Cerita Kriminal

www.intisari-online.com

Daftar Isi

01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24.

Stag Night Membawa Petaka Terkecoh Piringan Hitam Ada Perempuan Simpanan Jejak Porsche Yang Mengecoh Jebakan Buat Pangeran Hitam Horor Di Mount Vernon Direkrut Jadi Mitra Pembunuh Tergiur Simpanan Janda Tua Korban Ke-13 Cincin Berlian Memecah Kebuntuan Masa Lalu Terekam Di Kuku Surat Balasan Salah Alamat Beda Nasib Sejak Bayi Terlacak Dari Situs Internet Dikenali Dari Suaranya Rahasianya Di Balik Celana Kekasihnya Tewas Di Jalanan Gara-Gara Patah hati Saku Mantel Itu Menggelembung Di Balik Dinding Kampus Termakan Gosip Lukisan Cat Minyak Tanpa Tekstur ‘Nyanyian’ Sang Puteri Kalah Cerdik

2

01.

STAG NIGHT MEMBAWA PETAKA

Cheryl Miller memang belum menjadi selebriti. Namun, siapa pun yang pernah bertemu, apalagi mengenal gadis ini dengan baik, pasti setuju kalau dia memiliki pesona yang tidak dimiliki gadis muda berusia 21 tahun lainnya. Selain punya wajah cantik dan tubuh menarik, Cheryl - yang bekerja paruh waktu di sebuah toko roti di Saginaw, Michigan, Amerika Serikat - juga dikenal sebagai gadis yang cerdas dan mandiri. Donna Duquette - bibinya - masih ingat betapa keponakannya itu sangat perhatian kepada orang lain. "Jiwa sosialnya tinggi, terutama kepada keluarga dan kawankawan dekatnya," ungkap Donna. Tak aneh kalau Donna kemudian berkesimpulan, "Untuk gadis seumur dia, Cheryl benar-benar sosok yang luar biasa dan sempurna." Donna lantas bercerita, betapa keponakannya itu lebih memilih tinggal di sebuah apartemen, bersama seorang temannya, teman wanita tentu. Keputusan pindah itu tak diherani Donna. "Sejak usia belasan tahun, Cheryl sudah terbiasa melakukan banyak hal sendirian," tegas sang bibi lagi. Kalaupun butuh kawan, yang paling sering menemani dia hanyalah sepeda motor kesayangannya. Sepeda motor itu dibeli dari hasil tabungannya sendiri. Di kalangan teman-temannya, Cheryl pun sangat populer dan supel. Tak heran, dia gampang sekali menarik perhatian lawan jenis. Namun teman-temannya tak ingat, sudah berapa banyak cowok yang pernah menjadi teman kencan Cheryl. "Kami tak pernah mau ikut campur terlalu jauh pada urusan pribadinya. Cheryl terlalu baik untuk dibuat marah atau tersinggung," sahut seorang teman kerjanya. Pendek kata, Cheryl Miller bak mutiara yang sinarnya sangat terang dan diperkirakan bakal makin benderang di masa yang akan datang. "Bukan tidak mungkin, dengan karakter dan semua bakat yang dimilikinya, kelak dia akan menjadi seorang bintang. Seorang selebriti," Donna kembali angkat bicara. Namun, manusia memang hanya bisa memohon, karena pada akhirnya, Tuhan jua yang menentukan. Doa dan harapan mereka terhadap Cheryl tak pernah kesampaian. Bukan Tuhan tak mau mendengarkan, tapi Dia tampaknya punya rencana lain untuk sang "calon bintang". Rencana yang tak pernah diketahui manusia. Menuju jalan buntu Sabtu pagi itu, awal tahun 1970-an, di tengah cuaca gerimis, Cheryl Miller ditemukan kawan seapartemennya dalam keadaan tergeletak tak berdaya di tempat tidur, di apartemen mereka di Saginaw. Luka terbuka, meski tidak menganga, juga ditemukan di tubuhnya. Komentar-komentar terkejut terdengar dari kawan, tetangga, terlebih keluarga. Bersamaan dengan itu, suasana sedih dan duka menyergap seketika. Terutama, setelah muncul kepastian dari kepolisian dan rumah sakit bahwa nyawa Cheryl tak bisa diselamatkan. Sang "calon bintang" telah meninggalkan alam fana untuk selamanya. Kepergian yang terlalu pagi sebenarnya. Setelah itu, duka berubah menjadi luka, karena cara Cheryl tewas sungguh sangat mengenaskan. Hasil autopsi menyimpulkan, gadis manis itu mengalami kekerasan seksual. "Tampaknya, ia diperkosa, kemudian dicekik. Atau sebaliknya, dicekik dulu

3

"Tidak secara spesifik. Mereka bilang. Meski belakangan. untuk mendukung azas praduga tak bersalah. "Itu salah satu kemungkinan skenario yang perlu didalami. Mereka pasti sangat menderita. Detektif Ron Herzberg dan detektif Tom Reeder yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) tak lama setelah ditelepon. dia agak khawatir pada sikap temperamental Abbass. mereka semua tidak percayaan." tukas seorang anggota tim forensik. semua disambangi. Tapi Cheryl sempat berkata. Seperti ada orang yang baru saja menembakkan peluru karet ke perut ini. menyusunnya menjadi semacam puzzle yang harus dipecahkan. Saat ini. Apalagi motif terbunuhnya Cheryl jelas karena sesuatu yang sifatnya pribadi. Seperti Donna. teman-teman korban. lalu membunuh Cheryl?" tanya wartawan. Ron sengaja merahasiakan nama Abbass. dalam irama yang sama. polisi kemudian mengarahkan penyelidikannya pada Abbass Esfehani. langsung menyisir lokasi." "Sang pacar marah." Ya. Police line pun dipasang bersamaan dengan kesibukan polisi mengamankan barang bukti. Ron dan Tom memang langsung mengumpulkan data dan fakta. tetangga. "Saya sangat kaget. Detektif Tom Reeder yang mendampingi Ron. "Saya tak bisa membayangkan. Tak lama setelah itu. seorang pemuda asal Iran yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar. Ini bukan perampokan. "Beberapa hari sebelum kejadian." jawab Ron dan Tom tanpa dikomando. "Apakah polisi mempunyai calon tersangka lain. seraya menambahkan. "Pada kasus pembunuhan seperti ini. kami sedang menyelidiki kemungkinan keterlibatan teman dekat korban. Ron dan Tom mendengar selentingan kabar dari teman-teman Cheryl. sehingga hubungan mereka kabarnya agak merenggang. "Orangtua Cheryl tahu apa penyebab retaknya hubungan mereka?" cecar wartawan.06. Ron dan Tom mulai menanyai sejumlah saksi." Donna bercerita sembari memegang perut. benar-benar kaget." tambah Donna.30 . bagaimana reaksi orangtua Cheryl saat itu. Berdasarkan masukan-masukan itu. karena tak ada barang-barang milik korban yang hilang. "Mana mungkin ada orang yang tega berbuat begitu sadis pada gadis sebaik dan secantik Cheryl?" tegas mereka. orangtua korban sempat berbicara dengan anaknya. Setelah mengamati kondisi mayat dan TKP. apalagi melanjutkan hubungan dengan pacarnya itu. Cheryl tak ingin lagi bertemu." detektif Ron Herzberg memberikan keterangan kepada wartawan.00." balas Ron. Keluarga. Mereka berhasil menemukan sidik jari Abbass di dinding yang mengarah pada kamar tempat 4 . Cheryl diperkirakan meninggal antara pukul 05. ikut menganggukkan kepala. selain teman dekat korban?" "Kemungkinan itu juga sedang kami selidiki. ketidakcocokan mulai muncul. Kita belum bisa memastikan. yang pertama kali kita selidiki biasanya adalah orang-orang yang mengenal dan dikenal korban. saat itu Abbass masih dalam status pacaran dengan korban.baru diperkosa.

Alverez yang pernah menumpang beberapa waktu di apartemen itu dicurigai mempunyai kaitan 5 . mereka segera menghubungi rekan sejawatnya di Iran. Alhasil. Tapi kami akan memenuhi permintaan Anda. Bahkan sampel itu juga tak cocok dengan rambut yang ditemukan di sisir milik Abbass. jika terus bertahan di Amerika Serikat. yang bisa dilakukan polisi Iran hanyalah "menginterogasi" Abbass dalam hitungan jam. karena memang tak ikut menyaksikan. "Kami tak bisa melakukan apa-apa. Tanpa membuang waktu. tampaknya mengarah ke sebuah jalan. "Kami tak punya bukti untuk menahan dia. lalu terbang ke negara asalnya. Herannya. karena ketiadaan bukti. karena dugaan terlibat dalam kasus pembunuhan dan pemerkosaan. Sebagian barang-barangnya bahkan ditinggalkan begitu saja di Saginaw. Polisi berusaha keras. Mereka tak mau kehilangan buruannya begitu saja. atau mengarah pada ditemukannya pembunuh Cheryl. Polisi juga menemukan beberapa helai rambut di tubuh sang gadis. setelah diteliti. Polisi juga mencari dan memintai keterangan saksi-saksi baru. upaya menemukan siapa pembunuh dan pemerkosa Cheryl. Mereka melakukan check and recheck terhadap orangorang yang pernah diwawancarai. Mereka berhasil menjaring keterangan dari sekitar 150 orang saksi. Abbass menjual mobilnya. Namun. apakah ada orang lain di luar Abbass yang pantas dimasukkan dalam daftar tersangka. atau malah hebatnya. bernama jalan buntu! Alibi tak terbantah Dua tahun setelah mentok di jalan buntu. polisi sempat menawarkan hadiah uang buat mereka yang dapat memberikan petunjuk penting. polisi akhirnya menghentikan (sementara) perburuan terhadap Abbass Esfehani. Berbagai kemungkinan dan skenario pun coba dipikirkan. Calon tersangka itu tampaknya menyadari kerepotan yang bakal dihadapinya. Hanya selang beberapa hari sejak tewasnya Cheryl. dua nama lain yang masuk dalam daftar tersangka adalah Antonio Alverez (sepupu teman seapartemen Cheryl) dan Gabriel Ferris. sekaligus frustrasi. yang tertinggal di bekas kediamannya di Saginaw. Polisi tentu kebakaran jenggot. saat sampel diambil dari Abbass. Polisi betul-betul dibikin bingung. polisi masih terus memburu pemerkosa dan pembunuh Cheryl Miller." Ron menirukan keterangan dan janji yang didengarnya dari koleganya di seberang lautan. tanpa barang bukti. minta agar Abbass ditahan. Dalam kurun waktu dua tahun itu pula. Sayangnya." jelas Ron. Abbass sendiri sejak kejadian itu tak pernah lagi berkunjung ke Amerika Serikat. keluarga dan teman-teman Cheryl mulai merasa. sampel rambut yang dikirim Kepolisian Iran itu ternyata sama sekali tidak cocok dengan contoh rambut yang ditemukan di tubuh korban.mayat Cheryl ditemukan. Selain Abbass. pihak berwajib tak pernah memiliki kesempatan menginterogasi Abbass. yang warna hitamnya mirip dengan rambut di sisir milik Abbass. Dari situlah daftar tersangka baru kasus pembunuhan dan pemerkosaan Cheryl dibuat. untuk mengirim sampel rambut Abbass ke Amerika. Saat itu. Kumpulan barang bukti itu makin menguatkan kecurigaan aparat kepolisian pada pemuda asal seberang lautan itu. lima bulan setelah ditemukannya mayat Cheryl.

Polisi bahkan "tersesat" di jalan buntu itu selama hampir 20 tahun! Saksi tua renta Makanya. Hubungan intim terakhir yang mereka lakukan konon hanya sekitar sepekan sebelum pembunuhan. orang yang sedang berbulan madu menyempatkan diri memperkosa dan membunuh bekas pacarnya? Secara logika. dia mengakui pernah menjadi pacar dan berhubungan seksual dengan Cheryl Miller. arsip kasus Cheryl Miller dimasukkan ke dalam peti. Ferris justru satu-satunya calon tersangka yang memiliki alibi paling sulit dibantah. "Mudah-mudahan.yang saat peristiwa pembunuhan Cheryl terjadi masih remaja . Ferris sedang berada sekitar 65 mil dari Saginaw. Detektif Reeder pernah beberapa kali berjumpa Ferris. yang meninggal dengan membawa serta semua kedukaannya ke alam baka. mestinya tidak. Sedangkan mereka yang 20 tahun lalu sudah menjadi orangtua atau berusia setengah baya. inilah pembunuh Cheryl yang sesungguhnya. Ferris menjadi calon tersangka paling sempurna di antara tiga calon tersangka dalam daftar polisi. Ferris memang tidak meninggalkan jejak rambut di tubuh korban. insting saya bilang. Ketika itu. jalan buntu. Kasihan mereka. persisnya di sebuah cottage di kawasan wisata Lake Huron. kini banyak yang sudah berusia setengah baya dan sakit-sakitan. Jadi. dengan ditemukannya bukti-bukti baru yang mengarah pada tertangkapnya tersangka. Di sana. Namun. ketika arsip kasus Cheryl Miller akhirnya dibuka kembali pada 1994. untuk kedua kalinya. karena orang-orang yang dulu segar bugar. status Ferris adalah pengantin baru yang sedang menghabiskan malam pertama bulan madunya di sebuah tempat peristirahatan di luar Saginaw. "Melihat betapa gugupnya dia ketika berbicara tentang Cheryl. bahkan paling minim jika dibandingkan dengan dua tersangka lainnya. Ferris menghabiskan malam pertama bulan madu." sergah Tom Reeder. Bagaimana dengan Gabriel Ferris? Nah. Masalahnya. menjadi "berkah" tersendiri. Kini.dengan kematian Cheryl. Beberapa detektif .bergerak mendatangi saksi-saksi yang dulu pernah dimintai keterangan. Termasuk kedua orangtua Cheryl. seperti berkali-kali diceritakannya pada polisi." bilang Dona. Apakah masuk akal. bersama istri yang baru saja dinikahinya. tetapi dia kerap berurusan dengan polisi. Polisi juga menemukan sidik jari Ferris di meja rias dekat tubuh Cheryl ditemukan. polisi mengarah ke jalan yang sama. Jelas tak gampang. menyusul ditemukannya kemiripan antara sampel rambut Alverez dengan rambut hitam yang ditemukan di tubuh korban. Saat kabar pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl menyeruak. arwah Cheryl dan orangtuanya bisa beristirahat dengan lebih tenang. pihak kepolisian Saginaw bertekad mengadakan penyelidikan ulang atas kasus berumur puluhan tahun ini. 6 . Namun. Akhirnya. perlahan tapi pasti. bahkan sempat masuk hotel prodeo. Saat terjadinya pembunuhan. Ferris sendiri sebenarnya berasal dari keluarga cukup berada. Dengan kata lain. polisi dengan hanya mengandalkan teknologi yang dimiliki saat itu belum dapat memastikan. lantaran terlibat peredaran obat-obat terlarang. bahkan sudah ada yang meninggal dunia. bukti fisik terhadap Alvarez sangat minim. sejauh mana tingkat kesamaan antara sampel rambut Alverez dengan rambut yang ditemukan di tubuh Cheryl. yang satu ini agak unik.

Bukti-bukti lisan itu makin meyakinkan. aku enggak sempat ngerem. tiba-tiba muncul seekor kelinci.yang ikut membuka kembali kasus Cheryl Miller pada 1994 bersaksi bahwa Ferris pernah bilang.yang pernah menemaninya berkendara jauh pada 1976. Aku enggak tahu ke mana.Dona kali ini memang boleh berharap banyak." demikian ucapan yang sering didengar sang mantan pacar sepanjang perjalanan. "Setelah melakukan hubungan intim. Namun. Setelah bercerai dari Ferris. karena polisi berhasil mendapatkan sejumlah fakta baru dan penting. dia sudah kembali ke cottage. karena aku sendiri langsung tertidur. Nah. "Astaga. Karena kaget.kini sudah pensiun . masih banyak saksi lain yang merekam bahwa pada tahun-tahun pertama setelah terbunuhnya Cheryl. honey?" Ferris tak langsung menjawab. lantaran letaknya hanya beberapa inci dari posisi kepala korban saat ditemukan. Bangkainya sampai nyangkut di roda. Begitu mematikannya "nyanyian" Terri. sehingga bulan madu hari pertama yang selama ini menjadi alibi tak tergoyahkan. akhirnya ketabrak. gong dari semua gong adalah keterangan mantan istri Ferris. akhirnya tidak lagi menjadi bagian yang hilang (missing link) yang mengganggu penyelidikan polisi. jika ditambah "temuan lama". baik dalam keadaan sadar maupun mengigau. ini darah kelinci." sebut polisi. Bukan tentang Abbass Esfehani atau Antonio Alvarez.saat ia dipenjara karena masalah narkoba . Terri Igaz. "Saya tidak berniat melakukannya.bekas pacar Ferris . Ferris yang selama 20 tahun berlindung pada alibi bulan madunya itu kini harus menghadapi kesaksian demi kesaksian yang perlahan-lahan membungkam "senjata" yang selama ini meloloskannya dari cengkeraman aparat penegak hukum. saat aku mau menarik bangkainya . Yaaa. Ehh. tapi tentang si pemilik alibi terkuat. Bekas teman satu sel Ferris . sebelum Matahari terbit. Ketika sedang mencari angin segar di luar. Selain Roy Walton.seperti kamu lihat sekarang . Polisi menyebut kebiasaan buruk Ferris yang tak bisa "menjaga mulut" sebagai salah satu faktor yang meringankan pekerjaan mereka.sebagian darahnya 7 . Terri akhirnya mau berterus terang. Ferris pernah mengaku terus terang: dialah pembunuh Cheryl! Polisi juga mendapat "kutipan berharga" dari seorang perempuan . Faktor pemberat penemuan sidik jari itu. untuk menjebloskannya ke dalam bui. berupa sidik jari Ferris di meja rias. "Kamu dari mana. mungkin dia mau menyeberang jalan. tak jauh dari lokasi tempat ditemukannya mayat Cheryl." jelas polisi. Yang pasti. sempat menyatakan keheranannya. dua tahun setelah kematian Cheryl. Ferris sebenarnya sempat keluar kamar. Kamu terluka?" "Bukan. Sungguh. "Hampir bisa dipastikan.pun mengaku Ferris sering sekali berbicara tentang pembunuhan itu. apa yang terjadi. "Ucapan-ucapan Ferris akan menjadi bukti penting bagi kami. sidik jari seperti itu biasanya ditinggalkan oleh si pembunuh. Cheryl hanyalah satu dari lima perempuan yang pernah ditidurinya dalam kurun waktu yang hampir bersamaan. saya benar-benar tidak berniat melakukannya. Detektif Roy Walton . Ferris kerap berperilaku dan berbicara aneh tentang pembunuhan yang menimpa mantan kekasihnya itu." sang mantan istri membuka kisahnya. bahkan berani bersumpah. Terri yang terbangun oleh kedatangan Ferris. Gabriel Ferris. Seorang mantan napi lainnya.

Niatnya jelas. sekadar iseng atau hati kecilnya sebetulnya lebih mencintai Cheryl ketimbang Terri. dia tak pernah absen membela Cheryl. merasa sangat bahagia jika kasus ini akhirnya terungkap. betapa pun telatnya. Terri tak menyadari kegelisahan Ferris saat itu." imbuh Terri. sebelum betul-betul menjadi "suami". sering juga disebut "stag night". Adik saya bahkan sampai meninggal karena stres. apalagi membunuh. meski raganya berada di rumah peristirahatan di Lake Huron (sekitar satu jam perjalanan dari Saginaw). justru setelah dia selesai menunaikan tugas sebagai suami di malam pertama bulan madunya. Tapi setelah aku perhatikan lebih teliti. ingin berkencan. Dia merasa harus percaya pada cerita suaminya. Namun malam itu. Akting pura-pura menangis. tempat tinggal sang mantan pacar. ternyata dia cuma sedang berakting. bukan memperkosa. Lagi pula.00 siang. yang disayanginya melebihi anak sendiri. bibi Cheryl. rasanya mirip orang menangis. dia mengeluarkan suara parau. Yang pasti. Dari pagi hingga menjelang malam. persisnya jam 11. lelaki itu hanya berucap ringan. Nyanyian mantan istri Terri bahkan tak terlalu ambil pusing." Ferris beralasan. Alhasil. Terri tak pernah mau lepas dari Ferris." ucap Donna. Toh. Hampir setiap aktivitas mereka lakukan bersama-sama. Saat Terri menatap Ferris dengan pandangan heran." Kesaksian Terri menjadi kartu As polisi untuk mematahkan alibi yang selama 30 tahun terakhir ini menyelamatkan Ferris dari ancaman hukuman berat. Perempuan yang terbunuh itu. sehingga ia tak tahu apakah masih tersisa noda darah di roda. Ferris ternyata masih berusaha mengencani Cheryl untuk terakhir kalinya. bulan madu bukanlah saat yang tepat untuk bertengkar. Hanya itu. Meski sudah memilih Terri menjadi istri. Tapi saya.malah menempel di baju. dia itu bekas pacarku. Keinginan bercinta untuk terakhir kalinya dengan bekas pacar. "Saat menonton. Di persidangan. lalu melarikannya ke Saginaw. Tentu saja. aneh sekali. 8 . polisi merangkai teka-teki kematian Cheryl Miller dengan merekonstruksi peristiwa menghebohkan 30 tahun lalu itu. Terri juga tak ingin memeriksa mobil. tanpa ekspresi. "Lihat. persis sebelum melakukan hubungan resmi sebagai suami istri. Pacar terakhir. "Orangtua Cheryl memang tak bisa lagi menyaksikan jalannya sidang kasus pembunuhan anaknya. Entah apa yang ada di benak Ferris saat itu. Ferris sempat bertingkah aneh saat menyaksikan berita pembunuhan dan pemerkosaan Cheryl di televisi lokal. malam atau dini hari itu juga. Donna memang menjadi anggota keluarga Cheryl yang paling rajin mengikuti sidang. Ferris baru punya "waktu luang". atas nama keluarga. sebelum aku menikahi kamu. Dia benar-benar ingin menikmati suasana romantis bulan madu. yang disebut-sebut Ferris baru saja menabrak kelinci. pikiran Ferris tetap tak bisa lepas dari apartemen Cheryl. menjadi motif pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl. Terri cuma manggut-manggut. ketika beberapa jam kemudian. Saat itu. dia meraih kunci kontak mobil. kesempatan yang ditunggu-tunggu tak jua datang. Keberhasilan yang amat sangat disyukuri keluarga besar Cheryl. Sejak 30 tahun lalu. niat Ferris untuk menyambangi apartemen Cheryl tetap menggebu. sembari menunjuk bercak darah di bajunya.

Ia segera menyambar jas di dekat tempat tidur untuk menutupi piyama yang dikenakannya. Karena belakangan. yang datang dari arah depan rumahnya. Terri. Mereka mendapati mayat Louise Bonfield terbujur kaku di tempat tidurnya. tepatnya tahun 2004. Bisa ditebak. Tak ada lagi stag night. sebelumnya dia telah dua kali berusaha membunuh Cheryl. Lalu. ikut bersaksi. Hannah mengaku pertama kali mendapati mayat pukul 23. pembantu rumah tangga keluarga Bonfield." Namun. sampai napasnya tak lagi berembus. dipenuhi darah. Hal itu tampak dari memar keunguan di sekitar leher. Saya sangat yakin. namun jarum jamnya menunjukkan angka 22. Kacanya pecah. seperti biasa. wanita berdarah 9 . darah segar masih basah mengalir akibat luka bacok. Seorang calon selebriti asal Saginaw.12. kami juga mendapat bukti. kepala Louise dipukul dengan benda dari kuningan itu. polisi datang ke lokasi. penolakan itu membuat Ferris naik pitam.00. Rupanya. Polisi menemukan potongan kaca nako yang berasal dari jendela belakang. Kekerasan fisik dan seksual pun diterima Cheryl yang mengakibatkan sedikit luka terbuka. "Tak ada kata terlambat untuk memenjarakan seorang pembunuh. Dompet manik-manik milik Louise didapati dalam keadaan kosong. Ditemukan juga sebuah jam kuno terbuat dari kuningan di lantai." bisa jadi begitulah bentuk semprotan Cheryl. tepat di depan pintu masuk rumah.(Kisah nyata/Chris Hansen/Icul) ) 02.Sayangnya. perempuan malang yang diharapkan menjadi selebriti oleh kawan dan keluarganya itu dicekik. "Kamu sudah melakukan hubungan suami-istri. polisi mendudukkan Gabriel Ferris di kursi terdakwa.35. akhirnya dengan yakin. "Saya yakin ia melakukannya. Saat itu. "Ferris punya kemampuan untuk melakukan itu. yang biasanya diletakkan di atas perapian. kesaksian terakhir ini ditolak mentah-mentah di pengadilan. Dua puluh tahun sejak terjadinya pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl Miller. Sepuluh menit sebelumnya. baik oleh Ferris maupun pengacaranya. Louise juga dicekik. yang masih berteriak kencang karena ketakutan. Laci-laci dikeluarkan dari tempatnya dan isinya berhamburan keluar. jadi sudah resmi jadi suami Terri." Terlebih pembunuh mutiara yang sedang bersinar terang. dan saya tidak mau berhubungan seksual dengan lelaki beristri." Bahkan mantan istri Ferris. atau 10 tahun sejak kasus menghebohkan itu diangkat kembali dari peti X-file Kepolisian Saginaw. Seperti diucapkan seorang perwira polisi. Pak Gamble kemudian menghampiri Hannah Swenson. entah untuk alasan apa. Isi kamar tampak berantakan tak keruan. Sebaliknya. Tempat lilin yang terbuat dari kuningan. Dari kepalanya. ketika telepon dari Tuan Gamble yang tinggal berseberangan dengan keluarga Bonfield berdering di kantor kepolisian terdekat. dia malah mendapat semprotan. Ia memang punya kebiasaan buruk memukuli istri. Beberapa menit kemudian. kedatangan Ferris tak mendapat sambutan hangat Cheryl. Kepada polisi. Ferris yang pada saat itu berumur 55 tahun harus mempertanggungjawabkan dosa yang dibuatnya di masa muda. Gamble terbangun gara-gara mendengar suara seseorang menjerit. TERKECOH PIRINGAN HITAM Jam menunjukkan pukul 23.

suami korban. "Oke." ujar salah seorang polisi. "Istri bapak terbunuh. Tak lama kemudian. kita teruskan. Pelaku menyambar tempat lilin dari perapian. Louise. Wajahnya pucat pasi. Tanpa mengeluarkan sepatah kata. Tyler mengetuk pintu ruangan. Ini pekerjaan rutin penyidik." jelas George. menghampiri George. "Istri Anda. polisi langsung mencari George Bonfield. Pria itu. Gambaran 10 . Ia menunggu pertanyaan apa lagi yang akan diajukan inspektur. Pertanyaan Christopher masih sama dengan pertanyaan semalam. kalau-kalau keterangannya masih diperlukan. George dapat mendengar Joe Tyler. Tuan?" tanya seorang polisi. "Ya. Dengan langkah gontai. Si pencuri tak menyadari ruangan yang dimasukinya kamar tidur pemilik rumah. Baru pagi harinya." jawab George. Sebagian memakai seragam. menerima kedatangan beberapa tamu. Joe Tyler ikut mendampingi. juga memukulnya dengan jam hingga tewas di tempat. Setelah itu. setelah minum jus jeruk. Tapi akhirnya membunuh karena istri Anda mengagetkannya. Tak lama kemudian. ada di dompet manikmanik." George tampak menyesali perbuatan si pelaku. "Tak ada berlian dan surat berharga di rumah kami. seraya membaca laporan tertulis kesaksian Hannah.Belgia itu selalu menaruh segelas jus jeruk di meja samping tempat tidur majikannya. Namun pria itu hanya mengangguk dan berlalu. "Sepanjang sore ini Anda di kantor. Ia merasa. Inspektur Christopher McKee dari Divisi Pembunuhan Kepolisian Manhattan. Ia segera mengumpulkan keterangan dari tetangga seberang rumah. Hanya lebih detail. karena suara mereka terdengar seperti setengah berbisik. Kami juga akan melanjutkan pertanyaan yang lebih detil kepada Hannah setelah kondisinya membaik. Ia tak tega menyaksikan kepergian Louise dengan cara tragis seperti ini. 'kan?" tanya McKee. Bonfield dipanggil ke kantor polisi. "Ya. Tiga detektif lain masuk dan ikut mendengarkan keterangan Bonfield. hampir tak kedengaran. Tak jelas apa yang mereka perbincangkan. karena Louise menyimpannya di safe deposit box di bank. tak seberapa. istri Anda dibunuh oleh pencuri yang dipergoki berada di ruangan ini. Dua polisi berbadan tegap ikut masuk. memang sering terbangun di tengah malam karena batuk kecil. George menatap mayat istrinya dengan perasaan berkecamuk. Tanpa membuang waktu. Salah seorang menjelaskan hasil sementara penyelidikan mereka atas pembunuhan Louise Bonfield. Tujuannya semula merampok. George terlihat siap. Rambutnya lengket oleh darah dari luka di kepala. sehingga batuk pun reda. yang sedang dalam perawatan dokter sejak kena serangan batu empedu. Saat itu. Kami minta Anda segera ke rumah." kata George dengan suara pelan. George memasuki kamar tidurnya yang dipenuhi beberapa orang polisi. George mulai punya firasat buruk tentang keluarganya. Kalaupun punya. seorang pria berwajah ramah datang bersama seorang stenografer. asistennya. George kembali ke rumah. tenggerokannya lebih nyaman. Dibunuh atau dirampok? Dari dalam ruangan di kantornya. lainnya tidak. "Kami menyimpulkan.

Dengan alibi itu. semuanya beres. Inspektur? Coba lihat kembali laporan tertulis mengenai waktu kejadian!" Christopher mengangguk pelan. Nah. Tapi ia berada di ruangan lain. Bersama anak buahnya ia kembali menuju kediaman George. Tyler yakin George selalu berada di ruangannya. Betul. saat peluncuran produk Darling Soap.45. "Nyonya Bonfiled terbunuh pukul 22." "Anda sendirian di kantor?" "Dengan asisten saya. juga kamar Hannah. 'kan." "Kenapa Anda begitu yakin?" tanya sang Letnan dengan pandangan tajam. sekarang katakan. Joe Tyler bangkit dari duduknya. Ini artinya. "Karena saya ingat waktunya.35 jelas sekali ia tengah mengontak Frank Morisson bahwa tugasnya segera siap pagi ini. Joe Tyler. seperti biasa saya meninggalkan rumah satu jam berikutnya. Ia berusaha bicara. 11 . memeriksa ulang pintu dan semua jendela. Namun sulit baginya melontarkan suara.35. Christopher tampak tenang dan tak terpengaruh sedikit pun oleh keterangan Tyler. di sebelah ruangan saya. jelas tak mungkin George pelaku pembunuhan sadis Loiuse. Ia pun tak kalah emosi." Christopher mempersilakan Joe Tyler memperkuat kesaksian George." papar Joe Tyler. apa sebenarnya yang Anda lakukan tadi malam?" Bonfield menyilangkan sebelah kakinya ke kaki yang lain.30. Saya ingat karena kami menghadapi pekerjaan yang banyak. "Maksud Anda. bahwa George berada di kantor sejak pukul 20. Dalam pembicaraan itu saya mendengar George bilang : Sekarang jam 22. Tuan George?" pertanyaan Christopher seperti tak terduga. Dua jam lagi kami menyelesaikannya. George agak kaget. Namun faktanya memang begitu. "Dari ruangan Anda. George sangat gelisah dengan mepetnya waktu yang diberikan Morisson. hingga saat polisi datang. kalian menuduh saya pelaku semua ini?" kata George sedikit emosi. Bahkan jam 22. "Kami makan malam. Frank. Tadi malam pekerjaan di kantor sangat banyak. Christopher tidak mengatakan sepatah kata pun. terdapat pintu yang langsung terhubung menuju jalan utama. Ia sampai merasa perlu mengontak Frank dan meyakinkan bahwa besok. Setelah itu. Tyler pun bersaksi.35. Suara George terdengar dari ruangan saya. Bayangan istrinya masih jelas dalam ingatannya. "Betul. Setahu saya. Saya mendengar sendiri pembicaraan itu. Kami tengah menyiapkan peluncuran Darling Soap People. Besok pagi acara Anda akan beres.peristiwa ini akan segera terungkap. Mereka memutari halaman rumah keluarga Bonfield. pada jam itu George berada di kantor?" "Ya. sekitar pukul 19.

datang bersama polisi lain." pintanya. sebetulnya pintu itu memang tidak dalam keadaan terkunci. George yang sejak awal tidak menyukai kehadiran Hannah jadi tambah kesal. Ia benar-benar tak menghendaki kehadiran Hannah. George baru saja menancapkan penanya di kertas laporan. Ia bilang Tuan Bonfield menghubunginya pukul 22. Hannah seharusnya di rumah. Menjelang lima menit sebelum pukul 23. Ia takut dituduh sebagai pelakunya. "Maaf mengundang Anda kembali. George bernapas lega. Fotokopi laporan tertulis pembunuhan Louise berada di atas meja inspektur. Sejenak darah George berdesir.35. Lima menit kemudian. "Saya baru saja mengontak Frank Morisson dari Darling Soaps. Beberapa hari kemudian. Saya turuni tangga dengan berlari menuju pintu utama. Kepada Hannah. Di kamar mandi mereka mendapati serpihan topi berwarna hijau yang diduga milik salah satu klien George yang tertinggal.Ruangan George di kantor juga tak luput dari pemeriksaan ulang. Seseorang telah membukanya. silahkan tandatangani laporan ini. Namun George tak bisa menyalahkannya. 12 . sang pembantu. "Pak Bonfield. seorang detektif lain masuk. karena Hannah tampaknya diundang McKee. mengurusi tetek-bengek rumahtangga. Tak lama kemudian. ketika tiba-tiba pintu ruangan terbuka." tegas Hannah yang gigih bertahan dengan ingatannya." sapa Christopher. ia bisa beristirahat dengan nyaman." ujar gadis bermata biru dan berwajah bulat tersebut. "Saya berteriak. Namun ia berusaha menahan diri. McKee menyodorkan laporan tertulis hasil penyidikan kepada George. Nadanya datar." "Saya tidak peduli. Di tempat lain. McKee mengulang-ulang pertanyaan yang sama. ia menyaksikan sesuatu yang mengerikan. Ini hanya formalitas saja. Namun McKee masih terus mempengaruhi Hannah. Hampir lima orang penyidik berada di ruangan Inspektur Christopher McKee. ia kembali dipanggil ke kantor polisi. Lalu membukanya dan lari lewat pintu itu. bahwa pintu menjadi rangkaian rencana pelaku. Sayalah yang membuka pintu itu. Untuk pertama kalinya sejak Louise terbunuh. untuk menghindari diri dari Hannah. "Hannah. kenyamanan George tak berlangsung lama.00 ia membuat jus jeruk untuk dibawa ke kamar Ny. Laporan tertulis tampaknya sudah hampir final." McKee dan keenam rekannya terdiam. Inspektur menatap wajahnya. hingga Hannah mulai menangis. Bonfield. Jadi bukan kamu yang membukanya. Pintunya terkunci ketika saya berada di kamar Nyonya. Di ruangan ini penyelidikan dilaksanakan lebih intensif. Tak sengaja mengaku Sayangnya. Tampak Hannah. Sangkal-menyangkal perihal pintu masih berlangsung. Pelaku melepas rantai dan memutar kunci agar ia bisa berlari usai membunuh Nyonya Bonfield. Dengan lugu wanita itu menggambarkan kembali situasi pada malam kejadian. Mereka bercakap-cakap mengenai pekerjaan untuk pagi berikutnya.

Louise.00. Menurut dokter. Sejak menjalani terapi. Bahkan juga dalam hal yang tidak seharusnya dia pikirkan. jika rajin terapi dan beristirahat yang cukup. tahu apa dia?" sergah George dalam hati." ujar George pelan. Setiap langkah sudah kuperhitungkan dengan matang. ya tingkah lakunya. Hannah. juga warna wallpaper di ruang makan yang mestinya masuk dalam tanggungjawab pemborong. Istrinya. Ia merasa bagai hidup di ketiak istrinya." "Ya. "George.00. Sebab aku sendiri yang membukanya ketika pertama kali masuk ke rumah pukul 22. Tapi tetap saja akhirnya terjadi slip lidah. Tapi kemana? Tak ada tempat yang aman untuk bersumbunyi. Itu. bulan demi bulan. membuatnya muak. hingga tahun demi tahun yang harus dijalaninya bersama Louise. "Oh. Tuan Bonfield!" Bibir Bonfield memucat." 13 . "Tentu saja pintu itu sudah terbuka ketika kamu menuruni tangga. Membayangkan hari demi hari." sahut George enggan."Dasar pembantu bodoh. minggu demi minggu. Di usianya yang memasuki 56. Louise sudah berada di ranjangnya pukul 21. Dalam waktu 3 bulan. lho. Ia bak menahan berkecamuknya beragam perasaan. Jangan sampai ditunda minggu depan…. usia Louise akan bertahan 20 tahun ke depan. Namun McKee terus dan terus menekan Hannah dengan pertanyaan seputar pintu. Anda tahu kalau pintu itu sebetulnya sudah dibuka? Teruskan. Ia sendiri kaget mendengarnya. Percintaan putri mereka pun diaturnya. Mata George yang makin kesal. Mendadak. Ya ucapannya. Sampai akhirnya. Dalam keadaan sakit pun. iya …masih ada satu hal lagi yang mau aku bicarakan. meski rambut putihnya terlihat di sana sini. pertahanan itu jebol! Ia tak tahan lagi. Makanya kita harus mulai merencanakan investasi baru. George masih terlihat gagah. sebab sayalah yang…" teriak George tanpa sadar. "Oh. sesibuk apapun. ia merasa jenuh dengan pernikahannya. "Sayalah yang membunuhnya. semua orang di ruangan menatap George tak percaya. yang selalu mengatur segala hal. Ada rencana tertentu di otakku. asuransimu akan jatuh tempo. George tampaknya benar-benar tak tahan. Belakangan. acountnya Randall. Kesannya sangat mengatur. sejak mereka menikah. seraya menutupi wajah dengan kedua belah tangannya Jam dan piringan hitam George Bonfield dan Louise tinggal di lantai pertama di rumah mereka di kawasan West Thirteenth Street yang telah mereka diami selama 30 tahun. Louise selalu saja punya ide yang sangat jelas dan sulit dibantah. Tepatnya. pintu tersebut dalam keadaan tak terkunci beberapa saat sebelum jam 23. Saya tahu itu. termasuk dominan dalam mengatur rumahtangga. Terang saja. Ia ingin segera menghentikan pembicaraan tentang pintu itu. akhirnya memerah. Ingin rasanya ia berlari dari ruangan itu. ia masih cekatan mengatur segala hal. Termasuk Inspektur McKee. kamu harus menemui orang-orang asuransi. Ia sudah berhati-hati sejak kemarin. Betahan 20 tahun lagi? Bulu kuduk George langsung bergidik.24.

Hannah. Tentunya di saat kantor sudah sepi. ia sudah tak menginginkannya. George juga membeli senar-senar tipis. begitu ia mengutak-atik jam. Ia juga melakukan eksperimen dengan senar-senar kecil. George membeli sebuah jam. Ketika seorang klien di luar kota memintanya datang ke peluncuran produk baru. George lalu ngeloyor ke kantornya. memberi laporan. Kulitnya masih lembut. Pikirannya tertuju penuh pada kreativitas yang lain. Semula Hannah menawarkan untuk memanggil tukang servis jam. Malam itu. akal jahatnya datang.!" kata George yang memilih keluar ruangan daripada mendengar ocehan istrinya. Ia menenangkan diri sejenak. Jangan lupa pintu depan harus sudah terkunci sebelum kamu tidur. Pertama kali yang ia copot adalah bel dari jam wekernya. Setelah puas bereksperimen. jangan bangunkan saya. Kantor George terletak di lantai kedua dari salah satu gedung di West 42 Street. terdengar pintu diketuk. Hanya terdiri dari ruangan tunggu yang tidak seberapa besar dan dua ruang kerja. Tapi letaknya sangat strategis untuk berbisnis. tapi jam weker murah yang sederhana dengan bel di atasnya. Ia sedikit menyalahkan Hannah. Sekembalinya dari luar kota. George memberikannya beberapa tugas." katanya. Tapi anehnya. hati-hati ia mencoba mengaitkan jam dengan pengungkit piringan hitam dengan tali-tali senar kecilnya. "Ya. ia berkemas ke rumah. sayang. Bukan jam elektronik. George tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk membeli disc seukuran piringan hitam yang dapat merekam. 14 . Tapi George mencegahnya. Tak heran jika kantornya menghasilkan keuntungan yang lumayan besar. Di sela-sela waktu kerja. Kedua barang tersebut diletakkan dalam laci kerjanya yang terkunci rapat. Tangannya bersentuhan dengan tangan istrinya. Tidak melakukan aktivitas apapun. Eh. Tak lama. Tyler tengah menunggunya. barulah ia menaruh "perkakas" barunya itu ke dalam laci. "Besok saja. Ia juga membeli sebuah player piringan hitam portabel kecil. Bapak akan membunyikan bel setiba di rumah. Sekarang jam ini sudah membaik kok. Louise sedikit tak percaya. ia melakukan eksperimen dengan barang-barang yang baru dibelinya itu. Ruang yang satu dihuni Joe Tyler dan dua stenographer. dan lainnya ruangan George. kamu kan harus ke kantor malam ini. "Jangan lama-lama. ingat ya.00. Agensi iklan yang ia kelola tak seberapa besar dari segi ruang. Biar aku lihat. Tiba-tiba. Sebelumnya. Habis itu. jam tersebut tidak apa-apa. di kantor." ujar George seraya mengambil majalah." George berjalan menuju dapur di lantai bawah untuk melihat jam yang dimaksud Hannah. kamu mesti membawa jus jeruk jam 23. Mati. Tak lupa ia merekam suaranya sendiri pada disc/piringan hitam. pembantu rumah tangga berdarah Swedia. Tuan."Ya. seperti biasa. "Jam di atas tungku tidak berfungsi." katanya. Hannah. sudah.

Termasuk hari yang dipilih. George berusaha tampil apa adanya. makanya agar tidak mencurigakan. Untung tidak hujan. Hari H semakin dekat. pilihan pada Kamis juga karena pertimbangan cuaca. George lalu masuk ke ruangannya. pintu. Selain itu. Pemotong kaca siap di saku. Biasanya ada penjaga yang mengawasi ruangan ini. Ia mempelajari berapa menit waktu yang dibutuhkan dari kantor menuju rumah.20. Hati George lega ketika langkah kaki menjauh. Ia menguji jendela. Satu jam berlalu. Waktu menunjukkan pukul 21. Jangan sampai ia mengeluarkan suara sekecil apapun." ujar Bonfield sembari menyerahkan seberkas pekerjaan. Pintu terakhir yang harus dilaluinya tinggali 10 meter di depannya. Tetapi ia memilih hari Kamis. Pukul 21. Jantungnya sempat berdegup saat mendengar langkah kaki seseorang. George memang kembali ke kantor dan menemui Joe. dan rekaman suara George sendiri yang termuat di piringan hitam. George mengenakan topi warna hijau. Jadi. Dengan bantuan selotip besar. tetapi ada sebuah jalan setapak yang berujung ke bloknya. Semula ada tiga hari yang menjadi pilihan yaitu Rabu. Lalu diam-diam menyelinap keluar kantor. Semua skenario sudah matang di kepala. lama beraksi. tapi akan ada angin besar di malam hari. Rumah yang ia tinggali terletak di sebelah selatan dari Thirteenth Street. Ia menaiki bus ekspres dan turun di Fourteenth Street. Hari yang pasti akan "sangat sibuk". sehari sebelum kliennya Frank Morisson.Dua minggu setelah eksperimen. meluncurkan produk terbaru. hingga kembali lagi ke ruangannya. mohon jangan ganggu saya. Begitu juga selotip. bawahannya." ujarnya. Presiden Direktur Darling Soaps. George mengenakan sarung tangan dan menggunakan selotip besar di kaca nako pintu belakang. kaca yang terlepas tidak mengeluarkan suara. George kembali mematangkan rencananya agar "proyek" raahsia itu berjalan sempurna. "Saya harus menyiapkan kampanye Morrison besok. Dengan mudah ia masuk ke dalam rumah. "Saya sendiri. Malam itu hanya ada beberapa pejalan kaki yang ia temui. hari itu tidak turun hujan. Louise bicara terus. dan juga menyiapkan pemotong kaca dan selotip besar. malam ini hanya ingin berkonsentrasi pada tugas Morrison.55 ia mulai mengeluarkan "perkakasnya". Ia mengunci pintu dari dalam. Kalau ada yang memergoki. Pakai topi hitam Di hari H. karena tak ada penerangan. Ia menjadikan jam weker sebagai pemicu berfungsinya player piringan hitam. Kamis atau Jumat. Suasana sangat gelap. kecuali lampu dari kamar Hannah. maka hancur lebur sudah rencana yang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Hati-hati ia memotong kaca. sepanjang makan malam. player piringan hitam. Malam ini kamu konsentrasi pada tugas ini. Menurut ramalan cuaca. George terus menghitung durasi ketika ia beraksi. Ia menuruni tangga darurat dan muncul di lantai dasar. Jam weker minus bel. George berusaha menahan napas dan terdiam kaku. George menghentikan langkahnya. milik salah seorang kliennya yang tertinggal di kantor beberapa bulan lalu. George pamitan untuk kembali ke kantor. Topi dan jas milik sendiri ia tinggal di kantor. tentunya dengan pertimbangan terbaik. 15 .

Ruangan pertama yang didatangi adalah dapur untuk mengambil jam kuno yang ngadat beberapa hari yang lalu. di saat yang sama.35. Ia membuka rantai pintu. Begitu pula piringan hitam. pelakunya sudah merencanakan semua ini. "McKee. McKee memperlihatkan tandatangan di atas surat pengakuan Bonfield. Goerge membunuh bukan pada 22. Selama ini.53 George telah tiba di ruangan. di ruangannya. "Pada malam kejadian. sekitar 22. dan rekaman suara George di piringan hitam.Sejenak ia terdiam untuk mendengarkan sesuatu. Saat ia tidur di kamar dan mendengar ada suara angin. Ia jadi ragu apakah ia sudah menguncinya atau belum. Tetapi sekitar 22. player piringan hitam." Jaksa Wilayah tercenung. yang selama ini hampir tak pernah dijamah orang. Nyonya Bonfield selalu mewanti-wanti agar pintu tesebut dalam kedaan terkunci sebelum Hanah tidur. McKee menghadap Jaksa Wilayah. Bonfield. "Terhapusnya sidik jari pada telepon di kamar mandi Ny. Ia juga menyetel jam weker pada posisi 22. dan suara rekaman ia satukan dalam sebuah tas besar. Sebelum meninggalkan rumah. ia menelepon Frank Morisson dari kamar mandi rumahnya. "Nyonya Bonfield? Angin?" "Ya.35. alarm jam menggerakkan pengungkit player piringan hitam. Setelah itu ia menuju pintu depan. Ia kembali ke luar kantor untuk memusnahkan "perkakas" itu. Saat itulah rekaman suara George terdengar oleh Tyler. Dia melengkapi surat itu dengan sedikit penjelasan.25." 16 .35 seperti saat jam ditemukan di kamar Louise. Sebuah alibi yang sempurna!" Menurut McKee. Hannah sangat takut kepadanya kalau ada pekerjaan yang tak beres. Usai membunuh ia sempat menghubungi Morrison. Artinya. Pukul 22. Tapi saya tak percaya kita akan mengetahuinya secepat ini. Pukul 22. Dibantu angin Beberapa saat usai penahanan George Bonfield. Sedangkan jam dan player piringan hitam portabel ia lempar hingga hancur berkeping-keping di celah-celah sempit bangunan di sekitar kantor. piringan hitam kecil. sebelum Bonfield mengaku. kliennya. George meninggalkan kantor langsung dari ruangannya.. Jadi bukan perampokan. Lalu ia dengan leluasa meninggalkan kantor menuju rumahnya di Thirteenth Street untuk membunuh istrinya sendiri. merupakan keganjilan. Joe Tyler tak menyadari kalau saat itu Bonfield ternyata tengah memainkan mesin buatannya.35 "tugas" utama ia selesaikan dan kembali ke kantor lewat rute yang sama. Sementara itu. istrinya dan angin. Jam alarm. Kini tujuannya kamar Louise. Apalagi waktunya terbatas. Nyonya Bonfield berhasil melatih Hannah dengan baik.. Hannah langsung mencemaskan pintu depan rumah. Mengaitkan satu senarnya pada anak genta jam dan senar lainnya ke pengungkit player piringan hitam. yang berhubungan ke player piringan hitam. yang terdiri dari jam alarm. apakah Anda sudah menduga bahwa dialah pelakunya?" McKee mengangkat bahunya. Kecuali. Topi hijau ia hancurkan menjadi serpihan kecil dan dibuang di kloset.

rambut Annisa memang gampang rontok. Beberapa helai rambutnya rontok. Ia pun tak ingat lagi. "Biasanya. Tentu saja ia menguncinya. honey. Terlebih saat bermanis-manis dengan kekasih hatinya. aku percaya. Mbak Annisa enggak nongol."Kalau ada suara angin. Kalaupun berhalangan hadir.yang sebelumnya penuh emosi . setiap Jumat sore. jatuh mengotori meja telepon di rumahnya. tidak biasanya dia absen tanpa kabar. tapi enggak ada yang angkat. Aku belum cerita ke siapa-siapa.. seperti biasa Annisa (37 tahun) tak kuasa menghentikan kebiasaan menggaruk kepala jika sedang merasa senang. "Ya ." rajuk Annisa. Limamenit sebelum harus mengantar segelas jus jeruk ke atas. ketika pintu depan sudah tak terkunci lagi. Pasti tak ada yang menyangka. bulan depan kita bereskan semuanya. Dengan waktu 6 menit yang ia miliki. kamu enggak marah?" suara Annisa makin manja." "Saat itulah Bonfield melarikan diri dari pintu depan. sebelum itu jangan cerita tentang calon bayi kita pada siapa pun. dilaporkan hilang dari rumah mereka yang asri di bilangan Rawamangun." Lola menjelaskan alasannya mendatangi kantor polisi. Aku janji. sarjana ilmu sosial yang baru saja diwisuda itu menumpahkan kegundahan hatinya." (Kisah rekaan/Helen Reilly/Nis) 03.akhirnya merendah. kami selalu bertemu di pusat kebugaran.. Padahal. Annisa dan anak lelakinya. 17 . Saya sudah berusaha menghubungi handphone-nya dan menelepon rumahnya. Dia 'kan sohibku. Ia tahu persis jam Hannah menyiapkan jus. sudahlah. Tapi aku minta. Hilang kontak Lola (24 tahun) yang pertama kali melaporkan hilangnya Annisa pada aparat keamanan. artinya pintu belum terkunci. Beberapa hari kemudian. percakapan tadi menjadi percakapan terakhir dua sejoli yang tengah dimabuk cinta itu. ADA PEREMPUAN SIMPANAN Tak ada kutu atau ketombe di kulit kepalanya. Bonfield "memaksa" Hannah agar mengunci pintu depan dahulu. Lalu berjaga hingga 22. "Swear. Tuan Bonfield masih berada di kamar istrinya. Pintu dibuka kembali. Nada suara lelaki di seberang sana . Baru Lola yang tahu. Curhat kamu ke Lola anggap saja kecelakaan. Namun. memasang rantai dan kembali ke kamarnya.55. Sedangkan Hannah merasa sudah menguncinya. Jordi (6 tahun). Suara angin yang masuk membuat Hannah tak mendengar kedatangannya. Diantar adik laki-lakinya. Pukul 22. Si lelaki (38 tahun) mengiyakan dengan mesra. Jakarta Timur. pasti dia mengontak saya. meski cuma lewat kabel telepon. Sejak kecil. Tapi sore tadi. Waktu itu." "Bener nih.30 Hannah menuruni tangga dan mendapati pintu dalam keadaan tak terkunci.

dan ruang tamu. sedangkan semua lampu dalam kondisi mati." "Anda sempat mampir ke rumah Bu Annisa?" kali ini Asrul Gumara. dan Mal Metropolitan Bekasi. Lola yang ikut mendengar. dia jarang sekali ke sana. akibat kecelakaan pesawat tujuh tahun lalu. Dari sanalah Asrul dan Lola mengintip ke dalam rumah. Hanya lampu dapur yang tampak menyala. Lola. Mbak Annisa keluar rumah sejak jam dua belasan. pintu depan ternyata tidak terkunci. "Kelihatannya. tersenyum geli. "Bagaimana kalau ternyata mereka sedang plesir ke luar kota? Aku bisa dipotong gaji karena merusak pintu. Darah di kamar tidur Di lingkungan tempat tinggalnya. Di antaranya rumah lumayan besar dan asri yang kini ditinggali Annisa bersama Jordi. ruang keluarga. yang bertanya. Wicak Abilawa. Dalam hati Lola kagum juga pada "tenaga dalam" Asrul." komentar Asrul setelah menyisir dapur." Hadi dan Asrul menatap Lola sebentar. serta tiga gerai sepatu. Toyota Kijang berpelat nomor polisi yang dikemudikan Asrul berhenti persis di depan pintu pagar rumah Annisa. memang wiraswastawan sukses yang sayangnya meninggal dunia di usia muda. Meski "Hercules" yang dikagumi itu malah berbalik memuji Lola. Suaminya."Anda sudah menghubungi kerabat Bu Annisa?" tanya Komisaris Polisi (Kompol) Hadi Bhrata. Kaca jendela 'kan lebih mudah diganti dan diperbaiki daripada pintu ya?" Sang detektif telat mikir rupanya. Jumat malam itu kondisi rumah Annisa memang gelap gulita. yang ikut nimbrung mendengarkan laporan Lola. "Mengapa tak memecahkan kaca jendela saja? Tanpa terali dan cukup lebar sebagai jalan masuk. Untungnya. braaakkkk! ." "Tidak mungkin. Pintu pagarnya tak terkunci. Ada kecemasan luar bisa terpancar dari wajah wanita muda berparas ayu itu." elak Lola. Mal Ciputra. duduk tegang di samping reserse Polsektro Pulogadung itu. "Sebagian besar kerabat Mbak Annisa tinggal di Cibinong.. Bu Annisa dan anaknya enggak ada di rumah. Lola yang memaksa ikut. menurut Lola. Polisi yang satu ini kocak juga. Hanya dalam beberapa tendangan. anak buah Hadi. Saya hanya seorang polisi." desah Asrul pelan. "Maaf. "Itulah.. Asrul berpikir sejenak. Dia dikenal sebagai "janda kaya" yang baik hati dan dermawan. pintu belakang itu roboh. bukan ahli kunci. Gelap sekali. pintunya terpaksa saya rusak. Seperti cerita Lola." saran Lola. Annisa cukup populer. sebelum bubaran salat Jumat. Kapolsektro Pulogadung. Habis maghrib tadi. Tetangganya bilang." 18 . saya lewat depan rumahnya. "Ide kamu bagus juga. Tapi setahu saya. "Lihat. sebelum akhirnya memutuskan masuk secara paksa lewat pintu belakang. Bu Annisa. Namun terlambat. masing-masing di pusat perdagangan Pasar Baru. Wicak meninggalkan warisan lebih dari cukup untuk menghidupi anak dan istrinya.

"Itu foto Mbak Nisa dan almarhum suaminya. Benar saja. mulai mengumpulkan barang bukti hingga fakta yang ditemukan di lapangan." Setelah meneliti seluruh isi rumah. Hati-hati dengan langkah Lola. Asrul yang diserahi tugas menangani kasus hilangnya Annisa dan Jordi. "Kabarnya. "Sepertinya. jarang sekali korban penculikan bisa lepas dengan selamat dari penculiknya. seperti baru saja diamuk gelombang tsunami. Pintu itu saya yang mendobrak ketika datang kemari bersama Lola. Lihat saja. Dia mengaku sangat kehilangan. "Kami semua sayang padanya." Asrul menuntun Lola keluar kamar. Saya akan mencoba menghubungi komandan. "Sialnya. sembari sesenggukan. korban masih hidup?" "Entahlah. Dia hampir-hampir tak punya musuh di sini. Terlebih jika mereka saling kenal. ya. ia memiliki banyak piutang. sehingga bisa kabur tanpa meninggalkan jejak dan sidik jari. "Pelaku juga pasti dikenal baik oleh korban. Cantik juga. tapi cukup untuk dijadikan barang bukti." "Ada. Itu pintu belakang rusak akibat didobrak. Kalau melihat data. "Kelihatannya pelaku cukup tenang dan profesional." tutur sang komandan." "Menurut kamu. tetangga Annisa. ada sesuatu yang tidak beres di kamar tidur. polisi berpakaian preman itu memelototi foto pengantin berukuran besar yang tergantung di dinding. Tak banyak. kenapa kita enggak masuk baik-baik lewat pintu depan?" Asrul cengengesan. "Sebaiknya kita keluar. Kakinya hendak melangkah ke kamar tidur Annisa. Saya akan nyalakan lampu. ketika tiba-tiba dicegat Asrul. Pak?" Lola tampak gugup. Asrul mengerahkan anak buahnya untuk mengorek informasi dari para tetangga. 19 . mereka menemukan ceceran darah. Sejenak. Bu?" pancing Asrul. Wajahnya memutih seputih kapas Diancam pengutang Malam itu juga. meja rias dan beragam perlengkapan dandan perempuan yang ada di atasnya tampak berantakan. Tak jauh dari tempat tidur." jelas Lola. tak ada lagi petunjuk yang dapat kita maksimalkan. Sampel ceceran darah dikirim ke laboratorium kriminal Mabes Polri untuk diteliti lebih lanjut." Dada Lola berdegup kencang." sebut Bu Fadli. "Bisa antar saya dulu ambil air minum di ruang makan. "Oh. tak ada tanda-tanda seseorang masuk rumah secara paksa." Lola manggut-manggut. Dan." lapor Asrul pada Hadi Bhrata." timpal Hadi. selain sampel darah dan kamar yang berantakan. "Hmm."Alamak.

anak buah Asrul yang khusus dikirim ke Sukabumi. apa pun alasannya. Bu?" "Orang-orang yang bilang. Lucu. "Bahkan saat menagih ke Pak Pipin.. Sejam kemudian.. untuk apa perampok membawa serta Annisa dan anaknya?" batin Asrul. ditagih kok marah-marah. Jawa Barat. Gadis manis itu bercerita. kecuali sebuah mobil Toyota Kijang terbaru." Annisa sempat meminta Lola menjemputnya di Mal Metropolitan. menurut Lola. Dugaan penculikan masih diyakininya. Kecuali pelaku menculik hanya sebagai kedok untuk membunuh korbannya. Namun. "Itulah. dia menganggap kasus ini sebagai penculikan. Mereka seperti minta tolong pada kita. Tapi sepulang dari rumah Pak Pipin. Semalam saya bermimpi." batinnya lagi. jasad Annisa tidak ditemukan dan tak ada barang-barang pribadi Annisa yang hilang. Apalagi kalau bukan tanda tanya! Minimnya jejak pelaku. belum jelasnya motif serta ketidakpastian apakah korban sekadar diculik atau telah dibunuh. "Seorang penculik. lazimnya minta tebusan. Takut kalau-kalau Baskoro melakukan pembalasan. "Dua kali dia saya maafkan. Sebenarnya. Pak. setelah siangnya.. Soalnya. sebelum ditinggalkan begitu saja.. Tapi . Asrul mulai ragu pada teorinya. ngutangnya mau. Tapi maaf yang saya berikan ternyata selalu disalahgunakan. "Saya sebetulnya enggak tega. "Dan ada satu hal yang belum saya katakan." 20 . saya sudah janji sama Mbak Nisa untuk tidak menceritakan soal ini pada siapa pun." tutur Lola. Kelihatannya baru dicuci. Saya sendiri tidak melihat langsung kejadiannya. tapi Baskoro memang harus diberi pelajaran. kadang memang terlalu baik pada siapa saja. Untuk sementara."Betul.. Dering telepon dari Lola membuyarkan lamunan Asrul.. Mbak Nisa berada di suatu tempat." cerita Bu Fadli. Mobil dicuci bersih Cuma ada satu tanda di benak Asrul. Lagi pula. Tapi tempatnya aneh. Baskoro dipecat setelah untuk ketiga kalinya dipergoki menyalahgunakan stok dari gudang tanpa izin. pelakunya pasti memasukkan juga barang-barang lain ke dalam mobil. sehari setelah hilangnya Annisa dan Jordi." "Diancam bagaimana. Asrul menerima laporan mobil Annisa ditemukan di kawasan Sukabumi." Asrul menarik pelan-pelan lengannya yang menghangat. Kasihan Jeng Nisa. Meski kadang ada juga tetangga yang tak tahu diri. saya lihat mata Jeng Nisa basah. Kalau saja suaminya masih hidup . tak jauh dari areal persawahan." lapor Sudirja. "Kalau memang perampokan. mantan karyawan gerai sepatunya di Mal Metropolitan. Annisa sempat adu mulut dengan Baskoro. Jeng Nisa sempat diancam segala. setelah lewat tiga hari. Jeng Annisa memang tak pernah segan meminjamkan uang pada tetangganya yang sedang mengalami kesusahan. mereka bertemu di sebuah kedai ikan bakar di bilangan Tenda Semanggi. sekitar sepekan sebelum menghilang." Annisa. menirukan cerita Annisa lewat telepon. Sudah bertahun-tahun pinjaman tak juga dikembalikan. telepon sang "penculik" tak juga datang. entah di mana. bersama Jordi. "Mobilnya dalam keadaan bersih. selepas bersentuhan dengan punggung tangan Lola. membuat reserse itu pusing tujuh keliling.

"Bon-bon kafe. surat tagihan telepon seluler." Asrul menghabiskan tetes terakhir jus avokatnya.. tapi wajah Asrul yang menghangat. Baru kali ini wajahnya berdekatan dengan wajah Lola. dalam sehari.. dia bersyukur. "Gotcha!" teriaknya tiba-tiba." "Gila. Kamu tahu letak kafe itu?" 21 . "Mereka juga selalu bertemu di sebuah kafe di Tebet. merusak pintu-pintu lemari dan laci." Asrul tak mempedulikan omelan "partner" bawelnya itu. Anda merusak pintu belakang. Dia kelihatan bahagia banget.."Ayolah... karena mau bikin kejutan buat keluarga masing-masing. Sekarang." seru Lola... siapa tahu cerita kamu bisa membantu. Mbak Nisa bahkan mengaku sedang mengandung tiga bulan. he-he-he." Kali ini bukan lengan. Setelah bertahun-tahun menjanda." Lola mulai bercerita. "Mo ke mana?" "Ke TKP. Begitu dekat. Bahkan namanya pun dirahasiakan. Mereka backstreet. lalu bangkit dari kursi... Ini pasti nomor telepon pacarnya." Lola menjawil lengan Asrul. mau dilanjutkan enggak?" "Itulah ." "Itulah lagi. atau Tukul Arwana. "Sampai saat ini.. karcis parkir . kamu ternyata gampang ngambek.. Bahkan Jordi sendiri pun belum diberi tahu." "Kamu pernah bertemu lelaki itu?" "Itulah . "Terakhir. Mbak Nisa bisa menghubungi nomor 0815xxx sampai sepuluh kali." "Saya ikut!" Petunjuk tagihan "Beberapa hari lalu. cuma saya teman curhat yang dipercaya Mbak Nisa. Tom Cruise. Kalau Mbak Nisa tahu . "Setahun terakhir ini. akhirnya menemukan orang yang tepat untuk kembali membina rumah tangga. Apakah mirip Brad Pitt.. Mendadak dia seperti mendapat energi tambahan. saya enggak tahu. Mbak Nisa menjalin hubungan dengan seorang lelaki." "O ya?" "He-eh. Tapi saya sendiri belum pernah bertemu pacarnya itu.." "Eeeh .

memelototi acara teve yang selama ini paling dibencinya. gue ama tementemen iri ngeliat kemesraan mereka. Dia punya toko bahan-bahan bangunan dan gerai LPG yang lumayan laris. Mereka saling menyayangi dan sudah sepakat untuk menuju pelaminan. "Ya. Motif "harta" juga tak masuk dalam hitungan Asrul.. Hampir setengah jam berlalu. Bu Annisa sedang hamil?" pancing Asrul. bukan kamu!" Selalu mesra Menyimak curhat Annisa kepada Lola. Mas. mestinya tak patut mencurigai Tondi. 'kan?" Asrul dan Lola saling berpandangan. Tondi Lelono. Kawan-kawan Lola yang mengelola Kafe Sentani di bilangan Tebet. "Mereka memang sering banget ke sini." "Dia terlibat?" "Entahlah." tegas Niken. Kelihatannya. Saya memang pernah mengajak Mbak Nisa ke sana. Gimana. Pemiliknya mantan kakak-kakak kelas saya di kampus dulu." Lola memecah kebuntuan." ujar Lola. nomor ini betul-betul nomor telepon pacarnya Bu Annisa. La. Kayaknya mereka join-an. Saya sangat berharap. 22 .. dia shock mendengar Annisa hilang. Kita harus pastikan dulu. tapi tidak pernah dijawab. Malah. menirukan ucapan Annisa. "Anda tahu. salah satu anggota kongsi Sentani. Tapi. Di ruang tamu. "Baiklah. gitu. Mereka berdua bagian dari masa depan saya. Asrul sibuk dengan telepon selulernya. juga berbicara tentang hal yang sama."Tahu banget. dalam keadaan sehat walafiat. dua-duanya terletak di Tebet. kadang-kadang. Tondi terus terang mengakui kedekatannya dengan Annisa." "Kita jemput dia sekarang?" "Lola . Tondi jelas tak lebih miskin dari Annisa. gitu. Mereka masih hidup. Tapi gue enggak pernah ngeliat mereka bertengkar. pasti dong. "Namanya Lelono. saya sarankan Anda tidak bepergian jauh untuk sementara waktu. telenovela." tutur Asrul. polisi segera menemukan Annisa dan Jordi. Tempatnya asyik. Kita ke sana?" "Sabar dong. kami permisi dulu. Terpaksa. karena saluran lainnya menyiarkan acara yang tak kalah menyebalkan. Kami bahkan hendak mematangkan rencana pernikahan bulan depan. saya polisinya. Dia juga mengaku beberapa kali menghubungi handphone dan telepon rumah Annisa. menutup pembicaraan. Apalagi saat ditemui di rumahnya. "Tinggal menunggu saat yang tepat." Lola duduk di ruang keluarga rumah Annisa. agar kami bisa cepat menguhubungi jika ada sesuatu yang perlu dikonfirmasi. Jawaban apa yang mesti diberikan? "Saya juga berharap begitu.

begitu Lola tiba-tiba muncul di depan mejanya. mereka tak sedikit pun menaruh curiga. pasti punya masalah pribadi dengan korban. mobil Mbak Nisa. Pak Pipin punya alibi sangat kuat dari istri dan anak-anaknya. Bu Fadli dan tetangga lainnya mengaku tidak melihat dengan jelas siapa sopirnya. yang keluar masuk rumah sejak pagi sampai siang. akhirnya berinisiatif membuka percakapan. tapi bujangan satu ini sering tak berkutik jika berdebat dengan perempuan yang satu ini. Apa kabar?" sapa Asrul. Badannya boleh sekuat Herkules. atau Baskoro. kadang kepalanya menggeleng." "Not bad. Lola yang bosan diperlakukan seperti patung. apa rencana kita sekarang?" "Kita? Sekali lagi. Mbak Nisa dibunuh. La. Mereka bertemu di satu tempat. Kadang dahinya berkerut. tepat seminggu sejak hilangnya Annisa dan Jordi." "Jadi. siapa pun pelakunya. "Hai. Merekalah yang dalam seminggu terakhir bermasalah dengan Annisa. pelakunya tentu Pak Pipin. Ya. "Besok kamu istirahat saja di rumah." "Oke. 'kan? Makanya. Mbak Annisa 'kan tak punya banyak musuh." "Saya benar-benar enggak boleh ikut?" "Ini bukan tugas kampus. Anak muda itu seperti tahu bakal bermasalah dengan pihak kepolisian. 'kan?" Asrul mati kutu. enggak usah ikut wara-wiri." "Teorimu boleh juga. Asrul masih belum menemukan simpul yang menghubungkan hilangnya janda kaya dan anaknya itu dengan sejumlah orang yang dicurigai. lalu ke rumah dengan mobil yang sama. Hanya satu hal yang mulai diyakini Asrul. Pelakunya kenal baik dengan Mbak Nisa. Ini kasus serius. siap. begitu pun Jordi yang ikut menyaksikan peristiwa itu. kini lenyap bak ditelan bumi. Komandan!" Teguran karyawan Jumat pagi. Terus?" "Para tetangga mengira." "Penumpang gelap yang cantik. Kamu cuma penumpang gelap. Di rumah. 23 . dikemudikan sendiri oleh pemiliknya. mayatnya dikuburkan di sebuah tempat. mereka terlibat pertengkaran. Lalu untuk menghilangkan jejak. "Saya punya firasat.Tondi mengantar Asrul dan Lola sampai pintu pagar. Eh. Di perjalanan Asrul lebih banyak berbicara dengan pikirannya sendiri. Jadi. mantan karyawan yang dipecat beberapa hari lalu. sedangkan Baskoro masih dicari keberadaannya. Lola. yakni kecil kemungkinan menemukan Annisa dan Jordi dalam keadaan selamat. saya detektifnya. Ini bukan penculikan murni. jika bukan Tondi.

Asrul dan Lola sepakat bertemu di sebuah kafe di bilangan Jln. saya hanya sekadar bertanya. Besoknya. "Saya hanya orang bodoh. Saat itu. di daerah Pamulang. "Tondi mengaku membunuh Annisa dan Jordi. Toh Pak Tondi memberi pesangon lumayan." "Berapa lama Pak Tondi mampir di kios LPG?" "Sebentar. saya diminta pulang ke Sukabumi. Jend. kedua mayat itu diangkut dengan Toyota Kijang milik Annisa. Tondi ternyata memiliki wanita simpanan lain yang juga tengah hamil. Dia cuma berganti kaus." Seketika dada Asrul lega. sampel darah di TKP positif milik Annisa dan Jordi. matanya merah. kios sedang sepi. Lola tersedu-sedan." "Jordi masuk ke kamar pada saat yang salah." Asrul jadi ikut-ikutan tegang. "Saya membawa saksi penting. Untuk menghilangkan jejak. Pak. Jakarta. ya berhenti saja. Dikubur di tanah kosong Sabtu sore. kok.Yang disapa tampak tegang. Tangerang. menyambut malam minggu yang indah. namanya Pak Zakaria. mengaku beberapa hari lalu dipecat Tondi. Terlebih setelah lelaki berusia 49 tahun. sebagian besar karyawan sedang salat Jumat. Pak Tondi tampaknya kurang senang." "Bapak tahu siapa penumpang di kursi belakang itu?" "Tidak. Tondi akhirnya lupa diri. Langit cerah. Kursi belakang 'kan sempit?" Zakaria menirukan tegurannya saat itu. Di puncak kemarahannya. Jadi. sehingga berkali-kali memukul wajah Annisa sampai hidung dan mulutnya mengeluarkan darah. Mulutnya komat-kamit berdoa." "Bagaimana dengan Jordi. yang lebih membuat Asrul kaget adalah pengakuan jujur Zakaria. Mungkin sekitar lima menit. 24 ." jelas Zakaria lancar. mengapa tamunya tidak tidur di kursi depan atau belakang saja. buta huruf lagi. Sebaliknya. tanpa alasan jelas. "Sebagai orangtua." Dari hasil tes labkrim terhadap sampel darah di TKP dan di jenazah korban yang diotopsi setelah digali kembali dari pemakaman. Mereka hendak makan minum untuk merayakan terbongkarnya kasus pembunuhan Annisa dan Jordi. agar arwah Annisa dan Jordi mendapat tempat yang layak di sisi-Nya. kalau diminta berhenti. di sudut ruangan. Tondi membunuhnya dengan cara yang sama. Mabes Polri juga menemukan. lalu dikuburkan di sebuah kebun kosong milik Tondi. Namun. "Tapi entah mengapa. yang telah bekerja di gerai LPG selama delapan tahun itu. Dia kesal. Sudirman. Dia lalu mencekik Annisa sampai mati lemas. Annisa hendak membatalkan rencana pernikahan setelah tahu. bahwa bosnya itu kelihatan kurang suka ketika dia bertanya soal perempuan muda dan anak lelaki yang "tertidur" di kursi belakang Toyota Kijang berkaca gelap.

Lola tak dapat menahan sedihnya. termasuk foto-foto korban. Andrea. Satu lemari kaca berukuran sedang diletakkan merapat ke dinding. Dusch sendiri yang minta ditugasi menuntaskan X-file itu. sebuah kasus pembunuhan keji yang terjadi sepuluh tahun lalu. hasil tes laboratorium. JEJAK PORSCHE YANG MENGECOH Ruang kerja Komisaris Bert Dusch di salah satu sudut kantor kepolisian Kota Tuebingen tidaklah terlalu besar. pemuda asal Munich ini menjemput kekasihnya. di sela-sela tugas rutinnya. "Saat Mas menyelidiki Pak Pipin dan Baskoro. sehari setelah Mbak Nisa menghilang. giliran aku bertanya. kini ada dua wajah yang bersemu merah. sang detektif muda bak tak kenal lelah itu menekuni fakta demi fakta dari setiap laporan yang dibacanya. Sejak saat itu.Di mana kamu kenal Pak Zakaria?" Mata cantik Lola sedikit terangkat. Mengamati lembar demi lembar setiap foto." "Kamu mengejar Pak Zakaria sampai Sukabumi?" "Feeling hampir selalu benar. seperti laporan dari TKP. Kasus yang benarbenar menguras energi para detektif sejawatnya di wilayah kepolisian kawasan Jerman bagian selatan. saya memutuskan mengamati gerai LPG Tondi. 25 . "Kalau saja aku bisa memecahkan teka-teki ini. yaitu pembunuhan Andrea Bergmeir. kamu memang berbakat jadi detektif." cetusnya dalam hati. Beberapa pekan terakhir. Bahkan sempat ikut merepotkan polisi di kota-kota besar lain. untuk mendapatkan kemungkinan adanya sesuatu yang terlewatkan dari para penyelidik sebelumnya Rencana ke Munich Satu hari di penghujung 1992 mungkin merupakan hari yang tidak akan pernah dilupakan Dietmar U.00. Terus membaca dan menganalisis. Sebuah meja kerja mendominasi bagian tengah ruangan. bersebelahan dengan dua filing cabinet di sisinya. sepanjang hidupnya. Dari sana saya tahu. Arsip yang tampak mulai lusuh itu berisikan catatan-catatan penyelidikan pembunuhan. sekitar pukul 14. di apartemennya di Tuebingen. Kala itu. ada karyawan yang baru saja dipecat tanpa alasan jelas. Munich misalnya. "Sekarang. (Kisah rekaan/Muhammad Sulhi) 04. Ukurannya sama seperti ruang kerja penyelidik kepolisian di Jerman pada umumnya. ruangan itu terasa semakin sesak oleh tumpukan arsip di atas meja. dan belum terpecahkan hingga kini. keterangan saksi." "Atau istri detektif?" Ah. Semuanya hanya memuat satu kasus yang masih misterius. Matanya mencoba menelusuri celah-celah dari penyelidikan." "Lola. Dusch memang baru saja mendapat "warisan".

bernama Oliver Zelt. Awam sekalipun akan mudah menebak. sama sekali tak mungkin. Namun. tak pelak Dietmar adalah orang pertama yang dicurigai. Sialnya. Tidak pernah ia mendapat sambutan sedingin ini. ketika polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Pemuda ini dicurigai karena berkeliaran di sekitar TKP dan saat digeledah. seandainya saja pasangan itu telah bertengkar. korban tampaknya juga diperkosa secara brutal. "Atas dasar apa kami harus mempercayai keterangan Anda?" potong seorang detektif. Andrea diduga melakukan perlawanan keras. Saya sangat mencintainya. Karena sudah sering berkunjung ke tempat itu. Dietmar tidak konsisten dan membuka kebohongannya. hanya berselang 40 menit sejak penemuan mayat. polisi juga menahan seorang pemuda berusia 22 tahun. yang tampak mulai kesal. Mereka langsung melakukan proses pemeriksaan awal dan mengamankan tempat itu dari kerumunan orang banyak dengan menempatkan garis polisi. Dietmar tidak menaruh curiga atau membayangkan sesuatu bakal terjadi terhadap pacarnya. Selain memeriksa Dietmar. Kondisi Andrea sangat mengenaskan. "Tak mungkin. Meski masih dirundung sedih. Polisi mengembangkan dugaan. hampir tidak ada bukti-bukti yang mengindikasikan siapa pelaku kejahatan biadab itu. ]"Sebab. Tidak mungkin Andrea pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan. Apalagi sebelumnya mereka sudah berjanji untuk bertemu. Sebelum tewas. polisi menemukan sebilah pisau di sakunya." balas Dietmar. Berjam-jam Dietmar harus menjawab pertanyaan para detektif dengan pola pertanyaan yang nyaris selalu berulang. rencana besarnya itu keburu gagal karena kejadian mengerikan ini. saya memang tidak melakukannya. Tak ada kerusakan di sekitar TKP. Sesampainya di apartemen Andrea. Sayang. Hubungan kami selama ini baik-baik saja. karena tiga hari sebelumnya mereka baru saja berlibur di Teneriffa. selain dibunuh.Pasangan muda yang tengah dimabuk cinta itu sudah janjian akan merayakan malam tahun baru bersama di pondokan teman mereka di Danau Starnberg. begitu mendapati kekasihnya sudah menjadi mayat. saat ketukannya berkali-kali tidak mendapat jawaban dari sang empunya apartemen. Penyelidik juga menanyai kenalan-kenalan Andrea dan Dietmar di Munich. Dietmar juga bercerita. Dietmar tak mendapat kesulitan masuk. salah satu pulau terbesar di Canary Island. Bajunya terbuka di beberapa bagian. tak tahu harus berbuat apa. Dugaan yang sebenarnya tidak begitu kuat. seperti pemandangan yang lazim ditemui di rumah pemotongan hewan. ia mulai bertanyatanya dan khawatir. Lehernya nyaris putus akibat sayatan benda tajam. Keterangan mereka rata-rata membenarkan pengakuan Dietmar." tegas Dietmar dengan mata nanar. Ini terlihat dari beberapa goresan benda tajam di tangannya. Pemeriksaan memang berjalan sangat menjemukan. ia begitu terkejut dan sejenak terbengong. Bahkan kuku jarinya ikut diperiksa. Dietmar terlihat terduduk lesu sembari menangis di salah satu sudut apartemen. Darahnya menggenang di lantai. Namun. Polisi berharap. Yang membuat polisi setempat lebih curiga. 26 . bajunya ternyata penuh dengan noda-noda mirip dengan noda darah. Pintu pun tidak tampak dijebol. Andrea sebenarnya sudah berencana pindah ke Munich.

tak ada yang mau membuka mulut. Perempuan yang kebetulan juga kenal dengan Andrea itu begitu yakin bercerita tentang ciri-ciri mobil itu. Perempuan yang bekerja sebagai arsitek itu sudah berhubungan dengan Dietmar setahun lebih. Ketika polisi menyebarkan perintah penyelidikan terhadap mobil Porsche. Karena kesenangannya berolahraga. ketika keduanya bertemu di Munich. Para saksi yang sempat memberi keterangan pada polisi setidaknya membenarkan keberadaan mobil itu di sekitar Nehren pada hari pembunuhan. tiba-tiba banyak orang yang menyatakan "pernah melihatnya". yang diduga polisi sebagai noda darah itu. bahwa di 27 . tak jauh dari tempat tinggalnya. Andrea juga doyan berolahraga. kalau-kalau ada yang mendapat kunjungan seseorang bermobil Porsche. yaitu rekan kerja Andrea. Namun. Sebuah petunjuk yang kemudian menjadi rangkaian besar pada kasus ini. Beberapa orang mengaku mengenal Andrea dengan baik. karena ia sempat melewatinya. karena . pada malam peristiwa itu ia sepertinya melihat sebuah Porsche diparkir di depan klub kebugaran. pernah melihat rekannya itu di Tuebingen. Satu lagi yang diingat para tetangga. sebelum akhirnya dibebaskan. keberadaan mobil mewah bikinan Jerman itu tampaknya akan menjadi kunci penyelidikan. meski ada kesimpangsiuran soal warnanya." jelas si penjaga kafetaria yang enggan disebut namanya. saya yakin sekali itu Porsche 944. sudah ada sekitar 31 petunjuk yang mengarah ke mobil itu. Sebuah keyakinan yang sangat beralasan.dalam waktu dekat Andrea berencana pindah ke kota tempat tinggal kekasihnya itu. "Kami tidak menyangka. Zelt yang memang suka membawa pisau ke manamana sedang apes. Noda-noda di baju. khususnya yang berasal dari Munich.seperti dituturkan juga oleh Dietmar . di dalam sebuah Porsche 911 berwarna hitam dengan pelat nomor Munich. Munich. salah seorang tetangga mengaku. pada awal Desember melihat Andrea turun dari sebuah Porsche berpelat nomor Munich. Dari tempat itu pula. mengaku pernah melihat sebuah Porsche diparkir di depan klub kebugaran pada malam pembunuhan. karena kebetulan berada di sekitar apartemen Andrea. tapi hanya sekitar tujuh jam. Bahkan salah satu saksi terkuat. Sepengetahuan teman-temannya. ternyata hanyalah kotoran bekas tanah. Andrea Bergmeir dikenang oleh para tetangganya sebagai perempuan baik-baik dan tidak pernah berbuat macam-macam. Polisi berusaha mengembangkan informasi ini. Para detektif saat itu yakin sekali. Seorang pengunjung di Pegasus juga ingat.Zelt memang sempat diinterogasi. Catnya putih dengan nomor polisi Munich. "Porsche 944. Seorang perempuan penjaga kafetaria. Warna mobilnya cokelat tua. Tepatnya sejak November 1991. Sampai saat itu. Andrea juga menjadi anggota klub kebugaran Pegasus. polisi menemukan informasi tentang keberadaan mobil Porsche. misalnya. Malah kelihatannya sudah menjurus ke arah yang lebih serius. hubungan kedua sejoli itu baik-baik saja. Setelah itu. karena ia sering joging di kawasan sekitar tempat tinggalnya di daerah Nehren. Jejak Porsche Selain berpenampilan menarik. Tetangga di sekitar pun ditanyai. Tiba-tiba saja. banyak orang merasa pernah melihat Andrea dan mobil mewah itu di manamana.

yang sering berperan antagonis dalam film-film kriminal. Belum termasuk map-map lain yang berisi catatan jejak-jejak tersangka pembunuh. Hasilnya. mereka tak segansegan melakukan tes DNA dari sampel darah. Walter Sattler. polisi bertekad menanyakan alibi setiap pemiliknya satu per satu. Seorang pakar kendaraan dari Munich bahkan menolak diperiksa. kalau tak mau dibilang sangat lucu.114 tes darah dan hampir 4.000 orang diperiksa alibinya. Salah satunya. 28 . tak kurang dari 900 pemilik Porsche menjalani tes darah. karena laporan seorang teman pria Andrea. mereka yang hendak mengecam juga ikut habis akal. telah dilakukan sebanyak 1. dengan perasaan kecewa." kata Wolfgang Wenzel.kota itu (Munich) ternyata ada banyak sekali mobil Porsche. saya langsung menelepon pengacara saya. sebuah pekerjaan besar! Tolak periksa DNA Niat polisi untuk membongkar kasus Andrea memang begitu besar. Orang penting lain yang tak luput dari pemeriksaan adalah mantan Menteri Perhubungan negara bagian Baden-Wuerttemberg. yang mengaku pernah melihat adanya hubungan khusus antara Andrea dengan tokoh politik itu pada suatu pameran di Kota Hannover. Herman Schauffler. Tak seorang pun berani mengecam komisaris yang telah kehabisan akal itu. sambil tertawa-tawa. Pada 22 Januari 1999. Jika mendapati hal-hal yang mencurigakan atau muncul keraguan. 'Oliver itu kewajibanmu sebagai warga negara'. Saat itu tes DNA melalui air liur belum dilakukan. Tanpa pandang bulu. Schauffer didatangi polisi. tapi Ferrari. "Saat saya dipanggil pihak penyelidik. Dari rangkuman keterangan para saksi mata. bintang film Claude-Oliver Rudolph. Di mana dan apa yang mereka lakukan pada saat peristiwa pembunuhan. Buat sebagian orang. bahkan melakukan naik banding ke pengadilan pusat untuk menghindari tes darah yang diminta pengadilan Kota Tuebingen." kata bintang film itu kepada wartawan. Kepala Komisaris Kriminalitas Tuebingen memutuskan untuk menutup kasus itu. Arsip-arsip penyelidikan. Buktinya. Karena belakangan ketahuan. sedikitnya ada sekitar 3. ia sebenarnya tidak memiliki Porsche. jika ditumpuk dapat mencapai sepuluh map tebalnya. Tentu saja.664 pemilik Porsche. Sampai Januari 1999. Dalam vonisnya. polisi kembali mengembangkan informasi tentang Porsche. Karena Porsche tergolong kendaraan mewah yang hanya dimiliki kalangan tertentu. Ia tidak melihat adanya alasan harus dilibatkan dalam masalah itu. setiap pemilik Porsche di Munich tak luput dari pemeriksaan. pengadilan pusat menyatakan polisi tidak berhak melakukan analisis DNA dalam kondisi kecurigaan sekecil apa pun. termasuk sejumlah selebriti. juru bicara kepolisian dalam pernyataannya. Dengan jumlah saksi mencapai ribuan orang. dan dia bilang. Menurut data yang diperoleh dari Departemen Transportasi Jerman diketahui. Pasalnya. Sementara di mata Oliver sendiri. tindakan polisi terhadap Oliver dirasa keterlaluan. Pengacara sang pakar. kasus Andrea begitu menyita energi polisi. Merasa "kesaksian" si mobil Porsche amat sangat dibutuhkan. tindakan itu sungguh menggelikan. Tapi semua itu ternyata belum cukup. orang-orang yang dicurigai pun banyak yang berasal dari kalangan atas. Tindakan polisi yang berlebihan itu tak pelak mendapat reaksi keras dari masyarakat.

Untuk membantu membongkar jalan buntu. Ia cukup patuh melakukan semua proses pemeriksaan yang diminta Dusch. Namun. Perasaannya saat itu betul-betul tak keruan. seperti pemeriksaan air liur ini. Juergen lalu melakukan tes air liur secara suka rela. tampaknya sepakbola. Bisa jadi Andrea mengenal pembunuhnya. "Apakah Anda bersedia menjalani tes air liur untuk kepentingan pemeriksaan DNA?" tanya Dusch. yang terletak di pinggiran kota.. Di situ antara lain disebutkan. "Dia pribadi yang baik dan menarik. Di alamat yang ditunjuk Dusch. Saat itu. Tanggal 8 Juli 2002. "Ya. Hasil tes air liur Juergen sungguh di luar dugaan. ini hanya prosedur saja. suami Ute. Anda tahu kami melakukan tes seperti ini kepada semua orang. Ute sedang tidak berada di rumah." lanjut pria yang sudah tidak bekerja ini. "Apakah saya dicurigai?" "Oh. Rumah itu tampak sangat sederhana. terdengar keras. bergaya kuno dengan cat tembok yang sudah kusam." Saat berbicara dengan Dusch. "Saya mengenalnya karena sering membantu Ute. cocok dengan DNA tersangka. Dusch akhirnya menemukan titik terang kasus Andrea. Sebenarnya. tapi tetap saja tidak menghasilkan apa-apa. Sudah ribuan tes dilakukan. Apalagi peluang keberhasilan tes itu adalah satu dibanding lima miliar! Tanpa banyak membuang waktu. hasil tes air liur terhadap Juergen ternyata identik dengan "jejak pembunuh" dengan rekomendasi "sangat mungkin!" Mendengar berita itu. pintu apartemen Andrea ternyata tidak dijebol. si pembunuh dipastikan orang yang memiliki kunci apartemen. Tugas saya membersihkan tangga. pemilik pernah memberikan kunci kepada wanita bernama Ute M. Kantor polisi Tuebingen resmi mendapat pemberitahuan. sambil mengisap rokoknya kembali. Dusch sedikit bergetar. ia memang bermaksud memanfaatkan teknologi terkini. yang bekerja seminggu sekali." Dusch berkata apa adanya. Siapa tahu. Setelah berminggu-minggu mengencani kertas-kertas berdebu itu. Dusch sendiri sebenarnya tidak berharap banyak pada tes-tes seperti itu. kesabaran Dusch belakangan berbuah manis. malam itu juga Juergen ditangkap 29 . tapi tetap terlihat bersih. dalam arsip termuat juga catatan pemeriksaan polisi terhadap pemilik apartemen." kata Juergen. tumpukan arsip-arsip lama itu berdiri tegak di depan Dusch. Mirip orang menemukan jarum yang terselip di antara tumpukan jerami selama sepuluh tahun.. seorang petugas kebersihan tangga apartemen.Petunjuk air liur Kini. Dari catatan ia menemukan fakta. Dusch mendapat kabar yang diimpiimpikannya selama ini. Tak sedikit pun perasaan waswas terlihat di wajahnya. Suara televisi dari ruang tengah yang menyiarkan siaran olahraga. tentu saja saya ingat kasus Andrea Bergmeir. Ia disambut baik oleh Juergen. "Baik. April 2002. pada saat pembunuhan. Juergen tampak begitu tenang. Jika tidak. tak lama setelah keduanya mulai membuka pembicaraan sembari duduk di teras. Dusch melangkahkan kakinya ke rumah Ute M. dengan sebatang rokok tak henti-hentinya bermain-main di tangan." kata Juergen.

"Dia yang memulainya. Pak Hakim. Hakim mengesampingkan cerita versi lain yang berkembang di luar pengadilan bahwa pria itu diduga menyelinap masuk. Lelaki pensiunan itu rupanya sangat terpukul. Dia nyaris tidak makan apa pun sejak masuk bui. sehingga beberapa sempat diisukan terlibat. pembunuh yang sukses buron selama bertahun-tahun itu mengakui perbuatannya. "Saya sudah tidak punya selera makan lagi. seorang wanita duduk memperhatikannya dengan berurai air mata. lalu memperkosa Andrea. Selama bertahuntahun ia luput dari penyelidikan polisi. Berat badannya susut sampai tinggal 41 kg. Bahkan kemudian terjadi hubungan gelap antar keduanya. Juergen yang kini berusia 44 tahun terlihat jauh lebih kurus dibandingkan dengan sebelum ditangkap. Hakim juga sempat prihatin melihat kondisinya. Gadis muda itu digambarkannya sebagai perempuan haus seks. yang langsung diterima tanpa mengajukan banding. kalau pembunuhnya menggunakan Porsche. Beruntung Dusch akhirnya dapat membuktikan. bahkan telanjur dicurigai secara tak resmi. Apalagi harus saya akui. Ketika Dusch masih tak percaya pada apa yang terjadi. Terpaksa saya membunuhnya. berita penahanan Juergen telah menjadi berita besar di Jerman! Hilang nafsu makan Bulan Mei 2003. Maklum. Teman-teman Juergen bahkan ingat. cuma karena para detektif sangat terpengaruh oleh cerita tentang pengendara Porsche misterius." cerita Juergen perihal awal hubungannya dengan Andrea. selalu ingin melakukan hubungan intim dengan lelaki mana pun. dia cantik dan menarik. keduanya jadi sering bertemu. terdakwa sempat berkomentar saat media massa gencar memberitakan soal pembunuhan Andrea. Namun. saya tentu tidak bisa menolak. Versi mana yang lebih mendekati kejadian sebenarnya. Esok harinya.(Kisah Nyata/Philipp Mausshardt/Marina/Tj) 30 . tanpa pemeriksaan yang berbelit. sosok pembunuh keji yang selama ini dicari bisa disaksikan dengan jelas. Tentu saja Juergen panik. pembunuh Andrea bukanlah pengendara Porsche." Komentar yang baru terbukti sepuluh tahun kemudian. Di ruang pengadilan. "Apalagi saat itu Andrea terus mengancam. Perempuan berusia 54 tahun itu adalah Christel Bergmeir. kasus Juergen mulai disidangkan di pengadilan Kota Tuebingen. Persidangan itu mendapat perhatian besar dari media cetak maupun elektronik. "Saya tidak yakin. Cerita yang membuat Juergen hanya dijatuhi hukuman penjara 11 tahun. "Dia yang mengajak berkenalan. Inilah saatnya menyaksikan sang pembunuh yang sebenarnya. Sebagai lelaki. Andrea hendak membeberkan semua perbuatan mereka kepada Ute. Tak jauh dari posisi Juergen. Suatu hari. yang ingin sekali melihat langsung wajah pembunuh anaknya.tanpa perlawanan berarti. tapi hanyalah seorang pemilik VW Golf." tutur Juergen sambil berlinang air mata. Hari itu saya benar-benar kehilangan akal. Dia menatap dalam-dalam tubuh kurus kering yang selalu memalingkan muka saat ditatap itu. setelah perkenalan itu." Masih menurut Juergen." katanya singkat. entah apa alasannya. itulah kisah yang dipercayai pengadilan Tuebigen. tentu hanya Juergen yang tahu. Sebuah cerita yang aneh. selama ini pers juga ikut berspekulasi tentang kemungkinan pembunuh Andrea.

Aduhai sedapnya. dan mempersilakan Grijpstra masuk ke dalam mobil. Grijpstra langsung meraih mantelnya. sembari tergesagesa masuk lift. Biasanya. Tak ada kata lain. "Pistolnya kegedean. karena daya terjang pelurunya mencapai 200 m." omel de Gier. sedetik setelah pantatnya menempel di jok mobil. setelah sang polwan berlalu. Sementara de Gier langsung sibuk mengenakan tempat sarung pistol barunya. Salah satunya. Lalu sebuah mobil mewah warna perak kabur dari rumah tetangganya itu. "Cuekin aja. Seperti biasanya. Namun. "Kita bukannya polisi patroli jalan raya yang memamerkan senjata di pinggang. memang punya plus-minus. mandi air hangat sembari memijat-mijat tengkuknya sendiri." "Memangnya kamu sudah kenal lama. ukurannya itu lo." de Gier membuka pintu. Apa ada yang salah? Namanya bagus 'kan? Orangnya juga baik. Rinus. Walther P-5." sungut de Gier beulang-ulang. mau ke mana kita?" tanya Grijpstra. Grijpstra memandangi mitranya sambil tersenyum. Tapi detektif yang justru harus menyembunyikan pistol. Jane. karena pikirannya masih tertanam pada Jane. dari kaca spion tiba-tiba terlihat sebuah mobil patroli polisi. "Baru" 100 km per jam! "He-he-he. 31 . "Jane?" komentar Grijpstra. Tak heran kalau sejurus kemudian. Namun. Ketiakku sampai sakit. Sayang. Anda marah-marah kalau aku ngebut." jawab de Gier pendek. Di satu sisi. JEBAKAN BUAT PANGERAN HITAM Hari tengah beranjak malam. De Gier melirik speedometer.05. mereka memberi isyarat agar de Gier meminggirkan mobil. "Hai juga." kata de Gier pelan. tapi juga teriakan suara perempuan. tiba-tiba telepon di meja de Gier berdering tiga kali. lebih ringan dan lebih canggih. mereka berpapasan dengan beberapa polisi berseragam." balas de Gier. Enggak salah nih." cerita de Gier. yang gemar memacu mobil seperti pengebut jalanan. "He-eh." komentar Grijpstra. ia bukan hanya mendengar suara letusan senjata api. "Hai. dua detektif nyentrik dari Kantor Kepolisian Amsterdam merasa sudah saatnya pulang. seorang polisi wanita berparas ayu. Sersan Rinus de Gier dan Ajun Komisaris Henk Grijpstra. "Ouborg. Keluar lift. Pistol baru mereka." sapa sang polwan. "Ibu tadi bilang." "Memangnya orang enggak boleh berubah?" sahut Grijpstra. nomor polisi mobil tak sempat dicatat. lebih besar dari pistol sebelumnya. "Omong-omong. Dua belas bulan gaji Ouborg adalah wilayah eksklusif di bagian selatan Amsterdam. "Seorang ibu mendengar suara tembakan dari rumah tetangganya." "Enggak juga.

boleh kami ikut jalan-jalan?" seru salah satu dari dua polisi yang ada di mobil patroli." teriak polisi berseragam satunya lagi. Pemilik rumah ini punya lukisan karya Edward Hopper. Kelihatannya. wanita yang kita temukan sudah benar-benar dalam keadaan meninggal." pekik Grijpstra begitu masuk kamar. korban kelihatannya sempat pesta minuman keras dan obat-obatan. sambil memukul-mukulkan popor pistolnya pada kaca jendela. sepertinya bunuh diri. kenapa tidak?" balas de Gier. "Heh. "Ini 'kan mobil tua. "Aku rasa. tiga jam kemudian. ia wanita yang tadi menelepon de Gier. ya mobil. pelukis terkenal Amerika itu. tak jauh dari TKP. dokter belum bisa memastikan penyebab kematiannya 32 . "Asal kalian tidak ribut dan menambah masalah. tapi tak ada yang menjawab pertanyaan Grijpstra. Tapi. sekarang mereka sudah nongkrong di depan kita. Secepat apa pun dibawa ngebut. Tapi kalian malah omong soal surat perintah. kuno tapi dijamin manjur. rombongan polisi itu segera memeriksa keadaan di sekitar rumah besar. Gier. Lihat saja. "Idiot. Pakai yang ini saja. "Salut." anjur Grijpstra. Seorang perempuan tergeletak tak berdaya di tempat tidur. Anda pasti tahu. Peralatan modern biasanya terbuat dari plastik ringan. yang menjadi sumber suara letusan. Tak juga dua polisi berseragam yang tampak menyibukkan diri dengan menelepon nomor darurat markas besar mereka. Setelah bertukar cakap sebentar. kita butuh surat perintah untuk masuk ke dalam." sang Ajun Komisaris terus ngoceh. Ya ampun. percuma. Bukan bunuh diri "Sudah dapat informasi?" tanya Grijpstra. "Ia mirip banget dengan Jane." umpat de Gier. Tapi sebelum bunuh diri. "Lagi-lagi teknologi modern. Berbusana minim dan wajahnya belepotan darah diterjang peluru. Sementara Grijpstra terus berkeliling ruangan. "Pertama. mengapa minum-minum dengan hanya berbusana minim?" Semua menoleh. seraya memungut batu sebesar kepalan tangan dari taman. Lihat. Masih ada gelas dan botol minuman di sini. Kedua. begitu tahu kendaraan yang hendak mereka tilang berisi dua detektif bengal. tak akan bisa menghindar dari mobil-mobil patroli keluaran terbaru. "Apa?" seru de Gier kaget. "Jane."Lo kok malah berhenti?" protesnya kemudian. tindakan kita ini ilegal. harga lukisan ini mungkin setara dengan dua belas bulan gaji kita di kepolisian. "Kamu benar. Rumah ini pun harganya pasti miliaran. sedikit kesal karena perjalanannya terhambat. tangannya masih memegang pistol. mana mungkin bisa memecahkan kaca." terdengar komentar salah seorang polisi berseragam." Grijpstra menarik napas panjang. Detektif. sama-sama bikin masalah!" "Ho-ho-ho. Sesampai di Ouborg. Ya pistol. Kamu tahu. seorang wanita setengah baya tampak melambai-lambaikan tangan pada mereka.

untuk sementara." "Kelihatannya begitu. Grijpstra yakin. polisi juga tahu. saat ditemukan. tangan korban dalam kondisi bersih. "Sebelum mati. tentu ada orang lain. noda bekas keringat. De Gier yang tidak tahan menyaksikan "adegan mengerikan" di meja bedah memilih jalan-jalan di luar rumah sakit. biasa dipanggil Waver." sambung de Gier. Kata para pembantu. Grijpstra dan de Gier sudah berada di ruang autopsi. menimbulkan jejak di telapak tangan. Perkiraan tim medis juga sejalan dengan penemuan tim forensik kepolisian bahwa kemungkinan bukan korban yang meletuskan senjata. menonton para ahli patologi 33 . Waver kaya bukan main. Sedangkan Grijpstra menguatkan diri. mungkin saja pembunuhnya. yang sengaja meletakkan pistol di tangan korban. Waver juga bukan pembayar pajak yang baik. setahun terakhir Waver punya pacar baru. paling menyebalkan. Cora Fischer. pistol terselip di tangan kanannya. seorang mantan model. "Kalau ia sendiri yang menarik picunya." "Ho-ho-ho. Pendek kata. dan pelumas pistol pasti bercampur jadi satu. melainkan overdosis narkoba. Kita perlu sedikit menenggak gin dan mengisap rokok hitam." "Waver? Kamu tahu Gier. Sedangkan rumah yang kita datangi tadi milik pacarnya. kekayaannya itu diperoleh dari berbagai bisnis ilegal. Waver selalu lolos. kalau bukan kasus bunuh diri. atau akuntan (profesi-profesi "basah" di Belanda). Apalagi membawanya masuk bui. Toh. Ketiga. uap yang keluar pasca letusan. Lalu pelakunya kabur memakai mobil mewah warna perak. dan klub seks. Seperti rumah judi. dokter curiga wanita cantik itu tidak mati lantaran bunuh diri. Meski bukan pengacara. siapa nama korban?" "Cora. pacar anyar Waver itulah yang baru saja mereka temukan tak bernyawa dalam keadaan berbusana minim. harga rumahnya setara dengan 20 tahun gajiku di kepolisian. De Gier menambahkan.sebelum melakukan autopsi. korban sempat bercinta dengan pembunuhnya. karena ia pandai memanipulasi pembukuan dan melenyapkan barang bukti." "Omong-omong. sampai detik itu. belum pernah ada borgol polisi yang berhasil mengikat kedua tangan sang "pangeran". Waver tidak ada di sana. dokter gigi. Ajun Grijpstra?" "Ke cafe. "Ke mana kita sekarang. Lewat detektif yang menyamar sebagai salah satu tukang pukulnya. Pagi yang indah!" Dicekoki narkoba Siangnya. Waver sendiri bukan nama asing di kalangan detektif Amsterdam." lagi-lagi Grijpstra mengeluarkan "data statistik" yang tak terlalu dibutuhkan rekannya." jawab Sersan de Gier. tak ada sama sekali sidik jari pembunuhnya. Padahal. meski saat ditemukan. "Ajun Komisaris. ia layak menyandang gelar "Pangeran Dunia Hitam". Sayang." ujar de Gier menirukan kesimpulan tim forensik. beberapa hari terakhir. transaksi obat-obat terlarang.

nafsu makannya hari itu bakal merosot tajam. pelacuran terselubung. Meski ini bukan pengalaman pertama. "Tampaknya tidak ada bekas suntikan. Kalian tak pernah punya bukti. mengapa tubuh yang sudah dirusak pembunuh. harus dirusak lagi dengan pisau bedah? Sambil memperhatikan meja bedah. Semasa hidupnya." ujar anggota tim autopsi itu. Cora jatuh ke pelukan Waver.Red." de Gier membuka acara tanya jawabnya dengan Waver di ruang interogasi kepolisian. Perawakannya seperti petinju. Kemudian . Tingginya sekitar enam kaki (sekitar 180 cm . Korban juga merokok dan minum minuman keras terlalu banyak. Pacar Anda mati di kamar Anda sendiri. selama ini Anda berada di belakang banyak kemaksiatan.. 34 . de Gier kembali dari acara jalan-jalannya. Dokter yang lain menyayat kulit kepala untuk melihat tengkorak dan memeriksa luka bekas peluru." jawab Grijpstra. berhenti lama tak jauh dari tempat kejadian perkara.membuat sayatan panjang dari bahu ke titik pusat. Peluru di kepala yang membuat korban meninggal. hingga peredaran obat bius. Wanita gemulai itu dengan gampangnya menjadi bintang dan "penguasa" klub seks milik Waver di Noordwijk. uffs. Biaya hidup tinggi "Tuan Waver. aku bisa melihat tatapan mata penuh rasa ingin tahu." "Anda yakin. korban dicekoki atau mencekoki dirinya dengan kokain lewat jalan normal." cerita de Gier." "Bukti? Kutukan dari masyarakat. Setelah pensiun sebagai model." tanyanya. Grijpstra terbangun dari lamunan." Tak lama kemudian.). Huek! Grijpstra merasa. Dok?" "Yakin sekali." "Saya juga punya fakta. "Jadi." de Gier berhenti sebentar. Jadi. "Kamu sendiri?" "Aku sempat melihat seorang lelaki dengan sepeda motor besar. Hatinya senang melihat autopsi sudah selesai. Cora pasti sangat cantik. "Kami telah melakukan serangkaian pemeriksaan." tambah sang dokter. "Dari balik helmnya. Seorang dokter tiba-tiba sudah berdiri persis di depan hidungnya. Wajahnya tertutup helm. Mulai rumah judi. ia menjadi model sejumlah pelukis terkenal." "Kaki tangan Waver?" De Gier mengangkat bahu. "Kami punya fakta. "Yapp. dan sayatan pendek dari perut ke sekitar pinggang. Itu sebabnya. ia tetap tak bisa menerima. zat-zat haram itu yang membunuh Cora?" "Bukan.. Grijpstra mencoba mereka-reka duduk perkara sebenarnya. "Ada hasil. itulah buktinya.

Ia seorang humas yang baik. Padahal kami yakin. Mulanya. ia dibuat seperti mati bunuh diri. dassh!. Bang! Perang baru saja dimulai. Anda menerima Cora dengan senang hati. Anda menjadikannya ratu di klub. "Saya punya alibi dan Cora jelas bunuh diri. Karena Anda tahu. "Untuk apa saya mendengarkan?" balas Waver hendak beranjak dari kursi. orang besar. Semua orang tahu itu!" "Duduk. Anda membakar mobil Camaro milik Cora. Semua orang tahu Cora suka minum dan mengonsumsi narkoba. Apalagi menuduh saya. Anda memaksa Cora menyelundupkan heroin." "Detektif. Waver! Kami yang menentukan jalan ceritanya. Toh petugas pabean tak akan berani memegang-megang bagian tubuhnya yang sensitif."Hebatnya. Cora dapat melakukan tugas itu dengan mudah. Lelaki seperti Andalah yang membuatnya jadi jahat!" "Halo?" Grijpstra melancarkan perang urat saraf. Waver. Cora sangat menyayangi mobilnya." potong de Gier." sambung Grijpstra." "Dengar. Anda concern pada masalah untung-rugi. Yvette. Ia sebenarnya perempuan baik-baik. tak lama setelah kepergian Waver. De Gier tersenyum licik. Tapi kemudian. kalaupun Cora mati dibunuh. lalu nekat bunuh diri. Saat kejadian. Ia enggak akan mengotori tangannya sendiri dengan darah Cora. Anda mulai sebal dan merasakan gaya hidup Cora yang jetset sebagai beban. Cora sadar tindakannya salah. Detektif. Ia cantik. Agar neraca 'berimbang'. "Omong-omong. Mungkin ia tahu itu. frustrasi. menggairahkan. Karena Anda punya si badan besar Freddy yang siap melaksanakan perintah apa saja. "Dengar. meninggalkan ruang interogasi tanpa mempedulikan Grijpstra dan de Gier yang saling berpandangan." "Seseorang juga telah memasukkan obat bius ke dalam minumannya." "Ngawur. ia 35 . ia ditembak persis di kepalanya. Dengan cara itu. Berbekal kemolekan tubuhnya. Anda mengancamnya secara halus. Saya sedang tidak di rumah saat itu!" "Tentu saja. Alibi saya kuat. dan ikon yang cukup dikenal di dunia seni. Polisi menyamar yang selama ini mengamati Waver bilang. Tapi lama-kelamaan." "Cukup!" "Masih belum cukup. "Beberapa malam sebelum pembunuhan. kalian tak akan dapat menemukan pembunuhnya. saya sedang menghabiskan malam bersama wanita lain. membelikannya mobil mewah dan perhiasan mahal." Waver berdiri dan pergi begitu saja. yang jauh lebih menggairahkan. Saya pergi sekarang. "Waver itu penjahat kelas kakap. dari mana kamu tahu soal Freddy?" tanya Grijpstra keheranan. Sebagai orang bisnis.

Banyak saksi mata di Noordwijk yang akan memberi alibi." bilang Freddy." "Tugas membunuh Cora banyak 'godaannya'. Grijpstra diam." "Gertakan yang bagus. Yang datang malammalam begini. "Ini baru uang muka. "Selamat malam. "Yang sedang Anda duduki. Jadi. bel di apartemen de Gier berbunyi. pancingan pada Waver mengena. Aku datang membawa sejumlah uang. tetap sulit dijangkau. tapi jidatnya berkerut. Freddy langsung duduk di sofa. seraya menunjukkan sebuah amplop. Nanti merusak perabot. Ia segera meletakkan kucing kesayangannya di sofa. tampak berpikir keras. kemudian membukakan pintu untuk tamunya. Tapi aku suka polisi begitu. Pantatnya yang segede pantat gajah nyaris menindih kucing de Gier. sudah banyak polisi yang kami bayar." katanya santai. Aku sendiri sebenarnya tidak tahu apa-apa soal Freddy. bisa saja tawaran ini membuatku tersinggung dan menembak jidatmu." "Eh. aku sedang tidak butuh uang panas. tentu tamu istimewa. Apa dia juga memikirkan Jane? Mengancam kucing Beberapa jam kemudian." Amboi! Kelihatannya. Tanpa diminta. Kenyataannya. Anggap saja sebagai hadiah. Freddy sedang main kartu dengan si Anu atau si Anu." "Begitu?" "Ya!" Freddy menyeringai. 36 . aslinya memang tempat duduk kucing saya. menaruh buku di meja. apa kabarnya Jane." "Cuma itu berita yang kamu bawa?" "Dasar polisi bandel. Itu sebabnya. Asal tahu saja.punya tukang pukul andalan bernama Freddy. "Kucing tolol!" "Apa?" "Dengar. Mudah-mudahan enggak meleset. Bagus kalau polisi bandel seperti kamu mau bergabung." jelas de Gier. kalau betul memang dia pelakunya. Waver memang tidak di rumah itu." "Tapi kita masih harus membuktikan banyak hal. Tapi aku ogah berkelahi di sini. ya?" De Gier tiba-tiba memelintir topik pembicaraan. Itu sebabnya bos menawari kamu uang. De Gier menyalakan rokoknya. mereka sempat berhubungan intim." seru seseorang. pikir De Gier. "Saya Freddy. Sedangkan Freddy. "Sebenarnya.

Freddy yang jago karate dan bertubuh lebih besar tampaknya bakal di atas angin. Kamu akan merasakan akibatnya!" "Seperti apa?" tantang de Gier. berlibur ke Bermuda. Grijpstra dan de Gier melangkah lebih maju. sambil berjalan keluar apartemen. Bos dapat melakukan apa saja dan membeli siapa saja!" ancam Freddy. mengumpulkan beberapa potong pakaian. Sepertinya. De Gier lega. "Bisnis heroin dan kokain sedang bagus. Seychelles. Freddy meninggalkan sesuatu di apartemen Anda. rumah Cora Fischer didatangi tamu tak diundang. "Dan rasakan nanti pembalasan Tabriz." imbuhnya dalam hati. Tak tahu diri. Tamu bersepeda itu kelihatannya maling profesional. "Good bye. "Keterlaluan. Lelaki yang beberapa hari lalu begitu sombong itu kini terlihat pucat. pisau tadi menempel di leher kucing betina yang sangat ketakutan. De Gier yang tiba lebih dulu di luar apartemen memberi isyarat pada Freddy. lalu pergi begitu saja tanpa diketahui para tetangga."Kalau begitu. Mereka langsung mendatangi sarang sang Pangeran Hitam di klubnya di Noordwijk." De Gier mulai geram. atau Indonesia. tunggu apalagi. "Aku bisa membedah kucing ini. Bos paling benci orang sok kayak kamu. isyarat tantangan berkelahi. tanpa pakaian dalam) datang membawakan bir. Lalu mengeluarkan pisau lipat dari kantung jaketnya. karena dengan mudah menemukan kamar tidur Cora. "Saya dengar. Tapi soal berkelahi tangan kosong. Tapi kemarahan itu ditahannya sekuat tenaga demi keselamatan kucing tersayang." ujar Freddy. kucingnya selamat. Ia berharap mendapat informasi tambahan tentang Waver dari anak buahnya yang pongah ini. Tak ada jahitan penutup. persis seperti kalian membedah Cora. membungkus sejumlah perhiasan. Pukulan mematikan Besoknya. Lalu turun lewat tangga. Pelayan cantik mengenakan rok mini (maaf. De Gier masih lebih suka mendengar ketimbang berdebat. tendangan dan pukulan simultan sersan berpostur jangkung itu berkelebat tanpa kenal lelah. Freddy meraih kucing kesayangan de Gier." katanya dalam hati. kedatangan mereka "disambut ramah" oleh Waver. "Aku juga akan membunuh ibumu dan seluruh isi apartemen ini. De Gier sempat memperhatikan wajah Waver. Bahasa tubuhnya menampakkan ketegangan luar biasa. Ia menunggu Freddy masuk lift. aku akan membiarkan isi perutnya berserakan. sabuk hitam judo de Gier tak layak dipertanyakan. Kamu juga bisa seperti aku." 37 . Dalam sekejap. "Di sana." ujarnya menunjuk ke arah taman." katanya seraya menutup pintu. Keruan. Grijpstra dan de Gier hanya tinggal melancarkan beberapa jab dan satu hook telak untuk membuat lawannya KO. Tabriz adalah nama kucing De Gier. tepatnya jam tiga pagi. Dalam waktu beberapa menit saja. pingsan! Tiga jam kemudian. Bedanya. Freddy tak berdaya. tersungkur di tanah.

Itu salah satu alasan kami ke sini. Grijpstra sendiri tak menyangka. de Gier melancarkan jab pertama. mengembalikan amplop. bukan rumah bordil. Bayangkan. Silakan hitung jumlahnya. Gier?" celetuk Grijpstra. "Bagaimana dengan flute-nya. para detektif itu tak hanya menuduhnya dengan beragam kejahatan. "Benar. Tak lama kemudian. dan judi ilegal. dari pintu masuk klub. "Ditahan untuk apa?" "Untuk beberapa tuduhan serius. Rambutnya tertata dengan baik." jawab Grijpstra tegas. De Gier seperti tersentak. Sang Ajun Komisaris menyerahkan secarik kertas pada Waver. Pikiran Waver pun sudah dibuat kacau. Kegilaan yang makin membuat Waver stres. "Omong kosong!" Waver berteriak. "Cora ." jawab de Gier. Sampai akhirnya tertumbuk pada sosok perempuan yang baru saja masuk klub. Sementara itu. Mengedarkan obat bius. si wanita duduk tak jauh dari Grijpstra dan Waver. Waver!" Sang "Pangeran Hitam" tersenyum sinis." bisik Grijpstra pada Cardozo. Kini saatnya memberi pukulan mematikan.. Piano dan kombo tak kesulitan mengiringi improvisasi sang detektif. Tak lama setelah Waver mengambil kembali amplopnya. Anda ditahan!" "Sudah kubilang juga. juniornya akan segila itu." de Gier memalingkan wajahnya ke arah panggung. De Gier masih asyik memainkan "senjata" melengkingnya di panggung. Sementara Grijpstra menanti dengan berdebar-debar. Aku mau menikmati musiknya dulu. Seketika air muka Waver berubah. "Anda kami tahan. Dibalut gaun indah dan perhiasan melingkari tangan dan leher. Tak diragukan lagi. "Benar-benar gila. Waver sendiri tampak gelisah. Suara flute-nya memenuhi ruangan." Waver hendak beranjak dari kursinya. dan terakhir. Duduklah. "Saatnya melakukan penggeledahan. tapi juga "menguasai" massa klubnya. De Gier pun menghentikan alunan flute-nya. Ini klub seks. tapi berkelas. mengancam kucing de Gier. permainan pianonya bagus banget. paras dan lekuk tubuhnya begitu menggoda." Grijpstra segera melambaikan tangan pada detektif Cardozo dan anak buahnya. "Sssst. boy. Dari tempat duduknya. Ajun Komisaris. muncul seorang wanita bertubuh semampai. pelayanpelayan seksi bertelanjang dada bergantian mengantar minuman." "Bagaimana dengan upaya menyogok kolega saya. Waver makin kesal. "Kalem. kalian tak punya bukti. Apalagi ketika Grijpstra menggeledahnya dan menemukan satu gram kokain dan sebilah belati di kantung celana dan jaket. Suasana telah terbentuk. Grijpstra bisa mendengar Waver berdesah. prostituasi terselubung. lalu mengeluarkan semacam suling kecil dari balik jasnya. Seperti perkiraan 38 . Matanya bergerak tak fokus.. membunuh Cora Fischer?" Grijpstra melancarkan "jab" kedua.. "Surat izin melakukan penggeledahan. Sersan de Gier 'kan sudah bilang. Dandanannya tidak seronok." ucapnya cepat. Disambut tepukan meriah pengunjung klub.mata Waver mengarah pada de Gier. de Gier memainkan sebuah lagu syahdu.

Ching Boon dan Hwee Kuan statusnya pengangguran. setelah bergabung kembali dengan Cardozo dan de Gier. Mereka merasakan betapa tersiksanya hidup dengan penghasilan pas-pasan. Hanya di tempat itulah. Cardozo menemukan sebuah "patung dewa" berukuran sedang yang sangat dikenalnya. "Ya. Ong Chin Hock.. Prioritaskan pada heroin. Cora . "Kelihatannya kita telah menemukan harta karun Waver. "Siap.Grijpstra. Waver malah mematung memandangi wanita elegan tadi. "Juga modal untuk membuka outlet narkoba.. agar dapat memenjarakan Waver sementara waktu. Maklum. Di sebuah ruangan. melupakan segala beban." ujar satu dari mereka.. tak jauh dari urusan perut. kita harus menemukan sesuatu di klub ini." "Cepat. Tuan Waver mengakui keterlibatannya pada kasus pembunuhan Cora Fischer. kecuali Chin Hock yang sedang menjalani wajib militer. "Patung seperti ini pernah kami sita beberapa waktu lalu.. 21 April 1978. dan dia juga masih terus memandangi polwan Jane!" "Ho-ho-ho. mereka ngobrol ngalor ngidul di sebuah taman." ujar Cardozo." imbuh Cardozo. "Hidup pasti jauh lebih mudah. bukanlah negeri yang bersahabat buat trio warganya. Tapi ujung-ujungnya. Polisi memfokuskan penggeledahan pada heroin.. mereka dapat tertawa lepas." "Secepat itu?" "Ya. seperti biasanya tiga pemuda berumur 20 tahunan itu bermain biliar di Kallang Amusement Centre (KAC). karena dalamnya sudah bolong. Jika Waver "tersadar" sebelum barang bukti ditemukan. mulai masalah politik sampai kesehatan. Yeo Ching Boon dan Ong Hwee Kuan. Kuan yang berwajah kasar melontarkan ide setan. "Tapi patung yang ini beratnya lumayan." "Tapi dari mana kita bisa mendapat banyak uang?" Ketiganya terdiam. malam yang indah!" (Kisah rekaan/Janwillem van de Wetering/Icul) 06. Selepas nyodok. bukannya membaca "surat tipuan" itu. Sementara biaya hidup makin hari kian tinggi. sambil menyelidiki keterlibatannya pada kasus pembunuhan Cora. dengan duit." balas Grijpstra. Banyak hal diobrolkan."Bagaimana kalau kita merampok?" 39 . ketika seorang anak buah Cardozo melapor. Kami curiga sebelumnya diisi heroin yang diselundupkan melewati perbatasan. Tapi lebih enteng. Pucuk dicinta ulam tiba. "Cora .." canda de Gier. Pak. tak jauh dari KAC. Pak. kalau kita punya banyak duit. kita bisa berbuat apa saja. Malam itu. sia-sia jebakan ini dibuat. HOROR DI MOUNT VERNON Singapura tahun '70-an. Senyum Grijpstra makin lebar. sambil terus berbisik." sergah Grijpstra.

kita semua memakai seragam pakaian wajib militer. dikenal juga sebagai Ah Pui atau Freddy. Tu Li." katanya. Ia sempat menjadi anggota kelompok Sio Kun Tong. Anak tertua dari empat bersaudara ini pernah dikeluarkan dari sekolah karena berkelahi. "Oke. karena kecanduan narkoba. Ia putus sekolah. Aku sarankan pakai pencungkil es saja. lalu mengangguk dan tersenyum. ia masuk rumah rehabilitasi. "Duitnya dari mana buat beli pisau?" sergah Yeo. "Sebagai modal." ujar Yeo. sehingga terpaksa mengikuti jejak bapaknya sebagai kuli bangunan. "Ya. Zaman sekarang. Ia lalu bercerita tentang tempatnya berdinas saat wajib militer dulu. Tapi sampai jam sebelas malam. sehabis merampok turis berkewarganegaraan Malaysia." Mereka berpikir keras dan saling melontarkan ide. Sorenya." cetus Yeo. di Mount Vernon. tak jua terbersit jalan keluar. Hwee Kuan alias Ah Kuan lain lagi. bagaimana caranya merebut senjata petugas jaga."Ide gila. "Jual saja ini. kita juga butuh senjata tajam." 40 . lebih enak merampok pakai pistol. Bulan April 1977. lagi-lagi karena berkelahi. namun dikeluarkan. Keculai Kuan. "Yang belum aku tahu. tinggal di New Upper Changi Road. akan lebih mudah mendekati pos penjagaan. para pengangguran banyak acara ini melanjutkan aktivitasnya dengan menonton pertandingan sepakbola di bekas Sekolah Dasar mereka. Tapi boleh juga. Hock membuka jam yang melingkar di tangannya. masih tinggal bersama orangtuanya. Keesokan harinya." balas Kuan. Kuan dan teman-temannya ditangkap polisi." bisik Yeo pada kedua sohibnya. Tapi kita juga perlu pisau. Tentang penjaga pos kecil di pintu gerbang. "Begini kira-kira skenarionya. Hock dan Kuan berteman sejak kecil. Aku tahu cara mendapatkan pistol dengan gampang. Tapi ingat. "Tapi kita harus punya pistol. markas polisi yang juga berfungsi sebagai asrama pasukan cadangan. Sekarang kita pulang. kita harus cepat mencari solusi masalah ini. Di salah satu sudut sekolah inilah. sebelum akhirnya masuk wajib militer. "Aku setuju. Putus sekolah Yeo." balas Kuan. ketika konsentrasi petugas jaga mulai kendur. Juga perihal waktu terbaik untuk melakukan tipu daya. Dengan begitu. Pernah juga bekerja sebagai penjaga gudang pada sebuah perusahaan tekstil." sahut Yeo yang bertampang innocent. Sedangkan Yeo Ching Boon. Ong Chin Hock alias Ah Hock masih bujang. pakai untuk membeli pisau. yang hanya dijaga satu orang dan lebih sering dipercayakan pada polisi wajib militer. anak buruh bangunan. Yeo tertegun sebentar. mereka kembali mendiskusikan niat jahatnya. yang kerap melakukan aksi pencopetan di sekitar Angullia Road. Tahun 1976. tiga sekawan bertemu lagi di KAC. yakni lewat jam dua belas malam.

" "Baiklah. Jika terjadi sesuatu." timpal Kuan. Ia memotong sebuah tali terbuat dari nilon menjadi empat bagian. tak satu pun disetujui secara aklamasi. aku akan mendorongnya masuk taksi. kita main aman. aku punya catatan di kantor polisi. Hock kemudian berangkat menuju rumah temannya di Lorong Koo. Yeo menuturkan rincian rencananya. atau menjerat leher. "Aku masih butuh duit buat transportasi. "Kamu 'kan tahu. tak boleh terlalu mencolok. kita sebaiknya jangan pakai seragam." tanggap Hock. kemudian kita culik dan rampa senjatanya. Sampai akhirnya. kita akan langsung diciduk. Di tengah jalan.00. Yeo tak langsung keluar. Namun saat bertemu kembali. kaki. sampai sekitar pukul 21. berbahaya." "Oke. Setelah penjaga mendekat. Setelah kenyang. polisi-polisi yang tidak sedang bertugas bisa menyulitkan kita. apapun recananya. Bajak taksi Dua hari kemudian. keluar taksi dan pura-pura minta bantuan dari polisi di pos jaga." "Jadi. "Jangan khawatir. kita bajak taksinya. Yeo pergi ke sebuah kawasan pertokoan. "Kita akan mulai bergerak jam dua dinihari. Setelah menyimpan pisau. aku punya seorang teman yang bisa dipinjami uang."Menurutku." komentar Hock. Hanya Yeo berhasil meminjam Sin 10 dolar dari seorang teman. Sebagian uang itu mereka habiskan untuk makan dan minum di sebuah kafe. sedangkan Kuan duduk di kursi belakang." tegas Yeo. Ditemani Kuan. Yang penting kita setuju untuk segera melaksanakan rencana ini. Bagaimana?" "Tapi jangan biarkan polisi dan sopir taksinya lolos begitu saja." Anggota tiga sekawan yang lain hanya manggutmanggut. "Kita akan beroperasi dari atas taksi.45 di sekitar Kallang Bahru. Setuju?" Hock dan Kuan mengangguk. Lagi-lagi mereka saling melontar ide. Enggak aman membawa-bawa senjata tajam. gimana dong?" nada bicara Yeo terdengar putus asa. persisnya sore menjelang malam. Kalau terlalu mencolok. Mending pisau-pisau ini disimpan di rumahku dulu. masih empat jam lagi dari jadwal yang mereka rencanakan. Yeo sempat main biliar dengan sejumlah temannya. Yeo pun melanjutkan. sekalian membeli dua buah pisau dapur. Ketiganya berjanji bertemu kembali pada pukul 11. tiga sekawan seperti biasanya berkumpul di KAC. pura-pura mabuk." bilang Yeo memecah kesunyian. Aku sendiri. Setuju?" usul Yeo. Hock ternyata datang dengan tangan hampa. Jam dinding menunjukkan angka 10. Namun dari beberapa ide yang dibahas. dua hari dari sekarang. 41 . Setelah itu. Lalu memasukkan tali-tali tadi dan alat pencungkil es ke dalam travel bag kecil kepunyaan adiknya. "Jam-jam segini banyak patroli polisi berkeliaran. Yeo mengetuk palu. untuk menjual jam tangan Hock. Kalau sopir taksi dan penjaga mengenali ciri-ciriku. Keduanya harus mati. Hock lalu mengambil alih kemudi. Cukup untuk mengikat tangan. "Di sana kan ada asrama.

seperti rencana semula. Penumpang nomor satu mendorongnya dengan bahu. Akhirnya. 42 . mempersilakan penumpang nomor satu masuk. berjalan ke depan kendaraan. Ya. Bendemeer. ke arah gerbang belakang Mount Vernon yang selalu gelap gulita.Kuan tampak senang. Kemudian keluar dengan menenteng travel bag. Hatinya begitu gembira. Jarang-jarang jam segini ia masih berada di belakang kemudi. Biasanya ia sudah pulang ke rumahnya di Selegie House. Chew Theng Hin membuka pintu depan. Namun entah mengapa. Penumpang nomor satu dengan dingin berkata. penumpang nomor satu meminta Chew belok kiri." sahut Kuan dan Hock serentak. Instingnya berkata. penumpangnya pagi itu bukan manusia baik-baik. Setelah itu. mengganti pakaian dengan t-shirt merah dan celana biru gelap. lalu ke Jln. penumpang nomor satu menukas cepat. menyetop taksinya. Sampai di sini. Sejurus kemudian. "Jangan cobacoba melawan atau membuat gaduh. tentu tak menyadari nyawanya sedang di ujung tanduk. ia berkata. penumpang nomor tiga turun dari mobil. sedangkan penumpang nomor tiga mempermainkan badan Chew dengan lutut. Dengan tenang. pasti korban kejahatan yang hendak melaporkan kemalangannya. Sambil memamerkan pencungkil es. segera meluncur melewati Jln. Saat mendekati Police Reserve Unit (PRU) Mount Vernon." Ia lalu mengambil tali dan mengikat tangan Chew erat-erat. Saat itulah. "Asrama polisi Mount Vernon!" Tak sedikitpun terbersit kecurigaan dalam hati Chew. Terjerembab di got Chew Theng Hin. "Siap. Chew mulai menduga-duga. sopir sekaligus pemilik taksi. setidaknya jika dibandingkan dengan orangtua seusianya. Ia memutuskan tidak memakai pakaian seragam wajib militer. ketika melihat tiga pemuda melambaikan tangan. Penumpang nomor dua dan nomor tiga duduk di kursi belakang. penumpang nomor satu menutup mulut Chew dengan kain. Ia juga mulai punya firasat. jika penumpangnya bertujuan ke kantor polisi? Kalau bukan penegak hukum. Namun gerakan spontan Chew tak banyak menolong. meski menuruti semua perintah mereka.30. sesuatu yang sangat buruk bakal menimpa dirinya. Meski sudah berusia 60 tahun. dengan pencungkil es terselip di pinggang. belum tentu ia akan dilepas begitu saja. Chew yang sudah hafal kawasan itu. "Berhenti!" Chew pun menginjak pedal rem. Yeo menyempatkan diri pulang ke flatnya. Tepat pukul 01. siapa curiga. ini baru awal dari perlakuan buruk yang bakal segera diterimanya. sedangkan Hock tak berkomentar sepatah kata pun. tiba-tiba penumpang nomor dua menempelkan pisau di leher Chew. Chew mulai sadar. "Semua siap?" tanya Yeo. Aljunied. kemudian membuka pintu tempat Chew disandera. lelaki berambut pendek ini masih kelihatan energik. hendak ke mana sebenarnya tujuan tiga orang ditaksinya. Chew merasa. Akhirnya ia memutuskan memberikan perlawanan. Lelaki tua itu dapat melihat kilatan dan merasakan dinginnya senjata tajam pengiris daging dan sayuran tersebut. ketika taksi hampir sampai gerbang belakang PRU Mount Vernon. pagi itu ia masih ingin berputar-putar mencari penumpang. "Turun!" bentaknya.

Usianya baru delapan belas tahun. Chew terguling. anak kedua dari empat bersaudara. tiga sekawan itu malah bertukar kegembiraan. persis di depan pintu gerbang PRU Mount Vernon. Seragam tebal tak sanggup melindungi Kim dari serangan dingin yang menusuk. Secara bersamaan. "Jadi. ia tetap berusaha menunaikan tugas dengan penuh rasa tanggungjawab. Tapi dasar bandel. Sasaran pembantaian berikutnya. matanya melirik ke taksi kuning yang mesinnya masih hidup. dengan pandangan nanar. Rencana pertama sukses terlaksana. Akhirnya. ia tak boleh memilah-milih tempat berdinas. "Dia tinggal di asrama ini juga?" "Betul." teriak salah satu penumpang. menunjukkan kartu keterangan wajib militernya. Dari tempatnya berdiri. Pemuda itu. mencoba tetap ramah. penumpang nomor tiga.Breppp! Sesuatu yang mengerikan terjadi. penumpang nomor satu. lalu menghampirinya. Brepp! Kali ini Chew tak lagi bergerak. Itu sebabnya. Setelah Hock mengarahkan taksi rampasan mereka ke pos penjagaan. rekannya yang telah bertugas sejak pukul 13. Sebaliknya. tapi tubuhnya tampak masih bergerak-gerak. sembari menunjuk ke arah taksi kuning. seperti kamu lihat. "Memangnya kalian dari mana?" tanya Kim. ketika tiga penumpang yang sudah dikuasai nafsu setan itu melihat tubuh Chew merangkak naik dari selokan. Telunjuk terpotong Lee Kim Lai masih sangat muda ketika mendaftar wajib militer. Sebagai polisi wajib militer. Penumpang nomor dua menusukkan pisau ke perut sang sopir taksi malang. Dalam tempo sekejap. Tanpa membuang waktu. Dia sekarang tergeletak di kursi belakang taksi. Yeo. sembari merintih menahan sakit. 43 . Taksi baru saja hendak tancap gas. dan tanpa ba bi bu menghujamkan pencungkil es dan pisau dapur ke leher Chew. nyawa seorang kakek tak berdosa lenyap sia-sia di tangan Yeo.00. Baru beberapa menit menjaga gerbang. mereka menusukkan pisau dan pencungkil es ke daerah vital sopir malang. Kuan si penumpang nomor dua dan Hock. Penumpang nomor tiga segera duduk di depan kemudi. Sesekali. ia melihat sebuah taksi kuning melintas di depan pos jaga. Ia berasal dari keluarga baik-baik. malah menyusahkan teman. Kim memperhatikan dengan seksama kartu yang ditunjukkan Yeo. dia kelihatannya minum terlalu banyak. Meski begitu. Pagi itu. penumpang nomor satu dan penumpang nomor dua menghampiri lelaki tua yang sedang meregang nyawa itu. Kim dapat melihat dengan jelas seorang pemuda keluar dari pintu depan." bohong Yeo. "Betul sekali. "Kami berdua baru saja jalan-jalan dan bertemu beberapa teman. kamu wamil yang tinggal di asrama ini?" tanya Kim ramah. Chew tersungkur di selokan. Boleh aku minta tolong untuk memapah kawanku yang mabuk? Badannya berat sekali. Penumpang nomor satu dan penumpang nomor dua spontan turun dari mobil. dia bahagia saja saat ditempatkan di Mount Vernon. bakal menyusul." sambung Yeo. dia baru saja menggantikan Koh Kah Kway. Pagi itu. "Dia masih hidup. kembali masuk got.

" bisiknya tepat di telinga Kim. dengan membawa tas plastik berisi celana panjang biru gelap dan t-shirt warna putih. "Mana pisau satunya lagi?" teriak Yeo pada Kuan." perintahnya pada pada Hock. Termasuk kaos dan celana yang dikenakan Kuan. "Pui. pistol sempat jatuh." perintah Yeo pada Kuan. ia sudah kembali ke semaksemak tempat Kuan bersembunyi. "Cepat kabur! Ada beberapa polisi di atas sana sedang memperhatikan kita. Ia berbalik badan. Kuan. Sepuluh kmenit kemudian. memasukkan pakaiannya yang berlumuran darah ke dalam tas plastik. Darah segar mengotori kursi belakang taksi. Kuan pun berganti pakaian. ia memang mendapati seorang lelaki tengah berbaring di kursi. Sementara di kursi belakang. pemuda yang sebelumnya berbaring di kursi. Benar-benar enggak punya uang!" pekik Lee. Sedetik kemudian. tugasnya tak hanya sebatas perintah yang diberikan komandan. Namun tanpa diduga. "Aku engak punya uang. Yeo mempercepat langkahnya. ternyata tidak mabuk sama sekali. "Kita harus mengamankan senjatanya. Apalagi yang membutuhkan pertolongan sesama penghuni asrama. "Tetap di dalam dan jangan coba-coba melawan. 44 . Ia merasa sebagai seorang wajib militer. Dalam pergumulan. Yeo dengan pencungkil esnya langsung mengancam. seraya menghujamkan pisaunya beberapa kali ke leher Lee. Yeo yang bearda di kursi depan langsung membantu Kuan. Lima menit kemudian. Yeo bergegas ke pintu depan. Kuan mulai menempelkan pisau di leher Lee. Berikan pisaumu." "Bersembunyilah di belakang semak-semak. aksi Kuan saat mengambil pistol dari pinggang Kim ternyata mendapat perlawanan. Kim mencoba melakukan perlawanan. Saat pintu dibuka. Itu sebabnya. dengan senang hati ia berjalan menuju pintu belakang taksi. Kuan menunjuk sela di antara dua kursi depan. Ia tampak begitu ketakutan. Tapi dari belakang. ia sempat melihat beberapa orang di lantai satu dan lantai dua markas polisi Mount Vernon memperhatikannya. mereka telah sampai di kawasan Kallang Bahru. Begitu membabibutanya aksi Yeo. Namun ia terkejut saat Yeo tiba-tiba mendorongnya masuk ke dalam taksi. sampai-sampai jari telunjuk Kuan ikut terpotong. Kuan masih setia mengancam Lee dengan pisau dapur. Tubuh Kim sendiri langsung jatuh menghujam jok. Saat itu. Aljunied. Tapi ketika mereka bersiap hendak meninggalkan semak-semak." Yeo lalu berlari menuju flat. "Kausku berlumuran darah. Hock sudah melarikan taksinya menuju arah Jln. Untuk menghindari kecurigaan. ketika Yeo minta Hock menghentikan taksi. Setelah menutup pintu." lagi-lagi Yeo memberi perintah." kata Kuan pada Yeo. terjadi sesuatu yang sama sekali di luar perhitungan. "Aku akan mampir ke flat dan membawakanmu pakaian bersih. Lebih terkejut lagi setelah tahu.Kim calon polisi yang baik. tapi juga membantu sesama yang membutuhkan pertolongan.

lelaki yang menyeberang jalan barusan ternyata menghilang di sebuah jalan buntu. "Mana tasnya?" tanya Man Seng. Tapi begitu tahu Anda polisi. Ayah seorang anak perempuan dan seorang istri ini sudah tinggal di Geylang Bahru selama sekitar empat setengah tahun. pemuda putus sekolah itu akhirnya tak beradaya di tangan Man Seng. Meski sempat memberikan perlawanan ketika hendak diborgol. orang yang dihadapinya seorang polisi. Bertahun-tahun dia bergaul akrab dengan dunia kejahatan dan berbagai tipu muslihatnya. Akhirnya ia memutuskan bersembunyi di salah satu semak. tapi juga medan yang sama sekali belum dikenal. Yeo dan Kuan tampak gugup. Kini di depannya terbentang semak belukar. sambil menenteng bungkusan plastik. melilih kabur ke arah pertokoan. "Sedang apa kalian?" teriak Man Seng. tak jauh dari salah satu semak. Lagi-lagi." jawan Kuan sekenanya. Lampu kembali hijau." "Siapa nama temanmu?" 45 . Kuan sampai jatuh. lambat laun pasti akan tertangkap. mendekati jalan buntu. Polisi yang sudah bertugas selama 11 tahun itu berkantor di Kantor Polisi Beach Road. benar-benar memecah kesunyian. Di persimpangan jalan Geylang Baru dan Kallang Bahru. Di depan semaksemak itu ia berhenti. Mereka punya feeling. kami mengurungkan niat tadi. Jadi. "Tadinya kami mau merampok Anda. insting polisinya memaksa Man Seng memeriksa lokasi di sekitarnya. dia tidak hanya berhadapan dengan gelapnya malam. Begitu paniknya. Namun dari balik spion ia sempat memperhatikan. mengeluarkan pistol dari sarungnya dan membidik semak di depannya. Dalam sekejap." "Apa isi tasnya?" "Sisir. Dari kejahuhan dia melihat sebuah taksi kuning dengan mesin masih menyala. ia melihat dua orang pemuda. Dengan langkah pasti ia mendekat. Kecurigaannya memuncak ketika melihat jejak kaki. Tak jauh dari taksi. Ia segera berbalik arah. Namun Man Seng bukan polisi ingusan yang gampang dikelabui. Sedangkan Kuan menuju blok-blok apartemen di sekitarnya. Nalurinya sebagai detektif mencuat. masih dengan mata nanar. Yeo Ching Boon dan Ong Hwee Kuan. "Aku buang saat lari tadi. Ia tahu. Saat menunggu lampu hijau. perjalanannya terhalang lampu merah. Mendekati semak-semak. mereka mengambil keputusan untuk mengambil langkah seribu. Yeo yang lebih tahu medan. Man Seng pun belok kiri. menuju arah Geylang Bahru. karena baru saja sukses menangkap tersangka kasus penipuan sejam sebelumnya. bangun dan jatuh lagi. Namun malang buat Kuan. terhampar semak-semak.Kantung plastik ditemukan Malam itu. Tingkah laku lelaki tadi membuat Man Seng penasaran. dia tahu betul daerah tersebut. jika terus lari. Pagi buta itu. sepintas dia melihat seseorang berjalan di belakang mobilnya. "Cepat keluar!" Kuan pun keluar. hatinya sedang berbunga-bunga. detektif Siew Man Seng baru saja pulang berdinas.

"Aku haus sekali." Kuan berkilah. Namun sebelum masuk mobil. Berbagai cara telah dilakukan. "Sebelum Anda datang. mayat sopir taksi malang korban keganasan tiga sekawan. Tapi karena ceroboh. saya berusaha memecahkan sebuah botol. Kuan tak dapat mengelak lagi. tiga sekawan yang sudah kerasukan setan ini tak sempat melanjutkan aksinya. berhasil ditemukan." Sekilas. Chew Theng Hin. Hasil penyisiran di sekitar lokasi kejahatan juga membuahkan hasil menggembirakan. berhasil dilacak keberadaannya. di dalam taksi kuning."Ah Seng. Akhirnya ia menunjukkan jari telunjuknya yang beradrah-darah. terlebih setelah Ong Hwee Huat. Karena tak memungkinkan melakukan pencarian sendirian. meskipun ia baru saja berganti baju. Jika mereka sempat memanfaatkan senjata yang berhasil mereka rebut dari Mount Vernon. Man Seng menceritakan apa yang dilihatnya pada Inspektur Polisi Poh Keng How. Kali ini. waktu tampaknya berpihak pada para detektif. adiknya. berdasarkan pengakuan Kuan. Kuan telah melangkah menuju sebuah keran. botol tadi malah melukai jari telunjuk saya. Tak lama kemudian. mencari alasan untuk berkelit. Di kantor polisi Beach Road. Beruntung. "Noda darah siapa di kausmu?" Kuan berpikir. tak jauh dari tempat Man Seng memergoki Yeo dan Kuan. tersebar berita penemuan mayat seorang polisi. Mereka bergerak cepat dengan segera menginterogasi Kuan. Sebelum Man Seng bereaksi. agar bisa dipakai sebagai senjata. Yeo dan Hock pun akhirnya ditangkap. Beberapa jam kemudian. mengakui pakaian yang ditemukan memang milik Kuan. tak jauh dari semak-semak. Boleh minta air?" katanya mencoba mengundang iba. (Kisah Nyata/Nicky Moey/Icul) 46 . Man Seng akhirnya memutuskan membawa Kuan ke kantor polisi untuk diinterogasi. "Beruntung". Man Seng melihat noda darah di kaus yang kenakan Kuan. korban kebrutalan mereka pasti bakal lebih heboh dari dua nyawa sia-sia yang telah ditemukan. Namun mereka cukup kesulitan mengorek data dari pemuda lajang tersebut. Kuan sempat minta. Ia juga menolak disangkutpautkan dengan kasus pembunuhan kejam terhadap sang polisi wamil. tapi Kuan lebih memilih tutup mulut. sampai kini. Satuan polisi khusus pun segera segera diterjunkan. apalagi menjalankan aksi perampokan. Kantung plastik tempat Yeo dan Kuan menyimpan pakaian penuh noda darah misalnya. tiga sekawan yang akhirnya dihukum mati ini dikenal sebagai salah satu pelaku kejahatan paling kejam di Singapura. Ia terus berusaha mencari tas yang dibuang Yeo dan Kuan.

Dua kali kaki wanita cantik itu bergerak. Hatinya pedih." suara Stefan membuyarkan lamunan Janos. Di pojok ruangan. gayanya macho dan berwibawa.07. ini tidak akan menjadi perjalanan yang penuh intrik. pikirannya sempat menerawang. langsung ke bola mata lawan bicaranya.. Semuanya begitu mengejutkan. tak jauh dari tempat Hollossy berdiri. Hollossy tampak mengangguk pelan.. Dengan mata kepala sendiri. Stefan tak menjelaskan penawaran apa yang dibawanya. mulai sekarang. Janos betulbetul tak percaya. karena sebenarnya ia tak ingin meninggalkan apartemen penuh kenangan di Timmendorf itu. Seperti biasa. . Mereka akhirnya sampai di tempat 47 . Janos Telek terlihat gundah. persis anggota geng mafia. dan Janos pun tak pernah ingin tahu. Tapi semata-mata perjalanan bisnis. Bagaimana mungkin Hollossy tega membunuh Cornelia dengan cara sekeji itu? "Bukankah ia yang memperkenalkan aku pada Cornelia?" pekik hati kecil Janos ." sambung Cornelia. membayangkan kembali peristiwa mengerikan yang terjadi beberapa menit sebelumnya. lalu menyulutnya dengan santai. Ia makin tak percaya. Apalagi ia harus melakukan perjalanan paling aneh sepanjang hidupnya. Untuk itu. Lelaki bermata kucing dengan ekspresi yang tak mudah ditebak itu kian tajam manatap Cornelia. lelaki bengis yang baru saja membelokkan perjalanan hidupnya. kami harus lebih rajin menabung. DIREKRUT JADI MITRA PEMBUNUH Janos Telek berjalan terseok-seok di sisi Istvan Stefan Hollossy. Janos menyaksikan Cornelia meregang nyawa di karpet. Ia memperhatikan dengan seksama percakapan Stefan dan Cornelia. serta kapan dan di mana akan berakhir. geliat refleks orang yang sedang sekarat. "Aku dan Janos berencana menikah. menyelipkannya ke sela-sela bibir.... Semuanya tergantung Hollossy.. sebaiknya begitu. dorrrr! Jidat wanita seksi itu ditembus peluru. Yang dipandang jadi salah tingkah. gadis manis yang beberapa bulan terakhir ini mengisi hari-hari indahnya. Istvan Stefan Hollossy mengeluarkan sebatang rokok dari saku jas. Dalam hitungan detik. Aku punya penawaran menarik untuk kamu.. karena tak dapat berbuat apa-apa untuk menyelamatkan kekasihnya. tanpa tahu arah yang dituju. Saking seksamanya.65 mm ke arah Cornelia Renz. Cornelia langsung jatuh di karpet. sekarang terbaring kaku dengan lubang di kepala. urusan bisnis kita selesai sampai di sini?" "Ya . Traktir sepanjang malam "Aku berjanji." ucap perempuan cantik itu. Wajahnya begitu dingin.. "Kamu bilang. dengan mata menatap tajam. Saat berjalan kaki menuju tempat parkir. Hollossy mengarahkan pistol berdiameter 7. sebelum akhirnya tak bergerak sama sekali. Cornelia yang sedang duduk santai di sofa. Janos sempat terperangah ketika tiba-tiba Stefan mengeluarkan sesuatu dari balik jasnya. Perempuan asal Yugoslavia berusia 20 tahun itu langsung meninggal.

karena kefasihannya berbahasa Jerman. Siapa lagi kalau bukan Cornelia Renz." kata Hollossy. dan sampai saat ini masih terus memburunya untuk mempertanggungjawabkan perampokan sejumlah bank. sebuah kota di pinggir laut Baltik. di mata Janos. "Hebat. 48 ." cetusnya dalam hati." bantah Hollossy. malam itu ia terlihat luar biasa.. Jerman. Janos menyapa Stefan dalam bahasa Hongaria. Ia gampang mendapat pekerjaan. polisi Hungaria. Kepandaian bercakap-cakap dalam berbagai bahasa pula yang membuatnya berkenalan dengan Stefan Hollossy. kawannya itu mucikari. "Tapi. Ia menduga. Janos agak heran. Janos begitu terkesan pada kawan barunya itu. dan Swedia selalu gagal menangkap dan memenjarakannya secara permanen." desis Janos. Janos merasa ngeri. Jerman. Sebuah pertemuan yang sangat mengesankan . "Kamu boleh percaya atau tidak. Janos baru tahu pekerjaan Stefan "yang sebenarnya" setelah ia diajak menemui sumber dana yang tak ada habis-habisnya itu. Swiss." jawab Janos. sebuah bar bergaya Yunani. tempat ia seharusnya menjalani hukuman 20 tahun penjara. Jerman. Jadi.. ternyata jauh lebih buruk dari Stefan yang dikenalnya selama ini. sembari duduk di meja. Menurut Hollossy. dan segera masuk ke mobil Opel Rekord tua kepunyaan Janos. Stefan mengaku sedang merintis karir sebagai bintang iklan. karena nyaris tak pernah tersentuh hamba hukum. melihat betapa mudahnya Stefan mendapat uang. Cornelia. "Merek rokoknya sama dengan yang dihisap Al Capone. sampai-sampai ia mentraktir Telek sepanjang malam. yang sangat gampang menghamburkan uang. "Saya butuh duit. Tapi aku 'kan tidak boleh berhenti menyetir di negara-negara itu... sebelum sampai di Luebeck. sedang nongkrong di bar Blue Mouse. Janos bahkan merasa jatuh cinta pada pandangan petama. Dalam hati. serta beberapa percobaan pembunuhan. Stefan yang duduk di sampingnya. Janos Telek datang ke Luebeck. Perjumpaan pertama Janos dengan Cornelia terjadi di Kazoria.. Cornelia mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dan menyerahkannya kepada Hollossy. Begitu senangnya Stefan.parkir. ke saat pertama kali dia bertemu Hollossy dan Cornelia. petualangan terakhirnya adalah meloloskan diri dari sebuah penjara di Swedia. Austria. Stefan. apa masih ada gunanya SIM buat orang seperti aku?" Hollossy lalu "memotivasi" Janos. setelah ditawari bekerja sebagai salesman sebuah perusahaan margarin. tempat gaul malam terkenal di Luebeck. sambil terus menghisap rokok. "Siapa bilang mengemudi harus selalu pakai SIM. Saat itu. Sambil mengemudi. "Penghasilannya pasti besar. pikirannya kembali melayang. saat ini polisi di lima negara menganggapku sebagai buronan. pemilikan senjata api ilegal. gadis cantik nan mempesona. betapa suksesnya ia selama ini sebagai penjahat. Namun siapa pun Cornelia. pria kelahiran Hongaria. Usia Stefan tak beda jauh dengan Janos." Tanpa basa-basi. yang hampir sama dengan kemampuannya berbicara dalam bahasa-bahasa semenanjung Balkan lainnya. sedangkan Cornelia pelacur yang punya banyak langganan orang kaya dan terkenal. SIM-ku baru saja dicabut sabtu lalu. Hollossy juga bercerita. "Kamu saja yang menyetir." pinta Stefan sembari melirik lelaki di sampingnya dengan ujung matanya. .

Namun bukan hubungan mucikari . Dia perempuan baik. Dia pun memberikan sebagian penghasilannya pada Stefan dengan "sukarela". mereka sering menghabiskan waktu bersama. Berbekal tabungan Cornelia. Sayangnya. Di kursi sebelah. 49 . Cornelia mestinya juga menawarkan "pijat organ-organ khusus" bagi pelanggan yang menginginkan. beberapa mil di sebelah utara kota. Saat itulah. Stefan yang tidak mempunyai pekerjaan tetap mempunyai gaya hidup yang bisa membuat semua pacar-pacarnya sengsara. Sampai akhirnya ia tahu. tanpa berpikir panjang. Korban pertama Janos kembali terbangun dari lamunan. Janos makin sering bertemu Cornelia. Stefan bukan orang yang gemar membunuh untuk kesenangan. Saat merampok bank misalnya. Cornelia langsung menerima. Baru jika ada yang mencoba macam-macam.Saat yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. ia tidak boleh terpaku hanya pada "pijat kesehatan". Ia wanita pemijat terlatih berjari "emas" yang memiliki diploma dan tahu seluk-beluk pijat kesehatan. ketika mobil yang dikendarainya hampir bersenggolan dengan mobil lain. "Tapi mengapa harus Cornelia? Mengapa pula harus diselesaikan menggunakan pistol? Bukankah segala sesuatunya masih bisa dibicarakan? Cornelia sama sekali tidak layak mati dengan cara seperti ini. Dari ocehan Hollossy. Teluk Luebeck. Layaknya orang Hungaria. atau setidaknya gadis manis dengan centengnya .. tapi tidak dengan tubuhnya. Cornelia merupakan korban pertama yang meninggal di tangan Stefan. Selera gaul dan cara berpakaiannya pun meniru kalangan the have.Timmendorf tanpa harus naik bus. tempat gaul malam yang cukup laris di Luebeck. Ia dikenal gemar menghambur-hamburkan uang di bar. Ia melakukannya untuk memecahkan kebuntuan atau jika memang benar-benar dibutuhkan. Bekerja di Little Sea Castle. Gajinya di hotel mewah itu lebih dari mencukupi. dengan senang hati dia akan menembaknya sampai mati. Sebelumnya.pelacur seperti diduganya semula. Lama-kelamaan. Cornelia layak mendapat penghasilan yang lebih besar. Sampai akhirnya dia bertemu Stefan Hollossy di Nautic Bar. Stefan dan Cornelia memang berhubungan erat. Stefan membeli Fiat 124 berwarna hijau terang. Menurut lelaki perlente itu. petuah sesat Hollossy itu ditelan begitu saja oleh Cornelia. Sebagai usaha sampingan. penjahat itu tidak pernah membunuh orang. Janos memberanikan diri mengajak Cornelia kencan. "Mungkinkah Stefan menembak Cornelia untuk memecahkan kebuntuan?" tanya Janos. ia tidak pernah menembak orang-orang di dalam bank yang tidak melakukan perlawanan. Ketika Stefan pergi ke kamar kecil. dengan keahlian dan pengalamannya. lagi-lagi hanya di dalam hati. bahkan sangat baik. Hebatnya. Cornelia.. sebuah hotel mewah di pantai Timmendorf. meski korban yang dilukainya tak terhitung. Cornelia memang melacur. tentu saja tak dapat terus menerus menopang gaya hidup Hollossy. Sejak itu. agar bisa bolak-balik Luebeck ." Janos mencoba menekan emosi yang melecut hati.. rekening tabungannya makin menipis. Hollossy berwajah dan penampilan menarik. Janos jadi tahu. Stefan mulai mengoceh lagi. Hubungan mereka lebih mirip sepasang kekasih. Untuk itu. Sialnya. Cornelia memang perempuan baik-baik. Stefan menyarankan agar Cornelia "melacurkan" jari-jemari emasnya. Meski tidak tinggal serumah dengan Cornelia. Dia bukan pelacur seperti diduga Janos sebelumnya.

jangankan membunuh. kita harus merampok bank. "Aku bosan sendirian.. dia punya "penawaran bagus" untuk Janos. Sampai suatu sore. Aku enggak akan mengajak kamu merampok bank. hanya untuk membiayai gaya hidup Stefan. suatu ketika. beli baju. menikmati perempuan. 3 April 1975. Janos tidak suka menghambur-hamburkan uang di bar atau tempat-tempat makan mahal. ada pula yang banyak. ia menelepon temannya itu. "Tidak masalah. "Mulai sekarang. Orang yang ada di sana pasti membawa uang. Stefan bilang. Kita masih punya banyak waktu untuk latihan. belajar jurus-jurus berkelahi saja Janos tidak pernah. bayar hotel. Jadi. terlatih dan pintar mau saja menuruti permintaan Stefan. Berkelahi pun belum pernah Janos melirik Hollossy. aku menyukai kamu Janos. bahkan diajak berkelana oleh Stefan. Lelaki itu tampak tenang. Janos sadar lelaki itu sedang merencanakan sesuatu. dengan aksinya memgeluarkan pistol dan menembak kening Cornelia dari jarak dekat. Tidak seperti Stefan. Peristiwanya berlangsung sangat cepat. satu kali pun tidak pernah menyatakan keberatannya. Termasuk pertanyaan. sah-sah saja jika kita mengambilnya sedikit dari mereka 'kan?" sambung Stefan. Aku ingin kamu menjadi partnerku. mulai terjawab. minum. kita rampok toko saja. Ah. sebenarnya tak ada alasan Cornelia melacurkan jari-jari emasnya. Janos cuma menjadi pendengar yang baik. membuka tabungan baru. Ada yang sedikit. Stefan yang mencium hubungan Janos dan Cornelia. Sebuah kejutan yang tampaknya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Cornelia jatuh cinta (lagi) pada Janos." 50 . Mereka merasa sangat klop. Jadi. Yang terakhir ini tingkat kesulitannya tinggi. Terus terang. yang selama ini berkeliling di benak Janos. kekerasan hanya bikin pusing kepala. Kita butuh uang untuk makan. "Cara paling gampang. Cornelia yang cantik. Pasangan dalam melakukan kejahatan. Apalagi belakangan terbukti.. kamu harus membiasakan diri berpikir praktis. cinta pada pandangan pertama.Aneh memang. hanya sekitar 5 menit . Dia bahkan terkesan tak takut pada Hollossy. sangat tenang. "Tidak. Namun ketika tak lama kemudian Stefan sudah muncul di pintu apartemen. Keduanya tinggal di apartemen Cornelia di Timmendorf. ia sebenarnya tidak betul-betul jatuh cinta pada lelaki itu. Sepanjang perjalanan. mengapa Janos sebagai satusatunya saksi mata pembunuhan Cornelia dibiarkan tetap hidup." tegas Hollossy. Tapi kalau mau uang yang sangat banyak. dan beli bensin. sebelum punya pengalaman melaksanakan "operasi kecil". serta menikmati tiap akhir pekan dengan makan malam di berbagai tempat makan murahan. percakapan singkatnya dengan Cornelia. Buat dia. Meski singkat. Jarak antara kedatangan Stefan. Di luar sana banyak sekali orang kelebihan uang.. satu per satu pertanyaan tentang Stefan. Pernah membunuh orang dengan menggunakan pisau?" tanya Hollossy. Mereka berpacaran seperti ABG yang baru saja mengenal cinta. Janos merasa beruntung sempat merasakan kebahagiaan bersama Cornelia." sahut Janos singkat.

Masalahnya. pasti akan digambarkan sosok Janos sedang yang marah besar atas pembunuhan Cornelia. Ah. Lalu kamu berputar ke arah belakang. Dalam keadaan terkejut." ucap Janos. karena dialah satu-satunya saksi mata pembunuhan Cornelia.. "Bagaimana kalau latihan kita mulai dengan merampok toko? Aku akan mengalihkan perhatian pemiliknya dengan mengajak dia ngobrol. tak mudah bagi Janos untuk menuruti perintah Stefan. kecuali menjadi pasangannya. meski tak tahu harus berdoa pada siapa. Jika terjadi dalam novel atau film. ia berlutut. lega yang teramat dalam. menuju apartemen sebelah. Dia bahkan tidak yakin Stefan akan membiarkannya tetap hidup. Janos masih mencari jawaban terbaik. kapan ia harus bertindak? Menghadapi Stefan. adalah mata gadis itu terbuka lebar. aku akan jadi buronan. tempat ini dan waktu kita juga sangat sempit. Janos sempat kaget ketika tiba-tiba Stefan berkelebat. mengancamnya pakai pisau. "Nenek itu. Yang paling membuat hatinya sedih. sama seperti dia. Janos seorang komunis. mengapa Stefan selalu berusaha mendorongnya melukai atau membunuh orang lain. bukan Superman atau Batman. Beberapa saat kemudian. dia ikut mendengar suara tembakan tadi. akhirnya Hollossy sendiri yang memulai mengangkat mayat Cornelia." ajak Stefan pada Janos. Janos hanyalah salesman perusahaan margarin. ketika Stefan kembali nyerocos. baru Janos membantu meletakkan mayat Cornelia di tempat tidur. lalu balas menembak banjingan itu di jidatnya. belum pernah memakai pisau. dia masih tinggal di sebelah rumah.. tapi menghadapi situasi seperti ini. 'kan? Jangan-jangan. lalu menyelinap keluar. Dia juga tidak tahan melihat darah yang mengucur dari lubang di kepala Cornelia. bukannya setuju pada rencana Stefan." cetus Stefan. apalagi sampai membunuh. "Aku tidak mau ada saksi mata lain. 51 . Tuhan tahu. "Sekali saja aku melukai orang. Harus ada strategi khusus. tentu di dalam hati. Janos kembali teringat peristiwa mengerikan siang itu . Seluruh persendiannya lemas. bicara soal nyali dan strategi. ketika tahu Stefan memasukkan kembali pistolnya ke kantung jas. Makanya dia begitu lega. kejadian itu terjadi pada kehidupan nyata. Namun ia mengerti. Kamu bilang tadi. Jarang sekali ada pembunuh yang mau menoleransi kehadiran saksi mata. "Ayo kita angkat mayatnya ke tempat tidur.." Stefan segera mengeluarkan pistol dari balik jaketnya. seolah memandangnya dengan pandangan minta tolong." sergah Stefan. "Tapi sepertinya lebih baik jika kamu memukul kepalanya pakai besi. sehingga tak ada jalan lain. Janos mungkin saja akan merebut pistol Stefan. 'kan?" Janos kini manggut-manggut. Karena Janos tak kunjung bergerak. Sayangnya. modal nyali saja tak cukup.Untuk kesekian kalinya Janos terdiam.

mereka menghabiskan waktu mensurvei berbagai toko perhiasan. kamu tidak perlu membayar apa pun. pagi-pagi sekali mereka sudah naik kereta api menuju Hamburg." bilang Stefan. Padahal kita sudah berencana merampok toko perhiasan. tapi aku lebih suka mati karena pistol sendiri. daripada tertembak musuh karena pistolku tidak siap." ucap Hollossy setengah mengintimidasi. hampir seharian mereka habiskan untuk mensurvei kembali toko-toko perhiasan. Kita butuh uang kontan. yang bertanggungjawab atas semua yang terjadi pada anak buahnya. bagaimana dengan nyawanya sendiri? Di Ratzeburg. dia tak dapat memejamkan mata. Bagaimana kalau kamu turun dan membunuh perempuan tua pemilik hotel ini. "Aku sedang berpikir tentang uang kontan. lalu mengangguk. lalu kkkrrrr. Betul-betul mirip macan kumbang. polisi akan mencari-cari kita. Janos tak pernah mengeluarkan uang sepeser pun. 20 mil dari Luebeck." teriaknya pada Janos. mereka bermalam di rumah teman Stefan. "Dia tidak ada di rumah. Hollossy berpikir sejenak. "Masuk akal. Namun. Janos tak banyak bicara. nyalinya mengkerut jika mengingat refleks Hollossy bak macam kumbang. Malam yang berat buat Janos. Janos menarik napas lega. meski praktiknya. Apalagi setelah Hollossy menunjukkan tiga pistol yang selalu dibawanya ke mana-mana. Mereka menginap di Union Hotel. Sampai detik itu. Stefan betul-betul menepati janjinya. berlaku seperti bos mafia. Seperti kemarin malam. Tak kusangka kamu ternyata partner yang pintar. 52 . Kali ini bukan karena mendengar mobil patroli polisi. Begitu sore tiba." Mereka lalu kembali "tidur". "Tapi kalau kita merampok tempat ini. lalu merampok uangnya?" Janos kaget alang kepalang." tolaknya halus. memikirkan kejahatan apa kira-kira yang akan dilakukannya bersama Stefan besok. Setelah itu. Hollossy mengunci pintu dan memasukkan kuncinya ke kantung celana. Janos sempat mempertimbangkan menibani kepala Hollossy dengan lampion. mengantungi pistol terkokang itu berbahaya. Seperti biasanya. Esoknya. Hollossy memutuskan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju toko logistik terdekat. Hollossy dengan sigap meletakkan pistol di telinga kanan Janos. mata Janos tak pernah terpejam sampai pagi tiba. memilih menghabiskan waktu di sebuah hotel di pinggiran kota. karena tak ada pembunuhan lagi. lagi-lagi Hollossy membangunkan Janos di paruh pagi. Celah di antara celah Esoknya. "Orang-orang selalu bilang. karena hampir sepanjang malam. setelah mendengar bunyi sirine mobil polisi yang sedang berpatroli. Stefan kembali. Pertimbangannya terbukti benar. Jam sembilan pagi mereka sampai di Hamburg. "Selama ikut aku. Hollossy yang tidak pernah menginap dua malam berturut-turut di satu tempat. mobil mereka mengalami masalah. tidur pulas. Siang dan sorenya.Beberapa saat kemudian. Namun. Jam dua pagi.

Paginya. yang ditemuinya di Ifflland Street. Polisi yang datang ke lokasi atas laporan Novak. didahului oleh pasukan khusus. Frank Luders dan Max Peters langsung meblokir Spitaler Street dan memeriksa gedung-gedung di sekitarnya. lagi-lagi Hollossy mengajak Janos mengintai toko-toko perhiasan. "Menurut Anda. inilah tempat paling tepat untuk menghindari perbudakan Hollossy. Tempatkan minimal satu orang polisi di sekitarnya. Beberapa saat kemudian. Begitu mendapat kabar positif. Janos sudah bersaksi di depan Inspektur Frank Luders dan Detektif Max Peters dari Kantor Kepolsian Hamburg. Namun Hollossy tetap Hollossy. Hollossy masih ingin menentukan nasibnya sendiri. Novak selamat. Jika tekadnya sudah bulat. ketika sang residivis mencari celah masuk." jawab Janos. Dengan senjata otomatis 9 mm. Belakangan diketahui. "Tolong antarkan aku ke kantor polisi. menjumpai Klein dalam keadaan luka parah. tembak menembak reda. Janos kemudian menyetop taksi. Oleh Luders. Beberapa saat kemudian. Pelan-pelan. dengan luka tembak di bahu kanan. dor! dor!. kepala. dan pembantu mereka Cristel Semmelhack (33 tahun). menghilang di balik gedung itu. Namun. penjahat berdarah dingin itu merampok Hoellinger Jewellery di Alstertor Street. "Sersan. Hollossy menembak Walter Klein. Hollossy lalu membajak truk yang dikemudikan Werner Novak. menyerbu masuk. Namun. di mana kira-kira dia sekarang?" tanya Luders. Siang menjelang sore. Hollossy telah mati. ternyata berasal dari pistolnya sendiri! Sampai kematikannya. tak satu pun rintangan dapat menghalangi niatnya." perintah Luders pada Peters. Nah. Gas air mata pun melesak ke dalam gedung. peluru 9 mm nan mematikan yang bersarang di kepala Hollossy. masuk dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Polisi mendapat seorang lelaki terbaring tak bergerak. Janos justru menemukan celah untuk melarikan diri. Janos makin deg-degan. menembak mati istri Josef. Tak juga polisi. begitu tahu status Hollossy dari radio. lalu sekuat tenaga berlari menuju sebuah pusat perbelanjaan. dia melukai pemilik toko Josef Hoellinger (74 tahun). bagaimana caranya? Janos terus mencari celah. Dia berencana merampok salah satu toko perhiasan yang kami survei. Polisi juga berjaga-jaga di stasiun dan gerbang keluar kota lainnya. kali ini yang berjejer di sepanjang Spitaler Street." pintanya singkat. (Kisah Nyata/John Dunning/Icul) 53 . Hollossy memberikan perlawanan sengit. Maria (66 tahun). kawasan yang lumayan ramai oleh pejalan kaki. Hollossy tampak sangat serius mengamati pintu masuk sebuah toko perhiasan. toko mana yang akan dirampok. seiring desingan peluru dari kedua belah pihak. dia bergeser menuju ujung sebuah gedung. Suatu saat. Firasatnya mengatakan. setelah lari terbirit-birit meninggalkan truknya. Polisi. yakni ditemukannya mayat Cornelia. "Entahlah. semua cerita Janos dikonfirmasi lewat telepon pada kepolisian Luebeck dan Timmendorf. Sepuluh menit kemudian. kumpulkan data semua toko perhiasan. Tapi dia sendiri belum memutuskan. dan kaki kiri. Namun Klein sempat menunjuk gedung Grauman's Way No 20 sebagai tempat Hollossy bersembunyi.

Fakta-fakta yang sama sekali tidak menarik untuk sebuah tulisan investigatif peristiwa kriminal. di tepi sebuah jalan yang tidak terlalu ramai. membuat perempuan berusia 29 tahun itu sedikit terkejut dan berusaha mengalihkan pandangan dengan bola matanya. Dalam buku catatannya." nada bicara Polly setengah memaksa. atau bunuh diri? Pria itu selalu duduk di sebuah kursi taman. kesaksian orang-orang di sekitar. "Saya ingin pendapat Anda tentang kasus itu. Sudah beberapa hari ini tak seorang pun menyapanya.00. Orang yang tahu perbuatan Polly pasti akan mengecapnya sebagai kurang kerjaan. seseorang telah membunuhnya?" Pria itu tertawa lirih. Sebagai wartawan. terlihat ia sangat gelisah. apa yang mendorongnya berbuat demikian. Strand. Kini peluang terakhir untuk mendapat tambahan keterangan adalah dari sumbersumber tidak terduga. merokok. Salah satunya dari pria berpenampilan lusuh itu. Segala gerak-gerik pria setengah baya itu seolah tidak pernah lepas dari pandangan Polly. Polly Burton tekun memperhatikan sesosok pria yang sering duduk sendirian di sebuah sudut jalan di Norfolk Street. jika tidak bisa dikatakan lusuh. ia sudah terbiasa diperlakukan demikian. kecelakaan. Polly yakin. Hari ini. Sesekali ia terlihat gelisah seperti sedang menantikan sesuatu. terlebih oleh orang-orang yang belum mengenalnya. puluhan meter dari pria itu. yang leluasa mengamati dari sebuah kafe. Dari gerak-gerik tubuhnya. peristiwa itu bukan sebuah kecelakaan atau bunuh diri. setiap pukul 16. Pria itu tiba-tiba memandangi Polly. Inggris. "Sebenarnya tidak ada seorang pun yang tahu 54 .08. si pria tidak menyadari pengintaian ala cerita spionase yang dilakukannya. sambil terus mengisap rokoknya. yang menggegerkan kota kecil yang biasanya tenang ini. Penampilannya terlihat seadanya. lalu menyalakannya. Masyarakat sendiri masih berspekulasi. "Yang pasti. pria itu seolah bisa membaca pikirannya yang penasaran. yang membuatnya heran." katanya mengangkat bahu. Namun. hingga orang sulit menerka pekerjaan sehari-hari dan apa yang dilakukan si pria selama berjam-jam di tempat itu. dan waktu yang sama. seolah hendak menceritakan sesuatu kepada seseorang. "Entahlah. "Jadi Anda yakin. Polly membulatkan tekad untuk menghampirinya. Ia juga tidak begitu mengerti. serta dugaan-dugaan berbagai kalangan yang kadang tidak masuk akal. Semua berasal dari keterangan polisi yang serba resmi. biasanya pria itu akan pergi. Hanya saja. Setelah duduk. Polly sebenarnya sudah mengumpulkan beragam fakta tentang kasus pembunuhan misterius itu. Namun. Pada tempat. apakah sang janda mati dibunuh. TERGIUR SIMPANAN JANDA TUA Sudah tiga hari ini. posisi. mengeluarkan sebatang rokok putih. nalurinya sebagai wartawan lepas meyakini lelaki itu mungkin tahu sesuatu tentang peristiwa pembunuhan Nyonya Owen. Polly tidak kesal. atau membaca koran sore selama dua sampai tiga jam. ia tak kunjung bicara pada Polly yang kini duduk di sisinya." kata pria itu menunjukkan sikap acuh tak acuh. di hari keempat pengintaiannya.

Pintu depan akan dibiarkannya terbuka untuk pekerja lain atau jika kebetulan ada pengunjung yang datang pagi-pagi. Bangunan mirip hanggar pesawat terbang itu terdiri atas beberapa ruangan. Robbie Smith. hingga semua orang yang tahu tentang kebiasaan iritnya itu menjulukinya "wanita kaya". juga tidak ada yang bisa menggambarkan secara persis. sewa ruangannya ditentukan sinar tambahan yang masuk melalui jendela-jendela berdebu itu. Semua menyangkut periklanan. Tempat kejadian perkara pembunuhan Nyonya Owen itu berada di salah satu bangunan tua peninggalan abad ke-19 yang terdapat di ujung jalan. Begitu pula pagi hari di saat peristiwa tragis itu terjadi. tidak seperti biasa 55 . karena pembunuhan itu dirancang sedemikian rupa oleh bukan sembarang orang. dengan jendela besar untuk ukuran bangunan modern. Di sanalah Owen tinggal. Pagi-pagi sekali. Pekerjaan rutin itu harus selesai sebelum penyewa atau pengunjung datang. dan asapnya dihembuskan ke atas. mengeluh. Peraturan di gedung itu memang mengharuskan setiap penyewa meninggalkan ruang kerja mereka menjelang petang dan kunci ruangan dititipkan di ruangan pengurus bangunan. Namun. serta sebuah studio kecil untuk syuting film iklan atau pemotretran. Saat itulah ia menyempatkan diri sekadar menyapa atau mengajaknya ngobrol tentang apa saja. Smith dengan kunci cadangan miliknya akan membuka pintu depan dan langsung menuju ke ruangannya. Di gedung itu terdapat beberapa jenis usaha yang dijalankan para penyewa. Tidak ada orang lain yang bermalam di ruang sempit dekat ruang produksi itu. tapi ia selalu mengumpulkan dan menyimpannya di sebuah rekening di Bank Birkbeck. wanita yang telah bekerja 25 tahun itu sama sekali tidak pernah menuntut. pagi di hari kedua bulan Februari itu. Perempuan kaya Percy Street di Tottenham Court Road bukanlah termasuk kawasan ramai di kota ini. Ruanganruangan tempat usaha itu berjajar dan di ujung bangunan terdapat kantor pengurus bangunan. Walau penghasilannya tidak seberapa. kecuali Owen dan kakatuanya. Polly siap mencatat segala penuturan pria itu. kepala ruang perabotan. Setiap hari janda tanpa anak itu bertugas membersihkan dan merapikan ruangan dengan upah hanya 15 shilling per minggu. adalah pekerja yang selalu datang pertama setiap hari.00 Smith mendapati Owen sedang mengerjakan sesuatu. Jumlahnya tentu saja kian hari kian besar. Sekali waktu. dinyalakan. karena memang tidak ada yang melihatnya. usaha desain iklan media cetak. Lagi-lagi pria itu tertawa lirih.pembunuh wanita itu. Sampai sekarang. Seperti biasa. Besarnya memang tak seberapa. bahkan nyaris tidak cukup untuk hidup layak. Owen akan membereskan dan menyapu seluruh ruangan. maupun merepotkan. Owen juga menerima tip dari para pekerja yang telah dibantunya. begitu menyadari lawan bicaranya begitu bingung tapi tetap memaksa. Sebatang rokok kembali diambil. Begitu besarnya sampai ada olok-olok. seorang pembunuh profesional?" Alis Polly terangkat. Uang penghasilannya diatur sangat hati-hati untuk keperluan sehari-hari dan sedikit untuk burung kakatua peliharaannya. tiap pukul 09. seperti pembuatan papan iklan. begitu tiba." "Bukan sembarang orang? Maksudmu. Biasanya.

Mungkin Owen telah menyelesaikan tugasnya lebih awal. membuat segala sesuatu semakin buruk. hantaman angin kencang disertai badai timur laut terus bertiup. Sementara di sudut ruangan. Kedua tungkai dan pergelangan kakinya terbuka. Smith tidak terlalu menghiraukan kejanggalan itu. Tingginya kira-kira sama dengan luka memar di belakang kepala korban. ia melihat tubuh Nyonya Owen tertelungkup mengenakan gaun malamnya. Seperti biasa. setelah menjadi mayat. Tak jauh dari jendela ruangan. Hujan salju membentuk tumpukan salju tebal di sepanjang jalan. Tubuh Owen benar-benar tergeletak tak berdaya di sisi pintu yang terbuka. Menjelang petang. Charles Pitt. Kata si pria. "Ini Nyonya Owen. suasana di sekitar jalanan juga mulai sepi. Apa Anda sudah pernah melihatnya?" kata pria itu sambil menyodorkannya ke arah Polly. Mereka berusaha memberi pertolongan. foto itu gambar terakhir Owen sebelum terjadi perubahan. Saat itu hari mulai gelap. Namun terlambat. Penemuan besi ini membuat media massa berspekulasi: kematian Owen akibat kecelakaan. telah bersiap-siap.Smith tidak melihat Owen. pria itu mengeluarkan selembar foto dari saku jaket. Beberapa waktu sebelumnya ia hanya melihat lewat ilustrasi wajahnya. Terlihat berkencan Polly dan pria asing itu kini memilih melanjutkan perbicangan mereka di sebuah kafe. Begitu pula puluhan pekerja lain yang datang kemudian. Namun. tapi tidak menemukan apa pun. Tangannya biru lebam. Foto seorang wanita biasa bertubuh gemuk dalam pose tersenyum ramah. ia akan mengembalikan kunci ruangan kantornya ke pengurus bangunan. Setelah pesanan kopi datang dan sejenak menyeruput. Pitt baru saja membuka pintu ruang pengurus bangunan ketika tiba-tiba hembusan angin dingin sekonyong-konyong menerpa wajahnya. Hanya kerlap-kerlip lampu hiasan di sepanjang jalan membuat suasana lebih meriah. Berdasarkan pemeriksaan medis sementara. Saat itulah Charles langsung merasakan sesuatu yang tidak biasa. Ia sengaja mengajak pria itu ke sana semata-mata agar mereka lebih leluasa berbincang. diketahui korban mendapat benturan keras di bagian belakang kepala. membentuk hamparan permadani putih di lantai.00. tubuh kakatua peliharaannya ikut terbujur kaku membeku. Ketika korek api dinyalakan. Karena dilihatnya ruangan telah rapi dan bersih. Ia berusaha melongok. Hujan bercampur es dan salju tebal menerobos masuk. Inspektur Howell dari kepolisian setempat menemukan potongan besi berbentuk siku-siku. Di matanya penampilan Owen terlihat biasa-biasa saja dan tidak menunjukkan karakter suka aneh-aneh. Ia juga menambahkan. Pukul 17. pekerja yang biasanya pulang paling akhir. ia menyaksikan sebuah pemandangan mengerikan! Di lantai yang setengahnya tertutup tumpukan salju. Ternyata dua jendela di dalam ruangan terbuka lebar. Suhu udara hari itu sangat dingin. perasaannya tetap tidak enak. Sejenak Polly mengamati. tidak satu pun menyadari ketidakhadiran Owen sepanjang hari itu. sisa cahaya redup musim dingin yang pucat telah berlalu. wanita itu sebelumnya cenderung hidup secara monoton dan 56 . Suhu 5oC di bawah nol semakin memperparah keadaannya. wanita itu telah mati dalam kebekuan. Tim medis dan polisi datang 15 menit setelah tubuh janda itu ditemukan. Baru kali itu ia melihat sosoknya secara lebih jelas.

dirinya telah memiliki banyak properti dan kini akan bekerja sesuai keinginannya. sepotong besar tulang sumsum. Hidangannya terbilang mewah. Para pekerja saling berpandangan. Sepanjang ingatan. karena ia memiliki banyak uang untuk siapa pun yang tahu bagaimana menyenangkan hatinya. dan ditutup dengan kopi manis. Para pekerja mengamati. pada akhir Januari. Menurut pria tambun berumur 60-an tahun itu. Arthur tampak mengisap cerutu mahal. Owen yang membayar tagihan makan malam di tempat eksklusif itu. kopi. Dari serangkaian informasi awal. hidangan pencuci mulut. lengkap dengan topi dan mantel mewah. Arthur memang terlihat sering pulang paling malam. Mata para pekerja baru benar-benar dibuat terbelalak ketika suatu kali mereka melihat Owen berdandan begitu rapi. Kecurigaan mulai kuat setelah ada gosip susulan yang menyatakan melihat Owen berkencan dengan Arthur Greenhill di sebuah rumah makan di Gambias Restaurant di Tottenham Court Road. mereka tidak ambil pusing. yaitu beberapa sayat daging anak sapi. lelaki pemilik bangunan. Owen justru bercerita.membosankan. Namun. tentang Owen. "Ia menyatakan punya banyak sahabat yang akan menjaga dirinya. Namun. saat ia bertanya soal masalahnya dan menawarkan bantuan. sekitar pukul 18. termasuk para pekerja yang sudah lebih dari sepuluh tahun bekerja di situ. Jones menemukan fakta mengejutkan bahwa setelah dipecat. tapi belakangan berubah total di luar dugaan banyak orang. mereka merasa belum pernah melihat Owen berpenampilan seperti itu." kata Allman kepada polisi. tepatnya gosip. Menurut para pekerja di Percy Street. wanita itu menampiknya dan tidak bercerita apa pun. kepolisian menugaskan Inspektur Jones menyelidiki Arthur Greenhill. Saat itulah mereka bertukar informasi. pernah mendapati Owen menangis terisak. Perubahan drastis Owen baru menjadi masalah setelah berdampak pada pekerjaan. Ketika penelusuran dikembangkan ke Birkbeck Bank. Owen mengambil 57 . Mereka pikir. pemuda yang bekerja di Number Eight Studio. Ia hampir selalu tidak ada di tempat pada saat dibutuhkan. Akhirnya. "Nyonya Owen tidak sedikit pun terlihat kesal ketika saya menyampaikan hal itu kepadanya. Menurut gosip. hak janda itu untuk menyenangkan diri di hari tuanya. Menurut penuturan saksi." kata Allman. Ketika keduanya meninggalkan restoran. Semula tidak ada yang menaruh perhatian soal itu. mereka tidak mau terlalu usil.00 ia melangkah ke luar sendirian. Allman memecat Owen yang telah bekerja puluhan tahun tanpa masalah. tanpa banyak peringatan. Saat itu. itu pertemuan terakhirnya dengan Owen dan memilih untuk segera beranjak pergi. Perkara Owen akhirnya sampai juga ke telinga Allman. Nona Bedford. Seorang saksi lain. yang takut dirinya dikait-kaitkan dengan kematian bekas pekerjanya itu. Namun. Di lehernya tampak sebuah liontin emas berantai mungil dengan ukuran yang sepertinya tidak mungkin dimiliki wanita sekelasnya. menyatakan beberapa jam sebelum peristiwa tragis itu. Bedford tidak menyangka. perubahan mencolok terjadi setelah Owen berhubungan dengan Arthur Greenhill. Para pekerja mulai berembuk untuk membicarakan ketidakberesan ini dan berencana melaporkannya kepada pemilik bangunan bila situasi itu terus berlanjut. Owen berubah kira-kira sejak Oktober.

Memar di bagian belakang kepalanya sebenarnya tidak memberi efek serius." kata pria yang masih terus bertutur kepada Polly. Namun.Dalam kesaksiannya seorang kasir perempuan di Birkbeck Bank bilang. Ia menyatakan akan sangat berhati-hati dan tidak menghabiskan uangnya sesaat saja. Semua sudut ruangan masih tampak rapi. karena berniat pergi ke kota lain untuk tinggal bersama keponakannya. Pakaian korban sepanjang hari itu tergantung rapi di atas sebuah kursi dan sebuah kunci lemari makan ditemukan di dalam kantungnya. Owen tewas akibat tidak segera mendapat pertolongan. Suatu hal yang sebenarnya dapat merugikan posisinya. Rasanya. Polisi berusaha menyusun bukti-bukti yang memberatkan Arthur. Sementara jendela terbuka lebar dan salah satu teralisnya terputus. sambil bercerita bahwa ia perlu uang dalam jumlah besar. Meski pekerja kasar. Pria berusia 28 tahun itu seharihari bekerja sebagai pelukis batu dan logam. dengan penampilan yang lebih mirip pengacara desa ketimbang pejabat penting di London. Sayangnya. pembawaannya sedikit kasar. Polly cuma manggut-manggut. karena tidak ditemukan uang sedikit pun di dalam kamar sang janda setelah peristiwa tragis itu. Owen tertawa menanggapinya. Salah satunya ditukarkan untuk pembayaran satu setel 58 . Kesaksian kasir itu mengejutkan. Menurut catatan polisi. tidak ada yang terlalu mencolok. Hanya saja. saat petugas kesehatan datang. Apakah satu. jumlahnya kira-kira 800 pounds. karena biasanya wanitawanita lanjut usia mudah pikun. Kasir itu sempat mengingatkan Owen agar berhati-hati. Agak sulit memastikan sudah berapa lama wanita itu terbujur kaku. keadaan di sekitar ruangan saat Charles Pitt pertama kali menemukan wanita malang itu. setelah membuka pakaiannya saat itu. Arthur bersikap tidak menyenangkan bagi hakim wilayah dan kepolisian.seluruh uang simpanannya dalam deposito. "Nyonya Owen pasti baru bersiap-siap akan tidur. dalam sidang pendahuluan. bertindak sebagai kuasa hukum. polisi malah menemukan dua nota bank yang telah dicairkan Arthur Greenhill pada pagi hari sebelum kematian itu terjadi. Owen pernah menunjukkan kepadanya cek 827 pound atau senilai saldo rekening tabungannya. hingga bicaranya tergagap dan berulang kali memberi jawaban asal-asalan. Bisa jadi karena ia sangat gugup. kecuali kelumpuhan sementara. Logat cockney-nya juga terdengar lucu. Dalam penelusurannya. Greenhill Senior. korban sudah tewas. Pintu ruangan sedikit terbuka. Ayahnya. "Dia terlihat senang dan riang. Dalam catatan forensik hanya dijelaskan." kata kasir yang tak disebut namanya itu. kematiannya pasti bukan karena kecelakaan. Wajah orang tua itu terlihat keras. seperti telah dibongkar paksa berulang-ulang layaknya modus perampokan. hasil jerih payah menabung dan menghemat selama 25 tahun! Kelumpuhan sementara Karena semua dugaan mulai mengarah pada satu nama dan untuk memudahkan penyelidikan. seorang hakim agung. tapi mengiyakan. Namun. Malah Owen sempat menuturkan niatnya untuk mengunjungi kantor pengacara untuk membuat sebuah surat wasiat. dari hasil visum tidak ada perkembangan baru. polisi lalu menahan Arthur Greenhill. Hakim juga tahu. wajah Arthur tergolong tampan untuk ukuran pria kebanyakan. tidak masuk akal kalau dia membuka pakaiannya di tengah suhu 5oC di bawah nol dalam keadaan jendela terbuka lebar. atau mungkin 12 jam. dua.

sebelum tak sadarkan diri. Owen tidak menuruti semua kemauan Arthur. karena ia merupakan orang terdekat korban dan paling sering berkeliaran di pagi hari. Tapi jika kau tidak suka. tersangka juga mengaku sempat mengencani Owen dan mengantar ke tempat tinggalnya. pengakuan asal-asalan itu segera ditepis polisi. sekitar pukul 02. Siang sebelum kematiannya. polisi tidak ingin percaya begitu saja. Arthur panik akan keputusan itu dan merasa harus mendapatkan uang itu secepatnya. Meski pengakuan tentang keponakan Owen mirip dengan kesaksian kasir Birkbeck Bank. Sedangkan saksi-saksi lain yang kebanyakan pekerja di Percy Street tidak pernah mendengar soal keluarga jauh itu. wanita itu memberinya 10 pounds yang dikatakannya sebagai ucapan terima kasih sambil mengatakan. kredibilitas kesaksian penting itu tak cukup membantu. Arthur menyatakan dirinya memang dekat dengan Owen karena janda itu masih saudara jauh ibunya. Sebelum pulang. Arthur hanya bisa mendengar semua kesaksian yang mengarah ke dirinya dengan wajah pucat pasi. Namun. Polisi tetap pada dugaan sementara. aku masih bisa menganggap Bill demikian. "Aku menganggap kau seperti keponakanku. Pada saat kejadian. Pada malam kejadian. alibi tersangka hanya didukung seorang saksi yang merasa melihatnya pukul dua pagi. Dugaan polisi semakin kuat bahwa janda itu memang dibunuh. dia sudah sedikit gembira. yang menuduh polisi tidak jeli terhadap fakta yang ada. Dari sanalah Arthur tergoda mengambil seluruh uangnya. serta menikmati hari tua. "Bill". "Dia terlihat sangat khawatir sejak petang. Namun. Bedford Row. Tapi ketika saya meninggalkannya. setelah dirampok saat hendak bersiap tidur. Arthur mendekati dan mengencani Owen untuk kesenangan materi sesaat saja. mungkin karena keponakannya itu. Arthur memukulnya dengan sebuah besi lalu mengambil uangnya. 59 . karena Arthur tidak bisa menyebutkan lebih jauh tentang silsilah keluarga ibunya dan hubungannya dengan korban. mengapa ia harus mengambil uangnya cepat-cepat?" kata Greenhill berang. bahkan sempat berbicara dengan Arthur di sudut jalan Percy Street dan Tottenham Court Road. Polisi juga menemukan. termasuk rencana Owen untuk tinggal bersamanya." sambung Arthur kepada polisi. kata polisi. Berulang kali ia menjilati bibirnya yang terasa kering. Nama itu muncul dari mulut Arthur. Sementara ini. Entah. Ketika mengantar wanita itu pada malam pembunuhan ke kamar.pakaian pria di West Ebd Clothiers Company dan yang lainnya di sebuah kantor pos di Oxford Street. Setidaknya. pendapat itu disanggah Greenhill Senior. Owen berada di sana dan membuat surat wasiat yang menyatakan akan memberikan seluruh hartanya pada Arthur Greenhill jika ia meninggal. Tinggal dengan keponakan Dalam pengakuannya. hakim agung Greenhill Senior memiliki sebuah kantor kecil di John Street. bahkan bersikeras pindah ke luar kota untuk tinggal bersama keponakannya. "Jika memang seluruh hartanya akan diberikan kepada Arthur." Ya. Saksi yang dikenal sebagai pemabuk itu mengaku bertemu. keberadaan keponakan itu hanya diucapkan Arthur serta Owen melalui kesaksian kasir saja. ayah Arthur. Arthur menjadi tersangka utama. karena saksi dianggap tak sadar sepenuhnya.00. Pipinya menghijau. Sayangnya. Belakangan.

Ada saksi yang melihatnya. Tubuhnya perlahan di sandaran kursi. Ia pun menghibur diri dengan bepergian bersama Arthur ke teater. Aku tahu banyak orang yang menganggapnya sebagai kasus bunuh diri biasa atau kecelakaan.Pembunuhnya merapikan ruangan Tak terasa sudah hampir satu jam Polly menyimak kata-kata pria itu tanpa rasa bosan sedikit pun. "Namun pria itu begitu kecewa setelah tahu Owen akan mewariskan seluruh hartanya ke Arthur Greenhill. apa kau juga mempercayai keberadaan keponakan lelaki wanita tua itu?" "Mengapa harus menyangsikannya?" balas pria itu cepat. Siang itu keduanya bertengkar. "Aku senang mendengarmu mengatakannya terbunuh. Alis Polly mengernyit." kata pria itu santai. Saksi dan bukti yang ada memang tidak terlalu memberatkannya. Tapi. Pria itu tersenyum. "Keponakan itu tahu tentang keberadaan uang Owen di bank. mengucapkan salam perpisahan. dan melangkah santai. Ia pun mengambil uang yang ada di laci lemari. Polly hanya bisa tertegun menyaksikannya. "Pada tengah hari?" "Setiap pukul delapan tiga puluh setiap paginya. tanpa diketahui para pekerja di Percy Street. aku pikir semua itu karena uang. di sisi lain ia justru merasa tengah berada di puncak penyelidikannya tentang pembunuhan Nyonya Owen. Segala penuturannya masuk akal dan cocok dengan semua catatannya. Owen berontak. "Seorang keluarga dekat bisa saja mengunjunginya di luar. "Satu pertanyaan terakhir. Arthur hingga saat ini belum terbukti membunuh. kira-kira bagaimana pembunuh itu melakukannya?" pancing Polly. Ketika akan melangkah ke luar. mengapa polisi masih belum bertindak tegas terhadap Arthur. Setidaknya. Pria itu menghela napas. Membereskan dan mengurus pekerjaan pagi itu." Setelah Arthur pulang. Untuk sejenak." "Ya. Saat itulah secara refleks ia memukulkan besi siku ke belakang kepala dan membuat wanita itu terjatuh. si tersangka tunggal. 60 . analisis Polly. Jadi menurutmu." katanya. Membiarkan jendela terbuka lebar agar terkesan telah terjadi perampokan. Pembunuh itu berinisiatif menggantikan tugas Owen dan seakan-akan mengajak semua orang melupakan keberadaannya." tambahnya. sembari beranjak. Ia memaksa janda itu untuk menyerahkan uang depositonya. lalu menariknya. Tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang tidak beres pada pria yang belum lagi ia ketahui namanya itu. Semua tampak wajar kan?" kata pria misterius itu lagi. hari sudah hampir pagi. Merasa dikasari. karena pada saat wanita itu dibunuh. ia ada di sebuah tempat tak jauh dari rumahnya. Senyum misterius mengembang dari mulutnya. kini ia paham. itulah yang membuatnya menangis dan terlihat oleh Nona Bedford. keponakannya mendatangi Owen. pada tengah hari. Namun. Dia lalu datang dan menerornya. Sebuah jawaban yang agak mengejutkan Polly. hingga akhirnya Owen merasa simpanannya di bank tidak aman.

. . "Saya betul-betul prihatin." Harry Fendley. setengah mengejek. Dengan sebal diremasnya surat itu. pluk! Jari-jari Adelia Quirk bergerak gesit menyortir surat-surat yang datang pagi itu." Fendley menggeleng-gelengkan kepalanya." kata Fendley. sementara alis matanya bertemu di atas hidung. ketua Dewan Pengawas Daerah dan tokoh politik setempat. "Anda 'kan sekretaris yang baik.. tidak peduli dari orang sinting sekalipun. "Anda kelihatan pucat. Fendley sendiri kemudian mengalihkan perhatiannya pada surat yang baru saja 61 . pikir Bu Quirk puas. Bu Quirk. Bill!" Pria itu menoleh. Saya sudah sering memperingatkan. berupa beberapa selebaran serta undangan ke acara jamuan makan malam yang diadakan seorang anggota Kongres. "Bu Quirk." imbuh Fendley. Kenapa Anda begitu keras kepala? Tiga setengah hektar tanah terlalu berat untuk diurus seorang janda seperti Anda. "Bu Quirk. tetapi sebaiknya jangan sendirian di sana. tapi dia tidak mau mendengarkan. Tangan wanita kurus dengan rambut keriting tipis berwarna kelabu itu lalu mendorong kacamata bacanya yang melorot. Memang bukan salah Anda. karena perutnya yang sebesar gentong itu tertekan. menggali keranjang sampah dengan terengah-engah. Jantungnya serasa berhenti beberapa detik. Tumpukan lain berada di dasar tempat sampah. Dengan cepat terbentuk dua tumpukan. tolong jangan buang surat-surat dari para pemilih saya. Kalian berdua kurang melihat masa depan sih. asuransi jiwanya tidak bisa menutup semua utang kalian. Siapa tahu warga negara baik itu sedang menghadapi masalah." Diolok-olok dan diintimidasi seperti itu. Tersenyum sejenak. seperti dua ulat sedang berciuman. . Anda tidak apa-apa 'kan? Bekerja untuk membayar utangutang George mungkin terlalu berat buat Anda. Kenapa tidak Anda serahkan saja rumah dan tanah itu kepada saya? Sebagai gantinya."Terima kasih atas kisahmu. yang fotonya tergantung di dinding. lalu dilemparkannya ke tempat sampah. lalu kembali melanjutkan langkahnya. sebelum ia pensiun musim semi lalu. sret. Wajahnya memperlihatkan keprihatinan. Bu Quirk cuma bisa menyumpah dalam hati.. KORBAN KE 13 Sret. Surat semacam itu sudah sering dilihatnya selama 30 tahun menjadi sekretaris di Sekolah Menengah Umum Endicott. Saya bukan ingin menakut-nakuti. Biar saja Harry kecewa berat karena merasa tidak diundang. sedang memeluk bahu Harry Fendley. (Kisah rekaan/Baroness Orczy/Tj) 09. saya akan menyerahkan surat-surat utang George kepada Anda. Ia menarik napas lega ketika menemukan surat yang baru saja diremas Quirk. Jangan pernah membuang surat sebelum saya membacanya. Satu berada di tengah meja Harry Fendley. seakan-akan sedang memberi tahu anak idiot. Dahinya berkerut ketika melihat surat terakhir. Tiga belas nama "Bu Quirk!" Teriakan Fendley membuat Quirk bak kena setrum. terdiri atas tagihan dan pemberitahuan lelang.. Alamatnya diketik rapi. Sayang. George jadi penjudi. tetapi tidak ada nama pengirimnya.

" "Lawan Anda pada pemilihan yang lalu?" "Betul. Fendley pasti sudah mengantisipasi ulah sekretaris usilnya dengan memasang peredam suara. "Kirim satu pada Robert Barnes. milik Acme Paper. Di belakang tanah milik Bu Quirk dan tetangga-tetangganya terdapat hutan sepanjang beberapa kilometer. tetangga Bu Quirk yang memiliki 1. Lalu di sebelahnya ada tanah luas tak berpenghuni yang berseberangan dengan jalan bebas hambatan." Bu Quirk mencatat nama-nama lawan politik. Di seberang tanah keluarga Anderson terdapat Sungai Wooten." potong Bu Quirk." "Tapi itu 'kan surat berantai. Letaknya tinggi di atas punggung bukit yang indah. Kirim juga pada James Hollingshead. tinggal di lahan yang ditumbuhi pohon pinus seluas 2 ha dan sering kebanjiran. ketimun yang diolah entah bagaimana caranya. Kirim salinannya sebanyak 13 pucuk dalam waktu lima hari . Matanya bergerak mengikuti beberapa baris. Tetangganya yang lain. Dari tiga bidang tanah yang dimiliki perorangan itu. keju kambing. Mereka selalu memberinya selai buatan sendiri yang tidak jelas selai apa. bukan agar ia dapat membayar utang George. "Buatkan 13 salinannya. Inc. Fendley. walikota kita. selalu memperlakukan Quirk.24 ha tanah berhutan di antara tanahnya dan Red Mound National Forest misalnya. Tapi untuk membujuknya agar mau melepas tanah warisan sebagai penebus utang. Ia mencoba mendapat informasi dengan menempelkan telinganya ke pintu ruang kerja Fendley. Evelyn . Mereka sulit ditolak kedatangannya. Rayuan pedagang mobil Bu Quirk sendiri tak punya banyak teman. Surat ini dapat membawa keberuntungan besar atau sebaliknya. kresek. musibah besar bagi Anda... Bu Quirk merasa Fendley mempunyai rencana atas tanah dan rumahnya.diselamatkannya dari tempat sampah. pedagang mobil bekas yang pandai merayu itu menawarkan pekerjaan sekretaris. "Bu Quirk. Namun.. Anda tahu apa yang Anda buang?" Fendley lalu membacakan isi surat itu: "Jangan anggap enteng. tanah Bu Quirk paling bagus. Hanya para tetangganya yang kadang-kadang memberi perhatian. Pastikan juga jatah Leroy Jacobs dan istrinya. karena ia tak banyak menyukai orang. Bu Quirk pernah melihat wakil dari Brooks Brothers datang ke kantor Fendley membawa tabung-tabung cetak biru. lalu mereka beri nama "acar"... Fendley betul-betul menjijikkan. Suami-istri Anderson. yang isinya mungkin saja peta survei tanah.. lalu memandang Bu Quirk dengan senyum senang. keluarga Efferson. Begitu pun sebaliknya. Bu Adelia! Kita harus berbagi keberuntungan dengan teman-teman kita." tegas Fendley menyorongkan kertas itu ke sekretarisnya. sesulit menjauhkan anak-anak anjing yang selalu melibat di sekitar kaki. yang dikenal sebagai tukang caplok tanah.. tidak pernah kebanjiran dan berpemandangan indah. seakan-akan dia bibi mereka yang eksentrik. musuh-musuh pribadi serta bekas sekretaris bosnya itu. Ia tahu. yang kedengaran cuma suara kresek . Tanah keluarga Efferson berbatasan dengan Sungai Chicasaw yang memisahkan tanah mereka dari hutan nasional.. 62 .

ya? Itu sih bukan kecelakaan. Tadi pagi. "Kecelakaan apa? Oh. Rupanya. Saat itulah Quirk menyaksikan tabrakan hebat antara sebuah minivan cokelat dan sedan Lincoln. setiap Rabu malam George bukannya pergi ke persekutuan doa seperti yang dikatakannya. Kedua korban kecelakaan dikenalnya dengan baik. Namun Quirk lega. Bu Quirk berjanji. Kriiing!!! Tiba-tiba telepon berdering. Bu Quirk tahu." "Jangan ceritakan apa yang dikatakan Leroy saat ia ditahan . toh angin tetap saja menyusup. setelah tahu yang menelepon ternyata iparnya.000 jiwa itu dari depan pintu kantornya. seusai pemakaman. setiap kali Leroy pergi bekerja. Bersama Robert Barnes. Sampai malam." katanya tanpa semangat.. ia meninggal dunia di tempat. si bos makin giat menyuruhnya membeli koran ke seberang kantor. Padahal. sudah bertahun-tahun Hollingshead mengabaikan peraturan lalulintas tanpa pernah dihukum.. Fendley bisa memegang surat-surat utang yang ditandatangani George di hadapan sejumlah saksi." sambung Quirk. kecelakaan itu mungkin disebabkan rem minivan itu blong. Itu sebabnya. maksudmu yang menimpa suami-istri Jacobs. saat itu sedang ngebut. Tapi ia juga tahu. Bayangkan. ia baru tahu kalau selama bebeberapa minggu terakhir." 63 . suhu dingin bisa memperparah penyakit artritisnya. Walaupun sudah mengenakan mantel wol tebal. walaupun ia menganggap mereka bukan manusia baik. berarti ia tak harus bercerita tentang tabrakan mobil yang menimpa walikota. Leroy memang sengaja menembaknya!" Tulalit. akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan.. kali ini ia tidak bisa menghindar dari hukum alam. peristiwa itu masih terbayang di benak Bu Quirk. Dalam hati. Polisi sendiri bilang. Lincoln yang dikemudikan James Hollingshead. Sebagai walikota. Dengan sebal Bu Quirk mengangkat benda yang membuyarkan lamunannya itu. secara hukum Fendley tidak bisa mengambil rumahnya begitu saja." Virginia memotong. Leroy tiba-tiba kembali. "Ia menembak dirinya sendiri. Dia menembak Evelyn dan salesman asuransi yang tidur dengan istrinya itu. Ketinggalan berita Adelia Quirk memandang langit yang menaungi kota berpenduduk 25. si pengemudi minivan. orang asuransi itu datang. agar tanah warisan George tidak jatuh ke tangan orang busuk seperti Harry Fendley. walikota Endicott. Lalu dengan suara berubah lunak ia berkata. Virginia. menurut hukum ia wajib membayar utang George.Fendley di mata Bu Quirk tak beda dengan ular. "Menembak siapa?" "Evelyn. "Kamu pasti mau membicarakan kecelakaan itu. Sejak cuaca memburuk beberapa hari lalu dan musim gugur hendak beranjak ke musim dingin." "Leroy tidak menunggu polisi datang. tak jauh dari lampu merah. "Halo. Fendley sendiri tidak secara langsung terlibat dalam permainan judi itu. Namun. melainkan berjudi.

Ia merasa seperti sedang naik pesawat yang tiba-tiba oleng. maksudku menelepon kamu sebenarnya ingin menanyakan." cerita Gary Efferson. 60 tahun lalu menjual tanahnya pada sebuah perusahaan penebangan kayu.Bu Quirk mendengarkan cerita Virginia sambil memandang jauh ke langit-langit." lanjut iparnya. "Mandornya menunjukkan gambar yang membuat perut saya mual . Bu Quirk sadar. karena si loper salah lempar. 'Kan ada di koran pagi ini. Tapi kalau bukan lantaran surat berantai. 64 . kapan keluarga Efferson akan pindah?" "Keluarga Efferson? Mereka tidak mau menjual tanahnya. dalam keadaan mabuk. si pengendara malah ikut kena setrum. sekaligus gagal menyelamatkan nyawa sang anggota dewan. Clarion Herald mendarat di kubangan air di halaman rumahnya. Belakangan.. perusahaan penebangan kayu itu hidup lagi. Namun. koran pagi Fendley basah tak bisa dibaca setelah dipakai melindungi kepala dari hujan. pembayaran terhenti setengah jalan. terjatuh dari salah satu kudanya. Namun.. perasaan Bu Quirk makin tak keruan.. petani tua bekas pemilik tanah mereka. Mengapa begitu banyak orang mati hari ini? "Dan Johnny Hovatter. karena kesulitan uang. "Kapan kamu tahu ada yang tidak beres?" tanya Quirk. Lehernya patah. ketika tukang pos memberi tahu. Anak Frieda Wilson yang bekerja di pengadilan. "Oh.. Keluarga Efferson kemudian menawarkan sedikit uang dengan imbalan persoalan diselesaikan . Sedangkan korannya. Kena setrum Keesokan harinya. Adelia. Seorang pengendara mobil yang kebetulan lewat bermaksud menolongnya.. setelah selesai berbicara dengan Virginia." Bu Quirk meletakkan telepon dengan marah. kok. korban-korban meninggal dalam beberapa hari terakhir adalah orang-orang yang terdapat dalam daftar surat berantai Fendley. waktu bertemu di kapsalon bilang. Mungkinkah hal ini terjadi secara kebetulan? Mengirimkan surat berantai kepada seseorang mestinya tidak akan membuat si penerima meninggal." Penasaran. Quirk menelepon keluarga Efferson. ya. Kamu betul-betul tidak menaruh perhatian pada sekelilingmu." Quirk ingat. Petani itu lalu mengambil kembali tanahnya tanpa meluruskan hak kepemilikannya di pengadilan. waktu sekelompok petugas survei dari perusahaan kayu mengukur melewati pagar belakang. anggota dewan kotapraja yang bertugas menyusun perundang-undangan tewas kena setrum saat membetulkan antena TV tadi pagi. ada cacat hukum dalam jual-beli tanah itu 60 tahun lalu. mengapa orang-orang itu meninggal? Tiba-tiba Quirk teringat pada penjualan mobil Fendley yang belakangan meningkat pesat. ber-ganti nama menjadi Acme Paper.. Mereka membenarkan. "Saya mulai curiga beberapa bulan lalu. "Hah? Kapan?" "Aduuuh.

kita punya masalah besar. Api meminta tujuh korban. Alih-alih menjawab. saya tidak tahu bagaimana mengatakannya. orang-orang yang Anda kirimi surat berantai. tiga anjingnya tewas disembelih di halaman. "Anda tahu ada lowongan sekretaris di sini?" tanya si wanita. Anda sakit? Saya sudah berbicara dengan adik Anda beberapa waktu lalu dan dia juga khawatir. Tinggal dua nama dalam daftar yang masih hidup. Fendley. itu 'kan cuma kebetulan. Malam hari sering kelihatan orang gentayangan di luar rumah.Sulit dipercaya. Banyak orang meninggal. Fendley melotot dan menaruh telepon buru-buru. Fendley tiba-tiba menjadi orang paling mujur di tengah berbagai kemalangan yang menimpa orang lain. Bu Quirk berada di ruang duduk rumahnya sambil minum bercangkir-cangkir teh. Bu Quirk meninggalkan kantor sambil membawa sebuah kotak berisi barang-barang pribadinya. Apakah nasib sial memang bisa berpindah ke orang-orang yang dikirimi surat berantai oleh Fendley? "Fendley. "Fendley. Bu Quirk mendengar kabar. entah akibat surat berantai atau ulah Fendley sendiri. tapi cobalah bertindak!" Alis mata Fendley merayap naik. Quirk malah menjatuhkan pot geranium ke kaki si wanita. restoran Emilio terbakar." "Ah. Coleen mengakhiri ceritanya dengan menangis terisak-isak. mencapai sebelas orang. lalu pergi ke Hartley dan McLean Auto Sales yang terletak di tempat strategis. "Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Tiba-tiba saja Coleen Anderson meneleponnya. Dalam perjalanan keluar ia berpapasan dengan seorang wanita seksi berambut pirang. Bu Quirk mengambil daftar penerima surat berantai yang dikirimkannya atas perintah Fendley. Malam kemarin. Yakni John McLean. Bu Quirk 65 . setiap hari selalu ada orang meninggal. Gabrukk! Dalam 24 jam berikutnya." Dengan mata sama sekali tidak memperlihatkan kepikunan. dan bekas sekretaris Fendley. Beberapa menit setelah percakapan tadi. "Bertindak apa?" tanyanya. sesama pedagang mobil. Bu Quirk sadar. Dengan tergesagesa Bu Quirk menyambar tas dan mantelnya. entah oleh siapa. tujuh orang meninggal. "Bu Quirk. Restoran itu tempat makan favorit di Endicott. Tapi bagaimana cara menghentikannya? Tinggal dua nyawa Esok paginya. Ketika penyiar teve menyebutkan namanama korban. yang tiba-tiba saja menyerobot masuk kamar kerja bosnya. dekat jalan bebas hambatan. keserakahan Harry Fendley-lah biang keladi semua malapetaka ini. Bu Quirk menatap tajam. Saat api berkecamuk. Ia mendapati empat dari tujuh korban tercatat dalam daftar. Katanya." sebut Fendley dengan mata berbinar-binar." "Bu Quirk." bilang Quirk. di dalam sedang banyak orang makan. sudah sebulan ini ia sering menerima telepon gelap yang kian menakutkan. Tangannya yang lain menenteng pot berisi tanaman geranium." "Maksud saya. tanpa mengucapkan salam kepada lawan bicaranya. Tujuh. Kini total korban.

"Bagaimana dengan Becky?" Fendley mengangkat bahu.. "Ya. Apa yang sebenarnya telah Anda lakukan?" Rasanya ingin ia menampar Fendley." balas Bu Quirk cepat. kecuali kamu segera bertindak. Saya juga ingin tahu kenapa begitu manjur . Dia tak ingin menyaksikan gaya Mc-Lean tertawa. Tapi ia bisa mendengar dengan sangat jelas suara keras yang timbul saat tengkorak McLean menghajar sudut lemari file. "Dua belas tewas. "Yang saya lakukan?" Fendley membuka pintu sebuah lemari." Tanpa basa-basi lagi. Quirk. Apakah semuanya akan mati tiba-tiba juga? McLean tergelak-gelak. "Becky kurang menghormati saya ketika ia bekerja di sini. Bu Quirk tahu. begitu seterusnya. Fendley. Air mukanya berubah dari terkejut menjadi tidak percaya. apa yang harus saya lakukan? Mengirim 13 surat lagi?" tanyanya." Bu Quirk melihat nama terakhir yang belum dicoret: Becky Ward. Berbalik sasaran Fendley menahan senyum ketika bertemu dengan Bu Quirk lagi di kantornya. Seorang salesman yang sedang lewat di depan pintu berteriak. Mengapa jawaban itu tidak terpikir olehnya? Bagaimana kalau 13 orang itu mengirimkannya kepada 13 orang lain. Quirk langsung kabur tanpa menengok. tetapi dia memilih orang yang tepat untuk memerankannya. Dipandanginya "karyanya" itu dengan puas. " Kamu akan mati. Dada Bu Quirk sesak.. saya ingat menerima surat semacam itu." Senyum Fendley berubah kejam dan mata sipitnya bertambah sipit berpayung alis tebal.menemukan McLean sedang melempari poster kampanye Fendley dengan baut di ruang kerjanya." McLean tertawa. ia cuma menyia-nyiakan waktu. saya tidak tahu lelucon apa yang dirancangnya. Anda patut mendapat Oscar. "Bu Quirk! Saya kira Anda sudah meninggal!" "Dan kamu masih tetap berandal kecil yang seminggu sekali dikirim ke kepala sekolah untuk disabet. Quirk. Quirk meninggalkan ruangan." ucapnya sembari 66 . nama 13 orang yang dikirimi surat berantai. "Anda lebih menakutkan daripada kepala sekolah. Anda bertanggung jawab atas semua ini. "Beri tahu Fendley." McLean duduk membisu ketika Bu Quirk menceritakan apa yang terjadi. Di dalamnya tertempel sehelai poster yang ditulisi huruf besar-besar. "Cuma ini. Jadi. "Ada perlu apa?" sambungnya.. "Terkutuk. Sekretaris saya membuangnya.

mendelik dengan sikap mengancam. Quirk merasa kepalanya melayang. Untunglah telepon berdering, sehingga perhatiannya mengarah pada gagang telepon. "Bilang pada anggota Kongres itu, aku akan meneleponnya beberapa menit lagi," jawab Fendley kepada seseorang di seberang sana. "Beri tahu Haroldson perihal kemajuan yang sudah Anda peroleh untuk mendapat tanah-tanah kami," pancing Quirk. "Kok Anda tahu?" "Teman saya Gary Efferson pelahap berita finansial. Ia membaca bahwa istri Haroldson mendapat posisi menentukan di Acme Paper. Istri Haroldson juga yang mengepalai perusahaan pembangunan perumahan, perusahaan yang dipimpin suaminya sebelum terpilih menjadi anggota Kongres. Tanah keluarga Anderson, Efferson, dan saya, jadi penghalang untuk membangun jalan bebas hambatan. Kalau Anda memperoleh tanah kami, jarak dari Acme Land ke kota besar cuma 45 menit, harga tanah Acme Land pun akan melonjak." Merasa mendapat angin, Quirk melanjutkan, "Anggota Kongres itu membayar Anda cukup besar untuk membeli tanah dan menjualnya langsung ke Acme, tetapi Anda serakah. Anda ingin mendapat tanah kami tanpa keluar banyak uang, kalau perlu gratis." "Hampir betul," jawab Fendley. "Sebenarnya, ini saran Haroldson. George suami Anda sudah mulai kalah berjudi sebelum saya mengikat janji dengan Haroldson. Sayang, ia keburu mati sebelum menyerahkan tanahnya. Kini sudah terlambat bagi Anda dan siapa pun untuk bertindak," Fendley tertawa geli. "Asal tahu saja, saya sudah minta adik Anda mengajukan permohonan ke pengadilan, agar Anda dinyatakan tidak waras." Diancam begitu, Quirk malah tersenyum. "Maaf, ada yang lupa saya poskan," kata Quirk kepada si pirang, penggantinya di kantor Fendley. Ia segera mengambil surat berantai ketiga belas dari laci, lalu memasukkannya ke tas. Ya, surat ketiga belas yang tak terkirimkan mestinya berbalik menyerang si pengirim. Beberapa waktu kemudian, dia mendengar ada kegaduhan di kantor Fendley. "Korban ketiga belas sudah jatuh. George pasti senang, tanahnya tak jadi terjual," bisik Quirk pelan. (Kisah Rekaan/Vickie Dubois/HI)

10. CINCIN BERLIAN MEMECAH KEBUNTUAN
Hari sudah beranjak siang, tapi lampu teras sebuah rumah di Jln. Mawar Jingga itu masih menyala. Pintu dan jendela ruang utama pun tertutup rapat. "Bukankah dia ada job hari Minggu ini!" kata Suwarto dalam hati. "Apa ketiduran ya?" "Mas, bangun, Mas, sudah siang!" untuk kesekian kalinya Suwarto, sopir seorang perancang busana terkenal itu berteriak memanggil si empunya rumah. Tapi tetap saja tak ada jawaban. Dia mencoba mengintip lewat lubang kunci, tapi pandangannya terhalang anak kunci yang menempel di tempatnya. Penasaran, Suwarto menyusuri samping rumah. Didapatinya daun jendela kaca ruang tamu sudah renggang dan tak terkunci.

67

Perasaan Suwarto makin tak enak. Dia nekat masuk ke ruang tamu lewat jendela itu. Ruang berkarpet biru itu gelap. Sreeek, sopir tua itu menyibakkan gorden jendela dan .... Suwarto nyaris menjerit melihat sesosok tubuh tertelungkup tak bergerak di lantai. Kondisi ruangan itu tampak berantakan. Meja tamu terbalik, pecahan kaca bertebaran di mana-mana. Vas kristal dan sejumlah pajangan pecah belah hancur berkeping-keping. Cukup lama Suwarto terdiam, tak tahu harus berbuat apa, sebelum akhirnya mengabarkan kejadian yang baru dilihatnya itu kepada majikannya, Priyo Harsono, si perancang terkenal itu. Sosok itu ternyata tubuh Irvan, seorang model yang sedang naik daun. Jejak di bawah jendela Sejam kemudian Iptu Yudha Prawira beserta anak buahnya tiba di tempat kejadian perkara. Disusul sejumlah paramedis pimpinan dr. Aswin Chaniago, ahli forensik. Mereka langsung meneliti korban dan memeriksa tempat kejadian. Saat ditemukan, korban masih berpakaian lengkap, berbaju tangan panjang kotak-kotak yang digulung sebatas siku, dipadukan dengan celana jins dan sepatu kulit merek terkenal. Sepertinya Irvan baru pulang dari bepergian. "Melihat kondisi tubuh korban yang kaku dan darahnya mulai mengering, saya perkirakan dia meninggal sebelum tengah malam. Tengkorak belakangnya pecah," kata dr. Aswin kepada Iptu Yudha Prawira. Tampak darah mengalir dari kepala hingga ke telinga dan pipi kiri korban, menggenangi karpet. Sebagian sudah membeku. Darah itu berasal dari kepala bagian belakang sebelah kiri. Pada tulang tengkoraknya terdapat lubang berbentuk segitiga sedalam 3 cm. Mayat itu dikenali sebagai Irvan Lesmana. Perjaka berusia 24 tahun, berkulit kuning langsat, dan bertinggi 175 cm itu tengah bersinar di dunia cat walk. "Menurut Dokter, luka di kepala ini karena apa?" tanya Iptu Yudha. "Akibat benturan. Korban kelihatannya terkena tendangan atau pukulan keras dari si penyerang," sambung dr. Aswin sambil menunjukkan luka memar di dada korban dan rahang kanannya. "Mungkin si penyerang jago beladiri. Sebelum jatuh ke lantai, kepala korban membentur ujung bufet, lalu mengenai meja kaca. Karena banyak darah yang keluar, korban akhirnya meninggal." Pada salah satu ujung bufet yang tajam itu memang ditemukan sedikit bercak darah yang sudah mengering. "Bagaimana dengan kemungkinan kecelakaan? Si penyerang hanya melakukan tindakan beladiri, misalnya," tanya Briptu Siswardoyo, anak buah Iptu Yudha Prawira. "Bisa saja. Tapi melihat pintu yang dikunci dari dalam, bukan tak mungkin pembunuhan ini sudah direncanakan," kali ini Yudha yang berteori. Sejenak ketiganya sibuk dengan pikiran masing-masing. Lalu Briptu Siswardoyo mendekati Iptu Yudha Prawira. "Saya menemukan ini, Komandan. Kayaknya bukan pecahan kaca, tapi batu permata," bisik Siswardoyo yang sebelumnya sempat mengumpulkan pecahan-pecahan kaca di atas karpet. "Betul, ini mungkin berlian. Di mana kamu temukan?" tanya Yudha. "Tak jauh dari lokasi korban terbaring," jawab Sis.
68

Sebelum memasukkan mayat ke dalam mobil jenazah, kedua petugas polisi itu memeriksa korban sekali lagi. Didapati korban tampak tidak memakai perhiasan apa pun. Namun, pada jempol kirinya terdapat tanda putih melingkar seperti bekas cincin. Lalu di bagian ruas jempol atasnya terlihat ada luka kecil. Yudha menduga, korban biasa memakai cincin di jempol kiri, seperti gaya anak muda masa kini. Cincin itu mungkin dilepas secara paksa oleh si pembunuh. Dari tuturan Suwarto, si pembunuh kelihatannya mengunci pintu dari dalam, lalu keluar lewat jendela samping ruang tamu yang tidak berteralis. Ini gaya lama pelaku kejahatan, agar korban tidak segera ditemukan orang lain. "Hari ini ada acara gladi resik pameran busana rancangan saya. Irvan salah satu model dan peragawannya. Namun, sampai siang hari dia tidak juga muncul. Teleponnya juga tidak diangkat-angkat. Saya jadi khawatir. Karena itu, saya lantas menyuruh Suwarto untuk mengecek dan menjemputnya," jelas Priyo Harsono, si perancang busana, majikan Suwarto. "Sudah lama Irvan bekerja dengan Anda?" selidik Yudha. "Kira-kira setahun lebih. Kematiannya merupakan kehilangan besar buat saya," jawab Priyo. Yudha kemudian membawa Suwarto untuk melakukan rekonstruksi penemuan mayat. Ketika sampai di dekat jendela tempat Suwarto masuk, Yudha berhenti sejenak. Pada lantai semen di bawah jendela terlihat bekas tapak sepatu bersol karet. Sepertinya, lantai semen itu belum kering ketika diinjak. Mungkinkah itu jejak kaki tersangka? Tamu berjaket hitam Sore harinya, ketika masih berada di rumah korban, Yudha melihat empat orang berwajah lugu mendatangi rumah itu. "Bapak-bapak ini siapa?" tanya Yudha dengan nada sopan. "Saya Rahmat, dan mereka kawan-kawan saya. Kami ini tukang yang sedang merenovasi rumah ini, Pak," ujar lelaki bertubuh tinggi kurus, mewakili teman-temannya. "Kok sore begini baru datang?" tanya Briptu Sis. "Hari ini sebenarnya kami libur. Kami datang cuma ingin minta gaji sama Mas Irvan," kata Rahmat. "Ooo, begitu." "Kemarin, sejak siang Mas Irvan pergi. Kami tunggu sampai jam enam sore, sambil bikin adukan untuk lantai garasi, dia enggak pulang juga." "Omong-omong, lantai garasinya kok tidak langsung ditutup keramik?" Yudha mengalihkan pembicaraan. "Belum, Pak. Ketika mau pulang kemarin, lantainya masih basah," jawab Rahmat. "Jam berapa persisnya kalian mulai menyemen?" "Kira-kira jam lima." "Kalau disemen jam lima, jam berapa keringnya?"

69

"Harusnya pagi sudah kering, asal malamnya tidak hujan." "Bagaimana kalau ada orang yang menginjaknya saat masih basah?" "Ya, amblas, Pak!" sahut Rahmat dengan logat khas Jawa Timurnya. Yudha lalu mengajak Rahmat pergi ke samping rumah Irvan. "Lihat bekas tapak sepatu ini. Kira-kira, kapan lantai sepatu ini diinjak?" "Mungkin tadi malam," kata Rahmat. "Kamu lihat perbedaan tapak kaki kanan dan kiri?" "Ya. Kayaknya cetakan kaki kanan lebih dalam dari yang kiri." Yudha diam sejenak. "Apakah ada tamu cacat atau kakinya pincang yang datang selama kalian merenovasi rumah ini?" "Rasanya tidak. Memangnya kenapa, Pak?" "Orang yang pincang atau cacat, misalnya kaki kiri lebih panjang dari yang kanan, sewaktu berjalan semua beban tubuhnya tertumpu pada kaki yang lebih pendek. Jadi, kaki kanan lebih menekan ke tanah, seperti terlihat di bekas tapak ini," jelas Yudha. Rahmat mengangguk-angguk. "Briptu Sis, di rumah ini Irvan tinggal sendirian?" "Tidak, Dan. Dia tinggal bersama seorang pembantu. Tapi sudah beberapa hari ini pembantunya pulang kampung." "Pak Rahmat, berapa tukang yang bekerja merenovasi rumah ini?" kata Yudha. "Semuanya ada lima, termasuk saya. Yang berdiri di sana itu, Soleh, Yono, dan Bagyo. Satu lagi, Rajiman sedang sakit." "Bisa kami menemui dia?" "Bisa, Pak. Rumahnya dekat sini, kok!" Iptu Yudha ditemani Briptu Sis, Rahmat, dan dua polisi berpakaian dinas segera beranjak pergi. Tak jauh dari rumah Irvan, ada gang kecil menuju perkampungan padat penduduk. Di sanalah letak rumah kontrakan Rajiman. "Firasat saya enggak enak, Dan," bisik Sis. Yang diajak bicara hanya menepuknepuk bahu Sis. Feeling Sis kali ini tampaknya benar. Di depan rumah Rajiman, mereka mendapati sepasang sepatu kain beralas karet yang dekil lantaran semen yang sudah mulai mengering. Yudha mengetuk pintu, sementara Sis bersiaga. Rajiman yang baru bangun tidur tampak tak menyangka tamunya adalah polisi. Dia mencoba kembali menutup pintu. Tapi Yudha dengan sigap bertindak. "Rajiman! Diam di tempat! Banyak yang harus
70

"Memang. "Ah. Meja terbalik." Sejurus kemudian. Pak. mau minta gaji. Dari kejauhan. mengunci pintu dari dalam dan keluar lewat jendela samping?" Rajiman mengangguk. malam itu Mas Irvan tidak memakai perhiasan." "Lalu kamu matikan lampu. Mas Irvan sendiri tertelungkup di dekat bufet." jawab Rajiman. karena dia membawa sesuatu di tangan kanannya. Saya hanya ingat warnanya. Pintunya sendiri ternyata tidak terkunci. Pak. Saya goyang-goyangkan badannya. tapi tidak ada jawaban. lalu siapa?" "Ampun." "Akhirnya kamu memutuskan untuk mencuri? Tega betul kamu!" "Saya kekepet." "Orang berjaket hitam itu. taksi warna biru 'kan banyak!" 71 . tangan anak buah Rahmat itu sudah masuk jepitan borgol. laki-laki atau perempuan?" "Kurang jelas. Saya kaget bukan main." protes Briptu Sis. Mungkin orang berjaket itu yang mengambilnya. biru. tapi dia enggak bergerak." "Kamu yang membunuh Irvan dan merampok barang-barangnya?" tuding Yudha. Pak. "Kamu juga yang mengambil cincin berlian Irvan?" "Cincin? Seingat saya." "Lalu?" "Saya ketuk pintu. Pak. Sungguh!" sambung Rajiman. Bukan saya yang membunuh. suasananya berantakan sekali. saya melihat seseorang keluar dari rumah itu dengan terburu-buru. begitu mereka tiba di ruang interogasi. "Kalau bukan kamu. Saya tidak bohong. Dia pasti mencuri sesuatu dari rumah Irvan." "Ingat nomor polisi taksinya?" "Tidak. Pak. "Saya menceritakan yang sebenarnya.kamu jelaskan pada kami di kantor polisi nanti. "Ampun. siapa yang bayar gaji saya? Makanya saya ambil beberapa barang elektronik yang bisa dijual. kacanya pecah. Saya sudah enggak punya duit. Kalau Mas Irvan mati. karena dia langsung menyetop taksi. pak. Rajiman 'kan tidak pincang." tegas Rajiman." "Kemudian kamu masuk?" "Betul. sekitar jam sepuluh saya memang ke rumah Mas Irvan. tapi berat badannya bertumpu pada kaki kanan. Pak. dan beling ada di mana-mana. kemudian tertunduk diam. Saya tak sempat mengenalinya. "Tapi Komandan. Tadi malam.

