya hampir yakin. Sesuatu yang berbentuk seperti . Dr. Apa maunya detektif ini? Bukankah tak ada orang yang meminta bantuannya? Namun kemudian McKnight teringat akan akses Austin dengan Scotland Yard.Brian McKnight ragu-ragu. "Jadi." Brian McKnight memeriksa saku dan menarik sebuah revolver dari saku mantel mayat itu. Austin Bond berkata dengan ramah kepada Brian McKnight." Dua petugas polisi menyapu pandangan ruangan itu dengan saksama. ketakutan." kata Austin Bond menunjuk ke mayat Franting." tukas Dr. "Apakah Anda membersihkan jendela hari ini?" Austin Bond mulai menginterogasi. "Saya pikir ia ada di sana. "Saya juga sedang mencari jawabannya. "Anda lihat saku kiri mantel itu? Perhatikan. saya membuyarkan teori Anda. terpaksa ia membolehkannya bertemu wanita pelayan itu. lepas dulu sepatu kirimu." "Tunjukkan tangan kirimu? Bagaimana jari-jari tanganmu bisa hilang?" "Akibat kecelakan mesin cuci. Pak. Pak. Jadi. "Hanya dengan keberuntungan." Perempuan itu mulai menangis. ia bunuh diri?" "Tapi. Ketika wanita itu selesai menjalankan perintah dan akan beranjak pergi. pembunuhnya tidak masuk atau pergi mendadak melalui jendela. Maaf. Webley Mark III. sambil menjinjing sepatu kirinya. Saya kebetulan sempat memperhatikan. Masih baru!" Brian McKnight membongkar senjata itu. dan taruh tanganmu di sana. "Jangan khawatir. "Ya. Austin Bond. 145 . Tapi. agak menggelembung 'kan? Sesuatu yang tidak lazim tersimpan di situ." "Lalu bagaimana?" "Saya pikir.

Fiksi/Great Law and Order Stories/Yds 20. Macris dengan penuh semangat melakukan tugasnya . Nun jauh di sana.menganalisis sampel-sampel darah. terutama karena sebuah proyek penelitian beberapa tahun sebelumnya. Bagaimanapun. mungkin bisa menjadi petunjuk. BJ amat dikenal di kalangan ilmuwan. Lomax Harder baru saja menelepon mengabarkan kepadanya soal sidang terbunuhnya John Franting dari koran yang dibacanya. Uniknya pula.. Ia mungkin menyalakan sigaret menggunakan surat ini. E. Ini sudah menjadi keputusan terakhir. Beberapa tahun yang lalu. Kopenhagen. Manusia memang tak pernah bisa menduga-duga peristiwa yang bakal menimpanya. dan revolvernya masuk ke saku mantel. misalnya gorila. begitu ilmuwan terkenal itu acap disebut. tangan kirinya lebih mematikan dibandingkan dengan tangan kanannya. Coba baca ini. tapi kamu telah menumpas rasa sayangku padamu. Tangannya terkulai. di balik peristiwa yang tampaknya membahagiakan. "Yah. ketua jurusan antropologi." "Menembak dengan tangan kiri?" tanya Brian McKnight. kamu sangat mencintai aku. Juri memutuskan bahwa korban melakukan bunuh diri. begitulah. Alasan mengapa ia menembak dengan tangan kiri. Ini bagian dari surat."Ada tiga ruang kosong. John Buettner-Janush. kebaikan dan kebenaran tetap harus ditegakkan. Ia memang sangat bangga karena untuk bisa bergabung dalam tim BJ. Ia memang sering merepotkan lawannya. Franting bisa jadi petinju amatir kelas berat-menengah terbaik di Inggris. ". mana yang dua lagi? Sekarang. DI BALIK DINDING KAMPUS Untung tak dapat diraih.." Brian McKnight membacanya. Macris yakin. mahasiswa New York University (NYU). bagian yang terbakar ini mungkin sambungan surat yang ada di dekat tungku perapian. karena ia kidal. saya sadar. Musim semi tahun 1977 ia serasa mendapat durian runtuh ketika terpilih menjadi asisten di la boratorium Dr. tugasnya kini berkaitan dengan penelitian 146 . di mana pelor itu? Anda mengerti? Ia menembak kepalanya. Aneh. harus melewati serangkaian tes yang bahkan lebih sulit ketimbang ujian tulis formal di sekolah. Emily Franting sedang duduk di lobi Palads Hotel. Aku akan meninggalkan rumah kita besok. malang tak dapat ditolak. Beberapa kali saya melihatnya bertarung. Bahagia atau sedih? Tak ada yang tahu. Anda bisa melihat. Penelitian biologis itu mampu menunjukkan hubungan antara protein darah pada lemur dengan kelompok kera pada tingkat yang lebih tinggi." Kemudian Bond melangkah menuju tangga tempat ia menemukan secarik kertas tadi. Demikian pula nasib Richard Macris (19)." Austin Bond kembali mendemonstrasikan kepiawaiannya memecahkan solusi yang membuat para polisi itu mirip sekumpulan orang dungu. Air mata mengalir di pipi Emily. "Ini. terkadang tersembunyi masalah pelik yang siap menghadang.

tapi obat yang diperdagangkan biasanya tidak cukup murni. datang berkunjung ke lab pada waktu yang tidak lazim. Jangan-jangan rumor itu benar. seorang asisten. dan M. BJ sudah menjadi antropolog terkemuka. Sejumlah asisten yang telah lama bekerja di situ berbisik. Pada 1973. Dana penelitian dari National Science Foundation (NSF) secara teratur mengalir deras. BJ segera menutup semua pintu untuk pengamanan. Pada masa-masa itu ia menulis buku teks antropologi yang amat terkenal. di usia 49 tahun. Ia diberi tahu. ”Membuat obat saraf untuk lemur. bakal menjadi kunci jawaban tentang evolusi.D-nya dari University of Michigan. dengan wajah serius. Pengalaman mengajar didapat dengan memberikan kuliah di Yale selama tujuh tahun.A. sedangkan Ph. Misalnya saja beberapa kali ia melihat sejumlah mantan murid BJ. Sampai suatu kali BJ meminta Macris datang pada hari Sabtu. yakni malam hari. ”Obat saraf seperti itu ’kan sudah tersedia di pasar?” ”Benar. dan manusia.BJ yang sedang tertarik membandingkan faktor darah antara manusia dengan monyet. dari University of Chicago. orang tuanya harus bekerja keras untuk dapat mengirimkannya ke perguruan tinggi. melihat prestasinya mereka merasa pengorbanan itu tidak sia-sia. Perbincangan mereka dengan BJ pun dilakukan dengan berbisik-bisik. Gara-garanya. monyet. Karena penasaran. yang sudah lama lulus. Macris optimis akan lebih mudah mendapatkan beasiswa untuk meringankan beban orang tua. anak keluarga Yunani ortodoks.” jawab BJ enteng. ia rela meninggalkan Duke gara-gara iming-iming fasilitas penelitian yang baru dan mewah dengan nilai tak kurang dari AS $ 200. Dengan catatan akademis dan sejarah karier yang meyakinkan itulah BJ dianggap cukup pantas untuk ”dibajak” oleh NYU. The Origins of Man. menurut dia. Kecurigaannya mulai tumbuh. salah seorang mengingatkannya untuk selalu mencuci tangan bersih-bersih seusai bekerja di lab.S. BJ meraih gelar B. B. Berasal dari kalangan ”biasa-biasa” saja. bukan hanya di AS namun juga di dunia. Begitu ia tiba.A. lama-kelamaan Macris terpengaruh juga.” 147 . Kemudian ia pindah ke Duke University di North Carolina.” Lalu apa? Yang lebih membuatnya miris sekaligus penasaran. calon LSD. Lain cerita dengan Macris. tak lama setelah bergabung dalam tim BJ. Tahun itu. Meski awalnya tidak serius menanggapi. Syukurlah. ia mendengar gosip yang mengganggu.. mereka akan membuat asam anasetil antranilat. Rumor aneh Sayang. Apalagi kini di laboratorium BJ. ”Materi yang kamu pegang bisa membuatmu gila!” kata James. Penelitian ini.. Di sanalah ia melakukan percobaan unik tentang hubungan darah antara lemur.000. awal Februari 1979 Macris memberanikan diri bertanya kepada BJ apa sebenarnya yang sedang ia kerjakan. ia mengamati memang ada beberapa hal mencurigakan. ”Sebenarnya BJ sama sekali tidak melakukan penelitian pada lemur.

Pun pernah menjadi anggota timnya. metakualon. ia tidak khawatir karena tahu banyak cara lain untuk mendapatkan dana.yang dikenal sebagai Quaalude . Siapa tahu ada yang berguna. Esok malamnya diam-diam . juga kokain sintetis. Jika yang kamu katakan benar.tentu dengan seizin NYU .Masuk akal juga. Semula Jolly tidak terlalu memikirkan ucapan itu. Di malam hari. Berbekal laporan itu Jolly mengajak Macris menemui John C. Jolly menyerahkan sampel bahan kimia itu pada Drug Enforcement Agency (DEA). memberikan laporan bahwa salah satu sampel adalah metakualon . manakala asisten labnya sudah pulang. ia mencari orang yang tepat untuk berkonsultasi. Setiap peralatan dan sekian banyak bahan kimia tak ada yang luput dari pengamatan mereka. Masih dengan setengah terkejut. Yang ditemukan antara lain LSD. Semua barang temuannya itu disimpan rapi di rak buku di rumahnya. Detektif amatir Selama beberapa bulan berikutnya. berarti BJ telah melanggar hukum. tetapi bisa juga rumor itu benar. Dalam waktu singkat DEA. Jolly tampak kaget mendengarkan penuturan Macris. Macris memutuskan untuk bertindak.” tutur Jolly mengingatkan. antropolog yang bekerja di lab yang bertetangga dengan lab mereka. meski tidak menemukan apa penyebabnya. Jolly berperilaku bak detektif amatir. Jelas Jolly menyegani mantan bosnya. Menurut pengakuan BJ pada Jolly. Sadar tidak mungkin bertindak sendiri. Sawhill segera menghubungi kantor kejaksaan. Meski begitu. ia mengendap-endap ke dalam lab BJ untuk jeprat-jepret memotret situasi di dalamnya. Semua bermula pada musim dingin 1978. Sawhill. Ia juga mengacak-acak keranjang sampah. Bahkan kesertaan dalam tim BJ itulah yang membawanya masuk ke dalam NYU. Dalam operasi itu bukan hanya anggota DEA yang bergerak. ”Yang kamu lakukan cukup berisiko. Pilihannya jatuh pada Dr. yang seketika teringat kembali setelah Macris menyampaikan kecurigaannya. kamu yang akan menghadapi masalah besar.” lanjut Jolly sambil berjanji akan membantu mencari bukti.obat terlarang. Bahan kimia itu segera dianalisis. Begitu jumlahnya dirasa cukup. untuk melaporkan penemuan mereka. tapi beberapa waktu lalu ia merasakan ada yang aneh dengan BJ. Jolly menasihati Macris untuk sementara waktu menyimpan semua kecurigaan itu. Sebaliknya. melacak catatan yang dibuang para asisten lab. dua minggu sekali ia mengambil sampel bahan kimia dari labu Erlenmeyer dan vial. Ia akan menghadapi masalah besar. Clifford Jolly.beberapa anggota DEA memeriksa lab BJ. yang sengaja tidak diberi tahu dari mana asal bahan-bahan kimia itu. lembaga pengawasan obat tingkat federal. Jolly mencoba tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. bila kecurigaan itu tidak benar. ”Cobalah membuat catatan tentang semua percobaan yang kalian lakukan di lab. Dengan bukti tersebut kejaksaan memerintahkan untuk dijalankannya operasi penyelidikan rahasia. ketika NSF tanpa dinyana-nyana menolak permintaan bantuan dana BJ. 148 . Rektor NYU. Dulu Jolly juga pengagum berat BJ. Selain itu.

pamer. Meski istrinya. ia tidak bisa mentoleransi asisten yang mengkhianati dirinya. mulai pemain drama. BJ juga menjalankan labnya dengan otoriter. tapi aku tidak tahu siapa informan itu!” seru BJ marah. apartemennya yang luas di Washington Square dipenuhi keramik dan benda pajangan mahal. senang barang-barang mahal. Tak satu pun dari kami mampu mendapatkannya. sepertinya tersimpan motif lain juga. Macris dan Jolly membiarkan petugas DEA masuk melalui pintu. mahasiswa yang menjabat direktur lab. Bahkan. Bila bukan karena tanggung jawab moral. Umumnya yang dengan cepat menerima mempunyai dua alasan. pakar biokimia.tetapi para asisten lab BJ juga dilibatkan. kedongkolannya hanya berlangsung sesaat. itu bukan sembarang perampokan. Tapi siapa dia?” Prasangka serupa diucapkannya pula pada Danny Cornyetz. Otaknya yang biasa berpikir logis segera menduga ada sesuatu yang tidak beres.” kata salah seorang mahasiswa. Memang. Ilmuwan kaya Mula-mula operasi itu berjalan lancar. Sebagian besar dengan sukarela. Namun. dan pelukis. Sampai pada suatu malam. Menurut dia. Pestanya pun bukan sembarangan. Sebagai orang yang menuntut kesetiaan. dengan hidangan didatangkan dari katering terkenal dan pelayan berseragam. ”Aku tahu ada yang tidak wajar dengan perampokan itu. ”Kalau kami tetap mengikuti mata kuliah mereka tanpa mengindahkan peringatan BJ. kami tidak bakal lulus. Pergaulannya luas. Petugas itu sengaja memecah kaca pintu lab untuk memberikan kesan perampokan. tetapi pesta gala. Di balik undangan makan malam untuk para kenalannya.” keluh yang lain. Ia dikenal berselera tinggi. Celakanya. Posisi BJ makin tersudut. meski ada juga yang harus dengan dibujuk-bujuk. Baru esok paginya BJ mengetahui ”perampokan” itu. BJ tak begitu kesepian. Bahkan beberapa orang diperlengkapi dengan alat perekam tersembunyi untuk merekam pembicaraan dengan BJ. Vina Mallowitz. 149 . ”Ada seseorang yang telah mengadukan diriku. novelis. Selain dari kalangan ilmuwan. Sosoknya sebagai ilmuwan juga makin kabur bila menyimak kesaksian teman-teman akademisnya. Tuntutan itu dipatuhi oleh hampir sebagian besar muridnya. Bukankah selama ini ia telah memberi mereka kesempatan dan kebaikan hati? Kabarnya. ”Kami tidak berani mengambil mata kuliah yang pengajarnya tidak disukai BJ. Ia memang sering mengadakan pesta. meninggal tahun 1977. Asistennya harus memusuhi juga semua musuhnya. Mereka diminta memperhatikan setiap ucapan BJ. ada yang menjulukinya serupa diktator. Kecurigaan itu sempat ditangkap Macris. karena seminggu kemudian ia bertanya pada Macris. BJ tidak sadar tengah diamati. tentu karena mereka tidak mau terseret dalam kasus itu. ia punya banyak kawan dari kalangan seniman. salah satu profesor yang dimusuhi BJ mengepalai sebuah jurusan dan berwenang mencairkan dana beasiswa yang jumlahnya ribuan dolar.

karena ada bocoran dari orang dalam di NSF yang memberi tahu dia. manakala Dewi Fortuna tak lagi bersamanya. Namun. dan penuh mahasiswa pintar yang ambisius. Penelitiannya semasa di Duke sesungguhnya dilakukan oleh sang istri. lab BJ di NYU tetap aktif. tetapi kepiawaiannya dalam melakukan penelitian serasa turut dilecehkan. ya selalu hanya berdasarkan satu alasan .” Memang.Betapapun. Sebuah pengalaman pahit dituturkan oleh sesama rekan profesor yang memilih keluar dari NYU lalu pindah ke University of Maryland. atau ada bagian dari isinya yang dianggapnya kurang santun. BJ juga tega mempermalukan saya di depan para mahasiswa. BJ senang menarik perhatian dengan cara mengejek atau menyakiti orang lain. BJ tidak pernah melakukan penelitian. Di antaranya. yang ini lebih serius. mengatakan. direktur program antropologi di NSF saat itu. November tahun yang sama sang profesor yang cerdas ini menemukan solusi. tuduhan itu pun tidak pernah ditindak lanjuti. bukan akademis. ada rekan kerja yang menuduhnya telah melakukan plagiat terhadap karya sejumlah muridnya pada saat ia mengajar di Michigan. Tanpa bantuan dana mana mungkin ia membeli bahan penelitian dan membayar asisten. lepas dari rumor dan perilaku kasar. Bila datang surat yang salah mengeja namanya. Alasannya. BJ menuduh penolakan itu berdasarkan alasan pribadi. 150 . Sejak itu. Namun. Kabarnya. Penolakan itu tentu memberi pukulan berat bagi BJ. Tujuannya. Saat ekspedisi berlangsung. Nancie Gonzales. peralatannya lengkap. Untuk kasus ini. meski tanpa dana dari NYU. pihak universitas di Michigan menolak memberi keterangan. mengumpulkan dana dari kalangan swasta untuk membiayai penelitian atas lemur. Ada rumor lain. Ada juga yang mengatakan. ”Tidak hanya menyemprot saya di hadapan rekan seprofesi. Bukan hanya ego. Tahun itu NSF menolak memberikan bantuan penelitian kepadanya. ia masih bertugas di University of Chicago. proposalnya pun telah diperiksa. Dr. Tentu pula kelancaran penelitiannya jadi terganggu. Tak heran apabila banyak beredar rumor negatif tentang dirinya. Ia mendirikan perusahaan dengan nama samaran Simian Expansions. Setiap tahun ia makin terkenal dan makin sering menerima bantuan dana penelitian. Sampai tahun 1977. BJ tetap dipandang terhormat di kalangan akademisi. Betapapun. lab BJ telah dikunjungi oleh tim NSF. selain hidup mewah ia punya kebiasaan aneh.” Kehilangan dana Itulah kenyataannya. Namun. BJ telah membuat banyak orang sakit hati. “Kalau NSF menolak memberikan bantuan. ia mengorupsi uang makan dan akomodasi sebuah ekspedisi antropologi. ia bisa seketika mengirimkan kembali surat itu disertai sejumlah koreksi disertai catatan tinta merah “Ganti surat ini! Gunakan kaidah bahasa yang benar!” Kebiasaan buruk itu memakan korban pula. Beberapa alumnus bahkan bergabung dalam proyek Simian Expansions.karya tersebut kurang tepat mendapat penghargaan ilmiah.

