Cerita Kriminal

www.intisari-online.com

Daftar Isi

01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24.

Stag Night Membawa Petaka Terkecoh Piringan Hitam Ada Perempuan Simpanan Jejak Porsche Yang Mengecoh Jebakan Buat Pangeran Hitam Horor Di Mount Vernon Direkrut Jadi Mitra Pembunuh Tergiur Simpanan Janda Tua Korban Ke-13 Cincin Berlian Memecah Kebuntuan Masa Lalu Terekam Di Kuku Surat Balasan Salah Alamat Beda Nasib Sejak Bayi Terlacak Dari Situs Internet Dikenali Dari Suaranya Rahasianya Di Balik Celana Kekasihnya Tewas Di Jalanan Gara-Gara Patah hati Saku Mantel Itu Menggelembung Di Balik Dinding Kampus Termakan Gosip Lukisan Cat Minyak Tanpa Tekstur ‘Nyanyian’ Sang Puteri Kalah Cerdik

2

01.

STAG NIGHT MEMBAWA PETAKA

Cheryl Miller memang belum menjadi selebriti. Namun, siapa pun yang pernah bertemu, apalagi mengenal gadis ini dengan baik, pasti setuju kalau dia memiliki pesona yang tidak dimiliki gadis muda berusia 21 tahun lainnya. Selain punya wajah cantik dan tubuh menarik, Cheryl - yang bekerja paruh waktu di sebuah toko roti di Saginaw, Michigan, Amerika Serikat - juga dikenal sebagai gadis yang cerdas dan mandiri. Donna Duquette - bibinya - masih ingat betapa keponakannya itu sangat perhatian kepada orang lain. "Jiwa sosialnya tinggi, terutama kepada keluarga dan kawankawan dekatnya," ungkap Donna. Tak aneh kalau Donna kemudian berkesimpulan, "Untuk gadis seumur dia, Cheryl benar-benar sosok yang luar biasa dan sempurna." Donna lantas bercerita, betapa keponakannya itu lebih memilih tinggal di sebuah apartemen, bersama seorang temannya, teman wanita tentu. Keputusan pindah itu tak diherani Donna. "Sejak usia belasan tahun, Cheryl sudah terbiasa melakukan banyak hal sendirian," tegas sang bibi lagi. Kalaupun butuh kawan, yang paling sering menemani dia hanyalah sepeda motor kesayangannya. Sepeda motor itu dibeli dari hasil tabungannya sendiri. Di kalangan teman-temannya, Cheryl pun sangat populer dan supel. Tak heran, dia gampang sekali menarik perhatian lawan jenis. Namun teman-temannya tak ingat, sudah berapa banyak cowok yang pernah menjadi teman kencan Cheryl. "Kami tak pernah mau ikut campur terlalu jauh pada urusan pribadinya. Cheryl terlalu baik untuk dibuat marah atau tersinggung," sahut seorang teman kerjanya. Pendek kata, Cheryl Miller bak mutiara yang sinarnya sangat terang dan diperkirakan bakal makin benderang di masa yang akan datang. "Bukan tidak mungkin, dengan karakter dan semua bakat yang dimilikinya, kelak dia akan menjadi seorang bintang. Seorang selebriti," Donna kembali angkat bicara. Namun, manusia memang hanya bisa memohon, karena pada akhirnya, Tuhan jua yang menentukan. Doa dan harapan mereka terhadap Cheryl tak pernah kesampaian. Bukan Tuhan tak mau mendengarkan, tapi Dia tampaknya punya rencana lain untuk sang "calon bintang". Rencana yang tak pernah diketahui manusia. Menuju jalan buntu Sabtu pagi itu, awal tahun 1970-an, di tengah cuaca gerimis, Cheryl Miller ditemukan kawan seapartemennya dalam keadaan tergeletak tak berdaya di tempat tidur, di apartemen mereka di Saginaw. Luka terbuka, meski tidak menganga, juga ditemukan di tubuhnya. Komentar-komentar terkejut terdengar dari kawan, tetangga, terlebih keluarga. Bersamaan dengan itu, suasana sedih dan duka menyergap seketika. Terutama, setelah muncul kepastian dari kepolisian dan rumah sakit bahwa nyawa Cheryl tak bisa diselamatkan. Sang "calon bintang" telah meninggalkan alam fana untuk selamanya. Kepergian yang terlalu pagi sebenarnya. Setelah itu, duka berubah menjadi luka, karena cara Cheryl tewas sungguh sangat mengenaskan. Hasil autopsi menyimpulkan, gadis manis itu mengalami kekerasan seksual. "Tampaknya, ia diperkosa, kemudian dicekik. Atau sebaliknya, dicekik dulu

3

yang pertama kali kita selidiki biasanya adalah orang-orang yang mengenal dan dikenal korban. seorang pemuda asal Iran yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar. Tak lama setelah itu. tetangga. Kita belum bisa memastikan. Saat ini." tukas seorang anggota tim forensik. "Beberapa hari sebelum kejadian. mereka semua tidak percayaan. Seperti Donna. Cheryl tak ingin lagi bertemu. "Orangtua Cheryl tahu apa penyebab retaknya hubungan mereka?" cecar wartawan. semua disambangi. Meski belakangan.06. Apalagi motif terbunuhnya Cheryl jelas karena sesuatu yang sifatnya pribadi. Detektif Ron Herzberg dan detektif Tom Reeder yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) tak lama setelah ditelepon. Ron dan Tom memang langsung mengumpulkan data dan fakta. Cheryl diperkirakan meninggal antara pukul 05." tambah Donna." Ya. Keluarga. polisi kemudian mengarahkan penyelidikannya pada Abbass Esfehani. Seperti ada orang yang baru saja menembakkan peluru karet ke perut ini. Police line pun dipasang bersamaan dengan kesibukan polisi mengamankan barang bukti.baru diperkosa. lalu membunuh Cheryl?" tanya wartawan. "Itu salah satu kemungkinan skenario yang perlu didalami. "Tidak secara spesifik. "Pada kasus pembunuhan seperti ini. "Saya tak bisa membayangkan. "Mana mungkin ada orang yang tega berbuat begitu sadis pada gadis sebaik dan secantik Cheryl?" tegas mereka. benar-benar kaget. Ini bukan perampokan. saat itu Abbass masih dalam status pacaran dengan korban. selain teman dekat korban?" "Kemungkinan itu juga sedang kami selidiki. dalam irama yang sama. Ron dan Tom mendengar selentingan kabar dari teman-teman Cheryl. ketidakcocokan mulai muncul. Setelah mengamati kondisi mayat dan TKP. bagaimana reaksi orangtua Cheryl saat itu." "Sang pacar marah. langsung menyisir lokasi.30 . untuk mendukung azas praduga tak bersalah. Ron dan Tom mulai menanyai sejumlah saksi." balas Ron." detektif Ron Herzberg memberikan keterangan kepada wartawan. menyusunnya menjadi semacam puzzle yang harus dipecahkan. kami sedang menyelidiki kemungkinan keterlibatan teman dekat korban." Donna bercerita sembari memegang perut. Ron sengaja merahasiakan nama Abbass. dia agak khawatir pada sikap temperamental Abbass. "Saya sangat kaget. Berdasarkan masukan-masukan itu.00. sehingga hubungan mereka kabarnya agak merenggang. Mereka bilang. "Apakah polisi mempunyai calon tersangka lain. seraya menambahkan. karena tak ada barang-barang milik korban yang hilang. teman-teman korban. Mereka pasti sangat menderita. apalagi melanjutkan hubungan dengan pacarnya itu. orangtua korban sempat berbicara dengan anaknya. ikut menganggukkan kepala. Mereka berhasil menemukan sidik jari Abbass di dinding yang mengarah pada kamar tempat 4 . Tapi Cheryl sempat berkata. Detektif Tom Reeder yang mendampingi Ron." jawab Ron dan Tom tanpa dikomando.

karena ketiadaan bukti. Sebagian barang-barangnya bahkan ditinggalkan begitu saja di Saginaw. apakah ada orang lain di luar Abbass yang pantas dimasukkan dalam daftar tersangka. Mereka tak mau kehilangan buruannya begitu saja. pihak berwajib tak pernah memiliki kesempatan menginterogasi Abbass. yang bisa dilakukan polisi Iran hanyalah "menginterogasi" Abbass dalam hitungan jam. Namun. jika terus bertahan di Amerika Serikat. lima bulan setelah ditemukannya mayat Cheryl. polisi sempat menawarkan hadiah uang buat mereka yang dapat memberikan petunjuk penting. setelah diteliti. "Kami tak punya bukti untuk menahan dia." jelas Ron. Abbass menjual mobilnya. lalu terbang ke negara asalnya. saat sampel diambil dari Abbass.mayat Cheryl ditemukan. karena memang tak ikut menyaksikan. Kumpulan barang bukti itu makin menguatkan kecurigaan aparat kepolisian pada pemuda asal seberang lautan itu. upaya menemukan siapa pembunuh dan pemerkosa Cheryl. Mereka berhasil menjaring keterangan dari sekitar 150 orang saksi. Polisi juga mencari dan memintai keterangan saksi-saksi baru. Polisi tentu kebakaran jenggot. Polisi berusaha keras. Abbass sendiri sejak kejadian itu tak pernah lagi berkunjung ke Amerika Serikat. atau mengarah pada ditemukannya pembunuh Cheryl. Mereka melakukan check and recheck terhadap orangorang yang pernah diwawancarai. atau malah hebatnya. karena dugaan terlibat dalam kasus pembunuhan dan pemerkosaan. Alhasil. sekaligus frustrasi. Tanpa membuang waktu. untuk mengirim sampel rambut Abbass ke Amerika. tanpa barang bukti. bernama jalan buntu! Alibi tak terbantah Dua tahun setelah mentok di jalan buntu. Selain Abbass. polisi akhirnya menghentikan (sementara) perburuan terhadap Abbass Esfehani. Bahkan sampel itu juga tak cocok dengan rambut yang ditemukan di sisir milik Abbass. Dalam kurun waktu dua tahun itu pula. Calon tersangka itu tampaknya menyadari kerepotan yang bakal dihadapinya. Sayangnya. Hanya selang beberapa hari sejak tewasnya Cheryl. yang tertinggal di bekas kediamannya di Saginaw. Dari situlah daftar tersangka baru kasus pembunuhan dan pemerkosaan Cheryl dibuat. mereka segera menghubungi rekan sejawatnya di Iran. Alverez yang pernah menumpang beberapa waktu di apartemen itu dicurigai mempunyai kaitan 5 . tampaknya mengarah ke sebuah jalan. Tapi kami akan memenuhi permintaan Anda. Polisi juga menemukan beberapa helai rambut di tubuh sang gadis. "Kami tak bisa melakukan apa-apa. Berbagai kemungkinan dan skenario pun coba dipikirkan. Saat itu." Ron menirukan keterangan dan janji yang didengarnya dari koleganya di seberang lautan. yang warna hitamnya mirip dengan rambut di sisir milik Abbass. dua nama lain yang masuk dalam daftar tersangka adalah Antonio Alverez (sepupu teman seapartemen Cheryl) dan Gabriel Ferris. sampel rambut yang dikirim Kepolisian Iran itu ternyata sama sekali tidak cocok dengan contoh rambut yang ditemukan di tubuh korban. Polisi betul-betul dibikin bingung. Herannya. keluarga dan teman-teman Cheryl mulai merasa. polisi masih terus memburu pemerkosa dan pembunuh Cheryl Miller. minta agar Abbass ditahan.

dengan ditemukannya bukti-bukti baru yang mengarah pada tertangkapnya tersangka. 6 . arsip kasus Cheryl Miller dimasukkan ke dalam peti. sejauh mana tingkat kesamaan antara sampel rambut Alverez dengan rambut yang ditemukan di tubuh Cheryl. insting saya bilang. Bagaimana dengan Gabriel Ferris? Nah. Apakah masuk akal. tetapi dia kerap berurusan dengan polisi. arwah Cheryl dan orangtuanya bisa beristirahat dengan lebih tenang. bahkan sempat masuk hotel prodeo.dengan kematian Cheryl. Termasuk kedua orangtua Cheryl. Dengan kata lain. yang meninggal dengan membawa serta semua kedukaannya ke alam baka. polisi mengarah ke jalan yang sama.yang saat peristiwa pembunuhan Cheryl terjadi masih remaja . Saat terjadinya pembunuhan. Ferris sendiri sebenarnya berasal dari keluarga cukup berada. Polisi bahkan "tersesat" di jalan buntu itu selama hampir 20 tahun! Saksi tua renta Makanya. bukti fisik terhadap Alvarez sangat minim. Ferris menghabiskan malam pertama bulan madu. Hubungan intim terakhir yang mereka lakukan konon hanya sekitar sepekan sebelum pembunuhan. Di sana. Kini. menyusul ditemukannya kemiripan antara sampel rambut Alverez dengan rambut hitam yang ditemukan di tubuh korban." bilang Dona. Namun. Ferris justru satu-satunya calon tersangka yang memiliki alibi paling sulit dibantah. status Ferris adalah pengantin baru yang sedang menghabiskan malam pertama bulan madunya di sebuah tempat peristirahatan di luar Saginaw. mestinya tidak. "Melihat betapa gugupnya dia ketika berbicara tentang Cheryl. Ferris memang tidak meninggalkan jejak rambut di tubuh korban. Jadi. lantaran terlibat peredaran obat-obat terlarang. Beberapa detektif . bahkan paling minim jika dibandingkan dengan dua tersangka lainnya." sergah Tom Reeder. persisnya di sebuah cottage di kawasan wisata Lake Huron. Namun. Kasihan mereka. Ketika itu. "Mudah-mudahan. untuk kedua kalinya. Detektif Reeder pernah beberapa kali berjumpa Ferris. Masalahnya. ketika arsip kasus Cheryl Miller akhirnya dibuka kembali pada 1994. seperti berkali-kali diceritakannya pada polisi.bergerak mendatangi saksi-saksi yang dulu pernah dimintai keterangan. Polisi juga menemukan sidik jari Ferris di meja rias dekat tubuh Cheryl ditemukan. Ferris sedang berada sekitar 65 mil dari Saginaw. Jelas tak gampang. Akhirnya. bersama istri yang baru saja dinikahinya. perlahan tapi pasti. menjadi "berkah" tersendiri. inilah pembunuh Cheryl yang sesungguhnya. jalan buntu. polisi dengan hanya mengandalkan teknologi yang dimiliki saat itu belum dapat memastikan. yang satu ini agak unik. orang yang sedang berbulan madu menyempatkan diri memperkosa dan membunuh bekas pacarnya? Secara logika. Saat kabar pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl menyeruak. pihak kepolisian Saginaw bertekad mengadakan penyelidikan ulang atas kasus berumur puluhan tahun ini. Ferris menjadi calon tersangka paling sempurna di antara tiga calon tersangka dalam daftar polisi. dia mengakui pernah menjadi pacar dan berhubungan seksual dengan Cheryl Miller. karena orang-orang yang dulu segar bugar. kini banyak yang sudah berusia setengah baya dan sakit-sakitan. bahkan sudah ada yang meninggal dunia. Sedangkan mereka yang 20 tahun lalu sudah menjadi orangtua atau berusia setengah baya.

saya benar-benar tidak berniat melakukannya. saat aku mau menarik bangkainya .yang pernah menemaninya berkendara jauh pada 1976. Karena kaget. sebelum Matahari terbit. Seorang mantan napi lainnya. Faktor pemberat penemuan sidik jari itu. tak jauh dari lokasi tempat ditemukannya mayat Cheryl. Bangkainya sampai nyangkut di roda. Aku enggak tahu ke mana." jelas polisi.saat ia dipenjara karena masalah narkoba ." sang mantan istri membuka kisahnya. sempat menyatakan keheranannya. Ferris pernah mengaku terus terang: dialah pembunuh Cheryl! Polisi juga mendapat "kutipan berharga" dari seorang perempuan . tiba-tiba muncul seekor kelinci.kini sudah pensiun .Dona kali ini memang boleh berharap banyak. karena aku sendiri langsung tertidur. aku enggak sempat ngerem. Begitu mematikannya "nyanyian" Terri.bekas pacar Ferris . baik dalam keadaan sadar maupun mengigau. tapi tentang si pemilik alibi terkuat. Bukan tentang Abbass Esfehani atau Antonio Alvarez. Detektif Roy Walton . Cheryl hanyalah satu dari lima perempuan yang pernah ditidurinya dalam kurun waktu yang hampir bersamaan. Yaaa.yang ikut membuka kembali kasus Cheryl Miller pada 1994 bersaksi bahwa Ferris pernah bilang. Namun. jika ditambah "temuan lama". Selain Roy Walton." sebut polisi. Kamu terluka?" "Bukan. ini darah kelinci. sidik jari seperti itu biasanya ditinggalkan oleh si pembunuh. sehingga bulan madu hari pertama yang selama ini menjadi alibi tak tergoyahkan. Polisi menyebut kebiasaan buruk Ferris yang tak bisa "menjaga mulut" sebagai salah satu faktor yang meringankan pekerjaan mereka. lantaran letaknya hanya beberapa inci dari posisi kepala korban saat ditemukan.sebagian darahnya 7 . "Ucapan-ucapan Ferris akan menjadi bukti penting bagi kami. Ketika sedang mencari angin segar di luar. berupa sidik jari Ferris di meja rias." demikian ucapan yang sering didengar sang mantan pacar sepanjang perjalanan. Ferris sebenarnya sempat keluar kamar. Bekas teman satu sel Ferris . masih banyak saksi lain yang merekam bahwa pada tahun-tahun pertama setelah terbunuhnya Cheryl. Terri akhirnya mau berterus terang. bahkan berani bersumpah. Ferris kerap berperilaku dan berbicara aneh tentang pembunuhan yang menimpa mantan kekasihnya itu. Ehh. Terri Igaz. "Astaga. akhirnya tidak lagi menjadi bagian yang hilang (missing link) yang mengganggu penyelidikan polisi. apa yang terjadi. akhirnya ketabrak. gong dari semua gong adalah keterangan mantan istri Ferris. Nah. untuk menjebloskannya ke dalam bui. karena polisi berhasil mendapatkan sejumlah fakta baru dan penting. "Kamu dari mana. Ferris yang selama 20 tahun berlindung pada alibi bulan madunya itu kini harus menghadapi kesaksian demi kesaksian yang perlahan-lahan membungkam "senjata" yang selama ini meloloskannya dari cengkeraman aparat penegak hukum. "Saya tidak berniat melakukannya.pun mengaku Ferris sering sekali berbicara tentang pembunuhan itu. dia sudah kembali ke cottage. mungkin dia mau menyeberang jalan. Setelah bercerai dari Ferris.seperti kamu lihat sekarang . Gabriel Ferris. honey?" Ferris tak langsung menjawab. Sungguh. "Setelah melakukan hubungan intim. dua tahun setelah kematian Cheryl. Terri yang terbangun oleh kedatangan Ferris. Yang pasti. "Hampir bisa dipastikan. Bukti-bukti lisan itu makin meyakinkan.

Sejak 30 tahun lalu. Donna memang menjadi anggota keluarga Cheryl yang paling rajin mengikuti sidang. dia mengeluarkan suara parau. dia meraih kunci kontak mobil. Entah apa yang ada di benak Ferris saat itu. malam atau dini hari itu juga. Lagi pula. "Saat menonton. sebelum aku menikahi kamu. Saat Terri menatap Ferris dengan pandangan heran. dia itu bekas pacarku. persis sebelum melakukan hubungan resmi sebagai suami istri. justru setelah dia selesai menunaikan tugas sebagai suami di malam pertama bulan madunya. persisnya jam 11. sering juga disebut "stag night". niat Ferris untuk menyambangi apartemen Cheryl tetap menggebu. Ferris ternyata masih berusaha mengencani Cheryl untuk terakhir kalinya. Ferris sempat bertingkah aneh saat menyaksikan berita pembunuhan dan pemerkosaan Cheryl di televisi lokal. sembari menunjuk bercak darah di bajunya. atas nama keluarga. Yang pasti. Dia benar-benar ingin menikmati suasana romantis bulan madu. Pacar terakhir. Tentu saja. meski raganya berada di rumah peristirahatan di Lake Huron (sekitar satu jam perjalanan dari Saginaw). bulan madu bukanlah saat yang tepat untuk bertengkar. Keinginan bercinta untuk terakhir kalinya dengan bekas pacar. Toh. lelaki itu hanya berucap ringan. Dia merasa harus percaya pada cerita suaminya. sekadar iseng atau hati kecilnya sebetulnya lebih mencintai Cheryl ketimbang Terri. sebelum betul-betul menjadi "suami". bibi Cheryl. Adik saya bahkan sampai meninggal karena stres. pikiran Ferris tetap tak bisa lepas dari apartemen Cheryl. apalagi membunuh. Hampir setiap aktivitas mereka lakukan bersama-sama. yang disayanginya melebihi anak sendiri. Meski sudah memilih Terri menjadi istri." Ferris beralasan. betapa pun telatnya. 8 . tempat tinggal sang mantan pacar. Perempuan yang terbunuh itu. lalu melarikannya ke Saginaw. polisi merangkai teka-teki kematian Cheryl Miller dengan merekonstruksi peristiwa menghebohkan 30 tahun lalu itu. ketika beberapa jam kemudian. tanpa ekspresi. "Lihat.00 siang." ucap Donna. aneh sekali. Namun malam itu. sehingga ia tak tahu apakah masih tersisa noda darah di roda. rasanya mirip orang menangis. Terri cuma manggut-manggut." Kesaksian Terri menjadi kartu As polisi untuk mematahkan alibi yang selama 30 tahun terakhir ini menyelamatkan Ferris dari ancaman hukuman berat." imbuh Terri. Di persidangan. Saat itu. ingin berkencan. yang disebut-sebut Ferris baru saja menabrak kelinci. ternyata dia cuma sedang berakting. Dari pagi hingga menjelang malam. Terri juga tak ingin memeriksa mobil. Akting pura-pura menangis. kesempatan yang ditunggu-tunggu tak jua datang. bukan memperkosa. "Orangtua Cheryl memang tak bisa lagi menyaksikan jalannya sidang kasus pembunuhan anaknya.malah menempel di baju. Niatnya jelas. merasa sangat bahagia jika kasus ini akhirnya terungkap. dia tak pernah absen membela Cheryl. Tapi setelah aku perhatikan lebih teliti. Tapi saya. Nyanyian mantan istri Terri bahkan tak terlalu ambil pusing. Alhasil. Ferris baru punya "waktu luang". Terri tak pernah mau lepas dari Ferris. Hanya itu. Keberhasilan yang amat sangat disyukuri keluarga besar Cheryl. Terri tak menyadari kegelisahan Ferris saat itu. menjadi motif pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl.

00. Ferris yang pada saat itu berumur 55 tahun harus mempertanggungjawabkan dosa yang dibuatnya di masa muda. "Tak ada kata terlambat untuk memenjarakan seorang pembunuh.(Kisah nyata/Chris Hansen/Icul) ) 02. Louise juga dicekik. seperti biasa. "Saya yakin ia melakukannya. tepat di depan pintu masuk rumah. Karena belakangan. Isi kamar tampak berantakan tak keruan. Tempat lilin yang terbuat dari kuningan." Terlebih pembunuh mutiara yang sedang bersinar terang. sebelumnya dia telah dua kali berusaha membunuh Cheryl. Kekerasan fisik dan seksual pun diterima Cheryl yang mengakibatkan sedikit luka terbuka. Saat itu. Ia segera menyambar jas di dekat tempat tidur untuk menutupi piyama yang dikenakannya. kami juga mendapat bukti. "Ferris punya kemampuan untuk melakukan itu. kedatangan Ferris tak mendapat sambutan hangat Cheryl. Sebaliknya. "Kamu sudah melakukan hubungan suami-istri. wanita berdarah 9 . yang datang dari arah depan rumahnya. Ditemukan juga sebuah jam kuno terbuat dari kuningan di lantai. Lalu. darah segar masih basah mengalir akibat luka bacok. sampai napasnya tak lagi berembus. jadi sudah resmi jadi suami Terri. TERKECOH PIRINGAN HITAM Jam menunjukkan pukul 23. dia malah mendapat semprotan. Terri. Hannah mengaku pertama kali mendapati mayat pukul 23.35. penolakan itu membuat Ferris naik pitam. Beberapa menit kemudian. tepatnya tahun 2004." bisa jadi begitulah bentuk semprotan Cheryl. Mereka mendapati mayat Louise Bonfield terbujur kaku di tempat tidurnya. dipenuhi darah. ketika telepon dari Tuan Gamble yang tinggal berseberangan dengan keluarga Bonfield berdering di kantor kepolisian terdekat. Seperti diucapkan seorang perwira polisi. atau 10 tahun sejak kasus menghebohkan itu diangkat kembali dari peti X-file Kepolisian Saginaw. yang masih berteriak kencang karena ketakutan. kesaksian terakhir ini ditolak mentah-mentah di pengadilan." Bahkan mantan istri Ferris. Laci-laci dikeluarkan dari tempatnya dan isinya berhamburan keluar. Kepada polisi. Bisa ditebak. Tak ada lagi stag night. Seorang calon selebriti asal Saginaw. Hal itu tampak dari memar keunguan di sekitar leher. pembantu rumah tangga keluarga Bonfield. Gamble terbangun gara-gara mendengar suara seseorang menjerit. entah untuk alasan apa.Sayangnya." Namun. Polisi menemukan potongan kaca nako yang berasal dari jendela belakang. baik oleh Ferris maupun pengacaranya. Kacanya pecah. namun jarum jamnya menunjukkan angka 22. dan saya tidak mau berhubungan seksual dengan lelaki beristri.12. yang biasanya diletakkan di atas perapian. Dua puluh tahun sejak terjadinya pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl Miller. Dompet manik-manik milik Louise didapati dalam keadaan kosong. akhirnya dengan yakin. Pak Gamble kemudian menghampiri Hannah Swenson. Saya sangat yakin. Dari kepalanya. ikut bersaksi. kepala Louise dipukul dengan benda dari kuningan itu. Ia memang punya kebiasaan buruk memukuli istri. polisi mendudukkan Gabriel Ferris di kursi terdakwa. perempuan malang yang diharapkan menjadi selebriti oleh kawan dan keluarganya itu dicekik. polisi datang ke lokasi. Rupanya. Sepuluh menit sebelumnya.

menerima kedatangan beberapa tamu. Tuan?" tanya seorang polisi. Dibunuh atau dirampok? Dari dalam ruangan di kantornya. Pria itu. Saat itu. George mulai punya firasat buruk tentang keluarganya. suami korban. Tujuannya semula merampok. Baru pagi harinya.Belgia itu selalu menaruh segelas jus jeruk di meja samping tempat tidur majikannya. "Ya. Tiga detektif lain masuk dan ikut mendengarkan keterangan Bonfield. Joe Tyler ikut mendampingi. "Kami menyimpulkan. Sebagian memakai seragam. memang sering terbangun di tengah malam karena batuk kecil. "Oke. Kami minta Anda segera ke rumah. Tak lama kemudian. tak seberapa. karena suara mereka terdengar seperti setengah berbisik. George terlihat siap. seraya membaca laporan tertulis kesaksian Hannah. George menatap mayat istrinya dengan perasaan berkecamuk. 'kan?" tanya McKee. juga memukulnya dengan jam hingga tewas di tempat. "Istri Anda. Dua polisi berbadan tegap ikut masuk. yang sedang dalam perawatan dokter sejak kena serangan batu empedu. George dapat mendengar Joe Tyler. Dengan langkah gontai. hampir tak kedengaran. istri Anda dibunuh oleh pencuri yang dipergoki berada di ruangan ini. Wajahnya pucat pasi." ujar salah seorang polisi. Pertanyaan Christopher masih sama dengan pertanyaan semalam. Tapi akhirnya membunuh karena istri Anda mengagetkannya. Ia segera mengumpulkan keterangan dari tetangga seberang rumah. setelah minum jus jeruk. kalau-kalau keterangannya masih diperlukan. Rambutnya lengket oleh darah dari luka di kepala. Ia merasa. lainnya tidak. Tanpa mengeluarkan sepatah kata. Kami juga akan melanjutkan pertanyaan yang lebih detil kepada Hannah setelah kondisinya membaik. Bonfield dipanggil ke kantor polisi. polisi langsung mencari George Bonfield. Inspektur Christopher McKee dari Divisi Pembunuhan Kepolisian Manhattan. "Sepanjang sore ini Anda di kantor." kata George dengan suara pelan. kita teruskan. tenggerokannya lebih nyaman. Hanya lebih detail. sehingga batuk pun reda. asistennya. "Ya. Tanpa membuang waktu. George kembali ke rumah. Louise. Ia tak tega menyaksikan kepergian Louise dengan cara tragis seperti ini." jawab George. "Tak ada berlian dan surat berharga di rumah kami. Tak jelas apa yang mereka perbincangkan. seorang pria berwajah ramah datang bersama seorang stenografer." George tampak menyesali perbuatan si pelaku. Tyler mengetuk pintu ruangan. menghampiri George. Ini pekerjaan rutin penyidik. George memasuki kamar tidurnya yang dipenuhi beberapa orang polisi. Si pencuri tak menyadari ruangan yang dimasukinya kamar tidur pemilik rumah. Gambaran 10 . Tak lama kemudian. Kalaupun punya. ada di dompet manikmanik. Pelaku menyambar tempat lilin dari perapian. Salah seorang menjelaskan hasil sementara penyelidikan mereka atas pembunuhan Louise Bonfield. "Istri bapak terbunuh. Setelah itu." jelas George. karena Louise menyimpannya di safe deposit box di bank. Ia menunggu pertanyaan apa lagi yang akan diajukan inspektur. Namun pria itu hanya mengangguk dan berlalu.

"Maksud Anda. pada jam itu George berada di kantor?" "Ya. Setelah itu." "Anda sendirian di kantor?" "Dengan asisten saya. George agak kaget. Dengan alibi itu. seperti biasa saya meninggalkan rumah satu jam berikutnya. Dalam pembicaraan itu saya mendengar George bilang : Sekarang jam 22. Tadi malam pekerjaan di kantor sangat banyak. Besok pagi acara Anda akan beres." papar Joe Tyler. Tuan George?" pertanyaan Christopher seperti tak terduga. George sangat gelisah dengan mepetnya waktu yang diberikan Morisson. Inspektur? Coba lihat kembali laporan tertulis mengenai waktu kejadian!" Christopher mengangguk pelan. Nah. Bayangan istrinya masih jelas dalam ingatannya. Namun faktanya memang begitu.45. Ia sampai merasa perlu mengontak Frank dan meyakinkan bahwa besok. Setahu saya. Mereka memutari halaman rumah keluarga Bonfield. saat peluncuran produk Darling Soap. semuanya beres. "Dari ruangan Anda. "Nyonya Bonfiled terbunuh pukul 22. Saya ingat karena kami menghadapi pekerjaan yang banyak. Ini artinya. apa sebenarnya yang Anda lakukan tadi malam?" Bonfield menyilangkan sebelah kakinya ke kaki yang lain. Tyler pun bersaksi. Bahkan jam 22. "Karena saya ingat waktunya. Namun sulit baginya melontarkan suara. Betul. hingga saat polisi datang. juga kamar Hannah. sekarang katakan.35.30. Christopher tampak tenang dan tak terpengaruh sedikit pun oleh keterangan Tyler. terdapat pintu yang langsung terhubung menuju jalan utama. Bersama anak buahnya ia kembali menuju kediaman George. bahwa George berada di kantor sejak pukul 20. Joe Tyler. Christopher tidak mengatakan sepatah kata pun. Tapi ia berada di ruangan lain. Kami tengah menyiapkan peluncuran Darling Soap People. Ia pun tak kalah emosi. Frank. Saya mendengar sendiri pembicaraan itu. Tyler yakin George selalu berada di ruangannya.peristiwa ini akan segera terungkap." "Kenapa Anda begitu yakin?" tanya sang Letnan dengan pandangan tajam. "Kami makan malam.35 jelas sekali ia tengah mengontak Frank Morisson bahwa tugasnya segera siap pagi ini. 11 . 'kan. Joe Tyler bangkit dari duduknya. kalian menuduh saya pelaku semua ini?" kata George sedikit emosi. Ia berusaha bicara. di sebelah ruangan saya. Suara George terdengar dari ruangan saya." Christopher mempersilakan Joe Tyler memperkuat kesaksian George. sekitar pukul 19. jelas tak mungkin George pelaku pembunuhan sadis Loiuse. memeriksa ulang pintu dan semua jendela. Dua jam lagi kami menyelesaikannya.35. "Betul.

Lima menit kemudian. Fotokopi laporan tertulis pembunuhan Louise berada di atas meja inspektur. Ia benar-benar tak menghendaki kehadiran Hannah." sapa Christopher. Kepada Hannah." pintanya. silahkan tandatangani laporan ini. Dengan lugu wanita itu menggambarkan kembali situasi pada malam kejadian. McKee menyodorkan laporan tertulis hasil penyidikan kepada George. Di kamar mandi mereka mendapati serpihan topi berwarna hijau yang diduga milik salah satu klien George yang tertinggal. Sayalah yang membuka pintu itu. Mereka bercakap-cakap mengenai pekerjaan untuk pagi berikutnya. Lalu membukanya dan lari lewat pintu itu. Namun McKee masih terus mempengaruhi Hannah. Ini hanya formalitas saja. Sangkal-menyangkal perihal pintu masih berlangsung. hingga Hannah mulai menangis. Namun George tak bisa menyalahkannya. bahwa pintu menjadi rangkaian rencana pelaku.00 ia membuat jus jeruk untuk dibawa ke kamar Ny. Bonfield. ketika tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Saya turuni tangga dengan berlari menuju pintu utama." "Saya tidak peduli." tegas Hannah yang gigih bertahan dengan ingatannya.Ruangan George di kantor juga tak luput dari pemeriksaan ulang. "Maaf mengundang Anda kembali. Hampir lima orang penyidik berada di ruangan Inspektur Christopher McKee." McKee dan keenam rekannya terdiam. Tampak Hannah.35. George baru saja menancapkan penanya di kertas laporan. Laporan tertulis tampaknya sudah hampir final. McKee mengulang-ulang pertanyaan yang sama. Sejenak darah George berdesir. untuk menghindari diri dari Hannah. Ia bilang Tuan Bonfield menghubunginya pukul 22. Inspektur menatap wajahnya. ia kembali dipanggil ke kantor polisi. sang pembantu. Beberapa hari kemudian. "Saya berteriak. Pintunya terkunci ketika saya berada di kamar Nyonya. Untuk pertama kalinya sejak Louise terbunuh. Namun ia berusaha menahan diri. ia bisa beristirahat dengan nyaman. mengurusi tetek-bengek rumahtangga." ujar gadis bermata biru dan berwajah bulat tersebut. Tak lama kemudian. George bernapas lega. "Pak Bonfield. Hannah seharusnya di rumah. "Saya baru saja mengontak Frank Morisson dari Darling Soaps. datang bersama polisi lain. Pelaku melepas rantai dan memutar kunci agar ia bisa berlari usai membunuh Nyonya Bonfield. Di tempat lain. Di ruangan ini penyelidikan dilaksanakan lebih intensif. sebetulnya pintu itu memang tidak dalam keadaan terkunci. kenyamanan George tak berlangsung lama. 12 . Jadi bukan kamu yang membukanya. Ia takut dituduh sebagai pelakunya. "Hannah. George yang sejak awal tidak menyukai kehadiran Hannah jadi tambah kesal. Menjelang lima menit sebelum pukul 23. seorang detektif lain masuk. karena Hannah tampaknya diundang McKee. Seseorang telah membukanya. Nadanya datar. Tak sengaja mengaku Sayangnya. ia menyaksikan sesuatu yang mengerikan.

Dalam keadaan sakit pun. Mendadak. membuatnya muak. Ia sendiri kaget mendengarnya. Namun McKee terus dan terus menekan Hannah dengan pertanyaan seputar pintu. Ia merasa bagai hidup di ketiak istrinya. seraya menutupi wajah dengan kedua belah tangannya Jam dan piringan hitam George Bonfield dan Louise tinggal di lantai pertama di rumah mereka di kawasan West Thirteenth Street yang telah mereka diami selama 30 tahun. pertahanan itu jebol! Ia tak tahan lagi. Sebab aku sendiri yang membukanya ketika pertama kali masuk ke rumah pukul 22. sebab sayalah yang…" teriak George tanpa sadar. meski rambut putihnya terlihat di sana sini. Louise sudah berada di ranjangnya pukul 21. Ada rencana tertentu di otakku. hingga tahun demi tahun yang harus dijalaninya bersama Louise. Ia ingin segera menghentikan pembicaraan tentang pintu itu. George masih terlihat gagah. akhirnya memerah. "Oh. Istrinya. acountnya Randall. "Oh. Louise selalu saja punya ide yang sangat jelas dan sulit dibantah." sahut George enggan. Tapi kemana? Tak ada tempat yang aman untuk bersumbunyi. bulan demi bulan. semua orang di ruangan menatap George tak percaya. Bahkan juga dalam hal yang tidak seharusnya dia pikirkan. usia Louise akan bertahan 20 tahun ke depan. asuransimu akan jatuh tempo. Ia sudah berhati-hati sejak kemarin. "Sayalah yang membunuhnya. George tampaknya benar-benar tak tahan. Terang saja. Setiap langkah sudah kuperhitungkan dengan matang."Dasar pembantu bodoh. Tuan Bonfield!" Bibir Bonfield memucat. Ingin rasanya ia berlari dari ruangan itu. Kesannya sangat mengatur. Mata George yang makin kesal. ia masih cekatan mengatur segala hal.24. pintu tersebut dalam keadaan tak terkunci beberapa saat sebelum jam 23. ya tingkah lakunya. lho.00. minggu demi minggu. sejak mereka menikah. Ya ucapannya. tahu apa dia?" sergah George dalam hati. jika rajin terapi dan beristirahat yang cukup. Jangan sampai ditunda minggu depan…. Di usianya yang memasuki 56. Hannah. Betahan 20 tahun lagi? Bulu kuduk George langsung bergidik." 13 . Tapi tetap saja akhirnya terjadi slip lidah. Itu. iya …masih ada satu hal lagi yang mau aku bicarakan. Makanya kita harus mulai merencanakan investasi baru. termasuk dominan dalam mengatur rumahtangga. Termasuk Inspektur McKee. Sejak menjalani terapi. Membayangkan hari demi hari. Belakangan." ujar George pelan. sesibuk apapun.00. juga warna wallpaper di ruang makan yang mestinya masuk dalam tanggungjawab pemborong. Menurut dokter. Louise. Tepatnya. Percintaan putri mereka pun diaturnya. kamu harus menemui orang-orang asuransi. ia merasa jenuh dengan pernikahannya. Anda tahu kalau pintu itu sebetulnya sudah dibuka? Teruskan. Saya tahu itu. Dalam waktu 3 bulan. Ia bak menahan berkecamuknya beragam perasaan. "George. yang selalu mengatur segala hal. "Tentu saja pintu itu sudah terbuka ketika kamu menuruni tangga. Sampai akhirnya." "Ya.

Ketika seorang klien di luar kota memintanya datang ke peluncuran produk baru. ia melakukan eksperimen dengan barang-barang yang baru dibelinya itu. George lalu ngeloyor ke kantornya. di kantor. Louise sedikit tak percaya." katanya. Agensi iklan yang ia kelola tak seberapa besar dari segi ruang." George berjalan menuju dapur di lantai bawah untuk melihat jam yang dimaksud Hannah. "Ya. Ia juga membeli sebuah player piringan hitam portabel kecil. Tuan. George tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk membeli disc seukuran piringan hitam yang dapat merekam. tapi jam weker murah yang sederhana dengan bel di atasnya. Tidak melakukan aktivitas apapun. Pertama kali yang ia copot adalah bel dari jam wekernya. Setelah puas bereksperimen. 14 . Tak lupa ia merekam suaranya sendiri pada disc/piringan hitam. Habis itu. hati-hati ia mencoba mengaitkan jam dengan pengungkit piringan hitam dengan tali-tali senar kecilnya. Malam itu. Mati. Semula Hannah menawarkan untuk memanggil tukang servis jam.!" kata George yang memilih keluar ruangan daripada mendengar ocehan istrinya. Tyler tengah menunggunya." ujar George seraya mengambil majalah. Eh. kamu mesti membawa jus jeruk jam 23. Tangannya bersentuhan dengan tangan istrinya. Sebelumnya. George memberikannya beberapa tugas. Pikirannya tertuju penuh pada kreativitas yang lain. Kedua barang tersebut diletakkan dalam laci kerjanya yang terkunci rapat. barulah ia menaruh "perkakas" barunya itu ke dalam laci. Kulitnya masih lembut. George juga membeli senar-senar tipis. Sekarang jam ini sudah membaik kok. Ruang yang satu dihuni Joe Tyler dan dua stenographer.00. Tiba-tiba. Biar aku lihat. ingat ya. "Jam di atas tungku tidak berfungsi. George membeli sebuah jam. terdengar pintu diketuk. Tentunya di saat kantor sudah sepi."Ya. pembantu rumah tangga berdarah Swedia. sayang. Sekembalinya dari luar kota. ia berkemas ke rumah. kamu kan harus ke kantor malam ini. Kantor George terletak di lantai kedua dari salah satu gedung di West 42 Street. Tak heran jika kantornya menghasilkan keuntungan yang lumayan besar. Hannah. Ia menenangkan diri sejenak. jam tersebut tidak apa-apa. Jangan lupa pintu depan harus sudah terkunci sebelum kamu tidur. memberi laporan. seperti biasa. ia sudah tak menginginkannya. begitu ia mengutak-atik jam. Di sela-sela waktu kerja. Tapi George mencegahnya. "Besok saja. Tak lama. dan lainnya ruangan George. sudah. akal jahatnya datang. Tapi anehnya. Bukan jam elektronik. Hanya terdiri dari ruangan tunggu yang tidak seberapa besar dan dua ruang kerja. jangan bangunkan saya. Bapak akan membunyikan bel setiba di rumah." katanya. Ia juga melakukan eksperimen dengan senar-senar kecil. "Jangan lama-lama. Hannah. Tapi letaknya sangat strategis untuk berbisnis. Ia sedikit menyalahkan Hannah.

malam ini hanya ingin berkonsentrasi pada tugas Morrison. Rumah yang ia tinggali terletak di sebelah selatan dari Thirteenth Street. player piringan hitam. Pemotong kaca siap di saku. "Saya sendiri. Untung tidak hujan. hingga kembali lagi ke ruangannya. Jantungnya sempat berdegup saat mendengar langkah kaki seseorang. Ia menuruni tangga darurat dan muncul di lantai dasar. George terus menghitung durasi ketika ia beraksi. Suasana sangat gelap. lama beraksi. Dengan bantuan selotip besar. Malam itu hanya ada beberapa pejalan kaki yang ia temui. Hati George lega ketika langkah kaki menjauh. Semua skenario sudah matang di kepala. Hari H semakin dekat. Louise bicara terus. Selain itu.20. Presiden Direktur Darling Soaps. George mengenakan topi warna hijau. pintu. Pakai topi hitam Di hari H." ujarnya. Biasanya ada penjaga yang mengawasi ruangan ini.Dua minggu setelah eksperimen. Ia mengunci pintu dari dalam. Jadi. George kembali mematangkan rencananya agar "proyek" raahsia itu berjalan sempurna. Ia menaiki bus ekspres dan turun di Fourteenth Street. Semula ada tiga hari yang menjadi pilihan yaitu Rabu. dan rekaman suara George sendiri yang termuat di piringan hitam. Menurut ramalan cuaca. Lalu diam-diam menyelinap keluar kantor. kecuali lampu dari kamar Hannah. George berusaha menahan napas dan terdiam kaku. George berusaha tampil apa adanya. Satu jam berlalu. Hati-hati ia memotong kaca. Ia menjadikan jam weker sebagai pemicu berfungsinya player piringan hitam. Pukul 21. Kalau ada yang memergoki. makanya agar tidak mencurigakan. Hari yang pasti akan "sangat sibuk". Kamis atau Jumat. sehari sebelum kliennya Frank Morisson.55 ia mulai mengeluarkan "perkakasnya". Waktu menunjukkan pukul 21. tapi akan ada angin besar di malam hari. George lalu masuk ke ruangannya. karena tak ada penerangan. George pamitan untuk kembali ke kantor. Topi dan jas milik sendiri ia tinggal di kantor. George mengenakan sarung tangan dan menggunakan selotip besar di kaca nako pintu belakang." ujar Bonfield sembari menyerahkan seberkas pekerjaan. Ia mempelajari berapa menit waktu yang dibutuhkan dari kantor menuju rumah. kaca yang terlepas tidak mengeluarkan suara. Begitu juga selotip. milik salah seorang kliennya yang tertinggal di kantor beberapa bulan lalu. "Saya harus menyiapkan kampanye Morrison besok. Malam ini kamu konsentrasi pada tugas ini. meluncurkan produk terbaru. tetapi ada sebuah jalan setapak yang berujung ke bloknya. tentunya dengan pertimbangan terbaik. Pintu terakhir yang harus dilaluinya tinggali 10 meter di depannya. pilihan pada Kamis juga karena pertimbangan cuaca. hari itu tidak turun hujan. mohon jangan ganggu saya. maka hancur lebur sudah rencana yang sudah disiapkan jauh-jauh hari. sepanjang makan malam. dan juga menyiapkan pemotong kaca dan selotip besar. Tetapi ia memilih hari Kamis. Jangan sampai ia mengeluarkan suara sekecil apapun. Jam weker minus bel. George menghentikan langkahnya. Dengan mudah ia masuk ke dalam rumah. bawahannya. George memang kembali ke kantor dan menemui Joe. Ia menguji jendela. 15 . Termasuk hari yang dipilih.

player piringan hitam. Ia juga menyetel jam weker pada posisi 22. sekitar 22. Goerge membunuh bukan pada 22. Artinya. Hannah sangat takut kepadanya kalau ada pekerjaan yang tak beres. "Terhapusnya sidik jari pada telepon di kamar mandi Ny. dan rekaman suara George di piringan hitam. yang terdiri dari jam alarm.25. Topi hijau ia hancurkan menjadi serpihan kecil dan dibuang di kloset.35 "tugas" utama ia selesaikan dan kembali ke kantor lewat rute yang sama. Nyonya Bonfield selalu mewanti-wanti agar pintu tesebut dalam kedaan terkunci sebelum Hanah tidur. Selama ini.35 seperti saat jam ditemukan di kamar Louise. Ia kembali ke luar kantor untuk memusnahkan "perkakas" itu. apakah Anda sudah menduga bahwa dialah pelakunya?" McKee mengangkat bahunya. Jam alarm. Begitu pula piringan hitam. Tapi saya tak percaya kita akan mengetahuinya secepat ini. Dibantu angin Beberapa saat usai penahanan George Bonfield. yang berhubungan ke player piringan hitam. Dia melengkapi surat itu dengan sedikit penjelasan. di saat yang sama. Apalagi waktunya terbatas. McKee menghadap Jaksa Wilayah. Sebuah alibi yang sempurna!" Menurut McKee. pelakunya sudah merencanakan semua ini. di ruangannya. Joe Tyler tak menyadari kalau saat itu Bonfield ternyata tengah memainkan mesin buatannya.53 George telah tiba di ruangan. Kecuali. Jadi bukan perampokan. dan suara rekaman ia satukan dalam sebuah tas besar. Nyonya Bonfield berhasil melatih Hannah dengan baik. Pukul 22. piringan hitam kecil. Hannah langsung mencemaskan pintu depan rumah. Sementara itu. Saat ia tidur di kamar dan mendengar ada suara angin. kliennya. McKee memperlihatkan tandatangan di atas surat pengakuan Bonfield. merupakan keganjilan. sebelum Bonfield mengaku." 16 . Pukul 22. "Pada malam kejadian. yang selama ini hampir tak pernah dijamah orang. Mengaitkan satu senarnya pada anak genta jam dan senar lainnya ke pengungkit player piringan hitam. "McKee.35. Setelah itu ia menuju pintu depan.. "Nyonya Bonfield? Angin?" "Ya. Ia jadi ragu apakah ia sudah menguncinya atau belum.35. Sebelum meninggalkan rumah. Lalu ia dengan leluasa meninggalkan kantor menuju rumahnya di Thirteenth Street untuk membunuh istrinya sendiri. Usai membunuh ia sempat menghubungi Morrison. istrinya dan angin. alarm jam menggerakkan pengungkit player piringan hitam. ia menelepon Frank Morisson dari kamar mandi rumahnya. Saat itulah rekaman suara George terdengar oleh Tyler. Ruangan pertama yang didatangi adalah dapur untuk mengambil jam kuno yang ngadat beberapa hari yang lalu.Sejenak ia terdiam untuk mendengarkan sesuatu.. Ia membuka rantai pintu. Kini tujuannya kamar Louise. Bonfield. Tetapi sekitar 22. George meninggalkan kantor langsung dari ruangannya. Sedangkan jam dan player piringan hitam portabel ia lempar hingga hancur berkeping-keping di celah-celah sempit bangunan di sekitar kantor." Jaksa Wilayah tercenung.

"Swear. Suara angin yang masuk membuat Hannah tak mendengar kedatangannya. memasang rantai dan kembali ke kamarnya. Sedangkan Hannah merasa sudah menguncinya. artinya pintu belum terkunci. "Biasanya. pasti dia mengontak saya. Jakarta Timur. 17 . Annisa dan anak lelakinya. kamu enggak marah?" suara Annisa makin manja.. Curhat kamu ke Lola anggap saja kecelakaan. Ia pun tak ingat lagi. Terlebih saat bermanis-manis dengan kekasih hatinya. meski cuma lewat kabel telepon. Dengan waktu 6 menit yang ia miliki. seperti biasa Annisa (37 tahun) tak kuasa menghentikan kebiasaan menggaruk kepala jika sedang merasa senang. bulan depan kita bereskan semuanya. Diantar adik laki-lakinya. Si lelaki (38 tahun) mengiyakan dengan mesra. ADA PEREMPUAN SIMPANAN Tak ada kutu atau ketombe di kulit kepalanya. dilaporkan hilang dari rumah mereka yang asri di bilangan Rawamangun. percakapan tadi menjadi percakapan terakhir dua sejoli yang tengah dimabuk cinta itu. jatuh mengotori meja telepon di rumahnya. Tuan Bonfield masih berada di kamar istrinya." "Bener nih. Tapi sore tadi. honey. Sejak kecil.yang sebelumnya penuh emosi . Padahal."Kalau ada suara angin. Hilang kontak Lola (24 tahun) yang pertama kali melaporkan hilangnya Annisa pada aparat keamanan. Nada suara lelaki di seberang sana . "Ya .. Jordi (6 tahun). aku percaya. Tentu saja ia menguncinya. setiap Jumat sore. Namun.30 Hannah menuruni tangga dan mendapati pintu dalam keadaan tak terkunci. Lalu berjaga hingga 22.55. rambut Annisa memang gampang rontok. Mbak Annisa enggak nongol. Kalaupun berhalangan hadir. Dia 'kan sohibku. ketika pintu depan sudah tak terkunci lagi. Saya sudah berusaha menghubungi handphone-nya dan menelepon rumahnya. Pasti tak ada yang menyangka. kami selalu bertemu di pusat kebugaran. sudahlah. Aku janji. Aku belum cerita ke siapa-siapa." "Saat itulah Bonfield melarikan diri dari pintu depan. Bonfield "memaksa" Hannah agar mengunci pintu depan dahulu. Pintu dibuka kembali. sebelum itu jangan cerita tentang calon bayi kita pada siapa pun. Beberapa helai rambutnya rontok.akhirnya merendah." (Kisah rekaan/Helen Reilly/Nis) 03. Tapi aku minta." rajuk Annisa. Baru Lola yang tahu. Waktu itu. tidak biasanya dia absen tanpa kabar. Limamenit sebelum harus mengantar segelas jus jeruk ke atas." Lola menjelaskan alasannya mendatangi kantor polisi. Beberapa hari kemudian. Ia tahu persis jam Hannah menyiapkan jus. Pukul 22. sarjana ilmu sosial yang baru saja diwisuda itu menumpahkan kegundahan hatinya. tapi enggak ada yang angkat.

"Kelihatannya. "Sebagian besar kerabat Mbak Annisa tinggal di Cibinong. yang ikut nimbrung mendengarkan laporan Lola." desah Asrul pelan. bukan ahli kunci." saran Lola. Lola yang memaksa ikut. Lola. Wicak meninggalkan warisan lebih dari cukup untuk menghidupi anak dan istrinya. duduk tegang di samping reserse Polsektro Pulogadung itu. "Itulah. saya lewat depan rumahnya. Dia dikenal sebagai "janda kaya" yang baik hati dan dermawan. akibat kecelakaan pesawat tujuh tahun lalu. Jumat malam itu kondisi rumah Annisa memang gelap gulita. Bu Annisa dan anaknya enggak ada di rumah. Kaca jendela 'kan lebih mudah diganti dan diperbaiki daripada pintu ya?" Sang detektif telat mikir rupanya. Hanya dalam beberapa tendangan. Bu Annisa. Saya hanya seorang polisi."Anda sudah menghubungi kerabat Bu Annisa?" tanya Komisaris Polisi (Kompol) Hadi Bhrata. Meski "Hercules" yang dikagumi itu malah berbalik memuji Lola.. ruang keluarga. Tapi setahu saya. Suaminya. Asrul berpikir sejenak. Seperti cerita Lola. "Ide kamu bagus juga." "Tidak mungkin." "Anda sempat mampir ke rumah Bu Annisa?" kali ini Asrul Gumara. Habis maghrib tadi. Polisi yang satu ini kocak juga. yang bertanya. memang wiraswastawan sukses yang sayangnya meninggal dunia di usia muda. Dari sanalah Asrul dan Lola mengintip ke dalam rumah. sebelum akhirnya memutuskan masuk secara paksa lewat pintu belakang. "Maaf. Untungnya. anak buah Hadi. serta tiga gerai sepatu.. "Bagaimana kalau ternyata mereka sedang plesir ke luar kota? Aku bisa dipotong gaji karena merusak pintu." Hadi dan Asrul menatap Lola sebentar." 18 . pintu belakang itu roboh. Hanya lampu dapur yang tampak menyala." komentar Asrul setelah menyisir dapur. Annisa cukup populer. dan ruang tamu. Mal Ciputra. tersenyum geli. dia jarang sekali ke sana. Di antaranya rumah lumayan besar dan asri yang kini ditinggali Annisa bersama Jordi. Dalam hati Lola kagum juga pada "tenaga dalam" Asrul. "Lihat. pintunya terpaksa saya rusak. Wicak Abilawa. sedangkan semua lampu dalam kondisi mati. Namun terlambat. Kapolsektro Pulogadung. Darah di kamar tidur Di lingkungan tempat tinggalnya. Pintu pagarnya tak terkunci. braaakkkk! . Toyota Kijang berpelat nomor polisi yang dikemudikan Asrul berhenti persis di depan pintu pagar rumah Annisa. pintu depan ternyata tidak terkunci. Tetangganya bilang. Lola yang ikut mendengar. menurut Lola. masing-masing di pusat perdagangan Pasar Baru. dan Mal Metropolitan Bekasi. Ada kecemasan luar bisa terpancar dari wajah wanita muda berparas ayu itu." elak Lola. Gelap sekali. "Mengapa tak memecahkan kaca jendela saja? Tanpa terali dan cukup lebar sebagai jalan masuk. sebelum bubaran salat Jumat. Mbak Annisa keluar rumah sejak jam dua belasan.

Tak jauh dari tempat tidur. "Sepertinya." "Menurut kamu. "Sialnya." sebut Bu Fadli. Wajahnya memutih seputih kapas Diancam pengutang Malam itu juga. "Pelaku juga pasti dikenal baik oleh korban. "Kami semua sayang padanya. Asrul mengerahkan anak buahnya untuk mengorek informasi dari para tetangga." Asrul menuntun Lola keluar kamar. polisi berpakaian preman itu memelototi foto pengantin berukuran besar yang tergantung di dinding. tak ada lagi petunjuk yang dapat kita maksimalkan. "Sebaiknya kita keluar. "Kabarnya. sembari sesenggukan." lapor Asrul pada Hadi Bhrata." Setelah meneliti seluruh isi rumah. Terlebih jika mereka saling kenal. Lihat saja." Dada Lola berdegup kencang. tak ada tanda-tanda seseorang masuk rumah secara paksa." timpal Hadi. Cantik juga. Dia hampir-hampir tak punya musuh di sini." "Ada. Pintu itu saya yang mendobrak ketika datang kemari bersama Lola. "Kelihatannya pelaku cukup tenang dan profesional. tapi cukup untuk dijadikan barang bukti. jarang sekali korban penculikan bisa lepas dengan selamat dari penculiknya. Sejenak. Bu?" pancing Asrul. seperti baru saja diamuk gelombang tsunami. Kakinya hendak melangkah ke kamar tidur Annisa. Tak banyak. 19 . mereka menemukan ceceran darah. tetangga Annisa. ketika tiba-tiba dicegat Asrul. Dan. Saya akan nyalakan lampu. kenapa kita enggak masuk baik-baik lewat pintu depan?" Asrul cengengesan. Dia mengaku sangat kehilangan." Lola manggut-manggut. Benar saja. Hati-hati dengan langkah Lola. korban masih hidup?" "Entahlah. ia memiliki banyak piutang. mulai mengumpulkan barang bukti hingga fakta yang ditemukan di lapangan. Kalau melihat data. ya. selain sampel darah dan kamar yang berantakan. "Oh. "Bisa antar saya dulu ambil air minum di ruang makan. Itu pintu belakang rusak akibat didobrak. Pak?" Lola tampak gugup. Asrul yang diserahi tugas menangani kasus hilangnya Annisa dan Jordi. "Hmm. sehingga bisa kabur tanpa meninggalkan jejak dan sidik jari."Alamak. Saya akan mencoba menghubungi komandan." jelas Lola. meja rias dan beragam perlengkapan dandan perempuan yang ada di atasnya tampak berantakan. "Itu foto Mbak Nisa dan almarhum suaminya." tutur sang komandan. ada sesuatu yang tidak beres di kamar tidur. Sampel ceceran darah dikirim ke laboratorium kriminal Mabes Polri untuk diteliti lebih lanjut.

Gadis manis itu bercerita. Tapi maaf yang saya berikan ternyata selalu disalahgunakan. Mobil dicuci bersih Cuma ada satu tanda di benak Asrul. Asrul menerima laporan mobil Annisa ditemukan di kawasan Sukabumi. dia menganggap kasus ini sebagai penculikan.. Lagi pula." tutur Lola.. anak buah Asrul yang khusus dikirim ke Sukabumi. Mereka seperti minta tolong pada kita. Meski kadang ada juga tetangga yang tak tahu diri." batinnya lagi. tak jauh dari areal persawahan. Apalagi kalau bukan tanda tanya! Minimnya jejak pelaku. kadang memang terlalu baik pada siapa saja.. "Bahkan saat menagih ke Pak Pipin. Untuk sementara." "Diancam bagaimana. mantan karyawan gerai sepatunya di Mal Metropolitan. tapi Baskoro memang harus diberi pelajaran. bersama Jordi. Soalnya." cerita Bu Fadli. Jeng Nisa sempat diancam segala. Kalau saja suaminya masih hidup . belum jelasnya motif serta ketidakpastian apakah korban sekadar diculik atau telah dibunuh. lazimnya minta tebusan. Takut kalau-kalau Baskoro melakukan pembalasan. Kelihatannya baru dicuci. saya lihat mata Jeng Nisa basah. "Seorang penculik." Asrul menarik pelan-pelan lengannya yang menghangat. Annisa sempat adu mulut dengan Baskoro. sehari setelah hilangnya Annisa dan Jordi. menirukan cerita Annisa lewat telepon. mereka bertemu di sebuah kedai ikan bakar di bilangan Tenda Semanggi."Betul. telepon sang "penculik" tak juga datang. Sebenarnya. Jawa Barat. Tapi tempatnya aneh.. Bu?" "Orang-orang yang bilang. Mbak Nisa berada di suatu tempat. kecuali sebuah mobil Toyota Kijang terbaru." Annisa. jasad Annisa tidak ditemukan dan tak ada barang-barang pribadi Annisa yang hilang. Kasihan Jeng Nisa. setelah lewat tiga hari. Pak. sebelum ditinggalkan begitu saja. Lucu. "Kalau memang perampokan. "Saya sebetulnya enggak tega. ditagih kok marah-marah. Semalam saya bermimpi. Saya sendiri tidak melihat langsung kejadiannya. sekitar sepekan sebelum menghilang. saya sudah janji sama Mbak Nisa untuk tidak menceritakan soal ini pada siapa pun." 20 . "Itulah. Tapi sepulang dari rumah Pak Pipin." Annisa sempat meminta Lola menjemputnya di Mal Metropolitan. menurut Lola. "Dan ada satu hal yang belum saya katakan. setelah siangnya. Tapi ... Dering telepon dari Lola membuyarkan lamunan Asrul. Dugaan penculikan masih diyakininya. Sejam kemudian. pelakunya pasti memasukkan juga barang-barang lain ke dalam mobil. selepas bersentuhan dengan punggung tangan Lola." lapor Sudirja. entah di mana. "Mobilnya dalam keadaan bersih. "Dua kali dia saya maafkan. Kecuali pelaku menculik hanya sebagai kedok untuk membunuh korbannya. Jeng Annisa memang tak pernah segan meminjamkan uang pada tetangganya yang sedang mengalami kesusahan. membuat reserse itu pusing tujuh keliling. apa pun alasannya. Baskoro dipecat setelah untuk ketiga kalinya dipergoki menyalahgunakan stok dari gudang tanpa izin. Sudah bertahun-tahun pinjaman tak juga dikembalikan. Namun. Asrul mulai ragu pada teorinya. ngutangnya mau. untuk apa perampok membawa serta Annisa dan anaknya?" batin Asrul.

Mereka backstreet." "Eeeh .. "Mo ke mana?" "Ke TKP. Ini pasti nomor telepon pacarnya. surat tagihan telepon seluler. Dia kelihatan bahagia banget. dia bersyukur. siapa tahu cerita kamu bisa membantu. Baru kali ini wajahnya berdekatan dengan wajah Lola." "Gila.. "Bon-bon kafe. Setelah bertahun-tahun menjanda. Sekarang. Tom Cruise. "Gotcha!" teriaknya tiba-tiba. Mbak Nisa bisa menghubungi nomor 0815xxx sampai sepuluh kali. karcis parkir .. tapi wajah Asrul yang menghangat. he-he-he. dalam sehari.." "Saya ikut!" Petunjuk tagihan "Beberapa hari lalu. akhirnya menemukan orang yang tepat untuk kembali membina rumah tangga. "Setahun terakhir ini. kamu ternyata gampang ngambek.. lalu bangkit dari kursi. "Terakhir. Kamu tahu letak kafe itu?" 21 ." seru Lola. mau dilanjutkan enggak?" "Itulah . atau Tukul Arwana. Anda merusak pintu belakang. karena mau bikin kejutan buat keluarga masing-masing. "Mereka juga selalu bertemu di sebuah kafe di Tebet." Kali ini bukan lengan. Tapi saya sendiri belum pernah bertemu pacarnya itu. Begitu dekat. Mendadak dia seperti mendapat energi tambahan.." Lola menjawil lengan Asrul.."Ayolah." Lola mulai bercerita." Asrul menghabiskan tetes terakhir jus avokatnya.." "Itulah lagi. Mbak Nisa menjalin hubungan dengan seorang lelaki. Kalau Mbak Nisa tahu . "Sampai saat ini." "Kamu pernah bertemu lelaki itu?" "Itulah . Bahkan Jordi sendiri pun belum diberi tahu. merusak pintu-pintu lemari dan laci. Mbak Nisa bahkan mengaku sedang mengandung tiga bulan.. Apakah mirip Brad Pitt.. saya enggak tahu.." Asrul tak mempedulikan omelan "partner" bawelnya itu.." "O ya?" "He-eh.. cuma saya teman curhat yang dipercaya Mbak Nisa. Bahkan namanya pun dirahasiakan.

Kayaknya mereka join-an. dia shock mendengar Annisa hilang. Kelihatannya. "Ya. dalam keadaan sehat walafiat. agar kami bisa cepat menguhubungi jika ada sesuatu yang perlu dikonfirmasi. Jawaban apa yang mesti diberikan? "Saya juga berharap begitu. telenovela. Tondi Lelono. Tempatnya asyik. Terpaksa. Tondi terus terang mengakui kedekatannya dengan Annisa. "Anda tahu. nomor ini betul-betul nomor telepon pacarnya Bu Annisa." ujar Lola." tutur Asrul. 'kan?" Asrul dan Lola saling berpandangan. Tapi. memelototi acara teve yang selama ini paling dibencinya. salah satu anggota kongsi Sentani. Mereka saling menyayangi dan sudah sepakat untuk menuju pelaminan. La.. kadang-kadang. gitu. "Mereka memang sering banget ke sini.. Dia juga mengaku beberapa kali menghubungi handphone dan telepon rumah Annisa. juga berbicara tentang hal yang sama. saya sarankan Anda tidak bepergian jauh untuk sementara waktu."Tahu banget. Malah." "Dia terlibat?" "Entahlah. "Tinggal menunggu saat yang tepat." Lola memecah kebuntuan. Saya memang pernah mengajak Mbak Nisa ke sana. Saya sangat berharap. gitu. tapi tidak pernah dijawab. Kita ke sana?" "Sabar dong. saya polisinya. Di ruang tamu. gue ama tementemen iri ngeliat kemesraan mereka. Tondi jelas tak lebih miskin dari Annisa. Dia punya toko bahan-bahan bangunan dan gerai LPG yang lumayan laris. Tapi gue enggak pernah ngeliat mereka bertengkar. "Namanya Lelono. kami permisi dulu. mestinya tak patut mencurigai Tondi. Mereka masih hidup. Hampir setengah jam berlalu. polisi segera menemukan Annisa dan Jordi." tegas Niken. "Baiklah." Lola duduk di ruang keluarga rumah Annisa." "Kita jemput dia sekarang?" "Lola . pasti dong. Apalagi saat ditemui di rumahnya. menutup pembicaraan. Pemiliknya mantan kakak-kakak kelas saya di kampus dulu. Gimana. Mereka berdua bagian dari masa depan saya. 22 . karena saluran lainnya menyiarkan acara yang tak kalah menyebalkan. dua-duanya terletak di Tebet. Motif "harta" juga tak masuk dalam hitungan Asrul. Asrul sibuk dengan telepon selulernya. bukan kamu!" Selalu mesra Menyimak curhat Annisa kepada Lola. Mas. Kita harus pastikan dulu. Kawan-kawan Lola yang mengelola Kafe Sentani di bilangan Tebet. menirukan ucapan Annisa. Bu Annisa sedang hamil?" pancing Asrul. Kami bahkan hendak mematangkan rencana pernikahan bulan depan.

Merekalah yang dalam seminggu terakhir bermasalah dengan Annisa. Lola. Mereka bertemu di satu tempat. sedangkan Baskoro masih dicari keberadaannya. "Besok kamu istirahat saja di rumah. yang keluar masuk rumah sejak pagi sampai siang. mereka terlibat pertengkaran. 23 ." "Not bad. siap. Anak muda itu seperti tahu bakal bermasalah dengan pihak kepolisian. enggak usah ikut wara-wiri. Mbak Nisa dibunuh. Badannya boleh sekuat Herkules. tepat seminggu sejak hilangnya Annisa dan Jordi. Mbak Annisa 'kan tak punya banyak musuh. Kadang dahinya berkerut. Terus?" "Para tetangga mengira. mantan karyawan yang dipecat beberapa hari lalu. lalu ke rumah dengan mobil yang sama. Pelakunya kenal baik dengan Mbak Nisa. mereka tak sedikit pun menaruh curiga. Pak Pipin punya alibi sangat kuat dari istri dan anak-anaknya. "Hai. siapa pun pelakunya. pasti punya masalah pribadi dengan korban. tapi bujangan satu ini sering tak berkutik jika berdebat dengan perempuan yang satu ini. Di rumah. Asrul masih belum menemukan simpul yang menghubungkan hilangnya janda kaya dan anaknya itu dengan sejumlah orang yang dicurigai. saya detektifnya. 'kan?" Asrul mati kutu. Komandan!" Teguran karyawan Jumat pagi." "Teorimu boleh juga." "Oke. jika bukan Tondi. mayatnya dikuburkan di sebuah tempat. Ya. atau Baskoro. Bu Fadli dan tetangga lainnya mengaku tidak melihat dengan jelas siapa sopirnya. "Saya punya firasat. apa rencana kita sekarang?" "Kita? Sekali lagi. Hanya satu hal yang mulai diyakini Asrul. Ini kasus serius. mobil Mbak Nisa. Ini bukan penculikan murni. La." "Jadi.Tondi mengantar Asrul dan Lola sampai pintu pagar. Lola yang bosan diperlakukan seperti patung. Apa kabar?" sapa Asrul. begitu pun Jordi yang ikut menyaksikan peristiwa itu. Jadi. Lalu untuk menghilangkan jejak." "Penumpang gelap yang cantik." "Saya benar-benar enggak boleh ikut?" "Ini bukan tugas kampus. begitu Lola tiba-tiba muncul di depan mejanya. kadang kepalanya menggeleng. yakni kecil kemungkinan menemukan Annisa dan Jordi dalam keadaan selamat. 'kan? Makanya. Di perjalanan Asrul lebih banyak berbicara dengan pikirannya sendiri. pelakunya tentu Pak Pipin. Kamu cuma penumpang gelap. Eh. kini lenyap bak ditelan bumi. dikemudikan sendiri oleh pemiliknya. akhirnya berinisiatif membuka percakapan.

" "Bagaimana dengan Jordi. sehingga berkali-kali memukul wajah Annisa sampai hidung dan mulutnya mengeluarkan darah. di daerah Pamulang. yang lebih membuat Asrul kaget adalah pengakuan jujur Zakaria." Seketika dada Asrul lega. Untuk menghilangkan jejak. tanpa alasan jelas. Toh Pak Tondi memberi pesangon lumayan. Tondi ternyata memiliki wanita simpanan lain yang juga tengah hamil. Pak Tondi tampaknya kurang senang. Dia cuma berganti kaus. sebagian besar karyawan sedang salat Jumat. Mereka hendak makan minum untuk merayakan terbongkarnya kasus pembunuhan Annisa dan Jordi. buta huruf lagi. Besoknya. kalau diminta berhenti. Di puncak kemarahannya. mengaku beberapa hari lalu dipecat Tondi. namanya Pak Zakaria. Sudirman. saya hanya sekadar bertanya. "Tapi entah mengapa. Jadi. Dikubur di tanah kosong Sabtu sore. Langit cerah. Tondi akhirnya lupa diri." "Jordi masuk ke kamar pada saat yang salah. "Saya hanya orang bodoh. Terlebih setelah lelaki berusia 49 tahun. Dia kesal. Mabes Polri juga menemukan. kios sedang sepi. Saat itu. yang telah bekerja di gerai LPG selama delapan tahun itu. Jakarta. bahwa bosnya itu kelihatan kurang suka ketika dia bertanya soal perempuan muda dan anak lelaki yang "tertidur" di kursi belakang Toyota Kijang berkaca gelap. Tangerang. saya diminta pulang ke Sukabumi. Dia lalu mencekik Annisa sampai mati lemas. sampel darah di TKP positif milik Annisa dan Jordi. Mungkin sekitar lima menit. Mulutnya komat-kamit berdoa. lalu dikuburkan di sebuah kebun kosong milik Tondi. kedua mayat itu diangkut dengan Toyota Kijang milik Annisa." Asrul jadi ikut-ikutan tegang." Dari hasil tes labkrim terhadap sampel darah di TKP dan di jenazah korban yang diotopsi setelah digali kembali dari pemakaman." jelas Zakaria lancar. Kursi belakang 'kan sempit?" Zakaria menirukan tegurannya saat itu. Namun. "Sebagai orangtua. menyambut malam minggu yang indah. Jend. di sudut ruangan. agar arwah Annisa dan Jordi mendapat tempat yang layak di sisi-Nya. Annisa hendak membatalkan rencana pernikahan setelah tahu. Lola tersedu-sedan. ya berhenti saja.Yang disapa tampak tegang. matanya merah." "Bapak tahu siapa penumpang di kursi belakang itu?" "Tidak." "Berapa lama Pak Tondi mampir di kios LPG?" "Sebentar. Sebaliknya. Pak. "Saya membawa saksi penting. "Tondi mengaku membunuh Annisa dan Jordi. Asrul dan Lola sepakat bertemu di sebuah kafe di bilangan Jln. kok. 24 . mengapa tamunya tidak tidur di kursi depan atau belakang saja. Tondi membunuhnya dengan cara yang sama.

sebuah kasus pembunuhan keji yang terjadi sepuluh tahun lalu. pemuda asal Munich ini menjemput kekasihnya. Dusch sendiri yang minta ditugasi menuntaskan X-file itu. sang detektif muda bak tak kenal lelah itu menekuni fakta demi fakta dari setiap laporan yang dibacanya. keterangan saksi. Mengamati lembar demi lembar setiap foto. Satu lemari kaca berukuran sedang diletakkan merapat ke dinding. hasil tes laboratorium. di apartemennya di Tuebingen. Bahkan sempat ikut merepotkan polisi di kota-kota besar lain. sepanjang hidupnya. kamu memang berbakat jadi detektif. "Saat Mas menyelidiki Pak Pipin dan Baskoro. Andrea. Semuanya hanya memuat satu kasus yang masih misterius.Lola tak dapat menahan sedihnya.Di mana kamu kenal Pak Zakaria?" Mata cantik Lola sedikit terangkat. di sela-sela tugas rutinnya. yaitu pembunuhan Andrea Bergmeir. Kala itu. Terus membaca dan menganalisis. "Sekarang. Dari sana saya tahu." "Kamu mengejar Pak Zakaria sampai Sukabumi?" "Feeling hampir selalu benar.00. Arsip yang tampak mulai lusuh itu berisikan catatan-catatan penyelidikan pembunuhan. Ukurannya sama seperti ruang kerja penyelidik kepolisian di Jerman pada umumnya. 25 . sekitar pukul 14. termasuk foto-foto korban. Dusch memang baru saja mendapat "warisan"." cetusnya dalam hati. Beberapa pekan terakhir. bersebelahan dengan dua filing cabinet di sisinya. kini ada dua wajah yang bersemu merah. (Kisah rekaan/Muhammad Sulhi) 04. Matanya mencoba menelusuri celah-celah dari penyelidikan. Munich misalnya. JEJAK PORSCHE YANG MENGECOH Ruang kerja Komisaris Bert Dusch di salah satu sudut kantor kepolisian Kota Tuebingen tidaklah terlalu besar. seperti laporan dari TKP. "Kalau saja aku bisa memecahkan teka-teki ini. dan belum terpecahkan hingga kini. saya memutuskan mengamati gerai LPG Tondi. ada karyawan yang baru saja dipecat tanpa alasan jelas. Sebuah meja kerja mendominasi bagian tengah ruangan. giliran aku bertanya. ruangan itu terasa semakin sesak oleh tumpukan arsip di atas meja. Sejak saat itu. Kasus yang benarbenar menguras energi para detektif sejawatnya di wilayah kepolisian kawasan Jerman bagian selatan. sehari setelah Mbak Nisa menghilang." "Atau istri detektif?" Ah. untuk mendapatkan kemungkinan adanya sesuatu yang terlewatkan dari para penyelidik sebelumnya Rencana ke Munich Satu hari di penghujung 1992 mungkin merupakan hari yang tidak akan pernah dilupakan Dietmar U." "Lola.

