Cerita Kriminal

www.intisari-online.com

Daftar Isi

01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24.

Stag Night Membawa Petaka Terkecoh Piringan Hitam Ada Perempuan Simpanan Jejak Porsche Yang Mengecoh Jebakan Buat Pangeran Hitam Horor Di Mount Vernon Direkrut Jadi Mitra Pembunuh Tergiur Simpanan Janda Tua Korban Ke-13 Cincin Berlian Memecah Kebuntuan Masa Lalu Terekam Di Kuku Surat Balasan Salah Alamat Beda Nasib Sejak Bayi Terlacak Dari Situs Internet Dikenali Dari Suaranya Rahasianya Di Balik Celana Kekasihnya Tewas Di Jalanan Gara-Gara Patah hati Saku Mantel Itu Menggelembung Di Balik Dinding Kampus Termakan Gosip Lukisan Cat Minyak Tanpa Tekstur ‘Nyanyian’ Sang Puteri Kalah Cerdik

2

01.

STAG NIGHT MEMBAWA PETAKA

Cheryl Miller memang belum menjadi selebriti. Namun, siapa pun yang pernah bertemu, apalagi mengenal gadis ini dengan baik, pasti setuju kalau dia memiliki pesona yang tidak dimiliki gadis muda berusia 21 tahun lainnya. Selain punya wajah cantik dan tubuh menarik, Cheryl - yang bekerja paruh waktu di sebuah toko roti di Saginaw, Michigan, Amerika Serikat - juga dikenal sebagai gadis yang cerdas dan mandiri. Donna Duquette - bibinya - masih ingat betapa keponakannya itu sangat perhatian kepada orang lain. "Jiwa sosialnya tinggi, terutama kepada keluarga dan kawankawan dekatnya," ungkap Donna. Tak aneh kalau Donna kemudian berkesimpulan, "Untuk gadis seumur dia, Cheryl benar-benar sosok yang luar biasa dan sempurna." Donna lantas bercerita, betapa keponakannya itu lebih memilih tinggal di sebuah apartemen, bersama seorang temannya, teman wanita tentu. Keputusan pindah itu tak diherani Donna. "Sejak usia belasan tahun, Cheryl sudah terbiasa melakukan banyak hal sendirian," tegas sang bibi lagi. Kalaupun butuh kawan, yang paling sering menemani dia hanyalah sepeda motor kesayangannya. Sepeda motor itu dibeli dari hasil tabungannya sendiri. Di kalangan teman-temannya, Cheryl pun sangat populer dan supel. Tak heran, dia gampang sekali menarik perhatian lawan jenis. Namun teman-temannya tak ingat, sudah berapa banyak cowok yang pernah menjadi teman kencan Cheryl. "Kami tak pernah mau ikut campur terlalu jauh pada urusan pribadinya. Cheryl terlalu baik untuk dibuat marah atau tersinggung," sahut seorang teman kerjanya. Pendek kata, Cheryl Miller bak mutiara yang sinarnya sangat terang dan diperkirakan bakal makin benderang di masa yang akan datang. "Bukan tidak mungkin, dengan karakter dan semua bakat yang dimilikinya, kelak dia akan menjadi seorang bintang. Seorang selebriti," Donna kembali angkat bicara. Namun, manusia memang hanya bisa memohon, karena pada akhirnya, Tuhan jua yang menentukan. Doa dan harapan mereka terhadap Cheryl tak pernah kesampaian. Bukan Tuhan tak mau mendengarkan, tapi Dia tampaknya punya rencana lain untuk sang "calon bintang". Rencana yang tak pernah diketahui manusia. Menuju jalan buntu Sabtu pagi itu, awal tahun 1970-an, di tengah cuaca gerimis, Cheryl Miller ditemukan kawan seapartemennya dalam keadaan tergeletak tak berdaya di tempat tidur, di apartemen mereka di Saginaw. Luka terbuka, meski tidak menganga, juga ditemukan di tubuhnya. Komentar-komentar terkejut terdengar dari kawan, tetangga, terlebih keluarga. Bersamaan dengan itu, suasana sedih dan duka menyergap seketika. Terutama, setelah muncul kepastian dari kepolisian dan rumah sakit bahwa nyawa Cheryl tak bisa diselamatkan. Sang "calon bintang" telah meninggalkan alam fana untuk selamanya. Kepergian yang terlalu pagi sebenarnya. Setelah itu, duka berubah menjadi luka, karena cara Cheryl tewas sungguh sangat mengenaskan. Hasil autopsi menyimpulkan, gadis manis itu mengalami kekerasan seksual. "Tampaknya, ia diperkosa, kemudian dicekik. Atau sebaliknya, dicekik dulu

3

menyusunnya menjadi semacam puzzle yang harus dipecahkan. dia agak khawatir pada sikap temperamental Abbass. Police line pun dipasang bersamaan dengan kesibukan polisi mengamankan barang bukti." tambah Donna. semua disambangi. Tapi Cheryl sempat berkata. orangtua korban sempat berbicara dengan anaknya. Tak lama setelah itu." jawab Ron dan Tom tanpa dikomando." detektif Ron Herzberg memberikan keterangan kepada wartawan. teman-teman korban. Ron sengaja merahasiakan nama Abbass. "Saya sangat kaget. Ron dan Tom mulai menanyai sejumlah saksi." Ya. Mereka bilang. polisi kemudian mengarahkan penyelidikannya pada Abbass Esfehani. ketidakcocokan mulai muncul. "Saya tak bisa membayangkan." balas Ron.00. Mereka pasti sangat menderita. bagaimana reaksi orangtua Cheryl saat itu. yang pertama kali kita selidiki biasanya adalah orang-orang yang mengenal dan dikenal korban. selain teman dekat korban?" "Kemungkinan itu juga sedang kami selidiki. Keluarga. dalam irama yang sama.06. kami sedang menyelidiki kemungkinan keterlibatan teman dekat korban. apalagi melanjutkan hubungan dengan pacarnya itu. Ron dan Tom memang langsung mengumpulkan data dan fakta. lalu membunuh Cheryl?" tanya wartawan. seraya menambahkan. Mereka berhasil menemukan sidik jari Abbass di dinding yang mengarah pada kamar tempat 4 . Apalagi motif terbunuhnya Cheryl jelas karena sesuatu yang sifatnya pribadi. saat itu Abbass masih dalam status pacaran dengan korban." "Sang pacar marah.baru diperkosa. benar-benar kaget. "Itu salah satu kemungkinan skenario yang perlu didalami. Meski belakangan. "Beberapa hari sebelum kejadian. karena tak ada barang-barang milik korban yang hilang. "Tidak secara spesifik. "Orangtua Cheryl tahu apa penyebab retaknya hubungan mereka?" cecar wartawan. "Pada kasus pembunuhan seperti ini. Cheryl diperkirakan meninggal antara pukul 05. Cheryl tak ingin lagi bertemu. "Mana mungkin ada orang yang tega berbuat begitu sadis pada gadis sebaik dan secantik Cheryl?" tegas mereka. mereka semua tidak percayaan.30 ." tukas seorang anggota tim forensik. ikut menganggukkan kepala. Setelah mengamati kondisi mayat dan TKP." Donna bercerita sembari memegang perut. tetangga. "Apakah polisi mempunyai calon tersangka lain. untuk mendukung azas praduga tak bersalah. seorang pemuda asal Iran yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar. Ron dan Tom mendengar selentingan kabar dari teman-teman Cheryl. langsung menyisir lokasi. Seperti Donna. Kita belum bisa memastikan. Seperti ada orang yang baru saja menembakkan peluru karet ke perut ini. Berdasarkan masukan-masukan itu. Detektif Ron Herzberg dan detektif Tom Reeder yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) tak lama setelah ditelepon. sehingga hubungan mereka kabarnya agak merenggang. Detektif Tom Reeder yang mendampingi Ron. Saat ini. Ini bukan perampokan.

sekaligus frustrasi. Polisi berusaha keras. Berbagai kemungkinan dan skenario pun coba dipikirkan. dua nama lain yang masuk dalam daftar tersangka adalah Antonio Alverez (sepupu teman seapartemen Cheryl) dan Gabriel Ferris. Sayangnya. Tanpa membuang waktu. upaya menemukan siapa pembunuh dan pemerkosa Cheryl. lima bulan setelah ditemukannya mayat Cheryl. atau mengarah pada ditemukannya pembunuh Cheryl. Polisi juga menemukan beberapa helai rambut di tubuh sang gadis.mayat Cheryl ditemukan. tampaknya mengarah ke sebuah jalan. karena ketiadaan bukti. Alverez yang pernah menumpang beberapa waktu di apartemen itu dicurigai mempunyai kaitan 5 . Mereka tak mau kehilangan buruannya begitu saja. "Kami tak bisa melakukan apa-apa. Calon tersangka itu tampaknya menyadari kerepotan yang bakal dihadapinya. polisi sempat menawarkan hadiah uang buat mereka yang dapat memberikan petunjuk penting." Ron menirukan keterangan dan janji yang didengarnya dari koleganya di seberang lautan. mereka segera menghubungi rekan sejawatnya di Iran. polisi masih terus memburu pemerkosa dan pembunuh Cheryl Miller. polisi akhirnya menghentikan (sementara) perburuan terhadap Abbass Esfehani. Abbass sendiri sejak kejadian itu tak pernah lagi berkunjung ke Amerika Serikat. keluarga dan teman-teman Cheryl mulai merasa. Mereka melakukan check and recheck terhadap orangorang yang pernah diwawancarai. lalu terbang ke negara asalnya. saat sampel diambil dari Abbass. Polisi juga mencari dan memintai keterangan saksi-saksi baru. atau malah hebatnya. apakah ada orang lain di luar Abbass yang pantas dimasukkan dalam daftar tersangka. Polisi betul-betul dibikin bingung. Abbass menjual mobilnya. Dari situlah daftar tersangka baru kasus pembunuhan dan pemerkosaan Cheryl dibuat. sampel rambut yang dikirim Kepolisian Iran itu ternyata sama sekali tidak cocok dengan contoh rambut yang ditemukan di tubuh korban. Mereka berhasil menjaring keterangan dari sekitar 150 orang saksi. setelah diteliti. Saat itu. Tapi kami akan memenuhi permintaan Anda. Selain Abbass. jika terus bertahan di Amerika Serikat. Dalam kurun waktu dua tahun itu pula. "Kami tak punya bukti untuk menahan dia. yang bisa dilakukan polisi Iran hanyalah "menginterogasi" Abbass dalam hitungan jam. yang tertinggal di bekas kediamannya di Saginaw. Alhasil. yang warna hitamnya mirip dengan rambut di sisir milik Abbass. karena dugaan terlibat dalam kasus pembunuhan dan pemerkosaan. Polisi tentu kebakaran jenggot. Kumpulan barang bukti itu makin menguatkan kecurigaan aparat kepolisian pada pemuda asal seberang lautan itu. Sebagian barang-barangnya bahkan ditinggalkan begitu saja di Saginaw." jelas Ron. Bahkan sampel itu juga tak cocok dengan rambut yang ditemukan di sisir milik Abbass. untuk mengirim sampel rambut Abbass ke Amerika. Namun. Hanya selang beberapa hari sejak tewasnya Cheryl. Herannya. pihak berwajib tak pernah memiliki kesempatan menginterogasi Abbass. bernama jalan buntu! Alibi tak terbantah Dua tahun setelah mentok di jalan buntu. tanpa barang bukti. minta agar Abbass ditahan. karena memang tak ikut menyaksikan.

6 .dengan kematian Cheryl. Akhirnya. yang meninggal dengan membawa serta semua kedukaannya ke alam baka. bahkan paling minim jika dibandingkan dengan dua tersangka lainnya. bahkan sempat masuk hotel prodeo. Bagaimana dengan Gabriel Ferris? Nah. Beberapa detektif . Saat kabar pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl menyeruak. menyusul ditemukannya kemiripan antara sampel rambut Alverez dengan rambut hitam yang ditemukan di tubuh korban. dengan ditemukannya bukti-bukti baru yang mengarah pada tertangkapnya tersangka. Apakah masuk akal. Termasuk kedua orangtua Cheryl. status Ferris adalah pengantin baru yang sedang menghabiskan malam pertama bulan madunya di sebuah tempat peristirahatan di luar Saginaw. dia mengakui pernah menjadi pacar dan berhubungan seksual dengan Cheryl Miller. bahkan sudah ada yang meninggal dunia. Jadi. Hubungan intim terakhir yang mereka lakukan konon hanya sekitar sepekan sebelum pembunuhan. Detektif Reeder pernah beberapa kali berjumpa Ferris. Ferris menghabiskan malam pertama bulan madu. Polisi bahkan "tersesat" di jalan buntu itu selama hampir 20 tahun! Saksi tua renta Makanya. Kini. kini banyak yang sudah berusia setengah baya dan sakit-sakitan. lantaran terlibat peredaran obat-obat terlarang. sejauh mana tingkat kesamaan antara sampel rambut Alverez dengan rambut yang ditemukan di tubuh Cheryl." bilang Dona. untuk kedua kalinya. Namun. seperti berkali-kali diceritakannya pada polisi. Di sana." sergah Tom Reeder. Ferris menjadi calon tersangka paling sempurna di antara tiga calon tersangka dalam daftar polisi. Dengan kata lain. pihak kepolisian Saginaw bertekad mengadakan penyelidikan ulang atas kasus berumur puluhan tahun ini. polisi mengarah ke jalan yang sama. bukti fisik terhadap Alvarez sangat minim. Ferris memang tidak meninggalkan jejak rambut di tubuh korban. Masalahnya. Namun. "Melihat betapa gugupnya dia ketika berbicara tentang Cheryl. orang yang sedang berbulan madu menyempatkan diri memperkosa dan membunuh bekas pacarnya? Secara logika. arwah Cheryl dan orangtuanya bisa beristirahat dengan lebih tenang. Saat terjadinya pembunuhan. Kasihan mereka. polisi dengan hanya mengandalkan teknologi yang dimiliki saat itu belum dapat memastikan. arsip kasus Cheryl Miller dimasukkan ke dalam peti. "Mudah-mudahan. Sedangkan mereka yang 20 tahun lalu sudah menjadi orangtua atau berusia setengah baya. Polisi juga menemukan sidik jari Ferris di meja rias dekat tubuh Cheryl ditemukan. Ferris justru satu-satunya calon tersangka yang memiliki alibi paling sulit dibantah. tetapi dia kerap berurusan dengan polisi. jalan buntu. Jelas tak gampang.yang saat peristiwa pembunuhan Cheryl terjadi masih remaja . Ferris sedang berada sekitar 65 mil dari Saginaw. Ketika itu. menjadi "berkah" tersendiri. Ferris sendiri sebenarnya berasal dari keluarga cukup berada. insting saya bilang. inilah pembunuh Cheryl yang sesungguhnya. persisnya di sebuah cottage di kawasan wisata Lake Huron. ketika arsip kasus Cheryl Miller akhirnya dibuka kembali pada 1994. perlahan tapi pasti. karena orang-orang yang dulu segar bugar. mestinya tidak. bersama istri yang baru saja dinikahinya. yang satu ini agak unik.bergerak mendatangi saksi-saksi yang dulu pernah dimintai keterangan.

Dona kali ini memang boleh berharap banyak." demikian ucapan yang sering didengar sang mantan pacar sepanjang perjalanan. Faktor pemberat penemuan sidik jari itu. Yang pasti. aku enggak sempat ngerem." sebut polisi. Nah. "Saya tidak berniat melakukannya. Sungguh. saat aku mau menarik bangkainya . Ferris pernah mengaku terus terang: dialah pembunuh Cheryl! Polisi juga mendapat "kutipan berharga" dari seorang perempuan . karena aku sendiri langsung tertidur.kini sudah pensiun . berupa sidik jari Ferris di meja rias.pun mengaku Ferris sering sekali berbicara tentang pembunuhan itu. masih banyak saksi lain yang merekam bahwa pada tahun-tahun pertama setelah terbunuhnya Cheryl. Gabriel Ferris. sebelum Matahari terbit. "Kamu dari mana.seperti kamu lihat sekarang . saya benar-benar tidak berniat melakukannya. sempat menyatakan keheranannya. "Astaga. sehingga bulan madu hari pertama yang selama ini menjadi alibi tak tergoyahkan. Ketika sedang mencari angin segar di luar." sang mantan istri membuka kisahnya.saat ia dipenjara karena masalah narkoba . Selain Roy Walton. karena polisi berhasil mendapatkan sejumlah fakta baru dan penting. Bukti-bukti lisan itu makin meyakinkan. Terri Igaz. Namun. Kamu terluka?" "Bukan. Terri akhirnya mau berterus terang. Cheryl hanyalah satu dari lima perempuan yang pernah ditidurinya dalam kurun waktu yang hampir bersamaan. gong dari semua gong adalah keterangan mantan istri Ferris. Seorang mantan napi lainnya. Bangkainya sampai nyangkut di roda. akhirnya ketabrak. Begitu mematikannya "nyanyian" Terri. Bekas teman satu sel Ferris . bahkan berani bersumpah. untuk menjebloskannya ke dalam bui. Yaaa. Ferris sebenarnya sempat keluar kamar. Ferris yang selama 20 tahun berlindung pada alibi bulan madunya itu kini harus menghadapi kesaksian demi kesaksian yang perlahan-lahan membungkam "senjata" yang selama ini meloloskannya dari cengkeraman aparat penegak hukum. tak jauh dari lokasi tempat ditemukannya mayat Cheryl.yang pernah menemaninya berkendara jauh pada 1976. sidik jari seperti itu biasanya ditinggalkan oleh si pembunuh. mungkin dia mau menyeberang jalan. Aku enggak tahu ke mana. dua tahun setelah kematian Cheryl. Ferris kerap berperilaku dan berbicara aneh tentang pembunuhan yang menimpa mantan kekasihnya itu. Bukan tentang Abbass Esfehani atau Antonio Alvarez. Setelah bercerai dari Ferris.sebagian darahnya 7 . Karena kaget.bekas pacar Ferris . Ehh. "Setelah melakukan hubungan intim. jika ditambah "temuan lama". "Ucapan-ucapan Ferris akan menjadi bukti penting bagi kami. Detektif Roy Walton . akhirnya tidak lagi menjadi bagian yang hilang (missing link) yang mengganggu penyelidikan polisi. "Hampir bisa dipastikan.yang ikut membuka kembali kasus Cheryl Miller pada 1994 bersaksi bahwa Ferris pernah bilang. lantaran letaknya hanya beberapa inci dari posisi kepala korban saat ditemukan. honey?" Ferris tak langsung menjawab. tiba-tiba muncul seekor kelinci. baik dalam keadaan sadar maupun mengigau." jelas polisi. apa yang terjadi. tapi tentang si pemilik alibi terkuat. ini darah kelinci. Polisi menyebut kebiasaan buruk Ferris yang tak bisa "menjaga mulut" sebagai salah satu faktor yang meringankan pekerjaan mereka. Terri yang terbangun oleh kedatangan Ferris. dia sudah kembali ke cottage.

sehingga ia tak tahu apakah masih tersisa noda darah di roda. Hanya itu. rasanya mirip orang menangis. Nyanyian mantan istri Terri bahkan tak terlalu ambil pusing. Pacar terakhir. aneh sekali. Yang pasti.00 siang. Keinginan bercinta untuk terakhir kalinya dengan bekas pacar. Namun malam itu. bulan madu bukanlah saat yang tepat untuk bertengkar. betapa pun telatnya. Sejak 30 tahun lalu. ternyata dia cuma sedang berakting. bukan memperkosa. tempat tinggal sang mantan pacar. bibi Cheryl. yang disayanginya melebihi anak sendiri. Tentu saja. ketika beberapa jam kemudian." ucap Donna. yang disebut-sebut Ferris baru saja menabrak kelinci. tanpa ekspresi. justru setelah dia selesai menunaikan tugas sebagai suami di malam pertama bulan madunya. "Lihat. Terri tak pernah mau lepas dari Ferris. merasa sangat bahagia jika kasus ini akhirnya terungkap. Saat itu. Akting pura-pura menangis." Kesaksian Terri menjadi kartu As polisi untuk mematahkan alibi yang selama 30 tahun terakhir ini menyelamatkan Ferris dari ancaman hukuman berat. Toh. pikiran Ferris tetap tak bisa lepas dari apartemen Cheryl. persisnya jam 11. dia itu bekas pacarku. Adik saya bahkan sampai meninggal karena stres. "Orangtua Cheryl memang tak bisa lagi menyaksikan jalannya sidang kasus pembunuhan anaknya. dia tak pernah absen membela Cheryl. sebelum aku menikahi kamu. Meski sudah memilih Terri menjadi istri.malah menempel di baju. apalagi membunuh. Keberhasilan yang amat sangat disyukuri keluarga besar Cheryl. atas nama keluarga. polisi merangkai teka-teki kematian Cheryl Miller dengan merekonstruksi peristiwa menghebohkan 30 tahun lalu itu. Alhasil. Dari pagi hingga menjelang malam. Dia benar-benar ingin menikmati suasana romantis bulan madu. ingin berkencan. Tapi saya. Niatnya jelas. Ferris baru punya "waktu luang". sebelum betul-betul menjadi "suami". Donna memang menjadi anggota keluarga Cheryl yang paling rajin mengikuti sidang. menjadi motif pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl. Di persidangan. "Saat menonton. 8 . lelaki itu hanya berucap ringan. sembari menunjuk bercak darah di bajunya. dia meraih kunci kontak mobil. Entah apa yang ada di benak Ferris saat itu. niat Ferris untuk menyambangi apartemen Cheryl tetap menggebu. Dia merasa harus percaya pada cerita suaminya. Terri cuma manggut-manggut. Terri juga tak ingin memeriksa mobil. Ferris sempat bertingkah aneh saat menyaksikan berita pembunuhan dan pemerkosaan Cheryl di televisi lokal. Saat Terri menatap Ferris dengan pandangan heran. kesempatan yang ditunggu-tunggu tak jua datang. sekadar iseng atau hati kecilnya sebetulnya lebih mencintai Cheryl ketimbang Terri. Terri tak menyadari kegelisahan Ferris saat itu." imbuh Terri." Ferris beralasan. persis sebelum melakukan hubungan resmi sebagai suami istri. malam atau dini hari itu juga. sering juga disebut "stag night". lalu melarikannya ke Saginaw. dia mengeluarkan suara parau. meski raganya berada di rumah peristirahatan di Lake Huron (sekitar satu jam perjalanan dari Saginaw). Tapi setelah aku perhatikan lebih teliti. Perempuan yang terbunuh itu. Lagi pula. Ferris ternyata masih berusaha mengencani Cheryl untuk terakhir kalinya. Hampir setiap aktivitas mereka lakukan bersama-sama.

Beberapa menit kemudian. kepala Louise dipukul dengan benda dari kuningan itu. Gamble terbangun gara-gara mendengar suara seseorang menjerit. Ia memang punya kebiasaan buruk memukuli istri. Rupanya.00. Kepada polisi. Sebaliknya. dipenuhi darah. Sepuluh menit sebelumnya. seperti biasa." Bahkan mantan istri Ferris. sebelumnya dia telah dua kali berusaha membunuh Cheryl. entah untuk alasan apa. polisi mendudukkan Gabriel Ferris di kursi terdakwa. Dua puluh tahun sejak terjadinya pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl Miller. yang masih berteriak kencang karena ketakutan. kami juga mendapat bukti. penolakan itu membuat Ferris naik pitam. tepatnya tahun 2004. perempuan malang yang diharapkan menjadi selebriti oleh kawan dan keluarganya itu dicekik. "Saya yakin ia melakukannya." Namun. Polisi menemukan potongan kaca nako yang berasal dari jendela belakang. Lalu. kedatangan Ferris tak mendapat sambutan hangat Cheryl. TERKECOH PIRINGAN HITAM Jam menunjukkan pukul 23. Ferris yang pada saat itu berumur 55 tahun harus mempertanggungjawabkan dosa yang dibuatnya di masa muda.35. dia malah mendapat semprotan. Seorang calon selebriti asal Saginaw. namun jarum jamnya menunjukkan angka 22. yang biasanya diletakkan di atas perapian. polisi datang ke lokasi. "Ferris punya kemampuan untuk melakukan itu. Hannah mengaku pertama kali mendapati mayat pukul 23. Hal itu tampak dari memar keunguan di sekitar leher. dan saya tidak mau berhubungan seksual dengan lelaki beristri.(Kisah nyata/Chris Hansen/Icul) ) 02. "Tak ada kata terlambat untuk memenjarakan seorang pembunuh." bisa jadi begitulah bentuk semprotan Cheryl. Tempat lilin yang terbuat dari kuningan. kesaksian terakhir ini ditolak mentah-mentah di pengadilan. Dari kepalanya. Seperti diucapkan seorang perwira polisi. Isi kamar tampak berantakan tak keruan. Tak ada lagi stag night. "Kamu sudah melakukan hubungan suami-istri. Ia segera menyambar jas di dekat tempat tidur untuk menutupi piyama yang dikenakannya. Ditemukan juga sebuah jam kuno terbuat dari kuningan di lantai. atau 10 tahun sejak kasus menghebohkan itu diangkat kembali dari peti X-file Kepolisian Saginaw. ikut bersaksi. sampai napasnya tak lagi berembus. jadi sudah resmi jadi suami Terri. Terri. darah segar masih basah mengalir akibat luka bacok. wanita berdarah 9 .Sayangnya.12. baik oleh Ferris maupun pengacaranya. Louise juga dicekik. akhirnya dengan yakin." Terlebih pembunuh mutiara yang sedang bersinar terang. Kekerasan fisik dan seksual pun diterima Cheryl yang mengakibatkan sedikit luka terbuka. Kacanya pecah. Dompet manik-manik milik Louise didapati dalam keadaan kosong. pembantu rumah tangga keluarga Bonfield. tepat di depan pintu masuk rumah. ketika telepon dari Tuan Gamble yang tinggal berseberangan dengan keluarga Bonfield berdering di kantor kepolisian terdekat. Karena belakangan. yang datang dari arah depan rumahnya. Mereka mendapati mayat Louise Bonfield terbujur kaku di tempat tidurnya. Saya sangat yakin. Laci-laci dikeluarkan dari tempatnya dan isinya berhamburan keluar. Bisa ditebak. Pak Gamble kemudian menghampiri Hannah Swenson. Saat itu.

Dengan langkah gontai. Dua polisi berbadan tegap ikut masuk." jelas George." kata George dengan suara pelan. Baru pagi harinya. juga memukulnya dengan jam hingga tewas di tempat. Sebagian memakai seragam. Bonfield dipanggil ke kantor polisi. George menatap mayat istrinya dengan perasaan berkecamuk. sehingga batuk pun reda. Tyler mengetuk pintu ruangan. Kami minta Anda segera ke rumah. "Oke. "Istri bapak terbunuh. Tak lama kemudian. "Ya. menghampiri George. kita teruskan. Tapi akhirnya membunuh karena istri Anda mengagetkannya. Hanya lebih detail. polisi langsung mencari George Bonfield. Namun pria itu hanya mengangguk dan berlalu. hampir tak kedengaran." jawab George. Tak jelas apa yang mereka perbincangkan." ujar salah seorang polisi. George dapat mendengar Joe Tyler. Joe Tyler ikut mendampingi. Ia menunggu pertanyaan apa lagi yang akan diajukan inspektur.Belgia itu selalu menaruh segelas jus jeruk di meja samping tempat tidur majikannya. 'kan?" tanya McKee. "Istri Anda. memang sering terbangun di tengah malam karena batuk kecil. Kalaupun punya. Ini pekerjaan rutin penyidik. Tujuannya semula merampok. Gambaran 10 . seorang pria berwajah ramah datang bersama seorang stenografer. "Sepanjang sore ini Anda di kantor. Rambutnya lengket oleh darah dari luka di kepala. karena suara mereka terdengar seperti setengah berbisik. menerima kedatangan beberapa tamu. Ia tak tega menyaksikan kepergian Louise dengan cara tragis seperti ini. Kami juga akan melanjutkan pertanyaan yang lebih detil kepada Hannah setelah kondisinya membaik. suami korban. George kembali ke rumah. George terlihat siap." George tampak menyesali perbuatan si pelaku. "Ya. ada di dompet manikmanik. tak seberapa. Dibunuh atau dirampok? Dari dalam ruangan di kantornya. istri Anda dibunuh oleh pencuri yang dipergoki berada di ruangan ini. Tuan?" tanya seorang polisi. yang sedang dalam perawatan dokter sejak kena serangan batu empedu. seraya membaca laporan tertulis kesaksian Hannah. Ia merasa. Pertanyaan Christopher masih sama dengan pertanyaan semalam. Tanpa mengeluarkan sepatah kata. Si pencuri tak menyadari ruangan yang dimasukinya kamar tidur pemilik rumah. Salah seorang menjelaskan hasil sementara penyelidikan mereka atas pembunuhan Louise Bonfield. George mulai punya firasat buruk tentang keluarganya. karena Louise menyimpannya di safe deposit box di bank. Inspektur Christopher McKee dari Divisi Pembunuhan Kepolisian Manhattan. "Tak ada berlian dan surat berharga di rumah kami. asistennya. Pria itu. tenggerokannya lebih nyaman. Wajahnya pucat pasi. kalau-kalau keterangannya masih diperlukan. lainnya tidak. Tiga detektif lain masuk dan ikut mendengarkan keterangan Bonfield. Pelaku menyambar tempat lilin dari perapian. George memasuki kamar tidurnya yang dipenuhi beberapa orang polisi. Tak lama kemudian. Ia segera mengumpulkan keterangan dari tetangga seberang rumah. Setelah itu. Tanpa membuang waktu. setelah minum jus jeruk. "Kami menyimpulkan. Saat itu. Louise.

Tyler pun bersaksi. Joe Tyler bangkit dari duduknya. Suara George terdengar dari ruangan saya. Dalam pembicaraan itu saya mendengar George bilang : Sekarang jam 22. hingga saat polisi datang. terdapat pintu yang langsung terhubung menuju jalan utama." papar Joe Tyler. "Maksud Anda." "Anda sendirian di kantor?" "Dengan asisten saya. sekitar pukul 19. saat peluncuran produk Darling Soap. pada jam itu George berada di kantor?" "Ya. Namun sulit baginya melontarkan suara. apa sebenarnya yang Anda lakukan tadi malam?" Bonfield menyilangkan sebelah kakinya ke kaki yang lain.peristiwa ini akan segera terungkap. Ia berusaha bicara.35 jelas sekali ia tengah mengontak Frank Morisson bahwa tugasnya segera siap pagi ini. Frank. "Karena saya ingat waktunya." Christopher mempersilakan Joe Tyler memperkuat kesaksian George. 'kan. semuanya beres. Tapi ia berada di ruangan lain. George agak kaget. Namun faktanya memang begitu. Dua jam lagi kami menyelesaikannya." "Kenapa Anda begitu yakin?" tanya sang Letnan dengan pandangan tajam. "Kami makan malam. Inspektur? Coba lihat kembali laporan tertulis mengenai waktu kejadian!" Christopher mengangguk pelan. Ia pun tak kalah emosi.45. Bahkan jam 22. 11 . Setelah itu. Tadi malam pekerjaan di kantor sangat banyak. sekarang katakan. Ini artinya. Bayangan istrinya masih jelas dalam ingatannya. Dengan alibi itu. "Betul. Saya mendengar sendiri pembicaraan itu. memeriksa ulang pintu dan semua jendela. Joe Tyler. "Dari ruangan Anda. di sebelah ruangan saya. bahwa George berada di kantor sejak pukul 20. Christopher tampak tenang dan tak terpengaruh sedikit pun oleh keterangan Tyler.30. Kami tengah menyiapkan peluncuran Darling Soap People.35. kalian menuduh saya pelaku semua ini?" kata George sedikit emosi. Tuan George?" pertanyaan Christopher seperti tak terduga. Tyler yakin George selalu berada di ruangannya. Bersama anak buahnya ia kembali menuju kediaman George. Betul. jelas tak mungkin George pelaku pembunuhan sadis Loiuse. seperti biasa saya meninggalkan rumah satu jam berikutnya. George sangat gelisah dengan mepetnya waktu yang diberikan Morisson. Saya ingat karena kami menghadapi pekerjaan yang banyak. juga kamar Hannah.35. Besok pagi acara Anda akan beres. Setahu saya. Christopher tidak mengatakan sepatah kata pun. Nah. "Nyonya Bonfiled terbunuh pukul 22. Ia sampai merasa perlu mengontak Frank dan meyakinkan bahwa besok. Mereka memutari halaman rumah keluarga Bonfield.

McKee menyodorkan laporan tertulis hasil penyidikan kepada George. sang pembantu. "Hannah. Tak sengaja mengaku Sayangnya. 12 . Seseorang telah membukanya. Untuk pertama kalinya sejak Louise terbunuh.Ruangan George di kantor juga tak luput dari pemeriksaan ulang." pintanya. hingga Hannah mulai menangis. Di ruangan ini penyelidikan dilaksanakan lebih intensif. silahkan tandatangani laporan ini. Namun McKee masih terus mempengaruhi Hannah. Sangkal-menyangkal perihal pintu masih berlangsung. Laporan tertulis tampaknya sudah hampir final. kenyamanan George tak berlangsung lama. ia menyaksikan sesuatu yang mengerikan. "Saya baru saja mengontak Frank Morisson dari Darling Soaps. George bernapas lega. Ia benar-benar tak menghendaki kehadiran Hannah. bahwa pintu menjadi rangkaian rencana pelaku. Beberapa hari kemudian. Sayalah yang membuka pintu itu. Kepada Hannah. mengurusi tetek-bengek rumahtangga.35." McKee dan keenam rekannya terdiam. Sejenak darah George berdesir." sapa Christopher. Hannah seharusnya di rumah. "Maaf mengundang Anda kembali. George yang sejak awal tidak menyukai kehadiran Hannah jadi tambah kesal. Hampir lima orang penyidik berada di ruangan Inspektur Christopher McKee. Lima menit kemudian. Fotokopi laporan tertulis pembunuhan Louise berada di atas meja inspektur. datang bersama polisi lain." tegas Hannah yang gigih bertahan dengan ingatannya. Ini hanya formalitas saja. Inspektur menatap wajahnya. Di kamar mandi mereka mendapati serpihan topi berwarna hijau yang diduga milik salah satu klien George yang tertinggal. Pelaku melepas rantai dan memutar kunci agar ia bisa berlari usai membunuh Nyonya Bonfield. "Saya berteriak. McKee mengulang-ulang pertanyaan yang sama. Tak lama kemudian." ujar gadis bermata biru dan berwajah bulat tersebut. Menjelang lima menit sebelum pukul 23. Ia takut dituduh sebagai pelakunya. Bonfield. Saya turuni tangga dengan berlari menuju pintu utama. ia kembali dipanggil ke kantor polisi. "Pak Bonfield. sebetulnya pintu itu memang tidak dalam keadaan terkunci. Jadi bukan kamu yang membukanya.00 ia membuat jus jeruk untuk dibawa ke kamar Ny. Tampak Hannah. untuk menghindari diri dari Hannah. ketika tiba-tiba pintu ruangan terbuka." "Saya tidak peduli. Namun George tak bisa menyalahkannya. Pintunya terkunci ketika saya berada di kamar Nyonya. Mereka bercakap-cakap mengenai pekerjaan untuk pagi berikutnya. Ia bilang Tuan Bonfield menghubunginya pukul 22. Dengan lugu wanita itu menggambarkan kembali situasi pada malam kejadian. karena Hannah tampaknya diundang McKee. George baru saja menancapkan penanya di kertas laporan. Namun ia berusaha menahan diri. Di tempat lain. ia bisa beristirahat dengan nyaman. seorang detektif lain masuk. Nadanya datar. Lalu membukanya dan lari lewat pintu itu.

hingga tahun demi tahun yang harus dijalaninya bersama Louise. Di usianya yang memasuki 56. Percintaan putri mereka pun diaturnya. Ingin rasanya ia berlari dari ruangan itu. Saya tahu itu. Terang saja. Istrinya. Termasuk Inspektur McKee. Ia bak menahan berkecamuknya beragam perasaan. sebab sayalah yang…" teriak George tanpa sadar. meski rambut putihnya terlihat di sana sini. Betahan 20 tahun lagi? Bulu kuduk George langsung bergidik. sesibuk apapun. Sebab aku sendiri yang membukanya ketika pertama kali masuk ke rumah pukul 22. Menurut dokter." sahut George enggan." "Ya. Bahkan juga dalam hal yang tidak seharusnya dia pikirkan. ya tingkah lakunya." ujar George pelan. Louise. semua orang di ruangan menatap George tak percaya. Namun McKee terus dan terus menekan Hannah dengan pertanyaan seputar pintu. termasuk dominan dalam mengatur rumahtangga. pintu tersebut dalam keadaan tak terkunci beberapa saat sebelum jam 23. minggu demi minggu. ia masih cekatan mengatur segala hal.00. usia Louise akan bertahan 20 tahun ke depan. Belakangan. Ya ucapannya. Jangan sampai ditunda minggu depan…. acountnya Randall. "Oh. Mata George yang makin kesal. juga warna wallpaper di ruang makan yang mestinya masuk dalam tanggungjawab pemborong. Membayangkan hari demi hari. ia merasa jenuh dengan pernikahannya. Anda tahu kalau pintu itu sebetulnya sudah dibuka? Teruskan." 13 . George tampaknya benar-benar tak tahan. lho. Tuan Bonfield!" Bibir Bonfield memucat. bulan demi bulan. sejak mereka menikah. "George. George masih terlihat gagah. membuatnya muak. pertahanan itu jebol! Ia tak tahan lagi. asuransimu akan jatuh tempo. Dalam keadaan sakit pun. Setiap langkah sudah kuperhitungkan dengan matang. iya …masih ada satu hal lagi yang mau aku bicarakan. tahu apa dia?" sergah George dalam hati."Dasar pembantu bodoh. "Oh. yang selalu mengatur segala hal. Makanya kita harus mulai merencanakan investasi baru. akhirnya memerah. Tapi kemana? Tak ada tempat yang aman untuk bersumbunyi. Kesannya sangat mengatur. Ia sudah berhati-hati sejak kemarin. Mendadak. Tepatnya. Tapi tetap saja akhirnya terjadi slip lidah. jika rajin terapi dan beristirahat yang cukup. "Tentu saja pintu itu sudah terbuka ketika kamu menuruni tangga. Ia sendiri kaget mendengarnya. "Sayalah yang membunuhnya. Sampai akhirnya. Louise selalu saja punya ide yang sangat jelas dan sulit dibantah. Sejak menjalani terapi. Dalam waktu 3 bulan. Ada rencana tertentu di otakku. Ia ingin segera menghentikan pembicaraan tentang pintu itu. Ia merasa bagai hidup di ketiak istrinya. Louise sudah berada di ranjangnya pukul 21.24. kamu harus menemui orang-orang asuransi. Itu.00. Hannah. seraya menutupi wajah dengan kedua belah tangannya Jam dan piringan hitam George Bonfield dan Louise tinggal di lantai pertama di rumah mereka di kawasan West Thirteenth Street yang telah mereka diami selama 30 tahun.

Tak heran jika kantornya menghasilkan keuntungan yang lumayan besar. Kulitnya masih lembut. George juga membeli senar-senar tipis. Tidak melakukan aktivitas apapun. Pikirannya tertuju penuh pada kreativitas yang lain. Sekarang jam ini sudah membaik kok. Tapi George mencegahnya. Setelah puas bereksperimen. ingat ya. sudah. Sekembalinya dari luar kota. George memberikannya beberapa tugas. Di sela-sela waktu kerja. Habis itu. Tapi letaknya sangat strategis untuk berbisnis.!" kata George yang memilih keluar ruangan daripada mendengar ocehan istrinya. Bukan jam elektronik. Tuan. kamu kan harus ke kantor malam ini. Bapak akan membunyikan bel setiba di rumah." katanya.00. Ruang yang satu dihuni Joe Tyler dan dua stenographer. Agensi iklan yang ia kelola tak seberapa besar dari segi ruang."Ya. dan lainnya ruangan George. 14 . Eh. Malam itu. Tak lupa ia merekam suaranya sendiri pada disc/piringan hitam. Ia juga membeli sebuah player piringan hitam portabel kecil. begitu ia mengutak-atik jam. ia melakukan eksperimen dengan barang-barang yang baru dibelinya itu. Tentunya di saat kantor sudah sepi. Hannah. ia sudah tak menginginkannya. Tangannya bersentuhan dengan tangan istrinya. Tyler tengah menunggunya. Kedua barang tersebut diletakkan dalam laci kerjanya yang terkunci rapat. seperti biasa. Ketika seorang klien di luar kota memintanya datang ke peluncuran produk baru. terdengar pintu diketuk. Hannah. Biar aku lihat. memberi laporan. Hanya terdiri dari ruangan tunggu yang tidak seberapa besar dan dua ruang kerja. di kantor. Semula Hannah menawarkan untuk memanggil tukang servis jam." George berjalan menuju dapur di lantai bawah untuk melihat jam yang dimaksud Hannah. barulah ia menaruh "perkakas" barunya itu ke dalam laci. Tiba-tiba. hati-hati ia mencoba mengaitkan jam dengan pengungkit piringan hitam dengan tali-tali senar kecilnya. tapi jam weker murah yang sederhana dengan bel di atasnya." katanya. kamu mesti membawa jus jeruk jam 23. Mati. Ia menenangkan diri sejenak. jangan bangunkan saya. ia berkemas ke rumah. "Jangan lama-lama. Tapi anehnya. Ia sedikit menyalahkan Hannah. Louise sedikit tak percaya. "Jam di atas tungku tidak berfungsi. jam tersebut tidak apa-apa. Jangan lupa pintu depan harus sudah terkunci sebelum kamu tidur. Pertama kali yang ia copot adalah bel dari jam wekernya. George tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk membeli disc seukuran piringan hitam yang dapat merekam. sayang. "Ya. Sebelumnya. Tak lama. George lalu ngeloyor ke kantornya. George membeli sebuah jam." ujar George seraya mengambil majalah. Ia juga melakukan eksperimen dengan senar-senar kecil. Kantor George terletak di lantai kedua dari salah satu gedung di West 42 Street. "Besok saja. akal jahatnya datang. pembantu rumah tangga berdarah Swedia.

George berusaha tampil apa adanya." ujarnya. "Saya sendiri. Hati-hati ia memotong kaca. pintu. malam ini hanya ingin berkonsentrasi pada tugas Morrison. bawahannya. milik salah seorang kliennya yang tertinggal di kantor beberapa bulan lalu.Dua minggu setelah eksperimen. Pemotong kaca siap di saku. Rumah yang ia tinggali terletak di sebelah selatan dari Thirteenth Street. Lalu diam-diam menyelinap keluar kantor. Ia menguji jendela. Jam weker minus bel. Suasana sangat gelap. "Saya harus menyiapkan kampanye Morrison besok. Kamis atau Jumat. hari itu tidak turun hujan. Malam ini kamu konsentrasi pada tugas ini. Hari H semakin dekat. George pamitan untuk kembali ke kantor. kecuali lampu dari kamar Hannah. lama beraksi. Termasuk hari yang dipilih. Hati George lega ketika langkah kaki menjauh. Satu jam berlalu. Semua skenario sudah matang di kepala. maka hancur lebur sudah rencana yang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Untung tidak hujan. Topi dan jas milik sendiri ia tinggal di kantor. George kembali mematangkan rencananya agar "proyek" raahsia itu berjalan sempurna. dan rekaman suara George sendiri yang termuat di piringan hitam. tentunya dengan pertimbangan terbaik. player piringan hitam. George terus menghitung durasi ketika ia beraksi. Hari yang pasti akan "sangat sibuk". 15 . Jangan sampai ia mengeluarkan suara sekecil apapun. sehari sebelum kliennya Frank Morisson. Jantungnya sempat berdegup saat mendengar langkah kaki seseorang. George menghentikan langkahnya. Ia menjadikan jam weker sebagai pemicu berfungsinya player piringan hitam. Kalau ada yang memergoki. Dengan bantuan selotip besar. Malam itu hanya ada beberapa pejalan kaki yang ia temui. dan juga menyiapkan pemotong kaca dan selotip besar. Semula ada tiga hari yang menjadi pilihan yaitu Rabu. kaca yang terlepas tidak mengeluarkan suara. meluncurkan produk terbaru. Menurut ramalan cuaca. Jadi. makanya agar tidak mencurigakan. George mengenakan topi warna hijau. Louise bicara terus. Begitu juga selotip. Selain itu." ujar Bonfield sembari menyerahkan seberkas pekerjaan.55 ia mulai mengeluarkan "perkakasnya". Ia mengunci pintu dari dalam. Pakai topi hitam Di hari H. tapi akan ada angin besar di malam hari. sepanjang makan malam. Ia menaiki bus ekspres dan turun di Fourteenth Street. Ia menuruni tangga darurat dan muncul di lantai dasar. mohon jangan ganggu saya. tetapi ada sebuah jalan setapak yang berujung ke bloknya. George mengenakan sarung tangan dan menggunakan selotip besar di kaca nako pintu belakang.20. karena tak ada penerangan. Waktu menunjukkan pukul 21. George lalu masuk ke ruangannya. Ia mempelajari berapa menit waktu yang dibutuhkan dari kantor menuju rumah. Biasanya ada penjaga yang mengawasi ruangan ini. pilihan pada Kamis juga karena pertimbangan cuaca. George memang kembali ke kantor dan menemui Joe. George berusaha menahan napas dan terdiam kaku. Pukul 21. Presiden Direktur Darling Soaps. Dengan mudah ia masuk ke dalam rumah. hingga kembali lagi ke ruangannya. Tetapi ia memilih hari Kamis. Pintu terakhir yang harus dilaluinya tinggali 10 meter di depannya.

35. di saat yang sama. "McKee.25.35. Joe Tyler tak menyadari kalau saat itu Bonfield ternyata tengah memainkan mesin buatannya. yang terdiri dari jam alarm.35 seperti saat jam ditemukan di kamar Louise. McKee memperlihatkan tandatangan di atas surat pengakuan Bonfield. Dibantu angin Beberapa saat usai penahanan George Bonfield. Nyonya Bonfield berhasil melatih Hannah dengan baik. Mengaitkan satu senarnya pada anak genta jam dan senar lainnya ke pengungkit player piringan hitam. Apalagi waktunya terbatas. alarm jam menggerakkan pengungkit player piringan hitam. Lalu ia dengan leluasa meninggalkan kantor menuju rumahnya di Thirteenth Street untuk membunuh istrinya sendiri." 16 . Sebuah alibi yang sempurna!" Menurut McKee. Ia kembali ke luar kantor untuk memusnahkan "perkakas" itu. "Terhapusnya sidik jari pada telepon di kamar mandi Ny. Hannah sangat takut kepadanya kalau ada pekerjaan yang tak beres. Sedangkan jam dan player piringan hitam portabel ia lempar hingga hancur berkeping-keping di celah-celah sempit bangunan di sekitar kantor. Jadi bukan perampokan. Nyonya Bonfield selalu mewanti-wanti agar pintu tesebut dalam kedaan terkunci sebelum Hanah tidur. Begitu pula piringan hitam.. Usai membunuh ia sempat menghubungi Morrison. dan rekaman suara George di piringan hitam. Kecuali. Ia jadi ragu apakah ia sudah menguncinya atau belum. Hannah langsung mencemaskan pintu depan rumah. apakah Anda sudah menduga bahwa dialah pelakunya?" McKee mengangkat bahunya. Dia melengkapi surat itu dengan sedikit penjelasan. Sebelum meninggalkan rumah. di ruangannya. yang selama ini hampir tak pernah dijamah orang. piringan hitam kecil. Ia membuka rantai pintu. Tapi saya tak percaya kita akan mengetahuinya secepat ini. Pukul 22. Ruangan pertama yang didatangi adalah dapur untuk mengambil jam kuno yang ngadat beberapa hari yang lalu.35 "tugas" utama ia selesaikan dan kembali ke kantor lewat rute yang sama. kliennya. Bonfield. Setelah itu ia menuju pintu depan. player piringan hitam. merupakan keganjilan. pelakunya sudah merencanakan semua ini. yang berhubungan ke player piringan hitam.53 George telah tiba di ruangan. Saat itulah rekaman suara George terdengar oleh Tyler. "Pada malam kejadian. Tetapi sekitar 22. Pukul 22. Ia juga menyetel jam weker pada posisi 22. Artinya. dan suara rekaman ia satukan dalam sebuah tas besar. sekitar 22. Topi hijau ia hancurkan menjadi serpihan kecil dan dibuang di kloset. ia menelepon Frank Morisson dari kamar mandi rumahnya. sebelum Bonfield mengaku.. istrinya dan angin. McKee menghadap Jaksa Wilayah.Sejenak ia terdiam untuk mendengarkan sesuatu." Jaksa Wilayah tercenung. Sementara itu. Kini tujuannya kamar Louise. George meninggalkan kantor langsung dari ruangannya. Jam alarm. "Nyonya Bonfield? Angin?" "Ya. Saat ia tidur di kamar dan mendengar ada suara angin. Goerge membunuh bukan pada 22. Selama ini.

Ia tahu persis jam Hannah menyiapkan jus. Mbak Annisa enggak nongol.55. Beberapa helai rambutnya rontok. dilaporkan hilang dari rumah mereka yang asri di bilangan Rawamangun. Aku janji. Si lelaki (38 tahun) mengiyakan dengan mesra. memasang rantai dan kembali ke kamarnya.yang sebelumnya penuh emosi . Pasti tak ada yang menyangka." rajuk Annisa."Kalau ada suara angin. Tapi aku minta. Waktu itu. Lalu berjaga hingga 22. Terlebih saat bermanis-manis dengan kekasih hatinya. "Ya ." Lola menjelaskan alasannya mendatangi kantor polisi. Sejak kecil. Kalaupun berhalangan hadir. aku percaya.." "Bener nih. Suara angin yang masuk membuat Hannah tak mendengar kedatangannya. honey. Tuan Bonfield masih berada di kamar istrinya. 17 . Tentu saja ia menguncinya. setiap Jumat sore.. seperti biasa Annisa (37 tahun) tak kuasa menghentikan kebiasaan menggaruk kepala jika sedang merasa senang. pasti dia mengontak saya. Ia pun tak ingat lagi. tapi enggak ada yang angkat. Dia 'kan sohibku. artinya pintu belum terkunci. jatuh mengotori meja telepon di rumahnya. sarjana ilmu sosial yang baru saja diwisuda itu menumpahkan kegundahan hatinya. Aku belum cerita ke siapa-siapa.30 Hannah menuruni tangga dan mendapati pintu dalam keadaan tak terkunci. Baru Lola yang tahu. Nada suara lelaki di seberang sana . Padahal. Pukul 22. "Biasanya. Jakarta Timur. Dengan waktu 6 menit yang ia miliki. Pintu dibuka kembali. ADA PEREMPUAN SIMPANAN Tak ada kutu atau ketombe di kulit kepalanya. sebelum itu jangan cerita tentang calon bayi kita pada siapa pun. bulan depan kita bereskan semuanya. Jordi (6 tahun)." "Saat itulah Bonfield melarikan diri dari pintu depan. tidak biasanya dia absen tanpa kabar. Diantar adik laki-lakinya. Beberapa hari kemudian. Tapi sore tadi. Bonfield "memaksa" Hannah agar mengunci pintu depan dahulu.akhirnya merendah. Limamenit sebelum harus mengantar segelas jus jeruk ke atas. kamu enggak marah?" suara Annisa makin manja. ketika pintu depan sudah tak terkunci lagi. meski cuma lewat kabel telepon. Saya sudah berusaha menghubungi handphone-nya dan menelepon rumahnya. sudahlah. kami selalu bertemu di pusat kebugaran. Hilang kontak Lola (24 tahun) yang pertama kali melaporkan hilangnya Annisa pada aparat keamanan. Curhat kamu ke Lola anggap saja kecelakaan. Sedangkan Hannah merasa sudah menguncinya. Namun." (Kisah rekaan/Helen Reilly/Nis) 03. percakapan tadi menjadi percakapan terakhir dua sejoli yang tengah dimabuk cinta itu. Annisa dan anak lelakinya. rambut Annisa memang gampang rontok. "Swear.

sebelum akhirnya memutuskan masuk secara paksa lewat pintu belakang. masing-masing di pusat perdagangan Pasar Baru." "Tidak mungkin. Untungnya. bukan ahli kunci. anak buah Hadi. Jumat malam itu kondisi rumah Annisa memang gelap gulita. pintu depan ternyata tidak terkunci. serta tiga gerai sepatu.." "Anda sempat mampir ke rumah Bu Annisa?" kali ini Asrul Gumara. Tetangganya bilang.. Dalam hati Lola kagum juga pada "tenaga dalam" Asrul. tersenyum geli. "Lihat."Anda sudah menghubungi kerabat Bu Annisa?" tanya Komisaris Polisi (Kompol) Hadi Bhrata. ruang keluarga. Seperti cerita Lola. Mbak Annisa keluar rumah sejak jam dua belasan. "Bagaimana kalau ternyata mereka sedang plesir ke luar kota? Aku bisa dipotong gaji karena merusak pintu. Kapolsektro Pulogadung. Bu Annisa. Annisa cukup populer. Hanya lampu dapur yang tampak menyala. pintunya terpaksa saya rusak. Ada kecemasan luar bisa terpancar dari wajah wanita muda berparas ayu itu. Toyota Kijang berpelat nomor polisi yang dikemudikan Asrul berhenti persis di depan pintu pagar rumah Annisa. yang bertanya. sebelum bubaran salat Jumat. Gelap sekali. Darah di kamar tidur Di lingkungan tempat tinggalnya. Suaminya. Pintu pagarnya tak terkunci. Tapi setahu saya." komentar Asrul setelah menyisir dapur." saran Lola. Wicak Abilawa. duduk tegang di samping reserse Polsektro Pulogadung itu. Lola yang memaksa ikut. Namun terlambat. dia jarang sekali ke sana. dan Mal Metropolitan Bekasi." 18 . dan ruang tamu. Hanya dalam beberapa tendangan. "Itulah. Di antaranya rumah lumayan besar dan asri yang kini ditinggali Annisa bersama Jordi. Asrul berpikir sejenak. akibat kecelakaan pesawat tujuh tahun lalu." elak Lola. yang ikut nimbrung mendengarkan laporan Lola. Lola yang ikut mendengar. memang wiraswastawan sukses yang sayangnya meninggal dunia di usia muda." Hadi dan Asrul menatap Lola sebentar. menurut Lola. Dia dikenal sebagai "janda kaya" yang baik hati dan dermawan. "Mengapa tak memecahkan kaca jendela saja? Tanpa terali dan cukup lebar sebagai jalan masuk. Kaca jendela 'kan lebih mudah diganti dan diperbaiki daripada pintu ya?" Sang detektif telat mikir rupanya. Saya hanya seorang polisi. "Kelihatannya. saya lewat depan rumahnya. Wicak meninggalkan warisan lebih dari cukup untuk menghidupi anak dan istrinya. "Ide kamu bagus juga. "Sebagian besar kerabat Mbak Annisa tinggal di Cibinong. Mal Ciputra. "Maaf. Bu Annisa dan anaknya enggak ada di rumah. sedangkan semua lampu dalam kondisi mati. pintu belakang itu roboh. Meski "Hercules" yang dikagumi itu malah berbalik memuji Lola. Habis maghrib tadi. Lola. braaakkkk! ." desah Asrul pelan. Dari sanalah Asrul dan Lola mengintip ke dalam rumah. Polisi yang satu ini kocak juga.

" "Ada. Saya akan mencoba menghubungi komandan. Sejenak. "Hmm. meja rias dan beragam perlengkapan dandan perempuan yang ada di atasnya tampak berantakan." sebut Bu Fadli." "Menurut kamu. Terlebih jika mereka saling kenal." Lola manggut-manggut. Kalau melihat data. Dia hampir-hampir tak punya musuh di sini. tapi cukup untuk dijadikan barang bukti. tetangga Annisa. "Sepertinya. "Kelihatannya pelaku cukup tenang dan profesional. Hati-hati dengan langkah Lola. ia memiliki banyak piutang." jelas Lola. Benar saja. jarang sekali korban penculikan bisa lepas dengan selamat dari penculiknya. Asrul mengerahkan anak buahnya untuk mengorek informasi dari para tetangga. Wajahnya memutih seputih kapas Diancam pengutang Malam itu juga. selain sampel darah dan kamar yang berantakan. "Oh. Asrul yang diserahi tugas menangani kasus hilangnya Annisa dan Jordi. "Kabarnya. 19 . korban masih hidup?" "Entahlah. "Itu foto Mbak Nisa dan almarhum suaminya. ketika tiba-tiba dicegat Asrul. Pintu itu saya yang mendobrak ketika datang kemari bersama Lola. Cantik juga."Alamak. ada sesuatu yang tidak beres di kamar tidur." timpal Hadi. sehingga bisa kabur tanpa meninggalkan jejak dan sidik jari. mulai mengumpulkan barang bukti hingga fakta yang ditemukan di lapangan. Saya akan nyalakan lampu. "Kami semua sayang padanya. kenapa kita enggak masuk baik-baik lewat pintu depan?" Asrul cengengesan. sembari sesenggukan. mereka menemukan ceceran darah. Kakinya hendak melangkah ke kamar tidur Annisa." Setelah meneliti seluruh isi rumah. Bu?" pancing Asrul. Tak jauh dari tempat tidur. ya. "Sebaiknya kita keluar." tutur sang komandan. Tak banyak. polisi berpakaian preman itu memelototi foto pengantin berukuran besar yang tergantung di dinding. seperti baru saja diamuk gelombang tsunami. Pak?" Lola tampak gugup. Lihat saja. "Bisa antar saya dulu ambil air minum di ruang makan. Itu pintu belakang rusak akibat didobrak. "Sialnya." Dada Lola berdegup kencang. tak ada lagi petunjuk yang dapat kita maksimalkan. Dan. "Pelaku juga pasti dikenal baik oleh korban. tak ada tanda-tanda seseorang masuk rumah secara paksa. Sampel ceceran darah dikirim ke laboratorium kriminal Mabes Polri untuk diteliti lebih lanjut. Dia mengaku sangat kehilangan." lapor Asrul pada Hadi Bhrata." Asrul menuntun Lola keluar kamar.

." 20 . Dugaan penculikan masih diyakininya. ditagih kok marah-marah. Untuk sementara. setelah siangnya. pelakunya pasti memasukkan juga barang-barang lain ke dalam mobil. Saya sendiri tidak melihat langsung kejadiannya. Asrul menerima laporan mobil Annisa ditemukan di kawasan Sukabumi. Jawa Barat.."Betul. sehari setelah hilangnya Annisa dan Jordi. belum jelasnya motif serta ketidakpastian apakah korban sekadar diculik atau telah dibunuh. kadang memang terlalu baik pada siapa saja. Kasihan Jeng Nisa.. "Itulah. menurut Lola. Meski kadang ada juga tetangga yang tak tahu diri.. "Dua kali dia saya maafkan. menirukan cerita Annisa lewat telepon. Baskoro dipecat setelah untuk ketiga kalinya dipergoki menyalahgunakan stok dari gudang tanpa izin. Bu?" "Orang-orang yang bilang. Pak. Jeng Annisa memang tak pernah segan meminjamkan uang pada tetangganya yang sedang mengalami kesusahan. tapi Baskoro memang harus diberi pelajaran. Soalnya. telepon sang "penculik" tak juga datang. Lucu. Kelihatannya baru dicuci. Tapi . Jeng Nisa sempat diancam segala. "Bahkan saat menagih ke Pak Pipin. Kalau saja suaminya masih hidup . jasad Annisa tidak ditemukan dan tak ada barang-barang pribadi Annisa yang hilang. Apalagi kalau bukan tanda tanya! Minimnya jejak pelaku. setelah lewat tiga hari. entah di mana. "Seorang penculik." Asrul menarik pelan-pelan lengannya yang menghangat. Mbak Nisa berada di suatu tempat. "Dan ada satu hal yang belum saya katakan." lapor Sudirja. Semalam saya bermimpi. Sejam kemudian. Tapi maaf yang saya berikan ternyata selalu disalahgunakan. "Kalau memang perampokan." batinnya lagi. untuk apa perampok membawa serta Annisa dan anaknya?" batin Asrul.. Asrul mulai ragu pada teorinya. Lagi pula. "Mobilnya dalam keadaan bersih. Gadis manis itu bercerita. Kecuali pelaku menculik hanya sebagai kedok untuk membunuh korbannya. kecuali sebuah mobil Toyota Kijang terbaru. Mereka seperti minta tolong pada kita." cerita Bu Fadli. dia menganggap kasus ini sebagai penculikan. mantan karyawan gerai sepatunya di Mal Metropolitan. Annisa sempat adu mulut dengan Baskoro. ngutangnya mau." "Diancam bagaimana. bersama Jordi. anak buah Asrul yang khusus dikirim ke Sukabumi. "Saya sebetulnya enggak tega. Sudah bertahun-tahun pinjaman tak juga dikembalikan. Sebenarnya. Mobil dicuci bersih Cuma ada satu tanda di benak Asrul.. Takut kalau-kalau Baskoro melakukan pembalasan. Tapi tempatnya aneh. sekitar sepekan sebelum menghilang. apa pun alasannya. membuat reserse itu pusing tujuh keliling. Namun." Annisa." tutur Lola. saya sudah janji sama Mbak Nisa untuk tidak menceritakan soal ini pada siapa pun. lazimnya minta tebusan. Dering telepon dari Lola membuyarkan lamunan Asrul. selepas bersentuhan dengan punggung tangan Lola. mereka bertemu di sebuah kedai ikan bakar di bilangan Tenda Semanggi. Tapi sepulang dari rumah Pak Pipin. saya lihat mata Jeng Nisa basah. sebelum ditinggalkan begitu saja." Annisa sempat meminta Lola menjemputnya di Mal Metropolitan. tak jauh dari areal persawahan.

dalam sehari.. Mbak Nisa bahkan mengaku sedang mengandung tiga bulan. Mbak Nisa menjalin hubungan dengan seorang lelaki." Kali ini bukan lengan. "Mo ke mana?" "Ke TKP. karena mau bikin kejutan buat keluarga masing-masing." "Gila. akhirnya menemukan orang yang tepat untuk kembali membina rumah tangga. lalu bangkit dari kursi. "Gotcha!" teriaknya tiba-tiba." seru Lola. Tapi saya sendiri belum pernah bertemu pacarnya itu.... "Mereka juga selalu bertemu di sebuah kafe di Tebet. Tom Cruise.. siapa tahu cerita kamu bisa membantu." "O ya?" "He-eh. Mbak Nisa bisa menghubungi nomor 0815xxx sampai sepuluh kali.. cuma saya teman curhat yang dipercaya Mbak Nisa. saya enggak tahu." Lola mulai bercerita. atau Tukul Arwana. Sekarang. Bahkan namanya pun dirahasiakan. Anda merusak pintu belakang.. Apakah mirip Brad Pitt. Setelah bertahun-tahun menjanda. Baru kali ini wajahnya berdekatan dengan wajah Lola." Asrul menghabiskan tetes terakhir jus avokatnya. Kamu tahu letak kafe itu?" 21 . dia bersyukur. surat tagihan telepon seluler. "Terakhir. Dia kelihatan bahagia banget. "Bon-bon kafe." "Itulah lagi. "Setahun terakhir ini." Lola menjawil lengan Asrul.. Mendadak dia seperti mendapat energi tambahan.. Mereka backstreet.."Ayolah. mau dilanjutkan enggak?" "Itulah . Ini pasti nomor telepon pacarnya. Kalau Mbak Nisa tahu . kamu ternyata gampang ngambek. tapi wajah Asrul yang menghangat. merusak pintu-pintu lemari dan laci. he-he-he. Bahkan Jordi sendiri pun belum diberi tahu. Begitu dekat.." "Eeeh ." "Saya ikut!" Petunjuk tagihan "Beberapa hari lalu. karcis parkir ." Asrul tak mempedulikan omelan "partner" bawelnya itu.." "Kamu pernah bertemu lelaki itu?" "Itulah .. "Sampai saat ini.

Apalagi saat ditemui di rumahnya. Mereka saling menyayangi dan sudah sepakat untuk menuju pelaminan. La. "Tinggal menunggu saat yang tepat. agar kami bisa cepat menguhubungi jika ada sesuatu yang perlu dikonfirmasi. 'kan?" Asrul dan Lola saling berpandangan.. Bu Annisa sedang hamil?" pancing Asrul. Kayaknya mereka join-an. Terpaksa." tegas Niken. bukan kamu!" Selalu mesra Menyimak curhat Annisa kepada Lola. nomor ini betul-betul nomor telepon pacarnya Bu Annisa. Tondi terus terang mengakui kedekatannya dengan Annisa. tapi tidak pernah dijawab. Jawaban apa yang mesti diberikan? "Saya juga berharap begitu. memelototi acara teve yang selama ini paling dibencinya. Dia juga mengaku beberapa kali menghubungi handphone dan telepon rumah Annisa." ujar Lola." "Dia terlibat?" "Entahlah. dia shock mendengar Annisa hilang. "Anda tahu. dalam keadaan sehat walafiat. saya sarankan Anda tidak bepergian jauh untuk sementara waktu. Pemiliknya mantan kakak-kakak kelas saya di kampus dulu.. polisi segera menemukan Annisa dan Jordi. Di ruang tamu." tutur Asrul. karena saluran lainnya menyiarkan acara yang tak kalah menyebalkan. Kawan-kawan Lola yang mengelola Kafe Sentani di bilangan Tebet. Kita harus pastikan dulu. Tempatnya asyik." "Kita jemput dia sekarang?" "Lola . mestinya tak patut mencurigai Tondi. Saya sangat berharap. Mereka masih hidup. "Mereka memang sering banget ke sini. Tapi. gitu. dua-duanya terletak di Tebet. Mas. Hampir setengah jam berlalu. telenovela. 22 . pasti dong. Saya memang pernah mengajak Mbak Nisa ke sana. kadang-kadang. Malah. "Ya. salah satu anggota kongsi Sentani. Mereka berdua bagian dari masa depan saya. Kelihatannya. Gimana. juga berbicara tentang hal yang sama. menutup pembicaraan. gue ama tementemen iri ngeliat kemesraan mereka." Lola memecah kebuntuan. saya polisinya. "Baiklah. Kami bahkan hendak mematangkan rencana pernikahan bulan depan. Tondi Lelono. "Namanya Lelono." Lola duduk di ruang keluarga rumah Annisa. Dia punya toko bahan-bahan bangunan dan gerai LPG yang lumayan laris. Tapi gue enggak pernah ngeliat mereka bertengkar. gitu. Tondi jelas tak lebih miskin dari Annisa. Asrul sibuk dengan telepon selulernya. kami permisi dulu."Tahu banget. menirukan ucapan Annisa. Motif "harta" juga tak masuk dalam hitungan Asrul. Kita ke sana?" "Sabar dong.

Jadi. mobil Mbak Nisa." "Not bad. sedangkan Baskoro masih dicari keberadaannya. kadang kepalanya menggeleng. akhirnya berinisiatif membuka percakapan. pasti punya masalah pribadi dengan korban. Lola. dikemudikan sendiri oleh pemiliknya. Pelakunya kenal baik dengan Mbak Nisa. Hanya satu hal yang mulai diyakini Asrul. Di perjalanan Asrul lebih banyak berbicara dengan pikirannya sendiri. yang keluar masuk rumah sejak pagi sampai siang." "Teorimu boleh juga. begitu pun Jordi yang ikut menyaksikan peristiwa itu. 23 . "Hai. mereka tak sedikit pun menaruh curiga. Bu Fadli dan tetangga lainnya mengaku tidak melihat dengan jelas siapa sopirnya. mayatnya dikuburkan di sebuah tempat. saya detektifnya. atau Baskoro. 'kan? Makanya. 'kan?" Asrul mati kutu. Di rumah. tepat seminggu sejak hilangnya Annisa dan Jordi. Mbak Nisa dibunuh. Ya. La. siapa pun pelakunya. Kamu cuma penumpang gelap. Mbak Annisa 'kan tak punya banyak musuh. Eh. kini lenyap bak ditelan bumi. Lola yang bosan diperlakukan seperti patung. jika bukan Tondi. Komandan!" Teguran karyawan Jumat pagi." "Jadi. Apa kabar?" sapa Asrul. begitu Lola tiba-tiba muncul di depan mejanya. siap. "Besok kamu istirahat saja di rumah. tapi bujangan satu ini sering tak berkutik jika berdebat dengan perempuan yang satu ini. Ini kasus serius. mereka terlibat pertengkaran." "Oke. mantan karyawan yang dipecat beberapa hari lalu. Terus?" "Para tetangga mengira. apa rencana kita sekarang?" "Kita? Sekali lagi. Anak muda itu seperti tahu bakal bermasalah dengan pihak kepolisian. Lalu untuk menghilangkan jejak. pelakunya tentu Pak Pipin. lalu ke rumah dengan mobil yang sama. Badannya boleh sekuat Herkules. Pak Pipin punya alibi sangat kuat dari istri dan anak-anaknya. Merekalah yang dalam seminggu terakhir bermasalah dengan Annisa. "Saya punya firasat. Mereka bertemu di satu tempat. yakni kecil kemungkinan menemukan Annisa dan Jordi dalam keadaan selamat.Tondi mengantar Asrul dan Lola sampai pintu pagar. Kadang dahinya berkerut. enggak usah ikut wara-wiri." "Saya benar-benar enggak boleh ikut?" "Ini bukan tugas kampus." "Penumpang gelap yang cantik. Ini bukan penculikan murni. Asrul masih belum menemukan simpul yang menghubungkan hilangnya janda kaya dan anaknya itu dengan sejumlah orang yang dicurigai.

Mabes Polri juga menemukan." "Bapak tahu siapa penumpang di kursi belakang itu?" "Tidak. sehingga berkali-kali memukul wajah Annisa sampai hidung dan mulutnya mengeluarkan darah. matanya merah. Asrul dan Lola sepakat bertemu di sebuah kafe di bilangan Jln. "Tondi mengaku membunuh Annisa dan Jordi. Mungkin sekitar lima menit. "Tapi entah mengapa." jelas Zakaria lancar. ya berhenti saja. Jakarta. Annisa hendak membatalkan rencana pernikahan setelah tahu. Dia lalu mencekik Annisa sampai mati lemas. Tondi membunuhnya dengan cara yang sama. Saat itu. kalau diminta berhenti. tanpa alasan jelas." Seketika dada Asrul lega. yang telah bekerja di gerai LPG selama delapan tahun itu. "Saya membawa saksi penting. Tangerang. Di puncak kemarahannya. lalu dikuburkan di sebuah kebun kosong milik Tondi. kios sedang sepi. di daerah Pamulang. Dia kesal. Terlebih setelah lelaki berusia 49 tahun. di sudut ruangan. Jadi. Mulutnya komat-kamit berdoa. Kursi belakang 'kan sempit?" Zakaria menirukan tegurannya saat itu. agar arwah Annisa dan Jordi mendapat tempat yang layak di sisi-Nya. sebagian besar karyawan sedang salat Jumat. menyambut malam minggu yang indah." "Berapa lama Pak Tondi mampir di kios LPG?" "Sebentar. Langit cerah. Pak. Lola tersedu-sedan. saya hanya sekadar bertanya. yang lebih membuat Asrul kaget adalah pengakuan jujur Zakaria. mengaku beberapa hari lalu dipecat Tondi. Pak Tondi tampaknya kurang senang. Untuk menghilangkan jejak. sampel darah di TKP positif milik Annisa dan Jordi. kok." Dari hasil tes labkrim terhadap sampel darah di TKP dan di jenazah korban yang diotopsi setelah digali kembali dari pemakaman.Yang disapa tampak tegang." Asrul jadi ikut-ikutan tegang. Namun. Besoknya. bahwa bosnya itu kelihatan kurang suka ketika dia bertanya soal perempuan muda dan anak lelaki yang "tertidur" di kursi belakang Toyota Kijang berkaca gelap. Tondi akhirnya lupa diri. namanya Pak Zakaria. "Sebagai orangtua. Mereka hendak makan minum untuk merayakan terbongkarnya kasus pembunuhan Annisa dan Jordi. saya diminta pulang ke Sukabumi. buta huruf lagi. Dia cuma berganti kaus. mengapa tamunya tidak tidur di kursi depan atau belakang saja. Tondi ternyata memiliki wanita simpanan lain yang juga tengah hamil. Jend. Toh Pak Tondi memberi pesangon lumayan. kedua mayat itu diangkut dengan Toyota Kijang milik Annisa. "Saya hanya orang bodoh. 24 ." "Bagaimana dengan Jordi. Sebaliknya. Sudirman." "Jordi masuk ke kamar pada saat yang salah. Dikubur di tanah kosong Sabtu sore.

saya memutuskan mengamati gerai LPG Tondi. giliran aku bertanya.Lola tak dapat menahan sedihnya." "Atau istri detektif?" Ah. Satu lemari kaca berukuran sedang diletakkan merapat ke dinding. kini ada dua wajah yang bersemu merah. Arsip yang tampak mulai lusuh itu berisikan catatan-catatan penyelidikan pembunuhan. Andrea. di sela-sela tugas rutinnya. sang detektif muda bak tak kenal lelah itu menekuni fakta demi fakta dari setiap laporan yang dibacanya. sebuah kasus pembunuhan keji yang terjadi sepuluh tahun lalu. Kasus yang benarbenar menguras energi para detektif sejawatnya di wilayah kepolisian kawasan Jerman bagian selatan. Terus membaca dan menganalisis. Semuanya hanya memuat satu kasus yang masih misterius. ada karyawan yang baru saja dipecat tanpa alasan jelas. Matanya mencoba menelusuri celah-celah dari penyelidikan. Kala itu. Munich misalnya. bersebelahan dengan dua filing cabinet di sisinya. ruangan itu terasa semakin sesak oleh tumpukan arsip di atas meja. keterangan saksi. sehari setelah Mbak Nisa menghilang. Dusch sendiri yang minta ditugasi menuntaskan X-file itu. untuk mendapatkan kemungkinan adanya sesuatu yang terlewatkan dari para penyelidik sebelumnya Rencana ke Munich Satu hari di penghujung 1992 mungkin merupakan hari yang tidak akan pernah dilupakan Dietmar U. Dari sana saya tahu. "Sekarang. Sebuah meja kerja mendominasi bagian tengah ruangan. pemuda asal Munich ini menjemput kekasihnya. sepanjang hidupnya." "Lola. sekitar pukul 14." "Kamu mengejar Pak Zakaria sampai Sukabumi?" "Feeling hampir selalu benar.Di mana kamu kenal Pak Zakaria?" Mata cantik Lola sedikit terangkat. Bahkan sempat ikut merepotkan polisi di kota-kota besar lain. Sejak saat itu. termasuk foto-foto korban.00. hasil tes laboratorium. JEJAK PORSCHE YANG MENGECOH Ruang kerja Komisaris Bert Dusch di salah satu sudut kantor kepolisian Kota Tuebingen tidaklah terlalu besar. Beberapa pekan terakhir. Ukurannya sama seperti ruang kerja penyelidik kepolisian di Jerman pada umumnya. yaitu pembunuhan Andrea Bergmeir. kamu memang berbakat jadi detektif. Dusch memang baru saja mendapat "warisan". (Kisah rekaan/Muhammad Sulhi) 04. Mengamati lembar demi lembar setiap foto." cetusnya dalam hati. "Saat Mas menyelidiki Pak Pipin dan Baskoro. 25 . di apartemennya di Tuebingen. dan belum terpecahkan hingga kini. "Kalau saja aku bisa memecahkan teka-teki ini. seperti laporan dari TKP.