Meski sudah menaruh curiga, BJ terkejut juga tatkala mendapat undangan untuk hadir di pengadilan, di hadapan sejumlah juri atas tuduhan membuat dan memasarkan obat terlarang. Namun, ia masih yakin akan menang. Malah, kalaupun dinyatakan bersalah, ia akan dapat dengan mudah membersihkan nama. ”Pengacaraku mampu mengatasi semua tuntutan yang dapat menghancurkan reputasiku,” katanya yakin pada Macris. Keyakinan serupa ia ucapkan juga pada Danny Cornyetz, ”Mantan dekan fakultas hukum NYU akan segera membereskannya hanya dengan sedikit lobi.” Agustus 1979, DEA kembali datang ke NYU untuk memeriksa ruang penyimpanan di bawah tanah lab BJ. Di tempat rahasia itu DEA menemukan sejumlah besar obat terlarang. Cuma, penemuan ini tidak dapat dipergunakan di pengadilan, karena ketatnya pemberlakuan hukum pemilikan pribadi. Dua bulan kemudian ia diajukan ke pengadilan dengan tuntutan telah memproduksi dan memasarkan berbagai obat terlarang serta berkonspirasi untuk mengalangi pemeriksaan pembuatan obat di kampus NYU. Rekaman Juli 1980 sidang pengadilan digelar di Pengadilan New York Distrik Selatan. Yang seru, sebelum sidang dimulai BJ telah menyebarkan dua lembar surat yang menyatakan bahwa dirinya adalah korban serangan pemerintah atas kebebasan akademis. Ia menggambarkan, tindakan DEA menerobos untuk memeriksa lab dan tempat penyimpanan sama dengan kekejian yang berlaku dalam Kristallnacht, yakni malam saat pasukan Hitler menghancurkan harta milik kaum Yahudi di Jerman. Melalui surat itu juga BJ berusaha meyakinkan rekan-rekannya bahwa tuntutan yang ditimpakan kepadanya sangat tidak masuk akal. Pada intinya, BJ melemparkan isu tentang dilanggarnya hak atas kebebasan bagi para ilmuwan. Akibatnya, bahkan sebelum sidang berlangsung, di kalangan hadirin sudah terbentuk dua kubu. ”Tak masuk akal! Orang seperti BJ membuat obat terlarang? Untuk apa? Ia tidak butuh uang. Ia amat kaya. Ia juga pasti tahu bila melakukan seperti yang dituntutkan padanya tentu akan membahayakan kariernya di Amerika,” demikian salah satu pendapat. Sementara itu pendapat di kubu seberang pun tak kalah sengit. Mereka menganggap BJ seorang sosiopat, orang yang tidak memiliki hati nurani. Sekeras pertentangan di antara penonton, sealot itu pula jalannya sidang pengadilan. Pembela BJ, Jules Rithholz (55) dengan lantang sekaligus dramatis, bersuara, ”Kami tidak menyangkal ia membuat obat terlarang. Namun, bukankah tidak ada larangan membuat obat di dalam laboratorium?” Obat terlarang buatan BJ dibuat untuk tujuan penelitian yang resmi, lanjutnya. Sang profesor akan memberikan obat itu pada lemur yang pada akhirnya untuk melihat apakah obat saraf dapat mempengaruhi perilaku kelompok primata tertentu. Penelitian semacam itu tentu sangat bermanfaat bagi seluruh umat manusia, Rithholz berargumen.
151

Mengapa? Apabila perilaku dapat dipengaruhi oleh bahan kimia, berarti perilaku tidak hanya ditentukan oleh garis keturunan, ”Kita bakal dapat memperbaiki banyak kesalahan yang dilakukan manusia. Kita dapat mengobati residivis, penjahat kambuhan, lalu membuat mereka menjadi orang baik. Sekali suntik, kita dapat menghapus kejahatan di dunia.” Dewan juri yang sebagian besar dari kalangan akademis mendengarkan penuturannya dengan saksama. Kemudian jaksa penuntut menghadirkan para mahasiswa. Mereka tampil dengan caranya masing-masing - ada yang tenang, banyak pula yang canggung dan kikuk. Beberapa hasil penyelidikan detektif amatir itu gagal. Macris misalnya, tidak hanya mencoba merekam BJ, tapi juga direktur lab Cornyetz. Sayangnya, pertanyaan pancingan Macris yang diajukannya saat mereka berdua berjalan-jalan di Washington Square Park tidak mendapat jawaban seperti diharapkan. Gara-garanya, saat Macris bertanya lewatlah seorang gadis cantik dan seksi dengan rambut model masa kini yang dicat dua warna. Ucapan Cornyetz pun melenceng. Demikian pula rekaman kaset diajukan oleh mahasiswi bernama Lisa Foreman, yang bekerja di lab tahun 1978. Dengan inisiatifnya sendiri pula ia merekam percakapan dengan Cornyetz. Sayangnya, ia tidak menggunakan kaset baru melainkan kaset bekas yang sudah digunakan untuk mengajar burung kakatuanya berbicara. Maka yang muncul bunyi hiruk pikuk yang memalukan. Untunglah, ada beberapa orang yang berhasil membuat rekaman yang mampu menunjukkan semua konspirasi tindakan BJ. Sebuah kaset Macris dengan jelas menampilkan suara BJ, ”Danny telah setuju untuk bersaksi dengan menyatakan dirinya yang ... em melakukan semua pembuatan obat ini.” Dalam salah satu kaset terdengar suara Cornyetz bertanya pada BJ, ”Mengapa kita yang pertama kali dituntut dalam kasus ini? ... Ini kesalahan Bruce!” Bruce Greenfield tercatat sebagai salah satu anggota proyek Simian Expansions. Jawab BJ, ”Ya, ya memang.” Lanjut Cornyetz, ”Mengapa juga ia menyebut dirimu yang melakukan semua hal ini?” Sahut BJ, ”Mengapa ... aku begitu tolol?” tapi dengan cepat ia mengucapkan, ”Yang penting adalah ada proyek penelitian resmi yang mampu menutupi semua yang kita lakukan.” Pada kaset lain BJ terdengar mengatakan, ”Salah satu cara untuk bisa menyingkap kesalahan kita adalah dengan mencari orang dalam yang mau bersaksi. Untunglah, tak satu pun di antara kita yang bersedia. Kita semua punya komitmen kuat.” Pada kaset hasil rekaman Profesor Jolly, terdengar BJ menyatakan, tidak khawatir dengan tuntutan yang diajukan karena ia punya teman yang sangat berpengaruh. ”Aku kenal baik dekan Fakultas Kedokteran di Harvard,” serunya. Pada saat semua rekaman diputar, ruang sidang tampak senyap. Semua yang hadir tekun menyimak setiap suara yang muncul.
152

Lain lagi dengan ekspresi wajah BJ yang tampak berubah-ubah - bingung, kaget, serius, dan lainnya - , begitu mendengarkan semua ucapannya yang tanpa sadar telah direkam oleh asisten dan teman kepercayaannya. Tak heran, pada sekelompok orang sempat terbit perasaan simpati dan iba pada BJ. Namun, perasaan simpati itu lenyap seketika manakala pada kaset yang lain ia mengucapkan, ”Pembelaku siap berhadapan dengan kejaksaan Amerika dan menunjukkan betapa besar jasa-jasaku.” Saat itu tampak betapa BJ mencoba merendahkan hukum. Posisi BJ makin lemah. Terutama kala Danny Cornyetz bersaksi dengan menirukan ucapan BJ padanya, ”Kamu sama tidak bermoralnya dengan kita semua di sini. Aku akan berterus terang bahwa kita semua memang membuat obat terlarang itu di laboratorium!” Sedangkan asisten administrasi jurusan antropologi bernama Richard Dorfman mengaku, BJ tidak hanya mengaku membuat obat di lab, tapi juga memintanya untuk menjualkan kokain sintetis buatannya. Dorfman mengaku telah menjual sejumlah kecil kokain seharga AS $ 100. Setelah mengambil komisi sebesar AS $ 20, yang AS $ 80 ia serahkan kepada BJ. Berkedok penelitian Pembela BJ tak patah semangat. Untuk menangkis semua tuduhan, ia mengambil sudut pandang berbeda, yakni sang profesor membuat obat terlarang di labnya karena akan diujicobakan pada lemur. Untuk itu Rithholz mengundang Pat Pronger, petugas pengumpul dana untuk Simian Expansions. Pada bukti berupa lembar kuitansi tertulis sejumlah dana untuk membeli lemur. Namun, kesaksian Pronger gagal, karena ada yang janggal. Dalam kuitansi disebutkan BJ meminta uang untuk membeli hanya sekitar dua atau tiga ekor lemur. Bukankah obat sebanyak yang ditemukan di gudang bawah tanah terlalu banyak, bila hanya akan digunakan untuk tiga ekor lemur? Rithholz masih berupaya keras menolong kliennya. Sejumlah orang yang mengenal BJ sebagai lelaki yang jujur dan dapat dipercaya ia undang untuk bersaksi. Kembali usaha Rithholz tak memberikan banyak arti, karena para saksi mengenal BJ terbatas pada waktu silam. Jurus terakhir Rithholz adalah dengan melemparkan isu bahwa mungkin BJ tidak benar-benar membuat obat terlarang. Obat tersebut ditaruh di lab oleh Profesor Jolly yang sebenarnya iri dan ingin merebut posisi BJ. Jolly yang kebetulan hadir dalam pengadilan hanya tersenyum mendengar tuduhan baru itu. Bahkan ketika harus memberikan kesaksian pun Jolly tidak merasa terpojok dengan tekanan-tekanan Rithholz. Dengan tenang Jolly mengakui, telah mengorek sampah untuk menemukan sejumlah catatan. Selain itu agar tidak mengundang curiga, Jolly berusaha untuk tidak menyinggung-nyinggung soal pembuatan obat terlarang bila tengah ngobrol dengan BJ. Setelah sepuluh hari mendengarkan pengakuan saksi, sidang berakhir.

153

mengaku melakukannya karena terpaksa. Setelah berlatih beberapa kali. menurut seorang psikolog. seharusnya ia bisa memperolehnya dengan halal. bujangan ganteng. Clifford Jolly masih mengajar di NYU. semua pemain maupun figuran siap di tempatnya masing-masing. Pertama. tinggal pengambilan gambar dalam ruangan. Demikian pula BJ. yang resminya asisten sutradara (astrada). Namun. Namun. Sedangkan menurut seorang profesor antropologi. BJ tahu benar karakter Hitler. Kasus BJ memang unik. Pagi itu syuting bertempat di sebuah kantor bank swasta nasional untuk menggambarkan adegan perampokan. Ia tidak ingin dipecat. Hampir 70% dari seluruh syuting di lokasi telah selesai. mengapa para mahasiswanya patuh juga kepadanya? Richard Dorfman. Benny Bintara. yang tidak puas dengan hal-hal biasa. Menurut pandangan Jolly. Yang kedua adalah berbohong pada penyidik federal. Buettner-Janusch diganjar hukuman penjara lima tahun.Bukan demi uang? Lima jam lewat sebelum juri memutuskan Buettner-Janusch bersalah atas dua hal. Orang semacam itu bosan dengan aturan yang biasa. metakualon. Di dalam masyarakat ada orang yang meyakini bahwa diri mereka dikaruniai dengan kelebihan. manajer yang dalam cerita harus mati ditembak penjahat diperankan oleh Aria. Sudah kebiasaan ada kru bisa secara dadakan menjadi pemain. Namun. Padahal kalau mau terang-terangan mengakui bahwa ia butuh dana. “Cara yang digunakan BJ hampir sama dengan cara yang dilakukan oleh Hitler. ia membuat sekaligus mengedarkan LSD. untuk memerintah sekelompok orang yang bisa diatur. tujuan BJ membuat obat terlarang tampaknya bukan melulu karena butuh uang. Menyebarkan teror dan ketakutan.” Nonfiksi/The Professor and Prostitute/Sht 21. Richard Dorfman dipecat. honornya bisa "damai". 154 . Richard Macris pindah jurusan dari antropologi ke administrasi bisnis. Mereka merasa ditakdirkan untuk menaklukkan dunia. bukankah ia sering menyinggung nama Hitler tiap kali bercerita? Cara itu dapat disebut taktik Hitlerian. Akhirnya. dan kokain sintetis. menunggu komando dari sang sutradara. sedangkan Danny Cornyetz keluar untuk bekerja di perusahaan kaset yang memasok museum dengan rekaman sastra. bahkan melanggar hukum yang berlaku bagi masyarakat umum. asisten yang menjual kokain sintetis. amat bangga atas kepandaiannya. Pemeran juru bayarnya asli karyawati bank itu. entah keningratan ataukah berupa kepandaian. Sampai sekarang orang masih belum mengerti alasan sesungguhnya sang profesor memproduksi obat terlarang. dan yang akhirnya ketagihan nikmatnya melawan sistem di masyarakat. TERMAKAN GOSIP Syuting film Buronan sudah memasuki bulan kedua. mereka terkondisi untuk senang memperdayakan masyarakat. asalkan sifatnya tidak berkesinambungan. Keuntungannya. kesombonganlah yang menuntutnya bertindak diam-diam. Jangan salah.

akhirnya curiga. Syuting berjalan lancar. Briptu Ibrahim. ia segera melapor ke atasannya. "Masukkan semua uang ke kantung!" gertaknya. "pengawal" senjata api yang dipinjam kru film Buronan. Dor . Sebagai konsultan. sekarang ke shot selanjutnya. gerakan itu tidak lepas dari amatan sang perampok berpistol yang segera menarik picunya. Ke dalam bahan peledak itu dimasukkan dua kabel merah dan hitam (disembunyikan dalam baju si pemakai). Perwira muda berperawakan gemuk itu datang bersama dua anak buahnya. Tina. Pertolongan pertama berupa napas buatan pun siasia. untuk editing film. "Cut! Bagus. Suasana berubah panik. action!" teriak sang sutradara. Salah seorang perampok menodongkan FN 45 sambil melemparkan kantung kain ke arah juru bayar. ayo bangun. Aria tidak mengenakan kaus dalam. "Aria. semua pemain bergerak seperti dalam skenario. tetap tergeletak di lantai. Napasnya tersengal. kru film merubungnya. Pada masa itu.biasanya berbentuk wax (elastis) . mereka buru-buru menggotongnya ke tempat lain. seperti terkena hantaman besi panas. asisten sutradara yang seharusnya menyiapkan adegan lanjutan. trik efek tembakan masih dengan teknik konvensional. heran. Seperti dalam skenario..sebagai penutup muka. waria penata rias yang tinggal serumah dengan Aria." teriak sutradara dari kejauhan. manajer muda di sudut ruangan hendak meraih tombol alarm. Aria. Bajunya bolong. Kemudian para perampok lari sambil membawa sejumlah kantung dan out ke samping kamera. tampak jelas dada kirinya hangus luka bakar. Didahului dengan suara ngorok keras.dan sekantung plastik kecil darah (campuran madu dan zat pewarna). wajahnya pucat dan berkeringat. salah satu sisinya ditempeli bahan peledak . Karena rasa tanggung jawab. Sayangnya. Dari deretan belakang tiga orang berdiri bersamaan. astrada muda itu mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan.. "Kamera. Aktingnya sudah selesai.! Manajer muda itu terjengkang dengan kursinya. Saat seorang juru bayar tengah melayani nasabah. lalu menarik topi rajutannya . astrada playboy itu kena serangan jantung. ia yakin tidak melakukan kesalahan. Buru-buru Aria dilarikan ke rumah sakit. Karet ban selebar dua telapak tangan tersebut diikatkan ke bagian tubuh "korban" yang menjadi sasaran tembak. Sayang. bagian tata lampu. yang dihubungkan dengan sumber listrik DC 12 volt. Kabar burung yang tersiar.Benar-benar tewas Take pertama dimulai setelah kamerawan mengambil gambar papan klep. bersimbah darah. Sugeng. Andy membuka baju Aria yang "bolong-berdarah" dan karet pelindung efek. Iptu Yulianto. tiba-tiba kamera zoom-in ke arah tempat duduk para nasabah. Dibantu Andy. Aria tetap terbaring di lantai karpet. langsung pingsan begitu tahu sepupunya tewas. Selembar karet tebal (biasanya karet ban mobil bagian luar). Senjata yang akan digunakan sudah dikosongkan 155 .." kata Benny puas. dor ..