Bajunya terbuka di beberapa bagian. Kondisi Andrea sangat mengenaskan. Dietmar tidak menaruh curiga atau membayangkan sesuatu bakal terjadi terhadap pacarnya. 26 . tak tahu harus berbuat apa. Darahnya menggenang di lantai. Sebelum tewas. Apalagi sebelumnya mereka sudah berjanji untuk bertemu. bajunya ternyata penuh dengan noda-noda mirip dengan noda darah. bernama Oliver Zelt. "Atas dasar apa kami harus mempercayai keterangan Anda?" potong seorang detektif. Saya sangat mencintainya. Pemuda ini dicurigai karena berkeliaran di sekitar TKP dan saat digeledah. "Tak mungkin. Tidak mungkin Andrea pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan." balas Dietmar. rencana besarnya itu keburu gagal karena kejadian mengerikan ini. selain dibunuh. Karena sudah sering berkunjung ke tempat itu. ]"Sebab. Polisi berharap. Bahkan kuku jarinya ikut diperiksa. Hubungan kami selama ini baik-baik saja. Sayang. tak pelak Dietmar adalah orang pertama yang dicurigai. Sialnya. korban tampaknya juga diperkosa secara brutal. Keterangan mereka rata-rata membenarkan pengakuan Dietmar. seandainya saja pasangan itu telah bertengkar. Mereka langsung melakukan proses pemeriksaan awal dan mengamankan tempat itu dari kerumunan orang banyak dengan menempatkan garis polisi. ketika polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Ini terlihat dari beberapa goresan benda tajam di tangannya. Meski masih dirundung sedih. Selain memeriksa Dietmar. ia mulai bertanyatanya dan khawatir. ia begitu terkejut dan sejenak terbengong. Penyelidik juga menanyai kenalan-kenalan Andrea dan Dietmar di Munich. karena tiga hari sebelumnya mereka baru saja berlibur di Teneriffa. yang tampak mulai kesal. Awam sekalipun akan mudah menebak. begitu mendapati kekasihnya sudah menjadi mayat. Namun. hampir tidak ada bukti-bukti yang mengindikasikan siapa pelaku kejahatan biadab itu. salah satu pulau terbesar di Canary Island. Polisi mengembangkan dugaan. Dietmar juga bercerita. Dietmar tak mendapat kesulitan masuk. Tidak pernah ia mendapat sambutan sedingin ini. Andrea diduga melakukan perlawanan keras. Pemeriksaan memang berjalan sangat menjemukan. sama sekali tak mungkin. seperti pemandangan yang lazim ditemui di rumah pemotongan hewan. Namun. Andrea sebenarnya sudah berencana pindah ke Munich.Pasangan muda yang tengah dimabuk cinta itu sudah janjian akan merayakan malam tahun baru bersama di pondokan teman mereka di Danau Starnberg. hanya berselang 40 menit sejak penemuan mayat. Yang membuat polisi setempat lebih curiga. Lehernya nyaris putus akibat sayatan benda tajam. Pintu pun tidak tampak dijebol. saya memang tidak melakukannya. Berjam-jam Dietmar harus menjawab pertanyaan para detektif dengan pola pertanyaan yang nyaris selalu berulang. polisi menemukan sebilah pisau di sakunya. Dugaan yang sebenarnya tidak begitu kuat." tegas Dietmar dengan mata nanar. Dietmar terlihat terduduk lesu sembari menangis di salah satu sudut apartemen. Sesampainya di apartemen Andrea. Dietmar tidak konsisten dan membuka kebohongannya. polisi juga menahan seorang pemuda berusia 22 tahun. saat ketukannya berkali-kali tidak mendapat jawaban dari sang empunya apartemen. Tak ada kerusakan di sekitar TKP.

Malah kelihatannya sudah menjurus ke arah yang lebih serius. "Kami tidak menyangka. Tiba-tiba saja. Ketika polisi menyebarkan perintah penyelidikan terhadap mobil Porsche. ternyata hanyalah kotoran bekas tanah. Munich. Seorang perempuan penjaga kafetaria. pernah melihat rekannya itu di Tuebingen.dalam waktu dekat Andrea berencana pindah ke kota tempat tinggal kekasihnya itu. Andrea juga doyan berolahraga. tak ada yang mau membuka mulut. Polisi berusaha mengembangkan informasi ini. keberadaan mobil mewah bikinan Jerman itu tampaknya akan menjadi kunci penyelidikan. misalnya. karena kebetulan berada di sekitar apartemen Andrea. Noda-noda di baju.seperti dituturkan juga oleh Dietmar . pada awal Desember melihat Andrea turun dari sebuah Porsche berpelat nomor Munich. sudah ada sekitar 31 petunjuk yang mengarah ke mobil itu. karena ia sering joging di kawasan sekitar tempat tinggalnya di daerah Nehren. bahwa di 27 . yang diduga polisi sebagai noda darah itu. karena . Tetangga di sekitar pun ditanyai. Seorang pengunjung di Pegasus juga ingat. Sepengetahuan teman-temannya. tapi hanya sekitar tujuh jam.Zelt memang sempat diinterogasi. Namun. Andrea Bergmeir dikenang oleh para tetangganya sebagai perempuan baik-baik dan tidak pernah berbuat macam-macam. Para detektif saat itu yakin sekali. Karena kesenangannya berolahraga. Catnya putih dengan nomor polisi Munich. Tepatnya sejak November 1991. Jejak Porsche Selain berpenampilan menarik. "Porsche 944. Beberapa orang mengaku mengenal Andrea dengan baik. polisi menemukan informasi tentang keberadaan mobil Porsche. tiba-tiba banyak orang yang menyatakan "pernah melihatnya". meski ada kesimpangsiuran soal warnanya. kalau-kalau ada yang mendapat kunjungan seseorang bermobil Porsche. salah seorang tetangga mengaku. ketika keduanya bertemu di Munich. Bahkan salah satu saksi terkuat. karena ia sempat melewatinya. hubungan kedua sejoli itu baik-baik saja. Zelt yang memang suka membawa pisau ke manamana sedang apes. tak jauh dari tempat tinggalnya. Perempuan yang kebetulan juga kenal dengan Andrea itu begitu yakin bercerita tentang ciri-ciri mobil itu. Para saksi yang sempat memberi keterangan pada polisi setidaknya membenarkan keberadaan mobil itu di sekitar Nehren pada hari pembunuhan. Sebuah keyakinan yang sangat beralasan. sebelum akhirnya dibebaskan. Andrea juga menjadi anggota klub kebugaran Pegasus. Setelah itu. mengaku pernah melihat sebuah Porsche diparkir di depan klub kebugaran pada malam pembunuhan. saya yakin sekali itu Porsche 944. di dalam sebuah Porsche 911 berwarna hitam dengan pelat nomor Munich. yaitu rekan kerja Andrea. khususnya yang berasal dari Munich. Sebuah petunjuk yang kemudian menjadi rangkaian besar pada kasus ini. Dari tempat itu pula. banyak orang merasa pernah melihat Andrea dan mobil mewah itu di manamana. Perempuan yang bekerja sebagai arsitek itu sudah berhubungan dengan Dietmar setahun lebih." jelas si penjaga kafetaria yang enggan disebut namanya. Sampai saat itu. Warna mobilnya cokelat tua. pada malam peristiwa itu ia sepertinya melihat sebuah Porsche diparkir di depan klub kebugaran. Satu lagi yang diingat para tetangga.

000 orang diperiksa alibinya. dengan perasaan kecewa. Menurut data yang diperoleh dari Departemen Transportasi Jerman diketahui. Ia tidak melihat adanya alasan harus dilibatkan dalam masalah itu. Dalam vonisnya.664 pemilik Porsche. yang sering berperan antagonis dalam film-film kriminal. Orang penting lain yang tak luput dari pemeriksaan adalah mantan Menteri Perhubungan negara bagian Baden-Wuerttemberg. jika ditumpuk dapat mencapai sepuluh map tebalnya. karena laporan seorang teman pria Andrea.kota itu (Munich) ternyata ada banyak sekali mobil Porsche. mereka yang hendak mengecam juga ikut habis akal. tindakan polisi terhadap Oliver dirasa keterlaluan. dan dia bilang. Arsip-arsip penyelidikan. Sampai Januari 1999. tak kurang dari 900 pemilik Porsche menjalani tes darah. Tindakan polisi yang berlebihan itu tak pelak mendapat reaksi keras dari masyarakat. Tentu saja. Salah satunya. Dengan jumlah saksi mencapai ribuan orang. Pasalnya. orang-orang yang dicurigai pun banyak yang berasal dari kalangan atas." kata Wolfgang Wenzel. Buktinya. Kepala Komisaris Kriminalitas Tuebingen memutuskan untuk menutup kasus itu. tindakan itu sungguh menggelikan. termasuk sejumlah selebriti. sebuah pekerjaan besar! Tolak periksa DNA Niat polisi untuk membongkar kasus Andrea memang begitu besar. tapi Ferrari. Walter Sattler. Seorang pakar kendaraan dari Munich bahkan menolak diperiksa." kata bintang film itu kepada wartawan. Belum termasuk map-map lain yang berisi catatan jejak-jejak tersangka pembunuh. sambil tertawa-tawa. saya langsung menelepon pengacara saya. "Saat saya dipanggil pihak penyelidik. Merasa "kesaksian" si mobil Porsche amat sangat dibutuhkan. Herman Schauffler. mereka tak segansegan melakukan tes DNA dari sampel darah. polisi kembali mengembangkan informasi tentang Porsche. pengadilan pusat menyatakan polisi tidak berhak melakukan analisis DNA dalam kondisi kecurigaan sekecil apa pun. Saat itu tes DNA melalui air liur belum dilakukan. Hasilnya. sedikitnya ada sekitar 3. bintang film Claude-Oliver Rudolph. Karena Porsche tergolong kendaraan mewah yang hanya dimiliki kalangan tertentu. polisi bertekad menanyakan alibi setiap pemiliknya satu per satu. Schauffer didatangi polisi. bahkan melakukan naik banding ke pengadilan pusat untuk menghindari tes darah yang diminta pengadilan Kota Tuebingen. Karena belakangan ketahuan. Buat sebagian orang. ia sebenarnya tidak memiliki Porsche. Tanpa pandang bulu. Di mana dan apa yang mereka lakukan pada saat peristiwa pembunuhan. Sementara di mata Oliver sendiri. 'Oliver itu kewajibanmu sebagai warga negara'. Jika mendapati hal-hal yang mencurigakan atau muncul keraguan. telah dilakukan sebanyak 1. Pengacara sang pakar. Dari rangkuman keterangan para saksi mata. juru bicara kepolisian dalam pernyataannya. Tapi semua itu ternyata belum cukup. setiap pemilik Porsche di Munich tak luput dari pemeriksaan. Tak seorang pun berani mengecam komisaris yang telah kehabisan akal itu.114 tes darah dan hampir 4. kasus Andrea begitu menyita energi polisi. yang mengaku pernah melihat adanya hubungan khusus antara Andrea dengan tokoh politik itu pada suatu pameran di Kota Hannover. kalau tak mau dibilang sangat lucu. 28 . Pada 22 Januari 1999.

Mirip orang menemukan jarum yang terselip di antara tumpukan jerami selama sepuluh tahun." Saat berbicara dengan Dusch. Juergen tampak begitu tenang. Saat itu. Juergen lalu melakukan tes air liur secara suka rela. Kantor polisi Tuebingen resmi mendapat pemberitahuan. Ute sedang tidak berada di rumah. Bisa jadi Andrea mengenal pembunuhnya. Tugas saya membersihkan tangga. malam itu juga Juergen ditangkap 29 . si pembunuh dipastikan orang yang memiliki kunci apartemen. tapi tetap terlihat bersih. tumpukan arsip-arsip lama itu berdiri tegak di depan Dusch. pemilik pernah memberikan kunci kepada wanita bernama Ute M. dalam arsip termuat juga catatan pemeriksaan polisi terhadap pemilik apartemen. Dusch mendapat kabar yang diimpiimpikannya selama ini. ini hanya prosedur saja. Suara televisi dari ruang tengah yang menyiarkan siaran olahraga. Dusch sendiri sebenarnya tidak berharap banyak pada tes-tes seperti itu." Dusch berkata apa adanya. "Baik. pada saat pembunuhan. tentu saja saya ingat kasus Andrea Bergmeir. April 2002. tapi tetap saja tidak menghasilkan apa-apa. seorang petugas kebersihan tangga apartemen. terdengar keras. yang terletak di pinggiran kota. Sudah ribuan tes dilakukan. Ia disambut baik oleh Juergen.. suami Ute..Petunjuk air liur Kini. tak lama setelah keduanya mulai membuka pembicaraan sembari duduk di teras. Di alamat yang ditunjuk Dusch. "Ya. hasil tes air liur terhadap Juergen ternyata identik dengan "jejak pembunuh" dengan rekomendasi "sangat mungkin!" Mendengar berita itu. dengan sebatang rokok tak henti-hentinya bermain-main di tangan. Untuk membantu membongkar jalan buntu. Hasil tes air liur Juergen sungguh di luar dugaan. Anda tahu kami melakukan tes seperti ini kepada semua orang. sambil mengisap rokoknya kembali. Setelah berminggu-minggu mengencani kertas-kertas berdebu itu. Dusch akhirnya menemukan titik terang kasus Andrea. Dusch sedikit bergetar. bergaya kuno dengan cat tembok yang sudah kusam. pintu apartemen Andrea ternyata tidak dijebol." lanjut pria yang sudah tidak bekerja ini." kata Juergen. Di situ antara lain disebutkan." kata Juergen. Apalagi peluang keberhasilan tes itu adalah satu dibanding lima miliar! Tanpa banyak membuang waktu. Jika tidak. kesabaran Dusch belakangan berbuah manis. Dusch melangkahkan kakinya ke rumah Ute M. Siapa tahu. Tak sedikit pun perasaan waswas terlihat di wajahnya. tampaknya sepakbola. ia memang bermaksud memanfaatkan teknologi terkini. Namun. seperti pemeriksaan air liur ini. cocok dengan DNA tersangka. "Apakah saya dicurigai?" "Oh. Rumah itu tampak sangat sederhana. yang bekerja seminggu sekali. Perasaannya saat itu betul-betul tak keruan. Tanggal 8 Juli 2002. Dari catatan ia menemukan fakta. Sebenarnya. "Dia pribadi yang baik dan menarik. Ia cukup patuh melakukan semua proses pemeriksaan yang diminta Dusch. "Saya mengenalnya karena sering membantu Ute. "Apakah Anda bersedia menjalani tes air liur untuk kepentingan pemeriksaan DNA?" tanya Dusch.

seorang wanita duduk memperhatikannya dengan berurai air mata. terdakwa sempat berkomentar saat media massa gencar memberitakan soal pembunuhan Andrea. Hari itu saya benar-benar kehilangan akal. Berat badannya susut sampai tinggal 41 kg. lalu memperkosa Andrea. sosok pembunuh keji yang selama ini dicari bisa disaksikan dengan jelas. sehingga beberapa sempat diisukan terlibat. "Apalagi saat itu Andrea terus mengancam. saya tentu tidak bisa menolak. Andrea hendak membeberkan semua perbuatan mereka kepada Ute. Terpaksa saya membunuhnya. Namun. Di ruang pengadilan. kasus Juergen mulai disidangkan di pengadilan Kota Tuebingen. Teman-teman Juergen bahkan ingat. Hakim juga sempat prihatin melihat kondisinya. Dia menatap dalam-dalam tubuh kurus kering yang selalu memalingkan muka saat ditatap itu. Esok harinya. setelah perkenalan itu. "Dia yang memulainya. yang ingin sekali melihat langsung wajah pembunuh anaknya.(Kisah Nyata/Philipp Mausshardt/Marina/Tj) 30 . Hakim mengesampingkan cerita versi lain yang berkembang di luar pengadilan bahwa pria itu diduga menyelinap masuk. yang langsung diterima tanpa mengajukan banding. tapi hanyalah seorang pemilik VW Golf. Ketika Dusch masih tak percaya pada apa yang terjadi. Sebagai lelaki. pembunuh Andrea bukanlah pengendara Porsche. Pak Hakim." cerita Juergen perihal awal hubungannya dengan Andrea. Lelaki pensiunan itu rupanya sangat terpukul. Gadis muda itu digambarkannya sebagai perempuan haus seks. dia cantik dan menarik. kalau pembunuhnya menggunakan Porsche. Versi mana yang lebih mendekati kejadian sebenarnya. Tentu saja Juergen panik." tutur Juergen sambil berlinang air mata. "Saya tidak yakin. tanpa pemeriksaan yang berbelit. Selama bertahuntahun ia luput dari penyelidikan polisi. selama ini pers juga ikut berspekulasi tentang kemungkinan pembunuh Andrea. Perempuan berusia 54 tahun itu adalah Christel Bergmeir. entah apa alasannya. berita penahanan Juergen telah menjadi berita besar di Jerman! Hilang nafsu makan Bulan Mei 2003. itulah kisah yang dipercayai pengadilan Tuebigen. Bahkan kemudian terjadi hubungan gelap antar keduanya. Persidangan itu mendapat perhatian besar dari media cetak maupun elektronik. Tak jauh dari posisi Juergen. Maklum. bahkan telanjur dicurigai secara tak resmi. Cerita yang membuat Juergen hanya dijatuhi hukuman penjara 11 tahun. Inilah saatnya menyaksikan sang pembunuh yang sebenarnya. selalu ingin melakukan hubungan intim dengan lelaki mana pun. cuma karena para detektif sangat terpengaruh oleh cerita tentang pengendara Porsche misterius. Suatu hari. Juergen yang kini berusia 44 tahun terlihat jauh lebih kurus dibandingkan dengan sebelum ditangkap." Masih menurut Juergen. tentu hanya Juergen yang tahu. Sebuah cerita yang aneh. Dia nyaris tidak makan apa pun sejak masuk bui. pembunuh yang sukses buron selama bertahun-tahun itu mengakui perbuatannya. "Saya sudah tidak punya selera makan lagi." Komentar yang baru terbukti sepuluh tahun kemudian. "Dia yang mengajak berkenalan. Apalagi harus saya akui." katanya singkat. Beruntung Dusch akhirnya dapat membuktikan.tanpa perlawanan berarti. keduanya jadi sering bertemu.

yang gemar memacu mobil seperti pengebut jalanan. "Kita bukannya polisi patroli jalan raya yang memamerkan senjata di pinggang. "Baru" 100 km per jam! "He-he-he." cerita de Gier." "Memangnya orang enggak boleh berubah?" sahut Grijpstra. Walther P-5. "Jane?" komentar Grijpstra. ukurannya itu lo. JEBAKAN BUAT PANGERAN HITAM Hari tengah beranjak malam. "Ouborg. "Pistolnya kegedean. "He-eh. "Ibu tadi bilang.05." balas de Gier. Sersan Rinus de Gier dan Ajun Komisaris Henk Grijpstra. Lalu sebuah mobil mewah warna perak kabur dari rumah tetangganya itu." "Memangnya kamu sudah kenal lama. lebih ringan dan lebih canggih." de Gier membuka pintu. mereka memberi isyarat agar de Gier meminggirkan mobil. Pistol baru mereka. Ketiakku sampai sakit. Tapi detektif yang justru harus menyembunyikan pistol. mau ke mana kita?" tanya Grijpstra. Sayang." "Enggak juga. Keluar lift. Rinus. tapi juga teriakan suara perempuan. Namun. memang punya plus-minus. "Cuekin aja. Biasanya. Di satu sisi. ia bukan hanya mendengar suara letusan senjata api. "Hai. "Hai juga. mereka berpapasan dengan beberapa polisi berseragam. sedetik setelah pantatnya menempel di jok mobil. dua detektif nyentrik dari Kantor Kepolisian Amsterdam merasa sudah saatnya pulang. setelah sang polwan berlalu." jawab de Gier pendek. Grijpstra memandangi mitranya sambil tersenyum. seorang polisi wanita berparas ayu. karena daya terjang pelurunya mencapai 200 m. sembari tergesagesa masuk lift. dan mempersilakan Grijpstra masuk ke dalam mobil. Dua belas bulan gaji Ouborg adalah wilayah eksklusif di bagian selatan Amsterdam. tiba-tiba telepon di meja de Gier berdering tiga kali. dari kaca spion tiba-tiba terlihat sebuah mobil patroli polisi. Tak ada kata lain. Grijpstra langsung meraih mantelnya. mandi air hangat sembari memijat-mijat tengkuknya sendiri. Salah satunya." sapa sang polwan. karena pikirannya masih tertanam pada Jane. "Omong-omong. De Gier melirik speedometer. Jane. Enggak salah nih." kata de Gier pelan. nomor polisi mobil tak sempat dicatat. Sementara de Gier langsung sibuk mengenakan tempat sarung pistol barunya. lebih besar dari pistol sebelumnya. Apa ada yang salah? Namanya bagus 'kan? Orangnya juga baik." komentar Grijpstra. Tak heran kalau sejurus kemudian." omel de Gier. 31 . Anda marah-marah kalau aku ngebut. Seperti biasanya. "Seorang ibu mendengar suara tembakan dari rumah tetangganya. Aduhai sedapnya. Namun." sungut de Gier beulang-ulang.

ia wanita yang tadi menelepon de Gier. Secepat apa pun dibawa ngebut. Tapi kalian malah omong soal surat perintah. Kedua. seorang wanita setengah baya tampak melambai-lambaikan tangan pada mereka. begitu tahu kendaraan yang hendak mereka tilang berisi dua detektif bengal. "Asal kalian tidak ribut dan menambah masalah. Lihat saja. Pakai yang ini saja. tak akan bisa menghindar dari mobil-mobil patroli keluaran terbaru. sekarang mereka sudah nongkrong di depan kita. "Idiot. tiga jam kemudian. "Ia mirip banget dengan Jane." anjur Grijpstra. Tak juga dua polisi berseragam yang tampak menyibukkan diri dengan menelepon nomor darurat markas besar mereka. dokter belum bisa memastikan penyebab kematiannya 32 . harga lukisan ini mungkin setara dengan dua belas bulan gaji kita di kepolisian. kenapa tidak?" balas de Gier. tak jauh dari TKP. Rumah ini pun harganya pasti miliaran. "Pertama."Lo kok malah berhenti?" protesnya kemudian. "Aku rasa. Peralatan modern biasanya terbuat dari plastik ringan. tapi tak ada yang menjawab pertanyaan Grijpstra. tangannya masih memegang pistol. kita butuh surat perintah untuk masuk ke dalam. Seorang perempuan tergeletak tak berdaya di tempat tidur. Masih ada gelas dan botol minuman di sini. Sementara Grijpstra terus berkeliling ruangan. wanita yang kita temukan sudah benar-benar dalam keadaan meninggal. Lihat. Pemilik rumah ini punya lukisan karya Edward Hopper. tindakan kita ini ilegal. Kelihatannya. "Kamu benar. ya mobil. Ya pistol." Grijpstra menarik napas panjang. boleh kami ikut jalan-jalan?" seru salah satu dari dua polisi yang ada di mobil patroli. mana mungkin bisa memecahkan kaca. "Salut." pekik Grijpstra begitu masuk kamar. mengapa minum-minum dengan hanya berbusana minim?" Semua menoleh." terdengar komentar salah seorang polisi berseragam. Setelah bertukar cakap sebentar. "Lagi-lagi teknologi modern. "Jane. korban kelihatannya sempat pesta minuman keras dan obat-obatan. "Ini 'kan mobil tua. Tapi. sedikit kesal karena perjalanannya terhambat. Kamu tahu. Bukan bunuh diri "Sudah dapat informasi?" tanya Grijpstra." umpat de Gier. Detektif. yang menjadi sumber suara letusan. "Apa?" seru de Gier kaget." sang Ajun Komisaris terus ngoceh. sama-sama bikin masalah!" "Ho-ho-ho. "Heh." teriak polisi berseragam satunya lagi. percuma. Sesampai di Ouborg. sepertinya bunuh diri. Berbusana minim dan wajahnya belepotan darah diterjang peluru. pelukis terkenal Amerika itu. kuno tapi dijamin manjur. Anda pasti tahu. Tapi sebelum bunuh diri. sambil memukul-mukulkan popor pistolnya pada kaca jendela. Ya ampun. seraya memungut batu sebesar kepalan tangan dari taman. rombongan polisi itu segera memeriksa keadaan di sekitar rumah besar. Gier.

melainkan overdosis narkoba. untuk sementara." sambung de Gier. Toh. dokter gigi. saat ditemukan." lagi-lagi Grijpstra mengeluarkan "data statistik" yang tak terlalu dibutuhkan rekannya. "Sebelum mati. Ajun Grijpstra?" "Ke cafe. Pendek kata. Meski bukan pengacara. "Ajun Komisaris. Grijpstra dan de Gier sudah berada di ruang autopsi. Lalu pelakunya kabur memakai mobil mewah warna perak. sampai detik itu. Waver juga bukan pembayar pajak yang baik." "Ho-ho-ho. kalau bukan kasus bunuh diri. tak ada sama sekali sidik jari pembunuhnya." jawab Sersan de Gier. Perkiraan tim medis juga sejalan dengan penemuan tim forensik kepolisian bahwa kemungkinan bukan korban yang meletuskan senjata. Waver sendiri bukan nama asing di kalangan detektif Amsterdam. biasa dipanggil Waver. paling menyebalkan. Sedangkan Grijpstra menguatkan diri. Seperti rumah judi. De Gier menambahkan." "Omong-omong. Cora Fischer. dan pelumas pistol pasti bercampur jadi satu. pistol terselip di tangan kanannya. transaksi obat-obat terlarang. harga rumahnya setara dengan 20 tahun gajiku di kepolisian. Apalagi membawanya masuk bui. De Gier yang tidak tahan menyaksikan "adegan mengerikan" di meja bedah memilih jalan-jalan di luar rumah sakit. setahun terakhir Waver punya pacar baru. noda bekas keringat." ujar de Gier menirukan kesimpulan tim forensik. tentu ada orang lain. Padahal. pacar anyar Waver itulah yang baru saja mereka temukan tak bernyawa dalam keadaan berbusana minim. "Ke mana kita sekarang. Sayang. menonton para ahli patologi 33 . yang sengaja meletakkan pistol di tangan korban. dokter curiga wanita cantik itu tidak mati lantaran bunuh diri." "Waver? Kamu tahu Gier. mungkin saja pembunuhnya. siapa nama korban?" "Cora. Sedangkan rumah yang kita datangi tadi milik pacarnya. polisi juga tahu.sebelum melakukan autopsi. Lewat detektif yang menyamar sebagai salah satu tukang pukulnya. belum pernah ada borgol polisi yang berhasil mengikat kedua tangan sang "pangeran". atau akuntan (profesi-profesi "basah" di Belanda). dan klub seks. Kata para pembantu. Waver tidak ada di sana. ia layak menyandang gelar "Pangeran Dunia Hitam". uap yang keluar pasca letusan. seorang mantan model. karena ia pandai memanipulasi pembukuan dan melenyapkan barang bukti. Kita perlu sedikit menenggak gin dan mengisap rokok hitam. Ketiga. kekayaannya itu diperoleh dari berbagai bisnis ilegal. menimbulkan jejak di telapak tangan. Grijpstra yakin. tangan korban dalam kondisi bersih. "Kalau ia sendiri yang menarik picunya. korban sempat bercinta dengan pembunuhnya. Pagi yang indah!" Dicekoki narkoba Siangnya. Waver kaya bukan main. beberapa hari terakhir. meski saat ditemukan. Waver selalu lolos." "Kelihatannya begitu.

" Tak lama kemudian. Wanita gemulai itu dengan gampangnya menjadi bintang dan "penguasa" klub seks milik Waver di Noordwijk. selama ini Anda berada di belakang banyak kemaksiatan. "Jadi." "Anda yakin. dan sayatan pendek dari perut ke sekitar pinggang. berhenti lama tak jauh dari tempat kejadian perkara. Hatinya senang melihat autopsi sudah selesai." cerita de Gier. Pacar Anda mati di kamar Anda sendiri." de Gier membuka acara tanya jawabnya dengan Waver di ruang interogasi kepolisian. "Yapp. Peluru di kepala yang membuat korban meninggal. aku bisa melihat tatapan mata penuh rasa ingin tahu.. Setelah pensiun sebagai model. "Ada hasil. Kalian tak pernah punya bukti." jawab Grijpstra. mengapa tubuh yang sudah dirusak pembunuh. korban dicekoki atau mencekoki dirinya dengan kokain lewat jalan normal. Grijpstra mencoba mereka-reka duduk perkara sebenarnya. Korban juga merokok dan minum minuman keras terlalu banyak. Grijpstra terbangun dari lamunan. "Dari balik helmnya." de Gier berhenti sebentar." ujar anggota tim autopsi itu. Kemudian ." tanyanya. "Kami telah melakukan serangkaian pemeriksaan. ia menjadi model sejumlah pelukis terkenal. de Gier kembali dari acara jalan-jalannya. zat-zat haram itu yang membunuh Cora?" "Bukan. "Tampaknya tidak ada bekas suntikan. harus dirusak lagi dengan pisau bedah? Sambil memperhatikan meja bedah. Mulai rumah judi. hingga peredaran obat bius." "Saya juga punya fakta. Cora pasti sangat cantik. uffs. Cora jatuh ke pelukan Waver. Perawakannya seperti petinju. Dok?" "Yakin sekali.. "Kamu sendiri?" "Aku sempat melihat seorang lelaki dengan sepeda motor besar." tambah sang dokter. Jadi. "Kami punya fakta.). Huek! Grijpstra merasa. Itu sebabnya. Biaya hidup tinggi "Tuan Waver. pelacuran terselubung. 34 .Red. ia tetap tak bisa menerima." "Bukti? Kutukan dari masyarakat." "Kaki tangan Waver?" De Gier mengangkat bahu. Meski ini bukan pengalaman pertama.membuat sayatan panjang dari bahu ke titik pusat. Wajahnya tertutup helm. Dokter yang lain menyayat kulit kepala untuk melihat tengkorak dan memeriksa luka bekas peluru. itulah buktinya. nafsu makannya hari itu bakal merosot tajam. Tingginya sekitar enam kaki (sekitar 180 cm . Seorang dokter tiba-tiba sudah berdiri persis di depan hidungnya. Semasa hidupnya.

Anda mengancamnya secara halus. "Omong-omong." "Ngawur. Karena Anda tahu. ia ditembak persis di kepalanya. Ia cantik. orang besar."Hebatnya. Toh petugas pabean tak akan berani memegang-megang bagian tubuhnya yang sensitif. saya sedang menghabiskan malam bersama wanita lain. Ia sebenarnya perempuan baik-baik." sambung Grijpstra. Anda membakar mobil Camaro milik Cora. Polisi menyamar yang selama ini mengamati Waver bilang. Mulanya. Berbekal kemolekan tubuhnya. Ia enggak akan mengotori tangannya sendiri dengan darah Cora. ia 35 . Cora sadar tindakannya salah. Detektif. Ia seorang humas yang baik. Cora sangat menyayangi mobilnya. "Dengar. Agar neraca 'berimbang'. frustrasi. Yvette. Padahal kami yakin. dassh!. Anda menjadikannya ratu di klub. Bang! Perang baru saja dimulai. Mungkin ia tahu itu. Semua orang tahu itu!" "Duduk." "Detektif. Anda memaksa Cora menyelundupkan heroin. Tapi lama-kelamaan." Waver berdiri dan pergi begitu saja. Saya pergi sekarang. Saya sedang tidak di rumah saat itu!" "Tentu saja." "Seseorang juga telah memasukkan obat bius ke dalam minumannya. Anda mulai sebal dan merasakan gaya hidup Cora yang jetset sebagai beban. dari mana kamu tahu soal Freddy?" tanya Grijpstra keheranan. "Saya punya alibi dan Cora jelas bunuh diri. menggairahkan. Lelaki seperti Andalah yang membuatnya jadi jahat!" "Halo?" Grijpstra melancarkan perang urat saraf. lalu nekat bunuh diri. membelikannya mobil mewah dan perhiasan mahal. Apalagi menuduh saya. "Waver itu penjahat kelas kakap. Sebagai orang bisnis. Anda menerima Cora dengan senang hati. Waver! Kami yang menentukan jalan ceritanya. Cora dapat melakukan tugas itu dengan mudah. Karena Anda punya si badan besar Freddy yang siap melaksanakan perintah apa saja. yang jauh lebih menggairahkan." "Cukup!" "Masih belum cukup. Anda concern pada masalah untung-rugi. Saat kejadian. Alibi saya kuat. kalaupun Cora mati dibunuh. De Gier tersenyum licik. "Untuk apa saya mendengarkan?" balas Waver hendak beranjak dari kursi. tak lama setelah kepergian Waver. Semua orang tahu Cora suka minum dan mengonsumsi narkoba. Waver. Tapi kemudian. kalian tak akan dapat menemukan pembunuhnya." "Dengar. Dengan cara itu. ia dibuat seperti mati bunuh diri. meninggalkan ruang interogasi tanpa mempedulikan Grijpstra dan de Gier yang saling berpandangan. "Beberapa malam sebelum pembunuhan." potong de Gier. dan ikon yang cukup dikenal di dunia seni.

" jelas de Gier. Aku datang membawa sejumlah uang." "Tapi kita masih harus membuktikan banyak hal. Yang datang malammalam begini." katanya santai. Grijpstra diam. Jadi. De Gier menyalakan rokoknya.punya tukang pukul andalan bernama Freddy. Freddy sedang main kartu dengan si Anu atau si Anu. Waver memang tidak di rumah itu. Banyak saksi mata di Noordwijk yang akan memberi alibi. "Saya Freddy. Asal tahu saja." "Tugas membunuh Cora banyak 'godaannya'. ya?" De Gier tiba-tiba memelintir topik pembicaraan. Sedangkan Freddy. Anggap saja sebagai hadiah. Ia segera meletakkan kucing kesayangannya di sofa. Pantatnya yang segede pantat gajah nyaris menindih kucing de Gier." "Cuma itu berita yang kamu bawa?" "Dasar polisi bandel. Mudah-mudahan enggak meleset. bel di apartemen de Gier berbunyi. tampak berpikir keras. Tapi aku suka polisi begitu." seru seseorang." "Eh. menaruh buku di meja. Freddy langsung duduk di sofa. Tanpa diminta. mereka sempat berhubungan intim." bilang Freddy. Bagus kalau polisi bandel seperti kamu mau bergabung. aslinya memang tempat duduk kucing saya." Amboi! Kelihatannya. apa kabarnya Jane. 36 ." "Gertakan yang bagus. Kenyataannya. "Selamat malam. pikir De Gier. sudah banyak polisi yang kami bayar. tapi jidatnya berkerut. "Sebenarnya. pancingan pada Waver mengena. Apa dia juga memikirkan Jane? Mengancam kucing Beberapa jam kemudian. kalau betul memang dia pelakunya. Nanti merusak perabot. tentu tamu istimewa. Tapi aku ogah berkelahi di sini. "Yang sedang Anda duduki. "Kucing tolol!" "Apa?" "Dengar. seraya menunjukkan sebuah amplop. Itu sebabnya bos menawari kamu uang. Aku sendiri sebenarnya tidak tahu apa-apa soal Freddy. aku sedang tidak butuh uang panas." "Begitu?" "Ya!" Freddy menyeringai. "Ini baru uang muka. bisa saja tawaran ini membuatku tersinggung dan menembak jidatmu. tetap sulit dijangkau. kemudian membukakan pintu untuk tamunya. Itu sebabnya.

De Gier yang tiba lebih dulu di luar apartemen memberi isyarat pada Freddy. Lalu turun lewat tangga. Tapi kemarahan itu ditahannya sekuat tenaga demi keselamatan kucing tersayang. Freddy meninggalkan sesuatu di apartemen Anda. Grijpstra dan de Gier melangkah lebih maju. Bos paling benci orang sok kayak kamu. mengumpulkan beberapa potong pakaian. Freddy yang jago karate dan bertubuh lebih besar tampaknya bakal di atas angin. "Dan rasakan nanti pembalasan Tabriz. De Gier lega. "Keterlaluan. Ia berharap mendapat informasi tambahan tentang Waver dari anak buahnya yang pongah ini. tanpa pakaian dalam) datang membawakan bir. kucingnya selamat. Tak ada jahitan penutup. "Saya dengar. "Good bye. Tapi soal berkelahi tangan kosong." ujar Freddy. karena dengan mudah menemukan kamar tidur Cora." ujarnya menunjuk ke arah taman. Sepertinya. Bahasa tubuhnya menampakkan ketegangan luar biasa. Seychelles. Freddy tak berdaya. Bedanya. Kamu akan merasakan akibatnya!" "Seperti apa?" tantang de Gier. Pelayan cantik mengenakan rok mini (maaf. tunggu apalagi." De Gier mulai geram. Tak tahu diri. De Gier masih lebih suka mendengar ketimbang berdebat. persis seperti kalian membedah Cora. Bos dapat melakukan apa saja dan membeli siapa saja!" ancam Freddy. Tamu bersepeda itu kelihatannya maling profesional. "Aku juga akan membunuh ibumu dan seluruh isi apartemen ini. Ia menunggu Freddy masuk lift. Lelaki yang beberapa hari lalu begitu sombong itu kini terlihat pucat. Keruan. tendangan dan pukulan simultan sersan berpostur jangkung itu berkelebat tanpa kenal lelah. Dalam waktu beberapa menit saja. atau Indonesia. tepatnya jam tiga pagi. Freddy meraih kucing kesayangan de Gier. Grijpstra dan de Gier hanya tinggal melancarkan beberapa jab dan satu hook telak untuk membuat lawannya KO. kedatangan mereka "disambut ramah" oleh Waver. sambil berjalan keluar apartemen. aku akan membiarkan isi perutnya berserakan. Pukulan mematikan Besoknya. "Bisnis heroin dan kokain sedang bagus." katanya dalam hati. Lalu mengeluarkan pisau lipat dari kantung jaketnya. "Aku bisa membedah kucing ini. Dalam sekejap. membungkus sejumlah perhiasan. rumah Cora Fischer didatangi tamu tak diundang." imbuhnya dalam hati. tersungkur di tanah. De Gier sempat memperhatikan wajah Waver. lalu pergi begitu saja tanpa diketahui para tetangga. sabuk hitam judo de Gier tak layak dipertanyakan."Kalau begitu. "Di sana. Kamu juga bisa seperti aku. isyarat tantangan berkelahi." katanya seraya menutup pintu. Tabriz adalah nama kucing De Gier. pisau tadi menempel di leher kucing betina yang sangat ketakutan." 37 . Mereka langsung mendatangi sarang sang Pangeran Hitam di klubnya di Noordwijk. berlibur ke Bermuda. pingsan! Tiga jam kemudian.

" Grijpstra segera melambaikan tangan pada detektif Cardozo dan anak buahnya. Mengedarkan obat bius. Waver makin kesal. pelayanpelayan seksi bertelanjang dada bergantian mengantar minuman. dan judi ilegal. Bayangkan. Seperti perkiraan 38 .. "Sssst. Grijpstra sendiri tak menyangka. Disambut tepukan meriah pengunjung klub. boy.mata Waver mengarah pada de Gier. De Gier pun menghentikan alunan flute-nya. Dandanannya tidak seronok. Pikiran Waver pun sudah dibuat kacau. Suasana telah terbentuk. bukan rumah bordil. "Ditahan untuk apa?" "Untuk beberapa tuduhan serius. Itu salah satu alasan kami ke sini. tapi berkelas. Sementara itu. kalian tak punya bukti. lalu mengeluarkan semacam suling kecil dari balik jasnya. "Benar. "Cora . Tak lama setelah Waver mengambil kembali amplopnya. Waver sendiri tampak gelisah. "Kalem. "Benar-benar gila.." de Gier memalingkan wajahnya ke arah panggung. Sampai akhirnya tertumbuk pada sosok perempuan yang baru saja masuk klub. Sementara Grijpstra menanti dengan berdebar-debar. para detektif itu tak hanya menuduhnya dengan beragam kejahatan. Kini saatnya memberi pukulan mematikan. mengancam kucing de Gier. membunuh Cora Fischer?" Grijpstra melancarkan "jab" kedua. Grijpstra bisa mendengar Waver berdesah. juniornya akan segila itu. "Saatnya melakukan penggeledahan." bisik Grijpstra pada Cardozo." ucapnya cepat. Kegilaan yang makin membuat Waver stres. de Gier melancarkan jab pertama. "Surat izin melakukan penggeledahan. De Gier seperti tersentak." Waver hendak beranjak dari kursinya. "Omong kosong!" Waver berteriak. Anda ditahan!" "Sudah kubilang juga. si wanita duduk tak jauh dari Grijpstra dan Waver. dan terakhir. Ajun Komisaris. Suara flute-nya memenuhi ruangan." "Bagaimana dengan upaya menyogok kolega saya." jawab de Gier. paras dan lekuk tubuhnya begitu menggoda. Ini klub seks. Gier?" celetuk Grijpstra. dari pintu masuk klub. "Anda kami tahan. tapi juga "menguasai" massa klubnya.. Dari tempat duduknya. Tak diragukan lagi. Matanya bergerak tak fokus. muncul seorang wanita bertubuh semampai. de Gier memainkan sebuah lagu syahdu. Silakan hitung jumlahnya. Sersan de Gier 'kan sudah bilang. Apalagi ketika Grijpstra menggeledahnya dan menemukan satu gram kokain dan sebilah belati di kantung celana dan jaket." jawab Grijpstra tegas. prostituasi terselubung. Sang Ajun Komisaris menyerahkan secarik kertas pada Waver. Waver!" Sang "Pangeran Hitam" tersenyum sinis. "Bagaimana dengan flute-nya. De Gier masih asyik memainkan "senjata" melengkingnya di panggung. Rambutnya tertata dengan baik. Aku mau menikmati musiknya dulu. Tak lama kemudian. Duduklah. mengembalikan amplop. Piano dan kombo tak kesulitan mengiringi improvisasi sang detektif. Seketika air muka Waver berubah. permainan pianonya bagus banget. Dibalut gaun indah dan perhiasan melingkari tangan dan leher.

" imbuh Cardozo. Kuan yang berwajah kasar melontarkan ide setan." sergah Grijpstra. sia-sia jebakan ini dibuat. bukanlah negeri yang bersahabat buat trio warganya. mulai masalah politik sampai kesehatan. tak jauh dari KAC. "Ya. kecuali Chin Hock yang sedang menjalani wajib militer. Pak. mereka ngobrol ngalor ngidul di sebuah taman." "Tapi dari mana kita bisa mendapat banyak uang?" Ketiganya terdiam. setelah bergabung kembali dengan Cardozo dan de Gier." ujar Cardozo. tak jauh dari urusan perut. Mereka merasakan betapa tersiksanya hidup dengan penghasilan pas-pasan. Pak. Sementara biaya hidup makin hari kian tinggi." "Secepat itu?" "Ya. Cardozo menemukan sebuah "patung dewa" berukuran sedang yang sangat dikenalnya.. kita harus menemukan sesuatu di klub ini.. seperti biasanya tiga pemuda berumur 20 tahunan itu bermain biliar di Kallang Amusement Centre (KAC). "Tapi patung yang ini beratnya lumayan. Kami curiga sebelumnya diisi heroin yang diselundupkan melewati perbatasan. dan dia juga masih terus memandangi polwan Jane!" "Ho-ho-ho. dengan duit. kalau kita punya banyak duit.Grijpstra.. Banyak hal diobrolkan. bukannya membaca "surat tipuan" itu.. Pucuk dicinta ulam tiba. mereka dapat tertawa lepas. agar dapat memenjarakan Waver sementara waktu.. Hanya di tempat itulah. Cora . Tuan Waver mengakui keterlibatannya pada kasus pembunuhan Cora Fischer. Senyum Grijpstra makin lebar. "Cora . Selepas nyodok. melupakan segala beban. "Juga modal untuk membuka outlet narkoba. Yeo Ching Boon dan Ong Hwee Kuan." canda de Gier. Jika Waver "tersadar" sebelum barang bukti ditemukan. Waver malah mematung memandangi wanita elegan tadi. "Siap. ketika seorang anak buah Cardozo melapor. karena dalamnya sudah bolong.. Polisi memfokuskan penggeledahan pada heroin. Maklum. "Hidup pasti jauh lebih mudah. Tapi ujung-ujungnya. 21 April 1978. "Kelihatannya kita telah menemukan harta karun Waver. Malam itu. kita bisa berbuat apa saja. malam yang indah!" (Kisah rekaan/Janwillem van de Wetering/Icul) 06."Bagaimana kalau kita merampok?" 39 ." ujar satu dari mereka. Prioritaskan pada heroin." balas Grijpstra. sambil menyelidiki keterlibatannya pada kasus pembunuhan Cora. "Patung seperti ini pernah kami sita beberapa waktu lalu. Di sebuah ruangan. Ong Chin Hock. Tapi lebih enteng. Ching Boon dan Hwee Kuan statusnya pengangguran. sambil terus berbisik." "Cepat. HOROR DI MOUNT VERNON Singapura tahun '70-an.

Juga perihal waktu terbaik untuk melakukan tipu daya. yang hanya dijaga satu orang dan lebih sering dipercayakan pada polisi wajib militer. kita semua memakai seragam pakaian wajib militer. lebih enak merampok pakai pistol. Ong Chin Hock alias Ah Hock masih bujang. sehabis merampok turis berkewarganegaraan Malaysia. akan lebih mudah mendekati pos penjagaan. Tahun 1976. Tentang penjaga pos kecil di pintu gerbang. "Oke. Dengan begitu." Mereka berpikir keras dan saling melontarkan ide. Sekarang kita pulang. Di salah satu sudut sekolah inilah. Zaman sekarang. Sorenya. "Duitnya dari mana buat beli pisau?" sergah Yeo. lagi-lagi karena berkelahi. Anak tertua dari empat bersaudara ini pernah dikeluarkan dari sekolah karena berkelahi. "Jual saja ini. "Begini kira-kira skenarionya. Ia lalu bercerita tentang tempatnya berdinas saat wajib militer dulu. Tapi boleh juga. Yeo tertegun sebentar. Keculai Kuan." ujar Yeo. mereka kembali mendiskusikan niat jahatnya. markas polisi yang juga berfungsi sebagai asrama pasukan cadangan. Tapi ingat. ia masuk rumah rehabilitasi. sebelum akhirnya masuk wajib militer." bisik Yeo pada kedua sohibnya. "Yang belum aku tahu." katanya. yakni lewat jam dua belas malam. masih tinggal bersama orangtuanya. bagaimana caranya merebut senjata petugas jaga." cetus Yeo. kita juga butuh senjata tajam." balas Kuan. "Tapi kita harus punya pistol. Kuan dan teman-temannya ditangkap polisi."Ide gila. tinggal di New Upper Changi Road. Putus sekolah Yeo. "Aku setuju. sehingga terpaksa mengikuti jejak bapaknya sebagai kuli bangunan. Pernah juga bekerja sebagai penjaga gudang pada sebuah perusahaan tekstil. "Sebagai modal. "Ya. Sedangkan Yeo Ching Boon." balas Kuan. tak jua terbersit jalan keluar. Bulan April 1977. Hock membuka jam yang melingkar di tangannya. Ia putus sekolah. pakai untuk membeli pisau. kita harus cepat mencari solusi masalah ini. yang kerap melakukan aksi pencopetan di sekitar Angullia Road. Aku sarankan pakai pencungkil es saja. tiga sekawan bertemu lagi di KAC. Keesokan harinya." sahut Yeo yang bertampang innocent. karena kecanduan narkoba. namun dikeluarkan. ketika konsentrasi petugas jaga mulai kendur. Tu Li." 40 . Ia sempat menjadi anggota kelompok Sio Kun Tong. Aku tahu cara mendapatkan pistol dengan gampang. Tapi kita juga perlu pisau. lalu mengangguk dan tersenyum. anak buruh bangunan. Hwee Kuan alias Ah Kuan lain lagi. dikenal juga sebagai Ah Pui atau Freddy. Hock dan Kuan berteman sejak kecil. para pengangguran banyak acara ini melanjutkan aktivitasnya dengan menonton pertandingan sepakbola di bekas Sekolah Dasar mereka. di Mount Vernon. Tapi sampai jam sebelas malam.

Jika terjadi sesuatu. "Kita akan mulai bergerak jam dua dinihari." "Jadi. Setuju?" usul Yeo." timpal Kuan. Ia memotong sebuah tali terbuat dari nilon menjadi empat bagian. Setelah menyimpan pisau. Setuju?" Hock dan Kuan mengangguk." tanggap Hock. Keduanya harus mati. persisnya sore menjelang malam.00." komentar Hock. Kalau terlalu mencolok. Namun dari beberapa ide yang dibahas. Hock ternyata datang dengan tangan hampa. Namun saat bertemu kembali. sampai sekitar pukul 21. Ketiganya berjanji bertemu kembali pada pukul 11. kaki. Aku sendiri. atau menjerat leher. Hock kemudian berangkat menuju rumah temannya di Lorong Koo. Yeo tak langsung keluar. "Jangan khawatir. Di tengah jalan. gimana dong?" nada bicara Yeo terdengar putus asa. Sebagian uang itu mereka habiskan untuk makan dan minum di sebuah kafe. Jam dinding menunjukkan angka 10. kemudian kita culik dan rampa senjatanya. "Di sana kan ada asrama. Yang penting kita setuju untuk segera melaksanakan rencana ini. apapun recananya. Sampai akhirnya. tiga sekawan seperti biasanya berkumpul di KAC. kita akan langsung diciduk. tak boleh terlalu mencolok. berbahaya. Bagaimana?" "Tapi jangan biarkan polisi dan sopir taksinya lolos begitu saja. aku punya seorang teman yang bisa dipinjami uang. "Kita akan beroperasi dari atas taksi. Yeo sempat main biliar dengan sejumlah temannya. Yeo mengetuk palu. "Kamu 'kan tahu. kita sebaiknya jangan pakai seragam." tegas Yeo." "Oke. Yeo menuturkan rincian rencananya. Ditemani Kuan. Cukup untuk mengikat tangan. masih empat jam lagi dari jadwal yang mereka rencanakan. keluar taksi dan pura-pura minta bantuan dari polisi di pos jaga. Bajak taksi Dua hari kemudian. sekalian membeli dua buah pisau dapur. Hanya Yeo berhasil meminjam Sin 10 dolar dari seorang teman. "Aku masih butuh duit buat transportasi. Kalau sopir taksi dan penjaga mengenali ciri-ciriku. aku akan mendorongnya masuk taksi. tak satu pun disetujui secara aklamasi. 41 ." Anggota tiga sekawan yang lain hanya manggutmanggut. Yeo pergi ke sebuah kawasan pertokoan. Lagi-lagi mereka saling melontar ide. Hock lalu mengambil alih kemudi. Setelah kenyang. "Jam-jam segini banyak patroli polisi berkeliaran. Lalu memasukkan tali-tali tadi dan alat pencungkil es ke dalam travel bag kecil kepunyaan adiknya. Yeo pun melanjutkan. untuk menjual jam tangan Hock. polisi-polisi yang tidak sedang bertugas bisa menyulitkan kita. Setelah penjaga mendekat. aku punya catatan di kantor polisi." bilang Yeo memecah kesunyian. kita main aman.45 di sekitar Kallang Bahru. pura-pura mabuk. Setelah itu. sedangkan Kuan duduk di kursi belakang."Menurutku. dua hari dari sekarang. kita bajak taksinya. Mending pisau-pisau ini disimpan di rumahku dulu." "Baiklah. Enggak aman membawa-bawa senjata tajam.

segera meluncur melewati Jln. Bendemeer. menyetop taksinya. Ya. ketika taksi hampir sampai gerbang belakang PRU Mount Vernon. seperti rencana semula. Saat itulah. Jarang-jarang jam segini ia masih berada di belakang kemudi. Namun gerakan spontan Chew tak banyak menolong. Sambil memamerkan pencungkil es. sedangkan penumpang nomor tiga mempermainkan badan Chew dengan lutut. Penumpang nomor dua dan nomor tiga duduk di kursi belakang. tiba-tiba penumpang nomor dua menempelkan pisau di leher Chew. siapa curiga. Ia juga mulai punya firasat. hendak ke mana sebenarnya tujuan tiga orang ditaksinya." sahut Kuan dan Hock serentak. Setelah itu. Meski sudah berusia 60 tahun. Penumpang nomor satu dengan dingin berkata. Akhirnya. lelaki berambut pendek ini masih kelihatan energik. Namun entah mengapa. berjalan ke depan kendaraan. Chew mulai sadar. kemudian membuka pintu tempat Chew disandera. tentu tak menyadari nyawanya sedang di ujung tanduk. lalu ke Jln. sesuatu yang sangat buruk bakal menimpa dirinya. Chew yang sudah hafal kawasan itu. ke arah gerbang belakang Mount Vernon yang selalu gelap gulita. Terjerembab di got Chew Theng Hin. Chew merasa.30. "Siap. "Asrama polisi Mount Vernon!" Tak sedikitpun terbersit kecurigaan dalam hati Chew. ia berkata. Ia memutuskan tidak memakai pakaian seragam wajib militer. penumpang nomor satu meminta Chew belok kiri. pagi itu ia masih ingin berputar-putar mencari penumpang. "Berhenti!" Chew pun menginjak pedal rem. setidaknya jika dibandingkan dengan orangtua seusianya. Yeo menyempatkan diri pulang ke flatnya. Penumpang nomor satu mendorongnya dengan bahu. ini baru awal dari perlakuan buruk yang bakal segera diterimanya. penumpangnya pagi itu bukan manusia baik-baik. jika penumpangnya bertujuan ke kantor polisi? Kalau bukan penegak hukum. mempersilakan penumpang nomor satu masuk.Kuan tampak senang. Sejurus kemudian. 42 . pasti korban kejahatan yang hendak melaporkan kemalangannya. Chew Theng Hin membuka pintu depan. Aljunied. Sampai di sini. "Semua siap?" tanya Yeo. "Turun!" bentaknya. Tepat pukul 01. ketika melihat tiga pemuda melambaikan tangan. Instingnya berkata. dengan pencungkil es terselip di pinggang. mengganti pakaian dengan t-shirt merah dan celana biru gelap. penumpang nomor tiga turun dari mobil. Lelaki tua itu dapat melihat kilatan dan merasakan dinginnya senjata tajam pengiris daging dan sayuran tersebut. Saat mendekati Police Reserve Unit (PRU) Mount Vernon. Dengan tenang. meski menuruti semua perintah mereka. sedangkan Hock tak berkomentar sepatah kata pun. Hatinya begitu gembira. sopir sekaligus pemilik taksi. Biasanya ia sudah pulang ke rumahnya di Selegie House. belum tentu ia akan dilepas begitu saja. penumpang nomor satu menukas cepat." Ia lalu mengambil tali dan mengikat tangan Chew erat-erat. Akhirnya ia memutuskan memberikan perlawanan. Chew mulai menduga-duga. "Jangan cobacoba melawan atau membuat gaduh. penumpang nomor satu menutup mulut Chew dengan kain. Kemudian keluar dengan menenteng travel bag.

dia baru saja menggantikan Koh Kah Kway. Chew tersungkur di selokan. seperti kamu lihat. Sasaran pembantaian berikutnya. kamu wamil yang tinggal di asrama ini?" tanya Kim ramah. Taksi baru saja hendak tancap gas. Telunjuk terpotong Lee Kim Lai masih sangat muda ketika mendaftar wajib militer. Baru beberapa menit menjaga gerbang. menunjukkan kartu keterangan wajib militernya. ketika tiga penumpang yang sudah dikuasai nafsu setan itu melihat tubuh Chew merangkak naik dari selokan. "Dia masih hidup.Breppp! Sesuatu yang mengerikan terjadi. kembali masuk got. tiga sekawan itu malah bertukar kegembiraan. tapi tubuhnya tampak masih bergerak-gerak. Usianya baru delapan belas tahun. "Jadi. Sebaliknya. Kuan si penumpang nomor dua dan Hock. anak kedua dari empat bersaudara. Tanpa membuang waktu. Akhirnya." bohong Yeo. ia melihat sebuah taksi kuning melintas di depan pos jaga. Sesekali.00. dan tanpa ba bi bu menghujamkan pencungkil es dan pisau dapur ke leher Chew. Penumpang nomor tiga segera duduk di depan kemudi. mencoba tetap ramah. malah menyusahkan teman. dia bahagia saja saat ditempatkan di Mount Vernon. "Memangnya kalian dari mana?" tanya Kim. ia tetap berusaha menunaikan tugas dengan penuh rasa tanggungjawab. Itu sebabnya. "Kami berdua baru saja jalan-jalan dan bertemu beberapa teman. Pagi itu. persis di depan pintu gerbang PRU Mount Vernon. sembari merintih menahan sakit. Dia sekarang tergeletak di kursi belakang taksi. matanya melirik ke taksi kuning yang mesinnya masih hidup. Yeo. Kim dapat melihat dengan jelas seorang pemuda keluar dari pintu depan. Meski begitu. Dari tempatnya berdiri. 43 . Rencana pertama sukses terlaksana. mereka menusukkan pisau dan pencungkil es ke daerah vital sopir malang. Tapi dasar bandel. dia kelihatannya minum terlalu banyak. lalu menghampirinya. Boleh aku minta tolong untuk memapah kawanku yang mabuk? Badannya berat sekali. Chew terguling." teriak salah satu penumpang. Secara bersamaan. penumpang nomor tiga. penumpang nomor satu. "Dia tinggal di asrama ini juga?" "Betul. Setelah Hock mengarahkan taksi rampasan mereka ke pos penjagaan. Penumpang nomor satu dan penumpang nomor dua spontan turun dari mobil. nyawa seorang kakek tak berdosa lenyap sia-sia di tangan Yeo. Kim memperhatikan dengan seksama kartu yang ditunjukkan Yeo." sambung Yeo. penumpang nomor satu dan penumpang nomor dua menghampiri lelaki tua yang sedang meregang nyawa itu. Pemuda itu. Brepp! Kali ini Chew tak lagi bergerak. Sebagai polisi wajib militer. bakal menyusul. sembari menunjuk ke arah taksi kuning. Seragam tebal tak sanggup melindungi Kim dari serangan dingin yang menusuk. "Betul sekali. rekannya yang telah bertugas sejak pukul 13. Dalam tempo sekejap. Ia berasal dari keluarga baik-baik. Penumpang nomor dua menusukkan pisau ke perut sang sopir taksi malang. Pagi itu. dengan pandangan nanar. ia tak boleh memilah-milih tempat berdinas.

ketika Yeo minta Hock menghentikan taksi. Darah segar mengotori kursi belakang taksi. Sepuluh kmenit kemudian. Sedetik kemudian. Tubuh Kim sendiri langsung jatuh menghujam jok. "Aku akan mampir ke flat dan membawakanmu pakaian bersih." perintahnya pada pada Hock. Kim mencoba melakukan perlawanan. Saat itu. Namun tanpa diduga. dengan senang hati ia berjalan menuju pintu belakang taksi. Kuan pun berganti pakaian. aksi Kuan saat mengambil pistol dari pinggang Kim ternyata mendapat perlawanan. pemuda yang sebelumnya berbaring di kursi. "Aku engak punya uang. Berikan pisaumu. Kuan menunjuk sela di antara dua kursi depan. Yeo bergegas ke pintu depan. Itu sebabnya. Sementara di kursi belakang." "Bersembunyilah di belakang semak-semak. Lebih terkejut lagi setelah tahu. ternyata tidak mabuk sama sekali. tugasnya tak hanya sebatas perintah yang diberikan komandan." kata Kuan pada Yeo. Ia berbalik badan." Yeo lalu berlari menuju flat. Untuk menghindari kecurigaan. dengan membawa tas plastik berisi celana panjang biru gelap dan t-shirt warna putih. Ia tampak begitu ketakutan. Yeo dengan pencungkil esnya langsung mengancam. Namun ia terkejut saat Yeo tiba-tiba mendorongnya masuk ke dalam taksi. Setelah menutup pintu. Tapi ketika mereka bersiap hendak meninggalkan semak-semak. memasukkan pakaiannya yang berlumuran darah ke dalam tas plastik. Kuan masih setia mengancam Lee dengan pisau dapur. Saat pintu dibuka. tapi juga membantu sesama yang membutuhkan pertolongan. "Kita harus mengamankan senjatanya. "Pui. Kuan. pistol sempat jatuh." bisiknya tepat di telinga Kim.Kim calon polisi yang baik. sampai-sampai jari telunjuk Kuan ikut terpotong. "Tetap di dalam dan jangan coba-coba melawan. "Cepat kabur! Ada beberapa polisi di atas sana sedang memperhatikan kita. mereka telah sampai di kawasan Kallang Bahru. terjadi sesuatu yang sama sekali di luar perhitungan. Apalagi yang membutuhkan pertolongan sesama penghuni asrama. Yeo mempercepat langkahnya. Hock sudah melarikan taksinya menuju arah Jln. Kuan mulai menempelkan pisau di leher Lee. Dalam pergumulan. "Mana pisau satunya lagi?" teriak Yeo pada Kuan. Begitu membabibutanya aksi Yeo. ia sempat melihat beberapa orang di lantai satu dan lantai dua markas polisi Mount Vernon memperhatikannya. Yeo yang bearda di kursi depan langsung membantu Kuan. Termasuk kaos dan celana yang dikenakan Kuan." perintah Yeo pada Kuan. "Kausku berlumuran darah. Tapi dari belakang. 44 . seraya menghujamkan pisaunya beberapa kali ke leher Lee. Aljunied. ia sudah kembali ke semaksemak tempat Kuan bersembunyi. Lima menit kemudian." lagi-lagi Yeo memberi perintah. Benar-benar enggak punya uang!" pekik Lee. Ia merasa sebagai seorang wajib militer. ia memang mendapati seorang lelaki tengah berbaring di kursi.

Ia tahu. kami mengurungkan niat tadi. Namun dari balik spion ia sempat memperhatikan. jika terus lari. Tingkah laku lelaki tadi membuat Man Seng penasaran. sepintas dia melihat seseorang berjalan di belakang mobilnya. mengeluarkan pistol dari sarungnya dan membidik semak di depannya. "Cepat keluar!" Kuan pun keluar. Ayah seorang anak perempuan dan seorang istri ini sudah tinggal di Geylang Bahru selama sekitar empat setengah tahun. Mereka punya feeling. orang yang dihadapinya seorang polisi. lambat laun pasti akan tertangkap. Dari kejahuhan dia melihat sebuah taksi kuning dengan mesin masih menyala. terhampar semak-semak. Dalam sekejap. dia tahu betul daerah tersebut. perjalanannya terhalang lampu merah. Yeo Ching Boon dan Ong Hwee Kuan. menuju arah Geylang Bahru.Kantung plastik ditemukan Malam itu. Meski sempat memberikan perlawanan ketika hendak diborgol. insting polisinya memaksa Man Seng memeriksa lokasi di sekitarnya. mereka mengambil keputusan untuk mengambil langkah seribu. hatinya sedang berbunga-bunga. Lagi-lagi. Nalurinya sebagai detektif mencuat. mendekati jalan buntu. Di persimpangan jalan Geylang Baru dan Kallang Bahru. Sedangkan Kuan menuju blok-blok apartemen di sekitarnya. "Mana tasnya?" tanya Man Seng. detektif Siew Man Seng baru saja pulang berdinas. Kini di depannya terbentang semak belukar. Bertahun-tahun dia bergaul akrab dengan dunia kejahatan dan berbagai tipu muslihatnya. bangun dan jatuh lagi. dia tidak hanya berhadapan dengan gelapnya malam. Mendekati semak-semak. Dengan langkah pasti ia mendekat. karena baru saja sukses menangkap tersangka kasus penipuan sejam sebelumnya. benar-benar memecah kesunyian. Namun Man Seng bukan polisi ingusan yang gampang dikelabui. Akhirnya ia memutuskan bersembunyi di salah satu semak. Man Seng pun belok kiri. Lampu kembali hijau." "Siapa nama temanmu?" 45 . Yeo dan Kuan tampak gugup. lelaki yang menyeberang jalan barusan ternyata menghilang di sebuah jalan buntu. melilih kabur ke arah pertokoan. ia melihat dua orang pemuda. pemuda putus sekolah itu akhirnya tak beradaya di tangan Man Seng. sambil menenteng bungkusan plastik. "Sedang apa kalian?" teriak Man Seng." "Apa isi tasnya?" "Sisir. Ia segera berbalik arah. Polisi yang sudah bertugas selama 11 tahun itu berkantor di Kantor Polisi Beach Road. Di depan semaksemak itu ia berhenti. Kecurigaannya memuncak ketika melihat jejak kaki. tapi juga medan yang sama sekali belum dikenal. Namun malang buat Kuan. Tak jauh dari taksi. Begitu paniknya. "Tadinya kami mau merampok Anda." jawan Kuan sekenanya. Tapi begitu tahu Anda polisi. "Aku buang saat lari tadi. Pagi buta itu. Kuan sampai jatuh. Yeo yang lebih tahu medan. masih dengan mata nanar. tak jauh dari salah satu semak. Saat menunggu lampu hijau. Jadi.

berhasil ditemukan." Sekilas. Jika mereka sempat memanfaatkan senjata yang berhasil mereka rebut dari Mount Vernon. berdasarkan pengakuan Kuan. adiknya. saya berusaha memecahkan sebuah botol. Kuan tak dapat mengelak lagi. sampai kini. Mereka bergerak cepat dengan segera menginterogasi Kuan. "Beruntung". agar bisa dipakai sebagai senjata. apalagi menjalankan aksi perampokan. Tak lama kemudian."Ah Seng. Satuan polisi khusus pun segera segera diterjunkan. Karena tak memungkinkan melakukan pencarian sendirian. Sebelum Man Seng bereaksi. tersebar berita penemuan mayat seorang polisi. mengakui pakaian yang ditemukan memang milik Kuan. Ia juga menolak disangkutpautkan dengan kasus pembunuhan kejam terhadap sang polisi wamil. "Aku haus sekali." Kuan berkilah. Namun mereka cukup kesulitan mengorek data dari pemuda lajang tersebut. Kuan sempat minta. Kuan telah melangkah menuju sebuah keran. Kantung plastik tempat Yeo dan Kuan menyimpan pakaian penuh noda darah misalnya. tak jauh dari tempat Man Seng memergoki Yeo dan Kuan. berhasil dilacak keberadaannya. tapi Kuan lebih memilih tutup mulut. Namun sebelum masuk mobil. Man Seng menceritakan apa yang dilihatnya pada Inspektur Polisi Poh Keng How. korban kebrutalan mereka pasti bakal lebih heboh dari dua nyawa sia-sia yang telah ditemukan. Hasil penyisiran di sekitar lokasi kejahatan juga membuahkan hasil menggembirakan. di dalam taksi kuning. "Sebelum Anda datang. Ia terus berusaha mencari tas yang dibuang Yeo dan Kuan. Akhirnya ia menunjukkan jari telunjuknya yang beradrah-darah. waktu tampaknya berpihak pada para detektif. Kali ini. tak jauh dari semak-semak. terlebih setelah Ong Hwee Huat. tiga sekawan yang sudah kerasukan setan ini tak sempat melanjutkan aksinya. Beberapa jam kemudian. Beruntung. Boleh minta air?" katanya mencoba mengundang iba. Tapi karena ceroboh. mayat sopir taksi malang korban keganasan tiga sekawan. tiga sekawan yang akhirnya dihukum mati ini dikenal sebagai salah satu pelaku kejahatan paling kejam di Singapura. Man Seng melihat noda darah di kaus yang kenakan Kuan. meskipun ia baru saja berganti baju. Chew Theng Hin. (Kisah Nyata/Nicky Moey/Icul) 46 . Man Seng akhirnya memutuskan membawa Kuan ke kantor polisi untuk diinterogasi. Berbagai cara telah dilakukan. mencari alasan untuk berkelit. botol tadi malah melukai jari telunjuk saya. Di kantor polisi Beach Road. Yeo dan Hock pun akhirnya ditangkap. "Noda darah siapa di kausmu?" Kuan berpikir.

" ucap perempuan cantik itu. pikirannya sempat menerawang. karena sebenarnya ia tak ingin meninggalkan apartemen penuh kenangan di Timmendorf itu. membayangkan kembali peristiwa mengerikan yang terjadi beberapa menit sebelumnya. ." suara Stefan membuyarkan lamunan Janos. Mereka akhirnya sampai di tempat 47 . karena tak dapat berbuat apa-apa untuk menyelamatkan kekasihnya..07. Aku punya penawaran menarik untuk kamu. ini tidak akan menjadi perjalanan yang penuh intrik. Saat berjalan kaki menuju tempat parkir.. gadis manis yang beberapa bulan terakhir ini mengisi hari-hari indahnya. persis anggota geng mafia.. lalu menyulutnya dengan santai. mulai sekarang. Janos Telek terlihat gundah.. Bagaimana mungkin Hollossy tega membunuh Cornelia dengan cara sekeji itu? "Bukankah ia yang memperkenalkan aku pada Cornelia?" pekik hati kecil Janos . Apalagi ia harus melakukan perjalanan paling aneh sepanjang hidupnya. Hollossy tampak mengangguk pelan.65 mm ke arah Cornelia Renz. Saking seksamanya. Tapi semata-mata perjalanan bisnis. sekarang terbaring kaku dengan lubang di kepala. "Aku dan Janos berencana menikah. langsung ke bola mata lawan bicaranya. Istvan Stefan Hollossy mengeluarkan sebatang rokok dari saku jas. tak jauh dari tempat Hollossy berdiri. Ia memperhatikan dengan seksama percakapan Stefan dan Cornelia. Hatinya pedih. tanpa tahu arah yang dituju. Stefan tak menjelaskan penawaran apa yang dibawanya. geliat refleks orang yang sedang sekarat. Traktir sepanjang malam "Aku berjanji. dengan mata menatap tajam.. Lelaki bermata kucing dengan ekspresi yang tak mudah ditebak itu kian tajam manatap Cornelia. sebelum akhirnya tak bergerak sama sekali. Di pojok ruangan.. Dua kali kaki wanita cantik itu bergerak.. sebaiknya begitu. lelaki bengis yang baru saja membelokkan perjalanan hidupnya. Ia makin tak percaya. gayanya macho dan berwibawa. Hollossy mengarahkan pistol berdiameter 7. Untuk itu. menyelipkannya ke sela-sela bibir. Janos menyaksikan Cornelia meregang nyawa di karpet. Dengan mata kepala sendiri. serta kapan dan di mana akan berakhir. "Kamu bilang. Perempuan asal Yugoslavia berusia 20 tahun itu langsung meninggal. urusan bisnis kita selesai sampai di sini?" "Ya . Semuanya tergantung Hollossy. DIREKRUT JADI MITRA PEMBUNUH Janos Telek berjalan terseok-seok di sisi Istvan Stefan Hollossy. dan Janos pun tak pernah ingin tahu. Wajahnya begitu dingin. Yang dipandang jadi salah tingkah. Seperti biasa. kami harus lebih rajin menabung. Janos sempat terperangah ketika tiba-tiba Stefan mengeluarkan sesuatu dari balik jasnya. dorrrr! Jidat wanita seksi itu ditembus peluru. Cornelia langsung jatuh di karpet. Cornelia yang sedang duduk santai di sofa. Dalam hitungan detik. Semuanya begitu mengejutkan. Janos betulbetul tak percaya.." sambung Cornelia.