Namun. hampir tidak ada bukti-bukti yang mengindikasikan siapa pelaku kejahatan biadab itu. Pintu pun tidak tampak dijebol. Bajunya terbuka di beberapa bagian. Apalagi sebelumnya mereka sudah berjanji untuk bertemu. "Atas dasar apa kami harus mempercayai keterangan Anda?" potong seorang detektif. sama sekali tak mungkin. Polisi mengembangkan dugaan. saya memang tidak melakukannya. Polisi berharap. Meski masih dirundung sedih. Penyelidik juga menanyai kenalan-kenalan Andrea dan Dietmar di Munich. polisi juga menahan seorang pemuda berusia 22 tahun. Saya sangat mencintainya. Berjam-jam Dietmar harus menjawab pertanyaan para detektif dengan pola pertanyaan yang nyaris selalu berulang. Andrea sebenarnya sudah berencana pindah ke Munich. polisi menemukan sebilah pisau di sakunya. "Tak mungkin.Pasangan muda yang tengah dimabuk cinta itu sudah janjian akan merayakan malam tahun baru bersama di pondokan teman mereka di Danau Starnberg. ]"Sebab. Selain memeriksa Dietmar. Dietmar juga bercerita. 26 . seperti pemandangan yang lazim ditemui di rumah pemotongan hewan. tak tahu harus berbuat apa. begitu mendapati kekasihnya sudah menjadi mayat. Mereka langsung melakukan proses pemeriksaan awal dan mengamankan tempat itu dari kerumunan orang banyak dengan menempatkan garis polisi. ia begitu terkejut dan sejenak terbengong. Tidak mungkin Andrea pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan. korban tampaknya juga diperkosa secara brutal. seandainya saja pasangan itu telah bertengkar. Ini terlihat dari beberapa goresan benda tajam di tangannya. Kondisi Andrea sangat mengenaskan. Namun." tegas Dietmar dengan mata nanar. selain dibunuh. tak pelak Dietmar adalah orang pertama yang dicurigai. Lehernya nyaris putus akibat sayatan benda tajam. Dietmar terlihat terduduk lesu sembari menangis di salah satu sudut apartemen. Bahkan kuku jarinya ikut diperiksa. Tak ada kerusakan di sekitar TKP. Pemeriksaan memang berjalan sangat menjemukan. Darahnya menggenang di lantai. Dietmar tak mendapat kesulitan masuk. Dietmar tidak menaruh curiga atau membayangkan sesuatu bakal terjadi terhadap pacarnya. Sayang. Andrea diduga melakukan perlawanan keras. Sesampainya di apartemen Andrea. rencana besarnya itu keburu gagal karena kejadian mengerikan ini. bajunya ternyata penuh dengan noda-noda mirip dengan noda darah. yang tampak mulai kesal. Pemuda ini dicurigai karena berkeliaran di sekitar TKP dan saat digeledah. salah satu pulau terbesar di Canary Island. Awam sekalipun akan mudah menebak. Dietmar tidak konsisten dan membuka kebohongannya. karena tiga hari sebelumnya mereka baru saja berlibur di Teneriffa. Karena sudah sering berkunjung ke tempat itu. Sebelum tewas. Dugaan yang sebenarnya tidak begitu kuat. Keterangan mereka rata-rata membenarkan pengakuan Dietmar. bernama Oliver Zelt. hanya berselang 40 menit sejak penemuan mayat. ketika polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). saat ketukannya berkali-kali tidak mendapat jawaban dari sang empunya apartemen. ia mulai bertanyatanya dan khawatir. Yang membuat polisi setempat lebih curiga." balas Dietmar. Sialnya. Tidak pernah ia mendapat sambutan sedingin ini. Hubungan kami selama ini baik-baik saja.

Warna mobilnya cokelat tua. karena kebetulan berada di sekitar apartemen Andrea. bahwa di 27 . keberadaan mobil mewah bikinan Jerman itu tampaknya akan menjadi kunci penyelidikan. meski ada kesimpangsiuran soal warnanya. Sampai saat itu. Tetangga di sekitar pun ditanyai. karena . Zelt yang memang suka membawa pisau ke manamana sedang apes. Karena kesenangannya berolahraga. Seorang pengunjung di Pegasus juga ingat. Sebuah keyakinan yang sangat beralasan. Para saksi yang sempat memberi keterangan pada polisi setidaknya membenarkan keberadaan mobil itu di sekitar Nehren pada hari pembunuhan. Catnya putih dengan nomor polisi Munich. karena ia sering joging di kawasan sekitar tempat tinggalnya di daerah Nehren. saya yakin sekali itu Porsche 944. sudah ada sekitar 31 petunjuk yang mengarah ke mobil itu. Polisi berusaha mengembangkan informasi ini.Zelt memang sempat diinterogasi. tapi hanya sekitar tujuh jam. salah seorang tetangga mengaku. Para detektif saat itu yakin sekali. Noda-noda di baju. Andrea juga doyan berolahraga. ternyata hanyalah kotoran bekas tanah." jelas si penjaga kafetaria yang enggan disebut namanya. di dalam sebuah Porsche 911 berwarna hitam dengan pelat nomor Munich. pada malam peristiwa itu ia sepertinya melihat sebuah Porsche diparkir di depan klub kebugaran.seperti dituturkan juga oleh Dietmar . ketika keduanya bertemu di Munich. kalau-kalau ada yang mendapat kunjungan seseorang bermobil Porsche.dalam waktu dekat Andrea berencana pindah ke kota tempat tinggal kekasihnya itu. Ketika polisi menyebarkan perintah penyelidikan terhadap mobil Porsche. Namun. "Porsche 944. Tiba-tiba saja. hubungan kedua sejoli itu baik-baik saja. Andrea juga menjadi anggota klub kebugaran Pegasus. Andrea Bergmeir dikenang oleh para tetangganya sebagai perempuan baik-baik dan tidak pernah berbuat macam-macam. Satu lagi yang diingat para tetangga. Perempuan yang bekerja sebagai arsitek itu sudah berhubungan dengan Dietmar setahun lebih. Malah kelihatannya sudah menjurus ke arah yang lebih serius. Perempuan yang kebetulan juga kenal dengan Andrea itu begitu yakin bercerita tentang ciri-ciri mobil itu. mengaku pernah melihat sebuah Porsche diparkir di depan klub kebugaran pada malam pembunuhan. Beberapa orang mengaku mengenal Andrea dengan baik. Munich. Jejak Porsche Selain berpenampilan menarik. yang diduga polisi sebagai noda darah itu. yaitu rekan kerja Andrea. "Kami tidak menyangka. tiba-tiba banyak orang yang menyatakan "pernah melihatnya". polisi menemukan informasi tentang keberadaan mobil Porsche. karena ia sempat melewatinya. pernah melihat rekannya itu di Tuebingen. Tepatnya sejak November 1991. sebelum akhirnya dibebaskan. Bahkan salah satu saksi terkuat. khususnya yang berasal dari Munich. Seorang perempuan penjaga kafetaria. tak ada yang mau membuka mulut. Setelah itu. Sebuah petunjuk yang kemudian menjadi rangkaian besar pada kasus ini. misalnya. banyak orang merasa pernah melihat Andrea dan mobil mewah itu di manamana. Sepengetahuan teman-temannya. tak jauh dari tempat tinggalnya. Dari tempat itu pula. pada awal Desember melihat Andrea turun dari sebuah Porsche berpelat nomor Munich.

Sampai Januari 1999. mereka tak segansegan melakukan tes DNA dari sampel darah. Jika mendapati hal-hal yang mencurigakan atau muncul keraguan. Dengan jumlah saksi mencapai ribuan orang.000 orang diperiksa alibinya. ia sebenarnya tidak memiliki Porsche. polisi bertekad menanyakan alibi setiap pemiliknya satu per satu. sebuah pekerjaan besar! Tolak periksa DNA Niat polisi untuk membongkar kasus Andrea memang begitu besar. Sementara di mata Oliver sendiri. Tak seorang pun berani mengecam komisaris yang telah kehabisan akal itu. dan dia bilang. Hasilnya." kata Wolfgang Wenzel.664 pemilik Porsche. dengan perasaan kecewa. orang-orang yang dicurigai pun banyak yang berasal dari kalangan atas. Seorang pakar kendaraan dari Munich bahkan menolak diperiksa. tindakan itu sungguh menggelikan. Dalam vonisnya. Kepala Komisaris Kriminalitas Tuebingen memutuskan untuk menutup kasus itu. Saat itu tes DNA melalui air liur belum dilakukan. Belum termasuk map-map lain yang berisi catatan jejak-jejak tersangka pembunuh. setiap pemilik Porsche di Munich tak luput dari pemeriksaan. tindakan polisi terhadap Oliver dirasa keterlaluan. Schauffer didatangi polisi. Buat sebagian orang. sedikitnya ada sekitar 3. yang mengaku pernah melihat adanya hubungan khusus antara Andrea dengan tokoh politik itu pada suatu pameran di Kota Hannover. 'Oliver itu kewajibanmu sebagai warga negara'. pengadilan pusat menyatakan polisi tidak berhak melakukan analisis DNA dalam kondisi kecurigaan sekecil apa pun. juru bicara kepolisian dalam pernyataannya. Orang penting lain yang tak luput dari pemeriksaan adalah mantan Menteri Perhubungan negara bagian Baden-Wuerttemberg. 28 . Pasalnya. Merasa "kesaksian" si mobil Porsche amat sangat dibutuhkan. Walter Sattler. bintang film Claude-Oliver Rudolph.114 tes darah dan hampir 4. sambil tertawa-tawa. Salah satunya. Karena belakangan ketahuan. telah dilakukan sebanyak 1. "Saat saya dipanggil pihak penyelidik. tapi Ferrari. tak kurang dari 900 pemilik Porsche menjalani tes darah. Tentu saja. yang sering berperan antagonis dalam film-film kriminal. Karena Porsche tergolong kendaraan mewah yang hanya dimiliki kalangan tertentu. karena laporan seorang teman pria Andrea. bahkan melakukan naik banding ke pengadilan pusat untuk menghindari tes darah yang diminta pengadilan Kota Tuebingen. kalau tak mau dibilang sangat lucu.kota itu (Munich) ternyata ada banyak sekali mobil Porsche. Pengacara sang pakar. Di mana dan apa yang mereka lakukan pada saat peristiwa pembunuhan. mereka yang hendak mengecam juga ikut habis akal. Pada 22 Januari 1999. polisi kembali mengembangkan informasi tentang Porsche. Menurut data yang diperoleh dari Departemen Transportasi Jerman diketahui. jika ditumpuk dapat mencapai sepuluh map tebalnya. Ia tidak melihat adanya alasan harus dilibatkan dalam masalah itu." kata bintang film itu kepada wartawan. Tanpa pandang bulu. Tapi semua itu ternyata belum cukup. Arsip-arsip penyelidikan. Tindakan polisi yang berlebihan itu tak pelak mendapat reaksi keras dari masyarakat. termasuk sejumlah selebriti. Buktinya. Dari rangkuman keterangan para saksi mata. kasus Andrea begitu menyita energi polisi. Herman Schauffler. saya langsung menelepon pengacara saya.

" Saat berbicara dengan Dusch. pintu apartemen Andrea ternyata tidak dijebol. "Baik. kesabaran Dusch belakangan berbuah manis. "Dia pribadi yang baik dan menarik. Tak sedikit pun perasaan waswas terlihat di wajahnya. seperti pemeriksaan air liur ini." kata Juergen." kata Juergen. "Ya. Sebenarnya. tak lama setelah keduanya mulai membuka pembicaraan sembari duduk di teras. "Apakah Anda bersedia menjalani tes air liur untuk kepentingan pemeriksaan DNA?" tanya Dusch. Ia cukup patuh melakukan semua proses pemeriksaan yang diminta Dusch. tampaknya sepakbola. Untuk membantu membongkar jalan buntu. Dusch sedikit bergetar. Anda tahu kami melakukan tes seperti ini kepada semua orang. Di situ antara lain disebutkan. Bisa jadi Andrea mengenal pembunuhnya. Saat itu. pemilik pernah memberikan kunci kepada wanita bernama Ute M. cocok dengan DNA tersangka." lanjut pria yang sudah tidak bekerja ini. yang bekerja seminggu sekali. Dari catatan ia menemukan fakta." Dusch berkata apa adanya. tentu saja saya ingat kasus Andrea Bergmeir. Apalagi peluang keberhasilan tes itu adalah satu dibanding lima miliar! Tanpa banyak membuang waktu. tapi tetap terlihat bersih. si pembunuh dipastikan orang yang memiliki kunci apartemen. malam itu juga Juergen ditangkap 29 . Jika tidak.Petunjuk air liur Kini. yang terletak di pinggiran kota. Ute sedang tidak berada di rumah. "Saya mengenalnya karena sering membantu Ute. Ia disambut baik oleh Juergen. pada saat pembunuhan. Suara televisi dari ruang tengah yang menyiarkan siaran olahraga. terdengar keras. Dusch melangkahkan kakinya ke rumah Ute M. Hasil tes air liur Juergen sungguh di luar dugaan. Kantor polisi Tuebingen resmi mendapat pemberitahuan. Dusch akhirnya menemukan titik terang kasus Andrea. suami Ute. Juergen tampak begitu tenang. ia memang bermaksud memanfaatkan teknologi terkini. Mirip orang menemukan jarum yang terselip di antara tumpukan jerami selama sepuluh tahun. Sudah ribuan tes dilakukan. sambil mengisap rokoknya kembali. Dusch mendapat kabar yang diimpiimpikannya selama ini. Dusch sendiri sebenarnya tidak berharap banyak pada tes-tes seperti itu. tumpukan arsip-arsip lama itu berdiri tegak di depan Dusch. Siapa tahu. Namun. dengan sebatang rokok tak henti-hentinya bermain-main di tangan.. tapi tetap saja tidak menghasilkan apa-apa. Di alamat yang ditunjuk Dusch. Perasaannya saat itu betul-betul tak keruan. hasil tes air liur terhadap Juergen ternyata identik dengan "jejak pembunuh" dengan rekomendasi "sangat mungkin!" Mendengar berita itu. bergaya kuno dengan cat tembok yang sudah kusam. Juergen lalu melakukan tes air liur secara suka rela. "Apakah saya dicurigai?" "Oh. Rumah itu tampak sangat sederhana. Tugas saya membersihkan tangga. seorang petugas kebersihan tangga apartemen. Tanggal 8 Juli 2002. Setelah berminggu-minggu mengencani kertas-kertas berdebu itu. ini hanya prosedur saja. April 2002.. dalam arsip termuat juga catatan pemeriksaan polisi terhadap pemilik apartemen.

Di ruang pengadilan. Versi mana yang lebih mendekati kejadian sebenarnya. Terpaksa saya membunuhnya. "Saya tidak yakin. Pak Hakim. entah apa alasannya. "Saya sudah tidak punya selera makan lagi. "Apalagi saat itu Andrea terus mengancam. berita penahanan Juergen telah menjadi berita besar di Jerman! Hilang nafsu makan Bulan Mei 2003. itulah kisah yang dipercayai pengadilan Tuebigen. cuma karena para detektif sangat terpengaruh oleh cerita tentang pengendara Porsche misterius. Lelaki pensiunan itu rupanya sangat terpukul. tanpa pemeriksaan yang berbelit." Komentar yang baru terbukti sepuluh tahun kemudian. Perempuan berusia 54 tahun itu adalah Christel Bergmeir. Andrea hendak membeberkan semua perbuatan mereka kepada Ute. Selama bertahuntahun ia luput dari penyelidikan polisi. Suatu hari. terdakwa sempat berkomentar saat media massa gencar memberitakan soal pembunuhan Andrea. pembunuh yang sukses buron selama bertahun-tahun itu mengakui perbuatannya. seorang wanita duduk memperhatikannya dengan berurai air mata. Ketika Dusch masih tak percaya pada apa yang terjadi. Persidangan itu mendapat perhatian besar dari media cetak maupun elektronik. yang langsung diterima tanpa mengajukan banding. Inilah saatnya menyaksikan sang pembunuh yang sebenarnya. pembunuh Andrea bukanlah pengendara Porsche. yang ingin sekali melihat langsung wajah pembunuh anaknya. tapi hanyalah seorang pemilik VW Golf. Tentu saja Juergen panik. Tak jauh dari posisi Juergen. Teman-teman Juergen bahkan ingat. Sebuah cerita yang aneh. kasus Juergen mulai disidangkan di pengadilan Kota Tuebingen.(Kisah Nyata/Philipp Mausshardt/Marina/Tj) 30 . Apalagi harus saya akui. Dia menatap dalam-dalam tubuh kurus kering yang selalu memalingkan muka saat ditatap itu. Bahkan kemudian terjadi hubungan gelap antar keduanya. kalau pembunuhnya menggunakan Porsche. setelah perkenalan itu. tentu hanya Juergen yang tahu. Hari itu saya benar-benar kehilangan akal. saya tentu tidak bisa menolak. Hakim juga sempat prihatin melihat kondisinya. Gadis muda itu digambarkannya sebagai perempuan haus seks. Dia nyaris tidak makan apa pun sejak masuk bui. lalu memperkosa Andrea. Maklum. Berat badannya susut sampai tinggal 41 kg. Beruntung Dusch akhirnya dapat membuktikan." cerita Juergen perihal awal hubungannya dengan Andrea. Cerita yang membuat Juergen hanya dijatuhi hukuman penjara 11 tahun. Juergen yang kini berusia 44 tahun terlihat jauh lebih kurus dibandingkan dengan sebelum ditangkap. sosok pembunuh keji yang selama ini dicari bisa disaksikan dengan jelas. selalu ingin melakukan hubungan intim dengan lelaki mana pun." tutur Juergen sambil berlinang air mata. keduanya jadi sering bertemu. bahkan telanjur dicurigai secara tak resmi. Sebagai lelaki." Masih menurut Juergen. "Dia yang mengajak berkenalan. Namun. dia cantik dan menarik. "Dia yang memulainya. selama ini pers juga ikut berspekulasi tentang kemungkinan pembunuh Andrea. Hakim mengesampingkan cerita versi lain yang berkembang di luar pengadilan bahwa pria itu diduga menyelinap masuk.tanpa perlawanan berarti. sehingga beberapa sempat diisukan terlibat." katanya singkat. Esok harinya.

dua detektif nyentrik dari Kantor Kepolisian Amsterdam merasa sudah saatnya pulang. Di satu sisi. karena daya terjang pelurunya mencapai 200 m." "Memangnya orang enggak boleh berubah?" sahut Grijpstra." cerita de Gier. Anda marah-marah kalau aku ngebut. "Jane?" komentar Grijpstra." "Enggak juga. Namun. tapi juga teriakan suara perempuan. mau ke mana kita?" tanya Grijpstra. "Omong-omong. seorang polisi wanita berparas ayu. mereka berpapasan dengan beberapa polisi berseragam. 31 . nomor polisi mobil tak sempat dicatat. Keluar lift. Namun. Dua belas bulan gaji Ouborg adalah wilayah eksklusif di bagian selatan Amsterdam." sungut de Gier beulang-ulang." komentar Grijpstra. mereka memberi isyarat agar de Gier meminggirkan mobil. "Pistolnya kegedean. Grijpstra langsung meraih mantelnya. Biasanya. mandi air hangat sembari memijat-mijat tengkuknya sendiri." de Gier membuka pintu. JEBAKAN BUAT PANGERAN HITAM Hari tengah beranjak malam. sembari tergesagesa masuk lift. Pistol baru mereka. "Cuekin aja. De Gier melirik speedometer." omel de Gier. sedetik setelah pantatnya menempel di jok mobil. Sayang." "Memangnya kamu sudah kenal lama. lebih ringan dan lebih canggih. Seperti biasanya. "Hai." jawab de Gier pendek. "Baru" 100 km per jam! "He-he-he. ukurannya itu lo. "Ouborg. Ketiakku sampai sakit. dan mempersilakan Grijpstra masuk ke dalam mobil. Jane. Aduhai sedapnya. Lalu sebuah mobil mewah warna perak kabur dari rumah tetangganya itu. "Kita bukannya polisi patroli jalan raya yang memamerkan senjata di pinggang. Tak heran kalau sejurus kemudian. "Seorang ibu mendengar suara tembakan dari rumah tetangganya." balas de Gier." sapa sang polwan. tiba-tiba telepon di meja de Gier berdering tiga kali. Tak ada kata lain. "Ibu tadi bilang. Sersan Rinus de Gier dan Ajun Komisaris Henk Grijpstra." kata de Gier pelan. lebih besar dari pistol sebelumnya. yang gemar memacu mobil seperti pengebut jalanan.05. setelah sang polwan berlalu. ia bukan hanya mendengar suara letusan senjata api. Sementara de Gier langsung sibuk mengenakan tempat sarung pistol barunya. karena pikirannya masih tertanam pada Jane. Enggak salah nih. dari kaca spion tiba-tiba terlihat sebuah mobil patroli polisi. Salah satunya. Grijpstra memandangi mitranya sambil tersenyum. Rinus. "Hai juga. "He-eh. Walther P-5. Apa ada yang salah? Namanya bagus 'kan? Orangnya juga baik. memang punya plus-minus. Tapi detektif yang justru harus menyembunyikan pistol.

sedikit kesal karena perjalanannya terhambat. sekarang mereka sudah nongkrong di depan kita. Ya pistol. sama-sama bikin masalah!" "Ho-ho-ho. Detektif. tak jauh dari TKP. boleh kami ikut jalan-jalan?" seru salah satu dari dua polisi yang ada di mobil patroli. tak akan bisa menghindar dari mobil-mobil patroli keluaran terbaru. "Kamu benar. Gier." terdengar komentar salah seorang polisi berseragam. Kedua. "Salut. Lihat saja." teriak polisi berseragam satunya lagi. "Aku rasa. wanita yang kita temukan sudah benar-benar dalam keadaan meninggal. "Apa?" seru de Gier kaget. Anda pasti tahu. Berbusana minim dan wajahnya belepotan darah diterjang peluru. percuma. kita butuh surat perintah untuk masuk ke dalam." sang Ajun Komisaris terus ngoceh. Pakai yang ini saja. harga lukisan ini mungkin setara dengan dua belas bulan gaji kita di kepolisian. Kelihatannya. Pemilik rumah ini punya lukisan karya Edward Hopper. Lihat. tindakan kita ini ilegal. korban kelihatannya sempat pesta minuman keras dan obat-obatan. Sementara Grijpstra terus berkeliling ruangan. Bukan bunuh diri "Sudah dapat informasi?" tanya Grijpstra. Sesampai di Ouborg."Lo kok malah berhenti?" protesnya kemudian." pekik Grijpstra begitu masuk kamar. Masih ada gelas dan botol minuman di sini. seorang wanita setengah baya tampak melambai-lambaikan tangan pada mereka. ia wanita yang tadi menelepon de Gier. "Heh. tangannya masih memegang pistol. Kamu tahu. Peralatan modern biasanya terbuat dari plastik ringan. Tak juga dua polisi berseragam yang tampak menyibukkan diri dengan menelepon nomor darurat markas besar mereka. begitu tahu kendaraan yang hendak mereka tilang berisi dua detektif bengal. kuno tapi dijamin manjur." Grijpstra menarik napas panjang. sepertinya bunuh diri. rombongan polisi itu segera memeriksa keadaan di sekitar rumah besar. pelukis terkenal Amerika itu. Rumah ini pun harganya pasti miliaran. "Jane. dokter belum bisa memastikan penyebab kematiannya 32 . Setelah bertukar cakap sebentar. Tapi kalian malah omong soal surat perintah. Seorang perempuan tergeletak tak berdaya di tempat tidur. "Ini 'kan mobil tua. ya mobil. yang menjadi sumber suara letusan. seraya memungut batu sebesar kepalan tangan dari taman. Ya ampun. tiga jam kemudian. kenapa tidak?" balas de Gier. mengapa minum-minum dengan hanya berbusana minim?" Semua menoleh. mana mungkin bisa memecahkan kaca." anjur Grijpstra. Tapi sebelum bunuh diri. "Lagi-lagi teknologi modern. sambil memukul-mukulkan popor pistolnya pada kaca jendela." umpat de Gier. Tapi. "Idiot. Secepat apa pun dibawa ngebut. "Pertama. "Ia mirip banget dengan Jane. tapi tak ada yang menjawab pertanyaan Grijpstra. "Asal kalian tidak ribut dan menambah masalah.

Waver kaya bukan main. tangan korban dalam kondisi bersih." "Kelihatannya begitu. "Kalau ia sendiri yang menarik picunya. tak ada sama sekali sidik jari pembunuhnya. Ajun Grijpstra?" "Ke cafe. Apalagi membawanya masuk bui. Grijpstra yakin. Ketiga. Sayang. "Ke mana kita sekarang. "Sebelum mati. dan pelumas pistol pasti bercampur jadi satu. Grijpstra dan de Gier sudah berada di ruang autopsi. atau akuntan (profesi-profesi "basah" di Belanda). "Ajun Komisaris. Kita perlu sedikit menenggak gin dan mengisap rokok hitam. Waver selalu lolos. pacar anyar Waver itulah yang baru saja mereka temukan tak bernyawa dalam keadaan berbusana minim. Sedangkan rumah yang kita datangi tadi milik pacarnya. menimbulkan jejak di telapak tangan. Sedangkan Grijpstra menguatkan diri. harga rumahnya setara dengan 20 tahun gajiku di kepolisian. Padahal. karena ia pandai memanipulasi pembukuan dan melenyapkan barang bukti. beberapa hari terakhir. pistol terselip di tangan kanannya." lagi-lagi Grijpstra mengeluarkan "data statistik" yang tak terlalu dibutuhkan rekannya. seorang mantan model." "Omong-omong. siapa nama korban?" "Cora. De Gier yang tidak tahan menyaksikan "adegan mengerikan" di meja bedah memilih jalan-jalan di luar rumah sakit. polisi juga tahu. dokter gigi. belum pernah ada borgol polisi yang berhasil mengikat kedua tangan sang "pangeran". Seperti rumah judi. melainkan overdosis narkoba. Meski bukan pengacara. dokter curiga wanita cantik itu tidak mati lantaran bunuh diri. yang sengaja meletakkan pistol di tangan korban. Perkiraan tim medis juga sejalan dengan penemuan tim forensik kepolisian bahwa kemungkinan bukan korban yang meletuskan senjata. saat ditemukan. Waver sendiri bukan nama asing di kalangan detektif Amsterdam. ia layak menyandang gelar "Pangeran Dunia Hitam"." "Waver? Kamu tahu Gier. Waver tidak ada di sana. transaksi obat-obat terlarang.sebelum melakukan autopsi. Waver juga bukan pembayar pajak yang baik." "Ho-ho-ho. dan klub seks. Pagi yang indah!" Dicekoki narkoba Siangnya. untuk sementara." ujar de Gier menirukan kesimpulan tim forensik. mungkin saja pembunuhnya. sampai detik itu. Lewat detektif yang menyamar sebagai salah satu tukang pukulnya. Cora Fischer. setahun terakhir Waver punya pacar baru. kalau bukan kasus bunuh diri. uap yang keluar pasca letusan. meski saat ditemukan. korban sempat bercinta dengan pembunuhnya." sambung de Gier. Toh. De Gier menambahkan. tentu ada orang lain." jawab Sersan de Gier. Lalu pelakunya kabur memakai mobil mewah warna perak. paling menyebalkan. Kata para pembantu. biasa dipanggil Waver. noda bekas keringat. kekayaannya itu diperoleh dari berbagai bisnis ilegal. menonton para ahli patologi 33 . Pendek kata.

zat-zat haram itu yang membunuh Cora?" "Bukan. Hatinya senang melihat autopsi sudah selesai.). Dokter yang lain menyayat kulit kepala untuk melihat tengkorak dan memeriksa luka bekas peluru." ujar anggota tim autopsi itu." "Kaki tangan Waver?" De Gier mengangkat bahu. aku bisa melihat tatapan mata penuh rasa ingin tahu. pelacuran terselubung. itulah buktinya. "Tampaknya tidak ada bekas suntikan. Seorang dokter tiba-tiba sudah berdiri persis di depan hidungnya. Meski ini bukan pengalaman pertama. korban dicekoki atau mencekoki dirinya dengan kokain lewat jalan normal. Wajahnya tertutup helm. "Yapp. Grijpstra mencoba mereka-reka duduk perkara sebenarnya. mengapa tubuh yang sudah dirusak pembunuh. Mulai rumah judi. harus dirusak lagi dengan pisau bedah? Sambil memperhatikan meja bedah." tambah sang dokter. de Gier kembali dari acara jalan-jalannya. Kalian tak pernah punya bukti. Setelah pensiun sebagai model." "Anda yakin. Jadi. Korban juga merokok dan minum minuman keras terlalu banyak." cerita de Gier. Peluru di kepala yang membuat korban meninggal. Grijpstra terbangun dari lamunan. ia tetap tak bisa menerima. Huek! Grijpstra merasa.. Kemudian . Wanita gemulai itu dengan gampangnya menjadi bintang dan "penguasa" klub seks milik Waver di Noordwijk. Cora jatuh ke pelukan Waver. selama ini Anda berada di belakang banyak kemaksiatan. 34 . "Jadi. Cora pasti sangat cantik." Tak lama kemudian. "Dari balik helmnya. Pacar Anda mati di kamar Anda sendiri. nafsu makannya hari itu bakal merosot tajam. "Ada hasil.membuat sayatan panjang dari bahu ke titik pusat. "Kamu sendiri?" "Aku sempat melihat seorang lelaki dengan sepeda motor besar. Dok?" "Yakin sekali. Itu sebabnya. dan sayatan pendek dari perut ke sekitar pinggang. Tingginya sekitar enam kaki (sekitar 180 cm . "Kami telah melakukan serangkaian pemeriksaan. ia menjadi model sejumlah pelukis terkenal." tanyanya." de Gier membuka acara tanya jawabnya dengan Waver di ruang interogasi kepolisian. uffs. hingga peredaran obat bius. "Kami punya fakta.Red." jawab Grijpstra." "Saya juga punya fakta.. Semasa hidupnya." "Bukti? Kutukan dari masyarakat." de Gier berhenti sebentar. Biaya hidup tinggi "Tuan Waver. berhenti lama tak jauh dari tempat kejadian perkara. Perawakannya seperti petinju.

Lelaki seperti Andalah yang membuatnya jadi jahat!" "Halo?" Grijpstra melancarkan perang urat saraf. Anda mengancamnya secara halus. Semua orang tahu Cora suka minum dan mengonsumsi narkoba. Anda concern pada masalah untung-rugi. Anda membakar mobil Camaro milik Cora. lalu nekat bunuh diri. kalaupun Cora mati dibunuh. Karena Anda tahu. De Gier tersenyum licik. "Untuk apa saya mendengarkan?" balas Waver hendak beranjak dari kursi. membelikannya mobil mewah dan perhiasan mahal. Cora dapat melakukan tugas itu dengan mudah." "Detektif. "Waver itu penjahat kelas kakap. meninggalkan ruang interogasi tanpa mempedulikan Grijpstra dan de Gier yang saling berpandangan. Ia cantik. Cora sangat menyayangi mobilnya. Anda memaksa Cora menyelundupkan heroin. dan ikon yang cukup dikenal di dunia seni. Anda menjadikannya ratu di klub. Dengan cara itu. ia dibuat seperti mati bunuh diri. Ia seorang humas yang baik. kalian tak akan dapat menemukan pembunuhnya." "Ngawur. tak lama setelah kepergian Waver. Waver. Ia enggak akan mengotori tangannya sendiri dengan darah Cora. Anda menerima Cora dengan senang hati."Hebatnya. Ia sebenarnya perempuan baik-baik. "Omong-omong. Sebagai orang bisnis. frustrasi. ia 35 . Polisi menyamar yang selama ini mengamati Waver bilang. Mulanya." Waver berdiri dan pergi begitu saja. Saya sedang tidak di rumah saat itu!" "Tentu saja. "Dengar. Semua orang tahu itu!" "Duduk." sambung Grijpstra. Padahal kami yakin." "Dengar. "Beberapa malam sebelum pembunuhan. Anda mulai sebal dan merasakan gaya hidup Cora yang jetset sebagai beban." "Seseorang juga telah memasukkan obat bius ke dalam minumannya. yang jauh lebih menggairahkan. Detektif. Tapi lama-kelamaan. Cora sadar tindakannya salah. Mungkin ia tahu itu. Saat kejadian. Waver! Kami yang menentukan jalan ceritanya. Apalagi menuduh saya. Karena Anda punya si badan besar Freddy yang siap melaksanakan perintah apa saja. Toh petugas pabean tak akan berani memegang-megang bagian tubuhnya yang sensitif." potong de Gier. ia ditembak persis di kepalanya. saya sedang menghabiskan malam bersama wanita lain. dassh!. Tapi kemudian." "Cukup!" "Masih belum cukup. Saya pergi sekarang. dari mana kamu tahu soal Freddy?" tanya Grijpstra keheranan. orang besar. Alibi saya kuat. Yvette. Agar neraca 'berimbang'. Bang! Perang baru saja dimulai. Berbekal kemolekan tubuhnya. "Saya punya alibi dan Cora jelas bunuh diri. menggairahkan.

tapi jidatnya berkerut. aslinya memang tempat duduk kucing saya." bilang Freddy." "Begitu?" "Ya!" Freddy menyeringai. Freddy langsung duduk di sofa. De Gier menyalakan rokoknya. Jadi." "Gertakan yang bagus. mereka sempat berhubungan intim. bel di apartemen de Gier berbunyi." "Eh. "Ini baru uang muka. pancingan pada Waver mengena." seru seseorang. Apa dia juga memikirkan Jane? Mengancam kucing Beberapa jam kemudian. tampak berpikir keras." "Tapi kita masih harus membuktikan banyak hal. pikir De Gier. ya?" De Gier tiba-tiba memelintir topik pembicaraan. "Sebenarnya. "Kucing tolol!" "Apa?" "Dengar. "Selamat malam. kemudian membukakan pintu untuk tamunya. Tanpa diminta. bisa saja tawaran ini membuatku tersinggung dan menembak jidatmu." katanya santai. Aku sendiri sebenarnya tidak tahu apa-apa soal Freddy. Pantatnya yang segede pantat gajah nyaris menindih kucing de Gier." "Tugas membunuh Cora banyak 'godaannya'." "Cuma itu berita yang kamu bawa?" "Dasar polisi bandel. Yang datang malammalam begini. Sedangkan Freddy. "Yang sedang Anda duduki. apa kabarnya Jane. Mudah-mudahan enggak meleset." Amboi! Kelihatannya. Tapi aku ogah berkelahi di sini. menaruh buku di meja. Itu sebabnya. "Saya Freddy. sudah banyak polisi yang kami bayar. Freddy sedang main kartu dengan si Anu atau si Anu. Anggap saja sebagai hadiah. seraya menunjukkan sebuah amplop. Ia segera meletakkan kucing kesayangannya di sofa. Aku datang membawa sejumlah uang. Bagus kalau polisi bandel seperti kamu mau bergabung.punya tukang pukul andalan bernama Freddy. aku sedang tidak butuh uang panas." jelas de Gier. Asal tahu saja. tetap sulit dijangkau. 36 . Grijpstra diam. Tapi aku suka polisi begitu. tentu tamu istimewa. Waver memang tidak di rumah itu. kalau betul memang dia pelakunya. Nanti merusak perabot. Banyak saksi mata di Noordwijk yang akan memberi alibi. Kenyataannya. Itu sebabnya bos menawari kamu uang.

De Gier yang tiba lebih dulu di luar apartemen memberi isyarat pada Freddy. De Gier masih lebih suka mendengar ketimbang berdebat. lalu pergi begitu saja tanpa diketahui para tetangga." ujar Freddy. pisau tadi menempel di leher kucing betina yang sangat ketakutan. Bos dapat melakukan apa saja dan membeli siapa saja!" ancam Freddy. Freddy tak berdaya. Lelaki yang beberapa hari lalu begitu sombong itu kini terlihat pucat." imbuhnya dalam hati." katanya seraya menutup pintu. Freddy meraih kucing kesayangan de Gier. Tapi kemarahan itu ditahannya sekuat tenaga demi keselamatan kucing tersayang. Bedanya." De Gier mulai geram. Freddy yang jago karate dan bertubuh lebih besar tampaknya bakal di atas angin. isyarat tantangan berkelahi. "Keterlaluan. Pukulan mematikan Besoknya. "Aku juga akan membunuh ibumu dan seluruh isi apartemen ini. "Dan rasakan nanti pembalasan Tabriz. "Di sana. "Good bye. persis seperti kalian membedah Cora. Tak tahu diri. rumah Cora Fischer didatangi tamu tak diundang. Ia menunggu Freddy masuk lift. tendangan dan pukulan simultan sersan berpostur jangkung itu berkelebat tanpa kenal lelah." 37 . Ia berharap mendapat informasi tambahan tentang Waver dari anak buahnya yang pongah ini. Grijpstra dan de Gier hanya tinggal melancarkan beberapa jab dan satu hook telak untuk membuat lawannya KO. berlibur ke Bermuda. atau Indonesia. "Bisnis heroin dan kokain sedang bagus. tersungkur di tanah. tepatnya jam tiga pagi. kucingnya selamat. Sepertinya. Bos paling benci orang sok kayak kamu." katanya dalam hati. Freddy meninggalkan sesuatu di apartemen Anda. mengumpulkan beberapa potong pakaian. Keruan. "Aku bisa membedah kucing ini. sambil berjalan keluar apartemen. Seychelles. sabuk hitam judo de Gier tak layak dipertanyakan. aku akan membiarkan isi perutnya berserakan. Tapi soal berkelahi tangan kosong. Tak ada jahitan penutup. membungkus sejumlah perhiasan." ujarnya menunjuk ke arah taman. Kamu juga bisa seperti aku. Bahasa tubuhnya menampakkan ketegangan luar biasa. Pelayan cantik mengenakan rok mini (maaf. tanpa pakaian dalam) datang membawakan bir. Dalam waktu beberapa menit saja. tunggu apalagi. Kamu akan merasakan akibatnya!" "Seperti apa?" tantang de Gier. Dalam sekejap. Tamu bersepeda itu kelihatannya maling profesional. Mereka langsung mendatangi sarang sang Pangeran Hitam di klubnya di Noordwijk. pingsan! Tiga jam kemudian. Lalu mengeluarkan pisau lipat dari kantung jaketnya. "Saya dengar. kedatangan mereka "disambut ramah" oleh Waver. Lalu turun lewat tangga. karena dengan mudah menemukan kamar tidur Cora. Grijpstra dan de Gier melangkah lebih maju. De Gier lega."Kalau begitu. De Gier sempat memperhatikan wajah Waver. Tabriz adalah nama kucing De Gier.

"Kalem. Sang Ajun Komisaris menyerahkan secarik kertas pada Waver. De Gier pun menghentikan alunan flute-nya. Tak lama kemudian." Grijpstra segera melambaikan tangan pada detektif Cardozo dan anak buahnya. Matanya bergerak tak fokus. mengancam kucing de Gier. juniornya akan segila itu. Piano dan kombo tak kesulitan mengiringi improvisasi sang detektif. "Bagaimana dengan flute-nya. si wanita duduk tak jauh dari Grijpstra dan Waver.. Dari tempat duduknya. dan terakhir. "Surat izin melakukan penggeledahan. de Gier memainkan sebuah lagu syahdu. "Saatnya melakukan penggeledahan. mengembalikan amplop. Anda ditahan!" "Sudah kubilang juga. Gier?" celetuk Grijpstra. Apalagi ketika Grijpstra menggeledahnya dan menemukan satu gram kokain dan sebilah belati di kantung celana dan jaket. Grijpstra bisa mendengar Waver berdesah." bisik Grijpstra pada Cardozo. Seketika air muka Waver berubah.. Mengedarkan obat bius. "Ditahan untuk apa?" "Untuk beberapa tuduhan serius. Dandanannya tidak seronok. Kini saatnya memberi pukulan mematikan. Rambutnya tertata dengan baik. "Anda kami tahan." "Bagaimana dengan upaya menyogok kolega saya. prostituasi terselubung. Sementara Grijpstra menanti dengan berdebar-debar. Kegilaan yang makin membuat Waver stres. Grijpstra sendiri tak menyangka. Suara flute-nya memenuhi ruangan. "Benar-benar gila. para detektif itu tak hanya menuduhnya dengan beragam kejahatan." jawab Grijpstra tegas. dan judi ilegal. paras dan lekuk tubuhnya begitu menggoda. tapi juga "menguasai" massa klubnya. Suasana telah terbentuk. lalu mengeluarkan semacam suling kecil dari balik jasnya. Ini klub seks. De Gier seperti tersentak. Sampai akhirnya tertumbuk pada sosok perempuan yang baru saja masuk klub. muncul seorang wanita bertubuh semampai. Waver sendiri tampak gelisah. membunuh Cora Fischer?" Grijpstra melancarkan "jab" kedua. Bayangkan. Seperti perkiraan 38 . Sersan de Gier 'kan sudah bilang. Duduklah." de Gier memalingkan wajahnya ke arah panggung." ucapnya cepat. "Sssst. boy. Sementara itu. Disambut tepukan meriah pengunjung klub. De Gier masih asyik memainkan "senjata" melengkingnya di panggung.mata Waver mengarah pada de Gier. de Gier melancarkan jab pertama. dari pintu masuk klub. kalian tak punya bukti. Itu salah satu alasan kami ke sini. Dibalut gaun indah dan perhiasan melingkari tangan dan leher. permainan pianonya bagus banget. "Benar. Aku mau menikmati musiknya dulu. tapi berkelas. Tak lama setelah Waver mengambil kembali amplopnya. bukan rumah bordil. "Cora . Pikiran Waver pun sudah dibuat kacau. Ajun Komisaris. "Omong kosong!" Waver berteriak." jawab de Gier." Waver hendak beranjak dari kursinya. Waver!" Sang "Pangeran Hitam" tersenyum sinis. pelayanpelayan seksi bertelanjang dada bergantian mengantar minuman. Waver makin kesal. Silakan hitung jumlahnya.. Tak diragukan lagi.

" imbuh Cardozo. Kami curiga sebelumnya diisi heroin yang diselundupkan melewati perbatasan." "Secepat itu?" "Ya. tak jauh dari KAC. Hanya di tempat itulah.. Sementara biaya hidup makin hari kian tinggi. Pak. 21 April 1978." balas Grijpstra." ujar satu dari mereka. agar dapat memenjarakan Waver sementara waktu. Prioritaskan pada heroin."Bagaimana kalau kita merampok?" 39 . Banyak hal diobrolkan." "Cepat.. kita harus menemukan sesuatu di klub ini. Mereka merasakan betapa tersiksanya hidup dengan penghasilan pas-pasan. Cora . "Cora . malam yang indah!" (Kisah rekaan/Janwillem van de Wetering/Icul) 06. sambil menyelidiki keterlibatannya pada kasus pembunuhan Cora." ujar Cardozo. "Juga modal untuk membuka outlet narkoba. "Siap. "Tapi patung yang ini beratnya lumayan. mulai masalah politik sampai kesehatan." canda de Gier. HOROR DI MOUNT VERNON Singapura tahun '70-an. Senyum Grijpstra makin lebar. dan dia juga masih terus memandangi polwan Jane!" "Ho-ho-ho. Tapi ujung-ujungnya. Pucuk dicinta ulam tiba.. setelah bergabung kembali dengan Cardozo dan de Gier. kalau kita punya banyak duit. Selepas nyodok. Tapi lebih enteng. kita bisa berbuat apa saja.. Waver malah mematung memandangi wanita elegan tadi. melupakan segala beban. bukanlah negeri yang bersahabat buat trio warganya. Malam itu.Grijpstra.. karena dalamnya sudah bolong. mereka dapat tertawa lepas. seperti biasanya tiga pemuda berumur 20 tahunan itu bermain biliar di Kallang Amusement Centre (KAC). Pak. Di sebuah ruangan.. Ching Boon dan Hwee Kuan statusnya pengangguran. "Patung seperti ini pernah kami sita beberapa waktu lalu. sambil terus berbisik. Polisi memfokuskan penggeledahan pada heroin. "Kelihatannya kita telah menemukan harta karun Waver. ketika seorang anak buah Cardozo melapor. Jika Waver "tersadar" sebelum barang bukti ditemukan. "Ya. Tuan Waver mengakui keterlibatannya pada kasus pembunuhan Cora Fischer." "Tapi dari mana kita bisa mendapat banyak uang?" Ketiganya terdiam. kecuali Chin Hock yang sedang menjalani wajib militer. Maklum. Kuan yang berwajah kasar melontarkan ide setan. Cardozo menemukan sebuah "patung dewa" berukuran sedang yang sangat dikenalnya. dengan duit. tak jauh dari urusan perut." sergah Grijpstra. bukannya membaca "surat tipuan" itu. mereka ngobrol ngalor ngidul di sebuah taman. "Hidup pasti jauh lebih mudah. Ong Chin Hock. sia-sia jebakan ini dibuat. Yeo Ching Boon dan Ong Hwee Kuan.

Putus sekolah Yeo. para pengangguran banyak acara ini melanjutkan aktivitasnya dengan menonton pertandingan sepakbola di bekas Sekolah Dasar mereka." katanya. markas polisi yang juga berfungsi sebagai asrama pasukan cadangan. Tapi ingat. kita harus cepat mencari solusi masalah ini. "Begini kira-kira skenarionya. ketika konsentrasi petugas jaga mulai kendur. yang hanya dijaga satu orang dan lebih sering dipercayakan pada polisi wajib militer. Sekarang kita pulang. lalu mengangguk dan tersenyum. "Ya. Ia sempat menjadi anggota kelompok Sio Kun Tong. di Mount Vernon. dikenal juga sebagai Ah Pui atau Freddy. Anak tertua dari empat bersaudara ini pernah dikeluarkan dari sekolah karena berkelahi. Pernah juga bekerja sebagai penjaga gudang pada sebuah perusahaan tekstil. Juga perihal waktu terbaik untuk melakukan tipu daya. "Aku setuju. Tahun 1976." sahut Yeo yang bertampang innocent. ia masuk rumah rehabilitasi. Tu Li. masih tinggal bersama orangtuanya. tiga sekawan bertemu lagi di KAC. yang kerap melakukan aksi pencopetan di sekitar Angullia Road. sehabis merampok turis berkewarganegaraan Malaysia. sebelum akhirnya masuk wajib militer. pakai untuk membeli pisau."Ide gila. Tapi kita juga perlu pisau. Sedangkan Yeo Ching Boon. "Sebagai modal. sehingga terpaksa mengikuti jejak bapaknya sebagai kuli bangunan. Ia lalu bercerita tentang tempatnya berdinas saat wajib militer dulu. Tentang penjaga pos kecil di pintu gerbang." ujar Yeo. Tapi sampai jam sebelas malam. karena kecanduan narkoba. namun dikeluarkan. Keesokan harinya. Hock dan Kuan berteman sejak kecil. "Oke. Zaman sekarang. anak buruh bangunan. lagi-lagi karena berkelahi. akan lebih mudah mendekati pos penjagaan. Bulan April 1977. "Tapi kita harus punya pistol. "Yang belum aku tahu. "Jual saja ini. Keculai Kuan." balas Kuan. Aku sarankan pakai pencungkil es saja. Kuan dan teman-temannya ditangkap polisi. kita juga butuh senjata tajam. yakni lewat jam dua belas malam. tinggal di New Upper Changi Road. Tapi boleh juga. tak jua terbersit jalan keluar. Dengan begitu. Sorenya. lebih enak merampok pakai pistol. Yeo tertegun sebentar. Di salah satu sudut sekolah inilah. Hock membuka jam yang melingkar di tangannya. mereka kembali mendiskusikan niat jahatnya." cetus Yeo. bagaimana caranya merebut senjata petugas jaga. Ia putus sekolah." Mereka berpikir keras dan saling melontarkan ide." bisik Yeo pada kedua sohibnya. Ong Chin Hock alias Ah Hock masih bujang. kita semua memakai seragam pakaian wajib militer. Aku tahu cara mendapatkan pistol dengan gampang. "Duitnya dari mana buat beli pisau?" sergah Yeo. Hwee Kuan alias Ah Kuan lain lagi." balas Kuan." 40 .

Ditemani Kuan. kita sebaiknya jangan pakai seragam. Yeo pergi ke sebuah kawasan pertokoan. Kalau sopir taksi dan penjaga mengenali ciri-ciriku. "Kita akan beroperasi dari atas taksi. tak satu pun disetujui secara aklamasi. "Kamu 'kan tahu. Setelah menyimpan pisau. sampai sekitar pukul 21. berbahaya. keluar taksi dan pura-pura minta bantuan dari polisi di pos jaga. Yang penting kita setuju untuk segera melaksanakan rencana ini. Yeo mengetuk palu. persisnya sore menjelang malam. tak boleh terlalu mencolok. Setelah penjaga mendekat. Setelah itu." bilang Yeo memecah kesunyian. sekalian membeli dua buah pisau dapur. Keduanya harus mati." komentar Hock. aku punya seorang teman yang bisa dipinjami uang. Enggak aman membawa-bawa senjata tajam. Jam dinding menunjukkan angka 10. kita bajak taksinya. kita akan langsung diciduk. Bajak taksi Dua hari kemudian. kemudian kita culik dan rampa senjatanya. Hock kemudian berangkat menuju rumah temannya di Lorong Koo.00." "Oke."Menurutku. Lagi-lagi mereka saling melontar ide. "Jam-jam segini banyak patroli polisi berkeliaran. aku akan mendorongnya masuk taksi. Sampai akhirnya. untuk menjual jam tangan Hock." "Jadi. Ketiganya berjanji bertemu kembali pada pukul 11. Aku sendiri. Sebagian uang itu mereka habiskan untuk makan dan minum di sebuah kafe. Hock ternyata datang dengan tangan hampa. Hock lalu mengambil alih kemudi. Yeo sempat main biliar dengan sejumlah temannya. Namun dari beberapa ide yang dibahas. Jika terjadi sesuatu." timpal Kuan. Ia memotong sebuah tali terbuat dari nilon menjadi empat bagian. Yeo pun melanjutkan. Bagaimana?" "Tapi jangan biarkan polisi dan sopir taksinya lolos begitu saja. Namun saat bertemu kembali. Kalau terlalu mencolok." tegas Yeo. Yeo menuturkan rincian rencananya. tiga sekawan seperti biasanya berkumpul di KAC. masih empat jam lagi dari jadwal yang mereka rencanakan. Di tengah jalan. Cukup untuk mengikat tangan. Mending pisau-pisau ini disimpan di rumahku dulu. pura-pura mabuk. dua hari dari sekarang." tanggap Hock. Hanya Yeo berhasil meminjam Sin 10 dolar dari seorang teman. Yeo tak langsung keluar. Setuju?" Hock dan Kuan mengangguk." Anggota tiga sekawan yang lain hanya manggutmanggut. Setelah kenyang. atau menjerat leher. Lalu memasukkan tali-tali tadi dan alat pencungkil es ke dalam travel bag kecil kepunyaan adiknya. polisi-polisi yang tidak sedang bertugas bisa menyulitkan kita. sedangkan Kuan duduk di kursi belakang. "Di sana kan ada asrama. 41 ." "Baiklah. Setuju?" usul Yeo. "Jangan khawatir. gimana dong?" nada bicara Yeo terdengar putus asa. aku punya catatan di kantor polisi. kaki.45 di sekitar Kallang Bahru. kita main aman. "Aku masih butuh duit buat transportasi. "Kita akan mulai bergerak jam dua dinihari. apapun recananya.

Chew mulai menduga-duga. Penumpang nomor dua dan nomor tiga duduk di kursi belakang. sesuatu yang sangat buruk bakal menimpa dirinya. jika penumpangnya bertujuan ke kantor polisi? Kalau bukan penegak hukum. Biasanya ia sudah pulang ke rumahnya di Selegie House. belum tentu ia akan dilepas begitu saja. ia berkata. sopir sekaligus pemilik taksi. Aljunied. Saat mendekati Police Reserve Unit (PRU) Mount Vernon. lalu ke Jln. 42 . Meski sudah berusia 60 tahun. Ia juga mulai punya firasat. lelaki berambut pendek ini masih kelihatan energik. penumpang nomor tiga turun dari mobil. Dengan tenang. Chew merasa. pagi itu ia masih ingin berputar-putar mencari penumpang. Tepat pukul 01. kemudian membuka pintu tempat Chew disandera. Ia memutuskan tidak memakai pakaian seragam wajib militer. Penumpang nomor satu dengan dingin berkata. Bendemeer. Penumpang nomor satu mendorongnya dengan bahu. "Berhenti!" Chew pun menginjak pedal rem. menyetop taksinya. seperti rencana semula. Lelaki tua itu dapat melihat kilatan dan merasakan dinginnya senjata tajam pengiris daging dan sayuran tersebut. Jarang-jarang jam segini ia masih berada di belakang kemudi. Namun gerakan spontan Chew tak banyak menolong." Ia lalu mengambil tali dan mengikat tangan Chew erat-erat. Namun entah mengapa. penumpangnya pagi itu bukan manusia baik-baik. "Turun!" bentaknya. Akhirnya. Kemudian keluar dengan menenteng travel bag. siapa curiga. Sejurus kemudian. Yeo menyempatkan diri pulang ke flatnya. hendak ke mana sebenarnya tujuan tiga orang ditaksinya. Setelah itu. berjalan ke depan kendaraan. Akhirnya ia memutuskan memberikan perlawanan. sedangkan Hock tak berkomentar sepatah kata pun. penumpang nomor satu menutup mulut Chew dengan kain. "Asrama polisi Mount Vernon!" Tak sedikitpun terbersit kecurigaan dalam hati Chew. Chew Theng Hin membuka pintu depan. mempersilakan penumpang nomor satu masuk.30. "Jangan cobacoba melawan atau membuat gaduh. ini baru awal dari perlakuan buruk yang bakal segera diterimanya. Ya. dengan pencungkil es terselip di pinggang. mengganti pakaian dengan t-shirt merah dan celana biru gelap. Saat itulah. tentu tak menyadari nyawanya sedang di ujung tanduk. Sampai di sini. sedangkan penumpang nomor tiga mempermainkan badan Chew dengan lutut. "Siap. Terjerembab di got Chew Theng Hin. penumpang nomor satu menukas cepat." sahut Kuan dan Hock serentak. setidaknya jika dibandingkan dengan orangtua seusianya. tiba-tiba penumpang nomor dua menempelkan pisau di leher Chew.Kuan tampak senang. Hatinya begitu gembira. ketika taksi hampir sampai gerbang belakang PRU Mount Vernon. ketika melihat tiga pemuda melambaikan tangan. Instingnya berkata. Sambil memamerkan pencungkil es. penumpang nomor satu meminta Chew belok kiri. Chew yang sudah hafal kawasan itu. segera meluncur melewati Jln. pasti korban kejahatan yang hendak melaporkan kemalangannya. "Semua siap?" tanya Yeo. meski menuruti semua perintah mereka. Chew mulai sadar. ke arah gerbang belakang Mount Vernon yang selalu gelap gulita.

Dari tempatnya berdiri." sambung Yeo. kembali masuk got. "Betul sekali. ketika tiga penumpang yang sudah dikuasai nafsu setan itu melihat tubuh Chew merangkak naik dari selokan. kamu wamil yang tinggal di asrama ini?" tanya Kim ramah. "Memangnya kalian dari mana?" tanya Kim. menunjukkan kartu keterangan wajib militernya. penumpang nomor tiga. Pagi itu. Kim memperhatikan dengan seksama kartu yang ditunjukkan Yeo. mereka menusukkan pisau dan pencungkil es ke daerah vital sopir malang. Pemuda itu." bohong Yeo. Dalam tempo sekejap. dan tanpa ba bi bu menghujamkan pencungkil es dan pisau dapur ke leher Chew.00. tapi tubuhnya tampak masih bergerak-gerak." teriak salah satu penumpang. seperti kamu lihat. dia kelihatannya minum terlalu banyak. Chew terguling. Sebagai polisi wajib militer. Ia berasal dari keluarga baik-baik. "Dia tinggal di asrama ini juga?" "Betul. Yeo. Setelah Hock mengarahkan taksi rampasan mereka ke pos penjagaan. matanya melirik ke taksi kuning yang mesinnya masih hidup. sembari merintih menahan sakit. Sesekali. Taksi baru saja hendak tancap gas. anak kedua dari empat bersaudara. Brepp! Kali ini Chew tak lagi bergerak. Kim dapat melihat dengan jelas seorang pemuda keluar dari pintu depan. Penumpang nomor tiga segera duduk di depan kemudi. ia tak boleh memilah-milih tempat berdinas. sembari menunjuk ke arah taksi kuning. dia bahagia saja saat ditempatkan di Mount Vernon. ia melihat sebuah taksi kuning melintas di depan pos jaga. Kuan si penumpang nomor dua dan Hock. Pagi itu. Tapi dasar bandel. penumpang nomor satu. Secara bersamaan. Itu sebabnya. mencoba tetap ramah. Baru beberapa menit menjaga gerbang. Akhirnya. Usianya baru delapan belas tahun. penumpang nomor satu dan penumpang nomor dua menghampiri lelaki tua yang sedang meregang nyawa itu. ia tetap berusaha menunaikan tugas dengan penuh rasa tanggungjawab. Sebaliknya. Penumpang nomor satu dan penumpang nomor dua spontan turun dari mobil. dia baru saja menggantikan Koh Kah Kway. Boleh aku minta tolong untuk memapah kawanku yang mabuk? Badannya berat sekali. Seragam tebal tak sanggup melindungi Kim dari serangan dingin yang menusuk. Sasaran pembantaian berikutnya. dengan pandangan nanar. bakal menyusul. "Kami berdua baru saja jalan-jalan dan bertemu beberapa teman. Telunjuk terpotong Lee Kim Lai masih sangat muda ketika mendaftar wajib militer. Penumpang nomor dua menusukkan pisau ke perut sang sopir taksi malang. Meski begitu. Chew tersungkur di selokan. rekannya yang telah bertugas sejak pukul 13. persis di depan pintu gerbang PRU Mount Vernon. lalu menghampirinya. nyawa seorang kakek tak berdosa lenyap sia-sia di tangan Yeo. Dia sekarang tergeletak di kursi belakang taksi. Tanpa membuang waktu. "Jadi. malah menyusahkan teman. 43 . tiga sekawan itu malah bertukar kegembiraan. Rencana pertama sukses terlaksana.Breppp! Sesuatu yang mengerikan terjadi. "Dia masih hidup.

Yeo yang bearda di kursi depan langsung membantu Kuan. Setelah menutup pintu. Yeo mempercepat langkahnya. Saat itu." bisiknya tepat di telinga Kim. ternyata tidak mabuk sama sekali. Namun ia terkejut saat Yeo tiba-tiba mendorongnya masuk ke dalam taksi." "Bersembunyilah di belakang semak-semak. memasukkan pakaiannya yang berlumuran darah ke dalam tas plastik." perintah Yeo pada Kuan. Yeo bergegas ke pintu depan. Apalagi yang membutuhkan pertolongan sesama penghuni asrama. aksi Kuan saat mengambil pistol dari pinggang Kim ternyata mendapat perlawanan. Ia berbalik badan. Tubuh Kim sendiri langsung jatuh menghujam jok. dengan membawa tas plastik berisi celana panjang biru gelap dan t-shirt warna putih. ia memang mendapati seorang lelaki tengah berbaring di kursi. Benar-benar enggak punya uang!" pekik Lee. tugasnya tak hanya sebatas perintah yang diberikan komandan." lagi-lagi Yeo memberi perintah. Kuan pun berganti pakaian. Kuan mulai menempelkan pisau di leher Lee. "Aku akan mampir ke flat dan membawakanmu pakaian bersih. pemuda yang sebelumnya berbaring di kursi. Sedetik kemudian. Dalam pergumulan. Itu sebabnya.Kim calon polisi yang baik. Ia merasa sebagai seorang wajib militer. dengan senang hati ia berjalan menuju pintu belakang taksi. "Pui. ketika Yeo minta Hock menghentikan taksi. Lima menit kemudian. 44 . Namun tanpa diduga." kata Kuan pada Yeo. Aljunied. "Kita harus mengamankan senjatanya. Kuan." Yeo lalu berlari menuju flat. "Tetap di dalam dan jangan coba-coba melawan. "Mana pisau satunya lagi?" teriak Yeo pada Kuan. ia sempat melihat beberapa orang di lantai satu dan lantai dua markas polisi Mount Vernon memperhatikannya. Kuan masih setia mengancam Lee dengan pisau dapur. Sepuluh kmenit kemudian. Darah segar mengotori kursi belakang taksi. Lebih terkejut lagi setelah tahu. Yeo dengan pencungkil esnya langsung mengancam. Hock sudah melarikan taksinya menuju arah Jln. seraya menghujamkan pisaunya beberapa kali ke leher Lee. mereka telah sampai di kawasan Kallang Bahru. Termasuk kaos dan celana yang dikenakan Kuan. "Kausku berlumuran darah. Sementara di kursi belakang. Begitu membabibutanya aksi Yeo. Berikan pisaumu. Untuk menghindari kecurigaan. "Cepat kabur! Ada beberapa polisi di atas sana sedang memperhatikan kita. Saat pintu dibuka. sampai-sampai jari telunjuk Kuan ikut terpotong." perintahnya pada pada Hock. ia sudah kembali ke semaksemak tempat Kuan bersembunyi. Kim mencoba melakukan perlawanan. Kuan menunjuk sela di antara dua kursi depan. terjadi sesuatu yang sama sekali di luar perhitungan. Ia tampak begitu ketakutan. Tapi ketika mereka bersiap hendak meninggalkan semak-semak. tapi juga membantu sesama yang membutuhkan pertolongan. pistol sempat jatuh. "Aku engak punya uang. Tapi dari belakang.

Akhirnya ia memutuskan bersembunyi di salah satu semak. menuju arah Geylang Bahru. Man Seng pun belok kiri. perjalanannya terhalang lampu merah. lambat laun pasti akan tertangkap. "Aku buang saat lari tadi. kami mengurungkan niat tadi. Sedangkan Kuan menuju blok-blok apartemen di sekitarnya. detektif Siew Man Seng baru saja pulang berdinas. tak jauh dari salah satu semak. Kuan sampai jatuh. "Mana tasnya?" tanya Man Seng. mengeluarkan pistol dari sarungnya dan membidik semak di depannya. orang yang dihadapinya seorang polisi." "Apa isi tasnya?" "Sisir. Namun Man Seng bukan polisi ingusan yang gampang dikelabui. Tak jauh dari taksi. Nalurinya sebagai detektif mencuat. Saat menunggu lampu hijau. tapi juga medan yang sama sekali belum dikenal. Dalam sekejap." jawan Kuan sekenanya. Ia tahu. Lampu kembali hijau. Polisi yang sudah bertugas selama 11 tahun itu berkantor di Kantor Polisi Beach Road. Tapi begitu tahu Anda polisi. Namun dari balik spion ia sempat memperhatikan. Yeo dan Kuan tampak gugup. mereka mengambil keputusan untuk mengambil langkah seribu. melilih kabur ke arah pertokoan. Lagi-lagi." "Siapa nama temanmu?" 45 . lelaki yang menyeberang jalan barusan ternyata menghilang di sebuah jalan buntu. pemuda putus sekolah itu akhirnya tak beradaya di tangan Man Seng. masih dengan mata nanar. Dengan langkah pasti ia mendekat. "Cepat keluar!" Kuan pun keluar. jika terus lari. dia tidak hanya berhadapan dengan gelapnya malam. Kecurigaannya memuncak ketika melihat jejak kaki. Yeo yang lebih tahu medan. Namun malang buat Kuan. sepintas dia melihat seseorang berjalan di belakang mobilnya. bangun dan jatuh lagi. Di depan semaksemak itu ia berhenti. Tingkah laku lelaki tadi membuat Man Seng penasaran. Pagi buta itu. Meski sempat memberikan perlawanan ketika hendak diborgol.Kantung plastik ditemukan Malam itu. Ia segera berbalik arah. dia tahu betul daerah tersebut. insting polisinya memaksa Man Seng memeriksa lokasi di sekitarnya. karena baru saja sukses menangkap tersangka kasus penipuan sejam sebelumnya. Mereka punya feeling. benar-benar memecah kesunyian. "Sedang apa kalian?" teriak Man Seng. Ayah seorang anak perempuan dan seorang istri ini sudah tinggal di Geylang Bahru selama sekitar empat setengah tahun. "Tadinya kami mau merampok Anda. sambil menenteng bungkusan plastik. Bertahun-tahun dia bergaul akrab dengan dunia kejahatan dan berbagai tipu muslihatnya. ia melihat dua orang pemuda. terhampar semak-semak. Kini di depannya terbentang semak belukar. Jadi. Mendekati semak-semak. Di persimpangan jalan Geylang Baru dan Kallang Bahru. Dari kejahuhan dia melihat sebuah taksi kuning dengan mesin masih menyala. Begitu paniknya. mendekati jalan buntu. Yeo Ching Boon dan Ong Hwee Kuan. hatinya sedang berbunga-bunga.

berhasil ditemukan. "Noda darah siapa di kausmu?" Kuan berpikir. Man Seng melihat noda darah di kaus yang kenakan Kuan. Berbagai cara telah dilakukan. Man Seng akhirnya memutuskan membawa Kuan ke kantor polisi untuk diinterogasi. Kuan tak dapat mengelak lagi. Sebelum Man Seng bereaksi. Kuan sempat minta. waktu tampaknya berpihak pada para detektif. tiga sekawan yang sudah kerasukan setan ini tak sempat melanjutkan aksinya. mayat sopir taksi malang korban keganasan tiga sekawan. berdasarkan pengakuan Kuan. (Kisah Nyata/Nicky Moey/Icul) 46 . Di kantor polisi Beach Road. Namun mereka cukup kesulitan mengorek data dari pemuda lajang tersebut. sampai kini. apalagi menjalankan aksi perampokan. tak jauh dari tempat Man Seng memergoki Yeo dan Kuan. Karena tak memungkinkan melakukan pencarian sendirian. Yeo dan Hock pun akhirnya ditangkap. meskipun ia baru saja berganti baju. "Aku haus sekali. Kali ini. Kuan telah melangkah menuju sebuah keran. Satuan polisi khusus pun segera segera diterjunkan. tiga sekawan yang akhirnya dihukum mati ini dikenal sebagai salah satu pelaku kejahatan paling kejam di Singapura. Jika mereka sempat memanfaatkan senjata yang berhasil mereka rebut dari Mount Vernon. Tak lama kemudian. "Beruntung". tapi Kuan lebih memilih tutup mulut. tersebar berita penemuan mayat seorang polisi. korban kebrutalan mereka pasti bakal lebih heboh dari dua nyawa sia-sia yang telah ditemukan. Boleh minta air?" katanya mencoba mengundang iba. Mereka bergerak cepat dengan segera menginterogasi Kuan. Namun sebelum masuk mobil." Sekilas. Hasil penyisiran di sekitar lokasi kejahatan juga membuahkan hasil menggembirakan. Man Seng menceritakan apa yang dilihatnya pada Inspektur Polisi Poh Keng How. Ia juga menolak disangkutpautkan dengan kasus pembunuhan kejam terhadap sang polisi wamil. Kantung plastik tempat Yeo dan Kuan menyimpan pakaian penuh noda darah misalnya. Chew Theng Hin. botol tadi malah melukai jari telunjuk saya. saya berusaha memecahkan sebuah botol. adiknya."Ah Seng. Akhirnya ia menunjukkan jari telunjuknya yang beradrah-darah. agar bisa dipakai sebagai senjata. terlebih setelah Ong Hwee Huat. Tapi karena ceroboh. "Sebelum Anda datang. Ia terus berusaha mencari tas yang dibuang Yeo dan Kuan. mencari alasan untuk berkelit. di dalam taksi kuning. mengakui pakaian yang ditemukan memang milik Kuan." Kuan berkilah. Beruntung. tak jauh dari semak-semak. berhasil dilacak keberadaannya. Beberapa jam kemudian.

Bagaimana mungkin Hollossy tega membunuh Cornelia dengan cara sekeji itu? "Bukankah ia yang memperkenalkan aku pada Cornelia?" pekik hati kecil Janos ." suara Stefan membuyarkan lamunan Janos. sebelum akhirnya tak bergerak sama sekali. Tapi semata-mata perjalanan bisnis. Ia makin tak percaya. karena tak dapat berbuat apa-apa untuk menyelamatkan kekasihnya. tanpa tahu arah yang dituju. lelaki bengis yang baru saja membelokkan perjalanan hidupnya. Traktir sepanjang malam "Aku berjanji. . Semuanya begitu mengejutkan. dan Janos pun tak pernah ingin tahu. Dengan mata kepala sendiri.. tak jauh dari tempat Hollossy berdiri. Hatinya pedih. gayanya macho dan berwibawa. karena sebenarnya ia tak ingin meninggalkan apartemen penuh kenangan di Timmendorf itu. Mereka akhirnya sampai di tempat 47 . Seperti biasa. lalu menyulutnya dengan santai. geliat refleks orang yang sedang sekarat. Saking seksamanya. Hollossy mengarahkan pistol berdiameter 7. ini tidak akan menjadi perjalanan yang penuh intrik. Untuk itu. langsung ke bola mata lawan bicaranya. Yang dipandang jadi salah tingkah. membayangkan kembali peristiwa mengerikan yang terjadi beberapa menit sebelumnya. Hollossy tampak mengangguk pelan.. Wajahnya begitu dingin." ucap perempuan cantik itu. sebaiknya begitu.07. pikirannya sempat menerawang." sambung Cornelia... DIREKRUT JADI MITRA PEMBUNUH Janos Telek berjalan terseok-seok di sisi Istvan Stefan Hollossy. "Kamu bilang. Stefan tak menjelaskan penawaran apa yang dibawanya. Semuanya tergantung Hollossy. "Aku dan Janos berencana menikah.65 mm ke arah Cornelia Renz. urusan bisnis kita selesai sampai di sini?" "Ya . Janos menyaksikan Cornelia meregang nyawa di karpet.. Dalam hitungan detik. Istvan Stefan Hollossy mengeluarkan sebatang rokok dari saku jas. Di pojok ruangan. serta kapan dan di mana akan berakhir. Cornelia langsung jatuh di karpet. kami harus lebih rajin menabung. Janos betulbetul tak percaya. menyelipkannya ke sela-sela bibir. Saat berjalan kaki menuju tempat parkir. Apalagi ia harus melakukan perjalanan paling aneh sepanjang hidupnya. dorrrr! Jidat wanita seksi itu ditembus peluru. sekarang terbaring kaku dengan lubang di kepala. Janos sempat terperangah ketika tiba-tiba Stefan mengeluarkan sesuatu dari balik jasnya... Lelaki bermata kucing dengan ekspresi yang tak mudah ditebak itu kian tajam manatap Cornelia. Perempuan asal Yugoslavia berusia 20 tahun itu langsung meninggal.. persis anggota geng mafia. Dua kali kaki wanita cantik itu bergerak. dengan mata menatap tajam. Janos Telek terlihat gundah. mulai sekarang. Aku punya penawaran menarik untuk kamu. Ia memperhatikan dengan seksama percakapan Stefan dan Cornelia. Cornelia yang sedang duduk santai di sofa. gadis manis yang beberapa bulan terakhir ini mengisi hari-hari indahnya.

karena kefasihannya berbahasa Jerman. Cornelia mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dan menyerahkannya kepada Hollossy. tempat gaul malam terkenal di Luebeck. Ia menduga. "Kamu saja yang menyetir." jawab Janos. betapa suksesnya ia selama ini sebagai penjahat." kata Hollossy. pria kelahiran Hongaria. melihat betapa mudahnya Stefan mendapat uang. sebelum sampai di Luebeck. Janos begitu terkesan pada kawan barunya itu. "Merek rokoknya sama dengan yang dihisap Al Capone. Kepandaian bercakap-cakap dalam berbagai bahasa pula yang membuatnya berkenalan dengan Stefan Hollossy. Janos bahkan merasa jatuh cinta pada pandangan petama. petualangan terakhirnya adalah meloloskan diri dari sebuah penjara di Swedia. Jadi. Stefan yang duduk di sampingnya. kawannya itu mucikari.." desis Janos. . Janos merasa ngeri. setelah ditawari bekerja sebagai salesman sebuah perusahaan margarin. Janos menyapa Stefan dalam bahasa Hongaria. sebuah kota di pinggir laut Baltik. Jerman. Stefan mengaku sedang merintis karir sebagai bintang iklan. "Saya butuh duit.. sebuah bar bergaya Yunani.. Namun siapa pun Cornelia. dan Swedia selalu gagal menangkap dan memenjarakannya secara permanen. "Siapa bilang mengemudi harus selalu pakai SIM. sambil terus menghisap rokok. sampai-sampai ia mentraktir Telek sepanjang malam. Saat itu. polisi Hungaria. Stefan." cetusnya dalam hati. apa masih ada gunanya SIM buat orang seperti aku?" Hollossy lalu "memotivasi" Janos. Sebuah pertemuan yang sangat mengesankan . "Kamu boleh percaya atau tidak. pemilikan senjata api ilegal. sembari duduk di meja. tempat ia seharusnya menjalani hukuman 20 tahun penjara. Jerman. Hollossy juga bercerita. Siapa lagi kalau bukan Cornelia Renz. Jerman. yang sangat gampang menghamburkan uang." Tanpa basa-basi. Janos baru tahu pekerjaan Stefan "yang sebenarnya" setelah ia diajak menemui sumber dana yang tak ada habis-habisnya itu. Swiss. Ia gampang mendapat pekerjaan. karena nyaris tak pernah tersentuh hamba hukum. malam itu ia terlihat luar biasa. dan segera masuk ke mobil Opel Rekord tua kepunyaan Janos. Menurut Hollossy. gadis cantik nan mempesona. "Hebat. dan sampai saat ini masih terus memburunya untuk mempertanggungjawabkan perampokan sejumlah bank. sedangkan Cornelia pelacur yang punya banyak langganan orang kaya dan terkenal. Begitu senangnya Stefan. ternyata jauh lebih buruk dari Stefan yang dikenalnya selama ini. Tapi aku 'kan tidak boleh berhenti menyetir di negara-negara itu. pikirannya kembali melayang. Dalam hati.. "Penghasilannya pasti besar.parkir." bantah Hollossy. sedang nongkrong di bar Blue Mouse. Janos Telek datang ke Luebeck. SIM-ku baru saja dicabut sabtu lalu. Cornelia. serta beberapa percobaan pembunuhan. Perjumpaan pertama Janos dengan Cornelia terjadi di Kazoria. Austria. di mata Janos. "Tapi. Usia Stefan tak beda jauh dengan Janos." pinta Stefan sembari melirik lelaki di sampingnya dengan ujung matanya. Sambil mengemudi. ke saat pertama kali dia bertemu Hollossy dan Cornelia.. Janos agak heran. 48 . yang hampir sama dengan kemampuannya berbicara dalam bahasa-bahasa semenanjung Balkan lainnya. saat ini polisi di lima negara menganggapku sebagai buronan.

lagi-lagi hanya di dalam hati. Hollossy berwajah dan penampilan menarik. ia tidak boleh terpaku hanya pada "pijat kesehatan". Dia bukan pelacur seperti diduga Janos sebelumnya. penjahat itu tidak pernah membunuh orang. Janos makin sering bertemu Cornelia. Saat merampok bank misalnya. Selera gaul dan cara berpakaiannya pun meniru kalangan the have. Layaknya orang Hungaria." Janos mencoba menekan emosi yang melecut hati. "Mungkinkah Stefan menembak Cornelia untuk memecahkan kebuntuan?" tanya Janos. ketika mobil yang dikendarainya hampir bersenggolan dengan mobil lain. Stefan bukan orang yang gemar membunuh untuk kesenangan. Stefan dan Cornelia memang berhubungan erat.Timmendorf tanpa harus naik bus.. tempat gaul malam yang cukup laris di Luebeck. bahkan sangat baik. atau setidaknya gadis manis dengan centengnya . Saat itulah. Lama-kelamaan. Stefan menyarankan agar Cornelia "melacurkan" jari-jemari emasnya. Sampai akhirnya dia bertemu Stefan Hollossy di Nautic Bar. Ia dikenal gemar menghambur-hamburkan uang di bar. Baru jika ada yang mencoba macam-macam. Cornelia langsung menerima. agar bisa bolak-balik Luebeck . Untuk itu. Sampai akhirnya ia tahu. Sialnya. tapi tidak dengan tubuhnya. Stefan yang tidak mempunyai pekerjaan tetap mempunyai gaya hidup yang bisa membuat semua pacar-pacarnya sengsara. Cornelia memang perempuan baik-baik. Ia wanita pemijat terlatih berjari "emas" yang memiliki diploma dan tahu seluk-beluk pijat kesehatan. meski korban yang dilukainya tak terhitung. Ketika Stefan pergi ke kamar kecil. beberapa mil di sebelah utara kota. Stefan membeli Fiat 124 berwarna hijau terang. Cornelia. Dari ocehan Hollossy. Janos jadi tahu. Di kursi sebelah. Cornelia mestinya juga menawarkan "pijat organ-organ khusus" bagi pelanggan yang menginginkan. Teluk Luebeck. Namun bukan hubungan mucikari . ia tidak pernah menembak orang-orang di dalam bank yang tidak melakukan perlawanan. dengan senang hati dia akan menembaknya sampai mati. dengan keahlian dan pengalamannya. Hubungan mereka lebih mirip sepasang kekasih. mereka sering menghabiskan waktu bersama. Gajinya di hotel mewah itu lebih dari mencukupi. Cornelia memang melacur. Cornelia layak mendapat penghasilan yang lebih besar. Ia melakukannya untuk memecahkan kebuntuan atau jika memang benar-benar dibutuhkan. Bekerja di Little Sea Castle. tentu saja tak dapat terus menerus menopang gaya hidup Hollossy. Cornelia merupakan korban pertama yang meninggal di tangan Stefan. Sejak itu. petuah sesat Hollossy itu ditelan begitu saja oleh Cornelia. Dia pun memberikan sebagian penghasilannya pada Stefan dengan "sukarela". rekening tabungannya makin menipis. "Tapi mengapa harus Cornelia? Mengapa pula harus diselesaikan menggunakan pistol? Bukankah segala sesuatunya masih bisa dibicarakan? Cornelia sama sekali tidak layak mati dengan cara seperti ini. Korban pertama Janos kembali terbangun dari lamunan. sebuah hotel mewah di pantai Timmendorf.Saat yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Sebelumnya. Menurut lelaki perlente itu. Meski tidak tinggal serumah dengan Cornelia. Janos memberanikan diri mengajak Cornelia kencan.. Sebagai usaha sampingan. tanpa berpikir panjang.pelacur seperti diduganya semula. 49 . Sayangnya. Dia perempuan baik. Berbekal tabungan Cornelia.. Stefan mulai mengoceh lagi. Hebatnya.