Jauh di belakang "korban". tadi malam pulang jam berapa?" Iptu Yulianto berbasa-basi. Dalam gambar." sela anak buah Iptu Yulianto. yang semuanya serba instan dan cekatan. Tetapi jemputannya ngantar yang lain dulu. Tetapi dia dan beberapa anak buahnya sedang menyiapkan setting di tempat lain." jawab Briptu Ibrahim. "Bagaimana ceritanya sampai ada korban?" Secara singkat Benny Bintara menceritakan kronologinya. di mulutnya selalu terselip rokok kretek." "Siapa yang bertanggung jawab langsung?" "Rawuh. "Kok kelihatan lemas. Efeknya. Gerak-geriknya sedikit canggung untuk bekerja di film. yang harus sinkron. pembantu bagian efek. meledakkan mesiu yang ditempelkan pada protektor di atas dada korban. yang kemudian diganti dengan kapur tulis berbentuk peluru yang akan menyumbat rapat selongsong bermesiu itu. Mesiu ditimbang sebelum dipasang. efek itu mengesankan. art director. "Sudah sering menangani pekerjaan ini?" "Baru kali ini. ledakan menembus baju bersamaan dengan pecahnya plastik berisi "darah". Jika pistol ditembakkan. dan langsung diikuti gerakan korban. "Tidak. karena kapur terbakar menjadi abu. "Atau mesiunya terlalu banyak?" tebak Yulianto. "Ya. Yang keluar asap putih. mungkin karena sering dipakai. juga teknik pembuatan efek tembakan itu. "Pak Benny sering menyutradarai film jenis ini?" tanya Iptu Yulianto pada Benny Bintara. "Selesai syuting jam sebelas." jawab seseorang. Pak." "Kamu yang memasang karet pelindung?" Madrim mengangguk. Madrim (23) perjaka jangkung itu berpenampilan sedikit lusuh. Tetapi baru kali ini jatuh korban. selongsong akan meledak. peluru benar-benar menembus dada yang mengakibatkan darah bercucuran. "Siapa yang memasang karet pelindung?" "Madrim. "Saya bisa melihat karet protektornya?" Ternyata protektor itu berlubang sebesar jari telunjuk di tengahnya. Antara 25 sampai 30 gram tiap tembakan pistol." 156 . seorang kru tinggal menempelkan kabel merahhitam ke kutub plus-minus aki." jawab Benny singkat.dari anak peluru. "Aus. Terjadilah sambungan arus pendek.

Aria tinggal mengajukan rekomendasi ke lembaga terkait untuk naik pangkat menjadi sutradara penuh. "Saya bisa masuk. Saya melihat ia tidur di sofa. "Apa penyebab kematiannya." jelasnya dengan mimik sedih.Untuk menghormati dan tanda berkabung. Beberapa menit kemudian. Menurut peraturan. Made. "Jadi?" "Boleh dibilang kecelakaan karena suatu keteledoran. Pak. Karena ia tidak juga menyahut meski telah saya panggil beberapa kali. waria si penata rias film Buronan. Sebelah kakinya menggantung ke ubin dengan wajah tertutup bantal sofa. Rumah kontrakan Tina sepi. membuat pembuluh koronernya mengkerut seketika sehingga tidak dapat menyalurkan darah dan oksigen ke otot jantung. Pak. biasanya sudah menunggu jemputan pagi di mulut gang dengan segala perkakasnya. Namun." "Kemarin ada syuting?" 157 . Dok?" "Menurut saya. jendela dan pintunya pun masih tertutup. nasib menentukan lain. Ternyata. tak ada jawaban. Aduh ngeri. karena pintu tak terkunci. jika pertolongan pertamanya bisa semaksimal mungkin. matanya melotot dengan mulut terbuka. Ia nekat masuk ketika tahu pintu tidak terkunci. "Adakah saksi lain?" "Tidak ada." tegas dokter berwajah ramah itu Korban kedua Sepuluh hari berselang. Tina. Terpaksalah Edy masuk gang. Edy keluar lagi dengan berteriak-teriak histeris. Karuan hal itu mengundang perhatian banyak orang. sopir jemputan. hampir setengah jam Edy. Made yang menangani jenazah Aria di rumah sakit. Atau malah otot jantungnya yang kena. bantal itu pun saya ambil. Mungkin ceritanya akan lain. Padahal ini film keempat Aria sebagai astrada. Tubuhnya sudah kaku. menunggu." jelas dr. Saya kira." "Pukul berapa calling jemputan untuk Tina?" "Tujuh. Edy mengetuk beberapa kali. hentakan keras dari letusan mesiu. Satu jam kemudian Iptu Yulianto menemui dr. Satu jam kemudian polisi datang dan langsung mengamati TKP. para awak film bersepakat break selama dua hari. karena rumahnya dekat rumah saya. Saya jemput Tina duluan. Domisili Tina masih daerah wewenang Iptu Yulianto. sehingga berakibat fatal. Cuma saya sendirian. sebelum para penyidik datang. Sayang. cuma tidur-tiduran sambil mukanya ditutup bantal. Tak heran bila perwira muda itu tampak serius. ketika tahu yang meninggal masih kru film Buronan. waria tinggi semampai itu tak kunjung muncul. Tampak nyata. Edy menemukan Tina sudah meninggal di atas sofa. Seorang pemuka masyarakat langsung mengamankan TKP. Tina meninggal tidak dengan wajar. yang sepuluh hari sebelumnya kehilangan astradanya. sekalian jalan.

untuk diambil sidik jarinya. korban nekad melawan dan berhasil merenggut kerah baju pembunuhnya sampai-sampai satu kancingnya lepas. Korban Mantan pacar Iptu Yulianto masih harus bekerja keras. yakni sidik jari korban dan sidik jari 158 . kancing baju itu berasal dari kaus bermerek terkenal yang dikenakan pelaku pembunuhan. Sampai di sini kira-kira pukul sembilan. tamunya semalam termasuk orang menyempatkan ganti baju segala. mengesankan pembunuhan itu bermotif perampokan. Dosisnya sangat tinggi." "Ada orang lain yang turun bersama korban?" Edy menggeleng. Tidak mengandung apa-apa. saat dalam keadaan tak sadar. pelakunya orang yang dikenal baik korban karena kunci pintu maupun jendelanya tidak rusak. bagaimana hasilnya. Briptu Darmawan mengambil piring beserta isinya dan karton susu cokelat yang masih ada sedotannya. di salah sebuah kotak susu cokelat terdapat dua sidik jari. kotak minumannya 'kan tidak dibawa kemari." Dari bagian identifikasi dan investigasi. Kotak minuman itu dibawa ke bagian forensik. Pak. Di atas meja tamu. sepotong benda jatuh ke lantai. bertuliskan merek pakaian terkenal buatan luar negeri. Iptu Yulianto mendapat keterangan. Iptu Yulianto menduga." "Bagaimana dengan kotak satunya?" "Lo. saya lupa." gumam Iptu Yulianto. dapat membuat pingsan cukup lama. Dok?" "Ternyata minuman korban diberi obat tidur. korban dibekap wajahnya sampai kehabisan oksigen. oh. korban dibawa ke rumah sakit. Yang ada cuma sisa minuman di kantung plastik. langsung dimasukkan ke kantung plastik. Dok?" "Negatif. Ternyata. Dia yang saya antar terakhir. Saat memikirkan langkah yang harus diambil."Ya. korban mengenakan kemeja batik cokelat berlengan pendek dengan kancing warna serupa. "Ya. karena belum ada titik terang dari kasus kematian Tina. yang disegani. "Apa baju korban kemarin?" tanya Iptu Yulianto "T-shirt. Bagaimana dengan minuman yang satunya. Made. Juga piring berisi beberapa potong ubi dan tempe goreng yang sudah layu. Diperkirakan." "Kemungkinan. sekeping kancing baju kecil berwarna putih. Sebabnya. Ketika jenazah diangkat." "Maaf. ada dua kotak minuman susu cokelat yang isinya tinggal setengah. Lemari di kamar Tina di-acak-acak. tiba-tiba telepon di mejanya berdering. Setelah diambil gambar dan sidik jarinya. Saya kira. dr. juga ada acara minum dan makan kudapan berdua. Ia hanya dapat menyimpulkan bahwa pembunuhan tersebut sudah direncanakan.

X." jawab Juli singkat. Sedang pada kotak lainnya hanya ada sidik jari X. bercelana jins dan tas pinggang kecil di balik jaket.. karena sakit hati. Lalu apa hubungannya dengan kematian Aria?" "Juli mengira.00 Iptu Yulianto sudah duduk di motornya. Penampilannya berbeda. "Siap. "Kenapa?" "Habisnya dia suka 'ngobat'. tampak kedodoran. seseorang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. ya?" seru Iptu Yulianto. ia hendak melapor." 159 . Pak. Tinggal para kru yang sibuk dengan pekerjaannya. termasuk rombongan sutradara dan bintangnya. lengkap dengan helm dan kaus tangan katun. Syutingnya sudah selesai. Hari ini terakhir syuting di sini... Sebagian rombongan sudah pulang. yang mungkin membawa minuman itu lalu mengisinya dengan obat tidur. syuting sudah selesai." tegas ibunya. "Lalu apa hubungannya dengan Aria?" "Kemudian saya pacaran dengan Mas Aria. Sore sekitar pukul 17." Seorang gadis manis. Sekitar setengah tahun lalu ia putus pacaran dengan Madrim. karena tangis. "Oh." Sayangnya. ayo ikut. "Mau ke mana." sahut gadis itu spontan." kalimatnya terputus. "Ya.. "Nonton syuting film. Juli pun bercerita. "Sudah. Ini Juli. setiba di lokasi. Iptu Yulianto mendatangi seorang lelaki kerempeng yang mengenakan kaus merah bata garis-garis putih. kalau bulan depan filmnya sudah selesai. kami akan menikah. "Mas Madrim." "Tentang apa?" "Tentang meninggalnya Mas Aria. kok nyentrik?" celetuk Bripda Suherman. "Masih muda kok buru-buru kawin?" "Karena Juli sudah . diantar masuk oleh Bripda Suherman. Rencananya.. mumpung syutingnya masih di daerah kita. Pak. Siapakah si X? Ketukan di pintu membuyarkan konsentrasi Iptu Yulianto. bersama ibunya. Tapi . Pak. Madrimlah dalangnya. Masuk.. Iptu Yulianto menanggapi laporan itu sebagai informasi berharga. begitu." "Sejak kapan Bapak tertarik nonton syuting film?" "Sejak dua krunya meninggal secara tak wajar." jawab ibunya polos.

" Madrim tak mau kalah berargumentasi. Bungkus rokok itu diserahkan ke tangan Madrim. warungnya jauh. Sebelumnya kerja di mana?" "Di bengkel. tolong antarkan ini ke laboratorium. "Bripda Suherman. ketika kau berusaha membekap muka Tina. Kaus itu bermerek terkenal buatan luar negeri. "Ada keperluan apa saya dipanggil. kamu tidak merokok. saya ada." "Tahu tentang listrik?" "Sedikit. "Tinggalnya di mana. Benar. "Kapan kamu mendapatkannya?" 160 . pembantu montir. yang langsung menerimanya dengan senang hati. satu kancingnya tidak seragam dengan dua lainnya. lalu memasukkan ke kantung plastik. langsung jemput Madrim. Mau beli." "Kalau mau." jawabnya mulai gugup. begitu mendapat laporan bahwa sidik jari pada bungkus rokok sama persis dengan karton susu cokelat. Maka kelihatan kebesaran ketika saya pakai. kaus Madrim sebenarnya berkancing tiga. Ini alamatnya. Waktu barang itu saya terima. Pak?" "Ada dua. apakah sama atau tidak dengan sidik jari di karton cokelat susu di rumah Tina." sambil menyebutkan alamatnya. sebab rokok kretek ini memang kesukaannya. Kebetulan kaus yang waktu itu kau pakai." Iptu Yulianto mengambil sebungkus rokok kretek dari tas pinggangnya. tetapi pada deretan paling atas terpasang kancing putih biasa. Kalau sama. "Untuk sementara ini." Iptu Yulianto mengeluarkan sebuah kancing kecil dari laci mejanya. Iptu Yulianto segera memerintahkan dua anak buahnya untuk "menjemput" Madrim." Sidik jari di mana-mana Hari berikutnya. Biasanya selalu nyelip di bibir?" Iptu Yulianto mengalihkan pembicaraan. "Oh.Pandangan mata Iptu Yulianto lekat menatap kaus Madrim. Pak?" tanya Madrim seakan tak mengetahui maksud pemanggilannya. persis merek kancing baju yang ditemukan di rumah Tina. Madrim?" "Ikut Om Rawuh. kancingnya memang tinggal dua. Sekembali di kantor Iptu Yulianto mengeluarkan bungkus rokok dari tas pinggangnya. "Jatah saya sudah habis. Periksa sidik jari di bungkus rokok ini. kau didakwa membunuh Tina!" "Apa buktinya." "Kaus itu pemberian Pak Benny Bintara. Mereknya persis dengan merek kaus yang kau pakai tempo hari. berbeda dengan dua kancing lainnya. masih daerah sini juga. Berarti kancing itu lepas. Kancing baju ini. "Kok tumben. "Kancing ini saya temukan di tubuh Tina. tak bermerek.

di film selanjutnya Juli mendapat peran berarti. "Saya ingat. Pak. meski baru tahap numpang lewat. Benar." "Terus terang saja." Madrim kaget.) iya. Pak. kamu dendam sama Aria?" "Tidak. Pak. Di kedua kotak ada sidik jarimu. Karena besoknya ada syuting pagi. di meja tamu ada dua kotak karton susu cokelat dan sepiring gorengan. Pemuda itu terdiam. Kemudian ia pergi menyiapkan setting di tempat lain." "Tina 'kan waria?" potong Iptu Yulianto. saya disuruh Pak Benny mengambil obat di apotek. Sumpah. Juli hamil. persis seperti sidik jari di bungkus rokok yang saya sodorkan sore lalu. Lalu ia berkenalan dengan Tina. Tentang kecelakaan sampai dia meninggal. apa kamu sering 'ngobat'?" "Sekadar 'cimeng' (ganja . Tina juga menyalurkan anak-anak jadi figuran. tapi saya tinggal pasang." akunya. tidak. kamu ke mana?" "Langsung pulang. menyadari kebodohannya. Tapi kalau sampai 'ngobat'."Dua hari sesudah Aria meninggal. tetapi Aria. kenapa Juli minta putus dari kamu?" Madrim tampak terkejut. saya tidak tahu apa-apa." "Apakah sepeninggalmu Pak Benny juga pergi?" "Saya kira. Benar. Selasa malam sepulang syuting. Juga membeli dua kotak susu cokelat. ketika Iptu Yulianto menyebut nama Juli. karena sudah dirakit oleh Om Rawuh sebelum sarapan. Tina meninggal pada hari Rabu. "Apa kini alibimu?" Iptu Yulianto tersenyum." "Tetapi yang memasang karet protektor itu kamu 'kan?" "Betul. Dia sering mendesak saya agar dikenalkan dengan orang-orang film. Selain penata rias. Pak. Saat itulah ia mencari kesempatan." "Kembali ke Tina. peran-peran tambahan atau figuran biasanya dipilih dan ditentukan olehnya. itu pun kalau lagi bete. karena saya kenal Om Rawuh." "Sesudah itu. sekitar jam sembilan. tetapi harus dibayar dengan mahal. Sebab istri dan pembantunya nginap di rumah orangtuanya. Hidup saya sudah susah. Ketika korban meninggal.Red. Tina berjanji akan memperkenalkannya dengan seseorang yang lebih berkompeten. tidak. Dia itu playboy. "Lalu. Saya sempat diingatkan untuk melihat tanggal kedaluwarsanya." 161 . "Bukan dengan Tina. Juli bangga. Ngapain juga nambah perkara. Permintaannya tidak saya tanggapi. "Sejak SMA dia pingin jadi bintang film." "Jadi.