Dari teman-teman Irvan. Nyaris tak ada perkembangan berarti dari kasus yang sedang mereka tangani. "Kabarnya juga. Andrini. "Saya memang tidak di rumah sejak jam dua siang. Melani Febri. "Ini juga urusan pribadi. mungkin kamu lebih playboy dari dia. janda berumur 40-an tahun. mereka akhirnya memutuskan mendatangi wanita kedua yang disebut-sebut sebagai pacar sekaligus calon istri Irvan." jawabnya ketus. mereka hanya mendapat dua nama wanita yang belakangan dekat dengan pria ganteng itu. Ada urusan yang tak bisa saya ceritakan kepada Anda!" Yudha dan Sis tertegun. Anda berada di mana?" tanya Yudha.. atau . Melani sendiri baru berusia 23 tahun. "Wah." "Oke. Ketika tahu Irvan meninggal.. "Aku berani bertaruh. wanita ayu itu tampak shock. masih juga selingkuh dengan tante-tante. "Anda sudah lama kenal Irvan?" "Lumayan lama. kalau kamu jadi Irvan. Saya tidak akan menjawabnya. Di dekat garasi ada lapangan bulu tangkis yang cukup terawat..?" "Atau apa?" "Maaf." kata Yudha." "Cuma sebatas hubungan kerja. Sabtu lalu saat Irvan meninggal. Melani?" 72 . Kulitnya yang hitam manis menambah cantik penampilan model yang tengah menanjak kariernya itu. pertanyaan terakhir. dari obrolan dengan beberapa orang di kantin kantor ini. dalam perjalanan menuju rumah Melani. Pekarangan rumah Melani tampak luas." komentar Sis. Siapa sebenarnya orang berjaket hitam yang meninggalkan rumah Irvan? Atau. Tak banyak yang bisa dikorek dari direktris ketus ini. Yang pertama Dra.Yudha dan Sis seperti kehabisan kata-kata.. Yudha dan Sis langsung menanyai Melani soal calon suaminya itu. direktur utama sebuah pabrik minuman suplemen. Anda sangat kecewa ketika tahu Irvan akan menikah dengan Melani Febri. Kalau boleh tahu." sambung Sis. Setelah berbasa-basi. "Saya kira itu urusan pribadi saya." Wajah Andrini tampak memerah. Tubuh bintang iklan sampo itu sungguh atletis. Dia bintang iklan produk saya. "Anda mengenal Irvan dengan baik.. ini cuma akal-akalan Rajiman! Punya banyak pacar Hari-hari berikutnya cukup membuat Yudha dan Sis frustrasi. sudah punya calon istri. saya dengar Anda punya hubungan khusus dengan . Karena itu.

73 ." "Kamu tahu Irvan punya wanita idaman lain?" "Pernah dengar. saat Irvan berulang tahun beberapa bulan sebelum peristiwa ini. Sabtu lalu. "Ingat cerita Andrini dan Melani tentang cincin emas bermata berlian milik Irvan?" sambung Yudha."Hmm. Jika seseorang memberi kamu cincin berlian. Sis?" Briptu Sis tersenyum penuh arti. Polisi dengan jam terbang tinggi dalam menangani kasus-kasus pembunuhan ini menyadari.." tutur Melani tanpa bisa melanjutkan kata-katanya. Tapi pada dasarnya dia orang baik. persoalannya ternyata tak sesederhana seperti yang dibayangkan sebelumnya. Tahu-tahu. semua prasangka itu salah. laporan itu juga menyebut.." "Prasangka bahwa Irvan itu seorang playboy?" "Ya. "Jadi. semua itu gosip. Tapi kami bertekad membuktikan. apa artinya." Jawaban Melani membuat Yudha bak berada di persimpangan jalan. dia janji mau mengantar saya jalan-jalan ke mal. tapi sampai malam enggak ada kabar." "Membunuh Irvan?" "Sudahlah. "Rio yang tergila-gila pada Irvan mungkin kecewa begitu tahu 'pacarnya' berencana menikah dengan Melani. Salah satunya." "Bagaimana kalau ternyata benar?" "Keluarga saya akan membunuhnya. Apalagi setelah datang laporan terakhir dari Briptu Ikhsan. dia seorang biseksual?" tegas Sis. orangnya sedikit tertutup dan susah ditebak. Lalu dia bermaksud mengambil kembali cincin berlian itu. "Maksud Komandan?" "Mereka bilang. cincin yang hilang itu kado dari Rio. saya mendapat kabar . hubungan kalian tidak direstui keluarga Anda?" "Ya. selalu menghindar. tapi setiap ditanya.. saya tetap yakin. tapi saya menganggap itu cuma gosip. Selain memastikan bahwa penggumpalan darah di otak sebagai penyebab kematian Irvan." "Masuk akal juga!" seru Yudha. lelaki ganteng itu sering disodomi. "Kabarnya. Kadang terlihat seperti menyimpan masalah.

Yudha tersenyum kecut. "Komandan." jawab Rio dengan suara agak serak." seru Rio sembari menyodorkan sebuah kartu nama. "Masih ada satu lagi." sahut Sayoga manja. Mungkin sibuk ngurus pacarnya. Anda ada di mana?" "Di klub. dengan kumis tipis. Rio yang tinggal di sebuah kawasan elite berperawakan tinggi. "Tapi Rio 'kan sudah punya anak dan istri?" "Bapak kayak enggak tahu aja." Yudha manggut-manggut. "Ya. Orang-orang di sini semuanya mirip Rio. Nama Rio sering disebut-sebut Priyo Harsono. tuh. "Sebagai manajer. Namun. tepat sembilan hari setelah kematian Irvan Lesmana. suaranya sangat lembut. "Mereka bahkan mabukmabukan sampai pagi. "Rio biasa mabuk di sini?" selidik Yudha. sepertinya kita salah masuk. Semua pengunjungnya laki-laki. tanya aja manajer klubnya. menyadari mereka ternyata masuk ke tempat gaulnya kaum gay. "Kok sepi. Dari luar Klub Malam "S" yang disebut Rio tampak sepi. Model yang dimaksud Sayoga pasti Irvan Lesmana. Katanya sih mau ditinggal kawin. bahkan terkesan kemayu. Andrini. meninggalkan Yudha dan Sis yang diam terbengong." jawab Rio datar. Sudah seminggu ini saya tidak ketemu dia. maupun Melani. Sudah dua perusahaan "taksi biru" yang memberi keterangan. Katanya. Tapi." ujar Briptu Ikhsan. Mengingatkan pada bintang pop Hollywood tahun lima puluhan. sebelum ngeloyor pergi. ketika berbicara. Yudha masih belum memperoleh bukti-bukti yang langsung mengarah pada tersangka. Yudha dan Sis tancap gas ke rumah Rio Titan. Namun. mau memberi kabar siang ini. Sayoga. rasanya belum pernah. dia sih jarang mabuk. Tapi ternyata di dalamnya lumayan ramai. "Oh. ya. anak dan istri saya sedang di rumah mertua. Komandan. Kalau enggak percaya. baru kali ini duo polisi itu berniat menanyainya. Robert Taylor. yang tidak lain adalah manajer Irvan. 'kan?" "Kasihan anak itu." ada nada cemburu dari getar suara Rio. Anda pernah berselisih paham dengan almarhum?" "Pertengkaran serius.Mabuk-mabukan di klub Tanpa membuang waktu. dia sedang punya persoalan dengan gebetan barunya." Iptu Yudha membuka percakapan. "Wah. saat kematian Irvan. dia masih menunggu informasi dari beberapa perusahaan taksi yang dihubunginya beberapa hari lalu. Dua hari kemudian. berkulit bersih. 74 ." bisik Sis. manajer klub malam itu membenarkan Rio dan kawan-kawannya pada Sabtu malam lalu memang berkumpul di klub malamnya." terang Sayoga. Setahu saya. model ganteng yang sedang naik daun. "Anda sudah mendengar berita kematian Irvan.

Sekali lagi Yudha dan Sis saling berpandangan. Sis yang ikut mendengarkan dari telepon lain kontan tersentak. dengan satu berlian terlepas dari tempatnya?" tegas Sis. direktur operasi perusahaan taksi "TS" menelepon. kami mempunyai data penumpang yang cocok dengan gambaran Anda. mereka menjemput Maharani. Yudha menutup gagang telepon. wanita galak itu akhirnya takluk." tegas Sis. Rumahnya besar. napasnya tersengalsengal. Dan?" tanya Sis. Rio mengangguk. Bersama dua mobil patroli. Sis?" "Cuma ada satu pohon sawo kecik di perumahan mewah itu. "Jam dan tempatnya juga pas. "Dia bisa olahraga beladiri?" "Istri saya pelatih taekwondo. Jeruk Nipis. Matanya tampak mulai basah." cerita Rio akhirnya. memakai celana jins dan jaket hitam. Rambutnya dipotong model laki-laki. Setelah itu. Ir. "Saya marah melihat hubungan mereka yang tidak normal." akunya. Wajah Rio tampak pucat. "Sepertinya. Sebelum berbicara. Komandan!" "Kamu yakin. Belum sempat Yudha menjawab.Siangnya. "Ke rumah Rio." Yudha dan Sis saling berpandangan. "Saya menemukan ini di kotak perhiasan Maharani. Mawar Jingga dan turun di Jln. (Kisah rekaan/Riady B. penumpangnya perempuan berbadan besar. Apalagi Rio sampai memberikan cincin semahal itu pada Irvan. entah mengapa bisa berada di tangan istri saya. Menurut sopirnya. sempat terpancar keraguan di matanya. di depannya ada pohon sawo kecik. Tapi setelah didesak dengan kesaksian Rajiman.00. "Itu 'kan rumahnya Rio Titan. "Cincin bermata tiga. Mulanya dia menyangkal membunuh Irvan." terang Supangat. Cincin ini saya berikan pada Irvan beberapa bulan lalu. sekitar pukul 12." ujar Yudha tanpa tedeng aling-aling. "Pak Rio! Kami baru mau ke rumah Anda. sopir taksi. dan barang bukti cincin bermata berlian. Supangat. Bustaman." urai Supangat. dia memberi isyarat pada Sis. seorang lelaki tampak tergopoh-gopoh menghampiri keduanya. Dia naik dari Jln. "Apakah istri Anda bertubuh besar dengan potongan rambut mirip laki-laki?" Lagi-lagi Rio mengangguk. Santosa) 75 .

Wajahnya begitu tegang dan ketakutan. Bung. "Kamu pikir. apalagi saran perempuan pesakitan!" Usai membentak.." ucap Noelleen. Dia hampir tak percaya. "Terima kasih Tuhan... matanya seperti tak pernah berhenti menatapku.. "Cukup! Aku tidak pernah menerima saran. tapi badannya terlalu lunglai. istri Roger Franklin itu hanya bisa termangu di lantai. bahkan tiga tahun. baru saja lolos dari lonceng kematian. terutama terhadap kaum hawa. Aku belum dan tidak akan pernah mati dengan cara seperti ini. Dia akhirnya pergi. Lalu polisi-polisi keparat itu datang menjemputku. yang tak bisa menerima perlakuan semena-mena terhadap istrinya. Noelleen merasa peluang hidupnya tak sebesar beberapa jam sebelumnya. Bebas dengan jaminan Esoknya.yang menerobos rumah tanpa topeng maupun senjata agar tidak bertindak lebih kejam. Noelleen tak kuasa menjawab.. tiga bulan. Matanya . menarik napas saja ia harus berjuang keras. MASA LALU TEREKAM DI KUKU Malam belum terlalu larut. sebelum akhirnya jatuh ke lantai. Namun." 76 . Aku percaya. Noelleen menghabiskan waktu berjam-jam di atas ranjang. Meski sebelumnya Noelleen berkali-kali mengungkapkan kekhawatirannya. Noelleen hendak bergerak mencari pertolongan. Mata. melakoni drama yang tak kunjung usai. pencuri yang diyakini Noelleen tega berbuat apa saja. Si pencuri sadis lenyap? Berkali-kali Noelleen menarik napas panjang. Itu pun berkat dorongan kuat Roger. aku akan melepas kamu begitu saja. Saat para tetangga bercengkerama dengan keluarga di rumah masing-masing. termasuk mencabut nyawa orang tak berdosa. Pekerjaan seperti ini tak pantas buat orang seperti .11. terlebih pikirannya mulai lelah lantaran stres. Tiga jam rasanya bak tiga hari. setelah si lelaki menyela dengan kasar. Seraya berdesah pada diri sendiri. wanita periang itu berinisiatif mendatangi kantor polisi. Baru setelah kepercayaan dirinya pulih. jika kasus pencurian itu harus dilaporkan ke polisi. menabrak sofa.. dia tak mendengar lagi bentakan-bentakan menyakitkan itu bersamaan dengan lenyapnya tubuh sang pencuri sadis di tengah kegelapan malam. "Maaf. Bukan kali itu saja Noelleen disakiti dan dilecehkan si pencuri." kata-kata Noellen tak berlanjut. Inikah akhir karier cemerlangnya sebagai ilmuwan? "Mestinya tidak. Membiarkan kamu melenggang santai ke kantor polisi. Di depannya berdiri seorang tamu tak diundang. Drama yang dampaknya pasti akan terus membekas sepanjang hidup Noelleen. Beberapa menit lamanya. dia tak berhenti memohon pada si pencuri . Noelleen Greenwood yang tengah sendirian di rumah justru merasakan hal sebaliknya. dia ada di mana-mana. Jangankan bercengkerama. "Firasatku mengatakan. Perlahan Noelleen berusaha melunakkan hati pria yang telah mencuri barang-barang berharga dan menyekapnya sejak tiga jam lalu itu. tangan kekar sang maling melayang keras ke wajah Noelleen." jerit hati kecilnya.. Sejujurnya. Anda orang pintar. sambil mengacungkan-acungkan pistol dan borgol?" seru si pencuri. telinganya. Wanita yang lebih banyak menghabiskan waktu di labolatorium itu langsung limbung. sembari memamerkan bola matanya yang nanar. Sampai akhirnya. seraya menambahkan. persoalan ini masih jauh dari selesai. "Aku merasa. yang belakangan diketahui gemar melakukan pencurian dengan kekerasan.

Berdasarkan proses pemeriksaan pendahuluan di pengadilan. Noelleen berjanji dalam hati. Takut kalau-kalau Strappa menguntit. kenapa ragu? Ingat Noelleen. "Kok bisa sekhawatir itu?" sahut Nicole sekenanya. pencuri "langganan" hotel prodeo yang digambarkan polisi sebagai pria canggung. Noelleen dan suaminya punya harapan besar. Strappa memang penjahat yang sangat berbahaya. bagaimana jika aku pindah ke California?" "Kalau itu bisa menjauhkan kamu dari bayang-bayang Strappa. yang datang beberapa hari lalu rasanya sayang dilewatkan. pihak kepolisian. Tanpa kesulitan berarti. serta berdarah dingin. Strappa yang sudah berulang kali melakukan kejahatan serupa dikenai hukuman setimpal."Tapi kalau kamu tidak melapor. 77 . dan bisa melepas bayang-bayang Strappa? Disayang sejawat Noelleen. menggantinya dengan bungalow di Del Mar." tegas Roger. Dia ilmuwan yang tak hanya disegani. laporan pasangan suami-istri itu cepat mendapat tanggapan. tapi juga dicintai teman-teman sejawat. putri tunggal Sidney Greenwood. Namanya Julio Strappa (30 tahun). berarti memberi peluang maling nekad itu melakukan kejahatan yang sama terhadap orang lain." "He-eh. penjahat yang harusnya dipenjara bertahuntahun kok malah bebas berkeliaran di jalan. Pasangan itu bahkan berencana menjual rumah besar mereka. mataku enggak pernah bisa lepas dari spion. mereka semua begitu geram ketika tahu pengadilan membebaskan Strappa dengan jaminan! Kegeraman yang sangat beralasan. karena setelah mendapat kesempatan menghirup udara segar. Hatinya selalu waswas. penyendiri. sobat karibnya di kantor. Sesampai di rumah. Tawaran posisi wakil presiden dari sebuah perusahaan bioteknologi terkemuka di California. untuk kemudian menjalani kehidupan "normal" di California. dan jaksa wilayah sepakat." curhat Noelleen pada Nicole.. Noelleen sudah bergegas keluar laboratorium. "Tahun 60-an. Jangan cuma gara-gara Strappa dan putusan pengadilan yang ngaco itu . "Sumpah. Berbulan-bulan setelah Strappa kabur." "Nic. polisi bisa mengidentifikasi sang maling. meninggalkan sahabatnya ngoceh sendirian. Aku juga enggak habis pikir. "Setiap kali berada di belakang kemudi. Akankah Noelleen tenggelam pada aktivitas di kantor barunya. Strappa terus mengintai dan mengintai. wanita berotak encer itu seperti tak pernah bisa lagi menikmati hidup." Belum habis kalimat Nicole. bukan orang sembarangan. Di kantor polisi. Orang-orang di pengadilan betul-betul bikin sebal. Apalagi keterangan yang disampaikan Noelleen begitu lengkap. masa depan kamu masih panjang. Aku merasa.. Strappa langsung menghilang. malam nanti dia dan Roger harus segera membuat keputusan. Roger menyambut baik keputusan Noelleen pindah ke California.. Itu sebabnya. Orang yang paling dirugikan atas keputusan pengadilan itu tentu saja Noelleen Greenwood. Noelleen.

Berbekal kepintarannya. Noelleen memang kerap membuat Sidney bangga. Puncak karier Noelleen tentu saja ketika dia menerima tawaran bekerja sebagai wakil presiden sebuah perusahaan biokimia di California. Selain punya keluarga bahagia dan karier bagus. Lelaki yang sangat mencintai istrinya itu maklum. sang penjahat pun tak bisa mungkir. Noelleen sempat ditunjuk menjadi senior executive. agar suatu saat bisa digunakan sebagai basis data kepolisian di seluruh dunia. menggabungkan teknik pemisahan. polisi jadi makin gampang menekuk penjahat. penyusunan. serta kemampuan membaca keseluruhan rantai DNA. DNA forensik cita-cita Noelleen itu sering juga disebut sidik jari genetik. selain jarang absen." Roger sekilas melirik Noelleen yang mulai ramai cekikikan di depan gagang telepon. Dengan basis data itu. rekan-rekan kerjanya sepakat menghubungi Roger. bahkan diakui sebagai salah satu peneliti terkemuka bidang biokimia. Nic. 'kan?" suara Nicole dari balik gagang telepon. plus khawatir. muka Nicole pasti sedang ditekuk. Noelleen langsung mendapat tempat istimewa dalam bidang analisis DNA. "Terus terang. Jari luluh lantak Sampai akhirnya. sebangga-bangganya. Tapi aku kangen nih. kini pelan-pelan mulai kembali lagi. Sayangnya. saat itu (tahun 1985). Karena sampai siang belum ada berita keberadaan Noelleen. sebuah "ilmu baru" saat itu. Para sejawatnya merasa heran. Selama di Amerika Serikat.walau masih kanak-kanak. Noelleen juga sempat memenangkan sejumlah penghargaan. Namun. sehingga menunjukkan lusinan kesamaan. Soalnya." cerita Sidney soal pentingnya penelitian DNA buat umat manusia. "Maksudmu Strappa?" balas Noelleen. enam bulan di sini aku merasa jauh lebih tenang. siapa lagi?" sergah Nicole. cemberut. Di perusahaannya yang lama." jawab Noelleen akhirnya. "Baguslah. "Aneh. Kemampuan itu menjadikannya seribu kali lebih efektif dibandingkan dengan teknik sidik jari tradisional. teknologi DNA masih sangat rumit. Noelleen sudah mengutarakan niatnya tinggal di Amerika. Noelleen membayangkan. tapi tidak diangkat-angkat. Noelleen tidak masuk kantor. terdengar khawatir. kamu sudah bisa melupakan orang gila itu. "La iya. sehingga tak banyak ahli yang menguasainya. jika sudah kopi darat dan kopi udara dengan sobat-sobat akrabnya. jalan-jalan dong ke California. Kata dia." cerita Sidney bangga. Cukup mencocokkan DNA tersangka dengan fakta di tempat kejadian perkara. "Omong-omong." "Makanya. masalah teknis seberat itu bisa jadi begitu ringan. Jangan ngendon di rumah terus. Pencapaian yang sayangnya dinodai trauma kejahatan Strappa. di tangan Noelleen. Noelleen kadang suka "lupa diri". "Kami sudah telepon ke rumah. Sedangkan suaminya sukses membangun bisnis modifikasi mobil. Noelleen juga dianggap sebagai perintis penggunaan DNA. suatu hari di bulan Agustus 1985. Amerika itu surga buat ahli biokimia. Noelleen biasanya memberi kabar jika tak masuk kantor. di lubuk hati yang paling dalam dia bersyukur. keceriaan yang beberapa bulan terakhir hilang dari istrinya. khususnya berkaitan dengan pengembangan forensik dan alat pencari jejak." cerita staf 78 .

petugas mengambil sampel serpihan kulit yang tertinggal di bawah kuku." sebut seorang detektif. Namun. "Para tetangga bilang. Tampaknya. Jika terbukti. Strappalah pembunuh sejati Noelleen. Harapan yang akhirnya hanya tinggal harapan. Terbukti. lelaki sadis itu bisa dipenjara lebih dari 20 tahun. Kami pun tidak akan pernah menutup kasus ini. polisi sendiri tak tahu apa yang bisa diperbuat dengan sampel itu. istri Anda melakukan perlawanan sengit sebelum dibunuh. mereka melihat sebuah mobil sewaan berukuran kecil diparkir di seberang jalan pada saat pembunuhan. Strappa menyangkal terlibat dalam pembunuhan. Beberapa saat kemudian. "Strappa? Orang itu hampir membuat saya gila. Polisi akhirnya hanya mengumpulkan barang-barang bukti itu. Tapi mereka sama sekali tak curiga. Sama seperti korban-korban pembunuhan lain yang tidak diketahui pelakunya. sedangkan di leher terlihat beberapa bekas cekikan. hanya dalam bilangan jam. menyegelnya. Semoga Noelleen baik-baik saja." jelas Roger. Namun. seperti kasus pencurian dengan kekerasan terhadap korban yang sama enam bulan lalu. Betapa shock dia. memang bukan Strappa pelakunya? Pembunuh tak ditemukan "Sepertinya. Pak Sidney." harap Roger lebih pada dirinya sendiri. tak kalah bingung." 79 . meski berada di sekitar San Diego pada saat kematian Noelleen. sebagian kulit itu milik pelaku. kami sudah berusaha menjerat Strappa. Teknologi berbasis DNA yang dirintis Noelleen dan kawan-kawan saat itu masih sangat prematur. Apakah lelaki yang beberapa bulan terakhir ini menghantui Noelleen. "Aneh. pembunuh Noellleen tidak akan pernah ditemukan. begitulah yang dipikirkan polisi. harusnya dia menelepon. Siapa tahu. Di satu sisi polisi yakin. lalu menyimpannya di tempat yang aman di ruang bawah tanah." keluh Sidney Greenwood. Sama sekali tidak ada tanda-tanda dia sakit. "Sampai saat ini belum ada yang tahu. di sisi lain tak ada saksi-saksi dan bukti forensik yang bisa digunakan untuk menyudutkan Strappa. Tubuhnya penuh memar. "Kelihatannya. terutama bagian di sekitar kuku. Dalam sekejap. Kalau sakit. ketika menemukan istrinya telah terbujur kaku di halaman belakang. Bahkan para ahli biokimia di tempat Noelleen bekerja pun tak tahu harus bagaimana." seru seorang detektif dari kantor kepolisian San Diego.Noelleen. "Tapi setidaknya." seorang detektif memberi tahu Roger. "Firasatku enggak enak. Roger memutuskan pulang. polisi berdatangan. Sayangnya. Julio Strappa kembali beraksi? Setidaknya. polisi San Diego dan San Fransisco berhasil menemukan dan menahan Julio Strappa. kali ini pun Strappa bakal kembali bebas. Noelleen yang periang dan belum genap berusia 35 tahun telah terbunuh secara mengenaskan. "Tak ada yang tahu nomor polisinya?" tanya detektif lain. karena tidak ada sesuatu yang mencolok dari pengendara maupun mobilnya. Atau. Dia bahkan memiliki saksi yang menguatkan alibinya. Tak lama setelah berbicara di telepon." Tim penyidik sendiri sempat bergidik saat melihat kondisi jari tangan korban yang nyaris luluh lantak.

Aku menganggap. kerabat. Sebagai peneliti DNA dia percaya. mungkin Roger yang membunuh Noelleen. Hhughh. Komentar serupa datang dari Dan Kacian." "Menuduh Roger sebagai pembunuh Noelleen sungguh sebuah ide gila. dan sejumlah kerabat serta kolega Noelleen menyimpan tanda tanya besar tentang siapa sebenarnya pembunuh sang wanita cendekia itu. karena tak tahu mana yang harus dipercaya."Kami menyesal tidak dapat menuntutnya atas tuduhan pembunuhan. Dan yang paling penting. Strappa memang dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara enam tahun." Bertahun-tahun Sidney. Ia menekuni arsip dan barang bukti kasus pembunuhan Noelleen. membunuh. Noelleen bisa disebut sangat berhasil. pembunuh putriku adalah orang yang telah lama mengincar nyawanya. emosi Heilig tergerak. "Dia perempuan luar biasa. setelah serangkaian persidangan tingkat banding. Namun. 'kan?" cecar Sidney. Tapi kami bisa memasukkan dia ke penjara atas pasal-pasal pencurian dan tindak kekerasan. "Tapi polisi yakin. Si detektif cuma bisa membisu seribu bahasa. agar tersedia cukup barang bukti untuk menggiring Strappa ke penjara. Apalagi sebagai pengumpul materi. dan teman sejawat Noelleen mulai putus asa. "Wanita ini betul-betul luar biasa. tiga tahun kemudian dia bebas. pembunuhnya tetap tak bisa ditemukan. Mungkin jauh lebih berat dari aku. Belakangan." Tertunda 15 tahun Hebatnya. "Sekali lagi. dia yakin suatu saat penelitian yang pernah dirintisnya akan membuahkan hasil. Niat orang jahat itu cuma satu. Belakangan aku tahu. tak ada kejahatan abadi di muka Bumi. Strappa penjahat licik yang sulit ditangkap. dia selalu berusaha menegakkan keadilan. Sempat terlintas. lewat detektif muda nan enerjik (perempuan pula). Syukurlah akhirnya dia bisa membangun hidupnya kembali. Itu sebabnya." Heilig melenguh sekeras lembu. Dia juga tahu. butuh waktu belasan tahun. Aku nyaris putus asa. rekan kerja Noelleen di Gen-Probe. arwah Noelleen bak bangkit kembali menerangi kiprah para polisi. ketika sebagian besar penegak hukum. dia meraih gagang telepon dan menghubungi Sidney Greenwood. Sidney merasa. Saat sadar bahwa Noelleen tengah merintis penelitian tentang DNA di saat menjelang kematiannya. Roger sebagai korban lain dari kejahatan yang dilakukan pembunuh Noelleen. pikiran-pikiran dan teori-teori tentang siapa sebenarnya pembunuh Noelleen tetap menggangguku. Bukankah 90% pembunuhan di lingkungan keluarga dilakukan oleh orang terdekat?" sebut Sidney. Laura Heilig. berkarier di bidang analisis keuangan." imbuh kakek yang kini berusia hampir 90 tahun itu. Roger sendiri akhirnya menikah kembali dan memiliki dua anak. 80 . dengan sadar dia melakukan perlawanan. Kacian. Tidak adil bila dia tidak memperoleh keadilan. selama beberapa tahun Roger sempat putus asa berat. hidup tenang di San Fransisco. Lima belas tahun kemudian." janji sang detektif. "Karena sepanjang hidupnya. "Noelleen" sendiri ternyata tak pernah menyerah. Tak lama kemudian. "Berbagai pikiran berkecamuk dalam benakku. Meski untuk itu. Noelleen seharusnya mendapat keadilan yang lebih baik dari yang didapatnya sekarang. Walaupun begitu.

arwahnya akan menyaksikan sendiri. kini kita bisa melangkah lebih maju. Kakek yang tinggal di rumah besar milik Nolleen itu tampaknya tengah jatuh dalam lamunan." "Dan berkat proyeknya dulu. Kali ini. Pak." "Lewat proses pemisahan DNA?" "Anda tahu juga?" "Dulu Noelleen suka bercerita. Maklum. Barangkali itu sebabnya dia mengkhususkan diri pada kasus-kasus lawas yang dulu tak sempat terpecahkan."Apa kabar." "He-he-he. saya yakin dengan sedikit pendekatan ilmiah. berita ini bisa sedikit melegakan hati Anda. Ada apa rupanya?" "Saya berharap. tak terdengar suara apa pun di seberang sana. Heilig pun jadi ikut melamun. Strappa tak bisa lagi mengelak dari ancaman hukuman mati." "Ooooh. Noelleen telah menunggu 15 tahun untuk mendapat keadilan yang pernah kita janjikan. Pak. saya jadi merasa sangat mengenal putri Anda. Saya sangat mengaguminya. banyak sekali polisi yang menelepon ke sini. Namun. "Mari kita jemput pembunuh yang hilang itu di apartemennya. Dan saya rasa. Tanpa sadar. Keadilan memang cuma soal waktu!" (Kisah nyata/Rahartati Bambang Haryo) 81 . detektif Heilig. Heilig tersenyum lebar. kadang saya pun merasakan. Nak. polisi berhasil menelurkan profil atau skema DNA utuh. Polisi yang masih duduk di sekolah menengah ketika Noelleen terbunuh itu. Misteri kematian Noelleen menjadi kasus lawas pertama di San Diego yang arsipnya dibuka kembali. Setelah beberapa pekan bekerja keras. di situlah letak petunjuknya. sampel organik yang dulu diambil dari jari dan kuku putri Anda bisa menjadi petunjuk penting. Setelah membaca arsiparsip Nyonya Noelleen yang selama bertahun-tahun tersimpan rapi di ruang bawah tanah." "Saya Heilig. Saya sebenarnya enggan bilang ini. seperti kebanyakan polisi generasi terkini San Diego. Ada kabar apa detektif? Maaf kalau saya lupa nama Anda. "Kabar baik. meyakini banyak kasus bisa dipecahkan dengan pendekatan science." Heilig menunggu reaksi lebih lanjut dari Sidney. Pak Greenwood?" sapa Heilig. tapi jujur saja. dia belum benar-benar pergi meninggalkan kita. arwahnya seperti menginspirasi saya. seraya menampilkan 15 tanda kesamaan dengan sampel DNA dari darah Julio Strappa. Putri Anda dengan cemerlang mengajari saya cara menangkap pembunuh keji yang telah merenggut nyawanya." "Pak Sidney. Dia telah merintis banyak penelitian tentang DNA. selama 15 tahun. Dia sangat mencintai DNA-nya.

Masak sih mengurus surat-surat begini saja tidak becus.. layaknya bawahan pada umumnya. bos besar dan satu-satunya di kantor itu. Paman." Tak ada reaksi. "Kalau saya tidak bisa mempercayai kamu." kata Ralph sambil memandangi puluhan surat yang bertumpuk di hadapannya. Ralph menaruh penanya di meja. Sampai-sampai ia mengajak makan malam segala. Paman. saya harus memecat kamu. Sifat orang tua itu memang tidak suka dibantah atau dipotong kalimatnya saat berbicara. Benar-benar ceroboh. Ia benar-benar menyesali keteledorannya sehingga harus menikmati "sarapan pagi" dampratan bosnya. cenderung kasar. Benar-benar aneh. "Sam! Kamu di situ? Cepat naik!" "Ya. ia mengira aku sama dengan karakter yang aku ciptakan. Sa. Apa kamu masih bisa dipercaya?" "Tentu saja. SURAT BALASAN SALAH ALAMAT Tugas-tugas rutin pagi hari itu belum lagi selesai dikerjakan.12." kata Sam tergagap. pikirnya. Namun. "Ada satu atau dua. Tidak banyak. Wajah si bos dilihatnya sudah tidak sedap dipandang mata. Suara yang terdengar amat tidak merdu. "Sepertinya. meski jumlahnya tidak terlalu banyak. kenapa ini bisa sampai di mejaku?" kata Ralph sambil melemparkan secarik kertas ke hadapan Sam. sepertinya yakin ada konspirasi dari gerakan komunis tertentu. Leghorn. saya hanya membalas surat-surat dengan pernyataanpernyataan biasa. "Kenapa saya harus diganggu dengan persoalan-persoalan seperti ini?" Secarik kertas putih bergaris itu adalah surat dari salah seorang penggemar Ralph. "Apakah aku sering menerima surat-surat seperti ini?" Mata Ralph tiba-tiba mendelik. yang aku tidak mengerti. apalagi keluar lewat speaker dari alat yang terhitung kuno. Pada situasi seperti itu Sam hanya bisa berdiri mematung dan menunggu kalimat berikutnya dari Ralph. Kali ini Sam lalai memisahkan surat yang satu ini." 82 . Sedikit kasar.." Sam beranjak dari meja kerjanya dengan langkah cekatan. Saya juga tidak tahu mengapa ada yang bernada negatif. Suara Ralph Gelderman. atau apalah namanya. Ralph mendapat bermacam-macam surat dari pembacanya. ketika tiba-tiba nada panggil dari interkom memecah keheningan ruang kerja Sam Gelderman. "Seseorang yang bernama K. Ralph cuma membaca surat-surat yang berisi pujian-pujian saja dan salah satu tugas Sam adalah menyingkirkan surat yang isinya tidak mengenakkan. Sebagai pengarang cerita-cerita kriminal. Ruangan besar berukuran 10 x 8 m yang selalu tampak rapi itu merupakan tempat bekerja dan disebut kantor oleh Ralph. "Sam. Setengah berlari ia menaiki tangga menuju ke ruang atas. Paman.

sekretaris. Paman. Tahu luar dalam Ralph Gelderman sebenarnya bukan penulis novel laris manis. Ia selalu bersembunyi dari publikasi. tugasnya sebagai "sekretaris" di sebuah perusahaan kecil milik pamannya itu benar-benar bikin bosan. Belakangan baru Sam sadar." begitu pendirian yang selalu diucapkan Ralph kepada orang-orang dekatnya. Ralph tentu jadi pemilik perusahaan sekaligus bendahara. editor. investasinya terus meningkat secara perlahan tapi pasti. Kalau mau diambil sisi baiknya. ia mengajak Sam. Pada saat-saat seperti itu. foto pengarang yang selalu ada di sampul belakang buku-bukunya. Kirim saja balasannya dengan sopan." "Bagus. data-data penerbitan. tentu begitu menyenangkan bagi Sam. ada media memuat kisah tentang sosoknya. Sebuah sikap yang membuat Sam terkadang merasa bingung. sewaktu akuntan Ralph berhasil membujuknya untuk membentuk semacam perusahaan kecil yang mengurusi karya-karyanya. anak yatim kakak kandung Ralph. Jarang sekali. Perubahan terjadi lima tahun lalu. "Aku tidak ingin orang mengenal sosokku. Ditambah sedikit harta peninggalan ayahnya." Sam mengangguk meminta diri. Awalnya.yang paling menyebalkan harus menampung omelan-omelan pamannya. Yang lebih menyenangkan lagi. dicetak ulang untuk jangka waktu lama. menggunakan wajah Sam yang memang sedikit mirip karena adanya hubungan keluarga. dan ."Aku tidak mau melihat surat-surat seperti ini lagi. untuk menduduki satusatunya jabatan di perusahaan itu. Ini tidak akan terjadi lagi. hanya kesabaranlah yang membuatnya tetap bertahan. karena Ralph selalu menolak. di samping rutinitas kerja selama bertahun-tahun. Aku ingin orang menghargai karyaku saja. agen. Dari penjualan yang tidak terlalu banyak itu. Aku juga tidak mau bertemu dengan penulisnya. ia belum punya pekerjaan tetap. investasi. Masih setengah tertunduk. Namun yang menarik. Buku-bukunya tidak ada yang terlalu sukses di pasaran dan mencetak banyak uang. bahkan gagasannya sering diangkat ke layar lebar. bahkan hampir tidak pernah. Tapi ia termasuk penulis yang produktif. perundingan rutin dengan penerbit. 83 . Maklum. Ralph punya sifat sedikit berbeda. yaitu tidak menyukai ketenaran. akan saya kerjakan. Sejauh ini. ia melangkah kembali ke ruangannya. Bahkan. Dibandingkan dengan pengarang-pengarang lain. Ingat! Harus dengan sopan. Pekerjaan apa pun di kantor harus dikerjakannya sendirian. Hubungan kekeluargaan itu kerap jadi beban. di kantor yang terasa begitu hening. jabatannya memungkinkan Sam mengetahui secara pasti perihal pendapatan. tetapi juga harus berupa balasan pribadi. dan aset-aset pamannya. serta tekanan-tekanan karena menjadi pekerja satu-satunya. kadang Sam merenungi nasibnya yang harus mengabdi kepada Ralph. Jumlahnya ternyata lebih banyak daripada yang pernah ia kira. Karya-karyanya mengalir lancar dan dapat diandalkan penerbit. Mulai dari akunting. Penjualannya lumayan. dijual di luar negeri." "Baik. Sam bisa hidup layak dengan istri dan anak perempuannya. gaji Sam boleh dibilang lumayan. yang tak lain adalah pamannya sendiri. korespondensi. Saat membutuhkan orang kedua.

Sam mencoba menganalisis. untuk sementara.. Semakin panjang usia Ralph. Karena dasarnya memang sudah paranoia. surat dari K. ia mulai memikirkan katakata balasannya di depan komputer pribadinya. Tak ada gunanya meladeni orang-orang dengan kepribadian paranoid seperti itu. atau diserang virus yang sangat ganas. Dan ini bukan kiriman yang pertama. tentu jalan hidupnya akan lain. karena selain tidak ada uang. karena jawaban apa pun tetap merupakan provokasi untuk tindakan selanjutnya. mungkin ketegangan sebagai penggemar cerita-cerita spionaselah yang membuat Leghorn mengirimkan surat-surat seperti itu. Ralph masih melajang. Ya. ia tetap saja akan makin tua dan sakit-sakitan. Seperti surat yang di tangannya saat itu. lebih sehat dari Sam yang 18 tahun lebih muda. seandainya . pastilah berasal dari seorang paranoid. Ralph Gelderman masih sehat. reaksi yang tepat untuk surat-surat macam ini adalah dengan tidak menjawabnya. menghentakkan lamunan-lamunannya. Sam menulis balasan untuk Leghorn dengan kata-kata sesopan mungkin: 84 . Sayangnya.Sam mengetahui bahwa pewaris semua itu adalah ia sendiri! Soalnya. Sesuai pesan Ralph. ada pihak-pihak bawah tanah yang menyabot atau kecurigaan-kecurigaan aneh semacam itu. Benih-benih paranoia Sam menghela napas. Untuk menyewa pembunuh bayaran pun tidak.. tapi jika di masa tuanya tiba-tiba ia menikah karena tergoda seorang wanita muda. Di ruangannya di lantai bawah apartemen di Upper East Side Manhattan. Bahkan. orang-orang seperti itu tidak bakal bosan dan akan terus mengirim surat. Leghorn kembali dibacanya dengan cermat. Kalaupun umur Sam panjang. ia tidak tahu cara mendapatkan orang semacam itu. tentu warisannya bakal berkurang. Karena itu minimal balasan sebagai tanda terima harus dikirim. begitulah Sam kerap berandai-andai. posisinya juga tidak akan menguntungkan kalau sampai terjadi sesuatu pada pamannya. Hiiiy! Sam sebenarnya berpendapat. Dalam situasi seperti itu Sam sering berkhayal seandainya Tuhan mengambil jiwa pamannya dalam waktu dekat. Namun. Tak ada yang bisa dilakukan. meski berusia 60 tahun. Masalahnya. Ia juga tidak ahli membuat alibi palsu atau membunuh dengan tampak seperti kecelakaan atau bunuh diri. Ia bukan seorang raja tega yang bisa membunuh orang tanpa beban. sehingga tidak akan menikmati harta itu. Salah-salah malah bisa jadi korban pemerasan. pikirnya. Setidaknya dalam sebulan Leghorn bisa mengirim dua sampai tiga surat dan ini sudah berjalan kurang lebih setahun terakhir. memang hartanya bertambah. Kisah-kisah spionase bisa jadi dapat menimbulkan paranoia. Sam memang hanya bisa berharap dan berharap. cuma sebatas itu kemampuan Sam. Atau bangunan roboh menimpa Ralph. Seandainya saja ia dapat menikmati semua warisan itu saat ini. Ada satu hal yang membuat Sam gundah. dicuri di kantor pos. atau bosnya itu tertabrak mobil. Seandainya. celakanya. Sebagai ahli waris tunggal. Surat-surat penggemar memang terkadang aneh. mereka mungkin mengira suratnya telah hilang.

seiring kedipan kursor di layar komputer. Seorang paranoia pasti bereaksi atau paling tidak akan kaget jika membacanya. Sam akan membalasnya kembali dengan nada yang sama. seolah tanpa kendali. bahkan dengan kegilaannya. Dan itu semua di luar kendali saya. Dalam otak Sam. bahwa anggapannya tentang konspirasi komunis konyol ternyata "benar". Namun sayang sekali. jarijari tangan Sam yang sigap bergerak cepat. terbersit sebuah skenario. terlintas kata-kata itu di benak Sam. Mengapa tidak? Toh. tapi menusuk. Tentu saja tidak ada yang dapat memperkirakan apa yang akan terjadi. Hmmm. Tetapi biasanya tak lama kemudian datang lagi surat Leghorn dengan kata-kata yang. karena ia tidak ingin ada dampaknya di kemudian hari bila kalimat-kalimatnya itu disalahartikan. sebenarnya ia harapkan terjadi terhadap pamannya. Orang-orang semacam itu mungkin akan bertindak menurut kemauannya sendiri. Soal pertemuan makan malam dan lain sebagainya. Ia mengganti kata-kata surat balasan yang telah disusunnya. Mungkinkah ini adalah jalannya? Mendadak. Lalu. kini Sam bisa tersenyum puas. Sam berpikir. bahkan mengira pikiran paranoidnya soal konspirasi konyol itu benar-benar ada. sebenarnya tidak perlu ditanyakan lagi. Senang sekali saya dapat menerima surat dari Tuan. hingga benar-benar yakin kata-katanya sudah cukup menggugah amarah Leghorn. Sam kembali membacanya. "awas 85 . bisa-bisa malah fatal. Ada saat-saat tertentu ketika sampai sebulan penuh tidak ada respons apa pun dari orang itu. mungkin si gila itu sudah lelah bermain-main. Sam merasa telah menyusun kata-kata itu sebaik-baiknya. Jika Leghorn penasaran dan menulis lagi. F-a-t-a-l! Ya. bahkan mungkin menyebabkan kematian! Sesuatu yang jauh di lubuk hati Sam. berulang kali. Ia berusaha menciptakan kesan terbaik. pakai sedikit olok-olok pula. Untuk meyakinkan ia membacanya lagi berulang kali. saya tidak dapat bertemu dengan Tuan karena kesibukan pekerjaan. Dengan hormat. seperti biasanya. Seperti biasanya. meracau tak keruan juntrungannya. Leghorn akan merasa sangat benci kepada Ralph. setidaknya ada enam orang masuk golongan paranoia dan diperlakukan seperti itu. Mungkin dapat mengakibatkan kecelakaan-kecelakaan kecil. Degup jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. Semakin keras dan ngawur surat para penggemar yang paranoia itu. yaitu memainkan kata-kata halus. kasar. Tanda tangan asli Dua tahun sudah skenario jahat Sam itu berjalan dan semua tampak baik-baik saja. Sam sekarang boleh dibilang memiliki hobi baru. tidak ada yang tahu. Bila Leghorn merasa mendapat angin.Yang Terhormat Tuan Leghorn. fatal! Dalam kekosongan pikiran. karena tampaknya sudah jelas bahwa kecurigaan Anda mengenai kegiatan konspirasi sama sekali tidak berdasar. Bagaimana Anda bisa berpikir seperti itu? Kalimat itu cukup singkat. Bahkan kini sasarannya tidak hanya Leghorn. Toh Leghorn tetap menjadi kasus yang terbaik. Belakangan malah sudah mulai dihiasi nada-nada ancaman. semakin senang ia membalasnya. dengan sangat menyesal. Dari puluhan penggemar Ralph. Tolong Anda tidak perlu membuang-buang waktu dengan meminta hal ini berulang kali. Ralph akan menandatangani surat balasan itu tanpa membacanya. Taktik yang sama mungkin dapat digunakan pada surat-surat lain yang datang.

Dikejutkan paket Dering telepon sedikit mengejutkan Sam yang siang itu sedang asyik membuat catatan keuangan bulanan di ruang kerjanya. sebagai sesosok manusia aneh. Ralph pun dapat hidup dengan aman. Orang-orang akan berkata. "Padahal aku sudah berusaha mengingatkan pamanku agar berhati-hati dengan orang-orang paranoid seperti itu. enggak apa-apa. "Memang. tapi dia tetap menolak. Tidak akan ada orang gila yang muncul dengan nafsu membunuh. "Ya." kata Sam sambil menggelengkan kepala. Begitu pun Sam. Kasarnya. salah satu kemudahan bagi rencana Sam. Di setiap pojok kiri atas terdapat tulisan kecil "RG/sg" sebagai inisial Ralph dan Sam. Sam telah mencoba menyelamatkan Ralph dari dirinya sendiri. yang telah dibumbui di sana-sini itu." kata Sam meyakinkan teman-temannya. begitu juga dirinya." Sangat sempurna! Bagaimana jika seseorang dengan niat jahat benar-benar datang menemui Ralph dan Ralph benar-benar terbunuh? Orang-orang sudah memperhitungkan hal itu. Dia datang dan membuat kekacauan? Bahkan membunuh?" "Wah. Sam mengangkatnya. karena mungkin saja nantinya tidak akan terjadi apa-apa. "Memang kadang-kadang agak khawatir juga. Saya sudah peringatkan Paman Ralph soal ini. Halo!" 86 . Saya bisa apa? Dia kan bos saya. Ia ingin memberi sentuhan pribadi pada setiap surat dan berharap tindakannya akan dihargai penggemarnya. Bagaimana jika ternyata tak seorang pun paranoia yang datang menyambangi Raph? Ya. Teman-temannya tentu terhibur dengan cerita-cerita tentang Ralph. aku tidak ikut-ikutan tuh. siapa pun mengira surat itu didiktekan langsung oleh Ralph. mereka cuma menggertak. karena Ralph tidak menggunakan stempel tanda tangan. Selain itu. nothing to loose. bagaimana mungkin Sam akan disalahkan? Semuanya akan mengarah pada "kelakuan" Ralph sendiri. atau tidak berbahaya sama sekali. Ralph tidak pernah membaca surat-surat balasan yang disodorkan. bisa menghabiskan sisa umurnya tanpa perlu menyimpan rasa bersalah. Sam yang selalu bertugas mengangkat setiap panggilan telepon. Sesekali Sam juga bercerita soal surat-surat itu kepada teman-temannya. Sam tetap tersenyum saat membacanya. berani betul!" sahut seorang teman. Ajang itu menjadi kesempatan terbaik Sam memutarbalikkan fakta untuk memperkuat alibinya. Yang terpenting. Ia memang suka nekat. Meski saluran telepon tersambung paralel dengan ruang kerja Ralph. Dengan tanda tangan asli.kau!". Ia hanya memperagakan permainan yang bisa berbahaya dan menjanjikan hal-hal hebat di dalamnya. "Wah." "Bagaimana kalau suatu kali orang gila itu yang nekat. "kubunuh kau!". Lagi pula aku kira. Ia hanya menandatangani tanpa melirik satu huruf pun. Di sinilah asyiknya rencana Sam. terutama saat acara ngobrol di pesta. "ingat suatu hari nanti!" Meski ada perasaan khawatir. Tapi kebanyakan mereka tinggal jauh dari sini. Seperti yang diharapkan Sam. Tapi tetap saja dia nekat mengirim jawaban yang provokatif.

untuk yang kesekian ratus kalinya. "Apa ini? Hei. "Aku tak percaya padamu!" Ia mencabut sebuah pistol dari sakunya dan menembakkannya tiga kali. "Apakah ada yang harus saya tanda-tangani?" Sam mengambil pena dari sakunya. dan kau baru saja memberi tahu namamu Gelderman." "Saya memang sekretarisnya. Dor! Dor! Dor! Tubuh Sam pun langsung jatuh ke lantai. Tubuhnya gemetar." Leghorn ragu-ragu untuk sesaat. Sayalah 'sg'. Saya bukan Ralph Gelderman." Mata Leghorn menyipit. "Si penjaga pintu memanggilmu Gelderman. Akhirnya. suruh dia ke atas. Sam mengeluh dalam hati. Ralph Gelderman. Kemudian berkata." Resepsionis gedung memberi tahu. Meski Ralph tidak pernah bersedia. "Anda. jadi saya punya nama yang sama. tergeletak. tetapi ia dua puluh tahun lebih tua dariku. Paket itu ikut tertekan genggaman jari-jarinya tanpa tertahan. apa yang kau lakukan?" Tiba-tiba si pengirim paket sudah merangsek masuk ke dalam. Ah. bel pintu berbunyi. Sam melanjutkan. mendorong Sam ke salah satu dinding dan menutup pintu di belakangnya. Kemudian ia berkata. pastilah bundel buku dari sebuah galeri dan meminta Ralph memberi pernyataan promosionalnya." Dua menit kemudian. (Kisah rekaan/Isaac Asimov/TJ 87 . tanpa nyawa. Sam beranjak ke pintu dan menyambut pengirim paket yang sudah berada di depannya."Paket kiriman. "Anda salah. pihak penerbit sepertinya tidak pernah putus asa. Saya juga keponakannya. Ia memegang sebuah kotak berwarna kecoklatan. tapi sesaat kemudian ia menyadari paket itu kosong." "Itu adalah foto yang lama dan ada kemiripan dalam keluarga. tak ada yang mencolok dari penampilannya. Saya sekretarisnya." ujar Sam tidak sabar sambil menerima kotak itu." ujar Sam panik." Perut Sam langsung mengejang. Di dalam surat dituliskan 'RG/sg'. Tuan Gelderman. menjadi tugas Sam untuk memberikan jawaban penolakan. "Apakah orang yang mengirimkan paket ini masih ada?" tanya Sam. Ia kemudian berkata. Ini orangnya! Mungkin saja berniat untuk menyerang dan memukul! Ia berkata dengan serak. "Namaku Lawrence Leghorn dan saya ke sini untuk bertemu denganmu. dari Prime Publishers. Setelah diiyakan. Usianya paruh baya. "Foto yang ada di buku adalah fotomu. Leghorn berpikir sejenak." " Saya Sam Gelderman!" "Kau baru bilang bahwa kau adalah sekretarisnya. Tuan Gelderman?" "Ya. Ia memegang pinggang Sam dengan kuat sekali. "Kalau begitu. Tuan Gelderman sedang tidak ada. Sebuah tugas yang benar-benar membosankan.

datang dari Queensland untuk mendampingi putrinya." sebutnya lirih. Nicole segera dilarikan ke rumah sakit. 4 Oktober 1995. Para tetangga yang terbangun kaget setengah mati. untuk disimpan sebagai kenang-kenangan. beberapa saat kemudian di tempat tidurnya sendiri." cerita Nicole. Setelah operasi dan kondisi mental Nicole siap. Sang tetangga yang melihat "titik terang" kemudian mengajak Nicole keluar. yang tahu Adrian tewas. bayinya yang baru berusia 10 minggu. menggendong Adrian yang menatap dengan mata mengantuk. Nicole beruntung masih bisa menyelamatkan diri. Saat itu. sebelum wanita tegar itu melihat dengan mata kepala sendiri bayinya hangus tergeletak di tempat tidur. Dia minta keluarga dan tetangga mencarikan sehelai rambut Adrian. Hoppers. lelaki sadis itu langsung beranjak ke ruang duduk. dan suaranya nyaris tak terdengar. Dua kali tetangganya mencari Adrian. karena memang tak ada lagi kata-kata yang bisa diucapkan. Australia. "Aku cuma tahu ada sesuatu yang menimpa tangan dan lututku. lengan kanannya hangus. Lalu dibaringkannya buah hati tersayang di buaian." cerita Nicole. Dalam kondisi setengah pulas. mereka memeriksa seisi rumah. Alarm kebakaran sendiri baru berdering sekitar pukul 07. Bayiku masih ada di sana. buah hatinya masih hidup. Di kamar tidur. kemudian meletakkan bayi tak bersalah itu persis di sebelah Nicole. di tengah serangan rasa penat. Rambutnya habis terbakar.12. sehingga akhirnya harus diamputasi. Nicole mengalami tragedi mengerikan. Sialnya. Victoria. ditemani Nicole. berusaha menendang dan meronta-ronta. SURAT CINTA MENGUATKAN SANGKAAN Pagi menjelang subuh. "Bayiku. kemungkinan eter. Datangnya tamu istimewa Setelah berhasil membuat Nicole pingsan. Benda yang di kemudian hari disadarinya sebagai tubuh mungil Adrian. Aku juga merasa seperti ada benda kecil di dekatku. asap tebal dan tajam tampak menyelimuti ruangan. Orangtua Nicole. walau dengan jari dan lengan terbakar sampai ke tulang dan sumsumnya. Sampai saat itu. Nicole sulit mengenali lelaki itu. Namun. sebelum akhirnya meluas dan menyebar ke bagian lain rumah istri Mark Smith itu. Sebuah ciuman yang sangat manis. "Mana Adrian. Sebelumnya. Perempuan yang berusia 32 tahun itu tampak sangat kelelahan. Lorena Close 7. tapi justru awal datangnya tragedi yang lebih besar. Toh tak ada rahasia yang bisa disimpan terus-menerus. Tetangga terdekatnya berusaha menyelamatkan Nicole yang kelihatan terbaring di patio. Nicole Smith tampak berbaring di ruang tidur di rumahnya. kejadian itu bukan akhir. baik pihak keluarga maupun kepolisian masih belum punya gambaran jelas. Tak ada yang menyangka. Nicole cuma bisa diam. Entah dari mana datangnya. Sampai akhirnya. kabar buruk itu terpaksa disampaikan. yang berada di ruang duduk. siapa lelaki yang tega membius Nicole dan membakar Adrian. karena Nicole tampak belum siap menerima kepergian Adrian. Sejurus kemudian. 88 . Ibu muda itu selalu bertanya. seorang lelaki tiba-tiba menjejalinya dengan pakaian yang sudah dibasahi zat berbau menyengat. Namun. mana anakku?" Seolah yakin betul. Mereka harus pandai-pandai menyimpan rahasia. didampingi suaminya yang terlihat terkejut. aroma bius membuat Nicole akhirnya kehilangan kesadaran. dia masih sempat mencium anak lelakinya dengan penuh kasih sayang. ibu muda itu sempat dua kali terjaga untuk menyusui Adrian. blupp! Nyala api mulai merambah tempat tidur. tapi selalu gagal menemukan anak malang itu.30 pagi. "Aku sempat terjaga.

benar-benar dipaksa menghadapi benang kusut. sebelum lahirnya Adrian. tak kami temukan jejak sama sekali. Titik terang mulai agak kelihatan ketika dia mencoba menggali informasi dari rekan-rekan kerja Mark Smith. tempat Mark yang berdinas di Angkatan Udara Australia bertugas selama tiga tahun. "Aku sangat menginginkan bayi. Berhasil. Motif. nyaris tak punya musuh. tampan dan jangkung pada tahun 1990. rajin menemani Nicole ke dokter kandungan. Victoria. Queensland. pasangan muda itu kembali ke Australia. "Bahkan di kamar tidur sekalipun. Nicole percaya. "Seluruh kasus ini tidak saling berhubungan. Menurut ayah Adrian ini. bisiknya dalam hati." tutur Nicole. yang menganjurkan meditasi untuk mengatasi problem pada kelenjar tiroidnya. sosok Nicole. "Dia mencintai kehidupan sejak lahir ke dunia. Bono juga memeriksa para tetangga serta menanyai kerabat dekat dan pihak-pihak yang kerap berhubungan dengan Nicole. Di sisi lain. Rencananya kami mau punya tiga anak." ingatnya ketika itu. dan selalu berada di sisi sang istri saat tenaganya dibutuhkan. detektif yang ditugasi menyelidiki kasus ini. Dari merekalah Bono mendapat nama Donna Wilkinson. Dia cukup perhatian. keduanya menikah.Apalagi tak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian itu. Lahir dan tumbuh di Ipswich. Tahun 1991. tujuh bulan kemudian. Dia bahagia luar biasa. Langkah pertama Bono. Namun. apalagi Adrian. kemudian pindah ke Orlando. sulit menyimpulkan atau mendugaduga keterlibatan Mark. Mark sendiri." bilang Bono. dekat Werribee." kenangnya. Saat kandungan Nicole berusia tiga bulan. Nicole betul-betul hamil. warga negara Amerika yang konon salah satu kawan terdekat Mark." Geledah teman selingkuh Hampir tak ada petunjuk yang bisa menuntun polisi untuk mengungkap kasus terbunuhnya Adrian. Florida. Tahun 1994. 89 . Karena lama tak mendapat momongan. tampak berusaha keras menjadi bapak yang baik. menanyai orang terdekat Nicole." tambahnya. Peristiwa kebakaran itu dianggapnya sebagai sebuah kecelakaan tragis. Bayi mungil berambut gelap dan bermata biru itu menjadi tamu istimewa yang sangat dinanti kehadirannya. Mereka tinggal di Hoppers Crossing. Kebahagiaan Nicole kian lengkap ketika Adrian lahir. Dia pasti senang. Nicole berkonsultasi pada seorang endokrinolog. dan anak mereka Adrian. Bono berbicara dengan Mark Smith. Namun. tapi merupakan gabungan dari potongan kejadian pada saat yang bersamaan. tentu saja. dia menerima dengan pasrah kematian Adrian." kata Bono setengah berteori. mulai menjadi fokus pembicaraan warga kota. Nicole berumur 22 tahun dan sudah bekerja di sebuah pre-school saat berkenalan dengan Mark yang cerdas. Florida. benang kusut itu tetap harus diurai. Niat membakar mereka berdua hidup-hidup merupakan ide keji yang harus dilandasi motivasi sangat kuat. "Sangat akrab dan selalu melakukan sesuatu yang istimewa pada hari jadi dan ulang tahun. "Ikatan kami sangat kuat. dan ingin cepat-cepat mengabarkan berita baik ini pada Mark. mereka saling menghargai satu sama lain. Sersan Andrew Bono. Detektif berpengalaman itu mencatat adanya sedikit ketidaksesuaikan antara cerita Smith saat itu dengan omongannya beberapa hari sebelumnya. tak jauh dari tempat Mark dipindahtugaskan. "Dia pria yang lemah lembut. "Dan dia memang dilahirkan untuk memberikan kegembiraan." tutur Nicole. Nicole. itulah yang terus dicari polisi asal Melbourne itu. Seminggu setelah kebakaran. suaminya Mark Smith. pasangan itu pindah ke Palm Bay.

untuk menggeledah rumah Donna Wilkinson. Dalam penyelidikannya. Nicole sendiri pernah dua kali bertemu Donna di acara sosial." cerita sang polisi. "Paling tidak. Kami tidak punya asuransi pribadi." tuturnya lirih. Smith juga membeli cincin pertunangan seharga AS $ 20. Ia diyakini melakukan langsung pembakaran yang berakibat hilangnya nyawa Adrian. serta merencanakan pembunuhan terhadap Nicole. Setidaknya. Untunglah. Bono sebenarnya mencurigai perselingkuhan Mark berada di balik percobaan pembunuhan terhadap Nicole. Bagaimana jika pembakar rumah Nicole ternyata bukan Smith? Namun seperti biasanya." Meski tentu saja. "Tak ada kekuatan hukum yang bisa memaksanya datang. Dia bertekad mengantungi surat perintah polisi setempat. Ia juga selalu menyangkal bukti-bukti dan tuduhan jaksa." jawab Nicole.000 buat pasangan selingkuhnya itu. Donna Wilkinson. masalah finansial ikut berada di balik semua kejadian ini." imbuh Bono. Mark Smith malah terlihat sangat tenang. Nicole tetap tak habis pikir. keputusan hakim itu tetap "sangat mengejutkan" buatnya. "Namun ia selalu menyangkal semuanya. anak Donna dari hubungan dengan lelaki lain. dan surat-surat cinta. aku mencintai dan merindukanmu.000 kepada Donna. lebih pada dirinya sendiri. email. Bono menemukan fakta. "Saya menemukan tagihan hubungan telepon internasional mereka. Dia berjanji akan mengadopsi Melissa. mengapa ia memilih jalan itu. ketika Desember 2000. "Aku terguncang saat mendengar berita itu dan menangis untuk anakku. "Hanya Mark yang tahu.Mark bertemu Donna Wilkinson saat bertugas ke Australia beberapa tahun silam. serta mengumpulkan hal-hal kecil yang bisa dijadikan barang bukti. Smith menyebut Donna sebagai tunangan. Dia juga harus rela bolak-balik Australia Amerika. Smith sama sekali tak menunjukkan emosi yang berlebihan. yang lahir beberapa bulan sebelum Adrian. Donna selalu menyangkal keterlibatannya pada kasus ini." jelas Andrew Bono. Pada sebuah kartu dari Melissa yang ditujukan kepada Mark terbaca: "Ayah tersayang. menolak datang ke Australia untuk menghadiri sidang. hingga awal 1997. Termasuk saat jaksa memutar kembali kaset video yang memperlihatkan Mark sedang menurunkan peti jenazah putranya ke liang lahat." Penemuan-penemuan itu berhasil menyeret Mark ke pengadilan. Gadis cantik berambut mekar itu sekretaris di divisi tempat Mark bekerja. kartu-kartu ucapan. Januari 1998. dia memang pembunuh sadis berdarah dingin. Pacar gelapnya. Keputusan yang menutup rapat pintu keraguan yang selama ini menyiksanya. Mark pernah mentransfer uang senilai lebih dari AS $ 70. Bono pantang mundur. kerja keras Bono selama lima tahun akhirnya terbayar lunas. agar Bono tidak terlalu terobesi pada Mark. Namun. berbeda dengan Nicole yang harus menjalani dua hari pemeriksaan silang dengan tangis sedu-sedan. Penasaran. berbagi informasi dengan FBI. yang dihubungi Bono pasca persidangan mengaku. Mark John Smith resmi dijatuhi hukuman 26 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Victoria. Bono berangkat lagi ke Amerika Serikat. mengapa mantan suaminya itu lebih memilih membunuh anak-istrinya ketimbang menuntut cerai. Teman-teman sejawatnya sampai mengingatkan. "Mark menyukai uang. tapi kami punya rumah 90 . akhirnya aku tahu yang sebenarnya. Jawaban atas semua keraguan dan pertanyaan yang selama ini tak terjawab. Maka. Tampaknya. Penampilan itu semakin menguatkan dugaan. Bono menelusuri sejauh mana hubungan Mark dan Donna. Hampir mati terbakar Tepatkah keputusan pengadilan menghukum Mark? Nicole sendiri.

sampai Bono menyampaikan bukti-bukti keterlibatan orang yang sangat dicintainya itu. Tapi tak sedikit pun aku menaruh kecurigaan padanya. segera Nicole merenggut Adrian dari buaian di ruang duduk yang berjarak hanya lima meter dari kobaran api. Namun. yakinkah Nicole bahwa suaminya sendiri yang mendalangi semua peristiwa tragis ini? Bukankah di pengadilan. Semua itu bernilai lebih dari AS $ 215. "Ketika Adrian berumur lima minggu. mengaku telah menikah dengan seorang pria dari angkatan udara. yang tega membungkuk di atas badan Nicole. Itu sebabnya. lantaran terlalu percaya pada kekuatan cinta dan kegembiraan mengurusi putra kesayangan. Dia 'kan suamiku." Perangai berubah "Buta" paling parah yang dialami Nicole adalah ketika dia tak pernah mencium hubungan mesra suaminya dengan Donna Wilkinson. tapi ia menenangkanku. ia melihat api berkobar dari tempat sampah menuju atap. Mark Smith tampak sedang memandang bayinya tanpa ekspresi.dan seisinya serta dana pensiun Mark. Andrew Bono sendiri menggambarkan ibu muda nan tegar itu sebagai wanita luar biasa. Seraya mengawasi Mark yang dengan sigap menyiram lidah api dengan alat pemadam kebakaran. Sepulang dari rumah sakit bersalin. ternyata ada beberapa lubang pada pipa yang terletak di atap. "Aku sedang menyusui dan Adrian tampak gelisah. Aku tak lagi berbicara dengan dia sejak Desember 1995. dia begitu lama bisa menerima kenyataan. Dia kehilangan begitu banyak hal. saat berkunjung ke Australia di awal 1995. Smith selalu menyangkal tuduhan jaksa dan bukti-bukti yang dikumpulkan polisi? Betulkah Mark. Hampir dua pekan kemudian. Bahasa tubuhnya terkesan "dingin" dan "menjauh". Dia bahkan tak pernah mau membantu Nicole merawat Adrian. Melissa. Aku hanya tak bisa mengerti. Aku menganggap semua sudah berakhir. membakar anak dan istri." kilas Nicole. dalam pesta mabuk-mabukan di tahun 1994." jawab Nicole bijak. setelah mencium bau gas yang sangat kuat." tuturnya. sudah berusia dua bulan ketika Nicole hendak melahirkan. lalu kabur dan pura-pura sangat terpukul ketika polisi memberitahukan "kabar buruk" itu padanya? "Entahlah. Ketika Nicole ke dapur." duga Nicole. setelah merangkai kejadian-kejadian sebelum datangnya kematian Adrian. Dia baru bisa percaya dan membuka mata. tengah malam aku terbangun. sehingga bisa meninggal bersama-sama? Apakah Mark memang sekejam itu. Donna bahkan mengarang cerita bohong pada Nicole. lalu dengan sadis menutup wajah istrinya sendiri dengan pakaian yang sudah dibasahi cairan bius mudah terbakar.000. "Setelah diperiksa." lanjut Nicole. Aku tak punya gambaran bagaimana hal itu bisa terjadi. mengapa hal-hal berbahaya itu bisa terjadi. "Aku sendiri bingung. Nicole ingat pula pernah dibangunkan suara lengkingan alarm kebakaran di dapur. mengapa kebakaran itu bisa terjadi. Tidak juga ketika Donna dihamili oleh "orang kantor" Mark. Nicole membuka album foto dan menunjukkan gambar yang diambil di rumah sakit. Itu sebabnya aku menyarankan Mark membawa tempat sampah itu ke dinas kebakaran untuk diperiksa. Anak perempuan Donna. Smith jugakah yang menyalakan aromaterapi bakar di samping tempat tidur dan mengatur posisi ibu dan anak itu sedemikian rupa. Ketakutan. 91 . Tak mudah mengorek informasi tentang Mark dari Nicole. Nicole bahkan tak pernah menaruh prasangka sedikit pun pada suaminya. sehari setelah Adrian lahir. hanya untuk melahirkan di dekat Mark. Mark setahuku tidur di ruangan terpisah. Selama ini dia agak buta. tapi selalu berusaha keras memperoleh kembali kehidupannya yang hilang. Sejak saat itu sebenarnya aku mulai gelisah. teman terbaikku. Mark pun berubah. pria tampan berumur 37 tahun itu.

" Tampaknya. "Keadaanmu ternyata tak seburuk yang kupikirkan. tahu kalimat apa yang pertama diucapkan Mark pada Nicole? Dia cuma bilang. Saya juga ingat. Kebakaran yang memaksa Nicole meringkuk dua bulan di rumah sakit. Puncaknya. kurang dari dua bulan setelah kebakaran dan masih berada di rumah sakit. Terpaksa. Kadang aku pikir. "Aku jadi lebih tegar. Nicole tak ingin "Adrian" hilang dan dimakan api untuk kedua kalinya. Melissa. selain sikat rambut Adrian dan sehelai rambut yang tersisa di sikat itu. yang dengan mudah ditemukan Sersan Bono saat menggeledah rumah Donna di Amerika. lebih mudah tersentuh. Mata lahir dan mata batin Smith mulai gelap. memungkinkan Smith menemui Donna dan menemaninya makan malam." tutup wanita yang resmi bercerai dari Mark tahun 1997 itu. Mark sendiri sering menghilang. Keputusan cekal itu membuat Mark dan Donna hanya bisa melakukan hubungan jarak jauh. perjalanan dinas Smith ke Canberra ketika Adrian berumur enam minggu. Benda-benda tak ternilai itu disimpannya dalam kotak khusus yang selalu dibawa jika "terjadi kebakaran". susah tidur. Bulan berikutnya. entah ke mana. meninggalkan banyak bon interlokal. "Padahal aku mencintainya. Donna dan Melissa pulang kampung tanpa Smith. Nicole mendapat musibah kedua. Nicole juga ingat. terjadi hanya empat hari setelah Donna Wilkinson kembali ke Amerika Serikat. Ia memegang tanganku saat aku membutuhkannya. karena Adrian selalu bersamaku. Untuk mengatasinya. sekaligus keinginannya meninggalkan keluarga yang telah mereka bina bertahuntahun. Dua minggu setelah Smith kembali dari Canberra. sembari memandangi foto Adrian yang sedang duduk manis sembari meniup-niupkan mulutnya. aku tak tahu mengapa dia melakukan ini padaku. Foto yang selama ini menjadi salah satu "harta" paling berharga Nicole." kata Nicole sambil menggeleng-gelengkan kepala. tiga minggu setelah kebakaran di dapur. 92 . sehingga tega menyusun berbagai rencana untuk menyingkirkan Nicole dan Adrian. Bulan Maret 1996. Masih tidak menyadari hubungan khusus Mark dan kekasih gelapnya. Selama menanggung penderitaan itu. Smith dicekal ketika hendak kembali ke Amerika. Sampai hari ini. Smith kembali ke Australia bersama Donna Wilkinson dan anak mereka. tahun 1998. dan ketakutan jika mendengar alarm kebakaran. Smith dengan dingin menyampaikan berita pengunduran dirinya dari angkatan udara. kemudian membeli tiket pesawat sekali jalan untuk memulai hidup baru di Amerika bersama Donna. bersamaan dengan rangkaian penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian. membakar Nicole dan Adrian di kamar tidur." senyumnya. ia banyak bermeditasi dan mencoba memikirkan hal-hal positif yang telah diberikan Adrian. Mark memang benar-benar ingin melihat Nicole mati terbakar." ujar Nicole. ia sama sekali tidak berduka. "Kami tak pernah menangis bersama untuk Adrian.000 sumbangan warga Ipswich. Nicole mengaku masih kerap bermimpi buruk. sepanjang waktu. obsesi pada kekasih Amerikanya itu makin subur. menjalani 15 kali operasi termasuk operasi plastik untuk lengan palsu seharga AS $ 17.Nicole juga tidak tahu sama sekali. ia dirawat hanya oleh saudara-saudaranya. Smith bahkan mengosongkan rekening bersama mereka. Setelah peristiwa mengenaskan itu. Kebakaran di dapur yang membuat Nicole bingung. "Dia hadiah istimewa untukku sepanjang hidup ini. Smith memainkan kartu trufnya. Nicole pun harus membiasakan sendiri dan belajar menulis dengan tangan kiri.

Amplop itu terus dirogoh-rogohnya sekadar untuk meyakinkan. Namun. Harap uang ini diterima. seyakin Bono. Bahkan meminta-minta. mengemis. Andai Nicole bisa lebih pintar mendiagnosis candracandra mencurigakan itu. pengembara dekil. Ledakan bom lagi? Sebegitu murahkah orang seperti dirinya sehingga orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu memanfaatkannya? Baginya. Padahal sebenarnya ia tidak ingin menjalani hidup seperti itu. membuat Nicole yakin. Di saat seperti itu. Gara-gara kehilangan pekerjaan sebagai tukang bersih-bersih di sebuah bar. Kisah nyata/Rahartati Bambang Haryo 13.membuat dirinya merasa kaya. BEDA NASIB SEJAK BAYI Penulis: Kisah rekaan/Sast. Tuntutan perut tidak bisa ditawar-tawar.000. Ketika membuka tasnya yang sudah lusuh. Penyesalan memang selalu datang belakangan. uang Rp 200. Ingat." pikirnya.000. dua lembar uang ratusan ribu rupiah. Isinya. untuk sementara..Perubahan perangai Mark dan rangkaian peristiwa-peristiwa mencurigakan pascakelahiran Adrian tadi. Ia tak mengerti. jangan-jangan ini satu mata rantai dari sebuah skenario kejahatan besar. "Wah. rezeki nomplok. Selamat menikmati mimpi indah. atau gelandangan menempel pada dirinya. Berbulan-bulan sejak peristiwa bom yang meluluhlantakkan dua kafe dan menewaskan ratusan orang serta mematikan denyut kehidupan di kawasan Pantai Seminyak itu. atau menipu dia lakukan. Keputusan pengadilan hanya bersifat menguatkan. Namun. ia nyaris tak percaya. Mark memang telah berlaku kejam dan tak adil buat keluarganya sendiri. dirinya sudah terjebak. ia hidup seperti gembel. Begitu diambil. Tolong datang ke sebuah rumah yang letaknya tertera dalam peta di balik kertas ini. di sisi lain akal sehatnya mengatakan. hanya Anda yang tahu semua ini. ia rela menebalkan muka melakukan pekerjaan apa pun. Kening Tomy berkerut. Sekarang. ia menganggur berkepanjangan. uang Rp 200. Ia tahu.. ternyata secarik kertas yang bertuliskan. uangnya masih aman di tempatnya. Selama itu pula julukan tunawisma. Cuma. sebuah amplop secara misterius ada di dalamnya.begitu berharga. kepada siapa? Ataukah ia harus melapor ke polisi? 93 . Tomy curiga. Tak ada niat buruk apa pun terhadap Anda. Demi mendapat sesuap nasi. kejadiannnya barangkali akan berbuntut lain. Teka-teki apa ini? Tampangnya yang semula ceria kini pudar begitu saja. Tomy Sutomo merasa hari itu adalah miliknya. Tapi bersamaan dengan itu tangannya menyentuh barang lain. ia bisa tertawa lebar. di Cepu Udara menjelang siang di Pantai Kuta itu masih menyisakan sedikit kesejukan. isi surat yang menantang itu mengusik hatinya. ia harus mengembalikan surat itu beserta isinya. Di sana Anda akan menerima nasib yang lebih baik.

Karena baru bisa terlelap setelah lewat tengah malam. Namun. sepandai-pandai menyimpan bangkai. "Oh. "Akhirnya Tuan datang juga. sejak lahir sampai kini tak pernah sekalipun ia punya nama lain. Tomy bangun kesiangan. Ketika hendak membuka kembali tasnya untuk memastikan isi pesan dalam kertas itu. ia teringat ucapan temannya. "Ndara Putri belum bangun. Jalan setapak berbatu kerikil membelah halaman luas dengan banyak tanaman yang tumbuh tak beraturan. Ia masih termangu ketika suara dari dalam rumah itu tiba-tiba menyapanya. Bukan mimpi Hari sudah di ambang petang. perempuan itu muncul lagi. "Duduklah dulu! Tante Ndari sedang tidur. Tomy menguak pintu gerbang dari besi di sebuah rumah tua." batinnya ketika menyaksikan hidangan sarapan berupa beberapa iris roti panggang berisi daging asap plus apel. 94 . Tomy tidak bisa cepat tertidur. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 08.Belum juga ia mengambil keputusan. perutnya terus menggedor minta segera diisi. Tomy meninggalkan gundukan pasir yang tadi didudukinya. Sampai siang itu Tomy tidak tahu entah ke mana kaki akan melangkah. Pikirannya terus melayang. Tapi beliau sudah berpesan untuk menyiapkan makan malam dan kamar untuk Tuan Muda. Belum habis keheranannya." "Sekarang saatnya bagiku untuk membuktikan ucapan temanku itu." gumamnya sembari memperhatikan gambar petunjuk dalam kertas tadi." kata perempuan tua itu dengan mata berkaca-kaca. hidup ini tak ubahnya berjudi. Sambil menghela napas dalam-dalam. setelah perempuan tua itu meninggalkan dirinya.35." Tomy hanya bisa menjawab dengan senyum yang dipaksakan. Sekaleng minuman ringan yang dingin dan dua potong donat mengusir rasa lapar dan dahaganya." bisiknya dalam hati. Tanpa ragu-ragu Tomy lalu masuk ke sebuah warung makan yang ditata ala kafe. Diteguknya minuman itu. Tuan Muda Jimy! Silakan masuk!" sapa seorang perempuan tua berpunggung bungkuk. sebab beberapa hari ini penyakitnya kambuh lagi. mencoba memahami peristiwa "aneh" yang terus mengiringinya sejak siang hingga malam ini. sekalipun nama samaran untuk gagah-gagahan. "Kiranya ini rumah yang dimaksud. Itu yang dia khawatirkan. "Sebenarnya. baunya toh akan tercium juga. Saya tidak berani membangunkan. Ditambah sepotong pastel ayam." Sandiwara apa pula ini? Tomy merasa heran. "Ini namanya 'kere munggah bale' (gembel jadi raja). Tomy ingat pepatah. Kamar di lantai tiga itu sungguh terasa mewah untuknya. Meski tubuhnya letih. Ketika berjalan sambil mengisap rokok dalam-dalam. energi dan semangat hidupnya pulih kembali. perempuan renta itu datang membawakan segelas air jeruk dingin.

"Sekarang Ndara sudah tidur lagi. "Rupanya. ya rematik. Tuan terlalu capek karena perjalanan panjang. juga kencing manis yang membuatnya harus selalu disuntik kalau makan. sudah sakit-sakitan. "Lalu.Ternyata buron Selamat tinggal Tomy. Yang paling menarik perhatian Tomy adalah foto seorang lelaki muda berwajah mirip sekali dengan dirinya. Ada potret wanita muda cantik dengan tulisan yang mulai pudar: R." sambungnya. Semalam. selamat datang Jimy. sakit yang dulu juga. Ia hanya mendengar bunyi dengung mesin cuci. dan lemari tempat menyimpan arsip keluarga. Makanya. Bangunnya nanti setelah sekitar dua jam. apa kata dokter?" Bi Sum menggeleng." sapa Bi Sum. kulit lelaki itu kelihatan lebih terang. terpasang foto telanjang bayi montok dengan tulisan. Mungkin Sri. Di setiap bagian bawah foto selalu tertera keterangan berupa tulisan. Jimy siapa? Tomy benar-benar ingin tahu dan harus mencari kesempatan untuk menyelidiki. Di kamar itu ia menemukan album foto tua. "Ya. 19 Desember 1951.. Maklum. Di halaman lain. tanggal.. sebab tiba-tiba Bi Sum. sehingga tidurnya pulas sekali. Selanjutnya. selama sekitar dua jam sebelum Tante Sundari bangun." Tomy menanggapi dengan mengerutkan kening serta memasang ekspresi prihatin. Tadi ia menanyakan Tuan. dan tahun kelahiran yang . Retno Sundari . Bedanya. Tampak Bi Sum dan Sri sedang sibuk bekerja di dapur dan ruang cuci. Eh . ia hanya menanggapinya dengan senyum. Saat yang dinanti itu pun tiba. bulan. Tuan tahu sendiri. Ndara itu sulit. Bi?" ia memberanikan diri untuk bertanya.. "Sama dengan hari kelahiranku?" 95 . pusing-pusing.. Tapi tidak saat ini. "Aku harus hati-hati bicara. Macam-macamlah." Kesempatan mengobrol dengan Bi Sum itu tampaknya dimanfaatkan betul oleh Tomy untuk mengorek informasi awal. Di dalamnya berjajar rak buku. Kebetulan tidak terlihat bayangan seorang pun di sekitarnya. muncul kembali. Tapi. foto-foto di dinding. "Tante biasa bangun pagi sekali. Juga nasihat untuk diet dan berolahraga ringan.A. sebuah meja tulis besar dengan lampu baca. "Dokter keluarga memberi macam-macam obat. Ada juga sejumlah foto keluarga. nama perempuan tua itu. Jimy Sugiharto lengkap dengan hari." pikir Tomy. R. baru saja membersihkan kamar itu dan lupa menutup pintu. Dari lantai dua itu Tomy bisa melongok ke bawah. ia harus berjuang mencari informasi tentang jati diri Jimy." Tomy mendengarkan sambil mengangguk-angguk. suka maumaunya sendiri. saat berjalan menuju ke kamarnya. pelayan yang membantu Bi Sum. Kini terlihat pintu kamar itu terbuka. tapi ia melarang kami membangunkan Tuan. "Sakit apa sih. Tomy sempat melihat ada sebuah kamar kosong tak berpenghuni di lantai dua.Solo.

saya lupa kalau Tuan Jimy ada di rumah. senyuman Jimy di foto itu seolah mencibir dirinya. ia dikejar waktu. pihak tersebut merasa telah dirugikan oleh ulah Jimy. "Uang itu cukup untuk biaya perjalanan ke Lombok. Bi Sum muncul bagaikan hantu di siang bolong bagi Tomy. terlambat." Katanya lagi. Di sana aman. Tuan bisa tertangkap. lalu mengulurkan amplop itu pada Tomy. Foto-foto Jimy pun dimuat tersebar hampir di setiap halaman koran. Saat menaruh sebuah album. "Ada uang di dalamnya. sampaikan salam saya pada Tante!" Gelandangan kaya Pergi ke Lombok? Buat apa? Bukankah di luar rumah ini Tomy sudah menjelma menjadi dirinya sendiri kembali? 96 . Celaka. Pasalnya. . Jantung Tomy berdegup kencang saat membaca judul berita di halaman koran yang mulai menguning itu. Tante memberikannya pada saya tadi pagi. Lelaki gagah dan kaya itu ternyata kabur dari sel penjara. Kakinya masih gemetar. menanggung perbuatan Jimy ." pikirnya. "Jimy Sugiarto Kini Buron".. Berita itu juga menyebutkan. Tomy cepat-cepat mengembalikan koran usang itu. "Aku harus cepat-cepat meninggalkan kamar dan rumah ini. Ia merasa.Pada album lain. Bi Sum juga diam. di antara sekian banyak foto keluarga. rumah ini sudah diawasi. Saat ia melangkah mendekati pintu kamar. "Jimy Sugiharto palsu!" Tomy tersadar. tapi sepasang mata tuanya menatap sebuah amplop di genggaman tangannya." "Terima kasih. apa yang akan dilakukan si nenek bungkuk ini? Perempuan tua itu tersenyum dan menyapanya dengan ramah. Bila sampai jam setengah sepuluh Tante belum juga bangun. ada pihak yang bersedia memberi hadiah uang bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi tentang keberadaan Jimy. terpampang foto Jimy berpose gagah di punggung seekor kuda besar." Tomy terdiam. "Maaf. Dengan hati-hati ia mengembalikan semua album itu pada tempatnya. Katanya. Ia tidak mau menjadi korban. Bi! Saya pamit. Bi?" Bi Sum tak menjawab. selintas bayangan mengadang jalan. Namun. Tante Ndari meminta supaya Jimy secepatnya meninggalkan rumah ini. Pagi buta tadi Tante mendapat telepon dari orang kepercayaannya. "Ada apa. selembar kertas koran meluncur dari dalamnya dan jatuh ke lantai. saya diminta menyampaikannya pada Tuan Jimy..orang yang sama sekali tidak dikenalnya.

dan panorama alam Pulau Menjangan yang tampak malu-malu di balik kabut mengurangi ketegangan perasaannya. Ia tidur di emperan toko. Sambil sesekali mengisap rokoknya. Isinya ternyata tak kurang dari seratus lembar uang seratusan ribu rupiah. Mau tak mau ia harus menunggu feri berikutnya. semilir angin pantai. Tak ada lagi Tomy pengutil yang senantiasa berkucing-kucingan dengan satpam mal. ia menuju ke sebuah warung kopi yang mulai ramai pengunjung. sebuah feri baru saja meninggalkan dermaga menuju Pelabuhan Ketapang. Makanya. belum ada bus yang akan segera berangkat menuju Pulau Jawa. Itu semua gara-gara segepok uang dari Tante Ndari. Tak ada lagi Tomy yang senantiasa dikejar-kejar orang karena utang. Ia merasa lebih aman naik bus ketimbang naik pesawat untuk mencapai Surabaya."Selamat tinggal Jimy Sugiharto. ia terkejut ketika pagi-pagi sekali dibangunkan oleh seorang tukang parkir. Untuk menghangatkan tenggorokannya. pikirannya terus berputar mencari jalan untuk segera meninggalkan pulau ini. Banyuwangi. ia memikirkan bagaimana caranya agar bisa segera kabur dari pulau ini. Ia memesan segelas kopi kental dan tiga potong pisang goreng yang masih hangat. Setelah itu ia berharap. Tomy segera beranjak menuju ke terminal bus di Ubung dengan naik angkutan kota. ada sebuah minibus yang sudah mulai penuh penumpang bersedia mengangkutnya. 97 . Di sudut sebuah kafe dengan penasaran Tomy membuka amplop itu. Untuk membunuh waktu. Untunglah. semoga nasibmu bukan nasibku!" kata Tomy dalam hati. Gagal kabur Malam itu Tomy masih harus mempertahankan gaya hidup lamanya menjadi "gelandangan". bisa merasa tenang saat menggunakan uangnya. kini Tomy merasa berbeda dengan para tunawisma lainnya. Sesampai di Pelabuhan Gilimanuk. di pulau ini ia harus selalu waspada pada setiap orang asing yang ada di dekatnya. Akhirnya. Dengan uang itu. Siapa tahu. Sepuluh juta rupiah! Seumur-umur baru kali ini ia memegang uang sebanyak itu. Sambil melahap nasi goreng dari gerobak dorong di lapangan parkir Pasar Kumbasari. Selama menunggu keberangkatan. Tak ada lagi Tomy yang pengangguran. Bahkan tak ada lagi lelaki bernama Tomy yang ditinggal pergi istrinya seperti lima tahun lalu. Gara-gara uang Rp 10 juta itu. Ia tak sabar ingin segera meninggalkan Pulau Dewata itu. ia berjalan-jalan di sepanjang pantai. Menurut perhitungannya. Bukan tidak mungkin hal itu justru membawa dia masuk ke perangkap para pemburu hadiah. Hamparan air laut yang biru kehijauan. Walaupun tanpa tempat tinggal dan pekerjaan tetap. Tomy ingin menutup sejarah masa lalunya yang buram. Setiba di terminal. hati Tomy terus dihantui rasa waswas. dia itu aparat atau pemburu hadiah untuk menangkap Jimy. ia memilih suatu daerah di Jawa sebagai tempat yang ideal untuk bersembunyi. Setelah menyeruput habis sisa kopinya. berbagai urusan di bandara bisa menyulitkannya.

Jimy Sugiharto. Tomy lalu berjalan menuju ke deretan warung di depan pintu masuk halaman pelabuhan untuk sarapan. lelaki itu meninggalkan Tomy bersama sang pemancing. "Yah. Sama sekali dia tak menduga. Lelaki itu Jimy. tiba-tiba orang tak dikenal itu dengan cepat meringkus tangannya. ia juga sedang menikmati suasana pantai pagi itu. ia melihat seseorang sedang asyik memancing. Ia menyusuri jalan sepanjang pantai yang banyak ditumbuhi ketapang.Di lidah pantai yang paling menjorok ke laut. Sambil mengisap rokoknya.tiba-tiba sudah ada di dekatnya. Lelaki bertopi dan berkacamata hitam . Saat itu seorang lelaki bertopi dan berkacamata hitam berjalan mendekati Tomy. "Lo. peminta-minta itu pun pergi meninggalkan Tomy. saat ia menyodorkan korek api. Setelah masuk ke dalam mobil. Rupanya. membuyarkan konsentrasi Tomy. Rasa bosan bercampur was-was makin membelitnya. "Lumayan! Di tempat ini jarang ada orang memancing. Ia menurut saja ketika didorong masuk ke dalam mobil yang . lelaki itu hanya mau meminjam korek api buat merokok juga.yang tadi memberinya permen karet . ada apa ini?" Lelaki itu diam saja. Setelah berulang kali mengucapkan terima kasih. Tampaknya. Tomy terkejut. kecuali patuh pada perintah lelaki itu.entah kapan datangnya ." jawabnya pendek. ia menyapa dengan senyuman. Saat mengganti umpan dan menoleh kepada Tomy. "Di sini tenang. lagi-lagi Tomy terhenyak. Tomy menoleh pada lawan bicaranya. padahal cukup banyak ikannya. Beberapa perahu nelayan yang sedang ditambatkan tampak bergoyang-goyang dipermainkan ombak tepi pantai. ya?" sapa lelaki itu. Sebuah benda keras menekan perutnya. seseorang tiba-tiba mendekat. di hadapannya kini muncul seseorang yang selama ini selalu menghantuinya. Pengemis itu sejenak melongo sebelum menerima pemberiannya. Perlahan-lahan lelaki itu melepas topi dan kacamatanya. Ketika hendak menyulut rokok di bibirnya. Seorang pengemis menadahkan tangan. kalau tak ingin perutmu ditembus peluru!" Tomy tidak bisa berbuat apa-apa." Feri yang ditunggu-tunggu masih melaju di tengah Selat Bali. Tanpa banyak pikir. Namun. "Banyak ikannya?" iseng-iseng Tomy menegur. ia mencabut dua lembar uang seribuan. 98 . Tomy mengarahkan pandangannya kembali pada pemancing itu. "Jangan berteriak. Sesekali pancingnya berhasil menggaet ikan yang lumayan besar. Setelah menawari permen karet.sudah ada di jok belakang.

" "Jadi. Namun. Bukan hanya agak jauh dari rumah dan kawasan Inde. lelaki itu rupanya si tukang mancing di pantai itu. Bos?" kata lelaki di balik kemudi sembari menoleh ke belakang. sepucuk moncong pistol lain kini menempel di pelipis Jimy. Namun. anehnya. Tomy tampak pasrah dengan moncong pistol yang sepertinya siap menyalak. salah satu pembantu rumah tangga Tante Ndari ada di mobil itu. saya Sri. Nyalinya yang mulai mengembang menciut seketika. Dengan lengan yang berdarah. kembali Tomy dibuat terkejut. anak-anak itu pergi ke Schwarzer Berg. Aparat rupanya sudah merencanakan semuanya. Tapi. 99 . si pengemudi membawa mobil menerobos semak belukar. "Matilah aku!" pikir Tomy. Sebastian. Cuma sekarang saya sudah kembali ke pekerjaan semula. "Ya. Jimy memperketat tali yang mengikat kedua tangan Tomy. Tom bersama Sonya . Terdengar suara ledakan memecah keheningan. Tomy berhasil melepaskan diri. dalam perjalanan menuju entah ke mana. mobil yang membawa Tomy menyusuri jalan yang membelah hutan di kawasan Bali Barat. "Jadi?" kata Tomy terbata-bata. aku harus berbuat sesuatu. Sebaliknya. 14. "Seperti rencana kita 'kan. Dalam keadaan setengah sadar. di sana aman. Sekali lagi Tomy terkejut. "Ya. Rupanya." Tomy merasa dirinya bak kelinci. Jimy tersenyum. TERLACAK DARI SITUS INTERNET Minggu cerah di Eschweiler. manakala sebuah kendaraan lain menyusul mobil yang ditumpanginya." pikirnya." katanya dalam hati. "Itu pasti komplotan mereka. pistol di tangannya bukan pertanda ia punya niat baik. Seperti dikomando. Betul 'kan?" tegur Jimy asli ramah. Jimy masih mencoba menguasai dirinya. Sewaktu kawanan Jimy digiring ke mobil polisi. senyuman itu bagi Tomy lebih mirip seringai serigala lapar. Tak sampai satu jam kemudian. Namun. 30 Maret 2003. Sri. sebuah lereng pertambangan yang jaraknya kurang dari sekilometer dari rumah orangtua Tom di Patternhof. Anda ini Polwan?" Sri mengangguk. "Daripada mati konyol. Sehari sebelumnya."Kamu tentu sudah tahu siapa aku. Nyawanya kini di ujung tanduk. ia tidak merasakan apa-apa. Di sebuah jalan yang tampak makin sepi. sebutir timah panas menembus lengan kanan Jimy.adiknya meninggalkan rumah mereka. yang dengan mudah terperangkap masuk dalam jebakan pemburu. "Aku tak mau ada yang mengaku-ngaku sebagai diriku!" hardik Jimy sambil menarik picu senjata apinya. ia melihat pistol di tangan Jimy terlempar. untuk pertama kalinya ia diperbolehkan bermain agak jauh bersama temannya.

Maka. Namun. mereka mencari ke segala pelosok Schwarzer Berg . bila Tom akan berlatih taekwondo. Ketika malam kian larut.00. Ibu dan bapak mereka. anak itu disiksa sedemikian kejam. pakar kriminologi menemukan tang dengan cetakan nomor 637. pukul 20. Telat pulang Minggu petang itu. Namun." begitulah si ibu mewanti-wanti anak-anak itu.00 keduanya menghambur keluar bersepatu karet. sang ibu mengantarnya dengan mobil sampai ke gedung olahraga. Anaknya pasti ditemukan. Pasangan suami-istri Spreeberg tak bisa lagi tinggal diam di rumah. itu Tom. Sonya. 31 Maret.seorang insinyur . Benar.sangat memperhatikan keduanya.lereng gunung seluas 15 hektar. Jelas. Gudrun dan Uwe Spreeberg . sekitar 12 km dari Eschweiler. Uwe terpaksa menelan kekecewaan. Di wajah Uwe tercermin sikap optimis. Hari berikutnya. Kepala anak lelaki itu terbungkus kantung plastik. Sonya juga diizinkan keluar bermain bersama kakaknya. Ia merasa harus berbagi. mengingat kian banyak tenaga bantuan penolong yang datang. "Jangan lama-lama ya. di lahan parkir tempat ini seorang pejalan kaki menemukan sesuatu yang mengerikan. Padahal. Pukul 17. setelah penyelidikan kriminologis. Setelah menyisir tempat itu. Pukul 05. pemilik tang itulah si 100 . Tom dan Sonya belum juga ditemukan. Sesosok mayat seorang anak lelaki. identitas mayat anak itu. Ada dugaan. Senin pagi. Dengan dibantu sejumlah teman. Jadi." cerita anak laki kecil itu. setengah jam saja. baru bisa dipastikan. mereka belum juga dapat menemukan jejak kedua anaknya."Di sana kami menemukan gua. dan bantuan teknis menelusuri setiap jengkal kawasan itu.45 Gudrun dan Uwe melaporkan kepada polisi tentang hilangnya kedua anak mereka. Tang bernomor khusus bergagang merah itu dibuat dalam jumlah sedikit untuk tukang pembuat alat-alat mekanik. jaraknya hanya 500 m dari rumah mereka. Namun. saat waktu yang disepakati tiba. Maka ia pun menunjukkan gua itu pada adiknya tersayang. Mereka menelepon temanteman bermain anak mereka.00 satuan petugas terpaksa menghentikan upaya pencarian yang tanpa hasil itu. Tang bernomor "Lubang nyamuk" dekat Kota Zweifall merupakan bekas tempat penghancuran bebatuan. untuk pertama kalinya. Satuan pencari yang terlatih berdatangan. mereka belum juga pulang. Tempat yang tidak terpakai di sebuah pertambangan itu terletak di tepi hutan Huert. pemadam kebakaran. Polisi. Salah satu bentuknya. tak seorang pun melihat Tom dan Sonya. Tom (11) dan Sonya (9) diasuh orangtua mereka dengan penuh perhatian. Sekitar pukul 18. pukul setengah enam sudah pulang. Gudrun dan Uwe mulai gelisah.

Gemuruh pesawat terbang angkatan bersenjata Jerman melayang-layang di atas kawasan sekitar Eschweiller dengan kamera khusus jarak jauh. Informasi lain. Ia begitu saja meninggalkan barang bukti yang mudah dilacak di lokasi kejahatan. Seminggu berlalu sejak hilangnya Tom dan Sonya. tubuhnya dibuang begitu saja di hutan. Pihak kepolisian mengambil sejumlah gambar. Para penyelidik mengetahui. Ini di luar dugaan. Sejumlah organisasi bantuan ikut serta. Gadis cilik itu kemungkinan masih hidup. Atau. tang itu diperiksa untuk mencari jejak DNA. Yang pasti. Kalau dugaan itu benar. di bagian kriminologi kepolisian Duesseldorf. Sejumlah pakar kriminologi kembali membutuhkan waktu seharian penuh untuk bisa memastikan. bahwa mayat itu memang Sonya. Sebuah uji air liur dilakukan pada 2. "Pokoknya jangan membayangkan kondisi mayat yang lebih baik. berupa temuan tang dengan cetakan nomor 1083. Juga regu penolong dari ordo Maltese di Eschweiller.400 petunjuk dari penduduk diterima. Polisi sama sekali tak menyebutkan. apakah gadis itu telah mengalami pelecehan seksual. Bagai seonggok sampah.pembunuh Tom. tergeletak sesosok tubuh manusia diikat plester. Anjing-anjing pelacak dilibatkan. Para pejalan kaki menemukan mayat itu sekitar pukul 14.00. Antara lain. Saksi mata itu masih ingat. Awalnya." saran polisi itu sebagai jalan tengah. Lebih dari 1. Si pengemudi tidak tampak berupaya menghentikan mobil di jalan raya. Pencarian terhadap adik Tom dilanjutkan. Sangat menarik perhatian. "Bagaimana gambaran kondisi mayat itu?" tanya seorang reporter keras kepala kepada polisi di komisi pembunuhan. Hari itu Minggu yang dingin di Kota Eifel. itu memang kejahatan seksual. polisi berniat melakukan penjaringan besarbesaran. DNA dari Sonya dan dua pria. Delapan puluh orang bekerja di komisi pembunuhan di Kota Zweifall untuk mengungkap kasus ini. Tanggal 8 April para pakar di kantor kriminal setempat di Duesseldorf mendapatkan titik terang.000 pria di Eschweiller yang berusia 101 . Lima ratus polisi melacak semua kawasan hutan di sekitar Eschweiller. Karena tak seorang pun bisa dicurigai. di dalamnya ada seorang anak sedang memukul-mukul kaca mobil. Wajah seorang gadis kecil yang semasa hidupnya menampakkan keceriaan. tampaknya si pembunuh sangat ceroboh. Ratusan kilometer jalan tol arah ke selatan Eschweiler di hutan Bucher Wald dekat Blankeheim. polisi berpikir pelakunya satu orang seperti umumnya terjadi pada kejahatan seksual. seorang pejalan kaki di Stolberg mengaku pernah melihat mobil kecil hitam. Mereka memastikan menemukan tiga jejak DNA yang jelas pada tang yang ditemukan di dekat mayat Tom. jangan-jangan itu dilakukan dengan sengaja untuk maksud tertentu? Entahlah. mencari tempat-tempat yang dicurigai. mobil itu membunyikan klakson terus-menerus dengan ban mendecitdecit.

Sudah enam tahun ini Wirtz bertugas sebagai penolong di bagian bencana ordo Maltese. Bukan dari panggilan hatinya yang dermawan. Pria berwajah tak mencolok. Apa hubungan Markus dengan korban? Tidak ada. Lama sesudah upacara pemakaman selesai pun. orang tersebut tak menyadari. Petugas yang mengelola situs kepolisian Kota Aachen melihat suatu hal aneh. para pembunuhnya warga Eschweiler seperti mereka. Markus Wirtz merasakan dorongan yang menggebu-gebu untuk menjadi orang menonjol. Wirtz hidup sendiri di sebuah apartemen Souterrain di Jalan Nordstrasse di Eschweiler. Di antara dengung percakapan itu terdengar komentar marah salah seorang pelayat. ramah. Mereka tak habis mengerti. Ia memang anak mami. Diincar polisi Pria muda Markus Wirtz (28) mengendarai Fiat Punto. Titik terang mulai muncul. Sebagai ahli elektronika dan gemar mengutak-atik komputer.40 tahun." ucap marah seorang pria kurus bertubuh sedang berusia awal tiga puluh. ia memerlukan jenis peralatan tang yang pernah ditemukan di dekat mayat Tom. berusia antara dua puluh lima sampai lima puluh tahun. ia pernah bercerita tentang sejumlah wanita "yang pernah ditidurinya. mobil kecil warna hitam. Mungkin itulah upacara pemakaman terbesar dalam sejarah kota kecil itu. ibunya sudah menanti dan menyiapkan roti mentega. wajah Markus cocok dengan gambar dari raut-raut pelaku yang telah dibuat gambarnya oleh kantor kriminal setempat. Tak heran bila ia hadir dalam setiap rangkaian upacara pemakaman Tom dan Sonya.antara 20 . Ia juga bercerita berapa banyak orang di organisasi ordo Maltese yang hidup mereka sudah ia tolong. Di Bar Pflaumenbaum. Ada seseorang yang telah sebanyak 36 kali mengunjungi situs tersebut. "Babi-babi jahanam itu harus disembelih jadi empat bagian. Setiap malam sepulang dari Bar Pflaumenbaum. dan memang tak pernah memiliki. bahwa siapa pun yang mencari situs di bagian pembunuhan itu akan dicatat. Markus Lewendel. Ia pun bukan warga masyarakat yang dianggap sukses. mengapa di kota kecil itu terjadi pembunuhan ganda terhadap anak-anak. para pengunjung pemakaman tetap berdiri dan terus bercakap-cakap. Biasanya ini menjadi upaya terakhir polisi dalam memecahkan kasus-kasus sulit. tapi lebih untuk menghindari wajib militer. Ucapan itu berulang kali ia katakan kepada hampir ke semua kenalannya. Selain itu. akan ketahuan. 102 . Mungkin ia mewakili kemarahan serupa dari warga Eschweiler. Siapa yang berulang kali mengeklik. seperti terlihat oleh saksi mata di Stolberg. Apalagi diduga. Pada saat yang sama. karena hampir semua penduduk kota menghadirinya. teman wanita." Teman-temannya menertawai Wirtz karena tahu ceritanya bohong belaka. Ibunya masih selalu mencucikan bajunya dan hampir tiap hari membuat masakan untuk Wirtz. Dari internet Tanggal 11 April. Rupanya. jenazah dua kakak beradik Keluarga Spreeberg dibawa ke pemakaman Katolik di Eschweiller. Ia memang tampak prihatin dengan kejadian menyedihkan itu. Ia tak mempunyai. Ia hanya warga biasa yang pekerjaan sehari-harinya menjadi induk semang dan tukang bersih-bersih gedung. Ia baru saja pindah dari rumah orangtuanya.

matanya berbinar-binar. Dengan surat perintah pemeriksaan. Ia hidup membujang. Markus Wirtz juga pernah memiliki tang-tang yang digunakan untuk menyiksa si kecil Sonya. tiap orang di bar tahu pula. tapi tidak berhasil. Di sebelahnya duduk temannya. "Mereka tidak mau mendengarkan saya. Mereka menemukan sebuah tang yang sama dengan tang nomor 637." Jadi. Saya pantas menjadi ketua. Ia sering bertengkar dengan anggotaanggota muda di Junge Union mengenai pengiriman bir dan harga karcis masuk untuk pesta Junge Union. Ia pergi dengan mobilnya. Februari 2003. bahkan ia sama sekali tak pernah punya teman wanita. Ketika organisasi Junge Union di Ewschweiler pada November 2002 tidak bisa menemukan seorang pengganti untuk jabatan ketua Wirtz yang anggota partai CDU. Salah seorang tetangga ingat. lantas memperkenalkan dirinya-sendiri. bar terjelek di Eschweiler. kepeminpinan tidak berjalan mulus." kilahnya. Si induk semang yang melambaikan tangan. Di mana Wirtz? Pihak kepolisian menanyai para tetangganya. "Karena urusan kerja dan pribadi. Partai Kristen Demokratik. Kakaknya yang berusia 15 tahun lebih tua mencoba menggantikan peran ayah dan ibu bagi Markus. Para penyelidik dari komisi pembunuhan segera bertindak ketika kecurigaan jatuh pada Markus Wirtz.Namun. maupun di tempat kerjanya." keluhnya selalu kepada para pendahulunya. wajah si anak bawang ini berseri-seri. Markus membawa nilai-nilai rapor yang jelek ke rumah. karena tiadanya calon-calon pilihan lain. 103 . terakhir kali melihat Wirtz beberapa hari sebelum Paskah. pernah mendapat larangan keluar rumah. Tiap malam ibunya menjadi pelayan di Bar Em Joldene Klomp. Markus tumbuh di rumah ibunya. Wirtz dipilih menjadi ketua. Ia juga keluar dari CDU. Diduga. Mobil Fiat hitamnya pun tidak ada di garasi bawah tanah. "Saya sanggup. Ia memang sangat mirip dengan sosok pelaku seperti halnya Wirtz. Orangtuanya bercerai ketika ia baru berusia 3 tahun. ketua bertubuh pendek itu diwawancarai koran lokal. para petugas kepolisian masuk ke apartemen Wirtz. Pada malam pemilihan ketua. dan sering punya rasa takut terhadap orang asing. Bagai tambah tinggi sepuluh sentimeter. Markus Lewendel. Dengan saudara lelaki dan perempuannya. Kadang-kadang ia membawa tamu langganannya ke rumah. Markus Lewendel berasal dari keluarga berantakan. Bahkan. ia meletakkan jabatan karena putus asa. menampakkan wajah gembira. pria bertubuh 1. Hanya sekali-sekali pria pendek itu menjadi orang terkemuka.65 m itu menjadi panutan bagi teman-teman separtainya. Namun. Namun. Suka berkaus oblong Markus Lewendel (33) tinggal berhadap-hadapan pintu apartemen dengan Wirtz. Angela Markel. Sebuah analisis kilat yang dilakukan pihak kepolisian membuktikan. bahwa jam-jam tugasnya di dinas kebersihan dihabiskannya dengan nongkrong di bangku-bangku pertandingan sepakbola antarkota dan pertemuan-pertemuan persiapan arak-arakan. karena tak mampu ikut mendukung arah politik ketua partai CDU pusat. Mereka tidak menemukan bujang lapuk itu di rumahnya. ibunya tidak punya waktu untuk si kecil Markus.

ia pergi dari Eschweiler. 104 . Tentu saja lamaran si pengangguran tak terdidik itu tak mendapat perhatian selayaknya. orang-orang menduga itu upaya untuk menutupi tumornya. Status Lewendel yang paling dikenal adalah menjadi induk semang sebuah apartemen keluarga yang dibangun tahun 1990-an di Jalan Nordstrasse. Pria muda itu tak pernah punya SIM. Meski sempat bekerja beberapa bulan di sebuah dinas pertamanan. Sikapnya sering kali menjadi sedemikian keras. Terutama bila berurusan dengan anak-anak tetangga.demikian julukannya . Selanjutnya ia menjadi tukang cat. itu hasil diagnosis dokter spesialis di klinik Kota Aachen.suka memakai kaus oblong polisi warna hijau. Ketika wanita itu hendak menyampaikan keluhannya ke Lawendel. duduk-duduk di bangku taman dan memandangi anak-anak saat bermain bola. Dengan lamaran ke sebuah perusahaan Swis di koper dokumennya. Namun. tidak seorang pun tahu." Teman satu-satunya si induk semang adalah Markus Wirtz. Ia jadi penganggur. Anak-anak juga tidak boleh bermain bola di lapangan rumput belakang apartemen. Harapannya kandas. Lewendel berkilah. Jadi. Si Centeng . Berjam-jam lamanya mengawasi anak-anak yang bermain langsung di belakang apartemennya di lapangan sekolah dasar. ia diterima si tuan rumah dalam keadaan tanpa busana. Lewendel punya banyak waktu luang. ia sering bertengkar. Lewendel melupakan rasa putus asanya di Bar Pflaumenbaum di lorong jalan bersama Wirtz dan beberapa orang gagal dari Eschweiler. untuk mengumpulkan sampah-sampah di taman-taman. Ia ingin mengendarai mobil sport. tetapi keinginannya muluk-muluk. karena kecurigaan juga mengarah kepadanya. keraguan pun hilang. Selain itu. Kemudian. Mereka tidak boleh berisik dan membuang sampah sembarangan. Listrik di apartemen seorang wanita muda ia putus. Ia selalu mengeluh sakit kepala dan punya gangguan mata. menawarkan jasa untuk urusan tetek bengek. apa sebenarnya penyakit Lewendel. Lewendel tidak berhasil mendapatkan pekerjaan. komisi urusan pembunuhan kota Zweifall mencari Lewendel di apartemennya. pekerjaan itu ia tinggalkan. Kadang-kadang ia berdiri di depan jendela dengan sebuah teropong dan mengawasi anak-anak kecil itu. Kemudian ia lebih banyak tertarik kepada para wanita penyewa apartemen. dan peduli. Lewendel juga mengelak dari wajib militer di angkatan bersenjata Euskirchen. Ia hanya ingin dilihat dengan topi base ball. Si penyewa memprotes dan mengadukan kejadian itu kepada polisi sebagai pelecehan seksual. tidak ada informasi jelas mengenai pekerjaannya di luar Nordstrasse. ia bercerita mengenai tumor otak yang tumbuh sedemikian cepat dan tidak bisa dioperasi. Ketika uji dengan jejak-jejak yang ditemukan di mayat Tom juga sesuai. Saya takkan melakukannya lagi. dahulu pernah jadi polisi. Ia mengurus mesin otomatis pencuci baju. ia mencoba bekerja sebagai pembantu gudang. "Itu cuma bercanda. mengambili benda-benda yang bisa digunakan untuk pemeriksaan DNA. Katanya. Kepada pelayan bar. Kepada seorang tetangga ia bercerita. Kedua pria itu senang duduk bersama di depan komputer dan bermain balap mobil. Lewendel merupakan pria pemurung dan aneh. lalu kembali menganggur.Selulus SMU.

mereka menyusuri sepanjang sungai dengan wajah menampakkan rasa kehilangan dan bingung. mobil Fiat Punto hitam Wirtz bisa dikenali di jalan tol A2 di Swis antara Zurich dan Basel. Di kaca spion mobil bergelantung sepatu bayi putih. pemakaman St. Sonya dan Tom. Bahkan para psikolog. Sedangkan Markus Lewendel. Peter-Paul menjadi tempat peristirahatan terakhir anak-anak mereka. Semuanya itu mempertimbangkan perasaan orangtua anak-anak itu. dapat dengan tenang menghadiri pemakaman sambil mengeluarkan sumpah serapah. yang bersepeda melewati pemakaman itu. Banyak orang mencoreti tembok apartemen di Jalan Nordstrasse itu dengan tulisan "Hanya kematian yang pantas bagi pembunuh-pembunuh Sonya dan Tom. Wajah mereka pucat dan mata sembap karena kebanyakan menangis. memilih bungkam seribu basa." ujar seorang pria pensiunan. Polisi lalu menangkap kedua pria bernama depan sama itu. Wirtz dan Lewendel mengaku telah membunuh kedua anak Spreeberg." Hari Jumat Agung di Eschweiler. yang dimintai komentar dan diagnosis kilat. bersama teman-temannya dari organisasi ordo Maltese. Kembali ke Aachen. Kisah nyata/Stern/Marina 105 . Para penegak hukum tidak mengeluarkan rincian mengenai jalannya pemeriksaan dan hasilnya tentang kejahatan yang ternyata telah direncanakan tiga minggu sebelum kejadian. Sungai kecil mengalir di antara semaksemak rerumputan hijau melewati kawasan itu. Markus Wirtz. Mengenakan baju berkabung hitam. Semuanya lima puluh lilin. Matahari pagi memancar di kawasan Inde. Di tepi sungai seberang." Hanya selang sehari. karena dugaan pembunuhan bersama terhadap Tom dan Sonya. "Musang berbulu domba. Beberapa orang berjalan sambil menggiring anjing mereka. pada hari Kamis." desahnya. Pasangan suami-istri Spreeberg yang meninggalkan kediaman nyaman mereka di Inde tak cocok dengan gambaran suasana pagi musim semi itu. Dua tanda salib kayu berada di lautan bunga yang mulai melayu. di malam menjelang Jumat Sengsara kematian Yesus Kristus. Apakah Tom dan Sonya disiksa dan dibunuh karena nafsu sadis? "Semoga saja peristiwa sadis ini tak terjadi lagi. Burung-burung merpati bersiul-siulan di dahan pepohonan di tepi sungai. Seorang wanita tua menyalakan lagi sinar-sinar abadi dari lilin-lilin yang padam. secara bersama-sama. ikut mencari mayat anak-anak itu.Pengakuan dua Markus "Dicari! Markus Wirtz dan Markus Lewendel dari Eschweiler. Penggemar joging mengitari lintasan.

Murakoshi selalu pulang jauh sebelum pukul 18. Namun. dengan perut lapar tentunya. Semilirnya menyejukkan badan. mereka akhirnya mendatangi kantor polisi terdekat. Jepang. untuk sementara. angin bertiup pelan. Mereka melaporkan hilangnya Murakoshi. putra pertama mereka itu tak kunjung pulang. Tokyo. bercanda sebentar. temannya yang berusia lebih tua. sehingga Murakoshi menurut saja diajak pergi menjauhi tempat tinggalnya? Orangtua Murakoshi baru sadar. membuat orangtua Murakoshi merasa aman. sesuatu yang kurang beres terjadi pada anaknya. Karena memang tak pernah ada kejadian apa-apa. tak pernah tahu kalau saat itu. Tokyo. dan gedung-gedung beton. Polisi terpaksa harus menenangkan Toyoko.15. berjalan-jalan di sekitar taman. Yoshinobu. Toyoko. Pak. yang tak menyadari. apalagi biasanya ditemani anak-anak tetangga. dari 171 kasus pembekapan bocah bermotif uang tebusan yang dilaporkan di Jepang. di Taito Ward. Apakah pembunuhan. nun jauh di sana. atau si anak sekadar mampir ke rumah temannya? "Mudah-mudahan bukan penculikan." Toyoko meradang. Keasyikan seorang bocah. Murakoshi sudah biasa bermain di taman yang memang disediakan untuk warga sekitar. polisi segera bergerak cepat. sejumlah detektif mengejar keterangan Kikuo di rumahnya. istri Yoshinobu.00. Bingung dan khawatir. Padahal biasanya. orang asing itu bahkan sempat mengajak Murokoshi bercakap-cakap. pada pukul 19. bercerita kepada polisi yang mencatat laporannya. menanti kesempatan untuk merenggut keceriaan masa kecilnya. Statistik yang tentu saja membuat kecut hati para orangtua! Titik terang Kikuo Untuk memperjelas persoalan. tampak asyik bermain di sebuah taman yang terletak tak jauh dari rumahnya. 106 . Sebab. Seorang anak laki-laki berusia empat tahun. Yah." timpal seorang petugas jaga kepada rekan detektifnya.1993. 31 korbannya tewas dibunuh penculiknya. ibu muda yang baru berusia 28 tahun. yaitu para tetangga dan teman-teman Murakoshi. Jawaban Kikuo sedikit memberi titik terang. persisnya kantor polisi Higashi Iriya. ketika sampai menjelang jam enam malam. Setelah menanyai sejumlah saksi mata. sang ayah. hasilnya nihil. polisi mendapat informasi. kontraktor berusia 34 tahun. Saking seringnya bermain di taman itu.00 tiba. 31 Maret 1963. si anak hilang itu terakhir kali terlihat bermain dengan Kikuo. memang hanya itu yang bisa mereka lakukan. Begitu sarat emosi. anaknya tiba-tiba dihampiri orang tak dikenal. Murakoshi Yoshinobu. Makanya. tokotoko. sehingga menganggap tak perlu lagi mengawasi anaknya. sebelum akhirnya raib entah ke mana. sepasang mata mengawasi. Bujukan macam apa yang dikeluarkan si orang asing. Karena mereka belum bisa memastikan. penculikan. "Taman tempat dia bermain itu letaknya di seberang jalan. Dibantu para kerabat dan tetangga. pada tahun 1945 . Sebuah taman kecil yang berhimpitan dengan blok-blok rumah warga. kasus apa yang sebenarnya tengah mereka hadapi. Tanpa membuang waktu. Yoshinobu juga tak tahu. persis di depan rumah kami. Selama ini saya tak pernah khawatir ia bermain di sana. DIKENALI DARI SUARANYA Sore itu. Semoga bukan penculikan. Yoshinobo mencoba menemukan Murakoshi dengan menyisir daerah sekitar taman.

ketika kami sedang mengisi pistol air Murakoshi. saya lalu meninggalkan mereka berdua. Di saat-saat terakhirnya. Polisi juga menanyai ciri-ciri pria asing yang membawa pergi Murakoshi. Orang itu mengajak ngobrol Murakoshi. gencarnya pemberitaan dan banyaknya poster yang disebarkan membuat hati si penculik (jika memang benar Murakoshi 107 . Polisi juga mulai mencari motif. Pihak keluarga berharap. Seorang detektif datang ke rumah Yoshinobu. kaus kaki biru tua. polisi belum berani menyimpulkan secara resmi. agar tak melanjutkan aksi kejinya. Berdasarkan data." jawab Kikuo lancar. Mereka terus menunggu kontak dari penculiknya. fakta. Karena sudah ada yang menemani. tingginya sekitar 160 cm dan memakai jas parasut warna abu-abu. Menurut Kikuo. ia memakai sweater hitam. polisi menyebarkan ciri-ciri Murakoshi. jika penculik Murakoshi bersedia menyerahkan diri. ternyata masih ada lagi satu ciri fisik penting si pria asing yang luput dari perhatian Kikuo. Selain mereka berdua. Tapi kemudian. Agar pencarian berjalan efektif. ketua Asosiasi Pengacara Jepang. Seorang pejabat polisi. Namun. Tanggal 3 April 1963. mengimbau pembebasan Murakoshi. Baik dengan sesama teman kerja maupun rekan bisnis di luar perusahaan. Hanya sampai di situ keterangan yang dapat dikorek polisi dari anak lakilaki yang tadinya diharapkan menjadi saksi kunci. Sejumlah media cetak terbitan Tokyo ikut mengekspos kisah hilangnya bocah yang dikenal selalu ceria itu. Maruyama Tasaku. si pria masih muda. masih banyak lagi "orang penting" yang ikut berbicara di media. Tadinya kami bermain bersama. Namun. seluruh Tokyo bak larut dalam lautan duka mendalam yang menimpa keluarga besar Yoshinobu. poster Murakoshi mulai dicetak secara besar-besaran dan disebarkan ke seantero kota. Belakangan. kaus oblong. terutama saat terakhir kali meninggalkan rumah. kasus Murokashi tak lagi menjadi milik polisi dan warga sekitar. karena tampaknya kasus ini mengarah pada penculikan." Kikuo mengangguk. dugaan polisi masih belum berubah: kasus hilangnya Murakoshi kemungkinan besar penculikan. Lelaki pembawa lari Murokashi itu ternyata berkaki pincang. Lolos jebakan polisi Setelah beberapa hari tak ditemukan."Memang benar. dan celana panjang kuning setrip hitam-abu-abu." "Hanya itu?" "Hanya itu yang saya tahu. juga menjanjikan "perlakuan khusus". dengan rambut dipotong pendek layaknya anak-anak kecil di Jepang saat itu. Sejak pemberitaan gencar itu. sejauh ini belum ada nama yang dianggap pantas masuk daftar orang-orang yang dicurigai. saat ditanya wartawan. datang seorang laki-laki. "Kamu sempat mendengar pembicaraan mereka?" tanya seorang detektif. dan laporan yang masuk. karena saya langsung pergi. "Pria itu menegur duluan. menanyakan apakah pengusaha muda itu punya masalah di kantor. bahkan secara resmi menyampaikan permintaan pada penculik. dan sepatu hitam. Mereka ngobrol soal pistol-pistolan yang dipegang Murokoshi. Esok harinya. Tingginya sekitar satu meter.

Letakkan uangnya di truk ketiga dari depan. "Anda benar-benar akan membawa uangnya.berdering. saya akan bawa uangnya. Showa Dori." si penculik mengancam. Shinagawa. Di ujung jalan. tanggal 6 April. betul. Begitu juga dengan kasus pembekapan dengan tebusan Kim Min Soo. tentu. mereka memang benar-benar berhadapan dengan penculik bocah." "Boleh 'kan?" 108 .. "Tapi ingat. sehingga memutuskan "menyerah"." "Dia akan jadi sopir saya. 'kan?" bunyi suara di seberang sana. kasus penculikan itu akhirnya berujung damai. setelah sempat dibekap selama dua bulan. Si bocah pun kembali ke pangkuan orangtuanya dengan selamat.yang telah lama disadap polisi . penculik Murakoshi menelepon. Bagaimana?" "Mmmmm. Saya akan datang sendirian. telepon di rumah orangtua Murakoshi . Sekali lagi saya ingatkan. Ia meninggalkan korbannya tak jauh dari sebuah stasiun rel bawah tanah Shinjuku. seorang bocah asal Korea Selatan di Chiba. Apakah taktik serupa mempan untuk menekuk penculik Murokashi? Tentu saja waktu yang akan membuktikan. ramainya pembicaraan tentang nasib bocah yang tengah menjadi "anak kesayangan" Tokyo itu membuat penculiknya tahu alamat dan nomor telepon keluarga korban. Shinagawa Motor?" "Ya. Alhasil. "Bagaimana kalau saya ditemani seorang anggota keluarga?" "Mmmm." "Tidak masalah. tidak ada orang lain. Kalau tidak . Beberapa bulan sebelumnya. meminta uang tebusan. dering telepon itu sekaligus memastikan.diculik) luluh. Anda akan melihat Sunagawa Motor Company. Di mana harus saya serahkan?" ulang Yoshinobu "Datanglah ke Jln. Namun.. Contoh keberhasilannya sudah ada. dan seperti diduga sebelumnya. Untuk pertama kalinya sejak dilaporkan raib. Setelah diberitakan secara luas. cara seperti ini lebih efektif ketimbang memburu langsung si penculik. sehingga tak melanjutkan niat jahatnya. sebaiknya Anda datang sendirian. Orang dewasa yang memanfaatkan ketidak-berdayaan bocah-bocah tak berdosa. pemberitaan meluas di media massa seperti ini pernah terjadi pada kasus penculikan terhadap seorang anak perempuan.." Yoshinobu agak gugup." "Maksud Anda. Anda harus sendirian. Kadang. Di mana harus diserahkan?" "Apa?" "Uangnya. Ada lima truk yang diparkir di sana. Salah satu pelaku tindak kriminal yang paling mereka benci. Bertubi-tubinya "hantaman" media massa. "Tentu. tampaknya membuat si penculik stres. setidaknya. Buat polisi.

Tak ada yang bisa memperkirakan. tapi terlambat. polisi langsung melakukan persiapan. Di luar stasiun kereta api serta rumah keluarga. Terbukti. makin banyak pihak yang mengkhawatirkan nasib anak tak berdosa itu. Di stasiun-stasiun kereta api bawah tanah. Murakoshi yang malang. sandera tetap di tangan. yang dicetak sejumlah media tulis. Polisi mencoba menyisir lokasi kejadian. sejak anaknya diculik. buat apa lagi menyimpan sandera? Bukankah keberadaan si bocah justru menjadi beban yang sangat merepotkan? Hanya ada dua pilihan yang dimiliki si penculik. jika si penculik sudah mendapatkan semua yang diminta. Berbagai LSM mendesak penculik agar tak menjadikan bocah tak berdosa sebagai tameng kehajatannya. bahkan sampai festival anak selesai dilaksanakan. bulan berganti. kerabat. Sayangnya."Okelah. melepaskan sandera atau membunuhnya. ikut bersuara. membantu polisi mencari Murakoshi. tanggal 5 Mei. Sampai nanti. Untuk mengatasi kebuntuan. sesuai petunjuk penculik. Gagal berulang tahun Sejak gagalnya "transaksi" penyelamatan Murakoshi. seperti dilansir sejumlah media cetak. Namun. Murakoshi dibebaskan sebelum ulang tahunnya yang kelima. Logikanya. Kegagalan tadi jelas berimplikasi besar. karena si penculik dan uang tebusan Yen 500. Nah. polisi bahkan memperbanyak dan menyebarkan rekaman percakapan telepon antara si penculik dengan orangtua 109 . sebagian besar bergerak secara tak resmi. Total jenderal. Mereka menempatkan lusinan detektif berbaju preman di sekitar titik pertemuan. betapa Toyoko tak pernah bisa benar-benar tidur. tapi bisa juga tak akan pernah terlihat lagi. Namun. Tanda itu dianggapnya sebagai isyarat agar mengambil rute terdekat dan segera menyerahkan uang tebusan yang telah disiapkan." Menyadari pentingnya "transaksi" yang akan dilakukan. tak kurang dari 700 ribu orang menjadi sukarelawan. Si penculik menjadi orang yang benar-benar "beruntung". Berbagai tulisan tentang ibu kandung Murakoshi. kemungkinan kedua inilah yang ditakutkan warga kota.000 telah kabur entah ke mana. Akibatnya. 17 April nanti. dia bisa saja kembali. "Saya berharap. Sopir Yoshinobu salah memahami kode lambaian tangan yang dilakukan seorang perwira polisi. mereka bahkan baru sampai ke titik penyerahan uang tiga menit setelah tebusan ditaruh. terasa menyentuh. para kepala stasiun berinisiatif mengumandangkan himbauan agar si penculik membebaskan Murakoshi. Keteledoran kecil yang dilakukan kerabat sekaligus sopir Yoshinobu berdampak sangat besar. hasilnya ternyata mengecewakan. tahun pun bergulir." harap Toyoko. polisi di lapangan tak lagi terkoordinasi. Pelaku penculikan lolos begitu saja dari jebakan polisi. Toyoko. Dalam tulisan itu diceritakan. Para politisi pun tak mau kalah. Murakoshi tak juga kembali ke rumah. imbauan dan gerakan moral menuntut Murokashi dibebaskan pun makin sering terdengar. sampai hari ulang tahunnya tiba. hari berlalu. Setiap tahun kami sekeluarga selalu ke sana. jejak si penculik masih juga misterius. dan tetangga. Uang didapat. permintaan Toyoko tampaknya hanya akan menjadi sekadar permintaan. Saya juga ingin membawanya ke festival anak. bagaimana nasib bocah itu kini. Himbauan yang disampaikan secara berkala itu menunjukkan keprihatinan mendalam masyarakat Tokyo atas raibnya Murakoshi. meskipun rencana penyergapan yang mempertaruhkan nyawa bocah tak berdosa itu dipersiapkan dengan matang.

dia belajar teknik servis jam di Ishikawa. Kohara yang berasal dari utara Jepang (dialeknya cocok dengan dialek penculik hasil rekaman polisi) adalah pelaku sejati penculikan Murakoshi. banyak juga telepon masuk ke kantor polisi. dua tahun tiga bulan setelah kasus penculikan Murokashi pertama kali dilaporkan. Dari rekaman suara itu terungkap pula. Toh aparat penegak hukum tak pernah putus asa. pelaku kerap menggunakan istilah-istilah yang berhubungan dengan dunia militer. Penyelidikan terus bergulir. ke stasiun-stasiun radio dan televisi. dia meninggalkan banyak utang di mana-mana. Kohara mengadu nasib di belantara Tokyo ketika menginjak usia 27 tahun. setelah diselidiki lebih jauh. Pria 29 tahun. 110 . terserang penyakit tulang ketika duduk di kelas 5 SD. Anak petani miskin yang memiliki 10 saudara itu. seiring peresmian kereta api cepat Shinkansen dan status Tokyo sebagai tuan rumah olimpiade. ketika dia ditahan karena pencurian. dengan gaji Yen 24. perhatian warga terhadap kasus Murakoshi mulai terpecah. sulit buat polisi menemukan jalan keluar kasus ini. mendapat sambutan luar biasa. Sepertinya. kota kecil tak jauh dari kampung halamannya. polisi Jepang mengirim dua sampel rekaman suara ke Amerika Serikat untuk diperbandingkan.berbekal kaset rekaman tadi . sedangkan sampel kedua. justru ketika hampir semua orang sudah melupakan tragedi yang menimpa anak kesayangan Yoshinobu.ikut memberi penilaian atau informasi yang langsung mengarah pada pelaku. Kirim rekaman ke Amerika Ajaibnya. agar khalayak .korban. sehingga kadang harus dilunasinya dengan melakukan tindak kejahatan. Polisi yakin. Umur 15. Bahkan hidup-mati Murokashi pun tak diketahui. Bosan tinggal di kampung. Rekaman itu menjadi bahan perbincangan menarik di media massa. dialek si penculik menunjukkan dia berasal dari Tohuku. uang sebesar itu tak sebanding dengan kebutuhan hidupnya di kota sebesar Tokyo. tahun 1964. Sebelum terlibat kasus penculikan Murakoshi. bisa juga lebih.000 per bulan. polisi mengumumkan keberhasilannya menemukan jejak tersangka penculikan. sehingga satu kakinya tak dapat berjalan normal. dua kali di antaranya membuat penjahat kambuhan ini masuk bui. berisi rekaman suara penculik saat meminta uang tebusan di telepon beberapa tahun lalu. Kohara Tamotsu. Namun. polisi belum atau tidak menemukan bukti-bukti keterlibatan orang-orang yang dilaporkan sebagai pemilik suara mirip penculik Murakoshi itu. tapi buat Kohara. Dia mendapat pekerjaan sebagai tukang servis di sebuah toko jam. Pelaku diperkirakan berusia sekitar 40-an tahun. Sampai akhirnya. rata-rata menyatakan "sepertinya mengenal" orang yang suaranya mirip dengan suara penculik di kaset rekaman. Hasil penyelidikan yang melibatkan 30 ribu polisi dan 13 ribu calon tersangka itu. Selain komentar. Tujuan polisi. sebuah daerah di utara Jepang. yang sudah beberapa kali keluar-masuk penjara (termasuk tahun 1956. Sampel pertama berisi rekaman suara Kohara paling akhir. Tak heran. mulai mengerucut pada sebuah nama. setidaknya Kohara telah lima kali ditangkap aparat kepolisian. Untuk lebih meyakinkan. Menurut para ahli bahasa. Utang itu makin lama makin menumpuk. data yang dijadikan dasar penelusuran polisi) terakhir melakoni pekerjaan sebagai tukang servis jam tangan. menurut aparat penegak hukum. Gaji yang sebenarnya lumayan. persisnya Juni 1965.

Guna membungkam kebandelan Kohara. Ketika melihat Murakoshi di sebuah taman kecil. Dalam rasa lelahnya. Karena tidak ingin mengundang perhatian orang banyak. 111 . Namun. Bahkan Kohara bersikukuh tak pernah melakukan penculikan seperti yang dituduhkan kepadanya. pengadilan memutuskan Kohara sangat layak dijatuhi hukuman mati.Hasilnya. tanpa bantuan orang lain. dini hari itu juga polisi langsung mengecek pekuburan di belakang Kuil Ensutji. di sebuah tempat sepi di lingkungan kuil. Kohara sebal. Tak lama kemudian. lalu jalan-jalan menjauhi kawasan tempat tinggal Murakoshi." jawabnya mantap. Motifnya semata demi uang. polisi yang bertahun-tahun menyelidiki kasus ini. polisi akhirnya merencanakan interogasi maraton. Dia kerap berpolah tidak kooperatif. meski telah didukung oleh bukti ilmu pengetahuan. disajikan berbagai fakta. saya sedang ada di rumah. Benar saja. mereka mendatangi lokasi penemuan mayat. Sekitar pukul 22. karena di perjalanan. Sialnya. Yang terdengar hanya bunyi denting pacul dan peralatan lain untuk menggali. Kerja keras polisi akhirnya berbuah manis. Kohara tergolong cerdas. Dia mengaku menculik Murokashi seorang diri. meski alibinya itu tak didukung saksi mata. Mayatnya sempat disembunyikan di gudang. termasuk uutang-utangnya yang langsung lunas pasca penculikan Murakoshi. mereka sampai di Kuil Entsuji. Namun. Kepedihan itu sedikit terobati ketika pada 1967. saat terbentur batu-batu kerikil. polisi tetap mengharapkan pengakuan Kohara. tepatnya tanggal 23 Desember 1971. di lokasi penggalian. Apalagi jika tuduhannya tindak pidana berat. "Saat kejadian itu berlangsung. Murakoshi terusmenerus merengek minta pulang. Kohara memutuskan membungkam mulut Murakoshi. Orangtua korban yang diberi tahu soal penemuan mayat anaknya tampak sangat terpukul. Di Jepang pengakuan tersangka tetap menjadi dasar paling kuat untuk menjebloskan seseorang ke penjara. antara tanggal 3 Juli dan 4 juli 1965. hidup Kohara berakhir di tiang gantungan di Kosuge. Berdasarkan pengakuan Kohara. walaupun kecerdasannya itu tampak nyata. lebih sering dimanfaatkan untuk menipu dan berbuat tidak jujur. "Ini benar sepatu Murakoshi?" tanya seorang polisi. Harapan menjumpai Murakoshi dalam keadaan hidup pupus sudah. lantaran terbelit utang yang menggunung. atau alibinya yang dengan mudah dipatahkan karena tak didukung saksi mata. pas bin cocok. sebelum akhirnya dikuburkan di pekuburan belakang kuil. selamanya. Arakawa Ward. Celananya juga. Setelah itu. mengajak ngobrol. Setan membisikinya untuk membujuk bocah yang sedang bermain pistol air itu. dari hari ke hari. "Ya. Buah hati Yoshinobu itu dicekik sampai meninggal. Tokyo.00 waktu setempat. mereka menemukan sisa tulang belulang Murakoshi. Tokyo. Minami Senju. niat jahat langsung terbersit di hati Kohara. Dua suara yang diperbandingkan disimpulkan berasal dari satu sumber. dan banyak orang yang masih menginginkan Murakoshi dapat kembali bermain dengan teman-teman sebayanya. Kohara mengaku. Di usia 38 tahun." papar sang ayah pelan. suasana berubah hening. Kohara didesak dengan berbagai pertanyaan. sikap Kohara justru makin menyebalkan. tak jauh dari batu nisan bertuliskan "Ikeda". Tak ada kata-kata yang sanggup melukiskan kepedihan hati orangtua Murakoshi. Untuk ukuran seorang penjahat.

Suasana lengang. Begitu keluar menuju garasi.. Jangan-jangan ." bantahnya. Ceritanya. Beberapa orang petugas keamanan menghentikan mobil mereka di pintu masuk. Ah. Sudah tiga jam Maud Aken mondar-mandir di ruang tamu. Biasanya Joy sampai di rumah tak lewat pukul tujuh malam. Lampu-lampu sudah dimatikan. hendak berangkat ke kantor Joy sendirian. Entah gerutu. Tapi perasaannya tak mampu membedakan. Namun. Berkalikali itu pula Colin menolak. anak gadisnya. Maud masuk ke kamar. sibuk dengan pikirannya masing-masing. karena gelap selalu menjadi persembunyian orang-orang jahat yang melakukan tindak kriminal.. gadis itu bilang akan pergi ke pesta kawannya sepulang kerja. Sebelum berangkat. Padahal. Malam terus beranjak semakin larut.. anak laki-lakinya. ia mendapati Colin sudah berada di dalam mobil. tidak! Berkali-kali ia menyuruh Colin.. si ibu menurut saja ketika Colin membukakan pintu mobil untuknya. mereka sampai di lokasi kantor Joy. cerita film itu ternyata berputar-putar soal penculikan bocah! (Kisah nyata/Mark Schreiber/Icul) 16. RAHASIANYA DI BALIK CELANA Durban. apakah Joy mengalami . Ia yakin sekali. 11 hari sebelum beraksi. Tapi ia tahu Colin benar. Tiba-tiba saja ia menjadi begitu benci terhadap malam. Afrika Selatan. Maud bahkan sudah menyiapkan gaun yang bakal dipakai anaknya. Jawaban itu membuat ibunya kesal. ia berniat refereshing. mereka diam satu sama lain. dari para petugas keamanan itu mereka tak memperoleh informasi tambahan apa-apa. Entah disengaja. Sesekali perempuan tua itu membuka pintu. Gaun itu kini masih tergantung rapi di kamarnya. telah terjadi sesuatu yang tak beres dengan Joy.Satu hal yang menarik. 112 . ada sesuatu yang tak beres dengan anak gadisnya. ketika sedang menonton film di gedung bioskop. sambil berkali-kali melihat jam dinding. "Selamat malam! Ada yang bisa kami bantu?" Dengan penuh kecemasan. Mereka berangkat dengan sama-sama kesal. Sepanjang perjalanan. entah kebetulan semata. datang. Baju pesta sia-sia Semakin malam. entah doa. Maud tampak semakin gusar. Joy pulang pukul enam sore. berganti pakaian. Perasaan keibuannya mengatakan. "Buat apa ke sana? Dia 'kan sudah keluar kantor. untuk pergi ke kantor Joy. Setengah jam kemudian. Maud menjelaskan maksud kedatangan mereka berdua. pihak kantor bilang. Meski tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Tak sabar dengan Colin yang selalu membantah. menonton sebuah film yang baru saja dirilis.. dibintangi Mifune Toshiro. Kohara ternyata mendapat ide untuk melakukan penculikan Murakoshi. berharap Joy. Hanya beberapa yang masih menyala. Tapi malam itu wajah cantik anaknya tak juga muncul hingga pukul sepuluh malam. Mulutnya tampak berkomat-kamit tipis merapalkan sesuatu. judulnya High and Low.

"Ibu tak perlu terlalu risau hanya karena perasaan. Rambut hitam sebahu. Joy tak pernah bercerita. Sendirian. Informasi itu seolah memperkuat dugaan Maud bahwa memang telah terjadi sesuatu yang tidak beres dengan Joy. Mungkin Joy langsung berangkat ke pesta dan lupa tak menelepon rumah.. Menurut dugaan mereka. bergegas pergi ke kantor polisi lagi. Ia bahkan tak tahu apakah Joy sudah punya pacar atau belum. Meninggalkan kantor pukul enam sore. "Mungkin nanti kami memperoleh petunjuk. Ia membolak-balik gaun Joy yang tergantung rapi. Grobler hanya bisa berjanji. Dari catatan polisi. menjelaskan maksud kedatangan mereka. Beberapa menit kemudian. Seorang polisi ikut mengantar ke rumah mereka. Maud tak sabar menunggu pagi. Menunggu cahaya Matahari yang akan menerangi muka orang-orang jahat. ia tak bisa memicingkan mata sebentar pun. Seperti biasa. Tapi Maud seperti tak bisa dihibur. Di kantor. Dari kantor Joy. Ia pernah dua kali menjemput Joy ke kantor... Seorang pria yang sangat tampan. Semua kawan Joy dimintai keterangan tentang pria itu. "Selamat malam! Ada yang bisa kami bantu?" Kali ini Colin mewakili ibunya. Juga tak pernah memperkenalkan pria itu kepada Maud. Sangat tampan. Tak menunggu sampai Matahari terbit. Malam itu. Sampai di rumah. Bahkan Maud pun mengaku tak banyak tahu tentang kawan-kawan Joy. Menjelang pagi. Belum ada kemajuan. Hanya ada informasi tambahan bahwa sebelum Joy menghilang. Umurnya jauh lebih tua dari Joy. Tak ada petunjuk apa-apa yang bisa didapat. Tapi tak banyak informasi yang didapatkan. ia dua kali disambangi tamu. Malam seperti beringsut sedemikian pelan. kawan dekat Joy di kantor. Ia meninggalkan kantor polisi dengan wajah semakin gusar. Ia kemudian meninggalkan rumah dengan pesan agar kamar Joy tidak diutak-atik. mereka akan membantu mencari Joy. jawaban pertama adalah bahwa pria itu tampan. mereka mendapat sambutan yang sama. Pastilah sesuatu yang sangat buruk." Colin menjelaskan dengan rinci. "Umur 20 tahun. kata kawan-kawan Joy yang kebanyakan cewek. hingga Joy tak sempat menelepon ke rumah. ia meninggalkan kantor sendirian. Maud dan Colin mendahului Matahari terbit. pria itu umurnya kira-kira belasan tahun di atas Joy. Sekretaris. menanyakan kabar pencarian Joy. Joy dikenal tertutup soal kehidupan asamaranya. Dengan kecemasan yang tak surut sedikit pun. tak ada laporan tentang kecelakaan lalu lintas malam itu. Memakai ." katanya. mereka ditemui langsung oleh Brigadir Polisi Grobler. Cindy. Titik. ini malah membuat Maud bersungut-sungut. Colin melajukan mobilnya ke kantor polisi. polisi memeriksa kamar Joy. Cuma itu informasi yang mereka dapat. Di kepalanya berkecamuk berbagai dugaan. mengatakan kepada polisi bahwa ia pernah berpapasan dengan Joy bersama pria tampan itu. Maud tampak tegang ketika menjawab pertanyaan polisi tentang anaknya. tapi malam itu juga. Tak urung." hibur Grobler. Setiap kali polisi bertanya kepada mereka. Di sana. Jawaban khas perempuan.Joy sudah meninggalkan kantor sejak pukul enam sore. Tapi tak ada satu pun kawan Joy yang mengenal pria itu. mengendarai mobil Ford Anglia warna merah. Cantik. 113 .

" umpatnya sambil meninggalkan Maud. Maud. Bu!" elak Grobler. Saya tak bermaksud jorok." Hari itu juga. Hari itu juga. Ia bisa melihat sesuatu di tempat yang jauh. salah seorang anak buahnya. Nelson membawa mereka ke ruang pribadinya. Colin menyarankan ibunya untuk minta bantuan Nelson Palmer. Saya perlu barang yang sangat pribadi. Jelas saja polisi tak bisa mempersempit pencarian hanya dengan bekal informasi itu. Saya tidak menggunakan kemampuan saya secara sembarangan!" katanya kepada Maud. Bahkan John. Tiap malam. Ia berani bergurau ketika Maud sudah meninggalkan kantor polisi. Maud tidur tak lebih dari empat jam. Tapi ia cuma mengucapkannya di dalam hati. termasuk beberapa pakaian dalamnya. Asmanya sampai kumat. Nelson mulai melakukan ritusnya. suaminya yang bekerja di Pretoria." bujuk Maud. Ia 114 . Di kalangan orang-orang dekatnya. dan Colin datang ke rumah Nelson sambil membawa beberapa potong pakaian Joy. belum ada tanda-tanda polisi menemukan jejaknya. Tapi pada kunjungan kedua. Pak Nelson. Sama seperti teknologi telepon yang memungkinkan dua orang bicara dari tempat yang jauh. Cuma itu informasi yang bisa digali polisi. Ia tak ingin masalah keluarganya menjadi catatan polisi. ayahnya. wajahnya tampak kusut. "Binatang buas saja tak akan memangsa anaknya sendiri. jauh dari kesan kamar paranormal. Colin pun ikut merasa bersalah atas hilangnya Joy. Tapi Colin kemudian berhasil meyakinkan ibunya bahwa Nelson tidak seperti paranormal kebanyakan." kata Grobler berkelakar kepada Ajun Brigadir Polisi Leon. Di Durban. memintanya pulang. Merasa dicurigai. Maud curiga. ada ribuan pria tampan dan mobil Anglia merah. seorang paranormal yang juga mantan kepala SMA tempat Colin dan Joy bersekolah dulu. "Tapi ini bukan permintaan sembarangan. John dan Joy adalah dua seteru yang tak pernah akur. Awalnya.Pada kunjungan pertama. "Salah satunya adalah saya. John. Teropong pakaian dalam Hingga seminggu sejak Joy hilang. Maud tak menghiraukan saran Colin. dan sangat pilih-pilih. Ia lebih sering menolak permintaan daripada mengabulkan. Sambil disaksikan ketiga orang keluarga Joy. Dengan bantuan wajahnya yang memelas. Tapi ia tak mengatakan hal itu kepada polisi. juga bekas murid Pak Nelson. Ayahnya pun tak pernah peduli dengan apa yang terjadi pada anak gadisnya. anak saya. Nelson dikenal sebagai paranormal nyentrik. "Maaf. sampai mengambil cuti kerja. Selama ini. mesra. Meski Joy adalah anak kandung John sendiri. hubungan keduanya jauh dari kesan hubungan seorang ayah dan anak. Ia tidak begitu percaya dengan semua yang berbau klenik. sebuah kamar yang sangat rapi dan penuh buku. John tak sanggup menahan murkanya. Ia kemudian minta kepada Maud untuk membawa beberapa pakaian Joy. "Polisi bukan dewa. Joy tampak seperti menyembunyikan rasa kesal pada pria itu. Tapi saya ingin mengetahui sebuah rahasia. Seminggu sejak Joy hilang. tapi ia sendiri tidak mau disebut paranormal. ketika kekesalannya memuncak. "Polisi tak bisa diandalkan!" keluh Maud di depan Grobler. Ini menyangkut nyawa Joy. suaminya ikut bertanggung jawab terhadap hilangnya Joy. Joy tak pernah menggubris ucapan bapaknya. Di hari kedelapan. "Ilmu yang saya gunakan ini sama sekali bukan klenik. Ia takut menyinggung perasaan Maud. misterius. Maud menelepon John. keduanya tampak akrab. Maud tak butuh waktu lama untuk membuat Nelson menganggukkan kepala.

Nelson turun dari mobil. "Joy sudah meninggal!" Mendengar kata-kata itu. polisi tak kesulitan masuk ke dalam gorong-gorong." pikir Maud.. antarkan aku ke sana!" katanya. Nelson terus menuruni lereng bukit hingga ia sampai di depan sebuah pintu gorong-gorong. mereka berempat saling berpandangan. "Aku tahu tempatnya. 115 .. Tapi karena bagian dalam saluran air itu gelap. Tanpa menunggu jarum menit pindah angka. Maud lunglai.. Mereka melaju ke arah selatan hingga keluar dari Durban. Sedemikian jauhnya jarak tempuh mereka. Tampaknya memang bau mayat. Beberapa menit kemudian mereka keluar membawa potongan tubuh manusia. "Lelaki tua yang sangat aneh. Entah mengapa Maud percaya begitu saja dengan kata-kata Nelson.. seperti ketika ditinggal oleh Colin." Ia bicara putus-putus seperti sedang mengamati sebuah tempat. Colin menyetir. seolah-olah ia telah terbiasa mempercayai tukang ramal. Telah puluhan kilometer mereka tempuh. kamu minta bantuan polisi. ia tak berani bertanya macam-macam kepada Nelson. Selama beberapa menit. tubuh Joy. Sesaat napasnya kembali terdengar naik turun. Dengan sigap. Di kepalanya masih tampak sisa luka tembakan sementara organ-organ bagian perutnya terburai keluar. Matanya seperti tak pernah berkedip. di mana mayatnya?" tanya Maud sambil tak kuat menahan air mata sedihnya.. memegang pakaian Joy. Tungkainya seolah tak sanggup menahan tubuhnya tetap berdiri. mereka berempat segera berangkat. "Sebaiknya. Tubuhnya dipotong menjadi dua bagian. Colin kemudian meninggalkan Nelson. Di dekatnya ada . sebuah saluran air . "belok kiri. "Dia ada di sebuah tempat . Setengah jam kemudian ia kembali. Untung saja Maud tak ikut turun ke bawah. Jika melihat. ia pasti perlu digotong untuk menaiki lereng.meletakkan pakaian-pakaian Joy di meja.. kemudian berjalan turun ke arah lereng bukit. "lurus". mengamati lubang gorong-gorong yang gelap dan kotor. Nelson menyuruh Colin menghentikan dan meminggirkan mobil. Tampangnya tampak sangat pas untuk memerankan tokoh antagonis di film-film misteri. Colin dan John mengikuti dari belakang sementara Maud tinggal di mobil. Ia berhenti di sana. Baunya busuk. "Jika sudah meninggal. suasana senyap. Namun. Ketika hampir saja Maud angkat suara..belok kanan". tepat ketika mereka berada di antara dua buah bukit di wilayah Umtwalumi. Suasana ruangan sesaat menjadi muram. Yang terdengar hanya napas Nelson yang naik turun.. Nelson tak pernah bicara kecuali ditanya." kata Nelson kepada Colin. Berbekal berbagai alat bantu untuk medan sulit. tapi Nelson belum juga menyuruh berhenti. mereka bertiga tak bisa melihat apa-apa. Wajahnya yang masam selalu memandang lurus ke depan. Ia terus bilang. Suaranya berat. Ketika Nelson membuka matanya. sementara Nelson menjadi penunjuk jalan. Nelson kemudian melanjutkan ritusnya lagi.. mencari kantor polisi terdekat. sambil matanya terpejam. Tak salah lagi. Beberapa saat kemudian Nelson bicara. Maud sampai kelihatan teler dan berkalikali mengubah posisi duduknya. Jika kalian mau.. bukit .. Nelson masih berada di tempat semula dengan posisi berdiri tak berubah. seperti .. Colin dan John bergidik melihatnya. memegangnya dalam keadaan mata terpejam.

Van Buuren mengaku. Esoknya. puluhan polisi dikerahkan. keraguan Grobler berubah menjadi harapan ketika ia bicara dengan Themba." tukasnya. Brigadir Polisi Grobler mempersempit pencarian di sekitar wilayah Umtwalumi. ia berada di rumahnya di Pinetown. Clarence Van Buuren. Grobler tak menemukan bukti bahwa Van Buuren membunuh Joy. tapi mungkin polisi bisa memperoleh informasi. Berbekal alamat dari Themba. Joy sering curhat kepadanya bahwa ia sering bertengkar dengan ayahnya. ayah Joy. "Lalu mengapa Anda berusaha kabur ketika polisi datang?" desak Grobler. polisi mengejar Van Buuren ke rumahnya di Pinetown. Ia juga mengaku pernah mengajak Joy berjalan-jalan dengan mobil Anglia merah milik Themba. Di bengkel radio panggil miliknya. "Hmmm. Menurut pengakuannya. "Saya mungkin bukan seorang bapak yang baik. "Ya! Tak salah lagi!" seru Grobler dalam hati. saya membunuh orang yang saya sukai?" elak Van Buuren. "Saya kira polisi mau menangkap saya karena membawa kabur uang Pak Themba. Berdasarkan catatan polisi. di daeran itu ada delapan orang yang memiliki mobil Anglia warna merah. Pantas saja Joy jatuh cinta. Tapi polisi tak perlu usaha terlalu keras untuk membekuknya. Hingga berjam-jam interogasi. Ia merasa telah menemukan titik terang." jawabnya." jawabnya tanpa ragu. Van Buuren bersikukuh menyangkal telah membunuh Joy. Di depan Grobler. ayah Joy. John marah-marah ketika diinterogasi. ia mengaku punya seorang pegawai." kata Grobler kepada Leon.Teman selingkuh Berbekal laporan penemuan mayat Joy. yang sering memakai mobilnya untuk urusan kerja maupun pribadi. Ia merasa telah dituduh oleh polisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. Tapi ia tetap ditahan atas dakwaan melawan polisi dan membawa kabur uang Themba. polisi memanggil John. Ia bahkan menyarankan polisi memeriksa John. dia memang tampan. "Saya pikir urusan selingkuh bukan tindakan kriminal. "Tapi tak ada satu pun yang sangat tampan. Tapi apa untungnya saya 116 . Namun. "Saya tak bermaksud menuduh. "Bagaimana logikanya. Tak tanggung-tanggung. Ia bahkan mengaku terkejut mengetahui Joy meninggal dunia. Ia tak menyangkal dirinya kenal dekat dengan Joy dan pernah datang dua kali ke kantornya. Van Buuren sempat berusaha melarikan diri dari pintu belakang. Themba mengaku. salah satu pemilik Anglia merah. mengapa masih berhubungan dengan Joy?" tanya Grobler. Van Buuren membawa kabur uangnya dan tidak masuk kerja sejak seminggu yang lalu." ujarnya. Pengakuannya sama persis dengan cerita kawan-kawan Joy. Ketika mereka sampai di sana. "Anda sudah punya istri dan anak. Malam itu juga. Van Buuren dibawa ke kantor polisi. "Sangat tampan. "Apakah ia tampan?" tanya Grobler. Cewek-cewek itu tak salah. pada malam hilangnya Joy." gurau Leon kepada Grobler.

" "Oke. Grobler maupun Maud sebetulnya menduga. Perusahaan tempat John bekerja di Pretoria memberi kesaksian bahwa John tidak pernah meninggalkan pekerjaan selama sebulan terakhir. pria itulah yang membunuh anak saya. Van Buurenlah pembunuhnya. polisi belum memperoleh kemajuan bermakna. "Apakah Anda punya penjelasannya buat polisi seperti saya?" 117 . Kalau dia memang paranormal kondang. dia pasti tidak akan mau menolong kita lagi. Ia tak ingin Nelson merasa dicurigai. bagaimana Anda bisa menemukan mayat Joy di tempat yang jaraknya puluhan kilometer dari rumah Anda?" "Ah. Namun. mereka bersama John pada malam hilangnya Joy.membunuh anak sendiri?" John balik bertanya. istri Van Buuren. Hingga empat hari sejak mayat Joy ditemukan. itu hanya sedikit kemujuran. Kita coba saja!" Esoknya. "Dua ratus kilometer dari Durban! Bagaimana mungkin saya membunuhnya?" tangkisnya keras dengan urat-urat menyembul di batang lehernya. Saya yakin!" kata Maud yang berulang-ulang mempertanyakan kemajuan kasus penyelidikan itu. sejauh itu mereka belum menemukan bukti. Sisa janin Lebih dari 20 orang dimintai keterangan oleh polisi. mengapa kita percaya begitu saja kepada paranormal itu?" "Maksud Pak Grobler?" "Saya justru curiga kepada paranormal itu. Dia bisa menemukan mayat yang berada puluhan kilometer dari rumahnya. mengapa selama ini kita tidak pernah mendengar berita tentang kehebatannya?" "Sebaiknya. "Mengapa kita tidak memanfaatkan Nelson saja?" usul Leon pada Grobler. "Polisi boleh bekerja dengan perasaan. Bu! Tapi kami tak boleh menghukum orang lain atas dasar perasaan. Kalau dia tahu kita mencurigainya. Kepada polisi. "Jika saya boleh tahu. Ia mengaku sedang berada di Pretoria saat Joy hilang. Grobler kali ini pun tak punya bukti apa-apa. Siapa tahu dia juga bisa menemukan pembunuhnya?" Bukannya menanggapi usul itu. "Dia 'kan bisa menemukan mayat Joy. ia mengaku suaminya memang berada di rumah saat malam kejadian hilangnya Joy. Ia sengaja mengajak Nelson mengobrol layaknya sedang berkonsultasi. kita tidak berprasangka buruk pada Nelson. termasuk Sylvia. "Saya bisa merasakan. Kawan-kawan kerjanya pun mengatakan." jawabnya merendah. Grobler mengundang Nelson Palmer ke ruang kerjanya. Grobler malah berseru. Jangan-jangan dia tahu pembunuhan ini. "Hei." balas Grobler. Siapa tahu kita masih butuh pertolongannya.

Pak polisi punya teknologi. Saya tak bisa melihat masa depan. Ilmu ini tak beda jauh dengan ilmu listrik atau medan magnet. Rupanya. Saya baru menguasainya ketika umur saya lebih dari 50 tahun. Klop 'kan?" "Pintar juga Anda. apa tadi namanya?" "Psikometri." "Anda berani menjamin penglihatan Anda benar?" "Saya tak bisa menjamin. dan polisi mencari bukti. Keduanya berbeda. Anda juga tahu siapa pembunuhnya. saya menggunakan pakaian yang pernah melekat langsung di kulit orang yang bersangkutan." "Apa yang Anda perlukan agar bisa mengindera jarak jauh?" "Biasanya. saya punya kemampuan indera jarak jauh." "Kalau begitu. Kalau saya bisa menebak nomor lotre." "Apakah selama ini Pak Nelson sering menggunakan ilmu. Seingat saya. emm. Joy dan Colin bekas murid saya di SMA. Saya menerima sinyal dengan cara yang sama ketika radio menerima gelombang elektromagnetik." "Anda bisa menebak nomor lotre?" "Saya bukan peramal. Saya kepala sekolahnya. Mungkin seperti telepon yang bisa dipakai untuk bicara." jawabnya dengan ekspresi wajah datar. Tapi saya menawarkan jalan tengah: saya mengindera." "Punya hubungan khusus dengan mereka?" "Tidak. Itu saja bedanya. Mungkin belum sampai!" "Apa bedanya melihat mayat Joy dan melihat wajah pembunuhnya?" "Terus terang. sama seperti Pak Grobler bisa bicara lewat kabel telepon. Kita bisa merasakannya tapi tak bisa melihatnya." gumam Grobler di dalam hati. apakah Anda bisa melihat apa yang telah terjadi dengan Joy dan Van Buuren jika Anda punya pakaian keduanya?" "Saya belum pernah melakukan itu sebelumnya. jangan-jangan Nelson bisa membaca pikirannya. Tapi. "Apakah Anda bisa membaca pikiran saya?" tanya Grobler sedikit khawatir. Bukan begitu?" "Sayang sekali. "Anda tahu lokasi mayat Joy dibuang. Mestinya. agak rumit menjelaskan ini. tapi tak bisa dipakai untuk mengetahui pencuri yang menggarong rumah. pasti saya sudah kaya raya. baru lima kali saya menggunakannya. mungkin bisa dicoba. tak ada senyum sedikit pun. ilmu saya tidak sampai ke situ. 118 ." "Anda kenal dengan keluarga Joy?" "Ya. Anda tidak sebodoh tampang Anda."Kami menyebutnya psikometri. Saya bisa melihat sesuatu di tempat yang jauh.

" balas Leon menirukan ucapan Nelson. "Saya cuma bisa melihat Van Buuren dan mayat Joy. Grobler merasa masih belum punya bukti yang cukup. Sylvia mengaku Van Buuren berada di rumah saat malam hilangnya Joy. Esoknya. Biasa 'kan?" Dia juga mengaku tak tahu kalau Joy hamil. Pada interogasi selanjutnya. Bermenit-menit kemudian. Mereka menemukan sisa sel-sel janin di organ-organ bagian perut yang terburai. Merasa tak dapat mengindera lebih banyak lagi. termasuk pakaian dalam mereka."Saya tak bisa membaca pikiran orang. disaksikan Grobler dan Leon. dua benda ini pernah bertemu." jawabnya. mereka pernah melakukan hubungan seksual?" Nelson tak menjawab pertanyaan itu dan menganggap Grobler percaya dengan pepatah: diam berarti ya. polisi minta bantuan dokter untuk memeriksa potongan mayat Joy lebih detail lagi. tak ada indikasi pemerkosaan. "Paranormal meramal." Tangannya mengangkat pakaian dalam Joy dan Van Buuren." kata Nelson dengan suara berat. Sampai di sini. Di ruang pribadinya. dokter menyimpulkan. Terutama organ bagian perutnya yang dipotong-potong. Grobler dan Leon membawanya ke Nelson. Setelah pakaian itu terkumpul. Merasa tak bisa memaksa Van Buuren mengaku. "Cuma itu?" tanya Grobler setengah tak puas. "Maksud Anda?" "Apakah saya perlu menjelaskan?" "Maksud Anda. 119 . Tapi Grobler masih tampak kurang puas dengan penemuan itu. Van Buuren lagi-lagi berhasil mengelak. Tapi saya bisa merasakan Pak Grobler meragukan saya. Hari itu juga Grobler meminta Leon mengumpulkan beberapa potong pakaian Van Buuren dan Joy. Tapi dokter mendapatkan sesuatu yang sangat penting. Dari pemeriksaan itu. Matanya terpejam." kata Grobler kepada Leon. ia baru berujar sambil tetap memejamkan mata. Van Buuren sendiri tak tahu celana kolornya akan dipertemukan dengan celana dalam Joy di depan Nelson. istrinya. Pada awal pemeriksaan. Napasnya naik turun. Van Buuren mengakui dirinya pernah melakukan hubungan seksual dengan Joy. tapi cukup sebagai bukti untuk membuat kesimpulan. Tangannya memegang pakaian-pakaian itu. Grobler diam saja. Nelson kemudian melanjutnya ritusnya. Nelson menghentikan ritus itu. Nelson kembali melakukan ritusnya. "Hebat juga paranormal ini. "Tampaknya. polisi mencari bukti. Grobler kemudian memeriksa kembali Sylvia. "Itu bagian dari perselingkuhan. Namun. Tak banyak.

"Terhadap kasus Tracie Andrews. polisi tak akan menemukan motif pembunuhan itu. Grobler mencari bukti. Setelah dicecar dengan banyak pertanyaan yang menjebak. dan membunuh orang. 'Klop kan?" (Kisah nyata/Colin Wilson/Emshol) 17." 120 . "Saya tahu dia berselingkuh. "Kami akan meringankan hukuman Anda jika Anda memberi kesakisan yang benar. Ruang sidang ikut gaduh oleh gumaman pengunjung. Hukuman untuk Anda penjara seumur hidup. Jarang sekali sebuah kasus pembunuhan sedemikian menyita perhatian pers dan warga Inggris.Pada pemeriksaan kedua. Tracie Andrews kontan berdiri dari tempat duduknya. Mendengar itu. Sylvia didakwa ikut bersekongkol menyembunyikan aksi pembunuhan itu. Mendengar kesaksian itu. "Van Buuren hanya ingin bersenang-senang dengan gadis itu. KEKASIHNYA TEWAS DI JALANAN Pada 29 Juli 1997. Grobler langsung menohok Sylvia dengan mengatakan bahwa polisi telah menemukan bukti Van Buurenlah pembunuhnya. tak ada yang sungguh-sungguh menghiraukannya. semua kembali kepada ketentuan hukum." katanya. hanya Anda yang tahu apa yang terjadi malam itu. melarikan uang majikannya." kata Hakim Buckley sesaat setelah Tracie dapat menenangkan diri. hingga akhirnya satu per satu terlihat kembali ke ruang sidang. "Juri telah memutuskan Anda bersalah dengan bukti-bukti yang kuat. meski kata-katanya terdengar jelas. Salah seorang wakil juri maju menyerahkan surat keputusan kepada hakim Buckley. Dia sengaja membuang janin di perut Joy supaya. Sesungguhnya. suasana gedung pengadilan negeri di Birmingham tampak lebih ramai dari hari biasanya. juri menyatakan terdakwa terbukti bersalah. Ia memprotes juri. kalaupun mayatnya ditemukan. hakim pun harus menenangkannya. Lee Harvey. Maka. Puluhan wartawan media cetak maupun elektronik menyemut sejak pagi di depan ruang sidang utama. sayangnya dengan cara tidak sopan. "Nelson meramal." Demikian keputusan juri yang dibacakan singkat. Tapi ia sengaja berusaha menyelamatkan suaminya dengan memberi kesaksian palsu. Tapi saya tak sanggup kehilangan dia." imbuh Sylvia. Maud mengandalkan perasaan." kata Grobler. Butuh tak kurang dari lima jam bagi juri untuk berunding. "Seperti Anda tahu. Siang itu mereka menunggu pembacaan keputusan juri atas kasus Tracie Andrews yang didakwa membunuh kekasihnya. Tapi Joy ingin lebih. Leon sekali lagi berbisik di telinga Grobler. tapi kita dapat melihat akibatnya dahsyat. Sylvia mengaku dirinya memang mengetahui pembunuhan itu.

Polisi mengonfirmasi kabar ini dan dibenarkan mantan kekasihnya. ia dikenal sering bergaul di klab-klab malam sekitar Birmingham Broad Street. sekitar pukul 22. mengutarakan. Saat bertemu Tracie. sejak kebersamaan tanpa ikatan ini. "Keduanya memang tidak bertengkar. Penilaian itu berdasarkan penuturan sejumlah saksi di klab malam kepada polisi. Lee mencari wanita untuk dijadikan istri. Jauh di dalam hatinya. Dia hampir saja kehilangan kontrol. Sebelum bertemu Lee Harvey." kata Crigman. Pada akhir pekan.Tracie tak bereaksi. Simpati dari banyak orang mulai bangkit. seorang pria. Tracie sering mengacungkan pisau saat bertengkar. Meski pekerja kasar. Meski sebenarnya justru ia yang lebih sering dikerjain oleh para wanita itu. Serangan mendadak Pada malam pembunuhan. Saksi lain. mereka akan memutuskan aku bersalah. Tracie pernah melapor ke polisi bahwa Lee telah melempar televisi dan kaset video kepadanya. sehari-harinya bekerja sebagai sopir bus. Sejak pertemuan yang romantis di klab malam Ritzy's pada 1994. Karena ketampanannya. untunglah aku segera merebutnya. Tracie dan Lee terlihat berada di klab malam di kawasan Marlbrook Inn. Sedangkan Lee. perangai Tracie tak kalah kasar dibandingkan dengan Lee. saat masih serumah dengan pasangan terdahulu. meski guratan-guratan kedewasaan tetap mudah ditangkap dari sorot matanya. 1 Desember 1996. Sebenarnya. Saat itu polisi hanya bisa menasihati mereka.30 ia baru saja melangkah meninggalkan rumah teman wanitanya di kawasan Coopers Hill. Mereka pergi dengan mengendarai sedan Ford Escort yang dikemudikan Lee. Selalu tidak akur Usia Tracie Andrews baru 27 tahun. dekat Alvechurch 121 . Namun. Lee termasuk pria berwajah tampan. Saat marah. Tracie pernah hidup bersama seorang pria selama beberapa tahun. keduanya sering bertengkar. tak jarang pertengkaran itu membuahkan kerusakan pada perabotan rumah mereka. Dalam penyelidikan polisi. mereka memutuskan tinggal bersama di flat Tracie. hubungan dengan mantan kekasih dan anaknya tetap baik. Hingga akhir hayat. terutama orang yang menontonnya di televisi. Suatu kali keduanya bertengkar karena Tracie menuduh pasangannya menyetir sambil mabuk. Tracie tinggal di sebuah flat kecil dan bekerja sebagai penjual produk kecantikan. "Padahal sudah dijelaskan baik-baik. Tapi sepuluh bulan setelah putrinya lahir. ia meninggalkannya. Sebagaimana kekasihnya. Lee telah memiliki seorang putra hasil hubungannya semasa berusia belasan tahun. Malam belum terlalu larut saat mereka meninggalkan tempat itu. Air matanya tak terbendung. matanya liar sekali. jaksa penuntut kasus pembunuhan ini di depan sidang. tapi Tracie nekat lari ke dapur dan mengacungkan pisau. Puing-puingnya tampak berserakan di depan rumah. aku sama sekali tak melakukannya. Tapi sungguh. tapi dari sorot matanya mereka terlihat sedang tidak akur. Ibu seorang putri berusia tujuh tahun itu masih cantik. Meski berulang kali rujuk kembali. Lee diketahui punya beberapa teman wanita. ia berpikir sudah menemukannya. "Aku sudah tahu." kata Tracie kepada pers begitu ia keluar dari ruang sidang." jelas pria itu kepada polisi.

Saksi sempat menanyakan. Seorang pria turun dari kendaraan dan memaki-maki. Akibatnya. Pria itu berbalik kemudian memukulnya begitu keras. Tracie sangat pandai mengambil simpati masyarakat lewat media massa. ia dan kekasihnya berkendara pulang.yang diulang di pengadilan . Jez.malam itu sepulang dari klab malam. 122 ." Memang benar. Selebihnya. seperti mendengkur. "Aku tidak yakin berapa kali dia menusuknya. Bukan hanya karena daerah itu selama ini dikenal cukup aman. Tanpa memperhatikan sekeliling." Mencoba bunuh diri Kasus kekerasan jalanan di daerah sepi Coopers Hill langsung menjadi berita besar di Birmingham. tolong! Cepat!" Permintaan itu sempat membuatnya panik. Tapi masyarakat bersimpati terhadap kekasih korban. Di dekatnya. Darah berceceran di sekitarnya. "Tolong. wajahnya selalu membuat penonton dan pembaca terkesima. tubuhnya tampak gemetar. Sang pria segera kembali ke tempat asal jeritan tadi. Dengan isak tangis dan cucuran air mata. Di sana ia mendapati seorang wanita muda berdiri di samping mobil. pria itu segera kembali ke rumah teman wanitanya dan memintanya menelepon 999. Tracie hanya mendengar pengemudi mobil berkata kepada penyerang. Tubuh Tracie terbanting ke jalan. sedari tadi ia tidak mendengar ada kendaraan lewat. "Aku mencoba bangkit dan mendekati Lee. "Tidak. baru aku keluar dari kendaraan. Tracie mampu bercerita bahwa dirinya baru saja diserang seseorang. Ia bahkan meminta masyarakat ikut membantu menemukan pelaku pembunuhan kekasihnya. astaga! Sesosok tubuh pria tergelak di jalanan tak bergerak. Terasa ada yang basah di tubuhnya.pinggiran kota Birmingham. Berdasarkan penuturan Tracie kepada polisi . Tiba-tiba di kegelapan. tak banyak yang bisa diingat malam itu. Dari dalam mobil Tracie melihat pria itu sempat membungkuk di depan Lee. kalau-kalau telah terjadi kecelakaan lalu lintas. Di tengah jalan keduanya tersadar. Baru setelah beberapa orang berkerumun. bahkan seluruh Inggris." jelas Tracie. tetapi ia tidak melihat senjatanya. kemudian menyerang Lee dengan pisau. mengatakan. Sempat terjadi kejar-mengejar. tapi wanita yang kemudian diketahuinya bernama Tracie Andrews. Tracie Andrews. Dia terdengar mengeluarkan suara aneh. ia dikejutkan teriakan memilukan seorang wanita yang memintanya memanggil ambulans. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan saat itu." Lalu mereka tancap gas. Saat Lee terjatuh ke aspal. Tak lama kemudian Tracie keluar dan memakinya. ia harus mendapat perawatan selama tiga jam di rumah sakit. "Sudah tinggalkan saja. Pakaiannya penuh darah. sebelum akhirnya mobil itu berhasil menghadang. Mata kiri dan hidungnya luka. ada sebuah mobil sedan Ford Sierra berwarna gelap membuntuti mereka. Ternyata darah.

Crigman mendakwa. Korban tidak mampu bertahan lama karena serangan terarah ke leher. tapi tidak melihat adanya mobil pembuntut. Meski keduanya tahu jalan pulang dengan baik. para detektif menemukan gambaran lain dari kasus ini. Berdasarkan penyelidikan. Pada kurun waktu 12 . Pisau lipat Selubung kasus itu terkuak di pengadilan. Sebuah sketsa wajah berdasarkan deskripsi Tracie ikut disebarluaskan media massa." kata Crigman menunjuk kepada Tracie. "Korban berusaha lari." Menurut dakwaan. kemudian Tracie menyembunyikan pisau dalam sepatu botnya. Diduga Lee sempat menjambak Tracie untuk melawannya. "Di sinilah ia mulai melakukan serangan.Sebaliknya. Seorang perawat sempat melihat Tracie berada di kamar mandi agak lama. Pelbagai reaksi datang dari masyarakat begitu wanita muda ini ditahan. di tengah jalan mereka bertengkar. tapi ia tidak bisa bergerak jauh. bahu kiri. Ahli forensik juga mendapatkan tiga helai rambut Tracie di tangan Lee. hingga menimbulkan kecurigaan. Entah apa sebabnya. Sejumlah kesaksian inilah yang mengantarkan Tracie menjadi tersangka utama. mereka sempat tersasar sampai Coopers Hill. informasi itu tak pula membukakan jalan kemudahan bagi polisi untuk menyelesaikannya. Lee mendapat 30 tusukan dari pisau lipat jenis Swiss Army. Serangan ini terus berlanjut meski korban sudah jatuh. Tracie adalah korban. Mereka hanya berspekulasi kasus itu berhubungan dengan bisnis obat terlarang. noda darah sepanjang 5 cm di sepatu Tracie diketahui positif milik Lee. Di mata publik. saat berhenti dan hendak berputar. Kesaksian itu diperkuat penuturan dua akuntan dari Bromsgrove yang malam itu melintas di sekitar TKP." Penggambaran Crigman sungguh memilukan seisi ruang sidang. Lee memukul kekasihnya yang mengakibatkan luka di wajah. Apalagi penahanan hanya berselang enam hari setelah Tracie didapati mencoba bunuh diri dengan meminum 200 tablet obat tidur. sisi kiri tubuhnya. Kesaksian itu dinilai vital karena waktunya tepat. "Korban ditusuk di leher. malam itu Lee dan Tracie meninggalkan klab malam bersama. begitu pula lokasinya. "Dia tewas seketika itu juga. Tusukan baru berhenti setelah kemarahan Tracie mereda. dan punggung. 123 . Semua tergambar dalam dakwaan yang dibacakan penuntut pada 1 Juli 1997. polisi merasa kesulitan. "Keduanya melihat sedan Escort milik Lee. Namun.15 menit. tapi tidak ada mobil lain yang membuntuti. Di sana keduanya berhenti dan keluar dari kendaraan. Darah muncrat hingga mengenai baju Tracie. pisau itu dibuang saat ia mendapat perawatan di rumah sakit. Diduga. wajah. Berdasarkan pemeriksaan DNA oleh ahli forensik." kata Crigman dengan nada meyakinkan di depan juri. Jarak mereka terpaut sekitar dua kilometer di belakang. belakang kepala. malam itu mereka melihat Tracie dan Lee. hingga menyebabkan urat nadi di leher robek. karena tidak mendapatkan motif penyerangan. Beberapa saksi di klab malam Marlbrook Inn menuturkan." tutur Crigman.

"Mengapa setelah Tracie didakwa membunuh. Terutama saat saksi seorang wanita yang menghubungi 999 dipanggil ke depan sidang." Anehnya. jika tidak berhati-hati dan terlipat. ketika ia melihat darah di tangannya saat menyentuh mayatnya. dia menambahkan pernyataan itu?" gugat Thwaites sengit. kalau-kalau terdakwa ingat warna kendaraan. maka saya dapat memberi tahu polisi sehingga mereka dapat melakukan penyelidikan secepatnya. pengacara Tracie. "Aku pikir ini penting. Di sinilah penuntut mengungkapkan sebuah kejanggalan di mana terdakwa tidak bisa menjelaskan ketidakcocokan deskripsinya seputar peristiwa pembunuhan. langsung menyatakan keberatan. nomor polisi. 124 . atau mungkin mendengar nama pelaku. Kesaksian sejumlah orang semakin menyudutkan Tracie. Jika Tracie mampu memberi jawaban. tetapi darah ditemukan di bagian belakang. Saksi menjawab. Tracie berdiri di samping kendaraan."Terhadap kenyataan itu. Tracie hanya menyebutkan bahwa rambutnya mudah rontok. Pada hari pembunuhan. Tracie tidak menyadari Lee telah ditusuk. "Dia berbalik ke mayat Harvey setidaknya dua kali dan mengatakan sesuatu yang tidak bisa didengar. dengan percikan darah di wajahnya. Crigman menambahkan. Saksi mantan polisi Dalam sidang pengadilan yang berjalan lebih dari tiga minggu. bahkan mendeskripsikan penyerangnya. hanya beberapa puluh meter dari TKP. Saksi menyatakan telah mempunyai pengalaman sepuluh tahun dan mendapat latihan khusus untuk menyusun pertanyaan semacam itu. Sesaat setelah kejadian. dalam keadaan panik dan menangis. Tracie mengatakan. Yang terjadi di ruang sidang justru sebaliknya. pertarungan terjadi di depan mobil. Saat itu saksi sempat bertanya. jari Tracie juga menderita luka seperti itu." kata saksi menyatakan keheranannya. saksi yang mantan polisi itu mengungkapkan kecurigaannya kepada Tracie sejak awal. Menjawab pertanyaan Crigman." kata Crigman mengutip pengakuan Tracie kepada polisi. wanita ini juga mengaku tidak mendengar ada mobil ngebut malam itu. Dalam catatan itu tertulis. Berita-berita seputar pengadilan kasus tersebut pun semakin menguntungkan Tracie. Tracie tetap terlihat tenang." kata wanita itu menutup kesaksiannya. ia membawa Tracie Andrews ke rumahnya. Ronald Thwaites. Sama sekali tak ada kesan ia telah berbuat kejahatan. penuntut kemudian membacakan pernyataan terdakwa kepada polisi. saksi mendeskripsikan saat ia menemukan Lee Harvey terbaring di jalan dengan leher tertusuk. Tanpa basa-basi. Pada bagian akhir. lanjut saksi. Tracie dapat bercerita tentang sedan Sierra hitam. beberapa saat setelah polisi datang. Kepada juri. Itu karena saksi tidak menyebut hal ini dalam pernyataan pertamanya. ia tidak ingat apakah dirinya telah atau belum mengatakan pernyataan itu. pisau Swiss Army dapat melukai jari penusuknya. Dukungan terhadapnya semakin besar. "Dia bilang tidak ada yang bisa diingatnya.

Mr. Tracie masih mengenakan cincin pertunangannya hingga sekarang. Thwaites protes karena informasi penting ini diabaikan polisi. Ia diidentifikasikan sebagai Mr. Thwaites melanjutkan." kata Crigman. Menggigit leher Upaya keras pembela seolah pupus saat Tracie Andrews menjadi saksi untuk penuntut. tapi ternyata Mr. ada seseorang yang dicurigai telah mengikuti Lee dan Tracie keluar malam itu. X meninggalkan klab malam tak lama setelah Lee Harvey pergi. tidak masuk akal kalau ia mau pergi berduaan. bahkan dengan teman wanita sekalipun. hidup Tracie menjadi hampa. sekadar untuk menghabisi kekasihnya. sosok Mr. X sebenarnya berasal dari bagian Reserse yang mendapat informasi bahwa pada malam pembunuhan ada seorang bandar menyimpan kokain dalam jumlah besar. Kepergiannya dari rumah selama pertengkaran menjadi bukti ketidakdewasaannya. Penelepon menduga akan terjadi perkelahian. X yang konon juga terlibat dalam kekerasan jalanan beberapa tahun sebelumnya. Bahkan. Mereka sempat saling pelotot. Tracie pernah berkeinginan untuk hamil. sebenarnya ada tersangka pembunuh yang cocok. Dikuntit Mr. Thwaites juga mengungkap sebuah fakta mengejutkan. X masih misterius. Begitu pula tentang asal darah yang ada di bajunya. Pada bagian pembelaannya. lima hari setelah kasus pembunuhan itu. X pergi ke Ford Sierra biru tua.X Pengacara Tracie berpikir keras untuk mengarahkan sorotan negatif terhadap kliennya. Pria itu digambarkannya sebagai pemuda yang pencemburu berat dan tidak dewasa. Posisinya begitu dilematis bagi Thwaites karena penuntut dapat melakukan pemeriksaan silang. Setidaknya." Tracie juga mengakui soal kecemburuan itu. Tracie juga tak bisa berkomentar. Kekasihnya itu juga selalu menyeleksi pergaulannya. Mr. "Hanya karena besarnya cinta Tracie yang membuatnya kembali. tetapi dia takut melakukannya. Lee memang sering mengatur hidupnya. "Ketika Lee pergi." Thwaites mencoba mengalihkan sasaran kepada Lee Harvey."Mengenai tidak adanya saksi yang melihat mobil pembuntut. Informasi itu menyatakan. 125 . Awalnya. Posisi Tracie makin tersudut. Inilah yang menjadi alasannya bunuh diri. Thwaites mencoba mengambilnya dari sudut hubungan Tracie dan Lee yang hendak menuju ke arah pernikahan." ungkap Thwaites mencoba menggambarkan sikap otoriter Lee. Nama Mr. "Sejak kematian Lee. "Sesungguhnya. "Lagi pula. tapi tak dihiraukan penyidik. polisi mendapat telepon yang mengatakan melihat Mr. Ia khawatir Lee tidak setuju. seperti misalnya caranya berpakaian saat ia bekerja sambilan di sebuah klab malam." kata Thwaites penuh tekanan. X dideskripsikan sebagai seseorang berperawakan gemuk dengan sorot mata tajam. Menurut informasi di kepolisian. mirip dengan penggambaran Tracie." Hingga pengadilan berlangsung. X menguntitnya.

50. Anda akan dapat pergi secepatnya ke rumah itu?" "Bagaimana orang tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti itu?" balas Tracie. Lee saat itu terbaring di tanah. aku hanya kurang yakin saat itu. bagaimana darah itu bisa muncrat ke blusmu?" "Aku tidak dapat menjawabnya. "Menurut keteranganmu. Sedangkan saksi pertama melihat mayat korban di jalan pukul 10. peristiwa terjadi di lokasi yang berbeda. 17 menit? Selama 17 menit tidak berusaha untuk minta pertolongan dari rumah di sekitar?" "Memang tidak." Crigman berhenti sejenak. Crigman tak menyia-nyiakan kesempatan itu. "Aku tidak tahu. 16. Tapi pada malam pembunuhan keterangan Anda pada polisi." "Kalau tidak mau meninggalkannya. Semuanya seperti mimpi. Aku tidak tahu. Ada selang waktu 17 menit antara kematian Lee dan saksi meninggalkan rumah menuju mobilnya." "Atau setidaknya berusaha berteriak?" "Tidak. baju Tracie yang berlumuran darah menunjukkan. aku tidak mau meninggalkannya. "Menurut keterangan Anda kemarin. Dalam argumentasi Crigman.28 sampai 10." "Tapi bukankah cukup waktu sebelum saksi datang melihat Anda?" "Tidak. Sampai aku lihat cahaya dari sebuah rumah dan memungkinkan saya untuk minta tolong. Ia mengungkap kejanggalan menyangkut waktu pembunuhan.32. setidaknya peristiwa itu berlangsung sepuluh menit. Lelaki itu memukulku keras." Crigman tersenyum. "Aaa ." 126 . Seharusnya aku berbuat sesuatu." sanggah Tracie yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Mobil Lee terlihat di Coopers Hill antara pukul 10. Apakah Anda mengubah cerita? Berarti ini penipuan berencana?" "Tidak. tapi aku shock.Seperti tak ingin melepaskan buruannya. "Jika tidak. "Bagaimana Anda menjelaskan soal jeda tujuh menit setelah orang itu pergi dan sebelum saksi datang?" "Tidak bisa." "Kalau Anda tidak merasa bersalah. peristiwa pembunuhan terjadi di sekitar Burcot. mengapa Anda tidak membunyikan klakson?" Alis Crigman berkerut." "Lalu apa yang Anda kerjakan selama 15.. setidaknya ia dalam posisi menempel saat korban ditusuk di lehernya.. Tracie diperlakukan bak anak kijang di sarang singa.

"Jejak darah Lee Harvey ditemukan di tepi pintu mobil." kata pembela. "Lihat saja jika Andy menginginkanmu lagi. alasan Tracie memilih sedan Ford Sierra hitam sebagai mobil pembuntut besar kemungkinan berdasarkan pengalaman pribadinya. "Di tengah jalan terjadi pertengkaran. maka akan ada yang melihatnya. tapi keterangan dari polisi dan saksi setempat menyatakan lampunya padam. 'kan?" "Tidak." Crigman sejenak melirik Tracie. Lee cemburu kepada Andy. Begitu 'kan?" Tracie lagi-lagi diam. Lewat sebuah surat yang dikirim dari penjara Bullwood Hall Essex." "Pasti butuh niat yang besar untuk menaruh gigimu di leher seseorang. dalam cerita pembunuhan karangan terdakwa. menyatakan keberatan dengan penilaian itu. Meski upaya itu kandas. Tracie langsung mematikan lampu mobil untuk berpikir. Lee mengancam dengan pisau." tulis Tracie. Lee juga pernah melakukannya. dikatakan lampu dalam keadaan menyala. "Apa yang Anda rasakan?" kejar Crigman. setidaknya satu kali pembela Tracie mencoba mengajukan peninjauan kembali kasus itu dengan menyodorkan saksi-saksi baru. Hingga April 1999. Crigman menyatakan keheranannya. Jika lampunya dinyalakan. banyak orang tetap percaya Tracie tidak bersalah. mantan pacar Tracie. Surat yang dimuat News of The World itu menyatakan. banyak orang melakukan tindakan seperti itu. Dalam kondisi yang kurang lebih sama. "Dalam pernyataan Anda." kata Crigman. yaitu saat Tracie menggigit Lee. Toh. yaitu ketika Anda membukanya untuk mematikan lampu. Lee mengeluarkan pisau dan mengancam akan menyayat wajahku atau akan menusuk. Masalahnya. "Anda mengarang cerita dan menggabungkannya dengan pengalaman pribadi. penuntut menambahkan. Pengakuan jujur Setelah vonis dijatuhkan." 127 .Crigman mencoba mengingatkan Tracie tentang pertengkaran pasangan itu. Sebelum mengakhiri sesi pertanyaannya. pada malam pembunuhuhan keduanya bermaksud pulang ke rumah. seorang perempuan normal bisa-bisanya menggigit leher. Tracie mengaku telah menusuk Lee Harvey dalam sebuah pertengkaran yang disebutnya lepas kontrol. "Aku marah. Tracie membuat pengakuan yang mengejutkan. lalu Lee menghampiri dan menjambak rambut kekasihnya itu. setelah melakukan pembunuhan. "Itu hanya situasional." Menurut argumentasi penuntut. Keduanya kemudian keluar dari mobil. Tracie dan Lee sesungguhnya pernah memiliki mobil dengan merek dan warna serupa. kamu juga dapat menaruh pisau di lehernya.

Padahal. dan kehilangan kontrol. ia sudah bosan menganggur lama.suaminya . aku menjadi gelap mata. Belum pernah aku mengalami kehilangan kontrol seperti malam itu. Tanganku terasa basah. menurut rekan-rekannya." tulis Tracie. Sampai akhirnya. yang ditatap begitu tajam. Lee memukulnya lagi. "Aku merasa seharusnya dihukum untuk pembunuhan tak disengaja. Cathy. Pisau itu kemudian disembunyikan di celananya." Cathy terbelalak. Benarkah itu semua pernyataan jujur Tracie? Lee Harvey. sehingga keduanya terjatuh ke rumput. Mata seorang penyelia memicing. Entah untuk tujuan apa. Saat itulah Tracie melihat ada pisau di tanah yang segera diambilnya. Kisah nyata/Road Rage/Tj 18. Saat Lee ingin bertindak kasar lagi. Cathy mengangguk lemah. Syukurlah. Wajahnya mendung. Aku sempat mundur. Mulai hari ini.Tracie mengaku saat itu takut setengah mati. panti jompo lokal di Grand Rapids. tidak pernah membawa pisau. Tracie sengaja membawanya dari rumah malam itu. hatinya terbahak. tahun 1986. muncul perasaan sangat sedih dan bersalah. tulis Tracie. dihanyutkannya ke toilet. "Aku merasa ngeri.yang pasti tengah repot mengasuh putri tunggal mereka. "Baik. Aku memang seharusnya jujur pada kesempatan pertama. ia merasa seluruh hidupnya sudah berakhir. Keduanya sempat saling memaki. menertawai Kenneth . Sejenak Lee mencoba membalas." aku Tracie. Tracie segera bereaksi dengan pisau. gemetar. Bunyi napasnya berat dan matanya mendelik. ia memutuskan untuk mengarang cerita bahwa mereka diserang seseorang. Terlebih saat menyadari Lee telah tewas. Tracie menghampiri Lee dan mencoba mengajaknya berbicara. GARA-GARA PATAH HATI Alpine Manor. Aku marah. Ia mengguncang tubuh Lee. Yang kuingat. Tracie berusaha berdiri. Tapi kemudian ia sempat menjegal Lee hingga terjatuh." Sewaktu meraih mayat pacarnya. "Jadi. Tubuhnya yang berbobot 198 kg berguncang. Lee ternyata menariknya. Michigan. Mereka yakin. hampir menangis. jadi grogi. Jika tidak. Anda diterima bekerja. suami meninggalkan Anda bersama seorang anak?" Dengan menunduk. 128 . dia akan terus memukuliku. Saat itu yang ada hanya kebingungan dan ketakutan. "Aku harus menusuknya. sebelum akhirnya terjatuh. dan saat di rumah sakit.

ketika Kenneth pulang bekerja pukul enam sore. bungkus snacks dan baju kotor tertebar di lantai. Yang agak disayangkan. bisa memberi Cathy sedikit kebahagiaan. Tumbuh tanpa belaian kasih sayang. Agak ragu dan tersipu.Ia segera bekerja sebagai pembantu perawat di panti dengan lebih dari 200 kamar tidur. gadis yang unik. ia melihat gadis ini amat haus kasih sayang. Cathy memulai kerja. masing-masing berisi dua pasien. Luka batin Mata Cathy tertanam ke televisi. Mereka putuskan segera menikah. Karenanya. Sementara Cathy . Pria pendiam itu hanya bisa menarik napas dalam. di mata Ken. Cathy pun kurang dicintai ibunya. sebab yang terjadi kemudian pasti perang mulut. Sebagai anak tertua. Ia lahir di tengah keluarga kurang harmonis. dan ibunya petugas pembukuan. Akibatnya. "Pilih aku atau hobimu!" begitu katanya. Sang ayah yang pemabuk berat sering memukulinya dan selalu mengatainya "si gemuk". Sebagian besar pasien menderita penyakit Alzheimer atau penyakit otak organik lainnya. Ken pun amat gembira. Cathy. Ken mengenal Cathy sudah dalam keadaan overweight. "Aku benci tugas rumah tangga!" Itu kalimat yang selalu disiramkan Cathy ke telinga Ken. Cathy lebih suka mengurung diri di kamar ketimbang bergaul dengan teman sebaya. Belum habis kaget Ken. Namun. begitu banyak pekerjaan yang harus ia tangani. badannya terus memuai. Ia mendapati rumah mereka amat berantakan. Ketika Cathy mengaku hamil. atau bahkan kurang percaya diri. Untuk mengendurkan stres. Ken membereskan rumah. lantaran ia memilih makan sendirian. terpisah dari yang lainnya.sang nyonya rumah . Ayahnya seorang sopir truk gudang yang pernah bekerja di Vietnam. kelahiran tahun 1962 di Michigan. Oleh rekan-rekan kerjanya mungkin ia dianggap terlalu sopan. tiba-tiba mereka sudah berpacaran. AS. Ken bekerja di pabrik mobil. Cathy kurang memiliki rasa keibuan terhadap putri mereka. Mary. Usia Ken waktu itu 20. Cathy mengabaikan penyakit anaknya. tanpa banyak cakap. ingin sekali ia mengisi kekosongan jiwanya. Jika si anak sakit. lalu melanjutkan sekolah hingga menjelang kelahiran anaknya. sedangkan Cathy 17. Ken merasa iba.asyik menikmati opera sabun di televisi sambil terus mengunyah junkfood. Perkawinan mereka memang berliku. Kenneth Wood baru 19 tahun ketika Catherine May Carpenter alias Cathy yang baru 16 tahun "menembak"nya. Ken merasa tak ada gunanya menegur Cathy. Sebagian lain menderita sklerosis ganda atau arthritis parah. Cathy sering ngemil dan makan dalam jumlah banyak. Piring dan gelas kotor berserakan. Itu sebabnya. yang juga terbengkelai. Ia berharap. lalu mengurus putri tunggal mereka. pada Agustus 1979. 129 . setiap kali ia ditegur. Ia malah sibuk menyalahkan si mungil Mary yang dianggapnya tak bisa menjaga kesehatan. Termasuk merawat dua adiknya.

Ken tetap mencintainya. Ia tak dapat berbuat apa pun untuk membendungnya. "Cathy. Setelah puas mereguk habis madu sang kekasih. 130 . Ia lalu melaporkan ke penyelia bahwa tempat tidur pasien basah karena ompol. Ia menjalin hubungan lesbian dengan rekan kerjanya. akan kuperbaiki sikapku. itu telah menggembungkan egonya sedemikian rupa. kenapa ia jadi pesolek? Penampilannya pun berubah. sehingga dalam beberapa bulan saja beratnya menguap jadi tinggal 132 kg. Herannya. Entah sudah berapa bulan mereka tak berhubungan suami-istri. Dengan penuh percaya diri. dirinya sedemikian menggoda bagi wanita lesbi lainnya. tapi petugas yang bertanggung jawab tidak menggantinya. Terhadap rekan kerja yang dibencinya. yang kebetulan bekerja bersamanya. Walau Cathy kurang lembut hati. entah karena menolak diajak bercinta atau oleh sebab lain. Apakah perilakunya mengimbas hingga ke rumah? Tentu. Ia mengira. Cathy seperti sudah mati gairah. Di rumah jompo maupun di rumah. cukup dengan mengedipkan mata. tak ada lagi yang bisa "memegang" dirinya." sahutnya enteng seraya melenggang pergi bak selebriti. Pernah. ia akan mencampakkannya." "Oh ya. Namun. Hanya dalam bilangan minggu ia betah memberi dan menerima kehangatan dari seorang wanita. Kekasih baru Sedemikian bergairah Cathy bekerja. Ken merasakan perubahan itu. ia siap berburu wanita lain yang lebih menggairahkan. malah cenderung kasar. Bukan saja berlaku bak primadona. Dengan bujuk rayu sekadarnya. Selaiknya para pria pencumbu. Sulit mengukur perilaku buruk apa yang telah diubah Cathy. Karena lebih membela keutuhan rumah tangga. Rupanya. Cathy lepas kendali. Juga ketika Cathy mulai minum alkohol dan kerap mabuk di rumah. wanita buruannya langsung paham maksudnya. di balik tampilan baru dan kesigapannya bekerja. ada pasien mengeluhkan pelayananmu. Dari salah satu karyawan panti jompo Ken mendengar istrinya terlibat sejumlah percintaan sejenis. ia menumpahkan air ke selimut pasien mereka. Selanjutnya. ia biarkan istrinya dengan segala polahnya itu. demikian pula perilaku Cathy. Rambutnya dicat warna platinum. Sekali dua ia berhasil menarik wanita ke dalam pelukannya. biasanya wanita itu langsung lumat dalam dadanya yang besar dan lebar. Terutama dalam menangani pasien. di tempat kerja pun ia mulai menggunakan kekuasaan. Cathy tak bisa menyembunyikan kekasaran jiwanya.Ken berusaha memahami masa lalu Cathy yang menorehkan luka batin hingga saat itu. Ia juga suka membeli baju baru dan agak ganjen. Bahkan. ia melakukan lagi apa yang dulu pernah mengisi masa remajanya . penyelia memanggilnya.yakni berhubungan seksual dengan teman sejenis.

Setelah penyelia pergi.Bualannya berhasil. Maka. "Siapa namamu?" "Gwendolin Gail Graham. ayah Gwen. Cathy tengah rebahan di ranjang. mereka sudah akrab. 131 . di lenganku banyak bekas luka sundutan rokok ayahku. Ia merasa canggung karena pandangan mata Cathy seperti menelanjangi dirinya." sorak hatinya. "Ini Gwen.. Demikian pula para pasien. Cathy sedikit tercengang mendapati Gwen pun cukup mahir berpasangan dengannya. Sikapnya cukup keras pada anak-anak. Ia akan sekamar denganmu. Gwen beringsut mengurai isi kopornya. ketika penyelia mengetuk kamarnya. "Lihat. Tak pernah ia menggendong anaknya yang menangis. melainkan oleh gerakan bibir tipis gadis manis itu saat bercerita. sebab kemudian lawannya itu mendapat peringatan keras. Pembantu perawat baru. Bukan oleh isi cerita Gwen. Linda. biasa memukuli anak-anak-nya dengan sabuk. Namun. Aku lahir di Santa Monica. Adapun Mack. Acap kali matanya menyapu goyangan dada Gwen saat diguncang emosi.. mereka melihat Cathy seperti melihat monster. Hingga pada suatu siang . ibu sering menyabetiku dengan kabel listrik. Cathy terpaku." Setengah mengangguk." Beberapa menit kemudian. Sambil pura-pura berempati. Tak seorang pun koleganya berani macam-macam padanya. Entah apa yang merasuki Cathy hingga ia merasa amat puas bila melihat orang lain hancur tak berdaya oleh "power" yang dimilikinya.. Cathy tak perlu menunggu lama. Ketika Gwen mulai terisak. ibunya. Cathy menyeringai sinis saat lewat di depannya. ia anak sulung dari tiga bersaudara." kata Gwen getir. Cathy hanya butuh waktu sehari untuk memikat Gwen menjadi kekasih barunya. Sementara itu ayahnya jarang di rumah karena pekerjaannya." Selama beberapa tahun. sudah cukup alasan baginya untuk memeluk tubuhnya. ia leluasa menjamah dan menekan tubuh Gwen. "Waktu umurku 18 bulan. ibunya yang miskin sudah memiliki tiga anak balita. Gwen sering mendapat serangan seksual dari ayahnya. Gwen pun sering menyakiti dirinya sendiri." "Usiamu?" "Dua puluh tiga tahun. "Aku menang. 1963. ia pun makin leluasa menanamkan pengaruh pada lingkungan kerja yang mental dan emosinya sudah ia rapuhkan. Kerja serabutan memaksa istri dan kelima anaknya berpindah-pindah ke seluruh Kalifornia. Gwen bercerita. Ketika berusia 22 tahun. tanpa banyak bicara Cathy langsung membuka lemari pakaian. Untuk melepaskan siksaan emosi. kerap berganti pekerjaan.

keduanya tak mematuhinya. Pasangan itu sering minum sampai mabuk dan terkadang juga saling berkelahi. suatu saat kau akan menyesali keputusanmu ini!" Cathy membalas dengan seringai. Usir suami Hanya seminggu Gwen bekerja dengan baik. Cathy menanggapi dengan pelukan. hal yang melanggar peraturan panti jompo itu. Tindakan serupa pun dilakukan di ruang tunggu perawat. para sepuh itu memandang cemas . Aku gila asmara. gilanya. Ken membopong Mary pergi. Bahkan. Begitupun ketika seorang pasien kedapatan memar pada pergelangan tangan dan 132 . mereka pun sering bertukar tugas dengan pembantu perawat lainnya. bahwa mereka diancam dibunuh oleh seseorang. Namun. Ia amat telaten merawat para lansia. sedari umur 17. Kematian beruntun Pernah. Dengan mesra mereka menutup pintu kamar.. agar bisa selalu bersama.. karena sebagian besar menderita Alzheimer. Mereka hidup seatap tak ubahnya suami-istri. seolah disatroni monster. Sejak sebulan lalu kami putus. Kuminta kau keluar dari rumah ini. Mereka memang sangat keterlaluan. seorang penyelia berusaha memisahkan mereka berdua dengan menerapkan sistem shift. Pergilah kau!" Dengan amat marah. Gwen sudah berada di sana. Tak sampai sejam kemudian. Bukan skandal itu yang menyentak Ken. Sambil saling berbisik dan cekikikan. membuat para nenek teringat cucu mereka. Gwen disenangi hampir seluruh penghuni. Namun. Rambutnya yang kemerahan dengan senyuman manis dan lugu. "Aku serius dengan Gwen. Bahkan pernah tinggal bersama seorang wanita berumur 20 tahun. Ketika pasangan ini bekerja secara terpisah. beberapa kali beberapa pasien mengadu pada pembantu perawat lainnya. serta saling meninggalkan pesan cinta pada mesin penjawab telepon. melainkan ucapan Cathy . Karena kerekatan itu mengganggu suasana kerja.bahkan ada yang sangat ketakutan. karena aku dan Gwen akan tinggal bersama di sini!" "Kamu gila?" sembur Ken. mereka membersihkan dan mengurus pasien. mengekspresikan cinta dengan saling berbalas puisi yang buruk kualitas.. "Pacar saya itu mendapat pekerjaan di Grand Rapids. "Benar.Ternyata. ketika dengan amat posesif Cathy "menguasai" Gwen. mereka berdua pura-pura melakukan aktivitas bercinta. Keduanya sedemikian kekanak-kanakan. tampak sekali kekecewaan mereka. maka tak ada perawat yang mau percaya pada mereka. ketika memandikan pasien usia lanjut itu. yang amat mencintainya. Persis remaja kasmaran. "Ingat Cathy." adu Gwen. Apalagi ketika Cathy menceritakan affair-nya itu pada Ken. Namun. Gwen sudah bertualang. Setiap kali pasangan ini masuk ke kamar penghuni.

Memang ada memar di kedua lengan itu. biasanya ia yang mencampakkan kekasih. maka kematiannya pun dianggap tinggal menunggu waktu saja. Dengan usia 95 tahun dan berat badan yang terus menurun. Pihak keluarga pun menganggap sebagai takdir yang sudah digariskan. Ia ditemukan meninggal dunia pada Maret 1987. seorang pembantu perawat yang kurang disukai Cathy masuk ke kamar Belle Burkhard (74) untuk mengurus pasiennya itu. ditemukan tewas di tempat tidurnya pada Januari 1987. dan kemanjaannya sering membuat gemas . Gwen sedang melirik Robin. Apalagi maut memang bisa sewaktu-waktu menjemput para jompo itu. Februari 1987. tetapi ia mengira akibat tekanan darah tinggi atau panasnya suhu di panti jompo. Akhir Februari 1987. Cathy pun jadi amat khawatir kehilangan Gwen. Mula-mula ia merasa rendah diri. pembantu perawat baru di Alpine Manor. Malah. pihak keluarga juga sudah pasrah. Bahkan mereka berjanji takkan pernah saling meninggalkan. Celoteh mulut-mulut keriput itu cenderung segera mereka lupakan. mereka kian erat berpagut. Cathy dan Gwen juga menggunakan cemburu sebagai lem perekat saat mereka rujuk kembali. dan menghindari rujuk kembali. Tak terpisahkan. Namun. Terutama ketika ia mencurigai si manis itu sudah tak loyal lagi padanya. siapa peduli akan penyebab kematiannya? Wanita ketiga yang tewas di ranjang adalah Mae Mason (79). Sebelumnya. Myrtle Luce juga meninggal dunia.bukan hanya pria. karena secara fisik Gwen memang berdaya jual lebih tinggi.kakinya. suasana sepi dan tak nyaman itu diartikan oleh pasangan kasmaran Cathy dan Gwen sebagai suasana yang amat romantis. Keluarganya terkejut akan kematian mendadak itu. Hanya. Edith Cook (80) yang sakit parah dan sering mendapat obat penenang. Ia terkejut melihat wanita tua itu tewas dengan lengan terlipat di balik tubuhnya. tak seorang pun pembantu perawat tertarik akan hal itu. Cathy amat cemburu. Kali ini ia yang dicampakkan. Namun. selalu Cathy yang mencemburui Gwen. Tak pula ada yang tertarik menyelidiki penyebabnya. Contohnya. 133 . Ternyata benar. Hal itu terasa pada sikapnya yang mulai melonggar. Pisau cemburu di kalangan cinta sejenis biasanya lebih tajam dari sembilu. Di dalam suasana itu. Tak ada yang serius menanggapinya. melainkan juga wanita. bibir. Ia muak dengan badan gemuknya. gadis semampai. Perawat hanya melakukan tugas rutin. tapi mungkin itu karena Belle sering mengalami serangan kejang. Tubuh. Marguerita Chambers (60) seorang nenek yang lima tahun sebelumnya didiagnosis menderita Alzheimer. bukankah pohon cinta menjadi berbunga karena rasa cemburu? Kecemburuan itu kerap membuat cinta terasa makin indah. karena nenek malang itu masuk ke tempat ini dengan menyandang penyakit. Kondisi tubuhnya terlalu lemah untuk dirawat karena ia juga menderita gangrene. Sebulan kemudian. Seorang perawat sempat memperhatikan hidung Myrtle Luce berdarah. saat membandingkan dirinya dengan Robin.

. Hatinya tertusuk raca cemburu. Setelah itu ia membawa si mungil Mary. itu pasti bukan tindakan seorang wanita yang pemalu. ragu. pernah mengguyur air sedingin es ke muka bayi perempuannya untuk mendiamkan tangisnya. Ia iba melihat keadaan istrinya. "Aku serius. Cathy langsung menubruk dan meraung di dadanya. Ia juga mengakui. pernah menekan hidung beberapa pasien yang terikat. Agak gugup. yang selama ini ia sia-siakan. Ken mendapati istrinya terisak." Namun. Saat itu. Orang itu Kenneth. pada Oktober 1988. akhirnya hati nuraninya membawa langkahnya ke kantor polisi. bulan Agustus 1987. Sambil memejamkan mata. Gwen bekerja dengan baik dan manis. Empat belas bulan lamanya Ken tak merasa tenang. di depan polisi. Tentunya. Ken datang tepat waktu. Berpegangan tangan dan saling mencumbu. Untuk pertama kalinya rumah itu menemukan kedamaian. Hingga tibalah pada suatu malam. Ia terus diganggu oleh apa yang disampaikan Cathy malam itu.. Seluruh dinding. yang bisa mendinginkan luka hatinya. Hancurlah hidup Cathy ketika akhirnya Gwen dan Robin memutuskan pindah ke Tyler. Bisikan rahasia Sepeninggal Gwen. Cathy mengaku. Cathy butuh seseorang. "Begitu sulitkah untukmu menerima kami kembali?" suara Ken menelusup kalbu. Ken. Ia merasa. akhirnya bibirnya terkuak.. Cathy menggeleng. Ken mengubur hal itu dalam-dalam. Cathy merasakan betapa tulus cinta suaminya. Ia seperti kehilangan gairah. dan penuh dendam benci." Lalu Cathy membisikkan sesuatu ke telinga Ken. sebelum berangkat tidur. Memandangnya mengangguk berkali-kali. Apalagi setelah beberapa bulan bersamanya kembali. Cathy menjadi pemurung dan penyendiri. Melihat suaminya pulang ke rumah. ia merasakan Cathy masih mengalami ketidakseimbangan emosi. Texas. dingin. Mereka bekerja sebagai pembantu perawat. kali itu mengurusi bayi. Seperti dulu. Cathy 134 . perih sekali. Lembut ia memegang bahu Cathy. istrinya baru mengalami keguncangan hebat. dan langit-langit merasakan keriangan penghuninya. Selama beberapa bulan bekerja di sana. Ken lumer. Tak tahan terus digigiti masalah itu. dengan suara gemetar ia mengulangi kembali pernyataan Cathy. pada April 1987.Dari hari ke hari ia memergoki pasangan Gwen dan Robin semakin mesra. lantai. "Aku takut kau tak percaya . menyesali nasibnya. sering ia menangis sendiri. Setelah berjuang keras mengalahkan keraguan. Ken tersentak. Di rumah.

Masa iya. Ia pun setuju untuk bersaksi melawan Gwen Graham. Bahkan. Mae Mason. Tapi ia terlihat menekankan kedua kakinya kuat-kuat ke lantai ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu. tapi ia persempit masa periode kejadiannya cuma beberapa minggu. Ketika diperiksa silang. seolah melepas beban berat dari batinnya. pembunuhan itu dilakukan Gwen. masing-masing tak punya bukti yang saling melemahkan satu sama lain. marah. Ketika Gwen mencekik korban pertama . Ia sama sekali tak berusaha berkelit. Hanya dalam hitungan menit. sebuah taktik yang konon dipakai untuk mengelabui detektor. Cekikikan berantai September 1989. Diakui. secara fisik ia takut akan pacarnya itu. Tapi polisi tak habis pikir. Ia mengaku. Cathy mengaku memandang kearah lain sebelum pembunuhan selesai dilakukan. informasi ini dibenarkan oleh catatan panti jompo. Jadi. Ia juga memberikan kesan.bukan melihat . Cathy setuju menjalani serangkaian uji kebohongan. pacar Gwen. Cathy Wood dituduh bersalah melakukan pembunuhan tingkat dua. ia terpaksa menekankan kedua lututnya kuat-kuat ke atas tubuh Belle. Dalam beberapa jam sidang. sehingga ia ikut dalam pembunuhan tersebut. Saksi yang lain pernah melihat Gwen berkelahi dengan wanita lain. Robin. Cathy dijemput saat itu juga untuk dikonfrontir dengan laporan suaminya." Ia tak ingat lagi nama semua korban. Cathy mengaku. "Gwen dituntut atas dasar kabar burung. bahwa Cathy dan Gwen mengalami dan menikmati "kepuasan seks" yang spektakuler saat melakukan semua tindakan keji itu. Ia memberi detail shift yang ia jalani bersama Gwen selama periode itu." 135 . sedang aku mengawasi pintu. Gwen maupun Cathy pernah menyerang suami Cathy." ucap Cathy lantang. yang menyebabkan salah satu lengannya memar. Ken. dan Belle Burkhard. Polisi tak perlu bersusah payah. Anehnya. ketika ia datang ke rumah untuk mengambil pakaian. Edith Cook. dan hanya didasarkan pada kesaksian Cathy Wood.Marguerite Chambers. Malah Gwen bilang. Kepada wartawan ia berteriak. serta siapa saja yang bertugas di tempat lain pada waktu bersamaan. Dalam sidang pengadilan. Cathy yang beratnya 150 kg takut pada Gwen yang mungil? Salah seorang saksi pernah melihat. mereka berdua sepakat melakukan pembunuhan secara bergiliran.Polisi bereaksi cepat. ia mengatakan tak mampu terlibat dalam aksi pembunuhan itu. dalam suatu pertengkaran Cathy mengangkat tubuh Gwen dan melemparkannya dengan kasar. Pengakuannya itu mendengungkan gumam hadirin sidang. dengan enteng. Gwen Graham dinyatakan bersalah atas semua tuduhan dan divonis hukuman seumur hidup berganda. Cathy tak ingin kehilangan Gwen. Gwen langsung diciduk. "Saya hanya bisa mendengar . Ini memperlancar BAP polisi. "Benar.sewaktu Gwen mencekik Myrtle Luce.

Lomax Harder dan John Franting berjalan beriringan. mati-matian berbicara di hadapan publik untuk membela istrinya. Sebaliknya. Tiba-tiba John Franting.Penjual Senjata". Gwen sendiri pernah mengaku pada Robin.Namun. Dari pakaiannya yang necis. Namun. Kenneth. berwajah suram. "Ada yang bisa saya bantu?" tanya Gontle. Gontle terkenal tidak saja di sepanjang pantai Kanal. Namun. Meski tokonya kecil dan terlihat kumuh. "Tidak usah takut.berusaha mengalangi terpaan angin laut. berambut jarang. SAKU MANTEL ITU MENGGELEMBUNG Suatu sore pada musim gugur di Marine Parade. dan tak pernah mengaku terlibat dalam pembunuhan. berdagu berat." kata Franting cepat. "Selamat sore. lelaki yang tampak santun. Toko ini resmi kok. Mata hukum tak pernah berkedip. ia menolak melakukan kontak mata dengan mantan kekasihnya itu. ia takkan pernah dibebaskan kecuali ada bukti baru yang akan membawa pada pengadilan baru. Ia menjadi rujukan soal senjata. dan agak garang itu mantan petinju amatir. Ia masuk ke toko Gontle yang kecil dan cenderung kumuh. benar melakukan pembunuhan itu dan khawatir Cathy akan melaporkannya kepada yang berwajib. Nonfiksi/Carol Anne Davis/Not 19. kedua lelaki berumur sekitar 35-an tahun itu bisa dipastikan berasal dari kelompok menengah atas. Ketika ternyata kemudian ia mendapati dirinya berada di tempat yang sama bersama Gwen. Ia diganjar hukuman antara 20 . Tanggal pembebasan bersyarat bagi Cathy baru sah pada 2005. ia memohon agar tidak dikirim ke penjara yang sama dengan Gwen Graham. 136 . dan agak ringkih itu dengan sedikit gugup mengancingkan mantelnya . berdahi lebar." balas Franting dengan sedikit gugup. suami Cathy." sapa Gontle (50) yang saat itu mengenakan jas beludru hitam. di depan sidang. sebuah resor dekat laut dan pelabuhan Quangate (Kanal Inggris). berhenti di depan sebuah toko dengan papan nama: "Gontle . Lomax Harder. Bulan berikutnya." "Saya butuh revolver. tapi di seluruh Inggris. "Sore. Cathy Wood berhak atas pembebasan bersyarat setelah menjalani hukuman kurungan selama 16 tahun. pria yang satu lagi. Hukuman terhadap Gwen Graham membuang kemungkinan pembebasan bersyarat. Pria berdahi sempit.40 tahun penjara. Jadi. Gwen menarik ucapan itu. Cathy muncul di hadapan hakim Kent County.

Harder tiba-tiba saja sadar kalau Gontle telah menelantarkan dirinya. Tiba-tiba pintu belakang tempat Franting dan Gontle keluar tadi terbuka. Multi fungsi. "Berapa peluru yang kaubutuhkan?" tanya Gontle. "Anda." kata Franting. Padahal ia masuk tak lama setelah Franting. "Sedikit. "Saya butuh kertas timah. Saya ingin mencobanya. ditaruh kembali. Khusus untuk Anda. revolver! Seberapa banyak Anda tahu tentang revolver?" tanya Gontle." "Bisa diuji? Sekaligus tunjukkan cara mengisi pelurunya. Secara refleks.. Ganti dong dengan yang baru. saya rasa cukup untuk saat ini. isikan saja pelurunya. "Ini unggul pada magazinnya. membuat Harder terkejut." "Bisa untuk bunuh diri?" Franting menyeringai. ia memasukkan pistol yang dipegangnya ke saku mantelnya. lalu diambil lagi. "Wah. "Silakan. Yang terbaik untuk segala keperluan. larasnya sedikit tergores. sambil memperlihatkan beberapa pucuk senjata. "Ah. jangan bercanda. Franting dan Harder tidak bercakap-cakap selama di dalam toko. 137 . "Coba saya lihat ." ujar Franting. "Sudahlah. Ia sempat ragu-ragu sebelum akhirnya mengambil revolver yang ditampik Franting." sahut Harder sekenanya." kata Franting. tanpa berpikir panjang akan akibatnya. ada yang bisa saya bantu?" tanya Gontle kepada Harder." "Anda tahu Webley Mark III? Ini dia." Franting mengamati Webley Mark III. senjata ini tidak bisa dipakai. Hal itu mengesankan mereka tidak saling kenal. Senjata itu ditimang-timang. Bunyi tembakan Lomax Harder ditinggal sendirian di toko. "Lima saja. Gontle pun mengambil amunisi. Kalau belum tertutup dengan benar. Berapa kalibernya?" tanya Franting."Ah.. kemudian melangkah keluar toko dengan senjata di tangan. Empat inci." Franting lalu membayar revolvernya. "Ini ada yang lain." kata Gontle." kata Gontle sambil menunjukkan pintu menuju tempat untuk mencoba senjata di belakang toko.

Begitu melihat Harder. anonim. Setengah bagian dindingnya terbuat dari batu bata dan setengahnya lagi kayu. Sebatang sigaret terjepit di bibir."Kertas timah!" seru Gontle. Aku tak peduli dengan semua itu. "Jangan. memegang revolver. Sepotong kobaran api menyala dalam tungku pemanas. Aku sudah tahu tentang hubunganmu dengan istriku. Aku tahu. "Akan kutelepon Gontle dan membayar senjata curian ini. Dari luar ia melihat Franting duduk di lounge. Harder mencoba menyusul. apakah tetap bersamaku atau memilih bercerai. nanti malah berabe." katanya dingin. Jangan sok menjadi pendengar setia. Aku ingin berbicara secara khusus denganmu. kami tidak . Ia berjalan pelan-pelan menuju hotel putih itu. Di ujung lorong Harder menemukan Franting di ruang biliar. "Aku malas membicarakan soal ini. Apakah Franting serius soal bunuh diri itu? Ia mencoba melihat lagi." "Jangan potong pembicaraanku! Biarkan Emily sendiri yang memutuskan. "Dengar. sosok kecil kidal di keramaian. Jadi. segeralah pergi." "Tapi. Ah. Emily membenci tabiatku. Sayup-sayup Harder mendengar bunyi tembakan. Jangan kau racuni dia agar berpaling dariku. tangannya terkepal. Senja luruh. "Apa Anda tidak tahu kalau ini toko senjata?" Setelah meminta maaf. Tampak Franting. Bellevue adalah hotel tempat ia dan Franting keluar setengah jam sebelumnya. Harder ngeloyor pergi. "Semua itu bukan urusanku. sebenarnya itu masalah kami berdua. Kukirim saja lewat pos. Semua itu juga tidak ada artinya bagiku. Franting masih berbalut mantel. tetapi jarak yang jauh membuat dia tak yakin. "Ya. Aku muak melihatmu. Aku juga tahu kalau istriku sudah memiliki tiket ke Kopenha gen dengan kapal laut dari Harwich. Ruangan dikelilingi halaman belakang dari bangunan utama hotel." 138 . aku sangsi. di kejauhan Franting berjalan ke barat memotong pantai secara diagonal.." batin Harder." pikir Harder. Ia sudah memperlihatkan paspor serta mengepak barang-barangnya.. Kami sudah menjalani masa sulit dan senang selama puluhan tahun. kalau sudah selesai bicara. "Ia akan kembali ke Bellevue. Kamu juga mau ke sana 'kan?" Harder hanya diam. "Kamu masih membuntuti aku. terlebih satu atau dua minggu terakhir. Sepertinya kamu tidak mau bicara sewaktu di jalan tadi. Emily sering berkencan denganmu. Kemudian Franting berdiri dan menghilang turun ke lorong panjang di samping lounge. Kamu jangan mencampuri urusan kami.. ia langsung mendongak. Namun. ia punya niat berpisah." kata Harder tenang sambil mendekati meja biliar. tapi kita harus bicara. ternyata Franting hanya berkelakar. Franting bangkit. Namun." Harder melintasi Marine Parade. Ia duduk membungkuk di dekat tungku." kata Franting sinis.

Salah satu harus mati Franting mengeluarkan secarik surat dari saku. Emily tak bakal meninggalkanku. Boleh jadi kamu sangat mencintaiku. aku yakin ia sulit untuk mengambil keputusan cerai.entah gara-gara kamu atau orang lain atau apa pun. Emily istriku. Itu juga 'kan yang menjelaskan. Meski kamu sudah mengganggu rumah tangga kami." Dan seterusnya. "Tapi ini untuk istriku. aku tidak akan membiarkan dia pergi. apalagi menghabisimu. Sekarang kamu boleh keluar!" Franting mengantungi kembali revolvernya dan mulai menyedot sigaretnya kuat-kuat. Aku tidak tahan lagi dengan situasi ini. mengapa pula kamu bersedia mengambil alih semua kesulitannya. atau punya motif lain?" katanya sambil menyelipkan sigaret di bibir. atau sebaliknya. kamu tak perlu tahu siapa dia. Kekayaannya adalah nafkah hidupku. Bahkan sampai ke Kutub Utara sekalipun. "Kamu si penolong itu 'kan? Bagus. Sampai akhirnya kamu masuk. Jujur saja. "Tapi." Franting mengambil revolver dari kantung mantelnya. akan kuburu dan kuhabisi dia dengan revolver ini. mengapa kamu tahu keberadaanku di sini?" Lomax Harder hanya menatap ke luar jendela. kamu ingin menjadi dewa penolong. Kamu tidak perlu takut. dan meruntuhkan upaya itu. dan seterusnya." Tiba-tiba Franting terdiam. Ia seperti sadar dengan ucapannya. Jika Emily sampai meninggalkan Franting. "Lihat barang ini. "Bagaimanapun. dan menunjukkannya kepada Harder. Franting menyobek surat itu menjadi dua. Franting membaca beberapa kalimat keras-keras." sahut Harder lirih. jika kamu tidak mencintainya. Lomax Harder melihat wajah Franting berubah menyeramkan. Aku baru saja menerima surat darinya. lalu menggunakannya untuk menyulut sigaret. Aku tidak menuduhmu jatuh cinta dengannya. Aku bakal serasa di neraka jika ia meninggalkan aku. Camkan ini. "Masa bodoh dengan semua itu. tapi sikap dan perilakumu sangat menyakitkan. Aku yakin. yang tidak dapat begitu saja menceraikan suaminya. jika ia meninggalkan aku . Franting tidak main-main. Aku tidak akan mengancammu. lalu membukanya. nyawa Emily akan 139 . Seorang istri tetaplah istri. Ia sadar. bukan melulu soal materi. Aku punya komitmen kuat terhadap ikatan perkawinan. membuang separuhnya ke lantai dan memilin bagian lainnya. Kalaupun ada orang yang bersedia menolongku. Meski aku suami terburuk di muka Bumi ini. alasan utamaku."Aku mengerti. Aku memang menumpang hidup padanya. Namun. membakar. Kami sedang berusaha menata kehidupan rumah tangga kami. ke mana pun ia pergi. yang kubeli tadi. "Aku telah memutuskan untuk meninggalkanmu. Aku akan terus memburunya. Wajah Harder pucat mendengar tuduhan itu. Ia tahu aku berada di sini.

tempat porter berumur sekitar 50-an tahun berdiri dalam kejenuhan. Rokoknya masih menyala. Harder merasa telah bertindak benar. Sekilas Harder melirik ke mayat Franting. menuju Marine Parade. "Saya butuh minuman selama menunggu. Mereka pun beradu badan. lalu meloncat keluar. Franting roboh. "Selamat malam. "Akan saya siapkan." kata Harder ramah. "Yah. Mohon sabar menunggu. Memikirkan hal itu ia memutuskan segera kabur. Ia berjalan perlahan-lahan masuk ke serambi bertiang. Ia masuk ke hotel dari pintu utama. Tapi pelayan bar sedang cuti. Pak. Setengah badannya ambruk di atas meja biliar." Lomax Harder masuk dan duduk. Ia juga takut. tidak ada yang bisa membujuk Emily untuk tetap bersama suaminya. Ia melangkah melalui pintu hijau yang membawanya melewati sebuah lorong. Apa semuanya ditangani oleh porter?" Aneh. membidik. abunya jatuh di meja biliar. 140 . Pak. Secara serentak Franting melangkah juga pada arah berlawanan. dan menarik pelatuknya. tidak adakah yang mendengar bunyi tembakan tadi? Padahal hotel ini dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP). Lebih baik dia daripada Emily. Secepat kilat Harder menyentak revolver di sakunya. Di balik penyesalan atas nasib Franting. Di sekeliling tidak ada orang. Harder menyibakkan kain pengalang di jendela." "Hotel apa ini? Semua pelayan tidak di tempatnya. Ia melihat lubang kemerahan di pelipis kanan Franting. Di sisi lain. Ia telah memutuskan untuk berpisah. Di telinga Harder suara letusan itu bak bunyi dawai biola yang digesek dengan jari tangan. Manajer hotel sedang ke London. Tidak seorang pun bisa mencegah Franting. Membuang barang bukti Sejenak kemudian muncul rasa takut. Ia tewas. Ada kamar kosong?" "Mungkin ada. Kini ia seorang pelarian. Apa yang harus dilakukannya? Tiba-tiba muncul ide brilian. salah satu harus mati. Harder melangkah sepanjang sisi meja biliar. Emily bakal sendirian dan tak lagi punya teman sebaik dirinya. Harder takut harus menghadapi hukuman." "Malam.terancam. Kepala kamar sedang pergi sebentar." Harder membatin. tapi ia akan segera kembali.

Jam taman berdentang. Setengah dipaksakan. ia menyesal harus membunuh Franting. Kendati begitu. Tidak ada bentuk fisiknya yang menonjol. sudah tengah malam. Sesegera mungkin ia pergi dan mencari Emily. Malam telah lindap. kadang merah. Tanpa sungkan Harder menenggak habis minuman itu. Ia hanya berniat melindunginya. ditimpali sinar putih.Mengingat kembali peristiwa itu membuat Harder ingin berlari keluar. Jangan-jangan hasil tindak kejahatannya sudah diketahui! Polisi bisa jadi sedang mengorek informasi dari para wisatawan yang masih berkeliaran. kembali ke Marine Parade. Tapi. tidak mengharapkan sesuatu dari Emily. Porter datang membawa nampan berisi minuman pesanannya. bila ia lari." kata Harder sambil berjalan ke luar hotel. mengambil revolver dari saku mantel. waktu itu ia memakai topi. Harder berjalan cepat ke depan dermaga. seperti umumnya pelaku kejahatan lainnya. orang bisa curiga. Harder melihat ke sekeliling. Selain itu. Meski kecil. Ia batal menginap di hotel. Tapi. Jarum jam bergulir ke angka empat. kemungkinan itu tetap ada. Ia juga tidak tolol untuk kembali ke tempat kejadian. Nah. Harder tetap tenang. Taksi melaju ke stasiun. Dihantui rasa takut Bagaimanapun dalam diri Harder lahir rasa takut yang luar biasa. Di kejauhan mercusuar berkelap-kelip. Ulah Franting menyobek surat Emily sebagai penyulut sigaretnya membangunkan api kebencian pada diri Harder. atau ada orang yang mendengar bunyi letupan senjatanya atau tidak. rasa takut dan curiga itu terus menghantui. ia mencoba duduk dengan tenang. kadang hijau. Niatnya tulus. Ia bersandar pada dinding dermaga Quangate. Sopir taksi melihat dirinya tidak tenang dengan sorot mata aneh dari kaca spion di dalam mobil. Rasa suka mendorongnya untuk tega menyakiti siapa pun yang mengganggu kebahagiaan Emily. Ia tidak yakin apakah ada saksi yang melihat perbuatannya atau tidak. tidak dingin. Namun. Begitu juga jejak kaki karena lantai paving. orang itu bisa memberikan keterangan detail sosok dirinya. Riak gelombang menghantam dinding dermaga. langsung menghampiri taksi yang sedang menunggu penumpang. sidik jarinya tidak tertinggal di jendela. "Saya akan pergi sebentar. ada orang yang mengenal Franting tahu kalau sore itu Franting berjalanjalan dengan seseorang. Bisa jadi. Angin bertiup dari barat daya. Sebuah kekhawatiran muncul tiba-tiba. Ia menyesalkan Emily mau diperistri Franting yang sangat obsesif. Sial. Cahayanya berpendar. 141 . dan diam-diam menjatuhkannya ke laut. Tidak ada lagi orang di sini. kecuali dahi lebar. 100 orang pun akan dia hadapi. Untungnya. Jangankan satu. ia sadar sangat menyukai Emily Franting yang kini menjanda.

dari haluan ke buritan. di gerbong mana? Jangan-jangan. kerumunan itu menguntungkan Harder. "Kuharap. perasaan ragu-ragu mencuat kembali. Aman. Emily pasti ada di sini. 142 . Perjalanan dua jam itu amat menyiksa. gara-gara kerumunan penumpang kereta. Peronnya disesaki para pelaku bisnis. Kapal mengeluarkan tanda keberangkatan. Inggris mengecil dihiasi pendar-pendar sinar. Ia menoleh ke segala arah. hal buruk menimpa Emily? Misalnya. Perlahan-lahan kapal menjauhi dermaga. "Jadi?" bisik Emily. Tampak benar betapa mereka saling membutuhkan. Namun. Kereta ini penuh wisatawan. akibat ketakutan berlebihan. Hampir putus asa ia mencari Emily dalam kompartemen besar yang sedang berjalan itu. Namun. Jejak tertinggal Superintenden Polisi Brian McKnight dan Sersan Detektif Trevor Berbick berada di ruang biliar Bellevue. Victoria menjadi bagian tersulit dalam pikirannya. Kereta berjalan." kata Harder. di sisi lain. Namun. Detektif akan kesulitan mencarinya. ia tahu akan ada konferensi internasional di Kopenhagen. Emily belum juga dia temukan. Harder menjelajah tiap dek. akhirnya ia masuk juga setelah menunjukkan tiket ke petugas. Bukankah ia yang juga membelikan tiket untuk Emily? Selain itu. Tapi. keputusanmu benar. membuncah menjadi kelegaan tatkala Emily muncul di hadapannya. Tidak! Harder menenangkan dirinya. ada polisi yang menelepon bahwa suaminya ditemukan tewas dengan sebuah peluru bersarang di otaknya. Emily amat disiplin soal waktu. Pergilah. Ia ingat telah ceroboh meninggalkan bagian surat yang tidak terbakar di tempat kejadian perkara. tapi tak tampak tanda-tanda keberadaan polisi. Mungkinkah di Esjberg nanti ia akan dijemput detektif di dermaga? Semua kekalutan itu seketika berubah. merayapi kanal yang berliku-liku menuju mulut pelabuhan." ujar Emily tanpa protes. "Aku tidak akan pergi bersama. atau ia gagal masuk kapal karena ia tidak menemukannya? Kengerian kembali mencengkeram hatinya. Jangan-jangan ada detektif yang ditugasi menyergap dirinya di sana. itu benar-benar konyol! Di Dermaga Parketson kebingungan kembali menyergap. Kecuali bila detektif menghentikan dan mengisolasi kereta. Pikiran kalut membuatnya tidak menyimak berita di media cetak atau elektronik. Celaka. Mungkinkah ia ketinggalan kereta. Begitu masuk ke kereta tidur. Lampu sorot di ruang biliar mengenai mayat John Franting yang belum dipindahkan. nikmati kebebasanmu. ia yakin.Tiba di pelataran stasiun. Keduanya berpakaian preman. sudah ada lima penumpang di sana. Tak ada kata tergesa-gesa dalam kamusnya. Dari hasil bertanya sana-sini. bebas ke Laut Utara. Kedua insan itu pun meluapkan kegembiraan mereka.

" katanya. The Three Feathers. Bond memang detektif hebat. Brian McKnight mengarahkan ke ambang jendela. Ia menengok ke dalam setelah terjadi tembakan. Pergaulan dan wawasan luas membentuknya tidak sekadar seorang "pemeriksa" mayat korban pembunuhan. "Karena ia sibuk menangani kasus lain." desis Austin Bond. sebenarnya Brian McKnight enggan berhubungan dengan Austin Bond. saya menawarkan diri untuk datang memenuhi telepon Anda." kata temannya. Austin Bond. serta The Gold Spoon. Ia berhasil memecahkan berbagai misteri terkenal seperti The Yellow Hat. Lelaki malang! Siapa yang menemukan dia?" "Wanita pelayan yang baru saja keluar. bukan begitu. Austin Bond!" teriak Brian McKnight. belum apa-apa sudah merasa kecut mendengar nama Dr. ini. Akses langsung ke petinggi Scotland Yard membuat semua polisi memperlakukannya dengan sangat sopan." kata McKnight mengangsurkan bukti temuannya." kata seorang pria yang tiba-tiba bergabung dengan keduanya. Sedangkan Trevor Berbick. Sersan. "Lihat ke sini. tolong pindahkan mayat ini sekarang." Sersan detektif mengeluarkan senternya dari saku. "Ada. Dr. Soalnya." "Anda mendapat petunjuk lain?" "O. Furnival. Bond akan melakukan pemeriksaan. lelaki kurus dengan bibir tipis dan kumis kucingnya. Dok?" "Tentu." kata Bond setelah mengamati mayat dengan seksama. korban merupakan perokok sigaret. The Three Towns." kata Brian McKnight kalem. Selain segan. "Ada yang lebih aneh. "Ya. ya. Bond sering melecehkan polisi yang bekerja kurang sigap." "Apakah pelurunya ditemukan?" Berbick sekilas memandang McKnight." "Berapa lama?" "Sekitar sejam lalu. "Bisa juga pembunuhnya. meski pakar dalam bidangnya. 143 . "Sersan. Dr. "Hai. Senternya. Kita pernah bertemu di Scotland Yard. "Kaliber 38."Saya tinggal dengan teman saya." "Dr." kata Bond ikut mengeluarkan senter miliknya. "Ditembak sekitar 90 menit lalu.

demi kelangsungan asap dapurnya. Ia mestinya masuk dan keluar melalui jendela. "Saya harus berbicara dengan wanita pelayan itu. "Lo.masih dengan membawa batu bara." "Mungkin ia sudah berada di ruangan itu. 144 ." sahut Bond jumawa. melihat-lihat sekeliling dengan saksama. Ini tampak dari sudut tembakan. "Pembunuhnya pasti bertubuh tinggi. sebab porter yakin tidak ada orang yang masuk lounge dari pintu mana pun kecuali korban selama sekitar sejam. "Tidak mungkin." Mantan petinju kidal Austin Bond berjalan mondar-mandir." timpal Bond. Ia hanya punya tiga jari pada tangan kirinya. yang membuatnya takut. saya juga melihatnya." kata Bond. Salah satu sepatunya berlubang di tengah pada solnya. yang terkoyak di kusen jendela. Saat itulah ia melihat mayat Franting. mungkinkah John Franting membiarkan seseorang memasuki ruangan melalui jendela! Apalagi orang dekil seperti itu." "Ya. setelah sebelumnya meminta si porter pergi. Pertama sebelum Franting datang." kata si porter. dan memperhatikan jejak-jejak tadi pada jarak amat dekat." "Bagaimana Anda bisa tahu?" "Keberuntungan. kemudian menjatuhkan lagi. Bond kemudian mengeluarkan kaca pembesar." kata Brian McKnight memperingatkan." Brian McKnight dengan bangga mengurai beberapa data temuannya. Ia mengenakan baju biru. Ia pun pergi lagi . dan beberapa helai benang baju murahan.McKnight menunjukkan sidik jari pada bingkai jendela. apa kamu bisa melihat ke seluruh ruangan?" "Bisa. Satu kebohongan lain." "Sersan. "Sebab saya berada di ruangan saya sepanjang waktu itu. "Nanti dulu." Si porter terpaksa berbohong. Ia mengambil secarik kertas yang terselip di antara tangga panggung yang menghubungkan dua sisi ruang untuk memberikan tempat pengunjung bisa memandang sekeliling. Pak. Wanita pelayan datang dua kali. "Bagaimana kamu bisa yakin bahwa tidak ada seorang pun yang masuk ke sini sesore ini?" tanya Brian McKnight kepada si petugas porter. Padahal sebelumnya ia sudah diingatkan akan akibatnya jika sampai berbohong. "Pada posisi itu. Pak. Ia kembali lagi membawa batu bara. memangnya Anda kenal korban?" "Tidak! Tapi saya tahu ia John Franting. jadi ia pergi mengambil batu bara. Ia melihat api pemanas hampir padam. jejak kaki pada ambang jendela. "Bawa porter hotel kemari. Ia memandang sejenak.

"Hanya dengan keberuntungan. sejak awal saya hampir yakin. "Ah. Webley Mark III. Sesuatu yang berbentuk seperti . Apa maunya detektif ini? Bukankah tak ada orang yang meminta bantuannya? Namun kemudian McKnight teringat akan akses Austin dengan Scotland Yard. 145 . Maaf." "Tunjukkan tangan kirimu? Bagaimana jari-jari tanganmu bisa hilang?" "Akibat kecelakan mesin cuci." Dua petugas polisi menyapu pandangan ruangan itu dengan saksama. Austin Bond. "Anda lihat saku kiri mantel itu? Perhatikan. Masih baru!" Brian McKnight membongkar senjata itu. agak menggelembung 'kan? Sesuatu yang tidak lazim tersimpan di situ. "Saya pikir ia ada di sana." tukas Dr. wanita itu memiliki tiga jari di tangan kiri ketika ia berlalu di koridor. ia bunuh diri?" "Tapi. Namun. Pak.Brian McKnight ragu-ragu. terpaksa ia membolehkannya bertemu wanita pelayan itu. Pak. Ketika wanita itu selesai menjalankan perintah dan akan beranjak pergi." "Lalu bagaimana?" "Saya pikir. ketakutan." "Maukah kamu menuju jendela. di mana ia menyembunyikan revolvernya setelah mencabut nyawanya?" tanya Brian McKnight mencoba membangun kembali kepercayaan dirinya yang sempat terjerembap.coba bayangkan. pembunuhnya tidak masuk atau pergi mendadak melalui jendela. "Saya juga sedang mencari jawabannya." Brian McKnight memeriksa saku dan menarik sebuah revolver dari saku mantel mayat itu. Pakaianmu tersangkut di jendela 'kan?" bujuk Bond. "Jangan khawatir. dan taruh tanganmu di sana. Jadi." kata Austin Bond menunjuk ke mayat Franting. Tapi. sambil menjinjing sepatu kirinya. saya membuyarkan teori Anda. "Apakah Anda membersihkan jendela hari ini?" Austin Bond mulai menginterogasi. Saya kebetulan sempat memperhatikan. Austin Bond berkata dengan ramah kepada Brian McKnight." Perempuan itu mulai menangis. lepas dulu sepatu kirimu. "Ya. Dr. ia masih ada dalam ruangan ini. "Jadi.

Emily Franting sedang duduk di lobi Palads Hotel. Ia mungkin menyalakan sigaret menggunakan surat ini. Lomax Harder baru saja menelepon mengabarkan kepadanya soal sidang terbunuhnya John Franting dari koran yang dibacanya. Demikian pula nasib Richard Macris (19). Aku akan meninggalkan rumah kita besok. mana yang dua lagi? Sekarang." "Menembak dengan tangan kiri?" tanya Brian McKnight. John Buettner-Janush. mahasiswa New York University (NYU). Ini bagian dari surat.. karena ia kidal. Musim semi tahun 1977 ia serasa mendapat durian runtuh ketika terpilih menjadi asisten di la boratorium Dr. Fiksi/Great Law and Order Stories/Yds 20. bagian yang terbakar ini mungkin sambungan surat yang ada di dekat tungku perapian. Bagaimanapun. terkadang tersembunyi masalah pelik yang siap menghadang. Nun jauh di sana. Kopenhagen. Ia memang sering merepotkan lawannya. di mana pelor itu? Anda mengerti? Ia menembak kepalanya. ketua jurusan antropologi. Aneh. Coba baca ini. misalnya gorila. BJ amat dikenal di kalangan ilmuwan.menganalisis sampel-sampel darah. Uniknya pula. ". tugasnya kini berkaitan dengan penelitian 146 . harus melewati serangkaian tes yang bahkan lebih sulit ketimbang ujian tulis formal di sekolah. malang tak dapat ditolak. Alasan mengapa ia menembak dengan tangan kiri. Franting bisa jadi petinju amatir kelas berat-menengah terbaik di Inggris. Air mata mengalir di pipi Emily. Anda bisa melihat." Brian McKnight membacanya. tapi kamu telah menumpas rasa sayangku padamu. "Yah. Beberapa tahun yang lalu." Kemudian Bond melangkah menuju tangga tempat ia menemukan secarik kertas tadi. Juri memutuskan bahwa korban melakukan bunuh diri. kebaikan dan kebenaran tetap harus ditegakkan. tangan kirinya lebih mematikan dibandingkan dengan tangan kanannya. E. dan revolvernya masuk ke saku mantel. begitulah. DI BALIK DINDING KAMPUS Untung tak dapat diraih. begitu ilmuwan terkenal itu acap disebut. "Ini.. Macris yakin. Tangannya terkulai."Ada tiga ruang kosong." Austin Bond kembali mendemonstrasikan kepiawaiannya memecahkan solusi yang membuat para polisi itu mirip sekumpulan orang dungu. terutama karena sebuah proyek penelitian beberapa tahun sebelumnya. Ini sudah menjadi keputusan terakhir. Bahagia atau sedih? Tak ada yang tahu. Ia memang sangat bangga karena untuk bisa bergabung dalam tim BJ. kamu sangat mencintai aku. Manusia memang tak pernah bisa menduga-duga peristiwa yang bakal menimpanya. saya sadar. Penelitian biologis itu mampu menunjukkan hubungan antara protein darah pada lemur dengan kelompok kera pada tingkat yang lebih tinggi. di balik peristiwa yang tampaknya membahagiakan. Beberapa kali saya melihatnya bertarung. Macris dengan penuh semangat melakukan tugasnya . mungkin bisa menjadi petunjuk.

Misalnya saja beberapa kali ia melihat sejumlah mantan murid BJ.A. Pada masa-masa itu ia menulis buku teks antropologi yang amat terkenal. yang sudah lama lulus. Ia diberi tahu. tak lama setelah bergabung dalam tim BJ. bakal menjadi kunci jawaban tentang evolusi. Macris optimis akan lebih mudah mendapatkan beasiswa untuk meringankan beban orang tua. Dana penelitian dari National Science Foundation (NSF) secara teratur mengalir deras. Syukurlah. Dengan catatan akademis dan sejarah karier yang meyakinkan itulah BJ dianggap cukup pantas untuk ”dibajak” oleh NYU. Pada 1973. yakni malam hari. bukan hanya di AS namun juga di dunia. awal Februari 1979 Macris memberanikan diri bertanya kepada BJ apa sebenarnya yang sedang ia kerjakan. ”Membuat obat saraf untuk lemur. Lain cerita dengan Macris. Kemudian ia pindah ke Duke University di North Carolina. ”Obat saraf seperti itu ’kan sudah tersedia di pasar?” ”Benar.BJ yang sedang tertarik membandingkan faktor darah antara manusia dengan monyet.000. Berasal dari kalangan ”biasa-biasa” saja. Perbincangan mereka dengan BJ pun dilakukan dengan berbisik-bisik. tapi obat yang diperdagangkan biasanya tidak cukup murni. di usia 49 tahun. lama-kelamaan Macris terpengaruh juga. dan M. ”Materi yang kamu pegang bisa membuatmu gila!” kata James. Tahun itu. BJ meraih gelar B. Apalagi kini di laboratorium BJ. B. ”Sebenarnya BJ sama sekali tidak melakukan penelitian pada lemur. Penelitian ini.” jawab BJ enteng. anak keluarga Yunani ortodoks. monyet. Sampai suatu kali BJ meminta Macris datang pada hari Sabtu.A. ia rela meninggalkan Duke gara-gara iming-iming fasilitas penelitian yang baru dan mewah dengan nilai tak kurang dari AS $ 200. BJ sudah menjadi antropolog terkemuka.. mereka akan membuat asam anasetil antranilat. Begitu ia tiba. melihat prestasinya mereka merasa pengorbanan itu tidak sia-sia. Karena penasaran. menurut dia. sedangkan Ph.. orang tuanya harus bekerja keras untuk dapat mengirimkannya ke perguruan tinggi. Meski awalnya tidak serius menanggapi. The Origins of Man. datang berkunjung ke lab pada waktu yang tidak lazim. Sejumlah asisten yang telah lama bekerja di situ berbisik. dengan wajah serius. ia mengamati memang ada beberapa hal mencurigakan.D-nya dari University of Michigan. ia mendengar gosip yang mengganggu. dan manusia. Gara-garanya. Jangan-jangan rumor itu benar. Kecurigaannya mulai tumbuh. dari University of Chicago.S. Di sanalah ia melakukan percobaan unik tentang hubungan darah antara lemur. calon LSD. BJ segera menutup semua pintu untuk pengamanan. seorang asisten. salah seorang mengingatkannya untuk selalu mencuci tangan bersih-bersih seusai bekerja di lab.” Lalu apa? Yang lebih membuatnya miris sekaligus penasaran.” 147 . Pengalaman mengajar didapat dengan memberikan kuliah di Yale selama tujuh tahun. Rumor aneh Sayang.

tapi beberapa waktu lalu ia merasakan ada yang aneh dengan BJ. Dulu Jolly juga pengagum berat BJ. ”Cobalah membuat catatan tentang semua percobaan yang kalian lakukan di lab. Menurut pengakuan BJ pada Jolly. Setiap peralatan dan sekian banyak bahan kimia tak ada yang luput dari pengamatan mereka. untuk melaporkan penemuan mereka. Semua barang temuannya itu disimpan rapi di rak buku di rumahnya. ia mengendap-endap ke dalam lab BJ untuk jeprat-jepret memotret situasi di dalamnya.beberapa anggota DEA memeriksa lab BJ. Jolly tampak kaget mendengarkan penuturan Macris. kamu yang akan menghadapi masalah besar. ketika NSF tanpa dinyana-nyana menolak permintaan bantuan dana BJ. yang sengaja tidak diberi tahu dari mana asal bahan-bahan kimia itu. Detektif amatir Selama beberapa bulan berikutnya.yang dikenal sebagai Quaalude . ”Yang kamu lakukan cukup berisiko. Rektor NYU. Jolly berperilaku bak detektif amatir. yang seketika teringat kembali setelah Macris menyampaikan kecurigaannya. Selain itu. melacak catatan yang dibuang para asisten lab. Di malam hari. Jika yang kamu katakan benar. metakualon. Jolly menyerahkan sampel bahan kimia itu pada Drug Enforcement Agency (DEA). juga kokain sintetis. Semula Jolly tidak terlalu memikirkan ucapan itu. Pilihannya jatuh pada Dr.obat terlarang. Esok malamnya diam-diam . tetapi bisa juga rumor itu benar. Sadar tidak mungkin bertindak sendiri. memberikan laporan bahwa salah satu sampel adalah metakualon . Macris memutuskan untuk bertindak. Begitu jumlahnya dirasa cukup. Pun pernah menjadi anggota timnya. Sebaliknya. Sawhill segera menghubungi kantor kejaksaan. Ia akan menghadapi masalah besar. berarti BJ telah melanggar hukum. Masih dengan setengah terkejut. Jolly mencoba tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.” lanjut Jolly sambil berjanji akan membantu mencari bukti. manakala asisten labnya sudah pulang. Siapa tahu ada yang berguna.” tutur Jolly mengingatkan. dua minggu sekali ia mengambil sampel bahan kimia dari labu Erlenmeyer dan vial. Clifford Jolly. Jelas Jolly menyegani mantan bosnya. Yang ditemukan antara lain LSD. Sawhill. Meski begitu. Ia juga mengacak-acak keranjang sampah. ia mencari orang yang tepat untuk berkonsultasi. Dalam operasi itu bukan hanya anggota DEA yang bergerak.tentu dengan seizin NYU . lembaga pengawasan obat tingkat federal. Dalam waktu singkat DEA. Semua bermula pada musim dingin 1978. Bahkan kesertaan dalam tim BJ itulah yang membawanya masuk ke dalam NYU. Jolly menasihati Macris untuk sementara waktu menyimpan semua kecurigaan itu. ia tidak khawatir karena tahu banyak cara lain untuk mendapatkan dana. Berbekal laporan itu Jolly mengajak Macris menemui John C. meski tidak menemukan apa penyebabnya. Dengan bukti tersebut kejaksaan memerintahkan untuk dijalankannya operasi penyelidikan rahasia. Bahan kimia itu segera dianalisis. 148 .Masuk akal juga. antropolog yang bekerja di lab yang bertetangga dengan lab mereka. bila kecurigaan itu tidak benar.

Meski istrinya. Ia memang sering mengadakan pesta. Selain dari kalangan ilmuwan.” keluh yang lain. mahasiswa yang menjabat direktur lab. Bahkan. Sampai pada suatu malam. salah satu profesor yang dimusuhi BJ mengepalai sebuah jurusan dan berwenang mencairkan dana beasiswa yang jumlahnya ribuan dolar. mulai pemain drama. Sebagai orang yang menuntut kesetiaan. sepertinya tersimpan motif lain juga. ia punya banyak kawan dari kalangan seniman. Macris dan Jolly membiarkan petugas DEA masuk melalui pintu. BJ juga menjalankan labnya dengan otoriter. Sosoknya sebagai ilmuwan juga makin kabur bila menyimak kesaksian teman-teman akademisnya. ”Aku tahu ada yang tidak wajar dengan perampokan itu. ”Ada seseorang yang telah mengadukan diriku. Bukankah selama ini ia telah memberi mereka kesempatan dan kebaikan hati? Kabarnya. BJ tidak sadar tengah diamati. Sebagian besar dengan sukarela. 149 . Memang. ia tidak bisa mentoleransi asisten yang mengkhianati dirinya.” kata salah seorang mahasiswa. kami tidak bakal lulus. Posisi BJ makin tersudut. Di balik undangan makan malam untuk para kenalannya. Tak satu pun dari kami mampu mendapatkannya.tetapi para asisten lab BJ juga dilibatkan. senang barang-barang mahal. Bila bukan karena tanggung jawab moral. Celakanya. Ilmuwan kaya Mula-mula operasi itu berjalan lancar. Petugas itu sengaja memecah kaca pintu lab untuk memberikan kesan perampokan. Asistennya harus memusuhi juga semua musuhnya. Tapi siapa dia?” Prasangka serupa diucapkannya pula pada Danny Cornyetz. pakar biokimia. Vina Mallowitz. Mereka diminta memperhatikan setiap ucapan BJ. Kecurigaan itu sempat ditangkap Macris. ”Kami tidak berani mengambil mata kuliah yang pengajarnya tidak disukai BJ. Bahkan beberapa orang diperlengkapi dengan alat perekam tersembunyi untuk merekam pembicaraan dengan BJ. ada yang menjulukinya serupa diktator. Namun. Pergaulannya luas. Ia dikenal berselera tinggi. Otaknya yang biasa berpikir logis segera menduga ada sesuatu yang tidak beres. Umumnya yang dengan cepat menerima mempunyai dua alasan. itu bukan sembarang perampokan. pamer. BJ tak begitu kesepian. tentu karena mereka tidak mau terseret dalam kasus itu. Menurut dia. karena seminggu kemudian ia bertanya pada Macris. ”Kalau kami tetap mengikuti mata kuliah mereka tanpa mengindahkan peringatan BJ. meninggal tahun 1977. Tuntutan itu dipatuhi oleh hampir sebagian besar muridnya. tapi aku tidak tahu siapa informan itu!” seru BJ marah. Pestanya pun bukan sembarangan. apartemennya yang luas di Washington Square dipenuhi keramik dan benda pajangan mahal. meski ada juga yang harus dengan dibujuk-bujuk. dengan hidangan didatangkan dari katering terkenal dan pelayan berseragam. novelis. Baru esok paginya BJ mengetahui ”perampokan” itu. dan pelukis. kedongkolannya hanya berlangsung sesaat. tetapi pesta gala.

Tujuannya. Namun. Penolakan itu tentu memberi pukulan berat bagi BJ. BJ telah membuat banyak orang sakit hati. Dr. atau ada bagian dari isinya yang dianggapnya kurang santun. Saat ekspedisi berlangsung. Sampai tahun 1977. BJ tetap dipandang terhormat di kalangan akademisi. ”Tidak hanya menyemprot saya di hadapan rekan seprofesi. ya selalu hanya berdasarkan satu alasan . mengatakan. mengumpulkan dana dari kalangan swasta untuk membiayai penelitian atas lemur. Penelitiannya semasa di Duke sesungguhnya dilakukan oleh sang istri. “Kalau NSF menolak memberikan bantuan. 150 . manakala Dewi Fortuna tak lagi bersamanya. Di antaranya. lab BJ telah dikunjungi oleh tim NSF. Sejak itu. Setiap tahun ia makin terkenal dan makin sering menerima bantuan dana penelitian. Kabarnya. Tak heran apabila banyak beredar rumor negatif tentang dirinya. bukan akademis. tuduhan itu pun tidak pernah ditindak lanjuti. tetapi kepiawaiannya dalam melakukan penelitian serasa turut dilecehkan. ia bisa seketika mengirimkan kembali surat itu disertai sejumlah koreksi disertai catatan tinta merah “Ganti surat ini! Gunakan kaidah bahasa yang benar!” Kebiasaan buruk itu memakan korban pula. Tentu pula kelancaran penelitiannya jadi terganggu. ia mengorupsi uang makan dan akomodasi sebuah ekspedisi antropologi. Tahun itu NSF menolak memberikan bantuan penelitian kepadanya. Untuk kasus ini.karya tersebut kurang tepat mendapat penghargaan ilmiah. direktur program antropologi di NSF saat itu. Bukan hanya ego. meski tanpa dana dari NYU. BJ menuduh penolakan itu berdasarkan alasan pribadi.” Memang. BJ juga tega mempermalukan saya di depan para mahasiswa. ia masih bertugas di University of Chicago. dan penuh mahasiswa pintar yang ambisius. Bila datang surat yang salah mengeja namanya.Betapapun. Ada rumor lain. Sebuah pengalaman pahit dituturkan oleh sesama rekan profesor yang memilih keluar dari NYU lalu pindah ke University of Maryland. Nancie Gonzales.” Kehilangan dana Itulah kenyataannya. Ada juga yang mengatakan. lepas dari rumor dan perilaku kasar. Tanpa bantuan dana mana mungkin ia membeli bahan penelitian dan membayar asisten. Beberapa alumnus bahkan bergabung dalam proyek Simian Expansions. pihak universitas di Michigan menolak memberi keterangan. peralatannya lengkap. BJ tidak pernah melakukan penelitian. Ia mendirikan perusahaan dengan nama samaran Simian Expansions. BJ senang menarik perhatian dengan cara mengejek atau menyakiti orang lain. proposalnya pun telah diperiksa. Namun. Namun. karena ada bocoran dari orang dalam di NSF yang memberi tahu dia. ada rekan kerja yang menuduhnya telah melakukan plagiat terhadap karya sejumlah muridnya pada saat ia mengajar di Michigan. Betapapun. lab BJ di NYU tetap aktif. yang ini lebih serius. Alasannya. selain hidup mewah ia punya kebiasaan aneh. November tahun yang sama sang profesor yang cerdas ini menemukan solusi.

Meski sudah menaruh curiga, BJ terkejut juga tatkala mendapat undangan untuk hadir di pengadilan, di hadapan sejumlah juri atas tuduhan membuat dan memasarkan obat terlarang. Namun, ia masih yakin akan menang. Malah, kalaupun dinyatakan bersalah, ia akan dapat dengan mudah membersihkan nama. ”Pengacaraku mampu mengatasi semua tuntutan yang dapat menghancurkan reputasiku,” katanya yakin pada Macris. Keyakinan serupa ia ucapkan juga pada Danny Cornyetz, ”Mantan dekan fakultas hukum NYU akan segera membereskannya hanya dengan sedikit lobi.” Agustus 1979, DEA kembali datang ke NYU untuk memeriksa ruang penyimpanan di bawah tanah lab BJ. Di tempat rahasia itu DEA menemukan sejumlah besar obat terlarang. Cuma, penemuan ini tidak dapat dipergunakan di pengadilan, karena ketatnya pemberlakuan hukum pemilikan pribadi. Dua bulan kemudian ia diajukan ke pengadilan dengan tuntutan telah memproduksi dan memasarkan berbagai obat terlarang serta berkonspirasi untuk mengalangi pemeriksaan pembuatan obat di kampus NYU. Rekaman Juli 1980 sidang pengadilan digelar di Pengadilan New York Distrik Selatan. Yang seru, sebelum sidang dimulai BJ telah menyebarkan dua lembar surat yang menyatakan bahwa dirinya adalah korban serangan pemerintah atas kebebasan akademis. Ia menggambarkan, tindakan DEA menerobos untuk memeriksa lab dan tempat penyimpanan sama dengan kekejian yang berlaku dalam Kristallnacht, yakni malam saat pasukan Hitler menghancurkan harta milik kaum Yahudi di Jerman. Melalui surat itu juga BJ berusaha meyakinkan rekan-rekannya bahwa tuntutan yang ditimpakan kepadanya sangat tidak masuk akal. Pada intinya, BJ melemparkan isu tentang dilanggarnya hak atas kebebasan bagi para ilmuwan. Akibatnya, bahkan sebelum sidang berlangsung, di kalangan hadirin sudah terbentuk dua kubu. ”Tak masuk akal! Orang seperti BJ membuat obat terlarang? Untuk apa? Ia tidak butuh uang. Ia amat kaya. Ia juga pasti tahu bila melakukan seperti yang dituntutkan padanya tentu akan membahayakan kariernya di Amerika,” demikian salah satu pendapat. Sementara itu pendapat di kubu seberang pun tak kalah sengit. Mereka menganggap BJ seorang sosiopat, orang yang tidak memiliki hati nurani. Sekeras pertentangan di antara penonton, sealot itu pula jalannya sidang pengadilan. Pembela BJ, Jules Rithholz (55) dengan lantang sekaligus dramatis, bersuara, ”Kami tidak menyangkal ia membuat obat terlarang. Namun, bukankah tidak ada larangan membuat obat di dalam laboratorium?” Obat terlarang buatan BJ dibuat untuk tujuan penelitian yang resmi, lanjutnya. Sang profesor akan memberikan obat itu pada lemur yang pada akhirnya untuk melihat apakah obat saraf dapat mempengaruhi perilaku kelompok primata tertentu. Penelitian semacam itu tentu sangat bermanfaat bagi seluruh umat manusia, Rithholz berargumen.
151

Mengapa? Apabila perilaku dapat dipengaruhi oleh bahan kimia, berarti perilaku tidak hanya ditentukan oleh garis keturunan, ”Kita bakal dapat memperbaiki banyak kesalahan yang dilakukan manusia. Kita dapat mengobati residivis, penjahat kambuhan, lalu membuat mereka menjadi orang baik. Sekali suntik, kita dapat menghapus kejahatan di dunia.” Dewan juri yang sebagian besar dari kalangan akademis mendengarkan penuturannya dengan saksama. Kemudian jaksa penuntut menghadirkan para mahasiswa. Mereka tampil dengan caranya masing-masing - ada yang tenang, banyak pula yang canggung dan kikuk. Beberapa hasil penyelidikan detektif amatir itu gagal. Macris misalnya, tidak hanya mencoba merekam BJ, tapi juga direktur lab Cornyetz. Sayangnya, pertanyaan pancingan Macris yang diajukannya saat mereka berdua berjalan-jalan di Washington Square Park tidak mendapat jawaban seperti diharapkan. Gara-garanya, saat Macris bertanya lewatlah seorang gadis cantik dan seksi dengan rambut model masa kini yang dicat dua warna. Ucapan Cornyetz pun melenceng. Demikian pula rekaman kaset diajukan oleh mahasiswi bernama Lisa Foreman, yang bekerja di lab tahun 1978. Dengan inisiatifnya sendiri pula ia merekam percakapan dengan Cornyetz. Sayangnya, ia tidak menggunakan kaset baru melainkan kaset bekas yang sudah digunakan untuk mengajar burung kakatuanya berbicara. Maka yang muncul bunyi hiruk pikuk yang memalukan. Untunglah, ada beberapa orang yang berhasil membuat rekaman yang mampu menunjukkan semua konspirasi tindakan BJ. Sebuah kaset Macris dengan jelas menampilkan suara BJ, ”Danny telah setuju untuk bersaksi dengan menyatakan dirinya yang ... em melakukan semua pembuatan obat ini.” Dalam salah satu kaset terdengar suara Cornyetz bertanya pada BJ, ”Mengapa kita yang pertama kali dituntut dalam kasus ini? ... Ini kesalahan Bruce!” Bruce Greenfield tercatat sebagai salah satu anggota proyek Simian Expansions. Jawab BJ, ”Ya, ya memang.” Lanjut Cornyetz, ”Mengapa juga ia menyebut dirimu yang melakukan semua hal ini?” Sahut BJ, ”Mengapa ... aku begitu tolol?” tapi dengan cepat ia mengucapkan, ”Yang penting adalah ada proyek penelitian resmi yang mampu menutupi semua yang kita lakukan.” Pada kaset lain BJ terdengar mengatakan, ”Salah satu cara untuk bisa menyingkap kesalahan kita adalah dengan mencari orang dalam yang mau bersaksi. Untunglah, tak satu pun di antara kita yang bersedia. Kita semua punya komitmen kuat.” Pada kaset hasil rekaman Profesor Jolly, terdengar BJ menyatakan, tidak khawatir dengan tuntutan yang diajukan karena ia punya teman yang sangat berpengaruh. ”Aku kenal baik dekan Fakultas Kedokteran di Harvard,” serunya. Pada saat semua rekaman diputar, ruang sidang tampak senyap. Semua yang hadir tekun menyimak setiap suara yang muncul.
152

Lain lagi dengan ekspresi wajah BJ yang tampak berubah-ubah - bingung, kaget, serius, dan lainnya - , begitu mendengarkan semua ucapannya yang tanpa sadar telah direkam oleh asisten dan teman kepercayaannya. Tak heran, pada sekelompok orang sempat terbit perasaan simpati dan iba pada BJ. Namun, perasaan simpati itu lenyap seketika manakala pada kaset yang lain ia mengucapkan, ”Pembelaku siap berhadapan dengan kejaksaan Amerika dan menunjukkan betapa besar jasa-jasaku.” Saat itu tampak betapa BJ mencoba merendahkan hukum. Posisi BJ makin lemah. Terutama kala Danny Cornyetz bersaksi dengan menirukan ucapan BJ padanya, ”Kamu sama tidak bermoralnya dengan kita semua di sini. Aku akan berterus terang bahwa kita semua memang membuat obat terlarang itu di laboratorium!” Sedangkan asisten administrasi jurusan antropologi bernama Richard Dorfman mengaku, BJ tidak hanya mengaku membuat obat di lab, tapi juga memintanya untuk menjualkan kokain sintetis buatannya. Dorfman mengaku telah menjual sejumlah kecil kokain seharga AS $ 100. Setelah mengambil komisi sebesar AS $ 20, yang AS $ 80 ia serahkan kepada BJ. Berkedok penelitian Pembela BJ tak patah semangat. Untuk menangkis semua tuduhan, ia mengambil sudut pandang berbeda, yakni sang profesor membuat obat terlarang di labnya karena akan diujicobakan pada lemur. Untuk itu Rithholz mengundang Pat Pronger, petugas pengumpul dana untuk Simian Expansions. Pada bukti berupa lembar kuitansi tertulis sejumlah dana untuk membeli lemur. Namun, kesaksian Pronger gagal, karena ada yang janggal. Dalam kuitansi disebutkan BJ meminta uang untuk membeli hanya sekitar dua atau tiga ekor lemur. Bukankah obat sebanyak yang ditemukan di gudang bawah tanah terlalu banyak, bila hanya akan digunakan untuk tiga ekor lemur? Rithholz masih berupaya keras menolong kliennya. Sejumlah orang yang mengenal BJ sebagai lelaki yang jujur dan dapat dipercaya ia undang untuk bersaksi. Kembali usaha Rithholz tak memberikan banyak arti, karena para saksi mengenal BJ terbatas pada waktu silam. Jurus terakhir Rithholz adalah dengan melemparkan isu bahwa mungkin BJ tidak benar-benar membuat obat terlarang. Obat tersebut ditaruh di lab oleh Profesor Jolly yang sebenarnya iri dan ingin merebut posisi BJ. Jolly yang kebetulan hadir dalam pengadilan hanya tersenyum mendengar tuduhan baru itu. Bahkan ketika harus memberikan kesaksian pun Jolly tidak merasa terpojok dengan tekanan-tekanan Rithholz. Dengan tenang Jolly mengakui, telah mengorek sampah untuk menemukan sejumlah catatan. Selain itu agar tidak mengundang curiga, Jolly berusaha untuk tidak menyinggung-nyinggung soal pembuatan obat terlarang bila tengah ngobrol dengan BJ. Setelah sepuluh hari mendengarkan pengakuan saksi, sidang berakhir.

153

Richard Dorfman dipecat. BJ tahu benar karakter Hitler. Di dalam masyarakat ada orang yang meyakini bahwa diri mereka dikaruniai dengan kelebihan. asisten yang menjual kokain sintetis. Pemeran juru bayarnya asli karyawati bank itu. Namun. tujuan BJ membuat obat terlarang tampaknya bukan melulu karena butuh uang. sedangkan Danny Cornyetz keluar untuk bekerja di perusahaan kaset yang memasok museum dengan rekaman sastra. Namun. Akhirnya. Namun. Yang kedua adalah berbohong pada penyidik federal. Sudah kebiasaan ada kru bisa secara dadakan menjadi pemain. Setelah berlatih beberapa kali. menunggu komando dari sang sutradara. Sedangkan menurut seorang profesor antropologi. mengaku melakukannya karena terpaksa. Hampir 70% dari seluruh syuting di lokasi telah selesai. entah keningratan ataukah berupa kepandaian. dan kokain sintetis.” Nonfiksi/The Professor and Prostitute/Sht 21. semua pemain maupun figuran siap di tempatnya masing-masing. Jangan salah. yang resminya asisten sutradara (astrada). tinggal pengambilan gambar dalam ruangan. untuk memerintah sekelompok orang yang bisa diatur. menurut seorang psikolog. Ia tidak ingin dipecat. ia membuat sekaligus mengedarkan LSD. Benny Bintara. kesombonganlah yang menuntutnya bertindak diam-diam. bahkan melanggar hukum yang berlaku bagi masyarakat umum. dan yang akhirnya ketagihan nikmatnya melawan sistem di masyarakat. amat bangga atas kepandaiannya. seharusnya ia bisa memperolehnya dengan halal. Menurut pandangan Jolly. 154 . Padahal kalau mau terang-terangan mengakui bahwa ia butuh dana. honornya bisa "damai". Sampai sekarang orang masih belum mengerti alasan sesungguhnya sang profesor memproduksi obat terlarang. “Cara yang digunakan BJ hampir sama dengan cara yang dilakukan oleh Hitler. mengapa para mahasiswanya patuh juga kepadanya? Richard Dorfman. bujangan ganteng.Bukan demi uang? Lima jam lewat sebelum juri memutuskan Buettner-Janusch bersalah atas dua hal. Orang semacam itu bosan dengan aturan yang biasa. TERMAKAN GOSIP Syuting film Buronan sudah memasuki bulan kedua. manajer yang dalam cerita harus mati ditembak penjahat diperankan oleh Aria. Mereka merasa ditakdirkan untuk menaklukkan dunia. Demikian pula BJ. Pagi itu syuting bertempat di sebuah kantor bank swasta nasional untuk menggambarkan adegan perampokan. Pertama. Clifford Jolly masih mengajar di NYU. yang tidak puas dengan hal-hal biasa. mereka terkondisi untuk senang memperdayakan masyarakat. Keuntungannya. Kasus BJ memang unik. metakualon. Buettner-Janusch diganjar hukuman penjara lima tahun. Menyebarkan teror dan ketakutan. asalkan sifatnya tidak berkesinambungan. Richard Macris pindah jurusan dari antropologi ke administrasi bisnis. bukankah ia sering menyinggung nama Hitler tiap kali bercerita? Cara itu dapat disebut taktik Hitlerian.

akhirnya curiga. trik efek tembakan masih dengan teknik konvensional. Bajunya bolong. manajer muda di sudut ruangan hendak meraih tombol alarm. action!" teriak sang sutradara. tampak jelas dada kirinya hangus luka bakar.dan sekantung plastik kecil darah (campuran madu dan zat pewarna).. lalu menarik topi rajutannya . astrada playboy itu kena serangan jantung. kru film merubungnya." kata Benny puas. Pada masa itu. Aria tidak mengenakan kaus dalam. Sayangnya. Suasana berubah panik. ia yakin tidak melakukan kesalahan. sekarang ke shot selanjutnya. heran. dor . Sugeng. Kabar burung yang tersiar. Dor . Ke dalam bahan peledak itu dimasukkan dua kabel merah dan hitam (disembunyikan dalam baju si pemakai). Dibantu Andy. Selembar karet tebal (biasanya karet ban mobil bagian luar). astrada muda itu mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan.. Karet ban selebar dua telapak tangan tersebut diikatkan ke bagian tubuh "korban" yang menjadi sasaran tembak. mereka buru-buru menggotongnya ke tempat lain. Kemudian para perampok lari sambil membawa sejumlah kantung dan out ke samping kamera. Briptu Ibrahim. Aria. "Cut! Bagus.. Karena rasa tanggung jawab. ayo bangun. wajahnya pucat dan berkeringat. semua pemain bergerak seperti dalam skenario. Iptu Yulianto. "Aria. Napasnya tersengal.sebagai penutup muka. Didahului dengan suara ngorok keras. Perwira muda berperawakan gemuk itu datang bersama dua anak buahnya. yang dihubungkan dengan sumber listrik DC 12 volt. salah satu sisinya ditempeli bahan peledak . gerakan itu tidak lepas dari amatan sang perampok berpistol yang segera menarik picunya. Dari deretan belakang tiga orang berdiri bersamaan. asisten sutradara yang seharusnya menyiapkan adegan lanjutan. Tina. tetap tergeletak di lantai. "pengawal" senjata api yang dipinjam kru film Buronan. waria penata rias yang tinggal serumah dengan Aria. Senjata yang akan digunakan sudah dikosongkan 155 . seperti terkena hantaman besi panas. Sebagai konsultan.Benar-benar tewas Take pertama dimulai setelah kamerawan mengambil gambar papan klep. Seperti dalam skenario. tiba-tiba kamera zoom-in ke arah tempat duduk para nasabah. ia segera melapor ke atasannya. bersimbah darah. bagian tata lampu." teriak sutradara dari kejauhan. Saat seorang juru bayar tengah melayani nasabah. Andy membuka baju Aria yang "bolong-berdarah" dan karet pelindung efek. Salah seorang perampok menodongkan FN 45 sambil melemparkan kantung kain ke arah juru bayar. langsung pingsan begitu tahu sepupunya tewas. Aria tetap terbaring di lantai karpet.! Manajer muda itu terjengkang dengan kursinya. Aktingnya sudah selesai. Sayang. Pertolongan pertama berupa napas buatan pun siasia. untuk editing film. Buru-buru Aria dilarikan ke rumah sakit.biasanya berbentuk wax (elastis) . "Kamera. Syuting berjalan lancar. "Masukkan semua uang ke kantung!" gertaknya..

Yang keluar asap putih. "Tidak. "Siapa yang memasang karet pelindung?" "Madrim. Antara 25 sampai 30 gram tiap tembakan pistol. meledakkan mesiu yang ditempelkan pada protektor di atas dada korban. juga teknik pembuatan efek tembakan itu. "Bagaimana ceritanya sampai ada korban?" Secara singkat Benny Bintara menceritakan kronologinya. "Pak Benny sering menyutradarai film jenis ini?" tanya Iptu Yulianto pada Benny Bintara. peluru benar-benar menembus dada yang mengakibatkan darah bercucuran. Madrim (23) perjaka jangkung itu berpenampilan sedikit lusuh. Tetapi baru kali ini jatuh korban." "Siapa yang bertanggung jawab langsung?" "Rawuh." "Kamu yang memasang karet pelindung?" Madrim mengangguk. Dalam gambar. "Ya. Terjadilah sambungan arus pendek. "Selesai syuting jam sebelas. Pak. mungkin karena sering dipakai.dari anak peluru." jawab Benny singkat. yang kemudian diganti dengan kapur tulis berbentuk peluru yang akan menyumbat rapat selongsong bermesiu itu. Jika pistol ditembakkan." jawab Briptu Ibrahim. dan langsung diikuti gerakan korban. "Kok kelihatan lemas." sela anak buah Iptu Yulianto. seorang kru tinggal menempelkan kabel merahhitam ke kutub plus-minus aki. yang harus sinkron." jawab seseorang. Mesiu ditimbang sebelum dipasang." 156 . tadi malam pulang jam berapa?" Iptu Yulianto berbasa-basi. "Aus. di mulutnya selalu terselip rokok kretek. Gerak-geriknya sedikit canggung untuk bekerja di film. yang semuanya serba instan dan cekatan. "Atau mesiunya terlalu banyak?" tebak Yulianto. Tetapi jemputannya ngantar yang lain dulu. "Saya bisa melihat karet protektornya?" Ternyata protektor itu berlubang sebesar jari telunjuk di tengahnya. ledakan menembus baju bersamaan dengan pecahnya plastik berisi "darah". efek itu mengesankan. pembantu bagian efek. Efeknya. Tetapi dia dan beberapa anak buahnya sedang menyiapkan setting di tempat lain. "Sudah sering menangani pekerjaan ini?" "Baru kali ini. selongsong akan meledak. karena kapur terbakar menjadi abu. art director. Jauh di belakang "korban".

karena pintu tak terkunci. Tina meninggal tidak dengan wajar. Tampak nyata. Padahal ini film keempat Aria sebagai astrada. Cuma saya sendirian. Terpaksalah Edy masuk gang. waria tinggi semampai itu tak kunjung muncul. "Saya bisa masuk. Edy menemukan Tina sudah meninggal di atas sofa. Saya melihat ia tidur di sofa. Tak heran bila perwira muda itu tampak serius. sehingga berakibat fatal. Sayang. Mungkin ceritanya akan lain. Aduh ngeri.Untuk menghormati dan tanda berkabung. Pak. Satu jam kemudian polisi datang dan langsung mengamati TKP." jelasnya dengan mimik sedih. Karena ia tidak juga menyahut meski telah saya panggil beberapa kali. jendela dan pintunya pun masih tertutup. hampir setengah jam Edy. "Jadi?" "Boleh dibilang kecelakaan karena suatu keteledoran. sebelum para penyidik datang. Saya kira. jika pertolongan pertamanya bisa semaksimal mungkin. biasanya sudah menunggu jemputan pagi di mulut gang dengan segala perkakasnya. Pak. Domisili Tina masih daerah wewenang Iptu Yulianto. Rumah kontrakan Tina sepi. Menurut peraturan. "Adakah saksi lain?" "Tidak ada. Sebelah kakinya menggantung ke ubin dengan wajah tertutup bantal sofa. ketika tahu yang meninggal masih kru film Buronan. tak ada jawaban. Tubuhnya sudah kaku. Aria tinggal mengajukan rekomendasi ke lembaga terkait untuk naik pangkat menjadi sutradara penuh. membuat pembuluh koronernya mengkerut seketika sehingga tidak dapat menyalurkan darah dan oksigen ke otot jantung." "Kemarin ada syuting?" 157 . Dok?" "Menurut saya. waria si penata rias film Buronan. para awak film bersepakat break selama dua hari. bantal itu pun saya ambil. Namun. Edy mengetuk beberapa kali." jelas dr. hentakan keras dari letusan mesiu. Atau malah otot jantungnya yang kena. yang sepuluh hari sebelumnya kehilangan astradanya. karena rumahnya dekat rumah saya. menunggu. Ternyata. matanya melotot dengan mulut terbuka. nasib menentukan lain. Edy keluar lagi dengan berteriak-teriak histeris. Saya jemput Tina duluan." "Pukul berapa calling jemputan untuk Tina?" "Tujuh. sekalian jalan. sopir jemputan. Made yang menangani jenazah Aria di rumah sakit. Satu jam kemudian Iptu Yulianto menemui dr." tegas dokter berwajah ramah itu Korban kedua Sepuluh hari berselang. cuma tidur-tiduran sambil mukanya ditutup bantal. Made. Seorang pemuka masyarakat langsung mengamankan TKP. "Apa penyebab kematiannya. Beberapa menit kemudian. Tina. Ia nekat masuk ketika tahu pintu tidak terkunci. Karuan hal itu mengundang perhatian banyak orang.

bertuliskan merek pakaian terkenal buatan luar negeri. Sebabnya. Made. Lemari di kamar Tina di-acak-acak. kancing baju itu berasal dari kaus bermerek terkenal yang dikenakan pelaku pembunuhan. Briptu Darmawan mengambil piring beserta isinya dan karton susu cokelat yang masih ada sedotannya." "Ada orang lain yang turun bersama korban?" Edy menggeleng. korban mengenakan kemeja batik cokelat berlengan pendek dengan kancing warna serupa. Setelah diambil gambar dan sidik jarinya. "Ya. Saya kira. untuk diambil sidik jarinya. Iptu Yulianto menduga. juga ada acara minum dan makan kudapan berdua. di salah sebuah kotak susu cokelat terdapat dua sidik jari." "Bagaimana dengan kotak satunya?" "Lo. Dok?" "Negatif. korban nekad melawan dan berhasil merenggut kerah baju pembunuhnya sampai-sampai satu kancingnya lepas. Bagaimana dengan minuman yang satunya. Ternyata. Ia hanya dapat menyimpulkan bahwa pembunuhan tersebut sudah direncanakan. saat dalam keadaan tak sadar. Dosisnya sangat tinggi." "Kemungkinan. Yang ada cuma sisa minuman di kantung plastik. tiba-tiba telepon di mejanya berdering. oh. Di atas meja tamu. Ketika jenazah diangkat. yang disegani. Kotak minuman itu dibawa ke bagian forensik. Diperkirakan. yakni sidik jari korban dan sidik jari 158 ." "Maaf. Iptu Yulianto mendapat keterangan. mengesankan pembunuhan itu bermotif perampokan. korban dibawa ke rumah sakit. Juga piring berisi beberapa potong ubi dan tempe goreng yang sudah layu. Dia yang saya antar terakhir. ada dua kotak minuman susu cokelat yang isinya tinggal setengah." gumam Iptu Yulianto. tamunya semalam termasuk orang menyempatkan ganti baju segala. dr. sekeping kancing baju kecil berwarna putih. "Apa baju korban kemarin?" tanya Iptu Yulianto "T-shirt. Korban Mantan pacar Iptu Yulianto masih harus bekerja keras. korban dibekap wajahnya sampai kehabisan oksigen. Sampai di sini kira-kira pukul sembilan. dapat membuat pingsan cukup lama. Dok?" "Ternyata minuman korban diberi obat tidur. saya lupa. Tidak mengandung apa-apa. pelakunya orang yang dikenal baik korban karena kunci pintu maupun jendelanya tidak rusak. bagaimana hasilnya. Saat memikirkan langkah yang harus diambil." Dari bagian identifikasi dan investigasi. karena belum ada titik terang dari kasus kematian Tina. langsung dimasukkan ke kantung plastik. kotak minumannya 'kan tidak dibawa kemari. sepotong benda jatuh ke lantai."Ya. Pak.

"Oh. Masuk. Juli pun bercerita." jawab Juli singkat. kami akan menikah." Seorang gadis manis.." 159 .. tampak kedodoran. Lalu apa hubungannya dengan kematian Aria?" "Juli mengira. "Mas Madrim. diantar masuk oleh Bripda Suherman. seseorang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan." sahut gadis itu spontan. setiba di lokasi. ya?" seru Iptu Yulianto. Iptu Yulianto menanggapi laporan itu sebagai informasi berharga." Sayangnya.X. ayo ikut.. "Siap. termasuk rombongan sutradara dan bintangnya. "Ya. Syutingnya sudah selesai. mumpung syutingnya masih di daerah kita. Pak.. "Sudah. "Kenapa?" "Habisnya dia suka 'ngobat'. lengkap dengan helm dan kaus tangan katun. "Mau ke mana." jawab ibunya polos.. Sekitar setengah tahun lalu ia putus pacaran dengan Madrim. bersama ibunya." "Sejak kapan Bapak tertarik nonton syuting film?" "Sejak dua krunya meninggal secara tak wajar. ia hendak melapor." tegas ibunya. Sebagian rombongan sudah pulang.. "Nonton syuting film. Tapi . Tinggal para kru yang sibuk dengan pekerjaannya. Madrimlah dalangnya. Pak. "Masih muda kok buru-buru kawin?" "Karena Juli sudah . bercelana jins dan tas pinggang kecil di balik jaket. Sedang pada kotak lainnya hanya ada sidik jari X. Iptu Yulianto mendatangi seorang lelaki kerempeng yang mengenakan kaus merah bata garis-garis putih. Rencananya. Sore sekitar pukul 17. kalau bulan depan filmnya sudah selesai. karena tangis. Penampilannya berbeda. Ini Juli. kok nyentrik?" celetuk Bripda Suherman. karena sakit hati. yang mungkin membawa minuman itu lalu mengisinya dengan obat tidur. Siapakah si X? Ketukan di pintu membuyarkan konsentrasi Iptu Yulianto." kalimatnya terputus.00 Iptu Yulianto sudah duduk di motornya." "Tentang apa?" "Tentang meninggalnya Mas Aria. "Lalu apa hubungannya dengan Aria?" "Kemudian saya pacaran dengan Mas Aria. syuting sudah selesai. Hari ini terakhir syuting di sini. begitu. Pak.

tolong antarkan ini ke laboratorium. Sekembali di kantor Iptu Yulianto mengeluarkan bungkus rokok dari tas pinggangnya. "Ada keperluan apa saya dipanggil." sambil menyebutkan alamatnya.Pandangan mata Iptu Yulianto lekat menatap kaus Madrim. saya ada. "Bripda Suherman. tak bermerek. kau didakwa membunuh Tina!" "Apa buktinya." Sidik jari di mana-mana Hari berikutnya. berbeda dengan dua kancing lainnya." jawabnya mulai gugup. Periksa sidik jari di bungkus rokok ini. Benar. apakah sama atau tidak dengan sidik jari di karton cokelat susu di rumah Tina. "Kok tumben. Ini alamatnya. "Kancing ini saya temukan di tubuh Tina. masih daerah sini juga. satu kancingnya tidak seragam dengan dua lainnya. "Oh. pembantu montir. Kalau sama. Waktu barang itu saya terima. "Jatah saya sudah habis. Mereknya persis dengan merek kaus yang kau pakai tempo hari. "Tinggalnya di mana." "Kaus itu pemberian Pak Benny Bintara. Bungkus rokok itu diserahkan ke tangan Madrim." Iptu Yulianto mengeluarkan sebuah kancing kecil dari laci mejanya. kaus Madrim sebenarnya berkancing tiga." Madrim tak mau kalah berargumentasi. Kebetulan kaus yang waktu itu kau pakai. Kancing baju ini. "Untuk sementara ini. sebab rokok kretek ini memang kesukaannya. langsung jemput Madrim. yang langsung menerimanya dengan senang hati. Pak?" tanya Madrim seakan tak mengetahui maksud pemanggilannya. kamu tidak merokok. lalu memasukkan ke kantung plastik." Iptu Yulianto mengambil sebungkus rokok kretek dari tas pinggangnya. ketika kau berusaha membekap muka Tina." "Kalau mau. Mau beli. Pak?" "Ada dua. tetapi pada deretan paling atas terpasang kancing putih biasa. Biasanya selalu nyelip di bibir?" Iptu Yulianto mengalihkan pembicaraan. Kaus itu bermerek terkenal buatan luar negeri. begitu mendapat laporan bahwa sidik jari pada bungkus rokok sama persis dengan karton susu cokelat. Berarti kancing itu lepas. Maka kelihatan kebesaran ketika saya pakai. kancingnya memang tinggal dua. Sebelumnya kerja di mana?" "Di bengkel. "Kapan kamu mendapatkannya?" 160 . Iptu Yulianto segera memerintahkan dua anak buahnya untuk "menjemput" Madrim." "Tahu tentang listrik?" "Sedikit. persis merek kancing baju yang ditemukan di rumah Tina. warungnya jauh. Madrim?" "Ikut Om Rawuh.

" "Apakah sepeninggalmu Pak Benny juga pergi?" "Saya kira. Dia sering mendesak saya agar dikenalkan dengan orang-orang film. tidak. "Bukan dengan Tina. itu pun kalau lagi bete.) iya. sekitar jam sembilan. tapi saya tinggal pasang. karena sudah dirakit oleh Om Rawuh sebelum sarapan. Ngapain juga nambah perkara. "Sejak SMA dia pingin jadi bintang film. kenapa Juli minta putus dari kamu?" Madrim tampak terkejut. Lalu ia berkenalan dengan Tina." "Terus terang saja. Pak." 161 . Tina juga menyalurkan anak-anak jadi figuran. saya tidak tahu apa-apa. Pak. Sebab istri dan pembantunya nginap di rumah orangtuanya. Juga membeli dua kotak susu cokelat. meski baru tahap numpang lewat. Saat itulah ia mencari kesempatan. Pak. "Saya ingat. Karena besoknya ada syuting pagi.Red."Dua hari sesudah Aria meninggal. Dia itu playboy." "Tina 'kan waria?" potong Iptu Yulianto." "Tetapi yang memasang karet protektor itu kamu 'kan?" "Betul. Benar. Hidup saya sudah susah. Tapi kalau sampai 'ngobat'. tidak. "Lalu. di film selanjutnya Juli mendapat peran berarti. peran-peran tambahan atau figuran biasanya dipilih dan ditentukan olehnya. Permintaannya tidak saya tanggapi." "Sesudah itu. saya disuruh Pak Benny mengambil obat di apotek. Saya sempat diingatkan untuk melihat tanggal kedaluwarsanya. ketika Iptu Yulianto menyebut nama Juli. di meja tamu ada dua kotak karton susu cokelat dan sepiring gorengan. Ketika korban meninggal." "Kembali ke Tina. Tentang kecelakaan sampai dia meninggal. karena saya kenal Om Rawuh. Kemudian ia pergi menyiapkan setting di tempat lain. tetapi harus dibayar dengan mahal. Benar. Tina berjanji akan memperkenalkannya dengan seseorang yang lebih berkompeten. tetapi Aria." "Jadi." akunya. Pak." Madrim kaget. Di kedua kotak ada sidik jarimu. Tina meninggal pada hari Rabu. apa kamu sering 'ngobat'?" "Sekadar 'cimeng' (ganja . Selasa malam sepulang syuting. Juli hamil. kamu dendam sama Aria?" "Tidak. persis seperti sidik jari di bungkus rokok yang saya sodorkan sore lalu. Juli bangga. Selain penata rias. menyadari kebodohannya. Pemuda itu terdiam. kamu ke mana?" "Langsung pulang. "Apa kini alibimu?" Iptu Yulianto tersenyum. Sumpah.

Apa itu bukan Bapak?" pancing Yulianto. Made. "Pak Benny. sesuai petunjuk Madrim. "Seminggu sebelumnya. sekitar pukul sepuluh atau sebelas malam ada tamu laki-laki mencari Tina. berarti sidik jari Madrim yang dominan di karton susu itu." jawabnya tenang." "Betulkah? Pak Haji pemilik kontrakan mengatakan. Pil tidur semacam itu banyak dijual di pinggir jalan.Iptu Yulianto cepat merangkaikan informasi itu. Madrim saksinya. Melarutkan beberapa pil tidur dalam air. Anda taruh kancing ini di dada Tina. langsung ke pokok persoalan. Anda mengacak-acak isi lemari. saksinya juga ada. Madrim yang tampaknya lugu itu memang bisa menguatkan alibi Benny. Pak. Sebelum Anda pergi. ketika Tina meninggal?" "Di rumah. lalu menyuntikkan ke dalam salah satu karton susu cokelat. Ini resep dari dokter Basuki untuk Pak Benny Bintara. Begitu dicampur dengan susu cokelat dari merek yang sama. sebab istri dan pembantu saya pergi ke mertua. Anda membekapnya dengan bantal kursi sampai korban kehabisan napas. Begitu korban tak sadarkan diri. "Itu semua bukan bukti yang menunjukkan kalau saya pelakunya. "Itu bohong. Sesudah mengenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangannya. formulanya pun persis seperti formula susu cokelat yang diminum Tina. sedotan Sekitar pukul 12." Esoknya Benny Bintara tampak tenang ketika memasuki ruangan Iptu Yulianto. yakni kematian Tina. Kuncinya. Untuk mengelabui petugas. Saya kira Pak Benny menderita insomnia. Kemudian ia ke rumah Tina sesudah membeli gorengan." perintah Iptu Yulianto tegas. mengesankan terjadi perampokan. "Pil tidur ini merek dan asal apoteknya persis seperti yang Anda dapatkan dari dokter Basuki. demikian pula minumannya. "Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Di mana Bapak pada Selasa malam. sebab sering mengambil obat seperti ini di sini." Iptu Yulianto ter-senyum kalem. Begitu Madrim pulang. ia cepat-cepat bertindak. Selain vitamin juga obat tidur. Tidak ada bukti dan saksi bahwa saya berada di sana. Kalau Madrim meneliti kedaluwarsanya kotak susu. sebagai petunjuk bahwa saya pernah berada di rumah Tina. misalnya sidik jari. Pak. menurut dr. Siapa pun kalau makan gorengan tentu akan haus. seorang asisten apoteker mencari arsip resep dari tanggal dimaksud. Kaus bermerek seperti itu juga banyak dijual di toko terkenal. sementara waktu kamu harus di sini dulu. 162 . "Bukti ada." elaknya. Saya harus di rumah. Apakah ada bukti lain. Anda memberikan sebuah kaus untuk Madrim." kata Iptu Yulianto sambil meletakkan kancing bermerek di meja. "Benar.00 Iptu Yulianto dan dua anak buahnya mendatangi sebuah apotek. Iptu Yulianto kemudian mengambil beberapa pil tidur dari laci mejanya. tetapi salah satu kancingnya lebih dahulu Anda lepaskan.

Wajah Benny Bintara mendadak pucat. "Sidik jari di karton susu memang bukan milik Anda. diam-diam Benny berhasil mengganti karet pelindung 163 . Aria. Setelah selesai. ketika Benny sudah dianggap mapan. Pak Benny." tegas Iptu Yulianto. istrinya. Sampai suatu saat Benny. Rupanya. orang tuanya pun mendesaknya agar cepat berumah tangga. Jadi. foto jenazah Tina." katanya sambil menutup muka. Benar dugaannya. mereka dulu pernah memiliki hubungan khusus. Keringat dingin membanjiri tubuhnya. sudah dihapus sebelum ia meninggalkan TKP. sang ibu sudah menjodohkannya dengan putri sahabatnya. "Kalau begitu. dulu pernah mengontrak rumah dekat tempat tinggal Benny. inilah hasil dari perbuatan si pembunuh!" Iptu Yulianto bersuara keras sambil mengeluarkan selembar foto berwarna berukuran besar. kertas dan bolpen diminta kembali. Ia sering menyarankan kepada Della. "Ada yang lebih mengerikan. ia mendengar gosip bahwa istrinya sering "jalan" dengan Aria. Pak. Sebelumnya. Celakanya." Iptu Yulianto menyodorkan kertas putih dan sebuah bolpen. tidak mau tahu kekurangan anaknya. saudara satu kakek yang sama-sama kerja di film. Tetapi kalau di kotak minuman. Saya mengakui semuanya. ada sidik jari di sedotan susu. Isinya akan saya eja. saya masih punya bukti lain yang menunjukkan bahwa malam itu Anda benar-benar di rumah Tina. sehingga tidak mampu memproduksi spermatozoa sehat dan bermutu dalam spermanya. lima tahun berumah tangga. Tetapi Anda lupa. jelas. Benny Bintara tak mampu mengendalikan dirinya. Sidik jari di lemari dan pegangannya." tantangnya. tulis pernyataan di sini. Pagi itu ketika semua kru sedang sibuk ngopi. Saya rasa persis seperti sidik jari di bolpen yang baru saja Anda pakai untuk menulis. tetapi ibu muda itu kurang berminat. untuk mengadopsi anak. salah satu organ di alat vitalnya tidak berkembang baik. pelakunya bukan saya?" "Nanti dulu. Beberapa bulan lalu. dan Tina terlibat dalam satu produksi. "Sudah. "Silakan saja. Benny selalu dapat menolak dengan bermacam dalih. Rupanya. juga yang mencelakai Aria. tanpa mengecek kebenarannya. Dalam pikirannya. sudah. Benny menganggap rumor itu sebagai aib yang mencoreng muka Benny." "Nah. Sementara itu Tina dan Aria. Benny termasuk pria dengan tingkat kesuburan rendah. ia tampak gemetar. Kebetulan pula Benny anak laki-laki satu-satunya dari lima bersaudara. Salah duga Benny Bintara lalu bercerita. Ia memiliki kelainan. ketika Benny kerap syuting di kota lain. sidik jari itu memang milik Madrim. Orangtuanya sangat konservatif. apa gunanya menikah kalau tak punya keturunan."Pelakunya memang pintar. Saya yang membunuh Tina." pancing Iptu Yulianto. tanpa sepengetahuan Benny. istrinya belum juga mengandung. Tak heran. Mereka khawatir kalau trah Bintara yang masih berbau ningrat akan pupus karena Benny tetap melajang.

soal uang. Ia dapat dengan mudah mengakses salah satu rekening untuk mengeluarkan dana kebutuhan rumah tangga keluarga itu." Siang itu udara cerah. Juga tidak tahu. Karena telah bekerja di rumah tangga itu selama sebelas tahun. Selama bekerja. Fiksi/Riady B. 164 . Di tempatnya bekerja. Namun. Ketika Benny meninggalkan rumah itu. untuk apa sutradara itu sibuk dengan karet ban. ia yakin kalau Tina sudah meninggal kehabisan napas karena dibekap dengan bantal sofa. Dulunya ia memang kurang paham. Sarosa. Masalahnya klasik. kalau ada stiker hitam di balik karet pelindung yang gunanya menutupi lubang yang langsung ke bahan peledak. "Silakan. yang sudah disiapkan dari rumah. Tetapi izinkan saya pulang sebentar. Semua orang mengira. bahkan ke polisi. Benny tahu rencananya. Dengan dana tambahan uang panas itu. "Bapak tentu akan menahan saya.30.000 . Anda akan didampingi Bripda Suherman. tetapi Benny justru merasa langit seakan hendak runtuh. yang salah satu kotaknya sudah disuntik obat tidur.000 per tahun. karena ia sempat memergoki Benny sibuk mengganti karet protektor. ia tetap mempertahankan dirinya sebagai warga negara Swedia. Membawa sekantung kudapan dan dua karton susu cokelat. Namun. "Bapak tadi naik taksi apa motor. Saat itu ia masih bekerja dengan gaji cukup. Roy dapat menggelapkan total sekitar AS $ 20. Sebagai kru baru. sebagai kepala urusan rumah tangga merangkap supir pribadi. di Jakarta 22. Tak berapa lama waria itu pingsan. Tina sendirian di ruang tamu. Madrim tidak tahu apa-apa tentang trik tembakan yang akan dipakai Aria. Aria meninggal karena kecelakaan.000 per tahun. ketika Benny Bintara datang. Sayang." suara Benny pelan. produser. barulah Tina sadar. pamit istri dan mengambil pakaian ganti. LUKISAN CAT MINYAK TANPA TEKSTUR Rune "Roy" Donell (61) punya masalah serius. ia mendapat bayaran AS $ 25. Setelah kejadian. Sebelumnya ia meletakkan kancing kaus di dada korban. Hari itulah ia harus melewati hari-harinya di balik terali besi. Tina berencana mengadukan hal itu ke Rawuh.(protektor efek) tembakan. Tina juga tidak curiga ketika melihat Benny hendak minum susunya. yang sebelumnya sudah dirakit Rawuh. kok pakai kaus tangan segala?" Pertanyaan itu menyadarkan Benny. Pria bertubuh tinggi besar yang sebagian rambut tipisnya mulai beruban itu mengakhiri tugasnya di Angkatan Laut Swedia sebelum berimigrasi ke Amerika Serikat tahun 1976. Roy punya cukup uang untuk menghidupi kedua istrinya. tak heran bila majikannya sangat percaya padanya. maka sebelum memegang sedotan kaus tangannya dilepas dulu. Malam itu Benny ke rumah Tina. Tina tidak sependapat. Protektor itu yang mengakibatkan Aria tewas.

Rumah di Bellagio Road itu menempati lahan seluas ribuan meter persegi dengan arsitektur meniru kastil Prancis abad ke-17. Esther imigran asal Kolumbia . hingga mebel antik milik Napoleon. Howard .senang berpakaian bagus dan berjalan-jalan. Salah satu yang terkenal yaitu sumbangannya tahun 1985 kepada California Institute of Technology untuk membangun observatorium astronomi di Hawaii. Tanpa uang.baik yang berupa saham. Big Howard sering menyumbang ke sejumlah museum. Christina sudah menggeluti profesi itu tujuh tahun lamanya. yang membutuhkan banyak biaya untuk pendidikannya. Bermula ketika Little Howard Keck. Kolektor barang seni Roy bekerja di Stone Canyon. Bel Air. Di La Lanterne digelar beberapa di antaranya. Tak hanya kaya. seperti lukisan dari para maestro seni lukis. "Kastil" yang dinamai La Lanterne itu dihuni salah satu pasangan paling kaya di dunia. ayahnya terkenal di Kalifornia sebagai orang yang bertangan dingin dalam bisnis perminyakan. Libby tak hanya sangat mencintai seni lukis. Selama ini seluruh kebutuhan hidup Esther memang ditanggung Roy. istri pertamanya. Belum lagi ada Andy (20). lembaga pendidikan. Lalu. mudah sakit. Perempuan yang berpenampilan jauh lebih muda dibandingkan usianya itu sangat dikagumi karena selera seninya. yang konon diperlengkapi dengan teleskop terbesar di dunia. mulai hernia. dan psoriasis. Di tubuhnya mulai bercokol sejumlah penyakit. juga La 165 . Christina bukan merupakan suatu kekhawatiran bagi Roy. Ia memang menuntut banyak dari Roy. Ia bekerja di rumah yang sama sebagai jurumasak. Keck (71) dan Elizabeth "Libby" Avery Keck (65). Marie Antoinette. Esther pasti akan meninggalkannya Roy. patung. Libby Keck setali tiga uang dengan suaminya. tapestri. dan lembaga kebudayaan terkemuka. mereka juga dermawan. dan menggoda itu 16 tahun lebih muda daripada Roy. enam tahun lebih tua dari dirinya. anak Esther dari suami terdahulu. langsing. Semasa hidup.sering disebut Big Howard . Tak heran bila La Lanterne menjadi pilihan kunjungan wajib para kurator museum dan pencinta seni dari berbagai belahan dunia. tekanan darah tinggi. Little Howard ingin mempertegas bahwa ia berhak mendapatkan sebagian besar dari harta kekayaan Keluarga Keck . Beverly Hills. anak sulung mereka mengajukan tuntutan tentang hak-nya mendapatkan warisan. Namun. Christina. Si cantik Esther Ariza yang berkulit gelap. bagaimana kalau ia tidak bisa bekerja lagi di rumah jutawan itu? Ia prihatin dengan kehidupannya dan kedua istrinya. Justru istri keduanya yang diprihatinkannya. Selama beberapa tahun ia menjadi direktur sejumlah museum dan aktif di beberapa lembaga kebudayaan. gereja. yang tak terhitung lagi jumlahnya. Kecintaannya pada barang seni tercermin dalam koleksinya yang berkualitas dunia.mendapatkan kekayaan dengan cara tradisional: warisan. Howard B. karena ia sendiri pelukis amatir. dan Louis XIV. Dituntut anak Tahun 1986 rumah tangga Keck diguncang prahara.Belakangan Roy merasa tubuhnya mulai lemah.

Saat itu terjadi perseteruan sengit antara Big Howard dan Willameta. warisan itu pun seluruhnya jatuh pada Big Howard. Tahun 1983. Begitu tidak ada tanda-tanda yang membahayakan. Selain itu. Sekian lama bekerja di La Lanterne membuat Roy tahu ada tempat yang kurang diperhatikan Big Howard. Menanggapi tuntutan itu Big Howard dan Libby berada pada sisi berseberangan. LeClerk des Gobelins. yakni lukisan berjudul Fete Gallante karya seniman Prancis. Roy baru tahu bahwa Beijar tidak menerima karya seni palsu. Kaarl Gustav Petersen. peristiwa itu membuat Big Howard jadi berprasangka. Sambil menunggu keputusan pengadilan tentang perceraian mereka. hanya beberapa di antaranya. Little Howard mengajukan tuntutannya. Perebutan warisan itu bukan kali pertama terjadi. meskipun tetap tinggal di bawah satu atap di La Lanterne. Ia harus cepat bertindak. Sebagaimana peraturan. Belajar mencuri Retaknya hubungan rumah tangga Keck membuat Roy makin pusing. kemudian salah seorang ahli di Beijar setelah memeriksa lukisan itu yakin bahwa karya lukis itu 166 . Beberapa hari kemudian Roy muncul di Beijar.Lanterne seisinya. seluruh anggota keluarga akan mendapat bagian yang sama. bukannya menenangkan suaminya. Ia meninggal tahun 1984. Salah satu isi ruang khusus itulah yang pada September 1986 digondolnya. Roy sebenarnya tidak tahu benar seberapa mahal harga barangbarang seni itu. Lucunya. Ia ragu. Big Howard membujuk adik perempuannya untuk menyerahkan bagian kepemilikan pada perusahaan warisan itu. Dari informasi direktur perusahaan itu. mana mungkin seorang anak kandung tega menuntut pembagian warisan ketika orangtuanya masih hidup. ada sejumlah besar barang koleksi yang disimpan di ruang khusus. Rupanya. Namun. keluarga besarnya telah bersepakat bahwa harta warisan akan jatuh ke sebuah generasi bila generasi sebelumnya benar-benar sudah "habis". setelah kematian saudara lelakinya. yakni William Jr. rupanya ia lupa. janganjangan Little Howard bukan anak kandungnya. Di ruangan itu. sebuah rumah lelang benda seni terbesar di Swedia. ia membawanya menuju Stockholm. ia membayar beberapa ratus dolar. Saat melewati pabean Swedia ia menyatakan membawa lukisan. Masalah dalam keluarga Keck makin berlarut-larut. Ia segera melayangkan surat tuntutan cerai. tidak ada yang dominan. sebagaimana ruang lain. melainkan hasil hubungan gelap istrinya dengan pria lain. koleksi Keck memang terlalu banyak untuk disimpan di dalam ruangan yang tersedia di La Lanterne. Mendiang William Keck Sr. Libby. Willameta harus mengalah. dan Willameta. yang bahkan sempat dilansir dalam Wall Street Journal. mewariskan kekayaannya pada Big Howard dan dua saudaranya. Libby dan Big Howard hidup berpisah. Maklum. malah tersinggung dengan tuduhan suaminya. Dengan alasan ayahnya sebagai pewaris harta kakeknya sudah cukup lanjut usia. Ia juga tahu. Kalaupun ia tahu. Itu pun karena diberitahu Libby yang senang mengajaknya ngobrol. Selama beberapa minggu ia menyimpan benda seni itu di apartemennya. Namun. digelar barang antik koleksi Keck. Menurut dia.

Mereka bertiga bersenang-senang dengan melakukan perjalanan ke beberapa negara di Eropa. ini seharusnya lukisan cat minyak. Anders Leonhard Zorn. Roy dan Esther bersantai di Stockholm sampai Andy menyusul seminggu kemudian. "Wah. Ketahuan palsu Empat bulan kemudian. tidak seorang pun di balai lelang itu yang bertanya pada Roy tentang cara ia memperoleh lukisan itu. ketika tanpa sengaja ia memasuki ruangan tempat lukisan digantung. Libby meletakkan jarinya ke permukaan lukisan. Sebelum meninggalkan Stockholm. pikir Paine. tapi lebih dikenal sebagai Kvinna Klaer Sitt Barn (Woman Dressing Her Child) produksi tahun 1888. Roger Paine. Beberapa hari kemudian lukisan itu laku terjual. tidak melanjutkan komentar. Roy hanya berpedoman. Roy dan Christina memutuskan akan kembali ke Swedia dan menghabiskan masa tua di tanah kelahiran mereka." cetus Paine. Konon Petersen sangat berminat pada karya Zorn dan yakin bahwa karya itu bisa terjual dengan harga yang bagus di Swedia. Nyonya. sambil menunjuk pada lukisan I Fria Luften di dinding. Roy telah mengabari Petersen tentang I Fria Luften. Meskipun harganya mahal. ada orang mencuri lukisan yang asli. akhirnya. Alasannya. yang penting karya seni itu mudah dijual. Bagaimanapun Roy tidak ingin mencuri karya dunia yang banyak dikenal masyarakat. usia tua dan merosotnya kondisi kesehatan. Aha." Painne mengamati sekilas. 167 . Februari 1987 Roy memberitahu Keluarga Keck tentang pengunduran dirinya.506. Jadi. Saat itu pula Roy menjinjing sebuah tabung kardus besar yang bahkan tetap dibawa masuk ke dalam kabin pesawat. 24 Agustus. "Ya. penghuni La Lanterne baru tahu tentang hilangnya sebuah lukisan. permukaan lukisan cat minyak seharusnya bertekstur. risikonya sangat besar bila ketahuan. Baru bulan April mereka kembali ke Los Angeles. ia memilih diam. Terus terang saja ia tidak terlalu memahami apa yang dimaksud majikannya. Lukisan berikut yang disasarnya karya pelukis impresionis dari Swedia. Barang seperti itu tentu juga akan sulit dijual.asli. yang licin sekali. Keck tidak tahu kalau Roy ditemani istri keduanya.000. Roy pergi sendiri ke Swedia sementara Christina ditinggal di apartemen mereka yang kecil di Manning Avenue. Roy mengantungi AS $ 6. Libby sendiri yang mengetahuinya. "Lihat!" katanya pada pengawal dan sopirnya. Lukisan cat minyak berukuran 1 m x 60 cm itu berjudul I Fria Luften (In Free Air). Mereka keluar dari rumah majikannya pada minggu kedua Maret. Esther. Sejak itu Roy pun tahu cara dan jalur menjual lukisan curian. Libby membeli lukisan bergambar ibu dan anak itu di London hanya seharga AS $ 88. Belakangan Keluarga Keck tahu. Kemudian Libby dengan tidak sabar menarik tangan Paine dan mengajaknya mendekat ke lukisan. Uang itu dikirimkan ke rumahnya di Beverly Hills via pos. Herannya. Setelah dipotong komisi untuk Beijar.

Libby mengaku tidak punya pekerjaan. Sebagai pelukis. yang banyak ditemukan di Santa Monica Boulevard. karena sudah lama tidak merayakan hari ulang tahun mereka. Jadi. Tahu teknik mencuri Sikapnya yang acuh tak acuh seketika lenyap begitu Kummerman bertanya tentang lukisan yang hilang. itulah cara termudah dan praktis untuk membawa keluar lukisan. Ia dapat mengambilnya dari data SIM Libby di departemen kendaran bermotor. Apa hubungannya dengan kasus ini?" Untung Kummerman tidak kurang cara untuk mendapatan data itu. Namun. aku bisa melihat secara utuh lukisan itu. rasanya tidak mungkin terjadi pencurian karena rumahnya terjaga ketat selama 24 jam. Namun. Pada kesempatan itu Kummerman hanya akan menggali data pribadi pelapor. Tentang alamat-alamat penting. menurut Libby. Tiba-tiba aku sadar bahwa warna-warna pada lukisan itu aneh. Malah Libby pun menggambarkan betapa sulitnya untuk dapat membawa lukisan keluar La Lanterne dan membuat foto reproduksi seperti itu. Ia punya empat anak. mungkin aku tidak akan dengan cepat mengetahuinya. Untuk mendapatkan hasil pemotretan yang baik. yang pasti ia dan suaminya telah tinggal di Beverly Hills Hotel selama 10 tahun sebelum mereka pindah ke rumah mahal itu delapan tahun silam. Saat ditanya berapa usianya." Ketika Kummerman bertanya tentang kemungkinan terjadinya pencurian. Kita harus menarik pakunya. kali itu membuatnya agak kerepotan. 31 Agustus. aku tidak punya gambaran soal pelakunya. Tugas yang biasanya dijalani dengan mudah. aku sering melakukannya. lukisan harus dibawa ke studio foto." Libby menambahkan." 168 . Ketika kembali. Pasalnya. Libby menjawab. Hal lain yang dijawab dengan santai adalah soal anak. tapi jika sang detektif mau menelepon kantornya. biasanya akan muncul masalah. "Hari Rabu itu aku pergi ke luar rumah untuk suatu keperluan. maka sekretarisnya dapat memberitahukannya." jawab Libby geram. Libby menolak mengatakan siapa yang patut dicurigai. aku segera masuk dan memeriksanya. tidak seperti aslinya. Esoknya seorang petugas berseragam dari LAPD. Namun. lalu pelan-pelan melepasnya. ia juga hafal nama mereka. tetapi melaporkan suaminya sebagai "pensiunan". "Kita harus melepaskan lukisan itu dari bingkainya. yaitu warnanya tampak aneh. Benar dugaanku. itu hanya foto. saat pembesaran foto. tidak seperti biasanya. datang ke La Lanterne untuk memeriksa TKP. detektif Mike Kummerman. seukuran lukisan asli. Libby juga tidak tahu nomor Jaminan Sosial. Libby mengaku tidak tahu mana yang penting. Ihwal pekerjaannya. baru seminggu kemudian. "Aku tidak harus mengatakannya padamu. ia bisa meminta keterangan dari Libby via telepon. "Tidak. karakter Libby yang sangat sadar akan statusnya sebagai orang terpandang. "Kalau karya seorang ahli. Jadi. ini bukan hasil karya seorang ahli. ia tidak tahu dengan tepat usia mereka."Justru itu yang tadi kumaksud." Kemudian kanvas digulung.

" kata Kummerman. Dari beberapa nama yang harus diperiksa. tapi aku tidak akan mengatakan. Lebih baik kalau kamu bertanya. angka rata-rata pengembalian lukisan curian jauh melebihi rata-rata penegakan hukum nasional. "Tidak." Bukan yang dicari Selama beberapa tahun di Los Angeles pelaku kejahatan di bidang seni ditangani detektif LAPD William E Martin. Aku tidak mau menuduh. Penyelidikan lanjutan tidak mengungkapkan keterlibatan petugas keamanan La Lanterne dengan pencurian itu." "Menarik sekali. Roy Donell. meski aku sering berdiskusi dengannya. "Ya. rasanya mereka tidak bisa dituduh. mereka semua berhenti bekerja atas keinginan sendiri. Apalagi kemudian ia tahu bahwa sebelum berhenti tak lama setelah waktu diperkirakan hilangnya lukisan itu Roy dikabarkan berlibur ke Swedia. Namun. siapa orang yang punya waktu dan kesempatan untuk melakukan hal itu di rumah Anda?" pancing Kummerman lagi. Anda punya pembantu yang dapat memasuki ruangan ini?" "Ya. 169 ."Mungkin Anda punya dugaan. Tapi.. pertanyaanmu kurang tepat. Martin tampaknya tertarik untuk lebih memperhatikan Roy. Mereka menggantikan sepasang suami-istri yang berhenti bekerja sekitar tiga bulan lalu. Dan tampaknya ia suka kuajak ngobrol. Setelah wawancara pendahuluan Detektif Kummerman. dan seorang pembantu wanita pada satu setengah bulan silam. "Mungkinkah pasangan suami-istri itu yang melakukan?" tanya Kummerman. ia pernah sekilas mengatakan lukisan itu bisa laku dengan harga tinggi di Swedia." "Apakah ia punya cukup pengetahuan tentang lukisan dibandingkan yang lainnya?" "Mungkin tidak. Anda akan membantu penyelidikan ini. Si suami sudah selama sebelas tahun menjadi sopir merangkap kepala bagian rumah tangga kami. "Siapa namanya?" "Roy. karena mereka baru bekerja beberapa bulan." "Menurutku. tidak mungkin. Prestasinya memang meyakinkan." "Saya mengerti. ada masukan baru dari Libby. bahwa saat ngobrol dengan Roy." "Wah." Libby dengan defensif menjelaskan. Pemeriksaan juga tidak menemukan bagian rumah yang rusak akibat usaha masuk dengan paksa. kasus itu segera dilimpahkan pada Martin.. banyak ya yang keluar. tapi dengan menyebutkan namanya. hanya ada tiga pembantu. 'Siapa saja yang bekerja di rumah ini?'" "Baiklah .

Ketika kembali beberapa hari kemudian. Pada 15 September 1986 Balai Lelang Beijar Auktioner dikunjungi oleh seseorang yang mengaku bernama Roy Donnel. karena Roy memang meninggalkan kesan khusus. Total dana yang dikirimkan Beijar AS $ 85. Beverly Hills. Untuk menguatkan dakwaannya Martin mengunjungi Lab "Rossi". Juga dua kamera 35 mm. sebuah lensa tele. brosur dan daftar harga dari Lab Foto "Rossi". Tom Rossi. Rossi mengatakan pada lelaki itu.. Pada 8 September 1987. Rossi menganjurkan agar membawa lukisan asli ke studio foto untuk direproduksi memakai kamera khusus dengan format besar. mengatakan pada partner Martin Detektif Donald Hrycyk ingat betul pada Roy.Segera Martin mengirim pesan pada Interpol. tampak ia tidak puas dengan hasilnya. meminta bantuan dari pihak berwenang di Swedia. Mereka juga tidak masuk dalam daftar pencarian orang di Swedia. P. pembesaran foto dilakukan sesuai ukuran standar. "Rune Gunnar Donell dan istrinya Christina Donell yang berkebangsaan Swedia tidak memiliki catatan kejahatan di negara ini. Ia juga menjelaskan.633. Mereka juga menemukan brosur dari Balai Lelang Beijar Auktioner.O. Di sana polisi menemukan tiket pesawat Scandinavian Air dan jadwal perjalanan dari biro perjalanan mengenai kunjungan Roy ke Stockholm pada September 1986. Lukisan itu terjual dalam lelang pada bulan April ." Ada uang yang hilang Roy tinggal di barat Los Angeles. Ada yang bertanggal 18 Maret 1987. Ke sanalah Martin menuju.. si pemilik. tampaknya berdarah Amerika Latin. dan satu strip film warna. Pada 12 Maret 1987 Roy Donnel kembali ke Swedia bersama seorang wanita. ia hanya bisa membuat seperti yang ada pada slide. kawasan hunian kelas menengah. sungguh sulit bila ingin menyamakan dengan yang asli karena yang asli tidak ada di hadapannya untuk perbandingan. Lukisan itu terjual dalam lelang 19 November 1986. Juga tentang kemungkinan keberadaan lukisan curian itu. Biasanya. Box 532. 170 . Roy Donnel membawa lukisan karya Zorn berjudul Kvinna Klaer Sitt Barn. Kalifornia. Martin meminta izin Christina untuk memeriksa apartemen mereka. pembesaran hingga 20 kali pada slide 35 mm akan menghasilkan gambar kabur dan berbintik-bintik. hanya dua minggu setelah Libby Keck melaporkan kasus itu. ukurannya juga tidak pas. Warna-warna yang muncul tidak seperti aslinya. tetapi pria beraksen Swedia itu meminta ukuran yang aneh karena harus pas dengan bingkai khusus. Petunjuk lainnya.. Isi ringkasnya. Di ruangan lain polisi menemukan bukti transfer uang dari Balai Lelang Beijar Auktioner ke Security Pacific Bank di Los Angeles. sedangkan beberapa lainnya bertanggal 17 Maret 1987. Awal 1987 seorang pria membawa slide warna 35 mm dan meminta untuk dicetak. Selanjutnya. Interpol Swedia mengirim pesan panjang pada Martin. Martin mencatatkan Roy di Penjara Kota Los Angeles untuk kasus pencurian. Ia ingin tahu catatan kejahatan Roy di tanah kelahirannya. hasil cetaknya pasti lebih bagus. Ia membawa lukisan karya pelukis Le Clerk Des Gobelins berjudul Fete Gallante.

sampai saat pengadilan digelar. "Katanya. Martin tidak terlalu memusingkannya. Roy hanya mengatakan. Dari cara Esther menjawab. Esther mengaku.000. Martin dan Hrycyk menemukan tanda bukti penyewaan safe-deposit box di sebuah bank di Beverly Hills. nilai transfer yang ada hanya AS $ 85.1 kron. Itu karena ia hanya menjalankan perintah Libby. Roy tetap tidak mau mengku bersalah. seorang terhukum rela mengaku di mana menyimpan uangnya. Roy tidak pernah mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan lukisan. Meski puas menemukan seorang saksi. Mereka juga menemukan kopi negatif. 171 . selama perjalanan di Eropa. "Tidak masuk akal. Beberapa minggu kemudian ia kembali dengan lukisan asli. Menurut pengakuan Esther. Martin tidak menemukan uang tunai dalam jumlah berarti di apartemen Roy maupun rekening lain di bank. sekembali ke Kalifornia. Meski membenarkan semua pengakuan Rossi. dan surat penitipan rumah mobil." kata Rossi. "Anehnya. Rossi melakukan pembesaran dan memasangnya pada papan poster.000. ia terus berada di dekat lukisan itu saat saya memotretnya. dengan sedikit ancaman. Dengan bekal surat penggeledahan. "Itu sebabnya pula polisi tidak bakal menemukan uang itu. Berdasarkan pengalaman. mereka membuka rumah itu. di Stockholm akan menjual aset dengan nilai transaksi cukup menggiurkan. Selebihnya." Menurut pengakuannya. baru ketahuan bahwa lukisan itu sekitar 2. Martin harus gigit jari.5 cm lebih kecil daripada bingkainya. asalkan mereka mendapat pengurangan hukuman. jumlah uang penjualan itu sangat besar." kata Martin. jadi akan merepotkan bila dibawa-bawa dalam perjalanan. Bisa jadi ia tahu di mana Roy menyembunyikan uang itu. tanpa bingkai. Bukti-bukti itu lagi-lagi hanya menguatkan kejahatan pemalsuan dan pencurian lukisan. wanita itu memang tidak banyak tahu tentang "operasi" Roy. Didalangi majikan? Saat memeriksa apartemen Roy. setiap kali menyajikan sarapan. Mengenai sejumlah uang yang hilang." aku Roy. Menurut Beijar. Martin dapat dengan mudah menemukan alamat Esther. sebuah perusahaan di Swedia telah membeli lukisan itu seharga 3. Martin dapat dengan cepat menyimpulkan. selama perjalanan keliling Eropa setiap kali ia mengirimkan uang tunai AS $ 20.Pria itu setuju. Di sana ditemukan dua foto pembesaran yang salah dari I Fria Luften. Namun. karena seluruh uang diserahkan pada Libby. Namun. tidak tahu apa-apa. Padahal. Setelah dua bulan bolak-balik. Kejutan muncul saat pemeriksaan. berarti sekitar AS $ 355.000 hilang. ia menyelipkan setumpuk uang di bawah serbet di samping cangkir kopi Libby.000 melalui pos. Maka. sekitar AS $ 550. Rossi kembali memperbaiki foto itu. dan Beijar mendapat komisi 20%. ketika pria Swedia itu kembali. Martin merasa masih ada yang kurang. akhirnya pria Swedia itu puas dengan hasilnya. Harapannya hanya pada Esther. Roy tidak juga mengaku di mana uang itu disimpan. Dengan melacak catatan keuangan Roy. Saya hanya mendapat komisi 20%. si wanita berdarah Latin.

Memang. "Seumur hidupku aku tidak pernah menginjak hotel itu. telah menerima uang pengganti asuransi atas kehilangan lukisan itu. Big Howard mengaku. Ia memberikan lukisan itu di tempat parkir Hotel Bel Air. Fakta itu tetap tidak membuat Libby mengubah pengakuan." Namun. Setiap bulan diperkirakan tidak kurang dari AS $ 200. Bagaimana reaksi Libby? "Sungguh menggelikan pengakuan itu. apa yang dia harapkan? Bukankah uang asuransi jatuh di tangan suaminya? 172 .000 dari keluarga Keck atas kehilangan lukisan itu. mana yang benar. Begitupun Roy masih bersikukuh bahwa Libby dalang semua pencurian itu. Libby membutuhkan uang untuk membayar pengacara yang mengurus perceraiannya. pembela Roy. Maka. Kemungkinan keduanya bekerja sama sudah dibuang jauh-jauh. semua uang penjualan lukisan sebagian besar disimpan Libby. Namun. Alasannya. Mengapa aku harus mencuri lukisan koleksi hanya demi secuil uang? Kalau perlu. Roy bersikukuh. ketika tim pembela bertanya padanya apakah istrinya berbohong atau tidak jujur. Jawaban itu mentah-mentah ditolak Libby. diambil dari penjualan lukisan yang pertama dicurinya. sebelum menikah dengan Big Howard. Sikap Libby di pengadilan dianggap menyebalkan. Pengadilan selanjutnya menghadirkan Big Howard. Roy juga menyatakan. yang pas disebut sebagai pemilik sah lukisan itu. Di pengadilan tampak benar betapa Big Howard sangat berhati-hati dalam berucap. kalau begitu. uang yang hilang itu ibarat setetes air dari seember air yang ia miliki. Libby juga mempunyai rekening pribadi senilai AS $ 11 juta. selama ini Libby mendapat banyak uang dari suaminya. kemudian mereka mencoba untuk benar-benar menilai secara objektif. Roy atau Libby? Tetap tak terlacak Dewan juri sungguh terombang-ambing dalam menentukan keputusan. Tak heran beberapa anggota juri mulai bersimpati pada Roy. Libby pernah menjadi istri seorang pria yang belakangan menjadi pemilik Hotel Bel Air. Dari pemeriksaan ulang oleh Deputi Jaksa Wilayah Michael Montagna. dengan diplomatis Big Howard menjawab.000 didapatnya." jawab Libby dengan wajah marah.Sedangkan biaya perjalanannya. "Saya tidak yakin ia jenis orang yang dapat dipercaya. saat ini pun aku bisa menuliskan cek senilai uang itu. Libby mungkin benar. Don Randolph mengingatkan. aku Roy. ia tidak peduli dengan klaim asuransi sebesar AS $ 500. Kalau Libby terlibat." Wah.

meliput besar-besaran kemalangan J&J dan kegagalan polisi. Pagi itu. biasanya sehabis bangun tidur atau setelah mandi ia menelan dua kapsul Excedrin. Kapsul itu. wanita berumur sekitar 40 tahun yang tengah menanjak kariernya didapati meninggal seusai menenggak dua butir kapsul Excedrin. Penemuan pihak berwenang berhenti hanya pada dugaan bahwa sebagian obat asli telah dicampur sianida oleh pengoplos gelap sebelum botol Tylenol "aspal" dijual layaknya obat asli.000 tak terlacak ke mana menguapnya. the perfect crime. Tylenol. Padahal berbagai upaya mengungkap kasus ini telah dilakukan. Paul (45) sudah lama mengidap penyakit radang sendi.Juga. baik cetak maupun elektronik. Sementara itu. Paul Webking. karena kebetulan obat yang diminumnya kapsul yang asli. dengan mempertimbangkan berbagai motif. langsung menjadi musuh nomor satu masyarakat. 11 Juni 1986. seperti kata Roy? Rasanya tidak perlu. Termasuk meneliti siapa kira-kira yang bakal meraup untung besar jika perusahaan raksasa AS itu mengalami prahara di lantai bursa. Mereka menghujat dan menuntut ganti rugi dari J&J dan anak perusahaannya. 173 . setelah media massa. mewakili tujuh korban tewas dalam tragedi "kapsul beracun". Herannya. tugas tak kalah berat sudah menanti. untuk apa ia mencuri lukisan kecil yang pertama kali dijual seharga AS $ 6. Maklum. Perusahaan Amerika Serikat itu diajukan ke meja hijau oleh tujuh keluarga. setelah polisi sama sekali tak berhasil menemukan jejak misterius tercemarnya Tylenol. tak sedikit pun ditemui titik terang. McNeil Consumer Products Inc. bukan hasil oplosan. ia beruntung lolos dari maut. Mereka menyebut kasus di Chicago itu sebagai kejahatan sempurna. memang dikenal sebagai penggemar berat Excedrin. Celakanya. Susan dan suaminya. Memang demikian kenyataannya Menggali makam suami Polisi dan FBI bak menjadi sasaran bulan-bulanan. masyarakat mulai resah. bukankah Libby sudah tahu jalur-jalur penjualan barang seni? Akhirnya juri memutuskan.000? Apakah untuk latihan agar Roy tahu jalur perdagangan barang seni. AS $ 355. Roy harus menghabiskan 10 bulan dalam kurungan penjara. dari jutaan transaksi yang diperiksa. juga obat pengurang rasa sakit. Berita mengejutkan datang dari Seattle. J&J makin terjepit. tragedi kapsul beracun membuat saham J&J anjlok drastis. (Nonfiksi/Perfect Crimes/Sht ) 23. Untuk mengatasi rasa ngilu di pagi hari. yang memasarkan obat pengurang rasa nyeri yang terkontaminasi sianida. bikinan perusahaan farmasi Bristol Meyers. Drama pengoplosan mematikan yang tanpa jejak itu makin terasa mengerikan.. Susan Snow. Pekerjaan rumah yang satu belum selesai. "Nyanyian" Sang Putri Tahun baru 1986 terasa kelam bagi Johnson & Johnson (J&J). seperti Tylenol. nama obat itu.

Anak perempuannya. karyawan bagian pemeliharaan jalan Negara Bagian Washington DC itu meninggal pada 5 Juni 1986. Hayley (15) yang pertama kali menemukan ibunya terbaring tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. karena kepalanya pusing tujuh keliling. baru saja memeriksa mayat Bruce Nickell yang dimakamkan beberapa pekan sebelumnya. datang petunjuk lain. ada juga yang menduga peristiwa itu hanya ulah "orang baru". Susan tak pernah lagi siuman. Sebenarnya. baik dari pejabat FBI maupun pimpinan polisi lokal tentang hubungan pengoplos Chicago dengan kasus Seattle. Sampai akhirnya. karena curiga jangan-jangan kematian mendadak Bruce berhubungan dengan Excedrin. itu kali kedua tim RS King County meneliti jasad Bruce. Ada yang menganggap." cerita Stella. Alasannya. Menurut catatan medisnya. Pengelola rumah sakit mengaku. lalu menenggak empat butir kapsul sekaligus. sehingga mudah ditiru awam. Saat itu hasilnya menguatkan analisis tim dokter Harborview Medical Centre yang lebih dulu didatangi Stella: yakni Bruce Nickell meninggal secara wajar akibat pembengkakan paru-paru. Stella Nickell.Nasib berbeda menimpa Susan yang "salah pilih kapsul". Belum ada komentar resmi. Susan Snow mengembuskan napas terakhir. Perempuan yang disenangi tetangga kanan-kirinya karena selalu tampil enerjik dan opimistis itu menelan dua butir yang telah teracuni. Bruce langsung menuju lemari kabinet di dapur. Keberadaannya bak bayang-bayang yang sulit disentuh para aparat penegak hukum. detail kejahatan dan modus operandi pengoplos Tylenol secara gamblang dijabarkan di berbagai media massa. King County hanya melakukan pemeriksaan lanjutan. Paul Webking mengizinkan tim dokter mencabut alat bantu pernapasan yang berjam-jam menahan kematian istrinya. 174 . pembunuhan di Chicago dan Seattle dilakukan oleh maniak yang sama. Dalam kriminologi ada istilah copycat. Cerita itu pun sempat menjadi headline dalam rentang waktu cukup lama. aksinya turut dicatat sebagai bagian dari kejahatan berantai itu jika pelaku sejatinya belum tertangkap . penyebab kematian Susan lantaran Excedrin berisi sianida. Sesampai di rumah. "Dia memang punya kebiasaan minum kapsul itu dua butir saban pagi. meraih botol Excedrin. Beberapa hari setelah kematian Susan Snow. jika yang ditiru aksi para legenda yang telah tertangkap atau mati seperti Jack The Ripper. Lewat pernyataan resmi yang dikeluarkan beberapa saat kemudian. mengizinkan makam suaminya digali kembali. Dengan berlinang air mata. tim dokter yang datang memeriksa mendapati keberadaan sianida di dalam jaringan tubuh Bruce. Istri Bruce. Pada kali pertama. motivasi copycat umumnya cuma menginginkan sensasi atau menghidupkan kembali nama besar idolanya. Faktanya. tanpa menganalisis jaringan tubuh Bruce. Namun. untuk menyebut orang yang suka meniru kejahatan besar dan aksi para penjahat legendaris. RS King County Medical Examiner menyimpulkan. Tepat enam jam setelah kejadian. Siang itu.agar jejak kejahatannya tak tercium sama sekali. Meski segera dilarikan ke rumah sakit. Namun. Apakah sang pengoplos Chicago 1982 kembali beraksi? Para penyidik terpecah menjadi dua kelompok dalam menyikapi hal ini. beberapa jam setelah kematiannya. Para copycat berharap. polisi mendapat telepon dari King County Medical Examiner. Kariernya yang tengah menuju puncak dia baru saja dipromosikan sebagai vice president Puget Sound National Bank tinggal kenangan. dia pulang ke rumah lebih dini.

Dalam waktu singkat. pengoplos juga mempunyai "penggemar" sendiri. Mereka menemukan barang bukti. tapi justru untuk mengaku sebagai pengoplos kapsul beracun. Ia mencoba mendapatkan udara segar dengan berjalan-jalan ke beranda belakang. ke pengadilan. Bruce sudah ambruk. 175 . Stella sendiri berada di dapur ketika terdengar erangan Bruce. polisi langsung menyisir rumah mobil keluarga Nickell. Untuk mencegah kepanikan yang lebih luas." bilang Stella. dua botol Excedrin "aspal". Mereka hanya meneruskan laporan reporter teve atau mencontek berita koran. tubuh lelaki berusia 40an tahun itu limbung. Katanya lagi. Pimpinan FBI William Webster yang semula sempat ragu. Sejak itu kakek satu cucu ini tak pernah lagi melihat dunia. Mereka berencana menuntut Bristol-Meyers karena lalai menjaga keamanan kemasannya. dengan mengembangkan teknik mengoplos menjadi versi lebih canggih. Maka mereka dapat dengan mudah melihat kelemahan pengakuan para penjahat kacangan yang hanya ingin mendapatkan ketenaran dan sensasi semata. Polisi disibukkan dengan banyak-nya orang datang ke markas mereka. warga Seattle lebih suka ke dokter ketimbang minum sembarang obat. ditemukan lagi dua botol Excedrin gadungan. "Rasanya. pelakunya berbeda. Beruntung polisi punya informasi lebih lengkap berdasarkan hasil penelitian laboratorium. Pasar swalayan tak ketinggalan melakukan sweeping rak obat secara besar-besaran. Sementara itu RS King County mulai kebanjiran pasien. kini giliran Excedrin beracun membunuh dua warga Seattle tak berdosa. para pencari sensasi itu malah banyak menceritakan detail yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. Herannya. Hasilnya. Ditemukannya lima botol yang terkontaminasi itu mendorong Paul Webking mengajukan Bristol-Meyers." analisis Webster. saat diinterogasi." sambung Bruce. mengakibatkan hilangnya nyawa orang yang mereka cintai. Pelakunya seperti selebriti yang dinanti banyak orang. Lucunya. Dia melihat adanya perkembangan motif dan perbedaan detail antara kasus Chicago dengan Seattle. Yang sangat dikhawatirkan bos FBI. media massa berperan besar dalam melahirkan copycat-copycat masa kini. Stella Nickell juga segera menghubungi pengacaranya untuk tujuan yang sama. Bruce?" balas Stella. mencium tanah. kasus peracunan obat menjadi masalah nasional. "Ada yang bisa kubantu. Bruce hanya minum dua butir. para peniru akan melakukan kejahatan di lebih banyak kota. Penggemar copycat Amerika kembali guncang. Meski cuma sakit kepala atau pegal-pegal ringan. "Stella?" panggilnya. produsen Excedrin. Informasi itu sebagian tak beredar di kalangan wartawan. Setelah Tylenol memakan tujuh korban di Chicago. "Perbedaan itu menunjukkan. mulai melirik kemungkinan adanya copycat dalam kasus peracunan obat di Seattle."Biasanya. Belum sempat Stella bereaksi. seperti dosis yang dianjurkan. bukan untuk mengeluh sebagai korban. aku mau pingsan. Tak lama kemudian. Mungkin nyeri kepalanya benar-benar hebat.

Untuk memperbaiki nasib. Takdir menyuratkankannya kawin muda. Hidup dalam kurungan penjara pun pernah dilakoninya. Di sekolah. Sikap yang tidak kooperatif itu sedikit mengundang kecurigaan Jake Evans. Stella kemudian hijrah ke Kalifornia. Stella tidak bisa ditahan lantaran memang tak ditemukan cukup fakta sebagai barang bukti. Stella menolak diperiksa dengan alat pendeteksi kebohongan. Bersama suami dan anak perempuannya. Namun. Yang diuntungkan Di sisi lain. polisi tetap mencari motif alternatif. Mereka menganalisis jutaan transaksi di lantai bursa. Dia menikah dengan Bruce Nickell tahun 1976. polisi menyimpulkan jawaban-jawaban yang diberikan Stella masuk kategori "sekadar menggampangkan" alias asal buka mulut. hampir sepanjang hidupnya. berasal dari satu sumber. Apa boleh buat. nihil! Toh Evans dan sekutunya tetap berusaha meneliti masa lalu Stella. dia dua kali dipenjara lantaran melakukan penipuan. Stella bersedia diperiksa dengan alat pendeteksi kebohongan. Hasilnya. dia meninggalkan suaminya yang tak kunjung berhasil memperbaiki kehidupan ekonomi mereka. Pada usia 16. cara mengemas kembali botol-botol itu punya banyak kemiripan. Meski tak satu pun dapat dimanfaatkan sebagai bukti langsung. Saksi mata? Apalagi itu. jejak kimia di lima botol yang telah ditemukan. ibu dua anak itu tetap menolak diinterogasi. kepala polisi Auburn. Selepas melahirkan anak perempuan kedua. tahun 1943. Baru setelah dibujuk pengacaranya. dia sudah punya suami dan anak. Mereka mengirim sedikitnya 25 orang agen khusus ke Seattle. Lelaki yang sebelumnya pemabuk berat ini mulai melupakan minuman keras beberapa tahun setelah menikah. ibu satu anak itu seperti menemukan semangat hidup baru. Stella sudah menyimpan dua polis asuransi jiwa suaminya beberapa bulan sebelum kematian Bruce. kesabarannya pun mulai menipis melihat kondisi keluarganya yang terus berkekurangan. Berdasar hasil pemeriksaan forensik. dua dari lima botol Excderin beracun yang beredar di pasar mangkal di rumah Stella. Cynthia. Namun. suami Susan. Tak ada jalan lain. Fakta-fakta itu menggiring Evans untuk memberi perhatian lebih pada Stella Nickell. Tahuin 1969 Stella dihukum setelah menyiksa Cynthia yang saat itu berusia sembilan tahun. Belum lagi dukungan sekitar 80-an personel polisi lokal dan Auburn. Stella diselimuti kepapaan.Jika ketakutan itu menjadi kenyataan. Mungkinkah itu hanya kebetulan? Evans juga mencatat. Selain itu. Sebaliknya. Paul sepertinya tak menyimpan sedikit pun niat mencelakai istrinya. kota tetangga Seattle. Paul Webking. Stella pindah ke Seattle. Tahun 1971. Sepertinya Stella berhasil mengubah Bruce menjadi suami yang 176 . Mereka tinggal di rumah mobil milik Bruce. Tubuhnya seperti membeku jika berhadapan dengan lawan jenis. Stella dikenal sebagai cewek yang Cuma punya sedikit teman cowok. Sebagai ibu. Di tempat baru. Oregon. Konon. juga ikut diperiksa. Jawabannya lugas dan tidak dibuat-buat. dengan menyelidiki pihak-pihak yang diuntungkan dari hancurnya merek Excedrin dan nama baik Bristol-Meyers. tim gabungan itu menyimpulkan. bencana akan melanda sektor farmasi Amerika. FBI harus bergerak cepat. Dia dilahirkan oleh sebuah keluarga miskin di sebuah kota kecil dekat Portland. tanya jawab yang dicatat alat pendeteksi kebohongan membuktikan. Dia juga tertarik pada fakta.

Stella mulai memikirkan kemungkina hidup tanpa Bruce. Bisa karena "pancingan" jitu Bristol. Namun. Jawabannya. Rasanya. Cynthia. hanya satu yang mampu membuat tim penyidik tersenyum lebar. Bahkan menimbang-nimbangkan untuk "mengorbankan" suaminya. tidak!" sergah Stella. 177 . Berhadiah AS $ 300 ribu Keberuntungan itu rupanya harus "dipancing". Lalu di atas tanah itu ia akan membangun rumah permanen. FBI dan polisi Seattle langsung menciduk Stella. jika memang Cuma itu jalan satu-satunya mendatangkan keuntungan materi melimpah. Ibaratnya. Januari 1987. Beberapa tahun kemudian. kalau mau menang lotere. tak cukup dengan membeli satu nomor undian. bapak tirinya sebenarnya sudah jauh berubah dan hampir tak pernah lagi mabuk-mabukan. Bruce bukan suami yang bisa memanjakan Stella dengan uang berlimpah dan berbagai kemewahan. Ia pernah menatap mata ibunya. sebagai pencari nafkah. FBI dan polisi lokal butuh banyak keberuntungan." ucap Cynthia dengan suara bergetar. Menurut Cynthia. Sampai bagian ini. Sayangnya. putri tertua Stella. Siasat itu ternyata mendapat tanggapan positif. Bekerja sama dengan jaringan swalayan dan pabrikan obat lainnya. Dia satu-satunya saksi yang dapat "bernyanyi" dengan merdu tentang upaya Stella menyingkirkan Bruce dalam beberapa tahun terakhir. dan ayah tirinya.bertanggung jawab. saya sulit mengungkapkannya. tinggal di rumah mobil. sesaat setelah Bruce mengembuskan napas terakhir. Ibunya yang pernah gagal dalam perkawinan menyadari. kalaupun benar Stella pelaku pembunuhan Bruce dan Sysan. Datang puluhan. bisa juga lantaran nuraninya memang betul-betul terketuk. dari sekian banyak yang datang. Makin besar uang yang dikeluarkan makin besar kesempatan menang. hari tuanya tengah terancam. Rezeki nomplok itu diandalkannya untuk membeli tanah. bahkan ratusan informan. Gajinya terlalu kecil untuk mengangkat Stella dari kehidupan yang sangat bersahaja. Stella balik menatap sembari menggelengkan kepala. adik perempuannya. Evans dan sekutunya tak menemukan kejanggalan apa pun. serta membuka bisnis impiannya sejak kecil: pet shop yang khusus menjual ikan hias tropis. Namun. mendatangi kantor polisi. Masa lalu Stella yang suram seperti terhapus dengan sedikit kebahagiaannya di masa kini. seperti ayah kandungnya. kolaborasi dadakan ini menawarkan hadiah AS $ 300 ribu bagi informan yang dapat memberikan petunjuk penting menuju tertangkapnya sang penyebar sianida. Cynthia sendiri mengaku butuh waktu untuk memutuskan memberi kesaksian. Tapi karena dia ibu kandung saya. Yakin dengan keterangan Cynthia. Cynthia (saat itu berusia 22 tahun) bergabung dengan Stella. "Saya tahu. Beberapa tahun terakhir. Bruce kurang beruntung. "Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Namun. dia yang lakukan itu. jika terus hidup bersama Bruce yang bergaji pas-pasan. Gadis manis berambut merah yang baru saja bercerai dari suaminya itu membawa serta anaknya yang masih bocah. Bristol-Meyers yang tengah terjepit menyadari hal itu.

178 . sejak merebaknya kasus Tylenol. Mengapa tak menjadi copycat mengikuti jejak pengoplos Chicago? Kejahatan mereka betul-betul sempurna. Stella pun kembali menimba ilmu di perpustakaan. senilai AS $ 31 ribu. Ditambah uang asuransi dari perusahaan tempat Bruce bekerja sekarang. cukup untuk membeli tanah dan berbisnis. Rupanya. daun cemara beracun. dia tak hanya akan jadi kaya raya. Banyak produsen yang menahan atau mengurangi produksinya. koceknya bisa menggelembung menjadi AS $ 105 ribu. secara teratur dia mengunjungi perpustakaan umum Auburn. cara membuat racun dari tumbuh-tumbuhan yang banyak terdapat disekitarnya. Pada dosis tertentu. Begitu tersadar. membuat Stella membelokkan rencana. Namun. Cerita selanjutnya. Selain beragam pemasukan dari perusahaan asuransi. walau perutnya amat keroncongan. Tahun 1986 duit sebesar itu lumayan banyak. Stella menemukan dua polis asuransi jiwa suaminya. Bruce malah merasakan tubuhnya sangat bugar. Dengan mudah dia bebas dari jeratan pasal-pasal pembunuhan. Di kedua polis itu nama Stella tercantum sebagai ahli waris. mestinya paripurna pula rencana Stella. Racun itu dimasukkan ke dalam kapsul Excedrin yang dibelinya dari toko. hingga tertidur selama belasan jam. tak mudah mendapatkan obat pengurang rasa nyeri di pasar swalayan.Niatnya menjanda makin membara setelah beberapa bulan sebelum kematian Bruce. bagaimana mewujudkan impian itu. Dia belajar dari buku. Salah satu yang paling menarik perhatian Stella. jauh lebih berdampak mematikan ketimbang tubuh orang normal. Bruce lebih suka menelan Excedrin. Beberapa tahun terakhir. Racikan maut itu disajikan pada Bruce. gencarnya pemberitaan perihal tuntutan keluarga korban Tylenol. jika Bruce terbukti meninggal karena kecelakaan. Maka dia mulai membuat ramuan. Tumbuhan beracun dicampurnya dengan kacang polong dan bahan makanan lainnya agar tidak mencurigakan. Bruce Cuma terserang kantuk luar biasa. seperti yang sudah tercatat dalam cerita Stella kepada paramedia King County. Informasi penting didapatnya saat mendampingi Bruce di forum rehabilitasi mantan korban ketergantungan alkohol. Namun. Hebat 'kan? Sayangnya. Stella lancar membaca dan tahu ke mana harus mencari informasi yang "sesuai". mujur bagi Stella ada pasar swalayan yang menjual Excedrin. Konon. Ilmu meramu Stella belum sempurna. Terbukti. Setelah berkeliling di beberapa toko. Stella kemudian membeli racun tikus yang dosis sianidanya cukup mematikan buat manusia. Ketika Harborview Medical Centre menyatakan kematian Bruce Nickell sebagai efek sesak napas dan pembengkakan paru-paru. dia tak bisa memanfaatkan gonjang-ganjing Tylenol. masing-masing senilai As $ 20 ribu. Masalah lain. lalu dimasukkan kembali dalam botol. minimal ia akan mewarisi AS $ 71 ribu. penghasilan tambahan bisa didapat dengan menuntut Johnson & Johnson. Kalau berhjalan lancar. Sedikit kokain dan heroin akan menolong Stella menciptakan kematian overdosis. banyak zat menjadi sangat berbahaya saat masuk ke tubuh mantan pasien keteragantungan alkohol. Bukan Main! Impian yang kandas Yang menjadi masalah. obat sejenis saingan Tylenol. Meski tidak mengecap pendidikan formal yang tinggi. Bruce menenggaknya dan ambruk untuk selamanya. tapi sangat kaya. bisik hati kecil Stella. sambil menanti perkembangan kasus Johnson & Johnson.

00 telepon di meja Mandala Baring berdering. rezeki nomplok AS $ 71 ribu bakal dinikmati Stella tanpa alangan berarti. Apalagi tak banyak tetangga yang mengenal dengan baik sifat-sifat Stella. direktur utama perusahaan importir buah-buahan itu meraih gagang telepon.yang kini beruntung mendapatkan bonus AS $ 30 ribu. yang tinggal hanya beberapa kilometer dari rumah mobil Stella. penyebab kematian Bruce adalah Excedrin yang mengandung sianida. dan siapa yang menculik?" tanyanya gugup.Namun keserakahan mengalahkan akal sehat pembunuh berdarah dingin itu. Beberapa saat kemudian. Terbang pula impiannya mendapatkan uang total AS $ 105 ribu. Di pengadilan. Stella nyaris menjadi copycat yang sempurna dan nyaris membuat FBI serta polisi putus asa. Setengah hati. "Enggak tahu. "Dewi. Uang santunan senilai total AS $ 51 ribu seperti tak berarti apa-apa. Polisi harus diyakinkan. Ma?" sahutnya asal-asalan. Stella "menyesalkan" tim medis Harborview yang gagal menemukan sianida di tubuh suaminya. "Tapi 'kan enggak mungkin saya langsung cerita pada mereka bahwa Bruce mati karena sianida. uang asuransi itu tak boleh hilang begitu saja. Sampai kemudian tersiar kabar kematian Susan Snow. kebejatan wanita keras kepala itu tak akan mudah dibongkar. istrinya." geram Stella. Dengan bantuan alat pendeteksi kebohongan dan penggeledahan total rumah mobil Stella sekali pun. ya. Kalau saja tak dikuasai keserakahan yang membabi buta. sampai sekarang belum ada kabarnya. oh Mama. Sama seperti yang dilakukannya pada botol Excedrin milik Bruce. dia bergegas membeli beberapa botol Excedrin dan Anacin-3 dari pasar swalayan." makinya dalam hati. obat aspal diselipkan kembali ke rak pasar swalayan itu. Pa." 179 . isi kapsul-kapsul penyembuh itu diganti. sehingga hangus pula uang asuransi kecelakaan. dari bahan penyembuh menjadi pembunuh. Setelah memperbaiki kemasannya. "Bagai mana ceritanya sampai bisa terjadi. Dia benar-benar menginginkan dan merasa sangat berhak mendapatkan uang itu. "Halo. Ada apa. Lengkap dengan kehidupan nyaman di atas tanah sendiri dan toko ikan hias tropis. Dewi diculik!" kata Aryati. "Tidak. Tahap dilaluinya dengan sempurna tanpa mengundang kecurigaan sedikit pun. kian sengsara pula dia. Rencana-rencana tadi disusun begitu rapi. Nonfiksi/Perfect Crimes/Icul 24. hakim menganggapnya sebagai pembunuh tak berperikemanusiaan dan mengganjarnya 90 tahun tinggal di hotel prodeo. Stella Nickell tercatat dalam sejarah sebagai warga negara Amerika Serikat pertama yang diadili berdasarkan Undang-Undang Pemalsuan Produk 1983. polisi berhasil memaksa Stella mengaku. Dewi. Polisi akan langsung curiga. Hanya berkat "pengkhianatan" Cynthia . sambil menangis. padahal ia bermaksud keluar kantor untuk makan siang. KALAH CERDIK Hari Selasa pukul 13. Makin sering Stella memikirkan uang santunan yang bakal diterimanya. "Hah! Diculik?" teriaknya tak percaya.

Salyono itu saya sendiri. "Kamu kenal sama penculik Dewi?" tanya Mandala gusar. muncul di rumah Mandala. Selanjutnya. perwira muda yang energetik. gadis cantik kelas 3 SD itu sampai usai jam sekolah tidak tampak batang hidungnya. "Lo. Pak. Saya tidak bertanggung jawab atas keselamatannya. menjemput Dewi Anggraini di sekolah. Menurut istrinya. tunggu telepon dari saya. Salyono.00 telepon berdering. sediakan uang tunai seratus lima puluh juta rupiah. Mandala makin panik. "Putri Bapak aman di tangan saya. ibu Dewi mendapat musibah kecelakaan mobil dan kini terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma. Dewi dijemput untuk menengoknya di rumah sakit. seperti biasa supirnya. Dewi dijemput seseorang yang mengaku pegawai rumah sakit. Si penjemput menambahkan bahwa sopirnya. Jangan khawatir.Mandala Baring bergegas pulang ke rumahnya di kawasan Sunter. Salyono. Setengah jam kemudian tiga orang polisi dipimpin oleh Kapolsek AKP Taufik Abdullah. Pak?" tanya AKP Taufik pelan. "Belum. Ia mengatakan." Jam sudah menunjuk pukul 15. Jangan sekali-kali melapor ke polisi kalau ingin putri Anda selamat! Kalau Bapak lapor ke polisi. saya akan segera memasang telepon paralel dan alat perekamnya. " Sekitar pukul 17. Ia memutuskan segera melapor ke polisi." "Kalau begitu. Betul 'kan? Nah.00. Sesaat kemudian. kalau Bapak sudah yakin. AKP Taufik memberi isyarat agar Mandala mengangkatnya. Ada tanda lahir di punggung kiri dan tahi lalat di pangkal paha kanan. Mandala Baring duduk tertegun di samping istrinya yang terus-menerus menangis." terdengar suara seorang lakilaki dengan suara serak. Pak. perjanjian batal. "Ndak. tak sadarkan diri. apa maksud Anda?" "Saya akan buktikan bahwa putri Bapak memang bersama kami. "Sudah ada kabar dari si penculik. Bisa-bisanya ngarang orang itu. dia akan pulang dengan selamat. Berapa nomor ponsel Anda? 180 . Dengan tangan sedikit gemetar. Dari gurunya Salyono mendapat informasi bahwa sekitar pukul 09. tapi tidak ada kabar berita tentang gadis kecil itu. Jakarta Utara. apalagi kenal." sanggah Salyono. Saya beri Anda waktu 48 jam. pria berusia empat puluhan itu mengangkatnya. ia berdiri memanggil Salyono yang duduk diam di tangga teras. "Kalau Bapak mau bekerja sama." sanggah Salyono." "Kerja sama. Namun.00. Lihat mukanya saja tidak. "Kok dia tahu nama kamu?" "Mungkin tahu dari supir-supir lain.

tiga bulan lalu kami ambil dari yayasan. "Salyono sudah hampir tiga tahun bekerja di sini. selain Ibu.Saya akan menghubungi lewat ponsel agar tidak dikuping orang lain." Telepon langsung ditutup. Cerai dari istri pertama Tumini." ancam si penculik yang lalu menutup telepon setelah diberi tahu nomor ponsel Mandala. Pembantu perempuan kami. Yang dua lagi sudah lima tahun ikut kami. sebagai tukang cuci dan setrika. Sutardi namanya." "Boleh tahu alasannya?" "Dia mandul. Jangan-jangan Salyono kenal dengan si penculik. lalu satu lagi bertugas membersihkan rumah. tugasnya memasak dan ke pasar. apakah Bapak punya pesaing atau musuh?" "Rasanya. ya. si penculik menyebut nama Salyono. Di zaman krismon begini. atau malah bekerja sama?" desak Taufik. tidak ada. "Maaf. Tumini yang berwajah lugu itu sudah akrab dengan Dewi. halo . Apalagi anak tunggal Tumini sepantaran dengan anak perempuan majikannya itu. Mandala dan istrinya lemas seketika. Pak Mandala tadi bercerita kalau guru Dewi menyatakan. sebab di rumah Anda banyak polisi. pasti ada yang tidak beres di rumah ini. Istri pertama sudah 'pisah' dua belas tahun lalu. Oh.00. Tumini . supir Ibu. tukang kebun. saya kira tidak." jawab Mandala. Apakah Ibu istri pertama Bapak?" "Bukan. "Ya. "Itu dulu. Tentu saja Mandala menyanggah. pembantu rumah tangga yang sibuk menghidangkan kopi dan makanan kecil. telepon kembali berdering. Sekitar pukul 23. "Selain keluarga Bapak. dia istri kedua.?" jawab Mandala dengan suara bergetar. AKP Taufik gusar. "Sekali lagi maaf. "Tiga orang pembantu perempuan dan satu pembantu laki-laki. Pak. Saya kira. Salyono orang pertama yang patut dicurigai. siapa lagi yang tinggal di rumah ini?" tanyanya lagi. WIL (wanita idaman lain)?" tanya Taufik sambil melirik ke istri Mandala." tegas AKP Taufik sambil mengeluarkan buku catatan untuk mencatat alamat Salyono. siapa tahu mendadak timbul masalah. "Kok dia tahu di sini ada polisi. menyangkut soal ekonomi. Nanti saya hubungi kalau keadaan sudah memungkinkan." "Dalam bisnis. apakah Bapak mempunyai ." "Sekarang apakah istri pertama Bapak itu sudah menikah lagi? Lalu di mana alamatnya?" 181 . Meski baru bekerja tiga bulan di Keluarga Mandala. ikutan tegang." timpal Aryati.. Ketiga polisi itu pun siap kembali dengan tugas masing-masing.... Bu. "Perjanjian kita batal.

Aryati yang sejak peristiwa itu kurang tidur selalu berdebar hatinya kalau mendengar bunyi dering telepon. "Pak Mandala."Wah." Polisi memutuskan untuk sementara tidak mengunjungi rumah Mandala walaupun tetap akan diawasi selama 24 jam nonstop." "Mantan pacar Ibu sekarang sudah menikah?" "Dengar-dengar sih belum. "Ya. jangan sampai ada orang lain yang melihat dan curiga. "Ya. Awas. Anda harus mengendarai mobil sendirian. Alasannya. Sebelum bertemu Bapak." Surat dari penculik Esok harinya ketika Mandala mampir ke kantor polisi. Di utaranya ada jembatan. Itu tidak sengaja saya dengar. dari empat orang yang kami curigai. yaitu Salyono dan Tumini. Pada denah tergambar lapangan pacuan kuda." "Ikuti saja kemauannya. enggak. Mandala meloncat dari tempat tidur. kami jarang bertengkar. Mandala Baring di sini. ada sebuah tong sampah plastik biru." "Ketika Bapak mencerai kannya. saya tidak tahu. apakah ia merasa dendam atau sakit hati? Atau ia menerima saja?" "Sulit dikatakan. dua orang patut diduga kuat terlibat kasus ini." saran AKP Taufik kepada Mandala yang segera menemuinya. pernah. "Maksud Pak Taufik?" 182 . Tapi jangan berikan seluruhnya.00. Satu lembar berisi denah suatu lokasi. sebelum halte bus. Pukul 23." "Coba lihat di kotak surat. "Dewi akan selamat kembali ke rumah jika tuntutan saya dipenuhi. satu lagi surat yang berbunyi. Di sana ada surat. AKP Taufik mengatakan. sebab selama delapan tahun perkawinan. apakah Ibu pernah berpacaran dengan seseorang?" Sedikit ragu-ragu Aryati menjawab singkat sambil melirik ke arah suaminya." "Kok 'dengar-dengar'. sebab tidak pernah berhubungan lagi. "Maaf. ponsel Mandala berdering. pas keluarga saya datang dari daerah." Telepon langsung mati. Sebuah amplop berwarna cokelat dalam kotak surat itu berisi dua lembar kertas. ini pertanyaan pribadi. apakah Ibu masih berhubungan dengan dia?" "Wah. Paling-paling berdebat soal anak yang tidak kunjung kami miliki.00 masukkan uang seratus lima puluh juta rupiah yang dibungkus plastik hitam ke dalam tong sampah itu." AKP Taufik mengalihkan pertanyaan kepada Aryati. sekitar pukul 06. si penculik tahu persis kalau malam itu di rumah Bapak ada polisi. Kamis pagi. lari bergegas ke luar. Kira-kira seratus meter dari jembatan. sebab kata-kata si penculik belum bisa dipercaya.

dan jangan lengah.45 Mandala Baring mengendarai mobilnya keluar kompleks perumahannya yang tergolong mewah itu." AKP Taufik geram karena merasa kecolongan. Rupanya. Permisi. "Mana Suwandi?" tanya si pembawa teropong kepada si tukang becak. Seperti di film-film itu lo!" Tepat pukul 22. menemui dan bercakap-cakap dengan seorang tukang becak. "Mau ke mana. "Sialan. mengawasi dengan teliti kawasan di sekitar tong sampah dekat halte." "Boleh main. Pak. Selain ada tukang rokok. terlihat dua orang sedang memancing di sungai dekat jembatan itu."Selipkan saja dengan potongan kertas HVS. jangan-jangan si gelandangan tadi orangnya. Tak berapa lama kedua pemancing itu naik ke seberang jembatan. bungkusan plastik hitam berisi uang itu sudah raib. Hampir tiga jam mereka mengamati keadaan. mau buang hajat. Saat berhenti di atas jembatan." jawab orang itu. Sepeninggal Mandala dari tempat itu. lalu menuju jembatan sesuai instruksi si penculik. tetapi belum ada orang yang datang mendekati tong sampah atau orang yang patut dicurigai. sebab mereka tengah asyik memainkan bidak-bidak catur. Pak? Bikin takut ikan-ikan saja. "Maaf. Langit sedikit cerah dan jalanan tidak macet. mereka adalah sejumlah petugas polisi yang sedang menyamar. Malam makin gelap. Salah satu dari kedua orang yang sedang memancing tadi merasa agak terganggu." Perlahan-lahan mobil Mandala meluncur ke arah halte. sebagian dasar tong sampah itu ternyata berlubang. hanya tumpukan paling atas dan paling bawah yang uang asli. "Kalau plastik berisi uang itu saya buang ke tong sampah. cukup bagi orang dewasa untuk berjalan dalam posisi jongkok. Dengan tenang Mandala mengendarai mobilnya melewati depan lapangan pacuan kuda. Salah seorang pengail mengeluarkan teropong kecil dari saku. "Sial!" pikir Mandala. 183 . "Sedang main catur dengan Bakri." "Siap. asal jangan lupa tugas. Karena yang ditunggu tak juga muncul. kedua pedagang itu tidak memperhatikan. Tong sampah plastik ternyata berada dekat halte bus. lalu dengan senternya menyorotkan cahaya ke arah orang itu. tentu kedua orang itu akan curiga. Mandala pulang menunggu reaksi penculik dengan rasa waswas. di sana ada gerobak roti dengan lilin menyala terang. Sesudah menaruh bungkusan plastik ke tong sampah. tampak sesosok gelandangan yang jalannya sedikit pincang perlahan turun ke sungai persis di bawah jembatan. Untungnya. Diameter gorong-gorong itu hampir satu meter. Pak!" Rupanya. tembus ke gorong-gorong air yang langsung menuju ke sungai di bawah jembatan." bentaknya. para petugas itu lalu mendekati dan memeriksa tong sampah plastik yang penuh dengan sampah kertas itu. Setelah diperiksa.

terlihat goresan luka yang meneteskan darah. Polisi mencoba bertindak cepat dengan melakukan penyelidikan terhadap Salyono dan Tumini." jawab Bharatu Suwandi. "Sepertinya. 'perawan agak lewat'.. Uang yang Anda sampaikan ternyata kurang dari Rp 10 juta.. Itu karena ia punya kesempatan untuk berhubungan dengan orang lain. Anaknya empat orang. Aryati serta merta pingsan. Sekali lagi. selebihnya hanya potongan kertas tak berguna. jangan bercanda. ia tetap perlu diawasi. tapi 'perawat'. yang mengejutkan. Terus. "Apa perempuan itu masih lajang?" "Lajang." perintah AKP Taufik." jawab Bharatu Suwandi sambil tersenyum. Salyono banyak uang dong.Mau menikah lagi Masih belum ada perkembangan baru sampai di suatu Sabtu pagi Mandala Baring kembali menerima surat dari si penculik.." tutur Brigpoltu Ayu. Kali ini disertai selembar foto polaroid. Dalam beberapa hari selanjutnya tidak ada informasi apa pun dari si penculik. Pak Salyono hendak menikah lagi dengan Partinah. "Selamat pagi. Pak Salyono. Tapi sepertinya ia 'ada main' dengan Partinah." "Katanya tukang nasi." Di foto itu tampak Dewi Anggraini hanya mengenakan kaus singlet. "Hus. setiap dua hari sekali Tumini belanja ke pasar. pemilik warung nasi.. Esok paginya Salyono memenuhi panggilan polisi. jangan main-main. apa lagi?" "Partinah mengaku. dari mana mendapatkannya? Kalau begitu. Pakaiannya rapi." "Berarti. Keluarga Baring makin panik." AKP Taufik memberi salam. sebagai tanda jadi. tangannya terikat ke belakang. Anda mau bermain-main. bikinkan surat perintah pemanggilan untuk Salyono sebagai saksi. karena akibatnya . Menyaksikan foto itu. Namun. pada pipi kanan gadis itu. Brigpoltu Ayu Mawarni melaporkan. Pulangnya selalu naik ojek. "Maksud saya. "Bagaimana dengan Salyono?" "Ia tinggal di Prumpung. Boleh saja. "Saya dengar dari beberapa rekan Anda di Kantor Pak Mandala Baring. lihatlah foto kiriman saya . 184 . benarkah?" Dengan malu-malu Salyono mengiyakan. kok 'perawat'?" tanya AKP Taufik. "Meski tukang ojeknya selalu berganti-ganti.. seperti bekas sayatan pisau. Tampangnya memang lumayan. ia diberi kalung emas 15 gram. pemilik warung nasi di dekat kantor majikannya.

"Masalahnya, istri saya sakit-sakitan, Pak. Katanya, gejala sakit kuning. Enggak boleh kerja berat, enggak boleh capek. Kalau begitu, saya kebagian apa?" katanya sambil tersenyum penuh arti. "Sudah dapat izin dari istri?" "Belum sih, Pak. Tapi saya pernah menyinggung persoalan ini. Kayaknya, dia bisa maklum," jawabnya. "Mengurus dua keluarga itu berat lo, Pak, terutama soal keuangannya." "Partinah 'kan punya warung, saya tinggal tambahi sedikit modal, beres." "Berarti, Pak Salyono banyak duit dong," pancing AKP Taufik. "Banyak sih tidak, Pak, tapi ada sedikit. Pembagian warisan dari kampung. Sawah orang tua kami kena proyek jalan tol. Nah, uang ganti rugi itu dibagi dengan adik saya." "Omong-omong, selain Tumini, siapa lagi pembantu rumah tangga Pak Baring?" "Ada Bu Sumiati, tukang cuci, dan Bu Piyah, tukang bersih-bersih rumah. Maaf, Pak, di sini boleh ngerokok?" "Oh, silakan," jawab Taufik spontan. Dari sakunya Salyono mengeluarkan sebungkus rokok kretek, lalu sebotol kecil minyak angin. Salyono punya kebiasaan, sebelum disulut dan diisap, ia melumuri batang rokoknya dengan minyak angin. "Memang enak, rokok diolesi minyak angin?" "Kalau sudah biasa, enak, Pak. Kretek rasa mentol," sahutnya. Pembantu baru misterius Seminggu kemudian rumah Keluarga Mandala kedatangan seorang perempuan muda berambut pendek. Ia turun dari bajaj, menjinjing kopor. Tumini yang kebetulan mau berangkat ke pasar membukakan pintu pagar untuknya. "Maaf, Mbak. Apa betul ini rumah Pak Mandala Baring?" "Betul, Adik siapa?" "Saya keponakan Bi Piyah, dari Tasikmalaya." "Oh, yang mau menggantikan Bi Piyah? Iya, kemarin Bi Piyah bilang, mau pulang kampung beberapa hari, ada urusan penting." Gadis hitam manis bernama Sugiarti itu mengangguk. Sugiarti tinggal di kamar yang bersebelahan dengan kamar Tumini dan hanya dibatasi tembok berventilasi. Di malam hari Sugiarti lebih suka ngendon di kamar mendengarkan radio. Sudah hampir 10 hari Sugiarti bekerja di rumah Mandala Baring.

185

Bila hari sudah malam, Sugiarti sering mendengar Tumini seperti berbicara dengan seseorang. Ia juga sering memergoki Tumini sendirian di taman belakang malammalam. Sugiarti tidak tahu apa yang dilakukan teman kerjanya itu. Suatu sore selagi masih di kantor, ponsel Mandala Baring kembali berdering. "Halo, ya. Bagaimana? Saya harus antarkan ke mana?" jawab Mandala gugup. "Malam ini pukul 23.00 Anda mengendarai mobil sendirian. Siapkan uang, jangan lupa bawa ponsel. Saya akan beri petunjuk selanjutnya nanti malam. Ingat, jangan melapor pada aparat," ujar suara dari seberang. "Ya, ya. Tapi, bagaimana dengan anak saya?" "Jangan khawatir, dia aman bersama saya," jawabnya singkat sebelum mematikan telepon. Tanpa buang waktu, Baring menyiapkan uang yang diperlukan. Malam itu Sugiarti dipanggil Bu Aryati. Cukup lama ia berada di rumah induk. Ketika mau kembali ke kamarnya, ia dicegat Tumini. "Kok lama amat? Disuruh apa sama Nyonya?" "Bantu ngitung duit, sekalian memasukkan ke kopor." "Banyak duitnya?" "Banyak sekali, ratusan ribu semua. Saya sampai bingung ngeliatnya." "Untuk apa malam-malam begini nyiapin duit segitu banyak?" "Enggak tahu. Katanya, malam ini Tuan ada urusan." Menjelang pukul 23.00, Tumini membukakan pintu gerbang. Mandala Baring memasukkan kopor ke dalam mobil mewahnya. Ia tampak terburu-buru. Di perjalanan Mandala tampak seperti orang linglung, karena tidak tahu arah yang harus dituju. Beberapa saat kemudian, ponselnya berdering. "Anda terus saja ke lokasi yang dulu, dekat lapangan pacuan kuda. Dulu Anda ke kiri ke arah jembatan, sekarang ke kanan ke arah kuburan. Lewati terus gerbang kuburan, sampai Anda menemukan telepon umum. Berhenti di situ, turun dari mobil, tapi mesin mobil jangan di-matikan. Tinggalkan uang di jok depan. Saya akan memberi petunjuk selanjutnya." Perlahan Mandala mengemudikan mobilnya. Di sepanjang jalan tampak deretan warung remang-remang. Di dekat telepon umum di bawah pohon mangga, seperti yang dimaksud si penculik, ponselnya kembali berdering. "Seperti perintah saya sebelumnya, tinggalkan uang di jok depan. Mesin mobil harus tetap menyala. Anda bisa mengambil putri Anda di depan gerbang makam." Mandala sempat terkesima, keningnya berkerut. Nada suara orang yang meneleponnya sejak tadi sore terdengar berbeda dengan yang sudah-sudah. Suaranya dibuat-buat, seperti takut dikenali.
186

Makam itu sangat gelap. Tak tampak sebentuk sosok manusia pun di sana. Ketika ia tengah menajam-najamkan penglihatannya, tiba-tiba terdengar bunyi derum mobil. Terlambat, seseorang telah melarikan mobilnya, dan uang tebusan sebesar Rp 150 juta. Salah perhitungan Sekitar pukul 04.00 Tumini tampak berjingkat-jingkat ke luar dari kamarnya membawa tas besar. Saat ia keluar pintu gerbang, sebuah taksi kebetulan melintas. Taksi dengan penumpang Tumini kemudian meluncur ke arah Cililitan, lalu terus ke selatan. Sesudah melewati perempatan Kampung Rambutan, mobil itu berbelok ke kiri. Sekitar 100 m dari mulut gang, taksi berhenti di depan sebuah rumah papan bertingkat. Tumini segera masuk dengan kunci cadangan. Tanpa disangka, setengah jam kemudian, polisi sudah mengepung tempat itu. Setelah memberikan peringatan, polisi langsung mendobrak tempat itu. Di sebuah kamar di lantai atas, polisi mendapatkan Dewi Anggraini meringkuk di pojokan. Di depannya berdiri tegap Tumini. Di tangannya tergenggam sebuah cutter berlumuran darah. "Sudah sering saya bilang. Kamu boleh memeras, tapi jangan menyakiti sandera. Eh, kamu malah berniat mencabuli bocah ingusan seumur anakku," katanya beringas pada lelaki setengah mabuk, yang merintih di pojok lain ruangan itu. Bagian pinggul lelaki yang hanya bercelana dalam itu terluka memanjang bekas sabetan cutter Tumini. Dalam pemeriksaan diketahui, Tumini dan Sumarlan ternyata komplotan penjahat. Mereka pernah beroperasi di daerah Jakarta Barat. Ketika kedua majikan Tumini bekerja, ia leluasa menguras harta majikannya. Saat itu Tumini baru setengah bulan bekerja. Ia kabur membawa hasil jarahannya dengan mobil sewaan yang dikemudikan Sumarlan. Setelah itu dua kali mereka melakukan kejahatan serupa di sebuah perumahan mewah di Jakarta Selatan. Namun, mereka tampaknya salah perhitungan ketika bekerja di rumah Keluarga Mandala. Keluarga itu ternyata memiliki banyak pembantu rumah tangga sehingga kesempatan untuk merampok menjadi sulit. Memeras majikan dengan menculik anaknya adalah gagasan alternatif Tumini. Dengan harapan hasilnya akan lebih besar, meski risikonya juga tidak kecil. Tumini, janda beranak satu, dan Sumarlan perjaka pengangguran berniat menikah dan membuka warung di kampung. Untuk itu, mereka perlu modal. Malam itu, begitu tahu kalau Mandala sudah mengirimkan uang tebusan, buru-buru Tumini ke rumah kontrakan Sumarlan. Ia khawatir Sumarlan kabur dan menipu dirinya. Tumini belum percaya sepenuhnya pada kekasihnya itu. Ketika sampai, didapatinya Sumarlan tengah mabuk, bahkan hendak berbuat tidak senonoh pada Dewi. Nalurinya sebagai ibu bangkit, ia teringat pada anak tunggalnya di kampung. Cutter yang selalu ada di kantung bajunya pun ikut bicara. "Di foto polaroid pipi Dewi tampak terluka, tapi ini kok tidak ada bekasnya?" tanya AKP Taufik pada Sumarlan yang terbaring kesakitan. "Saya dulu pernah membantu bagian tata rias dan efek khusus sebuah produksi film laga."

187

yang duduk di samping Sumarlan. ia naik taksi yang dikemudikan Bharatu Suwandi yang mendapat informasi dari Sugiarti. Mobil itu kosong. pagi-pagi Tumini pergi ke rumah Sumarlan. Rombongan polisi segera mendatangi tempat itu. Saya harus menunggu perintah dari Tumini. orang luar yang tahu hanya sekretaris saya."Jadi. tas berisi uang itu pun raib. jawaban Sumarlan kacau. Karena takut dibohongi." jawabnya serius. mana uang seratus lima puluh juta itu?" tanya AKP Taufik setelah menerima laporan. Dewi masih tampak lelah di pelukan ibunya. setiap malam Tumini berkomunikasi dengan Sumarlan menggunakan ponsel. terdapat botol minyak 188 . Dari bukti itu diketahui. terkejut ketika seorang polisi wanita memasuki ruangan. Mikrofon itu dihubungkan dengan gelombang FM radio. betul. "Lalu. campuran madu dan zat pewarna. karena ia mabuk. "Pak Mandala. Tumini melihat masih ada polisi yang sering datang ke rumah majikannya. kok Sumarlan sudah meminta uang tebusan itu. dan direkam. Di dekatnya. Pagi itu juga AKP Taufik Abdullah meluncur ke rumah Mandala Baring. di lubang angin yang menghubungkan kamarnya dengan kamar Tumini. Polwan itu ternyata Sugiarti. selain Ibu. di rumah kontrakan Sumarlan tidak ditemukan uang sebesar itu. sepertinya diinjak untuk mematikan apinya. Tumini segera menelepon Sumarlan dan memarahinya karena merasa belum memberi tanda aman. lukanya cuma tipuan? Kamu buat dari apa?" "Dari sejenis lateks yang dilumuri 'darah'. Pengakuan Sumarlan dibenarkan oleh Tumini. mikrofon yang sangat peka. "Yang semalam diantar sendiri oleh Pak Mandala!" "Kalau uang yang kurang dari sepuluh juta itu memang saya yang ambil." "Supaya Pak Mandala syok dan cepat mengirimkan uang tebusannya? Begitu?" Sumarlan mengangguk pelan. Puntung itu gepeng." Dari anak buahnya AKP Taufik mendapat kabar bahwa mobil Mandala Baring ditemukan di pinggir jalan dekat TMII. saya tidak menerimanya. Tapi kalau yang semalam. Tanpa dia sadari. Bi Piyah hanya dititipkan pada salah satu keluarga Polisi. agak terlindung karpet. Di lantai jok pengemudi tampak puntung rokok kretek yang masih panjang. Sejak sore saya hanya minum-minum. karena sudah lama ikut saya." katanya kepada AKP Taufik. dia juga tahu. Pak?" tanya Sumarlan kaget. Tumini tidak percaya. siapa saja yang tahu nomor ponsel Anda?" "Yang ini khusus untuk keluarga. supir Anda?" "Oh. Celakanya. Rupanya. Ketika Mandala mengantar uang tebusan. Ia menggamit tangan Bi Piyah. "Uang? Uang apa. "Ini Komandan." "Bagaimana dengan Salyono. Tidak pulang kampung. Tumini. Ia sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri. bukti rekamannya. Sugiarti diam-diam memasang wireless FM.

si pengemudi siap merokok. ngobati istri. rokok yang terlanjur disulut itu dimatikannya dengan diinjak. "Mau ke mana. Seperti kebiasaannya. Karena minyak anginnya habis." perintah AKP Taufik kepada anak buahnya. Sarosa. Dengan berat hati Salyono menyerahkan tas gendongnya. Sakit sejak dulu enggak sembuh-sembuh. di Jakarta) 189 . Di dalamnya terdapat setumpuk uang." jawabnya agak grogi. "Pulang kampung. Puntung itu diambil lalu dicium AKP Taufik. rokok itu harus diolesi minyak angin sebelum diisap. Pak Salyono? Kok sendirian?" sapa AKP Taufik setelah memergoki Salyono di sebuah terminal bus antarkota antarprovinsi di Jakarta Timur. "Boleh lihat isi tasnya?" sela seorang polisi di sebelahnya. Salyono memang cerdik. AKP Taufik menduga. (Fiksi/Riady B. kamu ke terminal bus. Tidak tercium bau apa pun kecuali aroma tembakau. "Sekarang bagi tugas.angin yang kosong. Ia pandai memanfaatkan kesempatan meski tidak punya sangkut paut dengan komplotan Tumini dan Sumarlan. Kamu ke rumah Salyono. jumlah dan nomor serinya sama persis dengan uang yang dibawa Mandala Baring semalam.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.