Cerita Kriminal

www.intisari-online.com

Daftar Isi

01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24.

Stag Night Membawa Petaka Terkecoh Piringan Hitam Ada Perempuan Simpanan Jejak Porsche Yang Mengecoh Jebakan Buat Pangeran Hitam Horor Di Mount Vernon Direkrut Jadi Mitra Pembunuh Tergiur Simpanan Janda Tua Korban Ke-13 Cincin Berlian Memecah Kebuntuan Masa Lalu Terekam Di Kuku Surat Balasan Salah Alamat Beda Nasib Sejak Bayi Terlacak Dari Situs Internet Dikenali Dari Suaranya Rahasianya Di Balik Celana Kekasihnya Tewas Di Jalanan Gara-Gara Patah hati Saku Mantel Itu Menggelembung Di Balik Dinding Kampus Termakan Gosip Lukisan Cat Minyak Tanpa Tekstur ‘Nyanyian’ Sang Puteri Kalah Cerdik

2

01.

STAG NIGHT MEMBAWA PETAKA

Cheryl Miller memang belum menjadi selebriti. Namun, siapa pun yang pernah bertemu, apalagi mengenal gadis ini dengan baik, pasti setuju kalau dia memiliki pesona yang tidak dimiliki gadis muda berusia 21 tahun lainnya. Selain punya wajah cantik dan tubuh menarik, Cheryl - yang bekerja paruh waktu di sebuah toko roti di Saginaw, Michigan, Amerika Serikat - juga dikenal sebagai gadis yang cerdas dan mandiri. Donna Duquette - bibinya - masih ingat betapa keponakannya itu sangat perhatian kepada orang lain. "Jiwa sosialnya tinggi, terutama kepada keluarga dan kawankawan dekatnya," ungkap Donna. Tak aneh kalau Donna kemudian berkesimpulan, "Untuk gadis seumur dia, Cheryl benar-benar sosok yang luar biasa dan sempurna." Donna lantas bercerita, betapa keponakannya itu lebih memilih tinggal di sebuah apartemen, bersama seorang temannya, teman wanita tentu. Keputusan pindah itu tak diherani Donna. "Sejak usia belasan tahun, Cheryl sudah terbiasa melakukan banyak hal sendirian," tegas sang bibi lagi. Kalaupun butuh kawan, yang paling sering menemani dia hanyalah sepeda motor kesayangannya. Sepeda motor itu dibeli dari hasil tabungannya sendiri. Di kalangan teman-temannya, Cheryl pun sangat populer dan supel. Tak heran, dia gampang sekali menarik perhatian lawan jenis. Namun teman-temannya tak ingat, sudah berapa banyak cowok yang pernah menjadi teman kencan Cheryl. "Kami tak pernah mau ikut campur terlalu jauh pada urusan pribadinya. Cheryl terlalu baik untuk dibuat marah atau tersinggung," sahut seorang teman kerjanya. Pendek kata, Cheryl Miller bak mutiara yang sinarnya sangat terang dan diperkirakan bakal makin benderang di masa yang akan datang. "Bukan tidak mungkin, dengan karakter dan semua bakat yang dimilikinya, kelak dia akan menjadi seorang bintang. Seorang selebriti," Donna kembali angkat bicara. Namun, manusia memang hanya bisa memohon, karena pada akhirnya, Tuhan jua yang menentukan. Doa dan harapan mereka terhadap Cheryl tak pernah kesampaian. Bukan Tuhan tak mau mendengarkan, tapi Dia tampaknya punya rencana lain untuk sang "calon bintang". Rencana yang tak pernah diketahui manusia. Menuju jalan buntu Sabtu pagi itu, awal tahun 1970-an, di tengah cuaca gerimis, Cheryl Miller ditemukan kawan seapartemennya dalam keadaan tergeletak tak berdaya di tempat tidur, di apartemen mereka di Saginaw. Luka terbuka, meski tidak menganga, juga ditemukan di tubuhnya. Komentar-komentar terkejut terdengar dari kawan, tetangga, terlebih keluarga. Bersamaan dengan itu, suasana sedih dan duka menyergap seketika. Terutama, setelah muncul kepastian dari kepolisian dan rumah sakit bahwa nyawa Cheryl tak bisa diselamatkan. Sang "calon bintang" telah meninggalkan alam fana untuk selamanya. Kepergian yang terlalu pagi sebenarnya. Setelah itu, duka berubah menjadi luka, karena cara Cheryl tewas sungguh sangat mengenaskan. Hasil autopsi menyimpulkan, gadis manis itu mengalami kekerasan seksual. "Tampaknya, ia diperkosa, kemudian dicekik. Atau sebaliknya, dicekik dulu

3

"Apakah polisi mempunyai calon tersangka lain. Detektif Tom Reeder yang mendampingi Ron. seraya menambahkan. benar-benar kaget. menyusunnya menjadi semacam puzzle yang harus dipecahkan. polisi kemudian mengarahkan penyelidikannya pada Abbass Esfehani. Mereka bilang. Police line pun dipasang bersamaan dengan kesibukan polisi mengamankan barang bukti. selain teman dekat korban?" "Kemungkinan itu juga sedang kami selidiki. Mereka berhasil menemukan sidik jari Abbass di dinding yang mengarah pada kamar tempat 4 . "Beberapa hari sebelum kejadian. bagaimana reaksi orangtua Cheryl saat itu.baru diperkosa. karena tak ada barang-barang milik korban yang hilang. Ron sengaja merahasiakan nama Abbass.30 . saat itu Abbass masih dalam status pacaran dengan korban. sehingga hubungan mereka kabarnya agak merenggang. Ini bukan perampokan. apalagi melanjutkan hubungan dengan pacarnya itu. Meski belakangan. Keluarga. Ron dan Tom memang langsung mengumpulkan data dan fakta. teman-teman korban. ikut menganggukkan kepala. Tapi Cheryl sempat berkata." jawab Ron dan Tom tanpa dikomando. tetangga. seorang pemuda asal Iran yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar. untuk mendukung azas praduga tak bersalah. yang pertama kali kita selidiki biasanya adalah orang-orang yang mengenal dan dikenal korban. "Itu salah satu kemungkinan skenario yang perlu didalami. "Tidak secara spesifik. orangtua korban sempat berbicara dengan anaknya." "Sang pacar marah. Berdasarkan masukan-masukan itu." Ya. Kita belum bisa memastikan. Cheryl tak ingin lagi bertemu. Ron dan Tom mulai menanyai sejumlah saksi. "Saya tak bisa membayangkan. Setelah mengamati kondisi mayat dan TKP. Apalagi motif terbunuhnya Cheryl jelas karena sesuatu yang sifatnya pribadi.06. Mereka pasti sangat menderita. semua disambangi. dia agak khawatir pada sikap temperamental Abbass. Tak lama setelah itu. Cheryl diperkirakan meninggal antara pukul 05. ketidakcocokan mulai muncul." tambah Donna." balas Ron.00. Saat ini. mereka semua tidak percayaan. lalu membunuh Cheryl?" tanya wartawan." tukas seorang anggota tim forensik. Seperti Donna. "Mana mungkin ada orang yang tega berbuat begitu sadis pada gadis sebaik dan secantik Cheryl?" tegas mereka. kami sedang menyelidiki kemungkinan keterlibatan teman dekat korban." detektif Ron Herzberg memberikan keterangan kepada wartawan. "Pada kasus pembunuhan seperti ini. Detektif Ron Herzberg dan detektif Tom Reeder yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) tak lama setelah ditelepon. "Saya sangat kaget. Ron dan Tom mendengar selentingan kabar dari teman-teman Cheryl. langsung menyisir lokasi. Seperti ada orang yang baru saja menembakkan peluru karet ke perut ini. dalam irama yang sama. "Orangtua Cheryl tahu apa penyebab retaknya hubungan mereka?" cecar wartawan." Donna bercerita sembari memegang perut.

Mereka melakukan check and recheck terhadap orangorang yang pernah diwawancarai. Berbagai kemungkinan dan skenario pun coba dipikirkan. Selain Abbass. polisi akhirnya menghentikan (sementara) perburuan terhadap Abbass Esfehani." jelas Ron. Abbass sendiri sejak kejadian itu tak pernah lagi berkunjung ke Amerika Serikat. apakah ada orang lain di luar Abbass yang pantas dimasukkan dalam daftar tersangka. Sayangnya. untuk mengirim sampel rambut Abbass ke Amerika. "Kami tak bisa melakukan apa-apa. Abbass menjual mobilnya. karena ketiadaan bukti. polisi masih terus memburu pemerkosa dan pembunuh Cheryl Miller. lalu terbang ke negara asalnya. pihak berwajib tak pernah memiliki kesempatan menginterogasi Abbass. "Kami tak punya bukti untuk menahan dia. sampel rambut yang dikirim Kepolisian Iran itu ternyata sama sekali tidak cocok dengan contoh rambut yang ditemukan di tubuh korban. saat sampel diambil dari Abbass. tanpa barang bukti. Calon tersangka itu tampaknya menyadari kerepotan yang bakal dihadapinya. lima bulan setelah ditemukannya mayat Cheryl. Polisi juga menemukan beberapa helai rambut di tubuh sang gadis. Polisi berusaha keras. minta agar Abbass ditahan. yang bisa dilakukan polisi Iran hanyalah "menginterogasi" Abbass dalam hitungan jam. karena memang tak ikut menyaksikan. Tanpa membuang waktu. Sebagian barang-barangnya bahkan ditinggalkan begitu saja di Saginaw. Hanya selang beberapa hari sejak tewasnya Cheryl. yang tertinggal di bekas kediamannya di Saginaw. tampaknya mengarah ke sebuah jalan. upaya menemukan siapa pembunuh dan pemerkosa Cheryl. Alhasil. keluarga dan teman-teman Cheryl mulai merasa.mayat Cheryl ditemukan. mereka segera menghubungi rekan sejawatnya di Iran. Bahkan sampel itu juga tak cocok dengan rambut yang ditemukan di sisir milik Abbass. Dalam kurun waktu dua tahun itu pula. atau mengarah pada ditemukannya pembunuh Cheryl. Herannya. polisi sempat menawarkan hadiah uang buat mereka yang dapat memberikan petunjuk penting. Alverez yang pernah menumpang beberapa waktu di apartemen itu dicurigai mempunyai kaitan 5 . atau malah hebatnya. Mereka tak mau kehilangan buruannya begitu saja. Polisi betul-betul dibikin bingung. jika terus bertahan di Amerika Serikat. Mereka berhasil menjaring keterangan dari sekitar 150 orang saksi. yang warna hitamnya mirip dengan rambut di sisir milik Abbass. Namun. Polisi tentu kebakaran jenggot. Tapi kami akan memenuhi permintaan Anda. Kumpulan barang bukti itu makin menguatkan kecurigaan aparat kepolisian pada pemuda asal seberang lautan itu. Dari situlah daftar tersangka baru kasus pembunuhan dan pemerkosaan Cheryl dibuat. sekaligus frustrasi. setelah diteliti. bernama jalan buntu! Alibi tak terbantah Dua tahun setelah mentok di jalan buntu." Ron menirukan keterangan dan janji yang didengarnya dari koleganya di seberang lautan. dua nama lain yang masuk dalam daftar tersangka adalah Antonio Alverez (sepupu teman seapartemen Cheryl) dan Gabriel Ferris. Saat itu. karena dugaan terlibat dalam kasus pembunuhan dan pemerkosaan. Polisi juga mencari dan memintai keterangan saksi-saksi baru.

"Mudah-mudahan. Kini. Termasuk kedua orangtua Cheryl. untuk kedua kalinya. "Melihat betapa gugupnya dia ketika berbicara tentang Cheryl. bahkan paling minim jika dibandingkan dengan dua tersangka lainnya. bahkan sudah ada yang meninggal dunia. Dengan kata lain.dengan kematian Cheryl. dia mengakui pernah menjadi pacar dan berhubungan seksual dengan Cheryl Miller. polisi dengan hanya mengandalkan teknologi yang dimiliki saat itu belum dapat memastikan. tetapi dia kerap berurusan dengan polisi. bukti fisik terhadap Alvarez sangat minim. perlahan tapi pasti. yang satu ini agak unik. Namun. yang meninggal dengan membawa serta semua kedukaannya ke alam baka. pihak kepolisian Saginaw bertekad mengadakan penyelidikan ulang atas kasus berumur puluhan tahun ini. Ferris menghabiskan malam pertama bulan madu. seperti berkali-kali diceritakannya pada polisi. Saat terjadinya pembunuhan. Namun. sejauh mana tingkat kesamaan antara sampel rambut Alverez dengan rambut yang ditemukan di tubuh Cheryl. karena orang-orang yang dulu segar bugar. dengan ditemukannya bukti-bukti baru yang mengarah pada tertangkapnya tersangka. orang yang sedang berbulan madu menyempatkan diri memperkosa dan membunuh bekas pacarnya? Secara logika. Apakah masuk akal. Ferris sedang berada sekitar 65 mil dari Saginaw. lantaran terlibat peredaran obat-obat terlarang. Beberapa detektif . Saat kabar pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl menyeruak. Sedangkan mereka yang 20 tahun lalu sudah menjadi orangtua atau berusia setengah baya. mestinya tidak.bergerak mendatangi saksi-saksi yang dulu pernah dimintai keterangan." sergah Tom Reeder. Jadi. status Ferris adalah pengantin baru yang sedang menghabiskan malam pertama bulan madunya di sebuah tempat peristirahatan di luar Saginaw. Jelas tak gampang. bersama istri yang baru saja dinikahinya. Detektif Reeder pernah beberapa kali berjumpa Ferris. Bagaimana dengan Gabriel Ferris? Nah. arwah Cheryl dan orangtuanya bisa beristirahat dengan lebih tenang. insting saya bilang. Di sana. polisi mengarah ke jalan yang sama. jalan buntu. bahkan sempat masuk hotel prodeo.yang saat peristiwa pembunuhan Cheryl terjadi masih remaja . inilah pembunuh Cheryl yang sesungguhnya. Ferris justru satu-satunya calon tersangka yang memiliki alibi paling sulit dibantah. Ferris menjadi calon tersangka paling sempurna di antara tiga calon tersangka dalam daftar polisi." bilang Dona. persisnya di sebuah cottage di kawasan wisata Lake Huron. Polisi juga menemukan sidik jari Ferris di meja rias dekat tubuh Cheryl ditemukan. Ferris memang tidak meninggalkan jejak rambut di tubuh korban. menjadi "berkah" tersendiri. Masalahnya. kini banyak yang sudah berusia setengah baya dan sakit-sakitan. Hubungan intim terakhir yang mereka lakukan konon hanya sekitar sepekan sebelum pembunuhan. Ferris sendiri sebenarnya berasal dari keluarga cukup berada. menyusul ditemukannya kemiripan antara sampel rambut Alverez dengan rambut hitam yang ditemukan di tubuh korban. Polisi bahkan "tersesat" di jalan buntu itu selama hampir 20 tahun! Saksi tua renta Makanya. Akhirnya. arsip kasus Cheryl Miller dimasukkan ke dalam peti. ketika arsip kasus Cheryl Miller akhirnya dibuka kembali pada 1994. Kasihan mereka. Ketika itu. 6 .

tapi tentang si pemilik alibi terkuat. Ketika sedang mencari angin segar di luar. sehingga bulan madu hari pertama yang selama ini menjadi alibi tak tergoyahkan. Cheryl hanyalah satu dari lima perempuan yang pernah ditidurinya dalam kurun waktu yang hampir bersamaan. Karena kaget. honey?" Ferris tak langsung menjawab. "Setelah melakukan hubungan intim. untuk menjebloskannya ke dalam bui. karena aku sendiri langsung tertidur. Bukan tentang Abbass Esfehani atau Antonio Alvarez. dia sudah kembali ke cottage. apa yang terjadi. Polisi menyebut kebiasaan buruk Ferris yang tak bisa "menjaga mulut" sebagai salah satu faktor yang meringankan pekerjaan mereka. akhirnya tidak lagi menjadi bagian yang hilang (missing link) yang mengganggu penyelidikan polisi. jika ditambah "temuan lama".saat ia dipenjara karena masalah narkoba . baik dalam keadaan sadar maupun mengigau. lantaran letaknya hanya beberapa inci dari posisi kepala korban saat ditemukan. Terri Igaz. Ferris yang selama 20 tahun berlindung pada alibi bulan madunya itu kini harus menghadapi kesaksian demi kesaksian yang perlahan-lahan membungkam "senjata" yang selama ini meloloskannya dari cengkeraman aparat penegak hukum. ini darah kelinci. Seorang mantan napi lainnya. sebelum Matahari terbit. dua tahun setelah kematian Cheryl." demikian ucapan yang sering didengar sang mantan pacar sepanjang perjalanan.bekas pacar Ferris .pun mengaku Ferris sering sekali berbicara tentang pembunuhan itu. Begitu mematikannya "nyanyian" Terri. Ferris kerap berperilaku dan berbicara aneh tentang pembunuhan yang menimpa mantan kekasihnya itu. masih banyak saksi lain yang merekam bahwa pada tahun-tahun pertama setelah terbunuhnya Cheryl. Nah. "Saya tidak berniat melakukannya. sempat menyatakan keheranannya. Ehh. Setelah bercerai dari Ferris. sidik jari seperti itu biasanya ditinggalkan oleh si pembunuh. Namun. "Hampir bisa dipastikan." sang mantan istri membuka kisahnya. Detektif Roy Walton .Dona kali ini memang boleh berharap banyak. Bukti-bukti lisan itu makin meyakinkan. Faktor pemberat penemuan sidik jari itu. aku enggak sempat ngerem. Bekas teman satu sel Ferris . Gabriel Ferris. Selain Roy Walton." jelas polisi. Ferris pernah mengaku terus terang: dialah pembunuh Cheryl! Polisi juga mendapat "kutipan berharga" dari seorang perempuan ." sebut polisi. karena polisi berhasil mendapatkan sejumlah fakta baru dan penting.yang pernah menemaninya berkendara jauh pada 1976. Aku enggak tahu ke mana. "Kamu dari mana.yang ikut membuka kembali kasus Cheryl Miller pada 1994 bersaksi bahwa Ferris pernah bilang. gong dari semua gong adalah keterangan mantan istri Ferris. Yang pasti. saya benar-benar tidak berniat melakukannya. Sungguh.seperti kamu lihat sekarang . saat aku mau menarik bangkainya . Terri akhirnya mau berterus terang. Kamu terluka?" "Bukan. akhirnya ketabrak. Bangkainya sampai nyangkut di roda. Ferris sebenarnya sempat keluar kamar.kini sudah pensiun . tiba-tiba muncul seekor kelinci. berupa sidik jari Ferris di meja rias. "Ucapan-ucapan Ferris akan menjadi bukti penting bagi kami. mungkin dia mau menyeberang jalan. tak jauh dari lokasi tempat ditemukannya mayat Cheryl. "Astaga. bahkan berani bersumpah. Terri yang terbangun oleh kedatangan Ferris.sebagian darahnya 7 . Yaaa.

Terri cuma manggut-manggut. Saat itu." Kesaksian Terri menjadi kartu As polisi untuk mematahkan alibi yang selama 30 tahun terakhir ini menyelamatkan Ferris dari ancaman hukuman berat. Akting pura-pura menangis. meski raganya berada di rumah peristirahatan di Lake Huron (sekitar satu jam perjalanan dari Saginaw). Namun malam itu. ketika beberapa jam kemudian. atas nama keluarga. sehingga ia tak tahu apakah masih tersisa noda darah di roda. Meski sudah memilih Terri menjadi istri. "Lihat. bibi Cheryl. pikiran Ferris tetap tak bisa lepas dari apartemen Cheryl. Ferris sempat bertingkah aneh saat menyaksikan berita pembunuhan dan pemerkosaan Cheryl di televisi lokal. Sejak 30 tahun lalu. niat Ferris untuk menyambangi apartemen Cheryl tetap menggebu. menjadi motif pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl. Pacar terakhir." Ferris beralasan. Ferris baru punya "waktu luang". Hanya itu. dia meraih kunci kontak mobil. dia mengeluarkan suara parau. Nyanyian mantan istri Terri bahkan tak terlalu ambil pusing. Tapi saya. Donna memang menjadi anggota keluarga Cheryl yang paling rajin mengikuti sidang. Perempuan yang terbunuh itu. Keinginan bercinta untuk terakhir kalinya dengan bekas pacar. "Saat menonton. Alhasil. tempat tinggal sang mantan pacar. dia itu bekas pacarku. merasa sangat bahagia jika kasus ini akhirnya terungkap. aneh sekali. sebelum betul-betul menjadi "suami". bulan madu bukanlah saat yang tepat untuk bertengkar. Dia benar-benar ingin menikmati suasana romantis bulan madu. Saat Terri menatap Ferris dengan pandangan heran. lelaki itu hanya berucap ringan. 8 . Terri tak pernah mau lepas dari Ferris. rasanya mirip orang menangis. sekadar iseng atau hati kecilnya sebetulnya lebih mencintai Cheryl ketimbang Terri. Lagi pula. yang disebut-sebut Ferris baru saja menabrak kelinci. ingin berkencan. Yang pasti. yang disayanginya melebihi anak sendiri. Dia merasa harus percaya pada cerita suaminya. kesempatan yang ditunggu-tunggu tak jua datang.00 siang. justru setelah dia selesai menunaikan tugas sebagai suami di malam pertama bulan madunya. sebelum aku menikahi kamu. tanpa ekspresi. Adik saya bahkan sampai meninggal karena stres. sembari menunjuk bercak darah di bajunya. Keberhasilan yang amat sangat disyukuri keluarga besar Cheryl. Dari pagi hingga menjelang malam. bukan memperkosa. dia tak pernah absen membela Cheryl." imbuh Terri. Toh. betapa pun telatnya. persis sebelum melakukan hubungan resmi sebagai suami istri. Tentu saja.malah menempel di baju." ucap Donna. Tapi setelah aku perhatikan lebih teliti. apalagi membunuh. Terri tak menyadari kegelisahan Ferris saat itu. polisi merangkai teka-teki kematian Cheryl Miller dengan merekonstruksi peristiwa menghebohkan 30 tahun lalu itu. Ferris ternyata masih berusaha mengencani Cheryl untuk terakhir kalinya. persisnya jam 11. "Orangtua Cheryl memang tak bisa lagi menyaksikan jalannya sidang kasus pembunuhan anaknya. Hampir setiap aktivitas mereka lakukan bersama-sama. ternyata dia cuma sedang berakting. sering juga disebut "stag night". Niatnya jelas. malam atau dini hari itu juga. Entah apa yang ada di benak Ferris saat itu. Di persidangan. Terri juga tak ingin memeriksa mobil. lalu melarikannya ke Saginaw.

Pak Gamble kemudian menghampiri Hannah Swenson. Saat itu. dia malah mendapat semprotan. yang masih berteriak kencang karena ketakutan. Dari kepalanya. darah segar masih basah mengalir akibat luka bacok. polisi datang ke lokasi. Hannah mengaku pertama kali mendapati mayat pukul 23. tepat di depan pintu masuk rumah. perempuan malang yang diharapkan menjadi selebriti oleh kawan dan keluarganya itu dicekik. Polisi menemukan potongan kaca nako yang berasal dari jendela belakang. Rupanya. kami juga mendapat bukti.12. yang biasanya diletakkan di atas perapian. kesaksian terakhir ini ditolak mentah-mentah di pengadilan. Seorang calon selebriti asal Saginaw. "Saya yakin ia melakukannya. wanita berdarah 9 . Dompet manik-manik milik Louise didapati dalam keadaan kosong. Terri. "Kamu sudah melakukan hubungan suami-istri. Bisa ditebak.00. Beberapa menit kemudian. Dua puluh tahun sejak terjadinya pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl Miller. seperti biasa. Ia segera menyambar jas di dekat tempat tidur untuk menutupi piyama yang dikenakannya. Saya sangat yakin. Seperti diucapkan seorang perwira polisi. TERKECOH PIRINGAN HITAM Jam menunjukkan pukul 23. Kekerasan fisik dan seksual pun diterima Cheryl yang mengakibatkan sedikit luka terbuka." Bahkan mantan istri Ferris. Hal itu tampak dari memar keunguan di sekitar leher.Sayangnya. Louise juga dicekik.35. Sepuluh menit sebelumnya. Ditemukan juga sebuah jam kuno terbuat dari kuningan di lantai. pembantu rumah tangga keluarga Bonfield. sampai napasnya tak lagi berembus. Ia memang punya kebiasaan buruk memukuli istri. Lalu. Tempat lilin yang terbuat dari kuningan. tepatnya tahun 2004. Sebaliknya. Karena belakangan. sebelumnya dia telah dua kali berusaha membunuh Cheryl. baik oleh Ferris maupun pengacaranya. Ferris yang pada saat itu berumur 55 tahun harus mempertanggungjawabkan dosa yang dibuatnya di masa muda. penolakan itu membuat Ferris naik pitam. Laci-laci dikeluarkan dari tempatnya dan isinya berhamburan keluar. namun jarum jamnya menunjukkan angka 22." Terlebih pembunuh mutiara yang sedang bersinar terang. kepala Louise dipukul dengan benda dari kuningan itu. polisi mendudukkan Gabriel Ferris di kursi terdakwa. dan saya tidak mau berhubungan seksual dengan lelaki beristri. entah untuk alasan apa. "Tak ada kata terlambat untuk memenjarakan seorang pembunuh. ketika telepon dari Tuan Gamble yang tinggal berseberangan dengan keluarga Bonfield berdering di kantor kepolisian terdekat." Namun. akhirnya dengan yakin. ikut bersaksi. Tak ada lagi stag night. yang datang dari arah depan rumahnya. dipenuhi darah. atau 10 tahun sejak kasus menghebohkan itu diangkat kembali dari peti X-file Kepolisian Saginaw. kedatangan Ferris tak mendapat sambutan hangat Cheryl. Mereka mendapati mayat Louise Bonfield terbujur kaku di tempat tidurnya. Kepada polisi. "Ferris punya kemampuan untuk melakukan itu. Kacanya pecah.(Kisah nyata/Chris Hansen/Icul) ) 02. Isi kamar tampak berantakan tak keruan. Gamble terbangun gara-gara mendengar suara seseorang menjerit. jadi sudah resmi jadi suami Terri." bisa jadi begitulah bentuk semprotan Cheryl.

juga memukulnya dengan jam hingga tewas di tempat. Dengan langkah gontai. karena suara mereka terdengar seperti setengah berbisik. hampir tak kedengaran. 'kan?" tanya McKee. Pertanyaan Christopher masih sama dengan pertanyaan semalam. Tuan?" tanya seorang polisi. Tyler mengetuk pintu ruangan. George mulai punya firasat buruk tentang keluarganya. istri Anda dibunuh oleh pencuri yang dipergoki berada di ruangan ini. "Ya. George terlihat siap. Tak lama kemudian. Ia segera mengumpulkan keterangan dari tetangga seberang rumah." jelas George. "Tak ada berlian dan surat berharga di rumah kami." George tampak menyesali perbuatan si pelaku. Si pencuri tak menyadari ruangan yang dimasukinya kamar tidur pemilik rumah. Tujuannya semula merampok. yang sedang dalam perawatan dokter sejak kena serangan batu empedu. Tak lama kemudian. menerima kedatangan beberapa tamu. kita teruskan. Ini pekerjaan rutin penyidik. Tiga detektif lain masuk dan ikut mendengarkan keterangan Bonfield. "Sepanjang sore ini Anda di kantor. lainnya tidak. Kalaupun punya. "Kami menyimpulkan. seorang pria berwajah ramah datang bersama seorang stenografer. George memasuki kamar tidurnya yang dipenuhi beberapa orang polisi. George dapat mendengar Joe Tyler. Louise. Joe Tyler ikut mendampingi. sehingga batuk pun reda. Ia tak tega menyaksikan kepergian Louise dengan cara tragis seperti ini. Tapi akhirnya membunuh karena istri Anda mengagetkannya. "Istri bapak terbunuh. seraya membaca laporan tertulis kesaksian Hannah. suami korban. George kembali ke rumah. Saat itu. Hanya lebih detail. polisi langsung mencari George Bonfield. tak seberapa. Baru pagi harinya. Salah seorang menjelaskan hasil sementara penyelidikan mereka atas pembunuhan Louise Bonfield. karena Louise menyimpannya di safe deposit box di bank. Dua polisi berbadan tegap ikut masuk. asistennya. Rambutnya lengket oleh darah dari luka di kepala. Ia menunggu pertanyaan apa lagi yang akan diajukan inspektur. Dibunuh atau dirampok? Dari dalam ruangan di kantornya. "Istri Anda. Tanpa membuang waktu. Setelah itu. setelah minum jus jeruk. Kami minta Anda segera ke rumah." ujar salah seorang polisi. Sebagian memakai seragam. Gambaran 10 . Bonfield dipanggil ke kantor polisi. Wajahnya pucat pasi. memang sering terbangun di tengah malam karena batuk kecil. Namun pria itu hanya mengangguk dan berlalu. tenggerokannya lebih nyaman. Inspektur Christopher McKee dari Divisi Pembunuhan Kepolisian Manhattan. kalau-kalau keterangannya masih diperlukan. George menatap mayat istrinya dengan perasaan berkecamuk." kata George dengan suara pelan. "Oke. "Ya." jawab George. menghampiri George. Pria itu. Tak jelas apa yang mereka perbincangkan.Belgia itu selalu menaruh segelas jus jeruk di meja samping tempat tidur majikannya. Tanpa mengeluarkan sepatah kata. Pelaku menyambar tempat lilin dari perapian. Kami juga akan melanjutkan pertanyaan yang lebih detil kepada Hannah setelah kondisinya membaik. Ia merasa. ada di dompet manikmanik.

pada jam itu George berada di kantor?" "Ya. apa sebenarnya yang Anda lakukan tadi malam?" Bonfield menyilangkan sebelah kakinya ke kaki yang lain. Joe Tyler. juga kamar Hannah. Tadi malam pekerjaan di kantor sangat banyak. Dengan alibi itu." "Anda sendirian di kantor?" "Dengan asisten saya. "Dari ruangan Anda. Setahu saya. Inspektur? Coba lihat kembali laporan tertulis mengenai waktu kejadian!" Christopher mengangguk pelan. sekitar pukul 19.35. seperti biasa saya meninggalkan rumah satu jam berikutnya. Ia sampai merasa perlu mengontak Frank dan meyakinkan bahwa besok. Saya mendengar sendiri pembicaraan itu. sekarang katakan." "Kenapa Anda begitu yakin?" tanya sang Letnan dengan pandangan tajam. Tyler yakin George selalu berada di ruangannya. Bersama anak buahnya ia kembali menuju kediaman George. Christopher tampak tenang dan tak terpengaruh sedikit pun oleh keterangan Tyler. Dua jam lagi kami menyelesaikannya. kalian menuduh saya pelaku semua ini?" kata George sedikit emosi. jelas tak mungkin George pelaku pembunuhan sadis Loiuse. Namun sulit baginya melontarkan suara. "Kami makan malam. Tuan George?" pertanyaan Christopher seperti tak terduga. Kami tengah menyiapkan peluncuran Darling Soap People. Ini artinya.30. di sebelah ruangan saya. "Karena saya ingat waktunya.peristiwa ini akan segera terungkap. Bayangan istrinya masih jelas dalam ingatannya. hingga saat polisi datang. Betul. Frank. terdapat pintu yang langsung terhubung menuju jalan utama. George agak kaget. Suara George terdengar dari ruangan saya." papar Joe Tyler.45. Dalam pembicaraan itu saya mendengar George bilang : Sekarang jam 22. Namun faktanya memang begitu. Saya ingat karena kami menghadapi pekerjaan yang banyak. Tapi ia berada di ruangan lain." Christopher mempersilakan Joe Tyler memperkuat kesaksian George. Ia berusaha bicara.35 jelas sekali ia tengah mengontak Frank Morisson bahwa tugasnya segera siap pagi ini. 11 .35. Christopher tidak mengatakan sepatah kata pun. bahwa George berada di kantor sejak pukul 20. Mereka memutari halaman rumah keluarga Bonfield. "Betul. Tyler pun bersaksi. "Nyonya Bonfiled terbunuh pukul 22. semuanya beres. Besok pagi acara Anda akan beres. Joe Tyler bangkit dari duduknya. saat peluncuran produk Darling Soap. George sangat gelisah dengan mepetnya waktu yang diberikan Morisson. Ia pun tak kalah emosi. "Maksud Anda. Setelah itu. Bahkan jam 22. 'kan. Nah. memeriksa ulang pintu dan semua jendela.

datang bersama polisi lain. Bonfield. Saya turuni tangga dengan berlari menuju pintu utama." ujar gadis bermata biru dan berwajah bulat tersebut. "Hannah. George baru saja menancapkan penanya di kertas laporan. Namun George tak bisa menyalahkannya. untuk menghindari diri dari Hannah. Fotokopi laporan tertulis pembunuhan Louise berada di atas meja inspektur. Inspektur menatap wajahnya. Nadanya datar." tegas Hannah yang gigih bertahan dengan ingatannya. McKee menyodorkan laporan tertulis hasil penyidikan kepada George. silahkan tandatangani laporan ini. bahwa pintu menjadi rangkaian rencana pelaku." "Saya tidak peduli. "Saya baru saja mengontak Frank Morisson dari Darling Soaps. kenyamanan George tak berlangsung lama. Lalu membukanya dan lari lewat pintu itu. ia kembali dipanggil ke kantor polisi. Sayalah yang membuka pintu itu. "Pak Bonfield. Di tempat lain. sebetulnya pintu itu memang tidak dalam keadaan terkunci. "Maaf mengundang Anda kembali. Menjelang lima menit sebelum pukul 23. Pintunya terkunci ketika saya berada di kamar Nyonya." pintanya. seorang detektif lain masuk. Namun McKee masih terus mempengaruhi Hannah. Tak sengaja mengaku Sayangnya. sang pembantu. Namun ia berusaha menahan diri. McKee mengulang-ulang pertanyaan yang sama." McKee dan keenam rekannya terdiam. George yang sejak awal tidak menyukai kehadiran Hannah jadi tambah kesal. Sejenak darah George berdesir.00 ia membuat jus jeruk untuk dibawa ke kamar Ny. Dengan lugu wanita itu menggambarkan kembali situasi pada malam kejadian. Hannah seharusnya di rumah. Hampir lima orang penyidik berada di ruangan Inspektur Christopher McKee. Tampak Hannah. Ia takut dituduh sebagai pelakunya. Ia bilang Tuan Bonfield menghubunginya pukul 22. Ia benar-benar tak menghendaki kehadiran Hannah. Di ruangan ini penyelidikan dilaksanakan lebih intensif.35. Sangkal-menyangkal perihal pintu masih berlangsung. ia menyaksikan sesuatu yang mengerikan. 12 . Mereka bercakap-cakap mengenai pekerjaan untuk pagi berikutnya. Laporan tertulis tampaknya sudah hampir final. Lima menit kemudian. Tak lama kemudian. Kepada Hannah. Ini hanya formalitas saja. Di kamar mandi mereka mendapati serpihan topi berwarna hijau yang diduga milik salah satu klien George yang tertinggal. Untuk pertama kalinya sejak Louise terbunuh. Pelaku melepas rantai dan memutar kunci agar ia bisa berlari usai membunuh Nyonya Bonfield. karena Hannah tampaknya diundang McKee. Jadi bukan kamu yang membukanya. "Saya berteriak. ia bisa beristirahat dengan nyaman.Ruangan George di kantor juga tak luput dari pemeriksaan ulang. ketika tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Beberapa hari kemudian. Seseorang telah membukanya." sapa Christopher. mengurusi tetek-bengek rumahtangga. George bernapas lega. hingga Hannah mulai menangis.

termasuk dominan dalam mengatur rumahtangga. Itu. Dalam keadaan sakit pun. Setiap langkah sudah kuperhitungkan dengan matang. Istrinya. Sebab aku sendiri yang membukanya ketika pertama kali masuk ke rumah pukul 22. Dalam waktu 3 bulan. Makanya kita harus mulai merencanakan investasi baru. Termasuk Inspektur McKee. "Tentu saja pintu itu sudah terbuka ketika kamu menuruni tangga. Membayangkan hari demi hari. "Sayalah yang membunuhnya. jika rajin terapi dan beristirahat yang cukup. asuransimu akan jatuh tempo. Belakangan. hingga tahun demi tahun yang harus dijalaninya bersama Louise. Louise sudah berada di ranjangnya pukul 21. seraya menutupi wajah dengan kedua belah tangannya Jam dan piringan hitam George Bonfield dan Louise tinggal di lantai pertama di rumah mereka di kawasan West Thirteenth Street yang telah mereka diami selama 30 tahun.00. Louise selalu saja punya ide yang sangat jelas dan sulit dibantah. ia masih cekatan mengatur segala hal.00." "Ya. semua orang di ruangan menatap George tak percaya. sesibuk apapun. Tepatnya. bulan demi bulan. acountnya Randall. pertahanan itu jebol! Ia tak tahan lagi."Dasar pembantu bodoh. Sampai akhirnya. Ia merasa bagai hidup di ketiak istrinya. tahu apa dia?" sergah George dalam hati. George tampaknya benar-benar tak tahan." sahut George enggan. Tapi tetap saja akhirnya terjadi slip lidah. yang selalu mengatur segala hal. ia merasa jenuh dengan pernikahannya. minggu demi minggu. akhirnya memerah. Ia ingin segera menghentikan pembicaraan tentang pintu itu. Namun McKee terus dan terus menekan Hannah dengan pertanyaan seputar pintu. Tapi kemana? Tak ada tempat yang aman untuk bersumbunyi. meski rambut putihnya terlihat di sana sini. Mata George yang makin kesal. kamu harus menemui orang-orang asuransi. Louise. membuatnya muak. lho. Saya tahu itu. Terang saja." ujar George pelan. "George. sebab sayalah yang…" teriak George tanpa sadar. Ingin rasanya ia berlari dari ruangan itu. iya …masih ada satu hal lagi yang mau aku bicarakan. Sejak menjalani terapi. Ya ucapannya." 13 . Menurut dokter. George masih terlihat gagah. ya tingkah lakunya. Ia bak menahan berkecamuknya beragam perasaan. "Oh. Hannah. Percintaan putri mereka pun diaturnya. usia Louise akan bertahan 20 tahun ke depan. juga warna wallpaper di ruang makan yang mestinya masuk dalam tanggungjawab pemborong. Kesannya sangat mengatur. Jangan sampai ditunda minggu depan….24. "Oh. Ia sendiri kaget mendengarnya. Anda tahu kalau pintu itu sebetulnya sudah dibuka? Teruskan. Bahkan juga dalam hal yang tidak seharusnya dia pikirkan. Ada rencana tertentu di otakku. pintu tersebut dalam keadaan tak terkunci beberapa saat sebelum jam 23. Di usianya yang memasuki 56. Betahan 20 tahun lagi? Bulu kuduk George langsung bergidik. Ia sudah berhati-hati sejak kemarin. sejak mereka menikah. Tuan Bonfield!" Bibir Bonfield memucat. Mendadak.

Biar aku lihat. Bapak akan membunyikan bel setiba di rumah." George berjalan menuju dapur di lantai bawah untuk melihat jam yang dimaksud Hannah."Ya. kamu mesti membawa jus jeruk jam 23. dan lainnya ruangan George. di kantor. George tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk membeli disc seukuran piringan hitam yang dapat merekam. jam tersebut tidak apa-apa.!" kata George yang memilih keluar ruangan daripada mendengar ocehan istrinya. Pertama kali yang ia copot adalah bel dari jam wekernya. Hanya terdiri dari ruangan tunggu yang tidak seberapa besar dan dua ruang kerja. "Besok saja. Ruang yang satu dihuni Joe Tyler dan dua stenographer. Agensi iklan yang ia kelola tak seberapa besar dari segi ruang. Tapi anehnya. Kantor George terletak di lantai kedua dari salah satu gedung di West 42 Street. Eh. Di sela-sela waktu kerja. Habis itu. Pikirannya tertuju penuh pada kreativitas yang lain. Malam itu. begitu ia mengutak-atik jam. Tak lupa ia merekam suaranya sendiri pada disc/piringan hitam. "Jangan lama-lama. Ia juga membeli sebuah player piringan hitam portabel kecil. George lalu ngeloyor ke kantornya. Tak lama. Semula Hannah menawarkan untuk memanggil tukang servis jam. George juga membeli senar-senar tipis. Ia sedikit menyalahkan Hannah. Bukan jam elektronik. ia berkemas ke rumah. Kedua barang tersebut diletakkan dalam laci kerjanya yang terkunci rapat. pembantu rumah tangga berdarah Swedia. Hannah. terdengar pintu diketuk. hati-hati ia mencoba mengaitkan jam dengan pengungkit piringan hitam dengan tali-tali senar kecilnya. Sekarang jam ini sudah membaik kok. Mati. Tidak melakukan aktivitas apapun. Tentunya di saat kantor sudah sepi. akal jahatnya datang. "Ya. Tiba-tiba. Tak heran jika kantornya menghasilkan keuntungan yang lumayan besar. Kulitnya masih lembut. Tapi George mencegahnya. George memberikannya beberapa tugas. 14 . kamu kan harus ke kantor malam ini. Ketika seorang klien di luar kota memintanya datang ke peluncuran produk baru. barulah ia menaruh "perkakas" barunya itu ke dalam laci." katanya.00. ia sudah tak menginginkannya. tapi jam weker murah yang sederhana dengan bel di atasnya. ingat ya. seperti biasa. George membeli sebuah jam." katanya. Ia menenangkan diri sejenak. Setelah puas bereksperimen. Louise sedikit tak percaya. Sebelumnya. Hannah. "Jam di atas tungku tidak berfungsi." ujar George seraya mengambil majalah. Tangannya bersentuhan dengan tangan istrinya. sudah. Tuan. sayang. jangan bangunkan saya. Tyler tengah menunggunya. Tapi letaknya sangat strategis untuk berbisnis. ia melakukan eksperimen dengan barang-barang yang baru dibelinya itu. Ia juga melakukan eksperimen dengan senar-senar kecil. memberi laporan. Jangan lupa pintu depan harus sudah terkunci sebelum kamu tidur. Sekembalinya dari luar kota.

Biasanya ada penjaga yang mengawasi ruangan ini. Semua skenario sudah matang di kepala. George memang kembali ke kantor dan menemui Joe. Kamis atau Jumat. makanya agar tidak mencurigakan.20. malam ini hanya ingin berkonsentrasi pada tugas Morrison. Malam itu hanya ada beberapa pejalan kaki yang ia temui. Satu jam berlalu. Hari H semakin dekat. Begitu juga selotip. Louise bicara terus. kaca yang terlepas tidak mengeluarkan suara.Dua minggu setelah eksperimen. lama beraksi. Hati-hati ia memotong kaca. Ia menuruni tangga darurat dan muncul di lantai dasar. "Saya harus menyiapkan kampanye Morrison besok. pintu. George lalu masuk ke ruangannya. Selain itu. meluncurkan produk terbaru. Dengan mudah ia masuk ke dalam rumah. Topi dan jas milik sendiri ia tinggal di kantor. tapi akan ada angin besar di malam hari. milik salah seorang kliennya yang tertinggal di kantor beberapa bulan lalu. sehari sebelum kliennya Frank Morisson. Malam ini kamu konsentrasi pada tugas ini. Termasuk hari yang dipilih." ujarnya. Pemotong kaca siap di saku. Jam weker minus bel. hingga kembali lagi ke ruangannya. George mengenakan topi warna hijau. 15 . Pintu terakhir yang harus dilaluinya tinggali 10 meter di depannya. Pukul 21. dan juga menyiapkan pemotong kaca dan selotip besar. George pamitan untuk kembali ke kantor. George terus menghitung durasi ketika ia beraksi. maka hancur lebur sudah rencana yang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Semula ada tiga hari yang menjadi pilihan yaitu Rabu. tentunya dengan pertimbangan terbaik. Presiden Direktur Darling Soaps. dan rekaman suara George sendiri yang termuat di piringan hitam. George berusaha menahan napas dan terdiam kaku. kecuali lampu dari kamar Hannah. "Saya sendiri. bawahannya. Hati George lega ketika langkah kaki menjauh. Menurut ramalan cuaca. Lalu diam-diam menyelinap keluar kantor. George berusaha tampil apa adanya. Pakai topi hitam Di hari H. George menghentikan langkahnya. Jantungnya sempat berdegup saat mendengar langkah kaki seseorang. Jadi. mohon jangan ganggu saya. player piringan hitam. pilihan pada Kamis juga karena pertimbangan cuaca. Rumah yang ia tinggali terletak di sebelah selatan dari Thirteenth Street. Ia menguji jendela. Waktu menunjukkan pukul 21. George mengenakan sarung tangan dan menggunakan selotip besar di kaca nako pintu belakang. Ia mengunci pintu dari dalam." ujar Bonfield sembari menyerahkan seberkas pekerjaan. George kembali mematangkan rencananya agar "proyek" raahsia itu berjalan sempurna. Kalau ada yang memergoki. Hari yang pasti akan "sangat sibuk".55 ia mulai mengeluarkan "perkakasnya". sepanjang makan malam. Tetapi ia memilih hari Kamis. karena tak ada penerangan. Ia mempelajari berapa menit waktu yang dibutuhkan dari kantor menuju rumah. Ia menaiki bus ekspres dan turun di Fourteenth Street. Suasana sangat gelap. hari itu tidak turun hujan. Dengan bantuan selotip besar. tetapi ada sebuah jalan setapak yang berujung ke bloknya. Ia menjadikan jam weker sebagai pemicu berfungsinya player piringan hitam. Jangan sampai ia mengeluarkan suara sekecil apapun. Untung tidak hujan.

Goerge membunuh bukan pada 22.35. alarm jam menggerakkan pengungkit player piringan hitam. sekitar 22. dan rekaman suara George di piringan hitam. "Terhapusnya sidik jari pada telepon di kamar mandi Ny. player piringan hitam. yang selama ini hampir tak pernah dijamah orang. Selama ini. Ia jadi ragu apakah ia sudah menguncinya atau belum. Ruangan pertama yang didatangi adalah dapur untuk mengambil jam kuno yang ngadat beberapa hari yang lalu. Usai membunuh ia sempat menghubungi Morrison. Sementara itu. Jadi bukan perampokan. Jam alarm." 16 . Hannah langsung mencemaskan pintu depan rumah. Sedangkan jam dan player piringan hitam portabel ia lempar hingga hancur berkeping-keping di celah-celah sempit bangunan di sekitar kantor. di saat yang sama. Hannah sangat takut kepadanya kalau ada pekerjaan yang tak beres. dan suara rekaman ia satukan dalam sebuah tas besar. Begitu pula piringan hitam.35 seperti saat jam ditemukan di kamar Louise. Dibantu angin Beberapa saat usai penahanan George Bonfield. Saat ia tidur di kamar dan mendengar ada suara angin. "Pada malam kejadian. Sebelum meninggalkan rumah.Sejenak ia terdiam untuk mendengarkan sesuatu." Jaksa Wilayah tercenung. Nyonya Bonfield selalu mewanti-wanti agar pintu tesebut dalam kedaan terkunci sebelum Hanah tidur.25. Ia juga menyetel jam weker pada posisi 22. sebelum Bonfield mengaku. Lalu ia dengan leluasa meninggalkan kantor menuju rumahnya di Thirteenth Street untuk membunuh istrinya sendiri. Artinya. Ia kembali ke luar kantor untuk memusnahkan "perkakas" itu. Sebuah alibi yang sempurna!" Menurut McKee.35 "tugas" utama ia selesaikan dan kembali ke kantor lewat rute yang sama. Setelah itu ia menuju pintu depan. Nyonya Bonfield berhasil melatih Hannah dengan baik.53 George telah tiba di ruangan. kliennya. Kecuali. Apalagi waktunya terbatas. Tetapi sekitar 22. "McKee. piringan hitam kecil. Topi hijau ia hancurkan menjadi serpihan kecil dan dibuang di kloset. George meninggalkan kantor langsung dari ruangannya. Dia melengkapi surat itu dengan sedikit penjelasan.. Bonfield. yang terdiri dari jam alarm. pelakunya sudah merencanakan semua ini. di ruangannya. Saat itulah rekaman suara George terdengar oleh Tyler. apakah Anda sudah menduga bahwa dialah pelakunya?" McKee mengangkat bahunya. "Nyonya Bonfield? Angin?" "Ya. Ia membuka rantai pintu. ia menelepon Frank Morisson dari kamar mandi rumahnya. yang berhubungan ke player piringan hitam. Pukul 22. Joe Tyler tak menyadari kalau saat itu Bonfield ternyata tengah memainkan mesin buatannya..35. Pukul 22. Mengaitkan satu senarnya pada anak genta jam dan senar lainnya ke pengungkit player piringan hitam. Kini tujuannya kamar Louise. McKee menghadap Jaksa Wilayah. Tapi saya tak percaya kita akan mengetahuinya secepat ini. istrinya dan angin. McKee memperlihatkan tandatangan di atas surat pengakuan Bonfield. merupakan keganjilan.

ADA PEREMPUAN SIMPANAN Tak ada kutu atau ketombe di kulit kepalanya. sarjana ilmu sosial yang baru saja diwisuda itu menumpahkan kegundahan hatinya. Saya sudah berusaha menghubungi handphone-nya dan menelepon rumahnya. Pasti tak ada yang menyangka. Limamenit sebelum harus mengantar segelas jus jeruk ke atas.yang sebelumnya penuh emosi . kami selalu bertemu di pusat kebugaran. seperti biasa Annisa (37 tahun) tak kuasa menghentikan kebiasaan menggaruk kepala jika sedang merasa senang. dilaporkan hilang dari rumah mereka yang asri di bilangan Rawamangun. Padahal." rajuk Annisa. "Ya . Beberapa helai rambutnya rontok. sebelum itu jangan cerita tentang calon bayi kita pada siapa pun. Si lelaki (38 tahun) mengiyakan dengan mesra. Terlebih saat bermanis-manis dengan kekasih hatinya. Diantar adik laki-lakinya. percakapan tadi menjadi percakapan terakhir dua sejoli yang tengah dimabuk cinta itu.. Suara angin yang masuk membuat Hannah tak mendengar kedatangannya. setiap Jumat sore. honey. Beberapa hari kemudian. meski cuma lewat kabel telepon. pasti dia mengontak saya. Hilang kontak Lola (24 tahun) yang pertama kali melaporkan hilangnya Annisa pada aparat keamanan. bulan depan kita bereskan semuanya. "Swear."Kalau ada suara angin. Bonfield "memaksa" Hannah agar mengunci pintu depan dahulu. tapi enggak ada yang angkat. Dengan waktu 6 menit yang ia miliki. artinya pintu belum terkunci.akhirnya merendah. jatuh mengotori meja telepon di rumahnya. Dia 'kan sohibku. sudahlah. Waktu itu. Lalu berjaga hingga 22. Pintu dibuka kembali. Pukul 22." "Saat itulah Bonfield melarikan diri dari pintu depan. Ia tahu persis jam Hannah menyiapkan jus. Namun.. aku percaya. Tapi aku minta. Aku belum cerita ke siapa-siapa. tidak biasanya dia absen tanpa kabar.55. ketika pintu depan sudah tak terkunci lagi. Aku janji. Kalaupun berhalangan hadir. kamu enggak marah?" suara Annisa makin manja. Curhat kamu ke Lola anggap saja kecelakaan. memasang rantai dan kembali ke kamarnya. Jordi (6 tahun)." "Bener nih. Ia pun tak ingat lagi. Tuan Bonfield masih berada di kamar istrinya. Sedangkan Hannah merasa sudah menguncinya." Lola menjelaskan alasannya mendatangi kantor polisi. "Biasanya. Sejak kecil. Tapi sore tadi. Nada suara lelaki di seberang sana . 17 ." (Kisah rekaan/Helen Reilly/Nis) 03. Mbak Annisa enggak nongol. rambut Annisa memang gampang rontok. Tentu saja ia menguncinya. Annisa dan anak lelakinya. Jakarta Timur.30 Hannah menuruni tangga dan mendapati pintu dalam keadaan tak terkunci. Baru Lola yang tahu.

"Itulah." desah Asrul pelan. Dia dikenal sebagai "janda kaya" yang baik hati dan dermawan. Untungnya. "Mengapa tak memecahkan kaca jendela saja? Tanpa terali dan cukup lebar sebagai jalan masuk. Mal Ciputra. pintu depan ternyata tidak terkunci. sedangkan semua lampu dalam kondisi mati.. "Sebagian besar kerabat Mbak Annisa tinggal di Cibinong. Habis maghrib tadi. Lola yang memaksa ikut. Bu Annisa dan anaknya enggak ada di rumah. Tapi setahu saya. "Lihat." 18 . dan ruang tamu. Annisa cukup populer." "Anda sempat mampir ke rumah Bu Annisa?" kali ini Asrul Gumara. Mbak Annisa keluar rumah sejak jam dua belasan. Pintu pagarnya tak terkunci. saya lewat depan rumahnya. akibat kecelakaan pesawat tujuh tahun lalu. Hanya dalam beberapa tendangan. Toyota Kijang berpelat nomor polisi yang dikemudikan Asrul berhenti persis di depan pintu pagar rumah Annisa. dan Mal Metropolitan Bekasi. ruang keluarga." saran Lola. Seperti cerita Lola. Gelap sekali. Kaca jendela 'kan lebih mudah diganti dan diperbaiki daripada pintu ya?" Sang detektif telat mikir rupanya. duduk tegang di samping reserse Polsektro Pulogadung itu. Asrul berpikir sejenak." "Tidak mungkin. menurut Lola. yang bertanya. yang ikut nimbrung mendengarkan laporan Lola. Tetangganya bilang. Dari sanalah Asrul dan Lola mengintip ke dalam rumah. Ada kecemasan luar bisa terpancar dari wajah wanita muda berparas ayu itu. Hanya lampu dapur yang tampak menyala. Wicak Abilawa. Dalam hati Lola kagum juga pada "tenaga dalam" Asrul. "Ide kamu bagus juga." elak Lola. Saya hanya seorang polisi." Hadi dan Asrul menatap Lola sebentar. Kapolsektro Pulogadung. dia jarang sekali ke sana. Jumat malam itu kondisi rumah Annisa memang gelap gulita. bukan ahli kunci.. Meski "Hercules" yang dikagumi itu malah berbalik memuji Lola. sebelum bubaran salat Jumat. Wicak meninggalkan warisan lebih dari cukup untuk menghidupi anak dan istrinya. sebelum akhirnya memutuskan masuk secara paksa lewat pintu belakang. Lola. serta tiga gerai sepatu. anak buah Hadi. tersenyum geli. braaakkkk! ." komentar Asrul setelah menyisir dapur. Namun terlambat. "Kelihatannya. pintunya terpaksa saya rusak. "Maaf. Bu Annisa."Anda sudah menghubungi kerabat Bu Annisa?" tanya Komisaris Polisi (Kompol) Hadi Bhrata. memang wiraswastawan sukses yang sayangnya meninggal dunia di usia muda. Polisi yang satu ini kocak juga. Suaminya. masing-masing di pusat perdagangan Pasar Baru. pintu belakang itu roboh. "Bagaimana kalau ternyata mereka sedang plesir ke luar kota? Aku bisa dipotong gaji karena merusak pintu. Darah di kamar tidur Di lingkungan tempat tinggalnya. Lola yang ikut mendengar. Di antaranya rumah lumayan besar dan asri yang kini ditinggali Annisa bersama Jordi.

" "Menurut kamu. Saya akan nyalakan lampu. ya. Dia hampir-hampir tak punya musuh di sini."Alamak. Pak?" Lola tampak gugup." Dada Lola berdegup kencang. Cantik juga. korban masih hidup?" "Entahlah. "Hmm." timpal Hadi. Sampel ceceran darah dikirim ke laboratorium kriminal Mabes Polri untuk diteliti lebih lanjut. "Itu foto Mbak Nisa dan almarhum suaminya. Bu?" pancing Asrul. Lihat saja. sembari sesenggukan. "Oh. Itu pintu belakang rusak akibat didobrak. "Bisa antar saya dulu ambil air minum di ruang makan. meja rias dan beragam perlengkapan dandan perempuan yang ada di atasnya tampak berantakan. Pintu itu saya yang mendobrak ketika datang kemari bersama Lola. mereka menemukan ceceran darah." sebut Bu Fadli. selain sampel darah dan kamar yang berantakan." Setelah meneliti seluruh isi rumah." tutur sang komandan. "Sialnya." Lola manggut-manggut. Saya akan mencoba menghubungi komandan. tapi cukup untuk dijadikan barang bukti. seperti baru saja diamuk gelombang tsunami. tetangga Annisa. Dia mengaku sangat kehilangan. Asrul yang diserahi tugas menangani kasus hilangnya Annisa dan Jordi." jelas Lola. jarang sekali korban penculikan bisa lepas dengan selamat dari penculiknya. Benar saja. tak ada lagi petunjuk yang dapat kita maksimalkan. polisi berpakaian preman itu memelototi foto pengantin berukuran besar yang tergantung di dinding. ketika tiba-tiba dicegat Asrul. "Kabarnya. 19 . mulai mengumpulkan barang bukti hingga fakta yang ditemukan di lapangan." "Ada. Terlebih jika mereka saling kenal. kenapa kita enggak masuk baik-baik lewat pintu depan?" Asrul cengengesan. "Kami semua sayang padanya. Asrul mengerahkan anak buahnya untuk mengorek informasi dari para tetangga. tak ada tanda-tanda seseorang masuk rumah secara paksa. sehingga bisa kabur tanpa meninggalkan jejak dan sidik jari. ada sesuatu yang tidak beres di kamar tidur." Asrul menuntun Lola keluar kamar. "Pelaku juga pasti dikenal baik oleh korban. Hati-hati dengan langkah Lola. "Sebaiknya kita keluar. Sejenak. ia memiliki banyak piutang. Kalau melihat data. Tak banyak. Wajahnya memutih seputih kapas Diancam pengutang Malam itu juga. "Sepertinya. "Kelihatannya pelaku cukup tenang dan profesional. Kakinya hendak melangkah ke kamar tidur Annisa. Dan." lapor Asrul pada Hadi Bhrata. Tak jauh dari tempat tidur.

Kelihatannya baru dicuci. Lucu. Pak." tutur Lola. "Dan ada satu hal yang belum saya katakan. Jawa Barat. Bu?" "Orang-orang yang bilang." 20 . sehari setelah hilangnya Annisa dan Jordi. "Kalau memang perampokan. menirukan cerita Annisa lewat telepon. mereka bertemu di sebuah kedai ikan bakar di bilangan Tenda Semanggi. Jeng Annisa memang tak pernah segan meminjamkan uang pada tetangganya yang sedang mengalami kesusahan. saya lihat mata Jeng Nisa basah. Kalau saja suaminya masih hidup . entah di mana. kadang memang terlalu baik pada siapa saja. tapi Baskoro memang harus diberi pelajaran." batinnya lagi. belum jelasnya motif serta ketidakpastian apakah korban sekadar diculik atau telah dibunuh. tak jauh dari areal persawahan. Dering telepon dari Lola membuyarkan lamunan Asrul. Asrul mulai ragu pada teorinya. sebelum ditinggalkan begitu saja. Asrul menerima laporan mobil Annisa ditemukan di kawasan Sukabumi. pelakunya pasti memasukkan juga barang-barang lain ke dalam mobil. "Seorang penculik. Namun. Dugaan penculikan masih diyakininya. ditagih kok marah-marah. Mereka seperti minta tolong pada kita. setelah siangnya. Sebenarnya.. dia menganggap kasus ini sebagai penculikan.. Annisa sempat adu mulut dengan Baskoro. Mbak Nisa berada di suatu tempat. Tapi tempatnya aneh. "Dua kali dia saya maafkan. untuk apa perampok membawa serta Annisa dan anaknya?" batin Asrul. kecuali sebuah mobil Toyota Kijang terbaru. Takut kalau-kalau Baskoro melakukan pembalasan. Sudah bertahun-tahun pinjaman tak juga dikembalikan. Mobil dicuci bersih Cuma ada satu tanda di benak Asrul. Tapi . Kasihan Jeng Nisa. Baskoro dipecat setelah untuk ketiga kalinya dipergoki menyalahgunakan stok dari gudang tanpa izin."Betul. Tapi sepulang dari rumah Pak Pipin. "Mobilnya dalam keadaan bersih. menurut Lola. sekitar sepekan sebelum menghilang. Saya sendiri tidak melihat langsung kejadiannya. Lagi pula. saya sudah janji sama Mbak Nisa untuk tidak menceritakan soal ini pada siapa pun. Apalagi kalau bukan tanda tanya! Minimnya jejak pelaku. "Itulah." "Diancam bagaimana." cerita Bu Fadli. Gadis manis itu bercerita. apa pun alasannya. setelah lewat tiga hari. Meski kadang ada juga tetangga yang tak tahu diri. ngutangnya mau. bersama Jordi. mantan karyawan gerai sepatunya di Mal Metropolitan. Semalam saya bermimpi. anak buah Asrul yang khusus dikirim ke Sukabumi. Soalnya. Sejam kemudian." Asrul menarik pelan-pelan lengannya yang menghangat.. selepas bersentuhan dengan punggung tangan Lola." lapor Sudirja. Jeng Nisa sempat diancam segala. "Saya sebetulnya enggak tega.. jasad Annisa tidak ditemukan dan tak ada barang-barang pribadi Annisa yang hilang. Untuk sementara. "Bahkan saat menagih ke Pak Pipin. membuat reserse itu pusing tujuh keliling. telepon sang "penculik" tak juga datang. Kecuali pelaku menculik hanya sebagai kedok untuk membunuh korbannya. Tapi maaf yang saya berikan ternyata selalu disalahgunakan." Annisa sempat meminta Lola menjemputnya di Mal Metropolitan." Annisa... lazimnya minta tebusan.

Tapi saya sendiri belum pernah bertemu pacarnya itu. kamu ternyata gampang ngambek. Begitu dekat. Kalau Mbak Nisa tahu ... Mbak Nisa bahkan mengaku sedang mengandung tiga bulan. dalam sehari. cuma saya teman curhat yang dipercaya Mbak Nisa. Baru kali ini wajahnya berdekatan dengan wajah Lola. Bahkan namanya pun dirahasiakan. atau Tukul Arwana. Mendadak dia seperti mendapat energi tambahan. merusak pintu-pintu lemari dan laci." "Eeeh ." "Saya ikut!" Petunjuk tagihan "Beberapa hari lalu. "Mereka juga selalu bertemu di sebuah kafe di Tebet." "Itulah lagi.." seru Lola." Asrul tak mempedulikan omelan "partner" bawelnya itu. saya enggak tahu. lalu bangkit dari kursi. "Terakhir. Mereka backstreet. tapi wajah Asrul yang menghangat... "Mo ke mana?" "Ke TKP... karcis parkir . Sekarang.. karena mau bikin kejutan buat keluarga masing-masing." Lola menjawil lengan Asrul. mau dilanjutkan enggak?" "Itulah . Ini pasti nomor telepon pacarnya." "Gila." "Kamu pernah bertemu lelaki itu?" "Itulah . dia bersyukur.."Ayolah.. "Sampai saat ini. Mbak Nisa bisa menghubungi nomor 0815xxx sampai sepuluh kali. Bahkan Jordi sendiri pun belum diberi tahu. "Gotcha!" teriaknya tiba-tiba. Dia kelihatan bahagia banget.. Tom Cruise." "O ya?" "He-eh.." Asrul menghabiskan tetes terakhir jus avokatnya. Anda merusak pintu belakang. Setelah bertahun-tahun menjanda. "Bon-bon kafe. he-he-he.." Lola mulai bercerita. siapa tahu cerita kamu bisa membantu. Kamu tahu letak kafe itu?" 21 . Apakah mirip Brad Pitt. Mbak Nisa menjalin hubungan dengan seorang lelaki." Kali ini bukan lengan. akhirnya menemukan orang yang tepat untuk kembali membina rumah tangga. "Setahun terakhir ini. surat tagihan telepon seluler.

"Anda tahu. menirukan ucapan Annisa. polisi segera menemukan Annisa dan Jordi. Saya memang pernah mengajak Mbak Nisa ke sana. Kelihatannya. Dia punya toko bahan-bahan bangunan dan gerai LPG yang lumayan laris."Tahu banget. Tondi terus terang mengakui kedekatannya dengan Annisa. kadang-kadang. "Namanya Lelono." Lola duduk di ruang keluarga rumah Annisa. Kawan-kawan Lola yang mengelola Kafe Sentani di bilangan Tebet. Hampir setengah jam berlalu. Saya sangat berharap. "Baiklah. Dia juga mengaku beberapa kali menghubungi handphone dan telepon rumah Annisa. Bu Annisa sedang hamil?" pancing Asrul. "Mereka memang sering banget ke sini. Kami bahkan hendak mematangkan rencana pernikahan bulan depan. saya sarankan Anda tidak bepergian jauh untuk sementara waktu. Kita ke sana?" "Sabar dong. Pemiliknya mantan kakak-kakak kelas saya di kampus dulu. Tondi jelas tak lebih miskin dari Annisa. Apalagi saat ditemui di rumahnya. kami permisi dulu. dalam keadaan sehat walafiat. Terpaksa." "Kita jemput dia sekarang?" "Lola . gitu. dua-duanya terletak di Tebet. Tempatnya asyik." tegas Niken. Kita harus pastikan dulu. Mereka berdua bagian dari masa depan saya.. La. nomor ini betul-betul nomor telepon pacarnya Bu Annisa. pasti dong." "Dia terlibat?" "Entahlah. gitu." Lola memecah kebuntuan. Tapi. Mereka saling menyayangi dan sudah sepakat untuk menuju pelaminan. karena saluran lainnya menyiarkan acara yang tak kalah menyebalkan.. gue ama tementemen iri ngeliat kemesraan mereka." tutur Asrul. Jawaban apa yang mesti diberikan? "Saya juga berharap begitu. juga berbicara tentang hal yang sama." ujar Lola. Kayaknya mereka join-an. Motif "harta" juga tak masuk dalam hitungan Asrul. bukan kamu!" Selalu mesra Menyimak curhat Annisa kepada Lola. Di ruang tamu. telenovela. dia shock mendengar Annisa hilang. menutup pembicaraan. Tapi gue enggak pernah ngeliat mereka bertengkar. 22 . 'kan?" Asrul dan Lola saling berpandangan. Mereka masih hidup. Tondi Lelono. saya polisinya. agar kami bisa cepat menguhubungi jika ada sesuatu yang perlu dikonfirmasi. Gimana. mestinya tak patut mencurigai Tondi. Asrul sibuk dengan telepon selulernya. salah satu anggota kongsi Sentani. memelototi acara teve yang selama ini paling dibencinya. tapi tidak pernah dijawab. "Tinggal menunggu saat yang tepat. Malah. Mas. "Ya.

Pelakunya kenal baik dengan Mbak Nisa. Ya. "Hai. Apa kabar?" sapa Asrul. kadang kepalanya menggeleng. Ini bukan penculikan murni. mobil Mbak Nisa. mereka tak sedikit pun menaruh curiga. pelakunya tentu Pak Pipin. Lola." "Teorimu boleh juga. sedangkan Baskoro masih dicari keberadaannya. apa rencana kita sekarang?" "Kita? Sekali lagi.Tondi mengantar Asrul dan Lola sampai pintu pagar. atau Baskoro. tepat seminggu sejak hilangnya Annisa dan Jordi. Di rumah. Jadi. Ini kasus serius. Eh. kini lenyap bak ditelan bumi. saya detektifnya. 23 . siap. mereka terlibat pertengkaran. lalu ke rumah dengan mobil yang sama. mayatnya dikuburkan di sebuah tempat. Komandan!" Teguran karyawan Jumat pagi. akhirnya berinisiatif membuka percakapan. Merekalah yang dalam seminggu terakhir bermasalah dengan Annisa. Kamu cuma penumpang gelap. Mbak Nisa dibunuh. yakni kecil kemungkinan menemukan Annisa dan Jordi dalam keadaan selamat. jika bukan Tondi." "Saya benar-benar enggak boleh ikut?" "Ini bukan tugas kampus. siapa pun pelakunya. "Saya punya firasat. Lola yang bosan diperlakukan seperti patung." "Penumpang gelap yang cantik. Di perjalanan Asrul lebih banyak berbicara dengan pikirannya sendiri. Lalu untuk menghilangkan jejak. 'kan?" Asrul mati kutu. Hanya satu hal yang mulai diyakini Asrul. "Besok kamu istirahat saja di rumah. yang keluar masuk rumah sejak pagi sampai siang." "Not bad. 'kan? Makanya. dikemudikan sendiri oleh pemiliknya." "Oke. Badannya boleh sekuat Herkules. Kadang dahinya berkerut. Mbak Annisa 'kan tak punya banyak musuh. begitu Lola tiba-tiba muncul di depan mejanya. Bu Fadli dan tetangga lainnya mengaku tidak melihat dengan jelas siapa sopirnya. Anak muda itu seperti tahu bakal bermasalah dengan pihak kepolisian. Terus?" "Para tetangga mengira." "Jadi. enggak usah ikut wara-wiri. tapi bujangan satu ini sering tak berkutik jika berdebat dengan perempuan yang satu ini. Pak Pipin punya alibi sangat kuat dari istri dan anak-anaknya. La. Asrul masih belum menemukan simpul yang menghubungkan hilangnya janda kaya dan anaknya itu dengan sejumlah orang yang dicurigai. pasti punya masalah pribadi dengan korban. begitu pun Jordi yang ikut menyaksikan peristiwa itu. mantan karyawan yang dipecat beberapa hari lalu. Mereka bertemu di satu tempat.

sehingga berkali-kali memukul wajah Annisa sampai hidung dan mulutnya mengeluarkan darah. mengaku beberapa hari lalu dipecat Tondi. Mungkin sekitar lima menit. Sudirman. bahwa bosnya itu kelihatan kurang suka ketika dia bertanya soal perempuan muda dan anak lelaki yang "tertidur" di kursi belakang Toyota Kijang berkaca gelap. di daerah Pamulang. kalau diminta berhenti. yang telah bekerja di gerai LPG selama delapan tahun itu. yang lebih membuat Asrul kaget adalah pengakuan jujur Zakaria. Annisa hendak membatalkan rencana pernikahan setelah tahu. sebagian besar karyawan sedang salat Jumat. Jadi. Tondi membunuhnya dengan cara yang sama. Sebaliknya. kedua mayat itu diangkut dengan Toyota Kijang milik Annisa. Jakarta. Dia kesal. Tondi akhirnya lupa diri. lalu dikuburkan di sebuah kebun kosong milik Tondi. sampel darah di TKP positif milik Annisa dan Jordi. Dikubur di tanah kosong Sabtu sore. Mulutnya komat-kamit berdoa. di sudut ruangan. buta huruf lagi. namanya Pak Zakaria." Seketika dada Asrul lega. Saat itu. mengapa tamunya tidak tidur di kursi depan atau belakang saja. "Tondi mengaku membunuh Annisa dan Jordi. Tondi ternyata memiliki wanita simpanan lain yang juga tengah hamil. menyambut malam minggu yang indah." "Berapa lama Pak Tondi mampir di kios LPG?" "Sebentar." "Bapak tahu siapa penumpang di kursi belakang itu?" "Tidak. agar arwah Annisa dan Jordi mendapat tempat yang layak di sisi-Nya. Kursi belakang 'kan sempit?" Zakaria menirukan tegurannya saat itu. "Saya membawa saksi penting. "Tapi entah mengapa. Mereka hendak makan minum untuk merayakan terbongkarnya kasus pembunuhan Annisa dan Jordi. kios sedang sepi. Asrul dan Lola sepakat bertemu di sebuah kafe di bilangan Jln. Namun. Di puncak kemarahannya. Dia cuma berganti kaus. Terlebih setelah lelaki berusia 49 tahun. Dia lalu mencekik Annisa sampai mati lemas. ya berhenti saja. saya diminta pulang ke Sukabumi. Jend. "Sebagai orangtua. Untuk menghilangkan jejak. Besoknya. kok. Langit cerah. saya hanya sekadar bertanya." Dari hasil tes labkrim terhadap sampel darah di TKP dan di jenazah korban yang diotopsi setelah digali kembali dari pemakaman. Pak. Tangerang.Yang disapa tampak tegang. Pak Tondi tampaknya kurang senang. tanpa alasan jelas. Toh Pak Tondi memberi pesangon lumayan. "Saya hanya orang bodoh. 24 ." Asrul jadi ikut-ikutan tegang. Lola tersedu-sedan." "Jordi masuk ke kamar pada saat yang salah. Mabes Polri juga menemukan. matanya merah." "Bagaimana dengan Jordi." jelas Zakaria lancar.

yaitu pembunuhan Andrea Bergmeir. ruangan itu terasa semakin sesak oleh tumpukan arsip di atas meja. Ukurannya sama seperti ruang kerja penyelidik kepolisian di Jerman pada umumnya. sekitar pukul 14. hasil tes laboratorium. Kasus yang benarbenar menguras energi para detektif sejawatnya di wilayah kepolisian kawasan Jerman bagian selatan. "Saat Mas menyelidiki Pak Pipin dan Baskoro. Satu lemari kaca berukuran sedang diletakkan merapat ke dinding. seperti laporan dari TKP. di apartemennya di Tuebingen. Dari sana saya tahu. kamu memang berbakat jadi detektif. Semuanya hanya memuat satu kasus yang masih misterius. Arsip yang tampak mulai lusuh itu berisikan catatan-catatan penyelidikan pembunuhan." cetusnya dalam hati.Di mana kamu kenal Pak Zakaria?" Mata cantik Lola sedikit terangkat. Munich misalnya. keterangan saksi. sepanjang hidupnya. Kala itu. sang detektif muda bak tak kenal lelah itu menekuni fakta demi fakta dari setiap laporan yang dibacanya. JEJAK PORSCHE YANG MENGECOH Ruang kerja Komisaris Bert Dusch di salah satu sudut kantor kepolisian Kota Tuebingen tidaklah terlalu besar. Bahkan sempat ikut merepotkan polisi di kota-kota besar lain. bersebelahan dengan dua filing cabinet di sisinya. sebuah kasus pembunuhan keji yang terjadi sepuluh tahun lalu. Dusch memang baru saja mendapat "warisan".Lola tak dapat menahan sedihnya. 25 . Andrea. (Kisah rekaan/Muhammad Sulhi) 04. Terus membaca dan menganalisis. dan belum terpecahkan hingga kini. Matanya mencoba menelusuri celah-celah dari penyelidikan. di sela-sela tugas rutinnya. pemuda asal Munich ini menjemput kekasihnya. giliran aku bertanya. saya memutuskan mengamati gerai LPG Tondi. untuk mendapatkan kemungkinan adanya sesuatu yang terlewatkan dari para penyelidik sebelumnya Rencana ke Munich Satu hari di penghujung 1992 mungkin merupakan hari yang tidak akan pernah dilupakan Dietmar U. Beberapa pekan terakhir. termasuk foto-foto korban." "Lola. Sebuah meja kerja mendominasi bagian tengah ruangan.00. kini ada dua wajah yang bersemu merah. ada karyawan yang baru saja dipecat tanpa alasan jelas. Mengamati lembar demi lembar setiap foto." "Kamu mengejar Pak Zakaria sampai Sukabumi?" "Feeling hampir selalu benar. sehari setelah Mbak Nisa menghilang. "Kalau saja aku bisa memecahkan teka-teki ini. "Sekarang." "Atau istri detektif?" Ah. Dusch sendiri yang minta ditugasi menuntaskan X-file itu. Sejak saat itu.