Sesudah mengenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangannya. Apakah ada bukti lain. "Pak Benny. lalu menyuntikkan ke dalam salah satu karton susu cokelat. 162 ." Esoknya Benny Bintara tampak tenang ketika memasuki ruangan Iptu Yulianto. Kuncinya. Untuk mengelabui petugas. berarti sidik jari Madrim yang dominan di karton susu itu. Kalau Madrim meneliti kedaluwarsanya kotak susu." perintah Iptu Yulianto tegas. misalnya sidik jari. sedotan Sekitar pukul 12. Made. Pak. Siapa pun kalau makan gorengan tentu akan haus. mengesankan terjadi perampokan. sekitar pukul sepuluh atau sebelas malam ada tamu laki-laki mencari Tina. Begitu Madrim pulang." elaknya. sebagai petunjuk bahwa saya pernah berada di rumah Tina. Kemudian ia ke rumah Tina sesudah membeli gorengan. formulanya pun persis seperti formula susu cokelat yang diminum Tina. "Seminggu sebelumnya." kata Iptu Yulianto sambil meletakkan kancing bermerek di meja. Madrim saksinya. menurut dr. ia cepat-cepat bertindak. Anda taruh kancing ini di dada Tina. yakni kematian Tina. saksinya juga ada. Begitu dicampur dengan susu cokelat dari merek yang sama. Tidak ada bukti dan saksi bahwa saya berada di sana.00 Iptu Yulianto dan dua anak buahnya mendatangi sebuah apotek. sesuai petunjuk Madrim. "Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Saya kira Pak Benny menderita insomnia. "Pil tidur ini merek dan asal apoteknya persis seperti yang Anda dapatkan dari dokter Basuki. seorang asisten apoteker mencari arsip resep dari tanggal dimaksud. tetapi salah satu kancingnya lebih dahulu Anda lepaskan. ketika Tina meninggal?" "Di rumah. Sebelum Anda pergi. Melarutkan beberapa pil tidur dalam air. Madrim yang tampaknya lugu itu memang bisa menguatkan alibi Benny. Apa itu bukan Bapak?" pancing Yulianto.Iptu Yulianto cepat merangkaikan informasi itu. sebab istri dan pembantu saya pergi ke mertua. Iptu Yulianto kemudian mengambil beberapa pil tidur dari laci mejanya. sebab sering mengambil obat seperti ini di sini. "Bukti ada." "Betulkah? Pak Haji pemilik kontrakan mengatakan. Selain vitamin juga obat tidur. langsung ke pokok persoalan. Kaus bermerek seperti itu juga banyak dijual di toko terkenal. "Benar. "Itu bohong." jawabnya tenang. Saya harus di rumah. Di mana Bapak pada Selasa malam. Pak. demikian pula minumannya. sementara waktu kamu harus di sini dulu. Pil tidur semacam itu banyak dijual di pinggir jalan. Anda membekapnya dengan bantal kursi sampai korban kehabisan napas. Anda memberikan sebuah kaus untuk Madrim. Begitu korban tak sadarkan diri. Ini resep dari dokter Basuki untuk Pak Benny Bintara." Iptu Yulianto ter-senyum kalem. "Itu semua bukan bukti yang menunjukkan kalau saya pelakunya. Anda mengacak-acak isi lemari.

Sampai suatu saat Benny. "Silakan saja. diam-diam Benny berhasil mengganti karet pelindung 163 . jelas. "Sidik jari di karton susu memang bukan milik Anda. Jadi. Benny termasuk pria dengan tingkat kesuburan rendah. Sebelumnya. lima tahun berumah tangga. Benar dugaannya. untuk mengadopsi anak. mereka dulu pernah memiliki hubungan khusus. tidak mau tahu kekurangan anaknya. ada sidik jari di sedotan susu. "Kalau begitu."Pelakunya memang pintar. Ia sering menyarankan kepada Della. Saya rasa persis seperti sidik jari di bolpen yang baru saja Anda pakai untuk menulis. Rupanya. Pak Benny. Benny menganggap rumor itu sebagai aib yang mencoreng muka Benny. sang ibu sudah menjodohkannya dengan putri sahabatnya." katanya sambil menutup muka. Pak." tantangnya. kertas dan bolpen diminta kembali. Keringat dingin membanjiri tubuhnya." Iptu Yulianto menyodorkan kertas putih dan sebuah bolpen. sudah. ketika Benny sudah dianggap mapan. Tetapi kalau di kotak minuman. apa gunanya menikah kalau tak punya keturunan." tegas Iptu Yulianto. Tetapi Anda lupa." pancing Iptu Yulianto. Saya yang membunuh Tina. dulu pernah mengontrak rumah dekat tempat tinggal Benny. orang tuanya pun mendesaknya agar cepat berumah tangga. "Ada yang lebih mengerikan. Orangtuanya sangat konservatif. ia tampak gemetar. sehingga tidak mampu memproduksi spermatozoa sehat dan bermutu dalam spermanya. Tak heran." "Nah. Sidik jari di lemari dan pegangannya. Beberapa bulan lalu. dan Tina terlibat dalam satu produksi. sudah dihapus sebelum ia meninggalkan TKP. foto jenazah Tina. Kebetulan pula Benny anak laki-laki satu-satunya dari lima bersaudara. tulis pernyataan di sini. Isinya akan saya eja. Dalam pikirannya. Wajah Benny Bintara mendadak pucat. saya masih punya bukti lain yang menunjukkan bahwa malam itu Anda benar-benar di rumah Tina. Rupanya. Ia memiliki kelainan. inilah hasil dari perbuatan si pembunuh!" Iptu Yulianto bersuara keras sambil mengeluarkan selembar foto berwarna berukuran besar. Aria. sidik jari itu memang milik Madrim. ketika Benny kerap syuting di kota lain. Mereka khawatir kalau trah Bintara yang masih berbau ningrat akan pupus karena Benny tetap melajang. salah satu organ di alat vitalnya tidak berkembang baik. Salah duga Benny Bintara lalu bercerita. Setelah selesai. Saya mengakui semuanya. "Sudah. Benny selalu dapat menolak dengan bermacam dalih. Pagi itu ketika semua kru sedang sibuk ngopi. tetapi ibu muda itu kurang berminat. juga yang mencelakai Aria. Benny Bintara tak mampu mengendalikan dirinya. tanpa mengecek kebenarannya. istrinya. Celakanya. Sementara itu Tina dan Aria. istrinya belum juga mengandung. tanpa sepengetahuan Benny. saudara satu kakek yang sama-sama kerja di film. ia mendengar gosip bahwa istrinya sering "jalan" dengan Aria. pelakunya bukan saya?" "Nanti dulu.

Anda akan didampingi Bripda Suherman. Aria meninggal karena kecelakaan. Namun. Tak berapa lama waria itu pingsan. Dulunya ia memang kurang paham. Madrim tidak tahu apa-apa tentang trik tembakan yang akan dipakai Aria. Di tempatnya bekerja.(protektor efek) tembakan. Masalahnya klasik. Tina berencana mengadukan hal itu ke Rawuh. tak heran bila majikannya sangat percaya padanya. Setelah kejadian. pamit istri dan mengambil pakaian ganti. Tina tidak sependapat. LUKISAN CAT MINYAK TANPA TEKSTUR Rune "Roy" Donell (61) punya masalah serius. Membawa sekantung kudapan dan dua karton susu cokelat. soal uang. Juga tidak tahu. Pria bertubuh tinggi besar yang sebagian rambut tipisnya mulai beruban itu mengakhiri tugasnya di Angkatan Laut Swedia sebelum berimigrasi ke Amerika Serikat tahun 1976. produser.000 per tahun." Siang itu udara cerah. Protektor itu yang mengakibatkan Aria tewas. bahkan ke polisi. karena ia sempat memergoki Benny sibuk mengganti karet protektor. kalau ada stiker hitam di balik karet pelindung yang gunanya menutupi lubang yang langsung ke bahan peledak. Namun. Roy dapat menggelapkan total sekitar AS $ 20. 164 . Malam itu Benny ke rumah Tina. Tina juga tidak curiga ketika melihat Benny hendak minum susunya. ketika Benny Bintara datang. "Bapak tentu akan menahan saya." suara Benny pelan. Saat itu ia masih bekerja dengan gaji cukup. yang salah satu kotaknya sudah disuntik obat tidur. Tina sendirian di ruang tamu. Ia dapat dengan mudah mengakses salah satu rekening untuk mengeluarkan dana kebutuhan rumah tangga keluarga itu. Selama bekerja. ia tetap mempertahankan dirinya sebagai warga negara Swedia. yang sebelumnya sudah dirakit Rawuh. kok pakai kaus tangan segala?" Pertanyaan itu menyadarkan Benny. Benny tahu rencananya. ia mendapat bayaran AS $ 25. Ketika Benny meninggalkan rumah itu. Dengan dana tambahan uang panas itu. Karena telah bekerja di rumah tangga itu selama sebelas tahun. "Silakan.000 .30. barulah Tina sadar. di Jakarta 22. sebagai kepala urusan rumah tangga merangkap supir pribadi. Hari itulah ia harus melewati hari-harinya di balik terali besi. tetapi Benny justru merasa langit seakan hendak runtuh. Sebagai kru baru. Sayang. maka sebelum memegang sedotan kaus tangannya dilepas dulu. untuk apa sutradara itu sibuk dengan karet ban. Tetapi izinkan saya pulang sebentar. Fiksi/Riady B. ia yakin kalau Tina sudah meninggal kehabisan napas karena dibekap dengan bantal sofa. "Bapak tadi naik taksi apa motor. Roy punya cukup uang untuk menghidupi kedua istrinya. Sebelumnya ia meletakkan kancing kaus di dada korban. yang sudah disiapkan dari rumah.000 per tahun. Sarosa. Semua orang mengira.

Bermula ketika Little Howard Keck. Kolektor barang seni Roy bekerja di Stone Canyon. dan menggoda itu 16 tahun lebih muda daripada Roy. Si cantik Esther Ariza yang berkulit gelap. Little Howard ingin mempertegas bahwa ia berhak mendapatkan sebagian besar dari harta kekayaan Keluarga Keck . Ia memang menuntut banyak dari Roy. dan psoriasis. Di tubuhnya mulai bercokol sejumlah penyakit. Namun. anak Esther dari suami terdahulu. Esther pasti akan meninggalkannya Roy. Di La Lanterne digelar beberapa di antaranya. yang konon diperlengkapi dengan teleskop terbesar di dunia. Libby Keck setali tiga uang dengan suaminya.Belakangan Roy merasa tubuhnya mulai lemah. Tak heran bila La Lanterne menjadi pilihan kunjungan wajib para kurator museum dan pencinta seni dari berbagai belahan dunia. mulai hernia. bagaimana kalau ia tidak bisa bekerja lagi di rumah jutawan itu? Ia prihatin dengan kehidupannya dan kedua istrinya. Belum lagi ada Andy (20). anak sulung mereka mengajukan tuntutan tentang hak-nya mendapatkan warisan. Howard B. Selama beberapa tahun ia menjadi direktur sejumlah museum dan aktif di beberapa lembaga kebudayaan. ayahnya terkenal di Kalifornia sebagai orang yang bertangan dingin dalam bisnis perminyakan. Keck (71) dan Elizabeth "Libby" Avery Keck (65). mereka juga dermawan. yang membutuhkan banyak biaya untuk pendidikannya. karena ia sendiri pelukis amatir.mendapatkan kekayaan dengan cara tradisional: warisan. Selama ini seluruh kebutuhan hidup Esther memang ditanggung Roy. Lalu. Dituntut anak Tahun 1986 rumah tangga Keck diguncang prahara. Tak hanya kaya. Christina sudah menggeluti profesi itu tujuh tahun lamanya. Justru istri keduanya yang diprihatinkannya.baik yang berupa saham. Bel Air. seperti lukisan dari para maestro seni lukis. Howard . Salah satu yang terkenal yaitu sumbangannya tahun 1985 kepada California Institute of Technology untuk membangun observatorium astronomi di Hawaii. istri pertamanya. gereja. Semasa hidup. Kecintaannya pada barang seni tercermin dalam koleksinya yang berkualitas dunia. hingga mebel antik milik Napoleon. Christina. Libby tak hanya sangat mencintai seni lukis. Tanpa uang. dan Louis XIV. tapestri. Big Howard sering menyumbang ke sejumlah museum. Perempuan yang berpenampilan jauh lebih muda dibandingkan usianya itu sangat dikagumi karena selera seninya.senang berpakaian bagus dan berjalan-jalan. Marie Antoinette. langsing. lembaga pendidikan. tekanan darah tinggi. juga La 165 . Esther imigran asal Kolumbia . Beverly Hills.sering disebut Big Howard . patung. dan lembaga kebudayaan terkemuka. enam tahun lebih tua dari dirinya. Christina bukan merupakan suatu kekhawatiran bagi Roy. yang tak terhitung lagi jumlahnya. "Kastil" yang dinamai La Lanterne itu dihuni salah satu pasangan paling kaya di dunia. Rumah di Bellagio Road itu menempati lahan seluas ribuan meter persegi dengan arsitektur meniru kastil Prancis abad ke-17. mudah sakit. Ia bekerja di rumah yang sama sebagai jurumasak.

ada sejumlah besar barang koleksi yang disimpan di ruang khusus. janganjangan Little Howard bukan anak kandungnya. yang bahkan sempat dilansir dalam Wall Street Journal. sebuah rumah lelang benda seni terbesar di Swedia. Dengan alasan ayahnya sebagai pewaris harta kakeknya sudah cukup lanjut usia. malah tersinggung dengan tuduhan suaminya. Beberapa hari kemudian Roy muncul di Beijar. meskipun tetap tinggal di bawah satu atap di La Lanterne. Sebagaimana peraturan. ia membayar beberapa ratus dolar. rupanya ia lupa. Roy baru tahu bahwa Beijar tidak menerima karya seni palsu. Masalah dalam keluarga Keck makin berlarut-larut. mana mungkin seorang anak kandung tega menuntut pembagian warisan ketika orangtuanya masih hidup. Ia harus cepat bertindak. Salah satu isi ruang khusus itulah yang pada September 1986 digondolnya. Ia segera melayangkan surat tuntutan cerai. Selama beberapa minggu ia menyimpan benda seni itu di apartemennya. keluarga besarnya telah bersepakat bahwa harta warisan akan jatuh ke sebuah generasi bila generasi sebelumnya benar-benar sudah "habis". LeClerk des Gobelins. Namun. Libby dan Big Howard hidup berpisah. Menanggapi tuntutan itu Big Howard dan Libby berada pada sisi berseberangan. Ia ragu. Tahun 1983. Kalaupun ia tahu. peristiwa itu membuat Big Howard jadi berprasangka. Roy sebenarnya tidak tahu benar seberapa mahal harga barangbarang seni itu. Saat itu terjadi perseteruan sengit antara Big Howard dan Willameta. digelar barang antik koleksi Keck. hanya beberapa di antaranya. Dari informasi direktur perusahaan itu. seluruh anggota keluarga akan mendapat bagian yang sama. ia membawanya menuju Stockholm. Libby. warisan itu pun seluruhnya jatuh pada Big Howard. dan Willameta. melainkan hasil hubungan gelap istrinya dengan pria lain. Little Howard mengajukan tuntutannya. yakni William Jr. Itu pun karena diberitahu Libby yang senang mengajaknya ngobrol. Big Howard membujuk adik perempuannya untuk menyerahkan bagian kepemilikan pada perusahaan warisan itu. Willameta harus mengalah. Perebutan warisan itu bukan kali pertama terjadi. tidak ada yang dominan. yakni lukisan berjudul Fete Gallante karya seniman Prancis. Mendiang William Keck Sr. Namun. mewariskan kekayaannya pada Big Howard dan dua saudaranya. Di ruangan itu. Lucunya. koleksi Keck memang terlalu banyak untuk disimpan di dalam ruangan yang tersedia di La Lanterne. Maklum.Lanterne seisinya. Menurut dia. Kaarl Gustav Petersen. kemudian salah seorang ahli di Beijar setelah memeriksa lukisan itu yakin bahwa karya lukis itu 166 . bukannya menenangkan suaminya. Ia juga tahu. Saat melewati pabean Swedia ia menyatakan membawa lukisan. Belajar mencuri Retaknya hubungan rumah tangga Keck membuat Roy makin pusing. Sekian lama bekerja di La Lanterne membuat Roy tahu ada tempat yang kurang diperhatikan Big Howard. Selain itu. Sambil menunggu keputusan pengadilan tentang perceraian mereka. sebagaimana ruang lain. Rupanya. setelah kematian saudara lelakinya. Ia meninggal tahun 1984. Begitu tidak ada tanda-tanda yang membahayakan.