Janos merasa beruntung sempat merasakan kebahagiaan bersama Cornelia. beli baju. satu per satu pertanyaan tentang Stefan. terlatih dan pintar mau saja menuruti permintaan Stefan. Jadi. Peristiwanya berlangsung sangat cepat. Cornelia jatuh cinta (lagi) pada Janos. kita rampok toko saja. Terus terang. aku menyukai kamu Janos. Janos sadar lelaki itu sedang merencanakan sesuatu. Namun ketika tak lama kemudian Stefan sudah muncul di pintu apartemen. membuka tabungan baru. dengan aksinya memgeluarkan pistol dan menembak kening Cornelia dari jarak dekat. sangat tenang. Aku ingin kamu menjadi partnerku.Aneh memang. Berkelahi pun belum pernah Janos melirik Hollossy." 50 . ada pula yang banyak. ia menelepon temannya itu. "Tidak masalah.. "Aku bosan sendirian. Kita butuh uang untuk makan. Termasuk pertanyaan. Meski singkat. Tidak seperti Stefan. sah-sah saja jika kita mengambilnya sedikit dari mereka 'kan?" sambung Stefan. mengapa Janos sebagai satusatunya saksi mata pembunuhan Cornelia dibiarkan tetap hidup. Orang yang ada di sana pasti membawa uang. serta menikmati tiap akhir pekan dengan makan malam di berbagai tempat makan murahan. Pasangan dalam melakukan kejahatan. Kita masih punya banyak waktu untuk latihan. mulai terjawab. belajar jurus-jurus berkelahi saja Janos tidak pernah. Jarak antara kedatangan Stefan. hanya untuk membiayai gaya hidup Stefan.. Janos tidak suka menghambur-hamburkan uang di bar atau tempat-tempat makan mahal. Sampai suatu sore. "Tidak. kekerasan hanya bikin pusing kepala. cinta pada pandangan pertama. Ah. yang selama ini berkeliling di benak Janos. Cornelia yang cantik. Pernah membunuh orang dengan menggunakan pisau?" tanya Hollossy. Yang terakhir ini tingkat kesulitannya tinggi. Keduanya tinggal di apartemen Cornelia di Timmendorf. Aku enggak akan mengajak kamu merampok bank. menikmati perempuan. Sepanjang perjalanan. suatu ketika. hanya sekitar 5 menit . kamu harus membiasakan diri berpikir praktis. Stefan bilang. sebenarnya tak ada alasan Cornelia melacurkan jari-jari emasnya. minum. Sebuah kejutan yang tampaknya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. bayar hotel. Jadi. Mereka berpacaran seperti ABG yang baru saja mengenal cinta. Ada yang sedikit. Mereka merasa sangat klop. 3 April 1975. Tapi kalau mau uang yang sangat banyak. dan beli bensin. percakapan singkatnya dengan Cornelia. Janos cuma menjadi pendengar yang baik. ia sebenarnya tidak betul-betul jatuh cinta pada lelaki itu.. bahkan diajak berkelana oleh Stefan. jangankan membunuh." sahut Janos singkat. kita harus merampok bank. Stefan yang mencium hubungan Janos dan Cornelia. Buat dia." tegas Hollossy. sebelum punya pengalaman melaksanakan "operasi kecil". Di luar sana banyak sekali orang kelebihan uang. Lelaki itu tampak tenang. satu kali pun tidak pernah menyatakan keberatannya. "Cara paling gampang. Dia bahkan terkesan tak takut pada Hollossy. "Mulai sekarang. dia punya "penawaran bagus" untuk Janos. Apalagi belakangan terbukti.

. menuju apartemen sebelah. seolah memandangnya dengan pandangan minta tolong. kapan ia harus bertindak? Menghadapi Stefan. Dalam keadaan terkejut. ia berlutut. lalu menyelinap keluar. Beberapa saat kemudian. pasti akan digambarkan sosok Janos sedang yang marah besar atas pembunuhan Cornelia. karena dialah satu-satunya saksi mata pembunuhan Cornelia. Makanya dia begitu lega. Lalu kamu berputar ke arah belakang. "Ayo kita angkat mayatnya ke tempat tidur. meski tak tahu harus berdoa pada siapa. Janos kembali teringat peristiwa mengerikan siang itu . "Tapi sepertinya lebih baik jika kamu memukul kepalanya pakai besi." cetus Stefan. tak mudah bagi Janos untuk menuruti perintah Stefan. Janos masih mencari jawaban terbaik. "Sekali saja aku melukai orang. lalu balas menembak banjingan itu di jidatnya. Karena Janos tak kunjung bergerak. Jika terjadi dalam novel atau film. dia masih tinggal di sebelah rumah. akhirnya Hollossy sendiri yang memulai mengangkat mayat Cornelia. kecuali menjadi pasangannya. "Nenek itu. "Aku tidak mau ada saksi mata lain." ajak Stefan pada Janos.Untuk kesekian kalinya Janos terdiam. 51 .. bukannya setuju pada rencana Stefan." sergah Stefan. tapi menghadapi situasi seperti ini. Jarang sekali ada pembunuh yang mau menoleransi kehadiran saksi mata. Yang paling membuat hatinya sedih. Harus ada strategi khusus. "Bagaimana kalau latihan kita mulai dengan merampok toko? Aku akan mengalihkan perhatian pemiliknya dengan mengajak dia ngobrol." Stefan segera mengeluarkan pistol dari balik jaketnya. Seluruh persendiannya lemas. Janos hanyalah salesman perusahaan margarin. sehingga tak ada jalan lain. Sayangnya. tentu di dalam hati. mengapa Stefan selalu berusaha mendorongnya melukai atau membunuh orang lain. apalagi sampai membunuh. adalah mata gadis itu terbuka lebar. aku akan jadi buronan. ketika tahu Stefan memasukkan kembali pistolnya ke kantung jas. modal nyali saja tak cukup. Tuhan tahu. Dia bahkan tidak yakin Stefan akan membiarkannya tetap hidup. kejadian itu terjadi pada kehidupan nyata. 'kan? Jangan-jangan. Janos seorang komunis. bukan Superman atau Batman. Janos sempat kaget ketika tiba-tiba Stefan berkelebat. Dia juga tidak tahan melihat darah yang mengucur dari lubang di kepala Cornelia. baru Janos membantu meletakkan mayat Cornelia di tempat tidur. dia ikut mendengar suara tembakan tadi.. lega yang teramat dalam. Kamu bilang tadi. bicara soal nyali dan strategi. Ah. mengancamnya pakai pisau. Masalahnya. Namun ia mengerti. Janos mungkin saja akan merebut pistol Stefan. ketika Stefan kembali nyerocos. tempat ini dan waktu kita juga sangat sempit. belum pernah memakai pisau. sama seperti dia." ucap Janos. 'kan?" Janos kini manggut-manggut.

lalu mengangguk. nyalinya mengkerut jika mengingat refleks Hollossy bak macam kumbang. Pertimbangannya terbukti benar. mobil mereka mengalami masalah. Janos tak banyak bicara. Namun." bilang Stefan. Stefan kembali." teriaknya pada Janos. 20 mil dari Luebeck. Begitu sore tiba. Namun. Seperti biasanya. memikirkan kejahatan apa kira-kira yang akan dilakukannya bersama Stefan besok." ucap Hollossy setengah mengintimidasi. Kali ini bukan karena mendengar mobil patroli polisi. Stefan betul-betul menepati janjinya. "Tapi kalau kita merampok tempat ini. "Masuk akal. "Dia tidak ada di rumah. 52 . Janos sempat mempertimbangkan menibani kepala Hollossy dengan lampion. berlaku seperti bos mafia. tidur pulas. "Orang-orang selalu bilang. Malam yang berat buat Janos. Betul-betul mirip macan kumbang. mengantungi pistol terkokang itu berbahaya. Seperti kemarin malam. "Selama ikut aku. Celah di antara celah Esoknya. lagi-lagi Hollossy membangunkan Janos di paruh pagi. Janos menarik napas lega. Siang dan sorenya. Apalagi setelah Hollossy menunjukkan tiga pistol yang selalu dibawanya ke mana-mana. Hollossy yang tidak pernah menginap dua malam berturut-turut di satu tempat. Esoknya. hampir seharian mereka habiskan untuk mensurvei kembali toko-toko perhiasan. pagi-pagi sekali mereka sudah naik kereta api menuju Hamburg. tapi aku lebih suka mati karena pistol sendiri. lalu merampok uangnya?" Janos kaget alang kepalang. Hollossy dengan sigap meletakkan pistol di telinga kanan Janos. lalu kkkrrrr. Janos tak pernah mengeluarkan uang sepeser pun. "Aku sedang berpikir tentang uang kontan. setelah mendengar bunyi sirine mobil polisi yang sedang berpatroli. daripada tertembak musuh karena pistolku tidak siap. karena tak ada pembunuhan lagi. karena hampir sepanjang malam. meski praktiknya. Hollossy berpikir sejenak. yang bertanggungjawab atas semua yang terjadi pada anak buahnya. dia tak dapat memejamkan mata. Padahal kita sudah berencana merampok toko perhiasan.Beberapa saat kemudian. Sampai detik itu. mereka menghabiskan waktu mensurvei berbagai toko perhiasan. Tak kusangka kamu ternyata partner yang pintar. memilih menghabiskan waktu di sebuah hotel di pinggiran kota. polisi akan mencari-cari kita. mata Janos tak pernah terpejam sampai pagi tiba." Mereka lalu kembali "tidur". Jam dua pagi. Hollossy mengunci pintu dan memasukkan kuncinya ke kantung celana. Jam sembilan pagi mereka sampai di Hamburg. Mereka menginap di Union Hotel." tolaknya halus. Setelah itu. Kita butuh uang kontan. Bagaimana kalau kamu turun dan membunuh perempuan tua pemilik hotel ini. mereka bermalam di rumah teman Stefan. kamu tidak perlu membayar apa pun. bagaimana dengan nyawanya sendiri? Di Ratzeburg. Hollossy memutuskan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju toko logistik terdekat.

kali ini yang berjejer di sepanjang Spitaler Street. yakni ditemukannya mayat Cornelia. ternyata berasal dari pistolnya sendiri! Sampai kematikannya. Nah. "Entahlah. kawasan yang lumayan ramai oleh pejalan kaki. Gas air mata pun melesak ke dalam gedung. masuk dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. kepala. Janos sudah bersaksi di depan Inspektur Frank Luders dan Detektif Max Peters dari Kantor Kepolsian Hamburg. Tempatkan minimal satu orang polisi di sekitarnya. "Tolong antarkan aku ke kantor polisi. Polisi. Oleh Luders. Jika tekadnya sudah bulat. menembak mati istri Josef. Beberapa saat kemudian. "Sersan. Janos kemudian menyetop taksi. di mana kira-kira dia sekarang?" tanya Luders. Beberapa saat kemudian. lagi-lagi Hollossy mengajak Janos mengintai toko-toko perhiasan. (Kisah Nyata/John Dunning/Icul) 53 . Hollossy telah mati. Polisi juga berjaga-jaga di stasiun dan gerbang keluar kota lainnya. Tapi dia sendiri belum memutuskan. dia bergeser menuju ujung sebuah gedung. tak satu pun rintangan dapat menghalangi niatnya. yang ditemuinya di Ifflland Street. begitu tahu status Hollossy dari radio. ketika sang residivis mencari celah masuk. Firasatnya mengatakan. inilah tempat paling tepat untuk menghindari perbudakan Hollossy. setelah lari terbirit-birit meninggalkan truknya. seiring desingan peluru dari kedua belah pihak. penjahat berdarah dingin itu merampok Hoellinger Jewellery di Alstertor Street. peluru 9 mm nan mematikan yang bersarang di kepala Hollossy. Maria (66 tahun). Tak juga polisi. Begitu mendapat kabar positif. menjumpai Klein dalam keadaan luka parah. semua cerita Janos dikonfirmasi lewat telepon pada kepolisian Luebeck dan Timmendorf.Paginya. dan kaki kiri. Dia berencana merampok salah satu toko perhiasan yang kami survei. didahului oleh pasukan khusus. Sepuluh menit kemudian. menyerbu masuk. menghilang di balik gedung itu. Polisi yang datang ke lokasi atas laporan Novak. dor! dor!. Janos justru menemukan celah untuk melarikan diri. Polisi mendapat seorang lelaki terbaring tak bergerak. tembak menembak reda. Janos makin deg-degan." perintah Luders pada Peters. dengan luka tembak di bahu kanan. dia melukai pemilik toko Josef Hoellinger (74 tahun). toko mana yang akan dirampok." jawab Janos." pintanya singkat. Dengan senjata otomatis 9 mm. Hollossy memberikan perlawanan sengit. Novak selamat. Namun Hollossy tetap Hollossy. Hollossy menembak Walter Klein. Pelan-pelan. Siang menjelang sore. Hollossy masih ingin menentukan nasibnya sendiri. Namun. Suatu saat. kumpulkan data semua toko perhiasan. Hollossy tampak sangat serius mengamati pintu masuk sebuah toko perhiasan. Belakangan diketahui. Frank Luders dan Max Peters langsung meblokir Spitaler Street dan memeriksa gedung-gedung di sekitarnya. Namun Klein sempat menunjuk gedung Grauman's Way No 20 sebagai tempat Hollossy bersembunyi. Namun. "Menurut Anda. bagaimana caranya? Janos terus mencari celah. dan pembantu mereka Cristel Semmelhack (33 tahun). lalu sekuat tenaga berlari menuju sebuah pusat perbelanjaan. Hollossy lalu membajak truk yang dikemudikan Werner Novak.

puluhan meter dari pria itu. di hari keempat pengintaiannya. pria itu seolah bisa membaca pikirannya yang penasaran. jika tidak bisa dikatakan lusuh. "Jadi Anda yakin. "Saya ingin pendapat Anda tentang kasus itu. merokok. ia tak kunjung bicara pada Polly yang kini duduk di sisinya. Sudah beberapa hari ini tak seorang pun menyapanya. "Sebenarnya tidak ada seorang pun yang tahu 54 . terlihat ia sangat gelisah." nada bicara Polly setengah memaksa. nalurinya sebagai wartawan lepas meyakini lelaki itu mungkin tahu sesuatu tentang peristiwa pembunuhan Nyonya Owen. Masyarakat sendiri masih berspekulasi. posisi. atau membaca koran sore selama dua sampai tiga jam. atau bunuh diri? Pria itu selalu duduk di sebuah kursi taman. Polly sebenarnya sudah mengumpulkan beragam fakta tentang kasus pembunuhan misterius itu. Setelah duduk. Namun. Polly Burton tekun memperhatikan sesosok pria yang sering duduk sendirian di sebuah sudut jalan di Norfolk Street." katanya mengangkat bahu.00. TERGIUR SIMPANAN JANDA TUA Sudah tiga hari ini. Polly yakin. si pria tidak menyadari pengintaian ala cerita spionase yang dilakukannya. Ia juga tidak begitu mengerti. di tepi sebuah jalan yang tidak terlalu ramai. Salah satunya dari pria berpenampilan lusuh itu. seseorang telah membunuhnya?" Pria itu tertawa lirih. Strand. terlebih oleh orang-orang yang belum mengenalnya. apa yang mendorongnya berbuat demikian.08. apakah sang janda mati dibunuh. hingga orang sulit menerka pekerjaan sehari-hari dan apa yang dilakukan si pria selama berjam-jam di tempat itu. yang leluasa mengamati dari sebuah kafe. yang menggegerkan kota kecil yang biasanya tenang ini." kata pria itu menunjukkan sikap acuh tak acuh. Orang yang tahu perbuatan Polly pasti akan mengecapnya sebagai kurang kerjaan. Pria itu tiba-tiba memandangi Polly. biasanya pria itu akan pergi. membuat perempuan berusia 29 tahun itu sedikit terkejut dan berusaha mengalihkan pandangan dengan bola matanya. Dari gerak-gerik tubuhnya. kecelakaan. seolah hendak menceritakan sesuatu kepada seseorang. lalu menyalakannya. "Yang pasti. "Entahlah. serta dugaan-dugaan berbagai kalangan yang kadang tidak masuk akal. Segala gerak-gerik pria setengah baya itu seolah tidak pernah lepas dari pandangan Polly. Inggris. dan waktu yang sama. yang membuatnya heran. kesaksian orang-orang di sekitar. Fakta-fakta yang sama sekali tidak menarik untuk sebuah tulisan investigatif peristiwa kriminal. mengeluarkan sebatang rokok putih. Dalam buku catatannya. Sesekali ia terlihat gelisah seperti sedang menantikan sesuatu. setiap pukul 16. Pada tempat. peristiwa itu bukan sebuah kecelakaan atau bunuh diri. Namun. Kini peluang terakhir untuk mendapat tambahan keterangan adalah dari sumbersumber tidak terduga. sambil terus mengisap rokoknya. Hanya saja. Sebagai wartawan. Semua berasal dari keterangan polisi yang serba resmi. Hari ini. Polly tidak kesal. Penampilannya terlihat seadanya. Polly membulatkan tekad untuk menghampirinya. ia sudah terbiasa diperlakukan demikian.

Pagi-pagi sekali. Besarnya memang tak seberapa. adalah pekerja yang selalu datang pertama setiap hari. kecuali Owen dan kakatuanya. Namun. mengeluh. Tidak ada orang lain yang bermalam di ruang sempit dekat ruang produksi itu. Semua menyangkut periklanan. Uang penghasilannya diatur sangat hati-hati untuk keperluan sehari-hari dan sedikit untuk burung kakatua peliharaannya. karena memang tidak ada yang melihatnya. dan asapnya dihembuskan ke atas. Jumlahnya tentu saja kian hari kian besar. Setiap hari janda tanpa anak itu bertugas membersihkan dan merapikan ruangan dengan upah hanya 15 shilling per minggu.00 Smith mendapati Owen sedang mengerjakan sesuatu. tiap pukul 09. Robbie Smith. Pekerjaan rutin itu harus selesai sebelum penyewa atau pengunjung datang. sewa ruangannya ditentukan sinar tambahan yang masuk melalui jendela-jendela berdebu itu. juga tidak ada yang bisa menggambarkan secara persis. maupun merepotkan.pembunuh wanita itu. Peraturan di gedung itu memang mengharuskan setiap penyewa meninggalkan ruang kerja mereka menjelang petang dan kunci ruangan dititipkan di ruangan pengurus bangunan. karena pembunuhan itu dirancang sedemikian rupa oleh bukan sembarang orang. Perempuan kaya Percy Street di Tottenham Court Road bukanlah termasuk kawasan ramai di kota ini. serta sebuah studio kecil untuk syuting film iklan atau pemotretran. Ruanganruangan tempat usaha itu berjajar dan di ujung bangunan terdapat kantor pengurus bangunan. Owen juga menerima tip dari para pekerja yang telah dibantunya. Smith dengan kunci cadangan miliknya akan membuka pintu depan dan langsung menuju ke ruangannya. Seperti biasa. usaha desain iklan media cetak. Lagi-lagi pria itu tertawa lirih. kepala ruang perabotan. Polly siap mencatat segala penuturan pria itu. Di gedung itu terdapat beberapa jenis usaha yang dijalankan para penyewa. Begitu besarnya sampai ada olok-olok. tidak seperti biasa 55 . Di sanalah Owen tinggal. Tempat kejadian perkara pembunuhan Nyonya Owen itu berada di salah satu bangunan tua peninggalan abad ke-19 yang terdapat di ujung jalan. Saat itulah ia menyempatkan diri sekadar menyapa atau mengajaknya ngobrol tentang apa saja. dengan jendela besar untuk ukuran bangunan modern. Begitu pula pagi hari di saat peristiwa tragis itu terjadi. Sampai sekarang. Owen akan membereskan dan menyapu seluruh ruangan. seperti pembuatan papan iklan." "Bukan sembarang orang? Maksudmu. Walau penghasilannya tidak seberapa. tapi ia selalu mengumpulkan dan menyimpannya di sebuah rekening di Bank Birkbeck. Sekali waktu. pagi di hari kedua bulan Februari itu. seorang pembunuh profesional?" Alis Polly terangkat. hingga semua orang yang tahu tentang kebiasaan iritnya itu menjulukinya "wanita kaya". wanita yang telah bekerja 25 tahun itu sama sekali tidak pernah menuntut. Pintu depan akan dibiarkannya terbuka untuk pekerja lain atau jika kebetulan ada pengunjung yang datang pagi-pagi. Bangunan mirip hanggar pesawat terbang itu terdiri atas beberapa ruangan. dinyalakan. begitu menyadari lawan bicaranya begitu bingung tapi tetap memaksa. bahkan nyaris tidak cukup untuk hidup layak. Sebatang rokok kembali diambil. Biasanya. begitu tiba.

foto itu gambar terakhir Owen sebelum terjadi perubahan. Inspektur Howell dari kepolisian setempat menemukan potongan besi berbentuk siku-siku. Tak jauh dari jendela ruangan. ia akan mengembalikan kunci ruangan kantornya ke pengurus bangunan. Ternyata dua jendela di dalam ruangan terbuka lebar. diketahui korban mendapat benturan keras di bagian belakang kepala. "Ini Nyonya Owen. Saat itu hari mulai gelap. suasana di sekitar jalanan juga mulai sepi. sisa cahaya redup musim dingin yang pucat telah berlalu. Apa Anda sudah pernah melihatnya?" kata pria itu sambil menyodorkannya ke arah Polly. Baru kali itu ia melihat sosoknya secara lebih jelas. Penemuan besi ini membuat media massa berspekulasi: kematian Owen akibat kecelakaan. Namun. Setelah pesanan kopi datang dan sejenak menyeruput. Mungkin Owen telah menyelesaikan tugasnya lebih awal. Di matanya penampilan Owen terlihat biasa-biasa saja dan tidak menunjukkan karakter suka aneh-aneh. tidak satu pun menyadari ketidakhadiran Owen sepanjang hari itu. Suhu 5oC di bawah nol semakin memperparah keadaannya. Tangannya biru lebam. Smith tidak terlalu menghiraukan kejanggalan itu. Berdasarkan pemeriksaan medis sementara. Hanya kerlap-kerlip lampu hiasan di sepanjang jalan membuat suasana lebih meriah. Sejenak Polly mengamati. Hujan salju membentuk tumpukan salju tebal di sepanjang jalan. Mereka berusaha memberi pertolongan. Kata si pria. Charles Pitt. wanita itu sebelumnya cenderung hidup secara monoton dan 56 . Pukul 17. ia melihat tubuh Nyonya Owen tertelungkup mengenakan gaun malamnya. Hujan bercampur es dan salju tebal menerobos masuk. Tubuh Owen benar-benar tergeletak tak berdaya di sisi pintu yang terbuka. Karena dilihatnya ruangan telah rapi dan bersih. pekerja yang biasanya pulang paling akhir. Sementara di sudut ruangan. wanita itu telah mati dalam kebekuan. Ia juga menambahkan.00. ia menyaksikan sebuah pemandangan mengerikan! Di lantai yang setengahnya tertutup tumpukan salju. Seperti biasa. membuat segala sesuatu semakin buruk. pria itu mengeluarkan selembar foto dari saku jaket. Tim medis dan polisi datang 15 menit setelah tubuh janda itu ditemukan. Begitu pula puluhan pekerja lain yang datang kemudian. Menjelang petang. tapi tidak menemukan apa pun.Smith tidak melihat Owen. hantaman angin kencang disertai badai timur laut terus bertiup. Pitt baru saja membuka pintu ruang pengurus bangunan ketika tiba-tiba hembusan angin dingin sekonyong-konyong menerpa wajahnya. setelah menjadi mayat. Kedua tungkai dan pergelangan kakinya terbuka. Tingginya kira-kira sama dengan luka memar di belakang kepala korban. telah bersiap-siap. Terlihat berkencan Polly dan pria asing itu kini memilih melanjutkan perbicangan mereka di sebuah kafe. Ia sengaja mengajak pria itu ke sana semata-mata agar mereka lebih leluasa berbincang. Saat itulah Charles langsung merasakan sesuatu yang tidak biasa. tubuh kakatua peliharaannya ikut terbujur kaku membeku. Suhu udara hari itu sangat dingin. membentuk hamparan permadani putih di lantai. Namun terlambat. Foto seorang wanita biasa bertubuh gemuk dalam pose tersenyum ramah. Ia berusaha melongok. Ketika korek api dinyalakan. Beberapa waktu sebelumnya ia hanya melihat lewat ilustrasi wajahnya. perasaannya tetap tidak enak.

wanita itu menampiknya dan tidak bercerita apa pun. Namun. Di lehernya tampak sebuah liontin emas berantai mungil dengan ukuran yang sepertinya tidak mungkin dimiliki wanita sekelasnya. Jones menemukan fakta mengejutkan bahwa setelah dipecat. Mata para pekerja baru benar-benar dibuat terbelalak ketika suatu kali mereka melihat Owen berdandan begitu rapi. Owen mengambil 57 .membosankan. yang takut dirinya dikait-kaitkan dengan kematian bekas pekerjanya itu. Saat itulah mereka bertukar informasi. sekitar pukul 18. mereka tidak mau terlalu usil. hak janda itu untuk menyenangkan diri di hari tuanya. dan ditutup dengan kopi manis. Para pekerja mengamati. hidangan pencuci mulut. itu pertemuan terakhirnya dengan Owen dan memilih untuk segera beranjak pergi. Para pekerja saling berpandangan. Owen justru bercerita. dirinya telah memiliki banyak properti dan kini akan bekerja sesuai keinginannya. pernah mendapati Owen menangis terisak. "Ia menyatakan punya banyak sahabat yang akan menjaga dirinya. perubahan mencolok terjadi setelah Owen berhubungan dengan Arthur Greenhill. Owen yang membayar tagihan makan malam di tempat eksklusif itu.00 ia melangkah ke luar sendirian. Menurut pria tambun berumur 60-an tahun itu. karena ia memiliki banyak uang untuk siapa pun yang tahu bagaimana menyenangkan hatinya. mereka merasa belum pernah melihat Owen berpenampilan seperti itu. Ketika keduanya meninggalkan restoran. Para pekerja mulai berembuk untuk membicarakan ketidakberesan ini dan berencana melaporkannya kepada pemilik bangunan bila situasi itu terus berlanjut. tepatnya gosip. sepotong besar tulang sumsum. Dari serangkaian informasi awal. Namun. tapi belakangan berubah total di luar dugaan banyak orang. Menurut penuturan saksi. Sepanjang ingatan. pada akhir Januari. yaitu beberapa sayat daging anak sapi. Ketika penelusuran dikembangkan ke Birkbeck Bank. Perkara Owen akhirnya sampai juga ke telinga Allman. Hidangannya terbilang mewah. Perubahan drastis Owen baru menjadi masalah setelah berdampak pada pekerjaan. lengkap dengan topi dan mantel mewah. Nona Bedford. Menurut gosip. Arthur memang terlihat sering pulang paling malam. Seorang saksi lain. kepolisian menugaskan Inspektur Jones menyelidiki Arthur Greenhill. kopi. lelaki pemilik bangunan. pemuda yang bekerja di Number Eight Studio. Ia hampir selalu tidak ada di tempat pada saat dibutuhkan. Menurut para pekerja di Percy Street. Bedford tidak menyangka. Allman memecat Owen yang telah bekerja puluhan tahun tanpa masalah. tentang Owen. menyatakan beberapa jam sebelum peristiwa tragis itu. Owen berubah kira-kira sejak Oktober. Arthur tampak mengisap cerutu mahal. Namun. Semula tidak ada yang menaruh perhatian soal itu. Saat itu." kata Allman kepada polisi. tanpa banyak peringatan. termasuk para pekerja yang sudah lebih dari sepuluh tahun bekerja di situ. Kecurigaan mulai kuat setelah ada gosip susulan yang menyatakan melihat Owen berkencan dengan Arthur Greenhill di sebuah rumah makan di Gambias Restaurant di Tottenham Court Road." kata Allman. Akhirnya. saat ia bertanya soal masalahnya dan menawarkan bantuan. mereka tidak ambil pusing. Mereka pikir. "Nyonya Owen tidak sedikit pun terlihat kesal ketika saya menyampaikan hal itu kepadanya.

Memar di bagian belakang kepalanya sebenarnya tidak memberi efek serius. Meski pekerja kasar. Salah satunya ditukarkan untuk pembayaran satu setel 58 . Logat cockney-nya juga terdengar lucu.Dalam kesaksiannya seorang kasir perempuan di Birkbeck Bank bilang. Greenhill Senior. keadaan di sekitar ruangan saat Charles Pitt pertama kali menemukan wanita malang itu. dalam sidang pendahuluan. hasil jerih payah menabung dan menghemat selama 25 tahun! Kelumpuhan sementara Karena semua dugaan mulai mengarah pada satu nama dan untuk memudahkan penyelidikan. Owen tertawa menanggapinya.seluruh uang simpanannya dalam deposito. Menurut catatan polisi. Owen tewas akibat tidak segera mendapat pertolongan. Hakim juga tahu. pembawaannya sedikit kasar. Pria berusia 28 tahun itu seharihari bekerja sebagai pelukis batu dan logam. jumlahnya kira-kira 800 pounds. "Nyonya Owen pasti baru bersiap-siap akan tidur. Pintu ruangan sedikit terbuka. Semua sudut ruangan masih tampak rapi. kematiannya pasti bukan karena kecelakaan. Wajah orang tua itu terlihat keras. polisi malah menemukan dua nota bank yang telah dicairkan Arthur Greenhill pada pagi hari sebelum kematian itu terjadi. Owen pernah menunjukkan kepadanya cek 827 pound atau senilai saldo rekening tabungannya. hingga bicaranya tergagap dan berulang kali memberi jawaban asal-asalan. Ayahnya. Bisa jadi karena ia sangat gugup. tapi mengiyakan. seperti telah dibongkar paksa berulang-ulang layaknya modus perampokan. saat petugas kesehatan datang. Kesaksian kasir itu mengejutkan. Polly cuma manggut-manggut. Suatu hal yang sebenarnya dapat merugikan posisinya. Sementara jendela terbuka lebar dan salah satu teralisnya terputus. Hanya saja. Namun. Sayangnya. Polisi berusaha menyusun bukti-bukti yang memberatkan Arthur." kata kasir yang tak disebut namanya itu. karena biasanya wanitawanita lanjut usia mudah pikun. Malah Owen sempat menuturkan niatnya untuk mengunjungi kantor pengacara untuk membuat sebuah surat wasiat. wajah Arthur tergolong tampan untuk ukuran pria kebanyakan. kecuali kelumpuhan sementara. karena tidak ditemukan uang sedikit pun di dalam kamar sang janda setelah peristiwa tragis itu. dengan penampilan yang lebih mirip pengacara desa ketimbang pejabat penting di London. "Dia terlihat senang dan riang. seorang hakim agung. Namun. polisi lalu menahan Arthur Greenhill. Dalam catatan forensik hanya dijelaskan. tidak masuk akal kalau dia membuka pakaiannya di tengah suhu 5oC di bawah nol dalam keadaan jendela terbuka lebar." kata pria yang masih terus bertutur kepada Polly. Ia menyatakan akan sangat berhati-hati dan tidak menghabiskan uangnya sesaat saja. dari hasil visum tidak ada perkembangan baru. Dalam penelusurannya. Agak sulit memastikan sudah berapa lama wanita itu terbujur kaku. Pakaian korban sepanjang hari itu tergantung rapi di atas sebuah kursi dan sebuah kunci lemari makan ditemukan di dalam kantungnya. karena berniat pergi ke kota lain untuk tinggal bersama keponakannya. tidak ada yang terlalu mencolok. korban sudah tewas. bertindak sebagai kuasa hukum. Kasir itu sempat mengingatkan Owen agar berhati-hati. sambil bercerita bahwa ia perlu uang dalam jumlah besar. atau mungkin 12 jam. Rasanya. dua. setelah membuka pakaiannya saat itu. Apakah satu. Arthur bersikap tidak menyenangkan bagi hakim wilayah dan kepolisian.

"Jika memang seluruh hartanya akan diberikan kepada Arthur. Arthur memukulnya dengan sebuah besi lalu mengambil uangnya. Saksi yang dikenal sebagai pemabuk itu mengaku bertemu. serta menikmati hari tua. Pada saat kejadian. Polisi tetap pada dugaan sementara. alibi tersangka hanya didukung seorang saksi yang merasa melihatnya pukul dua pagi. Polisi juga menemukan. Sayangnya. Arthur menjadi tersangka utama. sebelum tak sadarkan diri. wanita itu memberinya 10 pounds yang dikatakannya sebagai ucapan terima kasih sambil mengatakan. "Dia terlihat sangat khawatir sejak petang. setelah dirampok saat hendak bersiap tidur. Siang sebelum kematiannya. Pada malam kejadian. Arthur menyatakan dirinya memang dekat dengan Owen karena janda itu masih saudara jauh ibunya. Belakangan. Tinggal dengan keponakan Dalam pengakuannya. dia sudah sedikit gembira. "Aku menganggap kau seperti keponakanku. 59 . sekitar pukul 02." sambung Arthur kepada polisi. bahkan sempat berbicara dengan Arthur di sudut jalan Percy Street dan Tottenham Court Road. pendapat itu disanggah Greenhill Senior. Arthur hanya bisa mendengar semua kesaksian yang mengarah ke dirinya dengan wajah pucat pasi. Arthur mendekati dan mengencani Owen untuk kesenangan materi sesaat saja. yang menuduh polisi tidak jeli terhadap fakta yang ada. Owen tidak menuruti semua kemauan Arthur. mengapa ia harus mengambil uangnya cepat-cepat?" kata Greenhill berang. aku masih bisa menganggap Bill demikian. Owen berada di sana dan membuat surat wasiat yang menyatakan akan memberikan seluruh hartanya pada Arthur Greenhill jika ia meninggal. Sebelum pulang. tersangka juga mengaku sempat mengencani Owen dan mengantar ke tempat tinggalnya. Pipinya menghijau. Meski pengakuan tentang keponakan Owen mirip dengan kesaksian kasir Birkbeck Bank. kata polisi.00. polisi tidak ingin percaya begitu saja. termasuk rencana Owen untuk tinggal bersamanya. karena saksi dianggap tak sadar sepenuhnya. Dugaan polisi semakin kuat bahwa janda itu memang dibunuh. Berulang kali ia menjilati bibirnya yang terasa kering. Arthur panik akan keputusan itu dan merasa harus mendapatkan uang itu secepatnya. karena Arthur tidak bisa menyebutkan lebih jauh tentang silsilah keluarga ibunya dan hubungannya dengan korban. kredibilitas kesaksian penting itu tak cukup membantu. karena ia merupakan orang terdekat korban dan paling sering berkeliaran di pagi hari. bahkan bersikeras pindah ke luar kota untuk tinggal bersama keponakannya. Namun. Ketika mengantar wanita itu pada malam pembunuhan ke kamar. Tapi jika kau tidak suka. hakim agung Greenhill Senior memiliki sebuah kantor kecil di John Street. Setidaknya. Dari sanalah Arthur tergoda mengambil seluruh uangnya. Sementara ini. keberadaan keponakan itu hanya diucapkan Arthur serta Owen melalui kesaksian kasir saja." Ya. Tapi ketika saya meninggalkannya. Nama itu muncul dari mulut Arthur. mungkin karena keponakannya itu. Namun. "Bill". Sedangkan saksi-saksi lain yang kebanyakan pekerja di Percy Street tidak pernah mendengar soal keluarga jauh itu.pakaian pria di West Ebd Clothiers Company dan yang lainnya di sebuah kantor pos di Oxford Street. Bedford Row. Entah. pengakuan asal-asalan itu segera ditepis polisi. ayah Arthur.

Saksi dan bukti yang ada memang tidak terlalu memberatkannya. dan melangkah santai. mengapa polisi masih belum bertindak tegas terhadap Arthur. Alis Polly mengernyit. di sisi lain ia justru merasa tengah berada di puncak penyelidikannya tentang pembunuhan Nyonya Owen. "Satu pertanyaan terakhir. Owen berontak. tanpa diketahui para pekerja di Percy Street. Untuk sejenak. Ia memaksa janda itu untuk menyerahkan uang depositonya. Arthur hingga saat ini belum terbukti membunuh. Membereskan dan mengurus pekerjaan pagi itu. si tersangka tunggal. Tubuhnya perlahan di sandaran kursi. "Pada tengah hari?" "Setiap pukul delapan tiga puluh setiap paginya." kata pria itu santai. Membiarkan jendela terbuka lebar agar terkesan telah terjadi perampokan. keponakannya mendatangi Owen. Jadi menurutmu. Namun. Merasa dikasari. aku pikir semua itu karena uang. hingga akhirnya Owen merasa simpanannya di bank tidak aman. "Keponakan itu tahu tentang keberadaan uang Owen di bank. Pria itu tersenyum." katanya. lalu menariknya. Siang itu keduanya bertengkar." "Ya. kini ia paham. Aku tahu banyak orang yang menganggapnya sebagai kasus bunuh diri biasa atau kecelakaan. Ada saksi yang melihatnya." tambahnya. Pria itu menghela napas. Dia lalu datang dan menerornya. Tapi. Saat itulah secara refleks ia memukulkan besi siku ke belakang kepala dan membuat wanita itu terjatuh. ia ada di sebuah tempat tak jauh dari rumahnya." Setelah Arthur pulang. Segala penuturannya masuk akal dan cocok dengan semua catatannya. 60 . Setidaknya. sembari beranjak. Senyum misterius mengembang dari mulutnya. "Aku senang mendengarmu mengatakannya terbunuh. Ia pun mengambil uang yang ada di laci lemari. Semua tampak wajar kan?" kata pria misterius itu lagi. analisis Polly.Pembunuhnya merapikan ruangan Tak terasa sudah hampir satu jam Polly menyimak kata-kata pria itu tanpa rasa bosan sedikit pun. "Seorang keluarga dekat bisa saja mengunjunginya di luar. pada tengah hari. itulah yang membuatnya menangis dan terlihat oleh Nona Bedford. Polly hanya bisa tertegun menyaksikannya. Pembunuh itu berinisiatif menggantikan tugas Owen dan seakan-akan mengajak semua orang melupakan keberadaannya. Ketika akan melangkah ke luar. Sebuah jawaban yang agak mengejutkan Polly. "Namun pria itu begitu kecewa setelah tahu Owen akan mewariskan seluruh hartanya ke Arthur Greenhill. karena pada saat wanita itu dibunuh. hari sudah hampir pagi. apa kau juga mempercayai keberadaan keponakan lelaki wanita tua itu?" "Mengapa harus menyangsikannya?" balas pria itu cepat. Tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang tidak beres pada pria yang belum lagi ia ketahui namanya itu. Ia pun menghibur diri dengan bepergian bersama Arthur ke teater. kira-kira bagaimana pembunuh itu melakukannya?" pancing Polly. mengucapkan salam perpisahan.

sedang memeluk bahu Harry Fendley. menggali keranjang sampah dengan terengah-engah. Dengan sebal diremasnya surat itu. tapi dia tidak mau mendengarkan. Biar saja Harry kecewa berat karena merasa tidak diundang. Tersenyum sejenak. Saya bukan ingin menakut-nakuti. Dahinya berkerut ketika melihat surat terakhir. ketua Dewan Pengawas Daerah dan tokoh politik setempat. "Bu Quirk. sebelum ia pensiun musim semi lalu. Tiga belas nama "Bu Quirk!" Teriakan Fendley membuat Quirk bak kena setrum. (Kisah rekaan/Baroness Orczy/Tj) 09. . pluk! Jari-jari Adelia Quirk bergerak gesit menyortir surat-surat yang datang pagi itu.. Jangan pernah membuang surat sebelum saya membacanya. Kenapa Anda begitu keras kepala? Tiga setengah hektar tanah terlalu berat untuk diurus seorang janda seperti Anda. Wajahnya memperlihatkan keprihatinan. Sayang. yang fotonya tergantung di dinding.. Alamatnya diketik rapi. Anda tidak apa-apa 'kan? Bekerja untuk membayar utangutang George mungkin terlalu berat buat Anda. "Anda 'kan sekretaris yang baik.. Ia menarik napas lega ketika menemukan surat yang baru saja diremas Quirk. asuransi jiwanya tidak bisa menutup semua utang kalian. Bu Quirk cuma bisa menyumpah dalam hati. setengah mengejek. "Bu Quirk. lalu kembali melanjutkan langkahnya. lalu dilemparkannya ke tempat sampah. Memang bukan salah Anda. tolong jangan buang surat-surat dari para pemilih saya. Saya sudah sering memperingatkan. tetapi sebaiknya jangan sendirian di sana. karena perutnya yang sebesar gentong itu tertekan. Surat semacam itu sudah sering dilihatnya selama 30 tahun menjadi sekretaris di Sekolah Menengah Umum Endicott. Tangan wanita kurus dengan rambut keriting tipis berwarna kelabu itu lalu mendorong kacamata bacanya yang melorot." Diolok-olok dan diintimidasi seperti itu. saya akan menyerahkan surat-surat utang George kepada Anda. seakan-akan sedang memberi tahu anak idiot. Bu Quirk. Dengan cepat terbentuk dua tumpukan. sret. sementara alis matanya bertemu di atas hidung. . "Saya betul-betul prihatin. "Anda kelihatan pucat." imbuh Fendley. Fendley sendiri kemudian mengalihkan perhatiannya pada surat yang baru saja 61 . tidak peduli dari orang sinting sekalipun."Terima kasih atas kisahmu. pikir Bu Quirk puas. Jantungnya serasa berhenti beberapa detik." kata Fendley.. Bill!" Pria itu menoleh. George jadi penjudi. Tumpukan lain berada di dasar tempat sampah. berupa beberapa selebaran serta undangan ke acara jamuan makan malam yang diadakan seorang anggota Kongres. KORBAN KE 13 Sret." Fendley menggeleng-gelengkan kepalanya. Siapa tahu warga negara baik itu sedang menghadapi masalah. Satu berada di tengah meja Harry Fendley. seperti dua ulat sedang berciuman. Kenapa tidak Anda serahkan saja rumah dan tanah itu kepada saya? Sebagai gantinya. Kalian berdua kurang melihat masa depan sih. terdiri atas tagihan dan pemberitahuan lelang." Harry Fendley. tetapi tidak ada nama pengirimnya.

Evelyn . "Kirim satu pada Robert Barnes. Ia mencoba mendapat informasi dengan menempelkan telinganya ke pintu ruang kerja Fendley. selalu memperlakukan Quirk. lalu memandang Bu Quirk dengan senyum senang. tanah Bu Quirk paling bagus. yang kedengaran cuma suara kresek . musuh-musuh pribadi serta bekas sekretaris bosnya itu." Bu Quirk mencatat nama-nama lawan politik.. karena ia tak banyak menyukai orang. keluarga Efferson.24 ha tanah berhutan di antara tanahnya dan Red Mound National Forest misalnya.. Tanah keluarga Efferson berbatasan dengan Sungai Chicasaw yang memisahkan tanah mereka dari hutan nasional." "Lawan Anda pada pemilihan yang lalu?" "Betul. 62 . Mereka selalu memberinya selai buatan sendiri yang tidak jelas selai apa. tinggal di lahan yang ditumbuhi pohon pinus seluas 2 ha dan sering kebanjiran. Di belakang tanah milik Bu Quirk dan tetangga-tetangganya terdapat hutan sepanjang beberapa kilometer. Surat ini dapat membawa keberuntungan besar atau sebaliknya. Inc. ketimun yang diolah entah bagaimana caranya. walikota kita." "Tapi itu 'kan surat berantai." potong Bu Quirk. bukan agar ia dapat membayar utang George. yang dikenal sebagai tukang caplok tanah. Bu Quirk merasa Fendley mempunyai rencana atas tanah dan rumahnya. Hanya para tetangganya yang kadang-kadang memberi perhatian.. "Buatkan 13 salinannya. Ia tahu. kresek.diselamatkannya dari tempat sampah. pedagang mobil bekas yang pandai merayu itu menawarkan pekerjaan sekretaris... lalu mereka beri nama "acar". Bu Adelia! Kita harus berbagi keberuntungan dengan teman-teman kita. Anda tahu apa yang Anda buang?" Fendley lalu membacakan isi surat itu: "Jangan anggap enteng. Kirim juga pada James Hollingshead. Tapi untuk membujuknya agar mau melepas tanah warisan sebagai penebus utang.. "Bu Quirk. Dari tiga bidang tanah yang dimiliki perorangan itu. Pastikan juga jatah Leroy Jacobs dan istrinya. Kirim salinannya sebanyak 13 pucuk dalam waktu lima hari . tidak pernah kebanjiran dan berpemandangan indah. Bu Quirk pernah melihat wakil dari Brooks Brothers datang ke kantor Fendley membawa tabung-tabung cetak biru. Letaknya tinggi di atas punggung bukit yang indah. seakan-akan dia bibi mereka yang eksentrik. Di seberang tanah keluarga Anderson terdapat Sungai Wooten. tetangga Bu Quirk yang memiliki 1. Mereka sulit ditolak kedatangannya." tegas Fendley menyorongkan kertas itu ke sekretarisnya. Lalu di sebelahnya ada tanah luas tak berpenghuni yang berseberangan dengan jalan bebas hambatan. Suami-istri Anderson. Fendley. milik Acme Paper. keju kambing. Fendley betul-betul menjijikkan. musibah besar bagi Anda. Tetangganya yang lain.. Fendley pasti sudah mengantisipasi ulah sekretaris usilnya dengan memasang peredam suara. Matanya bergerak mengikuti beberapa baris. yang isinya mungkin saja peta survei tanah. sesulit menjauhkan anak-anak anjing yang selalu melibat di sekitar kaki. Begitu pun sebaliknya. Namun. Rayuan pedagang mobil Bu Quirk sendiri tak punya banyak teman..

Saat itulah Quirk menyaksikan tabrakan hebat antara sebuah minivan cokelat dan sedan Lincoln. ya? Itu sih bukan kecelakaan. orang asuransi itu datang. Sebagai walikota. walikota Endicott. "Halo." katanya tanpa semangat.Fendley di mata Bu Quirk tak beda dengan ular. Virginia. Bu Quirk tahu. ia baru tahu kalau selama bebeberapa minggu terakhir." Virginia memotong. kali ini ia tidak bisa menghindar dari hukum alam. Dia menembak Evelyn dan salesman asuransi yang tidur dengan istrinya itu. Fendley sendiri tidak secara langsung terlibat dalam permainan judi itu. "Kecelakaan apa? Oh. Padahal. menurut hukum ia wajib membayar utang George. Ketinggalan berita Adelia Quirk memandang langit yang menaungi kota berpenduduk 25. Namun. peristiwa itu masih terbayang di benak Bu Quirk. Leroy tiba-tiba kembali. akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan. Walaupun sudah mengenakan mantel wol tebal. si pengemudi minivan. Fendley bisa memegang surat-surat utang yang ditandatangani George di hadapan sejumlah saksi. melainkan berjudi. Lalu dengan suara berubah lunak ia berkata. saat itu sedang ngebut. suhu dingin bisa memperparah penyakit artritisnya.. Polisi sendiri bilang. Kedua korban kecelakaan dikenalnya dengan baik.. Bu Quirk berjanji. Bersama Robert Barnes." 63 . walaupun ia menganggap mereka bukan manusia baik. "Menembak siapa?" "Evelyn. Sampai malam. Tadi pagi." sambung Quirk. maksudmu yang menimpa suami-istri Jacobs. Dalam hati. sudah bertahun-tahun Hollingshead mengabaikan peraturan lalulintas tanpa pernah dihukum. agar tanah warisan George tidak jatuh ke tangan orang busuk seperti Harry Fendley. Itu sebabnya. secara hukum Fendley tidak bisa mengambil rumahnya begitu saja. si bos makin giat menyuruhnya membeli koran ke seberang kantor." "Jangan ceritakan apa yang dikatakan Leroy saat ia ditahan . Tapi ia juga tahu. "Ia menembak dirinya sendiri. ia meninggal dunia di tempat. Namun Quirk lega. tak jauh dari lampu merah. Lincoln yang dikemudikan James Hollingshead. Rupanya. berarti ia tak harus bercerita tentang tabrakan mobil yang menimpa walikota. setelah tahu yang menelepon ternyata iparnya. Dengan sebal Bu Quirk mengangkat benda yang membuyarkan lamunannya itu. setiap Rabu malam George bukannya pergi ke persekutuan doa seperti yang dikatakannya. Bayangkan. Leroy memang sengaja menembaknya!" Tulalit. Kriiing!!! Tiba-tiba telepon berdering." "Leroy tidak menunggu polisi datang. seusai pemakaman.. Sejak cuaca memburuk beberapa hari lalu dan musim gugur hendak beranjak ke musim dingin. setiap kali Leroy pergi bekerja. "Kamu pasti mau membicarakan kecelakaan itu. kecelakaan itu mungkin disebabkan rem minivan itu blong. toh angin tetap saja menyusup.000 jiwa itu dari depan pintu kantornya.

Mengapa begitu banyak orang mati hari ini? "Dan Johnny Hovatter. sekaligus gagal menyelamatkan nyawa sang anggota dewan. terjatuh dari salah satu kudanya. Sedangkan korannya. "Oh." cerita Gary Efferson. "Kapan kamu tahu ada yang tidak beres?" tanya Quirk. Keluarga Efferson kemudian menawarkan sedikit uang dengan imbalan persoalan diselesaikan . pembayaran terhenti setengah jalan. dalam keadaan mabuk. Belakangan. Namun. ketika tukang pos memberi tahu. karena kesulitan uang. si pengendara malah ikut kena setrum." Penasaran. waktu bertemu di kapsalon bilang.Bu Quirk mendengarkan cerita Virginia sambil memandang jauh ke langit-langit.. 60 tahun lalu menjual tanahnya pada sebuah perusahaan penebangan kayu. mengapa orang-orang itu meninggal? Tiba-tiba Quirk teringat pada penjualan mobil Fendley yang belakangan meningkat pesat.. petani tua bekas pemilik tanah mereka. Namun. Adelia." lanjut iparnya. Mereka membenarkan.. Ia merasa seperti sedang naik pesawat yang tiba-tiba oleng. "Hah? Kapan?" "Aduuuh. Quirk menelepon keluarga Efferson. kapan keluarga Efferson akan pindah?" "Keluarga Efferson? Mereka tidak mau menjual tanahnya. Kena setrum Keesokan harinya. Seorang pengendara mobil yang kebetulan lewat bermaksud menolongnya.. koran pagi Fendley basah tak bisa dibaca setelah dipakai melindungi kepala dari hujan. korban-korban meninggal dalam beberapa hari terakhir adalah orang-orang yang terdapat dalam daftar surat berantai Fendley. perasaan Bu Quirk makin tak keruan. karena si loper salah lempar. setelah selesai berbicara dengan Virginia. "Saya mulai curiga beberapa bulan lalu. perusahaan penebangan kayu itu hidup lagi. Lehernya patah. Tapi kalau bukan lantaran surat berantai. Anak Frieda Wilson yang bekerja di pengadilan. 'Kan ada di koran pagi ini." Bu Quirk meletakkan telepon dengan marah. Bu Quirk sadar. ya. waktu sekelompok petugas survei dari perusahaan kayu mengukur melewati pagar belakang. ada cacat hukum dalam jual-beli tanah itu 60 tahun lalu. kok. 64 . ber-ganti nama menjadi Acme Paper. maksudku menelepon kamu sebenarnya ingin menanyakan. anggota dewan kotapraja yang bertugas menyusun perundang-undangan tewas kena setrum saat membetulkan antena TV tadi pagi.." Quirk ingat.. Petani itu lalu mengambil kembali tanahnya tanpa meluruskan hak kepemilikannya di pengadilan. "Mandornya menunjukkan gambar yang membuat perut saya mual . Kamu betul-betul tidak menaruh perhatian pada sekelilingmu. Clarion Herald mendarat di kubangan air di halaman rumahnya. Mungkinkah hal ini terjadi secara kebetulan? Mengirimkan surat berantai kepada seseorang mestinya tidak akan membuat si penerima meninggal.

sesama pedagang mobil. Dengan tergesagesa Bu Quirk menyambar tas dan mantelnya. Coleen mengakhiri ceritanya dengan menangis terisak-isak. Bu Quirk sadar. Fendley tiba-tiba menjadi orang paling mujur di tengah berbagai kemalangan yang menimpa orang lain. Kini total korban. Alih-alih menjawab. Beberapa menit setelah percakapan tadi. Banyak orang meninggal. setiap hari selalu ada orang meninggal. orang-orang yang Anda kirimi surat berantai." bilang Quirk. Katanya. yang tiba-tiba saja menyerobot masuk kamar kerja bosnya. tujuh orang meninggal. Bu Quirk menatap tajam. Quirk malah menjatuhkan pot geranium ke kaki si wanita. dan bekas sekretaris Fendley. entah akibat surat berantai atau ulah Fendley sendiri. entah oleh siapa." "Bu Quirk. Tujuh. mencapai sebelas orang. sudah sebulan ini ia sering menerima telepon gelap yang kian menakutkan. tanpa mengucapkan salam kepada lawan bicaranya. "Fendley. "Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi.Sulit dipercaya. restoran Emilio terbakar. Bu Quirk meninggalkan kantor sambil membawa sebuah kotak berisi barang-barang pribadinya. Malam kemarin. kita punya masalah besar. lalu pergi ke Hartley dan McLean Auto Sales yang terletak di tempat strategis. Apakah nasib sial memang bisa berpindah ke orang-orang yang dikirimi surat berantai oleh Fendley? "Fendley. Fendley. Yakni John McLean. keserakahan Harry Fendley-lah biang keladi semua malapetaka ini. Dalam perjalanan keluar ia berpapasan dengan seorang wanita seksi berambut pirang. itu 'kan cuma kebetulan. "Bertindak apa?" tanyanya. Saat api berkecamuk. Api meminta tujuh korban. dekat jalan bebas hambatan." sebut Fendley dengan mata berbinar-binar. Ketika penyiar teve menyebutkan namanama korban. Tangannya yang lain menenteng pot berisi tanaman geranium. Bu Quirk 65 ." "Maksud saya. Bu Quirk mendengar kabar. "Anda tahu ada lowongan sekretaris di sini?" tanya si wanita. Bu Quirk mengambil daftar penerima surat berantai yang dikirimkannya atas perintah Fendley. Ia mendapati empat dari tujuh korban tercatat dalam daftar." Dengan mata sama sekali tidak memperlihatkan kepikunan. Tapi bagaimana cara menghentikannya? Tinggal dua nyawa Esok paginya. tapi cobalah bertindak!" Alis mata Fendley merayap naik. di dalam sedang banyak orang makan. Tinggal dua nama dalam daftar yang masih hidup. Fendley melotot dan menaruh telepon buru-buru. Gabrukk! Dalam 24 jam berikutnya. Bu Quirk berada di ruang duduk rumahnya sambil minum bercangkir-cangkir teh. saya tidak tahu bagaimana mengatakannya. tiga anjingnya tewas disembelih di halaman. "Bu Quirk." "Ah. Malam hari sering kelihatan orang gentayangan di luar rumah. Anda sakit? Saya sudah berbicara dengan adik Anda beberapa waktu lalu dan dia juga khawatir. Tiba-tiba saja Coleen Anderson meneleponnya. Restoran itu tempat makan favorit di Endicott.

menemukan McLean sedang melempari poster kampanye Fendley dengan baut di ruang kerjanya. Quirk meninggalkan ruangan. saya ingat menerima surat semacam itu. " Kamu akan mati. "Terkutuk. Apakah semuanya akan mati tiba-tiba juga? McLean tergelak-gelak." Tanpa basa-basi lagi.. ia cuma menyia-nyiakan waktu. "Ada perlu apa?" sambungnya. Anda patut mendapat Oscar.. Dada Bu Quirk sesak. "Anda lebih menakutkan daripada kepala sekolah." McLean tertawa. Fendley." McLean duduk membisu ketika Bu Quirk menceritakan apa yang terjadi. Apa yang sebenarnya telah Anda lakukan?" Rasanya ingin ia menampar Fendley.. "Dua belas tewas. apa yang harus saya lakukan? Mengirim 13 surat lagi?" tanyanya." balas Bu Quirk cepat. Tapi ia bisa mendengar dengan sangat jelas suara keras yang timbul saat tengkorak McLean menghajar sudut lemari file. Air mukanya berubah dari terkejut menjadi tidak percaya. Dipandanginya "karyanya" itu dengan puas. begitu seterusnya. Anda bertanggung jawab atas semua ini. "Yang saya lakukan?" Fendley membuka pintu sebuah lemari. tetapi dia memilih orang yang tepat untuk memerankannya. "Beri tahu Fendley." Bu Quirk melihat nama terakhir yang belum dicoret: Becky Ward. Dia tak ingin menyaksikan gaya Mc-Lean tertawa. Seorang salesman yang sedang lewat di depan pintu berteriak. "Bagaimana dengan Becky?" Fendley mengangkat bahu. Mengapa jawaban itu tidak terpikir olehnya? Bagaimana kalau 13 orang itu mengirimkannya kepada 13 orang lain. "Becky kurang menghormati saya ketika ia bekerja di sini. nama 13 orang yang dikirimi surat berantai. "Bu Quirk! Saya kira Anda sudah meninggal!" "Dan kamu masih tetap berandal kecil yang seminggu sekali dikirim ke kepala sekolah untuk disabet. "Ya. kecuali kamu segera bertindak. Quirk." ucapnya sembari 66 . Di dalamnya tertempel sehelai poster yang ditulisi huruf besar-besar. Jadi. Quirk. saya tidak tahu lelucon apa yang dirancangnya. Quirk langsung kabur tanpa menengok. Saya juga ingin tahu kenapa begitu manjur . Sekretaris saya membuangnya. "Cuma ini. Bu Quirk tahu. Berbalik sasaran Fendley menahan senyum ketika bertemu dengan Bu Quirk lagi di kantornya." Senyum Fendley berubah kejam dan mata sipitnya bertambah sipit berpayung alis tebal.

mendelik dengan sikap mengancam. Quirk merasa kepalanya melayang. Untunglah telepon berdering, sehingga perhatiannya mengarah pada gagang telepon. "Bilang pada anggota Kongres itu, aku akan meneleponnya beberapa menit lagi," jawab Fendley kepada seseorang di seberang sana. "Beri tahu Haroldson perihal kemajuan yang sudah Anda peroleh untuk mendapat tanah-tanah kami," pancing Quirk. "Kok Anda tahu?" "Teman saya Gary Efferson pelahap berita finansial. Ia membaca bahwa istri Haroldson mendapat posisi menentukan di Acme Paper. Istri Haroldson juga yang mengepalai perusahaan pembangunan perumahan, perusahaan yang dipimpin suaminya sebelum terpilih menjadi anggota Kongres. Tanah keluarga Anderson, Efferson, dan saya, jadi penghalang untuk membangun jalan bebas hambatan. Kalau Anda memperoleh tanah kami, jarak dari Acme Land ke kota besar cuma 45 menit, harga tanah Acme Land pun akan melonjak." Merasa mendapat angin, Quirk melanjutkan, "Anggota Kongres itu membayar Anda cukup besar untuk membeli tanah dan menjualnya langsung ke Acme, tetapi Anda serakah. Anda ingin mendapat tanah kami tanpa keluar banyak uang, kalau perlu gratis." "Hampir betul," jawab Fendley. "Sebenarnya, ini saran Haroldson. George suami Anda sudah mulai kalah berjudi sebelum saya mengikat janji dengan Haroldson. Sayang, ia keburu mati sebelum menyerahkan tanahnya. Kini sudah terlambat bagi Anda dan siapa pun untuk bertindak," Fendley tertawa geli. "Asal tahu saja, saya sudah minta adik Anda mengajukan permohonan ke pengadilan, agar Anda dinyatakan tidak waras." Diancam begitu, Quirk malah tersenyum. "Maaf, ada yang lupa saya poskan," kata Quirk kepada si pirang, penggantinya di kantor Fendley. Ia segera mengambil surat berantai ketiga belas dari laci, lalu memasukkannya ke tas. Ya, surat ketiga belas yang tak terkirimkan mestinya berbalik menyerang si pengirim. Beberapa waktu kemudian, dia mendengar ada kegaduhan di kantor Fendley. "Korban ketiga belas sudah jatuh. George pasti senang, tanahnya tak jadi terjual," bisik Quirk pelan. (Kisah Rekaan/Vickie Dubois/HI)

10. CINCIN BERLIAN MEMECAH KEBUNTUAN
Hari sudah beranjak siang, tapi lampu teras sebuah rumah di Jln. Mawar Jingga itu masih menyala. Pintu dan jendela ruang utama pun tertutup rapat. "Bukankah dia ada job hari Minggu ini!" kata Suwarto dalam hati. "Apa ketiduran ya?" "Mas, bangun, Mas, sudah siang!" untuk kesekian kalinya Suwarto, sopir seorang perancang busana terkenal itu berteriak memanggil si empunya rumah. Tapi tetap saja tak ada jawaban. Dia mencoba mengintip lewat lubang kunci, tapi pandangannya terhalang anak kunci yang menempel di tempatnya. Penasaran, Suwarto menyusuri samping rumah. Didapatinya daun jendela kaca ruang tamu sudah renggang dan tak terkunci.

67

Perasaan Suwarto makin tak enak. Dia nekat masuk ke ruang tamu lewat jendela itu. Ruang berkarpet biru itu gelap. Sreeek, sopir tua itu menyibakkan gorden jendela dan .... Suwarto nyaris menjerit melihat sesosok tubuh tertelungkup tak bergerak di lantai. Kondisi ruangan itu tampak berantakan. Meja tamu terbalik, pecahan kaca bertebaran di mana-mana. Vas kristal dan sejumlah pajangan pecah belah hancur berkeping-keping. Cukup lama Suwarto terdiam, tak tahu harus berbuat apa, sebelum akhirnya mengabarkan kejadian yang baru dilihatnya itu kepada majikannya, Priyo Harsono, si perancang terkenal itu. Sosok itu ternyata tubuh Irvan, seorang model yang sedang naik daun. Jejak di bawah jendela Sejam kemudian Iptu Yudha Prawira beserta anak buahnya tiba di tempat kejadian perkara. Disusul sejumlah paramedis pimpinan dr. Aswin Chaniago, ahli forensik. Mereka langsung meneliti korban dan memeriksa tempat kejadian. Saat ditemukan, korban masih berpakaian lengkap, berbaju tangan panjang kotak-kotak yang digulung sebatas siku, dipadukan dengan celana jins dan sepatu kulit merek terkenal. Sepertinya Irvan baru pulang dari bepergian. "Melihat kondisi tubuh korban yang kaku dan darahnya mulai mengering, saya perkirakan dia meninggal sebelum tengah malam. Tengkorak belakangnya pecah," kata dr. Aswin kepada Iptu Yudha Prawira. Tampak darah mengalir dari kepala hingga ke telinga dan pipi kiri korban, menggenangi karpet. Sebagian sudah membeku. Darah itu berasal dari kepala bagian belakang sebelah kiri. Pada tulang tengkoraknya terdapat lubang berbentuk segitiga sedalam 3 cm. Mayat itu dikenali sebagai Irvan Lesmana. Perjaka berusia 24 tahun, berkulit kuning langsat, dan bertinggi 175 cm itu tengah bersinar di dunia cat walk. "Menurut Dokter, luka di kepala ini karena apa?" tanya Iptu Yudha. "Akibat benturan. Korban kelihatannya terkena tendangan atau pukulan keras dari si penyerang," sambung dr. Aswin sambil menunjukkan luka memar di dada korban dan rahang kanannya. "Mungkin si penyerang jago beladiri. Sebelum jatuh ke lantai, kepala korban membentur ujung bufet, lalu mengenai meja kaca. Karena banyak darah yang keluar, korban akhirnya meninggal." Pada salah satu ujung bufet yang tajam itu memang ditemukan sedikit bercak darah yang sudah mengering. "Bagaimana dengan kemungkinan kecelakaan? Si penyerang hanya melakukan tindakan beladiri, misalnya," tanya Briptu Siswardoyo, anak buah Iptu Yudha Prawira. "Bisa saja. Tapi melihat pintu yang dikunci dari dalam, bukan tak mungkin pembunuhan ini sudah direncanakan," kali ini Yudha yang berteori. Sejenak ketiganya sibuk dengan pikiran masing-masing. Lalu Briptu Siswardoyo mendekati Iptu Yudha Prawira. "Saya menemukan ini, Komandan. Kayaknya bukan pecahan kaca, tapi batu permata," bisik Siswardoyo yang sebelumnya sempat mengumpulkan pecahan-pecahan kaca di atas karpet. "Betul, ini mungkin berlian. Di mana kamu temukan?" tanya Yudha. "Tak jauh dari lokasi korban terbaring," jawab Sis.
68

Sebelum memasukkan mayat ke dalam mobil jenazah, kedua petugas polisi itu memeriksa korban sekali lagi. Didapati korban tampak tidak memakai perhiasan apa pun. Namun, pada jempol kirinya terdapat tanda putih melingkar seperti bekas cincin. Lalu di bagian ruas jempol atasnya terlihat ada luka kecil. Yudha menduga, korban biasa memakai cincin di jempol kiri, seperti gaya anak muda masa kini. Cincin itu mungkin dilepas secara paksa oleh si pembunuh. Dari tuturan Suwarto, si pembunuh kelihatannya mengunci pintu dari dalam, lalu keluar lewat jendela samping ruang tamu yang tidak berteralis. Ini gaya lama pelaku kejahatan, agar korban tidak segera ditemukan orang lain. "Hari ini ada acara gladi resik pameran busana rancangan saya. Irvan salah satu model dan peragawannya. Namun, sampai siang hari dia tidak juga muncul. Teleponnya juga tidak diangkat-angkat. Saya jadi khawatir. Karena itu, saya lantas menyuruh Suwarto untuk mengecek dan menjemputnya," jelas Priyo Harsono, si perancang busana, majikan Suwarto. "Sudah lama Irvan bekerja dengan Anda?" selidik Yudha. "Kira-kira setahun lebih. Kematiannya merupakan kehilangan besar buat saya," jawab Priyo. Yudha kemudian membawa Suwarto untuk melakukan rekonstruksi penemuan mayat. Ketika sampai di dekat jendela tempat Suwarto masuk, Yudha berhenti sejenak. Pada lantai semen di bawah jendela terlihat bekas tapak sepatu bersol karet. Sepertinya, lantai semen itu belum kering ketika diinjak. Mungkinkah itu jejak kaki tersangka? Tamu berjaket hitam Sore harinya, ketika masih berada di rumah korban, Yudha melihat empat orang berwajah lugu mendatangi rumah itu. "Bapak-bapak ini siapa?" tanya Yudha dengan nada sopan. "Saya Rahmat, dan mereka kawan-kawan saya. Kami ini tukang yang sedang merenovasi rumah ini, Pak," ujar lelaki bertubuh tinggi kurus, mewakili teman-temannya. "Kok sore begini baru datang?" tanya Briptu Sis. "Hari ini sebenarnya kami libur. Kami datang cuma ingin minta gaji sama Mas Irvan," kata Rahmat. "Ooo, begitu." "Kemarin, sejak siang Mas Irvan pergi. Kami tunggu sampai jam enam sore, sambil bikin adukan untuk lantai garasi, dia enggak pulang juga." "Omong-omong, lantai garasinya kok tidak langsung ditutup keramik?" Yudha mengalihkan pembicaraan. "Belum, Pak. Ketika mau pulang kemarin, lantainya masih basah," jawab Rahmat. "Jam berapa persisnya kalian mulai menyemen?" "Kira-kira jam lima." "Kalau disemen jam lima, jam berapa keringnya?"

69

"Harusnya pagi sudah kering, asal malamnya tidak hujan." "Bagaimana kalau ada orang yang menginjaknya saat masih basah?" "Ya, amblas, Pak!" sahut Rahmat dengan logat khas Jawa Timurnya. Yudha lalu mengajak Rahmat pergi ke samping rumah Irvan. "Lihat bekas tapak sepatu ini. Kira-kira, kapan lantai sepatu ini diinjak?" "Mungkin tadi malam," kata Rahmat. "Kamu lihat perbedaan tapak kaki kanan dan kiri?" "Ya. Kayaknya cetakan kaki kanan lebih dalam dari yang kiri." Yudha diam sejenak. "Apakah ada tamu cacat atau kakinya pincang yang datang selama kalian merenovasi rumah ini?" "Rasanya tidak. Memangnya kenapa, Pak?" "Orang yang pincang atau cacat, misalnya kaki kiri lebih panjang dari yang kanan, sewaktu berjalan semua beban tubuhnya tertumpu pada kaki yang lebih pendek. Jadi, kaki kanan lebih menekan ke tanah, seperti terlihat di bekas tapak ini," jelas Yudha. Rahmat mengangguk-angguk. "Briptu Sis, di rumah ini Irvan tinggal sendirian?" "Tidak, Dan. Dia tinggal bersama seorang pembantu. Tapi sudah beberapa hari ini pembantunya pulang kampung." "Pak Rahmat, berapa tukang yang bekerja merenovasi rumah ini?" kata Yudha. "Semuanya ada lima, termasuk saya. Yang berdiri di sana itu, Soleh, Yono, dan Bagyo. Satu lagi, Rajiman sedang sakit." "Bisa kami menemui dia?" "Bisa, Pak. Rumahnya dekat sini, kok!" Iptu Yudha ditemani Briptu Sis, Rahmat, dan dua polisi berpakaian dinas segera beranjak pergi. Tak jauh dari rumah Irvan, ada gang kecil menuju perkampungan padat penduduk. Di sanalah letak rumah kontrakan Rajiman. "Firasat saya enggak enak, Dan," bisik Sis. Yang diajak bicara hanya menepuknepuk bahu Sis. Feeling Sis kali ini tampaknya benar. Di depan rumah Rajiman, mereka mendapati sepasang sepatu kain beralas karet yang dekil lantaran semen yang sudah mulai mengering. Yudha mengetuk pintu, sementara Sis bersiaga. Rajiman yang baru bangun tidur tampak tak menyangka tamunya adalah polisi. Dia mencoba kembali menutup pintu. Tapi Yudha dengan sigap bertindak. "Rajiman! Diam di tempat! Banyak yang harus
70

lalu siapa?" "Ampun. tapi dia enggak bergerak. Saya tidak bohong. Mungkin orang berjaket itu yang mengambilnya. taksi warna biru 'kan banyak!" 71 . kacanya pecah. dan beling ada di mana-mana. "Kalau bukan kamu.kamu jelaskan pada kami di kantor polisi nanti. karena dia langsung menyetop taksi." "Kamu yang membunuh Irvan dan merampok barang-barangnya?" tuding Yudha. mengunci pintu dari dalam dan keluar lewat jendela samping?" Rajiman mengangguk. Meja terbalik. Kalau Mas Irvan mati. "Tapi Komandan. Pak. Saya sudah enggak punya duit. kemudian tertunduk diam. karena dia membawa sesuatu di tangan kanannya. Saya goyang-goyangkan badannya. saya melihat seseorang keluar dari rumah itu dengan terburu-buru." "Ingat nomor polisi taksinya?" "Tidak. begitu mereka tiba di ruang interogasi. Saya tak sempat mengenalinya." "Lalu?" "Saya ketuk pintu. Dari kejauhan. "Memang. Pak. Rajiman 'kan tidak pincang. Tadi malam. mau minta gaji. tapi tidak ada jawaban. laki-laki atau perempuan?" "Kurang jelas. "Kamu juga yang mengambil cincin berlian Irvan?" "Cincin? Seingat saya." tegas Rajiman. siapa yang bayar gaji saya? Makanya saya ambil beberapa barang elektronik yang bisa dijual. "Ampun. Bukan saya yang membunuh. Pak." protes Briptu Sis. Saya kaget bukan main." Sejurus kemudian. Pak. Pak. "Saya menceritakan yang sebenarnya. Mas Irvan sendiri tertelungkup di dekat bufet. malam itu Mas Irvan tidak memakai perhiasan. "Ah. Pak. tangan anak buah Rahmat itu sudah masuk jepitan borgol." "Lalu kamu matikan lampu. pak. Sungguh!" sambung Rajiman. Dia pasti mencuri sesuatu dari rumah Irvan." "Akhirnya kamu memutuskan untuk mencuri? Tega betul kamu!" "Saya kekepet." "Orang berjaket hitam itu." jawab Rajiman. suasananya berantakan sekali. tapi berat badannya bertumpu pada kaki kanan. sekitar jam sepuluh saya memang ke rumah Mas Irvan. Pintunya sendiri ternyata tidak terkunci. Saya hanya ingat warnanya. biru." "Kemudian kamu masuk?" "Betul.