Janos Telek datang ke Luebeck. Ia gampang mendapat pekerjaan. SIM-ku baru saja dicabut sabtu lalu. Janos begitu terkesan pada kawan barunya itu. "Merek rokoknya sama dengan yang dihisap Al Capone. Stefan mengaku sedang merintis karir sebagai bintang iklan. dan sampai saat ini masih terus memburunya untuk mempertanggungjawabkan perampokan sejumlah bank. "Siapa bilang mengemudi harus selalu pakai SIM.. setelah ditawari bekerja sebagai salesman sebuah perusahaan margarin. Perjumpaan pertama Janos dengan Cornelia terjadi di Kazoria. "Hebat. pemilikan senjata api ilegal. melihat betapa mudahnya Stefan mendapat uang. Jerman. sebuah kota di pinggir laut Baltik. gadis cantik nan mempesona. Janos merasa ngeri. Kepandaian bercakap-cakap dalam berbagai bahasa pula yang membuatnya berkenalan dengan Stefan Hollossy. pikirannya kembali melayang. Tapi aku 'kan tidak boleh berhenti menyetir di negara-negara itu. tempat gaul malam terkenal di Luebeck.." jawab Janos. sedangkan Cornelia pelacur yang punya banyak langganan orang kaya dan terkenal. Sambil mengemudi." desis Janos. yang hampir sama dengan kemampuannya berbicara dalam bahasa-bahasa semenanjung Balkan lainnya. sampai-sampai ia mentraktir Telek sepanjang malam." bantah Hollossy. Jadi." pinta Stefan sembari melirik lelaki di sampingnya dengan ujung matanya. karena kefasihannya berbahasa Jerman. serta beberapa percobaan pembunuhan. kawannya itu mucikari. Siapa lagi kalau bukan Cornelia Renz. Stefan. Jerman. Jerman. Janos bahkan merasa jatuh cinta pada pandangan petama.parkir. karena nyaris tak pernah tersentuh hamba hukum. sambil terus menghisap rokok. polisi Hungaria. Cornelia mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dan menyerahkannya kepada Hollossy. di mata Janos.. Usia Stefan tak beda jauh dengan Janos. apa masih ada gunanya SIM buat orang seperti aku?" Hollossy lalu "memotivasi" Janos. yang sangat gampang menghamburkan uang. "Kamu saja yang menyetir. sebuah bar bergaya Yunani. ternyata jauh lebih buruk dari Stefan yang dikenalnya selama ini. "Saya butuh duit. sedang nongkrong di bar Blue Mouse. petualangan terakhirnya adalah meloloskan diri dari sebuah penjara di Swedia." Tanpa basa-basi. Saat itu. 48 . Ia menduga. malam itu ia terlihat luar biasa. tempat ia seharusnya menjalani hukuman 20 tahun penjara. Swiss. Janos agak heran. dan Swedia selalu gagal menangkap dan memenjarakannya secara permanen. Janos baru tahu pekerjaan Stefan "yang sebenarnya" setelah ia diajak menemui sumber dana yang tak ada habis-habisnya itu. Begitu senangnya Stefan. sebelum sampai di Luebeck. sembari duduk di meja. Hollossy juga bercerita." kata Hollossy. Menurut Hollossy. "Kamu boleh percaya atau tidak. betapa suksesnya ia selama ini sebagai penjahat. "Tapi. Sebuah pertemuan yang sangat mengesankan . pria kelahiran Hongaria. saat ini polisi di lima negara menganggapku sebagai buronan. Namun siapa pun Cornelia." cetusnya dalam hati. "Penghasilannya pasti besar.. Janos menyapa Stefan dalam bahasa Hongaria. Stefan yang duduk di sampingnya.. Dalam hati. Cornelia. dan segera masuk ke mobil Opel Rekord tua kepunyaan Janos. . Austria. ke saat pertama kali dia bertemu Hollossy dan Cornelia.

tapi tidak dengan tubuhnya. Cornelia mestinya juga menawarkan "pijat organ-organ khusus" bagi pelanggan yang menginginkan. Stefan membeli Fiat 124 berwarna hijau terang. Dari ocehan Hollossy." Janos mencoba menekan emosi yang melecut hati. Saat itulah. Janos jadi tahu. Sebelumnya. Dia perempuan baik. Ketika Stefan pergi ke kamar kecil. Ia wanita pemijat terlatih berjari "emas" yang memiliki diploma dan tahu seluk-beluk pijat kesehatan.Timmendorf tanpa harus naik bus. Bekerja di Little Sea Castle. Menurut lelaki perlente itu. Di kursi sebelah. Sampai akhirnya dia bertemu Stefan Hollossy di Nautic Bar.Saat yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Untuk itu.. Dia bukan pelacur seperti diduga Janos sebelumnya. dengan keahlian dan pengalamannya. dengan senang hati dia akan menembaknya sampai mati. Sayangnya. lagi-lagi hanya di dalam hati. Selera gaul dan cara berpakaiannya pun meniru kalangan the have. Cornelia langsung menerima. atau setidaknya gadis manis dengan centengnya . "Mungkinkah Stefan menembak Cornelia untuk memecahkan kebuntuan?" tanya Janos. Lama-kelamaan. Cornelia layak mendapat penghasilan yang lebih besar. mereka sering menghabiskan waktu bersama. rekening tabungannya makin menipis. Ia dikenal gemar menghambur-hamburkan uang di bar. Layaknya orang Hungaria. Cornelia merupakan korban pertama yang meninggal di tangan Stefan. Gajinya di hotel mewah itu lebih dari mencukupi. tentu saja tak dapat terus menerus menopang gaya hidup Hollossy. Saat merampok bank misalnya. Hollossy berwajah dan penampilan menarik. Korban pertama Janos kembali terbangun dari lamunan. ia tidak pernah menembak orang-orang di dalam bank yang tidak melakukan perlawanan. sebuah hotel mewah di pantai Timmendorf. petuah sesat Hollossy itu ditelan begitu saja oleh Cornelia. Stefan menyarankan agar Cornelia "melacurkan" jari-jemari emasnya.pelacur seperti diduganya semula. beberapa mil di sebelah utara kota. tempat gaul malam yang cukup laris di Luebeck.. Namun bukan hubungan mucikari . Sebagai usaha sampingan. Hubungan mereka lebih mirip sepasang kekasih. Dia pun memberikan sebagian penghasilannya pada Stefan dengan "sukarela". Berbekal tabungan Cornelia.. bahkan sangat baik. Sialnya. Sejak itu. 49 . Teluk Luebeck. Stefan bukan orang yang gemar membunuh untuk kesenangan. Janos memberanikan diri mengajak Cornelia kencan. Stefan dan Cornelia memang berhubungan erat. Baru jika ada yang mencoba macam-macam. Ia melakukannya untuk memecahkan kebuntuan atau jika memang benar-benar dibutuhkan. "Tapi mengapa harus Cornelia? Mengapa pula harus diselesaikan menggunakan pistol? Bukankah segala sesuatunya masih bisa dibicarakan? Cornelia sama sekali tidak layak mati dengan cara seperti ini. Cornelia memang melacur. ia tidak boleh terpaku hanya pada "pijat kesehatan". Janos makin sering bertemu Cornelia. Hebatnya. Sampai akhirnya ia tahu. tanpa berpikir panjang. Cornelia. agar bisa bolak-balik Luebeck . penjahat itu tidak pernah membunuh orang. Stefan yang tidak mempunyai pekerjaan tetap mempunyai gaya hidup yang bisa membuat semua pacar-pacarnya sengsara. meski korban yang dilukainya tak terhitung. Meski tidak tinggal serumah dengan Cornelia. Stefan mulai mengoceh lagi. ketika mobil yang dikendarainya hampir bersenggolan dengan mobil lain. Cornelia memang perempuan baik-baik.

Pasangan dalam melakukan kejahatan. Kita butuh uang untuk makan. cinta pada pandangan pertama. Tapi kalau mau uang yang sangat banyak. hanya sekitar 5 menit ." sahut Janos singkat. aku menyukai kamu Janos. suatu ketika. Yang terakhir ini tingkat kesulitannya tinggi. Sepanjang perjalanan. Stefan bilang. satu per satu pertanyaan tentang Stefan. Sampai suatu sore. ia sebenarnya tidak betul-betul jatuh cinta pada lelaki itu. kamu harus membiasakan diri berpikir praktis. ia menelepon temannya itu. Mereka merasa sangat klop. sangat tenang. Terus terang. bayar hotel. Meski singkat. "Cara paling gampang. Janos cuma menjadi pendengar yang baik. minum. Apalagi belakangan terbukti. kekerasan hanya bikin pusing kepala. yang selama ini berkeliling di benak Janos... Termasuk pertanyaan. Buat dia. Jadi. Namun ketika tak lama kemudian Stefan sudah muncul di pintu apartemen. Stefan yang mencium hubungan Janos dan Cornelia. Berkelahi pun belum pernah Janos melirik Hollossy. satu kali pun tidak pernah menyatakan keberatannya. serta menikmati tiap akhir pekan dengan makan malam di berbagai tempat makan murahan. Jadi. Dia bahkan terkesan tak takut pada Hollossy.Aneh memang. Orang yang ada di sana pasti membawa uang. sah-sah saja jika kita mengambilnya sedikit dari mereka 'kan?" sambung Stefan.. Keduanya tinggal di apartemen Cornelia di Timmendorf. hanya untuk membiayai gaya hidup Stefan. Peristiwanya berlangsung sangat cepat. Lelaki itu tampak tenang. Cornelia jatuh cinta (lagi) pada Janos. sebenarnya tak ada alasan Cornelia melacurkan jari-jari emasnya. "Aku bosan sendirian. Aku enggak akan mengajak kamu merampok bank. ada pula yang banyak. Janos tidak suka menghambur-hamburkan uang di bar atau tempat-tempat makan mahal. "Tidak. Janos merasa beruntung sempat merasakan kebahagiaan bersama Cornelia. belajar jurus-jurus berkelahi saja Janos tidak pernah. kita harus merampok bank. Aku ingin kamu menjadi partnerku. Tidak seperti Stefan. Di luar sana banyak sekali orang kelebihan uang. "Tidak masalah. Ada yang sedikit. Cornelia yang cantik. menikmati perempuan. membuka tabungan baru. percakapan singkatnya dengan Cornelia. dan beli bensin. mengapa Janos sebagai satusatunya saksi mata pembunuhan Cornelia dibiarkan tetap hidup. sebelum punya pengalaman melaksanakan "operasi kecil". Janos sadar lelaki itu sedang merencanakan sesuatu. Jarak antara kedatangan Stefan. bahkan diajak berkelana oleh Stefan. Kita masih punya banyak waktu untuk latihan. "Mulai sekarang. Ah." 50 . terlatih dan pintar mau saja menuruti permintaan Stefan. mulai terjawab. dengan aksinya memgeluarkan pistol dan menembak kening Cornelia dari jarak dekat. Mereka berpacaran seperti ABG yang baru saja mengenal cinta. jangankan membunuh. kita rampok toko saja. Sebuah kejutan yang tampaknya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. beli baju." tegas Hollossy. dia punya "penawaran bagus" untuk Janos. Pernah membunuh orang dengan menggunakan pisau?" tanya Hollossy. 3 April 1975.

seolah memandangnya dengan pandangan minta tolong. ketika Stefan kembali nyerocos. "Tapi sepertinya lebih baik jika kamu memukul kepalanya pakai besi. karena dialah satu-satunya saksi mata pembunuhan Cornelia. menuju apartemen sebelah." Stefan segera mengeluarkan pistol dari balik jaketnya. 'kan? Jangan-jangan.. Beberapa saat kemudian. sama seperti dia. Yang paling membuat hatinya sedih. meski tak tahu harus berdoa pada siapa. Dalam keadaan terkejut. Janos seorang komunis. Masalahnya. Janos kembali teringat peristiwa mengerikan siang itu . Janos sempat kaget ketika tiba-tiba Stefan berkelebat. akhirnya Hollossy sendiri yang memulai mengangkat mayat Cornelia. tak mudah bagi Janos untuk menuruti perintah Stefan. Karena Janos tak kunjung bergerak. dia masih tinggal di sebelah rumah. sehingga tak ada jalan lain. kejadian itu terjadi pada kehidupan nyata. baru Janos membantu meletakkan mayat Cornelia di tempat tidur. tapi menghadapi situasi seperti ini. aku akan jadi buronan. "Sekali saja aku melukai orang. modal nyali saja tak cukup. kapan ia harus bertindak? Menghadapi Stefan. Tuhan tahu. bicara soal nyali dan strategi. pasti akan digambarkan sosok Janos sedang yang marah besar atas pembunuhan Cornelia. dia ikut mendengar suara tembakan tadi. Ah. Janos masih mencari jawaban terbaik. Kamu bilang tadi. bukan Superman atau Batman. Jarang sekali ada pembunuh yang mau menoleransi kehadiran saksi mata. lalu balas menembak banjingan itu di jidatnya. Seluruh persendiannya lemas." ajak Stefan pada Janos. 'kan?" Janos kini manggut-manggut. lalu menyelinap keluar." cetus Stefan. Dia juga tidak tahan melihat darah yang mengucur dari lubang di kepala Cornelia. Lalu kamu berputar ke arah belakang." sergah Stefan. Harus ada strategi khusus. "Nenek itu.. Dia bahkan tidak yakin Stefan akan membiarkannya tetap hidup. tempat ini dan waktu kita juga sangat sempit. "Bagaimana kalau latihan kita mulai dengan merampok toko? Aku akan mengalihkan perhatian pemiliknya dengan mengajak dia ngobrol. belum pernah memakai pisau. 51 . mengancamnya pakai pisau. Makanya dia begitu lega." ucap Janos. Sayangnya. bukannya setuju pada rencana Stefan. "Ayo kita angkat mayatnya ke tempat tidur.. ia berlutut. Janos hanyalah salesman perusahaan margarin. mengapa Stefan selalu berusaha mendorongnya melukai atau membunuh orang lain. lega yang teramat dalam. kecuali menjadi pasangannya. ketika tahu Stefan memasukkan kembali pistolnya ke kantung jas. Namun ia mengerti. apalagi sampai membunuh. Jika terjadi dalam novel atau film.Untuk kesekian kalinya Janos terdiam. Janos mungkin saja akan merebut pistol Stefan. tentu di dalam hati. adalah mata gadis itu terbuka lebar. "Aku tidak mau ada saksi mata lain.

Celah di antara celah Esoknya. berlaku seperti bos mafia. Janos tak banyak bicara. memikirkan kejahatan apa kira-kira yang akan dilakukannya bersama Stefan besok. Jam dua pagi. Stefan betul-betul menepati janjinya. dia tak dapat memejamkan mata. Seperti biasanya. pagi-pagi sekali mereka sudah naik kereta api menuju Hamburg. mereka bermalam di rumah teman Stefan. Setelah itu. Kita butuh uang kontan. Pertimbangannya terbukti benar. Hollossy memutuskan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju toko logistik terdekat. Sampai detik itu. hampir seharian mereka habiskan untuk mensurvei kembali toko-toko perhiasan. mereka menghabiskan waktu mensurvei berbagai toko perhiasan. Padahal kita sudah berencana merampok toko perhiasan. Kali ini bukan karena mendengar mobil patroli polisi. bagaimana dengan nyawanya sendiri? Di Ratzeburg. Janos sempat mempertimbangkan menibani kepala Hollossy dengan lampion. 20 mil dari Luebeck. "Dia tidak ada di rumah. 52 . "Orang-orang selalu bilang. "Masuk akal. nyalinya mengkerut jika mengingat refleks Hollossy bak macam kumbang. Namun." ucap Hollossy setengah mengintimidasi. lalu kkkrrrr. Hollossy dengan sigap meletakkan pistol di telinga kanan Janos. Esoknya. Hollossy berpikir sejenak. Hollossy yang tidak pernah menginap dua malam berturut-turut di satu tempat. Siang dan sorenya. yang bertanggungjawab atas semua yang terjadi pada anak buahnya. mengantungi pistol terkokang itu berbahaya. "Aku sedang berpikir tentang uang kontan. Mereka menginap di Union Hotel. "Tapi kalau kita merampok tempat ini." teriaknya pada Janos. mata Janos tak pernah terpejam sampai pagi tiba. Begitu sore tiba. setelah mendengar bunyi sirine mobil polisi yang sedang berpatroli. Apalagi setelah Hollossy menunjukkan tiga pistol yang selalu dibawanya ke mana-mana. Seperti kemarin malam. "Selama ikut aku. lalu mengangguk. Malam yang berat buat Janos. karena hampir sepanjang malam. Stefan kembali. polisi akan mencari-cari kita. memilih menghabiskan waktu di sebuah hotel di pinggiran kota. daripada tertembak musuh karena pistolku tidak siap. Jam sembilan pagi mereka sampai di Hamburg.Beberapa saat kemudian. Janos tak pernah mengeluarkan uang sepeser pun. karena tak ada pembunuhan lagi. kamu tidak perlu membayar apa pun." Mereka lalu kembali "tidur". Hollossy mengunci pintu dan memasukkan kuncinya ke kantung celana. mobil mereka mengalami masalah. Bagaimana kalau kamu turun dan membunuh perempuan tua pemilik hotel ini. Betul-betul mirip macan kumbang. Janos menarik napas lega." bilang Stefan." tolaknya halus. lagi-lagi Hollossy membangunkan Janos di paruh pagi. lalu merampok uangnya?" Janos kaget alang kepalang. meski praktiknya. tapi aku lebih suka mati karena pistol sendiri. Namun. tidur pulas. Tak kusangka kamu ternyata partner yang pintar.

Beberapa saat kemudian. seiring desingan peluru dari kedua belah pihak. begitu tahu status Hollossy dari radio. menyerbu masuk. Namun Klein sempat menunjuk gedung Grauman's Way No 20 sebagai tempat Hollossy bersembunyi. Siang menjelang sore. didahului oleh pasukan khusus. kepala. masuk dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Pelan-pelan. Beberapa saat kemudian. ternyata berasal dari pistolnya sendiri! Sampai kematikannya. Janos sudah bersaksi di depan Inspektur Frank Luders dan Detektif Max Peters dari Kantor Kepolsian Hamburg. kali ini yang berjejer di sepanjang Spitaler Street. kumpulkan data semua toko perhiasan." perintah Luders pada Peters. penjahat berdarah dingin itu merampok Hoellinger Jewellery di Alstertor Street. Janos makin deg-degan. Novak selamat. tembak menembak reda. Namun Hollossy tetap Hollossy. dia bergeser menuju ujung sebuah gedung. "Entahlah. kawasan yang lumayan ramai oleh pejalan kaki." pintanya singkat. setelah lari terbirit-birit meninggalkan truknya. Suatu saat. (Kisah Nyata/John Dunning/Icul) 53 . Tempatkan minimal satu orang polisi di sekitarnya. Hollossy masih ingin menentukan nasibnya sendiri. semua cerita Janos dikonfirmasi lewat telepon pada kepolisian Luebeck dan Timmendorf. lagi-lagi Hollossy mengajak Janos mengintai toko-toko perhiasan. Hollossy lalu membajak truk yang dikemudikan Werner Novak. ketika sang residivis mencari celah masuk. inilah tempat paling tepat untuk menghindari perbudakan Hollossy. dengan luka tembak di bahu kanan. Polisi. Nah. Namun. "Tolong antarkan aku ke kantor polisi. yang ditemuinya di Ifflland Street. Sepuluh menit kemudian. di mana kira-kira dia sekarang?" tanya Luders. lalu sekuat tenaga berlari menuju sebuah pusat perbelanjaan. Janos justru menemukan celah untuk melarikan diri. Janos kemudian menyetop taksi. Tapi dia sendiri belum memutuskan. Oleh Luders. Namun. dor! dor!. Dia berencana merampok salah satu toko perhiasan yang kami survei. Polisi juga berjaga-jaga di stasiun dan gerbang keluar kota lainnya. Jika tekadnya sudah bulat. Tak juga polisi. Polisi mendapat seorang lelaki terbaring tak bergerak. Polisi yang datang ke lokasi atas laporan Novak. dia melukai pemilik toko Josef Hoellinger (74 tahun). Frank Luders dan Max Peters langsung meblokir Spitaler Street dan memeriksa gedung-gedung di sekitarnya. toko mana yang akan dirampok. menembak mati istri Josef. peluru 9 mm nan mematikan yang bersarang di kepala Hollossy. Gas air mata pun melesak ke dalam gedung. Maria (66 tahun). yakni ditemukannya mayat Cornelia. "Menurut Anda. "Sersan. Hollossy tampak sangat serius mengamati pintu masuk sebuah toko perhiasan. Belakangan diketahui. dan kaki kiri. menghilang di balik gedung itu. dan pembantu mereka Cristel Semmelhack (33 tahun). Hollossy menembak Walter Klein. Hollossy telah mati." jawab Janos. Dengan senjata otomatis 9 mm. menjumpai Klein dalam keadaan luka parah. Firasatnya mengatakan. Begitu mendapat kabar positif. tak satu pun rintangan dapat menghalangi niatnya. Hollossy memberikan perlawanan sengit. bagaimana caranya? Janos terus mencari celah.Paginya.

Salah satunya dari pria berpenampilan lusuh itu. seolah hendak menceritakan sesuatu kepada seseorang. peristiwa itu bukan sebuah kecelakaan atau bunuh diri. Polly Burton tekun memperhatikan sesosok pria yang sering duduk sendirian di sebuah sudut jalan di Norfolk Street. pria itu seolah bisa membaca pikirannya yang penasaran. atau bunuh diri? Pria itu selalu duduk di sebuah kursi taman. mengeluarkan sebatang rokok putih.00. Polly tidak kesal. Namun. Masyarakat sendiri masih berspekulasi. dan waktu yang sama. Fakta-fakta yang sama sekali tidak menarik untuk sebuah tulisan investigatif peristiwa kriminal. Hari ini. apa yang mendorongnya berbuat demikian. "Jadi Anda yakin. biasanya pria itu akan pergi. Ia juga tidak begitu mengerti. Sesekali ia terlihat gelisah seperti sedang menantikan sesuatu. atau membaca koran sore selama dua sampai tiga jam. Dari gerak-gerik tubuhnya. Namun. lalu menyalakannya. Inggris. serta dugaan-dugaan berbagai kalangan yang kadang tidak masuk akal. Setelah duduk. Dalam buku catatannya. sambil terus mengisap rokoknya. Polly yakin. si pria tidak menyadari pengintaian ala cerita spionase yang dilakukannya. setiap pukul 16. Polly sebenarnya sudah mengumpulkan beragam fakta tentang kasus pembunuhan misterius itu. di hari keempat pengintaiannya. Sudah beberapa hari ini tak seorang pun menyapanya. "Entahlah. nalurinya sebagai wartawan lepas meyakini lelaki itu mungkin tahu sesuatu tentang peristiwa pembunuhan Nyonya Owen. ia sudah terbiasa diperlakukan demikian. posisi. terlihat ia sangat gelisah. Pada tempat. apakah sang janda mati dibunuh. "Saya ingin pendapat Anda tentang kasus itu. yang membuatnya heran. "Sebenarnya tidak ada seorang pun yang tahu 54 .08. di tepi sebuah jalan yang tidak terlalu ramai." nada bicara Polly setengah memaksa. Pria itu tiba-tiba memandangi Polly. TERGIUR SIMPANAN JANDA TUA Sudah tiga hari ini. terlebih oleh orang-orang yang belum mengenalnya. seseorang telah membunuhnya?" Pria itu tertawa lirih. jika tidak bisa dikatakan lusuh. Semua berasal dari keterangan polisi yang serba resmi. kesaksian orang-orang di sekitar. Strand. ia tak kunjung bicara pada Polly yang kini duduk di sisinya. Polly membulatkan tekad untuk menghampirinya. Hanya saja. Orang yang tahu perbuatan Polly pasti akan mengecapnya sebagai kurang kerjaan. yang leluasa mengamati dari sebuah kafe. kecelakaan. merokok. Penampilannya terlihat seadanya." katanya mengangkat bahu. puluhan meter dari pria itu." kata pria itu menunjukkan sikap acuh tak acuh. Kini peluang terakhir untuk mendapat tambahan keterangan adalah dari sumbersumber tidak terduga. yang menggegerkan kota kecil yang biasanya tenang ini. membuat perempuan berusia 29 tahun itu sedikit terkejut dan berusaha mengalihkan pandangan dengan bola matanya. Sebagai wartawan. "Yang pasti. hingga orang sulit menerka pekerjaan sehari-hari dan apa yang dilakukan si pria selama berjam-jam di tempat itu. Segala gerak-gerik pria setengah baya itu seolah tidak pernah lepas dari pandangan Polly.

wanita yang telah bekerja 25 tahun itu sama sekali tidak pernah menuntut. Sebatang rokok kembali diambil. Jumlahnya tentu saja kian hari kian besar. Namun. tapi ia selalu mengumpulkan dan menyimpannya di sebuah rekening di Bank Birkbeck. Walau penghasilannya tidak seberapa. Begitu pula pagi hari di saat peristiwa tragis itu terjadi. Pekerjaan rutin itu harus selesai sebelum penyewa atau pengunjung datang. maupun merepotkan. Di gedung itu terdapat beberapa jenis usaha yang dijalankan para penyewa. Perempuan kaya Percy Street di Tottenham Court Road bukanlah termasuk kawasan ramai di kota ini. Besarnya memang tak seberapa. Uang penghasilannya diatur sangat hati-hati untuk keperluan sehari-hari dan sedikit untuk burung kakatua peliharaannya. Sekali waktu. adalah pekerja yang selalu datang pertama setiap hari. Owen juga menerima tip dari para pekerja yang telah dibantunya. Saat itulah ia menyempatkan diri sekadar menyapa atau mengajaknya ngobrol tentang apa saja. Tidak ada orang lain yang bermalam di ruang sempit dekat ruang produksi itu. bahkan nyaris tidak cukup untuk hidup layak. Lagi-lagi pria itu tertawa lirih. Pintu depan akan dibiarkannya terbuka untuk pekerja lain atau jika kebetulan ada pengunjung yang datang pagi-pagi. begitu tiba. usaha desain iklan media cetak. Pagi-pagi sekali. dengan jendela besar untuk ukuran bangunan modern. mengeluh. Setiap hari janda tanpa anak itu bertugas membersihkan dan merapikan ruangan dengan upah hanya 15 shilling per minggu. kepala ruang perabotan. Owen akan membereskan dan menyapu seluruh ruangan. sewa ruangannya ditentukan sinar tambahan yang masuk melalui jendela-jendela berdebu itu. karena memang tidak ada yang melihatnya. Robbie Smith. hingga semua orang yang tahu tentang kebiasaan iritnya itu menjulukinya "wanita kaya". Begitu besarnya sampai ada olok-olok. Seperti biasa. begitu menyadari lawan bicaranya begitu bingung tapi tetap memaksa. Peraturan di gedung itu memang mengharuskan setiap penyewa meninggalkan ruang kerja mereka menjelang petang dan kunci ruangan dititipkan di ruangan pengurus bangunan. serta sebuah studio kecil untuk syuting film iklan atau pemotretran.pembunuh wanita itu. kecuali Owen dan kakatuanya. Di sanalah Owen tinggal. pagi di hari kedua bulan Februari itu. seperti pembuatan papan iklan. seorang pembunuh profesional?" Alis Polly terangkat. juga tidak ada yang bisa menggambarkan secara persis. dan asapnya dihembuskan ke atas. Smith dengan kunci cadangan miliknya akan membuka pintu depan dan langsung menuju ke ruangannya. Biasanya. tiap pukul 09. tidak seperti biasa 55 . Tempat kejadian perkara pembunuhan Nyonya Owen itu berada di salah satu bangunan tua peninggalan abad ke-19 yang terdapat di ujung jalan." "Bukan sembarang orang? Maksudmu. Ruanganruangan tempat usaha itu berjajar dan di ujung bangunan terdapat kantor pengurus bangunan. karena pembunuhan itu dirancang sedemikian rupa oleh bukan sembarang orang. Polly siap mencatat segala penuturan pria itu. Sampai sekarang.00 Smith mendapati Owen sedang mengerjakan sesuatu. Semua menyangkut periklanan. Bangunan mirip hanggar pesawat terbang itu terdiri atas beberapa ruangan. dinyalakan.

Seperti biasa. membentuk hamparan permadani putih di lantai. Inspektur Howell dari kepolisian setempat menemukan potongan besi berbentuk siku-siku. Saat itu hari mulai gelap. sisa cahaya redup musim dingin yang pucat telah berlalu. Hujan bercampur es dan salju tebal menerobos masuk. Pitt baru saja membuka pintu ruang pengurus bangunan ketika tiba-tiba hembusan angin dingin sekonyong-konyong menerpa wajahnya. Mereka berusaha memberi pertolongan. Di matanya penampilan Owen terlihat biasa-biasa saja dan tidak menunjukkan karakter suka aneh-aneh. Menjelang petang. diketahui korban mendapat benturan keras di bagian belakang kepala. Hujan salju membentuk tumpukan salju tebal di sepanjang jalan. Tak jauh dari jendela ruangan. Ketika korek api dinyalakan. telah bersiap-siap. suasana di sekitar jalanan juga mulai sepi. Tingginya kira-kira sama dengan luka memar di belakang kepala korban. Namun. tapi tidak menemukan apa pun. Charles Pitt. wanita itu sebelumnya cenderung hidup secara monoton dan 56 . membuat segala sesuatu semakin buruk. Sementara di sudut ruangan. Ia juga menambahkan. Smith tidak terlalu menghiraukan kejanggalan itu. Setelah pesanan kopi datang dan sejenak menyeruput. Kedua tungkai dan pergelangan kakinya terbuka. perasaannya tetap tidak enak. Kata si pria.Smith tidak melihat Owen. setelah menjadi mayat. tubuh kakatua peliharaannya ikut terbujur kaku membeku. hantaman angin kencang disertai badai timur laut terus bertiup. Suhu 5oC di bawah nol semakin memperparah keadaannya. Ia sengaja mengajak pria itu ke sana semata-mata agar mereka lebih leluasa berbincang. Suhu udara hari itu sangat dingin. Begitu pula puluhan pekerja lain yang datang kemudian. tidak satu pun menyadari ketidakhadiran Owen sepanjang hari itu. Saat itulah Charles langsung merasakan sesuatu yang tidak biasa. Ternyata dua jendela di dalam ruangan terbuka lebar. Tubuh Owen benar-benar tergeletak tak berdaya di sisi pintu yang terbuka. wanita itu telah mati dalam kebekuan. Tangannya biru lebam. Tim medis dan polisi datang 15 menit setelah tubuh janda itu ditemukan. Apa Anda sudah pernah melihatnya?" kata pria itu sambil menyodorkannya ke arah Polly. Ia berusaha melongok. Baru kali itu ia melihat sosoknya secara lebih jelas. "Ini Nyonya Owen. ia melihat tubuh Nyonya Owen tertelungkup mengenakan gaun malamnya. Hanya kerlap-kerlip lampu hiasan di sepanjang jalan membuat suasana lebih meriah.00. Terlihat berkencan Polly dan pria asing itu kini memilih melanjutkan perbicangan mereka di sebuah kafe. pekerja yang biasanya pulang paling akhir. Namun terlambat. Pukul 17. Penemuan besi ini membuat media massa berspekulasi: kematian Owen akibat kecelakaan. Karena dilihatnya ruangan telah rapi dan bersih. ia menyaksikan sebuah pemandangan mengerikan! Di lantai yang setengahnya tertutup tumpukan salju. Beberapa waktu sebelumnya ia hanya melihat lewat ilustrasi wajahnya. ia akan mengembalikan kunci ruangan kantornya ke pengurus bangunan. Sejenak Polly mengamati. pria itu mengeluarkan selembar foto dari saku jaket. Mungkin Owen telah menyelesaikan tugasnya lebih awal. Foto seorang wanita biasa bertubuh gemuk dalam pose tersenyum ramah. Berdasarkan pemeriksaan medis sementara. foto itu gambar terakhir Owen sebelum terjadi perubahan.

Namun. dirinya telah memiliki banyak properti dan kini akan bekerja sesuai keinginannya. lengkap dengan topi dan mantel mewah. Allman memecat Owen yang telah bekerja puluhan tahun tanpa masalah. Arthur tampak mengisap cerutu mahal. Akhirnya. tepatnya gosip. Perubahan drastis Owen baru menjadi masalah setelah berdampak pada pekerjaan. Arthur memang terlihat sering pulang paling malam. pemuda yang bekerja di Number Eight Studio. Owen mengambil 57 . Di lehernya tampak sebuah liontin emas berantai mungil dengan ukuran yang sepertinya tidak mungkin dimiliki wanita sekelasnya. tanpa banyak peringatan. itu pertemuan terakhirnya dengan Owen dan memilih untuk segera beranjak pergi. Owen yang membayar tagihan makan malam di tempat eksklusif itu. Namun. lelaki pemilik bangunan. Menurut para pekerja di Percy Street." kata Allman kepada polisi. perubahan mencolok terjadi setelah Owen berhubungan dengan Arthur Greenhill. Mata para pekerja baru benar-benar dibuat terbelalak ketika suatu kali mereka melihat Owen berdandan begitu rapi.00 ia melangkah ke luar sendirian. "Nyonya Owen tidak sedikit pun terlihat kesal ketika saya menyampaikan hal itu kepadanya. karena ia memiliki banyak uang untuk siapa pun yang tahu bagaimana menyenangkan hatinya. tapi belakangan berubah total di luar dugaan banyak orang. Owen justru bercerita. hak janda itu untuk menyenangkan diri di hari tuanya. Saat itulah mereka bertukar informasi. saat ia bertanya soal masalahnya dan menawarkan bantuan. Namun. sekitar pukul 18. Owen berubah kira-kira sejak Oktober. mereka merasa belum pernah melihat Owen berpenampilan seperti itu. Semula tidak ada yang menaruh perhatian soal itu. Para pekerja saling berpandangan. Mereka pikir. dan ditutup dengan kopi manis. kopi. Para pekerja mulai berembuk untuk membicarakan ketidakberesan ini dan berencana melaporkannya kepada pemilik bangunan bila situasi itu terus berlanjut. Hidangannya terbilang mewah. Jones menemukan fakta mengejutkan bahwa setelah dipecat. Ketika keduanya meninggalkan restoran. Ia hampir selalu tidak ada di tempat pada saat dibutuhkan. "Ia menyatakan punya banyak sahabat yang akan menjaga dirinya. Nona Bedford. tentang Owen. Menurut penuturan saksi. wanita itu menampiknya dan tidak bercerita apa pun. mereka tidak ambil pusing. mereka tidak mau terlalu usil. yang takut dirinya dikait-kaitkan dengan kematian bekas pekerjanya itu. hidangan pencuci mulut. Ketika penelusuran dikembangkan ke Birkbeck Bank. Sepanjang ingatan. Perkara Owen akhirnya sampai juga ke telinga Allman. termasuk para pekerja yang sudah lebih dari sepuluh tahun bekerja di situ. yaitu beberapa sayat daging anak sapi. sepotong besar tulang sumsum. Seorang saksi lain. kepolisian menugaskan Inspektur Jones menyelidiki Arthur Greenhill. pernah mendapati Owen menangis terisak.membosankan. pada akhir Januari. menyatakan beberapa jam sebelum peristiwa tragis itu. Menurut gosip. Dari serangkaian informasi awal." kata Allman. Saat itu. Menurut pria tambun berumur 60-an tahun itu. Bedford tidak menyangka. Kecurigaan mulai kuat setelah ada gosip susulan yang menyatakan melihat Owen berkencan dengan Arthur Greenhill di sebuah rumah makan di Gambias Restaurant di Tottenham Court Road. Para pekerja mengamati.

karena biasanya wanitawanita lanjut usia mudah pikun. "Nyonya Owen pasti baru bersiap-siap akan tidur. Dalam penelusurannya. Polisi berusaha menyusun bukti-bukti yang memberatkan Arthur." kata kasir yang tak disebut namanya itu. Owen tertawa menanggapinya. Dalam catatan forensik hanya dijelaskan. hingga bicaranya tergagap dan berulang kali memberi jawaban asal-asalan. sambil bercerita bahwa ia perlu uang dalam jumlah besar. Sementara jendela terbuka lebar dan salah satu teralisnya terputus. Rasanya. Polly cuma manggut-manggut. seorang hakim agung. dengan penampilan yang lebih mirip pengacara desa ketimbang pejabat penting di London. Namun. wajah Arthur tergolong tampan untuk ukuran pria kebanyakan. korban sudah tewas. Meski pekerja kasar. Kasir itu sempat mengingatkan Owen agar berhati-hati.Dalam kesaksiannya seorang kasir perempuan di Birkbeck Bank bilang. kematiannya pasti bukan karena kecelakaan. Salah satunya ditukarkan untuk pembayaran satu setel 58 . Ia menyatakan akan sangat berhati-hati dan tidak menghabiskan uangnya sesaat saja. Hanya saja." kata pria yang masih terus bertutur kepada Polly. setelah membuka pakaiannya saat itu. dari hasil visum tidak ada perkembangan baru. dua. Bisa jadi karena ia sangat gugup. Pria berusia 28 tahun itu seharihari bekerja sebagai pelukis batu dan logam. Suatu hal yang sebenarnya dapat merugikan posisinya. keadaan di sekitar ruangan saat Charles Pitt pertama kali menemukan wanita malang itu. Namun. Ayahnya. Agak sulit memastikan sudah berapa lama wanita itu terbujur kaku. seperti telah dibongkar paksa berulang-ulang layaknya modus perampokan. saat petugas kesehatan datang. Sayangnya. "Dia terlihat senang dan riang. Semua sudut ruangan masih tampak rapi. Wajah orang tua itu terlihat keras. karena tidak ditemukan uang sedikit pun di dalam kamar sang janda setelah peristiwa tragis itu. jumlahnya kira-kira 800 pounds. Logat cockney-nya juga terdengar lucu. Memar di bagian belakang kepalanya sebenarnya tidak memberi efek serius. Owen tewas akibat tidak segera mendapat pertolongan. Kesaksian kasir itu mengejutkan. Greenhill Senior. tidak ada yang terlalu mencolok. Owen pernah menunjukkan kepadanya cek 827 pound atau senilai saldo rekening tabungannya.seluruh uang simpanannya dalam deposito. dalam sidang pendahuluan. polisi malah menemukan dua nota bank yang telah dicairkan Arthur Greenhill pada pagi hari sebelum kematian itu terjadi. atau mungkin 12 jam. Pintu ruangan sedikit terbuka. Hakim juga tahu. tapi mengiyakan. karena berniat pergi ke kota lain untuk tinggal bersama keponakannya. Apakah satu. pembawaannya sedikit kasar. Arthur bersikap tidak menyenangkan bagi hakim wilayah dan kepolisian. polisi lalu menahan Arthur Greenhill. hasil jerih payah menabung dan menghemat selama 25 tahun! Kelumpuhan sementara Karena semua dugaan mulai mengarah pada satu nama dan untuk memudahkan penyelidikan. tidak masuk akal kalau dia membuka pakaiannya di tengah suhu 5oC di bawah nol dalam keadaan jendela terbuka lebar. bertindak sebagai kuasa hukum. Pakaian korban sepanjang hari itu tergantung rapi di atas sebuah kursi dan sebuah kunci lemari makan ditemukan di dalam kantungnya. kecuali kelumpuhan sementara. Malah Owen sempat menuturkan niatnya untuk mengunjungi kantor pengacara untuk membuat sebuah surat wasiat. Menurut catatan polisi.

Pada malam kejadian.00. Sedangkan saksi-saksi lain yang kebanyakan pekerja di Percy Street tidak pernah mendengar soal keluarga jauh itu. mengapa ia harus mengambil uangnya cepat-cepat?" kata Greenhill berang. Berulang kali ia menjilati bibirnya yang terasa kering. Arthur menyatakan dirinya memang dekat dengan Owen karena janda itu masih saudara jauh ibunya. wanita itu memberinya 10 pounds yang dikatakannya sebagai ucapan terima kasih sambil mengatakan. Tapi jika kau tidak suka. Pada saat kejadian. Nama itu muncul dari mulut Arthur. Namun. dia sudah sedikit gembira. Tapi ketika saya meninggalkannya. tersangka juga mengaku sempat mengencani Owen dan mengantar ke tempat tinggalnya. Belakangan. Setidaknya. Dari sanalah Arthur tergoda mengambil seluruh uangnya. "Jika memang seluruh hartanya akan diberikan kepada Arthur.pakaian pria di West Ebd Clothiers Company dan yang lainnya di sebuah kantor pos di Oxford Street. Siang sebelum kematiannya. Entah. Sayangnya. "Bill". 59 . Owen tidak menuruti semua kemauan Arthur." Ya. Saksi yang dikenal sebagai pemabuk itu mengaku bertemu. serta menikmati hari tua. Arthur menjadi tersangka utama. sebelum tak sadarkan diri. Arthur panik akan keputusan itu dan merasa harus mendapatkan uang itu secepatnya. "Dia terlihat sangat khawatir sejak petang. Pipinya menghijau. termasuk rencana Owen untuk tinggal bersamanya. Arthur mendekati dan mengencani Owen untuk kesenangan materi sesaat saja. karena Arthur tidak bisa menyebutkan lebih jauh tentang silsilah keluarga ibunya dan hubungannya dengan korban. pengakuan asal-asalan itu segera ditepis polisi. hakim agung Greenhill Senior memiliki sebuah kantor kecil di John Street. Namun. keberadaan keponakan itu hanya diucapkan Arthur serta Owen melalui kesaksian kasir saja. Tinggal dengan keponakan Dalam pengakuannya. alibi tersangka hanya didukung seorang saksi yang merasa melihatnya pukul dua pagi. Sebelum pulang. aku masih bisa menganggap Bill demikian. kata polisi. Meski pengakuan tentang keponakan Owen mirip dengan kesaksian kasir Birkbeck Bank. pendapat itu disanggah Greenhill Senior. Ketika mengantar wanita itu pada malam pembunuhan ke kamar. Polisi tetap pada dugaan sementara. bahkan sempat berbicara dengan Arthur di sudut jalan Percy Street dan Tottenham Court Road. Sementara ini. Owen berada di sana dan membuat surat wasiat yang menyatakan akan memberikan seluruh hartanya pada Arthur Greenhill jika ia meninggal. polisi tidak ingin percaya begitu saja. sekitar pukul 02. bahkan bersikeras pindah ke luar kota untuk tinggal bersama keponakannya. Arthur hanya bisa mendengar semua kesaksian yang mengarah ke dirinya dengan wajah pucat pasi. Polisi juga menemukan. setelah dirampok saat hendak bersiap tidur. karena saksi dianggap tak sadar sepenuhnya. "Aku menganggap kau seperti keponakanku. Dugaan polisi semakin kuat bahwa janda itu memang dibunuh. kredibilitas kesaksian penting itu tak cukup membantu. karena ia merupakan orang terdekat korban dan paling sering berkeliaran di pagi hari. mungkin karena keponakannya itu. yang menuduh polisi tidak jeli terhadap fakta yang ada. Bedford Row." sambung Arthur kepada polisi. Arthur memukulnya dengan sebuah besi lalu mengambil uangnya. ayah Arthur.

mengapa polisi masih belum bertindak tegas terhadap Arthur. "Keponakan itu tahu tentang keberadaan uang Owen di bank. Merasa dikasari. Ia pun menghibur diri dengan bepergian bersama Arthur ke teater." kata pria itu santai. Alis Polly mengernyit. "Aku senang mendengarmu mengatakannya terbunuh. Siang itu keduanya bertengkar. tanpa diketahui para pekerja di Percy Street. Tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang tidak beres pada pria yang belum lagi ia ketahui namanya itu.Pembunuhnya merapikan ruangan Tak terasa sudah hampir satu jam Polly menyimak kata-kata pria itu tanpa rasa bosan sedikit pun. Membiarkan jendela terbuka lebar agar terkesan telah terjadi perampokan. 60 . mengucapkan salam perpisahan. aku pikir semua itu karena uang. Setidaknya. Senyum misterius mengembang dari mulutnya." tambahnya. lalu menariknya. kira-kira bagaimana pembunuh itu melakukannya?" pancing Polly. analisis Polly. Ada saksi yang melihatnya." "Ya. Dia lalu datang dan menerornya. pada tengah hari. Jadi menurutmu. kini ia paham. keponakannya mendatangi Owen. Saksi dan bukti yang ada memang tidak terlalu memberatkannya. Membereskan dan mengurus pekerjaan pagi itu. Ia memaksa janda itu untuk menyerahkan uang depositonya. Arthur hingga saat ini belum terbukti membunuh. hingga akhirnya Owen merasa simpanannya di bank tidak aman. itulah yang membuatnya menangis dan terlihat oleh Nona Bedford. ia ada di sebuah tempat tak jauh dari rumahnya. Aku tahu banyak orang yang menganggapnya sebagai kasus bunuh diri biasa atau kecelakaan. di sisi lain ia justru merasa tengah berada di puncak penyelidikannya tentang pembunuhan Nyonya Owen." katanya. Semua tampak wajar kan?" kata pria misterius itu lagi. Sebuah jawaban yang agak mengejutkan Polly. Polly hanya bisa tertegun menyaksikannya. Tubuhnya perlahan di sandaran kursi. Owen berontak. hari sudah hampir pagi. "Seorang keluarga dekat bisa saja mengunjunginya di luar. "Satu pertanyaan terakhir. Pembunuh itu berinisiatif menggantikan tugas Owen dan seakan-akan mengajak semua orang melupakan keberadaannya. Untuk sejenak. Saat itulah secara refleks ia memukulkan besi siku ke belakang kepala dan membuat wanita itu terjatuh. Ia pun mengambil uang yang ada di laci lemari. Ketika akan melangkah ke luar. "Pada tengah hari?" "Setiap pukul delapan tiga puluh setiap paginya." Setelah Arthur pulang. Tapi. dan melangkah santai. si tersangka tunggal. Segala penuturannya masuk akal dan cocok dengan semua catatannya. karena pada saat wanita itu dibunuh. Namun. Pria itu tersenyum. apa kau juga mempercayai keberadaan keponakan lelaki wanita tua itu?" "Mengapa harus menyangsikannya?" balas pria itu cepat. "Namun pria itu begitu kecewa setelah tahu Owen akan mewariskan seluruh hartanya ke Arthur Greenhill. sembari beranjak. Pria itu menghela napas.

Bill!" Pria itu menoleh. . tidak peduli dari orang sinting sekalipun. pluk! Jari-jari Adelia Quirk bergerak gesit menyortir surat-surat yang datang pagi itu. sebelum ia pensiun musim semi lalu." Harry Fendley. berupa beberapa selebaran serta undangan ke acara jamuan makan malam yang diadakan seorang anggota Kongres. Dengan cepat terbentuk dua tumpukan. "Bu Quirk. Tersenyum sejenak. "Bu Quirk.. "Saya betul-betul prihatin. Wajahnya memperlihatkan keprihatinan. terdiri atas tagihan dan pemberitahuan lelang. Ia menarik napas lega ketika menemukan surat yang baru saja diremas Quirk. pikir Bu Quirk puas. tapi dia tidak mau mendengarkan. Biar saja Harry kecewa berat karena merasa tidak diundang. seakan-akan sedang memberi tahu anak idiot. Tumpukan lain berada di dasar tempat sampah. Saya sudah sering memperingatkan. Kenapa tidak Anda serahkan saja rumah dan tanah itu kepada saya? Sebagai gantinya. Jangan pernah membuang surat sebelum saya membacanya." imbuh Fendley. (Kisah rekaan/Baroness Orczy/Tj) 09.. KORBAN KE 13 Sret. lalu dilemparkannya ke tempat sampah. Alamatnya diketik rapi.."Terima kasih atas kisahmu." kata Fendley. Tiga belas nama "Bu Quirk!" Teriakan Fendley membuat Quirk bak kena setrum. George jadi penjudi. lalu kembali melanjutkan langkahnya. seperti dua ulat sedang berciuman. Bu Quirk cuma bisa menyumpah dalam hati. setengah mengejek. Kenapa Anda begitu keras kepala? Tiga setengah hektar tanah terlalu berat untuk diurus seorang janda seperti Anda. tetapi sebaiknya jangan sendirian di sana. "Anda kelihatan pucat. menggali keranjang sampah dengan terengah-engah. Surat semacam itu sudah sering dilihatnya selama 30 tahun menjadi sekretaris di Sekolah Menengah Umum Endicott. ." Fendley menggeleng-gelengkan kepalanya. Jantungnya serasa berhenti beberapa detik. Bu Quirk. Fendley sendiri kemudian mengalihkan perhatiannya pada surat yang baru saja 61 . tolong jangan buang surat-surat dari para pemilih saya. sementara alis matanya bertemu di atas hidung. sret. Dahinya berkerut ketika melihat surat terakhir. "Anda 'kan sekretaris yang baik. Dengan sebal diremasnya surat itu." Diolok-olok dan diintimidasi seperti itu. Saya bukan ingin menakut-nakuti. tetapi tidak ada nama pengirimnya. Memang bukan salah Anda. Siapa tahu warga negara baik itu sedang menghadapi masalah. sedang memeluk bahu Harry Fendley. karena perutnya yang sebesar gentong itu tertekan. Tangan wanita kurus dengan rambut keriting tipis berwarna kelabu itu lalu mendorong kacamata bacanya yang melorot. Satu berada di tengah meja Harry Fendley. ketua Dewan Pengawas Daerah dan tokoh politik setempat. saya akan menyerahkan surat-surat utang George kepada Anda. Sayang. yang fotonya tergantung di dinding.. Anda tidak apa-apa 'kan? Bekerja untuk membayar utangutang George mungkin terlalu berat buat Anda. asuransi jiwanya tidak bisa menutup semua utang kalian. Kalian berdua kurang melihat masa depan sih.

Bu Quirk merasa Fendley mempunyai rencana atas tanah dan rumahnya. yang dikenal sebagai tukang caplok tanah. musibah besar bagi Anda. tetangga Bu Quirk yang memiliki 1. Anda tahu apa yang Anda buang?" Fendley lalu membacakan isi surat itu: "Jangan anggap enteng.diselamatkannya dari tempat sampah." Bu Quirk mencatat nama-nama lawan politik. Fendley. 62 . musuh-musuh pribadi serta bekas sekretaris bosnya itu. lalu mereka beri nama "acar".. Kirim salinannya sebanyak 13 pucuk dalam waktu lima hari . Tetangganya yang lain. kresek. Tapi untuk membujuknya agar mau melepas tanah warisan sebagai penebus utang. Begitu pun sebaliknya.. sesulit menjauhkan anak-anak anjing yang selalu melibat di sekitar kaki. "Bu Quirk. keluarga Efferson. Di belakang tanah milik Bu Quirk dan tetangga-tetangganya terdapat hutan sepanjang beberapa kilometer.. karena ia tak banyak menyukai orang. lalu memandang Bu Quirk dengan senyum senang. Matanya bergerak mengikuti beberapa baris. Bu Quirk pernah melihat wakil dari Brooks Brothers datang ke kantor Fendley membawa tabung-tabung cetak biru. yang kedengaran cuma suara kresek . Surat ini dapat membawa keberuntungan besar atau sebaliknya. Ia tahu.. Mereka selalu memberinya selai buatan sendiri yang tidak jelas selai apa. tidak pernah kebanjiran dan berpemandangan indah.. keju kambing. Di seberang tanah keluarga Anderson terdapat Sungai Wooten. Namun. Fendley pasti sudah mengantisipasi ulah sekretaris usilnya dengan memasang peredam suara. walikota kita. seakan-akan dia bibi mereka yang eksentrik. Inc. Mereka sulit ditolak kedatangannya.. Tanah keluarga Efferson berbatasan dengan Sungai Chicasaw yang memisahkan tanah mereka dari hutan nasional. selalu memperlakukan Quirk." "Tapi itu 'kan surat berantai. bukan agar ia dapat membayar utang George. Kirim juga pada James Hollingshead. Lalu di sebelahnya ada tanah luas tak berpenghuni yang berseberangan dengan jalan bebas hambatan. "Buatkan 13 salinannya." potong Bu Quirk. Hanya para tetangganya yang kadang-kadang memberi perhatian. Fendley betul-betul menjijikkan. "Kirim satu pada Robert Barnes. Bu Adelia! Kita harus berbagi keberuntungan dengan teman-teman kita. ketimun yang diolah entah bagaimana caranya. Letaknya tinggi di atas punggung bukit yang indah. Ia mencoba mendapat informasi dengan menempelkan telinganya ke pintu ruang kerja Fendley. Evelyn . tanah Bu Quirk paling bagus." tegas Fendley menyorongkan kertas itu ke sekretarisnya.. pedagang mobil bekas yang pandai merayu itu menawarkan pekerjaan sekretaris. Rayuan pedagang mobil Bu Quirk sendiri tak punya banyak teman. Suami-istri Anderson. milik Acme Paper. yang isinya mungkin saja peta survei tanah." "Lawan Anda pada pemilihan yang lalu?" "Betul. Dari tiga bidang tanah yang dimiliki perorangan itu. Pastikan juga jatah Leroy Jacobs dan istrinya..24 ha tanah berhutan di antara tanahnya dan Red Mound National Forest misalnya. tinggal di lahan yang ditumbuhi pohon pinus seluas 2 ha dan sering kebanjiran.

seusai pemakaman. ia baru tahu kalau selama bebeberapa minggu terakhir. Itu sebabnya. kali ini ia tidak bisa menghindar dari hukum alam. Bu Quirk berjanji.. "Kamu pasti mau membicarakan kecelakaan itu. Dengan sebal Bu Quirk mengangkat benda yang membuyarkan lamunannya itu. Bu Quirk tahu.. setiap Rabu malam George bukannya pergi ke persekutuan doa seperti yang dikatakannya. toh angin tetap saja menyusup. Dalam hati. setiap kali Leroy pergi bekerja. menurut hukum ia wajib membayar utang George. si pengemudi minivan. Namun. Sejak cuaca memburuk beberapa hari lalu dan musim gugur hendak beranjak ke musim dingin. saat itu sedang ngebut. walaupun ia menganggap mereka bukan manusia baik. Tadi pagi. melainkan berjudi. tak jauh dari lampu merah. "Ia menembak dirinya sendiri. suhu dingin bisa memperparah penyakit artritisnya. "Kecelakaan apa? Oh. Fendley bisa memegang surat-surat utang yang ditandatangani George di hadapan sejumlah saksi. secara hukum Fendley tidak bisa mengambil rumahnya begitu saja. Walaupun sudah mengenakan mantel wol tebal. Sampai malam. Sebagai walikota. si bos makin giat menyuruhnya membeli koran ke seberang kantor. Namun Quirk lega. Virginia. peristiwa itu masih terbayang di benak Bu Quirk. Leroy memang sengaja menembaknya!" Tulalit. maksudmu yang menimpa suami-istri Jacobs." "Jangan ceritakan apa yang dikatakan Leroy saat ia ditahan . Kriiing!!! Tiba-tiba telepon berdering. Leroy tiba-tiba kembali. setelah tahu yang menelepon ternyata iparnya. Padahal. Tapi ia juga tahu. Ketinggalan berita Adelia Quirk memandang langit yang menaungi kota berpenduduk 25. orang asuransi itu datang. agar tanah warisan George tidak jatuh ke tangan orang busuk seperti Harry Fendley. Lincoln yang dikemudikan James Hollingshead.." sambung Quirk. "Menembak siapa?" "Evelyn. Polisi sendiri bilang. sudah bertahun-tahun Hollingshead mengabaikan peraturan lalulintas tanpa pernah dihukum. Lalu dengan suara berubah lunak ia berkata. akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan.000 jiwa itu dari depan pintu kantornya. Bayangkan. berarti ia tak harus bercerita tentang tabrakan mobil yang menimpa walikota. "Halo." "Leroy tidak menunggu polisi datang. Rupanya. Fendley sendiri tidak secara langsung terlibat dalam permainan judi itu." Virginia memotong. kecelakaan itu mungkin disebabkan rem minivan itu blong. walikota Endicott. ya? Itu sih bukan kecelakaan." katanya tanpa semangat. Kedua korban kecelakaan dikenalnya dengan baik. Saat itulah Quirk menyaksikan tabrakan hebat antara sebuah minivan cokelat dan sedan Lincoln. Dia menembak Evelyn dan salesman asuransi yang tidur dengan istrinya itu. Bersama Robert Barnes.Fendley di mata Bu Quirk tak beda dengan ular." 63 . ia meninggal dunia di tempat.

maksudku menelepon kamu sebenarnya ingin menanyakan. korban-korban meninggal dalam beberapa hari terakhir adalah orang-orang yang terdapat dalam daftar surat berantai Fendley.. Anak Frieda Wilson yang bekerja di pengadilan. pembayaran terhenti setengah jalan. mengapa orang-orang itu meninggal? Tiba-tiba Quirk teringat pada penjualan mobil Fendley yang belakangan meningkat pesat. Tapi kalau bukan lantaran surat berantai. "Oh. Kamu betul-betul tidak menaruh perhatian pada sekelilingmu. Quirk menelepon keluarga Efferson. perusahaan penebangan kayu itu hidup lagi. Clarion Herald mendarat di kubangan air di halaman rumahnya. Sedangkan korannya. ada cacat hukum dalam jual-beli tanah itu 60 tahun lalu. Mereka membenarkan. karena si loper salah lempar. Keluarga Efferson kemudian menawarkan sedikit uang dengan imbalan persoalan diselesaikan . setelah selesai berbicara dengan Virginia. Adelia. ya. terjatuh dari salah satu kudanya.. "Mandornya menunjukkan gambar yang membuat perut saya mual .. 64 .Bu Quirk mendengarkan cerita Virginia sambil memandang jauh ke langit-langit.. ketika tukang pos memberi tahu. kok. Kena setrum Keesokan harinya." Penasaran. kapan keluarga Efferson akan pindah?" "Keluarga Efferson? Mereka tidak mau menjual tanahnya. Mengapa begitu banyak orang mati hari ini? "Dan Johnny Hovatter. Belakangan. petani tua bekas pemilik tanah mereka. Lehernya patah. perasaan Bu Quirk makin tak keruan. Mungkinkah hal ini terjadi secara kebetulan? Mengirimkan surat berantai kepada seseorang mestinya tidak akan membuat si penerima meninggal. Namun. "Hah? Kapan?" "Aduuuh. Ia merasa seperti sedang naik pesawat yang tiba-tiba oleng. si pengendara malah ikut kena setrum. anggota dewan kotapraja yang bertugas menyusun perundang-undangan tewas kena setrum saat membetulkan antena TV tadi pagi. Seorang pengendara mobil yang kebetulan lewat bermaksud menolongnya. sekaligus gagal menyelamatkan nyawa sang anggota dewan.. 60 tahun lalu menjual tanahnya pada sebuah perusahaan penebangan kayu." cerita Gary Efferson. Petani itu lalu mengambil kembali tanahnya tanpa meluruskan hak kepemilikannya di pengadilan. "Kapan kamu tahu ada yang tidak beres?" tanya Quirk." lanjut iparnya. "Saya mulai curiga beberapa bulan lalu. 'Kan ada di koran pagi ini. dalam keadaan mabuk. koran pagi Fendley basah tak bisa dibaca setelah dipakai melindungi kepala dari hujan. karena kesulitan uang.. waktu sekelompok petugas survei dari perusahaan kayu mengukur melewati pagar belakang. Bu Quirk sadar. waktu bertemu di kapsalon bilang." Bu Quirk meletakkan telepon dengan marah. ber-ganti nama menjadi Acme Paper." Quirk ingat. Namun.

Kini total korban. orang-orang yang Anda kirimi surat berantai. Bu Quirk mendengar kabar. dan bekas sekretaris Fendley. Katanya." bilang Quirk." Dengan mata sama sekali tidak memperlihatkan kepikunan. Beberapa menit setelah percakapan tadi. Malam kemarin. Apakah nasib sial memang bisa berpindah ke orang-orang yang dikirimi surat berantai oleh Fendley? "Fendley. Tinggal dua nama dalam daftar yang masih hidup. tiga anjingnya tewas disembelih di halaman. Bu Quirk meninggalkan kantor sambil membawa sebuah kotak berisi barang-barang pribadinya." "Ah. dekat jalan bebas hambatan. itu 'kan cuma kebetulan.Sulit dipercaya. Fendley tiba-tiba menjadi orang paling mujur di tengah berbagai kemalangan yang menimpa orang lain." sebut Fendley dengan mata berbinar-binar. "Fendley. Ia mendapati empat dari tujuh korban tercatat dalam daftar. tapi cobalah bertindak!" Alis mata Fendley merayap naik. Dalam perjalanan keluar ia berpapasan dengan seorang wanita seksi berambut pirang. Bu Quirk berada di ruang duduk rumahnya sambil minum bercangkir-cangkir teh. Fendley. Ketika penyiar teve menyebutkan namanama korban. Coleen mengakhiri ceritanya dengan menangis terisak-isak. Fendley melotot dan menaruh telepon buru-buru. tujuh orang meninggal. "Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Bu Quirk 65 . entah oleh siapa. "Bertindak apa?" tanyanya. lalu pergi ke Hartley dan McLean Auto Sales yang terletak di tempat strategis. saya tidak tahu bagaimana mengatakannya. Alih-alih menjawab. Tiba-tiba saja Coleen Anderson meneleponnya. yang tiba-tiba saja menyerobot masuk kamar kerja bosnya. Malam hari sering kelihatan orang gentayangan di luar rumah. Tujuh. sesama pedagang mobil. Quirk malah menjatuhkan pot geranium ke kaki si wanita. keserakahan Harry Fendley-lah biang keladi semua malapetaka ini." "Bu Quirk. kita punya masalah besar. Dengan tergesagesa Bu Quirk menyambar tas dan mantelnya. "Anda tahu ada lowongan sekretaris di sini?" tanya si wanita. Bu Quirk mengambil daftar penerima surat berantai yang dikirimkannya atas perintah Fendley. Tangannya yang lain menenteng pot berisi tanaman geranium. Banyak orang meninggal. Tapi bagaimana cara menghentikannya? Tinggal dua nyawa Esok paginya. Gabrukk! Dalam 24 jam berikutnya. Bu Quirk sadar. tanpa mengucapkan salam kepada lawan bicaranya. "Bu Quirk. restoran Emilio terbakar. entah akibat surat berantai atau ulah Fendley sendiri. di dalam sedang banyak orang makan." "Maksud saya. Saat api berkecamuk. Restoran itu tempat makan favorit di Endicott. Bu Quirk menatap tajam. mencapai sebelas orang. sudah sebulan ini ia sering menerima telepon gelap yang kian menakutkan. Api meminta tujuh korban. Yakni John McLean. setiap hari selalu ada orang meninggal. Anda sakit? Saya sudah berbicara dengan adik Anda beberapa waktu lalu dan dia juga khawatir.

Seorang salesman yang sedang lewat di depan pintu berteriak. nama 13 orang yang dikirimi surat berantai. ia cuma menyia-nyiakan waktu." Tanpa basa-basi lagi. saya tidak tahu lelucon apa yang dirancangnya. Bu Quirk tahu. Quirk meninggalkan ruangan. "Ada perlu apa?" sambungnya. Anda bertanggung jawab atas semua ini.. Sekretaris saya membuangnya. "Anda lebih menakutkan daripada kepala sekolah. Dada Bu Quirk sesak." ucapnya sembari 66 . apa yang harus saya lakukan? Mengirim 13 surat lagi?" tanyanya." McLean duduk membisu ketika Bu Quirk menceritakan apa yang terjadi. begitu seterusnya. Di dalamnya tertempel sehelai poster yang ditulisi huruf besar-besar. saya ingat menerima surat semacam itu. kecuali kamu segera bertindak. Anda patut mendapat Oscar. Berbalik sasaran Fendley menahan senyum ketika bertemu dengan Bu Quirk lagi di kantornya. "Bagaimana dengan Becky?" Fendley mengangkat bahu. "Beri tahu Fendley. Dipandanginya "karyanya" itu dengan puas. Saya juga ingin tahu kenapa begitu manjur . Quirk. Fendley. "Becky kurang menghormati saya ketika ia bekerja di sini." McLean tertawa. Air mukanya berubah dari terkejut menjadi tidak percaya. Quirk. "Yang saya lakukan?" Fendley membuka pintu sebuah lemari. " Kamu akan mati. "Cuma ini.. tetapi dia memilih orang yang tepat untuk memerankannya. Jadi. Apakah semuanya akan mati tiba-tiba juga? McLean tergelak-gelak. "Terkutuk. Dia tak ingin menyaksikan gaya Mc-Lean tertawa." balas Bu Quirk cepat. "Bu Quirk! Saya kira Anda sudah meninggal!" "Dan kamu masih tetap berandal kecil yang seminggu sekali dikirim ke kepala sekolah untuk disabet. "Ya. Mengapa jawaban itu tidak terpikir olehnya? Bagaimana kalau 13 orang itu mengirimkannya kepada 13 orang lain. Quirk langsung kabur tanpa menengok. Tapi ia bisa mendengar dengan sangat jelas suara keras yang timbul saat tengkorak McLean menghajar sudut lemari file.menemukan McLean sedang melempari poster kampanye Fendley dengan baut di ruang kerjanya.." Bu Quirk melihat nama terakhir yang belum dicoret: Becky Ward." Senyum Fendley berubah kejam dan mata sipitnya bertambah sipit berpayung alis tebal. Apa yang sebenarnya telah Anda lakukan?" Rasanya ingin ia menampar Fendley. "Dua belas tewas.

mendelik dengan sikap mengancam. Quirk merasa kepalanya melayang. Untunglah telepon berdering, sehingga perhatiannya mengarah pada gagang telepon. "Bilang pada anggota Kongres itu, aku akan meneleponnya beberapa menit lagi," jawab Fendley kepada seseorang di seberang sana. "Beri tahu Haroldson perihal kemajuan yang sudah Anda peroleh untuk mendapat tanah-tanah kami," pancing Quirk. "Kok Anda tahu?" "Teman saya Gary Efferson pelahap berita finansial. Ia membaca bahwa istri Haroldson mendapat posisi menentukan di Acme Paper. Istri Haroldson juga yang mengepalai perusahaan pembangunan perumahan, perusahaan yang dipimpin suaminya sebelum terpilih menjadi anggota Kongres. Tanah keluarga Anderson, Efferson, dan saya, jadi penghalang untuk membangun jalan bebas hambatan. Kalau Anda memperoleh tanah kami, jarak dari Acme Land ke kota besar cuma 45 menit, harga tanah Acme Land pun akan melonjak." Merasa mendapat angin, Quirk melanjutkan, "Anggota Kongres itu membayar Anda cukup besar untuk membeli tanah dan menjualnya langsung ke Acme, tetapi Anda serakah. Anda ingin mendapat tanah kami tanpa keluar banyak uang, kalau perlu gratis." "Hampir betul," jawab Fendley. "Sebenarnya, ini saran Haroldson. George suami Anda sudah mulai kalah berjudi sebelum saya mengikat janji dengan Haroldson. Sayang, ia keburu mati sebelum menyerahkan tanahnya. Kini sudah terlambat bagi Anda dan siapa pun untuk bertindak," Fendley tertawa geli. "Asal tahu saja, saya sudah minta adik Anda mengajukan permohonan ke pengadilan, agar Anda dinyatakan tidak waras." Diancam begitu, Quirk malah tersenyum. "Maaf, ada yang lupa saya poskan," kata Quirk kepada si pirang, penggantinya di kantor Fendley. Ia segera mengambil surat berantai ketiga belas dari laci, lalu memasukkannya ke tas. Ya, surat ketiga belas yang tak terkirimkan mestinya berbalik menyerang si pengirim. Beberapa waktu kemudian, dia mendengar ada kegaduhan di kantor Fendley. "Korban ketiga belas sudah jatuh. George pasti senang, tanahnya tak jadi terjual," bisik Quirk pelan. (Kisah Rekaan/Vickie Dubois/HI)

10. CINCIN BERLIAN MEMECAH KEBUNTUAN
Hari sudah beranjak siang, tapi lampu teras sebuah rumah di Jln. Mawar Jingga itu masih menyala. Pintu dan jendela ruang utama pun tertutup rapat. "Bukankah dia ada job hari Minggu ini!" kata Suwarto dalam hati. "Apa ketiduran ya?" "Mas, bangun, Mas, sudah siang!" untuk kesekian kalinya Suwarto, sopir seorang perancang busana terkenal itu berteriak memanggil si empunya rumah. Tapi tetap saja tak ada jawaban. Dia mencoba mengintip lewat lubang kunci, tapi pandangannya terhalang anak kunci yang menempel di tempatnya. Penasaran, Suwarto menyusuri samping rumah. Didapatinya daun jendela kaca ruang tamu sudah renggang dan tak terkunci.

67

Perasaan Suwarto makin tak enak. Dia nekat masuk ke ruang tamu lewat jendela itu. Ruang berkarpet biru itu gelap. Sreeek, sopir tua itu menyibakkan gorden jendela dan .... Suwarto nyaris menjerit melihat sesosok tubuh tertelungkup tak bergerak di lantai. Kondisi ruangan itu tampak berantakan. Meja tamu terbalik, pecahan kaca bertebaran di mana-mana. Vas kristal dan sejumlah pajangan pecah belah hancur berkeping-keping. Cukup lama Suwarto terdiam, tak tahu harus berbuat apa, sebelum akhirnya mengabarkan kejadian yang baru dilihatnya itu kepada majikannya, Priyo Harsono, si perancang terkenal itu. Sosok itu ternyata tubuh Irvan, seorang model yang sedang naik daun. Jejak di bawah jendela Sejam kemudian Iptu Yudha Prawira beserta anak buahnya tiba di tempat kejadian perkara. Disusul sejumlah paramedis pimpinan dr. Aswin Chaniago, ahli forensik. Mereka langsung meneliti korban dan memeriksa tempat kejadian. Saat ditemukan, korban masih berpakaian lengkap, berbaju tangan panjang kotak-kotak yang digulung sebatas siku, dipadukan dengan celana jins dan sepatu kulit merek terkenal. Sepertinya Irvan baru pulang dari bepergian. "Melihat kondisi tubuh korban yang kaku dan darahnya mulai mengering, saya perkirakan dia meninggal sebelum tengah malam. Tengkorak belakangnya pecah," kata dr. Aswin kepada Iptu Yudha Prawira. Tampak darah mengalir dari kepala hingga ke telinga dan pipi kiri korban, menggenangi karpet. Sebagian sudah membeku. Darah itu berasal dari kepala bagian belakang sebelah kiri. Pada tulang tengkoraknya terdapat lubang berbentuk segitiga sedalam 3 cm. Mayat itu dikenali sebagai Irvan Lesmana. Perjaka berusia 24 tahun, berkulit kuning langsat, dan bertinggi 175 cm itu tengah bersinar di dunia cat walk. "Menurut Dokter, luka di kepala ini karena apa?" tanya Iptu Yudha. "Akibat benturan. Korban kelihatannya terkena tendangan atau pukulan keras dari si penyerang," sambung dr. Aswin sambil menunjukkan luka memar di dada korban dan rahang kanannya. "Mungkin si penyerang jago beladiri. Sebelum jatuh ke lantai, kepala korban membentur ujung bufet, lalu mengenai meja kaca. Karena banyak darah yang keluar, korban akhirnya meninggal." Pada salah satu ujung bufet yang tajam itu memang ditemukan sedikit bercak darah yang sudah mengering. "Bagaimana dengan kemungkinan kecelakaan? Si penyerang hanya melakukan tindakan beladiri, misalnya," tanya Briptu Siswardoyo, anak buah Iptu Yudha Prawira. "Bisa saja. Tapi melihat pintu yang dikunci dari dalam, bukan tak mungkin pembunuhan ini sudah direncanakan," kali ini Yudha yang berteori. Sejenak ketiganya sibuk dengan pikiran masing-masing. Lalu Briptu Siswardoyo mendekati Iptu Yudha Prawira. "Saya menemukan ini, Komandan. Kayaknya bukan pecahan kaca, tapi batu permata," bisik Siswardoyo yang sebelumnya sempat mengumpulkan pecahan-pecahan kaca di atas karpet. "Betul, ini mungkin berlian. Di mana kamu temukan?" tanya Yudha. "Tak jauh dari lokasi korban terbaring," jawab Sis.
68

Sebelum memasukkan mayat ke dalam mobil jenazah, kedua petugas polisi itu memeriksa korban sekali lagi. Didapati korban tampak tidak memakai perhiasan apa pun. Namun, pada jempol kirinya terdapat tanda putih melingkar seperti bekas cincin. Lalu di bagian ruas jempol atasnya terlihat ada luka kecil. Yudha menduga, korban biasa memakai cincin di jempol kiri, seperti gaya anak muda masa kini. Cincin itu mungkin dilepas secara paksa oleh si pembunuh. Dari tuturan Suwarto, si pembunuh kelihatannya mengunci pintu dari dalam, lalu keluar lewat jendela samping ruang tamu yang tidak berteralis. Ini gaya lama pelaku kejahatan, agar korban tidak segera ditemukan orang lain. "Hari ini ada acara gladi resik pameran busana rancangan saya. Irvan salah satu model dan peragawannya. Namun, sampai siang hari dia tidak juga muncul. Teleponnya juga tidak diangkat-angkat. Saya jadi khawatir. Karena itu, saya lantas menyuruh Suwarto untuk mengecek dan menjemputnya," jelas Priyo Harsono, si perancang busana, majikan Suwarto. "Sudah lama Irvan bekerja dengan Anda?" selidik Yudha. "Kira-kira setahun lebih. Kematiannya merupakan kehilangan besar buat saya," jawab Priyo. Yudha kemudian membawa Suwarto untuk melakukan rekonstruksi penemuan mayat. Ketika sampai di dekat jendela tempat Suwarto masuk, Yudha berhenti sejenak. Pada lantai semen di bawah jendela terlihat bekas tapak sepatu bersol karet. Sepertinya, lantai semen itu belum kering ketika diinjak. Mungkinkah itu jejak kaki tersangka? Tamu berjaket hitam Sore harinya, ketika masih berada di rumah korban, Yudha melihat empat orang berwajah lugu mendatangi rumah itu. "Bapak-bapak ini siapa?" tanya Yudha dengan nada sopan. "Saya Rahmat, dan mereka kawan-kawan saya. Kami ini tukang yang sedang merenovasi rumah ini, Pak," ujar lelaki bertubuh tinggi kurus, mewakili teman-temannya. "Kok sore begini baru datang?" tanya Briptu Sis. "Hari ini sebenarnya kami libur. Kami datang cuma ingin minta gaji sama Mas Irvan," kata Rahmat. "Ooo, begitu." "Kemarin, sejak siang Mas Irvan pergi. Kami tunggu sampai jam enam sore, sambil bikin adukan untuk lantai garasi, dia enggak pulang juga." "Omong-omong, lantai garasinya kok tidak langsung ditutup keramik?" Yudha mengalihkan pembicaraan. "Belum, Pak. Ketika mau pulang kemarin, lantainya masih basah," jawab Rahmat. "Jam berapa persisnya kalian mulai menyemen?" "Kira-kira jam lima." "Kalau disemen jam lima, jam berapa keringnya?"

69

"Harusnya pagi sudah kering, asal malamnya tidak hujan." "Bagaimana kalau ada orang yang menginjaknya saat masih basah?" "Ya, amblas, Pak!" sahut Rahmat dengan logat khas Jawa Timurnya. Yudha lalu mengajak Rahmat pergi ke samping rumah Irvan. "Lihat bekas tapak sepatu ini. Kira-kira, kapan lantai sepatu ini diinjak?" "Mungkin tadi malam," kata Rahmat. "Kamu lihat perbedaan tapak kaki kanan dan kiri?" "Ya. Kayaknya cetakan kaki kanan lebih dalam dari yang kiri." Yudha diam sejenak. "Apakah ada tamu cacat atau kakinya pincang yang datang selama kalian merenovasi rumah ini?" "Rasanya tidak. Memangnya kenapa, Pak?" "Orang yang pincang atau cacat, misalnya kaki kiri lebih panjang dari yang kanan, sewaktu berjalan semua beban tubuhnya tertumpu pada kaki yang lebih pendek. Jadi, kaki kanan lebih menekan ke tanah, seperti terlihat di bekas tapak ini," jelas Yudha. Rahmat mengangguk-angguk. "Briptu Sis, di rumah ini Irvan tinggal sendirian?" "Tidak, Dan. Dia tinggal bersama seorang pembantu. Tapi sudah beberapa hari ini pembantunya pulang kampung." "Pak Rahmat, berapa tukang yang bekerja merenovasi rumah ini?" kata Yudha. "Semuanya ada lima, termasuk saya. Yang berdiri di sana itu, Soleh, Yono, dan Bagyo. Satu lagi, Rajiman sedang sakit." "Bisa kami menemui dia?" "Bisa, Pak. Rumahnya dekat sini, kok!" Iptu Yudha ditemani Briptu Sis, Rahmat, dan dua polisi berpakaian dinas segera beranjak pergi. Tak jauh dari rumah Irvan, ada gang kecil menuju perkampungan padat penduduk. Di sanalah letak rumah kontrakan Rajiman. "Firasat saya enggak enak, Dan," bisik Sis. Yang diajak bicara hanya menepuknepuk bahu Sis. Feeling Sis kali ini tampaknya benar. Di depan rumah Rajiman, mereka mendapati sepasang sepatu kain beralas karet yang dekil lantaran semen yang sudah mulai mengering. Yudha mengetuk pintu, sementara Sis bersiaga. Rajiman yang baru bangun tidur tampak tak menyangka tamunya adalah polisi. Dia mencoba kembali menutup pintu. Tapi Yudha dengan sigap bertindak. "Rajiman! Diam di tempat! Banyak yang harus
70

sekitar jam sepuluh saya memang ke rumah Mas Irvan. karena dia langsung menyetop taksi. saya melihat seseorang keluar dari rumah itu dengan terburu-buru. Saya hanya ingat warnanya." protes Briptu Sis." "Lalu kamu matikan lampu. Saya sudah enggak punya duit. "Saya menceritakan yang sebenarnya. karena dia membawa sesuatu di tangan kanannya. Pak. Dia pasti mencuri sesuatu dari rumah Irvan. Pak." "Ingat nomor polisi taksinya?" "Tidak. Saya tidak bohong. Pak. Saya kaget bukan main. Saya tak sempat mengenalinya." "Akhirnya kamu memutuskan untuk mencuri? Tega betul kamu!" "Saya kekepet. Pak. Pak. mau minta gaji. taksi warna biru 'kan banyak!" 71 . "Memang." jawab Rajiman.kamu jelaskan pada kami di kantor polisi nanti. dan beling ada di mana-mana. "Kamu juga yang mengambil cincin berlian Irvan?" "Cincin? Seingat saya. tapi berat badannya bertumpu pada kaki kanan. Mas Irvan sendiri tertelungkup di dekat bufet." Sejurus kemudian. Meja terbalik. tapi tidak ada jawaban. lalu siapa?" "Ampun. Sungguh!" sambung Rajiman." "Lalu?" "Saya ketuk pintu. Kalau Mas Irvan mati. "Ampun. tapi dia enggak bergerak." "Kemudian kamu masuk?" "Betul. "Tapi Komandan." "Kamu yang membunuh Irvan dan merampok barang-barangnya?" tuding Yudha." tegas Rajiman. "Ah. pak. suasananya berantakan sekali. laki-laki atau perempuan?" "Kurang jelas. Bukan saya yang membunuh. malam itu Mas Irvan tidak memakai perhiasan. siapa yang bayar gaji saya? Makanya saya ambil beberapa barang elektronik yang bisa dijual." "Orang berjaket hitam itu. tangan anak buah Rahmat itu sudah masuk jepitan borgol. kacanya pecah. Pintunya sendiri ternyata tidak terkunci. Tadi malam. begitu mereka tiba di ruang interogasi. "Kalau bukan kamu. mengunci pintu dari dalam dan keluar lewat jendela samping?" Rajiman mengangguk. kemudian tertunduk diam. Mungkin orang berjaket itu yang mengambilnya. Pak. Dari kejauhan. biru. Rajiman 'kan tidak pincang. Saya goyang-goyangkan badannya.

Siapa sebenarnya orang berjaket hitam yang meninggalkan rumah Irvan? Atau. Tak banyak yang bisa dikorek dari direktris ketus ini. atau . "Kabarnya juga.. Setelah berbasa-basi. Karena itu. Anda sangat kecewa ketika tahu Irvan akan menikah dengan Melani Febri.Yudha dan Sis seperti kehabisan kata-kata. Dari teman-teman Irvan. Nyaris tak ada perkembangan berarti dari kasus yang sedang mereka tangani. "Ini juga urusan pribadi." Wajah Andrini tampak memerah. Ada urusan yang tak bisa saya ceritakan kepada Anda!" Yudha dan Sis tertegun. wanita ayu itu tampak shock. direktur utama sebuah pabrik minuman suplemen. Di dekat garasi ada lapangan bulu tangkis yang cukup terawat. Pekarangan rumah Melani tampak luas." sambung Sis. kalau kamu jadi Irvan. Saya tidak akan menjawabnya. janda berumur 40-an tahun." komentar Sis. saya dengar Anda punya hubungan khusus dengan .. Yudha dan Sis langsung menanyai Melani soal calon suaminya itu. masih juga selingkuh dengan tante-tante. pertanyaan terakhir." kata Yudha. "Wah. sudah punya calon istri. "Anda sudah lama kenal Irvan?" "Lumayan lama. mereka hanya mendapat dua nama wanita yang belakangan dekat dengan pria ganteng itu. Melani Febri.." "Oke.. dari obrolan dengan beberapa orang di kantin kantor ini. Melani?" 72 . Tubuh bintang iklan sampo itu sungguh atletis. mereka akhirnya memutuskan mendatangi wanita kedua yang disebut-sebut sebagai pacar sekaligus calon istri Irvan. "Saya kira itu urusan pribadi saya. Dia bintang iklan produk saya.." "Cuma sebatas hubungan kerja. Anda berada di mana?" tanya Yudha. "Aku berani bertaruh. mungkin kamu lebih playboy dari dia. Melani sendiri baru berusia 23 tahun. ini cuma akal-akalan Rajiman! Punya banyak pacar Hari-hari berikutnya cukup membuat Yudha dan Sis frustrasi. dalam perjalanan menuju rumah Melani. Kalau boleh tahu." jawabnya ketus. Kulitnya yang hitam manis menambah cantik penampilan model yang tengah menanjak kariernya itu. Sabtu lalu saat Irvan meninggal. Yang pertama Dra. "Saya memang tidak di rumah sejak jam dua siang.?" "Atau apa?" "Maaf. Andrini. Ketika tahu Irvan meninggal. "Anda mengenal Irvan dengan baik.

73 . Apalagi setelah datang laporan terakhir dari Briptu Ikhsan. dia seorang biseksual?" tegas Sis. tapi sampai malam enggak ada kabar." "Prasangka bahwa Irvan itu seorang playboy?" "Ya." "Membunuh Irvan?" "Sudahlah." "Kamu tahu Irvan punya wanita idaman lain?" "Pernah dengar. Selain memastikan bahwa penggumpalan darah di otak sebagai penyebab kematian Irvan.. dia janji mau mengantar saya jalan-jalan ke mal. "Kabarnya. semua itu gosip. laporan itu juga menyebut. "Maksud Komandan?" "Mereka bilang." "Masuk akal juga!" seru Yudha. saya tetap yakin. "Rio yang tergila-gila pada Irvan mungkin kecewa begitu tahu 'pacarnya' berencana menikah dengan Melani. "Ingat cerita Andrini dan Melani tentang cincin emas bermata berlian milik Irvan?" sambung Yudha. apa artinya. Tahu-tahu. tapi setiap ditanya. saya mendapat kabar .. Jika seseorang memberi kamu cincin berlian. Sabtu lalu.. Kadang terlihat seperti menyimpan masalah. Polisi dengan jam terbang tinggi dalam menangani kasus-kasus pembunuhan ini menyadari. Sis?" Briptu Sis tersenyum penuh arti. semua prasangka itu salah." Jawaban Melani membuat Yudha bak berada di persimpangan jalan. persoalannya ternyata tak sesederhana seperti yang dibayangkan sebelumnya. Lalu dia bermaksud mengambil kembali cincin berlian itu. Salah satunya. cincin yang hilang itu kado dari Rio. Tapi kami bertekad membuktikan."Hmm. Tapi pada dasarnya dia orang baik. hubungan kalian tidak direstui keluarga Anda?" "Ya. saat Irvan berulang tahun beberapa bulan sebelum peristiwa ini. selalu menghindar." tutur Melani tanpa bisa melanjutkan kata-katanya. tapi saya menganggap itu cuma gosip." "Bagaimana kalau ternyata benar?" "Keluarga saya akan membunuhnya. orangnya sedikit tertutup dan susah ditebak. lelaki ganteng itu sering disodomi. "Jadi.

dia sih jarang mabuk. Yudha tersenyum kecut. Anda pernah berselisih paham dengan almarhum?" "Pertengkaran serius." ujar Briptu Ikhsan. Setahu saya. sebelum ngeloyor pergi. Mungkin sibuk ngurus pacarnya." terang Sayoga. "Rio biasa mabuk di sini?" selidik Yudha." jawab Rio datar. tepat sembilan hari setelah kematian Irvan Lesmana. "Komandan. Sudah seminggu ini saya tidak ketemu dia. Kalau enggak percaya. Tapi ternyata di dalamnya lumayan ramai. Yudha dan Sis tancap gas ke rumah Rio Titan. tuh." seru Rio sembari menyodorkan sebuah kartu nama. mau memberi kabar siang ini. Sayoga. model ganteng yang sedang naik daun." jawab Rio dengan suara agak serak. 74 . sepertinya kita salah masuk. Nama Rio sering disebut-sebut Priyo Harsono. anak dan istri saya sedang di rumah mertua. "Mereka bahkan mabukmabukan sampai pagi." bisik Sis. ketika berbicara. dengan kumis tipis. berkulit bersih." Yudha manggut-manggut. "Masih ada satu lagi. Komandan. saat kematian Irvan. Andrini. Anda ada di mana?" "Di klub. Namun. "Sebagai manajer. Katanya. Rio yang tinggal di sebuah kawasan elite berperawakan tinggi.Mabuk-mabukan di klub Tanpa membuang waktu. dia masih menunggu informasi dari beberapa perusahaan taksi yang dihubunginya beberapa hari lalu. meninggalkan Yudha dan Sis yang diam terbengong. Orang-orang di sini semuanya mirip Rio." Iptu Yudha membuka percakapan. "Kok sepi. dia sedang punya persoalan dengan gebetan barunya." sahut Sayoga manja. Tapi. baru kali ini duo polisi itu berniat menanyainya. Yudha masih belum memperoleh bukti-bukti yang langsung mengarah pada tersangka. Semua pengunjungnya laki-laki. "Ya. "Wah. Mengingatkan pada bintang pop Hollywood tahun lima puluhan." ada nada cemburu dari getar suara Rio. tanya aja manajer klubnya. Namun. "Anda sudah mendengar berita kematian Irvan. rasanya belum pernah. "Oh. suaranya sangat lembut. ya. bahkan terkesan kemayu. Katanya sih mau ditinggal kawin. Robert Taylor. manajer klub malam itu membenarkan Rio dan kawan-kawannya pada Sabtu malam lalu memang berkumpul di klub malamnya. Model yang dimaksud Sayoga pasti Irvan Lesmana. Sudah dua perusahaan "taksi biru" yang memberi keterangan. "Tapi Rio 'kan sudah punya anak dan istri?" "Bapak kayak enggak tahu aja. maupun Melani. Dua hari kemudian. yang tidak lain adalah manajer Irvan. 'kan?" "Kasihan anak itu. menyadari mereka ternyata masuk ke tempat gaulnya kaum gay. Dari luar Klub Malam "S" yang disebut Rio tampak sepi.

"Saya marah melihat hubungan mereka yang tidak normal. mereka menjemput Maharani. Cincin ini saya berikan pada Irvan beberapa bulan lalu. Belum sempat Yudha menjawab." urai Supangat. Yudha menutup gagang telepon. Apalagi Rio sampai memberikan cincin semahal itu pada Irvan. entah mengapa bisa berada di tangan istri saya. dan barang bukti cincin bermata berlian. Rumahnya besar. "Sepertinya. Bustaman. di depannya ada pohon sawo kecik. Santosa) 75 . Bersama dua mobil patroli. "Ke rumah Rio. "Dia bisa olahraga beladiri?" "Istri saya pelatih taekwondo. memakai celana jins dan jaket hitam. Dia naik dari Jln." cerita Rio akhirnya. dengan satu berlian terlepas dari tempatnya?" tegas Sis. "Pak Rio! Kami baru mau ke rumah Anda. (Kisah rekaan/Riady B. Sis?" "Cuma ada satu pohon sawo kecik di perumahan mewah itu. Dan?" tanya Sis." terang Supangat. napasnya tersengalsengal." ujar Yudha tanpa tedeng aling-aling. Setelah itu. Tapi setelah didesak dengan kesaksian Rajiman. Mawar Jingga dan turun di Jln. sopir taksi. Sis yang ikut mendengarkan dari telepon lain kontan tersentak. Rambutnya dipotong model laki-laki. "Itu 'kan rumahnya Rio Titan. Menurut sopirnya. Jeruk Nipis. "Jam dan tempatnya juga pas. "Saya menemukan ini di kotak perhiasan Maharani. Rio mengangguk." tegas Sis. kami mempunyai data penumpang yang cocok dengan gambaran Anda. dia memberi isyarat pada Sis. Mulanya dia menyangkal membunuh Irvan. Wajah Rio tampak pucat.Siangnya. "Apakah istri Anda bertubuh besar dengan potongan rambut mirip laki-laki?" Lagi-lagi Rio mengangguk. Matanya tampak mulai basah." Yudha dan Sis saling berpandangan. wanita galak itu akhirnya takluk. Ir. sekitar pukul 12. "Cincin bermata tiga. sempat terpancar keraguan di matanya. Sekali lagi Yudha dan Sis saling berpandangan. penumpangnya perempuan berbadan besar." akunya. seorang lelaki tampak tergopoh-gopoh menghampiri keduanya. Supangat. direktur operasi perusahaan taksi "TS" menelepon.00. Komandan!" "Kamu yakin. Sebelum berbicara.

Itu pun berkat dorongan kuat Roger. Inikah akhir karier cemerlangnya sebagai ilmuwan? "Mestinya tidak. seraya menambahkan. Dia akhirnya pergi. terlebih pikirannya mulai lelah lantaran stres. setelah si lelaki menyela dengan kasar. Wajahnya begitu tegang dan ketakutan. Membiarkan kamu melenggang santai ke kantor polisi. yang belakangan diketahui gemar melakukan pencurian dengan kekerasan. Aku percaya. menabrak sofa. apalagi saran perempuan pesakitan!" Usai membentak. aku akan melepas kamu begitu saja. tangan kekar sang maling melayang keras ke wajah Noelleen.. Noelleen Greenwood yang tengah sendirian di rumah justru merasakan hal sebaliknya.yang menerobos rumah tanpa topeng maupun senjata agar tidak bertindak lebih kejam.11.. Matanya . melakoni drama yang tak kunjung usai. jika kasus pencurian itu harus dilaporkan ke polisi.. Tiga jam rasanya bak tiga hari.. Pekerjaan seperti ini tak pantas buat orang seperti ." ucap Noelleen. Noelleen merasa peluang hidupnya tak sebesar beberapa jam sebelumnya. Si pencuri sadis lenyap? Berkali-kali Noelleen menarik napas panjang. bahkan tiga tahun. Bebas dengan jaminan Esoknya." 76 . dia tak berhenti memohon pada si pencuri . Perlahan Noelleen berusaha melunakkan hati pria yang telah mencuri barang-barang berharga dan menyekapnya sejak tiga jam lalu itu. "Aku merasa. Dia hampir tak percaya. Drama yang dampaknya pasti akan terus membekas sepanjang hidup Noelleen. sambil mengacungkan-acungkan pistol dan borgol?" seru si pencuri. yang tak bisa menerima perlakuan semena-mena terhadap istrinya. Aku belum dan tidak akan pernah mati dengan cara seperti ini. tiga bulan. dia tak mendengar lagi bentakan-bentakan menyakitkan itu bersamaan dengan lenyapnya tubuh sang pencuri sadis di tengah kegelapan malam. Sampai akhirnya. terutama terhadap kaum hawa.. MASA LALU TEREKAM DI KUKU Malam belum terlalu larut. Meski sebelumnya Noelleen berkali-kali mengungkapkan kekhawatirannya. Noelleen menghabiskan waktu berjam-jam di atas ranjang. Lalu polisi-polisi keparat itu datang menjemputku. Namun. "Kamu pikir. Saat para tetangga bercengkerama dengan keluarga di rumah masing-masing." kata-kata Noellen tak berlanjut. "Terima kasih Tuhan. Noelleen hendak bergerak mencari pertolongan. Noelleen tak kuasa menjawab. Beberapa menit lamanya. Jangankan bercengkerama. pencuri yang diyakini Noelleen tega berbuat apa saja. termasuk mencabut nyawa orang tak berdosa. Bukan kali itu saja Noelleen disakiti dan dilecehkan si pencuri. Anda orang pintar." jerit hati kecilnya. Bung. Seraya berdesah pada diri sendiri. dia ada di mana-mana. Mata. "Maaf. "Firasatku mengatakan. matanya seperti tak pernah berhenti menatapku. telinganya. wanita periang itu berinisiatif mendatangi kantor polisi.. istri Roger Franklin itu hanya bisa termangu di lantai. Baru setelah kepercayaan dirinya pulih. Sejujurnya. sebelum akhirnya jatuh ke lantai. persoalan ini masih jauh dari selesai. Di depannya berdiri seorang tamu tak diundang. sembari memamerkan bola matanya yang nanar. menarik napas saja ia harus berjuang keras. tapi badannya terlalu lunglai. Wanita yang lebih banyak menghabiskan waktu di labolatorium itu langsung limbung. "Cukup! Aku tidak pernah menerima saran.. baru saja lolos dari lonceng kematian.

Hatinya selalu waswas. "Tahun 60-an." "He-eh. malam nanti dia dan Roger harus segera membuat keputusan. meninggalkan sahabatnya ngoceh sendirian. bukan orang sembarangan. Akankah Noelleen tenggelam pada aktivitas di kantor barunya. Berbulan-bulan setelah Strappa kabur. Noelleen. Apalagi keterangan yang disampaikan Noelleen begitu lengkap. Tanpa kesulitan berarti. dan jaksa wilayah sepakat. berarti memberi peluang maling nekad itu melakukan kejahatan yang sama terhadap orang lain. kenapa ragu? Ingat Noelleen." Belum habis kalimat Nicole. "Kok bisa sekhawatir itu?" sahut Nicole sekenanya. putri tunggal Sidney Greenwood. Strappa terus mengintai dan mengintai. karena setelah mendapat kesempatan menghirup udara segar. polisi bisa mengidentifikasi sang maling. "Sumpah. pihak kepolisian." "Nic.. Tawaran posisi wakil presiden dari sebuah perusahaan bioteknologi terkemuka di California. Di kantor polisi. penjahat yang harusnya dipenjara bertahuntahun kok malah bebas berkeliaran di jalan. Itu sebabnya. Roger menyambut baik keputusan Noelleen pindah ke California. Takut kalau-kalau Strappa menguntit. pencuri "langganan" hotel prodeo yang digambarkan polisi sebagai pria canggung. Noelleen sudah bergegas keluar laboratorium." tegas Roger. Strappa langsung menghilang. tapi juga dicintai teman-teman sejawat. mereka semua begitu geram ketika tahu pengadilan membebaskan Strappa dengan jaminan! Kegeraman yang sangat beralasan. Strappa yang sudah berulang kali melakukan kejahatan serupa dikenai hukuman setimpal. Dia ilmuwan yang tak hanya disegani. Jangan cuma gara-gara Strappa dan putusan pengadilan yang ngaco itu . Orang yang paling dirugikan atas keputusan pengadilan itu tentu saja Noelleen Greenwood. bagaimana jika aku pindah ke California?" "Kalau itu bisa menjauhkan kamu dari bayang-bayang Strappa. dan bisa melepas bayang-bayang Strappa? Disayang sejawat Noelleen. Pasangan itu bahkan berencana menjual rumah besar mereka. Namanya Julio Strappa (30 tahun). Sesampai di rumah. laporan pasangan suami-istri itu cepat mendapat tanggapan. yang datang beberapa hari lalu rasanya sayang dilewatkan. "Setiap kali berada di belakang kemudi... Aku juga enggak habis pikir. Berdasarkan proses pemeriksaan pendahuluan di pengadilan. masa depan kamu masih panjang. Strappa memang penjahat yang sangat berbahaya. Aku merasa. menggantinya dengan bungalow di Del Mar. 77 . penyendiri. wanita berotak encer itu seperti tak pernah bisa lagi menikmati hidup. mataku enggak pernah bisa lepas dari spion. Noelleen berjanji dalam hati."Tapi kalau kamu tidak melapor." curhat Noelleen pada Nicole. sobat karibnya di kantor. serta berdarah dingin. Noelleen dan suaminya punya harapan besar. untuk kemudian menjalani kehidupan "normal" di California. Orang-orang di pengadilan betul-betul bikin sebal.

Nic. Sayangnya. suatu hari di bulan Agustus 1985. serta kemampuan membaca keseluruhan rantai DNA.walau masih kanak-kanak. terdengar khawatir. Selain punya keluarga bahagia dan karier bagus. Namun." cerita Sidney bangga. "Baguslah. sebangga-bangganya. Noelleen kadang suka "lupa diri". Tapi aku kangen nih. penyusunan. sehingga tak banyak ahli yang menguasainya. siapa lagi?" sergah Nicole. "La iya. DNA forensik cita-cita Noelleen itu sering juga disebut sidik jari genetik. Karena sampai siang belum ada berita keberadaan Noelleen. Noelleen memang kerap membuat Sidney bangga. teknologi DNA masih sangat rumit. "Terus terang. rekan-rekan kerjanya sepakat menghubungi Roger." cerita Sidney soal pentingnya penelitian DNA buat umat manusia. Berbekal kepintarannya. Pencapaian yang sayangnya dinodai trauma kejahatan Strappa. menggabungkan teknik pemisahan." Roger sekilas melirik Noelleen yang mulai ramai cekikikan di depan gagang telepon. Noelleen sudah mengutarakan niatnya tinggal di Amerika. tapi tidak diangkat-angkat. Noelleen sempat ditunjuk menjadi senior executive. agar suatu saat bisa digunakan sebagai basis data kepolisian di seluruh dunia. jika sudah kopi darat dan kopi udara dengan sobat-sobat akrabnya. Noelleen tidak masuk kantor. Puncak karier Noelleen tentu saja ketika dia menerima tawaran bekerja sebagai wakil presiden sebuah perusahaan biokimia di California. cemberut. polisi jadi makin gampang menekuk penjahat. enam bulan di sini aku merasa jauh lebih tenang. bahkan diakui sebagai salah satu peneliti terkemuka bidang biokimia. di lubuk hati yang paling dalam dia bersyukur. sang penjahat pun tak bisa mungkir. sebuah "ilmu baru" saat itu. Jangan ngendon di rumah terus. 'kan?" suara Nicole dari balik gagang telepon. kini pelan-pelan mulai kembali lagi. "Omong-omong. keceriaan yang beberapa bulan terakhir hilang dari istrinya. Kata dia. Amerika itu surga buat ahli biokimia. kamu sudah bisa melupakan orang gila itu. "Maksudmu Strappa?" balas Noelleen. "Kami sudah telepon ke rumah. plus khawatir. Noelleen biasanya memberi kabar jika tak masuk kantor. Lelaki yang sangat mencintai istrinya itu maklum." cerita staf 78 . jalan-jalan dong ke California. saat itu (tahun 1985). sehingga menunjukkan lusinan kesamaan. Noelleen juga sempat memenangkan sejumlah penghargaan. Soalnya. khususnya berkaitan dengan pengembangan forensik dan alat pencari jejak. Para sejawatnya merasa heran. muka Nicole pasti sedang ditekuk. Noelleen juga dianggap sebagai perintis penggunaan DNA. Cukup mencocokkan DNA tersangka dengan fakta di tempat kejadian perkara. di tangan Noelleen. Jari luluh lantak Sampai akhirnya. Kemampuan itu menjadikannya seribu kali lebih efektif dibandingkan dengan teknik sidik jari tradisional. Dengan basis data itu. Noelleen langsung mendapat tempat istimewa dalam bidang analisis DNA. Selama di Amerika Serikat. "Aneh. selain jarang absen. Di perusahaannya yang lama." jawab Noelleen akhirnya. Noelleen membayangkan. masalah teknis seberat itu bisa jadi begitu ringan. Sedangkan suaminya sukses membangun bisnis modifikasi mobil." "Makanya.

" seorang detektif memberi tahu Roger." Tim penyidik sendiri sempat bergidik saat melihat kondisi jari tangan korban yang nyaris luluh lantak. di sisi lain tak ada saksi-saksi dan bukti forensik yang bisa digunakan untuk menyudutkan Strappa. seperti kasus pencurian dengan kekerasan terhadap korban yang sama enam bulan lalu. Kami pun tidak akan pernah menutup kasus ini. petugas mengambil sampel serpihan kulit yang tertinggal di bawah kuku." jelas Roger. Siapa tahu. Di satu sisi polisi yakin. meski berada di sekitar San Diego pada saat kematian Noelleen. Apakah lelaki yang beberapa bulan terakhir ini menghantui Noelleen. begitulah yang dipikirkan polisi. "Para tetangga bilang. polisi sendiri tak tahu apa yang bisa diperbuat dengan sampel itu. Beberapa saat kemudian.Noelleen. Polisi akhirnya hanya mengumpulkan barang-barang bukti itu." 79 . kami sudah berusaha menjerat Strappa. Tubuhnya penuh memar. kali ini pun Strappa bakal kembali bebas. Atau." seru seorang detektif dari kantor kepolisian San Diego. "Strappa? Orang itu hampir membuat saya gila. "Kelihatannya." sebut seorang detektif. istri Anda melakukan perlawanan sengit sebelum dibunuh." keluh Sidney Greenwood. Pak Sidney. Julio Strappa kembali beraksi? Setidaknya. Teknologi berbasis DNA yang dirintis Noelleen dan kawan-kawan saat itu masih sangat prematur. Sayangnya. "Tak ada yang tahu nomor polisinya?" tanya detektif lain. sebagian kulit itu milik pelaku. Strappa menyangkal terlibat dalam pembunuhan. Sama sekali tidak ada tanda-tanda dia sakit. sedangkan di leher terlihat beberapa bekas cekikan. Betapa shock dia. polisi berdatangan. Tampaknya. "Aneh. Bahkan para ahli biokimia di tempat Noelleen bekerja pun tak tahu harus bagaimana. ketika menemukan istrinya telah terbujur kaku di halaman belakang. lelaki sadis itu bisa dipenjara lebih dari 20 tahun." harap Roger lebih pada dirinya sendiri. Namun. tak kalah bingung. "Firasatku enggak enak. terutama bagian di sekitar kuku. Kalau sakit. Tak lama setelah berbicara di telepon. "Sampai saat ini belum ada yang tahu. Terbukti. Strappalah pembunuh sejati Noelleen. Tapi mereka sama sekali tak curiga. Dalam sekejap. mereka melihat sebuah mobil sewaan berukuran kecil diparkir di seberang jalan pada saat pembunuhan. Dia bahkan memiliki saksi yang menguatkan alibinya. karena tidak ada sesuatu yang mencolok dari pengendara maupun mobilnya. harusnya dia menelepon. memang bukan Strappa pelakunya? Pembunuh tak ditemukan "Sepertinya. Sama seperti korban-korban pembunuhan lain yang tidak diketahui pelakunya. lalu menyimpannya di tempat yang aman di ruang bawah tanah. pembunuh Noellleen tidak akan pernah ditemukan. Jika terbukti. hanya dalam bilangan jam. Semoga Noelleen baik-baik saja. Roger memutuskan pulang. Harapan yang akhirnya hanya tinggal harapan. Namun. polisi San Diego dan San Fransisco berhasil menemukan dan menahan Julio Strappa. "Tapi setidaknya. Noelleen yang periang dan belum genap berusia 35 tahun telah terbunuh secara mengenaskan. menyegelnya.

dengan sadar dia melakukan perlawanan. pikiran-pikiran dan teori-teori tentang siapa sebenarnya pembunuh Noelleen tetap menggangguku. Ia menekuni arsip dan barang bukti kasus pembunuhan Noelleen. berkarier di bidang analisis keuangan. Sebagai peneliti DNA dia percaya. Tidak adil bila dia tidak memperoleh keadilan. Niat orang jahat itu cuma satu. "Dia perempuan luar biasa. dia selalu berusaha menegakkan keadilan. Sidney merasa. Syukurlah akhirnya dia bisa membangun hidupnya kembali. Strappa memang dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara enam tahun. Noelleen bisa disebut sangat berhasil. ketika sebagian besar penegak hukum. arwah Noelleen bak bangkit kembali menerangi kiprah para polisi."Kami menyesal tidak dapat menuntutnya atas tuduhan pembunuhan. Roger sendiri akhirnya menikah kembali dan memiliki dua anak. Dan yang paling penting. dia meraih gagang telepon dan menghubungi Sidney Greenwood. lewat detektif muda nan enerjik (perempuan pula). Laura Heilig. Dia juga tahu." Heilig melenguh sekeras lembu. Lima belas tahun kemudian." janji sang detektif. Belakangan. Kacian. "Sekali lagi. tak ada kejahatan abadi di muka Bumi. Komentar serupa datang dari Dan Kacian. Belakangan aku tahu. Aku menganggap. karena tak tahu mana yang harus dipercaya. Bukankah 90% pembunuhan di lingkungan keluarga dilakukan oleh orang terdekat?" sebut Sidney. 'kan?" cecar Sidney. Namun. Roger sebagai korban lain dari kejahatan yang dilakukan pembunuh Noelleen. dan teman sejawat Noelleen mulai putus asa. emosi Heilig tergerak. rekan kerja Noelleen di Gen-Probe. Walaupun begitu. Aku nyaris putus asa. Si detektif cuma bisa membisu seribu bahasa. 80 . Itu sebabnya. selama beberapa tahun Roger sempat putus asa berat. Hhughh. kerabat." Bertahun-tahun Sidney. Noelleen seharusnya mendapat keadilan yang lebih baik dari yang didapatnya sekarang. "Tapi polisi yakin. agar tersedia cukup barang bukti untuk menggiring Strappa ke penjara. pembunuh putriku adalah orang yang telah lama mengincar nyawanya. mungkin Roger yang membunuh Noelleen. butuh waktu belasan tahun. pembunuhnya tetap tak bisa ditemukan." "Menuduh Roger sebagai pembunuh Noelleen sungguh sebuah ide gila. "Wanita ini betul-betul luar biasa. Mungkin jauh lebih berat dari aku. membunuh." Tertunda 15 tahun Hebatnya. "Berbagai pikiran berkecamuk dalam benakku. Sempat terlintas. "Noelleen" sendiri ternyata tak pernah menyerah." imbuh kakek yang kini berusia hampir 90 tahun itu. Tak lama kemudian. dia yakin suatu saat penelitian yang pernah dirintisnya akan membuahkan hasil. tiga tahun kemudian dia bebas. Strappa penjahat licik yang sulit ditangkap. Meski untuk itu. Tapi kami bisa memasukkan dia ke penjara atas pasal-pasal pencurian dan tindak kekerasan. Apalagi sebagai pengumpul materi. dan sejumlah kerabat serta kolega Noelleen menyimpan tanda tanya besar tentang siapa sebenarnya pembunuh sang wanita cendekia itu. "Karena sepanjang hidupnya. Saat sadar bahwa Noelleen tengah merintis penelitian tentang DNA di saat menjelang kematiannya. hidup tenang di San Fransisco. setelah serangkaian persidangan tingkat banding.

selama 15 tahun. Pak. Barangkali itu sebabnya dia mengkhususkan diri pada kasus-kasus lawas yang dulu tak sempat terpecahkan. Pak Greenwood?" sapa Heilig. Ada kabar apa detektif? Maaf kalau saya lupa nama Anda. Strappa tak bisa lagi mengelak dari ancaman hukuman mati. Tanpa sadar. sampel organik yang dulu diambil dari jari dan kuku putri Anda bisa menjadi petunjuk penting. Saya sebenarnya enggan bilang ini. meyakini banyak kasus bisa dipecahkan dengan pendekatan science. Ada apa rupanya?" "Saya berharap." "Pak Sidney. Heilig tersenyum lebar. Setelah beberapa pekan bekerja keras. tapi jujur saja. Keadilan memang cuma soal waktu!" (Kisah nyata/Rahartati Bambang Haryo) 81 . "Kabar baik. kadang saya pun merasakan. polisi berhasil menelurkan profil atau skema DNA utuh." "Dan berkat proyeknya dulu. saya yakin dengan sedikit pendekatan ilmiah. arwahnya seperti menginspirasi saya. Heilig pun jadi ikut melamun. arwahnya akan menyaksikan sendiri. Dan saya rasa. Setelah membaca arsiparsip Nyonya Noelleen yang selama bertahun-tahun tersimpan rapi di ruang bawah tanah. saya jadi merasa sangat mengenal putri Anda. dia belum benar-benar pergi meninggalkan kita. berita ini bisa sedikit melegakan hati Anda. Noelleen telah menunggu 15 tahun untuk mendapat keadilan yang pernah kita janjikan. Misteri kematian Noelleen menjadi kasus lawas pertama di San Diego yang arsipnya dibuka kembali. Kakek yang tinggal di rumah besar milik Nolleen itu tampaknya tengah jatuh dalam lamunan." "Saya Heilig. Nak. kini kita bisa melangkah lebih maju. seraya menampilkan 15 tanda kesamaan dengan sampel DNA dari darah Julio Strappa. Namun. Dia sangat mencintai DNA-nya." "He-he-he." "Ooooh. Dia telah merintis banyak penelitian tentang DNA. tak terdengar suara apa pun di seberang sana. di situlah letak petunjuknya. "Mari kita jemput pembunuh yang hilang itu di apartemennya. Pak. Maklum. Putri Anda dengan cemerlang mengajari saya cara menangkap pembunuh keji yang telah merenggut nyawanya. banyak sekali polisi yang menelepon ke sini. detektif Heilig. Saya sangat mengaguminya." Heilig menunggu reaksi lebih lanjut dari Sidney. Kali ini. seperti kebanyakan polisi generasi terkini San Diego."Apa kabar." "Lewat proses pemisahan DNA?" "Anda tahu juga?" "Dulu Noelleen suka bercerita. Polisi yang masih duduk di sekolah menengah ketika Noelleen terbunuh itu.

atau apalah namanya. pikirnya. Benar-benar aneh. Suara Ralph Gelderman. "Sam. "Seseorang yang bernama K. Namun. Sifat orang tua itu memang tidak suka dibantah atau dipotong kalimatnya saat berbicara." 82 . Ralph menaruh penanya di meja. "Apakah aku sering menerima surat-surat seperti ini?" Mata Ralph tiba-tiba mendelik. Benar-benar ceroboh. Sampai-sampai ia mengajak makan malam segala. "Kalau saya tidak bisa mempercayai kamu. Ralph cuma membaca surat-surat yang berisi pujian-pujian saja dan salah satu tugas Sam adalah menyingkirkan surat yang isinya tidak mengenakkan.. meski jumlahnya tidak terlalu banyak. sepertinya yakin ada konspirasi dari gerakan komunis tertentu. Kali ini Sam lalai memisahkan surat yang satu ini. Suara yang terdengar amat tidak merdu. Sa. Ralph mendapat bermacam-macam surat dari pembacanya." kata Sam tergagap. saya hanya membalas surat-surat dengan pernyataanpernyataan biasa. layaknya bawahan pada umumnya.. Apa kamu masih bisa dipercaya?" "Tentu saja. SURAT BALASAN SALAH ALAMAT Tugas-tugas rutin pagi hari itu belum lagi selesai dikerjakan. Pada situasi seperti itu Sam hanya bisa berdiri mematung dan menunggu kalimat berikutnya dari Ralph. "Sam! Kamu di situ? Cepat naik!" "Ya." Sam beranjak dari meja kerjanya dengan langkah cekatan. "Sepertinya. Wajah si bos dilihatnya sudah tidak sedap dipandang mata. ketika tiba-tiba nada panggil dari interkom memecah keheningan ruang kerja Sam Gelderman. Paman. Paman. Ia benar-benar menyesali keteledorannya sehingga harus menikmati "sarapan pagi" dampratan bosnya. bos besar dan satu-satunya di kantor itu. "Ada satu atau dua. Sebagai pengarang cerita-cerita kriminal. kenapa ini bisa sampai di mejaku?" kata Ralph sambil melemparkan secarik kertas ke hadapan Sam. saya harus memecat kamu. Saya juga tidak tahu mengapa ada yang bernada negatif. apalagi keluar lewat speaker dari alat yang terhitung kuno. "Kenapa saya harus diganggu dengan persoalan-persoalan seperti ini?" Secarik kertas putih bergaris itu adalah surat dari salah seorang penggemar Ralph. Sedikit kasar. Paman. Masak sih mengurus surat-surat begini saja tidak becus.12. Ruangan besar berukuran 10 x 8 m yang selalu tampak rapi itu merupakan tempat bekerja dan disebut kantor oleh Ralph. ia mengira aku sama dengan karakter yang aku ciptakan. Tidak banyak." kata Ralph sambil memandangi puluhan surat yang bertumpuk di hadapannya." Tak ada reaksi. cenderung kasar. Leghorn. yang aku tidak mengerti. Setengah berlari ia menaiki tangga menuju ke ruang atas.

Ralph punya sifat sedikit berbeda. Tahu luar dalam Ralph Gelderman sebenarnya bukan penulis novel laris manis. Belakangan baru Sam sadar. Perubahan terjadi lima tahun lalu. kadang Sam merenungi nasibnya yang harus mengabdi kepada Ralph. ia mengajak Sam." begitu pendirian yang selalu diucapkan Ralph kepada orang-orang dekatnya. Dari penjualan yang tidak terlalu banyak itu. anak yatim kakak kandung Ralph. Sejauh ini. perundingan rutin dengan penerbit. bahkan hampir tidak pernah. Aku juga tidak mau bertemu dengan penulisnya. yang tak lain adalah pamannya sendiri. Yang lebih menyenangkan lagi. Masih setengah tertunduk. Paman. Kalau mau diambil sisi baiknya. Jarang sekali. ia melangkah kembali ke ruangannya. Ralph tentu jadi pemilik perusahaan sekaligus bendahara. menggunakan wajah Sam yang memang sedikit mirip karena adanya hubungan keluarga. tetapi juga harus berupa balasan pribadi. dan . investasi. korespondensi.yang paling menyebalkan harus menampung omelan-omelan pamannya. bahkan gagasannya sering diangkat ke layar lebar. Tapi ia termasuk penulis yang produktif. data-data penerbitan. foto pengarang yang selalu ada di sampul belakang buku-bukunya. Aku ingin orang menghargai karyaku saja. untuk menduduki satusatunya jabatan di perusahaan itu. Penjualannya lumayan. Mulai dari akunting. Hubungan kekeluargaan itu kerap jadi beban."Aku tidak mau melihat surat-surat seperti ini lagi. di samping rutinitas kerja selama bertahun-tahun. Bahkan. sekretaris. sewaktu akuntan Ralph berhasil membujuknya untuk membentuk semacam perusahaan kecil yang mengurusi karya-karyanya." Sam mengangguk meminta diri. Ia selalu bersembunyi dari publikasi. tugasnya sebagai "sekretaris" di sebuah perusahaan kecil milik pamannya itu benar-benar bikin bosan. Sebuah sikap yang membuat Sam terkadang merasa bingung. Namun yang menarik. Ditambah sedikit harta peninggalan ayahnya. Buku-bukunya tidak ada yang terlalu sukses di pasaran dan mencetak banyak uang. Jumlahnya ternyata lebih banyak daripada yang pernah ia kira." "Bagus. "Aku tidak ingin orang mengenal sosokku. editor. Pada saat-saat seperti itu. Karya-karyanya mengalir lancar dan dapat diandalkan penerbit. dan aset-aset pamannya. agen. serta tekanan-tekanan karena menjadi pekerja satu-satunya. akan saya kerjakan. Ini tidak akan terjadi lagi. investasinya terus meningkat secara perlahan tapi pasti. ada media memuat kisah tentang sosoknya. Saat membutuhkan orang kedua. Sam bisa hidup layak dengan istri dan anak perempuannya. gaji Sam boleh dibilang lumayan. Dibandingkan dengan pengarang-pengarang lain. Awalnya. di kantor yang terasa begitu hening. jabatannya memungkinkan Sam mengetahui secara pasti perihal pendapatan. yaitu tidak menyukai ketenaran. dijual di luar negeri. karena Ralph selalu menolak. Ingat! Harus dengan sopan. dicetak ulang untuk jangka waktu lama. hanya kesabaranlah yang membuatnya tetap bertahan. Pekerjaan apa pun di kantor harus dikerjakannya sendirian. Maklum." "Baik. Kirim saja balasannya dengan sopan. 83 . ia belum punya pekerjaan tetap. tentu begitu menyenangkan bagi Sam.

mungkin ketegangan sebagai penggemar cerita-cerita spionaselah yang membuat Leghorn mengirimkan surat-surat seperti itu. meski berusia 60 tahun. tapi jika di masa tuanya tiba-tiba ia menikah karena tergoda seorang wanita muda. ada pihak-pihak bawah tanah yang menyabot atau kecurigaan-kecurigaan aneh semacam itu. tentu jalan hidupnya akan lain. tentu warisannya bakal berkurang. karena jawaban apa pun tetap merupakan provokasi untuk tindakan selanjutnya. untuk sementara. orang-orang seperti itu tidak bakal bosan dan akan terus mengirim surat. Leghorn kembali dibacanya dengan cermat. memang hartanya bertambah. Karena itu minimal balasan sebagai tanda terima harus dikirim. Benih-benih paranoia Sam menghela napas. karena selain tidak ada uang. Dan ini bukan kiriman yang pertama. seandainya . Bahkan. pikirnya.. Di ruangannya di lantai bawah apartemen di Upper East Side Manhattan. lebih sehat dari Sam yang 18 tahun lebih muda. Kalaupun umur Sam panjang. Sayangnya. Kisah-kisah spionase bisa jadi dapat menimbulkan paranoia. Sebagai ahli waris tunggal. reaksi yang tepat untuk surat-surat macam ini adalah dengan tidak menjawabnya. Ralph masih melajang. ia mulai memikirkan katakata balasannya di depan komputer pribadinya. menghentakkan lamunan-lamunannya. pastilah berasal dari seorang paranoid. Seandainya. Setidaknya dalam sebulan Leghorn bisa mengirim dua sampai tiga surat dan ini sudah berjalan kurang lebih setahun terakhir. cuma sebatas itu kemampuan Sam. Hiiiy! Sam sebenarnya berpendapat. atau diserang virus yang sangat ganas. Ia bukan seorang raja tega yang bisa membunuh orang tanpa beban. Tak ada gunanya meladeni orang-orang dengan kepribadian paranoid seperti itu. Dalam situasi seperti itu Sam sering berkhayal seandainya Tuhan mengambil jiwa pamannya dalam waktu dekat. sehingga tidak akan menikmati harta itu. begitulah Sam kerap berandai-andai. Ralph Gelderman masih sehat. Atau bangunan roboh menimpa Ralph. Tak ada yang bisa dilakukan. Semakin panjang usia Ralph. ia tetap saja akan makin tua dan sakit-sakitan. Ia juga tidak ahli membuat alibi palsu atau membunuh dengan tampak seperti kecelakaan atau bunuh diri.. Namun. Karena dasarnya memang sudah paranoia. Ya. surat dari K. Surat-surat penggemar memang terkadang aneh. Salah-salah malah bisa jadi korban pemerasan. Ada satu hal yang membuat Sam gundah. ia tidak tahu cara mendapatkan orang semacam itu. Sam memang hanya bisa berharap dan berharap. Sam menulis balasan untuk Leghorn dengan kata-kata sesopan mungkin: 84 . atau bosnya itu tertabrak mobil. Masalahnya.Sam mengetahui bahwa pewaris semua itu adalah ia sendiri! Soalnya. Sesuai pesan Ralph. mereka mungkin mengira suratnya telah hilang. celakanya. Untuk menyewa pembunuh bayaran pun tidak. Seandainya saja ia dapat menikmati semua warisan itu saat ini. Seperti surat yang di tangannya saat itu. dicuri di kantor pos. posisinya juga tidak akan menguntungkan kalau sampai terjadi sesuatu pada pamannya. Sam mencoba menganalisis.

Untuk meyakinkan ia membacanya lagi berulang kali. Bahkan kini sasarannya tidak hanya Leghorn. Senang sekali saya dapat menerima surat dari Tuan. Ia berusaha menciptakan kesan terbaik. Sam merasa telah menyusun kata-kata itu sebaik-baiknya. Soal pertemuan makan malam dan lain sebagainya. Ada saat-saat tertentu ketika sampai sebulan penuh tidak ada respons apa pun dari orang itu. tapi menusuk. bahkan dengan kegilaannya. Tentu saja tidak ada yang dapat memperkirakan apa yang akan terjadi. jarijari tangan Sam yang sigap bergerak cepat. setidaknya ada enam orang masuk golongan paranoia dan diperlakukan seperti itu. Namun sayang sekali. Jika Leghorn penasaran dan menulis lagi. seolah tanpa kendali. Bagaimana Anda bisa berpikir seperti itu? Kalimat itu cukup singkat. Taktik yang sama mungkin dapat digunakan pada surat-surat lain yang datang. sebenarnya tidak perlu ditanyakan lagi. tidak ada yang tahu. Ralph akan menandatangani surat balasan itu tanpa membacanya. fatal! Dalam kekosongan pikiran. mungkin si gila itu sudah lelah bermain-main. Dalam otak Sam. semakin senang ia membalasnya. saya tidak dapat bertemu dengan Tuan karena kesibukan pekerjaan. Mengapa tidak? Toh. Seorang paranoia pasti bereaksi atau paling tidak akan kaget jika membacanya. Dan itu semua di luar kendali saya. Orang-orang semacam itu mungkin akan bertindak menurut kemauannya sendiri. karena tampaknya sudah jelas bahwa kecurigaan Anda mengenai kegiatan konspirasi sama sekali tidak berdasar. Semakin keras dan ngawur surat para penggemar yang paranoia itu. bisa-bisa malah fatal. Sam berpikir. "awas 85 . sebenarnya ia harapkan terjadi terhadap pamannya. Dari puluhan penggemar Ralph. bahkan mengira pikiran paranoidnya soal konspirasi konyol itu benar-benar ada. seiring kedipan kursor di layar komputer. terlintas kata-kata itu di benak Sam. Hmmm. kasar. Sam sekarang boleh dibilang memiliki hobi baru. Bila Leghorn merasa mendapat angin. Degup jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. Tanda tangan asli Dua tahun sudah skenario jahat Sam itu berjalan dan semua tampak baik-baik saja. Sam kembali membacanya. Tetapi biasanya tak lama kemudian datang lagi surat Leghorn dengan kata-kata yang. Seperti biasanya. Sam akan membalasnya kembali dengan nada yang sama. yaitu memainkan kata-kata halus. Mungkin dapat mengakibatkan kecelakaan-kecelakaan kecil. F-a-t-a-l! Ya. bahwa anggapannya tentang konspirasi komunis konyol ternyata "benar". Toh Leghorn tetap menjadi kasus yang terbaik. terbersit sebuah skenario. Mungkinkah ini adalah jalannya? Mendadak. seperti biasanya. dengan sangat menyesal. berulang kali. Leghorn akan merasa sangat benci kepada Ralph. hingga benar-benar yakin kata-katanya sudah cukup menggugah amarah Leghorn. pakai sedikit olok-olok pula. bahkan mungkin menyebabkan kematian! Sesuatu yang jauh di lubuk hati Sam. Belakangan malah sudah mulai dihiasi nada-nada ancaman.Yang Terhormat Tuan Leghorn. Ia mengganti kata-kata surat balasan yang telah disusunnya. Dengan hormat. karena ia tidak ingin ada dampaknya di kemudian hari bila kalimat-kalimatnya itu disalahartikan. meracau tak keruan juntrungannya. Tolong Anda tidak perlu membuang-buang waktu dengan meminta hal ini berulang kali. kini Sam bisa tersenyum puas. Lalu.

Saya sudah peringatkan Paman Ralph soal ini. Ajang itu menjadi kesempatan terbaik Sam memutarbalikkan fakta untuk memperkuat alibinya. Begitu pun Sam. "Memang kadang-kadang agak khawatir juga. Kasarnya. Dikejutkan paket Dering telepon sedikit mengejutkan Sam yang siang itu sedang asyik membuat catatan keuangan bulanan di ruang kerjanya. mereka cuma menggertak. "Padahal aku sudah berusaha mengingatkan pamanku agar berhati-hati dengan orang-orang paranoid seperti itu. Ia hanya memperagakan permainan yang bisa berbahaya dan menjanjikan hal-hal hebat di dalamnya. Teman-temannya tentu terhibur dengan cerita-cerita tentang Ralph. Yang terpenting. siapa pun mengira surat itu didiktekan langsung oleh Ralph. "Wah. terutama saat acara ngobrol di pesta. bagaimana mungkin Sam akan disalahkan? Semuanya akan mengarah pada "kelakuan" Ralph sendiri.kau!". "Memang. salah satu kemudahan bagi rencana Sam. karena mungkin saja nantinya tidak akan terjadi apa-apa. bisa menghabiskan sisa umurnya tanpa perlu menyimpan rasa bersalah. Seperti yang diharapkan Sam. Sam tetap tersenyum saat membacanya." Sangat sempurna! Bagaimana jika seseorang dengan niat jahat benar-benar datang menemui Ralph dan Ralph benar-benar terbunuh? Orang-orang sudah memperhitungkan hal itu. Di setiap pojok kiri atas terdapat tulisan kecil "RG/sg" sebagai inisial Ralph dan Sam. Ia ingin memberi sentuhan pribadi pada setiap surat dan berharap tindakannya akan dihargai penggemarnya. Tapi tetap saja dia nekat mengirim jawaban yang provokatif. Sesekali Sam juga bercerita soal surat-surat itu kepada teman-temannya. Dengan tanda tangan asli." "Bagaimana kalau suatu kali orang gila itu yang nekat. nothing to loose. Sam yang selalu bertugas mengangkat setiap panggilan telepon." kata Sam meyakinkan teman-temannya. "kubunuh kau!"." kata Sam sambil menggelengkan kepala. Ia memang suka nekat. Di sinilah asyiknya rencana Sam. tapi dia tetap menolak. enggak apa-apa. Bagaimana jika ternyata tak seorang pun paranoia yang datang menyambangi Raph? Ya. Ralph tidak pernah membaca surat-surat balasan yang disodorkan. Sam mengangkatnya. Dia datang dan membuat kekacauan? Bahkan membunuh?" "Wah. Tidak akan ada orang gila yang muncul dengan nafsu membunuh. atau tidak berbahaya sama sekali. Meski saluran telepon tersambung paralel dengan ruang kerja Ralph. karena Ralph tidak menggunakan stempel tanda tangan. "ingat suatu hari nanti!" Meski ada perasaan khawatir. yang telah dibumbui di sana-sini itu. "Ya. begitu juga dirinya. Lagi pula aku kira. Tapi kebanyakan mereka tinggal jauh dari sini. Orang-orang akan berkata. aku tidak ikut-ikutan tuh. Ralph pun dapat hidup dengan aman. Saya bisa apa? Dia kan bos saya. Halo!" 86 . sebagai sesosok manusia aneh. berani betul!" sahut seorang teman. Sam telah mencoba menyelamatkan Ralph dari dirinya sendiri. Selain itu. Ia hanya menandatangani tanpa melirik satu huruf pun.

apa yang kau lakukan?" Tiba-tiba si pengirim paket sudah merangsek masuk ke dalam. Sam mengeluh dalam hati." Dua menit kemudian. Ia memegang sebuah kotak berwarna kecoklatan. Dor! Dor! Dor! Tubuh Sam pun langsung jatuh ke lantai. "Aku tak percaya padamu!" Ia mencabut sebuah pistol dari sakunya dan menembakkannya tiga kali. Tuan Gelderman sedang tidak ada. Akhirnya. jadi saya punya nama yang sama. Tuan Gelderman?" "Ya. Kemudian ia berkata. "Si penjaga pintu memanggilmu Gelderman." ujar Sam panik. mendorong Sam ke salah satu dinding dan menutup pintu di belakangnya. (Kisah rekaan/Isaac Asimov/TJ 87 . Sayalah 'sg'." Mata Leghorn menyipit. Saya sekretarisnya. tetapi ia dua puluh tahun lebih tua dariku. Saya bukan Ralph Gelderman. Setelah diiyakan. tergeletak. "Apa ini? Hei. "Foto yang ada di buku adalah fotomu. Ini orangnya! Mungkin saja berniat untuk menyerang dan memukul! Ia berkata dengan serak. Saya juga keponakannya. "Anda. untuk yang kesekian ratus kalinya. "Apakah orang yang mengirimkan paket ini masih ada?" tanya Sam."Paket kiriman. tanpa nyawa. Leghorn berpikir sejenak. Kemudian berkata. dan kau baru saja memberi tahu namamu Gelderman. "Kalau begitu. tak ada yang mencolok dari penampilannya." "Saya memang sekretarisnya. Tubuhnya gemetar. Tuan Gelderman. Ah. Di dalam surat dituliskan 'RG/sg'. suruh dia ke atas." " Saya Sam Gelderman!" "Kau baru bilang bahwa kau adalah sekretarisnya. pihak penerbit sepertinya tidak pernah putus asa. Sebuah tugas yang benar-benar membosankan. Meski Ralph tidak pernah bersedia. "Anda salah. dari Prime Publishers. tapi sesaat kemudian ia menyadari paket itu kosong. Sam beranjak ke pintu dan menyambut pengirim paket yang sudah berada di depannya. Sam melanjutkan. "Namaku Lawrence Leghorn dan saya ke sini untuk bertemu denganmu." "Itu adalah foto yang lama dan ada kemiripan dalam keluarga. Ralph Gelderman. Ia kemudian berkata." Resepsionis gedung memberi tahu." Leghorn ragu-ragu untuk sesaat. Paket itu ikut tertekan genggaman jari-jarinya tanpa tertahan. "Apakah ada yang harus saya tanda-tangani?" Sam mengambil pena dari sakunya. Usianya paruh baya." ujar Sam tidak sabar sambil menerima kotak itu. menjadi tugas Sam untuk memberikan jawaban penolakan. bel pintu berbunyi. pastilah bundel buku dari sebuah galeri dan meminta Ralph memberi pernyataan promosionalnya." Perut Sam langsung mengejang. Ia memegang pinggang Sam dengan kuat sekali.

Toh tak ada rahasia yang bisa disimpan terus-menerus. seorang lelaki tiba-tiba menjejalinya dengan pakaian yang sudah dibasahi zat berbau menyengat. Hoppers. Namun. Sang tetangga yang melihat "titik terang" kemudian mengajak Nicole keluar. Nicole segera dilarikan ke rumah sakit. "Aku cuma tahu ada sesuatu yang menimpa tangan dan lututku. baik pihak keluarga maupun kepolisian masih belum punya gambaran jelas. Nicole beruntung masih bisa menyelamatkan diri. dia masih sempat mencium anak lelakinya dengan penuh kasih sayang. yang berada di ruang duduk. Datangnya tamu istimewa Setelah berhasil membuat Nicole pingsan. yang tahu Adrian tewas. aroma bius membuat Nicole akhirnya kehilangan kesadaran. Sampai akhirnya. untuk disimpan sebagai kenang-kenangan. Mereka harus pandai-pandai menyimpan rahasia. Namun. karena memang tak ada lagi kata-kata yang bisa diucapkan. ditemani Nicole. walau dengan jari dan lengan terbakar sampai ke tulang dan sumsumnya. Nicole mengalami tragedi mengerikan." cerita Nicole. blupp! Nyala api mulai merambah tempat tidur. bayinya yang baru berusia 10 minggu. kabar buruk itu terpaksa disampaikan. Lorena Close 7. Tetangga terdekatnya berusaha menyelamatkan Nicole yang kelihatan terbaring di patio. siapa lelaki yang tega membius Nicole dan membakar Adrian. Sialnya. SURAT CINTA MENGUATKAN SANGKAAN Pagi menjelang subuh. buah hatinya masih hidup. dan suaranya nyaris tak terdengar. tapi selalu gagal menemukan anak malang itu. Sampai saat itu. Sebuah ciuman yang sangat manis. Orangtua Nicole. Nicole Smith tampak berbaring di ruang tidur di rumahnya. mana anakku?" Seolah yakin betul. didampingi suaminya yang terlihat terkejut. datang dari Queensland untuk mendampingi putrinya. 88 . sebelum wanita tegar itu melihat dengan mata kepala sendiri bayinya hangus tergeletak di tempat tidur. Saat itu." cerita Nicole. kemudian meletakkan bayi tak bersalah itu persis di sebelah Nicole. Di kamar tidur. menggendong Adrian yang menatap dengan mata mengantuk. kemungkinan eter. Rambutnya habis terbakar. lengan kanannya hangus. Dalam kondisi setengah pulas. Setelah operasi dan kondisi mental Nicole siap. Entah dari mana datangnya. 4 Oktober 1995. Australia. "Bayiku.12. mereka memeriksa seisi rumah. Ibu muda itu selalu bertanya. "Aku sempat terjaga. Dua kali tetangganya mencari Adrian. sehingga akhirnya harus diamputasi. Bayiku masih ada di sana. berusaha menendang dan meronta-ronta. Perempuan yang berusia 32 tahun itu tampak sangat kelelahan. sebelum akhirnya meluas dan menyebar ke bagian lain rumah istri Mark Smith itu.30 pagi. di tengah serangan rasa penat. lelaki sadis itu langsung beranjak ke ruang duduk. tapi justru awal datangnya tragedi yang lebih besar. Alarm kebakaran sendiri baru berdering sekitar pukul 07. Dia minta keluarga dan tetangga mencarikan sehelai rambut Adrian." sebutnya lirih. karena Nicole tampak belum siap menerima kepergian Adrian. Victoria. beberapa saat kemudian di tempat tidurnya sendiri. Sebelumnya. kejadian itu bukan akhir. Nicole cuma bisa diam. Benda yang di kemudian hari disadarinya sebagai tubuh mungil Adrian. Sejurus kemudian. ibu muda itu sempat dua kali terjaga untuk menyusui Adrian. Nicole sulit mengenali lelaki itu. Aku juga merasa seperti ada benda kecil di dekatku. Tak ada yang menyangka. Lalu dibaringkannya buah hati tersayang di buaian. "Mana Adrian. Para tetangga yang terbangun kaget setengah mati. asap tebal dan tajam tampak menyelimuti ruangan.

Bono juga memeriksa para tetangga serta menanyai kerabat dekat dan pihak-pihak yang kerap berhubungan dengan Nicole. Menurut ayah Adrian ini. Bono berbicara dengan Mark Smith. tentu saja. dan selalu berada di sisi sang istri saat tenaganya dibutuhkan. Seminggu setelah kebakaran." ingatnya ketika itu." tutur Nicole. Berhasil. dan ingin cepat-cepat mengabarkan berita baik ini pada Mark. Victoria." bilang Bono. bisiknya dalam hati. "Seluruh kasus ini tidak saling berhubungan. menanyai orang terdekat Nicole. Tahun 1991. Dia pasti senang. Florida. Titik terang mulai agak kelihatan ketika dia mencoba menggali informasi dari rekan-rekan kerja Mark Smith. pasangan itu pindah ke Palm Bay. Dari merekalah Bono mendapat nama Donna Wilkinson. mereka saling menghargai satu sama lain. Mereka tinggal di Hoppers Crossing. sosok Nicole. Namun. Peristiwa kebakaran itu dianggapnya sebagai sebuah kecelakaan tragis. Detektif berpengalaman itu mencatat adanya sedikit ketidaksesuaikan antara cerita Smith saat itu dengan omongannya beberapa hari sebelumnya. Saat kandungan Nicole berusia tiga bulan. Nicole berkonsultasi pada seorang endokrinolog. detektif yang ditugasi menyelidiki kasus ini. dia menerima dengan pasrah kematian Adrian. Di sisi lain. Lahir dan tumbuh di Ipswich. warga negara Amerika yang konon salah satu kawan terdekat Mark. itulah yang terus dicari polisi asal Melbourne itu. Nicole. Queensland. benar-benar dipaksa menghadapi benang kusut. Nicole betul-betul hamil. tak kami temukan jejak sama sekali. Niat membakar mereka berdua hidup-hidup merupakan ide keji yang harus dilandasi motivasi sangat kuat. Kebahagiaan Nicole kian lengkap ketika Adrian lahir." tutur Nicole." Geledah teman selingkuh Hampir tak ada petunjuk yang bisa menuntun polisi untuk mengungkap kasus terbunuhnya Adrian. 89 ." kenangnya." kata Bono setengah berteori. Mark sendiri. pasangan muda itu kembali ke Australia. tujuh bulan kemudian. dekat Werribee.Apalagi tak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian itu. Florida. tak jauh dari tempat Mark dipindahtugaskan. tapi merupakan gabungan dari potongan kejadian pada saat yang bersamaan. yang menganjurkan meditasi untuk mengatasi problem pada kelenjar tiroidnya. mulai menjadi fokus pembicaraan warga kota. "Dan dia memang dilahirkan untuk memberikan kegembiraan. tampak berusaha keras menjadi bapak yang baik. rajin menemani Nicole ke dokter kandungan. nyaris tak punya musuh. Bayi mungil berambut gelap dan bermata biru itu menjadi tamu istimewa yang sangat dinanti kehadirannya. Rencananya kami mau punya tiga anak. "Aku sangat menginginkan bayi. keduanya menikah. benang kusut itu tetap harus diurai. sebelum lahirnya Adrian. "Dia pria yang lemah lembut. suaminya Mark Smith." tambahnya. Nicole berumur 22 tahun dan sudah bekerja di sebuah pre-school saat berkenalan dengan Mark yang cerdas. tempat Mark yang berdinas di Angkatan Udara Australia bertugas selama tiga tahun. Motif. apalagi Adrian. Namun. tampan dan jangkung pada tahun 1990. "Bahkan di kamar tidur sekalipun. kemudian pindah ke Orlando. "Ikatan kami sangat kuat. Sersan Andrew Bono. Dia cukup perhatian. "Dia mencintai kehidupan sejak lahir ke dunia. Karena lama tak mendapat momongan. "Sangat akrab dan selalu melakukan sesuatu yang istimewa pada hari jadi dan ulang tahun. Tahun 1994. dan anak mereka Adrian. Nicole percaya. Langkah pertama Bono. Dia bahagia luar biasa. sulit menyimpulkan atau mendugaduga keterlibatan Mark.

Pacar gelapnya. Smith menyebut Donna sebagai tunangan. aku mencintai dan merindukanmu. Nicole tetap tak habis pikir. yang lahir beberapa bulan sebelum Adrian." Meski tentu saja." cerita sang polisi. "Aku terguncang saat mendengar berita itu dan menangis untuk anakku. Pada sebuah kartu dari Melissa yang ditujukan kepada Mark terbaca: "Ayah tersayang. Termasuk saat jaksa memutar kembali kaset video yang memperlihatkan Mark sedang menurunkan peti jenazah putranya ke liang lahat. Bono pantang mundur. akhirnya aku tahu yang sebenarnya. Maka. Ia juga selalu menyangkal bukti-bukti dan tuduhan jaksa." Penemuan-penemuan itu berhasil menyeret Mark ke pengadilan. tapi kami punya rumah 90 . dan surat-surat cinta. Bono menelusuri sejauh mana hubungan Mark dan Donna. Nicole sendiri pernah dua kali bertemu Donna di acara sosial. email. mengapa mantan suaminya itu lebih memilih membunuh anak-istrinya ketimbang menuntut cerai. lebih pada dirinya sendiri. Jawaban atas semua keraguan dan pertanyaan yang selama ini tak terjawab. "Paling tidak. Tampaknya. Bono sebenarnya mencurigai perselingkuhan Mark berada di balik percobaan pembunuhan terhadap Nicole. Dia berjanji akan mengadopsi Melissa. kartu-kartu ucapan. Teman-teman sejawatnya sampai mengingatkan. Bagaimana jika pembakar rumah Nicole ternyata bukan Smith? Namun seperti biasanya. Mark Smith malah terlihat sangat tenang. Untunglah. hingga awal 1997. Januari 1998. "Tak ada kekuatan hukum yang bisa memaksanya datang." imbuh Bono. Dalam penyelidikannya. "Mark menyukai uang. Bono menemukan fakta. masalah finansial ikut berada di balik semua kejadian ini. berbeda dengan Nicole yang harus menjalani dua hari pemeriksaan silang dengan tangis sedu-sedan. serta mengumpulkan hal-hal kecil yang bisa dijadikan barang bukti. Bono berangkat lagi ke Amerika Serikat. kerja keras Bono selama lima tahun akhirnya terbayar lunas. Donna selalu menyangkal keterlibatannya pada kasus ini. Penampilan itu semakin menguatkan dugaan. untuk menggeledah rumah Donna Wilkinson. Penasaran. Donna Wilkinson. keputusan hakim itu tetap "sangat mengejutkan" buatnya. berbagi informasi dengan FBI. Keputusan yang menutup rapat pintu keraguan yang selama ini menyiksanya. Gadis cantik berambut mekar itu sekretaris di divisi tempat Mark bekerja. Dia bertekad mengantungi surat perintah polisi setempat.000 buat pasangan selingkuhnya itu.000 kepada Donna. yang dihubungi Bono pasca persidangan mengaku. "Saya menemukan tagihan hubungan telepon internasional mereka. Hampir mati terbakar Tepatkah keputusan pengadilan menghukum Mark? Nicole sendiri. dia memang pembunuh sadis berdarah dingin. serta merencanakan pembunuhan terhadap Nicole." jelas Andrew Bono. Setidaknya. ketika Desember 2000. "Hanya Mark yang tahu." tuturnya lirih. Dia juga harus rela bolak-balik Australia Amerika. Mark pernah mentransfer uang senilai lebih dari AS $ 70. menolak datang ke Australia untuk menghadiri sidang. agar Bono tidak terlalu terobesi pada Mark. Smith sama sekali tak menunjukkan emosi yang berlebihan. "Namun ia selalu menyangkal semuanya. Smith juga membeli cincin pertunangan seharga AS $ 20. mengapa ia memilih jalan itu. Kami tidak punya asuransi pribadi. Mark John Smith resmi dijatuhi hukuman 26 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Victoria. Ia diyakini melakukan langsung pembakaran yang berakibat hilangnya nyawa Adrian. Namun." jawab Nicole.Mark bertemu Donna Wilkinson saat bertugas ke Australia beberapa tahun silam. anak Donna dari hubungan dengan lelaki lain.

Andrew Bono sendiri menggambarkan ibu muda nan tegar itu sebagai wanita luar biasa." lanjut Nicole. lalu dengan sadis menutup wajah istrinya sendiri dengan pakaian yang sudah dibasahi cairan bius mudah terbakar. Aku menganggap semua sudah berakhir.000. tengah malam aku terbangun. 91 . dia begitu lama bisa menerima kenyataan." duga Nicole. Dia kehilangan begitu banyak hal. Nicole bahkan tak pernah menaruh prasangka sedikit pun pada suaminya." jawab Nicole bijak. Mark pun berubah." Perangai berubah "Buta" paling parah yang dialami Nicole adalah ketika dia tak pernah mencium hubungan mesra suaminya dengan Donna Wilkinson. Semua itu bernilai lebih dari AS $ 215. sehari setelah Adrian lahir. hanya untuk melahirkan di dekat Mark. Hampir dua pekan kemudian." tuturnya. tapi ia menenangkanku. yakinkah Nicole bahwa suaminya sendiri yang mendalangi semua peristiwa tragis ini? Bukankah di pengadilan. saat berkunjung ke Australia di awal 1995. Aku tak punya gambaran bagaimana hal itu bisa terjadi. Sepulang dari rumah sakit bersalin. ia melihat api berkobar dari tempat sampah menuju atap. sehingga bisa meninggal bersama-sama? Apakah Mark memang sekejam itu. Melissa. Smith jugakah yang menyalakan aromaterapi bakar di samping tempat tidur dan mengatur posisi ibu dan anak itu sedemikian rupa. Ketakutan. Sejak saat itu sebenarnya aku mulai gelisah. sudah berusia dua bulan ketika Nicole hendak melahirkan. Namun. Itu sebabnya aku menyarankan Mark membawa tempat sampah itu ke dinas kebakaran untuk diperiksa. Nicole ingat pula pernah dibangunkan suara lengkingan alarm kebakaran di dapur. Aku hanya tak bisa mengerti. Aku tak lagi berbicara dengan dia sejak Desember 1995. Dia 'kan suamiku. mengapa hal-hal berbahaya itu bisa terjadi. sampai Bono menyampaikan bukti-bukti keterlibatan orang yang sangat dicintainya itu. Donna bahkan mengarang cerita bohong pada Nicole. tapi selalu berusaha keras memperoleh kembali kehidupannya yang hilang. "Aku sedang menyusui dan Adrian tampak gelisah. "Aku sendiri bingung. Tak mudah mengorek informasi tentang Mark dari Nicole. pria tampan berumur 37 tahun itu. setelah mencium bau gas yang sangat kuat. segera Nicole merenggut Adrian dari buaian di ruang duduk yang berjarak hanya lima meter dari kobaran api. "Ketika Adrian berumur lima minggu. mengapa kebakaran itu bisa terjadi. mengaku telah menikah dengan seorang pria dari angkatan udara. Nicole membuka album foto dan menunjukkan gambar yang diambil di rumah sakit. membakar anak dan istri. lantaran terlalu percaya pada kekuatan cinta dan kegembiraan mengurusi putra kesayangan. Itu sebabnya. setelah merangkai kejadian-kejadian sebelum datangnya kematian Adrian. Dia baru bisa percaya dan membuka mata. Bahasa tubuhnya terkesan "dingin" dan "menjauh". Ketika Nicole ke dapur. Smith selalu menyangkal tuduhan jaksa dan bukti-bukti yang dikumpulkan polisi? Betulkah Mark." kilas Nicole. Mark Smith tampak sedang memandang bayinya tanpa ekspresi. Anak perempuan Donna. Mark setahuku tidur di ruangan terpisah. ternyata ada beberapa lubang pada pipa yang terletak di atap.dan seisinya serta dana pensiun Mark. teman terbaikku. Seraya mengawasi Mark yang dengan sigap menyiram lidah api dengan alat pemadam kebakaran. yang tega membungkuk di atas badan Nicole. Tidak juga ketika Donna dihamili oleh "orang kantor" Mark. "Setelah diperiksa. Tapi tak sedikit pun aku menaruh kecurigaan padanya. Selama ini dia agak buta. lalu kabur dan pura-pura sangat terpukul ketika polisi memberitahukan "kabar buruk" itu padanya? "Entahlah. dalam pesta mabuk-mabukan di tahun 1994. Dia bahkan tak pernah mau membantu Nicole merawat Adrian.

Smith memainkan kartu trufnya. Selama menanggung penderitaan itu. Kebakaran yang memaksa Nicole meringkuk dua bulan di rumah sakit. "Padahal aku mencintainya. Mark sendiri sering menghilang. obsesi pada kekasih Amerikanya itu makin subur. Setelah peristiwa mengenaskan itu. dan ketakutan jika mendengar alarm kebakaran. "Aku jadi lebih tegar. perjalanan dinas Smith ke Canberra ketika Adrian berumur enam minggu. Bulan berikutnya. sehingga tega menyusun berbagai rencana untuk menyingkirkan Nicole dan Adrian." kata Nicole sambil menggeleng-gelengkan kepala. Smith dicekal ketika hendak kembali ke Amerika. yang dengan mudah ditemukan Sersan Bono saat menggeledah rumah Donna di Amerika. terjadi hanya empat hari setelah Donna Wilkinson kembali ke Amerika Serikat." tutup wanita yang resmi bercerai dari Mark tahun 1997 itu. sepanjang waktu. ia dirawat hanya oleh saudara-saudaranya. ia sama sekali tidak berduka. "Keadaanmu ternyata tak seburuk yang kupikirkan. Kadang aku pikir. tahun 1998. karena Adrian selalu bersamaku. Nicole mengaku masih kerap bermimpi buruk. menjalani 15 kali operasi termasuk operasi plastik untuk lengan palsu seharga AS $ 17. entah ke mana. aku tak tahu mengapa dia melakukan ini padaku. Saya juga ingat." ujar Nicole. "Dia hadiah istimewa untukku sepanjang hidup ini. Smith dengan dingin menyampaikan berita pengunduran dirinya dari angkatan udara. susah tidur. kurang dari dua bulan setelah kebakaran dan masih berada di rumah sakit. Nicole juga ingat. Sampai hari ini. "Kami tak pernah menangis bersama untuk Adrian. Donna dan Melissa pulang kampung tanpa Smith. Bulan Maret 1996. bersamaan dengan rangkaian penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian. memungkinkan Smith menemui Donna dan menemaninya makan malam. Kebakaran di dapur yang membuat Nicole bingung. Melissa. sembari memandangi foto Adrian yang sedang duduk manis sembari meniup-niupkan mulutnya. Ia memegang tanganku saat aku membutuhkannya. Masih tidak menyadari hubungan khusus Mark dan kekasih gelapnya. membakar Nicole dan Adrian di kamar tidur. Puncaknya. Nicole mendapat musibah kedua. Smith kembali ke Australia bersama Donna Wilkinson dan anak mereka. Mark memang benar-benar ingin melihat Nicole mati terbakar. Nicole tak ingin "Adrian" hilang dan dimakan api untuk kedua kalinya. Foto yang selama ini menjadi salah satu "harta" paling berharga Nicole. Terpaksa. Mata lahir dan mata batin Smith mulai gelap. 92 . selain sikat rambut Adrian dan sehelai rambut yang tersisa di sikat itu. lebih mudah tersentuh. Nicole pun harus membiasakan sendiri dan belajar menulis dengan tangan kiri. Keputusan cekal itu membuat Mark dan Donna hanya bisa melakukan hubungan jarak jauh. meninggalkan banyak bon interlokal." senyumnya." Tampaknya. kemudian membeli tiket pesawat sekali jalan untuk memulai hidup baru di Amerika bersama Donna. tiga minggu setelah kebakaran di dapur. sekaligus keinginannya meninggalkan keluarga yang telah mereka bina bertahuntahun. Benda-benda tak ternilai itu disimpannya dalam kotak khusus yang selalu dibawa jika "terjadi kebakaran". Smith bahkan mengosongkan rekening bersama mereka.Nicole juga tidak tahu sama sekali. ia banyak bermeditasi dan mencoba memikirkan hal-hal positif yang telah diberikan Adrian. Untuk mengatasinya. tahu kalimat apa yang pertama diucapkan Mark pada Nicole? Dia cuma bilang. Dua minggu setelah Smith kembali dari Canberra.000 sumbangan warga Ipswich.