"Ya. Baru bulan April mereka kembali ke Los Angeles. Esther. Roger Paine. akhirnya. Libby membeli lukisan bergambar ibu dan anak itu di London hanya seharga AS $ 88. 167 . Kemudian Libby dengan tidak sabar menarik tangan Paine dan mengajaknya mendekat ke lukisan. "Lihat!" katanya pada pengawal dan sopirnya. Setelah dipotong komisi untuk Beijar. Aha. sambil menunjuk pada lukisan I Fria Luften di dinding. tidak melanjutkan komentar. penghuni La Lanterne baru tahu tentang hilangnya sebuah lukisan. Uang itu dikirimkan ke rumahnya di Beverly Hills via pos. Keck tidak tahu kalau Roy ditemani istri keduanya. ia memilih diam. ada orang mencuri lukisan yang asli. ketika tanpa sengaja ia memasuki ruangan tempat lukisan digantung.000. Nyonya. Mereka bertiga bersenang-senang dengan melakukan perjalanan ke beberapa negara di Eropa. Bagaimanapun Roy tidak ingin mencuri karya dunia yang banyak dikenal masyarakat. Roy telah mengabari Petersen tentang I Fria Luften." Painne mengamati sekilas. "Wah. Beberapa hari kemudian lukisan itu laku terjual. Konon Petersen sangat berminat pada karya Zorn dan yakin bahwa karya itu bisa terjual dengan harga yang bagus di Swedia. pikir Paine. Roy dan Christina memutuskan akan kembali ke Swedia dan menghabiskan masa tua di tanah kelahiran mereka. Herannya. Alasannya. Februari 1987 Roy memberitahu Keluarga Keck tentang pengunduran dirinya. yang licin sekali. Lukisan berikut yang disasarnya karya pelukis impresionis dari Swedia. Lukisan cat minyak berukuran 1 m x 60 cm itu berjudul I Fria Luften (In Free Air).asli. Sejak itu Roy pun tahu cara dan jalur menjual lukisan curian. 24 Agustus. Saat itu pula Roy menjinjing sebuah tabung kardus besar yang bahkan tetap dibawa masuk ke dalam kabin pesawat. Roy mengantungi AS $ 6. Roy dan Esther bersantai di Stockholm sampai Andy menyusul seminggu kemudian. Jadi. tidak seorang pun di balai lelang itu yang bertanya pada Roy tentang cara ia memperoleh lukisan itu. Meskipun harganya mahal. Libby meletakkan jarinya ke permukaan lukisan. Libby sendiri yang mengetahuinya. Belakangan Keluarga Keck tahu. permukaan lukisan cat minyak seharusnya bertekstur. Ketahuan palsu Empat bulan kemudian.506. Roy pergi sendiri ke Swedia sementara Christina ditinggal di apartemen mereka yang kecil di Manning Avenue. Sebelum meninggalkan Stockholm. risikonya sangat besar bila ketahuan. Terus terang saja ia tidak terlalu memahami apa yang dimaksud majikannya. Roy hanya berpedoman. Anders Leonhard Zorn. ini seharusnya lukisan cat minyak. Barang seperti itu tentu juga akan sulit dijual." cetus Paine. tapi lebih dikenal sebagai Kvinna Klaer Sitt Barn (Woman Dressing Her Child) produksi tahun 1888. yang penting karya seni itu mudah dijual. usia tua dan merosotnya kondisi kesehatan. Mereka keluar dari rumah majikannya pada minggu kedua Maret.

aku segera masuk dan memeriksanya. "Tidak." jawab Libby geram. karakter Libby yang sangat sadar akan statusnya sebagai orang terpandang. "Aku tidak harus mengatakannya padamu. Libby menolak mengatakan siapa yang patut dicurigai. Sebagai pelukis. Apa hubungannya dengan kasus ini?" Untung Kummerman tidak kurang cara untuk mendapatan data itu. Namun. mungkin aku tidak akan dengan cepat mengetahuinya. Ia dapat mengambilnya dari data SIM Libby di departemen kendaran bermotor. menurut Libby. baru seminggu kemudian. ini bukan hasil karya seorang ahli." Libby menambahkan. aku tidak punya gambaran soal pelakunya. Kita harus menarik pakunya. biasanya akan muncul masalah. Pada kesempatan itu Kummerman hanya akan menggali data pribadi pelapor. Tentang alamat-alamat penting. seukuran lukisan asli." Ketika Kummerman bertanya tentang kemungkinan terjadinya pencurian. detektif Mike Kummerman. saat pembesaran foto."Justru itu yang tadi kumaksud. Tugas yang biasanya dijalani dengan mudah. Jadi. maka sekretarisnya dapat memberitahukannya. ia tidak tahu dengan tepat usia mereka. Ia punya empat anak. tapi jika sang detektif mau menelepon kantornya. Libby menjawab. tidak seperti biasanya. Libby mengaku tidak tahu mana yang penting. rasanya tidak mungkin terjadi pencurian karena rumahnya terjaga ketat selama 24 jam. Benar dugaanku. yang pasti ia dan suaminya telah tinggal di Beverly Hills Hotel selama 10 tahun sebelum mereka pindah ke rumah mahal itu delapan tahun silam. ia bisa meminta keterangan dari Libby via telepon. Tiba-tiba aku sadar bahwa warna-warna pada lukisan itu aneh. datang ke La Lanterne untuk memeriksa TKP." 168 . Ihwal pekerjaannya. Hal lain yang dijawab dengan santai adalah soal anak. itulah cara termudah dan praktis untuk membawa keluar lukisan." Kemudian kanvas digulung. kali itu membuatnya agak kerepotan. aku bisa melihat secara utuh lukisan itu. Libby juga tidak tahu nomor Jaminan Sosial. ia juga hafal nama mereka. Namun. Tahu teknik mencuri Sikapnya yang acuh tak acuh seketika lenyap begitu Kummerman bertanya tentang lukisan yang hilang. "Kita harus melepaskan lukisan itu dari bingkainya. Jadi. Libby mengaku tidak punya pekerjaan. Namun. Untuk mendapatkan hasil pemotretan yang baik. yaitu warnanya tampak aneh. "Kalau karya seorang ahli. Saat ditanya berapa usianya. Malah Libby pun menggambarkan betapa sulitnya untuk dapat membawa lukisan keluar La Lanterne dan membuat foto reproduksi seperti itu. 31 Agustus. lalu pelan-pelan melepasnya. aku sering melakukannya. yang banyak ditemukan di Santa Monica Boulevard. Pasalnya. karena sudah lama tidak merayakan hari ulang tahun mereka. Ketika kembali. Esoknya seorang petugas berseragam dari LAPD. "Hari Rabu itu aku pergi ke luar rumah untuk suatu keperluan. tetapi melaporkan suaminya sebagai "pensiunan". tidak seperti aslinya. itu hanya foto. lukisan harus dibawa ke studio foto.

Namun." "Menurutku. Prestasinya memang meyakinkan." Bukan yang dicari Selama beberapa tahun di Los Angeles pelaku kejahatan di bidang seni ditangani detektif LAPD William E Martin. banyak ya yang keluar." "Saya mengerti. Penyelidikan lanjutan tidak mengungkapkan keterlibatan petugas keamanan La Lanterne dengan pencurian itu. angka rata-rata pengembalian lukisan curian jauh melebihi rata-rata penegakan hukum nasional. Pemeriksaan juga tidak menemukan bagian rumah yang rusak akibat usaha masuk dengan paksa. "Mungkinkah pasangan suami-istri itu yang melakukan?" tanya Kummerman. "Ya. Dan tampaknya ia suka kuajak ngobrol.. Tapi. bahwa saat ngobrol dengan Roy. Dari beberapa nama yang harus diperiksa." Libby dengan defensif menjelaskan. kasus itu segera dilimpahkan pada Martin. rasanya mereka tidak bisa dituduh. Lebih baik kalau kamu bertanya." "Apakah ia punya cukup pengetahuan tentang lukisan dibandingkan yang lainnya?" "Mungkin tidak." kata Kummerman. tidak mungkin. Aku tidak mau menuduh. 169 . Setelah wawancara pendahuluan Detektif Kummerman. mereka semua berhenti bekerja atas keinginan sendiri. meski aku sering berdiskusi dengannya. Si suami sudah selama sebelas tahun menjadi sopir merangkap kepala bagian rumah tangga kami. Martin tampaknya tertarik untuk lebih memperhatikan Roy. karena mereka baru bekerja beberapa bulan. tapi dengan menyebutkan namanya. hanya ada tiga pembantu. Anda akan membantu penyelidikan ini. siapa orang yang punya waktu dan kesempatan untuk melakukan hal itu di rumah Anda?" pancing Kummerman lagi." "Wah. Apalagi kemudian ia tahu bahwa sebelum berhenti tak lama setelah waktu diperkirakan hilangnya lukisan itu Roy dikabarkan berlibur ke Swedia. ada masukan baru dari Libby. pertanyaanmu kurang tepat. 'Siapa saja yang bekerja di rumah ini?'" "Baiklah . Anda punya pembantu yang dapat memasuki ruangan ini?" "Ya. Roy Donell.."Mungkin Anda punya dugaan. "Tidak. dan seorang pembantu wanita pada satu setengah bulan silam. Mereka menggantikan sepasang suami-istri yang berhenti bekerja sekitar tiga bulan lalu." "Menarik sekali. tapi aku tidak akan mengatakan. ia pernah sekilas mengatakan lukisan itu bisa laku dengan harga tinggi di Swedia. "Siapa namanya?" "Roy.

Lukisan itu terjual dalam lelang 19 November 1986. Mereka juga menemukan brosur dari Balai Lelang Beijar Auktioner. tetapi pria beraksen Swedia itu meminta ukuran yang aneh karena harus pas dengan bingkai khusus. Warna-warna yang muncul tidak seperti aslinya. Untuk menguatkan dakwaannya Martin mengunjungi Lab "Rossi". Total dana yang dikirimkan Beijar AS $ 85. sebuah lensa tele." Ada uang yang hilang Roy tinggal di barat Los Angeles. Martin meminta izin Christina untuk memeriksa apartemen mereka. Pada 12 Maret 1987 Roy Donnel kembali ke Swedia bersama seorang wanita. kawasan hunian kelas menengah. Interpol Swedia mengirim pesan panjang pada Martin. Di ruangan lain polisi menemukan bukti transfer uang dari Balai Lelang Beijar Auktioner ke Security Pacific Bank di Los Angeles. Selanjutnya. meminta bantuan dari pihak berwenang di Swedia. Pada 8 September 1987. Ada yang bertanggal 18 Maret 1987. brosur dan daftar harga dari Lab Foto "Rossi". "Rune Gunnar Donell dan istrinya Christina Donell yang berkebangsaan Swedia tidak memiliki catatan kejahatan di negara ini. Ia juga menjelaskan. Roy Donnel membawa lukisan karya Zorn berjudul Kvinna Klaer Sitt Barn.. Mereka juga tidak masuk dalam daftar pencarian orang di Swedia. Ia membawa lukisan karya pelukis Le Clerk Des Gobelins berjudul Fete Gallante. Juga tentang kemungkinan keberadaan lukisan curian itu. Di sana polisi menemukan tiket pesawat Scandinavian Air dan jadwal perjalanan dari biro perjalanan mengenai kunjungan Roy ke Stockholm pada September 1986. Rossi mengatakan pada lelaki itu. P.O. ukurannya juga tidak pas. Beverly Hills.. Ketika kembali beberapa hari kemudian.. pembesaran hingga 20 kali pada slide 35 mm akan menghasilkan gambar kabur dan berbintik-bintik. ia hanya bisa membuat seperti yang ada pada slide. Isi ringkasnya. tampak ia tidak puas dengan hasilnya. 170 . pembesaran foto dilakukan sesuai ukuran standar. Biasanya.Segera Martin mengirim pesan pada Interpol. mengatakan pada partner Martin Detektif Donald Hrycyk ingat betul pada Roy. sedangkan beberapa lainnya bertanggal 17 Maret 1987. Tom Rossi. hasil cetaknya pasti lebih bagus. Lukisan itu terjual dalam lelang pada bulan April . Ke sanalah Martin menuju. Pada 15 September 1986 Balai Lelang Beijar Auktioner dikunjungi oleh seseorang yang mengaku bernama Roy Donnel.633. Rossi menganjurkan agar membawa lukisan asli ke studio foto untuk direproduksi memakai kamera khusus dengan format besar. si pemilik. hanya dua minggu setelah Libby Keck melaporkan kasus itu. dan satu strip film warna. Petunjuk lainnya. Awal 1987 seorang pria membawa slide warna 35 mm dan meminta untuk dicetak. Ia ingin tahu catatan kejahatan Roy di tanah kelahirannya. Juga dua kamera 35 mm. karena Roy memang meninggalkan kesan khusus. Martin mencatatkan Roy di Penjara Kota Los Angeles untuk kasus pencurian. sungguh sulit bila ingin menyamakan dengan yang asli karena yang asli tidak ada di hadapannya untuk perbandingan. Box 532. tampaknya berdarah Amerika Latin. Kalifornia.

Rossi melakukan pembesaran dan memasangnya pada papan poster. Meski puas menemukan seorang saksi. Selebihnya. Namun. Mereka juga menemukan kopi negatif. jumlah uang penjualan itu sangat besar. nilai transfer yang ada hanya AS $ 85. Martin tidak terlalu memusingkannya. Didalangi majikan? Saat memeriksa apartemen Roy. Berdasarkan pengalaman. "Tidak masuk akal. Itu karena ia hanya menjalankan perintah Libby. Kejutan muncul saat pemeriksaan. berarti sekitar AS $ 355.000 hilang. ia terus berada di dekat lukisan itu saat saya memotretnya. ia menyelipkan setumpuk uang di bawah serbet di samping cangkir kopi Libby. selama perjalanan keliling Eropa setiap kali ia mengirimkan uang tunai AS $ 20. Martin tidak menemukan uang tunai dalam jumlah berarti di apartemen Roy maupun rekening lain di bank. karena seluruh uang diserahkan pada Libby. dan Beijar mendapat komisi 20%. sekembali ke Kalifornia. ketika pria Swedia itu kembali." Menurut pengakuannya. Harapannya hanya pada Esther. Roy tetap tidak mau mengku bersalah. Beberapa minggu kemudian ia kembali dengan lukisan asli. Setelah dua bulan bolak-balik. "Anehnya.000. Martin dan Hrycyk menemukan tanda bukti penyewaan safe-deposit box di sebuah bank di Beverly Hills. setiap kali menyajikan sarapan. Namun. si wanita berdarah Latin. 171 .5 cm lebih kecil daripada bingkainya. seorang terhukum rela mengaku di mana menyimpan uangnya. tidak tahu apa-apa. akhirnya pria Swedia itu puas dengan hasilnya. "Katanya. Dengan melacak catatan keuangan Roy.000 melalui pos. sampai saat pengadilan digelar. baru ketahuan bahwa lukisan itu sekitar 2. Bukti-bukti itu lagi-lagi hanya menguatkan kejahatan pemalsuan dan pencurian lukisan. Roy tidak juga mengaku di mana uang itu disimpan. dan surat penitipan rumah mobil. Rossi kembali memperbaiki foto itu. mereka membuka rumah itu." kata Martin.Pria itu setuju. Padahal. dengan sedikit ancaman. Martin harus gigit jari. "Itu sebabnya pula polisi tidak bakal menemukan uang itu. Dari cara Esther menjawab. Dengan bekal surat penggeledahan. Meski membenarkan semua pengakuan Rossi. Martin dapat dengan cepat menyimpulkan. Maka. Esther mengaku. asalkan mereka mendapat pengurangan hukuman." aku Roy. Menurut Beijar. Roy tidak pernah mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan lukisan.1 kron. Martin merasa masih ada yang kurang. di Stockholm akan menjual aset dengan nilai transaksi cukup menggiurkan. Martin dapat dengan mudah menemukan alamat Esther. Mengenai sejumlah uang yang hilang. wanita itu memang tidak banyak tahu tentang "operasi" Roy. Bisa jadi ia tahu di mana Roy menyembunyikan uang itu. tanpa bingkai. Saya hanya mendapat komisi 20%. sebuah perusahaan di Swedia telah membeli lukisan itu seharga 3. sekitar AS $ 550. selama perjalanan di Eropa. Roy hanya mengatakan. Menurut pengakuan Esther.000. jadi akan merepotkan bila dibawa-bawa dalam perjalanan. Di sana ditemukan dua foto pembesaran yang salah dari I Fria Luften." kata Rossi.

Begitupun Roy masih bersikukuh bahwa Libby dalang semua pencurian itu. kemudian mereka mencoba untuk benar-benar menilai secara objektif.000 didapatnya. Alasannya. semua uang penjualan lukisan sebagian besar disimpan Libby. aku Roy. Namun. Bagaimana reaksi Libby? "Sungguh menggelikan pengakuan itu. Dari pemeriksaan ulang oleh Deputi Jaksa Wilayah Michael Montagna. ketika tim pembela bertanya padanya apakah istrinya berbohong atau tidak jujur. apa yang dia harapkan? Bukankah uang asuransi jatuh di tangan suaminya? 172 . Sikap Libby di pengadilan dianggap menyebalkan. Mengapa aku harus mencuri lukisan koleksi hanya demi secuil uang? Kalau perlu. Ia memberikan lukisan itu di tempat parkir Hotel Bel Air. Roy bersikukuh. Libby membutuhkan uang untuk membayar pengacara yang mengurus perceraiannya.000 dari keluarga Keck atas kehilangan lukisan itu. Libby pernah menjadi istri seorang pria yang belakangan menjadi pemilik Hotel Bel Air. selama ini Libby mendapat banyak uang dari suaminya. pembela Roy. Kemungkinan keduanya bekerja sama sudah dibuang jauh-jauh. Libby mungkin benar. Maka." Namun. "Seumur hidupku aku tidak pernah menginjak hotel itu. saat ini pun aku bisa menuliskan cek senilai uang itu. Kalau Libby terlibat." jawab Libby dengan wajah marah. Big Howard mengaku. mana yang benar. Di pengadilan tampak benar betapa Big Howard sangat berhati-hati dalam berucap. Jawaban itu mentah-mentah ditolak Libby. sebelum menikah dengan Big Howard. telah menerima uang pengganti asuransi atas kehilangan lukisan itu. dengan diplomatis Big Howard menjawab. Roy juga menyatakan. ia tidak peduli dengan klaim asuransi sebesar AS $ 500. Libby juga mempunyai rekening pribadi senilai AS $ 11 juta. Tak heran beberapa anggota juri mulai bersimpati pada Roy.Sedangkan biaya perjalanannya. uang yang hilang itu ibarat setetes air dari seember air yang ia miliki." Wah. yang pas disebut sebagai pemilik sah lukisan itu. Roy atau Libby? Tetap tak terlacak Dewan juri sungguh terombang-ambing dalam menentukan keputusan. Setiap bulan diperkirakan tidak kurang dari AS $ 200. Pengadilan selanjutnya menghadirkan Big Howard. Don Randolph mengingatkan. "Saya tidak yakin ia jenis orang yang dapat dipercaya. kalau begitu. Fakta itu tetap tidak membuat Libby mengubah pengakuan. diambil dari penjualan lukisan yang pertama dicurinya. Memang.