Yudha dan Sis seperti kehabisan kata-kata. Andrini. Melani Febri." komentar Sis." jawabnya ketus. dari obrolan dengan beberapa orang di kantin kantor ini. Pekarangan rumah Melani tampak luas. Kalau boleh tahu. wanita ayu itu tampak shock." "Cuma sebatas hubungan kerja." Wajah Andrini tampak memerah. Dia bintang iklan produk saya. janda berumur 40-an tahun. ini cuma akal-akalan Rajiman! Punya banyak pacar Hari-hari berikutnya cukup membuat Yudha dan Sis frustrasi. "Ini juga urusan pribadi.?" "Atau apa?" "Maaf. Tak banyak yang bisa dikorek dari direktris ketus ini. Ada urusan yang tak bisa saya ceritakan kepada Anda!" Yudha dan Sis tertegun. Kulitnya yang hitam manis menambah cantik penampilan model yang tengah menanjak kariernya itu.. Yudha dan Sis langsung menanyai Melani soal calon suaminya itu. Ketika tahu Irvan meninggal. "Anda sudah lama kenal Irvan?" "Lumayan lama. Dari teman-teman Irvan. "Kabarnya juga. Nyaris tak ada perkembangan berarti dari kasus yang sedang mereka tangani." kata Yudha. kalau kamu jadi Irvan. Melani?" 72 . Anda berada di mana?" tanya Yudha. sudah punya calon istri. "Aku berani bertaruh. "Saya memang tidak di rumah sejak jam dua siang. Yang pertama Dra. masih juga selingkuh dengan tante-tante. "Anda mengenal Irvan dengan baik. Siapa sebenarnya orang berjaket hitam yang meninggalkan rumah Irvan? Atau.. mungkin kamu lebih playboy dari dia. dalam perjalanan menuju rumah Melani. Setelah berbasa-basi. Anda sangat kecewa ketika tahu Irvan akan menikah dengan Melani Febri. Karena itu. Saya tidak akan menjawabnya. mereka hanya mendapat dua nama wanita yang belakangan dekat dengan pria ganteng itu." sambung Sis. Tubuh bintang iklan sampo itu sungguh atletis. "Saya kira itu urusan pribadi saya. Di dekat garasi ada lapangan bulu tangkis yang cukup terawat. "Wah. Melani sendiri baru berusia 23 tahun." "Oke. direktur utama sebuah pabrik minuman suplemen. Sabtu lalu saat Irvan meninggal... saya dengar Anda punya hubungan khusus dengan .. pertanyaan terakhir. mereka akhirnya memutuskan mendatangi wanita kedua yang disebut-sebut sebagai pacar sekaligus calon istri Irvan. atau .

Apalagi setelah datang laporan terakhir dari Briptu Ikhsan. Kadang terlihat seperti menyimpan masalah.." "Membunuh Irvan?" "Sudahlah. Polisi dengan jam terbang tinggi dalam menangani kasus-kasus pembunuhan ini menyadari. orangnya sedikit tertutup dan susah ditebak. semua prasangka itu salah. dia seorang biseksual?" tegas Sis." Jawaban Melani membuat Yudha bak berada di persimpangan jalan." "Prasangka bahwa Irvan itu seorang playboy?" "Ya. saat Irvan berulang tahun beberapa bulan sebelum peristiwa ini. dia janji mau mengantar saya jalan-jalan ke mal. saya tetap yakin. hubungan kalian tidak direstui keluarga Anda?" "Ya." "Bagaimana kalau ternyata benar?" "Keluarga saya akan membunuhnya. "Maksud Komandan?" "Mereka bilang. saya mendapat kabar . Sis?" Briptu Sis tersenyum penuh arti. persoalannya ternyata tak sesederhana seperti yang dibayangkan sebelumnya." "Masuk akal juga!" seru Yudha. tapi setiap ditanya. laporan itu juga menyebut. selalu menghindar." "Kamu tahu Irvan punya wanita idaman lain?" "Pernah dengar. Tahu-tahu. lelaki ganteng itu sering disodomi.. Lalu dia bermaksud mengambil kembali cincin berlian itu. "Kabarnya. "Ingat cerita Andrini dan Melani tentang cincin emas bermata berlian milik Irvan?" sambung Yudha. 73 . Tapi pada dasarnya dia orang baik. "Rio yang tergila-gila pada Irvan mungkin kecewa begitu tahu 'pacarnya' berencana menikah dengan Melani. semua itu gosip. tapi sampai malam enggak ada kabar. tapi saya menganggap itu cuma gosip. Sabtu lalu. Jika seseorang memberi kamu cincin berlian. cincin yang hilang itu kado dari Rio. apa artinya. Tapi kami bertekad membuktikan." tutur Melani tanpa bisa melanjutkan kata-katanya.. "Jadi. Selain memastikan bahwa penggumpalan darah di otak sebagai penyebab kematian Irvan."Hmm. Salah satunya.

"Masih ada satu lagi. Anda ada di mana?" "Di klub. dengan kumis tipis. tuh. "Tapi Rio 'kan sudah punya anak dan istri?" "Bapak kayak enggak tahu aja. tepat sembilan hari setelah kematian Irvan Lesmana. Model yang dimaksud Sayoga pasti Irvan Lesmana. "Komandan. Robert Taylor. Yudha tersenyum kecut. Sayoga. Katanya." Iptu Yudha membuka percakapan. menyadari mereka ternyata masuk ke tempat gaulnya kaum gay. mau memberi kabar siang ini. Sudah seminggu ini saya tidak ketemu dia." terang Sayoga. Dua hari kemudian." Yudha manggut-manggut." jawab Rio dengan suara agak serak. sepertinya kita salah masuk. ketika berbicara. baru kali ini duo polisi itu berniat menanyainya. "Ya." sahut Sayoga manja. Setahu saya. Orang-orang di sini semuanya mirip Rio." jawab Rio datar. Rio yang tinggal di sebuah kawasan elite berperawakan tinggi. Tapi ternyata di dalamnya lumayan ramai." ada nada cemburu dari getar suara Rio. "Kok sepi. Tapi. saat kematian Irvan. bahkan terkesan kemayu. "Oh." ujar Briptu Ikhsan. Namun. Komandan. tanya aja manajer klubnya. "Sebagai manajer. berkulit bersih. meninggalkan Yudha dan Sis yang diam terbengong. suaranya sangat lembut. Dari luar Klub Malam "S" yang disebut Rio tampak sepi. Yudha masih belum memperoleh bukti-bukti yang langsung mengarah pada tersangka. sebelum ngeloyor pergi.Mabuk-mabukan di klub Tanpa membuang waktu." seru Rio sembari menyodorkan sebuah kartu nama. "Anda sudah mendengar berita kematian Irvan. Yudha dan Sis tancap gas ke rumah Rio Titan. anak dan istri saya sedang di rumah mertua. Andrini. Namun. rasanya belum pernah. dia sih jarang mabuk. Semua pengunjungnya laki-laki. model ganteng yang sedang naik daun. "Wah. Nama Rio sering disebut-sebut Priyo Harsono. Mengingatkan pada bintang pop Hollywood tahun lima puluhan. Katanya sih mau ditinggal kawin. maupun Melani. Anda pernah berselisih paham dengan almarhum?" "Pertengkaran serius. Sudah dua perusahaan "taksi biru" yang memberi keterangan. Mungkin sibuk ngurus pacarnya. 'kan?" "Kasihan anak itu. 74 . "Mereka bahkan mabukmabukan sampai pagi. ya. manajer klub malam itu membenarkan Rio dan kawan-kawannya pada Sabtu malam lalu memang berkumpul di klub malamnya. dia sedang punya persoalan dengan gebetan barunya. "Rio biasa mabuk di sini?" selidik Yudha. dia masih menunggu informasi dari beberapa perusahaan taksi yang dihubunginya beberapa hari lalu." bisik Sis. yang tidak lain adalah manajer Irvan. Kalau enggak percaya.

Siangnya. Sis?" "Cuma ada satu pohon sawo kecik di perumahan mewah itu." Yudha dan Sis saling berpandangan. Bustaman. Setelah itu." akunya. Dia naik dari Jln. "Saya menemukan ini di kotak perhiasan Maharani. mereka menjemput Maharani. entah mengapa bisa berada di tangan istri saya. dan barang bukti cincin bermata berlian. "Jam dan tempatnya juga pas." terang Supangat. Yudha menutup gagang telepon. Rumahnya besar. wanita galak itu akhirnya takluk. Wajah Rio tampak pucat. Cincin ini saya berikan pada Irvan beberapa bulan lalu. sempat terpancar keraguan di matanya. Bersama dua mobil patroli." cerita Rio akhirnya. Sekali lagi Yudha dan Sis saling berpandangan. Belum sempat Yudha menjawab. Rambutnya dipotong model laki-laki. dia memberi isyarat pada Sis." ujar Yudha tanpa tedeng aling-aling. Dan?" tanya Sis. Tapi setelah didesak dengan kesaksian Rajiman. "Pak Rio! Kami baru mau ke rumah Anda. Sis yang ikut mendengarkan dari telepon lain kontan tersentak. "Ke rumah Rio. "Sepertinya. Menurut sopirnya. Supangat. Jeruk Nipis." urai Supangat. Santosa) 75 . Matanya tampak mulai basah. "Itu 'kan rumahnya Rio Titan. direktur operasi perusahaan taksi "TS" menelepon. "Apakah istri Anda bertubuh besar dengan potongan rambut mirip laki-laki?" Lagi-lagi Rio mengangguk. "Dia bisa olahraga beladiri?" "Istri saya pelatih taekwondo. kami mempunyai data penumpang yang cocok dengan gambaran Anda. dengan satu berlian terlepas dari tempatnya?" tegas Sis. Apalagi Rio sampai memberikan cincin semahal itu pada Irvan. Sebelum berbicara. memakai celana jins dan jaket hitam. di depannya ada pohon sawo kecik.00. Komandan!" "Kamu yakin. (Kisah rekaan/Riady B. "Cincin bermata tiga. "Saya marah melihat hubungan mereka yang tidak normal. penumpangnya perempuan berbadan besar. Mawar Jingga dan turun di Jln. napasnya tersengalsengal. seorang lelaki tampak tergopoh-gopoh menghampiri keduanya. sopir taksi." tegas Sis. Ir. Rio mengangguk. Mulanya dia menyangkal membunuh Irvan. sekitar pukul 12.

tapi badannya terlalu lunglai. "Firasatku mengatakan. Saat para tetangga bercengkerama dengan keluarga di rumah masing-masing. dia tak berhenti memohon pada si pencuri . menabrak sofa. menarik napas saja ia harus berjuang keras." 76 . Noelleen tak kuasa menjawab. sebelum akhirnya jatuh ke lantai. Inikah akhir karier cemerlangnya sebagai ilmuwan? "Mestinya tidak. pencuri yang diyakini Noelleen tega berbuat apa saja.. Seraya berdesah pada diri sendiri. Lalu polisi-polisi keparat itu datang menjemputku. tangan kekar sang maling melayang keras ke wajah Noelleen. "Terima kasih Tuhan. Itu pun berkat dorongan kuat Roger. Anda orang pintar. persoalan ini masih jauh dari selesai. sambil mengacungkan-acungkan pistol dan borgol?" seru si pencuri.. tiga bulan. Bung. Wanita yang lebih banyak menghabiskan waktu di labolatorium itu langsung limbung. Noelleen menghabiskan waktu berjam-jam di atas ranjang. "Aku merasa. MASA LALU TEREKAM DI KUKU Malam belum terlalu larut. Dia akhirnya pergi." kata-kata Noellen tak berlanjut.11. Bukan kali itu saja Noelleen disakiti dan dilecehkan si pencuri. Pekerjaan seperti ini tak pantas buat orang seperti . wanita periang itu berinisiatif mendatangi kantor polisi. Beberapa menit lamanya. Noelleen hendak bergerak mencari pertolongan. Si pencuri sadis lenyap? Berkali-kali Noelleen menarik napas panjang." jerit hati kecilnya. Wajahnya begitu tegang dan ketakutan.. Noelleen Greenwood yang tengah sendirian di rumah justru merasakan hal sebaliknya. "Kamu pikir. baru saja lolos dari lonceng kematian. apalagi saran perempuan pesakitan!" Usai membentak. aku akan melepas kamu begitu saja. setelah si lelaki menyela dengan kasar. istri Roger Franklin itu hanya bisa termangu di lantai.. Mata. Bebas dengan jaminan Esoknya. Di depannya berdiri seorang tamu tak diundang.yang menerobos rumah tanpa topeng maupun senjata agar tidak bertindak lebih kejam. Namun.. melakoni drama yang tak kunjung usai. Dia hampir tak percaya. Tiga jam rasanya bak tiga hari. yang tak bisa menerima perlakuan semena-mena terhadap istrinya. Noelleen merasa peluang hidupnya tak sebesar beberapa jam sebelumnya. Sejujurnya. Membiarkan kamu melenggang santai ke kantor polisi. terlebih pikirannya mulai lelah lantaran stres. Sampai akhirnya. dia ada di mana-mana. matanya seperti tak pernah berhenti menatapku. Matanya . Aku belum dan tidak akan pernah mati dengan cara seperti ini. jika kasus pencurian itu harus dilaporkan ke polisi. yang belakangan diketahui gemar melakukan pencurian dengan kekerasan." ucap Noelleen. "Maaf. Drama yang dampaknya pasti akan terus membekas sepanjang hidup Noelleen. Baru setelah kepercayaan dirinya pulih.. terutama terhadap kaum hawa. Jangankan bercengkerama. Aku percaya. bahkan tiga tahun. "Cukup! Aku tidak pernah menerima saran. Meski sebelumnya Noelleen berkali-kali mengungkapkan kekhawatirannya. dia tak mendengar lagi bentakan-bentakan menyakitkan itu bersamaan dengan lenyapnya tubuh sang pencuri sadis di tengah kegelapan malam. seraya menambahkan. sembari memamerkan bola matanya yang nanar.. termasuk mencabut nyawa orang tak berdosa. Perlahan Noelleen berusaha melunakkan hati pria yang telah mencuri barang-barang berharga dan menyekapnya sejak tiga jam lalu itu. telinganya.

sobat karibnya di kantor. Di kantor polisi. "Tahun 60-an. 77 . Noelleen. Noelleen sudah bergegas keluar laboratorium." "He-eh. dan jaksa wilayah sepakat. Noelleen berjanji dalam hati. penyendiri. laporan pasangan suami-istri itu cepat mendapat tanggapan. berarti memberi peluang maling nekad itu melakukan kejahatan yang sama terhadap orang lain. Namanya Julio Strappa (30 tahun). Strappa terus mengintai dan mengintai. yang datang beberapa hari lalu rasanya sayang dilewatkan. bagaimana jika aku pindah ke California?" "Kalau itu bisa menjauhkan kamu dari bayang-bayang Strappa. meninggalkan sahabatnya ngoceh sendirian. Orang-orang di pengadilan betul-betul bikin sebal. Aku merasa.. tapi juga dicintai teman-teman sejawat." tegas Roger. Berbulan-bulan setelah Strappa kabur." curhat Noelleen pada Nicole. dan bisa melepas bayang-bayang Strappa? Disayang sejawat Noelleen."Tapi kalau kamu tidak melapor. masa depan kamu masih panjang. Jangan cuma gara-gara Strappa dan putusan pengadilan yang ngaco itu . Strappa yang sudah berulang kali melakukan kejahatan serupa dikenai hukuman setimpal. mataku enggak pernah bisa lepas dari spion. Apalagi keterangan yang disampaikan Noelleen begitu lengkap.. Strappa langsung menghilang. Roger menyambut baik keputusan Noelleen pindah ke California. Takut kalau-kalau Strappa menguntit. Sesampai di rumah. "Kok bisa sekhawatir itu?" sahut Nicole sekenanya. Akankah Noelleen tenggelam pada aktivitas di kantor barunya. serta berdarah dingin. Pasangan itu bahkan berencana menjual rumah besar mereka. Tawaran posisi wakil presiden dari sebuah perusahaan bioteknologi terkemuka di California. Itu sebabnya. pihak kepolisian. Noelleen dan suaminya punya harapan besar. Berdasarkan proses pemeriksaan pendahuluan di pengadilan. wanita berotak encer itu seperti tak pernah bisa lagi menikmati hidup. "Sumpah. pencuri "langganan" hotel prodeo yang digambarkan polisi sebagai pria canggung. Tanpa kesulitan berarti." "Nic. menggantinya dengan bungalow di Del Mar. malam nanti dia dan Roger harus segera membuat keputusan. "Setiap kali berada di belakang kemudi. karena setelah mendapat kesempatan menghirup udara segar. untuk kemudian menjalani kehidupan "normal" di California. Dia ilmuwan yang tak hanya disegani. kenapa ragu? Ingat Noelleen. Hatinya selalu waswas. bukan orang sembarangan. putri tunggal Sidney Greenwood. Strappa memang penjahat yang sangat berbahaya.. Orang yang paling dirugikan atas keputusan pengadilan itu tentu saja Noelleen Greenwood. penjahat yang harusnya dipenjara bertahuntahun kok malah bebas berkeliaran di jalan. mereka semua begitu geram ketika tahu pengadilan membebaskan Strappa dengan jaminan! Kegeraman yang sangat beralasan. polisi bisa mengidentifikasi sang maling." Belum habis kalimat Nicole. Aku juga enggak habis pikir.

sehingga tak banyak ahli yang menguasainya. cemberut. Dengan basis data itu. Sayangnya." cerita Sidney soal pentingnya penelitian DNA buat umat manusia. Lelaki yang sangat mencintai istrinya itu maklum. Jangan ngendon di rumah terus. di lubuk hati yang paling dalam dia bersyukur." jawab Noelleen akhirnya. Noelleen biasanya memberi kabar jika tak masuk kantor. Selain punya keluarga bahagia dan karier bagus." Roger sekilas melirik Noelleen yang mulai ramai cekikikan di depan gagang telepon. serta kemampuan membaca keseluruhan rantai DNA. sebangga-bangganya. Sedangkan suaminya sukses membangun bisnis modifikasi mobil. Tapi aku kangen nih. 'kan?" suara Nicole dari balik gagang telepon. saat itu (tahun 1985). "Baguslah. "La iya. kamu sudah bisa melupakan orang gila itu.walau masih kanak-kanak. sehingga menunjukkan lusinan kesamaan. "Maksudmu Strappa?" balas Noelleen. Noelleen juga sempat memenangkan sejumlah penghargaan. Soalnya." cerita staf 78 . Noelleen membayangkan. "Terus terang. Kata dia. Noelleen tidak masuk kantor. Amerika itu surga buat ahli biokimia. Noelleen memang kerap membuat Sidney bangga. Jari luluh lantak Sampai akhirnya. Noelleen langsung mendapat tempat istimewa dalam bidang analisis DNA. Para sejawatnya merasa heran. Nic. Karena sampai siang belum ada berita keberadaan Noelleen. terdengar khawatir. Pencapaian yang sayangnya dinodai trauma kejahatan Strappa. jika sudah kopi darat dan kopi udara dengan sobat-sobat akrabnya. tapi tidak diangkat-angkat. kini pelan-pelan mulai kembali lagi. "Kami sudah telepon ke rumah. "Aneh. di tangan Noelleen. muka Nicole pasti sedang ditekuk. rekan-rekan kerjanya sepakat menghubungi Roger. masalah teknis seberat itu bisa jadi begitu ringan. plus khawatir. Kemampuan itu menjadikannya seribu kali lebih efektif dibandingkan dengan teknik sidik jari tradisional. siapa lagi?" sergah Nicole. Cukup mencocokkan DNA tersangka dengan fakta di tempat kejadian perkara. Di perusahaannya yang lama. sebuah "ilmu baru" saat itu. sang penjahat pun tak bisa mungkir. keceriaan yang beberapa bulan terakhir hilang dari istrinya. Namun. bahkan diakui sebagai salah satu peneliti terkemuka bidang biokimia. Noelleen juga dianggap sebagai perintis penggunaan DNA. teknologi DNA masih sangat rumit." cerita Sidney bangga. Selama di Amerika Serikat. menggabungkan teknik pemisahan. Berbekal kepintarannya. penyusunan. Puncak karier Noelleen tentu saja ketika dia menerima tawaran bekerja sebagai wakil presiden sebuah perusahaan biokimia di California. DNA forensik cita-cita Noelleen itu sering juga disebut sidik jari genetik. selain jarang absen. "Omong-omong. Noelleen sempat ditunjuk menjadi senior executive. polisi jadi makin gampang menekuk penjahat. suatu hari di bulan Agustus 1985. Noelleen kadang suka "lupa diri". agar suatu saat bisa digunakan sebagai basis data kepolisian di seluruh dunia. jalan-jalan dong ke California. enam bulan di sini aku merasa jauh lebih tenang. Noelleen sudah mengutarakan niatnya tinggal di Amerika. khususnya berkaitan dengan pengembangan forensik dan alat pencari jejak." "Makanya.

"Strappa? Orang itu hampir membuat saya gila. petugas mengambil sampel serpihan kulit yang tertinggal di bawah kuku. Polisi akhirnya hanya mengumpulkan barang-barang bukti itu. meski berada di sekitar San Diego pada saat kematian Noelleen. lelaki sadis itu bisa dipenjara lebih dari 20 tahun. Teknologi berbasis DNA yang dirintis Noelleen dan kawan-kawan saat itu masih sangat prematur. polisi San Diego dan San Fransisco berhasil menemukan dan menahan Julio Strappa. Sama sekali tidak ada tanda-tanda dia sakit. Sama seperti korban-korban pembunuhan lain yang tidak diketahui pelakunya. mereka melihat sebuah mobil sewaan berukuran kecil diparkir di seberang jalan pada saat pembunuhan." sebut seorang detektif. tak kalah bingung. Harapan yang akhirnya hanya tinggal harapan. Di satu sisi polisi yakin." seru seorang detektif dari kantor kepolisian San Diego. Apakah lelaki yang beberapa bulan terakhir ini menghantui Noelleen. polisi berdatangan. "Sampai saat ini belum ada yang tahu. memang bukan Strappa pelakunya? Pembunuh tak ditemukan "Sepertinya. terutama bagian di sekitar kuku. Tapi mereka sama sekali tak curiga. di sisi lain tak ada saksi-saksi dan bukti forensik yang bisa digunakan untuk menyudutkan Strappa. ketika menemukan istrinya telah terbujur kaku di halaman belakang.Noelleen." keluh Sidney Greenwood. seperti kasus pencurian dengan kekerasan terhadap korban yang sama enam bulan lalu. Tampaknya. Sayangnya. kali ini pun Strappa bakal kembali bebas. "Para tetangga bilang. "Tak ada yang tahu nomor polisinya?" tanya detektif lain. Siapa tahu. Roger memutuskan pulang. kami sudah berusaha menjerat Strappa. Namun. hanya dalam bilangan jam. Semoga Noelleen baik-baik saja. Dalam sekejap. Atau." 79 . Kami pun tidak akan pernah menutup kasus ini. Dia bahkan memiliki saksi yang menguatkan alibinya." seorang detektif memberi tahu Roger. sedangkan di leher terlihat beberapa bekas cekikan. Noelleen yang periang dan belum genap berusia 35 tahun telah terbunuh secara mengenaskan. Strappalah pembunuh sejati Noelleen. "Aneh. Tubuhnya penuh memar. Betapa shock dia. Kalau sakit. begitulah yang dipikirkan polisi. "Kelihatannya. Namun. Tak lama setelah berbicara di telepon. "Firasatku enggak enak. Pak Sidney. Beberapa saat kemudian. sebagian kulit itu milik pelaku. lalu menyimpannya di tempat yang aman di ruang bawah tanah. Jika terbukti. menyegelnya. Terbukti. pembunuh Noellleen tidak akan pernah ditemukan." jelas Roger." Tim penyidik sendiri sempat bergidik saat melihat kondisi jari tangan korban yang nyaris luluh lantak. Julio Strappa kembali beraksi? Setidaknya." harap Roger lebih pada dirinya sendiri. Strappa menyangkal terlibat dalam pembunuhan. karena tidak ada sesuatu yang mencolok dari pengendara maupun mobilnya. Bahkan para ahli biokimia di tempat Noelleen bekerja pun tak tahu harus bagaimana. "Tapi setidaknya. istri Anda melakukan perlawanan sengit sebelum dibunuh. harusnya dia menelepon. polisi sendiri tak tahu apa yang bisa diperbuat dengan sampel itu.

Saat sadar bahwa Noelleen tengah merintis penelitian tentang DNA di saat menjelang kematiannya. Belakangan. Tapi kami bisa memasukkan dia ke penjara atas pasal-pasal pencurian dan tindak kekerasan." Heilig melenguh sekeras lembu. Syukurlah akhirnya dia bisa membangun hidupnya kembali. Walaupun begitu." Tertunda 15 tahun Hebatnya. Sebagai peneliti DNA dia percaya. membunuh. dia meraih gagang telepon dan menghubungi Sidney Greenwood. Sempat terlintas. Niat orang jahat itu cuma satu. "Karena sepanjang hidupnya. Aku nyaris putus asa. Roger sendiri akhirnya menikah kembali dan memiliki dua anak. Bukankah 90% pembunuhan di lingkungan keluarga dilakukan oleh orang terdekat?" sebut Sidney. Dan yang paling penting. "Berbagai pikiran berkecamuk dalam benakku." Bertahun-tahun Sidney. Strappa memang dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara enam tahun. Sidney merasa. pikiran-pikiran dan teori-teori tentang siapa sebenarnya pembunuh Noelleen tetap menggangguku. Tidak adil bila dia tidak memperoleh keadilan. Strappa penjahat licik yang sulit ditangkap. tiga tahun kemudian dia bebas. tak ada kejahatan abadi di muka Bumi." imbuh kakek yang kini berusia hampir 90 tahun itu."Kami menyesal tidak dapat menuntutnya atas tuduhan pembunuhan. 80 . Ia menekuni arsip dan barang bukti kasus pembunuhan Noelleen. butuh waktu belasan tahun. karena tak tahu mana yang harus dipercaya. "Sekali lagi. Dia juga tahu. Si detektif cuma bisa membisu seribu bahasa. 'kan?" cecar Sidney. Aku menganggap. Roger sebagai korban lain dari kejahatan yang dilakukan pembunuh Noelleen. Lima belas tahun kemudian. ketika sebagian besar penegak hukum." "Menuduh Roger sebagai pembunuh Noelleen sungguh sebuah ide gila. Kacian. "Tapi polisi yakin. Noelleen seharusnya mendapat keadilan yang lebih baik dari yang didapatnya sekarang. Hhughh. pembunuh putriku adalah orang yang telah lama mengincar nyawanya. Belakangan aku tahu. dia selalu berusaha menegakkan keadilan. Laura Heilig. dan teman sejawat Noelleen mulai putus asa. agar tersedia cukup barang bukti untuk menggiring Strappa ke penjara. arwah Noelleen bak bangkit kembali menerangi kiprah para polisi. "Wanita ini betul-betul luar biasa. Itu sebabnya. Namun. selama beberapa tahun Roger sempat putus asa berat. pembunuhnya tetap tak bisa ditemukan. mungkin Roger yang membunuh Noelleen. Apalagi sebagai pengumpul materi. "Noelleen" sendiri ternyata tak pernah menyerah. "Dia perempuan luar biasa. dia yakin suatu saat penelitian yang pernah dirintisnya akan membuahkan hasil. Mungkin jauh lebih berat dari aku. kerabat. Meski untuk itu. Noelleen bisa disebut sangat berhasil. setelah serangkaian persidangan tingkat banding. Komentar serupa datang dari Dan Kacian. rekan kerja Noelleen di Gen-Probe. emosi Heilig tergerak." janji sang detektif. dan sejumlah kerabat serta kolega Noelleen menyimpan tanda tanya besar tentang siapa sebenarnya pembunuh sang wanita cendekia itu. Tak lama kemudian. hidup tenang di San Fransisco. berkarier di bidang analisis keuangan. lewat detektif muda nan enerjik (perempuan pula). dengan sadar dia melakukan perlawanan.

meyakini banyak kasus bisa dipecahkan dengan pendekatan science. Pak. Namun. sampel organik yang dulu diambil dari jari dan kuku putri Anda bisa menjadi petunjuk penting. Maklum. polisi berhasil menelurkan profil atau skema DNA utuh. berita ini bisa sedikit melegakan hati Anda. Kali ini." "Lewat proses pemisahan DNA?" "Anda tahu juga?" "Dulu Noelleen suka bercerita. "Mari kita jemput pembunuh yang hilang itu di apartemennya. Heilig tersenyum lebar. Saya sebenarnya enggan bilang ini. seperti kebanyakan polisi generasi terkini San Diego. detektif Heilig. Polisi yang masih duduk di sekolah menengah ketika Noelleen terbunuh itu. Heilig pun jadi ikut melamun. Setelah membaca arsiparsip Nyonya Noelleen yang selama bertahun-tahun tersimpan rapi di ruang bawah tanah. saya yakin dengan sedikit pendekatan ilmiah. kadang saya pun merasakan. di situlah letak petunjuknya. banyak sekali polisi yang menelepon ke sini. Kakek yang tinggal di rumah besar milik Nolleen itu tampaknya tengah jatuh dalam lamunan." "Pak Sidney. tapi jujur saja." Heilig menunggu reaksi lebih lanjut dari Sidney. Noelleen telah menunggu 15 tahun untuk mendapat keadilan yang pernah kita janjikan. Tanpa sadar. tak terdengar suara apa pun di seberang sana."Apa kabar. selama 15 tahun. arwahnya akan menyaksikan sendiri. dia belum benar-benar pergi meninggalkan kita. Pak Greenwood?" sapa Heilig. Dan saya rasa. Dia telah merintis banyak penelitian tentang DNA." "He-he-he." "Ooooh. Dia sangat mencintai DNA-nya. seraya menampilkan 15 tanda kesamaan dengan sampel DNA dari darah Julio Strappa. Keadilan memang cuma soal waktu!" (Kisah nyata/Rahartati Bambang Haryo) 81 . saya jadi merasa sangat mengenal putri Anda. Saya sangat mengaguminya." "Dan berkat proyeknya dulu. Nak." "Saya Heilig. Barangkali itu sebabnya dia mengkhususkan diri pada kasus-kasus lawas yang dulu tak sempat terpecahkan. Misteri kematian Noelleen menjadi kasus lawas pertama di San Diego yang arsipnya dibuka kembali. Setelah beberapa pekan bekerja keras. "Kabar baik. Putri Anda dengan cemerlang mengajari saya cara menangkap pembunuh keji yang telah merenggut nyawanya. kini kita bisa melangkah lebih maju. Strappa tak bisa lagi mengelak dari ancaman hukuman mati. Ada kabar apa detektif? Maaf kalau saya lupa nama Anda. arwahnya seperti menginspirasi saya. Ada apa rupanya?" "Saya berharap. Pak.

Wajah si bos dilihatnya sudah tidak sedap dipandang mata. ia mengira aku sama dengan karakter yang aku ciptakan. Suara Ralph Gelderman." 82 . Apa kamu masih bisa dipercaya?" "Tentu saja. Kali ini Sam lalai memisahkan surat yang satu ini. "Apakah aku sering menerima surat-surat seperti ini?" Mata Ralph tiba-tiba mendelik. "Sam! Kamu di situ? Cepat naik!" "Ya. Ralph cuma membaca surat-surat yang berisi pujian-pujian saja dan salah satu tugas Sam adalah menyingkirkan surat yang isinya tidak mengenakkan. Ralph menaruh penanya di meja. Paman. Sa.12. atau apalah namanya." Tak ada reaksi. Namun. Pada situasi seperti itu Sam hanya bisa berdiri mematung dan menunggu kalimat berikutnya dari Ralph. Saya juga tidak tahu mengapa ada yang bernada negatif. Benar-benar aneh. saya hanya membalas surat-surat dengan pernyataanpernyataan biasa. "Kenapa saya harus diganggu dengan persoalan-persoalan seperti ini?" Secarik kertas putih bergaris itu adalah surat dari salah seorang penggemar Ralph. Masak sih mengurus surat-surat begini saja tidak becus. "Sepertinya. Tidak banyak." kata Sam tergagap. saya harus memecat kamu. Sifat orang tua itu memang tidak suka dibantah atau dipotong kalimatnya saat berbicara. "Sam. Ruangan besar berukuran 10 x 8 m yang selalu tampak rapi itu merupakan tempat bekerja dan disebut kantor oleh Ralph. Benar-benar ceroboh. kenapa ini bisa sampai di mejaku?" kata Ralph sambil melemparkan secarik kertas ke hadapan Sam. Suara yang terdengar amat tidak merdu. sepertinya yakin ada konspirasi dari gerakan komunis tertentu. Ia benar-benar menyesali keteledorannya sehingga harus menikmati "sarapan pagi" dampratan bosnya. "Seseorang yang bernama K." Sam beranjak dari meja kerjanya dengan langkah cekatan. Sampai-sampai ia mengajak makan malam segala. bos besar dan satu-satunya di kantor itu.. yang aku tidak mengerti. Ralph mendapat bermacam-macam surat dari pembacanya. pikirnya. Setengah berlari ia menaiki tangga menuju ke ruang atas. ketika tiba-tiba nada panggil dari interkom memecah keheningan ruang kerja Sam Gelderman. layaknya bawahan pada umumnya. SURAT BALASAN SALAH ALAMAT Tugas-tugas rutin pagi hari itu belum lagi selesai dikerjakan. Paman. apalagi keluar lewat speaker dari alat yang terhitung kuno. Sebagai pengarang cerita-cerita kriminal. Sedikit kasar. "Ada satu atau dua. Leghorn. "Kalau saya tidak bisa mempercayai kamu." kata Ralph sambil memandangi puluhan surat yang bertumpuk di hadapannya. cenderung kasar.. Paman. meski jumlahnya tidak terlalu banyak.

Jarang sekali. Sam bisa hidup layak dengan istri dan anak perempuannya. Awalnya. tugasnya sebagai "sekretaris" di sebuah perusahaan kecil milik pamannya itu benar-benar bikin bosan. Ditambah sedikit harta peninggalan ayahnya. Sebuah sikap yang membuat Sam terkadang merasa bingung. karena Ralph selalu menolak. dan . Penjualannya lumayan. Ralph punya sifat sedikit berbeda. editor. di kantor yang terasa begitu hening. Jumlahnya ternyata lebih banyak daripada yang pernah ia kira. hanya kesabaranlah yang membuatnya tetap bertahan. investasinya terus meningkat secara perlahan tapi pasti. Saat membutuhkan orang kedua. "Aku tidak ingin orang mengenal sosokku. anak yatim kakak kandung Ralph. yaitu tidak menyukai ketenaran. yang tak lain adalah pamannya sendiri. Aku juga tidak mau bertemu dengan penulisnya. sewaktu akuntan Ralph berhasil membujuknya untuk membentuk semacam perusahaan kecil yang mengurusi karya-karyanya. bahkan hampir tidak pernah. Maklum. dijual di luar negeri. serta tekanan-tekanan karena menjadi pekerja satu-satunya. Hubungan kekeluargaan itu kerap jadi beban. bahkan gagasannya sering diangkat ke layar lebar. Tapi ia termasuk penulis yang produktif. Ia selalu bersembunyi dari publikasi. 83 ." "Baik. Yang lebih menyenangkan lagi. data-data penerbitan. tentu begitu menyenangkan bagi Sam. kadang Sam merenungi nasibnya yang harus mengabdi kepada Ralph. agen. untuk menduduki satusatunya jabatan di perusahaan itu. Karya-karyanya mengalir lancar dan dapat diandalkan penerbit."Aku tidak mau melihat surat-surat seperti ini lagi. Kalau mau diambil sisi baiknya. Dibandingkan dengan pengarang-pengarang lain. Buku-bukunya tidak ada yang terlalu sukses di pasaran dan mencetak banyak uang. ia mengajak Sam. ada media memuat kisah tentang sosoknya. sekretaris. dicetak ulang untuk jangka waktu lama. akan saya kerjakan. Paman. Tahu luar dalam Ralph Gelderman sebenarnya bukan penulis novel laris manis. ia belum punya pekerjaan tetap. ia melangkah kembali ke ruangannya." Sam mengangguk meminta diri. foto pengarang yang selalu ada di sampul belakang buku-bukunya. Bahkan. Mulai dari akunting.yang paling menyebalkan harus menampung omelan-omelan pamannya. Ralph tentu jadi pemilik perusahaan sekaligus bendahara." begitu pendirian yang selalu diucapkan Ralph kepada orang-orang dekatnya. Ini tidak akan terjadi lagi. Dari penjualan yang tidak terlalu banyak itu." "Bagus. Pada saat-saat seperti itu. Ingat! Harus dengan sopan. Aku ingin orang menghargai karyaku saja. Sejauh ini. Namun yang menarik. tetapi juga harus berupa balasan pribadi. perundingan rutin dengan penerbit. gaji Sam boleh dibilang lumayan. Kirim saja balasannya dengan sopan. Perubahan terjadi lima tahun lalu. menggunakan wajah Sam yang memang sedikit mirip karena adanya hubungan keluarga. jabatannya memungkinkan Sam mengetahui secara pasti perihal pendapatan. Belakangan baru Sam sadar. investasi. di samping rutinitas kerja selama bertahun-tahun. dan aset-aset pamannya. korespondensi. Pekerjaan apa pun di kantor harus dikerjakannya sendirian. Masih setengah tertunduk.

ia tidak tahu cara mendapatkan orang semacam itu. surat dari K. Bahkan. menghentakkan lamunan-lamunannya. Sam menulis balasan untuk Leghorn dengan kata-kata sesopan mungkin: 84 . seandainya . Namun. dicuri di kantor pos. Untuk menyewa pembunuh bayaran pun tidak. Dalam situasi seperti itu Sam sering berkhayal seandainya Tuhan mengambil jiwa pamannya dalam waktu dekat. Sam memang hanya bisa berharap dan berharap. ia mulai memikirkan katakata balasannya di depan komputer pribadinya. atau diserang virus yang sangat ganas. Sebagai ahli waris tunggal. tentu warisannya bakal berkurang. pastilah berasal dari seorang paranoid. Seandainya saja ia dapat menikmati semua warisan itu saat ini. Kalaupun umur Sam panjang. Ralph masih melajang. Ia juga tidak ahli membuat alibi palsu atau membunuh dengan tampak seperti kecelakaan atau bunuh diri. lebih sehat dari Sam yang 18 tahun lebih muda. Masalahnya. reaksi yang tepat untuk surat-surat macam ini adalah dengan tidak menjawabnya. Leghorn kembali dibacanya dengan cermat. Sayangnya. mungkin ketegangan sebagai penggemar cerita-cerita spionaselah yang membuat Leghorn mengirimkan surat-surat seperti itu. Semakin panjang usia Ralph. Surat-surat penggemar memang terkadang aneh. Setidaknya dalam sebulan Leghorn bisa mengirim dua sampai tiga surat dan ini sudah berjalan kurang lebih setahun terakhir. Sam mencoba menganalisis. Ya. Ralph Gelderman masih sehat. tentu jalan hidupnya akan lain. Seandainya. Karena itu minimal balasan sebagai tanda terima harus dikirim. ia tetap saja akan makin tua dan sakit-sakitan. posisinya juga tidak akan menguntungkan kalau sampai terjadi sesuatu pada pamannya. celakanya. tapi jika di masa tuanya tiba-tiba ia menikah karena tergoda seorang wanita muda. atau bosnya itu tertabrak mobil. sehingga tidak akan menikmati harta itu. Benih-benih paranoia Sam menghela napas. Di ruangannya di lantai bawah apartemen di Upper East Side Manhattan. Hiiiy! Sam sebenarnya berpendapat. cuma sebatas itu kemampuan Sam. Atau bangunan roboh menimpa Ralph. Ada satu hal yang membuat Sam gundah. ada pihak-pihak bawah tanah yang menyabot atau kecurigaan-kecurigaan aneh semacam itu.Sam mengetahui bahwa pewaris semua itu adalah ia sendiri! Soalnya. Seperti surat yang di tangannya saat itu. meski berusia 60 tahun. Tak ada yang bisa dilakukan. untuk sementara. begitulah Sam kerap berandai-andai. Karena dasarnya memang sudah paranoia. Kisah-kisah spionase bisa jadi dapat menimbulkan paranoia. karena jawaban apa pun tetap merupakan provokasi untuk tindakan selanjutnya.. Dan ini bukan kiriman yang pertama. Tak ada gunanya meladeni orang-orang dengan kepribadian paranoid seperti itu. karena selain tidak ada uang.. memang hartanya bertambah. Sesuai pesan Ralph. mereka mungkin mengira suratnya telah hilang. Salah-salah malah bisa jadi korban pemerasan. Ia bukan seorang raja tega yang bisa membunuh orang tanpa beban. orang-orang seperti itu tidak bakal bosan dan akan terus mengirim surat. pikirnya.

tapi menusuk. Bahkan kini sasarannya tidak hanya Leghorn. Leghorn akan merasa sangat benci kepada Ralph. bahkan mengira pikiran paranoidnya soal konspirasi konyol itu benar-benar ada. Belakangan malah sudah mulai dihiasi nada-nada ancaman. meracau tak keruan juntrungannya. Taktik yang sama mungkin dapat digunakan pada surat-surat lain yang datang. Ralph akan menandatangani surat balasan itu tanpa membacanya. bahkan dengan kegilaannya. Mungkin dapat mengakibatkan kecelakaan-kecelakaan kecil. berulang kali. Hmmm. Dari puluhan penggemar Ralph. kini Sam bisa tersenyum puas. terlintas kata-kata itu di benak Sam. Semakin keras dan ngawur surat para penggemar yang paranoia itu. Ada saat-saat tertentu ketika sampai sebulan penuh tidak ada respons apa pun dari orang itu. bisa-bisa malah fatal. Dan itu semua di luar kendali saya. setidaknya ada enam orang masuk golongan paranoia dan diperlakukan seperti itu. tidak ada yang tahu. Soal pertemuan makan malam dan lain sebagainya. Dalam otak Sam. Tolong Anda tidak perlu membuang-buang waktu dengan meminta hal ini berulang kali. Dengan hormat. Toh Leghorn tetap menjadi kasus yang terbaik. Bila Leghorn merasa mendapat angin. Tanda tangan asli Dua tahun sudah skenario jahat Sam itu berjalan dan semua tampak baik-baik saja. yaitu memainkan kata-kata halus. fatal! Dalam kekosongan pikiran. Sam merasa telah menyusun kata-kata itu sebaik-baiknya. kasar. saya tidak dapat bertemu dengan Tuan karena kesibukan pekerjaan. Tentu saja tidak ada yang dapat memperkirakan apa yang akan terjadi. Bagaimana Anda bisa berpikir seperti itu? Kalimat itu cukup singkat. hingga benar-benar yakin kata-katanya sudah cukup menggugah amarah Leghorn. Sam sekarang boleh dibilang memiliki hobi baru. pakai sedikit olok-olok pula. mungkin si gila itu sudah lelah bermain-main. seperti biasanya. karena ia tidak ingin ada dampaknya di kemudian hari bila kalimat-kalimatnya itu disalahartikan. karena tampaknya sudah jelas bahwa kecurigaan Anda mengenai kegiatan konspirasi sama sekali tidak berdasar.Yang Terhormat Tuan Leghorn. F-a-t-a-l! Ya. dengan sangat menyesal. seiring kedipan kursor di layar komputer. Mengapa tidak? Toh. Orang-orang semacam itu mungkin akan bertindak menurut kemauannya sendiri. Mungkinkah ini adalah jalannya? Mendadak. Jika Leghorn penasaran dan menulis lagi. Tetapi biasanya tak lama kemudian datang lagi surat Leghorn dengan kata-kata yang. Sam berpikir. jarijari tangan Sam yang sigap bergerak cepat. sebenarnya ia harapkan terjadi terhadap pamannya. bahwa anggapannya tentang konspirasi komunis konyol ternyata "benar". Sam akan membalasnya kembali dengan nada yang sama. Ia berusaha menciptakan kesan terbaik. Seperti biasanya. seolah tanpa kendali. Seorang paranoia pasti bereaksi atau paling tidak akan kaget jika membacanya. terbersit sebuah skenario. Namun sayang sekali. "awas 85 . Sam kembali membacanya. sebenarnya tidak perlu ditanyakan lagi. Degup jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. bahkan mungkin menyebabkan kematian! Sesuatu yang jauh di lubuk hati Sam. Senang sekali saya dapat menerima surat dari Tuan. Untuk meyakinkan ia membacanya lagi berulang kali. semakin senang ia membalasnya. Lalu. Ia mengganti kata-kata surat balasan yang telah disusunnya.

Sam tetap tersenyum saat membacanya. Tidak akan ada orang gila yang muncul dengan nafsu membunuh. atau tidak berbahaya sama sekali." kata Sam meyakinkan teman-temannya. Orang-orang akan berkata. Sam telah mencoba menyelamatkan Ralph dari dirinya sendiri. Seperti yang diharapkan Sam. karena Ralph tidak menggunakan stempel tanda tangan. nothing to loose. mereka cuma menggertak. "Memang kadang-kadang agak khawatir juga. siapa pun mengira surat itu didiktekan langsung oleh Ralph. "Wah." kata Sam sambil menggelengkan kepala. Yang terpenting. Teman-temannya tentu terhibur dengan cerita-cerita tentang Ralph. tapi dia tetap menolak. Bagaimana jika ternyata tak seorang pun paranoia yang datang menyambangi Raph? Ya. bisa menghabiskan sisa umurnya tanpa perlu menyimpan rasa bersalah. Ralph tidak pernah membaca surat-surat balasan yang disodorkan. begitu juga dirinya. Meski saluran telepon tersambung paralel dengan ruang kerja Ralph. Tapi tetap saja dia nekat mengirim jawaban yang provokatif. Di setiap pojok kiri atas terdapat tulisan kecil "RG/sg" sebagai inisial Ralph dan Sam. berani betul!" sahut seorang teman. "Padahal aku sudah berusaha mengingatkan pamanku agar berhati-hati dengan orang-orang paranoid seperti itu. Ralph pun dapat hidup dengan aman. karena mungkin saja nantinya tidak akan terjadi apa-apa. Selain itu. Ia hanya memperagakan permainan yang bisa berbahaya dan menjanjikan hal-hal hebat di dalamnya. Kasarnya. bagaimana mungkin Sam akan disalahkan? Semuanya akan mengarah pada "kelakuan" Ralph sendiri. Dikejutkan paket Dering telepon sedikit mengejutkan Sam yang siang itu sedang asyik membuat catatan keuangan bulanan di ruang kerjanya.kau!". Sesekali Sam juga bercerita soal surat-surat itu kepada teman-temannya. Sam mengangkatnya. Di sinilah asyiknya rencana Sam. sebagai sesosok manusia aneh. "ingat suatu hari nanti!" Meski ada perasaan khawatir. Begitu pun Sam. Ia ingin memberi sentuhan pribadi pada setiap surat dan berharap tindakannya akan dihargai penggemarnya. "Memang. Tapi kebanyakan mereka tinggal jauh dari sini. Dengan tanda tangan asli. Ajang itu menjadi kesempatan terbaik Sam memutarbalikkan fakta untuk memperkuat alibinya. Ia memang suka nekat." "Bagaimana kalau suatu kali orang gila itu yang nekat. Lagi pula aku kira. Saya sudah peringatkan Paman Ralph soal ini. aku tidak ikut-ikutan tuh. salah satu kemudahan bagi rencana Sam. "Ya. enggak apa-apa. terutama saat acara ngobrol di pesta. Saya bisa apa? Dia kan bos saya. yang telah dibumbui di sana-sini itu. Dia datang dan membuat kekacauan? Bahkan membunuh?" "Wah." Sangat sempurna! Bagaimana jika seseorang dengan niat jahat benar-benar datang menemui Ralph dan Ralph benar-benar terbunuh? Orang-orang sudah memperhitungkan hal itu. Sam yang selalu bertugas mengangkat setiap panggilan telepon. Halo!" 86 . Ia hanya menandatangani tanpa melirik satu huruf pun. "kubunuh kau!".

Leghorn berpikir sejenak. "Apa ini? Hei. "Foto yang ada di buku adalah fotomu." " Saya Sam Gelderman!" "Kau baru bilang bahwa kau adalah sekretarisnya. tapi sesaat kemudian ia menyadari paket itu kosong. Setelah diiyakan. Akhirnya. Saya bukan Ralph Gelderman. dari Prime Publishers. Sam mengeluh dalam hati." ujar Sam panik. Tuan Gelderman." Perut Sam langsung mengejang."Paket kiriman. "Si penjaga pintu memanggilmu Gelderman. Sam melanjutkan. "Apakah ada yang harus saya tanda-tangani?" Sam mengambil pena dari sakunya. pihak penerbit sepertinya tidak pernah putus asa. Sayalah 'sg'. pastilah bundel buku dari sebuah galeri dan meminta Ralph memberi pernyataan promosionalnya. "Apakah orang yang mengirimkan paket ini masih ada?" tanya Sam. Ini orangnya! Mungkin saja berniat untuk menyerang dan memukul! Ia berkata dengan serak. Kemudian ia berkata." "Itu adalah foto yang lama dan ada kemiripan dalam keluarga. jadi saya punya nama yang sama. tanpa nyawa. Sam beranjak ke pintu dan menyambut pengirim paket yang sudah berada di depannya." "Saya memang sekretarisnya. Saya juga keponakannya. tergeletak. tetapi ia dua puluh tahun lebih tua dariku. dan kau baru saja memberi tahu namamu Gelderman. Tuan Gelderman sedang tidak ada. Sebuah tugas yang benar-benar membosankan. Usianya paruh baya." ujar Sam tidak sabar sambil menerima kotak itu. Tuan Gelderman?" "Ya. apa yang kau lakukan?" Tiba-tiba si pengirim paket sudah merangsek masuk ke dalam. Ah. "Anda salah. "Aku tak percaya padamu!" Ia mencabut sebuah pistol dari sakunya dan menembakkannya tiga kali. untuk yang kesekian ratus kalinya." Leghorn ragu-ragu untuk sesaat. Ralph Gelderman. Dor! Dor! Dor! Tubuh Sam pun langsung jatuh ke lantai. menjadi tugas Sam untuk memberikan jawaban penolakan. "Namaku Lawrence Leghorn dan saya ke sini untuk bertemu denganmu. Ia memegang sebuah kotak berwarna kecoklatan. "Anda. mendorong Sam ke salah satu dinding dan menutup pintu di belakangnya. Di dalam surat dituliskan 'RG/sg'. Ia memegang pinggang Sam dengan kuat sekali. tak ada yang mencolok dari penampilannya." Resepsionis gedung memberi tahu. bel pintu berbunyi. Tubuhnya gemetar." Mata Leghorn menyipit. Saya sekretarisnya. Ia kemudian berkata. (Kisah rekaan/Isaac Asimov/TJ 87 . Kemudian berkata. "Kalau begitu. suruh dia ke atas. Meski Ralph tidak pernah bersedia." Dua menit kemudian. Paket itu ikut tertekan genggaman jari-jarinya tanpa tertahan.

Bayiku masih ada di sana. lengan kanannya hangus. didampingi suaminya yang terlihat terkejut. "Bayiku. Para tetangga yang terbangun kaget setengah mati.12. Sampai akhirnya. mereka memeriksa seisi rumah.30 pagi. Nicole beruntung masih bisa menyelamatkan diri." cerita Nicole. karena Nicole tampak belum siap menerima kepergian Adrian. datang dari Queensland untuk mendampingi putrinya. Hoppers. Sialnya. Alarm kebakaran sendiri baru berdering sekitar pukul 07. Saat itu. menggendong Adrian yang menatap dengan mata mengantuk. Namun. tapi justru awal datangnya tragedi yang lebih besar. beberapa saat kemudian di tempat tidurnya sendiri. Lalu dibaringkannya buah hati tersayang di buaian. Namun. Rambutnya habis terbakar. bayinya yang baru berusia 10 minggu. Sejurus kemudian. Sang tetangga yang melihat "titik terang" kemudian mengajak Nicole keluar. tapi selalu gagal menemukan anak malang itu. baik pihak keluarga maupun kepolisian masih belum punya gambaran jelas. Lorena Close 7. Datangnya tamu istimewa Setelah berhasil membuat Nicole pingsan. Sebuah ciuman yang sangat manis. Nicole cuma bisa diam. kemungkinan eter. "Aku sempat terjaga. Dalam kondisi setengah pulas. 88 . dan suaranya nyaris tak terdengar. ditemani Nicole. "Mana Adrian. walau dengan jari dan lengan terbakar sampai ke tulang dan sumsumnya. Ibu muda itu selalu bertanya. asap tebal dan tajam tampak menyelimuti ruangan. sehingga akhirnya harus diamputasi. karena memang tak ada lagi kata-kata yang bisa diucapkan. Sampai saat itu. di tengah serangan rasa penat. Tetangga terdekatnya berusaha menyelamatkan Nicole yang kelihatan terbaring di patio. aroma bius membuat Nicole akhirnya kehilangan kesadaran. yang tahu Adrian tewas. Nicole segera dilarikan ke rumah sakit. untuk disimpan sebagai kenang-kenangan. dia masih sempat mencium anak lelakinya dengan penuh kasih sayang. Nicole Smith tampak berbaring di ruang tidur di rumahnya. Mereka harus pandai-pandai menyimpan rahasia. Nicole mengalami tragedi mengerikan. mana anakku?" Seolah yakin betul. berusaha menendang dan meronta-ronta. Benda yang di kemudian hari disadarinya sebagai tubuh mungil Adrian. kabar buruk itu terpaksa disampaikan. Dua kali tetangganya mencari Adrian." sebutnya lirih. Setelah operasi dan kondisi mental Nicole siap. blupp! Nyala api mulai merambah tempat tidur. SURAT CINTA MENGUATKAN SANGKAAN Pagi menjelang subuh. kejadian itu bukan akhir. Tak ada yang menyangka. ibu muda itu sempat dua kali terjaga untuk menyusui Adrian. seorang lelaki tiba-tiba menjejalinya dengan pakaian yang sudah dibasahi zat berbau menyengat. 4 Oktober 1995. Perempuan yang berusia 32 tahun itu tampak sangat kelelahan. Australia. Entah dari mana datangnya. sebelum akhirnya meluas dan menyebar ke bagian lain rumah istri Mark Smith itu. Di kamar tidur. buah hatinya masih hidup. lelaki sadis itu langsung beranjak ke ruang duduk. "Aku cuma tahu ada sesuatu yang menimpa tangan dan lututku. Dia minta keluarga dan tetangga mencarikan sehelai rambut Adrian. Aku juga merasa seperti ada benda kecil di dekatku. Orangtua Nicole. Toh tak ada rahasia yang bisa disimpan terus-menerus. kemudian meletakkan bayi tak bersalah itu persis di sebelah Nicole. yang berada di ruang duduk. Nicole sulit mengenali lelaki itu. Victoria." cerita Nicole. Sebelumnya. siapa lelaki yang tega membius Nicole dan membakar Adrian. sebelum wanita tegar itu melihat dengan mata kepala sendiri bayinya hangus tergeletak di tempat tidur.

Apalagi tak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian itu. nyaris tak punya musuh. mereka saling menghargai satu sama lain. sulit menyimpulkan atau mendugaduga keterlibatan Mark. Florida. Lahir dan tumbuh di Ipswich. Menurut ayah Adrian ini." kata Bono setengah berteori. Langkah pertama Bono. kemudian pindah ke Orlando. Bono berbicara dengan Mark Smith. "Dan dia memang dilahirkan untuk memberikan kegembiraan." ingatnya ketika itu. Kebahagiaan Nicole kian lengkap ketika Adrian lahir." Geledah teman selingkuh Hampir tak ada petunjuk yang bisa menuntun polisi untuk mengungkap kasus terbunuhnya Adrian. "Bahkan di kamar tidur sekalipun. Namun. tampan dan jangkung pada tahun 1990. Nicole betul-betul hamil. suaminya Mark Smith. Saat kandungan Nicole berusia tiga bulan. mulai menjadi fokus pembicaraan warga kota. tampak berusaha keras menjadi bapak yang baik. Tahun 1991. Rencananya kami mau punya tiga anak. sebelum lahirnya Adrian. Tahun 1994. Dia bahagia luar biasa. dan selalu berada di sisi sang istri saat tenaganya dibutuhkan. Mark sendiri. Motif. Titik terang mulai agak kelihatan ketika dia mencoba menggali informasi dari rekan-rekan kerja Mark Smith. benar-benar dipaksa menghadapi benang kusut. pasangan itu pindah ke Palm Bay. "Ikatan kami sangat kuat." tambahnya. Dia cukup perhatian." kenangnya. Nicole berkonsultasi pada seorang endokrinolog. Florida. yang menganjurkan meditasi untuk mengatasi problem pada kelenjar tiroidnya. tak jauh dari tempat Mark dipindahtugaskan. bisiknya dalam hati. tak kami temukan jejak sama sekali. tentu saja. menanyai orang terdekat Nicole. Bayi mungil berambut gelap dan bermata biru itu menjadi tamu istimewa yang sangat dinanti kehadirannya. sosok Nicole. dan anak mereka Adrian. "Dia mencintai kehidupan sejak lahir ke dunia. Berhasil. Mereka tinggal di Hoppers Crossing. Nicole berumur 22 tahun dan sudah bekerja di sebuah pre-school saat berkenalan dengan Mark yang cerdas. "Sangat akrab dan selalu melakukan sesuatu yang istimewa pada hari jadi dan ulang tahun." tutur Nicole. Seminggu setelah kebakaran. warga negara Amerika yang konon salah satu kawan terdekat Mark. Dia pasti senang. tapi merupakan gabungan dari potongan kejadian pada saat yang bersamaan. dan ingin cepat-cepat mengabarkan berita baik ini pada Mark. dekat Werribee. apalagi Adrian. Peristiwa kebakaran itu dianggapnya sebagai sebuah kecelakaan tragis. Sersan Andrew Bono. benang kusut itu tetap harus diurai. Dari merekalah Bono mendapat nama Donna Wilkinson. Bono juga memeriksa para tetangga serta menanyai kerabat dekat dan pihak-pihak yang kerap berhubungan dengan Nicole. Nicole. keduanya menikah." bilang Bono. Karena lama tak mendapat momongan." tutur Nicole. Detektif berpengalaman itu mencatat adanya sedikit ketidaksesuaikan antara cerita Smith saat itu dengan omongannya beberapa hari sebelumnya. Queensland. Di sisi lain. Victoria. "Aku sangat menginginkan bayi. Namun. itulah yang terus dicari polisi asal Melbourne itu. rajin menemani Nicole ke dokter kandungan. "Seluruh kasus ini tidak saling berhubungan. tujuh bulan kemudian. 89 . "Dia pria yang lemah lembut. Nicole percaya. Niat membakar mereka berdua hidup-hidup merupakan ide keji yang harus dilandasi motivasi sangat kuat. tempat Mark yang berdinas di Angkatan Udara Australia bertugas selama tiga tahun. pasangan muda itu kembali ke Australia. dia menerima dengan pasrah kematian Adrian. detektif yang ditugasi menyelidiki kasus ini.

dia memang pembunuh sadis berdarah dingin. Maka. Gadis cantik berambut mekar itu sekretaris di divisi tempat Mark bekerja. Smith juga membeli cincin pertunangan seharga AS $ 20. Pacar gelapnya. "Mark menyukai uang. Untunglah. email. Bono berangkat lagi ke Amerika Serikat. anak Donna dari hubungan dengan lelaki lain." imbuh Bono. dan surat-surat cinta. yang lahir beberapa bulan sebelum Adrian. Bono menemukan fakta. agar Bono tidak terlalu terobesi pada Mark. Kami tidak punya asuransi pribadi. Dalam penyelidikannya. Setidaknya. Ia diyakini melakukan langsung pembakaran yang berakibat hilangnya nyawa Adrian.Mark bertemu Donna Wilkinson saat bertugas ke Australia beberapa tahun silam. Bono menelusuri sejauh mana hubungan Mark dan Donna." Meski tentu saja." tuturnya lirih. menolak datang ke Australia untuk menghadiri sidang. Januari 1998. "Paling tidak. Mark pernah mentransfer uang senilai lebih dari AS $ 70." Penemuan-penemuan itu berhasil menyeret Mark ke pengadilan. Donna Wilkinson. Dia juga harus rela bolak-balik Australia Amerika. lebih pada dirinya sendiri. Namun. akhirnya aku tahu yang sebenarnya. Termasuk saat jaksa memutar kembali kaset video yang memperlihatkan Mark sedang menurunkan peti jenazah putranya ke liang lahat. hingga awal 1997. Jawaban atas semua keraguan dan pertanyaan yang selama ini tak terjawab. kartu-kartu ucapan. serta mengumpulkan hal-hal kecil yang bisa dijadikan barang bukti. Dia bertekad mengantungi surat perintah polisi setempat. mengapa ia memilih jalan itu. Bono pantang mundur.000 kepada Donna. "Tak ada kekuatan hukum yang bisa memaksanya datang. Pada sebuah kartu dari Melissa yang ditujukan kepada Mark terbaca: "Ayah tersayang. berbeda dengan Nicole yang harus menjalani dua hari pemeriksaan silang dengan tangis sedu-sedan. mengapa mantan suaminya itu lebih memilih membunuh anak-istrinya ketimbang menuntut cerai. serta merencanakan pembunuhan terhadap Nicole. Dia berjanji akan mengadopsi Melissa. Teman-teman sejawatnya sampai mengingatkan. aku mencintai dan merindukanmu. "Hanya Mark yang tahu. keputusan hakim itu tetap "sangat mengejutkan" buatnya. Mark Smith malah terlihat sangat tenang. "Aku terguncang saat mendengar berita itu dan menangis untuk anakku. yang dihubungi Bono pasca persidangan mengaku. kerja keras Bono selama lima tahun akhirnya terbayar lunas. Penampilan itu semakin menguatkan dugaan. Donna selalu menyangkal keterlibatannya pada kasus ini. Ia juga selalu menyangkal bukti-bukti dan tuduhan jaksa. untuk menggeledah rumah Donna Wilkinson. Hampir mati terbakar Tepatkah keputusan pengadilan menghukum Mark? Nicole sendiri. tapi kami punya rumah 90 ." jelas Andrew Bono. Smith sama sekali tak menunjukkan emosi yang berlebihan. Mark John Smith resmi dijatuhi hukuman 26 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Victoria. "Saya menemukan tagihan hubungan telepon internasional mereka.000 buat pasangan selingkuhnya itu. "Namun ia selalu menyangkal semuanya. Nicole sendiri pernah dua kali bertemu Donna di acara sosial. Keputusan yang menutup rapat pintu keraguan yang selama ini menyiksanya." cerita sang polisi. Tampaknya. Bagaimana jika pembakar rumah Nicole ternyata bukan Smith? Namun seperti biasanya. ketika Desember 2000. Penasaran. masalah finansial ikut berada di balik semua kejadian ini." jawab Nicole. Nicole tetap tak habis pikir. berbagi informasi dengan FBI. Bono sebenarnya mencurigai perselingkuhan Mark berada di balik percobaan pembunuhan terhadap Nicole. Smith menyebut Donna sebagai tunangan.

" kilas Nicole. sampai Bono menyampaikan bukti-bukti keterlibatan orang yang sangat dicintainya itu. Mark pun berubah. Tapi tak sedikit pun aku menaruh kecurigaan padanya. pria tampan berumur 37 tahun itu. "Ketika Adrian berumur lima minggu. Nicole membuka album foto dan menunjukkan gambar yang diambil di rumah sakit. Ketika Nicole ke dapur. Andrew Bono sendiri menggambarkan ibu muda nan tegar itu sebagai wanita luar biasa. Sejak saat itu sebenarnya aku mulai gelisah. segera Nicole merenggut Adrian dari buaian di ruang duduk yang berjarak hanya lima meter dari kobaran api. "Aku sedang menyusui dan Adrian tampak gelisah. Selama ini dia agak buta. hanya untuk melahirkan di dekat Mark. Semua itu bernilai lebih dari AS $ 215. lantaran terlalu percaya pada kekuatan cinta dan kegembiraan mengurusi putra kesayangan. tapi ia menenangkanku. "Aku sendiri bingung." lanjut Nicole. Ketakutan. "Setelah diperiksa. Aku hanya tak bisa mengerti." duga Nicole. Tak mudah mengorek informasi tentang Mark dari Nicole. mengapa kebakaran itu bisa terjadi. Itu sebabnya aku menyarankan Mark membawa tempat sampah itu ke dinas kebakaran untuk diperiksa. mengaku telah menikah dengan seorang pria dari angkatan udara. teman terbaikku. Smith jugakah yang menyalakan aromaterapi bakar di samping tempat tidur dan mengatur posisi ibu dan anak itu sedemikian rupa. mengapa hal-hal berbahaya itu bisa terjadi. Anak perempuan Donna. yang tega membungkuk di atas badan Nicole. setelah mencium bau gas yang sangat kuat. dalam pesta mabuk-mabukan di tahun 1994. Dia baru bisa percaya dan membuka mata. lalu kabur dan pura-pura sangat terpukul ketika polisi memberitahukan "kabar buruk" itu padanya? "Entahlah. Dia bahkan tak pernah mau membantu Nicole merawat Adrian. ternyata ada beberapa lubang pada pipa yang terletak di atap.dan seisinya serta dana pensiun Mark. Aku menganggap semua sudah berakhir. dia begitu lama bisa menerima kenyataan. lalu dengan sadis menutup wajah istrinya sendiri dengan pakaian yang sudah dibasahi cairan bius mudah terbakar. Itu sebabnya. 91 .000. Nicole ingat pula pernah dibangunkan suara lengkingan alarm kebakaran di dapur. Mark Smith tampak sedang memandang bayinya tanpa ekspresi. saat berkunjung ke Australia di awal 1995." Perangai berubah "Buta" paling parah yang dialami Nicole adalah ketika dia tak pernah mencium hubungan mesra suaminya dengan Donna Wilkinson. yakinkah Nicole bahwa suaminya sendiri yang mendalangi semua peristiwa tragis ini? Bukankah di pengadilan. Hampir dua pekan kemudian. Donna bahkan mengarang cerita bohong pada Nicole. Bahasa tubuhnya terkesan "dingin" dan "menjauh"." tuturnya. Aku tak punya gambaran bagaimana hal itu bisa terjadi. Melissa. Aku tak lagi berbicara dengan dia sejak Desember 1995. sudah berusia dua bulan ketika Nicole hendak melahirkan. Nicole bahkan tak pernah menaruh prasangka sedikit pun pada suaminya. Tidak juga ketika Donna dihamili oleh "orang kantor" Mark. Seraya mengawasi Mark yang dengan sigap menyiram lidah api dengan alat pemadam kebakaran. Dia 'kan suamiku. Sepulang dari rumah sakit bersalin. tengah malam aku terbangun. Smith selalu menyangkal tuduhan jaksa dan bukti-bukti yang dikumpulkan polisi? Betulkah Mark. sehingga bisa meninggal bersama-sama? Apakah Mark memang sekejam itu. membakar anak dan istri." jawab Nicole bijak. ia melihat api berkobar dari tempat sampah menuju atap. setelah merangkai kejadian-kejadian sebelum datangnya kematian Adrian. Namun. tapi selalu berusaha keras memperoleh kembali kehidupannya yang hilang. Dia kehilangan begitu banyak hal. Mark setahuku tidur di ruangan terpisah. sehari setelah Adrian lahir.

aku tak tahu mengapa dia melakukan ini padaku. Smith kembali ke Australia bersama Donna Wilkinson dan anak mereka. Kadang aku pikir. Mata lahir dan mata batin Smith mulai gelap. yang dengan mudah ditemukan Sersan Bono saat menggeledah rumah Donna di Amerika. Terpaksa. bersamaan dengan rangkaian penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian. sekaligus keinginannya meninggalkan keluarga yang telah mereka bina bertahuntahun. Bulan berikutnya. Smith dicekal ketika hendak kembali ke Amerika. perjalanan dinas Smith ke Canberra ketika Adrian berumur enam minggu. "Padahal aku mencintainya. terjadi hanya empat hari setelah Donna Wilkinson kembali ke Amerika Serikat. Nicole tak ingin "Adrian" hilang dan dimakan api untuk kedua kalinya. Smith memainkan kartu trufnya. Smith bahkan mengosongkan rekening bersama mereka. karena Adrian selalu bersamaku. Kebakaran di dapur yang membuat Nicole bingung. entah ke mana. "Keadaanmu ternyata tak seburuk yang kupikirkan. "Aku jadi lebih tegar. memungkinkan Smith menemui Donna dan menemaninya makan malam. ia dirawat hanya oleh saudara-saudaranya.000 sumbangan warga Ipswich.Nicole juga tidak tahu sama sekali." senyumnya. Saya juga ingat. 92 ." Tampaknya. menjalani 15 kali operasi termasuk operasi plastik untuk lengan palsu seharga AS $ 17. sepanjang waktu. Masih tidak menyadari hubungan khusus Mark dan kekasih gelapnya. dan ketakutan jika mendengar alarm kebakaran." kata Nicole sambil menggeleng-gelengkan kepala." ujar Nicole. sembari memandangi foto Adrian yang sedang duduk manis sembari meniup-niupkan mulutnya. Mark sendiri sering menghilang. ia sama sekali tidak berduka. ia banyak bermeditasi dan mencoba memikirkan hal-hal positif yang telah diberikan Adrian. Mark memang benar-benar ingin melihat Nicole mati terbakar. selain sikat rambut Adrian dan sehelai rambut yang tersisa di sikat itu. tiga minggu setelah kebakaran di dapur. Melissa. Nicole mendapat musibah kedua. tahun 1998. Benda-benda tak ternilai itu disimpannya dalam kotak khusus yang selalu dibawa jika "terjadi kebakaran". meninggalkan banyak bon interlokal. Ia memegang tanganku saat aku membutuhkannya. lebih mudah tersentuh. Nicole juga ingat. "Dia hadiah istimewa untukku sepanjang hidup ini. Selama menanggung penderitaan itu. kemudian membeli tiket pesawat sekali jalan untuk memulai hidup baru di Amerika bersama Donna. kurang dari dua bulan setelah kebakaran dan masih berada di rumah sakit." tutup wanita yang resmi bercerai dari Mark tahun 1997 itu. Foto yang selama ini menjadi salah satu "harta" paling berharga Nicole. sehingga tega menyusun berbagai rencana untuk menyingkirkan Nicole dan Adrian. Kebakaran yang memaksa Nicole meringkuk dua bulan di rumah sakit. membakar Nicole dan Adrian di kamar tidur. Donna dan Melissa pulang kampung tanpa Smith. obsesi pada kekasih Amerikanya itu makin subur. Puncaknya. Smith dengan dingin menyampaikan berita pengunduran dirinya dari angkatan udara. Untuk mengatasinya. Setelah peristiwa mengenaskan itu. Keputusan cekal itu membuat Mark dan Donna hanya bisa melakukan hubungan jarak jauh. susah tidur. "Kami tak pernah menangis bersama untuk Adrian. Bulan Maret 1996. Nicole pun harus membiasakan sendiri dan belajar menulis dengan tangan kiri. tahu kalimat apa yang pertama diucapkan Mark pada Nicole? Dia cuma bilang. Nicole mengaku masih kerap bermimpi buruk. Dua minggu setelah Smith kembali dari Canberra. Sampai hari ini.

di Cepu Udara menjelang siang di Pantai Kuta itu masih menyisakan sedikit kesejukan. ia bisa tertawa lebar. Mark memang telah berlaku kejam dan tak adil buat keluarganya sendiri. di sisi lain akal sehatnya mengatakan.Perubahan perangai Mark dan rangkaian peristiwa-peristiwa mencurigakan pascakelahiran Adrian tadi. ia hidup seperti gembel. seyakin Bono. Cuma. untuk sementara. pengembara dekil. Keputusan pengadilan hanya bersifat menguatkan. Padahal sebenarnya ia tidak ingin menjalani hidup seperti itu. kepada siapa? Ataukah ia harus melapor ke polisi? 93 . Tomy Sutomo merasa hari itu adalah miliknya. Ia tak mengerti. Ia tahu. Di sana Anda akan menerima nasib yang lebih baik. membuat Nicole yakin. ia harus mengembalikan surat itu beserta isinya. Begitu diambil. Namun. BEDA NASIB SEJAK BAYI Penulis: Kisah rekaan/Sast. Berbulan-bulan sejak peristiwa bom yang meluluhlantakkan dua kafe dan menewaskan ratusan orang serta mematikan denyut kehidupan di kawasan Pantai Seminyak itu.membuat dirinya merasa kaya. uangnya masih aman di tempatnya. Andai Nicole bisa lebih pintar mendiagnosis candracandra mencurigakan itu. "Wah. ia menganggur berkepanjangan. Tuntutan perut tidak bisa ditawar-tawar. Selama itu pula julukan tunawisma.begitu berharga. Gara-gara kehilangan pekerjaan sebagai tukang bersih-bersih di sebuah bar. isi surat yang menantang itu mengusik hatinya. Demi mendapat sesuap nasi. Tolong datang ke sebuah rumah yang letaknya tertera dalam peta di balik kertas ini. atau menipu dia lakukan. uang Rp 200. atau gelandangan menempel pada dirinya. hanya Anda yang tahu semua ini. Ketika membuka tasnya yang sudah lusuh. Bahkan meminta-minta..000. uang Rp 200. ia nyaris tak percaya." pikirnya.. ternyata secarik kertas yang bertuliskan. kejadiannnya barangkali akan berbuntut lain. Penyesalan memang selalu datang belakangan.000. sebuah amplop secara misterius ada di dalamnya. dua lembar uang ratusan ribu rupiah. Selamat menikmati mimpi indah. mengemis. Tak ada niat buruk apa pun terhadap Anda. Ledakan bom lagi? Sebegitu murahkah orang seperti dirinya sehingga orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu memanfaatkannya? Baginya. rezeki nomplok. Di saat seperti itu. Teka-teki apa ini? Tampangnya yang semula ceria kini pudar begitu saja. dirinya sudah terjebak. Namun. Tomy curiga. Ingat. jangan-jangan ini satu mata rantai dari sebuah skenario kejahatan besar. ia rela menebalkan muka melakukan pekerjaan apa pun. Isinya. Amplop itu terus dirogoh-rogohnya sekadar untuk meyakinkan. Harap uang ini diterima. Kening Tomy berkerut. Kisah nyata/Rahartati Bambang Haryo 13. Tapi bersamaan dengan itu tangannya menyentuh barang lain. Sekarang.