Ingat. Ketika membuka tasnya yang sudah lusuh. Teka-teki apa ini? Tampangnya yang semula ceria kini pudar begitu saja.000. BEDA NASIB SEJAK BAYI Penulis: Kisah rekaan/Sast. Namun. Andai Nicole bisa lebih pintar mendiagnosis candracandra mencurigakan itu. di Cepu Udara menjelang siang di Pantai Kuta itu masih menyisakan sedikit kesejukan. Sekarang. seyakin Bono. untuk sementara. di sisi lain akal sehatnya mengatakan. Tolong datang ke sebuah rumah yang letaknya tertera dalam peta di balik kertas ini. Tomy Sutomo merasa hari itu adalah miliknya.begitu berharga. membuat Nicole yakin. Begitu diambil.Perubahan perangai Mark dan rangkaian peristiwa-peristiwa mencurigakan pascakelahiran Adrian tadi. dirinya sudah terjebak. Demi mendapat sesuap nasi. Di sana Anda akan menerima nasib yang lebih baik. Cuma. jangan-jangan ini satu mata rantai dari sebuah skenario kejahatan besar. uang Rp 200. Ia tak mengerti. Ledakan bom lagi? Sebegitu murahkah orang seperti dirinya sehingga orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu memanfaatkannya? Baginya. Tak ada niat buruk apa pun terhadap Anda. kepada siapa? Ataukah ia harus melapor ke polisi? 93 . Bahkan meminta-minta. sebuah amplop secara misterius ada di dalamnya. atau menipu dia lakukan. Selama itu pula julukan tunawisma. pengembara dekil. Di saat seperti itu. uangnya masih aman di tempatnya. kejadiannnya barangkali akan berbuntut lain. "Wah. Tuntutan perut tidak bisa ditawar-tawar. Padahal sebenarnya ia tidak ingin menjalani hidup seperti itu. Ia tahu. Isinya. rezeki nomplok. ia harus mengembalikan surat itu beserta isinya.000. uang Rp 200. ia hidup seperti gembel. ia nyaris tak percaya. Berbulan-bulan sejak peristiwa bom yang meluluhlantakkan dua kafe dan menewaskan ratusan orang serta mematikan denyut kehidupan di kawasan Pantai Seminyak itu. Namun. mengemis. Mark memang telah berlaku kejam dan tak adil buat keluarganya sendiri. hanya Anda yang tahu semua ini. dua lembar uang ratusan ribu rupiah. Tomy curiga. ia rela menebalkan muka melakukan pekerjaan apa pun.membuat dirinya merasa kaya. Tapi bersamaan dengan itu tangannya menyentuh barang lain. isi surat yang menantang itu mengusik hatinya. Selamat menikmati mimpi indah. atau gelandangan menempel pada dirinya. ia menganggur berkepanjangan.." pikirnya. Gara-gara kehilangan pekerjaan sebagai tukang bersih-bersih di sebuah bar. Harap uang ini diterima. ia bisa tertawa lebar.. Keputusan pengadilan hanya bersifat menguatkan. Kisah nyata/Rahartati Bambang Haryo 13. Kening Tomy berkerut. Amplop itu terus dirogoh-rogohnya sekadar untuk meyakinkan. Penyesalan memang selalu datang belakangan. ternyata secarik kertas yang bertuliskan.

Meski tubuhnya letih." Sandiwara apa pula ini? Tomy merasa heran." gumamnya sembari memperhatikan gambar petunjuk dalam kertas tadi. setelah perempuan tua itu meninggalkan dirinya. Sekaleng minuman ringan yang dingin dan dua potong donat mengusir rasa lapar dan dahaganya. Tomy ingat pepatah. Pikirannya terus melayang. 94 . Ketika berjalan sambil mengisap rokok dalam-dalam. Sambil menghela napas dalam-dalam. "Duduklah dulu! Tante Ndari sedang tidur. Namun. Tanpa ragu-ragu Tomy lalu masuk ke sebuah warung makan yang ditata ala kafe. Tomy bangun kesiangan." kata perempuan tua itu dengan mata berkaca-kaca. "Ndara Putri belum bangun. Tuan Muda Jimy! Silakan masuk!" sapa seorang perempuan tua berpunggung bungkuk. Karena baru bisa terlelap setelah lewat tengah malam." Tomy hanya bisa menjawab dengan senyum yang dipaksakan. "Akhirnya Tuan datang juga. energi dan semangat hidupnya pulih kembali. perempuan renta itu datang membawakan segelas air jeruk dingin. mencoba memahami peristiwa "aneh" yang terus mengiringinya sejak siang hingga malam ini. sebab beberapa hari ini penyakitnya kambuh lagi. sepandai-pandai menyimpan bangkai. Tomy menguak pintu gerbang dari besi di sebuah rumah tua. baunya toh akan tercium juga. "Kiranya ini rumah yang dimaksud. Sampai siang itu Tomy tidak tahu entah ke mana kaki akan melangkah. Diteguknya minuman itu. Saya tidak berani membangunkan." batinnya ketika menyaksikan hidangan sarapan berupa beberapa iris roti panggang berisi daging asap plus apel. Tomy tidak bisa cepat tertidur." "Sekarang saatnya bagiku untuk membuktikan ucapan temanku itu. "Sebenarnya. Belum habis keheranannya. hidup ini tak ubahnya berjudi. Bukan mimpi Hari sudah di ambang petang. sejak lahir sampai kini tak pernah sekalipun ia punya nama lain. perutnya terus menggedor minta segera diisi. Itu yang dia khawatirkan. "Ini namanya 'kere munggah bale' (gembel jadi raja)." bisiknya dalam hati. Ditambah sepotong pastel ayam. Jalan setapak berbatu kerikil membelah halaman luas dengan banyak tanaman yang tumbuh tak beraturan.35. Tomy meninggalkan gundukan pasir yang tadi didudukinya. ia teringat ucapan temannya. Ia masih termangu ketika suara dari dalam rumah itu tiba-tiba menyapanya. Ketika hendak membuka kembali tasnya untuk memastikan isi pesan dalam kertas itu. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 08. Tapi beliau sudah berpesan untuk menyiapkan makan malam dan kamar untuk Tuan Muda. "Oh. perempuan itu muncul lagi. Kamar di lantai tiga itu sungguh terasa mewah untuknya.Belum juga ia mengambil keputusan. sekalipun nama samaran untuk gagah-gagahan.

"Aku harus hati-hati bicara. Di dalamnya berjajar rak buku. baru saja membersihkan kamar itu dan lupa menutup pintu. bulan. Makanya. "Sekarang Ndara sudah tidur lagi. "Sama dengan hari kelahiranku?" 95 . Tomy sempat melihat ada sebuah kamar kosong tak berpenghuni di lantai dua. Kebetulan tidak terlihat bayangan seorang pun di sekitarnya. ya rematik. Saat yang dinanti itu pun tiba. Retno Sundari ." sapa Bi Sum. "Lalu. Selanjutnya. selama sekitar dua jam sebelum Tante Sundari bangun. "Ya. Eh . ia hanya menanggapinya dengan senyum. Ndara itu sulit. Yang paling menarik perhatian Tomy adalah foto seorang lelaki muda berwajah mirip sekali dengan dirinya. "Rupanya. sakit yang dulu juga. Dari lantai dua itu Tomy bisa melongok ke bawah. Bangunnya nanti setelah sekitar dua jam.Ternyata buron Selamat tinggal Tomy. Tuan tahu sendiri. kulit lelaki itu kelihatan lebih terang.A. sehingga tidurnya pulas sekali. dan tahun kelahiran yang . sebuah meja tulis besar dengan lampu baca. "Tante biasa bangun pagi sekali. Jimy siapa? Tomy benar-benar ingin tahu dan harus mencari kesempatan untuk menyelidiki. foto-foto di dinding. pusing-pusing. Kini terlihat pintu kamar itu terbuka.. suka maumaunya sendiri. 19 Desember 1951." Tomy menanggapi dengan mengerutkan kening serta memasang ekspresi prihatin. Bedanya. ia harus berjuang mencari informasi tentang jati diri Jimy. R. nama perempuan tua itu." sambungnya. juga kencing manis yang membuatnya harus selalu disuntik kalau makan. "Sakit apa sih. Ada potret wanita muda cantik dengan tulisan yang mulai pudar: R. Di halaman lain. Di setiap bagian bawah foto selalu tertera keterangan berupa tulisan.Solo. Maklum. muncul kembali. Tampak Bi Sum dan Sri sedang sibuk bekerja di dapur dan ruang cuci. saat berjalan menuju ke kamarnya. Jimy Sugiharto lengkap dengan hari. sebab tiba-tiba Bi Sum. Semalam. "Dokter keluarga memberi macam-macam obat. Macam-macamlah. Tadi ia menanyakan Tuan. terpasang foto telanjang bayi montok dengan tulisan. Di kamar itu ia menemukan album foto tua. sudah sakit-sakitan. Ada juga sejumlah foto keluarga. tanggal. Tuan terlalu capek karena perjalanan panjang. Tapi tidak saat ini. dan lemari tempat menyimpan arsip keluarga. Bi?" ia memberanikan diri untuk bertanya. selamat datang Jimy." pikir Tomy. tapi ia melarang kami membangunkan Tuan. Juga nasihat untuk diet dan berolahraga ringan." Tomy mendengarkan sambil mengangguk-angguk.. Tapi. Mungkin Sri. apa kata dokter?" Bi Sum menggeleng. pelayan yang membantu Bi Sum..." Kesempatan mengobrol dengan Bi Sum itu tampaknya dimanfaatkan betul oleh Tomy untuk mengorek informasi awal. Ia hanya mendengar bunyi dengung mesin cuci.

Tante Ndari meminta supaya Jimy secepatnya meninggalkan rumah ini." "Terima kasih. terpampang foto Jimy berpose gagah di punggung seekor kuda besar. saya diminta menyampaikannya pada Tuan Jimy. "Aku harus cepat-cepat meninggalkan kamar dan rumah ini. Katanya. Bila sampai jam setengah sepuluh Tante belum juga bangun. apa yang akan dilakukan si nenek bungkuk ini? Perempuan tua itu tersenyum dan menyapanya dengan ramah. Dengan hati-hati ia mengembalikan semua album itu pada tempatnya. "Uang itu cukup untuk biaya perjalanan ke Lombok.. rumah ini sudah diawasi. Ia tidak mau menjadi korban. Foto-foto Jimy pun dimuat tersebar hampir di setiap halaman koran. Berita itu juga menyebutkan. ada pihak yang bersedia memberi hadiah uang bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi tentang keberadaan Jimy. "Jimy Sugiarto Kini Buron"." Katanya lagi. Saat ia melangkah mendekati pintu kamar. terlambat. Lelaki gagah dan kaya itu ternyata kabur dari sel penjara. Namun. Tuan bisa tertangkap.." Tomy terdiam. Ia merasa. Tomy cepat-cepat mengembalikan koran usang itu. Pagi buta tadi Tante mendapat telepon dari orang kepercayaannya. ia dikejar waktu. "Maaf. selembar kertas koran meluncur dari dalamnya dan jatuh ke lantai. di antara sekian banyak foto keluarga. . Di sana aman. Bi Sum muncul bagaikan hantu di siang bolong bagi Tomy. selintas bayangan mengadang jalan. pihak tersebut merasa telah dirugikan oleh ulah Jimy. Tante memberikannya pada saya tadi pagi. Bi Sum juga diam. menanggung perbuatan Jimy . tapi sepasang mata tuanya menatap sebuah amplop di genggaman tangannya. Jantung Tomy berdegup kencang saat membaca judul berita di halaman koran yang mulai menguning itu. "Jimy Sugiharto palsu!" Tomy tersadar.orang yang sama sekali tidak dikenalnya. sampaikan salam saya pada Tante!" Gelandangan kaya Pergi ke Lombok? Buat apa? Bukankah di luar rumah ini Tomy sudah menjelma menjadi dirinya sendiri kembali? 96 . Celaka. "Ada uang di dalamnya. Kakinya masih gemetar. Saat menaruh sebuah album. Pasalnya.Pada album lain. Bi! Saya pamit." pikirnya. "Ada apa. senyuman Jimy di foto itu seolah mencibir dirinya. Bi?" Bi Sum tak menjawab. lalu mengulurkan amplop itu pada Tomy. saya lupa kalau Tuan Jimy ada di rumah.

Ia tidur di emperan toko. Bahkan tak ada lagi lelaki bernama Tomy yang ditinggal pergi istrinya seperti lima tahun lalu. Dengan uang itu. dan panorama alam Pulau Menjangan yang tampak malu-malu di balik kabut mengurangi ketegangan perasaannya. Siapa tahu. ia terkejut ketika pagi-pagi sekali dibangunkan oleh seorang tukang parkir. Itu semua gara-gara segepok uang dari Tante Ndari. Untunglah. pikirannya terus berputar mencari jalan untuk segera meninggalkan pulau ini. Tomy segera beranjak menuju ke terminal bus di Ubung dengan naik angkutan kota. Setelah menyeruput habis sisa kopinya. Selama menunggu keberangkatan. Walaupun tanpa tempat tinggal dan pekerjaan tetap. ia memikirkan bagaimana caranya agar bisa segera kabur dari pulau ini. Mau tak mau ia harus menunggu feri berikutnya."Selamat tinggal Jimy Sugiharto. Akhirnya. 97 . Setiba di terminal. Setelah itu ia berharap. Tak ada lagi Tomy yang senantiasa dikejar-kejar orang karena utang. Ia memesan segelas kopi kental dan tiga potong pisang goreng yang masih hangat. hati Tomy terus dihantui rasa waswas. sebuah feri baru saja meninggalkan dermaga menuju Pelabuhan Ketapang. kini Tomy merasa berbeda dengan para tunawisma lainnya. semilir angin pantai. Untuk menghangatkan tenggorokannya. Hamparan air laut yang biru kehijauan. Makanya. Menurut perhitungannya. ia menuju ke sebuah warung kopi yang mulai ramai pengunjung. Gara-gara uang Rp 10 juta itu. Sepuluh juta rupiah! Seumur-umur baru kali ini ia memegang uang sebanyak itu. Untuk membunuh waktu. Ia merasa lebih aman naik bus ketimbang naik pesawat untuk mencapai Surabaya. bisa merasa tenang saat menggunakan uangnya. Sambil melahap nasi goreng dari gerobak dorong di lapangan parkir Pasar Kumbasari. Sambil sesekali mengisap rokoknya. Gagal kabur Malam itu Tomy masih harus mempertahankan gaya hidup lamanya menjadi "gelandangan". ia berjalan-jalan di sepanjang pantai. dia itu aparat atau pemburu hadiah untuk menangkap Jimy. ada sebuah minibus yang sudah mulai penuh penumpang bersedia mengangkutnya. Sesampai di Pelabuhan Gilimanuk. belum ada bus yang akan segera berangkat menuju Pulau Jawa. semoga nasibmu bukan nasibku!" kata Tomy dalam hati. Ia tak sabar ingin segera meninggalkan Pulau Dewata itu. berbagai urusan di bandara bisa menyulitkannya. Tak ada lagi Tomy yang pengangguran. Banyuwangi. Bukan tidak mungkin hal itu justru membawa dia masuk ke perangkap para pemburu hadiah. Tomy ingin menutup sejarah masa lalunya yang buram. Di sudut sebuah kafe dengan penasaran Tomy membuka amplop itu. Tak ada lagi Tomy pengutil yang senantiasa berkucing-kucingan dengan satpam mal. di pulau ini ia harus selalu waspada pada setiap orang asing yang ada di dekatnya. ia memilih suatu daerah di Jawa sebagai tempat yang ideal untuk bersembunyi. Isinya ternyata tak kurang dari seratus lembar uang seratusan ribu rupiah.

Lelaki itu Jimy. Setelah berulang kali mengucapkan terima kasih. ia menyapa dengan senyuman.yang tadi memberinya permen karet ." jawabnya pendek. Namun. "Jangan berteriak. "Yah. Sebuah benda keras menekan perutnya. "Lumayan! Di tempat ini jarang ada orang memancing. Jimy Sugiharto. peminta-minta itu pun pergi meninggalkan Tomy. Rupanya. ada apa ini?" Lelaki itu diam saja. lelaki itu meninggalkan Tomy bersama sang pemancing. Ketika hendak menyulut rokok di bibirnya. "Lo. Sesekali pancingnya berhasil menggaet ikan yang lumayan besar. 98 . ia juga sedang menikmati suasana pantai pagi itu. Beberapa perahu nelayan yang sedang ditambatkan tampak bergoyang-goyang dipermainkan ombak tepi pantai. Tanpa banyak pikir. kecuali patuh pada perintah lelaki itu. Saat mengganti umpan dan menoleh kepada Tomy. lelaki itu hanya mau meminjam korek api buat merokok juga. Tomy lalu berjalan menuju ke deretan warung di depan pintu masuk halaman pelabuhan untuk sarapan. Tampaknya. Sama sekali dia tak menduga.Di lidah pantai yang paling menjorok ke laut. seseorang tiba-tiba mendekat. Saat itu seorang lelaki bertopi dan berkacamata hitam berjalan mendekati Tomy. ia melihat seseorang sedang asyik memancing. Sambil mengisap rokoknya.sudah ada di jok belakang." Feri yang ditunggu-tunggu masih melaju di tengah Selat Bali. saat ia menyodorkan korek api. di hadapannya kini muncul seseorang yang selama ini selalu menghantuinya. Tomy menoleh pada lawan bicaranya. lagi-lagi Tomy terhenyak. "Banyak ikannya?" iseng-iseng Tomy menegur. membuyarkan konsentrasi Tomy.tiba-tiba sudah ada di dekatnya. Rasa bosan bercampur was-was makin membelitnya. Setelah menawari permen karet. ya?" sapa lelaki itu. padahal cukup banyak ikannya. Seorang pengemis menadahkan tangan. Tomy mengarahkan pandangannya kembali pada pemancing itu. Ia menyusuri jalan sepanjang pantai yang banyak ditumbuhi ketapang. tiba-tiba orang tak dikenal itu dengan cepat meringkus tangannya. ia mencabut dua lembar uang seribuan. Setelah masuk ke dalam mobil. Ia menurut saja ketika didorong masuk ke dalam mobil yang .entah kapan datangnya . Lelaki bertopi dan berkacamata hitam . "Di sini tenang. Tomy terkejut. Perlahan-lahan lelaki itu melepas topi dan kacamatanya. kalau tak ingin perutmu ditembus peluru!" Tomy tidak bisa berbuat apa-apa. Pengemis itu sejenak melongo sebelum menerima pemberiannya.

Jimy tersenyum. "Daripada mati konyol. si pengemudi membawa mobil menerobos semak belukar. Nyawanya kini di ujung tanduk. untuk pertama kalinya ia diperbolehkan bermain agak jauh bersama temannya. kembali Tomy dibuat terkejut. Tomy tampak pasrah dengan moncong pistol yang sepertinya siap menyalak. sebutir timah panas menembus lengan kanan Jimy. Cuma sekarang saya sudah kembali ke pekerjaan semula." "Jadi. Namun. sebuah lereng pertambangan yang jaraknya kurang dari sekilometer dari rumah orangtua Tom di Patternhof. pistol di tangannya bukan pertanda ia punya niat baik. Betul 'kan?" tegur Jimy asli ramah. Sri. Anda ini Polwan?" Sri mengangguk. 30 Maret 2003. manakala sebuah kendaraan lain menyusul mobil yang ditumpanginya. "Seperti rencana kita 'kan. Jimy masih mencoba menguasai dirinya. Tapi. "Ya. 14. Dengan lengan yang berdarah. "Jadi?" kata Tomy terbata-bata. senyuman itu bagi Tomy lebih mirip seringai serigala lapar. salah satu pembantu rumah tangga Tante Ndari ada di mobil itu. sepucuk moncong pistol lain kini menempel di pelipis Jimy. "Ya. Sebastian. Sekali lagi Tomy terkejut. TERLACAK DARI SITUS INTERNET Minggu cerah di Eschweiler. Terdengar suara ledakan memecah keheningan. anehnya. Tomy berhasil melepaskan diri. aku harus berbuat sesuatu. Dalam keadaan setengah sadar. "Aku tak mau ada yang mengaku-ngaku sebagai diriku!" hardik Jimy sambil menarik picu senjata apinya. dalam perjalanan menuju entah ke mana. Rupanya. lelaki itu rupanya si tukang mancing di pantai itu. anak-anak itu pergi ke Schwarzer Berg." katanya dalam hati. Jimy memperketat tali yang mengikat kedua tangan Tomy. Sewaktu kawanan Jimy digiring ke mobil polisi. Bos?" kata lelaki di balik kemudi sembari menoleh ke belakang." Tomy merasa dirinya bak kelinci. ia melihat pistol di tangan Jimy terlempar. Sehari sebelumnya."Kamu tentu sudah tahu siapa aku. "Itu pasti komplotan mereka. Sebaliknya. saya Sri. Seperti dikomando. Bukan hanya agak jauh dari rumah dan kawasan Inde. "Matilah aku!" pikir Tomy. ia tidak merasakan apa-apa. Aparat rupanya sudah merencanakan semuanya.adiknya meninggalkan rumah mereka. Nyalinya yang mulai mengembang menciut seketika. Namun. Namun. 99 . di sana aman. Tom bersama Sonya . Di sebuah jalan yang tampak makin sepi. mobil yang membawa Tomy menyusuri jalan yang membelah hutan di kawasan Bali Barat. Tak sampai satu jam kemudian." pikirnya. yang dengan mudah terperangkap masuk dalam jebakan pemburu.

Sonya juga diizinkan keluar bermain bersama kakaknya. Dengan dibantu sejumlah teman. Telat pulang Minggu petang itu." begitulah si ibu mewanti-wanti anak-anak itu. baru bisa dipastikan. Sesosok mayat seorang anak lelaki. Ada dugaan. Gudrun dan Uwe mulai gelisah.45 Gudrun dan Uwe melaporkan kepada polisi tentang hilangnya kedua anak mereka. Maka ia pun menunjukkan gua itu pada adiknya tersayang. setelah penyelidikan kriminologis. pakar kriminologi menemukan tang dengan cetakan nomor 637. Tang bernomor khusus bergagang merah itu dibuat dalam jumlah sedikit untuk tukang pembuat alat-alat mekanik. Namun. anak itu disiksa sedemikian kejam. Tempat yang tidak terpakai di sebuah pertambangan itu terletak di tepi hutan Huert. Anaknya pasti ditemukan. Tang bernomor "Lubang nyamuk" dekat Kota Zweifall merupakan bekas tempat penghancuran bebatuan. sang ibu mengantarnya dengan mobil sampai ke gedung olahraga. Pukul 05. pemilik tang itulah si 100 .sangat memperhatikan keduanya. Sonya. tak seorang pun melihat Tom dan Sonya. Senin pagi. Ia merasa harus berbagi. identitas mayat anak itu. itu Tom. jaraknya hanya 500 m dari rumah mereka. pemadam kebakaran. mereka belum juga dapat menemukan jejak kedua anaknya. setengah jam saja. Tom dan Sonya belum juga ditemukan. Setelah menyisir tempat itu. mereka mencari ke segala pelosok Schwarzer Berg . Mereka menelepon temanteman bermain anak mereka. Ketika malam kian larut. Hari berikutnya.seorang insinyur .00. "Jangan lama-lama ya. Padahal. Uwe terpaksa menelan kekecewaan.00 satuan petugas terpaksa menghentikan upaya pencarian yang tanpa hasil itu.00 keduanya menghambur keluar bersepatu karet. mengingat kian banyak tenaga bantuan penolong yang datang. Namun. mereka belum juga pulang. Tom (11) dan Sonya (9) diasuh orangtua mereka dengan penuh perhatian. Pasangan suami-istri Spreeberg tak bisa lagi tinggal diam di rumah. Gudrun dan Uwe Spreeberg . pukul 20. Kepala anak lelaki itu terbungkus kantung plastik. Ibu dan bapak mereka. Maka."Di sana kami menemukan gua. untuk pertama kalinya. Namun. di lahan parkir tempat ini seorang pejalan kaki menemukan sesuatu yang mengerikan. Jelas. Jadi. dan bantuan teknis menelusuri setiap jengkal kawasan itu. Sekitar pukul 18.lereng gunung seluas 15 hektar. Polisi. Satuan pencari yang terlatih berdatangan. Di wajah Uwe tercermin sikap optimis. Salah satu bentuknya. Pukul 17. saat waktu yang disepakati tiba. Benar. pukul setengah enam sudah pulang. sekitar 12 km dari Eschweiler." cerita anak laki kecil itu. 31 Maret. bila Tom akan berlatih taekwondo.

Gadis cilik itu kemungkinan masih hidup. Ia begitu saja meninggalkan barang bukti yang mudah dilacak di lokasi kejahatan. Sebuah uji air liur dilakukan pada 2. Sejumlah pakar kriminologi kembali membutuhkan waktu seharian penuh untuk bisa memastikan. Atau. tang itu diperiksa untuk mencari jejak DNA." saran polisi itu sebagai jalan tengah.000 pria di Eschweiller yang berusia 101 . tergeletak sesosok tubuh manusia diikat plester. bahwa mayat itu memang Sonya. Saksi mata itu masih ingat.400 petunjuk dari penduduk diterima. Tanggal 8 April para pakar di kantor kriminal setempat di Duesseldorf mendapatkan titik terang.pembunuh Tom. Karena tak seorang pun bisa dicurigai. jangan-jangan itu dilakukan dengan sengaja untuk maksud tertentu? Entahlah. DNA dari Sonya dan dua pria. Hari itu Minggu yang dingin di Kota Eifel. Antara lain. Gemuruh pesawat terbang angkatan bersenjata Jerman melayang-layang di atas kawasan sekitar Eschweiller dengan kamera khusus jarak jauh. berupa temuan tang dengan cetakan nomor 1083. Ratusan kilometer jalan tol arah ke selatan Eschweiler di hutan Bucher Wald dekat Blankeheim. Sangat menarik perhatian. Yang pasti. Sejumlah organisasi bantuan ikut serta. Si pengemudi tidak tampak berupaya menghentikan mobil di jalan raya. Pencarian terhadap adik Tom dilanjutkan. polisi berniat melakukan penjaringan besarbesaran. Polisi sama sekali tak menyebutkan. mencari tempat-tempat yang dicurigai.00. Wajah seorang gadis kecil yang semasa hidupnya menampakkan keceriaan. di bagian kriminologi kepolisian Duesseldorf. tampaknya si pembunuh sangat ceroboh. Juga regu penolong dari ordo Maltese di Eschweiller. Lebih dari 1. Kalau dugaan itu benar. Para pejalan kaki menemukan mayat itu sekitar pukul 14. seorang pejalan kaki di Stolberg mengaku pernah melihat mobil kecil hitam. tubuhnya dibuang begitu saja di hutan. Anjing-anjing pelacak dilibatkan. apakah gadis itu telah mengalami pelecehan seksual. Mereka memastikan menemukan tiga jejak DNA yang jelas pada tang yang ditemukan di dekat mayat Tom. Delapan puluh orang bekerja di komisi pembunuhan di Kota Zweifall untuk mengungkap kasus ini. Lima ratus polisi melacak semua kawasan hutan di sekitar Eschweiller. "Pokoknya jangan membayangkan kondisi mayat yang lebih baik. polisi berpikir pelakunya satu orang seperti umumnya terjadi pada kejahatan seksual. Ini di luar dugaan. mobil itu membunyikan klakson terus-menerus dengan ban mendecitdecit. Bagai seonggok sampah. Para penyelidik mengetahui. di dalamnya ada seorang anak sedang memukul-mukul kaca mobil. Informasi lain. Seminggu berlalu sejak hilangnya Tom dan Sonya. Pihak kepolisian mengambil sejumlah gambar. itu memang kejahatan seksual. Awalnya. "Bagaimana gambaran kondisi mayat itu?" tanya seorang reporter keras kepala kepada polisi di komisi pembunuhan.

"Babi-babi jahanam itu harus disembelih jadi empat bagian. Mungkin itulah upacara pemakaman terbesar dalam sejarah kota kecil itu. jenazah dua kakak beradik Keluarga Spreeberg dibawa ke pemakaman Katolik di Eschweiller. Ia baru saja pindah dari rumah orangtuanya. Ibunya masih selalu mencucikan bajunya dan hampir tiap hari membuat masakan untuk Wirtz. Ucapan itu berulang kali ia katakan kepada hampir ke semua kenalannya. Rupanya. karena hampir semua penduduk kota menghadirinya. Titik terang mulai muncul. Di Bar Pflaumenbaum. berusia antara dua puluh lima sampai lima puluh tahun. Lama sesudah upacara pemakaman selesai pun." Teman-temannya menertawai Wirtz karena tahu ceritanya bohong belaka." ucap marah seorang pria kurus bertubuh sedang berusia awal tiga puluh. para pembunuhnya warga Eschweiler seperti mereka. Tak heran bila ia hadir dalam setiap rangkaian upacara pemakaman Tom dan Sonya. Ia hanya warga biasa yang pekerjaan sehari-harinya menjadi induk semang dan tukang bersih-bersih gedung. 102 . ia memerlukan jenis peralatan tang yang pernah ditemukan di dekat mayat Tom. Wirtz hidup sendiri di sebuah apartemen Souterrain di Jalan Nordstrasse di Eschweiler. Bukan dari panggilan hatinya yang dermawan. Petugas yang mengelola situs kepolisian Kota Aachen melihat suatu hal aneh. tapi lebih untuk menghindari wajib militer. Apa hubungan Markus dengan korban? Tidak ada. Biasanya ini menjadi upaya terakhir polisi dalam memecahkan kasus-kasus sulit. Sudah enam tahun ini Wirtz bertugas sebagai penolong di bagian bencana ordo Maltese. Mungkin ia mewakili kemarahan serupa dari warga Eschweiler. Diincar polisi Pria muda Markus Wirtz (28) mengendarai Fiat Punto. Ia pun bukan warga masyarakat yang dianggap sukses. akan ketahuan.antara 20 . Ia memang tampak prihatin dengan kejadian menyedihkan itu. Markus Wirtz merasakan dorongan yang menggebu-gebu untuk menjadi orang menonjol. ramah. Apalagi diduga. para pengunjung pemakaman tetap berdiri dan terus bercakap-cakap. Siapa yang berulang kali mengeklik. Sebagai ahli elektronika dan gemar mengutak-atik komputer. seperti terlihat oleh saksi mata di Stolberg. ia pernah bercerita tentang sejumlah wanita "yang pernah ditidurinya. ibunya sudah menanti dan menyiapkan roti mentega.40 tahun. mengapa di kota kecil itu terjadi pembunuhan ganda terhadap anak-anak. Pada saat yang sama. orang tersebut tak menyadari. teman wanita. Di antara dengung percakapan itu terdengar komentar marah salah seorang pelayat. Markus Lewendel. Mereka tak habis mengerti. wajah Markus cocok dengan gambar dari raut-raut pelaku yang telah dibuat gambarnya oleh kantor kriminal setempat. Ia memang anak mami. Dari internet Tanggal 11 April. Ia tak mempunyai. Selain itu. Setiap malam sepulang dari Bar Pflaumenbaum. Ia juga bercerita berapa banyak orang di organisasi ordo Maltese yang hidup mereka sudah ia tolong. Pria berwajah tak mencolok. dan memang tak pernah memiliki. Ada seseorang yang telah sebanyak 36 kali mengunjungi situs tersebut. bahwa siapa pun yang mencari situs di bagian pembunuhan itu akan dicatat. mobil kecil warna hitam.

Diduga. Dengan saudara lelaki dan perempuannya. bahwa jam-jam tugasnya di dinas kebersihan dihabiskannya dengan nongkrong di bangku-bangku pertandingan sepakbola antarkota dan pertemuan-pertemuan persiapan arak-arakan. Di mana Wirtz? Pihak kepolisian menanyai para tetangganya. Markus membawa nilai-nilai rapor yang jelek ke rumah. Bagai tambah tinggi sepuluh sentimeter. Salah seorang tetangga ingat. tiap orang di bar tahu pula. menampakkan wajah gembira. 103 . Ia sering bertengkar dengan anggotaanggota muda di Junge Union mengenai pengiriman bir dan harga karcis masuk untuk pesta Junge Union. dan sering punya rasa takut terhadap orang asing. kepeminpinan tidak berjalan mulus." Jadi. ia meletakkan jabatan karena putus asa. Februari 2003. para petugas kepolisian masuk ke apartemen Wirtz. karena tiadanya calon-calon pilihan lain." keluhnya selalu kepada para pendahulunya. Ketika organisasi Junge Union di Ewschweiler pada November 2002 tidak bisa menemukan seorang pengganti untuk jabatan ketua Wirtz yang anggota partai CDU. Mereka tidak menemukan bujang lapuk itu di rumahnya. Si induk semang yang melambaikan tangan. Namun. Markus Lewendel berasal dari keluarga berantakan. ibunya tidak punya waktu untuk si kecil Markus. wajah si anak bawang ini berseri-seri. bar terjelek di Eschweiler. Dengan surat perintah pemeriksaan. lantas memperkenalkan dirinya-sendiri. pria bertubuh 1. Ia juga keluar dari CDU. "Mereka tidak mau mendengarkan saya." kilahnya. Saya pantas menjadi ketua. Bahkan. "Saya sanggup. pernah mendapat larangan keluar rumah. Wirtz dipilih menjadi ketua. Ia memang sangat mirip dengan sosok pelaku seperti halnya Wirtz. Pada malam pemilihan ketua. Kakaknya yang berusia 15 tahun lebih tua mencoba menggantikan peran ayah dan ibu bagi Markus. Mereka menemukan sebuah tang yang sama dengan tang nomor 637. Angela Markel. terakhir kali melihat Wirtz beberapa hari sebelum Paskah. Suka berkaus oblong Markus Lewendel (33) tinggal berhadap-hadapan pintu apartemen dengan Wirtz. Ia hidup membujang. Orangtuanya bercerai ketika ia baru berusia 3 tahun.Namun. Markus Wirtz juga pernah memiliki tang-tang yang digunakan untuk menyiksa si kecil Sonya.65 m itu menjadi panutan bagi teman-teman separtainya. matanya berbinar-binar. karena tak mampu ikut mendukung arah politik ketua partai CDU pusat. Markus Lewendel. tapi tidak berhasil. ketua bertubuh pendek itu diwawancarai koran lokal. Markus tumbuh di rumah ibunya. Tiap malam ibunya menjadi pelayan di Bar Em Joldene Klomp. Sebuah analisis kilat yang dilakukan pihak kepolisian membuktikan. Mobil Fiat hitamnya pun tidak ada di garasi bawah tanah. Para penyelidik dari komisi pembunuhan segera bertindak ketika kecurigaan jatuh pada Markus Wirtz. bahkan ia sama sekali tak pernah punya teman wanita. Di sebelahnya duduk temannya. "Karena urusan kerja dan pribadi. Hanya sekali-sekali pria pendek itu menjadi orang terkemuka. maupun di tempat kerjanya. Kadang-kadang ia membawa tamu langganannya ke rumah. Ia pergi dengan mobilnya. Namun. Partai Kristen Demokratik.

karena kecurigaan juga mengarah kepadanya. Lewendel tidak berhasil mendapatkan pekerjaan. 104 . ia pergi dari Eschweiler. Lewendel melupakan rasa putus asanya di Bar Pflaumenbaum di lorong jalan bersama Wirtz dan beberapa orang gagal dari Eschweiler. Lewendel juga mengelak dari wajib militer di angkatan bersenjata Euskirchen. Si penyewa memprotes dan mengadukan kejadian itu kepada polisi sebagai pelecehan seksual. Kemudian. Selanjutnya ia menjadi tukang cat. lalu kembali menganggur. Lewendel merupakan pria pemurung dan aneh. pekerjaan itu ia tinggalkan. orang-orang menduga itu upaya untuk menutupi tumornya.Selulus SMU. mengambili benda-benda yang bisa digunakan untuk pemeriksaan DNA. tidak seorang pun tahu. dahulu pernah jadi polisi. Harapannya kandas. Kepada seorang tetangga ia bercerita. ia mencoba bekerja sebagai pembantu gudang. Ketika wanita itu hendak menyampaikan keluhannya ke Lawendel. apa sebenarnya penyakit Lewendel. Kemudian ia lebih banyak tertarik kepada para wanita penyewa apartemen. Pria muda itu tak pernah punya SIM." Teman satu-satunya si induk semang adalah Markus Wirtz. menawarkan jasa untuk urusan tetek bengek. duduk-duduk di bangku taman dan memandangi anak-anak saat bermain bola. Anak-anak juga tidak boleh bermain bola di lapangan rumput belakang apartemen. Ia jadi penganggur. Ia hanya ingin dilihat dengan topi base ball. Listrik di apartemen seorang wanita muda ia putus. Tentu saja lamaran si pengangguran tak terdidik itu tak mendapat perhatian selayaknya. ia diterima si tuan rumah dalam keadaan tanpa busana. Terutama bila berurusan dengan anak-anak tetangga. dan peduli. Ia ingin mengendarai mobil sport. Namun. Si Centeng . ia bercerita mengenai tumor otak yang tumbuh sedemikian cepat dan tidak bisa dioperasi. tetapi keinginannya muluk-muluk. Saya takkan melakukannya lagi. Status Lewendel yang paling dikenal adalah menjadi induk semang sebuah apartemen keluarga yang dibangun tahun 1990-an di Jalan Nordstrasse. Sikapnya sering kali menjadi sedemikian keras. Dengan lamaran ke sebuah perusahaan Swis di koper dokumennya. Kedua pria itu senang duduk bersama di depan komputer dan bermain balap mobil. untuk mengumpulkan sampah-sampah di taman-taman. Ia mengurus mesin otomatis pencuci baju. Ketika uji dengan jejak-jejak yang ditemukan di mayat Tom juga sesuai. Lewendel berkilah. Kepada pelayan bar. Lewendel punya banyak waktu luang. Meski sempat bekerja beberapa bulan di sebuah dinas pertamanan. Selain itu. itu hasil diagnosis dokter spesialis di klinik Kota Aachen. Ia selalu mengeluh sakit kepala dan punya gangguan mata. Katanya. ia sering bertengkar. Kadang-kadang ia berdiri di depan jendela dengan sebuah teropong dan mengawasi anak-anak kecil itu. Jadi.suka memakai kaus oblong polisi warna hijau. Berjam-jam lamanya mengawasi anak-anak yang bermain langsung di belakang apartemennya di lapangan sekolah dasar. Mereka tidak boleh berisik dan membuang sampah sembarangan.demikian julukannya . "Itu cuma bercanda. keraguan pun hilang. komisi urusan pembunuhan kota Zweifall mencari Lewendel di apartemennya. tidak ada informasi jelas mengenai pekerjaannya di luar Nordstrasse.

Semuanya lima puluh lilin. dapat dengan tenang menghadiri pemakaman sambil mengeluarkan sumpah serapah. "Musang berbulu domba. mobil Fiat Punto hitam Wirtz bisa dikenali di jalan tol A2 di Swis antara Zurich dan Basel. mereka menyusuri sepanjang sungai dengan wajah menampakkan rasa kehilangan dan bingung. Kembali ke Aachen. Pasangan suami-istri Spreeberg yang meninggalkan kediaman nyaman mereka di Inde tak cocok dengan gambaran suasana pagi musim semi itu. Banyak orang mencoreti tembok apartemen di Jalan Nordstrasse itu dengan tulisan "Hanya kematian yang pantas bagi pembunuh-pembunuh Sonya dan Tom. Kisah nyata/Stern/Marina 105 . Wirtz dan Lewendel mengaku telah membunuh kedua anak Spreeberg." Hari Jumat Agung di Eschweiler. Apakah Tom dan Sonya disiksa dan dibunuh karena nafsu sadis? "Semoga saja peristiwa sadis ini tak terjadi lagi." Hanya selang sehari. Sungai kecil mengalir di antara semaksemak rerumputan hijau melewati kawasan itu. Para penegak hukum tidak mengeluarkan rincian mengenai jalannya pemeriksaan dan hasilnya tentang kejahatan yang ternyata telah direncanakan tiga minggu sebelum kejadian. Markus Wirtz. Bahkan para psikolog. Penggemar joging mengitari lintasan. memilih bungkam seribu basa. Beberapa orang berjalan sambil menggiring anjing mereka. pada hari Kamis. ikut mencari mayat anak-anak itu. yang dimintai komentar dan diagnosis kilat." desahnya. Dua tanda salib kayu berada di lautan bunga yang mulai melayu. di malam menjelang Jumat Sengsara kematian Yesus Kristus.Pengakuan dua Markus "Dicari! Markus Wirtz dan Markus Lewendel dari Eschweiler. Matahari pagi memancar di kawasan Inde. Burung-burung merpati bersiul-siulan di dahan pepohonan di tepi sungai. Mengenakan baju berkabung hitam. secara bersama-sama. Peter-Paul menjadi tempat peristirahatan terakhir anak-anak mereka." ujar seorang pria pensiunan. Seorang wanita tua menyalakan lagi sinar-sinar abadi dari lilin-lilin yang padam. Polisi lalu menangkap kedua pria bernama depan sama itu. yang bersepeda melewati pemakaman itu. karena dugaan pembunuhan bersama terhadap Tom dan Sonya. bersama teman-temannya dari organisasi ordo Maltese. Semuanya itu mempertimbangkan perasaan orangtua anak-anak itu. Sedangkan Markus Lewendel. pemakaman St. Sonya dan Tom. Wajah mereka pucat dan mata sembap karena kebanyakan menangis. Di kaca spion mobil bergelantung sepatu bayi putih. Di tepi sungai seberang.

Sebab. apalagi biasanya ditemani anak-anak tetangga. membuat orangtua Murakoshi merasa aman. Jawaban Kikuo sedikit memberi titik terang. orang asing itu bahkan sempat mengajak Murokoshi bercakap-cakap. tokotoko. sesuatu yang kurang beres terjadi pada anaknya. polisi mendapat informasi. menanti kesempatan untuk merenggut keceriaan masa kecilnya. Statistik yang tentu saja membuat kecut hati para orangtua! Titik terang Kikuo Untuk memperjelas persoalan. "Taman tempat dia bermain itu letaknya di seberang jalan. Yah. Yoshinobu. Semilirnya menyejukkan badan. polisi segera bergerak cepat. dan gedung-gedung beton. sebelum akhirnya raib entah ke mana. Bingung dan khawatir. Toyoko." timpal seorang petugas jaga kepada rekan detektifnya. dengan perut lapar tentunya. Namun. yang tak menyadari. hasilnya nihil. Makanya. ibu muda yang baru berusia 28 tahun." Toyoko meradang. untuk sementara. nun jauh di sana. Tanpa membuang waktu.00. atau si anak sekadar mampir ke rumah temannya? "Mudah-mudahan bukan penculikan. Murakoshi sudah biasa bermain di taman yang memang disediakan untuk warga sekitar. Sebuah taman kecil yang berhimpitan dengan blok-blok rumah warga. 31 korbannya tewas dibunuh penculiknya. 106 . memang hanya itu yang bisa mereka lakukan. Karena memang tak pernah ada kejadian apa-apa.15.1993. pada pukul 19. persis di depan rumah kami. di Taito Ward. kasus apa yang sebenarnya tengah mereka hadapi. Apakah pembunuhan. Karena mereka belum bisa memastikan. bercanda sebentar. Yoshinobu juga tak tahu. putra pertama mereka itu tak kunjung pulang. sehingga menganggap tak perlu lagi mengawasi anaknya. Begitu sarat emosi. penculikan. Murakoshi selalu pulang jauh sebelum pukul 18. ketika sampai menjelang jam enam malam. Saking seringnya bermain di taman itu. Tokyo. istri Yoshinobu. Seorang anak laki-laki berusia empat tahun. sang ayah. Yoshinobo mencoba menemukan Murakoshi dengan menyisir daerah sekitar taman. angin bertiup pelan. Murakoshi Yoshinobu. sehingga Murakoshi menurut saja diajak pergi menjauhi tempat tinggalnya? Orangtua Murakoshi baru sadar. Polisi terpaksa harus menenangkan Toyoko. Tokyo. berjalan-jalan di sekitar taman. Bujukan macam apa yang dikeluarkan si orang asing. si anak hilang itu terakhir kali terlihat bermain dengan Kikuo. bercerita kepada polisi yang mencatat laporannya. Jepang. dari 171 kasus pembekapan bocah bermotif uang tebusan yang dilaporkan di Jepang. tak pernah tahu kalau saat itu. Selama ini saya tak pernah khawatir ia bermain di sana. kontraktor berusia 34 tahun. DIKENALI DARI SUARANYA Sore itu. sejumlah detektif mengejar keterangan Kikuo di rumahnya. Setelah menanyai sejumlah saksi mata. Semoga bukan penculikan. Pak. persisnya kantor polisi Higashi Iriya. temannya yang berusia lebih tua. yaitu para tetangga dan teman-teman Murakoshi.00 tiba. tampak asyik bermain di sebuah taman yang terletak tak jauh dari rumahnya. anaknya tiba-tiba dihampiri orang tak dikenal. Dibantu para kerabat dan tetangga. Padahal biasanya. Mereka melaporkan hilangnya Murakoshi. 31 Maret 1963. sepasang mata mengawasi. mereka akhirnya mendatangi kantor polisi terdekat. Keasyikan seorang bocah. pada tahun 1945 .

polisi menyebarkan ciri-ciri Murakoshi. Mereka terus menunggu kontak dari penculiknya. seluruh Tokyo bak larut dalam lautan duka mendalam yang menimpa keluarga besar Yoshinobu. ketika kami sedang mengisi pistol air Murakoshi."Memang benar. agar tak melanjutkan aksi kejinya. mengimbau pembebasan Murakoshi. Mereka ngobrol soal pistol-pistolan yang dipegang Murokoshi. fakta. dan laporan yang masuk. Lolos jebakan polisi Setelah beberapa hari tak ditemukan. Esok harinya. poster Murakoshi mulai dicetak secara besar-besaran dan disebarkan ke seantero kota. Karena sudah ada yang menemani. "Kamu sempat mendengar pembicaraan mereka?" tanya seorang detektif. Seorang detektif datang ke rumah Yoshinobu. Polisi juga mulai mencari motif. Menurut Kikuo. gencarnya pemberitaan dan banyaknya poster yang disebarkan membuat hati si penculik (jika memang benar Murakoshi 107 . Agar pencarian berjalan efektif. dan celana panjang kuning setrip hitam-abu-abu. ternyata masih ada lagi satu ciri fisik penting si pria asing yang luput dari perhatian Kikuo. saat ditanya wartawan. Tapi kemudian. polisi belum berani menyimpulkan secara resmi." Kikuo mengangguk. saya lalu meninggalkan mereka berdua. ia memakai sweater hitam. Tadinya kami bermain bersama. kasus Murokashi tak lagi menjadi milik polisi dan warga sekitar. Berdasarkan data. jika penculik Murakoshi bersedia menyerahkan diri. Baik dengan sesama teman kerja maupun rekan bisnis di luar perusahaan. Tanggal 3 April 1963. kaus oblong. Selain mereka berdua. Sejak pemberitaan gencar itu. karena saya langsung pergi. juga menjanjikan "perlakuan khusus". Namun. dan sepatu hitam. kaus kaki biru tua. karena tampaknya kasus ini mengarah pada penculikan. Orang itu mengajak ngobrol Murakoshi." "Hanya itu?" "Hanya itu yang saya tahu. dugaan polisi masih belum berubah: kasus hilangnya Murakoshi kemungkinan besar penculikan. menanyakan apakah pengusaha muda itu punya masalah di kantor. Polisi juga menanyai ciri-ciri pria asing yang membawa pergi Murakoshi. ketua Asosiasi Pengacara Jepang. Hanya sampai di situ keterangan yang dapat dikorek polisi dari anak lakilaki yang tadinya diharapkan menjadi saksi kunci. sejauh ini belum ada nama yang dianggap pantas masuk daftar orang-orang yang dicurigai. Lelaki pembawa lari Murokashi itu ternyata berkaki pincang. Seorang pejabat polisi. Sejumlah media cetak terbitan Tokyo ikut mengekspos kisah hilangnya bocah yang dikenal selalu ceria itu. "Pria itu menegur duluan. Pihak keluarga berharap. Di saat-saat terakhirnya. terutama saat terakhir kali meninggalkan rumah. Namun. tingginya sekitar 160 cm dan memakai jas parasut warna abu-abu. Maruyama Tasaku. masih banyak lagi "orang penting" yang ikut berbicara di media. Tingginya sekitar satu meter. dengan rambut dipotong pendek layaknya anak-anak kecil di Jepang saat itu. si pria masih muda. Belakangan." jawab Kikuo lancar. datang seorang laki-laki. bahkan secara resmi menyampaikan permintaan pada penculik.

Di ujung jalan. "Bagaimana kalau saya ditemani seorang anggota keluarga?" "Mmmm. Kadang. dering telepon itu sekaligus memastikan.diculik) luluh. Shinagawa. Kalau tidak . penculik Murakoshi menelepon. tanggal 6 April. Ada lima truk yang diparkir di sana. Di mana harus saya serahkan?" ulang Yoshinobu "Datanglah ke Jln. Beberapa bulan sebelumnya. tidak ada orang lain. meminta uang tebusan." Yoshinobu agak gugup." "Tidak masalah. Namun. Untuk pertama kalinya sejak dilaporkan raib. Si bocah pun kembali ke pangkuan orangtuanya dengan selamat." si penculik mengancam. sehingga tak melanjutkan niat jahatnya. 'kan?" bunyi suara di seberang sana. Anda harus sendirian. Ia meninggalkan korbannya tak jauh dari sebuah stasiun rel bawah tanah Shinjuku. tampaknya membuat si penculik stres. Sekali lagi saya ingatkan. setelah sempat dibekap selama dua bulan. Buat polisi. Contoh keberhasilannya sudah ada. Anda akan melihat Sunagawa Motor Company. Letakkan uangnya di truk ketiga dari depan. Saya akan datang sendirian. saya akan bawa uangnya. dan seperti diduga sebelumnya. Alhasil." "Maksud Anda. Orang dewasa yang memanfaatkan ketidak-berdayaan bocah-bocah tak berdosa. betul. setidaknya. Salah satu pelaku tindak kriminal yang paling mereka benci. "Tentu." "Dia akan jadi sopir saya. cara seperti ini lebih efektif ketimbang memburu langsung si penculik. Begitu juga dengan kasus pembekapan dengan tebusan Kim Min Soo. pemberitaan meluas di media massa seperti ini pernah terjadi pada kasus penculikan terhadap seorang anak perempuan. "Tapi ingat. "Anda benar-benar akan membawa uangnya. Di mana harus diserahkan?" "Apa?" "Uangnya.yang telah lama disadap polisi . Bertubi-tubinya "hantaman" media massa. seorang bocah asal Korea Selatan di Chiba. tentu. kasus penculikan itu akhirnya berujung damai.." "Boleh 'kan?" 108 . Shinagawa Motor?" "Ya. sehingga memutuskan "menyerah". telepon di rumah orangtua Murakoshi . Bagaimana?" "Mmmmm. sebaiknya Anda datang sendirian. ramainya pembicaraan tentang nasib bocah yang tengah menjadi "anak kesayangan" Tokyo itu membuat penculiknya tahu alamat dan nomor telepon keluarga korban.. Showa Dori. Apakah taktik serupa mempan untuk menekuk penculik Murokashi? Tentu saja waktu yang akan membuktikan. mereka memang benar-benar berhadapan dengan penculik bocah.berdering. Setelah diberitakan secara luas..

mereka bahkan baru sampai ke titik penyerahan uang tiga menit setelah tebusan ditaruh. permintaan Toyoko tampaknya hanya akan menjadi sekadar permintaan. sesuai petunjuk penculik. Akibatnya. Keteledoran kecil yang dilakukan kerabat sekaligus sopir Yoshinobu berdampak sangat besar. hari berlalu. Di stasiun-stasiun kereta api bawah tanah. Gagal berulang tahun Sejak gagalnya "transaksi" penyelamatan Murakoshi. Namun. Pelaku penculikan lolos begitu saja dari jebakan polisi." harap Toyoko. imbauan dan gerakan moral menuntut Murokashi dibebaskan pun makin sering terdengar. Terbukti. yang dicetak sejumlah media tulis. Sampai nanti. Si penculik menjadi orang yang benar-benar "beruntung". Berbagai tulisan tentang ibu kandung Murakoshi. polisi di lapangan tak lagi terkoordinasi. Untuk mengatasi kebuntuan. Logikanya. kerabat. membantu polisi mencari Murakoshi. bagaimana nasib bocah itu kini. hasilnya ternyata mengecewakan. Nah. Toyoko. Total jenderal. Para politisi pun tak mau kalah. seperti dilansir sejumlah media cetak. sebagian besar bergerak secara tak resmi. para kepala stasiun berinisiatif mengumandangkan himbauan agar si penculik membebaskan Murakoshi. Saya juga ingin membawanya ke festival anak. Polisi mencoba menyisir lokasi kejadian. tanggal 5 Mei. Murakoshi dibebaskan sebelum ulang tahunnya yang kelima. tapi terlambat. melepaskan sandera atau membunuhnya. bahkan sampai festival anak selesai dilaksanakan. sandera tetap di tangan. buat apa lagi menyimpan sandera? Bukankah keberadaan si bocah justru menjadi beban yang sangat merepotkan? Hanya ada dua pilihan yang dimiliki si penculik. tahun pun bergulir. sampai hari ulang tahunnya tiba. dia bisa saja kembali. Tanda itu dianggapnya sebagai isyarat agar mengambil rute terdekat dan segera menyerahkan uang tebusan yang telah disiapkan. Tak ada yang bisa memperkirakan."Okelah. meskipun rencana penyergapan yang mempertaruhkan nyawa bocah tak berdosa itu dipersiapkan dengan matang. Berbagai LSM mendesak penculik agar tak menjadikan bocah tak berdosa sebagai tameng kehajatannya." Menyadari pentingnya "transaksi" yang akan dilakukan. jejak si penculik masih juga misterius. karena si penculik dan uang tebusan Yen 500. Mereka menempatkan lusinan detektif berbaju preman di sekitar titik pertemuan. ikut bersuara. Murakoshi yang malang. bulan berganti. Himbauan yang disampaikan secara berkala itu menunjukkan keprihatinan mendalam masyarakat Tokyo atas raibnya Murakoshi. tak kurang dari 700 ribu orang menjadi sukarelawan. Sopir Yoshinobu salah memahami kode lambaian tangan yang dilakukan seorang perwira polisi. Namun. Setiap tahun kami sekeluarga selalu ke sana. polisi langsung melakukan persiapan. Di luar stasiun kereta api serta rumah keluarga. terasa menyentuh.000 telah kabur entah ke mana. polisi bahkan memperbanyak dan menyebarkan rekaman percakapan telepon antara si penculik dengan orangtua 109 . 17 April nanti. dan tetangga. Uang didapat. Dalam tulisan itu diceritakan. sejak anaknya diculik. Sayangnya. Murakoshi tak juga kembali ke rumah. makin banyak pihak yang mengkhawatirkan nasib anak tak berdosa itu. kemungkinan kedua inilah yang ditakutkan warga kota. betapa Toyoko tak pernah bisa benar-benar tidur. tapi bisa juga tak akan pernah terlihat lagi. Kegagalan tadi jelas berimplikasi besar. "Saya berharap. jika si penculik sudah mendapatkan semua yang diminta.

Toh aparat penegak hukum tak pernah putus asa. justru ketika hampir semua orang sudah melupakan tragedi yang menimpa anak kesayangan Yoshinobu. Kirim rekaman ke Amerika Ajaibnya. Hasil penyelidikan yang melibatkan 30 ribu polisi dan 13 ribu calon tersangka itu. rata-rata menyatakan "sepertinya mengenal" orang yang suaranya mirip dengan suara penculik di kaset rekaman. Penyelidikan terus bergulir. polisi belum atau tidak menemukan bukti-bukti keterlibatan orang-orang yang dilaporkan sebagai pemilik suara mirip penculik Murakoshi itu. perhatian warga terhadap kasus Murakoshi mulai terpecah. agar khalayak . dengan gaji Yen 24. dialek si penculik menunjukkan dia berasal dari Tohuku. sehingga kadang harus dilunasinya dengan melakukan tindak kejahatan. Gaji yang sebenarnya lumayan. setelah diselidiki lebih jauh. menurut aparat penegak hukum. Namun. dua kali di antaranya membuat penjahat kambuhan ini masuk bui. Untuk lebih meyakinkan. Tujuan polisi. tahun 1964. ketika dia ditahan karena pencurian.korban. Umur 15. Kohara Tamotsu. Kohara yang berasal dari utara Jepang (dialeknya cocok dengan dialek penculik hasil rekaman polisi) adalah pelaku sejati penculikan Murakoshi. setidaknya Kohara telah lima kali ditangkap aparat kepolisian. ke stasiun-stasiun radio dan televisi. banyak juga telepon masuk ke kantor polisi. persisnya Juni 1965. uang sebesar itu tak sebanding dengan kebutuhan hidupnya di kota sebesar Tokyo. Pria 29 tahun. dia belajar teknik servis jam di Ishikawa. data yang dijadikan dasar penelusuran polisi) terakhir melakoni pekerjaan sebagai tukang servis jam tangan. Selain komentar. Sampel pertama berisi rekaman suara Kohara paling akhir. Polisi yakin. seiring peresmian kereta api cepat Shinkansen dan status Tokyo sebagai tuan rumah olimpiade. terserang penyakit tulang ketika duduk di kelas 5 SD.berbekal kaset rekaman tadi . kota kecil tak jauh dari kampung halamannya. polisi Jepang mengirim dua sampel rekaman suara ke Amerika Serikat untuk diperbandingkan. sulit buat polisi menemukan jalan keluar kasus ini. mulai mengerucut pada sebuah nama. bisa juga lebih. dua tahun tiga bulan setelah kasus penculikan Murokashi pertama kali dilaporkan. tapi buat Kohara. Dari rekaman suara itu terungkap pula. Tak heran. polisi mengumumkan keberhasilannya menemukan jejak tersangka penculikan. sehingga satu kakinya tak dapat berjalan normal. Bahkan hidup-mati Murokashi pun tak diketahui. Dia mendapat pekerjaan sebagai tukang servis di sebuah toko jam. sebuah daerah di utara Jepang. Sampai akhirnya. Pelaku diperkirakan berusia sekitar 40-an tahun. Rekaman itu menjadi bahan perbincangan menarik di media massa.ikut memberi penilaian atau informasi yang langsung mengarah pada pelaku. 110 . berisi rekaman suara penculik saat meminta uang tebusan di telepon beberapa tahun lalu. sedangkan sampel kedua. Utang itu makin lama makin menumpuk. mendapat sambutan luar biasa. Menurut para ahli bahasa. Kohara mengadu nasib di belantara Tokyo ketika menginjak usia 27 tahun. dia meninggalkan banyak utang di mana-mana. Bosan tinggal di kampung. Anak petani miskin yang memiliki 10 saudara itu. pelaku kerap menggunakan istilah-istilah yang berhubungan dengan dunia militer. Sebelum terlibat kasus penculikan Murakoshi. yang sudah beberapa kali keluar-masuk penjara (termasuk tahun 1956. Sepertinya.000 per bulan.

Mayatnya sempat disembunyikan di gudang. walaupun kecerdasannya itu tampak nyata. Tokyo. "Saat kejadian itu berlangsung. mengajak ngobrol. tanpa bantuan orang lain. meski alibinya itu tak didukung saksi mata. Kohara mengaku. di lokasi penggalian. pengadilan memutuskan Kohara sangat layak dijatuhi hukuman mati. "Ya. Sekitar pukul 22. mereka menemukan sisa tulang belulang Murakoshi. polisi akhirnya merencanakan interogasi maraton. Namun. Kohara memutuskan membungkam mulut Murakoshi. Minami Senju. lebih sering dimanfaatkan untuk menipu dan berbuat tidak jujur. sikap Kohara justru makin menyebalkan. Guna membungkam kebandelan Kohara. niat jahat langsung terbersit di hati Kohara.00 waktu setempat. Yang terdengar hanya bunyi denting pacul dan peralatan lain untuk menggali. saya sedang ada di rumah." jawabnya mantap. Karena tidak ingin mengundang perhatian orang banyak. Harapan menjumpai Murakoshi dalam keadaan hidup pupus sudah. disajikan berbagai fakta. lalu jalan-jalan menjauhi kawasan tempat tinggal Murakoshi. Setelah itu. atau alibinya yang dengan mudah dipatahkan karena tak didukung saksi mata. meski telah didukung oleh bukti ilmu pengetahuan. saat terbentur batu-batu kerikil. "Ini benar sepatu Murakoshi?" tanya seorang polisi. termasuk uutang-utangnya yang langsung lunas pasca penculikan Murakoshi. Dia mengaku menculik Murokashi seorang diri. Kohara didesak dengan berbagai pertanyaan. hidup Kohara berakhir di tiang gantungan di Kosuge. selamanya. polisi tetap mengharapkan pengakuan Kohara. di sebuah tempat sepi di lingkungan kuil. mereka sampai di Kuil Entsuji. Dua suara yang diperbandingkan disimpulkan berasal dari satu sumber. Untuk ukuran seorang penjahat. Murakoshi terusmenerus merengek minta pulang. Arakawa Ward. karena di perjalanan.Hasilnya. Celananya juga. Dalam rasa lelahnya. Tak lama kemudian. Namun. 111 . Bahkan Kohara bersikukuh tak pernah melakukan penculikan seperti yang dituduhkan kepadanya. Berdasarkan pengakuan Kohara. Apalagi jika tuduhannya tindak pidana berat. Orangtua korban yang diberi tahu soal penemuan mayat anaknya tampak sangat terpukul. tepatnya tanggal 23 Desember 1971. Motifnya semata demi uang. mereka mendatangi lokasi penemuan mayat. sebelum akhirnya dikuburkan di pekuburan belakang kuil. Kohara tergolong cerdas. Sialnya. tak jauh dari batu nisan bertuliskan "Ikeda". polisi yang bertahun-tahun menyelidiki kasus ini. dan banyak orang yang masih menginginkan Murakoshi dapat kembali bermain dengan teman-teman sebayanya. suasana berubah hening." papar sang ayah pelan. Setan membisikinya untuk membujuk bocah yang sedang bermain pistol air itu. antara tanggal 3 Juli dan 4 juli 1965. dari hari ke hari. Ketika melihat Murakoshi di sebuah taman kecil. Di usia 38 tahun. Di Jepang pengakuan tersangka tetap menjadi dasar paling kuat untuk menjebloskan seseorang ke penjara. Benar saja. Tak ada kata-kata yang sanggup melukiskan kepedihan hati orangtua Murakoshi. lantaran terbelit utang yang menggunung. Kohara sebal. Buah hati Yoshinobu itu dicekik sampai meninggal. Tokyo. Kepedihan itu sedikit terobati ketika pada 1967. dini hari itu juga polisi langsung mengecek pekuburan di belakang Kuil Ensutji. pas bin cocok. Kerja keras polisi akhirnya berbuah manis. Dia kerap berpolah tidak kooperatif.

Kohara ternyata mendapat ide untuk melakukan penculikan Murakoshi. 11 hari sebelum beraksi. Sepanjang perjalanan. Sebelum berangkat. dari para petugas keamanan itu mereka tak memperoleh informasi tambahan apa-apa. karena gelap selalu menjadi persembunyian orang-orang jahat yang melakukan tindak kriminal." bantahnya.. Tapi malam itu wajah cantik anaknya tak juga muncul hingga pukul sepuluh malam. entah kebetulan semata. "Buat apa ke sana? Dia 'kan sudah keluar kantor. Ia yakin sekali. ada sesuatu yang tak beres dengan anak gadisnya. ia berniat refereshing. sambil berkali-kali melihat jam dinding. gadis itu bilang akan pergi ke pesta kawannya sepulang kerja. Setengah jam kemudian. RAHASIANYA DI BALIK CELANA Durban.. Maud masuk ke kamar. Sudah tiga jam Maud Aken mondar-mandir di ruang tamu. Maud bahkan sudah menyiapkan gaun yang bakal dipakai anaknya. Suasana lengang. datang. menonton sebuah film yang baru saja dirilis. anak laki-lakinya. Tapi ia tahu Colin benar. cerita film itu ternyata berputar-putar soal penculikan bocah! (Kisah nyata/Mark Schreiber/Icul) 16.. Baju pesta sia-sia Semakin malam. mereka diam satu sama lain. apakah Joy mengalami . Lampu-lampu sudah dimatikan. Berkalikali itu pula Colin menolak.. untuk pergi ke kantor Joy. 112 . Entah disengaja. Ceritanya. Entah gerutu. Sesekali perempuan tua itu membuka pintu. Mereka berangkat dengan sama-sama kesal. pihak kantor bilang. hendak berangkat ke kantor Joy sendirian. Malam terus beranjak semakin larut. Tak sabar dengan Colin yang selalu membantah. Meski tak bisa menyembunyikan kekesalannya. ia mendapati Colin sudah berada di dalam mobil. Jangan-jangan . Joy pulang pukul enam sore. ketika sedang menonton film di gedung bioskop. Biasanya Joy sampai di rumah tak lewat pukul tujuh malam. entah doa. mereka sampai di lokasi kantor Joy. Ah. berharap Joy. judulnya High and Low.Satu hal yang menarik. tidak! Berkali-kali ia menyuruh Colin. "Selamat malam! Ada yang bisa kami bantu?" Dengan penuh kecemasan. Beberapa orang petugas keamanan menghentikan mobil mereka di pintu masuk. Padahal. Maud tampak semakin gusar. Gaun itu kini masih tergantung rapi di kamarnya. telah terjadi sesuatu yang tak beres dengan Joy. anak gadisnya. Mulutnya tampak berkomat-kamit tipis merapalkan sesuatu. Jawaban itu membuat ibunya kesal. berganti pakaian. Tapi perasaannya tak mampu membedakan. sibuk dengan pikirannya masing-masing. Tiba-tiba saja ia menjadi begitu benci terhadap malam. Hanya beberapa yang masih menyala. Begitu keluar menuju garasi. si ibu menurut saja ketika Colin membukakan pintu mobil untuknya. Namun. dibintangi Mifune Toshiro. Maud menjelaskan maksud kedatangan mereka berdua. Perasaan keibuannya mengatakan.. Afrika Selatan.

Seorang pria yang sangat tampan. Memakai . Maud dan Colin mendahului Matahari terbit. Seperti biasa. Menunggu cahaya Matahari yang akan menerangi muka orang-orang jahat. tak ada laporan tentang kecelakaan lalu lintas malam itu. Cantik. Umurnya jauh lebih tua dari Joy. Joy dikenal tertutup soal kehidupan asamaranya. mereka akan membantu mencari Joy.Joy sudah meninggalkan kantor sejak pukul enam sore. Maud tampak tegang ketika menjawab pertanyaan polisi tentang anaknya. hingga Joy tak sempat menelepon ke rumah. Ia pernah dua kali menjemput Joy ke kantor. Mungkin Joy langsung berangkat ke pesta dan lupa tak menelepon rumah. polisi memeriksa kamar Joy. Tapi Maud seperti tak bisa dihibur.. menanyakan kabar pencarian Joy. "Mungkin nanti kami memperoleh petunjuk. Menjelang pagi..." Colin menjelaskan dengan rinci. Tak ada petunjuk apa-apa yang bisa didapat. "Umur 20 tahun. Tak urung. Setiap kali polisi bertanya kepada mereka. Colin melajukan mobilnya ke kantor polisi. "Selamat malam! Ada yang bisa kami bantu?" Kali ini Colin mewakili ibunya. 113 ." katanya. Rambut hitam sebahu. Malam seperti beringsut sedemikian pelan. Semua kawan Joy dimintai keterangan tentang pria itu. "Ibu tak perlu terlalu risau hanya karena perasaan. Dengan kecemasan yang tak surut sedikit pun. Bahkan Maud pun mengaku tak banyak tahu tentang kawan-kawan Joy. Maud tak sabar menunggu pagi. Di sana. jawaban pertama adalah bahwa pria itu tampan. Ia kemudian meninggalkan rumah dengan pesan agar kamar Joy tidak diutak-atik. kata kawan-kawan Joy yang kebanyakan cewek. Tapi tak banyak informasi yang didapatkan. tapi malam itu juga. mereka mendapat sambutan yang sama. mengendarai mobil Ford Anglia warna merah. Ia membolak-balik gaun Joy yang tergantung rapi. ini malah membuat Maud bersungut-sungut. pria itu umurnya kira-kira belasan tahun di atas Joy. Di kepalanya berkecamuk berbagai dugaan. Belum ada kemajuan. Informasi itu seolah memperkuat dugaan Maud bahwa memang telah terjadi sesuatu yang tidak beres dengan Joy." hibur Grobler. Dari kantor Joy. Cindy. Malam itu. mengatakan kepada polisi bahwa ia pernah berpapasan dengan Joy bersama pria tampan itu. Cuma itu informasi yang mereka dapat. Juga tak pernah memperkenalkan pria itu kepada Maud. ia tak bisa memicingkan mata sebentar pun. Sekretaris. Joy tak pernah bercerita. Pastilah sesuatu yang sangat buruk. Dari catatan polisi. menjelaskan maksud kedatangan mereka. mereka ditemui langsung oleh Brigadir Polisi Grobler. ia dua kali disambangi tamu. Tapi tak ada satu pun kawan Joy yang mengenal pria itu. Tak menunggu sampai Matahari terbit. Jawaban khas perempuan. Meninggalkan kantor pukul enam sore. Grobler hanya bisa berjanji. Ia meninggalkan kantor polisi dengan wajah semakin gusar. kawan dekat Joy di kantor. Ia bahkan tak tahu apakah Joy sudah punya pacar atau belum. Seorang polisi ikut mengantar ke rumah mereka. bergegas pergi ke kantor polisi lagi. Titik. Hanya ada informasi tambahan bahwa sebelum Joy menghilang. Beberapa menit kemudian. Sampai di rumah. Sangat tampan. Sendirian. ia meninggalkan kantor sendirian. Di kantor. Menurut dugaan mereka.

sebuah kamar yang sangat rapi dan penuh buku. Joy tampak seperti menyembunyikan rasa kesal pada pria itu. Cuma itu informasi yang bisa digali polisi. Meski Joy adalah anak kandung John sendiri. Nelson membawa mereka ke ruang pribadinya. John tak sanggup menahan murkanya. Maud. "Tapi ini bukan permintaan sembarangan." umpatnya sambil meninggalkan Maud. Tapi saya ingin mengetahui sebuah rahasia. Tiap malam. belum ada tanda-tanda polisi menemukan jejaknya. suaminya yang bekerja di Pretoria. Maud tak butuh waktu lama untuk membuat Nelson menganggukkan kepala. Tapi ia tak mengatakan hal itu kepada polisi. Saya tak bermaksud jorok. Ia tidak begitu percaya dengan semua yang berbau klenik. Maud menelepon John. anak saya. ada ribuan pria tampan dan mobil Anglia merah. Pak Nelson." Hari itu juga. Ia tak ingin masalah keluarganya menjadi catatan polisi. Sama seperti teknologi telepon yang memungkinkan dua orang bicara dari tempat yang jauh. Asmanya sampai kumat. Tapi pada kunjungan kedua. Saya tidak menggunakan kemampuan saya secara sembarangan!" katanya kepada Maud. wajahnya tampak kusut. Maud curiga. Tapi Colin kemudian berhasil meyakinkan ibunya bahwa Nelson tidak seperti paranormal kebanyakan. suaminya ikut bertanggung jawab terhadap hilangnya Joy. Saya perlu barang yang sangat pribadi. seorang paranormal yang juga mantan kepala SMA tempat Colin dan Joy bersekolah dulu. Jelas saja polisi tak bisa mempersempit pencarian hanya dengan bekal informasi itu. Ia bisa melihat sesuatu di tempat yang jauh. tapi ia sendiri tidak mau disebut paranormal. Merasa dicurigai. Maud tidur tak lebih dari empat jam. hubungan keduanya jauh dari kesan hubungan seorang ayah dan anak. Teropong pakaian dalam Hingga seminggu sejak Joy hilang. Tapi ia cuma mengucapkannya di dalam hati. salah seorang anak buahnya. juga bekas murid Pak Nelson. Colin menyarankan ibunya untuk minta bantuan Nelson Palmer. John. "Ilmu yang saya gunakan ini sama sekali bukan klenik. Ia 114 ." bujuk Maud. Di hari kedelapan. Ia berani bergurau ketika Maud sudah meninggalkan kantor polisi. keduanya tampak akrab. Ia takut menyinggung perasaan Maud. ayahnya. Ayahnya pun tak pernah peduli dengan apa yang terjadi pada anak gadisnya. dan sangat pilih-pilih. Nelson dikenal sebagai paranormal nyentrik. Joy tak pernah menggubris ucapan bapaknya." kata Grobler berkelakar kepada Ajun Brigadir Polisi Leon.Pada kunjungan pertama. Seminggu sejak Joy hilang. memintanya pulang. Ia lebih sering menolak permintaan daripada mengabulkan. "Polisi tak bisa diandalkan!" keluh Maud di depan Grobler. Maud tak menghiraukan saran Colin. Awalnya. Dengan bantuan wajahnya yang memelas. Ini menyangkut nyawa Joy. Ia kemudian minta kepada Maud untuk membawa beberapa pakaian Joy. Selama ini. misterius. John dan Joy adalah dua seteru yang tak pernah akur. "Salah satunya adalah saya. Di kalangan orang-orang dekatnya. "Maaf. ketika kekesalannya memuncak. Di Durban. "Binatang buas saja tak akan memangsa anaknya sendiri. mesra. Sambil disaksikan ketiga orang keluarga Joy. jauh dari kesan kamar paranormal. "Polisi bukan dewa. dan Colin datang ke rumah Nelson sambil membawa beberapa potong pakaian Joy. Nelson mulai melakukan ritusnya. Colin pun ikut merasa bersalah atas hilangnya Joy. termasuk beberapa pakaian dalamnya. Bu!" elak Grobler. sampai mengambil cuti kerja. Hari itu juga. Bahkan John.

.. Colin kemudian meninggalkan Nelson. Baunya busuk. kamu minta bantuan polisi. Maud sampai kelihatan teler dan berkalikali mengubah posisi duduknya. "lurus". Jika melihat. Jika kalian mau. Nelson kemudian melanjutkan ritusnya lagi.. Tubuhnya dipotong menjadi dua bagian. suasana senyap. Tapi karena bagian dalam saluran air itu gelap. Beberapa menit kemudian mereka keluar membawa potongan tubuh manusia.belok kanan". tepat ketika mereka berada di antara dua buah bukit di wilayah Umtwalumi. Beberapa saat kemudian Nelson bicara. Nelson turun dari mobil. ia tak berani bertanya macam-macam kepada Nelson. "Jika sudah meninggal. Colin menyetir. seolah-olah ia telah terbiasa mempercayai tukang ramal. Telah puluhan kilometer mereka tempuh. Tampangnya tampak sangat pas untuk memerankan tokoh antagonis di film-film misteri." pikir Maud. Berbekal berbagai alat bantu untuk medan sulit. di mana mayatnya?" tanya Maud sambil tak kuat menahan air mata sedihnya. polisi tak kesulitan masuk ke dalam gorong-gorong. "Dia ada di sebuah tempat . tapi Nelson belum juga menyuruh berhenti. seperti . Colin dan John bergidik melihatnya.. seperti ketika ditinggal oleh Colin. Namun. Ia berhenti di sana. Ketika Nelson membuka matanya. memegang pakaian Joy. mereka berempat saling berpandangan. Entah mengapa Maud percaya begitu saja dengan kata-kata Nelson." Ia bicara putus-putus seperti sedang mengamati sebuah tempat. Suaranya berat. "Joy sudah meninggal!" Mendengar kata-kata itu. antarkan aku ke sana!" katanya. Nelson tak pernah bicara kecuali ditanya. tubuh Joy. "belok kiri. Mereka melaju ke arah selatan hingga keluar dari Durban. mengamati lubang gorong-gorong yang gelap dan kotor. kemudian berjalan turun ke arah lereng bukit.. Nelson masih berada di tempat semula dengan posisi berdiri tak berubah. Wajahnya yang masam selalu memandang lurus ke depan. Di dekatnya ada ... Nelson menyuruh Colin menghentikan dan meminggirkan mobil. Di kepalanya masih tampak sisa luka tembakan sementara organ-organ bagian perutnya terburai keluar. Suasana ruangan sesaat menjadi muram.. sebuah saluran air .meletakkan pakaian-pakaian Joy di meja. Tanpa menunggu jarum menit pindah angka. mereka berempat segera berangkat. Selama beberapa menit.." kata Nelson kepada Colin. mencari kantor polisi terdekat. Untung saja Maud tak ikut turun ke bawah. Tungkainya seolah tak sanggup menahan tubuhnya tetap berdiri. memegangnya dalam keadaan mata terpejam. Tampaknya memang bau mayat. mereka bertiga tak bisa melihat apa-apa. Sesaat napasnya kembali terdengar naik turun. Ia terus bilang. "Aku tahu tempatnya. 115 .. ia pasti perlu digotong untuk menaiki lereng. bukit . Matanya seperti tak pernah berkedip. "Sebaiknya. Dengan sigap.. Colin dan John mengikuti dari belakang sementara Maud tinggal di mobil. "Lelaki tua yang sangat aneh. Nelson terus menuruni lereng bukit hingga ia sampai di depan sebuah pintu gorong-gorong. Setengah jam kemudian ia kembali.. Sedemikian jauhnya jarak tempuh mereka. Yang terdengar hanya napas Nelson yang naik turun. sambil matanya terpejam. Ketika hampir saja Maud angkat suara. sementara Nelson menjadi penunjuk jalan. Tak salah lagi. Maud lunglai.

polisi mengejar Van Buuren ke rumahnya di Pinetown. "Hmmm. Ketika mereka sampai di sana. Tapi ia tetap ditahan atas dakwaan melawan polisi dan membawa kabur uang Themba. ia mengaku punya seorang pegawai. Di bengkel radio panggil miliknya. Van Buuren dibawa ke kantor polisi. Menurut pengakuannya. Van Buuren membawa kabur uangnya dan tidak masuk kerja sejak seminggu yang lalu. "Lalu mengapa Anda berusaha kabur ketika polisi datang?" desak Grobler. di daeran itu ada delapan orang yang memiliki mobil Anglia warna merah." ujarnya. Grobler tak menemukan bukti bahwa Van Buuren membunuh Joy. "Saya tak bermaksud menuduh. puluhan polisi dikerahkan. "Ya! Tak salah lagi!" seru Grobler dalam hati. dia memang tampan. Van Buuren sempat berusaha melarikan diri dari pintu belakang. ayah Joy. salah satu pemilik Anglia merah. Joy sering curhat kepadanya bahwa ia sering bertengkar dengan ayahnya. Pantas saja Joy jatuh cinta. Ia juga mengaku pernah mengajak Joy berjalan-jalan dengan mobil Anglia merah milik Themba. "Saya kira polisi mau menangkap saya karena membawa kabur uang Pak Themba." gurau Leon kepada Grobler." jawabnya. Cewek-cewek itu tak salah. Van Buuren mengaku. "Sangat tampan. Ia tak menyangkal dirinya kenal dekat dengan Joy dan pernah datang dua kali ke kantornya. Hingga berjam-jam interogasi." kata Grobler kepada Leon. pada malam hilangnya Joy. Malam itu juga. "Apakah ia tampan?" tanya Grobler." tukasnya. Brigadir Polisi Grobler mempersempit pencarian di sekitar wilayah Umtwalumi. Ia bahkan mengaku terkejut mengetahui Joy meninggal dunia. Ia bahkan menyarankan polisi memeriksa John. "Saya mungkin bukan seorang bapak yang baik. Clarence Van Buuren. "Tapi tak ada satu pun yang sangat tampan. "Saya pikir urusan selingkuh bukan tindakan kriminal. polisi memanggil John. Namun. "Anda sudah punya istri dan anak. tapi mungkin polisi bisa memperoleh informasi. Tapi polisi tak perlu usaha terlalu keras untuk membekuknya. Van Buuren bersikukuh menyangkal telah membunuh Joy. "Bagaimana logikanya. yang sering memakai mobilnya untuk urusan kerja maupun pribadi. Themba mengaku. Berdasarkan catatan polisi. ia berada di rumahnya di Pinetown." jawabnya tanpa ragu. Ia merasa telah dituduh oleh polisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. ayah Joy. keraguan Grobler berubah menjadi harapan ketika ia bicara dengan Themba. Tak tanggung-tanggung. Di depan Grobler.Teman selingkuh Berbekal laporan penemuan mayat Joy. Pengakuannya sama persis dengan cerita kawan-kawan Joy. Ia merasa telah menemukan titik terang. saya membunuh orang yang saya sukai?" elak Van Buuren. John marah-marah ketika diinterogasi. mengapa masih berhubungan dengan Joy?" tanya Grobler. Tapi apa untungnya saya 116 . Esoknya. Berbekal alamat dari Themba.

Bu! Tapi kami tak boleh menghukum orang lain atas dasar perasaan. ia mengaku suaminya memang berada di rumah saat malam kejadian hilangnya Joy. mereka bersama John pada malam hilangnya Joy. "Jika saya boleh tahu. Kepada polisi. Grobler malah berseru. Ia sengaja mengajak Nelson mengobrol layaknya sedang berkonsultasi." balas Grobler. "Apakah Anda punya penjelasannya buat polisi seperti saya?" 117 . Grobler kali ini pun tak punya bukti apa-apa. Ia mengaku sedang berada di Pretoria saat Joy hilang. "Dua ratus kilometer dari Durban! Bagaimana mungkin saya membunuhnya?" tangkisnya keras dengan urat-urat menyembul di batang lehernya. Perusahaan tempat John bekerja di Pretoria memberi kesaksian bahwa John tidak pernah meninggalkan pekerjaan selama sebulan terakhir. polisi belum memperoleh kemajuan bermakna. mengapa kita percaya begitu saja kepada paranormal itu?" "Maksud Pak Grobler?" "Saya justru curiga kepada paranormal itu. Kalau dia tahu kita mencurigainya. dia pasti tidak akan mau menolong kita lagi. Hingga empat hari sejak mayat Joy ditemukan. "Polisi boleh bekerja dengan perasaan. Jangan-jangan dia tahu pembunuhan ini. Namun. Kita coba saja!" Esoknya. pria itulah yang membunuh anak saya. bagaimana Anda bisa menemukan mayat Joy di tempat yang jaraknya puluhan kilometer dari rumah Anda?" "Ah. Kalau dia memang paranormal kondang. Siapa tahu dia juga bisa menemukan pembunuhnya?" Bukannya menanggapi usul itu. "Dia 'kan bisa menemukan mayat Joy. Grobler mengundang Nelson Palmer ke ruang kerjanya. Dia bisa menemukan mayat yang berada puluhan kilometer dari rumahnya. Saya yakin!" kata Maud yang berulang-ulang mempertanyakan kemajuan kasus penyelidikan itu. Ia tak ingin Nelson merasa dicurigai. sejauh itu mereka belum menemukan bukti. Van Buurenlah pembunuhnya. termasuk Sylvia." jawabnya merendah. "Hei. "Mengapa kita tidak memanfaatkan Nelson saja?" usul Leon pada Grobler. kita tidak berprasangka buruk pada Nelson. Kawan-kawan kerjanya pun mengatakan. Sisa janin Lebih dari 20 orang dimintai keterangan oleh polisi. mengapa selama ini kita tidak pernah mendengar berita tentang kehebatannya?" "Sebaiknya. itu hanya sedikit kemujuran. Siapa tahu kita masih butuh pertolongannya. Grobler maupun Maud sebetulnya menduga.membunuh anak sendiri?" John balik bertanya. "Saya bisa merasakan. istri Van Buuren." "Oke.

" "Apakah selama ini Pak Nelson sering menggunakan ilmu. Bukan begitu?" "Sayang sekali. 118 . Saya bisa melihat sesuatu di tempat yang jauh."Kami menyebutnya psikometri. Saya baru menguasainya ketika umur saya lebih dari 50 tahun. baru lima kali saya menggunakannya. Rupanya. agak rumit menjelaskan ini. "Apakah Anda bisa membaca pikiran saya?" tanya Grobler sedikit khawatir. mungkin bisa dicoba. Ilmu ini tak beda jauh dengan ilmu listrik atau medan magnet. "Anda tahu lokasi mayat Joy dibuang. Pak polisi punya teknologi." "Anda bisa menebak nomor lotre?" "Saya bukan peramal. Klop 'kan?" "Pintar juga Anda. saya punya kemampuan indera jarak jauh. Keduanya berbeda. tak ada senyum sedikit pun. Saya menerima sinyal dengan cara yang sama ketika radio menerima gelombang elektromagnetik." "Punya hubungan khusus dengan mereka?" "Tidak. Itu saja bedanya. Tapi. Saya kepala sekolahnya." "Anda berani menjamin penglihatan Anda benar?" "Saya tak bisa menjamin. saya menggunakan pakaian yang pernah melekat langsung di kulit orang yang bersangkutan." "Apa yang Anda perlukan agar bisa mengindera jarak jauh?" "Biasanya." jawabnya dengan ekspresi wajah datar. Saya tak bisa melihat masa depan. Mungkin belum sampai!" "Apa bedanya melihat mayat Joy dan melihat wajah pembunuhnya?" "Terus terang. Anda tidak sebodoh tampang Anda. Kalau saya bisa menebak nomor lotre. dan polisi mencari bukti. Anda juga tahu siapa pembunuhnya. ilmu saya tidak sampai ke situ. Tapi saya menawarkan jalan tengah: saya mengindera." "Kalau begitu." gumam Grobler di dalam hati." "Anda kenal dengan keluarga Joy?" "Ya. apa tadi namanya?" "Psikometri. Mungkin seperti telepon yang bisa dipakai untuk bicara. apakah Anda bisa melihat apa yang telah terjadi dengan Joy dan Van Buuren jika Anda punya pakaian keduanya?" "Saya belum pernah melakukan itu sebelumnya. sama seperti Pak Grobler bisa bicara lewat kabel telepon. Seingat saya. jangan-jangan Nelson bisa membaca pikirannya. Joy dan Colin bekas murid saya di SMA. emm. Kita bisa merasakannya tapi tak bisa melihatnya. Mestinya. tapi tak bisa dipakai untuk mengetahui pencuri yang menggarong rumah. pasti saya sudah kaya raya.

Pada interogasi selanjutnya. Tak banyak. 119 . disaksikan Grobler dan Leon. tapi cukup sebagai bukti untuk membuat kesimpulan. "Itu bagian dari perselingkuhan. tak ada indikasi pemerkosaan. Hari itu juga Grobler meminta Leon mengumpulkan beberapa potong pakaian Van Buuren dan Joy. Pada awal pemeriksaan. Biasa 'kan?" Dia juga mengaku tak tahu kalau Joy hamil. istrinya. Merasa tak dapat mengindera lebih banyak lagi. Dari pemeriksaan itu. Tangannya memegang pakaian-pakaian itu. polisi mencari bukti. "Hebat juga paranormal ini. "Tampaknya."Saya tak bisa membaca pikiran orang. dua benda ini pernah bertemu. Esoknya. dokter menyimpulkan. Merasa tak bisa memaksa Van Buuren mengaku." jawabnya." balas Leon menirukan ucapan Nelson. mereka pernah melakukan hubungan seksual?" Nelson tak menjawab pertanyaan itu dan menganggap Grobler percaya dengan pepatah: diam berarti ya. Grobler dan Leon membawanya ke Nelson." Tangannya mengangkat pakaian dalam Joy dan Van Buuren. Grobler merasa masih belum punya bukti yang cukup. Nelson kemudian melanjutnya ritusnya. Terutama organ bagian perutnya yang dipotong-potong. Tapi Grobler masih tampak kurang puas dengan penemuan itu. Tapi dokter mendapatkan sesuatu yang sangat penting. Nelson kembali melakukan ritusnya. Napasnya naik turun. "Saya cuma bisa melihat Van Buuren dan mayat Joy. Bermenit-menit kemudian. polisi minta bantuan dokter untuk memeriksa potongan mayat Joy lebih detail lagi. Setelah pakaian itu terkumpul. Grobler kemudian memeriksa kembali Sylvia. ia baru berujar sambil tetap memejamkan mata. Mereka menemukan sisa sel-sel janin di organ-organ bagian perut yang terburai." kata Nelson dengan suara berat. Tapi saya bisa merasakan Pak Grobler meragukan saya. "Maksud Anda?" "Apakah saya perlu menjelaskan?" "Maksud Anda. Nelson menghentikan ritus itu. Namun. Di ruang pribadinya. "Paranormal meramal. Sampai di sini. Sylvia mengaku Van Buuren berada di rumah saat malam hilangnya Joy. Van Buuren lagi-lagi berhasil mengelak. Van Buuren sendiri tak tahu celana kolornya akan dipertemukan dengan celana dalam Joy di depan Nelson. "Cuma itu?" tanya Grobler setengah tak puas." kata Grobler kepada Leon. Van Buuren mengakui dirinya pernah melakukan hubungan seksual dengan Joy. Grobler diam saja. Matanya terpejam. termasuk pakaian dalam mereka.

Tapi ia sengaja berusaha menyelamatkan suaminya dengan memberi kesaksian palsu. Puluhan wartawan media cetak maupun elektronik menyemut sejak pagi di depan ruang sidang utama. "Juri telah memutuskan Anda bersalah dengan bukti-bukti yang kuat. Lee Harvey. Butuh tak kurang dari lima jam bagi juri untuk berunding.Pada pemeriksaan kedua. 'Klop kan?" (Kisah nyata/Colin Wilson/Emshol) 17. Salah seorang wakil juri maju menyerahkan surat keputusan kepada hakim Buckley." imbuh Sylvia. KEKASIHNYA TEWAS DI JALANAN Pada 29 Juli 1997. Jarang sekali sebuah kasus pembunuhan sedemikian menyita perhatian pers dan warga Inggris. melarikan uang majikannya. "Seperti Anda tahu. Hukuman untuk Anda penjara seumur hidup. suasana gedung pengadilan negeri di Birmingham tampak lebih ramai dari hari biasanya. Grobler mencari bukti. Ia memprotes juri. "Kami akan meringankan hukuman Anda jika Anda memberi kesakisan yang benar. dan membunuh orang. juri menyatakan terdakwa terbukti bersalah. tak ada yang sungguh-sungguh menghiraukannya. "Van Buuren hanya ingin bersenang-senang dengan gadis itu. hanya Anda yang tahu apa yang terjadi malam itu. "Terhadap kasus Tracie Andrews." kata Hakim Buckley sesaat setelah Tracie dapat menenangkan diri. Leon sekali lagi berbisik di telinga Grobler. Ruang sidang ikut gaduh oleh gumaman pengunjung. Setelah dicecar dengan banyak pertanyaan yang menjebak. Sesungguhnya. Dia sengaja membuang janin di perut Joy supaya. polisi tak akan menemukan motif pembunuhan itu. sayangnya dengan cara tidak sopan. Grobler langsung menohok Sylvia dengan mengatakan bahwa polisi telah menemukan bukti Van Buurenlah pembunuhnya. meski kata-katanya terdengar jelas. Maud mengandalkan perasaan. hakim pun harus menenangkannya. Tapi Joy ingin lebih. hingga akhirnya satu per satu terlihat kembali ke ruang sidang. Tracie Andrews kontan berdiri dari tempat duduknya. "Nelson meramal. tapi kita dapat melihat akibatnya dahsyat. Sylvia didakwa ikut bersekongkol menyembunyikan aksi pembunuhan itu. "Saya tahu dia berselingkuh. Sylvia mengaku dirinya memang mengetahui pembunuhan itu." kata Grobler. Tapi saya tak sanggup kehilangan dia. Siang itu mereka menunggu pembacaan keputusan juri atas kasus Tracie Andrews yang didakwa membunuh kekasihnya." katanya. Mendengar kesaksian itu. Maka. semua kembali kepada ketentuan hukum." Demikian keputusan juri yang dibacakan singkat." 120 . Mendengar itu. kalaupun mayatnya ditemukan.

Lee termasuk pria berwajah tampan. Suatu kali keduanya bertengkar karena Tracie menuduh pasangannya menyetir sambil mabuk." jelas pria itu kepada polisi. jaksa penuntut kasus pembunuhan ini di depan sidang. sekitar pukul 22. Hingga akhir hayat. ia berpikir sudah menemukannya." kata Crigman. mengutarakan. "Aku sudah tahu." kata Tracie kepada pers begitu ia keluar dari ruang sidang. Tracie sering mengacungkan pisau saat bertengkar. tapi Tracie nekat lari ke dapur dan mengacungkan pisau. 1 Desember 1996. meski guratan-guratan kedewasaan tetap mudah ditangkap dari sorot matanya. Serangan mendadak Pada malam pembunuhan. Lee mencari wanita untuk dijadikan istri. Malam belum terlalu larut saat mereka meninggalkan tempat itu. Karena ketampanannya. Meski berulang kali rujuk kembali. mereka akan memutuskan aku bersalah. perangai Tracie tak kalah kasar dibandingkan dengan Lee. Meski sebenarnya justru ia yang lebih sering dikerjain oleh para wanita itu. ia meninggalkannya.Tracie tak bereaksi. Saat itu polisi hanya bisa menasihati mereka. Air matanya tak terbendung. Meski pekerja kasar. Polisi mengonfirmasi kabar ini dan dibenarkan mantan kekasihnya. Tracie pernah melapor ke polisi bahwa Lee telah melempar televisi dan kaset video kepadanya. Sebenarnya. Saat marah. Namun. keduanya sering bertengkar. hubungan dengan mantan kekasih dan anaknya tetap baik. saat masih serumah dengan pasangan terdahulu. untunglah aku segera merebutnya. Pada akhir pekan. Jauh di dalam hatinya.30 ia baru saja melangkah meninggalkan rumah teman wanitanya di kawasan Coopers Hill. mereka memutuskan tinggal bersama di flat Tracie. Simpati dari banyak orang mulai bangkit. Mereka pergi dengan mengendarai sedan Ford Escort yang dikemudikan Lee. tapi dari sorot matanya mereka terlihat sedang tidak akur. matanya liar sekali. Saat bertemu Tracie. Lee diketahui punya beberapa teman wanita. Tapi sepuluh bulan setelah putrinya lahir. Lee telah memiliki seorang putra hasil hubungannya semasa berusia belasan tahun. aku sama sekali tak melakukannya. Ibu seorang putri berusia tujuh tahun itu masih cantik. Dia hampir saja kehilangan kontrol. "Keduanya memang tidak bertengkar. Sebagaimana kekasihnya. Tracie dan Lee terlihat berada di klab malam di kawasan Marlbrook Inn. "Padahal sudah dijelaskan baik-baik. Dalam penyelidikan polisi. sehari-harinya bekerja sebagai sopir bus. dekat Alvechurch 121 . Tapi sungguh. terutama orang yang menontonnya di televisi. Tracie tinggal di sebuah flat kecil dan bekerja sebagai penjual produk kecantikan. seorang pria. Sebelum bertemu Lee Harvey. Saksi lain. Puing-puingnya tampak berserakan di depan rumah. Sedangkan Lee. Tracie pernah hidup bersama seorang pria selama beberapa tahun. Penilaian itu berdasarkan penuturan sejumlah saksi di klab malam kepada polisi. sejak kebersamaan tanpa ikatan ini. ia dikenal sering bergaul di klab-klab malam sekitar Birmingham Broad Street. tak jarang pertengkaran itu membuahkan kerusakan pada perabotan rumah mereka. Selalu tidak akur Usia Tracie Andrews baru 27 tahun. Sejak pertemuan yang romantis di klab malam Ritzy's pada 1994.

"Tidak. tapi wanita yang kemudian diketahuinya bernama Tracie Andrews. Sang pria segera kembali ke tempat asal jeritan tadi. ia dan kekasihnya berkendara pulang. tak banyak yang bisa diingat malam itu. Tiba-tiba di kegelapan." Lalu mereka tancap gas. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan saat itu." jelas Tracie.yang diulang di pengadilan . Sempat terjadi kejar-mengejar. Tracie hanya mendengar pengemudi mobil berkata kepada penyerang. astaga! Sesosok tubuh pria tergelak di jalanan tak bergerak. Ternyata darah. Saat Lee terjatuh ke aspal. Mata kiri dan hidungnya luka. Pakaiannya penuh darah. "Aku tidak yakin berapa kali dia menusuknya.malam itu sepulang dari klab malam. "Aku mencoba bangkit dan mendekati Lee. seperti mendengkur. pria itu segera kembali ke rumah teman wanitanya dan memintanya menelepon 999." Mencoba bunuh diri Kasus kekerasan jalanan di daerah sepi Coopers Hill langsung menjadi berita besar di Birmingham. Jez. Dengan isak tangis dan cucuran air mata. Tubuh Tracie terbanting ke jalan. "Sudah tinggalkan saja. ia harus mendapat perawatan selama tiga jam di rumah sakit. Tak lama kemudian Tracie keluar dan memakinya. Dia terdengar mengeluarkan suara aneh. Pria itu berbalik kemudian memukulnya begitu keras. kemudian menyerang Lee dengan pisau. Dari dalam mobil Tracie melihat pria itu sempat membungkuk di depan Lee. kalau-kalau telah terjadi kecelakaan lalu lintas. Tanpa memperhatikan sekeliling. Baru setelah beberapa orang berkerumun. bahkan seluruh Inggris. Tracie sangat pandai mengambil simpati masyarakat lewat media massa. Saksi sempat menanyakan. sebelum akhirnya mobil itu berhasil menghadang." Memang benar. Seorang pria turun dari kendaraan dan memaki-maki. Tapi masyarakat bersimpati terhadap kekasih korban. Tracie mampu bercerita bahwa dirinya baru saja diserang seseorang. Tracie Andrews. Selebihnya. 122 . Akibatnya. tolong! Cepat!" Permintaan itu sempat membuatnya panik. sedari tadi ia tidak mendengar ada kendaraan lewat. baru aku keluar dari kendaraan. tubuhnya tampak gemetar. wajahnya selalu membuat penonton dan pembaca terkesima. Di tengah jalan keduanya tersadar. Terasa ada yang basah di tubuhnya.pinggiran kota Birmingham. Berdasarkan penuturan Tracie kepada polisi . Di dekatnya. Ia bahkan meminta masyarakat ikut membantu menemukan pelaku pembunuhan kekasihnya. ia dikejutkan teriakan memilukan seorang wanita yang memintanya memanggil ambulans. Darah berceceran di sekitarnya. Di sana ia mendapati seorang wanita muda berdiri di samping mobil. tetapi ia tidak melihat senjatanya. ada sebuah mobil sedan Ford Sierra berwarna gelap membuntuti mereka. "Tolong. mengatakan. Bukan hanya karena daerah itu selama ini dikenal cukup aman.

Kesaksian itu diperkuat penuturan dua akuntan dari Bromsgrove yang malam itu melintas di sekitar TKP. Di mata publik. Diduga. Semua tergambar dalam dakwaan yang dibacakan penuntut pada 1 Juli 1997. dan punggung. Berdasarkan pemeriksaan DNA oleh ahli forensik. "Di sinilah ia mulai melakukan serangan. Lee mendapat 30 tusukan dari pisau lipat jenis Swiss Army. noda darah sepanjang 5 cm di sepatu Tracie diketahui positif milik Lee. para detektif menemukan gambaran lain dari kasus ini." kata Crigman menunjuk kepada Tracie. mereka sempat tersasar sampai Coopers Hill.Sebaliknya." Penggambaran Crigman sungguh memilukan seisi ruang sidang. Korban tidak mampu bertahan lama karena serangan terarah ke leher. saat berhenti dan hendak berputar. sisi kiri tubuhnya. 123 ." tutur Crigman. Tusukan baru berhenti setelah kemarahan Tracie mereda. di tengah jalan mereka bertengkar. "Korban ditusuk di leher. Mereka hanya berspekulasi kasus itu berhubungan dengan bisnis obat terlarang. tapi tidak melihat adanya mobil pembuntut. "Keduanya melihat sedan Escort milik Lee. informasi itu tak pula membukakan jalan kemudahan bagi polisi untuk menyelesaikannya. Pisau lipat Selubung kasus itu terkuak di pengadilan. Pelbagai reaksi datang dari masyarakat begitu wanita muda ini ditahan. Pada kurun waktu 12 . Seorang perawat sempat melihat Tracie berada di kamar mandi agak lama. "Korban berusaha lari. Kesaksian itu dinilai vital karena waktunya tepat. Apalagi penahanan hanya berselang enam hari setelah Tracie didapati mencoba bunuh diri dengan meminum 200 tablet obat tidur. hingga menimbulkan kecurigaan. malam itu Lee dan Tracie meninggalkan klab malam bersama. begitu pula lokasinya. Ahli forensik juga mendapatkan tiga helai rambut Tracie di tangan Lee. Sejumlah kesaksian inilah yang mengantarkan Tracie menjadi tersangka utama. belakang kepala. malam itu mereka melihat Tracie dan Lee. Serangan ini terus berlanjut meski korban sudah jatuh. Sebuah sketsa wajah berdasarkan deskripsi Tracie ikut disebarluaskan media massa. "Dia tewas seketika itu juga.15 menit. kemudian Tracie menyembunyikan pisau dalam sepatu botnya. pisau itu dibuang saat ia mendapat perawatan di rumah sakit. Beberapa saksi di klab malam Marlbrook Inn menuturkan. Di sana keduanya berhenti dan keluar dari kendaraan. Jarak mereka terpaut sekitar dua kilometer di belakang. bahu kiri. Tracie adalah korban. wajah. Berdasarkan penyelidikan." Menurut dakwaan. Meski keduanya tahu jalan pulang dengan baik. polisi merasa kesulitan. tapi ia tidak bisa bergerak jauh. karena tidak mendapatkan motif penyerangan. Darah muncrat hingga mengenai baju Tracie. Diduga Lee sempat menjambak Tracie untuk melawannya. Namun. tapi tidak ada mobil lain yang membuntuti." kata Crigman dengan nada meyakinkan di depan juri. hingga menyebabkan urat nadi di leher robek. Entah apa sebabnya. Lee memukul kekasihnya yang mengakibatkan luka di wajah. Crigman mendakwa.

jika tidak berhati-hati dan terlipat. Menjawab pertanyaan Crigman. "Dia berbalik ke mayat Harvey setidaknya dua kali dan mengatakan sesuatu yang tidak bisa didengar. Pada hari pembunuhan. hanya beberapa puluh meter dari TKP. wanita ini juga mengaku tidak mendengar ada mobil ngebut malam itu. lanjut saksi. Sesaat setelah kejadian. ia membawa Tracie Andrews ke rumahnya. Tracie tetap terlihat tenang." kata wanita itu menutup kesaksiannya. maka saya dapat memberi tahu polisi sehingga mereka dapat melakukan penyelidikan secepatnya. Itu karena saksi tidak menyebut hal ini dalam pernyataan pertamanya. ia tidak ingat apakah dirinya telah atau belum mengatakan pernyataan itu. 124 . atau mungkin mendengar nama pelaku. Crigman menambahkan."Terhadap kenyataan itu. Yang terjadi di ruang sidang justru sebaliknya. bahkan mendeskripsikan penyerangnya. Tanpa basa-basi." kata saksi menyatakan keheranannya. jari Tracie juga menderita luka seperti itu. Jika Tracie mampu memberi jawaban. "Mengapa setelah Tracie didakwa membunuh. Saksi menjawab. dengan percikan darah di wajahnya. Kesaksian sejumlah orang semakin menyudutkan Tracie. "Dia bilang tidak ada yang bisa diingatnya. Terutama saat saksi seorang wanita yang menghubungi 999 dipanggil ke depan sidang. Di sinilah penuntut mengungkapkan sebuah kejanggalan di mana terdakwa tidak bisa menjelaskan ketidakcocokan deskripsinya seputar peristiwa pembunuhan." kata Crigman mengutip pengakuan Tracie kepada polisi. Tracie tidak menyadari Lee telah ditusuk. dia menambahkan pernyataan itu?" gugat Thwaites sengit. saksi yang mantan polisi itu mengungkapkan kecurigaannya kepada Tracie sejak awal. "Aku pikir ini penting. kalau-kalau terdakwa ingat warna kendaraan. dalam keadaan panik dan menangis. Dalam catatan itu tertulis. tetapi darah ditemukan di bagian belakang. Pada bagian akhir. pengacara Tracie. Tracie dapat bercerita tentang sedan Sierra hitam. Tracie hanya menyebutkan bahwa rambutnya mudah rontok. nomor polisi. pertarungan terjadi di depan mobil. saksi mendeskripsikan saat ia menemukan Lee Harvey terbaring di jalan dengan leher tertusuk. penuntut kemudian membacakan pernyataan terdakwa kepada polisi. langsung menyatakan keberatan. Ronald Thwaites. Sama sekali tak ada kesan ia telah berbuat kejahatan. Berita-berita seputar pengadilan kasus tersebut pun semakin menguntungkan Tracie. Kepada juri. beberapa saat setelah polisi datang. pisau Swiss Army dapat melukai jari penusuknya. Dukungan terhadapnya semakin besar. Tracie berdiri di samping kendaraan. ketika ia melihat darah di tangannya saat menyentuh mayatnya. Saksi mantan polisi Dalam sidang pengadilan yang berjalan lebih dari tiga minggu. Saat itu saksi sempat bertanya. Saksi menyatakan telah mempunyai pengalaman sepuluh tahun dan mendapat latihan khusus untuk menyusun pertanyaan semacam itu." Anehnya. Tracie mengatakan.

Begitu pula tentang asal darah yang ada di bajunya. Mr. sebenarnya ada tersangka pembunuh yang cocok. Posisinya begitu dilematis bagi Thwaites karena penuntut dapat melakukan pemeriksaan silang. "Ketika Lee pergi. Tracie pernah berkeinginan untuk hamil. "Lagi pula. ada seseorang yang dicurigai telah mengikuti Lee dan Tracie keluar malam itu. X pergi ke Ford Sierra biru tua. Thwaites juga mengungkap sebuah fakta mengejutkan. mirip dengan penggambaran Tracie." kata Crigman. Dikuntit Mr. "Sesungguhnya." Hingga pengadilan berlangsung. Kepergiannya dari rumah selama pertengkaran menjadi bukti ketidakdewasaannya. X masih misterius. Thwaites protes karena informasi penting ini diabaikan polisi. Thwaites mencoba mengambilnya dari sudut hubungan Tracie dan Lee yang hendak menuju ke arah pernikahan. X menguntitnya. "Sejak kematian Lee. Mereka sempat saling pelotot. polisi mendapat telepon yang mengatakan melihat Mr. Pada bagian pembelaannya. Kekasihnya itu juga selalu menyeleksi pergaulannya. Menurut informasi di kepolisian. Inilah yang menjadi alasannya bunuh diri. Mr. Thwaites melanjutkan. Pria itu digambarkannya sebagai pemuda yang pencemburu berat dan tidak dewasa. Lee memang sering mengatur hidupnya. tetapi dia takut melakukannya. Awalnya. "Hanya karena besarnya cinta Tracie yang membuatnya kembali. seperti misalnya caranya berpakaian saat ia bekerja sambilan di sebuah klab malam. Tracie masih mengenakan cincin pertunangannya hingga sekarang. Nama Mr. Tracie juga tak bisa berkomentar." Thwaites mencoba mengalihkan sasaran kepada Lee Harvey. tidak masuk akal kalau ia mau pergi berduaan. X yang konon juga terlibat dalam kekerasan jalanan beberapa tahun sebelumnya.X Pengacara Tracie berpikir keras untuk mengarahkan sorotan negatif terhadap kliennya."Mengenai tidak adanya saksi yang melihat mobil pembuntut." ungkap Thwaites mencoba menggambarkan sikap otoriter Lee. hidup Tracie menjadi hampa. Informasi itu menyatakan. sosok Mr. X meninggalkan klab malam tak lama setelah Lee Harvey pergi." kata Thwaites penuh tekanan. lima hari setelah kasus pembunuhan itu. sekadar untuk menghabisi kekasihnya. Setidaknya. Posisi Tracie makin tersudut. tapi tak dihiraukan penyidik. bahkan dengan teman wanita sekalipun. tapi ternyata Mr. Penelepon menduga akan terjadi perkelahian. X sebenarnya berasal dari bagian Reserse yang mendapat informasi bahwa pada malam pembunuhan ada seorang bandar menyimpan kokain dalam jumlah besar. Ia khawatir Lee tidak setuju." Tracie juga mengakui soal kecemburuan itu. Bahkan. X dideskripsikan sebagai seseorang berperawakan gemuk dengan sorot mata tajam. Menggigit leher Upaya keras pembela seolah pupus saat Tracie Andrews menjadi saksi untuk penuntut. 125 . Ia diidentifikasikan sebagai Mr.

"Aku tidak tahu." "Lalu apa yang Anda kerjakan selama 15.28 sampai 10. mengapa Anda tidak membunyikan klakson?" Alis Crigman berkerut. Dalam argumentasi Crigman. Sedangkan saksi pertama melihat mayat korban di jalan pukul 10. "Bagaimana Anda menjelaskan soal jeda tujuh menit setelah orang itu pergi dan sebelum saksi datang?" "Tidak bisa.. Mobil Lee terlihat di Coopers Hill antara pukul 10. Lelaki itu memukulku keras." "Atau setidaknya berusaha berteriak?" "Tidak. peristiwa pembunuhan terjadi di sekitar Burcot. aku hanya kurang yakin saat itu. Crigman tak menyia-nyiakan kesempatan itu.32. 17 menit? Selama 17 menit tidak berusaha untuk minta pertolongan dari rumah di sekitar?" "Memang tidak.50. Semuanya seperti mimpi. "Menurut keterangan Anda kemarin." 126 . "Menurut keteranganmu." Crigman tersenyum. Ia mengungkap kejanggalan menyangkut waktu pembunuhan. Seharusnya aku berbuat sesuatu. Sampai aku lihat cahaya dari sebuah rumah dan memungkinkan saya untuk minta tolong. "Aaa .. "Jika tidak." "Tapi bukankah cukup waktu sebelum saksi datang melihat Anda?" "Tidak. Anda akan dapat pergi secepatnya ke rumah itu?" "Bagaimana orang tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti itu?" balas Tracie. Ada selang waktu 17 menit antara kematian Lee dan saksi meninggalkan rumah menuju mobilnya. Lee saat itu terbaring di tanah. bagaimana darah itu bisa muncrat ke blusmu?" "Aku tidak dapat menjawabnya. Apakah Anda mengubah cerita? Berarti ini penipuan berencana?" "Tidak." Crigman berhenti sejenak. 16." sanggah Tracie yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. baju Tracie yang berlumuran darah menunjukkan." "Kalau Anda tidak merasa bersalah." "Kalau tidak mau meninggalkannya. setidaknya peristiwa itu berlangsung sepuluh menit.Seperti tak ingin melepaskan buruannya. setidaknya ia dalam posisi menempel saat korban ditusuk di lehernya. Aku tidak tahu. tapi aku shock. aku tidak mau meninggalkannya. Tracie diperlakukan bak anak kijang di sarang singa. Tapi pada malam pembunuhan keterangan Anda pada polisi. peristiwa terjadi di lokasi yang berbeda.

yaitu ketika Anda membukanya untuk mematikan lampu. Lee mengeluarkan pisau dan mengancam akan menyayat wajahku atau akan menusuk. menyatakan keberatan dengan penilaian itu. "Lihat saja jika Andy menginginkanmu lagi. Meski upaya itu kandas. Tracie membuat pengakuan yang mengejutkan. "Di tengah jalan terjadi pertengkaran. "Jejak darah Lee Harvey ditemukan di tepi pintu mobil. Lee cemburu kepada Andy.Crigman mencoba mengingatkan Tracie tentang pertengkaran pasangan itu. Crigman menyatakan keheranannya. Tracie dan Lee sesungguhnya pernah memiliki mobil dengan merek dan warna serupa. Hingga April 1999. Lewat sebuah surat yang dikirim dari penjara Bullwood Hall Essex. 'kan?" "Tidak. Lee mengancam dengan pisau. "Itu hanya situasional. banyak orang melakukan tindakan seperti itu." kata pembela. Dalam kondisi yang kurang lebih sama." Crigman sejenak melirik Tracie. yaitu saat Tracie menggigit Lee. Jika lampunya dinyalakan. maka akan ada yang melihatnya. kamu juga dapat menaruh pisau di lehernya. "Aku marah. Begitu 'kan?" Tracie lagi-lagi diam. pada malam pembunuhuhan keduanya bermaksud pulang ke rumah." Menurut argumentasi penuntut. Lee juga pernah melakukannya. banyak orang tetap percaya Tracie tidak bersalah. lalu Lee menghampiri dan menjambak rambut kekasihnya itu. penuntut menambahkan. Keduanya kemudian keluar dari mobil. Toh. setelah melakukan pembunuhan. dalam cerita pembunuhan karangan terdakwa. dikatakan lampu dalam keadaan menyala. tapi keterangan dari polisi dan saksi setempat menyatakan lampunya padam. Masalahnya." 127 ." kata Crigman. alasan Tracie memilih sedan Ford Sierra hitam sebagai mobil pembuntut besar kemungkinan berdasarkan pengalaman pribadinya. Surat yang dimuat News of The World itu menyatakan. Sebelum mengakhiri sesi pertanyaannya. setidaknya satu kali pembela Tracie mencoba mengajukan peninjauan kembali kasus itu dengan menyodorkan saksi-saksi baru. Tracie langsung mematikan lampu mobil untuk berpikir. "Anda mengarang cerita dan menggabungkannya dengan pengalaman pribadi. Tracie mengaku telah menusuk Lee Harvey dalam sebuah pertengkaran yang disebutnya lepas kontrol. "Apa yang Anda rasakan?" kejar Crigman. mantan pacar Tracie." tulis Tracie." "Pasti butuh niat yang besar untuk menaruh gigimu di leher seseorang. "Dalam pernyataan Anda. seorang perempuan normal bisa-bisanya menggigit leher. Pengakuan jujur Setelah vonis dijatuhkan.

Yang kuingat. Mulai hari ini. Lee memukulnya lagi. dan saat di rumah sakit." Cathy terbelalak. "Aku harus menusuknya. dia akan terus memukuliku. menurut rekan-rekannya. Aku sempat mundur. "Jadi.suaminya . Wajahnya mendung. gemetar. tidak pernah membawa pisau. Tracie menghampiri Lee dan mencoba mengajaknya berbicara. 128 . GARA-GARA PATAH HATI Alpine Manor. Cathy mengangguk lemah. ia merasa seluruh hidupnya sudah berakhir. tulis Tracie. ia memutuskan untuk mengarang cerita bahwa mereka diserang seseorang. Keduanya sempat saling memaki. Entah untuk tujuan apa. "Aku merasa ngeri. Tanganku terasa basah. sehingga keduanya terjatuh ke rumput. Tracie segera bereaksi dengan pisau. ia sudah bosan menganggur lama. Sejenak Lee mencoba membalas. "Baik. Pisau itu kemudian disembunyikan di celananya. sebelum akhirnya terjatuh. Mereka yakin. Lee ternyata menariknya." tulis Tracie. hampir menangis. Saat Lee ingin bertindak kasar lagi. suami meninggalkan Anda bersama seorang anak?" Dengan menunduk. Syukurlah. dihanyutkannya ke toilet. Benarkah itu semua pernyataan jujur Tracie? Lee Harvey. Saat itulah Tracie melihat ada pisau di tanah yang segera diambilnya. Michigan. Kisah nyata/Road Rage/Tj 18. Padahal. "Aku merasa seharusnya dihukum untuk pembunuhan tak disengaja. Bunyi napasnya berat dan matanya mendelik. Tapi kemudian ia sempat menjegal Lee hingga terjatuh. Mata seorang penyelia memicing. aku menjadi gelap mata. Anda diterima bekerja. dan kehilangan kontrol. Tracie berusaha berdiri. Aku memang seharusnya jujur pada kesempatan pertama. jadi grogi.yang pasti tengah repot mengasuh putri tunggal mereka. tahun 1986. Cathy. Belum pernah aku mengalami kehilangan kontrol seperti malam itu. Saat itu yang ada hanya kebingungan dan ketakutan." aku Tracie. hatinya terbahak. Jika tidak. menertawai Kenneth .Tracie mengaku saat itu takut setengah mati. Ia mengguncang tubuh Lee. panti jompo lokal di Grand Rapids." Sewaktu meraih mayat pacarnya. Tracie sengaja membawanya dari rumah malam itu. Aku marah. muncul perasaan sangat sedih dan bersalah. yang ditatap begitu tajam. Terlebih saat menyadari Lee telah tewas. Sampai akhirnya. Tubuhnya yang berbobot 198 kg berguncang.

Mereka putuskan segera menikah. Belum habis kaget Ken. Ken bekerja di pabrik mobil. tanpa banyak cakap. Sementara Cathy . Akibatnya. ia melihat gadis ini amat haus kasih sayang. "Pilih aku atau hobimu!" begitu katanya. Ken mengenal Cathy sudah dalam keadaan overweight. sedangkan Cathy 17. Luka batin Mata Cathy tertanam ke televisi. Cathy kurang memiliki rasa keibuan terhadap putri mereka. Agak ragu dan tersipu. pada Agustus 1979. Cathy. ketika Kenneth pulang bekerja pukul enam sore. Namun. Cathy memulai kerja. Ia berharap.asyik menikmati opera sabun di televisi sambil terus mengunyah junkfood. Mary. kelahiran tahun 1962 di Michigan. bisa memberi Cathy sedikit kebahagiaan. lalu melanjutkan sekolah hingga menjelang kelahiran anaknya. Ayahnya seorang sopir truk gudang yang pernah bekerja di Vietnam. Ketika Cathy mengaku hamil. Untuk mengendurkan stres. gadis yang unik.Ia segera bekerja sebagai pembantu perawat di panti dengan lebih dari 200 kamar tidur. badannya terus memuai. setiap kali ia ditegur. Cathy pun kurang dicintai ibunya. Ken merasa tak ada gunanya menegur Cathy. AS. Perkawinan mereka memang berliku. masing-masing berisi dua pasien. Termasuk merawat dua adiknya. Ia lahir di tengah keluarga kurang harmonis. Ken pun amat gembira. dan ibunya petugas pembukuan. di mata Ken. lalu mengurus putri tunggal mereka. Cathy mengabaikan penyakit anaknya. bungkus snacks dan baju kotor tertebar di lantai. Piring dan gelas kotor berserakan. Itu sebabnya. Jika si anak sakit. Ia malah sibuk menyalahkan si mungil Mary yang dianggapnya tak bisa menjaga kesehatan. lantaran ia memilih makan sendirian. Oleh rekan-rekan kerjanya mungkin ia dianggap terlalu sopan. Pria pendiam itu hanya bisa menarik napas dalam. Sang ayah yang pemabuk berat sering memukulinya dan selalu mengatainya "si gemuk". sebab yang terjadi kemudian pasti perang mulut. Sebagian besar pasien menderita penyakit Alzheimer atau penyakit otak organik lainnya. Ia mendapati rumah mereka amat berantakan.sang nyonya rumah . atau bahkan kurang percaya diri. Kenneth Wood baru 19 tahun ketika Catherine May Carpenter alias Cathy yang baru 16 tahun "menembak"nya. ingin sekali ia mengisi kekosongan jiwanya. Karenanya. Ken membereskan rumah. Yang agak disayangkan. Usia Ken waktu itu 20. Ken merasa iba. yang juga terbengkelai. Tumbuh tanpa belaian kasih sayang. Sebagian lain menderita sklerosis ganda atau arthritis parah. Cathy sering ngemil dan makan dalam jumlah banyak. terpisah dari yang lainnya. tiba-tiba mereka sudah berpacaran. begitu banyak pekerjaan yang harus ia tangani. 129 . Sebagai anak tertua. "Aku benci tugas rumah tangga!" Itu kalimat yang selalu disiramkan Cathy ke telinga Ken. Cathy lebih suka mengurung diri di kamar ketimbang bergaul dengan teman sebaya.

Ken tetap mencintainya. Rupanya. Di rumah jompo maupun di rumah. Cathy lepas kendali. Dengan bujuk rayu sekadarnya. Cathy tak bisa menyembunyikan kekasaran jiwanya.Ken berusaha memahami masa lalu Cathy yang menorehkan luka batin hingga saat itu. Ia tak dapat berbuat apa pun untuk membendungnya. tapi petugas yang bertanggung jawab tidak menggantinya." sahutnya enteng seraya melenggang pergi bak selebriti. Apakah perilakunya mengimbas hingga ke rumah? Tentu. itu telah menggembungkan egonya sedemikian rupa. ia menumpahkan air ke selimut pasien mereka. Ia mengira. penyelia memanggilnya. sehingga dalam beberapa bulan saja beratnya menguap jadi tinggal 132 kg. Juga ketika Cathy mulai minum alkohol dan kerap mabuk di rumah. ada pasien mengeluhkan pelayananmu. Terhadap rekan kerja yang dibencinya. Ia lalu melaporkan ke penyelia bahwa tempat tidur pasien basah karena ompol. Pernah. malah cenderung kasar. dirinya sedemikian menggoda bagi wanita lesbi lainnya. Dari salah satu karyawan panti jompo Ken mendengar istrinya terlibat sejumlah percintaan sejenis. tak ada lagi yang bisa "memegang" dirinya. ia siap berburu wanita lain yang lebih menggairahkan. Ia menjalin hubungan lesbian dengan rekan kerjanya. di tempat kerja pun ia mulai menggunakan kekuasaan. biasanya wanita itu langsung lumat dalam dadanya yang besar dan lebar. Karena lebih membela keutuhan rumah tangga. Setelah puas mereguk habis madu sang kekasih. ia melakukan lagi apa yang dulu pernah mengisi masa remajanya ." "Oh ya. Dengan penuh percaya diri. Bukan saja berlaku bak primadona. ia biarkan istrinya dengan segala polahnya itu. ia akan mencampakkannya. Ken merasakan perubahan itu. Kekasih baru Sedemikian bergairah Cathy bekerja. Sulit mengukur perilaku buruk apa yang telah diubah Cathy. kenapa ia jadi pesolek? Penampilannya pun berubah. Ia juga suka membeli baju baru dan agak ganjen. Entah sudah berapa bulan mereka tak berhubungan suami-istri.yakni berhubungan seksual dengan teman sejenis. Selanjutnya. "Cathy. entah karena menolak diajak bercinta atau oleh sebab lain. Terutama dalam menangani pasien. Bahkan. Hanya dalam bilangan minggu ia betah memberi dan menerima kehangatan dari seorang wanita. demikian pula perilaku Cathy. yang kebetulan bekerja bersamanya. Walau Cathy kurang lembut hati. Sekali dua ia berhasil menarik wanita ke dalam pelukannya. Herannya. di balik tampilan baru dan kesigapannya bekerja. Namun. wanita buruannya langsung paham maksudnya. Selaiknya para pria pencumbu. Rambutnya dicat warna platinum. cukup dengan mengedipkan mata. akan kuperbaiki sikapku. Cathy seperti sudah mati gairah. 130 .

Pembantu perawat baru. Gwen sering mendapat serangan seksual dari ayahnya." Selama beberapa tahun. Sementara itu ayahnya jarang di rumah karena pekerjaannya. Demikian pula para pasien.. Cathy tak perlu menunggu lama. ia anak sulung dari tiga bersaudara. Cathy hanya butuh waktu sehari untuk memikat Gwen menjadi kekasih barunya. Cathy terpaku. "Siapa namamu?" "Gwendolin Gail Graham. ibu sering menyabetiku dengan kabel listrik. Gwen beringsut mengurai isi kopornya. Setelah penyelia pergi. Cathy tengah rebahan di ranjang. ia leluasa menjamah dan menekan tubuh Gwen. Ketika berusia 22 tahun. sebab kemudian lawannya itu mendapat peringatan keras. "Ini Gwen. Acap kali matanya menyapu goyangan dada Gwen saat diguncang emosi. mereka melihat Cathy seperti melihat monster. Tak seorang pun koleganya berani macam-macam padanya." Setengah mengangguk. Namun." Beberapa menit kemudian." "Usiamu?" "Dua puluh tiga tahun. di lenganku banyak bekas luka sundutan rokok ayahku." kata Gwen getir. Tak pernah ia menggendong anaknya yang menangis. ibunya. Ia akan sekamar denganmu." sorak hatinya. Sambil pura-pura berempati. Sikapnya cukup keras pada anak-anak.. Ia merasa canggung karena pandangan mata Cathy seperti menelanjangi dirinya. Linda. Cathy menyeringai sinis saat lewat di depannya. Cathy sedikit tercengang mendapati Gwen pun cukup mahir berpasangan dengannya. ayah Gwen. melainkan oleh gerakan bibir tipis gadis manis itu saat bercerita.Bualannya berhasil. Bukan oleh isi cerita Gwen. ketika penyelia mengetuk kamarnya.. "Aku menang. "Waktu umurku 18 bulan. Gwen pun sering menyakiti dirinya sendiri. ia pun makin leluasa menanamkan pengaruh pada lingkungan kerja yang mental dan emosinya sudah ia rapuhkan. biasa memukuli anak-anak-nya dengan sabuk. sudah cukup alasan baginya untuk memeluk tubuhnya. kerap berganti pekerjaan. mereka sudah akrab. tanpa banyak bicara Cathy langsung membuka lemari pakaian. Gwen bercerita. Hingga pada suatu siang . ibunya yang miskin sudah memiliki tiga anak balita. "Lihat. Maka. Untuk melepaskan siksaan emosi. Entah apa yang merasuki Cathy hingga ia merasa amat puas bila melihat orang lain hancur tak berdaya oleh "power" yang dimilikinya. Aku lahir di Santa Monica. Kerja serabutan memaksa istri dan kelima anaknya berpindah-pindah ke seluruh Kalifornia. 1963. Adapun Mack. Ketika Gwen mulai terisak. 131 .

Setiap kali pasangan ini masuk ke kamar penghuni. Bahkan pernah tinggal bersama seorang wanita berumur 20 tahun. "Benar. mengekspresikan cinta dengan saling berbalas puisi yang buruk kualitas. Rambutnya yang kemerahan dengan senyuman manis dan lugu. suatu saat kau akan menyesali keputusanmu ini!" Cathy membalas dengan seringai. keduanya tak mematuhinya. Mereka hidup seatap tak ubahnya suami-istri. Aku gila asmara. para sepuh itu memandang cemas . mereka berdua pura-pura melakukan aktivitas bercinta. Ketika pasangan ini bekerja secara terpisah.. sedari umur 17." adu Gwen. Gwen sudah bertualang. "Aku serius dengan Gwen. beberapa kali beberapa pasien mengadu pada pembantu perawat lainnya. membuat para nenek teringat cucu mereka. Keduanya sedemikian kekanak-kanakan. Tindakan serupa pun dilakukan di ruang tunggu perawat. karena aku dan Gwen akan tinggal bersama di sini!" "Kamu gila?" sembur Ken. Ia amat telaten merawat para lansia. Persis remaja kasmaran. Kuminta kau keluar dari rumah ini. Bukan skandal itu yang menyentak Ken. melainkan ucapan Cathy .. maka tak ada perawat yang mau percaya pada mereka. "Ingat Cathy. Cathy menanggapi dengan pelukan. Usir suami Hanya seminggu Gwen bekerja dengan baik. Kematian beruntun Pernah. Tak sampai sejam kemudian. seorang penyelia berusaha memisahkan mereka berdua dengan menerapkan sistem shift. Karena kerekatan itu mengganggu suasana kerja. ketika dengan amat posesif Cathy "menguasai" Gwen. Sambil saling berbisik dan cekikikan. karena sebagian besar menderita Alzheimer. Bahkan. Sejak sebulan lalu kami putus.bahkan ada yang sangat ketakutan. Apalagi ketika Cathy menceritakan affair-nya itu pada Ken. Pergilah kau!" Dengan amat marah. seolah disatroni monster. agar bisa selalu bersama. Gwen sudah berada di sana. Gwen disenangi hampir seluruh penghuni.Ternyata. mereka membersihkan dan mengurus pasien. "Pacar saya itu mendapat pekerjaan di Grand Rapids. ketika memandikan pasien usia lanjut itu. Namun. tampak sekali kekecewaan mereka. Begitupun ketika seorang pasien kedapatan memar pada pergelangan tangan dan 132 . Ken membopong Mary pergi. gilanya. Dengan mesra mereka menutup pintu kamar. bahwa mereka diancam dibunuh oleh seseorang. yang amat mencintainya. Namun. hal yang melanggar peraturan panti jompo itu.. mereka pun sering bertukar tugas dengan pembantu perawat lainnya. Mereka memang sangat keterlaluan. serta saling meninggalkan pesan cinta pada mesin penjawab telepon. Namun. Pasangan itu sering minum sampai mabuk dan terkadang juga saling berkelahi.

Cathy pun jadi amat khawatir kehilangan Gwen. Cathy amat cemburu. Cathy dan Gwen juga menggunakan cemburu sebagai lem perekat saat mereka rujuk kembali. pembantu perawat baru di Alpine Manor. tak seorang pun pembantu perawat tertarik akan hal itu.kakinya. Sebelumnya. pihak keluarga juga sudah pasrah. Keluarganya terkejut akan kematian mendadak itu. Mula-mula ia merasa rendah diri. Tubuh. Myrtle Luce juga meninggal dunia. karena secara fisik Gwen memang berdaya jual lebih tinggi. melainkan juga wanita. 133 . Hanya. Sebulan kemudian. Malah. mereka kian erat berpagut. ditemukan tewas di tempat tidurnya pada Januari 1987. Ia terkejut melihat wanita tua itu tewas dengan lengan terlipat di balik tubuhnya. dan kemanjaannya sering membuat gemas . Pihak keluarga pun menganggap sebagai takdir yang sudah digariskan. Februari 1987. bibir. dan menghindari rujuk kembali. Pisau cemburu di kalangan cinta sejenis biasanya lebih tajam dari sembilu. Contohnya.bukan hanya pria. Kondisi tubuhnya terlalu lemah untuk dirawat karena ia juga menderita gangrene. Tak terpisahkan. biasanya ia yang mencampakkan kekasih. maka kematiannya pun dianggap tinggal menunggu waktu saja. Ternyata benar. gadis semampai. bukankah pohon cinta menjadi berbunga karena rasa cemburu? Kecemburuan itu kerap membuat cinta terasa makin indah. Perawat hanya melakukan tugas rutin. suasana sepi dan tak nyaman itu diartikan oleh pasangan kasmaran Cathy dan Gwen sebagai suasana yang amat romantis. Memang ada memar di kedua lengan itu. Seorang perawat sempat memperhatikan hidung Myrtle Luce berdarah. Gwen sedang melirik Robin. Hal itu terasa pada sikapnya yang mulai melonggar. Ia muak dengan badan gemuknya. Tak ada yang serius menanggapinya. Ia ditemukan meninggal dunia pada Maret 1987. tapi mungkin itu karena Belle sering mengalami serangan kejang. siapa peduli akan penyebab kematiannya? Wanita ketiga yang tewas di ranjang adalah Mae Mason (79). Bahkan mereka berjanji takkan pernah saling meninggalkan. Akhir Februari 1987. Apalagi maut memang bisa sewaktu-waktu menjemput para jompo itu. Dengan usia 95 tahun dan berat badan yang terus menurun. Kali ini ia yang dicampakkan. Marguerita Chambers (60) seorang nenek yang lima tahun sebelumnya didiagnosis menderita Alzheimer. tetapi ia mengira akibat tekanan darah tinggi atau panasnya suhu di panti jompo. selalu Cathy yang mencemburui Gwen. seorang pembantu perawat yang kurang disukai Cathy masuk ke kamar Belle Burkhard (74) untuk mengurus pasiennya itu. Tak pula ada yang tertarik menyelidiki penyebabnya. saat membandingkan dirinya dengan Robin. Namun. Namun. Celoteh mulut-mulut keriput itu cenderung segera mereka lupakan. Di dalam suasana itu. Terutama ketika ia mencurigai si manis itu sudah tak loyal lagi padanya. karena nenek malang itu masuk ke tempat ini dengan menyandang penyakit. Edith Cook (80) yang sakit parah dan sering mendapat obat penenang.

"Aku serius. Ken datang tepat waktu. Setelah berjuang keras mengalahkan keraguan. Seperti dulu. Sambil memejamkan mata. Berpegangan tangan dan saling mencumbu.. ia merasakan Cathy masih mengalami ketidakseimbangan emosi. Cathy butuh seseorang. Ken tersentak. ragu. Memandangnya mengangguk berkali-kali. istrinya baru mengalami keguncangan hebat. sebelum berangkat tidur. Orang itu Kenneth." Namun. kali itu mengurusi bayi. sering ia menangis sendiri. Gwen bekerja dengan baik dan manis. Empat belas bulan lamanya Ken tak merasa tenang. pada April 1987. perih sekali. yang bisa mendinginkan luka hatinya. Hatinya tertusuk raca cemburu. Melihat suaminya pulang ke rumah. Ia iba melihat keadaan istrinya.. Setelah itu ia membawa si mungil Mary. dan penuh dendam benci. dengan suara gemetar ia mengulangi kembali pernyataan Cathy. Cathy langsung menubruk dan meraung di dadanya. Ken mengubur hal itu dalam-dalam. Hingga tibalah pada suatu malam. Lembut ia memegang bahu Cathy. Saat itu. Hancurlah hidup Cathy ketika akhirnya Gwen dan Robin memutuskan pindah ke Tyler. Tentunya. Apalagi setelah beberapa bulan bersamanya kembali. Ia terus diganggu oleh apa yang disampaikan Cathy malam itu. Cathy menjadi pemurung dan penyendiri. Cathy menggeleng. Ia seperti kehilangan gairah. Ken. Agak gugup. di depan polisi. Tak tahan terus digigiti masalah itu. "Aku takut kau tak percaya . pada Oktober 1988. Ia juga mengakui. Ken mendapati istrinya terisak. Untuk pertama kalinya rumah itu menemukan kedamaian. Selama beberapa bulan bekerja di sana. "Begitu sulitkah untukmu menerima kami kembali?" suara Ken menelusup kalbu. Ia merasa." Lalu Cathy membisikkan sesuatu ke telinga Ken. yang selama ini ia sia-siakan. akhirnya hati nuraninya membawa langkahnya ke kantor polisi. akhirnya bibirnya terkuak.Dari hari ke hari ia memergoki pasangan Gwen dan Robin semakin mesra. Mereka bekerja sebagai pembantu perawat. dan langit-langit merasakan keriangan penghuninya. Seluruh dinding. Di rumah. pernah mengguyur air sedingin es ke muka bayi perempuannya untuk mendiamkan tangisnya. Bisikan rahasia Sepeninggal Gwen.. menyesali nasibnya. Cathy 134 . Cathy mengaku. Cathy merasakan betapa tulus cinta suaminya. dingin. Texas. itu pasti bukan tindakan seorang wanita yang pemalu. Ken lumer. bulan Agustus 1987. lantai. pernah menekan hidung beberapa pasien yang terikat.

sedang aku mengawasi pintu. Ia memberi detail shift yang ia jalani bersama Gwen selama periode itu. marah. bahwa Cathy dan Gwen mengalami dan menikmati "kepuasan seks" yang spektakuler saat melakukan semua tindakan keji itu. ia mengatakan tak mampu terlibat dalam aksi pembunuhan itu. Dalam beberapa jam sidang. serta siapa saja yang bertugas di tempat lain pada waktu bersamaan. ketika ia datang ke rumah untuk mengambil pakaian. Cathy setuju menjalani serangkaian uji kebohongan. Mae Mason. pembunuhan itu dilakukan Gwen. Ketika diperiksa silang. Cekikikan berantai September 1989. ia terpaksa menekankan kedua lututnya kuat-kuat ke atas tubuh Belle. Bahkan. Masa iya. dan hanya didasarkan pada kesaksian Cathy Wood. Cathy Wood dituduh bersalah melakukan pembunuhan tingkat dua. Jadi. pacar Gwen.Polisi bereaksi cepat. Cathy dijemput saat itu juga untuk dikonfrontir dengan laporan suaminya.sewaktu Gwen mencekik Myrtle Luce. Ia pun setuju untuk bersaksi melawan Gwen Graham. Cathy mengaku. dalam suatu pertengkaran Cathy mengangkat tubuh Gwen dan melemparkannya dengan kasar. Saksi yang lain pernah melihat Gwen berkelahi dengan wanita lain. Cathy mengaku memandang kearah lain sebelum pembunuhan selesai dilakukan. Ia sama sekali tak berusaha berkelit. Edith Cook. sehingga ia ikut dalam pembunuhan tersebut. secara fisik ia takut akan pacarnya itu. Ia mengaku. Gwen Graham dinyatakan bersalah atas semua tuduhan dan divonis hukuman seumur hidup berganda. Gwen langsung diciduk. "Saya hanya bisa mendengar . Ia juga memberikan kesan. "Benar. masing-masing tak punya bukti yang saling melemahkan satu sama lain. Ini memperlancar BAP polisi. Robin. yang menyebabkan salah satu lengannya memar. Kepada wartawan ia berteriak. Dalam sidang pengadilan. Ken. Malah Gwen bilang." ucap Cathy lantang. Diakui. Polisi tak perlu bersusah payah. mereka berdua sepakat melakukan pembunuhan secara bergiliran. seolah melepas beban berat dari batinnya." 135 . "Gwen dituntut atas dasar kabar burung. Tapi ia terlihat menekankan kedua kakinya kuat-kuat ke lantai ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu." Ia tak ingat lagi nama semua korban. Cathy yang beratnya 150 kg takut pada Gwen yang mungil? Salah seorang saksi pernah melihat. dan Belle Burkhard. informasi ini dibenarkan oleh catatan panti jompo. Pengakuannya itu mendengungkan gumam hadirin sidang. Ketika Gwen mencekik korban pertama . Tapi polisi tak habis pikir.Marguerite Chambers. sebuah taktik yang konon dipakai untuk mengelabui detektor.bukan melihat . dengan enteng. tapi ia persempit masa periode kejadiannya cuma beberapa minggu. Cathy tak ingin kehilangan Gwen. Hanya dalam hitungan menit. Gwen maupun Cathy pernah menyerang suami Cathy. Anehnya.

Sebaliknya. Cathy muncul di hadapan hakim Kent County. SAKU MANTEL ITU MENGGELEMBUNG Suatu sore pada musim gugur di Marine Parade.40 tahun penjara. Ia menjadi rujukan soal senjata. berwajah suram. dan tak pernah mengaku terlibat dalam pembunuhan. Ia masuk ke toko Gontle yang kecil dan cenderung kumuh. berhenti di depan sebuah toko dengan papan nama: "Gontle . di depan sidang.berusaha mengalangi terpaan angin laut. 136 . kedua lelaki berumur sekitar 35-an tahun itu bisa dipastikan berasal dari kelompok menengah atas. ia memohon agar tidak dikirim ke penjara yang sama dengan Gwen Graham. Tanggal pembebasan bersyarat bagi Cathy baru sah pada 2005. Lomax Harder dan John Franting berjalan beriringan. "Selamat sore. dan agak ringkih itu dengan sedikit gugup mengancingkan mantelnya . Mata hukum tak pernah berkedip. Toko ini resmi kok. Nonfiksi/Carol Anne Davis/Not 19. Ketika ternyata kemudian ia mendapati dirinya berada di tempat yang sama bersama Gwen. lelaki yang tampak santun. "Sore. pria yang satu lagi. tapi di seluruh Inggris. berdahi lebar.Namun. Kenneth." kata Franting cepat. Gontle terkenal tidak saja di sepanjang pantai Kanal. Lomax Harder. suami Cathy. berambut jarang. Hukuman terhadap Gwen Graham membuang kemungkinan pembebasan bersyarat. berdagu berat." "Saya butuh revolver. dan agak garang itu mantan petinju amatir. Gwen sendiri pernah mengaku pada Robin. mati-matian berbicara di hadapan publik untuk membela istrinya. Cathy Wood berhak atas pembebasan bersyarat setelah menjalani hukuman kurungan selama 16 tahun. "Tidak usah takut. benar melakukan pembunuhan itu dan khawatir Cathy akan melaporkannya kepada yang berwajib. Jadi.Penjual Senjata". Meski tokonya kecil dan terlihat kumuh. ia menolak melakukan kontak mata dengan mantan kekasihnya itu." balas Franting dengan sedikit gugup. Namun. Ia diganjar hukuman antara 20 . Gwen menarik ucapan itu. ia takkan pernah dibebaskan kecuali ada bukti baru yang akan membawa pada pengadilan baru." sapa Gontle (50) yang saat itu mengenakan jas beludru hitam. Pria berdahi sempit. Tiba-tiba John Franting. "Ada yang bisa saya bantu?" tanya Gontle. Namun. Dari pakaiannya yang necis. Bulan berikutnya. sebuah resor dekat laut dan pelabuhan Quangate (Kanal Inggris).

" kata Franting. Yang terbaik untuk segala keperluan. Empat inci. "Lima saja. Bunyi tembakan Lomax Harder ditinggal sendirian di toko. isikan saja pelurunya. lalu diambil lagi. "Silakan. membuat Harder terkejut.. Ganti dong dengan yang baru. Secara refleks." "Anda tahu Webley Mark III? Ini dia. Tiba-tiba pintu belakang tempat Franting dan Gontle keluar tadi terbuka. "Coba saya lihat . Senjata itu ditimang-timang. kemudian melangkah keluar toko dengan senjata di tangan." kata Franting. ia memasukkan pistol yang dipegangnya ke saku mantelnya. "Sedikit. Harder tiba-tiba saja sadar kalau Gontle telah menelantarkan dirinya." sahut Harder sekenanya." kata Gontle." Franting lalu membayar revolvernya. "Anda. ditaruh kembali. "Ah. Ia sempat ragu-ragu sebelum akhirnya mengambil revolver yang ditampik Franting. "Ini ada yang lain. larasnya sedikit tergores. "Ini unggul pada magazinnya. Franting dan Harder tidak bercakap-cakap selama di dalam toko." ujar Franting. "Wah." kata Gontle sambil menunjukkan pintu menuju tempat untuk mencoba senjata di belakang toko. ada yang bisa saya bantu?" tanya Gontle kepada Harder." Franting mengamati Webley Mark III."Ah. "Saya butuh kertas timah. Padahal ia masuk tak lama setelah Franting. Gontle pun mengambil amunisi. Saya ingin mencobanya. jangan bercanda. sambil memperlihatkan beberapa pucuk senjata. 137 .. Berapa kalibernya?" tanya Franting. "Sudahlah." "Bisa untuk bunuh diri?" Franting menyeringai. Khusus untuk Anda. "Berapa peluru yang kaubutuhkan?" tanya Gontle. Multi fungsi. tanpa berpikir panjang akan akibatnya. Hal itu mengesankan mereka tidak saling kenal. saya rasa cukup untuk saat ini." "Bisa diuji? Sekaligus tunjukkan cara mengisi pelurunya. Kalau belum tertutup dengan benar. senjata ini tidak bisa dipakai. revolver! Seberapa banyak Anda tahu tentang revolver?" tanya Gontle.

Namun. Jangan sok menjadi pendengar setia." pikir Harder. Emily sering berkencan denganmu. Kamu jangan mencampuri urusan kami. Franting bangkit. Ia duduk membungkuk di dekat tungku. Jadi." 138 . Kemudian Franting berdiri dan menghilang turun ke lorong panjang di samping lounge. Aku muak melihatmu. Franting masih berbalut mantel. Setengah bagian dindingnya terbuat dari batu bata dan setengahnya lagi kayu. Bellevue adalah hotel tempat ia dan Franting keluar setengah jam sebelumnya. Ia berjalan pelan-pelan menuju hotel putih itu. apakah tetap bersamaku atau memilih bercerai. sosok kecil kidal di keramaian. Aku tak peduli dengan semua itu. "Jangan. Apakah Franting serius soal bunuh diri itu? Ia mencoba melihat lagi. segeralah pergi. sebenarnya itu masalah kami berdua." katanya dingin." "Jangan potong pembicaraanku! Biarkan Emily sendiri yang memutuskan. "Dengar. Harder ngeloyor pergi. tapi kita harus bicara. kalau sudah selesai bicara. Sepotong kobaran api menyala dalam tungku pemanas. Semua itu juga tidak ada artinya bagiku. Aku tahu. di kejauhan Franting berjalan ke barat memotong pantai secara diagonal. Aku juga tahu kalau istriku sudah memiliki tiket ke Kopenha gen dengan kapal laut dari Harwich.. "Akan kutelepon Gontle dan membayar senjata curian ini. Begitu melihat Harder."Kertas timah!" seru Gontle. Kami sudah menjalani masa sulit dan senang selama puluhan tahun. Sepertinya kamu tidak mau bicara sewaktu di jalan tadi. Sebatang sigaret terjepit di bibir. Namun. Aku ingin berbicara secara khusus denganmu. Aku sudah tahu tentang hubunganmu dengan istriku. Sayup-sayup Harder mendengar bunyi tembakan. ia punya niat berpisah. "Semua itu bukan urusanku. memegang revolver. "Apa Anda tidak tahu kalau ini toko senjata?" Setelah meminta maaf. tangannya terkepal. nanti malah berabe. Ia sudah memperlihatkan paspor serta mengepak barang-barangnya. Kamu juga mau ke sana 'kan?" Harder hanya diam." kata Harder tenang sambil mendekati meja biliar. Jangan kau racuni dia agar berpaling dariku. anonim. Senja luruh. Dari luar ia melihat Franting duduk di lounge. "Ya. "Aku malas membicarakan soal ini.. terlebih satu atau dua minggu terakhir. Emily membenci tabiatku. Kukirim saja lewat pos. ternyata Franting hanya berkelakar.. aku sangsi. tetapi jarak yang jauh membuat dia tak yakin. Di ujung lorong Harder menemukan Franting di ruang biliar. "Kamu masih membuntuti aku. Tampak Franting." Harder melintasi Marine Parade. Ruangan dikelilingi halaman belakang dari bangunan utama hotel. "Ia akan kembali ke Bellevue. Ah." "Tapi. kami tidak . Harder mencoba menyusul." kata Franting sinis. ia langsung mendongak." batin Harder.

atau sebaliknya. membuang separuhnya ke lantai dan memilin bagian lainnya. "Kamu si penolong itu 'kan? Bagus. Kamu tidak perlu takut. Meski aku suami terburuk di muka Bumi ini. Meski kamu sudah mengganggu rumah tangga kami. Emily tak bakal meninggalkanku. Ia sadar.entah gara-gara kamu atau orang lain atau apa pun. Boleh jadi kamu sangat mencintaiku. lalu menggunakannya untuk menyulut sigaret. "Lihat barang ini. tapi sikap dan perilakumu sangat menyakitkan. jika ia meninggalkan aku . Sampai akhirnya kamu masuk. Aku tidak tahan lagi dengan situasi ini. Kekayaannya adalah nafkah hidupku. kamu ingin menjadi dewa penolong. aku tidak akan membiarkan dia pergi. dan seterusnya." sahut Harder lirih. Aku punya komitmen kuat terhadap ikatan perkawinan. Aku tidak menuduhmu jatuh cinta dengannya. Aku akan terus memburunya. membakar. Kalaupun ada orang yang bersedia menolongku. Itu juga 'kan yang menjelaskan. Franting tidak main-main. yang tidak dapat begitu saja menceraikan suaminya. jika kamu tidak mencintainya. "Masa bodoh dengan semua itu. Aku bakal serasa di neraka jika ia meninggalkan aku. Sekarang kamu boleh keluar!" Franting mengantungi kembali revolvernya dan mulai menyedot sigaretnya kuat-kuat." Franting mengambil revolver dari kantung mantelnya. yang kubeli tadi. akan kuburu dan kuhabisi dia dengan revolver ini. Ia seperti sadar dengan ucapannya. "Tapi ini untuk istriku. Ia tahu aku berada di sini. apalagi menghabisimu. Franting membaca beberapa kalimat keras-keras. ke mana pun ia pergi. alasan utamaku." Tiba-tiba Franting terdiam. nyawa Emily akan 139 . mengapa kamu tahu keberadaanku di sini?" Lomax Harder hanya menatap ke luar jendela. "Tapi. Lomax Harder melihat wajah Franting berubah menyeramkan. aku yakin ia sulit untuk mengambil keputusan cerai. Seorang istri tetaplah istri. Wajah Harder pucat mendengar tuduhan itu. Camkan ini. "Aku telah memutuskan untuk meninggalkanmu. bukan melulu soal materi. Aku tidak akan mengancammu. Emily istriku. Namun. Aku yakin. atau punya motif lain?" katanya sambil menyelipkan sigaret di bibir. lalu membukanya. Salah satu harus mati Franting mengeluarkan secarik surat dari saku. "Bagaimanapun. Jujur saja. dan meruntuhkan upaya itu. Kami sedang berusaha menata kehidupan rumah tangga kami. dan menunjukkannya kepada Harder. mengapa pula kamu bersedia mengambil alih semua kesulitannya. Aku memang menumpang hidup padanya. kamu tak perlu tahu siapa dia. Aku baru saja menerima surat darinya."Aku mengerti. Jika Emily sampai meninggalkan Franting. Bahkan sampai ke Kutub Utara sekalipun." Dan seterusnya. Franting menyobek surat itu menjadi dua.

dan menarik pelatuknya. menuju Marine Parade. "Yah. Di sekeliling tidak ada orang." Lomax Harder masuk dan duduk. membidik. Kini ia seorang pelarian. Ia berjalan perlahan-lahan masuk ke serambi bertiang. Lebih baik dia daripada Emily. Tidak seorang pun bisa mencegah Franting. Memikirkan hal itu ia memutuskan segera kabur. Sekilas Harder melirik ke mayat Franting. "Saya butuh minuman selama menunggu.terancam. Ia telah memutuskan untuk berpisah. Manajer hotel sedang ke London. Tapi pelayan bar sedang cuti. tempat porter berumur sekitar 50-an tahun berdiri dalam kejenuhan. Ia masuk ke hotel dari pintu utama." kata Harder ramah. "Akan saya siapkan. abunya jatuh di meja biliar." "Malam. salah satu harus mati." Harder membatin. Ada kamar kosong?" "Mungkin ada. tidak ada yang bisa membujuk Emily untuk tetap bersama suaminya. tidak adakah yang mendengar bunyi tembakan tadi? Padahal hotel ini dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP). Di balik penyesalan atas nasib Franting. Ia tewas. Pak." "Hotel apa ini? Semua pelayan tidak di tempatnya. Ia melihat lubang kemerahan di pelipis kanan Franting. 140 . Secepat kilat Harder menyentak revolver di sakunya. Harder melangkah sepanjang sisi meja biliar. tapi ia akan segera kembali. Setengah badannya ambruk di atas meja biliar. lalu meloncat keluar. Harder takut harus menghadapi hukuman. Mereka pun beradu badan. Kepala kamar sedang pergi sebentar. Apa semuanya ditangani oleh porter?" Aneh. Rokoknya masih menyala. "Selamat malam. Apa yang harus dilakukannya? Tiba-tiba muncul ide brilian. Emily bakal sendirian dan tak lagi punya teman sebaik dirinya. Pak. Ia melangkah melalui pintu hijau yang membawanya melewati sebuah lorong. Di sisi lain. Harder merasa telah bertindak benar. Harder menyibakkan kain pengalang di jendela. Secara serentak Franting melangkah juga pada arah berlawanan. Ia juga takut. Franting roboh. Mohon sabar menunggu. Membuang barang bukti Sejenak kemudian muncul rasa takut. Di telinga Harder suara letusan itu bak bunyi dawai biola yang digesek dengan jari tangan.

ia sadar sangat menyukai Emily Franting yang kini menjanda. Ia juga tidak tolol untuk kembali ke tempat kejadian. "Saya akan pergi sebentar. Malam telah lindap. Nah. kadang hijau. ada orang yang mengenal Franting tahu kalau sore itu Franting berjalanjalan dengan seseorang. bila ia lari. tidak mengharapkan sesuatu dari Emily. Selain itu. Bisa jadi. orang bisa curiga. Tidak ada bentuk fisiknya yang menonjol. Ia hanya berniat melindunginya. Harder tetap tenang. Jarum jam bergulir ke angka empat. Dihantui rasa takut Bagaimanapun dalam diri Harder lahir rasa takut yang luar biasa. Sopir taksi melihat dirinya tidak tenang dengan sorot mata aneh dari kaca spion di dalam mobil. Sial. Begitu juga jejak kaki karena lantai paving. kadang merah. sudah tengah malam. Jam taman berdentang. ia menyesal harus membunuh Franting. ia mencoba duduk dengan tenang. sidik jarinya tidak tertinggal di jendela. Niatnya tulus. kecuali dahi lebar." kata Harder sambil berjalan ke luar hotel. kemungkinan itu tetap ada. Di kejauhan mercusuar berkelap-kelip. mengambil revolver dari saku mantel.Mengingat kembali peristiwa itu membuat Harder ingin berlari keluar. Harder melihat ke sekeliling. 100 orang pun akan dia hadapi. Cahayanya berpendar. Sesegera mungkin ia pergi dan mencari Emily. Ia bersandar pada dinding dermaga Quangate. Untungnya. Tidak ada lagi orang di sini. Jangan-jangan hasil tindak kejahatannya sudah diketahui! Polisi bisa jadi sedang mengorek informasi dari para wisatawan yang masih berkeliaran. Harder berjalan cepat ke depan dermaga. ditimpali sinar putih. Ia tidak yakin apakah ada saksi yang melihat perbuatannya atau tidak. Namun. seperti umumnya pelaku kejahatan lainnya. Angin bertiup dari barat daya. Tapi. tidak dingin. Tapi. Meski kecil. waktu itu ia memakai topi. Jangankan satu. Rasa suka mendorongnya untuk tega menyakiti siapa pun yang mengganggu kebahagiaan Emily. Porter datang membawa nampan berisi minuman pesanannya. Riak gelombang menghantam dinding dermaga. Ia menyesalkan Emily mau diperistri Franting yang sangat obsesif. Setengah dipaksakan. Sebuah kekhawatiran muncul tiba-tiba. atau ada orang yang mendengar bunyi letupan senjatanya atau tidak. Ia batal menginap di hotel. Kendati begitu. Taksi melaju ke stasiun. Tanpa sungkan Harder menenggak habis minuman itu. orang itu bisa memberikan keterangan detail sosok dirinya. rasa takut dan curiga itu terus menghantui. dan diam-diam menjatuhkannya ke laut. 141 . langsung menghampiri taksi yang sedang menunggu penumpang. Ulah Franting menyobek surat Emily sebagai penyulut sigaretnya membangunkan api kebencian pada diri Harder. kembali ke Marine Parade.