000 tak terlacak ke mana menguapnya. setelah polisi sama sekali tak berhasil menemukan jejak misterius tercemarnya Tylenol. AS $ 355. Kapsul itu. seperti Tylenol. biasanya sehabis bangun tidur atau setelah mandi ia menelan dua kapsul Excedrin. tak sedikit pun ditemui titik terang. Memang demikian kenyataannya Menggali makam suami Polisi dan FBI bak menjadi sasaran bulan-bulanan. Mereka menyebut kasus di Chicago itu sebagai kejahatan sempurna. yang memasarkan obat pengurang rasa nyeri yang terkontaminasi sianida. Roy harus menghabiskan 10 bulan dalam kurungan penjara. dari jutaan transaksi yang diperiksa. Tylenol. bukankah Libby sudah tahu jalur-jalur penjualan barang seni? Akhirnya juri memutuskan. Pekerjaan rumah yang satu belum selesai. Drama pengoplosan mematikan yang tanpa jejak itu makin terasa mengerikan. setelah media massa. Mereka menghujat dan menuntut ganti rugi dari J&J dan anak perusahaannya. 11 Juni 1986. Pagi itu. baik cetak maupun elektronik. Maklum. juga obat pengurang rasa sakit. untuk apa ia mencuri lukisan kecil yang pertama kali dijual seharga AS $ 6. tragedi kapsul beracun membuat saham J&J anjlok drastis. 173 . McNeil Consumer Products Inc. memang dikenal sebagai penggemar berat Excedrin.. meliput besar-besaran kemalangan J&J dan kegagalan polisi. ia beruntung lolos dari maut. seperti kata Roy? Rasanya tidak perlu. Perusahaan Amerika Serikat itu diajukan ke meja hijau oleh tujuh keluarga. Paul (45) sudah lama mengidap penyakit radang sendi. bikinan perusahaan farmasi Bristol Meyers. masyarakat mulai resah. Herannya. mewakili tujuh korban tewas dalam tragedi "kapsul beracun". (Nonfiksi/Perfect Crimes/Sht ) 23. bukan hasil oplosan. wanita berumur sekitar 40 tahun yang tengah menanjak kariernya didapati meninggal seusai menenggak dua butir kapsul Excedrin. dengan mempertimbangkan berbagai motif. tugas tak kalah berat sudah menanti. Padahal berbagai upaya mengungkap kasus ini telah dilakukan. langsung menjadi musuh nomor satu masyarakat. karena kebetulan obat yang diminumnya kapsul yang asli. Paul Webking.000? Apakah untuk latihan agar Roy tahu jalur perdagangan barang seni. Penemuan pihak berwenang berhenti hanya pada dugaan bahwa sebagian obat asli telah dicampur sianida oleh pengoplos gelap sebelum botol Tylenol "aspal" dijual layaknya obat asli. Termasuk meneliti siapa kira-kira yang bakal meraup untung besar jika perusahaan raksasa AS itu mengalami prahara di lantai bursa. Sementara itu. Susan dan suaminya. nama obat itu. Untuk mengatasi rasa ngilu di pagi hari. Susan Snow. Celakanya. "Nyanyian" Sang Putri Tahun baru 1986 terasa kelam bagi Johnson & Johnson (J&J). J&J makin terjepit. the perfect crime. Berita mengejutkan datang dari Seattle.Juga.

Para copycat berharap. aksinya turut dicatat sebagai bagian dari kejahatan berantai itu jika pelaku sejatinya belum tertangkap . Lewat pernyataan resmi yang dikeluarkan beberapa saat kemudian. karena kepalanya pusing tujuh keliling. Apakah sang pengoplos Chicago 1982 kembali beraksi? Para penyidik terpecah menjadi dua kelompok dalam menyikapi hal ini. detail kejahatan dan modus operandi pengoplos Tylenol secara gamblang dijabarkan di berbagai media massa. Belum ada komentar resmi. Dengan berlinang air mata. tim dokter yang datang memeriksa mendapati keberadaan sianida di dalam jaringan tubuh Bruce. karena curiga jangan-jangan kematian mendadak Bruce berhubungan dengan Excedrin. motivasi copycat umumnya cuma menginginkan sensasi atau menghidupkan kembali nama besar idolanya. Keberadaannya bak bayang-bayang yang sulit disentuh para aparat penegak hukum. Tepat enam jam setelah kejadian. datang petunjuk lain. mengizinkan makam suaminya digali kembali." cerita Stella. Dalam kriminologi ada istilah copycat. dia pulang ke rumah lebih dini.Nasib berbeda menimpa Susan yang "salah pilih kapsul". Paul Webking mengizinkan tim dokter mencabut alat bantu pernapasan yang berjam-jam menahan kematian istrinya. baru saja memeriksa mayat Bruce Nickell yang dimakamkan beberapa pekan sebelumnya. tanpa menganalisis jaringan tubuh Bruce. Beberapa hari setelah kematian Susan Snow. 174 . King County hanya melakukan pemeriksaan lanjutan. meraih botol Excedrin. Perempuan yang disenangi tetangga kanan-kirinya karena selalu tampil enerjik dan opimistis itu menelan dua butir yang telah teracuni. Ada yang menganggap. beberapa jam setelah kematiannya. Alasannya. Siang itu. Pengelola rumah sakit mengaku. Susan tak pernah lagi siuman. Sebenarnya. penyebab kematian Susan lantaran Excedrin berisi sianida. Bruce langsung menuju lemari kabinet di dapur. karyawan bagian pemeliharaan jalan Negara Bagian Washington DC itu meninggal pada 5 Juni 1986. Pada kali pertama.agar jejak kejahatannya tak tercium sama sekali. Saat itu hasilnya menguatkan analisis tim dokter Harborview Medical Centre yang lebih dulu didatangi Stella: yakni Bruce Nickell meninggal secara wajar akibat pembengkakan paru-paru. baik dari pejabat FBI maupun pimpinan polisi lokal tentang hubungan pengoplos Chicago dengan kasus Seattle. Stella Nickell. pembunuhan di Chicago dan Seattle dilakukan oleh maniak yang sama. Sampai akhirnya. sehingga mudah ditiru awam. lalu menenggak empat butir kapsul sekaligus. Menurut catatan medisnya. Sesampai di rumah. RS King County Medical Examiner menyimpulkan. Susan Snow mengembuskan napas terakhir. jika yang ditiru aksi para legenda yang telah tertangkap atau mati seperti Jack The Ripper. Anak perempuannya. Hayley (15) yang pertama kali menemukan ibunya terbaring tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. Istri Bruce. Namun. Cerita itu pun sempat menjadi headline dalam rentang waktu cukup lama. itu kali kedua tim RS King County meneliti jasad Bruce. Kariernya yang tengah menuju puncak dia baru saja dipromosikan sebagai vice president Puget Sound National Bank tinggal kenangan. untuk menyebut orang yang suka meniru kejahatan besar dan aksi para penjahat legendaris. ada juga yang menduga peristiwa itu hanya ulah "orang baru". Faktanya. Namun. polisi mendapat telepon dari King County Medical Examiner. Meski segera dilarikan ke rumah sakit. "Dia memang punya kebiasaan minum kapsul itu dua butir saban pagi.

"Ada yang bisa kubantu. Mungkin nyeri kepalanya benar-benar hebat. Mereka menemukan barang bukti. Dia melihat adanya perkembangan motif dan perbedaan detail antara kasus Chicago dengan Seattle. Sementara itu RS King County mulai kebanjiran pasien. Penggemar copycat Amerika kembali guncang. seperti dosis yang dianjurkan. bukan untuk mengeluh sebagai korban. "Stella?" panggilnya. "Perbedaan itu menunjukkan. Ia mencoba mendapatkan udara segar dengan berjalan-jalan ke beranda belakang. Herannya. mengakibatkan hilangnya nyawa orang yang mereka cintai. Yang sangat dikhawatirkan bos FBI. dua botol Excedrin "aspal"."Biasanya. polisi langsung menyisir rumah mobil keluarga Nickell. tapi justru untuk mengaku sebagai pengoplos kapsul beracun. Pasar swalayan tak ketinggalan melakukan sweeping rak obat secara besar-besaran. Dalam waktu singkat. Mereka hanya meneruskan laporan reporter teve atau mencontek berita koran. Pimpinan FBI William Webster yang semula sempat ragu. Katanya lagi." sambung Bruce. mencium tanah. Polisi disibukkan dengan banyak-nya orang datang ke markas mereka. produsen Excedrin. Lucunya. pelakunya berbeda. Mereka berencana menuntut Bristol-Meyers karena lalai menjaga keamanan kemasannya. "Rasanya. media massa berperan besar dalam melahirkan copycat-copycat masa kini." analisis Webster. dengan mengembangkan teknik mengoplos menjadi versi lebih canggih." bilang Stella. ke pengadilan. Maka mereka dapat dengan mudah melihat kelemahan pengakuan para penjahat kacangan yang hanya ingin mendapatkan ketenaran dan sensasi semata. Hasilnya. para peniru akan melakukan kejahatan di lebih banyak kota. aku mau pingsan. Stella Nickell juga segera menghubungi pengacaranya untuk tujuan yang sama. Pelakunya seperti selebriti yang dinanti banyak orang. Ditemukannya lima botol yang terkontaminasi itu mendorong Paul Webking mengajukan Bristol-Meyers. Informasi itu sebagian tak beredar di kalangan wartawan. mulai melirik kemungkinan adanya copycat dalam kasus peracunan obat di Seattle. kini giliran Excedrin beracun membunuh dua warga Seattle tak berdosa. ditemukan lagi dua botol Excedrin gadungan. Meski cuma sakit kepala atau pegal-pegal ringan. tubuh lelaki berusia 40an tahun itu limbung. Bruce?" balas Stella. Bruce sudah ambruk. pengoplos juga mempunyai "penggemar" sendiri. saat diinterogasi. Belum sempat Stella bereaksi. Stella sendiri berada di dapur ketika terdengar erangan Bruce. warga Seattle lebih suka ke dokter ketimbang minum sembarang obat. Setelah Tylenol memakan tujuh korban di Chicago. Sejak itu kakek satu cucu ini tak pernah lagi melihat dunia. Tak lama kemudian. Untuk mencegah kepanikan yang lebih luas. Beruntung polisi punya informasi lebih lengkap berdasarkan hasil penelitian laboratorium. kasus peracunan obat menjadi masalah nasional. Bruce hanya minum dua butir. para pencari sensasi itu malah banyak menceritakan detail yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. 175 .

Takdir menyuratkankannya kawin muda. Meski tak satu pun dapat dimanfaatkan sebagai bukti langsung. Tubuhnya seperti membeku jika berhadapan dengan lawan jenis. Selain itu. suami Susan. Bersama suami dan anak perempuannya. Tahuin 1969 Stella dihukum setelah menyiksa Cynthia yang saat itu berusia sembilan tahun. Stella diselimuti kepapaan. tanya jawab yang dicatat alat pendeteksi kebohongan membuktikan. Selepas melahirkan anak perempuan kedua. Mereka menganalisis jutaan transaksi di lantai bursa. Paul sepertinya tak menyimpan sedikit pun niat mencelakai istrinya. cara mengemas kembali botol-botol itu punya banyak kemiripan. Yang diuntungkan Di sisi lain. dia meninggalkan suaminya yang tak kunjung berhasil memperbaiki kehidupan ekonomi mereka. tahun 1943. Stella kemudian hijrah ke Kalifornia. dua dari lima botol Excderin beracun yang beredar di pasar mangkal di rumah Stella. tim gabungan itu menyimpulkan. Untuk memperbaiki nasib. Apa boleh buat. Mereka mengirim sedikitnya 25 orang agen khusus ke Seattle. Fakta-fakta itu menggiring Evans untuk memberi perhatian lebih pada Stella Nickell. polisi tetap mencari motif alternatif. Jawabannya lugas dan tidak dibuat-buat. Mereka tinggal di rumah mobil milik Bruce. dia sudah punya suami dan anak. Dia dilahirkan oleh sebuah keluarga miskin di sebuah kota kecil dekat Portland. Stella menolak diperiksa dengan alat pendeteksi kebohongan. Paul Webking. nihil! Toh Evans dan sekutunya tetap berusaha meneliti masa lalu Stella. Sebaliknya. Dia juga tertarik pada fakta. Hidup dalam kurungan penjara pun pernah dilakoninya. dia dua kali dipenjara lantaran melakukan penipuan. ibu satu anak itu seperti menemukan semangat hidup baru. ibu dua anak itu tetap menolak diinterogasi. berasal dari satu sumber. juga ikut diperiksa. kesabarannya pun mulai menipis melihat kondisi keluarganya yang terus berkekurangan. Namun. Konon. kota tetangga Seattle. Baru setelah dibujuk pengacaranya. Lelaki yang sebelumnya pemabuk berat ini mulai melupakan minuman keras beberapa tahun setelah menikah. Cynthia. Dia menikah dengan Bruce Nickell tahun 1976. Hasilnya. Stella bersedia diperiksa dengan alat pendeteksi kebohongan. Belum lagi dukungan sekitar 80-an personel polisi lokal dan Auburn. dengan menyelidiki pihak-pihak yang diuntungkan dari hancurnya merek Excedrin dan nama baik Bristol-Meyers. Saksi mata? Apalagi itu. hampir sepanjang hidupnya. Berdasar hasil pemeriksaan forensik. Di sekolah. Namun. Stella dikenal sebagai cewek yang Cuma punya sedikit teman cowok. Sebagai ibu. Oregon. Mungkinkah itu hanya kebetulan? Evans juga mencatat. kepala polisi Auburn. bencana akan melanda sektor farmasi Amerika. Stella pindah ke Seattle. jejak kimia di lima botol yang telah ditemukan. Stella sudah menyimpan dua polis asuransi jiwa suaminya beberapa bulan sebelum kematian Bruce. Sikap yang tidak kooperatif itu sedikit mengundang kecurigaan Jake Evans. Tahun 1971. Sepertinya Stella berhasil mengubah Bruce menjadi suami yang 176 .Jika ketakutan itu menjadi kenyataan. Stella tidak bisa ditahan lantaran memang tak ditemukan cukup fakta sebagai barang bukti. Di tempat baru. Tak ada jalan lain. FBI harus bergerak cepat. polisi menyimpulkan jawaban-jawaban yang diberikan Stella masuk kategori "sekadar menggampangkan" alias asal buka mulut. Pada usia 16.

Namun. Ibaratnya. Rezeki nomplok itu diandalkannya untuk membeli tanah. Gadis manis berambut merah yang baru saja bercerai dari suaminya itu membawa serta anaknya yang masih bocah. kolaborasi dadakan ini menawarkan hadiah AS $ 300 ribu bagi informan yang dapat memberikan petunjuk penting menuju tertangkapnya sang penyebar sianida. putri tertua Stella. Bisa karena "pancingan" jitu Bristol. Makin besar uang yang dikeluarkan makin besar kesempatan menang. Namun. Tapi karena dia ibu kandung saya. tidak!" sergah Stella. Jawabannya. FBI dan polisi lokal butuh banyak keberuntungan. "Aku tahu apa yang kamu pikirkan. "Saya tahu. jika terus hidup bersama Bruce yang bergaji pas-pasan. Januari 1987. seperti ayah kandungnya. hari tuanya tengah terancam. Stella balik menatap sembari menggelengkan kepala. Masa lalu Stella yang suram seperti terhapus dengan sedikit kebahagiaannya di masa kini. Bruce kurang beruntung. kalau mau menang lotere. Sampai bagian ini. bahkan ratusan informan. Namun.bertanggung jawab. Yakin dengan keterangan Cynthia. Cynthia. sesaat setelah Bruce mengembuskan napas terakhir. dan ayah tirinya. Bahkan menimbang-nimbangkan untuk "mengorbankan" suaminya. Dia satu-satunya saksi yang dapat "bernyanyi" dengan merdu tentang upaya Stella menyingkirkan Bruce dalam beberapa tahun terakhir. sebagai pencari nafkah. tak cukup dengan membeli satu nomor undian. Ia pernah menatap mata ibunya. Lalu di atas tanah itu ia akan membangun rumah permanen. bapak tirinya sebenarnya sudah jauh berubah dan hampir tak pernah lagi mabuk-mabukan. Evans dan sekutunya tak menemukan kejanggalan apa pun. bisa juga lantaran nuraninya memang betul-betul terketuk. Rasanya. jika memang Cuma itu jalan satu-satunya mendatangkan keuntungan materi melimpah. dari sekian banyak yang datang. Bruce bukan suami yang bisa memanjakan Stella dengan uang berlimpah dan berbagai kemewahan. tinggal di rumah mobil. dia yang lakukan itu. Bekerja sama dengan jaringan swalayan dan pabrikan obat lainnya. saya sulit mengungkapkannya. Stella mulai memikirkan kemungkina hidup tanpa Bruce. adik perempuannya. Sayangnya. kalaupun benar Stella pelaku pembunuhan Bruce dan Sysan. Siasat itu ternyata mendapat tanggapan positif. Datang puluhan. Berhadiah AS $ 300 ribu Keberuntungan itu rupanya harus "dipancing". FBI dan polisi Seattle langsung menciduk Stella. Gajinya terlalu kecil untuk mengangkat Stella dari kehidupan yang sangat bersahaja. Beberapa tahun kemudian. Beberapa tahun terakhir. mendatangi kantor polisi. Cynthia sendiri mengaku butuh waktu untuk memutuskan memberi kesaksian. 177 ." ucap Cynthia dengan suara bergetar. Cynthia (saat itu berusia 22 tahun) bergabung dengan Stella. hanya satu yang mampu membuat tim penyidik tersenyum lebar. Ibunya yang pernah gagal dalam perkawinan menyadari. Menurut Cynthia. serta membuka bisnis impiannya sejak kecil: pet shop yang khusus menjual ikan hias tropis. Bristol-Meyers yang tengah terjepit menyadari hal itu.

secara teratur dia mengunjungi perpustakaan umum Auburn. minimal ia akan mewarisi AS $ 71 ribu. tapi sangat kaya. Beberapa tahun terakhir. gencarnya pemberitaan perihal tuntutan keluarga korban Tylenol. Dengan mudah dia bebas dari jeratan pasal-pasal pembunuhan. koceknya bisa menggelembung menjadi AS $ 105 ribu. Masalah lain. Ketika Harborview Medical Centre menyatakan kematian Bruce Nickell sebagai efek sesak napas dan pembengkakan paru-paru. Tahun 1986 duit sebesar itu lumayan banyak. Bruce lebih suka menelan Excedrin. Stella kemudian membeli racun tikus yang dosis sianidanya cukup mematikan buat manusia. cukup untuk membeli tanah dan berbisnis. Stella pun kembali menimba ilmu di perpustakaan. hingga tertidur selama belasan jam. Racun itu dimasukkan ke dalam kapsul Excedrin yang dibelinya dari toko. Ditambah uang asuransi dari perusahaan tempat Bruce bekerja sekarang. jauh lebih berdampak mematikan ketimbang tubuh orang normal. Stella menemukan dua polis asuransi jiwa suaminya. masing-masing senilai As $ 20 ribu. Bruce menenggaknya dan ambruk untuk selamanya. mestinya paripurna pula rencana Stella. walau perutnya amat keroncongan. Bruce malah merasakan tubuhnya sangat bugar. Informasi penting didapatnya saat mendampingi Bruce di forum rehabilitasi mantan korban ketergantungan alkohol. obat sejenis saingan Tylenol. Mengapa tak menjadi copycat mengikuti jejak pengoplos Chicago? Kejahatan mereka betul-betul sempurna. daun cemara beracun. seperti yang sudah tercatat dalam cerita Stella kepada paramedia King County. lalu dimasukkan kembali dalam botol. Hebat 'kan? Sayangnya. dia tak bisa memanfaatkan gonjang-ganjing Tylenol. Pada dosis tertentu. Setelah berkeliling di beberapa toko. dia tak hanya akan jadi kaya raya. Selain beragam pemasukan dari perusahaan asuransi. bisik hati kecil Stella. jika Bruce terbukti meninggal karena kecelakaan. cara membuat racun dari tumbuh-tumbuhan yang banyak terdapat disekitarnya. senilai AS $ 31 ribu. 178 . Bruce Cuma terserang kantuk luar biasa. Kalau berhjalan lancar. membuat Stella membelokkan rencana. Dia belajar dari buku. Meski tidak mengecap pendidikan formal yang tinggi. Maka dia mulai membuat ramuan. Di kedua polis itu nama Stella tercantum sebagai ahli waris. banyak zat menjadi sangat berbahaya saat masuk ke tubuh mantan pasien keteragantungan alkohol. Racikan maut itu disajikan pada Bruce. mujur bagi Stella ada pasar swalayan yang menjual Excedrin. Begitu tersadar. Banyak produsen yang menahan atau mengurangi produksinya.Niatnya menjanda makin membara setelah beberapa bulan sebelum kematian Bruce. Bukan Main! Impian yang kandas Yang menjadi masalah. tak mudah mendapatkan obat pengurang rasa nyeri di pasar swalayan. Sedikit kokain dan heroin akan menolong Stella menciptakan kematian overdosis. Cerita selanjutnya. Rupanya. Namun. sejak merebaknya kasus Tylenol. Namun. sambil menanti perkembangan kasus Johnson & Johnson. bagaimana mewujudkan impian itu. Salah satu yang paling menarik perhatian Stella. Terbukti. Konon. Tumbuhan beracun dicampurnya dengan kacang polong dan bahan makanan lainnya agar tidak mencurigakan. penghasilan tambahan bisa didapat dengan menuntut Johnson & Johnson. Stella lancar membaca dan tahu ke mana harus mencari informasi yang "sesuai". Ilmu meramu Stella belum sempurna.

Apalagi tak banyak tetangga yang mengenal dengan baik sifat-sifat Stella. Nonfiksi/Perfect Crimes/Icul 24. oh Mama. Dengan bantuan alat pendeteksi kebohongan dan penggeledahan total rumah mobil Stella sekali pun. yang tinggal hanya beberapa kilometer dari rumah mobil Stella. rezeki nomplok AS $ 71 ribu bakal dinikmati Stella tanpa alangan berarti." 179 . Rencana-rencana tadi disusun begitu rapi. hakim menganggapnya sebagai pembunuh tak berperikemanusiaan dan mengganjarnya 90 tahun tinggal di hotel prodeo. Stella Nickell tercatat dalam sejarah sebagai warga negara Amerika Serikat pertama yang diadili berdasarkan Undang-Undang Pemalsuan Produk 1983.Namun keserakahan mengalahkan akal sehat pembunuh berdarah dingin itu. Uang santunan senilai total AS $ 51 ribu seperti tak berarti apa-apa.00 telepon di meja Mandala Baring berdering. Dewi. uang asuransi itu tak boleh hilang begitu saja. "Bagai mana ceritanya sampai bisa terjadi. kian sengsara pula dia. dari bahan penyembuh menjadi pembunuh. Stella "menyesalkan" tim medis Harborview yang gagal menemukan sianida di tubuh suaminya. "Halo. dan siapa yang menculik?" tanyanya gugup. Terbang pula impiannya mendapatkan uang total AS $ 105 ribu. ya. KALAH CERDIK Hari Selasa pukul 13. sampai sekarang belum ada kabarnya. dia bergegas membeli beberapa botol Excedrin dan Anacin-3 dari pasar swalayan. kebejatan wanita keras kepala itu tak akan mudah dibongkar. Ada apa. "Hah! Diculik?" teriaknya tak percaya. sehingga hangus pula uang asuransi kecelakaan. Sampai kemudian tersiar kabar kematian Susan Snow. "Dewi. isi kapsul-kapsul penyembuh itu diganti. Dewi diculik!" kata Aryati. Makin sering Stella memikirkan uang santunan yang bakal diterimanya. Polisi akan langsung curiga. Sama seperti yang dilakukannya pada botol Excedrin milik Bruce. "Enggak tahu. Beberapa saat kemudian. padahal ia bermaksud keluar kantor untuk makan siang. Pa. Kalau saja tak dikuasai keserakahan yang membabi buta." makinya dalam hati. Stella nyaris menjadi copycat yang sempurna dan nyaris membuat FBI serta polisi putus asa. istrinya.yang kini beruntung mendapatkan bonus AS $ 30 ribu. direktur utama perusahaan importir buah-buahan itu meraih gagang telepon. "Tidak. polisi berhasil memaksa Stella mengaku." geram Stella. sambil menangis. Setengah hati. Hanya berkat "pengkhianatan" Cynthia . Setelah memperbaiki kemasannya. Ma?" sahutnya asal-asalan. obat aspal diselipkan kembali ke rak pasar swalayan itu. Di pengadilan. Lengkap dengan kehidupan nyaman di atas tanah sendiri dan toko ikan hias tropis. Dia benar-benar menginginkan dan merasa sangat berhak mendapatkan uang itu. Polisi harus diyakinkan. Tahap dilaluinya dengan sempurna tanpa mengundang kecurigaan sedikit pun. "Tapi 'kan enggak mungkin saya langsung cerita pada mereka bahwa Bruce mati karena sianida. penyebab kematian Bruce adalah Excedrin yang mengandung sianida.

ibu Dewi mendapat musibah kecelakaan mobil dan kini terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma. Dari gurunya Salyono mendapat informasi bahwa sekitar pukul 09." "Kerja sama. Dewi dijemput untuk menengoknya di rumah sakit. tapi tidak ada kabar berita tentang gadis kecil itu. perwira muda yang energetik. pria berusia empat puluhan itu mengangkatnya.00. Saya beri Anda waktu 48 jam. Sesaat kemudian. Bisa-bisanya ngarang orang itu. Menurut istrinya.Mandala Baring bergegas pulang ke rumahnya di kawasan Sunter. Lihat mukanya saja tidak. perjanjian batal. "Kalau Bapak mau bekerja sama. " Sekitar pukul 17." Jam sudah menunjuk pukul 15. "Belum." "Kalau begitu. Saya tidak bertanggung jawab atas keselamatannya. kalau Bapak sudah yakin. "Sudah ada kabar dari si penculik.00 telepon berdering. Pak?" tanya AKP Taufik pelan. Jangan sekali-kali melapor ke polisi kalau ingin putri Anda selamat! Kalau Bapak lapor ke polisi. Namun. Ada tanda lahir di punggung kiri dan tahi lalat di pangkal paha kanan. apa maksud Anda?" "Saya akan buktikan bahwa putri Bapak memang bersama kami. Ia memutuskan segera melapor ke polisi. Pak. tak sadarkan diri. Si penjemput menambahkan bahwa sopirnya. "Lo. dia akan pulang dengan selamat. seperti biasa supirnya." sanggah Salyono. Betul 'kan? Nah. tunggu telepon dari saya. Jangan khawatir. sediakan uang tunai seratus lima puluh juta rupiah. Salyono. Salyono. Berapa nomor ponsel Anda? 180 . "Putri Bapak aman di tangan saya. AKP Taufik memberi isyarat agar Mandala mengangkatnya. Salyono itu saya sendiri. gadis cantik kelas 3 SD itu sampai usai jam sekolah tidak tampak batang hidungnya. menjemput Dewi Anggraini di sekolah. Dengan tangan sedikit gemetar. muncul di rumah Mandala. "Kamu kenal sama penculik Dewi?" tanya Mandala gusar. saya akan segera memasang telepon paralel dan alat perekamnya.00. Setengah jam kemudian tiga orang polisi dipimpin oleh Kapolsek AKP Taufik Abdullah. apalagi kenal. Jakarta Utara. Pak. Ia mengatakan. "Kok dia tahu nama kamu?" "Mungkin tahu dari supir-supir lain." terdengar suara seorang lakilaki dengan suara serak." sanggah Salyono. ia berdiri memanggil Salyono yang duduk diam di tangga teras. "Ndak. Dewi dijemput seseorang yang mengaku pegawai rumah sakit. Mandala makin panik. Selanjutnya. Mandala Baring duduk tertegun di samping istrinya yang terus-menerus menangis.

pembantu rumah tangga yang sibuk menghidangkan kopi dan makanan kecil. halo . Apalagi anak tunggal Tumini sepantaran dengan anak perempuan majikannya itu. "Sekali lagi maaf. Pak Mandala tadi bercerita kalau guru Dewi menyatakan.tiga bulan lalu kami ambil dari yayasan. apakah Bapak punya pesaing atau musuh?" "Rasanya. supir Ibu. selain Ibu. WIL (wanita idaman lain)?" tanya Taufik sambil melirik ke istri Mandala. Tumini . Bu. saya kira tidak." "Boleh tahu alasannya?" "Dia mandul. si penculik menyebut nama Salyono." jawab Mandala. "Itu dulu. dia istri kedua." "Sekarang apakah istri pertama Bapak itu sudah menikah lagi? Lalu di mana alamatnya?" 181 .." ancam si penculik yang lalu menutup telepon setelah diberi tahu nomor ponsel Mandala.Saya akan menghubungi lewat ponsel agar tidak dikuping orang lain. tidak ada. ya. Ketiga polisi itu pun siap kembali dengan tugas masing-masing." timpal Aryati. "Kok dia tahu di sini ada polisi." Telepon langsung ditutup. Istri pertama sudah 'pisah' dua belas tahun lalu. Sutardi namanya. Pembantu perempuan kami. lalu satu lagi bertugas membersihkan rumah. Saya kira. tugasnya memasak dan ke pasar. tukang kebun. ikutan tegang.. Sekitar pukul 23. sebab di rumah Anda banyak polisi. siapa tahu mendadak timbul masalah..?" jawab Mandala dengan suara bergetar. Nanti saya hubungi kalau keadaan sudah memungkinkan. Tentu saja Mandala menyanggah. atau malah bekerja sama?" desak Taufik. pasti ada yang tidak beres di rumah ini. "Salyono sudah hampir tiga tahun bekerja di sini. Yang dua lagi sudah lima tahun ikut kami. "Tiga orang pembantu perempuan dan satu pembantu laki-laki. telepon kembali berdering. Tumini yang berwajah lugu itu sudah akrab dengan Dewi." "Dalam bisnis. Salyono orang pertama yang patut dicurigai.. siapa lagi yang tinggal di rumah ini?" tanyanya lagi. "Ya. Di zaman krismon begini. "Maaf. Jangan-jangan Salyono kenal dengan si penculik. Oh. "Selain keluarga Bapak. sebagai tukang cuci dan setrika. Mandala dan istrinya lemas seketika. Apakah Ibu istri pertama Bapak?" "Bukan. Pak. AKP Taufik gusar. menyangkut soal ekonomi. "Perjanjian kita batal. apakah Bapak mempunyai ." tegas AKP Taufik sambil mengeluarkan buku catatan untuk mencatat alamat Salyono. Cerai dari istri pertama Tumini. Meski baru bekerja tiga bulan di Keluarga Mandala.00.

yaitu Salyono dan Tumini. Mandala meloncat dari tempat tidur. ada sebuah tong sampah plastik biru. Mandala Baring di sini. Di sana ada surat. sekitar pukul 06." "Ketika Bapak mencerai kannya. apakah ia merasa dendam atau sakit hati? Atau ia menerima saja?" "Sulit dikatakan. "Dewi akan selamat kembali ke rumah jika tuntutan saya dipenuhi. "Ya. AKP Taufik mengatakan. Di utaranya ada jembatan. sebab kata-kata si penculik belum bisa dipercaya. satu lagi surat yang berbunyi."Wah." Surat dari penculik Esok harinya ketika Mandala mampir ke kantor polisi. "Maaf." Polisi memutuskan untuk sementara tidak mengunjungi rumah Mandala walaupun tetap akan diawasi selama 24 jam nonstop." Telepon langsung mati. Kamis pagi. Pada denah tergambar lapangan pacuan kuda. pas keluarga saya datang dari daerah. Sebelum bertemu Bapak. dari empat orang yang kami curigai. si penculik tahu persis kalau malam itu di rumah Bapak ada polisi. "Pak Mandala.00. Awas. Satu lembar berisi denah suatu lokasi. Alasannya." "Ikuti saja kemauannya. sebab tidak pernah berhubungan lagi. apakah Ibu masih berhubungan dengan dia?" "Wah." saran AKP Taufik kepada Mandala yang segera menemuinya. Paling-paling berdebat soal anak yang tidak kunjung kami miliki. sebab selama delapan tahun perkawinan. enggak. pernah." "Kok 'dengar-dengar'. Pukul 23. sebelum halte bus. Kira-kira seratus meter dari jembatan. "Maksud Pak Taufik?" 182 ." "Coba lihat di kotak surat. Tapi jangan berikan seluruhnya. ponsel Mandala berdering. Itu tidak sengaja saya dengar. kami jarang bertengkar." "Mantan pacar Ibu sekarang sudah menikah?" "Dengar-dengar sih belum." AKP Taufik mengalihkan pertanyaan kepada Aryati. Sebuah amplop berwarna cokelat dalam kotak surat itu berisi dua lembar kertas. ini pertanyaan pribadi. apakah Ibu pernah berpacaran dengan seseorang?" Sedikit ragu-ragu Aryati menjawab singkat sambil melirik ke arah suaminya. jangan sampai ada orang lain yang melihat dan curiga. Anda harus mengendarai mobil sendirian. dua orang patut diduga kuat terlibat kasus ini.00 masukkan uang seratus lima puluh juta rupiah yang dibungkus plastik hitam ke dalam tong sampah itu. "Ya. Aryati yang sejak peristiwa itu kurang tidur selalu berdebar hatinya kalau mendengar bunyi dering telepon. saya tidak tahu. lari bergegas ke luar.

" bentaknya. Salah satu dari kedua orang yang sedang memancing tadi merasa agak terganggu." "Boleh main. mengawasi dengan teliti kawasan di sekitar tong sampah dekat halte. Sesudah menaruh bungkusan plastik ke tong sampah. "Maaf. sebab mereka tengah asyik memainkan bidak-bidak catur. Setelah diperiksa. Permisi. Karena yang ditunggu tak juga muncul. para petugas itu lalu mendekati dan memeriksa tong sampah plastik yang penuh dengan sampah kertas itu." jawab orang itu. sebagian dasar tong sampah itu ternyata berlubang. "Kalau plastik berisi uang itu saya buang ke tong sampah. Seperti di film-film itu lo!" Tepat pukul 22.45 Mandala Baring mengendarai mobilnya keluar kompleks perumahannya yang tergolong mewah itu." Perlahan-lahan mobil Mandala meluncur ke arah halte. "Sedang main catur dengan Bakri. Saat berhenti di atas jembatan. Diameter gorong-gorong itu hampir satu meter. "Sial!" pikir Mandala. Rupanya. Tong sampah plastik ternyata berada dekat halte bus. cukup bagi orang dewasa untuk berjalan dalam posisi jongkok." AKP Taufik geram karena merasa kecolongan. terlihat dua orang sedang memancing di sungai dekat jembatan itu. Hampir tiga jam mereka mengamati keadaan. Malam makin gelap. mereka adalah sejumlah petugas polisi yang sedang menyamar. "Mana Suwandi?" tanya si pembawa teropong kepada si tukang becak. hanya tumpukan paling atas dan paling bawah yang uang asli. menemui dan bercakap-cakap dengan seorang tukang becak. tampak sesosok gelandangan yang jalannya sedikit pincang perlahan turun ke sungai persis di bawah jembatan. 183 . Mandala pulang menunggu reaksi penculik dengan rasa waswas. Selain ada tukang rokok. Pak!" Rupanya. "Mau ke mana. kedua pedagang itu tidak memperhatikan. tembus ke gorong-gorong air yang langsung menuju ke sungai di bawah jembatan. Dengan tenang Mandala mengendarai mobilnya melewati depan lapangan pacuan kuda. di sana ada gerobak roti dengan lilin menyala terang. lalu menuju jembatan sesuai instruksi si penculik. Salah seorang pengail mengeluarkan teropong kecil dari saku."Selipkan saja dengan potongan kertas HVS. Tak berapa lama kedua pemancing itu naik ke seberang jembatan. asal jangan lupa tugas. tentu kedua orang itu akan curiga. bungkusan plastik hitam berisi uang itu sudah raib. Langit sedikit cerah dan jalanan tidak macet. Untungnya. Pak? Bikin takut ikan-ikan saja. jangan-jangan si gelandangan tadi orangnya. Sepeninggal Mandala dari tempat itu. dan jangan lengah." "Siap. Pak. "Sialan. tetapi belum ada orang yang datang mendekati tong sampah atau orang yang patut dicurigai. lalu dengan senternya menyorotkan cahaya ke arah orang itu. mau buang hajat.

Mau menikah lagi Masih belum ada perkembangan baru sampai di suatu Sabtu pagi Mandala Baring kembali menerima surat dari si penculik. pemilik warung nasi.. tangannya terikat ke belakang. "Meski tukang ojeknya selalu berganti-ganti. Tampangnya memang lumayan. jangan main-main. benarkah?" Dengan malu-malu Salyono mengiyakan.. Keluarga Baring makin panik. terlihat goresan luka yang meneteskan darah. pemilik warung nasi di dekat kantor majikannya." Di foto itu tampak Dewi Anggraini hanya mengenakan kaus singlet. Pakaiannya rapi. selebihnya hanya potongan kertas tak berguna. Namun. Anda mau bermain-main. seperti bekas sayatan pisau. "Hus. Salyono banyak uang dong. lihatlah foto kiriman saya . Esok paginya Salyono memenuhi panggilan polisi. jangan bercanda. setiap dua hari sekali Tumini belanja ke pasar. "Bagaimana dengan Salyono?" "Ia tinggal di Prumpung. dari mana mendapatkannya? Kalau begitu. kok 'perawat'?" tanya AKP Taufik. pada pipi kanan gadis itu. "Saya dengar dari beberapa rekan Anda di Kantor Pak Mandala Baring." AKP Taufik memberi salam. "Sepertinya.." jawab Bharatu Suwandi sambil tersenyum. karena akibatnya . "Maksud saya.." "Katanya tukang nasi. Kali ini disertai selembar foto polaroid. ia tetap perlu diawasi. Dalam beberapa hari selanjutnya tidak ada informasi apa pun dari si penculik. "Selamat pagi. Aryati serta merta pingsan. Itu karena ia punya kesempatan untuk berhubungan dengan orang lain. Menyaksikan foto itu. 'perawan agak lewat'. Terus. sebagai tanda jadi. Sekali lagi. Brigpoltu Ayu Mawarni melaporkan." jawab Bharatu Suwandi. Anaknya empat orang. tapi 'perawat'. yang mengejutkan. apa lagi?" "Partinah mengaku." "Berarti. bikinkan surat perintah pemanggilan untuk Salyono sebagai saksi. Pak Salyono hendak menikah lagi dengan Partinah. Boleh saja. Pak Salyono." tutur Brigpoltu Ayu. "Apa perempuan itu masih lajang?" "Lajang. Uang yang Anda sampaikan ternyata kurang dari Rp 10 juta.. Pulangnya selalu naik ojek. Polisi mencoba bertindak cepat dengan melakukan penyelidikan terhadap Salyono dan Tumini. ia diberi kalung emas 15 gram. 184 ." perintah AKP Taufik. Tapi sepertinya ia 'ada main' dengan Partinah.

"Masalahnya, istri saya sakit-sakitan, Pak. Katanya, gejala sakit kuning. Enggak boleh kerja berat, enggak boleh capek. Kalau begitu, saya kebagian apa?" katanya sambil tersenyum penuh arti. "Sudah dapat izin dari istri?" "Belum sih, Pak. Tapi saya pernah menyinggung persoalan ini. Kayaknya, dia bisa maklum," jawabnya. "Mengurus dua keluarga itu berat lo, Pak, terutama soal keuangannya." "Partinah 'kan punya warung, saya tinggal tambahi sedikit modal, beres." "Berarti, Pak Salyono banyak duit dong," pancing AKP Taufik. "Banyak sih tidak, Pak, tapi ada sedikit. Pembagian warisan dari kampung. Sawah orang tua kami kena proyek jalan tol. Nah, uang ganti rugi itu dibagi dengan adik saya." "Omong-omong, selain Tumini, siapa lagi pembantu rumah tangga Pak Baring?" "Ada Bu Sumiati, tukang cuci, dan Bu Piyah, tukang bersih-bersih rumah. Maaf, Pak, di sini boleh ngerokok?" "Oh, silakan," jawab Taufik spontan. Dari sakunya Salyono mengeluarkan sebungkus rokok kretek, lalu sebotol kecil minyak angin. Salyono punya kebiasaan, sebelum disulut dan diisap, ia melumuri batang rokoknya dengan minyak angin. "Memang enak, rokok diolesi minyak angin?" "Kalau sudah biasa, enak, Pak. Kretek rasa mentol," sahutnya. Pembantu baru misterius Seminggu kemudian rumah Keluarga Mandala kedatangan seorang perempuan muda berambut pendek. Ia turun dari bajaj, menjinjing kopor. Tumini yang kebetulan mau berangkat ke pasar membukakan pintu pagar untuknya. "Maaf, Mbak. Apa betul ini rumah Pak Mandala Baring?" "Betul, Adik siapa?" "Saya keponakan Bi Piyah, dari Tasikmalaya." "Oh, yang mau menggantikan Bi Piyah? Iya, kemarin Bi Piyah bilang, mau pulang kampung beberapa hari, ada urusan penting." Gadis hitam manis bernama Sugiarti itu mengangguk. Sugiarti tinggal di kamar yang bersebelahan dengan kamar Tumini dan hanya dibatasi tembok berventilasi. Di malam hari Sugiarti lebih suka ngendon di kamar mendengarkan radio. Sudah hampir 10 hari Sugiarti bekerja di rumah Mandala Baring.

185

Bila hari sudah malam, Sugiarti sering mendengar Tumini seperti berbicara dengan seseorang. Ia juga sering memergoki Tumini sendirian di taman belakang malammalam. Sugiarti tidak tahu apa yang dilakukan teman kerjanya itu. Suatu sore selagi masih di kantor, ponsel Mandala Baring kembali berdering. "Halo, ya. Bagaimana? Saya harus antarkan ke mana?" jawab Mandala gugup. "Malam ini pukul 23.00 Anda mengendarai mobil sendirian. Siapkan uang, jangan lupa bawa ponsel. Saya akan beri petunjuk selanjutnya nanti malam. Ingat, jangan melapor pada aparat," ujar suara dari seberang. "Ya, ya. Tapi, bagaimana dengan anak saya?" "Jangan khawatir, dia aman bersama saya," jawabnya singkat sebelum mematikan telepon. Tanpa buang waktu, Baring menyiapkan uang yang diperlukan. Malam itu Sugiarti dipanggil Bu Aryati. Cukup lama ia berada di rumah induk. Ketika mau kembali ke kamarnya, ia dicegat Tumini. "Kok lama amat? Disuruh apa sama Nyonya?" "Bantu ngitung duit, sekalian memasukkan ke kopor." "Banyak duitnya?" "Banyak sekali, ratusan ribu semua. Saya sampai bingung ngeliatnya." "Untuk apa malam-malam begini nyiapin duit segitu banyak?" "Enggak tahu. Katanya, malam ini Tuan ada urusan." Menjelang pukul 23.00, Tumini membukakan pintu gerbang. Mandala Baring memasukkan kopor ke dalam mobil mewahnya. Ia tampak terburu-buru. Di perjalanan Mandala tampak seperti orang linglung, karena tidak tahu arah yang harus dituju. Beberapa saat kemudian, ponselnya berdering. "Anda terus saja ke lokasi yang dulu, dekat lapangan pacuan kuda. Dulu Anda ke kiri ke arah jembatan, sekarang ke kanan ke arah kuburan. Lewati terus gerbang kuburan, sampai Anda menemukan telepon umum. Berhenti di situ, turun dari mobil, tapi mesin mobil jangan di-matikan. Tinggalkan uang di jok depan. Saya akan memberi petunjuk selanjutnya." Perlahan Mandala mengemudikan mobilnya. Di sepanjang jalan tampak deretan warung remang-remang. Di dekat telepon umum di bawah pohon mangga, seperti yang dimaksud si penculik, ponselnya kembali berdering. "Seperti perintah saya sebelumnya, tinggalkan uang di jok depan. Mesin mobil harus tetap menyala. Anda bisa mengambil putri Anda di depan gerbang makam." Mandala sempat terkesima, keningnya berkerut. Nada suara orang yang meneleponnya sejak tadi sore terdengar berbeda dengan yang sudah-sudah. Suaranya dibuat-buat, seperti takut dikenali.
186

Makam itu sangat gelap. Tak tampak sebentuk sosok manusia pun di sana. Ketika ia tengah menajam-najamkan penglihatannya, tiba-tiba terdengar bunyi derum mobil. Terlambat, seseorang telah melarikan mobilnya, dan uang tebusan sebesar Rp 150 juta. Salah perhitungan Sekitar pukul 04.00 Tumini tampak berjingkat-jingkat ke luar dari kamarnya membawa tas besar. Saat ia keluar pintu gerbang, sebuah taksi kebetulan melintas. Taksi dengan penumpang Tumini kemudian meluncur ke arah Cililitan, lalu terus ke selatan. Sesudah melewati perempatan Kampung Rambutan, mobil itu berbelok ke kiri. Sekitar 100 m dari mulut gang, taksi berhenti di depan sebuah rumah papan bertingkat. Tumini segera masuk dengan kunci cadangan. Tanpa disangka, setengah jam kemudian, polisi sudah mengepung tempat itu. Setelah memberikan peringatan, polisi langsung mendobrak tempat itu. Di sebuah kamar di lantai atas, polisi mendapatkan Dewi Anggraini meringkuk di pojokan. Di depannya berdiri tegap Tumini. Di tangannya tergenggam sebuah cutter berlumuran darah. "Sudah sering saya bilang. Kamu boleh memeras, tapi jangan menyakiti sandera. Eh, kamu malah berniat mencabuli bocah ingusan seumur anakku," katanya beringas pada lelaki setengah mabuk, yang merintih di pojok lain ruangan itu. Bagian pinggul lelaki yang hanya bercelana dalam itu terluka memanjang bekas sabetan cutter Tumini. Dalam pemeriksaan diketahui, Tumini dan Sumarlan ternyata komplotan penjahat. Mereka pernah beroperasi di daerah Jakarta Barat. Ketika kedua majikan Tumini bekerja, ia leluasa menguras harta majikannya. Saat itu Tumini baru setengah bulan bekerja. Ia kabur membawa hasil jarahannya dengan mobil sewaan yang dikemudikan Sumarlan. Setelah itu dua kali mereka melakukan kejahatan serupa di sebuah perumahan mewah di Jakarta Selatan. Namun, mereka tampaknya salah perhitungan ketika bekerja di rumah Keluarga Mandala. Keluarga itu ternyata memiliki banyak pembantu rumah tangga sehingga kesempatan untuk merampok menjadi sulit. Memeras majikan dengan menculik anaknya adalah gagasan alternatif Tumini. Dengan harapan hasilnya akan lebih besar, meski risikonya juga tidak kecil. Tumini, janda beranak satu, dan Sumarlan perjaka pengangguran berniat menikah dan membuka warung di kampung. Untuk itu, mereka perlu modal. Malam itu, begitu tahu kalau Mandala sudah mengirimkan uang tebusan, buru-buru Tumini ke rumah kontrakan Sumarlan. Ia khawatir Sumarlan kabur dan menipu dirinya. Tumini belum percaya sepenuhnya pada kekasihnya itu. Ketika sampai, didapatinya Sumarlan tengah mabuk, bahkan hendak berbuat tidak senonoh pada Dewi. Nalurinya sebagai ibu bangkit, ia teringat pada anak tunggalnya di kampung. Cutter yang selalu ada di kantung bajunya pun ikut bicara. "Di foto polaroid pipi Dewi tampak terluka, tapi ini kok tidak ada bekasnya?" tanya AKP Taufik pada Sumarlan yang terbaring kesakitan. "Saya dulu pernah membantu bagian tata rias dan efek khusus sebuah produksi film laga."

187

karena ia mabuk. "Yang semalam diantar sendiri oleh Pak Mandala!" "Kalau uang yang kurang dari sepuluh juta itu memang saya yang ambil. jawaban Sumarlan kacau. "Lalu. setiap malam Tumini berkomunikasi dengan Sumarlan menggunakan ponsel. orang luar yang tahu hanya sekretaris saya. terdapat botol minyak 188 . Tumini. "Pak Mandala. tas berisi uang itu pun raib. saya tidak menerimanya. Tumini tidak percaya. agak terlindung karpet." katanya kepada AKP Taufik. campuran madu dan zat pewarna. Tumini melihat masih ada polisi yang sering datang ke rumah majikannya. "Ini Komandan. Sejak sore saya hanya minum-minum. Mikrofon itu dihubungkan dengan gelombang FM radio. Rupanya. Ia sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri." jawabnya serius. siapa saja yang tahu nomor ponsel Anda?" "Yang ini khusus untuk keluarga. ia naik taksi yang dikemudikan Bharatu Suwandi yang mendapat informasi dari Sugiarti. Mobil itu kosong. di lubang angin yang menghubungkan kamarnya dengan kamar Tumini. pagi-pagi Tumini pergi ke rumah Sumarlan. Saya harus menunggu perintah dari Tumini. dia juga tahu. Bi Piyah hanya dititipkan pada salah satu keluarga Polisi. Tanpa dia sadari. dan direkam. Tumini segera menelepon Sumarlan dan memarahinya karena merasa belum memberi tanda aman. Ia menggamit tangan Bi Piyah. karena sudah lama ikut saya. sepertinya diinjak untuk mematikan apinya. Dari bukti itu diketahui. Tapi kalau yang semalam. mana uang seratus lima puluh juta itu?" tanya AKP Taufik setelah menerima laporan. Di dekatnya. supir Anda?" "Oh." "Bagaimana dengan Salyono. Rombongan polisi segera mendatangi tempat itu. Puntung itu gepeng. yang duduk di samping Sumarlan. terkejut ketika seorang polisi wanita memasuki ruangan. Sugiarti diam-diam memasang wireless FM. Polwan itu ternyata Sugiarti. Karena takut dibohongi. Celakanya. betul. Tidak pulang kampung. mikrofon yang sangat peka. kok Sumarlan sudah meminta uang tebusan itu." Dari anak buahnya AKP Taufik mendapat kabar bahwa mobil Mandala Baring ditemukan di pinggir jalan dekat TMII. Pagi itu juga AKP Taufik Abdullah meluncur ke rumah Mandala Baring. Dewi masih tampak lelah di pelukan ibunya."Jadi. lukanya cuma tipuan? Kamu buat dari apa?" "Dari sejenis lateks yang dilumuri 'darah'. Pak?" tanya Sumarlan kaget. Pengakuan Sumarlan dibenarkan oleh Tumini. Di lantai jok pengemudi tampak puntung rokok kretek yang masih panjang. bukti rekamannya. di rumah kontrakan Sumarlan tidak ditemukan uang sebesar itu. selain Ibu." "Supaya Pak Mandala syok dan cepat mengirimkan uang tebusannya? Begitu?" Sumarlan mengangguk pelan. Ketika Mandala mengantar uang tebusan. "Uang? Uang apa.

" perintah AKP Taufik kepada anak buahnya. jumlah dan nomor serinya sama persis dengan uang yang dibawa Mandala Baring semalam. rokok yang terlanjur disulut itu dimatikannya dengan diinjak. si pengemudi siap merokok. Ia pandai memanfaatkan kesempatan meski tidak punya sangkut paut dengan komplotan Tumini dan Sumarlan.angin yang kosong. Salyono memang cerdik. "Sekarang bagi tugas." jawabnya agak grogi. Di dalamnya terdapat setumpuk uang. Pak Salyono? Kok sendirian?" sapa AKP Taufik setelah memergoki Salyono di sebuah terminal bus antarkota antarprovinsi di Jakarta Timur. Puntung itu diambil lalu dicium AKP Taufik. Kamu ke rumah Salyono. "Pulang kampung. Sakit sejak dulu enggak sembuh-sembuh. rokok itu harus diolesi minyak angin sebelum diisap. Sarosa. (Fiksi/Riady B. Seperti kebiasaannya. AKP Taufik menduga. di Jakarta) 189 . kamu ke terminal bus. Tidak tercium bau apa pun kecuali aroma tembakau. "Boleh lihat isi tasnya?" sela seorang polisi di sebelahnya. "Mau ke mana. Karena minyak anginnya habis. Dengan berat hati Salyono menyerahkan tas gendongnya. ngobati istri.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->