"Sebenarnya. Tomy ingat pepatah." gumamnya sembari memperhatikan gambar petunjuk dalam kertas tadi. "Oh. Tomy bangun kesiangan. Belum habis keheranannya. Tanpa ragu-ragu Tomy lalu masuk ke sebuah warung makan yang ditata ala kafe. energi dan semangat hidupnya pulih kembali." Tomy hanya bisa menjawab dengan senyum yang dipaksakan. "Ini namanya 'kere munggah bale' (gembel jadi raja). ia teringat ucapan temannya. Pikirannya terus melayang. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 08. "Akhirnya Tuan datang juga. Sekaleng minuman ringan yang dingin dan dua potong donat mengusir rasa lapar dan dahaganya. Ketika hendak membuka kembali tasnya untuk memastikan isi pesan dalam kertas itu. perempuan itu muncul lagi. Ditambah sepotong pastel ayam. baunya toh akan tercium juga. mencoba memahami peristiwa "aneh" yang terus mengiringinya sejak siang hingga malam ini. Ia masih termangu ketika suara dari dalam rumah itu tiba-tiba menyapanya.35. Itu yang dia khawatirkan. perempuan renta itu datang membawakan segelas air jeruk dingin. Kamar di lantai tiga itu sungguh terasa mewah untuknya. Tomy menguak pintu gerbang dari besi di sebuah rumah tua. sekalipun nama samaran untuk gagah-gagahan. sebab beberapa hari ini penyakitnya kambuh lagi. Bukan mimpi Hari sudah di ambang petang. setelah perempuan tua itu meninggalkan dirinya. Tapi beliau sudah berpesan untuk menyiapkan makan malam dan kamar untuk Tuan Muda. Meski tubuhnya letih." batinnya ketika menyaksikan hidangan sarapan berupa beberapa iris roti panggang berisi daging asap plus apel." "Sekarang saatnya bagiku untuk membuktikan ucapan temanku itu." Sandiwara apa pula ini? Tomy merasa heran. 94 .Belum juga ia mengambil keputusan. Saya tidak berani membangunkan. Ketika berjalan sambil mengisap rokok dalam-dalam." kata perempuan tua itu dengan mata berkaca-kaca. sejak lahir sampai kini tak pernah sekalipun ia punya nama lain. Tomy tidak bisa cepat tertidur. Sambil menghela napas dalam-dalam. sepandai-pandai menyimpan bangkai. hidup ini tak ubahnya berjudi. Tomy meninggalkan gundukan pasir yang tadi didudukinya. Diteguknya minuman itu." bisiknya dalam hati. Namun. Tuan Muda Jimy! Silakan masuk!" sapa seorang perempuan tua berpunggung bungkuk. "Kiranya ini rumah yang dimaksud. Jalan setapak berbatu kerikil membelah halaman luas dengan banyak tanaman yang tumbuh tak beraturan. Sampai siang itu Tomy tidak tahu entah ke mana kaki akan melangkah. Karena baru bisa terlelap setelah lewat tengah malam. perutnya terus menggedor minta segera diisi. "Duduklah dulu! Tante Ndari sedang tidur. "Ndara Putri belum bangun.

. Di setiap bagian bawah foto selalu tertera keterangan berupa tulisan. saat berjalan menuju ke kamarnya. nama perempuan tua itu.. sudah sakit-sakitan. muncul kembali. dan lemari tempat menyimpan arsip keluarga. kulit lelaki itu kelihatan lebih terang. pelayan yang membantu Bi Sum. Makanya. dan tahun kelahiran yang . "Sekarang Ndara sudah tidur lagi. Macam-macamlah.. "Sama dengan hari kelahiranku?" 95 . Ia hanya mendengar bunyi dengung mesin cuci.A. sebuah meja tulis besar dengan lampu baca. Mungkin Sri. Jimy siapa? Tomy benar-benar ingin tahu dan harus mencari kesempatan untuk menyelidiki. Jimy Sugiharto lengkap dengan hari. "Lalu. pusing-pusing. apa kata dokter?" Bi Sum menggeleng. ia harus berjuang mencari informasi tentang jati diri Jimy. Dari lantai dua itu Tomy bisa melongok ke bawah. "Tante biasa bangun pagi sekali. Di dalamnya berjajar rak buku. sehingga tidurnya pulas sekali. Maklum. "Rupanya. baru saja membersihkan kamar itu dan lupa menutup pintu. terpasang foto telanjang bayi montok dengan tulisan. "Sakit apa sih. Tapi." pikir Tomy. Tuan tahu sendiri. Selanjutnya. Tapi tidak saat ini. Tuan terlalu capek karena perjalanan panjang. sakit yang dulu juga. Kini terlihat pintu kamar itu terbuka. suka maumaunya sendiri. Bedanya. Eh . Juga nasihat untuk diet dan berolahraga ringan. 19 Desember 1951. Ndara itu sulit. "Aku harus hati-hati bicara." Kesempatan mengobrol dengan Bi Sum itu tampaknya dimanfaatkan betul oleh Tomy untuk mengorek informasi awal. Tadi ia menanyakan Tuan. R. Tomy sempat melihat ada sebuah kamar kosong tak berpenghuni di lantai dua. tanggal. sebab tiba-tiba Bi Sum. ya rematik. selama sekitar dua jam sebelum Tante Sundari bangun. Ada potret wanita muda cantik dengan tulisan yang mulai pudar: R." sapa Bi Sum." sambungnya. Tampak Bi Sum dan Sri sedang sibuk bekerja di dapur dan ruang cuci." Tomy mendengarkan sambil mengangguk-angguk. Di halaman lain.Ternyata buron Selamat tinggal Tomy. selamat datang Jimy. "Ya. Retno Sundari . Kebetulan tidak terlihat bayangan seorang pun di sekitarnya. Semalam. Di kamar itu ia menemukan album foto tua. Bangunnya nanti setelah sekitar dua jam. bulan. "Dokter keluarga memberi macam-macam obat. juga kencing manis yang membuatnya harus selalu disuntik kalau makan.. Ada juga sejumlah foto keluarga. Bi?" ia memberanikan diri untuk bertanya." Tomy menanggapi dengan mengerutkan kening serta memasang ekspresi prihatin. Saat yang dinanti itu pun tiba. ia hanya menanggapinya dengan senyum. Yang paling menarik perhatian Tomy adalah foto seorang lelaki muda berwajah mirip sekali dengan dirinya. tapi ia melarang kami membangunkan Tuan. foto-foto di dinding.Solo.

senyuman Jimy di foto itu seolah mencibir dirinya... Katanya. ada pihak yang bersedia memberi hadiah uang bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi tentang keberadaan Jimy. Bi! Saya pamit. Bi Sum juga diam." pikirnya. saya lupa kalau Tuan Jimy ada di rumah. Bi?" Bi Sum tak menjawab. ia dikejar waktu. sampaikan salam saya pada Tante!" Gelandangan kaya Pergi ke Lombok? Buat apa? Bukankah di luar rumah ini Tomy sudah menjelma menjadi dirinya sendiri kembali? 96 . "Jimy Sugiarto Kini Buron". Saat menaruh sebuah album. Pasalnya." Katanya lagi. menanggung perbuatan Jimy . selembar kertas koran meluncur dari dalamnya dan jatuh ke lantai. Tante memberikannya pada saya tadi pagi.orang yang sama sekali tidak dikenalnya. selintas bayangan mengadang jalan." "Terima kasih. Saat ia melangkah mendekati pintu kamar. Kakinya masih gemetar. Jantung Tomy berdegup kencang saat membaca judul berita di halaman koran yang mulai menguning itu. Foto-foto Jimy pun dimuat tersebar hampir di setiap halaman koran. pihak tersebut merasa telah dirugikan oleh ulah Jimy. Tante Ndari meminta supaya Jimy secepatnya meninggalkan rumah ini. di antara sekian banyak foto keluarga. lalu mengulurkan amplop itu pada Tomy. Ia merasa. . Ia tidak mau menjadi korban. Tuan bisa tertangkap. Celaka. apa yang akan dilakukan si nenek bungkuk ini? Perempuan tua itu tersenyum dan menyapanya dengan ramah. Berita itu juga menyebutkan. terlambat. "Maaf. Tomy cepat-cepat mengembalikan koran usang itu. Bi Sum muncul bagaikan hantu di siang bolong bagi Tomy. Namun.Pada album lain. "Ada apa. terpampang foto Jimy berpose gagah di punggung seekor kuda besar. "Aku harus cepat-cepat meninggalkan kamar dan rumah ini. saya diminta menyampaikannya pada Tuan Jimy. Pagi buta tadi Tante mendapat telepon dari orang kepercayaannya. Lelaki gagah dan kaya itu ternyata kabur dari sel penjara. Di sana aman." Tomy terdiam. "Jimy Sugiharto palsu!" Tomy tersadar. rumah ini sudah diawasi. Bila sampai jam setengah sepuluh Tante belum juga bangun. tapi sepasang mata tuanya menatap sebuah amplop di genggaman tangannya. Dengan hati-hati ia mengembalikan semua album itu pada tempatnya. "Ada uang di dalamnya. "Uang itu cukup untuk biaya perjalanan ke Lombok.

Untuk membunuh waktu. Ia merasa lebih aman naik bus ketimbang naik pesawat untuk mencapai Surabaya. Setelah menyeruput habis sisa kopinya. ada sebuah minibus yang sudah mulai penuh penumpang bersedia mengangkutnya. sebuah feri baru saja meninggalkan dermaga menuju Pelabuhan Ketapang. Setiba di terminal. Bahkan tak ada lagi lelaki bernama Tomy yang ditinggal pergi istrinya seperti lima tahun lalu. berbagai urusan di bandara bisa menyulitkannya. Gagal kabur Malam itu Tomy masih harus mempertahankan gaya hidup lamanya menjadi "gelandangan". Sesampai di Pelabuhan Gilimanuk. Untunglah."Selamat tinggal Jimy Sugiharto. Untuk menghangatkan tenggorokannya. Tak ada lagi Tomy yang senantiasa dikejar-kejar orang karena utang. Akhirnya. Makanya. Sambil sesekali mengisap rokoknya. ia memikirkan bagaimana caranya agar bisa segera kabur dari pulau ini. Tomy segera beranjak menuju ke terminal bus di Ubung dengan naik angkutan kota. Ia tak sabar ingin segera meninggalkan Pulau Dewata itu. Hamparan air laut yang biru kehijauan. Tak ada lagi Tomy yang pengangguran. Bukan tidak mungkin hal itu justru membawa dia masuk ke perangkap para pemburu hadiah. ia berjalan-jalan di sepanjang pantai. Selama menunggu keberangkatan. Setelah itu ia berharap. bisa merasa tenang saat menggunakan uangnya. Tomy ingin menutup sejarah masa lalunya yang buram. Ia memesan segelas kopi kental dan tiga potong pisang goreng yang masih hangat. semoga nasibmu bukan nasibku!" kata Tomy dalam hati. pikirannya terus berputar mencari jalan untuk segera meninggalkan pulau ini. hati Tomy terus dihantui rasa waswas. ia memilih suatu daerah di Jawa sebagai tempat yang ideal untuk bersembunyi. 97 . Itu semua gara-gara segepok uang dari Tante Ndari. Banyuwangi. Walaupun tanpa tempat tinggal dan pekerjaan tetap. dia itu aparat atau pemburu hadiah untuk menangkap Jimy. Sepuluh juta rupiah! Seumur-umur baru kali ini ia memegang uang sebanyak itu. Ia tidur di emperan toko. Siapa tahu. Mau tak mau ia harus menunggu feri berikutnya. dan panorama alam Pulau Menjangan yang tampak malu-malu di balik kabut mengurangi ketegangan perasaannya. Menurut perhitungannya. Gara-gara uang Rp 10 juta itu. Isinya ternyata tak kurang dari seratus lembar uang seratusan ribu rupiah. Di sudut sebuah kafe dengan penasaran Tomy membuka amplop itu. Dengan uang itu. di pulau ini ia harus selalu waspada pada setiap orang asing yang ada di dekatnya. belum ada bus yang akan segera berangkat menuju Pulau Jawa. Tak ada lagi Tomy pengutil yang senantiasa berkucing-kucingan dengan satpam mal. semilir angin pantai. ia menuju ke sebuah warung kopi yang mulai ramai pengunjung. ia terkejut ketika pagi-pagi sekali dibangunkan oleh seorang tukang parkir. kini Tomy merasa berbeda dengan para tunawisma lainnya. Sambil melahap nasi goreng dari gerobak dorong di lapangan parkir Pasar Kumbasari.

Ia menurut saja ketika didorong masuk ke dalam mobil yang . Setelah menawari permen karet. Tomy lalu berjalan menuju ke deretan warung di depan pintu masuk halaman pelabuhan untuk sarapan. Sama sekali dia tak menduga. di hadapannya kini muncul seseorang yang selama ini selalu menghantuinya." Feri yang ditunggu-tunggu masih melaju di tengah Selat Bali. "Lumayan! Di tempat ini jarang ada orang memancing. Lelaki bertopi dan berkacamata hitam . Tomy mengarahkan pandangannya kembali pada pemancing itu.entah kapan datangnya . Sambil mengisap rokoknya. Saat itu seorang lelaki bertopi dan berkacamata hitam berjalan mendekati Tomy. 98 . ada apa ini?" Lelaki itu diam saja. Rasa bosan bercampur was-was makin membelitnya.yang tadi memberinya permen karet . kalau tak ingin perutmu ditembus peluru!" Tomy tidak bisa berbuat apa-apa. membuyarkan konsentrasi Tomy. saat ia menyodorkan korek api. Setelah masuk ke dalam mobil. "Yah. seseorang tiba-tiba mendekat. Sesekali pancingnya berhasil menggaet ikan yang lumayan besar. Ia menyusuri jalan sepanjang pantai yang banyak ditumbuhi ketapang. peminta-minta itu pun pergi meninggalkan Tomy. ia mencabut dua lembar uang seribuan. Rupanya. Setelah berulang kali mengucapkan terima kasih. padahal cukup banyak ikannya. lelaki itu hanya mau meminjam korek api buat merokok juga. Tomy menoleh pada lawan bicaranya. "Banyak ikannya?" iseng-iseng Tomy menegur. Ketika hendak menyulut rokok di bibirnya. Tampaknya. ia menyapa dengan senyuman. tiba-tiba orang tak dikenal itu dengan cepat meringkus tangannya. ya?" sapa lelaki itu. "Lo. "Di sini tenang. Perlahan-lahan lelaki itu melepas topi dan kacamatanya. Jimy Sugiharto. Pengemis itu sejenak melongo sebelum menerima pemberiannya.tiba-tiba sudah ada di dekatnya." jawabnya pendek. Beberapa perahu nelayan yang sedang ditambatkan tampak bergoyang-goyang dipermainkan ombak tepi pantai. Tanpa banyak pikir. Sebuah benda keras menekan perutnya. Namun. "Jangan berteriak.sudah ada di jok belakang. Seorang pengemis menadahkan tangan. Saat mengganti umpan dan menoleh kepada Tomy. ia melihat seseorang sedang asyik memancing.Di lidah pantai yang paling menjorok ke laut. Lelaki itu Jimy. Tomy terkejut. lelaki itu meninggalkan Tomy bersama sang pemancing. ia juga sedang menikmati suasana pantai pagi itu. kecuali patuh pada perintah lelaki itu. lagi-lagi Tomy terhenyak.

14. dalam perjalanan menuju entah ke mana. sepucuk moncong pistol lain kini menempel di pelipis Jimy. Namun. Namun. Cuma sekarang saya sudah kembali ke pekerjaan semula. Jimy masih mencoba menguasai dirinya. Dengan lengan yang berdarah. Bos?" kata lelaki di balik kemudi sembari menoleh ke belakang. senyuman itu bagi Tomy lebih mirip seringai serigala lapar. ia tidak merasakan apa-apa. Aparat rupanya sudah merencanakan semuanya.adiknya meninggalkan rumah mereka. Sri. anak-anak itu pergi ke Schwarzer Berg. "Seperti rencana kita 'kan. Sebaliknya. "Daripada mati konyol. Tom bersama Sonya . Sewaktu kawanan Jimy digiring ke mobil polisi. 99 . Jimy memperketat tali yang mengikat kedua tangan Tomy. salah satu pembantu rumah tangga Tante Ndari ada di mobil itu. Tak sampai satu jam kemudian. Betul 'kan?" tegur Jimy asli ramah. sebutir timah panas menembus lengan kanan Jimy. lelaki itu rupanya si tukang mancing di pantai itu. Sekali lagi Tomy terkejut. TERLACAK DARI SITUS INTERNET Minggu cerah di Eschweiler. Di sebuah jalan yang tampak makin sepi." "Jadi." katanya dalam hati. yang dengan mudah terperangkap masuk dalam jebakan pemburu. Tomy tampak pasrah dengan moncong pistol yang sepertinya siap menyalak. Sebastian. "Matilah aku!" pikir Tomy. 30 Maret 2003. Terdengar suara ledakan memecah keheningan. kembali Tomy dibuat terkejut."Kamu tentu sudah tahu siapa aku. aku harus berbuat sesuatu." pikirnya. Sehari sebelumnya. anehnya. Nyawanya kini di ujung tanduk. pistol di tangannya bukan pertanda ia punya niat baik. "Ya. Dalam keadaan setengah sadar. di sana aman. "Ya. Anda ini Polwan?" Sri mengangguk. sebuah lereng pertambangan yang jaraknya kurang dari sekilometer dari rumah orangtua Tom di Patternhof. Jimy tersenyum. "Aku tak mau ada yang mengaku-ngaku sebagai diriku!" hardik Jimy sambil menarik picu senjata apinya. "Jadi?" kata Tomy terbata-bata. manakala sebuah kendaraan lain menyusul mobil yang ditumpanginya. "Itu pasti komplotan mereka. Namun." Tomy merasa dirinya bak kelinci. mobil yang membawa Tomy menyusuri jalan yang membelah hutan di kawasan Bali Barat. untuk pertama kalinya ia diperbolehkan bermain agak jauh bersama temannya. Nyalinya yang mulai mengembang menciut seketika. ia melihat pistol di tangan Jimy terlempar. si pengemudi membawa mobil menerobos semak belukar. Tapi. Tomy berhasil melepaskan diri. saya Sri. Rupanya. Bukan hanya agak jauh dari rumah dan kawasan Inde. Seperti dikomando.

Hari berikutnya. Sonya. baru bisa dipastikan. pukul setengah enam sudah pulang. Sonya juga diizinkan keluar bermain bersama kakaknya. pemadam kebakaran. Ada dugaan. untuk pertama kalinya. 31 Maret. anak itu disiksa sedemikian kejam. Salah satu bentuknya. Anaknya pasti ditemukan.00 satuan petugas terpaksa menghentikan upaya pencarian yang tanpa hasil itu. pemilik tang itulah si 100 . Namun. di lahan parkir tempat ini seorang pejalan kaki menemukan sesuatu yang mengerikan. Pukul 17. Gudrun dan Uwe mulai gelisah. Pukul 05.seorang insinyur . bila Tom akan berlatih taekwondo." begitulah si ibu mewanti-wanti anak-anak itu. Gudrun dan Uwe Spreeberg . mengingat kian banyak tenaga bantuan penolong yang datang. saat waktu yang disepakati tiba. pukul 20. Tang bernomor "Lubang nyamuk" dekat Kota Zweifall merupakan bekas tempat penghancuran bebatuan. mereka mencari ke segala pelosok Schwarzer Berg . Benar.45 Gudrun dan Uwe melaporkan kepada polisi tentang hilangnya kedua anak mereka. Namun. tak seorang pun melihat Tom dan Sonya. Jelas. Tom (11) dan Sonya (9) diasuh orangtua mereka dengan penuh perhatian.00. Maka ia pun menunjukkan gua itu pada adiknya tersayang. Di wajah Uwe tercermin sikap optimis. jaraknya hanya 500 m dari rumah mereka. sang ibu mengantarnya dengan mobil sampai ke gedung olahraga."Di sana kami menemukan gua.00 keduanya menghambur keluar bersepatu karet. Satuan pencari yang terlatih berdatangan. Sekitar pukul 18. Tang bernomor khusus bergagang merah itu dibuat dalam jumlah sedikit untuk tukang pembuat alat-alat mekanik. itu Tom. Padahal. setelah penyelidikan kriminologis. identitas mayat anak itu. Telat pulang Minggu petang itu. Jadi. "Jangan lama-lama ya.lereng gunung seluas 15 hektar. Ia merasa harus berbagi. dan bantuan teknis menelusuri setiap jengkal kawasan itu." cerita anak laki kecil itu. mereka belum juga pulang. sekitar 12 km dari Eschweiler. Senin pagi. Dengan dibantu sejumlah teman. Ibu dan bapak mereka. pakar kriminologi menemukan tang dengan cetakan nomor 637. Tom dan Sonya belum juga ditemukan. Mereka menelepon temanteman bermain anak mereka. Uwe terpaksa menelan kekecewaan. Polisi. Pasangan suami-istri Spreeberg tak bisa lagi tinggal diam di rumah. Kepala anak lelaki itu terbungkus kantung plastik. mereka belum juga dapat menemukan jejak kedua anaknya. Tempat yang tidak terpakai di sebuah pertambangan itu terletak di tepi hutan Huert. setengah jam saja. Sesosok mayat seorang anak lelaki. Namun. Setelah menyisir tempat itu. Ketika malam kian larut. Maka.sangat memperhatikan keduanya.

" saran polisi itu sebagai jalan tengah. Ini di luar dugaan. Kalau dugaan itu benar. tubuhnya dibuang begitu saja di hutan. Si pengemudi tidak tampak berupaya menghentikan mobil di jalan raya. Para pejalan kaki menemukan mayat itu sekitar pukul 14. Yang pasti. tergeletak sesosok tubuh manusia diikat plester. Antara lain. Gemuruh pesawat terbang angkatan bersenjata Jerman melayang-layang di atas kawasan sekitar Eschweiller dengan kamera khusus jarak jauh.400 petunjuk dari penduduk diterima. jangan-jangan itu dilakukan dengan sengaja untuk maksud tertentu? Entahlah. apakah gadis itu telah mengalami pelecehan seksual. "Pokoknya jangan membayangkan kondisi mayat yang lebih baik. Hari itu Minggu yang dingin di Kota Eifel. Wajah seorang gadis kecil yang semasa hidupnya menampakkan keceriaan. di dalamnya ada seorang anak sedang memukul-mukul kaca mobil. Awalnya. Lima ratus polisi melacak semua kawasan hutan di sekitar Eschweiller. polisi berpikir pelakunya satu orang seperti umumnya terjadi pada kejahatan seksual. Juga regu penolong dari ordo Maltese di Eschweiller. Tanggal 8 April para pakar di kantor kriminal setempat di Duesseldorf mendapatkan titik terang. Anjing-anjing pelacak dilibatkan. Karena tak seorang pun bisa dicurigai. di bagian kriminologi kepolisian Duesseldorf. Seminggu berlalu sejak hilangnya Tom dan Sonya. Sejumlah pakar kriminologi kembali membutuhkan waktu seharian penuh untuk bisa memastikan. Polisi sama sekali tak menyebutkan. Delapan puluh orang bekerja di komisi pembunuhan di Kota Zweifall untuk mengungkap kasus ini. Lebih dari 1. mencari tempat-tempat yang dicurigai. Pihak kepolisian mengambil sejumlah gambar. Sejumlah organisasi bantuan ikut serta. seorang pejalan kaki di Stolberg mengaku pernah melihat mobil kecil hitam. "Bagaimana gambaran kondisi mayat itu?" tanya seorang reporter keras kepala kepada polisi di komisi pembunuhan. DNA dari Sonya dan dua pria. Bagai seonggok sampah. tampaknya si pembunuh sangat ceroboh. Informasi lain.pembunuh Tom. polisi berniat melakukan penjaringan besarbesaran. Pencarian terhadap adik Tom dilanjutkan.000 pria di Eschweiller yang berusia 101 .00. tang itu diperiksa untuk mencari jejak DNA. itu memang kejahatan seksual. Sangat menarik perhatian. Gadis cilik itu kemungkinan masih hidup. mobil itu membunyikan klakson terus-menerus dengan ban mendecitdecit. Sebuah uji air liur dilakukan pada 2. Mereka memastikan menemukan tiga jejak DNA yang jelas pada tang yang ditemukan di dekat mayat Tom. Atau. Ratusan kilometer jalan tol arah ke selatan Eschweiler di hutan Bucher Wald dekat Blankeheim. bahwa mayat itu memang Sonya. berupa temuan tang dengan cetakan nomor 1083. Ia begitu saja meninggalkan barang bukti yang mudah dilacak di lokasi kejahatan. Saksi mata itu masih ingat. Para penyelidik mengetahui.

para pengunjung pemakaman tetap berdiri dan terus bercakap-cakap. Ia juga bercerita berapa banyak orang di organisasi ordo Maltese yang hidup mereka sudah ia tolong. Apa hubungan Markus dengan korban? Tidak ada. Apalagi diduga. Ia pun bukan warga masyarakat yang dianggap sukses. Ada seseorang yang telah sebanyak 36 kali mengunjungi situs tersebut. jenazah dua kakak beradik Keluarga Spreeberg dibawa ke pemakaman Katolik di Eschweiller. Ia memang tampak prihatin dengan kejadian menyedihkan itu. orang tersebut tak menyadari. Ia baru saja pindah dari rumah orangtuanya. ramah. akan ketahuan.antara 20 . Di antara dengung percakapan itu terdengar komentar marah salah seorang pelayat. Setiap malam sepulang dari Bar Pflaumenbaum. Mungkin ia mewakili kemarahan serupa dari warga Eschweiler. wajah Markus cocok dengan gambar dari raut-raut pelaku yang telah dibuat gambarnya oleh kantor kriminal setempat. 102 . teman wanita. Titik terang mulai muncul." ucap marah seorang pria kurus bertubuh sedang berusia awal tiga puluh. Di Bar Pflaumenbaum. karena hampir semua penduduk kota menghadirinya. Wirtz hidup sendiri di sebuah apartemen Souterrain di Jalan Nordstrasse di Eschweiler.40 tahun. Selain itu. para pembunuhnya warga Eschweiler seperti mereka. Markus Wirtz merasakan dorongan yang menggebu-gebu untuk menjadi orang menonjol." Teman-temannya menertawai Wirtz karena tahu ceritanya bohong belaka. Mungkin itulah upacara pemakaman terbesar dalam sejarah kota kecil itu. mengapa di kota kecil itu terjadi pembunuhan ganda terhadap anak-anak. Bukan dari panggilan hatinya yang dermawan. ibunya sudah menanti dan menyiapkan roti mentega. Rupanya. Ucapan itu berulang kali ia katakan kepada hampir ke semua kenalannya. Markus Lewendel. Diincar polisi Pria muda Markus Wirtz (28) mengendarai Fiat Punto. seperti terlihat oleh saksi mata di Stolberg. dan memang tak pernah memiliki. ia pernah bercerita tentang sejumlah wanita "yang pernah ditidurinya. "Babi-babi jahanam itu harus disembelih jadi empat bagian. ia memerlukan jenis peralatan tang yang pernah ditemukan di dekat mayat Tom. Pada saat yang sama. Lama sesudah upacara pemakaman selesai pun. Siapa yang berulang kali mengeklik. Tak heran bila ia hadir dalam setiap rangkaian upacara pemakaman Tom dan Sonya. Ia hanya warga biasa yang pekerjaan sehari-harinya menjadi induk semang dan tukang bersih-bersih gedung. berusia antara dua puluh lima sampai lima puluh tahun. mobil kecil warna hitam. Biasanya ini menjadi upaya terakhir polisi dalam memecahkan kasus-kasus sulit. Pria berwajah tak mencolok. Dari internet Tanggal 11 April. Mereka tak habis mengerti. bahwa siapa pun yang mencari situs di bagian pembunuhan itu akan dicatat. Petugas yang mengelola situs kepolisian Kota Aachen melihat suatu hal aneh. Sudah enam tahun ini Wirtz bertugas sebagai penolong di bagian bencana ordo Maltese. Ia memang anak mami. Ibunya masih selalu mencucikan bajunya dan hampir tiap hari membuat masakan untuk Wirtz. Sebagai ahli elektronika dan gemar mengutak-atik komputer. tapi lebih untuk menghindari wajib militer. Ia tak mempunyai.

menampakkan wajah gembira. kepeminpinan tidak berjalan mulus. Mereka tidak menemukan bujang lapuk itu di rumahnya.Namun. Tiap malam ibunya menjadi pelayan di Bar Em Joldene Klomp. Salah seorang tetangga ingat. Bahkan." Jadi. Saya pantas menjadi ketua. Pada malam pemilihan ketua. Kakaknya yang berusia 15 tahun lebih tua mencoba menggantikan peran ayah dan ibu bagi Markus. Namun. pria bertubuh 1. matanya berbinar-binar. Para penyelidik dari komisi pembunuhan segera bertindak ketika kecurigaan jatuh pada Markus Wirtz. lantas memperkenalkan dirinya-sendiri. Markus Lewendel. Diduga. bahwa jam-jam tugasnya di dinas kebersihan dihabiskannya dengan nongkrong di bangku-bangku pertandingan sepakbola antarkota dan pertemuan-pertemuan persiapan arak-arakan. Markus Lewendel berasal dari keluarga berantakan. Kadang-kadang ia membawa tamu langganannya ke rumah. pernah mendapat larangan keluar rumah. wajah si anak bawang ini berseri-seri. Hanya sekali-sekali pria pendek itu menjadi orang terkemuka. Ketika organisasi Junge Union di Ewschweiler pada November 2002 tidak bisa menemukan seorang pengganti untuk jabatan ketua Wirtz yang anggota partai CDU. Dengan surat perintah pemeriksaan. Di sebelahnya duduk temannya. Sebuah analisis kilat yang dilakukan pihak kepolisian membuktikan. tiap orang di bar tahu pula. "Mereka tidak mau mendengarkan saya. Wirtz dipilih menjadi ketua.65 m itu menjadi panutan bagi teman-teman separtainya. ia meletakkan jabatan karena putus asa. "Karena urusan kerja dan pribadi. karena tak mampu ikut mendukung arah politik ketua partai CDU pusat. Orangtuanya bercerai ketika ia baru berusia 3 tahun. Februari 2003." keluhnya selalu kepada para pendahulunya. Dengan saudara lelaki dan perempuannya. maupun di tempat kerjanya. Markus membawa nilai-nilai rapor yang jelek ke rumah. Ia juga keluar dari CDU. Angela Markel. "Saya sanggup. terakhir kali melihat Wirtz beberapa hari sebelum Paskah. karena tiadanya calon-calon pilihan lain. bahkan ia sama sekali tak pernah punya teman wanita. para petugas kepolisian masuk ke apartemen Wirtz. 103 . Si induk semang yang melambaikan tangan. Mereka menemukan sebuah tang yang sama dengan tang nomor 637. ibunya tidak punya waktu untuk si kecil Markus. tapi tidak berhasil. ketua bertubuh pendek itu diwawancarai koran lokal. Partai Kristen Demokratik. Markus tumbuh di rumah ibunya. Mobil Fiat hitamnya pun tidak ada di garasi bawah tanah. dan sering punya rasa takut terhadap orang asing. Bagai tambah tinggi sepuluh sentimeter. Namun. Suka berkaus oblong Markus Lewendel (33) tinggal berhadap-hadapan pintu apartemen dengan Wirtz. Ia pergi dengan mobilnya. Markus Wirtz juga pernah memiliki tang-tang yang digunakan untuk menyiksa si kecil Sonya. Ia memang sangat mirip dengan sosok pelaku seperti halnya Wirtz. Ia sering bertengkar dengan anggotaanggota muda di Junge Union mengenai pengiriman bir dan harga karcis masuk untuk pesta Junge Union. Ia hidup membujang. Di mana Wirtz? Pihak kepolisian menanyai para tetangganya. bar terjelek di Eschweiler." kilahnya.

Meski sempat bekerja beberapa bulan di sebuah dinas pertamanan. Kepada pelayan bar. Lewendel merupakan pria pemurung dan aneh. tetapi keinginannya muluk-muluk. Ia selalu mengeluh sakit kepala dan punya gangguan mata. karena kecurigaan juga mengarah kepadanya. mengambili benda-benda yang bisa digunakan untuk pemeriksaan DNA. Ketika wanita itu hendak menyampaikan keluhannya ke Lawendel. Saya takkan melakukannya lagi. pekerjaan itu ia tinggalkan. dan peduli.suka memakai kaus oblong polisi warna hijau. dahulu pernah jadi polisi. Anak-anak juga tidak boleh bermain bola di lapangan rumput belakang apartemen. Katanya. Lewendel melupakan rasa putus asanya di Bar Pflaumenbaum di lorong jalan bersama Wirtz dan beberapa orang gagal dari Eschweiler." Teman satu-satunya si induk semang adalah Markus Wirtz. Selanjutnya ia menjadi tukang cat. Ia mengurus mesin otomatis pencuci baju. Ia ingin mengendarai mobil sport. apa sebenarnya penyakit Lewendel. Lewendel berkilah. Jadi. Mereka tidak boleh berisik dan membuang sampah sembarangan. duduk-duduk di bangku taman dan memandangi anak-anak saat bermain bola. orang-orang menduga itu upaya untuk menutupi tumornya. ia pergi dari Eschweiler. Selain itu. menawarkan jasa untuk urusan tetek bengek. Pria muda itu tak pernah punya SIM. Kepada seorang tetangga ia bercerita. Ia jadi penganggur. Ia hanya ingin dilihat dengan topi base ball. tidak ada informasi jelas mengenai pekerjaannya di luar Nordstrasse. Tentu saja lamaran si pengangguran tak terdidik itu tak mendapat perhatian selayaknya. ia mencoba bekerja sebagai pembantu gudang. Kadang-kadang ia berdiri di depan jendela dengan sebuah teropong dan mengawasi anak-anak kecil itu. Harapannya kandas. Lewendel tidak berhasil mendapatkan pekerjaan. ia diterima si tuan rumah dalam keadaan tanpa busana.Selulus SMU. Ketika uji dengan jejak-jejak yang ditemukan di mayat Tom juga sesuai. komisi urusan pembunuhan kota Zweifall mencari Lewendel di apartemennya. ia bercerita mengenai tumor otak yang tumbuh sedemikian cepat dan tidak bisa dioperasi. "Itu cuma bercanda. Kedua pria itu senang duduk bersama di depan komputer dan bermain balap mobil.demikian julukannya . Terutama bila berurusan dengan anak-anak tetangga. ia sering bertengkar. itu hasil diagnosis dokter spesialis di klinik Kota Aachen. Status Lewendel yang paling dikenal adalah menjadi induk semang sebuah apartemen keluarga yang dibangun tahun 1990-an di Jalan Nordstrasse. Namun. Kemudian ia lebih banyak tertarik kepada para wanita penyewa apartemen. Si penyewa memprotes dan mengadukan kejadian itu kepada polisi sebagai pelecehan seksual. Berjam-jam lamanya mengawasi anak-anak yang bermain langsung di belakang apartemennya di lapangan sekolah dasar. keraguan pun hilang. Dengan lamaran ke sebuah perusahaan Swis di koper dokumennya. Lewendel punya banyak waktu luang. Sikapnya sering kali menjadi sedemikian keras. Si Centeng . Kemudian. untuk mengumpulkan sampah-sampah di taman-taman. tidak seorang pun tahu. Lewendel juga mengelak dari wajib militer di angkatan bersenjata Euskirchen. Listrik di apartemen seorang wanita muda ia putus. 104 . lalu kembali menganggur.

Semuanya lima puluh lilin. Bahkan para psikolog. Polisi lalu menangkap kedua pria bernama depan sama itu. pemakaman St. Para penegak hukum tidak mengeluarkan rincian mengenai jalannya pemeriksaan dan hasilnya tentang kejahatan yang ternyata telah direncanakan tiga minggu sebelum kejadian. Mengenakan baju berkabung hitam. "Musang berbulu domba. karena dugaan pembunuhan bersama terhadap Tom dan Sonya. pada hari Kamis." Hari Jumat Agung di Eschweiler. Di kaca spion mobil bergelantung sepatu bayi putih. Seorang wanita tua menyalakan lagi sinar-sinar abadi dari lilin-lilin yang padam. Sonya dan Tom. Sedangkan Markus Lewendel. secara bersama-sama." ujar seorang pria pensiunan. Banyak orang mencoreti tembok apartemen di Jalan Nordstrasse itu dengan tulisan "Hanya kematian yang pantas bagi pembunuh-pembunuh Sonya dan Tom. mereka menyusuri sepanjang sungai dengan wajah menampakkan rasa kehilangan dan bingung. Wirtz dan Lewendel mengaku telah membunuh kedua anak Spreeberg. Dua tanda salib kayu berada di lautan bunga yang mulai melayu. Beberapa orang berjalan sambil menggiring anjing mereka. mobil Fiat Punto hitam Wirtz bisa dikenali di jalan tol A2 di Swis antara Zurich dan Basel. Wajah mereka pucat dan mata sembap karena kebanyakan menangis. Penggemar joging mengitari lintasan. bersama teman-temannya dari organisasi ordo Maltese. Peter-Paul menjadi tempat peristirahatan terakhir anak-anak mereka. Semuanya itu mempertimbangkan perasaan orangtua anak-anak itu. Kembali ke Aachen. dapat dengan tenang menghadiri pemakaman sambil mengeluarkan sumpah serapah. Kisah nyata/Stern/Marina 105 . Apakah Tom dan Sonya disiksa dan dibunuh karena nafsu sadis? "Semoga saja peristiwa sadis ini tak terjadi lagi. Matahari pagi memancar di kawasan Inde. yang bersepeda melewati pemakaman itu. Sungai kecil mengalir di antara semaksemak rerumputan hijau melewati kawasan itu. memilih bungkam seribu basa. Burung-burung merpati bersiul-siulan di dahan pepohonan di tepi sungai. di malam menjelang Jumat Sengsara kematian Yesus Kristus. ikut mencari mayat anak-anak itu. yang dimintai komentar dan diagnosis kilat.Pengakuan dua Markus "Dicari! Markus Wirtz dan Markus Lewendel dari Eschweiler." desahnya. Markus Wirtz. Di tepi sungai seberang. Pasangan suami-istri Spreeberg yang meninggalkan kediaman nyaman mereka di Inde tak cocok dengan gambaran suasana pagi musim semi itu." Hanya selang sehari.

memang hanya itu yang bisa mereka lakukan. 31 korbannya tewas dibunuh penculiknya. Apakah pembunuhan. di Taito Ward. penculikan. Murakoshi sudah biasa bermain di taman yang memang disediakan untuk warga sekitar. sejumlah detektif mengejar keterangan Kikuo di rumahnya. Mereka melaporkan hilangnya Murakoshi. polisi mendapat informasi.15. Jepang. orang asing itu bahkan sempat mengajak Murokoshi bercakap-cakap. persisnya kantor polisi Higashi Iriya. 31 Maret 1963. "Taman tempat dia bermain itu letaknya di seberang jalan.00. apalagi biasanya ditemani anak-anak tetangga. hasilnya nihil. angin bertiup pelan. Yoshinobo mencoba menemukan Murakoshi dengan menyisir daerah sekitar taman. polisi segera bergerak cepat. si anak hilang itu terakhir kali terlihat bermain dengan Kikuo. pada pukul 19. Selama ini saya tak pernah khawatir ia bermain di sana. dari 171 kasus pembekapan bocah bermotif uang tebusan yang dilaporkan di Jepang. Saking seringnya bermain di taman itu. membuat orangtua Murakoshi merasa aman. tampak asyik bermain di sebuah taman yang terletak tak jauh dari rumahnya. Karena memang tak pernah ada kejadian apa-apa. persis di depan rumah kami. kontraktor berusia 34 tahun. Karena mereka belum bisa memastikan. sepasang mata mengawasi. DIKENALI DARI SUARANYA Sore itu. mereka akhirnya mendatangi kantor polisi terdekat. Jawaban Kikuo sedikit memberi titik terang. sesuatu yang kurang beres terjadi pada anaknya. dan gedung-gedung beton. Makanya. Tanpa membuang waktu. Murakoshi Yoshinobu. tak pernah tahu kalau saat itu. putra pertama mereka itu tak kunjung pulang. anaknya tiba-tiba dihampiri orang tak dikenal. ketika sampai menjelang jam enam malam.00 tiba. temannya yang berusia lebih tua. Semilirnya menyejukkan badan. Polisi terpaksa harus menenangkan Toyoko. Seorang anak laki-laki berusia empat tahun. yaitu para tetangga dan teman-teman Murakoshi. sehingga Murakoshi menurut saja diajak pergi menjauhi tempat tinggalnya? Orangtua Murakoshi baru sadar. sehingga menganggap tak perlu lagi mengawasi anaknya. Begitu sarat emosi. Tokyo. 106 . Statistik yang tentu saja membuat kecut hati para orangtua! Titik terang Kikuo Untuk memperjelas persoalan. untuk sementara. Toyoko. Padahal biasanya. pada tahun 1945 ." Toyoko meradang. Namun. Pak. Yoshinobu juga tak tahu. ibu muda yang baru berusia 28 tahun. berjalan-jalan di sekitar taman. bercerita kepada polisi yang mencatat laporannya." timpal seorang petugas jaga kepada rekan detektifnya. Semoga bukan penculikan. Dibantu para kerabat dan tetangga. sebelum akhirnya raib entah ke mana. Keasyikan seorang bocah. Sebuah taman kecil yang berhimpitan dengan blok-blok rumah warga. Sebab. bercanda sebentar. istri Yoshinobu. Yah. tokotoko. nun jauh di sana. Yoshinobu. Bujukan macam apa yang dikeluarkan si orang asing. Tokyo. Bingung dan khawatir. atau si anak sekadar mampir ke rumah temannya? "Mudah-mudahan bukan penculikan. Murakoshi selalu pulang jauh sebelum pukul 18. dengan perut lapar tentunya. yang tak menyadari. kasus apa yang sebenarnya tengah mereka hadapi.1993. menanti kesempatan untuk merenggut keceriaan masa kecilnya. Setelah menanyai sejumlah saksi mata. sang ayah.

Lolos jebakan polisi Setelah beberapa hari tak ditemukan. datang seorang laki-laki. Agar pencarian berjalan efektif. Tapi kemudian. Maruyama Tasaku. Di saat-saat terakhirnya. dan laporan yang masuk. Seorang pejabat polisi."Memang benar. dan sepatu hitam. Berdasarkan data. bahkan secara resmi menyampaikan permintaan pada penculik." jawab Kikuo lancar. Namun. Polisi juga mulai mencari motif. karena saya langsung pergi. menanyakan apakah pengusaha muda itu punya masalah di kantor. Tingginya sekitar satu meter. ketika kami sedang mengisi pistol air Murakoshi. Karena sudah ada yang menemani. Lelaki pembawa lari Murokashi itu ternyata berkaki pincang. Menurut Kikuo. dan celana panjang kuning setrip hitam-abu-abu." "Hanya itu?" "Hanya itu yang saya tahu. "Pria itu menegur duluan. gencarnya pemberitaan dan banyaknya poster yang disebarkan membuat hati si penculik (jika memang benar Murakoshi 107 . ia memakai sweater hitam. juga menjanjikan "perlakuan khusus". fakta. Sejak pemberitaan gencar itu. si pria masih muda. terutama saat terakhir kali meninggalkan rumah." Kikuo mengangguk. jika penculik Murakoshi bersedia menyerahkan diri. masih banyak lagi "orang penting" yang ikut berbicara di media. ternyata masih ada lagi satu ciri fisik penting si pria asing yang luput dari perhatian Kikuo. "Kamu sempat mendengar pembicaraan mereka?" tanya seorang detektif. Hanya sampai di situ keterangan yang dapat dikorek polisi dari anak lakilaki yang tadinya diharapkan menjadi saksi kunci. Selain mereka berdua. Mereka ngobrol soal pistol-pistolan yang dipegang Murokoshi. kaus oblong. Mereka terus menunggu kontak dari penculiknya. dugaan polisi masih belum berubah: kasus hilangnya Murakoshi kemungkinan besar penculikan. agar tak melanjutkan aksi kejinya. sejauh ini belum ada nama yang dianggap pantas masuk daftar orang-orang yang dicurigai. seluruh Tokyo bak larut dalam lautan duka mendalam yang menimpa keluarga besar Yoshinobu. dengan rambut dipotong pendek layaknya anak-anak kecil di Jepang saat itu. Pihak keluarga berharap. Namun. Tanggal 3 April 1963. karena tampaknya kasus ini mengarah pada penculikan. Seorang detektif datang ke rumah Yoshinobu. tingginya sekitar 160 cm dan memakai jas parasut warna abu-abu. Polisi juga menanyai ciri-ciri pria asing yang membawa pergi Murakoshi. saat ditanya wartawan. Esok harinya. polisi belum berani menyimpulkan secara resmi. saya lalu meninggalkan mereka berdua. Baik dengan sesama teman kerja maupun rekan bisnis di luar perusahaan. mengimbau pembebasan Murakoshi. kasus Murokashi tak lagi menjadi milik polisi dan warga sekitar. kaus kaki biru tua. polisi menyebarkan ciri-ciri Murakoshi. Belakangan. Tadinya kami bermain bersama. ketua Asosiasi Pengacara Jepang. poster Murakoshi mulai dicetak secara besar-besaran dan disebarkan ke seantero kota. Orang itu mengajak ngobrol Murakoshi. Sejumlah media cetak terbitan Tokyo ikut mengekspos kisah hilangnya bocah yang dikenal selalu ceria itu.

diculik) luluh. Untuk pertama kalinya sejak dilaporkan raib. "Tapi ingat. Di ujung jalan. tentu. Alhasil. mereka memang benar-benar berhadapan dengan penculik bocah. Showa Dori." "Maksud Anda. Ada lima truk yang diparkir di sana. Shinagawa Motor?" "Ya. Di mana harus saya serahkan?" ulang Yoshinobu "Datanglah ke Jln. tampaknya membuat si penculik stres. dering telepon itu sekaligus memastikan. Anda akan melihat Sunagawa Motor Company.yang telah lama disadap polisi . Sekali lagi saya ingatkan. 'kan?" bunyi suara di seberang sana. Contoh keberhasilannya sudah ada. Ia meninggalkan korbannya tak jauh dari sebuah stasiun rel bawah tanah Shinjuku. penculik Murakoshi menelepon. seorang bocah asal Korea Selatan di Chiba.. "Anda benar-benar akan membawa uangnya.. Setelah diberitakan secara luas. "Tentu. Kadang." "Boleh 'kan?" 108 . setidaknya. Saya akan datang sendirian. Bagaimana?" "Mmmmm. sebaiknya Anda datang sendirian. Shinagawa. Orang dewasa yang memanfaatkan ketidak-berdayaan bocah-bocah tak berdosa. tanggal 6 April. pemberitaan meluas di media massa seperti ini pernah terjadi pada kasus penculikan terhadap seorang anak perempuan. Apakah taktik serupa mempan untuk menekuk penculik Murokashi? Tentu saja waktu yang akan membuktikan. dan seperti diduga sebelumnya. Beberapa bulan sebelumnya. ramainya pembicaraan tentang nasib bocah yang tengah menjadi "anak kesayangan" Tokyo itu membuat penculiknya tahu alamat dan nomor telepon keluarga korban." si penculik mengancam. kasus penculikan itu akhirnya berujung damai. "Bagaimana kalau saya ditemani seorang anggota keluarga?" "Mmmm. Si bocah pun kembali ke pangkuan orangtuanya dengan selamat. Bertubi-tubinya "hantaman" media massa. Letakkan uangnya di truk ketiga dari depan. sehingga memutuskan "menyerah". Buat polisi. meminta uang tebusan. tidak ada orang lain.berdering. sehingga tak melanjutkan niat jahatnya. telepon di rumah orangtua Murakoshi ." Yoshinobu agak gugup. Namun." "Tidak masalah. Salah satu pelaku tindak kriminal yang paling mereka benci. Anda harus sendirian. Begitu juga dengan kasus pembekapan dengan tebusan Kim Min Soo." "Dia akan jadi sopir saya. saya akan bawa uangnya. setelah sempat dibekap selama dua bulan.. cara seperti ini lebih efektif ketimbang memburu langsung si penculik. betul. Di mana harus diserahkan?" "Apa?" "Uangnya. Kalau tidak .

Terbukti. seperti dilansir sejumlah media cetak. mereka bahkan baru sampai ke titik penyerahan uang tiga menit setelah tebusan ditaruh. betapa Toyoko tak pernah bisa benar-benar tidur. Saya juga ingin membawanya ke festival anak. kemungkinan kedua inilah yang ditakutkan warga kota. Murakoshi tak juga kembali ke rumah. Sopir Yoshinobu salah memahami kode lambaian tangan yang dilakukan seorang perwira polisi. Pelaku penculikan lolos begitu saja dari jebakan polisi. tanggal 5 Mei. Gagal berulang tahun Sejak gagalnya "transaksi" penyelamatan Murakoshi. jejak si penculik masih juga misterius. meskipun rencana penyergapan yang mempertaruhkan nyawa bocah tak berdosa itu dipersiapkan dengan matang. Namun. Namun. Berbagai LSM mendesak penculik agar tak menjadikan bocah tak berdosa sebagai tameng kehajatannya. buat apa lagi menyimpan sandera? Bukankah keberadaan si bocah justru menjadi beban yang sangat merepotkan? Hanya ada dua pilihan yang dimiliki si penculik." Menyadari pentingnya "transaksi" yang akan dilakukan. polisi langsung melakukan persiapan. sebagian besar bergerak secara tak resmi. Keteledoran kecil yang dilakukan kerabat sekaligus sopir Yoshinobu berdampak sangat besar. Si penculik menjadi orang yang benar-benar "beruntung"."Okelah. hari berlalu." harap Toyoko. Dalam tulisan itu diceritakan. sampai hari ulang tahunnya tiba. Kegagalan tadi jelas berimplikasi besar. tak kurang dari 700 ribu orang menjadi sukarelawan. Himbauan yang disampaikan secara berkala itu menunjukkan keprihatinan mendalam masyarakat Tokyo atas raibnya Murakoshi. hasilnya ternyata mengecewakan. "Saya berharap. terasa menyentuh. Para politisi pun tak mau kalah. kerabat. Nah. Setiap tahun kami sekeluarga selalu ke sana. Berbagai tulisan tentang ibu kandung Murakoshi. Tanda itu dianggapnya sebagai isyarat agar mengambil rute terdekat dan segera menyerahkan uang tebusan yang telah disiapkan.000 telah kabur entah ke mana. jika si penculik sudah mendapatkan semua yang diminta. Tak ada yang bisa memperkirakan. permintaan Toyoko tampaknya hanya akan menjadi sekadar permintaan. Uang didapat. tapi terlambat. bulan berganti. Sayangnya. Di luar stasiun kereta api serta rumah keluarga. dia bisa saja kembali. Total jenderal. sandera tetap di tangan. membantu polisi mencari Murakoshi. imbauan dan gerakan moral menuntut Murokashi dibebaskan pun makin sering terdengar. 17 April nanti. para kepala stasiun berinisiatif mengumandangkan himbauan agar si penculik membebaskan Murakoshi. melepaskan sandera atau membunuhnya. Murakoshi yang malang. dan tetangga. ikut bersuara. karena si penculik dan uang tebusan Yen 500. bahkan sampai festival anak selesai dilaksanakan. yang dicetak sejumlah media tulis. makin banyak pihak yang mengkhawatirkan nasib anak tak berdosa itu. Toyoko. polisi bahkan memperbanyak dan menyebarkan rekaman percakapan telepon antara si penculik dengan orangtua 109 . bagaimana nasib bocah itu kini. polisi di lapangan tak lagi terkoordinasi. Untuk mengatasi kebuntuan. Sampai nanti. Di stasiun-stasiun kereta api bawah tanah. tapi bisa juga tak akan pernah terlihat lagi. Akibatnya. Polisi mencoba menyisir lokasi kejadian. sejak anaknya diculik. Murakoshi dibebaskan sebelum ulang tahunnya yang kelima. Logikanya. Mereka menempatkan lusinan detektif berbaju preman di sekitar titik pertemuan. sesuai petunjuk penculik. tahun pun bergulir.

Sampai akhirnya. Menurut para ahli bahasa. setelah diselidiki lebih jauh. Selain komentar. persisnya Juni 1965. polisi Jepang mengirim dua sampel rekaman suara ke Amerika Serikat untuk diperbandingkan. menurut aparat penegak hukum.ikut memberi penilaian atau informasi yang langsung mengarah pada pelaku. sehingga kadang harus dilunasinya dengan melakukan tindak kejahatan. Untuk lebih meyakinkan. dua kali di antaranya membuat penjahat kambuhan ini masuk bui. Tujuan polisi. Sampel pertama berisi rekaman suara Kohara paling akhir. Utang itu makin lama makin menumpuk. Sepertinya. terserang penyakit tulang ketika duduk di kelas 5 SD. dialek si penculik menunjukkan dia berasal dari Tohuku. sehingga satu kakinya tak dapat berjalan normal. pelaku kerap menggunakan istilah-istilah yang berhubungan dengan dunia militer. Namun.000 per bulan. polisi belum atau tidak menemukan bukti-bukti keterlibatan orang-orang yang dilaporkan sebagai pemilik suara mirip penculik Murakoshi itu. Dia mendapat pekerjaan sebagai tukang servis di sebuah toko jam. dua tahun tiga bulan setelah kasus penculikan Murokashi pertama kali dilaporkan. polisi mengumumkan keberhasilannya menemukan jejak tersangka penculikan. Kirim rekaman ke Amerika Ajaibnya. seiring peresmian kereta api cepat Shinkansen dan status Tokyo sebagai tuan rumah olimpiade. berisi rekaman suara penculik saat meminta uang tebusan di telepon beberapa tahun lalu. dia meninggalkan banyak utang di mana-mana. agar khalayak . bisa juga lebih. Bosan tinggal di kampung. Rekaman itu menjadi bahan perbincangan menarik di media massa. Umur 15. Kohara mengadu nasib di belantara Tokyo ketika menginjak usia 27 tahun. tahun 1964. Anak petani miskin yang memiliki 10 saudara itu. ketika dia ditahan karena pencurian. data yang dijadikan dasar penelusuran polisi) terakhir melakoni pekerjaan sebagai tukang servis jam tangan.korban. dia belajar teknik servis jam di Ishikawa. rata-rata menyatakan "sepertinya mengenal" orang yang suaranya mirip dengan suara penculik di kaset rekaman. Kohara yang berasal dari utara Jepang (dialeknya cocok dengan dialek penculik hasil rekaman polisi) adalah pelaku sejati penculikan Murakoshi. yang sudah beberapa kali keluar-masuk penjara (termasuk tahun 1956. Sebelum terlibat kasus penculikan Murakoshi. Pria 29 tahun. mulai mengerucut pada sebuah nama. Toh aparat penegak hukum tak pernah putus asa. banyak juga telepon masuk ke kantor polisi. sedangkan sampel kedua. justru ketika hampir semua orang sudah melupakan tragedi yang menimpa anak kesayangan Yoshinobu. Hasil penyelidikan yang melibatkan 30 ribu polisi dan 13 ribu calon tersangka itu. sebuah daerah di utara Jepang. Gaji yang sebenarnya lumayan. Dari rekaman suara itu terungkap pula. uang sebesar itu tak sebanding dengan kebutuhan hidupnya di kota sebesar Tokyo. Tak heran. perhatian warga terhadap kasus Murakoshi mulai terpecah. ke stasiun-stasiun radio dan televisi. Pelaku diperkirakan berusia sekitar 40-an tahun. 110 . sulit buat polisi menemukan jalan keluar kasus ini. kota kecil tak jauh dari kampung halamannya. tapi buat Kohara. dengan gaji Yen 24. mendapat sambutan luar biasa. setidaknya Kohara telah lima kali ditangkap aparat kepolisian.berbekal kaset rekaman tadi . Penyelidikan terus bergulir. Kohara Tamotsu. Bahkan hidup-mati Murokashi pun tak diketahui. Polisi yakin.

Kohara memutuskan membungkam mulut Murakoshi. antara tanggal 3 Juli dan 4 juli 1965. Namun. Minami Senju. Tak lama kemudian. Karena tidak ingin mengundang perhatian orang banyak. Tak ada kata-kata yang sanggup melukiskan kepedihan hati orangtua Murakoshi. tak jauh dari batu nisan bertuliskan "Ikeda". Kohara mengaku. Dua suara yang diperbandingkan disimpulkan berasal dari satu sumber. karena di perjalanan. Kerja keras polisi akhirnya berbuah manis. Kohara sebal. dari hari ke hari. lalu jalan-jalan menjauhi kawasan tempat tinggal Murakoshi. Sekitar pukul 22. Apalagi jika tuduhannya tindak pidana berat. polisi yang bertahun-tahun menyelidiki kasus ini. Mayatnya sempat disembunyikan di gudang." papar sang ayah pelan. Tokyo. Kohara tergolong cerdas. Setelah itu. "Ya. Harapan menjumpai Murakoshi dalam keadaan hidup pupus sudah. Di Jepang pengakuan tersangka tetap menjadi dasar paling kuat untuk menjebloskan seseorang ke penjara. polisi tetap mengharapkan pengakuan Kohara. walaupun kecerdasannya itu tampak nyata. Celananya juga. termasuk uutang-utangnya yang langsung lunas pasca penculikan Murakoshi. lebih sering dimanfaatkan untuk menipu dan berbuat tidak jujur. Benar saja. saya sedang ada di rumah.Hasilnya. atau alibinya yang dengan mudah dipatahkan karena tak didukung saksi mata. Untuk ukuran seorang penjahat. mereka menemukan sisa tulang belulang Murakoshi. lantaran terbelit utang yang menggunung. Namun. hidup Kohara berakhir di tiang gantungan di Kosuge. pas bin cocok. Murakoshi terusmenerus merengek minta pulang. saat terbentur batu-batu kerikil. sebelum akhirnya dikuburkan di pekuburan belakang kuil." jawabnya mantap. tanpa bantuan orang lain. di sebuah tempat sepi di lingkungan kuil. 111 . tepatnya tanggal 23 Desember 1971. Di usia 38 tahun. Arakawa Ward. Dalam rasa lelahnya. Berdasarkan pengakuan Kohara. Buah hati Yoshinobu itu dicekik sampai meninggal. Dia mengaku menculik Murokashi seorang diri. Guna membungkam kebandelan Kohara. Motifnya semata demi uang. polisi akhirnya merencanakan interogasi maraton. sikap Kohara justru makin menyebalkan.00 waktu setempat. "Ini benar sepatu Murakoshi?" tanya seorang polisi. mereka sampai di Kuil Entsuji. mengajak ngobrol. Kohara didesak dengan berbagai pertanyaan. Bahkan Kohara bersikukuh tak pernah melakukan penculikan seperti yang dituduhkan kepadanya. Yang terdengar hanya bunyi denting pacul dan peralatan lain untuk menggali. Kepedihan itu sedikit terobati ketika pada 1967. selamanya. Sialnya. suasana berubah hening. Ketika melihat Murakoshi di sebuah taman kecil. pengadilan memutuskan Kohara sangat layak dijatuhi hukuman mati. Setan membisikinya untuk membujuk bocah yang sedang bermain pistol air itu. meski telah didukung oleh bukti ilmu pengetahuan. Dia kerap berpolah tidak kooperatif. di lokasi penggalian. Tokyo. meski alibinya itu tak didukung saksi mata. niat jahat langsung terbersit di hati Kohara. dini hari itu juga polisi langsung mengecek pekuburan di belakang Kuil Ensutji. dan banyak orang yang masih menginginkan Murakoshi dapat kembali bermain dengan teman-teman sebayanya. mereka mendatangi lokasi penemuan mayat. Orangtua korban yang diberi tahu soal penemuan mayat anaknya tampak sangat terpukul. "Saat kejadian itu berlangsung. disajikan berbagai fakta.

Padahal. menonton sebuah film yang baru saja dirilis. Joy pulang pukul enam sore. mereka diam satu sama lain. dibintangi Mifune Toshiro. Ah. apakah Joy mengalami . ketika sedang menonton film di gedung bioskop. gadis itu bilang akan pergi ke pesta kawannya sepulang kerja.. Ia yakin sekali. Begitu keluar menuju garasi.. Sebelum berangkat. Tapi ia tahu Colin benar.Satu hal yang menarik. Berkalikali itu pula Colin menolak. Maud tampak semakin gusar. telah terjadi sesuatu yang tak beres dengan Joy. sibuk dengan pikirannya masing-masing. Tiba-tiba saja ia menjadi begitu benci terhadap malam. Maud menjelaskan maksud kedatangan mereka berdua. dari para petugas keamanan itu mereka tak memperoleh informasi tambahan apa-apa. mereka sampai di lokasi kantor Joy. Biasanya Joy sampai di rumah tak lewat pukul tujuh malam. anak laki-lakinya. Setengah jam kemudian.. untuk pergi ke kantor Joy. "Buat apa ke sana? Dia 'kan sudah keluar kantor. judulnya High and Low. Meski tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Beberapa orang petugas keamanan menghentikan mobil mereka di pintu masuk. Malam terus beranjak semakin larut. berganti pakaian. Sesekali perempuan tua itu membuka pintu. Jawaban itu membuat ibunya kesal. Tapi malam itu wajah cantik anaknya tak juga muncul hingga pukul sepuluh malam." bantahnya. Maud masuk ke kamar. cerita film itu ternyata berputar-putar soal penculikan bocah! (Kisah nyata/Mark Schreiber/Icul) 16. Gaun itu kini masih tergantung rapi di kamarnya. 11 hari sebelum beraksi.. Entah disengaja. Tapi perasaannya tak mampu membedakan. datang. Kohara ternyata mendapat ide untuk melakukan penculikan Murakoshi. anak gadisnya. entah doa. berharap Joy. Mulutnya tampak berkomat-kamit tipis merapalkan sesuatu. Namun. Sepanjang perjalanan. Mereka berangkat dengan sama-sama kesal. Ceritanya. Maud bahkan sudah menyiapkan gaun yang bakal dipakai anaknya. entah kebetulan semata. Tak sabar dengan Colin yang selalu membantah. Afrika Selatan. Hanya beberapa yang masih menyala. si ibu menurut saja ketika Colin membukakan pintu mobil untuknya. Sudah tiga jam Maud Aken mondar-mandir di ruang tamu. "Selamat malam! Ada yang bisa kami bantu?" Dengan penuh kecemasan. Suasana lengang. Baju pesta sia-sia Semakin malam. sambil berkali-kali melihat jam dinding. RAHASIANYA DI BALIK CELANA Durban. ada sesuatu yang tak beres dengan anak gadisnya. 112 . pihak kantor bilang. hendak berangkat ke kantor Joy sendirian. Perasaan keibuannya mengatakan. Entah gerutu. Jangan-jangan . ia mendapati Colin sudah berada di dalam mobil. tidak! Berkali-kali ia menyuruh Colin.. Lampu-lampu sudah dimatikan. ia berniat refereshing. karena gelap selalu menjadi persembunyian orang-orang jahat yang melakukan tindak kriminal.

Menunggu cahaya Matahari yang akan menerangi muka orang-orang jahat. 113 . ia dua kali disambangi tamu. mereka akan membantu mencari Joy. Tapi Maud seperti tak bisa dihibur. menjelaskan maksud kedatangan mereka. kata kawan-kawan Joy yang kebanyakan cewek. Rambut hitam sebahu. "Umur 20 tahun. ia tak bisa memicingkan mata sebentar pun. Tak menunggu sampai Matahari terbit. Sampai di rumah. Sekretaris. Dari catatan polisi." katanya. Informasi itu seolah memperkuat dugaan Maud bahwa memang telah terjadi sesuatu yang tidak beres dengan Joy. Di kantor. Colin melajukan mobilnya ke kantor polisi. "Selamat malam! Ada yang bisa kami bantu?" Kali ini Colin mewakili ibunya. Dari kantor Joy. Semua kawan Joy dimintai keterangan tentang pria itu. Jawaban khas perempuan. Memakai . hingga Joy tak sempat menelepon ke rumah. Sendirian. Titik. Malam itu. "Mungkin nanti kami memperoleh petunjuk. Malam seperti beringsut sedemikian pelan. Maud tampak tegang ketika menjawab pertanyaan polisi tentang anaknya." Colin menjelaskan dengan rinci. Hanya ada informasi tambahan bahwa sebelum Joy menghilang. kawan dekat Joy di kantor. pria itu umurnya kira-kira belasan tahun di atas Joy. Di sana. Ia bahkan tak tahu apakah Joy sudah punya pacar atau belum. Di kepalanya berkecamuk berbagai dugaan. Cantik.. Grobler hanya bisa berjanji. tapi malam itu juga. Dengan kecemasan yang tak surut sedikit pun. Ia membolak-balik gaun Joy yang tergantung rapi. Menjelang pagi. Ia pernah dua kali menjemput Joy ke kantor. mereka ditemui langsung oleh Brigadir Polisi Grobler. Bahkan Maud pun mengaku tak banyak tahu tentang kawan-kawan Joy. Menurut dugaan mereka. polisi memeriksa kamar Joy. Ia kemudian meninggalkan rumah dengan pesan agar kamar Joy tidak diutak-atik. Joy tak pernah bercerita. Mungkin Joy langsung berangkat ke pesta dan lupa tak menelepon rumah. Beberapa menit kemudian.Joy sudah meninggalkan kantor sejak pukul enam sore. tak ada laporan tentang kecelakaan lalu lintas malam itu. Setiap kali polisi bertanya kepada mereka." hibur Grobler. Ia meninggalkan kantor polisi dengan wajah semakin gusar. Joy dikenal tertutup soal kehidupan asamaranya. ia meninggalkan kantor sendirian. Maud dan Colin mendahului Matahari terbit. Cindy. mengendarai mobil Ford Anglia warna merah.. Juga tak pernah memperkenalkan pria itu kepada Maud. Cuma itu informasi yang mereka dapat. Belum ada kemajuan. Pastilah sesuatu yang sangat buruk. Tapi tak banyak informasi yang didapatkan. Meninggalkan kantor pukul enam sore.. mereka mendapat sambutan yang sama. jawaban pertama adalah bahwa pria itu tampan. Tak ada petunjuk apa-apa yang bisa didapat. Sangat tampan. menanyakan kabar pencarian Joy. mengatakan kepada polisi bahwa ia pernah berpapasan dengan Joy bersama pria tampan itu. Tak urung. Seorang pria yang sangat tampan. Seorang polisi ikut mengantar ke rumah mereka. Tapi tak ada satu pun kawan Joy yang mengenal pria itu. bergegas pergi ke kantor polisi lagi. Seperti biasa. "Ibu tak perlu terlalu risau hanya karena perasaan. ini malah membuat Maud bersungut-sungut. Umurnya jauh lebih tua dari Joy. Maud tak sabar menunggu pagi.

Asmanya sampai kumat. Maud tidur tak lebih dari empat jam. dan Colin datang ke rumah Nelson sambil membawa beberapa potong pakaian Joy. Nelson membawa mereka ke ruang pribadinya. Teropong pakaian dalam Hingga seminggu sejak Joy hilang. Ini menyangkut nyawa Joy. John dan Joy adalah dua seteru yang tak pernah akur." Hari itu juga. ketika kekesalannya memuncak. belum ada tanda-tanda polisi menemukan jejaknya. Tapi ia cuma mengucapkannya di dalam hati. Seminggu sejak Joy hilang. wajahnya tampak kusut. Ia lebih sering menolak permintaan daripada mengabulkan. sampai mengambil cuti kerja. dan sangat pilih-pilih. Tapi ia tak mengatakan hal itu kepada polisi. Bu!" elak Grobler. seorang paranormal yang juga mantan kepala SMA tempat Colin dan Joy bersekolah dulu. Joy tak pernah menggubris ucapan bapaknya. memintanya pulang. Ia berani bergurau ketika Maud sudah meninggalkan kantor polisi. Bahkan John. suaminya yang bekerja di Pretoria. Ia bisa melihat sesuatu di tempat yang jauh. termasuk beberapa pakaian dalamnya. Cuma itu informasi yang bisa digali polisi. salah seorang anak buahnya. Saya tak bermaksud jorok. Hari itu juga. hubungan keduanya jauh dari kesan hubungan seorang ayah dan anak. Maud menelepon John. keduanya tampak akrab. Di hari kedelapan. Sambil disaksikan ketiga orang keluarga Joy. Ia tak ingin masalah keluarganya menjadi catatan polisi. Meski Joy adalah anak kandung John sendiri. Ia kemudian minta kepada Maud untuk membawa beberapa pakaian Joy. Ia takut menyinggung perasaan Maud. Ayahnya pun tak pernah peduli dengan apa yang terjadi pada anak gadisnya. Tiap malam. Colin pun ikut merasa bersalah atas hilangnya Joy." kata Grobler berkelakar kepada Ajun Brigadir Polisi Leon. John tak sanggup menahan murkanya. "Tapi ini bukan permintaan sembarangan. Ia tidak begitu percaya dengan semua yang berbau klenik. Tapi pada kunjungan kedua. Colin menyarankan ibunya untuk minta bantuan Nelson Palmer.Pada kunjungan pertama. "Polisi bukan dewa. "Polisi tak bisa diandalkan!" keluh Maud di depan Grobler. Nelson mulai melakukan ritusnya. Tapi saya ingin mengetahui sebuah rahasia. "Salah satunya adalah saya. Joy tampak seperti menyembunyikan rasa kesal pada pria itu. Selama ini. Maud curiga. ayahnya. sebuah kamar yang sangat rapi dan penuh buku. Maud tak butuh waktu lama untuk membuat Nelson menganggukkan kepala. Di kalangan orang-orang dekatnya. Maud. Di Durban. anak saya. "Binatang buas saja tak akan memangsa anaknya sendiri. Sama seperti teknologi telepon yang memungkinkan dua orang bicara dari tempat yang jauh. tapi ia sendiri tidak mau disebut paranormal. Saya tidak menggunakan kemampuan saya secara sembarangan!" katanya kepada Maud. misterius." bujuk Maud. jauh dari kesan kamar paranormal. Pak Nelson. Jelas saja polisi tak bisa mempersempit pencarian hanya dengan bekal informasi itu." umpatnya sambil meninggalkan Maud. Maud tak menghiraukan saran Colin. suaminya ikut bertanggung jawab terhadap hilangnya Joy. "Ilmu yang saya gunakan ini sama sekali bukan klenik. Saya perlu barang yang sangat pribadi. mesra. Nelson dikenal sebagai paranormal nyentrik. Dengan bantuan wajahnya yang memelas. John. "Maaf. Merasa dicurigai. Tapi Colin kemudian berhasil meyakinkan ibunya bahwa Nelson tidak seperti paranormal kebanyakan. Awalnya. ada ribuan pria tampan dan mobil Anglia merah. Ia 114 . juga bekas murid Pak Nelson.

sementara Nelson menjadi penunjuk jalan.. Tak salah lagi. "Sebaiknya. ia tak berani bertanya macam-macam kepada Nelson. suasana senyap.meletakkan pakaian-pakaian Joy di meja. Berbekal berbagai alat bantu untuk medan sulit. mengamati lubang gorong-gorong yang gelap dan kotor.... Selama beberapa menit. Setengah jam kemudian ia kembali. memegangnya dalam keadaan mata terpejam. Di dekatnya ada . Tungkainya seolah tak sanggup menahan tubuhnya tetap berdiri. Colin dan John mengikuti dari belakang sementara Maud tinggal di mobil. Jika kalian mau. memegang pakaian Joy. antarkan aku ke sana!" katanya. Dengan sigap. "Aku tahu tempatnya. seperti ketika ditinggal oleh Colin. mereka berempat saling berpandangan. sambil matanya terpejam." Ia bicara putus-putus seperti sedang mengamati sebuah tempat. tubuh Joy. ia pasti perlu digotong untuk menaiki lereng.. "lurus". di mana mayatnya?" tanya Maud sambil tak kuat menahan air mata sedihnya. mereka berempat segera berangkat. Colin dan John bergidik melihatnya.. Nelson menyuruh Colin menghentikan dan meminggirkan mobil. sebuah saluran air . Nelson kemudian melanjutkan ritusnya lagi. Beberapa saat kemudian Nelson bicara. bukit . Tubuhnya dipotong menjadi dua bagian. seolah-olah ia telah terbiasa mempercayai tukang ramal. Ketika Nelson membuka matanya.. Tampangnya tampak sangat pas untuk memerankan tokoh antagonis di film-film misteri. Ia berhenti di sana. Wajahnya yang masam selalu memandang lurus ke depan. Colin kemudian meninggalkan Nelson. 115 . Ia terus bilang. Suaranya berat. Colin menyetir. Nelson terus menuruni lereng bukit hingga ia sampai di depan sebuah pintu gorong-gorong. "Jika sudah meninggal. Jika melihat. Matanya seperti tak pernah berkedip." kata Nelson kepada Colin. "Dia ada di sebuah tempat . Nelson tak pernah bicara kecuali ditanya. seperti . Mereka melaju ke arah selatan hingga keluar dari Durban. "belok kiri. Tapi karena bagian dalam saluran air itu gelap. "Joy sudah meninggal!" Mendengar kata-kata itu. Yang terdengar hanya napas Nelson yang naik turun. Di kepalanya masih tampak sisa luka tembakan sementara organ-organ bagian perutnya terburai keluar. Baunya busuk. Sedemikian jauhnya jarak tempuh mereka. Beberapa menit kemudian mereka keluar membawa potongan tubuh manusia. Maud sampai kelihatan teler dan berkalikali mengubah posisi duduknya.belok kanan".. "Lelaki tua yang sangat aneh. Suasana ruangan sesaat menjadi muram. Entah mengapa Maud percaya begitu saja dengan kata-kata Nelson. Nelson turun dari mobil. mereka bertiga tak bisa melihat apa-apa..." pikir Maud.. kamu minta bantuan polisi. kemudian berjalan turun ke arah lereng bukit. tapi Nelson belum juga menyuruh berhenti. tepat ketika mereka berada di antara dua buah bukit di wilayah Umtwalumi.. Untung saja Maud tak ikut turun ke bawah. Sesaat napasnya kembali terdengar naik turun. Nelson masih berada di tempat semula dengan posisi berdiri tak berubah. mencari kantor polisi terdekat. Tanpa menunggu jarum menit pindah angka. polisi tak kesulitan masuk ke dalam gorong-gorong. Maud lunglai. Namun. Tampaknya memang bau mayat. Ketika hampir saja Maud angkat suara. Telah puluhan kilometer mereka tempuh.