Tiba di pelataran stasiun. Aman. membuncah menjadi kelegaan tatkala Emily muncul di hadapannya. Begitu masuk ke kereta tidur. Harder menjelajah tiap dek. Kereta ini penuh wisatawan. Ia ingat telah ceroboh meninggalkan bagian surat yang tidak terbakar di tempat kejadian perkara. Emily belum juga dia temukan. Celaka. di gerbong mana? Jangan-jangan. 142 . Pikiran kalut membuatnya tidak menyimak berita di media cetak atau elektronik. Inggris mengecil dihiasi pendar-pendar sinar. Tampak benar betapa mereka saling membutuhkan. Kereta berjalan. dari haluan ke buritan. Kecuali bila detektif menghentikan dan mengisolasi kereta. Kedua insan itu pun meluapkan kegembiraan mereka. sudah ada lima penumpang di sana. kerumunan itu menguntungkan Harder. hal buruk menimpa Emily? Misalnya. Jejak tertinggal Superintenden Polisi Brian McKnight dan Sersan Detektif Trevor Berbick berada di ruang biliar Bellevue. ia yakin. Ia menoleh ke segala arah. Emily pasti ada di sini. Victoria menjadi bagian tersulit dalam pikirannya. akhirnya ia masuk juga setelah menunjukkan tiket ke petugas. Namun. "Jadi?" bisik Emily. Jangan-jangan ada detektif yang ditugasi menyergap dirinya di sana. atau ia gagal masuk kapal karena ia tidak menemukannya? Kengerian kembali mencengkeram hatinya. ia tahu akan ada konferensi internasional di Kopenhagen. Mungkinkah di Esjberg nanti ia akan dijemput detektif di dermaga? Semua kekalutan itu seketika berubah. Pergilah. itu benar-benar konyol! Di Dermaga Parketson kebingungan kembali menyergap. Bukankah ia yang juga membelikan tiket untuk Emily? Selain itu. di sisi lain. Tapi." kata Harder. Hampir putus asa ia mencari Emily dalam kompartemen besar yang sedang berjalan itu. Mungkinkah ia ketinggalan kereta. Tidak! Harder menenangkan dirinya. Lampu sorot di ruang biliar mengenai mayat John Franting yang belum dipindahkan. "Aku tidak akan pergi bersama. "Kuharap. merayapi kanal yang berliku-liku menuju mulut pelabuhan. Namun. keputusanmu benar. Detektif akan kesulitan mencarinya. Dari hasil bertanya sana-sini. akibat ketakutan berlebihan." ujar Emily tanpa protes. gara-gara kerumunan penumpang kereta. bebas ke Laut Utara. Perlahan-lahan kapal menjauhi dermaga. perasaan ragu-ragu mencuat kembali. Namun. Tak ada kata tergesa-gesa dalam kamusnya. ada polisi yang menelepon bahwa suaminya ditemukan tewas dengan sebuah peluru bersarang di otaknya. Kapal mengeluarkan tanda keberangkatan. tapi tak tampak tanda-tanda keberadaan polisi. Peronnya disesaki para pelaku bisnis. Perjalanan dua jam itu amat menyiksa. Keduanya berpakaian preman. nikmati kebebasanmu. Emily amat disiplin soal waktu.

The Three Towns. Furnival. Senternya. Soalnya. Ia berhasil memecahkan berbagai misteri terkenal seperti The Yellow Hat. Austin Bond!" teriak Brian McKnight. "Ada." kata Bond ikut mengeluarkan senter miliknya. Ia menengok ke dalam setelah terjadi tembakan. serta The Gold Spoon." "Anda mendapat petunjuk lain?" "O. Akses langsung ke petinggi Scotland Yard membuat semua polisi memperlakukannya dengan sangat sopan. "Hai. lelaki kurus dengan bibir tipis dan kumis kucingnya. saya menawarkan diri untuk datang memenuhi telepon Anda. "Karena ia sibuk menangani kasus lain. "Ya." "Dr. Bond sering melecehkan polisi yang bekerja kurang sigap."Saya tinggal dengan teman saya." kata temannya. "Ada yang lebih aneh. meski pakar dalam bidangnya. bukan begitu. ini." kata Brian McKnight kalem. Sersan." "Berapa lama?" "Sekitar sejam lalu. Dok?" "Tentu. "Sersan. The Three Feathers." kata seorang pria yang tiba-tiba bergabung dengan keduanya. "Kaliber 38." kata McKnight mengangsurkan bukti temuannya. Dr. Lelaki malang! Siapa yang menemukan dia?" "Wanita pelayan yang baru saja keluar. Bond akan melakukan pemeriksaan. Selain segan. Brian McKnight mengarahkan ke ambang jendela. Austin Bond. Dr. ya. "Ditembak sekitar 90 menit lalu. 143 . Kita pernah bertemu di Scotland Yard. Pergaulan dan wawasan luas membentuknya tidak sekadar seorang "pemeriksa" mayat korban pembunuhan. Sedangkan Trevor Berbick." desis Austin Bond. belum apa-apa sudah merasa kecut mendengar nama Dr. Bond memang detektif hebat. tolong pindahkan mayat ini sekarang. "Bisa juga pembunuhnya." Sersan detektif mengeluarkan senternya dari saku. sebenarnya Brian McKnight enggan berhubungan dengan Austin Bond." kata Bond setelah mengamati mayat dengan seksama." katanya." "Apakah pelurunya ditemukan?" Berbick sekilas memandang McKnight. "Lihat ke sini. korban merupakan perokok sigaret.

Ia mengambil secarik kertas yang terselip di antara tangga panggung yang menghubungkan dua sisi ruang untuk memberikan tempat pengunjung bisa memandang sekeliling." Brian McKnight dengan bangga mengurai beberapa data temuannya. melihat-lihat sekeliling dengan saksama. dan beberapa helai benang baju murahan. "Saya harus berbicara dengan wanita pelayan itu.McKnight menunjukkan sidik jari pada bingkai jendela. Ini tampak dari sudut tembakan." Mantan petinju kidal Austin Bond berjalan mondar-mandir." kata si porter." "Mungkin ia sudah berada di ruangan itu. Ia mengenakan baju biru. kemudian menjatuhkan lagi. setelah sebelumnya meminta si porter pergi." Si porter terpaksa berbohong. saya juga melihatnya. Ia melihat api pemanas hampir padam. Pertama sebelum Franting datang. "Bawa porter hotel kemari. Ia hanya punya tiga jari pada tangan kirinya. yang terkoyak di kusen jendela. dan memperhatikan jejak-jejak tadi pada jarak amat dekat. apa kamu bisa melihat ke seluruh ruangan?" "Bisa. "Nanti dulu. Padahal sebelumnya ia sudah diingatkan akan akibatnya jika sampai berbohong. Ia mestinya masuk dan keluar melalui jendela. "Tidak mungkin. "Lo. 144 . memangnya Anda kenal korban?" "Tidak! Tapi saya tahu ia John Franting." sahut Bond jumawa. "Pada posisi itu. "Bagaimana kamu bisa yakin bahwa tidak ada seorang pun yang masuk ke sini sesore ini?" tanya Brian McKnight kepada si petugas porter. Salah satu sepatunya berlubang di tengah pada solnya. Satu kebohongan lain. Pak. mungkinkah John Franting membiarkan seseorang memasuki ruangan melalui jendela! Apalagi orang dekil seperti itu." timpal Bond. jadi ia pergi mengambil batu bara.masih dengan membawa batu bara. demi kelangsungan asap dapurnya. Wanita pelayan datang dua kali. jejak kaki pada ambang jendela. Saat itulah ia melihat mayat Franting." kata Brian McKnight memperingatkan. Pak. Ia memandang sejenak." kata Bond. "Sebab saya berada di ruangan saya sepanjang waktu itu. "Pembunuhnya pasti bertubuh tinggi. Bond kemudian mengeluarkan kaca pembesar. Ia kembali lagi membawa batu bara. sebab porter yakin tidak ada orang yang masuk lounge dari pintu mana pun kecuali korban selama sekitar sejam." "Bagaimana Anda bisa tahu?" "Keberuntungan. Ia pun pergi lagi ." "Sersan." "Ya. yang membuatnya takut.

"Jadi. saya membuyarkan teori Anda. "Saya juga sedang mencari jawabannya. "Ya. Pak. lepas dulu sepatu kirimu. Tapi. "Saya pikir ia ada di sana. Austin Bond. ia bunuh diri?" "Tapi. Jadi. pembunuhnya tidak masuk atau pergi mendadak melalui jendela. Sesuatu yang berbentuk seperti ." tukas Dr. Webley Mark III. "Jangan khawatir." Brian McKnight memeriksa saku dan menarik sebuah revolver dari saku mantel mayat itu. Austin Bond berkata dengan ramah kepada Brian McKnight. Maaf. Saya kebetulan sempat memperhatikan." kata Austin Bond menunjuk ke mayat Franting. Ketika wanita itu selesai menjalankan perintah dan akan beranjak pergi. agak menggelembung 'kan? Sesuatu yang tidak lazim tersimpan di situ." "Maukah kamu menuju jendela.Brian McKnight ragu-ragu. wanita itu memiliki tiga jari di tangan kiri ketika ia berlalu di koridor. Masih baru!" Brian McKnight membongkar senjata itu. "Hanya dengan keberuntungan. sejak awal saya hampir yakin. Apa maunya detektif ini? Bukankah tak ada orang yang meminta bantuannya? Namun kemudian McKnight teringat akan akses Austin dengan Scotland Yard." "Tunjukkan tangan kirimu? Bagaimana jari-jari tanganmu bisa hilang?" "Akibat kecelakan mesin cuci. di mana ia menyembunyikan revolvernya setelah mencabut nyawanya?" tanya Brian McKnight mencoba membangun kembali kepercayaan dirinya yang sempat terjerembap.coba bayangkan. Namun." Perempuan itu mulai menangis. sambil menjinjing sepatu kirinya. Pakaianmu tersangkut di jendela 'kan?" bujuk Bond. ketakutan. dan taruh tanganmu di sana. Pak. Dr. terpaksa ia membolehkannya bertemu wanita pelayan itu. "Anda lihat saku kiri mantel itu? Perhatikan. "Apakah Anda membersihkan jendela hari ini?" Austin Bond mulai menginterogasi. "Ah. 145 ." Dua petugas polisi menyapu pandangan ruangan itu dengan saksama." "Lalu bagaimana?" "Saya pikir. ia masih ada dalam ruangan ini.

Bahagia atau sedih? Tak ada yang tahu. Anda bisa melihat." Brian McKnight membacanya. Macris dengan penuh semangat melakukan tugasnya . Musim semi tahun 1977 ia serasa mendapat durian runtuh ketika terpilih menjadi asisten di la boratorium Dr. Bagaimanapun. mana yang dua lagi? Sekarang. di mana pelor itu? Anda mengerti? Ia menembak kepalanya. karena ia kidal. Macris yakin.. terutama karena sebuah proyek penelitian beberapa tahun sebelumnya. Emily Franting sedang duduk di lobi Palads Hotel. Tangannya terkulai.. Manusia memang tak pernah bisa menduga-duga peristiwa yang bakal menimpanya. Air mata mengalir di pipi Emily."Ada tiga ruang kosong. DI BALIK DINDING KAMPUS Untung tak dapat diraih. harus melewati serangkaian tes yang bahkan lebih sulit ketimbang ujian tulis formal di sekolah. Nun jauh di sana. Uniknya pula. saya sadar. E. John Buettner-Janush. BJ amat dikenal di kalangan ilmuwan. tugasnya kini berkaitan dengan penelitian 146 . Alasan mengapa ia menembak dengan tangan kiri. Lomax Harder baru saja menelepon mengabarkan kepadanya soal sidang terbunuhnya John Franting dari koran yang dibacanya. mahasiswa New York University (NYU). Franting bisa jadi petinju amatir kelas berat-menengah terbaik di Inggris. Fiksi/Great Law and Order Stories/Yds 20. kebaikan dan kebenaran tetap harus ditegakkan. Beberapa kali saya melihatnya bertarung. tapi kamu telah menumpas rasa sayangku padamu. Aneh. ". mungkin bisa menjadi petunjuk. Juri memutuskan bahwa korban melakukan bunuh diri. Demikian pula nasib Richard Macris (19). bagian yang terbakar ini mungkin sambungan surat yang ada di dekat tungku perapian. begitu ilmuwan terkenal itu acap disebut.menganalisis sampel-sampel darah. Ini bagian dari surat. Kopenhagen." "Menembak dengan tangan kiri?" tanya Brian McKnight. dan revolvernya masuk ke saku mantel. "Ini. Ia memang sangat bangga karena untuk bisa bergabung dalam tim BJ. Ia mungkin menyalakan sigaret menggunakan surat ini. Ia memang sering merepotkan lawannya. ketua jurusan antropologi. kamu sangat mencintai aku. Penelitian biologis itu mampu menunjukkan hubungan antara protein darah pada lemur dengan kelompok kera pada tingkat yang lebih tinggi. Coba baca ini. Aku akan meninggalkan rumah kita besok." Kemudian Bond melangkah menuju tangga tempat ia menemukan secarik kertas tadi. di balik peristiwa yang tampaknya membahagiakan. misalnya gorila. "Yah. terkadang tersembunyi masalah pelik yang siap menghadang." Austin Bond kembali mendemonstrasikan kepiawaiannya memecahkan solusi yang membuat para polisi itu mirip sekumpulan orang dungu. tangan kirinya lebih mematikan dibandingkan dengan tangan kanannya. malang tak dapat ditolak. Ini sudah menjadi keputusan terakhir. Beberapa tahun yang lalu. begitulah.

bukan hanya di AS namun juga di dunia.. melihat prestasinya mereka merasa pengorbanan itu tidak sia-sia. Tahun itu. Perbincangan mereka dengan BJ pun dilakukan dengan berbisik-bisik. Pada 1973.” 147 . Berasal dari kalangan ”biasa-biasa” saja. di usia 49 tahun.S. Di sanalah ia melakukan percobaan unik tentang hubungan darah antara lemur. ”Obat saraf seperti itu ’kan sudah tersedia di pasar?” ”Benar. yang sudah lama lulus. ”Membuat obat saraf untuk lemur. Misalnya saja beberapa kali ia melihat sejumlah mantan murid BJ. dan M. Kecurigaannya mulai tumbuh. Lain cerita dengan Macris. Kemudian ia pindah ke Duke University di North Carolina. Penelitian ini. ia mendengar gosip yang mengganggu. BJ meraih gelar B.000. dengan wajah serius. B. yakni malam hari. Dengan catatan akademis dan sejarah karier yang meyakinkan itulah BJ dianggap cukup pantas untuk ”dibajak” oleh NYU. ia mengamati memang ada beberapa hal mencurigakan.BJ yang sedang tertarik membandingkan faktor darah antara manusia dengan monyet. seorang asisten.” jawab BJ enteng. BJ segera menutup semua pintu untuk pengamanan. anak keluarga Yunani ortodoks.. bakal menjadi kunci jawaban tentang evolusi. sedangkan Ph. mereka akan membuat asam anasetil antranilat. Ia diberi tahu. tapi obat yang diperdagangkan biasanya tidak cukup murni. Sampai suatu kali BJ meminta Macris datang pada hari Sabtu. Meski awalnya tidak serius menanggapi.D-nya dari University of Michigan. calon LSD. Pada masa-masa itu ia menulis buku teks antropologi yang amat terkenal. ”Sebenarnya BJ sama sekali tidak melakukan penelitian pada lemur. awal Februari 1979 Macris memberanikan diri bertanya kepada BJ apa sebenarnya yang sedang ia kerjakan. monyet. Karena penasaran. Syukurlah. The Origins of Man.” Lalu apa? Yang lebih membuatnya miris sekaligus penasaran. dari University of Chicago. Dana penelitian dari National Science Foundation (NSF) secara teratur mengalir deras. lama-kelamaan Macris terpengaruh juga. Rumor aneh Sayang. orang tuanya harus bekerja keras untuk dapat mengirimkannya ke perguruan tinggi. tak lama setelah bergabung dalam tim BJ. Gara-garanya. menurut dia. Pengalaman mengajar didapat dengan memberikan kuliah di Yale selama tujuh tahun.A. dan manusia. Jangan-jangan rumor itu benar. datang berkunjung ke lab pada waktu yang tidak lazim. ia rela meninggalkan Duke gara-gara iming-iming fasilitas penelitian yang baru dan mewah dengan nilai tak kurang dari AS $ 200. Apalagi kini di laboratorium BJ. salah seorang mengingatkannya untuk selalu mencuci tangan bersih-bersih seusai bekerja di lab. Begitu ia tiba. ”Materi yang kamu pegang bisa membuatmu gila!” kata James. Sejumlah asisten yang telah lama bekerja di situ berbisik. Macris optimis akan lebih mudah mendapatkan beasiswa untuk meringankan beban orang tua. BJ sudah menjadi antropolog terkemuka.A.

Bahan kimia itu segera dianalisis. juga kokain sintetis.beberapa anggota DEA memeriksa lab BJ.tentu dengan seizin NYU . Dalam waktu singkat DEA. manakala asisten labnya sudah pulang. yang seketika teringat kembali setelah Macris menyampaikan kecurigaannya. Macris memutuskan untuk bertindak. Jolly mencoba tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Menurut pengakuan BJ pada Jolly. ketika NSF tanpa dinyana-nyana menolak permintaan bantuan dana BJ. ia tidak khawatir karena tahu banyak cara lain untuk mendapatkan dana. Yang ditemukan antara lain LSD. Begitu jumlahnya dirasa cukup. Sawhill. untuk melaporkan penemuan mereka.” lanjut Jolly sambil berjanji akan membantu mencari bukti. Jolly menyerahkan sampel bahan kimia itu pada Drug Enforcement Agency (DEA). Jolly berperilaku bak detektif amatir. Sawhill segera menghubungi kantor kejaksaan. Semua bermula pada musim dingin 1978. meski tidak menemukan apa penyebabnya. Sadar tidak mungkin bertindak sendiri. Semua barang temuannya itu disimpan rapi di rak buku di rumahnya. Selain itu. tapi beberapa waktu lalu ia merasakan ada yang aneh dengan BJ. ia mengendap-endap ke dalam lab BJ untuk jeprat-jepret memotret situasi di dalamnya. Rektor NYU. Clifford Jolly. ”Cobalah membuat catatan tentang semua percobaan yang kalian lakukan di lab. Sebaliknya. Di malam hari. Pilihannya jatuh pada Dr. lembaga pengawasan obat tingkat federal. memberikan laporan bahwa salah satu sampel adalah metakualon . tetapi bisa juga rumor itu benar. Dalam operasi itu bukan hanya anggota DEA yang bergerak. Dengan bukti tersebut kejaksaan memerintahkan untuk dijalankannya operasi penyelidikan rahasia.” tutur Jolly mengingatkan. Ia akan menghadapi masalah besar. berarti BJ telah melanggar hukum. Bahkan kesertaan dalam tim BJ itulah yang membawanya masuk ke dalam NYU. Esok malamnya diam-diam . ”Yang kamu lakukan cukup berisiko. dua minggu sekali ia mengambil sampel bahan kimia dari labu Erlenmeyer dan vial. metakualon. Semula Jolly tidak terlalu memikirkan ucapan itu. Jika yang kamu katakan benar. yang sengaja tidak diberi tahu dari mana asal bahan-bahan kimia itu. Pun pernah menjadi anggota timnya. Jolly menasihati Macris untuk sementara waktu menyimpan semua kecurigaan itu. Detektif amatir Selama beberapa bulan berikutnya. Siapa tahu ada yang berguna. bila kecurigaan itu tidak benar. Jolly tampak kaget mendengarkan penuturan Macris. kamu yang akan menghadapi masalah besar.Masuk akal juga.yang dikenal sebagai Quaalude .obat terlarang. Ia juga mengacak-acak keranjang sampah. Masih dengan setengah terkejut. ia mencari orang yang tepat untuk berkonsultasi. Berbekal laporan itu Jolly mengajak Macris menemui John C. melacak catatan yang dibuang para asisten lab. Jelas Jolly menyegani mantan bosnya. Meski begitu. Dulu Jolly juga pengagum berat BJ. Setiap peralatan dan sekian banyak bahan kimia tak ada yang luput dari pengamatan mereka. antropolog yang bekerja di lab yang bertetangga dengan lab mereka. 148 .

Tapi siapa dia?” Prasangka serupa diucapkannya pula pada Danny Cornyetz. Menurut dia. ”Kalau kami tetap mengikuti mata kuliah mereka tanpa mengindahkan peringatan BJ. Otaknya yang biasa berpikir logis segera menduga ada sesuatu yang tidak beres. mulai pemain drama. salah satu profesor yang dimusuhi BJ mengepalai sebuah jurusan dan berwenang mencairkan dana beasiswa yang jumlahnya ribuan dolar. Baru esok paginya BJ mengetahui ”perampokan” itu. Bahkan. itu bukan sembarang perampokan. Bukankah selama ini ia telah memberi mereka kesempatan dan kebaikan hati? Kabarnya. Celakanya. Sebagai orang yang menuntut kesetiaan. karena seminggu kemudian ia bertanya pada Macris. Di balik undangan makan malam untuk para kenalannya. apartemennya yang luas di Washington Square dipenuhi keramik dan benda pajangan mahal. sepertinya tersimpan motif lain juga.tetapi para asisten lab BJ juga dilibatkan. meski ada juga yang harus dengan dibujuk-bujuk. Petugas itu sengaja memecah kaca pintu lab untuk memberikan kesan perampokan.” kata salah seorang mahasiswa. ia punya banyak kawan dari kalangan seniman. ”Ada seseorang yang telah mengadukan diriku. Sosoknya sebagai ilmuwan juga makin kabur bila menyimak kesaksian teman-teman akademisnya. Posisi BJ makin tersudut. Kecurigaan itu sempat ditangkap Macris. BJ juga menjalankan labnya dengan otoriter. Tuntutan itu dipatuhi oleh hampir sebagian besar muridnya. tapi aku tidak tahu siapa informan itu!” seru BJ marah. Bahkan beberapa orang diperlengkapi dengan alat perekam tersembunyi untuk merekam pembicaraan dengan BJ. ”Aku tahu ada yang tidak wajar dengan perampokan itu. ”Kami tidak berani mengambil mata kuliah yang pengajarnya tidak disukai BJ. Selain dari kalangan ilmuwan. Pergaulannya luas. Ia dikenal berselera tinggi. Meski istrinya. pamer. meninggal tahun 1977. kedongkolannya hanya berlangsung sesaat. Macris dan Jolly membiarkan petugas DEA masuk melalui pintu. Ia memang sering mengadakan pesta. 149 . tentu karena mereka tidak mau terseret dalam kasus itu. Bila bukan karena tanggung jawab moral. Mereka diminta memperhatikan setiap ucapan BJ. Umumnya yang dengan cepat menerima mempunyai dua alasan. Tak satu pun dari kami mampu mendapatkannya. kami tidak bakal lulus. Sampai pada suatu malam. novelis. BJ tak begitu kesepian. ada yang menjulukinya serupa diktator. BJ tidak sadar tengah diamati. Asistennya harus memusuhi juga semua musuhnya. Ilmuwan kaya Mula-mula operasi itu berjalan lancar. Sebagian besar dengan sukarela. mahasiswa yang menjabat direktur lab. Pestanya pun bukan sembarangan.” keluh yang lain. pakar biokimia. dan pelukis. ia tidak bisa mentoleransi asisten yang mengkhianati dirinya. Vina Mallowitz. Memang. tetapi pesta gala. Namun. dengan hidangan didatangkan dari katering terkenal dan pelayan berseragam. senang barang-barang mahal.

” Memang. Tanpa bantuan dana mana mungkin ia membeli bahan penelitian dan membayar asisten. mengumpulkan dana dari kalangan swasta untuk membiayai penelitian atas lemur. BJ tidak pernah melakukan penelitian. ada rekan kerja yang menuduhnya telah melakukan plagiat terhadap karya sejumlah muridnya pada saat ia mengajar di Michigan. Penelitiannya semasa di Duke sesungguhnya dilakukan oleh sang istri. Setiap tahun ia makin terkenal dan makin sering menerima bantuan dana penelitian. lab BJ telah dikunjungi oleh tim NSF. Di antaranya. Namun. Penolakan itu tentu memberi pukulan berat bagi BJ. Ia mendirikan perusahaan dengan nama samaran Simian Expansions. Sebuah pengalaman pahit dituturkan oleh sesama rekan profesor yang memilih keluar dari NYU lalu pindah ke University of Maryland. bukan akademis.” Kehilangan dana Itulah kenyataannya. Tahun itu NSF menolak memberikan bantuan penelitian kepadanya. Untuk kasus ini. Ada juga yang mengatakan. Sampai tahun 1977. Alasannya. tuduhan itu pun tidak pernah ditindak lanjuti. 150 . BJ senang menarik perhatian dengan cara mengejek atau menyakiti orang lain. BJ telah membuat banyak orang sakit hati. atau ada bagian dari isinya yang dianggapnya kurang santun.Betapapun. Nancie Gonzales. proposalnya pun telah diperiksa. Bila datang surat yang salah mengeja namanya. ”Tidak hanya menyemprot saya di hadapan rekan seprofesi. Tak heran apabila banyak beredar rumor negatif tentang dirinya. Saat ekspedisi berlangsung. selain hidup mewah ia punya kebiasaan aneh. “Kalau NSF menolak memberikan bantuan. direktur program antropologi di NSF saat itu. karena ada bocoran dari orang dalam di NSF yang memberi tahu dia. manakala Dewi Fortuna tak lagi bersamanya. ia bisa seketika mengirimkan kembali surat itu disertai sejumlah koreksi disertai catatan tinta merah “Ganti surat ini! Gunakan kaidah bahasa yang benar!” Kebiasaan buruk itu memakan korban pula. Sejak itu.karya tersebut kurang tepat mendapat penghargaan ilmiah. mengatakan. ya selalu hanya berdasarkan satu alasan . Bukan hanya ego. Namun. Betapapun. Kabarnya. yang ini lebih serius. lab BJ di NYU tetap aktif. Tentu pula kelancaran penelitiannya jadi terganggu. BJ juga tega mempermalukan saya di depan para mahasiswa. Dr. Tujuannya. BJ menuduh penolakan itu berdasarkan alasan pribadi. meski tanpa dana dari NYU. Beberapa alumnus bahkan bergabung dalam proyek Simian Expansions. peralatannya lengkap. BJ tetap dipandang terhormat di kalangan akademisi. November tahun yang sama sang profesor yang cerdas ini menemukan solusi. lepas dari rumor dan perilaku kasar. Ada rumor lain. pihak universitas di Michigan menolak memberi keterangan. ia mengorupsi uang makan dan akomodasi sebuah ekspedisi antropologi. tetapi kepiawaiannya dalam melakukan penelitian serasa turut dilecehkan. dan penuh mahasiswa pintar yang ambisius. ia masih bertugas di University of Chicago. Namun.

Meski sudah menaruh curiga, BJ terkejut juga tatkala mendapat undangan untuk hadir di pengadilan, di hadapan sejumlah juri atas tuduhan membuat dan memasarkan obat terlarang. Namun, ia masih yakin akan menang. Malah, kalaupun dinyatakan bersalah, ia akan dapat dengan mudah membersihkan nama. ”Pengacaraku mampu mengatasi semua tuntutan yang dapat menghancurkan reputasiku,” katanya yakin pada Macris. Keyakinan serupa ia ucapkan juga pada Danny Cornyetz, ”Mantan dekan fakultas hukum NYU akan segera membereskannya hanya dengan sedikit lobi.” Agustus 1979, DEA kembali datang ke NYU untuk memeriksa ruang penyimpanan di bawah tanah lab BJ. Di tempat rahasia itu DEA menemukan sejumlah besar obat terlarang. Cuma, penemuan ini tidak dapat dipergunakan di pengadilan, karena ketatnya pemberlakuan hukum pemilikan pribadi. Dua bulan kemudian ia diajukan ke pengadilan dengan tuntutan telah memproduksi dan memasarkan berbagai obat terlarang serta berkonspirasi untuk mengalangi pemeriksaan pembuatan obat di kampus NYU. Rekaman Juli 1980 sidang pengadilan digelar di Pengadilan New York Distrik Selatan. Yang seru, sebelum sidang dimulai BJ telah menyebarkan dua lembar surat yang menyatakan bahwa dirinya adalah korban serangan pemerintah atas kebebasan akademis. Ia menggambarkan, tindakan DEA menerobos untuk memeriksa lab dan tempat penyimpanan sama dengan kekejian yang berlaku dalam Kristallnacht, yakni malam saat pasukan Hitler menghancurkan harta milik kaum Yahudi di Jerman. Melalui surat itu juga BJ berusaha meyakinkan rekan-rekannya bahwa tuntutan yang ditimpakan kepadanya sangat tidak masuk akal. Pada intinya, BJ melemparkan isu tentang dilanggarnya hak atas kebebasan bagi para ilmuwan. Akibatnya, bahkan sebelum sidang berlangsung, di kalangan hadirin sudah terbentuk dua kubu. ”Tak masuk akal! Orang seperti BJ membuat obat terlarang? Untuk apa? Ia tidak butuh uang. Ia amat kaya. Ia juga pasti tahu bila melakukan seperti yang dituntutkan padanya tentu akan membahayakan kariernya di Amerika,” demikian salah satu pendapat. Sementara itu pendapat di kubu seberang pun tak kalah sengit. Mereka menganggap BJ seorang sosiopat, orang yang tidak memiliki hati nurani. Sekeras pertentangan di antara penonton, sealot itu pula jalannya sidang pengadilan. Pembela BJ, Jules Rithholz (55) dengan lantang sekaligus dramatis, bersuara, ”Kami tidak menyangkal ia membuat obat terlarang. Namun, bukankah tidak ada larangan membuat obat di dalam laboratorium?” Obat terlarang buatan BJ dibuat untuk tujuan penelitian yang resmi, lanjutnya. Sang profesor akan memberikan obat itu pada lemur yang pada akhirnya untuk melihat apakah obat saraf dapat mempengaruhi perilaku kelompok primata tertentu. Penelitian semacam itu tentu sangat bermanfaat bagi seluruh umat manusia, Rithholz berargumen.
151

Mengapa? Apabila perilaku dapat dipengaruhi oleh bahan kimia, berarti perilaku tidak hanya ditentukan oleh garis keturunan, ”Kita bakal dapat memperbaiki banyak kesalahan yang dilakukan manusia. Kita dapat mengobati residivis, penjahat kambuhan, lalu membuat mereka menjadi orang baik. Sekali suntik, kita dapat menghapus kejahatan di dunia.” Dewan juri yang sebagian besar dari kalangan akademis mendengarkan penuturannya dengan saksama. Kemudian jaksa penuntut menghadirkan para mahasiswa. Mereka tampil dengan caranya masing-masing - ada yang tenang, banyak pula yang canggung dan kikuk. Beberapa hasil penyelidikan detektif amatir itu gagal. Macris misalnya, tidak hanya mencoba merekam BJ, tapi juga direktur lab Cornyetz. Sayangnya, pertanyaan pancingan Macris yang diajukannya saat mereka berdua berjalan-jalan di Washington Square Park tidak mendapat jawaban seperti diharapkan. Gara-garanya, saat Macris bertanya lewatlah seorang gadis cantik dan seksi dengan rambut model masa kini yang dicat dua warna. Ucapan Cornyetz pun melenceng. Demikian pula rekaman kaset diajukan oleh mahasiswi bernama Lisa Foreman, yang bekerja di lab tahun 1978. Dengan inisiatifnya sendiri pula ia merekam percakapan dengan Cornyetz. Sayangnya, ia tidak menggunakan kaset baru melainkan kaset bekas yang sudah digunakan untuk mengajar burung kakatuanya berbicara. Maka yang muncul bunyi hiruk pikuk yang memalukan. Untunglah, ada beberapa orang yang berhasil membuat rekaman yang mampu menunjukkan semua konspirasi tindakan BJ. Sebuah kaset Macris dengan jelas menampilkan suara BJ, ”Danny telah setuju untuk bersaksi dengan menyatakan dirinya yang ... em melakukan semua pembuatan obat ini.” Dalam salah satu kaset terdengar suara Cornyetz bertanya pada BJ, ”Mengapa kita yang pertama kali dituntut dalam kasus ini? ... Ini kesalahan Bruce!” Bruce Greenfield tercatat sebagai salah satu anggota proyek Simian Expansions. Jawab BJ, ”Ya, ya memang.” Lanjut Cornyetz, ”Mengapa juga ia menyebut dirimu yang melakukan semua hal ini?” Sahut BJ, ”Mengapa ... aku begitu tolol?” tapi dengan cepat ia mengucapkan, ”Yang penting adalah ada proyek penelitian resmi yang mampu menutupi semua yang kita lakukan.” Pada kaset lain BJ terdengar mengatakan, ”Salah satu cara untuk bisa menyingkap kesalahan kita adalah dengan mencari orang dalam yang mau bersaksi. Untunglah, tak satu pun di antara kita yang bersedia. Kita semua punya komitmen kuat.” Pada kaset hasil rekaman Profesor Jolly, terdengar BJ menyatakan, tidak khawatir dengan tuntutan yang diajukan karena ia punya teman yang sangat berpengaruh. ”Aku kenal baik dekan Fakultas Kedokteran di Harvard,” serunya. Pada saat semua rekaman diputar, ruang sidang tampak senyap. Semua yang hadir tekun menyimak setiap suara yang muncul.
152

Lain lagi dengan ekspresi wajah BJ yang tampak berubah-ubah - bingung, kaget, serius, dan lainnya - , begitu mendengarkan semua ucapannya yang tanpa sadar telah direkam oleh asisten dan teman kepercayaannya. Tak heran, pada sekelompok orang sempat terbit perasaan simpati dan iba pada BJ. Namun, perasaan simpati itu lenyap seketika manakala pada kaset yang lain ia mengucapkan, ”Pembelaku siap berhadapan dengan kejaksaan Amerika dan menunjukkan betapa besar jasa-jasaku.” Saat itu tampak betapa BJ mencoba merendahkan hukum. Posisi BJ makin lemah. Terutama kala Danny Cornyetz bersaksi dengan menirukan ucapan BJ padanya, ”Kamu sama tidak bermoralnya dengan kita semua di sini. Aku akan berterus terang bahwa kita semua memang membuat obat terlarang itu di laboratorium!” Sedangkan asisten administrasi jurusan antropologi bernama Richard Dorfman mengaku, BJ tidak hanya mengaku membuat obat di lab, tapi juga memintanya untuk menjualkan kokain sintetis buatannya. Dorfman mengaku telah menjual sejumlah kecil kokain seharga AS $ 100. Setelah mengambil komisi sebesar AS $ 20, yang AS $ 80 ia serahkan kepada BJ. Berkedok penelitian Pembela BJ tak patah semangat. Untuk menangkis semua tuduhan, ia mengambil sudut pandang berbeda, yakni sang profesor membuat obat terlarang di labnya karena akan diujicobakan pada lemur. Untuk itu Rithholz mengundang Pat Pronger, petugas pengumpul dana untuk Simian Expansions. Pada bukti berupa lembar kuitansi tertulis sejumlah dana untuk membeli lemur. Namun, kesaksian Pronger gagal, karena ada yang janggal. Dalam kuitansi disebutkan BJ meminta uang untuk membeli hanya sekitar dua atau tiga ekor lemur. Bukankah obat sebanyak yang ditemukan di gudang bawah tanah terlalu banyak, bila hanya akan digunakan untuk tiga ekor lemur? Rithholz masih berupaya keras menolong kliennya. Sejumlah orang yang mengenal BJ sebagai lelaki yang jujur dan dapat dipercaya ia undang untuk bersaksi. Kembali usaha Rithholz tak memberikan banyak arti, karena para saksi mengenal BJ terbatas pada waktu silam. Jurus terakhir Rithholz adalah dengan melemparkan isu bahwa mungkin BJ tidak benar-benar membuat obat terlarang. Obat tersebut ditaruh di lab oleh Profesor Jolly yang sebenarnya iri dan ingin merebut posisi BJ. Jolly yang kebetulan hadir dalam pengadilan hanya tersenyum mendengar tuduhan baru itu. Bahkan ketika harus memberikan kesaksian pun Jolly tidak merasa terpojok dengan tekanan-tekanan Rithholz. Dengan tenang Jolly mengakui, telah mengorek sampah untuk menemukan sejumlah catatan. Selain itu agar tidak mengundang curiga, Jolly berusaha untuk tidak menyinggung-nyinggung soal pembuatan obat terlarang bila tengah ngobrol dengan BJ. Setelah sepuluh hari mendengarkan pengakuan saksi, sidang berakhir.

153

Buettner-Janusch diganjar hukuman penjara lima tahun. semua pemain maupun figuran siap di tempatnya masing-masing. metakualon. menurut seorang psikolog. Clifford Jolly masih mengajar di NYU. Akhirnya. sedangkan Danny Cornyetz keluar untuk bekerja di perusahaan kaset yang memasok museum dengan rekaman sastra. TERMAKAN GOSIP Syuting film Buronan sudah memasuki bulan kedua. entah keningratan ataukah berupa kepandaian. bahkan melanggar hukum yang berlaku bagi masyarakat umum. Setelah berlatih beberapa kali. untuk memerintah sekelompok orang yang bisa diatur. Richard Macris pindah jurusan dari antropologi ke administrasi bisnis. Demikian pula BJ. Namun. Ia tidak ingin dipecat. yang resminya asisten sutradara (astrada). Pertama. manajer yang dalam cerita harus mati ditembak penjahat diperankan oleh Aria. tujuan BJ membuat obat terlarang tampaknya bukan melulu karena butuh uang. bujangan ganteng. mengapa para mahasiswanya patuh juga kepadanya? Richard Dorfman. ia membuat sekaligus mengedarkan LSD. Menyebarkan teror dan ketakutan. mereka terkondisi untuk senang memperdayakan masyarakat. Mereka merasa ditakdirkan untuk menaklukkan dunia. asalkan sifatnya tidak berkesinambungan. Namun. Padahal kalau mau terang-terangan mengakui bahwa ia butuh dana. seharusnya ia bisa memperolehnya dengan halal. BJ tahu benar karakter Hitler. dan kokain sintetis. honornya bisa "damai". Jangan salah. Sudah kebiasaan ada kru bisa secara dadakan menjadi pemain. kesombonganlah yang menuntutnya bertindak diam-diam. Richard Dorfman dipecat. 154 . bukankah ia sering menyinggung nama Hitler tiap kali bercerita? Cara itu dapat disebut taktik Hitlerian. asisten yang menjual kokain sintetis. amat bangga atas kepandaiannya. Kasus BJ memang unik. Hampir 70% dari seluruh syuting di lokasi telah selesai. Di dalam masyarakat ada orang yang meyakini bahwa diri mereka dikaruniai dengan kelebihan. tinggal pengambilan gambar dalam ruangan. Pemeran juru bayarnya asli karyawati bank itu. Sedangkan menurut seorang profesor antropologi. Keuntungannya. yang tidak puas dengan hal-hal biasa. “Cara yang digunakan BJ hampir sama dengan cara yang dilakukan oleh Hitler. Menurut pandangan Jolly.Bukan demi uang? Lima jam lewat sebelum juri memutuskan Buettner-Janusch bersalah atas dua hal. dan yang akhirnya ketagihan nikmatnya melawan sistem di masyarakat. menunggu komando dari sang sutradara.” Nonfiksi/The Professor and Prostitute/Sht 21. mengaku melakukannya karena terpaksa. Namun. Benny Bintara. Orang semacam itu bosan dengan aturan yang biasa. Sampai sekarang orang masih belum mengerti alasan sesungguhnya sang profesor memproduksi obat terlarang. Yang kedua adalah berbohong pada penyidik federal. Pagi itu syuting bertempat di sebuah kantor bank swasta nasional untuk menggambarkan adegan perampokan.

seperti terkena hantaman besi panas. bersimbah darah. "Masukkan semua uang ke kantung!" gertaknya. Pada masa itu. salah satu sisinya ditempeli bahan peledak . heran. Selembar karet tebal (biasanya karet ban mobil bagian luar). Suasana berubah panik. Perwira muda berperawakan gemuk itu datang bersama dua anak buahnya. Pertolongan pertama berupa napas buatan pun siasia. Seperti dalam skenario. action!" teriak sang sutradara. astrada playboy itu kena serangan jantung. akhirnya curiga. untuk editing film.. Briptu Ibrahim. kru film merubungnya.biasanya berbentuk wax (elastis) . Aria. Karena rasa tanggung jawab. "pengawal" senjata api yang dipinjam kru film Buronan. Sayangnya. langsung pingsan begitu tahu sepupunya tewas.. Karet ban selebar dua telapak tangan tersebut diikatkan ke bagian tubuh "korban" yang menjadi sasaran tembak.. astrada muda itu mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan. Sebagai konsultan. Ke dalam bahan peledak itu dimasukkan dua kabel merah dan hitam (disembunyikan dalam baju si pemakai). "Cut! Bagus. tampak jelas dada kirinya hangus luka bakar.Benar-benar tewas Take pertama dimulai setelah kamerawan mengambil gambar papan klep. wajahnya pucat dan berkeringat. yang dihubungkan dengan sumber listrik DC 12 volt. Iptu Yulianto. Salah seorang perampok menodongkan FN 45 sambil melemparkan kantung kain ke arah juru bayar.dan sekantung plastik kecil darah (campuran madu dan zat pewarna). Kabar burung yang tersiar. ayo bangun. "Aria." kata Benny puas.. Dibantu Andy. ia segera melapor ke atasannya. ia yakin tidak melakukan kesalahan. waria penata rias yang tinggal serumah dengan Aria." teriak sutradara dari kejauhan. Sayang. manajer muda di sudut ruangan hendak meraih tombol alarm. lalu menarik topi rajutannya . mereka buru-buru menggotongnya ke tempat lain. Senjata yang akan digunakan sudah dikosongkan 155 . tiba-tiba kamera zoom-in ke arah tempat duduk para nasabah.sebagai penutup muka. Kemudian para perampok lari sambil membawa sejumlah kantung dan out ke samping kamera. gerakan itu tidak lepas dari amatan sang perampok berpistol yang segera menarik picunya. asisten sutradara yang seharusnya menyiapkan adegan lanjutan. Napasnya tersengal.! Manajer muda itu terjengkang dengan kursinya. sekarang ke shot selanjutnya. Tina. Didahului dengan suara ngorok keras. Aria tidak mengenakan kaus dalam. Aria tetap terbaring di lantai karpet. Dor . bagian tata lampu. tetap tergeletak di lantai. Aktingnya sudah selesai. trik efek tembakan masih dengan teknik konvensional. Buru-buru Aria dilarikan ke rumah sakit. "Kamera. dor . Syuting berjalan lancar. Dari deretan belakang tiga orang berdiri bersamaan. semua pemain bergerak seperti dalam skenario. Andy membuka baju Aria yang "bolong-berdarah" dan karet pelindung efek. Saat seorang juru bayar tengah melayani nasabah. Bajunya bolong. Sugeng.

"Aus. Dalam gambar. Tetapi baru kali ini jatuh korban." jawab seseorang. mungkin karena sering dipakai." 156 . efek itu mengesankan. yang harus sinkron. seorang kru tinggal menempelkan kabel merahhitam ke kutub plus-minus aki." jawab Briptu Ibrahim. selongsong akan meledak.dari anak peluru." jawab Benny singkat. karena kapur terbakar menjadi abu. peluru benar-benar menembus dada yang mengakibatkan darah bercucuran." "Kamu yang memasang karet pelindung?" Madrim mengangguk. meledakkan mesiu yang ditempelkan pada protektor di atas dada korban. "Bagaimana ceritanya sampai ada korban?" Secara singkat Benny Bintara menceritakan kronologinya. "Tidak. Pak." sela anak buah Iptu Yulianto. dan langsung diikuti gerakan korban. Gerak-geriknya sedikit canggung untuk bekerja di film. "Atau mesiunya terlalu banyak?" tebak Yulianto. "Kok kelihatan lemas. art director. Jauh di belakang "korban". yang kemudian diganti dengan kapur tulis berbentuk peluru yang akan menyumbat rapat selongsong bermesiu itu. Tetapi dia dan beberapa anak buahnya sedang menyiapkan setting di tempat lain. Efeknya. Terjadilah sambungan arus pendek. yang semuanya serba instan dan cekatan." "Siapa yang bertanggung jawab langsung?" "Rawuh. "Saya bisa melihat karet protektornya?" Ternyata protektor itu berlubang sebesar jari telunjuk di tengahnya. di mulutnya selalu terselip rokok kretek. Madrim (23) perjaka jangkung itu berpenampilan sedikit lusuh. Tetapi jemputannya ngantar yang lain dulu. tadi malam pulang jam berapa?" Iptu Yulianto berbasa-basi. "Selesai syuting jam sebelas. Mesiu ditimbang sebelum dipasang. "Pak Benny sering menyutradarai film jenis ini?" tanya Iptu Yulianto pada Benny Bintara. Yang keluar asap putih. Jika pistol ditembakkan. "Ya. Antara 25 sampai 30 gram tiap tembakan pistol. pembantu bagian efek. juga teknik pembuatan efek tembakan itu. "Sudah sering menangani pekerjaan ini?" "Baru kali ini. ledakan menembus baju bersamaan dengan pecahnya plastik berisi "darah". "Siapa yang memasang karet pelindung?" "Madrim.

Tina. Terpaksalah Edy masuk gang. matanya melotot dengan mulut terbuka. Satu jam kemudian Iptu Yulianto menemui dr. "Saya bisa masuk. sopir jemputan. jika pertolongan pertamanya bisa semaksimal mungkin. "Adakah saksi lain?" "Tidak ada. Pak. sehingga berakibat fatal. karena pintu tak terkunci. Saya jemput Tina duluan. Dok?" "Menurut saya. Domisili Tina masih daerah wewenang Iptu Yulianto. yang sepuluh hari sebelumnya kehilangan astradanya. Sayang. karena rumahnya dekat rumah saya. jendela dan pintunya pun masih tertutup. Sebelah kakinya menggantung ke ubin dengan wajah tertutup bantal sofa. nasib menentukan lain. Ternyata. Menurut peraturan. Karuan hal itu mengundang perhatian banyak orang. bantal itu pun saya ambil. Padahal ini film keempat Aria sebagai astrada. biasanya sudah menunggu jemputan pagi di mulut gang dengan segala perkakasnya. Edy keluar lagi dengan berteriak-teriak histeris. Seorang pemuka masyarakat langsung mengamankan TKP. Aduh ngeri. Cuma saya sendirian. Tampak nyata. menunggu. Karena ia tidak juga menyahut meski telah saya panggil beberapa kali. Beberapa menit kemudian. Aria tinggal mengajukan rekomendasi ke lembaga terkait untuk naik pangkat menjadi sutradara penuh.Untuk menghormati dan tanda berkabung. Tak heran bila perwira muda itu tampak serius. sekalian jalan." "Kemarin ada syuting?" 157 ." jelas dr. Pak. tak ada jawaban." jelasnya dengan mimik sedih. Saya melihat ia tidur di sofa." "Pukul berapa calling jemputan untuk Tina?" "Tujuh. Edy mengetuk beberapa kali. Satu jam kemudian polisi datang dan langsung mengamati TKP. Tubuhnya sudah kaku. Namun. para awak film bersepakat break selama dua hari. Made. Mungkin ceritanya akan lain. "Apa penyebab kematiannya. Made yang menangani jenazah Aria di rumah sakit. sebelum para penyidik datang. Edy menemukan Tina sudah meninggal di atas sofa. Rumah kontrakan Tina sepi. ketika tahu yang meninggal masih kru film Buronan. hampir setengah jam Edy. Atau malah otot jantungnya yang kena. Tina meninggal tidak dengan wajar. waria tinggi semampai itu tak kunjung muncul. waria si penata rias film Buronan." tegas dokter berwajah ramah itu Korban kedua Sepuluh hari berselang. membuat pembuluh koronernya mengkerut seketika sehingga tidak dapat menyalurkan darah dan oksigen ke otot jantung. cuma tidur-tiduran sambil mukanya ditutup bantal. "Jadi?" "Boleh dibilang kecelakaan karena suatu keteledoran. Ia nekat masuk ketika tahu pintu tidak terkunci. Saya kira. hentakan keras dari letusan mesiu.

saat dalam keadaan tak sadar. Sampai di sini kira-kira pukul sembilan. korban dibawa ke rumah sakit. korban dibekap wajahnya sampai kehabisan oksigen. Diperkirakan. sepotong benda jatuh ke lantai. oh. mengesankan pembunuhan itu bermotif perampokan." gumam Iptu Yulianto." "Ada orang lain yang turun bersama korban?" Edy menggeleng. Made. Dosisnya sangat tinggi." "Maaf. di salah sebuah kotak susu cokelat terdapat dua sidik jari. dr. bagaimana hasilnya. yang disegani. pelakunya orang yang dikenal baik korban karena kunci pintu maupun jendelanya tidak rusak. Korban Mantan pacar Iptu Yulianto masih harus bekerja keras. Dok?" "Negatif. "Apa baju korban kemarin?" tanya Iptu Yulianto "T-shirt. Ia hanya dapat menyimpulkan bahwa pembunuhan tersebut sudah direncanakan. Yang ada cuma sisa minuman di kantung plastik. yakni sidik jari korban dan sidik jari 158 ." "Bagaimana dengan kotak satunya?" "Lo. saya lupa. ada dua kotak minuman susu cokelat yang isinya tinggal setengah. Pak. Setelah diambil gambar dan sidik jarinya. kotak minumannya 'kan tidak dibawa kemari. Di atas meja tamu. bertuliskan merek pakaian terkenal buatan luar negeri. Briptu Darmawan mengambil piring beserta isinya dan karton susu cokelat yang masih ada sedotannya. dapat membuat pingsan cukup lama." Dari bagian identifikasi dan investigasi."Ya. korban nekad melawan dan berhasil merenggut kerah baju pembunuhnya sampai-sampai satu kancingnya lepas. Saya kira. tiba-tiba telepon di mejanya berdering. juga ada acara minum dan makan kudapan berdua. tamunya semalam termasuk orang menyempatkan ganti baju segala. Juga piring berisi beberapa potong ubi dan tempe goreng yang sudah layu. Dok?" "Ternyata minuman korban diberi obat tidur. untuk diambil sidik jarinya. "Ya. Iptu Yulianto menduga. Sebabnya. Kotak minuman itu dibawa ke bagian forensik. Tidak mengandung apa-apa. Iptu Yulianto mendapat keterangan. karena belum ada titik terang dari kasus kematian Tina. kancing baju itu berasal dari kaus bermerek terkenal yang dikenakan pelaku pembunuhan. langsung dimasukkan ke kantung plastik. Ternyata. korban mengenakan kemeja batik cokelat berlengan pendek dengan kancing warna serupa. Saat memikirkan langkah yang harus diambil. sekeping kancing baju kecil berwarna putih. Bagaimana dengan minuman yang satunya. Dia yang saya antar terakhir. Ketika jenazah diangkat. Lemari di kamar Tina di-acak-acak." "Kemungkinan.

Madrimlah dalangnya." kalimatnya terputus. "Mau ke mana. Juli pun bercerita. karena tangis." jawab Juli singkat. Sedang pada kotak lainnya hanya ada sidik jari X. Lalu apa hubungannya dengan kematian Aria?" "Juli mengira. "Kenapa?" "Habisnya dia suka 'ngobat'. setiba di lokasi. Tapi . Hari ini terakhir syuting di sini. syuting sudah selesai. Iptu Yulianto menanggapi laporan itu sebagai informasi berharga. kami akan menikah. Sebagian rombongan sudah pulang. kalau bulan depan filmnya sudah selesai. "Nonton syuting film. Sekitar setengah tahun lalu ia putus pacaran dengan Madrim. ya?" seru Iptu Yulianto. ayo ikut. Penampilannya berbeda. bersama ibunya. mumpung syutingnya masih di daerah kita. Pak. yang mungkin membawa minuman itu lalu mengisinya dengan obat tidur. Siapakah si X? Ketukan di pintu membuyarkan konsentrasi Iptu Yulianto. "Mas Madrim. "Ya. Ini Juli. tampak kedodoran. Iptu Yulianto mendatangi seorang lelaki kerempeng yang mengenakan kaus merah bata garis-garis putih. seseorang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.." sahut gadis itu spontan. Tinggal para kru yang sibuk dengan pekerjaannya." 159 ." tegas ibunya." "Sejak kapan Bapak tertarik nonton syuting film?" "Sejak dua krunya meninggal secara tak wajar. Masuk." "Tentang apa?" "Tentang meninggalnya Mas Aria. Syutingnya sudah selesai." Sayangnya." Seorang gadis manis. "Oh.. "Lalu apa hubungannya dengan Aria?" "Kemudian saya pacaran dengan Mas Aria. ia hendak melapor.X. Pak.. kok nyentrik?" celetuk Bripda Suherman. bercelana jins dan tas pinggang kecil di balik jaket. "Sudah. lengkap dengan helm dan kaus tangan katun. Sore sekitar pukul 17.. termasuk rombongan sutradara dan bintangnya. begitu. Pak. "Masih muda kok buru-buru kawin?" "Karena Juli sudah .. diantar masuk oleh Bripda Suherman. karena sakit hati. "Siap." jawab ibunya polos.00 Iptu Yulianto sudah duduk di motornya. Rencananya..

Bungkus rokok itu diserahkan ke tangan Madrim. lalu memasukkan ke kantung plastik. "Untuk sementara ini." Sidik jari di mana-mana Hari berikutnya.Pandangan mata Iptu Yulianto lekat menatap kaus Madrim. ketika kau berusaha membekap muka Tina. Sebelumnya kerja di mana?" "Di bengkel." Iptu Yulianto mengeluarkan sebuah kancing kecil dari laci mejanya. saya ada. Periksa sidik jari di bungkus rokok ini. tolong antarkan ini ke laboratorium." "Tahu tentang listrik?" "Sedikit. "Kok tumben. kaus Madrim sebenarnya berkancing tiga. "Kancing ini saya temukan di tubuh Tina. pembantu montir. Madrim?" "Ikut Om Rawuh. satu kancingnya tidak seragam dengan dua lainnya. "Tinggalnya di mana. Maka kelihatan kebesaran ketika saya pakai. Mau beli." jawabnya mulai gugup. kau didakwa membunuh Tina!" "Apa buktinya. yang langsung menerimanya dengan senang hati. tetapi pada deretan paling atas terpasang kancing putih biasa." "Kalau mau. tak bermerek. Kebetulan kaus yang waktu itu kau pakai. masih daerah sini juga. "Bripda Suherman. berbeda dengan dua kancing lainnya. "Ada keperluan apa saya dipanggil. kamu tidak merokok. Waktu barang itu saya terima. Berarti kancing itu lepas. apakah sama atau tidak dengan sidik jari di karton cokelat susu di rumah Tina. Kalau sama. sebab rokok kretek ini memang kesukaannya. "Kapan kamu mendapatkannya?" 160 . warungnya jauh. "Jatah saya sudah habis. Pak?" "Ada dua. persis merek kancing baju yang ditemukan di rumah Tina. Pak?" tanya Madrim seakan tak mengetahui maksud pemanggilannya. langsung jemput Madrim." "Kaus itu pemberian Pak Benny Bintara. Ini alamatnya. "Oh. Kancing baju ini. kancingnya memang tinggal dua. Kaus itu bermerek terkenal buatan luar negeri." Madrim tak mau kalah berargumentasi. begitu mendapat laporan bahwa sidik jari pada bungkus rokok sama persis dengan karton susu cokelat. Iptu Yulianto segera memerintahkan dua anak buahnya untuk "menjemput" Madrim." Iptu Yulianto mengambil sebungkus rokok kretek dari tas pinggangnya. Sekembali di kantor Iptu Yulianto mengeluarkan bungkus rokok dari tas pinggangnya. Biasanya selalu nyelip di bibir?" Iptu Yulianto mengalihkan pembicaraan. Benar. Mereknya persis dengan merek kaus yang kau pakai tempo hari." sambil menyebutkan alamatnya.

"Dua hari sesudah Aria meninggal." "Kembali ke Tina. tetapi harus dibayar dengan mahal. Tapi kalau sampai 'ngobat'. karena sudah dirakit oleh Om Rawuh sebelum sarapan. Saya sempat diingatkan untuk melihat tanggal kedaluwarsanya.) iya." Madrim kaget. kenapa Juli minta putus dari kamu?" Madrim tampak terkejut.Red. Juga membeli dua kotak susu cokelat. Karena besoknya ada syuting pagi." "Terus terang saja. persis seperti sidik jari di bungkus rokok yang saya sodorkan sore lalu. Tina meninggal pada hari Rabu. sekitar jam sembilan. Benar. Selasa malam sepulang syuting. Hidup saya sudah susah. Di kedua kotak ada sidik jarimu. Pemuda itu terdiam. Permintaannya tidak saya tanggapi. tidak. Selain penata rias. Dia sering mendesak saya agar dikenalkan dengan orang-orang film. saya disuruh Pak Benny mengambil obat di apotek. Saat itulah ia mencari kesempatan. ketika Iptu Yulianto menyebut nama Juli. Tentang kecelakaan sampai dia meninggal. Juli hamil. "Bukan dengan Tina. apa kamu sering 'ngobat'?" "Sekadar 'cimeng' (ganja . Pak. di film selanjutnya Juli mendapat peran berarti. Benar. Ketika korban meninggal. saya tidak tahu apa-apa. Kemudian ia pergi menyiapkan setting di tempat lain. Tina berjanji akan memperkenalkannya dengan seseorang yang lebih berkompeten. karena saya kenal Om Rawuh. Dia itu playboy. menyadari kebodohannya." 161 . peran-peran tambahan atau figuran biasanya dipilih dan ditentukan olehnya. tetapi Aria. meski baru tahap numpang lewat. Tina juga menyalurkan anak-anak jadi figuran. Pak. tidak." "Tina 'kan waria?" potong Iptu Yulianto. "Sejak SMA dia pingin jadi bintang film. itu pun kalau lagi bete. Pak. Juli bangga." "Sesudah itu. "Saya ingat." "Jadi. Sumpah. kamu ke mana?" "Langsung pulang." "Apakah sepeninggalmu Pak Benny juga pergi?" "Saya kira. di meja tamu ada dua kotak karton susu cokelat dan sepiring gorengan. kamu dendam sama Aria?" "Tidak. tapi saya tinggal pasang." akunya. Sebab istri dan pembantunya nginap di rumah orangtuanya. Lalu ia berkenalan dengan Tina." "Tetapi yang memasang karet protektor itu kamu 'kan?" "Betul. "Lalu. Pak. "Apa kini alibimu?" Iptu Yulianto tersenyum. Ngapain juga nambah perkara.

Anda mengacak-acak isi lemari.00 Iptu Yulianto dan dua anak buahnya mendatangi sebuah apotek." elaknya. Pak. "Bukti ada. sekitar pukul sepuluh atau sebelas malam ada tamu laki-laki mencari Tina." kata Iptu Yulianto sambil meletakkan kancing bermerek di meja. Selain vitamin juga obat tidur. Tidak ada bukti dan saksi bahwa saya berada di sana. Made. seorang asisten apoteker mencari arsip resep dari tanggal dimaksud. Di mana Bapak pada Selasa malam. lalu menyuntikkan ke dalam salah satu karton susu cokelat. "Benar. berarti sidik jari Madrim yang dominan di karton susu itu. Untuk mengelabui petugas. sebagai petunjuk bahwa saya pernah berada di rumah Tina. Apakah ada bukti lain." jawabnya tenang. "Seminggu sebelumnya. Pil tidur semacam itu banyak dijual di pinggir jalan. formulanya pun persis seperti formula susu cokelat yang diminum Tina. Melarutkan beberapa pil tidur dalam air. sesuai petunjuk Madrim. ketika Tina meninggal?" "Di rumah. yakni kematian Tina. Saya kira Pak Benny menderita insomnia. Anda taruh kancing ini di dada Tina. Kuncinya. menurut dr. tetapi salah satu kancingnya lebih dahulu Anda lepaskan. Anda membekapnya dengan bantal kursi sampai korban kehabisan napas. Anda memberikan sebuah kaus untuk Madrim. sebab istri dan pembantu saya pergi ke mertua. saksinya juga ada. demikian pula minumannya. sedotan Sekitar pukul 12. Begitu Madrim pulang." Iptu Yulianto ter-senyum kalem. "Itu bohong. 162 . "Pil tidur ini merek dan asal apoteknya persis seperti yang Anda dapatkan dari dokter Basuki. Kemudian ia ke rumah Tina sesudah membeli gorengan. "Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. sementara waktu kamu harus di sini dulu. ia cepat-cepat bertindak.Iptu Yulianto cepat merangkaikan informasi itu. Begitu korban tak sadarkan diri." "Betulkah? Pak Haji pemilik kontrakan mengatakan. Sesudah mengenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangannya. Siapa pun kalau makan gorengan tentu akan haus. mengesankan terjadi perampokan. Begitu dicampur dengan susu cokelat dari merek yang sama. "Pak Benny. Sebelum Anda pergi. Madrim saksinya. Ini resep dari dokter Basuki untuk Pak Benny Bintara. Kaus bermerek seperti itu juga banyak dijual di toko terkenal. Saya harus di rumah. "Itu semua bukan bukti yang menunjukkan kalau saya pelakunya." Esoknya Benny Bintara tampak tenang ketika memasuki ruangan Iptu Yulianto. Kalau Madrim meneliti kedaluwarsanya kotak susu. Madrim yang tampaknya lugu itu memang bisa menguatkan alibi Benny. sebab sering mengambil obat seperti ini di sini. langsung ke pokok persoalan. Pak. Iptu Yulianto kemudian mengambil beberapa pil tidur dari laci mejanya." perintah Iptu Yulianto tegas. Apa itu bukan Bapak?" pancing Yulianto. misalnya sidik jari.

orang tuanya pun mendesaknya agar cepat berumah tangga. Mereka khawatir kalau trah Bintara yang masih berbau ningrat akan pupus karena Benny tetap melajang. pelakunya bukan saya?" "Nanti dulu. Celakanya. mereka dulu pernah memiliki hubungan khusus. istrinya. "Ada yang lebih mengerikan. Beberapa bulan lalu. "Sidik jari di karton susu memang bukan milik Anda. Ia memiliki kelainan. Saya yang membunuh Tina. sang ibu sudah menjodohkannya dengan putri sahabatnya. Benar dugaannya. ketika Benny kerap syuting di kota lain. saya masih punya bukti lain yang menunjukkan bahwa malam itu Anda benar-benar di rumah Tina. Sementara itu Tina dan Aria. Orangtuanya sangat konservatif. Pagi itu ketika semua kru sedang sibuk ngopi." Iptu Yulianto menyodorkan kertas putih dan sebuah bolpen. foto jenazah Tina." tegas Iptu Yulianto. jelas. ia tampak gemetar. Tetapi kalau di kotak minuman. Kebetulan pula Benny anak laki-laki satu-satunya dari lima bersaudara. "Sudah. lima tahun berumah tangga. tulis pernyataan di sini." tantangnya. Keringat dingin membanjiri tubuhnya. Benny selalu dapat menolak dengan bermacam dalih. tetapi ibu muda itu kurang berminat. salah satu organ di alat vitalnya tidak berkembang baik. Sampai suatu saat Benny. Sebelumnya. Tetapi Anda lupa. kertas dan bolpen diminta kembali. Benny termasuk pria dengan tingkat kesuburan rendah. Jadi. sudah. ketika Benny sudah dianggap mapan." "Nah. "Silakan saja. istrinya belum juga mengandung. sudah dihapus sebelum ia meninggalkan TKP. untuk mengadopsi anak. Pak Benny. inilah hasil dari perbuatan si pembunuh!" Iptu Yulianto bersuara keras sambil mengeluarkan selembar foto berwarna berukuran besar. Saya rasa persis seperti sidik jari di bolpen yang baru saja Anda pakai untuk menulis. sehingga tidak mampu memproduksi spermatozoa sehat dan bermutu dalam spermanya. Sidik jari di lemari dan pegangannya. Benny menganggap rumor itu sebagai aib yang mencoreng muka Benny. Tak heran. tidak mau tahu kekurangan anaknya. tanpa sepengetahuan Benny. dulu pernah mengontrak rumah dekat tempat tinggal Benny. Aria. sidik jari itu memang milik Madrim. Rupanya. Dalam pikirannya." pancing Iptu Yulianto. Pak. ada sidik jari di sedotan susu. "Kalau begitu. saudara satu kakek yang sama-sama kerja di film. ia mendengar gosip bahwa istrinya sering "jalan" dengan Aria. Saya mengakui semuanya. Isinya akan saya eja."Pelakunya memang pintar. Benny Bintara tak mampu mengendalikan dirinya. Setelah selesai. dan Tina terlibat dalam satu produksi. juga yang mencelakai Aria. tanpa mengecek kebenarannya. diam-diam Benny berhasil mengganti karet pelindung 163 . Ia sering menyarankan kepada Della. Rupanya. Salah duga Benny Bintara lalu bercerita. Wajah Benny Bintara mendadak pucat." katanya sambil menutup muka. apa gunanya menikah kalau tak punya keturunan.

Tetapi izinkan saya pulang sebentar. Tina tidak sependapat." suara Benny pelan. Namun. Sebelumnya ia meletakkan kancing kaus di dada korban. Masalahnya klasik. tak heran bila majikannya sangat percaya padanya. Sebagai kru baru. Di tempatnya bekerja. Malam itu Benny ke rumah Tina.(protektor efek) tembakan. pamit istri dan mengambil pakaian ganti. Aria meninggal karena kecelakaan. Sarosa. ia mendapat bayaran AS $ 25. sebagai kepala urusan rumah tangga merangkap supir pribadi. ketika Benny Bintara datang. ia yakin kalau Tina sudah meninggal kehabisan napas karena dibekap dengan bantal sofa. Saat itu ia masih bekerja dengan gaji cukup. Dulunya ia memang kurang paham. di Jakarta 22. Protektor itu yang mengakibatkan Aria tewas. Ketika Benny meninggalkan rumah itu. karena ia sempat memergoki Benny sibuk mengganti karet protektor. Tina juga tidak curiga ketika melihat Benny hendak minum susunya. "Bapak tadi naik taksi apa motor. Pria bertubuh tinggi besar yang sebagian rambut tipisnya mulai beruban itu mengakhiri tugasnya di Angkatan Laut Swedia sebelum berimigrasi ke Amerika Serikat tahun 1976. yang sudah disiapkan dari rumah. ia tetap mempertahankan dirinya sebagai warga negara Swedia. LUKISAN CAT MINYAK TANPA TEKSTUR Rune "Roy" Donell (61) punya masalah serius. kalau ada stiker hitam di balik karet pelindung yang gunanya menutupi lubang yang langsung ke bahan peledak. untuk apa sutradara itu sibuk dengan karet ban. yang salah satu kotaknya sudah disuntik obat tidur. Semua orang mengira. Roy punya cukup uang untuk menghidupi kedua istrinya. Dengan dana tambahan uang panas itu. barulah Tina sadar. soal uang. kok pakai kaus tangan segala?" Pertanyaan itu menyadarkan Benny.000 per tahun. Ia dapat dengan mudah mengakses salah satu rekening untuk mengeluarkan dana kebutuhan rumah tangga keluarga itu. Sayang. produser. Benny tahu rencananya.000 . Juga tidak tahu. Tina sendirian di ruang tamu. Madrim tidak tahu apa-apa tentang trik tembakan yang akan dipakai Aria.000 per tahun. maka sebelum memegang sedotan kaus tangannya dilepas dulu. Selama bekerja. Membawa sekantung kudapan dan dua karton susu cokelat. Tak berapa lama waria itu pingsan. yang sebelumnya sudah dirakit Rawuh. Tina berencana mengadukan hal itu ke Rawuh. 164 . "Silakan. Karena telah bekerja di rumah tangga itu selama sebelas tahun. Roy dapat menggelapkan total sekitar AS $ 20. Anda akan didampingi Bripda Suherman. tetapi Benny justru merasa langit seakan hendak runtuh. Fiksi/Riady B." Siang itu udara cerah. Namun. "Bapak tentu akan menahan saya.30. bahkan ke polisi. Hari itulah ia harus melewati hari-harinya di balik terali besi. Setelah kejadian.

bagaimana kalau ia tidak bisa bekerja lagi di rumah jutawan itu? Ia prihatin dengan kehidupannya dan kedua istrinya. Bermula ketika Little Howard Keck. Si cantik Esther Ariza yang berkulit gelap. Howard . ayahnya terkenal di Kalifornia sebagai orang yang bertangan dingin dalam bisnis perminyakan. hingga mebel antik milik Napoleon. Keck (71) dan Elizabeth "Libby" Avery Keck (65). Di La Lanterne digelar beberapa di antaranya. dan psoriasis.mendapatkan kekayaan dengan cara tradisional: warisan. Libby tak hanya sangat mencintai seni lukis. Namun. Christina. juga La 165 . Salah satu yang terkenal yaitu sumbangannya tahun 1985 kepada California Institute of Technology untuk membangun observatorium astronomi di Hawaii. yang membutuhkan banyak biaya untuk pendidikannya. tekanan darah tinggi. Libby Keck setali tiga uang dengan suaminya. Kecintaannya pada barang seni tercermin dalam koleksinya yang berkualitas dunia. Bel Air. Little Howard ingin mempertegas bahwa ia berhak mendapatkan sebagian besar dari harta kekayaan Keluarga Keck .senang berpakaian bagus dan berjalan-jalan. dan lembaga kebudayaan terkemuka. Belum lagi ada Andy (20). Di tubuhnya mulai bercokol sejumlah penyakit. gereja. Ia bekerja di rumah yang sama sebagai jurumasak. Selama ini seluruh kebutuhan hidup Esther memang ditanggung Roy. Tak heran bila La Lanterne menjadi pilihan kunjungan wajib para kurator museum dan pencinta seni dari berbagai belahan dunia. Christina bukan merupakan suatu kekhawatiran bagi Roy.Belakangan Roy merasa tubuhnya mulai lemah. Esther pasti akan meninggalkannya Roy. istri pertamanya. yang tak terhitung lagi jumlahnya. Big Howard sering menyumbang ke sejumlah museum. Kolektor barang seni Roy bekerja di Stone Canyon. mudah sakit. Esther imigran asal Kolumbia . Semasa hidup. langsing. Rumah di Bellagio Road itu menempati lahan seluas ribuan meter persegi dengan arsitektur meniru kastil Prancis abad ke-17. Tanpa uang. seperti lukisan dari para maestro seni lukis. Ia memang menuntut banyak dari Roy. Perempuan yang berpenampilan jauh lebih muda dibandingkan usianya itu sangat dikagumi karena selera seninya. Christina sudah menggeluti profesi itu tujuh tahun lamanya. yang konon diperlengkapi dengan teleskop terbesar di dunia. lembaga pendidikan. Beverly Hills. Selama beberapa tahun ia menjadi direktur sejumlah museum dan aktif di beberapa lembaga kebudayaan. dan Louis XIV. "Kastil" yang dinamai La Lanterne itu dihuni salah satu pasangan paling kaya di dunia. Marie Antoinette. enam tahun lebih tua dari dirinya.sering disebut Big Howard . karena ia sendiri pelukis amatir. anak Esther dari suami terdahulu. Tak hanya kaya. patung. Justru istri keduanya yang diprihatinkannya. Dituntut anak Tahun 1986 rumah tangga Keck diguncang prahara. anak sulung mereka mengajukan tuntutan tentang hak-nya mendapatkan warisan. Howard B. Lalu. mereka juga dermawan. mulai hernia. tapestri. dan menggoda itu 16 tahun lebih muda daripada Roy.baik yang berupa saham.

Roy sebenarnya tidak tahu benar seberapa mahal harga barangbarang seni itu. Beberapa hari kemudian Roy muncul di Beijar. Libby dan Big Howard hidup berpisah. rupanya ia lupa. Maklum. Ia meninggal tahun 1984. Selain itu. sebuah rumah lelang benda seni terbesar di Swedia. mana mungkin seorang anak kandung tega menuntut pembagian warisan ketika orangtuanya masih hidup. sebagaimana ruang lain. meskipun tetap tinggal di bawah satu atap di La Lanterne. Namun. Menurut dia. melainkan hasil hubungan gelap istrinya dengan pria lain. ia membayar beberapa ratus dolar. Mendiang William Keck Sr. LeClerk des Gobelins. kemudian salah seorang ahli di Beijar setelah memeriksa lukisan itu yakin bahwa karya lukis itu 166 . koleksi Keck memang terlalu banyak untuk disimpan di dalam ruangan yang tersedia di La Lanterne. Saat itu terjadi perseteruan sengit antara Big Howard dan Willameta. peristiwa itu membuat Big Howard jadi berprasangka. Big Howard membujuk adik perempuannya untuk menyerahkan bagian kepemilikan pada perusahaan warisan itu. yang bahkan sempat dilansir dalam Wall Street Journal. Ia ragu. ia membawanya menuju Stockholm. hanya beberapa di antaranya. ada sejumlah besar barang koleksi yang disimpan di ruang khusus. Tahun 1983. Menanggapi tuntutan itu Big Howard dan Libby berada pada sisi berseberangan. bukannya menenangkan suaminya. Belajar mencuri Retaknya hubungan rumah tangga Keck membuat Roy makin pusing. Dari informasi direktur perusahaan itu. keluarga besarnya telah bersepakat bahwa harta warisan akan jatuh ke sebuah generasi bila generasi sebelumnya benar-benar sudah "habis". dan Willameta. Kalaupun ia tahu. Di ruangan itu. Selama beberapa minggu ia menyimpan benda seni itu di apartemennya. Libby. digelar barang antik koleksi Keck. malah tersinggung dengan tuduhan suaminya. Lucunya. setelah kematian saudara lelakinya. Begitu tidak ada tanda-tanda yang membahayakan. Ia juga tahu. Itu pun karena diberitahu Libby yang senang mengajaknya ngobrol. Saat melewati pabean Swedia ia menyatakan membawa lukisan. yakni lukisan berjudul Fete Gallante karya seniman Prancis. Willameta harus mengalah. Dengan alasan ayahnya sebagai pewaris harta kakeknya sudah cukup lanjut usia. Sambil menunggu keputusan pengadilan tentang perceraian mereka. yakni William Jr. Sekian lama bekerja di La Lanterne membuat Roy tahu ada tempat yang kurang diperhatikan Big Howard. Salah satu isi ruang khusus itulah yang pada September 1986 digondolnya. Roy baru tahu bahwa Beijar tidak menerima karya seni palsu. Masalah dalam keluarga Keck makin berlarut-larut. tidak ada yang dominan. Perebutan warisan itu bukan kali pertama terjadi.Lanterne seisinya. mewariskan kekayaannya pada Big Howard dan dua saudaranya. Namun. Little Howard mengajukan tuntutannya. Kaarl Gustav Petersen. Ia segera melayangkan surat tuntutan cerai. janganjangan Little Howard bukan anak kandungnya. warisan itu pun seluruhnya jatuh pada Big Howard. Sebagaimana peraturan. Rupanya. Ia harus cepat bertindak. seluruh anggota keluarga akan mendapat bagian yang sama.

Lukisan berikut yang disasarnya karya pelukis impresionis dari Swedia." Painne mengamati sekilas. Roy mengantungi AS $ 6. pikir Paine. Bagaimanapun Roy tidak ingin mencuri karya dunia yang banyak dikenal masyarakat. Saat itu pula Roy menjinjing sebuah tabung kardus besar yang bahkan tetap dibawa masuk ke dalam kabin pesawat.506. "Wah. 167 . sambil menunjuk pada lukisan I Fria Luften di dinding. akhirnya. ini seharusnya lukisan cat minyak. penghuni La Lanterne baru tahu tentang hilangnya sebuah lukisan. Mereka bertiga bersenang-senang dengan melakukan perjalanan ke beberapa negara di Eropa. Esther. ia memilih diam. Kemudian Libby dengan tidak sabar menarik tangan Paine dan mengajaknya mendekat ke lukisan. Februari 1987 Roy memberitahu Keluarga Keck tentang pengunduran dirinya." cetus Paine. Ketahuan palsu Empat bulan kemudian. 24 Agustus. ketika tanpa sengaja ia memasuki ruangan tempat lukisan digantung. permukaan lukisan cat minyak seharusnya bertekstur. Nyonya. Belakangan Keluarga Keck tahu. Roy dan Esther bersantai di Stockholm sampai Andy menyusul seminggu kemudian. Anders Leonhard Zorn. Aha. Sebelum meninggalkan Stockholm. "Ya. Terus terang saja ia tidak terlalu memahami apa yang dimaksud majikannya. Roy pergi sendiri ke Swedia sementara Christina ditinggal di apartemen mereka yang kecil di Manning Avenue. tidak melanjutkan komentar. Sejak itu Roy pun tahu cara dan jalur menjual lukisan curian. Herannya.asli. tapi lebih dikenal sebagai Kvinna Klaer Sitt Barn (Woman Dressing Her Child) produksi tahun 1888. yang licin sekali. tidak seorang pun di balai lelang itu yang bertanya pada Roy tentang cara ia memperoleh lukisan itu. Libby meletakkan jarinya ke permukaan lukisan.000. Beberapa hari kemudian lukisan itu laku terjual. Alasannya. Libby membeli lukisan bergambar ibu dan anak itu di London hanya seharga AS $ 88. Meskipun harganya mahal. Setelah dipotong komisi untuk Beijar. Roger Paine. Roy dan Christina memutuskan akan kembali ke Swedia dan menghabiskan masa tua di tanah kelahiran mereka. yang penting karya seni itu mudah dijual. "Lihat!" katanya pada pengawal dan sopirnya. Keck tidak tahu kalau Roy ditemani istri keduanya. ada orang mencuri lukisan yang asli. Baru bulan April mereka kembali ke Los Angeles. Mereka keluar dari rumah majikannya pada minggu kedua Maret. Libby sendiri yang mengetahuinya. Roy telah mengabari Petersen tentang I Fria Luften. Roy hanya berpedoman. risikonya sangat besar bila ketahuan. Uang itu dikirimkan ke rumahnya di Beverly Hills via pos. Jadi. usia tua dan merosotnya kondisi kesehatan. Lukisan cat minyak berukuran 1 m x 60 cm itu berjudul I Fria Luften (In Free Air). Konon Petersen sangat berminat pada karya Zorn dan yakin bahwa karya itu bisa terjual dengan harga yang bagus di Swedia. Barang seperti itu tentu juga akan sulit dijual.

ini bukan hasil karya seorang ahli. Ia dapat mengambilnya dari data SIM Libby di departemen kendaran bermotor."Justru itu yang tadi kumaksud. "Hari Rabu itu aku pergi ke luar rumah untuk suatu keperluan. Ia punya empat anak. lalu pelan-pelan melepasnya. itu hanya foto." jawab Libby geram. karakter Libby yang sangat sadar akan statusnya sebagai orang terpandang. Ketika kembali. Namun. yaitu warnanya tampak aneh. Tahu teknik mencuri Sikapnya yang acuh tak acuh seketika lenyap begitu Kummerman bertanya tentang lukisan yang hilang. "Kita harus melepaskan lukisan itu dari bingkainya. Libby mengaku tidak punya pekerjaan. aku tidak punya gambaran soal pelakunya. Libby menjawab. tetapi melaporkan suaminya sebagai "pensiunan". menurut Libby. ia bisa meminta keterangan dari Libby via telepon. ia juga hafal nama mereka." Libby menambahkan. ia tidak tahu dengan tepat usia mereka. kali itu membuatnya agak kerepotan. Apa hubungannya dengan kasus ini?" Untung Kummerman tidak kurang cara untuk mendapatan data itu. rasanya tidak mungkin terjadi pencurian karena rumahnya terjaga ketat selama 24 jam. Saat ditanya berapa usianya. 31 Agustus. "Tidak. aku sering melakukannya. baru seminggu kemudian. Ihwal pekerjaannya. Jadi. tidak seperti biasanya. tapi jika sang detektif mau menelepon kantornya. itulah cara termudah dan praktis untuk membawa keluar lukisan. mungkin aku tidak akan dengan cepat mengetahuinya. Sebagai pelukis. Tugas yang biasanya dijalani dengan mudah. saat pembesaran foto. Benar dugaanku. Kita harus menarik pakunya. detektif Mike Kummerman. Untuk mendapatkan hasil pemotretan yang baik. aku segera masuk dan memeriksanya. maka sekretarisnya dapat memberitahukannya. "Aku tidak harus mengatakannya padamu. biasanya akan muncul masalah. Esoknya seorang petugas berseragam dari LAPD. Namun. yang banyak ditemukan di Santa Monica Boulevard. Jadi. "Kalau karya seorang ahli." Ketika Kummerman bertanya tentang kemungkinan terjadinya pencurian. Hal lain yang dijawab dengan santai adalah soal anak. datang ke La Lanterne untuk memeriksa TKP. Libby mengaku tidak tahu mana yang penting. Malah Libby pun menggambarkan betapa sulitnya untuk dapat membawa lukisan keluar La Lanterne dan membuat foto reproduksi seperti itu. aku bisa melihat secara utuh lukisan itu." 168 . Tiba-tiba aku sadar bahwa warna-warna pada lukisan itu aneh. tidak seperti aslinya. Namun. Libby juga tidak tahu nomor Jaminan Sosial." Kemudian kanvas digulung. yang pasti ia dan suaminya telah tinggal di Beverly Hills Hotel selama 10 tahun sebelum mereka pindah ke rumah mahal itu delapan tahun silam. Pada kesempatan itu Kummerman hanya akan menggali data pribadi pelapor. seukuran lukisan asli. karena sudah lama tidak merayakan hari ulang tahun mereka. Tentang alamat-alamat penting. Libby menolak mengatakan siapa yang patut dicurigai. lukisan harus dibawa ke studio foto. Pasalnya.

Dari beberapa nama yang harus diperiksa. siapa orang yang punya waktu dan kesempatan untuk melakukan hal itu di rumah Anda?" pancing Kummerman lagi. kasus itu segera dilimpahkan pada Martin. Tapi." kata Kummerman. Namun. Prestasinya memang meyakinkan."Mungkin Anda punya dugaan. Apalagi kemudian ia tahu bahwa sebelum berhenti tak lama setelah waktu diperkirakan hilangnya lukisan itu Roy dikabarkan berlibur ke Swedia. mereka semua berhenti bekerja atas keinginan sendiri. rasanya mereka tidak bisa dituduh. "Tidak. Martin tampaknya tertarik untuk lebih memperhatikan Roy. Lebih baik kalau kamu bertanya." "Apakah ia punya cukup pengetahuan tentang lukisan dibandingkan yang lainnya?" "Mungkin tidak. 169 . Aku tidak mau menuduh. Anda akan membantu penyelidikan ini." Bukan yang dicari Selama beberapa tahun di Los Angeles pelaku kejahatan di bidang seni ditangani detektif LAPD William E Martin. meski aku sering berdiskusi dengannya. Penyelidikan lanjutan tidak mengungkapkan keterlibatan petugas keamanan La Lanterne dengan pencurian itu. karena mereka baru bekerja beberapa bulan. Pemeriksaan juga tidak menemukan bagian rumah yang rusak akibat usaha masuk dengan paksa.. dan seorang pembantu wanita pada satu setengah bulan silam. tidak mungkin." "Saya mengerti. "Ya. pertanyaanmu kurang tepat. 'Siapa saja yang bekerja di rumah ini?'" "Baiklah ." "Wah. banyak ya yang keluar. Dan tampaknya ia suka kuajak ngobrol. Mereka menggantikan sepasang suami-istri yang berhenti bekerja sekitar tiga bulan lalu. ia pernah sekilas mengatakan lukisan itu bisa laku dengan harga tinggi di Swedia. Roy Donell. "Mungkinkah pasangan suami-istri itu yang melakukan?" tanya Kummerman. tapi dengan menyebutkan namanya. Si suami sudah selama sebelas tahun menjadi sopir merangkap kepala bagian rumah tangga kami. angka rata-rata pengembalian lukisan curian jauh melebihi rata-rata penegakan hukum nasional. tapi aku tidak akan mengatakan. Anda punya pembantu yang dapat memasuki ruangan ini?" "Ya.. ada masukan baru dari Libby. Setelah wawancara pendahuluan Detektif Kummerman. "Siapa namanya?" "Roy. bahwa saat ngobrol dengan Roy." Libby dengan defensif menjelaskan. hanya ada tiga pembantu." "Menarik sekali." "Menurutku.

Ia juga menjelaskan. tampaknya berdarah Amerika Latin. Mereka juga tidak masuk dalam daftar pencarian orang di Swedia. karena Roy memang meninggalkan kesan khusus. kawasan hunian kelas menengah. sedangkan beberapa lainnya bertanggal 17 Maret 1987. meminta bantuan dari pihak berwenang di Swedia. Isi ringkasnya. Martin mencatatkan Roy di Penjara Kota Los Angeles untuk kasus pencurian. Ia ingin tahu catatan kejahatan Roy di tanah kelahirannya.Segera Martin mengirim pesan pada Interpol. tampak ia tidak puas dengan hasilnya. Juga dua kamera 35 mm. ukurannya juga tidak pas. pembesaran foto dilakukan sesuai ukuran standar. Ia membawa lukisan karya pelukis Le Clerk Des Gobelins berjudul Fete Gallante. si pemilik. Pada 8 September 1987. ia hanya bisa membuat seperti yang ada pada slide. P. "Rune Gunnar Donell dan istrinya Christina Donell yang berkebangsaan Swedia tidak memiliki catatan kejahatan di negara ini." Ada uang yang hilang Roy tinggal di barat Los Angeles. Lukisan itu terjual dalam lelang pada bulan April . Selanjutnya. Box 532. sebuah lensa tele. Interpol Swedia mengirim pesan panjang pada Martin. Mereka juga menemukan brosur dari Balai Lelang Beijar Auktioner. Pada 12 Maret 1987 Roy Donnel kembali ke Swedia bersama seorang wanita. Kalifornia. Lukisan itu terjual dalam lelang 19 November 1986.. pembesaran hingga 20 kali pada slide 35 mm akan menghasilkan gambar kabur dan berbintik-bintik.633. Juga tentang kemungkinan keberadaan lukisan curian itu. sungguh sulit bila ingin menyamakan dengan yang asli karena yang asli tidak ada di hadapannya untuk perbandingan. Di ruangan lain polisi menemukan bukti transfer uang dari Balai Lelang Beijar Auktioner ke Security Pacific Bank di Los Angeles. Biasanya. Martin meminta izin Christina untuk memeriksa apartemen mereka. Rossi mengatakan pada lelaki itu. Ketika kembali beberapa hari kemudian. mengatakan pada partner Martin Detektif Donald Hrycyk ingat betul pada Roy. Di sana polisi menemukan tiket pesawat Scandinavian Air dan jadwal perjalanan dari biro perjalanan mengenai kunjungan Roy ke Stockholm pada September 1986.O. dan satu strip film warna. Untuk menguatkan dakwaannya Martin mengunjungi Lab "Rossi". Beverly Hills. 170 . Warna-warna yang muncul tidak seperti aslinya. brosur dan daftar harga dari Lab Foto "Rossi". Pada 15 September 1986 Balai Lelang Beijar Auktioner dikunjungi oleh seseorang yang mengaku bernama Roy Donnel. Ada yang bertanggal 18 Maret 1987. tetapi pria beraksen Swedia itu meminta ukuran yang aneh karena harus pas dengan bingkai khusus. Rossi menganjurkan agar membawa lukisan asli ke studio foto untuk direproduksi memakai kamera khusus dengan format besar. Awal 1987 seorang pria membawa slide warna 35 mm dan meminta untuk dicetak. hanya dua minggu setelah Libby Keck melaporkan kasus itu. Tom Rossi. hasil cetaknya pasti lebih bagus. Ke sanalah Martin menuju. Total dana yang dikirimkan Beijar AS $ 85.. Roy Donnel membawa lukisan karya Zorn berjudul Kvinna Klaer Sitt Barn.. Petunjuk lainnya.

Martin dapat dengan mudah menemukan alamat Esther. "Tidak masuk akal. tidak tahu apa-apa. akhirnya pria Swedia itu puas dengan hasilnya. Martin dan Hrycyk menemukan tanda bukti penyewaan safe-deposit box di sebuah bank di Beverly Hills. Martin tidak menemukan uang tunai dalam jumlah berarti di apartemen Roy maupun rekening lain di bank. Didalangi majikan? Saat memeriksa apartemen Roy. seorang terhukum rela mengaku di mana menyimpan uangnya. sampai saat pengadilan digelar. "Katanya. Harapannya hanya pada Esther. asalkan mereka mendapat pengurangan hukuman.000 hilang." kata Martin. Dari cara Esther menjawab. Selebihnya. Beberapa minggu kemudian ia kembali dengan lukisan asli. Menurut Beijar.000. Namun. Padahal. Bukti-bukti itu lagi-lagi hanya menguatkan kejahatan pemalsuan dan pencurian lukisan. Meski membenarkan semua pengakuan Rossi. sebuah perusahaan di Swedia telah membeli lukisan itu seharga 3. Setelah dua bulan bolak-balik. Martin tidak terlalu memusingkannya. dan Beijar mendapat komisi 20%.000 melalui pos." aku Roy. si wanita berdarah Latin. Meski puas menemukan seorang saksi. jadi akan merepotkan bila dibawa-bawa dalam perjalanan. Saya hanya mendapat komisi 20%. Roy tetap tidak mau mengku bersalah. ia menyelipkan setumpuk uang di bawah serbet di samping cangkir kopi Libby. di Stockholm akan menjual aset dengan nilai transaksi cukup menggiurkan. sekembali ke Kalifornia. Dengan melacak catatan keuangan Roy.5 cm lebih kecil daripada bingkainya. Di sana ditemukan dua foto pembesaran yang salah dari I Fria Luften. mereka membuka rumah itu. Itu karena ia hanya menjalankan perintah Libby. Namun.000. selama perjalanan keliling Eropa setiap kali ia mengirimkan uang tunai AS $ 20.Pria itu setuju. ketika pria Swedia itu kembali. selama perjalanan di Eropa. 171 . nilai transfer yang ada hanya AS $ 85. Bisa jadi ia tahu di mana Roy menyembunyikan uang itu. sekitar AS $ 550. "Anehnya. jumlah uang penjualan itu sangat besar. Mengenai sejumlah uang yang hilang. ia terus berada di dekat lukisan itu saat saya memotretnya. Martin harus gigit jari. setiap kali menyajikan sarapan. tanpa bingkai. wanita itu memang tidak banyak tahu tentang "operasi" Roy. Kejutan muncul saat pemeriksaan. Roy hanya mengatakan." kata Rossi. Martin dapat dengan cepat menyimpulkan.1 kron. Rossi melakukan pembesaran dan memasangnya pada papan poster. dan surat penitipan rumah mobil. Roy tidak juga mengaku di mana uang itu disimpan. Maka. Esther mengaku. Roy tidak pernah mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan lukisan. Rossi kembali memperbaiki foto itu. berarti sekitar AS $ 355. Berdasarkan pengalaman. "Itu sebabnya pula polisi tidak bakal menemukan uang itu. Menurut pengakuan Esther." Menurut pengakuannya. Mereka juga menemukan kopi negatif. karena seluruh uang diserahkan pada Libby. Dengan bekal surat penggeledahan. dengan sedikit ancaman. baru ketahuan bahwa lukisan itu sekitar 2. Martin merasa masih ada yang kurang.

saat ini pun aku bisa menuliskan cek senilai uang itu. Sikap Libby di pengadilan dianggap menyebalkan.000 dari keluarga Keck atas kehilangan lukisan itu.Sedangkan biaya perjalanannya. Di pengadilan tampak benar betapa Big Howard sangat berhati-hati dalam berucap. Setiap bulan diperkirakan tidak kurang dari AS $ 200. ketika tim pembela bertanya padanya apakah istrinya berbohong atau tidak jujur. Libby pernah menjadi istri seorang pria yang belakangan menjadi pemilik Hotel Bel Air. ia tidak peduli dengan klaim asuransi sebesar AS $ 500. pembela Roy. "Seumur hidupku aku tidak pernah menginjak hotel itu. Libby juga mempunyai rekening pribadi senilai AS $ 11 juta. Pengadilan selanjutnya menghadirkan Big Howard. Memang. uang yang hilang itu ibarat setetes air dari seember air yang ia miliki. Bagaimana reaksi Libby? "Sungguh menggelikan pengakuan itu. Alasannya. "Saya tidak yakin ia jenis orang yang dapat dipercaya. aku Roy. telah menerima uang pengganti asuransi atas kehilangan lukisan itu. Ia memberikan lukisan itu di tempat parkir Hotel Bel Air. Namun. Maka." jawab Libby dengan wajah marah. apa yang dia harapkan? Bukankah uang asuransi jatuh di tangan suaminya? 172 . selama ini Libby mendapat banyak uang dari suaminya. dengan diplomatis Big Howard menjawab.000 didapatnya. Libby membutuhkan uang untuk membayar pengacara yang mengurus perceraiannya. yang pas disebut sebagai pemilik sah lukisan itu. mana yang benar. Dari pemeriksaan ulang oleh Deputi Jaksa Wilayah Michael Montagna. Mengapa aku harus mencuri lukisan koleksi hanya demi secuil uang? Kalau perlu. semua uang penjualan lukisan sebagian besar disimpan Libby. Roy atau Libby? Tetap tak terlacak Dewan juri sungguh terombang-ambing dalam menentukan keputusan. Libby mungkin benar. Jawaban itu mentah-mentah ditolak Libby. sebelum menikah dengan Big Howard. Begitupun Roy masih bersikukuh bahwa Libby dalang semua pencurian itu." Wah. diambil dari penjualan lukisan yang pertama dicurinya. Big Howard mengaku. kemudian mereka mencoba untuk benar-benar menilai secara objektif. kalau begitu." Namun. Roy bersikukuh. Roy juga menyatakan. Kalau Libby terlibat. Don Randolph mengingatkan. Kemungkinan keduanya bekerja sama sudah dibuang jauh-jauh. Fakta itu tetap tidak membuat Libby mengubah pengakuan. Tak heran beberapa anggota juri mulai bersimpati pada Roy.

setelah polisi sama sekali tak berhasil menemukan jejak misterius tercemarnya Tylenol. nama obat itu. seperti Tylenol. the perfect crime. masyarakat mulai resah. Kapsul itu.. "Nyanyian" Sang Putri Tahun baru 1986 terasa kelam bagi Johnson & Johnson (J&J). biasanya sehabis bangun tidur atau setelah mandi ia menelan dua kapsul Excedrin. Penemuan pihak berwenang berhenti hanya pada dugaan bahwa sebagian obat asli telah dicampur sianida oleh pengoplos gelap sebelum botol Tylenol "aspal" dijual layaknya obat asli. Pagi itu.Juga. baik cetak maupun elektronik. Mereka menghujat dan menuntut ganti rugi dari J&J dan anak perusahaannya. wanita berumur sekitar 40 tahun yang tengah menanjak kariernya didapati meninggal seusai menenggak dua butir kapsul Excedrin. Perusahaan Amerika Serikat itu diajukan ke meja hijau oleh tujuh keluarga. Termasuk meneliti siapa kira-kira yang bakal meraup untung besar jika perusahaan raksasa AS itu mengalami prahara di lantai bursa. juga obat pengurang rasa sakit. Padahal berbagai upaya mengungkap kasus ini telah dilakukan. Maklum. 11 Juni 1986. Susan dan suaminya. tragedi kapsul beracun membuat saham J&J anjlok drastis. setelah media massa. yang memasarkan obat pengurang rasa nyeri yang terkontaminasi sianida. bukankah Libby sudah tahu jalur-jalur penjualan barang seni? Akhirnya juri memutuskan. 173 . Herannya. Mereka menyebut kasus di Chicago itu sebagai kejahatan sempurna. karena kebetulan obat yang diminumnya kapsul yang asli. tugas tak kalah berat sudah menanti. langsung menjadi musuh nomor satu masyarakat.000? Apakah untuk latihan agar Roy tahu jalur perdagangan barang seni. McNeil Consumer Products Inc.000 tak terlacak ke mana menguapnya. Drama pengoplosan mematikan yang tanpa jejak itu makin terasa mengerikan. dengan mempertimbangkan berbagai motif. Sementara itu. Untuk mengatasi rasa ngilu di pagi hari. ia beruntung lolos dari maut. Pekerjaan rumah yang satu belum selesai. memang dikenal sebagai penggemar berat Excedrin. meliput besar-besaran kemalangan J&J dan kegagalan polisi. mewakili tujuh korban tewas dalam tragedi "kapsul beracun". bikinan perusahaan farmasi Bristol Meyers. (Nonfiksi/Perfect Crimes/Sht ) 23. Berita mengejutkan datang dari Seattle. dari jutaan transaksi yang diperiksa. Paul Webking. AS $ 355. Tylenol. Paul (45) sudah lama mengidap penyakit radang sendi. bukan hasil oplosan. Susan Snow. seperti kata Roy? Rasanya tidak perlu. untuk apa ia mencuri lukisan kecil yang pertama kali dijual seharga AS $ 6. Roy harus menghabiskan 10 bulan dalam kurungan penjara. Celakanya. tak sedikit pun ditemui titik terang. J&J makin terjepit. Memang demikian kenyataannya Menggali makam suami Polisi dan FBI bak menjadi sasaran bulan-bulanan.

Menurut catatan medisnya. Susan tak pernah lagi siuman. ada juga yang menduga peristiwa itu hanya ulah "orang baru". beberapa jam setelah kematiannya. Dengan berlinang air mata. Cerita itu pun sempat menjadi headline dalam rentang waktu cukup lama. sehingga mudah ditiru awam. Para copycat berharap. Namun. Perempuan yang disenangi tetangga kanan-kirinya karena selalu tampil enerjik dan opimistis itu menelan dua butir yang telah teracuni. RS King County Medical Examiner menyimpulkan. Apakah sang pengoplos Chicago 1982 kembali beraksi? Para penyidik terpecah menjadi dua kelompok dalam menyikapi hal ini. karena kepalanya pusing tujuh keliling. tim dokter yang datang memeriksa mendapati keberadaan sianida di dalam jaringan tubuh Bruce. karyawan bagian pemeliharaan jalan Negara Bagian Washington DC itu meninggal pada 5 Juni 1986. baik dari pejabat FBI maupun pimpinan polisi lokal tentang hubungan pengoplos Chicago dengan kasus Seattle. Hayley (15) yang pertama kali menemukan ibunya terbaring tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. Stella Nickell. lalu menenggak empat butir kapsul sekaligus. Sesampai di rumah. Dalam kriminologi ada istilah copycat. mengizinkan makam suaminya digali kembali. Tepat enam jam setelah kejadian. untuk menyebut orang yang suka meniru kejahatan besar dan aksi para penjahat legendaris.Nasib berbeda menimpa Susan yang "salah pilih kapsul".agar jejak kejahatannya tak tercium sama sekali. Faktanya. meraih botol Excedrin. motivasi copycat umumnya cuma menginginkan sensasi atau menghidupkan kembali nama besar idolanya. Namun. King County hanya melakukan pemeriksaan lanjutan. penyebab kematian Susan lantaran Excedrin berisi sianida. Siang itu. Belum ada komentar resmi. Ada yang menganggap. detail kejahatan dan modus operandi pengoplos Tylenol secara gamblang dijabarkan di berbagai media massa. Keberadaannya bak bayang-bayang yang sulit disentuh para aparat penegak hukum. Istri Bruce. Beberapa hari setelah kematian Susan Snow. Pada kali pertama. karena curiga jangan-jangan kematian mendadak Bruce berhubungan dengan Excedrin. pembunuhan di Chicago dan Seattle dilakukan oleh maniak yang sama. datang petunjuk lain. itu kali kedua tim RS King County meneliti jasad Bruce. Saat itu hasilnya menguatkan analisis tim dokter Harborview Medical Centre yang lebih dulu didatangi Stella: yakni Bruce Nickell meninggal secara wajar akibat pembengkakan paru-paru. baru saja memeriksa mayat Bruce Nickell yang dimakamkan beberapa pekan sebelumnya. aksinya turut dicatat sebagai bagian dari kejahatan berantai itu jika pelaku sejatinya belum tertangkap . Sebenarnya. tanpa menganalisis jaringan tubuh Bruce. Alasannya. 174 . jika yang ditiru aksi para legenda yang telah tertangkap atau mati seperti Jack The Ripper. Anak perempuannya. polisi mendapat telepon dari King County Medical Examiner. Lewat pernyataan resmi yang dikeluarkan beberapa saat kemudian. Pengelola rumah sakit mengaku. dia pulang ke rumah lebih dini." cerita Stella. Meski segera dilarikan ke rumah sakit. Sampai akhirnya. Paul Webking mengizinkan tim dokter mencabut alat bantu pernapasan yang berjam-jam menahan kematian istrinya. Susan Snow mengembuskan napas terakhir. Bruce langsung menuju lemari kabinet di dapur. Kariernya yang tengah menuju puncak dia baru saja dipromosikan sebagai vice president Puget Sound National Bank tinggal kenangan. "Dia memang punya kebiasaan minum kapsul itu dua butir saban pagi.

"Biasanya. Mereka hanya meneruskan laporan reporter teve atau mencontek berita koran. Bruce hanya minum dua butir. saat diinterogasi. "Stella?" panggilnya. Pasar swalayan tak ketinggalan melakukan sweeping rak obat secara besar-besaran. Untuk mencegah kepanikan yang lebih luas. Ia mencoba mendapatkan udara segar dengan berjalan-jalan ke beranda belakang. "Ada yang bisa kubantu. dengan mengembangkan teknik mengoplos menjadi versi lebih canggih. Yang sangat dikhawatirkan bos FBI." bilang Stella. ditemukan lagi dua botol Excedrin gadungan. Bruce?" balas Stella. tapi justru untuk mengaku sebagai pengoplos kapsul beracun. Informasi itu sebagian tak beredar di kalangan wartawan. Pimpinan FBI William Webster yang semula sempat ragu. Maka mereka dapat dengan mudah melihat kelemahan pengakuan para penjahat kacangan yang hanya ingin mendapatkan ketenaran dan sensasi semata. Sementara itu RS King County mulai kebanjiran pasien. Belum sempat Stella bereaksi. "Perbedaan itu menunjukkan. Sejak itu kakek satu cucu ini tak pernah lagi melihat dunia. Katanya lagi. Dia melihat adanya perkembangan motif dan perbedaan detail antara kasus Chicago dengan Seattle." analisis Webster. Lucunya. Mereka menemukan barang bukti. Hasilnya. Ditemukannya lima botol yang terkontaminasi itu mendorong Paul Webking mengajukan Bristol-Meyers. Herannya. Stella sendiri berada di dapur ketika terdengar erangan Bruce. Tak lama kemudian. aku mau pingsan. seperti dosis yang dianjurkan. Mereka berencana menuntut Bristol-Meyers karena lalai menjaga keamanan kemasannya. Mungkin nyeri kepalanya benar-benar hebat. Dalam waktu singkat. pelakunya berbeda." sambung Bruce. Setelah Tylenol memakan tujuh korban di Chicago. mengakibatkan hilangnya nyawa orang yang mereka cintai. bukan untuk mengeluh sebagai korban. warga Seattle lebih suka ke dokter ketimbang minum sembarang obat. Penggemar copycat Amerika kembali guncang. pengoplos juga mempunyai "penggemar" sendiri. Meski cuma sakit kepala atau pegal-pegal ringan. 175 . Polisi disibukkan dengan banyak-nya orang datang ke markas mereka. ke pengadilan. tubuh lelaki berusia 40an tahun itu limbung. dua botol Excedrin "aspal". mencium tanah. para pencari sensasi itu malah banyak menceritakan detail yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. "Rasanya. media massa berperan besar dalam melahirkan copycat-copycat masa kini. mulai melirik kemungkinan adanya copycat dalam kasus peracunan obat di Seattle. Pelakunya seperti selebriti yang dinanti banyak orang. para peniru akan melakukan kejahatan di lebih banyak kota. Stella Nickell juga segera menghubungi pengacaranya untuk tujuan yang sama. Beruntung polisi punya informasi lebih lengkap berdasarkan hasil penelitian laboratorium. produsen Excedrin. kasus peracunan obat menjadi masalah nasional. Bruce sudah ambruk. polisi langsung menyisir rumah mobil keluarga Nickell. kini giliran Excedrin beracun membunuh dua warga Seattle tak berdosa.

Paul Webking. dua dari lima botol Excderin beracun yang beredar di pasar mangkal di rumah Stella. Apa boleh buat. Stella diselimuti kepapaan. ibu satu anak itu seperti menemukan semangat hidup baru. Cynthia. Stella menolak diperiksa dengan alat pendeteksi kebohongan. Belum lagi dukungan sekitar 80-an personel polisi lokal dan Auburn. Bersama suami dan anak perempuannya. Mereka mengirim sedikitnya 25 orang agen khusus ke Seattle. Meski tak satu pun dapat dimanfaatkan sebagai bukti langsung. Oregon. Takdir menyuratkankannya kawin muda. suami Susan. juga ikut diperiksa. Selepas melahirkan anak perempuan kedua. Tak ada jalan lain. polisi menyimpulkan jawaban-jawaban yang diberikan Stella masuk kategori "sekadar menggampangkan" alias asal buka mulut. Stella pindah ke Seattle. kesabarannya pun mulai menipis melihat kondisi keluarganya yang terus berkekurangan. tahun 1943. Hidup dalam kurungan penjara pun pernah dilakoninya. Di sekolah. hampir sepanjang hidupnya. Sebaliknya. Dia dilahirkan oleh sebuah keluarga miskin di sebuah kota kecil dekat Portland. Mereka menganalisis jutaan transaksi di lantai bursa. dengan menyelidiki pihak-pihak yang diuntungkan dari hancurnya merek Excedrin dan nama baik Bristol-Meyers. kota tetangga Seattle. nihil! Toh Evans dan sekutunya tetap berusaha meneliti masa lalu Stella. ibu dua anak itu tetap menolak diinterogasi. Untuk memperbaiki nasib. Yang diuntungkan Di sisi lain. Tahun 1971. Baru setelah dibujuk pengacaranya. Berdasar hasil pemeriksaan forensik. polisi tetap mencari motif alternatif. Jawabannya lugas dan tidak dibuat-buat. Stella tidak bisa ditahan lantaran memang tak ditemukan cukup fakta sebagai barang bukti. FBI harus bergerak cepat. Lelaki yang sebelumnya pemabuk berat ini mulai melupakan minuman keras beberapa tahun setelah menikah.Jika ketakutan itu menjadi kenyataan. Sepertinya Stella berhasil mengubah Bruce menjadi suami yang 176 . Sikap yang tidak kooperatif itu sedikit mengundang kecurigaan Jake Evans. Stella bersedia diperiksa dengan alat pendeteksi kebohongan. Mereka tinggal di rumah mobil milik Bruce. Saksi mata? Apalagi itu. jejak kimia di lima botol yang telah ditemukan. kepala polisi Auburn. Konon. Stella kemudian hijrah ke Kalifornia. bencana akan melanda sektor farmasi Amerika. Paul sepertinya tak menyimpan sedikit pun niat mencelakai istrinya. Sebagai ibu. Stella dikenal sebagai cewek yang Cuma punya sedikit teman cowok. tanya jawab yang dicatat alat pendeteksi kebohongan membuktikan. dia sudah punya suami dan anak. Selain itu. Tubuhnya seperti membeku jika berhadapan dengan lawan jenis. Di tempat baru. Namun. dia dua kali dipenjara lantaran melakukan penipuan. Pada usia 16. Fakta-fakta itu menggiring Evans untuk memberi perhatian lebih pada Stella Nickell. tim gabungan itu menyimpulkan. Namun. Stella sudah menyimpan dua polis asuransi jiwa suaminya beberapa bulan sebelum kematian Bruce. berasal dari satu sumber. Dia juga tertarik pada fakta. Hasilnya. Dia menikah dengan Bruce Nickell tahun 1976. Tahuin 1969 Stella dihukum setelah menyiksa Cynthia yang saat itu berusia sembilan tahun. Mungkinkah itu hanya kebetulan? Evans juga mencatat. cara mengemas kembali botol-botol itu punya banyak kemiripan. dia meninggalkan suaminya yang tak kunjung berhasil memperbaiki kehidupan ekonomi mereka.

bapak tirinya sebenarnya sudah jauh berubah dan hampir tak pernah lagi mabuk-mabukan. tinggal di rumah mobil. bahkan ratusan informan. Bristol-Meyers yang tengah terjepit menyadari hal itu. Datang puluhan. Gadis manis berambut merah yang baru saja bercerai dari suaminya itu membawa serta anaknya yang masih bocah. FBI dan polisi lokal butuh banyak keberuntungan. Rezeki nomplok itu diandalkannya untuk membeli tanah. Stella mulai memikirkan kemungkina hidup tanpa Bruce. Cynthia (saat itu berusia 22 tahun) bergabung dengan Stella. Makin besar uang yang dikeluarkan makin besar kesempatan menang. serta membuka bisnis impiannya sejak kecil: pet shop yang khusus menjual ikan hias tropis. Namun. Bruce bukan suami yang bisa memanjakan Stella dengan uang berlimpah dan berbagai kemewahan. Namun. "Aku tahu apa yang kamu pikirkan. kalaupun benar Stella pelaku pembunuhan Bruce dan Sysan. Stella balik menatap sembari menggelengkan kepala. Beberapa tahun kemudian.bertanggung jawab. "Saya tahu. tidak!" sergah Stella. seperti ayah kandungnya. mendatangi kantor polisi. dan ayah tirinya. Ibaratnya. Bruce kurang beruntung. dia yang lakukan itu. bisa juga lantaran nuraninya memang betul-betul terketuk. FBI dan polisi Seattle langsung menciduk Stella. hanya satu yang mampu membuat tim penyidik tersenyum lebar. Bahkan menimbang-nimbangkan untuk "mengorbankan" suaminya. Sayangnya. Gajinya terlalu kecil untuk mengangkat Stella dari kehidupan yang sangat bersahaja. Menurut Cynthia. Siasat itu ternyata mendapat tanggapan positif. sebagai pencari nafkah. hari tuanya tengah terancam. Yakin dengan keterangan Cynthia. Bisa karena "pancingan" jitu Bristol. Sampai bagian ini. 177 . Berhadiah AS $ 300 ribu Keberuntungan itu rupanya harus "dipancing". tak cukup dengan membeli satu nomor undian. Cynthia. Dia satu-satunya saksi yang dapat "bernyanyi" dengan merdu tentang upaya Stella menyingkirkan Bruce dalam beberapa tahun terakhir. Masa lalu Stella yang suram seperti terhapus dengan sedikit kebahagiaannya di masa kini. putri tertua Stella. Evans dan sekutunya tak menemukan kejanggalan apa pun. sesaat setelah Bruce mengembuskan napas terakhir. Beberapa tahun terakhir." ucap Cynthia dengan suara bergetar. Bekerja sama dengan jaringan swalayan dan pabrikan obat lainnya. Namun. Ia pernah menatap mata ibunya. Januari 1987. jika memang Cuma itu jalan satu-satunya mendatangkan keuntungan materi melimpah. dari sekian banyak yang datang. Ibunya yang pernah gagal dalam perkawinan menyadari. Rasanya. kalau mau menang lotere. Lalu di atas tanah itu ia akan membangun rumah permanen. jika terus hidup bersama Bruce yang bergaji pas-pasan. adik perempuannya. Jawabannya. Tapi karena dia ibu kandung saya. kolaborasi dadakan ini menawarkan hadiah AS $ 300 ribu bagi informan yang dapat memberikan petunjuk penting menuju tertangkapnya sang penyebar sianida. saya sulit mengungkapkannya. Cynthia sendiri mengaku butuh waktu untuk memutuskan memberi kesaksian.

Stella pun kembali menimba ilmu di perpustakaan. jauh lebih berdampak mematikan ketimbang tubuh orang normal. Bruce lebih suka menelan Excedrin.Niatnya menjanda makin membara setelah beberapa bulan sebelum kematian Bruce. masing-masing senilai As $ 20 ribu. seperti yang sudah tercatat dalam cerita Stella kepada paramedia King County. Salah satu yang paling menarik perhatian Stella. Bukan Main! Impian yang kandas Yang menjadi masalah. minimal ia akan mewarisi AS $ 71 ribu. Stella menemukan dua polis asuransi jiwa suaminya. mestinya paripurna pula rencana Stella. Banyak produsen yang menahan atau mengurangi produksinya. Namun. dia tak hanya akan jadi kaya raya. 178 . banyak zat menjadi sangat berbahaya saat masuk ke tubuh mantan pasien keteragantungan alkohol. Kalau berhjalan lancar. Bruce menenggaknya dan ambruk untuk selamanya. Meski tidak mengecap pendidikan formal yang tinggi. bagaimana mewujudkan impian itu. Terbukti. dia tak bisa memanfaatkan gonjang-ganjing Tylenol. tapi sangat kaya. Racun itu dimasukkan ke dalam kapsul Excedrin yang dibelinya dari toko. cara membuat racun dari tumbuh-tumbuhan yang banyak terdapat disekitarnya. Maka dia mulai membuat ramuan. sambil menanti perkembangan kasus Johnson & Johnson. cukup untuk membeli tanah dan berbisnis. walau perutnya amat keroncongan. Ditambah uang asuransi dari perusahaan tempat Bruce bekerja sekarang. Stella kemudian membeli racun tikus yang dosis sianidanya cukup mematikan buat manusia. Dengan mudah dia bebas dari jeratan pasal-pasal pembunuhan. Cerita selanjutnya. Pada dosis tertentu. membuat Stella membelokkan rencana. Bruce malah merasakan tubuhnya sangat bugar. Ilmu meramu Stella belum sempurna. Selain beragam pemasukan dari perusahaan asuransi. Stella lancar membaca dan tahu ke mana harus mencari informasi yang "sesuai". Beberapa tahun terakhir. tak mudah mendapatkan obat pengurang rasa nyeri di pasar swalayan. sejak merebaknya kasus Tylenol. gencarnya pemberitaan perihal tuntutan keluarga korban Tylenol. Sedikit kokain dan heroin akan menolong Stella menciptakan kematian overdosis. daun cemara beracun. senilai AS $ 31 ribu. Informasi penting didapatnya saat mendampingi Bruce di forum rehabilitasi mantan korban ketergantungan alkohol. Setelah berkeliling di beberapa toko. secara teratur dia mengunjungi perpustakaan umum Auburn. Mengapa tak menjadi copycat mengikuti jejak pengoplos Chicago? Kejahatan mereka betul-betul sempurna. koceknya bisa menggelembung menjadi AS $ 105 ribu. Dia belajar dari buku. jika Bruce terbukti meninggal karena kecelakaan. Rupanya. Hebat 'kan? Sayangnya. Tahun 1986 duit sebesar itu lumayan banyak. Ketika Harborview Medical Centre menyatakan kematian Bruce Nickell sebagai efek sesak napas dan pembengkakan paru-paru. Racikan maut itu disajikan pada Bruce. Bruce Cuma terserang kantuk luar biasa. penghasilan tambahan bisa didapat dengan menuntut Johnson & Johnson. mujur bagi Stella ada pasar swalayan yang menjual Excedrin. Begitu tersadar. lalu dimasukkan kembali dalam botol. Masalah lain. bisik hati kecil Stella. Tumbuhan beracun dicampurnya dengan kacang polong dan bahan makanan lainnya agar tidak mencurigakan. Konon. obat sejenis saingan Tylenol. Namun. Di kedua polis itu nama Stella tercantum sebagai ahli waris. hingga tertidur selama belasan jam.

"Tapi 'kan enggak mungkin saya langsung cerita pada mereka bahwa Bruce mati karena sianida. Uang santunan senilai total AS $ 51 ribu seperti tak berarti apa-apa." geram Stella. Kalau saja tak dikuasai keserakahan yang membabi buta. Ada apa. obat aspal diselipkan kembali ke rak pasar swalayan itu. sambil menangis.yang kini beruntung mendapatkan bonus AS $ 30 ribu.00 telepon di meja Mandala Baring berdering. Beberapa saat kemudian. Hanya berkat "pengkhianatan" Cynthia . padahal ia bermaksud keluar kantor untuk makan siang. yang tinggal hanya beberapa kilometer dari rumah mobil Stella. Terbang pula impiannya mendapatkan uang total AS $ 105 ribu. penyebab kematian Bruce adalah Excedrin yang mengandung sianida. Stella "menyesalkan" tim medis Harborview yang gagal menemukan sianida di tubuh suaminya. "Bagai mana ceritanya sampai bisa terjadi." 179 ." makinya dalam hati. Lengkap dengan kehidupan nyaman di atas tanah sendiri dan toko ikan hias tropis. Polisi harus diyakinkan. Dewi diculik!" kata Aryati. isi kapsul-kapsul penyembuh itu diganti. "Tidak. sampai sekarang belum ada kabarnya. dan siapa yang menculik?" tanyanya gugup. direktur utama perusahaan importir buah-buahan itu meraih gagang telepon. Dia benar-benar menginginkan dan merasa sangat berhak mendapatkan uang itu. Pa. Stella Nickell tercatat dalam sejarah sebagai warga negara Amerika Serikat pertama yang diadili berdasarkan Undang-Undang Pemalsuan Produk 1983. Sama seperti yang dilakukannya pada botol Excedrin milik Bruce. Setengah hati. Rencana-rencana tadi disusun begitu rapi. Ma?" sahutnya asal-asalan. uang asuransi itu tak boleh hilang begitu saja. kian sengsara pula dia. dia bergegas membeli beberapa botol Excedrin dan Anacin-3 dari pasar swalayan. Sampai kemudian tersiar kabar kematian Susan Snow.Namun keserakahan mengalahkan akal sehat pembunuh berdarah dingin itu. Di pengadilan. Nonfiksi/Perfect Crimes/Icul 24. "Hah! Diculik?" teriaknya tak percaya. polisi berhasil memaksa Stella mengaku. Apalagi tak banyak tetangga yang mengenal dengan baik sifat-sifat Stella. KALAH CERDIK Hari Selasa pukul 13. Dengan bantuan alat pendeteksi kebohongan dan penggeledahan total rumah mobil Stella sekali pun. Tahap dilaluinya dengan sempurna tanpa mengundang kecurigaan sedikit pun. Makin sering Stella memikirkan uang santunan yang bakal diterimanya. "Halo. dari bahan penyembuh menjadi pembunuh. istrinya. Polisi akan langsung curiga. kebejatan wanita keras kepala itu tak akan mudah dibongkar. Dewi. "Dewi. sehingga hangus pula uang asuransi kecelakaan. Setelah memperbaiki kemasannya. "Enggak tahu. ya. Stella nyaris menjadi copycat yang sempurna dan nyaris membuat FBI serta polisi putus asa. rezeki nomplok AS $ 71 ribu bakal dinikmati Stella tanpa alangan berarti. oh Mama. hakim menganggapnya sebagai pembunuh tak berperikemanusiaan dan mengganjarnya 90 tahun tinggal di hotel prodeo.

"Lo. sediakan uang tunai seratus lima puluh juta rupiah. "Kalau Bapak mau bekerja sama.Mandala Baring bergegas pulang ke rumahnya di kawasan Sunter. Jangan sekali-kali melapor ke polisi kalau ingin putri Anda selamat! Kalau Bapak lapor ke polisi. Mandala makin panik. Pak?" tanya AKP Taufik pelan. Bisa-bisanya ngarang orang itu. Jakarta Utara.00." sanggah Salyono. ia berdiri memanggil Salyono yang duduk diam di tangga teras. Selanjutnya. Setengah jam kemudian tiga orang polisi dipimpin oleh Kapolsek AKP Taufik Abdullah. Menurut istrinya. Betul 'kan? Nah. seperti biasa supirnya. Ada tanda lahir di punggung kiri dan tahi lalat di pangkal paha kanan. tak sadarkan diri. perwira muda yang energetik. menjemput Dewi Anggraini di sekolah. kalau Bapak sudah yakin. Dari gurunya Salyono mendapat informasi bahwa sekitar pukul 09. Dengan tangan sedikit gemetar. Pak. Dewi dijemput seseorang yang mengaku pegawai rumah sakit. Lihat mukanya saja tidak." "Kerja sama. "Belum. Berapa nomor ponsel Anda? 180 . Ia memutuskan segera melapor ke polisi. apalagi kenal." terdengar suara seorang lakilaki dengan suara serak. "Ndak." "Kalau begitu.00 telepon berdering. "Putri Bapak aman di tangan saya. saya akan segera memasang telepon paralel dan alat perekamnya. Si penjemput menambahkan bahwa sopirnya. Salyono. Pak. Ia mengatakan. gadis cantik kelas 3 SD itu sampai usai jam sekolah tidak tampak batang hidungnya. tunggu telepon dari saya. Salyono itu saya sendiri. Sesaat kemudian. apa maksud Anda?" "Saya akan buktikan bahwa putri Bapak memang bersama kami. perjanjian batal. Jangan khawatir. "Kamu kenal sama penculik Dewi?" tanya Mandala gusar. Mandala Baring duduk tertegun di samping istrinya yang terus-menerus menangis. Saya beri Anda waktu 48 jam. Namun. muncul di rumah Mandala. Dewi dijemput untuk menengoknya di rumah sakit. tapi tidak ada kabar berita tentang gadis kecil itu. Salyono. Saya tidak bertanggung jawab atas keselamatannya.00. "Sudah ada kabar dari si penculik. "Kok dia tahu nama kamu?" "Mungkin tahu dari supir-supir lain. ibu Dewi mendapat musibah kecelakaan mobil dan kini terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma. dia akan pulang dengan selamat. AKP Taufik memberi isyarat agar Mandala mengangkatnya." Jam sudah menunjuk pukul 15." sanggah Salyono. " Sekitar pukul 17. pria berusia empat puluhan itu mengangkatnya.

" "Boleh tahu alasannya?" "Dia mandul. Meski baru bekerja tiga bulan di Keluarga Mandala. supir Ibu. dia istri kedua.?" jawab Mandala dengan suara bergetar." tegas AKP Taufik sambil mengeluarkan buku catatan untuk mencatat alamat Salyono. Tumini . Salyono orang pertama yang patut dicurigai. "Maaf. si penculik menyebut nama Salyono. Oh. sebab di rumah Anda banyak polisi.. Jangan-jangan Salyono kenal dengan si penculik. "Kok dia tahu di sini ada polisi. Apalagi anak tunggal Tumini sepantaran dengan anak perempuan majikannya itu. lalu satu lagi bertugas membersihkan rumah. pasti ada yang tidak beres di rumah ini.Saya akan menghubungi lewat ponsel agar tidak dikuping orang lain. Saya kira. "Selain keluarga Bapak. Mandala dan istrinya lemas seketika. menyangkut soal ekonomi. selain Ibu. Cerai dari istri pertama Tumini. halo . Bu. Tentu saja Mandala menyanggah.. Sekitar pukul 23.tiga bulan lalu kami ambil dari yayasan. Nanti saya hubungi kalau keadaan sudah memungkinkan. pembantu rumah tangga yang sibuk menghidangkan kopi dan makanan kecil. "Sekali lagi maaf. tidak ada. tugasnya memasak dan ke pasar. Istri pertama sudah 'pisah' dua belas tahun lalu. atau malah bekerja sama?" desak Taufik. Yang dua lagi sudah lima tahun ikut kami. Sutardi namanya. apakah Bapak punya pesaing atau musuh?" "Rasanya. saya kira tidak.. "Itu dulu." "Dalam bisnis.. "Salyono sudah hampir tiga tahun bekerja di sini. Tumini yang berwajah lugu itu sudah akrab dengan Dewi." ancam si penculik yang lalu menutup telepon setelah diberi tahu nomor ponsel Mandala. AKP Taufik gusar." Telepon langsung ditutup. "Perjanjian kita batal." jawab Mandala. ikutan tegang. Ketiga polisi itu pun siap kembali dengan tugas masing-masing. telepon kembali berdering." timpal Aryati. siapa lagi yang tinggal di rumah ini?" tanyanya lagi. "Ya. Di zaman krismon begini. tukang kebun. WIL (wanita idaman lain)?" tanya Taufik sambil melirik ke istri Mandala. siapa tahu mendadak timbul masalah. ya. Pak Mandala tadi bercerita kalau guru Dewi menyatakan." "Sekarang apakah istri pertama Bapak itu sudah menikah lagi? Lalu di mana alamatnya?" 181 . Pembantu perempuan kami. apakah Bapak mempunyai .00. "Tiga orang pembantu perempuan dan satu pembantu laki-laki. Apakah Ibu istri pertama Bapak?" "Bukan. sebagai tukang cuci dan setrika. Pak.

Pukul 23. Kamis pagi. jangan sampai ada orang lain yang melihat dan curiga. sebelum halte bus. Aryati yang sejak peristiwa itu kurang tidur selalu berdebar hatinya kalau mendengar bunyi dering telepon. Mandala meloncat dari tempat tidur. Di sana ada surat. satu lagi surat yang berbunyi.00 masukkan uang seratus lima puluh juta rupiah yang dibungkus plastik hitam ke dalam tong sampah itu. Anda harus mengendarai mobil sendirian. sebab tidak pernah berhubungan lagi. Satu lembar berisi denah suatu lokasi. yaitu Salyono dan Tumini."Wah. kami jarang bertengkar." Surat dari penculik Esok harinya ketika Mandala mampir ke kantor polisi. Pada denah tergambar lapangan pacuan kuda. lari bergegas ke luar. "Ya. pas keluarga saya datang dari daerah. Di utaranya ada jembatan. saya tidak tahu. "Dewi akan selamat kembali ke rumah jika tuntutan saya dipenuhi. Kira-kira seratus meter dari jembatan. AKP Taufik mengatakan. si penculik tahu persis kalau malam itu di rumah Bapak ada polisi." AKP Taufik mengalihkan pertanyaan kepada Aryati. dua orang patut diduga kuat terlibat kasus ini. Alasannya. ini pertanyaan pribadi. dari empat orang yang kami curigai. enggak. sebab kata-kata si penculik belum bisa dipercaya. ponsel Mandala berdering. Awas." "Mantan pacar Ibu sekarang sudah menikah?" "Dengar-dengar sih belum. sebab selama delapan tahun perkawinan. apakah ia merasa dendam atau sakit hati? Atau ia menerima saja?" "Sulit dikatakan." Telepon langsung mati. Paling-paling berdebat soal anak yang tidak kunjung kami miliki. "Pak Mandala." "Ketika Bapak mencerai kannya." saran AKP Taufik kepada Mandala yang segera menemuinya. "Maaf. Mandala Baring di sini.00. apakah Ibu pernah berpacaran dengan seseorang?" Sedikit ragu-ragu Aryati menjawab singkat sambil melirik ke arah suaminya. Sebelum bertemu Bapak. apakah Ibu masih berhubungan dengan dia?" "Wah." "Kok 'dengar-dengar'. pernah. "Maksud Pak Taufik?" 182 ." "Coba lihat di kotak surat. Tapi jangan berikan seluruhnya. Itu tidak sengaja saya dengar. ada sebuah tong sampah plastik biru. "Ya." Polisi memutuskan untuk sementara tidak mengunjungi rumah Mandala walaupun tetap akan diawasi selama 24 jam nonstop." "Ikuti saja kemauannya. Sebuah amplop berwarna cokelat dalam kotak surat itu berisi dua lembar kertas. sekitar pukul 06.

Dengan tenang Mandala mengendarai mobilnya melewati depan lapangan pacuan kuda. Hampir tiga jam mereka mengamati keadaan. lalu menuju jembatan sesuai instruksi si penculik. Tong sampah plastik ternyata berada dekat halte bus. Langit sedikit cerah dan jalanan tidak macet. hanya tumpukan paling atas dan paling bawah yang uang asli. bungkusan plastik hitam berisi uang itu sudah raib. jangan-jangan si gelandangan tadi orangnya. "Maaf. Permisi. Diameter gorong-gorong itu hampir satu meter. Karena yang ditunggu tak juga muncul.45 Mandala Baring mengendarai mobilnya keluar kompleks perumahannya yang tergolong mewah itu. dan jangan lengah. tampak sesosok gelandangan yang jalannya sedikit pincang perlahan turun ke sungai persis di bawah jembatan. Sepeninggal Mandala dari tempat itu. Selain ada tukang rokok. terlihat dua orang sedang memancing di sungai dekat jembatan itu. sebab mereka tengah asyik memainkan bidak-bidak catur. Pak!" Rupanya. "Mau ke mana. mengawasi dengan teliti kawasan di sekitar tong sampah dekat halte. mau buang hajat. Setelah diperiksa. "Mana Suwandi?" tanya si pembawa teropong kepada si tukang becak. Pak. "Sedang main catur dengan Bakri. tetapi belum ada orang yang datang mendekati tong sampah atau orang yang patut dicurigai. kedua pedagang itu tidak memperhatikan. Untungnya. "Sial!" pikir Mandala. Rupanya." jawab orang itu. para petugas itu lalu mendekati dan memeriksa tong sampah plastik yang penuh dengan sampah kertas itu. Tak berapa lama kedua pemancing itu naik ke seberang jembatan. sebagian dasar tong sampah itu ternyata berlubang. menemui dan bercakap-cakap dengan seorang tukang becak. cukup bagi orang dewasa untuk berjalan dalam posisi jongkok. Sesudah menaruh bungkusan plastik ke tong sampah. Salah satu dari kedua orang yang sedang memancing tadi merasa agak terganggu. "Kalau plastik berisi uang itu saya buang ke tong sampah. asal jangan lupa tugas." AKP Taufik geram karena merasa kecolongan. mereka adalah sejumlah petugas polisi yang sedang menyamar."Selipkan saja dengan potongan kertas HVS. Saat berhenti di atas jembatan. Salah seorang pengail mengeluarkan teropong kecil dari saku. 183 . Malam makin gelap. di sana ada gerobak roti dengan lilin menyala terang." "Boleh main. tentu kedua orang itu akan curiga." bentaknya. Pak? Bikin takut ikan-ikan saja. lalu dengan senternya menyorotkan cahaya ke arah orang itu. tembus ke gorong-gorong air yang langsung menuju ke sungai di bawah jembatan. Mandala pulang menunggu reaksi penculik dengan rasa waswas." Perlahan-lahan mobil Mandala meluncur ke arah halte. Seperti di film-film itu lo!" Tepat pukul 22. "Sialan." "Siap.

." Di foto itu tampak Dewi Anggraini hanya mengenakan kaus singlet.Mau menikah lagi Masih belum ada perkembangan baru sampai di suatu Sabtu pagi Mandala Baring kembali menerima surat dari si penculik." jawab Bharatu Suwandi. ia diberi kalung emas 15 gram. Pakaiannya rapi. pemilik warung nasi. ia tetap perlu diawasi." tutur Brigpoltu Ayu.. Sekali lagi." "Katanya tukang nasi. selebihnya hanya potongan kertas tak berguna. apa lagi?" "Partinah mengaku. Keluarga Baring makin panik. Menyaksikan foto itu. Polisi mencoba bertindak cepat dengan melakukan penyelidikan terhadap Salyono dan Tumini. Kali ini disertai selembar foto polaroid. "Bagaimana dengan Salyono?" "Ia tinggal di Prumpung. sebagai tanda jadi.. dari mana mendapatkannya? Kalau begitu. Anda mau bermain-main. bikinkan surat perintah pemanggilan untuk Salyono sebagai saksi." perintah AKP Taufik. pemilik warung nasi di dekat kantor majikannya. tangannya terikat ke belakang. "Maksud saya. Dalam beberapa hari selanjutnya tidak ada informasi apa pun dari si penculik." "Berarti. 184 ." jawab Bharatu Suwandi sambil tersenyum. yang mengejutkan. Itu karena ia punya kesempatan untuk berhubungan dengan orang lain. "Hus. 'perawan agak lewat'. setiap dua hari sekali Tumini belanja ke pasar. benarkah?" Dengan malu-malu Salyono mengiyakan. pada pipi kanan gadis itu. Aryati serta merta pingsan. karena akibatnya . "Apa perempuan itu masih lajang?" "Lajang. Salyono banyak uang dong. Uang yang Anda sampaikan ternyata kurang dari Rp 10 juta. Boleh saja. "Sepertinya. Tampangnya memang lumayan. seperti bekas sayatan pisau. Pulangnya selalu naik ojek. Namun.. kok 'perawat'?" tanya AKP Taufik. jangan bercanda. "Selamat pagi. Brigpoltu Ayu Mawarni melaporkan. Tapi sepertinya ia 'ada main' dengan Partinah. terlihat goresan luka yang meneteskan darah. tapi 'perawat'." AKP Taufik memberi salam. "Saya dengar dari beberapa rekan Anda di Kantor Pak Mandala Baring. Terus. "Meski tukang ojeknya selalu berganti-ganti. Anaknya empat orang. Pak Salyono.. Esok paginya Salyono memenuhi panggilan polisi. jangan main-main. lihatlah foto kiriman saya . Pak Salyono hendak menikah lagi dengan Partinah.

"Masalahnya, istri saya sakit-sakitan, Pak. Katanya, gejala sakit kuning. Enggak boleh kerja berat, enggak boleh capek. Kalau begitu, saya kebagian apa?" katanya sambil tersenyum penuh arti. "Sudah dapat izin dari istri?" "Belum sih, Pak. Tapi saya pernah menyinggung persoalan ini. Kayaknya, dia bisa maklum," jawabnya. "Mengurus dua keluarga itu berat lo, Pak, terutama soal keuangannya." "Partinah 'kan punya warung, saya tinggal tambahi sedikit modal, beres." "Berarti, Pak Salyono banyak duit dong," pancing AKP Taufik. "Banyak sih tidak, Pak, tapi ada sedikit. Pembagian warisan dari kampung. Sawah orang tua kami kena proyek jalan tol. Nah, uang ganti rugi itu dibagi dengan adik saya." "Omong-omong, selain Tumini, siapa lagi pembantu rumah tangga Pak Baring?" "Ada Bu Sumiati, tukang cuci, dan Bu Piyah, tukang bersih-bersih rumah. Maaf, Pak, di sini boleh ngerokok?" "Oh, silakan," jawab Taufik spontan. Dari sakunya Salyono mengeluarkan sebungkus rokok kretek, lalu sebotol kecil minyak angin. Salyono punya kebiasaan, sebelum disulut dan diisap, ia melumuri batang rokoknya dengan minyak angin. "Memang enak, rokok diolesi minyak angin?" "Kalau sudah biasa, enak, Pak. Kretek rasa mentol," sahutnya. Pembantu baru misterius Seminggu kemudian rumah Keluarga Mandala kedatangan seorang perempuan muda berambut pendek. Ia turun dari bajaj, menjinjing kopor. Tumini yang kebetulan mau berangkat ke pasar membukakan pintu pagar untuknya. "Maaf, Mbak. Apa betul ini rumah Pak Mandala Baring?" "Betul, Adik siapa?" "Saya keponakan Bi Piyah, dari Tasikmalaya." "Oh, yang mau menggantikan Bi Piyah? Iya, kemarin Bi Piyah bilang, mau pulang kampung beberapa hari, ada urusan penting." Gadis hitam manis bernama Sugiarti itu mengangguk. Sugiarti tinggal di kamar yang bersebelahan dengan kamar Tumini dan hanya dibatasi tembok berventilasi. Di malam hari Sugiarti lebih suka ngendon di kamar mendengarkan radio. Sudah hampir 10 hari Sugiarti bekerja di rumah Mandala Baring.

185

Bila hari sudah malam, Sugiarti sering mendengar Tumini seperti berbicara dengan seseorang. Ia juga sering memergoki Tumini sendirian di taman belakang malammalam. Sugiarti tidak tahu apa yang dilakukan teman kerjanya itu. Suatu sore selagi masih di kantor, ponsel Mandala Baring kembali berdering. "Halo, ya. Bagaimana? Saya harus antarkan ke mana?" jawab Mandala gugup. "Malam ini pukul 23.00 Anda mengendarai mobil sendirian. Siapkan uang, jangan lupa bawa ponsel. Saya akan beri petunjuk selanjutnya nanti malam. Ingat, jangan melapor pada aparat," ujar suara dari seberang. "Ya, ya. Tapi, bagaimana dengan anak saya?" "Jangan khawatir, dia aman bersama saya," jawabnya singkat sebelum mematikan telepon. Tanpa buang waktu, Baring menyiapkan uang yang diperlukan. Malam itu Sugiarti dipanggil Bu Aryati. Cukup lama ia berada di rumah induk. Ketika mau kembali ke kamarnya, ia dicegat Tumini. "Kok lama amat? Disuruh apa sama Nyonya?" "Bantu ngitung duit, sekalian memasukkan ke kopor." "Banyak duitnya?" "Banyak sekali, ratusan ribu semua. Saya sampai bingung ngeliatnya." "Untuk apa malam-malam begini nyiapin duit segitu banyak?" "Enggak tahu. Katanya, malam ini Tuan ada urusan." Menjelang pukul 23.00, Tumini membukakan pintu gerbang. Mandala Baring memasukkan kopor ke dalam mobil mewahnya. Ia tampak terburu-buru. Di perjalanan Mandala tampak seperti orang linglung, karena tidak tahu arah yang harus dituju. Beberapa saat kemudian, ponselnya berdering. "Anda terus saja ke lokasi yang dulu, dekat lapangan pacuan kuda. Dulu Anda ke kiri ke arah jembatan, sekarang ke kanan ke arah kuburan. Lewati terus gerbang kuburan, sampai Anda menemukan telepon umum. Berhenti di situ, turun dari mobil, tapi mesin mobil jangan di-matikan. Tinggalkan uang di jok depan. Saya akan memberi petunjuk selanjutnya." Perlahan Mandala mengemudikan mobilnya. Di sepanjang jalan tampak deretan warung remang-remang. Di dekat telepon umum di bawah pohon mangga, seperti yang dimaksud si penculik, ponselnya kembali berdering. "Seperti perintah saya sebelumnya, tinggalkan uang di jok depan. Mesin mobil harus tetap menyala. Anda bisa mengambil putri Anda di depan gerbang makam." Mandala sempat terkesima, keningnya berkerut. Nada suara orang yang meneleponnya sejak tadi sore terdengar berbeda dengan yang sudah-sudah. Suaranya dibuat-buat, seperti takut dikenali.
186

Makam itu sangat gelap. Tak tampak sebentuk sosok manusia pun di sana. Ketika ia tengah menajam-najamkan penglihatannya, tiba-tiba terdengar bunyi derum mobil. Terlambat, seseorang telah melarikan mobilnya, dan uang tebusan sebesar Rp 150 juta. Salah perhitungan Sekitar pukul 04.00 Tumini tampak berjingkat-jingkat ke luar dari kamarnya membawa tas besar. Saat ia keluar pintu gerbang, sebuah taksi kebetulan melintas. Taksi dengan penumpang Tumini kemudian meluncur ke arah Cililitan, lalu terus ke selatan. Sesudah melewati perempatan Kampung Rambutan, mobil itu berbelok ke kiri. Sekitar 100 m dari mulut gang, taksi berhenti di depan sebuah rumah papan bertingkat. Tumini segera masuk dengan kunci cadangan. Tanpa disangka, setengah jam kemudian, polisi sudah mengepung tempat itu. Setelah memberikan peringatan, polisi langsung mendobrak tempat itu. Di sebuah kamar di lantai atas, polisi mendapatkan Dewi Anggraini meringkuk di pojokan. Di depannya berdiri tegap Tumini. Di tangannya tergenggam sebuah cutter berlumuran darah. "Sudah sering saya bilang. Kamu boleh memeras, tapi jangan menyakiti sandera. Eh, kamu malah berniat mencabuli bocah ingusan seumur anakku," katanya beringas pada lelaki setengah mabuk, yang merintih di pojok lain ruangan itu. Bagian pinggul lelaki yang hanya bercelana dalam itu terluka memanjang bekas sabetan cutter Tumini. Dalam pemeriksaan diketahui, Tumini dan Sumarlan ternyata komplotan penjahat. Mereka pernah beroperasi di daerah Jakarta Barat. Ketika kedua majikan Tumini bekerja, ia leluasa menguras harta majikannya. Saat itu Tumini baru setengah bulan bekerja. Ia kabur membawa hasil jarahannya dengan mobil sewaan yang dikemudikan Sumarlan. Setelah itu dua kali mereka melakukan kejahatan serupa di sebuah perumahan mewah di Jakarta Selatan. Namun, mereka tampaknya salah perhitungan ketika bekerja di rumah Keluarga Mandala. Keluarga itu ternyata memiliki banyak pembantu rumah tangga sehingga kesempatan untuk merampok menjadi sulit. Memeras majikan dengan menculik anaknya adalah gagasan alternatif Tumini. Dengan harapan hasilnya akan lebih besar, meski risikonya juga tidak kecil. Tumini, janda beranak satu, dan Sumarlan perjaka pengangguran berniat menikah dan membuka warung di kampung. Untuk itu, mereka perlu modal. Malam itu, begitu tahu kalau Mandala sudah mengirimkan uang tebusan, buru-buru Tumini ke rumah kontrakan Sumarlan. Ia khawatir Sumarlan kabur dan menipu dirinya. Tumini belum percaya sepenuhnya pada kekasihnya itu. Ketika sampai, didapatinya Sumarlan tengah mabuk, bahkan hendak berbuat tidak senonoh pada Dewi. Nalurinya sebagai ibu bangkit, ia teringat pada anak tunggalnya di kampung. Cutter yang selalu ada di kantung bajunya pun ikut bicara. "Di foto polaroid pipi Dewi tampak terluka, tapi ini kok tidak ada bekasnya?" tanya AKP Taufik pada Sumarlan yang terbaring kesakitan. "Saya dulu pernah membantu bagian tata rias dan efek khusus sebuah produksi film laga."

187

karena sudah lama ikut saya. kok Sumarlan sudah meminta uang tebusan itu. Bi Piyah hanya dititipkan pada salah satu keluarga Polisi. Ia menggamit tangan Bi Piyah. Rombongan polisi segera mendatangi tempat itu. Tumini melihat masih ada polisi yang sering datang ke rumah majikannya. Ia sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri. "Pak Mandala. Polwan itu ternyata Sugiarti. betul. saya tidak menerimanya. Tanpa dia sadari." "Supaya Pak Mandala syok dan cepat mengirimkan uang tebusannya? Begitu?" Sumarlan mengangguk pelan. pagi-pagi Tumini pergi ke rumah Sumarlan. Mobil itu kosong. Rupanya. dia juga tahu. supir Anda?" "Oh. Dewi masih tampak lelah di pelukan ibunya. di lubang angin yang menghubungkan kamarnya dengan kamar Tumini." Dari anak buahnya AKP Taufik mendapat kabar bahwa mobil Mandala Baring ditemukan di pinggir jalan dekat TMII. "Ini Komandan. setiap malam Tumini berkomunikasi dengan Sumarlan menggunakan ponsel. bukti rekamannya. karena ia mabuk. lukanya cuma tipuan? Kamu buat dari apa?" "Dari sejenis lateks yang dilumuri 'darah'. sepertinya diinjak untuk mematikan apinya. mana uang seratus lima puluh juta itu?" tanya AKP Taufik setelah menerima laporan. "Yang semalam diantar sendiri oleh Pak Mandala!" "Kalau uang yang kurang dari sepuluh juta itu memang saya yang ambil. campuran madu dan zat pewarna. Ketika Mandala mengantar uang tebusan. dan direkam. Mikrofon itu dihubungkan dengan gelombang FM radio. Tumini. Pak?" tanya Sumarlan kaget. mikrofon yang sangat peka. Saya harus menunggu perintah dari Tumini. orang luar yang tahu hanya sekretaris saya. Tumini segera menelepon Sumarlan dan memarahinya karena merasa belum memberi tanda aman. ia naik taksi yang dikemudikan Bharatu Suwandi yang mendapat informasi dari Sugiarti. Sugiarti diam-diam memasang wireless FM. Tidak pulang kampung. Tapi kalau yang semalam. "Lalu. siapa saja yang tahu nomor ponsel Anda?" "Yang ini khusus untuk keluarga." katanya kepada AKP Taufik. terkejut ketika seorang polisi wanita memasuki ruangan. Di lantai jok pengemudi tampak puntung rokok kretek yang masih panjang. Celakanya. yang duduk di samping Sumarlan. selain Ibu. Puntung itu gepeng. di rumah kontrakan Sumarlan tidak ditemukan uang sebesar itu. Tumini tidak percaya. jawaban Sumarlan kacau. Karena takut dibohongi. Sejak sore saya hanya minum-minum. agak terlindung karpet." "Bagaimana dengan Salyono. Di dekatnya. tas berisi uang itu pun raib. "Uang? Uang apa."Jadi." jawabnya serius. Dari bukti itu diketahui. terdapat botol minyak 188 . Pagi itu juga AKP Taufik Abdullah meluncur ke rumah Mandala Baring. Pengakuan Sumarlan dibenarkan oleh Tumini.

" jawabnya agak grogi. ngobati istri. kamu ke terminal bus. "Pulang kampung. si pengemudi siap merokok. AKP Taufik menduga. Pak Salyono? Kok sendirian?" sapa AKP Taufik setelah memergoki Salyono di sebuah terminal bus antarkota antarprovinsi di Jakarta Timur. Salyono memang cerdik. Di dalamnya terdapat setumpuk uang. (Fiksi/Riady B. Puntung itu diambil lalu dicium AKP Taufik. rokok itu harus diolesi minyak angin sebelum diisap. rokok yang terlanjur disulut itu dimatikannya dengan diinjak. "Mau ke mana. Sakit sejak dulu enggak sembuh-sembuh. "Sekarang bagi tugas. Seperti kebiasaannya.angin yang kosong." perintah AKP Taufik kepada anak buahnya. di Jakarta) 189 . Dengan berat hati Salyono menyerahkan tas gendongnya. Tidak tercium bau apa pun kecuali aroma tembakau. "Boleh lihat isi tasnya?" sela seorang polisi di sebelahnya. Sarosa. jumlah dan nomor serinya sama persis dengan uang yang dibawa Mandala Baring semalam. Karena minyak anginnya habis. Kamu ke rumah Salyono. Ia pandai memanfaatkan kesempatan meski tidak punya sangkut paut dengan komplotan Tumini dan Sumarlan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful