Cerita Kriminal

www.intisari-online.com

Daftar Isi

01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24.

Stag Night Membawa Petaka Terkecoh Piringan Hitam Ada Perempuan Simpanan Jejak Porsche Yang Mengecoh Jebakan Buat Pangeran Hitam Horor Di Mount Vernon Direkrut Jadi Mitra Pembunuh Tergiur Simpanan Janda Tua Korban Ke-13 Cincin Berlian Memecah Kebuntuan Masa Lalu Terekam Di Kuku Surat Balasan Salah Alamat Beda Nasib Sejak Bayi Terlacak Dari Situs Internet Dikenali Dari Suaranya Rahasianya Di Balik Celana Kekasihnya Tewas Di Jalanan Gara-Gara Patah hati Saku Mantel Itu Menggelembung Di Balik Dinding Kampus Termakan Gosip Lukisan Cat Minyak Tanpa Tekstur ‘Nyanyian’ Sang Puteri Kalah Cerdik

2

01.

STAG NIGHT MEMBAWA PETAKA

Cheryl Miller memang belum menjadi selebriti. Namun, siapa pun yang pernah bertemu, apalagi mengenal gadis ini dengan baik, pasti setuju kalau dia memiliki pesona yang tidak dimiliki gadis muda berusia 21 tahun lainnya. Selain punya wajah cantik dan tubuh menarik, Cheryl - yang bekerja paruh waktu di sebuah toko roti di Saginaw, Michigan, Amerika Serikat - juga dikenal sebagai gadis yang cerdas dan mandiri. Donna Duquette - bibinya - masih ingat betapa keponakannya itu sangat perhatian kepada orang lain. "Jiwa sosialnya tinggi, terutama kepada keluarga dan kawankawan dekatnya," ungkap Donna. Tak aneh kalau Donna kemudian berkesimpulan, "Untuk gadis seumur dia, Cheryl benar-benar sosok yang luar biasa dan sempurna." Donna lantas bercerita, betapa keponakannya itu lebih memilih tinggal di sebuah apartemen, bersama seorang temannya, teman wanita tentu. Keputusan pindah itu tak diherani Donna. "Sejak usia belasan tahun, Cheryl sudah terbiasa melakukan banyak hal sendirian," tegas sang bibi lagi. Kalaupun butuh kawan, yang paling sering menemani dia hanyalah sepeda motor kesayangannya. Sepeda motor itu dibeli dari hasil tabungannya sendiri. Di kalangan teman-temannya, Cheryl pun sangat populer dan supel. Tak heran, dia gampang sekali menarik perhatian lawan jenis. Namun teman-temannya tak ingat, sudah berapa banyak cowok yang pernah menjadi teman kencan Cheryl. "Kami tak pernah mau ikut campur terlalu jauh pada urusan pribadinya. Cheryl terlalu baik untuk dibuat marah atau tersinggung," sahut seorang teman kerjanya. Pendek kata, Cheryl Miller bak mutiara yang sinarnya sangat terang dan diperkirakan bakal makin benderang di masa yang akan datang. "Bukan tidak mungkin, dengan karakter dan semua bakat yang dimilikinya, kelak dia akan menjadi seorang bintang. Seorang selebriti," Donna kembali angkat bicara. Namun, manusia memang hanya bisa memohon, karena pada akhirnya, Tuhan jua yang menentukan. Doa dan harapan mereka terhadap Cheryl tak pernah kesampaian. Bukan Tuhan tak mau mendengarkan, tapi Dia tampaknya punya rencana lain untuk sang "calon bintang". Rencana yang tak pernah diketahui manusia. Menuju jalan buntu Sabtu pagi itu, awal tahun 1970-an, di tengah cuaca gerimis, Cheryl Miller ditemukan kawan seapartemennya dalam keadaan tergeletak tak berdaya di tempat tidur, di apartemen mereka di Saginaw. Luka terbuka, meski tidak menganga, juga ditemukan di tubuhnya. Komentar-komentar terkejut terdengar dari kawan, tetangga, terlebih keluarga. Bersamaan dengan itu, suasana sedih dan duka menyergap seketika. Terutama, setelah muncul kepastian dari kepolisian dan rumah sakit bahwa nyawa Cheryl tak bisa diselamatkan. Sang "calon bintang" telah meninggalkan alam fana untuk selamanya. Kepergian yang terlalu pagi sebenarnya. Setelah itu, duka berubah menjadi luka, karena cara Cheryl tewas sungguh sangat mengenaskan. Hasil autopsi menyimpulkan, gadis manis itu mengalami kekerasan seksual. "Tampaknya, ia diperkosa, kemudian dicekik. Atau sebaliknya, dicekik dulu

3

"Tidak secara spesifik. dalam irama yang sama." tambah Donna. polisi kemudian mengarahkan penyelidikannya pada Abbass Esfehani. menyusunnya menjadi semacam puzzle yang harus dipecahkan. "Mana mungkin ada orang yang tega berbuat begitu sadis pada gadis sebaik dan secantik Cheryl?" tegas mereka. seorang pemuda asal Iran yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar. Meski belakangan. ikut menganggukkan kepala.30 . Apalagi motif terbunuhnya Cheryl jelas karena sesuatu yang sifatnya pribadi. Detektif Tom Reeder yang mendampingi Ron. kami sedang menyelidiki kemungkinan keterlibatan teman dekat korban. "Saya sangat kaget. dia agak khawatir pada sikap temperamental Abbass. Ron dan Tom mendengar selentingan kabar dari teman-teman Cheryl. untuk mendukung azas praduga tak bersalah." balas Ron. "Itu salah satu kemungkinan skenario yang perlu didalami. karena tak ada barang-barang milik korban yang hilang. "Saya tak bisa membayangkan. Mereka pasti sangat menderita. langsung menyisir lokasi. Tapi Cheryl sempat berkata." Ya. Cheryl diperkirakan meninggal antara pukul 05. "Beberapa hari sebelum kejadian. Cheryl tak ingin lagi bertemu. Kita belum bisa memastikan. teman-teman korban. Seperti Donna. ketidakcocokan mulai muncul.06. Ron sengaja merahasiakan nama Abbass. saat itu Abbass masih dalam status pacaran dengan korban. Keluarga. "Apakah polisi mempunyai calon tersangka lain. Seperti ada orang yang baru saja menembakkan peluru karet ke perut ini. "Pada kasus pembunuhan seperti ini." jawab Ron dan Tom tanpa dikomando. Mereka berhasil menemukan sidik jari Abbass di dinding yang mengarah pada kamar tempat 4 ." tukas seorang anggota tim forensik. lalu membunuh Cheryl?" tanya wartawan." detektif Ron Herzberg memberikan keterangan kepada wartawan.00. "Orangtua Cheryl tahu apa penyebab retaknya hubungan mereka?" cecar wartawan. Mereka bilang." Donna bercerita sembari memegang perut. semua disambangi." "Sang pacar marah. Berdasarkan masukan-masukan itu. Setelah mengamati kondisi mayat dan TKP. Tak lama setelah itu.baru diperkosa. orangtua korban sempat berbicara dengan anaknya. tetangga. Police line pun dipasang bersamaan dengan kesibukan polisi mengamankan barang bukti. bagaimana reaksi orangtua Cheryl saat itu. sehingga hubungan mereka kabarnya agak merenggang. Ron dan Tom mulai menanyai sejumlah saksi. Detektif Ron Herzberg dan detektif Tom Reeder yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) tak lama setelah ditelepon. Saat ini. benar-benar kaget. yang pertama kali kita selidiki biasanya adalah orang-orang yang mengenal dan dikenal korban. Ron dan Tom memang langsung mengumpulkan data dan fakta. apalagi melanjutkan hubungan dengan pacarnya itu. mereka semua tidak percayaan. Ini bukan perampokan. seraya menambahkan. selain teman dekat korban?" "Kemungkinan itu juga sedang kami selidiki.

" Ron menirukan keterangan dan janji yang didengarnya dari koleganya di seberang lautan. Berbagai kemungkinan dan skenario pun coba dipikirkan. Dari situlah daftar tersangka baru kasus pembunuhan dan pemerkosaan Cheryl dibuat. Hanya selang beberapa hari sejak tewasnya Cheryl. Mereka melakukan check and recheck terhadap orangorang yang pernah diwawancarai. yang warna hitamnya mirip dengan rambut di sisir milik Abbass. jika terus bertahan di Amerika Serikat. yang bisa dilakukan polisi Iran hanyalah "menginterogasi" Abbass dalam hitungan jam. sekaligus frustrasi. Mereka tak mau kehilangan buruannya begitu saja. minta agar Abbass ditahan. Polisi betul-betul dibikin bingung. pihak berwajib tak pernah memiliki kesempatan menginterogasi Abbass. Polisi juga mencari dan memintai keterangan saksi-saksi baru. Bahkan sampel itu juga tak cocok dengan rambut yang ditemukan di sisir milik Abbass. Alhasil.mayat Cheryl ditemukan. "Kami tak bisa melakukan apa-apa. keluarga dan teman-teman Cheryl mulai merasa. lima bulan setelah ditemukannya mayat Cheryl. Tapi kami akan memenuhi permintaan Anda. Polisi tentu kebakaran jenggot. karena ketiadaan bukti. atau malah hebatnya. setelah diteliti. polisi masih terus memburu pemerkosa dan pembunuh Cheryl Miller. Polisi berusaha keras. untuk mengirim sampel rambut Abbass ke Amerika. Saat itu. Kumpulan barang bukti itu makin menguatkan kecurigaan aparat kepolisian pada pemuda asal seberang lautan itu. Tanpa membuang waktu. "Kami tak punya bukti untuk menahan dia. Alverez yang pernah menumpang beberapa waktu di apartemen itu dicurigai mempunyai kaitan 5 . upaya menemukan siapa pembunuh dan pemerkosa Cheryl. tampaknya mengarah ke sebuah jalan. Sebagian barang-barangnya bahkan ditinggalkan begitu saja di Saginaw. Abbass menjual mobilnya. atau mengarah pada ditemukannya pembunuh Cheryl. polisi akhirnya menghentikan (sementara) perburuan terhadap Abbass Esfehani. karena dugaan terlibat dalam kasus pembunuhan dan pemerkosaan. karena memang tak ikut menyaksikan. apakah ada orang lain di luar Abbass yang pantas dimasukkan dalam daftar tersangka. mereka segera menghubungi rekan sejawatnya di Iran. Calon tersangka itu tampaknya menyadari kerepotan yang bakal dihadapinya. bernama jalan buntu! Alibi tak terbantah Dua tahun setelah mentok di jalan buntu. Namun. Dalam kurun waktu dua tahun itu pula. Abbass sendiri sejak kejadian itu tak pernah lagi berkunjung ke Amerika Serikat. Polisi juga menemukan beberapa helai rambut di tubuh sang gadis. polisi sempat menawarkan hadiah uang buat mereka yang dapat memberikan petunjuk penting. tanpa barang bukti. sampel rambut yang dikirim Kepolisian Iran itu ternyata sama sekali tidak cocok dengan contoh rambut yang ditemukan di tubuh korban. saat sampel diambil dari Abbass. Selain Abbass. Mereka berhasil menjaring keterangan dari sekitar 150 orang saksi. yang tertinggal di bekas kediamannya di Saginaw. Sayangnya. lalu terbang ke negara asalnya. dua nama lain yang masuk dalam daftar tersangka adalah Antonio Alverez (sepupu teman seapartemen Cheryl) dan Gabriel Ferris. Herannya." jelas Ron.

yang saat peristiwa pembunuhan Cheryl terjadi masih remaja . perlahan tapi pasti. Masalahnya." bilang Dona. Namun. pihak kepolisian Saginaw bertekad mengadakan penyelidikan ulang atas kasus berumur puluhan tahun ini. Kini. kini banyak yang sudah berusia setengah baya dan sakit-sakitan. orang yang sedang berbulan madu menyempatkan diri memperkosa dan membunuh bekas pacarnya? Secara logika. karena orang-orang yang dulu segar bugar. yang satu ini agak unik. ketika arsip kasus Cheryl Miller akhirnya dibuka kembali pada 1994. 6 . Saat kabar pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl menyeruak.bergerak mendatangi saksi-saksi yang dulu pernah dimintai keterangan. bahkan sempat masuk hotel prodeo. Dengan kata lain. menyusul ditemukannya kemiripan antara sampel rambut Alverez dengan rambut hitam yang ditemukan di tubuh korban. Jelas tak gampang. Apakah masuk akal. Beberapa detektif . mestinya tidak. Ketika itu. seperti berkali-kali diceritakannya pada polisi. bahkan paling minim jika dibandingkan dengan dua tersangka lainnya. Namun. persisnya di sebuah cottage di kawasan wisata Lake Huron. bersama istri yang baru saja dinikahinya. yang meninggal dengan membawa serta semua kedukaannya ke alam baka. polisi mengarah ke jalan yang sama. Akhirnya. arwah Cheryl dan orangtuanya bisa beristirahat dengan lebih tenang. Bagaimana dengan Gabriel Ferris? Nah. dengan ditemukannya bukti-bukti baru yang mengarah pada tertangkapnya tersangka. arsip kasus Cheryl Miller dimasukkan ke dalam peti. menjadi "berkah" tersendiri. "Melihat betapa gugupnya dia ketika berbicara tentang Cheryl. lantaran terlibat peredaran obat-obat terlarang. Polisi juga menemukan sidik jari Ferris di meja rias dekat tubuh Cheryl ditemukan.dengan kematian Cheryl. Ferris sedang berada sekitar 65 mil dari Saginaw. Jadi. Detektif Reeder pernah beberapa kali berjumpa Ferris. sejauh mana tingkat kesamaan antara sampel rambut Alverez dengan rambut yang ditemukan di tubuh Cheryl. bahkan sudah ada yang meninggal dunia. Ferris sendiri sebenarnya berasal dari keluarga cukup berada. insting saya bilang. Hubungan intim terakhir yang mereka lakukan konon hanya sekitar sepekan sebelum pembunuhan. "Mudah-mudahan. Di sana." sergah Tom Reeder. dia mengakui pernah menjadi pacar dan berhubungan seksual dengan Cheryl Miller. tetapi dia kerap berurusan dengan polisi. inilah pembunuh Cheryl yang sesungguhnya. Ferris memang tidak meninggalkan jejak rambut di tubuh korban. polisi dengan hanya mengandalkan teknologi yang dimiliki saat itu belum dapat memastikan. Kasihan mereka. Termasuk kedua orangtua Cheryl. Ferris menjadi calon tersangka paling sempurna di antara tiga calon tersangka dalam daftar polisi. jalan buntu. untuk kedua kalinya. Saat terjadinya pembunuhan. status Ferris adalah pengantin baru yang sedang menghabiskan malam pertama bulan madunya di sebuah tempat peristirahatan di luar Saginaw. bukti fisik terhadap Alvarez sangat minim. Ferris justru satu-satunya calon tersangka yang memiliki alibi paling sulit dibantah. Sedangkan mereka yang 20 tahun lalu sudah menjadi orangtua atau berusia setengah baya. Polisi bahkan "tersesat" di jalan buntu itu selama hampir 20 tahun! Saksi tua renta Makanya. Ferris menghabiskan malam pertama bulan madu.

bahkan berani bersumpah. Ketika sedang mencari angin segar di luar.seperti kamu lihat sekarang . "Ucapan-ucapan Ferris akan menjadi bukti penting bagi kami.saat ia dipenjara karena masalah narkoba . Ehh. masih banyak saksi lain yang merekam bahwa pada tahun-tahun pertama setelah terbunuhnya Cheryl. Yang pasti." jelas polisi. sebelum Matahari terbit. Faktor pemberat penemuan sidik jari itu. tak jauh dari lokasi tempat ditemukannya mayat Cheryl. Bangkainya sampai nyangkut di roda. Ferris pernah mengaku terus terang: dialah pembunuh Cheryl! Polisi juga mendapat "kutipan berharga" dari seorang perempuan ." sang mantan istri membuka kisahnya. Bukti-bukti lisan itu makin meyakinkan. Setelah bercerai dari Ferris. Aku enggak tahu ke mana. Seorang mantan napi lainnya.bekas pacar Ferris ." demikian ucapan yang sering didengar sang mantan pacar sepanjang perjalanan. Nah. berupa sidik jari Ferris di meja rias.yang pernah menemaninya berkendara jauh pada 1976. sehingga bulan madu hari pertama yang selama ini menjadi alibi tak tergoyahkan. Ferris yang selama 20 tahun berlindung pada alibi bulan madunya itu kini harus menghadapi kesaksian demi kesaksian yang perlahan-lahan membungkam "senjata" yang selama ini meloloskannya dari cengkeraman aparat penegak hukum. sempat menyatakan keheranannya. "Hampir bisa dipastikan. Terri yang terbangun oleh kedatangan Ferris. "Astaga. Polisi menyebut kebiasaan buruk Ferris yang tak bisa "menjaga mulut" sebagai salah satu faktor yang meringankan pekerjaan mereka. mungkin dia mau menyeberang jalan. "Kamu dari mana. gong dari semua gong adalah keterangan mantan istri Ferris. apa yang terjadi. Sungguh. Karena kaget. Ferris kerap berperilaku dan berbicara aneh tentang pembunuhan yang menimpa mantan kekasihnya itu. lantaran letaknya hanya beberapa inci dari posisi kepala korban saat ditemukan. Terri akhirnya mau berterus terang. Cheryl hanyalah satu dari lima perempuan yang pernah ditidurinya dalam kurun waktu yang hampir bersamaan. tiba-tiba muncul seekor kelinci. sidik jari seperti itu biasanya ditinggalkan oleh si pembunuh. karena polisi berhasil mendapatkan sejumlah fakta baru dan penting. Ferris sebenarnya sempat keluar kamar. akhirnya ketabrak. saya benar-benar tidak berniat melakukannya. baik dalam keadaan sadar maupun mengigau.kini sudah pensiun . Bukan tentang Abbass Esfehani atau Antonio Alvarez. tapi tentang si pemilik alibi terkuat. dia sudah kembali ke cottage. untuk menjebloskannya ke dalam bui. dua tahun setelah kematian Cheryl. Detektif Roy Walton . Bekas teman satu sel Ferris .sebagian darahnya 7 . "Saya tidak berniat melakukannya. Begitu mematikannya "nyanyian" Terri.yang ikut membuka kembali kasus Cheryl Miller pada 1994 bersaksi bahwa Ferris pernah bilang. Yaaa. ini darah kelinci. Namun. karena aku sendiri langsung tertidur. aku enggak sempat ngerem." sebut polisi. Kamu terluka?" "Bukan. saat aku mau menarik bangkainya . Selain Roy Walton. akhirnya tidak lagi menjadi bagian yang hilang (missing link) yang mengganggu penyelidikan polisi.Dona kali ini memang boleh berharap banyak. honey?" Ferris tak langsung menjawab. jika ditambah "temuan lama". Terri Igaz.pun mengaku Ferris sering sekali berbicara tentang pembunuhan itu. "Setelah melakukan hubungan intim. Gabriel Ferris.

Terri tak pernah mau lepas dari Ferris. "Orangtua Cheryl memang tak bisa lagi menyaksikan jalannya sidang kasus pembunuhan anaknya. Dari pagi hingga menjelang malam. "Saat menonton. Hampir setiap aktivitas mereka lakukan bersama-sama. Lagi pula. Ferris ternyata masih berusaha mengencani Cheryl untuk terakhir kalinya. yang disayanginya melebihi anak sendiri. sembari menunjuk bercak darah di bajunya. Di persidangan. Saat itu. sehingga ia tak tahu apakah masih tersisa noda darah di roda. merasa sangat bahagia jika kasus ini akhirnya terungkap. Meski sudah memilih Terri menjadi istri. Alhasil. lalu melarikannya ke Saginaw. pikiran Ferris tetap tak bisa lepas dari apartemen Cheryl. Ferris sempat bertingkah aneh saat menyaksikan berita pembunuhan dan pemerkosaan Cheryl di televisi lokal." Kesaksian Terri menjadi kartu As polisi untuk mematahkan alibi yang selama 30 tahun terakhir ini menyelamatkan Ferris dari ancaman hukuman berat. sebelum aku menikahi kamu. Hanya itu. Pacar terakhir.00 siang. aneh sekali. bibi Cheryl." imbuh Terri." ucap Donna. Dia merasa harus percaya pada cerita suaminya. dia itu bekas pacarku. sebelum betul-betul menjadi "suami". Donna memang menjadi anggota keluarga Cheryl yang paling rajin mengikuti sidang." Ferris beralasan. Tapi saya. dia meraih kunci kontak mobil.malah menempel di baju. ingin berkencan. ternyata dia cuma sedang berakting. Namun malam itu. yang disebut-sebut Ferris baru saja menabrak kelinci. Nyanyian mantan istri Terri bahkan tak terlalu ambil pusing. Dia benar-benar ingin menikmati suasana romantis bulan madu. meski raganya berada di rumah peristirahatan di Lake Huron (sekitar satu jam perjalanan dari Saginaw). bukan memperkosa. persisnya jam 11. Niatnya jelas. sering juga disebut "stag night". Terri tak menyadari kegelisahan Ferris saat itu. tempat tinggal sang mantan pacar. Toh. niat Ferris untuk menyambangi apartemen Cheryl tetap menggebu. Tentu saja. betapa pun telatnya. Akting pura-pura menangis. Terri cuma manggut-manggut. atas nama keluarga. sekadar iseng atau hati kecilnya sebetulnya lebih mencintai Cheryl ketimbang Terri. Tapi setelah aku perhatikan lebih teliti. ketika beberapa jam kemudian. tanpa ekspresi. apalagi membunuh. justru setelah dia selesai menunaikan tugas sebagai suami di malam pertama bulan madunya. Keberhasilan yang amat sangat disyukuri keluarga besar Cheryl. lelaki itu hanya berucap ringan. Perempuan yang terbunuh itu. Entah apa yang ada di benak Ferris saat itu. kesempatan yang ditunggu-tunggu tak jua datang. menjadi motif pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl. persis sebelum melakukan hubungan resmi sebagai suami istri. "Lihat. Keinginan bercinta untuk terakhir kalinya dengan bekas pacar. malam atau dini hari itu juga. dia tak pernah absen membela Cheryl. polisi merangkai teka-teki kematian Cheryl Miller dengan merekonstruksi peristiwa menghebohkan 30 tahun lalu itu. Sejak 30 tahun lalu. Ferris baru punya "waktu luang". dia mengeluarkan suara parau. bulan madu bukanlah saat yang tepat untuk bertengkar. 8 . Adik saya bahkan sampai meninggal karena stres. Terri juga tak ingin memeriksa mobil. Saat Terri menatap Ferris dengan pandangan heran. Yang pasti. rasanya mirip orang menangis.

Kacanya pecah. penolakan itu membuat Ferris naik pitam. pembantu rumah tangga keluarga Bonfield. Dari kepalanya. seperti biasa. kepala Louise dipukul dengan benda dari kuningan itu. Hal itu tampak dari memar keunguan di sekitar leher. yang masih berteriak kencang karena ketakutan. perempuan malang yang diharapkan menjadi selebriti oleh kawan dan keluarganya itu dicekik. Dua puluh tahun sejak terjadinya pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl Miller. "Saya yakin ia melakukannya. Kepada polisi. Ferris yang pada saat itu berumur 55 tahun harus mempertanggungjawabkan dosa yang dibuatnya di masa muda. kesaksian terakhir ini ditolak mentah-mentah di pengadilan. namun jarum jamnya menunjukkan angka 22. dia malah mendapat semprotan. Mereka mendapati mayat Louise Bonfield terbujur kaku di tempat tidurnya." Namun. "Ferris punya kemampuan untuk melakukan itu. yang datang dari arah depan rumahnya. sebelumnya dia telah dua kali berusaha membunuh Cheryl. polisi datang ke lokasi. sampai napasnya tak lagi berembus. Lalu. Karena belakangan. dipenuhi darah. Louise juga dicekik. ketika telepon dari Tuan Gamble yang tinggal berseberangan dengan keluarga Bonfield berdering di kantor kepolisian terdekat. Gamble terbangun gara-gara mendengar suara seseorang menjerit. kedatangan Ferris tak mendapat sambutan hangat Cheryl.12. TERKECOH PIRINGAN HITAM Jam menunjukkan pukul 23. polisi mendudukkan Gabriel Ferris di kursi terdakwa. Saya sangat yakin." bisa jadi begitulah bentuk semprotan Cheryl. baik oleh Ferris maupun pengacaranya. "Tak ada kata terlambat untuk memenjarakan seorang pembunuh. Ditemukan juga sebuah jam kuno terbuat dari kuningan di lantai. Seorang calon selebriti asal Saginaw. Tak ada lagi stag night. Beberapa menit kemudian. Bisa ditebak. darah segar masih basah mengalir akibat luka bacok. Isi kamar tampak berantakan tak keruan. Polisi menemukan potongan kaca nako yang berasal dari jendela belakang.35. Ia segera menyambar jas di dekat tempat tidur untuk menutupi piyama yang dikenakannya. Sepuluh menit sebelumnya. Dompet manik-manik milik Louise didapati dalam keadaan kosong. entah untuk alasan apa.Sayangnya.(Kisah nyata/Chris Hansen/Icul) ) 02. Kekerasan fisik dan seksual pun diterima Cheryl yang mengakibatkan sedikit luka terbuka. kami juga mendapat bukti. Tempat lilin yang terbuat dari kuningan. Hannah mengaku pertama kali mendapati mayat pukul 23." Terlebih pembunuh mutiara yang sedang bersinar terang. tepat di depan pintu masuk rumah. akhirnya dengan yakin. Seperti diucapkan seorang perwira polisi. Pak Gamble kemudian menghampiri Hannah Swenson. dan saya tidak mau berhubungan seksual dengan lelaki beristri. jadi sudah resmi jadi suami Terri. atau 10 tahun sejak kasus menghebohkan itu diangkat kembali dari peti X-file Kepolisian Saginaw. tepatnya tahun 2004. Terri. ikut bersaksi. Rupanya. "Kamu sudah melakukan hubungan suami-istri. Sebaliknya." Bahkan mantan istri Ferris. Saat itu. wanita berdarah 9 . Ia memang punya kebiasaan buruk memukuli istri. yang biasanya diletakkan di atas perapian. Laci-laci dikeluarkan dari tempatnya dan isinya berhamburan keluar.00.

Tak lama kemudian. "Ya. "Oke. Salah seorang menjelaskan hasil sementara penyelidikan mereka atas pembunuhan Louise Bonfield. Hanya lebih detail. "Istri bapak terbunuh. "Sepanjang sore ini Anda di kantor. kalau-kalau keterangannya masih diperlukan. George kembali ke rumah. Sebagian memakai seragam. Tanpa mengeluarkan sepatah kata. Ia segera mengumpulkan keterangan dari tetangga seberang rumah. Si pencuri tak menyadari ruangan yang dimasukinya kamar tidur pemilik rumah. Ia menunggu pertanyaan apa lagi yang akan diajukan inspektur. Dua polisi berbadan tegap ikut masuk. istri Anda dibunuh oleh pencuri yang dipergoki berada di ruangan ini. Dengan langkah gontai. "Ya. Joe Tyler ikut mendampingi. Tujuannya semula merampok. karena Louise menyimpannya di safe deposit box di bank. Kami minta Anda segera ke rumah. ada di dompet manikmanik. sehingga batuk pun reda. Tuan?" tanya seorang polisi. suami korban. tenggerokannya lebih nyaman. Ia tak tega menyaksikan kepergian Louise dengan cara tragis seperti ini. Bonfield dipanggil ke kantor polisi. seorang pria berwajah ramah datang bersama seorang stenografer. George menatap mayat istrinya dengan perasaan berkecamuk. George memasuki kamar tidurnya yang dipenuhi beberapa orang polisi. Kalaupun punya. George dapat mendengar Joe Tyler." ujar salah seorang polisi. Louise. Tapi akhirnya membunuh karena istri Anda mengagetkannya. Tyler mengetuk pintu ruangan. George terlihat siap. menerima kedatangan beberapa tamu. hampir tak kedengaran. "Tak ada berlian dan surat berharga di rumah kami. Saat itu. asistennya. kita teruskan." kata George dengan suara pelan. Namun pria itu hanya mengangguk dan berlalu. Tanpa membuang waktu. Ia merasa." George tampak menyesali perbuatan si pelaku. Inspektur Christopher McKee dari Divisi Pembunuhan Kepolisian Manhattan." jelas George. "Istri Anda. Tak lama kemudian. polisi langsung mencari George Bonfield. Baru pagi harinya.Belgia itu selalu menaruh segelas jus jeruk di meja samping tempat tidur majikannya. Tak jelas apa yang mereka perbincangkan. tak seberapa. menghampiri George. Pertanyaan Christopher masih sama dengan pertanyaan semalam. Rambutnya lengket oleh darah dari luka di kepala. lainnya tidak. Pria itu. Gambaran 10 . Tiga detektif lain masuk dan ikut mendengarkan keterangan Bonfield. Ini pekerjaan rutin penyidik. 'kan?" tanya McKee. Setelah itu. Wajahnya pucat pasi. Pelaku menyambar tempat lilin dari perapian. juga memukulnya dengan jam hingga tewas di tempat. yang sedang dalam perawatan dokter sejak kena serangan batu empedu. seraya membaca laporan tertulis kesaksian Hannah. setelah minum jus jeruk. "Kami menyimpulkan. karena suara mereka terdengar seperti setengah berbisik." jawab George. George mulai punya firasat buruk tentang keluarganya. Dibunuh atau dirampok? Dari dalam ruangan di kantornya. Kami juga akan melanjutkan pertanyaan yang lebih detil kepada Hannah setelah kondisinya membaik. memang sering terbangun di tengah malam karena batuk kecil.

Saya ingat karena kami menghadapi pekerjaan yang banyak. "Nyonya Bonfiled terbunuh pukul 22. Dalam pembicaraan itu saya mendengar George bilang : Sekarang jam 22.peristiwa ini akan segera terungkap. Frank. Tuan George?" pertanyaan Christopher seperti tak terduga. pada jam itu George berada di kantor?" "Ya." Christopher mempersilakan Joe Tyler memperkuat kesaksian George. Namun faktanya memang begitu. Suara George terdengar dari ruangan saya. Dengan alibi itu. Joe Tyler. Ia pun tak kalah emosi. Ia berusaha bicara." papar Joe Tyler. Setelah itu. apa sebenarnya yang Anda lakukan tadi malam?" Bonfield menyilangkan sebelah kakinya ke kaki yang lain. sekitar pukul 19.30. semuanya beres. bahwa George berada di kantor sejak pukul 20. 11 . Setahu saya. Bayangan istrinya masih jelas dalam ingatannya. Tyler yakin George selalu berada di ruangannya. Christopher tampak tenang dan tak terpengaruh sedikit pun oleh keterangan Tyler.45. Nah. Betul. "Karena saya ingat waktunya. Namun sulit baginya melontarkan suara. di sebelah ruangan saya. Tyler pun bersaksi. juga kamar Hannah. saat peluncuran produk Darling Soap. "Maksud Anda. "Kami makan malam. George sangat gelisah dengan mepetnya waktu yang diberikan Morisson. "Dari ruangan Anda. Bahkan jam 22." "Anda sendirian di kantor?" "Dengan asisten saya. Ini artinya. jelas tak mungkin George pelaku pembunuhan sadis Loiuse. terdapat pintu yang langsung terhubung menuju jalan utama.35 jelas sekali ia tengah mengontak Frank Morisson bahwa tugasnya segera siap pagi ini. Bersama anak buahnya ia kembali menuju kediaman George. Mereka memutari halaman rumah keluarga Bonfield. kalian menuduh saya pelaku semua ini?" kata George sedikit emosi.35. Dua jam lagi kami menyelesaikannya. "Betul. hingga saat polisi datang. Inspektur? Coba lihat kembali laporan tertulis mengenai waktu kejadian!" Christopher mengangguk pelan." "Kenapa Anda begitu yakin?" tanya sang Letnan dengan pandangan tajam. sekarang katakan. seperti biasa saya meninggalkan rumah satu jam berikutnya.35. Tapi ia berada di ruangan lain. Christopher tidak mengatakan sepatah kata pun. Ia sampai merasa perlu mengontak Frank dan meyakinkan bahwa besok. Kami tengah menyiapkan peluncuran Darling Soap People. Saya mendengar sendiri pembicaraan itu. Joe Tyler bangkit dari duduknya. Besok pagi acara Anda akan beres. 'kan. Tadi malam pekerjaan di kantor sangat banyak. memeriksa ulang pintu dan semua jendela. George agak kaget.

"Saya baru saja mengontak Frank Morisson dari Darling Soaps. Sangkal-menyangkal perihal pintu masih berlangsung. silahkan tandatangani laporan ini. Di kamar mandi mereka mendapati serpihan topi berwarna hijau yang diduga milik salah satu klien George yang tertinggal. Namun McKee masih terus mempengaruhi Hannah." ujar gadis bermata biru dan berwajah bulat tersebut. Ini hanya formalitas saja. "Hannah. Namun George tak bisa menyalahkannya. Di tempat lain. Tak lama kemudian. Laporan tertulis tampaknya sudah hampir final." tegas Hannah yang gigih bertahan dengan ingatannya. Fotokopi laporan tertulis pembunuhan Louise berada di atas meja inspektur. Pelaku melepas rantai dan memutar kunci agar ia bisa berlari usai membunuh Nyonya Bonfield. Sejenak darah George berdesir. Ia bilang Tuan Bonfield menghubunginya pukul 22.Ruangan George di kantor juga tak luput dari pemeriksaan ulang. Seseorang telah membukanya. Untuk pertama kalinya sejak Louise terbunuh. Namun ia berusaha menahan diri. Dengan lugu wanita itu menggambarkan kembali situasi pada malam kejadian. "Saya berteriak. ia kembali dipanggil ke kantor polisi. "Pak Bonfield. sebetulnya pintu itu memang tidak dalam keadaan terkunci.00 ia membuat jus jeruk untuk dibawa ke kamar Ny. Sayalah yang membuka pintu itu. mengurusi tetek-bengek rumahtangga. Ia benar-benar tak menghendaki kehadiran Hannah. Di ruangan ini penyelidikan dilaksanakan lebih intensif. Lima menit kemudian." "Saya tidak peduli.35." McKee dan keenam rekannya terdiam. Tak sengaja mengaku Sayangnya. Ia takut dituduh sebagai pelakunya. ketika tiba-tiba pintu ruangan terbuka. George yang sejak awal tidak menyukai kehadiran Hannah jadi tambah kesal. Jadi bukan kamu yang membukanya. Pintunya terkunci ketika saya berada di kamar Nyonya. Inspektur menatap wajahnya. bahwa pintu menjadi rangkaian rencana pelaku. George bernapas lega. Tampak Hannah. datang bersama polisi lain. Hampir lima orang penyidik berada di ruangan Inspektur Christopher McKee. Saya turuni tangga dengan berlari menuju pintu utama. karena Hannah tampaknya diundang McKee. McKee mengulang-ulang pertanyaan yang sama. untuk menghindari diri dari Hannah. ia bisa beristirahat dengan nyaman. Hannah seharusnya di rumah. seorang detektif lain masuk. McKee menyodorkan laporan tertulis hasil penyidikan kepada George. Nadanya datar. 12 . Beberapa hari kemudian. "Maaf mengundang Anda kembali." pintanya. kenyamanan George tak berlangsung lama. sang pembantu. Mereka bercakap-cakap mengenai pekerjaan untuk pagi berikutnya." sapa Christopher. ia menyaksikan sesuatu yang mengerikan. hingga Hannah mulai menangis. Bonfield. Menjelang lima menit sebelum pukul 23. George baru saja menancapkan penanya di kertas laporan. Kepada Hannah. Lalu membukanya dan lari lewat pintu itu.

sebab sayalah yang…" teriak George tanpa sadar. semua orang di ruangan menatap George tak percaya. Ingin rasanya ia berlari dari ruangan itu. bulan demi bulan. Sebab aku sendiri yang membukanya ketika pertama kali masuk ke rumah pukul 22. meski rambut putihnya terlihat di sana sini. Tuan Bonfield!" Bibir Bonfield memucat. Saya tahu itu. Tapi tetap saja akhirnya terjadi slip lidah. Ia sendiri kaget mendengarnya. Bahkan juga dalam hal yang tidak seharusnya dia pikirkan. "Sayalah yang membunuhnya. Betahan 20 tahun lagi? Bulu kuduk George langsung bergidik. kamu harus menemui orang-orang asuransi. "Oh. lho. Sejak menjalani terapi. Hannah. Mendadak. Jangan sampai ditunda minggu depan…. minggu demi minggu."Dasar pembantu bodoh. Louise selalu saja punya ide yang sangat jelas dan sulit dibantah. yang selalu mengatur segala hal. Namun McKee terus dan terus menekan Hannah dengan pertanyaan seputar pintu. Di usianya yang memasuki 56. Istrinya. Membayangkan hari demi hari. Itu. tahu apa dia?" sergah George dalam hati. pintu tersebut dalam keadaan tak terkunci beberapa saat sebelum jam 23. "Tentu saja pintu itu sudah terbuka ketika kamu menuruni tangga.24. Mata George yang makin kesal. usia Louise akan bertahan 20 tahun ke depan. Menurut dokter. jika rajin terapi dan beristirahat yang cukup. sejak mereka menikah. Kesannya sangat mengatur. akhirnya memerah. sesibuk apapun. Tepatnya. juga warna wallpaper di ruang makan yang mestinya masuk dalam tanggungjawab pemborong. "George. ia merasa jenuh dengan pernikahannya. "Oh. Makanya kita harus mulai merencanakan investasi baru. Louise sudah berada di ranjangnya pukul 21. Anda tahu kalau pintu itu sebetulnya sudah dibuka? Teruskan. Termasuk Inspektur McKee. Ia bak menahan berkecamuknya beragam perasaan. Ya ucapannya. acountnya Randall. ia masih cekatan mengatur segala hal.00. pertahanan itu jebol! Ia tak tahan lagi. Belakangan. Percintaan putri mereka pun diaturnya. Ia sudah berhati-hati sejak kemarin. George masih terlihat gagah. Sampai akhirnya. Dalam keadaan sakit pun. termasuk dominan dalam mengatur rumahtangga. Setiap langkah sudah kuperhitungkan dengan matang. Terang saja. iya …masih ada satu hal lagi yang mau aku bicarakan." 13 . ya tingkah lakunya. asuransimu akan jatuh tempo. Ia merasa bagai hidup di ketiak istrinya.00." "Ya. Ada rencana tertentu di otakku. George tampaknya benar-benar tak tahan." sahut George enggan. membuatnya muak. Louise. Ia ingin segera menghentikan pembicaraan tentang pintu itu. hingga tahun demi tahun yang harus dijalaninya bersama Louise." ujar George pelan. Tapi kemana? Tak ada tempat yang aman untuk bersumbunyi. Dalam waktu 3 bulan. seraya menutupi wajah dengan kedua belah tangannya Jam dan piringan hitam George Bonfield dan Louise tinggal di lantai pertama di rumah mereka di kawasan West Thirteenth Street yang telah mereka diami selama 30 tahun.

Tidak melakukan aktivitas apapun. ia berkemas ke rumah."Ya. Tapi George mencegahnya. jangan bangunkan saya. Habis itu. ingat ya. Pertama kali yang ia copot adalah bel dari jam wekernya. Setelah puas bereksperimen. ia sudah tak menginginkannya. Louise sedikit tak percaya. Ia sedikit menyalahkan Hannah. kamu mesti membawa jus jeruk jam 23. barulah ia menaruh "perkakas" barunya itu ke dalam laci. Tentunya di saat kantor sudah sepi. ia melakukan eksperimen dengan barang-barang yang baru dibelinya itu. jam tersebut tidak apa-apa. Ketika seorang klien di luar kota memintanya datang ke peluncuran produk baru. Malam itu. Hannah. 14 . Tapi letaknya sangat strategis untuk berbisnis. George juga membeli senar-senar tipis. Biar aku lihat. "Ya. Semula Hannah menawarkan untuk memanggil tukang servis jam. "Jam di atas tungku tidak berfungsi. Sekembalinya dari luar kota. Agensi iklan yang ia kelola tak seberapa besar dari segi ruang. Tapi anehnya. Eh. Ruang yang satu dihuni Joe Tyler dan dua stenographer. Kantor George terletak di lantai kedua dari salah satu gedung di West 42 Street." katanya. Tuan." katanya. terdengar pintu diketuk. memberi laporan.00. Ia juga melakukan eksperimen dengan senar-senar kecil. Kulitnya masih lembut. sudah. George memberikannya beberapa tugas. Hanya terdiri dari ruangan tunggu yang tidak seberapa besar dan dua ruang kerja. tapi jam weker murah yang sederhana dengan bel di atasnya. pembantu rumah tangga berdarah Swedia. Jangan lupa pintu depan harus sudah terkunci sebelum kamu tidur. Tiba-tiba. "Besok saja. akal jahatnya datang. begitu ia mengutak-atik jam. kamu kan harus ke kantor malam ini. Bukan jam elektronik. hati-hati ia mencoba mengaitkan jam dengan pengungkit piringan hitam dengan tali-tali senar kecilnya. George lalu ngeloyor ke kantornya.!" kata George yang memilih keluar ruangan daripada mendengar ocehan istrinya. dan lainnya ruangan George. Tak lupa ia merekam suaranya sendiri pada disc/piringan hitam. Hannah. "Jangan lama-lama." ujar George seraya mengambil majalah. Di sela-sela waktu kerja. Bapak akan membunyikan bel setiba di rumah. Tyler tengah menunggunya. Ia menenangkan diri sejenak. Kedua barang tersebut diletakkan dalam laci kerjanya yang terkunci rapat. Tak lama. Ia juga membeli sebuah player piringan hitam portabel kecil. Tangannya bersentuhan dengan tangan istrinya. Sebelumnya. George membeli sebuah jam. Tak heran jika kantornya menghasilkan keuntungan yang lumayan besar. Mati. sayang. di kantor. George tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk membeli disc seukuran piringan hitam yang dapat merekam. Pikirannya tertuju penuh pada kreativitas yang lain. Sekarang jam ini sudah membaik kok. seperti biasa." George berjalan menuju dapur di lantai bawah untuk melihat jam yang dimaksud Hannah.

Pemotong kaca siap di saku. Jangan sampai ia mengeluarkan suara sekecil apapun. Louise bicara terus. Waktu menunjukkan pukul 21. Ia mengunci pintu dari dalam. Malam itu hanya ada beberapa pejalan kaki yang ia temui. Dengan bantuan selotip besar. hari itu tidak turun hujan. George lalu masuk ke ruangannya. Presiden Direktur Darling Soaps. Malam ini kamu konsentrasi pada tugas ini. George mengenakan topi warna hijau. player piringan hitam. karena tak ada penerangan. Kamis atau Jumat. George berusaha tampil apa adanya. Semula ada tiga hari yang menjadi pilihan yaitu Rabu. George mengenakan sarung tangan dan menggunakan selotip besar di kaca nako pintu belakang. kecuali lampu dari kamar Hannah. George kembali mematangkan rencananya agar "proyek" raahsia itu berjalan sempurna. Biasanya ada penjaga yang mengawasi ruangan ini. Hari H semakin dekat." ujar Bonfield sembari menyerahkan seberkas pekerjaan. tetapi ada sebuah jalan setapak yang berujung ke bloknya. Ia menguji jendela. Begitu juga selotip. Rumah yang ia tinggali terletak di sebelah selatan dari Thirteenth Street. Lalu diam-diam menyelinap keluar kantor. George menghentikan langkahnya. Selain itu. sehari sebelum kliennya Frank Morisson. makanya agar tidak mencurigakan. Hari yang pasti akan "sangat sibuk". Semua skenario sudah matang di kepala. Menurut ramalan cuaca. Pakai topi hitam Di hari H. Topi dan jas milik sendiri ia tinggal di kantor. Kalau ada yang memergoki. Pukul 21. dan rekaman suara George sendiri yang termuat di piringan hitam. Ia menuruni tangga darurat dan muncul di lantai dasar. "Saya sendiri. Jam weker minus bel. Suasana sangat gelap. George berusaha menahan napas dan terdiam kaku. tapi akan ada angin besar di malam hari. tentunya dengan pertimbangan terbaik. Pintu terakhir yang harus dilaluinya tinggali 10 meter di depannya. Ia menaiki bus ekspres dan turun di Fourteenth Street." ujarnya. dan juga menyiapkan pemotong kaca dan selotip besar. Hati George lega ketika langkah kaki menjauh. "Saya harus menyiapkan kampanye Morrison besok. malam ini hanya ingin berkonsentrasi pada tugas Morrison. George pamitan untuk kembali ke kantor. Jadi. bawahannya. maka hancur lebur sudah rencana yang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Dengan mudah ia masuk ke dalam rumah.55 ia mulai mengeluarkan "perkakasnya". pilihan pada Kamis juga karena pertimbangan cuaca. Jantungnya sempat berdegup saat mendengar langkah kaki seseorang. Untung tidak hujan. hingga kembali lagi ke ruangannya. George terus menghitung durasi ketika ia beraksi. George memang kembali ke kantor dan menemui Joe. kaca yang terlepas tidak mengeluarkan suara. sepanjang makan malam. meluncurkan produk terbaru. Tetapi ia memilih hari Kamis. milik salah seorang kliennya yang tertinggal di kantor beberapa bulan lalu. Hati-hati ia memotong kaca. lama beraksi. pintu. Termasuk hari yang dipilih. 15 . Ia menjadikan jam weker sebagai pemicu berfungsinya player piringan hitam. Satu jam berlalu. mohon jangan ganggu saya.Dua minggu setelah eksperimen. Ia mempelajari berapa menit waktu yang dibutuhkan dari kantor menuju rumah.20.

25. Jam alarm. Pukul 22. di ruangannya. Sebelum meninggalkan rumah. Ia jadi ragu apakah ia sudah menguncinya atau belum. piringan hitam kecil. Goerge membunuh bukan pada 22.. Saat itulah rekaman suara George terdengar oleh Tyler. ia menelepon Frank Morisson dari kamar mandi rumahnya. Hannah langsung mencemaskan pintu depan rumah. alarm jam menggerakkan pengungkit player piringan hitam.35 seperti saat jam ditemukan di kamar Louise. McKee memperlihatkan tandatangan di atas surat pengakuan Bonfield. Ia juga menyetel jam weker pada posisi 22. Jadi bukan perampokan. di saat yang sama. Saat ia tidur di kamar dan mendengar ada suara angin. "Nyonya Bonfield? Angin?" "Ya.35." Jaksa Wilayah tercenung. dan suara rekaman ia satukan dalam sebuah tas besar. yang terdiri dari jam alarm. Begitu pula piringan hitam. Artinya. Apalagi waktunya terbatas. Hannah sangat takut kepadanya kalau ada pekerjaan yang tak beres. Tapi saya tak percaya kita akan mengetahuinya secepat ini. Sebuah alibi yang sempurna!" Menurut McKee. istrinya dan angin. Lalu ia dengan leluasa meninggalkan kantor menuju rumahnya di Thirteenth Street untuk membunuh istrinya sendiri.35. Ia membuka rantai pintu. player piringan hitam. McKee menghadap Jaksa Wilayah.. yang selama ini hampir tak pernah dijamah orang. Sementara itu. sebelum Bonfield mengaku. Setelah itu ia menuju pintu depan. Bonfield. Nyonya Bonfield selalu mewanti-wanti agar pintu tesebut dalam kedaan terkunci sebelum Hanah tidur. Kecuali. Mengaitkan satu senarnya pada anak genta jam dan senar lainnya ke pengungkit player piringan hitam. Sedangkan jam dan player piringan hitam portabel ia lempar hingga hancur berkeping-keping di celah-celah sempit bangunan di sekitar kantor. George meninggalkan kantor langsung dari ruangannya. "Terhapusnya sidik jari pada telepon di kamar mandi Ny. Selama ini. Nyonya Bonfield berhasil melatih Hannah dengan baik. Pukul 22." 16 . merupakan keganjilan. "Pada malam kejadian. Joe Tyler tak menyadari kalau saat itu Bonfield ternyata tengah memainkan mesin buatannya. dan rekaman suara George di piringan hitam. Usai membunuh ia sempat menghubungi Morrison. Ia kembali ke luar kantor untuk memusnahkan "perkakas" itu. yang berhubungan ke player piringan hitam.53 George telah tiba di ruangan. Topi hijau ia hancurkan menjadi serpihan kecil dan dibuang di kloset. Kini tujuannya kamar Louise. Ruangan pertama yang didatangi adalah dapur untuk mengambil jam kuno yang ngadat beberapa hari yang lalu.Sejenak ia terdiam untuk mendengarkan sesuatu. sekitar 22. Dia melengkapi surat itu dengan sedikit penjelasan. "McKee. pelakunya sudah merencanakan semua ini. Tetapi sekitar 22.35 "tugas" utama ia selesaikan dan kembali ke kantor lewat rute yang sama. apakah Anda sudah menduga bahwa dialah pelakunya?" McKee mengangkat bahunya. Dibantu angin Beberapa saat usai penahanan George Bonfield. kliennya.

Bonfield "memaksa" Hannah agar mengunci pintu depan dahulu. Beberapa hari kemudian. meski cuma lewat kabel telepon. bulan depan kita bereskan semuanya. percakapan tadi menjadi percakapan terakhir dua sejoli yang tengah dimabuk cinta itu. Pukul 22. seperti biasa Annisa (37 tahun) tak kuasa menghentikan kebiasaan menggaruk kepala jika sedang merasa senang. tapi enggak ada yang angkat. Ia pun tak ingat lagi. Limamenit sebelum harus mengantar segelas jus jeruk ke atas. Tapi aku minta. sebelum itu jangan cerita tentang calon bayi kita pada siapa pun. "Ya ." "Bener nih. Baru Lola yang tahu. honey.yang sebelumnya penuh emosi . Pasti tak ada yang menyangka. Tuan Bonfield masih berada di kamar istrinya. Diantar adik laki-lakinya. Annisa dan anak lelakinya. setiap Jumat sore. sudahlah. kamu enggak marah?" suara Annisa makin manja.. pasti dia mengontak saya. Dengan waktu 6 menit yang ia miliki. Lalu berjaga hingga 22. rambut Annisa memang gampang rontok. jatuh mengotori meja telepon di rumahnya. Hilang kontak Lola (24 tahun) yang pertama kali melaporkan hilangnya Annisa pada aparat keamanan. Saya sudah berusaha menghubungi handphone-nya dan menelepon rumahnya. Aku janji.akhirnya merendah. Tentu saja ia menguncinya." rajuk Annisa. Dia 'kan sohibku. "Biasanya. Padahal. Jordi (6 tahun). ketika pintu depan sudah tak terkunci lagi. Sedangkan Hannah merasa sudah menguncinya. Si lelaki (38 tahun) mengiyakan dengan mesra. Sejak kecil. Beberapa helai rambutnya rontok. Pintu dibuka kembali. Mbak Annisa enggak nongol. kami selalu bertemu di pusat kebugaran. Jakarta Timur. Ia tahu persis jam Hannah menyiapkan jus. 17 . Terlebih saat bermanis-manis dengan kekasih hatinya. Aku belum cerita ke siapa-siapa. Suara angin yang masuk membuat Hannah tak mendengar kedatangannya. Curhat kamu ke Lola anggap saja kecelakaan. Waktu itu. aku percaya. ADA PEREMPUAN SIMPANAN Tak ada kutu atau ketombe di kulit kepalanya. Nada suara lelaki di seberang sana . tidak biasanya dia absen tanpa kabar."Kalau ada suara angin. Kalaupun berhalangan hadir." Lola menjelaskan alasannya mendatangi kantor polisi." "Saat itulah Bonfield melarikan diri dari pintu depan. "Swear. Namun. dilaporkan hilang dari rumah mereka yang asri di bilangan Rawamangun. sarjana ilmu sosial yang baru saja diwisuda itu menumpahkan kegundahan hatinya. Tapi sore tadi." (Kisah rekaan/Helen Reilly/Nis) 03.. memasang rantai dan kembali ke kamarnya. artinya pintu belum terkunci.30 Hannah menuruni tangga dan mendapati pintu dalam keadaan tak terkunci.55.

Jumat malam itu kondisi rumah Annisa memang gelap gulita. "Sebagian besar kerabat Mbak Annisa tinggal di Cibinong. dia jarang sekali ke sana. Kapolsektro Pulogadung." 18 . masing-masing di pusat perdagangan Pasar Baru. Annisa cukup populer. "Bagaimana kalau ternyata mereka sedang plesir ke luar kota? Aku bisa dipotong gaji karena merusak pintu. Toyota Kijang berpelat nomor polisi yang dikemudikan Asrul berhenti persis di depan pintu pagar rumah Annisa. serta tiga gerai sepatu. "Maaf. "Lihat. pintu depan ternyata tidak terkunci. Lola yang memaksa ikut. Gelap sekali. anak buah Hadi. Bu Annisa. Dari sanalah Asrul dan Lola mengintip ke dalam rumah. "Kelihatannya. Wicak Abilawa. saya lewat depan rumahnya.. "Mengapa tak memecahkan kaca jendela saja? Tanpa terali dan cukup lebar sebagai jalan masuk. Namun terlambat. tersenyum geli. Pintu pagarnya tak terkunci. memang wiraswastawan sukses yang sayangnya meninggal dunia di usia muda. Mal Ciputra. Dia dikenal sebagai "janda kaya" yang baik hati dan dermawan." elak Lola. yang ikut nimbrung mendengarkan laporan Lola. Tetangganya bilang. Polisi yang satu ini kocak juga. duduk tegang di samping reserse Polsektro Pulogadung itu. pintu belakang itu roboh. Dalam hati Lola kagum juga pada "tenaga dalam" Asrul. Suaminya. Seperti cerita Lola. Habis maghrib tadi." saran Lola. Meski "Hercules" yang dikagumi itu malah berbalik memuji Lola. sedangkan semua lampu dalam kondisi mati." "Tidak mungkin. "Itulah. akibat kecelakaan pesawat tujuh tahun lalu. Ada kecemasan luar bisa terpancar dari wajah wanita muda berparas ayu itu. Kaca jendela 'kan lebih mudah diganti dan diperbaiki daripada pintu ya?" Sang detektif telat mikir rupanya." Hadi dan Asrul menatap Lola sebentar. Saya hanya seorang polisi. menurut Lola. Lola. Untungnya." komentar Asrul setelah menyisir dapur. bukan ahli kunci. Tapi setahu saya. Wicak meninggalkan warisan lebih dari cukup untuk menghidupi anak dan istrinya. Mbak Annisa keluar rumah sejak jam dua belasan. Hanya lampu dapur yang tampak menyala. Di antaranya rumah lumayan besar dan asri yang kini ditinggali Annisa bersama Jordi. dan Mal Metropolitan Bekasi. Lola yang ikut mendengar.." desah Asrul pelan. pintunya terpaksa saya rusak. ruang keluarga. Bu Annisa dan anaknya enggak ada di rumah."Anda sudah menghubungi kerabat Bu Annisa?" tanya Komisaris Polisi (Kompol) Hadi Bhrata. sebelum bubaran salat Jumat. dan ruang tamu. Darah di kamar tidur Di lingkungan tempat tinggalnya. Hanya dalam beberapa tendangan. braaakkkk! . "Ide kamu bagus juga. sebelum akhirnya memutuskan masuk secara paksa lewat pintu belakang. yang bertanya. Asrul berpikir sejenak." "Anda sempat mampir ke rumah Bu Annisa?" kali ini Asrul Gumara.

" "Ada. seperti baru saja diamuk gelombang tsunami. 19 . Dan. Dia hampir-hampir tak punya musuh di sini. meja rias dan beragam perlengkapan dandan perempuan yang ada di atasnya tampak berantakan. "Pelaku juga pasti dikenal baik oleh korban. Hati-hati dengan langkah Lola." Setelah meneliti seluruh isi rumah. korban masih hidup?" "Entahlah." "Menurut kamu. "Sebaiknya kita keluar. Wajahnya memutih seputih kapas Diancam pengutang Malam itu juga." Lola manggut-manggut." Asrul menuntun Lola keluar kamar. ketika tiba-tiba dicegat Asrul." tutur sang komandan." timpal Hadi. "Oh. kenapa kita enggak masuk baik-baik lewat pintu depan?" Asrul cengengesan. Itu pintu belakang rusak akibat didobrak. mulai mengumpulkan barang bukti hingga fakta yang ditemukan di lapangan. "Kabarnya. Pak?" Lola tampak gugup. sembari sesenggukan. mereka menemukan ceceran darah." lapor Asrul pada Hadi Bhrata. "Kami semua sayang padanya. Terlebih jika mereka saling kenal. "Itu foto Mbak Nisa dan almarhum suaminya. polisi berpakaian preman itu memelototi foto pengantin berukuran besar yang tergantung di dinding. jarang sekali korban penculikan bisa lepas dengan selamat dari penculiknya. Kakinya hendak melangkah ke kamar tidur Annisa. Tak jauh dari tempat tidur. Kalau melihat data. Dia mengaku sangat kehilangan." Dada Lola berdegup kencang. sehingga bisa kabur tanpa meninggalkan jejak dan sidik jari." sebut Bu Fadli. Saya akan nyalakan lampu. Bu?" pancing Asrul. ada sesuatu yang tidak beres di kamar tidur. Tak banyak. tak ada tanda-tanda seseorang masuk rumah secara paksa. Cantik juga. selain sampel darah dan kamar yang berantakan. Benar saja. Sampel ceceran darah dikirim ke laboratorium kriminal Mabes Polri untuk diteliti lebih lanjut." jelas Lola. tak ada lagi petunjuk yang dapat kita maksimalkan. Saya akan mencoba menghubungi komandan. Lihat saja."Alamak. "Kelihatannya pelaku cukup tenang dan profesional. Asrul mengerahkan anak buahnya untuk mengorek informasi dari para tetangga. Asrul yang diserahi tugas menangani kasus hilangnya Annisa dan Jordi. Pintu itu saya yang mendobrak ketika datang kemari bersama Lola. "Sialnya. "Bisa antar saya dulu ambil air minum di ruang makan. tetangga Annisa. tapi cukup untuk dijadikan barang bukti. Sejenak. ya. "Hmm. ia memiliki banyak piutang. "Sepertinya.

" batinnya lagi. Mobil dicuci bersih Cuma ada satu tanda di benak Asrul.. saya sudah janji sama Mbak Nisa untuk tidak menceritakan soal ini pada siapa pun. jasad Annisa tidak ditemukan dan tak ada barang-barang pribadi Annisa yang hilang.. Meski kadang ada juga tetangga yang tak tahu diri.. Kecuali pelaku menculik hanya sebagai kedok untuk membunuh korbannya. ditagih kok marah-marah. Semalam saya bermimpi. Jawa Barat. sebelum ditinggalkan begitu saja. mantan karyawan gerai sepatunya di Mal Metropolitan. Sebenarnya. Kalau saja suaminya masih hidup . Mereka seperti minta tolong pada kita." 20 . Dugaan penculikan masih diyakininya. saya lihat mata Jeng Nisa basah. Takut kalau-kalau Baskoro melakukan pembalasan. Pak. Bu?" "Orang-orang yang bilang. Mbak Nisa berada di suatu tempat." "Diancam bagaimana. Tapi sepulang dari rumah Pak Pipin. Dering telepon dari Lola membuyarkan lamunan Asrul. pelakunya pasti memasukkan juga barang-barang lain ke dalam mobil. untuk apa perampok membawa serta Annisa dan anaknya?" batin Asrul. apa pun alasannya. Annisa sempat adu mulut dengan Baskoro. Sudah bertahun-tahun pinjaman tak juga dikembalikan. Jeng Annisa memang tak pernah segan meminjamkan uang pada tetangganya yang sedang mengalami kesusahan.. kadang memang terlalu baik pada siapa saja. sehari setelah hilangnya Annisa dan Jordi. mereka bertemu di sebuah kedai ikan bakar di bilangan Tenda Semanggi. anak buah Asrul yang khusus dikirim ke Sukabumi. "Itulah. Apalagi kalau bukan tanda tanya! Minimnya jejak pelaku. Tapi tempatnya aneh. sekitar sepekan sebelum menghilang. Asrul menerima laporan mobil Annisa ditemukan di kawasan Sukabumi." Annisa sempat meminta Lola menjemputnya di Mal Metropolitan."Betul. "Kalau memang perampokan. Kelihatannya baru dicuci." lapor Sudirja. Tapi . Gadis manis itu bercerita. Soalnya." Asrul menarik pelan-pelan lengannya yang menghangat." Annisa." cerita Bu Fadli. "Mobilnya dalam keadaan bersih. "Dua kali dia saya maafkan. entah di mana. Untuk sementara. setelah lewat tiga hari. membuat reserse itu pusing tujuh keliling. "Dan ada satu hal yang belum saya katakan.. telepon sang "penculik" tak juga datang. menirukan cerita Annisa lewat telepon. Asrul mulai ragu pada teorinya. tapi Baskoro memang harus diberi pelajaran. dia menganggap kasus ini sebagai penculikan. Jeng Nisa sempat diancam segala.. Baskoro dipecat setelah untuk ketiga kalinya dipergoki menyalahgunakan stok dari gudang tanpa izin. Lagi pula." tutur Lola. Tapi maaf yang saya berikan ternyata selalu disalahgunakan. tak jauh dari areal persawahan. Kasihan Jeng Nisa. "Bahkan saat menagih ke Pak Pipin. "Seorang penculik. Saya sendiri tidak melihat langsung kejadiannya. setelah siangnya. "Saya sebetulnya enggak tega. kecuali sebuah mobil Toyota Kijang terbaru. Lucu. belum jelasnya motif serta ketidakpastian apakah korban sekadar diculik atau telah dibunuh. menurut Lola. Sejam kemudian. bersama Jordi. ngutangnya mau. lazimnya minta tebusan. selepas bersentuhan dengan punggung tangan Lola. Namun.

Bahkan namanya pun dirahasiakan. lalu bangkit dari kursi." "Gila. Mbak Nisa bisa menghubungi nomor 0815xxx sampai sepuluh kali. "Terakhir. Mbak Nisa bahkan mengaku sedang mengandung tiga bulan. surat tagihan telepon seluler..." "O ya?" "He-eh. merusak pintu-pintu lemari dan laci.. Setelah bertahun-tahun menjanda. "Sampai saat ini. Baru kali ini wajahnya berdekatan dengan wajah Lola. dalam sehari.. "Setahun terakhir ini. akhirnya menemukan orang yang tepat untuk kembali membina rumah tangga.."Ayolah. cuma saya teman curhat yang dipercaya Mbak Nisa.. karcis parkir . mau dilanjutkan enggak?" "Itulah . Tom Cruise." "Kamu pernah bertemu lelaki itu?" "Itulah ." Kali ini bukan lengan. karena mau bikin kejutan buat keluarga masing-masing. Mbak Nisa menjalin hubungan dengan seorang lelaki. Ini pasti nomor telepon pacarnya.." Lola mulai bercerita. Mendadak dia seperti mendapat energi tambahan." Asrul menghabiskan tetes terakhir jus avokatnya." "Itulah lagi. Bahkan Jordi sendiri pun belum diberi tahu. Kalau Mbak Nisa tahu . atau Tukul Arwana. siapa tahu cerita kamu bisa membantu.." Asrul tak mempedulikan omelan "partner" bawelnya itu. Sekarang.. Tapi saya sendiri belum pernah bertemu pacarnya itu.. saya enggak tahu. kamu ternyata gampang ngambek. he-he-he." "Eeeh . "Mereka juga selalu bertemu di sebuah kafe di Tebet. dia bersyukur." "Saya ikut!" Petunjuk tagihan "Beberapa hari lalu. Mereka backstreet. "Gotcha!" teriaknya tiba-tiba.." Lola menjawil lengan Asrul. Apakah mirip Brad Pitt. Kamu tahu letak kafe itu?" 21 . "Bon-bon kafe.. Anda merusak pintu belakang. "Mo ke mana?" "Ke TKP. Dia kelihatan bahagia banget." seru Lola. Begitu dekat.. tapi wajah Asrul yang menghangat.

Kami bahkan hendak mematangkan rencana pernikahan bulan depan. kadang-kadang. Jawaban apa yang mesti diberikan? "Saya juga berharap begitu. 'kan?" Asrul dan Lola saling berpandangan. telenovela. Tondi terus terang mengakui kedekatannya dengan Annisa. Motif "harta" juga tak masuk dalam hitungan Asrul. menirukan ucapan Annisa. Kelihatannya. memelototi acara teve yang selama ini paling dibencinya. gitu. Tapi. Bu Annisa sedang hamil?" pancing Asrul. dalam keadaan sehat walafiat." Lola memecah kebuntuan. Kita ke sana?" "Sabar dong. salah satu anggota kongsi Sentani. dia shock mendengar Annisa hilang. Hampir setengah jam berlalu. nomor ini betul-betul nomor telepon pacarnya Bu Annisa. gitu. agar kami bisa cepat menguhubungi jika ada sesuatu yang perlu dikonfirmasi. Apalagi saat ditemui di rumahnya. gue ama tementemen iri ngeliat kemesraan mereka. "Ya. Mereka berdua bagian dari masa depan saya."Tahu banget. Saya memang pernah mengajak Mbak Nisa ke sana. pasti dong. juga berbicara tentang hal yang sama. karena saluran lainnya menyiarkan acara yang tak kalah menyebalkan. Saya sangat berharap. Tondi jelas tak lebih miskin dari Annisa. saya sarankan Anda tidak bepergian jauh untuk sementara waktu. "Namanya Lelono. polisi segera menemukan Annisa dan Jordi. kami permisi dulu. mestinya tak patut mencurigai Tondi. "Baiklah." "Kita jemput dia sekarang?" "Lola . Kawan-kawan Lola yang mengelola Kafe Sentani di bilangan Tebet." "Dia terlibat?" "Entahlah. La. Dia juga mengaku beberapa kali menghubungi handphone dan telepon rumah Annisa. "Mereka memang sering banget ke sini. Di ruang tamu. Tapi gue enggak pernah ngeliat mereka bertengkar. 22 . Asrul sibuk dengan telepon selulernya." ujar Lola." tegas Niken. "Tinggal menunggu saat yang tepat. bukan kamu!" Selalu mesra Menyimak curhat Annisa kepada Lola. Tempatnya asyik. saya polisinya. Dia punya toko bahan-bahan bangunan dan gerai LPG yang lumayan laris. menutup pembicaraan." Lola duduk di ruang keluarga rumah Annisa. Tondi Lelono. Kayaknya mereka join-an. "Anda tahu.. Mas. dua-duanya terletak di Tebet." tutur Asrul. Pemiliknya mantan kakak-kakak kelas saya di kampus dulu. Terpaksa. Mereka masih hidup. Malah. Mereka saling menyayangi dan sudah sepakat untuk menuju pelaminan.. tapi tidak pernah dijawab. Gimana. Kita harus pastikan dulu.

Lalu untuk menghilangkan jejak. siapa pun pelakunya. Lola yang bosan diperlakukan seperti patung. tapi bujangan satu ini sering tak berkutik jika berdebat dengan perempuan yang satu ini. mereka terlibat pertengkaran. Pak Pipin punya alibi sangat kuat dari istri dan anak-anaknya. apa rencana kita sekarang?" "Kita? Sekali lagi. 23 . pelakunya tentu Pak Pipin. akhirnya berinisiatif membuka percakapan. Di rumah. pasti punya masalah pribadi dengan korban. Badannya boleh sekuat Herkules. Di perjalanan Asrul lebih banyak berbicara dengan pikirannya sendiri. Lola. Hanya satu hal yang mulai diyakini Asrul. saya detektifnya. Bu Fadli dan tetangga lainnya mengaku tidak melihat dengan jelas siapa sopirnya. begitu pun Jordi yang ikut menyaksikan peristiwa itu. Komandan!" Teguran karyawan Jumat pagi." "Not bad. siap. Ini kasus serius. Ini bukan penculikan murni. sedangkan Baskoro masih dicari keberadaannya. Eh. mobil Mbak Nisa. yang keluar masuk rumah sejak pagi sampai siang. dikemudikan sendiri oleh pemiliknya. "Saya punya firasat. mayatnya dikuburkan di sebuah tempat. Terus?" "Para tetangga mengira. atau Baskoro. kini lenyap bak ditelan bumi." "Penumpang gelap yang cantik. "Hai. enggak usah ikut wara-wiri. jika bukan Tondi. Mbak Annisa 'kan tak punya banyak musuh. Jadi. Ya. Asrul masih belum menemukan simpul yang menghubungkan hilangnya janda kaya dan anaknya itu dengan sejumlah orang yang dicurigai. 'kan? Makanya. tepat seminggu sejak hilangnya Annisa dan Jordi." "Teorimu boleh juga. mereka tak sedikit pun menaruh curiga. Merekalah yang dalam seminggu terakhir bermasalah dengan Annisa. Apa kabar?" sapa Asrul. begitu Lola tiba-tiba muncul di depan mejanya. La." "Saya benar-benar enggak boleh ikut?" "Ini bukan tugas kampus. mantan karyawan yang dipecat beberapa hari lalu. yakni kecil kemungkinan menemukan Annisa dan Jordi dalam keadaan selamat." "Jadi. lalu ke rumah dengan mobil yang sama. Mereka bertemu di satu tempat. Kamu cuma penumpang gelap. Kadang dahinya berkerut. Pelakunya kenal baik dengan Mbak Nisa. kadang kepalanya menggeleng. 'kan?" Asrul mati kutu.Tondi mengantar Asrul dan Lola sampai pintu pagar. Anak muda itu seperti tahu bakal bermasalah dengan pihak kepolisian. "Besok kamu istirahat saja di rumah." "Oke. Mbak Nisa dibunuh.

Sebaliknya." Dari hasil tes labkrim terhadap sampel darah di TKP dan di jenazah korban yang diotopsi setelah digali kembali dari pemakaman. mengapa tamunya tidak tidur di kursi depan atau belakang saja. kios sedang sepi. menyambut malam minggu yang indah. Tondi membunuhnya dengan cara yang sama. "Tapi entah mengapa." jelas Zakaria lancar." Asrul jadi ikut-ikutan tegang. Lola tersedu-sedan. Asrul dan Lola sepakat bertemu di sebuah kafe di bilangan Jln. sampel darah di TKP positif milik Annisa dan Jordi. buta huruf lagi. tanpa alasan jelas. Kursi belakang 'kan sempit?" Zakaria menirukan tegurannya saat itu. Pak. Dikubur di tanah kosong Sabtu sore. agar arwah Annisa dan Jordi mendapat tempat yang layak di sisi-Nya. namanya Pak Zakaria." Seketika dada Asrul lega. di sudut ruangan. ya berhenti saja. Mungkin sekitar lima menit. matanya merah. Dia cuma berganti kaus." "Bagaimana dengan Jordi. lalu dikuburkan di sebuah kebun kosong milik Tondi. yang telah bekerja di gerai LPG selama delapan tahun itu. "Sebagai orangtua. sehingga berkali-kali memukul wajah Annisa sampai hidung dan mulutnya mengeluarkan darah. sebagian besar karyawan sedang salat Jumat. Sudirman. Saat itu. Dia lalu mencekik Annisa sampai mati lemas. 24 . Annisa hendak membatalkan rencana pernikahan setelah tahu. "Tondi mengaku membunuh Annisa dan Jordi. bahwa bosnya itu kelihatan kurang suka ketika dia bertanya soal perempuan muda dan anak lelaki yang "tertidur" di kursi belakang Toyota Kijang berkaca gelap. Di puncak kemarahannya. mengaku beberapa hari lalu dipecat Tondi. "Saya membawa saksi penting. Mereka hendak makan minum untuk merayakan terbongkarnya kasus pembunuhan Annisa dan Jordi. Tondi ternyata memiliki wanita simpanan lain yang juga tengah hamil. kok. kalau diminta berhenti. "Saya hanya orang bodoh. Untuk menghilangkan jejak. Toh Pak Tondi memberi pesangon lumayan." "Bapak tahu siapa penumpang di kursi belakang itu?" "Tidak. Dia kesal. Tangerang. yang lebih membuat Asrul kaget adalah pengakuan jujur Zakaria. Mulutnya komat-kamit berdoa." "Berapa lama Pak Tondi mampir di kios LPG?" "Sebentar. saya diminta pulang ke Sukabumi. Terlebih setelah lelaki berusia 49 tahun. kedua mayat itu diangkut dengan Toyota Kijang milik Annisa." "Jordi masuk ke kamar pada saat yang salah. Jakarta. Mabes Polri juga menemukan. Pak Tondi tampaknya kurang senang. saya hanya sekadar bertanya. Besoknya. Namun. di daerah Pamulang.Yang disapa tampak tegang. Langit cerah. Jend. Jadi. Tondi akhirnya lupa diri.

Beberapa pekan terakhir. di sela-sela tugas rutinnya.Di mana kamu kenal Pak Zakaria?" Mata cantik Lola sedikit terangkat. saya memutuskan mengamati gerai LPG Tondi. untuk mendapatkan kemungkinan adanya sesuatu yang terlewatkan dari para penyelidik sebelumnya Rencana ke Munich Satu hari di penghujung 1992 mungkin merupakan hari yang tidak akan pernah dilupakan Dietmar U. Mengamati lembar demi lembar setiap foto. ruangan itu terasa semakin sesak oleh tumpukan arsip di atas meja. bersebelahan dengan dua filing cabinet di sisinya. kini ada dua wajah yang bersemu merah. seperti laporan dari TKP. giliran aku bertanya. kamu memang berbakat jadi detektif. JEJAK PORSCHE YANG MENGECOH Ruang kerja Komisaris Bert Dusch di salah satu sudut kantor kepolisian Kota Tuebingen tidaklah terlalu besar. dan belum terpecahkan hingga kini. Semuanya hanya memuat satu kasus yang masih misterius." "Atau istri detektif?" Ah. Arsip yang tampak mulai lusuh itu berisikan catatan-catatan penyelidikan pembunuhan." "Lola." "Kamu mengejar Pak Zakaria sampai Sukabumi?" "Feeling hampir selalu benar.00. "Kalau saja aku bisa memecahkan teka-teki ini. Terus membaca dan menganalisis. Satu lemari kaca berukuran sedang diletakkan merapat ke dinding. sang detektif muda bak tak kenal lelah itu menekuni fakta demi fakta dari setiap laporan yang dibacanya. sehari setelah Mbak Nisa menghilang. yaitu pembunuhan Andrea Bergmeir. ada karyawan yang baru saja dipecat tanpa alasan jelas. sekitar pukul 14. Sejak saat itu. di apartemennya di Tuebingen. "Sekarang. Dari sana saya tahu. sebuah kasus pembunuhan keji yang terjadi sepuluh tahun lalu. Munich misalnya. keterangan saksi. pemuda asal Munich ini menjemput kekasihnya. Sebuah meja kerja mendominasi bagian tengah ruangan. Matanya mencoba menelusuri celah-celah dari penyelidikan. hasil tes laboratorium. (Kisah rekaan/Muhammad Sulhi) 04.Lola tak dapat menahan sedihnya. Bahkan sempat ikut merepotkan polisi di kota-kota besar lain. Dusch memang baru saja mendapat "warisan". Kasus yang benarbenar menguras energi para detektif sejawatnya di wilayah kepolisian kawasan Jerman bagian selatan. Ukurannya sama seperti ruang kerja penyelidik kepolisian di Jerman pada umumnya. "Saat Mas menyelidiki Pak Pipin dan Baskoro. 25 . sepanjang hidupnya." cetusnya dalam hati. Kala itu. termasuk foto-foto korban. Dusch sendiri yang minta ditugasi menuntaskan X-file itu. Andrea.

Pemuda ini dicurigai karena berkeliaran di sekitar TKP dan saat digeledah. tak pelak Dietmar adalah orang pertama yang dicurigai. ]"Sebab. rencana besarnya itu keburu gagal karena kejadian mengerikan ini. bernama Oliver Zelt. Pemeriksaan memang berjalan sangat menjemukan. yang tampak mulai kesal. Selain memeriksa Dietmar. seperti pemandangan yang lazim ditemui di rumah pemotongan hewan. Bajunya terbuka di beberapa bagian. Bahkan kuku jarinya ikut diperiksa. Dietmar terlihat terduduk lesu sembari menangis di salah satu sudut apartemen. ketika polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Sebelum tewas. Namun. Dugaan yang sebenarnya tidak begitu kuat. Lehernya nyaris putus akibat sayatan benda tajam. Awam sekalipun akan mudah menebak. Sayang. Pintu pun tidak tampak dijebol. Andrea sebenarnya sudah berencana pindah ke Munich. "Atas dasar apa kami harus mempercayai keterangan Anda?" potong seorang detektif. Namun. Dietmar tidak menaruh curiga atau membayangkan sesuatu bakal terjadi terhadap pacarnya. Tak ada kerusakan di sekitar TKP. 26 . Berjam-jam Dietmar harus menjawab pertanyaan para detektif dengan pola pertanyaan yang nyaris selalu berulang. Dietmar juga bercerita. Keterangan mereka rata-rata membenarkan pengakuan Dietmar. Meski masih dirundung sedih. Saya sangat mencintainya. saat ketukannya berkali-kali tidak mendapat jawaban dari sang empunya apartemen. begitu mendapati kekasihnya sudah menjadi mayat. seandainya saja pasangan itu telah bertengkar." balas Dietmar. Mereka langsung melakukan proses pemeriksaan awal dan mengamankan tempat itu dari kerumunan orang banyak dengan menempatkan garis polisi. Darahnya menggenang di lantai. Tidak pernah ia mendapat sambutan sedingin ini. ia mulai bertanyatanya dan khawatir. Sialnya. korban tampaknya juga diperkosa secara brutal. Kondisi Andrea sangat mengenaskan. Andrea diduga melakukan perlawanan keras. salah satu pulau terbesar di Canary Island. hampir tidak ada bukti-bukti yang mengindikasikan siapa pelaku kejahatan biadab itu." tegas Dietmar dengan mata nanar. ia begitu terkejut dan sejenak terbengong. Tidak mungkin Andrea pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan. Penyelidik juga menanyai kenalan-kenalan Andrea dan Dietmar di Munich. polisi menemukan sebilah pisau di sakunya. sama sekali tak mungkin. tak tahu harus berbuat apa. "Tak mungkin.Pasangan muda yang tengah dimabuk cinta itu sudah janjian akan merayakan malam tahun baru bersama di pondokan teman mereka di Danau Starnberg. Hubungan kami selama ini baik-baik saja. Ini terlihat dari beberapa goresan benda tajam di tangannya. Apalagi sebelumnya mereka sudah berjanji untuk bertemu. Polisi berharap. Sesampainya di apartemen Andrea. Dietmar tak mendapat kesulitan masuk. polisi juga menahan seorang pemuda berusia 22 tahun. hanya berselang 40 menit sejak penemuan mayat. karena tiga hari sebelumnya mereka baru saja berlibur di Teneriffa. Karena sudah sering berkunjung ke tempat itu. Polisi mengembangkan dugaan. Yang membuat polisi setempat lebih curiga. saya memang tidak melakukannya. Dietmar tidak konsisten dan membuka kebohongannya. selain dibunuh. bajunya ternyata penuh dengan noda-noda mirip dengan noda darah.

khususnya yang berasal dari Munich. karena ia sering joging di kawasan sekitar tempat tinggalnya di daerah Nehren. karena kebetulan berada di sekitar apartemen Andrea. yaitu rekan kerja Andrea. Bahkan salah satu saksi terkuat. Zelt yang memang suka membawa pisau ke manamana sedang apes. Tepatnya sejak November 1991. Perempuan yang kebetulan juga kenal dengan Andrea itu begitu yakin bercerita tentang ciri-ciri mobil itu. pada awal Desember melihat Andrea turun dari sebuah Porsche berpelat nomor Munich. Tetangga di sekitar pun ditanyai. Munich. Andrea juga doyan berolahraga. misalnya. polisi menemukan informasi tentang keberadaan mobil Porsche. Para detektif saat itu yakin sekali. tiba-tiba banyak orang yang menyatakan "pernah melihatnya". Warna mobilnya cokelat tua. salah seorang tetangga mengaku. pada malam peristiwa itu ia sepertinya melihat sebuah Porsche diparkir di depan klub kebugaran. saya yakin sekali itu Porsche 944. tapi hanya sekitar tujuh jam. pernah melihat rekannya itu di Tuebingen. hubungan kedua sejoli itu baik-baik saja. Sampai saat itu. "Kami tidak menyangka. "Porsche 944. Seorang perempuan penjaga kafetaria. Dari tempat itu pula. Andrea Bergmeir dikenang oleh para tetangganya sebagai perempuan baik-baik dan tidak pernah berbuat macam-macam. Perempuan yang bekerja sebagai arsitek itu sudah berhubungan dengan Dietmar setahun lebih. Namun. Karena kesenangannya berolahraga. kalau-kalau ada yang mendapat kunjungan seseorang bermobil Porsche. meski ada kesimpangsiuran soal warnanya. Noda-noda di baju. Sebuah petunjuk yang kemudian menjadi rangkaian besar pada kasus ini. Satu lagi yang diingat para tetangga. Malah kelihatannya sudah menjurus ke arah yang lebih serius. Setelah itu. Tiba-tiba saja. Ketika polisi menyebarkan perintah penyelidikan terhadap mobil Porsche. Seorang pengunjung di Pegasus juga ingat. di dalam sebuah Porsche 911 berwarna hitam dengan pelat nomor Munich. ternyata hanyalah kotoran bekas tanah.dalam waktu dekat Andrea berencana pindah ke kota tempat tinggal kekasihnya itu. tak ada yang mau membuka mulut. yang diduga polisi sebagai noda darah itu.seperti dituturkan juga oleh Dietmar . Sebuah keyakinan yang sangat beralasan. Para saksi yang sempat memberi keterangan pada polisi setidaknya membenarkan keberadaan mobil itu di sekitar Nehren pada hari pembunuhan. tak jauh dari tempat tinggalnya. Jejak Porsche Selain berpenampilan menarik. karena . Polisi berusaha mengembangkan informasi ini. Sepengetahuan teman-temannya. ketika keduanya bertemu di Munich. Beberapa orang mengaku mengenal Andrea dengan baik." jelas si penjaga kafetaria yang enggan disebut namanya. mengaku pernah melihat sebuah Porsche diparkir di depan klub kebugaran pada malam pembunuhan. bahwa di 27 . Andrea juga menjadi anggota klub kebugaran Pegasus. sudah ada sekitar 31 petunjuk yang mengarah ke mobil itu. Catnya putih dengan nomor polisi Munich. keberadaan mobil mewah bikinan Jerman itu tampaknya akan menjadi kunci penyelidikan.Zelt memang sempat diinterogasi. banyak orang merasa pernah melihat Andrea dan mobil mewah itu di manamana. karena ia sempat melewatinya. sebelum akhirnya dibebaskan.

Karena belakangan ketahuan. karena laporan seorang teman pria Andrea. Salah satunya. Herman Schauffler. Tapi semua itu ternyata belum cukup. Dengan jumlah saksi mencapai ribuan orang. sambil tertawa-tawa. kasus Andrea begitu menyita energi polisi. Sementara di mata Oliver sendiri. bahkan melakukan naik banding ke pengadilan pusat untuk menghindari tes darah yang diminta pengadilan Kota Tuebingen. mereka tak segansegan melakukan tes DNA dari sampel darah. Pengacara sang pakar. "Saat saya dipanggil pihak penyelidik. Hasilnya. jika ditumpuk dapat mencapai sepuluh map tebalnya. Dalam vonisnya. Arsip-arsip penyelidikan. 'Oliver itu kewajibanmu sebagai warga negara'. bintang film Claude-Oliver Rudolph. Menurut data yang diperoleh dari Departemen Transportasi Jerman diketahui. setiap pemilik Porsche di Munich tak luput dari pemeriksaan. tapi Ferrari. Di mana dan apa yang mereka lakukan pada saat peristiwa pembunuhan." kata bintang film itu kepada wartawan. Karena Porsche tergolong kendaraan mewah yang hanya dimiliki kalangan tertentu. Sampai Januari 1999. telah dilakukan sebanyak 1. Buktinya. mereka yang hendak mengecam juga ikut habis akal. Tanpa pandang bulu. Orang penting lain yang tak luput dari pemeriksaan adalah mantan Menteri Perhubungan negara bagian Baden-Wuerttemberg. ia sebenarnya tidak memiliki Porsche. Ia tidak melihat adanya alasan harus dilibatkan dalam masalah itu. tindakan itu sungguh menggelikan. tak kurang dari 900 pemilik Porsche menjalani tes darah. Tak seorang pun berani mengecam komisaris yang telah kehabisan akal itu. sedikitnya ada sekitar 3. dan dia bilang. polisi bertekad menanyakan alibi setiap pemiliknya satu per satu. Pasalnya. Pada 22 Januari 1999.114 tes darah dan hampir 4. termasuk sejumlah selebriti." kata Wolfgang Wenzel. Jika mendapati hal-hal yang mencurigakan atau muncul keraguan. Kepala Komisaris Kriminalitas Tuebingen memutuskan untuk menutup kasus itu.000 orang diperiksa alibinya. yang mengaku pernah melihat adanya hubungan khusus antara Andrea dengan tokoh politik itu pada suatu pameran di Kota Hannover. Dari rangkuman keterangan para saksi mata. dengan perasaan kecewa. Belum termasuk map-map lain yang berisi catatan jejak-jejak tersangka pembunuh. 28 . polisi kembali mengembangkan informasi tentang Porsche. saya langsung menelepon pengacara saya. orang-orang yang dicurigai pun banyak yang berasal dari kalangan atas. juru bicara kepolisian dalam pernyataannya. Tindakan polisi yang berlebihan itu tak pelak mendapat reaksi keras dari masyarakat. kalau tak mau dibilang sangat lucu. Tentu saja. Buat sebagian orang.kota itu (Munich) ternyata ada banyak sekali mobil Porsche. sebuah pekerjaan besar! Tolak periksa DNA Niat polisi untuk membongkar kasus Andrea memang begitu besar. Walter Sattler.664 pemilik Porsche. pengadilan pusat menyatakan polisi tidak berhak melakukan analisis DNA dalam kondisi kecurigaan sekecil apa pun. Schauffer didatangi polisi. tindakan polisi terhadap Oliver dirasa keterlaluan. Merasa "kesaksian" si mobil Porsche amat sangat dibutuhkan. yang sering berperan antagonis dalam film-film kriminal. Saat itu tes DNA melalui air liur belum dilakukan. Seorang pakar kendaraan dari Munich bahkan menolak diperiksa.

"Apakah saya dicurigai?" "Oh. dengan sebatang rokok tak henti-hentinya bermain-main di tangan. malam itu juga Juergen ditangkap 29 .Petunjuk air liur Kini. April 2002. Dari catatan ia menemukan fakta. ia memang bermaksud memanfaatkan teknologi terkini. pada saat pembunuhan. hasil tes air liur terhadap Juergen ternyata identik dengan "jejak pembunuh" dengan rekomendasi "sangat mungkin!" Mendengar berita itu. Juergen lalu melakukan tes air liur secara suka rela. Mirip orang menemukan jarum yang terselip di antara tumpukan jerami selama sepuluh tahun. ini hanya prosedur saja. dalam arsip termuat juga catatan pemeriksaan polisi terhadap pemilik apartemen. sambil mengisap rokoknya kembali." kata Juergen. tapi tetap saja tidak menghasilkan apa-apa. Siapa tahu. Dusch akhirnya menemukan titik terang kasus Andrea." kata Juergen. Tak sedikit pun perasaan waswas terlihat di wajahnya. Rumah itu tampak sangat sederhana. Anda tahu kami melakukan tes seperti ini kepada semua orang. Di alamat yang ditunjuk Dusch. tampaknya sepakbola. Jika tidak. Untuk membantu membongkar jalan buntu. Tugas saya membersihkan tangga. tentu saja saya ingat kasus Andrea Bergmeir. "Saya mengenalnya karena sering membantu Ute. Saat itu. Perasaannya saat itu betul-betul tak keruan. Suara televisi dari ruang tengah yang menyiarkan siaran olahraga. seperti pemeriksaan air liur ini. Hasil tes air liur Juergen sungguh di luar dugaan. tumpukan arsip-arsip lama itu berdiri tegak di depan Dusch. kesabaran Dusch belakangan berbuah manis. Dusch sendiri sebenarnya tidak berharap banyak pada tes-tes seperti itu. Ute sedang tidak berada di rumah. Di situ antara lain disebutkan. bergaya kuno dengan cat tembok yang sudah kusam. Namun. Juergen tampak begitu tenang. cocok dengan DNA tersangka." Saat berbicara dengan Dusch. Sebenarnya. si pembunuh dipastikan orang yang memiliki kunci apartemen. "Dia pribadi yang baik dan menarik. Bisa jadi Andrea mengenal pembunuhnya. seorang petugas kebersihan tangga apartemen. Setelah berminggu-minggu mengencani kertas-kertas berdebu itu. "Apakah Anda bersedia menjalani tes air liur untuk kepentingan pemeriksaan DNA?" tanya Dusch. Tanggal 8 Juli 2002. "Baik." Dusch berkata apa adanya. terdengar keras. Ia disambut baik oleh Juergen. tak lama setelah keduanya mulai membuka pembicaraan sembari duduk di teras. Sudah ribuan tes dilakukan. Ia cukup patuh melakukan semua proses pemeriksaan yang diminta Dusch. suami Ute. "Ya. Kantor polisi Tuebingen resmi mendapat pemberitahuan.. yang bekerja seminggu sekali. pemilik pernah memberikan kunci kepada wanita bernama Ute M.. Dusch melangkahkan kakinya ke rumah Ute M. Dusch mendapat kabar yang diimpiimpikannya selama ini. Dusch sedikit bergetar. Apalagi peluang keberhasilan tes itu adalah satu dibanding lima miliar! Tanpa banyak membuang waktu. yang terletak di pinggiran kota. pintu apartemen Andrea ternyata tidak dijebol. tapi tetap terlihat bersih." lanjut pria yang sudah tidak bekerja ini.

pembunuh Andrea bukanlah pengendara Porsche. Perempuan berusia 54 tahun itu adalah Christel Bergmeir. selalu ingin melakukan hubungan intim dengan lelaki mana pun. setelah perkenalan itu. "Apalagi saat itu Andrea terus mengancam. Tentu saja Juergen panik. saya tentu tidak bisa menolak. Gadis muda itu digambarkannya sebagai perempuan haus seks. itulah kisah yang dipercayai pengadilan Tuebigen. "Dia yang mengajak berkenalan. Apalagi harus saya akui. Berat badannya susut sampai tinggal 41 kg. pembunuh yang sukses buron selama bertahun-tahun itu mengakui perbuatannya. Esok harinya. Lelaki pensiunan itu rupanya sangat terpukul. Hakim mengesampingkan cerita versi lain yang berkembang di luar pengadilan bahwa pria itu diduga menyelinap masuk." katanya singkat. yang langsung diterima tanpa mengajukan banding. Tak jauh dari posisi Juergen." Komentar yang baru terbukti sepuluh tahun kemudian. Versi mana yang lebih mendekati kejadian sebenarnya. sosok pembunuh keji yang selama ini dicari bisa disaksikan dengan jelas. Andrea hendak membeberkan semua perbuatan mereka kepada Ute. Dia menatap dalam-dalam tubuh kurus kering yang selalu memalingkan muka saat ditatap itu. lalu memperkosa Andrea. seorang wanita duduk memperhatikannya dengan berurai air mata. Bahkan kemudian terjadi hubungan gelap antar keduanya. Selama bertahuntahun ia luput dari penyelidikan polisi. tanpa pemeriksaan yang berbelit. Suatu hari. Maklum. Hakim juga sempat prihatin melihat kondisinya. "Dia yang memulainya. entah apa alasannya. tapi hanyalah seorang pemilik VW Golf. Beruntung Dusch akhirnya dapat membuktikan. Ketika Dusch masih tak percaya pada apa yang terjadi. Namun. Pak Hakim. Cerita yang membuat Juergen hanya dijatuhi hukuman penjara 11 tahun. sehingga beberapa sempat diisukan terlibat. selama ini pers juga ikut berspekulasi tentang kemungkinan pembunuh Andrea. bahkan telanjur dicurigai secara tak resmi. Sebuah cerita yang aneh. "Saya sudah tidak punya selera makan lagi. Inilah saatnya menyaksikan sang pembunuh yang sebenarnya. Persidangan itu mendapat perhatian besar dari media cetak maupun elektronik. Sebagai lelaki. Hari itu saya benar-benar kehilangan akal. kalau pembunuhnya menggunakan Porsche. kasus Juergen mulai disidangkan di pengadilan Kota Tuebingen. Terpaksa saya membunuhnya. cuma karena para detektif sangat terpengaruh oleh cerita tentang pengendara Porsche misterius. berita penahanan Juergen telah menjadi berita besar di Jerman! Hilang nafsu makan Bulan Mei 2003.(Kisah Nyata/Philipp Mausshardt/Marina/Tj) 30 ." tutur Juergen sambil berlinang air mata." cerita Juergen perihal awal hubungannya dengan Andrea. Teman-teman Juergen bahkan ingat. keduanya jadi sering bertemu.tanpa perlawanan berarti." Masih menurut Juergen. Dia nyaris tidak makan apa pun sejak masuk bui. "Saya tidak yakin. yang ingin sekali melihat langsung wajah pembunuh anaknya. Juergen yang kini berusia 44 tahun terlihat jauh lebih kurus dibandingkan dengan sebelum ditangkap. tentu hanya Juergen yang tahu. dia cantik dan menarik. Di ruang pengadilan. terdakwa sempat berkomentar saat media massa gencar memberitakan soal pembunuhan Andrea.

tapi juga teriakan suara perempuan. Sayang." balas de Gier. Anda marah-marah kalau aku ngebut. Walther P-5. lebih besar dari pistol sebelumnya. Enggak salah nih.05. Tak ada kata lain. Grijpstra langsung meraih mantelnya." sapa sang polwan. Tapi detektif yang justru harus menyembunyikan pistol. seorang polisi wanita berparas ayu. Seperti biasanya. Grijpstra memandangi mitranya sambil tersenyum. Pistol baru mereka. karena daya terjang pelurunya mencapai 200 m. Namun. mereka berpapasan dengan beberapa polisi berseragam. "Seorang ibu mendengar suara tembakan dari rumah tetangganya. "Cuekin aja. setelah sang polwan berlalu. 31 . memang punya plus-minus." sungut de Gier beulang-ulang. Biasanya. mau ke mana kita?" tanya Grijpstra." "Memangnya orang enggak boleh berubah?" sahut Grijpstra. Tak heran kalau sejurus kemudian. "Baru" 100 km per jam! "He-he-he. "He-eh. Di satu sisi." omel de Gier." de Gier membuka pintu. mereka memberi isyarat agar de Gier meminggirkan mobil. Rinus. "Hai. "Pistolnya kegedean. sembari tergesagesa masuk lift. Ketiakku sampai sakit. nomor polisi mobil tak sempat dicatat. Jane. Salah satunya. Keluar lift. dan mempersilakan Grijpstra masuk ke dalam mobil." "Memangnya kamu sudah kenal lama. "Hai juga. Namun. dua detektif nyentrik dari Kantor Kepolisian Amsterdam merasa sudah saatnya pulang. lebih ringan dan lebih canggih." komentar Grijpstra. "Ouborg. yang gemar memacu mobil seperti pengebut jalanan. dari kaca spion tiba-tiba terlihat sebuah mobil patroli polisi. mandi air hangat sembari memijat-mijat tengkuknya sendiri. "Kita bukannya polisi patroli jalan raya yang memamerkan senjata di pinggang. sedetik setelah pantatnya menempel di jok mobil. tiba-tiba telepon di meja de Gier berdering tiga kali. Sersan Rinus de Gier dan Ajun Komisaris Henk Grijpstra. Sementara de Gier langsung sibuk mengenakan tempat sarung pistol barunya. Apa ada yang salah? Namanya bagus 'kan? Orangnya juga baik. De Gier melirik speedometer. Lalu sebuah mobil mewah warna perak kabur dari rumah tetangganya itu. ukurannya itu lo. "Jane?" komentar Grijpstra." cerita de Gier. "Omong-omong. JEBAKAN BUAT PANGERAN HITAM Hari tengah beranjak malam. Aduhai sedapnya. karena pikirannya masih tertanam pada Jane. ia bukan hanya mendengar suara letusan senjata api." "Enggak juga." jawab de Gier pendek. Dua belas bulan gaji Ouborg adalah wilayah eksklusif di bagian selatan Amsterdam. "Ibu tadi bilang." kata de Gier pelan.

"Lagi-lagi teknologi modern. boleh kami ikut jalan-jalan?" seru salah satu dari dua polisi yang ada di mobil patroli. seraya memungut batu sebesar kepalan tangan dari taman. Bukan bunuh diri "Sudah dapat informasi?" tanya Grijpstra. ia wanita yang tadi menelepon de Gier. Rumah ini pun harganya pasti miliaran. Anda pasti tahu. kita butuh surat perintah untuk masuk ke dalam. kenapa tidak?" balas de Gier. tangannya masih memegang pistol. Kelihatannya. Secepat apa pun dibawa ngebut."Lo kok malah berhenti?" protesnya kemudian. "Pertama. sepertinya bunuh diri. Kedua. Tapi. tapi tak ada yang menjawab pertanyaan Grijpstra. "Idiot. begitu tahu kendaraan yang hendak mereka tilang berisi dua detektif bengal. Sementara Grijpstra terus berkeliling ruangan." sang Ajun Komisaris terus ngoceh. "Salut." teriak polisi berseragam satunya lagi. Seorang perempuan tergeletak tak berdaya di tempat tidur. mana mungkin bisa memecahkan kaca. percuma. Lihat. ya mobil. "Ini 'kan mobil tua. Ya pistol. tiga jam kemudian. Detektif. Kamu tahu. Pakai yang ini saja." pekik Grijpstra begitu masuk kamar. seorang wanita setengah baya tampak melambai-lambaikan tangan pada mereka." anjur Grijpstra. rombongan polisi itu segera memeriksa keadaan di sekitar rumah besar. harga lukisan ini mungkin setara dengan dua belas bulan gaji kita di kepolisian. Berbusana minim dan wajahnya belepotan darah diterjang peluru. tak jauh dari TKP. Setelah bertukar cakap sebentar." Grijpstra menarik napas panjang. Lihat saja. Tapi sebelum bunuh diri. "Aku rasa. "Ia mirip banget dengan Jane." terdengar komentar salah seorang polisi berseragam. "Kamu benar. "Jane. Ya ampun. wanita yang kita temukan sudah benar-benar dalam keadaan meninggal. yang menjadi sumber suara letusan." umpat de Gier. Masih ada gelas dan botol minuman di sini. sambil memukul-mukulkan popor pistolnya pada kaca jendela. sekarang mereka sudah nongkrong di depan kita. sama-sama bikin masalah!" "Ho-ho-ho. Pemilik rumah ini punya lukisan karya Edward Hopper. mengapa minum-minum dengan hanya berbusana minim?" Semua menoleh. pelukis terkenal Amerika itu. dokter belum bisa memastikan penyebab kematiannya 32 . korban kelihatannya sempat pesta minuman keras dan obat-obatan. tindakan kita ini ilegal. sedikit kesal karena perjalanannya terhambat. Gier. Sesampai di Ouborg. "Apa?" seru de Gier kaget. Peralatan modern biasanya terbuat dari plastik ringan. tak akan bisa menghindar dari mobil-mobil patroli keluaran terbaru. "Heh. Tak juga dua polisi berseragam yang tampak menyibukkan diri dengan menelepon nomor darurat markas besar mereka. kuno tapi dijamin manjur. "Asal kalian tidak ribut dan menambah masalah. Tapi kalian malah omong soal surat perintah.

dokter gigi. harga rumahnya setara dengan 20 tahun gajiku di kepolisian." ujar de Gier menirukan kesimpulan tim forensik. uap yang keluar pasca letusan. polisi juga tahu. transaksi obat-obat terlarang. Sayang. Ketiga. Pagi yang indah!" Dicekoki narkoba Siangnya. karena ia pandai memanipulasi pembukuan dan melenyapkan barang bukti. Kata para pembantu. dan klub seks. Waver selalu lolos." lagi-lagi Grijpstra mengeluarkan "data statistik" yang tak terlalu dibutuhkan rekannya." "Kelihatannya begitu. "Ajun Komisaris. ia layak menyandang gelar "Pangeran Dunia Hitam". Pendek kata. seorang mantan model. Kita perlu sedikit menenggak gin dan mengisap rokok hitam." jawab Sersan de Gier. Waver tidak ada di sana. yang sengaja meletakkan pistol di tangan korban. Waver kaya bukan main. tentu ada orang lain. De Gier menambahkan. pacar anyar Waver itulah yang baru saja mereka temukan tak bernyawa dalam keadaan berbusana minim. Grijpstra dan de Gier sudah berada di ruang autopsi. "Ke mana kita sekarang. De Gier yang tidak tahan menyaksikan "adegan mengerikan" di meja bedah memilih jalan-jalan di luar rumah sakit. noda bekas keringat. melainkan overdosis narkoba. dan pelumas pistol pasti bercampur jadi satu. Sedangkan rumah yang kita datangi tadi milik pacarnya. Waver juga bukan pembayar pajak yang baik." sambung de Gier. pistol terselip di tangan kanannya. Grijpstra yakin. kalau bukan kasus bunuh diri. "Sebelum mati. saat ditemukan. Ajun Grijpstra?" "Ke cafe. Lewat detektif yang menyamar sebagai salah satu tukang pukulnya. menimbulkan jejak di telapak tangan. korban sempat bercinta dengan pembunuhnya. Perkiraan tim medis juga sejalan dengan penemuan tim forensik kepolisian bahwa kemungkinan bukan korban yang meletuskan senjata. biasa dipanggil Waver. Seperti rumah judi. Toh. meski saat ditemukan. Padahal. atau akuntan (profesi-profesi "basah" di Belanda). siapa nama korban?" "Cora. paling menyebalkan." "Ho-ho-ho." "Waver? Kamu tahu Gier. dokter curiga wanita cantik itu tidak mati lantaran bunuh diri. tangan korban dalam kondisi bersih. belum pernah ada borgol polisi yang berhasil mengikat kedua tangan sang "pangeran". Lalu pelakunya kabur memakai mobil mewah warna perak." "Omong-omong. mungkin saja pembunuhnya. setahun terakhir Waver punya pacar baru. Sedangkan Grijpstra menguatkan diri. kekayaannya itu diperoleh dari berbagai bisnis ilegal. Cora Fischer. beberapa hari terakhir. Apalagi membawanya masuk bui.sebelum melakukan autopsi. tak ada sama sekali sidik jari pembunuhnya. untuk sementara. Waver sendiri bukan nama asing di kalangan detektif Amsterdam. sampai detik itu. Meski bukan pengacara. menonton para ahli patologi 33 . "Kalau ia sendiri yang menarik picunya.

Cora jatuh ke pelukan Waver. Grijpstra terbangun dari lamunan. dan sayatan pendek dari perut ke sekitar pinggang. "Kami telah melakukan serangkaian pemeriksaan." "Kaki tangan Waver?" De Gier mengangkat bahu." "Saya juga punya fakta. "Kamu sendiri?" "Aku sempat melihat seorang lelaki dengan sepeda motor besar. Jadi." ujar anggota tim autopsi itu." "Bukti? Kutukan dari masyarakat." de Gier membuka acara tanya jawabnya dengan Waver di ruang interogasi kepolisian. "Jadi. Kemudian .Red. Korban juga merokok dan minum minuman keras terlalu banyak.membuat sayatan panjang dari bahu ke titik pusat." Tak lama kemudian. de Gier kembali dari acara jalan-jalannya. "Yapp. Dokter yang lain menyayat kulit kepala untuk melihat tengkorak dan memeriksa luka bekas peluru. Biaya hidup tinggi "Tuan Waver. Pacar Anda mati di kamar Anda sendiri." tambah sang dokter. 34 .. Seorang dokter tiba-tiba sudah berdiri persis di depan hidungnya. Meski ini bukan pengalaman pertama. Dok?" "Yakin sekali." cerita de Gier. Mulai rumah judi. Tingginya sekitar enam kaki (sekitar 180 cm . aku bisa melihat tatapan mata penuh rasa ingin tahu. nafsu makannya hari itu bakal merosot tajam. Kalian tak pernah punya bukti. ia menjadi model sejumlah pelukis terkenal. ia tetap tak bisa menerima. uffs. "Kami punya fakta. Huek! Grijpstra merasa. Itu sebabnya. Grijpstra mencoba mereka-reka duduk perkara sebenarnya. pelacuran terselubung. "Tampaknya tidak ada bekas suntikan. Setelah pensiun sebagai model. Cora pasti sangat cantik. Hatinya senang melihat autopsi sudah selesai. selama ini Anda berada di belakang banyak kemaksiatan." "Anda yakin." tanyanya." jawab Grijpstra. hingga peredaran obat bius. Semasa hidupnya. mengapa tubuh yang sudah dirusak pembunuh. Wanita gemulai itu dengan gampangnya menjadi bintang dan "penguasa" klub seks milik Waver di Noordwijk.).. Perawakannya seperti petinju. Peluru di kepala yang membuat korban meninggal. "Dari balik helmnya. "Ada hasil. itulah buktinya. korban dicekoki atau mencekoki dirinya dengan kokain lewat jalan normal. harus dirusak lagi dengan pisau bedah? Sambil memperhatikan meja bedah." de Gier berhenti sebentar. zat-zat haram itu yang membunuh Cora?" "Bukan. berhenti lama tak jauh dari tempat kejadian perkara. Wajahnya tertutup helm.

" "Cukup!" "Masih belum cukup. Saya pergi sekarang. kalian tak akan dapat menemukan pembunuhnya. Cora dapat melakukan tugas itu dengan mudah. dan ikon yang cukup dikenal di dunia seni. Anda mengancamnya secara halus. Ia sebenarnya perempuan baik-baik. "Saya punya alibi dan Cora jelas bunuh diri. Anda concern pada masalah untung-rugi. Alibi saya kuat. Detektif. frustrasi." "Ngawur. menggairahkan. membelikannya mobil mewah dan perhiasan mahal." "Seseorang juga telah memasukkan obat bius ke dalam minumannya. ia 35 . Berbekal kemolekan tubuhnya. Semua orang tahu Cora suka minum dan mengonsumsi narkoba. ia ditembak persis di kepalanya. Bang! Perang baru saja dimulai. Cora sangat menyayangi mobilnya. Ia enggak akan mengotori tangannya sendiri dengan darah Cora. Semua orang tahu itu!" "Duduk. Tapi kemudian. Tapi lama-kelamaan. dassh!. Yvette. Karena Anda punya si badan besar Freddy yang siap melaksanakan perintah apa saja. yang jauh lebih menggairahkan. Waver! Kami yang menentukan jalan ceritanya. "Beberapa malam sebelum pembunuhan. dari mana kamu tahu soal Freddy?" tanya Grijpstra keheranan. Anda memaksa Cora menyelundupkan heroin." Waver berdiri dan pergi begitu saja. Agar neraca 'berimbang'. ia dibuat seperti mati bunuh diri. Ia cantik. De Gier tersenyum licik. Apalagi menuduh saya."Hebatnya. lalu nekat bunuh diri." sambung Grijpstra. Anda menjadikannya ratu di klub. Mulanya. Anda mulai sebal dan merasakan gaya hidup Cora yang jetset sebagai beban. saya sedang menghabiskan malam bersama wanita lain. Sebagai orang bisnis. Toh petugas pabean tak akan berani memegang-megang bagian tubuhnya yang sensitif. "Waver itu penjahat kelas kakap. Lelaki seperti Andalah yang membuatnya jadi jahat!" "Halo?" Grijpstra melancarkan perang urat saraf. Polisi menyamar yang selama ini mengamati Waver bilang. Waver. Saat kejadian. meninggalkan ruang interogasi tanpa mempedulikan Grijpstra dan de Gier yang saling berpandangan. Saya sedang tidak di rumah saat itu!" "Tentu saja. Dengan cara itu." "Detektif. Mungkin ia tahu itu. "Dengar. orang besar." "Dengar. Anda membakar mobil Camaro milik Cora. Cora sadar tindakannya salah. "Untuk apa saya mendengarkan?" balas Waver hendak beranjak dari kursi. Ia seorang humas yang baik. "Omong-omong. Karena Anda tahu. kalaupun Cora mati dibunuh. tak lama setelah kepergian Waver. Anda menerima Cora dengan senang hati." potong de Gier. Padahal kami yakin.

" "Eh. pikir De Gier. Tapi aku ogah berkelahi di sini. Apa dia juga memikirkan Jane? Mengancam kucing Beberapa jam kemudian. apa kabarnya Jane. Aku sendiri sebenarnya tidak tahu apa-apa soal Freddy." bilang Freddy." "Begitu?" "Ya!" Freddy menyeringai." seru seseorang. seraya menunjukkan sebuah amplop. Yang datang malammalam begini. tentu tamu istimewa. Anggap saja sebagai hadiah. Ia segera meletakkan kucing kesayangannya di sofa." "Tapi kita masih harus membuktikan banyak hal. bel di apartemen de Gier berbunyi." katanya santai. Bagus kalau polisi bandel seperti kamu mau bergabung." "Tugas membunuh Cora banyak 'godaannya'." jelas de Gier. Nanti merusak perabot. Jadi." Amboi! Kelihatannya." "Gertakan yang bagus. "Saya Freddy. kalau betul memang dia pelakunya. sudah banyak polisi yang kami bayar. Banyak saksi mata di Noordwijk yang akan memberi alibi." "Cuma itu berita yang kamu bawa?" "Dasar polisi bandel. Sedangkan Freddy. tetap sulit dijangkau. Itu sebabnya bos menawari kamu uang. aslinya memang tempat duduk kucing saya.punya tukang pukul andalan bernama Freddy. Mudah-mudahan enggak meleset. Asal tahu saja. De Gier menyalakan rokoknya. "Ini baru uang muka. kemudian membukakan pintu untuk tamunya. menaruh buku di meja. Kenyataannya. Freddy sedang main kartu dengan si Anu atau si Anu. Tanpa diminta. "Sebenarnya. "Selamat malam. aku sedang tidak butuh uang panas. Aku datang membawa sejumlah uang. Tapi aku suka polisi begitu. 36 . ya?" De Gier tiba-tiba memelintir topik pembicaraan. Freddy langsung duduk di sofa. mereka sempat berhubungan intim. Itu sebabnya. Pantatnya yang segede pantat gajah nyaris menindih kucing de Gier. bisa saja tawaran ini membuatku tersinggung dan menembak jidatmu. "Yang sedang Anda duduki. pancingan pada Waver mengena. Waver memang tidak di rumah itu. tapi jidatnya berkerut. "Kucing tolol!" "Apa?" "Dengar. Grijpstra diam. tampak berpikir keras.

pisau tadi menempel di leher kucing betina yang sangat ketakutan. tunggu apalagi. Tabriz adalah nama kucing De Gier. "Di sana. Keruan. membungkus sejumlah perhiasan. Sepertinya. Freddy meninggalkan sesuatu di apartemen Anda. tersungkur di tanah. Bos dapat melakukan apa saja dan membeli siapa saja!" ancam Freddy. rumah Cora Fischer didatangi tamu tak diundang. Tak tahu diri. tendangan dan pukulan simultan sersan berpostur jangkung itu berkelebat tanpa kenal lelah. Pelayan cantik mengenakan rok mini (maaf. "Keterlaluan. "Aku juga akan membunuh ibumu dan seluruh isi apartemen ini. Lelaki yang beberapa hari lalu begitu sombong itu kini terlihat pucat. Grijpstra dan de Gier hanya tinggal melancarkan beberapa jab dan satu hook telak untuk membuat lawannya KO. karena dengan mudah menemukan kamar tidur Cora. Bahasa tubuhnya menampakkan ketegangan luar biasa."Kalau begitu. kedatangan mereka "disambut ramah" oleh Waver. tanpa pakaian dalam) datang membawakan bir. sabuk hitam judo de Gier tak layak dipertanyakan." De Gier mulai geram. berlibur ke Bermuda. Tamu bersepeda itu kelihatannya maling profesional." katanya seraya menutup pintu." ujarnya menunjuk ke arah taman. De Gier sempat memperhatikan wajah Waver. "Saya dengar. aku akan membiarkan isi perutnya berserakan. pingsan! Tiga jam kemudian. "Good bye. "Bisnis heroin dan kokain sedang bagus. Freddy tak berdaya." ujar Freddy. "Dan rasakan nanti pembalasan Tabriz. Seychelles. Bedanya. atau Indonesia." 37 . "Aku bisa membedah kucing ini. Mereka langsung mendatangi sarang sang Pangeran Hitam di klubnya di Noordwijk. Bos paling benci orang sok kayak kamu. tepatnya jam tiga pagi. Freddy meraih kucing kesayangan de Gier." katanya dalam hati. isyarat tantangan berkelahi. Dalam waktu beberapa menit saja. Grijpstra dan de Gier melangkah lebih maju. Ia berharap mendapat informasi tambahan tentang Waver dari anak buahnya yang pongah ini. mengumpulkan beberapa potong pakaian. Lalu turun lewat tangga. Dalam sekejap. kucingnya selamat. sambil berjalan keluar apartemen. De Gier yang tiba lebih dulu di luar apartemen memberi isyarat pada Freddy. De Gier lega. De Gier masih lebih suka mendengar ketimbang berdebat. Tapi kemarahan itu ditahannya sekuat tenaga demi keselamatan kucing tersayang. Tapi soal berkelahi tangan kosong. Pukulan mematikan Besoknya. Kamu juga bisa seperti aku. Kamu akan merasakan akibatnya!" "Seperti apa?" tantang de Gier. Ia menunggu Freddy masuk lift. persis seperti kalian membedah Cora. Tak ada jahitan penutup. Lalu mengeluarkan pisau lipat dari kantung jaketnya. Freddy yang jago karate dan bertubuh lebih besar tampaknya bakal di atas angin." imbuhnya dalam hati. lalu pergi begitu saja tanpa diketahui para tetangga.

De Gier pun menghentikan alunan flute-nya. Grijpstra bisa mendengar Waver berdesah. Waver sendiri tampak gelisah. juniornya akan segila itu. Sementara itu. Ajun Komisaris. De Gier seperti tersentak. lalu mengeluarkan semacam suling kecil dari balik jasnya. boy.mata Waver mengarah pada de Gier. Sementara Grijpstra menanti dengan berdebar-debar.. "Anda kami tahan. Kini saatnya memberi pukulan mematikan. Suara flute-nya memenuhi ruangan. paras dan lekuk tubuhnya begitu menggoda. de Gier memainkan sebuah lagu syahdu." bisik Grijpstra pada Cardozo. Grijpstra sendiri tak menyangka." Waver hendak beranjak dari kursinya. Waver!" Sang "Pangeran Hitam" tersenyum sinis. Seketika air muka Waver berubah. Waver makin kesal. Suasana telah terbentuk. Dandanannya tidak seronok. muncul seorang wanita bertubuh semampai. Sersan de Gier 'kan sudah bilang." de Gier memalingkan wajahnya ke arah panggung. "Ditahan untuk apa?" "Untuk beberapa tuduhan serius. Sang Ajun Komisaris menyerahkan secarik kertas pada Waver. Duduklah. Silakan hitung jumlahnya. tapi berkelas. Ini klub seks. Anda ditahan!" "Sudah kubilang juga. Tak diragukan lagi. Tak lama kemudian. Seperti perkiraan 38 . Tak lama setelah Waver mengambil kembali amplopnya. Piano dan kombo tak kesulitan mengiringi improvisasi sang detektif. Dibalut gaun indah dan perhiasan melingkari tangan dan leher. Rambutnya tertata dengan baik. Kegilaan yang makin membuat Waver stres. Mengedarkan obat bius. si wanita duduk tak jauh dari Grijpstra dan Waver. "Kalem. dari pintu masuk klub. dan terakhir. Dari tempat duduknya. "Saatnya melakukan penggeledahan. permainan pianonya bagus banget. "Benar-benar gila. "Bagaimana dengan flute-nya. kalian tak punya bukti." ucapnya cepat. "Omong kosong!" Waver berteriak. mengembalikan amplop." jawab de Gier. Pikiran Waver pun sudah dibuat kacau." jawab Grijpstra tegas. Bayangkan. tapi juga "menguasai" massa klubnya. Aku mau menikmati musiknya dulu.. de Gier melancarkan jab pertama. De Gier masih asyik memainkan "senjata" melengkingnya di panggung." "Bagaimana dengan upaya menyogok kolega saya. "Sssst. Matanya bergerak tak fokus. membunuh Cora Fischer?" Grijpstra melancarkan "jab" kedua. prostituasi terselubung. Gier?" celetuk Grijpstra. Disambut tepukan meriah pengunjung klub." Grijpstra segera melambaikan tangan pada detektif Cardozo dan anak buahnya. pelayanpelayan seksi bertelanjang dada bergantian mengantar minuman. "Cora . bukan rumah bordil. "Benar. "Surat izin melakukan penggeledahan.. Itu salah satu alasan kami ke sini. Apalagi ketika Grijpstra menggeledahnya dan menemukan satu gram kokain dan sebilah belati di kantung celana dan jaket. dan judi ilegal. Sampai akhirnya tertumbuk pada sosok perempuan yang baru saja masuk klub. para detektif itu tak hanya menuduhnya dengan beragam kejahatan. mengancam kucing de Gier.

" "Secepat itu?" "Ya. Pak. Banyak hal diobrolkan. Pak. Ong Chin Hock." "Cepat.. tak jauh dari urusan perut.Grijpstra.. "Ya. Pucuk dicinta ulam tiba. mereka ngobrol ngalor ngidul di sebuah taman.. dan dia juga masih terus memandangi polwan Jane!" "Ho-ho-ho. Tuan Waver mengakui keterlibatannya pada kasus pembunuhan Cora Fischer. HOROR DI MOUNT VERNON Singapura tahun '70-an. kita harus menemukan sesuatu di klub ini. Cora . setelah bergabung kembali dengan Cardozo dan de Gier. "Juga modal untuk membuka outlet narkoba. "Patung seperti ini pernah kami sita beberapa waktu lalu. bukannya membaca "surat tipuan" itu. kecuali Chin Hock yang sedang menjalani wajib militer. Malam itu. Yeo Ching Boon dan Ong Hwee Kuan. "Kelihatannya kita telah menemukan harta karun Waver. Prioritaskan pada heroin. Waver malah mematung memandangi wanita elegan tadi." ujar satu dari mereka. kalau kita punya banyak duit. Tapi ujung-ujungnya." "Tapi dari mana kita bisa mendapat banyak uang?" Ketiganya terdiam. sambil menyelidiki keterlibatannya pada kasus pembunuhan Cora. "Siap." imbuh Cardozo. Ching Boon dan Hwee Kuan statusnya pengangguran. 21 April 1978.. Tapi lebih enteng. Senyum Grijpstra makin lebar. Di sebuah ruangan. "Hidup pasti jauh lebih mudah. Cardozo menemukan sebuah "patung dewa" berukuran sedang yang sangat dikenalnya. dengan duit."Bagaimana kalau kita merampok?" 39 . Maklum. mereka dapat tertawa lepas." ujar Cardozo. Kuan yang berwajah kasar melontarkan ide setan. seperti biasanya tiga pemuda berumur 20 tahunan itu bermain biliar di Kallang Amusement Centre (KAC). kita bisa berbuat apa saja. Kami curiga sebelumnya diisi heroin yang diselundupkan melewati perbatasan. sambil terus berbisik.." balas Grijpstra. sia-sia jebakan ini dibuat. ketika seorang anak buah Cardozo melapor. mulai masalah politik sampai kesehatan. Sementara biaya hidup makin hari kian tinggi." canda de Gier. Hanya di tempat itulah. Mereka merasakan betapa tersiksanya hidup dengan penghasilan pas-pasan. "Cora . Jika Waver "tersadar" sebelum barang bukti ditemukan. "Tapi patung yang ini beratnya lumayan. agar dapat memenjarakan Waver sementara waktu. malam yang indah!" (Kisah rekaan/Janwillem van de Wetering/Icul) 06. melupakan segala beban. bukanlah negeri yang bersahabat buat trio warganya.. karena dalamnya sudah bolong. Selepas nyodok. tak jauh dari KAC. Polisi memfokuskan penggeledahan pada heroin." sergah Grijpstra.

pakai untuk membeli pisau." ujar Yeo. Tahun 1976. Keculai Kuan. "Yang belum aku tahu. "Begini kira-kira skenarionya. Juga perihal waktu terbaik untuk melakukan tipu daya. "Sebagai modal." cetus Yeo. Tu Li. Yeo tertegun sebentar. Ong Chin Hock alias Ah Hock masih bujang. Tapi boleh juga. Kuan dan teman-temannya ditangkap polisi. "Oke. Aku tahu cara mendapatkan pistol dengan gampang. Hock membuka jam yang melingkar di tangannya. ketika konsentrasi petugas jaga mulai kendur. dikenal juga sebagai Ah Pui atau Freddy. akan lebih mudah mendekati pos penjagaan. kita juga butuh senjata tajam. lebih enak merampok pakai pistol. Ia lalu bercerita tentang tempatnya berdinas saat wajib militer dulu. "Aku setuju. "Tapi kita harus punya pistol. anak buruh bangunan. mereka kembali mendiskusikan niat jahatnya. namun dikeluarkan. bagaimana caranya merebut senjata petugas jaga. lagi-lagi karena berkelahi. para pengangguran banyak acara ini melanjutkan aktivitasnya dengan menonton pertandingan sepakbola di bekas Sekolah Dasar mereka." Mereka berpikir keras dan saling melontarkan ide. Anak tertua dari empat bersaudara ini pernah dikeluarkan dari sekolah karena berkelahi. tinggal di New Upper Changi Road." balas Kuan. sebelum akhirnya masuk wajib militer. masih tinggal bersama orangtuanya. Hwee Kuan alias Ah Kuan lain lagi." balas Kuan. Tentang penjaga pos kecil di pintu gerbang. Ia sempat menjadi anggota kelompok Sio Kun Tong. karena kecanduan narkoba. markas polisi yang juga berfungsi sebagai asrama pasukan cadangan. Sekarang kita pulang. ia masuk rumah rehabilitasi." sahut Yeo yang bertampang innocent. tak jua terbersit jalan keluar. Aku sarankan pakai pencungkil es saja. "Ya. yakni lewat jam dua belas malam." katanya." bisik Yeo pada kedua sohibnya. sehingga terpaksa mengikuti jejak bapaknya sebagai kuli bangunan. Keesokan harinya. Ia putus sekolah. Zaman sekarang. Putus sekolah Yeo."Ide gila. yang kerap melakukan aksi pencopetan di sekitar Angullia Road. kita harus cepat mencari solusi masalah ini. Dengan begitu. yang hanya dijaga satu orang dan lebih sering dipercayakan pada polisi wajib militer. tiga sekawan bertemu lagi di KAC. Sorenya. di Mount Vernon. "Jual saja ini. Bulan April 1977. kita semua memakai seragam pakaian wajib militer. Tapi kita juga perlu pisau. Hock dan Kuan berteman sejak kecil. lalu mengangguk dan tersenyum. Tapi ingat. Sedangkan Yeo Ching Boon. Pernah juga bekerja sebagai penjaga gudang pada sebuah perusahaan tekstil. "Duitnya dari mana buat beli pisau?" sergah Yeo. sehabis merampok turis berkewarganegaraan Malaysia." 40 . Tapi sampai jam sebelas malam. Di salah satu sudut sekolah inilah.

Mending pisau-pisau ini disimpan di rumahku dulu." tanggap Hock. polisi-polisi yang tidak sedang bertugas bisa menyulitkan kita. Di tengah jalan. "Di sana kan ada asrama." tegas Yeo. Setelah menyimpan pisau. Kalau terlalu mencolok. sedangkan Kuan duduk di kursi belakang. sampai sekitar pukul 21. aku punya seorang teman yang bisa dipinjami uang. atau menjerat leher. kita main aman. Hock lalu mengambil alih kemudi. Hanya Yeo berhasil meminjam Sin 10 dolar dari seorang teman. Ditemani Kuan. Lagi-lagi mereka saling melontar ide. Sebagian uang itu mereka habiskan untuk makan dan minum di sebuah kafe. Keduanya harus mati. aku punya catatan di kantor polisi." "Jadi. persisnya sore menjelang malam. kita akan langsung diciduk. Sampai akhirnya. Lalu memasukkan tali-tali tadi dan alat pencungkil es ke dalam travel bag kecil kepunyaan adiknya.45 di sekitar Kallang Bahru. Cukup untuk mengikat tangan. Yeo sempat main biliar dengan sejumlah temannya. kaki.00. masih empat jam lagi dari jadwal yang mereka rencanakan. Aku sendiri. Kalau sopir taksi dan penjaga mengenali ciri-ciriku. sekalian membeli dua buah pisau dapur. Yang penting kita setuju untuk segera melaksanakan rencana ini. kemudian kita culik dan rampa senjatanya. "Jam-jam segini banyak patroli polisi berkeliaran. Jika terjadi sesuatu." komentar Hock." bilang Yeo memecah kesunyian. dua hari dari sekarang. "Kamu 'kan tahu. "Aku masih butuh duit buat transportasi."Menurutku. "Kita akan mulai bergerak jam dua dinihari. tak boleh terlalu mencolok. keluar taksi dan pura-pura minta bantuan dari polisi di pos jaga." "Oke. apapun recananya. 41 . tiga sekawan seperti biasanya berkumpul di KAC. gimana dong?" nada bicara Yeo terdengar putus asa. kita bajak taksinya. Yeo tak langsung keluar. Ia memotong sebuah tali terbuat dari nilon menjadi empat bagian. Hock ternyata datang dengan tangan hampa. Bagaimana?" "Tapi jangan biarkan polisi dan sopir taksinya lolos begitu saja. Setelah kenyang. Enggak aman membawa-bawa senjata tajam. Setuju?" Hock dan Kuan mengangguk. Yeo pergi ke sebuah kawasan pertokoan. Yeo mengetuk palu." timpal Kuan. Namun saat bertemu kembali. Setelah itu." "Baiklah. Setelah penjaga mendekat. Namun dari beberapa ide yang dibahas. Ketiganya berjanji bertemu kembali pada pukul 11. "Jangan khawatir. tak satu pun disetujui secara aklamasi. Yeo pun melanjutkan. Setuju?" usul Yeo. Bajak taksi Dua hari kemudian. Jam dinding menunjukkan angka 10. Yeo menuturkan rincian rencananya. "Kita akan beroperasi dari atas taksi. pura-pura mabuk." Anggota tiga sekawan yang lain hanya manggutmanggut. aku akan mendorongnya masuk taksi. kita sebaiknya jangan pakai seragam. berbahaya. Hock kemudian berangkat menuju rumah temannya di Lorong Koo. untuk menjual jam tangan Hock.

Chew yang sudah hafal kawasan itu. Dengan tenang. Chew Theng Hin membuka pintu depan. "Asrama polisi Mount Vernon!" Tak sedikitpun terbersit kecurigaan dalam hati Chew. dengan pencungkil es terselip di pinggang. Sejurus kemudian. Hatinya begitu gembira.30. Ia memutuskan tidak memakai pakaian seragam wajib militer. Tepat pukul 01. Biasanya ia sudah pulang ke rumahnya di Selegie House. siapa curiga. "Siap. "Turun!" bentaknya. Chew mulai sadar. setidaknya jika dibandingkan dengan orangtua seusianya. Instingnya berkata. ketika melihat tiga pemuda melambaikan tangan. Namun entah mengapa." sahut Kuan dan Hock serentak. menyetop taksinya. Jarang-jarang jam segini ia masih berada di belakang kemudi. Penumpang nomor satu dengan dingin berkata. pasti korban kejahatan yang hendak melaporkan kemalangannya. berjalan ke depan kendaraan. sopir sekaligus pemilik taksi. Sambil memamerkan pencungkil es. pagi itu ia masih ingin berputar-putar mencari penumpang. "Berhenti!" Chew pun menginjak pedal rem. lelaki berambut pendek ini masih kelihatan energik. ini baru awal dari perlakuan buruk yang bakal segera diterimanya. Namun gerakan spontan Chew tak banyak menolong. ia berkata. hendak ke mana sebenarnya tujuan tiga orang ditaksinya. penumpang nomor satu menukas cepat. Lelaki tua itu dapat melihat kilatan dan merasakan dinginnya senjata tajam pengiris daging dan sayuran tersebut. Terjerembab di got Chew Theng Hin." Ia lalu mengambil tali dan mengikat tangan Chew erat-erat.Kuan tampak senang. sedangkan penumpang nomor tiga mempermainkan badan Chew dengan lutut. kemudian membuka pintu tempat Chew disandera. ketika taksi hampir sampai gerbang belakang PRU Mount Vernon. sedangkan Hock tak berkomentar sepatah kata pun. Ia juga mulai punya firasat. meski menuruti semua perintah mereka. sesuatu yang sangat buruk bakal menimpa dirinya. Chew mulai menduga-duga. seperti rencana semula. Penumpang nomor dua dan nomor tiga duduk di kursi belakang. "Jangan cobacoba melawan atau membuat gaduh. Ya. lalu ke Jln. Sampai di sini. Saat mendekati Police Reserve Unit (PRU) Mount Vernon. Akhirnya ia memutuskan memberikan perlawanan. segera meluncur melewati Jln. Bendemeer. Meski sudah berusia 60 tahun. tiba-tiba penumpang nomor dua menempelkan pisau di leher Chew. jika penumpangnya bertujuan ke kantor polisi? Kalau bukan penegak hukum. Kemudian keluar dengan menenteng travel bag. tentu tak menyadari nyawanya sedang di ujung tanduk. penumpang nomor satu meminta Chew belok kiri. penumpangnya pagi itu bukan manusia baik-baik. mempersilakan penumpang nomor satu masuk. Aljunied. Akhirnya. Yeo menyempatkan diri pulang ke flatnya. belum tentu ia akan dilepas begitu saja. Saat itulah. "Semua siap?" tanya Yeo. 42 . penumpang nomor satu menutup mulut Chew dengan kain. penumpang nomor tiga turun dari mobil. Penumpang nomor satu mendorongnya dengan bahu. mengganti pakaian dengan t-shirt merah dan celana biru gelap. Chew merasa. ke arah gerbang belakang Mount Vernon yang selalu gelap gulita. Setelah itu.

lalu menghampirinya. Ia berasal dari keluarga baik-baik. penumpang nomor satu.00. Chew terguling. sembari merintih menahan sakit. ia tak boleh memilah-milih tempat berdinas. Kim dapat melihat dengan jelas seorang pemuda keluar dari pintu depan. nyawa seorang kakek tak berdosa lenyap sia-sia di tangan Yeo. "Jadi. Pagi itu. penumpang nomor satu dan penumpang nomor dua menghampiri lelaki tua yang sedang meregang nyawa itu. tapi tubuhnya tampak masih bergerak-gerak. Secara bersamaan. tiga sekawan itu malah bertukar kegembiraan. Dia sekarang tergeletak di kursi belakang taksi." sambung Yeo. bakal menyusul. kembali masuk got. Seragam tebal tak sanggup melindungi Kim dari serangan dingin yang menusuk. dia baru saja menggantikan Koh Kah Kway. Yeo. malah menyusahkan teman. Itu sebabnya. Usianya baru delapan belas tahun. dia bahagia saja saat ditempatkan di Mount Vernon. Sebaliknya. anak kedua dari empat bersaudara. kamu wamil yang tinggal di asrama ini?" tanya Kim ramah. Dalam tempo sekejap. Brepp! Kali ini Chew tak lagi bergerak. rekannya yang telah bertugas sejak pukul 13. ia melihat sebuah taksi kuning melintas di depan pos jaga. persis di depan pintu gerbang PRU Mount Vernon. Tanpa membuang waktu. Baru beberapa menit menjaga gerbang. "Dia masih hidup. sembari menunjuk ke arah taksi kuning. Kim memperhatikan dengan seksama kartu yang ditunjukkan Yeo. Pemuda itu. Chew tersungkur di selokan. dengan pandangan nanar. Penumpang nomor dua menusukkan pisau ke perut sang sopir taksi malang. menunjukkan kartu keterangan wajib militernya. Sesekali. "Betul sekali. Setelah Hock mengarahkan taksi rampasan mereka ke pos penjagaan. Penumpang nomor satu dan penumpang nomor dua spontan turun dari mobil. Pagi itu. "Memangnya kalian dari mana?" tanya Kim. Sebagai polisi wajib militer. ketika tiga penumpang yang sudah dikuasai nafsu setan itu melihat tubuh Chew merangkak naik dari selokan. mencoba tetap ramah. Boleh aku minta tolong untuk memapah kawanku yang mabuk? Badannya berat sekali. Taksi baru saja hendak tancap gas. Tapi dasar bandel. "Kami berdua baru saja jalan-jalan dan bertemu beberapa teman.Breppp! Sesuatu yang mengerikan terjadi. ia tetap berusaha menunaikan tugas dengan penuh rasa tanggungjawab. dan tanpa ba bi bu menghujamkan pencungkil es dan pisau dapur ke leher Chew. Akhirnya. Sasaran pembantaian berikutnya. Meski begitu. Dari tempatnya berdiri. Telunjuk terpotong Lee Kim Lai masih sangat muda ketika mendaftar wajib militer." teriak salah satu penumpang. mereka menusukkan pisau dan pencungkil es ke daerah vital sopir malang. Penumpang nomor tiga segera duduk di depan kemudi. penumpang nomor tiga. matanya melirik ke taksi kuning yang mesinnya masih hidup. 43 ." bohong Yeo. Kuan si penumpang nomor dua dan Hock. seperti kamu lihat. dia kelihatannya minum terlalu banyak. "Dia tinggal di asrama ini juga?" "Betul. Rencana pertama sukses terlaksana.

Begitu membabibutanya aksi Yeo. Ia berbalik badan. memasukkan pakaiannya yang berlumuran darah ke dalam tas plastik. Kuan. Sepuluh kmenit kemudian." perintahnya pada pada Hock. Sementara di kursi belakang. dengan senang hati ia berjalan menuju pintu belakang taksi. Lima menit kemudian. tapi juga membantu sesama yang membutuhkan pertolongan. Yeo bergegas ke pintu depan." kata Kuan pada Yeo. Setelah menutup pintu. "Tetap di dalam dan jangan coba-coba melawan. Apalagi yang membutuhkan pertolongan sesama penghuni asrama. Benar-benar enggak punya uang!" pekik Lee. Saat pintu dibuka. Saat itu. terjadi sesuatu yang sama sekali di luar perhitungan. sampai-sampai jari telunjuk Kuan ikut terpotong. tugasnya tak hanya sebatas perintah yang diberikan komandan. Tapi dari belakang." perintah Yeo pada Kuan. ia sudah kembali ke semaksemak tempat Kuan bersembunyi. "Kausku berlumuran darah. seraya menghujamkan pisaunya beberapa kali ke leher Lee. Kuan menunjuk sela di antara dua kursi depan. ia sempat melihat beberapa orang di lantai satu dan lantai dua markas polisi Mount Vernon memperhatikannya. Aljunied. dengan membawa tas plastik berisi celana panjang biru gelap dan t-shirt warna putih. Kim mencoba melakukan perlawanan. Lebih terkejut lagi setelah tahu. Namun ia terkejut saat Yeo tiba-tiba mendorongnya masuk ke dalam taksi. Kuan pun berganti pakaian." lagi-lagi Yeo memberi perintah. ia memang mendapati seorang lelaki tengah berbaring di kursi. "Kita harus mengamankan senjatanya. Untuk menghindari kecurigaan. ketika Yeo minta Hock menghentikan taksi. "Aku engak punya uang. pistol sempat jatuh." bisiknya tepat di telinga Kim. 44 . Yeo yang bearda di kursi depan langsung membantu Kuan. Yeo dengan pencungkil esnya langsung mengancam. Berikan pisaumu. Ia tampak begitu ketakutan. ternyata tidak mabuk sama sekali. Dalam pergumulan. mereka telah sampai di kawasan Kallang Bahru. aksi Kuan saat mengambil pistol dari pinggang Kim ternyata mendapat perlawanan. Itu sebabnya. Namun tanpa diduga. pemuda yang sebelumnya berbaring di kursi. Tubuh Kim sendiri langsung jatuh menghujam jok. Hock sudah melarikan taksinya menuju arah Jln. Yeo mempercepat langkahnya. Termasuk kaos dan celana yang dikenakan Kuan. "Aku akan mampir ke flat dan membawakanmu pakaian bersih. Tapi ketika mereka bersiap hendak meninggalkan semak-semak. Kuan mulai menempelkan pisau di leher Lee. "Cepat kabur! Ada beberapa polisi di atas sana sedang memperhatikan kita. Darah segar mengotori kursi belakang taksi. Kuan masih setia mengancam Lee dengan pisau dapur. Ia merasa sebagai seorang wajib militer. "Mana pisau satunya lagi?" teriak Yeo pada Kuan." Yeo lalu berlari menuju flat.Kim calon polisi yang baik. "Pui." "Bersembunyilah di belakang semak-semak. Sedetik kemudian.

Kantung plastik ditemukan Malam itu. sambil menenteng bungkusan plastik. "Cepat keluar!" Kuan pun keluar. Kuan sampai jatuh." "Apa isi tasnya?" "Sisir. Ayah seorang anak perempuan dan seorang istri ini sudah tinggal di Geylang Bahru selama sekitar empat setengah tahun. dia tidak hanya berhadapan dengan gelapnya malam. dia tahu betul daerah tersebut. perjalanannya terhalang lampu merah. Namun Man Seng bukan polisi ingusan yang gampang dikelabui. ia melihat dua orang pemuda. Mereka punya feeling. Jadi. Yeo yang lebih tahu medan. Pagi buta itu. Kecurigaannya memuncak ketika melihat jejak kaki. Namun malang buat Kuan. mereka mengambil keputusan untuk mengambil langkah seribu. Ia segera berbalik arah. Man Seng pun belok kiri." jawan Kuan sekenanya. Dari kejahuhan dia melihat sebuah taksi kuning dengan mesin masih menyala. Lagi-lagi. Sedangkan Kuan menuju blok-blok apartemen di sekitarnya. "Tadinya kami mau merampok Anda. lelaki yang menyeberang jalan barusan ternyata menghilang di sebuah jalan buntu. Nalurinya sebagai detektif mencuat. kami mengurungkan niat tadi. mendekati jalan buntu." "Siapa nama temanmu?" 45 . tapi juga medan yang sama sekali belum dikenal. Dengan langkah pasti ia mendekat. hatinya sedang berbunga-bunga. masih dengan mata nanar. terhampar semak-semak. karena baru saja sukses menangkap tersangka kasus penipuan sejam sebelumnya. "Aku buang saat lari tadi. mengeluarkan pistol dari sarungnya dan membidik semak di depannya. Saat menunggu lampu hijau. Kini di depannya terbentang semak belukar. Begitu paniknya. pemuda putus sekolah itu akhirnya tak beradaya di tangan Man Seng. Di persimpangan jalan Geylang Baru dan Kallang Bahru. Mendekati semak-semak. orang yang dihadapinya seorang polisi. Yeo dan Kuan tampak gugup. detektif Siew Man Seng baru saja pulang berdinas. jika terus lari. Akhirnya ia memutuskan bersembunyi di salah satu semak. "Mana tasnya?" tanya Man Seng. Namun dari balik spion ia sempat memperhatikan. "Sedang apa kalian?" teriak Man Seng. sepintas dia melihat seseorang berjalan di belakang mobilnya. Polisi yang sudah bertugas selama 11 tahun itu berkantor di Kantor Polisi Beach Road. melilih kabur ke arah pertokoan. Yeo Ching Boon dan Ong Hwee Kuan. Bertahun-tahun dia bergaul akrab dengan dunia kejahatan dan berbagai tipu muslihatnya. tak jauh dari salah satu semak. Ia tahu. insting polisinya memaksa Man Seng memeriksa lokasi di sekitarnya. Tingkah laku lelaki tadi membuat Man Seng penasaran. menuju arah Geylang Bahru. Tapi begitu tahu Anda polisi. Di depan semaksemak itu ia berhenti. Dalam sekejap. bangun dan jatuh lagi. benar-benar memecah kesunyian. Tak jauh dari taksi. Lampu kembali hijau. lambat laun pasti akan tertangkap. Meski sempat memberikan perlawanan ketika hendak diborgol.

Karena tak memungkinkan melakukan pencarian sendirian. Beruntung. "Noda darah siapa di kausmu?" Kuan berpikir. Man Seng melihat noda darah di kaus yang kenakan Kuan. adiknya. botol tadi malah melukai jari telunjuk saya. berhasil dilacak keberadaannya. Kali ini. Beberapa jam kemudian."Ah Seng. Man Seng menceritakan apa yang dilihatnya pada Inspektur Polisi Poh Keng How. "Beruntung". Kuan sempat minta. Kantung plastik tempat Yeo dan Kuan menyimpan pakaian penuh noda darah misalnya. (Kisah Nyata/Nicky Moey/Icul) 46 . "Sebelum Anda datang. Chew Theng Hin. Di kantor polisi Beach Road. waktu tampaknya berpihak pada para detektif. meskipun ia baru saja berganti baju. tiga sekawan yang sudah kerasukan setan ini tak sempat melanjutkan aksinya. mengakui pakaian yang ditemukan memang milik Kuan. Sebelum Man Seng bereaksi. "Aku haus sekali. tak jauh dari semak-semak. Jika mereka sempat memanfaatkan senjata yang berhasil mereka rebut dari Mount Vernon. di dalam taksi kuning. terlebih setelah Ong Hwee Huat. korban kebrutalan mereka pasti bakal lebih heboh dari dua nyawa sia-sia yang telah ditemukan. agar bisa dipakai sebagai senjata. Boleh minta air?" katanya mencoba mengundang iba. Man Seng akhirnya memutuskan membawa Kuan ke kantor polisi untuk diinterogasi. apalagi menjalankan aksi perampokan." Kuan berkilah. tiga sekawan yang akhirnya dihukum mati ini dikenal sebagai salah satu pelaku kejahatan paling kejam di Singapura. Berbagai cara telah dilakukan. Kuan telah melangkah menuju sebuah keran. Yeo dan Hock pun akhirnya ditangkap. tak jauh dari tempat Man Seng memergoki Yeo dan Kuan. Satuan polisi khusus pun segera segera diterjunkan. Namun sebelum masuk mobil. Akhirnya ia menunjukkan jari telunjuknya yang beradrah-darah. Kuan tak dapat mengelak lagi." Sekilas. saya berusaha memecahkan sebuah botol. Tak lama kemudian. Tapi karena ceroboh. mencari alasan untuk berkelit. mayat sopir taksi malang korban keganasan tiga sekawan. Hasil penyisiran di sekitar lokasi kejahatan juga membuahkan hasil menggembirakan. Ia juga menolak disangkutpautkan dengan kasus pembunuhan kejam terhadap sang polisi wamil. Mereka bergerak cepat dengan segera menginterogasi Kuan. sampai kini. berdasarkan pengakuan Kuan. Ia terus berusaha mencari tas yang dibuang Yeo dan Kuan. tersebar berita penemuan mayat seorang polisi. tapi Kuan lebih memilih tutup mulut. Namun mereka cukup kesulitan mengorek data dari pemuda lajang tersebut. berhasil ditemukan.

. Dalam hitungan detik. Mereka akhirnya sampai di tempat 47 ." sambung Cornelia. sebaiknya begitu. kami harus lebih rajin menabung. Tapi semata-mata perjalanan bisnis. Wajahnya begitu dingin. karena tak dapat berbuat apa-apa untuk menyelamatkan kekasihnya. dan Janos pun tak pernah ingin tahu. pikirannya sempat menerawang. sekarang terbaring kaku dengan lubang di kepala. mulai sekarang. geliat refleks orang yang sedang sekarat. urusan bisnis kita selesai sampai di sini?" "Ya . Yang dipandang jadi salah tingkah. lalu menyulutnya dengan santai. membayangkan kembali peristiwa mengerikan yang terjadi beberapa menit sebelumnya. "Aku dan Janos berencana menikah. gayanya macho dan berwibawa. "Kamu bilang. Bagaimana mungkin Hollossy tega membunuh Cornelia dengan cara sekeji itu? "Bukankah ia yang memperkenalkan aku pada Cornelia?" pekik hati kecil Janos . Saat berjalan kaki menuju tempat parkir. Untuk itu.. Apalagi ia harus melakukan perjalanan paling aneh sepanjang hidupnya. Janos betulbetul tak percaya. gadis manis yang beberapa bulan terakhir ini mengisi hari-hari indahnya. Traktir sepanjang malam "Aku berjanji.. Janos menyaksikan Cornelia meregang nyawa di karpet. tak jauh dari tempat Hollossy berdiri. Aku punya penawaran menarik untuk kamu. . Hollossy tampak mengangguk pelan.. Semuanya tergantung Hollossy. Dua kali kaki wanita cantik itu bergerak. Semuanya begitu mengejutkan. Janos Telek terlihat gundah. Dengan mata kepala sendiri. Janos sempat terperangah ketika tiba-tiba Stefan mengeluarkan sesuatu dari balik jasnya. Ia makin tak percaya. sebelum akhirnya tak bergerak sama sekali. Hatinya pedih. Perempuan asal Yugoslavia berusia 20 tahun itu langsung meninggal. Cornelia yang sedang duduk santai di sofa.07. Hollossy mengarahkan pistol berdiameter 7. Di pojok ruangan. langsung ke bola mata lawan bicaranya.65 mm ke arah Cornelia Renz.. dorrrr! Jidat wanita seksi itu ditembus peluru. Cornelia langsung jatuh di karpet. menyelipkannya ke sela-sela bibir. Saking seksamanya." suara Stefan membuyarkan lamunan Janos. tanpa tahu arah yang dituju. Seperti biasa. dengan mata menatap tajam. serta kapan dan di mana akan berakhir. Ia memperhatikan dengan seksama percakapan Stefan dan Cornelia. karena sebenarnya ia tak ingin meninggalkan apartemen penuh kenangan di Timmendorf itu.. Stefan tak menjelaskan penawaran apa yang dibawanya... DIREKRUT JADI MITRA PEMBUNUH Janos Telek berjalan terseok-seok di sisi Istvan Stefan Hollossy. Istvan Stefan Hollossy mengeluarkan sebatang rokok dari saku jas. Lelaki bermata kucing dengan ekspresi yang tak mudah ditebak itu kian tajam manatap Cornelia. lelaki bengis yang baru saja membelokkan perjalanan hidupnya." ucap perempuan cantik itu. ini tidak akan menjadi perjalanan yang penuh intrik. persis anggota geng mafia.

sembari duduk di meja. serta beberapa percobaan pembunuhan. "Hebat. yang sangat gampang menghamburkan uang. Jadi. "Penghasilannya pasti besar." cetusnya dalam hati. pria kelahiran Hongaria. SIM-ku baru saja dicabut sabtu lalu. Jerman. Cornelia mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dan menyerahkannya kepada Hollossy. karena nyaris tak pernah tersentuh hamba hukum.. Austria. "Merek rokoknya sama dengan yang dihisap Al Capone. petualangan terakhirnya adalah meloloskan diri dari sebuah penjara di Swedia. malam itu ia terlihat luar biasa. Janos merasa ngeri. sebelum sampai di Luebeck. ke saat pertama kali dia bertemu Hollossy dan Cornelia. kawannya itu mucikari. Ia menduga. melihat betapa mudahnya Stefan mendapat uang." desis Janos. Siapa lagi kalau bukan Cornelia Renz. betapa suksesnya ia selama ini sebagai penjahat. Jerman. Begitu senangnya Stefan. Hollossy juga bercerita. tempat gaul malam terkenal di Luebeck. sebuah bar bergaya Yunani. "Kamu saja yang menyetir. setelah ditawari bekerja sebagai salesman sebuah perusahaan margarin. Janos begitu terkesan pada kawan barunya itu. "Saya butuh duit. Stefan. "Tapi. Ia gampang mendapat pekerjaan.. Sebuah pertemuan yang sangat mengesankan . Usia Stefan tak beda jauh dengan Janos... Janos agak heran. Stefan yang duduk di sampingnya." pinta Stefan sembari melirik lelaki di sampingnya dengan ujung matanya. sambil terus menghisap rokok. Stefan mengaku sedang merintis karir sebagai bintang iklan. tempat ia seharusnya menjalani hukuman 20 tahun penjara. Sambil mengemudi. 48 . Janos bahkan merasa jatuh cinta pada pandangan petama. yang hampir sama dengan kemampuannya berbicara dalam bahasa-bahasa semenanjung Balkan lainnya. "Kamu boleh percaya atau tidak. polisi Hungaria. Dalam hati." bantah Hollossy. Perjumpaan pertama Janos dengan Cornelia terjadi di Kazoria. saat ini polisi di lima negara menganggapku sebagai buronan. Kepandaian bercakap-cakap dalam berbagai bahasa pula yang membuatnya berkenalan dengan Stefan Hollossy.. karena kefasihannya berbahasa Jerman.parkir. Janos Telek datang ke Luebeck. Saat itu. di mata Janos. . dan Swedia selalu gagal menangkap dan memenjarakannya secara permanen. sampai-sampai ia mentraktir Telek sepanjang malam. pemilikan senjata api ilegal. apa masih ada gunanya SIM buat orang seperti aku?" Hollossy lalu "memotivasi" Janos. ternyata jauh lebih buruk dari Stefan yang dikenalnya selama ini. Cornelia. pikirannya kembali melayang. sedang nongkrong di bar Blue Mouse. Janos menyapa Stefan dalam bahasa Hongaria. dan sampai saat ini masih terus memburunya untuk mempertanggungjawabkan perampokan sejumlah bank. gadis cantik nan mempesona." jawab Janos. Janos baru tahu pekerjaan Stefan "yang sebenarnya" setelah ia diajak menemui sumber dana yang tak ada habis-habisnya itu." kata Hollossy." Tanpa basa-basi. Menurut Hollossy. Swiss. sedangkan Cornelia pelacur yang punya banyak langganan orang kaya dan terkenal. Namun siapa pun Cornelia. "Siapa bilang mengemudi harus selalu pakai SIM. sebuah kota di pinggir laut Baltik. dan segera masuk ke mobil Opel Rekord tua kepunyaan Janos. Tapi aku 'kan tidak boleh berhenti menyetir di negara-negara itu. Jerman.

tentu saja tak dapat terus menerus menopang gaya hidup Hollossy. Hubungan mereka lebih mirip sepasang kekasih. Dia pun memberikan sebagian penghasilannya pada Stefan dengan "sukarela". dengan senang hati dia akan menembaknya sampai mati. Korban pertama Janos kembali terbangun dari lamunan. lagi-lagi hanya di dalam hati. Layaknya orang Hungaria. Stefan mulai mengoceh lagi. Sejak itu. Saat merampok bank misalnya.pelacur seperti diduganya semula. beberapa mil di sebelah utara kota. Namun bukan hubungan mucikari . Cornelia langsung menerima. Janos memberanikan diri mengajak Cornelia kencan. Saat itulah. Sampai akhirnya dia bertemu Stefan Hollossy di Nautic Bar. ia tidak pernah menembak orang-orang di dalam bank yang tidak melakukan perlawanan. meski korban yang dilukainya tak terhitung.. agar bisa bolak-balik Luebeck .. Hollossy berwajah dan penampilan menarik. Cornelia merupakan korban pertama yang meninggal di tangan Stefan. tanpa berpikir panjang. Dia perempuan baik. Ketika Stefan pergi ke kamar kecil. atau setidaknya gadis manis dengan centengnya . Hebatnya. Sampai akhirnya ia tahu. Cornelia memang melacur. Meski tidak tinggal serumah dengan Cornelia. tapi tidak dengan tubuhnya. sebuah hotel mewah di pantai Timmendorf. Menurut lelaki perlente itu. Stefan dan Cornelia memang berhubungan erat. Stefan menyarankan agar Cornelia "melacurkan" jari-jemari emasnya. "Mungkinkah Stefan menembak Cornelia untuk memecahkan kebuntuan?" tanya Janos. ketika mobil yang dikendarainya hampir bersenggolan dengan mobil lain. "Tapi mengapa harus Cornelia? Mengapa pula harus diselesaikan menggunakan pistol? Bukankah segala sesuatunya masih bisa dibicarakan? Cornelia sama sekali tidak layak mati dengan cara seperti ini. Untuk itu. tempat gaul malam yang cukup laris di Luebeck. Cornelia layak mendapat penghasilan yang lebih besar. Selera gaul dan cara berpakaiannya pun meniru kalangan the have. Stefan bukan orang yang gemar membunuh untuk kesenangan. Sebelumnya. rekening tabungannya makin menipis. Ia melakukannya untuk memecahkan kebuntuan atau jika memang benar-benar dibutuhkan. Ia dikenal gemar menghambur-hamburkan uang di bar. Baru jika ada yang mencoba macam-macam.Timmendorf tanpa harus naik bus.Saat yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Cornelia mestinya juga menawarkan "pijat organ-organ khusus" bagi pelanggan yang menginginkan. Bekerja di Little Sea Castle. ia tidak boleh terpaku hanya pada "pijat kesehatan". Cornelia memang perempuan baik-baik. Janos makin sering bertemu Cornelia. bahkan sangat baik. Lama-kelamaan.. Gajinya di hotel mewah itu lebih dari mencukupi. Sayangnya. Teluk Luebeck. penjahat itu tidak pernah membunuh orang. dengan keahlian dan pengalamannya. Sebagai usaha sampingan. Cornelia. Stefan yang tidak mempunyai pekerjaan tetap mempunyai gaya hidup yang bisa membuat semua pacar-pacarnya sengsara. Di kursi sebelah. mereka sering menghabiskan waktu bersama. Janos jadi tahu. 49 . Ia wanita pemijat terlatih berjari "emas" yang memiliki diploma dan tahu seluk-beluk pijat kesehatan. Dia bukan pelacur seperti diduga Janos sebelumnya. petuah sesat Hollossy itu ditelan begitu saja oleh Cornelia. Dari ocehan Hollossy." Janos mencoba menekan emosi yang melecut hati. Sialnya. Berbekal tabungan Cornelia. Stefan membeli Fiat 124 berwarna hijau terang.

bayar hotel. "Tidak. Cornelia jatuh cinta (lagi) pada Janos. membuka tabungan baru. Terus terang. percakapan singkatnya dengan Cornelia. kita rampok toko saja.. kita harus merampok bank. Keduanya tinggal di apartemen Cornelia di Timmendorf.. kekerasan hanya bikin pusing kepala. Aku ingin kamu menjadi partnerku. kamu harus membiasakan diri berpikir praktis. hanya untuk membiayai gaya hidup Stefan. belajar jurus-jurus berkelahi saja Janos tidak pernah. serta menikmati tiap akhir pekan dengan makan malam di berbagai tempat makan murahan. Cornelia yang cantik. menikmati perempuan. minum.Aneh memang. satu per satu pertanyaan tentang Stefan. Stefan yang mencium hubungan Janos dan Cornelia. Sampai suatu sore. jangankan membunuh. ada pula yang banyak.. ia sebenarnya tidak betul-betul jatuh cinta pada lelaki itu. aku menyukai kamu Janos. sebenarnya tak ada alasan Cornelia melacurkan jari-jari emasnya. Janos sadar lelaki itu sedang merencanakan sesuatu. "Aku bosan sendirian. Orang yang ada di sana pasti membawa uang. Di luar sana banyak sekali orang kelebihan uang. Mereka berpacaran seperti ABG yang baru saja mengenal cinta. Sebuah kejutan yang tampaknya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari." tegas Hollossy. beli baju. dengan aksinya memgeluarkan pistol dan menembak kening Cornelia dari jarak dekat. yang selama ini berkeliling di benak Janos. Namun ketika tak lama kemudian Stefan sudah muncul di pintu apartemen. Peristiwanya berlangsung sangat cepat. Meski singkat. "Tidak masalah. cinta pada pandangan pertama. dia punya "penawaran bagus" untuk Janos. satu kali pun tidak pernah menyatakan keberatannya. Apalagi belakangan terbukti. Jadi. Kita butuh uang untuk makan. Kita masih punya banyak waktu untuk latihan." sahut Janos singkat. Janos tidak suka menghambur-hamburkan uang di bar atau tempat-tempat makan mahal. Mereka merasa sangat klop. Pernah membunuh orang dengan menggunakan pisau?" tanya Hollossy. Ah. Jarak antara kedatangan Stefan. Aku enggak akan mengajak kamu merampok bank. mulai terjawab. Berkelahi pun belum pernah Janos melirik Hollossy. ia menelepon temannya itu." 50 . dan beli bensin. Jadi. Dia bahkan terkesan tak takut pada Hollossy. mengapa Janos sebagai satusatunya saksi mata pembunuhan Cornelia dibiarkan tetap hidup. sebelum punya pengalaman melaksanakan "operasi kecil". hanya sekitar 5 menit . terlatih dan pintar mau saja menuruti permintaan Stefan. "Cara paling gampang. Pasangan dalam melakukan kejahatan. Tidak seperti Stefan. Janos cuma menjadi pendengar yang baik. Buat dia. Ada yang sedikit. Yang terakhir ini tingkat kesulitannya tinggi. sah-sah saja jika kita mengambilnya sedikit dari mereka 'kan?" sambung Stefan. Stefan bilang. 3 April 1975. Janos merasa beruntung sempat merasakan kebahagiaan bersama Cornelia. suatu ketika. Termasuk pertanyaan. sangat tenang. Sepanjang perjalanan. Tapi kalau mau uang yang sangat banyak. Lelaki itu tampak tenang. "Mulai sekarang. bahkan diajak berkelana oleh Stefan.

Janos masih mencari jawaban terbaik. aku akan jadi buronan. dia ikut mendengar suara tembakan tadi. Jarang sekali ada pembunuh yang mau menoleransi kehadiran saksi mata. Janos mungkin saja akan merebut pistol Stefan. sama seperti dia. 'kan?" Janos kini manggut-manggut. tapi menghadapi situasi seperti ini. Karena Janos tak kunjung bergerak. tak mudah bagi Janos untuk menuruti perintah Stefan. "Sekali saja aku melukai orang. Makanya dia begitu lega. Janos kembali teringat peristiwa mengerikan siang itu . menuju apartemen sebelah. Dia bahkan tidak yakin Stefan akan membiarkannya tetap hidup. ia berlutut. modal nyali saja tak cukup. Sayangnya. Janos sempat kaget ketika tiba-tiba Stefan berkelebat. 'kan? Jangan-jangan. meski tak tahu harus berdoa pada siapa. Ah. Jika terjadi dalam novel atau film. bukan Superman atau Batman.." cetus Stefan. ketika Stefan kembali nyerocos. "Nenek itu. Tuhan tahu. 51 . Masalahnya. akhirnya Hollossy sendiri yang memulai mengangkat mayat Cornelia. ketika tahu Stefan memasukkan kembali pistolnya ke kantung jas. "Aku tidak mau ada saksi mata lain. "Bagaimana kalau latihan kita mulai dengan merampok toko? Aku akan mengalihkan perhatian pemiliknya dengan mengajak dia ngobrol. kejadian itu terjadi pada kehidupan nyata." sergah Stefan. mengapa Stefan selalu berusaha mendorongnya melukai atau membunuh orang lain. baru Janos membantu meletakkan mayat Cornelia di tempat tidur. Lalu kamu berputar ke arah belakang." ajak Stefan pada Janos. tentu di dalam hati. kapan ia harus bertindak? Menghadapi Stefan. Kamu bilang tadi. belum pernah memakai pisau. "Ayo kita angkat mayatnya ke tempat tidur. Yang paling membuat hatinya sedih. Beberapa saat kemudian. adalah mata gadis itu terbuka lebar. lalu balas menembak banjingan itu di jidatnya.. "Tapi sepertinya lebih baik jika kamu memukul kepalanya pakai besi. Janos hanyalah salesman perusahaan margarin.. Janos seorang komunis. mengancamnya pakai pisau. Harus ada strategi khusus. tempat ini dan waktu kita juga sangat sempit. Dia juga tidak tahan melihat darah yang mengucur dari lubang di kepala Cornelia. karena dialah satu-satunya saksi mata pembunuhan Cornelia. kecuali menjadi pasangannya. Dalam keadaan terkejut. sehingga tak ada jalan lain." Stefan segera mengeluarkan pistol dari balik jaketnya. dia masih tinggal di sebelah rumah. apalagi sampai membunuh.Untuk kesekian kalinya Janos terdiam. Namun ia mengerti. bukannya setuju pada rencana Stefan. lalu menyelinap keluar. bicara soal nyali dan strategi. seolah memandangnya dengan pandangan minta tolong. pasti akan digambarkan sosok Janos sedang yang marah besar atas pembunuhan Cornelia. lega yang teramat dalam. Seluruh persendiannya lemas." ucap Janos.

" tolaknya halus. setelah mendengar bunyi sirine mobil polisi yang sedang berpatroli. Janos sempat mempertimbangkan menibani kepala Hollossy dengan lampion. Namun. Apalagi setelah Hollossy menunjukkan tiga pistol yang selalu dibawanya ke mana-mana. Jam dua pagi. Hollossy berpikir sejenak. Seperti biasanya. tidur pulas. Hollossy mengunci pintu dan memasukkan kuncinya ke kantung celana. "Tapi kalau kita merampok tempat ini. Kita butuh uang kontan. Hollossy dengan sigap meletakkan pistol di telinga kanan Janos. Kali ini bukan karena mendengar mobil patroli polisi. 20 mil dari Luebeck. meski praktiknya. Seperti kemarin malam. Hollossy memutuskan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju toko logistik terdekat. Padahal kita sudah berencana merampok toko perhiasan. mata Janos tak pernah terpejam sampai pagi tiba. mereka bermalam di rumah teman Stefan. "Masuk akal. daripada tertembak musuh karena pistolku tidak siap. tapi aku lebih suka mati karena pistol sendiri. Janos tak pernah mengeluarkan uang sepeser pun. Esoknya. mereka menghabiskan waktu mensurvei berbagai toko perhiasan. mobil mereka mengalami masalah. polisi akan mencari-cari kita. Janos tak banyak bicara. Setelah itu. Mereka menginap di Union Hotel. lagi-lagi Hollossy membangunkan Janos di paruh pagi. Jam sembilan pagi mereka sampai di Hamburg. dia tak dapat memejamkan mata." ucap Hollossy setengah mengintimidasi. Bagaimana kalau kamu turun dan membunuh perempuan tua pemilik hotel ini. Sampai detik itu. Malam yang berat buat Janos. kamu tidak perlu membayar apa pun. "Orang-orang selalu bilang. 52 . Pertimbangannya terbukti benar. karena hampir sepanjang malam." teriaknya pada Janos.Beberapa saat kemudian. "Selama ikut aku. lalu merampok uangnya?" Janos kaget alang kepalang. Celah di antara celah Esoknya. Janos menarik napas lega. "Dia tidak ada di rumah. pagi-pagi sekali mereka sudah naik kereta api menuju Hamburg. memilih menghabiskan waktu di sebuah hotel di pinggiran kota. Namun. memikirkan kejahatan apa kira-kira yang akan dilakukannya bersama Stefan besok. Stefan kembali. Siang dan sorenya. Begitu sore tiba. berlaku seperti bos mafia. Stefan betul-betul menepati janjinya. Tak kusangka kamu ternyata partner yang pintar." Mereka lalu kembali "tidur". lalu kkkrrrr. Hollossy yang tidak pernah menginap dua malam berturut-turut di satu tempat. Betul-betul mirip macan kumbang. bagaimana dengan nyawanya sendiri? Di Ratzeburg. "Aku sedang berpikir tentang uang kontan. mengantungi pistol terkokang itu berbahaya." bilang Stefan. yang bertanggungjawab atas semua yang terjadi pada anak buahnya. hampir seharian mereka habiskan untuk mensurvei kembali toko-toko perhiasan. nyalinya mengkerut jika mengingat refleks Hollossy bak macam kumbang. lalu mengangguk. karena tak ada pembunuhan lagi.

bagaimana caranya? Janos terus mencari celah. di mana kira-kira dia sekarang?" tanya Luders. "Sersan. Nah. Janos kemudian menyetop taksi. Oleh Luders. Suatu saat. Namun. Novak selamat. tembak menembak reda. "Menurut Anda. setelah lari terbirit-birit meninggalkan truknya. Polisi yang datang ke lokasi atas laporan Novak. lalu sekuat tenaga berlari menuju sebuah pusat perbelanjaan. Frank Luders dan Max Peters langsung meblokir Spitaler Street dan memeriksa gedung-gedung di sekitarnya. "Entahlah. kawasan yang lumayan ramai oleh pejalan kaki. didahului oleh pasukan khusus. Polisi mendapat seorang lelaki terbaring tak bergerak. Janos makin deg-degan. dengan luka tembak di bahu kanan. Gas air mata pun melesak ke dalam gedung. masuk dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Jika tekadnya sudah bulat. Hollossy memberikan perlawanan sengit. Dengan senjata otomatis 9 mm. Siang menjelang sore. Begitu mendapat kabar positif. inilah tempat paling tepat untuk menghindari perbudakan Hollossy. Namun Klein sempat menunjuk gedung Grauman's Way No 20 sebagai tempat Hollossy bersembunyi. seiring desingan peluru dari kedua belah pihak. begitu tahu status Hollossy dari radio. Janos justru menemukan celah untuk melarikan diri. kali ini yang berjejer di sepanjang Spitaler Street. Tempatkan minimal satu orang polisi di sekitarnya. Firasatnya mengatakan. Hollossy tampak sangat serius mengamati pintu masuk sebuah toko perhiasan. Belakangan diketahui. Hollossy lalu membajak truk yang dikemudikan Werner Novak. penjahat berdarah dingin itu merampok Hoellinger Jewellery di Alstertor Street." jawab Janos. kumpulkan data semua toko perhiasan. menghilang di balik gedung itu. dia melukai pemilik toko Josef Hoellinger (74 tahun). Polisi. Namun Hollossy tetap Hollossy. menyerbu masuk. dia bergeser menuju ujung sebuah gedung. Janos sudah bersaksi di depan Inspektur Frank Luders dan Detektif Max Peters dari Kantor Kepolsian Hamburg. Tak juga polisi. Beberapa saat kemudian. (Kisah Nyata/John Dunning/Icul) 53 . Maria (66 tahun). ternyata berasal dari pistolnya sendiri! Sampai kematikannya. peluru 9 mm nan mematikan yang bersarang di kepala Hollossy. menembak mati istri Josef. Sepuluh menit kemudian. dan kaki kiri. Tapi dia sendiri belum memutuskan. dan pembantu mereka Cristel Semmelhack (33 tahun). tak satu pun rintangan dapat menghalangi niatnya. menjumpai Klein dalam keadaan luka parah. Hollossy menembak Walter Klein. semua cerita Janos dikonfirmasi lewat telepon pada kepolisian Luebeck dan Timmendorf. yang ditemuinya di Ifflland Street. yakni ditemukannya mayat Cornelia. Namun. "Tolong antarkan aku ke kantor polisi." perintah Luders pada Peters. Beberapa saat kemudian. Hollossy masih ingin menentukan nasibnya sendiri.Paginya. Pelan-pelan. lagi-lagi Hollossy mengajak Janos mengintai toko-toko perhiasan. toko mana yang akan dirampok. ketika sang residivis mencari celah masuk." pintanya singkat. dor! dor!. Polisi juga berjaga-jaga di stasiun dan gerbang keluar kota lainnya. Hollossy telah mati. Dia berencana merampok salah satu toko perhiasan yang kami survei. kepala.

nalurinya sebagai wartawan lepas meyakini lelaki itu mungkin tahu sesuatu tentang peristiwa pembunuhan Nyonya Owen. yang membuatnya heran. sambil terus mengisap rokoknya. peristiwa itu bukan sebuah kecelakaan atau bunuh diri. jika tidak bisa dikatakan lusuh. Namun." kata pria itu menunjukkan sikap acuh tak acuh. Polly yakin. Sesekali ia terlihat gelisah seperti sedang menantikan sesuatu. Penampilannya terlihat seadanya. Pria itu tiba-tiba memandangi Polly. Pada tempat. TERGIUR SIMPANAN JANDA TUA Sudah tiga hari ini. Ia juga tidak begitu mengerti. setiap pukul 16. lalu menyalakannya. puluhan meter dari pria itu. "Saya ingin pendapat Anda tentang kasus itu. terlebih oleh orang-orang yang belum mengenalnya. yang menggegerkan kota kecil yang biasanya tenang ini. serta dugaan-dugaan berbagai kalangan yang kadang tidak masuk akal.08. "Entahlah. kecelakaan. Hari ini. Semua berasal dari keterangan polisi yang serba resmi. ia sudah terbiasa diperlakukan demikian. Salah satunya dari pria berpenampilan lusuh itu. Sebagai wartawan. Kini peluang terakhir untuk mendapat tambahan keterangan adalah dari sumbersumber tidak terduga. hingga orang sulit menerka pekerjaan sehari-hari dan apa yang dilakukan si pria selama berjam-jam di tempat itu.00. membuat perempuan berusia 29 tahun itu sedikit terkejut dan berusaha mengalihkan pandangan dengan bola matanya. atau bunuh diri? Pria itu selalu duduk di sebuah kursi taman." nada bicara Polly setengah memaksa. seseorang telah membunuhnya?" Pria itu tertawa lirih. atau membaca koran sore selama dua sampai tiga jam. Segala gerak-gerik pria setengah baya itu seolah tidak pernah lepas dari pandangan Polly. Sudah beberapa hari ini tak seorang pun menyapanya. Masyarakat sendiri masih berspekulasi. apa yang mendorongnya berbuat demikian. biasanya pria itu akan pergi. dan waktu yang sama. Fakta-fakta yang sama sekali tidak menarik untuk sebuah tulisan investigatif peristiwa kriminal. terlihat ia sangat gelisah. di tepi sebuah jalan yang tidak terlalu ramai. merokok. Inggris. "Yang pasti. Hanya saja. Dari gerak-gerik tubuhnya. seolah hendak menceritakan sesuatu kepada seseorang. Orang yang tahu perbuatan Polly pasti akan mengecapnya sebagai kurang kerjaan. "Jadi Anda yakin. kesaksian orang-orang di sekitar. "Sebenarnya tidak ada seorang pun yang tahu 54 . posisi. mengeluarkan sebatang rokok putih. di hari keempat pengintaiannya. Strand. apakah sang janda mati dibunuh. si pria tidak menyadari pengintaian ala cerita spionase yang dilakukannya." katanya mengangkat bahu. Dalam buku catatannya. Polly membulatkan tekad untuk menghampirinya. yang leluasa mengamati dari sebuah kafe. pria itu seolah bisa membaca pikirannya yang penasaran. ia tak kunjung bicara pada Polly yang kini duduk di sisinya. Namun. Polly sebenarnya sudah mengumpulkan beragam fakta tentang kasus pembunuhan misterius itu. Setelah duduk. Polly Burton tekun memperhatikan sesosok pria yang sering duduk sendirian di sebuah sudut jalan di Norfolk Street. Polly tidak kesal.

Pagi-pagi sekali. Saat itulah ia menyempatkan diri sekadar menyapa atau mengajaknya ngobrol tentang apa saja.pembunuh wanita itu. tiap pukul 09. Di gedung itu terdapat beberapa jenis usaha yang dijalankan para penyewa. Bangunan mirip hanggar pesawat terbang itu terdiri atas beberapa ruangan. Polly siap mencatat segala penuturan pria itu. Peraturan di gedung itu memang mengharuskan setiap penyewa meninggalkan ruang kerja mereka menjelang petang dan kunci ruangan dititipkan di ruangan pengurus bangunan. Biasanya. pagi di hari kedua bulan Februari itu. Walau penghasilannya tidak seberapa. Setiap hari janda tanpa anak itu bertugas membersihkan dan merapikan ruangan dengan upah hanya 15 shilling per minggu. dengan jendela besar untuk ukuran bangunan modern. Tempat kejadian perkara pembunuhan Nyonya Owen itu berada di salah satu bangunan tua peninggalan abad ke-19 yang terdapat di ujung jalan. maupun merepotkan. tapi ia selalu mengumpulkan dan menyimpannya di sebuah rekening di Bank Birkbeck. Owen akan membereskan dan menyapu seluruh ruangan. Smith dengan kunci cadangan miliknya akan membuka pintu depan dan langsung menuju ke ruangannya. Uang penghasilannya diatur sangat hati-hati untuk keperluan sehari-hari dan sedikit untuk burung kakatua peliharaannya. Besarnya memang tak seberapa. bahkan nyaris tidak cukup untuk hidup layak. seperti pembuatan papan iklan. Robbie Smith. sewa ruangannya ditentukan sinar tambahan yang masuk melalui jendela-jendela berdebu itu. wanita yang telah bekerja 25 tahun itu sama sekali tidak pernah menuntut. Perempuan kaya Percy Street di Tottenham Court Road bukanlah termasuk kawasan ramai di kota ini. seorang pembunuh profesional?" Alis Polly terangkat. Pekerjaan rutin itu harus selesai sebelum penyewa atau pengunjung datang. begitu tiba.00 Smith mendapati Owen sedang mengerjakan sesuatu. tidak seperti biasa 55 . Namun. Di sanalah Owen tinggal. mengeluh." "Bukan sembarang orang? Maksudmu. Jumlahnya tentu saja kian hari kian besar. juga tidak ada yang bisa menggambarkan secara persis. Semua menyangkut periklanan. Tidak ada orang lain yang bermalam di ruang sempit dekat ruang produksi itu. Lagi-lagi pria itu tertawa lirih. dan asapnya dihembuskan ke atas. Begitu besarnya sampai ada olok-olok. karena pembunuhan itu dirancang sedemikian rupa oleh bukan sembarang orang. hingga semua orang yang tahu tentang kebiasaan iritnya itu menjulukinya "wanita kaya". Sekali waktu. Owen juga menerima tip dari para pekerja yang telah dibantunya. Ruanganruangan tempat usaha itu berjajar dan di ujung bangunan terdapat kantor pengurus bangunan. karena memang tidak ada yang melihatnya. serta sebuah studio kecil untuk syuting film iklan atau pemotretran. begitu menyadari lawan bicaranya begitu bingung tapi tetap memaksa. kepala ruang perabotan. Sampai sekarang. usaha desain iklan media cetak. Begitu pula pagi hari di saat peristiwa tragis itu terjadi. Sebatang rokok kembali diambil. kecuali Owen dan kakatuanya. adalah pekerja yang selalu datang pertama setiap hari. dinyalakan. Pintu depan akan dibiarkannya terbuka untuk pekerja lain atau jika kebetulan ada pengunjung yang datang pagi-pagi. Seperti biasa.

Baru kali itu ia melihat sosoknya secara lebih jelas. Saat itu hari mulai gelap. telah bersiap-siap. Hanya kerlap-kerlip lampu hiasan di sepanjang jalan membuat suasana lebih meriah. diketahui korban mendapat benturan keras di bagian belakang kepala. wanita itu telah mati dalam kebekuan. Di matanya penampilan Owen terlihat biasa-biasa saja dan tidak menunjukkan karakter suka aneh-aneh. ia menyaksikan sebuah pemandangan mengerikan! Di lantai yang setengahnya tertutup tumpukan salju. Penemuan besi ini membuat media massa berspekulasi: kematian Owen akibat kecelakaan. Karena dilihatnya ruangan telah rapi dan bersih. Inspektur Howell dari kepolisian setempat menemukan potongan besi berbentuk siku-siku.Smith tidak melihat Owen. Tubuh Owen benar-benar tergeletak tak berdaya di sisi pintu yang terbuka. perasaannya tetap tidak enak. Berdasarkan pemeriksaan medis sementara. membentuk hamparan permadani putih di lantai. Namun terlambat. tidak satu pun menyadari ketidakhadiran Owen sepanjang hari itu. Ia juga menambahkan. suasana di sekitar jalanan juga mulai sepi. Ia sengaja mengajak pria itu ke sana semata-mata agar mereka lebih leluasa berbincang. "Ini Nyonya Owen. tapi tidak menemukan apa pun. tubuh kakatua peliharaannya ikut terbujur kaku membeku. Menjelang petang. Mungkin Owen telah menyelesaikan tugasnya lebih awal. Smith tidak terlalu menghiraukan kejanggalan itu. Kedua tungkai dan pergelangan kakinya terbuka. Charles Pitt. Hujan bercampur es dan salju tebal menerobos masuk. Tingginya kira-kira sama dengan luka memar di belakang kepala korban. Beberapa waktu sebelumnya ia hanya melihat lewat ilustrasi wajahnya. Saat itulah Charles langsung merasakan sesuatu yang tidak biasa. Ternyata dua jendela di dalam ruangan terbuka lebar. Kata si pria. Tim medis dan polisi datang 15 menit setelah tubuh janda itu ditemukan. Ketika korek api dinyalakan. Tangannya biru lebam. Tak jauh dari jendela ruangan. Hujan salju membentuk tumpukan salju tebal di sepanjang jalan. wanita itu sebelumnya cenderung hidup secara monoton dan 56 . foto itu gambar terakhir Owen sebelum terjadi perubahan. Pitt baru saja membuka pintu ruang pengurus bangunan ketika tiba-tiba hembusan angin dingin sekonyong-konyong menerpa wajahnya. Apa Anda sudah pernah melihatnya?" kata pria itu sambil menyodorkannya ke arah Polly. Begitu pula puluhan pekerja lain yang datang kemudian. Setelah pesanan kopi datang dan sejenak menyeruput. Mereka berusaha memberi pertolongan. Ia berusaha melongok. Sementara di sudut ruangan. ia melihat tubuh Nyonya Owen tertelungkup mengenakan gaun malamnya. setelah menjadi mayat. Suhu 5oC di bawah nol semakin memperparah keadaannya. Sejenak Polly mengamati. Seperti biasa. Namun. Pukul 17. Foto seorang wanita biasa bertubuh gemuk dalam pose tersenyum ramah. hantaman angin kencang disertai badai timur laut terus bertiup. membuat segala sesuatu semakin buruk. ia akan mengembalikan kunci ruangan kantornya ke pengurus bangunan. Suhu udara hari itu sangat dingin. sisa cahaya redup musim dingin yang pucat telah berlalu. pria itu mengeluarkan selembar foto dari saku jaket.00. Terlihat berkencan Polly dan pria asing itu kini memilih melanjutkan perbicangan mereka di sebuah kafe. pekerja yang biasanya pulang paling akhir.

Menurut para pekerja di Percy Street. tapi belakangan berubah total di luar dugaan banyak orang. yaitu beberapa sayat daging anak sapi. wanita itu menampiknya dan tidak bercerita apa pun. Seorang saksi lain. Namun. Hidangannya terbilang mewah. Owen mengambil 57 . perubahan mencolok terjadi setelah Owen berhubungan dengan Arthur Greenhill. itu pertemuan terakhirnya dengan Owen dan memilih untuk segera beranjak pergi. kopi. menyatakan beberapa jam sebelum peristiwa tragis itu. hak janda itu untuk menyenangkan diri di hari tuanya. Para pekerja mulai berembuk untuk membicarakan ketidakberesan ini dan berencana melaporkannya kepada pemilik bangunan bila situasi itu terus berlanjut. Menurut gosip. Ia hampir selalu tidak ada di tempat pada saat dibutuhkan. mereka tidak ambil pusing. mereka tidak mau terlalu usil. Menurut pria tambun berumur 60-an tahun itu. Jones menemukan fakta mengejutkan bahwa setelah dipecat. Di lehernya tampak sebuah liontin emas berantai mungil dengan ukuran yang sepertinya tidak mungkin dimiliki wanita sekelasnya." kata Allman kepada polisi. pada akhir Januari. lelaki pemilik bangunan. Mereka pikir. sepotong besar tulang sumsum. Para pekerja saling berpandangan. Perkara Owen akhirnya sampai juga ke telinga Allman. tentang Owen. Mata para pekerja baru benar-benar dibuat terbelalak ketika suatu kali mereka melihat Owen berdandan begitu rapi. tepatnya gosip. Kecurigaan mulai kuat setelah ada gosip susulan yang menyatakan melihat Owen berkencan dengan Arthur Greenhill di sebuah rumah makan di Gambias Restaurant di Tottenham Court Road.00 ia melangkah ke luar sendirian. Nona Bedford. Saat itulah mereka bertukar informasi. Para pekerja mengamati. lengkap dengan topi dan mantel mewah. termasuk para pekerja yang sudah lebih dari sepuluh tahun bekerja di situ. Menurut penuturan saksi.membosankan. Sepanjang ingatan. kepolisian menugaskan Inspektur Jones menyelidiki Arthur Greenhill. karena ia memiliki banyak uang untuk siapa pun yang tahu bagaimana menyenangkan hatinya. Owen berubah kira-kira sejak Oktober. Bedford tidak menyangka. "Nyonya Owen tidak sedikit pun terlihat kesal ketika saya menyampaikan hal itu kepadanya. Namun. Ketika keduanya meninggalkan restoran. Arthur memang terlihat sering pulang paling malam. Allman memecat Owen yang telah bekerja puluhan tahun tanpa masalah. "Ia menyatakan punya banyak sahabat yang akan menjaga dirinya. dan ditutup dengan kopi manis." kata Allman. Saat itu. Namun. Owen justru bercerita. mereka merasa belum pernah melihat Owen berpenampilan seperti itu. Perubahan drastis Owen baru menjadi masalah setelah berdampak pada pekerjaan. Akhirnya. saat ia bertanya soal masalahnya dan menawarkan bantuan. tanpa banyak peringatan. Owen yang membayar tagihan makan malam di tempat eksklusif itu. yang takut dirinya dikait-kaitkan dengan kematian bekas pekerjanya itu. Arthur tampak mengisap cerutu mahal. Semula tidak ada yang menaruh perhatian soal itu. Ketika penelusuran dikembangkan ke Birkbeck Bank. dirinya telah memiliki banyak properti dan kini akan bekerja sesuai keinginannya. pernah mendapati Owen menangis terisak. Dari serangkaian informasi awal. pemuda yang bekerja di Number Eight Studio. hidangan pencuci mulut. sekitar pukul 18.

Hakim juga tahu. hasil jerih payah menabung dan menghemat selama 25 tahun! Kelumpuhan sementara Karena semua dugaan mulai mengarah pada satu nama dan untuk memudahkan penyelidikan. Dalam catatan forensik hanya dijelaskan. Logat cockney-nya juga terdengar lucu. polisi lalu menahan Arthur Greenhill. pembawaannya sedikit kasar. Wajah orang tua itu terlihat keras. Polisi berusaha menyusun bukti-bukti yang memberatkan Arthur. Sementara jendela terbuka lebar dan salah satu teralisnya terputus. dua. kecuali kelumpuhan sementara. korban sudah tewas. Ia menyatakan akan sangat berhati-hati dan tidak menghabiskan uangnya sesaat saja. "Dia terlihat senang dan riang." kata kasir yang tak disebut namanya itu. Pria berusia 28 tahun itu seharihari bekerja sebagai pelukis batu dan logam. wajah Arthur tergolong tampan untuk ukuran pria kebanyakan. tidak ada yang terlalu mencolok. karena biasanya wanitawanita lanjut usia mudah pikun. Namun. tidak masuk akal kalau dia membuka pakaiannya di tengah suhu 5oC di bawah nol dalam keadaan jendela terbuka lebar. Owen pernah menunjukkan kepadanya cek 827 pound atau senilai saldo rekening tabungannya. Dalam penelusurannya. jumlahnya kira-kira 800 pounds. Owen tertawa menanggapinya. setelah membuka pakaiannya saat itu. Salah satunya ditukarkan untuk pembayaran satu setel 58 . Malah Owen sempat menuturkan niatnya untuk mengunjungi kantor pengacara untuk membuat sebuah surat wasiat. atau mungkin 12 jam. Apakah satu." kata pria yang masih terus bertutur kepada Polly. Kesaksian kasir itu mengejutkan. Pakaian korban sepanjang hari itu tergantung rapi di atas sebuah kursi dan sebuah kunci lemari makan ditemukan di dalam kantungnya. Agak sulit memastikan sudah berapa lama wanita itu terbujur kaku. Greenhill Senior. bertindak sebagai kuasa hukum. dengan penampilan yang lebih mirip pengacara desa ketimbang pejabat penting di London. tapi mengiyakan. seperti telah dibongkar paksa berulang-ulang layaknya modus perampokan. Sayangnya. Polly cuma manggut-manggut. karena berniat pergi ke kota lain untuk tinggal bersama keponakannya. Namun. "Nyonya Owen pasti baru bersiap-siap akan tidur. polisi malah menemukan dua nota bank yang telah dicairkan Arthur Greenhill pada pagi hari sebelum kematian itu terjadi. kematiannya pasti bukan karena kecelakaan. Owen tewas akibat tidak segera mendapat pertolongan. keadaan di sekitar ruangan saat Charles Pitt pertama kali menemukan wanita malang itu. dalam sidang pendahuluan. Bisa jadi karena ia sangat gugup. Kasir itu sempat mengingatkan Owen agar berhati-hati. sambil bercerita bahwa ia perlu uang dalam jumlah besar. Suatu hal yang sebenarnya dapat merugikan posisinya. karena tidak ditemukan uang sedikit pun di dalam kamar sang janda setelah peristiwa tragis itu.seluruh uang simpanannya dalam deposito.Dalam kesaksiannya seorang kasir perempuan di Birkbeck Bank bilang. saat petugas kesehatan datang. Rasanya. Meski pekerja kasar. dari hasil visum tidak ada perkembangan baru. Memar di bagian belakang kepalanya sebenarnya tidak memberi efek serius. hingga bicaranya tergagap dan berulang kali memberi jawaban asal-asalan. Semua sudut ruangan masih tampak rapi. seorang hakim agung. Pintu ruangan sedikit terbuka. Ayahnya. Hanya saja. Menurut catatan polisi. Arthur bersikap tidak menyenangkan bagi hakim wilayah dan kepolisian.

Saksi yang dikenal sebagai pemabuk itu mengaku bertemu. Setidaknya. Arthur panik akan keputusan itu dan merasa harus mendapatkan uang itu secepatnya. Namun. Belakangan. Owen tidak menuruti semua kemauan Arthur. alibi tersangka hanya didukung seorang saksi yang merasa melihatnya pukul dua pagi. Arthur mendekati dan mengencani Owen untuk kesenangan materi sesaat saja. Nama itu muncul dari mulut Arthur. serta menikmati hari tua. Berulang kali ia menjilati bibirnya yang terasa kering. yang menuduh polisi tidak jeli terhadap fakta yang ada. aku masih bisa menganggap Bill demikian. polisi tidak ingin percaya begitu saja. keberadaan keponakan itu hanya diucapkan Arthur serta Owen melalui kesaksian kasir saja. Arthur menjadi tersangka utama. setelah dirampok saat hendak bersiap tidur. Sebelum pulang. "Aku menganggap kau seperti keponakanku. Tinggal dengan keponakan Dalam pengakuannya. tersangka juga mengaku sempat mengencani Owen dan mengantar ke tempat tinggalnya. dia sudah sedikit gembira. "Dia terlihat sangat khawatir sejak petang. "Jika memang seluruh hartanya akan diberikan kepada Arthur. 59 . karena ia merupakan orang terdekat korban dan paling sering berkeliaran di pagi hari. Pada saat kejadian. wanita itu memberinya 10 pounds yang dikatakannya sebagai ucapan terima kasih sambil mengatakan. "Bill". Arthur hanya bisa mendengar semua kesaksian yang mengarah ke dirinya dengan wajah pucat pasi. Ketika mengantar wanita itu pada malam pembunuhan ke kamar. Dari sanalah Arthur tergoda mengambil seluruh uangnya.pakaian pria di West Ebd Clothiers Company dan yang lainnya di sebuah kantor pos di Oxford Street. Arthur memukulnya dengan sebuah besi lalu mengambil uangnya." Ya. Meski pengakuan tentang keponakan Owen mirip dengan kesaksian kasir Birkbeck Bank. bahkan sempat berbicara dengan Arthur di sudut jalan Percy Street dan Tottenham Court Road. hakim agung Greenhill Senior memiliki sebuah kantor kecil di John Street. Entah. sebelum tak sadarkan diri. Pipinya menghijau. Pada malam kejadian. pengakuan asal-asalan itu segera ditepis polisi. bahkan bersikeras pindah ke luar kota untuk tinggal bersama keponakannya. Siang sebelum kematiannya. Namun. mengapa ia harus mengambil uangnya cepat-cepat?" kata Greenhill berang. Bedford Row. Tapi ketika saya meninggalkannya.00. kredibilitas kesaksian penting itu tak cukup membantu. karena Arthur tidak bisa menyebutkan lebih jauh tentang silsilah keluarga ibunya dan hubungannya dengan korban. Tapi jika kau tidak suka. Owen berada di sana dan membuat surat wasiat yang menyatakan akan memberikan seluruh hartanya pada Arthur Greenhill jika ia meninggal. Polisi juga menemukan. kata polisi. Polisi tetap pada dugaan sementara. sekitar pukul 02. termasuk rencana Owen untuk tinggal bersamanya. karena saksi dianggap tak sadar sepenuhnya. Sedangkan saksi-saksi lain yang kebanyakan pekerja di Percy Street tidak pernah mendengar soal keluarga jauh itu." sambung Arthur kepada polisi. Dugaan polisi semakin kuat bahwa janda itu memang dibunuh. Sementara ini. Arthur menyatakan dirinya memang dekat dengan Owen karena janda itu masih saudara jauh ibunya. Sayangnya. ayah Arthur. pendapat itu disanggah Greenhill Senior. mungkin karena keponakannya itu.

analisis Polly. Ia pun mengambil uang yang ada di laci lemari. keponakannya mendatangi Owen. Senyum misterius mengembang dari mulutnya. Tapi. 60 . Tubuhnya perlahan di sandaran kursi. Pria itu tersenyum.Pembunuhnya merapikan ruangan Tak terasa sudah hampir satu jam Polly menyimak kata-kata pria itu tanpa rasa bosan sedikit pun. aku pikir semua itu karena uang. lalu menariknya. Ia memaksa janda itu untuk menyerahkan uang depositonya. "Satu pertanyaan terakhir. Owen berontak." tambahnya. ia ada di sebuah tempat tak jauh dari rumahnya. Segala penuturannya masuk akal dan cocok dengan semua catatannya. Membereskan dan mengurus pekerjaan pagi itu. dan melangkah santai. Arthur hingga saat ini belum terbukti membunuh. pada tengah hari. Aku tahu banyak orang yang menganggapnya sebagai kasus bunuh diri biasa atau kecelakaan. Ketika akan melangkah ke luar. Dia lalu datang dan menerornya. Siang itu keduanya bertengkar. Tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang tidak beres pada pria yang belum lagi ia ketahui namanya itu." kata pria itu santai. Untuk sejenak. Merasa dikasari. "Seorang keluarga dekat bisa saja mengunjunginya di luar. Setidaknya. apa kau juga mempercayai keberadaan keponakan lelaki wanita tua itu?" "Mengapa harus menyangsikannya?" balas pria itu cepat. "Aku senang mendengarmu mengatakannya terbunuh. hingga akhirnya Owen merasa simpanannya di bank tidak aman. Alis Polly mengernyit. si tersangka tunggal. Jadi menurutmu." "Ya. mengapa polisi masih belum bertindak tegas terhadap Arthur. itulah yang membuatnya menangis dan terlihat oleh Nona Bedford. Saat itulah secara refleks ia memukulkan besi siku ke belakang kepala dan membuat wanita itu terjatuh." katanya. Saksi dan bukti yang ada memang tidak terlalu memberatkannya. kira-kira bagaimana pembunuh itu melakukannya?" pancing Polly. "Keponakan itu tahu tentang keberadaan uang Owen di bank. kini ia paham. Ada saksi yang melihatnya. Pembunuh itu berinisiatif menggantikan tugas Owen dan seakan-akan mengajak semua orang melupakan keberadaannya. karena pada saat wanita itu dibunuh. Polly hanya bisa tertegun menyaksikannya. di sisi lain ia justru merasa tengah berada di puncak penyelidikannya tentang pembunuhan Nyonya Owen." Setelah Arthur pulang. tanpa diketahui para pekerja di Percy Street. "Namun pria itu begitu kecewa setelah tahu Owen akan mewariskan seluruh hartanya ke Arthur Greenhill. Sebuah jawaban yang agak mengejutkan Polly. "Pada tengah hari?" "Setiap pukul delapan tiga puluh setiap paginya. Namun. Semua tampak wajar kan?" kata pria misterius itu lagi. hari sudah hampir pagi. Pria itu menghela napas. sembari beranjak. Membiarkan jendela terbuka lebar agar terkesan telah terjadi perampokan. mengucapkan salam perpisahan. Ia pun menghibur diri dengan bepergian bersama Arthur ke teater.

"Anda 'kan sekretaris yang baik. "Bu Quirk. Fendley sendiri kemudian mengalihkan perhatiannya pada surat yang baru saja 61 . Bu Quirk cuma bisa menyumpah dalam hati.. Sayang. Bill!" Pria itu menoleh. "Bu Quirk. pikir Bu Quirk puas. sret. tolong jangan buang surat-surat dari para pemilih saya. Memang bukan salah Anda. terdiri atas tagihan dan pemberitahuan lelang. "Anda kelihatan pucat. tidak peduli dari orang sinting sekalipun." Diolok-olok dan diintimidasi seperti itu. KORBAN KE 13 Sret. pluk! Jari-jari Adelia Quirk bergerak gesit menyortir surat-surat yang datang pagi itu." Fendley menggeleng-gelengkan kepalanya. Tiga belas nama "Bu Quirk!" Teriakan Fendley membuat Quirk bak kena setrum." kata Fendley. yang fotonya tergantung di dinding. Satu berada di tengah meja Harry Fendley. Saya sudah sering memperingatkan. ketua Dewan Pengawas Daerah dan tokoh politik setempat. saya akan menyerahkan surat-surat utang George kepada Anda. (Kisah rekaan/Baroness Orczy/Tj) 09. sedang memeluk bahu Harry Fendley. sementara alis matanya bertemu di atas hidung. Jantungnya serasa berhenti beberapa detik.. setengah mengejek. karena perutnya yang sebesar gentong itu tertekan." Harry Fendley. Dahinya berkerut ketika melihat surat terakhir. Kenapa Anda begitu keras kepala? Tiga setengah hektar tanah terlalu berat untuk diurus seorang janda seperti Anda.. lalu dilemparkannya ke tempat sampah. Tangan wanita kurus dengan rambut keriting tipis berwarna kelabu itu lalu mendorong kacamata bacanya yang melorot."Terima kasih atas kisahmu. Dengan sebal diremasnya surat itu. Surat semacam itu sudah sering dilihatnya selama 30 tahun menjadi sekretaris di Sekolah Menengah Umum Endicott. tetapi tidak ada nama pengirimnya.. Tersenyum sejenak. Jangan pernah membuang surat sebelum saya membacanya. Bu Quirk. Kalian berdua kurang melihat masa depan sih. Ia menarik napas lega ketika menemukan surat yang baru saja diremas Quirk. Wajahnya memperlihatkan keprihatinan. Biar saja Harry kecewa berat karena merasa tidak diundang. Alamatnya diketik rapi. lalu kembali melanjutkan langkahnya. tetapi sebaiknya jangan sendirian di sana. seakan-akan sedang memberi tahu anak idiot. . Anda tidak apa-apa 'kan? Bekerja untuk membayar utangutang George mungkin terlalu berat buat Anda. Dengan cepat terbentuk dua tumpukan. tapi dia tidak mau mendengarkan. menggali keranjang sampah dengan terengah-engah. Siapa tahu warga negara baik itu sedang menghadapi masalah. berupa beberapa selebaran serta undangan ke acara jamuan makan malam yang diadakan seorang anggota Kongres. sebelum ia pensiun musim semi lalu. "Saya betul-betul prihatin. seperti dua ulat sedang berciuman. George jadi penjudi. Saya bukan ingin menakut-nakuti. asuransi jiwanya tidak bisa menutup semua utang kalian." imbuh Fendley. Tumpukan lain berada di dasar tempat sampah. . Kenapa tidak Anda serahkan saja rumah dan tanah itu kepada saya? Sebagai gantinya.

Rayuan pedagang mobil Bu Quirk sendiri tak punya banyak teman. sesulit menjauhkan anak-anak anjing yang selalu melibat di sekitar kaki.. musibah besar bagi Anda. Mereka selalu memberinya selai buatan sendiri yang tidak jelas selai apa. Matanya bergerak mengikuti beberapa baris. Di belakang tanah milik Bu Quirk dan tetangga-tetangganya terdapat hutan sepanjang beberapa kilometer. Bu Adelia! Kita harus berbagi keberuntungan dengan teman-teman kita. yang kedengaran cuma suara kresek . Lalu di sebelahnya ada tanah luas tak berpenghuni yang berseberangan dengan jalan bebas hambatan. Kirim salinannya sebanyak 13 pucuk dalam waktu lima hari . lalu memandang Bu Quirk dengan senyum senang.." "Tapi itu 'kan surat berantai. Tetangganya yang lain." "Lawan Anda pada pemilihan yang lalu?" "Betul. "Buatkan 13 salinannya. karena ia tak banyak menyukai orang. Hanya para tetangganya yang kadang-kadang memberi perhatian. "Kirim satu pada Robert Barnes. Mereka sulit ditolak kedatangannya. keluarga Efferson. pedagang mobil bekas yang pandai merayu itu menawarkan pekerjaan sekretaris.. Letaknya tinggi di atas punggung bukit yang indah. Begitu pun sebaliknya. tinggal di lahan yang ditumbuhi pohon pinus seluas 2 ha dan sering kebanjiran." potong Bu Quirk. Dari tiga bidang tanah yang dimiliki perorangan itu. keju kambing. Inc. walikota kita. Ia tahu. Di seberang tanah keluarga Anderson terdapat Sungai Wooten. 62 . Evelyn . milik Acme Paper. Pastikan juga jatah Leroy Jacobs dan istrinya. Bu Quirk merasa Fendley mempunyai rencana atas tanah dan rumahnya. kresek... Tapi untuk membujuknya agar mau melepas tanah warisan sebagai penebus utang. musuh-musuh pribadi serta bekas sekretaris bosnya itu. Kirim juga pada James Hollingshead. lalu mereka beri nama "acar". Namun. Ia mencoba mendapat informasi dengan menempelkan telinganya ke pintu ruang kerja Fendley. selalu memperlakukan Quirk.. tetangga Bu Quirk yang memiliki 1. yang isinya mungkin saja peta survei tanah. tidak pernah kebanjiran dan berpemandangan indah." tegas Fendley menyorongkan kertas itu ke sekretarisnya." Bu Quirk mencatat nama-nama lawan politik. Anda tahu apa yang Anda buang?" Fendley lalu membacakan isi surat itu: "Jangan anggap enteng. Fendley pasti sudah mengantisipasi ulah sekretaris usilnya dengan memasang peredam suara. ketimun yang diolah entah bagaimana caranya.. Surat ini dapat membawa keberuntungan besar atau sebaliknya. yang dikenal sebagai tukang caplok tanah.diselamatkannya dari tempat sampah. Suami-istri Anderson. Bu Quirk pernah melihat wakil dari Brooks Brothers datang ke kantor Fendley membawa tabung-tabung cetak biru.. tanah Bu Quirk paling bagus. "Bu Quirk. Fendley. Tanah keluarga Efferson berbatasan dengan Sungai Chicasaw yang memisahkan tanah mereka dari hutan nasional. Fendley betul-betul menjijikkan. bukan agar ia dapat membayar utang George.24 ha tanah berhutan di antara tanahnya dan Red Mound National Forest misalnya. seakan-akan dia bibi mereka yang eksentrik.

Polisi sendiri bilang.." "Leroy tidak menunggu polisi datang. saat itu sedang ngebut. walikota Endicott. melainkan berjudi. Namun. kali ini ia tidak bisa menghindar dari hukum alam. Virginia. Walaupun sudah mengenakan mantel wol tebal. Bayangkan.. Bersama Robert Barnes. Bu Quirk tahu." 63 . akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan. setelah tahu yang menelepon ternyata iparnya. Bu Quirk berjanji. Kriiing!!! Tiba-tiba telepon berdering. Ketinggalan berita Adelia Quirk memandang langit yang menaungi kota berpenduduk 25. Dengan sebal Bu Quirk mengangkat benda yang membuyarkan lamunannya itu.Fendley di mata Bu Quirk tak beda dengan ular. si pengemudi minivan." katanya tanpa semangat.. "Halo. Itu sebabnya. walaupun ia menganggap mereka bukan manusia baik. kecelakaan itu mungkin disebabkan rem minivan itu blong." Virginia memotong. secara hukum Fendley tidak bisa mengambil rumahnya begitu saja. Lalu dengan suara berubah lunak ia berkata. suhu dingin bisa memperparah penyakit artritisnya. "Kecelakaan apa? Oh. Rupanya. "Kamu pasti mau membicarakan kecelakaan itu. Leroy tiba-tiba kembali.000 jiwa itu dari depan pintu kantornya. menurut hukum ia wajib membayar utang George. ia baru tahu kalau selama bebeberapa minggu terakhir. setiap kali Leroy pergi bekerja. berarti ia tak harus bercerita tentang tabrakan mobil yang menimpa walikota. "Ia menembak dirinya sendiri. Fendley bisa memegang surat-surat utang yang ditandatangani George di hadapan sejumlah saksi. setiap Rabu malam George bukannya pergi ke persekutuan doa seperti yang dikatakannya. agar tanah warisan George tidak jatuh ke tangan orang busuk seperti Harry Fendley. tak jauh dari lampu merah. Sejak cuaca memburuk beberapa hari lalu dan musim gugur hendak beranjak ke musim dingin. Padahal. Lincoln yang dikemudikan James Hollingshead. Dia menembak Evelyn dan salesman asuransi yang tidur dengan istrinya itu. seusai pemakaman. peristiwa itu masih terbayang di benak Bu Quirk. ia meninggal dunia di tempat. Tapi ia juga tahu." "Jangan ceritakan apa yang dikatakan Leroy saat ia ditahan ." sambung Quirk. Sebagai walikota. orang asuransi itu datang. Saat itulah Quirk menyaksikan tabrakan hebat antara sebuah minivan cokelat dan sedan Lincoln. Tadi pagi. Fendley sendiri tidak secara langsung terlibat dalam permainan judi itu. maksudmu yang menimpa suami-istri Jacobs. si bos makin giat menyuruhnya membeli koran ke seberang kantor. Dalam hati. Kedua korban kecelakaan dikenalnya dengan baik. ya? Itu sih bukan kecelakaan. "Menembak siapa?" "Evelyn. Leroy memang sengaja menembaknya!" Tulalit. Namun Quirk lega. Sampai malam. sudah bertahun-tahun Hollingshead mengabaikan peraturan lalulintas tanpa pernah dihukum. toh angin tetap saja menyusup.

.. petani tua bekas pemilik tanah mereka. waktu bertemu di kapsalon bilang. korban-korban meninggal dalam beberapa hari terakhir adalah orang-orang yang terdapat dalam daftar surat berantai Fendley. perasaan Bu Quirk makin tak keruan. mengapa orang-orang itu meninggal? Tiba-tiba Quirk teringat pada penjualan mobil Fendley yang belakangan meningkat pesat. "Kapan kamu tahu ada yang tidak beres?" tanya Quirk.Bu Quirk mendengarkan cerita Virginia sambil memandang jauh ke langit-langit.. "Saya mulai curiga beberapa bulan lalu. Namun.. Tapi kalau bukan lantaran surat berantai. ada cacat hukum dalam jual-beli tanah itu 60 tahun lalu. si pengendara malah ikut kena setrum. ya. karena si loper salah lempar. Kamu betul-betul tidak menaruh perhatian pada sekelilingmu. ketika tukang pos memberi tahu. ber-ganti nama menjadi Acme Paper." cerita Gary Efferson. waktu sekelompok petugas survei dari perusahaan kayu mengukur melewati pagar belakang." Bu Quirk meletakkan telepon dengan marah. "Oh. perusahaan penebangan kayu itu hidup lagi. 'Kan ada di koran pagi ini. koran pagi Fendley basah tak bisa dibaca setelah dipakai melindungi kepala dari hujan. terjatuh dari salah satu kudanya. Quirk menelepon keluarga Efferson. sekaligus gagal menyelamatkan nyawa sang anggota dewan. anggota dewan kotapraja yang bertugas menyusun perundang-undangan tewas kena setrum saat membetulkan antena TV tadi pagi. Ia merasa seperti sedang naik pesawat yang tiba-tiba oleng. maksudku menelepon kamu sebenarnya ingin menanyakan. Petani itu lalu mengambil kembali tanahnya tanpa meluruskan hak kepemilikannya di pengadilan. dalam keadaan mabuk. "Hah? Kapan?" "Aduuuh. Bu Quirk sadar." Quirk ingat. Belakangan. 64 . Namun. Mereka membenarkan. Keluarga Efferson kemudian menawarkan sedikit uang dengan imbalan persoalan diselesaikan . 60 tahun lalu menjual tanahnya pada sebuah perusahaan penebangan kayu. pembayaran terhenti setengah jalan.. kapan keluarga Efferson akan pindah?" "Keluarga Efferson? Mereka tidak mau menjual tanahnya. Mengapa begitu banyak orang mati hari ini? "Dan Johnny Hovatter. setelah selesai berbicara dengan Virginia. kok. Lehernya patah.." lanjut iparnya. Sedangkan korannya. Mungkinkah hal ini terjadi secara kebetulan? Mengirimkan surat berantai kepada seseorang mestinya tidak akan membuat si penerima meninggal. Kena setrum Keesokan harinya. karena kesulitan uang. "Mandornya menunjukkan gambar yang membuat perut saya mual . Adelia. Clarion Herald mendarat di kubangan air di halaman rumahnya. Seorang pengendara mobil yang kebetulan lewat bermaksud menolongnya." Penasaran. Anak Frieda Wilson yang bekerja di pengadilan.

kita punya masalah besar. tanpa mengucapkan salam kepada lawan bicaranya. Anda sakit? Saya sudah berbicara dengan adik Anda beberapa waktu lalu dan dia juga khawatir. Tangannya yang lain menenteng pot berisi tanaman geranium. Bu Quirk mengambil daftar penerima surat berantai yang dikirimkannya atas perintah Fendley. Coleen mengakhiri ceritanya dengan menangis terisak-isak. "Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Banyak orang meninggal." bilang Quirk. "Bertindak apa?" tanyanya. di dalam sedang banyak orang makan. Tiba-tiba saja Coleen Anderson meneleponnya. Beberapa menit setelah percakapan tadi. Tinggal dua nama dalam daftar yang masih hidup. Tapi bagaimana cara menghentikannya? Tinggal dua nyawa Esok paginya. tujuh orang meninggal. sesama pedagang mobil. Bu Quirk meninggalkan kantor sambil membawa sebuah kotak berisi barang-barang pribadinya. Restoran itu tempat makan favorit di Endicott. Ketika penyiar teve menyebutkan namanama korban. sudah sebulan ini ia sering menerima telepon gelap yang kian menakutkan." "Bu Quirk. Bu Quirk sadar. entah oleh siapa. Tujuh. dekat jalan bebas hambatan. mencapai sebelas orang. Yakni John McLean. Dalam perjalanan keluar ia berpapasan dengan seorang wanita seksi berambut pirang. "Fendley." sebut Fendley dengan mata berbinar-binar. orang-orang yang Anda kirimi surat berantai. itu 'kan cuma kebetulan.Sulit dipercaya. Bu Quirk 65 . Fendley tiba-tiba menjadi orang paling mujur di tengah berbagai kemalangan yang menimpa orang lain. tiga anjingnya tewas disembelih di halaman." "Maksud saya. Malam kemarin. Bu Quirk berada di ruang duduk rumahnya sambil minum bercangkir-cangkir teh. tapi cobalah bertindak!" Alis mata Fendley merayap naik. Gabrukk! Dalam 24 jam berikutnya. Apakah nasib sial memang bisa berpindah ke orang-orang yang dikirimi surat berantai oleh Fendley? "Fendley. Dengan tergesagesa Bu Quirk menyambar tas dan mantelnya. "Bu Quirk. Fendley melotot dan menaruh telepon buru-buru. Quirk malah menjatuhkan pot geranium ke kaki si wanita. Bu Quirk menatap tajam." Dengan mata sama sekali tidak memperlihatkan kepikunan. Api meminta tujuh korban. Alih-alih menjawab. yang tiba-tiba saja menyerobot masuk kamar kerja bosnya. "Anda tahu ada lowongan sekretaris di sini?" tanya si wanita. entah akibat surat berantai atau ulah Fendley sendiri. lalu pergi ke Hartley dan McLean Auto Sales yang terletak di tempat strategis. Katanya. Kini total korban. Saat api berkecamuk." "Ah. Bu Quirk mendengar kabar. setiap hari selalu ada orang meninggal. Fendley. restoran Emilio terbakar. keserakahan Harry Fendley-lah biang keladi semua malapetaka ini. Malam hari sering kelihatan orang gentayangan di luar rumah. saya tidak tahu bagaimana mengatakannya. Ia mendapati empat dari tujuh korban tercatat dalam daftar. dan bekas sekretaris Fendley.

apa yang harus saya lakukan? Mengirim 13 surat lagi?" tanyanya." ucapnya sembari 66 ." McLean tertawa. Jadi. Mengapa jawaban itu tidak terpikir olehnya? Bagaimana kalau 13 orang itu mengirimkannya kepada 13 orang lain." McLean duduk membisu ketika Bu Quirk menceritakan apa yang terjadi. Air mukanya berubah dari terkejut menjadi tidak percaya. Dia tak ingin menyaksikan gaya Mc-Lean tertawa. Fendley. nama 13 orang yang dikirimi surat berantai. Sekretaris saya membuangnya.. begitu seterusnya." Senyum Fendley berubah kejam dan mata sipitnya bertambah sipit berpayung alis tebal. " Kamu akan mati. tetapi dia memilih orang yang tepat untuk memerankannya. "Ya. "Anda lebih menakutkan daripada kepala sekolah. Quirk. "Terkutuk. saya tidak tahu lelucon apa yang dirancangnya. "Becky kurang menghormati saya ketika ia bekerja di sini.menemukan McLean sedang melempari poster kampanye Fendley dengan baut di ruang kerjanya. Dada Bu Quirk sesak. Quirk. Quirk langsung kabur tanpa menengok. Quirk meninggalkan ruangan." Tanpa basa-basi lagi. Di dalamnya tertempel sehelai poster yang ditulisi huruf besar-besar." balas Bu Quirk cepat. "Ada perlu apa?" sambungnya. Berbalik sasaran Fendley menahan senyum ketika bertemu dengan Bu Quirk lagi di kantornya.. Anda patut mendapat Oscar. ia cuma menyia-nyiakan waktu. Seorang salesman yang sedang lewat di depan pintu berteriak. Apa yang sebenarnya telah Anda lakukan?" Rasanya ingin ia menampar Fendley. Dipandanginya "karyanya" itu dengan puas. Bu Quirk tahu. "Beri tahu Fendley. "Dua belas tewas. Apakah semuanya akan mati tiba-tiba juga? McLean tergelak-gelak. Tapi ia bisa mendengar dengan sangat jelas suara keras yang timbul saat tengkorak McLean menghajar sudut lemari file.. "Cuma ini. saya ingat menerima surat semacam itu. "Bu Quirk! Saya kira Anda sudah meninggal!" "Dan kamu masih tetap berandal kecil yang seminggu sekali dikirim ke kepala sekolah untuk disabet. kecuali kamu segera bertindak. "Bagaimana dengan Becky?" Fendley mengangkat bahu. Anda bertanggung jawab atas semua ini. "Yang saya lakukan?" Fendley membuka pintu sebuah lemari." Bu Quirk melihat nama terakhir yang belum dicoret: Becky Ward. Saya juga ingin tahu kenapa begitu manjur .

mendelik dengan sikap mengancam. Quirk merasa kepalanya melayang. Untunglah telepon berdering, sehingga perhatiannya mengarah pada gagang telepon. "Bilang pada anggota Kongres itu, aku akan meneleponnya beberapa menit lagi," jawab Fendley kepada seseorang di seberang sana. "Beri tahu Haroldson perihal kemajuan yang sudah Anda peroleh untuk mendapat tanah-tanah kami," pancing Quirk. "Kok Anda tahu?" "Teman saya Gary Efferson pelahap berita finansial. Ia membaca bahwa istri Haroldson mendapat posisi menentukan di Acme Paper. Istri Haroldson juga yang mengepalai perusahaan pembangunan perumahan, perusahaan yang dipimpin suaminya sebelum terpilih menjadi anggota Kongres. Tanah keluarga Anderson, Efferson, dan saya, jadi penghalang untuk membangun jalan bebas hambatan. Kalau Anda memperoleh tanah kami, jarak dari Acme Land ke kota besar cuma 45 menit, harga tanah Acme Land pun akan melonjak." Merasa mendapat angin, Quirk melanjutkan, "Anggota Kongres itu membayar Anda cukup besar untuk membeli tanah dan menjualnya langsung ke Acme, tetapi Anda serakah. Anda ingin mendapat tanah kami tanpa keluar banyak uang, kalau perlu gratis." "Hampir betul," jawab Fendley. "Sebenarnya, ini saran Haroldson. George suami Anda sudah mulai kalah berjudi sebelum saya mengikat janji dengan Haroldson. Sayang, ia keburu mati sebelum menyerahkan tanahnya. Kini sudah terlambat bagi Anda dan siapa pun untuk bertindak," Fendley tertawa geli. "Asal tahu saja, saya sudah minta adik Anda mengajukan permohonan ke pengadilan, agar Anda dinyatakan tidak waras." Diancam begitu, Quirk malah tersenyum. "Maaf, ada yang lupa saya poskan," kata Quirk kepada si pirang, penggantinya di kantor Fendley. Ia segera mengambil surat berantai ketiga belas dari laci, lalu memasukkannya ke tas. Ya, surat ketiga belas yang tak terkirimkan mestinya berbalik menyerang si pengirim. Beberapa waktu kemudian, dia mendengar ada kegaduhan di kantor Fendley. "Korban ketiga belas sudah jatuh. George pasti senang, tanahnya tak jadi terjual," bisik Quirk pelan. (Kisah Rekaan/Vickie Dubois/HI)

10. CINCIN BERLIAN MEMECAH KEBUNTUAN
Hari sudah beranjak siang, tapi lampu teras sebuah rumah di Jln. Mawar Jingga itu masih menyala. Pintu dan jendela ruang utama pun tertutup rapat. "Bukankah dia ada job hari Minggu ini!" kata Suwarto dalam hati. "Apa ketiduran ya?" "Mas, bangun, Mas, sudah siang!" untuk kesekian kalinya Suwarto, sopir seorang perancang busana terkenal itu berteriak memanggil si empunya rumah. Tapi tetap saja tak ada jawaban. Dia mencoba mengintip lewat lubang kunci, tapi pandangannya terhalang anak kunci yang menempel di tempatnya. Penasaran, Suwarto menyusuri samping rumah. Didapatinya daun jendela kaca ruang tamu sudah renggang dan tak terkunci.

67

Perasaan Suwarto makin tak enak. Dia nekat masuk ke ruang tamu lewat jendela itu. Ruang berkarpet biru itu gelap. Sreeek, sopir tua itu menyibakkan gorden jendela dan .... Suwarto nyaris menjerit melihat sesosok tubuh tertelungkup tak bergerak di lantai. Kondisi ruangan itu tampak berantakan. Meja tamu terbalik, pecahan kaca bertebaran di mana-mana. Vas kristal dan sejumlah pajangan pecah belah hancur berkeping-keping. Cukup lama Suwarto terdiam, tak tahu harus berbuat apa, sebelum akhirnya mengabarkan kejadian yang baru dilihatnya itu kepada majikannya, Priyo Harsono, si perancang terkenal itu. Sosok itu ternyata tubuh Irvan, seorang model yang sedang naik daun. Jejak di bawah jendela Sejam kemudian Iptu Yudha Prawira beserta anak buahnya tiba di tempat kejadian perkara. Disusul sejumlah paramedis pimpinan dr. Aswin Chaniago, ahli forensik. Mereka langsung meneliti korban dan memeriksa tempat kejadian. Saat ditemukan, korban masih berpakaian lengkap, berbaju tangan panjang kotak-kotak yang digulung sebatas siku, dipadukan dengan celana jins dan sepatu kulit merek terkenal. Sepertinya Irvan baru pulang dari bepergian. "Melihat kondisi tubuh korban yang kaku dan darahnya mulai mengering, saya perkirakan dia meninggal sebelum tengah malam. Tengkorak belakangnya pecah," kata dr. Aswin kepada Iptu Yudha Prawira. Tampak darah mengalir dari kepala hingga ke telinga dan pipi kiri korban, menggenangi karpet. Sebagian sudah membeku. Darah itu berasal dari kepala bagian belakang sebelah kiri. Pada tulang tengkoraknya terdapat lubang berbentuk segitiga sedalam 3 cm. Mayat itu dikenali sebagai Irvan Lesmana. Perjaka berusia 24 tahun, berkulit kuning langsat, dan bertinggi 175 cm itu tengah bersinar di dunia cat walk. "Menurut Dokter, luka di kepala ini karena apa?" tanya Iptu Yudha. "Akibat benturan. Korban kelihatannya terkena tendangan atau pukulan keras dari si penyerang," sambung dr. Aswin sambil menunjukkan luka memar di dada korban dan rahang kanannya. "Mungkin si penyerang jago beladiri. Sebelum jatuh ke lantai, kepala korban membentur ujung bufet, lalu mengenai meja kaca. Karena banyak darah yang keluar, korban akhirnya meninggal." Pada salah satu ujung bufet yang tajam itu memang ditemukan sedikit bercak darah yang sudah mengering. "Bagaimana dengan kemungkinan kecelakaan? Si penyerang hanya melakukan tindakan beladiri, misalnya," tanya Briptu Siswardoyo, anak buah Iptu Yudha Prawira. "Bisa saja. Tapi melihat pintu yang dikunci dari dalam, bukan tak mungkin pembunuhan ini sudah direncanakan," kali ini Yudha yang berteori. Sejenak ketiganya sibuk dengan pikiran masing-masing. Lalu Briptu Siswardoyo mendekati Iptu Yudha Prawira. "Saya menemukan ini, Komandan. Kayaknya bukan pecahan kaca, tapi batu permata," bisik Siswardoyo yang sebelumnya sempat mengumpulkan pecahan-pecahan kaca di atas karpet. "Betul, ini mungkin berlian. Di mana kamu temukan?" tanya Yudha. "Tak jauh dari lokasi korban terbaring," jawab Sis.
68

Sebelum memasukkan mayat ke dalam mobil jenazah, kedua petugas polisi itu memeriksa korban sekali lagi. Didapati korban tampak tidak memakai perhiasan apa pun. Namun, pada jempol kirinya terdapat tanda putih melingkar seperti bekas cincin. Lalu di bagian ruas jempol atasnya terlihat ada luka kecil. Yudha menduga, korban biasa memakai cincin di jempol kiri, seperti gaya anak muda masa kini. Cincin itu mungkin dilepas secara paksa oleh si pembunuh. Dari tuturan Suwarto, si pembunuh kelihatannya mengunci pintu dari dalam, lalu keluar lewat jendela samping ruang tamu yang tidak berteralis. Ini gaya lama pelaku kejahatan, agar korban tidak segera ditemukan orang lain. "Hari ini ada acara gladi resik pameran busana rancangan saya. Irvan salah satu model dan peragawannya. Namun, sampai siang hari dia tidak juga muncul. Teleponnya juga tidak diangkat-angkat. Saya jadi khawatir. Karena itu, saya lantas menyuruh Suwarto untuk mengecek dan menjemputnya," jelas Priyo Harsono, si perancang busana, majikan Suwarto. "Sudah lama Irvan bekerja dengan Anda?" selidik Yudha. "Kira-kira setahun lebih. Kematiannya merupakan kehilangan besar buat saya," jawab Priyo. Yudha kemudian membawa Suwarto untuk melakukan rekonstruksi penemuan mayat. Ketika sampai di dekat jendela tempat Suwarto masuk, Yudha berhenti sejenak. Pada lantai semen di bawah jendela terlihat bekas tapak sepatu bersol karet. Sepertinya, lantai semen itu belum kering ketika diinjak. Mungkinkah itu jejak kaki tersangka? Tamu berjaket hitam Sore harinya, ketika masih berada di rumah korban, Yudha melihat empat orang berwajah lugu mendatangi rumah itu. "Bapak-bapak ini siapa?" tanya Yudha dengan nada sopan. "Saya Rahmat, dan mereka kawan-kawan saya. Kami ini tukang yang sedang merenovasi rumah ini, Pak," ujar lelaki bertubuh tinggi kurus, mewakili teman-temannya. "Kok sore begini baru datang?" tanya Briptu Sis. "Hari ini sebenarnya kami libur. Kami datang cuma ingin minta gaji sama Mas Irvan," kata Rahmat. "Ooo, begitu." "Kemarin, sejak siang Mas Irvan pergi. Kami tunggu sampai jam enam sore, sambil bikin adukan untuk lantai garasi, dia enggak pulang juga." "Omong-omong, lantai garasinya kok tidak langsung ditutup keramik?" Yudha mengalihkan pembicaraan. "Belum, Pak. Ketika mau pulang kemarin, lantainya masih basah," jawab Rahmat. "Jam berapa persisnya kalian mulai menyemen?" "Kira-kira jam lima." "Kalau disemen jam lima, jam berapa keringnya?"

69

"Harusnya pagi sudah kering, asal malamnya tidak hujan." "Bagaimana kalau ada orang yang menginjaknya saat masih basah?" "Ya, amblas, Pak!" sahut Rahmat dengan logat khas Jawa Timurnya. Yudha lalu mengajak Rahmat pergi ke samping rumah Irvan. "Lihat bekas tapak sepatu ini. Kira-kira, kapan lantai sepatu ini diinjak?" "Mungkin tadi malam," kata Rahmat. "Kamu lihat perbedaan tapak kaki kanan dan kiri?" "Ya. Kayaknya cetakan kaki kanan lebih dalam dari yang kiri." Yudha diam sejenak. "Apakah ada tamu cacat atau kakinya pincang yang datang selama kalian merenovasi rumah ini?" "Rasanya tidak. Memangnya kenapa, Pak?" "Orang yang pincang atau cacat, misalnya kaki kiri lebih panjang dari yang kanan, sewaktu berjalan semua beban tubuhnya tertumpu pada kaki yang lebih pendek. Jadi, kaki kanan lebih menekan ke tanah, seperti terlihat di bekas tapak ini," jelas Yudha. Rahmat mengangguk-angguk. "Briptu Sis, di rumah ini Irvan tinggal sendirian?" "Tidak, Dan. Dia tinggal bersama seorang pembantu. Tapi sudah beberapa hari ini pembantunya pulang kampung." "Pak Rahmat, berapa tukang yang bekerja merenovasi rumah ini?" kata Yudha. "Semuanya ada lima, termasuk saya. Yang berdiri di sana itu, Soleh, Yono, dan Bagyo. Satu lagi, Rajiman sedang sakit." "Bisa kami menemui dia?" "Bisa, Pak. Rumahnya dekat sini, kok!" Iptu Yudha ditemani Briptu Sis, Rahmat, dan dua polisi berpakaian dinas segera beranjak pergi. Tak jauh dari rumah Irvan, ada gang kecil menuju perkampungan padat penduduk. Di sanalah letak rumah kontrakan Rajiman. "Firasat saya enggak enak, Dan," bisik Sis. Yang diajak bicara hanya menepuknepuk bahu Sis. Feeling Sis kali ini tampaknya benar. Di depan rumah Rajiman, mereka mendapati sepasang sepatu kain beralas karet yang dekil lantaran semen yang sudah mulai mengering. Yudha mengetuk pintu, sementara Sis bersiaga. Rajiman yang baru bangun tidur tampak tak menyangka tamunya adalah polisi. Dia mencoba kembali menutup pintu. Tapi Yudha dengan sigap bertindak. "Rajiman! Diam di tempat! Banyak yang harus
70

Saya kaget bukan main. kacanya pecah. Pintunya sendiri ternyata tidak terkunci." tegas Rajiman. tangan anak buah Rahmat itu sudah masuk jepitan borgol." "Ingat nomor polisi taksinya?" "Tidak. laki-laki atau perempuan?" "Kurang jelas. Bukan saya yang membunuh. Dia pasti mencuri sesuatu dari rumah Irvan." Sejurus kemudian. Pak. dan beling ada di mana-mana. Tadi malam. Sungguh!" sambung Rajiman." protes Briptu Sis. lalu siapa?" "Ampun. pak." "Lalu?" "Saya ketuk pintu. Pak. taksi warna biru 'kan banyak!" 71 . Mas Irvan sendiri tertelungkup di dekat bufet. Rajiman 'kan tidak pincang. mau minta gaji. saya melihat seseorang keluar dari rumah itu dengan terburu-buru. karena dia langsung menyetop taksi." "Orang berjaket hitam itu. Saya tak sempat mengenalinya. Saya tidak bohong." "Kamu yang membunuh Irvan dan merampok barang-barangnya?" tuding Yudha. Saya goyang-goyangkan badannya. "Memang. Pak. "Kalau bukan kamu. Pak. siapa yang bayar gaji saya? Makanya saya ambil beberapa barang elektronik yang bisa dijual. Meja terbalik. Mungkin orang berjaket itu yang mengambilnya. "Kamu juga yang mengambil cincin berlian Irvan?" "Cincin? Seingat saya. tapi tidak ada jawaban. tapi berat badannya bertumpu pada kaki kanan. "Saya menceritakan yang sebenarnya. Saya sudah enggak punya duit. mengunci pintu dari dalam dan keluar lewat jendela samping?" Rajiman mengangguk." "Akhirnya kamu memutuskan untuk mencuri? Tega betul kamu!" "Saya kekepet. Pak." "Kemudian kamu masuk?" "Betul. Kalau Mas Irvan mati. "Tapi Komandan. "Ah. suasananya berantakan sekali. begitu mereka tiba di ruang interogasi. Dari kejauhan.kamu jelaskan pada kami di kantor polisi nanti." "Lalu kamu matikan lampu. biru. Saya hanya ingat warnanya. "Ampun. sekitar jam sepuluh saya memang ke rumah Mas Irvan. kemudian tertunduk diam. tapi dia enggak bergerak. Pak. malam itu Mas Irvan tidak memakai perhiasan. karena dia membawa sesuatu di tangan kanannya." jawab Rajiman.

"Kabarnya juga.. Tak banyak yang bisa dikorek dari direktris ketus ini. Kulitnya yang hitam manis menambah cantik penampilan model yang tengah menanjak kariernya itu. Melani?" 72 . direktur utama sebuah pabrik minuman suplemen. Karena itu.. Dari teman-teman Irvan. Nyaris tak ada perkembangan berarti dari kasus yang sedang mereka tangani. "Ini juga urusan pribadi. "Aku berani bertaruh.Yudha dan Sis seperti kehabisan kata-kata. atau . dari obrolan dengan beberapa orang di kantin kantor ini. wanita ayu itu tampak shock. Melani Febri. Tubuh bintang iklan sampo itu sungguh atletis.. Setelah berbasa-basi. Melani sendiri baru berusia 23 tahun. Ketika tahu Irvan meninggal." sambung Sis. dalam perjalanan menuju rumah Melani. Di dekat garasi ada lapangan bulu tangkis yang cukup terawat. sudah punya calon istri. ini cuma akal-akalan Rajiman! Punya banyak pacar Hari-hari berikutnya cukup membuat Yudha dan Sis frustrasi. Anda sangat kecewa ketika tahu Irvan akan menikah dengan Melani Febri.." jawabnya ketus." "Cuma sebatas hubungan kerja..?" "Atau apa?" "Maaf. Yudha dan Sis langsung menanyai Melani soal calon suaminya itu. Saya tidak akan menjawabnya. "Wah. saya dengar Anda punya hubungan khusus dengan . Ada urusan yang tak bisa saya ceritakan kepada Anda!" Yudha dan Sis tertegun." Wajah Andrini tampak memerah. "Anda mengenal Irvan dengan baik. Kalau boleh tahu. janda berumur 40-an tahun. "Anda sudah lama kenal Irvan?" "Lumayan lama. kalau kamu jadi Irvan. Pekarangan rumah Melani tampak luas. mungkin kamu lebih playboy dari dia. mereka hanya mendapat dua nama wanita yang belakangan dekat dengan pria ganteng itu. "Saya memang tidak di rumah sejak jam dua siang. Sabtu lalu saat Irvan meninggal. Dia bintang iklan produk saya." "Oke." kata Yudha. Anda berada di mana?" tanya Yudha. Siapa sebenarnya orang berjaket hitam yang meninggalkan rumah Irvan? Atau. pertanyaan terakhir. masih juga selingkuh dengan tante-tante." komentar Sis. "Saya kira itu urusan pribadi saya. Andrini. Yang pertama Dra. mereka akhirnya memutuskan mendatangi wanita kedua yang disebut-sebut sebagai pacar sekaligus calon istri Irvan.

"Jadi. orangnya sedikit tertutup dan susah ditebak. saya mendapat kabar . saat Irvan berulang tahun beberapa bulan sebelum peristiwa ini. persoalannya ternyata tak sesederhana seperti yang dibayangkan sebelumnya. "Rio yang tergila-gila pada Irvan mungkin kecewa begitu tahu 'pacarnya' berencana menikah dengan Melani. semua prasangka itu salah. Salah satunya. "Maksud Komandan?" "Mereka bilang. lelaki ganteng itu sering disodomi. laporan itu juga menyebut. Tahu-tahu.. tapi sampai malam enggak ada kabar. Sabtu lalu. apa artinya. Apalagi setelah datang laporan terakhir dari Briptu Ikhsan." "Kamu tahu Irvan punya wanita idaman lain?" "Pernah dengar. cincin yang hilang itu kado dari Rio." Jawaban Melani membuat Yudha bak berada di persimpangan jalan. Kadang terlihat seperti menyimpan masalah. 73 .. dia janji mau mengantar saya jalan-jalan ke mal." "Bagaimana kalau ternyata benar?" "Keluarga saya akan membunuhnya. hubungan kalian tidak direstui keluarga Anda?" "Ya. Lalu dia bermaksud mengambil kembali cincin berlian itu. "Ingat cerita Andrini dan Melani tentang cincin emas bermata berlian milik Irvan?" sambung Yudha. Tapi kami bertekad membuktikan. tapi saya menganggap itu cuma gosip." "Prasangka bahwa Irvan itu seorang playboy?" "Ya. saya tetap yakin. Jika seseorang memberi kamu cincin berlian. Tapi pada dasarnya dia orang baik."Hmm. semua itu gosip." "Membunuh Irvan?" "Sudahlah. Polisi dengan jam terbang tinggi dalam menangani kasus-kasus pembunuhan ini menyadari." "Masuk akal juga!" seru Yudha. selalu menghindar. dia seorang biseksual?" tegas Sis. Sis?" Briptu Sis tersenyum penuh arti.." tutur Melani tanpa bisa melanjutkan kata-katanya. tapi setiap ditanya. "Kabarnya. Selain memastikan bahwa penggumpalan darah di otak sebagai penyebab kematian Irvan.

rasanya belum pernah. Katanya sih mau ditinggal kawin. sepertinya kita salah masuk. mau memberi kabar siang ini. manajer klub malam itu membenarkan Rio dan kawan-kawannya pada Sabtu malam lalu memang berkumpul di klub malamnya." sahut Sayoga manja." bisik Sis. "Ya. Tapi ternyata di dalamnya lumayan ramai. 'kan?" "Kasihan anak itu. Namun. Dari luar Klub Malam "S" yang disebut Rio tampak sepi. Yudha tersenyum kecut." Yudha manggut-manggut." seru Rio sembari menyodorkan sebuah kartu nama. Andrini. "Tapi Rio 'kan sudah punya anak dan istri?" "Bapak kayak enggak tahu aja. Yudha masih belum memperoleh bukti-bukti yang langsung mengarah pada tersangka. Sudah seminggu ini saya tidak ketemu dia. model ganteng yang sedang naik daun. meninggalkan Yudha dan Sis yang diam terbengong. dia sedang punya persoalan dengan gebetan barunya. "Komandan." ada nada cemburu dari getar suara Rio. dia sih jarang mabuk. bahkan terkesan kemayu. Dua hari kemudian. ya. suaranya sangat lembut. maupun Melani. "Mereka bahkan mabukmabukan sampai pagi. Mungkin sibuk ngurus pacarnya. Kalau enggak percaya." jawab Rio dengan suara agak serak. Namun." Iptu Yudha membuka percakapan. Rio yang tinggal di sebuah kawasan elite berperawakan tinggi. menyadari mereka ternyata masuk ke tempat gaulnya kaum gay. berkulit bersih. "Oh. "Rio biasa mabuk di sini?" selidik Yudha." terang Sayoga." ujar Briptu Ikhsan. Anda pernah berselisih paham dengan almarhum?" "Pertengkaran serius. "Wah. "Masih ada satu lagi. Anda ada di mana?" "Di klub. Komandan. Orang-orang di sini semuanya mirip Rio. "Kok sepi. Robert Taylor. Model yang dimaksud Sayoga pasti Irvan Lesmana. tepat sembilan hari setelah kematian Irvan Lesmana. Yudha dan Sis tancap gas ke rumah Rio Titan. Sudah dua perusahaan "taksi biru" yang memberi keterangan. tanya aja manajer klubnya. Mengingatkan pada bintang pop Hollywood tahun lima puluhan. "Sebagai manajer. dengan kumis tipis. Setahu saya. dia masih menunggu informasi dari beberapa perusahaan taksi yang dihubunginya beberapa hari lalu. Semua pengunjungnya laki-laki. Tapi.Mabuk-mabukan di klub Tanpa membuang waktu. Katanya. anak dan istri saya sedang di rumah mertua. saat kematian Irvan. sebelum ngeloyor pergi. 74 . ketika berbicara. tuh. Sayoga. "Anda sudah mendengar berita kematian Irvan." jawab Rio datar. Nama Rio sering disebut-sebut Priyo Harsono. baru kali ini duo polisi itu berniat menanyainya. yang tidak lain adalah manajer Irvan.

Sis?" "Cuma ada satu pohon sawo kecik di perumahan mewah itu. wanita galak itu akhirnya takluk. Rumahnya besar. "Ke rumah Rio. Komandan!" "Kamu yakin. Supangat. Menurut sopirnya. "Sepertinya.Siangnya. "Saya marah melihat hubungan mereka yang tidak normal. Setelah itu. "Itu 'kan rumahnya Rio Titan. Mawar Jingga dan turun di Jln. Bustaman. "Dia bisa olahraga beladiri?" "Istri saya pelatih taekwondo. "Saya menemukan ini di kotak perhiasan Maharani. Jeruk Nipis. mereka menjemput Maharani. Sebelum berbicara. sempat terpancar keraguan di matanya. Ir. Apalagi Rio sampai memberikan cincin semahal itu pada Irvan. "Apakah istri Anda bertubuh besar dengan potongan rambut mirip laki-laki?" Lagi-lagi Rio mengangguk. "Jam dan tempatnya juga pas. Dan?" tanya Sis. napasnya tersengalsengal. Rambutnya dipotong model laki-laki. Sis yang ikut mendengarkan dari telepon lain kontan tersentak. Cincin ini saya berikan pada Irvan beberapa bulan lalu. sekitar pukul 12. sopir taksi. Rio mengangguk. dengan satu berlian terlepas dari tempatnya?" tegas Sis. memakai celana jins dan jaket hitam. dan barang bukti cincin bermata berlian." terang Supangat. seorang lelaki tampak tergopoh-gopoh menghampiri keduanya. dia memberi isyarat pada Sis." cerita Rio akhirnya. Sekali lagi Yudha dan Sis saling berpandangan.00. entah mengapa bisa berada di tangan istri saya." urai Supangat. Wajah Rio tampak pucat." ujar Yudha tanpa tedeng aling-aling. Belum sempat Yudha menjawab. Matanya tampak mulai basah. (Kisah rekaan/Riady B." akunya. "Cincin bermata tiga. penumpangnya perempuan berbadan besar. di depannya ada pohon sawo kecik." Yudha dan Sis saling berpandangan. Bersama dua mobil patroli. kami mempunyai data penumpang yang cocok dengan gambaran Anda. Santosa) 75 . direktur operasi perusahaan taksi "TS" menelepon. Tapi setelah didesak dengan kesaksian Rajiman. Dia naik dari Jln." tegas Sis. Mulanya dia menyangkal membunuh Irvan. "Pak Rio! Kami baru mau ke rumah Anda. Yudha menutup gagang telepon.

"Kamu pikir." jerit hati kecilnya. Anda orang pintar. jika kasus pencurian itu harus dilaporkan ke polisi. termasuk mencabut nyawa orang tak berdosa. Tiga jam rasanya bak tiga hari. Seraya berdesah pada diri sendiri. telinganya." 76 . Aku belum dan tidak akan pernah mati dengan cara seperti ini. dia tak berhenti memohon pada si pencuri . Bukan kali itu saja Noelleen disakiti dan dilecehkan si pencuri. persoalan ini masih jauh dari selesai. pencuri yang diyakini Noelleen tega berbuat apa saja. Aku percaya. Membiarkan kamu melenggang santai ke kantor polisi. "Cukup! Aku tidak pernah menerima saran. Lalu polisi-polisi keparat itu datang menjemputku. bahkan tiga tahun. yang tak bisa menerima perlakuan semena-mena terhadap istrinya. Si pencuri sadis lenyap? Berkali-kali Noelleen menarik napas panjang. Saat para tetangga bercengkerama dengan keluarga di rumah masing-masing. Mata. matanya seperti tak pernah berhenti menatapku. Meski sebelumnya Noelleen berkali-kali mengungkapkan kekhawatirannya. aku akan melepas kamu begitu saja. apalagi saran perempuan pesakitan!" Usai membentak. melakoni drama yang tak kunjung usai. Wanita yang lebih banyak menghabiskan waktu di labolatorium itu langsung limbung.11.. istri Roger Franklin itu hanya bisa termangu di lantai. dia tak mendengar lagi bentakan-bentakan menyakitkan itu bersamaan dengan lenyapnya tubuh sang pencuri sadis di tengah kegelapan malam. Sampai akhirnya. "Terima kasih Tuhan.yang menerobos rumah tanpa topeng maupun senjata agar tidak bertindak lebih kejam.. dia ada di mana-mana. Noelleen Greenwood yang tengah sendirian di rumah justru merasakan hal sebaliknya. "Aku merasa. Noelleen tak kuasa menjawab. Wajahnya begitu tegang dan ketakutan. Noelleen merasa peluang hidupnya tak sebesar beberapa jam sebelumnya. Jangankan bercengkerama. seraya menambahkan. sambil mengacungkan-acungkan pistol dan borgol?" seru si pencuri. Dia akhirnya pergi. yang belakangan diketahui gemar melakukan pencurian dengan kekerasan. sembari memamerkan bola matanya yang nanar." ucap Noelleen. Di depannya berdiri seorang tamu tak diundang.. Beberapa menit lamanya. Noelleen hendak bergerak mencari pertolongan. Baru setelah kepercayaan dirinya pulih.. terutama terhadap kaum hawa. terlebih pikirannya mulai lelah lantaran stres. tiga bulan. setelah si lelaki menyela dengan kasar. Sejujurnya. Dia hampir tak percaya. Drama yang dampaknya pasti akan terus membekas sepanjang hidup Noelleen." kata-kata Noellen tak berlanjut. tangan kekar sang maling melayang keras ke wajah Noelleen.. Bebas dengan jaminan Esoknya.. "Maaf. wanita periang itu berinisiatif mendatangi kantor polisi. Matanya . menarik napas saja ia harus berjuang keras.. Pekerjaan seperti ini tak pantas buat orang seperti . tapi badannya terlalu lunglai. Noelleen menghabiskan waktu berjam-jam di atas ranjang. Inikah akhir karier cemerlangnya sebagai ilmuwan? "Mestinya tidak. Namun. baru saja lolos dari lonceng kematian. MASA LALU TEREKAM DI KUKU Malam belum terlalu larut. Itu pun berkat dorongan kuat Roger. Perlahan Noelleen berusaha melunakkan hati pria yang telah mencuri barang-barang berharga dan menyekapnya sejak tiga jam lalu itu. sebelum akhirnya jatuh ke lantai. "Firasatku mengatakan. menabrak sofa. Bung.

Orang-orang di pengadilan betul-betul bikin sebal. mereka semua begitu geram ketika tahu pengadilan membebaskan Strappa dengan jaminan! Kegeraman yang sangat beralasan. Noelleen. Berbulan-bulan setelah Strappa kabur. Apalagi keterangan yang disampaikan Noelleen begitu lengkap. kenapa ragu? Ingat Noelleen. Itu sebabnya. laporan pasangan suami-istri itu cepat mendapat tanggapan. Dia ilmuwan yang tak hanya disegani. Tawaran posisi wakil presiden dari sebuah perusahaan bioteknologi terkemuka di California. Akankah Noelleen tenggelam pada aktivitas di kantor barunya. "Tahun 60-an. penjahat yang harusnya dipenjara bertahuntahun kok malah bebas berkeliaran di jalan. Strappa langsung menghilang. 77 . dan jaksa wilayah sepakat.. Pasangan itu bahkan berencana menjual rumah besar mereka." "Nic. karena setelah mendapat kesempatan menghirup udara segar. menggantinya dengan bungalow di Del Mar." tegas Roger. pihak kepolisian. pencuri "langganan" hotel prodeo yang digambarkan polisi sebagai pria canggung. "Kok bisa sekhawatir itu?" sahut Nicole sekenanya. "Setiap kali berada di belakang kemudi. Hatinya selalu waswas. putri tunggal Sidney Greenwood. Noelleen dan suaminya punya harapan besar. mataku enggak pernah bisa lepas dari spion. bukan orang sembarangan. penyendiri.. berarti memberi peluang maling nekad itu melakukan kejahatan yang sama terhadap orang lain. "Sumpah." Belum habis kalimat Nicole. Strappa memang penjahat yang sangat berbahaya. Di kantor polisi. untuk kemudian menjalani kehidupan "normal" di California. Aku merasa. bagaimana jika aku pindah ke California?" "Kalau itu bisa menjauhkan kamu dari bayang-bayang Strappa. Tanpa kesulitan berarti. Roger menyambut baik keputusan Noelleen pindah ke California. wanita berotak encer itu seperti tak pernah bisa lagi menikmati hidup.. Strappa terus mengintai dan mengintai. dan bisa melepas bayang-bayang Strappa? Disayang sejawat Noelleen. Strappa yang sudah berulang kali melakukan kejahatan serupa dikenai hukuman setimpal. Berdasarkan proses pemeriksaan pendahuluan di pengadilan. Jangan cuma gara-gara Strappa dan putusan pengadilan yang ngaco itu . Noelleen sudah bergegas keluar laboratorium."Tapi kalau kamu tidak melapor. Namanya Julio Strappa (30 tahun). malam nanti dia dan Roger harus segera membuat keputusan. polisi bisa mengidentifikasi sang maling. meninggalkan sahabatnya ngoceh sendirian. Sesampai di rumah. Takut kalau-kalau Strappa menguntit. yang datang beberapa hari lalu rasanya sayang dilewatkan. sobat karibnya di kantor." curhat Noelleen pada Nicole." "He-eh. masa depan kamu masih panjang. tapi juga dicintai teman-teman sejawat. Noelleen berjanji dalam hati. Aku juga enggak habis pikir. serta berdarah dingin. Orang yang paling dirugikan atas keputusan pengadilan itu tentu saja Noelleen Greenwood.

" jawab Noelleen akhirnya. 'kan?" suara Nicole dari balik gagang telepon. Selama di Amerika Serikat. kamu sudah bisa melupakan orang gila itu. Kata dia. Di perusahaannya yang lama." Roger sekilas melirik Noelleen yang mulai ramai cekikikan di depan gagang telepon. muka Nicole pasti sedang ditekuk. Pencapaian yang sayangnya dinodai trauma kejahatan Strappa. Jangan ngendon di rumah terus. Sedangkan suaminya sukses membangun bisnis modifikasi mobil. plus khawatir. "La iya. sebangga-bangganya. Noelleen biasanya memberi kabar jika tak masuk kantor." cerita Sidney bangga. Karena sampai siang belum ada berita keberadaan Noelleen. terdengar khawatir. Dengan basis data itu. Noelleen membayangkan. "Baguslah. sebuah "ilmu baru" saat itu. Selain punya keluarga bahagia dan karier bagus. "Aneh. sang penjahat pun tak bisa mungkir. "Omong-omong. Nic. DNA forensik cita-cita Noelleen itu sering juga disebut sidik jari genetik. Namun. Tapi aku kangen nih. Noelleen juga sempat memenangkan sejumlah penghargaan. sehingga tak banyak ahli yang menguasainya." cerita staf 78 . jalan-jalan dong ke California. selain jarang absen. siapa lagi?" sergah Nicole. rekan-rekan kerjanya sepakat menghubungi Roger. Noelleen kadang suka "lupa diri". teknologi DNA masih sangat rumit. bahkan diakui sebagai salah satu peneliti terkemuka bidang biokimia. Noelleen langsung mendapat tempat istimewa dalam bidang analisis DNA. enam bulan di sini aku merasa jauh lebih tenang. khususnya berkaitan dengan pengembangan forensik dan alat pencari jejak. saat itu (tahun 1985). di lubuk hati yang paling dalam dia bersyukur. Amerika itu surga buat ahli biokimia." "Makanya. keceriaan yang beberapa bulan terakhir hilang dari istrinya. Noelleen memang kerap membuat Sidney bangga. di tangan Noelleen. Noelleen juga dianggap sebagai perintis penggunaan DNA. Jari luluh lantak Sampai akhirnya. Cukup mencocokkan DNA tersangka dengan fakta di tempat kejadian perkara." cerita Sidney soal pentingnya penelitian DNA buat umat manusia. Para sejawatnya merasa heran. Kemampuan itu menjadikannya seribu kali lebih efektif dibandingkan dengan teknik sidik jari tradisional. agar suatu saat bisa digunakan sebagai basis data kepolisian di seluruh dunia. penyusunan. cemberut. suatu hari di bulan Agustus 1985. menggabungkan teknik pemisahan. "Maksudmu Strappa?" balas Noelleen. serta kemampuan membaca keseluruhan rantai DNA. "Kami sudah telepon ke rumah. "Terus terang. sehingga menunjukkan lusinan kesamaan. Soalnya. Noelleen tidak masuk kantor. jika sudah kopi darat dan kopi udara dengan sobat-sobat akrabnya. Lelaki yang sangat mencintai istrinya itu maklum. tapi tidak diangkat-angkat. polisi jadi makin gampang menekuk penjahat. masalah teknis seberat itu bisa jadi begitu ringan. kini pelan-pelan mulai kembali lagi.walau masih kanak-kanak. Berbekal kepintarannya. Sayangnya. Noelleen sudah mengutarakan niatnya tinggal di Amerika. Puncak karier Noelleen tentu saja ketika dia menerima tawaran bekerja sebagai wakil presiden sebuah perusahaan biokimia di California. Noelleen sempat ditunjuk menjadi senior executive.

Dalam sekejap. Siapa tahu. Tapi mereka sama sekali tak curiga. Bahkan para ahli biokimia di tempat Noelleen bekerja pun tak tahu harus bagaimana. Strappa menyangkal terlibat dalam pembunuhan. Strappalah pembunuh sejati Noelleen. Kami pun tidak akan pernah menutup kasus ini." sebut seorang detektif. seperti kasus pencurian dengan kekerasan terhadap korban yang sama enam bulan lalu. Namun." seorang detektif memberi tahu Roger. di sisi lain tak ada saksi-saksi dan bukti forensik yang bisa digunakan untuk menyudutkan Strappa. "Sampai saat ini belum ada yang tahu." jelas Roger.Noelleen. Terbukti. Beberapa saat kemudian. Kalau sakit. "Tak ada yang tahu nomor polisinya?" tanya detektif lain. karena tidak ada sesuatu yang mencolok dari pengendara maupun mobilnya. petugas mengambil sampel serpihan kulit yang tertinggal di bawah kuku." Tim penyidik sendiri sempat bergidik saat melihat kondisi jari tangan korban yang nyaris luluh lantak. kali ini pun Strappa bakal kembali bebas. Tampaknya. Di satu sisi polisi yakin. tak kalah bingung. Teknologi berbasis DNA yang dirintis Noelleen dan kawan-kawan saat itu masih sangat prematur. "Tapi setidaknya. hanya dalam bilangan jam. polisi San Diego dan San Fransisco berhasil menemukan dan menahan Julio Strappa. "Firasatku enggak enak. Julio Strappa kembali beraksi? Setidaknya. ketika menemukan istrinya telah terbujur kaku di halaman belakang. terutama bagian di sekitar kuku. Atau. Pak Sidney. Noelleen yang periang dan belum genap berusia 35 tahun telah terbunuh secara mengenaskan. "Para tetangga bilang. istri Anda melakukan perlawanan sengit sebelum dibunuh. Betapa shock dia. Polisi akhirnya hanya mengumpulkan barang-barang bukti itu. "Strappa? Orang itu hampir membuat saya gila. lelaki sadis itu bisa dipenjara lebih dari 20 tahun. begitulah yang dipikirkan polisi. harusnya dia menelepon. "Kelihatannya. meski berada di sekitar San Diego pada saat kematian Noelleen. Semoga Noelleen baik-baik saja. mereka melihat sebuah mobil sewaan berukuran kecil diparkir di seberang jalan pada saat pembunuhan. polisi sendiri tak tahu apa yang bisa diperbuat dengan sampel itu. Namun. Tubuhnya penuh memar. lalu menyimpannya di tempat yang aman di ruang bawah tanah. Roger memutuskan pulang." 79 . Sama seperti korban-korban pembunuhan lain yang tidak diketahui pelakunya. Tak lama setelah berbicara di telepon. sebagian kulit itu milik pelaku. sedangkan di leher terlihat beberapa bekas cekikan." keluh Sidney Greenwood. Apakah lelaki yang beberapa bulan terakhir ini menghantui Noelleen. "Aneh. Harapan yang akhirnya hanya tinggal harapan." seru seorang detektif dari kantor kepolisian San Diego." harap Roger lebih pada dirinya sendiri. Dia bahkan memiliki saksi yang menguatkan alibinya. polisi berdatangan. Sama sekali tidak ada tanda-tanda dia sakit. pembunuh Noellleen tidak akan pernah ditemukan. memang bukan Strappa pelakunya? Pembunuh tak ditemukan "Sepertinya. menyegelnya. Jika terbukti. Sayangnya. kami sudah berusaha menjerat Strappa.

pembunuh putriku adalah orang yang telah lama mengincar nyawanya." "Menuduh Roger sebagai pembunuh Noelleen sungguh sebuah ide gila. Walaupun begitu. dia selalu berusaha menegakkan keadilan. Belakangan. "Sekali lagi. Si detektif cuma bisa membisu seribu bahasa. Aku nyaris putus asa. dia yakin suatu saat penelitian yang pernah dirintisnya akan membuahkan hasil. Syukurlah akhirnya dia bisa membangun hidupnya kembali. lewat detektif muda nan enerjik (perempuan pula). Dan yang paling penting. Strappa penjahat licik yang sulit ditangkap. dia meraih gagang telepon dan menghubungi Sidney Greenwood. karena tak tahu mana yang harus dipercaya. Dia juga tahu. 80 . Sidney merasa. Saat sadar bahwa Noelleen tengah merintis penelitian tentang DNA di saat menjelang kematiannya. "Wanita ini betul-betul luar biasa. Noelleen seharusnya mendapat keadilan yang lebih baik dari yang didapatnya sekarang. Noelleen bisa disebut sangat berhasil. Strappa memang dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara enam tahun. arwah Noelleen bak bangkit kembali menerangi kiprah para polisi. selama beberapa tahun Roger sempat putus asa berat. Apalagi sebagai pengumpul materi. Mungkin jauh lebih berat dari aku." Heilig melenguh sekeras lembu. Laura Heilig. Ia menekuni arsip dan barang bukti kasus pembunuhan Noelleen. Tapi kami bisa memasukkan dia ke penjara atas pasal-pasal pencurian dan tindak kekerasan. tak ada kejahatan abadi di muka Bumi. rekan kerja Noelleen di Gen-Probe."Kami menyesal tidak dapat menuntutnya atas tuduhan pembunuhan. setelah serangkaian persidangan tingkat banding." janji sang detektif. Itu sebabnya. "Dia perempuan luar biasa. "Noelleen" sendiri ternyata tak pernah menyerah. agar tersedia cukup barang bukti untuk menggiring Strappa ke penjara. Namun. Komentar serupa datang dari Dan Kacian. Meski untuk itu. Kacian. Niat orang jahat itu cuma satu. hidup tenang di San Fransisco. dengan sadar dia melakukan perlawanan." Tertunda 15 tahun Hebatnya. dan sejumlah kerabat serta kolega Noelleen menyimpan tanda tanya besar tentang siapa sebenarnya pembunuh sang wanita cendekia itu. butuh waktu belasan tahun. tiga tahun kemudian dia bebas. dan teman sejawat Noelleen mulai putus asa. ketika sebagian besar penegak hukum. Aku menganggap. Hhughh. Tak lama kemudian. Sebagai peneliti DNA dia percaya. emosi Heilig tergerak. kerabat. membunuh. berkarier di bidang analisis keuangan. Belakangan aku tahu. "Berbagai pikiran berkecamuk dalam benakku." imbuh kakek yang kini berusia hampir 90 tahun itu. Tidak adil bila dia tidak memperoleh keadilan. Roger sebagai korban lain dari kejahatan yang dilakukan pembunuh Noelleen. Roger sendiri akhirnya menikah kembali dan memiliki dua anak." Bertahun-tahun Sidney. "Karena sepanjang hidupnya. pembunuhnya tetap tak bisa ditemukan. Bukankah 90% pembunuhan di lingkungan keluarga dilakukan oleh orang terdekat?" sebut Sidney. "Tapi polisi yakin. Lima belas tahun kemudian. pikiran-pikiran dan teori-teori tentang siapa sebenarnya pembunuh Noelleen tetap menggangguku. 'kan?" cecar Sidney. Sempat terlintas. mungkin Roger yang membunuh Noelleen.

"Kabar baik."Apa kabar. Strappa tak bisa lagi mengelak dari ancaman hukuman mati. Saya sangat mengaguminya. Pak. Putri Anda dengan cemerlang mengajari saya cara menangkap pembunuh keji yang telah merenggut nyawanya. Maklum. "Mari kita jemput pembunuh yang hilang itu di apartemennya." "Ooooh. Pak Greenwood?" sapa Heilig." Heilig menunggu reaksi lebih lanjut dari Sidney. polisi berhasil menelurkan profil atau skema DNA utuh. banyak sekali polisi yang menelepon ke sini. kadang saya pun merasakan. Setelah membaca arsiparsip Nyonya Noelleen yang selama bertahun-tahun tersimpan rapi di ruang bawah tanah. kini kita bisa melangkah lebih maju. sampel organik yang dulu diambil dari jari dan kuku putri Anda bisa menjadi petunjuk penting. tapi jujur saja. Nak. arwahnya seperti menginspirasi saya. dia belum benar-benar pergi meninggalkan kita. detektif Heilig. Namun. berita ini bisa sedikit melegakan hati Anda. Tanpa sadar. meyakini banyak kasus bisa dipecahkan dengan pendekatan science. Noelleen telah menunggu 15 tahun untuk mendapat keadilan yang pernah kita janjikan. Ada apa rupanya?" "Saya berharap." "He-he-he. saya yakin dengan sedikit pendekatan ilmiah. Heilig tersenyum lebar. Misteri kematian Noelleen menjadi kasus lawas pertama di San Diego yang arsipnya dibuka kembali. Kali ini. Saya sebenarnya enggan bilang ini. arwahnya akan menyaksikan sendiri. seraya menampilkan 15 tanda kesamaan dengan sampel DNA dari darah Julio Strappa. Dia telah merintis banyak penelitian tentang DNA." "Lewat proses pemisahan DNA?" "Anda tahu juga?" "Dulu Noelleen suka bercerita. Setelah beberapa pekan bekerja keras. Kakek yang tinggal di rumah besar milik Nolleen itu tampaknya tengah jatuh dalam lamunan." "Pak Sidney. selama 15 tahun." "Saya Heilig. Polisi yang masih duduk di sekolah menengah ketika Noelleen terbunuh itu. Barangkali itu sebabnya dia mengkhususkan diri pada kasus-kasus lawas yang dulu tak sempat terpecahkan. Heilig pun jadi ikut melamun. seperti kebanyakan polisi generasi terkini San Diego. saya jadi merasa sangat mengenal putri Anda. Ada kabar apa detektif? Maaf kalau saya lupa nama Anda. Pak. Keadilan memang cuma soal waktu!" (Kisah nyata/Rahartati Bambang Haryo) 81 . Dan saya rasa. tak terdengar suara apa pun di seberang sana. di situlah letak petunjuknya." "Dan berkat proyeknya dulu. Dia sangat mencintai DNA-nya.

Wajah si bos dilihatnya sudah tidak sedap dipandang mata. kenapa ini bisa sampai di mejaku?" kata Ralph sambil melemparkan secarik kertas ke hadapan Sam. Masak sih mengurus surat-surat begini saja tidak becus. Suara Ralph Gelderman. Leghorn." kata Sam tergagap. Ruangan besar berukuran 10 x 8 m yang selalu tampak rapi itu merupakan tempat bekerja dan disebut kantor oleh Ralph. Ia benar-benar menyesali keteledorannya sehingga harus menikmati "sarapan pagi" dampratan bosnya. Kali ini Sam lalai memisahkan surat yang satu ini. "Sam. Sampai-sampai ia mengajak makan malam segala. Saya juga tidak tahu mengapa ada yang bernada negatif. Suara yang terdengar amat tidak merdu. Sedikit kasar. "Seseorang yang bernama K. saya hanya membalas surat-surat dengan pernyataanpernyataan biasa. "Kenapa saya harus diganggu dengan persoalan-persoalan seperti ini?" Secarik kertas putih bergaris itu adalah surat dari salah seorang penggemar Ralph. cenderung kasar. Paman.. Apa kamu masih bisa dipercaya?" "Tentu saja. sepertinya yakin ada konspirasi dari gerakan komunis tertentu. Setengah berlari ia menaiki tangga menuju ke ruang atas. saya harus memecat kamu." 82 . "Sepertinya." Tak ada reaksi. "Apakah aku sering menerima surat-surat seperti ini?" Mata Ralph tiba-tiba mendelik. ketika tiba-tiba nada panggil dari interkom memecah keheningan ruang kerja Sam Gelderman. Sebagai pengarang cerita-cerita kriminal. bos besar dan satu-satunya di kantor itu." kata Ralph sambil memandangi puluhan surat yang bertumpuk di hadapannya. Benar-benar aneh. Ralph cuma membaca surat-surat yang berisi pujian-pujian saja dan salah satu tugas Sam adalah menyingkirkan surat yang isinya tidak mengenakkan. atau apalah namanya. Pada situasi seperti itu Sam hanya bisa berdiri mematung dan menunggu kalimat berikutnya dari Ralph. layaknya bawahan pada umumnya. "Sam! Kamu di situ? Cepat naik!" "Ya. Ralph menaruh penanya di meja. Sa. pikirnya. Benar-benar ceroboh. "Kalau saya tidak bisa mempercayai kamu. "Ada satu atau dua. apalagi keluar lewat speaker dari alat yang terhitung kuno. Paman. Paman. Sifat orang tua itu memang tidak suka dibantah atau dipotong kalimatnya saat berbicara. Tidak banyak." Sam beranjak dari meja kerjanya dengan langkah cekatan. SURAT BALASAN SALAH ALAMAT Tugas-tugas rutin pagi hari itu belum lagi selesai dikerjakan. Ralph mendapat bermacam-macam surat dari pembacanya. Namun. meski jumlahnya tidak terlalu banyak. ia mengira aku sama dengan karakter yang aku ciptakan..12. yang aku tidak mengerti.

dicetak ulang untuk jangka waktu lama. agen. Ia selalu bersembunyi dari publikasi. tetapi juga harus berupa balasan pribadi. korespondensi. bahkan hampir tidak pernah. dijual di luar negeri. editor. sekretaris. Buku-bukunya tidak ada yang terlalu sukses di pasaran dan mencetak banyak uang. gaji Sam boleh dibilang lumayan. jabatannya memungkinkan Sam mengetahui secara pasti perihal pendapatan. yaitu tidak menyukai ketenaran. Saat membutuhkan orang kedua. Tahu luar dalam Ralph Gelderman sebenarnya bukan penulis novel laris manis. karena Ralph selalu menolak. di kantor yang terasa begitu hening. Mulai dari akunting." "Bagus. data-data penerbitan. Paman. Aku juga tidak mau bertemu dengan penulisnya. investasinya terus meningkat secara perlahan tapi pasti. 83 . investasi. Jarang sekali. dan aset-aset pamannya. Ralph punya sifat sedikit berbeda."Aku tidak mau melihat surat-surat seperti ini lagi. Belakangan baru Sam sadar. hanya kesabaranlah yang membuatnya tetap bertahan. Yang lebih menyenangkan lagi. Pada saat-saat seperti itu. foto pengarang yang selalu ada di sampul belakang buku-bukunya. Bahkan. anak yatim kakak kandung Ralph. ia mengajak Sam. Masih setengah tertunduk. Dari penjualan yang tidak terlalu banyak itu. ia melangkah kembali ke ruangannya. Tapi ia termasuk penulis yang produktif.yang paling menyebalkan harus menampung omelan-omelan pamannya." begitu pendirian yang selalu diucapkan Ralph kepada orang-orang dekatnya. Ralph tentu jadi pemilik perusahaan sekaligus bendahara. Dibandingkan dengan pengarang-pengarang lain. Awalnya. Namun yang menarik. menggunakan wajah Sam yang memang sedikit mirip karena adanya hubungan keluarga. bahkan gagasannya sering diangkat ke layar lebar. Ditambah sedikit harta peninggalan ayahnya. Kalau mau diambil sisi baiknya. Maklum. sewaktu akuntan Ralph berhasil membujuknya untuk membentuk semacam perusahaan kecil yang mengurusi karya-karyanya. serta tekanan-tekanan karena menjadi pekerja satu-satunya. Jumlahnya ternyata lebih banyak daripada yang pernah ia kira. Sebuah sikap yang membuat Sam terkadang merasa bingung. akan saya kerjakan. dan . Sejauh ini. Kirim saja balasannya dengan sopan. tentu begitu menyenangkan bagi Sam. Karya-karyanya mengalir lancar dan dapat diandalkan penerbit. ada media memuat kisah tentang sosoknya. Ingat! Harus dengan sopan. Ini tidak akan terjadi lagi. "Aku tidak ingin orang mengenal sosokku. perundingan rutin dengan penerbit. Sam bisa hidup layak dengan istri dan anak perempuannya. yang tak lain adalah pamannya sendiri. Hubungan kekeluargaan itu kerap jadi beban." Sam mengangguk meminta diri. Aku ingin orang menghargai karyaku saja. kadang Sam merenungi nasibnya yang harus mengabdi kepada Ralph. di samping rutinitas kerja selama bertahun-tahun. Pekerjaan apa pun di kantor harus dikerjakannya sendirian. Perubahan terjadi lima tahun lalu. untuk menduduki satusatunya jabatan di perusahaan itu. Penjualannya lumayan. tugasnya sebagai "sekretaris" di sebuah perusahaan kecil milik pamannya itu benar-benar bikin bosan. ia belum punya pekerjaan tetap." "Baik.

Tak ada yang bisa dilakukan. pikirnya. Atau bangunan roboh menimpa Ralph. tentu warisannya bakal berkurang. mungkin ketegangan sebagai penggemar cerita-cerita spionaselah yang membuat Leghorn mengirimkan surat-surat seperti itu. Ralph masih melajang. Namun. Untuk menyewa pembunuh bayaran pun tidak. Sam memang hanya bisa berharap dan berharap. Ada satu hal yang membuat Sam gundah. Sayangnya. celakanya. meski berusia 60 tahun. karena selain tidak ada uang. Surat-surat penggemar memang terkadang aneh. Seperti surat yang di tangannya saat itu. Sam mencoba menganalisis. atau diserang virus yang sangat ganas. ia tetap saja akan makin tua dan sakit-sakitan. seandainya . lebih sehat dari Sam yang 18 tahun lebih muda. Dalam situasi seperti itu Sam sering berkhayal seandainya Tuhan mengambil jiwa pamannya dalam waktu dekat. Kisah-kisah spionase bisa jadi dapat menimbulkan paranoia. Seandainya. dicuri di kantor pos. Seandainya saja ia dapat menikmati semua warisan itu saat ini. orang-orang seperti itu tidak bakal bosan dan akan terus mengirim surat. Tak ada gunanya meladeni orang-orang dengan kepribadian paranoid seperti itu. begitulah Sam kerap berandai-andai. Ya. memang hartanya bertambah. Kalaupun umur Sam panjang. cuma sebatas itu kemampuan Sam. untuk sementara. Ia juga tidak ahli membuat alibi palsu atau membunuh dengan tampak seperti kecelakaan atau bunuh diri. atau bosnya itu tertabrak mobil. Hiiiy! Sam sebenarnya berpendapat. ia tidak tahu cara mendapatkan orang semacam itu. Bahkan. Benih-benih paranoia Sam menghela napas. Ralph Gelderman masih sehat. Karena dasarnya memang sudah paranoia. Salah-salah malah bisa jadi korban pemerasan. posisinya juga tidak akan menguntungkan kalau sampai terjadi sesuatu pada pamannya. Karena itu minimal balasan sebagai tanda terima harus dikirim.Sam mengetahui bahwa pewaris semua itu adalah ia sendiri! Soalnya.. sehingga tidak akan menikmati harta itu. Sebagai ahli waris tunggal. pastilah berasal dari seorang paranoid. reaksi yang tepat untuk surat-surat macam ini adalah dengan tidak menjawabnya. Di ruangannya di lantai bawah apartemen di Upper East Side Manhattan. menghentakkan lamunan-lamunannya. karena jawaban apa pun tetap merupakan provokasi untuk tindakan selanjutnya. Dan ini bukan kiriman yang pertama. surat dari K. Masalahnya. Sesuai pesan Ralph. tentu jalan hidupnya akan lain. Setidaknya dalam sebulan Leghorn bisa mengirim dua sampai tiga surat dan ini sudah berjalan kurang lebih setahun terakhir. Semakin panjang usia Ralph. Ia bukan seorang raja tega yang bisa membunuh orang tanpa beban. Leghorn kembali dibacanya dengan cermat. tapi jika di masa tuanya tiba-tiba ia menikah karena tergoda seorang wanita muda. ia mulai memikirkan katakata balasannya di depan komputer pribadinya. Sam menulis balasan untuk Leghorn dengan kata-kata sesopan mungkin: 84 . mereka mungkin mengira suratnya telah hilang.. ada pihak-pihak bawah tanah yang menyabot atau kecurigaan-kecurigaan aneh semacam itu.

Jika Leghorn penasaran dan menulis lagi. fatal! Dalam kekosongan pikiran. bahwa anggapannya tentang konspirasi komunis konyol ternyata "benar". Dan itu semua di luar kendali saya. seperti biasanya. Tolong Anda tidak perlu membuang-buang waktu dengan meminta hal ini berulang kali. dengan sangat menyesal. Bagaimana Anda bisa berpikir seperti itu? Kalimat itu cukup singkat. Mengapa tidak? Toh. tapi menusuk. karena tampaknya sudah jelas bahwa kecurigaan Anda mengenai kegiatan konspirasi sama sekali tidak berdasar. Orang-orang semacam itu mungkin akan bertindak menurut kemauannya sendiri. karena ia tidak ingin ada dampaknya di kemudian hari bila kalimat-kalimatnya itu disalahartikan. Mungkin dapat mengakibatkan kecelakaan-kecelakaan kecil. Sam merasa telah menyusun kata-kata itu sebaik-baiknya. bahkan dengan kegilaannya. berulang kali. kasar.Yang Terhormat Tuan Leghorn. bahkan mengira pikiran paranoidnya soal konspirasi konyol itu benar-benar ada. Soal pertemuan makan malam dan lain sebagainya. Bahkan kini sasarannya tidak hanya Leghorn. Tanda tangan asli Dua tahun sudah skenario jahat Sam itu berjalan dan semua tampak baik-baik saja. Ia mengganti kata-kata surat balasan yang telah disusunnya. jarijari tangan Sam yang sigap bergerak cepat. semakin senang ia membalasnya. Sam sekarang boleh dibilang memiliki hobi baru. Semakin keras dan ngawur surat para penggemar yang paranoia itu. mungkin si gila itu sudah lelah bermain-main. Sam akan membalasnya kembali dengan nada yang sama. Leghorn akan merasa sangat benci kepada Ralph. Untuk meyakinkan ia membacanya lagi berulang kali. Sam kembali membacanya. terlintas kata-kata itu di benak Sam. Dalam otak Sam. Belakangan malah sudah mulai dihiasi nada-nada ancaman. Mungkinkah ini adalah jalannya? Mendadak. setidaknya ada enam orang masuk golongan paranoia dan diperlakukan seperti itu. seolah tanpa kendali. yaitu memainkan kata-kata halus. Ia berusaha menciptakan kesan terbaik. Dari puluhan penggemar Ralph. Ralph akan menandatangani surat balasan itu tanpa membacanya. hingga benar-benar yakin kata-katanya sudah cukup menggugah amarah Leghorn. bahkan mungkin menyebabkan kematian! Sesuatu yang jauh di lubuk hati Sam. terbersit sebuah skenario. F-a-t-a-l! Ya. pakai sedikit olok-olok pula. bisa-bisa malah fatal. Senang sekali saya dapat menerima surat dari Tuan. Taktik yang sama mungkin dapat digunakan pada surat-surat lain yang datang. Tentu saja tidak ada yang dapat memperkirakan apa yang akan terjadi. Namun sayang sekali. Seperti biasanya. "awas 85 . Toh Leghorn tetap menjadi kasus yang terbaik. Dengan hormat. Sam berpikir. sebenarnya tidak perlu ditanyakan lagi. Bila Leghorn merasa mendapat angin. Seorang paranoia pasti bereaksi atau paling tidak akan kaget jika membacanya. kini Sam bisa tersenyum puas. Tetapi biasanya tak lama kemudian datang lagi surat Leghorn dengan kata-kata yang. tidak ada yang tahu. Ada saat-saat tertentu ketika sampai sebulan penuh tidak ada respons apa pun dari orang itu. meracau tak keruan juntrungannya. Degup jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. sebenarnya ia harapkan terjadi terhadap pamannya. seiring kedipan kursor di layar komputer. saya tidak dapat bertemu dengan Tuan karena kesibukan pekerjaan. Lalu. Hmmm.

"Ya. "kubunuh kau!". Ia hanya memperagakan permainan yang bisa berbahaya dan menjanjikan hal-hal hebat di dalamnya. Dengan tanda tangan asli. Tapi kebanyakan mereka tinggal jauh dari sini. Sam telah mencoba menyelamatkan Ralph dari dirinya sendiri. karena mungkin saja nantinya tidak akan terjadi apa-apa. Begitu pun Sam. "Wah. Dikejutkan paket Dering telepon sedikit mengejutkan Sam yang siang itu sedang asyik membuat catatan keuangan bulanan di ruang kerjanya. nothing to loose. Orang-orang akan berkata. siapa pun mengira surat itu didiktekan langsung oleh Ralph. Selain itu. Kasarnya. terutama saat acara ngobrol di pesta. "ingat suatu hari nanti!" Meski ada perasaan khawatir. Di setiap pojok kiri atas terdapat tulisan kecil "RG/sg" sebagai inisial Ralph dan Sam. Sam mengangkatnya. Lagi pula aku kira. Ia ingin memberi sentuhan pribadi pada setiap surat dan berharap tindakannya akan dihargai penggemarnya. bisa menghabiskan sisa umurnya tanpa perlu menyimpan rasa bersalah. Saya sudah peringatkan Paman Ralph soal ini. Di sinilah asyiknya rencana Sam. tapi dia tetap menolak. enggak apa-apa. sebagai sesosok manusia aneh." kata Sam sambil menggelengkan kepala. Dia datang dan membuat kekacauan? Bahkan membunuh?" "Wah. Ralph pun dapat hidup dengan aman. Tapi tetap saja dia nekat mengirim jawaban yang provokatif. berani betul!" sahut seorang teman. Halo!" 86 . aku tidak ikut-ikutan tuh. Sam yang selalu bertugas mengangkat setiap panggilan telepon. Ia hanya menandatangani tanpa melirik satu huruf pun. atau tidak berbahaya sama sekali. karena Ralph tidak menggunakan stempel tanda tangan. Ralph tidak pernah membaca surat-surat balasan yang disodorkan. Sam tetap tersenyum saat membacanya. Sesekali Sam juga bercerita soal surat-surat itu kepada teman-temannya. salah satu kemudahan bagi rencana Sam. Ia memang suka nekat. Meski saluran telepon tersambung paralel dengan ruang kerja Ralph.kau!"." "Bagaimana kalau suatu kali orang gila itu yang nekat. "Padahal aku sudah berusaha mengingatkan pamanku agar berhati-hati dengan orang-orang paranoid seperti itu. Saya bisa apa? Dia kan bos saya." kata Sam meyakinkan teman-temannya. Teman-temannya tentu terhibur dengan cerita-cerita tentang Ralph. Tidak akan ada orang gila yang muncul dengan nafsu membunuh." Sangat sempurna! Bagaimana jika seseorang dengan niat jahat benar-benar datang menemui Ralph dan Ralph benar-benar terbunuh? Orang-orang sudah memperhitungkan hal itu. Yang terpenting. mereka cuma menggertak. Ajang itu menjadi kesempatan terbaik Sam memutarbalikkan fakta untuk memperkuat alibinya. yang telah dibumbui di sana-sini itu. Bagaimana jika ternyata tak seorang pun paranoia yang datang menyambangi Raph? Ya. Seperti yang diharapkan Sam. "Memang kadang-kadang agak khawatir juga. bagaimana mungkin Sam akan disalahkan? Semuanya akan mengarah pada "kelakuan" Ralph sendiri. "Memang. begitu juga dirinya.

"Apakah orang yang mengirimkan paket ini masih ada?" tanya Sam. Saya bukan Ralph Gelderman. tergeletak. Sam melanjutkan. Tuan Gelderman sedang tidak ada. Setelah diiyakan. Ia memegang sebuah kotak berwarna kecoklatan. Sam beranjak ke pintu dan menyambut pengirim paket yang sudah berada di depannya. Sam mengeluh dalam hati." Dua menit kemudian." "Saya memang sekretarisnya. untuk yang kesekian ratus kalinya. jadi saya punya nama yang sama. Meski Ralph tidak pernah bersedia. "Namaku Lawrence Leghorn dan saya ke sini untuk bertemu denganmu. Dor! Dor! Dor! Tubuh Sam pun langsung jatuh ke lantai." " Saya Sam Gelderman!" "Kau baru bilang bahwa kau adalah sekretarisnya. tapi sesaat kemudian ia menyadari paket itu kosong. Akhirnya. Sayalah 'sg'. Ia memegang pinggang Sam dengan kuat sekali. Tuan Gelderman?" "Ya. Tuan Gelderman. dan kau baru saja memberi tahu namamu Gelderman. Kemudian berkata. pastilah bundel buku dari sebuah galeri dan meminta Ralph memberi pernyataan promosionalnya." ujar Sam tidak sabar sambil menerima kotak itu. suruh dia ke atas. pihak penerbit sepertinya tidak pernah putus asa." Perut Sam langsung mengejang." Mata Leghorn menyipit. "Aku tak percaya padamu!" Ia mencabut sebuah pistol dari sakunya dan menembakkannya tiga kali. Di dalam surat dituliskan 'RG/sg'. dari Prime Publishers. "Anda." Resepsionis gedung memberi tahu. "Kalau begitu. Ia kemudian berkata. Kemudian ia berkata. "Anda salah. "Apakah ada yang harus saya tanda-tangani?" Sam mengambil pena dari sakunya. Tubuhnya gemetar. "Si penjaga pintu memanggilmu Gelderman. Ini orangnya! Mungkin saja berniat untuk menyerang dan memukul! Ia berkata dengan serak. Saya juga keponakannya. mendorong Sam ke salah satu dinding dan menutup pintu di belakangnya. Usianya paruh baya." Leghorn ragu-ragu untuk sesaat. "Foto yang ada di buku adalah fotomu. apa yang kau lakukan?" Tiba-tiba si pengirim paket sudah merangsek masuk ke dalam. tanpa nyawa. (Kisah rekaan/Isaac Asimov/TJ 87 . Saya sekretarisnya." "Itu adalah foto yang lama dan ada kemiripan dalam keluarga."Paket kiriman. Ah. "Apa ini? Hei. Sebuah tugas yang benar-benar membosankan. bel pintu berbunyi. menjadi tugas Sam untuk memberikan jawaban penolakan. tetapi ia dua puluh tahun lebih tua dariku. Leghorn berpikir sejenak. tak ada yang mencolok dari penampilannya. Paket itu ikut tertekan genggaman jari-jarinya tanpa tertahan. Ralph Gelderman." ujar Sam panik.

tapi selalu gagal menemukan anak malang itu. Benda yang di kemudian hari disadarinya sebagai tubuh mungil Adrian. asap tebal dan tajam tampak menyelimuti ruangan. Dia minta keluarga dan tetangga mencarikan sehelai rambut Adrian. Sampai akhirnya. karena memang tak ada lagi kata-kata yang bisa diucapkan. Sejurus kemudian. Sang tetangga yang melihat "titik terang" kemudian mengajak Nicole keluar. SURAT CINTA MENGUATKAN SANGKAAN Pagi menjelang subuh. datang dari Queensland untuk mendampingi putrinya. bayinya yang baru berusia 10 minggu. Di kamar tidur. Mereka harus pandai-pandai menyimpan rahasia. Setelah operasi dan kondisi mental Nicole siap. mana anakku?" Seolah yakin betul. yang berada di ruang duduk. lelaki sadis itu langsung beranjak ke ruang duduk. Orangtua Nicole. Aku juga merasa seperti ada benda kecil di dekatku." cerita Nicole. yang tahu Adrian tewas. Nicole mengalami tragedi mengerikan. beberapa saat kemudian di tempat tidurnya sendiri. Sebelumnya. 88 . Toh tak ada rahasia yang bisa disimpan terus-menerus. kemudian meletakkan bayi tak bersalah itu persis di sebelah Nicole. Rambutnya habis terbakar. untuk disimpan sebagai kenang-kenangan. Entah dari mana datangnya. Datangnya tamu istimewa Setelah berhasil membuat Nicole pingsan. Namun. Ibu muda itu selalu bertanya. Nicole sulit mengenali lelaki itu. ditemani Nicole. 4 Oktober 1995. aroma bius membuat Nicole akhirnya kehilangan kesadaran. kabar buruk itu terpaksa disampaikan. karena Nicole tampak belum siap menerima kepergian Adrian. Sampai saat itu. baik pihak keluarga maupun kepolisian masih belum punya gambaran jelas. "Mana Adrian. menggendong Adrian yang menatap dengan mata mengantuk. lengan kanannya hangus. Bayiku masih ada di sana. Para tetangga yang terbangun kaget setengah mati. Sialnya. walau dengan jari dan lengan terbakar sampai ke tulang dan sumsumnya. didampingi suaminya yang terlihat terkejut. Dua kali tetangganya mencari Adrian." cerita Nicole. Victoria. Dalam kondisi setengah pulas. Nicole Smith tampak berbaring di ruang tidur di rumahnya. Nicole segera dilarikan ke rumah sakit. Nicole beruntung masih bisa menyelamatkan diri. buah hatinya masih hidup. "Aku cuma tahu ada sesuatu yang menimpa tangan dan lututku. Tetangga terdekatnya berusaha menyelamatkan Nicole yang kelihatan terbaring di patio. Hoppers.30 pagi. Lorena Close 7. siapa lelaki yang tega membius Nicole dan membakar Adrian. Saat itu. Sebuah ciuman yang sangat manis. "Bayiku. seorang lelaki tiba-tiba menjejalinya dengan pakaian yang sudah dibasahi zat berbau menyengat. di tengah serangan rasa penat. Namun. Tak ada yang menyangka. dia masih sempat mencium anak lelakinya dengan penuh kasih sayang. Nicole cuma bisa diam. Perempuan yang berusia 32 tahun itu tampak sangat kelelahan. sehingga akhirnya harus diamputasi. dan suaranya nyaris tak terdengar. Alarm kebakaran sendiri baru berdering sekitar pukul 07. kemungkinan eter." sebutnya lirih. ibu muda itu sempat dua kali terjaga untuk menyusui Adrian. sebelum wanita tegar itu melihat dengan mata kepala sendiri bayinya hangus tergeletak di tempat tidur. sebelum akhirnya meluas dan menyebar ke bagian lain rumah istri Mark Smith itu. kejadian itu bukan akhir. blupp! Nyala api mulai merambah tempat tidur. "Aku sempat terjaga. Lalu dibaringkannya buah hati tersayang di buaian.12. mereka memeriksa seisi rumah. Australia. tapi justru awal datangnya tragedi yang lebih besar. berusaha menendang dan meronta-ronta.

Langkah pertama Bono. sulit menyimpulkan atau mendugaduga keterlibatan Mark. "Dia mencintai kehidupan sejak lahir ke dunia. mulai menjadi fokus pembicaraan warga kota. "Seluruh kasus ini tidak saling berhubungan. Dia pasti senang. "Dia pria yang lemah lembut. yang menganjurkan meditasi untuk mengatasi problem pada kelenjar tiroidnya. Rencananya kami mau punya tiga anak." Geledah teman selingkuh Hampir tak ada petunjuk yang bisa menuntun polisi untuk mengungkap kasus terbunuhnya Adrian. Motif. Seminggu setelah kebakaran. "Ikatan kami sangat kuat. Bayi mungil berambut gelap dan bermata biru itu menjadi tamu istimewa yang sangat dinanti kehadirannya. Dia cukup perhatian. Niat membakar mereka berdua hidup-hidup merupakan ide keji yang harus dilandasi motivasi sangat kuat. Sersan Andrew Bono. tak kami temukan jejak sama sekali. Mereka tinggal di Hoppers Crossing." tambahnya. dan ingin cepat-cepat mengabarkan berita baik ini pada Mark. tampan dan jangkung pada tahun 1990. menanyai orang terdekat Nicole. Titik terang mulai agak kelihatan ketika dia mencoba menggali informasi dari rekan-rekan kerja Mark Smith. itulah yang terus dicari polisi asal Melbourne itu. sosok Nicole. tampak berusaha keras menjadi bapak yang baik. Namun. 89 . tujuh bulan kemudian. dan selalu berada di sisi sang istri saat tenaganya dibutuhkan. Menurut ayah Adrian ini. Bono juga memeriksa para tetangga serta menanyai kerabat dekat dan pihak-pihak yang kerap berhubungan dengan Nicole. Tahun 1994. warga negara Amerika yang konon salah satu kawan terdekat Mark." tutur Nicole. "Aku sangat menginginkan bayi." kata Bono setengah berteori. Nicole. Berhasil. benar-benar dipaksa menghadapi benang kusut. Dari merekalah Bono mendapat nama Donna Wilkinson. Namun. Lahir dan tumbuh di Ipswich. "Bahkan di kamar tidur sekalipun. Detektif berpengalaman itu mencatat adanya sedikit ketidaksesuaikan antara cerita Smith saat itu dengan omongannya beberapa hari sebelumnya. tempat Mark yang berdinas di Angkatan Udara Australia bertugas selama tiga tahun. kemudian pindah ke Orlando. keduanya menikah. Peristiwa kebakaran itu dianggapnya sebagai sebuah kecelakaan tragis. Florida. Karena lama tak mendapat momongan. tapi merupakan gabungan dari potongan kejadian pada saat yang bersamaan. dan anak mereka Adrian.Apalagi tak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian itu. pasangan muda itu kembali ke Australia. dekat Werribee. Nicole berumur 22 tahun dan sudah bekerja di sebuah pre-school saat berkenalan dengan Mark yang cerdas. Kebahagiaan Nicole kian lengkap ketika Adrian lahir. apalagi Adrian. bisiknya dalam hati. rajin menemani Nicole ke dokter kandungan. "Sangat akrab dan selalu melakukan sesuatu yang istimewa pada hari jadi dan ulang tahun. Di sisi lain. Nicole percaya. Dia bahagia luar biasa." tutur Nicole. sebelum lahirnya Adrian. Bono berbicara dengan Mark Smith. tak jauh dari tempat Mark dipindahtugaskan. detektif yang ditugasi menyelidiki kasus ini. pasangan itu pindah ke Palm Bay. dia menerima dengan pasrah kematian Adrian. benang kusut itu tetap harus diurai. Victoria. tentu saja. Tahun 1991. Mark sendiri." kenangnya. Nicole betul-betul hamil. Queensland. Nicole berkonsultasi pada seorang endokrinolog." bilang Bono. nyaris tak punya musuh. Florida. suaminya Mark Smith." ingatnya ketika itu. Saat kandungan Nicole berusia tiga bulan. mereka saling menghargai satu sama lain. "Dan dia memang dilahirkan untuk memberikan kegembiraan.

" imbuh Bono.000 buat pasangan selingkuhnya itu. "Namun ia selalu menyangkal semuanya. menolak datang ke Australia untuk menghadiri sidang. tapi kami punya rumah 90 . Mark Smith malah terlihat sangat tenang. berbeda dengan Nicole yang harus menjalani dua hari pemeriksaan silang dengan tangis sedu-sedan. Dia berjanji akan mengadopsi Melissa. akhirnya aku tahu yang sebenarnya. Smith juga membeli cincin pertunangan seharga AS $ 20. Setidaknya. yang lahir beberapa bulan sebelum Adrian. Mark pernah mentransfer uang senilai lebih dari AS $ 70. Kami tidak punya asuransi pribadi. "Aku terguncang saat mendengar berita itu dan menangis untuk anakku. Dia bertekad mengantungi surat perintah polisi setempat. Dia juga harus rela bolak-balik Australia Amerika. Maka. Mark John Smith resmi dijatuhi hukuman 26 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Victoria. email. lebih pada dirinya sendiri. untuk menggeledah rumah Donna Wilkinson. Bono menelusuri sejauh mana hubungan Mark dan Donna. Gadis cantik berambut mekar itu sekretaris di divisi tempat Mark bekerja. Ia juga selalu menyangkal bukti-bukti dan tuduhan jaksa. Pada sebuah kartu dari Melissa yang ditujukan kepada Mark terbaca: "Ayah tersayang. Namun. Bagaimana jika pembakar rumah Nicole ternyata bukan Smith? Namun seperti biasanya. "Hanya Mark yang tahu. Termasuk saat jaksa memutar kembali kaset video yang memperlihatkan Mark sedang menurunkan peti jenazah putranya ke liang lahat." Penemuan-penemuan itu berhasil menyeret Mark ke pengadilan. Penasaran. Januari 1998. serta merencanakan pembunuhan terhadap Nicole. dan surat-surat cinta. ketika Desember 2000. hingga awal 1997. Untunglah. Nicole tetap tak habis pikir. berbagi informasi dengan FBI. Smith sama sekali tak menunjukkan emosi yang berlebihan. keputusan hakim itu tetap "sangat mengejutkan" buatnya. masalah finansial ikut berada di balik semua kejadian ini. "Saya menemukan tagihan hubungan telepon internasional mereka." jelas Andrew Bono. Bono menemukan fakta. "Paling tidak.000 kepada Donna.Mark bertemu Donna Wilkinson saat bertugas ke Australia beberapa tahun silam. "Mark menyukai uang." cerita sang polisi. Bono berangkat lagi ke Amerika Serikat. Smith menyebut Donna sebagai tunangan. Pacar gelapnya. Bono pantang mundur. dia memang pembunuh sadis berdarah dingin. aku mencintai dan merindukanmu. Tampaknya. Jawaban atas semua keraguan dan pertanyaan yang selama ini tak terjawab. kerja keras Bono selama lima tahun akhirnya terbayar lunas. mengapa mantan suaminya itu lebih memilih membunuh anak-istrinya ketimbang menuntut cerai. agar Bono tidak terlalu terobesi pada Mark. anak Donna dari hubungan dengan lelaki lain." tuturnya lirih. serta mengumpulkan hal-hal kecil yang bisa dijadikan barang bukti. Bono sebenarnya mencurigai perselingkuhan Mark berada di balik percobaan pembunuhan terhadap Nicole. Dalam penyelidikannya. Donna selalu menyangkal keterlibatannya pada kasus ini. Hampir mati terbakar Tepatkah keputusan pengadilan menghukum Mark? Nicole sendiri. Nicole sendiri pernah dua kali bertemu Donna di acara sosial. kartu-kartu ucapan. Penampilan itu semakin menguatkan dugaan. Ia diyakini melakukan langsung pembakaran yang berakibat hilangnya nyawa Adrian. mengapa ia memilih jalan itu." jawab Nicole. Teman-teman sejawatnya sampai mengingatkan. Donna Wilkinson." Meski tentu saja. yang dihubungi Bono pasca persidangan mengaku. Keputusan yang menutup rapat pintu keraguan yang selama ini menyiksanya. "Tak ada kekuatan hukum yang bisa memaksanya datang.

ternyata ada beberapa lubang pada pipa yang terletak di atap. tapi ia menenangkanku. "Ketika Adrian berumur lima minggu. Seraya mengawasi Mark yang dengan sigap menyiram lidah api dengan alat pemadam kebakaran. Donna bahkan mengarang cerita bohong pada Nicole. Tak mudah mengorek informasi tentang Mark dari Nicole. hanya untuk melahirkan di dekat Mark. "Aku sendiri bingung. pria tampan berumur 37 tahun itu. Sepulang dari rumah sakit bersalin. Smith jugakah yang menyalakan aromaterapi bakar di samping tempat tidur dan mengatur posisi ibu dan anak itu sedemikian rupa. Dia baru bisa percaya dan membuka mata. membakar anak dan istri. lalu kabur dan pura-pura sangat terpukul ketika polisi memberitahukan "kabar buruk" itu padanya? "Entahlah." kilas Nicole. Mark setahuku tidur di ruangan terpisah. saat berkunjung ke Australia di awal 1995. Mark pun berubah. Andrew Bono sendiri menggambarkan ibu muda nan tegar itu sebagai wanita luar biasa. setelah mencium bau gas yang sangat kuat." lanjut Nicole. dia begitu lama bisa menerima kenyataan. sampai Bono menyampaikan bukti-bukti keterlibatan orang yang sangat dicintainya itu. setelah merangkai kejadian-kejadian sebelum datangnya kematian Adrian. ia melihat api berkobar dari tempat sampah menuju atap. mengapa kebakaran itu bisa terjadi. Melissa. segera Nicole merenggut Adrian dari buaian di ruang duduk yang berjarak hanya lima meter dari kobaran api. Dia kehilangan begitu banyak hal." Perangai berubah "Buta" paling parah yang dialami Nicole adalah ketika dia tak pernah mencium hubungan mesra suaminya dengan Donna Wilkinson. dalam pesta mabuk-mabukan di tahun 1994. Tidak juga ketika Donna dihamili oleh "orang kantor" Mark. Ketakutan. teman terbaikku. Dia bahkan tak pernah mau membantu Nicole merawat Adrian. Itu sebabnya. Nicole bahkan tak pernah menaruh prasangka sedikit pun pada suaminya. sehari setelah Adrian lahir." jawab Nicole bijak. Ketika Nicole ke dapur. mengaku telah menikah dengan seorang pria dari angkatan udara. Itu sebabnya aku menyarankan Mark membawa tempat sampah itu ke dinas kebakaran untuk diperiksa. "Setelah diperiksa. Aku menganggap semua sudah berakhir. lalu dengan sadis menutup wajah istrinya sendiri dengan pakaian yang sudah dibasahi cairan bius mudah terbakar. yang tega membungkuk di atas badan Nicole. Aku tak punya gambaran bagaimana hal itu bisa terjadi. Selama ini dia agak buta. Nicole membuka album foto dan menunjukkan gambar yang diambil di rumah sakit. lantaran terlalu percaya pada kekuatan cinta dan kegembiraan mengurusi putra kesayangan.dan seisinya serta dana pensiun Mark. tengah malam aku terbangun. Semua itu bernilai lebih dari AS $ 215. sehingga bisa meninggal bersama-sama? Apakah Mark memang sekejam itu.000. Bahasa tubuhnya terkesan "dingin" dan "menjauh". Mark Smith tampak sedang memandang bayinya tanpa ekspresi. Aku tak lagi berbicara dengan dia sejak Desember 1995. tapi selalu berusaha keras memperoleh kembali kehidupannya yang hilang. sudah berusia dua bulan ketika Nicole hendak melahirkan. Nicole ingat pula pernah dibangunkan suara lengkingan alarm kebakaran di dapur. Namun. yakinkah Nicole bahwa suaminya sendiri yang mendalangi semua peristiwa tragis ini? Bukankah di pengadilan. Anak perempuan Donna. 91 ." duga Nicole." tuturnya. Dia 'kan suamiku. mengapa hal-hal berbahaya itu bisa terjadi. Aku hanya tak bisa mengerti. Sejak saat itu sebenarnya aku mulai gelisah. Hampir dua pekan kemudian. Tapi tak sedikit pun aku menaruh kecurigaan padanya. "Aku sedang menyusui dan Adrian tampak gelisah. Smith selalu menyangkal tuduhan jaksa dan bukti-bukti yang dikumpulkan polisi? Betulkah Mark.

Setelah peristiwa mengenaskan itu. sembari memandangi foto Adrian yang sedang duduk manis sembari meniup-niupkan mulutnya. sepanjang waktu. Donna dan Melissa pulang kampung tanpa Smith. Bulan berikutnya. Puncaknya. Nicole mendapat musibah kedua. Nicole mengaku masih kerap bermimpi buruk. Mata lahir dan mata batin Smith mulai gelap." kata Nicole sambil menggeleng-gelengkan kepala. memungkinkan Smith menemui Donna dan menemaninya makan malam.Nicole juga tidak tahu sama sekali. Nicole tak ingin "Adrian" hilang dan dimakan api untuk kedua kalinya. tahu kalimat apa yang pertama diucapkan Mark pada Nicole? Dia cuma bilang. Smith kembali ke Australia bersama Donna Wilkinson dan anak mereka. Benda-benda tak ternilai itu disimpannya dalam kotak khusus yang selalu dibawa jika "terjadi kebakaran". dan ketakutan jika mendengar alarm kebakaran. yang dengan mudah ditemukan Sersan Bono saat menggeledah rumah Donna di Amerika. meninggalkan banyak bon interlokal. sekaligus keinginannya meninggalkan keluarga yang telah mereka bina bertahuntahun. lebih mudah tersentuh. Melissa. "Keadaanmu ternyata tak seburuk yang kupikirkan. Dua minggu setelah Smith kembali dari Canberra. "Kami tak pernah menangis bersama untuk Adrian. obsesi pada kekasih Amerikanya itu makin subur. "Dia hadiah istimewa untukku sepanjang hidup ini. Kebakaran di dapur yang membuat Nicole bingung. terjadi hanya empat hari setelah Donna Wilkinson kembali ke Amerika Serikat. Untuk mengatasinya. "Padahal aku mencintainya. Ia memegang tanganku saat aku membutuhkannya. bersamaan dengan rangkaian penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian. tahun 1998." Tampaknya. Mark memang benar-benar ingin melihat Nicole mati terbakar. Kebakaran yang memaksa Nicole meringkuk dua bulan di rumah sakit." senyumnya. Terpaksa. ia dirawat hanya oleh saudara-saudaranya. Mark sendiri sering menghilang. ia sama sekali tidak berduka. Selama menanggung penderitaan itu. Smith dicekal ketika hendak kembali ke Amerika. selain sikat rambut Adrian dan sehelai rambut yang tersisa di sikat itu. perjalanan dinas Smith ke Canberra ketika Adrian berumur enam minggu. Kadang aku pikir. aku tak tahu mengapa dia melakukan ini padaku." tutup wanita yang resmi bercerai dari Mark tahun 1997 itu. Saya juga ingat. Masih tidak menyadari hubungan khusus Mark dan kekasih gelapnya. "Aku jadi lebih tegar. kemudian membeli tiket pesawat sekali jalan untuk memulai hidup baru di Amerika bersama Donna. entah ke mana. Foto yang selama ini menjadi salah satu "harta" paling berharga Nicole. 92 .000 sumbangan warga Ipswich. Nicole juga ingat. Nicole pun harus membiasakan sendiri dan belajar menulis dengan tangan kiri. kurang dari dua bulan setelah kebakaran dan masih berada di rumah sakit. Smith bahkan mengosongkan rekening bersama mereka. Sampai hari ini. ia banyak bermeditasi dan mencoba memikirkan hal-hal positif yang telah diberikan Adrian. menjalani 15 kali operasi termasuk operasi plastik untuk lengan palsu seharga AS $ 17. Keputusan cekal itu membuat Mark dan Donna hanya bisa melakukan hubungan jarak jauh. Smith dengan dingin menyampaikan berita pengunduran dirinya dari angkatan udara." ujar Nicole. Bulan Maret 1996. tiga minggu setelah kebakaran di dapur. sehingga tega menyusun berbagai rencana untuk menyingkirkan Nicole dan Adrian. karena Adrian selalu bersamaku. susah tidur. Smith memainkan kartu trufnya. membakar Nicole dan Adrian di kamar tidur.

isi surat yang menantang itu mengusik hatinya. Padahal sebenarnya ia tidak ingin menjalani hidup seperti itu. Harap uang ini diterima.. ia menganggur berkepanjangan. Cuma. Di sana Anda akan menerima nasib yang lebih baik. Amplop itu terus dirogoh-rogohnya sekadar untuk meyakinkan. dirinya sudah terjebak. Tuntutan perut tidak bisa ditawar-tawar. kejadiannnya barangkali akan berbuntut lain.begitu berharga.membuat dirinya merasa kaya. Tomy Sutomo merasa hari itu adalah miliknya. Selama itu pula julukan tunawisma. Teka-teki apa ini? Tampangnya yang semula ceria kini pudar begitu saja. Andai Nicole bisa lebih pintar mendiagnosis candracandra mencurigakan itu. di Cepu Udara menjelang siang di Pantai Kuta itu masih menyisakan sedikit kesejukan." pikirnya. atau menipu dia lakukan. ternyata secarik kertas yang bertuliskan. di sisi lain akal sehatnya mengatakan.. Ketika membuka tasnya yang sudah lusuh. jangan-jangan ini satu mata rantai dari sebuah skenario kejahatan besar. ia bisa tertawa lebar. Kening Tomy berkerut. Bahkan meminta-minta. ia harus mengembalikan surat itu beserta isinya. Ia tahu. ia nyaris tak percaya. Tomy curiga. hanya Anda yang tahu semua ini. ia hidup seperti gembel. Berbulan-bulan sejak peristiwa bom yang meluluhlantakkan dua kafe dan menewaskan ratusan orang serta mematikan denyut kehidupan di kawasan Pantai Seminyak itu. atau gelandangan menempel pada dirinya. Sekarang. uangnya masih aman di tempatnya. Ledakan bom lagi? Sebegitu murahkah orang seperti dirinya sehingga orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu memanfaatkannya? Baginya. Ingat. Kisah nyata/Rahartati Bambang Haryo 13.Perubahan perangai Mark dan rangkaian peristiwa-peristiwa mencurigakan pascakelahiran Adrian tadi. Namun. dua lembar uang ratusan ribu rupiah. Mark memang telah berlaku kejam dan tak adil buat keluarganya sendiri. rezeki nomplok.000. Di saat seperti itu. ia rela menebalkan muka melakukan pekerjaan apa pun. Penyesalan memang selalu datang belakangan. membuat Nicole yakin. seyakin Bono. kepada siapa? Ataukah ia harus melapor ke polisi? 93 . Isinya. Namun. mengemis. Tak ada niat buruk apa pun terhadap Anda. uang Rp 200. Selamat menikmati mimpi indah. Begitu diambil. Keputusan pengadilan hanya bersifat menguatkan. Ia tak mengerti. Tolong datang ke sebuah rumah yang letaknya tertera dalam peta di balik kertas ini. untuk sementara. sebuah amplop secara misterius ada di dalamnya. Gara-gara kehilangan pekerjaan sebagai tukang bersih-bersih di sebuah bar.000. Demi mendapat sesuap nasi. Tapi bersamaan dengan itu tangannya menyentuh barang lain. "Wah. uang Rp 200. BEDA NASIB SEJAK BAYI Penulis: Kisah rekaan/Sast. pengembara dekil.

Kamar di lantai tiga itu sungguh terasa mewah untuknya. Ditambah sepotong pastel ayam. "Duduklah dulu! Tante Ndari sedang tidur. Tomy meninggalkan gundukan pasir yang tadi didudukinya. Sambil menghela napas dalam-dalam. Tapi beliau sudah berpesan untuk menyiapkan makan malam dan kamar untuk Tuan Muda." kata perempuan tua itu dengan mata berkaca-kaca. Jalan setapak berbatu kerikil membelah halaman luas dengan banyak tanaman yang tumbuh tak beraturan. Ketika hendak membuka kembali tasnya untuk memastikan isi pesan dalam kertas itu." batinnya ketika menyaksikan hidangan sarapan berupa beberapa iris roti panggang berisi daging asap plus apel. Karena baru bisa terlelap setelah lewat tengah malam. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 08. Tuan Muda Jimy! Silakan masuk!" sapa seorang perempuan tua berpunggung bungkuk. "Sebenarnya. Pikirannya terus melayang. "Oh. Meski tubuhnya letih. Bukan mimpi Hari sudah di ambang petang." "Sekarang saatnya bagiku untuk membuktikan ucapan temanku itu. Sampai siang itu Tomy tidak tahu entah ke mana kaki akan melangkah. 94 . perutnya terus menggedor minta segera diisi. "Ndara Putri belum bangun." Sandiwara apa pula ini? Tomy merasa heran. "Akhirnya Tuan datang juga. Belum habis keheranannya. baunya toh akan tercium juga. Diteguknya minuman itu. ia teringat ucapan temannya. sekalipun nama samaran untuk gagah-gagahan. Saya tidak berani membangunkan. "Ini namanya 'kere munggah bale' (gembel jadi raja). perempuan renta itu datang membawakan segelas air jeruk dingin. mencoba memahami peristiwa "aneh" yang terus mengiringinya sejak siang hingga malam ini. Tanpa ragu-ragu Tomy lalu masuk ke sebuah warung makan yang ditata ala kafe.Belum juga ia mengambil keputusan. sebab beberapa hari ini penyakitnya kambuh lagi.35. Tomy bangun kesiangan. Ketika berjalan sambil mengisap rokok dalam-dalam. Sekaleng minuman ringan yang dingin dan dua potong donat mengusir rasa lapar dan dahaganya." gumamnya sembari memperhatikan gambar petunjuk dalam kertas tadi. sepandai-pandai menyimpan bangkai. Itu yang dia khawatirkan. "Kiranya ini rumah yang dimaksud. perempuan itu muncul lagi. Tomy tidak bisa cepat tertidur. Tomy ingat pepatah. hidup ini tak ubahnya berjudi. energi dan semangat hidupnya pulih kembali." Tomy hanya bisa menjawab dengan senyum yang dipaksakan. Ia masih termangu ketika suara dari dalam rumah itu tiba-tiba menyapanya. Tomy menguak pintu gerbang dari besi di sebuah rumah tua. Namun." bisiknya dalam hati. setelah perempuan tua itu meninggalkan dirinya. sejak lahir sampai kini tak pernah sekalipun ia punya nama lain.

Mungkin Sri. apa kata dokter?" Bi Sum menggeleng. "Lalu. "Sakit apa sih. "Dokter keluarga memberi macam-macam obat. 19 Desember 1951. ia hanya menanggapinya dengan senyum. Maklum. Di setiap bagian bawah foto selalu tertera keterangan berupa tulisan. sebab tiba-tiba Bi Sum. bulan. Makanya. "Aku harus hati-hati bicara. foto-foto di dinding. Di kamar itu ia menemukan album foto tua. ya rematik. Ia hanya mendengar bunyi dengung mesin cuci.. suka maumaunya sendiri. Eh . Di halaman lain. Tampak Bi Sum dan Sri sedang sibuk bekerja di dapur dan ruang cuci. Jimy Sugiharto lengkap dengan hari. terpasang foto telanjang bayi montok dengan tulisan. ia harus berjuang mencari informasi tentang jati diri Jimy. kulit lelaki itu kelihatan lebih terang. Kebetulan tidak terlihat bayangan seorang pun di sekitarnya. Tuan tahu sendiri. selamat datang Jimy. Juga nasihat untuk diet dan berolahraga ringan." Tomy menanggapi dengan mengerutkan kening serta memasang ekspresi prihatin. tanggal. R." Kesempatan mengobrol dengan Bi Sum itu tampaknya dimanfaatkan betul oleh Tomy untuk mengorek informasi awal. Dari lantai dua itu Tomy bisa melongok ke bawah. dan lemari tempat menyimpan arsip keluarga. Ada potret wanita muda cantik dengan tulisan yang mulai pudar: R. Ndara itu sulit. nama perempuan tua itu. Tapi. Di dalamnya berjajar rak buku.A.. "Rupanya. tapi ia melarang kami membangunkan Tuan. saat berjalan menuju ke kamarnya. "Tante biasa bangun pagi sekali. Tadi ia menanyakan Tuan. sehingga tidurnya pulas sekali. baru saja membersihkan kamar itu dan lupa menutup pintu." sambungnya. dan tahun kelahiran yang . pusing-pusing.Ternyata buron Selamat tinggal Tomy." Tomy mendengarkan sambil mengangguk-angguk. Bi?" ia memberanikan diri untuk bertanya.." sapa Bi Sum.. "Sama dengan hari kelahiranku?" 95 . sakit yang dulu juga. sebuah meja tulis besar dengan lampu baca. Bedanya. Saat yang dinanti itu pun tiba. Yang paling menarik perhatian Tomy adalah foto seorang lelaki muda berwajah mirip sekali dengan dirinya. Macam-macamlah.Solo. Ada juga sejumlah foto keluarga. Kini terlihat pintu kamar itu terbuka. Jimy siapa? Tomy benar-benar ingin tahu dan harus mencari kesempatan untuk menyelidiki. Tapi tidak saat ini. "Ya. Semalam. pelayan yang membantu Bi Sum. selama sekitar dua jam sebelum Tante Sundari bangun. Bangunnya nanti setelah sekitar dua jam. Tomy sempat melihat ada sebuah kamar kosong tak berpenghuni di lantai dua. sudah sakit-sakitan. juga kencing manis yang membuatnya harus selalu disuntik kalau makan. Retno Sundari . muncul kembali. "Sekarang Ndara sudah tidur lagi." pikir Tomy. Selanjutnya. Tuan terlalu capek karena perjalanan panjang.

di antara sekian banyak foto keluarga. Saat menaruh sebuah album. "Ada uang di dalamnya. Kakinya masih gemetar. Tante memberikannya pada saya tadi pagi.. Foto-foto Jimy pun dimuat tersebar hampir di setiap halaman koran. selintas bayangan mengadang jalan. senyuman Jimy di foto itu seolah mencibir dirinya. Saat ia melangkah mendekati pintu kamar. Ia tidak mau menjadi korban. selembar kertas koran meluncur dari dalamnya dan jatuh ke lantai. Tomy cepat-cepat mengembalikan koran usang itu.. Bi?" Bi Sum tak menjawab. "Ada apa. apa yang akan dilakukan si nenek bungkuk ini? Perempuan tua itu tersenyum dan menyapanya dengan ramah.orang yang sama sekali tidak dikenalnya. lalu mengulurkan amplop itu pada Tomy. Jantung Tomy berdegup kencang saat membaca judul berita di halaman koran yang mulai menguning itu. ia dikejar waktu. Lelaki gagah dan kaya itu ternyata kabur dari sel penjara." pikirnya. Tante Ndari meminta supaya Jimy secepatnya meninggalkan rumah ini. "Maaf. Bi! Saya pamit.Pada album lain. Pagi buta tadi Tante mendapat telepon dari orang kepercayaannya. Namun. Bi Sum juga diam. "Aku harus cepat-cepat meninggalkan kamar dan rumah ini. Tuan bisa tertangkap. menanggung perbuatan Jimy . saya diminta menyampaikannya pada Tuan Jimy. Berita itu juga menyebutkan. tapi sepasang mata tuanya menatap sebuah amplop di genggaman tangannya. terpampang foto Jimy berpose gagah di punggung seekor kuda besar. Di sana aman. "Jimy Sugiharto palsu!" Tomy tersadar. Bi Sum muncul bagaikan hantu di siang bolong bagi Tomy. Pasalnya." "Terima kasih. sampaikan salam saya pada Tante!" Gelandangan kaya Pergi ke Lombok? Buat apa? Bukankah di luar rumah ini Tomy sudah menjelma menjadi dirinya sendiri kembali? 96 . "Uang itu cukup untuk biaya perjalanan ke Lombok. "Jimy Sugiarto Kini Buron". Katanya. Dengan hati-hati ia mengembalikan semua album itu pada tempatnya. saya lupa kalau Tuan Jimy ada di rumah. terlambat. ." Katanya lagi. rumah ini sudah diawasi. Bila sampai jam setengah sepuluh Tante belum juga bangun." Tomy terdiam. ada pihak yang bersedia memberi hadiah uang bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi tentang keberadaan Jimy. Ia merasa. pihak tersebut merasa telah dirugikan oleh ulah Jimy. Celaka.

Itu semua gara-gara segepok uang dari Tante Ndari. Tomy ingin menutup sejarah masa lalunya yang buram. Bukan tidak mungkin hal itu justru membawa dia masuk ke perangkap para pemburu hadiah. Tak ada lagi Tomy yang pengangguran. sebuah feri baru saja meninggalkan dermaga menuju Pelabuhan Ketapang. Siapa tahu. ia terkejut ketika pagi-pagi sekali dibangunkan oleh seorang tukang parkir. Tak ada lagi Tomy pengutil yang senantiasa berkucing-kucingan dengan satpam mal. Banyuwangi. di pulau ini ia harus selalu waspada pada setiap orang asing yang ada di dekatnya. Isinya ternyata tak kurang dari seratus lembar uang seratusan ribu rupiah. Makanya. Bahkan tak ada lagi lelaki bernama Tomy yang ditinggal pergi istrinya seperti lima tahun lalu. Di sudut sebuah kafe dengan penasaran Tomy membuka amplop itu. pikirannya terus berputar mencari jalan untuk segera meninggalkan pulau ini. dan panorama alam Pulau Menjangan yang tampak malu-malu di balik kabut mengurangi ketegangan perasaannya. Sambil melahap nasi goreng dari gerobak dorong di lapangan parkir Pasar Kumbasari. Setiba di terminal. ia berjalan-jalan di sepanjang pantai. semoga nasibmu bukan nasibku!" kata Tomy dalam hati. ia menuju ke sebuah warung kopi yang mulai ramai pengunjung. Menurut perhitungannya. ada sebuah minibus yang sudah mulai penuh penumpang bersedia mengangkutnya. belum ada bus yang akan segera berangkat menuju Pulau Jawa. kini Tomy merasa berbeda dengan para tunawisma lainnya. Dengan uang itu. Walaupun tanpa tempat tinggal dan pekerjaan tetap. ia memikirkan bagaimana caranya agar bisa segera kabur dari pulau ini. Akhirnya. Gagal kabur Malam itu Tomy masih harus mempertahankan gaya hidup lamanya menjadi "gelandangan". 97 . Hamparan air laut yang biru kehijauan. Gara-gara uang Rp 10 juta itu. Untuk menghangatkan tenggorokannya. Ia memesan segelas kopi kental dan tiga potong pisang goreng yang masih hangat. Sesampai di Pelabuhan Gilimanuk. Ia tidur di emperan toko. Setelah itu ia berharap. semilir angin pantai. dia itu aparat atau pemburu hadiah untuk menangkap Jimy. berbagai urusan di bandara bisa menyulitkannya. Ia merasa lebih aman naik bus ketimbang naik pesawat untuk mencapai Surabaya. Selama menunggu keberangkatan. Tomy segera beranjak menuju ke terminal bus di Ubung dengan naik angkutan kota. bisa merasa tenang saat menggunakan uangnya. ia memilih suatu daerah di Jawa sebagai tempat yang ideal untuk bersembunyi. Mau tak mau ia harus menunggu feri berikutnya. Untuk membunuh waktu. Tak ada lagi Tomy yang senantiasa dikejar-kejar orang karena utang. hati Tomy terus dihantui rasa waswas. Sambil sesekali mengisap rokoknya. Ia tak sabar ingin segera meninggalkan Pulau Dewata itu."Selamat tinggal Jimy Sugiharto. Setelah menyeruput habis sisa kopinya. Sepuluh juta rupiah! Seumur-umur baru kali ini ia memegang uang sebanyak itu. Untunglah.

Beberapa perahu nelayan yang sedang ditambatkan tampak bergoyang-goyang dipermainkan ombak tepi pantai. kecuali patuh pada perintah lelaki itu. ia melihat seseorang sedang asyik memancing. "Jangan berteriak. Tampaknya. Sebuah benda keras menekan perutnya. Tomy menoleh pada lawan bicaranya. ia juga sedang menikmati suasana pantai pagi itu. membuyarkan konsentrasi Tomy. ya?" sapa lelaki itu.tiba-tiba sudah ada di dekatnya. Setelah masuk ke dalam mobil. Namun. Sambil mengisap rokoknya. lagi-lagi Tomy terhenyak. Tomy lalu berjalan menuju ke deretan warung di depan pintu masuk halaman pelabuhan untuk sarapan. ia mencabut dua lembar uang seribuan. "Lo. "Lumayan! Di tempat ini jarang ada orang memancing.entah kapan datangnya . Setelah berulang kali mengucapkan terima kasih. Ia menurut saja ketika didorong masuk ke dalam mobil yang . Ia menyusuri jalan sepanjang pantai yang banyak ditumbuhi ketapang. Jimy Sugiharto. lelaki itu hanya mau meminjam korek api buat merokok juga. Perlahan-lahan lelaki itu melepas topi dan kacamatanya.yang tadi memberinya permen karet . Rasa bosan bercampur was-was makin membelitnya.sudah ada di jok belakang. Saat itu seorang lelaki bertopi dan berkacamata hitam berjalan mendekati Tomy. padahal cukup banyak ikannya. Tanpa banyak pikir." Feri yang ditunggu-tunggu masih melaju di tengah Selat Bali. di hadapannya kini muncul seseorang yang selama ini selalu menghantuinya. Seorang pengemis menadahkan tangan. Sama sekali dia tak menduga. seseorang tiba-tiba mendekat. tiba-tiba orang tak dikenal itu dengan cepat meringkus tangannya. ia menyapa dengan senyuman. Rupanya. ada apa ini?" Lelaki itu diam saja." jawabnya pendek. 98 . peminta-minta itu pun pergi meninggalkan Tomy. Tomy terkejut. Sesekali pancingnya berhasil menggaet ikan yang lumayan besar. "Yah. "Banyak ikannya?" iseng-iseng Tomy menegur. Lelaki bertopi dan berkacamata hitam . saat ia menyodorkan korek api. Pengemis itu sejenak melongo sebelum menerima pemberiannya. kalau tak ingin perutmu ditembus peluru!" Tomy tidak bisa berbuat apa-apa. Tomy mengarahkan pandangannya kembali pada pemancing itu. Setelah menawari permen karet. Saat mengganti umpan dan menoleh kepada Tomy. Ketika hendak menyulut rokok di bibirnya. "Di sini tenang.Di lidah pantai yang paling menjorok ke laut. lelaki itu meninggalkan Tomy bersama sang pemancing. Lelaki itu Jimy.

Sri. mobil yang membawa Tomy menyusuri jalan yang membelah hutan di kawasan Bali Barat. untuk pertama kalinya ia diperbolehkan bermain agak jauh bersama temannya. Dalam keadaan setengah sadar. kembali Tomy dibuat terkejut. 30 Maret 2003. Sebastian. Rupanya. Betul 'kan?" tegur Jimy asli ramah. salah satu pembantu rumah tangga Tante Ndari ada di mobil itu. Jimy memperketat tali yang mengikat kedua tangan Tomy. Nyawanya kini di ujung tanduk. pistol di tangannya bukan pertanda ia punya niat baik. sebuah lereng pertambangan yang jaraknya kurang dari sekilometer dari rumah orangtua Tom di Patternhof." Tomy merasa dirinya bak kelinci. Terdengar suara ledakan memecah keheningan. Sewaktu kawanan Jimy digiring ke mobil polisi. "Matilah aku!" pikir Tomy. 99 . Nyalinya yang mulai mengembang menciut seketika. Tomy berhasil melepaskan diri. dalam perjalanan menuju entah ke mana."Kamu tentu sudah tahu siapa aku. Sekali lagi Tomy terkejut. aku harus berbuat sesuatu. "Ya. anehnya. Tom bersama Sonya . senyuman itu bagi Tomy lebih mirip seringai serigala lapar. si pengemudi membawa mobil menerobos semak belukar." katanya dalam hati. Sebaliknya." "Jadi. TERLACAK DARI SITUS INTERNET Minggu cerah di Eschweiler. "Daripada mati konyol. sepucuk moncong pistol lain kini menempel di pelipis Jimy. Anda ini Polwan?" Sri mengangguk. yang dengan mudah terperangkap masuk dalam jebakan pemburu. Di sebuah jalan yang tampak makin sepi. Aparat rupanya sudah merencanakan semuanya." pikirnya. "Seperti rencana kita 'kan. "Jadi?" kata Tomy terbata-bata. Tomy tampak pasrah dengan moncong pistol yang sepertinya siap menyalak. anak-anak itu pergi ke Schwarzer Berg. ia tidak merasakan apa-apa. Namun. Jimy masih mencoba menguasai dirinya. "Itu pasti komplotan mereka. di sana aman. Namun. Seperti dikomando. Dengan lengan yang berdarah. Cuma sekarang saya sudah kembali ke pekerjaan semula. "Ya. Namun. Tapi. manakala sebuah kendaraan lain menyusul mobil yang ditumpanginya. Tak sampai satu jam kemudian. ia melihat pistol di tangan Jimy terlempar. "Aku tak mau ada yang mengaku-ngaku sebagai diriku!" hardik Jimy sambil menarik picu senjata apinya. Bukan hanya agak jauh dari rumah dan kawasan Inde. Bos?" kata lelaki di balik kemudi sembari menoleh ke belakang. lelaki itu rupanya si tukang mancing di pantai itu.adiknya meninggalkan rumah mereka. saya Sri. Sehari sebelumnya. 14. Jimy tersenyum. sebutir timah panas menembus lengan kanan Jimy.

Jelas. bila Tom akan berlatih taekwondo. Sonya.sangat memperhatikan keduanya. Di wajah Uwe tercermin sikap optimis. Dengan dibantu sejumlah teman. Namun. baru bisa dipastikan." begitulah si ibu mewanti-wanti anak-anak itu. di lahan parkir tempat ini seorang pejalan kaki menemukan sesuatu yang mengerikan. jaraknya hanya 500 m dari rumah mereka. Namun. pakar kriminologi menemukan tang dengan cetakan nomor 637. setengah jam saja.00 satuan petugas terpaksa menghentikan upaya pencarian yang tanpa hasil itu. Tom dan Sonya belum juga ditemukan. mereka belum juga dapat menemukan jejak kedua anaknya. itu Tom. Mereka menelepon temanteman bermain anak mereka. tak seorang pun melihat Tom dan Sonya. mereka belum juga pulang. Pukul 05. "Jangan lama-lama ya. Tang bernomor "Lubang nyamuk" dekat Kota Zweifall merupakan bekas tempat penghancuran bebatuan. Maka. pemadam kebakaran."Di sana kami menemukan gua. Jadi.seorang insinyur . Senin pagi. anak itu disiksa sedemikian kejam. Hari berikutnya. pemilik tang itulah si 100 . Maka ia pun menunjukkan gua itu pada adiknya tersayang. sang ibu mengantarnya dengan mobil sampai ke gedung olahraga. Anaknya pasti ditemukan. setelah penyelidikan kriminologis. Gudrun dan Uwe Spreeberg . Tom (11) dan Sonya (9) diasuh orangtua mereka dengan penuh perhatian. pukul 20. Namun." cerita anak laki kecil itu. Kepala anak lelaki itu terbungkus kantung plastik. Setelah menyisir tempat itu. Satuan pencari yang terlatih berdatangan. Tang bernomor khusus bergagang merah itu dibuat dalam jumlah sedikit untuk tukang pembuat alat-alat mekanik. sekitar 12 km dari Eschweiler. saat waktu yang disepakati tiba.00 keduanya menghambur keluar bersepatu karet. 31 Maret.lereng gunung seluas 15 hektar. Pasangan suami-istri Spreeberg tak bisa lagi tinggal diam di rumah. Salah satu bentuknya. Benar. dan bantuan teknis menelusuri setiap jengkal kawasan itu.00.45 Gudrun dan Uwe melaporkan kepada polisi tentang hilangnya kedua anak mereka. Uwe terpaksa menelan kekecewaan. Sesosok mayat seorang anak lelaki. Polisi. Ketika malam kian larut. Sonya juga diizinkan keluar bermain bersama kakaknya. mereka mencari ke segala pelosok Schwarzer Berg . Tempat yang tidak terpakai di sebuah pertambangan itu terletak di tepi hutan Huert. Sekitar pukul 18. Ada dugaan. Ia merasa harus berbagi. Ibu dan bapak mereka. mengingat kian banyak tenaga bantuan penolong yang datang. Pukul 17. pukul setengah enam sudah pulang. Telat pulang Minggu petang itu. Padahal. untuk pertama kalinya. Gudrun dan Uwe mulai gelisah. identitas mayat anak itu.

tubuhnya dibuang begitu saja di hutan. jangan-jangan itu dilakukan dengan sengaja untuk maksud tertentu? Entahlah. "Bagaimana gambaran kondisi mayat itu?" tanya seorang reporter keras kepala kepada polisi di komisi pembunuhan. Kalau dugaan itu benar. Informasi lain. Awalnya.pembunuh Tom. Tanggal 8 April para pakar di kantor kriminal setempat di Duesseldorf mendapatkan titik terang. Polisi sama sekali tak menyebutkan.00. Hari itu Minggu yang dingin di Kota Eifel. Anjing-anjing pelacak dilibatkan. tergeletak sesosok tubuh manusia diikat plester. Juga regu penolong dari ordo Maltese di Eschweiller. Saksi mata itu masih ingat. Si pengemudi tidak tampak berupaya menghentikan mobil di jalan raya. di dalamnya ada seorang anak sedang memukul-mukul kaca mobil." saran polisi itu sebagai jalan tengah. Ratusan kilometer jalan tol arah ke selatan Eschweiler di hutan Bucher Wald dekat Blankeheim. mobil itu membunyikan klakson terus-menerus dengan ban mendecitdecit. Pihak kepolisian mengambil sejumlah gambar.000 pria di Eschweiller yang berusia 101 . tampaknya si pembunuh sangat ceroboh. Seminggu berlalu sejak hilangnya Tom dan Sonya.400 petunjuk dari penduduk diterima. tang itu diperiksa untuk mencari jejak DNA. polisi berpikir pelakunya satu orang seperti umumnya terjadi pada kejahatan seksual. DNA dari Sonya dan dua pria. Mereka memastikan menemukan tiga jejak DNA yang jelas pada tang yang ditemukan di dekat mayat Tom. Karena tak seorang pun bisa dicurigai. Bagai seonggok sampah. Sebuah uji air liur dilakukan pada 2. Delapan puluh orang bekerja di komisi pembunuhan di Kota Zweifall untuk mengungkap kasus ini. Lima ratus polisi melacak semua kawasan hutan di sekitar Eschweiller. Wajah seorang gadis kecil yang semasa hidupnya menampakkan keceriaan. Para pejalan kaki menemukan mayat itu sekitar pukul 14. Sejumlah pakar kriminologi kembali membutuhkan waktu seharian penuh untuk bisa memastikan. bahwa mayat itu memang Sonya. Ia begitu saja meninggalkan barang bukti yang mudah dilacak di lokasi kejahatan. "Pokoknya jangan membayangkan kondisi mayat yang lebih baik. apakah gadis itu telah mengalami pelecehan seksual. mencari tempat-tempat yang dicurigai. polisi berniat melakukan penjaringan besarbesaran. Pencarian terhadap adik Tom dilanjutkan. Sejumlah organisasi bantuan ikut serta. Yang pasti. Para penyelidik mengetahui. Sangat menarik perhatian. itu memang kejahatan seksual. Gadis cilik itu kemungkinan masih hidup. berupa temuan tang dengan cetakan nomor 1083. di bagian kriminologi kepolisian Duesseldorf. Gemuruh pesawat terbang angkatan bersenjata Jerman melayang-layang di atas kawasan sekitar Eschweiller dengan kamera khusus jarak jauh. seorang pejalan kaki di Stolberg mengaku pernah melihat mobil kecil hitam. Antara lain. Lebih dari 1. Ini di luar dugaan. Atau.

Ia memang tampak prihatin dengan kejadian menyedihkan itu. Mungkin ia mewakili kemarahan serupa dari warga Eschweiler. Apa hubungan Markus dengan korban? Tidak ada. akan ketahuan. dan memang tak pernah memiliki. orang tersebut tak menyadari. Di antara dengung percakapan itu terdengar komentar marah salah seorang pelayat. Apalagi diduga. mengapa di kota kecil itu terjadi pembunuhan ganda terhadap anak-anak. 102 . bahwa siapa pun yang mencari situs di bagian pembunuhan itu akan dicatat. "Babi-babi jahanam itu harus disembelih jadi empat bagian. Ia hanya warga biasa yang pekerjaan sehari-harinya menjadi induk semang dan tukang bersih-bersih gedung. Ibunya masih selalu mencucikan bajunya dan hampir tiap hari membuat masakan untuk Wirtz. para pengunjung pemakaman tetap berdiri dan terus bercakap-cakap. Siapa yang berulang kali mengeklik. Mereka tak habis mengerti. Sebagai ahli elektronika dan gemar mengutak-atik komputer. wajah Markus cocok dengan gambar dari raut-raut pelaku yang telah dibuat gambarnya oleh kantor kriminal setempat.40 tahun. Rupanya. mobil kecil warna hitam.antara 20 . Pria berwajah tak mencolok. Pada saat yang sama. Sudah enam tahun ini Wirtz bertugas sebagai penolong di bagian bencana ordo Maltese. jenazah dua kakak beradik Keluarga Spreeberg dibawa ke pemakaman Katolik di Eschweiller. ramah. karena hampir semua penduduk kota menghadirinya. Diincar polisi Pria muda Markus Wirtz (28) mengendarai Fiat Punto. Petugas yang mengelola situs kepolisian Kota Aachen melihat suatu hal aneh. Ia pun bukan warga masyarakat yang dianggap sukses. Titik terang mulai muncul. ibunya sudah menanti dan menyiapkan roti mentega. teman wanita. Biasanya ini menjadi upaya terakhir polisi dalam memecahkan kasus-kasus sulit. Mungkin itulah upacara pemakaman terbesar dalam sejarah kota kecil itu. Ada seseorang yang telah sebanyak 36 kali mengunjungi situs tersebut. Selain itu. ia memerlukan jenis peralatan tang yang pernah ditemukan di dekat mayat Tom. tapi lebih untuk menghindari wajib militer." ucap marah seorang pria kurus bertubuh sedang berusia awal tiga puluh. Lama sesudah upacara pemakaman selesai pun. para pembunuhnya warga Eschweiler seperti mereka. Tak heran bila ia hadir dalam setiap rangkaian upacara pemakaman Tom dan Sonya. Ia juga bercerita berapa banyak orang di organisasi ordo Maltese yang hidup mereka sudah ia tolong." Teman-temannya menertawai Wirtz karena tahu ceritanya bohong belaka. Ia tak mempunyai. Bukan dari panggilan hatinya yang dermawan. Ia memang anak mami. berusia antara dua puluh lima sampai lima puluh tahun. Ucapan itu berulang kali ia katakan kepada hampir ke semua kenalannya. ia pernah bercerita tentang sejumlah wanita "yang pernah ditidurinya. Markus Wirtz merasakan dorongan yang menggebu-gebu untuk menjadi orang menonjol. Markus Lewendel. Di Bar Pflaumenbaum. Wirtz hidup sendiri di sebuah apartemen Souterrain di Jalan Nordstrasse di Eschweiler. Setiap malam sepulang dari Bar Pflaumenbaum. Dari internet Tanggal 11 April. Ia baru saja pindah dari rumah orangtuanya. seperti terlihat oleh saksi mata di Stolberg.

Mereka tidak menemukan bujang lapuk itu di rumahnya. tapi tidak berhasil. terakhir kali melihat Wirtz beberapa hari sebelum Paskah. Salah seorang tetangga ingat. karena tiadanya calon-calon pilihan lain. Tiap malam ibunya menjadi pelayan di Bar Em Joldene Klomp. matanya berbinar-binar.Namun. maupun di tempat kerjanya. Kadang-kadang ia membawa tamu langganannya ke rumah. Ketika organisasi Junge Union di Ewschweiler pada November 2002 tidak bisa menemukan seorang pengganti untuk jabatan ketua Wirtz yang anggota partai CDU. kepeminpinan tidak berjalan mulus. Ia pergi dengan mobilnya. Markus tumbuh di rumah ibunya. para petugas kepolisian masuk ke apartemen Wirtz. Suka berkaus oblong Markus Lewendel (33) tinggal berhadap-hadapan pintu apartemen dengan Wirtz. Ia hidup membujang. 103 . karena tak mampu ikut mendukung arah politik ketua partai CDU pusat. Orangtuanya bercerai ketika ia baru berusia 3 tahun. Pada malam pemilihan ketua. pria bertubuh 1." kilahnya. tiap orang di bar tahu pula. bar terjelek di Eschweiler." Jadi. Mereka menemukan sebuah tang yang sama dengan tang nomor 637. ibunya tidak punya waktu untuk si kecil Markus. wajah si anak bawang ini berseri-seri. "Karena urusan kerja dan pribadi. Partai Kristen Demokratik.65 m itu menjadi panutan bagi teman-teman separtainya. Dengan surat perintah pemeriksaan. dan sering punya rasa takut terhadap orang asing. Namun. Markus Lewendel berasal dari keluarga berantakan. ketua bertubuh pendek itu diwawancarai koran lokal. Di sebelahnya duduk temannya. Ia juga keluar dari CDU. Februari 2003. menampakkan wajah gembira. "Mereka tidak mau mendengarkan saya. Markus Wirtz juga pernah memiliki tang-tang yang digunakan untuk menyiksa si kecil Sonya. Markus Lewendel. Hanya sekali-sekali pria pendek itu menjadi orang terkemuka. Si induk semang yang melambaikan tangan. lantas memperkenalkan dirinya-sendiri. Sebuah analisis kilat yang dilakukan pihak kepolisian membuktikan. ia meletakkan jabatan karena putus asa. Ia memang sangat mirip dengan sosok pelaku seperti halnya Wirtz. Ia sering bertengkar dengan anggotaanggota muda di Junge Union mengenai pengiriman bir dan harga karcis masuk untuk pesta Junge Union. Saya pantas menjadi ketua. Para penyelidik dari komisi pembunuhan segera bertindak ketika kecurigaan jatuh pada Markus Wirtz. Bagai tambah tinggi sepuluh sentimeter. Bahkan. pernah mendapat larangan keluar rumah. Dengan saudara lelaki dan perempuannya. Angela Markel. Namun. Diduga. Markus membawa nilai-nilai rapor yang jelek ke rumah. bahkan ia sama sekali tak pernah punya teman wanita. Kakaknya yang berusia 15 tahun lebih tua mencoba menggantikan peran ayah dan ibu bagi Markus. Di mana Wirtz? Pihak kepolisian menanyai para tetangganya. "Saya sanggup. Wirtz dipilih menjadi ketua." keluhnya selalu kepada para pendahulunya. Mobil Fiat hitamnya pun tidak ada di garasi bawah tanah. bahwa jam-jam tugasnya di dinas kebersihan dihabiskannya dengan nongkrong di bangku-bangku pertandingan sepakbola antarkota dan pertemuan-pertemuan persiapan arak-arakan.

orang-orang menduga itu upaya untuk menutupi tumornya. Kemudian ia lebih banyak tertarik kepada para wanita penyewa apartemen. Saya takkan melakukannya lagi. dan peduli. Lewendel tidak berhasil mendapatkan pekerjaan. apa sebenarnya penyakit Lewendel. Berjam-jam lamanya mengawasi anak-anak yang bermain langsung di belakang apartemennya di lapangan sekolah dasar.suka memakai kaus oblong polisi warna hijau. Terutama bila berurusan dengan anak-anak tetangga. Kepada seorang tetangga ia bercerita. ia pergi dari Eschweiler. 104 . Selanjutnya ia menjadi tukang cat. Ketika wanita itu hendak menyampaikan keluhannya ke Lawendel. Lewendel merupakan pria pemurung dan aneh. Harapannya kandas. Lewendel melupakan rasa putus asanya di Bar Pflaumenbaum di lorong jalan bersama Wirtz dan beberapa orang gagal dari Eschweiler. Kepada pelayan bar. Katanya. Pria muda itu tak pernah punya SIM. Ketika uji dengan jejak-jejak yang ditemukan di mayat Tom juga sesuai. duduk-duduk di bangku taman dan memandangi anak-anak saat bermain bola. Kedua pria itu senang duduk bersama di depan komputer dan bermain balap mobil. Mereka tidak boleh berisik dan membuang sampah sembarangan. mengambili benda-benda yang bisa digunakan untuk pemeriksaan DNA. Ia mengurus mesin otomatis pencuci baju. tidak ada informasi jelas mengenai pekerjaannya di luar Nordstrasse. lalu kembali menganggur." Teman satu-satunya si induk semang adalah Markus Wirtz. pekerjaan itu ia tinggalkan. Kemudian. Kadang-kadang ia berdiri di depan jendela dengan sebuah teropong dan mengawasi anak-anak kecil itu. Sikapnya sering kali menjadi sedemikian keras. tetapi keinginannya muluk-muluk. menawarkan jasa untuk urusan tetek bengek. Tentu saja lamaran si pengangguran tak terdidik itu tak mendapat perhatian selayaknya. Anak-anak juga tidak boleh bermain bola di lapangan rumput belakang apartemen. ia sering bertengkar. Si penyewa memprotes dan mengadukan kejadian itu kepada polisi sebagai pelecehan seksual.Selulus SMU. Ia ingin mengendarai mobil sport. Namun. Dengan lamaran ke sebuah perusahaan Swis di koper dokumennya. Lewendel punya banyak waktu luang. tidak seorang pun tahu. komisi urusan pembunuhan kota Zweifall mencari Lewendel di apartemennya. keraguan pun hilang. Selain itu. Ia hanya ingin dilihat dengan topi base ball.demikian julukannya . dahulu pernah jadi polisi. ia mencoba bekerja sebagai pembantu gudang. Si Centeng . Ia jadi penganggur. ia diterima si tuan rumah dalam keadaan tanpa busana. Status Lewendel yang paling dikenal adalah menjadi induk semang sebuah apartemen keluarga yang dibangun tahun 1990-an di Jalan Nordstrasse. Listrik di apartemen seorang wanita muda ia putus. itu hasil diagnosis dokter spesialis di klinik Kota Aachen. "Itu cuma bercanda. Ia selalu mengeluh sakit kepala dan punya gangguan mata. Lewendel berkilah. Lewendel juga mengelak dari wajib militer di angkatan bersenjata Euskirchen. karena kecurigaan juga mengarah kepadanya. untuk mengumpulkan sampah-sampah di taman-taman. Meski sempat bekerja beberapa bulan di sebuah dinas pertamanan. Jadi. ia bercerita mengenai tumor otak yang tumbuh sedemikian cepat dan tidak bisa dioperasi.

Seorang wanita tua menyalakan lagi sinar-sinar abadi dari lilin-lilin yang padam. Markus Wirtz. Beberapa orang berjalan sambil menggiring anjing mereka. bersama teman-temannya dari organisasi ordo Maltese. mobil Fiat Punto hitam Wirtz bisa dikenali di jalan tol A2 di Swis antara Zurich dan Basel. Kisah nyata/Stern/Marina 105 . karena dugaan pembunuhan bersama terhadap Tom dan Sonya. Para penegak hukum tidak mengeluarkan rincian mengenai jalannya pemeriksaan dan hasilnya tentang kejahatan yang ternyata telah direncanakan tiga minggu sebelum kejadian. "Musang berbulu domba." Hari Jumat Agung di Eschweiler." desahnya. Sedangkan Markus Lewendel.Pengakuan dua Markus "Dicari! Markus Wirtz dan Markus Lewendel dari Eschweiler. Semuanya lima puluh lilin. ikut mencari mayat anak-anak itu. Sungai kecil mengalir di antara semaksemak rerumputan hijau melewati kawasan itu. Matahari pagi memancar di kawasan Inde. Kembali ke Aachen. Wirtz dan Lewendel mengaku telah membunuh kedua anak Spreeberg. Wajah mereka pucat dan mata sembap karena kebanyakan menangis. Semuanya itu mempertimbangkan perasaan orangtua anak-anak itu. secara bersama-sama. pemakaman St. pada hari Kamis. yang dimintai komentar dan diagnosis kilat. memilih bungkam seribu basa. yang bersepeda melewati pemakaman itu. di malam menjelang Jumat Sengsara kematian Yesus Kristus. Banyak orang mencoreti tembok apartemen di Jalan Nordstrasse itu dengan tulisan "Hanya kematian yang pantas bagi pembunuh-pembunuh Sonya dan Tom." Hanya selang sehari. Mengenakan baju berkabung hitam. Burung-burung merpati bersiul-siulan di dahan pepohonan di tepi sungai. Di kaca spion mobil bergelantung sepatu bayi putih." ujar seorang pria pensiunan. Di tepi sungai seberang. Penggemar joging mengitari lintasan. mereka menyusuri sepanjang sungai dengan wajah menampakkan rasa kehilangan dan bingung. Dua tanda salib kayu berada di lautan bunga yang mulai melayu. Apakah Tom dan Sonya disiksa dan dibunuh karena nafsu sadis? "Semoga saja peristiwa sadis ini tak terjadi lagi. Pasangan suami-istri Spreeberg yang meninggalkan kediaman nyaman mereka di Inde tak cocok dengan gambaran suasana pagi musim semi itu. Sonya dan Tom. Bahkan para psikolog. Polisi lalu menangkap kedua pria bernama depan sama itu. Peter-Paul menjadi tempat peristirahatan terakhir anak-anak mereka. dapat dengan tenang menghadiri pemakaman sambil mengeluarkan sumpah serapah.

dari 171 kasus pembekapan bocah bermotif uang tebusan yang dilaporkan di Jepang. sejumlah detektif mengejar keterangan Kikuo di rumahnya. di Taito Ward. sesuatu yang kurang beres terjadi pada anaknya. Keasyikan seorang bocah. Sebuah taman kecil yang berhimpitan dengan blok-blok rumah warga. memang hanya itu yang bisa mereka lakukan. bercanda sebentar. Selama ini saya tak pernah khawatir ia bermain di sana. istri Yoshinobu. sepasang mata mengawasi. Statistik yang tentu saja membuat kecut hati para orangtua! Titik terang Kikuo Untuk memperjelas persoalan. Murakoshi selalu pulang jauh sebelum pukul 18. Tanpa membuang waktu. sebelum akhirnya raib entah ke mana. kontraktor berusia 34 tahun. temannya yang berusia lebih tua. sehingga Murakoshi menurut saja diajak pergi menjauhi tempat tinggalnya? Orangtua Murakoshi baru sadar. berjalan-jalan di sekitar taman. ibu muda yang baru berusia 28 tahun. 31 Maret 1963.00 tiba. DIKENALI DARI SUARANYA Sore itu. Semilirnya menyejukkan badan. Murakoshi sudah biasa bermain di taman yang memang disediakan untuk warga sekitar. persisnya kantor polisi Higashi Iriya. Makanya. Karena memang tak pernah ada kejadian apa-apa. penculikan. hasilnya nihil. Tokyo. "Taman tempat dia bermain itu letaknya di seberang jalan. Apakah pembunuhan. pada tahun 1945 . yang tak menyadari. Namun. angin bertiup pelan. apalagi biasanya ditemani anak-anak tetangga. putra pertama mereka itu tak kunjung pulang. pada pukul 19. Semoga bukan penculikan. tokotoko. orang asing itu bahkan sempat mengajak Murokoshi bercakap-cakap.00. Setelah menanyai sejumlah saksi mata. Yah. Dibantu para kerabat dan tetangga. Padahal biasanya. Seorang anak laki-laki berusia empat tahun. 31 korbannya tewas dibunuh penculiknya. Yoshinobo mencoba menemukan Murakoshi dengan menyisir daerah sekitar taman. Yoshinobu.1993. Karena mereka belum bisa memastikan. Toyoko. Begitu sarat emosi.15. Tokyo." timpal seorang petugas jaga kepada rekan detektifnya. menanti kesempatan untuk merenggut keceriaan masa kecilnya. Jepang. Saking seringnya bermain di taman itu." Toyoko meradang. untuk sementara. Polisi terpaksa harus menenangkan Toyoko. persis di depan rumah kami. Yoshinobu juga tak tahu. Mereka melaporkan hilangnya Murakoshi. si anak hilang itu terakhir kali terlihat bermain dengan Kikuo. Pak. bercerita kepada polisi yang mencatat laporannya. Bujukan macam apa yang dikeluarkan si orang asing. Jawaban Kikuo sedikit memberi titik terang. polisi mendapat informasi. dengan perut lapar tentunya. sang ayah. tak pernah tahu kalau saat itu. Murakoshi Yoshinobu. dan gedung-gedung beton. 106 . membuat orangtua Murakoshi merasa aman. nun jauh di sana. tampak asyik bermain di sebuah taman yang terletak tak jauh dari rumahnya. Bingung dan khawatir. sehingga menganggap tak perlu lagi mengawasi anaknya. Sebab. anaknya tiba-tiba dihampiri orang tak dikenal. polisi segera bergerak cepat. atau si anak sekadar mampir ke rumah temannya? "Mudah-mudahan bukan penculikan. ketika sampai menjelang jam enam malam. kasus apa yang sebenarnya tengah mereka hadapi. yaitu para tetangga dan teman-teman Murakoshi. mereka akhirnya mendatangi kantor polisi terdekat.

ketua Asosiasi Pengacara Jepang. masih banyak lagi "orang penting" yang ikut berbicara di media. Tapi kemudian."Memang benar. Lelaki pembawa lari Murokashi itu ternyata berkaki pincang. Maruyama Tasaku. Sejumlah media cetak terbitan Tokyo ikut mengekspos kisah hilangnya bocah yang dikenal selalu ceria itu. dan laporan yang masuk. kaus oblong. Agar pencarian berjalan efektif. Pihak keluarga berharap. juga menjanjikan "perlakuan khusus". gencarnya pemberitaan dan banyaknya poster yang disebarkan membuat hati si penculik (jika memang benar Murakoshi 107 . bahkan secara resmi menyampaikan permintaan pada penculik. dugaan polisi masih belum berubah: kasus hilangnya Murakoshi kemungkinan besar penculikan. sejauh ini belum ada nama yang dianggap pantas masuk daftar orang-orang yang dicurigai. ketika kami sedang mengisi pistol air Murakoshi. ia memakai sweater hitam. Esok harinya. Mereka ngobrol soal pistol-pistolan yang dipegang Murokoshi." "Hanya itu?" "Hanya itu yang saya tahu. dan celana panjang kuning setrip hitam-abu-abu. polisi belum berani menyimpulkan secara resmi. karena tampaknya kasus ini mengarah pada penculikan. Menurut Kikuo. Selain mereka berdua. Berdasarkan data. fakta. kasus Murokashi tak lagi menjadi milik polisi dan warga sekitar. Tanggal 3 April 1963. Namun. karena saya langsung pergi. Di saat-saat terakhirnya. Lolos jebakan polisi Setelah beberapa hari tak ditemukan. Tadinya kami bermain bersama. dan sepatu hitam. "Pria itu menegur duluan. "Kamu sempat mendengar pembicaraan mereka?" tanya seorang detektif. Mereka terus menunggu kontak dari penculiknya. Belakangan. Tingginya sekitar satu meter. poster Murakoshi mulai dicetak secara besar-besaran dan disebarkan ke seantero kota. Orang itu mengajak ngobrol Murakoshi. Polisi juga mulai mencari motif. kaus kaki biru tua. Polisi juga menanyai ciri-ciri pria asing yang membawa pergi Murakoshi. dengan rambut dipotong pendek layaknya anak-anak kecil di Jepang saat itu. terutama saat terakhir kali meninggalkan rumah. tingginya sekitar 160 cm dan memakai jas parasut warna abu-abu. saat ditanya wartawan. datang seorang laki-laki. Namun. agar tak melanjutkan aksi kejinya." Kikuo mengangguk. ternyata masih ada lagi satu ciri fisik penting si pria asing yang luput dari perhatian Kikuo. Baik dengan sesama teman kerja maupun rekan bisnis di luar perusahaan. Hanya sampai di situ keterangan yang dapat dikorek polisi dari anak lakilaki yang tadinya diharapkan menjadi saksi kunci. mengimbau pembebasan Murakoshi. jika penculik Murakoshi bersedia menyerahkan diri." jawab Kikuo lancar. si pria masih muda. polisi menyebarkan ciri-ciri Murakoshi. Seorang pejabat polisi. Karena sudah ada yang menemani. Sejak pemberitaan gencar itu. menanyakan apakah pengusaha muda itu punya masalah di kantor. saya lalu meninggalkan mereka berdua. seluruh Tokyo bak larut dalam lautan duka mendalam yang menimpa keluarga besar Yoshinobu. Seorang detektif datang ke rumah Yoshinobu.

Namun. "Anda benar-benar akan membawa uangnya.yang telah lama disadap polisi . telepon di rumah orangtua Murakoshi . Anda akan melihat Sunagawa Motor Company. tentu." si penculik mengancam.. mereka memang benar-benar berhadapan dengan penculik bocah." "Maksud Anda." "Dia akan jadi sopir saya. "Tentu. pemberitaan meluas di media massa seperti ini pernah terjadi pada kasus penculikan terhadap seorang anak perempuan. penculik Murakoshi menelepon. Alhasil. Beberapa bulan sebelumnya. Orang dewasa yang memanfaatkan ketidak-berdayaan bocah-bocah tak berdosa. Begitu juga dengan kasus pembekapan dengan tebusan Kim Min Soo. ramainya pembicaraan tentang nasib bocah yang tengah menjadi "anak kesayangan" Tokyo itu membuat penculiknya tahu alamat dan nomor telepon keluarga korban.berdering. Shinagawa Motor?" "Ya. betul. sehingga memutuskan "menyerah". Bagaimana?" "Mmmmm. setelah sempat dibekap selama dua bulan. Contoh keberhasilannya sudah ada. Untuk pertama kalinya sejak dilaporkan raib. Kalau tidak . tidak ada orang lain. saya akan bawa uangnya. kasus penculikan itu akhirnya berujung damai. dan seperti diduga sebelumnya. Salah satu pelaku tindak kriminal yang paling mereka benci. cara seperti ini lebih efektif ketimbang memburu langsung si penculik. meminta uang tebusan. "Bagaimana kalau saya ditemani seorang anggota keluarga?" "Mmmm." Yoshinobu agak gugup. Ia meninggalkan korbannya tak jauh dari sebuah stasiun rel bawah tanah Shinjuku.diculik) luluh. Di mana harus diserahkan?" "Apa?" "Uangnya. "Tapi ingat.. dering telepon itu sekaligus memastikan. Kadang. sehingga tak melanjutkan niat jahatnya. 'kan?" bunyi suara di seberang sana. Letakkan uangnya di truk ketiga dari depan. tanggal 6 April. Ada lima truk yang diparkir di sana. setidaknya. Buat polisi. Anda harus sendirian. Apakah taktik serupa mempan untuk menekuk penculik Murokashi? Tentu saja waktu yang akan membuktikan." "Tidak masalah. sebaiknya Anda datang sendirian. seorang bocah asal Korea Selatan di Chiba. Setelah diberitakan secara luas. Di ujung jalan.." "Boleh 'kan?" 108 . Si bocah pun kembali ke pangkuan orangtuanya dengan selamat. Shinagawa. tampaknya membuat si penculik stres. Di mana harus saya serahkan?" ulang Yoshinobu "Datanglah ke Jln. Showa Dori. Saya akan datang sendirian. Sekali lagi saya ingatkan. Bertubi-tubinya "hantaman" media massa.

betapa Toyoko tak pernah bisa benar-benar tidur. seperti dilansir sejumlah media cetak. para kepala stasiun berinisiatif mengumandangkan himbauan agar si penculik membebaskan Murakoshi. polisi bahkan memperbanyak dan menyebarkan rekaman percakapan telepon antara si penculik dengan orangtua 109 . Untuk mengatasi kebuntuan. tanggal 5 Mei. polisi langsung melakukan persiapan. Namun. hasilnya ternyata mengecewakan. Tak ada yang bisa memperkirakan. jejak si penculik masih juga misterius. dan tetangga. Di stasiun-stasiun kereta api bawah tanah. makin banyak pihak yang mengkhawatirkan nasib anak tak berdosa itu. dia bisa saja kembali. polisi di lapangan tak lagi terkoordinasi. sampai hari ulang tahunnya tiba. Himbauan yang disampaikan secara berkala itu menunjukkan keprihatinan mendalam masyarakat Tokyo atas raibnya Murakoshi. Dalam tulisan itu diceritakan. sandera tetap di tangan. 17 April nanti. bulan berganti. "Saya berharap. Total jenderal. Sampai nanti. Sopir Yoshinobu salah memahami kode lambaian tangan yang dilakukan seorang perwira polisi. Uang didapat. Polisi mencoba menyisir lokasi kejadian. melepaskan sandera atau membunuhnya. Sayangnya. kemungkinan kedua inilah yang ditakutkan warga kota. Murakoshi yang malang. hari berlalu. Para politisi pun tak mau kalah. Terbukti. Berbagai LSM mendesak penculik agar tak menjadikan bocah tak berdosa sebagai tameng kehajatannya. jika si penculik sudah mendapatkan semua yang diminta. karena si penculik dan uang tebusan Yen 500. Kegagalan tadi jelas berimplikasi besar. Mereka menempatkan lusinan detektif berbaju preman di sekitar titik pertemuan. Akibatnya. Murakoshi dibebaskan sebelum ulang tahunnya yang kelima. imbauan dan gerakan moral menuntut Murokashi dibebaskan pun makin sering terdengar. Namun. bagaimana nasib bocah itu kini. sebagian besar bergerak secara tak resmi. Tanda itu dianggapnya sebagai isyarat agar mengambil rute terdekat dan segera menyerahkan uang tebusan yang telah disiapkan. Logikanya. tahun pun bergulir. membantu polisi mencari Murakoshi."Okelah." harap Toyoko. Di luar stasiun kereta api serta rumah keluarga. permintaan Toyoko tampaknya hanya akan menjadi sekadar permintaan. Murakoshi tak juga kembali ke rumah. sejak anaknya diculik. tapi terlambat. Saya juga ingin membawanya ke festival anak. meskipun rencana penyergapan yang mempertaruhkan nyawa bocah tak berdosa itu dipersiapkan dengan matang. Pelaku penculikan lolos begitu saja dari jebakan polisi. Berbagai tulisan tentang ibu kandung Murakoshi. ikut bersuara. Gagal berulang tahun Sejak gagalnya "transaksi" penyelamatan Murakoshi. mereka bahkan baru sampai ke titik penyerahan uang tiga menit setelah tebusan ditaruh. buat apa lagi menyimpan sandera? Bukankah keberadaan si bocah justru menjadi beban yang sangat merepotkan? Hanya ada dua pilihan yang dimiliki si penculik. tapi bisa juga tak akan pernah terlihat lagi. Toyoko. terasa menyentuh. Keteledoran kecil yang dilakukan kerabat sekaligus sopir Yoshinobu berdampak sangat besar. kerabat. sesuai petunjuk penculik. tak kurang dari 700 ribu orang menjadi sukarelawan. Si penculik menjadi orang yang benar-benar "beruntung". bahkan sampai festival anak selesai dilaksanakan. yang dicetak sejumlah media tulis.000 telah kabur entah ke mana." Menyadari pentingnya "transaksi" yang akan dilakukan. Setiap tahun kami sekeluarga selalu ke sana. Nah.

justru ketika hampir semua orang sudah melupakan tragedi yang menimpa anak kesayangan Yoshinobu. 110 . dua tahun tiga bulan setelah kasus penculikan Murokashi pertama kali dilaporkan. Untuk lebih meyakinkan. Tujuan polisi. agar khalayak . sebuah daerah di utara Jepang. Sepertinya. setelah diselidiki lebih jauh. kota kecil tak jauh dari kampung halamannya. Dia mendapat pekerjaan sebagai tukang servis di sebuah toko jam. uang sebesar itu tak sebanding dengan kebutuhan hidupnya di kota sebesar Tokyo. sehingga kadang harus dilunasinya dengan melakukan tindak kejahatan. sedangkan sampel kedua. Kohara mengadu nasib di belantara Tokyo ketika menginjak usia 27 tahun. Selain komentar. Hasil penyelidikan yang melibatkan 30 ribu polisi dan 13 ribu calon tersangka itu. Umur 15. Utang itu makin lama makin menumpuk. polisi mengumumkan keberhasilannya menemukan jejak tersangka penculikan. Kohara yang berasal dari utara Jepang (dialeknya cocok dengan dialek penculik hasil rekaman polisi) adalah pelaku sejati penculikan Murakoshi. dengan gaji Yen 24. Pelaku diperkirakan berusia sekitar 40-an tahun. sehingga satu kakinya tak dapat berjalan normal. persisnya Juni 1965.ikut memberi penilaian atau informasi yang langsung mengarah pada pelaku. polisi Jepang mengirim dua sampel rekaman suara ke Amerika Serikat untuk diperbandingkan. Namun.korban. Bosan tinggal di kampung. Polisi yakin. Dari rekaman suara itu terungkap pula. mulai mengerucut pada sebuah nama. rata-rata menyatakan "sepertinya mengenal" orang yang suaranya mirip dengan suara penculik di kaset rekaman. Bahkan hidup-mati Murokashi pun tak diketahui. Toh aparat penegak hukum tak pernah putus asa. yang sudah beberapa kali keluar-masuk penjara (termasuk tahun 1956. polisi belum atau tidak menemukan bukti-bukti keterlibatan orang-orang yang dilaporkan sebagai pemilik suara mirip penculik Murakoshi itu. seiring peresmian kereta api cepat Shinkansen dan status Tokyo sebagai tuan rumah olimpiade. Sebelum terlibat kasus penculikan Murakoshi. dia meninggalkan banyak utang di mana-mana. dia belajar teknik servis jam di Ishikawa. bisa juga lebih. Rekaman itu menjadi bahan perbincangan menarik di media massa. pelaku kerap menggunakan istilah-istilah yang berhubungan dengan dunia militer. Gaji yang sebenarnya lumayan. dialek si penculik menunjukkan dia berasal dari Tohuku.000 per bulan. menurut aparat penegak hukum. berisi rekaman suara penculik saat meminta uang tebusan di telepon beberapa tahun lalu. tahun 1964. Tak heran. setidaknya Kohara telah lima kali ditangkap aparat kepolisian. data yang dijadikan dasar penelusuran polisi) terakhir melakoni pekerjaan sebagai tukang servis jam tangan. sulit buat polisi menemukan jalan keluar kasus ini. mendapat sambutan luar biasa. Pria 29 tahun. dua kali di antaranya membuat penjahat kambuhan ini masuk bui. Kirim rekaman ke Amerika Ajaibnya. terserang penyakit tulang ketika duduk di kelas 5 SD. Penyelidikan terus bergulir.berbekal kaset rekaman tadi . Menurut para ahli bahasa. Sampai akhirnya. ketika dia ditahan karena pencurian. Sampel pertama berisi rekaman suara Kohara paling akhir. tapi buat Kohara. Anak petani miskin yang memiliki 10 saudara itu. banyak juga telepon masuk ke kantor polisi. ke stasiun-stasiun radio dan televisi. Kohara Tamotsu. perhatian warga terhadap kasus Murakoshi mulai terpecah.

Buah hati Yoshinobu itu dicekik sampai meninggal.Hasilnya. polisi akhirnya merencanakan interogasi maraton. Harapan menjumpai Murakoshi dalam keadaan hidup pupus sudah. Mayatnya sempat disembunyikan di gudang. tanpa bantuan orang lain. dari hari ke hari. mereka mendatangi lokasi penemuan mayat. Di usia 38 tahun. Ketika melihat Murakoshi di sebuah taman kecil. Di Jepang pengakuan tersangka tetap menjadi dasar paling kuat untuk menjebloskan seseorang ke penjara. "Ya. Namun. polisi tetap mengharapkan pengakuan Kohara. Kohara didesak dengan berbagai pertanyaan. Benar saja. Minami Senju. niat jahat langsung terbersit di hati Kohara. mereka sampai di Kuil Entsuji. selamanya." jawabnya mantap. karena di perjalanan. lantaran terbelit utang yang menggunung. tak jauh dari batu nisan bertuliskan "Ikeda". antara tanggal 3 Juli dan 4 juli 1965. Kepedihan itu sedikit terobati ketika pada 1967. "Saat kejadian itu berlangsung. Dia mengaku menculik Murokashi seorang diri. termasuk uutang-utangnya yang langsung lunas pasca penculikan Murakoshi. Dua suara yang diperbandingkan disimpulkan berasal dari satu sumber. "Ini benar sepatu Murakoshi?" tanya seorang polisi. lebih sering dimanfaatkan untuk menipu dan berbuat tidak jujur. Kohara tergolong cerdas. Berdasarkan pengakuan Kohara. Kohara memutuskan membungkam mulut Murakoshi. sebelum akhirnya dikuburkan di pekuburan belakang kuil. Arakawa Ward. walaupun kecerdasannya itu tampak nyata. meski alibinya itu tak didukung saksi mata. saat terbentur batu-batu kerikil. sikap Kohara justru makin menyebalkan. Tokyo. Yang terdengar hanya bunyi denting pacul dan peralatan lain untuk menggali. Motifnya semata demi uang. Tak lama kemudian. Untuk ukuran seorang penjahat. Guna membungkam kebandelan Kohara. Tokyo. tepatnya tanggal 23 Desember 1971. Namun. di lokasi penggalian. meski telah didukung oleh bukti ilmu pengetahuan. mereka menemukan sisa tulang belulang Murakoshi. mengajak ngobrol. pengadilan memutuskan Kohara sangat layak dijatuhi hukuman mati. dini hari itu juga polisi langsung mengecek pekuburan di belakang Kuil Ensutji. 111 . atau alibinya yang dengan mudah dipatahkan karena tak didukung saksi mata. Kohara sebal.00 waktu setempat. disajikan berbagai fakta. hidup Kohara berakhir di tiang gantungan di Kosuge. pas bin cocok. lalu jalan-jalan menjauhi kawasan tempat tinggal Murakoshi. Karena tidak ingin mengundang perhatian orang banyak. Setelah itu. Dia kerap berpolah tidak kooperatif. Orangtua korban yang diberi tahu soal penemuan mayat anaknya tampak sangat terpukul. saya sedang ada di rumah. Dalam rasa lelahnya. polisi yang bertahun-tahun menyelidiki kasus ini. Apalagi jika tuduhannya tindak pidana berat. di sebuah tempat sepi di lingkungan kuil. Celananya juga. Bahkan Kohara bersikukuh tak pernah melakukan penculikan seperti yang dituduhkan kepadanya. Kohara mengaku. Sialnya. suasana berubah hening. Tak ada kata-kata yang sanggup melukiskan kepedihan hati orangtua Murakoshi. Kerja keras polisi akhirnya berbuah manis. Murakoshi terusmenerus merengek minta pulang. dan banyak orang yang masih menginginkan Murakoshi dapat kembali bermain dengan teman-teman sebayanya. Sekitar pukul 22. Setan membisikinya untuk membujuk bocah yang sedang bermain pistol air itu." papar sang ayah pelan.

Mulutnya tampak berkomat-kamit tipis merapalkan sesuatu. Sebelum berangkat. ia berniat refereshing. gadis itu bilang akan pergi ke pesta kawannya sepulang kerja. Biasanya Joy sampai di rumah tak lewat pukul tujuh malam. Tiba-tiba saja ia menjadi begitu benci terhadap malam. untuk pergi ke kantor Joy. Hanya beberapa yang masih menyala. pihak kantor bilang. "Buat apa ke sana? Dia 'kan sudah keluar kantor. RAHASIANYA DI BALIK CELANA Durban. Lampu-lampu sudah dimatikan. si ibu menurut saja ketika Colin membukakan pintu mobil untuknya." bantahnya. berharap Joy. Tapi malam itu wajah cantik anaknya tak juga muncul hingga pukul sepuluh malam. Sudah tiga jam Maud Aken mondar-mandir di ruang tamu. Kohara ternyata mendapat ide untuk melakukan penculikan Murakoshi.. mereka diam satu sama lain. Ia yakin sekali. mereka sampai di lokasi kantor Joy. Ceritanya. sibuk dengan pikirannya masing-masing. Afrika Selatan. Suasana lengang.. anak laki-lakinya. Maud masuk ke kamar. Begitu keluar menuju garasi. Sepanjang perjalanan. dari para petugas keamanan itu mereka tak memperoleh informasi tambahan apa-apa. Namun. Maud menjelaskan maksud kedatangan mereka berdua. Malam terus beranjak semakin larut. Maud tampak semakin gusar. Entah disengaja. Sesekali perempuan tua itu membuka pintu. Tapi ia tahu Colin benar. Tapi perasaannya tak mampu membedakan. ketika sedang menonton film di gedung bioskop. judulnya High and Low. berganti pakaian.. entah doa. Maud bahkan sudah menyiapkan gaun yang bakal dipakai anaknya. Joy pulang pukul enam sore. apakah Joy mengalami . Baju pesta sia-sia Semakin malam. 11 hari sebelum beraksi. sambil berkali-kali melihat jam dinding. "Selamat malam! Ada yang bisa kami bantu?" Dengan penuh kecemasan. Jangan-jangan . ada sesuatu yang tak beres dengan anak gadisnya. hendak berangkat ke kantor Joy sendirian. Beberapa orang petugas keamanan menghentikan mobil mereka di pintu masuk.. telah terjadi sesuatu yang tak beres dengan Joy. cerita film itu ternyata berputar-putar soal penculikan bocah! (Kisah nyata/Mark Schreiber/Icul) 16. ia mendapati Colin sudah berada di dalam mobil. 112 . Perasaan keibuannya mengatakan. Ah. menonton sebuah film yang baru saja dirilis.Satu hal yang menarik. Tak sabar dengan Colin yang selalu membantah. Padahal. Gaun itu kini masih tergantung rapi di kamarnya. Berkalikali itu pula Colin menolak. datang. karena gelap selalu menjadi persembunyian orang-orang jahat yang melakukan tindak kriminal. anak gadisnya. Entah gerutu. tidak! Berkali-kali ia menyuruh Colin. dibintangi Mifune Toshiro. Jawaban itu membuat ibunya kesal. Setengah jam kemudian. Mereka berangkat dengan sama-sama kesal. entah kebetulan semata.. Meski tak bisa menyembunyikan kekesalannya.

Ia membolak-balik gaun Joy yang tergantung rapi. ia tak bisa memicingkan mata sebentar pun. 113 . "Ibu tak perlu terlalu risau hanya karena perasaan. Semua kawan Joy dimintai keterangan tentang pria itu. kawan dekat Joy di kantor. ia meninggalkan kantor sendirian. Cantik. Colin melajukan mobilnya ke kantor polisi. Sekretaris. Memakai . Tak ada petunjuk apa-apa yang bisa didapat. "Mungkin nanti kami memperoleh petunjuk. mengendarai mobil Ford Anglia warna merah. Ia kemudian meninggalkan rumah dengan pesan agar kamar Joy tidak diutak-atik." hibur Grobler." Colin menjelaskan dengan rinci. Seorang polisi ikut mengantar ke rumah mereka. tak ada laporan tentang kecelakaan lalu lintas malam itu. Tapi Maud seperti tak bisa dihibur. "Umur 20 tahun. Seorang pria yang sangat tampan. Grobler hanya bisa berjanji. ia dua kali disambangi tamu. Bahkan Maud pun mengaku tak banyak tahu tentang kawan-kawan Joy. Titik. mereka akan membantu mencari Joy. Tapi tak ada satu pun kawan Joy yang mengenal pria itu.Joy sudah meninggalkan kantor sejak pukul enam sore. Seperti biasa. Rambut hitam sebahu. Menjelang pagi. polisi memeriksa kamar Joy. Malam seperti beringsut sedemikian pelan. Sendirian. Menunggu cahaya Matahari yang akan menerangi muka orang-orang jahat. tapi malam itu juga. Dari catatan polisi. ini malah membuat Maud bersungut-sungut." katanya. Ia bahkan tak tahu apakah Joy sudah punya pacar atau belum.. Hanya ada informasi tambahan bahwa sebelum Joy menghilang. Cuma itu informasi yang mereka dapat. Ia pernah dua kali menjemput Joy ke kantor. Tak menunggu sampai Matahari terbit. Sampai di rumah. Joy dikenal tertutup soal kehidupan asamaranya. mereka mendapat sambutan yang sama. Dengan kecemasan yang tak surut sedikit pun. jawaban pertama adalah bahwa pria itu tampan. Dari kantor Joy. Maud tampak tegang ketika menjawab pertanyaan polisi tentang anaknya. Belum ada kemajuan. menjelaskan maksud kedatangan mereka. mereka ditemui langsung oleh Brigadir Polisi Grobler. Tak urung.. hingga Joy tak sempat menelepon ke rumah. Mungkin Joy langsung berangkat ke pesta dan lupa tak menelepon rumah. Jawaban khas perempuan. Umurnya jauh lebih tua dari Joy. Informasi itu seolah memperkuat dugaan Maud bahwa memang telah terjadi sesuatu yang tidak beres dengan Joy. Maud dan Colin mendahului Matahari terbit. pria itu umurnya kira-kira belasan tahun di atas Joy. Setiap kali polisi bertanya kepada mereka.. kata kawan-kawan Joy yang kebanyakan cewek. Meninggalkan kantor pukul enam sore. Di sana. Tapi tak banyak informasi yang didapatkan. menanyakan kabar pencarian Joy. Joy tak pernah bercerita. Beberapa menit kemudian. Di kantor. bergegas pergi ke kantor polisi lagi. Malam itu. Pastilah sesuatu yang sangat buruk. Sangat tampan. Juga tak pernah memperkenalkan pria itu kepada Maud. Ia meninggalkan kantor polisi dengan wajah semakin gusar. Di kepalanya berkecamuk berbagai dugaan. mengatakan kepada polisi bahwa ia pernah berpapasan dengan Joy bersama pria tampan itu. Maud tak sabar menunggu pagi. Menurut dugaan mereka. Cindy. "Selamat malam! Ada yang bisa kami bantu?" Kali ini Colin mewakili ibunya.

Nelson dikenal sebagai paranormal nyentrik. ayahnya. Colin menyarankan ibunya untuk minta bantuan Nelson Palmer. Hari itu juga. Ia bisa melihat sesuatu di tempat yang jauh. hubungan keduanya jauh dari kesan hubungan seorang ayah dan anak. Maud tak butuh waktu lama untuk membuat Nelson menganggukkan kepala. suaminya ikut bertanggung jawab terhadap hilangnya Joy. John dan Joy adalah dua seteru yang tak pernah akur. Joy tak pernah menggubris ucapan bapaknya. Maud curiga. belum ada tanda-tanda polisi menemukan jejaknya. "Binatang buas saja tak akan memangsa anaknya sendiri. dan Colin datang ke rumah Nelson sambil membawa beberapa potong pakaian Joy. Bahkan John. Tapi ia cuma mengucapkannya di dalam hati. Selama ini. Sama seperti teknologi telepon yang memungkinkan dua orang bicara dari tempat yang jauh. Ia berani bergurau ketika Maud sudah meninggalkan kantor polisi. Maud. "Salah satunya adalah saya. keduanya tampak akrab. Ini menyangkut nyawa Joy. Seminggu sejak Joy hilang. "Polisi bukan dewa." umpatnya sambil meninggalkan Maud. suaminya yang bekerja di Pretoria. "Tapi ini bukan permintaan sembarangan. Ia takut menyinggung perasaan Maud. Maud menelepon John. Di Durban. anak saya. Ia lebih sering menolak permintaan daripada mengabulkan. Merasa dicurigai. "Polisi tak bisa diandalkan!" keluh Maud di depan Grobler. Tapi ia tak mengatakan hal itu kepada polisi. mesra. Teropong pakaian dalam Hingga seminggu sejak Joy hilang. "Maaf. salah seorang anak buahnya." kata Grobler berkelakar kepada Ajun Brigadir Polisi Leon. Saya tidak menggunakan kemampuan saya secara sembarangan!" katanya kepada Maud. Awalnya." Hari itu juga. Saya tak bermaksud jorok. jauh dari kesan kamar paranormal. Tapi pada kunjungan kedua. memintanya pulang. Dengan bantuan wajahnya yang memelas. Asmanya sampai kumat. ada ribuan pria tampan dan mobil Anglia merah. Saya perlu barang yang sangat pribadi. Tiap malam. Ia 114 . Nelson membawa mereka ke ruang pribadinya. John tak sanggup menahan murkanya. Ia kemudian minta kepada Maud untuk membawa beberapa pakaian Joy.Pada kunjungan pertama. Ayahnya pun tak pernah peduli dengan apa yang terjadi pada anak gadisnya. Di kalangan orang-orang dekatnya. John. Ia tidak begitu percaya dengan semua yang berbau klenik. dan sangat pilih-pilih. Tapi saya ingin mengetahui sebuah rahasia. Maud tidur tak lebih dari empat jam. sampai mengambil cuti kerja. Bu!" elak Grobler. Tapi Colin kemudian berhasil meyakinkan ibunya bahwa Nelson tidak seperti paranormal kebanyakan. Di hari kedelapan. misterius. Pak Nelson. ketika kekesalannya memuncak. sebuah kamar yang sangat rapi dan penuh buku." bujuk Maud. wajahnya tampak kusut. Jelas saja polisi tak bisa mempersempit pencarian hanya dengan bekal informasi itu. Sambil disaksikan ketiga orang keluarga Joy. tapi ia sendiri tidak mau disebut paranormal. Joy tampak seperti menyembunyikan rasa kesal pada pria itu. Nelson mulai melakukan ritusnya. Colin pun ikut merasa bersalah atas hilangnya Joy. Maud tak menghiraukan saran Colin. Cuma itu informasi yang bisa digali polisi. juga bekas murid Pak Nelson. seorang paranormal yang juga mantan kepala SMA tempat Colin dan Joy bersekolah dulu. termasuk beberapa pakaian dalamnya. Meski Joy adalah anak kandung John sendiri. Ia tak ingin masalah keluarganya menjadi catatan polisi. "Ilmu yang saya gunakan ini sama sekali bukan klenik.

Jika melihat.. Matanya seperti tak pernah berkedip. Colin dan John bergidik melihatnya. ia tak berani bertanya macam-macam kepada Nelson. Tungkainya seolah tak sanggup menahan tubuhnya tetap berdiri. Telah puluhan kilometer mereka tempuh." kata Nelson kepada Colin. Nelson terus menuruni lereng bukit hingga ia sampai di depan sebuah pintu gorong-gorong. bukit . seolah-olah ia telah terbiasa mempercayai tukang ramal. "Sebaiknya. Ketika hampir saja Maud angkat suara.. Beberapa saat kemudian Nelson bicara. sambil matanya terpejam. Dengan sigap. Di kepalanya masih tampak sisa luka tembakan sementara organ-organ bagian perutnya terburai keluar. Colin menyetir. mereka bertiga tak bisa melihat apa-apa.. seperti ketika ditinggal oleh Colin. Ketika Nelson membuka matanya. mereka berempat segera berangkat.meletakkan pakaian-pakaian Joy di meja. Colin kemudian meninggalkan Nelson. Maud lunglai. Ia terus bilang.. Jika kalian mau. tapi Nelson belum juga menyuruh berhenti. di mana mayatnya?" tanya Maud sambil tak kuat menahan air mata sedihnya. Mereka melaju ke arah selatan hingga keluar dari Durban. Nelson masih berada di tempat semula dengan posisi berdiri tak berubah. Sesaat napasnya kembali terdengar naik turun. Colin dan John mengikuti dari belakang sementara Maud tinggal di mobil. Tampaknya memang bau mayat. Namun. polisi tak kesulitan masuk ke dalam gorong-gorong.. Wajahnya yang masam selalu memandang lurus ke depan. "lurus". memegangnya dalam keadaan mata terpejam. 115 . tepat ketika mereka berada di antara dua buah bukit di wilayah Umtwalumi. mencari kantor polisi terdekat. memegang pakaian Joy. Suaranya berat.. seperti . Tanpa menunggu jarum menit pindah angka. Tampangnya tampak sangat pas untuk memerankan tokoh antagonis di film-film misteri. "belok kiri. kemudian berjalan turun ke arah lereng bukit. antarkan aku ke sana!" katanya. "Jika sudah meninggal. suasana senyap. ia pasti perlu digotong untuk menaiki lereng. "Joy sudah meninggal!" Mendengar kata-kata itu. Baunya busuk. Tapi karena bagian dalam saluran air itu gelap. Tak salah lagi. Di dekatnya ada . Nelson turun dari mobil. "Dia ada di sebuah tempat . Yang terdengar hanya napas Nelson yang naik turun. "Aku tahu tempatnya. Nelson menyuruh Colin menghentikan dan meminggirkan mobil. Sedemikian jauhnya jarak tempuh mereka. Maud sampai kelihatan teler dan berkalikali mengubah posisi duduknya. mengamati lubang gorong-gorong yang gelap dan kotor... sementara Nelson menjadi penunjuk jalan. Selama beberapa menit. Ia berhenti di sana. Entah mengapa Maud percaya begitu saja dengan kata-kata Nelson. "Lelaki tua yang sangat aneh. mereka berempat saling berpandangan. kamu minta bantuan polisi. tubuh Joy. Suasana ruangan sesaat menjadi muram. Nelson kemudian melanjutkan ritusnya lagi..belok kanan".." Ia bicara putus-putus seperti sedang mengamati sebuah tempat. Nelson tak pernah bicara kecuali ditanya. Setengah jam kemudian ia kembali. Berbekal berbagai alat bantu untuk medan sulit. sebuah saluran air .." pikir Maud. Untung saja Maud tak ikut turun ke bawah.. Beberapa menit kemudian mereka keluar membawa potongan tubuh manusia. Tubuhnya dipotong menjadi dua bagian.

Ia bahkan mengaku terkejut mengetahui Joy meninggal dunia. Clarence Van Buuren. "Anda sudah punya istri dan anak." gurau Leon kepada Grobler. "Saya tak bermaksud menuduh. Van Buuren bersikukuh menyangkal telah membunuh Joy. Brigadir Polisi Grobler mempersempit pencarian di sekitar wilayah Umtwalumi. Joy sering curhat kepadanya bahwa ia sering bertengkar dengan ayahnya. "Saya mungkin bukan seorang bapak yang baik. Tapi polisi tak perlu usaha terlalu keras untuk membekuknya." tukasnya. polisi memanggil John. "Hmmm. salah satu pemilik Anglia merah. dia memang tampan. "Bagaimana logikanya. di daeran itu ada delapan orang yang memiliki mobil Anglia warna merah. ia berada di rumahnya di Pinetown. Namun. Ia tak menyangkal dirinya kenal dekat dengan Joy dan pernah datang dua kali ke kantornya. "Saya pikir urusan selingkuh bukan tindakan kriminal. Tapi ia tetap ditahan atas dakwaan melawan polisi dan membawa kabur uang Themba. Cewek-cewek itu tak salah. Di depan Grobler. ayah Joy. Berdasarkan catatan polisi. Ketika mereka sampai di sana. tapi mungkin polisi bisa memperoleh informasi. John marah-marah ketika diinterogasi. Pengakuannya sama persis dengan cerita kawan-kawan Joy. puluhan polisi dikerahkan. Menurut pengakuannya. pada malam hilangnya Joy. ia mengaku punya seorang pegawai. polisi mengejar Van Buuren ke rumahnya di Pinetown. Hingga berjam-jam interogasi." jawabnya. Ia merasa telah menemukan titik terang. Van Buuren membawa kabur uangnya dan tidak masuk kerja sejak seminggu yang lalu. "Apakah ia tampan?" tanya Grobler. "Ya! Tak salah lagi!" seru Grobler dalam hati. Van Buuren mengaku. mengapa masih berhubungan dengan Joy?" tanya Grobler." kata Grobler kepada Leon. "Saya kira polisi mau menangkap saya karena membawa kabur uang Pak Themba. Di bengkel radio panggil miliknya. yang sering memakai mobilnya untuk urusan kerja maupun pribadi. "Tapi tak ada satu pun yang sangat tampan. Ia bahkan menyarankan polisi memeriksa John. ayah Joy. Grobler tak menemukan bukti bahwa Van Buuren membunuh Joy. Pantas saja Joy jatuh cinta. "Lalu mengapa Anda berusaha kabur ketika polisi datang?" desak Grobler. Tak tanggung-tanggung. saya membunuh orang yang saya sukai?" elak Van Buuren. Van Buuren dibawa ke kantor polisi. "Sangat tampan." jawabnya tanpa ragu. Ia merasa telah dituduh oleh polisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. Van Buuren sempat berusaha melarikan diri dari pintu belakang.Teman selingkuh Berbekal laporan penemuan mayat Joy. keraguan Grobler berubah menjadi harapan ketika ia bicara dengan Themba. Berbekal alamat dari Themba. Themba mengaku. Malam itu juga. Tapi apa untungnya saya 116 . Esoknya." ujarnya. Ia juga mengaku pernah mengajak Joy berjalan-jalan dengan mobil Anglia merah milik Themba.

"Polisi boleh bekerja dengan perasaan. kita tidak berprasangka buruk pada Nelson. Grobler kali ini pun tak punya bukti apa-apa. Kawan-kawan kerjanya pun mengatakan. Ia tak ingin Nelson merasa dicurigai. Hingga empat hari sejak mayat Joy ditemukan. Saya yakin!" kata Maud yang berulang-ulang mempertanyakan kemajuan kasus penyelidikan itu. Van Buurenlah pembunuhnya. Ia sengaja mengajak Nelson mengobrol layaknya sedang berkonsultasi. "Mengapa kita tidak memanfaatkan Nelson saja?" usul Leon pada Grobler. Kalau dia tahu kita mencurigainya." "Oke. Kalau dia memang paranormal kondang. pria itulah yang membunuh anak saya. Ia mengaku sedang berada di Pretoria saat Joy hilang. Namun.membunuh anak sendiri?" John balik bertanya. Perusahaan tempat John bekerja di Pretoria memberi kesaksian bahwa John tidak pernah meninggalkan pekerjaan selama sebulan terakhir. Grobler malah berseru. "Apakah Anda punya penjelasannya buat polisi seperti saya?" 117 . Bu! Tapi kami tak boleh menghukum orang lain atas dasar perasaan. Siapa tahu dia juga bisa menemukan pembunuhnya?" Bukannya menanggapi usul itu. ia mengaku suaminya memang berada di rumah saat malam kejadian hilangnya Joy. Jangan-jangan dia tahu pembunuhan ini." jawabnya merendah. mengapa selama ini kita tidak pernah mendengar berita tentang kehebatannya?" "Sebaiknya. istri Van Buuren. "Hei. "Jika saya boleh tahu. "Saya bisa merasakan. Dia bisa menemukan mayat yang berada puluhan kilometer dari rumahnya. mengapa kita percaya begitu saja kepada paranormal itu?" "Maksud Pak Grobler?" "Saya justru curiga kepada paranormal itu. "Dua ratus kilometer dari Durban! Bagaimana mungkin saya membunuhnya?" tangkisnya keras dengan urat-urat menyembul di batang lehernya. termasuk Sylvia. Grobler maupun Maud sebetulnya menduga. Kepada polisi. bagaimana Anda bisa menemukan mayat Joy di tempat yang jaraknya puluhan kilometer dari rumah Anda?" "Ah. Kita coba saja!" Esoknya. mereka bersama John pada malam hilangnya Joy. Sisa janin Lebih dari 20 orang dimintai keterangan oleh polisi. Siapa tahu kita masih butuh pertolongannya. dia pasti tidak akan mau menolong kita lagi. polisi belum memperoleh kemajuan bermakna. sejauh itu mereka belum menemukan bukti. "Dia 'kan bisa menemukan mayat Joy." balas Grobler. Grobler mengundang Nelson Palmer ke ruang kerjanya. itu hanya sedikit kemujuran.

Ilmu ini tak beda jauh dengan ilmu listrik atau medan magnet. Tapi saya menawarkan jalan tengah: saya mengindera. jangan-jangan Nelson bisa membaca pikirannya. Klop 'kan?" "Pintar juga Anda. apakah Anda bisa melihat apa yang telah terjadi dengan Joy dan Van Buuren jika Anda punya pakaian keduanya?" "Saya belum pernah melakukan itu sebelumnya. ilmu saya tidak sampai ke situ. Keduanya berbeda. Joy dan Colin bekas murid saya di SMA. saya menggunakan pakaian yang pernah melekat langsung di kulit orang yang bersangkutan. Tapi." "Anda kenal dengan keluarga Joy?" "Ya. Saya menerima sinyal dengan cara yang sama ketika radio menerima gelombang elektromagnetik. mungkin bisa dicoba." "Punya hubungan khusus dengan mereka?" "Tidak." "Apa yang Anda perlukan agar bisa mengindera jarak jauh?" "Biasanya." gumam Grobler di dalam hati. Rupanya. apa tadi namanya?" "Psikometri. Seingat saya. Mungkin seperti telepon yang bisa dipakai untuk bicara. "Anda tahu lokasi mayat Joy dibuang. Anda tidak sebodoh tampang Anda. Saya bisa melihat sesuatu di tempat yang jauh. Saya kepala sekolahnya. Itu saja bedanya. Mungkin belum sampai!" "Apa bedanya melihat mayat Joy dan melihat wajah pembunuhnya?" "Terus terang. Anda juga tahu siapa pembunuhnya. Kita bisa merasakannya tapi tak bisa melihatnya. Pak polisi punya teknologi. 118 . saya punya kemampuan indera jarak jauh. Saya tak bisa melihat masa depan." "Kalau begitu." "Apakah selama ini Pak Nelson sering menggunakan ilmu. tapi tak bisa dipakai untuk mengetahui pencuri yang menggarong rumah." jawabnya dengan ekspresi wajah datar. tak ada senyum sedikit pun. Saya baru menguasainya ketika umur saya lebih dari 50 tahun. dan polisi mencari bukti. Mestinya. Bukan begitu?" "Sayang sekali."Kami menyebutnya psikometri. emm. agak rumit menjelaskan ini. pasti saya sudah kaya raya. baru lima kali saya menggunakannya." "Anda bisa menebak nomor lotre?" "Saya bukan peramal. sama seperti Pak Grobler bisa bicara lewat kabel telepon. Kalau saya bisa menebak nomor lotre. "Apakah Anda bisa membaca pikiran saya?" tanya Grobler sedikit khawatir." "Anda berani menjamin penglihatan Anda benar?" "Saya tak bisa menjamin.

Tapi saya bisa merasakan Pak Grobler meragukan saya. Napasnya naik turun. Dari pemeriksaan itu. mereka pernah melakukan hubungan seksual?" Nelson tak menjawab pertanyaan itu dan menganggap Grobler percaya dengan pepatah: diam berarti ya. Grobler dan Leon membawanya ke Nelson. Setelah pakaian itu terkumpul. Pada awal pemeriksaan. Grobler merasa masih belum punya bukti yang cukup. "Itu bagian dari perselingkuhan. Grobler diam saja. istrinya. Tak banyak. "Cuma itu?" tanya Grobler setengah tak puas. Esoknya. Biasa 'kan?" Dia juga mengaku tak tahu kalau Joy hamil. "Maksud Anda?" "Apakah saya perlu menjelaskan?" "Maksud Anda. Nelson kembali melakukan ritusnya. tapi cukup sebagai bukti untuk membuat kesimpulan. Van Buuren lagi-lagi berhasil mengelak." Tangannya mengangkat pakaian dalam Joy dan Van Buuren. Matanya terpejam. Tapi dokter mendapatkan sesuatu yang sangat penting." jawabnya. tak ada indikasi pemerkosaan. Tapi Grobler masih tampak kurang puas dengan penemuan itu. Van Buuren sendiri tak tahu celana kolornya akan dipertemukan dengan celana dalam Joy di depan Nelson."Saya tak bisa membaca pikiran orang. disaksikan Grobler dan Leon." balas Leon menirukan ucapan Nelson. Hari itu juga Grobler meminta Leon mengumpulkan beberapa potong pakaian Van Buuren dan Joy. "Hebat juga paranormal ini. Bermenit-menit kemudian. Sylvia mengaku Van Buuren berada di rumah saat malam hilangnya Joy. 119 . polisi mencari bukti. Pada interogasi selanjutnya. Terutama organ bagian perutnya yang dipotong-potong. Sampai di sini. "Saya cuma bisa melihat Van Buuren dan mayat Joy. termasuk pakaian dalam mereka. "Tampaknya. Merasa tak dapat mengindera lebih banyak lagi. dua benda ini pernah bertemu. Nelson kemudian melanjutnya ritusnya. Tangannya memegang pakaian-pakaian itu. Di ruang pribadinya. dokter menyimpulkan. Van Buuren mengakui dirinya pernah melakukan hubungan seksual dengan Joy." kata Grobler kepada Leon. polisi minta bantuan dokter untuk memeriksa potongan mayat Joy lebih detail lagi. ia baru berujar sambil tetap memejamkan mata. Mereka menemukan sisa sel-sel janin di organ-organ bagian perut yang terburai. "Paranormal meramal. Nelson menghentikan ritus itu. Grobler kemudian memeriksa kembali Sylvia." kata Nelson dengan suara berat. Namun. Merasa tak bisa memaksa Van Buuren mengaku.

" kata Hakim Buckley sesaat setelah Tracie dapat menenangkan diri. Maud mengandalkan perasaan. Grobler langsung menohok Sylvia dengan mengatakan bahwa polisi telah menemukan bukti Van Buurenlah pembunuhnya. melarikan uang majikannya. Sylvia mengaku dirinya memang mengetahui pembunuhan itu. Leon sekali lagi berbisik di telinga Grobler." kata Grobler." Demikian keputusan juri yang dibacakan singkat. kalaupun mayatnya ditemukan. tapi kita dapat melihat akibatnya dahsyat. Maka. tak ada yang sungguh-sungguh menghiraukannya. Ruang sidang ikut gaduh oleh gumaman pengunjung. KEKASIHNYA TEWAS DI JALANAN Pada 29 Juli 1997. meski kata-katanya terdengar jelas. sayangnya dengan cara tidak sopan. "Juri telah memutuskan Anda bersalah dengan bukti-bukti yang kuat. "Terhadap kasus Tracie Andrews. Hukuman untuk Anda penjara seumur hidup. "Saya tahu dia berselingkuh. "Seperti Anda tahu. "Nelson meramal. hingga akhirnya satu per satu terlihat kembali ke ruang sidang." imbuh Sylvia." 120 . "Van Buuren hanya ingin bersenang-senang dengan gadis itu.Pada pemeriksaan kedua. Mendengar itu. Siang itu mereka menunggu pembacaan keputusan juri atas kasus Tracie Andrews yang didakwa membunuh kekasihnya. Mendengar kesaksian itu. "Kami akan meringankan hukuman Anda jika Anda memberi kesakisan yang benar. hakim pun harus menenangkannya. Tracie Andrews kontan berdiri dari tempat duduknya. Tapi saya tak sanggup kehilangan dia. hanya Anda yang tahu apa yang terjadi malam itu. polisi tak akan menemukan motif pembunuhan itu. Tapi ia sengaja berusaha menyelamatkan suaminya dengan memberi kesaksian palsu. Salah seorang wakil juri maju menyerahkan surat keputusan kepada hakim Buckley. Sylvia didakwa ikut bersekongkol menyembunyikan aksi pembunuhan itu. Dia sengaja membuang janin di perut Joy supaya. Butuh tak kurang dari lima jam bagi juri untuk berunding. semua kembali kepada ketentuan hukum." katanya. suasana gedung pengadilan negeri di Birmingham tampak lebih ramai dari hari biasanya. Lee Harvey. Puluhan wartawan media cetak maupun elektronik menyemut sejak pagi di depan ruang sidang utama. Setelah dicecar dengan banyak pertanyaan yang menjebak. Tapi Joy ingin lebih. Grobler mencari bukti. 'Klop kan?" (Kisah nyata/Colin Wilson/Emshol) 17. Jarang sekali sebuah kasus pembunuhan sedemikian menyita perhatian pers dan warga Inggris. Ia memprotes juri. dan membunuh orang. Sesungguhnya. juri menyatakan terdakwa terbukti bersalah.

Tracie tak bereaksi. sejak kebersamaan tanpa ikatan ini. hubungan dengan mantan kekasih dan anaknya tetap baik. jaksa penuntut kasus pembunuhan ini di depan sidang. 1 Desember 1996. ia dikenal sering bergaul di klab-klab malam sekitar Birmingham Broad Street. Dalam penyelidikan polisi. Tapi sungguh. Hingga akhir hayat. untunglah aku segera merebutnya. tak jarang pertengkaran itu membuahkan kerusakan pada perabotan rumah mereka. keduanya sering bertengkar. Lee mencari wanita untuk dijadikan istri. Dia hampir saja kehilangan kontrol. Simpati dari banyak orang mulai bangkit. ia berpikir sudah menemukannya. tapi Tracie nekat lari ke dapur dan mengacungkan pisau. Tracie dan Lee terlihat berada di klab malam di kawasan Marlbrook Inn. Meski pekerja kasar. sekitar pukul 22. seorang pria. mengutarakan. Sebagaimana kekasihnya. "Aku sudah tahu. Tapi sepuluh bulan setelah putrinya lahir. tapi dari sorot matanya mereka terlihat sedang tidak akur. "Keduanya memang tidak bertengkar. Lee diketahui punya beberapa teman wanita. Ibu seorang putri berusia tujuh tahun itu masih cantik. Saksi lain. Saat itu polisi hanya bisa menasihati mereka. Namun. mereka akan memutuskan aku bersalah. mereka memutuskan tinggal bersama di flat Tracie. Serangan mendadak Pada malam pembunuhan. Penilaian itu berdasarkan penuturan sejumlah saksi di klab malam kepada polisi. Saat bertemu Tracie. Pada akhir pekan. Puing-puingnya tampak berserakan di depan rumah. Tracie pernah melapor ke polisi bahwa Lee telah melempar televisi dan kaset video kepadanya. "Padahal sudah dijelaskan baik-baik. Sejak pertemuan yang romantis di klab malam Ritzy's pada 1994. Sebenarnya. Selalu tidak akur Usia Tracie Andrews baru 27 tahun. Suatu kali keduanya bertengkar karena Tracie menuduh pasangannya menyetir sambil mabuk. Saat marah. Sedangkan Lee. aku sama sekali tak melakukannya.30 ia baru saja melangkah meninggalkan rumah teman wanitanya di kawasan Coopers Hill. Tracie sering mengacungkan pisau saat bertengkar. Malam belum terlalu larut saat mereka meninggalkan tempat itu. Karena ketampanannya. Meski sebenarnya justru ia yang lebih sering dikerjain oleh para wanita itu. meski guratan-guratan kedewasaan tetap mudah ditangkap dari sorot matanya. dekat Alvechurch 121 . Air matanya tak terbendung. Jauh di dalam hatinya. Sebelum bertemu Lee Harvey." kata Tracie kepada pers begitu ia keluar dari ruang sidang." kata Crigman. ia meninggalkannya. sehari-harinya bekerja sebagai sopir bus. Meski berulang kali rujuk kembali. Tracie tinggal di sebuah flat kecil dan bekerja sebagai penjual produk kecantikan. perangai Tracie tak kalah kasar dibandingkan dengan Lee. Tracie pernah hidup bersama seorang pria selama beberapa tahun." jelas pria itu kepada polisi. saat masih serumah dengan pasangan terdahulu. Lee termasuk pria berwajah tampan. Lee telah memiliki seorang putra hasil hubungannya semasa berusia belasan tahun. matanya liar sekali. Mereka pergi dengan mengendarai sedan Ford Escort yang dikemudikan Lee. Polisi mengonfirmasi kabar ini dan dibenarkan mantan kekasihnya. terutama orang yang menontonnya di televisi.

Saksi sempat menanyakan. Pria itu berbalik kemudian memukulnya begitu keras. tolong! Cepat!" Permintaan itu sempat membuatnya panik. Berdasarkan penuturan Tracie kepada polisi . "Aku tidak yakin berapa kali dia menusuknya. Darah berceceran di sekitarnya. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan saat itu." Memang benar. Akibatnya. Tapi masyarakat bersimpati terhadap kekasih korban. ada sebuah mobil sedan Ford Sierra berwarna gelap membuntuti mereka. Dengan isak tangis dan cucuran air mata.pinggiran kota Birmingham. tubuhnya tampak gemetar. astaga! Sesosok tubuh pria tergelak di jalanan tak bergerak." Mencoba bunuh diri Kasus kekerasan jalanan di daerah sepi Coopers Hill langsung menjadi berita besar di Birmingham. kalau-kalau telah terjadi kecelakaan lalu lintas. bahkan seluruh Inggris. Bukan hanya karena daerah itu selama ini dikenal cukup aman. mengatakan. "Tidak. "Sudah tinggalkan saja. sedari tadi ia tidak mendengar ada kendaraan lewat. seperti mendengkur. baru aku keluar dari kendaraan. ia dan kekasihnya berkendara pulang. Sang pria segera kembali ke tempat asal jeritan tadi. ia harus mendapat perawatan selama tiga jam di rumah sakit. Dari dalam mobil Tracie melihat pria itu sempat membungkuk di depan Lee. Di dekatnya. ia dikejutkan teriakan memilukan seorang wanita yang memintanya memanggil ambulans. pria itu segera kembali ke rumah teman wanitanya dan memintanya menelepon 999. Tracie Andrews. Tubuh Tracie terbanting ke jalan." jelas Tracie.malam itu sepulang dari klab malam. kemudian menyerang Lee dengan pisau." Lalu mereka tancap gas. 122 . Ternyata darah. Tanpa memperhatikan sekeliling. Tak lama kemudian Tracie keluar dan memakinya. Mata kiri dan hidungnya luka. Ia bahkan meminta masyarakat ikut membantu menemukan pelaku pembunuhan kekasihnya. Di tengah jalan keduanya tersadar. Di sana ia mendapati seorang wanita muda berdiri di samping mobil. Pakaiannya penuh darah. tetapi ia tidak melihat senjatanya. Tracie mampu bercerita bahwa dirinya baru saja diserang seseorang. sebelum akhirnya mobil itu berhasil menghadang. Terasa ada yang basah di tubuhnya. wajahnya selalu membuat penonton dan pembaca terkesima.yang diulang di pengadilan . tapi wanita yang kemudian diketahuinya bernama Tracie Andrews. Seorang pria turun dari kendaraan dan memaki-maki. Selebihnya. Saat Lee terjatuh ke aspal. Tracie sangat pandai mengambil simpati masyarakat lewat media massa. Baru setelah beberapa orang berkerumun. "Tolong. Tiba-tiba di kegelapan. Dia terdengar mengeluarkan suara aneh. tak banyak yang bisa diingat malam itu. Sempat terjadi kejar-mengejar. Tracie hanya mendengar pengemudi mobil berkata kepada penyerang. Jez. "Aku mencoba bangkit dan mendekati Lee.

Ahli forensik juga mendapatkan tiga helai rambut Tracie di tangan Lee. Berdasarkan pemeriksaan DNA oleh ahli forensik. kemudian Tracie menyembunyikan pisau dalam sepatu botnya. Diduga. Tracie adalah korban. para detektif menemukan gambaran lain dari kasus ini. Berdasarkan penyelidikan. Mereka hanya berspekulasi kasus itu berhubungan dengan bisnis obat terlarang. karena tidak mendapatkan motif penyerangan. Meski keduanya tahu jalan pulang dengan baik. Semua tergambar dalam dakwaan yang dibacakan penuntut pada 1 Juli 1997.15 menit. begitu pula lokasinya. Pada kurun waktu 12 . dan punggung. Darah muncrat hingga mengenai baju Tracie. polisi merasa kesulitan. Beberapa saksi di klab malam Marlbrook Inn menuturkan. Apalagi penahanan hanya berselang enam hari setelah Tracie didapati mencoba bunuh diri dengan meminum 200 tablet obat tidur." Penggambaran Crigman sungguh memilukan seisi ruang sidang. Kesaksian itu diperkuat penuturan dua akuntan dari Bromsgrove yang malam itu melintas di sekitar TKP. Seorang perawat sempat melihat Tracie berada di kamar mandi agak lama. Serangan ini terus berlanjut meski korban sudah jatuh." tutur Crigman.Sebaliknya. "Korban berusaha lari. Sebuah sketsa wajah berdasarkan deskripsi Tracie ikut disebarluaskan media massa." kata Crigman menunjuk kepada Tracie." kata Crigman dengan nada meyakinkan di depan juri. tapi ia tidak bisa bergerak jauh. Crigman mendakwa. Tusukan baru berhenti setelah kemarahan Tracie mereda. Lee mendapat 30 tusukan dari pisau lipat jenis Swiss Army. wajah. Pelbagai reaksi datang dari masyarakat begitu wanita muda ini ditahan. Kesaksian itu dinilai vital karena waktunya tepat. hingga menimbulkan kecurigaan. Jarak mereka terpaut sekitar dua kilometer di belakang. Namun. "Keduanya melihat sedan Escort milik Lee. di tengah jalan mereka bertengkar. saat berhenti dan hendak berputar. Di mata publik. "Di sinilah ia mulai melakukan serangan. noda darah sepanjang 5 cm di sepatu Tracie diketahui positif milik Lee. malam itu Lee dan Tracie meninggalkan klab malam bersama. Sejumlah kesaksian inilah yang mengantarkan Tracie menjadi tersangka utama." Menurut dakwaan. 123 . hingga menyebabkan urat nadi di leher robek. tapi tidak ada mobil lain yang membuntuti. Entah apa sebabnya. tapi tidak melihat adanya mobil pembuntut. informasi itu tak pula membukakan jalan kemudahan bagi polisi untuk menyelesaikannya. Di sana keduanya berhenti dan keluar dari kendaraan. malam itu mereka melihat Tracie dan Lee. bahu kiri. Pisau lipat Selubung kasus itu terkuak di pengadilan. belakang kepala. mereka sempat tersasar sampai Coopers Hill. Lee memukul kekasihnya yang mengakibatkan luka di wajah. Korban tidak mampu bertahan lama karena serangan terarah ke leher. sisi kiri tubuhnya. Diduga Lee sempat menjambak Tracie untuk melawannya. "Korban ditusuk di leher. pisau itu dibuang saat ia mendapat perawatan di rumah sakit. "Dia tewas seketika itu juga.

Yang terjadi di ruang sidang justru sebaliknya. pengacara Tracie. Tanpa basa-basi. Dalam catatan itu tertulis. wanita ini juga mengaku tidak mendengar ada mobil ngebut malam itu. Tracie mengatakan. "Mengapa setelah Tracie didakwa membunuh. saksi yang mantan polisi itu mengungkapkan kecurigaannya kepada Tracie sejak awal. "Aku pikir ini penting. Berita-berita seputar pengadilan kasus tersebut pun semakin menguntungkan Tracie. maka saya dapat memberi tahu polisi sehingga mereka dapat melakukan penyelidikan secepatnya. jari Tracie juga menderita luka seperti itu. jika tidak berhati-hati dan terlipat. Dukungan terhadapnya semakin besar. lanjut saksi. Tracie tetap terlihat tenang. kalau-kalau terdakwa ingat warna kendaraan. bahkan mendeskripsikan penyerangnya. Kepada juri. Saksi menyatakan telah mempunyai pengalaman sepuluh tahun dan mendapat latihan khusus untuk menyusun pertanyaan semacam itu. hanya beberapa puluh meter dari TKP. penuntut kemudian membacakan pernyataan terdakwa kepada polisi. Terutama saat saksi seorang wanita yang menghubungi 999 dipanggil ke depan sidang. 124 . dengan percikan darah di wajahnya. ketika ia melihat darah di tangannya saat menyentuh mayatnya." kata wanita itu menutup kesaksiannya. saksi mendeskripsikan saat ia menemukan Lee Harvey terbaring di jalan dengan leher tertusuk. Jika Tracie mampu memberi jawaban. pisau Swiss Army dapat melukai jari penusuknya. "Dia berbalik ke mayat Harvey setidaknya dua kali dan mengatakan sesuatu yang tidak bisa didengar. pertarungan terjadi di depan mobil."Terhadap kenyataan itu. ia membawa Tracie Andrews ke rumahnya. Menjawab pertanyaan Crigman. Tracie berdiri di samping kendaraan. Pada bagian akhir. nomor polisi. Saat itu saksi sempat bertanya. Crigman menambahkan. atau mungkin mendengar nama pelaku. Kesaksian sejumlah orang semakin menyudutkan Tracie. dia menambahkan pernyataan itu?" gugat Thwaites sengit. Pada hari pembunuhan." Anehnya. dalam keadaan panik dan menangis. "Dia bilang tidak ada yang bisa diingatnya. tetapi darah ditemukan di bagian belakang." kata Crigman mengutip pengakuan Tracie kepada polisi. Tracie dapat bercerita tentang sedan Sierra hitam. Sama sekali tak ada kesan ia telah berbuat kejahatan. Tracie hanya menyebutkan bahwa rambutnya mudah rontok. ia tidak ingat apakah dirinya telah atau belum mengatakan pernyataan itu. Sesaat setelah kejadian. Tracie tidak menyadari Lee telah ditusuk. beberapa saat setelah polisi datang. Ronald Thwaites." kata saksi menyatakan keheranannya. Itu karena saksi tidak menyebut hal ini dalam pernyataan pertamanya. Saksi menjawab. Di sinilah penuntut mengungkapkan sebuah kejanggalan di mana terdakwa tidak bisa menjelaskan ketidakcocokan deskripsinya seputar peristiwa pembunuhan. langsung menyatakan keberatan. Saksi mantan polisi Dalam sidang pengadilan yang berjalan lebih dari tiga minggu.

Posisinya begitu dilematis bagi Thwaites karena penuntut dapat melakukan pemeriksaan silang. Kekasihnya itu juga selalu menyeleksi pergaulannya. hidup Tracie menjadi hampa. X masih misterius." kata Thwaites penuh tekanan. Awalnya. X yang konon juga terlibat dalam kekerasan jalanan beberapa tahun sebelumnya. Ia diidentifikasikan sebagai Mr. Ia khawatir Lee tidak setuju. 125 . seperti misalnya caranya berpakaian saat ia bekerja sambilan di sebuah klab malam. X dideskripsikan sebagai seseorang berperawakan gemuk dengan sorot mata tajam. Lee memang sering mengatur hidupnya. Pada bagian pembelaannya. Thwaites juga mengungkap sebuah fakta mengejutkan. Mr. X sebenarnya berasal dari bagian Reserse yang mendapat informasi bahwa pada malam pembunuhan ada seorang bandar menyimpan kokain dalam jumlah besar." Thwaites mencoba mengalihkan sasaran kepada Lee Harvey. Menggigit leher Upaya keras pembela seolah pupus saat Tracie Andrews menjadi saksi untuk penuntut. mirip dengan penggambaran Tracie. Inilah yang menjadi alasannya bunuh diri. Tracie juga tak bisa berkomentar. X meninggalkan klab malam tak lama setelah Lee Harvey pergi." Tracie juga mengakui soal kecemburuan itu. Thwaites melanjutkan. Mr. bahkan dengan teman wanita sekalipun. Penelepon menduga akan terjadi perkelahian. tidak masuk akal kalau ia mau pergi berduaan. Posisi Tracie makin tersudut. Begitu pula tentang asal darah yang ada di bajunya. "Ketika Lee pergi." ungkap Thwaites mencoba menggambarkan sikap otoriter Lee. Informasi itu menyatakan. "Lagi pula. "Sejak kematian Lee. sebenarnya ada tersangka pembunuh yang cocok. sekadar untuk menghabisi kekasihnya. Mereka sempat saling pelotot. Setidaknya. Bahkan. X menguntitnya." Hingga pengadilan berlangsung. tapi ternyata Mr. lima hari setelah kasus pembunuhan itu. Pria itu digambarkannya sebagai pemuda yang pencemburu berat dan tidak dewasa. ada seseorang yang dicurigai telah mengikuti Lee dan Tracie keluar malam itu. tetapi dia takut melakukannya. Thwaites mencoba mengambilnya dari sudut hubungan Tracie dan Lee yang hendak menuju ke arah pernikahan. Nama Mr. X pergi ke Ford Sierra biru tua. tapi tak dihiraukan penyidik."Mengenai tidak adanya saksi yang melihat mobil pembuntut. Tracie masih mengenakan cincin pertunangannya hingga sekarang." kata Crigman. Thwaites protes karena informasi penting ini diabaikan polisi. Kepergiannya dari rumah selama pertengkaran menjadi bukti ketidakdewasaannya. Dikuntit Mr. Menurut informasi di kepolisian. polisi mendapat telepon yang mengatakan melihat Mr. sosok Mr.X Pengacara Tracie berpikir keras untuk mengarahkan sorotan negatif terhadap kliennya. Tracie pernah berkeinginan untuk hamil. "Hanya karena besarnya cinta Tracie yang membuatnya kembali. "Sesungguhnya.

Lee saat itu terbaring di tanah.50." 126 . bagaimana darah itu bisa muncrat ke blusmu?" "Aku tidak dapat menjawabnya. setidaknya peristiwa itu berlangsung sepuluh menit. "Jika tidak. peristiwa terjadi di lokasi yang berbeda." "Lalu apa yang Anda kerjakan selama 15." "Tapi bukankah cukup waktu sebelum saksi datang melihat Anda?" "Tidak. Lelaki itu memukulku keras. Mobil Lee terlihat di Coopers Hill antara pukul 10." Crigman berhenti sejenak. Ia mengungkap kejanggalan menyangkut waktu pembunuhan.Seperti tak ingin melepaskan buruannya. mengapa Anda tidak membunyikan klakson?" Alis Crigman berkerut. tapi aku shock. setidaknya ia dalam posisi menempel saat korban ditusuk di lehernya. "Bagaimana Anda menjelaskan soal jeda tujuh menit setelah orang itu pergi dan sebelum saksi datang?" "Tidak bisa." Crigman tersenyum. Aku tidak tahu. baju Tracie yang berlumuran darah menunjukkan. Ada selang waktu 17 menit antara kematian Lee dan saksi meninggalkan rumah menuju mobilnya." "Kalau Anda tidak merasa bersalah." "Atau setidaknya berusaha berteriak?" "Tidak. Sedangkan saksi pertama melihat mayat korban di jalan pukul 10. "Menurut keteranganmu. Seharusnya aku berbuat sesuatu.." sanggah Tracie yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Dalam argumentasi Crigman. peristiwa pembunuhan terjadi di sekitar Burcot. Tapi pada malam pembunuhan keterangan Anda pada polisi." "Kalau tidak mau meninggalkannya. "Aaa . Apakah Anda mengubah cerita? Berarti ini penipuan berencana?" "Tidak. Sampai aku lihat cahaya dari sebuah rumah dan memungkinkan saya untuk minta tolong. Tracie diperlakukan bak anak kijang di sarang singa.32.28 sampai 10. aku hanya kurang yakin saat itu. Crigman tak menyia-nyiakan kesempatan itu.. 16. "Menurut keterangan Anda kemarin. 17 menit? Selama 17 menit tidak berusaha untuk minta pertolongan dari rumah di sekitar?" "Memang tidak. aku tidak mau meninggalkannya. "Aku tidak tahu. Anda akan dapat pergi secepatnya ke rumah itu?" "Bagaimana orang tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti itu?" balas Tracie. Semuanya seperti mimpi.

Hingga April 1999." Menurut argumentasi penuntut." kata pembela. Begitu 'kan?" Tracie lagi-lagi diam. seorang perempuan normal bisa-bisanya menggigit leher. banyak orang tetap percaya Tracie tidak bersalah. Surat yang dimuat News of The World itu menyatakan. Dalam kondisi yang kurang lebih sama. "Di tengah jalan terjadi pertengkaran. setidaknya satu kali pembela Tracie mencoba mengajukan peninjauan kembali kasus itu dengan menyodorkan saksi-saksi baru. Tracie langsung mematikan lampu mobil untuk berpikir. penuntut menambahkan. setelah melakukan pembunuhan. alasan Tracie memilih sedan Ford Sierra hitam sebagai mobil pembuntut besar kemungkinan berdasarkan pengalaman pribadinya. "Apa yang Anda rasakan?" kejar Crigman." "Pasti butuh niat yang besar untuk menaruh gigimu di leher seseorang. Tracie mengaku telah menusuk Lee Harvey dalam sebuah pertengkaran yang disebutnya lepas kontrol. 'kan?" "Tidak. Lee mengeluarkan pisau dan mengancam akan menyayat wajahku atau akan menusuk." kata Crigman. "Lihat saja jika Andy menginginkanmu lagi. Lee cemburu kepada Andy. Lewat sebuah surat yang dikirim dari penjara Bullwood Hall Essex. Keduanya kemudian keluar dari mobil. Meski upaya itu kandas." Crigman sejenak melirik Tracie. Lee mengancam dengan pisau. lalu Lee menghampiri dan menjambak rambut kekasihnya itu. maka akan ada yang melihatnya." tulis Tracie. dalam cerita pembunuhan karangan terdakwa. Toh." 127 . yaitu saat Tracie menggigit Lee. tapi keterangan dari polisi dan saksi setempat menyatakan lampunya padam. Tracie membuat pengakuan yang mengejutkan. yaitu ketika Anda membukanya untuk mematikan lampu. Jika lampunya dinyalakan. "Anda mengarang cerita dan menggabungkannya dengan pengalaman pribadi. Crigman menyatakan keheranannya. menyatakan keberatan dengan penilaian itu. kamu juga dapat menaruh pisau di lehernya. Tracie dan Lee sesungguhnya pernah memiliki mobil dengan merek dan warna serupa. "Aku marah. Masalahnya. Pengakuan jujur Setelah vonis dijatuhkan. "Itu hanya situasional. banyak orang melakukan tindakan seperti itu. pada malam pembunuhuhan keduanya bermaksud pulang ke rumah. Lee juga pernah melakukannya. Sebelum mengakhiri sesi pertanyaannya. dikatakan lampu dalam keadaan menyala.Crigman mencoba mengingatkan Tracie tentang pertengkaran pasangan itu. "Dalam pernyataan Anda. "Jejak darah Lee Harvey ditemukan di tepi pintu mobil. mantan pacar Tracie.

Belum pernah aku mengalami kehilangan kontrol seperti malam itu. "Aku merasa seharusnya dihukum untuk pembunuhan tak disengaja. Pisau itu kemudian disembunyikan di celananya. Kisah nyata/Road Rage/Tj 18. Tracie menghampiri Lee dan mencoba mengajaknya berbicara. sehingga keduanya terjatuh ke rumput. ia merasa seluruh hidupnya sudah berakhir. Aku marah. dan saat di rumah sakit. yang ditatap begitu tajam. Sejenak Lee mencoba membalas. Lee memukulnya lagi. tahun 1986. hampir menangis. Sampai akhirnya. jadi grogi. Cathy. Aku sempat mundur.suaminya . Ia mengguncang tubuh Lee. "Jadi. panti jompo lokal di Grand Rapids. 128 . menurut rekan-rekannya. GARA-GARA PATAH HATI Alpine Manor. Terlebih saat menyadari Lee telah tewas. Entah untuk tujuan apa. Yang kuingat. Cathy mengangguk lemah. Saat itulah Tracie melihat ada pisau di tanah yang segera diambilnya. Mata seorang penyelia memicing. Benarkah itu semua pernyataan jujur Tracie? Lee Harvey. muncul perasaan sangat sedih dan bersalah. Tracie segera bereaksi dengan pisau. ia memutuskan untuk mengarang cerita bahwa mereka diserang seseorang. hatinya terbahak. dan kehilangan kontrol. tidak pernah membawa pisau. suami meninggalkan Anda bersama seorang anak?" Dengan menunduk. gemetar. Michigan. Tapi kemudian ia sempat menjegal Lee hingga terjatuh. Saat Lee ingin bertindak kasar lagi. sebelum akhirnya terjatuh. "Baik.Tracie mengaku saat itu takut setengah mati. Tracie sengaja membawanya dari rumah malam itu. Syukurlah. menertawai Kenneth . Lee ternyata menariknya. aku menjadi gelap mata. "Aku harus menusuknya. "Aku merasa ngeri." Sewaktu meraih mayat pacarnya. dihanyutkannya ke toilet. Tanganku terasa basah. Mereka yakin." aku Tracie. Tubuhnya yang berbobot 198 kg berguncang. tulis Tracie. Padahal. Tracie berusaha berdiri. dia akan terus memukuliku." tulis Tracie. Saat itu yang ada hanya kebingungan dan ketakutan." Cathy terbelalak. Jika tidak. Keduanya sempat saling memaki.yang pasti tengah repot mengasuh putri tunggal mereka. Mulai hari ini. ia sudah bosan menganggur lama. Wajahnya mendung. Aku memang seharusnya jujur pada kesempatan pertama. Anda diterima bekerja. Bunyi napasnya berat dan matanya mendelik.

Sebagian lain menderita sklerosis ganda atau arthritis parah. Ken mengenal Cathy sudah dalam keadaan overweight. AS. ketika Kenneth pulang bekerja pukul enam sore. Untuk mengendurkan stres. Ken membereskan rumah. 129 . Ayahnya seorang sopir truk gudang yang pernah bekerja di Vietnam. Perkawinan mereka memang berliku. gadis yang unik. Cathy memulai kerja.Ia segera bekerja sebagai pembantu perawat di panti dengan lebih dari 200 kamar tidur. Pria pendiam itu hanya bisa menarik napas dalam. bungkus snacks dan baju kotor tertebar di lantai.sang nyonya rumah . setiap kali ia ditegur. Cathy kurang memiliki rasa keibuan terhadap putri mereka. bisa memberi Cathy sedikit kebahagiaan. Ia lahir di tengah keluarga kurang harmonis. di mata Ken. Sementara Cathy . "Pilih aku atau hobimu!" begitu katanya. begitu banyak pekerjaan yang harus ia tangani. tiba-tiba mereka sudah berpacaran. Cathy pun kurang dicintai ibunya. "Aku benci tugas rumah tangga!" Itu kalimat yang selalu disiramkan Cathy ke telinga Ken. Ia berharap. Belum habis kaget Ken. Ia mendapati rumah mereka amat berantakan. Ken merasa tak ada gunanya menegur Cathy. Piring dan gelas kotor berserakan. dan ibunya petugas pembukuan. lantaran ia memilih makan sendirian. tanpa banyak cakap. sedangkan Cathy 17. yang juga terbengkelai. badannya terus memuai. ia melihat gadis ini amat haus kasih sayang. Tumbuh tanpa belaian kasih sayang. Sebagian besar pasien menderita penyakit Alzheimer atau penyakit otak organik lainnya. Luka batin Mata Cathy tertanam ke televisi. atau bahkan kurang percaya diri. Yang agak disayangkan. Mary. kelahiran tahun 1962 di Michigan. Ken merasa iba.asyik menikmati opera sabun di televisi sambil terus mengunyah junkfood. Cathy sering ngemil dan makan dalam jumlah banyak. lalu melanjutkan sekolah hingga menjelang kelahiran anaknya. Cathy lebih suka mengurung diri di kamar ketimbang bergaul dengan teman sebaya. Ken pun amat gembira. Sang ayah yang pemabuk berat sering memukulinya dan selalu mengatainya "si gemuk". lalu mengurus putri tunggal mereka. Namun. Mereka putuskan segera menikah. Ken bekerja di pabrik mobil. masing-masing berisi dua pasien. sebab yang terjadi kemudian pasti perang mulut. ingin sekali ia mengisi kekosongan jiwanya. Cathy. Karenanya. Cathy mengabaikan penyakit anaknya. Sebagai anak tertua. Jika si anak sakit. Agak ragu dan tersipu. Oleh rekan-rekan kerjanya mungkin ia dianggap terlalu sopan. Itu sebabnya. Ketika Cathy mengaku hamil. Termasuk merawat dua adiknya. Ia malah sibuk menyalahkan si mungil Mary yang dianggapnya tak bisa menjaga kesehatan. pada Agustus 1979. terpisah dari yang lainnya. Usia Ken waktu itu 20. Akibatnya. Kenneth Wood baru 19 tahun ketika Catherine May Carpenter alias Cathy yang baru 16 tahun "menembak"nya.

ia menumpahkan air ke selimut pasien mereka. malah cenderung kasar." "Oh ya. yang kebetulan bekerja bersamanya. tapi petugas yang bertanggung jawab tidak menggantinya. "Cathy. Di rumah jompo maupun di rumah. Ia menjalin hubungan lesbian dengan rekan kerjanya. Terutama dalam menangani pasien. Sekali dua ia berhasil menarik wanita ke dalam pelukannya." sahutnya enteng seraya melenggang pergi bak selebriti. Ia lalu melaporkan ke penyelia bahwa tempat tidur pasien basah karena ompol. Juga ketika Cathy mulai minum alkohol dan kerap mabuk di rumah. Ia tak dapat berbuat apa pun untuk membendungnya. sehingga dalam beberapa bulan saja beratnya menguap jadi tinggal 132 kg. dirinya sedemikian menggoda bagi wanita lesbi lainnya. Hanya dalam bilangan minggu ia betah memberi dan menerima kehangatan dari seorang wanita. Apakah perilakunya mengimbas hingga ke rumah? Tentu. Walau Cathy kurang lembut hati.yakni berhubungan seksual dengan teman sejenis. Rambutnya dicat warna platinum. Selaiknya para pria pencumbu. Ia juga suka membeli baju baru dan agak ganjen.Ken berusaha memahami masa lalu Cathy yang menorehkan luka batin hingga saat itu. ia melakukan lagi apa yang dulu pernah mengisi masa remajanya . wanita buruannya langsung paham maksudnya. di balik tampilan baru dan kesigapannya bekerja. Rupanya. itu telah menggembungkan egonya sedemikian rupa. Sulit mengukur perilaku buruk apa yang telah diubah Cathy. Ken tetap mencintainya. Cathy seperti sudah mati gairah. Herannya. akan kuperbaiki sikapku. ia biarkan istrinya dengan segala polahnya itu. entah karena menolak diajak bercinta atau oleh sebab lain. Ia mengira. Karena lebih membela keutuhan rumah tangga. Bahkan. ia akan mencampakkannya. Cathy tak bisa menyembunyikan kekasaran jiwanya. biasanya wanita itu langsung lumat dalam dadanya yang besar dan lebar. Terhadap rekan kerja yang dibencinya. demikian pula perilaku Cathy. Kekasih baru Sedemikian bergairah Cathy bekerja. Dari salah satu karyawan panti jompo Ken mendengar istrinya terlibat sejumlah percintaan sejenis. cukup dengan mengedipkan mata. Dengan penuh percaya diri. di tempat kerja pun ia mulai menggunakan kekuasaan. ada pasien mengeluhkan pelayananmu. Selanjutnya. Pernah. Dengan bujuk rayu sekadarnya. penyelia memanggilnya. ia siap berburu wanita lain yang lebih menggairahkan. Namun. 130 . tak ada lagi yang bisa "memegang" dirinya. Cathy lepas kendali. Ken merasakan perubahan itu. Entah sudah berapa bulan mereka tak berhubungan suami-istri. Setelah puas mereguk habis madu sang kekasih. Bukan saja berlaku bak primadona. kenapa ia jadi pesolek? Penampilannya pun berubah.

Cathy tak perlu menunggu lama. Sikapnya cukup keras pada anak-anak. melainkan oleh gerakan bibir tipis gadis manis itu saat bercerita. 131 . kerap berganti pekerjaan." "Usiamu?" "Dua puluh tiga tahun. Linda. ketika penyelia mengetuk kamarnya. Hingga pada suatu siang . mereka sudah akrab." Selama beberapa tahun. Entah apa yang merasuki Cathy hingga ia merasa amat puas bila melihat orang lain hancur tak berdaya oleh "power" yang dimilikinya. Kerja serabutan memaksa istri dan kelima anaknya berpindah-pindah ke seluruh Kalifornia.. 1963. Ketika berusia 22 tahun." sorak hatinya. Ia merasa canggung karena pandangan mata Cathy seperti menelanjangi dirinya. Aku lahir di Santa Monica. "Lihat.. Pembantu perawat baru. Untuk melepaskan siksaan emosi. Gwen beringsut mengurai isi kopornya. biasa memukuli anak-anak-nya dengan sabuk. ibunya yang miskin sudah memiliki tiga anak balita. Cathy sedikit tercengang mendapati Gwen pun cukup mahir berpasangan dengannya. "Aku menang. "Siapa namamu?" "Gwendolin Gail Graham." kata Gwen getir. Maka. ia pun makin leluasa menanamkan pengaruh pada lingkungan kerja yang mental dan emosinya sudah ia rapuhkan. Cathy hanya butuh waktu sehari untuk memikat Gwen menjadi kekasih barunya. Gwen sering mendapat serangan seksual dari ayahnya. sudah cukup alasan baginya untuk memeluk tubuhnya. Demikian pula para pasien.. mereka melihat Cathy seperti melihat monster. Cathy terpaku. Setelah penyelia pergi." Beberapa menit kemudian. ayah Gwen. Ia akan sekamar denganmu. ibu sering menyabetiku dengan kabel listrik. Bukan oleh isi cerita Gwen. sebab kemudian lawannya itu mendapat peringatan keras. Tak seorang pun koleganya berani macam-macam padanya. "Waktu umurku 18 bulan." Setengah mengangguk. Tak pernah ia menggendong anaknya yang menangis. tanpa banyak bicara Cathy langsung membuka lemari pakaian. ia anak sulung dari tiga bersaudara. Cathy tengah rebahan di ranjang. ia leluasa menjamah dan menekan tubuh Gwen.Bualannya berhasil. di lenganku banyak bekas luka sundutan rokok ayahku. Ketika Gwen mulai terisak. Adapun Mack. Gwen pun sering menyakiti dirinya sendiri. Sementara itu ayahnya jarang di rumah karena pekerjaannya. Gwen bercerita. Cathy menyeringai sinis saat lewat di depannya. "Ini Gwen. Acap kali matanya menyapu goyangan dada Gwen saat diguncang emosi. ibunya. Namun. Sambil pura-pura berempati.

. membuat para nenek teringat cucu mereka. Kuminta kau keluar dari rumah ini. mereka membersihkan dan mengurus pasien. ketika memandikan pasien usia lanjut itu. sedari umur 17. mereka berdua pura-pura melakukan aktivitas bercinta. Persis remaja kasmaran. Mereka memang sangat keterlaluan. "Ingat Cathy.. melainkan ucapan Cathy . Usir suami Hanya seminggu Gwen bekerja dengan baik. "Benar." adu Gwen. seolah disatroni monster. Pasangan itu sering minum sampai mabuk dan terkadang juga saling berkelahi. Ketika pasangan ini bekerja secara terpisah. Sejak sebulan lalu kami putus. Setiap kali pasangan ini masuk ke kamar penghuni. Tak sampai sejam kemudian. gilanya. yang amat mencintainya. beberapa kali beberapa pasien mengadu pada pembantu perawat lainnya. serta saling meninggalkan pesan cinta pada mesin penjawab telepon. Apalagi ketika Cathy menceritakan affair-nya itu pada Ken. Bahkan pernah tinggal bersama seorang wanita berumur 20 tahun. bahwa mereka diancam dibunuh oleh seseorang. Dengan mesra mereka menutup pintu kamar. Namun. Bahkan. suatu saat kau akan menyesali keputusanmu ini!" Cathy membalas dengan seringai. Gwen sudah bertualang. keduanya tak mematuhinya. hal yang melanggar peraturan panti jompo itu. Sambil saling berbisik dan cekikikan. Aku gila asmara. Tindakan serupa pun dilakukan di ruang tunggu perawat. karena sebagian besar menderita Alzheimer. seorang penyelia berusaha memisahkan mereka berdua dengan menerapkan sistem shift. mengekspresikan cinta dengan saling berbalas puisi yang buruk kualitas. Gwen sudah berada di sana. Begitupun ketika seorang pasien kedapatan memar pada pergelangan tangan dan 132 . Ia amat telaten merawat para lansia. ketika dengan amat posesif Cathy "menguasai" Gwen. Keduanya sedemikian kekanak-kanakan. tampak sekali kekecewaan mereka.. "Aku serius dengan Gwen. Bukan skandal itu yang menyentak Ken. Rambutnya yang kemerahan dengan senyuman manis dan lugu. Namun. para sepuh itu memandang cemas . Pergilah kau!" Dengan amat marah. Cathy menanggapi dengan pelukan. Mereka hidup seatap tak ubahnya suami-istri. Kematian beruntun Pernah. Namun. Karena kerekatan itu mengganggu suasana kerja. "Pacar saya itu mendapat pekerjaan di Grand Rapids. agar bisa selalu bersama.bahkan ada yang sangat ketakutan.Ternyata. Ken membopong Mary pergi. Gwen disenangi hampir seluruh penghuni. mereka pun sering bertukar tugas dengan pembantu perawat lainnya. maka tak ada perawat yang mau percaya pada mereka. karena aku dan Gwen akan tinggal bersama di sini!" "Kamu gila?" sembur Ken.

Contohnya. Ia ditemukan meninggal dunia pada Maret 1987. Tak pula ada yang tertarik menyelidiki penyebabnya. karena secara fisik Gwen memang berdaya jual lebih tinggi. Akhir Februari 1987. maka kematiannya pun dianggap tinggal menunggu waktu saja. seorang pembantu perawat yang kurang disukai Cathy masuk ke kamar Belle Burkhard (74) untuk mengurus pasiennya itu. Cathy dan Gwen juga menggunakan cemburu sebagai lem perekat saat mereka rujuk kembali. Ternyata benar. Namun. Pisau cemburu di kalangan cinta sejenis biasanya lebih tajam dari sembilu. Keluarganya terkejut akan kematian mendadak itu. karena nenek malang itu masuk ke tempat ini dengan menyandang penyakit. Apalagi maut memang bisa sewaktu-waktu menjemput para jompo itu. melainkan juga wanita. Celoteh mulut-mulut keriput itu cenderung segera mereka lupakan. Februari 1987. Hanya. tapi mungkin itu karena Belle sering mengalami serangan kejang. bibir. Edith Cook (80) yang sakit parah dan sering mendapat obat penenang. Kali ini ia yang dicampakkan. Tak terpisahkan. ditemukan tewas di tempat tidurnya pada Januari 1987. pihak keluarga juga sudah pasrah. tetapi ia mengira akibat tekanan darah tinggi atau panasnya suhu di panti jompo. Sebulan kemudian.kakinya. Tubuh. Ia muak dengan badan gemuknya. siapa peduli akan penyebab kematiannya? Wanita ketiga yang tewas di ranjang adalah Mae Mason (79). Cathy pun jadi amat khawatir kehilangan Gwen. Seorang perawat sempat memperhatikan hidung Myrtle Luce berdarah. Marguerita Chambers (60) seorang nenek yang lima tahun sebelumnya didiagnosis menderita Alzheimer. Mula-mula ia merasa rendah diri. 133 . Ia terkejut melihat wanita tua itu tewas dengan lengan terlipat di balik tubuhnya. tak seorang pun pembantu perawat tertarik akan hal itu. gadis semampai.bukan hanya pria. Memang ada memar di kedua lengan itu. Sebelumnya. pembantu perawat baru di Alpine Manor. Tak ada yang serius menanggapinya. selalu Cathy yang mencemburui Gwen. Di dalam suasana itu. mereka kian erat berpagut. Kondisi tubuhnya terlalu lemah untuk dirawat karena ia juga menderita gangrene. dan kemanjaannya sering membuat gemas . Namun. bukankah pohon cinta menjadi berbunga karena rasa cemburu? Kecemburuan itu kerap membuat cinta terasa makin indah. Bahkan mereka berjanji takkan pernah saling meninggalkan. Pihak keluarga pun menganggap sebagai takdir yang sudah digariskan. Perawat hanya melakukan tugas rutin. dan menghindari rujuk kembali. Myrtle Luce juga meninggal dunia. saat membandingkan dirinya dengan Robin. Gwen sedang melirik Robin. biasanya ia yang mencampakkan kekasih. Malah. Cathy amat cemburu. Dengan usia 95 tahun dan berat badan yang terus menurun. Hal itu terasa pada sikapnya yang mulai melonggar. suasana sepi dan tak nyaman itu diartikan oleh pasangan kasmaran Cathy dan Gwen sebagai suasana yang amat romantis. Terutama ketika ia mencurigai si manis itu sudah tak loyal lagi padanya.

Lembut ia memegang bahu Cathy. Hancurlah hidup Cathy ketika akhirnya Gwen dan Robin memutuskan pindah ke Tyler. Ken datang tepat waktu. Berpegangan tangan dan saling mencumbu. Mereka bekerja sebagai pembantu perawat. kali itu mengurusi bayi. Di rumah. Saat itu. Ken lumer. Ia terus diganggu oleh apa yang disampaikan Cathy malam itu. akhirnya bibirnya terkuak. di depan polisi. pada April 1987. menyesali nasibnya. dengan suara gemetar ia mengulangi kembali pernyataan Cathy. ragu. Cathy merasakan betapa tulus cinta suaminya. Orang itu Kenneth. akhirnya hati nuraninya membawa langkahnya ke kantor polisi. Agak gugup. Ken mendapati istrinya terisak.Dari hari ke hari ia memergoki pasangan Gwen dan Robin semakin mesra. Memandangnya mengangguk berkali-kali. Cathy menggeleng. Texas." Lalu Cathy membisikkan sesuatu ke telinga Ken. Seluruh dinding. Cathy 134 . dan penuh dendam benci. Bisikan rahasia Sepeninggal Gwen. Tak tahan terus digigiti masalah itu. Ia seperti kehilangan gairah. dingin. Ken tersentak.. Seperti dulu. pernah mengguyur air sedingin es ke muka bayi perempuannya untuk mendiamkan tangisnya. Cathy mengaku. Hatinya tertusuk raca cemburu. Cathy butuh seseorang. Setelah itu ia membawa si mungil Mary. Ken mengubur hal itu dalam-dalam. "Aku takut kau tak percaya . Melihat suaminya pulang ke rumah. pernah menekan hidung beberapa pasien yang terikat. Setelah berjuang keras mengalahkan keraguan. "Begitu sulitkah untukmu menerima kami kembali?" suara Ken menelusup kalbu. istrinya baru mengalami keguncangan hebat. ia merasakan Cathy masih mengalami ketidakseimbangan emosi. Gwen bekerja dengan baik dan manis. pada Oktober 1988. "Aku serius. lantai. Tentunya. yang selama ini ia sia-siakan. itu pasti bukan tindakan seorang wanita yang pemalu. Ia iba melihat keadaan istrinya. Ken. Apalagi setelah beberapa bulan bersamanya kembali. perih sekali. Cathy menjadi pemurung dan penyendiri.. sering ia menangis sendiri. Hingga tibalah pada suatu malam. Sambil memejamkan mata. Selama beberapa bulan bekerja di sana." Namun. Ia merasa. dan langit-langit merasakan keriangan penghuninya. yang bisa mendinginkan luka hatinya.. Untuk pertama kalinya rumah itu menemukan kedamaian. Cathy langsung menubruk dan meraung di dadanya. Ia juga mengakui. sebelum berangkat tidur. bulan Agustus 1987. Empat belas bulan lamanya Ken tak merasa tenang.

Ken. Cathy setuju menjalani serangkaian uji kebohongan. yang menyebabkan salah satu lengannya memar. Tapi ia terlihat menekankan kedua kakinya kuat-kuat ke lantai ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu. sedang aku mengawasi pintu. Tapi polisi tak habis pikir. Ketika diperiksa silang. Gwen maupun Cathy pernah menyerang suami Cathy. ia terpaksa menekankan kedua lututnya kuat-kuat ke atas tubuh Belle. dan hanya didasarkan pada kesaksian Cathy Wood. tapi ia persempit masa periode kejadiannya cuma beberapa minggu.bukan melihat . "Benar. Cathy tak ingin kehilangan Gwen. Masa iya. Cathy dijemput saat itu juga untuk dikonfrontir dengan laporan suaminya. Cathy mengaku memandang kearah lain sebelum pembunuhan selesai dilakukan. Ia mengaku." ucap Cathy lantang. Ia memberi detail shift yang ia jalani bersama Gwen selama periode itu. Cekikikan berantai September 1989. Gwen langsung diciduk.sewaktu Gwen mencekik Myrtle Luce. dengan enteng. Ia sama sekali tak berusaha berkelit. pembunuhan itu dilakukan Gwen. Polisi tak perlu bersusah payah. Kepada wartawan ia berteriak. masing-masing tak punya bukti yang saling melemahkan satu sama lain. seolah melepas beban berat dari batinnya. Cathy Wood dituduh bersalah melakukan pembunuhan tingkat dua. bahwa Cathy dan Gwen mengalami dan menikmati "kepuasan seks" yang spektakuler saat melakukan semua tindakan keji itu. "Gwen dituntut atas dasar kabar burung. sebuah taktik yang konon dipakai untuk mengelabui detektor. Gwen Graham dinyatakan bersalah atas semua tuduhan dan divonis hukuman seumur hidup berganda. Dalam beberapa jam sidang. Pengakuannya itu mendengungkan gumam hadirin sidang. Diakui. Jadi.Polisi bereaksi cepat. Ini memperlancar BAP polisi. informasi ini dibenarkan oleh catatan panti jompo. mereka berdua sepakat melakukan pembunuhan secara bergiliran. Mae Mason. Hanya dalam hitungan menit. Ia pun setuju untuk bersaksi melawan Gwen Graham. Ketika Gwen mencekik korban pertama . ia mengatakan tak mampu terlibat dalam aksi pembunuhan itu. secara fisik ia takut akan pacarnya itu. dan Belle Burkhard. pacar Gwen." Ia tak ingat lagi nama semua korban. Dalam sidang pengadilan. Saksi yang lain pernah melihat Gwen berkelahi dengan wanita lain. Malah Gwen bilang. Bahkan.Marguerite Chambers. Cathy yang beratnya 150 kg takut pada Gwen yang mungil? Salah seorang saksi pernah melihat. Cathy mengaku." 135 . Robin. "Saya hanya bisa mendengar . Edith Cook. dalam suatu pertengkaran Cathy mengangkat tubuh Gwen dan melemparkannya dengan kasar. marah. Anehnya. serta siapa saja yang bertugas di tempat lain pada waktu bersamaan. ketika ia datang ke rumah untuk mengambil pakaian. Ia juga memberikan kesan. sehingga ia ikut dalam pembunuhan tersebut.

Ketika ternyata kemudian ia mendapati dirinya berada di tempat yang sama bersama Gwen. ia memohon agar tidak dikirim ke penjara yang sama dengan Gwen Graham. Jadi. tapi di seluruh Inggris. 136 ." balas Franting dengan sedikit gugup." sapa Gontle (50) yang saat itu mengenakan jas beludru hitam. mati-matian berbicara di hadapan publik untuk membela istrinya. Meski tokonya kecil dan terlihat kumuh. berdahi lebar. Tiba-tiba John Franting. dan agak garang itu mantan petinju amatir. benar melakukan pembunuhan itu dan khawatir Cathy akan melaporkannya kepada yang berwajib. Nonfiksi/Carol Anne Davis/Not 19. Namun. SAKU MANTEL ITU MENGGELEMBUNG Suatu sore pada musim gugur di Marine Parade." kata Franting cepat.Namun. Lomax Harder dan John Franting berjalan beriringan. Bulan berikutnya. dan agak ringkih itu dengan sedikit gugup mengancingkan mantelnya . Namun.40 tahun penjara. berhenti di depan sebuah toko dengan papan nama: "Gontle ." "Saya butuh revolver. berambut jarang. Mata hukum tak pernah berkedip. Sebaliknya. Lomax Harder. Dari pakaiannya yang necis. di depan sidang. "Selamat sore. Kenneth. Pria berdahi sempit. Gwen sendiri pernah mengaku pada Robin. berdagu berat. kedua lelaki berumur sekitar 35-an tahun itu bisa dipastikan berasal dari kelompok menengah atas. Ia menjadi rujukan soal senjata.Penjual Senjata". Ia diganjar hukuman antara 20 . Toko ini resmi kok.berusaha mengalangi terpaan angin laut. ia takkan pernah dibebaskan kecuali ada bukti baru yang akan membawa pada pengadilan baru. Gontle terkenal tidak saja di sepanjang pantai Kanal. sebuah resor dekat laut dan pelabuhan Quangate (Kanal Inggris). berwajah suram. Hukuman terhadap Gwen Graham membuang kemungkinan pembebasan bersyarat. Ia masuk ke toko Gontle yang kecil dan cenderung kumuh. lelaki yang tampak santun. Cathy Wood berhak atas pembebasan bersyarat setelah menjalani hukuman kurungan selama 16 tahun. Cathy muncul di hadapan hakim Kent County. "Ada yang bisa saya bantu?" tanya Gontle. "Sore. Tanggal pembebasan bersyarat bagi Cathy baru sah pada 2005. Gwen menarik ucapan itu. "Tidak usah takut. pria yang satu lagi. suami Cathy. ia menolak melakukan kontak mata dengan mantan kekasihnya itu. dan tak pernah mengaku terlibat dalam pembunuhan.

lalu diambil lagi. "Saya butuh kertas timah. tanpa berpikir panjang akan akibatnya. jangan bercanda. Senjata itu ditimang-timang." kata Gontle. saya rasa cukup untuk saat ini."Ah. Yang terbaik untuk segala keperluan. Berapa kalibernya?" tanya Franting. Multi fungsi. Tiba-tiba pintu belakang tempat Franting dan Gontle keluar tadi terbuka. Empat inci. kemudian melangkah keluar toko dengan senjata di tangan. "Ini ada yang lain." "Bisa untuk bunuh diri?" Franting menyeringai. Hal itu mengesankan mereka tidak saling kenal. Gontle pun mengambil amunisi." Franting lalu membayar revolvernya.. Ia sempat ragu-ragu sebelum akhirnya mengambil revolver yang ditampik Franting. Khusus untuk Anda." "Bisa diuji? Sekaligus tunjukkan cara mengisi pelurunya. Secara refleks. "Ah. "Sudahlah. "Sedikit." kata Franting. "Silakan. larasnya sedikit tergores." ujar Franting. Harder tiba-tiba saja sadar kalau Gontle telah menelantarkan dirinya. ia memasukkan pistol yang dipegangnya ke saku mantelnya. "Berapa peluru yang kaubutuhkan?" tanya Gontle." kata Gontle sambil menunjukkan pintu menuju tempat untuk mencoba senjata di belakang toko. "Anda. Bunyi tembakan Lomax Harder ditinggal sendirian di toko. revolver! Seberapa banyak Anda tahu tentang revolver?" tanya Gontle. ada yang bisa saya bantu?" tanya Gontle kepada Harder. senjata ini tidak bisa dipakai. Franting dan Harder tidak bercakap-cakap selama di dalam toko. isikan saja pelurunya.. "Ini unggul pada magazinnya." kata Franting. Kalau belum tertutup dengan benar. Saya ingin mencobanya. membuat Harder terkejut. Padahal ia masuk tak lama setelah Franting." sahut Harder sekenanya." "Anda tahu Webley Mark III? Ini dia." Franting mengamati Webley Mark III. sambil memperlihatkan beberapa pucuk senjata. Ganti dong dengan yang baru. "Lima saja. "Coba saya lihat . "Wah. 137 . ditaruh kembali.

"Ia akan kembali ke Bellevue. nanti malah berabe. Di ujung lorong Harder menemukan Franting di ruang biliar." 138 . Ia berjalan pelan-pelan menuju hotel putih itu. ternyata Franting hanya berkelakar. "Dengar. Sebatang sigaret terjepit di bibir. Tampak Franting. tetapi jarak yang jauh membuat dia tak yakin. Aku juga tahu kalau istriku sudah memiliki tiket ke Kopenha gen dengan kapal laut dari Harwich." Harder melintasi Marine Parade. Setengah bagian dindingnya terbuat dari batu bata dan setengahnya lagi kayu. Aku sudah tahu tentang hubunganmu dengan istriku. terlebih satu atau dua minggu terakhir. Emily sering berkencan denganmu."Kertas timah!" seru Gontle. Emily membenci tabiatku. Ia duduk membungkuk di dekat tungku.. sosok kecil kidal di keramaian. di kejauhan Franting berjalan ke barat memotong pantai secara diagonal. Jadi. segeralah pergi. Kami sudah menjalani masa sulit dan senang selama puluhan tahun. Sepertinya kamu tidak mau bicara sewaktu di jalan tadi. Franting masih berbalut mantel. Aku muak melihatmu. "Akan kutelepon Gontle dan membayar senjata curian ini. Kamu jangan mencampuri urusan kami. tapi kita harus bicara. "Ya.. sebenarnya itu masalah kami berdua." batin Harder. kalau sudah selesai bicara. kami tidak . Senja luruh. Dari luar ia melihat Franting duduk di lounge." pikir Harder. "Jangan. "Kamu masih membuntuti aku." kata Franting sinis. Harder mencoba menyusul." katanya dingin. Jangan kau racuni dia agar berpaling dariku. Ia sudah memperlihatkan paspor serta mengepak barang-barangnya. Kamu juga mau ke sana 'kan?" Harder hanya diam. ia punya niat berpisah. ia langsung mendongak." "Tapi. Aku ingin berbicara secara khusus denganmu. Namun. Franting bangkit." "Jangan potong pembicaraanku! Biarkan Emily sendiri yang memutuskan. Kukirim saja lewat pos. Ah. aku sangsi." kata Harder tenang sambil mendekati meja biliar. Sayup-sayup Harder mendengar bunyi tembakan. "Aku malas membicarakan soal ini. Aku tahu. "Apa Anda tidak tahu kalau ini toko senjata?" Setelah meminta maaf.. anonim. Jangan sok menjadi pendengar setia. Aku tak peduli dengan semua itu. Sepotong kobaran api menyala dalam tungku pemanas. apakah tetap bersamaku atau memilih bercerai. Namun. Ruangan dikelilingi halaman belakang dari bangunan utama hotel. memegang revolver. tangannya terkepal. Kemudian Franting berdiri dan menghilang turun ke lorong panjang di samping lounge. Semua itu juga tidak ada artinya bagiku. "Semua itu bukan urusanku. Begitu melihat Harder. Apakah Franting serius soal bunuh diri itu? Ia mencoba melihat lagi. Bellevue adalah hotel tempat ia dan Franting keluar setengah jam sebelumnya. Harder ngeloyor pergi.

Salah satu harus mati Franting mengeluarkan secarik surat dari saku. Aku baru saja menerima surat darinya. Ia tahu aku berada di sini. bukan melulu soal materi. Itu juga 'kan yang menjelaskan. jika kamu tidak mencintainya. kamu tak perlu tahu siapa dia. membakar. Kalaupun ada orang yang bersedia menolongku. Jujur saja." Dan seterusnya. "Tapi ini untuk istriku. Aku tidak menuduhmu jatuh cinta dengannya. Ia seperti sadar dengan ucapannya. mengapa pula kamu bersedia mengambil alih semua kesulitannya. alasan utamaku. apalagi menghabisimu. Jika Emily sampai meninggalkan Franting. Aku yakin.entah gara-gara kamu atau orang lain atau apa pun. Aku tidak akan mengancammu. "Masa bodoh dengan semua itu. dan meruntuhkan upaya itu. Aku akan terus memburunya. Meski aku suami terburuk di muka Bumi ini. Camkan ini. nyawa Emily akan 139 . tapi sikap dan perilakumu sangat menyakitkan. akan kuburu dan kuhabisi dia dengan revolver ini." Tiba-tiba Franting terdiam. mengapa kamu tahu keberadaanku di sini?" Lomax Harder hanya menatap ke luar jendela. dan seterusnya. Sekarang kamu boleh keluar!" Franting mengantungi kembali revolvernya dan mulai menyedot sigaretnya kuat-kuat. Franting membaca beberapa kalimat keras-keras. dan menunjukkannya kepada Harder." sahut Harder lirih. "Lihat barang ini. aku tidak akan membiarkan dia pergi. Namun." Franting mengambil revolver dari kantung mantelnya. Franting menyobek surat itu menjadi dua. Emily istriku. Aku bakal serasa di neraka jika ia meninggalkan aku. Kamu tidak perlu takut. Ia sadar. Franting tidak main-main. ke mana pun ia pergi. lalu menggunakannya untuk menyulut sigaret. "Tapi. Aku punya komitmen kuat terhadap ikatan perkawinan. "Aku telah memutuskan untuk meninggalkanmu. lalu membukanya. Boleh jadi kamu sangat mencintaiku. kamu ingin menjadi dewa penolong. Seorang istri tetaplah istri. Lomax Harder melihat wajah Franting berubah menyeramkan. yang tidak dapat begitu saja menceraikan suaminya. Wajah Harder pucat mendengar tuduhan itu."Aku mengerti. "Bagaimanapun. membuang separuhnya ke lantai dan memilin bagian lainnya. Bahkan sampai ke Kutub Utara sekalipun. Emily tak bakal meninggalkanku. Meski kamu sudah mengganggu rumah tangga kami. jika ia meninggalkan aku . atau sebaliknya. Sampai akhirnya kamu masuk. Aku memang menumpang hidup padanya. aku yakin ia sulit untuk mengambil keputusan cerai. Kekayaannya adalah nafkah hidupku. yang kubeli tadi. "Kamu si penolong itu 'kan? Bagus. atau punya motif lain?" katanya sambil menyelipkan sigaret di bibir. Aku tidak tahan lagi dengan situasi ini. Kami sedang berusaha menata kehidupan rumah tangga kami.

Rokoknya masih menyala. Kepala kamar sedang pergi sebentar. tapi ia akan segera kembali. Mereka pun beradu badan. Manajer hotel sedang ke London. tidak adakah yang mendengar bunyi tembakan tadi? Padahal hotel ini dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP). Franting roboh. Membuang barang bukti Sejenak kemudian muncul rasa takut. Lebih baik dia daripada Emily. Ia melihat lubang kemerahan di pelipis kanan Franting. Harder merasa telah bertindak benar. tidak ada yang bisa membujuk Emily untuk tetap bersama suaminya. "Akan saya siapkan. Setengah badannya ambruk di atas meja biliar. 140 . Emily bakal sendirian dan tak lagi punya teman sebaik dirinya. Di sekeliling tidak ada orang. Harder menyibakkan kain pengalang di jendela. Sekilas Harder melirik ke mayat Franting." "Hotel apa ini? Semua pelayan tidak di tempatnya. salah satu harus mati." Lomax Harder masuk dan duduk. lalu meloncat keluar. dan menarik pelatuknya. Ia masuk ke hotel dari pintu utama. Di telinga Harder suara letusan itu bak bunyi dawai biola yang digesek dengan jari tangan. Ia telah memutuskan untuk berpisah. Harder takut harus menghadapi hukuman. membidik. Mohon sabar menunggu." "Malam. Ia berjalan perlahan-lahan masuk ke serambi bertiang. menuju Marine Parade. Harder melangkah sepanjang sisi meja biliar. tempat porter berumur sekitar 50-an tahun berdiri dalam kejenuhan. Ada kamar kosong?" "Mungkin ada. Tapi pelayan bar sedang cuti. "Saya butuh minuman selama menunggu." Harder membatin. Memikirkan hal itu ia memutuskan segera kabur. Pak. Apa semuanya ditangani oleh porter?" Aneh. Kini ia seorang pelarian. Pak. abunya jatuh di meja biliar." kata Harder ramah. Ia tewas. Apa yang harus dilakukannya? Tiba-tiba muncul ide brilian. Secara serentak Franting melangkah juga pada arah berlawanan. Secepat kilat Harder menyentak revolver di sakunya. "Yah.terancam. Ia juga takut. Ia melangkah melalui pintu hijau yang membawanya melewati sebuah lorong. "Selamat malam. Di balik penyesalan atas nasib Franting. Di sisi lain. Tidak seorang pun bisa mencegah Franting.

Tanpa sungkan Harder menenggak habis minuman itu. Cahayanya berpendar. Ia batal menginap di hotel. ia menyesal harus membunuh Franting. mengambil revolver dari saku mantel. Malam telah lindap. Namun. Kendati begitu. Riak gelombang menghantam dinding dermaga. Jangankan satu. sudah tengah malam. Ia juga tidak tolol untuk kembali ke tempat kejadian. bila ia lari. waktu itu ia memakai topi. Ia bersandar pada dinding dermaga Quangate. Tapi. Tidak ada bentuk fisiknya yang menonjol. Untungnya. orang bisa curiga. Angin bertiup dari barat daya." kata Harder sambil berjalan ke luar hotel. Harder tetap tenang. Taksi melaju ke stasiun. Selain itu. ia sadar sangat menyukai Emily Franting yang kini menjanda. Meski kecil. 141 . Jam taman berdentang.Mengingat kembali peristiwa itu membuat Harder ingin berlari keluar. "Saya akan pergi sebentar. 100 orang pun akan dia hadapi. Tapi. Nah. Rasa suka mendorongnya untuk tega menyakiti siapa pun yang mengganggu kebahagiaan Emily. kadang merah. langsung menghampiri taksi yang sedang menunggu penumpang. sidik jarinya tidak tertinggal di jendela. orang itu bisa memberikan keterangan detail sosok dirinya. Bisa jadi. seperti umumnya pelaku kejahatan lainnya. kadang hijau. Sial. rasa takut dan curiga itu terus menghantui. Harder berjalan cepat ke depan dermaga. Setengah dipaksakan. Ia menyesalkan Emily mau diperistri Franting yang sangat obsesif. kembali ke Marine Parade. Jangan-jangan hasil tindak kejahatannya sudah diketahui! Polisi bisa jadi sedang mengorek informasi dari para wisatawan yang masih berkeliaran. Sesegera mungkin ia pergi dan mencari Emily. Ia hanya berniat melindunginya. ditimpali sinar putih. Porter datang membawa nampan berisi minuman pesanannya. ada orang yang mengenal Franting tahu kalau sore itu Franting berjalanjalan dengan seseorang. kemungkinan itu tetap ada. Jarum jam bergulir ke angka empat. Begitu juga jejak kaki karena lantai paving. Sopir taksi melihat dirinya tidak tenang dengan sorot mata aneh dari kaca spion di dalam mobil. Dihantui rasa takut Bagaimanapun dalam diri Harder lahir rasa takut yang luar biasa. Tidak ada lagi orang di sini. dan diam-diam menjatuhkannya ke laut. Ulah Franting menyobek surat Emily sebagai penyulut sigaretnya membangunkan api kebencian pada diri Harder. Harder melihat ke sekeliling. ia mencoba duduk dengan tenang. atau ada orang yang mendengar bunyi letupan senjatanya atau tidak. Di kejauhan mercusuar berkelap-kelip. tidak dingin. Sebuah kekhawatiran muncul tiba-tiba. Niatnya tulus. Ia tidak yakin apakah ada saksi yang melihat perbuatannya atau tidak. tidak mengharapkan sesuatu dari Emily. kecuali dahi lebar.

Lampu sorot di ruang biliar mengenai mayat John Franting yang belum dipindahkan. Harder menjelajah tiap dek. Tidak! Harder menenangkan dirinya. Pergilah. Keduanya berpakaian preman. atau ia gagal masuk kapal karena ia tidak menemukannya? Kengerian kembali mencengkeram hatinya. Ia ingat telah ceroboh meninggalkan bagian surat yang tidak terbakar di tempat kejadian perkara. akibat ketakutan berlebihan. Ia menoleh ke segala arah. "Jadi?" bisik Emily." ujar Emily tanpa protes. Namun. Perlahan-lahan kapal menjauhi dermaga. Kereta ini penuh wisatawan. Begitu masuk ke kereta tidur. "Aku tidak akan pergi bersama. Tak ada kata tergesa-gesa dalam kamusnya. itu benar-benar konyol! Di Dermaga Parketson kebingungan kembali menyergap. Namun. 142 . Kecuali bila detektif menghentikan dan mengisolasi kereta. ia yakin. Kapal mengeluarkan tanda keberangkatan. Inggris mengecil dihiasi pendar-pendar sinar. Celaka. Pikiran kalut membuatnya tidak menyimak berita di media cetak atau elektronik. gara-gara kerumunan penumpang kereta. Mungkinkah ia ketinggalan kereta. Mungkinkah di Esjberg nanti ia akan dijemput detektif di dermaga? Semua kekalutan itu seketika berubah. di sisi lain. perasaan ragu-ragu mencuat kembali. Kereta berjalan. Jejak tertinggal Superintenden Polisi Brian McKnight dan Sersan Detektif Trevor Berbick berada di ruang biliar Bellevue. Emily amat disiplin soal waktu. Perjalanan dua jam itu amat menyiksa. ada polisi yang menelepon bahwa suaminya ditemukan tewas dengan sebuah peluru bersarang di otaknya. dari haluan ke buritan. Emily pasti ada di sini. Victoria menjadi bagian tersulit dalam pikirannya. di gerbong mana? Jangan-jangan. Tapi. "Kuharap. hal buruk menimpa Emily? Misalnya. nikmati kebebasanmu. Detektif akan kesulitan mencarinya. Kedua insan itu pun meluapkan kegembiraan mereka. membuncah menjadi kelegaan tatkala Emily muncul di hadapannya. Bukankah ia yang juga membelikan tiket untuk Emily? Selain itu.Tiba di pelataran stasiun. kerumunan itu menguntungkan Harder. Namun. Aman." kata Harder. Tampak benar betapa mereka saling membutuhkan. Peronnya disesaki para pelaku bisnis. keputusanmu benar. Emily belum juga dia temukan. bebas ke Laut Utara. ia tahu akan ada konferensi internasional di Kopenhagen. Hampir putus asa ia mencari Emily dalam kompartemen besar yang sedang berjalan itu. merayapi kanal yang berliku-liku menuju mulut pelabuhan. tapi tak tampak tanda-tanda keberadaan polisi. sudah ada lima penumpang di sana. Dari hasil bertanya sana-sini. Jangan-jangan ada detektif yang ditugasi menyergap dirinya di sana. akhirnya ia masuk juga setelah menunjukkan tiket ke petugas.

"Hai. Dr. Furnival." katanya. Bond akan melakukan pemeriksaan. Sersan. Bond sering melecehkan polisi yang bekerja kurang sigap. Ia berhasil memecahkan berbagai misteri terkenal seperti The Yellow Hat. Bond memang detektif hebat." "Anda mendapat petunjuk lain?" "O. belum apa-apa sudah merasa kecut mendengar nama Dr. Selain segan. Pergaulan dan wawasan luas membentuknya tidak sekadar seorang "pemeriksa" mayat korban pembunuhan. "Kaliber 38. Austin Bond!" teriak Brian McKnight." kata Bond ikut mengeluarkan senter miliknya. bukan begitu. Akses langsung ke petinggi Scotland Yard membuat semua polisi memperlakukannya dengan sangat sopan. The Three Feathers. tolong pindahkan mayat ini sekarang." kata McKnight mengangsurkan bukti temuannya."Saya tinggal dengan teman saya. The Three Towns. lelaki kurus dengan bibir tipis dan kumis kucingnya. Lelaki malang! Siapa yang menemukan dia?" "Wanita pelayan yang baru saja keluar. "Lihat ke sini. meski pakar dalam bidangnya. serta The Gold Spoon. Senternya. Brian McKnight mengarahkan ke ambang jendela. Sedangkan Trevor Berbick. sebenarnya Brian McKnight enggan berhubungan dengan Austin Bond." "Dr. Ia menengok ke dalam setelah terjadi tembakan. "Bisa juga pembunuhnya. Austin Bond. Dok?" "Tentu." desis Austin Bond. saya menawarkan diri untuk datang memenuhi telepon Anda." kata Bond setelah mengamati mayat dengan seksama. Soalnya. "Ada yang lebih aneh. ini. "Ditembak sekitar 90 menit lalu." kata seorang pria yang tiba-tiba bergabung dengan keduanya. Kita pernah bertemu di Scotland Yard." kata temannya. "Sersan. korban merupakan perokok sigaret. ya." kata Brian McKnight kalem. "Ada. Dr." "Apakah pelurunya ditemukan?" Berbick sekilas memandang McKnight. 143 ." Sersan detektif mengeluarkan senternya dari saku. "Ya. "Karena ia sibuk menangani kasus lain." "Berapa lama?" "Sekitar sejam lalu.

" kata si porter. Ini tampak dari sudut tembakan." kata Brian McKnight memperingatkan." Si porter terpaksa berbohong. Ia pun pergi lagi . 144 . kemudian menjatuhkan lagi." Brian McKnight dengan bangga mengurai beberapa data temuannya. Ia kembali lagi membawa batu bara. "Sebab saya berada di ruangan saya sepanjang waktu itu. Ia memandang sejenak. sebab porter yakin tidak ada orang yang masuk lounge dari pintu mana pun kecuali korban selama sekitar sejam. apa kamu bisa melihat ke seluruh ruangan?" "Bisa. Ia mengenakan baju biru. Ia mengambil secarik kertas yang terselip di antara tangga panggung yang menghubungkan dua sisi ruang untuk memberikan tempat pengunjung bisa memandang sekeliling. "Bawa porter hotel kemari. "Lo. dan beberapa helai benang baju murahan." "Bagaimana Anda bisa tahu?" "Keberuntungan. Salah satu sepatunya berlubang di tengah pada solnya. Ia mestinya masuk dan keluar melalui jendela." Mantan petinju kidal Austin Bond berjalan mondar-mandir. setelah sebelumnya meminta si porter pergi. Pak." "Ya. "Tidak mungkin." timpal Bond. yang membuatnya takut. Wanita pelayan datang dua kali. "Pembunuhnya pasti bertubuh tinggi. "Pada posisi itu. Padahal sebelumnya ia sudah diingatkan akan akibatnya jika sampai berbohong. Pak. memangnya Anda kenal korban?" "Tidak! Tapi saya tahu ia John Franting." "Mungkin ia sudah berada di ruangan itu. melihat-lihat sekeliling dengan saksama. jadi ia pergi mengambil batu bara. Ia hanya punya tiga jari pada tangan kirinya." "Sersan. Pertama sebelum Franting datang. Bond kemudian mengeluarkan kaca pembesar. Satu kebohongan lain. "Saya harus berbicara dengan wanita pelayan itu. yang terkoyak di kusen jendela. "Nanti dulu. "Bagaimana kamu bisa yakin bahwa tidak ada seorang pun yang masuk ke sini sesore ini?" tanya Brian McKnight kepada si petugas porter. saya juga melihatnya. mungkinkah John Franting membiarkan seseorang memasuki ruangan melalui jendela! Apalagi orang dekil seperti itu." sahut Bond jumawa. jejak kaki pada ambang jendela." kata Bond. demi kelangsungan asap dapurnya.McKnight menunjukkan sidik jari pada bingkai jendela. dan memperhatikan jejak-jejak tadi pada jarak amat dekat.masih dengan membawa batu bara. Ia melihat api pemanas hampir padam. Saat itulah ia melihat mayat Franting.

"Jadi. Dr. ia masih ada dalam ruangan ini. Namun. sejak awal saya hampir yakin. pembunuhnya tidak masuk atau pergi mendadak melalui jendela." "Tunjukkan tangan kirimu? Bagaimana jari-jari tanganmu bisa hilang?" "Akibat kecelakan mesin cuci. Tapi. Austin Bond berkata dengan ramah kepada Brian McKnight. Pak." "Lalu bagaimana?" "Saya pikir. agak menggelembung 'kan? Sesuatu yang tidak lazim tersimpan di situ. Pak.Brian McKnight ragu-ragu. Austin Bond. sambil menjinjing sepatu kirinya. "Hanya dengan keberuntungan. lepas dulu sepatu kirimu. Saya kebetulan sempat memperhatikan. Masih baru!" Brian McKnight membongkar senjata itu." "Maukah kamu menuju jendela. ia bunuh diri?" "Tapi. Pakaianmu tersangkut di jendela 'kan?" bujuk Bond. "Ya. ketakutan.coba bayangkan. Sesuatu yang berbentuk seperti ." kata Austin Bond menunjuk ke mayat Franting. "Jangan khawatir." Perempuan itu mulai menangis. "Ah. Jadi." Dua petugas polisi menyapu pandangan ruangan itu dengan saksama. Maaf. "Anda lihat saku kiri mantel itu? Perhatikan. Webley Mark III." tukas Dr. 145 . "Apakah Anda membersihkan jendela hari ini?" Austin Bond mulai menginterogasi. "Saya pikir ia ada di sana. di mana ia menyembunyikan revolvernya setelah mencabut nyawanya?" tanya Brian McKnight mencoba membangun kembali kepercayaan dirinya yang sempat terjerembap. wanita itu memiliki tiga jari di tangan kiri ketika ia berlalu di koridor." Brian McKnight memeriksa saku dan menarik sebuah revolver dari saku mantel mayat itu. Ketika wanita itu selesai menjalankan perintah dan akan beranjak pergi. Apa maunya detektif ini? Bukankah tak ada orang yang meminta bantuannya? Namun kemudian McKnight teringat akan akses Austin dengan Scotland Yard. "Saya juga sedang mencari jawabannya. saya membuyarkan teori Anda. dan taruh tanganmu di sana. terpaksa ia membolehkannya bertemu wanita pelayan itu.

. kebaikan dan kebenaran tetap harus ditegakkan. Air mata mengalir di pipi Emily.menganalisis sampel-sampel darah. Uniknya pula. Aku akan meninggalkan rumah kita besok. bagian yang terbakar ini mungkin sambungan surat yang ada di dekat tungku perapian. terkadang tersembunyi masalah pelik yang siap menghadang. mana yang dua lagi? Sekarang. Coba baca ini. begitu ilmuwan terkenal itu acap disebut. Juri memutuskan bahwa korban melakukan bunuh diri. Fiksi/Great Law and Order Stories/Yds 20. Lomax Harder baru saja menelepon mengabarkan kepadanya soal sidang terbunuhnya John Franting dari koran yang dibacanya. ketua jurusan antropologi. karena ia kidal. dan revolvernya masuk ke saku mantel. Beberapa kali saya melihatnya bertarung. saya sadar. tapi kamu telah menumpas rasa sayangku padamu. Aneh. Bagaimanapun. Macris yakin."Ada tiga ruang kosong. "Yah. Bahagia atau sedih? Tak ada yang tahu. misalnya gorila. Musim semi tahun 1977 ia serasa mendapat durian runtuh ketika terpilih menjadi asisten di la boratorium Dr. Demikian pula nasib Richard Macris (19). E. "Ini. Tangannya terkulai. kamu sangat mencintai aku. Nun jauh di sana. Ia mungkin menyalakan sigaret menggunakan surat ini. Ia memang sangat bangga karena untuk bisa bergabung dalam tim BJ. terutama karena sebuah proyek penelitian beberapa tahun sebelumnya. John Buettner-Janush. Anda bisa melihat. mungkin bisa menjadi petunjuk. Manusia memang tak pernah bisa menduga-duga peristiwa yang bakal menimpanya. Macris dengan penuh semangat melakukan tugasnya . ". mahasiswa New York University (NYU). BJ amat dikenal di kalangan ilmuwan. Ia memang sering merepotkan lawannya. DI BALIK DINDING KAMPUS Untung tak dapat diraih. Ini bagian dari surat. Ini sudah menjadi keputusan terakhir.. Alasan mengapa ia menembak dengan tangan kiri. di balik peristiwa yang tampaknya membahagiakan. di mana pelor itu? Anda mengerti? Ia menembak kepalanya. tugasnya kini berkaitan dengan penelitian 146 . harus melewati serangkaian tes yang bahkan lebih sulit ketimbang ujian tulis formal di sekolah. Franting bisa jadi petinju amatir kelas berat-menengah terbaik di Inggris. malang tak dapat ditolak." Brian McKnight membacanya. tangan kirinya lebih mematikan dibandingkan dengan tangan kanannya. Penelitian biologis itu mampu menunjukkan hubungan antara protein darah pada lemur dengan kelompok kera pada tingkat yang lebih tinggi. begitulah." Austin Bond kembali mendemonstrasikan kepiawaiannya memecahkan solusi yang membuat para polisi itu mirip sekumpulan orang dungu. Kopenhagen." Kemudian Bond melangkah menuju tangga tempat ia menemukan secarik kertas tadi." "Menembak dengan tangan kiri?" tanya Brian McKnight. Emily Franting sedang duduk di lobi Palads Hotel. Beberapa tahun yang lalu.

Rumor aneh Sayang. Sampai suatu kali BJ meminta Macris datang pada hari Sabtu. Pada 1973. Berasal dari kalangan ”biasa-biasa” saja. ”Obat saraf seperti itu ’kan sudah tersedia di pasar?” ”Benar. tapi obat yang diperdagangkan biasanya tidak cukup murni. dan manusia. Tahun itu. monyet. ia mengamati memang ada beberapa hal mencurigakan.” 147 .A. Ia diberi tahu. BJ sudah menjadi antropolog terkemuka. Kemudian ia pindah ke Duke University di North Carolina. yang sudah lama lulus. datang berkunjung ke lab pada waktu yang tidak lazim. mereka akan membuat asam anasetil antranilat.. Misalnya saja beberapa kali ia melihat sejumlah mantan murid BJ. B. dari University of Chicago. Apalagi kini di laboratorium BJ.A. ia rela meninggalkan Duke gara-gara iming-iming fasilitas penelitian yang baru dan mewah dengan nilai tak kurang dari AS $ 200. Sejumlah asisten yang telah lama bekerja di situ berbisik. melihat prestasinya mereka merasa pengorbanan itu tidak sia-sia. ”Materi yang kamu pegang bisa membuatmu gila!” kata James. calon LSD.” Lalu apa? Yang lebih membuatnya miris sekaligus penasaran. di usia 49 tahun.D-nya dari University of Michigan. ia mendengar gosip yang mengganggu. dan M. bukan hanya di AS namun juga di dunia. menurut dia. The Origins of Man. Penelitian ini. dengan wajah serius.000. Pengalaman mengajar didapat dengan memberikan kuliah di Yale selama tujuh tahun. salah seorang mengingatkannya untuk selalu mencuci tangan bersih-bersih seusai bekerja di lab. seorang asisten. Dengan catatan akademis dan sejarah karier yang meyakinkan itulah BJ dianggap cukup pantas untuk ”dibajak” oleh NYU. Jangan-jangan rumor itu benar. Begitu ia tiba. anak keluarga Yunani ortodoks. Karena penasaran. Syukurlah. bakal menjadi kunci jawaban tentang evolusi. Di sanalah ia melakukan percobaan unik tentang hubungan darah antara lemur. Dana penelitian dari National Science Foundation (NSF) secara teratur mengalir deras. Macris optimis akan lebih mudah mendapatkan beasiswa untuk meringankan beban orang tua. yakni malam hari. BJ meraih gelar B.. Pada masa-masa itu ia menulis buku teks antropologi yang amat terkenal. orang tuanya harus bekerja keras untuk dapat mengirimkannya ke perguruan tinggi. lama-kelamaan Macris terpengaruh juga. Gara-garanya. awal Februari 1979 Macris memberanikan diri bertanya kepada BJ apa sebenarnya yang sedang ia kerjakan. tak lama setelah bergabung dalam tim BJ. Kecurigaannya mulai tumbuh.” jawab BJ enteng. BJ segera menutup semua pintu untuk pengamanan. Lain cerita dengan Macris.BJ yang sedang tertarik membandingkan faktor darah antara manusia dengan monyet. Perbincangan mereka dengan BJ pun dilakukan dengan berbisik-bisik.S. Meski awalnya tidak serius menanggapi. ”Sebenarnya BJ sama sekali tidak melakukan penelitian pada lemur. sedangkan Ph. ”Membuat obat saraf untuk lemur.

Jolly menasihati Macris untuk sementara waktu menyimpan semua kecurigaan itu. kamu yang akan menghadapi masalah besar. Semua barang temuannya itu disimpan rapi di rak buku di rumahnya. melacak catatan yang dibuang para asisten lab. ia tidak khawatir karena tahu banyak cara lain untuk mendapatkan dana. Bahkan kesertaan dalam tim BJ itulah yang membawanya masuk ke dalam NYU. antropolog yang bekerja di lab yang bertetangga dengan lab mereka. Macris memutuskan untuk bertindak. Menurut pengakuan BJ pada Jolly. 148 . ”Yang kamu lakukan cukup berisiko. Sebaliknya. Jolly mencoba tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. ia mencari orang yang tepat untuk berkonsultasi. manakala asisten labnya sudah pulang. Berbekal laporan itu Jolly mengajak Macris menemui John C. meski tidak menemukan apa penyebabnya. Semua bermula pada musim dingin 1978. Clifford Jolly. Ia akan menghadapi masalah besar. ”Cobalah membuat catatan tentang semua percobaan yang kalian lakukan di lab. yang sengaja tidak diberi tahu dari mana asal bahan-bahan kimia itu. tetapi bisa juga rumor itu benar. Jolly menyerahkan sampel bahan kimia itu pada Drug Enforcement Agency (DEA). Rektor NYU. Jolly tampak kaget mendengarkan penuturan Macris. untuk melaporkan penemuan mereka. Dulu Jolly juga pengagum berat BJ. Di malam hari. memberikan laporan bahwa salah satu sampel adalah metakualon . Pilihannya jatuh pada Dr. Masih dengan setengah terkejut. juga kokain sintetis. Ia juga mengacak-acak keranjang sampah. Sawhill. Yang ditemukan antara lain LSD. Sadar tidak mungkin bertindak sendiri. Siapa tahu ada yang berguna. Pun pernah menjadi anggota timnya. Esok malamnya diam-diam .yang dikenal sebagai Quaalude . ketika NSF tanpa dinyana-nyana menolak permintaan bantuan dana BJ. Meski begitu. Jika yang kamu katakan benar. Setiap peralatan dan sekian banyak bahan kimia tak ada yang luput dari pengamatan mereka. Jolly berperilaku bak detektif amatir. Dalam waktu singkat DEA.obat terlarang.” tutur Jolly mengingatkan.Masuk akal juga. berarti BJ telah melanggar hukum. Dalam operasi itu bukan hanya anggota DEA yang bergerak.beberapa anggota DEA memeriksa lab BJ. Jelas Jolly menyegani mantan bosnya. Begitu jumlahnya dirasa cukup. Dengan bukti tersebut kejaksaan memerintahkan untuk dijalankannya operasi penyelidikan rahasia. bila kecurigaan itu tidak benar. lembaga pengawasan obat tingkat federal. Semula Jolly tidak terlalu memikirkan ucapan itu. ia mengendap-endap ke dalam lab BJ untuk jeprat-jepret memotret situasi di dalamnya.” lanjut Jolly sambil berjanji akan membantu mencari bukti. Bahan kimia itu segera dianalisis. dua minggu sekali ia mengambil sampel bahan kimia dari labu Erlenmeyer dan vial. yang seketika teringat kembali setelah Macris menyampaikan kecurigaannya. Selain itu. Detektif amatir Selama beberapa bulan berikutnya.tentu dengan seizin NYU . tapi beberapa waktu lalu ia merasakan ada yang aneh dengan BJ. Sawhill segera menghubungi kantor kejaksaan. metakualon.

ia tidak bisa mentoleransi asisten yang mengkhianati dirinya. Pestanya pun bukan sembarangan. Tak satu pun dari kami mampu mendapatkannya. sepertinya tersimpan motif lain juga. Sebagai orang yang menuntut kesetiaan. meninggal tahun 1977. Mereka diminta memperhatikan setiap ucapan BJ. Bahkan. Bila bukan karena tanggung jawab moral. Bahkan beberapa orang diperlengkapi dengan alat perekam tersembunyi untuk merekam pembicaraan dengan BJ.” keluh yang lain. Baru esok paginya BJ mengetahui ”perampokan” itu. ”Ada seseorang yang telah mengadukan diriku. tentu karena mereka tidak mau terseret dalam kasus itu. Tuntutan itu dipatuhi oleh hampir sebagian besar muridnya. BJ tidak sadar tengah diamati. Sampai pada suatu malam. Ilmuwan kaya Mula-mula operasi itu berjalan lancar. 149 . meski ada juga yang harus dengan dibujuk-bujuk. kami tidak bakal lulus. BJ tak begitu kesepian. pamer. Umumnya yang dengan cepat menerima mempunyai dua alasan. Asistennya harus memusuhi juga semua musuhnya.” kata salah seorang mahasiswa. ada yang menjulukinya serupa diktator. Kecurigaan itu sempat ditangkap Macris. dengan hidangan didatangkan dari katering terkenal dan pelayan berseragam. tetapi pesta gala. Otaknya yang biasa berpikir logis segera menduga ada sesuatu yang tidak beres. Petugas itu sengaja memecah kaca pintu lab untuk memberikan kesan perampokan. tapi aku tidak tahu siapa informan itu!” seru BJ marah. itu bukan sembarang perampokan. Posisi BJ makin tersudut. Sebagian besar dengan sukarela. karena seminggu kemudian ia bertanya pada Macris. Ia memang sering mengadakan pesta.tetapi para asisten lab BJ juga dilibatkan. novelis. senang barang-barang mahal. Memang. Di balik undangan makan malam untuk para kenalannya. pakar biokimia. ”Kalau kami tetap mengikuti mata kuliah mereka tanpa mengindahkan peringatan BJ. ”Aku tahu ada yang tidak wajar dengan perampokan itu. Celakanya. Macris dan Jolly membiarkan petugas DEA masuk melalui pintu. ia punya banyak kawan dari kalangan seniman. dan pelukis. Menurut dia. BJ juga menjalankan labnya dengan otoriter. Tapi siapa dia?” Prasangka serupa diucapkannya pula pada Danny Cornyetz. Bukankah selama ini ia telah memberi mereka kesempatan dan kebaikan hati? Kabarnya. Vina Mallowitz. Sosoknya sebagai ilmuwan juga makin kabur bila menyimak kesaksian teman-teman akademisnya. Namun. ”Kami tidak berani mengambil mata kuliah yang pengajarnya tidak disukai BJ. salah satu profesor yang dimusuhi BJ mengepalai sebuah jurusan dan berwenang mencairkan dana beasiswa yang jumlahnya ribuan dolar. mahasiswa yang menjabat direktur lab. mulai pemain drama. kedongkolannya hanya berlangsung sesaat. Meski istrinya. apartemennya yang luas di Washington Square dipenuhi keramik dan benda pajangan mahal. Pergaulannya luas. Ia dikenal berselera tinggi. Selain dari kalangan ilmuwan.

Untuk kasus ini. “Kalau NSF menolak memberikan bantuan. BJ telah membuat banyak orang sakit hati. Bukan hanya ego. 150 . Betapapun.” Memang. BJ senang menarik perhatian dengan cara mengejek atau menyakiti orang lain. Tanpa bantuan dana mana mungkin ia membeli bahan penelitian dan membayar asisten. BJ tidak pernah melakukan penelitian. November tahun yang sama sang profesor yang cerdas ini menemukan solusi. BJ menuduh penolakan itu berdasarkan alasan pribadi. pihak universitas di Michigan menolak memberi keterangan. ada rekan kerja yang menuduhnya telah melakukan plagiat terhadap karya sejumlah muridnya pada saat ia mengajar di Michigan. Kabarnya. Tentu pula kelancaran penelitiannya jadi terganggu. Sampai tahun 1977. lepas dari rumor dan perilaku kasar.Betapapun. Namun. manakala Dewi Fortuna tak lagi bersamanya. peralatannya lengkap. tetapi kepiawaiannya dalam melakukan penelitian serasa turut dilecehkan. karena ada bocoran dari orang dalam di NSF yang memberi tahu dia. Bila datang surat yang salah mengeja namanya. ”Tidak hanya menyemprot saya di hadapan rekan seprofesi. selain hidup mewah ia punya kebiasaan aneh. lab BJ telah dikunjungi oleh tim NSF. ia bisa seketika mengirimkan kembali surat itu disertai sejumlah koreksi disertai catatan tinta merah “Ganti surat ini! Gunakan kaidah bahasa yang benar!” Kebiasaan buruk itu memakan korban pula. Saat ekspedisi berlangsung. Tak heran apabila banyak beredar rumor negatif tentang dirinya. Ia mendirikan perusahaan dengan nama samaran Simian Expansions. proposalnya pun telah diperiksa. ya selalu hanya berdasarkan satu alasan . Sejak itu. tuduhan itu pun tidak pernah ditindak lanjuti. BJ juga tega mempermalukan saya di depan para mahasiswa. Setiap tahun ia makin terkenal dan makin sering menerima bantuan dana penelitian. Namun. Dr. Nancie Gonzales. Penelitiannya semasa di Duke sesungguhnya dilakukan oleh sang istri. mengumpulkan dana dari kalangan swasta untuk membiayai penelitian atas lemur. mengatakan. Tahun itu NSF menolak memberikan bantuan penelitian kepadanya. atau ada bagian dari isinya yang dianggapnya kurang santun. meski tanpa dana dari NYU. dan penuh mahasiswa pintar yang ambisius. direktur program antropologi di NSF saat itu. Alasannya. Sebuah pengalaman pahit dituturkan oleh sesama rekan profesor yang memilih keluar dari NYU lalu pindah ke University of Maryland. lab BJ di NYU tetap aktif.” Kehilangan dana Itulah kenyataannya. ia masih bertugas di University of Chicago. ia mengorupsi uang makan dan akomodasi sebuah ekspedisi antropologi. Penolakan itu tentu memberi pukulan berat bagi BJ. Namun.karya tersebut kurang tepat mendapat penghargaan ilmiah. Beberapa alumnus bahkan bergabung dalam proyek Simian Expansions. bukan akademis. Tujuannya. Di antaranya. Ada rumor lain. BJ tetap dipandang terhormat di kalangan akademisi. Ada juga yang mengatakan. yang ini lebih serius.

Meski sudah menaruh curiga, BJ terkejut juga tatkala mendapat undangan untuk hadir di pengadilan, di hadapan sejumlah juri atas tuduhan membuat dan memasarkan obat terlarang. Namun, ia masih yakin akan menang. Malah, kalaupun dinyatakan bersalah, ia akan dapat dengan mudah membersihkan nama. ”Pengacaraku mampu mengatasi semua tuntutan yang dapat menghancurkan reputasiku,” katanya yakin pada Macris. Keyakinan serupa ia ucapkan juga pada Danny Cornyetz, ”Mantan dekan fakultas hukum NYU akan segera membereskannya hanya dengan sedikit lobi.” Agustus 1979, DEA kembali datang ke NYU untuk memeriksa ruang penyimpanan di bawah tanah lab BJ. Di tempat rahasia itu DEA menemukan sejumlah besar obat terlarang. Cuma, penemuan ini tidak dapat dipergunakan di pengadilan, karena ketatnya pemberlakuan hukum pemilikan pribadi. Dua bulan kemudian ia diajukan ke pengadilan dengan tuntutan telah memproduksi dan memasarkan berbagai obat terlarang serta berkonspirasi untuk mengalangi pemeriksaan pembuatan obat di kampus NYU. Rekaman Juli 1980 sidang pengadilan digelar di Pengadilan New York Distrik Selatan. Yang seru, sebelum sidang dimulai BJ telah menyebarkan dua lembar surat yang menyatakan bahwa dirinya adalah korban serangan pemerintah atas kebebasan akademis. Ia menggambarkan, tindakan DEA menerobos untuk memeriksa lab dan tempat penyimpanan sama dengan kekejian yang berlaku dalam Kristallnacht, yakni malam saat pasukan Hitler menghancurkan harta milik kaum Yahudi di Jerman. Melalui surat itu juga BJ berusaha meyakinkan rekan-rekannya bahwa tuntutan yang ditimpakan kepadanya sangat tidak masuk akal. Pada intinya, BJ melemparkan isu tentang dilanggarnya hak atas kebebasan bagi para ilmuwan. Akibatnya, bahkan sebelum sidang berlangsung, di kalangan hadirin sudah terbentuk dua kubu. ”Tak masuk akal! Orang seperti BJ membuat obat terlarang? Untuk apa? Ia tidak butuh uang. Ia amat kaya. Ia juga pasti tahu bila melakukan seperti yang dituntutkan padanya tentu akan membahayakan kariernya di Amerika,” demikian salah satu pendapat. Sementara itu pendapat di kubu seberang pun tak kalah sengit. Mereka menganggap BJ seorang sosiopat, orang yang tidak memiliki hati nurani. Sekeras pertentangan di antara penonton, sealot itu pula jalannya sidang pengadilan. Pembela BJ, Jules Rithholz (55) dengan lantang sekaligus dramatis, bersuara, ”Kami tidak menyangkal ia membuat obat terlarang. Namun, bukankah tidak ada larangan membuat obat di dalam laboratorium?” Obat terlarang buatan BJ dibuat untuk tujuan penelitian yang resmi, lanjutnya. Sang profesor akan memberikan obat itu pada lemur yang pada akhirnya untuk melihat apakah obat saraf dapat mempengaruhi perilaku kelompok primata tertentu. Penelitian semacam itu tentu sangat bermanfaat bagi seluruh umat manusia, Rithholz berargumen.
151

Mengapa? Apabila perilaku dapat dipengaruhi oleh bahan kimia, berarti perilaku tidak hanya ditentukan oleh garis keturunan, ”Kita bakal dapat memperbaiki banyak kesalahan yang dilakukan manusia. Kita dapat mengobati residivis, penjahat kambuhan, lalu membuat mereka menjadi orang baik. Sekali suntik, kita dapat menghapus kejahatan di dunia.” Dewan juri yang sebagian besar dari kalangan akademis mendengarkan penuturannya dengan saksama. Kemudian jaksa penuntut menghadirkan para mahasiswa. Mereka tampil dengan caranya masing-masing - ada yang tenang, banyak pula yang canggung dan kikuk. Beberapa hasil penyelidikan detektif amatir itu gagal. Macris misalnya, tidak hanya mencoba merekam BJ, tapi juga direktur lab Cornyetz. Sayangnya, pertanyaan pancingan Macris yang diajukannya saat mereka berdua berjalan-jalan di Washington Square Park tidak mendapat jawaban seperti diharapkan. Gara-garanya, saat Macris bertanya lewatlah seorang gadis cantik dan seksi dengan rambut model masa kini yang dicat dua warna. Ucapan Cornyetz pun melenceng. Demikian pula rekaman kaset diajukan oleh mahasiswi bernama Lisa Foreman, yang bekerja di lab tahun 1978. Dengan inisiatifnya sendiri pula ia merekam percakapan dengan Cornyetz. Sayangnya, ia tidak menggunakan kaset baru melainkan kaset bekas yang sudah digunakan untuk mengajar burung kakatuanya berbicara. Maka yang muncul bunyi hiruk pikuk yang memalukan. Untunglah, ada beberapa orang yang berhasil membuat rekaman yang mampu menunjukkan semua konspirasi tindakan BJ. Sebuah kaset Macris dengan jelas menampilkan suara BJ, ”Danny telah setuju untuk bersaksi dengan menyatakan dirinya yang ... em melakukan semua pembuatan obat ini.” Dalam salah satu kaset terdengar suara Cornyetz bertanya pada BJ, ”Mengapa kita yang pertama kali dituntut dalam kasus ini? ... Ini kesalahan Bruce!” Bruce Greenfield tercatat sebagai salah satu anggota proyek Simian Expansions. Jawab BJ, ”Ya, ya memang.” Lanjut Cornyetz, ”Mengapa juga ia menyebut dirimu yang melakukan semua hal ini?” Sahut BJ, ”Mengapa ... aku begitu tolol?” tapi dengan cepat ia mengucapkan, ”Yang penting adalah ada proyek penelitian resmi yang mampu menutupi semua yang kita lakukan.” Pada kaset lain BJ terdengar mengatakan, ”Salah satu cara untuk bisa menyingkap kesalahan kita adalah dengan mencari orang dalam yang mau bersaksi. Untunglah, tak satu pun di antara kita yang bersedia. Kita semua punya komitmen kuat.” Pada kaset hasil rekaman Profesor Jolly, terdengar BJ menyatakan, tidak khawatir dengan tuntutan yang diajukan karena ia punya teman yang sangat berpengaruh. ”Aku kenal baik dekan Fakultas Kedokteran di Harvard,” serunya. Pada saat semua rekaman diputar, ruang sidang tampak senyap. Semua yang hadir tekun menyimak setiap suara yang muncul.
152

Lain lagi dengan ekspresi wajah BJ yang tampak berubah-ubah - bingung, kaget, serius, dan lainnya - , begitu mendengarkan semua ucapannya yang tanpa sadar telah direkam oleh asisten dan teman kepercayaannya. Tak heran, pada sekelompok orang sempat terbit perasaan simpati dan iba pada BJ. Namun, perasaan simpati itu lenyap seketika manakala pada kaset yang lain ia mengucapkan, ”Pembelaku siap berhadapan dengan kejaksaan Amerika dan menunjukkan betapa besar jasa-jasaku.” Saat itu tampak betapa BJ mencoba merendahkan hukum. Posisi BJ makin lemah. Terutama kala Danny Cornyetz bersaksi dengan menirukan ucapan BJ padanya, ”Kamu sama tidak bermoralnya dengan kita semua di sini. Aku akan berterus terang bahwa kita semua memang membuat obat terlarang itu di laboratorium!” Sedangkan asisten administrasi jurusan antropologi bernama Richard Dorfman mengaku, BJ tidak hanya mengaku membuat obat di lab, tapi juga memintanya untuk menjualkan kokain sintetis buatannya. Dorfman mengaku telah menjual sejumlah kecil kokain seharga AS $ 100. Setelah mengambil komisi sebesar AS $ 20, yang AS $ 80 ia serahkan kepada BJ. Berkedok penelitian Pembela BJ tak patah semangat. Untuk menangkis semua tuduhan, ia mengambil sudut pandang berbeda, yakni sang profesor membuat obat terlarang di labnya karena akan diujicobakan pada lemur. Untuk itu Rithholz mengundang Pat Pronger, petugas pengumpul dana untuk Simian Expansions. Pada bukti berupa lembar kuitansi tertulis sejumlah dana untuk membeli lemur. Namun, kesaksian Pronger gagal, karena ada yang janggal. Dalam kuitansi disebutkan BJ meminta uang untuk membeli hanya sekitar dua atau tiga ekor lemur. Bukankah obat sebanyak yang ditemukan di gudang bawah tanah terlalu banyak, bila hanya akan digunakan untuk tiga ekor lemur? Rithholz masih berupaya keras menolong kliennya. Sejumlah orang yang mengenal BJ sebagai lelaki yang jujur dan dapat dipercaya ia undang untuk bersaksi. Kembali usaha Rithholz tak memberikan banyak arti, karena para saksi mengenal BJ terbatas pada waktu silam. Jurus terakhir Rithholz adalah dengan melemparkan isu bahwa mungkin BJ tidak benar-benar membuat obat terlarang. Obat tersebut ditaruh di lab oleh Profesor Jolly yang sebenarnya iri dan ingin merebut posisi BJ. Jolly yang kebetulan hadir dalam pengadilan hanya tersenyum mendengar tuduhan baru itu. Bahkan ketika harus memberikan kesaksian pun Jolly tidak merasa terpojok dengan tekanan-tekanan Rithholz. Dengan tenang Jolly mengakui, telah mengorek sampah untuk menemukan sejumlah catatan. Selain itu agar tidak mengundang curiga, Jolly berusaha untuk tidak menyinggung-nyinggung soal pembuatan obat terlarang bila tengah ngobrol dengan BJ. Setelah sepuluh hari mendengarkan pengakuan saksi, sidang berakhir.

153

tinggal pengambilan gambar dalam ruangan. mereka terkondisi untuk senang memperdayakan masyarakat. sedangkan Danny Cornyetz keluar untuk bekerja di perusahaan kaset yang memasok museum dengan rekaman sastra. Ia tidak ingin dipecat. Mereka merasa ditakdirkan untuk menaklukkan dunia. Clifford Jolly masih mengajar di NYU. bukankah ia sering menyinggung nama Hitler tiap kali bercerita? Cara itu dapat disebut taktik Hitlerian. TERMAKAN GOSIP Syuting film Buronan sudah memasuki bulan kedua. Richard Dorfman dipecat. Sampai sekarang orang masih belum mengerti alasan sesungguhnya sang profesor memproduksi obat terlarang. bahkan melanggar hukum yang berlaku bagi masyarakat umum. bujangan ganteng. dan kokain sintetis. Setelah berlatih beberapa kali. Sudah kebiasaan ada kru bisa secara dadakan menjadi pemain.Bukan demi uang? Lima jam lewat sebelum juri memutuskan Buettner-Janusch bersalah atas dua hal. Yang kedua adalah berbohong pada penyidik federal. Namun. Buettner-Janusch diganjar hukuman penjara lima tahun. Richard Macris pindah jurusan dari antropologi ke administrasi bisnis. Orang semacam itu bosan dengan aturan yang biasa. Pertama. mengapa para mahasiswanya patuh juga kepadanya? Richard Dorfman. amat bangga atas kepandaiannya. Hampir 70% dari seluruh syuting di lokasi telah selesai. kesombonganlah yang menuntutnya bertindak diam-diam. yang resminya asisten sutradara (astrada). “Cara yang digunakan BJ hampir sama dengan cara yang dilakukan oleh Hitler. Namun. untuk memerintah sekelompok orang yang bisa diatur. Akhirnya.” Nonfiksi/The Professor and Prostitute/Sht 21. yang tidak puas dengan hal-hal biasa. dan yang akhirnya ketagihan nikmatnya melawan sistem di masyarakat. 154 . Namun. ia membuat sekaligus mengedarkan LSD. semua pemain maupun figuran siap di tempatnya masing-masing. mengaku melakukannya karena terpaksa. asalkan sifatnya tidak berkesinambungan. seharusnya ia bisa memperolehnya dengan halal. Menurut pandangan Jolly. menunggu komando dari sang sutradara. Keuntungannya. Padahal kalau mau terang-terangan mengakui bahwa ia butuh dana. Pagi itu syuting bertempat di sebuah kantor bank swasta nasional untuk menggambarkan adegan perampokan. Jangan salah. Demikian pula BJ. metakualon. Benny Bintara. Menyebarkan teror dan ketakutan. asisten yang menjual kokain sintetis. Sedangkan menurut seorang profesor antropologi. Pemeran juru bayarnya asli karyawati bank itu. Di dalam masyarakat ada orang yang meyakini bahwa diri mereka dikaruniai dengan kelebihan. BJ tahu benar karakter Hitler. honornya bisa "damai". entah keningratan ataukah berupa kepandaian. Kasus BJ memang unik. menurut seorang psikolog. manajer yang dalam cerita harus mati ditembak penjahat diperankan oleh Aria. tujuan BJ membuat obat terlarang tampaknya bukan melulu karena butuh uang.

sebagai penutup muka. Aria tetap terbaring di lantai karpet. "pengawal" senjata api yang dipinjam kru film Buronan. ia segera melapor ke atasannya.. "Masukkan semua uang ke kantung!" gertaknya. yang dihubungkan dengan sumber listrik DC 12 volt.. Tina. lalu menarik topi rajutannya .dan sekantung plastik kecil darah (campuran madu dan zat pewarna). Sayangnya. tiba-tiba kamera zoom-in ke arah tempat duduk para nasabah. Aktingnya sudah selesai. tampak jelas dada kirinya hangus luka bakar. Didahului dengan suara ngorok keras. Aria tidak mengenakan kaus dalam. untuk editing film. semua pemain bergerak seperti dalam skenario. ia yakin tidak melakukan kesalahan. bagian tata lampu. dor . Syuting berjalan lancar. Saat seorang juru bayar tengah melayani nasabah. mereka buru-buru menggotongnya ke tempat lain. Senjata yang akan digunakan sudah dikosongkan 155 ." kata Benny puas. wajahnya pucat dan berkeringat. gerakan itu tidak lepas dari amatan sang perampok berpistol yang segera menarik picunya.! Manajer muda itu terjengkang dengan kursinya. seperti terkena hantaman besi panas. "Cut! Bagus. Salah seorang perampok menodongkan FN 45 sambil melemparkan kantung kain ke arah juru bayar. Sebagai konsultan. sekarang ke shot selanjutnya. Iptu Yulianto. Dari deretan belakang tiga orang berdiri bersamaan. Dor . Suasana berubah panik. Karena rasa tanggung jawab. Andy membuka baju Aria yang "bolong-berdarah" dan karet pelindung efek. Kabar burung yang tersiar. astrada muda itu mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan. "Kamera. Ke dalam bahan peledak itu dimasukkan dua kabel merah dan hitam (disembunyikan dalam baju si pemakai). Briptu Ibrahim. Perwira muda berperawakan gemuk itu datang bersama dua anak buahnya. Sayang. trik efek tembakan masih dengan teknik konvensional. Buru-buru Aria dilarikan ke rumah sakit. Pertolongan pertama berupa napas buatan pun siasia.. Selembar karet tebal (biasanya karet ban mobil bagian luar). bersimbah darah. ayo bangun. salah satu sisinya ditempeli bahan peledak . Seperti dalam skenario. waria penata rias yang tinggal serumah dengan Aria. Karet ban selebar dua telapak tangan tersebut diikatkan ke bagian tubuh "korban" yang menjadi sasaran tembak. manajer muda di sudut ruangan hendak meraih tombol alarm. astrada playboy itu kena serangan jantung. kru film merubungnya. akhirnya curiga. asisten sutradara yang seharusnya menyiapkan adegan lanjutan. Pada masa itu. Kemudian para perampok lari sambil membawa sejumlah kantung dan out ke samping kamera. Sugeng.Benar-benar tewas Take pertama dimulai setelah kamerawan mengambil gambar papan klep. Aria.biasanya berbentuk wax (elastis) . heran.. Napasnya tersengal. Dibantu Andy. tetap tergeletak di lantai. langsung pingsan begitu tahu sepupunya tewas. "Aria." teriak sutradara dari kejauhan. Bajunya bolong. action!" teriak sang sutradara.

Tetapi jemputannya ngantar yang lain dulu. tadi malam pulang jam berapa?" Iptu Yulianto berbasa-basi. peluru benar-benar menembus dada yang mengakibatkan darah bercucuran. Tetapi baru kali ini jatuh korban." jawab seseorang. ledakan menembus baju bersamaan dengan pecahnya plastik berisi "darah". Tetapi dia dan beberapa anak buahnya sedang menyiapkan setting di tempat lain. yang semuanya serba instan dan cekatan. pembantu bagian efek." jawab Briptu Ibrahim. mungkin karena sering dipakai. Pak." "Kamu yang memasang karet pelindung?" Madrim mengangguk. Jauh di belakang "korban". "Tidak. dan langsung diikuti gerakan korban. "Selesai syuting jam sebelas. Terjadilah sambungan arus pendek. selongsong akan meledak. art director. "Bagaimana ceritanya sampai ada korban?" Secara singkat Benny Bintara menceritakan kronologinya. "Ya. "Kok kelihatan lemas. Dalam gambar. "Aus." 156 . Jika pistol ditembakkan. "Siapa yang memasang karet pelindung?" "Madrim." "Siapa yang bertanggung jawab langsung?" "Rawuh. Madrim (23) perjaka jangkung itu berpenampilan sedikit lusuh. juga teknik pembuatan efek tembakan itu. "Pak Benny sering menyutradarai film jenis ini?" tanya Iptu Yulianto pada Benny Bintara. di mulutnya selalu terselip rokok kretek. karena kapur terbakar menjadi abu." sela anak buah Iptu Yulianto. yang harus sinkron. efek itu mengesankan. Efeknya.dari anak peluru." jawab Benny singkat. yang kemudian diganti dengan kapur tulis berbentuk peluru yang akan menyumbat rapat selongsong bermesiu itu. meledakkan mesiu yang ditempelkan pada protektor di atas dada korban. Yang keluar asap putih. Gerak-geriknya sedikit canggung untuk bekerja di film. "Saya bisa melihat karet protektornya?" Ternyata protektor itu berlubang sebesar jari telunjuk di tengahnya. Mesiu ditimbang sebelum dipasang. Antara 25 sampai 30 gram tiap tembakan pistol. "Atau mesiunya terlalu banyak?" tebak Yulianto. seorang kru tinggal menempelkan kabel merahhitam ke kutub plus-minus aki. "Sudah sering menangani pekerjaan ini?" "Baru kali ini.

Aduh ngeri. Mungkin ceritanya akan lain. Beberapa menit kemudian. Saya jemput Tina duluan. Edy menemukan Tina sudah meninggal di atas sofa. hentakan keras dari letusan mesiu. Aria tinggal mengajukan rekomendasi ke lembaga terkait untuk naik pangkat menjadi sutradara penuh. jika pertolongan pertamanya bisa semaksimal mungkin. Satu jam kemudian polisi datang dan langsung mengamati TKP." jelas dr. Cuma saya sendirian. sehingga berakibat fatal. Tak heran bila perwira muda itu tampak serius. Tubuhnya sudah kaku. "Saya bisa masuk. Sayang. biasanya sudah menunggu jemputan pagi di mulut gang dengan segala perkakasnya. ketika tahu yang meninggal masih kru film Buronan. Made. Dok?" "Menurut saya. waria tinggi semampai itu tak kunjung muncul. waria si penata rias film Buronan." jelasnya dengan mimik sedih. hampir setengah jam Edy. Pak. Terpaksalah Edy masuk gang. bantal itu pun saya ambil. membuat pembuluh koronernya mengkerut seketika sehingga tidak dapat menyalurkan darah dan oksigen ke otot jantung. Ternyata. cuma tidur-tiduran sambil mukanya ditutup bantal. Edy mengetuk beberapa kali. Tina. Made yang menangani jenazah Aria di rumah sakit. "Adakah saksi lain?" "Tidak ada." tegas dokter berwajah ramah itu Korban kedua Sepuluh hari berselang. sekalian jalan. Pak. Seorang pemuka masyarakat langsung mengamankan TKP. menunggu." "Kemarin ada syuting?" 157 . jendela dan pintunya pun masih tertutup. "Jadi?" "Boleh dibilang kecelakaan karena suatu keteledoran. Karena ia tidak juga menyahut meski telah saya panggil beberapa kali. sopir jemputan. Saya melihat ia tidur di sofa. tak ada jawaban. Ia nekat masuk ketika tahu pintu tidak terkunci. Saya kira. Menurut peraturan. para awak film bersepakat break selama dua hari." "Pukul berapa calling jemputan untuk Tina?" "Tujuh. "Apa penyebab kematiannya. Rumah kontrakan Tina sepi. Karuan hal itu mengundang perhatian banyak orang. karena pintu tak terkunci. matanya melotot dengan mulut terbuka. Atau malah otot jantungnya yang kena. nasib menentukan lain. Namun. yang sepuluh hari sebelumnya kehilangan astradanya. karena rumahnya dekat rumah saya. Tina meninggal tidak dengan wajar. Tampak nyata.Untuk menghormati dan tanda berkabung. Edy keluar lagi dengan berteriak-teriak histeris. sebelum para penyidik datang. Satu jam kemudian Iptu Yulianto menemui dr. Padahal ini film keempat Aria sebagai astrada. Sebelah kakinya menggantung ke ubin dengan wajah tertutup bantal sofa. Domisili Tina masih daerah wewenang Iptu Yulianto.

korban dibekap wajahnya sampai kehabisan oksigen." "Bagaimana dengan kotak satunya?" "Lo. Korban Mantan pacar Iptu Yulianto masih harus bekerja keras. yang disegani. Saat memikirkan langkah yang harus diambil." "Maaf. Dosisnya sangat tinggi." gumam Iptu Yulianto. korban nekad melawan dan berhasil merenggut kerah baju pembunuhnya sampai-sampai satu kancingnya lepas. sepotong benda jatuh ke lantai. Lemari di kamar Tina di-acak-acak. Dok?" "Ternyata minuman korban diberi obat tidur. mengesankan pembunuhan itu bermotif perampokan. Dia yang saya antar terakhir."Ya. Yang ada cuma sisa minuman di kantung plastik. dapat membuat pingsan cukup lama. untuk diambil sidik jarinya. bagaimana hasilnya. Pak. Di atas meja tamu. Iptu Yulianto mendapat keterangan. sekeping kancing baju kecil berwarna putih. "Apa baju korban kemarin?" tanya Iptu Yulianto "T-shirt. Dok?" "Negatif. "Ya. bertuliskan merek pakaian terkenal buatan luar negeri." "Ada orang lain yang turun bersama korban?" Edy menggeleng. pelakunya orang yang dikenal baik korban karena kunci pintu maupun jendelanya tidak rusak. langsung dimasukkan ke kantung plastik. Saya kira. Setelah diambil gambar dan sidik jarinya. tamunya semalam termasuk orang menyempatkan ganti baju segala. Sebabnya." "Kemungkinan. Briptu Darmawan mengambil piring beserta isinya dan karton susu cokelat yang masih ada sedotannya. dr." Dari bagian identifikasi dan investigasi. Ternyata. Juga piring berisi beberapa potong ubi dan tempe goreng yang sudah layu. Bagaimana dengan minuman yang satunya. tiba-tiba telepon di mejanya berdering. Sampai di sini kira-kira pukul sembilan. oh. korban dibawa ke rumah sakit. kancing baju itu berasal dari kaus bermerek terkenal yang dikenakan pelaku pembunuhan. yakni sidik jari korban dan sidik jari 158 . ada dua kotak minuman susu cokelat yang isinya tinggal setengah. Ia hanya dapat menyimpulkan bahwa pembunuhan tersebut sudah direncanakan. Diperkirakan. Made. saya lupa. Tidak mengandung apa-apa. juga ada acara minum dan makan kudapan berdua. Ketika jenazah diangkat. Iptu Yulianto menduga. korban mengenakan kemeja batik cokelat berlengan pendek dengan kancing warna serupa. kotak minumannya 'kan tidak dibawa kemari. saat dalam keadaan tak sadar. di salah sebuah kotak susu cokelat terdapat dua sidik jari. Kotak minuman itu dibawa ke bagian forensik. karena belum ada titik terang dari kasus kematian Tina.

"Kenapa?" "Habisnya dia suka 'ngobat'. ayo ikut. bersama ibunya. "Masih muda kok buru-buru kawin?" "Karena Juli sudah . ia hendak melapor. Syutingnya sudah selesai. "Nonton syuting film." "Sejak kapan Bapak tertarik nonton syuting film?" "Sejak dua krunya meninggal secara tak wajar. Pak. Pak. Pak.. diantar masuk oleh Bripda Suherman. Sekitar setengah tahun lalu ia putus pacaran dengan Madrim. syuting sudah selesai. "Ya. "Siap. "Oh. Tinggal para kru yang sibuk dengan pekerjaannya." jawab Juli singkat. Tapi . "Sudah. ya?" seru Iptu Yulianto. lengkap dengan helm dan kaus tangan katun. Iptu Yulianto menanggapi laporan itu sebagai informasi berharga. "Mas Madrim.. yang mungkin membawa minuman itu lalu mengisinya dengan obat tidur. "Lalu apa hubungannya dengan Aria?" "Kemudian saya pacaran dengan Mas Aria." Seorang gadis manis. "Mau ke mana.. bercelana jins dan tas pinggang kecil di balik jaket. Rencananya." jawab ibunya polos. Iptu Yulianto mendatangi seorang lelaki kerempeng yang mengenakan kaus merah bata garis-garis putih. karena tangis. karena sakit hati." kalimatnya terputus. Penampilannya berbeda. begitu.00 Iptu Yulianto sudah duduk di motornya. setiba di lokasi.. Sebagian rombongan sudah pulang.X. Masuk." sahut gadis itu spontan. Juli pun bercerita." 159 .. Hari ini terakhir syuting di sini. tampak kedodoran. Siapakah si X? Ketukan di pintu membuyarkan konsentrasi Iptu Yulianto. kok nyentrik?" celetuk Bripda Suherman. seseorang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. Madrimlah dalangnya. Ini Juli. Sedang pada kotak lainnya hanya ada sidik jari X. termasuk rombongan sutradara dan bintangnya.." Sayangnya." tegas ibunya. kalau bulan depan filmnya sudah selesai. Sore sekitar pukul 17. kami akan menikah." "Tentang apa?" "Tentang meninggalnya Mas Aria. Lalu apa hubungannya dengan kematian Aria?" "Juli mengira. mumpung syutingnya masih di daerah kita.

Kaus itu bermerek terkenal buatan luar negeri. "Ada keperluan apa saya dipanggil." sambil menyebutkan alamatnya. Kebetulan kaus yang waktu itu kau pakai. tetapi pada deretan paling atas terpasang kancing putih biasa. "Kapan kamu mendapatkannya?" 160 . pembantu montir." jawabnya mulai gugup. yang langsung menerimanya dengan senang hati. masih daerah sini juga. Bungkus rokok itu diserahkan ke tangan Madrim. kamu tidak merokok. "Kok tumben. begitu mendapat laporan bahwa sidik jari pada bungkus rokok sama persis dengan karton susu cokelat. Benar. kancingnya memang tinggal dua. "Oh. Mereknya persis dengan merek kaus yang kau pakai tempo hari. Madrim?" "Ikut Om Rawuh. "Kancing ini saya temukan di tubuh Tina. saya ada. apakah sama atau tidak dengan sidik jari di karton cokelat susu di rumah Tina. Sebelumnya kerja di mana?" "Di bengkel." "Kaus itu pemberian Pak Benny Bintara. Pak?" "Ada dua. persis merek kancing baju yang ditemukan di rumah Tina. Sekembali di kantor Iptu Yulianto mengeluarkan bungkus rokok dari tas pinggangnya. Biasanya selalu nyelip di bibir?" Iptu Yulianto mengalihkan pembicaraan. ketika kau berusaha membekap muka Tina." Sidik jari di mana-mana Hari berikutnya. Kancing baju ini. Ini alamatnya. sebab rokok kretek ini memang kesukaannya. "Tinggalnya di mana." Madrim tak mau kalah berargumentasi. kau didakwa membunuh Tina!" "Apa buktinya. Pak?" tanya Madrim seakan tak mengetahui maksud pemanggilannya. Iptu Yulianto segera memerintahkan dua anak buahnya untuk "menjemput" Madrim. lalu memasukkan ke kantung plastik. langsung jemput Madrim. Periksa sidik jari di bungkus rokok ini. Berarti kancing itu lepas. berbeda dengan dua kancing lainnya." "Kalau mau. "Bripda Suherman. kaus Madrim sebenarnya berkancing tiga. Waktu barang itu saya terima." Iptu Yulianto mengeluarkan sebuah kancing kecil dari laci mejanya. tak bermerek. Mau beli. tolong antarkan ini ke laboratorium. "Jatah saya sudah habis. Maka kelihatan kebesaran ketika saya pakai.Pandangan mata Iptu Yulianto lekat menatap kaus Madrim. warungnya jauh." Iptu Yulianto mengambil sebungkus rokok kretek dari tas pinggangnya. "Untuk sementara ini. satu kancingnya tidak seragam dengan dua lainnya." "Tahu tentang listrik?" "Sedikit. Kalau sama.

) iya. Sumpah. Pemuda itu terdiam. Juli hamil." "Tina 'kan waria?" potong Iptu Yulianto. karena saya kenal Om Rawuh. kamu ke mana?" "Langsung pulang. Lalu ia berkenalan dengan Tina." "Apakah sepeninggalmu Pak Benny juga pergi?" "Saya kira. Selain penata rias. "Bukan dengan Tina. Pak. peran-peran tambahan atau figuran biasanya dipilih dan ditentukan olehnya. Ngapain juga nambah perkara. ketika Iptu Yulianto menyebut nama Juli. tetapi harus dibayar dengan mahal. Selasa malam sepulang syuting. kenapa Juli minta putus dari kamu?" Madrim tampak terkejut. Tentang kecelakaan sampai dia meninggal. saya disuruh Pak Benny mengambil obat di apotek. di film selanjutnya Juli mendapat peran berarti. kamu dendam sama Aria?" "Tidak. tetapi Aria. tidak. Karena besoknya ada syuting pagi." "Terus terang saja." akunya. apa kamu sering 'ngobat'?" "Sekadar 'cimeng' (ganja . itu pun kalau lagi bete. saya tidak tahu apa-apa." Madrim kaget. Tina juga menyalurkan anak-anak jadi figuran. Di kedua kotak ada sidik jarimu. karena sudah dirakit oleh Om Rawuh sebelum sarapan. tidak. Saya sempat diingatkan untuk melihat tanggal kedaluwarsanya." "Kembali ke Tina. Juli bangga. sekitar jam sembilan. Kemudian ia pergi menyiapkan setting di tempat lain." "Jadi. Dia itu playboy. Tina meninggal pada hari Rabu. Benar. "Sejak SMA dia pingin jadi bintang film. Juga membeli dua kotak susu cokelat. menyadari kebodohannya. Saat itulah ia mencari kesempatan. Benar.Red."Dua hari sesudah Aria meninggal. Tina berjanji akan memperkenalkannya dengan seseorang yang lebih berkompeten. Hidup saya sudah susah. tapi saya tinggal pasang. Tapi kalau sampai 'ngobat'. Pak. Pak. Sebab istri dan pembantunya nginap di rumah orangtuanya. Permintaannya tidak saya tanggapi. di meja tamu ada dua kotak karton susu cokelat dan sepiring gorengan." 161 ." "Tetapi yang memasang karet protektor itu kamu 'kan?" "Betul. persis seperti sidik jari di bungkus rokok yang saya sodorkan sore lalu. meski baru tahap numpang lewat. Ketika korban meninggal." "Sesudah itu. Pak. "Apa kini alibimu?" Iptu Yulianto tersenyum. "Saya ingat. "Lalu. Dia sering mendesak saya agar dikenalkan dengan orang-orang film.

" "Betulkah? Pak Haji pemilik kontrakan mengatakan. Kuncinya." Iptu Yulianto ter-senyum kalem. Begitu korban tak sadarkan diri." perintah Iptu Yulianto tegas. Made. 162 . Iptu Yulianto kemudian mengambil beberapa pil tidur dari laci mejanya. Pak. Tidak ada bukti dan saksi bahwa saya berada di sana. formulanya pun persis seperti formula susu cokelat yang diminum Tina. "Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Kemudian ia ke rumah Tina sesudah membeli gorengan. "Seminggu sebelumnya. Anda taruh kancing ini di dada Tina. sebab istri dan pembantu saya pergi ke mertua. lalu menyuntikkan ke dalam salah satu karton susu cokelat. yakni kematian Tina. Kaus bermerek seperti itu juga banyak dijual di toko terkenal. "Pak Benny. menurut dr. Di mana Bapak pada Selasa malam. "Benar. Anda membekapnya dengan bantal kursi sampai korban kehabisan napas. "Itu bohong. berarti sidik jari Madrim yang dominan di karton susu itu. langsung ke pokok persoalan. Begitu dicampur dengan susu cokelat dari merek yang sama." kata Iptu Yulianto sambil meletakkan kancing bermerek di meja." elaknya. Begitu Madrim pulang. Apakah ada bukti lain. "Pil tidur ini merek dan asal apoteknya persis seperti yang Anda dapatkan dari dokter Basuki. sesuai petunjuk Madrim. "Bukti ada. sebagai petunjuk bahwa saya pernah berada di rumah Tina. Saya kira Pak Benny menderita insomnia. saksinya juga ada. Madrim yang tampaknya lugu itu memang bisa menguatkan alibi Benny. Selain vitamin juga obat tidur. Madrim saksinya. tetapi salah satu kancingnya lebih dahulu Anda lepaskan. ketika Tina meninggal?" "Di rumah. demikian pula minumannya. ia cepat-cepat bertindak. Sesudah mengenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangannya. mengesankan terjadi perampokan. Anda memberikan sebuah kaus untuk Madrim. Saya harus di rumah. Pil tidur semacam itu banyak dijual di pinggir jalan." Esoknya Benny Bintara tampak tenang ketika memasuki ruangan Iptu Yulianto. Sebelum Anda pergi. sebab sering mengambil obat seperti ini di sini. Kalau Madrim meneliti kedaluwarsanya kotak susu.Iptu Yulianto cepat merangkaikan informasi itu.00 Iptu Yulianto dan dua anak buahnya mendatangi sebuah apotek. sementara waktu kamu harus di sini dulu. Pak. Anda mengacak-acak isi lemari. Siapa pun kalau makan gorengan tentu akan haus. misalnya sidik jari. Untuk mengelabui petugas. Melarutkan beberapa pil tidur dalam air. sekitar pukul sepuluh atau sebelas malam ada tamu laki-laki mencari Tina. "Itu semua bukan bukti yang menunjukkan kalau saya pelakunya." jawabnya tenang. sedotan Sekitar pukul 12. Apa itu bukan Bapak?" pancing Yulianto. seorang asisten apoteker mencari arsip resep dari tanggal dimaksud. Ini resep dari dokter Basuki untuk Pak Benny Bintara.

Beberapa bulan lalu. ada sidik jari di sedotan susu. "Ada yang lebih mengerikan. Dalam pikirannya. "Sidik jari di karton susu memang bukan milik Anda. sidik jari itu memang milik Madrim. Benny menganggap rumor itu sebagai aib yang mencoreng muka Benny. mereka dulu pernah memiliki hubungan khusus. saudara satu kakek yang sama-sama kerja di film. tetapi ibu muda itu kurang berminat." tegas Iptu Yulianto." pancing Iptu Yulianto. Aria. dulu pernah mengontrak rumah dekat tempat tinggal Benny. foto jenazah Tina." Iptu Yulianto menyodorkan kertas putih dan sebuah bolpen. kertas dan bolpen diminta kembali. sudah."Pelakunya memang pintar. Sementara itu Tina dan Aria. Keringat dingin membanjiri tubuhnya. Jadi. Celakanya. Benny termasuk pria dengan tingkat kesuburan rendah. Tetapi Anda lupa." tantangnya. orang tuanya pun mendesaknya agar cepat berumah tangga. "Silakan saja. "Kalau begitu. Sebelumnya. Wajah Benny Bintara mendadak pucat. lima tahun berumah tangga. sudah dihapus sebelum ia meninggalkan TKP. Isinya akan saya eja. ketika Benny kerap syuting di kota lain. dan Tina terlibat dalam satu produksi. juga yang mencelakai Aria. diam-diam Benny berhasil mengganti karet pelindung 163 . Rupanya. Salah duga Benny Bintara lalu bercerita. jelas. "Sudah. salah satu organ di alat vitalnya tidak berkembang baik. Rupanya. ketika Benny sudah dianggap mapan. Benny selalu dapat menolak dengan bermacam dalih. Mereka khawatir kalau trah Bintara yang masih berbau ningrat akan pupus karena Benny tetap melajang. Benar dugaannya. ia tampak gemetar. Ia memiliki kelainan. Orangtuanya sangat konservatif. Saya mengakui semuanya. apa gunanya menikah kalau tak punya keturunan. Pak. Tetapi kalau di kotak minuman. Sampai suatu saat Benny. sehingga tidak mampu memproduksi spermatozoa sehat dan bermutu dalam spermanya. Kebetulan pula Benny anak laki-laki satu-satunya dari lima bersaudara. Sidik jari di lemari dan pegangannya. tanpa mengecek kebenarannya. untuk mengadopsi anak." katanya sambil menutup muka. Tak heran. tidak mau tahu kekurangan anaknya." "Nah. Pagi itu ketika semua kru sedang sibuk ngopi. sang ibu sudah menjodohkannya dengan putri sahabatnya. pelakunya bukan saya?" "Nanti dulu. tulis pernyataan di sini. tanpa sepengetahuan Benny. ia mendengar gosip bahwa istrinya sering "jalan" dengan Aria. Ia sering menyarankan kepada Della. istrinya belum juga mengandung. saya masih punya bukti lain yang menunjukkan bahwa malam itu Anda benar-benar di rumah Tina. Saya rasa persis seperti sidik jari di bolpen yang baru saja Anda pakai untuk menulis. Benny Bintara tak mampu mengendalikan dirinya. inilah hasil dari perbuatan si pembunuh!" Iptu Yulianto bersuara keras sambil mengeluarkan selembar foto berwarna berukuran besar. Pak Benny. Setelah selesai. Saya yang membunuh Tina. istrinya.

Aria meninggal karena kecelakaan. Fiksi/Riady B. kok pakai kaus tangan segala?" Pertanyaan itu menyadarkan Benny. maka sebelum memegang sedotan kaus tangannya dilepas dulu. Dengan dana tambahan uang panas itu. Karena telah bekerja di rumah tangga itu selama sebelas tahun.(protektor efek) tembakan.30.000 per tahun. Sarosa. ketika Benny Bintara datang." suara Benny pelan. 164 . Semua orang mengira." Siang itu udara cerah. Sebelumnya ia meletakkan kancing kaus di dada korban. ia tetap mempertahankan dirinya sebagai warga negara Swedia. Tak berapa lama waria itu pingsan. Di tempatnya bekerja. Dulunya ia memang kurang paham. Saat itu ia masih bekerja dengan gaji cukup. bahkan ke polisi. karena ia sempat memergoki Benny sibuk mengganti karet protektor. Pria bertubuh tinggi besar yang sebagian rambut tipisnya mulai beruban itu mengakhiri tugasnya di Angkatan Laut Swedia sebelum berimigrasi ke Amerika Serikat tahun 1976. Tina juga tidak curiga ketika melihat Benny hendak minum susunya. sebagai kepala urusan rumah tangga merangkap supir pribadi. pamit istri dan mengambil pakaian ganti. Tina berencana mengadukan hal itu ke Rawuh. produser. "Silakan. Tina sendirian di ruang tamu. Namun. Sayang. ia yakin kalau Tina sudah meninggal kehabisan napas karena dibekap dengan bantal sofa. Masalahnya klasik.000 per tahun. Namun. yang sudah disiapkan dari rumah. LUKISAN CAT MINYAK TANPA TEKSTUR Rune "Roy" Donell (61) punya masalah serius. Benny tahu rencananya. Membawa sekantung kudapan dan dua karton susu cokelat. Protektor itu yang mengakibatkan Aria tewas.000 . Anda akan didampingi Bripda Suherman. Sebagai kru baru. Ia dapat dengan mudah mengakses salah satu rekening untuk mengeluarkan dana kebutuhan rumah tangga keluarga itu. Madrim tidak tahu apa-apa tentang trik tembakan yang akan dipakai Aria. Ketika Benny meninggalkan rumah itu. barulah Tina sadar. Roy punya cukup uang untuk menghidupi kedua istrinya. kalau ada stiker hitam di balik karet pelindung yang gunanya menutupi lubang yang langsung ke bahan peledak. Selama bekerja. "Bapak tentu akan menahan saya. tak heran bila majikannya sangat percaya padanya. Hari itulah ia harus melewati hari-harinya di balik terali besi. soal uang. di Jakarta 22. Juga tidak tahu. tetapi Benny justru merasa langit seakan hendak runtuh. yang sebelumnya sudah dirakit Rawuh. Malam itu Benny ke rumah Tina. ia mendapat bayaran AS $ 25. Tina tidak sependapat. Setelah kejadian. Roy dapat menggelapkan total sekitar AS $ 20. untuk apa sutradara itu sibuk dengan karet ban. Tetapi izinkan saya pulang sebentar. yang salah satu kotaknya sudah disuntik obat tidur. "Bapak tadi naik taksi apa motor.

Tanpa uang. Howard . Semasa hidup. Belum lagi ada Andy (20). Salah satu yang terkenal yaitu sumbangannya tahun 1985 kepada California Institute of Technology untuk membangun observatorium astronomi di Hawaii. Beverly Hills. yang tak terhitung lagi jumlahnya. langsing. seperti lukisan dari para maestro seni lukis. mereka juga dermawan. juga La 165 . Selama ini seluruh kebutuhan hidup Esther memang ditanggung Roy. Kecintaannya pada barang seni tercermin dalam koleksinya yang berkualitas dunia. Big Howard sering menyumbang ke sejumlah museum. tekanan darah tinggi. lembaga pendidikan. dan lembaga kebudayaan terkemuka. Tak hanya kaya. patung. bagaimana kalau ia tidak bisa bekerja lagi di rumah jutawan itu? Ia prihatin dengan kehidupannya dan kedua istrinya. Bermula ketika Little Howard Keck. Si cantik Esther Ariza yang berkulit gelap. Lalu. Justru istri keduanya yang diprihatinkannya. Namun. Christina bukan merupakan suatu kekhawatiran bagi Roy.senang berpakaian bagus dan berjalan-jalan. yang membutuhkan banyak biaya untuk pendidikannya. Libby Keck setali tiga uang dengan suaminya. "Kastil" yang dinamai La Lanterne itu dihuni salah satu pasangan paling kaya di dunia. karena ia sendiri pelukis amatir. Di La Lanterne digelar beberapa di antaranya. Keck (71) dan Elizabeth "Libby" Avery Keck (65). Dituntut anak Tahun 1986 rumah tangga Keck diguncang prahara. Ia memang menuntut banyak dari Roy. gereja. Esther pasti akan meninggalkannya Roy. mudah sakit. Tak heran bila La Lanterne menjadi pilihan kunjungan wajib para kurator museum dan pencinta seni dari berbagai belahan dunia. Christina sudah menggeluti profesi itu tujuh tahun lamanya. Selama beberapa tahun ia menjadi direktur sejumlah museum dan aktif di beberapa lembaga kebudayaan.mendapatkan kekayaan dengan cara tradisional: warisan. ayahnya terkenal di Kalifornia sebagai orang yang bertangan dingin dalam bisnis perminyakan. Esther imigran asal Kolumbia . anak Esther dari suami terdahulu. Howard B. Kolektor barang seni Roy bekerja di Stone Canyon. dan menggoda itu 16 tahun lebih muda daripada Roy. Christina. enam tahun lebih tua dari dirinya. Rumah di Bellagio Road itu menempati lahan seluas ribuan meter persegi dengan arsitektur meniru kastil Prancis abad ke-17. mulai hernia. Perempuan yang berpenampilan jauh lebih muda dibandingkan usianya itu sangat dikagumi karena selera seninya.baik yang berupa saham. Ia bekerja di rumah yang sama sebagai jurumasak. yang konon diperlengkapi dengan teleskop terbesar di dunia. Little Howard ingin mempertegas bahwa ia berhak mendapatkan sebagian besar dari harta kekayaan Keluarga Keck . istri pertamanya. tapestri. Marie Antoinette. Libby tak hanya sangat mencintai seni lukis.sering disebut Big Howard . anak sulung mereka mengajukan tuntutan tentang hak-nya mendapatkan warisan. hingga mebel antik milik Napoleon. dan Louis XIV.Belakangan Roy merasa tubuhnya mulai lemah. dan psoriasis. Di tubuhnya mulai bercokol sejumlah penyakit. Bel Air.

Lucunya. digelar barang antik koleksi Keck. ia membayar beberapa ratus dolar. Ia harus cepat bertindak. seluruh anggota keluarga akan mendapat bagian yang sama. Ia segera melayangkan surat tuntutan cerai. Perebutan warisan itu bukan kali pertama terjadi. sebagaimana ruang lain. Big Howard membujuk adik perempuannya untuk menyerahkan bagian kepemilikan pada perusahaan warisan itu. sebuah rumah lelang benda seni terbesar di Swedia. tidak ada yang dominan. warisan itu pun seluruhnya jatuh pada Big Howard. yakni lukisan berjudul Fete Gallante karya seniman Prancis. Saat itu terjadi perseteruan sengit antara Big Howard dan Willameta. janganjangan Little Howard bukan anak kandungnya. Sebagaimana peraturan. kemudian salah seorang ahli di Beijar setelah memeriksa lukisan itu yakin bahwa karya lukis itu 166 . koleksi Keck memang terlalu banyak untuk disimpan di dalam ruangan yang tersedia di La Lanterne. Belajar mencuri Retaknya hubungan rumah tangga Keck membuat Roy makin pusing. Namun. ada sejumlah besar barang koleksi yang disimpan di ruang khusus. mewariskan kekayaannya pada Big Howard dan dua saudaranya. Dari informasi direktur perusahaan itu. Sambil menunggu keputusan pengadilan tentang perceraian mereka. Saat melewati pabean Swedia ia menyatakan membawa lukisan. Begitu tidak ada tanda-tanda yang membahayakan. Di ruangan itu. Kalaupun ia tahu. yang bahkan sempat dilansir dalam Wall Street Journal. Itu pun karena diberitahu Libby yang senang mengajaknya ngobrol. Salah satu isi ruang khusus itulah yang pada September 1986 digondolnya. Masalah dalam keluarga Keck makin berlarut-larut. Selain itu. Ia ragu. bukannya menenangkan suaminya. peristiwa itu membuat Big Howard jadi berprasangka. melainkan hasil hubungan gelap istrinya dengan pria lain. Menanggapi tuntutan itu Big Howard dan Libby berada pada sisi berseberangan. Ia meninggal tahun 1984. keluarga besarnya telah bersepakat bahwa harta warisan akan jatuh ke sebuah generasi bila generasi sebelumnya benar-benar sudah "habis". Kaarl Gustav Petersen. malah tersinggung dengan tuduhan suaminya. Namun. Tahun 1983. LeClerk des Gobelins. Dengan alasan ayahnya sebagai pewaris harta kakeknya sudah cukup lanjut usia. Little Howard mengajukan tuntutannya. Rupanya. ia membawanya menuju Stockholm. Mendiang William Keck Sr. Menurut dia. meskipun tetap tinggal di bawah satu atap di La Lanterne. Sekian lama bekerja di La Lanterne membuat Roy tahu ada tempat yang kurang diperhatikan Big Howard. Roy sebenarnya tidak tahu benar seberapa mahal harga barangbarang seni itu. Selama beberapa minggu ia menyimpan benda seni itu di apartemennya.Lanterne seisinya. rupanya ia lupa. Willameta harus mengalah. yakni William Jr. Libby dan Big Howard hidup berpisah. Libby. Ia juga tahu. Beberapa hari kemudian Roy muncul di Beijar. dan Willameta. Roy baru tahu bahwa Beijar tidak menerima karya seni palsu. Maklum. mana mungkin seorang anak kandung tega menuntut pembagian warisan ketika orangtuanya masih hidup. hanya beberapa di antaranya. setelah kematian saudara lelakinya.

ada orang mencuri lukisan yang asli. Lukisan cat minyak berukuran 1 m x 60 cm itu berjudul I Fria Luften (In Free Air)." cetus Paine. Beberapa hari kemudian lukisan itu laku terjual. Libby meletakkan jarinya ke permukaan lukisan. Barang seperti itu tentu juga akan sulit dijual. Roy pergi sendiri ke Swedia sementara Christina ditinggal di apartemen mereka yang kecil di Manning Avenue. Ketahuan palsu Empat bulan kemudian. Mereka keluar dari rumah majikannya pada minggu kedua Maret. permukaan lukisan cat minyak seharusnya bertekstur. tidak seorang pun di balai lelang itu yang bertanya pada Roy tentang cara ia memperoleh lukisan itu. Mereka bertiga bersenang-senang dengan melakukan perjalanan ke beberapa negara di Eropa. Nyonya.asli. Herannya. Keck tidak tahu kalau Roy ditemani istri keduanya. Roy mengantungi AS $ 6. Kemudian Libby dengan tidak sabar menarik tangan Paine dan mengajaknya mendekat ke lukisan. Libby sendiri yang mengetahuinya. Sebelum meninggalkan Stockholm. pikir Paine. Baru bulan April mereka kembali ke Los Angeles. ketika tanpa sengaja ia memasuki ruangan tempat lukisan digantung. "Lihat!" katanya pada pengawal dan sopirnya. 167 . Roger Paine. Libby membeli lukisan bergambar ibu dan anak itu di London hanya seharga AS $ 88.000. yang penting karya seni itu mudah dijual. Saat itu pula Roy menjinjing sebuah tabung kardus besar yang bahkan tetap dibawa masuk ke dalam kabin pesawat. 24 Agustus. Aha. Terus terang saja ia tidak terlalu memahami apa yang dimaksud majikannya. sambil menunjuk pada lukisan I Fria Luften di dinding. Roy dan Esther bersantai di Stockholm sampai Andy menyusul seminggu kemudian. Jadi." Painne mengamati sekilas. Februari 1987 Roy memberitahu Keluarga Keck tentang pengunduran dirinya. Roy dan Christina memutuskan akan kembali ke Swedia dan menghabiskan masa tua di tanah kelahiran mereka. "Ya. ia memilih diam. tapi lebih dikenal sebagai Kvinna Klaer Sitt Barn (Woman Dressing Her Child) produksi tahun 1888. Sejak itu Roy pun tahu cara dan jalur menjual lukisan curian. Roy hanya berpedoman. Anders Leonhard Zorn. Roy telah mengabari Petersen tentang I Fria Luften. penghuni La Lanterne baru tahu tentang hilangnya sebuah lukisan. yang licin sekali. Uang itu dikirimkan ke rumahnya di Beverly Hills via pos. Esther. Alasannya. Setelah dipotong komisi untuk Beijar.506. Konon Petersen sangat berminat pada karya Zorn dan yakin bahwa karya itu bisa terjual dengan harga yang bagus di Swedia. "Wah. ini seharusnya lukisan cat minyak. akhirnya. Belakangan Keluarga Keck tahu. Meskipun harganya mahal. Bagaimanapun Roy tidak ingin mencuri karya dunia yang banyak dikenal masyarakat. risikonya sangat besar bila ketahuan. Lukisan berikut yang disasarnya karya pelukis impresionis dari Swedia. tidak melanjutkan komentar. usia tua dan merosotnya kondisi kesehatan.

itu hanya foto. aku bisa melihat secara utuh lukisan itu. seukuran lukisan asli." Ketika Kummerman bertanya tentang kemungkinan terjadinya pencurian."Justru itu yang tadi kumaksud. tidak seperti aslinya. Saat ditanya berapa usianya. "Kalau karya seorang ahli. Namun. Hal lain yang dijawab dengan santai adalah soal anak. yaitu warnanya tampak aneh. maka sekretarisnya dapat memberitahukannya. tapi jika sang detektif mau menelepon kantornya. itulah cara termudah dan praktis untuk membawa keluar lukisan. Sebagai pelukis. Benar dugaanku. ini bukan hasil karya seorang ahli. Tugas yang biasanya dijalani dengan mudah. Tentang alamat-alamat penting. tidak seperti biasanya. Untuk mendapatkan hasil pemotretan yang baik. rasanya tidak mungkin terjadi pencurian karena rumahnya terjaga ketat selama 24 jam. yang banyak ditemukan di Santa Monica Boulevard. Jadi. kali itu membuatnya agak kerepotan. aku sering melakukannya. menurut Libby. karakter Libby yang sangat sadar akan statusnya sebagai orang terpandang. Ketika kembali. Jadi. Kita harus menarik pakunya." jawab Libby geram. Tiba-tiba aku sadar bahwa warna-warna pada lukisan itu aneh. ia tidak tahu dengan tepat usia mereka. Malah Libby pun menggambarkan betapa sulitnya untuk dapat membawa lukisan keluar La Lanterne dan membuat foto reproduksi seperti itu. 31 Agustus. "Aku tidak harus mengatakannya padamu. tetapi melaporkan suaminya sebagai "pensiunan". Libby menolak mengatakan siapa yang patut dicurigai. "Tidak. Libby juga tidak tahu nomor Jaminan Sosial. datang ke La Lanterne untuk memeriksa TKP. karena sudah lama tidak merayakan hari ulang tahun mereka. Libby mengaku tidak punya pekerjaan. detektif Mike Kummerman. Pada kesempatan itu Kummerman hanya akan menggali data pribadi pelapor. Namun. Libby mengaku tidak tahu mana yang penting. "Hari Rabu itu aku pergi ke luar rumah untuk suatu keperluan. saat pembesaran foto. Esoknya seorang petugas berseragam dari LAPD. ia juga hafal nama mereka. Apa hubungannya dengan kasus ini?" Untung Kummerman tidak kurang cara untuk mendapatan data itu." Kemudian kanvas digulung. Pasalnya. aku tidak punya gambaran soal pelakunya. baru seminggu kemudian. Ihwal pekerjaannya. "Kita harus melepaskan lukisan itu dari bingkainya." 168 . lukisan harus dibawa ke studio foto. biasanya akan muncul masalah. Libby menjawab. Namun. lalu pelan-pelan melepasnya. Ia punya empat anak. aku segera masuk dan memeriksanya. Ia dapat mengambilnya dari data SIM Libby di departemen kendaran bermotor. Tahu teknik mencuri Sikapnya yang acuh tak acuh seketika lenyap begitu Kummerman bertanya tentang lukisan yang hilang. ia bisa meminta keterangan dari Libby via telepon." Libby menambahkan. mungkin aku tidak akan dengan cepat mengetahuinya. yang pasti ia dan suaminya telah tinggal di Beverly Hills Hotel selama 10 tahun sebelum mereka pindah ke rumah mahal itu delapan tahun silam.

Setelah wawancara pendahuluan Detektif Kummerman. angka rata-rata pengembalian lukisan curian jauh melebihi rata-rata penegakan hukum nasional." "Apakah ia punya cukup pengetahuan tentang lukisan dibandingkan yang lainnya?" "Mungkin tidak. karena mereka baru bekerja beberapa bulan. Anda punya pembantu yang dapat memasuki ruangan ini?" "Ya. Namun. Lebih baik kalau kamu bertanya. pertanyaanmu kurang tepat. 169 . "Ya." "Menarik sekali." Libby dengan defensif menjelaskan." "Saya mengerti.."Mungkin Anda punya dugaan. "Tidak." kata Kummerman. Si suami sudah selama sebelas tahun menjadi sopir merangkap kepala bagian rumah tangga kami." "Menurutku. Dan tampaknya ia suka kuajak ngobrol.. Tapi. banyak ya yang keluar. bahwa saat ngobrol dengan Roy. tapi dengan menyebutkan namanya. Martin tampaknya tertarik untuk lebih memperhatikan Roy." "Wah. Dari beberapa nama yang harus diperiksa. kasus itu segera dilimpahkan pada Martin. Roy Donell. Mereka menggantikan sepasang suami-istri yang berhenti bekerja sekitar tiga bulan lalu. "Mungkinkah pasangan suami-istri itu yang melakukan?" tanya Kummerman. 'Siapa saja yang bekerja di rumah ini?'" "Baiklah . Apalagi kemudian ia tahu bahwa sebelum berhenti tak lama setelah waktu diperkirakan hilangnya lukisan itu Roy dikabarkan berlibur ke Swedia. rasanya mereka tidak bisa dituduh. ada masukan baru dari Libby." Bukan yang dicari Selama beberapa tahun di Los Angeles pelaku kejahatan di bidang seni ditangani detektif LAPD William E Martin. meski aku sering berdiskusi dengannya. dan seorang pembantu wanita pada satu setengah bulan silam. tidak mungkin. Aku tidak mau menuduh. siapa orang yang punya waktu dan kesempatan untuk melakukan hal itu di rumah Anda?" pancing Kummerman lagi. Anda akan membantu penyelidikan ini. ia pernah sekilas mengatakan lukisan itu bisa laku dengan harga tinggi di Swedia. hanya ada tiga pembantu. tapi aku tidak akan mengatakan. Prestasinya memang meyakinkan. Pemeriksaan juga tidak menemukan bagian rumah yang rusak akibat usaha masuk dengan paksa. Penyelidikan lanjutan tidak mengungkapkan keterlibatan petugas keamanan La Lanterne dengan pencurian itu. mereka semua berhenti bekerja atas keinginan sendiri. "Siapa namanya?" "Roy.

O. kawasan hunian kelas menengah. Kalifornia. tetapi pria beraksen Swedia itu meminta ukuran yang aneh karena harus pas dengan bingkai khusus.. Biasanya. meminta bantuan dari pihak berwenang di Swedia.. Rossi mengatakan pada lelaki itu." Ada uang yang hilang Roy tinggal di barat Los Angeles. P. Martin meminta izin Christina untuk memeriksa apartemen mereka. Ke sanalah Martin menuju. si pemilik. Ia juga menjelaskan.Segera Martin mengirim pesan pada Interpol. Lukisan itu terjual dalam lelang 19 November 1986. Rossi menganjurkan agar membawa lukisan asli ke studio foto untuk direproduksi memakai kamera khusus dengan format besar. "Rune Gunnar Donell dan istrinya Christina Donell yang berkebangsaan Swedia tidak memiliki catatan kejahatan di negara ini. Total dana yang dikirimkan Beijar AS $ 85. Juga dua kamera 35 mm.. Pada 8 September 1987. Mereka juga tidak masuk dalam daftar pencarian orang di Swedia. Beverly Hills. Lukisan itu terjual dalam lelang pada bulan April . Box 532. pembesaran hingga 20 kali pada slide 35 mm akan menghasilkan gambar kabur dan berbintik-bintik. mengatakan pada partner Martin Detektif Donald Hrycyk ingat betul pada Roy. 170 . brosur dan daftar harga dari Lab Foto "Rossi". Tom Rossi. ia hanya bisa membuat seperti yang ada pada slide. dan satu strip film warna. Selanjutnya. Roy Donnel membawa lukisan karya Zorn berjudul Kvinna Klaer Sitt Barn. Ada yang bertanggal 18 Maret 1987. Martin mencatatkan Roy di Penjara Kota Los Angeles untuk kasus pencurian. Pada 12 Maret 1987 Roy Donnel kembali ke Swedia bersama seorang wanita. sedangkan beberapa lainnya bertanggal 17 Maret 1987. sebuah lensa tele. Ketika kembali beberapa hari kemudian. tampak ia tidak puas dengan hasilnya. pembesaran foto dilakukan sesuai ukuran standar. tampaknya berdarah Amerika Latin. Awal 1987 seorang pria membawa slide warna 35 mm dan meminta untuk dicetak. Juga tentang kemungkinan keberadaan lukisan curian itu. Di sana polisi menemukan tiket pesawat Scandinavian Air dan jadwal perjalanan dari biro perjalanan mengenai kunjungan Roy ke Stockholm pada September 1986.633. Warna-warna yang muncul tidak seperti aslinya. Untuk menguatkan dakwaannya Martin mengunjungi Lab "Rossi". hanya dua minggu setelah Libby Keck melaporkan kasus itu. Petunjuk lainnya. Interpol Swedia mengirim pesan panjang pada Martin. Isi ringkasnya. Ia ingin tahu catatan kejahatan Roy di tanah kelahirannya. karena Roy memang meninggalkan kesan khusus. Mereka juga menemukan brosur dari Balai Lelang Beijar Auktioner. Di ruangan lain polisi menemukan bukti transfer uang dari Balai Lelang Beijar Auktioner ke Security Pacific Bank di Los Angeles. Ia membawa lukisan karya pelukis Le Clerk Des Gobelins berjudul Fete Gallante. Pada 15 September 1986 Balai Lelang Beijar Auktioner dikunjungi oleh seseorang yang mengaku bernama Roy Donnel. sungguh sulit bila ingin menyamakan dengan yang asli karena yang asli tidak ada di hadapannya untuk perbandingan. ukurannya juga tidak pas. hasil cetaknya pasti lebih bagus.

1 kron. ia terus berada di dekat lukisan itu saat saya memotretnya. nilai transfer yang ada hanya AS $ 85. Harapannya hanya pada Esther. Roy tidak pernah mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan lukisan. Berdasarkan pengalaman. dan surat penitipan rumah mobil. Martin dan Hrycyk menemukan tanda bukti penyewaan safe-deposit box di sebuah bank di Beverly Hills." kata Rossi. Padahal. Rossi melakukan pembesaran dan memasangnya pada papan poster. Dengan bekal surat penggeledahan. Martin tidak terlalu memusingkannya. sebuah perusahaan di Swedia telah membeli lukisan itu seharga 3. Meski membenarkan semua pengakuan Rossi. asalkan mereka mendapat pengurangan hukuman. Maka. Rossi kembali memperbaiki foto itu. Kejutan muncul saat pemeriksaan. sekembali ke Kalifornia. seorang terhukum rela mengaku di mana menyimpan uangnya. Mereka juga menemukan kopi negatif. "Katanya. sekitar AS $ 550. Meski puas menemukan seorang saksi.000.000. Itu karena ia hanya menjalankan perintah Libby. berarti sekitar AS $ 355. Namun. "Tidak masuk akal. si wanita berdarah Latin. Di sana ditemukan dua foto pembesaran yang salah dari I Fria Luften. Martin dapat dengan cepat menyimpulkan. karena seluruh uang diserahkan pada Libby. "Anehnya. Mengenai sejumlah uang yang hilang. selama perjalanan di Eropa. Martin harus gigit jari. Roy tidak juga mengaku di mana uang itu disimpan.000 hilang. "Itu sebabnya pula polisi tidak bakal menemukan uang itu. Menurut Beijar. dengan sedikit ancaman. selama perjalanan keliling Eropa setiap kali ia mengirimkan uang tunai AS $ 20. 171 . wanita itu memang tidak banyak tahu tentang "operasi" Roy. Dari cara Esther menjawab." aku Roy. jadi akan merepotkan bila dibawa-bawa dalam perjalanan. setiap kali menyajikan sarapan. baru ketahuan bahwa lukisan itu sekitar 2. Martin tidak menemukan uang tunai dalam jumlah berarti di apartemen Roy maupun rekening lain di bank. Esther mengaku.5 cm lebih kecil daripada bingkainya." kata Martin. Roy tetap tidak mau mengku bersalah.Pria itu setuju. Martin merasa masih ada yang kurang." Menurut pengakuannya. sampai saat pengadilan digelar. Namun. mereka membuka rumah itu. Bukti-bukti itu lagi-lagi hanya menguatkan kejahatan pemalsuan dan pencurian lukisan. ketika pria Swedia itu kembali. di Stockholm akan menjual aset dengan nilai transaksi cukup menggiurkan. Roy hanya mengatakan. dan Beijar mendapat komisi 20%. Selebihnya. Dengan melacak catatan keuangan Roy. Didalangi majikan? Saat memeriksa apartemen Roy. tanpa bingkai. akhirnya pria Swedia itu puas dengan hasilnya.000 melalui pos. Setelah dua bulan bolak-balik. tidak tahu apa-apa. Beberapa minggu kemudian ia kembali dengan lukisan asli. Menurut pengakuan Esther. jumlah uang penjualan itu sangat besar. ia menyelipkan setumpuk uang di bawah serbet di samping cangkir kopi Libby. Martin dapat dengan mudah menemukan alamat Esther. Saya hanya mendapat komisi 20%. Bisa jadi ia tahu di mana Roy menyembunyikan uang itu.

Roy bersikukuh.Sedangkan biaya perjalanannya. kalau begitu. Ia memberikan lukisan itu di tempat parkir Hotel Bel Air. Di pengadilan tampak benar betapa Big Howard sangat berhati-hati dalam berucap. diambil dari penjualan lukisan yang pertama dicurinya." Namun. sebelum menikah dengan Big Howard.000 dari keluarga Keck atas kehilangan lukisan itu. Mengapa aku harus mencuri lukisan koleksi hanya demi secuil uang? Kalau perlu. ketika tim pembela bertanya padanya apakah istrinya berbohong atau tidak jujur. Roy juga menyatakan. "Seumur hidupku aku tidak pernah menginjak hotel itu. Jawaban itu mentah-mentah ditolak Libby. Maka." jawab Libby dengan wajah marah. Big Howard mengaku. ia tidak peduli dengan klaim asuransi sebesar AS $ 500. Libby mungkin benar. aku Roy. kemudian mereka mencoba untuk benar-benar menilai secara objektif. Libby juga mempunyai rekening pribadi senilai AS $ 11 juta. semua uang penjualan lukisan sebagian besar disimpan Libby. Pengadilan selanjutnya menghadirkan Big Howard. Dari pemeriksaan ulang oleh Deputi Jaksa Wilayah Michael Montagna. Begitupun Roy masih bersikukuh bahwa Libby dalang semua pencurian itu. "Saya tidak yakin ia jenis orang yang dapat dipercaya. yang pas disebut sebagai pemilik sah lukisan itu. selama ini Libby mendapat banyak uang dari suaminya. Roy atau Libby? Tetap tak terlacak Dewan juri sungguh terombang-ambing dalam menentukan keputusan. Don Randolph mengingatkan. Kalau Libby terlibat. Memang. Sikap Libby di pengadilan dianggap menyebalkan. Tak heran beberapa anggota juri mulai bersimpati pada Roy. Libby membutuhkan uang untuk membayar pengacara yang mengurus perceraiannya. Libby pernah menjadi istri seorang pria yang belakangan menjadi pemilik Hotel Bel Air. Alasannya. Bagaimana reaksi Libby? "Sungguh menggelikan pengakuan itu. mana yang benar. dengan diplomatis Big Howard menjawab. uang yang hilang itu ibarat setetes air dari seember air yang ia miliki.000 didapatnya." Wah. saat ini pun aku bisa menuliskan cek senilai uang itu. pembela Roy. apa yang dia harapkan? Bukankah uang asuransi jatuh di tangan suaminya? 172 . telah menerima uang pengganti asuransi atas kehilangan lukisan itu. Fakta itu tetap tidak membuat Libby mengubah pengakuan. Kemungkinan keduanya bekerja sama sudah dibuang jauh-jauh. Setiap bulan diperkirakan tidak kurang dari AS $ 200. Namun.

langsung menjadi musuh nomor satu masyarakat. ia beruntung lolos dari maut.Juga. Paul (45) sudah lama mengidap penyakit radang sendi.000? Apakah untuk latihan agar Roy tahu jalur perdagangan barang seni. tugas tak kalah berat sudah menanti. Termasuk meneliti siapa kira-kira yang bakal meraup untung besar jika perusahaan raksasa AS itu mengalami prahara di lantai bursa. seperti kata Roy? Rasanya tidak perlu. AS $ 355. Mereka menyebut kasus di Chicago itu sebagai kejahatan sempurna. "Nyanyian" Sang Putri Tahun baru 1986 terasa kelam bagi Johnson & Johnson (J&J). Drama pengoplosan mematikan yang tanpa jejak itu makin terasa mengerikan. Roy harus menghabiskan 10 bulan dalam kurungan penjara. Celakanya. Maklum. seperti Tylenol. karena kebetulan obat yang diminumnya kapsul yang asli. tragedi kapsul beracun membuat saham J&J anjlok drastis. untuk apa ia mencuri lukisan kecil yang pertama kali dijual seharga AS $ 6. baik cetak maupun elektronik. 173 . Penemuan pihak berwenang berhenti hanya pada dugaan bahwa sebagian obat asli telah dicampur sianida oleh pengoplos gelap sebelum botol Tylenol "aspal" dijual layaknya obat asli. the perfect crime. Paul Webking. setelah media massa. Tylenol. J&J makin terjepit. Untuk mengatasi rasa ngilu di pagi hari. memang dikenal sebagai penggemar berat Excedrin. Kapsul itu. (Nonfiksi/Perfect Crimes/Sht ) 23. Memang demikian kenyataannya Menggali makam suami Polisi dan FBI bak menjadi sasaran bulan-bulanan. tak sedikit pun ditemui titik terang. Pekerjaan rumah yang satu belum selesai. bukan hasil oplosan. 11 Juni 1986. yang memasarkan obat pengurang rasa nyeri yang terkontaminasi sianida. mewakili tujuh korban tewas dalam tragedi "kapsul beracun". dari jutaan transaksi yang diperiksa. Mereka menghujat dan menuntut ganti rugi dari J&J dan anak perusahaannya. juga obat pengurang rasa sakit. masyarakat mulai resah. Pagi itu. Sementara itu. Susan dan suaminya. Susan Snow. nama obat itu. bikinan perusahaan farmasi Bristol Meyers. McNeil Consumer Products Inc. setelah polisi sama sekali tak berhasil menemukan jejak misterius tercemarnya Tylenol.000 tak terlacak ke mana menguapnya. wanita berumur sekitar 40 tahun yang tengah menanjak kariernya didapati meninggal seusai menenggak dua butir kapsul Excedrin.. Berita mengejutkan datang dari Seattle. dengan mempertimbangkan berbagai motif. Herannya. Perusahaan Amerika Serikat itu diajukan ke meja hijau oleh tujuh keluarga. Padahal berbagai upaya mengungkap kasus ini telah dilakukan. meliput besar-besaran kemalangan J&J dan kegagalan polisi. bukankah Libby sudah tahu jalur-jalur penjualan barang seni? Akhirnya juri memutuskan. biasanya sehabis bangun tidur atau setelah mandi ia menelan dua kapsul Excedrin.

Dalam kriminologi ada istilah copycat. lalu menenggak empat butir kapsul sekaligus. RS King County Medical Examiner menyimpulkan. Sesampai di rumah. motivasi copycat umumnya cuma menginginkan sensasi atau menghidupkan kembali nama besar idolanya. Susan tak pernah lagi siuman. Saat itu hasilnya menguatkan analisis tim dokter Harborview Medical Centre yang lebih dulu didatangi Stella: yakni Bruce Nickell meninggal secara wajar akibat pembengkakan paru-paru. Para copycat berharap. jika yang ditiru aksi para legenda yang telah tertangkap atau mati seperti Jack The Ripper. Hayley (15) yang pertama kali menemukan ibunya terbaring tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. tim dokter yang datang memeriksa mendapati keberadaan sianida di dalam jaringan tubuh Bruce. tanpa menganalisis jaringan tubuh Bruce. Belum ada komentar resmi. Keberadaannya bak bayang-bayang yang sulit disentuh para aparat penegak hukum. Dengan berlinang air mata. pembunuhan di Chicago dan Seattle dilakukan oleh maniak yang sama. detail kejahatan dan modus operandi pengoplos Tylenol secara gamblang dijabarkan di berbagai media massa. "Dia memang punya kebiasaan minum kapsul itu dua butir saban pagi. itu kali kedua tim RS King County meneliti jasad Bruce. beberapa jam setelah kematiannya. Anak perempuannya. Apakah sang pengoplos Chicago 1982 kembali beraksi? Para penyidik terpecah menjadi dua kelompok dalam menyikapi hal ini.agar jejak kejahatannya tak tercium sama sekali. Istri Bruce. Pengelola rumah sakit mengaku. sehingga mudah ditiru awam. Stella Nickell. Paul Webking mengizinkan tim dokter mencabut alat bantu pernapasan yang berjam-jam menahan kematian istrinya. Kariernya yang tengah menuju puncak dia baru saja dipromosikan sebagai vice president Puget Sound National Bank tinggal kenangan. Beberapa hari setelah kematian Susan Snow. Namun. Meski segera dilarikan ke rumah sakit. Sampai akhirnya. Tepat enam jam setelah kejadian. untuk menyebut orang yang suka meniru kejahatan besar dan aksi para penjahat legendaris. penyebab kematian Susan lantaran Excedrin berisi sianida. polisi mendapat telepon dari King County Medical Examiner. Bruce langsung menuju lemari kabinet di dapur.Nasib berbeda menimpa Susan yang "salah pilih kapsul". karena curiga jangan-jangan kematian mendadak Bruce berhubungan dengan Excedrin. aksinya turut dicatat sebagai bagian dari kejahatan berantai itu jika pelaku sejatinya belum tertangkap . Cerita itu pun sempat menjadi headline dalam rentang waktu cukup lama. karyawan bagian pemeliharaan jalan Negara Bagian Washington DC itu meninggal pada 5 Juni 1986. 174 . baik dari pejabat FBI maupun pimpinan polisi lokal tentang hubungan pengoplos Chicago dengan kasus Seattle. baru saja memeriksa mayat Bruce Nickell yang dimakamkan beberapa pekan sebelumnya. mengizinkan makam suaminya digali kembali. datang petunjuk lain. Sebenarnya. Lewat pernyataan resmi yang dikeluarkan beberapa saat kemudian. ada juga yang menduga peristiwa itu hanya ulah "orang baru". King County hanya melakukan pemeriksaan lanjutan. Susan Snow mengembuskan napas terakhir. karena kepalanya pusing tujuh keliling. Namun. Pada kali pertama. Perempuan yang disenangi tetangga kanan-kirinya karena selalu tampil enerjik dan opimistis itu menelan dua butir yang telah teracuni. Faktanya. dia pulang ke rumah lebih dini. Alasannya." cerita Stella. Siang itu. Menurut catatan medisnya. meraih botol Excedrin. Ada yang menganggap.

bukan untuk mengeluh sebagai korban. Meski cuma sakit kepala atau pegal-pegal ringan. tubuh lelaki berusia 40an tahun itu limbung. Polisi disibukkan dengan banyak-nya orang datang ke markas mereka. Pelakunya seperti selebriti yang dinanti banyak orang. Stella sendiri berada di dapur ketika terdengar erangan Bruce. media massa berperan besar dalam melahirkan copycat-copycat masa kini. para pencari sensasi itu malah banyak menceritakan detail yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. kasus peracunan obat menjadi masalah nasional. Belum sempat Stella bereaksi. Herannya. Dalam waktu singkat. mengakibatkan hilangnya nyawa orang yang mereka cintai. "Perbedaan itu menunjukkan. Dia melihat adanya perkembangan motif dan perbedaan detail antara kasus Chicago dengan Seattle." bilang Stella. Bruce sudah ambruk."Biasanya. Yang sangat dikhawatirkan bos FBI. ditemukan lagi dua botol Excedrin gadungan. "Stella?" panggilnya. Mereka menemukan barang bukti. pengoplos juga mempunyai "penggemar" sendiri. Maka mereka dapat dengan mudah melihat kelemahan pengakuan para penjahat kacangan yang hanya ingin mendapatkan ketenaran dan sensasi semata. Ditemukannya lima botol yang terkontaminasi itu mendorong Paul Webking mengajukan Bristol-Meyers. warga Seattle lebih suka ke dokter ketimbang minum sembarang obat. Mungkin nyeri kepalanya benar-benar hebat. Pimpinan FBI William Webster yang semula sempat ragu. para peniru akan melakukan kejahatan di lebih banyak kota. Bruce?" balas Stella. Mereka berencana menuntut Bristol-Meyers karena lalai menjaga keamanan kemasannya. dengan mengembangkan teknik mengoplos menjadi versi lebih canggih. ke pengadilan. Penggemar copycat Amerika kembali guncang. mencium tanah. Hasilnya. kini giliran Excedrin beracun membunuh dua warga Seattle tak berdosa. Ia mencoba mendapatkan udara segar dengan berjalan-jalan ke beranda belakang. polisi langsung menyisir rumah mobil keluarga Nickell. "Rasanya. Sementara itu RS King County mulai kebanjiran pasien. Setelah Tylenol memakan tujuh korban di Chicago. saat diinterogasi. Mereka hanya meneruskan laporan reporter teve atau mencontek berita koran. mulai melirik kemungkinan adanya copycat dalam kasus peracunan obat di Seattle. produsen Excedrin. seperti dosis yang dianjurkan." sambung Bruce. Pasar swalayan tak ketinggalan melakukan sweeping rak obat secara besar-besaran. Beruntung polisi punya informasi lebih lengkap berdasarkan hasil penelitian laboratorium. aku mau pingsan. Tak lama kemudian. Informasi itu sebagian tak beredar di kalangan wartawan. pelakunya berbeda. tapi justru untuk mengaku sebagai pengoplos kapsul beracun." analisis Webster. "Ada yang bisa kubantu. Stella Nickell juga segera menghubungi pengacaranya untuk tujuan yang sama. Bruce hanya minum dua butir. Sejak itu kakek satu cucu ini tak pernah lagi melihat dunia. Untuk mencegah kepanikan yang lebih luas. Katanya lagi. 175 . dua botol Excedrin "aspal". Lucunya.

polisi menyimpulkan jawaban-jawaban yang diberikan Stella masuk kategori "sekadar menggampangkan" alias asal buka mulut. Pada usia 16. Tahun 1971. Namun. kepala polisi Auburn. Mungkinkah itu hanya kebetulan? Evans juga mencatat. bencana akan melanda sektor farmasi Amerika. Tak ada jalan lain. dia sudah punya suami dan anak. berasal dari satu sumber. Dia juga tertarik pada fakta. Hasilnya. Sebaliknya. polisi tetap mencari motif alternatif. Mereka mengirim sedikitnya 25 orang agen khusus ke Seattle. dia meninggalkan suaminya yang tak kunjung berhasil memperbaiki kehidupan ekonomi mereka. Mereka menganalisis jutaan transaksi di lantai bursa. Bersama suami dan anak perempuannya. Stella menolak diperiksa dengan alat pendeteksi kebohongan. Meski tak satu pun dapat dimanfaatkan sebagai bukti langsung. Dia dilahirkan oleh sebuah keluarga miskin di sebuah kota kecil dekat Portland. dua dari lima botol Excderin beracun yang beredar di pasar mangkal di rumah Stella. tanya jawab yang dicatat alat pendeteksi kebohongan membuktikan. kesabarannya pun mulai menipis melihat kondisi keluarganya yang terus berkekurangan. Stella dikenal sebagai cewek yang Cuma punya sedikit teman cowok. FBI harus bergerak cepat. Di tempat baru. Baru setelah dibujuk pengacaranya. Namun. Jawabannya lugas dan tidak dibuat-buat. Konon. juga ikut diperiksa. Stella kemudian hijrah ke Kalifornia. Di sekolah. Saksi mata? Apalagi itu. Fakta-fakta itu menggiring Evans untuk memberi perhatian lebih pada Stella Nickell. dengan menyelidiki pihak-pihak yang diuntungkan dari hancurnya merek Excedrin dan nama baik Bristol-Meyers. Tubuhnya seperti membeku jika berhadapan dengan lawan jenis. Selepas melahirkan anak perempuan kedua. Untuk memperbaiki nasib. tahun 1943. Apa boleh buat. Oregon.Jika ketakutan itu menjadi kenyataan. ibu dua anak itu tetap menolak diinterogasi. Paul Webking. Yang diuntungkan Di sisi lain. Sepertinya Stella berhasil mengubah Bruce menjadi suami yang 176 . Berdasar hasil pemeriksaan forensik. Stella pindah ke Seattle. Mereka tinggal di rumah mobil milik Bruce. Paul sepertinya tak menyimpan sedikit pun niat mencelakai istrinya. suami Susan. Sebagai ibu. jejak kimia di lima botol yang telah ditemukan. Stella tidak bisa ditahan lantaran memang tak ditemukan cukup fakta sebagai barang bukti. ibu satu anak itu seperti menemukan semangat hidup baru. dia dua kali dipenjara lantaran melakukan penipuan. Takdir menyuratkankannya kawin muda. Stella diselimuti kepapaan. nihil! Toh Evans dan sekutunya tetap berusaha meneliti masa lalu Stella. Stella bersedia diperiksa dengan alat pendeteksi kebohongan. Cynthia. Belum lagi dukungan sekitar 80-an personel polisi lokal dan Auburn. Hidup dalam kurungan penjara pun pernah dilakoninya. Tahuin 1969 Stella dihukum setelah menyiksa Cynthia yang saat itu berusia sembilan tahun. Lelaki yang sebelumnya pemabuk berat ini mulai melupakan minuman keras beberapa tahun setelah menikah. kota tetangga Seattle. cara mengemas kembali botol-botol itu punya banyak kemiripan. Stella sudah menyimpan dua polis asuransi jiwa suaminya beberapa bulan sebelum kematian Bruce. hampir sepanjang hidupnya. Dia menikah dengan Bruce Nickell tahun 1976. tim gabungan itu menyimpulkan. Selain itu. Sikap yang tidak kooperatif itu sedikit mengundang kecurigaan Jake Evans.

Makin besar uang yang dikeluarkan makin besar kesempatan menang. "Saya tahu. seperti ayah kandungnya. Beberapa tahun kemudian. serta membuka bisnis impiannya sejak kecil: pet shop yang khusus menjual ikan hias tropis. jika terus hidup bersama Bruce yang bergaji pas-pasan.bertanggung jawab. Bisa karena "pancingan" jitu Bristol. kalaupun benar Stella pelaku pembunuhan Bruce dan Sysan. "Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Yakin dengan keterangan Cynthia. putri tertua Stella. hanya satu yang mampu membuat tim penyidik tersenyum lebar. Bruce kurang beruntung. kolaborasi dadakan ini menawarkan hadiah AS $ 300 ribu bagi informan yang dapat memberikan petunjuk penting menuju tertangkapnya sang penyebar sianida. Namun. Lalu di atas tanah itu ia akan membangun rumah permanen. Berhadiah AS $ 300 ribu Keberuntungan itu rupanya harus "dipancing". Sayangnya. Evans dan sekutunya tak menemukan kejanggalan apa pun. Menurut Cynthia. jika memang Cuma itu jalan satu-satunya mendatangkan keuntungan materi melimpah. Rasanya. bisa juga lantaran nuraninya memang betul-betul terketuk. sebagai pencari nafkah. dia yang lakukan itu. tidak!" sergah Stella. Bekerja sama dengan jaringan swalayan dan pabrikan obat lainnya. Datang puluhan. Dia satu-satunya saksi yang dapat "bernyanyi" dengan merdu tentang upaya Stella menyingkirkan Bruce dalam beberapa tahun terakhir. 177 . FBI dan polisi lokal butuh banyak keberuntungan. Ibaratnya. Beberapa tahun terakhir. Rezeki nomplok itu diandalkannya untuk membeli tanah. hari tuanya tengah terancam. tak cukup dengan membeli satu nomor undian. Cynthia sendiri mengaku butuh waktu untuk memutuskan memberi kesaksian. Masa lalu Stella yang suram seperti terhapus dengan sedikit kebahagiaannya di masa kini. Bruce bukan suami yang bisa memanjakan Stella dengan uang berlimpah dan berbagai kemewahan. bahkan ratusan informan. Sampai bagian ini. bapak tirinya sebenarnya sudah jauh berubah dan hampir tak pernah lagi mabuk-mabukan. saya sulit mengungkapkannya. Cynthia. Bahkan menimbang-nimbangkan untuk "mengorbankan" suaminya. Bristol-Meyers yang tengah terjepit menyadari hal itu. FBI dan polisi Seattle langsung menciduk Stella. Stella balik menatap sembari menggelengkan kepala. Ia pernah menatap mata ibunya. Namun. tinggal di rumah mobil. Ibunya yang pernah gagal dalam perkawinan menyadari. sesaat setelah Bruce mengembuskan napas terakhir. Gajinya terlalu kecil untuk mengangkat Stella dari kehidupan yang sangat bersahaja. Stella mulai memikirkan kemungkina hidup tanpa Bruce. Tapi karena dia ibu kandung saya. Gadis manis berambut merah yang baru saja bercerai dari suaminya itu membawa serta anaknya yang masih bocah. Cynthia (saat itu berusia 22 tahun) bergabung dengan Stella. mendatangi kantor polisi. dari sekian banyak yang datang. kalau mau menang lotere. dan ayah tirinya. Jawabannya. adik perempuannya." ucap Cynthia dengan suara bergetar. Namun. Siasat itu ternyata mendapat tanggapan positif. Januari 1987.

dia tak bisa memanfaatkan gonjang-ganjing Tylenol. Stella menemukan dua polis asuransi jiwa suaminya. jika Bruce terbukti meninggal karena kecelakaan. Racun itu dimasukkan ke dalam kapsul Excedrin yang dibelinya dari toko. Bukan Main! Impian yang kandas Yang menjadi masalah. Masalah lain. Tahun 1986 duit sebesar itu lumayan banyak. Bruce lebih suka menelan Excedrin. sejak merebaknya kasus Tylenol. Ilmu meramu Stella belum sempurna. hingga tertidur selama belasan jam. Di kedua polis itu nama Stella tercantum sebagai ahli waris. koceknya bisa menggelembung menjadi AS $ 105 ribu. bagaimana mewujudkan impian itu. cukup untuk membeli tanah dan berbisnis. dia tak hanya akan jadi kaya raya. Stella kemudian membeli racun tikus yang dosis sianidanya cukup mematikan buat manusia. 178 . Dia belajar dari buku. seperti yang sudah tercatat dalam cerita Stella kepada paramedia King County. sambil menanti perkembangan kasus Johnson & Johnson. Beberapa tahun terakhir. mestinya paripurna pula rencana Stella.Niatnya menjanda makin membara setelah beberapa bulan sebelum kematian Bruce. senilai AS $ 31 ribu. Banyak produsen yang menahan atau mengurangi produksinya. mujur bagi Stella ada pasar swalayan yang menjual Excedrin. Rupanya. Sedikit kokain dan heroin akan menolong Stella menciptakan kematian overdosis. Hebat 'kan? Sayangnya. daun cemara beracun. penghasilan tambahan bisa didapat dengan menuntut Johnson & Johnson. jauh lebih berdampak mematikan ketimbang tubuh orang normal. secara teratur dia mengunjungi perpustakaan umum Auburn. Informasi penting didapatnya saat mendampingi Bruce di forum rehabilitasi mantan korban ketergantungan alkohol. Tumbuhan beracun dicampurnya dengan kacang polong dan bahan makanan lainnya agar tidak mencurigakan. Bruce Cuma terserang kantuk luar biasa. Kalau berhjalan lancar. Ketika Harborview Medical Centre menyatakan kematian Bruce Nickell sebagai efek sesak napas dan pembengkakan paru-paru. walau perutnya amat keroncongan. Bruce malah merasakan tubuhnya sangat bugar. gencarnya pemberitaan perihal tuntutan keluarga korban Tylenol. cara membuat racun dari tumbuh-tumbuhan yang banyak terdapat disekitarnya. Selain beragam pemasukan dari perusahaan asuransi. tak mudah mendapatkan obat pengurang rasa nyeri di pasar swalayan. Stella lancar membaca dan tahu ke mana harus mencari informasi yang "sesuai". Dengan mudah dia bebas dari jeratan pasal-pasal pembunuhan. Salah satu yang paling menarik perhatian Stella. obat sejenis saingan Tylenol. Namun. lalu dimasukkan kembali dalam botol. Mengapa tak menjadi copycat mengikuti jejak pengoplos Chicago? Kejahatan mereka betul-betul sempurna. Konon. membuat Stella membelokkan rencana. tapi sangat kaya. Maka dia mulai membuat ramuan. Bruce menenggaknya dan ambruk untuk selamanya. Setelah berkeliling di beberapa toko. Pada dosis tertentu. Meski tidak mengecap pendidikan formal yang tinggi. Cerita selanjutnya. bisik hati kecil Stella. Racikan maut itu disajikan pada Bruce. Terbukti. masing-masing senilai As $ 20 ribu. Stella pun kembali menimba ilmu di perpustakaan. Namun. Begitu tersadar. minimal ia akan mewarisi AS $ 71 ribu. Ditambah uang asuransi dari perusahaan tempat Bruce bekerja sekarang. banyak zat menjadi sangat berbahaya saat masuk ke tubuh mantan pasien keteragantungan alkohol.

kebejatan wanita keras kepala itu tak akan mudah dibongkar. Stella "menyesalkan" tim medis Harborview yang gagal menemukan sianida di tubuh suaminya. polisi berhasil memaksa Stella mengaku. obat aspal diselipkan kembali ke rak pasar swalayan itu. Dengan bantuan alat pendeteksi kebohongan dan penggeledahan total rumah mobil Stella sekali pun. Kalau saja tak dikuasai keserakahan yang membabi buta. "Dewi. yang tinggal hanya beberapa kilometer dari rumah mobil Stella. "Tidak. "Hah! Diculik?" teriaknya tak percaya. Setelah memperbaiki kemasannya. Ada apa." 179 . Dia benar-benar menginginkan dan merasa sangat berhak mendapatkan uang itu." geram Stella. Sama seperti yang dilakukannya pada botol Excedrin milik Bruce. Uang santunan senilai total AS $ 51 ribu seperti tak berarti apa-apa. Terbang pula impiannya mendapatkan uang total AS $ 105 ribu. Ma?" sahutnya asal-asalan. Apalagi tak banyak tetangga yang mengenal dengan baik sifat-sifat Stella. Di pengadilan. "Halo. Nonfiksi/Perfect Crimes/Icul 24. dari bahan penyembuh menjadi pembunuh.00 telepon di meja Mandala Baring berdering. Dewi diculik!" kata Aryati. rezeki nomplok AS $ 71 ribu bakal dinikmati Stella tanpa alangan berarti. Rencana-rencana tadi disusun begitu rapi. isi kapsul-kapsul penyembuh itu diganti. istrinya. uang asuransi itu tak boleh hilang begitu saja. kian sengsara pula dia. Tahap dilaluinya dengan sempurna tanpa mengundang kecurigaan sedikit pun. dia bergegas membeli beberapa botol Excedrin dan Anacin-3 dari pasar swalayan. sambil menangis. Polisi harus diyakinkan. "Bagai mana ceritanya sampai bisa terjadi. oh Mama. Hanya berkat "pengkhianatan" Cynthia . Lengkap dengan kehidupan nyaman di atas tanah sendiri dan toko ikan hias tropis. Stella nyaris menjadi copycat yang sempurna dan nyaris membuat FBI serta polisi putus asa. Setengah hati. Beberapa saat kemudian. Dewi. dan siapa yang menculik?" tanyanya gugup. sehingga hangus pula uang asuransi kecelakaan. Pa. hakim menganggapnya sebagai pembunuh tak berperikemanusiaan dan mengganjarnya 90 tahun tinggal di hotel prodeo. padahal ia bermaksud keluar kantor untuk makan siang. sampai sekarang belum ada kabarnya. penyebab kematian Bruce adalah Excedrin yang mengandung sianida. Polisi akan langsung curiga. KALAH CERDIK Hari Selasa pukul 13. Stella Nickell tercatat dalam sejarah sebagai warga negara Amerika Serikat pertama yang diadili berdasarkan Undang-Undang Pemalsuan Produk 1983. "Tapi 'kan enggak mungkin saya langsung cerita pada mereka bahwa Bruce mati karena sianida.Namun keserakahan mengalahkan akal sehat pembunuh berdarah dingin itu. Sampai kemudian tersiar kabar kematian Susan Snow. Makin sering Stella memikirkan uang santunan yang bakal diterimanya. direktur utama perusahaan importir buah-buahan itu meraih gagang telepon." makinya dalam hati. "Enggak tahu.yang kini beruntung mendapatkan bonus AS $ 30 ribu. ya.

Si penjemput menambahkan bahwa sopirnya. Pak?" tanya AKP Taufik pelan. Bisa-bisanya ngarang orang itu. Dewi dijemput untuk menengoknya di rumah sakit. "Sudah ada kabar dari si penculik.Mandala Baring bergegas pulang ke rumahnya di kawasan Sunter. "Ndak. Berapa nomor ponsel Anda? 180 . Sesaat kemudian. " Sekitar pukul 17." sanggah Salyono. menjemput Dewi Anggraini di sekolah. Jakarta Utara. Menurut istrinya. Dewi dijemput seseorang yang mengaku pegawai rumah sakit. Salyono. "Kalau Bapak mau bekerja sama. tapi tidak ada kabar berita tentang gadis kecil itu. ibu Dewi mendapat musibah kecelakaan mobil dan kini terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma. sediakan uang tunai seratus lima puluh juta rupiah. Pak. "Kamu kenal sama penculik Dewi?" tanya Mandala gusar. Salyono itu saya sendiri. AKP Taufik memberi isyarat agar Mandala mengangkatnya. pria berusia empat puluhan itu mengangkatnya. apalagi kenal. tunggu telepon dari saya. Selanjutnya." Jam sudah menunjuk pukul 15. Pak. Dari gurunya Salyono mendapat informasi bahwa sekitar pukul 09. Mandala makin panik. seperti biasa supirnya. dia akan pulang dengan selamat. Salyono." terdengar suara seorang lakilaki dengan suara serak. Saya beri Anda waktu 48 jam. Ia memutuskan segera melapor ke polisi." "Kalau begitu. perwira muda yang energetik. Jangan sekali-kali melapor ke polisi kalau ingin putri Anda selamat! Kalau Bapak lapor ke polisi. ia berdiri memanggil Salyono yang duduk diam di tangga teras. kalau Bapak sudah yakin.00 telepon berdering. Setengah jam kemudian tiga orang polisi dipimpin oleh Kapolsek AKP Taufik Abdullah. Mandala Baring duduk tertegun di samping istrinya yang terus-menerus menangis.00. Namun." sanggah Salyono. "Belum. muncul di rumah Mandala. gadis cantik kelas 3 SD itu sampai usai jam sekolah tidak tampak batang hidungnya. Ada tanda lahir di punggung kiri dan tahi lalat di pangkal paha kanan. Lihat mukanya saja tidak. Jangan khawatir. tak sadarkan diri.00. perjanjian batal. saya akan segera memasang telepon paralel dan alat perekamnya. Ia mengatakan. Saya tidak bertanggung jawab atas keselamatannya. "Putri Bapak aman di tangan saya. apa maksud Anda?" "Saya akan buktikan bahwa putri Bapak memang bersama kami. Betul 'kan? Nah. Dengan tangan sedikit gemetar." "Kerja sama. "Lo. "Kok dia tahu nama kamu?" "Mungkin tahu dari supir-supir lain.

. siapa lagi yang tinggal di rumah ini?" tanyanya lagi. "Itu dulu. "Maaf." "Sekarang apakah istri pertama Bapak itu sudah menikah lagi? Lalu di mana alamatnya?" 181 . Cerai dari istri pertama Tumini. Tentu saja Mandala menyanggah. Mandala dan istrinya lemas seketika. Salyono orang pertama yang patut dicurigai. Istri pertama sudah 'pisah' dua belas tahun lalu. dia istri kedua. Saya kira. sebagai tukang cuci dan setrika." ancam si penculik yang lalu menutup telepon setelah diberi tahu nomor ponsel Mandala. tidak ada." timpal Aryati." Telepon langsung ditutup." tegas AKP Taufik sambil mengeluarkan buku catatan untuk mencatat alamat Salyono. siapa tahu mendadak timbul masalah. halo ." "Boleh tahu alasannya?" "Dia mandul. Apakah Ibu istri pertama Bapak?" "Bukan. pembantu rumah tangga yang sibuk menghidangkan kopi dan makanan kecil. Pak Mandala tadi bercerita kalau guru Dewi menyatakan. sebab di rumah Anda banyak polisi. Yang dua lagi sudah lima tahun ikut kami. "Sekali lagi maaf. saya kira tidak. "Tiga orang pembantu perempuan dan satu pembantu laki-laki. "Salyono sudah hampir tiga tahun bekerja di sini. "Perjanjian kita batal. supir Ibu. Pembantu perempuan kami. apakah Bapak mempunyai .tiga bulan lalu kami ambil dari yayasan.?" jawab Mandala dengan suara bergetar. "Selain keluarga Bapak. Pak. Oh. Ketiga polisi itu pun siap kembali dengan tugas masing-masing. ikutan tegang.00. selain Ibu. Sekitar pukul 23.Saya akan menghubungi lewat ponsel agar tidak dikuping orang lain." jawab Mandala." "Dalam bisnis. "Ya. Tumini . apakah Bapak punya pesaing atau musuh?" "Rasanya. Di zaman krismon begini. Bu. AKP Taufik gusar. Jangan-jangan Salyono kenal dengan si penculik. Apalagi anak tunggal Tumini sepantaran dengan anak perempuan majikannya itu.. menyangkut soal ekonomi. Nanti saya hubungi kalau keadaan sudah memungkinkan. Tumini yang berwajah lugu itu sudah akrab dengan Dewi. "Kok dia tahu di sini ada polisi. lalu satu lagi bertugas membersihkan rumah. ya. telepon kembali berdering. WIL (wanita idaman lain)?" tanya Taufik sambil melirik ke istri Mandala... atau malah bekerja sama?" desak Taufik. tukang kebun. pasti ada yang tidak beres di rumah ini. Meski baru bekerja tiga bulan di Keluarga Mandala. tugasnya memasak dan ke pasar. si penculik menyebut nama Salyono. Sutardi namanya.

" "Coba lihat di kotak surat. "Maaf. Mandala Baring di sini." Polisi memutuskan untuk sementara tidak mengunjungi rumah Mandala walaupun tetap akan diawasi selama 24 jam nonstop. Mandala meloncat dari tempat tidur." "Ketika Bapak mencerai kannya." "Kok 'dengar-dengar'. dua orang patut diduga kuat terlibat kasus ini." "Mantan pacar Ibu sekarang sudah menikah?" "Dengar-dengar sih belum. jangan sampai ada orang lain yang melihat dan curiga. Di utaranya ada jembatan. sebab tidak pernah berhubungan lagi. ini pertanyaan pribadi. Kira-kira seratus meter dari jembatan. Di sana ada surat.00 masukkan uang seratus lima puluh juta rupiah yang dibungkus plastik hitam ke dalam tong sampah itu. AKP Taufik mengatakan. Awas. Pukul 23.00. Itu tidak sengaja saya dengar. "Ya. "Pak Mandala. dari empat orang yang kami curigai. pernah. Alasannya. Kamis pagi. pas keluarga saya datang dari daerah. sekitar pukul 06. Satu lembar berisi denah suatu lokasi. sebelum halte bus. Pada denah tergambar lapangan pacuan kuda." Telepon langsung mati. Anda harus mengendarai mobil sendirian. ada sebuah tong sampah plastik biru. apakah Ibu pernah berpacaran dengan seseorang?" Sedikit ragu-ragu Aryati menjawab singkat sambil melirik ke arah suaminya. saya tidak tahu."Wah. "Ya. yaitu Salyono dan Tumini. Sebuah amplop berwarna cokelat dalam kotak surat itu berisi dua lembar kertas. apakah ia merasa dendam atau sakit hati? Atau ia menerima saja?" "Sulit dikatakan." saran AKP Taufik kepada Mandala yang segera menemuinya. Tapi jangan berikan seluruhnya. Sebelum bertemu Bapak." Surat dari penculik Esok harinya ketika Mandala mampir ke kantor polisi. apakah Ibu masih berhubungan dengan dia?" "Wah. lari bergegas ke luar. "Maksud Pak Taufik?" 182 ." "Ikuti saja kemauannya. Paling-paling berdebat soal anak yang tidak kunjung kami miliki." AKP Taufik mengalihkan pertanyaan kepada Aryati. kami jarang bertengkar. si penculik tahu persis kalau malam itu di rumah Bapak ada polisi. Aryati yang sejak peristiwa itu kurang tidur selalu berdebar hatinya kalau mendengar bunyi dering telepon. sebab selama delapan tahun perkawinan. ponsel Mandala berdering. satu lagi surat yang berbunyi. sebab kata-kata si penculik belum bisa dipercaya. enggak. "Dewi akan selamat kembali ke rumah jika tuntutan saya dipenuhi.

mengawasi dengan teliti kawasan di sekitar tong sampah dekat halte. Untungnya. Diameter gorong-gorong itu hampir satu meter. sebab mereka tengah asyik memainkan bidak-bidak catur. tampak sesosok gelandangan yang jalannya sedikit pincang perlahan turun ke sungai persis di bawah jembatan. Setelah diperiksa. asal jangan lupa tugas. Hampir tiga jam mereka mengamati keadaan. "Sial!" pikir Mandala.45 Mandala Baring mengendarai mobilnya keluar kompleks perumahannya yang tergolong mewah itu. tembus ke gorong-gorong air yang langsung menuju ke sungai di bawah jembatan. Saat berhenti di atas jembatan. Salah seorang pengail mengeluarkan teropong kecil dari saku. Selain ada tukang rokok. mau buang hajat. "Maaf." "Boleh main. mereka adalah sejumlah petugas polisi yang sedang menyamar." bentaknya. di sana ada gerobak roti dengan lilin menyala terang. "Sedang main catur dengan Bakri. Rupanya. Dengan tenang Mandala mengendarai mobilnya melewati depan lapangan pacuan kuda. Pak? Bikin takut ikan-ikan saja. para petugas itu lalu mendekati dan memeriksa tong sampah plastik yang penuh dengan sampah kertas itu. lalu dengan senternya menyorotkan cahaya ke arah orang itu. Seperti di film-film itu lo!" Tepat pukul 22. "Mana Suwandi?" tanya si pembawa teropong kepada si tukang becak. menemui dan bercakap-cakap dengan seorang tukang becak. lalu menuju jembatan sesuai instruksi si penculik. cukup bagi orang dewasa untuk berjalan dalam posisi jongkok. bungkusan plastik hitam berisi uang itu sudah raib. "Sialan. 183 . Langit sedikit cerah dan jalanan tidak macet. Mandala pulang menunggu reaksi penculik dengan rasa waswas. dan jangan lengah. kedua pedagang itu tidak memperhatikan. Malam makin gelap. Pak!" Rupanya. Tong sampah plastik ternyata berada dekat halte bus. Tak berapa lama kedua pemancing itu naik ke seberang jembatan. Pak." jawab orang itu. Sesudah menaruh bungkusan plastik ke tong sampah. Sepeninggal Mandala dari tempat itu. "Mau ke mana. Salah satu dari kedua orang yang sedang memancing tadi merasa agak terganggu." AKP Taufik geram karena merasa kecolongan. terlihat dua orang sedang memancing di sungai dekat jembatan itu. sebagian dasar tong sampah itu ternyata berlubang. hanya tumpukan paling atas dan paling bawah yang uang asli."Selipkan saja dengan potongan kertas HVS. tentu kedua orang itu akan curiga." Perlahan-lahan mobil Mandala meluncur ke arah halte. Karena yang ditunggu tak juga muncul. "Kalau plastik berisi uang itu saya buang ke tong sampah. tetapi belum ada orang yang datang mendekati tong sampah atau orang yang patut dicurigai." "Siap. jangan-jangan si gelandangan tadi orangnya. Permisi.

. lihatlah foto kiriman saya . "Apa perempuan itu masih lajang?" "Lajang. 'perawan agak lewat'. Namun. seperti bekas sayatan pisau. jangan main-main. Pulangnya selalu naik ojek. yang mengejutkan. Tapi sepertinya ia 'ada main' dengan Partinah. "Maksud saya. Pak Salyono hendak menikah lagi dengan Partinah. Brigpoltu Ayu Mawarni melaporkan. "Meski tukang ojeknya selalu berganti-ganti." jawab Bharatu Suwandi sambil tersenyum. benarkah?" Dengan malu-malu Salyono mengiyakan.. ia diberi kalung emas 15 gram. karena akibatnya . Boleh saja." Di foto itu tampak Dewi Anggraini hanya mengenakan kaus singlet. kok 'perawat'?" tanya AKP Taufik. Anaknya empat orang." "Katanya tukang nasi. sebagai tanda jadi. Pak Salyono. Itu karena ia punya kesempatan untuk berhubungan dengan orang lain. "Sepertinya. "Hus. terlihat goresan luka yang meneteskan darah. Anda mau bermain-main. Keluarga Baring makin panik. tapi 'perawat'. Esok paginya Salyono memenuhi panggilan polisi. pemilik warung nasi di dekat kantor majikannya. "Saya dengar dari beberapa rekan Anda di Kantor Pak Mandala Baring. Terus." perintah AKP Taufik. Menyaksikan foto itu. pada pipi kanan gadis itu. Sekali lagi.." jawab Bharatu Suwandi. Kali ini disertai selembar foto polaroid. Dalam beberapa hari selanjutnya tidak ada informasi apa pun dari si penculik. setiap dua hari sekali Tumini belanja ke pasar.. bikinkan surat perintah pemanggilan untuk Salyono sebagai saksi. "Bagaimana dengan Salyono?" "Ia tinggal di Prumpung. Aryati serta merta pingsan. tangannya terikat ke belakang. selebihnya hanya potongan kertas tak berguna. "Selamat pagi. dari mana mendapatkannya? Kalau begitu. Uang yang Anda sampaikan ternyata kurang dari Rp 10 juta. ia tetap perlu diawasi." "Berarti. Tampangnya memang lumayan. pemilik warung nasi. 184 .. Polisi mencoba bertindak cepat dengan melakukan penyelidikan terhadap Salyono dan Tumini." AKP Taufik memberi salam.Mau menikah lagi Masih belum ada perkembangan baru sampai di suatu Sabtu pagi Mandala Baring kembali menerima surat dari si penculik. jangan bercanda. Salyono banyak uang dong." tutur Brigpoltu Ayu. Pakaiannya rapi. apa lagi?" "Partinah mengaku.

"Masalahnya, istri saya sakit-sakitan, Pak. Katanya, gejala sakit kuning. Enggak boleh kerja berat, enggak boleh capek. Kalau begitu, saya kebagian apa?" katanya sambil tersenyum penuh arti. "Sudah dapat izin dari istri?" "Belum sih, Pak. Tapi saya pernah menyinggung persoalan ini. Kayaknya, dia bisa maklum," jawabnya. "Mengurus dua keluarga itu berat lo, Pak, terutama soal keuangannya." "Partinah 'kan punya warung, saya tinggal tambahi sedikit modal, beres." "Berarti, Pak Salyono banyak duit dong," pancing AKP Taufik. "Banyak sih tidak, Pak, tapi ada sedikit. Pembagian warisan dari kampung. Sawah orang tua kami kena proyek jalan tol. Nah, uang ganti rugi itu dibagi dengan adik saya." "Omong-omong, selain Tumini, siapa lagi pembantu rumah tangga Pak Baring?" "Ada Bu Sumiati, tukang cuci, dan Bu Piyah, tukang bersih-bersih rumah. Maaf, Pak, di sini boleh ngerokok?" "Oh, silakan," jawab Taufik spontan. Dari sakunya Salyono mengeluarkan sebungkus rokok kretek, lalu sebotol kecil minyak angin. Salyono punya kebiasaan, sebelum disulut dan diisap, ia melumuri batang rokoknya dengan minyak angin. "Memang enak, rokok diolesi minyak angin?" "Kalau sudah biasa, enak, Pak. Kretek rasa mentol," sahutnya. Pembantu baru misterius Seminggu kemudian rumah Keluarga Mandala kedatangan seorang perempuan muda berambut pendek. Ia turun dari bajaj, menjinjing kopor. Tumini yang kebetulan mau berangkat ke pasar membukakan pintu pagar untuknya. "Maaf, Mbak. Apa betul ini rumah Pak Mandala Baring?" "Betul, Adik siapa?" "Saya keponakan Bi Piyah, dari Tasikmalaya." "Oh, yang mau menggantikan Bi Piyah? Iya, kemarin Bi Piyah bilang, mau pulang kampung beberapa hari, ada urusan penting." Gadis hitam manis bernama Sugiarti itu mengangguk. Sugiarti tinggal di kamar yang bersebelahan dengan kamar Tumini dan hanya dibatasi tembok berventilasi. Di malam hari Sugiarti lebih suka ngendon di kamar mendengarkan radio. Sudah hampir 10 hari Sugiarti bekerja di rumah Mandala Baring.

185

Bila hari sudah malam, Sugiarti sering mendengar Tumini seperti berbicara dengan seseorang. Ia juga sering memergoki Tumini sendirian di taman belakang malammalam. Sugiarti tidak tahu apa yang dilakukan teman kerjanya itu. Suatu sore selagi masih di kantor, ponsel Mandala Baring kembali berdering. "Halo, ya. Bagaimana? Saya harus antarkan ke mana?" jawab Mandala gugup. "Malam ini pukul 23.00 Anda mengendarai mobil sendirian. Siapkan uang, jangan lupa bawa ponsel. Saya akan beri petunjuk selanjutnya nanti malam. Ingat, jangan melapor pada aparat," ujar suara dari seberang. "Ya, ya. Tapi, bagaimana dengan anak saya?" "Jangan khawatir, dia aman bersama saya," jawabnya singkat sebelum mematikan telepon. Tanpa buang waktu, Baring menyiapkan uang yang diperlukan. Malam itu Sugiarti dipanggil Bu Aryati. Cukup lama ia berada di rumah induk. Ketika mau kembali ke kamarnya, ia dicegat Tumini. "Kok lama amat? Disuruh apa sama Nyonya?" "Bantu ngitung duit, sekalian memasukkan ke kopor." "Banyak duitnya?" "Banyak sekali, ratusan ribu semua. Saya sampai bingung ngeliatnya." "Untuk apa malam-malam begini nyiapin duit segitu banyak?" "Enggak tahu. Katanya, malam ini Tuan ada urusan." Menjelang pukul 23.00, Tumini membukakan pintu gerbang. Mandala Baring memasukkan kopor ke dalam mobil mewahnya. Ia tampak terburu-buru. Di perjalanan Mandala tampak seperti orang linglung, karena tidak tahu arah yang harus dituju. Beberapa saat kemudian, ponselnya berdering. "Anda terus saja ke lokasi yang dulu, dekat lapangan pacuan kuda. Dulu Anda ke kiri ke arah jembatan, sekarang ke kanan ke arah kuburan. Lewati terus gerbang kuburan, sampai Anda menemukan telepon umum. Berhenti di situ, turun dari mobil, tapi mesin mobil jangan di-matikan. Tinggalkan uang di jok depan. Saya akan memberi petunjuk selanjutnya." Perlahan Mandala mengemudikan mobilnya. Di sepanjang jalan tampak deretan warung remang-remang. Di dekat telepon umum di bawah pohon mangga, seperti yang dimaksud si penculik, ponselnya kembali berdering. "Seperti perintah saya sebelumnya, tinggalkan uang di jok depan. Mesin mobil harus tetap menyala. Anda bisa mengambil putri Anda di depan gerbang makam." Mandala sempat terkesima, keningnya berkerut. Nada suara orang yang meneleponnya sejak tadi sore terdengar berbeda dengan yang sudah-sudah. Suaranya dibuat-buat, seperti takut dikenali.
186

Makam itu sangat gelap. Tak tampak sebentuk sosok manusia pun di sana. Ketika ia tengah menajam-najamkan penglihatannya, tiba-tiba terdengar bunyi derum mobil. Terlambat, seseorang telah melarikan mobilnya, dan uang tebusan sebesar Rp 150 juta. Salah perhitungan Sekitar pukul 04.00 Tumini tampak berjingkat-jingkat ke luar dari kamarnya membawa tas besar. Saat ia keluar pintu gerbang, sebuah taksi kebetulan melintas. Taksi dengan penumpang Tumini kemudian meluncur ke arah Cililitan, lalu terus ke selatan. Sesudah melewati perempatan Kampung Rambutan, mobil itu berbelok ke kiri. Sekitar 100 m dari mulut gang, taksi berhenti di depan sebuah rumah papan bertingkat. Tumini segera masuk dengan kunci cadangan. Tanpa disangka, setengah jam kemudian, polisi sudah mengepung tempat itu. Setelah memberikan peringatan, polisi langsung mendobrak tempat itu. Di sebuah kamar di lantai atas, polisi mendapatkan Dewi Anggraini meringkuk di pojokan. Di depannya berdiri tegap Tumini. Di tangannya tergenggam sebuah cutter berlumuran darah. "Sudah sering saya bilang. Kamu boleh memeras, tapi jangan menyakiti sandera. Eh, kamu malah berniat mencabuli bocah ingusan seumur anakku," katanya beringas pada lelaki setengah mabuk, yang merintih di pojok lain ruangan itu. Bagian pinggul lelaki yang hanya bercelana dalam itu terluka memanjang bekas sabetan cutter Tumini. Dalam pemeriksaan diketahui, Tumini dan Sumarlan ternyata komplotan penjahat. Mereka pernah beroperasi di daerah Jakarta Barat. Ketika kedua majikan Tumini bekerja, ia leluasa menguras harta majikannya. Saat itu Tumini baru setengah bulan bekerja. Ia kabur membawa hasil jarahannya dengan mobil sewaan yang dikemudikan Sumarlan. Setelah itu dua kali mereka melakukan kejahatan serupa di sebuah perumahan mewah di Jakarta Selatan. Namun, mereka tampaknya salah perhitungan ketika bekerja di rumah Keluarga Mandala. Keluarga itu ternyata memiliki banyak pembantu rumah tangga sehingga kesempatan untuk merampok menjadi sulit. Memeras majikan dengan menculik anaknya adalah gagasan alternatif Tumini. Dengan harapan hasilnya akan lebih besar, meski risikonya juga tidak kecil. Tumini, janda beranak satu, dan Sumarlan perjaka pengangguran berniat menikah dan membuka warung di kampung. Untuk itu, mereka perlu modal. Malam itu, begitu tahu kalau Mandala sudah mengirimkan uang tebusan, buru-buru Tumini ke rumah kontrakan Sumarlan. Ia khawatir Sumarlan kabur dan menipu dirinya. Tumini belum percaya sepenuhnya pada kekasihnya itu. Ketika sampai, didapatinya Sumarlan tengah mabuk, bahkan hendak berbuat tidak senonoh pada Dewi. Nalurinya sebagai ibu bangkit, ia teringat pada anak tunggalnya di kampung. Cutter yang selalu ada di kantung bajunya pun ikut bicara. "Di foto polaroid pipi Dewi tampak terluka, tapi ini kok tidak ada bekasnya?" tanya AKP Taufik pada Sumarlan yang terbaring kesakitan. "Saya dulu pernah membantu bagian tata rias dan efek khusus sebuah produksi film laga."

187

ia naik taksi yang dikemudikan Bharatu Suwandi yang mendapat informasi dari Sugiarti. Pagi itu juga AKP Taufik Abdullah meluncur ke rumah Mandala Baring. pagi-pagi Tumini pergi ke rumah Sumarlan. Ia menggamit tangan Bi Piyah. bukti rekamannya. terkejut ketika seorang polisi wanita memasuki ruangan. karena sudah lama ikut saya. "Ini Komandan. terdapat botol minyak 188 . agak terlindung karpet. siapa saja yang tahu nomor ponsel Anda?" "Yang ini khusus untuk keluarga." "Bagaimana dengan Salyono. lukanya cuma tipuan? Kamu buat dari apa?" "Dari sejenis lateks yang dilumuri 'darah'. karena ia mabuk. jawaban Sumarlan kacau. mikrofon yang sangat peka. di lubang angin yang menghubungkan kamarnya dengan kamar Tumini. Tumini. Puntung itu gepeng."Jadi." katanya kepada AKP Taufik. selain Ibu. Tapi kalau yang semalam. sepertinya diinjak untuk mematikan apinya. "Uang? Uang apa. Mobil itu kosong. Sugiarti diam-diam memasang wireless FM." "Supaya Pak Mandala syok dan cepat mengirimkan uang tebusannya? Begitu?" Sumarlan mengangguk pelan. di rumah kontrakan Sumarlan tidak ditemukan uang sebesar itu. Pengakuan Sumarlan dibenarkan oleh Tumini. Polwan itu ternyata Sugiarti. supir Anda?" "Oh. "Yang semalam diantar sendiri oleh Pak Mandala!" "Kalau uang yang kurang dari sepuluh juta itu memang saya yang ambil. Ia sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri. Karena takut dibohongi. dan direkam. Tanpa dia sadari. "Lalu. campuran madu dan zat pewarna. tas berisi uang itu pun raib. Pak?" tanya Sumarlan kaget. Dewi masih tampak lelah di pelukan ibunya. Rupanya. Mikrofon itu dihubungkan dengan gelombang FM radio. Tumini segera menelepon Sumarlan dan memarahinya karena merasa belum memberi tanda aman. kok Sumarlan sudah meminta uang tebusan itu. Celakanya. yang duduk di samping Sumarlan. Di dekatnya. betul. Tidak pulang kampung. Rombongan polisi segera mendatangi tempat itu. Sejak sore saya hanya minum-minum. "Pak Mandala. Dari bukti itu diketahui. Tumini melihat masih ada polisi yang sering datang ke rumah majikannya. saya tidak menerimanya. Ketika Mandala mengantar uang tebusan. orang luar yang tahu hanya sekretaris saya." jawabnya serius. setiap malam Tumini berkomunikasi dengan Sumarlan menggunakan ponsel. Saya harus menunggu perintah dari Tumini." Dari anak buahnya AKP Taufik mendapat kabar bahwa mobil Mandala Baring ditemukan di pinggir jalan dekat TMII. mana uang seratus lima puluh juta itu?" tanya AKP Taufik setelah menerima laporan. dia juga tahu. Di lantai jok pengemudi tampak puntung rokok kretek yang masih panjang. Bi Piyah hanya dititipkan pada salah satu keluarga Polisi. Tumini tidak percaya.

" perintah AKP Taufik kepada anak buahnya. rokok yang terlanjur disulut itu dimatikannya dengan diinjak. Di dalamnya terdapat setumpuk uang. "Boleh lihat isi tasnya?" sela seorang polisi di sebelahnya. si pengemudi siap merokok. Sarosa. Tidak tercium bau apa pun kecuali aroma tembakau. Ia pandai memanfaatkan kesempatan meski tidak punya sangkut paut dengan komplotan Tumini dan Sumarlan. ngobati istri. di Jakarta) 189 .angin yang kosong. (Fiksi/Riady B. Seperti kebiasaannya. rokok itu harus diolesi minyak angin sebelum diisap. "Mau ke mana. "Sekarang bagi tugas. Dengan berat hati Salyono menyerahkan tas gendongnya. Sakit sejak dulu enggak sembuh-sembuh. Karena minyak anginnya habis. Kamu ke rumah Salyono. Pak Salyono? Kok sendirian?" sapa AKP Taufik setelah memergoki Salyono di sebuah terminal bus antarkota antarprovinsi di Jakarta Timur. "Pulang kampung. Salyono memang cerdik. jumlah dan nomor serinya sama persis dengan uang yang dibawa Mandala Baring semalam." jawabnya agak grogi. kamu ke terminal bus. AKP Taufik menduga. Puntung itu diambil lalu dicium AKP Taufik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.