Ia merasa telah dituduh oleh polisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. di daeran itu ada delapan orang yang memiliki mobil Anglia warna merah. Menurut pengakuannya. Di depan Grobler. "Hmmm. polisi mengejar Van Buuren ke rumahnya di Pinetown. "Ya! Tak salah lagi!" seru Grobler dalam hati. Berdasarkan catatan polisi. Brigadir Polisi Grobler mempersempit pencarian di sekitar wilayah Umtwalumi. ayah Joy. ia berada di rumahnya di Pinetown. Ia merasa telah menemukan titik terang. Joy sering curhat kepadanya bahwa ia sering bertengkar dengan ayahnya. "Tapi tak ada satu pun yang sangat tampan. Ia bahkan menyarankan polisi memeriksa John. Ketika mereka sampai di sana. Berbekal alamat dari Themba. Clarence Van Buuren. Namun. Themba mengaku. Ia juga mengaku pernah mengajak Joy berjalan-jalan dengan mobil Anglia merah milik Themba. yang sering memakai mobilnya untuk urusan kerja maupun pribadi. "Saya tak bermaksud menuduh. John marah-marah ketika diinterogasi. saya membunuh orang yang saya sukai?" elak Van Buuren. ia mengaku punya seorang pegawai.Teman selingkuh Berbekal laporan penemuan mayat Joy. Van Buuren sempat berusaha melarikan diri dari pintu belakang. Malam itu juga. "Saya mungkin bukan seorang bapak yang baik." gurau Leon kepada Grobler. Tapi ia tetap ditahan atas dakwaan melawan polisi dan membawa kabur uang Themba. pada malam hilangnya Joy." jawabnya. "Anda sudah punya istri dan anak. puluhan polisi dikerahkan. "Sangat tampan. Van Buuren dibawa ke kantor polisi. Cewek-cewek itu tak salah." kata Grobler kepada Leon. Grobler tak menemukan bukti bahwa Van Buuren membunuh Joy. "Saya kira polisi mau menangkap saya karena membawa kabur uang Pak Themba. Ia bahkan mengaku terkejut mengetahui Joy meninggal dunia. ayah Joy." tukasnya. mengapa masih berhubungan dengan Joy?" tanya Grobler. Pantas saja Joy jatuh cinta. polisi memanggil John." jawabnya tanpa ragu. salah satu pemilik Anglia merah. Esoknya. Van Buuren mengaku. "Apakah ia tampan?" tanya Grobler." ujarnya. Pengakuannya sama persis dengan cerita kawan-kawan Joy. Hingga berjam-jam interogasi. Van Buuren membawa kabur uangnya dan tidak masuk kerja sejak seminggu yang lalu. "Saya pikir urusan selingkuh bukan tindakan kriminal. keraguan Grobler berubah menjadi harapan ketika ia bicara dengan Themba. Tapi polisi tak perlu usaha terlalu keras untuk membekuknya. tapi mungkin polisi bisa memperoleh informasi. Di bengkel radio panggil miliknya. Ia tak menyangkal dirinya kenal dekat dengan Joy dan pernah datang dua kali ke kantornya. "Bagaimana logikanya. Tak tanggung-tanggung. Van Buuren bersikukuh menyangkal telah membunuh Joy. "Lalu mengapa Anda berusaha kabur ketika polisi datang?" desak Grobler. Tapi apa untungnya saya 116 . dia memang tampan.

" jawabnya merendah. Bu! Tapi kami tak boleh menghukum orang lain atas dasar perasaan. Siapa tahu kita masih butuh pertolongannya. Grobler maupun Maud sebetulnya menduga. "Dia 'kan bisa menemukan mayat Joy. Kepada polisi. "Polisi boleh bekerja dengan perasaan." balas Grobler. "Dua ratus kilometer dari Durban! Bagaimana mungkin saya membunuhnya?" tangkisnya keras dengan urat-urat menyembul di batang lehernya." "Oke. Saya yakin!" kata Maud yang berulang-ulang mempertanyakan kemajuan kasus penyelidikan itu. Grobler kali ini pun tak punya bukti apa-apa. Perusahaan tempat John bekerja di Pretoria memberi kesaksian bahwa John tidak pernah meninggalkan pekerjaan selama sebulan terakhir. Sisa janin Lebih dari 20 orang dimintai keterangan oleh polisi. itu hanya sedikit kemujuran. ia mengaku suaminya memang berada di rumah saat malam kejadian hilangnya Joy. "Hei. "Apakah Anda punya penjelasannya buat polisi seperti saya?" 117 . mereka bersama John pada malam hilangnya Joy. pria itulah yang membunuh anak saya. Namun. Van Buurenlah pembunuhnya. Kita coba saja!" Esoknya. kita tidak berprasangka buruk pada Nelson. mengapa kita percaya begitu saja kepada paranormal itu?" "Maksud Pak Grobler?" "Saya justru curiga kepada paranormal itu. termasuk Sylvia.membunuh anak sendiri?" John balik bertanya. Ia tak ingin Nelson merasa dicurigai. Hingga empat hari sejak mayat Joy ditemukan. "Saya bisa merasakan. Grobler mengundang Nelson Palmer ke ruang kerjanya. "Mengapa kita tidak memanfaatkan Nelson saja?" usul Leon pada Grobler. Ia mengaku sedang berada di Pretoria saat Joy hilang. Kalau dia tahu kita mencurigainya. Ia sengaja mengajak Nelson mengobrol layaknya sedang berkonsultasi. Siapa tahu dia juga bisa menemukan pembunuhnya?" Bukannya menanggapi usul itu. Jangan-jangan dia tahu pembunuhan ini. istri Van Buuren. bagaimana Anda bisa menemukan mayat Joy di tempat yang jaraknya puluhan kilometer dari rumah Anda?" "Ah. "Jika saya boleh tahu. mengapa selama ini kita tidak pernah mendengar berita tentang kehebatannya?" "Sebaiknya. Kalau dia memang paranormal kondang. polisi belum memperoleh kemajuan bermakna. Dia bisa menemukan mayat yang berada puluhan kilometer dari rumahnya. Grobler malah berseru. Kawan-kawan kerjanya pun mengatakan. dia pasti tidak akan mau menolong kita lagi. sejauh itu mereka belum menemukan bukti.

" jawabnya dengan ekspresi wajah datar. "Anda tahu lokasi mayat Joy dibuang. mungkin bisa dicoba. Itu saja bedanya. Seingat saya." "Punya hubungan khusus dengan mereka?" "Tidak." "Apa yang Anda perlukan agar bisa mengindera jarak jauh?" "Biasanya. saya punya kemampuan indera jarak jauh. Mungkin seperti telepon yang bisa dipakai untuk bicara. Kalau saya bisa menebak nomor lotre. emm. Pak polisi punya teknologi. Anda tidak sebodoh tampang Anda. tak ada senyum sedikit pun. Saya kepala sekolahnya. "Apakah Anda bisa membaca pikiran saya?" tanya Grobler sedikit khawatir." "Kalau begitu. apakah Anda bisa melihat apa yang telah terjadi dengan Joy dan Van Buuren jika Anda punya pakaian keduanya?" "Saya belum pernah melakukan itu sebelumnya. Ilmu ini tak beda jauh dengan ilmu listrik atau medan magnet. Mestinya. Saya menerima sinyal dengan cara yang sama ketika radio menerima gelombang elektromagnetik. baru lima kali saya menggunakannya. Tapi saya menawarkan jalan tengah: saya mengindera. Kita bisa merasakannya tapi tak bisa melihatnya. sama seperti Pak Grobler bisa bicara lewat kabel telepon. apa tadi namanya?" "Psikometri. dan polisi mencari bukti." "Apakah selama ini Pak Nelson sering menggunakan ilmu. Keduanya berbeda. Joy dan Colin bekas murid saya di SMA."Kami menyebutnya psikometri." "Anda kenal dengan keluarga Joy?" "Ya. Anda juga tahu siapa pembunuhnya." "Anda bisa menebak nomor lotre?" "Saya bukan peramal. ilmu saya tidak sampai ke situ. pasti saya sudah kaya raya." "Anda berani menjamin penglihatan Anda benar?" "Saya tak bisa menjamin. 118 . Tapi. jangan-jangan Nelson bisa membaca pikirannya. Rupanya. Saya tak bisa melihat masa depan. tapi tak bisa dipakai untuk mengetahui pencuri yang menggarong rumah. Klop 'kan?" "Pintar juga Anda. Mungkin belum sampai!" "Apa bedanya melihat mayat Joy dan melihat wajah pembunuhnya?" "Terus terang. agak rumit menjelaskan ini. saya menggunakan pakaian yang pernah melekat langsung di kulit orang yang bersangkutan. Saya baru menguasainya ketika umur saya lebih dari 50 tahun. Bukan begitu?" "Sayang sekali." gumam Grobler di dalam hati. Saya bisa melihat sesuatu di tempat yang jauh.

Van Buuren mengakui dirinya pernah melakukan hubungan seksual dengan Joy. ia baru berujar sambil tetap memejamkan mata. dua benda ini pernah bertemu. Grobler kemudian memeriksa kembali Sylvia. Merasa tak dapat mengindera lebih banyak lagi. 119 . Grobler diam saja."Saya tak bisa membaca pikiran orang. Tapi saya bisa merasakan Pak Grobler meragukan saya. "Itu bagian dari perselingkuhan. "Hebat juga paranormal ini. Sampai di sini. Tak banyak. Sylvia mengaku Van Buuren berada di rumah saat malam hilangnya Joy. Van Buuren sendiri tak tahu celana kolornya akan dipertemukan dengan celana dalam Joy di depan Nelson. polisi minta bantuan dokter untuk memeriksa potongan mayat Joy lebih detail lagi. Namun." kata Grobler kepada Leon. Esoknya. Dari pemeriksaan itu. Biasa 'kan?" Dia juga mengaku tak tahu kalau Joy hamil. mereka pernah melakukan hubungan seksual?" Nelson tak menjawab pertanyaan itu dan menganggap Grobler percaya dengan pepatah: diam berarti ya. Napasnya naik turun. termasuk pakaian dalam mereka. Mereka menemukan sisa sel-sel janin di organ-organ bagian perut yang terburai. Di ruang pribadinya." kata Nelson dengan suara berat. Pada awal pemeriksaan. "Maksud Anda?" "Apakah saya perlu menjelaskan?" "Maksud Anda. Grobler merasa masih belum punya bukti yang cukup. disaksikan Grobler dan Leon. dokter menyimpulkan. Tangannya memegang pakaian-pakaian itu. Tapi Grobler masih tampak kurang puas dengan penemuan itu. Hari itu juga Grobler meminta Leon mengumpulkan beberapa potong pakaian Van Buuren dan Joy." jawabnya. tak ada indikasi pemerkosaan. Terutama organ bagian perutnya yang dipotong-potong. Tapi dokter mendapatkan sesuatu yang sangat penting. Van Buuren lagi-lagi berhasil mengelak. "Cuma itu?" tanya Grobler setengah tak puas. Pada interogasi selanjutnya." balas Leon menirukan ucapan Nelson. polisi mencari bukti. Nelson kemudian melanjutnya ritusnya. "Saya cuma bisa melihat Van Buuren dan mayat Joy. Setelah pakaian itu terkumpul." Tangannya mengangkat pakaian dalam Joy dan Van Buuren. tapi cukup sebagai bukti untuk membuat kesimpulan. Matanya terpejam. "Paranormal meramal. istrinya. "Tampaknya. Bermenit-menit kemudian. Nelson menghentikan ritus itu. Nelson kembali melakukan ritusnya. Grobler dan Leon membawanya ke Nelson. Merasa tak bisa memaksa Van Buuren mengaku.

sayangnya dengan cara tidak sopan. dan membunuh orang. Lee Harvey. KEKASIHNYA TEWAS DI JALANAN Pada 29 Juli 1997. Sylvia didakwa ikut bersekongkol menyembunyikan aksi pembunuhan itu. Siang itu mereka menunggu pembacaan keputusan juri atas kasus Tracie Andrews yang didakwa membunuh kekasihnya. Jarang sekali sebuah kasus pembunuhan sedemikian menyita perhatian pers dan warga Inggris. "Kami akan meringankan hukuman Anda jika Anda memberi kesakisan yang benar." kata Hakim Buckley sesaat setelah Tracie dapat menenangkan diri. "Seperti Anda tahu." katanya. hakim pun harus menenangkannya. "Juri telah memutuskan Anda bersalah dengan bukti-bukti yang kuat. semua kembali kepada ketentuan hukum. Grobler langsung menohok Sylvia dengan mengatakan bahwa polisi telah menemukan bukti Van Buurenlah pembunuhnya. Sesungguhnya. Tracie Andrews kontan berdiri dari tempat duduknya." 120 . meski kata-katanya terdengar jelas. Maka. Hukuman untuk Anda penjara seumur hidup. "Terhadap kasus Tracie Andrews. Mendengar itu. Leon sekali lagi berbisik di telinga Grobler. kalaupun mayatnya ditemukan. Tapi Joy ingin lebih. Tapi saya tak sanggup kehilangan dia. Ia memprotes juri. Butuh tak kurang dari lima jam bagi juri untuk berunding. 'Klop kan?" (Kisah nyata/Colin Wilson/Emshol) 17. Sylvia mengaku dirinya memang mengetahui pembunuhan itu. Ruang sidang ikut gaduh oleh gumaman pengunjung." imbuh Sylvia. Puluhan wartawan media cetak maupun elektronik menyemut sejak pagi di depan ruang sidang utama. Mendengar kesaksian itu. Salah seorang wakil juri maju menyerahkan surat keputusan kepada hakim Buckley. suasana gedung pengadilan negeri di Birmingham tampak lebih ramai dari hari biasanya. juri menyatakan terdakwa terbukti bersalah. tapi kita dapat melihat akibatnya dahsyat. Dia sengaja membuang janin di perut Joy supaya. hingga akhirnya satu per satu terlihat kembali ke ruang sidang. tak ada yang sungguh-sungguh menghiraukannya. Maud mengandalkan perasaan. Tapi ia sengaja berusaha menyelamatkan suaminya dengan memberi kesaksian palsu. hanya Anda yang tahu apa yang terjadi malam itu. "Van Buuren hanya ingin bersenang-senang dengan gadis itu. "Nelson meramal.Pada pemeriksaan kedua." Demikian keputusan juri yang dibacakan singkat. Setelah dicecar dengan banyak pertanyaan yang menjebak. polisi tak akan menemukan motif pembunuhan itu. melarikan uang majikannya. Grobler mencari bukti." kata Grobler. "Saya tahu dia berselingkuh.

"Aku sudah tahu. Meski berulang kali rujuk kembali. Lee diketahui punya beberapa teman wanita. matanya liar sekali. Tapi sepuluh bulan setelah putrinya lahir. Lee telah memiliki seorang putra hasil hubungannya semasa berusia belasan tahun. meski guratan-guratan kedewasaan tetap mudah ditangkap dari sorot matanya. Tracie sering mengacungkan pisau saat bertengkar. ia berpikir sudah menemukannya. Malam belum terlalu larut saat mereka meninggalkan tempat itu. Jauh di dalam hatinya. Lee mencari wanita untuk dijadikan istri. Air matanya tak terbendung. Lee termasuk pria berwajah tampan. Mereka pergi dengan mengendarai sedan Ford Escort yang dikemudikan Lee. tak jarang pertengkaran itu membuahkan kerusakan pada perabotan rumah mereka. saat masih serumah dengan pasangan terdahulu. Pada akhir pekan. Saat itu polisi hanya bisa menasihati mereka. Tracie pernah melapor ke polisi bahwa Lee telah melempar televisi dan kaset video kepadanya. Sedangkan Lee. ia dikenal sering bergaul di klab-klab malam sekitar Birmingham Broad Street. Simpati dari banyak orang mulai bangkit." kata Tracie kepada pers begitu ia keluar dari ruang sidang. hubungan dengan mantan kekasih dan anaknya tetap baik. 1 Desember 1996. terutama orang yang menontonnya di televisi.Tracie tak bereaksi. sekitar pukul 22. Suatu kali keduanya bertengkar karena Tracie menuduh pasangannya menyetir sambil mabuk. Dalam penyelidikan polisi. Ibu seorang putri berusia tujuh tahun itu masih cantik. tapi dari sorot matanya mereka terlihat sedang tidak akur. Meski sebenarnya justru ia yang lebih sering dikerjain oleh para wanita itu. untunglah aku segera merebutnya.30 ia baru saja melangkah meninggalkan rumah teman wanitanya di kawasan Coopers Hill. Tracie dan Lee terlihat berada di klab malam di kawasan Marlbrook Inn. Serangan mendadak Pada malam pembunuhan. sejak kebersamaan tanpa ikatan ini. "Keduanya memang tidak bertengkar. seorang pria. Sebagaimana kekasihnya. dekat Alvechurch 121 . keduanya sering bertengkar. Polisi mengonfirmasi kabar ini dan dibenarkan mantan kekasihnya. Sebenarnya. Tapi sungguh. Saat marah. Saat bertemu Tracie. Meski pekerja kasar. Karena ketampanannya. aku sama sekali tak melakukannya. ia meninggalkannya." kata Crigman. Sejak pertemuan yang romantis di klab malam Ritzy's pada 1994. perangai Tracie tak kalah kasar dibandingkan dengan Lee. tapi Tracie nekat lari ke dapur dan mengacungkan pisau. Tracie tinggal di sebuah flat kecil dan bekerja sebagai penjual produk kecantikan. Saksi lain. Sebelum bertemu Lee Harvey. "Padahal sudah dijelaskan baik-baik." jelas pria itu kepada polisi. mereka memutuskan tinggal bersama di flat Tracie. Hingga akhir hayat. Penilaian itu berdasarkan penuturan sejumlah saksi di klab malam kepada polisi. Dia hampir saja kehilangan kontrol. sehari-harinya bekerja sebagai sopir bus. mereka akan memutuskan aku bersalah. Selalu tidak akur Usia Tracie Andrews baru 27 tahun. Puing-puingnya tampak berserakan di depan rumah. Namun. jaksa penuntut kasus pembunuhan ini di depan sidang. Tracie pernah hidup bersama seorang pria selama beberapa tahun. mengutarakan.

yang diulang di pengadilan . bahkan seluruh Inggris. Tracie Andrews. baru aku keluar dari kendaraan. ada sebuah mobil sedan Ford Sierra berwarna gelap membuntuti mereka. Mata kiri dan hidungnya luka. Selebihnya. tubuhnya tampak gemetar. seperti mendengkur. mengatakan." Lalu mereka tancap gas. ia dan kekasihnya berkendara pulang. Tanpa memperhatikan sekeliling." Memang benar. wajahnya selalu membuat penonton dan pembaca terkesima. Tracie sangat pandai mengambil simpati masyarakat lewat media massa. Saat Lee terjatuh ke aspal. Sang pria segera kembali ke tempat asal jeritan tadi. Dia terdengar mengeluarkan suara aneh. "Sudah tinggalkan saja. Tubuh Tracie terbanting ke jalan. sebelum akhirnya mobil itu berhasil menghadang. Pria itu berbalik kemudian memukulnya begitu keras. tolong! Cepat!" Permintaan itu sempat membuatnya panik. "Tolong. Terasa ada yang basah di tubuhnya. Tracie mampu bercerita bahwa dirinya baru saja diserang seseorang. Dari dalam mobil Tracie melihat pria itu sempat membungkuk di depan Lee. "Tidak. "Aku mencoba bangkit dan mendekati Lee. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan saat itu. Bukan hanya karena daerah itu selama ini dikenal cukup aman." jelas Tracie. 122 . tetapi ia tidak melihat senjatanya. Di dekatnya. Tak lama kemudian Tracie keluar dan memakinya. tak banyak yang bisa diingat malam itu. Tracie hanya mendengar pengemudi mobil berkata kepada penyerang. Di sana ia mendapati seorang wanita muda berdiri di samping mobil. Berdasarkan penuturan Tracie kepada polisi . Tapi masyarakat bersimpati terhadap kekasih korban.malam itu sepulang dari klab malam." Mencoba bunuh diri Kasus kekerasan jalanan di daerah sepi Coopers Hill langsung menjadi berita besar di Birmingham. kemudian menyerang Lee dengan pisau.pinggiran kota Birmingham. Tiba-tiba di kegelapan. pria itu segera kembali ke rumah teman wanitanya dan memintanya menelepon 999. Dengan isak tangis dan cucuran air mata. ia dikejutkan teriakan memilukan seorang wanita yang memintanya memanggil ambulans. Di tengah jalan keduanya tersadar. Seorang pria turun dari kendaraan dan memaki-maki. astaga! Sesosok tubuh pria tergelak di jalanan tak bergerak. Darah berceceran di sekitarnya. sedari tadi ia tidak mendengar ada kendaraan lewat. Akibatnya. tapi wanita yang kemudian diketahuinya bernama Tracie Andrews. Ternyata darah. Ia bahkan meminta masyarakat ikut membantu menemukan pelaku pembunuhan kekasihnya. Jez. kalau-kalau telah terjadi kecelakaan lalu lintas. Saksi sempat menanyakan. ia harus mendapat perawatan selama tiga jam di rumah sakit. Sempat terjadi kejar-mengejar. Baru setelah beberapa orang berkerumun. "Aku tidak yakin berapa kali dia menusuknya. Pakaiannya penuh darah.

"Korban ditusuk di leher. Sejumlah kesaksian inilah yang mengantarkan Tracie menjadi tersangka utama. di tengah jalan mereka bertengkar. noda darah sepanjang 5 cm di sepatu Tracie diketahui positif milik Lee. "Keduanya melihat sedan Escort milik Lee. informasi itu tak pula membukakan jalan kemudahan bagi polisi untuk menyelesaikannya. malam itu mereka melihat Tracie dan Lee. Jarak mereka terpaut sekitar dua kilometer di belakang. kemudian Tracie menyembunyikan pisau dalam sepatu botnya. tapi tidak melihat adanya mobil pembuntut. wajah." tutur Crigman. Entah apa sebabnya. bahu kiri. Di sana keduanya berhenti dan keluar dari kendaraan. tapi ia tidak bisa bergerak jauh. Apalagi penahanan hanya berselang enam hari setelah Tracie didapati mencoba bunuh diri dengan meminum 200 tablet obat tidur. Korban tidak mampu bertahan lama karena serangan terarah ke leher. Pisau lipat Selubung kasus itu terkuak di pengadilan. para detektif menemukan gambaran lain dari kasus ini. Sebuah sketsa wajah berdasarkan deskripsi Tracie ikut disebarluaskan media massa. "Dia tewas seketika itu juga." Menurut dakwaan. Lee memukul kekasihnya yang mengakibatkan luka di wajah. karena tidak mendapatkan motif penyerangan. pisau itu dibuang saat ia mendapat perawatan di rumah sakit. tapi tidak ada mobil lain yang membuntuti.15 menit. 123 . Kesaksian itu diperkuat penuturan dua akuntan dari Bromsgrove yang malam itu melintas di sekitar TKP. Berdasarkan penyelidikan. hingga menyebabkan urat nadi di leher robek. Diduga Lee sempat menjambak Tracie untuk melawannya. belakang kepala. Semua tergambar dalam dakwaan yang dibacakan penuntut pada 1 Juli 1997. Diduga. sisi kiri tubuhnya. Meski keduanya tahu jalan pulang dengan baik. "Korban berusaha lari. Crigman mendakwa. Namun. Di mata publik. Beberapa saksi di klab malam Marlbrook Inn menuturkan. saat berhenti dan hendak berputar. Kesaksian itu dinilai vital karena waktunya tepat." Penggambaran Crigman sungguh memilukan seisi ruang sidang. Tusukan baru berhenti setelah kemarahan Tracie mereda. "Di sinilah ia mulai melakukan serangan. Berdasarkan pemeriksaan DNA oleh ahli forensik. Tracie adalah korban. Pada kurun waktu 12 . Lee mendapat 30 tusukan dari pisau lipat jenis Swiss Army. mereka sempat tersasar sampai Coopers Hill.Sebaliknya." kata Crigman menunjuk kepada Tracie. Serangan ini terus berlanjut meski korban sudah jatuh. polisi merasa kesulitan. malam itu Lee dan Tracie meninggalkan klab malam bersama. hingga menimbulkan kecurigaan. begitu pula lokasinya. Pelbagai reaksi datang dari masyarakat begitu wanita muda ini ditahan. dan punggung. Darah muncrat hingga mengenai baju Tracie. Ahli forensik juga mendapatkan tiga helai rambut Tracie di tangan Lee." kata Crigman dengan nada meyakinkan di depan juri. Seorang perawat sempat melihat Tracie berada di kamar mandi agak lama. Mereka hanya berspekulasi kasus itu berhubungan dengan bisnis obat terlarang.

dalam keadaan panik dan menangis. bahkan mendeskripsikan penyerangnya." kata saksi menyatakan keheranannya. saksi mendeskripsikan saat ia menemukan Lee Harvey terbaring di jalan dengan leher tertusuk. dia menambahkan pernyataan itu?" gugat Thwaites sengit. Menjawab pertanyaan Crigman. Saksi mantan polisi Dalam sidang pengadilan yang berjalan lebih dari tiga minggu. nomor polisi. wanita ini juga mengaku tidak mendengar ada mobil ngebut malam itu. Dalam catatan itu tertulis. Saat itu saksi sempat bertanya. Sama sekali tak ada kesan ia telah berbuat kejahatan. Sesaat setelah kejadian. tetapi darah ditemukan di bagian belakang." kata Crigman mengutip pengakuan Tracie kepada polisi. ketika ia melihat darah di tangannya saat menyentuh mayatnya. atau mungkin mendengar nama pelaku."Terhadap kenyataan itu. Pada bagian akhir. "Aku pikir ini penting. Tracie tidak menyadari Lee telah ditusuk. maka saya dapat memberi tahu polisi sehingga mereka dapat melakukan penyelidikan secepatnya. Terutama saat saksi seorang wanita yang menghubungi 999 dipanggil ke depan sidang." kata wanita itu menutup kesaksiannya. Kesaksian sejumlah orang semakin menyudutkan Tracie." Anehnya. Yang terjadi di ruang sidang justru sebaliknya. pengacara Tracie. Berita-berita seputar pengadilan kasus tersebut pun semakin menguntungkan Tracie. Kepada juri. ia tidak ingat apakah dirinya telah atau belum mengatakan pernyataan itu. dengan percikan darah di wajahnya. Dukungan terhadapnya semakin besar. Itu karena saksi tidak menyebut hal ini dalam pernyataan pertamanya. Di sinilah penuntut mengungkapkan sebuah kejanggalan di mana terdakwa tidak bisa menjelaskan ketidakcocokan deskripsinya seputar peristiwa pembunuhan. kalau-kalau terdakwa ingat warna kendaraan. jika tidak berhati-hati dan terlipat. "Dia berbalik ke mayat Harvey setidaknya dua kali dan mengatakan sesuatu yang tidak bisa didengar. Tracie dapat bercerita tentang sedan Sierra hitam. pisau Swiss Army dapat melukai jari penusuknya. jari Tracie juga menderita luka seperti itu. beberapa saat setelah polisi datang. Ronald Thwaites. Saksi menjawab. hanya beberapa puluh meter dari TKP. Tracie berdiri di samping kendaraan. ia membawa Tracie Andrews ke rumahnya. Saksi menyatakan telah mempunyai pengalaman sepuluh tahun dan mendapat latihan khusus untuk menyusun pertanyaan semacam itu. langsung menyatakan keberatan. pertarungan terjadi di depan mobil. Tracie tetap terlihat tenang. "Dia bilang tidak ada yang bisa diingatnya. saksi yang mantan polisi itu mengungkapkan kecurigaannya kepada Tracie sejak awal. Tracie mengatakan. "Mengapa setelah Tracie didakwa membunuh. 124 . Crigman menambahkan. Pada hari pembunuhan. Tracie hanya menyebutkan bahwa rambutnya mudah rontok. Tanpa basa-basi. lanjut saksi. Jika Tracie mampu memberi jawaban. penuntut kemudian membacakan pernyataan terdakwa kepada polisi.

Mereka sempat saling pelotot. Mr. sosok Mr. Tracie pernah berkeinginan untuk hamil. Nama Mr. Menggigit leher Upaya keras pembela seolah pupus saat Tracie Andrews menjadi saksi untuk penuntut. Thwaites mencoba mengambilnya dari sudut hubungan Tracie dan Lee yang hendak menuju ke arah pernikahan. Penelepon menduga akan terjadi perkelahian. Tracie masih mengenakan cincin pertunangannya hingga sekarang.X Pengacara Tracie berpikir keras untuk mengarahkan sorotan negatif terhadap kliennya. Thwaites melanjutkan. "Lagi pula." Thwaites mencoba mengalihkan sasaran kepada Lee Harvey. "Ketika Lee pergi. Awalnya." kata Thwaites penuh tekanan. hidup Tracie menjadi hampa. Kekasihnya itu juga selalu menyeleksi pergaulannya. Tracie juga tak bisa berkomentar. Dikuntit Mr. Pria itu digambarkannya sebagai pemuda yang pencemburu berat dan tidak dewasa. X meninggalkan klab malam tak lama setelah Lee Harvey pergi. Kepergiannya dari rumah selama pertengkaran menjadi bukti ketidakdewasaannya. Begitu pula tentang asal darah yang ada di bajunya."Mengenai tidak adanya saksi yang melihat mobil pembuntut. tapi tak dihiraukan penyidik. polisi mendapat telepon yang mengatakan melihat Mr. X yang konon juga terlibat dalam kekerasan jalanan beberapa tahun sebelumnya. Ia khawatir Lee tidak setuju. sekadar untuk menghabisi kekasihnya. ada seseorang yang dicurigai telah mengikuti Lee dan Tracie keluar malam itu. tapi ternyata Mr. tetapi dia takut melakukannya. bahkan dengan teman wanita sekalipun. "Hanya karena besarnya cinta Tracie yang membuatnya kembali. Mr. mirip dengan penggambaran Tracie." kata Crigman. X pergi ke Ford Sierra biru tua. Lee memang sering mengatur hidupnya. X sebenarnya berasal dari bagian Reserse yang mendapat informasi bahwa pada malam pembunuhan ada seorang bandar menyimpan kokain dalam jumlah besar. Pada bagian pembelaannya. Bahkan. seperti misalnya caranya berpakaian saat ia bekerja sambilan di sebuah klab malam. Setidaknya. sebenarnya ada tersangka pembunuh yang cocok. X dideskripsikan sebagai seseorang berperawakan gemuk dengan sorot mata tajam. lima hari setelah kasus pembunuhan itu. Informasi itu menyatakan." Hingga pengadilan berlangsung. tidak masuk akal kalau ia mau pergi berduaan. X menguntitnya. Menurut informasi di kepolisian. Posisi Tracie makin tersudut. Thwaites protes karena informasi penting ini diabaikan polisi. Inilah yang menjadi alasannya bunuh diri. X masih misterius. Posisinya begitu dilematis bagi Thwaites karena penuntut dapat melakukan pemeriksaan silang. "Sejak kematian Lee. Thwaites juga mengungkap sebuah fakta mengejutkan." Tracie juga mengakui soal kecemburuan itu. "Sesungguhnya. 125 ." ungkap Thwaites mencoba menggambarkan sikap otoriter Lee. Ia diidentifikasikan sebagai Mr.

" Crigman tersenyum. peristiwa pembunuhan terjadi di sekitar Burcot. Semuanya seperti mimpi. Sampai aku lihat cahaya dari sebuah rumah dan memungkinkan saya untuk minta tolong.28 sampai 10. Tapi pada malam pembunuhan keterangan Anda pada polisi. "Menurut keterangan Anda kemarin." "Lalu apa yang Anda kerjakan selama 15. 17 menit? Selama 17 menit tidak berusaha untuk minta pertolongan dari rumah di sekitar?" "Memang tidak.32. Sedangkan saksi pertama melihat mayat korban di jalan pukul 10. Apakah Anda mengubah cerita? Berarti ini penipuan berencana?" "Tidak. Mobil Lee terlihat di Coopers Hill antara pukul 10. Anda akan dapat pergi secepatnya ke rumah itu?" "Bagaimana orang tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti itu?" balas Tracie." "Tapi bukankah cukup waktu sebelum saksi datang melihat Anda?" "Tidak." 126 ." "Atau setidaknya berusaha berteriak?" "Tidak. setidaknya peristiwa itu berlangsung sepuluh menit. baju Tracie yang berlumuran darah menunjukkan. "Aku tidak tahu. mengapa Anda tidak membunyikan klakson?" Alis Crigman berkerut. Lee saat itu terbaring di tanah.. "Jika tidak. "Bagaimana Anda menjelaskan soal jeda tujuh menit setelah orang itu pergi dan sebelum saksi datang?" "Tidak bisa. "Aaa . Aku tidak tahu.. setidaknya ia dalam posisi menempel saat korban ditusuk di lehernya.50. Ia mengungkap kejanggalan menyangkut waktu pembunuhan. tapi aku shock." "Kalau tidak mau meninggalkannya. aku tidak mau meninggalkannya." "Kalau Anda tidak merasa bersalah. Seharusnya aku berbuat sesuatu. Crigman tak menyia-nyiakan kesempatan itu." sanggah Tracie yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Ada selang waktu 17 menit antara kematian Lee dan saksi meninggalkan rumah menuju mobilnya. "Menurut keteranganmu. Tracie diperlakukan bak anak kijang di sarang singa. Dalam argumentasi Crigman. bagaimana darah itu bisa muncrat ke blusmu?" "Aku tidak dapat menjawabnya. aku hanya kurang yakin saat itu.Seperti tak ingin melepaskan buruannya. peristiwa terjadi di lokasi yang berbeda. Lelaki itu memukulku keras." Crigman berhenti sejenak. 16.

menyatakan keberatan dengan penilaian itu. "Itu hanya situasional. setidaknya satu kali pembela Tracie mencoba mengajukan peninjauan kembali kasus itu dengan menyodorkan saksi-saksi baru. "Anda mengarang cerita dan menggabungkannya dengan pengalaman pribadi. maka akan ada yang melihatnya. Dalam kondisi yang kurang lebih sama. tapi keterangan dari polisi dan saksi setempat menyatakan lampunya padam.Crigman mencoba mengingatkan Tracie tentang pertengkaran pasangan itu. Tracie mengaku telah menusuk Lee Harvey dalam sebuah pertengkaran yang disebutnya lepas kontrol." kata Crigman. Tracie dan Lee sesungguhnya pernah memiliki mobil dengan merek dan warna serupa. lalu Lee menghampiri dan menjambak rambut kekasihnya itu. dalam cerita pembunuhan karangan terdakwa." tulis Tracie. Surat yang dimuat News of The World itu menyatakan." Menurut argumentasi penuntut. alasan Tracie memilih sedan Ford Sierra hitam sebagai mobil pembuntut besar kemungkinan berdasarkan pengalaman pribadinya. kamu juga dapat menaruh pisau di lehernya. Lewat sebuah surat yang dikirim dari penjara Bullwood Hall Essex. banyak orang tetap percaya Tracie tidak bersalah. "Lihat saja jika Andy menginginkanmu lagi. yaitu saat Tracie menggigit Lee. "Aku marah. yaitu ketika Anda membukanya untuk mematikan lampu. Tracie langsung mematikan lampu mobil untuk berpikir." 127 . dikatakan lampu dalam keadaan menyala. Masalahnya." "Pasti butuh niat yang besar untuk menaruh gigimu di leher seseorang. penuntut menambahkan. Tracie membuat pengakuan yang mengejutkan. Crigman menyatakan keheranannya. Sebelum mengakhiri sesi pertanyaannya. Lee mengancam dengan pisau. Lee cemburu kepada Andy. pada malam pembunuhuhan keduanya bermaksud pulang ke rumah. Hingga April 1999. setelah melakukan pembunuhan. Keduanya kemudian keluar dari mobil. "Jejak darah Lee Harvey ditemukan di tepi pintu mobil. 'kan?" "Tidak. Jika lampunya dinyalakan. Lee juga pernah melakukannya. Begitu 'kan?" Tracie lagi-lagi diam. Pengakuan jujur Setelah vonis dijatuhkan. "Dalam pernyataan Anda. seorang perempuan normal bisa-bisanya menggigit leher. Meski upaya itu kandas. "Apa yang Anda rasakan?" kejar Crigman. Lee mengeluarkan pisau dan mengancam akan menyayat wajahku atau akan menusuk. "Di tengah jalan terjadi pertengkaran. Toh." kata pembela. banyak orang melakukan tindakan seperti itu." Crigman sejenak melirik Tracie. mantan pacar Tracie.

jadi grogi. Tapi kemudian ia sempat menjegal Lee hingga terjatuh. tidak pernah membawa pisau. Mata seorang penyelia memicing. Terlebih saat menyadari Lee telah tewas. Benarkah itu semua pernyataan jujur Tracie? Lee Harvey. hampir menangis. ia merasa seluruh hidupnya sudah berakhir. menurut rekan-rekannya." tulis Tracie. Cathy. Yang kuingat. suami meninggalkan Anda bersama seorang anak?" Dengan menunduk. Sampai akhirnya. Aku memang seharusnya jujur pada kesempatan pertama." aku Tracie. dia akan terus memukuliku. Lee ternyata menariknya. Michigan. Tracie segera bereaksi dengan pisau. aku menjadi gelap mata. Pisau itu kemudian disembunyikan di celananya. Bunyi napasnya berat dan matanya mendelik." Sewaktu meraih mayat pacarnya. Mereka yakin. Sejenak Lee mencoba membalas. Wajahnya mendung. ia memutuskan untuk mengarang cerita bahwa mereka diserang seseorang. sebelum akhirnya terjatuh. Belum pernah aku mengalami kehilangan kontrol seperti malam itu. yang ditatap begitu tajam. Padahal. Entah untuk tujuan apa. Aku marah. Tracie sengaja membawanya dari rumah malam itu. "Aku harus menusuknya. Keduanya sempat saling memaki. dihanyutkannya ke toilet. Tracie berusaha berdiri. tahun 1986. dan saat di rumah sakit. gemetar. menertawai Kenneth . hatinya terbahak. Syukurlah. "Baik. Tanganku terasa basah. "Aku merasa ngeri. Jika tidak. Mulai hari ini. Kisah nyata/Road Rage/Tj 18. Anda diterima bekerja. 128 . "Jadi.suaminya . Aku sempat mundur.Tracie mengaku saat itu takut setengah mati. muncul perasaan sangat sedih dan bersalah. Lee memukulnya lagi. ia sudah bosan menganggur lama. sehingga keduanya terjatuh ke rumput. Cathy mengangguk lemah. Saat itu yang ada hanya kebingungan dan ketakutan. tulis Tracie. panti jompo lokal di Grand Rapids. Saat Lee ingin bertindak kasar lagi. Saat itulah Tracie melihat ada pisau di tanah yang segera diambilnya. Ia mengguncang tubuh Lee. dan kehilangan kontrol. Tubuhnya yang berbobot 198 kg berguncang. "Aku merasa seharusnya dihukum untuk pembunuhan tak disengaja.yang pasti tengah repot mengasuh putri tunggal mereka. GARA-GARA PATAH HATI Alpine Manor." Cathy terbelalak. Tracie menghampiri Lee dan mencoba mengajaknya berbicara.

Ia berharap. Cathy memulai kerja. Ken mengenal Cathy sudah dalam keadaan overweight. Sang ayah yang pemabuk berat sering memukulinya dan selalu mengatainya "si gemuk". 129 . Sementara Cathy . Cathy kurang memiliki rasa keibuan terhadap putri mereka. Luka batin Mata Cathy tertanam ke televisi. AS. Itu sebabnya.asyik menikmati opera sabun di televisi sambil terus mengunyah junkfood.sang nyonya rumah . Akibatnya. dan ibunya petugas pembukuan. Ia lahir di tengah keluarga kurang harmonis. Pria pendiam itu hanya bisa menarik napas dalam. sedangkan Cathy 17. ia melihat gadis ini amat haus kasih sayang. lantaran ia memilih makan sendirian. masing-masing berisi dua pasien. gadis yang unik. Ia malah sibuk menyalahkan si mungil Mary yang dianggapnya tak bisa menjaga kesehatan. Sebagian besar pasien menderita penyakit Alzheimer atau penyakit otak organik lainnya. kelahiran tahun 1962 di Michigan. tanpa banyak cakap. ingin sekali ia mengisi kekosongan jiwanya. Sebagian lain menderita sklerosis ganda atau arthritis parah. terpisah dari yang lainnya. Piring dan gelas kotor berserakan. badannya terus memuai. Jika si anak sakit. Mary. Yang agak disayangkan.Ia segera bekerja sebagai pembantu perawat di panti dengan lebih dari 200 kamar tidur. Ken bekerja di pabrik mobil. Cathy. ketika Kenneth pulang bekerja pukul enam sore. Ken membereskan rumah. Ken merasa tak ada gunanya menegur Cathy. Mereka putuskan segera menikah. Karenanya. Cathy lebih suka mengurung diri di kamar ketimbang bergaul dengan teman sebaya. Kenneth Wood baru 19 tahun ketika Catherine May Carpenter alias Cathy yang baru 16 tahun "menembak"nya. Ketika Cathy mengaku hamil. lalu mengurus putri tunggal mereka. Ia mendapati rumah mereka amat berantakan. Sebagai anak tertua. Agak ragu dan tersipu. begitu banyak pekerjaan yang harus ia tangani. "Aku benci tugas rumah tangga!" Itu kalimat yang selalu disiramkan Cathy ke telinga Ken. sebab yang terjadi kemudian pasti perang mulut. "Pilih aku atau hobimu!" begitu katanya. Termasuk merawat dua adiknya. yang juga terbengkelai. Cathy sering ngemil dan makan dalam jumlah banyak. di mata Ken. bungkus snacks dan baju kotor tertebar di lantai. Untuk mengendurkan stres. Cathy pun kurang dicintai ibunya. Ken merasa iba. Tumbuh tanpa belaian kasih sayang. tiba-tiba mereka sudah berpacaran. Oleh rekan-rekan kerjanya mungkin ia dianggap terlalu sopan. lalu melanjutkan sekolah hingga menjelang kelahiran anaknya. atau bahkan kurang percaya diri. bisa memberi Cathy sedikit kebahagiaan. Ayahnya seorang sopir truk gudang yang pernah bekerja di Vietnam. pada Agustus 1979. Ken pun amat gembira. Usia Ken waktu itu 20. Belum habis kaget Ken. setiap kali ia ditegur. Namun. Perkawinan mereka memang berliku. Cathy mengabaikan penyakit anaknya.

Dari salah satu karyawan panti jompo Ken mendengar istrinya terlibat sejumlah percintaan sejenis. Herannya. Juga ketika Cathy mulai minum alkohol dan kerap mabuk di rumah. tapi petugas yang bertanggung jawab tidak menggantinya. Ia tak dapat berbuat apa pun untuk membendungnya. Hanya dalam bilangan minggu ia betah memberi dan menerima kehangatan dari seorang wanita. tak ada lagi yang bisa "memegang" dirinya. ia biarkan istrinya dengan segala polahnya itu. dirinya sedemikian menggoda bagi wanita lesbi lainnya. Sulit mengukur perilaku buruk apa yang telah diubah Cathy. Sekali dua ia berhasil menarik wanita ke dalam pelukannya." "Oh ya. Rambutnya dicat warna platinum. Cathy lepas kendali.Ken berusaha memahami masa lalu Cathy yang menorehkan luka batin hingga saat itu. penyelia memanggilnya. Terutama dalam menangani pasien. Bukan saja berlaku bak primadona. Ia menjalin hubungan lesbian dengan rekan kerjanya." sahutnya enteng seraya melenggang pergi bak selebriti. Ia juga suka membeli baju baru dan agak ganjen. wanita buruannya langsung paham maksudnya. Apakah perilakunya mengimbas hingga ke rumah? Tentu. Walau Cathy kurang lembut hati. Ken tetap mencintainya. itu telah menggembungkan egonya sedemikian rupa. sehingga dalam beberapa bulan saja beratnya menguap jadi tinggal 132 kg. demikian pula perilaku Cathy. Ia mengira. Di rumah jompo maupun di rumah. Ia lalu melaporkan ke penyelia bahwa tempat tidur pasien basah karena ompol. Setelah puas mereguk habis madu sang kekasih. Dengan penuh percaya diri. di tempat kerja pun ia mulai menggunakan kekuasaan. entah karena menolak diajak bercinta atau oleh sebab lain. ia siap berburu wanita lain yang lebih menggairahkan. ia menumpahkan air ke selimut pasien mereka. Kekasih baru Sedemikian bergairah Cathy bekerja. ia akan mencampakkannya. Karena lebih membela keutuhan rumah tangga. yang kebetulan bekerja bersamanya. Terhadap rekan kerja yang dibencinya. Pernah. biasanya wanita itu langsung lumat dalam dadanya yang besar dan lebar. ada pasien mengeluhkan pelayananmu. Ken merasakan perubahan itu. Selanjutnya. Cathy tak bisa menyembunyikan kekasaran jiwanya. Selaiknya para pria pencumbu. Bahkan. "Cathy. di balik tampilan baru dan kesigapannya bekerja. Cathy seperti sudah mati gairah. Rupanya. malah cenderung kasar. Entah sudah berapa bulan mereka tak berhubungan suami-istri. kenapa ia jadi pesolek? Penampilannya pun berubah. cukup dengan mengedipkan mata. 130 . Dengan bujuk rayu sekadarnya. ia melakukan lagi apa yang dulu pernah mengisi masa remajanya . akan kuperbaiki sikapku. Namun.yakni berhubungan seksual dengan teman sejenis.

Gwen pun sering menyakiti dirinya sendiri. Tak seorang pun koleganya berani macam-macam padanya. Acap kali matanya menyapu goyangan dada Gwen saat diguncang emosi. ia leluasa menjamah dan menekan tubuh Gwen. "Lihat. Cathy tengah rebahan di ranjang. Tak pernah ia menggendong anaknya yang menangis. Sikapnya cukup keras pada anak-anak. Bukan oleh isi cerita Gwen. sebab kemudian lawannya itu mendapat peringatan keras. sudah cukup alasan baginya untuk memeluk tubuhnya. Ketika berusia 22 tahun. Sementara itu ayahnya jarang di rumah karena pekerjaannya. Cathy hanya butuh waktu sehari untuk memikat Gwen menjadi kekasih barunya. Cathy terpaku. biasa memukuli anak-anak-nya dengan sabuk. Ia akan sekamar denganmu. "Waktu umurku 18 bulan. ia pun makin leluasa menanamkan pengaruh pada lingkungan kerja yang mental dan emosinya sudah ia rapuhkan.." kata Gwen getir. Cathy menyeringai sinis saat lewat di depannya. Maka. Linda. Ketika Gwen mulai terisak. Kerja serabutan memaksa istri dan kelima anaknya berpindah-pindah ke seluruh Kalifornia. ia anak sulung dari tiga bersaudara. Hingga pada suatu siang . mereka melihat Cathy seperti melihat monster. 131 . Setelah penyelia pergi. Gwen sering mendapat serangan seksual dari ayahnya. ibunya yang miskin sudah memiliki tiga anak balita. Cathy sedikit tercengang mendapati Gwen pun cukup mahir berpasangan dengannya. ayah Gwen. Adapun Mack. ibu sering menyabetiku dengan kabel listrik. kerap berganti pekerjaan." Selama beberapa tahun. Demikian pula para pasien." Setengah mengangguk. "Ini Gwen. Namun. Cathy tak perlu menunggu lama. Sambil pura-pura berempati. "Aku menang. Gwen beringsut mengurai isi kopornya. melainkan oleh gerakan bibir tipis gadis manis itu saat bercerita. di lenganku banyak bekas luka sundutan rokok ayahku." sorak hatinya. Aku lahir di Santa Monica." "Usiamu?" "Dua puluh tiga tahun.. tanpa banyak bicara Cathy langsung membuka lemari pakaian. Gwen bercerita. ibunya. mereka sudah akrab.Bualannya berhasil. ketika penyelia mengetuk kamarnya.. Pembantu perawat baru. "Siapa namamu?" "Gwendolin Gail Graham. 1963." Beberapa menit kemudian. Ia merasa canggung karena pandangan mata Cathy seperti menelanjangi dirinya. Entah apa yang merasuki Cathy hingga ia merasa amat puas bila melihat orang lain hancur tak berdaya oleh "power" yang dimilikinya. Untuk melepaskan siksaan emosi.

Dengan mesra mereka menutup pintu kamar. agar bisa selalu bersama. Setiap kali pasangan ini masuk ke kamar penghuni. "Benar. Gwen sudah bertualang. Tak sampai sejam kemudian. "Pacar saya itu mendapat pekerjaan di Grand Rapids.. Gwen sudah berada di sana. Aku gila asmara. Usir suami Hanya seminggu Gwen bekerja dengan baik. tampak sekali kekecewaan mereka.bahkan ada yang sangat ketakutan. Begitupun ketika seorang pasien kedapatan memar pada pergelangan tangan dan 132 . Kuminta kau keluar dari rumah ini. Karena kerekatan itu mengganggu suasana kerja.. Bahkan. seorang penyelia berusaha memisahkan mereka berdua dengan menerapkan sistem shift. Persis remaja kasmaran. para sepuh itu memandang cemas . seolah disatroni monster.Ternyata. Namun. sedari umur 17. Namun. Rambutnya yang kemerahan dengan senyuman manis dan lugu. Ken membopong Mary pergi. Apalagi ketika Cathy menceritakan affair-nya itu pada Ken." adu Gwen. mengekspresikan cinta dengan saling berbalas puisi yang buruk kualitas. mereka pun sering bertukar tugas dengan pembantu perawat lainnya. Sambil saling berbisik dan cekikikan. Gwen disenangi hampir seluruh penghuni. ketika dengan amat posesif Cathy "menguasai" Gwen. yang amat mencintainya. membuat para nenek teringat cucu mereka. ketika memandikan pasien usia lanjut itu. Mereka hidup seatap tak ubahnya suami-istri. Ketika pasangan ini bekerja secara terpisah. Bukan skandal itu yang menyentak Ken. Cathy menanggapi dengan pelukan. mereka berdua pura-pura melakukan aktivitas bercinta. bahwa mereka diancam dibunuh oleh seseorang. karena sebagian besar menderita Alzheimer. Namun. Kematian beruntun Pernah. beberapa kali beberapa pasien mengadu pada pembantu perawat lainnya. gilanya. hal yang melanggar peraturan panti jompo itu. Pergilah kau!" Dengan amat marah. suatu saat kau akan menyesali keputusanmu ini!" Cathy membalas dengan seringai. keduanya tak mematuhinya. "Aku serius dengan Gwen. melainkan ucapan Cathy . Ia amat telaten merawat para lansia. karena aku dan Gwen akan tinggal bersama di sini!" "Kamu gila?" sembur Ken. serta saling meninggalkan pesan cinta pada mesin penjawab telepon. mereka membersihkan dan mengurus pasien. Bahkan pernah tinggal bersama seorang wanita berumur 20 tahun. Tindakan serupa pun dilakukan di ruang tunggu perawat. Sejak sebulan lalu kami putus. "Ingat Cathy. Pasangan itu sering minum sampai mabuk dan terkadang juga saling berkelahi. Keduanya sedemikian kekanak-kanakan. maka tak ada perawat yang mau percaya pada mereka. Mereka memang sangat keterlaluan..

Pihak keluarga pun menganggap sebagai takdir yang sudah digariskan. Ia muak dengan badan gemuknya. karena nenek malang itu masuk ke tempat ini dengan menyandang penyakit. Ia ditemukan meninggal dunia pada Maret 1987. Ternyata benar. Terutama ketika ia mencurigai si manis itu sudah tak loyal lagi padanya. Keluarganya terkejut akan kematian mendadak itu. Cathy dan Gwen juga menggunakan cemburu sebagai lem perekat saat mereka rujuk kembali. Bahkan mereka berjanji takkan pernah saling meninggalkan. Tak pula ada yang tertarik menyelidiki penyebabnya. Malah. bukankah pohon cinta menjadi berbunga karena rasa cemburu? Kecemburuan itu kerap membuat cinta terasa makin indah. Seorang perawat sempat memperhatikan hidung Myrtle Luce berdarah. melainkan juga wanita. Hal itu terasa pada sikapnya yang mulai melonggar. Sebelumnya. dan kemanjaannya sering membuat gemas . pihak keluarga juga sudah pasrah. Apalagi maut memang bisa sewaktu-waktu menjemput para jompo itu. Tak ada yang serius menanggapinya. Contohnya. Memang ada memar di kedua lengan itu. suasana sepi dan tak nyaman itu diartikan oleh pasangan kasmaran Cathy dan Gwen sebagai suasana yang amat romantis. selalu Cathy yang mencemburui Gwen. Hanya. tetapi ia mengira akibat tekanan darah tinggi atau panasnya suhu di panti jompo. Celoteh mulut-mulut keriput itu cenderung segera mereka lupakan. karena secara fisik Gwen memang berdaya jual lebih tinggi. pembantu perawat baru di Alpine Manor. Di dalam suasana itu. Namun. Cathy amat cemburu. Myrtle Luce juga meninggal dunia. Gwen sedang melirik Robin. ditemukan tewas di tempat tidurnya pada Januari 1987. Namun. mereka kian erat berpagut. Kondisi tubuhnya terlalu lemah untuk dirawat karena ia juga menderita gangrene. gadis semampai. Perawat hanya melakukan tugas rutin. bibir. saat membandingkan dirinya dengan Robin. Akhir Februari 1987. Cathy pun jadi amat khawatir kehilangan Gwen. Marguerita Chambers (60) seorang nenek yang lima tahun sebelumnya didiagnosis menderita Alzheimer. 133 . maka kematiannya pun dianggap tinggal menunggu waktu saja. Sebulan kemudian. Mula-mula ia merasa rendah diri.bukan hanya pria. tapi mungkin itu karena Belle sering mengalami serangan kejang. siapa peduli akan penyebab kematiannya? Wanita ketiga yang tewas di ranjang adalah Mae Mason (79). dan menghindari rujuk kembali. Tubuh. seorang pembantu perawat yang kurang disukai Cathy masuk ke kamar Belle Burkhard (74) untuk mengurus pasiennya itu. biasanya ia yang mencampakkan kekasih. Kali ini ia yang dicampakkan. Ia terkejut melihat wanita tua itu tewas dengan lengan terlipat di balik tubuhnya. Tak terpisahkan. Februari 1987. Dengan usia 95 tahun dan berat badan yang terus menurun.kakinya. tak seorang pun pembantu perawat tertarik akan hal itu. Edith Cook (80) yang sakit parah dan sering mendapat obat penenang. Pisau cemburu di kalangan cinta sejenis biasanya lebih tajam dari sembilu.

Hancurlah hidup Cathy ketika akhirnya Gwen dan Robin memutuskan pindah ke Tyler. Sambil memejamkan mata." Lalu Cathy membisikkan sesuatu ke telinga Ken. Ken tersentak.. Berpegangan tangan dan saling mencumbu. Cathy merasakan betapa tulus cinta suaminya. Ia juga mengakui. Setelah itu ia membawa si mungil Mary. Ken datang tepat waktu. Ia seperti kehilangan gairah. akhirnya hati nuraninya membawa langkahnya ke kantor polisi. ragu. Seluruh dinding. dan penuh dendam benci. ia merasakan Cathy masih mengalami ketidakseimbangan emosi.Dari hari ke hari ia memergoki pasangan Gwen dan Robin semakin mesra. Hingga tibalah pada suatu malam. yang selama ini ia sia-siakan. "Aku takut kau tak percaya . Mereka bekerja sebagai pembantu perawat. Cathy menjadi pemurung dan penyendiri. pernah menekan hidung beberapa pasien yang terikat. itu pasti bukan tindakan seorang wanita yang pemalu. sering ia menangis sendiri. Seperti dulu. Selama beberapa bulan bekerja di sana. "Aku serius. Ken mengubur hal itu dalam-dalam. Bisikan rahasia Sepeninggal Gwen. Saat itu. Cathy 134 . Empat belas bulan lamanya Ken tak merasa tenang. Tak tahan terus digigiti masalah itu. Memandangnya mengangguk berkali-kali. Ken.. istrinya baru mengalami keguncangan hebat. pada Oktober 1988. di depan polisi." Namun. Apalagi setelah beberapa bulan bersamanya kembali. Melihat suaminya pulang ke rumah. perih sekali. Agak gugup. Cathy langsung menubruk dan meraung di dadanya. Cathy butuh seseorang. Untuk pertama kalinya rumah itu menemukan kedamaian. Texas. "Begitu sulitkah untukmu menerima kami kembali?" suara Ken menelusup kalbu. kali itu mengurusi bayi. Ia terus diganggu oleh apa yang disampaikan Cathy malam itu. dingin. Cathy mengaku. dan langit-langit merasakan keriangan penghuninya. pada April 1987. Ken lumer. Ia iba melihat keadaan istrinya.. Orang itu Kenneth. bulan Agustus 1987. Hatinya tertusuk raca cemburu. Gwen bekerja dengan baik dan manis. Di rumah. akhirnya bibirnya terkuak. Ken mendapati istrinya terisak. sebelum berangkat tidur. Setelah berjuang keras mengalahkan keraguan. Cathy menggeleng. lantai. menyesali nasibnya. Lembut ia memegang bahu Cathy. pernah mengguyur air sedingin es ke muka bayi perempuannya untuk mendiamkan tangisnya. Ia merasa. yang bisa mendinginkan luka hatinya. Tentunya. dengan suara gemetar ia mengulangi kembali pernyataan Cathy.

pacar Gwen. Masa iya. Ken. ketika ia datang ke rumah untuk mengambil pakaian. Tapi polisi tak habis pikir. Mae Mason. Cathy mengaku. Gwen Graham dinyatakan bersalah atas semua tuduhan dan divonis hukuman seumur hidup berganda. Ia mengaku. informasi ini dibenarkan oleh catatan panti jompo.bukan melihat . Cathy dijemput saat itu juga untuk dikonfrontir dengan laporan suaminya. bahwa Cathy dan Gwen mengalami dan menikmati "kepuasan seks" yang spektakuler saat melakukan semua tindakan keji itu. Cathy Wood dituduh bersalah melakukan pembunuhan tingkat dua. "Saya hanya bisa mendengar . "Gwen dituntut atas dasar kabar burung. Ia sama sekali tak berusaha berkelit. Cathy mengaku memandang kearah lain sebelum pembunuhan selesai dilakukan. serta siapa saja yang bertugas di tempat lain pada waktu bersamaan. Edith Cook. Robin. Hanya dalam hitungan menit. Dalam beberapa jam sidang. seolah melepas beban berat dari batinnya. Cathy setuju menjalani serangkaian uji kebohongan. Gwen maupun Cathy pernah menyerang suami Cathy. tapi ia persempit masa periode kejadiannya cuma beberapa minggu. dan Belle Burkhard. Ia juga memberikan kesan. ia mengatakan tak mampu terlibat dalam aksi pembunuhan itu. Ia memberi detail shift yang ia jalani bersama Gwen selama periode itu. Bahkan. Gwen langsung diciduk. Anehnya.Polisi bereaksi cepat. Tapi ia terlihat menekankan kedua kakinya kuat-kuat ke lantai ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu. Jadi. ia terpaksa menekankan kedua lututnya kuat-kuat ke atas tubuh Belle." 135 . Polisi tak perlu bersusah payah. Malah Gwen bilang. Pengakuannya itu mendengungkan gumam hadirin sidang. Ketika diperiksa silang. sedang aku mengawasi pintu. Dalam sidang pengadilan. Diakui. Ketika Gwen mencekik korban pertama . Ini memperlancar BAP polisi. pembunuhan itu dilakukan Gwen. secara fisik ia takut akan pacarnya itu. Kepada wartawan ia berteriak. Ia pun setuju untuk bersaksi melawan Gwen Graham. Cathy yang beratnya 150 kg takut pada Gwen yang mungil? Salah seorang saksi pernah melihat.Marguerite Chambers. Cathy tak ingin kehilangan Gwen. dalam suatu pertengkaran Cathy mengangkat tubuh Gwen dan melemparkannya dengan kasar. sehingga ia ikut dalam pembunuhan tersebut.sewaktu Gwen mencekik Myrtle Luce. dengan enteng. Cekikikan berantai September 1989. marah." ucap Cathy lantang. yang menyebabkan salah satu lengannya memar." Ia tak ingat lagi nama semua korban. "Benar. masing-masing tak punya bukti yang saling melemahkan satu sama lain. mereka berdua sepakat melakukan pembunuhan secara bergiliran. Saksi yang lain pernah melihat Gwen berkelahi dengan wanita lain. sebuah taktik yang konon dipakai untuk mengelabui detektor. dan hanya didasarkan pada kesaksian Cathy Wood.

Cathy Wood berhak atas pembebasan bersyarat setelah menjalani hukuman kurungan selama 16 tahun." kata Franting cepat. kedua lelaki berumur sekitar 35-an tahun itu bisa dipastikan berasal dari kelompok menengah atas. "Ada yang bisa saya bantu?" tanya Gontle.Namun. Tiba-tiba John Franting. mati-matian berbicara di hadapan publik untuk membela istrinya. Lomax Harder. lelaki yang tampak santun. Namun. ia memohon agar tidak dikirim ke penjara yang sama dengan Gwen Graham. ia takkan pernah dibebaskan kecuali ada bukti baru yang akan membawa pada pengadilan baru. Ketika ternyata kemudian ia mendapati dirinya berada di tempat yang sama bersama Gwen. dan tak pernah mengaku terlibat dalam pembunuhan. Meski tokonya kecil dan terlihat kumuh. Sebaliknya. Gwen sendiri pernah mengaku pada Robin.Penjual Senjata". berdagu berat. ia menolak melakukan kontak mata dengan mantan kekasihnya itu. Namun. "Sore. Jadi. dan agak garang itu mantan petinju amatir. SAKU MANTEL ITU MENGGELEMBUNG Suatu sore pada musim gugur di Marine Parade." balas Franting dengan sedikit gugup. dan agak ringkih itu dengan sedikit gugup mengancingkan mantelnya . 136 . pria yang satu lagi. Bulan berikutnya. suami Cathy. Hukuman terhadap Gwen Graham membuang kemungkinan pembebasan bersyarat. "Tidak usah takut.berusaha mengalangi terpaan angin laut. Dari pakaiannya yang necis. berhenti di depan sebuah toko dengan papan nama: "Gontle . "Selamat sore. Kenneth. berwajah suram.40 tahun penjara. Gontle terkenal tidak saja di sepanjang pantai Kanal. berdahi lebar. Lomax Harder dan John Franting berjalan beriringan. berambut jarang. sebuah resor dekat laut dan pelabuhan Quangate (Kanal Inggris)." "Saya butuh revolver. Pria berdahi sempit. Gwen menarik ucapan itu. Ia menjadi rujukan soal senjata. tapi di seluruh Inggris. Ia diganjar hukuman antara 20 . Mata hukum tak pernah berkedip." sapa Gontle (50) yang saat itu mengenakan jas beludru hitam. Tanggal pembebasan bersyarat bagi Cathy baru sah pada 2005. Toko ini resmi kok. Cathy muncul di hadapan hakim Kent County. benar melakukan pembunuhan itu dan khawatir Cathy akan melaporkannya kepada yang berwajib. Nonfiksi/Carol Anne Davis/Not 19. di depan sidang. Ia masuk ke toko Gontle yang kecil dan cenderung kumuh.

Yang terbaik untuk segala keperluan." "Bisa diuji? Sekaligus tunjukkan cara mengisi pelurunya.. "Wah. Saya ingin mencobanya." kata Franting. sambil memperlihatkan beberapa pucuk senjata. Ia sempat ragu-ragu sebelum akhirnya mengambil revolver yang ditampik Franting. Secara refleks. Tiba-tiba pintu belakang tempat Franting dan Gontle keluar tadi terbuka." "Bisa untuk bunuh diri?" Franting menyeringai. Berapa kalibernya?" tanya Franting. jangan bercanda. Senjata itu ditimang-timang. Bunyi tembakan Lomax Harder ditinggal sendirian di toko. "Sudahlah." kata Gontle. ada yang bisa saya bantu?" tanya Gontle kepada Harder. ditaruh kembali. "Coba saya lihat . Kalau belum tertutup dengan benar. "Saya butuh kertas timah." ujar Franting. "Anda." Franting mengamati Webley Mark III. "Silakan. larasnya sedikit tergores. isikan saja pelurunya." Franting lalu membayar revolvernya." sahut Harder sekenanya. 137 . senjata ini tidak bisa dipakai." kata Franting. Multi fungsi.. Padahal ia masuk tak lama setelah Franting. Empat inci. "Ini unggul pada magazinnya. kemudian melangkah keluar toko dengan senjata di tangan."Ah. membuat Harder terkejut. lalu diambil lagi. "Berapa peluru yang kaubutuhkan?" tanya Gontle. saya rasa cukup untuk saat ini. tanpa berpikir panjang akan akibatnya." kata Gontle sambil menunjukkan pintu menuju tempat untuk mencoba senjata di belakang toko. "Ah. Gontle pun mengambil amunisi. "Ini ada yang lain. Hal itu mengesankan mereka tidak saling kenal. Harder tiba-tiba saja sadar kalau Gontle telah menelantarkan dirinya. ia memasukkan pistol yang dipegangnya ke saku mantelnya. Ganti dong dengan yang baru. Franting dan Harder tidak bercakap-cakap selama di dalam toko. Khusus untuk Anda. "Lima saja. revolver! Seberapa banyak Anda tahu tentang revolver?" tanya Gontle. "Sedikit." "Anda tahu Webley Mark III? Ini dia.

. Aku tak peduli dengan semua itu. sebenarnya itu masalah kami berdua. Kukirim saja lewat pos. "Aku malas membicarakan soal ini. "Akan kutelepon Gontle dan membayar senjata curian ini.. sosok kecil kidal di keramaian. Sebatang sigaret terjepit di bibir. tangannya terkepal. "Jangan. Jangan kau racuni dia agar berpaling dariku. Apakah Franting serius soal bunuh diri itu? Ia mencoba melihat lagi." "Jangan potong pembicaraanku! Biarkan Emily sendiri yang memutuskan. segeralah pergi." 138 . Namun. Kamu jangan mencampuri urusan kami. Harder mencoba menyusul. ia langsung mendongak. Dari luar ia melihat Franting duduk di lounge. tetapi jarak yang jauh membuat dia tak yakin. "Dengar. ia punya niat berpisah." "Tapi. Aku juga tahu kalau istriku sudah memiliki tiket ke Kopenha gen dengan kapal laut dari Harwich." kata Franting sinis. Setengah bagian dindingnya terbuat dari batu bata dan setengahnya lagi kayu. "Kamu masih membuntuti aku. "Apa Anda tidak tahu kalau ini toko senjata?" Setelah meminta maaf. Emily sering berkencan denganmu. Jadi. Franting bangkit. Bellevue adalah hotel tempat ia dan Franting keluar setengah jam sebelumnya. Sepertinya kamu tidak mau bicara sewaktu di jalan tadi. di kejauhan Franting berjalan ke barat memotong pantai secara diagonal. Jangan sok menjadi pendengar setia. kami tidak ." katanya dingin." pikir Harder. terlebih satu atau dua minggu terakhir. Aku muak melihatmu." batin Harder. Ia berjalan pelan-pelan menuju hotel putih itu. Kemudian Franting berdiri dan menghilang turun ke lorong panjang di samping lounge. apakah tetap bersamaku atau memilih bercerai. "Ia akan kembali ke Bellevue. Aku sudah tahu tentang hubunganmu dengan istriku. Sepotong kobaran api menyala dalam tungku pemanas. Senja luruh. Begitu melihat Harder. Ia duduk membungkuk di dekat tungku. tapi kita harus bicara. Namun.. ternyata Franting hanya berkelakar. Sayup-sayup Harder mendengar bunyi tembakan. nanti malah berabe. Franting masih berbalut mantel. Harder ngeloyor pergi. "Semua itu bukan urusanku. Aku ingin berbicara secara khusus denganmu. Di ujung lorong Harder menemukan Franting di ruang biliar."Kertas timah!" seru Gontle. Ah. Ruangan dikelilingi halaman belakang dari bangunan utama hotel." kata Harder tenang sambil mendekati meja biliar. Aku tahu." Harder melintasi Marine Parade. Kamu juga mau ke sana 'kan?" Harder hanya diam. memegang revolver. aku sangsi. "Ya. anonim. Emily membenci tabiatku. Ia sudah memperlihatkan paspor serta mengepak barang-barangnya. kalau sudah selesai bicara. Tampak Franting. Semua itu juga tidak ada artinya bagiku. Kami sudah menjalani masa sulit dan senang selama puluhan tahun.

Kekayaannya adalah nafkah hidupku." Tiba-tiba Franting terdiam. Aku tidak akan mengancammu. atau sebaliknya. Lomax Harder melihat wajah Franting berubah menyeramkan. Sekarang kamu boleh keluar!" Franting mengantungi kembali revolvernya dan mulai menyedot sigaretnya kuat-kuat. Kamu tidak perlu takut." Franting mengambil revolver dari kantung mantelnya. Salah satu harus mati Franting mengeluarkan secarik surat dari saku. dan menunjukkannya kepada Harder. "Masa bodoh dengan semua itu. "Lihat barang ini. Itu juga 'kan yang menjelaskan. kamu ingin menjadi dewa penolong. Franting membaca beberapa kalimat keras-keras." sahut Harder lirih. dan meruntuhkan upaya itu. Emily istriku. Aku bakal serasa di neraka jika ia meninggalkan aku. Ia sadar. "Tapi. Ia seperti sadar dengan ucapannya. Aku baru saja menerima surat darinya. lalu menggunakannya untuk menyulut sigaret. yang kubeli tadi. dan seterusnya. Wajah Harder pucat mendengar tuduhan itu. atau punya motif lain?" katanya sambil menyelipkan sigaret di bibir." Dan seterusnya. Franting menyobek surat itu menjadi dua. yang tidak dapat begitu saja menceraikan suaminya. Bahkan sampai ke Kutub Utara sekalipun. mengapa kamu tahu keberadaanku di sini?" Lomax Harder hanya menatap ke luar jendela.entah gara-gara kamu atau orang lain atau apa pun. membuang separuhnya ke lantai dan memilin bagian lainnya. kamu tak perlu tahu siapa dia. tapi sikap dan perilakumu sangat menyakitkan. Seorang istri tetaplah istri. apalagi menghabisimu. jika ia meninggalkan aku . Emily tak bakal meninggalkanku. Jujur saja. Sampai akhirnya kamu masuk. mengapa pula kamu bersedia mengambil alih semua kesulitannya. aku yakin ia sulit untuk mengambil keputusan cerai. Aku tidak menuduhmu jatuh cinta dengannya. alasan utamaku. ke mana pun ia pergi. Jika Emily sampai meninggalkan Franting. Kalaupun ada orang yang bersedia menolongku. Ia tahu aku berada di sini. nyawa Emily akan 139 . Kami sedang berusaha menata kehidupan rumah tangga kami. bukan melulu soal materi. "Bagaimanapun. Aku punya komitmen kuat terhadap ikatan perkawinan. Meski aku suami terburuk di muka Bumi ini. Namun. aku tidak akan membiarkan dia pergi. jika kamu tidak mencintainya. Camkan ini. "Aku telah memutuskan untuk meninggalkanmu. Aku tidak tahan lagi dengan situasi ini. akan kuburu dan kuhabisi dia dengan revolver ini. Aku yakin."Aku mengerti. "Kamu si penolong itu 'kan? Bagus. "Tapi ini untuk istriku. Franting tidak main-main. Boleh jadi kamu sangat mencintaiku. lalu membukanya. membakar. Aku memang menumpang hidup padanya. Aku akan terus memburunya. Meski kamu sudah mengganggu rumah tangga kami.

dan menarik pelatuknya. Membuang barang bukti Sejenak kemudian muncul rasa takut. Mohon sabar menunggu." "Hotel apa ini? Semua pelayan tidak di tempatnya. salah satu harus mati. Apa yang harus dilakukannya? Tiba-tiba muncul ide brilian. "Yah. Setengah badannya ambruk di atas meja biliar. Rokoknya masih menyala. Franting roboh. menuju Marine Parade. tidak adakah yang mendengar bunyi tembakan tadi? Padahal hotel ini dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP). Ia telah memutuskan untuk berpisah. Tidak seorang pun bisa mencegah Franting. Apa semuanya ditangani oleh porter?" Aneh." Lomax Harder masuk dan duduk. Kini ia seorang pelarian. membidik. Kepala kamar sedang pergi sebentar. lalu meloncat keluar. Harder merasa telah bertindak benar." Harder membatin. Memikirkan hal itu ia memutuskan segera kabur. Harder menyibakkan kain pengalang di jendela. Ia tewas. Harder melangkah sepanjang sisi meja biliar. "Selamat malam. 140 ." "Malam. Tapi pelayan bar sedang cuti. Secepat kilat Harder menyentak revolver di sakunya. Ia melihat lubang kemerahan di pelipis kanan Franting. Secara serentak Franting melangkah juga pada arah berlawanan. Ada kamar kosong?" "Mungkin ada. Ia juga takut. Ia masuk ke hotel dari pintu utama. tempat porter berumur sekitar 50-an tahun berdiri dalam kejenuhan.terancam. Sekilas Harder melirik ke mayat Franting. "Saya butuh minuman selama menunggu. Ia melangkah melalui pintu hijau yang membawanya melewati sebuah lorong." kata Harder ramah. abunya jatuh di meja biliar. Pak. Mereka pun beradu badan. tidak ada yang bisa membujuk Emily untuk tetap bersama suaminya. Ia berjalan perlahan-lahan masuk ke serambi bertiang. Manajer hotel sedang ke London. "Akan saya siapkan. Di telinga Harder suara letusan itu bak bunyi dawai biola yang digesek dengan jari tangan. Di sisi lain. Di sekeliling tidak ada orang. Pak. tapi ia akan segera kembali. Di balik penyesalan atas nasib Franting. Emily bakal sendirian dan tak lagi punya teman sebaik dirinya. Lebih baik dia daripada Emily. Harder takut harus menghadapi hukuman.

bila ia lari. Harder berjalan cepat ke depan dermaga. Bisa jadi. Tapi. mengambil revolver dari saku mantel. Malam telah lindap. Ia hanya berniat melindunginya. Begitu juga jejak kaki karena lantai paving. Tidak ada lagi orang di sini. Untungnya. dan diam-diam menjatuhkannya ke laut. tidak dingin. Jam taman berdentang." kata Harder sambil berjalan ke luar hotel. ditimpali sinar putih. ia menyesal harus membunuh Franting. Ia batal menginap di hotel. kemungkinan itu tetap ada. kadang hijau. Harder melihat ke sekeliling. Jarum jam bergulir ke angka empat. Sopir taksi melihat dirinya tidak tenang dengan sorot mata aneh dari kaca spion di dalam mobil. Tidak ada bentuk fisiknya yang menonjol. Ia bersandar pada dinding dermaga Quangate. sudah tengah malam. Cahayanya berpendar. tidak mengharapkan sesuatu dari Emily. Taksi melaju ke stasiun. "Saya akan pergi sebentar. Di kejauhan mercusuar berkelap-kelip. Tanpa sungkan Harder menenggak habis minuman itu. Ia juga tidak tolol untuk kembali ke tempat kejadian. rasa takut dan curiga itu terus menghantui. Setengah dipaksakan. kembali ke Marine Parade. Tapi.Mengingat kembali peristiwa itu membuat Harder ingin berlari keluar. Selain itu. ia mencoba duduk dengan tenang. 100 orang pun akan dia hadapi. orang bisa curiga. Sebuah kekhawatiran muncul tiba-tiba. Ulah Franting menyobek surat Emily sebagai penyulut sigaretnya membangunkan api kebencian pada diri Harder. seperti umumnya pelaku kejahatan lainnya. sidik jarinya tidak tertinggal di jendela. 141 . Kendati begitu. Jangan-jangan hasil tindak kejahatannya sudah diketahui! Polisi bisa jadi sedang mengorek informasi dari para wisatawan yang masih berkeliaran. Sial. Angin bertiup dari barat daya. Ia tidak yakin apakah ada saksi yang melihat perbuatannya atau tidak. Meski kecil. langsung menghampiri taksi yang sedang menunggu penumpang. Harder tetap tenang. Ia menyesalkan Emily mau diperistri Franting yang sangat obsesif. kecuali dahi lebar. ia sadar sangat menyukai Emily Franting yang kini menjanda. Rasa suka mendorongnya untuk tega menyakiti siapa pun yang mengganggu kebahagiaan Emily. Jangankan satu. orang itu bisa memberikan keterangan detail sosok dirinya. ada orang yang mengenal Franting tahu kalau sore itu Franting berjalanjalan dengan seseorang. Nah. Porter datang membawa nampan berisi minuman pesanannya. Namun. waktu itu ia memakai topi. Sesegera mungkin ia pergi dan mencari Emily. Niatnya tulus. atau ada orang yang mendengar bunyi letupan senjatanya atau tidak. Riak gelombang menghantam dinding dermaga. Dihantui rasa takut Bagaimanapun dalam diri Harder lahir rasa takut yang luar biasa. kadang merah.

Namun. Tidak! Harder menenangkan dirinya. Perjalanan dua jam itu amat menyiksa. di gerbong mana? Jangan-jangan. Aman. bebas ke Laut Utara." ujar Emily tanpa protes. perasaan ragu-ragu mencuat kembali. nikmati kebebasanmu. Pergilah. Bukankah ia yang juga membelikan tiket untuk Emily? Selain itu. Kereta ini penuh wisatawan. Emily pasti ada di sini. Kereta berjalan. Begitu masuk ke kereta tidur. "Aku tidak akan pergi bersama. sudah ada lima penumpang di sana. Dari hasil bertanya sana-sini. Mungkinkah di Esjberg nanti ia akan dijemput detektif di dermaga? Semua kekalutan itu seketika berubah. Peronnya disesaki para pelaku bisnis. Keduanya berpakaian preman. tapi tak tampak tanda-tanda keberadaan polisi. Jangan-jangan ada detektif yang ditugasi menyergap dirinya di sana. Namun. Pikiran kalut membuatnya tidak menyimak berita di media cetak atau elektronik. membuncah menjadi kelegaan tatkala Emily muncul di hadapannya. Harder menjelajah tiap dek. itu benar-benar konyol! Di Dermaga Parketson kebingungan kembali menyergap. Kapal mengeluarkan tanda keberangkatan. Emily belum juga dia temukan. Namun. Lampu sorot di ruang biliar mengenai mayat John Franting yang belum dipindahkan. kerumunan itu menguntungkan Harder. Mungkinkah ia ketinggalan kereta. Kecuali bila detektif menghentikan dan mengisolasi kereta. Tapi. merayapi kanal yang berliku-liku menuju mulut pelabuhan. Celaka. gara-gara kerumunan penumpang kereta. dari haluan ke buritan. Inggris mengecil dihiasi pendar-pendar sinar.Tiba di pelataran stasiun. Kedua insan itu pun meluapkan kegembiraan mereka. Detektif akan kesulitan mencarinya. Tampak benar betapa mereka saling membutuhkan." kata Harder. ia tahu akan ada konferensi internasional di Kopenhagen. Victoria menjadi bagian tersulit dalam pikirannya. Ia menoleh ke segala arah. hal buruk menimpa Emily? Misalnya. Hampir putus asa ia mencari Emily dalam kompartemen besar yang sedang berjalan itu. di sisi lain. Emily amat disiplin soal waktu. Tak ada kata tergesa-gesa dalam kamusnya. akibat ketakutan berlebihan. keputusanmu benar. Jejak tertinggal Superintenden Polisi Brian McKnight dan Sersan Detektif Trevor Berbick berada di ruang biliar Bellevue. "Kuharap. 142 . atau ia gagal masuk kapal karena ia tidak menemukannya? Kengerian kembali mencengkeram hatinya. ada polisi yang menelepon bahwa suaminya ditemukan tewas dengan sebuah peluru bersarang di otaknya. ia yakin. Perlahan-lahan kapal menjauhi dermaga. Ia ingat telah ceroboh meninggalkan bagian surat yang tidak terbakar di tempat kejadian perkara. akhirnya ia masuk juga setelah menunjukkan tiket ke petugas. "Jadi?" bisik Emily.

Lelaki malang! Siapa yang menemukan dia?" "Wanita pelayan yang baru saja keluar. Bond akan melakukan pemeriksaan. "Karena ia sibuk menangani kasus lain. "Ada yang lebih aneh." "Berapa lama?" "Sekitar sejam lalu. tolong pindahkan mayat ini sekarang. serta The Gold Spoon." kata seorang pria yang tiba-tiba bergabung dengan keduanya." kata Bond setelah mengamati mayat dengan seksama. Bond sering melecehkan polisi yang bekerja kurang sigap. Ia menengok ke dalam setelah terjadi tembakan. belum apa-apa sudah merasa kecut mendengar nama Dr." kata McKnight mengangsurkan bukti temuannya. saya menawarkan diri untuk datang memenuhi telepon Anda. Furnival. "Kaliber 38. The Three Towns. "Ditembak sekitar 90 menit lalu. The Three Feathers. "Ya. Brian McKnight mengarahkan ke ambang jendela. 143 . "Hai." "Anda mendapat petunjuk lain?" "O. korban merupakan perokok sigaret. Dr. bukan begitu. lelaki kurus dengan bibir tipis dan kumis kucingnya." katanya. "Ada." desis Austin Bond. Soalnya. meski pakar dalam bidangnya. Austin Bond." kata Brian McKnight kalem. Pergaulan dan wawasan luas membentuknya tidak sekadar seorang "pemeriksa" mayat korban pembunuhan." "Apakah pelurunya ditemukan?" Berbick sekilas memandang McKnight." kata temannya. Dr. Sersan."Saya tinggal dengan teman saya. Austin Bond!" teriak Brian McKnight. "Bisa juga pembunuhnya. Dok?" "Tentu." "Dr. Ia berhasil memecahkan berbagai misteri terkenal seperti The Yellow Hat. "Sersan." Sersan detektif mengeluarkan senternya dari saku. Sedangkan Trevor Berbick. Akses langsung ke petinggi Scotland Yard membuat semua polisi memperlakukannya dengan sangat sopan. ya. Selain segan." kata Bond ikut mengeluarkan senter miliknya. Bond memang detektif hebat. Senternya. sebenarnya Brian McKnight enggan berhubungan dengan Austin Bond. Kita pernah bertemu di Scotland Yard. "Lihat ke sini. ini.

" kata Brian McKnight memperingatkan. Pertama sebelum Franting datang." Si porter terpaksa berbohong." "Bagaimana Anda bisa tahu?" "Keberuntungan. 144 . "Nanti dulu. "Pada posisi itu. melihat-lihat sekeliling dengan saksama. Salah satu sepatunya berlubang di tengah pada solnya. saya juga melihatnya. "Saya harus berbicara dengan wanita pelayan itu. "Lo. apa kamu bisa melihat ke seluruh ruangan?" "Bisa. Ia mestinya masuk dan keluar melalui jendela. Bond kemudian mengeluarkan kaca pembesar." Mantan petinju kidal Austin Bond berjalan mondar-mandir. Ia melihat api pemanas hampir padam. Saat itulah ia melihat mayat Franting. mungkinkah John Franting membiarkan seseorang memasuki ruangan melalui jendela! Apalagi orang dekil seperti itu. dan beberapa helai benang baju murahan. Ia mengambil secarik kertas yang terselip di antara tangga panggung yang menghubungkan dua sisi ruang untuk memberikan tempat pengunjung bisa memandang sekeliling. dan memperhatikan jejak-jejak tadi pada jarak amat dekat. kemudian menjatuhkan lagi. Ia hanya punya tiga jari pada tangan kirinya.McKnight menunjukkan sidik jari pada bingkai jendela. jadi ia pergi mengambil batu bara. Ia memandang sejenak. Ini tampak dari sudut tembakan." "Ya. Ia mengenakan baju biru. setelah sebelumnya meminta si porter pergi. yang terkoyak di kusen jendela." sahut Bond jumawa. "Bagaimana kamu bisa yakin bahwa tidak ada seorang pun yang masuk ke sini sesore ini?" tanya Brian McKnight kepada si petugas porter. Pak. yang membuatnya takut. sebab porter yakin tidak ada orang yang masuk lounge dari pintu mana pun kecuali korban selama sekitar sejam." kata Bond. "Tidak mungkin.masih dengan membawa batu bara." timpal Bond. "Bawa porter hotel kemari. demi kelangsungan asap dapurnya. Wanita pelayan datang dua kali. Padahal sebelumnya ia sudah diingatkan akan akibatnya jika sampai berbohong. "Sebab saya berada di ruangan saya sepanjang waktu itu." "Sersan. memangnya Anda kenal korban?" "Tidak! Tapi saya tahu ia John Franting. jejak kaki pada ambang jendela." kata si porter. Satu kebohongan lain." Brian McKnight dengan bangga mengurai beberapa data temuannya. Ia kembali lagi membawa batu bara. Pak." "Mungkin ia sudah berada di ruangan itu. "Pembunuhnya pasti bertubuh tinggi. Ia pun pergi lagi .

" Perempuan itu mulai menangis. Sesuatu yang berbentuk seperti . Apa maunya detektif ini? Bukankah tak ada orang yang meminta bantuannya? Namun kemudian McKnight teringat akan akses Austin dengan Scotland Yard. Saya kebetulan sempat memperhatikan. agak menggelembung 'kan? Sesuatu yang tidak lazim tersimpan di situ. wanita itu memiliki tiga jari di tangan kiri ketika ia berlalu di koridor. Dr. Austin Bond berkata dengan ramah kepada Brian McKnight. Tapi.coba bayangkan. "Hanya dengan keberuntungan. ia bunuh diri?" "Tapi. sejak awal saya hampir yakin. sambil menjinjing sepatu kirinya. Pakaianmu tersangkut di jendela 'kan?" bujuk Bond. "Ya.Brian McKnight ragu-ragu." tukas Dr. ia masih ada dalam ruangan ini. dan taruh tanganmu di sana. "Apakah Anda membersihkan jendela hari ini?" Austin Bond mulai menginterogasi. Namun." kata Austin Bond menunjuk ke mayat Franting. "Jadi. Pak. lepas dulu sepatu kirimu. Pak. Austin Bond. terpaksa ia membolehkannya bertemu wanita pelayan itu." Dua petugas polisi menyapu pandangan ruangan itu dengan saksama. Jadi." "Tunjukkan tangan kirimu? Bagaimana jari-jari tanganmu bisa hilang?" "Akibat kecelakan mesin cuci. "Ah. ketakutan. "Saya pikir ia ada di sana." "Lalu bagaimana?" "Saya pikir. Webley Mark III. "Saya juga sedang mencari jawabannya. "Jangan khawatir. Maaf." Brian McKnight memeriksa saku dan menarik sebuah revolver dari saku mantel mayat itu. Ketika wanita itu selesai menjalankan perintah dan akan beranjak pergi. pembunuhnya tidak masuk atau pergi mendadak melalui jendela. 145 . di mana ia menyembunyikan revolvernya setelah mencabut nyawanya?" tanya Brian McKnight mencoba membangun kembali kepercayaan dirinya yang sempat terjerembap. "Anda lihat saku kiri mantel itu? Perhatikan." "Maukah kamu menuju jendela. Masih baru!" Brian McKnight membongkar senjata itu. saya membuyarkan teori Anda.

" Austin Bond kembali mendemonstrasikan kepiawaiannya memecahkan solusi yang membuat para polisi itu mirip sekumpulan orang dungu. E. mahasiswa New York University (NYU). Air mata mengalir di pipi Emily. harus melewati serangkaian tes yang bahkan lebih sulit ketimbang ujian tulis formal di sekolah. ketua jurusan antropologi. mana yang dua lagi? Sekarang. Bahagia atau sedih? Tak ada yang tahu. karena ia kidal. Alasan mengapa ia menembak dengan tangan kiri. Anda bisa melihat. terkadang tersembunyi masalah pelik yang siap menghadang. Macris dengan penuh semangat melakukan tugasnya . begitu ilmuwan terkenal itu acap disebut. Musim semi tahun 1977 ia serasa mendapat durian runtuh ketika terpilih menjadi asisten di la boratorium Dr. "Ini. Beberapa kali saya melihatnya bertarung. tapi kamu telah menumpas rasa sayangku padamu." Kemudian Bond melangkah menuju tangga tempat ia menemukan secarik kertas tadi. kamu sangat mencintai aku. "Yah." Brian McKnight membacanya." "Menembak dengan tangan kiri?" tanya Brian McKnight. Aku akan meninggalkan rumah kita besok.. Fiksi/Great Law and Order Stories/Yds 20. Coba baca ini. Kopenhagen. ". mungkin bisa menjadi petunjuk. bagian yang terbakar ini mungkin sambungan surat yang ada di dekat tungku perapian. Ia memang sangat bangga karena untuk bisa bergabung dalam tim BJ. Emily Franting sedang duduk di lobi Palads Hotel. Aneh.."Ada tiga ruang kosong. Ia memang sering merepotkan lawannya. misalnya gorila. Ia mungkin menyalakan sigaret menggunakan surat ini. saya sadar. Demikian pula nasib Richard Macris (19). BJ amat dikenal di kalangan ilmuwan. Franting bisa jadi petinju amatir kelas berat-menengah terbaik di Inggris. Nun jauh di sana. tugasnya kini berkaitan dengan penelitian 146 . Macris yakin. tangan kirinya lebih mematikan dibandingkan dengan tangan kanannya. Penelitian biologis itu mampu menunjukkan hubungan antara protein darah pada lemur dengan kelompok kera pada tingkat yang lebih tinggi.menganalisis sampel-sampel darah. Ini sudah menjadi keputusan terakhir. Tangannya terkulai. dan revolvernya masuk ke saku mantel. kebaikan dan kebenaran tetap harus ditegakkan. Ini bagian dari surat. terutama karena sebuah proyek penelitian beberapa tahun sebelumnya. DI BALIK DINDING KAMPUS Untung tak dapat diraih. Beberapa tahun yang lalu. Uniknya pula. malang tak dapat ditolak. di balik peristiwa yang tampaknya membahagiakan. Manusia memang tak pernah bisa menduga-duga peristiwa yang bakal menimpanya. di mana pelor itu? Anda mengerti? Ia menembak kepalanya. Lomax Harder baru saja menelepon mengabarkan kepadanya soal sidang terbunuhnya John Franting dari koran yang dibacanya. Juri memutuskan bahwa korban melakukan bunuh diri. Bagaimanapun. John Buettner-Janush. begitulah.

B. melihat prestasinya mereka merasa pengorbanan itu tidak sia-sia.” 147 . Karena penasaran. tak lama setelah bergabung dalam tim BJ.” jawab BJ enteng. Misalnya saja beberapa kali ia melihat sejumlah mantan murid BJ. ”Obat saraf seperti itu ’kan sudah tersedia di pasar?” ”Benar. Sejumlah asisten yang telah lama bekerja di situ berbisik. awal Februari 1979 Macris memberanikan diri bertanya kepada BJ apa sebenarnya yang sedang ia kerjakan. lama-kelamaan Macris terpengaruh juga. bakal menjadi kunci jawaban tentang evolusi. ”Membuat obat saraf untuk lemur. mereka akan membuat asam anasetil antranilat.. menurut dia.A. ia mendengar gosip yang mengganggu. BJ meraih gelar B. Syukurlah. calon LSD. salah seorang mengingatkannya untuk selalu mencuci tangan bersih-bersih seusai bekerja di lab. anak keluarga Yunani ortodoks. The Origins of Man. Dengan catatan akademis dan sejarah karier yang meyakinkan itulah BJ dianggap cukup pantas untuk ”dibajak” oleh NYU. monyet. bukan hanya di AS namun juga di dunia. Meski awalnya tidak serius menanggapi. Perbincangan mereka dengan BJ pun dilakukan dengan berbisik-bisik. Berasal dari kalangan ”biasa-biasa” saja. dari University of Chicago. Penelitian ini. BJ segera menutup semua pintu untuk pengamanan. Macris optimis akan lebih mudah mendapatkan beasiswa untuk meringankan beban orang tua. seorang asisten. Pada masa-masa itu ia menulis buku teks antropologi yang amat terkenal. Pada 1973. Lain cerita dengan Macris.” Lalu apa? Yang lebih membuatnya miris sekaligus penasaran. sedangkan Ph. ia mengamati memang ada beberapa hal mencurigakan. dan M. BJ sudah menjadi antropolog terkemuka. Jangan-jangan rumor itu benar.BJ yang sedang tertarik membandingkan faktor darah antara manusia dengan monyet. yakni malam hari. Pengalaman mengajar didapat dengan memberikan kuliah di Yale selama tujuh tahun. Ia diberi tahu. ”Materi yang kamu pegang bisa membuatmu gila!” kata James. Rumor aneh Sayang. Gara-garanya. Kecurigaannya mulai tumbuh.. dengan wajah serius.S. dan manusia.D-nya dari University of Michigan.000. Sampai suatu kali BJ meminta Macris datang pada hari Sabtu. Begitu ia tiba. Kemudian ia pindah ke Duke University di North Carolina. yang sudah lama lulus. Di sanalah ia melakukan percobaan unik tentang hubungan darah antara lemur. di usia 49 tahun. ”Sebenarnya BJ sama sekali tidak melakukan penelitian pada lemur. Tahun itu. orang tuanya harus bekerja keras untuk dapat mengirimkannya ke perguruan tinggi. Apalagi kini di laboratorium BJ. ia rela meninggalkan Duke gara-gara iming-iming fasilitas penelitian yang baru dan mewah dengan nilai tak kurang dari AS $ 200. tapi obat yang diperdagangkan biasanya tidak cukup murni.A. Dana penelitian dari National Science Foundation (NSF) secara teratur mengalir deras. datang berkunjung ke lab pada waktu yang tidak lazim.

Masuk akal juga. Yang ditemukan antara lain LSD. Semua barang temuannya itu disimpan rapi di rak buku di rumahnya. tapi beberapa waktu lalu ia merasakan ada yang aneh dengan BJ. Masih dengan setengah terkejut. Jolly mencoba tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Pilihannya jatuh pada Dr. manakala asisten labnya sudah pulang. ”Yang kamu lakukan cukup berisiko. ketika NSF tanpa dinyana-nyana menolak permintaan bantuan dana BJ. 148 . Macris memutuskan untuk bertindak.obat terlarang. Esok malamnya diam-diam . Pun pernah menjadi anggota timnya. Semua bermula pada musim dingin 1978. untuk melaporkan penemuan mereka.” tutur Jolly mengingatkan. tetapi bisa juga rumor itu benar. lembaga pengawasan obat tingkat federal. ia mencari orang yang tepat untuk berkonsultasi. Jolly menasihati Macris untuk sementara waktu menyimpan semua kecurigaan itu. yang sengaja tidak diberi tahu dari mana asal bahan-bahan kimia itu. Clifford Jolly. berarti BJ telah melanggar hukum.yang dikenal sebagai Quaalude . Sawhill segera menghubungi kantor kejaksaan. Jolly menyerahkan sampel bahan kimia itu pada Drug Enforcement Agency (DEA).” lanjut Jolly sambil berjanji akan membantu mencari bukti. Dalam waktu singkat DEA. Dengan bukti tersebut kejaksaan memerintahkan untuk dijalankannya operasi penyelidikan rahasia. Setiap peralatan dan sekian banyak bahan kimia tak ada yang luput dari pengamatan mereka. Meski begitu. bila kecurigaan itu tidak benar. metakualon. meski tidak menemukan apa penyebabnya. Detektif amatir Selama beberapa bulan berikutnya. Berbekal laporan itu Jolly mengajak Macris menemui John C. Bahkan kesertaan dalam tim BJ itulah yang membawanya masuk ke dalam NYU. Siapa tahu ada yang berguna. memberikan laporan bahwa salah satu sampel adalah metakualon .tentu dengan seizin NYU . Jolly berperilaku bak detektif amatir. melacak catatan yang dibuang para asisten lab. Rektor NYU. ia mengendap-endap ke dalam lab BJ untuk jeprat-jepret memotret situasi di dalamnya. Begitu jumlahnya dirasa cukup. Di malam hari. Jelas Jolly menyegani mantan bosnya. ia tidak khawatir karena tahu banyak cara lain untuk mendapatkan dana. antropolog yang bekerja di lab yang bertetangga dengan lab mereka. Sebaliknya. Ia akan menghadapi masalah besar. Sawhill. dua minggu sekali ia mengambil sampel bahan kimia dari labu Erlenmeyer dan vial. kamu yang akan menghadapi masalah besar. Menurut pengakuan BJ pada Jolly. juga kokain sintetis. Dalam operasi itu bukan hanya anggota DEA yang bergerak. Ia juga mengacak-acak keranjang sampah. Sadar tidak mungkin bertindak sendiri. Semula Jolly tidak terlalu memikirkan ucapan itu. yang seketika teringat kembali setelah Macris menyampaikan kecurigaannya. Selain itu. Jolly tampak kaget mendengarkan penuturan Macris. ”Cobalah membuat catatan tentang semua percobaan yang kalian lakukan di lab.beberapa anggota DEA memeriksa lab BJ. Bahan kimia itu segera dianalisis. Jika yang kamu katakan benar. Dulu Jolly juga pengagum berat BJ.

Macris dan Jolly membiarkan petugas DEA masuk melalui pintu. Otaknya yang biasa berpikir logis segera menduga ada sesuatu yang tidak beres. BJ tak begitu kesepian. Tapi siapa dia?” Prasangka serupa diucapkannya pula pada Danny Cornyetz. sepertinya tersimpan motif lain juga. dan pelukis. ”Aku tahu ada yang tidak wajar dengan perampokan itu. ”Ada seseorang yang telah mengadukan diriku. Sebagai orang yang menuntut kesetiaan. karena seminggu kemudian ia bertanya pada Macris. Tak satu pun dari kami mampu mendapatkannya. Vina Mallowitz. Di balik undangan makan malam untuk para kenalannya. tentu karena mereka tidak mau terseret dalam kasus itu. Pergaulannya luas.tetapi para asisten lab BJ juga dilibatkan. ia tidak bisa mentoleransi asisten yang mengkhianati dirinya. Sosoknya sebagai ilmuwan juga makin kabur bila menyimak kesaksian teman-teman akademisnya. Menurut dia. novelis.” kata salah seorang mahasiswa. Posisi BJ makin tersudut. Kecurigaan itu sempat ditangkap Macris. Sampai pada suatu malam. Ia dikenal berselera tinggi. ia punya banyak kawan dari kalangan seniman. Ilmuwan kaya Mula-mula operasi itu berjalan lancar. Memang. Sebagian besar dengan sukarela. ”Kalau kami tetap mengikuti mata kuliah mereka tanpa mengindahkan peringatan BJ. mahasiswa yang menjabat direktur lab. tapi aku tidak tahu siapa informan itu!” seru BJ marah. Umumnya yang dengan cepat menerima mempunyai dua alasan. Mereka diminta memperhatikan setiap ucapan BJ. 149 . Namun. Celakanya. Tuntutan itu dipatuhi oleh hampir sebagian besar muridnya. Ia memang sering mengadakan pesta. ada yang menjulukinya serupa diktator. pamer. Asistennya harus memusuhi juga semua musuhnya. BJ juga menjalankan labnya dengan otoriter. Baru esok paginya BJ mengetahui ”perampokan” itu. BJ tidak sadar tengah diamati. mulai pemain drama. itu bukan sembarang perampokan. Bahkan beberapa orang diperlengkapi dengan alat perekam tersembunyi untuk merekam pembicaraan dengan BJ. meninggal tahun 1977. Petugas itu sengaja memecah kaca pintu lab untuk memberikan kesan perampokan. meski ada juga yang harus dengan dibujuk-bujuk. senang barang-barang mahal. Bukankah selama ini ia telah memberi mereka kesempatan dan kebaikan hati? Kabarnya. salah satu profesor yang dimusuhi BJ mengepalai sebuah jurusan dan berwenang mencairkan dana beasiswa yang jumlahnya ribuan dolar. Meski istrinya. apartemennya yang luas di Washington Square dipenuhi keramik dan benda pajangan mahal. kedongkolannya hanya berlangsung sesaat. pakar biokimia. tetapi pesta gala. Bila bukan karena tanggung jawab moral. Bahkan.” keluh yang lain. ”Kami tidak berani mengambil mata kuliah yang pengajarnya tidak disukai BJ. kami tidak bakal lulus. Selain dari kalangan ilmuwan. Pestanya pun bukan sembarangan. dengan hidangan didatangkan dari katering terkenal dan pelayan berseragam.

Betapapun. ”Tidak hanya menyemprot saya di hadapan rekan seprofesi. Beberapa alumnus bahkan bergabung dalam proyek Simian Expansions. dan penuh mahasiswa pintar yang ambisius. Nancie Gonzales. bukan akademis. Ia mendirikan perusahaan dengan nama samaran Simian Expansions. Bila datang surat yang salah mengeja namanya. BJ tidak pernah melakukan penelitian. proposalnya pun telah diperiksa. Sejak itu. mengumpulkan dana dari kalangan swasta untuk membiayai penelitian atas lemur. Namun. selain hidup mewah ia punya kebiasaan aneh. 150 . Tujuannya. BJ tetap dipandang terhormat di kalangan akademisi. meski tanpa dana dari NYU. Untuk kasus ini. ia masih bertugas di University of Chicago. ada rekan kerja yang menuduhnya telah melakukan plagiat terhadap karya sejumlah muridnya pada saat ia mengajar di Michigan. BJ menuduh penolakan itu berdasarkan alasan pribadi. direktur program antropologi di NSF saat itu. Namun. Tentu pula kelancaran penelitiannya jadi terganggu. Dr. pihak universitas di Michigan menolak memberi keterangan. Sebuah pengalaman pahit dituturkan oleh sesama rekan profesor yang memilih keluar dari NYU lalu pindah ke University of Maryland. Alasannya. Ada rumor lain. Di antaranya. Tanpa bantuan dana mana mungkin ia membeli bahan penelitian dan membayar asisten. manakala Dewi Fortuna tak lagi bersamanya. mengatakan. tuduhan itu pun tidak pernah ditindak lanjuti. peralatannya lengkap. BJ senang menarik perhatian dengan cara mengejek atau menyakiti orang lain. November tahun yang sama sang profesor yang cerdas ini menemukan solusi.Betapapun. atau ada bagian dari isinya yang dianggapnya kurang santun. Tak heran apabila banyak beredar rumor negatif tentang dirinya. “Kalau NSF menolak memberikan bantuan. ia mengorupsi uang makan dan akomodasi sebuah ekspedisi antropologi. Saat ekspedisi berlangsung.karya tersebut kurang tepat mendapat penghargaan ilmiah. Ada juga yang mengatakan. BJ juga tega mempermalukan saya di depan para mahasiswa. Bukan hanya ego. Tahun itu NSF menolak memberikan bantuan penelitian kepadanya. BJ telah membuat banyak orang sakit hati. Kabarnya. tetapi kepiawaiannya dalam melakukan penelitian serasa turut dilecehkan. Sampai tahun 1977. ia bisa seketika mengirimkan kembali surat itu disertai sejumlah koreksi disertai catatan tinta merah “Ganti surat ini! Gunakan kaidah bahasa yang benar!” Kebiasaan buruk itu memakan korban pula.” Kehilangan dana Itulah kenyataannya. karena ada bocoran dari orang dalam di NSF yang memberi tahu dia. Penolakan itu tentu memberi pukulan berat bagi BJ. Setiap tahun ia makin terkenal dan makin sering menerima bantuan dana penelitian. lepas dari rumor dan perilaku kasar. ya selalu hanya berdasarkan satu alasan . lab BJ telah dikunjungi oleh tim NSF.” Memang. yang ini lebih serius. lab BJ di NYU tetap aktif. Namun. Penelitiannya semasa di Duke sesungguhnya dilakukan oleh sang istri.

Meski sudah menaruh curiga, BJ terkejut juga tatkala mendapat undangan untuk hadir di pengadilan, di hadapan sejumlah juri atas tuduhan membuat dan memasarkan obat terlarang. Namun, ia masih yakin akan menang. Malah, kalaupun dinyatakan bersalah, ia akan dapat dengan mudah membersihkan nama. ”Pengacaraku mampu mengatasi semua tuntutan yang dapat menghancurkan reputasiku,” katanya yakin pada Macris. Keyakinan serupa ia ucapkan juga pada Danny Cornyetz, ”Mantan dekan fakultas hukum NYU akan segera membereskannya hanya dengan sedikit lobi.” Agustus 1979, DEA kembali datang ke NYU untuk memeriksa ruang penyimpanan di bawah tanah lab BJ. Di tempat rahasia itu DEA menemukan sejumlah besar obat terlarang. Cuma, penemuan ini tidak dapat dipergunakan di pengadilan, karena ketatnya pemberlakuan hukum pemilikan pribadi. Dua bulan kemudian ia diajukan ke pengadilan dengan tuntutan telah memproduksi dan memasarkan berbagai obat terlarang serta berkonspirasi untuk mengalangi pemeriksaan pembuatan obat di kampus NYU. Rekaman Juli 1980 sidang pengadilan digelar di Pengadilan New York Distrik Selatan. Yang seru, sebelum sidang dimulai BJ telah menyebarkan dua lembar surat yang menyatakan bahwa dirinya adalah korban serangan pemerintah atas kebebasan akademis. Ia menggambarkan, tindakan DEA menerobos untuk memeriksa lab dan tempat penyimpanan sama dengan kekejian yang berlaku dalam Kristallnacht, yakni malam saat pasukan Hitler menghancurkan harta milik kaum Yahudi di Jerman. Melalui surat itu juga BJ berusaha meyakinkan rekan-rekannya bahwa tuntutan yang ditimpakan kepadanya sangat tidak masuk akal. Pada intinya, BJ melemparkan isu tentang dilanggarnya hak atas kebebasan bagi para ilmuwan. Akibatnya, bahkan sebelum sidang berlangsung, di kalangan hadirin sudah terbentuk dua kubu. ”Tak masuk akal! Orang seperti BJ membuat obat terlarang? Untuk apa? Ia tidak butuh uang. Ia amat kaya. Ia juga pasti tahu bila melakukan seperti yang dituntutkan padanya tentu akan membahayakan kariernya di Amerika,” demikian salah satu pendapat. Sementara itu pendapat di kubu seberang pun tak kalah sengit. Mereka menganggap BJ seorang sosiopat, orang yang tidak memiliki hati nurani. Sekeras pertentangan di antara penonton, sealot itu pula jalannya sidang pengadilan. Pembela BJ, Jules Rithholz (55) dengan lantang sekaligus dramatis, bersuara, ”Kami tidak menyangkal ia membuat obat terlarang. Namun, bukankah tidak ada larangan membuat obat di dalam laboratorium?” Obat terlarang buatan BJ dibuat untuk tujuan penelitian yang resmi, lanjutnya. Sang profesor akan memberikan obat itu pada lemur yang pada akhirnya untuk melihat apakah obat saraf dapat mempengaruhi perilaku kelompok primata tertentu. Penelitian semacam itu tentu sangat bermanfaat bagi seluruh umat manusia, Rithholz berargumen.
151

Mengapa? Apabila perilaku dapat dipengaruhi oleh bahan kimia, berarti perilaku tidak hanya ditentukan oleh garis keturunan, ”Kita bakal dapat memperbaiki banyak kesalahan yang dilakukan manusia. Kita dapat mengobati residivis, penjahat kambuhan, lalu membuat mereka menjadi orang baik. Sekali suntik, kita dapat menghapus kejahatan di dunia.” Dewan juri yang sebagian besar dari kalangan akademis mendengarkan penuturannya dengan saksama. Kemudian jaksa penuntut menghadirkan para mahasiswa. Mereka tampil dengan caranya masing-masing - ada yang tenang, banyak pula yang canggung dan kikuk. Beberapa hasil penyelidikan detektif amatir itu gagal. Macris misalnya, tidak hanya mencoba merekam BJ, tapi juga direktur lab Cornyetz. Sayangnya, pertanyaan pancingan Macris yang diajukannya saat mereka berdua berjalan-jalan di Washington Square Park tidak mendapat jawaban seperti diharapkan. Gara-garanya, saat Macris bertanya lewatlah seorang gadis cantik dan seksi dengan rambut model masa kini yang dicat dua warna. Ucapan Cornyetz pun melenceng. Demikian pula rekaman kaset diajukan oleh mahasiswi bernama Lisa Foreman, yang bekerja di lab tahun 1978. Dengan inisiatifnya sendiri pula ia merekam percakapan dengan Cornyetz. Sayangnya, ia tidak menggunakan kaset baru melainkan kaset bekas yang sudah digunakan untuk mengajar burung kakatuanya berbicara. Maka yang muncul bunyi hiruk pikuk yang memalukan. Untunglah, ada beberapa orang yang berhasil membuat rekaman yang mampu menunjukkan semua konspirasi tindakan BJ. Sebuah kaset Macris dengan jelas menampilkan suara BJ, ”Danny telah setuju untuk bersaksi dengan menyatakan dirinya yang ... em melakukan semua pembuatan obat ini.” Dalam salah satu kaset terdengar suara Cornyetz bertanya pada BJ, ”Mengapa kita yang pertama kali dituntut dalam kasus ini? ... Ini kesalahan Bruce!” Bruce Greenfield tercatat sebagai salah satu anggota proyek Simian Expansions. Jawab BJ, ”Ya, ya memang.” Lanjut Cornyetz, ”Mengapa juga ia menyebut dirimu yang melakukan semua hal ini?” Sahut BJ, ”Mengapa ... aku begitu tolol?” tapi dengan cepat ia mengucapkan, ”Yang penting adalah ada proyek penelitian resmi yang mampu menutupi semua yang kita lakukan.” Pada kaset lain BJ terdengar mengatakan, ”Salah satu cara untuk bisa menyingkap kesalahan kita adalah dengan mencari orang dalam yang mau bersaksi. Untunglah, tak satu pun di antara kita yang bersedia. Kita semua punya komitmen kuat.” Pada kaset hasil rekaman Profesor Jolly, terdengar BJ menyatakan, tidak khawatir dengan tuntutan yang diajukan karena ia punya teman yang sangat berpengaruh. ”Aku kenal baik dekan Fakultas Kedokteran di Harvard,” serunya. Pada saat semua rekaman diputar, ruang sidang tampak senyap. Semua yang hadir tekun menyimak setiap suara yang muncul.
152

Lain lagi dengan ekspresi wajah BJ yang tampak berubah-ubah - bingung, kaget, serius, dan lainnya - , begitu mendengarkan semua ucapannya yang tanpa sadar telah direkam oleh asisten dan teman kepercayaannya. Tak heran, pada sekelompok orang sempat terbit perasaan simpati dan iba pada BJ. Namun, perasaan simpati itu lenyap seketika manakala pada kaset yang lain ia mengucapkan, ”Pembelaku siap berhadapan dengan kejaksaan Amerika dan menunjukkan betapa besar jasa-jasaku.” Saat itu tampak betapa BJ mencoba merendahkan hukum. Posisi BJ makin lemah. Terutama kala Danny Cornyetz bersaksi dengan menirukan ucapan BJ padanya, ”Kamu sama tidak bermoralnya dengan kita semua di sini. Aku akan berterus terang bahwa kita semua memang membuat obat terlarang itu di laboratorium!” Sedangkan asisten administrasi jurusan antropologi bernama Richard Dorfman mengaku, BJ tidak hanya mengaku membuat obat di lab, tapi juga memintanya untuk menjualkan kokain sintetis buatannya. Dorfman mengaku telah menjual sejumlah kecil kokain seharga AS $ 100. Setelah mengambil komisi sebesar AS $ 20, yang AS $ 80 ia serahkan kepada BJ. Berkedok penelitian Pembela BJ tak patah semangat. Untuk menangkis semua tuduhan, ia mengambil sudut pandang berbeda, yakni sang profesor membuat obat terlarang di labnya karena akan diujicobakan pada lemur. Untuk itu Rithholz mengundang Pat Pronger, petugas pengumpul dana untuk Simian Expansions. Pada bukti berupa lembar kuitansi tertulis sejumlah dana untuk membeli lemur. Namun, kesaksian Pronger gagal, karena ada yang janggal. Dalam kuitansi disebutkan BJ meminta uang untuk membeli hanya sekitar dua atau tiga ekor lemur. Bukankah obat sebanyak yang ditemukan di gudang bawah tanah terlalu banyak, bila hanya akan digunakan untuk tiga ekor lemur? Rithholz masih berupaya keras menolong kliennya. Sejumlah orang yang mengenal BJ sebagai lelaki yang jujur dan dapat dipercaya ia undang untuk bersaksi. Kembali usaha Rithholz tak memberikan banyak arti, karena para saksi mengenal BJ terbatas pada waktu silam. Jurus terakhir Rithholz adalah dengan melemparkan isu bahwa mungkin BJ tidak benar-benar membuat obat terlarang. Obat tersebut ditaruh di lab oleh Profesor Jolly yang sebenarnya iri dan ingin merebut posisi BJ. Jolly yang kebetulan hadir dalam pengadilan hanya tersenyum mendengar tuduhan baru itu. Bahkan ketika harus memberikan kesaksian pun Jolly tidak merasa terpojok dengan tekanan-tekanan Rithholz. Dengan tenang Jolly mengakui, telah mengorek sampah untuk menemukan sejumlah catatan. Selain itu agar tidak mengundang curiga, Jolly berusaha untuk tidak menyinggung-nyinggung soal pembuatan obat terlarang bila tengah ngobrol dengan BJ. Setelah sepuluh hari mendengarkan pengakuan saksi, sidang berakhir.

153

Buettner-Janusch diganjar hukuman penjara lima tahun. Pagi itu syuting bertempat di sebuah kantor bank swasta nasional untuk menggambarkan adegan perampokan. asalkan sifatnya tidak berkesinambungan. Sedangkan menurut seorang profesor antropologi. amat bangga atas kepandaiannya. Sampai sekarang orang masih belum mengerti alasan sesungguhnya sang profesor memproduksi obat terlarang. bujangan ganteng. Namun. Pertama. Clifford Jolly masih mengajar di NYU. manajer yang dalam cerita harus mati ditembak penjahat diperankan oleh Aria. tujuan BJ membuat obat terlarang tampaknya bukan melulu karena butuh uang. semua pemain maupun figuran siap di tempatnya masing-masing. tinggal pengambilan gambar dalam ruangan. “Cara yang digunakan BJ hampir sama dengan cara yang dilakukan oleh Hitler. yang resminya asisten sutradara (astrada). menunggu komando dari sang sutradara. Di dalam masyarakat ada orang yang meyakini bahwa diri mereka dikaruniai dengan kelebihan. yang tidak puas dengan hal-hal biasa. Richard Dorfman dipecat. untuk memerintah sekelompok orang yang bisa diatur. Sudah kebiasaan ada kru bisa secara dadakan menjadi pemain. mereka terkondisi untuk senang memperdayakan masyarakat. dan kokain sintetis. honornya bisa "damai". Namun. 154 . bahkan melanggar hukum yang berlaku bagi masyarakat umum. ia membuat sekaligus mengedarkan LSD. Mereka merasa ditakdirkan untuk menaklukkan dunia.” Nonfiksi/The Professor and Prostitute/Sht 21. entah keningratan ataukah berupa kepandaian. seharusnya ia bisa memperolehnya dengan halal. Namun. asisten yang menjual kokain sintetis. Demikian pula BJ. Menurut pandangan Jolly. Pemeran juru bayarnya asli karyawati bank itu. BJ tahu benar karakter Hitler. Kasus BJ memang unik. Menyebarkan teror dan ketakutan. mengapa para mahasiswanya patuh juga kepadanya? Richard Dorfman. kesombonganlah yang menuntutnya bertindak diam-diam. dan yang akhirnya ketagihan nikmatnya melawan sistem di masyarakat. metakualon. Jangan salah. mengaku melakukannya karena terpaksa. Ia tidak ingin dipecat. Richard Macris pindah jurusan dari antropologi ke administrasi bisnis.Bukan demi uang? Lima jam lewat sebelum juri memutuskan Buettner-Janusch bersalah atas dua hal. Orang semacam itu bosan dengan aturan yang biasa. Akhirnya. TERMAKAN GOSIP Syuting film Buronan sudah memasuki bulan kedua. sedangkan Danny Cornyetz keluar untuk bekerja di perusahaan kaset yang memasok museum dengan rekaman sastra. Hampir 70% dari seluruh syuting di lokasi telah selesai. bukankah ia sering menyinggung nama Hitler tiap kali bercerita? Cara itu dapat disebut taktik Hitlerian. Padahal kalau mau terang-terangan mengakui bahwa ia butuh dana. menurut seorang psikolog. Benny Bintara. Keuntungannya. Yang kedua adalah berbohong pada penyidik federal. Setelah berlatih beberapa kali.

sebagai penutup muka. Salah seorang perampok menodongkan FN 45 sambil melemparkan kantung kain ke arah juru bayar. Syuting berjalan lancar. Iptu Yulianto. action!" teriak sang sutradara. semua pemain bergerak seperti dalam skenario.! Manajer muda itu terjengkang dengan kursinya. Sayang. sekarang ke shot selanjutnya. asisten sutradara yang seharusnya menyiapkan adegan lanjutan. Napasnya tersengal.biasanya berbentuk wax (elastis) . Aktingnya sudah selesai.Benar-benar tewas Take pertama dimulai setelah kamerawan mengambil gambar papan klep. lalu menarik topi rajutannya . Ke dalam bahan peledak itu dimasukkan dua kabel merah dan hitam (disembunyikan dalam baju si pemakai). Sugeng. heran. Aria tetap terbaring di lantai karpet. Pertolongan pertama berupa napas buatan pun siasia. ia yakin tidak melakukan kesalahan. Dibantu Andy. "Masukkan semua uang ke kantung!" gertaknya.dan sekantung plastik kecil darah (campuran madu dan zat pewarna). bagian tata lampu. Dor .. "Aria. Seperti dalam skenario. "pengawal" senjata api yang dipinjam kru film Buronan. Andy membuka baju Aria yang "bolong-berdarah" dan karet pelindung efek.. ia segera melapor ke atasannya. Senjata yang akan digunakan sudah dikosongkan 155 . waria penata rias yang tinggal serumah dengan Aria." teriak sutradara dari kejauhan. Suasana berubah panik. trik efek tembakan masih dengan teknik konvensional. astrada playboy itu kena serangan jantung.. Tina. Sayangnya. tampak jelas dada kirinya hangus luka bakar. Selembar karet tebal (biasanya karet ban mobil bagian luar). Pada masa itu. Aria tidak mengenakan kaus dalam. Dari deretan belakang tiga orang berdiri bersamaan. Saat seorang juru bayar tengah melayani nasabah. kru film merubungnya. Karet ban selebar dua telapak tangan tersebut diikatkan ke bagian tubuh "korban" yang menjadi sasaran tembak. astrada muda itu mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan." kata Benny puas. yang dihubungkan dengan sumber listrik DC 12 volt. akhirnya curiga. Aria. wajahnya pucat dan berkeringat. langsung pingsan begitu tahu sepupunya tewas. mereka buru-buru menggotongnya ke tempat lain. Karena rasa tanggung jawab. "Cut! Bagus. Kemudian para perampok lari sambil membawa sejumlah kantung dan out ke samping kamera. Bajunya bolong. bersimbah darah. manajer muda di sudut ruangan hendak meraih tombol alarm. Kabar burung yang tersiar. Sebagai konsultan.. Perwira muda berperawakan gemuk itu datang bersama dua anak buahnya. dor . Buru-buru Aria dilarikan ke rumah sakit. seperti terkena hantaman besi panas. tiba-tiba kamera zoom-in ke arah tempat duduk para nasabah. gerakan itu tidak lepas dari amatan sang perampok berpistol yang segera menarik picunya. "Kamera. Didahului dengan suara ngorok keras. salah satu sisinya ditempeli bahan peledak . tetap tergeletak di lantai. ayo bangun. untuk editing film. Briptu Ibrahim.

efek itu mengesankan. Tetapi baru kali ini jatuh korban. Pak." sela anak buah Iptu Yulianto. Tetapi dia dan beberapa anak buahnya sedang menyiapkan setting di tempat lain. art director. peluru benar-benar menembus dada yang mengakibatkan darah bercucuran. yang kemudian diganti dengan kapur tulis berbentuk peluru yang akan menyumbat rapat selongsong bermesiu itu. Mesiu ditimbang sebelum dipasang. yang semuanya serba instan dan cekatan." "Kamu yang memasang karet pelindung?" Madrim mengangguk. Antara 25 sampai 30 gram tiap tembakan pistol. "Selesai syuting jam sebelas. "Bagaimana ceritanya sampai ada korban?" Secara singkat Benny Bintara menceritakan kronologinya. "Tidak. meledakkan mesiu yang ditempelkan pada protektor di atas dada korban. Jika pistol ditembakkan. Efeknya. Terjadilah sambungan arus pendek." jawab Briptu Ibrahim. dan langsung diikuti gerakan korban. Madrim (23) perjaka jangkung itu berpenampilan sedikit lusuh. mungkin karena sering dipakai. "Atau mesiunya terlalu banyak?" tebak Yulianto. yang harus sinkron. ledakan menembus baju bersamaan dengan pecahnya plastik berisi "darah". Dalam gambar. "Pak Benny sering menyutradarai film jenis ini?" tanya Iptu Yulianto pada Benny Bintara." jawab seseorang. selongsong akan meledak. "Siapa yang memasang karet pelindung?" "Madrim. "Kok kelihatan lemas. pembantu bagian efek. juga teknik pembuatan efek tembakan itu. "Sudah sering menangani pekerjaan ini?" "Baru kali ini." jawab Benny singkat. Tetapi jemputannya ngantar yang lain dulu. "Saya bisa melihat karet protektornya?" Ternyata protektor itu berlubang sebesar jari telunjuk di tengahnya. seorang kru tinggal menempelkan kabel merahhitam ke kutub plus-minus aki. Jauh di belakang "korban". Gerak-geriknya sedikit canggung untuk bekerja di film. tadi malam pulang jam berapa?" Iptu Yulianto berbasa-basi." "Siapa yang bertanggung jawab langsung?" "Rawuh. karena kapur terbakar menjadi abu. di mulutnya selalu terselip rokok kretek. "Aus.dari anak peluru. "Ya. Yang keluar asap putih." 156 .

Edy mengetuk beberapa kali. Padahal ini film keempat Aria sebagai astrada. menunggu. Aria tinggal mengajukan rekomendasi ke lembaga terkait untuk naik pangkat menjadi sutradara penuh. membuat pembuluh koronernya mengkerut seketika sehingga tidak dapat menyalurkan darah dan oksigen ke otot jantung. Mungkin ceritanya akan lain. Edy keluar lagi dengan berteriak-teriak histeris. ketika tahu yang meninggal masih kru film Buronan. Tubuhnya sudah kaku. jika pertolongan pertamanya bisa semaksimal mungkin.Untuk menghormati dan tanda berkabung. "Jadi?" "Boleh dibilang kecelakaan karena suatu keteledoran. "Saya bisa masuk. para awak film bersepakat break selama dua hari. matanya melotot dengan mulut terbuka. Karuan hal itu mengundang perhatian banyak orang. Domisili Tina masih daerah wewenang Iptu Yulianto. Tina. Menurut peraturan. Ia nekat masuk ketika tahu pintu tidak terkunci. Satu jam kemudian polisi datang dan langsung mengamati TKP. hampir setengah jam Edy. Namun. bantal itu pun saya ambil. Dok?" "Menurut saya. biasanya sudah menunggu jemputan pagi di mulut gang dengan segala perkakasnya. cuma tidur-tiduran sambil mukanya ditutup bantal. nasib menentukan lain. Atau malah otot jantungnya yang kena. jendela dan pintunya pun masih tertutup." jelasnya dengan mimik sedih. Sayang. Ternyata." jelas dr. Pak. waria tinggi semampai itu tak kunjung muncul. Beberapa menit kemudian." "Pukul berapa calling jemputan untuk Tina?" "Tujuh. Tak heran bila perwira muda itu tampak serius. Aduh ngeri. Pak. Karena ia tidak juga menyahut meski telah saya panggil beberapa kali. sebelum para penyidik datang. Tina meninggal tidak dengan wajar. sekalian jalan. karena pintu tak terkunci. Satu jam kemudian Iptu Yulianto menemui dr. hentakan keras dari letusan mesiu. yang sepuluh hari sebelumnya kehilangan astradanya. Saya kira. Tampak nyata. Terpaksalah Edy masuk gang. Saya melihat ia tidur di sofa. Rumah kontrakan Tina sepi. Sebelah kakinya menggantung ke ubin dengan wajah tertutup bantal sofa. waria si penata rias film Buronan. sopir jemputan." "Kemarin ada syuting?" 157 . tak ada jawaban. Cuma saya sendirian. Seorang pemuka masyarakat langsung mengamankan TKP." tegas dokter berwajah ramah itu Korban kedua Sepuluh hari berselang. Made yang menangani jenazah Aria di rumah sakit. Saya jemput Tina duluan. sehingga berakibat fatal. "Apa penyebab kematiannya. Made. karena rumahnya dekat rumah saya. Edy menemukan Tina sudah meninggal di atas sofa. "Adakah saksi lain?" "Tidak ada.

Made. ada dua kotak minuman susu cokelat yang isinya tinggal setengah. kotak minumannya 'kan tidak dibawa kemari." "Bagaimana dengan kotak satunya?" "Lo. Sampai di sini kira-kira pukul sembilan." gumam Iptu Yulianto. Dok?" "Ternyata minuman korban diberi obat tidur. "Apa baju korban kemarin?" tanya Iptu Yulianto "T-shirt. karena belum ada titik terang dari kasus kematian Tina. Briptu Darmawan mengambil piring beserta isinya dan karton susu cokelat yang masih ada sedotannya. di salah sebuah kotak susu cokelat terdapat dua sidik jari. korban dibawa ke rumah sakit. saya lupa. Korban Mantan pacar Iptu Yulianto masih harus bekerja keras. Setelah diambil gambar dan sidik jarinya. yang disegani. oh. Iptu Yulianto mendapat keterangan. korban nekad melawan dan berhasil merenggut kerah baju pembunuhnya sampai-sampai satu kancingnya lepas. langsung dimasukkan ke kantung plastik." Dari bagian identifikasi dan investigasi. sepotong benda jatuh ke lantai. Di atas meja tamu. saat dalam keadaan tak sadar. Dia yang saya antar terakhir. mengesankan pembunuhan itu bermotif perampokan." "Kemungkinan. Bagaimana dengan minuman yang satunya. kancing baju itu berasal dari kaus bermerek terkenal yang dikenakan pelaku pembunuhan. bertuliskan merek pakaian terkenal buatan luar negeri. Tidak mengandung apa-apa. Lemari di kamar Tina di-acak-acak. untuk diambil sidik jarinya. dr. yakni sidik jari korban dan sidik jari 158 . Diperkirakan. Dosisnya sangat tinggi. Pak. sekeping kancing baju kecil berwarna putih. Ia hanya dapat menyimpulkan bahwa pembunuhan tersebut sudah direncanakan. Yang ada cuma sisa minuman di kantung plastik. Juga piring berisi beberapa potong ubi dan tempe goreng yang sudah layu. Iptu Yulianto menduga. tiba-tiba telepon di mejanya berdering. juga ada acara minum dan makan kudapan berdua."Ya." "Maaf. Dok?" "Negatif. Saat memikirkan langkah yang harus diambil. bagaimana hasilnya. Sebabnya. dapat membuat pingsan cukup lama. Ternyata. Ketika jenazah diangkat." "Ada orang lain yang turun bersama korban?" Edy menggeleng. Kotak minuman itu dibawa ke bagian forensik. pelakunya orang yang dikenal baik korban karena kunci pintu maupun jendelanya tidak rusak. "Ya. Saya kira. korban mengenakan kemeja batik cokelat berlengan pendek dengan kancing warna serupa. korban dibekap wajahnya sampai kehabisan oksigen. tamunya semalam termasuk orang menyempatkan ganti baju segala.

"Mau ke mana. "Siap. Juli pun bercerita. mumpung syutingnya masih di daerah kita. Lalu apa hubungannya dengan kematian Aria?" "Juli mengira. ya?" seru Iptu Yulianto. Masuk. "Lalu apa hubungannya dengan Aria?" "Kemudian saya pacaran dengan Mas Aria... ayo ikut. Madrimlah dalangnya." jawab ibunya polos. Syutingnya sudah selesai. kok nyentrik?" celetuk Bripda Suherman." "Sejak kapan Bapak tertarik nonton syuting film?" "Sejak dua krunya meninggal secara tak wajar. "Sudah. Hari ini terakhir syuting di sini. ia hendak melapor." jawab Juli singkat. "Ya. kalau bulan depan filmnya sudah selesai. karena sakit hati. "Kenapa?" "Habisnya dia suka 'ngobat'. lengkap dengan helm dan kaus tangan katun.X. Pak. Siapakah si X? Ketukan di pintu membuyarkan konsentrasi Iptu Yulianto." sahut gadis itu spontan. kami akan menikah. diantar masuk oleh Bripda Suherman. Sebagian rombongan sudah pulang. "Nonton syuting film. begitu. Pak. Ini Juli. bersama ibunya. karena tangis. yang mungkin membawa minuman itu lalu mengisinya dengan obat tidur. "Mas Madrim. "Masih muda kok buru-buru kawin?" "Karena Juli sudah .. syuting sudah selesai.. seseorang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan." 159 .." "Tentang apa?" "Tentang meninggalnya Mas Aria.." Seorang gadis manis. setiba di lokasi. Sore sekitar pukul 17.00 Iptu Yulianto sudah duduk di motornya. Penampilannya berbeda. Sekitar setengah tahun lalu ia putus pacaran dengan Madrim. Tapi ." kalimatnya terputus. Pak. Tinggal para kru yang sibuk dengan pekerjaannya." Sayangnya. bercelana jins dan tas pinggang kecil di balik jaket. Sedang pada kotak lainnya hanya ada sidik jari X. Iptu Yulianto menanggapi laporan itu sebagai informasi berharga. Rencananya. tampak kedodoran. Iptu Yulianto mendatangi seorang lelaki kerempeng yang mengenakan kaus merah bata garis-garis putih. termasuk rombongan sutradara dan bintangnya." tegas ibunya. "Oh.

Kebetulan kaus yang waktu itu kau pakai. Mereknya persis dengan merek kaus yang kau pakai tempo hari. Benar." Iptu Yulianto mengeluarkan sebuah kancing kecil dari laci mejanya. "Kapan kamu mendapatkannya?" 160 . "Bripda Suherman. Kancing baju ini. "Oh. kamu tidak merokok. masih daerah sini juga. tak bermerek. kaus Madrim sebenarnya berkancing tiga. Maka kelihatan kebesaran ketika saya pakai. Waktu barang itu saya terima. "Tinggalnya di mana. kau didakwa membunuh Tina!" "Apa buktinya. Sekembali di kantor Iptu Yulianto mengeluarkan bungkus rokok dari tas pinggangnya. Pak?" tanya Madrim seakan tak mengetahui maksud pemanggilannya. saya ada. Iptu Yulianto segera memerintahkan dua anak buahnya untuk "menjemput" Madrim. Mau beli. persis merek kancing baju yang ditemukan di rumah Tina. "Kancing ini saya temukan di tubuh Tina. warungnya jauh. apakah sama atau tidak dengan sidik jari di karton cokelat susu di rumah Tina. kancingnya memang tinggal dua. tolong antarkan ini ke laboratorium. Biasanya selalu nyelip di bibir?" Iptu Yulianto mengalihkan pembicaraan." "Tahu tentang listrik?" "Sedikit." sambil menyebutkan alamatnya. Periksa sidik jari di bungkus rokok ini." Madrim tak mau kalah berargumentasi. Ini alamatnya. begitu mendapat laporan bahwa sidik jari pada bungkus rokok sama persis dengan karton susu cokelat. ketika kau berusaha membekap muka Tina. Kaus itu bermerek terkenal buatan luar negeri. "Jatah saya sudah habis. Bungkus rokok itu diserahkan ke tangan Madrim. yang langsung menerimanya dengan senang hati." "Kalau mau. "Untuk sementara ini. pembantu montir. Pak?" "Ada dua." "Kaus itu pemberian Pak Benny Bintara." jawabnya mulai gugup. Madrim?" "Ikut Om Rawuh. "Kok tumben. Berarti kancing itu lepas. Kalau sama.Pandangan mata Iptu Yulianto lekat menatap kaus Madrim. "Ada keperluan apa saya dipanggil. lalu memasukkan ke kantung plastik." Sidik jari di mana-mana Hari berikutnya." Iptu Yulianto mengambil sebungkus rokok kretek dari tas pinggangnya. satu kancingnya tidak seragam dengan dua lainnya. Sebelumnya kerja di mana?" "Di bengkel. sebab rokok kretek ini memang kesukaannya. berbeda dengan dua kancing lainnya. langsung jemput Madrim. tetapi pada deretan paling atas terpasang kancing putih biasa.

" 161 . saya tidak tahu apa-apa. Di kedua kotak ada sidik jarimu. Sumpah. Pak. Saya sempat diingatkan untuk melihat tanggal kedaluwarsanya. Juli bangga. "Lalu. sekitar jam sembilan. tetapi Aria. Kemudian ia pergi menyiapkan setting di tempat lain. Ketika korban meninggal. Tina juga menyalurkan anak-anak jadi figuran. itu pun kalau lagi bete. Karena besoknya ada syuting pagi. di meja tamu ada dua kotak karton susu cokelat dan sepiring gorengan. Tapi kalau sampai 'ngobat'." "Apakah sepeninggalmu Pak Benny juga pergi?" "Saya kira." "Tina 'kan waria?" potong Iptu Yulianto."Dua hari sesudah Aria meninggal. Tina meninggal pada hari Rabu. karena sudah dirakit oleh Om Rawuh sebelum sarapan. tapi saya tinggal pasang. "Apa kini alibimu?" Iptu Yulianto tersenyum. ketika Iptu Yulianto menyebut nama Juli." "Tetapi yang memasang karet protektor itu kamu 'kan?" "Betul. persis seperti sidik jari di bungkus rokok yang saya sodorkan sore lalu. tidak. Sebab istri dan pembantunya nginap di rumah orangtuanya. Lalu ia berkenalan dengan Tina. Juli hamil. peran-peran tambahan atau figuran biasanya dipilih dan ditentukan olehnya. tetapi harus dibayar dengan mahal. Ngapain juga nambah perkara. "Saya ingat. kamu ke mana?" "Langsung pulang. Pak.Red. Dia itu playboy. apa kamu sering 'ngobat'?" "Sekadar 'cimeng' (ganja . meski baru tahap numpang lewat. Saat itulah ia mencari kesempatan. Tentang kecelakaan sampai dia meninggal." "Terus terang saja.) iya. saya disuruh Pak Benny mengambil obat di apotek." "Kembali ke Tina. Permintaannya tidak saya tanggapi. kamu dendam sama Aria?" "Tidak. Pemuda itu terdiam. Pak. Pak. "Sejak SMA dia pingin jadi bintang film. Benar. Hidup saya sudah susah. "Bukan dengan Tina. Juga membeli dua kotak susu cokelat. Benar. Selain penata rias." Madrim kaget." "Jadi. tidak. di film selanjutnya Juli mendapat peran berarti." "Sesudah itu. kenapa Juli minta putus dari kamu?" Madrim tampak terkejut." akunya. karena saya kenal Om Rawuh. Tina berjanji akan memperkenalkannya dengan seseorang yang lebih berkompeten. Selasa malam sepulang syuting. Dia sering mendesak saya agar dikenalkan dengan orang-orang film. menyadari kebodohannya.

ia cepat-cepat bertindak. misalnya sidik jari. formulanya pun persis seperti formula susu cokelat yang diminum Tina. demikian pula minumannya. "Itu bohong. sedotan Sekitar pukul 12.00 Iptu Yulianto dan dua anak buahnya mendatangi sebuah apotek.Iptu Yulianto cepat merangkaikan informasi itu. Sesudah mengenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangannya. Pak. "Benar. Anda membekapnya dengan bantal kursi sampai korban kehabisan napas. "Bukti ada. Saya kira Pak Benny menderita insomnia. Pil tidur semacam itu banyak dijual di pinggir jalan." Esoknya Benny Bintara tampak tenang ketika memasuki ruangan Iptu Yulianto. 162 . yakni kematian Tina. Siapa pun kalau makan gorengan tentu akan haus. Madrim saksinya. "Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Untuk mengelabui petugas. Selain vitamin juga obat tidur. Kuncinya. Sebelum Anda pergi. Kalau Madrim meneliti kedaluwarsanya kotak susu. seorang asisten apoteker mencari arsip resep dari tanggal dimaksud. Melarutkan beberapa pil tidur dalam air. Apakah ada bukti lain. sebagai petunjuk bahwa saya pernah berada di rumah Tina. berarti sidik jari Madrim yang dominan di karton susu itu. sebab istri dan pembantu saya pergi ke mertua. Anda taruh kancing ini di dada Tina. lalu menyuntikkan ke dalam salah satu karton susu cokelat. "Pil tidur ini merek dan asal apoteknya persis seperti yang Anda dapatkan dari dokter Basuki." elaknya. Begitu Madrim pulang. sementara waktu kamu harus di sini dulu. menurut dr. Ini resep dari dokter Basuki untuk Pak Benny Bintara." Iptu Yulianto ter-senyum kalem. Saya harus di rumah. Di mana Bapak pada Selasa malam. sesuai petunjuk Madrim. Anda mengacak-acak isi lemari. Begitu korban tak sadarkan diri. Iptu Yulianto kemudian mengambil beberapa pil tidur dari laci mejanya. saksinya juga ada. Begitu dicampur dengan susu cokelat dari merek yang sama. sekitar pukul sepuluh atau sebelas malam ada tamu laki-laki mencari Tina. "Seminggu sebelumnya." jawabnya tenang. mengesankan terjadi perampokan." "Betulkah? Pak Haji pemilik kontrakan mengatakan. Anda memberikan sebuah kaus untuk Madrim. Kemudian ia ke rumah Tina sesudah membeli gorengan. tetapi salah satu kancingnya lebih dahulu Anda lepaskan. "Pak Benny. Made." perintah Iptu Yulianto tegas. Pak. sebab sering mengambil obat seperti ini di sini. Apa itu bukan Bapak?" pancing Yulianto. Madrim yang tampaknya lugu itu memang bisa menguatkan alibi Benny. Tidak ada bukti dan saksi bahwa saya berada di sana. ketika Tina meninggal?" "Di rumah." kata Iptu Yulianto sambil meletakkan kancing bermerek di meja. Kaus bermerek seperti itu juga banyak dijual di toko terkenal. langsung ke pokok persoalan. "Itu semua bukan bukti yang menunjukkan kalau saya pelakunya.

Ia sering menyarankan kepada Della. tulis pernyataan di sini. "Ada yang lebih mengerikan. Saya rasa persis seperti sidik jari di bolpen yang baru saja Anda pakai untuk menulis. dulu pernah mengontrak rumah dekat tempat tinggal Benny. sehingga tidak mampu memproduksi spermatozoa sehat dan bermutu dalam spermanya. pelakunya bukan saya?" "Nanti dulu. diam-diam Benny berhasil mengganti karet pelindung 163 . tanpa mengecek kebenarannya. istrinya. Pak. Salah duga Benny Bintara lalu bercerita." pancing Iptu Yulianto. tetapi ibu muda itu kurang berminat. tidak mau tahu kekurangan anaknya. tanpa sepengetahuan Benny. ketika Benny sudah dianggap mapan. foto jenazah Tina. sang ibu sudah menjodohkannya dengan putri sahabatnya." "Nah." katanya sambil menutup muka. Tetapi kalau di kotak minuman. Saya mengakui semuanya. "Sidik jari di karton susu memang bukan milik Anda. Isinya akan saya eja. juga yang mencelakai Aria. sudah dihapus sebelum ia meninggalkan TKP. untuk mengadopsi anak. ketika Benny kerap syuting di kota lain. Sampai suatu saat Benny. lima tahun berumah tangga. Orangtuanya sangat konservatif. Aria. Tak heran. Sementara itu Tina dan Aria. dan Tina terlibat dalam satu produksi. Beberapa bulan lalu. Kebetulan pula Benny anak laki-laki satu-satunya dari lima bersaudara. Benar dugaannya. Mereka khawatir kalau trah Bintara yang masih berbau ningrat akan pupus karena Benny tetap melajang. Sidik jari di lemari dan pegangannya. Benny termasuk pria dengan tingkat kesuburan rendah. Rupanya. ada sidik jari di sedotan susu." Iptu Yulianto menyodorkan kertas putih dan sebuah bolpen. ia mendengar gosip bahwa istrinya sering "jalan" dengan Aria. Benny selalu dapat menolak dengan bermacam dalih." tantangnya. Ia memiliki kelainan. Saya yang membunuh Tina. Pak Benny. Setelah selesai. inilah hasil dari perbuatan si pembunuh!" Iptu Yulianto bersuara keras sambil mengeluarkan selembar foto berwarna berukuran besar. Benny menganggap rumor itu sebagai aib yang mencoreng muka Benny. istrinya belum juga mengandung. Sebelumnya. saudara satu kakek yang sama-sama kerja di film. "Silakan saja. "Kalau begitu. apa gunanya menikah kalau tak punya keturunan. Tetapi Anda lupa. sudah. saya masih punya bukti lain yang menunjukkan bahwa malam itu Anda benar-benar di rumah Tina. Celakanya. jelas. sidik jari itu memang milik Madrim. Rupanya. Benny Bintara tak mampu mengendalikan dirinya. Jadi. Wajah Benny Bintara mendadak pucat."Pelakunya memang pintar. salah satu organ di alat vitalnya tidak berkembang baik. Pagi itu ketika semua kru sedang sibuk ngopi. Keringat dingin membanjiri tubuhnya." tegas Iptu Yulianto. Dalam pikirannya. ia tampak gemetar. mereka dulu pernah memiliki hubungan khusus. orang tuanya pun mendesaknya agar cepat berumah tangga. "Sudah. kertas dan bolpen diminta kembali.

tetapi Benny justru merasa langit seakan hendak runtuh. Namun. maka sebelum memegang sedotan kaus tangannya dilepas dulu. "Bapak tentu akan menahan saya. Sayang. Tina tidak sependapat. Anda akan didampingi Bripda Suherman. pamit istri dan mengambil pakaian ganti. ia yakin kalau Tina sudah meninggal kehabisan napas karena dibekap dengan bantal sofa. Pria bertubuh tinggi besar yang sebagian rambut tipisnya mulai beruban itu mengakhiri tugasnya di Angkatan Laut Swedia sebelum berimigrasi ke Amerika Serikat tahun 1976. Hari itulah ia harus melewati hari-harinya di balik terali besi. "Silakan. LUKISAN CAT MINYAK TANPA TEKSTUR Rune "Roy" Donell (61) punya masalah serius. Semua orang mengira. 164 . Dengan dana tambahan uang panas itu." suara Benny pelan. Membawa sekantung kudapan dan dua karton susu cokelat. Roy punya cukup uang untuk menghidupi kedua istrinya. Tina berencana mengadukan hal itu ke Rawuh. Di tempatnya bekerja. Aria meninggal karena kecelakaan. Tina juga tidak curiga ketika melihat Benny hendak minum susunya. Namun. sebagai kepala urusan rumah tangga merangkap supir pribadi. ia mendapat bayaran AS $ 25. Roy dapat menggelapkan total sekitar AS $ 20. soal uang. Dulunya ia memang kurang paham. untuk apa sutradara itu sibuk dengan karet ban. Malam itu Benny ke rumah Tina. yang sebelumnya sudah dirakit Rawuh. Ia dapat dengan mudah mengakses salah satu rekening untuk mengeluarkan dana kebutuhan rumah tangga keluarga itu. kalau ada stiker hitam di balik karet pelindung yang gunanya menutupi lubang yang langsung ke bahan peledak. Fiksi/Riady B. Juga tidak tahu. Masalahnya klasik. yang salah satu kotaknya sudah disuntik obat tidur. Karena telah bekerja di rumah tangga itu selama sebelas tahun." Siang itu udara cerah. barulah Tina sadar. Sarosa. Saat itu ia masih bekerja dengan gaji cukup. ia tetap mempertahankan dirinya sebagai warga negara Swedia. Selama bekerja. Madrim tidak tahu apa-apa tentang trik tembakan yang akan dipakai Aria. Sebagai kru baru. Benny tahu rencananya. kok pakai kaus tangan segala?" Pertanyaan itu menyadarkan Benny.000 per tahun.(protektor efek) tembakan. Ketika Benny meninggalkan rumah itu. yang sudah disiapkan dari rumah. bahkan ke polisi. Protektor itu yang mengakibatkan Aria tewas. produser. "Bapak tadi naik taksi apa motor. di Jakarta 22.000 .30.000 per tahun. tak heran bila majikannya sangat percaya padanya. ketika Benny Bintara datang. Tak berapa lama waria itu pingsan. karena ia sempat memergoki Benny sibuk mengganti karet protektor. Sebelumnya ia meletakkan kancing kaus di dada korban. Tetapi izinkan saya pulang sebentar. Setelah kejadian. Tina sendirian di ruang tamu.

Namun. langsing. Marie Antoinette. anak Esther dari suami terdahulu. tekanan darah tinggi. seperti lukisan dari para maestro seni lukis. Lalu. patung. Justru istri keduanya yang diprihatinkannya. mudah sakit. hingga mebel antik milik Napoleon. Keck (71) dan Elizabeth "Libby" Avery Keck (65). karena ia sendiri pelukis amatir. Esther pasti akan meninggalkannya Roy. Christina. Semasa hidup. Tak heran bila La Lanterne menjadi pilihan kunjungan wajib para kurator museum dan pencinta seni dari berbagai belahan dunia. Bermula ketika Little Howard Keck. Di tubuhnya mulai bercokol sejumlah penyakit. Libby Keck setali tiga uang dengan suaminya. yang konon diperlengkapi dengan teleskop terbesar di dunia. Dituntut anak Tahun 1986 rumah tangga Keck diguncang prahara. ayahnya terkenal di Kalifornia sebagai orang yang bertangan dingin dalam bisnis perminyakan. dan psoriasis. mereka juga dermawan. Selama ini seluruh kebutuhan hidup Esther memang ditanggung Roy. Howard B. Esther imigran asal Kolumbia . anak sulung mereka mengajukan tuntutan tentang hak-nya mendapatkan warisan. mulai hernia. yang tak terhitung lagi jumlahnya. Big Howard sering menyumbang ke sejumlah museum. Ia memang menuntut banyak dari Roy. Perempuan yang berpenampilan jauh lebih muda dibandingkan usianya itu sangat dikagumi karena selera seninya. Howard . Tak hanya kaya. enam tahun lebih tua dari dirinya. Libby tak hanya sangat mencintai seni lukis. Rumah di Bellagio Road itu menempati lahan seluas ribuan meter persegi dengan arsitektur meniru kastil Prancis abad ke-17. lembaga pendidikan. istri pertamanya. dan Louis XIV.senang berpakaian bagus dan berjalan-jalan. Christina bukan merupakan suatu kekhawatiran bagi Roy. Beverly Hills. Di La Lanterne digelar beberapa di antaranya. gereja. Little Howard ingin mempertegas bahwa ia berhak mendapatkan sebagian besar dari harta kekayaan Keluarga Keck . Belum lagi ada Andy (20). juga La 165 . Bel Air. dan lembaga kebudayaan terkemuka. yang membutuhkan banyak biaya untuk pendidikannya. Si cantik Esther Ariza yang berkulit gelap. dan menggoda itu 16 tahun lebih muda daripada Roy. Christina sudah menggeluti profesi itu tujuh tahun lamanya. Selama beberapa tahun ia menjadi direktur sejumlah museum dan aktif di beberapa lembaga kebudayaan. Salah satu yang terkenal yaitu sumbangannya tahun 1985 kepada California Institute of Technology untuk membangun observatorium astronomi di Hawaii.sering disebut Big Howard . Ia bekerja di rumah yang sama sebagai jurumasak.Belakangan Roy merasa tubuhnya mulai lemah. bagaimana kalau ia tidak bisa bekerja lagi di rumah jutawan itu? Ia prihatin dengan kehidupannya dan kedua istrinya. Tanpa uang.mendapatkan kekayaan dengan cara tradisional: warisan.baik yang berupa saham. "Kastil" yang dinamai La Lanterne itu dihuni salah satu pasangan paling kaya di dunia. Kolektor barang seni Roy bekerja di Stone Canyon. tapestri. Kecintaannya pada barang seni tercermin dalam koleksinya yang berkualitas dunia.

Sebagaimana peraturan. Lucunya. Saat melewati pabean Swedia ia menyatakan membawa lukisan. dan Willameta. Little Howard mengajukan tuntutannya. yang bahkan sempat dilansir dalam Wall Street Journal. Namun. seluruh anggota keluarga akan mendapat bagian yang sama. Libby. setelah kematian saudara lelakinya. yakni William Jr. Saat itu terjadi perseteruan sengit antara Big Howard dan Willameta. peristiwa itu membuat Big Howard jadi berprasangka. Selain itu. Itu pun karena diberitahu Libby yang senang mengajaknya ngobrol. Selama beberapa minggu ia menyimpan benda seni itu di apartemennya. Willameta harus mengalah. Ia harus cepat bertindak. hanya beberapa di antaranya. Roy baru tahu bahwa Beijar tidak menerima karya seni palsu. Kalaupun ia tahu. Kaarl Gustav Petersen. kemudian salah seorang ahli di Beijar setelah memeriksa lukisan itu yakin bahwa karya lukis itu 166 . Perebutan warisan itu bukan kali pertama terjadi. Ia juga tahu. Dengan alasan ayahnya sebagai pewaris harta kakeknya sudah cukup lanjut usia. Sambil menunggu keputusan pengadilan tentang perceraian mereka. LeClerk des Gobelins. tidak ada yang dominan.Lanterne seisinya. malah tersinggung dengan tuduhan suaminya. Belajar mencuri Retaknya hubungan rumah tangga Keck membuat Roy makin pusing. warisan itu pun seluruhnya jatuh pada Big Howard. Namun. Ia ragu. rupanya ia lupa. ia membawanya menuju Stockholm. janganjangan Little Howard bukan anak kandungnya. bukannya menenangkan suaminya. ia membayar beberapa ratus dolar. Salah satu isi ruang khusus itulah yang pada September 1986 digondolnya. Mendiang William Keck Sr. ada sejumlah besar barang koleksi yang disimpan di ruang khusus. Ia segera melayangkan surat tuntutan cerai. digelar barang antik koleksi Keck. Menanggapi tuntutan itu Big Howard dan Libby berada pada sisi berseberangan. yakni lukisan berjudul Fete Gallante karya seniman Prancis. Tahun 1983. mana mungkin seorang anak kandung tega menuntut pembagian warisan ketika orangtuanya masih hidup. Menurut dia. Rupanya. Beberapa hari kemudian Roy muncul di Beijar. sebagaimana ruang lain. Maklum. koleksi Keck memang terlalu banyak untuk disimpan di dalam ruangan yang tersedia di La Lanterne. melainkan hasil hubungan gelap istrinya dengan pria lain. Sekian lama bekerja di La Lanterne membuat Roy tahu ada tempat yang kurang diperhatikan Big Howard. Dari informasi direktur perusahaan itu. Roy sebenarnya tidak tahu benar seberapa mahal harga barangbarang seni itu. mewariskan kekayaannya pada Big Howard dan dua saudaranya. Libby dan Big Howard hidup berpisah. Masalah dalam keluarga Keck makin berlarut-larut. sebuah rumah lelang benda seni terbesar di Swedia. keluarga besarnya telah bersepakat bahwa harta warisan akan jatuh ke sebuah generasi bila generasi sebelumnya benar-benar sudah "habis". meskipun tetap tinggal di bawah satu atap di La Lanterne. Big Howard membujuk adik perempuannya untuk menyerahkan bagian kepemilikan pada perusahaan warisan itu. Ia meninggal tahun 1984. Begitu tidak ada tanda-tanda yang membahayakan. Di ruangan itu.

ia memilih diam. Aha. Bagaimanapun Roy tidak ingin mencuri karya dunia yang banyak dikenal masyarakat. Barang seperti itu tentu juga akan sulit dijual. Kemudian Libby dengan tidak sabar menarik tangan Paine dan mengajaknya mendekat ke lukisan.000. Anders Leonhard Zorn. Sebelum meninggalkan Stockholm. Libby meletakkan jarinya ke permukaan lukisan. 24 Agustus. "Ya. Uang itu dikirimkan ke rumahnya di Beverly Hills via pos. "Wah. Keck tidak tahu kalau Roy ditemani istri keduanya. usia tua dan merosotnya kondisi kesehatan. Belakangan Keluarga Keck tahu. ada orang mencuri lukisan yang asli. Sejak itu Roy pun tahu cara dan jalur menjual lukisan curian. Beberapa hari kemudian lukisan itu laku terjual. Baru bulan April mereka kembali ke Los Angeles." Painne mengamati sekilas. Lukisan cat minyak berukuran 1 m x 60 cm itu berjudul I Fria Luften (In Free Air). yang licin sekali." cetus Paine. Jadi. Alasannya. Meskipun harganya mahal. Lukisan berikut yang disasarnya karya pelukis impresionis dari Swedia. Mereka bertiga bersenang-senang dengan melakukan perjalanan ke beberapa negara di Eropa. yang penting karya seni itu mudah dijual. pikir Paine. Roy telah mengabari Petersen tentang I Fria Luften. risikonya sangat besar bila ketahuan. Februari 1987 Roy memberitahu Keluarga Keck tentang pengunduran dirinya. Ketahuan palsu Empat bulan kemudian. tidak seorang pun di balai lelang itu yang bertanya pada Roy tentang cara ia memperoleh lukisan itu. "Lihat!" katanya pada pengawal dan sopirnya. ini seharusnya lukisan cat minyak. penghuni La Lanterne baru tahu tentang hilangnya sebuah lukisan. Setelah dipotong komisi untuk Beijar. Roger Paine. Roy hanya berpedoman. Herannya. akhirnya. ketika tanpa sengaja ia memasuki ruangan tempat lukisan digantung. Libby membeli lukisan bergambar ibu dan anak itu di London hanya seharga AS $ 88. Nyonya. Roy dan Esther bersantai di Stockholm sampai Andy menyusul seminggu kemudian. permukaan lukisan cat minyak seharusnya bertekstur. 167 . Mereka keluar dari rumah majikannya pada minggu kedua Maret. Roy dan Christina memutuskan akan kembali ke Swedia dan menghabiskan masa tua di tanah kelahiran mereka. Konon Petersen sangat berminat pada karya Zorn dan yakin bahwa karya itu bisa terjual dengan harga yang bagus di Swedia. Saat itu pula Roy menjinjing sebuah tabung kardus besar yang bahkan tetap dibawa masuk ke dalam kabin pesawat.asli. Roy pergi sendiri ke Swedia sementara Christina ditinggal di apartemen mereka yang kecil di Manning Avenue. tidak melanjutkan komentar. Terus terang saja ia tidak terlalu memahami apa yang dimaksud majikannya. Esther.506. tapi lebih dikenal sebagai Kvinna Klaer Sitt Barn (Woman Dressing Her Child) produksi tahun 1888. Libby sendiri yang mengetahuinya. Roy mengantungi AS $ 6. sambil menunjuk pada lukisan I Fria Luften di dinding.

" 168 . Benar dugaanku. rasanya tidak mungkin terjadi pencurian karena rumahnya terjaga ketat selama 24 jam. Ia punya empat anak. Sebagai pelukis. Pasalnya. Jadi. lalu pelan-pelan melepasnya. tidak seperti biasanya. Ihwal pekerjaannya. Tiba-tiba aku sadar bahwa warna-warna pada lukisan itu aneh. Apa hubungannya dengan kasus ini?" Untung Kummerman tidak kurang cara untuk mendapatan data itu. saat pembesaran foto. tetapi melaporkan suaminya sebagai "pensiunan". itulah cara termudah dan praktis untuk membawa keluar lukisan. seukuran lukisan asli. aku bisa melihat secara utuh lukisan itu. Libby menjawab. lukisan harus dibawa ke studio foto. tapi jika sang detektif mau menelepon kantornya. tidak seperti aslinya. karena sudah lama tidak merayakan hari ulang tahun mereka. Malah Libby pun menggambarkan betapa sulitnya untuk dapat membawa lukisan keluar La Lanterne dan membuat foto reproduksi seperti itu. Saat ditanya berapa usianya. Libby menolak mengatakan siapa yang patut dicurigai. yang banyak ditemukan di Santa Monica Boulevard. "Kita harus melepaskan lukisan itu dari bingkainya. ia tidak tahu dengan tepat usia mereka. aku segera masuk dan memeriksanya. "Aku tidak harus mengatakannya padamu. "Tidak. Ia dapat mengambilnya dari data SIM Libby di departemen kendaran bermotor. aku sering melakukannya. ini bukan hasil karya seorang ahli. Untuk mendapatkan hasil pemotretan yang baik. kali itu membuatnya agak kerepotan. yang pasti ia dan suaminya telah tinggal di Beverly Hills Hotel selama 10 tahun sebelum mereka pindah ke rumah mahal itu delapan tahun silam. 31 Agustus. "Kalau karya seorang ahli. Namun. maka sekretarisnya dapat memberitahukannya." Ketika Kummerman bertanya tentang kemungkinan terjadinya pencurian." Libby menambahkan."Justru itu yang tadi kumaksud. Tentang alamat-alamat penting. Namun. ia bisa meminta keterangan dari Libby via telepon. Esoknya seorang petugas berseragam dari LAPD. Hal lain yang dijawab dengan santai adalah soal anak. ia juga hafal nama mereka. menurut Libby. Ketika kembali. Pada kesempatan itu Kummerman hanya akan menggali data pribadi pelapor. baru seminggu kemudian. karakter Libby yang sangat sadar akan statusnya sebagai orang terpandang. "Hari Rabu itu aku pergi ke luar rumah untuk suatu keperluan. Libby juga tidak tahu nomor Jaminan Sosial. Namun. Tugas yang biasanya dijalani dengan mudah. itu hanya foto. yaitu warnanya tampak aneh. Libby mengaku tidak punya pekerjaan. mungkin aku tidak akan dengan cepat mengetahuinya. biasanya akan muncul masalah. Jadi. aku tidak punya gambaran soal pelakunya. Libby mengaku tidak tahu mana yang penting. Kita harus menarik pakunya." jawab Libby geram. datang ke La Lanterne untuk memeriksa TKP." Kemudian kanvas digulung. detektif Mike Kummerman. Tahu teknik mencuri Sikapnya yang acuh tak acuh seketika lenyap begitu Kummerman bertanya tentang lukisan yang hilang.

Setelah wawancara pendahuluan Detektif Kummerman. Si suami sudah selama sebelas tahun menjadi sopir merangkap kepala bagian rumah tangga kami.. banyak ya yang keluar. Namun. Roy Donell." Libby dengan defensif menjelaskan. "Siapa namanya?" "Roy. mereka semua berhenti bekerja atas keinginan sendiri. Tapi. ada masukan baru dari Libby. Dan tampaknya ia suka kuajak ngobrol. "Tidak. Mereka menggantikan sepasang suami-istri yang berhenti bekerja sekitar tiga bulan lalu. tapi dengan menyebutkan namanya. 169 . ia pernah sekilas mengatakan lukisan itu bisa laku dengan harga tinggi di Swedia. Apalagi kemudian ia tahu bahwa sebelum berhenti tak lama setelah waktu diperkirakan hilangnya lukisan itu Roy dikabarkan berlibur ke Swedia." "Menarik sekali. "Mungkinkah pasangan suami-istri itu yang melakukan?" tanya Kummerman. rasanya mereka tidak bisa dituduh."Mungkin Anda punya dugaan. dan seorang pembantu wanita pada satu setengah bulan silam." kata Kummerman. "Ya. 'Siapa saja yang bekerja di rumah ini?'" "Baiklah .. Penyelidikan lanjutan tidak mengungkapkan keterlibatan petugas keamanan La Lanterne dengan pencurian itu. pertanyaanmu kurang tepat." "Saya mengerti. Martin tampaknya tertarik untuk lebih memperhatikan Roy. Pemeriksaan juga tidak menemukan bagian rumah yang rusak akibat usaha masuk dengan paksa. siapa orang yang punya waktu dan kesempatan untuk melakukan hal itu di rumah Anda?" pancing Kummerman lagi. Aku tidak mau menuduh. tidak mungkin. hanya ada tiga pembantu. Prestasinya memang meyakinkan. Anda punya pembantu yang dapat memasuki ruangan ini?" "Ya. angka rata-rata pengembalian lukisan curian jauh melebihi rata-rata penegakan hukum nasional. kasus itu segera dilimpahkan pada Martin." "Menurutku. bahwa saat ngobrol dengan Roy." "Apakah ia punya cukup pengetahuan tentang lukisan dibandingkan yang lainnya?" "Mungkin tidak." Bukan yang dicari Selama beberapa tahun di Los Angeles pelaku kejahatan di bidang seni ditangani detektif LAPD William E Martin. karena mereka baru bekerja beberapa bulan. Dari beberapa nama yang harus diperiksa. Anda akan membantu penyelidikan ini. Lebih baik kalau kamu bertanya." "Wah. tapi aku tidak akan mengatakan. meski aku sering berdiskusi dengannya.

karena Roy memang meninggalkan kesan khusus. Selanjutnya. Total dana yang dikirimkan Beijar AS $ 85. brosur dan daftar harga dari Lab Foto "Rossi". Di ruangan lain polisi menemukan bukti transfer uang dari Balai Lelang Beijar Auktioner ke Security Pacific Bank di Los Angeles. Ketika kembali beberapa hari kemudian. "Rune Gunnar Donell dan istrinya Christina Donell yang berkebangsaan Swedia tidak memiliki catatan kejahatan di negara ini. sungguh sulit bila ingin menyamakan dengan yang asli karena yang asli tidak ada di hadapannya untuk perbandingan. Lukisan itu terjual dalam lelang 19 November 1986.633. Juga dua kamera 35 mm. kawasan hunian kelas menengah. tampak ia tidak puas dengan hasilnya. Pada 15 September 1986 Balai Lelang Beijar Auktioner dikunjungi oleh seseorang yang mengaku bernama Roy Donnel." Ada uang yang hilang Roy tinggal di barat Los Angeles. Kalifornia. Martin meminta izin Christina untuk memeriksa apartemen mereka. Rossi menganjurkan agar membawa lukisan asli ke studio foto untuk direproduksi memakai kamera khusus dengan format besar. Rossi mengatakan pada lelaki itu. mengatakan pada partner Martin Detektif Donald Hrycyk ingat betul pada Roy. Petunjuk lainnya. Martin mencatatkan Roy di Penjara Kota Los Angeles untuk kasus pencurian. meminta bantuan dari pihak berwenang di Swedia. Biasanya. Tom Rossi. 170 .. Beverly Hills. si pemilik. dan satu strip film warna. sebuah lensa tele. Untuk menguatkan dakwaannya Martin mengunjungi Lab "Rossi". Mereka juga tidak masuk dalam daftar pencarian orang di Swedia. Mereka juga menemukan brosur dari Balai Lelang Beijar Auktioner. pembesaran hingga 20 kali pada slide 35 mm akan menghasilkan gambar kabur dan berbintik-bintik. Ia ingin tahu catatan kejahatan Roy di tanah kelahirannya.. P. Juga tentang kemungkinan keberadaan lukisan curian itu.. tetapi pria beraksen Swedia itu meminta ukuran yang aneh karena harus pas dengan bingkai khusus. Ia juga menjelaskan. ukurannya juga tidak pas. hasil cetaknya pasti lebih bagus. Ia membawa lukisan karya pelukis Le Clerk Des Gobelins berjudul Fete Gallante. Ke sanalah Martin menuju. Isi ringkasnya. Lukisan itu terjual dalam lelang pada bulan April . Awal 1987 seorang pria membawa slide warna 35 mm dan meminta untuk dicetak. Di sana polisi menemukan tiket pesawat Scandinavian Air dan jadwal perjalanan dari biro perjalanan mengenai kunjungan Roy ke Stockholm pada September 1986. Box 532.Segera Martin mengirim pesan pada Interpol. Pada 12 Maret 1987 Roy Donnel kembali ke Swedia bersama seorang wanita. hanya dua minggu setelah Libby Keck melaporkan kasus itu. Pada 8 September 1987. Roy Donnel membawa lukisan karya Zorn berjudul Kvinna Klaer Sitt Barn. tampaknya berdarah Amerika Latin. Interpol Swedia mengirim pesan panjang pada Martin.O. Warna-warna yang muncul tidak seperti aslinya. ia hanya bisa membuat seperti yang ada pada slide. Ada yang bertanggal 18 Maret 1987. pembesaran foto dilakukan sesuai ukuran standar. sedangkan beberapa lainnya bertanggal 17 Maret 1987.

Berdasarkan pengalaman. wanita itu memang tidak banyak tahu tentang "operasi" Roy. nilai transfer yang ada hanya AS $ 85. karena seluruh uang diserahkan pada Libby. di Stockholm akan menjual aset dengan nilai transaksi cukup menggiurkan. jadi akan merepotkan bila dibawa-bawa dalam perjalanan. setiap kali menyajikan sarapan. Martin tidak menemukan uang tunai dalam jumlah berarti di apartemen Roy maupun rekening lain di bank. Roy tidak pernah mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan lukisan. Dengan bekal surat penggeledahan. Martin tidak terlalu memusingkannya. Meski puas menemukan seorang saksi. Meski membenarkan semua pengakuan Rossi. asalkan mereka mendapat pengurangan hukuman." Menurut pengakuannya. ia menyelipkan setumpuk uang di bawah serbet di samping cangkir kopi Libby. Beberapa minggu kemudian ia kembali dengan lukisan asli. Maka.000 melalui pos." aku Roy. Roy hanya mengatakan. sekitar AS $ 550. Padahal. "Tidak masuk akal. jumlah uang penjualan itu sangat besar. akhirnya pria Swedia itu puas dengan hasilnya. Di sana ditemukan dua foto pembesaran yang salah dari I Fria Luften. "Itu sebabnya pula polisi tidak bakal menemukan uang itu. tidak tahu apa-apa. Selebihnya. Martin merasa masih ada yang kurang. selama perjalanan di Eropa. si wanita berdarah Latin.000.5 cm lebih kecil daripada bingkainya. Setelah dua bulan bolak-balik.000 hilang." kata Rossi. sampai saat pengadilan digelar. Dari cara Esther menjawab. "Katanya. Mereka juga menemukan kopi negatif. selama perjalanan keliling Eropa setiap kali ia mengirimkan uang tunai AS $ 20. baru ketahuan bahwa lukisan itu sekitar 2. berarti sekitar AS $ 355. Dengan melacak catatan keuangan Roy. Esther mengaku. Martin dan Hrycyk menemukan tanda bukti penyewaan safe-deposit box di sebuah bank di Beverly Hills. Martin dapat dengan cepat menyimpulkan. sebuah perusahaan di Swedia telah membeli lukisan itu seharga 3. Kejutan muncul saat pemeriksaan. Roy tidak juga mengaku di mana uang itu disimpan.000. ketika pria Swedia itu kembali. Rossi kembali memperbaiki foto itu. mereka membuka rumah itu. ia terus berada di dekat lukisan itu saat saya memotretnya. dengan sedikit ancaman.Pria itu setuju. Didalangi majikan? Saat memeriksa apartemen Roy. Menurut pengakuan Esther. Roy tetap tidak mau mengku bersalah. Rossi melakukan pembesaran dan memasangnya pada papan poster. seorang terhukum rela mengaku di mana menyimpan uangnya. Bisa jadi ia tahu di mana Roy menyembunyikan uang itu. Saya hanya mendapat komisi 20%. Namun. "Anehnya. Bukti-bukti itu lagi-lagi hanya menguatkan kejahatan pemalsuan dan pencurian lukisan. Menurut Beijar. dan Beijar mendapat komisi 20%. dan surat penitipan rumah mobil. Harapannya hanya pada Esther. Itu karena ia hanya menjalankan perintah Libby." kata Martin. Namun. Mengenai sejumlah uang yang hilang. tanpa bingkai. Martin dapat dengan mudah menemukan alamat Esther. Martin harus gigit jari.1 kron. sekembali ke Kalifornia. 171 .

Tak heran beberapa anggota juri mulai bersimpati pada Roy. dengan diplomatis Big Howard menjawab. "Saya tidak yakin ia jenis orang yang dapat dipercaya. apa yang dia harapkan? Bukankah uang asuransi jatuh di tangan suaminya? 172 . ia tidak peduli dengan klaim asuransi sebesar AS $ 500. Kalau Libby terlibat. Jawaban itu mentah-mentah ditolak Libby. semua uang penjualan lukisan sebagian besar disimpan Libby. selama ini Libby mendapat banyak uang dari suaminya. Alasannya. uang yang hilang itu ibarat setetes air dari seember air yang ia miliki." jawab Libby dengan wajah marah. Bagaimana reaksi Libby? "Sungguh menggelikan pengakuan itu." Wah. yang pas disebut sebagai pemilik sah lukisan itu. saat ini pun aku bisa menuliskan cek senilai uang itu. Sikap Libby di pengadilan dianggap menyebalkan. mana yang benar. ketika tim pembela bertanya padanya apakah istrinya berbohong atau tidak jujur. Roy atau Libby? Tetap tak terlacak Dewan juri sungguh terombang-ambing dalam menentukan keputusan.000 dari keluarga Keck atas kehilangan lukisan itu. Roy bersikukuh. Fakta itu tetap tidak membuat Libby mengubah pengakuan. Roy juga menyatakan. kalau begitu. Begitupun Roy masih bersikukuh bahwa Libby dalang semua pencurian itu. Libby mungkin benar. Libby membutuhkan uang untuk membayar pengacara yang mengurus perceraiannya. Libby pernah menjadi istri seorang pria yang belakangan menjadi pemilik Hotel Bel Air. Setiap bulan diperkirakan tidak kurang dari AS $ 200. Di pengadilan tampak benar betapa Big Howard sangat berhati-hati dalam berucap. Libby juga mempunyai rekening pribadi senilai AS $ 11 juta. pembela Roy.000 didapatnya. kemudian mereka mencoba untuk benar-benar menilai secara objektif.Sedangkan biaya perjalanannya. Ia memberikan lukisan itu di tempat parkir Hotel Bel Air. sebelum menikah dengan Big Howard. Maka. "Seumur hidupku aku tidak pernah menginjak hotel itu. Kemungkinan keduanya bekerja sama sudah dibuang jauh-jauh. Memang. Big Howard mengaku. Dari pemeriksaan ulang oleh Deputi Jaksa Wilayah Michael Montagna. Don Randolph mengingatkan." Namun. diambil dari penjualan lukisan yang pertama dicurinya. Mengapa aku harus mencuri lukisan koleksi hanya demi secuil uang? Kalau perlu. aku Roy. Pengadilan selanjutnya menghadirkan Big Howard. Namun. telah menerima uang pengganti asuransi atas kehilangan lukisan itu.

Mereka menyebut kasus di Chicago itu sebagai kejahatan sempurna. Memang demikian kenyataannya Menggali makam suami Polisi dan FBI bak menjadi sasaran bulan-bulanan. bukankah Libby sudah tahu jalur-jalur penjualan barang seni? Akhirnya juri memutuskan. langsung menjadi musuh nomor satu masyarakat. Termasuk meneliti siapa kira-kira yang bakal meraup untung besar jika perusahaan raksasa AS itu mengalami prahara di lantai bursa. setelah polisi sama sekali tak berhasil menemukan jejak misterius tercemarnya Tylenol. untuk apa ia mencuri lukisan kecil yang pertama kali dijual seharga AS $ 6. dari jutaan transaksi yang diperiksa. karena kebetulan obat yang diminumnya kapsul yang asli. tugas tak kalah berat sudah menanti. baik cetak maupun elektronik. juga obat pengurang rasa sakit. tragedi kapsul beracun membuat saham J&J anjlok drastis. Susan dan suaminya. Padahal berbagai upaya mengungkap kasus ini telah dilakukan. (Nonfiksi/Perfect Crimes/Sht ) 23. Herannya.Juga. wanita berumur sekitar 40 tahun yang tengah menanjak kariernya didapati meninggal seusai menenggak dua butir kapsul Excedrin.000 tak terlacak ke mana menguapnya. J&J makin terjepit. Paul Webking. nama obat itu. tak sedikit pun ditemui titik terang. Perusahaan Amerika Serikat itu diajukan ke meja hijau oleh tujuh keluarga. Penemuan pihak berwenang berhenti hanya pada dugaan bahwa sebagian obat asli telah dicampur sianida oleh pengoplos gelap sebelum botol Tylenol "aspal" dijual layaknya obat asli. Tylenol. ia beruntung lolos dari maut. 11 Juni 1986. Paul (45) sudah lama mengidap penyakit radang sendi. Berita mengejutkan datang dari Seattle. biasanya sehabis bangun tidur atau setelah mandi ia menelan dua kapsul Excedrin. Mereka menghujat dan menuntut ganti rugi dari J&J dan anak perusahaannya. memang dikenal sebagai penggemar berat Excedrin. Sementara itu. AS $ 355.000? Apakah untuk latihan agar Roy tahu jalur perdagangan barang seni. Maklum. Pekerjaan rumah yang satu belum selesai. seperti Tylenol. bukan hasil oplosan.. dengan mempertimbangkan berbagai motif. the perfect crime. seperti kata Roy? Rasanya tidak perlu. Susan Snow. masyarakat mulai resah. mewakili tujuh korban tewas dalam tragedi "kapsul beracun". bikinan perusahaan farmasi Bristol Meyers. meliput besar-besaran kemalangan J&J dan kegagalan polisi. Drama pengoplosan mematikan yang tanpa jejak itu makin terasa mengerikan. Untuk mengatasi rasa ngilu di pagi hari. Pagi itu. 173 . setelah media massa. Celakanya. "Nyanyian" Sang Putri Tahun baru 1986 terasa kelam bagi Johnson & Johnson (J&J). Kapsul itu. McNeil Consumer Products Inc. Roy harus menghabiskan 10 bulan dalam kurungan penjara. yang memasarkan obat pengurang rasa nyeri yang terkontaminasi sianida.

Kariernya yang tengah menuju puncak dia baru saja dipromosikan sebagai vice president Puget Sound National Bank tinggal kenangan. ada juga yang menduga peristiwa itu hanya ulah "orang baru". Apakah sang pengoplos Chicago 1982 kembali beraksi? Para penyidik terpecah menjadi dua kelompok dalam menyikapi hal ini. Cerita itu pun sempat menjadi headline dalam rentang waktu cukup lama. Paul Webking mengizinkan tim dokter mencabut alat bantu pernapasan yang berjam-jam menahan kematian istrinya. karyawan bagian pemeliharaan jalan Negara Bagian Washington DC itu meninggal pada 5 Juni 1986. baru saja memeriksa mayat Bruce Nickell yang dimakamkan beberapa pekan sebelumnya. tanpa menganalisis jaringan tubuh Bruce. Namun. Dalam kriminologi ada istilah copycat. Pengelola rumah sakit mengaku. Beberapa hari setelah kematian Susan Snow. Meski segera dilarikan ke rumah sakit. Istri Bruce. meraih botol Excedrin. sehingga mudah ditiru awam. karena curiga jangan-jangan kematian mendadak Bruce berhubungan dengan Excedrin. Susan tak pernah lagi siuman. karena kepalanya pusing tujuh keliling. jika yang ditiru aksi para legenda yang telah tertangkap atau mati seperti Jack The Ripper. Stella Nickell. Anak perempuannya. Hayley (15) yang pertama kali menemukan ibunya terbaring tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. itu kali kedua tim RS King County meneliti jasad Bruce.Nasib berbeda menimpa Susan yang "salah pilih kapsul". Saat itu hasilnya menguatkan analisis tim dokter Harborview Medical Centre yang lebih dulu didatangi Stella: yakni Bruce Nickell meninggal secara wajar akibat pembengkakan paru-paru. beberapa jam setelah kematiannya. Namun. Ada yang menganggap. Sebenarnya." cerita Stella. Keberadaannya bak bayang-bayang yang sulit disentuh para aparat penegak hukum. Lewat pernyataan resmi yang dikeluarkan beberapa saat kemudian. Pada kali pertama. Susan Snow mengembuskan napas terakhir. untuk menyebut orang yang suka meniru kejahatan besar dan aksi para penjahat legendaris. Menurut catatan medisnya. "Dia memang punya kebiasaan minum kapsul itu dua butir saban pagi. Belum ada komentar resmi. Bruce langsung menuju lemari kabinet di dapur. RS King County Medical Examiner menyimpulkan. Para copycat berharap. Sesampai di rumah. Faktanya. motivasi copycat umumnya cuma menginginkan sensasi atau menghidupkan kembali nama besar idolanya. dia pulang ke rumah lebih dini. Perempuan yang disenangi tetangga kanan-kirinya karena selalu tampil enerjik dan opimistis itu menelan dua butir yang telah teracuni. 174 . tim dokter yang datang memeriksa mendapati keberadaan sianida di dalam jaringan tubuh Bruce. penyebab kematian Susan lantaran Excedrin berisi sianida. Siang itu. pembunuhan di Chicago dan Seattle dilakukan oleh maniak yang sama.agar jejak kejahatannya tak tercium sama sekali. Sampai akhirnya. polisi mendapat telepon dari King County Medical Examiner. King County hanya melakukan pemeriksaan lanjutan. Dengan berlinang air mata. baik dari pejabat FBI maupun pimpinan polisi lokal tentang hubungan pengoplos Chicago dengan kasus Seattle. Alasannya. Tepat enam jam setelah kejadian. datang petunjuk lain. detail kejahatan dan modus operandi pengoplos Tylenol secara gamblang dijabarkan di berbagai media massa. mengizinkan makam suaminya digali kembali. aksinya turut dicatat sebagai bagian dari kejahatan berantai itu jika pelaku sejatinya belum tertangkap . lalu menenggak empat butir kapsul sekaligus.

" bilang Stella. Polisi disibukkan dengan banyak-nya orang datang ke markas mereka. Stella sendiri berada di dapur ketika terdengar erangan Bruce. Bruce sudah ambruk. kini giliran Excedrin beracun membunuh dua warga Seattle tak berdosa. Sejak itu kakek satu cucu ini tak pernah lagi melihat dunia. Ia mencoba mendapatkan udara segar dengan berjalan-jalan ke beranda belakang. para peniru akan melakukan kejahatan di lebih banyak kota. produsen Excedrin. Mereka menemukan barang bukti. Dia melihat adanya perkembangan motif dan perbedaan detail antara kasus Chicago dengan Seattle. ke pengadilan. Ditemukannya lima botol yang terkontaminasi itu mendorong Paul Webking mengajukan Bristol-Meyers. Setelah Tylenol memakan tujuh korban di Chicago. Bruce hanya minum dua butir. Meski cuma sakit kepala atau pegal-pegal ringan. mulai melirik kemungkinan adanya copycat dalam kasus peracunan obat di Seattle. mencium tanah. tubuh lelaki berusia 40an tahun itu limbung. Dalam waktu singkat. dengan mengembangkan teknik mengoplos menjadi versi lebih canggih. "Perbedaan itu menunjukkan. Pimpinan FBI William Webster yang semula sempat ragu. seperti dosis yang dianjurkan. Yang sangat dikhawatirkan bos FBI. bukan untuk mengeluh sebagai korban. Bruce?" balas Stella. "Stella?" panggilnya. para pencari sensasi itu malah banyak menceritakan detail yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. "Rasanya." analisis Webster. Maka mereka dapat dengan mudah melihat kelemahan pengakuan para penjahat kacangan yang hanya ingin mendapatkan ketenaran dan sensasi semata. Beruntung polisi punya informasi lebih lengkap berdasarkan hasil penelitian laboratorium. ditemukan lagi dua botol Excedrin gadungan. Tak lama kemudian. Mereka hanya meneruskan laporan reporter teve atau mencontek berita koran. Herannya. Stella Nickell juga segera menghubungi pengacaranya untuk tujuan yang sama. Pasar swalayan tak ketinggalan melakukan sweeping rak obat secara besar-besaran. aku mau pingsan. kasus peracunan obat menjadi masalah nasional. polisi langsung menyisir rumah mobil keluarga Nickell. warga Seattle lebih suka ke dokter ketimbang minum sembarang obat. Lucunya. "Ada yang bisa kubantu. Katanya lagi. tapi justru untuk mengaku sebagai pengoplos kapsul beracun. Hasilnya. Mungkin nyeri kepalanya benar-benar hebat. 175 . Sementara itu RS King County mulai kebanjiran pasien. mengakibatkan hilangnya nyawa orang yang mereka cintai."Biasanya. saat diinterogasi. pengoplos juga mempunyai "penggemar" sendiri. Penggemar copycat Amerika kembali guncang. Pelakunya seperti selebriti yang dinanti banyak orang. media massa berperan besar dalam melahirkan copycat-copycat masa kini. Mereka berencana menuntut Bristol-Meyers karena lalai menjaga keamanan kemasannya. pelakunya berbeda. Informasi itu sebagian tak beredar di kalangan wartawan. Untuk mencegah kepanikan yang lebih luas." sambung Bruce. dua botol Excedrin "aspal". Belum sempat Stella bereaksi.

Dia menikah dengan Bruce Nickell tahun 1976. Mereka mengirim sedikitnya 25 orang agen khusus ke Seattle. Cynthia. Mereka tinggal di rumah mobil milik Bruce. suami Susan. cara mengemas kembali botol-botol itu punya banyak kemiripan. Sepertinya Stella berhasil mengubah Bruce menjadi suami yang 176 . Hasilnya. Jawabannya lugas dan tidak dibuat-buat. tim gabungan itu menyimpulkan. Dia juga tertarik pada fakta. bencana akan melanda sektor farmasi Amerika. Konon. Tak ada jalan lain. berasal dari satu sumber. dua dari lima botol Excderin beracun yang beredar di pasar mangkal di rumah Stella. dia sudah punya suami dan anak. Takdir menyuratkankannya kawin muda. Stella sudah menyimpan dua polis asuransi jiwa suaminya beberapa bulan sebelum kematian Bruce. Stella diselimuti kepapaan. dia meninggalkan suaminya yang tak kunjung berhasil memperbaiki kehidupan ekonomi mereka. Stella menolak diperiksa dengan alat pendeteksi kebohongan. polisi tetap mencari motif alternatif. Sebaliknya. dia dua kali dipenjara lantaran melakukan penipuan. Stella dikenal sebagai cewek yang Cuma punya sedikit teman cowok. juga ikut diperiksa. Di tempat baru. Dia dilahirkan oleh sebuah keluarga miskin di sebuah kota kecil dekat Portland. ibu satu anak itu seperti menemukan semangat hidup baru. kota tetangga Seattle. Namun. Stella kemudian hijrah ke Kalifornia. Baru setelah dibujuk pengacaranya. tahun 1943. Fakta-fakta itu menggiring Evans untuk memberi perhatian lebih pada Stella Nickell.Jika ketakutan itu menjadi kenyataan. Bersama suami dan anak perempuannya. Selain itu. Stella tidak bisa ditahan lantaran memang tak ditemukan cukup fakta sebagai barang bukti. jejak kimia di lima botol yang telah ditemukan. Namun. Stella pindah ke Seattle. Berdasar hasil pemeriksaan forensik. Lelaki yang sebelumnya pemabuk berat ini mulai melupakan minuman keras beberapa tahun setelah menikah. kesabarannya pun mulai menipis melihat kondisi keluarganya yang terus berkekurangan. polisi menyimpulkan jawaban-jawaban yang diberikan Stella masuk kategori "sekadar menggampangkan" alias asal buka mulut. Tahuin 1969 Stella dihukum setelah menyiksa Cynthia yang saat itu berusia sembilan tahun. Paul Webking. ibu dua anak itu tetap menolak diinterogasi. Untuk memperbaiki nasib. Sebagai ibu. nihil! Toh Evans dan sekutunya tetap berusaha meneliti masa lalu Stella. Di sekolah. Meski tak satu pun dapat dimanfaatkan sebagai bukti langsung. Mereka menganalisis jutaan transaksi di lantai bursa. Stella bersedia diperiksa dengan alat pendeteksi kebohongan. Tubuhnya seperti membeku jika berhadapan dengan lawan jenis. Belum lagi dukungan sekitar 80-an personel polisi lokal dan Auburn. hampir sepanjang hidupnya. Paul sepertinya tak menyimpan sedikit pun niat mencelakai istrinya. kepala polisi Auburn. Selepas melahirkan anak perempuan kedua. Sikap yang tidak kooperatif itu sedikit mengundang kecurigaan Jake Evans. Pada usia 16. Saksi mata? Apalagi itu. Oregon. Apa boleh buat. Yang diuntungkan Di sisi lain. Hidup dalam kurungan penjara pun pernah dilakoninya. FBI harus bergerak cepat. Mungkinkah itu hanya kebetulan? Evans juga mencatat. Tahun 1971. tanya jawab yang dicatat alat pendeteksi kebohongan membuktikan. dengan menyelidiki pihak-pihak yang diuntungkan dari hancurnya merek Excedrin dan nama baik Bristol-Meyers.

Lalu di atas tanah itu ia akan membangun rumah permanen. dan ayah tirinya. Bruce kurang beruntung. Cynthia. Berhadiah AS $ 300 ribu Keberuntungan itu rupanya harus "dipancing". Bisa karena "pancingan" jitu Bristol. Stella mulai memikirkan kemungkina hidup tanpa Bruce. Sampai bagian ini. Masa lalu Stella yang suram seperti terhapus dengan sedikit kebahagiaannya di masa kini. bisa juga lantaran nuraninya memang betul-betul terketuk. Ibaratnya. dia yang lakukan itu. kalaupun benar Stella pelaku pembunuhan Bruce dan Sysan. putri tertua Stella. Namun. Bruce bukan suami yang bisa memanjakan Stella dengan uang berlimpah dan berbagai kemewahan. Evans dan sekutunya tak menemukan kejanggalan apa pun. Dia satu-satunya saksi yang dapat "bernyanyi" dengan merdu tentang upaya Stella menyingkirkan Bruce dalam beberapa tahun terakhir. FBI dan polisi Seattle langsung menciduk Stella." ucap Cynthia dengan suara bergetar. Ia pernah menatap mata ibunya. Namun. Beberapa tahun kemudian. Cynthia sendiri mengaku butuh waktu untuk memutuskan memberi kesaksian. Rezeki nomplok itu diandalkannya untuk membeli tanah. Sayangnya. Bahkan menimbang-nimbangkan untuk "mengorbankan" suaminya. Rasanya. "Saya tahu. hari tuanya tengah terancam. jika terus hidup bersama Bruce yang bergaji pas-pasan. tinggal di rumah mobil. seperti ayah kandungnya. sesaat setelah Bruce mengembuskan napas terakhir. bahkan ratusan informan. Stella balik menatap sembari menggelengkan kepala. tidak!" sergah Stella. Bekerja sama dengan jaringan swalayan dan pabrikan obat lainnya. Menurut Cynthia. Januari 1987. Bristol-Meyers yang tengah terjepit menyadari hal itu. saya sulit mengungkapkannya. Siasat itu ternyata mendapat tanggapan positif. Makin besar uang yang dikeluarkan makin besar kesempatan menang. bapak tirinya sebenarnya sudah jauh berubah dan hampir tak pernah lagi mabuk-mabukan. sebagai pencari nafkah. jika memang Cuma itu jalan satu-satunya mendatangkan keuntungan materi melimpah. Ibunya yang pernah gagal dalam perkawinan menyadari. Datang puluhan. "Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Gadis manis berambut merah yang baru saja bercerai dari suaminya itu membawa serta anaknya yang masih bocah. adik perempuannya. Tapi karena dia ibu kandung saya. tak cukup dengan membeli satu nomor undian. dari sekian banyak yang datang. Beberapa tahun terakhir. Yakin dengan keterangan Cynthia. serta membuka bisnis impiannya sejak kecil: pet shop yang khusus menjual ikan hias tropis.bertanggung jawab. Cynthia (saat itu berusia 22 tahun) bergabung dengan Stella. kolaborasi dadakan ini menawarkan hadiah AS $ 300 ribu bagi informan yang dapat memberikan petunjuk penting menuju tertangkapnya sang penyebar sianida. hanya satu yang mampu membuat tim penyidik tersenyum lebar. Gajinya terlalu kecil untuk mengangkat Stella dari kehidupan yang sangat bersahaja. Jawabannya. mendatangi kantor polisi. kalau mau menang lotere. 177 . Namun. FBI dan polisi lokal butuh banyak keberuntungan.

Pada dosis tertentu. Selain beragam pemasukan dari perusahaan asuransi. Namun. Salah satu yang paling menarik perhatian Stella. Masalah lain. Ketika Harborview Medical Centre menyatakan kematian Bruce Nickell sebagai efek sesak napas dan pembengkakan paru-paru. cukup untuk membeli tanah dan berbisnis. Mengapa tak menjadi copycat mengikuti jejak pengoplos Chicago? Kejahatan mereka betul-betul sempurna. masing-masing senilai As $ 20 ribu. Ilmu meramu Stella belum sempurna. Racikan maut itu disajikan pada Bruce. Hebat 'kan? Sayangnya. lalu dimasukkan kembali dalam botol. 178 . tapi sangat kaya. Kalau berhjalan lancar. Namun. Rupanya. mestinya paripurna pula rencana Stella. walau perutnya amat keroncongan. sejak merebaknya kasus Tylenol. membuat Stella membelokkan rencana. Meski tidak mengecap pendidikan formal yang tinggi. bisik hati kecil Stella. sambil menanti perkembangan kasus Johnson & Johnson. Maka dia mulai membuat ramuan. secara teratur dia mengunjungi perpustakaan umum Auburn. Banyak produsen yang menahan atau mengurangi produksinya. Cerita selanjutnya. jika Bruce terbukti meninggal karena kecelakaan. gencarnya pemberitaan perihal tuntutan keluarga korban Tylenol. jauh lebih berdampak mematikan ketimbang tubuh orang normal. seperti yang sudah tercatat dalam cerita Stella kepada paramedia King County. bagaimana mewujudkan impian itu. Bruce malah merasakan tubuhnya sangat bugar. senilai AS $ 31 ribu. Stella lancar membaca dan tahu ke mana harus mencari informasi yang "sesuai". Stella pun kembali menimba ilmu di perpustakaan. Ditambah uang asuransi dari perusahaan tempat Bruce bekerja sekarang. Bruce lebih suka menelan Excedrin. Begitu tersadar. Di kedua polis itu nama Stella tercantum sebagai ahli waris. tak mudah mendapatkan obat pengurang rasa nyeri di pasar swalayan. Bruce Cuma terserang kantuk luar biasa. Racun itu dimasukkan ke dalam kapsul Excedrin yang dibelinya dari toko. Dengan mudah dia bebas dari jeratan pasal-pasal pembunuhan. Konon. dia tak hanya akan jadi kaya raya. Terbukti. daun cemara beracun. Sedikit kokain dan heroin akan menolong Stella menciptakan kematian overdosis. Tahun 1986 duit sebesar itu lumayan banyak. Stella menemukan dua polis asuransi jiwa suaminya. Bruce menenggaknya dan ambruk untuk selamanya. mujur bagi Stella ada pasar swalayan yang menjual Excedrin. Stella kemudian membeli racun tikus yang dosis sianidanya cukup mematikan buat manusia. Dia belajar dari buku. dia tak bisa memanfaatkan gonjang-ganjing Tylenol. banyak zat menjadi sangat berbahaya saat masuk ke tubuh mantan pasien keteragantungan alkohol. Informasi penting didapatnya saat mendampingi Bruce di forum rehabilitasi mantan korban ketergantungan alkohol. penghasilan tambahan bisa didapat dengan menuntut Johnson & Johnson. minimal ia akan mewarisi AS $ 71 ribu. koceknya bisa menggelembung menjadi AS $ 105 ribu. cara membuat racun dari tumbuh-tumbuhan yang banyak terdapat disekitarnya.Niatnya menjanda makin membara setelah beberapa bulan sebelum kematian Bruce. Tumbuhan beracun dicampurnya dengan kacang polong dan bahan makanan lainnya agar tidak mencurigakan. Setelah berkeliling di beberapa toko. obat sejenis saingan Tylenol. hingga tertidur selama belasan jam. Bukan Main! Impian yang kandas Yang menjadi masalah. Beberapa tahun terakhir.

Nonfiksi/Perfect Crimes/Icul 24." makinya dalam hati. yang tinggal hanya beberapa kilometer dari rumah mobil Stella. padahal ia bermaksud keluar kantor untuk makan siang.yang kini beruntung mendapatkan bonus AS $ 30 ribu. Rencana-rencana tadi disusun begitu rapi. Dewi. Dengan bantuan alat pendeteksi kebohongan dan penggeledahan total rumah mobil Stella sekali pun. uang asuransi itu tak boleh hilang begitu saja. Dewi diculik!" kata Aryati. Ada apa. Sama seperti yang dilakukannya pada botol Excedrin milik Bruce. isi kapsul-kapsul penyembuh itu diganti. kian sengsara pula dia. Ma?" sahutnya asal-asalan. "Enggak tahu. Apalagi tak banyak tetangga yang mengenal dengan baik sifat-sifat Stella. Beberapa saat kemudian. Tahap dilaluinya dengan sempurna tanpa mengundang kecurigaan sedikit pun. Setengah hati. sambil menangis. "Hah! Diculik?" teriaknya tak percaya.00 telepon di meja Mandala Baring berdering. Kalau saja tak dikuasai keserakahan yang membabi buta. Terbang pula impiannya mendapatkan uang total AS $ 105 ribu. dan siapa yang menculik?" tanyanya gugup. hakim menganggapnya sebagai pembunuh tak berperikemanusiaan dan mengganjarnya 90 tahun tinggal di hotel prodeo. Polisi akan langsung curiga. sampai sekarang belum ada kabarnya. oh Mama. "Bagai mana ceritanya sampai bisa terjadi. ya. kebejatan wanita keras kepala itu tak akan mudah dibongkar. Stella nyaris menjadi copycat yang sempurna dan nyaris membuat FBI serta polisi putus asa. Makin sering Stella memikirkan uang santunan yang bakal diterimanya. Polisi harus diyakinkan. "Halo. "Tapi 'kan enggak mungkin saya langsung cerita pada mereka bahwa Bruce mati karena sianida. Setelah memperbaiki kemasannya. dari bahan penyembuh menjadi pembunuh. "Tidak. Pa. direktur utama perusahaan importir buah-buahan itu meraih gagang telepon. Stella Nickell tercatat dalam sejarah sebagai warga negara Amerika Serikat pertama yang diadili berdasarkan Undang-Undang Pemalsuan Produk 1983. Uang santunan senilai total AS $ 51 ribu seperti tak berarti apa-apa.Namun keserakahan mengalahkan akal sehat pembunuh berdarah dingin itu. Lengkap dengan kehidupan nyaman di atas tanah sendiri dan toko ikan hias tropis. Di pengadilan. Hanya berkat "pengkhianatan" Cynthia . Sampai kemudian tersiar kabar kematian Susan Snow. sehingga hangus pula uang asuransi kecelakaan. KALAH CERDIK Hari Selasa pukul 13. Dia benar-benar menginginkan dan merasa sangat berhak mendapatkan uang itu. obat aspal diselipkan kembali ke rak pasar swalayan itu. istrinya. polisi berhasil memaksa Stella mengaku. penyebab kematian Bruce adalah Excedrin yang mengandung sianida. dia bergegas membeli beberapa botol Excedrin dan Anacin-3 dari pasar swalayan. "Dewi. rezeki nomplok AS $ 71 ribu bakal dinikmati Stella tanpa alangan berarti." 179 ." geram Stella. Stella "menyesalkan" tim medis Harborview yang gagal menemukan sianida di tubuh suaminya.

Salyono itu saya sendiri. Mandala Baring duduk tertegun di samping istrinya yang terus-menerus menangis. dia akan pulang dengan selamat.00 telepon berdering. Si penjemput menambahkan bahwa sopirnya. saya akan segera memasang telepon paralel dan alat perekamnya. "Ndak. tak sadarkan diri.00. Saya beri Anda waktu 48 jam. Salyono. muncul di rumah Mandala. "Kok dia tahu nama kamu?" "Mungkin tahu dari supir-supir lain. Sesaat kemudian. seperti biasa supirnya. Dengan tangan sedikit gemetar. Menurut istrinya. "Putri Bapak aman di tangan saya. gadis cantik kelas 3 SD itu sampai usai jam sekolah tidak tampak batang hidungnya. Pak. apa maksud Anda?" "Saya akan buktikan bahwa putri Bapak memang bersama kami. Lihat mukanya saja tidak. Setengah jam kemudian tiga orang polisi dipimpin oleh Kapolsek AKP Taufik Abdullah. tunggu telepon dari saya. menjemput Dewi Anggraini di sekolah. "Sudah ada kabar dari si penculik." terdengar suara seorang lakilaki dengan suara serak." sanggah Salyono." Jam sudah menunjuk pukul 15. "Lo. ia berdiri memanggil Salyono yang duduk diam di tangga teras. Selanjutnya. kalau Bapak sudah yakin. Jangan sekali-kali melapor ke polisi kalau ingin putri Anda selamat! Kalau Bapak lapor ke polisi. perwira muda yang energetik. AKP Taufik memberi isyarat agar Mandala mengangkatnya. Dewi dijemput untuk menengoknya di rumah sakit. Dari gurunya Salyono mendapat informasi bahwa sekitar pukul 09. Dewi dijemput seseorang yang mengaku pegawai rumah sakit. "Kamu kenal sama penculik Dewi?" tanya Mandala gusar. Saya tidak bertanggung jawab atas keselamatannya.00. Ia mengatakan. Pak. Pak?" tanya AKP Taufik pelan. tapi tidak ada kabar berita tentang gadis kecil itu." sanggah Salyono. "Belum. pria berusia empat puluhan itu mengangkatnya. sediakan uang tunai seratus lima puluh juta rupiah. Jakarta Utara. "Kalau Bapak mau bekerja sama." "Kerja sama. Salyono. Namun. " Sekitar pukul 17. perjanjian batal. Berapa nomor ponsel Anda? 180 . Ia memutuskan segera melapor ke polisi." "Kalau begitu. Betul 'kan? Nah. Bisa-bisanya ngarang orang itu. Ada tanda lahir di punggung kiri dan tahi lalat di pangkal paha kanan. Jangan khawatir. apalagi kenal.Mandala Baring bergegas pulang ke rumahnya di kawasan Sunter. Mandala makin panik. ibu Dewi mendapat musibah kecelakaan mobil dan kini terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma.

lalu satu lagi bertugas membersihkan rumah. Jangan-jangan Salyono kenal dengan si penculik." ancam si penculik yang lalu menutup telepon setelah diberi tahu nomor ponsel Mandala. "Kok dia tahu di sini ada polisi.. tugasnya memasak dan ke pasar." Telepon langsung ditutup. Meski baru bekerja tiga bulan di Keluarga Mandala. siapa lagi yang tinggal di rumah ini?" tanyanya lagi. si penculik menyebut nama Salyono. halo .00. Oh. telepon kembali berdering. "Itu dulu. Cerai dari istri pertama Tumini. "Maaf. Tumini yang berwajah lugu itu sudah akrab dengan Dewi. WIL (wanita idaman lain)?" tanya Taufik sambil melirik ke istri Mandala. Saya kira. apakah Bapak punya pesaing atau musuh?" "Rasanya." "Sekarang apakah istri pertama Bapak itu sudah menikah lagi? Lalu di mana alamatnya?" 181 . Pak Mandala tadi bercerita kalau guru Dewi menyatakan.. "Salyono sudah hampir tiga tahun bekerja di sini. dia istri kedua. tukang kebun." timpal Aryati. sebagai tukang cuci dan setrika. AKP Taufik gusar. Di zaman krismon begini. Pembantu perempuan kami. "Selain keluarga Bapak. ya. Mandala dan istrinya lemas seketika. pembantu rumah tangga yang sibuk menghidangkan kopi dan makanan kecil. Yang dua lagi sudah lima tahun ikut kami. Sutardi namanya. Tentu saja Mandala menyanggah. Bu.. Istri pertama sudah 'pisah' dua belas tahun lalu. selain Ibu.. Salyono orang pertama yang patut dicurigai. Ketiga polisi itu pun siap kembali dengan tugas masing-masing. Apalagi anak tunggal Tumini sepantaran dengan anak perempuan majikannya itu. tidak ada. ikutan tegang.?" jawab Mandala dengan suara bergetar. Nanti saya hubungi kalau keadaan sudah memungkinkan." jawab Mandala." tegas AKP Taufik sambil mengeluarkan buku catatan untuk mencatat alamat Salyono. Pak. "Sekali lagi maaf. Sekitar pukul 23. apakah Bapak mempunyai . pasti ada yang tidak beres di rumah ini. menyangkut soal ekonomi. saya kira tidak." "Boleh tahu alasannya?" "Dia mandul. Apakah Ibu istri pertama Bapak?" "Bukan. "Ya. atau malah bekerja sama?" desak Taufik.tiga bulan lalu kami ambil dari yayasan. Tumini . sebab di rumah Anda banyak polisi. "Tiga orang pembantu perempuan dan satu pembantu laki-laki. siapa tahu mendadak timbul masalah." "Dalam bisnis.Saya akan menghubungi lewat ponsel agar tidak dikuping orang lain. "Perjanjian kita batal. supir Ibu.

satu lagi surat yang berbunyi. ponsel Mandala berdering." "Mantan pacar Ibu sekarang sudah menikah?" "Dengar-dengar sih belum. "Pak Mandala. AKP Taufik mengatakan. enggak. saya tidak tahu. Aryati yang sejak peristiwa itu kurang tidur selalu berdebar hatinya kalau mendengar bunyi dering telepon. Awas. Mandala meloncat dari tempat tidur. dari empat orang yang kami curigai. Itu tidak sengaja saya dengar. Mandala Baring di sini. sebab kata-kata si penculik belum bisa dipercaya." "Coba lihat di kotak surat. Alasannya. Satu lembar berisi denah suatu lokasi. Sebuah amplop berwarna cokelat dalam kotak surat itu berisi dua lembar kertas. Anda harus mengendarai mobil sendirian. Di utaranya ada jembatan. "Maaf. "Ya. Tapi jangan berikan seluruhnya. Kira-kira seratus meter dari jembatan. Paling-paling berdebat soal anak yang tidak kunjung kami miliki. dua orang patut diduga kuat terlibat kasus ini. apakah Ibu pernah berpacaran dengan seseorang?" Sedikit ragu-ragu Aryati menjawab singkat sambil melirik ke arah suaminya. sebab selama delapan tahun perkawinan. Sebelum bertemu Bapak. pernah. ini pertanyaan pribadi. Di sana ada surat." "Kok 'dengar-dengar'. sekitar pukul 06.00. ada sebuah tong sampah plastik biru. Pukul 23. "Maksud Pak Taufik?" 182 ." Telepon langsung mati."Wah. lari bergegas ke luar." Surat dari penculik Esok harinya ketika Mandala mampir ke kantor polisi. pas keluarga saya datang dari daerah." "Ikuti saja kemauannya. si penculik tahu persis kalau malam itu di rumah Bapak ada polisi. yaitu Salyono dan Tumini." "Ketika Bapak mencerai kannya. Kamis pagi. Pada denah tergambar lapangan pacuan kuda." Polisi memutuskan untuk sementara tidak mengunjungi rumah Mandala walaupun tetap akan diawasi selama 24 jam nonstop. kami jarang bertengkar. sebab tidak pernah berhubungan lagi. sebelum halte bus.00 masukkan uang seratus lima puluh juta rupiah yang dibungkus plastik hitam ke dalam tong sampah itu. apakah Ibu masih berhubungan dengan dia?" "Wah." AKP Taufik mengalihkan pertanyaan kepada Aryati. jangan sampai ada orang lain yang melihat dan curiga. "Dewi akan selamat kembali ke rumah jika tuntutan saya dipenuhi." saran AKP Taufik kepada Mandala yang segera menemuinya. "Ya. apakah ia merasa dendam atau sakit hati? Atau ia menerima saja?" "Sulit dikatakan.

Tong sampah plastik ternyata berada dekat halte bus. "Mana Suwandi?" tanya si pembawa teropong kepada si tukang becak. jangan-jangan si gelandangan tadi orangnya. Untungnya. "Mau ke mana. Rupanya. cukup bagi orang dewasa untuk berjalan dalam posisi jongkok. Hampir tiga jam mereka mengamati keadaan. Seperti di film-film itu lo!" Tepat pukul 22. sebagian dasar tong sampah itu ternyata berlubang. "Maaf. Pak!" Rupanya. "Kalau plastik berisi uang itu saya buang ke tong sampah. Salah satu dari kedua orang yang sedang memancing tadi merasa agak terganggu. mau buang hajat. lalu menuju jembatan sesuai instruksi si penculik. Karena yang ditunggu tak juga muncul. Malam makin gelap. terlihat dua orang sedang memancing di sungai dekat jembatan itu. Langit sedikit cerah dan jalanan tidak macet. Salah seorang pengail mengeluarkan teropong kecil dari saku." "Boleh main.45 Mandala Baring mengendarai mobilnya keluar kompleks perumahannya yang tergolong mewah itu." AKP Taufik geram karena merasa kecolongan. dan jangan lengah. lalu dengan senternya menyorotkan cahaya ke arah orang itu. Selain ada tukang rokok. "Sialan. Setelah diperiksa. para petugas itu lalu mendekati dan memeriksa tong sampah plastik yang penuh dengan sampah kertas itu. Tak berapa lama kedua pemancing itu naik ke seberang jembatan. Dengan tenang Mandala mengendarai mobilnya melewati depan lapangan pacuan kuda. Pak? Bikin takut ikan-ikan saja. Saat berhenti di atas jembatan." "Siap. Pak." bentaknya. asal jangan lupa tugas. "Sedang main catur dengan Bakri. Diameter gorong-gorong itu hampir satu meter. mereka adalah sejumlah petugas polisi yang sedang menyamar. tentu kedua orang itu akan curiga. Sesudah menaruh bungkusan plastik ke tong sampah. hanya tumpukan paling atas dan paling bawah yang uang asli. tampak sesosok gelandangan yang jalannya sedikit pincang perlahan turun ke sungai persis di bawah jembatan. Sepeninggal Mandala dari tempat itu. mengawasi dengan teliti kawasan di sekitar tong sampah dekat halte. kedua pedagang itu tidak memperhatikan. bungkusan plastik hitam berisi uang itu sudah raib. Permisi. tetapi belum ada orang yang datang mendekati tong sampah atau orang yang patut dicurigai. menemui dan bercakap-cakap dengan seorang tukang becak. tembus ke gorong-gorong air yang langsung menuju ke sungai di bawah jembatan."Selipkan saja dengan potongan kertas HVS. sebab mereka tengah asyik memainkan bidak-bidak catur. di sana ada gerobak roti dengan lilin menyala terang. "Sial!" pikir Mandala." jawab orang itu. Mandala pulang menunggu reaksi penculik dengan rasa waswas." Perlahan-lahan mobil Mandala meluncur ke arah halte. 183 .

Namun. pemilik warung nasi di dekat kantor majikannya.. pada pipi kanan gadis itu. Terus. tapi 'perawat'. Itu karena ia punya kesempatan untuk berhubungan dengan orang lain. 'perawan agak lewat'." "Berarti. Pak Salyono. "Bagaimana dengan Salyono?" "Ia tinggal di Prumpung. "Saya dengar dari beberapa rekan Anda di Kantor Pak Mandala Baring. 184 . sebagai tanda jadi.. dari mana mendapatkannya? Kalau begitu. ia tetap perlu diawasi." perintah AKP Taufik. lihatlah foto kiriman saya .. Aryati serta merta pingsan. "Maksud saya. bikinkan surat perintah pemanggilan untuk Salyono sebagai saksi. karena akibatnya . tangannya terikat ke belakang. Keluarga Baring makin panik. Uang yang Anda sampaikan ternyata kurang dari Rp 10 juta.. Tampangnya memang lumayan. "Apa perempuan itu masih lajang?" "Lajang. kok 'perawat'?" tanya AKP Taufik. Anaknya empat orang. yang mengejutkan. Pulangnya selalu naik ojek. Brigpoltu Ayu Mawarni melaporkan." AKP Taufik memberi salam. Kali ini disertai selembar foto polaroid. jangan bercanda. seperti bekas sayatan pisau. apa lagi?" "Partinah mengaku. Dalam beberapa hari selanjutnya tidak ada informasi apa pun dari si penculik. selebihnya hanya potongan kertas tak berguna. setiap dua hari sekali Tumini belanja ke pasar. pemilik warung nasi." jawab Bharatu Suwandi. Pakaiannya rapi. benarkah?" Dengan malu-malu Salyono mengiyakan..Mau menikah lagi Masih belum ada perkembangan baru sampai di suatu Sabtu pagi Mandala Baring kembali menerima surat dari si penculik. "Selamat pagi. "Sepertinya. terlihat goresan luka yang meneteskan darah. Sekali lagi. Esok paginya Salyono memenuhi panggilan polisi. ia diberi kalung emas 15 gram. jangan main-main. Pak Salyono hendak menikah lagi dengan Partinah." Di foto itu tampak Dewi Anggraini hanya mengenakan kaus singlet. Anda mau bermain-main. Salyono banyak uang dong. "Hus." tutur Brigpoltu Ayu." "Katanya tukang nasi. Polisi mencoba bertindak cepat dengan melakukan penyelidikan terhadap Salyono dan Tumini. Menyaksikan foto itu. Tapi sepertinya ia 'ada main' dengan Partinah. "Meski tukang ojeknya selalu berganti-ganti. Boleh saja." jawab Bharatu Suwandi sambil tersenyum.

"Masalahnya, istri saya sakit-sakitan, Pak. Katanya, gejala sakit kuning. Enggak boleh kerja berat, enggak boleh capek. Kalau begitu, saya kebagian apa?" katanya sambil tersenyum penuh arti. "Sudah dapat izin dari istri?" "Belum sih, Pak. Tapi saya pernah menyinggung persoalan ini. Kayaknya, dia bisa maklum," jawabnya. "Mengurus dua keluarga itu berat lo, Pak, terutama soal keuangannya." "Partinah 'kan punya warung, saya tinggal tambahi sedikit modal, beres." "Berarti, Pak Salyono banyak duit dong," pancing AKP Taufik. "Banyak sih tidak, Pak, tapi ada sedikit. Pembagian warisan dari kampung. Sawah orang tua kami kena proyek jalan tol. Nah, uang ganti rugi itu dibagi dengan adik saya." "Omong-omong, selain Tumini, siapa lagi pembantu rumah tangga Pak Baring?" "Ada Bu Sumiati, tukang cuci, dan Bu Piyah, tukang bersih-bersih rumah. Maaf, Pak, di sini boleh ngerokok?" "Oh, silakan," jawab Taufik spontan. Dari sakunya Salyono mengeluarkan sebungkus rokok kretek, lalu sebotol kecil minyak angin. Salyono punya kebiasaan, sebelum disulut dan diisap, ia melumuri batang rokoknya dengan minyak angin. "Memang enak, rokok diolesi minyak angin?" "Kalau sudah biasa, enak, Pak. Kretek rasa mentol," sahutnya. Pembantu baru misterius Seminggu kemudian rumah Keluarga Mandala kedatangan seorang perempuan muda berambut pendek. Ia turun dari bajaj, menjinjing kopor. Tumini yang kebetulan mau berangkat ke pasar membukakan pintu pagar untuknya. "Maaf, Mbak. Apa betul ini rumah Pak Mandala Baring?" "Betul, Adik siapa?" "Saya keponakan Bi Piyah, dari Tasikmalaya." "Oh, yang mau menggantikan Bi Piyah? Iya, kemarin Bi Piyah bilang, mau pulang kampung beberapa hari, ada urusan penting." Gadis hitam manis bernama Sugiarti itu mengangguk. Sugiarti tinggal di kamar yang bersebelahan dengan kamar Tumini dan hanya dibatasi tembok berventilasi. Di malam hari Sugiarti lebih suka ngendon di kamar mendengarkan radio. Sudah hampir 10 hari Sugiarti bekerja di rumah Mandala Baring.

185

Bila hari sudah malam, Sugiarti sering mendengar Tumini seperti berbicara dengan seseorang. Ia juga sering memergoki Tumini sendirian di taman belakang malammalam. Sugiarti tidak tahu apa yang dilakukan teman kerjanya itu. Suatu sore selagi masih di kantor, ponsel Mandala Baring kembali berdering. "Halo, ya. Bagaimana? Saya harus antarkan ke mana?" jawab Mandala gugup. "Malam ini pukul 23.00 Anda mengendarai mobil sendirian. Siapkan uang, jangan lupa bawa ponsel. Saya akan beri petunjuk selanjutnya nanti malam. Ingat, jangan melapor pada aparat," ujar suara dari seberang. "Ya, ya. Tapi, bagaimana dengan anak saya?" "Jangan khawatir, dia aman bersama saya," jawabnya singkat sebelum mematikan telepon. Tanpa buang waktu, Baring menyiapkan uang yang diperlukan. Malam itu Sugiarti dipanggil Bu Aryati. Cukup lama ia berada di rumah induk. Ketika mau kembali ke kamarnya, ia dicegat Tumini. "Kok lama amat? Disuruh apa sama Nyonya?" "Bantu ngitung duit, sekalian memasukkan ke kopor." "Banyak duitnya?" "Banyak sekali, ratusan ribu semua. Saya sampai bingung ngeliatnya." "Untuk apa malam-malam begini nyiapin duit segitu banyak?" "Enggak tahu. Katanya, malam ini Tuan ada urusan." Menjelang pukul 23.00, Tumini membukakan pintu gerbang. Mandala Baring memasukkan kopor ke dalam mobil mewahnya. Ia tampak terburu-buru. Di perjalanan Mandala tampak seperti orang linglung, karena tidak tahu arah yang harus dituju. Beberapa saat kemudian, ponselnya berdering. "Anda terus saja ke lokasi yang dulu, dekat lapangan pacuan kuda. Dulu Anda ke kiri ke arah jembatan, sekarang ke kanan ke arah kuburan. Lewati terus gerbang kuburan, sampai Anda menemukan telepon umum. Berhenti di situ, turun dari mobil, tapi mesin mobil jangan di-matikan. Tinggalkan uang di jok depan. Saya akan memberi petunjuk selanjutnya." Perlahan Mandala mengemudikan mobilnya. Di sepanjang jalan tampak deretan warung remang-remang. Di dekat telepon umum di bawah pohon mangga, seperti yang dimaksud si penculik, ponselnya kembali berdering. "Seperti perintah saya sebelumnya, tinggalkan uang di jok depan. Mesin mobil harus tetap menyala. Anda bisa mengambil putri Anda di depan gerbang makam." Mandala sempat terkesima, keningnya berkerut. Nada suara orang yang meneleponnya sejak tadi sore terdengar berbeda dengan yang sudah-sudah. Suaranya dibuat-buat, seperti takut dikenali.
186

Makam itu sangat gelap. Tak tampak sebentuk sosok manusia pun di sana. Ketika ia tengah menajam-najamkan penglihatannya, tiba-tiba terdengar bunyi derum mobil. Terlambat, seseorang telah melarikan mobilnya, dan uang tebusan sebesar Rp 150 juta. Salah perhitungan Sekitar pukul 04.00 Tumini tampak berjingkat-jingkat ke luar dari kamarnya membawa tas besar. Saat ia keluar pintu gerbang, sebuah taksi kebetulan melintas. Taksi dengan penumpang Tumini kemudian meluncur ke arah Cililitan, lalu terus ke selatan. Sesudah melewati perempatan Kampung Rambutan, mobil itu berbelok ke kiri. Sekitar 100 m dari mulut gang, taksi berhenti di depan sebuah rumah papan bertingkat. Tumini segera masuk dengan kunci cadangan. Tanpa disangka, setengah jam kemudian, polisi sudah mengepung tempat itu. Setelah memberikan peringatan, polisi langsung mendobrak tempat itu. Di sebuah kamar di lantai atas, polisi mendapatkan Dewi Anggraini meringkuk di pojokan. Di depannya berdiri tegap Tumini. Di tangannya tergenggam sebuah cutter berlumuran darah. "Sudah sering saya bilang. Kamu boleh memeras, tapi jangan menyakiti sandera. Eh, kamu malah berniat mencabuli bocah ingusan seumur anakku," katanya beringas pada lelaki setengah mabuk, yang merintih di pojok lain ruangan itu. Bagian pinggul lelaki yang hanya bercelana dalam itu terluka memanjang bekas sabetan cutter Tumini. Dalam pemeriksaan diketahui, Tumini dan Sumarlan ternyata komplotan penjahat. Mereka pernah beroperasi di daerah Jakarta Barat. Ketika kedua majikan Tumini bekerja, ia leluasa menguras harta majikannya. Saat itu Tumini baru setengah bulan bekerja. Ia kabur membawa hasil jarahannya dengan mobil sewaan yang dikemudikan Sumarlan. Setelah itu dua kali mereka melakukan kejahatan serupa di sebuah perumahan mewah di Jakarta Selatan. Namun, mereka tampaknya salah perhitungan ketika bekerja di rumah Keluarga Mandala. Keluarga itu ternyata memiliki banyak pembantu rumah tangga sehingga kesempatan untuk merampok menjadi sulit. Memeras majikan dengan menculik anaknya adalah gagasan alternatif Tumini. Dengan harapan hasilnya akan lebih besar, meski risikonya juga tidak kecil. Tumini, janda beranak satu, dan Sumarlan perjaka pengangguran berniat menikah dan membuka warung di kampung. Untuk itu, mereka perlu modal. Malam itu, begitu tahu kalau Mandala sudah mengirimkan uang tebusan, buru-buru Tumini ke rumah kontrakan Sumarlan. Ia khawatir Sumarlan kabur dan menipu dirinya. Tumini belum percaya sepenuhnya pada kekasihnya itu. Ketika sampai, didapatinya Sumarlan tengah mabuk, bahkan hendak berbuat tidak senonoh pada Dewi. Nalurinya sebagai ibu bangkit, ia teringat pada anak tunggalnya di kampung. Cutter yang selalu ada di kantung bajunya pun ikut bicara. "Di foto polaroid pipi Dewi tampak terluka, tapi ini kok tidak ada bekasnya?" tanya AKP Taufik pada Sumarlan yang terbaring kesakitan. "Saya dulu pernah membantu bagian tata rias dan efek khusus sebuah produksi film laga."

187

Tanpa dia sadari. saya tidak menerimanya. Di dekatnya. Pak?" tanya Sumarlan kaget. Tumini melihat masih ada polisi yang sering datang ke rumah majikannya. "Pak Mandala. terdapat botol minyak 188 . pagi-pagi Tumini pergi ke rumah Sumarlan. orang luar yang tahu hanya sekretaris saya. agak terlindung karpet. Tumini tidak percaya. karena sudah lama ikut saya. dia juga tahu. Di lantai jok pengemudi tampak puntung rokok kretek yang masih panjang. Sugiarti diam-diam memasang wireless FM. "Lalu." katanya kepada AKP Taufik. karena ia mabuk. Tumini segera menelepon Sumarlan dan memarahinya karena merasa belum memberi tanda aman. kok Sumarlan sudah meminta uang tebusan itu. Dewi masih tampak lelah di pelukan ibunya." "Bagaimana dengan Salyono. setiap malam Tumini berkomunikasi dengan Sumarlan menggunakan ponsel." jawabnya serius. campuran madu dan zat pewarna. Saya harus menunggu perintah dari Tumini. Ketika Mandala mengantar uang tebusan. tas berisi uang itu pun raib. yang duduk di samping Sumarlan. Mikrofon itu dihubungkan dengan gelombang FM radio. Ia sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri. "Yang semalam diantar sendiri oleh Pak Mandala!" "Kalau uang yang kurang dari sepuluh juta itu memang saya yang ambil. terkejut ketika seorang polisi wanita memasuki ruangan. Tapi kalau yang semalam. supir Anda?" "Oh. Pengakuan Sumarlan dibenarkan oleh Tumini. Karena takut dibohongi. Puntung itu gepeng." "Supaya Pak Mandala syok dan cepat mengirimkan uang tebusannya? Begitu?" Sumarlan mengangguk pelan. Dari bukti itu diketahui. Rupanya." Dari anak buahnya AKP Taufik mendapat kabar bahwa mobil Mandala Baring ditemukan di pinggir jalan dekat TMII. dan direkam. betul. sepertinya diinjak untuk mematikan apinya. jawaban Sumarlan kacau. lukanya cuma tipuan? Kamu buat dari apa?" "Dari sejenis lateks yang dilumuri 'darah'. "Uang? Uang apa. Rombongan polisi segera mendatangi tempat itu. mana uang seratus lima puluh juta itu?" tanya AKP Taufik setelah menerima laporan. Pagi itu juga AKP Taufik Abdullah meluncur ke rumah Mandala Baring. selain Ibu. Tidak pulang kampung. Tumini. di lubang angin yang menghubungkan kamarnya dengan kamar Tumini. Sejak sore saya hanya minum-minum. ia naik taksi yang dikemudikan Bharatu Suwandi yang mendapat informasi dari Sugiarti. di rumah kontrakan Sumarlan tidak ditemukan uang sebesar itu. Celakanya. siapa saja yang tahu nomor ponsel Anda?" "Yang ini khusus untuk keluarga."Jadi. bukti rekamannya. Mobil itu kosong. Bi Piyah hanya dititipkan pada salah satu keluarga Polisi. "Ini Komandan. Polwan itu ternyata Sugiarti. Ia menggamit tangan Bi Piyah. mikrofon yang sangat peka.

rokok itu harus diolesi minyak angin sebelum diisap.angin yang kosong. Salyono memang cerdik. Dengan berat hati Salyono menyerahkan tas gendongnya. "Pulang kampung. "Mau ke mana." perintah AKP Taufik kepada anak buahnya. Di dalamnya terdapat setumpuk uang. ngobati istri. AKP Taufik menduga. Karena minyak anginnya habis. si pengemudi siap merokok. Kamu ke rumah Salyono. "Boleh lihat isi tasnya?" sela seorang polisi di sebelahnya. kamu ke terminal bus. Sakit sejak dulu enggak sembuh-sembuh. di Jakarta) 189 . Pak Salyono? Kok sendirian?" sapa AKP Taufik setelah memergoki Salyono di sebuah terminal bus antarkota antarprovinsi di Jakarta Timur. Ia pandai memanfaatkan kesempatan meski tidak punya sangkut paut dengan komplotan Tumini dan Sumarlan. Tidak tercium bau apa pun kecuali aroma tembakau. "Sekarang bagi tugas. rokok yang terlanjur disulut itu dimatikannya dengan diinjak. (Fiksi/Riady B. Puntung itu diambil lalu dicium AKP Taufik. jumlah dan nomor serinya sama persis dengan uang yang dibawa Mandala Baring semalam." jawabnya agak grogi. Sarosa. Seperti kebiasaannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.