Sayang." balas Dietmar. Pintu pun tidak tampak dijebol. Tidak pernah ia mendapat sambutan sedingin ini. Awam sekalipun akan mudah menebak. saat ketukannya berkali-kali tidak mendapat jawaban dari sang empunya apartemen. bernama Oliver Zelt. polisi menemukan sebilah pisau di sakunya. Sesampainya di apartemen Andrea. Mereka langsung melakukan proses pemeriksaan awal dan mengamankan tempat itu dari kerumunan orang banyak dengan menempatkan garis polisi. Sebelum tewas. hanya berselang 40 menit sejak penemuan mayat. korban tampaknya juga diperkosa secara brutal. Meski masih dirundung sedih. Keterangan mereka rata-rata membenarkan pengakuan Dietmar. Bahkan kuku jarinya ikut diperiksa. Tak ada kerusakan di sekitar TKP. Andrea diduga melakukan perlawanan keras. ketika polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). salah satu pulau terbesar di Canary Island. Dietmar tidak menaruh curiga atau membayangkan sesuatu bakal terjadi terhadap pacarnya. seandainya saja pasangan itu telah bertengkar. Saya sangat mencintainya. Sialnya. saya memang tidak melakukannya. "Atas dasar apa kami harus mempercayai keterangan Anda?" potong seorang detektif. Hubungan kami selama ini baik-baik saja. Polisi mengembangkan dugaan. Yang membuat polisi setempat lebih curiga. Ini terlihat dari beberapa goresan benda tajam di tangannya. rencana besarnya itu keburu gagal karena kejadian mengerikan ini. Lehernya nyaris putus akibat sayatan benda tajam. bajunya ternyata penuh dengan noda-noda mirip dengan noda darah. Dietmar tidak konsisten dan membuka kebohongannya. Namun. sama sekali tak mungkin. "Tak mungkin. Dugaan yang sebenarnya tidak begitu kuat. Tidak mungkin Andrea pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan. tak tahu harus berbuat apa. hampir tidak ada bukti-bukti yang mengindikasikan siapa pelaku kejahatan biadab itu. Karena sudah sering berkunjung ke tempat itu. Dietmar terlihat terduduk lesu sembari menangis di salah satu sudut apartemen. ]"Sebab. Dietmar juga bercerita. seperti pemandangan yang lazim ditemui di rumah pemotongan hewan. Namun. Berjam-jam Dietmar harus menjawab pertanyaan para detektif dengan pola pertanyaan yang nyaris selalu berulang. Selain memeriksa Dietmar. Darahnya menggenang di lantai. begitu mendapati kekasihnya sudah menjadi mayat. Pemeriksaan memang berjalan sangat menjemukan. ia begitu terkejut dan sejenak terbengong. Bajunya terbuka di beberapa bagian. tak pelak Dietmar adalah orang pertama yang dicurigai. Dietmar tak mendapat kesulitan masuk. karena tiga hari sebelumnya mereka baru saja berlibur di Teneriffa.Pasangan muda yang tengah dimabuk cinta itu sudah janjian akan merayakan malam tahun baru bersama di pondokan teman mereka di Danau Starnberg. Pemuda ini dicurigai karena berkeliaran di sekitar TKP dan saat digeledah. 26 . Kondisi Andrea sangat mengenaskan. Polisi berharap. yang tampak mulai kesal. ia mulai bertanyatanya dan khawatir. Andrea sebenarnya sudah berencana pindah ke Munich." tegas Dietmar dengan mata nanar. Penyelidik juga menanyai kenalan-kenalan Andrea dan Dietmar di Munich. Apalagi sebelumnya mereka sudah berjanji untuk bertemu. polisi juga menahan seorang pemuda berusia 22 tahun. selain dibunuh.

keberadaan mobil mewah bikinan Jerman itu tampaknya akan menjadi kunci penyelidikan. karena . Andrea juga menjadi anggota klub kebugaran Pegasus. Sepengetahuan teman-temannya. Karena kesenangannya berolahraga. banyak orang merasa pernah melihat Andrea dan mobil mewah itu di manamana. Sebuah petunjuk yang kemudian menjadi rangkaian besar pada kasus ini. Satu lagi yang diingat para tetangga. Seorang pengunjung di Pegasus juga ingat. "Porsche 944. karena kebetulan berada di sekitar apartemen Andrea. ternyata hanyalah kotoran bekas tanah. polisi menemukan informasi tentang keberadaan mobil Porsche. Sampai saat itu. pada awal Desember melihat Andrea turun dari sebuah Porsche berpelat nomor Munich. Beberapa orang mengaku mengenal Andrea dengan baik. salah seorang tetangga mengaku. Catnya putih dengan nomor polisi Munich. ketika keduanya bertemu di Munich. Noda-noda di baju. Andrea juga doyan berolahraga. Tetangga di sekitar pun ditanyai. Polisi berusaha mengembangkan informasi ini.seperti dituturkan juga oleh Dietmar . khususnya yang berasal dari Munich. tak jauh dari tempat tinggalnya. Tiba-tiba saja. Munich. Seorang perempuan penjaga kafetaria. yaitu rekan kerja Andrea. bahwa di 27 . Para saksi yang sempat memberi keterangan pada polisi setidaknya membenarkan keberadaan mobil itu di sekitar Nehren pada hari pembunuhan. Bahkan salah satu saksi terkuat. Warna mobilnya cokelat tua.Zelt memang sempat diinterogasi. Sebuah keyakinan yang sangat beralasan. Jejak Porsche Selain berpenampilan menarik.dalam waktu dekat Andrea berencana pindah ke kota tempat tinggal kekasihnya itu. tiba-tiba banyak orang yang menyatakan "pernah melihatnya". saya yakin sekali itu Porsche 944. sudah ada sekitar 31 petunjuk yang mengarah ke mobil itu. karena ia sering joging di kawasan sekitar tempat tinggalnya di daerah Nehren. pernah melihat rekannya itu di Tuebingen. di dalam sebuah Porsche 911 berwarna hitam dengan pelat nomor Munich. Malah kelihatannya sudah menjurus ke arah yang lebih serius. Para detektif saat itu yakin sekali. Ketika polisi menyebarkan perintah penyelidikan terhadap mobil Porsche. tapi hanya sekitar tujuh jam." jelas si penjaga kafetaria yang enggan disebut namanya. sebelum akhirnya dibebaskan. pada malam peristiwa itu ia sepertinya melihat sebuah Porsche diparkir di depan klub kebugaran. misalnya. meski ada kesimpangsiuran soal warnanya. mengaku pernah melihat sebuah Porsche diparkir di depan klub kebugaran pada malam pembunuhan. Tepatnya sejak November 1991. yang diduga polisi sebagai noda darah itu. Zelt yang memang suka membawa pisau ke manamana sedang apes. "Kami tidak menyangka. tak ada yang mau membuka mulut. hubungan kedua sejoli itu baik-baik saja. kalau-kalau ada yang mendapat kunjungan seseorang bermobil Porsche. Andrea Bergmeir dikenang oleh para tetangganya sebagai perempuan baik-baik dan tidak pernah berbuat macam-macam. Namun. Perempuan yang kebetulan juga kenal dengan Andrea itu begitu yakin bercerita tentang ciri-ciri mobil itu. Setelah itu. karena ia sempat melewatinya. Dari tempat itu pula. Perempuan yang bekerja sebagai arsitek itu sudah berhubungan dengan Dietmar setahun lebih.

Dari rangkuman keterangan para saksi mata. kalau tak mau dibilang sangat lucu. mereka yang hendak mengecam juga ikut habis akal. tindakan polisi terhadap Oliver dirasa keterlaluan. Dengan jumlah saksi mencapai ribuan orang. Sampai Januari 1999. bintang film Claude-Oliver Rudolph. 28 . sambil tertawa-tawa. Buat sebagian orang. tindakan itu sungguh menggelikan. Karena belakangan ketahuan. sebuah pekerjaan besar! Tolak periksa DNA Niat polisi untuk membongkar kasus Andrea memang begitu besar. Ia tidak melihat adanya alasan harus dilibatkan dalam masalah itu. Pengacara sang pakar. orang-orang yang dicurigai pun banyak yang berasal dari kalangan atas." kata Wolfgang Wenzel. Salah satunya. Belum termasuk map-map lain yang berisi catatan jejak-jejak tersangka pembunuh. Orang penting lain yang tak luput dari pemeriksaan adalah mantan Menteri Perhubungan negara bagian Baden-Wuerttemberg. Tentu saja. pengadilan pusat menyatakan polisi tidak berhak melakukan analisis DNA dalam kondisi kecurigaan sekecil apa pun. juru bicara kepolisian dalam pernyataannya. mereka tak segansegan melakukan tes DNA dari sampel darah. dengan perasaan kecewa. yang sering berperan antagonis dalam film-film kriminal. bahkan melakukan naik banding ke pengadilan pusat untuk menghindari tes darah yang diminta pengadilan Kota Tuebingen. "Saat saya dipanggil pihak penyelidik. Tapi semua itu ternyata belum cukup. Pada 22 Januari 1999. Tindakan polisi yang berlebihan itu tak pelak mendapat reaksi keras dari masyarakat. Tak seorang pun berani mengecam komisaris yang telah kehabisan akal itu. Sementara di mata Oliver sendiri. 'Oliver itu kewajibanmu sebagai warga negara'. Karena Porsche tergolong kendaraan mewah yang hanya dimiliki kalangan tertentu. kasus Andrea begitu menyita energi polisi. telah dilakukan sebanyak 1. karena laporan seorang teman pria Andrea. Di mana dan apa yang mereka lakukan pada saat peristiwa pembunuhan. sedikitnya ada sekitar 3. Kepala Komisaris Kriminalitas Tuebingen memutuskan untuk menutup kasus itu.664 pemilik Porsche." kata bintang film itu kepada wartawan. Jika mendapati hal-hal yang mencurigakan atau muncul keraguan. Tanpa pandang bulu. ia sebenarnya tidak memiliki Porsche. dan dia bilang. Pasalnya. Walter Sattler. Schauffer didatangi polisi. polisi bertekad menanyakan alibi setiap pemiliknya satu per satu. termasuk sejumlah selebriti.114 tes darah dan hampir 4. yang mengaku pernah melihat adanya hubungan khusus antara Andrea dengan tokoh politik itu pada suatu pameran di Kota Hannover. Merasa "kesaksian" si mobil Porsche amat sangat dibutuhkan. Buktinya. Seorang pakar kendaraan dari Munich bahkan menolak diperiksa.000 orang diperiksa alibinya. saya langsung menelepon pengacara saya. tak kurang dari 900 pemilik Porsche menjalani tes darah. Saat itu tes DNA melalui air liur belum dilakukan. tapi Ferrari. jika ditumpuk dapat mencapai sepuluh map tebalnya. Dalam vonisnya.kota itu (Munich) ternyata ada banyak sekali mobil Porsche. polisi kembali mengembangkan informasi tentang Porsche. Hasilnya. setiap pemilik Porsche di Munich tak luput dari pemeriksaan. Menurut data yang diperoleh dari Departemen Transportasi Jerman diketahui. Arsip-arsip penyelidikan. Herman Schauffler.

dengan sebatang rokok tak henti-hentinya bermain-main di tangan.. Jika tidak. hasil tes air liur terhadap Juergen ternyata identik dengan "jejak pembunuh" dengan rekomendasi "sangat mungkin!" Mendengar berita itu." lanjut pria yang sudah tidak bekerja ini. "Dia pribadi yang baik dan menarik.Petunjuk air liur Kini. Saat itu. "Apakah Anda bersedia menjalani tes air liur untuk kepentingan pemeriksaan DNA?" tanya Dusch. Dusch sendiri sebenarnya tidak berharap banyak pada tes-tes seperti itu. Suara televisi dari ruang tengah yang menyiarkan siaran olahraga. yang terletak di pinggiran kota. tentu saja saya ingat kasus Andrea Bergmeir. tapi tetap saja tidak menghasilkan apa-apa. Tugas saya membersihkan tangga. seorang petugas kebersihan tangga apartemen. Perasaannya saat itu betul-betul tak keruan. Ute sedang tidak berada di rumah. tumpukan arsip-arsip lama itu berdiri tegak di depan Dusch. yang bekerja seminggu sekali. ini hanya prosedur saja. terdengar keras. Hasil tes air liur Juergen sungguh di luar dugaan. "Saya mengenalnya karena sering membantu Ute. pada saat pembunuhan. Juergen tampak begitu tenang. Kantor polisi Tuebingen resmi mendapat pemberitahuan. Sudah ribuan tes dilakukan. "Apakah saya dicurigai?" "Oh. Tanggal 8 Juli 2002. kesabaran Dusch belakangan berbuah manis. Di alamat yang ditunjuk Dusch. seperti pemeriksaan air liur ini.." kata Juergen. Juergen lalu melakukan tes air liur secara suka rela. Untuk membantu membongkar jalan buntu. ia memang bermaksud memanfaatkan teknologi terkini. tapi tetap terlihat bersih. malam itu juga Juergen ditangkap 29 . "Ya. Di situ antara lain disebutkan. Dari catatan ia menemukan fakta. suami Ute. si pembunuh dipastikan orang yang memiliki kunci apartemen. Bisa jadi Andrea mengenal pembunuhnya. Dusch mendapat kabar yang diimpiimpikannya selama ini. Sebenarnya. pintu apartemen Andrea ternyata tidak dijebol. Siapa tahu. Dusch akhirnya menemukan titik terang kasus Andrea. Namun." kata Juergen. "Baik. Anda tahu kami melakukan tes seperti ini kepada semua orang. Dusch sedikit bergetar. tampaknya sepakbola. Mirip orang menemukan jarum yang terselip di antara tumpukan jerami selama sepuluh tahun. April 2002. Apalagi peluang keberhasilan tes itu adalah satu dibanding lima miliar! Tanpa banyak membuang waktu. bergaya kuno dengan cat tembok yang sudah kusam. Dusch melangkahkan kakinya ke rumah Ute M. Ia disambut baik oleh Juergen. sambil mengisap rokoknya kembali. Ia cukup patuh melakukan semua proses pemeriksaan yang diminta Dusch. dalam arsip termuat juga catatan pemeriksaan polisi terhadap pemilik apartemen. cocok dengan DNA tersangka. Tak sedikit pun perasaan waswas terlihat di wajahnya." Dusch berkata apa adanya. pemilik pernah memberikan kunci kepada wanita bernama Ute M. tak lama setelah keduanya mulai membuka pembicaraan sembari duduk di teras." Saat berbicara dengan Dusch. Setelah berminggu-minggu mengencani kertas-kertas berdebu itu. Rumah itu tampak sangat sederhana.

Hakim juga sempat prihatin melihat kondisinya. Persidangan itu mendapat perhatian besar dari media cetak maupun elektronik. saya tentu tidak bisa menolak. Inilah saatnya menyaksikan sang pembunuh yang sebenarnya. Selama bertahuntahun ia luput dari penyelidikan polisi. Sebuah cerita yang aneh. Berat badannya susut sampai tinggal 41 kg. tapi hanyalah seorang pemilik VW Golf. Dia menatap dalam-dalam tubuh kurus kering yang selalu memalingkan muka saat ditatap itu. Beruntung Dusch akhirnya dapat membuktikan. Di ruang pengadilan. Esok harinya. setelah perkenalan itu. cuma karena para detektif sangat terpengaruh oleh cerita tentang pengendara Porsche misterius. Namun.(Kisah Nyata/Philipp Mausshardt/Marina/Tj) 30 . seorang wanita duduk memperhatikannya dengan berurai air mata." katanya singkat. "Saya sudah tidak punya selera makan lagi. sosok pembunuh keji yang selama ini dicari bisa disaksikan dengan jelas. yang langsung diterima tanpa mengajukan banding." cerita Juergen perihal awal hubungannya dengan Andrea. "Dia yang memulainya. pembunuh yang sukses buron selama bertahun-tahun itu mengakui perbuatannya. kalau pembunuhnya menggunakan Porsche. Juergen yang kini berusia 44 tahun terlihat jauh lebih kurus dibandingkan dengan sebelum ditangkap. Apalagi harus saya akui." Masih menurut Juergen. tentu hanya Juergen yang tahu. Andrea hendak membeberkan semua perbuatan mereka kepada Ute. tanpa pemeriksaan yang berbelit. lalu memperkosa Andrea. dia cantik dan menarik. itulah kisah yang dipercayai pengadilan Tuebigen. Terpaksa saya membunuhnya. Lelaki pensiunan itu rupanya sangat terpukul. Tak jauh dari posisi Juergen. yang ingin sekali melihat langsung wajah pembunuh anaknya. berita penahanan Juergen telah menjadi berita besar di Jerman! Hilang nafsu makan Bulan Mei 2003. Dia nyaris tidak makan apa pun sejak masuk bui. sehingga beberapa sempat diisukan terlibat." tutur Juergen sambil berlinang air mata. Cerita yang membuat Juergen hanya dijatuhi hukuman penjara 11 tahun. Ketika Dusch masih tak percaya pada apa yang terjadi. Sebagai lelaki. Gadis muda itu digambarkannya sebagai perempuan haus seks. selama ini pers juga ikut berspekulasi tentang kemungkinan pembunuh Andrea. Tentu saja Juergen panik. keduanya jadi sering bertemu. "Saya tidak yakin. Hari itu saya benar-benar kehilangan akal." Komentar yang baru terbukti sepuluh tahun kemudian. "Dia yang mengajak berkenalan. Versi mana yang lebih mendekati kejadian sebenarnya. "Apalagi saat itu Andrea terus mengancam. Suatu hari. Perempuan berusia 54 tahun itu adalah Christel Bergmeir. Teman-teman Juergen bahkan ingat. Bahkan kemudian terjadi hubungan gelap antar keduanya. entah apa alasannya. Maklum. kasus Juergen mulai disidangkan di pengadilan Kota Tuebingen. terdakwa sempat berkomentar saat media massa gencar memberitakan soal pembunuhan Andrea. Hakim mengesampingkan cerita versi lain yang berkembang di luar pengadilan bahwa pria itu diduga menyelinap masuk. selalu ingin melakukan hubungan intim dengan lelaki mana pun. Pak Hakim. bahkan telanjur dicurigai secara tak resmi.tanpa perlawanan berarti. pembunuh Andrea bukanlah pengendara Porsche.

De Gier melirik speedometer. nomor polisi mobil tak sempat dicatat. karena daya terjang pelurunya mencapai 200 m. Pistol baru mereka. "He-eh." de Gier membuka pintu." balas de Gier." "Enggak juga. 31 ." sapa sang polwan." omel de Gier. Tak ada kata lain. yang gemar memacu mobil seperti pengebut jalanan. Apa ada yang salah? Namanya bagus 'kan? Orangnya juga baik. tapi juga teriakan suara perempuan. mandi air hangat sembari memijat-mijat tengkuknya sendiri. mereka memberi isyarat agar de Gier meminggirkan mobil. Tapi detektif yang justru harus menyembunyikan pistol. sedetik setelah pantatnya menempel di jok mobil." komentar Grijpstra." kata de Gier pelan. tiba-tiba telepon di meja de Gier berdering tiga kali. Salah satunya. JEBAKAN BUAT PANGERAN HITAM Hari tengah beranjak malam. Sementara de Gier langsung sibuk mengenakan tempat sarung pistol barunya. dari kaca spion tiba-tiba terlihat sebuah mobil patroli polisi. "Hai juga." jawab de Gier pendek. "Seorang ibu mendengar suara tembakan dari rumah tetangganya. ia bukan hanya mendengar suara letusan senjata api. "Omong-omong. memang punya plus-minus. "Hai. seorang polisi wanita berparas ayu. Ketiakku sampai sakit. Walther P-5. Sersan Rinus de Gier dan Ajun Komisaris Henk Grijpstra.05. "Baru" 100 km per jam! "He-he-he. Keluar lift." "Memangnya orang enggak boleh berubah?" sahut Grijpstra. Dua belas bulan gaji Ouborg adalah wilayah eksklusif di bagian selatan Amsterdam. Rinus. Jane. mereka berpapasan dengan beberapa polisi berseragam. "Kita bukannya polisi patroli jalan raya yang memamerkan senjata di pinggang. "Pistolnya kegedean. lebih besar dari pistol sebelumnya. "Jane?" komentar Grijpstra. Seperti biasanya." "Memangnya kamu sudah kenal lama. ukurannya itu lo. lebih ringan dan lebih canggih. dan mempersilakan Grijpstra masuk ke dalam mobil. Tak heran kalau sejurus kemudian. "Ouborg." sungut de Gier beulang-ulang. Lalu sebuah mobil mewah warna perak kabur dari rumah tetangganya itu. "Ibu tadi bilang. karena pikirannya masih tertanam pada Jane. Namun. dua detektif nyentrik dari Kantor Kepolisian Amsterdam merasa sudah saatnya pulang. mau ke mana kita?" tanya Grijpstra. Enggak salah nih. Aduhai sedapnya. Anda marah-marah kalau aku ngebut. Di satu sisi. Grijpstra memandangi mitranya sambil tersenyum." cerita de Gier. Namun. Sayang. Grijpstra langsung meraih mantelnya. sembari tergesagesa masuk lift. Biasanya. setelah sang polwan berlalu. "Cuekin aja.

Ya pistol. tangannya masih memegang pistol." teriak polisi berseragam satunya lagi. sepertinya bunuh diri. Bukan bunuh diri "Sudah dapat informasi?" tanya Grijpstra. Lihat. Detektif. "Ia mirip banget dengan Jane. "Idiot. ya mobil. percuma. yang menjadi sumber suara letusan. Kelihatannya. "Kamu benar. Lihat saja. "Salut. seorang wanita setengah baya tampak melambai-lambaikan tangan pada mereka." sang Ajun Komisaris terus ngoceh. Kamu tahu. Peralatan modern biasanya terbuat dari plastik ringan. kita butuh surat perintah untuk masuk ke dalam. pelukis terkenal Amerika itu. Gier." anjur Grijpstra. Kedua. tapi tak ada yang menjawab pertanyaan Grijpstra. sekarang mereka sudah nongkrong di depan kita. sambil memukul-mukulkan popor pistolnya pada kaca jendela. Tapi kalian malah omong soal surat perintah. Anda pasti tahu. Masih ada gelas dan botol minuman di sini. "Asal kalian tidak ribut dan menambah masalah. "Jane. tak jauh dari TKP. wanita yang kita temukan sudah benar-benar dalam keadaan meninggal." pekik Grijpstra begitu masuk kamar. Tapi. Rumah ini pun harganya pasti miliaran. Tak juga dua polisi berseragam yang tampak menyibukkan diri dengan menelepon nomor darurat markas besar mereka. tindakan kita ini ilegal. "Aku rasa. Berbusana minim dan wajahnya belepotan darah diterjang peluru. "Pertama. Seorang perempuan tergeletak tak berdaya di tempat tidur. "Lagi-lagi teknologi modern. seraya memungut batu sebesar kepalan tangan dari taman. tak akan bisa menghindar dari mobil-mobil patroli keluaran terbaru. Pakai yang ini saja. Sementara Grijpstra terus berkeliling ruangan. kuno tapi dijamin manjur. sama-sama bikin masalah!" "Ho-ho-ho."Lo kok malah berhenti?" protesnya kemudian. Secepat apa pun dibawa ngebut. boleh kami ikut jalan-jalan?" seru salah satu dari dua polisi yang ada di mobil patroli." terdengar komentar salah seorang polisi berseragam. Setelah bertukar cakap sebentar. sedikit kesal karena perjalanannya terhambat. harga lukisan ini mungkin setara dengan dua belas bulan gaji kita di kepolisian. mengapa minum-minum dengan hanya berbusana minim?" Semua menoleh." Grijpstra menarik napas panjang. ia wanita yang tadi menelepon de Gier. rombongan polisi itu segera memeriksa keadaan di sekitar rumah besar. Pemilik rumah ini punya lukisan karya Edward Hopper." umpat de Gier. "Apa?" seru de Gier kaget. "Ini 'kan mobil tua. korban kelihatannya sempat pesta minuman keras dan obat-obatan. begitu tahu kendaraan yang hendak mereka tilang berisi dua detektif bengal. Sesampai di Ouborg. Ya ampun. dokter belum bisa memastikan penyebab kematiannya 32 . Tapi sebelum bunuh diri. mana mungkin bisa memecahkan kaca. tiga jam kemudian. kenapa tidak?" balas de Gier. "Heh.

" ujar de Gier menirukan kesimpulan tim forensik. dan pelumas pistol pasti bercampur jadi satu. kekayaannya itu diperoleh dari berbagai bisnis ilegal. tak ada sama sekali sidik jari pembunuhnya. biasa dipanggil Waver. melainkan overdosis narkoba. Pagi yang indah!" Dicekoki narkoba Siangnya. transaksi obat-obat terlarang. Padahal. polisi juga tahu. noda bekas keringat. Sedangkan rumah yang kita datangi tadi milik pacarnya." "Omong-omong. De Gier menambahkan. Apalagi membawanya masuk bui." lagi-lagi Grijpstra mengeluarkan "data statistik" yang tak terlalu dibutuhkan rekannya. Grijpstra dan de Gier sudah berada di ruang autopsi. atau akuntan (profesi-profesi "basah" di Belanda). saat ditemukan. beberapa hari terakhir. Waver kaya bukan main. menonton para ahli patologi 33 . ia layak menyandang gelar "Pangeran Dunia Hitam"." "Waver? Kamu tahu Gier. Seperti rumah judi. meski saat ditemukan. "Ke mana kita sekarang. untuk sementara." jawab Sersan de Gier. "Kalau ia sendiri yang menarik picunya. paling menyebalkan. sampai detik itu. menimbulkan jejak di telapak tangan. kalau bukan kasus bunuh diri. Cora Fischer. uap yang keluar pasca letusan. dokter gigi. Waver sendiri bukan nama asing di kalangan detektif Amsterdam. Pendek kata. De Gier yang tidak tahan menyaksikan "adegan mengerikan" di meja bedah memilih jalan-jalan di luar rumah sakit. Perkiraan tim medis juga sejalan dengan penemuan tim forensik kepolisian bahwa kemungkinan bukan korban yang meletuskan senjata. Meski bukan pengacara. Ketiga. Sedangkan Grijpstra menguatkan diri. Lalu pelakunya kabur memakai mobil mewah warna perak. Grijpstra yakin." "Ho-ho-ho. mungkin saja pembunuhnya. yang sengaja meletakkan pistol di tangan korban. "Ajun Komisaris." sambung de Gier. Waver selalu lolos.sebelum melakukan autopsi. tentu ada orang lain. belum pernah ada borgol polisi yang berhasil mengikat kedua tangan sang "pangeran". Lewat detektif yang menyamar sebagai salah satu tukang pukulnya. dokter curiga wanita cantik itu tidak mati lantaran bunuh diri." "Kelihatannya begitu. Ajun Grijpstra?" "Ke cafe. pacar anyar Waver itulah yang baru saja mereka temukan tak bernyawa dalam keadaan berbusana minim. Sayang. Waver tidak ada di sana. "Sebelum mati. pistol terselip di tangan kanannya. Toh. dan klub seks. tangan korban dalam kondisi bersih. korban sempat bercinta dengan pembunuhnya. Kata para pembantu. Waver juga bukan pembayar pajak yang baik. harga rumahnya setara dengan 20 tahun gajiku di kepolisian. seorang mantan model. siapa nama korban?" "Cora. setahun terakhir Waver punya pacar baru. karena ia pandai memanipulasi pembukuan dan melenyapkan barang bukti. Kita perlu sedikit menenggak gin dan mengisap rokok hitam.

Itu sebabnya. korban dicekoki atau mencekoki dirinya dengan kokain lewat jalan normal. mengapa tubuh yang sudah dirusak pembunuh." de Gier membuka acara tanya jawabnya dengan Waver di ruang interogasi kepolisian. Mulai rumah judi. Meski ini bukan pengalaman pertama. "Dari balik helmnya. Grijpstra terbangun dari lamunan.. hingga peredaran obat bius." de Gier berhenti sebentar. berhenti lama tak jauh dari tempat kejadian perkara. Seorang dokter tiba-tiba sudah berdiri persis di depan hidungnya. Semasa hidupnya.. Dokter yang lain menyayat kulit kepala untuk melihat tengkorak dan memeriksa luka bekas peluru. de Gier kembali dari acara jalan-jalannya. Biaya hidup tinggi "Tuan Waver. "Kami telah melakukan serangkaian pemeriksaan. 34 .)." "Saya juga punya fakta. Dok?" "Yakin sekali. Huek! Grijpstra merasa. Tingginya sekitar enam kaki (sekitar 180 cm . ia tetap tak bisa menerima. "Yapp. itulah buktinya. Perawakannya seperti petinju. "Kami punya fakta. Pacar Anda mati di kamar Anda sendiri. Kemudian ." tanyanya. Setelah pensiun sebagai model." "Kaki tangan Waver?" De Gier mengangkat bahu. aku bisa melihat tatapan mata penuh rasa ingin tahu. Wajahnya tertutup helm." "Anda yakin. Grijpstra mencoba mereka-reka duduk perkara sebenarnya. pelacuran terselubung. selama ini Anda berada di belakang banyak kemaksiatan. "Ada hasil. nafsu makannya hari itu bakal merosot tajam. "Tampaknya tidak ada bekas suntikan. Kalian tak pernah punya bukti." ujar anggota tim autopsi itu.membuat sayatan panjang dari bahu ke titik pusat. harus dirusak lagi dengan pisau bedah? Sambil memperhatikan meja bedah. ia menjadi model sejumlah pelukis terkenal. "Jadi. "Kamu sendiri?" "Aku sempat melihat seorang lelaki dengan sepeda motor besar. Wanita gemulai itu dengan gampangnya menjadi bintang dan "penguasa" klub seks milik Waver di Noordwijk. Jadi. Cora pasti sangat cantik." "Bukti? Kutukan dari masyarakat. Cora jatuh ke pelukan Waver." jawab Grijpstra. zat-zat haram itu yang membunuh Cora?" "Bukan." tambah sang dokter.Red. dan sayatan pendek dari perut ke sekitar pinggang. Hatinya senang melihat autopsi sudah selesai." cerita de Gier. Korban juga merokok dan minum minuman keras terlalu banyak. Peluru di kepala yang membuat korban meninggal. uffs." Tak lama kemudian.

" potong de Gier." "Ngawur. ia dibuat seperti mati bunuh diri." "Detektif. Saya sedang tidak di rumah saat itu!" "Tentu saja. Anda mulai sebal dan merasakan gaya hidup Cora yang jetset sebagai beban. Cora sangat menyayangi mobilnya." "Seseorang juga telah memasukkan obat bius ke dalam minumannya."Hebatnya. Mungkin ia tahu itu. "Untuk apa saya mendengarkan?" balas Waver hendak beranjak dari kursi. "Omong-omong. saya sedang menghabiskan malam bersama wanita lain. Agar neraca 'berimbang'. dari mana kamu tahu soal Freddy?" tanya Grijpstra keheranan. Mulanya. ia 35 . Dengan cara itu. Berbekal kemolekan tubuhnya. Waver. Alibi saya kuat. Ia enggak akan mengotori tangannya sendiri dengan darah Cora. kalaupun Cora mati dibunuh. Semua orang tahu itu!" "Duduk. menggairahkan. Tapi kemudian." "Cukup!" "Masih belum cukup." Waver berdiri dan pergi begitu saja. Lelaki seperti Andalah yang membuatnya jadi jahat!" "Halo?" Grijpstra melancarkan perang urat saraf. Anda menjadikannya ratu di klub. "Waver itu penjahat kelas kakap. orang besar." "Dengar. Polisi menyamar yang selama ini mengamati Waver bilang. Waver! Kami yang menentukan jalan ceritanya. dan ikon yang cukup dikenal di dunia seni. membelikannya mobil mewah dan perhiasan mahal. Cora sadar tindakannya salah. Anda memaksa Cora menyelundupkan heroin. Toh petugas pabean tak akan berani memegang-megang bagian tubuhnya yang sensitif. yang jauh lebih menggairahkan. Anda concern pada masalah untung-rugi." sambung Grijpstra. Ia sebenarnya perempuan baik-baik. "Saya punya alibi dan Cora jelas bunuh diri. Karena Anda punya si badan besar Freddy yang siap melaksanakan perintah apa saja. De Gier tersenyum licik. Padahal kami yakin. Yvette. "Dengar. Karena Anda tahu. Saya pergi sekarang. kalian tak akan dapat menemukan pembunuhnya. Semua orang tahu Cora suka minum dan mengonsumsi narkoba. Sebagai orang bisnis. dassh!. "Beberapa malam sebelum pembunuhan. Saat kejadian. Detektif. Anda mengancamnya secara halus. Anda membakar mobil Camaro milik Cora. meninggalkan ruang interogasi tanpa mempedulikan Grijpstra dan de Gier yang saling berpandangan. Bang! Perang baru saja dimulai. Ia seorang humas yang baik. Ia cantik. tak lama setelah kepergian Waver. Apalagi menuduh saya. frustrasi. Anda menerima Cora dengan senang hati. Tapi lama-kelamaan. Cora dapat melakukan tugas itu dengan mudah. lalu nekat bunuh diri. ia ditembak persis di kepalanya.

kemudian membukakan pintu untuk tamunya. Itu sebabnya. Tapi aku suka polisi begitu. Kenyataannya. "Yang sedang Anda duduki. Tapi aku ogah berkelahi di sini. Freddy sedang main kartu dengan si Anu atau si Anu." "Eh." "Tapi kita masih harus membuktikan banyak hal. tapi jidatnya berkerut." bilang Freddy. Waver memang tidak di rumah itu. "Ini baru uang muka. "Sebenarnya. Itu sebabnya bos menawari kamu uang. Aku datang membawa sejumlah uang." "Tugas membunuh Cora banyak 'godaannya'. tetap sulit dijangkau. seraya menunjukkan sebuah amplop. Jadi. Tanpa diminta. Apa dia juga memikirkan Jane? Mengancam kucing Beberapa jam kemudian. aslinya memang tempat duduk kucing saya." "Cuma itu berita yang kamu bawa?" "Dasar polisi bandel. Yang datang malammalam begini. tampak berpikir keras. pikir De Gier. Mudah-mudahan enggak meleset. apa kabarnya Jane. Grijpstra diam.punya tukang pukul andalan bernama Freddy. "Kucing tolol!" "Apa?" "Dengar. Banyak saksi mata di Noordwijk yang akan memberi alibi. Anggap saja sebagai hadiah. ya?" De Gier tiba-tiba memelintir topik pembicaraan." Amboi! Kelihatannya. Aku sendiri sebenarnya tidak tahu apa-apa soal Freddy. bisa saja tawaran ini membuatku tersinggung dan menembak jidatmu." "Gertakan yang bagus." "Begitu?" "Ya!" Freddy menyeringai." seru seseorang." jelas de Gier. kalau betul memang dia pelakunya. De Gier menyalakan rokoknya. tentu tamu istimewa. bel di apartemen de Gier berbunyi. 36 . "Saya Freddy. aku sedang tidak butuh uang panas. Asal tahu saja. "Selamat malam. Freddy langsung duduk di sofa. Pantatnya yang segede pantat gajah nyaris menindih kucing de Gier. pancingan pada Waver mengena. menaruh buku di meja. sudah banyak polisi yang kami bayar. Sedangkan Freddy. Ia segera meletakkan kucing kesayangannya di sofa." katanya santai. mereka sempat berhubungan intim. Nanti merusak perabot. Bagus kalau polisi bandel seperti kamu mau bergabung.

Grijpstra dan de Gier hanya tinggal melancarkan beberapa jab dan satu hook telak untuk membuat lawannya KO. kedatangan mereka "disambut ramah" oleh Waver. Tak ada jahitan penutup. tepatnya jam tiga pagi. "Keterlaluan. Bedanya." ujar Freddy. Tabriz adalah nama kucing De Gier. "Good bye."Kalau begitu." 37 . "Aku bisa membedah kucing ini. karena dengan mudah menemukan kamar tidur Cora. lalu pergi begitu saja tanpa diketahui para tetangga. Pelayan cantik mengenakan rok mini (maaf. "Bisnis heroin dan kokain sedang bagus. Dalam sekejap. mengumpulkan beberapa potong pakaian. Kamu juga bisa seperti aku. Lalu turun lewat tangga. Freddy meninggalkan sesuatu di apartemen Anda. Bahasa tubuhnya menampakkan ketegangan luar biasa. tanpa pakaian dalam) datang membawakan bir. kucingnya selamat. De Gier yang tiba lebih dulu di luar apartemen memberi isyarat pada Freddy. De Gier lega. Seychelles." katanya dalam hati." imbuhnya dalam hati. Tapi kemarahan itu ditahannya sekuat tenaga demi keselamatan kucing tersayang. Grijpstra dan de Gier melangkah lebih maju. Bos dapat melakukan apa saja dan membeli siapa saja!" ancam Freddy. tersungkur di tanah. Dalam waktu beberapa menit saja." ujarnya menunjuk ke arah taman. "Di sana. rumah Cora Fischer didatangi tamu tak diundang. sabuk hitam judo de Gier tak layak dipertanyakan. Tak tahu diri. berlibur ke Bermuda. isyarat tantangan berkelahi. Pukulan mematikan Besoknya. Kamu akan merasakan akibatnya!" "Seperti apa?" tantang de Gier. "Dan rasakan nanti pembalasan Tabriz. tendangan dan pukulan simultan sersan berpostur jangkung itu berkelebat tanpa kenal lelah. membungkus sejumlah perhiasan. Ia menunggu Freddy masuk lift. atau Indonesia. Mereka langsung mendatangi sarang sang Pangeran Hitam di klubnya di Noordwijk. Keruan." katanya seraya menutup pintu. "Aku juga akan membunuh ibumu dan seluruh isi apartemen ini. Freddy meraih kucing kesayangan de Gier." De Gier mulai geram. persis seperti kalian membedah Cora. aku akan membiarkan isi perutnya berserakan. Bos paling benci orang sok kayak kamu. Lalu mengeluarkan pisau lipat dari kantung jaketnya. pingsan! Tiga jam kemudian. Freddy yang jago karate dan bertubuh lebih besar tampaknya bakal di atas angin. Tapi soal berkelahi tangan kosong. De Gier masih lebih suka mendengar ketimbang berdebat. "Saya dengar. Freddy tak berdaya. tunggu apalagi. Tamu bersepeda itu kelihatannya maling profesional. De Gier sempat memperhatikan wajah Waver. Lelaki yang beberapa hari lalu begitu sombong itu kini terlihat pucat. Ia berharap mendapat informasi tambahan tentang Waver dari anak buahnya yang pongah ini. sambil berjalan keluar apartemen. Sepertinya. pisau tadi menempel di leher kucing betina yang sangat ketakutan.

Sampai akhirnya tertumbuk pada sosok perempuan yang baru saja masuk klub. membunuh Cora Fischer?" Grijpstra melancarkan "jab" kedua. Suasana telah terbentuk. mengembalikan amplop. lalu mengeluarkan semacam suling kecil dari balik jasnya. de Gier memainkan sebuah lagu syahdu.. prostituasi terselubung. "Ditahan untuk apa?" "Untuk beberapa tuduhan serius. Silakan hitung jumlahnya. Piano dan kombo tak kesulitan mengiringi improvisasi sang detektif. permainan pianonya bagus banget. Kegilaan yang makin membuat Waver stres. "Omong kosong!" Waver berteriak. Sementara Grijpstra menanti dengan berdebar-debar. Mengedarkan obat bius. Disambut tepukan meriah pengunjung klub. Gier?" celetuk Grijpstra. Kini saatnya memberi pukulan mematikan. bukan rumah bordil." Grijpstra segera melambaikan tangan pada detektif Cardozo dan anak buahnya." Waver hendak beranjak dari kursinya." jawab de Gier. Waver makin kesal. "Benar. Duduklah. Ini klub seks. Itu salah satu alasan kami ke sini. Sersan de Gier 'kan sudah bilang. Tak lama kemudian. Sang Ajun Komisaris menyerahkan secarik kertas pada Waver." jawab Grijpstra tegas. Aku mau menikmati musiknya dulu. mengancam kucing de Gier. Pikiran Waver pun sudah dibuat kacau. Sementara itu. tapi juga "menguasai" massa klubnya. Waver sendiri tampak gelisah.mata Waver mengarah pada de Gier. Grijpstra bisa mendengar Waver berdesah. Rambutnya tertata dengan baik. de Gier melancarkan jab pertama." de Gier memalingkan wajahnya ke arah panggung. Grijpstra sendiri tak menyangka. "Bagaimana dengan flute-nya. "Saatnya melakukan penggeledahan." bisik Grijpstra pada Cardozo. De Gier seperti tersentak. muncul seorang wanita bertubuh semampai. Waver!" Sang "Pangeran Hitam" tersenyum sinis. dari pintu masuk klub. "Sssst. paras dan lekuk tubuhnya begitu menggoda. "Kalem. De Gier pun menghentikan alunan flute-nya. De Gier masih asyik memainkan "senjata" melengkingnya di panggung. Ajun Komisaris. "Cora . dan judi ilegal. si wanita duduk tak jauh dari Grijpstra dan Waver. juniornya akan segila itu." "Bagaimana dengan upaya menyogok kolega saya. dan terakhir. "Anda kami tahan. Dari tempat duduknya. Seketika air muka Waver berubah. Dibalut gaun indah dan perhiasan melingkari tangan dan leher. kalian tak punya bukti. Seperti perkiraan 38 . tapi berkelas. pelayanpelayan seksi bertelanjang dada bergantian mengantar minuman. Suara flute-nya memenuhi ruangan. "Surat izin melakukan penggeledahan. Dandanannya tidak seronok. "Benar-benar gila. Tak lama setelah Waver mengambil kembali amplopnya. para detektif itu tak hanya menuduhnya dengan beragam kejahatan. Bayangkan. boy. Tak diragukan lagi. Anda ditahan!" "Sudah kubilang juga." ucapnya cepat... Matanya bergerak tak fokus. Apalagi ketika Grijpstra menggeledahnya dan menemukan satu gram kokain dan sebilah belati di kantung celana dan jaket.

Kuan yang berwajah kasar melontarkan ide setan. karena dalamnya sudah bolong." ujar satu dari mereka. ketika seorang anak buah Cardozo melapor. Prioritaskan pada heroin. "Ya. tak jauh dari urusan perut. Banyak hal diobrolkan. bukannya membaca "surat tipuan" itu. setelah bergabung kembali dengan Cardozo dan de Gier. sambil menyelidiki keterlibatannya pada kasus pembunuhan Cora. dengan duit." ujar Cardozo. Tuan Waver mengakui keterlibatannya pada kasus pembunuhan Cora Fischer. Sementara biaya hidup makin hari kian tinggi.." imbuh Cardozo. "Hidup pasti jauh lebih mudah. "Juga modal untuk membuka outlet narkoba. Ong Chin Hock. agar dapat memenjarakan Waver sementara waktu. Cora . "Cora . Waver malah mematung memandangi wanita elegan tadi. Ching Boon dan Hwee Kuan statusnya pengangguran. Pak. Polisi memfokuskan penggeledahan pada heroin.." sergah Grijpstra."Bagaimana kalau kita merampok?" 39 . malam yang indah!" (Kisah rekaan/Janwillem van de Wetering/Icul) 06." canda de Gier. Tapi lebih enteng. Maklum. melupakan segala beban. Selepas nyodok." "Tapi dari mana kita bisa mendapat banyak uang?" Ketiganya terdiam. "Kelihatannya kita telah menemukan harta karun Waver.. kalau kita punya banyak duit. Tapi ujung-ujungnya. Malam itu.Grijpstra." "Secepat itu?" "Ya. Kami curiga sebelumnya diisi heroin yang diselundupkan melewati perbatasan. Jika Waver "tersadar" sebelum barang bukti ditemukan. sia-sia jebakan ini dibuat. kita bisa berbuat apa saja." balas Grijpstra... "Patung seperti ini pernah kami sita beberapa waktu lalu. kecuali Chin Hock yang sedang menjalani wajib militer. mereka ngobrol ngalor ngidul di sebuah taman. Hanya di tempat itulah. Cardozo menemukan sebuah "patung dewa" berukuran sedang yang sangat dikenalnya. tak jauh dari KAC.." "Cepat. kita harus menemukan sesuatu di klub ini. Pak. bukanlah negeri yang bersahabat buat trio warganya. HOROR DI MOUNT VERNON Singapura tahun '70-an. "Tapi patung yang ini beratnya lumayan. Di sebuah ruangan. "Siap. seperti biasanya tiga pemuda berumur 20 tahunan itu bermain biliar di Kallang Amusement Centre (KAC). Mereka merasakan betapa tersiksanya hidup dengan penghasilan pas-pasan. Pucuk dicinta ulam tiba. sambil terus berbisik. dan dia juga masih terus memandangi polwan Jane!" "Ho-ho-ho. Yeo Ching Boon dan Ong Hwee Kuan. 21 April 1978. mereka dapat tertawa lepas. Senyum Grijpstra makin lebar. mulai masalah politik sampai kesehatan.

" 40 . kita semua memakai seragam pakaian wajib militer. para pengangguran banyak acara ini melanjutkan aktivitasnya dengan menonton pertandingan sepakbola di bekas Sekolah Dasar mereka. anak buruh bangunan." balas Kuan. lebih enak merampok pakai pistol. "Sebagai modal. karena kecanduan narkoba. tak jua terbersit jalan keluar. Hwee Kuan alias Ah Kuan lain lagi. yang kerap melakukan aksi pencopetan di sekitar Angullia Road. Ong Chin Hock alias Ah Hock masih bujang. Keesokan harinya. sebelum akhirnya masuk wajib militer. Kuan dan teman-temannya ditangkap polisi."Ide gila. yakni lewat jam dua belas malam. pakai untuk membeli pisau. "Oke. Hock membuka jam yang melingkar di tangannya. "Begini kira-kira skenarionya. Anak tertua dari empat bersaudara ini pernah dikeluarkan dari sekolah karena berkelahi. Sekarang kita pulang. Ia sempat menjadi anggota kelompok Sio Kun Tong. ketika konsentrasi petugas jaga mulai kendur. Tahun 1976. Sorenya. "Aku setuju. akan lebih mudah mendekati pos penjagaan. Aku tahu cara mendapatkan pistol dengan gampang. lalu mengangguk dan tersenyum. Putus sekolah Yeo. Hock dan Kuan berteman sejak kecil." cetus Yeo. Tapi boleh juga. lagi-lagi karena berkelahi. "Yang belum aku tahu. Di salah satu sudut sekolah inilah. Tapi ingat. Tapi sampai jam sebelas malam. Ia lalu bercerita tentang tempatnya berdinas saat wajib militer dulu. ia masuk rumah rehabilitasi. Tentang penjaga pos kecil di pintu gerbang." katanya. Sedangkan Yeo Ching Boon. masih tinggal bersama orangtuanya. tinggal di New Upper Changi Road. Keculai Kuan. yang hanya dijaga satu orang dan lebih sering dipercayakan pada polisi wajib militer." balas Kuan. Zaman sekarang. Juga perihal waktu terbaik untuk melakukan tipu daya. "Duitnya dari mana buat beli pisau?" sergah Yeo. Pernah juga bekerja sebagai penjaga gudang pada sebuah perusahaan tekstil. mereka kembali mendiskusikan niat jahatnya. "Tapi kita harus punya pistol. sehabis merampok turis berkewarganegaraan Malaysia. sehingga terpaksa mengikuti jejak bapaknya sebagai kuli bangunan. Ia putus sekolah." sahut Yeo yang bertampang innocent. Aku sarankan pakai pencungkil es saja. Tu Li. bagaimana caranya merebut senjata petugas jaga. Yeo tertegun sebentar. "Jual saja ini. "Ya. Bulan April 1977. tiga sekawan bertemu lagi di KAC. kita juga butuh senjata tajam. namun dikeluarkan. kita harus cepat mencari solusi masalah ini. Dengan begitu." ujar Yeo. markas polisi yang juga berfungsi sebagai asrama pasukan cadangan." bisik Yeo pada kedua sohibnya. Tapi kita juga perlu pisau. di Mount Vernon." Mereka berpikir keras dan saling melontarkan ide. dikenal juga sebagai Ah Pui atau Freddy.

Yeo tak langsung keluar. atau menjerat leher. Hock ternyata datang dengan tangan hampa. kita main aman. kaki."Menurutku. Kalau terlalu mencolok. Keduanya harus mati. Setelah kenyang. Ditemani Kuan. Lalu memasukkan tali-tali tadi dan alat pencungkil es ke dalam travel bag kecil kepunyaan adiknya. Lagi-lagi mereka saling melontar ide. Yeo mengetuk palu. Sebagian uang itu mereka habiskan untuk makan dan minum di sebuah kafe. sekalian membeli dua buah pisau dapur. pura-pura mabuk. aku punya catatan di kantor polisi. dua hari dari sekarang.45 di sekitar Kallang Bahru. "Di sana kan ada asrama. persisnya sore menjelang malam. Namun dari beberapa ide yang dibahas." tegas Yeo. sedangkan Kuan duduk di kursi belakang. "Kamu 'kan tahu. Kalau sopir taksi dan penjaga mengenali ciri-ciriku. Aku sendiri. kita akan langsung diciduk. "Aku masih butuh duit buat transportasi. Setelah menyimpan pisau. Namun saat bertemu kembali. aku punya seorang teman yang bisa dipinjami uang. polisi-polisi yang tidak sedang bertugas bisa menyulitkan kita. keluar taksi dan pura-pura minta bantuan dari polisi di pos jaga." "Baiklah. Ia memotong sebuah tali terbuat dari nilon menjadi empat bagian. tiga sekawan seperti biasanya berkumpul di KAC. tak boleh terlalu mencolok. "Jam-jam segini banyak patroli polisi berkeliaran." komentar Hock. Hanya Yeo berhasil meminjam Sin 10 dolar dari seorang teman. apapun recananya. Setuju?" usul Yeo. Hock kemudian berangkat menuju rumah temannya di Lorong Koo." "Jadi. "Jangan khawatir. Yeo sempat main biliar dengan sejumlah temannya. untuk menjual jam tangan Hock. gimana dong?" nada bicara Yeo terdengar putus asa.00. Mending pisau-pisau ini disimpan di rumahku dulu. Yeo menuturkan rincian rencananya. Yeo pergi ke sebuah kawasan pertokoan." "Oke. 41 . Bajak taksi Dua hari kemudian. "Kita akan mulai bergerak jam dua dinihari. Hock lalu mengambil alih kemudi. Bagaimana?" "Tapi jangan biarkan polisi dan sopir taksinya lolos begitu saja." tanggap Hock. Jika terjadi sesuatu. Cukup untuk mengikat tangan. aku akan mendorongnya masuk taksi. tak satu pun disetujui secara aklamasi." Anggota tiga sekawan yang lain hanya manggutmanggut. kita sebaiknya jangan pakai seragam." timpal Kuan." bilang Yeo memecah kesunyian. masih empat jam lagi dari jadwal yang mereka rencanakan. Setelah itu. kemudian kita culik dan rampa senjatanya. Setuju?" Hock dan Kuan mengangguk. Di tengah jalan. kita bajak taksinya. sampai sekitar pukul 21. "Kita akan beroperasi dari atas taksi. berbahaya. Setelah penjaga mendekat. Enggak aman membawa-bawa senjata tajam. Sampai akhirnya. Yeo pun melanjutkan. Ketiganya berjanji bertemu kembali pada pukul 11. Yang penting kita setuju untuk segera melaksanakan rencana ini. Jam dinding menunjukkan angka 10.

segera meluncur melewati Jln.30." sahut Kuan dan Hock serentak. Aljunied. "Semua siap?" tanya Yeo. dengan pencungkil es terselip di pinggang. belum tentu ia akan dilepas begitu saja. sesuatu yang sangat buruk bakal menimpa dirinya. seperti rencana semula. Penumpang nomor dua dan nomor tiga duduk di kursi belakang. Chew yang sudah hafal kawasan itu. Akhirnya ia memutuskan memberikan perlawanan. ia berkata. "Berhenti!" Chew pun menginjak pedal rem. Penumpang nomor satu dengan dingin berkata. Dengan tenang. Ia memutuskan tidak memakai pakaian seragam wajib militer. Bendemeer. mengganti pakaian dengan t-shirt merah dan celana biru gelap. Biasanya ia sudah pulang ke rumahnya di Selegie House. "Turun!" bentaknya. Sambil memamerkan pencungkil es. Namun entah mengapa. lelaki berambut pendek ini masih kelihatan energik. meski menuruti semua perintah mereka. sopir sekaligus pemilik taksi. pagi itu ia masih ingin berputar-putar mencari penumpang. penumpang nomor satu meminta Chew belok kiri.Kuan tampak senang. Chew merasa. "Siap. berjalan ke depan kendaraan. Saat itulah. 42 . penumpang nomor satu menukas cepat. sedangkan Hock tak berkomentar sepatah kata pun. Namun gerakan spontan Chew tak banyak menolong. penumpangnya pagi itu bukan manusia baik-baik. kemudian membuka pintu tempat Chew disandera. pasti korban kejahatan yang hendak melaporkan kemalangannya. Sampai di sini. Lelaki tua itu dapat melihat kilatan dan merasakan dinginnya senjata tajam pengiris daging dan sayuran tersebut. lalu ke Jln. Tepat pukul 01. jika penumpangnya bertujuan ke kantor polisi? Kalau bukan penegak hukum. ketika taksi hampir sampai gerbang belakang PRU Mount Vernon. Penumpang nomor satu mendorongnya dengan bahu. setidaknya jika dibandingkan dengan orangtua seusianya. ketika melihat tiga pemuda melambaikan tangan. Sejurus kemudian. Setelah itu. ke arah gerbang belakang Mount Vernon yang selalu gelap gulita. "Asrama polisi Mount Vernon!" Tak sedikitpun terbersit kecurigaan dalam hati Chew. Ia juga mulai punya firasat. Hatinya begitu gembira. mempersilakan penumpang nomor satu masuk. Ya. Instingnya berkata. penumpang nomor tiga turun dari mobil. tentu tak menyadari nyawanya sedang di ujung tanduk. penumpang nomor satu menutup mulut Chew dengan kain. Saat mendekati Police Reserve Unit (PRU) Mount Vernon. Terjerembab di got Chew Theng Hin. siapa curiga. menyetop taksinya." Ia lalu mengambil tali dan mengikat tangan Chew erat-erat. "Jangan cobacoba melawan atau membuat gaduh. tiba-tiba penumpang nomor dua menempelkan pisau di leher Chew. Akhirnya. Meski sudah berusia 60 tahun. Chew mulai menduga-duga. Chew Theng Hin membuka pintu depan. Jarang-jarang jam segini ia masih berada di belakang kemudi. sedangkan penumpang nomor tiga mempermainkan badan Chew dengan lutut. Yeo menyempatkan diri pulang ke flatnya. Chew mulai sadar. Kemudian keluar dengan menenteng travel bag. hendak ke mana sebenarnya tujuan tiga orang ditaksinya. ini baru awal dari perlakuan buruk yang bakal segera diterimanya.

Yeo." bohong Yeo. Kim memperhatikan dengan seksama kartu yang ditunjukkan Yeo. Kim dapat melihat dengan jelas seorang pemuda keluar dari pintu depan. mereka menusukkan pisau dan pencungkil es ke daerah vital sopir malang. ia tetap berusaha menunaikan tugas dengan penuh rasa tanggungjawab. kembali masuk got." sambung Yeo. ia tak boleh memilah-milih tempat berdinas. dia bahagia saja saat ditempatkan di Mount Vernon. Kuan si penumpang nomor dua dan Hock. Brepp! Kali ini Chew tak lagi bergerak. Tanpa membuang waktu. "Kami berdua baru saja jalan-jalan dan bertemu beberapa teman. matanya melirik ke taksi kuning yang mesinnya masih hidup. Boleh aku minta tolong untuk memapah kawanku yang mabuk? Badannya berat sekali. kamu wamil yang tinggal di asrama ini?" tanya Kim ramah. ketika tiga penumpang yang sudah dikuasai nafsu setan itu melihat tubuh Chew merangkak naik dari selokan. Seragam tebal tak sanggup melindungi Kim dari serangan dingin yang menusuk. "Dia masih hidup. tapi tubuhnya tampak masih bergerak-gerak.00. malah menyusahkan teman. "Memangnya kalian dari mana?" tanya Kim. nyawa seorang kakek tak berdosa lenyap sia-sia di tangan Yeo. Dalam tempo sekejap. penumpang nomor satu. Dari tempatnya berdiri. Penumpang nomor tiga segera duduk di depan kemudi. Pagi itu. anak kedua dari empat bersaudara. Penumpang nomor dua menusukkan pisau ke perut sang sopir taksi malang. Penumpang nomor satu dan penumpang nomor dua spontan turun dari mobil. Secara bersamaan. Itu sebabnya. Sebaliknya. Telunjuk terpotong Lee Kim Lai masih sangat muda ketika mendaftar wajib militer. penumpang nomor satu dan penumpang nomor dua menghampiri lelaki tua yang sedang meregang nyawa itu. "Dia tinggal di asrama ini juga?" "Betul. tiga sekawan itu malah bertukar kegembiraan. persis di depan pintu gerbang PRU Mount Vernon. Sasaran pembantaian berikutnya. 43 . Sesekali. mencoba tetap ramah. Chew tersungkur di selokan. bakal menyusul. Chew terguling. Pagi itu. dan tanpa ba bi bu menghujamkan pencungkil es dan pisau dapur ke leher Chew. rekannya yang telah bertugas sejak pukul 13. penumpang nomor tiga. Setelah Hock mengarahkan taksi rampasan mereka ke pos penjagaan. Taksi baru saja hendak tancap gas. "Betul sekali. sembari menunjuk ke arah taksi kuning. sembari merintih menahan sakit. Baru beberapa menit menjaga gerbang. Rencana pertama sukses terlaksana. Meski begitu." teriak salah satu penumpang. Dia sekarang tergeletak di kursi belakang taksi. ia melihat sebuah taksi kuning melintas di depan pos jaga. menunjukkan kartu keterangan wajib militernya. dia baru saja menggantikan Koh Kah Kway.Breppp! Sesuatu yang mengerikan terjadi. seperti kamu lihat. Pemuda itu. "Jadi. Tapi dasar bandel. Ia berasal dari keluarga baik-baik. Usianya baru delapan belas tahun. lalu menghampirinya. Sebagai polisi wajib militer. Akhirnya. dengan pandangan nanar. dia kelihatannya minum terlalu banyak.

mereka telah sampai di kawasan Kallang Bahru. ia sempat melihat beberapa orang di lantai satu dan lantai dua markas polisi Mount Vernon memperhatikannya. "Aku akan mampir ke flat dan membawakanmu pakaian bersih. Kuan pun berganti pakaian. ternyata tidak mabuk sama sekali. terjadi sesuatu yang sama sekali di luar perhitungan." Yeo lalu berlari menuju flat. Yeo mempercepat langkahnya. dengan senang hati ia berjalan menuju pintu belakang taksi. tugasnya tak hanya sebatas perintah yang diberikan komandan. Namun ia terkejut saat Yeo tiba-tiba mendorongnya masuk ke dalam taksi. sampai-sampai jari telunjuk Kuan ikut terpotong. Kim mencoba melakukan perlawanan. "Cepat kabur! Ada beberapa polisi di atas sana sedang memperhatikan kita. Sepuluh kmenit kemudian. Kuan menunjuk sela di antara dua kursi depan. Yeo bergegas ke pintu depan. Lebih terkejut lagi setelah tahu. ia sudah kembali ke semaksemak tempat Kuan bersembunyi." "Bersembunyilah di belakang semak-semak." lagi-lagi Yeo memberi perintah. "Kausku berlumuran darah. Lima menit kemudian. "Kita harus mengamankan senjatanya." perintah Yeo pada Kuan. Itu sebabnya. Yeo dengan pencungkil esnya langsung mengancam. Hock sudah melarikan taksinya menuju arah Jln. Kuan masih setia mengancam Lee dengan pisau dapur. Darah segar mengotori kursi belakang taksi. Sementara di kursi belakang." perintahnya pada pada Hock. Yeo yang bearda di kursi depan langsung membantu Kuan. "Tetap di dalam dan jangan coba-coba melawan. Ia tampak begitu ketakutan. Sedetik kemudian.Kim calon polisi yang baik. aksi Kuan saat mengambil pistol dari pinggang Kim ternyata mendapat perlawanan. Tapi ketika mereka bersiap hendak meninggalkan semak-semak. Tubuh Kim sendiri langsung jatuh menghujam jok. Berikan pisaumu. pemuda yang sebelumnya berbaring di kursi. Termasuk kaos dan celana yang dikenakan Kuan. Ia merasa sebagai seorang wajib militer. "Pui. Kuan mulai menempelkan pisau di leher Lee. Benar-benar enggak punya uang!" pekik Lee. Kuan. Saat itu. Namun tanpa diduga. Dalam pergumulan. pistol sempat jatuh. Apalagi yang membutuhkan pertolongan sesama penghuni asrama. "Aku engak punya uang. Begitu membabibutanya aksi Yeo. ia memang mendapati seorang lelaki tengah berbaring di kursi." kata Kuan pada Yeo. tapi juga membantu sesama yang membutuhkan pertolongan. memasukkan pakaiannya yang berlumuran darah ke dalam tas plastik. seraya menghujamkan pisaunya beberapa kali ke leher Lee. 44 . "Mana pisau satunya lagi?" teriak Yeo pada Kuan. Tapi dari belakang." bisiknya tepat di telinga Kim. Aljunied. dengan membawa tas plastik berisi celana panjang biru gelap dan t-shirt warna putih. Setelah menutup pintu. Saat pintu dibuka. ketika Yeo minta Hock menghentikan taksi. Ia berbalik badan. Untuk menghindari kecurigaan.

Bertahun-tahun dia bergaul akrab dengan dunia kejahatan dan berbagai tipu muslihatnya. Akhirnya ia memutuskan bersembunyi di salah satu semak. Lagi-lagi. Ia tahu." "Siapa nama temanmu?" 45 . Pagi buta itu. pemuda putus sekolah itu akhirnya tak beradaya di tangan Man Seng. dia tidak hanya berhadapan dengan gelapnya malam. karena baru saja sukses menangkap tersangka kasus penipuan sejam sebelumnya. "Aku buang saat lari tadi. Kini di depannya terbentang semak belukar. Ayah seorang anak perempuan dan seorang istri ini sudah tinggal di Geylang Bahru selama sekitar empat setengah tahun. "Tadinya kami mau merampok Anda. insting polisinya memaksa Man Seng memeriksa lokasi di sekitarnya. jika terus lari. Sedangkan Kuan menuju blok-blok apartemen di sekitarnya. Mendekati semak-semak. Kuan sampai jatuh. bangun dan jatuh lagi. Dalam sekejap. Namun malang buat Kuan. masih dengan mata nanar. kami mengurungkan niat tadi. lambat laun pasti akan tertangkap. terhampar semak-semak." jawan Kuan sekenanya.Kantung plastik ditemukan Malam itu. mendekati jalan buntu. menuju arah Geylang Bahru. Yeo dan Kuan tampak gugup. sepintas dia melihat seseorang berjalan di belakang mobilnya. perjalanannya terhalang lampu merah. Saat menunggu lampu hijau. dia tahu betul daerah tersebut. Yeo yang lebih tahu medan. hatinya sedang berbunga-bunga. Di persimpangan jalan Geylang Baru dan Kallang Bahru." "Apa isi tasnya?" "Sisir. Begitu paniknya. tak jauh dari salah satu semak. lelaki yang menyeberang jalan barusan ternyata menghilang di sebuah jalan buntu. detektif Siew Man Seng baru saja pulang berdinas. Ia segera berbalik arah. Namun dari balik spion ia sempat memperhatikan. Man Seng pun belok kiri. Tapi begitu tahu Anda polisi. Dari kejahuhan dia melihat sebuah taksi kuning dengan mesin masih menyala. orang yang dihadapinya seorang polisi. melilih kabur ke arah pertokoan. benar-benar memecah kesunyian. sambil menenteng bungkusan plastik. Meski sempat memberikan perlawanan ketika hendak diborgol. "Mana tasnya?" tanya Man Seng. Yeo Ching Boon dan Ong Hwee Kuan. tapi juga medan yang sama sekali belum dikenal. Polisi yang sudah bertugas selama 11 tahun itu berkantor di Kantor Polisi Beach Road. Kecurigaannya memuncak ketika melihat jejak kaki. Tingkah laku lelaki tadi membuat Man Seng penasaran. Dengan langkah pasti ia mendekat. "Cepat keluar!" Kuan pun keluar. Di depan semaksemak itu ia berhenti. mengeluarkan pistol dari sarungnya dan membidik semak di depannya. ia melihat dua orang pemuda. Namun Man Seng bukan polisi ingusan yang gampang dikelabui. Mereka punya feeling. Jadi. Tak jauh dari taksi. "Sedang apa kalian?" teriak Man Seng. Nalurinya sebagai detektif mencuat. Lampu kembali hijau. mereka mengambil keputusan untuk mengambil langkah seribu.

terlebih setelah Ong Hwee Huat. saya berusaha memecahkan sebuah botol. Sebelum Man Seng bereaksi. mengakui pakaian yang ditemukan memang milik Kuan. berhasil ditemukan. Namun mereka cukup kesulitan mengorek data dari pemuda lajang tersebut. Man Seng akhirnya memutuskan membawa Kuan ke kantor polisi untuk diinterogasi. tak jauh dari semak-semak. apalagi menjalankan aksi perampokan. Tak lama kemudian. Hasil penyisiran di sekitar lokasi kejahatan juga membuahkan hasil menggembirakan. Ia terus berusaha mencari tas yang dibuang Yeo dan Kuan. Beruntung. Man Seng menceritakan apa yang dilihatnya pada Inspektur Polisi Poh Keng How. Akhirnya ia menunjukkan jari telunjuknya yang beradrah-darah. botol tadi malah melukai jari telunjuk saya. (Kisah Nyata/Nicky Moey/Icul) 46 . Jika mereka sempat memanfaatkan senjata yang berhasil mereka rebut dari Mount Vernon. berdasarkan pengakuan Kuan. Boleh minta air?" katanya mencoba mengundang iba. tiga sekawan yang akhirnya dihukum mati ini dikenal sebagai salah satu pelaku kejahatan paling kejam di Singapura. Kuan telah melangkah menuju sebuah keran. korban kebrutalan mereka pasti bakal lebih heboh dari dua nyawa sia-sia yang telah ditemukan. Karena tak memungkinkan melakukan pencarian sendirian. Ia juga menolak disangkutpautkan dengan kasus pembunuhan kejam terhadap sang polisi wamil. tapi Kuan lebih memilih tutup mulut." Sekilas. Beberapa jam kemudian. tersebar berita penemuan mayat seorang polisi."Ah Seng. "Sebelum Anda datang. Kantung plastik tempat Yeo dan Kuan menyimpan pakaian penuh noda darah misalnya. sampai kini. Berbagai cara telah dilakukan. Mereka bergerak cepat dengan segera menginterogasi Kuan. mayat sopir taksi malang korban keganasan tiga sekawan. "Aku haus sekali. tak jauh dari tempat Man Seng memergoki Yeo dan Kuan. berhasil dilacak keberadaannya. "Noda darah siapa di kausmu?" Kuan berpikir. Yeo dan Hock pun akhirnya ditangkap. Kali ini. Chew Theng Hin. Namun sebelum masuk mobil. agar bisa dipakai sebagai senjata. tiga sekawan yang sudah kerasukan setan ini tak sempat melanjutkan aksinya." Kuan berkilah. mencari alasan untuk berkelit. meskipun ia baru saja berganti baju. Kuan sempat minta. Satuan polisi khusus pun segera segera diterjunkan. Man Seng melihat noda darah di kaus yang kenakan Kuan. adiknya. Tapi karena ceroboh. Kuan tak dapat mengelak lagi. Di kantor polisi Beach Road. di dalam taksi kuning. waktu tampaknya berpihak pada para detektif. "Beruntung".

Saking seksamanya. Istvan Stefan Hollossy mengeluarkan sebatang rokok dari saku jas. Dua kali kaki wanita cantik itu bergerak.. kami harus lebih rajin menabung. dengan mata menatap tajam. tanpa tahu arah yang dituju. Cornelia langsung jatuh di karpet.. Lelaki bermata kucing dengan ekspresi yang tak mudah ditebak itu kian tajam manatap Cornelia. DIREKRUT JADI MITRA PEMBUNUH Janos Telek berjalan terseok-seok di sisi Istvan Stefan Hollossy. Aku punya penawaran menarik untuk kamu. "Kamu bilang. Janos Telek terlihat gundah. urusan bisnis kita selesai sampai di sini?" "Ya ." suara Stefan membuyarkan lamunan Janos. "Aku dan Janos berencana menikah. sekarang terbaring kaku dengan lubang di kepala.. Hollossy tampak mengangguk pelan. sebelum akhirnya tak bergerak sama sekali.07. Janos betulbetul tak percaya. Dalam hitungan detik. Semuanya tergantung Hollossy. Ia makin tak percaya. Bagaimana mungkin Hollossy tega membunuh Cornelia dengan cara sekeji itu? "Bukankah ia yang memperkenalkan aku pada Cornelia?" pekik hati kecil Janos ." ucap perempuan cantik itu. . Untuk itu. sebaiknya begitu.. dan Janos pun tak pernah ingin tahu. Mereka akhirnya sampai di tempat 47 . tak jauh dari tempat Hollossy berdiri. karena sebenarnya ia tak ingin meninggalkan apartemen penuh kenangan di Timmendorf itu. gayanya macho dan berwibawa.. serta kapan dan di mana akan berakhir. gadis manis yang beberapa bulan terakhir ini mengisi hari-hari indahnya. geliat refleks orang yang sedang sekarat. mulai sekarang. Janos sempat terperangah ketika tiba-tiba Stefan mengeluarkan sesuatu dari balik jasnya. karena tak dapat berbuat apa-apa untuk menyelamatkan kekasihnya. lelaki bengis yang baru saja membelokkan perjalanan hidupnya. Apalagi ia harus melakukan perjalanan paling aneh sepanjang hidupnya. ini tidak akan menjadi perjalanan yang penuh intrik. menyelipkannya ke sela-sela bibir. Hatinya pedih.. Semuanya begitu mengejutkan. Di pojok ruangan. Tapi semata-mata perjalanan bisnis. lalu menyulutnya dengan santai. Perempuan asal Yugoslavia berusia 20 tahun itu langsung meninggal. membayangkan kembali peristiwa mengerikan yang terjadi beberapa menit sebelumnya. pikirannya sempat menerawang. Stefan tak menjelaskan penawaran apa yang dibawanya. Dengan mata kepala sendiri. Seperti biasa. Wajahnya begitu dingin. Janos menyaksikan Cornelia meregang nyawa di karpet. Yang dipandang jadi salah tingkah." sambung Cornelia. persis anggota geng mafia. Saat berjalan kaki menuju tempat parkir.65 mm ke arah Cornelia Renz. langsung ke bola mata lawan bicaranya. Hollossy mengarahkan pistol berdiameter 7. Ia memperhatikan dengan seksama percakapan Stefan dan Cornelia. Cornelia yang sedang duduk santai di sofa. dorrrr! Jidat wanita seksi itu ditembus peluru. Traktir sepanjang malam "Aku berjanji...

saat ini polisi di lima negara menganggapku sebagai buronan. "Merek rokoknya sama dengan yang dihisap Al Capone. Jerman." cetusnya dalam hati. betapa suksesnya ia selama ini sebagai penjahat. Cornelia. Ia menduga. Stefan mengaku sedang merintis karir sebagai bintang iklan. sebuah bar bergaya Yunani. Sambil mengemudi. sambil terus menghisap rokok. "Saya butuh duit. malam itu ia terlihat luar biasa. Menurut Hollossy. yang hampir sama dengan kemampuannya berbicara dalam bahasa-bahasa semenanjung Balkan lainnya. sedangkan Cornelia pelacur yang punya banyak langganan orang kaya dan terkenal. melihat betapa mudahnya Stefan mendapat uang. di mata Janos. "Tapi. Perjumpaan pertama Janos dengan Cornelia terjadi di Kazoria.parkir. sedang nongkrong di bar Blue Mouse. Jerman. yang sangat gampang menghamburkan uang. dan Swedia selalu gagal menangkap dan memenjarakannya secara permanen. Sebuah pertemuan yang sangat mengesankan . Janos Telek datang ke Luebeck. setelah ditawari bekerja sebagai salesman sebuah perusahaan margarin. pria kelahiran Hongaria. Stefan. Janos merasa ngeri. dan segera masuk ke mobil Opel Rekord tua kepunyaan Janos. "Penghasilannya pasti besar. Usia Stefan tak beda jauh dengan Janos. tempat ia seharusnya menjalani hukuman 20 tahun penjara." desis Janos. dan sampai saat ini masih terus memburunya untuk mempertanggungjawabkan perampokan sejumlah bank. polisi Hungaria. Cornelia mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dan menyerahkannya kepada Hollossy. Ia gampang mendapat pekerjaan. Janos bahkan merasa jatuh cinta pada pandangan petama. "Kamu saja yang menyetir. SIM-ku baru saja dicabut sabtu lalu." Tanpa basa-basi. karena nyaris tak pernah tersentuh hamba hukum. Siapa lagi kalau bukan Cornelia Renz. Namun siapa pun Cornelia. serta beberapa percobaan pembunuhan. . Kepandaian bercakap-cakap dalam berbagai bahasa pula yang membuatnya berkenalan dengan Stefan Hollossy.. karena kefasihannya berbahasa Jerman. ternyata jauh lebih buruk dari Stefan yang dikenalnya selama ini. Austria.. pikirannya kembali melayang. apa masih ada gunanya SIM buat orang seperti aku?" Hollossy lalu "memotivasi" Janos. Saat itu. Janos menyapa Stefan dalam bahasa Hongaria. sebuah kota di pinggir laut Baltik. 48 . Janos agak heran. Begitu senangnya Stefan. tempat gaul malam terkenal di Luebeck. kawannya itu mucikari." kata Hollossy." pinta Stefan sembari melirik lelaki di sampingnya dengan ujung matanya. petualangan terakhirnya adalah meloloskan diri dari sebuah penjara di Swedia. "Siapa bilang mengemudi harus selalu pakai SIM." bantah Hollossy." jawab Janos. Swiss. Hollossy juga bercerita. "Hebat. "Kamu boleh percaya atau tidak. sebelum sampai di Luebeck. sembari duduk di meja. gadis cantik nan mempesona. Dalam hati. Janos begitu terkesan pada kawan barunya itu. Jadi.. Jerman... Stefan yang duduk di sampingnya. sampai-sampai ia mentraktir Telek sepanjang malam. pemilikan senjata api ilegal. ke saat pertama kali dia bertemu Hollossy dan Cornelia. Tapi aku 'kan tidak boleh berhenti menyetir di negara-negara itu. Janos baru tahu pekerjaan Stefan "yang sebenarnya" setelah ia diajak menemui sumber dana yang tak ada habis-habisnya itu.

Cornelia merupakan korban pertama yang meninggal di tangan Stefan. atau setidaknya gadis manis dengan centengnya .pelacur seperti diduganya semula. Hebatnya. Saat itulah. Layaknya orang Hungaria. lagi-lagi hanya di dalam hati. Berbekal tabungan Cornelia. Cornelia layak mendapat penghasilan yang lebih besar.. Stefan dan Cornelia memang berhubungan erat. ia tidak boleh terpaku hanya pada "pijat kesehatan". Sampai akhirnya ia tahu. Sejak itu. Untuk itu. Namun bukan hubungan mucikari . Sayangnya. Sampai akhirnya dia bertemu Stefan Hollossy di Nautic Bar. Cornelia memang melacur. petuah sesat Hollossy itu ditelan begitu saja oleh Cornelia.Saat yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Baru jika ada yang mencoba macam-macam. Teluk Luebeck. penjahat itu tidak pernah membunuh orang. Sialnya. Ia dikenal gemar menghambur-hamburkan uang di bar. rekening tabungannya makin menipis. Cornelia memang perempuan baik-baik. "Mungkinkah Stefan menembak Cornelia untuk memecahkan kebuntuan?" tanya Janos. 49 . tempat gaul malam yang cukup laris di Luebeck. Ketika Stefan pergi ke kamar kecil. Dari ocehan Hollossy. Cornelia langsung menerima. Janos memberanikan diri mengajak Cornelia kencan. Janos jadi tahu. mereka sering menghabiskan waktu bersama. Selera gaul dan cara berpakaiannya pun meniru kalangan the have. Ia wanita pemijat terlatih berjari "emas" yang memiliki diploma dan tahu seluk-beluk pijat kesehatan. Hollossy berwajah dan penampilan menarik. dengan keahlian dan pengalamannya. ia tidak pernah menembak orang-orang di dalam bank yang tidak melakukan perlawanan. "Tapi mengapa harus Cornelia? Mengapa pula harus diselesaikan menggunakan pistol? Bukankah segala sesuatunya masih bisa dibicarakan? Cornelia sama sekali tidak layak mati dengan cara seperti ini. Janos makin sering bertemu Cornelia. Di kursi sebelah. Gajinya di hotel mewah itu lebih dari mencukupi. Hubungan mereka lebih mirip sepasang kekasih. Stefan bukan orang yang gemar membunuh untuk kesenangan. Stefan menyarankan agar Cornelia "melacurkan" jari-jemari emasnya. Sebagai usaha sampingan.Timmendorf tanpa harus naik bus... Lama-kelamaan. tanpa berpikir panjang. Dia perempuan baik. Ia melakukannya untuk memecahkan kebuntuan atau jika memang benar-benar dibutuhkan. Dia bukan pelacur seperti diduga Janos sebelumnya. tentu saja tak dapat terus menerus menopang gaya hidup Hollossy. Cornelia mestinya juga menawarkan "pijat organ-organ khusus" bagi pelanggan yang menginginkan. Cornelia. Saat merampok bank misalnya. Meski tidak tinggal serumah dengan Cornelia. Menurut lelaki perlente itu. Stefan yang tidak mempunyai pekerjaan tetap mempunyai gaya hidup yang bisa membuat semua pacar-pacarnya sengsara. meski korban yang dilukainya tak terhitung. Stefan membeli Fiat 124 berwarna hijau terang. sebuah hotel mewah di pantai Timmendorf. tapi tidak dengan tubuhnya. dengan senang hati dia akan menembaknya sampai mati. Bekerja di Little Sea Castle. bahkan sangat baik. agar bisa bolak-balik Luebeck . beberapa mil di sebelah utara kota. Stefan mulai mengoceh lagi. ketika mobil yang dikendarainya hampir bersenggolan dengan mobil lain. Korban pertama Janos kembali terbangun dari lamunan. Sebelumnya." Janos mencoba menekan emosi yang melecut hati. Dia pun memberikan sebagian penghasilannya pada Stefan dengan "sukarela".

Di luar sana banyak sekali orang kelebihan uang.. Jarak antara kedatangan Stefan. dia punya "penawaran bagus" untuk Janos. Jadi. beli baju. ada pula yang banyak. 3 April 1975. "Cara paling gampang. "Aku bosan sendirian. Sebuah kejutan yang tampaknya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. "Mulai sekarang. dengan aksinya memgeluarkan pistol dan menembak kening Cornelia dari jarak dekat. Janos merasa beruntung sempat merasakan kebahagiaan bersama Cornelia. Lelaki itu tampak tenang. "Tidak. Cornelia jatuh cinta (lagi) pada Janos. dan beli bensin. belajar jurus-jurus berkelahi saja Janos tidak pernah.. Dia bahkan terkesan tak takut pada Hollossy. Tapi kalau mau uang yang sangat banyak. cinta pada pandangan pertama. Apalagi belakangan terbukti. sah-sah saja jika kita mengambilnya sedikit dari mereka 'kan?" sambung Stefan. menikmati perempuan. minum. Berkelahi pun belum pernah Janos melirik Hollossy. satu per satu pertanyaan tentang Stefan. kekerasan hanya bikin pusing kepala. mengapa Janos sebagai satusatunya saksi mata pembunuhan Cornelia dibiarkan tetap hidup. Cornelia yang cantik. Buat dia. hanya sekitar 5 menit . Janos sadar lelaki itu sedang merencanakan sesuatu. Pernah membunuh orang dengan menggunakan pisau?" tanya Hollossy. Namun ketika tak lama kemudian Stefan sudah muncul di pintu apartemen. Kita butuh uang untuk makan. terlatih dan pintar mau saja menuruti permintaan Stefan. serta menikmati tiap akhir pekan dengan makan malam di berbagai tempat makan murahan. Ada yang sedikit. Jadi. kita harus merampok bank. yang selama ini berkeliling di benak Janos. Sepanjang perjalanan." sahut Janos singkat.Aneh memang. Aku ingin kamu menjadi partnerku." 50 . satu kali pun tidak pernah menyatakan keberatannya. aku menyukai kamu Janos. Yang terakhir ini tingkat kesulitannya tinggi. "Tidak masalah. Sampai suatu sore. Aku enggak akan mengajak kamu merampok bank. sebelum punya pengalaman melaksanakan "operasi kecil". Kita masih punya banyak waktu untuk latihan. Terus terang.. Stefan bilang. jangankan membunuh. Janos tidak suka menghambur-hamburkan uang di bar atau tempat-tempat makan mahal. Ah. mulai terjawab. Peristiwanya berlangsung sangat cepat. ia sebenarnya tidak betul-betul jatuh cinta pada lelaki itu. hanya untuk membiayai gaya hidup Stefan. Keduanya tinggal di apartemen Cornelia di Timmendorf." tegas Hollossy. Termasuk pertanyaan. ia menelepon temannya itu. suatu ketika. sangat tenang. bayar hotel. percakapan singkatnya dengan Cornelia. Meski singkat. Mereka berpacaran seperti ABG yang baru saja mengenal cinta. Orang yang ada di sana pasti membawa uang. kita rampok toko saja. Stefan yang mencium hubungan Janos dan Cornelia. Mereka merasa sangat klop. bahkan diajak berkelana oleh Stefan. membuka tabungan baru. sebenarnya tak ada alasan Cornelia melacurkan jari-jari emasnya. Tidak seperti Stefan. Pasangan dalam melakukan kejahatan. kamu harus membiasakan diri berpikir praktis. Janos cuma menjadi pendengar yang baik.

adalah mata gadis itu terbuka lebar. dia ikut mendengar suara tembakan tadi. Dia bahkan tidak yakin Stefan akan membiarkannya tetap hidup. Tuhan tahu." sergah Stefan. kejadian itu terjadi pada kehidupan nyata. Janos seorang komunis. ketika tahu Stefan memasukkan kembali pistolnya ke kantung jas.. "Tapi sepertinya lebih baik jika kamu memukul kepalanya pakai besi. meski tak tahu harus berdoa pada siapa.. 'kan?" Janos kini manggut-manggut. kecuali menjadi pasangannya. Seluruh persendiannya lemas. Karena Janos tak kunjung bergerak. Dia juga tidak tahan melihat darah yang mengucur dari lubang di kepala Cornelia. "Aku tidak mau ada saksi mata lain. Jika terjadi dalam novel atau film. tempat ini dan waktu kita juga sangat sempit. apalagi sampai membunuh. menuju apartemen sebelah. bukan Superman atau Batman. Yang paling membuat hatinya sedih. Makanya dia begitu lega. Dalam keadaan terkejut. "Bagaimana kalau latihan kita mulai dengan merampok toko? Aku akan mengalihkan perhatian pemiliknya dengan mengajak dia ngobrol. karena dialah satu-satunya saksi mata pembunuhan Cornelia. baru Janos membantu meletakkan mayat Cornelia di tempat tidur. 51 . seolah memandangnya dengan pandangan minta tolong." ajak Stefan pada Janos.. Lalu kamu berputar ke arah belakang. Masalahnya. aku akan jadi buronan. kapan ia harus bertindak? Menghadapi Stefan." cetus Stefan. Janos sempat kaget ketika tiba-tiba Stefan berkelebat." ucap Janos. Sayangnya. lalu balas menembak banjingan itu di jidatnya. sehingga tak ada jalan lain. Kamu bilang tadi. ia berlutut. Janos mungkin saja akan merebut pistol Stefan. bukannya setuju pada rencana Stefan. tentu di dalam hati. lalu menyelinap keluar. mengancamnya pakai pisau. tak mudah bagi Janos untuk menuruti perintah Stefan. Beberapa saat kemudian." Stefan segera mengeluarkan pistol dari balik jaketnya. 'kan? Jangan-jangan.Untuk kesekian kalinya Janos terdiam. "Ayo kita angkat mayatnya ke tempat tidur. dia masih tinggal di sebelah rumah. akhirnya Hollossy sendiri yang memulai mengangkat mayat Cornelia. bicara soal nyali dan strategi. Harus ada strategi khusus. Janos kembali teringat peristiwa mengerikan siang itu . sama seperti dia. ketika Stefan kembali nyerocos. Janos hanyalah salesman perusahaan margarin. Ah. lega yang teramat dalam. mengapa Stefan selalu berusaha mendorongnya melukai atau membunuh orang lain. belum pernah memakai pisau. "Sekali saja aku melukai orang. pasti akan digambarkan sosok Janos sedang yang marah besar atas pembunuhan Cornelia. Jarang sekali ada pembunuh yang mau menoleransi kehadiran saksi mata. "Nenek itu. Janos masih mencari jawaban terbaik. modal nyali saja tak cukup. tapi menghadapi situasi seperti ini. Namun ia mengerti.

tapi aku lebih suka mati karena pistol sendiri. Hollossy mengunci pintu dan memasukkan kuncinya ke kantung celana. Namun. Celah di antara celah Esoknya. lagi-lagi Hollossy membangunkan Janos di paruh pagi. dia tak dapat memejamkan mata. yang bertanggungjawab atas semua yang terjadi pada anak buahnya. "Masuk akal. Siang dan sorenya. Begitu sore tiba. polisi akan mencari-cari kita. Jam sembilan pagi mereka sampai di Hamburg. memilih menghabiskan waktu di sebuah hotel di pinggiran kota. Seperti biasanya. Malam yang berat buat Janos. Esoknya. Apalagi setelah Hollossy menunjukkan tiga pistol yang selalu dibawanya ke mana-mana. nyalinya mengkerut jika mengingat refleks Hollossy bak macam kumbang. Stefan betul-betul menepati janjinya. Namun. Bagaimana kalau kamu turun dan membunuh perempuan tua pemilik hotel ini. Tak kusangka kamu ternyata partner yang pintar. "Aku sedang berpikir tentang uang kontan. setelah mendengar bunyi sirine mobil polisi yang sedang berpatroli. hampir seharian mereka habiskan untuk mensurvei kembali toko-toko perhiasan. Janos sempat mempertimbangkan menibani kepala Hollossy dengan lampion. Hollossy berpikir sejenak. Hollossy memutuskan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju toko logistik terdekat." bilang Stefan. lalu merampok uangnya?" Janos kaget alang kepalang. "Dia tidak ada di rumah. Pertimbangannya terbukti benar. 20 mil dari Luebeck. Sampai detik itu. meski praktiknya. Setelah itu. pagi-pagi sekali mereka sudah naik kereta api menuju Hamburg. "Selama ikut aku. memikirkan kejahatan apa kira-kira yang akan dilakukannya bersama Stefan besok. "Tapi kalau kita merampok tempat ini. 52 .Beberapa saat kemudian." teriaknya pada Janos. tidur pulas." ucap Hollossy setengah mengintimidasi." tolaknya halus. Kita butuh uang kontan. lalu kkkrrrr. mereka bermalam di rumah teman Stefan. lalu mengangguk. Janos tak pernah mengeluarkan uang sepeser pun. Hollossy dengan sigap meletakkan pistol di telinga kanan Janos. Stefan kembali. Betul-betul mirip macan kumbang. Seperti kemarin malam. mengantungi pistol terkokang itu berbahaya. mobil mereka mengalami masalah. Hollossy yang tidak pernah menginap dua malam berturut-turut di satu tempat. "Orang-orang selalu bilang. daripada tertembak musuh karena pistolku tidak siap. karena tak ada pembunuhan lagi. Mereka menginap di Union Hotel. Janos menarik napas lega. mata Janos tak pernah terpejam sampai pagi tiba. Padahal kita sudah berencana merampok toko perhiasan. Kali ini bukan karena mendengar mobil patroli polisi. kamu tidak perlu membayar apa pun. Janos tak banyak bicara. Jam dua pagi. karena hampir sepanjang malam. mereka menghabiskan waktu mensurvei berbagai toko perhiasan." Mereka lalu kembali "tidur". berlaku seperti bos mafia. bagaimana dengan nyawanya sendiri? Di Ratzeburg.

dia bergeser menuju ujung sebuah gedung. inilah tempat paling tepat untuk menghindari perbudakan Hollossy. menghilang di balik gedung itu. "Entahlah. Frank Luders dan Max Peters langsung meblokir Spitaler Street dan memeriksa gedung-gedung di sekitarnya. kumpulkan data semua toko perhiasan. Pelan-pelan. Hollossy telah mati. ketika sang residivis mencari celah masuk. didahului oleh pasukan khusus. Janos justru menemukan celah untuk melarikan diri. toko mana yang akan dirampok. Nah. Gas air mata pun melesak ke dalam gedung. kawasan yang lumayan ramai oleh pejalan kaki. "Menurut Anda. Maria (66 tahun). Namun. Polisi juga berjaga-jaga di stasiun dan gerbang keluar kota lainnya. dengan luka tembak di bahu kanan. menembak mati istri Josef. Polisi mendapat seorang lelaki terbaring tak bergerak. Tak juga polisi. Hollossy masih ingin menentukan nasibnya sendiri. Tapi dia sendiri belum memutuskan." pintanya singkat. Hollossy tampak sangat serius mengamati pintu masuk sebuah toko perhiasan. Suatu saat. ternyata berasal dari pistolnya sendiri! Sampai kematikannya. Jika tekadnya sudah bulat. yang ditemuinya di Ifflland Street. Dengan senjata otomatis 9 mm. tak satu pun rintangan dapat menghalangi niatnya. Begitu mendapat kabar positif. Janos makin deg-degan. Novak selamat. di mana kira-kira dia sekarang?" tanya Luders. setelah lari terbirit-birit meninggalkan truknya. Sepuluh menit kemudian. dor! dor!. Polisi yang datang ke lokasi atas laporan Novak. Dia berencana merampok salah satu toko perhiasan yang kami survei. bagaimana caranya? Janos terus mencari celah. Namun Hollossy tetap Hollossy. (Kisah Nyata/John Dunning/Icul) 53 . tembak menembak reda. penjahat berdarah dingin itu merampok Hoellinger Jewellery di Alstertor Street." jawab Janos. Namun. masuk dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. semua cerita Janos dikonfirmasi lewat telepon pada kepolisian Luebeck dan Timmendorf. Hollossy lalu membajak truk yang dikemudikan Werner Novak. yakni ditemukannya mayat Cornelia. Belakangan diketahui. "Sersan. Firasatnya mengatakan. Hollossy memberikan perlawanan sengit. dia melukai pemilik toko Josef Hoellinger (74 tahun). Janos kemudian menyetop taksi. Janos sudah bersaksi di depan Inspektur Frank Luders dan Detektif Max Peters dari Kantor Kepolsian Hamburg.Paginya. Namun Klein sempat menunjuk gedung Grauman's Way No 20 sebagai tempat Hollossy bersembunyi. seiring desingan peluru dari kedua belah pihak. dan kaki kiri. Hollossy menembak Walter Klein. Beberapa saat kemudian. Beberapa saat kemudian. peluru 9 mm nan mematikan yang bersarang di kepala Hollossy. lalu sekuat tenaga berlari menuju sebuah pusat perbelanjaan. lagi-lagi Hollossy mengajak Janos mengintai toko-toko perhiasan. Tempatkan minimal satu orang polisi di sekitarnya. Oleh Luders. menyerbu masuk. begitu tahu status Hollossy dari radio. dan pembantu mereka Cristel Semmelhack (33 tahun)." perintah Luders pada Peters. Siang menjelang sore. kali ini yang berjejer di sepanjang Spitaler Street. Polisi. "Tolong antarkan aku ke kantor polisi. kepala. menjumpai Klein dalam keadaan luka parah.

mengeluarkan sebatang rokok putih. merokok. apa yang mendorongnya berbuat demikian. Ia juga tidak begitu mengerti. lalu menyalakannya. Dalam buku catatannya. Penampilannya terlihat seadanya. Pria itu tiba-tiba memandangi Polly. kecelakaan. serta dugaan-dugaan berbagai kalangan yang kadang tidak masuk akal. Namun. Fakta-fakta yang sama sekali tidak menarik untuk sebuah tulisan investigatif peristiwa kriminal. yang menggegerkan kota kecil yang biasanya tenang ini.00. Polly membulatkan tekad untuk menghampirinya. biasanya pria itu akan pergi. Polly yakin. Namun. kesaksian orang-orang di sekitar. Orang yang tahu perbuatan Polly pasti akan mengecapnya sebagai kurang kerjaan. apakah sang janda mati dibunuh. "Jadi Anda yakin. membuat perempuan berusia 29 tahun itu sedikit terkejut dan berusaha mengalihkan pandangan dengan bola matanya.08. terlebih oleh orang-orang yang belum mengenalnya. sambil terus mengisap rokoknya. ia sudah terbiasa diperlakukan demikian. peristiwa itu bukan sebuah kecelakaan atau bunuh diri. di hari keempat pengintaiannya. nalurinya sebagai wartawan lepas meyakini lelaki itu mungkin tahu sesuatu tentang peristiwa pembunuhan Nyonya Owen. Masyarakat sendiri masih berspekulasi. Sebagai wartawan. dan waktu yang sama. Salah satunya dari pria berpenampilan lusuh itu. Sesekali ia terlihat gelisah seperti sedang menantikan sesuatu. Polly tidak kesal." katanya mengangkat bahu. atau bunuh diri? Pria itu selalu duduk di sebuah kursi taman. si pria tidak menyadari pengintaian ala cerita spionase yang dilakukannya. Polly sebenarnya sudah mengumpulkan beragam fakta tentang kasus pembunuhan misterius itu. Sudah beberapa hari ini tak seorang pun menyapanya. Polly Burton tekun memperhatikan sesosok pria yang sering duduk sendirian di sebuah sudut jalan di Norfolk Street. Pada tempat. puluhan meter dari pria itu. Dari gerak-gerik tubuhnya. "Saya ingin pendapat Anda tentang kasus itu. Inggris." nada bicara Polly setengah memaksa. Segala gerak-gerik pria setengah baya itu seolah tidak pernah lepas dari pandangan Polly. Strand. "Sebenarnya tidak ada seorang pun yang tahu 54 . yang membuatnya heran. Kini peluang terakhir untuk mendapat tambahan keterangan adalah dari sumbersumber tidak terduga. setiap pukul 16. Hari ini. di tepi sebuah jalan yang tidak terlalu ramai. posisi. Hanya saja. pria itu seolah bisa membaca pikirannya yang penasaran. TERGIUR SIMPANAN JANDA TUA Sudah tiga hari ini. Semua berasal dari keterangan polisi yang serba resmi. hingga orang sulit menerka pekerjaan sehari-hari dan apa yang dilakukan si pria selama berjam-jam di tempat itu. "Entahlah. atau membaca koran sore selama dua sampai tiga jam. "Yang pasti. Setelah duduk. yang leluasa mengamati dari sebuah kafe. terlihat ia sangat gelisah." kata pria itu menunjukkan sikap acuh tak acuh. seseorang telah membunuhnya?" Pria itu tertawa lirih. ia tak kunjung bicara pada Polly yang kini duduk di sisinya. jika tidak bisa dikatakan lusuh. seolah hendak menceritakan sesuatu kepada seseorang.

Sebatang rokok kembali diambil. mengeluh. Owen akan membereskan dan menyapu seluruh ruangan. Begitu pula pagi hari di saat peristiwa tragis itu terjadi. seorang pembunuh profesional?" Alis Polly terangkat. Saat itulah ia menyempatkan diri sekadar menyapa atau mengajaknya ngobrol tentang apa saja. wanita yang telah bekerja 25 tahun itu sama sekali tidak pernah menuntut. Ruanganruangan tempat usaha itu berjajar dan di ujung bangunan terdapat kantor pengurus bangunan. Tidak ada orang lain yang bermalam di ruang sempit dekat ruang produksi itu. karena memang tidak ada yang melihatnya. Smith dengan kunci cadangan miliknya akan membuka pintu depan dan langsung menuju ke ruangannya.00 Smith mendapati Owen sedang mengerjakan sesuatu. Sampai sekarang. Seperti biasa. Namun. Pekerjaan rutin itu harus selesai sebelum penyewa atau pengunjung datang. dan asapnya dihembuskan ke atas. Robbie Smith. pagi di hari kedua bulan Februari itu. Semua menyangkut periklanan. Owen juga menerima tip dari para pekerja yang telah dibantunya. dengan jendela besar untuk ukuran bangunan modern. Lagi-lagi pria itu tertawa lirih. begitu tiba. maupun merepotkan. Di sanalah Owen tinggal. serta sebuah studio kecil untuk syuting film iklan atau pemotretran." "Bukan sembarang orang? Maksudmu. Sekali waktu. karena pembunuhan itu dirancang sedemikian rupa oleh bukan sembarang orang. Di gedung itu terdapat beberapa jenis usaha yang dijalankan para penyewa. usaha desain iklan media cetak. Begitu besarnya sampai ada olok-olok. juga tidak ada yang bisa menggambarkan secara persis. Jumlahnya tentu saja kian hari kian besar. seperti pembuatan papan iklan. Peraturan di gedung itu memang mengharuskan setiap penyewa meninggalkan ruang kerja mereka menjelang petang dan kunci ruangan dititipkan di ruangan pengurus bangunan. adalah pekerja yang selalu datang pertama setiap hari. kepala ruang perabotan. dinyalakan.pembunuh wanita itu. Tempat kejadian perkara pembunuhan Nyonya Owen itu berada di salah satu bangunan tua peninggalan abad ke-19 yang terdapat di ujung jalan. bahkan nyaris tidak cukup untuk hidup layak. tidak seperti biasa 55 . Uang penghasilannya diatur sangat hati-hati untuk keperluan sehari-hari dan sedikit untuk burung kakatua peliharaannya. Biasanya. Setiap hari janda tanpa anak itu bertugas membersihkan dan merapikan ruangan dengan upah hanya 15 shilling per minggu. Perempuan kaya Percy Street di Tottenham Court Road bukanlah termasuk kawasan ramai di kota ini. Walau penghasilannya tidak seberapa. hingga semua orang yang tahu tentang kebiasaan iritnya itu menjulukinya "wanita kaya". Pintu depan akan dibiarkannya terbuka untuk pekerja lain atau jika kebetulan ada pengunjung yang datang pagi-pagi. Pagi-pagi sekali. sewa ruangannya ditentukan sinar tambahan yang masuk melalui jendela-jendela berdebu itu. Bangunan mirip hanggar pesawat terbang itu terdiri atas beberapa ruangan. Besarnya memang tak seberapa. tiap pukul 09. tapi ia selalu mengumpulkan dan menyimpannya di sebuah rekening di Bank Birkbeck. begitu menyadari lawan bicaranya begitu bingung tapi tetap memaksa. kecuali Owen dan kakatuanya. Polly siap mencatat segala penuturan pria itu.

suasana di sekitar jalanan juga mulai sepi. Beberapa waktu sebelumnya ia hanya melihat lewat ilustrasi wajahnya. "Ini Nyonya Owen. tubuh kakatua peliharaannya ikut terbujur kaku membeku. Tingginya kira-kira sama dengan luka memar di belakang kepala korban. Pukul 17. Menjelang petang. Sementara di sudut ruangan.00. Hujan bercampur es dan salju tebal menerobos masuk. tidak satu pun menyadari ketidakhadiran Owen sepanjang hari itu. foto itu gambar terakhir Owen sebelum terjadi perubahan. Ketika korek api dinyalakan. ia melihat tubuh Nyonya Owen tertelungkup mengenakan gaun malamnya. ia akan mengembalikan kunci ruangan kantornya ke pengurus bangunan. telah bersiap-siap. pria itu mengeluarkan selembar foto dari saku jaket. Ternyata dua jendela di dalam ruangan terbuka lebar. Tak jauh dari jendela ruangan. Kata si pria. Saat itu hari mulai gelap. Baru kali itu ia melihat sosoknya secara lebih jelas. Di matanya penampilan Owen terlihat biasa-biasa saja dan tidak menunjukkan karakter suka aneh-aneh. Pitt baru saja membuka pintu ruang pengurus bangunan ketika tiba-tiba hembusan angin dingin sekonyong-konyong menerpa wajahnya. Hanya kerlap-kerlip lampu hiasan di sepanjang jalan membuat suasana lebih meriah. wanita itu telah mati dalam kebekuan. ia menyaksikan sebuah pemandangan mengerikan! Di lantai yang setengahnya tertutup tumpukan salju. Karena dilihatnya ruangan telah rapi dan bersih. Begitu pula puluhan pekerja lain yang datang kemudian. wanita itu sebelumnya cenderung hidup secara monoton dan 56 . Ia sengaja mengajak pria itu ke sana semata-mata agar mereka lebih leluasa berbincang. Sejenak Polly mengamati. Foto seorang wanita biasa bertubuh gemuk dalam pose tersenyum ramah. Apa Anda sudah pernah melihatnya?" kata pria itu sambil menyodorkannya ke arah Polly. Suhu 5oC di bawah nol semakin memperparah keadaannya. Penemuan besi ini membuat media massa berspekulasi: kematian Owen akibat kecelakaan. Berdasarkan pemeriksaan medis sementara. diketahui korban mendapat benturan keras di bagian belakang kepala. Mereka berusaha memberi pertolongan. Tangannya biru lebam. Ia juga menambahkan. Saat itulah Charles langsung merasakan sesuatu yang tidak biasa. Seperti biasa. Tim medis dan polisi datang 15 menit setelah tubuh janda itu ditemukan. Charles Pitt. Setelah pesanan kopi datang dan sejenak menyeruput. membuat segala sesuatu semakin buruk. Smith tidak terlalu menghiraukan kejanggalan itu. hantaman angin kencang disertai badai timur laut terus bertiup. Kedua tungkai dan pergelangan kakinya terbuka. tapi tidak menemukan apa pun. Suhu udara hari itu sangat dingin.Smith tidak melihat Owen. perasaannya tetap tidak enak. Inspektur Howell dari kepolisian setempat menemukan potongan besi berbentuk siku-siku. Namun. Tubuh Owen benar-benar tergeletak tak berdaya di sisi pintu yang terbuka. Terlihat berkencan Polly dan pria asing itu kini memilih melanjutkan perbicangan mereka di sebuah kafe. Mungkin Owen telah menyelesaikan tugasnya lebih awal. Namun terlambat. setelah menjadi mayat. sisa cahaya redup musim dingin yang pucat telah berlalu. Hujan salju membentuk tumpukan salju tebal di sepanjang jalan. Ia berusaha melongok. membentuk hamparan permadani putih di lantai. pekerja yang biasanya pulang paling akhir.

menyatakan beberapa jam sebelum peristiwa tragis itu. lelaki pemilik bangunan. Dari serangkaian informasi awal. mereka tidak ambil pusing. hak janda itu untuk menyenangkan diri di hari tuanya." kata Allman. wanita itu menampiknya dan tidak bercerita apa pun. "Nyonya Owen tidak sedikit pun terlihat kesal ketika saya menyampaikan hal itu kepadanya. Namun. Semula tidak ada yang menaruh perhatian soal itu. hidangan pencuci mulut. Menurut pria tambun berumur 60-an tahun itu. Menurut para pekerja di Percy Street. Sepanjang ingatan. pada akhir Januari. Namun. Namun. Nona Bedford. termasuk para pekerja yang sudah lebih dari sepuluh tahun bekerja di situ. Ketika penelusuran dikembangkan ke Birkbeck Bank. Menurut penuturan saksi. Saat itu. Saat itulah mereka bertukar informasi. Bedford tidak menyangka.00 ia melangkah ke luar sendirian. Jones menemukan fakta mengejutkan bahwa setelah dipecat. sepotong besar tulang sumsum. dan ditutup dengan kopi manis. Ketika keduanya meninggalkan restoran. Di lehernya tampak sebuah liontin emas berantai mungil dengan ukuran yang sepertinya tidak mungkin dimiliki wanita sekelasnya. Ia hampir selalu tidak ada di tempat pada saat dibutuhkan. Kecurigaan mulai kuat setelah ada gosip susulan yang menyatakan melihat Owen berkencan dengan Arthur Greenhill di sebuah rumah makan di Gambias Restaurant di Tottenham Court Road. lengkap dengan topi dan mantel mewah. kopi. Allman memecat Owen yang telah bekerja puluhan tahun tanpa masalah. Owen mengambil 57 . Owen berubah kira-kira sejak Oktober. Para pekerja saling berpandangan. Arthur tampak mengisap cerutu mahal. sekitar pukul 18. pernah mendapati Owen menangis terisak. Seorang saksi lain. yaitu beberapa sayat daging anak sapi." kata Allman kepada polisi. tanpa banyak peringatan. mereka tidak mau terlalu usil. Owen yang membayar tagihan makan malam di tempat eksklusif itu. yang takut dirinya dikait-kaitkan dengan kematian bekas pekerjanya itu.membosankan. Mata para pekerja baru benar-benar dibuat terbelalak ketika suatu kali mereka melihat Owen berdandan begitu rapi. tapi belakangan berubah total di luar dugaan banyak orang. tepatnya gosip. dirinya telah memiliki banyak properti dan kini akan bekerja sesuai keinginannya. Hidangannya terbilang mewah. Owen justru bercerita. saat ia bertanya soal masalahnya dan menawarkan bantuan. Perkara Owen akhirnya sampai juga ke telinga Allman. mereka merasa belum pernah melihat Owen berpenampilan seperti itu. Para pekerja mulai berembuk untuk membicarakan ketidakberesan ini dan berencana melaporkannya kepada pemilik bangunan bila situasi itu terus berlanjut. pemuda yang bekerja di Number Eight Studio. kepolisian menugaskan Inspektur Jones menyelidiki Arthur Greenhill. Para pekerja mengamati. itu pertemuan terakhirnya dengan Owen dan memilih untuk segera beranjak pergi. perubahan mencolok terjadi setelah Owen berhubungan dengan Arthur Greenhill. Mereka pikir. karena ia memiliki banyak uang untuk siapa pun yang tahu bagaimana menyenangkan hatinya. Menurut gosip. "Ia menyatakan punya banyak sahabat yang akan menjaga dirinya. tentang Owen. Perubahan drastis Owen baru menjadi masalah setelah berdampak pada pekerjaan. Arthur memang terlihat sering pulang paling malam. Akhirnya.

hingga bicaranya tergagap dan berulang kali memberi jawaban asal-asalan. Polly cuma manggut-manggut. Dalam penelusurannya. Hakim juga tahu. tidak masuk akal kalau dia membuka pakaiannya di tengah suhu 5oC di bawah nol dalam keadaan jendela terbuka lebar. dari hasil visum tidak ada perkembangan baru." kata kasir yang tak disebut namanya itu. Salah satunya ditukarkan untuk pembayaran satu setel 58 . pembawaannya sedikit kasar. Sayangnya. Apakah satu. Ayahnya. tidak ada yang terlalu mencolok. tapi mengiyakan. Memar di bagian belakang kepalanya sebenarnya tidak memberi efek serius. dengan penampilan yang lebih mirip pengacara desa ketimbang pejabat penting di London. keadaan di sekitar ruangan saat Charles Pitt pertama kali menemukan wanita malang itu. atau mungkin 12 jam. Owen pernah menunjukkan kepadanya cek 827 pound atau senilai saldo rekening tabungannya. hasil jerih payah menabung dan menghemat selama 25 tahun! Kelumpuhan sementara Karena semua dugaan mulai mengarah pada satu nama dan untuk memudahkan penyelidikan. Meski pekerja kasar. karena berniat pergi ke kota lain untuk tinggal bersama keponakannya. kecuali kelumpuhan sementara. karena tidak ditemukan uang sedikit pun di dalam kamar sang janda setelah peristiwa tragis itu. Arthur bersikap tidak menyenangkan bagi hakim wilayah dan kepolisian. Kesaksian kasir itu mengejutkan. Polisi berusaha menyusun bukti-bukti yang memberatkan Arthur. saat petugas kesehatan datang. "Dia terlihat senang dan riang. "Nyonya Owen pasti baru bersiap-siap akan tidur.seluruh uang simpanannya dalam deposito. Kasir itu sempat mengingatkan Owen agar berhati-hati. Owen tertawa menanggapinya. setelah membuka pakaiannya saat itu. kematiannya pasti bukan karena kecelakaan.Dalam kesaksiannya seorang kasir perempuan di Birkbeck Bank bilang. karena biasanya wanitawanita lanjut usia mudah pikun. korban sudah tewas. Pintu ruangan sedikit terbuka. Hanya saja." kata pria yang masih terus bertutur kepada Polly. dua. Agak sulit memastikan sudah berapa lama wanita itu terbujur kaku. Menurut catatan polisi. Namun. Malah Owen sempat menuturkan niatnya untuk mengunjungi kantor pengacara untuk membuat sebuah surat wasiat. Owen tewas akibat tidak segera mendapat pertolongan. dalam sidang pendahuluan. bertindak sebagai kuasa hukum. polisi lalu menahan Arthur Greenhill. Rasanya. polisi malah menemukan dua nota bank yang telah dicairkan Arthur Greenhill pada pagi hari sebelum kematian itu terjadi. Semua sudut ruangan masih tampak rapi. Namun. wajah Arthur tergolong tampan untuk ukuran pria kebanyakan. seorang hakim agung. Suatu hal yang sebenarnya dapat merugikan posisinya. Wajah orang tua itu terlihat keras. seperti telah dibongkar paksa berulang-ulang layaknya modus perampokan. jumlahnya kira-kira 800 pounds. Pria berusia 28 tahun itu seharihari bekerja sebagai pelukis batu dan logam. sambil bercerita bahwa ia perlu uang dalam jumlah besar. Dalam catatan forensik hanya dijelaskan. Ia menyatakan akan sangat berhati-hati dan tidak menghabiskan uangnya sesaat saja. Greenhill Senior. Pakaian korban sepanjang hari itu tergantung rapi di atas sebuah kursi dan sebuah kunci lemari makan ditemukan di dalam kantungnya. Sementara jendela terbuka lebar dan salah satu teralisnya terputus. Logat cockney-nya juga terdengar lucu. Bisa jadi karena ia sangat gugup.

Pada malam kejadian. Tapi jika kau tidak suka. Arthur panik akan keputusan itu dan merasa harus mendapatkan uang itu secepatnya. Polisi juga menemukan. Arthur hanya bisa mendengar semua kesaksian yang mengarah ke dirinya dengan wajah pucat pasi. Namun. serta menikmati hari tua. Owen tidak menuruti semua kemauan Arthur.00." Ya. Bedford Row. alibi tersangka hanya didukung seorang saksi yang merasa melihatnya pukul dua pagi. bahkan bersikeras pindah ke luar kota untuk tinggal bersama keponakannya. pengakuan asal-asalan itu segera ditepis polisi. Siang sebelum kematiannya. Pipinya menghijau. Arthur menyatakan dirinya memang dekat dengan Owen karena janda itu masih saudara jauh ibunya. sebelum tak sadarkan diri. ayah Arthur. tersangka juga mengaku sempat mengencani Owen dan mengantar ke tempat tinggalnya. karena saksi dianggap tak sadar sepenuhnya. Sedangkan saksi-saksi lain yang kebanyakan pekerja di Percy Street tidak pernah mendengar soal keluarga jauh itu. Tapi ketika saya meninggalkannya. karena Arthur tidak bisa menyebutkan lebih jauh tentang silsilah keluarga ibunya dan hubungannya dengan korban. Setidaknya. "Dia terlihat sangat khawatir sejak petang. Pada saat kejadian. termasuk rencana Owen untuk tinggal bersamanya. Belakangan. wanita itu memberinya 10 pounds yang dikatakannya sebagai ucapan terima kasih sambil mengatakan. Meski pengakuan tentang keponakan Owen mirip dengan kesaksian kasir Birkbeck Bank. Arthur memukulnya dengan sebuah besi lalu mengambil uangnya. Owen berada di sana dan membuat surat wasiat yang menyatakan akan memberikan seluruh hartanya pada Arthur Greenhill jika ia meninggal. hakim agung Greenhill Senior memiliki sebuah kantor kecil di John Street. Saksi yang dikenal sebagai pemabuk itu mengaku bertemu. Polisi tetap pada dugaan sementara. Arthur mendekati dan mengencani Owen untuk kesenangan materi sesaat saja. aku masih bisa menganggap Bill demikian. Sebelum pulang. Namun. Ketika mengantar wanita itu pada malam pembunuhan ke kamar. Sayangnya. kata polisi. "Aku menganggap kau seperti keponakanku. Tinggal dengan keponakan Dalam pengakuannya. mengapa ia harus mengambil uangnya cepat-cepat?" kata Greenhill berang. Berulang kali ia menjilati bibirnya yang terasa kering. bahkan sempat berbicara dengan Arthur di sudut jalan Percy Street dan Tottenham Court Road. dia sudah sedikit gembira. keberadaan keponakan itu hanya diucapkan Arthur serta Owen melalui kesaksian kasir saja. yang menuduh polisi tidak jeli terhadap fakta yang ada. "Jika memang seluruh hartanya akan diberikan kepada Arthur. setelah dirampok saat hendak bersiap tidur. Nama itu muncul dari mulut Arthur. Dari sanalah Arthur tergoda mengambil seluruh uangnya. Dugaan polisi semakin kuat bahwa janda itu memang dibunuh. kredibilitas kesaksian penting itu tak cukup membantu. karena ia merupakan orang terdekat korban dan paling sering berkeliaran di pagi hari. 59 . "Bill". sekitar pukul 02." sambung Arthur kepada polisi. mungkin karena keponakannya itu.pakaian pria di West Ebd Clothiers Company dan yang lainnya di sebuah kantor pos di Oxford Street. Sementara ini. Entah. Arthur menjadi tersangka utama. polisi tidak ingin percaya begitu saja. pendapat itu disanggah Greenhill Senior.

si tersangka tunggal." katanya. Semua tampak wajar kan?" kata pria misterius itu lagi. Alis Polly mengernyit." "Ya." Setelah Arthur pulang.Pembunuhnya merapikan ruangan Tak terasa sudah hampir satu jam Polly menyimak kata-kata pria itu tanpa rasa bosan sedikit pun. "Aku senang mendengarmu mengatakannya terbunuh. "Namun pria itu begitu kecewa setelah tahu Owen akan mewariskan seluruh hartanya ke Arthur Greenhill. Merasa dikasari. pada tengah hari. hari sudah hampir pagi. analisis Polly. 60 . Membereskan dan mengurus pekerjaan pagi itu. di sisi lain ia justru merasa tengah berada di puncak penyelidikannya tentang pembunuhan Nyonya Owen. Senyum misterius mengembang dari mulutnya. apa kau juga mempercayai keberadaan keponakan lelaki wanita tua itu?" "Mengapa harus menyangsikannya?" balas pria itu cepat. Pria itu tersenyum. ia ada di sebuah tempat tak jauh dari rumahnya. mengapa polisi masih belum bertindak tegas terhadap Arthur. aku pikir semua itu karena uang. Ada saksi yang melihatnya. "Seorang keluarga dekat bisa saja mengunjunginya di luar. Ketika akan melangkah ke luar. Membiarkan jendela terbuka lebar agar terkesan telah terjadi perampokan. lalu menariknya. Dia lalu datang dan menerornya. Jadi menurutmu. Setidaknya. "Keponakan itu tahu tentang keberadaan uang Owen di bank. Namun. Pembunuh itu berinisiatif menggantikan tugas Owen dan seakan-akan mengajak semua orang melupakan keberadaannya. itulah yang membuatnya menangis dan terlihat oleh Nona Bedford. keponakannya mendatangi Owen. Aku tahu banyak orang yang menganggapnya sebagai kasus bunuh diri biasa atau kecelakaan. "Pada tengah hari?" "Setiap pukul delapan tiga puluh setiap paginya. sembari beranjak. Tubuhnya perlahan di sandaran kursi. Tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang tidak beres pada pria yang belum lagi ia ketahui namanya itu. Ia pun mengambil uang yang ada di laci lemari. dan melangkah santai. karena pada saat wanita itu dibunuh. tanpa diketahui para pekerja di Percy Street. mengucapkan salam perpisahan. Sebuah jawaban yang agak mengejutkan Polly. hingga akhirnya Owen merasa simpanannya di bank tidak aman. Owen berontak. "Satu pertanyaan terakhir. Untuk sejenak. Siang itu keduanya bertengkar. kira-kira bagaimana pembunuh itu melakukannya?" pancing Polly. Ia memaksa janda itu untuk menyerahkan uang depositonya. Pria itu menghela napas. Segala penuturannya masuk akal dan cocok dengan semua catatannya. kini ia paham. Tapi. Polly hanya bisa tertegun menyaksikannya. Saksi dan bukti yang ada memang tidak terlalu memberatkannya. Ia pun menghibur diri dengan bepergian bersama Arthur ke teater." kata pria itu santai. Arthur hingga saat ini belum terbukti membunuh. Saat itulah secara refleks ia memukulkan besi siku ke belakang kepala dan membuat wanita itu terjatuh." tambahnya.

sebelum ia pensiun musim semi lalu. Bu Quirk. George jadi penjudi. lalu dilemparkannya ke tempat sampah. Tumpukan lain berada di dasar tempat sampah. Surat semacam itu sudah sering dilihatnya selama 30 tahun menjadi sekretaris di Sekolah Menengah Umum Endicott. Sayang. berupa beberapa selebaran serta undangan ke acara jamuan makan malam yang diadakan seorang anggota Kongres. Bu Quirk cuma bisa menyumpah dalam hati." imbuh Fendley. sedang memeluk bahu Harry Fendley. Kenapa tidak Anda serahkan saja rumah dan tanah itu kepada saya? Sebagai gantinya. yang fotonya tergantung di dinding." Fendley menggeleng-gelengkan kepalanya. "Anda 'kan sekretaris yang baik. Dengan sebal diremasnya surat itu."Terima kasih atas kisahmu. . lalu kembali melanjutkan langkahnya. tetapi tidak ada nama pengirimnya. Tiga belas nama "Bu Quirk!" Teriakan Fendley membuat Quirk bak kena setrum. Saya bukan ingin menakut-nakuti. Jantungnya serasa berhenti beberapa detik. asuransi jiwanya tidak bisa menutup semua utang kalian. .. "Bu Quirk. Memang bukan salah Anda. sret.. Saya sudah sering memperingatkan. Fendley sendiri kemudian mengalihkan perhatiannya pada surat yang baru saja 61 . KORBAN KE 13 Sret. setengah mengejek. Biar saja Harry kecewa berat karena merasa tidak diundang. Satu berada di tengah meja Harry Fendley. seakan-akan sedang memberi tahu anak idiot." kata Fendley. Alamatnya diketik rapi. tetapi sebaiknya jangan sendirian di sana. seperti dua ulat sedang berciuman. tidak peduli dari orang sinting sekalipun. Anda tidak apa-apa 'kan? Bekerja untuk membayar utangutang George mungkin terlalu berat buat Anda. karena perutnya yang sebesar gentong itu tertekan. saya akan menyerahkan surat-surat utang George kepada Anda. pikir Bu Quirk puas. Wajahnya memperlihatkan keprihatinan. terdiri atas tagihan dan pemberitahuan lelang. Siapa tahu warga negara baik itu sedang menghadapi masalah. (Kisah rekaan/Baroness Orczy/Tj) 09. tolong jangan buang surat-surat dari para pemilih saya. Bill!" Pria itu menoleh. Tangan wanita kurus dengan rambut keriting tipis berwarna kelabu itu lalu mendorong kacamata bacanya yang melorot." Harry Fendley. pluk! Jari-jari Adelia Quirk bergerak gesit menyortir surat-surat yang datang pagi itu. "Bu Quirk. Kalian berdua kurang melihat masa depan sih.. "Saya betul-betul prihatin." Diolok-olok dan diintimidasi seperti itu. tapi dia tidak mau mendengarkan. sementara alis matanya bertemu di atas hidung. Dengan cepat terbentuk dua tumpukan. Tersenyum sejenak. ketua Dewan Pengawas Daerah dan tokoh politik setempat. Ia menarik napas lega ketika menemukan surat yang baru saja diremas Quirk. "Anda kelihatan pucat. Dahinya berkerut ketika melihat surat terakhir. menggali keranjang sampah dengan terengah-engah. Kenapa Anda begitu keras kepala? Tiga setengah hektar tanah terlalu berat untuk diurus seorang janda seperti Anda.. Jangan pernah membuang surat sebelum saya membacanya.

milik Acme Paper. tinggal di lahan yang ditumbuhi pohon pinus seluas 2 ha dan sering kebanjiran. Namun. tidak pernah kebanjiran dan berpemandangan indah. Surat ini dapat membawa keberuntungan besar atau sebaliknya. lalu memandang Bu Quirk dengan senyum senang. Fendley pasti sudah mengantisipasi ulah sekretaris usilnya dengan memasang peredam suara.. tanah Bu Quirk paling bagus. Anda tahu apa yang Anda buang?" Fendley lalu membacakan isi surat itu: "Jangan anggap enteng. Kirim salinannya sebanyak 13 pucuk dalam waktu lima hari . yang dikenal sebagai tukang caplok tanah..diselamatkannya dari tempat sampah. Tetangganya yang lain. Ia mencoba mendapat informasi dengan menempelkan telinganya ke pintu ruang kerja Fendley. keluarga Efferson. Bu Adelia! Kita harus berbagi keberuntungan dengan teman-teman kita.. keju kambing. Di seberang tanah keluarga Anderson terdapat Sungai Wooten. Di belakang tanah milik Bu Quirk dan tetangga-tetangganya terdapat hutan sepanjang beberapa kilometer. Suami-istri Anderson. Mereka selalu memberinya selai buatan sendiri yang tidak jelas selai apa. "Kirim satu pada Robert Barnes. Pastikan juga jatah Leroy Jacobs dan istrinya. pedagang mobil bekas yang pandai merayu itu menawarkan pekerjaan sekretaris. Mereka sulit ditolak kedatangannya. Begitu pun sebaliknya.. ketimun yang diolah entah bagaimana caranya. kresek. Inc. lalu mereka beri nama "acar". "Buatkan 13 salinannya." potong Bu Quirk. Hanya para tetangganya yang kadang-kadang memberi perhatian. Fendley. musuh-musuh pribadi serta bekas sekretaris bosnya itu.." Bu Quirk mencatat nama-nama lawan politik.. Lalu di sebelahnya ada tanah luas tak berpenghuni yang berseberangan dengan jalan bebas hambatan. sesulit menjauhkan anak-anak anjing yang selalu melibat di sekitar kaki. Bu Quirk pernah melihat wakil dari Brooks Brothers datang ke kantor Fendley membawa tabung-tabung cetak biru. Dari tiga bidang tanah yang dimiliki perorangan itu. Rayuan pedagang mobil Bu Quirk sendiri tak punya banyak teman. Matanya bergerak mengikuti beberapa baris.." "Tapi itu 'kan surat berantai.. Kirim juga pada James Hollingshead. Ia tahu. Evelyn . Letaknya tinggi di atas punggung bukit yang indah. selalu memperlakukan Quirk. tetangga Bu Quirk yang memiliki 1. seakan-akan dia bibi mereka yang eksentrik. Tapi untuk membujuknya agar mau melepas tanah warisan sebagai penebus utang. musibah besar bagi Anda. 62 . yang kedengaran cuma suara kresek . Tanah keluarga Efferson berbatasan dengan Sungai Chicasaw yang memisahkan tanah mereka dari hutan nasional. "Bu Quirk. Bu Quirk merasa Fendley mempunyai rencana atas tanah dan rumahnya. karena ia tak banyak menyukai orang.24 ha tanah berhutan di antara tanahnya dan Red Mound National Forest misalnya. bukan agar ia dapat membayar utang George. Fendley betul-betul menjijikkan. walikota kita. yang isinya mungkin saja peta survei tanah." tegas Fendley menyorongkan kertas itu ke sekretarisnya." "Lawan Anda pada pemilihan yang lalu?" "Betul.

orang asuransi itu datang. Fendley sendiri tidak secara langsung terlibat dalam permainan judi itu. secara hukum Fendley tidak bisa mengambil rumahnya begitu saja. akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan. Tapi ia juga tahu. Bersama Robert Barnes. agar tanah warisan George tidak jatuh ke tangan orang busuk seperti Harry Fendley. walaupun ia menganggap mereka bukan manusia baik. menurut hukum ia wajib membayar utang George. kali ini ia tidak bisa menghindar dari hukum alam. Rupanya. Bu Quirk tahu." 63 . "Kecelakaan apa? Oh. saat itu sedang ngebut. kecelakaan itu mungkin disebabkan rem minivan itu blong." "Leroy tidak menunggu polisi datang. Namun. Kedua korban kecelakaan dikenalnya dengan baik. Sejak cuaca memburuk beberapa hari lalu dan musim gugur hendak beranjak ke musim dingin." katanya tanpa semangat. Leroy memang sengaja menembaknya!" Tulalit. ya? Itu sih bukan kecelakaan. Kriiing!!! Tiba-tiba telepon berdering. Dengan sebal Bu Quirk mengangkat benda yang membuyarkan lamunannya itu." Virginia memotong. Padahal. "Halo. Sebagai walikota. seusai pemakaman. Itu sebabnya. Lalu dengan suara berubah lunak ia berkata.000 jiwa itu dari depan pintu kantornya. toh angin tetap saja menyusup. Bu Quirk berjanji.. setiap Rabu malam George bukannya pergi ke persekutuan doa seperti yang dikatakannya. setelah tahu yang menelepon ternyata iparnya. Walaupun sudah mengenakan mantel wol tebal." "Jangan ceritakan apa yang dikatakan Leroy saat ia ditahan . melainkan berjudi. Tadi pagi. Dalam hati. Saat itulah Quirk menyaksikan tabrakan hebat antara sebuah minivan cokelat dan sedan Lincoln. peristiwa itu masih terbayang di benak Bu Quirk." sambung Quirk. sudah bertahun-tahun Hollingshead mengabaikan peraturan lalulintas tanpa pernah dihukum.. Leroy tiba-tiba kembali. walikota Endicott.Fendley di mata Bu Quirk tak beda dengan ular. Sampai malam. berarti ia tak harus bercerita tentang tabrakan mobil yang menimpa walikota. si bos makin giat menyuruhnya membeli koran ke seberang kantor. Namun Quirk lega. tak jauh dari lampu merah. "Ia menembak dirinya sendiri. "Kamu pasti mau membicarakan kecelakaan itu. maksudmu yang menimpa suami-istri Jacobs. "Menembak siapa?" "Evelyn. Polisi sendiri bilang. ia meninggal dunia di tempat. setiap kali Leroy pergi bekerja. Virginia. suhu dingin bisa memperparah penyakit artritisnya. si pengemudi minivan. Dia menembak Evelyn dan salesman asuransi yang tidur dengan istrinya itu. Fendley bisa memegang surat-surat utang yang ditandatangani George di hadapan sejumlah saksi. Bayangkan. Ketinggalan berita Adelia Quirk memandang langit yang menaungi kota berpenduduk 25. ia baru tahu kalau selama bebeberapa minggu terakhir.. Lincoln yang dikemudikan James Hollingshead.

kok. Adelia. ada cacat hukum dalam jual-beli tanah itu 60 tahun lalu. Belakangan.. ya. waktu sekelompok petugas survei dari perusahaan kayu mengukur melewati pagar belakang." Quirk ingat. 64 . Anak Frieda Wilson yang bekerja di pengadilan. sekaligus gagal menyelamatkan nyawa sang anggota dewan. korban-korban meninggal dalam beberapa hari terakhir adalah orang-orang yang terdapat dalam daftar surat berantai Fendley. ber-ganti nama menjadi Acme Paper.. "Kapan kamu tahu ada yang tidak beres?" tanya Quirk. perasaan Bu Quirk makin tak keruan. kapan keluarga Efferson akan pindah?" "Keluarga Efferson? Mereka tidak mau menjual tanahnya. Tapi kalau bukan lantaran surat berantai." Bu Quirk meletakkan telepon dengan marah. Namun. terjatuh dari salah satu kudanya." cerita Gary Efferson. dalam keadaan mabuk. maksudku menelepon kamu sebenarnya ingin menanyakan. petani tua bekas pemilik tanah mereka. Ia merasa seperti sedang naik pesawat yang tiba-tiba oleng. ketika tukang pos memberi tahu. "Saya mulai curiga beberapa bulan lalu. Clarion Herald mendarat di kubangan air di halaman rumahnya. "Oh." Penasaran. Kena setrum Keesokan harinya. Sedangkan korannya.. "Mandornya menunjukkan gambar yang membuat perut saya mual ." lanjut iparnya. pembayaran terhenti setengah jalan. karena si loper salah lempar. waktu bertemu di kapsalon bilang. Mereka membenarkan. Keluarga Efferson kemudian menawarkan sedikit uang dengan imbalan persoalan diselesaikan .. setelah selesai berbicara dengan Virginia. Quirk menelepon keluarga Efferson. anggota dewan kotapraja yang bertugas menyusun perundang-undangan tewas kena setrum saat membetulkan antena TV tadi pagi. Seorang pengendara mobil yang kebetulan lewat bermaksud menolongnya. Mengapa begitu banyak orang mati hari ini? "Dan Johnny Hovatter. Mungkinkah hal ini terjadi secara kebetulan? Mengirimkan surat berantai kepada seseorang mestinya tidak akan membuat si penerima meninggal.. Petani itu lalu mengambil kembali tanahnya tanpa meluruskan hak kepemilikannya di pengadilan. "Hah? Kapan?" "Aduuuh. si pengendara malah ikut kena setrum. Bu Quirk sadar..Bu Quirk mendengarkan cerita Virginia sambil memandang jauh ke langit-langit. Kamu betul-betul tidak menaruh perhatian pada sekelilingmu. karena kesulitan uang. 60 tahun lalu menjual tanahnya pada sebuah perusahaan penebangan kayu. mengapa orang-orang itu meninggal? Tiba-tiba Quirk teringat pada penjualan mobil Fendley yang belakangan meningkat pesat. perusahaan penebangan kayu itu hidup lagi. koran pagi Fendley basah tak bisa dibaca setelah dipakai melindungi kepala dari hujan. 'Kan ada di koran pagi ini. Namun. Lehernya patah.

tiga anjingnya tewas disembelih di halaman. Bu Quirk 65 . Anda sakit? Saya sudah berbicara dengan adik Anda beberapa waktu lalu dan dia juga khawatir. Malam hari sering kelihatan orang gentayangan di luar rumah. Bu Quirk menatap tajam. Bu Quirk mengambil daftar penerima surat berantai yang dikirimkannya atas perintah Fendley. entah akibat surat berantai atau ulah Fendley sendiri. Malam kemarin. Gabrukk! Dalam 24 jam berikutnya." "Ah." Dengan mata sama sekali tidak memperlihatkan kepikunan. itu 'kan cuma kebetulan." "Bu Quirk. Ia mendapati empat dari tujuh korban tercatat dalam daftar. Kini total korban. "Fendley." bilang Quirk. Bu Quirk berada di ruang duduk rumahnya sambil minum bercangkir-cangkir teh. Tinggal dua nama dalam daftar yang masih hidup. Bu Quirk sadar. Quirk malah menjatuhkan pot geranium ke kaki si wanita. Ketika penyiar teve menyebutkan namanama korban. sesama pedagang mobil. dekat jalan bebas hambatan. tanpa mengucapkan salam kepada lawan bicaranya. lalu pergi ke Hartley dan McLean Auto Sales yang terletak di tempat strategis. di dalam sedang banyak orang makan. "Anda tahu ada lowongan sekretaris di sini?" tanya si wanita. kita punya masalah besar. Tangannya yang lain menenteng pot berisi tanaman geranium. Katanya. Yakni John McLean. Saat api berkecamuk. tujuh orang meninggal. entah oleh siapa. "Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Dalam perjalanan keluar ia berpapasan dengan seorang wanita seksi berambut pirang. Restoran itu tempat makan favorit di Endicott. Bu Quirk mendengar kabar. sudah sebulan ini ia sering menerima telepon gelap yang kian menakutkan. Fendley tiba-tiba menjadi orang paling mujur di tengah berbagai kemalangan yang menimpa orang lain. Banyak orang meninggal. Coleen mengakhiri ceritanya dengan menangis terisak-isak. Fendley melotot dan menaruh telepon buru-buru. dan bekas sekretaris Fendley. orang-orang yang Anda kirimi surat berantai. Apakah nasib sial memang bisa berpindah ke orang-orang yang dikirimi surat berantai oleh Fendley? "Fendley." sebut Fendley dengan mata berbinar-binar. keserakahan Harry Fendley-lah biang keladi semua malapetaka ini. setiap hari selalu ada orang meninggal. restoran Emilio terbakar. Fendley. Api meminta tujuh korban. tapi cobalah bertindak!" Alis mata Fendley merayap naik. "Bertindak apa?" tanyanya.Sulit dipercaya. mencapai sebelas orang. Tapi bagaimana cara menghentikannya? Tinggal dua nyawa Esok paginya. saya tidak tahu bagaimana mengatakannya. "Bu Quirk." "Maksud saya. Alih-alih menjawab. yang tiba-tiba saja menyerobot masuk kamar kerja bosnya. Tiba-tiba saja Coleen Anderson meneleponnya. Bu Quirk meninggalkan kantor sambil membawa sebuah kotak berisi barang-barang pribadinya. Beberapa menit setelah percakapan tadi. Dengan tergesagesa Bu Quirk menyambar tas dan mantelnya. Tujuh.

"Cuma ini. Seorang salesman yang sedang lewat di depan pintu berteriak. Bu Quirk tahu. "Dua belas tewas." Senyum Fendley berubah kejam dan mata sipitnya bertambah sipit berpayung alis tebal.." ucapnya sembari 66 . Air mukanya berubah dari terkejut menjadi tidak percaya. "Beri tahu Fendley." McLean tertawa. Quirk. Anda bertanggung jawab atas semua ini. Mengapa jawaban itu tidak terpikir olehnya? Bagaimana kalau 13 orang itu mengirimkannya kepada 13 orang lain... Fendley. "Yang saya lakukan?" Fendley membuka pintu sebuah lemari." balas Bu Quirk cepat. "Ada perlu apa?" sambungnya. " Kamu akan mati. Quirk meninggalkan ruangan. Dia tak ingin menyaksikan gaya Mc-Lean tertawa. Di dalamnya tertempel sehelai poster yang ditulisi huruf besar-besar. Anda patut mendapat Oscar. nama 13 orang yang dikirimi surat berantai. Quirk langsung kabur tanpa menengok. begitu seterusnya. ia cuma menyia-nyiakan waktu. "Becky kurang menghormati saya ketika ia bekerja di sini." Bu Quirk melihat nama terakhir yang belum dicoret: Becky Ward. "Terkutuk. saya ingat menerima surat semacam itu. "Bagaimana dengan Becky?" Fendley mengangkat bahu.menemukan McLean sedang melempari poster kampanye Fendley dengan baut di ruang kerjanya." McLean duduk membisu ketika Bu Quirk menceritakan apa yang terjadi. Quirk. Jadi. kecuali kamu segera bertindak. Tapi ia bisa mendengar dengan sangat jelas suara keras yang timbul saat tengkorak McLean menghajar sudut lemari file." Tanpa basa-basi lagi. tetapi dia memilih orang yang tepat untuk memerankannya. Saya juga ingin tahu kenapa begitu manjur . saya tidak tahu lelucon apa yang dirancangnya. apa yang harus saya lakukan? Mengirim 13 surat lagi?" tanyanya. Dada Bu Quirk sesak. Apakah semuanya akan mati tiba-tiba juga? McLean tergelak-gelak. "Ya. Sekretaris saya membuangnya. Berbalik sasaran Fendley menahan senyum ketika bertemu dengan Bu Quirk lagi di kantornya. "Bu Quirk! Saya kira Anda sudah meninggal!" "Dan kamu masih tetap berandal kecil yang seminggu sekali dikirim ke kepala sekolah untuk disabet. "Anda lebih menakutkan daripada kepala sekolah. Apa yang sebenarnya telah Anda lakukan?" Rasanya ingin ia menampar Fendley. Dipandanginya "karyanya" itu dengan puas.

mendelik dengan sikap mengancam. Quirk merasa kepalanya melayang. Untunglah telepon berdering, sehingga perhatiannya mengarah pada gagang telepon. "Bilang pada anggota Kongres itu, aku akan meneleponnya beberapa menit lagi," jawab Fendley kepada seseorang di seberang sana. "Beri tahu Haroldson perihal kemajuan yang sudah Anda peroleh untuk mendapat tanah-tanah kami," pancing Quirk. "Kok Anda tahu?" "Teman saya Gary Efferson pelahap berita finansial. Ia membaca bahwa istri Haroldson mendapat posisi menentukan di Acme Paper. Istri Haroldson juga yang mengepalai perusahaan pembangunan perumahan, perusahaan yang dipimpin suaminya sebelum terpilih menjadi anggota Kongres. Tanah keluarga Anderson, Efferson, dan saya, jadi penghalang untuk membangun jalan bebas hambatan. Kalau Anda memperoleh tanah kami, jarak dari Acme Land ke kota besar cuma 45 menit, harga tanah Acme Land pun akan melonjak." Merasa mendapat angin, Quirk melanjutkan, "Anggota Kongres itu membayar Anda cukup besar untuk membeli tanah dan menjualnya langsung ke Acme, tetapi Anda serakah. Anda ingin mendapat tanah kami tanpa keluar banyak uang, kalau perlu gratis." "Hampir betul," jawab Fendley. "Sebenarnya, ini saran Haroldson. George suami Anda sudah mulai kalah berjudi sebelum saya mengikat janji dengan Haroldson. Sayang, ia keburu mati sebelum menyerahkan tanahnya. Kini sudah terlambat bagi Anda dan siapa pun untuk bertindak," Fendley tertawa geli. "Asal tahu saja, saya sudah minta adik Anda mengajukan permohonan ke pengadilan, agar Anda dinyatakan tidak waras." Diancam begitu, Quirk malah tersenyum. "Maaf, ada yang lupa saya poskan," kata Quirk kepada si pirang, penggantinya di kantor Fendley. Ia segera mengambil surat berantai ketiga belas dari laci, lalu memasukkannya ke tas. Ya, surat ketiga belas yang tak terkirimkan mestinya berbalik menyerang si pengirim. Beberapa waktu kemudian, dia mendengar ada kegaduhan di kantor Fendley. "Korban ketiga belas sudah jatuh. George pasti senang, tanahnya tak jadi terjual," bisik Quirk pelan. (Kisah Rekaan/Vickie Dubois/HI)

10. CINCIN BERLIAN MEMECAH KEBUNTUAN
Hari sudah beranjak siang, tapi lampu teras sebuah rumah di Jln. Mawar Jingga itu masih menyala. Pintu dan jendela ruang utama pun tertutup rapat. "Bukankah dia ada job hari Minggu ini!" kata Suwarto dalam hati. "Apa ketiduran ya?" "Mas, bangun, Mas, sudah siang!" untuk kesekian kalinya Suwarto, sopir seorang perancang busana terkenal itu berteriak memanggil si empunya rumah. Tapi tetap saja tak ada jawaban. Dia mencoba mengintip lewat lubang kunci, tapi pandangannya terhalang anak kunci yang menempel di tempatnya. Penasaran, Suwarto menyusuri samping rumah. Didapatinya daun jendela kaca ruang tamu sudah renggang dan tak terkunci.

67

Perasaan Suwarto makin tak enak. Dia nekat masuk ke ruang tamu lewat jendela itu. Ruang berkarpet biru itu gelap. Sreeek, sopir tua itu menyibakkan gorden jendela dan .... Suwarto nyaris menjerit melihat sesosok tubuh tertelungkup tak bergerak di lantai. Kondisi ruangan itu tampak berantakan. Meja tamu terbalik, pecahan kaca bertebaran di mana-mana. Vas kristal dan sejumlah pajangan pecah belah hancur berkeping-keping. Cukup lama Suwarto terdiam, tak tahu harus berbuat apa, sebelum akhirnya mengabarkan kejadian yang baru dilihatnya itu kepada majikannya, Priyo Harsono, si perancang terkenal itu. Sosok itu ternyata tubuh Irvan, seorang model yang sedang naik daun. Jejak di bawah jendela Sejam kemudian Iptu Yudha Prawira beserta anak buahnya tiba di tempat kejadian perkara. Disusul sejumlah paramedis pimpinan dr. Aswin Chaniago, ahli forensik. Mereka langsung meneliti korban dan memeriksa tempat kejadian. Saat ditemukan, korban masih berpakaian lengkap, berbaju tangan panjang kotak-kotak yang digulung sebatas siku, dipadukan dengan celana jins dan sepatu kulit merek terkenal. Sepertinya Irvan baru pulang dari bepergian. "Melihat kondisi tubuh korban yang kaku dan darahnya mulai mengering, saya perkirakan dia meninggal sebelum tengah malam. Tengkorak belakangnya pecah," kata dr. Aswin kepada Iptu Yudha Prawira. Tampak darah mengalir dari kepala hingga ke telinga dan pipi kiri korban, menggenangi karpet. Sebagian sudah membeku. Darah itu berasal dari kepala bagian belakang sebelah kiri. Pada tulang tengkoraknya terdapat lubang berbentuk segitiga sedalam 3 cm. Mayat itu dikenali sebagai Irvan Lesmana. Perjaka berusia 24 tahun, berkulit kuning langsat, dan bertinggi 175 cm itu tengah bersinar di dunia cat walk. "Menurut Dokter, luka di kepala ini karena apa?" tanya Iptu Yudha. "Akibat benturan. Korban kelihatannya terkena tendangan atau pukulan keras dari si penyerang," sambung dr. Aswin sambil menunjukkan luka memar di dada korban dan rahang kanannya. "Mungkin si penyerang jago beladiri. Sebelum jatuh ke lantai, kepala korban membentur ujung bufet, lalu mengenai meja kaca. Karena banyak darah yang keluar, korban akhirnya meninggal." Pada salah satu ujung bufet yang tajam itu memang ditemukan sedikit bercak darah yang sudah mengering. "Bagaimana dengan kemungkinan kecelakaan? Si penyerang hanya melakukan tindakan beladiri, misalnya," tanya Briptu Siswardoyo, anak buah Iptu Yudha Prawira. "Bisa saja. Tapi melihat pintu yang dikunci dari dalam, bukan tak mungkin pembunuhan ini sudah direncanakan," kali ini Yudha yang berteori. Sejenak ketiganya sibuk dengan pikiran masing-masing. Lalu Briptu Siswardoyo mendekati Iptu Yudha Prawira. "Saya menemukan ini, Komandan. Kayaknya bukan pecahan kaca, tapi batu permata," bisik Siswardoyo yang sebelumnya sempat mengumpulkan pecahan-pecahan kaca di atas karpet. "Betul, ini mungkin berlian. Di mana kamu temukan?" tanya Yudha. "Tak jauh dari lokasi korban terbaring," jawab Sis.
68

Sebelum memasukkan mayat ke dalam mobil jenazah, kedua petugas polisi itu memeriksa korban sekali lagi. Didapati korban tampak tidak memakai perhiasan apa pun. Namun, pada jempol kirinya terdapat tanda putih melingkar seperti bekas cincin. Lalu di bagian ruas jempol atasnya terlihat ada luka kecil. Yudha menduga, korban biasa memakai cincin di jempol kiri, seperti gaya anak muda masa kini. Cincin itu mungkin dilepas secara paksa oleh si pembunuh. Dari tuturan Suwarto, si pembunuh kelihatannya mengunci pintu dari dalam, lalu keluar lewat jendela samping ruang tamu yang tidak berteralis. Ini gaya lama pelaku kejahatan, agar korban tidak segera ditemukan orang lain. "Hari ini ada acara gladi resik pameran busana rancangan saya. Irvan salah satu model dan peragawannya. Namun, sampai siang hari dia tidak juga muncul. Teleponnya juga tidak diangkat-angkat. Saya jadi khawatir. Karena itu, saya lantas menyuruh Suwarto untuk mengecek dan menjemputnya," jelas Priyo Harsono, si perancang busana, majikan Suwarto. "Sudah lama Irvan bekerja dengan Anda?" selidik Yudha. "Kira-kira setahun lebih. Kematiannya merupakan kehilangan besar buat saya," jawab Priyo. Yudha kemudian membawa Suwarto untuk melakukan rekonstruksi penemuan mayat. Ketika sampai di dekat jendela tempat Suwarto masuk, Yudha berhenti sejenak. Pada lantai semen di bawah jendela terlihat bekas tapak sepatu bersol karet. Sepertinya, lantai semen itu belum kering ketika diinjak. Mungkinkah itu jejak kaki tersangka? Tamu berjaket hitam Sore harinya, ketika masih berada di rumah korban, Yudha melihat empat orang berwajah lugu mendatangi rumah itu. "Bapak-bapak ini siapa?" tanya Yudha dengan nada sopan. "Saya Rahmat, dan mereka kawan-kawan saya. Kami ini tukang yang sedang merenovasi rumah ini, Pak," ujar lelaki bertubuh tinggi kurus, mewakili teman-temannya. "Kok sore begini baru datang?" tanya Briptu Sis. "Hari ini sebenarnya kami libur. Kami datang cuma ingin minta gaji sama Mas Irvan," kata Rahmat. "Ooo, begitu." "Kemarin, sejak siang Mas Irvan pergi. Kami tunggu sampai jam enam sore, sambil bikin adukan untuk lantai garasi, dia enggak pulang juga." "Omong-omong, lantai garasinya kok tidak langsung ditutup keramik?" Yudha mengalihkan pembicaraan. "Belum, Pak. Ketika mau pulang kemarin, lantainya masih basah," jawab Rahmat. "Jam berapa persisnya kalian mulai menyemen?" "Kira-kira jam lima." "Kalau disemen jam lima, jam berapa keringnya?"

69

"Harusnya pagi sudah kering, asal malamnya tidak hujan." "Bagaimana kalau ada orang yang menginjaknya saat masih basah?" "Ya, amblas, Pak!" sahut Rahmat dengan logat khas Jawa Timurnya. Yudha lalu mengajak Rahmat pergi ke samping rumah Irvan. "Lihat bekas tapak sepatu ini. Kira-kira, kapan lantai sepatu ini diinjak?" "Mungkin tadi malam," kata Rahmat. "Kamu lihat perbedaan tapak kaki kanan dan kiri?" "Ya. Kayaknya cetakan kaki kanan lebih dalam dari yang kiri." Yudha diam sejenak. "Apakah ada tamu cacat atau kakinya pincang yang datang selama kalian merenovasi rumah ini?" "Rasanya tidak. Memangnya kenapa, Pak?" "Orang yang pincang atau cacat, misalnya kaki kiri lebih panjang dari yang kanan, sewaktu berjalan semua beban tubuhnya tertumpu pada kaki yang lebih pendek. Jadi, kaki kanan lebih menekan ke tanah, seperti terlihat di bekas tapak ini," jelas Yudha. Rahmat mengangguk-angguk. "Briptu Sis, di rumah ini Irvan tinggal sendirian?" "Tidak, Dan. Dia tinggal bersama seorang pembantu. Tapi sudah beberapa hari ini pembantunya pulang kampung." "Pak Rahmat, berapa tukang yang bekerja merenovasi rumah ini?" kata Yudha. "Semuanya ada lima, termasuk saya. Yang berdiri di sana itu, Soleh, Yono, dan Bagyo. Satu lagi, Rajiman sedang sakit." "Bisa kami menemui dia?" "Bisa, Pak. Rumahnya dekat sini, kok!" Iptu Yudha ditemani Briptu Sis, Rahmat, dan dua polisi berpakaian dinas segera beranjak pergi. Tak jauh dari rumah Irvan, ada gang kecil menuju perkampungan padat penduduk. Di sanalah letak rumah kontrakan Rajiman. "Firasat saya enggak enak, Dan," bisik Sis. Yang diajak bicara hanya menepuknepuk bahu Sis. Feeling Sis kali ini tampaknya benar. Di depan rumah Rajiman, mereka mendapati sepasang sepatu kain beralas karet yang dekil lantaran semen yang sudah mulai mengering. Yudha mengetuk pintu, sementara Sis bersiaga. Rajiman yang baru bangun tidur tampak tak menyangka tamunya adalah polisi. Dia mencoba kembali menutup pintu. Tapi Yudha dengan sigap bertindak. "Rajiman! Diam di tempat! Banyak yang harus
70

"Saya menceritakan yang sebenarnya." "Akhirnya kamu memutuskan untuk mencuri? Tega betul kamu!" "Saya kekepet. taksi warna biru 'kan banyak!" 71 ." "Orang berjaket hitam itu. tapi dia enggak bergerak.kamu jelaskan pada kami di kantor polisi nanti. malam itu Mas Irvan tidak memakai perhiasan. pak. Saya tak sempat mengenalinya. mengunci pintu dari dalam dan keluar lewat jendela samping?" Rajiman mengangguk. karena dia langsung menyetop taksi. kemudian tertunduk diam. "Tapi Komandan. Pak. Pak. Saya sudah enggak punya duit. lalu siapa?" "Ampun. Mas Irvan sendiri tertelungkup di dekat bufet. dan beling ada di mana-mana. laki-laki atau perempuan?" "Kurang jelas. Tadi malam. Sungguh!" sambung Rajiman." tegas Rajiman. suasananya berantakan sekali. Dia pasti mencuri sesuatu dari rumah Irvan. Pintunya sendiri ternyata tidak terkunci. karena dia membawa sesuatu di tangan kanannya. Pak. Pak. "Ah. "Ampun. Saya goyang-goyangkan badannya. Rajiman 'kan tidak pincang. sekitar jam sepuluh saya memang ke rumah Mas Irvan. Saya tidak bohong. siapa yang bayar gaji saya? Makanya saya ambil beberapa barang elektronik yang bisa dijual." "Lalu kamu matikan lampu. Saya hanya ingat warnanya." "Kamu yang membunuh Irvan dan merampok barang-barangnya?" tuding Yudha. Pak." jawab Rajiman." "Kemudian kamu masuk?" "Betul. Meja terbalik. tangan anak buah Rahmat itu sudah masuk jepitan borgol. Bukan saya yang membunuh." "Ingat nomor polisi taksinya?" "Tidak. tapi tidak ada jawaban." "Lalu?" "Saya ketuk pintu. mau minta gaji. Dari kejauhan. "Kalau bukan kamu. Kalau Mas Irvan mati. kacanya pecah. Saya kaget bukan main. biru. "Memang. Mungkin orang berjaket itu yang mengambilnya." protes Briptu Sis." Sejurus kemudian. begitu mereka tiba di ruang interogasi. saya melihat seseorang keluar dari rumah itu dengan terburu-buru. Pak. "Kamu juga yang mengambil cincin berlian Irvan?" "Cincin? Seingat saya. tapi berat badannya bertumpu pada kaki kanan.

saya dengar Anda punya hubungan khusus dengan . Dia bintang iklan produk saya.. Ada urusan yang tak bisa saya ceritakan kepada Anda!" Yudha dan Sis tertegun." "Cuma sebatas hubungan kerja. sudah punya calon istri. Dari teman-teman Irvan. Andrini.. pertanyaan terakhir. "Anda sudah lama kenal Irvan?" "Lumayan lama. "Kabarnya juga. Di dekat garasi ada lapangan bulu tangkis yang cukup terawat." jawabnya ketus. direktur utama sebuah pabrik minuman suplemen." "Oke. mereka akhirnya memutuskan mendatangi wanita kedua yang disebut-sebut sebagai pacar sekaligus calon istri Irvan. "Wah. Anda sangat kecewa ketika tahu Irvan akan menikah dengan Melani Febri.. Yudha dan Sis langsung menanyai Melani soal calon suaminya itu. Kulitnya yang hitam manis menambah cantik penampilan model yang tengah menanjak kariernya itu..." sambung Sis. dalam perjalanan menuju rumah Melani. Tubuh bintang iklan sampo itu sungguh atletis. ini cuma akal-akalan Rajiman! Punya banyak pacar Hari-hari berikutnya cukup membuat Yudha dan Sis frustrasi. Pekarangan rumah Melani tampak luas. "Aku berani bertaruh. "Anda mengenal Irvan dengan baik. mungkin kamu lebih playboy dari dia. Saya tidak akan menjawabnya. mereka hanya mendapat dua nama wanita yang belakangan dekat dengan pria ganteng itu. Yang pertama Dra. Ketika tahu Irvan meninggal. kalau kamu jadi Irvan. Kalau boleh tahu." komentar Sis. dari obrolan dengan beberapa orang di kantin kantor ini. Setelah berbasa-basi. masih juga selingkuh dengan tante-tante. wanita ayu itu tampak shock.Yudha dan Sis seperti kehabisan kata-kata. janda berumur 40-an tahun. "Saya memang tidak di rumah sejak jam dua siang. Melani Febri." Wajah Andrini tampak memerah. Melani?" 72 . Anda berada di mana?" tanya Yudha. atau . Siapa sebenarnya orang berjaket hitam yang meninggalkan rumah Irvan? Atau." kata Yudha.?" "Atau apa?" "Maaf. Nyaris tak ada perkembangan berarti dari kasus yang sedang mereka tangani. Melani sendiri baru berusia 23 tahun. "Saya kira itu urusan pribadi saya. Sabtu lalu saat Irvan meninggal. "Ini juga urusan pribadi. Tak banyak yang bisa dikorek dari direktris ketus ini. Karena itu.

" "Prasangka bahwa Irvan itu seorang playboy?" "Ya." "Bagaimana kalau ternyata benar?" "Keluarga saya akan membunuhnya. persoalannya ternyata tak sesederhana seperti yang dibayangkan sebelumnya.. Jika seseorang memberi kamu cincin berlian. hubungan kalian tidak direstui keluarga Anda?" "Ya. Sis?" Briptu Sis tersenyum penuh arti. Tapi kami bertekad membuktikan. Apalagi setelah datang laporan terakhir dari Briptu Ikhsan. tapi sampai malam enggak ada kabar." "Masuk akal juga!" seru Yudha. Tapi pada dasarnya dia orang baik. apa artinya. orangnya sedikit tertutup dan susah ditebak. laporan itu juga menyebut. tapi saya menganggap itu cuma gosip." "Membunuh Irvan?" "Sudahlah. Polisi dengan jam terbang tinggi dalam menangani kasus-kasus pembunuhan ini menyadari. "Kabarnya. "Ingat cerita Andrini dan Melani tentang cincin emas bermata berlian milik Irvan?" sambung Yudha." tutur Melani tanpa bisa melanjutkan kata-katanya. cincin yang hilang itu kado dari Rio."Hmm. 73 . "Jadi. "Maksud Komandan?" "Mereka bilang.. Kadang terlihat seperti menyimpan masalah. "Rio yang tergila-gila pada Irvan mungkin kecewa begitu tahu 'pacarnya' berencana menikah dengan Melani. selalu menghindar. lelaki ganteng itu sering disodomi. Sabtu lalu." Jawaban Melani membuat Yudha bak berada di persimpangan jalan. Tahu-tahu. dia janji mau mengantar saya jalan-jalan ke mal. Lalu dia bermaksud mengambil kembali cincin berlian itu. saya mendapat kabar .. semua itu gosip. tapi setiap ditanya. Salah satunya. saya tetap yakin. semua prasangka itu salah. Selain memastikan bahwa penggumpalan darah di otak sebagai penyebab kematian Irvan. saat Irvan berulang tahun beberapa bulan sebelum peristiwa ini. dia seorang biseksual?" tegas Sis." "Kamu tahu Irvan punya wanita idaman lain?" "Pernah dengar.

" Iptu Yudha membuka percakapan. maupun Melani. dengan kumis tipis. Katanya. Yudha masih belum memperoleh bukti-bukti yang langsung mengarah pada tersangka. "Sebagai manajer." Yudha manggut-manggut. meninggalkan Yudha dan Sis yang diam terbengong. Mengingatkan pada bintang pop Hollywood tahun lima puluhan. dia masih menunggu informasi dari beberapa perusahaan taksi yang dihubunginya beberapa hari lalu. 'kan?" "Kasihan anak itu. anak dan istri saya sedang di rumah mertua. "Tapi Rio 'kan sudah punya anak dan istri?" "Bapak kayak enggak tahu aja." terang Sayoga. 74 . "Ya. manajer klub malam itu membenarkan Rio dan kawan-kawannya pada Sabtu malam lalu memang berkumpul di klub malamnya. model ganteng yang sedang naik daun. sepertinya kita salah masuk. Setahu saya. Sudah seminggu ini saya tidak ketemu dia. Rio yang tinggal di sebuah kawasan elite berperawakan tinggi. dia sih jarang mabuk. "Oh. "Masih ada satu lagi. Komandan. "Rio biasa mabuk di sini?" selidik Yudha. Nama Rio sering disebut-sebut Priyo Harsono.Mabuk-mabukan di klub Tanpa membuang waktu. Model yang dimaksud Sayoga pasti Irvan Lesmana. Katanya sih mau ditinggal kawin. Yudha tersenyum kecut. "Komandan. rasanya belum pernah. berkulit bersih. Dari luar Klub Malam "S" yang disebut Rio tampak sepi. Namun. "Wah." sahut Sayoga manja. Anda ada di mana?" "Di klub. baru kali ini duo polisi itu berniat menanyainya. Tapi ternyata di dalamnya lumayan ramai. "Mereka bahkan mabukmabukan sampai pagi. tanya aja manajer klubnya." jawab Rio dengan suara agak serak." ada nada cemburu dari getar suara Rio." ujar Briptu Ikhsan. "Kok sepi. Tapi." jawab Rio datar. ya. Dua hari kemudian. Kalau enggak percaya. menyadari mereka ternyata masuk ke tempat gaulnya kaum gay. yang tidak lain adalah manajer Irvan." bisik Sis. tepat sembilan hari setelah kematian Irvan Lesmana. "Anda sudah mendengar berita kematian Irvan. Sudah dua perusahaan "taksi biru" yang memberi keterangan. Namun. Semua pengunjungnya laki-laki. Sayoga. Yudha dan Sis tancap gas ke rumah Rio Titan. bahkan terkesan kemayu. ketika berbicara. Orang-orang di sini semuanya mirip Rio. dia sedang punya persoalan dengan gebetan barunya. Robert Taylor." seru Rio sembari menyodorkan sebuah kartu nama. sebelum ngeloyor pergi. saat kematian Irvan. Anda pernah berselisih paham dengan almarhum?" "Pertengkaran serius. mau memberi kabar siang ini. suaranya sangat lembut. Mungkin sibuk ngurus pacarnya. tuh. Andrini.

mereka menjemput Maharani. Dia naik dari Jln. Rumahnya besar.Siangnya. Jeruk Nipis. penumpangnya perempuan berbadan besar. Tapi setelah didesak dengan kesaksian Rajiman." akunya. Bustaman." Yudha dan Sis saling berpandangan. Ir. Mawar Jingga dan turun di Jln. kami mempunyai data penumpang yang cocok dengan gambaran Anda. Supangat. "Saya marah melihat hubungan mereka yang tidak normal. Yudha menutup gagang telepon. Sis yang ikut mendengarkan dari telepon lain kontan tersentak. "Sepertinya. dengan satu berlian terlepas dari tempatnya?" tegas Sis. Wajah Rio tampak pucat. Mulanya dia menyangkal membunuh Irvan. "Dia bisa olahraga beladiri?" "Istri saya pelatih taekwondo. Menurut sopirnya. Rio mengangguk. Sis?" "Cuma ada satu pohon sawo kecik di perumahan mewah itu. "Cincin bermata tiga." ujar Yudha tanpa tedeng aling-aling. dan barang bukti cincin bermata berlian. Cincin ini saya berikan pada Irvan beberapa bulan lalu. Apalagi Rio sampai memberikan cincin semahal itu pada Irvan. sempat terpancar keraguan di matanya." urai Supangat. direktur operasi perusahaan taksi "TS" menelepon. memakai celana jins dan jaket hitam. Belum sempat Yudha menjawab.00. dia memberi isyarat pada Sis." terang Supangat. sekitar pukul 12. "Ke rumah Rio. (Kisah rekaan/Riady B. Sebelum berbicara. Santosa) 75 . "Jam dan tempatnya juga pas. di depannya ada pohon sawo kecik. Sekali lagi Yudha dan Sis saling berpandangan. "Saya menemukan ini di kotak perhiasan Maharani. seorang lelaki tampak tergopoh-gopoh menghampiri keduanya." cerita Rio akhirnya. "Pak Rio! Kami baru mau ke rumah Anda. Bersama dua mobil patroli. Rambutnya dipotong model laki-laki. wanita galak itu akhirnya takluk. Setelah itu. "Apakah istri Anda bertubuh besar dengan potongan rambut mirip laki-laki?" Lagi-lagi Rio mengangguk. "Itu 'kan rumahnya Rio Titan. napasnya tersengalsengal. sopir taksi." tegas Sis. Komandan!" "Kamu yakin. Matanya tampak mulai basah. entah mengapa bisa berada di tangan istri saya. Dan?" tanya Sis.

jika kasus pencurian itu harus dilaporkan ke polisi. Noelleen tak kuasa menjawab. menarik napas saja ia harus berjuang keras. Inikah akhir karier cemerlangnya sebagai ilmuwan? "Mestinya tidak.. persoalan ini masih jauh dari selesai. Aku percaya. sembari memamerkan bola matanya yang nanar.. Aku belum dan tidak akan pernah mati dengan cara seperti ini. terutama terhadap kaum hawa. tiga bulan. Drama yang dampaknya pasti akan terus membekas sepanjang hidup Noelleen. terlebih pikirannya mulai lelah lantaran stres. yang belakangan diketahui gemar melakukan pencurian dengan kekerasan." jerit hati kecilnya. Dia akhirnya pergi. Matanya .11. tangan kekar sang maling melayang keras ke wajah Noelleen. menabrak sofa. Sejujurnya. Anda orang pintar.. wanita periang itu berinisiatif mendatangi kantor polisi. Sampai akhirnya. MASA LALU TEREKAM DI KUKU Malam belum terlalu larut. matanya seperti tak pernah berhenti menatapku. Namun. seraya menambahkan. Wanita yang lebih banyak menghabiskan waktu di labolatorium itu langsung limbung. "Cukup! Aku tidak pernah menerima saran. Beberapa menit lamanya. Bebas dengan jaminan Esoknya. sebelum akhirnya jatuh ke lantai.. Noelleen menghabiskan waktu berjam-jam di atas ranjang." ucap Noelleen. tapi badannya terlalu lunglai. "Firasatku mengatakan. yang tak bisa menerima perlakuan semena-mena terhadap istrinya. Pekerjaan seperti ini tak pantas buat orang seperti . Di depannya berdiri seorang tamu tak diundang. "Maaf. dia tak berhenti memohon pada si pencuri . Itu pun berkat dorongan kuat Roger. dia tak mendengar lagi bentakan-bentakan menyakitkan itu bersamaan dengan lenyapnya tubuh sang pencuri sadis di tengah kegelapan malam.yang menerobos rumah tanpa topeng maupun senjata agar tidak bertindak lebih kejam. melakoni drama yang tak kunjung usai. termasuk mencabut nyawa orang tak berdosa. pencuri yang diyakini Noelleen tega berbuat apa saja. Mata. Saat para tetangga bercengkerama dengan keluarga di rumah masing-masing. apalagi saran perempuan pesakitan!" Usai membentak. "Kamu pikir. Bukan kali itu saja Noelleen disakiti dan dilecehkan si pencuri." 76 . setelah si lelaki menyela dengan kasar. Noelleen merasa peluang hidupnya tak sebesar beberapa jam sebelumnya. Lalu polisi-polisi keparat itu datang menjemputku. sambil mengacungkan-acungkan pistol dan borgol?" seru si pencuri. "Terima kasih Tuhan. Jangankan bercengkerama. telinganya. Noelleen hendak bergerak mencari pertolongan. dia ada di mana-mana. "Aku merasa. baru saja lolos dari lonceng kematian. Noelleen Greenwood yang tengah sendirian di rumah justru merasakan hal sebaliknya. aku akan melepas kamu begitu saja. Tiga jam rasanya bak tiga hari... Dia hampir tak percaya. Wajahnya begitu tegang dan ketakutan. bahkan tiga tahun. istri Roger Franklin itu hanya bisa termangu di lantai. Bung. Meski sebelumnya Noelleen berkali-kali mengungkapkan kekhawatirannya. Perlahan Noelleen berusaha melunakkan hati pria yang telah mencuri barang-barang berharga dan menyekapnya sejak tiga jam lalu itu. Baru setelah kepercayaan dirinya pulih. Membiarkan kamu melenggang santai ke kantor polisi.. Seraya berdesah pada diri sendiri." kata-kata Noellen tak berlanjut. Si pencuri sadis lenyap? Berkali-kali Noelleen menarik napas panjang.

mataku enggak pernah bisa lepas dari spion. Akankah Noelleen tenggelam pada aktivitas di kantor barunya. "Sumpah. menggantinya dengan bungalow di Del Mar. berarti memberi peluang maling nekad itu melakukan kejahatan yang sama terhadap orang lain. Apalagi keterangan yang disampaikan Noelleen begitu lengkap. Aku juga enggak habis pikir. Strappa memang penjahat yang sangat berbahaya. bagaimana jika aku pindah ke California?" "Kalau itu bisa menjauhkan kamu dari bayang-bayang Strappa. untuk kemudian menjalani kehidupan "normal" di California. Tanpa kesulitan berarti. sobat karibnya di kantor. Noelleen berjanji dalam hati. meninggalkan sahabatnya ngoceh sendirian." Belum habis kalimat Nicole. Berdasarkan proses pemeriksaan pendahuluan di pengadilan. yang datang beberapa hari lalu rasanya sayang dilewatkan. malam nanti dia dan Roger harus segera membuat keputusan.. dan jaksa wilayah sepakat. Di kantor polisi. Strappa terus mengintai dan mengintai. tapi juga dicintai teman-teman sejawat." "He-eh. Hatinya selalu waswas.. Tawaran posisi wakil presiden dari sebuah perusahaan bioteknologi terkemuka di California. polisi bisa mengidentifikasi sang maling. masa depan kamu masih panjang." "Nic. pencuri "langganan" hotel prodeo yang digambarkan polisi sebagai pria canggung. Namanya Julio Strappa (30 tahun). Aku merasa. wanita berotak encer itu seperti tak pernah bisa lagi menikmati hidup. Takut kalau-kalau Strappa menguntit. Orang yang paling dirugikan atas keputusan pengadilan itu tentu saja Noelleen Greenwood. Noelleen." tegas Roger. penjahat yang harusnya dipenjara bertahuntahun kok malah bebas berkeliaran di jalan. Dia ilmuwan yang tak hanya disegani. Itu sebabnya. Strappa langsung menghilang. "Setiap kali berada di belakang kemudi.. Sesampai di rumah. pihak kepolisian. "Tahun 60-an. Noelleen sudah bergegas keluar laboratorium. dan bisa melepas bayang-bayang Strappa? Disayang sejawat Noelleen. 77 . penyendiri. Berbulan-bulan setelah Strappa kabur. mereka semua begitu geram ketika tahu pengadilan membebaskan Strappa dengan jaminan! Kegeraman yang sangat beralasan. Roger menyambut baik keputusan Noelleen pindah ke California. putri tunggal Sidney Greenwood. Strappa yang sudah berulang kali melakukan kejahatan serupa dikenai hukuman setimpal. karena setelah mendapat kesempatan menghirup udara segar. Noelleen dan suaminya punya harapan besar." curhat Noelleen pada Nicole. Pasangan itu bahkan berencana menjual rumah besar mereka. Orang-orang di pengadilan betul-betul bikin sebal."Tapi kalau kamu tidak melapor. kenapa ragu? Ingat Noelleen. serta berdarah dingin. laporan pasangan suami-istri itu cepat mendapat tanggapan. bukan orang sembarangan. "Kok bisa sekhawatir itu?" sahut Nicole sekenanya. Jangan cuma gara-gara Strappa dan putusan pengadilan yang ngaco itu .

Kata dia. menggabungkan teknik pemisahan. teknologi DNA masih sangat rumit. kini pelan-pelan mulai kembali lagi. Puncak karier Noelleen tentu saja ketika dia menerima tawaran bekerja sebagai wakil presiden sebuah perusahaan biokimia di California. bahkan diakui sebagai salah satu peneliti terkemuka bidang biokimia. suatu hari di bulan Agustus 1985. Selama di Amerika Serikat." Roger sekilas melirik Noelleen yang mulai ramai cekikikan di depan gagang telepon. Noelleen juga sempat memenangkan sejumlah penghargaan. penyusunan. "Aneh. Pencapaian yang sayangnya dinodai trauma kejahatan Strappa. Noelleen juga dianggap sebagai perintis penggunaan DNA. sebuah "ilmu baru" saat itu. Noelleen kadang suka "lupa diri". "Maksudmu Strappa?" balas Noelleen.walau masih kanak-kanak. di lubuk hati yang paling dalam dia bersyukur. selain jarang absen. Cukup mencocokkan DNA tersangka dengan fakta di tempat kejadian perkara. kamu sudah bisa melupakan orang gila itu. Nic. Tapi aku kangen nih." cerita Sidney bangga. sehingga menunjukkan lusinan kesamaan. Dengan basis data itu. di tangan Noelleen. Lelaki yang sangat mencintai istrinya itu maklum. DNA forensik cita-cita Noelleen itu sering juga disebut sidik jari genetik. cemberut. muka Nicole pasti sedang ditekuk. plus khawatir." jawab Noelleen akhirnya. Berbekal kepintarannya. Soalnya. khususnya berkaitan dengan pengembangan forensik dan alat pencari jejak. Namun. Noelleen membayangkan. enam bulan di sini aku merasa jauh lebih tenang." cerita staf 78 . serta kemampuan membaca keseluruhan rantai DNA. Sayangnya. jika sudah kopi darat dan kopi udara dengan sobat-sobat akrabnya. Noelleen tidak masuk kantor. Karena sampai siang belum ada berita keberadaan Noelleen. rekan-rekan kerjanya sepakat menghubungi Roger. Kemampuan itu menjadikannya seribu kali lebih efektif dibandingkan dengan teknik sidik jari tradisional. "Kami sudah telepon ke rumah. Jari luluh lantak Sampai akhirnya. Noelleen sudah mengutarakan niatnya tinggal di Amerika. Selain punya keluarga bahagia dan karier bagus. "Baguslah. Di perusahaannya yang lama. keceriaan yang beberapa bulan terakhir hilang dari istrinya. Amerika itu surga buat ahli biokimia. Sedangkan suaminya sukses membangun bisnis modifikasi mobil. saat itu (tahun 1985). "Omong-omong. Noelleen memang kerap membuat Sidney bangga. "Terus terang. Jangan ngendon di rumah terus. polisi jadi makin gampang menekuk penjahat. sang penjahat pun tak bisa mungkir. Noelleen biasanya memberi kabar jika tak masuk kantor. jalan-jalan dong ke California. Noelleen langsung mendapat tempat istimewa dalam bidang analisis DNA. Noelleen sempat ditunjuk menjadi senior executive. masalah teknis seberat itu bisa jadi begitu ringan. Para sejawatnya merasa heran. terdengar khawatir. sehingga tak banyak ahli yang menguasainya. siapa lagi?" sergah Nicole." cerita Sidney soal pentingnya penelitian DNA buat umat manusia. sebangga-bangganya. "La iya. tapi tidak diangkat-angkat." "Makanya. 'kan?" suara Nicole dari balik gagang telepon. agar suatu saat bisa digunakan sebagai basis data kepolisian di seluruh dunia.

"Strappa? Orang itu hampir membuat saya gila. polisi berdatangan. Strappalah pembunuh sejati Noelleen. Di satu sisi polisi yakin. memang bukan Strappa pelakunya? Pembunuh tak ditemukan "Sepertinya. ketika menemukan istrinya telah terbujur kaku di halaman belakang. "Firasatku enggak enak." harap Roger lebih pada dirinya sendiri. sedangkan di leher terlihat beberapa bekas cekikan. Jika terbukti. kali ini pun Strappa bakal kembali bebas. Dalam sekejap. Noelleen yang periang dan belum genap berusia 35 tahun telah terbunuh secara mengenaskan.Noelleen." keluh Sidney Greenwood. mereka melihat sebuah mobil sewaan berukuran kecil diparkir di seberang jalan pada saat pembunuhan. Tapi mereka sama sekali tak curiga. sebagian kulit itu milik pelaku. kami sudah berusaha menjerat Strappa. Polisi akhirnya hanya mengumpulkan barang-barang bukti itu. Julio Strappa kembali beraksi? Setidaknya. menyegelnya. "Sampai saat ini belum ada yang tahu. lalu menyimpannya di tempat yang aman di ruang bawah tanah. Atau. Tampaknya. Dia bahkan memiliki saksi yang menguatkan alibinya. terutama bagian di sekitar kuku. "Kelihatannya. Beberapa saat kemudian. Sama seperti korban-korban pembunuhan lain yang tidak diketahui pelakunya. begitulah yang dipikirkan polisi. seperti kasus pencurian dengan kekerasan terhadap korban yang sama enam bulan lalu. polisi San Diego dan San Fransisco berhasil menemukan dan menahan Julio Strappa. Semoga Noelleen baik-baik saja. Pak Sidney. Namun." jelas Roger." Tim penyidik sendiri sempat bergidik saat melihat kondisi jari tangan korban yang nyaris luluh lantak." seru seorang detektif dari kantor kepolisian San Diego." sebut seorang detektif. Siapa tahu. Tak lama setelah berbicara di telepon. "Tapi setidaknya. tak kalah bingung. Roger memutuskan pulang. petugas mengambil sampel serpihan kulit yang tertinggal di bawah kuku. "Tak ada yang tahu nomor polisinya?" tanya detektif lain. Kalau sakit. Harapan yang akhirnya hanya tinggal harapan. Namun." 79 . harusnya dia menelepon. Sama sekali tidak ada tanda-tanda dia sakit. Sayangnya. di sisi lain tak ada saksi-saksi dan bukti forensik yang bisa digunakan untuk menyudutkan Strappa. "Para tetangga bilang. hanya dalam bilangan jam. Teknologi berbasis DNA yang dirintis Noelleen dan kawan-kawan saat itu masih sangat prematur. lelaki sadis itu bisa dipenjara lebih dari 20 tahun. istri Anda melakukan perlawanan sengit sebelum dibunuh. Terbukti." seorang detektif memberi tahu Roger. Bahkan para ahli biokimia di tempat Noelleen bekerja pun tak tahu harus bagaimana. Apakah lelaki yang beberapa bulan terakhir ini menghantui Noelleen. Strappa menyangkal terlibat dalam pembunuhan. karena tidak ada sesuatu yang mencolok dari pengendara maupun mobilnya. Tubuhnya penuh memar. "Aneh. Betapa shock dia. polisi sendiri tak tahu apa yang bisa diperbuat dengan sampel itu. meski berada di sekitar San Diego pada saat kematian Noelleen. pembunuh Noellleen tidak akan pernah ditemukan. Kami pun tidak akan pernah menutup kasus ini.

Tidak adil bila dia tidak memperoleh keadilan. dia selalu berusaha menegakkan keadilan. Hhughh. rekan kerja Noelleen di Gen-Probe. lewat detektif muda nan enerjik (perempuan pula). Strappa penjahat licik yang sulit ditangkap. Aku nyaris putus asa. pembunuh putriku adalah orang yang telah lama mengincar nyawanya. Apalagi sebagai pengumpul materi. Laura Heilig. "Karena sepanjang hidupnya. Syukurlah akhirnya dia bisa membangun hidupnya kembali." "Menuduh Roger sebagai pembunuh Noelleen sungguh sebuah ide gila. berkarier di bidang analisis keuangan. Sidney merasa." Tertunda 15 tahun Hebatnya. Komentar serupa datang dari Dan Kacian. Namun. Tapi kami bisa memasukkan dia ke penjara atas pasal-pasal pencurian dan tindak kekerasan. pikiran-pikiran dan teori-teori tentang siapa sebenarnya pembunuh Noelleen tetap menggangguku. Bukankah 90% pembunuhan di lingkungan keluarga dilakukan oleh orang terdekat?" sebut Sidney. 'kan?" cecar Sidney. Walaupun begitu. "Wanita ini betul-betul luar biasa. arwah Noelleen bak bangkit kembali menerangi kiprah para polisi. agar tersedia cukup barang bukti untuk menggiring Strappa ke penjara. Roger sendiri akhirnya menikah kembali dan memiliki dua anak. 80 . dia yakin suatu saat penelitian yang pernah dirintisnya akan membuahkan hasil. Meski untuk itu. Itu sebabnya. mungkin Roger yang membunuh Noelleen. Tak lama kemudian. ketika sebagian besar penegak hukum. Ia menekuni arsip dan barang bukti kasus pembunuhan Noelleen." Bertahun-tahun Sidney. Mungkin jauh lebih berat dari aku. Niat orang jahat itu cuma satu. emosi Heilig tergerak. Noelleen bisa disebut sangat berhasil." janji sang detektif. Saat sadar bahwa Noelleen tengah merintis penelitian tentang DNA di saat menjelang kematiannya. Si detektif cuma bisa membisu seribu bahasa. Kacian. "Noelleen" sendiri ternyata tak pernah menyerah. dia meraih gagang telepon dan menghubungi Sidney Greenwood." Heilig melenguh sekeras lembu. karena tak tahu mana yang harus dipercaya. Aku menganggap. Sempat terlintas. "Berbagai pikiran berkecamuk dalam benakku. pembunuhnya tetap tak bisa ditemukan. Strappa memang dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara enam tahun. Belakangan. "Sekali lagi. setelah serangkaian persidangan tingkat banding. Dan yang paling penting. Lima belas tahun kemudian. Sebagai peneliti DNA dia percaya. dan teman sejawat Noelleen mulai putus asa. dan sejumlah kerabat serta kolega Noelleen menyimpan tanda tanya besar tentang siapa sebenarnya pembunuh sang wanita cendekia itu. hidup tenang di San Fransisco. selama beberapa tahun Roger sempat putus asa berat. Belakangan aku tahu. butuh waktu belasan tahun. Noelleen seharusnya mendapat keadilan yang lebih baik dari yang didapatnya sekarang. Dia juga tahu." imbuh kakek yang kini berusia hampir 90 tahun itu. "Tapi polisi yakin. tak ada kejahatan abadi di muka Bumi."Kami menyesal tidak dapat menuntutnya atas tuduhan pembunuhan. Roger sebagai korban lain dari kejahatan yang dilakukan pembunuh Noelleen. membunuh. tiga tahun kemudian dia bebas. dengan sadar dia melakukan perlawanan. kerabat. "Dia perempuan luar biasa.

Pak Greenwood?" sapa Heilig. Saya sebenarnya enggan bilang ini. banyak sekali polisi yang menelepon ke sini. Pak. Heilig pun jadi ikut melamun. kadang saya pun merasakan. berita ini bisa sedikit melegakan hati Anda." "Ooooh. seperti kebanyakan polisi generasi terkini San Diego. Misteri kematian Noelleen menjadi kasus lawas pertama di San Diego yang arsipnya dibuka kembali. Nak. Noelleen telah menunggu 15 tahun untuk mendapat keadilan yang pernah kita janjikan."Apa kabar." Heilig menunggu reaksi lebih lanjut dari Sidney. tapi jujur saja. Kakek yang tinggal di rumah besar milik Nolleen itu tampaknya tengah jatuh dalam lamunan. Polisi yang masih duduk di sekolah menengah ketika Noelleen terbunuh itu." "Saya Heilig. di situlah letak petunjuknya. selama 15 tahun. Strappa tak bisa lagi mengelak dari ancaman hukuman mati. "Kabar baik. arwahnya seperti menginspirasi saya." "Dan berkat proyeknya dulu. tak terdengar suara apa pun di seberang sana. Maklum. sampel organik yang dulu diambil dari jari dan kuku putri Anda bisa menjadi petunjuk penting." "Pak Sidney. Heilig tersenyum lebar. Ada apa rupanya?" "Saya berharap. Tanpa sadar. Setelah membaca arsiparsip Nyonya Noelleen yang selama bertahun-tahun tersimpan rapi di ruang bawah tanah." "He-he-he. Kali ini. Namun. saya yakin dengan sedikit pendekatan ilmiah. Barangkali itu sebabnya dia mengkhususkan diri pada kasus-kasus lawas yang dulu tak sempat terpecahkan. Keadilan memang cuma soal waktu!" (Kisah nyata/Rahartati Bambang Haryo) 81 ." "Lewat proses pemisahan DNA?" "Anda tahu juga?" "Dulu Noelleen suka bercerita. detektif Heilig. Pak. Setelah beberapa pekan bekerja keras. dia belum benar-benar pergi meninggalkan kita. meyakini banyak kasus bisa dipecahkan dengan pendekatan science. Dia sangat mencintai DNA-nya. Putri Anda dengan cemerlang mengajari saya cara menangkap pembunuh keji yang telah merenggut nyawanya. saya jadi merasa sangat mengenal putri Anda. Saya sangat mengaguminya. Ada kabar apa detektif? Maaf kalau saya lupa nama Anda. arwahnya akan menyaksikan sendiri. polisi berhasil menelurkan profil atau skema DNA utuh. seraya menampilkan 15 tanda kesamaan dengan sampel DNA dari darah Julio Strappa. Dan saya rasa. Dia telah merintis banyak penelitian tentang DNA. "Mari kita jemput pembunuh yang hilang itu di apartemennya. kini kita bisa melangkah lebih maju.

Paman. Paman." 82 . layaknya bawahan pada umumnya. Sa. "Kenapa saya harus diganggu dengan persoalan-persoalan seperti ini?" Secarik kertas putih bergaris itu adalah surat dari salah seorang penggemar Ralph. pikirnya. Sebagai pengarang cerita-cerita kriminal. "Sepertinya. yang aku tidak mengerti. Suara Ralph Gelderman. atau apalah namanya. Suara yang terdengar amat tidak merdu.12. SURAT BALASAN SALAH ALAMAT Tugas-tugas rutin pagi hari itu belum lagi selesai dikerjakan. Tidak banyak. kenapa ini bisa sampai di mejaku?" kata Ralph sambil melemparkan secarik kertas ke hadapan Sam." Sam beranjak dari meja kerjanya dengan langkah cekatan. Sifat orang tua itu memang tidak suka dibantah atau dipotong kalimatnya saat berbicara. saya harus memecat kamu." kata Sam tergagap. Saya juga tidak tahu mengapa ada yang bernada negatif. saya hanya membalas surat-surat dengan pernyataanpernyataan biasa. Setengah berlari ia menaiki tangga menuju ke ruang atas. ketika tiba-tiba nada panggil dari interkom memecah keheningan ruang kerja Sam Gelderman. ia mengira aku sama dengan karakter yang aku ciptakan. "Apakah aku sering menerima surat-surat seperti ini?" Mata Ralph tiba-tiba mendelik. sepertinya yakin ada konspirasi dari gerakan komunis tertentu. bos besar dan satu-satunya di kantor itu. Kali ini Sam lalai memisahkan surat yang satu ini. Apa kamu masih bisa dipercaya?" "Tentu saja." kata Ralph sambil memandangi puluhan surat yang bertumpuk di hadapannya. Ia benar-benar menyesali keteledorannya sehingga harus menikmati "sarapan pagi" dampratan bosnya. Wajah si bos dilihatnya sudah tidak sedap dipandang mata. Pada situasi seperti itu Sam hanya bisa berdiri mematung dan menunggu kalimat berikutnya dari Ralph.. Ralph cuma membaca surat-surat yang berisi pujian-pujian saja dan salah satu tugas Sam adalah menyingkirkan surat yang isinya tidak mengenakkan. "Ada satu atau dua. Sedikit kasar. "Seseorang yang bernama K. Namun. Sampai-sampai ia mengajak makan malam segala. Benar-benar aneh.. Ralph menaruh penanya di meja. Ralph mendapat bermacam-macam surat dari pembacanya. Masak sih mengurus surat-surat begini saja tidak becus. meski jumlahnya tidak terlalu banyak. cenderung kasar. apalagi keluar lewat speaker dari alat yang terhitung kuno. "Sam! Kamu di situ? Cepat naik!" "Ya. Paman. Leghorn. "Sam. Ruangan besar berukuran 10 x 8 m yang selalu tampak rapi itu merupakan tempat bekerja dan disebut kantor oleh Ralph." Tak ada reaksi. "Kalau saya tidak bisa mempercayai kamu. Benar-benar ceroboh.

akan saya kerjakan. Sebuah sikap yang membuat Sam terkadang merasa bingung. Kalau mau diambil sisi baiknya. investasinya terus meningkat secara perlahan tapi pasti. tugasnya sebagai "sekretaris" di sebuah perusahaan kecil milik pamannya itu benar-benar bikin bosan. yang tak lain adalah pamannya sendiri. data-data penerbitan. Ralph tentu jadi pemilik perusahaan sekaligus bendahara. Paman. Sejauh ini. Dari penjualan yang tidak terlalu banyak itu." "Baik. yaitu tidak menyukai ketenaran. Penjualannya lumayan. Tahu luar dalam Ralph Gelderman sebenarnya bukan penulis novel laris manis. bahkan hampir tidak pernah. Sam bisa hidup layak dengan istri dan anak perempuannya. dicetak ulang untuk jangka waktu lama. ia melangkah kembali ke ruangannya. Aku juga tidak mau bertemu dengan penulisnya. di samping rutinitas kerja selama bertahun-tahun. kadang Sam merenungi nasibnya yang harus mengabdi kepada Ralph. menggunakan wajah Sam yang memang sedikit mirip karena adanya hubungan keluarga. Pekerjaan apa pun di kantor harus dikerjakannya sendirian. Mulai dari akunting." begitu pendirian yang selalu diucapkan Ralph kepada orang-orang dekatnya. sewaktu akuntan Ralph berhasil membujuknya untuk membentuk semacam perusahaan kecil yang mengurusi karya-karyanya. "Aku tidak ingin orang mengenal sosokku. Jumlahnya ternyata lebih banyak daripada yang pernah ia kira. dan aset-aset pamannya. Aku ingin orang menghargai karyaku saja. editor." Sam mengangguk meminta diri. Perubahan terjadi lima tahun lalu. hanya kesabaranlah yang membuatnya tetap bertahan. Awalnya. ia mengajak Sam. Ditambah sedikit harta peninggalan ayahnya." "Bagus. Ia selalu bersembunyi dari publikasi. Ingat! Harus dengan sopan. 83 . Tapi ia termasuk penulis yang produktif. Namun yang menarik."Aku tidak mau melihat surat-surat seperti ini lagi. Jarang sekali. Hubungan kekeluargaan itu kerap jadi beban. investasi. di kantor yang terasa begitu hening. Maklum. jabatannya memungkinkan Sam mengetahui secara pasti perihal pendapatan. Bahkan. sekretaris. Dibandingkan dengan pengarang-pengarang lain. perundingan rutin dengan penerbit. ia belum punya pekerjaan tetap. gaji Sam boleh dibilang lumayan.yang paling menyebalkan harus menampung omelan-omelan pamannya. ada media memuat kisah tentang sosoknya. untuk menduduki satusatunya jabatan di perusahaan itu. Karya-karyanya mengalir lancar dan dapat diandalkan penerbit. korespondensi. tentu begitu menyenangkan bagi Sam. bahkan gagasannya sering diangkat ke layar lebar. foto pengarang yang selalu ada di sampul belakang buku-bukunya. serta tekanan-tekanan karena menjadi pekerja satu-satunya. dan . Ralph punya sifat sedikit berbeda. Belakangan baru Sam sadar. Kirim saja balasannya dengan sopan. agen. Masih setengah tertunduk. Pada saat-saat seperti itu. karena Ralph selalu menolak. dijual di luar negeri. Buku-bukunya tidak ada yang terlalu sukses di pasaran dan mencetak banyak uang. Yang lebih menyenangkan lagi. tetapi juga harus berupa balasan pribadi. Saat membutuhkan orang kedua. Ini tidak akan terjadi lagi. anak yatim kakak kandung Ralph.

Sam memang hanya bisa berharap dan berharap. tentu warisannya bakal berkurang. Sebagai ahli waris tunggal. Bahkan. Ralph masih melajang. menghentakkan lamunan-lamunannya. ada pihak-pihak bawah tanah yang menyabot atau kecurigaan-kecurigaan aneh semacam itu. surat dari K. Tak ada gunanya meladeni orang-orang dengan kepribadian paranoid seperti itu. Seandainya. Surat-surat penggemar memang terkadang aneh. Sesuai pesan Ralph. Kisah-kisah spionase bisa jadi dapat menimbulkan paranoia. seandainya . Namun. tapi jika di masa tuanya tiba-tiba ia menikah karena tergoda seorang wanita muda. ia mulai memikirkan katakata balasannya di depan komputer pribadinya. pastilah berasal dari seorang paranoid. Leghorn kembali dibacanya dengan cermat. Sam mencoba menganalisis. Salah-salah malah bisa jadi korban pemerasan. Setidaknya dalam sebulan Leghorn bisa mengirim dua sampai tiga surat dan ini sudah berjalan kurang lebih setahun terakhir. Sayangnya. karena selain tidak ada uang. Di ruangannya di lantai bawah apartemen di Upper East Side Manhattan. Atau bangunan roboh menimpa Ralph. reaksi yang tepat untuk surat-surat macam ini adalah dengan tidak menjawabnya. Ia bukan seorang raja tega yang bisa membunuh orang tanpa beban. tentu jalan hidupnya akan lain. dicuri di kantor pos. celakanya. Semakin panjang usia Ralph. atau bosnya itu tertabrak mobil. Untuk menyewa pembunuh bayaran pun tidak. Dan ini bukan kiriman yang pertama. Masalahnya. orang-orang seperti itu tidak bakal bosan dan akan terus mengirim surat. Sam menulis balasan untuk Leghorn dengan kata-kata sesopan mungkin: 84 . pikirnya. Dalam situasi seperti itu Sam sering berkhayal seandainya Tuhan mengambil jiwa pamannya dalam waktu dekat.Sam mengetahui bahwa pewaris semua itu adalah ia sendiri! Soalnya. Benih-benih paranoia Sam menghela napas. Ia juga tidak ahli membuat alibi palsu atau membunuh dengan tampak seperti kecelakaan atau bunuh diri. Kalaupun umur Sam panjang. Tak ada yang bisa dilakukan. Ada satu hal yang membuat Sam gundah. karena jawaban apa pun tetap merupakan provokasi untuk tindakan selanjutnya. Ya. cuma sebatas itu kemampuan Sam. ia tidak tahu cara mendapatkan orang semacam itu. Ralph Gelderman masih sehat. Seandainya saja ia dapat menikmati semua warisan itu saat ini. memang hartanya bertambah. untuk sementara. lebih sehat dari Sam yang 18 tahun lebih muda. mungkin ketegangan sebagai penggemar cerita-cerita spionaselah yang membuat Leghorn mengirimkan surat-surat seperti itu. Seperti surat yang di tangannya saat itu. Karena itu minimal balasan sebagai tanda terima harus dikirim. meski berusia 60 tahun.. Hiiiy! Sam sebenarnya berpendapat. posisinya juga tidak akan menguntungkan kalau sampai terjadi sesuatu pada pamannya. ia tetap saja akan makin tua dan sakit-sakitan. sehingga tidak akan menikmati harta itu. mereka mungkin mengira suratnya telah hilang. atau diserang virus yang sangat ganas. begitulah Sam kerap berandai-andai.. Karena dasarnya memang sudah paranoia.

kini Sam bisa tersenyum puas. Sam kembali membacanya. bahwa anggapannya tentang konspirasi komunis konyol ternyata "benar". yaitu memainkan kata-kata halus. dengan sangat menyesal. Ia mengganti kata-kata surat balasan yang telah disusunnya. Mungkin dapat mengakibatkan kecelakaan-kecelakaan kecil. jarijari tangan Sam yang sigap bergerak cepat. Ada saat-saat tertentu ketika sampai sebulan penuh tidak ada respons apa pun dari orang itu. Sam merasa telah menyusun kata-kata itu sebaik-baiknya. Soal pertemuan makan malam dan lain sebagainya. Mengapa tidak? Toh. Degup jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. setidaknya ada enam orang masuk golongan paranoia dan diperlakukan seperti itu. Dengan hormat. Hmmm. Bahkan kini sasarannya tidak hanya Leghorn. seperti biasanya. bahkan mengira pikiran paranoidnya soal konspirasi konyol itu benar-benar ada. Orang-orang semacam itu mungkin akan bertindak menurut kemauannya sendiri. Sam sekarang boleh dibilang memiliki hobi baru. Toh Leghorn tetap menjadi kasus yang terbaik. Belakangan malah sudah mulai dihiasi nada-nada ancaman. Dari puluhan penggemar Ralph. Bagaimana Anda bisa berpikir seperti itu? Kalimat itu cukup singkat. "awas 85 . terbersit sebuah skenario. Seperti biasanya. kasar. F-a-t-a-l! Ya. hingga benar-benar yakin kata-katanya sudah cukup menggugah amarah Leghorn. bahkan mungkin menyebabkan kematian! Sesuatu yang jauh di lubuk hati Sam. Jika Leghorn penasaran dan menulis lagi. Sam akan membalasnya kembali dengan nada yang sama. Taktik yang sama mungkin dapat digunakan pada surat-surat lain yang datang. tidak ada yang tahu. saya tidak dapat bertemu dengan Tuan karena kesibukan pekerjaan. bisa-bisa malah fatal. Seorang paranoia pasti bereaksi atau paling tidak akan kaget jika membacanya. Ia berusaha menciptakan kesan terbaik. Dalam otak Sam. Tetapi biasanya tak lama kemudian datang lagi surat Leghorn dengan kata-kata yang. Ralph akan menandatangani surat balasan itu tanpa membacanya. terlintas kata-kata itu di benak Sam. Sam berpikir. sebenarnya ia harapkan terjadi terhadap pamannya. sebenarnya tidak perlu ditanyakan lagi. bahkan dengan kegilaannya. Tolong Anda tidak perlu membuang-buang waktu dengan meminta hal ini berulang kali.Yang Terhormat Tuan Leghorn. Mungkinkah ini adalah jalannya? Mendadak. meracau tak keruan juntrungannya. berulang kali. Tentu saja tidak ada yang dapat memperkirakan apa yang akan terjadi. seiring kedipan kursor di layar komputer. pakai sedikit olok-olok pula. tapi menusuk. Senang sekali saya dapat menerima surat dari Tuan. Namun sayang sekali. Leghorn akan merasa sangat benci kepada Ralph. Untuk meyakinkan ia membacanya lagi berulang kali. Dan itu semua di luar kendali saya. fatal! Dalam kekosongan pikiran. Tanda tangan asli Dua tahun sudah skenario jahat Sam itu berjalan dan semua tampak baik-baik saja. Bila Leghorn merasa mendapat angin. seolah tanpa kendali. Semakin keras dan ngawur surat para penggemar yang paranoia itu. karena tampaknya sudah jelas bahwa kecurigaan Anda mengenai kegiatan konspirasi sama sekali tidak berdasar. semakin senang ia membalasnya. mungkin si gila itu sudah lelah bermain-main. karena ia tidak ingin ada dampaknya di kemudian hari bila kalimat-kalimatnya itu disalahartikan. Lalu.

terutama saat acara ngobrol di pesta. "Ya. mereka cuma menggertak. Saya sudah peringatkan Paman Ralph soal ini. "Memang. "ingat suatu hari nanti!" Meski ada perasaan khawatir. Sesekali Sam juga bercerita soal surat-surat itu kepada teman-temannya. Meski saluran telepon tersambung paralel dengan ruang kerja Ralph. bagaimana mungkin Sam akan disalahkan? Semuanya akan mengarah pada "kelakuan" Ralph sendiri. Tapi kebanyakan mereka tinggal jauh dari sini. Ajang itu menjadi kesempatan terbaik Sam memutarbalikkan fakta untuk memperkuat alibinya. Ralph pun dapat hidup dengan aman. Sam yang selalu bertugas mengangkat setiap panggilan telepon. Lagi pula aku kira. tapi dia tetap menolak. siapa pun mengira surat itu didiktekan langsung oleh Ralph. "Padahal aku sudah berusaha mengingatkan pamanku agar berhati-hati dengan orang-orang paranoid seperti itu. Ia memang suka nekat. Saya bisa apa? Dia kan bos saya. Ralph tidak pernah membaca surat-surat balasan yang disodorkan. karena Ralph tidak menggunakan stempel tanda tangan. Halo!" 86 . Sam mengangkatnya." "Bagaimana kalau suatu kali orang gila itu yang nekat. Begitu pun Sam. aku tidak ikut-ikutan tuh. berani betul!" sahut seorang teman." Sangat sempurna! Bagaimana jika seseorang dengan niat jahat benar-benar datang menemui Ralph dan Ralph benar-benar terbunuh? Orang-orang sudah memperhitungkan hal itu. begitu juga dirinya." kata Sam sambil menggelengkan kepala. Tidak akan ada orang gila yang muncul dengan nafsu membunuh. Seperti yang diharapkan Sam. Ia hanya memperagakan permainan yang bisa berbahaya dan menjanjikan hal-hal hebat di dalamnya. Selain itu. Teman-temannya tentu terhibur dengan cerita-cerita tentang Ralph. bisa menghabiskan sisa umurnya tanpa perlu menyimpan rasa bersalah." kata Sam meyakinkan teman-temannya. enggak apa-apa. Di sinilah asyiknya rencana Sam. Ia ingin memberi sentuhan pribadi pada setiap surat dan berharap tindakannya akan dihargai penggemarnya. Di setiap pojok kiri atas terdapat tulisan kecil "RG/sg" sebagai inisial Ralph dan Sam. nothing to loose. Dengan tanda tangan asli. Kasarnya. Sam tetap tersenyum saat membacanya. yang telah dibumbui di sana-sini itu. Ia hanya menandatangani tanpa melirik satu huruf pun. atau tidak berbahaya sama sekali. Bagaimana jika ternyata tak seorang pun paranoia yang datang menyambangi Raph? Ya. Dia datang dan membuat kekacauan? Bahkan membunuh?" "Wah. sebagai sesosok manusia aneh.kau!". Orang-orang akan berkata. Sam telah mencoba menyelamatkan Ralph dari dirinya sendiri. karena mungkin saja nantinya tidak akan terjadi apa-apa. Dikejutkan paket Dering telepon sedikit mengejutkan Sam yang siang itu sedang asyik membuat catatan keuangan bulanan di ruang kerjanya. Tapi tetap saja dia nekat mengirim jawaban yang provokatif. "Memang kadang-kadang agak khawatir juga. Yang terpenting. "kubunuh kau!". salah satu kemudahan bagi rencana Sam. "Wah.

Tuan Gelderman sedang tidak ada. Ia memegang sebuah kotak berwarna kecoklatan. Sebuah tugas yang benar-benar membosankan. tak ada yang mencolok dari penampilannya. dari Prime Publishers. Saya bukan Ralph Gelderman. tanpa nyawa. Tuan Gelderman?" "Ya." Dua menit kemudian. Di dalam surat dituliskan 'RG/sg'. jadi saya punya nama yang sama. Saya sekretarisnya. bel pintu berbunyi. tergeletak. suruh dia ke atas. Sam mengeluh dalam hati. Sam melanjutkan." Mata Leghorn menyipit. tetapi ia dua puluh tahun lebih tua dariku." Perut Sam langsung mengejang. dan kau baru saja memberi tahu namamu Gelderman." "Itu adalah foto yang lama dan ada kemiripan dalam keluarga. Tuan Gelderman. Sam beranjak ke pintu dan menyambut pengirim paket yang sudah berada di depannya."Paket kiriman." "Saya memang sekretarisnya. Kemudian berkata. Akhirnya. untuk yang kesekian ratus kalinya. (Kisah rekaan/Isaac Asimov/TJ 87 . Ini orangnya! Mungkin saja berniat untuk menyerang dan memukul! Ia berkata dengan serak. Setelah diiyakan. Dor! Dor! Dor! Tubuh Sam pun langsung jatuh ke lantai." ujar Sam panik. Kemudian ia berkata. Saya juga keponakannya. "Si penjaga pintu memanggilmu Gelderman. menjadi tugas Sam untuk memberikan jawaban penolakan. apa yang kau lakukan?" Tiba-tiba si pengirim paket sudah merangsek masuk ke dalam. "Foto yang ada di buku adalah fotomu. "Kalau begitu." " Saya Sam Gelderman!" "Kau baru bilang bahwa kau adalah sekretarisnya. Usianya paruh baya. "Aku tak percaya padamu!" Ia mencabut sebuah pistol dari sakunya dan menembakkannya tiga kali. "Anda. "Apa ini? Hei. mendorong Sam ke salah satu dinding dan menutup pintu di belakangnya. Ralph Gelderman. "Apakah ada yang harus saya tanda-tangani?" Sam mengambil pena dari sakunya. Ah. Sayalah 'sg'. Meski Ralph tidak pernah bersedia. "Apakah orang yang mengirimkan paket ini masih ada?" tanya Sam." Leghorn ragu-ragu untuk sesaat. "Namaku Lawrence Leghorn dan saya ke sini untuk bertemu denganmu. Ia memegang pinggang Sam dengan kuat sekali." ujar Sam tidak sabar sambil menerima kotak itu. Leghorn berpikir sejenak. Paket itu ikut tertekan genggaman jari-jarinya tanpa tertahan. Ia kemudian berkata. pastilah bundel buku dari sebuah galeri dan meminta Ralph memberi pernyataan promosionalnya. pihak penerbit sepertinya tidak pernah putus asa. "Anda salah. tapi sesaat kemudian ia menyadari paket itu kosong. Tubuhnya gemetar." Resepsionis gedung memberi tahu.

Dia minta keluarga dan tetangga mencarikan sehelai rambut Adrian. 88 . walau dengan jari dan lengan terbakar sampai ke tulang dan sumsumnya. dia masih sempat mencium anak lelakinya dengan penuh kasih sayang. Entah dari mana datangnya. ditemani Nicole. yang tahu Adrian tewas. Bayiku masih ada di sana. SURAT CINTA MENGUATKAN SANGKAAN Pagi menjelang subuh. seorang lelaki tiba-tiba menjejalinya dengan pakaian yang sudah dibasahi zat berbau menyengat. aroma bius membuat Nicole akhirnya kehilangan kesadaran. kejadian itu bukan akhir. Nicole beruntung masih bisa menyelamatkan diri. tapi selalu gagal menemukan anak malang itu. Setelah operasi dan kondisi mental Nicole siap. menggendong Adrian yang menatap dengan mata mengantuk. Datangnya tamu istimewa Setelah berhasil membuat Nicole pingsan. Aku juga merasa seperti ada benda kecil di dekatku. Nicole sulit mengenali lelaki itu. "Bayiku. Perempuan yang berusia 32 tahun itu tampak sangat kelelahan. "Aku cuma tahu ada sesuatu yang menimpa tangan dan lututku. Alarm kebakaran sendiri baru berdering sekitar pukul 07. karena Nicole tampak belum siap menerima kepergian Adrian. datang dari Queensland untuk mendampingi putrinya. Sang tetangga yang melihat "titik terang" kemudian mengajak Nicole keluar. lelaki sadis itu langsung beranjak ke ruang duduk. lengan kanannya hangus. blupp! Nyala api mulai merambah tempat tidur. Lorena Close 7. Orangtua Nicole. yang berada di ruang duduk. Sampai akhirnya." sebutnya lirih. untuk disimpan sebagai kenang-kenangan. Lalu dibaringkannya buah hati tersayang di buaian. Sejurus kemudian. buah hatinya masih hidup. Rambutnya habis terbakar. sebelum wanita tegar itu melihat dengan mata kepala sendiri bayinya hangus tergeletak di tempat tidur. mana anakku?" Seolah yakin betul. bayinya yang baru berusia 10 minggu. didampingi suaminya yang terlihat terkejut. Namun. berusaha menendang dan meronta-ronta. Sebuah ciuman yang sangat manis. Nicole segera dilarikan ke rumah sakit. sehingga akhirnya harus diamputasi. di tengah serangan rasa penat. kabar buruk itu terpaksa disampaikan. siapa lelaki yang tega membius Nicole dan membakar Adrian. beberapa saat kemudian di tempat tidurnya sendiri. baik pihak keluarga maupun kepolisian masih belum punya gambaran jelas. Dalam kondisi setengah pulas. Sialnya. Para tetangga yang terbangun kaget setengah mati." cerita Nicole. kemungkinan eter. "Aku sempat terjaga." cerita Nicole. asap tebal dan tajam tampak menyelimuti ruangan. Di kamar tidur. Australia. Mereka harus pandai-pandai menyimpan rahasia. Nicole mengalami tragedi mengerikan. Nicole Smith tampak berbaring di ruang tidur di rumahnya. "Mana Adrian. kemudian meletakkan bayi tak bersalah itu persis di sebelah Nicole. Namun. Sampai saat itu. tapi justru awal datangnya tragedi yang lebih besar. Ibu muda itu selalu bertanya. mereka memeriksa seisi rumah. Dua kali tetangganya mencari Adrian. karena memang tak ada lagi kata-kata yang bisa diucapkan. Tak ada yang menyangka. Sebelumnya. Nicole cuma bisa diam. Benda yang di kemudian hari disadarinya sebagai tubuh mungil Adrian.30 pagi. Toh tak ada rahasia yang bisa disimpan terus-menerus. 4 Oktober 1995. ibu muda itu sempat dua kali terjaga untuk menyusui Adrian. Saat itu. Hoppers.12. Victoria. sebelum akhirnya meluas dan menyebar ke bagian lain rumah istri Mark Smith itu. Tetangga terdekatnya berusaha menyelamatkan Nicole yang kelihatan terbaring di patio. dan suaranya nyaris tak terdengar.

Dari merekalah Bono mendapat nama Donna Wilkinson. dia menerima dengan pasrah kematian Adrian." tambahnya. "Dia mencintai kehidupan sejak lahir ke dunia." tutur Nicole. Karena lama tak mendapat momongan. Dia pasti senang. Menurut ayah Adrian ini. Titik terang mulai agak kelihatan ketika dia mencoba menggali informasi dari rekan-rekan kerja Mark Smith.Apalagi tak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian itu. tentu saja." ingatnya ketika itu. "Sangat akrab dan selalu melakukan sesuatu yang istimewa pada hari jadi dan ulang tahun. Langkah pertama Bono. Mark sendiri. Kebahagiaan Nicole kian lengkap ketika Adrian lahir. menanyai orang terdekat Nicole. detektif yang ditugasi menyelidiki kasus ini." kata Bono setengah berteori. sosok Nicole. Bono juga memeriksa para tetangga serta menanyai kerabat dekat dan pihak-pihak yang kerap berhubungan dengan Nicole." tutur Nicole. Peristiwa kebakaran itu dianggapnya sebagai sebuah kecelakaan tragis. Di sisi lain. tak kami temukan jejak sama sekali. tempat Mark yang berdinas di Angkatan Udara Australia bertugas selama tiga tahun. "Dia pria yang lemah lembut. Namun. Nicole percaya. yang menganjurkan meditasi untuk mengatasi problem pada kelenjar tiroidnya. benang kusut itu tetap harus diurai. Nicole berumur 22 tahun dan sudah bekerja di sebuah pre-school saat berkenalan dengan Mark yang cerdas. Nicole berkonsultasi pada seorang endokrinolog. dekat Werribee. Dia cukup perhatian. Queensland. pasangan muda itu kembali ke Australia. Mereka tinggal di Hoppers Crossing. pasangan itu pindah ke Palm Bay. Namun. nyaris tak punya musuh. "Seluruh kasus ini tidak saling berhubungan. Sersan Andrew Bono. Niat membakar mereka berdua hidup-hidup merupakan ide keji yang harus dilandasi motivasi sangat kuat. Saat kandungan Nicole berusia tiga bulan. Seminggu setelah kebakaran. Lahir dan tumbuh di Ipswich. 89 . mereka saling menghargai satu sama lain." kenangnya." bilang Bono. Detektif berpengalaman itu mencatat adanya sedikit ketidaksesuaikan antara cerita Smith saat itu dengan omongannya beberapa hari sebelumnya. tapi merupakan gabungan dari potongan kejadian pada saat yang bersamaan. Nicole. Dia bahagia luar biasa. itulah yang terus dicari polisi asal Melbourne itu. keduanya menikah. dan anak mereka Adrian. Florida. tampan dan jangkung pada tahun 1990." Geledah teman selingkuh Hampir tak ada petunjuk yang bisa menuntun polisi untuk mengungkap kasus terbunuhnya Adrian. suaminya Mark Smith. Bayi mungil berambut gelap dan bermata biru itu menjadi tamu istimewa yang sangat dinanti kehadirannya. Rencananya kami mau punya tiga anak. tak jauh dari tempat Mark dipindahtugaskan. "Aku sangat menginginkan bayi. kemudian pindah ke Orlando. Bono berbicara dengan Mark Smith. "Dan dia memang dilahirkan untuk memberikan kegembiraan. warga negara Amerika yang konon salah satu kawan terdekat Mark. Victoria. tujuh bulan kemudian. sebelum lahirnya Adrian. dan selalu berada di sisi sang istri saat tenaganya dibutuhkan. sulit menyimpulkan atau mendugaduga keterlibatan Mark. Motif. tampak berusaha keras menjadi bapak yang baik. Florida. Tahun 1994. benar-benar dipaksa menghadapi benang kusut. "Ikatan kami sangat kuat. bisiknya dalam hati. mulai menjadi fokus pembicaraan warga kota. Berhasil. apalagi Adrian. Nicole betul-betul hamil. dan ingin cepat-cepat mengabarkan berita baik ini pada Mark. Tahun 1991. "Bahkan di kamar tidur sekalipun. rajin menemani Nicole ke dokter kandungan.

" Penemuan-penemuan itu berhasil menyeret Mark ke pengadilan. Jawaban atas semua keraguan dan pertanyaan yang selama ini tak terjawab. Januari 1998. mengapa mantan suaminya itu lebih memilih membunuh anak-istrinya ketimbang menuntut cerai. Bono menemukan fakta. Setidaknya. "Saya menemukan tagihan hubungan telepon internasional mereka. Penasaran. Ia diyakini melakukan langsung pembakaran yang berakibat hilangnya nyawa Adrian. Ia juga selalu menyangkal bukti-bukti dan tuduhan jaksa. menolak datang ke Australia untuk menghadiri sidang. Dia juga harus rela bolak-balik Australia Amerika. ketika Desember 2000. dia memang pembunuh sadis berdarah dingin. Bono pantang mundur. Mark pernah mentransfer uang senilai lebih dari AS $ 70. Dalam penyelidikannya. Kami tidak punya asuransi pribadi." jelas Andrew Bono. dan surat-surat cinta. agar Bono tidak terlalu terobesi pada Mark. akhirnya aku tahu yang sebenarnya. lebih pada dirinya sendiri. Namun. untuk menggeledah rumah Donna Wilkinson. Donna Wilkinson. Nicole tetap tak habis pikir. email." Meski tentu saja. serta merencanakan pembunuhan terhadap Nicole. yang dihubungi Bono pasca persidangan mengaku." jawab Nicole. keputusan hakim itu tetap "sangat mengejutkan" buatnya.000 buat pasangan selingkuhnya itu. Termasuk saat jaksa memutar kembali kaset video yang memperlihatkan Mark sedang menurunkan peti jenazah putranya ke liang lahat. Untunglah." imbuh Bono. yang lahir beberapa bulan sebelum Adrian. berbeda dengan Nicole yang harus menjalani dua hari pemeriksaan silang dengan tangis sedu-sedan. mengapa ia memilih jalan itu. kartu-kartu ucapan. "Tak ada kekuatan hukum yang bisa memaksanya datang. Pada sebuah kartu dari Melissa yang ditujukan kepada Mark terbaca: "Ayah tersayang. Bono berangkat lagi ke Amerika Serikat. Dia bertekad mengantungi surat perintah polisi setempat. Bagaimana jika pembakar rumah Nicole ternyata bukan Smith? Namun seperti biasanya. Dia berjanji akan mengadopsi Melissa. Smith menyebut Donna sebagai tunangan." cerita sang polisi. "Aku terguncang saat mendengar berita itu dan menangis untuk anakku. serta mengumpulkan hal-hal kecil yang bisa dijadikan barang bukti. Keputusan yang menutup rapat pintu keraguan yang selama ini menyiksanya. Bono sebenarnya mencurigai perselingkuhan Mark berada di balik percobaan pembunuhan terhadap Nicole. Gadis cantik berambut mekar itu sekretaris di divisi tempat Mark bekerja. Teman-teman sejawatnya sampai mengingatkan." tuturnya lirih. Donna selalu menyangkal keterlibatannya pada kasus ini. Mark Smith malah terlihat sangat tenang. Hampir mati terbakar Tepatkah keputusan pengadilan menghukum Mark? Nicole sendiri. Pacar gelapnya.Mark bertemu Donna Wilkinson saat bertugas ke Australia beberapa tahun silam. masalah finansial ikut berada di balik semua kejadian ini. aku mencintai dan merindukanmu. berbagi informasi dengan FBI. "Mark menyukai uang. Smith sama sekali tak menunjukkan emosi yang berlebihan. Penampilan itu semakin menguatkan dugaan. tapi kami punya rumah 90 . "Namun ia selalu menyangkal semuanya. "Paling tidak. Tampaknya. anak Donna dari hubungan dengan lelaki lain.000 kepada Donna. hingga awal 1997. Mark John Smith resmi dijatuhi hukuman 26 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Victoria. kerja keras Bono selama lima tahun akhirnya terbayar lunas. "Hanya Mark yang tahu. Nicole sendiri pernah dua kali bertemu Donna di acara sosial. Maka. Smith juga membeli cincin pertunangan seharga AS $ 20. Bono menelusuri sejauh mana hubungan Mark dan Donna.

Mark Smith tampak sedang memandang bayinya tanpa ekspresi. membakar anak dan istri.000. Namun. Anak perempuan Donna. "Ketika Adrian berumur lima minggu. hanya untuk melahirkan di dekat Mark. Mark pun berubah. Aku tak punya gambaran bagaimana hal itu bisa terjadi. Smith jugakah yang menyalakan aromaterapi bakar di samping tempat tidur dan mengatur posisi ibu dan anak itu sedemikian rupa. Dia 'kan suamiku. Tapi tak sedikit pun aku menaruh kecurigaan padanya. teman terbaikku. Nicole ingat pula pernah dibangunkan suara lengkingan alarm kebakaran di dapur. Aku hanya tak bisa mengerti. "Setelah diperiksa. Andrew Bono sendiri menggambarkan ibu muda nan tegar itu sebagai wanita luar biasa. Nicole bahkan tak pernah menaruh prasangka sedikit pun pada suaminya. saat berkunjung ke Australia di awal 1995. segera Nicole merenggut Adrian dari buaian di ruang duduk yang berjarak hanya lima meter dari kobaran api. sehari setelah Adrian lahir. sudah berusia dua bulan ketika Nicole hendak melahirkan. Itu sebabnya aku menyarankan Mark membawa tempat sampah itu ke dinas kebakaran untuk diperiksa.dan seisinya serta dana pensiun Mark." duga Nicole." Perangai berubah "Buta" paling parah yang dialami Nicole adalah ketika dia tak pernah mencium hubungan mesra suaminya dengan Donna Wilkinson. tapi ia menenangkanku. Bahasa tubuhnya terkesan "dingin" dan "menjauh". Itu sebabnya. mengapa kebakaran itu bisa terjadi." tuturnya. tengah malam aku terbangun. Melissa. Dia baru bisa percaya dan membuka mata. "Aku sedang menyusui dan Adrian tampak gelisah. yang tega membungkuk di atas badan Nicole. Donna bahkan mengarang cerita bohong pada Nicole. Aku menganggap semua sudah berakhir. pria tampan berumur 37 tahun itu. Selama ini dia agak buta. dia begitu lama bisa menerima kenyataan. lantaran terlalu percaya pada kekuatan cinta dan kegembiraan mengurusi putra kesayangan. Tak mudah mengorek informasi tentang Mark dari Nicole. Mark setahuku tidur di ruangan terpisah. 91 . yakinkah Nicole bahwa suaminya sendiri yang mendalangi semua peristiwa tragis ini? Bukankah di pengadilan. mengapa hal-hal berbahaya itu bisa terjadi. Tidak juga ketika Donna dihamili oleh "orang kantor" Mark." jawab Nicole bijak. "Aku sendiri bingung. setelah mencium bau gas yang sangat kuat. Seraya mengawasi Mark yang dengan sigap menyiram lidah api dengan alat pemadam kebakaran." kilas Nicole. Sejak saat itu sebenarnya aku mulai gelisah. Ketika Nicole ke dapur. Hampir dua pekan kemudian. mengaku telah menikah dengan seorang pria dari angkatan udara. dalam pesta mabuk-mabukan di tahun 1994. Semua itu bernilai lebih dari AS $ 215." lanjut Nicole. Ketakutan. Nicole membuka album foto dan menunjukkan gambar yang diambil di rumah sakit. Dia kehilangan begitu banyak hal. lalu dengan sadis menutup wajah istrinya sendiri dengan pakaian yang sudah dibasahi cairan bius mudah terbakar. ternyata ada beberapa lubang pada pipa yang terletak di atap. tapi selalu berusaha keras memperoleh kembali kehidupannya yang hilang. Sepulang dari rumah sakit bersalin. Smith selalu menyangkal tuduhan jaksa dan bukti-bukti yang dikumpulkan polisi? Betulkah Mark. Aku tak lagi berbicara dengan dia sejak Desember 1995. ia melihat api berkobar dari tempat sampah menuju atap. setelah merangkai kejadian-kejadian sebelum datangnya kematian Adrian. Dia bahkan tak pernah mau membantu Nicole merawat Adrian. lalu kabur dan pura-pura sangat terpukul ketika polisi memberitahukan "kabar buruk" itu padanya? "Entahlah. sampai Bono menyampaikan bukti-bukti keterlibatan orang yang sangat dicintainya itu. sehingga bisa meninggal bersama-sama? Apakah Mark memang sekejam itu.

Masih tidak menyadari hubungan khusus Mark dan kekasih gelapnya. Terpaksa. kemudian membeli tiket pesawat sekali jalan untuk memulai hidup baru di Amerika bersama Donna. tahun 1998." kata Nicole sambil menggeleng-gelengkan kepala. "Dia hadiah istimewa untukku sepanjang hidup ini. ia sama sekali tidak berduka. Mata lahir dan mata batin Smith mulai gelap. Setelah peristiwa mengenaskan itu. Smith dengan dingin menyampaikan berita pengunduran dirinya dari angkatan udara." senyumnya. terjadi hanya empat hari setelah Donna Wilkinson kembali ke Amerika Serikat. "Padahal aku mencintainya. kurang dari dua bulan setelah kebakaran dan masih berada di rumah sakit. membakar Nicole dan Adrian di kamar tidur. yang dengan mudah ditemukan Sersan Bono saat menggeledah rumah Donna di Amerika. sepanjang waktu. lebih mudah tersentuh. sekaligus keinginannya meninggalkan keluarga yang telah mereka bina bertahuntahun. Nicole mendapat musibah kedua. aku tak tahu mengapa dia melakukan ini padaku. ia dirawat hanya oleh saudara-saudaranya. menjalani 15 kali operasi termasuk operasi plastik untuk lengan palsu seharga AS $ 17. tiga minggu setelah kebakaran di dapur. Smith memainkan kartu trufnya. susah tidur. Melissa. Puncaknya. Mark sendiri sering menghilang. meninggalkan banyak bon interlokal. selain sikat rambut Adrian dan sehelai rambut yang tersisa di sikat itu. Benda-benda tak ternilai itu disimpannya dalam kotak khusus yang selalu dibawa jika "terjadi kebakaran". entah ke mana.000 sumbangan warga Ipswich. Nicole pun harus membiasakan sendiri dan belajar menulis dengan tangan kiri. Foto yang selama ini menjadi salah satu "harta" paling berharga Nicole. Sampai hari ini. Nicole mengaku masih kerap bermimpi buruk." tutup wanita yang resmi bercerai dari Mark tahun 1997 itu. ia banyak bermeditasi dan mencoba memikirkan hal-hal positif yang telah diberikan Adrian. karena Adrian selalu bersamaku." ujar Nicole. Ia memegang tanganku saat aku membutuhkannya. sembari memandangi foto Adrian yang sedang duduk manis sembari meniup-niupkan mulutnya. obsesi pada kekasih Amerikanya itu makin subur. Nicole tak ingin "Adrian" hilang dan dimakan api untuk kedua kalinya. sehingga tega menyusun berbagai rencana untuk menyingkirkan Nicole dan Adrian. Kadang aku pikir. Kebakaran yang memaksa Nicole meringkuk dua bulan di rumah sakit." Tampaknya. Saya juga ingat. Keputusan cekal itu membuat Mark dan Donna hanya bisa melakukan hubungan jarak jauh. Smith kembali ke Australia bersama Donna Wilkinson dan anak mereka. memungkinkan Smith menemui Donna dan menemaninya makan malam. Selama menanggung penderitaan itu. Smith bahkan mengosongkan rekening bersama mereka. Bulan berikutnya.Nicole juga tidak tahu sama sekali. Donna dan Melissa pulang kampung tanpa Smith. Bulan Maret 1996. "Keadaanmu ternyata tak seburuk yang kupikirkan. perjalanan dinas Smith ke Canberra ketika Adrian berumur enam minggu. dan ketakutan jika mendengar alarm kebakaran. "Kami tak pernah menangis bersama untuk Adrian. tahu kalimat apa yang pertama diucapkan Mark pada Nicole? Dia cuma bilang. Kebakaran di dapur yang membuat Nicole bingung. Untuk mengatasinya. Mark memang benar-benar ingin melihat Nicole mati terbakar. Nicole juga ingat. Dua minggu setelah Smith kembali dari Canberra. Smith dicekal ketika hendak kembali ke Amerika. 92 . bersamaan dengan rangkaian penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian. "Aku jadi lebih tegar.

Tak ada niat buruk apa pun terhadap Anda. dirinya sudah terjebak. isi surat yang menantang itu mengusik hatinya. Ia tahu. seyakin Bono. ia harus mengembalikan surat itu beserta isinya. Andai Nicole bisa lebih pintar mendiagnosis candracandra mencurigakan itu. Ia tak mengerti. Ingat. atau menipu dia lakukan.Perubahan perangai Mark dan rangkaian peristiwa-peristiwa mencurigakan pascakelahiran Adrian tadi. uang Rp 200. Selama itu pula julukan tunawisma. Begitu diambil. Teka-teki apa ini? Tampangnya yang semula ceria kini pudar begitu saja. Bahkan meminta-minta. ia hidup seperti gembel. Tolong datang ke sebuah rumah yang letaknya tertera dalam peta di balik kertas ini. Cuma. Kening Tomy berkerut. sebuah amplop secara misterius ada di dalamnya. jangan-jangan ini satu mata rantai dari sebuah skenario kejahatan besar. Di sana Anda akan menerima nasib yang lebih baik. Namun. uang Rp 200. Penyesalan memang selalu datang belakangan. Di saat seperti itu. Tuntutan perut tidak bisa ditawar-tawar. ia nyaris tak percaya.membuat dirinya merasa kaya. Amplop itu terus dirogoh-rogohnya sekadar untuk meyakinkan. uangnya masih aman di tempatnya. Gara-gara kehilangan pekerjaan sebagai tukang bersih-bersih di sebuah bar. Namun. BEDA NASIB SEJAK BAYI Penulis: Kisah rekaan/Sast. Demi mendapat sesuap nasi.000. Tapi bersamaan dengan itu tangannya menyentuh barang lain. ternyata secarik kertas yang bertuliskan. Berbulan-bulan sejak peristiwa bom yang meluluhlantakkan dua kafe dan menewaskan ratusan orang serta mematikan denyut kehidupan di kawasan Pantai Seminyak itu. di Cepu Udara menjelang siang di Pantai Kuta itu masih menyisakan sedikit kesejukan. kejadiannnya barangkali akan berbuntut lain. mengemis. rezeki nomplok. Ketika membuka tasnya yang sudah lusuh. dua lembar uang ratusan ribu rupiah.. Harap uang ini diterima. untuk sementara. Tomy Sutomo merasa hari itu adalah miliknya.begitu berharga. Padahal sebenarnya ia tidak ingin menjalani hidup seperti itu. Kisah nyata/Rahartati Bambang Haryo 13. atau gelandangan menempel pada dirinya. Keputusan pengadilan hanya bersifat menguatkan. Sekarang." pikirnya. Isinya. Ledakan bom lagi? Sebegitu murahkah orang seperti dirinya sehingga orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu memanfaatkannya? Baginya.. pengembara dekil.000. Mark memang telah berlaku kejam dan tak adil buat keluarganya sendiri. membuat Nicole yakin. di sisi lain akal sehatnya mengatakan. ia menganggur berkepanjangan. ia rela menebalkan muka melakukan pekerjaan apa pun. "Wah. Tomy curiga. hanya Anda yang tahu semua ini. Selamat menikmati mimpi indah. ia bisa tertawa lebar. kepada siapa? Ataukah ia harus melapor ke polisi? 93 .

Saya tidak berani membangunkan. perempuan renta itu datang membawakan segelas air jeruk dingin.Belum juga ia mengambil keputusan. Karena baru bisa terlelap setelah lewat tengah malam. Ketika hendak membuka kembali tasnya untuk memastikan isi pesan dalam kertas itu. Tomy bangun kesiangan." bisiknya dalam hati. sebab beberapa hari ini penyakitnya kambuh lagi. Tuan Muda Jimy! Silakan masuk!" sapa seorang perempuan tua berpunggung bungkuk. Kamar di lantai tiga itu sungguh terasa mewah untuknya. Sambil menghela napas dalam-dalam. Tapi beliau sudah berpesan untuk menyiapkan makan malam dan kamar untuk Tuan Muda.35. mencoba memahami peristiwa "aneh" yang terus mengiringinya sejak siang hingga malam ini. sekalipun nama samaran untuk gagah-gagahan." batinnya ketika menyaksikan hidangan sarapan berupa beberapa iris roti panggang berisi daging asap plus apel. Tomy ingat pepatah. Namun. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 08. ia teringat ucapan temannya." gumamnya sembari memperhatikan gambar petunjuk dalam kertas tadi. energi dan semangat hidupnya pulih kembali. Sekaleng minuman ringan yang dingin dan dua potong donat mengusir rasa lapar dan dahaganya. Diteguknya minuman itu. "Akhirnya Tuan datang juga. Pikirannya terus melayang. "Duduklah dulu! Tante Ndari sedang tidur. Belum habis keheranannya. sepandai-pandai menyimpan bangkai. sejak lahir sampai kini tak pernah sekalipun ia punya nama lain. Tomy meninggalkan gundukan pasir yang tadi didudukinya. Bukan mimpi Hari sudah di ambang petang. baunya toh akan tercium juga. perempuan itu muncul lagi. Sampai siang itu Tomy tidak tahu entah ke mana kaki akan melangkah. perutnya terus menggedor minta segera diisi. "Oh. hidup ini tak ubahnya berjudi. Ia masih termangu ketika suara dari dalam rumah itu tiba-tiba menyapanya. "Kiranya ini rumah yang dimaksud. "Ini namanya 'kere munggah bale' (gembel jadi raja). Meski tubuhnya letih. Jalan setapak berbatu kerikil membelah halaman luas dengan banyak tanaman yang tumbuh tak beraturan. Tomy tidak bisa cepat tertidur. Itu yang dia khawatirkan." kata perempuan tua itu dengan mata berkaca-kaca. 94 . "Ndara Putri belum bangun. Tanpa ragu-ragu Tomy lalu masuk ke sebuah warung makan yang ditata ala kafe." "Sekarang saatnya bagiku untuk membuktikan ucapan temanku itu. Ketika berjalan sambil mengisap rokok dalam-dalam." Tomy hanya bisa menjawab dengan senyum yang dipaksakan. "Sebenarnya. setelah perempuan tua itu meninggalkan dirinya. Ditambah sepotong pastel ayam. Tomy menguak pintu gerbang dari besi di sebuah rumah tua." Sandiwara apa pula ini? Tomy merasa heran.

"Sakit apa sih. R. Dari lantai dua itu Tomy bisa melongok ke bawah. sudah sakit-sakitan. pelayan yang membantu Bi Sum. Tuan tahu sendiri. Juga nasihat untuk diet dan berolahraga ringan. dan tahun kelahiran yang . "Sama dengan hari kelahiranku?" 95 . Mungkin Sri. 19 Desember 1951. Bi?" ia memberanikan diri untuk bertanya. nama perempuan tua itu." sapa Bi Sum. tapi ia melarang kami membangunkan Tuan. Di halaman lain. sakit yang dulu juga. Makanya. ia hanya menanggapinya dengan senyum. pusing-pusing.Solo. Selanjutnya. sehingga tidurnya pulas sekali." Tomy menanggapi dengan mengerutkan kening serta memasang ekspresi prihatin. Ada potret wanita muda cantik dengan tulisan yang mulai pudar: R. Maklum. "Aku harus hati-hati bicara.A. tanggal. Retno Sundari . juga kencing manis yang membuatnya harus selalu disuntik kalau makan. Tapi tidak saat ini. ya rematik. Semalam.. muncul kembali. Ada juga sejumlah foto keluarga. apa kata dokter?" Bi Sum menggeleng. Di dalamnya berjajar rak buku.. bulan. selamat datang Jimy. Kini terlihat pintu kamar itu terbuka. Ia hanya mendengar bunyi dengung mesin cuci. suka maumaunya sendiri. Eh . "Ya. saat berjalan menuju ke kamarnya. Tomy sempat melihat ada sebuah kamar kosong tak berpenghuni di lantai dua. Ndara itu sulit. "Lalu. "Tante biasa bangun pagi sekali. Di kamar itu ia menemukan album foto tua. selama sekitar dua jam sebelum Tante Sundari bangun. "Dokter keluarga memberi macam-macam obat.." sambungnya." Tomy mendengarkan sambil mengangguk-angguk. dan lemari tempat menyimpan arsip keluarga. ia harus berjuang mencari informasi tentang jati diri Jimy. Tuan terlalu capek karena perjalanan panjang. sebuah meja tulis besar dengan lampu baca. Saat yang dinanti itu pun tiba. Yang paling menarik perhatian Tomy adalah foto seorang lelaki muda berwajah mirip sekali dengan dirinya. Jimy siapa? Tomy benar-benar ingin tahu dan harus mencari kesempatan untuk menyelidiki. foto-foto di dinding. terpasang foto telanjang bayi montok dengan tulisan." pikir Tomy. "Sekarang Ndara sudah tidur lagi. Macam-macamlah. Tadi ia menanyakan Tuan.Ternyata buron Selamat tinggal Tomy. Tapi.. Kebetulan tidak terlihat bayangan seorang pun di sekitarnya. Bangunnya nanti setelah sekitar dua jam. kulit lelaki itu kelihatan lebih terang. Bedanya." Kesempatan mengobrol dengan Bi Sum itu tampaknya dimanfaatkan betul oleh Tomy untuk mengorek informasi awal. Di setiap bagian bawah foto selalu tertera keterangan berupa tulisan. Jimy Sugiharto lengkap dengan hari. baru saja membersihkan kamar itu dan lupa menutup pintu. sebab tiba-tiba Bi Sum. "Rupanya. Tampak Bi Sum dan Sri sedang sibuk bekerja di dapur dan ruang cuci.

Pada album lain. sampaikan salam saya pada Tante!" Gelandangan kaya Pergi ke Lombok? Buat apa? Bukankah di luar rumah ini Tomy sudah menjelma menjadi dirinya sendiri kembali? 96 . "Maaf. Bi Sum muncul bagaikan hantu di siang bolong bagi Tomy. terlambat. pihak tersebut merasa telah dirugikan oleh ulah Jimy. terpampang foto Jimy berpose gagah di punggung seekor kuda besar. Katanya. Jantung Tomy berdegup kencang saat membaca judul berita di halaman koran yang mulai menguning itu. .." Katanya lagi. Berita itu juga menyebutkan. "Jimy Sugiharto palsu!" Tomy tersadar. menanggung perbuatan Jimy ." Tomy terdiam. "Jimy Sugiarto Kini Buron". Bi?" Bi Sum tak menjawab. Bi Sum juga diam. Bila sampai jam setengah sepuluh Tante belum juga bangun. Celaka. Bi! Saya pamit. Tante memberikannya pada saya tadi pagi. Saat menaruh sebuah album. saya lupa kalau Tuan Jimy ada di rumah. apa yang akan dilakukan si nenek bungkuk ini? Perempuan tua itu tersenyum dan menyapanya dengan ramah. Tuan bisa tertangkap. Tante Ndari meminta supaya Jimy secepatnya meninggalkan rumah ini. tapi sepasang mata tuanya menatap sebuah amplop di genggaman tangannya. di antara sekian banyak foto keluarga. Dengan hati-hati ia mengembalikan semua album itu pada tempatnya.orang yang sama sekali tidak dikenalnya. Kakinya masih gemetar. ia dikejar waktu. Lelaki gagah dan kaya itu ternyata kabur dari sel penjara.. "Aku harus cepat-cepat meninggalkan kamar dan rumah ini. Pasalnya. Ia merasa. saya diminta menyampaikannya pada Tuan Jimy. Saat ia melangkah mendekati pintu kamar. selintas bayangan mengadang jalan." pikirnya. senyuman Jimy di foto itu seolah mencibir dirinya. Namun. Tomy cepat-cepat mengembalikan koran usang itu. Foto-foto Jimy pun dimuat tersebar hampir di setiap halaman koran." "Terima kasih. rumah ini sudah diawasi. Ia tidak mau menjadi korban. lalu mengulurkan amplop itu pada Tomy. "Uang itu cukup untuk biaya perjalanan ke Lombok. Di sana aman. "Ada apa. ada pihak yang bersedia memberi hadiah uang bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi tentang keberadaan Jimy. Pagi buta tadi Tante mendapat telepon dari orang kepercayaannya. "Ada uang di dalamnya. selembar kertas koran meluncur dari dalamnya dan jatuh ke lantai.

ia memikirkan bagaimana caranya agar bisa segera kabur dari pulau ini. Walaupun tanpa tempat tinggal dan pekerjaan tetap. Tomy segera beranjak menuju ke terminal bus di Ubung dengan naik angkutan kota. Sambil sesekali mengisap rokoknya. Bahkan tak ada lagi lelaki bernama Tomy yang ditinggal pergi istrinya seperti lima tahun lalu. ia memilih suatu daerah di Jawa sebagai tempat yang ideal untuk bersembunyi. Sepuluh juta rupiah! Seumur-umur baru kali ini ia memegang uang sebanyak itu. Akhirnya. Itu semua gara-gara segepok uang dari Tante Ndari. Dengan uang itu. Setiba di terminal. belum ada bus yang akan segera berangkat menuju Pulau Jawa."Selamat tinggal Jimy Sugiharto. Tak ada lagi Tomy yang senantiasa dikejar-kejar orang karena utang. semoga nasibmu bukan nasibku!" kata Tomy dalam hati. Untunglah. dan panorama alam Pulau Menjangan yang tampak malu-malu di balik kabut mengurangi ketegangan perasaannya. Isinya ternyata tak kurang dari seratus lembar uang seratusan ribu rupiah. berbagai urusan di bandara bisa menyulitkannya. Gagal kabur Malam itu Tomy masih harus mempertahankan gaya hidup lamanya menjadi "gelandangan". bisa merasa tenang saat menggunakan uangnya. Untuk membunuh waktu. Ia tidur di emperan toko. Gara-gara uang Rp 10 juta itu. Makanya. dia itu aparat atau pemburu hadiah untuk menangkap Jimy. Setelah menyeruput habis sisa kopinya. Ia tak sabar ingin segera meninggalkan Pulau Dewata itu. Sesampai di Pelabuhan Gilimanuk. ada sebuah minibus yang sudah mulai penuh penumpang bersedia mengangkutnya. kini Tomy merasa berbeda dengan para tunawisma lainnya. Sambil melahap nasi goreng dari gerobak dorong di lapangan parkir Pasar Kumbasari. Setelah itu ia berharap. Tomy ingin menutup sejarah masa lalunya yang buram. Siapa tahu. Tak ada lagi Tomy pengutil yang senantiasa berkucing-kucingan dengan satpam mal. ia menuju ke sebuah warung kopi yang mulai ramai pengunjung. Selama menunggu keberangkatan. hati Tomy terus dihantui rasa waswas. di pulau ini ia harus selalu waspada pada setiap orang asing yang ada di dekatnya. ia terkejut ketika pagi-pagi sekali dibangunkan oleh seorang tukang parkir. Di sudut sebuah kafe dengan penasaran Tomy membuka amplop itu. Hamparan air laut yang biru kehijauan. Untuk menghangatkan tenggorokannya. Ia memesan segelas kopi kental dan tiga potong pisang goreng yang masih hangat. sebuah feri baru saja meninggalkan dermaga menuju Pelabuhan Ketapang. Mau tak mau ia harus menunggu feri berikutnya. Bukan tidak mungkin hal itu justru membawa dia masuk ke perangkap para pemburu hadiah. Banyuwangi. pikirannya terus berputar mencari jalan untuk segera meninggalkan pulau ini. semilir angin pantai. Ia merasa lebih aman naik bus ketimbang naik pesawat untuk mencapai Surabaya. Tak ada lagi Tomy yang pengangguran. ia berjalan-jalan di sepanjang pantai. Menurut perhitungannya. 97 .

Tampaknya." jawabnya pendek. "Jangan berteriak. padahal cukup banyak ikannya. Tanpa banyak pikir.entah kapan datangnya . Setelah berulang kali mengucapkan terima kasih.Di lidah pantai yang paling menjorok ke laut. Sama sekali dia tak menduga." Feri yang ditunggu-tunggu masih melaju di tengah Selat Bali. Setelah menawari permen karet. Sebuah benda keras menekan perutnya. Sambil mengisap rokoknya.yang tadi memberinya permen karet . ia melihat seseorang sedang asyik memancing. Ia menurut saja ketika didorong masuk ke dalam mobil yang . Sesekali pancingnya berhasil menggaet ikan yang lumayan besar. Tomy menoleh pada lawan bicaranya. membuyarkan konsentrasi Tomy. Namun. saat ia menyodorkan korek api. ada apa ini?" Lelaki itu diam saja. Pengemis itu sejenak melongo sebelum menerima pemberiannya. Rasa bosan bercampur was-was makin membelitnya. lelaki itu hanya mau meminjam korek api buat merokok juga. Lelaki itu Jimy. ia mencabut dua lembar uang seribuan. Saat mengganti umpan dan menoleh kepada Tomy.sudah ada di jok belakang. peminta-minta itu pun pergi meninggalkan Tomy. Setelah masuk ke dalam mobil. lelaki itu meninggalkan Tomy bersama sang pemancing. ya?" sapa lelaki itu. "Banyak ikannya?" iseng-iseng Tomy menegur. Jimy Sugiharto. "Lo. kalau tak ingin perutmu ditembus peluru!" Tomy tidak bisa berbuat apa-apa. Tomy lalu berjalan menuju ke deretan warung di depan pintu masuk halaman pelabuhan untuk sarapan. kecuali patuh pada perintah lelaki itu. Ia menyusuri jalan sepanjang pantai yang banyak ditumbuhi ketapang.tiba-tiba sudah ada di dekatnya. lagi-lagi Tomy terhenyak. 98 . "Di sini tenang. tiba-tiba orang tak dikenal itu dengan cepat meringkus tangannya. Saat itu seorang lelaki bertopi dan berkacamata hitam berjalan mendekati Tomy. di hadapannya kini muncul seseorang yang selama ini selalu menghantuinya. Tomy terkejut. Seorang pengemis menadahkan tangan. seseorang tiba-tiba mendekat. "Lumayan! Di tempat ini jarang ada orang memancing. Beberapa perahu nelayan yang sedang ditambatkan tampak bergoyang-goyang dipermainkan ombak tepi pantai. Lelaki bertopi dan berkacamata hitam . "Yah. Ketika hendak menyulut rokok di bibirnya. ia juga sedang menikmati suasana pantai pagi itu. Tomy mengarahkan pandangannya kembali pada pemancing itu. Rupanya. ia menyapa dengan senyuman. Perlahan-lahan lelaki itu melepas topi dan kacamatanya.

"Ya. Rupanya. anak-anak itu pergi ke Schwarzer Berg. sebutir timah panas menembus lengan kanan Jimy. yang dengan mudah terperangkap masuk dalam jebakan pemburu. mobil yang membawa Tomy menyusuri jalan yang membelah hutan di kawasan Bali Barat. TERLACAK DARI SITUS INTERNET Minggu cerah di Eschweiler. Cuma sekarang saya sudah kembali ke pekerjaan semula. Tomy tampak pasrah dengan moncong pistol yang sepertinya siap menyalak. 14. "Ya. Namun. pistol di tangannya bukan pertanda ia punya niat baik. Namun. Tomy berhasil melepaskan diri. ia tidak merasakan apa-apa. Aparat rupanya sudah merencanakan semuanya. salah satu pembantu rumah tangga Tante Ndari ada di mobil itu. Jimy tersenyum. "Jadi?" kata Tomy terbata-bata. Namun.adiknya meninggalkan rumah mereka. Sebastian." "Jadi. "Daripada mati konyol. kembali Tomy dibuat terkejut. sepucuk moncong pistol lain kini menempel di pelipis Jimy. Bos?" kata lelaki di balik kemudi sembari menoleh ke belakang. Jimy memperketat tali yang mengikat kedua tangan Tomy. manakala sebuah kendaraan lain menyusul mobil yang ditumpanginya. Sewaktu kawanan Jimy digiring ke mobil polisi. Tak sampai satu jam kemudian."Kamu tentu sudah tahu siapa aku. "Aku tak mau ada yang mengaku-ngaku sebagai diriku!" hardik Jimy sambil menarik picu senjata apinya. lelaki itu rupanya si tukang mancing di pantai itu. si pengemudi membawa mobil menerobos semak belukar. Tom bersama Sonya . "Seperti rencana kita 'kan. 99 . Betul 'kan?" tegur Jimy asli ramah. saya Sri. Jimy masih mencoba menguasai dirinya. Nyawanya kini di ujung tanduk." Tomy merasa dirinya bak kelinci. Seperti dikomando. dalam perjalanan menuju entah ke mana. Terdengar suara ledakan memecah keheningan. Sebaliknya. di sana aman." pikirnya. "Matilah aku!" pikir Tomy. senyuman itu bagi Tomy lebih mirip seringai serigala lapar." katanya dalam hati. 30 Maret 2003. Dalam keadaan setengah sadar. untuk pertama kalinya ia diperbolehkan bermain agak jauh bersama temannya. Dengan lengan yang berdarah. aku harus berbuat sesuatu. Sri. Bukan hanya agak jauh dari rumah dan kawasan Inde. ia melihat pistol di tangan Jimy terlempar. Sekali lagi Tomy terkejut. Sehari sebelumnya. "Itu pasti komplotan mereka. Nyalinya yang mulai mengembang menciut seketika. Tapi. anehnya. Anda ini Polwan?" Sri mengangguk. sebuah lereng pertambangan yang jaraknya kurang dari sekilometer dari rumah orangtua Tom di Patternhof. Di sebuah jalan yang tampak makin sepi.

pemilik tang itulah si 100 ." cerita anak laki kecil itu. Namun. di lahan parkir tempat ini seorang pejalan kaki menemukan sesuatu yang mengerikan.seorang insinyur .00. Tang bernomor "Lubang nyamuk" dekat Kota Zweifall merupakan bekas tempat penghancuran bebatuan. setengah jam saja. baru bisa dipastikan. Satuan pencari yang terlatih berdatangan. Ibu dan bapak mereka. Namun. Maka. anak itu disiksa sedemikian kejam. Sesosok mayat seorang anak lelaki. Sonya. Tang bernomor khusus bergagang merah itu dibuat dalam jumlah sedikit untuk tukang pembuat alat-alat mekanik. Telat pulang Minggu petang itu. Benar. sekitar 12 km dari Eschweiler. pakar kriminologi menemukan tang dengan cetakan nomor 637. Gudrun dan Uwe mulai gelisah. mereka mencari ke segala pelosok Schwarzer Berg . 31 Maret. setelah penyelidikan kriminologis. Salah satu bentuknya. Tom dan Sonya belum juga ditemukan. Hari berikutnya. Uwe terpaksa menelan kekecewaan. Anaknya pasti ditemukan. bila Tom akan berlatih taekwondo. sang ibu mengantarnya dengan mobil sampai ke gedung olahraga.sangat memperhatikan keduanya. Jelas. Ia merasa harus berbagi. Sonya juga diizinkan keluar bermain bersama kakaknya. saat waktu yang disepakati tiba. mengingat kian banyak tenaga bantuan penolong yang datang. pukul setengah enam sudah pulang. Di wajah Uwe tercermin sikap optimis.00 satuan petugas terpaksa menghentikan upaya pencarian yang tanpa hasil itu. Ada dugaan. tak seorang pun melihat Tom dan Sonya.00 keduanya menghambur keluar bersepatu karet. Pasangan suami-istri Spreeberg tak bisa lagi tinggal diam di rumah. Padahal. Ketika malam kian larut. Senin pagi. Tom (11) dan Sonya (9) diasuh orangtua mereka dengan penuh perhatian. Gudrun dan Uwe Spreeberg .lereng gunung seluas 15 hektar. dan bantuan teknis menelusuri setiap jengkal kawasan itu. itu Tom. Namun. mereka belum juga dapat menemukan jejak kedua anaknya. mereka belum juga pulang."Di sana kami menemukan gua. Setelah menyisir tempat itu. jaraknya hanya 500 m dari rumah mereka. Pukul 17. pukul 20. Kepala anak lelaki itu terbungkus kantung plastik. Maka ia pun menunjukkan gua itu pada adiknya tersayang. identitas mayat anak itu. Mereka menelepon temanteman bermain anak mereka. Jadi. "Jangan lama-lama ya. untuk pertama kalinya. Polisi. Tempat yang tidak terpakai di sebuah pertambangan itu terletak di tepi hutan Huert. Dengan dibantu sejumlah teman. Pukul 05." begitulah si ibu mewanti-wanti anak-anak itu. pemadam kebakaran. Sekitar pukul 18.45 Gudrun dan Uwe melaporkan kepada polisi tentang hilangnya kedua anak mereka.

Ini di luar dugaan. Anjing-anjing pelacak dilibatkan. bahwa mayat itu memang Sonya. Seminggu berlalu sejak hilangnya Tom dan Sonya. Juga regu penolong dari ordo Maltese di Eschweiller. Mereka memastikan menemukan tiga jejak DNA yang jelas pada tang yang ditemukan di dekat mayat Tom. tergeletak sesosok tubuh manusia diikat plester. seorang pejalan kaki di Stolberg mengaku pernah melihat mobil kecil hitam." saran polisi itu sebagai jalan tengah. Polisi sama sekali tak menyebutkan. mencari tempat-tempat yang dicurigai. Sebuah uji air liur dilakukan pada 2. tampaknya si pembunuh sangat ceroboh. Saksi mata itu masih ingat. di dalamnya ada seorang anak sedang memukul-mukul kaca mobil. Para pejalan kaki menemukan mayat itu sekitar pukul 14. polisi berpikir pelakunya satu orang seperti umumnya terjadi pada kejahatan seksual. tang itu diperiksa untuk mencari jejak DNA. Gemuruh pesawat terbang angkatan bersenjata Jerman melayang-layang di atas kawasan sekitar Eschweiller dengan kamera khusus jarak jauh. Tanggal 8 April para pakar di kantor kriminal setempat di Duesseldorf mendapatkan titik terang.000 pria di Eschweiller yang berusia 101 . Sejumlah organisasi bantuan ikut serta. Si pengemudi tidak tampak berupaya menghentikan mobil di jalan raya. Yang pasti. di bagian kriminologi kepolisian Duesseldorf. "Bagaimana gambaran kondisi mayat itu?" tanya seorang reporter keras kepala kepada polisi di komisi pembunuhan. Ia begitu saja meninggalkan barang bukti yang mudah dilacak di lokasi kejahatan. tubuhnya dibuang begitu saja di hutan. polisi berniat melakukan penjaringan besarbesaran. Pihak kepolisian mengambil sejumlah gambar. Kalau dugaan itu benar. Awalnya. berupa temuan tang dengan cetakan nomor 1083. Wajah seorang gadis kecil yang semasa hidupnya menampakkan keceriaan. Delapan puluh orang bekerja di komisi pembunuhan di Kota Zweifall untuk mengungkap kasus ini. Antara lain. apakah gadis itu telah mengalami pelecehan seksual. Sangat menarik perhatian.00. Para penyelidik mengetahui. Lima ratus polisi melacak semua kawasan hutan di sekitar Eschweiller. Gadis cilik itu kemungkinan masih hidup. itu memang kejahatan seksual. Karena tak seorang pun bisa dicurigai. Ratusan kilometer jalan tol arah ke selatan Eschweiler di hutan Bucher Wald dekat Blankeheim. Sejumlah pakar kriminologi kembali membutuhkan waktu seharian penuh untuk bisa memastikan. Lebih dari 1. "Pokoknya jangan membayangkan kondisi mayat yang lebih baik. jangan-jangan itu dilakukan dengan sengaja untuk maksud tertentu? Entahlah. Hari itu Minggu yang dingin di Kota Eifel. Pencarian terhadap adik Tom dilanjutkan. Informasi lain. Bagai seonggok sampah.400 petunjuk dari penduduk diterima. mobil itu membunyikan klakson terus-menerus dengan ban mendecitdecit. Atau. DNA dari Sonya dan dua pria.pembunuh Tom.

102 . Sudah enam tahun ini Wirtz bertugas sebagai penolong di bagian bencana ordo Maltese.antara 20 . Ia memang anak mami. Ia hanya warga biasa yang pekerjaan sehari-harinya menjadi induk semang dan tukang bersih-bersih gedung. Ia tak mempunyai. mobil kecil warna hitam. Ia memang tampak prihatin dengan kejadian menyedihkan itu. Apa hubungan Markus dengan korban? Tidak ada. Ia baru saja pindah dari rumah orangtuanya. dan memang tak pernah memiliki. Apalagi diduga. Wirtz hidup sendiri di sebuah apartemen Souterrain di Jalan Nordstrasse di Eschweiler. "Babi-babi jahanam itu harus disembelih jadi empat bagian. para pembunuhnya warga Eschweiler seperti mereka. Sebagai ahli elektronika dan gemar mengutak-atik komputer. wajah Markus cocok dengan gambar dari raut-raut pelaku yang telah dibuat gambarnya oleh kantor kriminal setempat. Selain itu. Di Bar Pflaumenbaum. Titik terang mulai muncul. para pengunjung pemakaman tetap berdiri dan terus bercakap-cakap. bahwa siapa pun yang mencari situs di bagian pembunuhan itu akan dicatat. Di antara dengung percakapan itu terdengar komentar marah salah seorang pelayat. ia memerlukan jenis peralatan tang yang pernah ditemukan di dekat mayat Tom. Bukan dari panggilan hatinya yang dermawan. Dari internet Tanggal 11 April. Markus Lewendel. Ia pun bukan warga masyarakat yang dianggap sukses. Rupanya. tapi lebih untuk menghindari wajib militer. jenazah dua kakak beradik Keluarga Spreeberg dibawa ke pemakaman Katolik di Eschweiller. Siapa yang berulang kali mengeklik. Ada seseorang yang telah sebanyak 36 kali mengunjungi situs tersebut. seperti terlihat oleh saksi mata di Stolberg. ramah. berusia antara dua puluh lima sampai lima puluh tahun. Ia juga bercerita berapa banyak orang di organisasi ordo Maltese yang hidup mereka sudah ia tolong. mengapa di kota kecil itu terjadi pembunuhan ganda terhadap anak-anak." Teman-temannya menertawai Wirtz karena tahu ceritanya bohong belaka. Markus Wirtz merasakan dorongan yang menggebu-gebu untuk menjadi orang menonjol." ucap marah seorang pria kurus bertubuh sedang berusia awal tiga puluh. Petugas yang mengelola situs kepolisian Kota Aachen melihat suatu hal aneh. akan ketahuan. Mungkin ia mewakili kemarahan serupa dari warga Eschweiler. Mereka tak habis mengerti. Setiap malam sepulang dari Bar Pflaumenbaum. Diincar polisi Pria muda Markus Wirtz (28) mengendarai Fiat Punto. Mungkin itulah upacara pemakaman terbesar dalam sejarah kota kecil itu. Pada saat yang sama. Pria berwajah tak mencolok. teman wanita. orang tersebut tak menyadari. Ibunya masih selalu mencucikan bajunya dan hampir tiap hari membuat masakan untuk Wirtz. Lama sesudah upacara pemakaman selesai pun. Biasanya ini menjadi upaya terakhir polisi dalam memecahkan kasus-kasus sulit. ia pernah bercerita tentang sejumlah wanita "yang pernah ditidurinya. Tak heran bila ia hadir dalam setiap rangkaian upacara pemakaman Tom dan Sonya. karena hampir semua penduduk kota menghadirinya. Ucapan itu berulang kali ia katakan kepada hampir ke semua kenalannya.40 tahun. ibunya sudah menanti dan menyiapkan roti mentega.

Diduga. Ia pergi dengan mobilnya. Markus tumbuh di rumah ibunya. "Saya sanggup. Suka berkaus oblong Markus Lewendel (33) tinggal berhadap-hadapan pintu apartemen dengan Wirtz. Pada malam pemilihan ketua. kepeminpinan tidak berjalan mulus." kilahnya. Namun. Markus Wirtz juga pernah memiliki tang-tang yang digunakan untuk menyiksa si kecil Sonya. bahkan ia sama sekali tak pernah punya teman wanita. pernah mendapat larangan keluar rumah.Namun. 103 . dan sering punya rasa takut terhadap orang asing. Dengan surat perintah pemeriksaan. Di sebelahnya duduk temannya. terakhir kali melihat Wirtz beberapa hari sebelum Paskah." keluhnya selalu kepada para pendahulunya. Markus Lewendel." Jadi. tiap orang di bar tahu pula. para petugas kepolisian masuk ke apartemen Wirtz. maupun di tempat kerjanya. Mereka tidak menemukan bujang lapuk itu di rumahnya. Para penyelidik dari komisi pembunuhan segera bertindak ketika kecurigaan jatuh pada Markus Wirtz.65 m itu menjadi panutan bagi teman-teman separtainya. "Mereka tidak mau mendengarkan saya. Kakaknya yang berusia 15 tahun lebih tua mencoba menggantikan peran ayah dan ibu bagi Markus. ia meletakkan jabatan karena putus asa. Bagai tambah tinggi sepuluh sentimeter. karena tiadanya calon-calon pilihan lain. pria bertubuh 1. karena tak mampu ikut mendukung arah politik ketua partai CDU pusat. Februari 2003. bahwa jam-jam tugasnya di dinas kebersihan dihabiskannya dengan nongkrong di bangku-bangku pertandingan sepakbola antarkota dan pertemuan-pertemuan persiapan arak-arakan. Wirtz dipilih menjadi ketua. ketua bertubuh pendek itu diwawancarai koran lokal. Bahkan. Partai Kristen Demokratik. lantas memperkenalkan dirinya-sendiri. Saya pantas menjadi ketua. Ia memang sangat mirip dengan sosok pelaku seperti halnya Wirtz. "Karena urusan kerja dan pribadi. Ia juga keluar dari CDU. Markus membawa nilai-nilai rapor yang jelek ke rumah. Kadang-kadang ia membawa tamu langganannya ke rumah. Angela Markel. Mobil Fiat hitamnya pun tidak ada di garasi bawah tanah. Sebuah analisis kilat yang dilakukan pihak kepolisian membuktikan. Mereka menemukan sebuah tang yang sama dengan tang nomor 637. bar terjelek di Eschweiler. Di mana Wirtz? Pihak kepolisian menanyai para tetangganya. Orangtuanya bercerai ketika ia baru berusia 3 tahun. Ketika organisasi Junge Union di Ewschweiler pada November 2002 tidak bisa menemukan seorang pengganti untuk jabatan ketua Wirtz yang anggota partai CDU. Salah seorang tetangga ingat. Markus Lewendel berasal dari keluarga berantakan. Ia hidup membujang. Dengan saudara lelaki dan perempuannya. ibunya tidak punya waktu untuk si kecil Markus. Ia sering bertengkar dengan anggotaanggota muda di Junge Union mengenai pengiriman bir dan harga karcis masuk untuk pesta Junge Union. menampakkan wajah gembira. Tiap malam ibunya menjadi pelayan di Bar Em Joldene Klomp. Hanya sekali-sekali pria pendek itu menjadi orang terkemuka. matanya berbinar-binar. wajah si anak bawang ini berseri-seri. tapi tidak berhasil. Namun. Si induk semang yang melambaikan tangan.

apa sebenarnya penyakit Lewendel. menawarkan jasa untuk urusan tetek bengek. Anak-anak juga tidak boleh bermain bola di lapangan rumput belakang apartemen. Kedua pria itu senang duduk bersama di depan komputer dan bermain balap mobil. Status Lewendel yang paling dikenal adalah menjadi induk semang sebuah apartemen keluarga yang dibangun tahun 1990-an di Jalan Nordstrasse. Katanya. dahulu pernah jadi polisi. Lewendel juga mengelak dari wajib militer di angkatan bersenjata Euskirchen.suka memakai kaus oblong polisi warna hijau. Tentu saja lamaran si pengangguran tak terdidik itu tak mendapat perhatian selayaknya. keraguan pun hilang. tetapi keinginannya muluk-muluk. Selanjutnya ia menjadi tukang cat. Dengan lamaran ke sebuah perusahaan Swis di koper dokumennya. "Itu cuma bercanda. Lewendel punya banyak waktu luang. Ia jadi penganggur.Selulus SMU. Saya takkan melakukannya lagi. Kemudian ia lebih banyak tertarik kepada para wanita penyewa apartemen. Terutama bila berurusan dengan anak-anak tetangga. Meski sempat bekerja beberapa bulan di sebuah dinas pertamanan. ia sering bertengkar. Lewendel melupakan rasa putus asanya di Bar Pflaumenbaum di lorong jalan bersama Wirtz dan beberapa orang gagal dari Eschweiler. Ia ingin mengendarai mobil sport. Namun. Berjam-jam lamanya mengawasi anak-anak yang bermain langsung di belakang apartemennya di lapangan sekolah dasar. ia pergi dari Eschweiler. Si Centeng . Ia hanya ingin dilihat dengan topi base ball. tidak ada informasi jelas mengenai pekerjaannya di luar Nordstrasse. ia bercerita mengenai tumor otak yang tumbuh sedemikian cepat dan tidak bisa dioperasi. Kadang-kadang ia berdiri di depan jendela dengan sebuah teropong dan mengawasi anak-anak kecil itu. karena kecurigaan juga mengarah kepadanya. Mereka tidak boleh berisik dan membuang sampah sembarangan. dan peduli. Kemudian. Jadi. Lewendel merupakan pria pemurung dan aneh. orang-orang menduga itu upaya untuk menutupi tumornya. Pria muda itu tak pernah punya SIM. Lewendel berkilah. Ketika wanita itu hendak menyampaikan keluhannya ke Lawendel. Kepada seorang tetangga ia bercerita. Ia mengurus mesin otomatis pencuci baju. lalu kembali menganggur. Listrik di apartemen seorang wanita muda ia putus. pekerjaan itu ia tinggalkan. untuk mengumpulkan sampah-sampah di taman-taman. Ia selalu mengeluh sakit kepala dan punya gangguan mata. 104 . Ketika uji dengan jejak-jejak yang ditemukan di mayat Tom juga sesuai. mengambili benda-benda yang bisa digunakan untuk pemeriksaan DNA.demikian julukannya ." Teman satu-satunya si induk semang adalah Markus Wirtz. tidak seorang pun tahu. Si penyewa memprotes dan mengadukan kejadian itu kepada polisi sebagai pelecehan seksual. ia mencoba bekerja sebagai pembantu gudang. komisi urusan pembunuhan kota Zweifall mencari Lewendel di apartemennya. ia diterima si tuan rumah dalam keadaan tanpa busana. Harapannya kandas. Lewendel tidak berhasil mendapatkan pekerjaan. Selain itu. Sikapnya sering kali menjadi sedemikian keras. itu hasil diagnosis dokter spesialis di klinik Kota Aachen. duduk-duduk di bangku taman dan memandangi anak-anak saat bermain bola. Kepada pelayan bar.

" desahnya. yang dimintai komentar dan diagnosis kilat. Wirtz dan Lewendel mengaku telah membunuh kedua anak Spreeberg. Sedangkan Markus Lewendel. Polisi lalu menangkap kedua pria bernama depan sama itu. mereka menyusuri sepanjang sungai dengan wajah menampakkan rasa kehilangan dan bingung. Burung-burung merpati bersiul-siulan di dahan pepohonan di tepi sungai. Bahkan para psikolog. karena dugaan pembunuhan bersama terhadap Tom dan Sonya. Dua tanda salib kayu berada di lautan bunga yang mulai melayu. pada hari Kamis. Markus Wirtz. Pasangan suami-istri Spreeberg yang meninggalkan kediaman nyaman mereka di Inde tak cocok dengan gambaran suasana pagi musim semi itu. Sungai kecil mengalir di antara semaksemak rerumputan hijau melewati kawasan itu. Semuanya lima puluh lilin. pemakaman St. di malam menjelang Jumat Sengsara kematian Yesus Kristus. Semuanya itu mempertimbangkan perasaan orangtua anak-anak itu. Beberapa orang berjalan sambil menggiring anjing mereka. Kisah nyata/Stern/Marina 105 . bersama teman-temannya dari organisasi ordo Maltese. Apakah Tom dan Sonya disiksa dan dibunuh karena nafsu sadis? "Semoga saja peristiwa sadis ini tak terjadi lagi. Wajah mereka pucat dan mata sembap karena kebanyakan menangis. Sonya dan Tom. memilih bungkam seribu basa. mobil Fiat Punto hitam Wirtz bisa dikenali di jalan tol A2 di Swis antara Zurich dan Basel. secara bersama-sama. "Musang berbulu domba. Mengenakan baju berkabung hitam." Hanya selang sehari. yang bersepeda melewati pemakaman itu." Hari Jumat Agung di Eschweiler." ujar seorang pria pensiunan. Para penegak hukum tidak mengeluarkan rincian mengenai jalannya pemeriksaan dan hasilnya tentang kejahatan yang ternyata telah direncanakan tiga minggu sebelum kejadian. Banyak orang mencoreti tembok apartemen di Jalan Nordstrasse itu dengan tulisan "Hanya kematian yang pantas bagi pembunuh-pembunuh Sonya dan Tom. Penggemar joging mengitari lintasan. dapat dengan tenang menghadiri pemakaman sambil mengeluarkan sumpah serapah.Pengakuan dua Markus "Dicari! Markus Wirtz dan Markus Lewendel dari Eschweiler. Peter-Paul menjadi tempat peristirahatan terakhir anak-anak mereka. Matahari pagi memancar di kawasan Inde. Di tepi sungai seberang. Seorang wanita tua menyalakan lagi sinar-sinar abadi dari lilin-lilin yang padam. ikut mencari mayat anak-anak itu. Di kaca spion mobil bergelantung sepatu bayi putih. Kembali ke Aachen.

Sebab. sesuatu yang kurang beres terjadi pada anaknya. dengan perut lapar tentunya. sang ayah. 31 korbannya tewas dibunuh penculiknya. Sebuah taman kecil yang berhimpitan dengan blok-blok rumah warga. Seorang anak laki-laki berusia empat tahun. nun jauh di sana. sejumlah detektif mengejar keterangan Kikuo di rumahnya. atau si anak sekadar mampir ke rumah temannya? "Mudah-mudahan bukan penculikan. membuat orangtua Murakoshi merasa aman.00. bercerita kepada polisi yang mencatat laporannya. Polisi terpaksa harus menenangkan Toyoko. "Taman tempat dia bermain itu letaknya di seberang jalan. Semoga bukan penculikan. Dibantu para kerabat dan tetangga. 31 Maret 1963. Padahal biasanya. Apakah pembunuhan. polisi segera bergerak cepat. persis di depan rumah kami. Yoshinobu. apalagi biasanya ditemani anak-anak tetangga. untuk sementara. orang asing itu bahkan sempat mengajak Murokoshi bercakap-cakap. Statistik yang tentu saja membuat kecut hati para orangtua! Titik terang Kikuo Untuk memperjelas persoalan. pada pukul 19. Pak. kasus apa yang sebenarnya tengah mereka hadapi. Jawaban Kikuo sedikit memberi titik terang. kontraktor berusia 34 tahun." timpal seorang petugas jaga kepada rekan detektifnya. Bingung dan khawatir. yang tak menyadari. Semilirnya menyejukkan badan. ketika sampai menjelang jam enam malam. Yoshinobu juga tak tahu. sebelum akhirnya raib entah ke mana. bercanda sebentar. Yah. hasilnya nihil. Tokyo. Bujukan macam apa yang dikeluarkan si orang asing. penculikan. putra pertama mereka itu tak kunjung pulang." Toyoko meradang. Makanya. Begitu sarat emosi. polisi mendapat informasi. Jepang. temannya yang berusia lebih tua. dari 171 kasus pembekapan bocah bermotif uang tebusan yang dilaporkan di Jepang. mereka akhirnya mendatangi kantor polisi terdekat. Mereka melaporkan hilangnya Murakoshi. Tokyo. di Taito Ward. Setelah menanyai sejumlah saksi mata. memang hanya itu yang bisa mereka lakukan.15. tampak asyik bermain di sebuah taman yang terletak tak jauh dari rumahnya. Selama ini saya tak pernah khawatir ia bermain di sana. pada tahun 1945 . Murakoshi Yoshinobu. sehingga Murakoshi menurut saja diajak pergi menjauhi tempat tinggalnya? Orangtua Murakoshi baru sadar. tak pernah tahu kalau saat itu.00 tiba. DIKENALI DARI SUARANYA Sore itu. angin bertiup pelan. Yoshinobo mencoba menemukan Murakoshi dengan menyisir daerah sekitar taman. ibu muda yang baru berusia 28 tahun. Murakoshi selalu pulang jauh sebelum pukul 18. Tanpa membuang waktu. Karena mereka belum bisa memastikan. sepasang mata mengawasi. yaitu para tetangga dan teman-teman Murakoshi. Karena memang tak pernah ada kejadian apa-apa. istri Yoshinobu. persisnya kantor polisi Higashi Iriya. sehingga menganggap tak perlu lagi mengawasi anaknya. Murakoshi sudah biasa bermain di taman yang memang disediakan untuk warga sekitar. tokotoko. dan gedung-gedung beton. Namun. Saking seringnya bermain di taman itu. Toyoko. si anak hilang itu terakhir kali terlihat bermain dengan Kikuo. berjalan-jalan di sekitar taman. 106 .1993. Keasyikan seorang bocah. menanti kesempatan untuk merenggut keceriaan masa kecilnya. anaknya tiba-tiba dihampiri orang tak dikenal.

fakta. polisi belum berani menyimpulkan secara resmi. dan celana panjang kuning setrip hitam-abu-abu. datang seorang laki-laki. bahkan secara resmi menyampaikan permintaan pada penculik. Belakangan. tingginya sekitar 160 cm dan memakai jas parasut warna abu-abu." Kikuo mengangguk. Baik dengan sesama teman kerja maupun rekan bisnis di luar perusahaan. Karena sudah ada yang menemani. Pihak keluarga berharap. seluruh Tokyo bak larut dalam lautan duka mendalam yang menimpa keluarga besar Yoshinobu. Polisi juga menanyai ciri-ciri pria asing yang membawa pergi Murakoshi. Namun. Mereka terus menunggu kontak dari penculiknya. dan sepatu hitam. Sejumlah media cetak terbitan Tokyo ikut mengekspos kisah hilangnya bocah yang dikenal selalu ceria itu. Berdasarkan data. kasus Murokashi tak lagi menjadi milik polisi dan warga sekitar. agar tak melanjutkan aksi kejinya. Tingginya sekitar satu meter. terutama saat terakhir kali meninggalkan rumah. karena saya langsung pergi. Esok harinya. sejauh ini belum ada nama yang dianggap pantas masuk daftar orang-orang yang dicurigai. Seorang detektif datang ke rumah Yoshinobu. mengimbau pembebasan Murakoshi. saat ditanya wartawan. kaus kaki biru tua. Selain mereka berdua. si pria masih muda. ia memakai sweater hitam. polisi menyebarkan ciri-ciri Murakoshi."Memang benar. Orang itu mengajak ngobrol Murakoshi. ternyata masih ada lagi satu ciri fisik penting si pria asing yang luput dari perhatian Kikuo. Polisi juga mulai mencari motif. Hanya sampai di situ keterangan yang dapat dikorek polisi dari anak lakilaki yang tadinya diharapkan menjadi saksi kunci. menanyakan apakah pengusaha muda itu punya masalah di kantor." "Hanya itu?" "Hanya itu yang saya tahu. dan laporan yang masuk. "Pria itu menegur duluan. ketika kami sedang mengisi pistol air Murakoshi. saya lalu meninggalkan mereka berdua." jawab Kikuo lancar. Seorang pejabat polisi. masih banyak lagi "orang penting" yang ikut berbicara di media. Tapi kemudian. jika penculik Murakoshi bersedia menyerahkan diri. gencarnya pemberitaan dan banyaknya poster yang disebarkan membuat hati si penculik (jika memang benar Murakoshi 107 . kaus oblong. Lolos jebakan polisi Setelah beberapa hari tak ditemukan. Namun. Agar pencarian berjalan efektif. dugaan polisi masih belum berubah: kasus hilangnya Murakoshi kemungkinan besar penculikan. dengan rambut dipotong pendek layaknya anak-anak kecil di Jepang saat itu. Lelaki pembawa lari Murokashi itu ternyata berkaki pincang. Sejak pemberitaan gencar itu. Menurut Kikuo. Di saat-saat terakhirnya. Maruyama Tasaku. Tanggal 3 April 1963. ketua Asosiasi Pengacara Jepang. poster Murakoshi mulai dicetak secara besar-besaran dan disebarkan ke seantero kota. Tadinya kami bermain bersama. "Kamu sempat mendengar pembicaraan mereka?" tanya seorang detektif. juga menjanjikan "perlakuan khusus". karena tampaknya kasus ini mengarah pada penculikan. Mereka ngobrol soal pistol-pistolan yang dipegang Murokoshi.

" Yoshinobu agak gugup. saya akan bawa uangnya. tidak ada orang lain. Buat polisi. cara seperti ini lebih efektif ketimbang memburu langsung si penculik.. tentu. Sekali lagi saya ingatkan." si penculik mengancam." "Maksud Anda. Anda akan melihat Sunagawa Motor Company. Untuk pertama kalinya sejak dilaporkan raib. Bagaimana?" "Mmmmm. dering telepon itu sekaligus memastikan. Kadang. Kalau tidak . Showa Dori. Ada lima truk yang diparkir di sana. Di mana harus saya serahkan?" ulang Yoshinobu "Datanglah ke Jln. Begitu juga dengan kasus pembekapan dengan tebusan Kim Min Soo. setelah sempat dibekap selama dua bulan. Salah satu pelaku tindak kriminal yang paling mereka benci.. Contoh keberhasilannya sudah ada. tanggal 6 April." "Tidak masalah.yang telah lama disadap polisi . "Tapi ingat. dan seperti diduga sebelumnya. setidaknya. "Anda benar-benar akan membawa uangnya. Anda harus sendirian. Shinagawa. Namun. Si bocah pun kembali ke pangkuan orangtuanya dengan selamat. sebaiknya Anda datang sendirian. "Tentu. betul.. seorang bocah asal Korea Selatan di Chiba. Alhasil. telepon di rumah orangtua Murakoshi . Saya akan datang sendirian. tampaknya membuat si penculik stres. ramainya pembicaraan tentang nasib bocah yang tengah menjadi "anak kesayangan" Tokyo itu membuat penculiknya tahu alamat dan nomor telepon keluarga korban. penculik Murakoshi menelepon. sehingga memutuskan "menyerah". 'kan?" bunyi suara di seberang sana. sehingga tak melanjutkan niat jahatnya. meminta uang tebusan. Letakkan uangnya di truk ketiga dari depan." "Boleh 'kan?" 108 . "Bagaimana kalau saya ditemani seorang anggota keluarga?" "Mmmm.diculik) luluh." "Dia akan jadi sopir saya. Beberapa bulan sebelumnya. Shinagawa Motor?" "Ya. Orang dewasa yang memanfaatkan ketidak-berdayaan bocah-bocah tak berdosa. pemberitaan meluas di media massa seperti ini pernah terjadi pada kasus penculikan terhadap seorang anak perempuan. Di mana harus diserahkan?" "Apa?" "Uangnya. Apakah taktik serupa mempan untuk menekuk penculik Murokashi? Tentu saja waktu yang akan membuktikan. mereka memang benar-benar berhadapan dengan penculik bocah. Bertubi-tubinya "hantaman" media massa. Ia meninggalkan korbannya tak jauh dari sebuah stasiun rel bawah tanah Shinjuku.berdering. kasus penculikan itu akhirnya berujung damai. Setelah diberitakan secara luas. Di ujung jalan.

Tak ada yang bisa memperkirakan. jika si penculik sudah mendapatkan semua yang diminta. Pelaku penculikan lolos begitu saja dari jebakan polisi. Namun. tanggal 5 Mei. Di stasiun-stasiun kereta api bawah tanah. Para politisi pun tak mau kalah. yang dicetak sejumlah media tulis. karena si penculik dan uang tebusan Yen 500. Total jenderal.000 telah kabur entah ke mana. terasa menyentuh. kerabat. melepaskan sandera atau membunuhnya. Setiap tahun kami sekeluarga selalu ke sana. hari berlalu. Tanda itu dianggapnya sebagai isyarat agar mengambil rute terdekat dan segera menyerahkan uang tebusan yang telah disiapkan. Berbagai tulisan tentang ibu kandung Murakoshi. 17 April nanti. makin banyak pihak yang mengkhawatirkan nasib anak tak berdosa itu. Polisi mencoba menyisir lokasi kejadian. Uang didapat. Si penculik menjadi orang yang benar-benar "beruntung". "Saya berharap. tapi bisa juga tak akan pernah terlihat lagi." Menyadari pentingnya "transaksi" yang akan dilakukan. kemungkinan kedua inilah yang ditakutkan warga kota. para kepala stasiun berinisiatif mengumandangkan himbauan agar si penculik membebaskan Murakoshi. meskipun rencana penyergapan yang mempertaruhkan nyawa bocah tak berdosa itu dipersiapkan dengan matang. Logikanya. Akibatnya. sandera tetap di tangan. tahun pun bergulir. polisi bahkan memperbanyak dan menyebarkan rekaman percakapan telepon antara si penculik dengan orangtua 109 . Murakoshi tak juga kembali ke rumah. bulan berganti. sebagian besar bergerak secara tak resmi. buat apa lagi menyimpan sandera? Bukankah keberadaan si bocah justru menjadi beban yang sangat merepotkan? Hanya ada dua pilihan yang dimiliki si penculik. Sopir Yoshinobu salah memahami kode lambaian tangan yang dilakukan seorang perwira polisi. Sampai nanti. bagaimana nasib bocah itu kini. Saya juga ingin membawanya ke festival anak. permintaan Toyoko tampaknya hanya akan menjadi sekadar permintaan. Di luar stasiun kereta api serta rumah keluarga. Gagal berulang tahun Sejak gagalnya "transaksi" penyelamatan Murakoshi. imbauan dan gerakan moral menuntut Murokashi dibebaskan pun makin sering terdengar. seperti dilansir sejumlah media cetak. betapa Toyoko tak pernah bisa benar-benar tidur. sampai hari ulang tahunnya tiba. hasilnya ternyata mengecewakan. Nah. Kegagalan tadi jelas berimplikasi besar. Dalam tulisan itu diceritakan. polisi langsung melakukan persiapan. membantu polisi mencari Murakoshi. Toyoko. Sayangnya. Mereka menempatkan lusinan detektif berbaju preman di sekitar titik pertemuan. polisi di lapangan tak lagi terkoordinasi. Murakoshi dibebaskan sebelum ulang tahunnya yang kelima. mereka bahkan baru sampai ke titik penyerahan uang tiga menit setelah tebusan ditaruh. Untuk mengatasi kebuntuan. dia bisa saja kembali. Terbukti. Murakoshi yang malang. sejak anaknya diculik. Namun. tapi terlambat. Keteledoran kecil yang dilakukan kerabat sekaligus sopir Yoshinobu berdampak sangat besar. jejak si penculik masih juga misterius. ikut bersuara. tak kurang dari 700 ribu orang menjadi sukarelawan. sesuai petunjuk penculik." harap Toyoko. dan tetangga. Berbagai LSM mendesak penculik agar tak menjadikan bocah tak berdosa sebagai tameng kehajatannya. Himbauan yang disampaikan secara berkala itu menunjukkan keprihatinan mendalam masyarakat Tokyo atas raibnya Murakoshi. bahkan sampai festival anak selesai dilaksanakan."Okelah.

ketika dia ditahan karena pencurian. ke stasiun-stasiun radio dan televisi. dia belajar teknik servis jam di Ishikawa. bisa juga lebih. Untuk lebih meyakinkan. Sebelum terlibat kasus penculikan Murakoshi. uang sebesar itu tak sebanding dengan kebutuhan hidupnya di kota sebesar Tokyo. Toh aparat penegak hukum tak pernah putus asa. banyak juga telepon masuk ke kantor polisi. menurut aparat penegak hukum. 110 . Hasil penyelidikan yang melibatkan 30 ribu polisi dan 13 ribu calon tersangka itu. Bahkan hidup-mati Murokashi pun tak diketahui. Pria 29 tahun. polisi Jepang mengirim dua sampel rekaman suara ke Amerika Serikat untuk diperbandingkan. Anak petani miskin yang memiliki 10 saudara itu. Polisi yakin. tahun 1964. polisi belum atau tidak menemukan bukti-bukti keterlibatan orang-orang yang dilaporkan sebagai pemilik suara mirip penculik Murakoshi itu. Dari rekaman suara itu terungkap pula.ikut memberi penilaian atau informasi yang langsung mengarah pada pelaku. dia meninggalkan banyak utang di mana-mana. Bosan tinggal di kampung. Selain komentar. sehingga satu kakinya tak dapat berjalan normal. mulai mengerucut pada sebuah nama. agar khalayak . persisnya Juni 1965. Pelaku diperkirakan berusia sekitar 40-an tahun. Utang itu makin lama makin menumpuk.berbekal kaset rekaman tadi . Kohara Tamotsu. Kirim rekaman ke Amerika Ajaibnya. polisi mengumumkan keberhasilannya menemukan jejak tersangka penculikan.000 per bulan. kota kecil tak jauh dari kampung halamannya. tapi buat Kohara. dengan gaji Yen 24. sebuah daerah di utara Jepang. Gaji yang sebenarnya lumayan.korban. seiring peresmian kereta api cepat Shinkansen dan status Tokyo sebagai tuan rumah olimpiade. sedangkan sampel kedua. Tujuan polisi. setidaknya Kohara telah lima kali ditangkap aparat kepolisian. Kohara yang berasal dari utara Jepang (dialeknya cocok dengan dialek penculik hasil rekaman polisi) adalah pelaku sejati penculikan Murakoshi. Namun. dua tahun tiga bulan setelah kasus penculikan Murokashi pertama kali dilaporkan. rata-rata menyatakan "sepertinya mengenal" orang yang suaranya mirip dengan suara penculik di kaset rekaman. yang sudah beberapa kali keluar-masuk penjara (termasuk tahun 1956. Sampai akhirnya. dua kali di antaranya membuat penjahat kambuhan ini masuk bui. Penyelidikan terus bergulir. Sepertinya. Sampel pertama berisi rekaman suara Kohara paling akhir. terserang penyakit tulang ketika duduk di kelas 5 SD. data yang dijadikan dasar penelusuran polisi) terakhir melakoni pekerjaan sebagai tukang servis jam tangan. perhatian warga terhadap kasus Murakoshi mulai terpecah. Rekaman itu menjadi bahan perbincangan menarik di media massa. sehingga kadang harus dilunasinya dengan melakukan tindak kejahatan. Kohara mengadu nasib di belantara Tokyo ketika menginjak usia 27 tahun. Tak heran. Umur 15. dialek si penculik menunjukkan dia berasal dari Tohuku. sulit buat polisi menemukan jalan keluar kasus ini. justru ketika hampir semua orang sudah melupakan tragedi yang menimpa anak kesayangan Yoshinobu. mendapat sambutan luar biasa. setelah diselidiki lebih jauh. pelaku kerap menggunakan istilah-istilah yang berhubungan dengan dunia militer. Menurut para ahli bahasa. Dia mendapat pekerjaan sebagai tukang servis di sebuah toko jam. berisi rekaman suara penculik saat meminta uang tebusan di telepon beberapa tahun lalu.

Kohara memutuskan membungkam mulut Murakoshi. Kerja keras polisi akhirnya berbuah manis. meski alibinya itu tak didukung saksi mata. Buah hati Yoshinobu itu dicekik sampai meninggal. Setelah itu. antara tanggal 3 Juli dan 4 juli 1965. karena di perjalanan. Namun. mereka menemukan sisa tulang belulang Murakoshi. "Ini benar sepatu Murakoshi?" tanya seorang polisi. mereka sampai di Kuil Entsuji. Kohara sebal. hidup Kohara berakhir di tiang gantungan di Kosuge. Benar saja. tak jauh dari batu nisan bertuliskan "Ikeda". Di usia 38 tahun. Kohara didesak dengan berbagai pertanyaan. Mayatnya sempat disembunyikan di gudang. niat jahat langsung terbersit di hati Kohara. dari hari ke hari. Namun. Dia kerap berpolah tidak kooperatif. "Saat kejadian itu berlangsung. Karena tidak ingin mengundang perhatian orang banyak. saat terbentur batu-batu kerikil. Dua suara yang diperbandingkan disimpulkan berasal dari satu sumber." papar sang ayah pelan. Orangtua korban yang diberi tahu soal penemuan mayat anaknya tampak sangat terpukul. dini hari itu juga polisi langsung mengecek pekuburan di belakang Kuil Ensutji. Bahkan Kohara bersikukuh tak pernah melakukan penculikan seperti yang dituduhkan kepadanya. Tak ada kata-kata yang sanggup melukiskan kepedihan hati orangtua Murakoshi. mereka mendatangi lokasi penemuan mayat.Hasilnya. polisi yang bertahun-tahun menyelidiki kasus ini. pengadilan memutuskan Kohara sangat layak dijatuhi hukuman mati. Arakawa Ward. tanpa bantuan orang lain. dan banyak orang yang masih menginginkan Murakoshi dapat kembali bermain dengan teman-teman sebayanya. Minami Senju. polisi tetap mengharapkan pengakuan Kohara. sebelum akhirnya dikuburkan di pekuburan belakang kuil. mengajak ngobrol. walaupun kecerdasannya itu tampak nyata. Ketika melihat Murakoshi di sebuah taman kecil. Setan membisikinya untuk membujuk bocah yang sedang bermain pistol air itu. tepatnya tanggal 23 Desember 1971.00 waktu setempat. Guna membungkam kebandelan Kohara. meski telah didukung oleh bukti ilmu pengetahuan. Kepedihan itu sedikit terobati ketika pada 1967. Apalagi jika tuduhannya tindak pidana berat. di sebuah tempat sepi di lingkungan kuil. Celananya juga. Untuk ukuran seorang penjahat. Murakoshi terusmenerus merengek minta pulang. Di Jepang pengakuan tersangka tetap menjadi dasar paling kuat untuk menjebloskan seseorang ke penjara. Dalam rasa lelahnya. sikap Kohara justru makin menyebalkan. Dia mengaku menculik Murokashi seorang diri. Kohara tergolong cerdas. Motifnya semata demi uang. suasana berubah hening. Sialnya. atau alibinya yang dengan mudah dipatahkan karena tak didukung saksi mata. lalu jalan-jalan menjauhi kawasan tempat tinggal Murakoshi. disajikan berbagai fakta." jawabnya mantap. Kohara mengaku. Sekitar pukul 22. Tak lama kemudian. Harapan menjumpai Murakoshi dalam keadaan hidup pupus sudah. polisi akhirnya merencanakan interogasi maraton. 111 . "Ya. pas bin cocok. lebih sering dimanfaatkan untuk menipu dan berbuat tidak jujur. saya sedang ada di rumah. di lokasi penggalian. Yang terdengar hanya bunyi denting pacul dan peralatan lain untuk menggali. selamanya. lantaran terbelit utang yang menggunung. Berdasarkan pengakuan Kohara. Tokyo. Tokyo. termasuk uutang-utangnya yang langsung lunas pasca penculikan Murakoshi.

Mulutnya tampak berkomat-kamit tipis merapalkan sesuatu. pihak kantor bilang. ia berniat refereshing.. Malam terus beranjak semakin larut. berharap Joy. entah doa. 11 hari sebelum beraksi.. mereka diam satu sama lain. judulnya High and Low. Maud bahkan sudah menyiapkan gaun yang bakal dipakai anaknya. 112 . ia mendapati Colin sudah berada di dalam mobil. karena gelap selalu menjadi persembunyian orang-orang jahat yang melakukan tindak kriminal. Maud menjelaskan maksud kedatangan mereka berdua. Begitu keluar menuju garasi. Lampu-lampu sudah dimatikan. Entah gerutu. Gaun itu kini masih tergantung rapi di kamarnya.Satu hal yang menarik. RAHASIANYA DI BALIK CELANA Durban.. Sebelum berangkat. Sudah tiga jam Maud Aken mondar-mandir di ruang tamu. untuk pergi ke kantor Joy. telah terjadi sesuatu yang tak beres dengan Joy. berganti pakaian. "Buat apa ke sana? Dia 'kan sudah keluar kantor. Padahal. Suasana lengang. cerita film itu ternyata berputar-putar soal penculikan bocah! (Kisah nyata/Mark Schreiber/Icul) 16. Hanya beberapa yang masih menyala. ketika sedang menonton film di gedung bioskop. Tapi ia tahu Colin benar." bantahnya. Tapi malam itu wajah cantik anaknya tak juga muncul hingga pukul sepuluh malam. Baju pesta sia-sia Semakin malam. Tapi perasaannya tak mampu membedakan. Biasanya Joy sampai di rumah tak lewat pukul tujuh malam. ada sesuatu yang tak beres dengan anak gadisnya. Beberapa orang petugas keamanan menghentikan mobil mereka di pintu masuk. menonton sebuah film yang baru saja dirilis. Ia yakin sekali. Perasaan keibuannya mengatakan. Berkalikali itu pula Colin menolak. Afrika Selatan. Tak sabar dengan Colin yang selalu membantah. dari para petugas keamanan itu mereka tak memperoleh informasi tambahan apa-apa. tidak! Berkali-kali ia menyuruh Colin. entah kebetulan semata. Namun. Sepanjang perjalanan. Joy pulang pukul enam sore. Sesekali perempuan tua itu membuka pintu. apakah Joy mengalami . dibintangi Mifune Toshiro. gadis itu bilang akan pergi ke pesta kawannya sepulang kerja. datang.. Mereka berangkat dengan sama-sama kesal. anak laki-lakinya. Kohara ternyata mendapat ide untuk melakukan penculikan Murakoshi. Meski tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Jangan-jangan . Setengah jam kemudian. hendak berangkat ke kantor Joy sendirian. sambil berkali-kali melihat jam dinding. Jawaban itu membuat ibunya kesal. Entah disengaja. sibuk dengan pikirannya masing-masing. anak gadisnya. si ibu menurut saja ketika Colin membukakan pintu mobil untuknya. "Selamat malam! Ada yang bisa kami bantu?" Dengan penuh kecemasan. Tiba-tiba saja ia menjadi begitu benci terhadap malam.. Maud masuk ke kamar. Ceritanya. Maud tampak semakin gusar. mereka sampai di lokasi kantor Joy. Ah.

"Mungkin nanti kami memperoleh petunjuk. ia meninggalkan kantor sendirian. Bahkan Maud pun mengaku tak banyak tahu tentang kawan-kawan Joy. Tak ada petunjuk apa-apa yang bisa didapat. Jawaban khas perempuan. Ia bahkan tak tahu apakah Joy sudah punya pacar atau belum. Tak menunggu sampai Matahari terbit. Pastilah sesuatu yang sangat buruk. Memakai . Semua kawan Joy dimintai keterangan tentang pria itu." hibur Grobler. menjelaskan maksud kedatangan mereka. jawaban pertama adalah bahwa pria itu tampan. Malam seperti beringsut sedemikian pelan. Cuma itu informasi yang mereka dapat. Sampai di rumah. Joy dikenal tertutup soal kehidupan asamaranya. "Selamat malam! Ada yang bisa kami bantu?" Kali ini Colin mewakili ibunya. Di kantor. Setiap kali polisi bertanya kepada mereka. hingga Joy tak sempat menelepon ke rumah. Menurut dugaan mereka. Di sana. Sangat tampan. Dari catatan polisi. Informasi itu seolah memperkuat dugaan Maud bahwa memang telah terjadi sesuatu yang tidak beres dengan Joy. Colin melajukan mobilnya ke kantor polisi. menanyakan kabar pencarian Joy. Beberapa menit kemudian. Menunggu cahaya Matahari yang akan menerangi muka orang-orang jahat. polisi memeriksa kamar Joy. Cindy. kata kawan-kawan Joy yang kebanyakan cewek. tak ada laporan tentang kecelakaan lalu lintas malam itu. Seperti biasa. mereka ditemui langsung oleh Brigadir Polisi Grobler. Di kepalanya berkecamuk berbagai dugaan. 113 . Tak urung. ia tak bisa memicingkan mata sebentar pun. Seorang polisi ikut mengantar ke rumah mereka.. Titik. Menjelang pagi. Belum ada kemajuan. Sendirian. kawan dekat Joy di kantor. Juga tak pernah memperkenalkan pria itu kepada Maud. Maud dan Colin mendahului Matahari terbit. "Ibu tak perlu terlalu risau hanya karena perasaan. Maud tak sabar menunggu pagi. Tapi tak banyak informasi yang didapatkan. Sekretaris. bergegas pergi ke kantor polisi lagi. Dengan kecemasan yang tak surut sedikit pun. Grobler hanya bisa berjanji.Joy sudah meninggalkan kantor sejak pukul enam sore. Maud tampak tegang ketika menjawab pertanyaan polisi tentang anaknya. Ia kemudian meninggalkan rumah dengan pesan agar kamar Joy tidak diutak-atik. mengendarai mobil Ford Anglia warna merah. mereka mendapat sambutan yang sama." katanya. Ia pernah dua kali menjemput Joy ke kantor. Hanya ada informasi tambahan bahwa sebelum Joy menghilang.. Dari kantor Joy." Colin menjelaskan dengan rinci. "Umur 20 tahun. Cantik. Umurnya jauh lebih tua dari Joy. Seorang pria yang sangat tampan. mereka akan membantu mencari Joy. Joy tak pernah bercerita. tapi malam itu juga. Tapi tak ada satu pun kawan Joy yang mengenal pria itu. Ia meninggalkan kantor polisi dengan wajah semakin gusar. Malam itu. Tapi Maud seperti tak bisa dihibur. ini malah membuat Maud bersungut-sungut. ia dua kali disambangi tamu. Meninggalkan kantor pukul enam sore.. mengatakan kepada polisi bahwa ia pernah berpapasan dengan Joy bersama pria tampan itu. Ia membolak-balik gaun Joy yang tergantung rapi. pria itu umurnya kira-kira belasan tahun di atas Joy. Rambut hitam sebahu. Mungkin Joy langsung berangkat ke pesta dan lupa tak menelepon rumah.

Pak Nelson. Ia bisa melihat sesuatu di tempat yang jauh. Dengan bantuan wajahnya yang memelas. Bahkan John. Ia lebih sering menolak permintaan daripada mengabulkan. sampai mengambil cuti kerja. Tapi saya ingin mengetahui sebuah rahasia. "Ilmu yang saya gunakan ini sama sekali bukan klenik. Ia tak ingin masalah keluarganya menjadi catatan polisi. dan Colin datang ke rumah Nelson sambil membawa beberapa potong pakaian Joy. Maud tak butuh waktu lama untuk membuat Nelson menganggukkan kepala. anak saya. juga bekas murid Pak Nelson." kata Grobler berkelakar kepada Ajun Brigadir Polisi Leon." Hari itu juga. misterius. seorang paranormal yang juga mantan kepala SMA tempat Colin dan Joy bersekolah dulu. suaminya ikut bertanggung jawab terhadap hilangnya Joy. Colin pun ikut merasa bersalah atas hilangnya Joy. "Polisi bukan dewa. Nelson mulai melakukan ritusnya. John dan Joy adalah dua seteru yang tak pernah akur. Joy tampak seperti menyembunyikan rasa kesal pada pria itu. mesra. Ayahnya pun tak pernah peduli dengan apa yang terjadi pada anak gadisnya. Ia takut menyinggung perasaan Maud. "Tapi ini bukan permintaan sembarangan. sebuah kamar yang sangat rapi dan penuh buku. Maud curiga. Maud. Joy tak pernah menggubris ucapan bapaknya. Maud menelepon John. Di Durban. Teropong pakaian dalam Hingga seminggu sejak Joy hilang. Jelas saja polisi tak bisa mempersempit pencarian hanya dengan bekal informasi itu. Cuma itu informasi yang bisa digali polisi. Saya perlu barang yang sangat pribadi. Sama seperti teknologi telepon yang memungkinkan dua orang bicara dari tempat yang jauh. memintanya pulang. Tapi ia tak mengatakan hal itu kepada polisi. ketika kekesalannya memuncak. "Binatang buas saja tak akan memangsa anaknya sendiri. Meski Joy adalah anak kandung John sendiri. tapi ia sendiri tidak mau disebut paranormal. salah seorang anak buahnya." bujuk Maud. suaminya yang bekerja di Pretoria. Di kalangan orang-orang dekatnya. Saya tidak menggunakan kemampuan saya secara sembarangan!" katanya kepada Maud. Awalnya. Nelson membawa mereka ke ruang pribadinya. Tapi pada kunjungan kedua. Ini menyangkut nyawa Joy. Bu!" elak Grobler. dan sangat pilih-pilih. "Polisi tak bisa diandalkan!" keluh Maud di depan Grobler. Ia berani bergurau ketika Maud sudah meninggalkan kantor polisi. Ia kemudian minta kepada Maud untuk membawa beberapa pakaian Joy.Pada kunjungan pertama. Maud tak menghiraukan saran Colin. Tapi Colin kemudian berhasil meyakinkan ibunya bahwa Nelson tidak seperti paranormal kebanyakan. Seminggu sejak Joy hilang. Asmanya sampai kumat. Colin menyarankan ibunya untuk minta bantuan Nelson Palmer. Ia tidak begitu percaya dengan semua yang berbau klenik. John. Ia 114 . Saya tak bermaksud jorok. Nelson dikenal sebagai paranormal nyentrik. Tiap malam. ada ribuan pria tampan dan mobil Anglia merah. "Maaf. termasuk beberapa pakaian dalamnya. Selama ini. wajahnya tampak kusut. keduanya tampak akrab. Di hari kedelapan. Sambil disaksikan ketiga orang keluarga Joy." umpatnya sambil meninggalkan Maud. belum ada tanda-tanda polisi menemukan jejaknya. Tapi ia cuma mengucapkannya di dalam hati. Hari itu juga. John tak sanggup menahan murkanya. jauh dari kesan kamar paranormal. Maud tidur tak lebih dari empat jam. Merasa dicurigai. hubungan keduanya jauh dari kesan hubungan seorang ayah dan anak. ayahnya. "Salah satunya adalah saya.

Nelson terus menuruni lereng bukit hingga ia sampai di depan sebuah pintu gorong-gorong. "Lelaki tua yang sangat aneh." Ia bicara putus-putus seperti sedang mengamati sebuah tempat. "Joy sudah meninggal!" Mendengar kata-kata itu.. Baunya busuk. Jika kalian mau. "belok kiri.belok kanan". Colin menyetir. Untung saja Maud tak ikut turun ke bawah. 115 . mereka berempat segera berangkat. Maud lunglai. Maud sampai kelihatan teler dan berkalikali mengubah posisi duduknya. Nelson kemudian melanjutkan ritusnya lagi.. seperti ketika ditinggal oleh Colin. Mereka melaju ke arah selatan hingga keluar dari Durban. Tubuhnya dipotong menjadi dua bagian. Tampangnya tampak sangat pas untuk memerankan tokoh antagonis di film-film misteri. kamu minta bantuan polisi. seperti . Yang terdengar hanya napas Nelson yang naik turun. Dengan sigap. Colin dan John bergidik melihatnya. mengamati lubang gorong-gorong yang gelap dan kotor. Nelson masih berada di tempat semula dengan posisi berdiri tak berubah. Wajahnya yang masam selalu memandang lurus ke depan. Telah puluhan kilometer mereka tempuh. Ia terus bilang. "Aku tahu tempatnya.. ia pasti perlu digotong untuk menaiki lereng. Nelson turun dari mobil. tubuh Joy. "lurus". ia tak berani bertanya macam-macam kepada Nelson. bukit . Jika melihat. "Sebaiknya... Beberapa menit kemudian mereka keluar membawa potongan tubuh manusia. Di dekatnya ada . memegang pakaian Joy. mereka berempat saling berpandangan. Tak salah lagi. Sesaat napasnya kembali terdengar naik turun. Tanpa menunggu jarum menit pindah angka. polisi tak kesulitan masuk ke dalam gorong-gorong." pikir Maud. Namun. Sedemikian jauhnya jarak tempuh mereka. Colin kemudian meninggalkan Nelson. tepat ketika mereka berada di antara dua buah bukit di wilayah Umtwalumi. Ia berhenti di sana.." kata Nelson kepada Colin. seolah-olah ia telah terbiasa mempercayai tukang ramal. suasana senyap.meletakkan pakaian-pakaian Joy di meja. sebuah saluran air . Ketika hampir saja Maud angkat suara. Beberapa saat kemudian Nelson bicara. Tampaknya memang bau mayat. mencari kantor polisi terdekat. Setengah jam kemudian ia kembali. sambil matanya terpejam. Colin dan John mengikuti dari belakang sementara Maud tinggal di mobil. tapi Nelson belum juga menyuruh berhenti. Tungkainya seolah tak sanggup menahan tubuhnya tetap berdiri. "Dia ada di sebuah tempat .. Nelson tak pernah bicara kecuali ditanya. antarkan aku ke sana!" katanya. Matanya seperti tak pernah berkedip. mereka bertiga tak bisa melihat apa-apa... Suasana ruangan sesaat menjadi muram.. Nelson menyuruh Colin menghentikan dan meminggirkan mobil. Di kepalanya masih tampak sisa luka tembakan sementara organ-organ bagian perutnya terburai keluar. memegangnya dalam keadaan mata terpejam. di mana mayatnya?" tanya Maud sambil tak kuat menahan air mata sedihnya. Ketika Nelson membuka matanya. "Jika sudah meninggal. Berbekal berbagai alat bantu untuk medan sulit. Suaranya berat.. Entah mengapa Maud percaya begitu saja dengan kata-kata Nelson. Tapi karena bagian dalam saluran air itu gelap. kemudian berjalan turun ke arah lereng bukit. Selama beberapa menit. sementara Nelson menjadi penunjuk jalan..

"Saya kira polisi mau menangkap saya karena membawa kabur uang Pak Themba. ayah Joy. Di bengkel radio panggil miliknya. Tapi ia tetap ditahan atas dakwaan melawan polisi dan membawa kabur uang Themba. "Hmmm. "Anda sudah punya istri dan anak. Grobler tak menemukan bukti bahwa Van Buuren membunuh Joy. polisi memanggil John. "Sangat tampan." tukasnya. "Ya! Tak salah lagi!" seru Grobler dalam hati." jawabnya. Ia merasa telah dituduh oleh polisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan." gurau Leon kepada Grobler. Joy sering curhat kepadanya bahwa ia sering bertengkar dengan ayahnya. "Saya tak bermaksud menuduh. ia mengaku punya seorang pegawai. Cewek-cewek itu tak salah. Brigadir Polisi Grobler mempersempit pencarian di sekitar wilayah Umtwalumi. Van Buuren dibawa ke kantor polisi. Van Buuren bersikukuh menyangkal telah membunuh Joy. Ia tak menyangkal dirinya kenal dekat dengan Joy dan pernah datang dua kali ke kantornya. di daeran itu ada delapan orang yang memiliki mobil Anglia warna merah. Namun. Pantas saja Joy jatuh cinta. Themba mengaku. Ia bahkan mengaku terkejut mengetahui Joy meninggal dunia. Pengakuannya sama persis dengan cerita kawan-kawan Joy. Di depan Grobler. Berdasarkan catatan polisi. Esoknya. John marah-marah ketika diinterogasi. Tapi apa untungnya saya 116 . mengapa masih berhubungan dengan Joy?" tanya Grobler. tapi mungkin polisi bisa memperoleh informasi. Van Buuren membawa kabur uangnya dan tidak masuk kerja sejak seminggu yang lalu. Hingga berjam-jam interogasi. Ia bahkan menyarankan polisi memeriksa John." jawabnya tanpa ragu. "Bagaimana logikanya. "Saya mungkin bukan seorang bapak yang baik. keraguan Grobler berubah menjadi harapan ketika ia bicara dengan Themba.Teman selingkuh Berbekal laporan penemuan mayat Joy. Van Buuren mengaku. "Lalu mengapa Anda berusaha kabur ketika polisi datang?" desak Grobler. puluhan polisi dikerahkan. yang sering memakai mobilnya untuk urusan kerja maupun pribadi. Tak tanggung-tanggung. Van Buuren sempat berusaha melarikan diri dari pintu belakang. ia berada di rumahnya di Pinetown. salah satu pemilik Anglia merah. Ia juga mengaku pernah mengajak Joy berjalan-jalan dengan mobil Anglia merah milik Themba." kata Grobler kepada Leon. "Saya pikir urusan selingkuh bukan tindakan kriminal. Ia merasa telah menemukan titik terang. Ketika mereka sampai di sana. Malam itu juga. dia memang tampan. Berbekal alamat dari Themba. pada malam hilangnya Joy. Tapi polisi tak perlu usaha terlalu keras untuk membekuknya." ujarnya. polisi mengejar Van Buuren ke rumahnya di Pinetown. Clarence Van Buuren. Menurut pengakuannya. "Apakah ia tampan?" tanya Grobler. "Tapi tak ada satu pun yang sangat tampan. saya membunuh orang yang saya sukai?" elak Van Buuren. ayah Joy.

Ia sengaja mengajak Nelson mengobrol layaknya sedang berkonsultasi. Grobler kali ini pun tak punya bukti apa-apa. mengapa selama ini kita tidak pernah mendengar berita tentang kehebatannya?" "Sebaiknya. "Saya bisa merasakan. "Hei. Kalau dia memang paranormal kondang. Dia bisa menemukan mayat yang berada puluhan kilometer dari rumahnya. mengapa kita percaya begitu saja kepada paranormal itu?" "Maksud Pak Grobler?" "Saya justru curiga kepada paranormal itu. "Dua ratus kilometer dari Durban! Bagaimana mungkin saya membunuhnya?" tangkisnya keras dengan urat-urat menyembul di batang lehernya." jawabnya merendah. Van Buurenlah pembunuhnya. ia mengaku suaminya memang berada di rumah saat malam kejadian hilangnya Joy. Grobler maupun Maud sebetulnya menduga. Grobler mengundang Nelson Palmer ke ruang kerjanya. Kalau dia tahu kita mencurigainya. Jangan-jangan dia tahu pembunuhan ini. Grobler malah berseru. "Dia 'kan bisa menemukan mayat Joy. termasuk Sylvia. dia pasti tidak akan mau menolong kita lagi." "Oke. "Apakah Anda punya penjelasannya buat polisi seperti saya?" 117 . polisi belum memperoleh kemajuan bermakna. Siapa tahu kita masih butuh pertolongannya. "Jika saya boleh tahu. Namun." balas Grobler. pria itulah yang membunuh anak saya. Bu! Tapi kami tak boleh menghukum orang lain atas dasar perasaan. itu hanya sedikit kemujuran. mereka bersama John pada malam hilangnya Joy. "Polisi boleh bekerja dengan perasaan. istri Van Buuren. Sisa janin Lebih dari 20 orang dimintai keterangan oleh polisi. sejauh itu mereka belum menemukan bukti. Saya yakin!" kata Maud yang berulang-ulang mempertanyakan kemajuan kasus penyelidikan itu. Perusahaan tempat John bekerja di Pretoria memberi kesaksian bahwa John tidak pernah meninggalkan pekerjaan selama sebulan terakhir. "Mengapa kita tidak memanfaatkan Nelson saja?" usul Leon pada Grobler. Siapa tahu dia juga bisa menemukan pembunuhnya?" Bukannya menanggapi usul itu. bagaimana Anda bisa menemukan mayat Joy di tempat yang jaraknya puluhan kilometer dari rumah Anda?" "Ah. Kawan-kawan kerjanya pun mengatakan. Ia mengaku sedang berada di Pretoria saat Joy hilang. Kita coba saja!" Esoknya. Ia tak ingin Nelson merasa dicurigai.membunuh anak sendiri?" John balik bertanya. Hingga empat hari sejak mayat Joy ditemukan. kita tidak berprasangka buruk pada Nelson. Kepada polisi.

Saya tak bisa melihat masa depan. Kalau saya bisa menebak nomor lotre."Kami menyebutnya psikometri. Itu saja bedanya." "Anda kenal dengan keluarga Joy?" "Ya. Kita bisa merasakannya tapi tak bisa melihatnya. Tapi saya menawarkan jalan tengah: saya mengindera." "Anda bisa menebak nomor lotre?" "Saya bukan peramal. Joy dan Colin bekas murid saya di SMA. Mungkin seperti telepon yang bisa dipakai untuk bicara. Ilmu ini tak beda jauh dengan ilmu listrik atau medan magnet. Saya kepala sekolahnya. 118 . Keduanya berbeda. Anda tidak sebodoh tampang Anda. Pak polisi punya teknologi." "Kalau begitu. Seingat saya. Mungkin belum sampai!" "Apa bedanya melihat mayat Joy dan melihat wajah pembunuhnya?" "Terus terang. Mestinya. tak ada senyum sedikit pun. Rupanya. ilmu saya tidak sampai ke situ. Anda juga tahu siapa pembunuhnya." "Anda berani menjamin penglihatan Anda benar?" "Saya tak bisa menjamin." jawabnya dengan ekspresi wajah datar. Saya menerima sinyal dengan cara yang sama ketika radio menerima gelombang elektromagnetik. Klop 'kan?" "Pintar juga Anda. apakah Anda bisa melihat apa yang telah terjadi dengan Joy dan Van Buuren jika Anda punya pakaian keduanya?" "Saya belum pernah melakukan itu sebelumnya. Bukan begitu?" "Sayang sekali. jangan-jangan Nelson bisa membaca pikirannya. Saya bisa melihat sesuatu di tempat yang jauh. dan polisi mencari bukti. Saya baru menguasainya ketika umur saya lebih dari 50 tahun. tapi tak bisa dipakai untuk mengetahui pencuri yang menggarong rumah. agak rumit menjelaskan ini. saya menggunakan pakaian yang pernah melekat langsung di kulit orang yang bersangkutan. baru lima kali saya menggunakannya." "Apa yang Anda perlukan agar bisa mengindera jarak jauh?" "Biasanya. apa tadi namanya?" "Psikometri. emm." "Apakah selama ini Pak Nelson sering menggunakan ilmu. sama seperti Pak Grobler bisa bicara lewat kabel telepon. mungkin bisa dicoba." gumam Grobler di dalam hati. "Anda tahu lokasi mayat Joy dibuang. "Apakah Anda bisa membaca pikiran saya?" tanya Grobler sedikit khawatir. pasti saya sudah kaya raya. Tapi. saya punya kemampuan indera jarak jauh." "Punya hubungan khusus dengan mereka?" "Tidak.

Nelson kemudian melanjutnya ritusnya." kata Nelson dengan suara berat. Mereka menemukan sisa sel-sel janin di organ-organ bagian perut yang terburai. Esoknya. Hari itu juga Grobler meminta Leon mengumpulkan beberapa potong pakaian Van Buuren dan Joy. tak ada indikasi pemerkosaan. Grobler dan Leon membawanya ke Nelson. Tapi dokter mendapatkan sesuatu yang sangat penting. "Maksud Anda?" "Apakah saya perlu menjelaskan?" "Maksud Anda. "Saya cuma bisa melihat Van Buuren dan mayat Joy." balas Leon menirukan ucapan Nelson. Sylvia mengaku Van Buuren berada di rumah saat malam hilangnya Joy. "Paranormal meramal. Tapi Grobler masih tampak kurang puas dengan penemuan itu. Biasa 'kan?" Dia juga mengaku tak tahu kalau Joy hamil. Sampai di sini. Merasa tak dapat mengindera lebih banyak lagi. Tak banyak." Tangannya mengangkat pakaian dalam Joy dan Van Buuren. termasuk pakaian dalam mereka. Napasnya naik turun. disaksikan Grobler dan Leon. Namun. Pada interogasi selanjutnya. Van Buuren lagi-lagi berhasil mengelak. Grobler merasa masih belum punya bukti yang cukup. Van Buuren sendiri tak tahu celana kolornya akan dipertemukan dengan celana dalam Joy di depan Nelson. "Tampaknya. mereka pernah melakukan hubungan seksual?" Nelson tak menjawab pertanyaan itu dan menganggap Grobler percaya dengan pepatah: diam berarti ya. Nelson kembali melakukan ritusnya. polisi minta bantuan dokter untuk memeriksa potongan mayat Joy lebih detail lagi. Grobler diam saja. ia baru berujar sambil tetap memejamkan mata. polisi mencari bukti."Saya tak bisa membaca pikiran orang. Pada awal pemeriksaan. "Itu bagian dari perselingkuhan. "Hebat juga paranormal ini. Terutama organ bagian perutnya yang dipotong-potong. Merasa tak bisa memaksa Van Buuren mengaku. Dari pemeriksaan itu. Nelson menghentikan ritus itu. Van Buuren mengakui dirinya pernah melakukan hubungan seksual dengan Joy. 119 . Matanya terpejam. dokter menyimpulkan. "Cuma itu?" tanya Grobler setengah tak puas." kata Grobler kepada Leon. istrinya. Setelah pakaian itu terkumpul. Tapi saya bisa merasakan Pak Grobler meragukan saya." jawabnya. dua benda ini pernah bertemu. Grobler kemudian memeriksa kembali Sylvia. tapi cukup sebagai bukti untuk membuat kesimpulan. Tangannya memegang pakaian-pakaian itu. Di ruang pribadinya. Bermenit-menit kemudian.

hanya Anda yang tahu apa yang terjadi malam itu. Dia sengaja membuang janin di perut Joy supaya. Tapi saya tak sanggup kehilangan dia." Demikian keputusan juri yang dibacakan singkat. Lee Harvey. meski kata-katanya terdengar jelas. Maud mengandalkan perasaan. "Van Buuren hanya ingin bersenang-senang dengan gadis itu." katanya." imbuh Sylvia. "Saya tahu dia berselingkuh. semua kembali kepada ketentuan hukum. juri menyatakan terdakwa terbukti bersalah. sayangnya dengan cara tidak sopan. melarikan uang majikannya. "Terhadap kasus Tracie Andrews. Tapi Joy ingin lebih. Mendengar kesaksian itu. Tapi ia sengaja berusaha menyelamatkan suaminya dengan memberi kesaksian palsu. Sesungguhnya. Sylvia mengaku dirinya memang mengetahui pembunuhan itu." kata Grobler. Grobler mencari bukti. Jarang sekali sebuah kasus pembunuhan sedemikian menyita perhatian pers dan warga Inggris. "Kami akan meringankan hukuman Anda jika Anda memberi kesakisan yang benar. dan membunuh orang. "Seperti Anda tahu. suasana gedung pengadilan negeri di Birmingham tampak lebih ramai dari hari biasanya. Ia memprotes juri. polisi tak akan menemukan motif pembunuhan itu. Ruang sidang ikut gaduh oleh gumaman pengunjung. Siang itu mereka menunggu pembacaan keputusan juri atas kasus Tracie Andrews yang didakwa membunuh kekasihnya. tapi kita dapat melihat akibatnya dahsyat. Maka. Tracie Andrews kontan berdiri dari tempat duduknya. tak ada yang sungguh-sungguh menghiraukannya. "Juri telah memutuskan Anda bersalah dengan bukti-bukti yang kuat. hakim pun harus menenangkannya. "Nelson meramal. Hukuman untuk Anda penjara seumur hidup.Pada pemeriksaan kedua. Setelah dicecar dengan banyak pertanyaan yang menjebak. Grobler langsung menohok Sylvia dengan mengatakan bahwa polisi telah menemukan bukti Van Buurenlah pembunuhnya. Mendengar itu. 'Klop kan?" (Kisah nyata/Colin Wilson/Emshol) 17. Sylvia didakwa ikut bersekongkol menyembunyikan aksi pembunuhan itu." kata Hakim Buckley sesaat setelah Tracie dapat menenangkan diri." 120 . Puluhan wartawan media cetak maupun elektronik menyemut sejak pagi di depan ruang sidang utama. Leon sekali lagi berbisik di telinga Grobler. KEKASIHNYA TEWAS DI JALANAN Pada 29 Juli 1997. hingga akhirnya satu per satu terlihat kembali ke ruang sidang. Butuh tak kurang dari lima jam bagi juri untuk berunding. kalaupun mayatnya ditemukan. Salah seorang wakil juri maju menyerahkan surat keputusan kepada hakim Buckley.

Puing-puingnya tampak berserakan di depan rumah." kata Tracie kepada pers begitu ia keluar dari ruang sidang. Penilaian itu berdasarkan penuturan sejumlah saksi di klab malam kepada polisi. Pada akhir pekan. 1 Desember 1996. Tracie sering mengacungkan pisau saat bertengkar. Selalu tidak akur Usia Tracie Andrews baru 27 tahun. Saat itu polisi hanya bisa menasihati mereka. meski guratan-guratan kedewasaan tetap mudah ditangkap dari sorot matanya. Dia hampir saja kehilangan kontrol." jelas pria itu kepada polisi. Lee diketahui punya beberapa teman wanita. sehari-harinya bekerja sebagai sopir bus. tapi Tracie nekat lari ke dapur dan mengacungkan pisau. Saat marah. tak jarang pertengkaran itu membuahkan kerusakan pada perabotan rumah mereka. Lee termasuk pria berwajah tampan. ia dikenal sering bergaul di klab-klab malam sekitar Birmingham Broad Street. Lee telah memiliki seorang putra hasil hubungannya semasa berusia belasan tahun. Tapi sungguh. perangai Tracie tak kalah kasar dibandingkan dengan Lee.30 ia baru saja melangkah meninggalkan rumah teman wanitanya di kawasan Coopers Hill. Suatu kali keduanya bertengkar karena Tracie menuduh pasangannya menyetir sambil mabuk. Meski berulang kali rujuk kembali. Ibu seorang putri berusia tujuh tahun itu masih cantik. Tracie pernah melapor ke polisi bahwa Lee telah melempar televisi dan kaset video kepadanya. Karena ketampanannya. "Padahal sudah dijelaskan baik-baik. Sejak pertemuan yang romantis di klab malam Ritzy's pada 1994. Meski pekerja kasar. Polisi mengonfirmasi kabar ini dan dibenarkan mantan kekasihnya. Sebagaimana kekasihnya. Sebelum bertemu Lee Harvey. "Aku sudah tahu. Lee mencari wanita untuk dijadikan istri. Simpati dari banyak orang mulai bangkit. sekitar pukul 22. matanya liar sekali. Saksi lain. terutama orang yang menontonnya di televisi. Tapi sepuluh bulan setelah putrinya lahir. tapi dari sorot matanya mereka terlihat sedang tidak akur. saat masih serumah dengan pasangan terdahulu. mengutarakan. aku sama sekali tak melakukannya. Tracie dan Lee terlihat berada di klab malam di kawasan Marlbrook Inn. Meski sebenarnya justru ia yang lebih sering dikerjain oleh para wanita itu." kata Crigman. mereka memutuskan tinggal bersama di flat Tracie. jaksa penuntut kasus pembunuhan ini di depan sidang. dekat Alvechurch 121 . Tracie tinggal di sebuah flat kecil dan bekerja sebagai penjual produk kecantikan. keduanya sering bertengkar. ia berpikir sudah menemukannya. Jauh di dalam hatinya. Mereka pergi dengan mengendarai sedan Ford Escort yang dikemudikan Lee. Air matanya tak terbendung. Saat bertemu Tracie. hubungan dengan mantan kekasih dan anaknya tetap baik. Serangan mendadak Pada malam pembunuhan. Namun.Tracie tak bereaksi. sejak kebersamaan tanpa ikatan ini. seorang pria. ia meninggalkannya. Sebenarnya. Malam belum terlalu larut saat mereka meninggalkan tempat itu. Hingga akhir hayat. "Keduanya memang tidak bertengkar. mereka akan memutuskan aku bersalah. Tracie pernah hidup bersama seorang pria selama beberapa tahun. Sedangkan Lee. untunglah aku segera merebutnya. Dalam penyelidikan polisi.

Terasa ada yang basah di tubuhnya. Tracie mampu bercerita bahwa dirinya baru saja diserang seseorang. Bukan hanya karena daerah itu selama ini dikenal cukup aman. tubuhnya tampak gemetar. kalau-kalau telah terjadi kecelakaan lalu lintas. ada sebuah mobil sedan Ford Sierra berwarna gelap membuntuti mereka. tetapi ia tidak melihat senjatanya. ia dan kekasihnya berkendara pulang. Ia bahkan meminta masyarakat ikut membantu menemukan pelaku pembunuhan kekasihnya. Tubuh Tracie terbanting ke jalan. Sempat terjadi kejar-mengejar. tolong! Cepat!" Permintaan itu sempat membuatnya panik. "Aku tidak yakin berapa kali dia menusuknya. Pria itu berbalik kemudian memukulnya begitu keras. Tracie sangat pandai mengambil simpati masyarakat lewat media massa. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan saat itu. Dari dalam mobil Tracie melihat pria itu sempat membungkuk di depan Lee. Jez. Baru setelah beberapa orang berkerumun. Pakaiannya penuh darah. Seorang pria turun dari kendaraan dan memaki-maki." jelas Tracie. pria itu segera kembali ke rumah teman wanitanya dan memintanya menelepon 999." Memang benar. baru aku keluar dari kendaraan. bahkan seluruh Inggris. sedari tadi ia tidak mendengar ada kendaraan lewat. Tiba-tiba di kegelapan. Mata kiri dan hidungnya luka. Di sana ia mendapati seorang wanita muda berdiri di samping mobil. Sang pria segera kembali ke tempat asal jeritan tadi. "Sudah tinggalkan saja. astaga! Sesosok tubuh pria tergelak di jalanan tak bergerak. sebelum akhirnya mobil itu berhasil menghadang. ia harus mendapat perawatan selama tiga jam di rumah sakit. tapi wanita yang kemudian diketahuinya bernama Tracie Andrews. ia dikejutkan teriakan memilukan seorang wanita yang memintanya memanggil ambulans.malam itu sepulang dari klab malam. Selebihnya. Akibatnya. Berdasarkan penuturan Tracie kepada polisi .pinggiran kota Birmingham. Tracie hanya mendengar pengemudi mobil berkata kepada penyerang. 122 . "Tolong. Tak lama kemudian Tracie keluar dan memakinya. kemudian menyerang Lee dengan pisau. "Tidak. Dia terdengar mengeluarkan suara aneh. wajahnya selalu membuat penonton dan pembaca terkesima. "Aku mencoba bangkit dan mendekati Lee. tak banyak yang bisa diingat malam itu.yang diulang di pengadilan . mengatakan. Tapi masyarakat bersimpati terhadap kekasih korban. seperti mendengkur. Di dekatnya. Saat Lee terjatuh ke aspal." Mencoba bunuh diri Kasus kekerasan jalanan di daerah sepi Coopers Hill langsung menjadi berita besar di Birmingham. Tanpa memperhatikan sekeliling. Darah berceceran di sekitarnya. Ternyata darah. Saksi sempat menanyakan." Lalu mereka tancap gas. Tracie Andrews. Dengan isak tangis dan cucuran air mata. Di tengah jalan keduanya tersadar.

malam itu mereka melihat Tracie dan Lee. "Di sinilah ia mulai melakukan serangan. Kesaksian itu diperkuat penuturan dua akuntan dari Bromsgrove yang malam itu melintas di sekitar TKP. bahu kiri. Darah muncrat hingga mengenai baju Tracie. Namun." kata Crigman menunjuk kepada Tracie. pisau itu dibuang saat ia mendapat perawatan di rumah sakit. Sejumlah kesaksian inilah yang mengantarkan Tracie menjadi tersangka utama. noda darah sepanjang 5 cm di sepatu Tracie diketahui positif milik Lee." tutur Crigman. Korban tidak mampu bertahan lama karena serangan terarah ke leher. Mereka hanya berspekulasi kasus itu berhubungan dengan bisnis obat terlarang. tapi ia tidak bisa bergerak jauh. informasi itu tak pula membukakan jalan kemudahan bagi polisi untuk menyelesaikannya. Berdasarkan pemeriksaan DNA oleh ahli forensik. Pada kurun waktu 12 . kemudian Tracie menyembunyikan pisau dalam sepatu botnya. Jarak mereka terpaut sekitar dua kilometer di belakang.15 menit. Di sana keduanya berhenti dan keluar dari kendaraan. para detektif menemukan gambaran lain dari kasus ini.Sebaliknya. Crigman mendakwa. Ahli forensik juga mendapatkan tiga helai rambut Tracie di tangan Lee. dan punggung. 123 . saat berhenti dan hendak berputar. sisi kiri tubuhnya. Meski keduanya tahu jalan pulang dengan baik. Kesaksian itu dinilai vital karena waktunya tepat. Beberapa saksi di klab malam Marlbrook Inn menuturkan. Semua tergambar dalam dakwaan yang dibacakan penuntut pada 1 Juli 1997. Tracie adalah korban. mereka sempat tersasar sampai Coopers Hill. Lee mendapat 30 tusukan dari pisau lipat jenis Swiss Army. "Dia tewas seketika itu juga. "Korban ditusuk di leher. wajah. Pelbagai reaksi datang dari masyarakat begitu wanita muda ini ditahan. belakang kepala. karena tidak mendapatkan motif penyerangan. Serangan ini terus berlanjut meski korban sudah jatuh." Menurut dakwaan. Entah apa sebabnya. begitu pula lokasinya. Pisau lipat Selubung kasus itu terkuak di pengadilan. Diduga. Apalagi penahanan hanya berselang enam hari setelah Tracie didapati mencoba bunuh diri dengan meminum 200 tablet obat tidur. malam itu Lee dan Tracie meninggalkan klab malam bersama. "Keduanya melihat sedan Escort milik Lee. tapi tidak ada mobil lain yang membuntuti." Penggambaran Crigman sungguh memilukan seisi ruang sidang. Di mata publik. hingga menyebabkan urat nadi di leher robek. "Korban berusaha lari. Berdasarkan penyelidikan. Sebuah sketsa wajah berdasarkan deskripsi Tracie ikut disebarluaskan media massa. polisi merasa kesulitan." kata Crigman dengan nada meyakinkan di depan juri. Tusukan baru berhenti setelah kemarahan Tracie mereda. tapi tidak melihat adanya mobil pembuntut. hingga menimbulkan kecurigaan. Lee memukul kekasihnya yang mengakibatkan luka di wajah. Diduga Lee sempat menjambak Tracie untuk melawannya. di tengah jalan mereka bertengkar. Seorang perawat sempat melihat Tracie berada di kamar mandi agak lama.

Pada hari pembunuhan. "Aku pikir ini penting." kata saksi menyatakan keheranannya. kalau-kalau terdakwa ingat warna kendaraan. beberapa saat setelah polisi datang. Tracie mengatakan. Tracie tidak menyadari Lee telah ditusuk. Sesaat setelah kejadian. "Dia berbalik ke mayat Harvey setidaknya dua kali dan mengatakan sesuatu yang tidak bisa didengar. Saksi menjawab. Berita-berita seputar pengadilan kasus tersebut pun semakin menguntungkan Tracie. dalam keadaan panik dan menangis. saksi mendeskripsikan saat ia menemukan Lee Harvey terbaring di jalan dengan leher tertusuk. Ronald Thwaites. jika tidak berhati-hati dan terlipat. lanjut saksi. hanya beberapa puluh meter dari TKP. saksi yang mantan polisi itu mengungkapkan kecurigaannya kepada Tracie sejak awal. pengacara Tracie. ia tidak ingat apakah dirinya telah atau belum mengatakan pernyataan itu. bahkan mendeskripsikan penyerangnya. tetapi darah ditemukan di bagian belakang. Kesaksian sejumlah orang semakin menyudutkan Tracie. Saat itu saksi sempat bertanya." kata Crigman mengutip pengakuan Tracie kepada polisi. ia membawa Tracie Andrews ke rumahnya. Tracie berdiri di samping kendaraan. dengan percikan darah di wajahnya. Yang terjadi di ruang sidang justru sebaliknya. langsung menyatakan keberatan. Tanpa basa-basi. Terutama saat saksi seorang wanita yang menghubungi 999 dipanggil ke depan sidang. Saksi mantan polisi Dalam sidang pengadilan yang berjalan lebih dari tiga minggu. wanita ini juga mengaku tidak mendengar ada mobil ngebut malam itu. Itu karena saksi tidak menyebut hal ini dalam pernyataan pertamanya. Crigman menambahkan. "Dia bilang tidak ada yang bisa diingatnya. atau mungkin mendengar nama pelaku. Dalam catatan itu tertulis. nomor polisi. Sama sekali tak ada kesan ia telah berbuat kejahatan. ketika ia melihat darah di tangannya saat menyentuh mayatnya. Pada bagian akhir. Jika Tracie mampu memberi jawaban. maka saya dapat memberi tahu polisi sehingga mereka dapat melakukan penyelidikan secepatnya. pertarungan terjadi di depan mobil. Kepada juri. Tracie hanya menyebutkan bahwa rambutnya mudah rontok. Dukungan terhadapnya semakin besar. Tracie dapat bercerita tentang sedan Sierra hitam." kata wanita itu menutup kesaksiannya. "Mengapa setelah Tracie didakwa membunuh. penuntut kemudian membacakan pernyataan terdakwa kepada polisi." Anehnya. Di sinilah penuntut mengungkapkan sebuah kejanggalan di mana terdakwa tidak bisa menjelaskan ketidakcocokan deskripsinya seputar peristiwa pembunuhan. Menjawab pertanyaan Crigman. dia menambahkan pernyataan itu?" gugat Thwaites sengit."Terhadap kenyataan itu. 124 . pisau Swiss Army dapat melukai jari penusuknya. Saksi menyatakan telah mempunyai pengalaman sepuluh tahun dan mendapat latihan khusus untuk menyusun pertanyaan semacam itu. Tracie tetap terlihat tenang. jari Tracie juga menderita luka seperti itu.

X menguntitnya. seperti misalnya caranya berpakaian saat ia bekerja sambilan di sebuah klab malam. "Sesungguhnya. hidup Tracie menjadi hampa. Informasi itu menyatakan. Mr. X meninggalkan klab malam tak lama setelah Lee Harvey pergi. Begitu pula tentang asal darah yang ada di bajunya. Pada bagian pembelaannya. Posisinya begitu dilematis bagi Thwaites karena penuntut dapat melakukan pemeriksaan silang. Inilah yang menjadi alasannya bunuh diri. Thwaites mencoba mengambilnya dari sudut hubungan Tracie dan Lee yang hendak menuju ke arah pernikahan. Posisi Tracie makin tersudut." kata Crigman. Kepergiannya dari rumah selama pertengkaran menjadi bukti ketidakdewasaannya. sebenarnya ada tersangka pembunuh yang cocok. lima hari setelah kasus pembunuhan itu. "Sejak kematian Lee. Ia khawatir Lee tidak setuju. Penelepon menduga akan terjadi perkelahian. Menurut informasi di kepolisian. polisi mendapat telepon yang mengatakan melihat Mr. Thwaites protes karena informasi penting ini diabaikan polisi. Setidaknya. "Hanya karena besarnya cinta Tracie yang membuatnya kembali. sosok Mr. mirip dengan penggambaran Tracie. Pria itu digambarkannya sebagai pemuda yang pencemburu berat dan tidak dewasa. bahkan dengan teman wanita sekalipun.X Pengacara Tracie berpikir keras untuk mengarahkan sorotan negatif terhadap kliennya. Thwaites melanjutkan. Awalnya. ada seseorang yang dicurigai telah mengikuti Lee dan Tracie keluar malam itu. Mereka sempat saling pelotot. "Ketika Lee pergi. tapi ternyata Mr. Bahkan." Tracie juga mengakui soal kecemburuan itu. Tracie masih mengenakan cincin pertunangannya hingga sekarang." Hingga pengadilan berlangsung. Mr. tapi tak dihiraukan penyidik. Dikuntit Mr." ungkap Thwaites mencoba menggambarkan sikap otoriter Lee. sekadar untuk menghabisi kekasihnya. Thwaites juga mengungkap sebuah fakta mengejutkan. tetapi dia takut melakukannya. X pergi ke Ford Sierra biru tua." Thwaites mencoba mengalihkan sasaran kepada Lee Harvey. X yang konon juga terlibat dalam kekerasan jalanan beberapa tahun sebelumnya. Ia diidentifikasikan sebagai Mr. Menggigit leher Upaya keras pembela seolah pupus saat Tracie Andrews menjadi saksi untuk penuntut."Mengenai tidak adanya saksi yang melihat mobil pembuntut. Tracie juga tak bisa berkomentar. 125 . Tracie pernah berkeinginan untuk hamil. Lee memang sering mengatur hidupnya. "Lagi pula. Nama Mr. Kekasihnya itu juga selalu menyeleksi pergaulannya. X dideskripsikan sebagai seseorang berperawakan gemuk dengan sorot mata tajam. X masih misterius." kata Thwaites penuh tekanan. tidak masuk akal kalau ia mau pergi berduaan. X sebenarnya berasal dari bagian Reserse yang mendapat informasi bahwa pada malam pembunuhan ada seorang bandar menyimpan kokain dalam jumlah besar.

" "Lalu apa yang Anda kerjakan selama 15. Semuanya seperti mimpi." "Kalau tidak mau meninggalkannya. Ia mengungkap kejanggalan menyangkut waktu pembunuhan. baju Tracie yang berlumuran darah menunjukkan. Ada selang waktu 17 menit antara kematian Lee dan saksi meninggalkan rumah menuju mobilnya. Tapi pada malam pembunuhan keterangan Anda pada polisi. peristiwa terjadi di lokasi yang berbeda. Aku tidak tahu." sanggah Tracie yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. mengapa Anda tidak membunyikan klakson?" Alis Crigman berkerut. "Menurut keterangan Anda kemarin." Crigman berhenti sejenak." "Atau setidaknya berusaha berteriak?" "Tidak." "Kalau Anda tidak merasa bersalah.. setidaknya ia dalam posisi menempel saat korban ditusuk di lehernya. Sampai aku lihat cahaya dari sebuah rumah dan memungkinkan saya untuk minta tolong. bagaimana darah itu bisa muncrat ke blusmu?" "Aku tidak dapat menjawabnya. "Menurut keteranganmu. aku tidak mau meninggalkannya. Mobil Lee terlihat di Coopers Hill antara pukul 10. 16. Crigman tak menyia-nyiakan kesempatan itu.. "Bagaimana Anda menjelaskan soal jeda tujuh menit setelah orang itu pergi dan sebelum saksi datang?" "Tidak bisa. Anda akan dapat pergi secepatnya ke rumah itu?" "Bagaimana orang tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti itu?" balas Tracie.28 sampai 10." Crigman tersenyum. "Jika tidak. Dalam argumentasi Crigman. Lee saat itu terbaring di tanah. "Aaa . 17 menit? Selama 17 menit tidak berusaha untuk minta pertolongan dari rumah di sekitar?" "Memang tidak. aku hanya kurang yakin saat itu. tapi aku shock. Sedangkan saksi pertama melihat mayat korban di jalan pukul 10. Tracie diperlakukan bak anak kijang di sarang singa." "Tapi bukankah cukup waktu sebelum saksi datang melihat Anda?" "Tidak. Seharusnya aku berbuat sesuatu. setidaknya peristiwa itu berlangsung sepuluh menit. peristiwa pembunuhan terjadi di sekitar Burcot. Lelaki itu memukulku keras.32.50. "Aku tidak tahu. Apakah Anda mengubah cerita? Berarti ini penipuan berencana?" "Tidak.Seperti tak ingin melepaskan buruannya." 126 .

Crigman menyatakan keheranannya. "Dalam pernyataan Anda. mantan pacar Tracie. Tracie mengaku telah menusuk Lee Harvey dalam sebuah pertengkaran yang disebutnya lepas kontrol. Tracie membuat pengakuan yang mengejutkan." tulis Tracie. 'kan?" "Tidak. Keduanya kemudian keluar dari mobil. "Aku marah. maka akan ada yang melihatnya. Tracie langsung mematikan lampu mobil untuk berpikir. Lee juga pernah melakukannya." kata Crigman. dikatakan lampu dalam keadaan menyala. "Jejak darah Lee Harvey ditemukan di tepi pintu mobil. Sebelum mengakhiri sesi pertanyaannya. banyak orang melakukan tindakan seperti itu. yaitu saat Tracie menggigit Lee. Surat yang dimuat News of The World itu menyatakan. "Anda mengarang cerita dan menggabungkannya dengan pengalaman pribadi. "Lihat saja jika Andy menginginkanmu lagi." "Pasti butuh niat yang besar untuk menaruh gigimu di leher seseorang. tapi keterangan dari polisi dan saksi setempat menyatakan lampunya padam." Crigman sejenak melirik Tracie. Lee cemburu kepada Andy. yaitu ketika Anda membukanya untuk mematikan lampu.Crigman mencoba mengingatkan Tracie tentang pertengkaran pasangan itu. "Itu hanya situasional. lalu Lee menghampiri dan menjambak rambut kekasihnya itu. setidaknya satu kali pembela Tracie mencoba mengajukan peninjauan kembali kasus itu dengan menyodorkan saksi-saksi baru. Pengakuan jujur Setelah vonis dijatuhkan. Lee mengancam dengan pisau. Meski upaya itu kandas. "Apa yang Anda rasakan?" kejar Crigman. Tracie dan Lee sesungguhnya pernah memiliki mobil dengan merek dan warna serupa. Begitu 'kan?" Tracie lagi-lagi diam. Lee mengeluarkan pisau dan mengancam akan menyayat wajahku atau akan menusuk. pada malam pembunuhuhan keduanya bermaksud pulang ke rumah. Hingga April 1999." Menurut argumentasi penuntut. Toh. Jika lampunya dinyalakan. penuntut menambahkan. menyatakan keberatan dengan penilaian itu. dalam cerita pembunuhan karangan terdakwa. kamu juga dapat menaruh pisau di lehernya." kata pembela. banyak orang tetap percaya Tracie tidak bersalah. "Di tengah jalan terjadi pertengkaran." 127 . seorang perempuan normal bisa-bisanya menggigit leher. Masalahnya. Lewat sebuah surat yang dikirim dari penjara Bullwood Hall Essex. Dalam kondisi yang kurang lebih sama. alasan Tracie memilih sedan Ford Sierra hitam sebagai mobil pembuntut besar kemungkinan berdasarkan pengalaman pribadinya. setelah melakukan pembunuhan.

menurut rekan-rekannya. hampir menangis. Tracie segera bereaksi dengan pisau. ia sudah bosan menganggur lama. Aku sempat mundur. Kisah nyata/Road Rage/Tj 18. Sejenak Lee mencoba membalas. panti jompo lokal di Grand Rapids. hatinya terbahak.Tracie mengaku saat itu takut setengah mati. tahun 1986. Sampai akhirnya. Mulai hari ini. sehingga keduanya terjatuh ke rumput. Mereka yakin. aku menjadi gelap mata. Aku memang seharusnya jujur pada kesempatan pertama. Lee ternyata menariknya. "Aku harus menusuknya. Jika tidak." Cathy terbelalak. dihanyutkannya ke toilet. Keduanya sempat saling memaki. "Jadi. Wajahnya mendung. sebelum akhirnya terjatuh. Saat Lee ingin bertindak kasar lagi. Syukurlah. Entah untuk tujuan apa. Tracie berusaha berdiri. Cathy mengangguk lemah. ia merasa seluruh hidupnya sudah berakhir. jadi grogi. Bunyi napasnya berat dan matanya mendelik. 128 . Tubuhnya yang berbobot 198 kg berguncang. Ia mengguncang tubuh Lee. Benarkah itu semua pernyataan jujur Tracie? Lee Harvey. "Aku merasa ngeri. dia akan terus memukuliku. Mata seorang penyelia memicing.yang pasti tengah repot mengasuh putri tunggal mereka. dan kehilangan kontrol." Sewaktu meraih mayat pacarnya. yang ditatap begitu tajam. Terlebih saat menyadari Lee telah tewas." aku Tracie. Tracie sengaja membawanya dari rumah malam itu.suaminya . tulis Tracie. Lee memukulnya lagi. dan saat di rumah sakit. Cathy. GARA-GARA PATAH HATI Alpine Manor. Saat itulah Tracie melihat ada pisau di tanah yang segera diambilnya. suami meninggalkan Anda bersama seorang anak?" Dengan menunduk. Tanganku terasa basah. menertawai Kenneth . Aku marah. Michigan. Anda diterima bekerja. Saat itu yang ada hanya kebingungan dan ketakutan. Belum pernah aku mengalami kehilangan kontrol seperti malam itu. Tapi kemudian ia sempat menjegal Lee hingga terjatuh. ia memutuskan untuk mengarang cerita bahwa mereka diserang seseorang. "Aku merasa seharusnya dihukum untuk pembunuhan tak disengaja. gemetar. tidak pernah membawa pisau. Yang kuingat. "Baik. Pisau itu kemudian disembunyikan di celananya." tulis Tracie. Padahal. Tracie menghampiri Lee dan mencoba mengajaknya berbicara. muncul perasaan sangat sedih dan bersalah.

kelahiran tahun 1962 di Michigan. Usia Ken waktu itu 20. sebab yang terjadi kemudian pasti perang mulut. lantaran ia memilih makan sendirian. Perkawinan mereka memang berliku. lalu mengurus putri tunggal mereka. gadis yang unik. Ken merasa iba. Sementara Cathy . Karenanya. Mary. bungkus snacks dan baju kotor tertebar di lantai. tiba-tiba mereka sudah berpacaran. Ketika Cathy mengaku hamil. masing-masing berisi dua pasien. Cathy mengabaikan penyakit anaknya. Tumbuh tanpa belaian kasih sayang. Ken merasa tak ada gunanya menegur Cathy. Cathy pun kurang dicintai ibunya. lalu melanjutkan sekolah hingga menjelang kelahiran anaknya. "Pilih aku atau hobimu!" begitu katanya. Yang agak disayangkan. AS. Ia mendapati rumah mereka amat berantakan. Jika si anak sakit. begitu banyak pekerjaan yang harus ia tangani.asyik menikmati opera sabun di televisi sambil terus mengunyah junkfood. tanpa banyak cakap. Ia lahir di tengah keluarga kurang harmonis. Cathy sering ngemil dan makan dalam jumlah banyak. Cathy. Pria pendiam itu hanya bisa menarik napas dalam. Sebagai anak tertua. terpisah dari yang lainnya. bisa memberi Cathy sedikit kebahagiaan. ketika Kenneth pulang bekerja pukul enam sore. Cathy lebih suka mengurung diri di kamar ketimbang bergaul dengan teman sebaya. ingin sekali ia mengisi kekosongan jiwanya. yang juga terbengkelai. sedangkan Cathy 17. Ken pun amat gembira.sang nyonya rumah . Cathy memulai kerja. Namun. ia melihat gadis ini amat haus kasih sayang. Ia berharap. Sebagian lain menderita sklerosis ganda atau arthritis parah. Ayahnya seorang sopir truk gudang yang pernah bekerja di Vietnam. Sebagian besar pasien menderita penyakit Alzheimer atau penyakit otak organik lainnya. 129 . di mata Ken. "Aku benci tugas rumah tangga!" Itu kalimat yang selalu disiramkan Cathy ke telinga Ken. Agak ragu dan tersipu. Itu sebabnya. Luka batin Mata Cathy tertanam ke televisi. Cathy kurang memiliki rasa keibuan terhadap putri mereka. Ia malah sibuk menyalahkan si mungil Mary yang dianggapnya tak bisa menjaga kesehatan. badannya terus memuai. Mereka putuskan segera menikah. Oleh rekan-rekan kerjanya mungkin ia dianggap terlalu sopan.Ia segera bekerja sebagai pembantu perawat di panti dengan lebih dari 200 kamar tidur. Ken membereskan rumah. Untuk mengendurkan stres. Ken bekerja di pabrik mobil. Akibatnya. dan ibunya petugas pembukuan. pada Agustus 1979. Kenneth Wood baru 19 tahun ketika Catherine May Carpenter alias Cathy yang baru 16 tahun "menembak"nya. Belum habis kaget Ken. Piring dan gelas kotor berserakan. Termasuk merawat dua adiknya. setiap kali ia ditegur. atau bahkan kurang percaya diri. Ken mengenal Cathy sudah dalam keadaan overweight. Sang ayah yang pemabuk berat sering memukulinya dan selalu mengatainya "si gemuk".

Ia menjalin hubungan lesbian dengan rekan kerjanya. tapi petugas yang bertanggung jawab tidak menggantinya. penyelia memanggilnya. Dengan bujuk rayu sekadarnya. Ken merasakan perubahan itu. Pernah. sehingga dalam beberapa bulan saja beratnya menguap jadi tinggal 132 kg. ia akan mencampakkannya. cukup dengan mengedipkan mata. Namun. di balik tampilan baru dan kesigapannya bekerja. itu telah menggembungkan egonya sedemikian rupa. kenapa ia jadi pesolek? Penampilannya pun berubah. Sekali dua ia berhasil menarik wanita ke dalam pelukannya. Ia tak dapat berbuat apa pun untuk membendungnya. entah karena menolak diajak bercinta atau oleh sebab lain. yang kebetulan bekerja bersamanya. wanita buruannya langsung paham maksudnya. ia menumpahkan air ke selimut pasien mereka. Kekasih baru Sedemikian bergairah Cathy bekerja. Rambutnya dicat warna platinum. demikian pula perilaku Cathy. Ken tetap mencintainya. biasanya wanita itu langsung lumat dalam dadanya yang besar dan lebar. ia siap berburu wanita lain yang lebih menggairahkan. Cathy seperti sudah mati gairah. Herannya. Terhadap rekan kerja yang dibencinya. Dari salah satu karyawan panti jompo Ken mendengar istrinya terlibat sejumlah percintaan sejenis. di tempat kerja pun ia mulai menggunakan kekuasaan. Ia juga suka membeli baju baru dan agak ganjen. Bahkan. Selanjutnya. ia melakukan lagi apa yang dulu pernah mengisi masa remajanya . Walau Cathy kurang lembut hati.Ken berusaha memahami masa lalu Cathy yang menorehkan luka batin hingga saat itu. Sulit mengukur perilaku buruk apa yang telah diubah Cathy. Cathy lepas kendali. Dengan penuh percaya diri." sahutnya enteng seraya melenggang pergi bak selebriti." "Oh ya. tak ada lagi yang bisa "memegang" dirinya. "Cathy. Selaiknya para pria pencumbu. Ia mengira. Karena lebih membela keutuhan rumah tangga. Rupanya. ia biarkan istrinya dengan segala polahnya itu. ada pasien mengeluhkan pelayananmu. Di rumah jompo maupun di rumah. Bukan saja berlaku bak primadona. Apakah perilakunya mengimbas hingga ke rumah? Tentu. 130 . Terutama dalam menangani pasien. dirinya sedemikian menggoda bagi wanita lesbi lainnya.yakni berhubungan seksual dengan teman sejenis. akan kuperbaiki sikapku. Cathy tak bisa menyembunyikan kekasaran jiwanya. Hanya dalam bilangan minggu ia betah memberi dan menerima kehangatan dari seorang wanita. Ia lalu melaporkan ke penyelia bahwa tempat tidur pasien basah karena ompol. Setelah puas mereguk habis madu sang kekasih. Juga ketika Cathy mulai minum alkohol dan kerap mabuk di rumah. Entah sudah berapa bulan mereka tak berhubungan suami-istri. malah cenderung kasar.

Entah apa yang merasuki Cathy hingga ia merasa amat puas bila melihat orang lain hancur tak berdaya oleh "power" yang dimilikinya. "Lihat. Gwen beringsut mengurai isi kopornya. Gwen bercerita. Cathy menyeringai sinis saat lewat di depannya. Cathy tengah rebahan di ranjang. Maka. Demikian pula para pasien. sebab kemudian lawannya itu mendapat peringatan keras. Ketika berusia 22 tahun. ia anak sulung dari tiga bersaudara. Ketika Gwen mulai terisak. Sambil pura-pura berempati. Tak pernah ia menggendong anaknya yang menangis. mereka sudah akrab. Adapun Mack. ibunya. 1963. mereka melihat Cathy seperti melihat monster. kerap berganti pekerjaan. di lenganku banyak bekas luka sundutan rokok ayahku. Aku lahir di Santa Monica. 131 . tanpa banyak bicara Cathy langsung membuka lemari pakaian. Setelah penyelia pergi. Acap kali matanya menyapu goyangan dada Gwen saat diguncang emosi. Cathy sedikit tercengang mendapati Gwen pun cukup mahir berpasangan dengannya. ibu sering menyabetiku dengan kabel listrik. Cathy tak perlu menunggu lama. "Siapa namamu?" "Gwendolin Gail Graham. Sementara itu ayahnya jarang di rumah karena pekerjaannya. Linda.. "Aku menang. Hingga pada suatu siang . biasa memukuli anak-anak-nya dengan sabuk. "Waktu umurku 18 bulan.." Beberapa menit kemudian. Pembantu perawat baru. ia pun makin leluasa menanamkan pengaruh pada lingkungan kerja yang mental dan emosinya sudah ia rapuhkan.. Sikapnya cukup keras pada anak-anak. Tak seorang pun koleganya berani macam-macam padanya. "Ini Gwen." kata Gwen getir." Selama beberapa tahun. Kerja serabutan memaksa istri dan kelima anaknya berpindah-pindah ke seluruh Kalifornia." sorak hatinya. ayah Gwen. Ia akan sekamar denganmu. ia leluasa menjamah dan menekan tubuh Gwen. ibunya yang miskin sudah memiliki tiga anak balita. Gwen pun sering menyakiti dirinya sendiri. Namun.Bualannya berhasil. Cathy terpaku. melainkan oleh gerakan bibir tipis gadis manis itu saat bercerita." "Usiamu?" "Dua puluh tiga tahun. Untuk melepaskan siksaan emosi. Ia merasa canggung karena pandangan mata Cathy seperti menelanjangi dirinya. ketika penyelia mengetuk kamarnya. Bukan oleh isi cerita Gwen." Setengah mengangguk. Cathy hanya butuh waktu sehari untuk memikat Gwen menjadi kekasih barunya. sudah cukup alasan baginya untuk memeluk tubuhnya. Gwen sering mendapat serangan seksual dari ayahnya.

Persis remaja kasmaran. Tindakan serupa pun dilakukan di ruang tunggu perawat. Pasangan itu sering minum sampai mabuk dan terkadang juga saling berkelahi.. "Aku serius dengan Gwen. ketika dengan amat posesif Cathy "menguasai" Gwen. Bahkan pernah tinggal bersama seorang wanita berumur 20 tahun. Mereka memang sangat keterlaluan. Sambil saling berbisik dan cekikikan. mereka berdua pura-pura melakukan aktivitas bercinta. Gwen disenangi hampir seluruh penghuni." adu Gwen. seorang penyelia berusaha memisahkan mereka berdua dengan menerapkan sistem shift. Rambutnya yang kemerahan dengan senyuman manis dan lugu. Tak sampai sejam kemudian. mengekspresikan cinta dengan saling berbalas puisi yang buruk kualitas. melainkan ucapan Cathy . keduanya tak mematuhinya. ketika memandikan pasien usia lanjut itu. mereka membersihkan dan mengurus pasien. "Pacar saya itu mendapat pekerjaan di Grand Rapids. agar bisa selalu bersama. Keduanya sedemikian kekanak-kanakan. Aku gila asmara. Begitupun ketika seorang pasien kedapatan memar pada pergelangan tangan dan 132 . Namun.. hal yang melanggar peraturan panti jompo itu. Pergilah kau!" Dengan amat marah.Ternyata.. Namun. seolah disatroni monster. Apalagi ketika Cathy menceritakan affair-nya itu pada Ken. Sejak sebulan lalu kami putus. Dengan mesra mereka menutup pintu kamar. Karena kerekatan itu mengganggu suasana kerja. sedari umur 17. yang amat mencintainya. Gwen sudah berada di sana. gilanya. "Benar. Setiap kali pasangan ini masuk ke kamar penghuni. Ketika pasangan ini bekerja secara terpisah. membuat para nenek teringat cucu mereka. Namun. mereka pun sering bertukar tugas dengan pembantu perawat lainnya. bahwa mereka diancam dibunuh oleh seseorang. karena aku dan Gwen akan tinggal bersama di sini!" "Kamu gila?" sembur Ken. Cathy menanggapi dengan pelukan. Kematian beruntun Pernah. serta saling meninggalkan pesan cinta pada mesin penjawab telepon. karena sebagian besar menderita Alzheimer. "Ingat Cathy. Gwen sudah bertualang. Bukan skandal itu yang menyentak Ken. Kuminta kau keluar dari rumah ini. Bahkan. Usir suami Hanya seminggu Gwen bekerja dengan baik. Mereka hidup seatap tak ubahnya suami-istri.bahkan ada yang sangat ketakutan. tampak sekali kekecewaan mereka. maka tak ada perawat yang mau percaya pada mereka. beberapa kali beberapa pasien mengadu pada pembantu perawat lainnya. suatu saat kau akan menyesali keputusanmu ini!" Cathy membalas dengan seringai. Ia amat telaten merawat para lansia. para sepuh itu memandang cemas . Ken membopong Mary pergi.

pihak keluarga juga sudah pasrah. Sebelumnya. Cathy dan Gwen juga menggunakan cemburu sebagai lem perekat saat mereka rujuk kembali. bibir. Tak ada yang serius menanggapinya. Bahkan mereka berjanji takkan pernah saling meninggalkan. saat membandingkan dirinya dengan Robin. Keluarganya terkejut akan kematian mendadak itu. Celoteh mulut-mulut keriput itu cenderung segera mereka lupakan. Contohnya. Terutama ketika ia mencurigai si manis itu sudah tak loyal lagi padanya. Ternyata benar. seorang pembantu perawat yang kurang disukai Cathy masuk ke kamar Belle Burkhard (74) untuk mengurus pasiennya itu. Akhir Februari 1987. suasana sepi dan tak nyaman itu diartikan oleh pasangan kasmaran Cathy dan Gwen sebagai suasana yang amat romantis. Memang ada memar di kedua lengan itu. Ia ditemukan meninggal dunia pada Maret 1987. Tak pula ada yang tertarik menyelidiki penyebabnya. Edith Cook (80) yang sakit parah dan sering mendapat obat penenang. Marguerita Chambers (60) seorang nenek yang lima tahun sebelumnya didiagnosis menderita Alzheimer. bukankah pohon cinta menjadi berbunga karena rasa cemburu? Kecemburuan itu kerap membuat cinta terasa makin indah. mereka kian erat berpagut. Seorang perawat sempat memperhatikan hidung Myrtle Luce berdarah. Namun. Cathy pun jadi amat khawatir kehilangan Gwen. Kondisi tubuhnya terlalu lemah untuk dirawat karena ia juga menderita gangrene.bukan hanya pria. Malah. Pisau cemburu di kalangan cinta sejenis biasanya lebih tajam dari sembilu. Perawat hanya melakukan tugas rutin. Februari 1987. Di dalam suasana itu. Hal itu terasa pada sikapnya yang mulai melonggar. Hanya. karena nenek malang itu masuk ke tempat ini dengan menyandang penyakit. tapi mungkin itu karena Belle sering mengalami serangan kejang. Pihak keluarga pun menganggap sebagai takdir yang sudah digariskan. pembantu perawat baru di Alpine Manor.kakinya. siapa peduli akan penyebab kematiannya? Wanita ketiga yang tewas di ranjang adalah Mae Mason (79). ditemukan tewas di tempat tidurnya pada Januari 1987. karena secara fisik Gwen memang berdaya jual lebih tinggi. Sebulan kemudian. tetapi ia mengira akibat tekanan darah tinggi atau panasnya suhu di panti jompo. dan kemanjaannya sering membuat gemas . Namun. Mula-mula ia merasa rendah diri. Ia muak dengan badan gemuknya. Tubuh. Kali ini ia yang dicampakkan. selalu Cathy yang mencemburui Gwen. Cathy amat cemburu. Ia terkejut melihat wanita tua itu tewas dengan lengan terlipat di balik tubuhnya. Apalagi maut memang bisa sewaktu-waktu menjemput para jompo itu. gadis semampai. 133 . Tak terpisahkan. maka kematiannya pun dianggap tinggal menunggu waktu saja. dan menghindari rujuk kembali. melainkan juga wanita. Dengan usia 95 tahun dan berat badan yang terus menurun. Gwen sedang melirik Robin. tak seorang pun pembantu perawat tertarik akan hal itu. Myrtle Luce juga meninggal dunia. biasanya ia yang mencampakkan kekasih.

Gwen bekerja dengan baik dan manis. Setelah itu ia membawa si mungil Mary. Seluruh dinding. pernah mengguyur air sedingin es ke muka bayi perempuannya untuk mendiamkan tangisnya. Cathy langsung menubruk dan meraung di dadanya. pada Oktober 1988. dan penuh dendam benci. Agak gugup. Di rumah. Melihat suaminya pulang ke rumah. lantai. dan langit-langit merasakan keriangan penghuninya. Memandangnya mengangguk berkali-kali. Empat belas bulan lamanya Ken tak merasa tenang. Mereka bekerja sebagai pembantu perawat. di depan polisi. Ken mendapati istrinya terisak. Untuk pertama kalinya rumah itu menemukan kedamaian. Ken tersentak. Tak tahan terus digigiti masalah itu. "Aku takut kau tak percaya . perih sekali. ia merasakan Cathy masih mengalami ketidakseimbangan emosi. Cathy merasakan betapa tulus cinta suaminya.Dari hari ke hari ia memergoki pasangan Gwen dan Robin semakin mesra. Tentunya. Saat itu. ragu. istrinya baru mengalami keguncangan hebat. Berpegangan tangan dan saling mencumbu. Seperti dulu. Cathy menjadi pemurung dan penyendiri. Lembut ia memegang bahu Cathy. sebelum berangkat tidur. Hingga tibalah pada suatu malam.. pernah menekan hidung beberapa pasien yang terikat. "Aku serius.. Ia seperti kehilangan gairah. Bisikan rahasia Sepeninggal Gwen. Ken datang tepat waktu. Hancurlah hidup Cathy ketika akhirnya Gwen dan Robin memutuskan pindah ke Tyler. Hatinya tertusuk raca cemburu. menyesali nasibnya. pada April 1987. Cathy butuh seseorang. Ia merasa. Ia juga mengakui. Setelah berjuang keras mengalahkan keraguan. bulan Agustus 1987. "Begitu sulitkah untukmu menerima kami kembali?" suara Ken menelusup kalbu. Texas. itu pasti bukan tindakan seorang wanita yang pemalu. akhirnya hati nuraninya membawa langkahnya ke kantor polisi. Apalagi setelah beberapa bulan bersamanya kembali. Orang itu Kenneth. Ken. dengan suara gemetar ia mengulangi kembali pernyataan Cathy. Ia iba melihat keadaan istrinya. yang selama ini ia sia-siakan. sering ia menangis sendiri." Lalu Cathy membisikkan sesuatu ke telinga Ken. yang bisa mendinginkan luka hatinya. Cathy menggeleng. dingin. Selama beberapa bulan bekerja di sana. Ia terus diganggu oleh apa yang disampaikan Cathy malam itu. Cathy 134 .. akhirnya bibirnya terkuak. Cathy mengaku." Namun. Ken lumer. Sambil memejamkan mata. kali itu mengurusi bayi. Ken mengubur hal itu dalam-dalam.

sedang aku mengawasi pintu. Pengakuannya itu mendengungkan gumam hadirin sidang. bahwa Cathy dan Gwen mengalami dan menikmati "kepuasan seks" yang spektakuler saat melakukan semua tindakan keji itu. Malah Gwen bilang. sebuah taktik yang konon dipakai untuk mengelabui detektor. marah. Hanya dalam hitungan menit. Ia juga memberikan kesan. ketika ia datang ke rumah untuk mengambil pakaian. mereka berdua sepakat melakukan pembunuhan secara bergiliran. Tapi polisi tak habis pikir. informasi ini dibenarkan oleh catatan panti jompo. sehingga ia ikut dalam pembunuhan tersebut." Ia tak ingat lagi nama semua korban. pembunuhan itu dilakukan Gwen. "Gwen dituntut atas dasar kabar burung. yang menyebabkan salah satu lengannya memar. Ia memberi detail shift yang ia jalani bersama Gwen selama periode itu. Ia pun setuju untuk bersaksi melawan Gwen Graham. dan Belle Burkhard.Polisi bereaksi cepat. Cathy Wood dituduh bersalah melakukan pembunuhan tingkat dua. Edith Cook. dengan enteng." ucap Cathy lantang. Gwen Graham dinyatakan bersalah atas semua tuduhan dan divonis hukuman seumur hidup berganda." 135 . Cathy setuju menjalani serangkaian uji kebohongan.sewaktu Gwen mencekik Myrtle Luce. ia terpaksa menekankan kedua lututnya kuat-kuat ke atas tubuh Belle. Anehnya. Polisi tak perlu bersusah payah. "Benar. masing-masing tak punya bukti yang saling melemahkan satu sama lain. Cathy yang beratnya 150 kg takut pada Gwen yang mungil? Salah seorang saksi pernah melihat. Tapi ia terlihat menekankan kedua kakinya kuat-kuat ke lantai ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu. secara fisik ia takut akan pacarnya itu. Ken. pacar Gwen. Ketika Gwen mencekik korban pertama . Robin. dan hanya didasarkan pada kesaksian Cathy Wood. Mae Mason. Dalam beberapa jam sidang. Saksi yang lain pernah melihat Gwen berkelahi dengan wanita lain. Diakui. ia mengatakan tak mampu terlibat dalam aksi pembunuhan itu. Jadi. Ia mengaku. Dalam sidang pengadilan. Gwen maupun Cathy pernah menyerang suami Cathy. seolah melepas beban berat dari batinnya. Gwen langsung diciduk. Ini memperlancar BAP polisi. Cathy mengaku memandang kearah lain sebelum pembunuhan selesai dilakukan.bukan melihat . serta siapa saja yang bertugas di tempat lain pada waktu bersamaan. Cathy mengaku. Cathy dijemput saat itu juga untuk dikonfrontir dengan laporan suaminya. Cekikikan berantai September 1989. dalam suatu pertengkaran Cathy mengangkat tubuh Gwen dan melemparkannya dengan kasar.Marguerite Chambers. "Saya hanya bisa mendengar . tapi ia persempit masa periode kejadiannya cuma beberapa minggu. Masa iya. Ketika diperiksa silang. Ia sama sekali tak berusaha berkelit. Cathy tak ingin kehilangan Gwen. Kepada wartawan ia berteriak. Bahkan.

ia menolak melakukan kontak mata dengan mantan kekasihnya itu.Penjual Senjata". Dari pakaiannya yang necis. Gwen sendiri pernah mengaku pada Robin. dan agak ringkih itu dengan sedikit gugup mengancingkan mantelnya ." "Saya butuh revolver. Gontle terkenal tidak saja di sepanjang pantai Kanal. "Sore. SAKU MANTEL ITU MENGGELEMBUNG Suatu sore pada musim gugur di Marine Parade. Bulan berikutnya. suami Cathy." sapa Gontle (50) yang saat itu mengenakan jas beludru hitam. pria yang satu lagi. berhenti di depan sebuah toko dengan papan nama: "Gontle . Cathy Wood berhak atas pembebasan bersyarat setelah menjalani hukuman kurungan selama 16 tahun. Tanggal pembebasan bersyarat bagi Cathy baru sah pada 2005. Ia menjadi rujukan soal senjata. Namun.berusaha mengalangi terpaan angin laut. berwajah suram. dan tak pernah mengaku terlibat dalam pembunuhan. Lomax Harder. Nonfiksi/Carol Anne Davis/Not 19. mati-matian berbicara di hadapan publik untuk membela istrinya. berdagu berat. Meski tokonya kecil dan terlihat kumuh. Cathy muncul di hadapan hakim Kent County." balas Franting dengan sedikit gugup. Ia masuk ke toko Gontle yang kecil dan cenderung kumuh. Toko ini resmi kok. kedua lelaki berumur sekitar 35-an tahun itu bisa dipastikan berasal dari kelompok menengah atas. lelaki yang tampak santun. Ia diganjar hukuman antara 20 . benar melakukan pembunuhan itu dan khawatir Cathy akan melaporkannya kepada yang berwajib. di depan sidang. ia takkan pernah dibebaskan kecuali ada bukti baru yang akan membawa pada pengadilan baru.40 tahun penjara. dan agak garang itu mantan petinju amatir. 136 . Tiba-tiba John Franting. Hukuman terhadap Gwen Graham membuang kemungkinan pembebasan bersyarat. berdahi lebar. Namun. Lomax Harder dan John Franting berjalan beriringan. Jadi. "Selamat sore. Kenneth. berambut jarang. tapi di seluruh Inggris. Sebaliknya. Ketika ternyata kemudian ia mendapati dirinya berada di tempat yang sama bersama Gwen.Namun." kata Franting cepat. sebuah resor dekat laut dan pelabuhan Quangate (Kanal Inggris). "Ada yang bisa saya bantu?" tanya Gontle. Pria berdahi sempit. "Tidak usah takut. ia memohon agar tidak dikirim ke penjara yang sama dengan Gwen Graham. Gwen menarik ucapan itu. Mata hukum tak pernah berkedip.

"Coba saya lihat . Franting dan Harder tidak bercakap-cakap selama di dalam toko. sambil memperlihatkan beberapa pucuk senjata. Multi fungsi.." kata Franting." kata Gontle sambil menunjukkan pintu menuju tempat untuk mencoba senjata di belakang toko. lalu diambil lagi. Gontle pun mengambil amunisi.. Harder tiba-tiba saja sadar kalau Gontle telah menelantarkan dirinya. "Ini ada yang lain. membuat Harder terkejut."Ah. Secara refleks. Bunyi tembakan Lomax Harder ditinggal sendirian di toko. Yang terbaik untuk segala keperluan." kata Franting. "Berapa peluru yang kaubutuhkan?" tanya Gontle. "Ah. ditaruh kembali. "Anda. saya rasa cukup untuk saat ini. tanpa berpikir panjang akan akibatnya. Hal itu mengesankan mereka tidak saling kenal. "Lima saja." "Anda tahu Webley Mark III? Ini dia. Saya ingin mencobanya." "Bisa untuk bunuh diri?" Franting menyeringai." ujar Franting. 137 . ia memasukkan pistol yang dipegangnya ke saku mantelnya." sahut Harder sekenanya. "Ini unggul pada magazinnya. "Sudahlah. revolver! Seberapa banyak Anda tahu tentang revolver?" tanya Gontle." Franting lalu membayar revolvernya. Senjata itu ditimang-timang. Ia sempat ragu-ragu sebelum akhirnya mengambil revolver yang ditampik Franting. larasnya sedikit tergores. Khusus untuk Anda. Empat inci. "Wah. Ganti dong dengan yang baru. Kalau belum tertutup dengan benar. Berapa kalibernya?" tanya Franting. "Sedikit." kata Gontle. ada yang bisa saya bantu?" tanya Gontle kepada Harder. kemudian melangkah keluar toko dengan senjata di tangan. Padahal ia masuk tak lama setelah Franting. "Saya butuh kertas timah. "Silakan. jangan bercanda. Tiba-tiba pintu belakang tempat Franting dan Gontle keluar tadi terbuka. isikan saja pelurunya. senjata ini tidak bisa dipakai." "Bisa diuji? Sekaligus tunjukkan cara mengisi pelurunya." Franting mengamati Webley Mark III.

sosok kecil kidal di keramaian. "Dengar."Kertas timah!" seru Gontle. terlebih satu atau dua minggu terakhir. Harder ngeloyor pergi. ternyata Franting hanya berkelakar. Sebatang sigaret terjepit di bibir. apakah tetap bersamaku atau memilih bercerai. Tampak Franting. Ia sudah memperlihatkan paspor serta mengepak barang-barangnya. Aku muak melihatmu. "Jangan. Kami sudah menjalani masa sulit dan senang selama puluhan tahun. ia punya niat berpisah." pikir Harder. Emily sering berkencan denganmu. Sepertinya kamu tidak mau bicara sewaktu di jalan tadi. Franting bangkit." kata Franting sinis. Apakah Franting serius soal bunuh diri itu? Ia mencoba melihat lagi. tetapi jarak yang jauh membuat dia tak yakin. Ia duduk membungkuk di dekat tungku.. Kukirim saja lewat pos. Harder mencoba menyusul. Kemudian Franting berdiri dan menghilang turun ke lorong panjang di samping lounge. Semua itu juga tidak ada artinya bagiku. aku sangsi. "Semua itu bukan urusanku. Sepotong kobaran api menyala dalam tungku pemanas." kata Harder tenang sambil mendekati meja biliar. "Akan kutelepon Gontle dan membayar senjata curian ini. Aku ingin berbicara secara khusus denganmu." 138 . Ia berjalan pelan-pelan menuju hotel putih itu. Aku tak peduli dengan semua itu. Emily membenci tabiatku. Begitu melihat Harder. tapi kita harus bicara. "Aku malas membicarakan soal ini. kami tidak ." katanya dingin. Kamu jangan mencampuri urusan kami." batin Harder. Jangan sok menjadi pendengar setia.. Jangan kau racuni dia agar berpaling dariku. "Kamu masih membuntuti aku. Senja luruh. Aku sudah tahu tentang hubunganmu dengan istriku. Ruangan dikelilingi halaman belakang dari bangunan utama hotel. kalau sudah selesai bicara. Aku juga tahu kalau istriku sudah memiliki tiket ke Kopenha gen dengan kapal laut dari Harwich. Franting masih berbalut mantel. Aku tahu. "Ia akan kembali ke Bellevue. memegang revolver. Jadi." "Tapi. Dari luar ia melihat Franting duduk di lounge. Namun. "Ya." "Jangan potong pembicaraanku! Biarkan Emily sendiri yang memutuskan. Di ujung lorong Harder menemukan Franting di ruang biliar. Sayup-sayup Harder mendengar bunyi tembakan. Setengah bagian dindingnya terbuat dari batu bata dan setengahnya lagi kayu. "Apa Anda tidak tahu kalau ini toko senjata?" Setelah meminta maaf. Kamu juga mau ke sana 'kan?" Harder hanya diam." Harder melintasi Marine Parade. anonim. tangannya terkepal. nanti malah berabe.. Namun. Ah. ia langsung mendongak. segeralah pergi. Bellevue adalah hotel tempat ia dan Franting keluar setengah jam sebelumnya. di kejauhan Franting berjalan ke barat memotong pantai secara diagonal. sebenarnya itu masalah kami berdua.

nyawa Emily akan 139 . lalu membukanya. lalu menggunakannya untuk menyulut sigaret. "Tapi. yang kubeli tadi. kamu ingin menjadi dewa penolong. Jujur saja. atau sebaliknya. Jika Emily sampai meninggalkan Franting. ke mana pun ia pergi. Ia seperti sadar dengan ucapannya. Itu juga 'kan yang menjelaskan. apalagi menghabisimu. Franting membaca beberapa kalimat keras-keras. Franting menyobek surat itu menjadi dua. dan meruntuhkan upaya itu. "Masa bodoh dengan semua itu. Ia tahu aku berada di sini. jika kamu tidak mencintainya. aku yakin ia sulit untuk mengambil keputusan cerai. Lomax Harder melihat wajah Franting berubah menyeramkan. atau punya motif lain?" katanya sambil menyelipkan sigaret di bibir. Franting tidak main-main. Meski kamu sudah mengganggu rumah tangga kami. tapi sikap dan perilakumu sangat menyakitkan. Boleh jadi kamu sangat mencintaiku. Kami sedang berusaha menata kehidupan rumah tangga kami. Aku tidak menuduhmu jatuh cinta dengannya. alasan utamaku. akan kuburu dan kuhabisi dia dengan revolver ini. dan menunjukkannya kepada Harder. Aku tidak tahan lagi dengan situasi ini. Wajah Harder pucat mendengar tuduhan itu. kamu tak perlu tahu siapa dia. Ia sadar. membuang separuhnya ke lantai dan memilin bagian lainnya." sahut Harder lirih. Emily istriku. Aku baru saja menerima surat darinya. Sampai akhirnya kamu masuk. Aku bakal serasa di neraka jika ia meninggalkan aku. "Kamu si penolong itu 'kan? Bagus. Aku akan terus memburunya. "Bagaimanapun. "Aku telah memutuskan untuk meninggalkanmu. Kamu tidak perlu takut. Seorang istri tetaplah istri. mengapa pula kamu bersedia mengambil alih semua kesulitannya. "Tapi ini untuk istriku. Camkan ini." Dan seterusnya. dan seterusnya. Aku memang menumpang hidup padanya. bukan melulu soal materi. aku tidak akan membiarkan dia pergi. Emily tak bakal meninggalkanku. jika ia meninggalkan aku . membakar. Salah satu harus mati Franting mengeluarkan secarik surat dari saku. Aku tidak akan mengancammu." Franting mengambil revolver dari kantung mantelnya." Tiba-tiba Franting terdiam. Kekayaannya adalah nafkah hidupku. Bahkan sampai ke Kutub Utara sekalipun. "Lihat barang ini. Aku punya komitmen kuat terhadap ikatan perkawinan.entah gara-gara kamu atau orang lain atau apa pun. mengapa kamu tahu keberadaanku di sini?" Lomax Harder hanya menatap ke luar jendela. Sekarang kamu boleh keluar!" Franting mengantungi kembali revolvernya dan mulai menyedot sigaretnya kuat-kuat. Aku yakin."Aku mengerti. Kalaupun ada orang yang bersedia menolongku. yang tidak dapat begitu saja menceraikan suaminya. Namun. Meski aku suami terburuk di muka Bumi ini.

Apa semuanya ditangani oleh porter?" Aneh. tidak adakah yang mendengar bunyi tembakan tadi? Padahal hotel ini dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP)." "Malam. membidik. Manajer hotel sedang ke London. Pak. 140 . "Akan saya siapkan. lalu meloncat keluar. Mereka pun beradu badan. abunya jatuh di meja biliar. Emily bakal sendirian dan tak lagi punya teman sebaik dirinya. dan menarik pelatuknya. tempat porter berumur sekitar 50-an tahun berdiri dalam kejenuhan. Secara serentak Franting melangkah juga pada arah berlawanan. Sekilas Harder melirik ke mayat Franting. Memikirkan hal itu ia memutuskan segera kabur. Harder takut harus menghadapi hukuman. Pak. Rokoknya masih menyala. Di sekeliling tidak ada orang. Kini ia seorang pelarian. tapi ia akan segera kembali. Harder melangkah sepanjang sisi meja biliar. Ia melihat lubang kemerahan di pelipis kanan Franting. Lebih baik dia daripada Emily." "Hotel apa ini? Semua pelayan tidak di tempatnya. Franting roboh. Harder menyibakkan kain pengalang di jendela." Lomax Harder masuk dan duduk. Ia masuk ke hotel dari pintu utama. Tidak seorang pun bisa mencegah Franting. Ia telah memutuskan untuk berpisah. Mohon sabar menunggu. Ia berjalan perlahan-lahan masuk ke serambi bertiang. Kepala kamar sedang pergi sebentar. menuju Marine Parade. Harder merasa telah bertindak benar. tidak ada yang bisa membujuk Emily untuk tetap bersama suaminya. Di sisi lain. Tapi pelayan bar sedang cuti. Ada kamar kosong?" "Mungkin ada. Setengah badannya ambruk di atas meja biliar. Ia juga takut." Harder membatin. Di balik penyesalan atas nasib Franting. Membuang barang bukti Sejenak kemudian muncul rasa takut." kata Harder ramah. "Yah. "Saya butuh minuman selama menunggu. Ia tewas. Ia melangkah melalui pintu hijau yang membawanya melewati sebuah lorong. Di telinga Harder suara letusan itu bak bunyi dawai biola yang digesek dengan jari tangan. Secepat kilat Harder menyentak revolver di sakunya. "Selamat malam. salah satu harus mati.terancam. Apa yang harus dilakukannya? Tiba-tiba muncul ide brilian.

kembali ke Marine Parade. Bisa jadi. Harder melihat ke sekeliling. orang bisa curiga." kata Harder sambil berjalan ke luar hotel. waktu itu ia memakai topi. Sial. ia mencoba duduk dengan tenang. 141 . langsung menghampiri taksi yang sedang menunggu penumpang. Ia batal menginap di hotel. mengambil revolver dari saku mantel. Sebuah kekhawatiran muncul tiba-tiba. Porter datang membawa nampan berisi minuman pesanannya. Niatnya tulus. Ia bersandar pada dinding dermaga Quangate. Meski kecil. kadang hijau. Di kejauhan mercusuar berkelap-kelip. Cahayanya berpendar. atau ada orang yang mendengar bunyi letupan senjatanya atau tidak. Ia menyesalkan Emily mau diperistri Franting yang sangat obsesif. Setengah dipaksakan. Tidak ada bentuk fisiknya yang menonjol. Dihantui rasa takut Bagaimanapun dalam diri Harder lahir rasa takut yang luar biasa. Harder tetap tenang.Mengingat kembali peristiwa itu membuat Harder ingin berlari keluar. Selain itu. kadang merah. ada orang yang mengenal Franting tahu kalau sore itu Franting berjalanjalan dengan seseorang. Jangankan satu. Tidak ada lagi orang di sini. Harder berjalan cepat ke depan dermaga. Ia hanya berniat melindunginya. Angin bertiup dari barat daya. Ia juga tidak tolol untuk kembali ke tempat kejadian. Sesegera mungkin ia pergi dan mencari Emily. Ulah Franting menyobek surat Emily sebagai penyulut sigaretnya membangunkan api kebencian pada diri Harder. dan diam-diam menjatuhkannya ke laut. ia menyesal harus membunuh Franting. orang itu bisa memberikan keterangan detail sosok dirinya. Tanpa sungkan Harder menenggak habis minuman itu. ditimpali sinar putih. sudah tengah malam. Sopir taksi melihat dirinya tidak tenang dengan sorot mata aneh dari kaca spion di dalam mobil. Rasa suka mendorongnya untuk tega menyakiti siapa pun yang mengganggu kebahagiaan Emily. Untungnya. Jam taman berdentang. Nah. rasa takut dan curiga itu terus menghantui. tidak dingin. Taksi melaju ke stasiun. Jarum jam bergulir ke angka empat. Namun. "Saya akan pergi sebentar. seperti umumnya pelaku kejahatan lainnya. kecuali dahi lebar. Jangan-jangan hasil tindak kejahatannya sudah diketahui! Polisi bisa jadi sedang mengorek informasi dari para wisatawan yang masih berkeliaran. Begitu juga jejak kaki karena lantai paving. Kendati begitu. Malam telah lindap. kemungkinan itu tetap ada. Ia tidak yakin apakah ada saksi yang melihat perbuatannya atau tidak. tidak mengharapkan sesuatu dari Emily. Tapi. sidik jarinya tidak tertinggal di jendela. Riak gelombang menghantam dinding dermaga. bila ia lari. Tapi. ia sadar sangat menyukai Emily Franting yang kini menjanda. 100 orang pun akan dia hadapi.

Namun. Namun. Jangan-jangan ada detektif yang ditugasi menyergap dirinya di sana. Perlahan-lahan kapal menjauhi dermaga. tapi tak tampak tanda-tanda keberadaan polisi. Kecuali bila detektif menghentikan dan mengisolasi kereta. Kedua insan itu pun meluapkan kegembiraan mereka. Aman. ada polisi yang menelepon bahwa suaminya ditemukan tewas dengan sebuah peluru bersarang di otaknya. Mungkinkah ia ketinggalan kereta. kerumunan itu menguntungkan Harder. Tak ada kata tergesa-gesa dalam kamusnya. Mungkinkah di Esjberg nanti ia akan dijemput detektif di dermaga? Semua kekalutan itu seketika berubah. Bukankah ia yang juga membelikan tiket untuk Emily? Selain itu. Victoria menjadi bagian tersulit dalam pikirannya. Perjalanan dua jam itu amat menyiksa. bebas ke Laut Utara. 142 . Ia menoleh ke segala arah. merayapi kanal yang berliku-liku menuju mulut pelabuhan. Pergilah. Hampir putus asa ia mencari Emily dalam kompartemen besar yang sedang berjalan itu. keputusanmu benar. Namun. di sisi lain. Kapal mengeluarkan tanda keberangkatan. ia yakin. Jejak tertinggal Superintenden Polisi Brian McKnight dan Sersan Detektif Trevor Berbick berada di ruang biliar Bellevue. Emily belum juga dia temukan." kata Harder. akhirnya ia masuk juga setelah menunjukkan tiket ke petugas. Dari hasil bertanya sana-sini. Ia ingat telah ceroboh meninggalkan bagian surat yang tidak terbakar di tempat kejadian perkara. Harder menjelajah tiap dek. hal buruk menimpa Emily? Misalnya. Kereta ini penuh wisatawan. Keduanya berpakaian preman. Emily pasti ada di sini. "Jadi?" bisik Emily. ia tahu akan ada konferensi internasional di Kopenhagen. sudah ada lima penumpang di sana. Tapi.Tiba di pelataran stasiun. nikmati kebebasanmu. Detektif akan kesulitan mencarinya. Tidak! Harder menenangkan dirinya. Emily amat disiplin soal waktu. Lampu sorot di ruang biliar mengenai mayat John Franting yang belum dipindahkan. Inggris mengecil dihiasi pendar-pendar sinar. Peronnya disesaki para pelaku bisnis. perasaan ragu-ragu mencuat kembali. atau ia gagal masuk kapal karena ia tidak menemukannya? Kengerian kembali mencengkeram hatinya. akibat ketakutan berlebihan." ujar Emily tanpa protes. Kereta berjalan. gara-gara kerumunan penumpang kereta. dari haluan ke buritan. membuncah menjadi kelegaan tatkala Emily muncul di hadapannya. Pikiran kalut membuatnya tidak menyimak berita di media cetak atau elektronik. Tampak benar betapa mereka saling membutuhkan. "Aku tidak akan pergi bersama. Celaka. "Kuharap. Begitu masuk ke kereta tidur. di gerbong mana? Jangan-jangan. itu benar-benar konyol! Di Dermaga Parketson kebingungan kembali menyergap.

"Ditembak sekitar 90 menit lalu. Furnival. Ia menengok ke dalam setelah terjadi tembakan. Sersan. Dr. "Lihat ke sini. bukan begitu. "Hai. "Karena ia sibuk menangani kasus lain. Sedangkan Trevor Berbick." kata Bond setelah mengamati mayat dengan seksama. Dok?" "Tentu. Bond sering melecehkan polisi yang bekerja kurang sigap. The Three Towns. lelaki kurus dengan bibir tipis dan kumis kucingnya. "Sersan. Brian McKnight mengarahkan ke ambang jendela. Ia berhasil memecahkan berbagai misteri terkenal seperti The Yellow Hat. The Three Feathers. Austin Bond!" teriak Brian McKnight. "Ya." kata McKnight mengangsurkan bukti temuannya. "Bisa juga pembunuhnya. Lelaki malang! Siapa yang menemukan dia?" "Wanita pelayan yang baru saja keluar. Dr."Saya tinggal dengan teman saya. Kita pernah bertemu di Scotland Yard. serta The Gold Spoon. "Kaliber 38. tolong pindahkan mayat ini sekarang. Bond memang detektif hebat." desis Austin Bond. Akses langsung ke petinggi Scotland Yard membuat semua polisi memperlakukannya dengan sangat sopan. belum apa-apa sudah merasa kecut mendengar nama Dr." "Berapa lama?" "Sekitar sejam lalu. Austin Bond." "Anda mendapat petunjuk lain?" "O. ini. 143 ." "Dr. ya. "Ada. meski pakar dalam bidangnya." kata seorang pria yang tiba-tiba bergabung dengan keduanya. Soalnya. saya menawarkan diri untuk datang memenuhi telepon Anda. "Ada yang lebih aneh." katanya. Selain segan." Sersan detektif mengeluarkan senternya dari saku. Senternya. Pergaulan dan wawasan luas membentuknya tidak sekadar seorang "pemeriksa" mayat korban pembunuhan. Bond akan melakukan pemeriksaan." kata temannya." kata Bond ikut mengeluarkan senter miliknya. sebenarnya Brian McKnight enggan berhubungan dengan Austin Bond. korban merupakan perokok sigaret." kata Brian McKnight kalem." "Apakah pelurunya ditemukan?" Berbick sekilas memandang McKnight.

melihat-lihat sekeliling dengan saksama. Ia melihat api pemanas hampir padam. dan memperhatikan jejak-jejak tadi pada jarak amat dekat. saya juga melihatnya. Ia pun pergi lagi ." kata Bond. Pertama sebelum Franting datang. "Saya harus berbicara dengan wanita pelayan itu. apa kamu bisa melihat ke seluruh ruangan?" "Bisa. "Bawa porter hotel kemari. Pak. yang membuatnya takut. "Lo. Bond kemudian mengeluarkan kaca pembesar. 144 . Wanita pelayan datang dua kali. Ia mestinya masuk dan keluar melalui jendela.McKnight menunjukkan sidik jari pada bingkai jendela." Mantan petinju kidal Austin Bond berjalan mondar-mandir. "Tidak mungkin. dan beberapa helai benang baju murahan. Ia hanya punya tiga jari pada tangan kirinya. Ia memandang sejenak. Ia mengambil secarik kertas yang terselip di antara tangga panggung yang menghubungkan dua sisi ruang untuk memberikan tempat pengunjung bisa memandang sekeliling." "Bagaimana Anda bisa tahu?" "Keberuntungan. setelah sebelumnya meminta si porter pergi. kemudian menjatuhkan lagi. Salah satu sepatunya berlubang di tengah pada solnya. Ia kembali lagi membawa batu bara. Ini tampak dari sudut tembakan." "Sersan. "Nanti dulu. memangnya Anda kenal korban?" "Tidak! Tapi saya tahu ia John Franting." sahut Bond jumawa. demi kelangsungan asap dapurnya." "Mungkin ia sudah berada di ruangan itu. Saat itulah ia melihat mayat Franting. jejak kaki pada ambang jendela. mungkinkah John Franting membiarkan seseorang memasuki ruangan melalui jendela! Apalagi orang dekil seperti itu." kata si porter. Ia mengenakan baju biru. yang terkoyak di kusen jendela." Brian McKnight dengan bangga mengurai beberapa data temuannya. Padahal sebelumnya ia sudah diingatkan akan akibatnya jika sampai berbohong. "Pada posisi itu." "Ya. "Bagaimana kamu bisa yakin bahwa tidak ada seorang pun yang masuk ke sini sesore ini?" tanya Brian McKnight kepada si petugas porter.masih dengan membawa batu bara. Pak." Si porter terpaksa berbohong. Satu kebohongan lain." timpal Bond. "Sebab saya berada di ruangan saya sepanjang waktu itu." kata Brian McKnight memperingatkan. sebab porter yakin tidak ada orang yang masuk lounge dari pintu mana pun kecuali korban selama sekitar sejam. "Pembunuhnya pasti bertubuh tinggi. jadi ia pergi mengambil batu bara.

di mana ia menyembunyikan revolvernya setelah mencabut nyawanya?" tanya Brian McKnight mencoba membangun kembali kepercayaan dirinya yang sempat terjerembap. Saya kebetulan sempat memperhatikan." kata Austin Bond menunjuk ke mayat Franting. Webley Mark III. ia bunuh diri?" "Tapi.coba bayangkan. agak menggelembung 'kan? Sesuatu yang tidak lazim tersimpan di situ. "Saya pikir ia ada di sana. lepas dulu sepatu kirimu. "Jadi. Jadi. Apa maunya detektif ini? Bukankah tak ada orang yang meminta bantuannya? Namun kemudian McKnight teringat akan akses Austin dengan Scotland Yard. Dr. 145 ." "Tunjukkan tangan kirimu? Bagaimana jari-jari tanganmu bisa hilang?" "Akibat kecelakan mesin cuci. "Ya. "Ah. dan taruh tanganmu di sana. "Saya juga sedang mencari jawabannya. terpaksa ia membolehkannya bertemu wanita pelayan itu." "Maukah kamu menuju jendela. Austin Bond berkata dengan ramah kepada Brian McKnight. "Hanya dengan keberuntungan. pembunuhnya tidak masuk atau pergi mendadak melalui jendela.Brian McKnight ragu-ragu. saya membuyarkan teori Anda. Austin Bond. sejak awal saya hampir yakin. "Anda lihat saku kiri mantel itu? Perhatikan. Tapi. Namun. ketakutan. wanita itu memiliki tiga jari di tangan kiri ketika ia berlalu di koridor." Brian McKnight memeriksa saku dan menarik sebuah revolver dari saku mantel mayat itu. Masih baru!" Brian McKnight membongkar senjata itu." Perempuan itu mulai menangis. ia masih ada dalam ruangan ini." "Lalu bagaimana?" "Saya pikir. Sesuatu yang berbentuk seperti . Pakaianmu tersangkut di jendela 'kan?" bujuk Bond. "Apakah Anda membersihkan jendela hari ini?" Austin Bond mulai menginterogasi." Dua petugas polisi menyapu pandangan ruangan itu dengan saksama. Pak." tukas Dr. Maaf. "Jangan khawatir. Pak. sambil menjinjing sepatu kirinya. Ketika wanita itu selesai menjalankan perintah dan akan beranjak pergi.

bagian yang terbakar ini mungkin sambungan surat yang ada di dekat tungku perapian. mana yang dua lagi? Sekarang.. misalnya gorila. saya sadar. mahasiswa New York University (NYU). Franting bisa jadi petinju amatir kelas berat-menengah terbaik di Inggris." Austin Bond kembali mendemonstrasikan kepiawaiannya memecahkan solusi yang membuat para polisi itu mirip sekumpulan orang dungu. Macris dengan penuh semangat melakukan tugasnya . BJ amat dikenal di kalangan ilmuwan. Coba baca ini. di balik peristiwa yang tampaknya membahagiakan. Uniknya pula. Manusia memang tak pernah bisa menduga-duga peristiwa yang bakal menimpanya. Lomax Harder baru saja menelepon mengabarkan kepadanya soal sidang terbunuhnya John Franting dari koran yang dibacanya. Ia memang sering merepotkan lawannya. di mana pelor itu? Anda mengerti? Ia menembak kepalanya. "Yah. Beberapa kali saya melihatnya bertarung. Demikian pula nasib Richard Macris (19). Ini bagian dari surat. Bagaimanapun. kamu sangat mencintai aku.menganalisis sampel-sampel darah. begitu ilmuwan terkenal itu acap disebut. Ia mungkin menyalakan sigaret menggunakan surat ini. John Buettner-Janush. Fiksi/Great Law and Order Stories/Yds 20. mungkin bisa menjadi petunjuk. Nun jauh di sana."Ada tiga ruang kosong. kebaikan dan kebenaran tetap harus ditegakkan." "Menembak dengan tangan kiri?" tanya Brian McKnight. Anda bisa melihat. Ini sudah menjadi keputusan terakhir. Bahagia atau sedih? Tak ada yang tahu. begitulah. malang tak dapat ditolak. DI BALIK DINDING KAMPUS Untung tak dapat diraih. "Ini. terutama karena sebuah proyek penelitian beberapa tahun sebelumnya. Beberapa tahun yang lalu. Emily Franting sedang duduk di lobi Palads Hotel. harus melewati serangkaian tes yang bahkan lebih sulit ketimbang ujian tulis formal di sekolah. terkadang tersembunyi masalah pelik yang siap menghadang. Air mata mengalir di pipi Emily. Macris yakin. ketua jurusan antropologi. Penelitian biologis itu mampu menunjukkan hubungan antara protein darah pada lemur dengan kelompok kera pada tingkat yang lebih tinggi." Brian McKnight membacanya. tapi kamu telah menumpas rasa sayangku padamu. Aku akan meninggalkan rumah kita besok. dan revolvernya masuk ke saku mantel." Kemudian Bond melangkah menuju tangga tempat ia menemukan secarik kertas tadi. ". tangan kirinya lebih mematikan dibandingkan dengan tangan kanannya.. Alasan mengapa ia menembak dengan tangan kiri. Aneh. Musim semi tahun 1977 ia serasa mendapat durian runtuh ketika terpilih menjadi asisten di la boratorium Dr. Kopenhagen. Tangannya terkulai. tugasnya kini berkaitan dengan penelitian 146 . Ia memang sangat bangga karena untuk bisa bergabung dalam tim BJ. Juri memutuskan bahwa korban melakukan bunuh diri. E. karena ia kidal.

salah seorang mengingatkannya untuk selalu mencuci tangan bersih-bersih seusai bekerja di lab. Pada masa-masa itu ia menulis buku teks antropologi yang amat terkenal.. yakni malam hari. Dengan catatan akademis dan sejarah karier yang meyakinkan itulah BJ dianggap cukup pantas untuk ”dibajak” oleh NYU. Tahun itu. yang sudah lama lulus. anak keluarga Yunani ortodoks. Lain cerita dengan Macris. dari University of Chicago.” Lalu apa? Yang lebih membuatnya miris sekaligus penasaran. Karena penasaran. orang tuanya harus bekerja keras untuk dapat mengirimkannya ke perguruan tinggi. melihat prestasinya mereka merasa pengorbanan itu tidak sia-sia. ia mengamati memang ada beberapa hal mencurigakan. Apalagi kini di laboratorium BJ. Perbincangan mereka dengan BJ pun dilakukan dengan berbisik-bisik. B.” 147 . ia rela meninggalkan Duke gara-gara iming-iming fasilitas penelitian yang baru dan mewah dengan nilai tak kurang dari AS $ 200. Kecurigaannya mulai tumbuh. BJ segera menutup semua pintu untuk pengamanan. bakal menjadi kunci jawaban tentang evolusi.D-nya dari University of Michigan. lama-kelamaan Macris terpengaruh juga. Jangan-jangan rumor itu benar. di usia 49 tahun. Pada 1973. BJ sudah menjadi antropolog terkemuka. Meski awalnya tidak serius menanggapi.. ”Membuat obat saraf untuk lemur.BJ yang sedang tertarik membandingkan faktor darah antara manusia dengan monyet. Syukurlah. Gara-garanya. BJ meraih gelar B. Sampai suatu kali BJ meminta Macris datang pada hari Sabtu. menurut dia. ia mendengar gosip yang mengganggu. dengan wajah serius. ”Sebenarnya BJ sama sekali tidak melakukan penelitian pada lemur.S.000. Rumor aneh Sayang. sedangkan Ph.A. dan M. Pengalaman mengajar didapat dengan memberikan kuliah di Yale selama tujuh tahun. dan manusia. Sejumlah asisten yang telah lama bekerja di situ berbisik. bukan hanya di AS namun juga di dunia.A. awal Februari 1979 Macris memberanikan diri bertanya kepada BJ apa sebenarnya yang sedang ia kerjakan. calon LSD. mereka akan membuat asam anasetil antranilat. The Origins of Man. Berasal dari kalangan ”biasa-biasa” saja. Penelitian ini. monyet. Macris optimis akan lebih mudah mendapatkan beasiswa untuk meringankan beban orang tua.” jawab BJ enteng. ”Materi yang kamu pegang bisa membuatmu gila!” kata James. ”Obat saraf seperti itu ’kan sudah tersedia di pasar?” ”Benar. Ia diberi tahu. Dana penelitian dari National Science Foundation (NSF) secara teratur mengalir deras. Misalnya saja beberapa kali ia melihat sejumlah mantan murid BJ. Kemudian ia pindah ke Duke University di North Carolina. seorang asisten. tapi obat yang diperdagangkan biasanya tidak cukup murni. tak lama setelah bergabung dalam tim BJ. Di sanalah ia melakukan percobaan unik tentang hubungan darah antara lemur. Begitu ia tiba. datang berkunjung ke lab pada waktu yang tidak lazim.

Masuk akal juga. Dalam waktu singkat DEA. Esok malamnya diam-diam . Jika yang kamu katakan benar. ia mencari orang yang tepat untuk berkonsultasi. Berbekal laporan itu Jolly mengajak Macris menemui John C. Siapa tahu ada yang berguna.tentu dengan seizin NYU . untuk melaporkan penemuan mereka. lembaga pengawasan obat tingkat federal. Clifford Jolly.yang dikenal sebagai Quaalude . Meski begitu. Sawhill. Sadar tidak mungkin bertindak sendiri. Di malam hari. Jolly tampak kaget mendengarkan penuturan Macris. juga kokain sintetis. 148 . Bahkan kesertaan dalam tim BJ itulah yang membawanya masuk ke dalam NYU. Masih dengan setengah terkejut. Jolly menyerahkan sampel bahan kimia itu pada Drug Enforcement Agency (DEA). ”Yang kamu lakukan cukup berisiko. Pilihannya jatuh pada Dr. Jelas Jolly menyegani mantan bosnya. Dengan bukti tersebut kejaksaan memerintahkan untuk dijalankannya operasi penyelidikan rahasia. tetapi bisa juga rumor itu benar. manakala asisten labnya sudah pulang. dua minggu sekali ia mengambil sampel bahan kimia dari labu Erlenmeyer dan vial.obat terlarang. Setiap peralatan dan sekian banyak bahan kimia tak ada yang luput dari pengamatan mereka. melacak catatan yang dibuang para asisten lab. Jolly berperilaku bak detektif amatir. meski tidak menemukan apa penyebabnya. Semua barang temuannya itu disimpan rapi di rak buku di rumahnya.” tutur Jolly mengingatkan. Semua bermula pada musim dingin 1978. bila kecurigaan itu tidak benar. Sebaliknya. Macris memutuskan untuk bertindak. Begitu jumlahnya dirasa cukup. ketika NSF tanpa dinyana-nyana menolak permintaan bantuan dana BJ. Ia juga mengacak-acak keranjang sampah. Bahan kimia itu segera dianalisis. yang seketika teringat kembali setelah Macris menyampaikan kecurigaannya. tapi beberapa waktu lalu ia merasakan ada yang aneh dengan BJ. ”Cobalah membuat catatan tentang semua percobaan yang kalian lakukan di lab. memberikan laporan bahwa salah satu sampel adalah metakualon . metakualon. Selain itu. Sawhill segera menghubungi kantor kejaksaan. berarti BJ telah melanggar hukum. ia mengendap-endap ke dalam lab BJ untuk jeprat-jepret memotret situasi di dalamnya. Pun pernah menjadi anggota timnya. Yang ditemukan antara lain LSD. Rektor NYU. Semula Jolly tidak terlalu memikirkan ucapan itu. Menurut pengakuan BJ pada Jolly. Dalam operasi itu bukan hanya anggota DEA yang bergerak. Jolly menasihati Macris untuk sementara waktu menyimpan semua kecurigaan itu. Dulu Jolly juga pengagum berat BJ.” lanjut Jolly sambil berjanji akan membantu mencari bukti. Ia akan menghadapi masalah besar. Detektif amatir Selama beberapa bulan berikutnya. ia tidak khawatir karena tahu banyak cara lain untuk mendapatkan dana. yang sengaja tidak diberi tahu dari mana asal bahan-bahan kimia itu. antropolog yang bekerja di lab yang bertetangga dengan lab mereka. Jolly mencoba tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.beberapa anggota DEA memeriksa lab BJ. kamu yang akan menghadapi masalah besar.

Meski istrinya. BJ tidak sadar tengah diamati. senang barang-barang mahal. ada yang menjulukinya serupa diktator. sepertinya tersimpan motif lain juga. ”Kalau kami tetap mengikuti mata kuliah mereka tanpa mengindahkan peringatan BJ. Namun. dan pelukis. BJ juga menjalankan labnya dengan otoriter. mulai pemain drama. Asistennya harus memusuhi juga semua musuhnya. Di balik undangan makan malam untuk para kenalannya. Selain dari kalangan ilmuwan. Otaknya yang biasa berpikir logis segera menduga ada sesuatu yang tidak beres.” keluh yang lain. Sosoknya sebagai ilmuwan juga makin kabur bila menyimak kesaksian teman-teman akademisnya. Bahkan. Tapi siapa dia?” Prasangka serupa diucapkannya pula pada Danny Cornyetz. pamer. Sebagian besar dengan sukarela. itu bukan sembarang perampokan. BJ tak begitu kesepian. ia tidak bisa mentoleransi asisten yang mengkhianati dirinya. Celakanya. Tak satu pun dari kami mampu mendapatkannya. Umumnya yang dengan cepat menerima mempunyai dua alasan.” kata salah seorang mahasiswa. Sampai pada suatu malam. 149 . tentu karena mereka tidak mau terseret dalam kasus itu. Ia dikenal berselera tinggi. ”Ada seseorang yang telah mengadukan diriku. kami tidak bakal lulus. ia punya banyak kawan dari kalangan seniman. salah satu profesor yang dimusuhi BJ mengepalai sebuah jurusan dan berwenang mencairkan dana beasiswa yang jumlahnya ribuan dolar. Tuntutan itu dipatuhi oleh hampir sebagian besar muridnya. ”Aku tahu ada yang tidak wajar dengan perampokan itu. pakar biokimia. Petugas itu sengaja memecah kaca pintu lab untuk memberikan kesan perampokan. Sebagai orang yang menuntut kesetiaan. novelis. Memang. meski ada juga yang harus dengan dibujuk-bujuk. Posisi BJ makin tersudut. karena seminggu kemudian ia bertanya pada Macris. tetapi pesta gala. Bukankah selama ini ia telah memberi mereka kesempatan dan kebaikan hati? Kabarnya. Vina Mallowitz. apartemennya yang luas di Washington Square dipenuhi keramik dan benda pajangan mahal. Mereka diminta memperhatikan setiap ucapan BJ. Baru esok paginya BJ mengetahui ”perampokan” itu. tapi aku tidak tahu siapa informan itu!” seru BJ marah. Pergaulannya luas. Ilmuwan kaya Mula-mula operasi itu berjalan lancar. Ia memang sering mengadakan pesta. ”Kami tidak berani mengambil mata kuliah yang pengajarnya tidak disukai BJ. Bahkan beberapa orang diperlengkapi dengan alat perekam tersembunyi untuk merekam pembicaraan dengan BJ.tetapi para asisten lab BJ juga dilibatkan. mahasiswa yang menjabat direktur lab. Bila bukan karena tanggung jawab moral. Menurut dia. Macris dan Jolly membiarkan petugas DEA masuk melalui pintu. Pestanya pun bukan sembarangan. meninggal tahun 1977. dengan hidangan didatangkan dari katering terkenal dan pelayan berseragam. kedongkolannya hanya berlangsung sesaat. Kecurigaan itu sempat ditangkap Macris.

BJ tetap dipandang terhormat di kalangan akademisi. Setiap tahun ia makin terkenal dan makin sering menerima bantuan dana penelitian. atau ada bagian dari isinya yang dianggapnya kurang santun. lab BJ telah dikunjungi oleh tim NSF.” Kehilangan dana Itulah kenyataannya. tetapi kepiawaiannya dalam melakukan penelitian serasa turut dilecehkan. Kabarnya. selain hidup mewah ia punya kebiasaan aneh. Tak heran apabila banyak beredar rumor negatif tentang dirinya. Ada juga yang mengatakan. Namun. bukan akademis. proposalnya pun telah diperiksa. ia bisa seketika mengirimkan kembali surat itu disertai sejumlah koreksi disertai catatan tinta merah “Ganti surat ini! Gunakan kaidah bahasa yang benar!” Kebiasaan buruk itu memakan korban pula. Saat ekspedisi berlangsung. Penolakan itu tentu memberi pukulan berat bagi BJ. BJ senang menarik perhatian dengan cara mengejek atau menyakiti orang lain. 150 . manakala Dewi Fortuna tak lagi bersamanya. peralatannya lengkap.” Memang. Tanpa bantuan dana mana mungkin ia membeli bahan penelitian dan membayar asisten. “Kalau NSF menolak memberikan bantuan. BJ menuduh penolakan itu berdasarkan alasan pribadi. direktur program antropologi di NSF saat itu. yang ini lebih serius. BJ tidak pernah melakukan penelitian. mengatakan. Namun. Tahun itu NSF menolak memberikan bantuan penelitian kepadanya. pihak universitas di Michigan menolak memberi keterangan. Betapapun. Tentu pula kelancaran penelitiannya jadi terganggu. ”Tidak hanya menyemprot saya di hadapan rekan seprofesi. ia masih bertugas di University of Chicago. tuduhan itu pun tidak pernah ditindak lanjuti. Sejak itu. Bukan hanya ego. Alasannya.karya tersebut kurang tepat mendapat penghargaan ilmiah. Sebuah pengalaman pahit dituturkan oleh sesama rekan profesor yang memilih keluar dari NYU lalu pindah ke University of Maryland. Tujuannya. lepas dari rumor dan perilaku kasar. BJ telah membuat banyak orang sakit hati. Nancie Gonzales. ia mengorupsi uang makan dan akomodasi sebuah ekspedisi antropologi. Sampai tahun 1977. Dr. Penelitiannya semasa di Duke sesungguhnya dilakukan oleh sang istri. ya selalu hanya berdasarkan satu alasan . BJ juga tega mempermalukan saya di depan para mahasiswa. Bila datang surat yang salah mengeja namanya. Namun. Di antaranya. mengumpulkan dana dari kalangan swasta untuk membiayai penelitian atas lemur.Betapapun. karena ada bocoran dari orang dalam di NSF yang memberi tahu dia. dan penuh mahasiswa pintar yang ambisius. Beberapa alumnus bahkan bergabung dalam proyek Simian Expansions. Ia mendirikan perusahaan dengan nama samaran Simian Expansions. November tahun yang sama sang profesor yang cerdas ini menemukan solusi. ada rekan kerja yang menuduhnya telah melakukan plagiat terhadap karya sejumlah muridnya pada saat ia mengajar di Michigan. Ada rumor lain. Untuk kasus ini. meski tanpa dana dari NYU. lab BJ di NYU tetap aktif.

Meski sudah menaruh curiga, BJ terkejut juga tatkala mendapat undangan untuk hadir di pengadilan, di hadapan sejumlah juri atas tuduhan membuat dan memasarkan obat terlarang. Namun, ia masih yakin akan menang. Malah, kalaupun dinyatakan bersalah, ia akan dapat dengan mudah membersihkan nama. ”Pengacaraku mampu mengatasi semua tuntutan yang dapat menghancurkan reputasiku,” katanya yakin pada Macris. Keyakinan serupa ia ucapkan juga pada Danny Cornyetz, ”Mantan dekan fakultas hukum NYU akan segera membereskannya hanya dengan sedikit lobi.” Agustus 1979, DEA kembali datang ke NYU untuk memeriksa ruang penyimpanan di bawah tanah lab BJ. Di tempat rahasia itu DEA menemukan sejumlah besar obat terlarang. Cuma, penemuan ini tidak dapat dipergunakan di pengadilan, karena ketatnya pemberlakuan hukum pemilikan pribadi. Dua bulan kemudian ia diajukan ke pengadilan dengan tuntutan telah memproduksi dan memasarkan berbagai obat terlarang serta berkonspirasi untuk mengalangi pemeriksaan pembuatan obat di kampus NYU. Rekaman Juli 1980 sidang pengadilan digelar di Pengadilan New York Distrik Selatan. Yang seru, sebelum sidang dimulai BJ telah menyebarkan dua lembar surat yang menyatakan bahwa dirinya adalah korban serangan pemerintah atas kebebasan akademis. Ia menggambarkan, tindakan DEA menerobos untuk memeriksa lab dan tempat penyimpanan sama dengan kekejian yang berlaku dalam Kristallnacht, yakni malam saat pasukan Hitler menghancurkan harta milik kaum Yahudi di Jerman. Melalui surat itu juga BJ berusaha meyakinkan rekan-rekannya bahwa tuntutan yang ditimpakan kepadanya sangat tidak masuk akal. Pada intinya, BJ melemparkan isu tentang dilanggarnya hak atas kebebasan bagi para ilmuwan. Akibatnya, bahkan sebelum sidang berlangsung, di kalangan hadirin sudah terbentuk dua kubu. ”Tak masuk akal! Orang seperti BJ membuat obat terlarang? Untuk apa? Ia tidak butuh uang. Ia amat kaya. Ia juga pasti tahu bila melakukan seperti yang dituntutkan padanya tentu akan membahayakan kariernya di Amerika,” demikian salah satu pendapat. Sementara itu pendapat di kubu seberang pun tak kalah sengit. Mereka menganggap BJ seorang sosiopat, orang yang tidak memiliki hati nurani. Sekeras pertentangan di antara penonton, sealot itu pula jalannya sidang pengadilan. Pembela BJ, Jules Rithholz (55) dengan lantang sekaligus dramatis, bersuara, ”Kami tidak menyangkal ia membuat obat terlarang. Namun, bukankah tidak ada larangan membuat obat di dalam laboratorium?” Obat terlarang buatan BJ dibuat untuk tujuan penelitian yang resmi, lanjutnya. Sang profesor akan memberikan obat itu pada lemur yang pada akhirnya untuk melihat apakah obat saraf dapat mempengaruhi perilaku kelompok primata tertentu. Penelitian semacam itu tentu sangat bermanfaat bagi seluruh umat manusia, Rithholz berargumen.
151

Mengapa? Apabila perilaku dapat dipengaruhi oleh bahan kimia, berarti perilaku tidak hanya ditentukan oleh garis keturunan, ”Kita bakal dapat memperbaiki banyak kesalahan yang dilakukan manusia. Kita dapat mengobati residivis, penjahat kambuhan, lalu membuat mereka menjadi orang baik. Sekali suntik, kita dapat menghapus kejahatan di dunia.” Dewan juri yang sebagian besar dari kalangan akademis mendengarkan penuturannya dengan saksama. Kemudian jaksa penuntut menghadirkan para mahasiswa. Mereka tampil dengan caranya masing-masing - ada yang tenang, banyak pula yang canggung dan kikuk. Beberapa hasil penyelidikan detektif amatir itu gagal. Macris misalnya, tidak hanya mencoba merekam BJ, tapi juga direktur lab Cornyetz. Sayangnya, pertanyaan pancingan Macris yang diajukannya saat mereka berdua berjalan-jalan di Washington Square Park tidak mendapat jawaban seperti diharapkan. Gara-garanya, saat Macris bertanya lewatlah seorang gadis cantik dan seksi dengan rambut model masa kini yang dicat dua warna. Ucapan Cornyetz pun melenceng. Demikian pula rekaman kaset diajukan oleh mahasiswi bernama Lisa Foreman, yang bekerja di lab tahun 1978. Dengan inisiatifnya sendiri pula ia merekam percakapan dengan Cornyetz. Sayangnya, ia tidak menggunakan kaset baru melainkan kaset bekas yang sudah digunakan untuk mengajar burung kakatuanya berbicara. Maka yang muncul bunyi hiruk pikuk yang memalukan. Untunglah, ada beberapa orang yang berhasil membuat rekaman yang mampu menunjukkan semua konspirasi tindakan BJ. Sebuah kaset Macris dengan jelas menampilkan suara BJ, ”Danny telah setuju untuk bersaksi dengan menyatakan dirinya yang ... em melakukan semua pembuatan obat ini.” Dalam salah satu kaset terdengar suara Cornyetz bertanya pada BJ, ”Mengapa kita yang pertama kali dituntut dalam kasus ini? ... Ini kesalahan Bruce!” Bruce Greenfield tercatat sebagai salah satu anggota proyek Simian Expansions. Jawab BJ, ”Ya, ya memang.” Lanjut Cornyetz, ”Mengapa juga ia menyebut dirimu yang melakukan semua hal ini?” Sahut BJ, ”Mengapa ... aku begitu tolol?” tapi dengan cepat ia mengucapkan, ”Yang penting adalah ada proyek penelitian resmi yang mampu menutupi semua yang kita lakukan.” Pada kaset lain BJ terdengar mengatakan, ”Salah satu cara untuk bisa menyingkap kesalahan kita adalah dengan mencari orang dalam yang mau bersaksi. Untunglah, tak satu pun di antara kita yang bersedia. Kita semua punya komitmen kuat.” Pada kaset hasil rekaman Profesor Jolly, terdengar BJ menyatakan, tidak khawatir dengan tuntutan yang diajukan karena ia punya teman yang sangat berpengaruh. ”Aku kenal baik dekan Fakultas Kedokteran di Harvard,” serunya. Pada saat semua rekaman diputar, ruang sidang tampak senyap. Semua yang hadir tekun menyimak setiap suara yang muncul.
152

Lain lagi dengan ekspresi wajah BJ yang tampak berubah-ubah - bingung, kaget, serius, dan lainnya - , begitu mendengarkan semua ucapannya yang tanpa sadar telah direkam oleh asisten dan teman kepercayaannya. Tak heran, pada sekelompok orang sempat terbit perasaan simpati dan iba pada BJ. Namun, perasaan simpati itu lenyap seketika manakala pada kaset yang lain ia mengucapkan, ”Pembelaku siap berhadapan dengan kejaksaan Amerika dan menunjukkan betapa besar jasa-jasaku.” Saat itu tampak betapa BJ mencoba merendahkan hukum. Posisi BJ makin lemah. Terutama kala Danny Cornyetz bersaksi dengan menirukan ucapan BJ padanya, ”Kamu sama tidak bermoralnya dengan kita semua di sini. Aku akan berterus terang bahwa kita semua memang membuat obat terlarang itu di laboratorium!” Sedangkan asisten administrasi jurusan antropologi bernama Richard Dorfman mengaku, BJ tidak hanya mengaku membuat obat di lab, tapi juga memintanya untuk menjualkan kokain sintetis buatannya. Dorfman mengaku telah menjual sejumlah kecil kokain seharga AS $ 100. Setelah mengambil komisi sebesar AS $ 20, yang AS $ 80 ia serahkan kepada BJ. Berkedok penelitian Pembela BJ tak patah semangat. Untuk menangkis semua tuduhan, ia mengambil sudut pandang berbeda, yakni sang profesor membuat obat terlarang di labnya karena akan diujicobakan pada lemur. Untuk itu Rithholz mengundang Pat Pronger, petugas pengumpul dana untuk Simian Expansions. Pada bukti berupa lembar kuitansi tertulis sejumlah dana untuk membeli lemur. Namun, kesaksian Pronger gagal, karena ada yang janggal. Dalam kuitansi disebutkan BJ meminta uang untuk membeli hanya sekitar dua atau tiga ekor lemur. Bukankah obat sebanyak yang ditemukan di gudang bawah tanah terlalu banyak, bila hanya akan digunakan untuk tiga ekor lemur? Rithholz masih berupaya keras menolong kliennya. Sejumlah orang yang mengenal BJ sebagai lelaki yang jujur dan dapat dipercaya ia undang untuk bersaksi. Kembali usaha Rithholz tak memberikan banyak arti, karena para saksi mengenal BJ terbatas pada waktu silam. Jurus terakhir Rithholz adalah dengan melemparkan isu bahwa mungkin BJ tidak benar-benar membuat obat terlarang. Obat tersebut ditaruh di lab oleh Profesor Jolly yang sebenarnya iri dan ingin merebut posisi BJ. Jolly yang kebetulan hadir dalam pengadilan hanya tersenyum mendengar tuduhan baru itu. Bahkan ketika harus memberikan kesaksian pun Jolly tidak merasa terpojok dengan tekanan-tekanan Rithholz. Dengan tenang Jolly mengakui, telah mengorek sampah untuk menemukan sejumlah catatan. Selain itu agar tidak mengundang curiga, Jolly berusaha untuk tidak menyinggung-nyinggung soal pembuatan obat terlarang bila tengah ngobrol dengan BJ. Setelah sepuluh hari mendengarkan pengakuan saksi, sidang berakhir.

153

dan kokain sintetis. Buettner-Janusch diganjar hukuman penjara lima tahun. Padahal kalau mau terang-terangan mengakui bahwa ia butuh dana. Hampir 70% dari seluruh syuting di lokasi telah selesai. menurut seorang psikolog. Menurut pandangan Jolly. Kasus BJ memang unik. asalkan sifatnya tidak berkesinambungan.” Nonfiksi/The Professor and Prostitute/Sht 21. Mereka merasa ditakdirkan untuk menaklukkan dunia. bahkan melanggar hukum yang berlaku bagi masyarakat umum. Pagi itu syuting bertempat di sebuah kantor bank swasta nasional untuk menggambarkan adegan perampokan. honornya bisa "damai". Orang semacam itu bosan dengan aturan yang biasa.Bukan demi uang? Lima jam lewat sebelum juri memutuskan Buettner-Janusch bersalah atas dua hal. Benny Bintara. asisten yang menjual kokain sintetis. tujuan BJ membuat obat terlarang tampaknya bukan melulu karena butuh uang. amat bangga atas kepandaiannya. sedangkan Danny Cornyetz keluar untuk bekerja di perusahaan kaset yang memasok museum dengan rekaman sastra. “Cara yang digunakan BJ hampir sama dengan cara yang dilakukan oleh Hitler. Pertama. seharusnya ia bisa memperolehnya dengan halal. mengapa para mahasiswanya patuh juga kepadanya? Richard Dorfman. mengaku melakukannya karena terpaksa. manajer yang dalam cerita harus mati ditembak penjahat diperankan oleh Aria. menunggu komando dari sang sutradara. Namun. BJ tahu benar karakter Hitler. bukankah ia sering menyinggung nama Hitler tiap kali bercerita? Cara itu dapat disebut taktik Hitlerian. yang resminya asisten sutradara (astrada). semua pemain maupun figuran siap di tempatnya masing-masing. ia membuat sekaligus mengedarkan LSD. kesombonganlah yang menuntutnya bertindak diam-diam. Demikian pula BJ. Keuntungannya. untuk memerintah sekelompok orang yang bisa diatur. Richard Dorfman dipecat. Richard Macris pindah jurusan dari antropologi ke administrasi bisnis. Pemeran juru bayarnya asli karyawati bank itu. metakualon. entah keningratan ataukah berupa kepandaian. Sampai sekarang orang masih belum mengerti alasan sesungguhnya sang profesor memproduksi obat terlarang. Clifford Jolly masih mengajar di NYU. Sudah kebiasaan ada kru bisa secara dadakan menjadi pemain. Ia tidak ingin dipecat. Jangan salah. tinggal pengambilan gambar dalam ruangan. Namun. Menyebarkan teror dan ketakutan. Setelah berlatih beberapa kali. Di dalam masyarakat ada orang yang meyakini bahwa diri mereka dikaruniai dengan kelebihan. TERMAKAN GOSIP Syuting film Buronan sudah memasuki bulan kedua. 154 . mereka terkondisi untuk senang memperdayakan masyarakat. dan yang akhirnya ketagihan nikmatnya melawan sistem di masyarakat. Namun. Akhirnya. Yang kedua adalah berbohong pada penyidik federal. bujangan ganteng. yang tidak puas dengan hal-hal biasa. Sedangkan menurut seorang profesor antropologi.

semua pemain bergerak seperti dalam skenario. tetap tergeletak di lantai. "pengawal" senjata api yang dipinjam kru film Buronan. waria penata rias yang tinggal serumah dengan Aria. "Masukkan semua uang ke kantung!" gertaknya.. Senjata yang akan digunakan sudah dikosongkan 155 . yang dihubungkan dengan sumber listrik DC 12 volt. Dibantu Andy. Bajunya bolong. ia yakin tidak melakukan kesalahan. action!" teriak sang sutradara. Suasana berubah panik. Perwira muda berperawakan gemuk itu datang bersama dua anak buahnya." teriak sutradara dari kejauhan. asisten sutradara yang seharusnya menyiapkan adegan lanjutan. manajer muda di sudut ruangan hendak meraih tombol alarm. Sayangnya.. Aria tetap terbaring di lantai karpet. Pertolongan pertama berupa napas buatan pun siasia. seperti terkena hantaman besi panas. Sugeng. heran.! Manajer muda itu terjengkang dengan kursinya. Aktingnya sudah selesai.. kru film merubungnya. Kemudian para perampok lari sambil membawa sejumlah kantung dan out ke samping kamera. langsung pingsan begitu tahu sepupunya tewas. lalu menarik topi rajutannya . Seperti dalam skenario.biasanya berbentuk wax (elastis) . Didahului dengan suara ngorok keras. Karena rasa tanggung jawab.Benar-benar tewas Take pertama dimulai setelah kamerawan mengambil gambar papan klep. astrada playboy itu kena serangan jantung. ayo bangun. tiba-tiba kamera zoom-in ke arah tempat duduk para nasabah. Tina. tampak jelas dada kirinya hangus luka bakar. Sayang. Selembar karet tebal (biasanya karet ban mobil bagian luar). mereka buru-buru menggotongnya ke tempat lain. Pada masa itu. trik efek tembakan masih dengan teknik konvensional. Saat seorang juru bayar tengah melayani nasabah. Andy membuka baju Aria yang "bolong-berdarah" dan karet pelindung efek. Sebagai konsultan. Dor .dan sekantung plastik kecil darah (campuran madu dan zat pewarna). untuk editing film. Karet ban selebar dua telapak tangan tersebut diikatkan ke bagian tubuh "korban" yang menjadi sasaran tembak. "Aria. bersimbah darah. Ke dalam bahan peledak itu dimasukkan dua kabel merah dan hitam (disembunyikan dalam baju si pemakai). Buru-buru Aria dilarikan ke rumah sakit. Dari deretan belakang tiga orang berdiri bersamaan.. Aria. sekarang ke shot selanjutnya. Napasnya tersengal. Aria tidak mengenakan kaus dalam. Syuting berjalan lancar. ia segera melapor ke atasannya. Iptu Yulianto. "Kamera." kata Benny puas. bagian tata lampu. astrada muda itu mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan. salah satu sisinya ditempeli bahan peledak . dor . Briptu Ibrahim. Salah seorang perampok menodongkan FN 45 sambil melemparkan kantung kain ke arah juru bayar. akhirnya curiga. wajahnya pucat dan berkeringat. Kabar burung yang tersiar.sebagai penutup muka. "Cut! Bagus. gerakan itu tidak lepas dari amatan sang perampok berpistol yang segera menarik picunya.

Jika pistol ditembakkan. art director. Pak. karena kapur terbakar menjadi abu." "Siapa yang bertanggung jawab langsung?" "Rawuh. Yang keluar asap putih. Jauh di belakang "korban". yang kemudian diganti dengan kapur tulis berbentuk peluru yang akan menyumbat rapat selongsong bermesiu itu. mungkin karena sering dipakai." sela anak buah Iptu Yulianto. "Tidak. pembantu bagian efek. meledakkan mesiu yang ditempelkan pada protektor di atas dada korban. "Aus. peluru benar-benar menembus dada yang mengakibatkan darah bercucuran. "Pak Benny sering menyutradarai film jenis ini?" tanya Iptu Yulianto pada Benny Bintara. Efeknya. efek itu mengesankan. ledakan menembus baju bersamaan dengan pecahnya plastik berisi "darah". "Sudah sering menangani pekerjaan ini?" "Baru kali ini. "Selesai syuting jam sebelas." 156 . Terjadilah sambungan arus pendek.dari anak peluru. yang harus sinkron." jawab Benny singkat. "Ya. "Saya bisa melihat karet protektornya?" Ternyata protektor itu berlubang sebesar jari telunjuk di tengahnya. seorang kru tinggal menempelkan kabel merahhitam ke kutub plus-minus aki. yang semuanya serba instan dan cekatan. Tetapi baru kali ini jatuh korban. Mesiu ditimbang sebelum dipasang. dan langsung diikuti gerakan korban. Dalam gambar. selongsong akan meledak. Tetapi dia dan beberapa anak buahnya sedang menyiapkan setting di tempat lain. Tetapi jemputannya ngantar yang lain dulu." jawab seseorang. Gerak-geriknya sedikit canggung untuk bekerja di film. di mulutnya selalu terselip rokok kretek. Madrim (23) perjaka jangkung itu berpenampilan sedikit lusuh. tadi malam pulang jam berapa?" Iptu Yulianto berbasa-basi. "Bagaimana ceritanya sampai ada korban?" Secara singkat Benny Bintara menceritakan kronologinya." "Kamu yang memasang karet pelindung?" Madrim mengangguk. juga teknik pembuatan efek tembakan itu. "Atau mesiunya terlalu banyak?" tebak Yulianto. Antara 25 sampai 30 gram tiap tembakan pistol. "Siapa yang memasang karet pelindung?" "Madrim. "Kok kelihatan lemas." jawab Briptu Ibrahim.

Edy keluar lagi dengan berteriak-teriak histeris. Ternyata. Saya jemput Tina duluan. hentakan keras dari letusan mesiu. waria si penata rias film Buronan. Padahal ini film keempat Aria sebagai astrada. Mungkin ceritanya akan lain. membuat pembuluh koronernya mengkerut seketika sehingga tidak dapat menyalurkan darah dan oksigen ke otot jantung. Dok?" "Menurut saya. sebelum para penyidik datang. sekalian jalan. Tina. Domisili Tina masih daerah wewenang Iptu Yulianto. Edy menemukan Tina sudah meninggal di atas sofa. Karena ia tidak juga menyahut meski telah saya panggil beberapa kali. Pak." jelas dr. ketika tahu yang meninggal masih kru film Buronan. Menurut peraturan. jendela dan pintunya pun masih tertutup. sopir jemputan. Rumah kontrakan Tina sepi. Ia nekat masuk ketika tahu pintu tidak terkunci. Made yang menangani jenazah Aria di rumah sakit. Tubuhnya sudah kaku. bantal itu pun saya ambil. tak ada jawaban. para awak film bersepakat break selama dua hari.Untuk menghormati dan tanda berkabung. nasib menentukan lain. cuma tidur-tiduran sambil mukanya ditutup bantal." "Kemarin ada syuting?" 157 . Terpaksalah Edy masuk gang. "Saya bisa masuk. "Apa penyebab kematiannya. menunggu. waria tinggi semampai itu tak kunjung muncul. Karuan hal itu mengundang perhatian banyak orang. Beberapa menit kemudian. "Jadi?" "Boleh dibilang kecelakaan karena suatu keteledoran. Sebelah kakinya menggantung ke ubin dengan wajah tertutup bantal sofa. Satu jam kemudian Iptu Yulianto menemui dr. Edy mengetuk beberapa kali. biasanya sudah menunggu jemputan pagi di mulut gang dengan segala perkakasnya. karena pintu tak terkunci. Tampak nyata. Pak. Saya kira." tegas dokter berwajah ramah itu Korban kedua Sepuluh hari berselang." jelasnya dengan mimik sedih. Tak heran bila perwira muda itu tampak serius. Namun. jika pertolongan pertamanya bisa semaksimal mungkin. "Adakah saksi lain?" "Tidak ada. yang sepuluh hari sebelumnya kehilangan astradanya. Aduh ngeri. hampir setengah jam Edy. Seorang pemuka masyarakat langsung mengamankan TKP. Made. Atau malah otot jantungnya yang kena. Sayang." "Pukul berapa calling jemputan untuk Tina?" "Tujuh. Satu jam kemudian polisi datang dan langsung mengamati TKP. karena rumahnya dekat rumah saya. Saya melihat ia tidur di sofa. Tina meninggal tidak dengan wajar. sehingga berakibat fatal. matanya melotot dengan mulut terbuka. Aria tinggal mengajukan rekomendasi ke lembaga terkait untuk naik pangkat menjadi sutradara penuh. Cuma saya sendirian.

sepotong benda jatuh ke lantai." gumam Iptu Yulianto. korban nekad melawan dan berhasil merenggut kerah baju pembunuhnya sampai-sampai satu kancingnya lepas. ada dua kotak minuman susu cokelat yang isinya tinggal setengah. Ketika jenazah diangkat. Briptu Darmawan mengambil piring beserta isinya dan karton susu cokelat yang masih ada sedotannya. dr. "Apa baju korban kemarin?" tanya Iptu Yulianto "T-shirt. tiba-tiba telepon di mejanya berdering. karena belum ada titik terang dari kasus kematian Tina. Sampai di sini kira-kira pukul sembilan. Pak." "Bagaimana dengan kotak satunya?" "Lo. Made. Saya kira. Dia yang saya antar terakhir. kancing baju itu berasal dari kaus bermerek terkenal yang dikenakan pelaku pembunuhan. Juga piring berisi beberapa potong ubi dan tempe goreng yang sudah layu. Korban Mantan pacar Iptu Yulianto masih harus bekerja keras. yang disegani. saat dalam keadaan tak sadar." "Ada orang lain yang turun bersama korban?" Edy menggeleng. bagaimana hasilnya. Ternyata. Ia hanya dapat menyimpulkan bahwa pembunuhan tersebut sudah direncanakan." Dari bagian identifikasi dan investigasi. Dok?" "Ternyata minuman korban diberi obat tidur. Kotak minuman itu dibawa ke bagian forensik. mengesankan pembunuhan itu bermotif perampokan. sekeping kancing baju kecil berwarna putih. Di atas meja tamu. Lemari di kamar Tina di-acak-acak." "Maaf. pelakunya orang yang dikenal baik korban karena kunci pintu maupun jendelanya tidak rusak. Yang ada cuma sisa minuman di kantung plastik. yakni sidik jari korban dan sidik jari 158 . juga ada acara minum dan makan kudapan berdua. Dok?" "Negatif. Diperkirakan. "Ya. oh. langsung dimasukkan ke kantung plastik. untuk diambil sidik jarinya. saya lupa. Dosisnya sangat tinggi. korban dibekap wajahnya sampai kehabisan oksigen. Saat memikirkan langkah yang harus diambil. Tidak mengandung apa-apa. dapat membuat pingsan cukup lama. kotak minumannya 'kan tidak dibawa kemari."Ya. Sebabnya. di salah sebuah kotak susu cokelat terdapat dua sidik jari. Iptu Yulianto menduga. bertuliskan merek pakaian terkenal buatan luar negeri." "Kemungkinan. Setelah diambil gambar dan sidik jarinya. korban dibawa ke rumah sakit. Iptu Yulianto mendapat keterangan. Bagaimana dengan minuman yang satunya. korban mengenakan kemeja batik cokelat berlengan pendek dengan kancing warna serupa. tamunya semalam termasuk orang menyempatkan ganti baju segala.

" sahut gadis itu spontan. "Kenapa?" "Habisnya dia suka 'ngobat'. Juli pun bercerita." kalimatnya terputus. Masuk." jawab ibunya polos. syuting sudah selesai. "Siap." Sayangnya. Madrimlah dalangnya. ya?" seru Iptu Yulianto." "Sejak kapan Bapak tertarik nonton syuting film?" "Sejak dua krunya meninggal secara tak wajar. "Mau ke mana. Siapakah si X? Ketukan di pintu membuyarkan konsentrasi Iptu Yulianto. "Sudah. termasuk rombongan sutradara dan bintangnya. Sekitar setengah tahun lalu ia putus pacaran dengan Madrim. Ini Juli.. "Oh. lengkap dengan helm dan kaus tangan katun. begitu. Syutingnya sudah selesai. setiba di lokasi. seseorang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. Sore sekitar pukul 17. bersama ibunya. Pak.." tegas ibunya.. diantar masuk oleh Bripda Suherman." jawab Juli singkat.X. "Lalu apa hubungannya dengan Aria?" "Kemudian saya pacaran dengan Mas Aria." "Tentang apa?" "Tentang meninggalnya Mas Aria. mumpung syutingnya masih di daerah kita... bercelana jins dan tas pinggang kecil di balik jaket. ia hendak melapor. Hari ini terakhir syuting di sini. karena tangis. Pak. Lalu apa hubungannya dengan kematian Aria?" "Juli mengira. Tapi . Penampilannya berbeda. Tinggal para kru yang sibuk dengan pekerjaannya. Iptu Yulianto menanggapi laporan itu sebagai informasi berharga. kok nyentrik?" celetuk Bripda Suherman. "Mas Madrim. tampak kedodoran. yang mungkin membawa minuman itu lalu mengisinya dengan obat tidur. Iptu Yulianto mendatangi seorang lelaki kerempeng yang mengenakan kaus merah bata garis-garis putih. Sebagian rombongan sudah pulang." Seorang gadis manis. ayo ikut." 159 . "Masih muda kok buru-buru kawin?" "Karena Juli sudah . Rencananya. "Nonton syuting film.00 Iptu Yulianto sudah duduk di motornya. Sedang pada kotak lainnya hanya ada sidik jari X. "Ya.. kami akan menikah. kalau bulan depan filmnya sudah selesai. Pak. karena sakit hati.

Waktu barang itu saya terima." jawabnya mulai gugup. "Untuk sementara ini. begitu mendapat laporan bahwa sidik jari pada bungkus rokok sama persis dengan karton susu cokelat. Pak?" "Ada dua. "Bripda Suherman. yang langsung menerimanya dengan senang hati. sebab rokok kretek ini memang kesukaannya. Kalau sama. Periksa sidik jari di bungkus rokok ini. tolong antarkan ini ke laboratorium. Kebetulan kaus yang waktu itu kau pakai." "Kaus itu pemberian Pak Benny Bintara. Pak?" tanya Madrim seakan tak mengetahui maksud pemanggilannya. masih daerah sini juga." "Kalau mau. Berarti kancing itu lepas. lalu memasukkan ke kantung plastik. Ini alamatnya." sambil menyebutkan alamatnya. Mau beli. "Oh. saya ada. Biasanya selalu nyelip di bibir?" Iptu Yulianto mengalihkan pembicaraan. "Tinggalnya di mana. ketika kau berusaha membekap muka Tina. kancingnya memang tinggal dua. kaus Madrim sebenarnya berkancing tiga. Kancing baju ini. Benar." Madrim tak mau kalah berargumentasi. tetapi pada deretan paling atas terpasang kancing putih biasa. "Kok tumben. berbeda dengan dua kancing lainnya. "Jatah saya sudah habis. tak bermerek. "Kancing ini saya temukan di tubuh Tina. "Ada keperluan apa saya dipanggil." Iptu Yulianto mengambil sebungkus rokok kretek dari tas pinggangnya. kau didakwa membunuh Tina!" "Apa buktinya. persis merek kancing baju yang ditemukan di rumah Tina." "Tahu tentang listrik?" "Sedikit.Pandangan mata Iptu Yulianto lekat menatap kaus Madrim. Maka kelihatan kebesaran ketika saya pakai. Sekembali di kantor Iptu Yulianto mengeluarkan bungkus rokok dari tas pinggangnya. Madrim?" "Ikut Om Rawuh. langsung jemput Madrim. apakah sama atau tidak dengan sidik jari di karton cokelat susu di rumah Tina. pembantu montir. Kaus itu bermerek terkenal buatan luar negeri. Bungkus rokok itu diserahkan ke tangan Madrim." Iptu Yulianto mengeluarkan sebuah kancing kecil dari laci mejanya. Mereknya persis dengan merek kaus yang kau pakai tempo hari." Sidik jari di mana-mana Hari berikutnya. warungnya jauh. satu kancingnya tidak seragam dengan dua lainnya. Sebelumnya kerja di mana?" "Di bengkel. kamu tidak merokok. "Kapan kamu mendapatkannya?" 160 . Iptu Yulianto segera memerintahkan dua anak buahnya untuk "menjemput" Madrim.

"Dua hari sesudah Aria meninggal." akunya. Di kedua kotak ada sidik jarimu. sekitar jam sembilan. "Sejak SMA dia pingin jadi bintang film. Juli bangga. tapi saya tinggal pasang. Permintaannya tidak saya tanggapi." "Jadi. menyadari kebodohannya. Juli hamil. "Lalu. Tentang kecelakaan sampai dia meninggal. "Saya ingat. Ketika korban meninggal. Selasa malam sepulang syuting." "Tetapi yang memasang karet protektor itu kamu 'kan?" "Betul. Sumpah. Selain penata rias. Tina berjanji akan memperkenalkannya dengan seseorang yang lebih berkompeten. tetapi harus dibayar dengan mahal. saya disuruh Pak Benny mengambil obat di apotek. Saat itulah ia mencari kesempatan." "Apakah sepeninggalmu Pak Benny juga pergi?" "Saya kira. Karena besoknya ada syuting pagi. karena saya kenal Om Rawuh. Tapi kalau sampai 'ngobat'. kamu ke mana?" "Langsung pulang. karena sudah dirakit oleh Om Rawuh sebelum sarapan. Kemudian ia pergi menyiapkan setting di tempat lain. di meja tamu ada dua kotak karton susu cokelat dan sepiring gorengan. Dia sering mendesak saya agar dikenalkan dengan orang-orang film. Tina meninggal pada hari Rabu. Pak. apa kamu sering 'ngobat'?" "Sekadar 'cimeng' (ganja . tidak. Ngapain juga nambah perkara. "Bukan dengan Tina. Saya sempat diingatkan untuk melihat tanggal kedaluwarsanya. Benar. Pak. Hidup saya sudah susah. "Apa kini alibimu?" Iptu Yulianto tersenyum. Juga membeli dua kotak susu cokelat. ketika Iptu Yulianto menyebut nama Juli. Lalu ia berkenalan dengan Tina. Dia itu playboy. kamu dendam sama Aria?" "Tidak. itu pun kalau lagi bete. di film selanjutnya Juli mendapat peran berarti. Sebab istri dan pembantunya nginap di rumah orangtuanya.) iya. meski baru tahap numpang lewat. Tina juga menyalurkan anak-anak jadi figuran. tidak." 161 ." "Tina 'kan waria?" potong Iptu Yulianto. Benar. kenapa Juli minta putus dari kamu?" Madrim tampak terkejut." Madrim kaget. Pak." "Kembali ke Tina." "Sesudah itu. peran-peran tambahan atau figuran biasanya dipilih dan ditentukan olehnya. persis seperti sidik jari di bungkus rokok yang saya sodorkan sore lalu." "Terus terang saja. Pemuda itu terdiam.Red. tetapi Aria. saya tidak tahu apa-apa. Pak.

Apa itu bukan Bapak?" pancing Yulianto. "Pil tidur ini merek dan asal apoteknya persis seperti yang Anda dapatkan dari dokter Basuki." Esoknya Benny Bintara tampak tenang ketika memasuki ruangan Iptu Yulianto. Pak. sementara waktu kamu harus di sini dulu. Ini resep dari dokter Basuki untuk Pak Benny Bintara. Kalau Madrim meneliti kedaluwarsanya kotak susu.Iptu Yulianto cepat merangkaikan informasi itu. Begitu dicampur dengan susu cokelat dari merek yang sama. Begitu korban tak sadarkan diri. "Pak Benny.00 Iptu Yulianto dan dua anak buahnya mendatangi sebuah apotek. "Seminggu sebelumnya. Madrim saksinya. saksinya juga ada. misalnya sidik jari. "Benar. Kemudian ia ke rumah Tina sesudah membeli gorengan. mengesankan terjadi perampokan. sebab sering mengambil obat seperti ini di sini. yakni kematian Tina. seorang asisten apoteker mencari arsip resep dari tanggal dimaksud. Saya harus di rumah. Sesudah mengenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangannya. "Itu semua bukan bukti yang menunjukkan kalau saya pelakunya. Di mana Bapak pada Selasa malam. lalu menyuntikkan ke dalam salah satu karton susu cokelat. Iptu Yulianto kemudian mengambil beberapa pil tidur dari laci mejanya. "Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Pak. Siapa pun kalau makan gorengan tentu akan haus. Anda membekapnya dengan bantal kursi sampai korban kehabisan napas. langsung ke pokok persoalan. Selain vitamin juga obat tidur." Iptu Yulianto ter-senyum kalem." jawabnya tenang. Untuk mengelabui petugas. Melarutkan beberapa pil tidur dalam air." kata Iptu Yulianto sambil meletakkan kancing bermerek di meja. 162 ." "Betulkah? Pak Haji pemilik kontrakan mengatakan. Saya kira Pak Benny menderita insomnia. Made. "Itu bohong. sesuai petunjuk Madrim. Anda memberikan sebuah kaus untuk Madrim. Apakah ada bukti lain. Madrim yang tampaknya lugu itu memang bisa menguatkan alibi Benny. Sebelum Anda pergi. menurut dr. sebagai petunjuk bahwa saya pernah berada di rumah Tina. formulanya pun persis seperti formula susu cokelat yang diminum Tina. sebab istri dan pembantu saya pergi ke mertua. Anda mengacak-acak isi lemari." elaknya. sekitar pukul sepuluh atau sebelas malam ada tamu laki-laki mencari Tina. Tidak ada bukti dan saksi bahwa saya berada di sana. tetapi salah satu kancingnya lebih dahulu Anda lepaskan. Kaus bermerek seperti itu juga banyak dijual di toko terkenal. Begitu Madrim pulang." perintah Iptu Yulianto tegas. sedotan Sekitar pukul 12. Pil tidur semacam itu banyak dijual di pinggir jalan. ketika Tina meninggal?" "Di rumah. "Bukti ada. Kuncinya. ia cepat-cepat bertindak. Anda taruh kancing ini di dada Tina. demikian pula minumannya. berarti sidik jari Madrim yang dominan di karton susu itu.

Mereka khawatir kalau trah Bintara yang masih berbau ningrat akan pupus karena Benny tetap melajang. Ia memiliki kelainan. salah satu organ di alat vitalnya tidak berkembang baik. Benny Bintara tak mampu mengendalikan dirinya. Orangtuanya sangat konservatif. inilah hasil dari perbuatan si pembunuh!" Iptu Yulianto bersuara keras sambil mengeluarkan selembar foto berwarna berukuran besar. diam-diam Benny berhasil mengganti karet pelindung 163 . Jadi. Celakanya. foto jenazah Tina. Pak Benny. Pak. tanpa sepengetahuan Benny. tulis pernyataan di sini. sudah dihapus sebelum ia meninggalkan TKP." katanya sambil menutup muka. tanpa mengecek kebenarannya. untuk mengadopsi anak. pelakunya bukan saya?" "Nanti dulu. Benny selalu dapat menolak dengan bermacam dalih. Dalam pikirannya. jelas. Rupanya. Benar dugaannya. tidak mau tahu kekurangan anaknya. istrinya. apa gunanya menikah kalau tak punya keturunan. dan Tina terlibat dalam satu produksi." pancing Iptu Yulianto." tegas Iptu Yulianto. Saya rasa persis seperti sidik jari di bolpen yang baru saja Anda pakai untuk menulis. Tetapi Anda lupa. ketika Benny kerap syuting di kota lain. ketika Benny sudah dianggap mapan."Pelakunya memang pintar. kertas dan bolpen diminta kembali. istrinya belum juga mengandung. Ia sering menyarankan kepada Della. Pagi itu ketika semua kru sedang sibuk ngopi. Salah duga Benny Bintara lalu bercerita. ia mendengar gosip bahwa istrinya sering "jalan" dengan Aria. Saya yang membunuh Tina. sang ibu sudah menjodohkannya dengan putri sahabatnya. ada sidik jari di sedotan susu. Benny menganggap rumor itu sebagai aib yang mencoreng muka Benny. "Sidik jari di karton susu memang bukan milik Anda. sudah. Rupanya. mereka dulu pernah memiliki hubungan khusus. juga yang mencelakai Aria. Keringat dingin membanjiri tubuhnya. Wajah Benny Bintara mendadak pucat. ia tampak gemetar. saudara satu kakek yang sama-sama kerja di film. Sementara itu Tina dan Aria. Sidik jari di lemari dan pegangannya. Kebetulan pula Benny anak laki-laki satu-satunya dari lima bersaudara. "Ada yang lebih mengerikan. lima tahun berumah tangga. Sebelumnya. Tak heran. Sampai suatu saat Benny. Isinya akan saya eja. Setelah selesai." Iptu Yulianto menyodorkan kertas putih dan sebuah bolpen. sidik jari itu memang milik Madrim. saya masih punya bukti lain yang menunjukkan bahwa malam itu Anda benar-benar di rumah Tina. tetapi ibu muda itu kurang berminat." "Nah. dulu pernah mengontrak rumah dekat tempat tinggal Benny. Benny termasuk pria dengan tingkat kesuburan rendah. sehingga tidak mampu memproduksi spermatozoa sehat dan bermutu dalam spermanya. orang tuanya pun mendesaknya agar cepat berumah tangga. Beberapa bulan lalu. Aria. "Silakan saja." tantangnya. "Kalau begitu. Tetapi kalau di kotak minuman. Saya mengakui semuanya. "Sudah.

Tina juga tidak curiga ketika melihat Benny hendak minum susunya. Semua orang mengira. tak heran bila majikannya sangat percaya padanya. Tina sendirian di ruang tamu. karena ia sempat memergoki Benny sibuk mengganti karet protektor. LUKISAN CAT MINYAK TANPA TEKSTUR Rune "Roy" Donell (61) punya masalah serius." Siang itu udara cerah. Sayang.000 per tahun. Benny tahu rencananya. ia yakin kalau Tina sudah meninggal kehabisan napas karena dibekap dengan bantal sofa.30.000 per tahun. Ia dapat dengan mudah mengakses salah satu rekening untuk mengeluarkan dana kebutuhan rumah tangga keluarga itu. Namun. Fiksi/Riady B. yang salah satu kotaknya sudah disuntik obat tidur. Tina berencana mengadukan hal itu ke Rawuh. Anda akan didampingi Bripda Suherman. untuk apa sutradara itu sibuk dengan karet ban. sebagai kepala urusan rumah tangga merangkap supir pribadi. Ketika Benny meninggalkan rumah itu. maka sebelum memegang sedotan kaus tangannya dilepas dulu. yang sebelumnya sudah dirakit Rawuh. Saat itu ia masih bekerja dengan gaji cukup.000 . Tak berapa lama waria itu pingsan. Protektor itu yang mengakibatkan Aria tewas. Madrim tidak tahu apa-apa tentang trik tembakan yang akan dipakai Aria. kalau ada stiker hitam di balik karet pelindung yang gunanya menutupi lubang yang langsung ke bahan peledak. Juga tidak tahu. Tetapi izinkan saya pulang sebentar. "Bapak tadi naik taksi apa motor. kok pakai kaus tangan segala?" Pertanyaan itu menyadarkan Benny. bahkan ke polisi. ia tetap mempertahankan dirinya sebagai warga negara Swedia. Membawa sekantung kudapan dan dua karton susu cokelat.(protektor efek) tembakan. produser. ia mendapat bayaran AS $ 25. 164 . pamit istri dan mengambil pakaian ganti. Pria bertubuh tinggi besar yang sebagian rambut tipisnya mulai beruban itu mengakhiri tugasnya di Angkatan Laut Swedia sebelum berimigrasi ke Amerika Serikat tahun 1976. Namun. Masalahnya klasik. barulah Tina sadar. ketika Benny Bintara datang. Dulunya ia memang kurang paham. "Bapak tentu akan menahan saya. Tina tidak sependapat. Sarosa. Roy dapat menggelapkan total sekitar AS $ 20. Aria meninggal karena kecelakaan. di Jakarta 22. Karena telah bekerja di rumah tangga itu selama sebelas tahun. Sebelumnya ia meletakkan kancing kaus di dada korban. Selama bekerja. Sebagai kru baru. Di tempatnya bekerja. yang sudah disiapkan dari rumah. tetapi Benny justru merasa langit seakan hendak runtuh. Malam itu Benny ke rumah Tina. Hari itulah ia harus melewati hari-harinya di balik terali besi. Roy punya cukup uang untuk menghidupi kedua istrinya. "Silakan. soal uang. Setelah kejadian." suara Benny pelan. Dengan dana tambahan uang panas itu.

Little Howard ingin mempertegas bahwa ia berhak mendapatkan sebagian besar dari harta kekayaan Keluarga Keck . Bermula ketika Little Howard Keck. seperti lukisan dari para maestro seni lukis. Tak heran bila La Lanterne menjadi pilihan kunjungan wajib para kurator museum dan pencinta seni dari berbagai belahan dunia. Howard . Lalu. hingga mebel antik milik Napoleon. dan psoriasis. enam tahun lebih tua dari dirinya. anak Esther dari suami terdahulu. Ia bekerja di rumah yang sama sebagai jurumasak. juga La 165 . "Kastil" yang dinamai La Lanterne itu dihuni salah satu pasangan paling kaya di dunia. Salah satu yang terkenal yaitu sumbangannya tahun 1985 kepada California Institute of Technology untuk membangun observatorium astronomi di Hawaii. Libby Keck setali tiga uang dengan suaminya. Tanpa uang. Si cantik Esther Ariza yang berkulit gelap. yang tak terhitung lagi jumlahnya. Belum lagi ada Andy (20). mudah sakit. dan menggoda itu 16 tahun lebih muda daripada Roy. dan lembaga kebudayaan terkemuka. Tak hanya kaya. Kolektor barang seni Roy bekerja di Stone Canyon. Christina bukan merupakan suatu kekhawatiran bagi Roy. anak sulung mereka mengajukan tuntutan tentang hak-nya mendapatkan warisan. Semasa hidup. patung.mendapatkan kekayaan dengan cara tradisional: warisan. karena ia sendiri pelukis amatir. yang konon diperlengkapi dengan teleskop terbesar di dunia. Libby tak hanya sangat mencintai seni lukis. Christina. Marie Antoinette. Keck (71) dan Elizabeth "Libby" Avery Keck (65). ayahnya terkenal di Kalifornia sebagai orang yang bertangan dingin dalam bisnis perminyakan. Selama ini seluruh kebutuhan hidup Esther memang ditanggung Roy. Di La Lanterne digelar beberapa di antaranya.sering disebut Big Howard . Howard B. Namun.baik yang berupa saham. Esther imigran asal Kolumbia . Big Howard sering menyumbang ke sejumlah museum. mereka juga dermawan. langsing. Perempuan yang berpenampilan jauh lebih muda dibandingkan usianya itu sangat dikagumi karena selera seninya. Kecintaannya pada barang seni tercermin dalam koleksinya yang berkualitas dunia. Beverly Hills. tapestri. tekanan darah tinggi. lembaga pendidikan. Selama beberapa tahun ia menjadi direktur sejumlah museum dan aktif di beberapa lembaga kebudayaan. istri pertamanya. mulai hernia. Dituntut anak Tahun 1986 rumah tangga Keck diguncang prahara.senang berpakaian bagus dan berjalan-jalan. dan Louis XIV. gereja. Esther pasti akan meninggalkannya Roy. bagaimana kalau ia tidak bisa bekerja lagi di rumah jutawan itu? Ia prihatin dengan kehidupannya dan kedua istrinya. Rumah di Bellagio Road itu menempati lahan seluas ribuan meter persegi dengan arsitektur meniru kastil Prancis abad ke-17.Belakangan Roy merasa tubuhnya mulai lemah. Christina sudah menggeluti profesi itu tujuh tahun lamanya. Bel Air. Justru istri keduanya yang diprihatinkannya. Ia memang menuntut banyak dari Roy. yang membutuhkan banyak biaya untuk pendidikannya. Di tubuhnya mulai bercokol sejumlah penyakit.

Salah satu isi ruang khusus itulah yang pada September 1986 digondolnya. Sekian lama bekerja di La Lanterne membuat Roy tahu ada tempat yang kurang diperhatikan Big Howard. Beberapa hari kemudian Roy muncul di Beijar. tidak ada yang dominan. Rupanya. Namun. janganjangan Little Howard bukan anak kandungnya.Lanterne seisinya. Itu pun karena diberitahu Libby yang senang mengajaknya ngobrol. Kaarl Gustav Petersen. warisan itu pun seluruhnya jatuh pada Big Howard. Libby dan Big Howard hidup berpisah. Lucunya. melainkan hasil hubungan gelap istrinya dengan pria lain. Mendiang William Keck Sr. kemudian salah seorang ahli di Beijar setelah memeriksa lukisan itu yakin bahwa karya lukis itu 166 . Begitu tidak ada tanda-tanda yang membahayakan. koleksi Keck memang terlalu banyak untuk disimpan di dalam ruangan yang tersedia di La Lanterne. seluruh anggota keluarga akan mendapat bagian yang sama. Roy baru tahu bahwa Beijar tidak menerima karya seni palsu. ia membayar beberapa ratus dolar. digelar barang antik koleksi Keck. Sebagaimana peraturan. Saat itu terjadi perseteruan sengit antara Big Howard dan Willameta. Dari informasi direktur perusahaan itu. Perebutan warisan itu bukan kali pertama terjadi. sebagaimana ruang lain. Kalaupun ia tahu. ada sejumlah besar barang koleksi yang disimpan di ruang khusus. hanya beberapa di antaranya. Ia harus cepat bertindak. yang bahkan sempat dilansir dalam Wall Street Journal. Ia ragu. Willameta harus mengalah. keluarga besarnya telah bersepakat bahwa harta warisan akan jatuh ke sebuah generasi bila generasi sebelumnya benar-benar sudah "habis". malah tersinggung dengan tuduhan suaminya. mana mungkin seorang anak kandung tega menuntut pembagian warisan ketika orangtuanya masih hidup. rupanya ia lupa. Ia meninggal tahun 1984. Tahun 1983. Selain itu. peristiwa itu membuat Big Howard jadi berprasangka. Menurut dia. Libby. Saat melewati pabean Swedia ia menyatakan membawa lukisan. meskipun tetap tinggal di bawah satu atap di La Lanterne. Di ruangan itu. Namun. bukannya menenangkan suaminya. Roy sebenarnya tidak tahu benar seberapa mahal harga barangbarang seni itu. Ia juga tahu. mewariskan kekayaannya pada Big Howard dan dua saudaranya. yakni William Jr. LeClerk des Gobelins. sebuah rumah lelang benda seni terbesar di Swedia. Dengan alasan ayahnya sebagai pewaris harta kakeknya sudah cukup lanjut usia. Masalah dalam keluarga Keck makin berlarut-larut. Menanggapi tuntutan itu Big Howard dan Libby berada pada sisi berseberangan. Big Howard membujuk adik perempuannya untuk menyerahkan bagian kepemilikan pada perusahaan warisan itu. Little Howard mengajukan tuntutannya. Sambil menunggu keputusan pengadilan tentang perceraian mereka. Maklum. ia membawanya menuju Stockholm. Belajar mencuri Retaknya hubungan rumah tangga Keck membuat Roy makin pusing. dan Willameta. yakni lukisan berjudul Fete Gallante karya seniman Prancis. Ia segera melayangkan surat tuntutan cerai. Selama beberapa minggu ia menyimpan benda seni itu di apartemennya. setelah kematian saudara lelakinya.

akhirnya. Alasannya. Beberapa hari kemudian lukisan itu laku terjual. yang penting karya seni itu mudah dijual. yang licin sekali. Jadi. Roy dan Christina memutuskan akan kembali ke Swedia dan menghabiskan masa tua di tanah kelahiran mereka. Ketahuan palsu Empat bulan kemudian. Libby sendiri yang mengetahuinya. Libby meletakkan jarinya ke permukaan lukisan. 167 . Februari 1987 Roy memberitahu Keluarga Keck tentang pengunduran dirinya. Roy telah mengabari Petersen tentang I Fria Luften.000. "Lihat!" katanya pada pengawal dan sopirnya. Meskipun harganya mahal. Belakangan Keluarga Keck tahu. tidak melanjutkan komentar.asli. Kemudian Libby dengan tidak sabar menarik tangan Paine dan mengajaknya mendekat ke lukisan. "Ya. Roy pergi sendiri ke Swedia sementara Christina ditinggal di apartemen mereka yang kecil di Manning Avenue. ini seharusnya lukisan cat minyak. risikonya sangat besar bila ketahuan. Roy dan Esther bersantai di Stockholm sampai Andy menyusul seminggu kemudian. usia tua dan merosotnya kondisi kesehatan. ia memilih diam. Keck tidak tahu kalau Roy ditemani istri keduanya. Aha. Sejak itu Roy pun tahu cara dan jalur menjual lukisan curian. Anders Leonhard Zorn. "Wah. Uang itu dikirimkan ke rumahnya di Beverly Hills via pos. Baru bulan April mereka kembali ke Los Angeles. ketika tanpa sengaja ia memasuki ruangan tempat lukisan digantung. Lukisan berikut yang disasarnya karya pelukis impresionis dari Swedia. Nyonya. Mereka bertiga bersenang-senang dengan melakukan perjalanan ke beberapa negara di Eropa. Barang seperti itu tentu juga akan sulit dijual. Saat itu pula Roy menjinjing sebuah tabung kardus besar yang bahkan tetap dibawa masuk ke dalam kabin pesawat. tidak seorang pun di balai lelang itu yang bertanya pada Roy tentang cara ia memperoleh lukisan itu. Setelah dipotong komisi untuk Beijar. Konon Petersen sangat berminat pada karya Zorn dan yakin bahwa karya itu bisa terjual dengan harga yang bagus di Swedia. permukaan lukisan cat minyak seharusnya bertekstur. tapi lebih dikenal sebagai Kvinna Klaer Sitt Barn (Woman Dressing Her Child) produksi tahun 1888. Roy hanya berpedoman. ada orang mencuri lukisan yang asli. Esther." Painne mengamati sekilas. Sebelum meninggalkan Stockholm. pikir Paine. Herannya. Mereka keluar dari rumah majikannya pada minggu kedua Maret. Libby membeli lukisan bergambar ibu dan anak itu di London hanya seharga AS $ 88.506. Lukisan cat minyak berukuran 1 m x 60 cm itu berjudul I Fria Luften (In Free Air). penghuni La Lanterne baru tahu tentang hilangnya sebuah lukisan. Roger Paine. Terus terang saja ia tidak terlalu memahami apa yang dimaksud majikannya. 24 Agustus. Roy mengantungi AS $ 6. sambil menunjuk pada lukisan I Fria Luften di dinding." cetus Paine. Bagaimanapun Roy tidak ingin mencuri karya dunia yang banyak dikenal masyarakat.

Kita harus menarik pakunya." 168 . Namun. Benar dugaanku. "Kita harus melepaskan lukisan itu dari bingkainya. yang pasti ia dan suaminya telah tinggal di Beverly Hills Hotel selama 10 tahun sebelum mereka pindah ke rumah mahal itu delapan tahun silam. itu hanya foto. yang banyak ditemukan di Santa Monica Boulevard. ia bisa meminta keterangan dari Libby via telepon. karena sudah lama tidak merayakan hari ulang tahun mereka. ini bukan hasil karya seorang ahli. kali itu membuatnya agak kerepotan. biasanya akan muncul masalah. "Tidak. tetapi melaporkan suaminya sebagai "pensiunan". Jadi. lukisan harus dibawa ke studio foto. Tiba-tiba aku sadar bahwa warna-warna pada lukisan itu aneh. Libby mengaku tidak tahu mana yang penting. Hal lain yang dijawab dengan santai adalah soal anak. aku segera masuk dan memeriksanya. aku sering melakukannya. Libby mengaku tidak punya pekerjaan. ia juga hafal nama mereka. aku tidak punya gambaran soal pelakunya. Jadi. menurut Libby. karakter Libby yang sangat sadar akan statusnya sebagai orang terpandang. tidak seperti aslinya. Pasalnya. Tugas yang biasanya dijalani dengan mudah. Namun. baru seminggu kemudian. yaitu warnanya tampak aneh. Tahu teknik mencuri Sikapnya yang acuh tak acuh seketika lenyap begitu Kummerman bertanya tentang lukisan yang hilang. Namun. Tentang alamat-alamat penting. tapi jika sang detektif mau menelepon kantornya. aku bisa melihat secara utuh lukisan itu. detektif Mike Kummerman. lalu pelan-pelan melepasnya. "Hari Rabu itu aku pergi ke luar rumah untuk suatu keperluan. itulah cara termudah dan praktis untuk membawa keluar lukisan. Ihwal pekerjaannya." Libby menambahkan. "Aku tidak harus mengatakannya padamu." jawab Libby geram. Apa hubungannya dengan kasus ini?" Untung Kummerman tidak kurang cara untuk mendapatan data itu. "Kalau karya seorang ahli." Ketika Kummerman bertanya tentang kemungkinan terjadinya pencurian."Justru itu yang tadi kumaksud. maka sekretarisnya dapat memberitahukannya. Sebagai pelukis. Libby menolak mengatakan siapa yang patut dicurigai. Ia punya empat anak. 31 Agustus. rasanya tidak mungkin terjadi pencurian karena rumahnya terjaga ketat selama 24 jam. Malah Libby pun menggambarkan betapa sulitnya untuk dapat membawa lukisan keluar La Lanterne dan membuat foto reproduksi seperti itu. Pada kesempatan itu Kummerman hanya akan menggali data pribadi pelapor." Kemudian kanvas digulung. Libby menjawab. datang ke La Lanterne untuk memeriksa TKP. ia tidak tahu dengan tepat usia mereka. seukuran lukisan asli. tidak seperti biasanya. Untuk mendapatkan hasil pemotretan yang baik. Saat ditanya berapa usianya. Libby juga tidak tahu nomor Jaminan Sosial. Ketika kembali. Ia dapat mengambilnya dari data SIM Libby di departemen kendaran bermotor. saat pembesaran foto. Esoknya seorang petugas berseragam dari LAPD. mungkin aku tidak akan dengan cepat mengetahuinya.

" kata Kummerman. "Mungkinkah pasangan suami-istri itu yang melakukan?" tanya Kummerman. angka rata-rata pengembalian lukisan curian jauh melebihi rata-rata penegakan hukum nasional. meski aku sering berdiskusi dengannya. tidak mungkin. ia pernah sekilas mengatakan lukisan itu bisa laku dengan harga tinggi di Swedia. mereka semua berhenti bekerja atas keinginan sendiri. Si suami sudah selama sebelas tahun menjadi sopir merangkap kepala bagian rumah tangga kami." Bukan yang dicari Selama beberapa tahun di Los Angeles pelaku kejahatan di bidang seni ditangani detektif LAPD William E Martin. Martin tampaknya tertarik untuk lebih memperhatikan Roy. Aku tidak mau menuduh. tapi aku tidak akan mengatakan. bahwa saat ngobrol dengan Roy. pertanyaanmu kurang tepat. banyak ya yang keluar. Anda akan membantu penyelidikan ini. "Siapa namanya?" "Roy. Dan tampaknya ia suka kuajak ngobrol. ada masukan baru dari Libby. Namun. Lebih baik kalau kamu bertanya. dan seorang pembantu wanita pada satu setengah bulan silam. Anda punya pembantu yang dapat memasuki ruangan ini?" "Ya. rasanya mereka tidak bisa dituduh. Prestasinya memang meyakinkan." "Wah. tapi dengan menyebutkan namanya. kasus itu segera dilimpahkan pada Martin. Tapi.. Dari beberapa nama yang harus diperiksa. Roy Donell. 'Siapa saja yang bekerja di rumah ini?'" "Baiklah . siapa orang yang punya waktu dan kesempatan untuk melakukan hal itu di rumah Anda?" pancing Kummerman lagi." "Apakah ia punya cukup pengetahuan tentang lukisan dibandingkan yang lainnya?" "Mungkin tidak.. "Tidak." "Saya mengerti. hanya ada tiga pembantu." "Menurutku. Apalagi kemudian ia tahu bahwa sebelum berhenti tak lama setelah waktu diperkirakan hilangnya lukisan itu Roy dikabarkan berlibur ke Swedia. Setelah wawancara pendahuluan Detektif Kummerman. Pemeriksaan juga tidak menemukan bagian rumah yang rusak akibat usaha masuk dengan paksa." "Menarik sekali." Libby dengan defensif menjelaskan."Mungkin Anda punya dugaan. Mereka menggantikan sepasang suami-istri yang berhenti bekerja sekitar tiga bulan lalu. karena mereka baru bekerja beberapa bulan. 169 . "Ya. Penyelidikan lanjutan tidak mengungkapkan keterlibatan petugas keamanan La Lanterne dengan pencurian itu.

ia hanya bisa membuat seperti yang ada pada slide. Di sana polisi menemukan tiket pesawat Scandinavian Air dan jadwal perjalanan dari biro perjalanan mengenai kunjungan Roy ke Stockholm pada September 1986. meminta bantuan dari pihak berwenang di Swedia. tetapi pria beraksen Swedia itu meminta ukuran yang aneh karena harus pas dengan bingkai khusus. Awal 1987 seorang pria membawa slide warna 35 mm dan meminta untuk dicetak. pembesaran foto dilakukan sesuai ukuran standar. Juga tentang kemungkinan keberadaan lukisan curian itu. sebuah lensa tele. pembesaran hingga 20 kali pada slide 35 mm akan menghasilkan gambar kabur dan berbintik-bintik. hasil cetaknya pasti lebih bagus. Roy Donnel membawa lukisan karya Zorn berjudul Kvinna Klaer Sitt Barn. Kalifornia. Untuk menguatkan dakwaannya Martin mengunjungi Lab "Rossi". Beverly Hills.. sungguh sulit bila ingin menyamakan dengan yang asli karena yang asli tidak ada di hadapannya untuk perbandingan. Lukisan itu terjual dalam lelang pada bulan April . Ia membawa lukisan karya pelukis Le Clerk Des Gobelins berjudul Fete Gallante. 170 . Selanjutnya. Lukisan itu terjual dalam lelang 19 November 1986. hanya dua minggu setelah Libby Keck melaporkan kasus itu.O. Biasanya.Segera Martin mengirim pesan pada Interpol. tampaknya berdarah Amerika Latin. Tom Rossi. Isi ringkasnya. Juga dua kamera 35 mm. Total dana yang dikirimkan Beijar AS $ 85.. kawasan hunian kelas menengah." Ada uang yang hilang Roy tinggal di barat Los Angeles. Ia juga menjelaskan. Rossi menganjurkan agar membawa lukisan asli ke studio foto untuk direproduksi memakai kamera khusus dengan format besar. Pada 15 September 1986 Balai Lelang Beijar Auktioner dikunjungi oleh seseorang yang mengaku bernama Roy Donnel. Martin mencatatkan Roy di Penjara Kota Los Angeles untuk kasus pencurian. Interpol Swedia mengirim pesan panjang pada Martin. si pemilik. brosur dan daftar harga dari Lab Foto "Rossi". Mereka juga menemukan brosur dari Balai Lelang Beijar Auktioner. Ke sanalah Martin menuju. Pada 8 September 1987. Ia ingin tahu catatan kejahatan Roy di tanah kelahirannya. Mereka juga tidak masuk dalam daftar pencarian orang di Swedia. sedangkan beberapa lainnya bertanggal 17 Maret 1987. "Rune Gunnar Donell dan istrinya Christina Donell yang berkebangsaan Swedia tidak memiliki catatan kejahatan di negara ini. ukurannya juga tidak pas. karena Roy memang meninggalkan kesan khusus.633. Box 532.. Di ruangan lain polisi menemukan bukti transfer uang dari Balai Lelang Beijar Auktioner ke Security Pacific Bank di Los Angeles. Ketika kembali beberapa hari kemudian. dan satu strip film warna. Petunjuk lainnya. Warna-warna yang muncul tidak seperti aslinya. tampak ia tidak puas dengan hasilnya. Ada yang bertanggal 18 Maret 1987. Rossi mengatakan pada lelaki itu. mengatakan pada partner Martin Detektif Donald Hrycyk ingat betul pada Roy. P. Pada 12 Maret 1987 Roy Donnel kembali ke Swedia bersama seorang wanita. Martin meminta izin Christina untuk memeriksa apartemen mereka.

Rossi melakukan pembesaran dan memasangnya pada papan poster. Esther mengaku. Meski puas menemukan seorang saksi. Martin tidak menemukan uang tunai dalam jumlah berarti di apartemen Roy maupun rekening lain di bank.000 melalui pos. tidak tahu apa-apa. si wanita berdarah Latin. Didalangi majikan? Saat memeriksa apartemen Roy. Menurut Beijar. Mengenai sejumlah uang yang hilang. Martin dan Hrycyk menemukan tanda bukti penyewaan safe-deposit box di sebuah bank di Beverly Hills. dan surat penitipan rumah mobil. dengan sedikit ancaman. Kejutan muncul saat pemeriksaan. "Anehnya. selama perjalanan keliling Eropa setiap kali ia mengirimkan uang tunai AS $ 20. Harapannya hanya pada Esther. Saya hanya mendapat komisi 20%. Selebihnya. wanita itu memang tidak banyak tahu tentang "operasi" Roy. Roy hanya mengatakan. Martin dapat dengan mudah menemukan alamat Esther. tanpa bingkai." kata Martin. asalkan mereka mendapat pengurangan hukuman. Meski membenarkan semua pengakuan Rossi. 171 . jumlah uang penjualan itu sangat besar. Dari cara Esther menjawab. Roy tetap tidak mau mengku bersalah. baru ketahuan bahwa lukisan itu sekitar 2. sebuah perusahaan di Swedia telah membeli lukisan itu seharga 3. "Katanya. Martin harus gigit jari. Martin dapat dengan cepat menyimpulkan. ketika pria Swedia itu kembali." aku Roy. berarti sekitar AS $ 355. Berdasarkan pengalaman. nilai transfer yang ada hanya AS $ 85. Mereka juga menemukan kopi negatif. Maka. setiap kali menyajikan sarapan. ia terus berada di dekat lukisan itu saat saya memotretnya. Bukti-bukti itu lagi-lagi hanya menguatkan kejahatan pemalsuan dan pencurian lukisan. Namun. dan Beijar mendapat komisi 20%. karena seluruh uang diserahkan pada Libby. sampai saat pengadilan digelar. Namun.000.000 hilang. Di sana ditemukan dua foto pembesaran yang salah dari I Fria Luften.1 kron. Setelah dua bulan bolak-balik. Martin tidak terlalu memusingkannya. Itu karena ia hanya menjalankan perintah Libby. Rossi kembali memperbaiki foto itu. Roy tidak juga mengaku di mana uang itu disimpan. jadi akan merepotkan bila dibawa-bawa dalam perjalanan. sekitar AS $ 550. Dengan melacak catatan keuangan Roy.Pria itu setuju. selama perjalanan di Eropa.5 cm lebih kecil daripada bingkainya. sekembali ke Kalifornia. "Itu sebabnya pula polisi tidak bakal menemukan uang itu. seorang terhukum rela mengaku di mana menyimpan uangnya.000. "Tidak masuk akal. Padahal. ia menyelipkan setumpuk uang di bawah serbet di samping cangkir kopi Libby. Dengan bekal surat penggeledahan. mereka membuka rumah itu. Roy tidak pernah mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan lukisan. Beberapa minggu kemudian ia kembali dengan lukisan asli. Bisa jadi ia tahu di mana Roy menyembunyikan uang itu." kata Rossi. di Stockholm akan menjual aset dengan nilai transaksi cukup menggiurkan. Martin merasa masih ada yang kurang." Menurut pengakuannya. akhirnya pria Swedia itu puas dengan hasilnya. Menurut pengakuan Esther.

Libby mungkin benar. uang yang hilang itu ibarat setetes air dari seember air yang ia miliki. Don Randolph mengingatkan. Namun. semua uang penjualan lukisan sebagian besar disimpan Libby. Ia memberikan lukisan itu di tempat parkir Hotel Bel Air. dengan diplomatis Big Howard menjawab. mana yang benar. apa yang dia harapkan? Bukankah uang asuransi jatuh di tangan suaminya? 172 . Roy juga menyatakan." Wah.000 didapatnya. Mengapa aku harus mencuri lukisan koleksi hanya demi secuil uang? Kalau perlu.000 dari keluarga Keck atas kehilangan lukisan itu. Roy bersikukuh. pembela Roy. ketika tim pembela bertanya padanya apakah istrinya berbohong atau tidak jujur. Roy atau Libby? Tetap tak terlacak Dewan juri sungguh terombang-ambing dalam menentukan keputusan. Big Howard mengaku.Sedangkan biaya perjalanannya. Libby membutuhkan uang untuk membayar pengacara yang mengurus perceraiannya. Libby pernah menjadi istri seorang pria yang belakangan menjadi pemilik Hotel Bel Air. Begitupun Roy masih bersikukuh bahwa Libby dalang semua pencurian itu. Di pengadilan tampak benar betapa Big Howard sangat berhati-hati dalam berucap." Namun. Tak heran beberapa anggota juri mulai bersimpati pada Roy. kemudian mereka mencoba untuk benar-benar menilai secara objektif. diambil dari penjualan lukisan yang pertama dicurinya. kalau begitu." jawab Libby dengan wajah marah. Dari pemeriksaan ulang oleh Deputi Jaksa Wilayah Michael Montagna. Fakta itu tetap tidak membuat Libby mengubah pengakuan. Bagaimana reaksi Libby? "Sungguh menggelikan pengakuan itu. Alasannya. sebelum menikah dengan Big Howard. Setiap bulan diperkirakan tidak kurang dari AS $ 200. "Seumur hidupku aku tidak pernah menginjak hotel itu. "Saya tidak yakin ia jenis orang yang dapat dipercaya. aku Roy. saat ini pun aku bisa menuliskan cek senilai uang itu. ia tidak peduli dengan klaim asuransi sebesar AS $ 500. Kalau Libby terlibat. Libby juga mempunyai rekening pribadi senilai AS $ 11 juta. Jawaban itu mentah-mentah ditolak Libby. Maka. selama ini Libby mendapat banyak uang dari suaminya. Pengadilan selanjutnya menghadirkan Big Howard. Kemungkinan keduanya bekerja sama sudah dibuang jauh-jauh. telah menerima uang pengganti asuransi atas kehilangan lukisan itu. Memang. yang pas disebut sebagai pemilik sah lukisan itu. Sikap Libby di pengadilan dianggap menyebalkan.

biasanya sehabis bangun tidur atau setelah mandi ia menelan dua kapsul Excedrin. untuk apa ia mencuri lukisan kecil yang pertama kali dijual seharga AS $ 6. bukan hasil oplosan. bikinan perusahaan farmasi Bristol Meyers. J&J makin terjepit. 11 Juni 1986. langsung menjadi musuh nomor satu masyarakat. AS $ 355.000? Apakah untuk latihan agar Roy tahu jalur perdagangan barang seni. tragedi kapsul beracun membuat saham J&J anjlok drastis. Celakanya. Kapsul itu. Untuk mengatasi rasa ngilu di pagi hari. Paul Webking. dengan mempertimbangkan berbagai motif. Maklum. "Nyanyian" Sang Putri Tahun baru 1986 terasa kelam bagi Johnson & Johnson (J&J). Susan Snow. Roy harus menghabiskan 10 bulan dalam kurungan penjara.. McNeil Consumer Products Inc. Drama pengoplosan mematikan yang tanpa jejak itu makin terasa mengerikan. seperti kata Roy? Rasanya tidak perlu. yang memasarkan obat pengurang rasa nyeri yang terkontaminasi sianida. ia beruntung lolos dari maut. karena kebetulan obat yang diminumnya kapsul yang asli. juga obat pengurang rasa sakit. Paul (45) sudah lama mengidap penyakit radang sendi. dari jutaan transaksi yang diperiksa. Susan dan suaminya. wanita berumur sekitar 40 tahun yang tengah menanjak kariernya didapati meninggal seusai menenggak dua butir kapsul Excedrin. Sementara itu. Mereka menghujat dan menuntut ganti rugi dari J&J dan anak perusahaannya.000 tak terlacak ke mana menguapnya. Perusahaan Amerika Serikat itu diajukan ke meja hijau oleh tujuh keluarga. Herannya. 173 . setelah polisi sama sekali tak berhasil menemukan jejak misterius tercemarnya Tylenol. seperti Tylenol. Pekerjaan rumah yang satu belum selesai. bukankah Libby sudah tahu jalur-jalur penjualan barang seni? Akhirnya juri memutuskan. Penemuan pihak berwenang berhenti hanya pada dugaan bahwa sebagian obat asli telah dicampur sianida oleh pengoplos gelap sebelum botol Tylenol "aspal" dijual layaknya obat asli. Mereka menyebut kasus di Chicago itu sebagai kejahatan sempurna. mewakili tujuh korban tewas dalam tragedi "kapsul beracun". memang dikenal sebagai penggemar berat Excedrin. (Nonfiksi/Perfect Crimes/Sht ) 23. Termasuk meneliti siapa kira-kira yang bakal meraup untung besar jika perusahaan raksasa AS itu mengalami prahara di lantai bursa. setelah media massa. Berita mengejutkan datang dari Seattle. the perfect crime. tak sedikit pun ditemui titik terang. nama obat itu. masyarakat mulai resah. baik cetak maupun elektronik. meliput besar-besaran kemalangan J&J dan kegagalan polisi. Padahal berbagai upaya mengungkap kasus ini telah dilakukan. Pagi itu. Memang demikian kenyataannya Menggali makam suami Polisi dan FBI bak menjadi sasaran bulan-bulanan. Tylenol.Juga. tugas tak kalah berat sudah menanti.

Faktanya. Meski segera dilarikan ke rumah sakit. motivasi copycat umumnya cuma menginginkan sensasi atau menghidupkan kembali nama besar idolanya. Lewat pernyataan resmi yang dikeluarkan beberapa saat kemudian. Susan Snow mengembuskan napas terakhir. Tepat enam jam setelah kejadian. Ada yang menganggap. sehingga mudah ditiru awam. Namun. Menurut catatan medisnya. itu kali kedua tim RS King County meneliti jasad Bruce. King County hanya melakukan pemeriksaan lanjutan. Apakah sang pengoplos Chicago 1982 kembali beraksi? Para penyidik terpecah menjadi dua kelompok dalam menyikapi hal ini. Anak perempuannya. Kariernya yang tengah menuju puncak dia baru saja dipromosikan sebagai vice president Puget Sound National Bank tinggal kenangan. Beberapa hari setelah kematian Susan Snow. karena curiga jangan-jangan kematian mendadak Bruce berhubungan dengan Excedrin. baik dari pejabat FBI maupun pimpinan polisi lokal tentang hubungan pengoplos Chicago dengan kasus Seattle. beberapa jam setelah kematiannya. karena kepalanya pusing tujuh keliling. Pada kali pertama. Saat itu hasilnya menguatkan analisis tim dokter Harborview Medical Centre yang lebih dulu didatangi Stella: yakni Bruce Nickell meninggal secara wajar akibat pembengkakan paru-paru. Belum ada komentar resmi. Namun. detail kejahatan dan modus operandi pengoplos Tylenol secara gamblang dijabarkan di berbagai media massa. pembunuhan di Chicago dan Seattle dilakukan oleh maniak yang sama. Paul Webking mengizinkan tim dokter mencabut alat bantu pernapasan yang berjam-jam menahan kematian istrinya. Pengelola rumah sakit mengaku. Istri Bruce. mengizinkan makam suaminya digali kembali. Cerita itu pun sempat menjadi headline dalam rentang waktu cukup lama.agar jejak kejahatannya tak tercium sama sekali. karyawan bagian pemeliharaan jalan Negara Bagian Washington DC itu meninggal pada 5 Juni 1986." cerita Stella. baru saja memeriksa mayat Bruce Nickell yang dimakamkan beberapa pekan sebelumnya. Dalam kriminologi ada istilah copycat. Keberadaannya bak bayang-bayang yang sulit disentuh para aparat penegak hukum. Alasannya. RS King County Medical Examiner menyimpulkan. Bruce langsung menuju lemari kabinet di dapur. untuk menyebut orang yang suka meniru kejahatan besar dan aksi para penjahat legendaris. penyebab kematian Susan lantaran Excedrin berisi sianida. Sesampai di rumah. Siang itu. datang petunjuk lain. tim dokter yang datang memeriksa mendapati keberadaan sianida di dalam jaringan tubuh Bruce. Hayley (15) yang pertama kali menemukan ibunya terbaring tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. jika yang ditiru aksi para legenda yang telah tertangkap atau mati seperti Jack The Ripper. Dengan berlinang air mata. Para copycat berharap. Perempuan yang disenangi tetangga kanan-kirinya karena selalu tampil enerjik dan opimistis itu menelan dua butir yang telah teracuni. Sebenarnya. lalu menenggak empat butir kapsul sekaligus. aksinya turut dicatat sebagai bagian dari kejahatan berantai itu jika pelaku sejatinya belum tertangkap . tanpa menganalisis jaringan tubuh Bruce. meraih botol Excedrin. 174 . "Dia memang punya kebiasaan minum kapsul itu dua butir saban pagi.Nasib berbeda menimpa Susan yang "salah pilih kapsul". ada juga yang menduga peristiwa itu hanya ulah "orang baru". Sampai akhirnya. Susan tak pernah lagi siuman. polisi mendapat telepon dari King County Medical Examiner. Stella Nickell. dia pulang ke rumah lebih dini.

saat diinterogasi. 175 . "Rasanya. Maka mereka dapat dengan mudah melihat kelemahan pengakuan para penjahat kacangan yang hanya ingin mendapatkan ketenaran dan sensasi semata. pelakunya berbeda. Mereka menemukan barang bukti. Katanya lagi. Informasi itu sebagian tak beredar di kalangan wartawan. polisi langsung menyisir rumah mobil keluarga Nickell. Belum sempat Stella bereaksi. Untuk mencegah kepanikan yang lebih luas. Yang sangat dikhawatirkan bos FBI. Bruce hanya minum dua butir. Lucunya. Bruce sudah ambruk. Mereka berencana menuntut Bristol-Meyers karena lalai menjaga keamanan kemasannya. Pasar swalayan tak ketinggalan melakukan sweeping rak obat secara besar-besaran. dengan mengembangkan teknik mengoplos menjadi versi lebih canggih. Setelah Tylenol memakan tujuh korban di Chicago. ditemukan lagi dua botol Excedrin gadungan. produsen Excedrin. Hasilnya. para pencari sensasi itu malah banyak menceritakan detail yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. "Ada yang bisa kubantu. seperti dosis yang dianjurkan. bukan untuk mengeluh sebagai korban. Dia melihat adanya perkembangan motif dan perbedaan detail antara kasus Chicago dengan Seattle. aku mau pingsan. media massa berperan besar dalam melahirkan copycat-copycat masa kini. Mereka hanya meneruskan laporan reporter teve atau mencontek berita koran. para peniru akan melakukan kejahatan di lebih banyak kota. tapi justru untuk mengaku sebagai pengoplos kapsul beracun. Dalam waktu singkat. mencium tanah. mulai melirik kemungkinan adanya copycat dalam kasus peracunan obat di Seattle. Bruce?" balas Stella. ke pengadilan. Beruntung polisi punya informasi lebih lengkap berdasarkan hasil penelitian laboratorium." sambung Bruce. dua botol Excedrin "aspal". Pimpinan FBI William Webster yang semula sempat ragu. Sementara itu RS King County mulai kebanjiran pasien. kini giliran Excedrin beracun membunuh dua warga Seattle tak berdosa. "Stella?" panggilnya. Herannya. kasus peracunan obat menjadi masalah nasional. Sejak itu kakek satu cucu ini tak pernah lagi melihat dunia. warga Seattle lebih suka ke dokter ketimbang minum sembarang obat. Ditemukannya lima botol yang terkontaminasi itu mendorong Paul Webking mengajukan Bristol-Meyers. Penggemar copycat Amerika kembali guncang. Stella Nickell juga segera menghubungi pengacaranya untuk tujuan yang sama." bilang Stella. Stella sendiri berada di dapur ketika terdengar erangan Bruce. Meski cuma sakit kepala atau pegal-pegal ringan. Polisi disibukkan dengan banyak-nya orang datang ke markas mereka. "Perbedaan itu menunjukkan. Pelakunya seperti selebriti yang dinanti banyak orang. Tak lama kemudian. Ia mencoba mendapatkan udara segar dengan berjalan-jalan ke beranda belakang. mengakibatkan hilangnya nyawa orang yang mereka cintai. pengoplos juga mempunyai "penggemar" sendiri." analisis Webster. tubuh lelaki berusia 40an tahun itu limbung. Mungkin nyeri kepalanya benar-benar hebat."Biasanya.

Konon. Stella menolak diperiksa dengan alat pendeteksi kebohongan. Mereka menganalisis jutaan transaksi di lantai bursa. Stella dikenal sebagai cewek yang Cuma punya sedikit teman cowok. juga ikut diperiksa. Di sekolah. Stella sudah menyimpan dua polis asuransi jiwa suaminya beberapa bulan sebelum kematian Bruce. Tubuhnya seperti membeku jika berhadapan dengan lawan jenis. Sikap yang tidak kooperatif itu sedikit mengundang kecurigaan Jake Evans. Mungkinkah itu hanya kebetulan? Evans juga mencatat. Paul Webking. ibu satu anak itu seperti menemukan semangat hidup baru. dua dari lima botol Excderin beracun yang beredar di pasar mangkal di rumah Stella. Namun. tim gabungan itu menyimpulkan. Meski tak satu pun dapat dimanfaatkan sebagai bukti langsung. Paul sepertinya tak menyimpan sedikit pun niat mencelakai istrinya. Yang diuntungkan Di sisi lain. Jawabannya lugas dan tidak dibuat-buat. kota tetangga Seattle. polisi menyimpulkan jawaban-jawaban yang diberikan Stella masuk kategori "sekadar menggampangkan" alias asal buka mulut. kepala polisi Auburn. nihil! Toh Evans dan sekutunya tetap berusaha meneliti masa lalu Stella. Tahun 1971. jejak kimia di lima botol yang telah ditemukan. polisi tetap mencari motif alternatif. Berdasar hasil pemeriksaan forensik. Stella tidak bisa ditahan lantaran memang tak ditemukan cukup fakta sebagai barang bukti. Pada usia 16. cara mengemas kembali botol-botol itu punya banyak kemiripan. Hasilnya. Oregon. berasal dari satu sumber. tahun 1943. Stella pindah ke Seattle. Belum lagi dukungan sekitar 80-an personel polisi lokal dan Auburn. hampir sepanjang hidupnya. Stella diselimuti kepapaan. dia meninggalkan suaminya yang tak kunjung berhasil memperbaiki kehidupan ekonomi mereka. Dia dilahirkan oleh sebuah keluarga miskin di sebuah kota kecil dekat Portland. dia sudah punya suami dan anak. Dia menikah dengan Bruce Nickell tahun 1976. ibu dua anak itu tetap menolak diinterogasi. kesabarannya pun mulai menipis melihat kondisi keluarganya yang terus berkekurangan. Lelaki yang sebelumnya pemabuk berat ini mulai melupakan minuman keras beberapa tahun setelah menikah. dia dua kali dipenjara lantaran melakukan penipuan. dengan menyelidiki pihak-pihak yang diuntungkan dari hancurnya merek Excedrin dan nama baik Bristol-Meyers. Bersama suami dan anak perempuannya. Hidup dalam kurungan penjara pun pernah dilakoninya. Mereka mengirim sedikitnya 25 orang agen khusus ke Seattle. FBI harus bergerak cepat. Selain itu. Apa boleh buat. Tak ada jalan lain. Stella kemudian hijrah ke Kalifornia. Baru setelah dibujuk pengacaranya. Namun. Sepertinya Stella berhasil mengubah Bruce menjadi suami yang 176 . Stella bersedia diperiksa dengan alat pendeteksi kebohongan. Dia juga tertarik pada fakta. Mereka tinggal di rumah mobil milik Bruce. Selepas melahirkan anak perempuan kedua. Sebaliknya. Takdir menyuratkankannya kawin muda.Jika ketakutan itu menjadi kenyataan. Saksi mata? Apalagi itu. bencana akan melanda sektor farmasi Amerika. Fakta-fakta itu menggiring Evans untuk memberi perhatian lebih pada Stella Nickell. Sebagai ibu. Di tempat baru. Tahuin 1969 Stella dihukum setelah menyiksa Cynthia yang saat itu berusia sembilan tahun. tanya jawab yang dicatat alat pendeteksi kebohongan membuktikan. Untuk memperbaiki nasib. suami Susan. Cynthia.

Bruce bukan suami yang bisa memanjakan Stella dengan uang berlimpah dan berbagai kemewahan. bisa juga lantaran nuraninya memang betul-betul terketuk. Siasat itu ternyata mendapat tanggapan positif. dan ayah tirinya. FBI dan polisi Seattle langsung menciduk Stella. Cynthia sendiri mengaku butuh waktu untuk memutuskan memberi kesaksian. FBI dan polisi lokal butuh banyak keberuntungan. adik perempuannya. Beberapa tahun kemudian. mendatangi kantor polisi. kolaborasi dadakan ini menawarkan hadiah AS $ 300 ribu bagi informan yang dapat memberikan petunjuk penting menuju tertangkapnya sang penyebar sianida. Tapi karena dia ibu kandung saya. Rasanya. seperti ayah kandungnya. Stella balik menatap sembari menggelengkan kepala. kalaupun benar Stella pelaku pembunuhan Bruce dan Sysan. Bruce kurang beruntung. bapak tirinya sebenarnya sudah jauh berubah dan hampir tak pernah lagi mabuk-mabukan. Bahkan menimbang-nimbangkan untuk "mengorbankan" suaminya. Menurut Cynthia. Ibunya yang pernah gagal dalam perkawinan menyadari. dari sekian banyak yang datang. Rezeki nomplok itu diandalkannya untuk membeli tanah. Namun. Datang puluhan. tak cukup dengan membeli satu nomor undian. Namun. jika memang Cuma itu jalan satu-satunya mendatangkan keuntungan materi melimpah. tidak!" sergah Stella. Masa lalu Stella yang suram seperti terhapus dengan sedikit kebahagiaannya di masa kini. Bisa karena "pancingan" jitu Bristol. Cynthia. Evans dan sekutunya tak menemukan kejanggalan apa pun. Bristol-Meyers yang tengah terjepit menyadari hal itu. Sampai bagian ini. Namun. Ibaratnya. hari tuanya tengah terancam. Stella mulai memikirkan kemungkina hidup tanpa Bruce. kalau mau menang lotere. Yakin dengan keterangan Cynthia. Lalu di atas tanah itu ia akan membangun rumah permanen. Ia pernah menatap mata ibunya. sesaat setelah Bruce mengembuskan napas terakhir. Sayangnya. Bekerja sama dengan jaringan swalayan dan pabrikan obat lainnya. serta membuka bisnis impiannya sejak kecil: pet shop yang khusus menjual ikan hias tropis. putri tertua Stella. jika terus hidup bersama Bruce yang bergaji pas-pasan. Jawabannya. Dia satu-satunya saksi yang dapat "bernyanyi" dengan merdu tentang upaya Stella menyingkirkan Bruce dalam beberapa tahun terakhir. Gajinya terlalu kecil untuk mengangkat Stella dari kehidupan yang sangat bersahaja. Berhadiah AS $ 300 ribu Keberuntungan itu rupanya harus "dipancing". Januari 1987. Cynthia (saat itu berusia 22 tahun) bergabung dengan Stella." ucap Cynthia dengan suara bergetar. Gadis manis berambut merah yang baru saja bercerai dari suaminya itu membawa serta anaknya yang masih bocah. Makin besar uang yang dikeluarkan makin besar kesempatan menang. sebagai pencari nafkah. Beberapa tahun terakhir. tinggal di rumah mobil.bertanggung jawab. "Saya tahu. saya sulit mengungkapkannya. 177 . "Aku tahu apa yang kamu pikirkan. dia yang lakukan itu. hanya satu yang mampu membuat tim penyidik tersenyum lebar. bahkan ratusan informan.

walau perutnya amat keroncongan. senilai AS $ 31 ribu. secara teratur dia mengunjungi perpustakaan umum Auburn. daun cemara beracun. Maka dia mulai membuat ramuan. Setelah berkeliling di beberapa toko. Cerita selanjutnya. jauh lebih berdampak mematikan ketimbang tubuh orang normal. tapi sangat kaya. dia tak bisa memanfaatkan gonjang-ganjing Tylenol. Tumbuhan beracun dicampurnya dengan kacang polong dan bahan makanan lainnya agar tidak mencurigakan. Kalau berhjalan lancar. Rupanya. 178 . Mengapa tak menjadi copycat mengikuti jejak pengoplos Chicago? Kejahatan mereka betul-betul sempurna. Namun. tak mudah mendapatkan obat pengurang rasa nyeri di pasar swalayan. lalu dimasukkan kembali dalam botol. minimal ia akan mewarisi AS $ 71 ribu. Tahun 1986 duit sebesar itu lumayan banyak. Informasi penting didapatnya saat mendampingi Bruce di forum rehabilitasi mantan korban ketergantungan alkohol. seperti yang sudah tercatat dalam cerita Stella kepada paramedia King County. cukup untuk membeli tanah dan berbisnis. Stella lancar membaca dan tahu ke mana harus mencari informasi yang "sesuai". Dia belajar dari buku. Bruce menenggaknya dan ambruk untuk selamanya. Masalah lain. Namun. penghasilan tambahan bisa didapat dengan menuntut Johnson & Johnson. gencarnya pemberitaan perihal tuntutan keluarga korban Tylenol. Stella menemukan dua polis asuransi jiwa suaminya. Di kedua polis itu nama Stella tercantum sebagai ahli waris. jika Bruce terbukti meninggal karena kecelakaan. Bruce Cuma terserang kantuk luar biasa. Konon. Ditambah uang asuransi dari perusahaan tempat Bruce bekerja sekarang. dia tak hanya akan jadi kaya raya. bagaimana mewujudkan impian itu. Pada dosis tertentu. koceknya bisa menggelembung menjadi AS $ 105 ribu. Racikan maut itu disajikan pada Bruce. Bruce lebih suka menelan Excedrin. Selain beragam pemasukan dari perusahaan asuransi. Racun itu dimasukkan ke dalam kapsul Excedrin yang dibelinya dari toko. Ilmu meramu Stella belum sempurna.Niatnya menjanda makin membara setelah beberapa bulan sebelum kematian Bruce. cara membuat racun dari tumbuh-tumbuhan yang banyak terdapat disekitarnya. Banyak produsen yang menahan atau mengurangi produksinya. membuat Stella membelokkan rencana. Terbukti. Dengan mudah dia bebas dari jeratan pasal-pasal pembunuhan. Sedikit kokain dan heroin akan menolong Stella menciptakan kematian overdosis. sambil menanti perkembangan kasus Johnson & Johnson. Meski tidak mengecap pendidikan formal yang tinggi. hingga tertidur selama belasan jam. mestinya paripurna pula rencana Stella. Salah satu yang paling menarik perhatian Stella. Stella kemudian membeli racun tikus yang dosis sianidanya cukup mematikan buat manusia. masing-masing senilai As $ 20 ribu. Ketika Harborview Medical Centre menyatakan kematian Bruce Nickell sebagai efek sesak napas dan pembengkakan paru-paru. Stella pun kembali menimba ilmu di perpustakaan. bisik hati kecil Stella. Begitu tersadar. Bukan Main! Impian yang kandas Yang menjadi masalah. obat sejenis saingan Tylenol. sejak merebaknya kasus Tylenol. Hebat 'kan? Sayangnya. banyak zat menjadi sangat berbahaya saat masuk ke tubuh mantan pasien keteragantungan alkohol. mujur bagi Stella ada pasar swalayan yang menjual Excedrin. Bruce malah merasakan tubuhnya sangat bugar. Beberapa tahun terakhir.

Terbang pula impiannya mendapatkan uang total AS $ 105 ribu. yang tinggal hanya beberapa kilometer dari rumah mobil Stella. Hanya berkat "pengkhianatan" Cynthia . rezeki nomplok AS $ 71 ribu bakal dinikmati Stella tanpa alangan berarti. direktur utama perusahaan importir buah-buahan itu meraih gagang telepon. ya. Beberapa saat kemudian.00 telepon di meja Mandala Baring berdering. Uang santunan senilai total AS $ 51 ribu seperti tak berarti apa-apa. Sama seperti yang dilakukannya pada botol Excedrin milik Bruce. penyebab kematian Bruce adalah Excedrin yang mengandung sianida. istrinya. Di pengadilan. Makin sering Stella memikirkan uang santunan yang bakal diterimanya. Polisi akan langsung curiga. Kalau saja tak dikuasai keserakahan yang membabi buta." 179 . padahal ia bermaksud keluar kantor untuk makan siang. Dengan bantuan alat pendeteksi kebohongan dan penggeledahan total rumah mobil Stella sekali pun. Lengkap dengan kehidupan nyaman di atas tanah sendiri dan toko ikan hias tropis. isi kapsul-kapsul penyembuh itu diganti. dari bahan penyembuh menjadi pembunuh. Setengah hati. Ada apa.yang kini beruntung mendapatkan bonus AS $ 30 ribu. kian sengsara pula dia. "Tidak. sampai sekarang belum ada kabarnya. dan siapa yang menculik?" tanyanya gugup. hakim menganggapnya sebagai pembunuh tak berperikemanusiaan dan mengganjarnya 90 tahun tinggal di hotel prodeo. Tahap dilaluinya dengan sempurna tanpa mengundang kecurigaan sedikit pun. Stella Nickell tercatat dalam sejarah sebagai warga negara Amerika Serikat pertama yang diadili berdasarkan Undang-Undang Pemalsuan Produk 1983. Ma?" sahutnya asal-asalan. Polisi harus diyakinkan. "Bagai mana ceritanya sampai bisa terjadi. Nonfiksi/Perfect Crimes/Icul 24. Dewi. Stella nyaris menjadi copycat yang sempurna dan nyaris membuat FBI serta polisi putus asa. KALAH CERDIK Hari Selasa pukul 13. Apalagi tak banyak tetangga yang mengenal dengan baik sifat-sifat Stella. Setelah memperbaiki kemasannya. "Halo. Rencana-rencana tadi disusun begitu rapi. oh Mama. "Hah! Diculik?" teriaknya tak percaya." geram Stella. "Enggak tahu. "Dewi. obat aspal diselipkan kembali ke rak pasar swalayan itu. polisi berhasil memaksa Stella mengaku. sehingga hangus pula uang asuransi kecelakaan. Pa. Dia benar-benar menginginkan dan merasa sangat berhak mendapatkan uang itu. uang asuransi itu tak boleh hilang begitu saja.Namun keserakahan mengalahkan akal sehat pembunuh berdarah dingin itu. Sampai kemudian tersiar kabar kematian Susan Snow. Dewi diculik!" kata Aryati. sambil menangis. "Tapi 'kan enggak mungkin saya langsung cerita pada mereka bahwa Bruce mati karena sianida." makinya dalam hati. Stella "menyesalkan" tim medis Harborview yang gagal menemukan sianida di tubuh suaminya. dia bergegas membeli beberapa botol Excedrin dan Anacin-3 dari pasar swalayan. kebejatan wanita keras kepala itu tak akan mudah dibongkar.

tunggu telepon dari saya." "Kerja sama. perwira muda yang energetik.00. Pak. Ia mengatakan. "Lo. "Kamu kenal sama penculik Dewi?" tanya Mandala gusar. ia berdiri memanggil Salyono yang duduk diam di tangga teras. Jakarta Utara. Selanjutnya." terdengar suara seorang lakilaki dengan suara serak. Pak. Si penjemput menambahkan bahwa sopirnya. Jangan sekali-kali melapor ke polisi kalau ingin putri Anda selamat! Kalau Bapak lapor ke polisi. sediakan uang tunai seratus lima puluh juta rupiah." Jam sudah menunjuk pukul 15. Bisa-bisanya ngarang orang itu. "Sudah ada kabar dari si penculik. "Putri Bapak aman di tangan saya. Setengah jam kemudian tiga orang polisi dipimpin oleh Kapolsek AKP Taufik Abdullah. dia akan pulang dengan selamat." "Kalau begitu. Jangan khawatir. menjemput Dewi Anggraini di sekolah. "Kok dia tahu nama kamu?" "Mungkin tahu dari supir-supir lain. Betul 'kan? Nah. Dewi dijemput seseorang yang mengaku pegawai rumah sakit. gadis cantik kelas 3 SD itu sampai usai jam sekolah tidak tampak batang hidungnya. Dari gurunya Salyono mendapat informasi bahwa sekitar pukul 09. Namun. Ia memutuskan segera melapor ke polisi. "Belum. Dewi dijemput untuk menengoknya di rumah sakit. perjanjian batal. kalau Bapak sudah yakin. apa maksud Anda?" "Saya akan buktikan bahwa putri Bapak memang bersama kami. Ada tanda lahir di punggung kiri dan tahi lalat di pangkal paha kanan. AKP Taufik memberi isyarat agar Mandala mengangkatnya.00. Berapa nomor ponsel Anda? 180 . Saya tidak bertanggung jawab atas keselamatannya. Salyono. Saya beri Anda waktu 48 jam. Salyono itu saya sendiri. apalagi kenal. "Ndak." sanggah Salyono. Sesaat kemudian. seperti biasa supirnya. Mandala Baring duduk tertegun di samping istrinya yang terus-menerus menangis. saya akan segera memasang telepon paralel dan alat perekamnya. muncul di rumah Mandala. Dengan tangan sedikit gemetar.Mandala Baring bergegas pulang ke rumahnya di kawasan Sunter. " Sekitar pukul 17. ibu Dewi mendapat musibah kecelakaan mobil dan kini terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma.00 telepon berdering. Lihat mukanya saja tidak." sanggah Salyono. tak sadarkan diri. Menurut istrinya. Pak?" tanya AKP Taufik pelan. Mandala makin panik. pria berusia empat puluhan itu mengangkatnya. "Kalau Bapak mau bekerja sama. tapi tidak ada kabar berita tentang gadis kecil itu. Salyono.

tugasnya memasak dan ke pasar.tiga bulan lalu kami ambil dari yayasan. Jangan-jangan Salyono kenal dengan si penculik. apakah Bapak mempunyai . Tentu saja Mandala menyanggah. Meski baru bekerja tiga bulan di Keluarga Mandala." "Boleh tahu alasannya?" "Dia mandul. selain Ibu. lalu satu lagi bertugas membersihkan rumah.. si penculik menyebut nama Salyono. "Tiga orang pembantu perempuan dan satu pembantu laki-laki. menyangkut soal ekonomi. tukang kebun. "Salyono sudah hampir tiga tahun bekerja di sini." ancam si penculik yang lalu menutup telepon setelah diberi tahu nomor ponsel Mandala. Mandala dan istrinya lemas seketika. "Maaf. "Selain keluarga Bapak. apakah Bapak punya pesaing atau musuh?" "Rasanya. AKP Taufik gusar. Pembantu perempuan kami. "Ya." "Dalam bisnis. telepon kembali berdering. dia istri kedua. Istri pertama sudah 'pisah' dua belas tahun lalu." Telepon langsung ditutup.. Saya kira.?" jawab Mandala dengan suara bergetar.. WIL (wanita idaman lain)?" tanya Taufik sambil melirik ke istri Mandala. Pak Mandala tadi bercerita kalau guru Dewi menyatakan.Saya akan menghubungi lewat ponsel agar tidak dikuping orang lain. Tumini yang berwajah lugu itu sudah akrab dengan Dewi. ikutan tegang.00. Yang dua lagi sudah lima tahun ikut kami. "Kok dia tahu di sini ada polisi. Di zaman krismon begini. sebagai tukang cuci dan setrika." timpal Aryati. Cerai dari istri pertama Tumini." "Sekarang apakah istri pertama Bapak itu sudah menikah lagi? Lalu di mana alamatnya?" 181 . Apalagi anak tunggal Tumini sepantaran dengan anak perempuan majikannya itu. pembantu rumah tangga yang sibuk menghidangkan kopi dan makanan kecil. Oh. "Perjanjian kita batal. siapa lagi yang tinggal di rumah ini?" tanyanya lagi. pasti ada yang tidak beres di rumah ini." tegas AKP Taufik sambil mengeluarkan buku catatan untuk mencatat alamat Salyono. "Itu dulu. "Sekali lagi maaf. Nanti saya hubungi kalau keadaan sudah memungkinkan. Sekitar pukul 23. Tumini . Bu. supir Ibu. Pak. Ketiga polisi itu pun siap kembali dengan tugas masing-masing. atau malah bekerja sama?" desak Taufik. sebab di rumah Anda banyak polisi. Apakah Ibu istri pertama Bapak?" "Bukan.. tidak ada." jawab Mandala. ya. saya kira tidak. Salyono orang pertama yang patut dicurigai. siapa tahu mendadak timbul masalah. halo . Sutardi namanya.

" Telepon langsung mati. sebab kata-kata si penculik belum bisa dipercaya. Satu lembar berisi denah suatu lokasi. sebab tidak pernah berhubungan lagi. Awas. Pukul 23." saran AKP Taufik kepada Mandala yang segera menemuinya." "Coba lihat di kotak surat. "Pak Mandala. apakah Ibu masih berhubungan dengan dia?" "Wah. pernah. si penculik tahu persis kalau malam itu di rumah Bapak ada polisi. "Ya. Alasannya. Tapi jangan berikan seluruhnya." Surat dari penculik Esok harinya ketika Mandala mampir ke kantor polisi. ini pertanyaan pribadi. satu lagi surat yang berbunyi. Mandala meloncat dari tempat tidur." "Ikuti saja kemauannya. Di sana ada surat. AKP Taufik mengatakan. Anda harus mengendarai mobil sendirian. lari bergegas ke luar. sebab selama delapan tahun perkawinan." Polisi memutuskan untuk sementara tidak mengunjungi rumah Mandala walaupun tetap akan diawasi selama 24 jam nonstop. Paling-paling berdebat soal anak yang tidak kunjung kami miliki. jangan sampai ada orang lain yang melihat dan curiga. ponsel Mandala berdering. Kira-kira seratus meter dari jembatan.00 masukkan uang seratus lima puluh juta rupiah yang dibungkus plastik hitam ke dalam tong sampah itu. Pada denah tergambar lapangan pacuan kuda. Mandala Baring di sini. "Maaf. kami jarang bertengkar. sebelum halte bus. pas keluarga saya datang dari daerah. dua orang patut diduga kuat terlibat kasus ini. sekitar pukul 06. ada sebuah tong sampah plastik biru. Sebelum bertemu Bapak. Kamis pagi." "Kok 'dengar-dengar'."Wah. yaitu Salyono dan Tumini. apakah ia merasa dendam atau sakit hati? Atau ia menerima saja?" "Sulit dikatakan. dari empat orang yang kami curigai. Sebuah amplop berwarna cokelat dalam kotak surat itu berisi dua lembar kertas." "Mantan pacar Ibu sekarang sudah menikah?" "Dengar-dengar sih belum. "Ya. Aryati yang sejak peristiwa itu kurang tidur selalu berdebar hatinya kalau mendengar bunyi dering telepon. enggak. "Maksud Pak Taufik?" 182 ." AKP Taufik mengalihkan pertanyaan kepada Aryati." "Ketika Bapak mencerai kannya. Di utaranya ada jembatan. "Dewi akan selamat kembali ke rumah jika tuntutan saya dipenuhi. Itu tidak sengaja saya dengar. saya tidak tahu. apakah Ibu pernah berpacaran dengan seseorang?" Sedikit ragu-ragu Aryati menjawab singkat sambil melirik ke arah suaminya.00.

" AKP Taufik geram karena merasa kecolongan. Karena yang ditunggu tak juga muncul. dan jangan lengah. Permisi. tampak sesosok gelandangan yang jalannya sedikit pincang perlahan turun ke sungai persis di bawah jembatan. jangan-jangan si gelandangan tadi orangnya. sebagian dasar tong sampah itu ternyata berlubang. terlihat dua orang sedang memancing di sungai dekat jembatan itu. tetapi belum ada orang yang datang mendekati tong sampah atau orang yang patut dicurigai. para petugas itu lalu mendekati dan memeriksa tong sampah plastik yang penuh dengan sampah kertas itu." "Siap. Tak berapa lama kedua pemancing itu naik ke seberang jembatan. menemui dan bercakap-cakap dengan seorang tukang becak. Untungnya. "Sialan. mereka adalah sejumlah petugas polisi yang sedang menyamar." bentaknya. lalu menuju jembatan sesuai instruksi si penculik. tentu kedua orang itu akan curiga.45 Mandala Baring mengendarai mobilnya keluar kompleks perumahannya yang tergolong mewah itu. Rupanya. Sesudah menaruh bungkusan plastik ke tong sampah. Pak? Bikin takut ikan-ikan saja. cukup bagi orang dewasa untuk berjalan dalam posisi jongkok. Seperti di film-film itu lo!" Tepat pukul 22. 183 . Langit sedikit cerah dan jalanan tidak macet. Pak!" Rupanya." Perlahan-lahan mobil Mandala meluncur ke arah halte. Dengan tenang Mandala mengendarai mobilnya melewati depan lapangan pacuan kuda. Pak. tembus ke gorong-gorong air yang langsung menuju ke sungai di bawah jembatan. Sepeninggal Mandala dari tempat itu." jawab orang itu. "Kalau plastik berisi uang itu saya buang ke tong sampah. lalu dengan senternya menyorotkan cahaya ke arah orang itu. "Sedang main catur dengan Bakri. Salah seorang pengail mengeluarkan teropong kecil dari saku. Setelah diperiksa. kedua pedagang itu tidak memperhatikan. asal jangan lupa tugas. mau buang hajat. di sana ada gerobak roti dengan lilin menyala terang. bungkusan plastik hitam berisi uang itu sudah raib. Saat berhenti di atas jembatan."Selipkan saja dengan potongan kertas HVS. "Mau ke mana. Selain ada tukang rokok. "Sial!" pikir Mandala. Hampir tiga jam mereka mengamati keadaan. Tong sampah plastik ternyata berada dekat halte bus. "Maaf. sebab mereka tengah asyik memainkan bidak-bidak catur. "Mana Suwandi?" tanya si pembawa teropong kepada si tukang becak. Salah satu dari kedua orang yang sedang memancing tadi merasa agak terganggu. hanya tumpukan paling atas dan paling bawah yang uang asli. Diameter gorong-gorong itu hampir satu meter. Mandala pulang menunggu reaksi penculik dengan rasa waswas. mengawasi dengan teliti kawasan di sekitar tong sampah dekat halte. Malam makin gelap." "Boleh main.

lihatlah foto kiriman saya . Keluarga Baring makin panik. Brigpoltu Ayu Mawarni melaporkan. "Selamat pagi.Mau menikah lagi Masih belum ada perkembangan baru sampai di suatu Sabtu pagi Mandala Baring kembali menerima surat dari si penculik. tapi 'perawat'. ia tetap perlu diawasi. Pak Salyono. "Saya dengar dari beberapa rekan Anda di Kantor Pak Mandala Baring. Anaknya empat orang. Esok paginya Salyono memenuhi panggilan polisi. Pulangnya selalu naik ojek. Sekali lagi. Tampangnya memang lumayan." "Katanya tukang nasi.. karena akibatnya . seperti bekas sayatan pisau. Polisi mencoba bertindak cepat dengan melakukan penyelidikan terhadap Salyono dan Tumini. Itu karena ia punya kesempatan untuk berhubungan dengan orang lain. "Maksud saya. terlihat goresan luka yang meneteskan darah. "Hus.. "Sepertinya. yang mengejutkan." perintah AKP Taufik." jawab Bharatu Suwandi.. "Meski tukang ojeknya selalu berganti-ganti. pemilik warung nasi di dekat kantor majikannya. pada pipi kanan gadis itu. Pak Salyono hendak menikah lagi dengan Partinah. Uang yang Anda sampaikan ternyata kurang dari Rp 10 juta. jangan main-main. setiap dua hari sekali Tumini belanja ke pasar. 'perawan agak lewat'." "Berarti. Dalam beberapa hari selanjutnya tidak ada informasi apa pun dari si penculik. ia diberi kalung emas 15 gram. bikinkan surat perintah pemanggilan untuk Salyono sebagai saksi. dari mana mendapatkannya? Kalau begitu. Anda mau bermain-main." tutur Brigpoltu Ayu. selebihnya hanya potongan kertas tak berguna. sebagai tanda jadi. Kali ini disertai selembar foto polaroid. apa lagi?" "Partinah mengaku. Aryati serta merta pingsan. Pakaiannya rapi. benarkah?" Dengan malu-malu Salyono mengiyakan. "Apa perempuan itu masih lajang?" "Lajang. 184 ." Di foto itu tampak Dewi Anggraini hanya mengenakan kaus singlet. Menyaksikan foto itu.. Terus." jawab Bharatu Suwandi sambil tersenyum. pemilik warung nasi." AKP Taufik memberi salam.. Tapi sepertinya ia 'ada main' dengan Partinah. Boleh saja. kok 'perawat'?" tanya AKP Taufik. jangan bercanda. Salyono banyak uang dong. "Bagaimana dengan Salyono?" "Ia tinggal di Prumpung. Namun. tangannya terikat ke belakang.

"Masalahnya, istri saya sakit-sakitan, Pak. Katanya, gejala sakit kuning. Enggak boleh kerja berat, enggak boleh capek. Kalau begitu, saya kebagian apa?" katanya sambil tersenyum penuh arti. "Sudah dapat izin dari istri?" "Belum sih, Pak. Tapi saya pernah menyinggung persoalan ini. Kayaknya, dia bisa maklum," jawabnya. "Mengurus dua keluarga itu berat lo, Pak, terutama soal keuangannya." "Partinah 'kan punya warung, saya tinggal tambahi sedikit modal, beres." "Berarti, Pak Salyono banyak duit dong," pancing AKP Taufik. "Banyak sih tidak, Pak, tapi ada sedikit. Pembagian warisan dari kampung. Sawah orang tua kami kena proyek jalan tol. Nah, uang ganti rugi itu dibagi dengan adik saya." "Omong-omong, selain Tumini, siapa lagi pembantu rumah tangga Pak Baring?" "Ada Bu Sumiati, tukang cuci, dan Bu Piyah, tukang bersih-bersih rumah. Maaf, Pak, di sini boleh ngerokok?" "Oh, silakan," jawab Taufik spontan. Dari sakunya Salyono mengeluarkan sebungkus rokok kretek, lalu sebotol kecil minyak angin. Salyono punya kebiasaan, sebelum disulut dan diisap, ia melumuri batang rokoknya dengan minyak angin. "Memang enak, rokok diolesi minyak angin?" "Kalau sudah biasa, enak, Pak. Kretek rasa mentol," sahutnya. Pembantu baru misterius Seminggu kemudian rumah Keluarga Mandala kedatangan seorang perempuan muda berambut pendek. Ia turun dari bajaj, menjinjing kopor. Tumini yang kebetulan mau berangkat ke pasar membukakan pintu pagar untuknya. "Maaf, Mbak. Apa betul ini rumah Pak Mandala Baring?" "Betul, Adik siapa?" "Saya keponakan Bi Piyah, dari Tasikmalaya." "Oh, yang mau menggantikan Bi Piyah? Iya, kemarin Bi Piyah bilang, mau pulang kampung beberapa hari, ada urusan penting." Gadis hitam manis bernama Sugiarti itu mengangguk. Sugiarti tinggal di kamar yang bersebelahan dengan kamar Tumini dan hanya dibatasi tembok berventilasi. Di malam hari Sugiarti lebih suka ngendon di kamar mendengarkan radio. Sudah hampir 10 hari Sugiarti bekerja di rumah Mandala Baring.

185

Bila hari sudah malam, Sugiarti sering mendengar Tumini seperti berbicara dengan seseorang. Ia juga sering memergoki Tumini sendirian di taman belakang malammalam. Sugiarti tidak tahu apa yang dilakukan teman kerjanya itu. Suatu sore selagi masih di kantor, ponsel Mandala Baring kembali berdering. "Halo, ya. Bagaimana? Saya harus antarkan ke mana?" jawab Mandala gugup. "Malam ini pukul 23.00 Anda mengendarai mobil sendirian. Siapkan uang, jangan lupa bawa ponsel. Saya akan beri petunjuk selanjutnya nanti malam. Ingat, jangan melapor pada aparat," ujar suara dari seberang. "Ya, ya. Tapi, bagaimana dengan anak saya?" "Jangan khawatir, dia aman bersama saya," jawabnya singkat sebelum mematikan telepon. Tanpa buang waktu, Baring menyiapkan uang yang diperlukan. Malam itu Sugiarti dipanggil Bu Aryati. Cukup lama ia berada di rumah induk. Ketika mau kembali ke kamarnya, ia dicegat Tumini. "Kok lama amat? Disuruh apa sama Nyonya?" "Bantu ngitung duit, sekalian memasukkan ke kopor." "Banyak duitnya?" "Banyak sekali, ratusan ribu semua. Saya sampai bingung ngeliatnya." "Untuk apa malam-malam begini nyiapin duit segitu banyak?" "Enggak tahu. Katanya, malam ini Tuan ada urusan." Menjelang pukul 23.00, Tumini membukakan pintu gerbang. Mandala Baring memasukkan kopor ke dalam mobil mewahnya. Ia tampak terburu-buru. Di perjalanan Mandala tampak seperti orang linglung, karena tidak tahu arah yang harus dituju. Beberapa saat kemudian, ponselnya berdering. "Anda terus saja ke lokasi yang dulu, dekat lapangan pacuan kuda. Dulu Anda ke kiri ke arah jembatan, sekarang ke kanan ke arah kuburan. Lewati terus gerbang kuburan, sampai Anda menemukan telepon umum. Berhenti di situ, turun dari mobil, tapi mesin mobil jangan di-matikan. Tinggalkan uang di jok depan. Saya akan memberi petunjuk selanjutnya." Perlahan Mandala mengemudikan mobilnya. Di sepanjang jalan tampak deretan warung remang-remang. Di dekat telepon umum di bawah pohon mangga, seperti yang dimaksud si penculik, ponselnya kembali berdering. "Seperti perintah saya sebelumnya, tinggalkan uang di jok depan. Mesin mobil harus tetap menyala. Anda bisa mengambil putri Anda di depan gerbang makam." Mandala sempat terkesima, keningnya berkerut. Nada suara orang yang meneleponnya sejak tadi sore terdengar berbeda dengan yang sudah-sudah. Suaranya dibuat-buat, seperti takut dikenali.
186

Makam itu sangat gelap. Tak tampak sebentuk sosok manusia pun di sana. Ketika ia tengah menajam-najamkan penglihatannya, tiba-tiba terdengar bunyi derum mobil. Terlambat, seseorang telah melarikan mobilnya, dan uang tebusan sebesar Rp 150 juta. Salah perhitungan Sekitar pukul 04.00 Tumini tampak berjingkat-jingkat ke luar dari kamarnya membawa tas besar. Saat ia keluar pintu gerbang, sebuah taksi kebetulan melintas. Taksi dengan penumpang Tumini kemudian meluncur ke arah Cililitan, lalu terus ke selatan. Sesudah melewati perempatan Kampung Rambutan, mobil itu berbelok ke kiri. Sekitar 100 m dari mulut gang, taksi berhenti di depan sebuah rumah papan bertingkat. Tumini segera masuk dengan kunci cadangan. Tanpa disangka, setengah jam kemudian, polisi sudah mengepung tempat itu. Setelah memberikan peringatan, polisi langsung mendobrak tempat itu. Di sebuah kamar di lantai atas, polisi mendapatkan Dewi Anggraini meringkuk di pojokan. Di depannya berdiri tegap Tumini. Di tangannya tergenggam sebuah cutter berlumuran darah. "Sudah sering saya bilang. Kamu boleh memeras, tapi jangan menyakiti sandera. Eh, kamu malah berniat mencabuli bocah ingusan seumur anakku," katanya beringas pada lelaki setengah mabuk, yang merintih di pojok lain ruangan itu. Bagian pinggul lelaki yang hanya bercelana dalam itu terluka memanjang bekas sabetan cutter Tumini. Dalam pemeriksaan diketahui, Tumini dan Sumarlan ternyata komplotan penjahat. Mereka pernah beroperasi di daerah Jakarta Barat. Ketika kedua majikan Tumini bekerja, ia leluasa menguras harta majikannya. Saat itu Tumini baru setengah bulan bekerja. Ia kabur membawa hasil jarahannya dengan mobil sewaan yang dikemudikan Sumarlan. Setelah itu dua kali mereka melakukan kejahatan serupa di sebuah perumahan mewah di Jakarta Selatan. Namun, mereka tampaknya salah perhitungan ketika bekerja di rumah Keluarga Mandala. Keluarga itu ternyata memiliki banyak pembantu rumah tangga sehingga kesempatan untuk merampok menjadi sulit. Memeras majikan dengan menculik anaknya adalah gagasan alternatif Tumini. Dengan harapan hasilnya akan lebih besar, meski risikonya juga tidak kecil. Tumini, janda beranak satu, dan Sumarlan perjaka pengangguran berniat menikah dan membuka warung di kampung. Untuk itu, mereka perlu modal. Malam itu, begitu tahu kalau Mandala sudah mengirimkan uang tebusan, buru-buru Tumini ke rumah kontrakan Sumarlan. Ia khawatir Sumarlan kabur dan menipu dirinya. Tumini belum percaya sepenuhnya pada kekasihnya itu. Ketika sampai, didapatinya Sumarlan tengah mabuk, bahkan hendak berbuat tidak senonoh pada Dewi. Nalurinya sebagai ibu bangkit, ia teringat pada anak tunggalnya di kampung. Cutter yang selalu ada di kantung bajunya pun ikut bicara. "Di foto polaroid pipi Dewi tampak terluka, tapi ini kok tidak ada bekasnya?" tanya AKP Taufik pada Sumarlan yang terbaring kesakitan. "Saya dulu pernah membantu bagian tata rias dan efek khusus sebuah produksi film laga."

187

Tumini melihat masih ada polisi yang sering datang ke rumah majikannya. Celakanya. Ia sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri. siapa saja yang tahu nomor ponsel Anda?" "Yang ini khusus untuk keluarga. yang duduk di samping Sumarlan. Mobil itu kosong. selain Ibu. Dari bukti itu diketahui. Tumini segera menelepon Sumarlan dan memarahinya karena merasa belum memberi tanda aman. "Yang semalam diantar sendiri oleh Pak Mandala!" "Kalau uang yang kurang dari sepuluh juta itu memang saya yang ambil. sepertinya diinjak untuk mematikan apinya. Rombongan polisi segera mendatangi tempat itu. Polwan itu ternyata Sugiarti." jawabnya serius. karena sudah lama ikut saya. Rupanya. saya tidak menerimanya. karena ia mabuk. campuran madu dan zat pewarna. terdapat botol minyak 188 . Saya harus menunggu perintah dari Tumini. Di lantai jok pengemudi tampak puntung rokok kretek yang masih panjang. Dewi masih tampak lelah di pelukan ibunya." "Bagaimana dengan Salyono. lukanya cuma tipuan? Kamu buat dari apa?" "Dari sejenis lateks yang dilumuri 'darah'. Tumini. dia juga tahu. pagi-pagi Tumini pergi ke rumah Sumarlan. "Pak Mandala. ia naik taksi yang dikemudikan Bharatu Suwandi yang mendapat informasi dari Sugiarti. Mikrofon itu dihubungkan dengan gelombang FM radio. Puntung itu gepeng." katanya kepada AKP Taufik. orang luar yang tahu hanya sekretaris saya. "Uang? Uang apa. mikrofon yang sangat peka. setiap malam Tumini berkomunikasi dengan Sumarlan menggunakan ponsel. Tapi kalau yang semalam. Ketika Mandala mengantar uang tebusan."Jadi. Sugiarti diam-diam memasang wireless FM. bukti rekamannya. mana uang seratus lima puluh juta itu?" tanya AKP Taufik setelah menerima laporan. tas berisi uang itu pun raib. Ia menggamit tangan Bi Piyah. Tidak pulang kampung. di rumah kontrakan Sumarlan tidak ditemukan uang sebesar itu. Bi Piyah hanya dititipkan pada salah satu keluarga Polisi. kok Sumarlan sudah meminta uang tebusan itu. Di dekatnya. Sejak sore saya hanya minum-minum. Pak?" tanya Sumarlan kaget. "Lalu. dan direkam. jawaban Sumarlan kacau. Pagi itu juga AKP Taufik Abdullah meluncur ke rumah Mandala Baring. betul." "Supaya Pak Mandala syok dan cepat mengirimkan uang tebusannya? Begitu?" Sumarlan mengangguk pelan. Pengakuan Sumarlan dibenarkan oleh Tumini. Karena takut dibohongi. di lubang angin yang menghubungkan kamarnya dengan kamar Tumini. Tanpa dia sadari. "Ini Komandan. terkejut ketika seorang polisi wanita memasuki ruangan. Tumini tidak percaya." Dari anak buahnya AKP Taufik mendapat kabar bahwa mobil Mandala Baring ditemukan di pinggir jalan dekat TMII. agak terlindung karpet. supir Anda?" "Oh.

Sakit sejak dulu enggak sembuh-sembuh. "Pulang kampung. rokok itu harus diolesi minyak angin sebelum diisap. (Fiksi/Riady B. rokok yang terlanjur disulut itu dimatikannya dengan diinjak. di Jakarta) 189 . si pengemudi siap merokok. Tidak tercium bau apa pun kecuali aroma tembakau. jumlah dan nomor serinya sama persis dengan uang yang dibawa Mandala Baring semalam. "Mau ke mana. ngobati istri. AKP Taufik menduga. Salyono memang cerdik. Kamu ke rumah Salyono. Puntung itu diambil lalu dicium AKP Taufik. Ia pandai memanfaatkan kesempatan meski tidak punya sangkut paut dengan komplotan Tumini dan Sumarlan." jawabnya agak grogi. kamu ke terminal bus. Dengan berat hati Salyono menyerahkan tas gendongnya. Di dalamnya terdapat setumpuk uang.angin yang kosong. "Boleh lihat isi tasnya?" sela seorang polisi di sebelahnya. Seperti kebiasaannya." perintah AKP Taufik kepada anak buahnya. Sarosa. Karena minyak anginnya habis. "Sekarang bagi tugas. Pak Salyono? Kok sendirian?" sapa AKP Taufik setelah memergoki Salyono di sebuah terminal bus antarkota antarprovinsi di Jakarta Timur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful