Cerita Kriminal

www.intisari-online.com

Daftar Isi

01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24.

Stag Night Membawa Petaka Terkecoh Piringan Hitam Ada Perempuan Simpanan Jejak Porsche Yang Mengecoh Jebakan Buat Pangeran Hitam Horor Di Mount Vernon Direkrut Jadi Mitra Pembunuh Tergiur Simpanan Janda Tua Korban Ke-13 Cincin Berlian Memecah Kebuntuan Masa Lalu Terekam Di Kuku Surat Balasan Salah Alamat Beda Nasib Sejak Bayi Terlacak Dari Situs Internet Dikenali Dari Suaranya Rahasianya Di Balik Celana Kekasihnya Tewas Di Jalanan Gara-Gara Patah hati Saku Mantel Itu Menggelembung Di Balik Dinding Kampus Termakan Gosip Lukisan Cat Minyak Tanpa Tekstur ‘Nyanyian’ Sang Puteri Kalah Cerdik

2

01.

STAG NIGHT MEMBAWA PETAKA

Cheryl Miller memang belum menjadi selebriti. Namun, siapa pun yang pernah bertemu, apalagi mengenal gadis ini dengan baik, pasti setuju kalau dia memiliki pesona yang tidak dimiliki gadis muda berusia 21 tahun lainnya. Selain punya wajah cantik dan tubuh menarik, Cheryl - yang bekerja paruh waktu di sebuah toko roti di Saginaw, Michigan, Amerika Serikat - juga dikenal sebagai gadis yang cerdas dan mandiri. Donna Duquette - bibinya - masih ingat betapa keponakannya itu sangat perhatian kepada orang lain. "Jiwa sosialnya tinggi, terutama kepada keluarga dan kawankawan dekatnya," ungkap Donna. Tak aneh kalau Donna kemudian berkesimpulan, "Untuk gadis seumur dia, Cheryl benar-benar sosok yang luar biasa dan sempurna." Donna lantas bercerita, betapa keponakannya itu lebih memilih tinggal di sebuah apartemen, bersama seorang temannya, teman wanita tentu. Keputusan pindah itu tak diherani Donna. "Sejak usia belasan tahun, Cheryl sudah terbiasa melakukan banyak hal sendirian," tegas sang bibi lagi. Kalaupun butuh kawan, yang paling sering menemani dia hanyalah sepeda motor kesayangannya. Sepeda motor itu dibeli dari hasil tabungannya sendiri. Di kalangan teman-temannya, Cheryl pun sangat populer dan supel. Tak heran, dia gampang sekali menarik perhatian lawan jenis. Namun teman-temannya tak ingat, sudah berapa banyak cowok yang pernah menjadi teman kencan Cheryl. "Kami tak pernah mau ikut campur terlalu jauh pada urusan pribadinya. Cheryl terlalu baik untuk dibuat marah atau tersinggung," sahut seorang teman kerjanya. Pendek kata, Cheryl Miller bak mutiara yang sinarnya sangat terang dan diperkirakan bakal makin benderang di masa yang akan datang. "Bukan tidak mungkin, dengan karakter dan semua bakat yang dimilikinya, kelak dia akan menjadi seorang bintang. Seorang selebriti," Donna kembali angkat bicara. Namun, manusia memang hanya bisa memohon, karena pada akhirnya, Tuhan jua yang menentukan. Doa dan harapan mereka terhadap Cheryl tak pernah kesampaian. Bukan Tuhan tak mau mendengarkan, tapi Dia tampaknya punya rencana lain untuk sang "calon bintang". Rencana yang tak pernah diketahui manusia. Menuju jalan buntu Sabtu pagi itu, awal tahun 1970-an, di tengah cuaca gerimis, Cheryl Miller ditemukan kawan seapartemennya dalam keadaan tergeletak tak berdaya di tempat tidur, di apartemen mereka di Saginaw. Luka terbuka, meski tidak menganga, juga ditemukan di tubuhnya. Komentar-komentar terkejut terdengar dari kawan, tetangga, terlebih keluarga. Bersamaan dengan itu, suasana sedih dan duka menyergap seketika. Terutama, setelah muncul kepastian dari kepolisian dan rumah sakit bahwa nyawa Cheryl tak bisa diselamatkan. Sang "calon bintang" telah meninggalkan alam fana untuk selamanya. Kepergian yang terlalu pagi sebenarnya. Setelah itu, duka berubah menjadi luka, karena cara Cheryl tewas sungguh sangat mengenaskan. Hasil autopsi menyimpulkan, gadis manis itu mengalami kekerasan seksual. "Tampaknya, ia diperkosa, kemudian dicekik. Atau sebaliknya, dicekik dulu

3

bagaimana reaksi orangtua Cheryl saat itu. ketidakcocokan mulai muncul. tetangga. saat itu Abbass masih dalam status pacaran dengan korban. Cheryl diperkirakan meninggal antara pukul 05. ikut menganggukkan kepala. "Saya tak bisa membayangkan." balas Ron." jawab Ron dan Tom tanpa dikomando. Berdasarkan masukan-masukan itu. Meski belakangan. benar-benar kaget. Ron dan Tom mulai menanyai sejumlah saksi. Detektif Tom Reeder yang mendampingi Ron. "Saya sangat kaget. "Mana mungkin ada orang yang tega berbuat begitu sadis pada gadis sebaik dan secantik Cheryl?" tegas mereka. Ron sengaja merahasiakan nama Abbass. karena tak ada barang-barang milik korban yang hilang. "Tidak secara spesifik. Keluarga. seorang pemuda asal Iran yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar.30 . Setelah mengamati kondisi mayat dan TKP. Apalagi motif terbunuhnya Cheryl jelas karena sesuatu yang sifatnya pribadi. Mereka berhasil menemukan sidik jari Abbass di dinding yang mengarah pada kamar tempat 4 . semua disambangi. mereka semua tidak percayaan. kami sedang menyelidiki kemungkinan keterlibatan teman dekat korban. selain teman dekat korban?" "Kemungkinan itu juga sedang kami selidiki. Cheryl tak ingin lagi bertemu. "Pada kasus pembunuhan seperti ini. Detektif Ron Herzberg dan detektif Tom Reeder yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) tak lama setelah ditelepon. lalu membunuh Cheryl?" tanya wartawan. Mereka bilang. Ron dan Tom mendengar selentingan kabar dari teman-teman Cheryl. Saat ini. dia agak khawatir pada sikap temperamental Abbass." Donna bercerita sembari memegang perut." "Sang pacar marah. Tak lama setelah itu. sehingga hubungan mereka kabarnya agak merenggang. Seperti Donna." detektif Ron Herzberg memberikan keterangan kepada wartawan. polisi kemudian mengarahkan penyelidikannya pada Abbass Esfehani. Mereka pasti sangat menderita. teman-teman korban.00. "Apakah polisi mempunyai calon tersangka lain. yang pertama kali kita selidiki biasanya adalah orang-orang yang mengenal dan dikenal korban." tukas seorang anggota tim forensik. seraya menambahkan. Police line pun dipasang bersamaan dengan kesibukan polisi mengamankan barang bukti. "Orangtua Cheryl tahu apa penyebab retaknya hubungan mereka?" cecar wartawan. Kita belum bisa memastikan.baru diperkosa. "Itu salah satu kemungkinan skenario yang perlu didalami. Ron dan Tom memang langsung mengumpulkan data dan fakta. apalagi melanjutkan hubungan dengan pacarnya itu. Tapi Cheryl sempat berkata." Ya. Seperti ada orang yang baru saja menembakkan peluru karet ke perut ini. dalam irama yang sama. orangtua korban sempat berbicara dengan anaknya. untuk mendukung azas praduga tak bersalah. "Beberapa hari sebelum kejadian." tambah Donna. menyusunnya menjadi semacam puzzle yang harus dipecahkan.06. Ini bukan perampokan. langsung menyisir lokasi.

Sebagian barang-barangnya bahkan ditinggalkan begitu saja di Saginaw. Abbass menjual mobilnya. pihak berwajib tak pernah memiliki kesempatan menginterogasi Abbass. Dalam kurun waktu dua tahun itu pula. sampel rambut yang dikirim Kepolisian Iran itu ternyata sama sekali tidak cocok dengan contoh rambut yang ditemukan di tubuh korban. polisi sempat menawarkan hadiah uang buat mereka yang dapat memberikan petunjuk penting. karena memang tak ikut menyaksikan. setelah diteliti. atau malah hebatnya. Mereka tak mau kehilangan buruannya begitu saja. Kumpulan barang bukti itu makin menguatkan kecurigaan aparat kepolisian pada pemuda asal seberang lautan itu. Polisi berusaha keras. Tanpa membuang waktu. Saat itu. Selain Abbass. karena ketiadaan bukti." jelas Ron. dua nama lain yang masuk dalam daftar tersangka adalah Antonio Alverez (sepupu teman seapartemen Cheryl) dan Gabriel Ferris. atau mengarah pada ditemukannya pembunuh Cheryl. sekaligus frustrasi. lalu terbang ke negara asalnya. tanpa barang bukti. upaya menemukan siapa pembunuh dan pemerkosa Cheryl. saat sampel diambil dari Abbass. lima bulan setelah ditemukannya mayat Cheryl. Dari situlah daftar tersangka baru kasus pembunuhan dan pemerkosaan Cheryl dibuat. untuk mengirim sampel rambut Abbass ke Amerika." Ron menirukan keterangan dan janji yang didengarnya dari koleganya di seberang lautan. Polisi juga menemukan beberapa helai rambut di tubuh sang gadis. tampaknya mengarah ke sebuah jalan. Tapi kami akan memenuhi permintaan Anda. Bahkan sampel itu juga tak cocok dengan rambut yang ditemukan di sisir milik Abbass. polisi masih terus memburu pemerkosa dan pembunuh Cheryl Miller. Alverez yang pernah menumpang beberapa waktu di apartemen itu dicurigai mempunyai kaitan 5 . minta agar Abbass ditahan. yang tertinggal di bekas kediamannya di Saginaw. mereka segera menghubungi rekan sejawatnya di Iran. Hanya selang beberapa hari sejak tewasnya Cheryl. yang bisa dilakukan polisi Iran hanyalah "menginterogasi" Abbass dalam hitungan jam. apakah ada orang lain di luar Abbass yang pantas dimasukkan dalam daftar tersangka. Abbass sendiri sejak kejadian itu tak pernah lagi berkunjung ke Amerika Serikat. Polisi tentu kebakaran jenggot. Berbagai kemungkinan dan skenario pun coba dipikirkan. karena dugaan terlibat dalam kasus pembunuhan dan pemerkosaan. Polisi betul-betul dibikin bingung. Calon tersangka itu tampaknya menyadari kerepotan yang bakal dihadapinya. "Kami tak punya bukti untuk menahan dia. keluarga dan teman-teman Cheryl mulai merasa. yang warna hitamnya mirip dengan rambut di sisir milik Abbass. Mereka melakukan check and recheck terhadap orangorang yang pernah diwawancarai. Herannya. Namun. polisi akhirnya menghentikan (sementara) perburuan terhadap Abbass Esfehani.mayat Cheryl ditemukan. Alhasil. Polisi juga mencari dan memintai keterangan saksi-saksi baru. "Kami tak bisa melakukan apa-apa. Mereka berhasil menjaring keterangan dari sekitar 150 orang saksi. bernama jalan buntu! Alibi tak terbantah Dua tahun setelah mentok di jalan buntu. jika terus bertahan di Amerika Serikat. Sayangnya.

" sergah Tom Reeder. Saat kabar pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl menyeruak. Ferris menjadi calon tersangka paling sempurna di antara tiga calon tersangka dalam daftar polisi. bahkan paling minim jika dibandingkan dengan dua tersangka lainnya. polisi dengan hanya mengandalkan teknologi yang dimiliki saat itu belum dapat memastikan. dia mengakui pernah menjadi pacar dan berhubungan seksual dengan Cheryl Miller. sejauh mana tingkat kesamaan antara sampel rambut Alverez dengan rambut yang ditemukan di tubuh Cheryl. mestinya tidak. ketika arsip kasus Cheryl Miller akhirnya dibuka kembali pada 1994. "Melihat betapa gugupnya dia ketika berbicara tentang Cheryl. Bagaimana dengan Gabriel Ferris? Nah. Ferris sendiri sebenarnya berasal dari keluarga cukup berada. Kasihan mereka. Ferris menghabiskan malam pertama bulan madu. Apakah masuk akal. status Ferris adalah pengantin baru yang sedang menghabiskan malam pertama bulan madunya di sebuah tempat peristirahatan di luar Saginaw.yang saat peristiwa pembunuhan Cheryl terjadi masih remaja . Namun. pihak kepolisian Saginaw bertekad mengadakan penyelidikan ulang atas kasus berumur puluhan tahun ini. Ferris justru satu-satunya calon tersangka yang memiliki alibi paling sulit dibantah. Di sana. Masalahnya. Ferris memang tidak meninggalkan jejak rambut di tubuh korban. yang satu ini agak unik. Saat terjadinya pembunuhan. arsip kasus Cheryl Miller dimasukkan ke dalam peti. menyusul ditemukannya kemiripan antara sampel rambut Alverez dengan rambut hitam yang ditemukan di tubuh korban. menjadi "berkah" tersendiri. Beberapa detektif . jalan buntu. Ketika itu. Ferris sedang berada sekitar 65 mil dari Saginaw. persisnya di sebuah cottage di kawasan wisata Lake Huron. Sedangkan mereka yang 20 tahun lalu sudah menjadi orangtua atau berusia setengah baya. arwah Cheryl dan orangtuanya bisa beristirahat dengan lebih tenang. Detektif Reeder pernah beberapa kali berjumpa Ferris. lantaran terlibat peredaran obat-obat terlarang. dengan ditemukannya bukti-bukti baru yang mengarah pada tertangkapnya tersangka." bilang Dona. Akhirnya. untuk kedua kalinya. "Mudah-mudahan. Kini. karena orang-orang yang dulu segar bugar. Jadi. bersama istri yang baru saja dinikahinya. Dengan kata lain. bahkan sudah ada yang meninggal dunia. seperti berkali-kali diceritakannya pada polisi. Namun. 6 . inilah pembunuh Cheryl yang sesungguhnya. insting saya bilang. yang meninggal dengan membawa serta semua kedukaannya ke alam baka. bahkan sempat masuk hotel prodeo. Hubungan intim terakhir yang mereka lakukan konon hanya sekitar sepekan sebelum pembunuhan. polisi mengarah ke jalan yang sama. orang yang sedang berbulan madu menyempatkan diri memperkosa dan membunuh bekas pacarnya? Secara logika. Jelas tak gampang.bergerak mendatangi saksi-saksi yang dulu pernah dimintai keterangan. bukti fisik terhadap Alvarez sangat minim. perlahan tapi pasti.dengan kematian Cheryl. kini banyak yang sudah berusia setengah baya dan sakit-sakitan. Termasuk kedua orangtua Cheryl. tetapi dia kerap berurusan dengan polisi. Polisi bahkan "tersesat" di jalan buntu itu selama hampir 20 tahun! Saksi tua renta Makanya. Polisi juga menemukan sidik jari Ferris di meja rias dekat tubuh Cheryl ditemukan.

yang pernah menemaninya berkendara jauh pada 1976.yang ikut membuka kembali kasus Cheryl Miller pada 1994 bersaksi bahwa Ferris pernah bilang. baik dalam keadaan sadar maupun mengigau. untuk menjebloskannya ke dalam bui. Terri akhirnya mau berterus terang." sebut polisi. Ferris yang selama 20 tahun berlindung pada alibi bulan madunya itu kini harus menghadapi kesaksian demi kesaksian yang perlahan-lahan membungkam "senjata" yang selama ini meloloskannya dari cengkeraman aparat penegak hukum." jelas polisi. Yaaa. honey?" Ferris tak langsung menjawab. Ferris sebenarnya sempat keluar kamar. ini darah kelinci. Terri Igaz. bahkan berani bersumpah. "Saya tidak berniat melakukannya. sempat menyatakan keheranannya. Ehh. aku enggak sempat ngerem. karena polisi berhasil mendapatkan sejumlah fakta baru dan penting. Nah." sang mantan istri membuka kisahnya. saat aku mau menarik bangkainya . saya benar-benar tidak berniat melakukannya. Cheryl hanyalah satu dari lima perempuan yang pernah ditidurinya dalam kurun waktu yang hampir bersamaan. sebelum Matahari terbit. "Setelah melakukan hubungan intim. karena aku sendiri langsung tertidur.Dona kali ini memang boleh berharap banyak. Faktor pemberat penemuan sidik jari itu. "Hampir bisa dipastikan. Bukti-bukti lisan itu makin meyakinkan. sidik jari seperti itu biasanya ditinggalkan oleh si pembunuh. Gabriel Ferris. Bekas teman satu sel Ferris . mungkin dia mau menyeberang jalan. lantaran letaknya hanya beberapa inci dari posisi kepala korban saat ditemukan. Karena kaget. apa yang terjadi. Begitu mematikannya "nyanyian" Terri. berupa sidik jari Ferris di meja rias. Aku enggak tahu ke mana. jika ditambah "temuan lama". sehingga bulan madu hari pertama yang selama ini menjadi alibi tak tergoyahkan. dua tahun setelah kematian Cheryl.saat ia dipenjara karena masalah narkoba .kini sudah pensiun . Sungguh. Bangkainya sampai nyangkut di roda." demikian ucapan yang sering didengar sang mantan pacar sepanjang perjalanan.sebagian darahnya 7 . gong dari semua gong adalah keterangan mantan istri Ferris. akhirnya tidak lagi menjadi bagian yang hilang (missing link) yang mengganggu penyelidikan polisi. tak jauh dari lokasi tempat ditemukannya mayat Cheryl. Seorang mantan napi lainnya.seperti kamu lihat sekarang . Selain Roy Walton.pun mengaku Ferris sering sekali berbicara tentang pembunuhan itu. Detektif Roy Walton . Namun. "Ucapan-ucapan Ferris akan menjadi bukti penting bagi kami. Bukan tentang Abbass Esfehani atau Antonio Alvarez. "Kamu dari mana. Kamu terluka?" "Bukan. akhirnya ketabrak. "Astaga. Terri yang terbangun oleh kedatangan Ferris. Polisi menyebut kebiasaan buruk Ferris yang tak bisa "menjaga mulut" sebagai salah satu faktor yang meringankan pekerjaan mereka. dia sudah kembali ke cottage. masih banyak saksi lain yang merekam bahwa pada tahun-tahun pertama setelah terbunuhnya Cheryl. Ferris kerap berperilaku dan berbicara aneh tentang pembunuhan yang menimpa mantan kekasihnya itu. Setelah bercerai dari Ferris. Yang pasti. Ferris pernah mengaku terus terang: dialah pembunuh Cheryl! Polisi juga mendapat "kutipan berharga" dari seorang perempuan .bekas pacar Ferris . tiba-tiba muncul seekor kelinci. tapi tentang si pemilik alibi terkuat. Ketika sedang mencari angin segar di luar.

tempat tinggal sang mantan pacar. Hampir setiap aktivitas mereka lakukan bersama-sama. Tapi saya. yang disebut-sebut Ferris baru saja menabrak kelinci. Tentu saja. lalu melarikannya ke Saginaw. Dia merasa harus percaya pada cerita suaminya. bukan memperkosa. Ferris ternyata masih berusaha mengencani Cheryl untuk terakhir kalinya. Dia benar-benar ingin menikmati suasana romantis bulan madu. Donna memang menjadi anggota keluarga Cheryl yang paling rajin mengikuti sidang. Namun malam itu. rasanya mirip orang menangis. Ferris baru punya "waktu luang". polisi merangkai teka-teki kematian Cheryl Miller dengan merekonstruksi peristiwa menghebohkan 30 tahun lalu itu. Terri tak menyadari kegelisahan Ferris saat itu. sekadar iseng atau hati kecilnya sebetulnya lebih mencintai Cheryl ketimbang Terri. Dari pagi hingga menjelang malam. menjadi motif pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl. sebelum aku menikahi kamu. persis sebelum melakukan hubungan resmi sebagai suami istri. Hanya itu. meski raganya berada di rumah peristirahatan di Lake Huron (sekitar satu jam perjalanan dari Saginaw). aneh sekali.malah menempel di baju. dia meraih kunci kontak mobil. Yang pasti. Toh. yang disayanginya melebihi anak sendiri. ternyata dia cuma sedang berakting. Keinginan bercinta untuk terakhir kalinya dengan bekas pacar. persisnya jam 11. lelaki itu hanya berucap ringan. "Orangtua Cheryl memang tak bisa lagi menyaksikan jalannya sidang kasus pembunuhan anaknya. Di persidangan. "Lihat. Saat itu. apalagi membunuh." imbuh Terri. Pacar terakhir. bibi Cheryl. pikiran Ferris tetap tak bisa lepas dari apartemen Cheryl. sering juga disebut "stag night". Lagi pula. sembari menunjuk bercak darah di bajunya. justru setelah dia selesai menunaikan tugas sebagai suami di malam pertama bulan madunya. bulan madu bukanlah saat yang tepat untuk bertengkar. "Saat menonton. Akting pura-pura menangis." Kesaksian Terri menjadi kartu As polisi untuk mematahkan alibi yang selama 30 tahun terakhir ini menyelamatkan Ferris dari ancaman hukuman berat. kesempatan yang ditunggu-tunggu tak jua datang. Keberhasilan yang amat sangat disyukuri keluarga besar Cheryl. ingin berkencan. Entah apa yang ada di benak Ferris saat itu. malam atau dini hari itu juga. Nyanyian mantan istri Terri bahkan tak terlalu ambil pusing. dia mengeluarkan suara parau. Perempuan yang terbunuh itu. sehingga ia tak tahu apakah masih tersisa noda darah di roda. Meski sudah memilih Terri menjadi istri. Sejak 30 tahun lalu. Saat Terri menatap Ferris dengan pandangan heran. Adik saya bahkan sampai meninggal karena stres. dia tak pernah absen membela Cheryl. 8 . Alhasil. Terri cuma manggut-manggut. dia itu bekas pacarku. sebelum betul-betul menjadi "suami". Tapi setelah aku perhatikan lebih teliti. betapa pun telatnya. niat Ferris untuk menyambangi apartemen Cheryl tetap menggebu. atas nama keluarga. Terri juga tak ingin memeriksa mobil. tanpa ekspresi. ketika beberapa jam kemudian. Ferris sempat bertingkah aneh saat menyaksikan berita pembunuhan dan pemerkosaan Cheryl di televisi lokal." Ferris beralasan. Terri tak pernah mau lepas dari Ferris. merasa sangat bahagia jika kasus ini akhirnya terungkap." ucap Donna.00 siang. Niatnya jelas.

12. "Ferris punya kemampuan untuk melakukan itu. perempuan malang yang diharapkan menjadi selebriti oleh kawan dan keluarganya itu dicekik. namun jarum jamnya menunjukkan angka 22. dan saya tidak mau berhubungan seksual dengan lelaki beristri." bisa jadi begitulah bentuk semprotan Cheryl. polisi mendudukkan Gabriel Ferris di kursi terdakwa.35. Terri. dia malah mendapat semprotan. Isi kamar tampak berantakan tak keruan. Sepuluh menit sebelumnya. Hannah mengaku pertama kali mendapati mayat pukul 23. entah untuk alasan apa. Tak ada lagi stag night. yang biasanya diletakkan di atas perapian. atau 10 tahun sejak kasus menghebohkan itu diangkat kembali dari peti X-file Kepolisian Saginaw. tepat di depan pintu masuk rumah. seperti biasa. Saya sangat yakin. darah segar masih basah mengalir akibat luka bacok. Mereka mendapati mayat Louise Bonfield terbujur kaku di tempat tidurnya. Seperti diucapkan seorang perwira polisi.(Kisah nyata/Chris Hansen/Icul) ) 02. Kacanya pecah. pembantu rumah tangga keluarga Bonfield. Sebaliknya. Beberapa menit kemudian. Louise juga dicekik. wanita berdarah 9 . Tempat lilin yang terbuat dari kuningan. Bisa ditebak." Terlebih pembunuh mutiara yang sedang bersinar terang. Ia memang punya kebiasaan buruk memukuli istri. Dari kepalanya." Bahkan mantan istri Ferris. sebelumnya dia telah dua kali berusaha membunuh Cheryl. Seorang calon selebriti asal Saginaw. yang datang dari arah depan rumahnya. Dompet manik-manik milik Louise didapati dalam keadaan kosong. polisi datang ke lokasi. kesaksian terakhir ini ditolak mentah-mentah di pengadilan. "Tak ada kata terlambat untuk memenjarakan seorang pembunuh. Kepada polisi. penolakan itu membuat Ferris naik pitam. Ferris yang pada saat itu berumur 55 tahun harus mempertanggungjawabkan dosa yang dibuatnya di masa muda. Pak Gamble kemudian menghampiri Hannah Swenson. Rupanya. baik oleh Ferris maupun pengacaranya. yang masih berteriak kencang karena ketakutan." Namun. Lalu. dipenuhi darah. tepatnya tahun 2004. kami juga mendapat bukti.00. Dua puluh tahun sejak terjadinya pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Cheryl Miller. "Kamu sudah melakukan hubungan suami-istri. ketika telepon dari Tuan Gamble yang tinggal berseberangan dengan keluarga Bonfield berdering di kantor kepolisian terdekat. Ditemukan juga sebuah jam kuno terbuat dari kuningan di lantai. Gamble terbangun gara-gara mendengar suara seseorang menjerit. Kekerasan fisik dan seksual pun diterima Cheryl yang mengakibatkan sedikit luka terbuka.Sayangnya. ikut bersaksi. akhirnya dengan yakin. Saat itu. jadi sudah resmi jadi suami Terri. Ia segera menyambar jas di dekat tempat tidur untuk menutupi piyama yang dikenakannya. Karena belakangan. Laci-laci dikeluarkan dari tempatnya dan isinya berhamburan keluar. kepala Louise dipukul dengan benda dari kuningan itu. TERKECOH PIRINGAN HITAM Jam menunjukkan pukul 23. Polisi menemukan potongan kaca nako yang berasal dari jendela belakang. sampai napasnya tak lagi berembus. Hal itu tampak dari memar keunguan di sekitar leher. "Saya yakin ia melakukannya. kedatangan Ferris tak mendapat sambutan hangat Cheryl.

Dua polisi berbadan tegap ikut masuk. Tanpa membuang waktu. Dengan langkah gontai. juga memukulnya dengan jam hingga tewas di tempat. Tak lama kemudian. George mulai punya firasat buruk tentang keluarganya. Ia tak tega menyaksikan kepergian Louise dengan cara tragis seperti ini. Tiga detektif lain masuk dan ikut mendengarkan keterangan Bonfield. menerima kedatangan beberapa tamu. Tanpa mengeluarkan sepatah kata. Pria itu. "Istri bapak terbunuh. "Ya. tenggerokannya lebih nyaman. Tuan?" tanya seorang polisi. setelah minum jus jeruk." jelas George. Tujuannya semula merampok. sehingga batuk pun reda. yang sedang dalam perawatan dokter sejak kena serangan batu empedu. suami korban. George terlihat siap. seorang pria berwajah ramah datang bersama seorang stenografer. Pertanyaan Christopher masih sama dengan pertanyaan semalam. kalau-kalau keterangannya masih diperlukan. memang sering terbangun di tengah malam karena batuk kecil. istri Anda dibunuh oleh pencuri yang dipergoki berada di ruangan ini." ujar salah seorang polisi. Joe Tyler ikut mendampingi. George memasuki kamar tidurnya yang dipenuhi beberapa orang polisi. Baru pagi harinya. Tak lama kemudian. "Ya. menghampiri George. George kembali ke rumah. hampir tak kedengaran. Wajahnya pucat pasi. karena Louise menyimpannya di safe deposit box di bank. Sebagian memakai seragam. Salah seorang menjelaskan hasil sementara penyelidikan mereka atas pembunuhan Louise Bonfield. Gambaran 10 . Inspektur Christopher McKee dari Divisi Pembunuhan Kepolisian Manhattan. Tyler mengetuk pintu ruangan. Hanya lebih detail. Rambutnya lengket oleh darah dari luka di kepala. Tapi akhirnya membunuh karena istri Anda mengagetkannya. ada di dompet manikmanik. Namun pria itu hanya mengangguk dan berlalu. Saat itu. polisi langsung mencari George Bonfield." jawab George." kata George dengan suara pelan. Bonfield dipanggil ke kantor polisi. tak seberapa. kita teruskan. Louise. Si pencuri tak menyadari ruangan yang dimasukinya kamar tidur pemilik rumah. Ia menunggu pertanyaan apa lagi yang akan diajukan inspektur. Setelah itu. Pelaku menyambar tempat lilin dari perapian. George dapat mendengar Joe Tyler. lainnya tidak. "Kami menyimpulkan. Ini pekerjaan rutin penyidik. "Istri Anda. asistennya. karena suara mereka terdengar seperti setengah berbisik." George tampak menyesali perbuatan si pelaku. seraya membaca laporan tertulis kesaksian Hannah. Tak jelas apa yang mereka perbincangkan. Ia merasa. Ia segera mengumpulkan keterangan dari tetangga seberang rumah.Belgia itu selalu menaruh segelas jus jeruk di meja samping tempat tidur majikannya. Dibunuh atau dirampok? Dari dalam ruangan di kantornya. "Tak ada berlian dan surat berharga di rumah kami. "Oke. "Sepanjang sore ini Anda di kantor. Kami juga akan melanjutkan pertanyaan yang lebih detil kepada Hannah setelah kondisinya membaik. Kami minta Anda segera ke rumah. Kalaupun punya. 'kan?" tanya McKee. George menatap mayat istrinya dengan perasaan berkecamuk.

George sangat gelisah dengan mepetnya waktu yang diberikan Morisson.45. Dua jam lagi kami menyelesaikannya. "Maksud Anda. hingga saat polisi datang. di sebelah ruangan saya. George agak kaget.35 jelas sekali ia tengah mengontak Frank Morisson bahwa tugasnya segera siap pagi ini." "Kenapa Anda begitu yakin?" tanya sang Letnan dengan pandangan tajam. "Betul. sekarang katakan. Joe Tyler. bahwa George berada di kantor sejak pukul 20. pada jam itu George berada di kantor?" "Ya. Tyler yakin George selalu berada di ruangannya. Suara George terdengar dari ruangan saya. juga kamar Hannah. "Kami makan malam. Dengan alibi itu. Saya mendengar sendiri pembicaraan itu. 11 . "Nyonya Bonfiled terbunuh pukul 22. Namun faktanya memang begitu. Ini artinya. Christopher tampak tenang dan tak terpengaruh sedikit pun oleh keterangan Tyler. 'kan. Christopher tidak mengatakan sepatah kata pun. Dalam pembicaraan itu saya mendengar George bilang : Sekarang jam 22. Tyler pun bersaksi. semuanya beres.30. Setahu saya. apa sebenarnya yang Anda lakukan tadi malam?" Bonfield menyilangkan sebelah kakinya ke kaki yang lain. Bayangan istrinya masih jelas dalam ingatannya. "Dari ruangan Anda. saat peluncuran produk Darling Soap. Ia pun tak kalah emosi. sekitar pukul 19. Bersama anak buahnya ia kembali menuju kediaman George. Tapi ia berada di ruangan lain. jelas tak mungkin George pelaku pembunuhan sadis Loiuse. Namun sulit baginya melontarkan suara." papar Joe Tyler.35. Saya ingat karena kami menghadapi pekerjaan yang banyak. Ia sampai merasa perlu mengontak Frank dan meyakinkan bahwa besok. Nah. Kami tengah menyiapkan peluncuran Darling Soap People. Inspektur? Coba lihat kembali laporan tertulis mengenai waktu kejadian!" Christopher mengangguk pelan.peristiwa ini akan segera terungkap. Bahkan jam 22. Setelah itu. "Karena saya ingat waktunya. Joe Tyler bangkit dari duduknya. Besok pagi acara Anda akan beres. Mereka memutari halaman rumah keluarga Bonfield." Christopher mempersilakan Joe Tyler memperkuat kesaksian George.35. seperti biasa saya meninggalkan rumah satu jam berikutnya." "Anda sendirian di kantor?" "Dengan asisten saya. terdapat pintu yang langsung terhubung menuju jalan utama. Tadi malam pekerjaan di kantor sangat banyak. Ia berusaha bicara. Tuan George?" pertanyaan Christopher seperti tak terduga. Frank. memeriksa ulang pintu dan semua jendela. kalian menuduh saya pelaku semua ini?" kata George sedikit emosi. Betul.

"Maaf mengundang Anda kembali. Lima menit kemudian. Di tempat lain. Namun ia berusaha menahan diri." ujar gadis bermata biru dan berwajah bulat tersebut. Pelaku melepas rantai dan memutar kunci agar ia bisa berlari usai membunuh Nyonya Bonfield. Saya turuni tangga dengan berlari menuju pintu utama. "Hannah.35. "Saya baru saja mengontak Frank Morisson dari Darling Soaps. Menjelang lima menit sebelum pukul 23. Namun McKee masih terus mempengaruhi Hannah. Beberapa hari kemudian. "Pak Bonfield. Tampak Hannah. Fotokopi laporan tertulis pembunuhan Louise berada di atas meja inspektur. Mereka bercakap-cakap mengenai pekerjaan untuk pagi berikutnya. Seseorang telah membukanya. ia kembali dipanggil ke kantor polisi.Ruangan George di kantor juga tak luput dari pemeriksaan ulang. Ini hanya formalitas saja. "Saya berteriak. Pintunya terkunci ketika saya berada di kamar Nyonya. George yang sejak awal tidak menyukai kehadiran Hannah jadi tambah kesal. Hampir lima orang penyidik berada di ruangan Inspektur Christopher McKee. Namun George tak bisa menyalahkannya. McKee mengulang-ulang pertanyaan yang sama. McKee menyodorkan laporan tertulis hasil penyidikan kepada George. untuk menghindari diri dari Hannah. ia menyaksikan sesuatu yang mengerikan. datang bersama polisi lain. George bernapas lega. karena Hannah tampaknya diundang McKee. Tak lama kemudian. seorang detektif lain masuk. George baru saja menancapkan penanya di kertas laporan. Lalu membukanya dan lari lewat pintu itu. Tak sengaja mengaku Sayangnya. 12 . bahwa pintu menjadi rangkaian rencana pelaku." tegas Hannah yang gigih bertahan dengan ingatannya. mengurusi tetek-bengek rumahtangga. sebetulnya pintu itu memang tidak dalam keadaan terkunci. Laporan tertulis tampaknya sudah hampir final.00 ia membuat jus jeruk untuk dibawa ke kamar Ny. Jadi bukan kamu yang membukanya." sapa Christopher. Bonfield. kenyamanan George tak berlangsung lama. sang pembantu. Hannah seharusnya di rumah. Ia takut dituduh sebagai pelakunya. ketika tiba-tiba pintu ruangan terbuka. hingga Hannah mulai menangis. Nadanya datar." "Saya tidak peduli. silahkan tandatangani laporan ini. Sejenak darah George berdesir. Ia benar-benar tak menghendaki kehadiran Hannah. Di ruangan ini penyelidikan dilaksanakan lebih intensif. Ia bilang Tuan Bonfield menghubunginya pukul 22. Di kamar mandi mereka mendapati serpihan topi berwarna hijau yang diduga milik salah satu klien George yang tertinggal. Untuk pertama kalinya sejak Louise terbunuh." McKee dan keenam rekannya terdiam. Kepada Hannah." pintanya. Sangkal-menyangkal perihal pintu masih berlangsung. Sayalah yang membuka pintu itu. ia bisa beristirahat dengan nyaman. Inspektur menatap wajahnya. Dengan lugu wanita itu menggambarkan kembali situasi pada malam kejadian.

24. minggu demi minggu. Ia ingin segera menghentikan pembicaraan tentang pintu itu. Terang saja. hingga tahun demi tahun yang harus dijalaninya bersama Louise. "Tentu saja pintu itu sudah terbuka ketika kamu menuruni tangga. juga warna wallpaper di ruang makan yang mestinya masuk dalam tanggungjawab pemborong." sahut George enggan. Ia bak menahan berkecamuknya beragam perasaan. semua orang di ruangan menatap George tak percaya. George masih terlihat gagah." ujar George pelan. Membayangkan hari demi hari. usia Louise akan bertahan 20 tahun ke depan. bulan demi bulan. akhirnya memerah. Ia sudah berhati-hati sejak kemarin. Ingin rasanya ia berlari dari ruangan itu. Ia merasa bagai hidup di ketiak istrinya. Mendadak. sejak mereka menikah. "Sayalah yang membunuhnya. Istrinya. Tepatnya. Di usianya yang memasuki 56. Mata George yang makin kesal. pintu tersebut dalam keadaan tak terkunci beberapa saat sebelum jam 23. Tapi tetap saja akhirnya terjadi slip lidah. lho. iya …masih ada satu hal lagi yang mau aku bicarakan. Itu.00." "Ya. Ia sendiri kaget mendengarnya. Menurut dokter. "Oh. Sampai akhirnya. tahu apa dia?" sergah George dalam hati." 13 . Betahan 20 tahun lagi? Bulu kuduk George langsung bergidik. Tuan Bonfield!" Bibir Bonfield memucat. Louise selalu saja punya ide yang sangat jelas dan sulit dibantah. acountnya Randall. meski rambut putihnya terlihat di sana sini. "George. ia masih cekatan mengatur segala hal. pertahanan itu jebol! Ia tak tahan lagi. Ya ucapannya. ya tingkah lakunya. Namun McKee terus dan terus menekan Hannah dengan pertanyaan seputar pintu."Dasar pembantu bodoh. Louise sudah berada di ranjangnya pukul 21. sebab sayalah yang…" teriak George tanpa sadar.00. Makanya kita harus mulai merencanakan investasi baru. Kesannya sangat mengatur. asuransimu akan jatuh tempo. Saya tahu itu. sesibuk apapun. Anda tahu kalau pintu itu sebetulnya sudah dibuka? Teruskan. Ada rencana tertentu di otakku. yang selalu mengatur segala hal. ia merasa jenuh dengan pernikahannya. Termasuk Inspektur McKee. Sejak menjalani terapi. Louise. termasuk dominan dalam mengatur rumahtangga. Setiap langkah sudah kuperhitungkan dengan matang. Bahkan juga dalam hal yang tidak seharusnya dia pikirkan. membuatnya muak. Tapi kemana? Tak ada tempat yang aman untuk bersumbunyi. Percintaan putri mereka pun diaturnya. Jangan sampai ditunda minggu depan…. Belakangan. Sebab aku sendiri yang membukanya ketika pertama kali masuk ke rumah pukul 22. kamu harus menemui orang-orang asuransi. jika rajin terapi dan beristirahat yang cukup. Dalam waktu 3 bulan. Dalam keadaan sakit pun. George tampaknya benar-benar tak tahan. seraya menutupi wajah dengan kedua belah tangannya Jam dan piringan hitam George Bonfield dan Louise tinggal di lantai pertama di rumah mereka di kawasan West Thirteenth Street yang telah mereka diami selama 30 tahun. Hannah. "Oh.

Hannah. Jangan lupa pintu depan harus sudah terkunci sebelum kamu tidur. Bukan jam elektronik. George membeli sebuah jam. Tak lupa ia merekam suaranya sendiri pada disc/piringan hitam. ia berkemas ke rumah. Eh. Ia sedikit menyalahkan Hannah. barulah ia menaruh "perkakas" barunya itu ke dalam laci. kamu mesti membawa jus jeruk jam 23. Tangannya bersentuhan dengan tangan istrinya." ujar George seraya mengambil majalah. jangan bangunkan saya. Malam itu. Ketika seorang klien di luar kota memintanya datang ke peluncuran produk baru. Tapi George mencegahnya. Ia menenangkan diri sejenak. dan lainnya ruangan George. begitu ia mengutak-atik jam. ia sudah tak menginginkannya. terdengar pintu diketuk. memberi laporan. Habis itu. Di sela-sela waktu kerja. Ia juga membeli sebuah player piringan hitam portabel kecil." katanya. sudah. Louise sedikit tak percaya. Sebelumnya." katanya. Ia juga melakukan eksperimen dengan senar-senar kecil. Biar aku lihat. "Jam di atas tungku tidak berfungsi. Kulitnya masih lembut. Sekarang jam ini sudah membaik kok. Hanya terdiri dari ruangan tunggu yang tidak seberapa besar dan dua ruang kerja. Kantor George terletak di lantai kedua dari salah satu gedung di West 42 Street. hati-hati ia mencoba mengaitkan jam dengan pengungkit piringan hitam dengan tali-tali senar kecilnya." George berjalan menuju dapur di lantai bawah untuk melihat jam yang dimaksud Hannah. Tapi letaknya sangat strategis untuk berbisnis. Ruang yang satu dihuni Joe Tyler dan dua stenographer.!" kata George yang memilih keluar ruangan daripada mendengar ocehan istrinya. "Besok saja. ingat ya."Ya. George juga membeli senar-senar tipis. sayang. Bapak akan membunyikan bel setiba di rumah. Semula Hannah menawarkan untuk memanggil tukang servis jam. seperti biasa. di kantor. akal jahatnya datang. Hannah. Agensi iklan yang ia kelola tak seberapa besar dari segi ruang. George tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk membeli disc seukuran piringan hitam yang dapat merekam. ia melakukan eksperimen dengan barang-barang yang baru dibelinya itu. pembantu rumah tangga berdarah Swedia. Mati. kamu kan harus ke kantor malam ini. George lalu ngeloyor ke kantornya. "Jangan lama-lama. 14 . "Ya. Tidak melakukan aktivitas apapun. Tak heran jika kantornya menghasilkan keuntungan yang lumayan besar. George memberikannya beberapa tugas.00. Tentunya di saat kantor sudah sepi. Pertama kali yang ia copot adalah bel dari jam wekernya. Tyler tengah menunggunya. Kedua barang tersebut diletakkan dalam laci kerjanya yang terkunci rapat. Sekembalinya dari luar kota. tapi jam weker murah yang sederhana dengan bel di atasnya. Tapi anehnya. Tak lama. jam tersebut tidak apa-apa. Tiba-tiba. Tuan. Setelah puas bereksperimen. Pikirannya tertuju penuh pada kreativitas yang lain.

George menghentikan langkahnya. Semula ada tiga hari yang menjadi pilihan yaitu Rabu.20. kecuali lampu dari kamar Hannah. Kalau ada yang memergoki. sepanjang makan malam. pilihan pada Kamis juga karena pertimbangan cuaca. Biasanya ada penjaga yang mengawasi ruangan ini. Pintu terakhir yang harus dilaluinya tinggali 10 meter di depannya. Dengan mudah ia masuk ke dalam rumah. George memang kembali ke kantor dan menemui Joe. George lalu masuk ke ruangannya. Satu jam berlalu. "Saya harus menyiapkan kampanye Morrison besok. pintu. George berusaha menahan napas dan terdiam kaku. George mengenakan topi warna hijau. lama beraksi. Pakai topi hitam Di hari H. hari itu tidak turun hujan. Ia menuruni tangga darurat dan muncul di lantai dasar. tapi akan ada angin besar di malam hari. George pamitan untuk kembali ke kantor. Ia menguji jendela. Hari H semakin dekat. Ia mempelajari berapa menit waktu yang dibutuhkan dari kantor menuju rumah. Menurut ramalan cuaca. Tetapi ia memilih hari Kamis. George mengenakan sarung tangan dan menggunakan selotip besar di kaca nako pintu belakang. player piringan hitam. dan rekaman suara George sendiri yang termuat di piringan hitam. Hati George lega ketika langkah kaki menjauh. dan juga menyiapkan pemotong kaca dan selotip besar. tentunya dengan pertimbangan terbaik. George kembali mematangkan rencananya agar "proyek" raahsia itu berjalan sempurna." ujarnya. karena tak ada penerangan. Malam ini kamu konsentrasi pada tugas ini. Ia menaiki bus ekspres dan turun di Fourteenth Street. Jantungnya sempat berdegup saat mendengar langkah kaki seseorang. Dengan bantuan selotip besar. "Saya sendiri. kaca yang terlepas tidak mengeluarkan suara. Hari yang pasti akan "sangat sibuk". malam ini hanya ingin berkonsentrasi pada tugas Morrison. Malam itu hanya ada beberapa pejalan kaki yang ia temui. Waktu menunjukkan pukul 21. Topi dan jas milik sendiri ia tinggal di kantor." ujar Bonfield sembari menyerahkan seberkas pekerjaan. meluncurkan produk terbaru. Pemotong kaca siap di saku. Jangan sampai ia mengeluarkan suara sekecil apapun. tetapi ada sebuah jalan setapak yang berujung ke bloknya. Lalu diam-diam menyelinap keluar kantor. hingga kembali lagi ke ruangannya. mohon jangan ganggu saya. makanya agar tidak mencurigakan. Semua skenario sudah matang di kepala. George berusaha tampil apa adanya.55 ia mulai mengeluarkan "perkakasnya". Kamis atau Jumat. Presiden Direktur Darling Soaps. Hati-hati ia memotong kaca. sehari sebelum kliennya Frank Morisson. Jam weker minus bel. Begitu juga selotip.Dua minggu setelah eksperimen. 15 . George terus menghitung durasi ketika ia beraksi. Louise bicara terus. Jadi. milik salah seorang kliennya yang tertinggal di kantor beberapa bulan lalu. Suasana sangat gelap. Pukul 21. Selain itu. bawahannya. maka hancur lebur sudah rencana yang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Rumah yang ia tinggali terletak di sebelah selatan dari Thirteenth Street. Termasuk hari yang dipilih. Untung tidak hujan. Ia menjadikan jam weker sebagai pemicu berfungsinya player piringan hitam. Ia mengunci pintu dari dalam.

Nyonya Bonfield berhasil melatih Hannah dengan baik. yang berhubungan ke player piringan hitam. "Nyonya Bonfield? Angin?" "Ya. Tapi saya tak percaya kita akan mengetahuinya secepat ini.35 seperti saat jam ditemukan di kamar Louise. Usai membunuh ia sempat menghubungi Morrison. yang terdiri dari jam alarm. Sebelum meninggalkan rumah. piringan hitam kecil. kliennya. merupakan keganjilan." 16 . Pukul 22. Kecuali. player piringan hitam. Selama ini. George meninggalkan kantor langsung dari ruangannya. Setelah itu ia menuju pintu depan.53 George telah tiba di ruangan. di saat yang sama. Ia kembali ke luar kantor untuk memusnahkan "perkakas" itu. Joe Tyler tak menyadari kalau saat itu Bonfield ternyata tengah memainkan mesin buatannya.. Jam alarm. Kini tujuannya kamar Louise. Saat ia tidur di kamar dan mendengar ada suara angin. di ruangannya. Nyonya Bonfield selalu mewanti-wanti agar pintu tesebut dalam kedaan terkunci sebelum Hanah tidur.. alarm jam menggerakkan pengungkit player piringan hitam. Sedangkan jam dan player piringan hitam portabel ia lempar hingga hancur berkeping-keping di celah-celah sempit bangunan di sekitar kantor. Ruangan pertama yang didatangi adalah dapur untuk mengambil jam kuno yang ngadat beberapa hari yang lalu. Ia membuka rantai pintu. Jadi bukan perampokan. Saat itulah rekaman suara George terdengar oleh Tyler. dan suara rekaman ia satukan dalam sebuah tas besar. Tetapi sekitar 22. apakah Anda sudah menduga bahwa dialah pelakunya?" McKee mengangkat bahunya. Pukul 22.35. Dia melengkapi surat itu dengan sedikit penjelasan.Sejenak ia terdiam untuk mendengarkan sesuatu. McKee menghadap Jaksa Wilayah. "McKee. Mengaitkan satu senarnya pada anak genta jam dan senar lainnya ke pengungkit player piringan hitam.35 "tugas" utama ia selesaikan dan kembali ke kantor lewat rute yang sama. yang selama ini hampir tak pernah dijamah orang. pelakunya sudah merencanakan semua ini. Topi hijau ia hancurkan menjadi serpihan kecil dan dibuang di kloset. sebelum Bonfield mengaku. Bonfield. "Terhapusnya sidik jari pada telepon di kamar mandi Ny. Hannah sangat takut kepadanya kalau ada pekerjaan yang tak beres." Jaksa Wilayah tercenung.35. Hannah langsung mencemaskan pintu depan rumah. Sebuah alibi yang sempurna!" Menurut McKee. dan rekaman suara George di piringan hitam.25. McKee memperlihatkan tandatangan di atas surat pengakuan Bonfield. ia menelepon Frank Morisson dari kamar mandi rumahnya. istrinya dan angin. Lalu ia dengan leluasa meninggalkan kantor menuju rumahnya di Thirteenth Street untuk membunuh istrinya sendiri. Dibantu angin Beberapa saat usai penahanan George Bonfield. Apalagi waktunya terbatas. Sementara itu. "Pada malam kejadian. sekitar 22. Ia juga menyetel jam weker pada posisi 22. Goerge membunuh bukan pada 22. Ia jadi ragu apakah ia sudah menguncinya atau belum. Artinya. Begitu pula piringan hitam.

. Beberapa helai rambutnya rontok.akhirnya merendah."Kalau ada suara angin. Nada suara lelaki di seberang sana . pasti dia mengontak saya. Aku janji. ADA PEREMPUAN SIMPANAN Tak ada kutu atau ketombe di kulit kepalanya. Sejak kecil. Kalaupun berhalangan hadir. Pukul 22. Tuan Bonfield masih berada di kamar istrinya. Annisa dan anak lelakinya. sebelum itu jangan cerita tentang calon bayi kita pada siapa pun. tidak biasanya dia absen tanpa kabar. Aku belum cerita ke siapa-siapa. kami selalu bertemu di pusat kebugaran. kamu enggak marah?" suara Annisa makin manja. Dia 'kan sohibku. Tapi aku minta. dilaporkan hilang dari rumah mereka yang asri di bilangan Rawamangun. memasang rantai dan kembali ke kamarnya.55. Diantar adik laki-lakinya." "Saat itulah Bonfield melarikan diri dari pintu depan. honey. Jordi (6 tahun). Sedangkan Hannah merasa sudah menguncinya. Lalu berjaga hingga 22." Lola menjelaskan alasannya mendatangi kantor polisi. "Ya . Terlebih saat bermanis-manis dengan kekasih hatinya. Pintu dibuka kembali. Baru Lola yang tahu. Suara angin yang masuk membuat Hannah tak mendengar kedatangannya. Jakarta Timur. Waktu itu.yang sebelumnya penuh emosi .. 17 . aku percaya. Curhat kamu ke Lola anggap saja kecelakaan. Tentu saja ia menguncinya. sarjana ilmu sosial yang baru saja diwisuda itu menumpahkan kegundahan hatinya. Mbak Annisa enggak nongol. bulan depan kita bereskan semuanya. meski cuma lewat kabel telepon. "Biasanya." (Kisah rekaan/Helen Reilly/Nis) 03. Hilang kontak Lola (24 tahun) yang pertama kali melaporkan hilangnya Annisa pada aparat keamanan. Si lelaki (38 tahun) mengiyakan dengan mesra." "Bener nih. "Swear.30 Hannah menuruni tangga dan mendapati pintu dalam keadaan tak terkunci. seperti biasa Annisa (37 tahun) tak kuasa menghentikan kebiasaan menggaruk kepala jika sedang merasa senang. Limamenit sebelum harus mengantar segelas jus jeruk ke atas. setiap Jumat sore. Bonfield "memaksa" Hannah agar mengunci pintu depan dahulu. Namun. Dengan waktu 6 menit yang ia miliki. Ia pun tak ingat lagi. rambut Annisa memang gampang rontok. Tapi sore tadi. Pasti tak ada yang menyangka. Padahal. jatuh mengotori meja telepon di rumahnya. artinya pintu belum terkunci. percakapan tadi menjadi percakapan terakhir dua sejoli yang tengah dimabuk cinta itu." rajuk Annisa. Beberapa hari kemudian. tapi enggak ada yang angkat. Ia tahu persis jam Hannah menyiapkan jus. sudahlah. ketika pintu depan sudah tak terkunci lagi. Saya sudah berusaha menghubungi handphone-nya dan menelepon rumahnya.

Di antaranya rumah lumayan besar dan asri yang kini ditinggali Annisa bersama Jordi." Hadi dan Asrul menatap Lola sebentar. yang ikut nimbrung mendengarkan laporan Lola." "Anda sempat mampir ke rumah Bu Annisa?" kali ini Asrul Gumara. "Kelihatannya. yang bertanya. "Ide kamu bagus juga. serta tiga gerai sepatu." komentar Asrul setelah menyisir dapur. Ada kecemasan luar bisa terpancar dari wajah wanita muda berparas ayu itu. "Bagaimana kalau ternyata mereka sedang plesir ke luar kota? Aku bisa dipotong gaji karena merusak pintu. Mal Ciputra. "Itulah. Lola yang memaksa ikut. Untungnya. pintunya terpaksa saya rusak." 18 . bukan ahli kunci. Lola. dia jarang sekali ke sana. "Sebagian besar kerabat Mbak Annisa tinggal di Cibinong."Anda sudah menghubungi kerabat Bu Annisa?" tanya Komisaris Polisi (Kompol) Hadi Bhrata. Tapi setahu saya. Habis maghrib tadi. Dalam hati Lola kagum juga pada "tenaga dalam" Asrul. braaakkkk! . duduk tegang di samping reserse Polsektro Pulogadung itu. sebelum akhirnya memutuskan masuk secara paksa lewat pintu belakang. "Maaf. Kaca jendela 'kan lebih mudah diganti dan diperbaiki daripada pintu ya?" Sang detektif telat mikir rupanya. pintu depan ternyata tidak terkunci. Gelap sekali. Dari sanalah Asrul dan Lola mengintip ke dalam rumah. Annisa cukup populer. dan Mal Metropolitan Bekasi. sedangkan semua lampu dalam kondisi mati. pintu belakang itu roboh. Wicak meninggalkan warisan lebih dari cukup untuk menghidupi anak dan istrinya.. Kapolsektro Pulogadung. Asrul berpikir sejenak." elak Lola. memang wiraswastawan sukses yang sayangnya meninggal dunia di usia muda. Lola yang ikut mendengar.. ruang keluarga. Darah di kamar tidur Di lingkungan tempat tinggalnya. Hanya lampu dapur yang tampak menyala. "Lihat. Bu Annisa dan anaknya enggak ada di rumah. Hanya dalam beberapa tendangan. menurut Lola. Polisi yang satu ini kocak juga. Toyota Kijang berpelat nomor polisi yang dikemudikan Asrul berhenti persis di depan pintu pagar rumah Annisa. Dia dikenal sebagai "janda kaya" yang baik hati dan dermawan. Saya hanya seorang polisi. masing-masing di pusat perdagangan Pasar Baru. Bu Annisa. Meski "Hercules" yang dikagumi itu malah berbalik memuji Lola. saya lewat depan rumahnya. Suaminya. Namun terlambat. Seperti cerita Lola. dan ruang tamu." "Tidak mungkin. sebelum bubaran salat Jumat. Pintu pagarnya tak terkunci. Mbak Annisa keluar rumah sejak jam dua belasan. akibat kecelakaan pesawat tujuh tahun lalu. Tetangganya bilang. Jumat malam itu kondisi rumah Annisa memang gelap gulita. "Mengapa tak memecahkan kaca jendela saja? Tanpa terali dan cukup lebar sebagai jalan masuk. anak buah Hadi. Wicak Abilawa. tersenyum geli." saran Lola." desah Asrul pelan.

" sebut Bu Fadli. Saya akan mencoba menghubungi komandan. "Oh." Dada Lola berdegup kencang. Dia hampir-hampir tak punya musuh di sini. Itu pintu belakang rusak akibat didobrak. "Sepertinya. "Pelaku juga pasti dikenal baik oleh korban. sembari sesenggukan." jelas Lola. Kakinya hendak melangkah ke kamar tidur Annisa. kenapa kita enggak masuk baik-baik lewat pintu depan?" Asrul cengengesan. tak ada lagi petunjuk yang dapat kita maksimalkan. Cantik juga. Wajahnya memutih seputih kapas Diancam pengutang Malam itu juga. polisi berpakaian preman itu memelototi foto pengantin berukuran besar yang tergantung di dinding. ada sesuatu yang tidak beres di kamar tidur. korban masih hidup?" "Entahlah. "Sebaiknya kita keluar. Tak jauh dari tempat tidur. Benar saja. Hati-hati dengan langkah Lola. ya. "Sialnya. "Bisa antar saya dulu ambil air minum di ruang makan. Asrul mengerahkan anak buahnya untuk mengorek informasi dari para tetangga. 19 ."Alamak. "Kelihatannya pelaku cukup tenang dan profesional. seperti baru saja diamuk gelombang tsunami." timpal Hadi. sehingga bisa kabur tanpa meninggalkan jejak dan sidik jari. "Hmm. tak ada tanda-tanda seseorang masuk rumah secara paksa." "Ada. Bu?" pancing Asrul. Sampel ceceran darah dikirim ke laboratorium kriminal Mabes Polri untuk diteliti lebih lanjut. selain sampel darah dan kamar yang berantakan. "Itu foto Mbak Nisa dan almarhum suaminya." Lola manggut-manggut. Lihat saja. mulai mengumpulkan barang bukti hingga fakta yang ditemukan di lapangan." lapor Asrul pada Hadi Bhrata. Kalau melihat data. ketika tiba-tiba dicegat Asrul. Asrul yang diserahi tugas menangani kasus hilangnya Annisa dan Jordi. meja rias dan beragam perlengkapan dandan perempuan yang ada di atasnya tampak berantakan. jarang sekali korban penculikan bisa lepas dengan selamat dari penculiknya. Tak banyak. Dia mengaku sangat kehilangan. Saya akan nyalakan lampu." Asrul menuntun Lola keluar kamar." tutur sang komandan. tetangga Annisa. ia memiliki banyak piutang. Terlebih jika mereka saling kenal. "Kami semua sayang padanya. mereka menemukan ceceran darah." Setelah meneliti seluruh isi rumah. Pak?" Lola tampak gugup. "Kabarnya. tapi cukup untuk dijadikan barang bukti. Pintu itu saya yang mendobrak ketika datang kemari bersama Lola. Sejenak. Dan." "Menurut kamu.

menirukan cerita Annisa lewat telepon. Sebenarnya. apa pun alasannya. entah di mana. "Seorang penculik. "Itulah. "Mobilnya dalam keadaan bersih. membuat reserse itu pusing tujuh keliling." 20 .. mantan karyawan gerai sepatunya di Mal Metropolitan. Lucu." Annisa. saya sudah janji sama Mbak Nisa untuk tidak menceritakan soal ini pada siapa pun." tutur Lola. Tapi sepulang dari rumah Pak Pipin. Bu?" "Orang-orang yang bilang. Kelihatannya baru dicuci. Namun." lapor Sudirja. dia menganggap kasus ini sebagai penculikan. "Dua kali dia saya maafkan. Takut kalau-kalau Baskoro melakukan pembalasan. Lagi pula. Soalnya. tak jauh dari areal persawahan. Meski kadang ada juga tetangga yang tak tahu diri. Asrul menerima laporan mobil Annisa ditemukan di kawasan Sukabumi. sebelum ditinggalkan begitu saja.. belum jelasnya motif serta ketidakpastian apakah korban sekadar diculik atau telah dibunuh. "Kalau memang perampokan. Mbak Nisa berada di suatu tempat. Tapi tempatnya aneh. Jeng Nisa sempat diancam segala. sekitar sepekan sebelum menghilang. Dugaan penculikan masih diyakininya. Apalagi kalau bukan tanda tanya! Minimnya jejak pelaku. untuk apa perampok membawa serta Annisa dan anaknya?" batin Asrul. sehari setelah hilangnya Annisa dan Jordi. "Saya sebetulnya enggak tega. Untuk sementara." "Diancam bagaimana. Tapi . mereka bertemu di sebuah kedai ikan bakar di bilangan Tenda Semanggi. Kecuali pelaku menculik hanya sebagai kedok untuk membunuh korbannya. Saya sendiri tidak melihat langsung kejadiannya.." Annisa sempat meminta Lola menjemputnya di Mal Metropolitan. anak buah Asrul yang khusus dikirim ke Sukabumi. Sudah bertahun-tahun pinjaman tak juga dikembalikan. Dering telepon dari Lola membuyarkan lamunan Asrul. Mereka seperti minta tolong pada kita. Tapi maaf yang saya berikan ternyata selalu disalahgunakan. Kalau saja suaminya masih hidup . Kasihan Jeng Nisa. Annisa sempat adu mulut dengan Baskoro. kecuali sebuah mobil Toyota Kijang terbaru. Mobil dicuci bersih Cuma ada satu tanda di benak Asrul. bersama Jordi. tapi Baskoro memang harus diberi pelajaran. ngutangnya mau.." Asrul menarik pelan-pelan lengannya yang menghangat." cerita Bu Fadli."Betul. Jeng Annisa memang tak pernah segan meminjamkan uang pada tetangganya yang sedang mengalami kesusahan. Baskoro dipecat setelah untuk ketiga kalinya dipergoki menyalahgunakan stok dari gudang tanpa izin. Jawa Barat. lazimnya minta tebusan. menurut Lola. setelah siangnya. telepon sang "penculik" tak juga datang. pelakunya pasti memasukkan juga barang-barang lain ke dalam mobil. Sejam kemudian. "Bahkan saat menagih ke Pak Pipin." batinnya lagi. kadang memang terlalu baik pada siapa saja.. Pak. ditagih kok marah-marah. saya lihat mata Jeng Nisa basah. Semalam saya bermimpi.. setelah lewat tiga hari. selepas bersentuhan dengan punggung tangan Lola. Asrul mulai ragu pada teorinya. "Dan ada satu hal yang belum saya katakan. jasad Annisa tidak ditemukan dan tak ada barang-barang pribadi Annisa yang hilang. Gadis manis itu bercerita.

" "O ya?" "He-eh. kamu ternyata gampang ngambek. "Mo ke mana?" "Ke TKP. Sekarang. Ini pasti nomor telepon pacarnya." Asrul menghabiskan tetes terakhir jus avokatnya." Kali ini bukan lengan. Mendadak dia seperti mendapat energi tambahan."Ayolah.. tapi wajah Asrul yang menghangat. Kalau Mbak Nisa tahu . karcis parkir ... merusak pintu-pintu lemari dan laci. he-he-he. "Bon-bon kafe. "Sampai saat ini." Lola mulai bercerita." seru Lola.." "Itulah lagi. Bahkan Jordi sendiri pun belum diberi tahu. mau dilanjutkan enggak?" "Itulah .. Apakah mirip Brad Pitt. Tapi saya sendiri belum pernah bertemu pacarnya itu.. Baru kali ini wajahnya berdekatan dengan wajah Lola. Mbak Nisa bahkan mengaku sedang mengandung tiga bulan. Tom Cruise. Bahkan namanya pun dirahasiakan. karena mau bikin kejutan buat keluarga masing-masing." Lola menjawil lengan Asrul.. "Mereka juga selalu bertemu di sebuah kafe di Tebet.. Setelah bertahun-tahun menjanda.." Asrul tak mempedulikan omelan "partner" bawelnya itu. Begitu dekat." "Eeeh . Kamu tahu letak kafe itu?" 21 . Mbak Nisa menjalin hubungan dengan seorang lelaki. saya enggak tahu. Mbak Nisa bisa menghubungi nomor 0815xxx sampai sepuluh kali. dia bersyukur." "Gila. Anda merusak pintu belakang. Mereka backstreet.. Dia kelihatan bahagia banget... "Gotcha!" teriaknya tiba-tiba. lalu bangkit dari kursi. dalam sehari. "Setahun terakhir ini.. cuma saya teman curhat yang dipercaya Mbak Nisa." "Kamu pernah bertemu lelaki itu?" "Itulah . "Terakhir. siapa tahu cerita kamu bisa membantu. surat tagihan telepon seluler. atau Tukul Arwana. akhirnya menemukan orang yang tepat untuk kembali membina rumah tangga." "Saya ikut!" Petunjuk tagihan "Beberapa hari lalu.

" Lola memecah kebuntuan. "Anda tahu." "Dia terlibat?" "Entahlah. "Tinggal menunggu saat yang tepat." Lola duduk di ruang keluarga rumah Annisa."Tahu banget. "Namanya Lelono. telenovela. memelototi acara teve yang selama ini paling dibencinya." "Kita jemput dia sekarang?" "Lola . 22 . Hampir setengah jam berlalu. karena saluran lainnya menyiarkan acara yang tak kalah menyebalkan. kami permisi dulu. Kami bahkan hendak mematangkan rencana pernikahan bulan depan. Gimana. Di ruang tamu. Tapi gue enggak pernah ngeliat mereka bertengkar. tapi tidak pernah dijawab. Mereka berdua bagian dari masa depan saya. Apalagi saat ditemui di rumahnya. Mereka masih hidup. saya sarankan Anda tidak bepergian jauh untuk sementara waktu. Bu Annisa sedang hamil?" pancing Asrul. menutup pembicaraan. Pemiliknya mantan kakak-kakak kelas saya di kampus dulu.. Terpaksa. gitu. nomor ini betul-betul nomor telepon pacarnya Bu Annisa. dia shock mendengar Annisa hilang. Kayaknya mereka join-an. Mereka saling menyayangi dan sudah sepakat untuk menuju pelaminan. Mas. gue ama tementemen iri ngeliat kemesraan mereka.. saya polisinya. Asrul sibuk dengan telepon selulernya. Kita harus pastikan dulu. salah satu anggota kongsi Sentani. Kita ke sana?" "Sabar dong. Dia punya toko bahan-bahan bangunan dan gerai LPG yang lumayan laris. agar kami bisa cepat menguhubungi jika ada sesuatu yang perlu dikonfirmasi. kadang-kadang." ujar Lola. La. "Ya. gitu. polisi segera menemukan Annisa dan Jordi. 'kan?" Asrul dan Lola saling berpandangan. Jawaban apa yang mesti diberikan? "Saya juga berharap begitu. Saya memang pernah mengajak Mbak Nisa ke sana." tegas Niken. Kawan-kawan Lola yang mengelola Kafe Sentani di bilangan Tebet. dalam keadaan sehat walafiat. mestinya tak patut mencurigai Tondi. Motif "harta" juga tak masuk dalam hitungan Asrul. juga berbicara tentang hal yang sama. "Mereka memang sering banget ke sini. dua-duanya terletak di Tebet." tutur Asrul. pasti dong. Tondi jelas tak lebih miskin dari Annisa. Dia juga mengaku beberapa kali menghubungi handphone dan telepon rumah Annisa. Kelihatannya. bukan kamu!" Selalu mesra Menyimak curhat Annisa kepada Lola. menirukan ucapan Annisa. Tempatnya asyik. Malah. "Baiklah. Tondi Lelono. Saya sangat berharap. Tapi. Tondi terus terang mengakui kedekatannya dengan Annisa.

23 . Mbak Annisa 'kan tak punya banyak musuh. tapi bujangan satu ini sering tak berkutik jika berdebat dengan perempuan yang satu ini. "Hai. Mbak Nisa dibunuh. siap. 'kan?" Asrul mati kutu. Ini kasus serius. Mereka bertemu di satu tempat. lalu ke rumah dengan mobil yang sama. atau Baskoro. Apa kabar?" sapa Asrul." "Saya benar-benar enggak boleh ikut?" "Ini bukan tugas kampus. Lalu untuk menghilangkan jejak. Ya. pelakunya tentu Pak Pipin. yang keluar masuk rumah sejak pagi sampai siang. Di perjalanan Asrul lebih banyak berbicara dengan pikirannya sendiri. Lola yang bosan diperlakukan seperti patung. Pelakunya kenal baik dengan Mbak Nisa. Anak muda itu seperti tahu bakal bermasalah dengan pihak kepolisian. mayatnya dikuburkan di sebuah tempat. begitu pun Jordi yang ikut menyaksikan peristiwa itu. Merekalah yang dalam seminggu terakhir bermasalah dengan Annisa. mobil Mbak Nisa." "Oke. tepat seminggu sejak hilangnya Annisa dan Jordi." "Not bad. Bu Fadli dan tetangga lainnya mengaku tidak melihat dengan jelas siapa sopirnya. "Saya punya firasat. mantan karyawan yang dipecat beberapa hari lalu. akhirnya berinisiatif membuka percakapan. Jadi. sedangkan Baskoro masih dicari keberadaannya." "Teorimu boleh juga. Komandan!" Teguran karyawan Jumat pagi. Ini bukan penculikan murni. apa rencana kita sekarang?" "Kita? Sekali lagi. Pak Pipin punya alibi sangat kuat dari istri dan anak-anaknya.Tondi mengantar Asrul dan Lola sampai pintu pagar. siapa pun pelakunya. begitu Lola tiba-tiba muncul di depan mejanya. mereka tak sedikit pun menaruh curiga. Eh. dikemudikan sendiri oleh pemiliknya. mereka terlibat pertengkaran. kadang kepalanya menggeleng. La. Asrul masih belum menemukan simpul yang menghubungkan hilangnya janda kaya dan anaknya itu dengan sejumlah orang yang dicurigai. Kadang dahinya berkerut. 'kan? Makanya. yakni kecil kemungkinan menemukan Annisa dan Jordi dalam keadaan selamat. Lola. Hanya satu hal yang mulai diyakini Asrul. pasti punya masalah pribadi dengan korban. Badannya boleh sekuat Herkules. "Besok kamu istirahat saja di rumah. saya detektifnya. enggak usah ikut wara-wiri. Kamu cuma penumpang gelap." "Jadi. kini lenyap bak ditelan bumi. Terus?" "Para tetangga mengira. jika bukan Tondi." "Penumpang gelap yang cantik. Di rumah.

Mabes Polri juga menemukan. Jadi. Tondi akhirnya lupa diri. di daerah Pamulang. kedua mayat itu diangkut dengan Toyota Kijang milik Annisa." jelas Zakaria lancar. di sudut ruangan. 24 . saya hanya sekadar bertanya." "Jordi masuk ke kamar pada saat yang salah. Pak. Dia lalu mencekik Annisa sampai mati lemas. menyambut malam minggu yang indah. matanya merah. agar arwah Annisa dan Jordi mendapat tempat yang layak di sisi-Nya. Terlebih setelah lelaki berusia 49 tahun." Dari hasil tes labkrim terhadap sampel darah di TKP dan di jenazah korban yang diotopsi setelah digali kembali dari pemakaman. Sebaliknya. mengapa tamunya tidak tidur di kursi depan atau belakang saja. Mulutnya komat-kamit berdoa. Jakarta. Untuk menghilangkan jejak. ya berhenti saja. Toh Pak Tondi memberi pesangon lumayan. Saat itu. Annisa hendak membatalkan rencana pernikahan setelah tahu.Yang disapa tampak tegang." "Bapak tahu siapa penumpang di kursi belakang itu?" "Tidak. Besoknya. Mungkin sekitar lima menit. "Tapi entah mengapa. Tondi membunuhnya dengan cara yang sama. saya diminta pulang ke Sukabumi." Seketika dada Asrul lega. "Sebagai orangtua. Pak Tondi tampaknya kurang senang. sehingga berkali-kali memukul wajah Annisa sampai hidung dan mulutnya mengeluarkan darah. kalau diminta berhenti." "Berapa lama Pak Tondi mampir di kios LPG?" "Sebentar. yang lebih membuat Asrul kaget adalah pengakuan jujur Zakaria. Asrul dan Lola sepakat bertemu di sebuah kafe di bilangan Jln. yang telah bekerja di gerai LPG selama delapan tahun itu. bahwa bosnya itu kelihatan kurang suka ketika dia bertanya soal perempuan muda dan anak lelaki yang "tertidur" di kursi belakang Toyota Kijang berkaca gelap. "Saya hanya orang bodoh. Dia cuma berganti kaus. sebagian besar karyawan sedang salat Jumat. tanpa alasan jelas. Mereka hendak makan minum untuk merayakan terbongkarnya kasus pembunuhan Annisa dan Jordi. Tangerang. kok. Langit cerah. namanya Pak Zakaria. Kursi belakang 'kan sempit?" Zakaria menirukan tegurannya saat itu. sampel darah di TKP positif milik Annisa dan Jordi. Sudirman." Asrul jadi ikut-ikutan tegang. Jend. Dia kesal. Tondi ternyata memiliki wanita simpanan lain yang juga tengah hamil." "Bagaimana dengan Jordi. Namun. buta huruf lagi. Di puncak kemarahannya. Lola tersedu-sedan. lalu dikuburkan di sebuah kebun kosong milik Tondi. "Tondi mengaku membunuh Annisa dan Jordi. Dikubur di tanah kosong Sabtu sore. mengaku beberapa hari lalu dipecat Tondi. kios sedang sepi. "Saya membawa saksi penting.

kamu memang berbakat jadi detektif. sepanjang hidupnya. "Sekarang. (Kisah rekaan/Muhammad Sulhi) 04." "Lola. Matanya mencoba menelusuri celah-celah dari penyelidikan. sebuah kasus pembunuhan keji yang terjadi sepuluh tahun lalu. hasil tes laboratorium. "Saat Mas menyelidiki Pak Pipin dan Baskoro. sang detektif muda bak tak kenal lelah itu menekuni fakta demi fakta dari setiap laporan yang dibacanya. 25 . Ukurannya sama seperti ruang kerja penyelidik kepolisian di Jerman pada umumnya. sehari setelah Mbak Nisa menghilang. Munich misalnya.Lola tak dapat menahan sedihnya. Kasus yang benarbenar menguras energi para detektif sejawatnya di wilayah kepolisian kawasan Jerman bagian selatan." "Atau istri detektif?" Ah. Arsip yang tampak mulai lusuh itu berisikan catatan-catatan penyelidikan pembunuhan. di sela-sela tugas rutinnya. Bahkan sempat ikut merepotkan polisi di kota-kota besar lain. Andrea. yaitu pembunuhan Andrea Bergmeir. untuk mendapatkan kemungkinan adanya sesuatu yang terlewatkan dari para penyelidik sebelumnya Rencana ke Munich Satu hari di penghujung 1992 mungkin merupakan hari yang tidak akan pernah dilupakan Dietmar U. giliran aku bertanya. sekitar pukul 14." "Kamu mengejar Pak Zakaria sampai Sukabumi?" "Feeling hampir selalu benar.Di mana kamu kenal Pak Zakaria?" Mata cantik Lola sedikit terangkat. Beberapa pekan terakhir. kini ada dua wajah yang bersemu merah. pemuda asal Munich ini menjemput kekasihnya. keterangan saksi. Semuanya hanya memuat satu kasus yang masih misterius. JEJAK PORSCHE YANG MENGECOH Ruang kerja Komisaris Bert Dusch di salah satu sudut kantor kepolisian Kota Tuebingen tidaklah terlalu besar. Dusch memang baru saja mendapat "warisan". ruangan itu terasa semakin sesak oleh tumpukan arsip di atas meja. Satu lemari kaca berukuran sedang diletakkan merapat ke dinding. Dari sana saya tahu. Sejak saat itu. Mengamati lembar demi lembar setiap foto. Kala itu. Sebuah meja kerja mendominasi bagian tengah ruangan. saya memutuskan mengamati gerai LPG Tondi. dan belum terpecahkan hingga kini. ada karyawan yang baru saja dipecat tanpa alasan jelas. bersebelahan dengan dua filing cabinet di sisinya." cetusnya dalam hati. Dusch sendiri yang minta ditugasi menuntaskan X-file itu.00. termasuk foto-foto korban. di apartemennya di Tuebingen. Terus membaca dan menganalisis. seperti laporan dari TKP. "Kalau saja aku bisa memecahkan teka-teki ini.

bajunya ternyata penuh dengan noda-noda mirip dengan noda darah. sama sekali tak mungkin. polisi menemukan sebilah pisau di sakunya. Dietmar tidak konsisten dan membuka kebohongannya. tak tahu harus berbuat apa. Tidak mungkin Andrea pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan. Andrea sebenarnya sudah berencana pindah ke Munich. Dietmar tidak menaruh curiga atau membayangkan sesuatu bakal terjadi terhadap pacarnya. rencana besarnya itu keburu gagal karena kejadian mengerikan ini. Saya sangat mencintainya. Selain memeriksa Dietmar. Keterangan mereka rata-rata membenarkan pengakuan Dietmar." tegas Dietmar dengan mata nanar. Pintu pun tidak tampak dijebol. Bahkan kuku jarinya ikut diperiksa. begitu mendapati kekasihnya sudah menjadi mayat. ia begitu terkejut dan sejenak terbengong. saat ketukannya berkali-kali tidak mendapat jawaban dari sang empunya apartemen. Tidak pernah ia mendapat sambutan sedingin ini." balas Dietmar. Awam sekalipun akan mudah menebak. Dietmar tak mendapat kesulitan masuk. Dugaan yang sebenarnya tidak begitu kuat. seandainya saja pasangan itu telah bertengkar. Polisi mengembangkan dugaan. ia mulai bertanyatanya dan khawatir. tak pelak Dietmar adalah orang pertama yang dicurigai. ketika polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Karena sudah sering berkunjung ke tempat itu. Andrea diduga melakukan perlawanan keras. bernama Oliver Zelt. yang tampak mulai kesal. Sebelum tewas. Dietmar terlihat terduduk lesu sembari menangis di salah satu sudut apartemen. Sialnya. Tak ada kerusakan di sekitar TKP. hampir tidak ada bukti-bukti yang mengindikasikan siapa pelaku kejahatan biadab itu. Bajunya terbuka di beberapa bagian. "Tak mungkin. korban tampaknya juga diperkosa secara brutal. selain dibunuh. Ini terlihat dari beberapa goresan benda tajam di tangannya. Darahnya menggenang di lantai. Meski masih dirundung sedih. Penyelidik juga menanyai kenalan-kenalan Andrea dan Dietmar di Munich. Namun. Pemuda ini dicurigai karena berkeliaran di sekitar TKP dan saat digeledah. Apalagi sebelumnya mereka sudah berjanji untuk bertemu. hanya berselang 40 menit sejak penemuan mayat. Berjam-jam Dietmar harus menjawab pertanyaan para detektif dengan pola pertanyaan yang nyaris selalu berulang. karena tiga hari sebelumnya mereka baru saja berlibur di Teneriffa. saya memang tidak melakukannya. polisi juga menahan seorang pemuda berusia 22 tahun. 26 . "Atas dasar apa kami harus mempercayai keterangan Anda?" potong seorang detektif. Mereka langsung melakukan proses pemeriksaan awal dan mengamankan tempat itu dari kerumunan orang banyak dengan menempatkan garis polisi. seperti pemandangan yang lazim ditemui di rumah pemotongan hewan.Pasangan muda yang tengah dimabuk cinta itu sudah janjian akan merayakan malam tahun baru bersama di pondokan teman mereka di Danau Starnberg. Lehernya nyaris putus akibat sayatan benda tajam. Polisi berharap. Dietmar juga bercerita. Pemeriksaan memang berjalan sangat menjemukan. Sayang. Hubungan kami selama ini baik-baik saja. Namun. Kondisi Andrea sangat mengenaskan. Sesampainya di apartemen Andrea. salah satu pulau terbesar di Canary Island. ]"Sebab. Yang membuat polisi setempat lebih curiga.

Dari tempat itu pula. di dalam sebuah Porsche 911 berwarna hitam dengan pelat nomor Munich.dalam waktu dekat Andrea berencana pindah ke kota tempat tinggal kekasihnya itu. salah seorang tetangga mengaku. Tetangga di sekitar pun ditanyai. Satu lagi yang diingat para tetangga. karena . polisi menemukan informasi tentang keberadaan mobil Porsche. saya yakin sekali itu Porsche 944. sudah ada sekitar 31 petunjuk yang mengarah ke mobil itu. Bahkan salah satu saksi terkuat. Namun. Sebuah keyakinan yang sangat beralasan. yaitu rekan kerja Andrea. "Kami tidak menyangka. ternyata hanyalah kotoran bekas tanah. Andrea juga menjadi anggota klub kebugaran Pegasus. Andrea Bergmeir dikenang oleh para tetangganya sebagai perempuan baik-baik dan tidak pernah berbuat macam-macam. karena ia sering joging di kawasan sekitar tempat tinggalnya di daerah Nehren. ketika keduanya bertemu di Munich. tak jauh dari tempat tinggalnya. Malah kelihatannya sudah menjurus ke arah yang lebih serius. Perempuan yang bekerja sebagai arsitek itu sudah berhubungan dengan Dietmar setahun lebih. mengaku pernah melihat sebuah Porsche diparkir di depan klub kebugaran pada malam pembunuhan.seperti dituturkan juga oleh Dietmar . yang diduga polisi sebagai noda darah itu." jelas si penjaga kafetaria yang enggan disebut namanya. Polisi berusaha mengembangkan informasi ini. Ketika polisi menyebarkan perintah penyelidikan terhadap mobil Porsche. pada malam peristiwa itu ia sepertinya melihat sebuah Porsche diparkir di depan klub kebugaran. Para saksi yang sempat memberi keterangan pada polisi setidaknya membenarkan keberadaan mobil itu di sekitar Nehren pada hari pembunuhan. Munich. Warna mobilnya cokelat tua. misalnya. tapi hanya sekitar tujuh jam. pernah melihat rekannya itu di Tuebingen. tiba-tiba banyak orang yang menyatakan "pernah melihatnya". Catnya putih dengan nomor polisi Munich. Jejak Porsche Selain berpenampilan menarik. Para detektif saat itu yakin sekali. Noda-noda di baju. Karena kesenangannya berolahraga. Seorang perempuan penjaga kafetaria. tak ada yang mau membuka mulut. Andrea juga doyan berolahraga. hubungan kedua sejoli itu baik-baik saja. keberadaan mobil mewah bikinan Jerman itu tampaknya akan menjadi kunci penyelidikan. sebelum akhirnya dibebaskan. Perempuan yang kebetulan juga kenal dengan Andrea itu begitu yakin bercerita tentang ciri-ciri mobil itu. Seorang pengunjung di Pegasus juga ingat. Sampai saat itu. khususnya yang berasal dari Munich. Sebuah petunjuk yang kemudian menjadi rangkaian besar pada kasus ini. Sepengetahuan teman-temannya. Tepatnya sejak November 1991. Beberapa orang mengaku mengenal Andrea dengan baik. Tiba-tiba saja. pada awal Desember melihat Andrea turun dari sebuah Porsche berpelat nomor Munich. meski ada kesimpangsiuran soal warnanya. "Porsche 944. Zelt yang memang suka membawa pisau ke manamana sedang apes.Zelt memang sempat diinterogasi. karena ia sempat melewatinya. bahwa di 27 . banyak orang merasa pernah melihat Andrea dan mobil mewah itu di manamana. kalau-kalau ada yang mendapat kunjungan seseorang bermobil Porsche. Setelah itu. karena kebetulan berada di sekitar apartemen Andrea.

Di mana dan apa yang mereka lakukan pada saat peristiwa pembunuhan. Pengacara sang pakar.664 pemilik Porsche. Tindakan polisi yang berlebihan itu tak pelak mendapat reaksi keras dari masyarakat. Karena belakangan ketahuan. Pada 22 Januari 1999. Karena Porsche tergolong kendaraan mewah yang hanya dimiliki kalangan tertentu. juru bicara kepolisian dalam pernyataannya. telah dilakukan sebanyak 1. dan dia bilang. Merasa "kesaksian" si mobil Porsche amat sangat dibutuhkan. Hasilnya. Tak seorang pun berani mengecam komisaris yang telah kehabisan akal itu. Pasalnya. termasuk sejumlah selebriti. karena laporan seorang teman pria Andrea. yang sering berperan antagonis dalam film-film kriminal. Sampai Januari 1999. ia sebenarnya tidak memiliki Porsche. Menurut data yang diperoleh dari Departemen Transportasi Jerman diketahui. jika ditumpuk dapat mencapai sepuluh map tebalnya. Kepala Komisaris Kriminalitas Tuebingen memutuskan untuk menutup kasus itu. kasus Andrea begitu menyita energi polisi." kata Wolfgang Wenzel. sambil tertawa-tawa. sedikitnya ada sekitar 3. Arsip-arsip penyelidikan. polisi kembali mengembangkan informasi tentang Porsche. kalau tak mau dibilang sangat lucu. polisi bertekad menanyakan alibi setiap pemiliknya satu per satu. Buat sebagian orang. Tapi semua itu ternyata belum cukup. Walter Sattler. Salah satunya. "Saat saya dipanggil pihak penyelidik. tindakan polisi terhadap Oliver dirasa keterlaluan. Sementara di mata Oliver sendiri. bintang film Claude-Oliver Rudolph. tapi Ferrari. bahkan melakukan naik banding ke pengadilan pusat untuk menghindari tes darah yang diminta pengadilan Kota Tuebingen. Orang penting lain yang tak luput dari pemeriksaan adalah mantan Menteri Perhubungan negara bagian Baden-Wuerttemberg. sebuah pekerjaan besar! Tolak periksa DNA Niat polisi untuk membongkar kasus Andrea memang begitu besar. tindakan itu sungguh menggelikan. Jika mendapati hal-hal yang mencurigakan atau muncul keraguan. Seorang pakar kendaraan dari Munich bahkan menolak diperiksa. mereka yang hendak mengecam juga ikut habis akal. Ia tidak melihat adanya alasan harus dilibatkan dalam masalah itu. setiap pemilik Porsche di Munich tak luput dari pemeriksaan. saya langsung menelepon pengacara saya. Saat itu tes DNA melalui air liur belum dilakukan.kota itu (Munich) ternyata ada banyak sekali mobil Porsche." kata bintang film itu kepada wartawan. tak kurang dari 900 pemilik Porsche menjalani tes darah. 'Oliver itu kewajibanmu sebagai warga negara'. Dari rangkuman keterangan para saksi mata. Tentu saja. mereka tak segansegan melakukan tes DNA dari sampel darah. Buktinya. pengadilan pusat menyatakan polisi tidak berhak melakukan analisis DNA dalam kondisi kecurigaan sekecil apa pun. Belum termasuk map-map lain yang berisi catatan jejak-jejak tersangka pembunuh. Tanpa pandang bulu. Schauffer didatangi polisi. 28 .000 orang diperiksa alibinya. yang mengaku pernah melihat adanya hubungan khusus antara Andrea dengan tokoh politik itu pada suatu pameran di Kota Hannover. dengan perasaan kecewa. orang-orang yang dicurigai pun banyak yang berasal dari kalangan atas. Herman Schauffler.114 tes darah dan hampir 4. Dalam vonisnya. Dengan jumlah saksi mencapai ribuan orang.

Untuk membantu membongkar jalan buntu. Di alamat yang ditunjuk Dusch. Di situ antara lain disebutkan.. bergaya kuno dengan cat tembok yang sudah kusam. malam itu juga Juergen ditangkap 29 . seperti pemeriksaan air liur ini. pintu apartemen Andrea ternyata tidak dijebol. "Dia pribadi yang baik dan menarik. ini hanya prosedur saja. yang bekerja seminggu sekali. Juergen lalu melakukan tes air liur secara suka rela. Dusch sedikit bergetar. cocok dengan DNA tersangka. ia memang bermaksud memanfaatkan teknologi terkini. Dari catatan ia menemukan fakta." Dusch berkata apa adanya. tapi tetap saja tidak menghasilkan apa-apa. suami Ute. Perasaannya saat itu betul-betul tak keruan. Siapa tahu. tumpukan arsip-arsip lama itu berdiri tegak di depan Dusch. Dusch melangkahkan kakinya ke rumah Ute M. hasil tes air liur terhadap Juergen ternyata identik dengan "jejak pembunuh" dengan rekomendasi "sangat mungkin!" Mendengar berita itu. "Saya mengenalnya karena sering membantu Ute. tapi tetap terlihat bersih. Sudah ribuan tes dilakukan. Ia cukup patuh melakukan semua proses pemeriksaan yang diminta Dusch. Rumah itu tampak sangat sederhana. kesabaran Dusch belakangan berbuah manis. Tak sedikit pun perasaan waswas terlihat di wajahnya. Setelah berminggu-minggu mengencani kertas-kertas berdebu itu. seorang petugas kebersihan tangga apartemen. Dusch mendapat kabar yang diimpiimpikannya selama ini. Tugas saya membersihkan tangga. Ia disambut baik oleh Juergen. Suara televisi dari ruang tengah yang menyiarkan siaran olahraga." lanjut pria yang sudah tidak bekerja ini. pemilik pernah memberikan kunci kepada wanita bernama Ute M. Bisa jadi Andrea mengenal pembunuhnya. terdengar keras. Tanggal 8 Juli 2002." kata Juergen. yang terletak di pinggiran kota. Sebenarnya. dalam arsip termuat juga catatan pemeriksaan polisi terhadap pemilik apartemen. "Apakah Anda bersedia menjalani tes air liur untuk kepentingan pemeriksaan DNA?" tanya Dusch.. pada saat pembunuhan. Juergen tampak begitu tenang. Anda tahu kami melakukan tes seperti ini kepada semua orang. Mirip orang menemukan jarum yang terselip di antara tumpukan jerami selama sepuluh tahun.Petunjuk air liur Kini. Saat itu. Ute sedang tidak berada di rumah. "Apakah saya dicurigai?" "Oh. Dusch akhirnya menemukan titik terang kasus Andrea. tak lama setelah keduanya mulai membuka pembicaraan sembari duduk di teras. tampaknya sepakbola. tentu saja saya ingat kasus Andrea Bergmeir. Apalagi peluang keberhasilan tes itu adalah satu dibanding lima miliar! Tanpa banyak membuang waktu. April 2002. si pembunuh dipastikan orang yang memiliki kunci apartemen. Jika tidak. Kantor polisi Tuebingen resmi mendapat pemberitahuan. dengan sebatang rokok tak henti-hentinya bermain-main di tangan. Dusch sendiri sebenarnya tidak berharap banyak pada tes-tes seperti itu. "Ya. Namun. "Baik." Saat berbicara dengan Dusch." kata Juergen. Hasil tes air liur Juergen sungguh di luar dugaan. sambil mengisap rokoknya kembali.

pembunuh Andrea bukanlah pengendara Porsche. itulah kisah yang dipercayai pengadilan Tuebigen. "Saya sudah tidak punya selera makan lagi. Persidangan itu mendapat perhatian besar dari media cetak maupun elektronik. Maklum. Terpaksa saya membunuhnya. Esok harinya. tentu hanya Juergen yang tahu. setelah perkenalan itu. Namun. Hakim juga sempat prihatin melihat kondisinya. Perempuan berusia 54 tahun itu adalah Christel Bergmeir. saya tentu tidak bisa menolak. berita penahanan Juergen telah menjadi berita besar di Jerman! Hilang nafsu makan Bulan Mei 2003. bahkan telanjur dicurigai secara tak resmi. Hari itu saya benar-benar kehilangan akal. selama ini pers juga ikut berspekulasi tentang kemungkinan pembunuh Andrea. Cerita yang membuat Juergen hanya dijatuhi hukuman penjara 11 tahun." cerita Juergen perihal awal hubungannya dengan Andrea. Dia menatap dalam-dalam tubuh kurus kering yang selalu memalingkan muka saat ditatap itu. Juergen yang kini berusia 44 tahun terlihat jauh lebih kurus dibandingkan dengan sebelum ditangkap. "Dia yang mengajak berkenalan. entah apa alasannya. tapi hanyalah seorang pemilik VW Golf. Lelaki pensiunan itu rupanya sangat terpukul." katanya singkat. sosok pembunuh keji yang selama ini dicari bisa disaksikan dengan jelas. "Saya tidak yakin. "Dia yang memulainya. yang ingin sekali melihat langsung wajah pembunuh anaknya. Berat badannya susut sampai tinggal 41 kg. dia cantik dan menarik. Pak Hakim. Di ruang pengadilan. seorang wanita duduk memperhatikannya dengan berurai air mata. Selama bertahuntahun ia luput dari penyelidikan polisi. Apalagi harus saya akui. Tentu saja Juergen panik." Komentar yang baru terbukti sepuluh tahun kemudian. sehingga beberapa sempat diisukan terlibat. Sebagai lelaki. cuma karena para detektif sangat terpengaruh oleh cerita tentang pengendara Porsche misterius.(Kisah Nyata/Philipp Mausshardt/Marina/Tj) 30 . Gadis muda itu digambarkannya sebagai perempuan haus seks. lalu memperkosa Andrea. Inilah saatnya menyaksikan sang pembunuh yang sebenarnya. Beruntung Dusch akhirnya dapat membuktikan. Suatu hari. pembunuh yang sukses buron selama bertahun-tahun itu mengakui perbuatannya." tutur Juergen sambil berlinang air mata. Bahkan kemudian terjadi hubungan gelap antar keduanya. Teman-teman Juergen bahkan ingat. kasus Juergen mulai disidangkan di pengadilan Kota Tuebingen. "Apalagi saat itu Andrea terus mengancam. tanpa pemeriksaan yang berbelit. Tak jauh dari posisi Juergen.tanpa perlawanan berarti. selalu ingin melakukan hubungan intim dengan lelaki mana pun. Andrea hendak membeberkan semua perbuatan mereka kepada Ute. Versi mana yang lebih mendekati kejadian sebenarnya. keduanya jadi sering bertemu. Ketika Dusch masih tak percaya pada apa yang terjadi. yang langsung diterima tanpa mengajukan banding. Hakim mengesampingkan cerita versi lain yang berkembang di luar pengadilan bahwa pria itu diduga menyelinap masuk. terdakwa sempat berkomentar saat media massa gencar memberitakan soal pembunuhan Andrea." Masih menurut Juergen. Dia nyaris tidak makan apa pun sejak masuk bui. Sebuah cerita yang aneh. kalau pembunuhnya menggunakan Porsche.

mereka memberi isyarat agar de Gier meminggirkan mobil. setelah sang polwan berlalu. "He-eh. "Ouborg. lebih ringan dan lebih canggih. Apa ada yang salah? Namanya bagus 'kan? Orangnya juga baik. Ketiakku sampai sakit." sapa sang polwan. "Baru" 100 km per jam! "He-he-he. "Seorang ibu mendengar suara tembakan dari rumah tetangganya. "Hai juga. yang gemar memacu mobil seperti pengebut jalanan. 31 . Walther P-5. Sayang." "Enggak juga." cerita de Gier. Pistol baru mereka. ukurannya itu lo. Grijpstra memandangi mitranya sambil tersenyum. Tapi detektif yang justru harus menyembunyikan pistol. "Kita bukannya polisi patroli jalan raya yang memamerkan senjata di pinggang. Tak ada kata lain. Sersan Rinus de Gier dan Ajun Komisaris Henk Grijpstra. ia bukan hanya mendengar suara letusan senjata api. Aduhai sedapnya. dan mempersilakan Grijpstra masuk ke dalam mobil." jawab de Gier pendek. karena daya terjang pelurunya mencapai 200 m. "Pistolnya kegedean. sedetik setelah pantatnya menempel di jok mobil. Jane. Sementara de Gier langsung sibuk mengenakan tempat sarung pistol barunya. dua detektif nyentrik dari Kantor Kepolisian Amsterdam merasa sudah saatnya pulang. Grijpstra langsung meraih mantelnya. Dua belas bulan gaji Ouborg adalah wilayah eksklusif di bagian selatan Amsterdam." sungut de Gier beulang-ulang. sembari tergesagesa masuk lift. Seperti biasanya. Salah satunya. Di satu sisi. Keluar lift. dari kaca spion tiba-tiba terlihat sebuah mobil patroli polisi. Biasanya. mandi air hangat sembari memijat-mijat tengkuknya sendiri. Namun.05. "Jane?" komentar Grijpstra. mau ke mana kita?" tanya Grijpstra. JEBAKAN BUAT PANGERAN HITAM Hari tengah beranjak malam." balas de Gier. Namun." kata de Gier pelan. Rinus. "Cuekin aja. Anda marah-marah kalau aku ngebut. Enggak salah nih. Lalu sebuah mobil mewah warna perak kabur dari rumah tetangganya itu. memang punya plus-minus. tapi juga teriakan suara perempuan. seorang polisi wanita berparas ayu. lebih besar dari pistol sebelumnya. "Hai." "Memangnya kamu sudah kenal lama. karena pikirannya masih tertanam pada Jane. nomor polisi mobil tak sempat dicatat." de Gier membuka pintu." omel de Gier." komentar Grijpstra." "Memangnya orang enggak boleh berubah?" sahut Grijpstra. mereka berpapasan dengan beberapa polisi berseragam. Tak heran kalau sejurus kemudian. "Ibu tadi bilang. "Omong-omong. tiba-tiba telepon di meja de Gier berdering tiga kali. De Gier melirik speedometer.

"Idiot." Grijpstra menarik napas panjang. Masih ada gelas dan botol minuman di sini. ia wanita yang tadi menelepon de Gier. dokter belum bisa memastikan penyebab kematiannya 32 . rombongan polisi itu segera memeriksa keadaan di sekitar rumah besar. mana mungkin bisa memecahkan kaca. Ya pistol." teriak polisi berseragam satunya lagi. "Heh. Sementara Grijpstra terus berkeliling ruangan. kuno tapi dijamin manjur. "Apa?" seru de Gier kaget. Bukan bunuh diri "Sudah dapat informasi?" tanya Grijpstra. Rumah ini pun harganya pasti miliaran. Berbusana minim dan wajahnya belepotan darah diterjang peluru. "Pertama. Tapi. Lihat saja. Kelihatannya. Pakai yang ini saja. kita butuh surat perintah untuk masuk ke dalam. "Ia mirip banget dengan Jane. Kedua. tiga jam kemudian. tapi tak ada yang menjawab pertanyaan Grijpstra. Tapi sebelum bunuh diri. "Asal kalian tidak ribut dan menambah masalah. seraya memungut batu sebesar kepalan tangan dari taman. mengapa minum-minum dengan hanya berbusana minim?" Semua menoleh. Setelah bertukar cakap sebentar. Seorang perempuan tergeletak tak berdaya di tempat tidur. "Salut. sepertinya bunuh diri." sang Ajun Komisaris terus ngoceh. tak akan bisa menghindar dari mobil-mobil patroli keluaran terbaru. Secepat apa pun dibawa ngebut. korban kelihatannya sempat pesta minuman keras dan obat-obatan." pekik Grijpstra begitu masuk kamar. Ya ampun. Lihat. "Jane. pelukis terkenal Amerika itu." umpat de Gier. Tapi kalian malah omong soal surat perintah. boleh kami ikut jalan-jalan?" seru salah satu dari dua polisi yang ada di mobil patroli."Lo kok malah berhenti?" protesnya kemudian. begitu tahu kendaraan yang hendak mereka tilang berisi dua detektif bengal. "Lagi-lagi teknologi modern. Gier. Pemilik rumah ini punya lukisan karya Edward Hopper. "Ini 'kan mobil tua. Peralatan modern biasanya terbuat dari plastik ringan. tak jauh dari TKP. sambil memukul-mukulkan popor pistolnya pada kaca jendela. ya mobil. Anda pasti tahu. percuma. sekarang mereka sudah nongkrong di depan kita. wanita yang kita temukan sudah benar-benar dalam keadaan meninggal. "Aku rasa. harga lukisan ini mungkin setara dengan dua belas bulan gaji kita di kepolisian." terdengar komentar salah seorang polisi berseragam. Kamu tahu. Tak juga dua polisi berseragam yang tampak menyibukkan diri dengan menelepon nomor darurat markas besar mereka. seorang wanita setengah baya tampak melambai-lambaikan tangan pada mereka. "Kamu benar. Detektif. tindakan kita ini ilegal." anjur Grijpstra. sedikit kesal karena perjalanannya terhambat. Sesampai di Ouborg. sama-sama bikin masalah!" "Ho-ho-ho. kenapa tidak?" balas de Gier. tangannya masih memegang pistol. yang menjadi sumber suara letusan.

Sedangkan Grijpstra menguatkan diri. tak ada sama sekali sidik jari pembunuhnya. belum pernah ada borgol polisi yang berhasil mengikat kedua tangan sang "pangeran". Perkiraan tim medis juga sejalan dengan penemuan tim forensik kepolisian bahwa kemungkinan bukan korban yang meletuskan senjata. Pagi yang indah!" Dicekoki narkoba Siangnya." "Waver? Kamu tahu Gier." "Omong-omong. Pendek kata. Cora Fischer. Kata para pembantu. "Kalau ia sendiri yang menarik picunya. uap yang keluar pasca letusan. menimbulkan jejak di telapak tangan. setahun terakhir Waver punya pacar baru. Seperti rumah judi. "Sebelum mati. harga rumahnya setara dengan 20 tahun gajiku di kepolisian. Padahal. Grijpstra yakin. melainkan overdosis narkoba. Grijpstra dan de Gier sudah berada di ruang autopsi." sambung de Gier. pistol terselip di tangan kanannya. paling menyebalkan. "Ke mana kita sekarang." ujar de Gier menirukan kesimpulan tim forensik. menonton para ahli patologi 33 ." lagi-lagi Grijpstra mengeluarkan "data statistik" yang tak terlalu dibutuhkan rekannya. Waver juga bukan pembayar pajak yang baik. dokter curiga wanita cantik itu tidak mati lantaran bunuh diri. Ketiga. Toh. Waver selalu lolos. Apalagi membawanya masuk bui. Lalu pelakunya kabur memakai mobil mewah warna perak. untuk sementara. Meski bukan pengacara. dan klub seks. polisi juga tahu. tentu ada orang lain. dokter gigi. Waver kaya bukan main. tangan korban dalam kondisi bersih. Lewat detektif yang menyamar sebagai salah satu tukang pukulnya. saat ditemukan. mungkin saja pembunuhnya. kalau bukan kasus bunuh diri. kekayaannya itu diperoleh dari berbagai bisnis ilegal. De Gier yang tidak tahan menyaksikan "adegan mengerikan" di meja bedah memilih jalan-jalan di luar rumah sakit. dan pelumas pistol pasti bercampur jadi satu. Ajun Grijpstra?" "Ke cafe. Sayang. karena ia pandai memanipulasi pembukuan dan melenyapkan barang bukti. biasa dipanggil Waver.sebelum melakukan autopsi. meski saat ditemukan. beberapa hari terakhir. atau akuntan (profesi-profesi "basah" di Belanda). Waver tidak ada di sana." jawab Sersan de Gier. Kita perlu sedikit menenggak gin dan mengisap rokok hitam. transaksi obat-obat terlarang. pacar anyar Waver itulah yang baru saja mereka temukan tak bernyawa dalam keadaan berbusana minim. yang sengaja meletakkan pistol di tangan korban. noda bekas keringat. korban sempat bercinta dengan pembunuhnya. siapa nama korban?" "Cora." "Ho-ho-ho. Waver sendiri bukan nama asing di kalangan detektif Amsterdam. seorang mantan model. De Gier menambahkan. Sedangkan rumah yang kita datangi tadi milik pacarnya. "Ajun Komisaris. sampai detik itu." "Kelihatannya begitu. ia layak menyandang gelar "Pangeran Dunia Hitam".

Meski ini bukan pengalaman pertama. "Kami punya fakta. Jadi." tambah sang dokter. pelacuran terselubung. Huek! Grijpstra merasa. "Ada hasil." tanyanya. harus dirusak lagi dengan pisau bedah? Sambil memperhatikan meja bedah. Peluru di kepala yang membuat korban meninggal. Kalian tak pernah punya bukti. zat-zat haram itu yang membunuh Cora?" "Bukan." de Gier berhenti sebentar. de Gier kembali dari acara jalan-jalannya. itulah buktinya. uffs. Seorang dokter tiba-tiba sudah berdiri persis di depan hidungnya." Tak lama kemudian. selama ini Anda berada di belakang banyak kemaksiatan." de Gier membuka acara tanya jawabnya dengan Waver di ruang interogasi kepolisian. dan sayatan pendek dari perut ke sekitar pinggang. nafsu makannya hari itu bakal merosot tajam. "Dari balik helmnya. Wajahnya tertutup helm. "Kamu sendiri?" "Aku sempat melihat seorang lelaki dengan sepeda motor besar." "Saya juga punya fakta." cerita de Gier. Kemudian . Korban juga merokok dan minum minuman keras terlalu banyak..membuat sayatan panjang dari bahu ke titik pusat. Setelah pensiun sebagai model. Grijpstra terbangun dari lamunan. Hatinya senang melihat autopsi sudah selesai. Itu sebabnya. ia tetap tak bisa menerima. Wanita gemulai itu dengan gampangnya menjadi bintang dan "penguasa" klub seks milik Waver di Noordwijk." "Bukti? Kutukan dari masyarakat. berhenti lama tak jauh dari tempat kejadian perkara." "Kaki tangan Waver?" De Gier mengangkat bahu." ujar anggota tim autopsi itu. ia menjadi model sejumlah pelukis terkenal. Tingginya sekitar enam kaki (sekitar 180 cm . aku bisa melihat tatapan mata penuh rasa ingin tahu. 34 . Perawakannya seperti petinju. "Jadi..). Semasa hidupnya. Pacar Anda mati di kamar Anda sendiri. korban dicekoki atau mencekoki dirinya dengan kokain lewat jalan normal." jawab Grijpstra. Grijpstra mencoba mereka-reka duduk perkara sebenarnya. "Tampaknya tidak ada bekas suntikan. Dokter yang lain menyayat kulit kepala untuk melihat tengkorak dan memeriksa luka bekas peluru. Biaya hidup tinggi "Tuan Waver. Cora pasti sangat cantik. Cora jatuh ke pelukan Waver.Red. mengapa tubuh yang sudah dirusak pembunuh. hingga peredaran obat bius. Dok?" "Yakin sekali. "Yapp. Mulai rumah judi. "Kami telah melakukan serangkaian pemeriksaan." "Anda yakin.

meninggalkan ruang interogasi tanpa mempedulikan Grijpstra dan de Gier yang saling berpandangan. kalian tak akan dapat menemukan pembunuhnya. Detektif. ia dibuat seperti mati bunuh diri. Semua orang tahu itu!" "Duduk. Lelaki seperti Andalah yang membuatnya jadi jahat!" "Halo?" Grijpstra melancarkan perang urat saraf. "Beberapa malam sebelum pembunuhan. Ia sebenarnya perempuan baik-baik. Polisi menyamar yang selama ini mengamati Waver bilang. Karena Anda punya si badan besar Freddy yang siap melaksanakan perintah apa saja. Cora sadar tindakannya salah. Bang! Perang baru saja dimulai. De Gier tersenyum licik. Padahal kami yakin." "Seseorang juga telah memasukkan obat bius ke dalam minumannya." Waver berdiri dan pergi begitu saja. Berbekal kemolekan tubuhnya. "Saya punya alibi dan Cora jelas bunuh diri. menggairahkan. ia ditembak persis di kepalanya. Toh petugas pabean tak akan berani memegang-megang bagian tubuhnya yang sensitif." "Ngawur. Agar neraca 'berimbang'. Saat kejadian. Yvette."Hebatnya. tak lama setelah kepergian Waver. Saya sedang tidak di rumah saat itu!" "Tentu saja. Apalagi menuduh saya. "Untuk apa saya mendengarkan?" balas Waver hendak beranjak dari kursi. Ia cantik. dari mana kamu tahu soal Freddy?" tanya Grijpstra keheranan. Sebagai orang bisnis." potong de Gier." "Cukup!" "Masih belum cukup. Ia enggak akan mengotori tangannya sendiri dengan darah Cora. Cora sangat menyayangi mobilnya. lalu nekat bunuh diri. Saya pergi sekarang. kalaupun Cora mati dibunuh. Waver! Kami yang menentukan jalan ceritanya. Tapi lama-kelamaan. Alibi saya kuat. Waver. Anda mulai sebal dan merasakan gaya hidup Cora yang jetset sebagai beban. yang jauh lebih menggairahkan. Mulanya. membelikannya mobil mewah dan perhiasan mahal. Anda menerima Cora dengan senang hati. "Waver itu penjahat kelas kakap. "Dengar. Tapi kemudian." "Detektif. Dengan cara itu." "Dengar. saya sedang menghabiskan malam bersama wanita lain." sambung Grijpstra. ia 35 . "Omong-omong. Anda memaksa Cora menyelundupkan heroin. Anda mengancamnya secara halus. Karena Anda tahu. Cora dapat melakukan tugas itu dengan mudah. Mungkin ia tahu itu. Semua orang tahu Cora suka minum dan mengonsumsi narkoba. orang besar. Anda membakar mobil Camaro milik Cora. frustrasi. Anda concern pada masalah untung-rugi. dassh!. Anda menjadikannya ratu di klub. dan ikon yang cukup dikenal di dunia seni. Ia seorang humas yang baik.

Freddy langsung duduk di sofa." jelas de Gier. sudah banyak polisi yang kami bayar." "Tugas membunuh Cora banyak 'godaannya'." bilang Freddy. tetap sulit dijangkau. De Gier menyalakan rokoknya. Aku sendiri sebenarnya tidak tahu apa-apa soal Freddy. Itu sebabnya. tampak berpikir keras. tentu tamu istimewa. Sedangkan Freddy. Anggap saja sebagai hadiah. kalau betul memang dia pelakunya." "Eh." katanya santai. Yang datang malammalam begini." "Cuma itu berita yang kamu bawa?" "Dasar polisi bandel. tapi jidatnya berkerut. "Kucing tolol!" "Apa?" "Dengar. "Yang sedang Anda duduki. Grijpstra diam. apa kabarnya Jane. "Sebenarnya. "Selamat malam. "Ini baru uang muka. Pantatnya yang segede pantat gajah nyaris menindih kucing de Gier. Tapi aku ogah berkelahi di sini." "Gertakan yang bagus. Bagus kalau polisi bandel seperti kamu mau bergabung. Banyak saksi mata di Noordwijk yang akan memberi alibi. aslinya memang tempat duduk kucing saya. ya?" De Gier tiba-tiba memelintir topik pembicaraan." "Begitu?" "Ya!" Freddy menyeringai. seraya menunjukkan sebuah amplop. Ia segera meletakkan kucing kesayangannya di sofa." "Tapi kita masih harus membuktikan banyak hal. Waver memang tidak di rumah itu. aku sedang tidak butuh uang panas. 36 ." seru seseorang. Itu sebabnya bos menawari kamu uang. pancingan pada Waver mengena. "Saya Freddy. menaruh buku di meja. Mudah-mudahan enggak meleset. Tanpa diminta. Apa dia juga memikirkan Jane? Mengancam kucing Beberapa jam kemudian. pikir De Gier. Aku datang membawa sejumlah uang. Tapi aku suka polisi begitu. Asal tahu saja. bel di apartemen de Gier berbunyi. Nanti merusak perabot.punya tukang pukul andalan bernama Freddy. Jadi." Amboi! Kelihatannya. bisa saja tawaran ini membuatku tersinggung dan menembak jidatmu. Freddy sedang main kartu dengan si Anu atau si Anu. mereka sempat berhubungan intim. Kenyataannya. kemudian membukakan pintu untuk tamunya.

" ujarnya menunjuk ke arah taman. tanpa pakaian dalam) datang membawakan bir. mengumpulkan beberapa potong pakaian. pisau tadi menempel di leher kucing betina yang sangat ketakutan. Tak ada jahitan penutup." katanya seraya menutup pintu. Kamu akan merasakan akibatnya!" "Seperti apa?" tantang de Gier. "Good bye. Ia menunggu Freddy masuk lift. De Gier lega. "Bisnis heroin dan kokain sedang bagus. De Gier sempat memperhatikan wajah Waver. "Di sana. Dalam sekejap. "Saya dengar. Freddy meninggalkan sesuatu di apartemen Anda. "Keterlaluan. tersungkur di tanah. Pukulan mematikan Besoknya. karena dengan mudah menemukan kamar tidur Cora. atau Indonesia. tepatnya jam tiga pagi. Seychelles. Bedanya. kedatangan mereka "disambut ramah" oleh Waver. "Aku bisa membedah kucing ini. kucingnya selamat. pingsan! Tiga jam kemudian. persis seperti kalian membedah Cora. Tapi kemarahan itu ditahannya sekuat tenaga demi keselamatan kucing tersayang." katanya dalam hati. Tak tahu diri. Lalu mengeluarkan pisau lipat dari kantung jaketnya. Kamu juga bisa seperti aku. Freddy yang jago karate dan bertubuh lebih besar tampaknya bakal di atas angin. Bos dapat melakukan apa saja dan membeli siapa saja!" ancam Freddy."Kalau begitu. Tamu bersepeda itu kelihatannya maling profesional. Sepertinya. sabuk hitam judo de Gier tak layak dipertanyakan. rumah Cora Fischer didatangi tamu tak diundang. Tabriz adalah nama kucing De Gier. aku akan membiarkan isi perutnya berserakan. Dalam waktu beberapa menit saja. Freddy meraih kucing kesayangan de Gier. berlibur ke Bermuda. tunggu apalagi. Lelaki yang beberapa hari lalu begitu sombong itu kini terlihat pucat. membungkus sejumlah perhiasan. Tapi soal berkelahi tangan kosong. Pelayan cantik mengenakan rok mini (maaf." 37 . Bos paling benci orang sok kayak kamu. sambil berjalan keluar apartemen." De Gier mulai geram. "Dan rasakan nanti pembalasan Tabriz. De Gier masih lebih suka mendengar ketimbang berdebat. Keruan." imbuhnya dalam hati. "Aku juga akan membunuh ibumu dan seluruh isi apartemen ini. lalu pergi begitu saja tanpa diketahui para tetangga. De Gier yang tiba lebih dulu di luar apartemen memberi isyarat pada Freddy. tendangan dan pukulan simultan sersan berpostur jangkung itu berkelebat tanpa kenal lelah. Bahasa tubuhnya menampakkan ketegangan luar biasa. Ia berharap mendapat informasi tambahan tentang Waver dari anak buahnya yang pongah ini." ujar Freddy. Mereka langsung mendatangi sarang sang Pangeran Hitam di klubnya di Noordwijk. Freddy tak berdaya. isyarat tantangan berkelahi. Lalu turun lewat tangga. Grijpstra dan de Gier hanya tinggal melancarkan beberapa jab dan satu hook telak untuk membuat lawannya KO. Grijpstra dan de Gier melangkah lebih maju.

Kini saatnya memberi pukulan mematikan. mengembalikan amplop. "Omong kosong!" Waver berteriak. Matanya bergerak tak fokus. "Cora . "Ditahan untuk apa?" "Untuk beberapa tuduhan serius.mata Waver mengarah pada de Gier. Pikiran Waver pun sudah dibuat kacau. Bayangkan. "Surat izin melakukan penggeledahan. permainan pianonya bagus banget." de Gier memalingkan wajahnya ke arah panggung. "Kalem. De Gier masih asyik memainkan "senjata" melengkingnya di panggung." jawab Grijpstra tegas. prostituasi terselubung. Sampai akhirnya tertumbuk pada sosok perempuan yang baru saja masuk klub. Gier?" celetuk Grijpstra. "Sssst. boy. Grijpstra sendiri tak menyangka." Grijpstra segera melambaikan tangan pada detektif Cardozo dan anak buahnya. Anda ditahan!" "Sudah kubilang juga. Ajun Komisaris. Sersan de Gier 'kan sudah bilang. pelayanpelayan seksi bertelanjang dada bergantian mengantar minuman. Apalagi ketika Grijpstra menggeledahnya dan menemukan satu gram kokain dan sebilah belati di kantung celana dan jaket." ucapnya cepat. dari pintu masuk klub. para detektif itu tak hanya menuduhnya dengan beragam kejahatan. "Saatnya melakukan penggeledahan. Tak lama setelah Waver mengambil kembali amplopnya. Tak diragukan lagi. Waver sendiri tampak gelisah. Duduklah. juniornya akan segila itu. Waver makin kesal. Dibalut gaun indah dan perhiasan melingkari tangan dan leher. "Anda kami tahan." Waver hendak beranjak dari kursinya." jawab de Gier. Itu salah satu alasan kami ke sini. Tak lama kemudian. Grijpstra bisa mendengar Waver berdesah. "Benar. Sementara Grijpstra menanti dengan berdebar-debar. Mengedarkan obat bius. De Gier seperti tersentak. Suara flute-nya memenuhi ruangan. Suasana telah terbentuk. bukan rumah bordil. Waver!" Sang "Pangeran Hitam" tersenyum sinis. kalian tak punya bukti. membunuh Cora Fischer?" Grijpstra melancarkan "jab" kedua. paras dan lekuk tubuhnya begitu menggoda. "Benar-benar gila." "Bagaimana dengan upaya menyogok kolega saya. tapi juga "menguasai" massa klubnya.. Silakan hitung jumlahnya. Sementara itu. Dari tempat duduknya. Kegilaan yang makin membuat Waver stres. Piano dan kombo tak kesulitan mengiringi improvisasi sang detektif. Sang Ajun Komisaris menyerahkan secarik kertas pada Waver." bisik Grijpstra pada Cardozo. si wanita duduk tak jauh dari Grijpstra dan Waver. Ini klub seks. dan judi ilegal. lalu mengeluarkan semacam suling kecil dari balik jasnya. tapi berkelas. muncul seorang wanita bertubuh semampai. Disambut tepukan meriah pengunjung klub. Dandanannya tidak seronok. Rambutnya tertata dengan baik. De Gier pun menghentikan alunan flute-nya. "Bagaimana dengan flute-nya. de Gier melancarkan jab pertama. dan terakhir. Seketika air muka Waver berubah. de Gier memainkan sebuah lagu syahdu. Seperti perkiraan 38 . Aku mau menikmati musiknya dulu... mengancam kucing de Gier.

ketika seorang anak buah Cardozo melapor. dan dia juga masih terus memandangi polwan Jane!" "Ho-ho-ho. malam yang indah!" (Kisah rekaan/Janwillem van de Wetering/Icul) 06. kecuali Chin Hock yang sedang menjalani wajib militer. dengan duit. "Hidup pasti jauh lebih mudah. Prioritaskan pada heroin. "Juga modal untuk membuka outlet narkoba." imbuh Cardozo. Kuan yang berwajah kasar melontarkan ide setan. Tuan Waver mengakui keterlibatannya pada kasus pembunuhan Cora Fischer. Jika Waver "tersadar" sebelum barang bukti ditemukan. mulai masalah politik sampai kesehatan. Maklum.. karena dalamnya sudah bolong. Pak. Ong Chin Hock.. "Kelihatannya kita telah menemukan harta karun Waver. Yeo Ching Boon dan Ong Hwee Kuan." "Cepat."Bagaimana kalau kita merampok?" 39 . Selepas nyodok. Pak. Senyum Grijpstra makin lebar. bukanlah negeri yang bersahabat buat trio warganya. sambil menyelidiki keterlibatannya pada kasus pembunuhan Cora. sambil terus berbisik. Ching Boon dan Hwee Kuan statusnya pengangguran. "Ya. Hanya di tempat itulah." "Secepat itu?" "Ya. 21 April 1978." ujar Cardozo. "Tapi patung yang ini beratnya lumayan. tak jauh dari KAC." canda de Gier. "Patung seperti ini pernah kami sita beberapa waktu lalu. seperti biasanya tiga pemuda berumur 20 tahunan itu bermain biliar di Kallang Amusement Centre (KAC). mereka ngobrol ngalor ngidul di sebuah taman." balas Grijpstra. Cardozo menemukan sebuah "patung dewa" berukuran sedang yang sangat dikenalnya. Polisi memfokuskan penggeledahan pada heroin. Banyak hal diobrolkan. bukannya membaca "surat tipuan" itu.. Tapi lebih enteng. kita harus menemukan sesuatu di klub ini. melupakan segala beban. "Siap. setelah bergabung kembali dengan Cardozo dan de Gier.. agar dapat memenjarakan Waver sementara waktu.. sia-sia jebakan ini dibuat. kita bisa berbuat apa saja. "Cora . HOROR DI MOUNT VERNON Singapura tahun '70-an. Kami curiga sebelumnya diisi heroin yang diselundupkan melewati perbatasan. Sementara biaya hidup makin hari kian tinggi.Grijpstra." ujar satu dari mereka. mereka dapat tertawa lepas. Cora . Pucuk dicinta ulam tiba. tak jauh dari urusan perut." "Tapi dari mana kita bisa mendapat banyak uang?" Ketiganya terdiam. kalau kita punya banyak duit. Mereka merasakan betapa tersiksanya hidup dengan penghasilan pas-pasan. Malam itu. Tapi ujung-ujungnya. Di sebuah ruangan." sergah Grijpstra.. Waver malah mematung memandangi wanita elegan tadi.

" ujar Yeo. dikenal juga sebagai Ah Pui atau Freddy. Keesokan harinya. "Oke. Tu Li. tak jua terbersit jalan keluar."Ide gila. lebih enak merampok pakai pistol. kita juga butuh senjata tajam. ketika konsentrasi petugas jaga mulai kendur. sehabis merampok turis berkewarganegaraan Malaysia. Sorenya. Juga perihal waktu terbaik untuk melakukan tipu daya. kita harus cepat mencari solusi masalah ini." Mereka berpikir keras dan saling melontarkan ide. Dengan begitu. Hock membuka jam yang melingkar di tangannya. Keculai Kuan. di Mount Vernon. Ia sempat menjadi anggota kelompok Sio Kun Tong." katanya. "Tapi kita harus punya pistol." 40 . "Aku setuju. Pernah juga bekerja sebagai penjaga gudang pada sebuah perusahaan tekstil. mereka kembali mendiskusikan niat jahatnya. Aku sarankan pakai pencungkil es saja. Sedangkan Yeo Ching Boon. Tentang penjaga pos kecil di pintu gerbang. Anak tertua dari empat bersaudara ini pernah dikeluarkan dari sekolah karena berkelahi." sahut Yeo yang bertampang innocent. sehingga terpaksa mengikuti jejak bapaknya sebagai kuli bangunan. tiga sekawan bertemu lagi di KAC. lagi-lagi karena berkelahi. lalu mengangguk dan tersenyum. Yeo tertegun sebentar. Tapi ingat. para pengangguran banyak acara ini melanjutkan aktivitasnya dengan menonton pertandingan sepakbola di bekas Sekolah Dasar mereka. Di salah satu sudut sekolah inilah. Ong Chin Hock alias Ah Hock masih bujang. "Begini kira-kira skenarionya. "Yang belum aku tahu. "Ya. Hock dan Kuan berteman sejak kecil. yang hanya dijaga satu orang dan lebih sering dipercayakan pada polisi wajib militer." balas Kuan. Tahun 1976. "Sebagai modal. Tapi kita juga perlu pisau. yakni lewat jam dua belas malam. ia masuk rumah rehabilitasi. pakai untuk membeli pisau. Aku tahu cara mendapatkan pistol dengan gampang. namun dikeluarkan. bagaimana caranya merebut senjata petugas jaga. sebelum akhirnya masuk wajib militer." cetus Yeo. Tapi sampai jam sebelas malam. Ia putus sekolah. kita semua memakai seragam pakaian wajib militer. anak buruh bangunan. Sekarang kita pulang." bisik Yeo pada kedua sohibnya. Tapi boleh juga. karena kecanduan narkoba. Ia lalu bercerita tentang tempatnya berdinas saat wajib militer dulu. "Duitnya dari mana buat beli pisau?" sergah Yeo. "Jual saja ini. markas polisi yang juga berfungsi sebagai asrama pasukan cadangan. Hwee Kuan alias Ah Kuan lain lagi." balas Kuan. tinggal di New Upper Changi Road. Putus sekolah Yeo. Zaman sekarang. masih tinggal bersama orangtuanya. yang kerap melakukan aksi pencopetan di sekitar Angullia Road. Kuan dan teman-temannya ditangkap polisi. akan lebih mudah mendekati pos penjagaan. Bulan April 1977.

00. Yeo mengetuk palu. keluar taksi dan pura-pura minta bantuan dari polisi di pos jaga." tegas Yeo. "Jam-jam segini banyak patroli polisi berkeliaran. aku akan mendorongnya masuk taksi. Bajak taksi Dua hari kemudian. untuk menjual jam tangan Hock. aku punya seorang teman yang bisa dipinjami uang. Setelah kenyang.45 di sekitar Kallang Bahru. sedangkan Kuan duduk di kursi belakang. Yeo sempat main biliar dengan sejumlah temannya. Kalau sopir taksi dan penjaga mengenali ciri-ciriku. "Kita akan beroperasi dari atas taksi. apapun recananya. atau menjerat leher. Setuju?" Hock dan Kuan mengangguk. sampai sekitar pukul 21. Enggak aman membawa-bawa senjata tajam. berbahaya. Ditemani Kuan. Kalau terlalu mencolok. tak boleh terlalu mencolok. "Jangan khawatir." Anggota tiga sekawan yang lain hanya manggutmanggut. kemudian kita culik dan rampa senjatanya." tanggap Hock. Sampai akhirnya. Setuju?" usul Yeo. Cukup untuk mengikat tangan. tiga sekawan seperti biasanya berkumpul di KAC." "Baiklah. kita bajak taksinya. Yeo tak langsung keluar. aku punya catatan di kantor polisi. Yang penting kita setuju untuk segera melaksanakan rencana ini. "Kita akan mulai bergerak jam dua dinihari. Yeo pun melanjutkan. masih empat jam lagi dari jadwal yang mereka rencanakan. Hock ternyata datang dengan tangan hampa. Ketiganya berjanji bertemu kembali pada pukul 11. Namun dari beberapa ide yang dibahas. Aku sendiri. kita sebaiknya jangan pakai seragam. Di tengah jalan. sekalian membeli dua buah pisau dapur. Mending pisau-pisau ini disimpan di rumahku dulu. dua hari dari sekarang. Setelah menyimpan pisau. 41 . Lalu memasukkan tali-tali tadi dan alat pencungkil es ke dalam travel bag kecil kepunyaan adiknya. Jam dinding menunjukkan angka 10. kaki. Ia memotong sebuah tali terbuat dari nilon menjadi empat bagian." komentar Hock."Menurutku. polisi-polisi yang tidak sedang bertugas bisa menyulitkan kita. Setelah itu. Yeo menuturkan rincian rencananya. Hock kemudian berangkat menuju rumah temannya di Lorong Koo. "Aku masih butuh duit buat transportasi. Sebagian uang itu mereka habiskan untuk makan dan minum di sebuah kafe. "Kamu 'kan tahu. persisnya sore menjelang malam. Keduanya harus mati." "Oke. Yeo pergi ke sebuah kawasan pertokoan. kita akan langsung diciduk. Hanya Yeo berhasil meminjam Sin 10 dolar dari seorang teman. Bagaimana?" "Tapi jangan biarkan polisi dan sopir taksinya lolos begitu saja." "Jadi. pura-pura mabuk. Setelah penjaga mendekat. "Di sana kan ada asrama. Hock lalu mengambil alih kemudi. kita main aman." bilang Yeo memecah kesunyian." timpal Kuan. Lagi-lagi mereka saling melontar ide. tak satu pun disetujui secara aklamasi. Namun saat bertemu kembali. Jika terjadi sesuatu. gimana dong?" nada bicara Yeo terdengar putus asa.

"Berhenti!" Chew pun menginjak pedal rem. "Jangan cobacoba melawan atau membuat gaduh. ketika taksi hampir sampai gerbang belakang PRU Mount Vernon. Biasanya ia sudah pulang ke rumahnya di Selegie House. Lelaki tua itu dapat melihat kilatan dan merasakan dinginnya senjata tajam pengiris daging dan sayuran tersebut. Hatinya begitu gembira. Meski sudah berusia 60 tahun. Setelah itu." Ia lalu mengambil tali dan mengikat tangan Chew erat-erat. seperti rencana semula. Kemudian keluar dengan menenteng travel bag. Namun gerakan spontan Chew tak banyak menolong. Sejurus kemudian. mempersilakan penumpang nomor satu masuk. Akhirnya ia memutuskan memberikan perlawanan. ini baru awal dari perlakuan buruk yang bakal segera diterimanya. penumpang nomor satu menukas cepat. Ia memutuskan tidak memakai pakaian seragam wajib militer. setidaknya jika dibandingkan dengan orangtua seusianya. Terjerembab di got Chew Theng Hin. Chew yang sudah hafal kawasan itu. Saat itulah. penumpang nomor satu meminta Chew belok kiri. belum tentu ia akan dilepas begitu saja." sahut Kuan dan Hock serentak. Aljunied. "Semua siap?" tanya Yeo. Chew Theng Hin membuka pintu depan. penumpangnya pagi itu bukan manusia baik-baik. Penumpang nomor satu mendorongnya dengan bahu. penumpang nomor tiga turun dari mobil. lelaki berambut pendek ini masih kelihatan energik. Dengan tenang. dengan pencungkil es terselip di pinggang. Sampai di sini. "Turun!" bentaknya. ke arah gerbang belakang Mount Vernon yang selalu gelap gulita. hendak ke mana sebenarnya tujuan tiga orang ditaksinya. ia berkata. sesuatu yang sangat buruk bakal menimpa dirinya. berjalan ke depan kendaraan. penumpang nomor satu menutup mulut Chew dengan kain. lalu ke Jln. Chew merasa. tiba-tiba penumpang nomor dua menempelkan pisau di leher Chew. Ya. Chew mulai sadar. Jarang-jarang jam segini ia masih berada di belakang kemudi. Akhirnya. siapa curiga. Sambil memamerkan pencungkil es. Penumpang nomor dua dan nomor tiga duduk di kursi belakang.30. Tepat pukul 01. mengganti pakaian dengan t-shirt merah dan celana biru gelap. Instingnya berkata. "Asrama polisi Mount Vernon!" Tak sedikitpun terbersit kecurigaan dalam hati Chew. meski menuruti semua perintah mereka. Namun entah mengapa. Penumpang nomor satu dengan dingin berkata. Chew mulai menduga-duga. Ia juga mulai punya firasat. pasti korban kejahatan yang hendak melaporkan kemalangannya. sedangkan penumpang nomor tiga mempermainkan badan Chew dengan lutut. pagi itu ia masih ingin berputar-putar mencari penumpang. tentu tak menyadari nyawanya sedang di ujung tanduk. Saat mendekati Police Reserve Unit (PRU) Mount Vernon. sopir sekaligus pemilik taksi. Bendemeer. menyetop taksinya. kemudian membuka pintu tempat Chew disandera. "Siap. Yeo menyempatkan diri pulang ke flatnya. ketika melihat tiga pemuda melambaikan tangan. sedangkan Hock tak berkomentar sepatah kata pun. 42 . segera meluncur melewati Jln.Kuan tampak senang. jika penumpangnya bertujuan ke kantor polisi? Kalau bukan penegak hukum.

" sambung Yeo. rekannya yang telah bertugas sejak pukul 13. Penumpang nomor satu dan penumpang nomor dua spontan turun dari mobil. Pagi itu. "Betul sekali. Itu sebabnya. penumpang nomor satu. Boleh aku minta tolong untuk memapah kawanku yang mabuk? Badannya berat sekali. Tapi dasar bandel. Pemuda itu. Sebagai polisi wajib militer. Dari tempatnya berdiri. "Kami berdua baru saja jalan-jalan dan bertemu beberapa teman." teriak salah satu penumpang. menunjukkan kartu keterangan wajib militernya. Tanpa membuang waktu. penumpang nomor satu dan penumpang nomor dua menghampiri lelaki tua yang sedang meregang nyawa itu. "Dia masih hidup. bakal menyusul. Chew terguling. mencoba tetap ramah. Chew tersungkur di selokan. Taksi baru saja hendak tancap gas. Setelah Hock mengarahkan taksi rampasan mereka ke pos penjagaan. Seragam tebal tak sanggup melindungi Kim dari serangan dingin yang menusuk. sembari menunjuk ke arah taksi kuning. Kuan si penumpang nomor dua dan Hock. dan tanpa ba bi bu menghujamkan pencungkil es dan pisau dapur ke leher Chew. nyawa seorang kakek tak berdosa lenyap sia-sia di tangan Yeo. Meski begitu.00. Sasaran pembantaian berikutnya. Penumpang nomor dua menusukkan pisau ke perut sang sopir taksi malang. matanya melirik ke taksi kuning yang mesinnya masih hidup. Sebaliknya. Usianya baru delapan belas tahun. tiga sekawan itu malah bertukar kegembiraan. kembali masuk got. Sesekali. dia bahagia saja saat ditempatkan di Mount Vernon. Brepp! Kali ini Chew tak lagi bergerak. Ia berasal dari keluarga baik-baik.Breppp! Sesuatu yang mengerikan terjadi. Pagi itu. Penumpang nomor tiga segera duduk di depan kemudi. Baru beberapa menit menjaga gerbang. "Memangnya kalian dari mana?" tanya Kim. ia melihat sebuah taksi kuning melintas di depan pos jaga. Akhirnya. ketika tiga penumpang yang sudah dikuasai nafsu setan itu melihat tubuh Chew merangkak naik dari selokan. anak kedua dari empat bersaudara. penumpang nomor tiga. Secara bersamaan. Dia sekarang tergeletak di kursi belakang taksi. ia tetap berusaha menunaikan tugas dengan penuh rasa tanggungjawab. persis di depan pintu gerbang PRU Mount Vernon. "Jadi. Kim memperhatikan dengan seksama kartu yang ditunjukkan Yeo. Kim dapat melihat dengan jelas seorang pemuda keluar dari pintu depan. 43 . dengan pandangan nanar. tapi tubuhnya tampak masih bergerak-gerak. sembari merintih menahan sakit. malah menyusahkan teman. dia kelihatannya minum terlalu banyak. Yeo." bohong Yeo. Rencana pertama sukses terlaksana. Telunjuk terpotong Lee Kim Lai masih sangat muda ketika mendaftar wajib militer. Dalam tempo sekejap. kamu wamil yang tinggal di asrama ini?" tanya Kim ramah. "Dia tinggal di asrama ini juga?" "Betul. ia tak boleh memilah-milih tempat berdinas. lalu menghampirinya. mereka menusukkan pisau dan pencungkil es ke daerah vital sopir malang. seperti kamu lihat. dia baru saja menggantikan Koh Kah Kway.

Sedetik kemudian. "Pui. ia sudah kembali ke semaksemak tempat Kuan bersembunyi. ia sempat melihat beberapa orang di lantai satu dan lantai dua markas polisi Mount Vernon memperhatikannya. Yeo mempercepat langkahnya. aksi Kuan saat mengambil pistol dari pinggang Kim ternyata mendapat perlawanan. tapi juga membantu sesama yang membutuhkan pertolongan. Benar-benar enggak punya uang!" pekik Lee. Kuan menunjuk sela di antara dua kursi depan. Saat pintu dibuka. Lebih terkejut lagi setelah tahu. dengan senang hati ia berjalan menuju pintu belakang taksi. "Aku engak punya uang. sampai-sampai jari telunjuk Kuan ikut terpotong. Ia tampak begitu ketakutan. Kim mencoba melakukan perlawanan. Darah segar mengotori kursi belakang taksi. "Mana pisau satunya lagi?" teriak Yeo pada Kuan. mereka telah sampai di kawasan Kallang Bahru. Namun ia terkejut saat Yeo tiba-tiba mendorongnya masuk ke dalam taksi. Dalam pergumulan." kata Kuan pada Yeo." perintahnya pada pada Hock. Setelah menutup pintu. ia memang mendapati seorang lelaki tengah berbaring di kursi. Sementara di kursi belakang. pemuda yang sebelumnya berbaring di kursi. Tapi ketika mereka bersiap hendak meninggalkan semak-semak. Aljunied. Yeo yang bearda di kursi depan langsung membantu Kuan. "Cepat kabur! Ada beberapa polisi di atas sana sedang memperhatikan kita." bisiknya tepat di telinga Kim. seraya menghujamkan pisaunya beberapa kali ke leher Lee. Begitu membabibutanya aksi Yeo. Sepuluh kmenit kemudian. "Kausku berlumuran darah. Berikan pisaumu. terjadi sesuatu yang sama sekali di luar perhitungan. Lima menit kemudian. ternyata tidak mabuk sama sekali. Namun tanpa diduga. Yeo bergegas ke pintu depan. Apalagi yang membutuhkan pertolongan sesama penghuni asrama." lagi-lagi Yeo memberi perintah. Ia berbalik badan. Saat itu. "Tetap di dalam dan jangan coba-coba melawan. Termasuk kaos dan celana yang dikenakan Kuan.Kim calon polisi yang baik. Itu sebabnya. "Kita harus mengamankan senjatanya. Kuan. dengan membawa tas plastik berisi celana panjang biru gelap dan t-shirt warna putih. pistol sempat jatuh. 44 ." "Bersembunyilah di belakang semak-semak. Hock sudah melarikan taksinya menuju arah Jln. Tubuh Kim sendiri langsung jatuh menghujam jok. memasukkan pakaiannya yang berlumuran darah ke dalam tas plastik. tugasnya tak hanya sebatas perintah yang diberikan komandan. Kuan masih setia mengancam Lee dengan pisau dapur." Yeo lalu berlari menuju flat. Kuan mulai menempelkan pisau di leher Lee. Untuk menghindari kecurigaan. "Aku akan mampir ke flat dan membawakanmu pakaian bersih. Tapi dari belakang. Yeo dengan pencungkil esnya langsung mengancam. Kuan pun berganti pakaian. ketika Yeo minta Hock menghentikan taksi. Ia merasa sebagai seorang wajib militer." perintah Yeo pada Kuan.

pemuda putus sekolah itu akhirnya tak beradaya di tangan Man Seng. terhampar semak-semak. Kuan sampai jatuh. Mereka punya feeling. orang yang dihadapinya seorang polisi. Tingkah laku lelaki tadi membuat Man Seng penasaran. "Cepat keluar!" Kuan pun keluar. "Tadinya kami mau merampok Anda. jika terus lari. Ayah seorang anak perempuan dan seorang istri ini sudah tinggal di Geylang Bahru selama sekitar empat setengah tahun. bangun dan jatuh lagi. Tak jauh dari taksi. Lagi-lagi. Dari kejahuhan dia melihat sebuah taksi kuning dengan mesin masih menyala. Yeo yang lebih tahu medan. Akhirnya ia memutuskan bersembunyi di salah satu semak. Yeo Ching Boon dan Ong Hwee Kuan. Yeo dan Kuan tampak gugup. melilih kabur ke arah pertokoan. masih dengan mata nanar. Namun Man Seng bukan polisi ingusan yang gampang dikelabui. sepintas dia melihat seseorang berjalan di belakang mobilnya. Dalam sekejap. Jadi. kami mengurungkan niat tadi. Mendekati semak-semak. karena baru saja sukses menangkap tersangka kasus penipuan sejam sebelumnya. Nalurinya sebagai detektif mencuat. dia tidak hanya berhadapan dengan gelapnya malam. lelaki yang menyeberang jalan barusan ternyata menghilang di sebuah jalan buntu. Kecurigaannya memuncak ketika melihat jejak kaki. Polisi yang sudah bertugas selama 11 tahun itu berkantor di Kantor Polisi Beach Road. Man Seng pun belok kiri. Di persimpangan jalan Geylang Baru dan Kallang Bahru. Lampu kembali hijau." jawan Kuan sekenanya. tapi juga medan yang sama sekali belum dikenal. detektif Siew Man Seng baru saja pulang berdinas." "Siapa nama temanmu?" 45 . mengeluarkan pistol dari sarungnya dan membidik semak di depannya. Sedangkan Kuan menuju blok-blok apartemen di sekitarnya. Begitu paniknya. mereka mengambil keputusan untuk mengambil langkah seribu. tak jauh dari salah satu semak. Kini di depannya terbentang semak belukar. menuju arah Geylang Bahru. Bertahun-tahun dia bergaul akrab dengan dunia kejahatan dan berbagai tipu muslihatnya. Pagi buta itu. dia tahu betul daerah tersebut. lambat laun pasti akan tertangkap. perjalanannya terhalang lampu merah. Ia tahu. Namun malang buat Kuan. Meski sempat memberikan perlawanan ketika hendak diborgol. hatinya sedang berbunga-bunga.Kantung plastik ditemukan Malam itu. Saat menunggu lampu hijau. "Aku buang saat lari tadi. insting polisinya memaksa Man Seng memeriksa lokasi di sekitarnya. Ia segera berbalik arah. Tapi begitu tahu Anda polisi. "Sedang apa kalian?" teriak Man Seng. benar-benar memecah kesunyian. Di depan semaksemak itu ia berhenti. ia melihat dua orang pemuda. Namun dari balik spion ia sempat memperhatikan. Dengan langkah pasti ia mendekat. sambil menenteng bungkusan plastik. mendekati jalan buntu." "Apa isi tasnya?" "Sisir. "Mana tasnya?" tanya Man Seng.

"Aku haus sekali. Ia terus berusaha mencari tas yang dibuang Yeo dan Kuan. berdasarkan pengakuan Kuan. di dalam taksi kuning. Namun sebelum masuk mobil. tiga sekawan yang sudah kerasukan setan ini tak sempat melanjutkan aksinya. (Kisah Nyata/Nicky Moey/Icul) 46 . Kuan tak dapat mengelak lagi. Tapi karena ceroboh. Kali ini. Beruntung. Mereka bergerak cepat dengan segera menginterogasi Kuan. berhasil dilacak keberadaannya. tersebar berita penemuan mayat seorang polisi. tiga sekawan yang akhirnya dihukum mati ini dikenal sebagai salah satu pelaku kejahatan paling kejam di Singapura. Namun mereka cukup kesulitan mengorek data dari pemuda lajang tersebut. Man Seng melihat noda darah di kaus yang kenakan Kuan."Ah Seng. saya berusaha memecahkan sebuah botol. Man Seng akhirnya memutuskan membawa Kuan ke kantor polisi untuk diinterogasi. Tak lama kemudian. tak jauh dari tempat Man Seng memergoki Yeo dan Kuan. waktu tampaknya berpihak pada para detektif. adiknya. Karena tak memungkinkan melakukan pencarian sendirian. Sebelum Man Seng bereaksi. Boleh minta air?" katanya mencoba mengundang iba. tapi Kuan lebih memilih tutup mulut. botol tadi malah melukai jari telunjuk saya. Satuan polisi khusus pun segera segera diterjunkan. berhasil ditemukan. Kuan sempat minta. Akhirnya ia menunjukkan jari telunjuknya yang beradrah-darah. korban kebrutalan mereka pasti bakal lebih heboh dari dua nyawa sia-sia yang telah ditemukan. Berbagai cara telah dilakukan. "Beruntung". Yeo dan Hock pun akhirnya ditangkap. meskipun ia baru saja berganti baju. mengakui pakaian yang ditemukan memang milik Kuan. agar bisa dipakai sebagai senjata. "Sebelum Anda datang. Jika mereka sempat memanfaatkan senjata yang berhasil mereka rebut dari Mount Vernon. Hasil penyisiran di sekitar lokasi kejahatan juga membuahkan hasil menggembirakan. Kantung plastik tempat Yeo dan Kuan menyimpan pakaian penuh noda darah misalnya. Man Seng menceritakan apa yang dilihatnya pada Inspektur Polisi Poh Keng How. mencari alasan untuk berkelit." Kuan berkilah. Beberapa jam kemudian. Ia juga menolak disangkutpautkan dengan kasus pembunuhan kejam terhadap sang polisi wamil. Chew Theng Hin. apalagi menjalankan aksi perampokan. terlebih setelah Ong Hwee Huat. Di kantor polisi Beach Road. Kuan telah melangkah menuju sebuah keran." Sekilas. "Noda darah siapa di kausmu?" Kuan berpikir. mayat sopir taksi malang korban keganasan tiga sekawan. sampai kini. tak jauh dari semak-semak.

Hatinya pedih.07. dan Janos pun tak pernah ingin tahu.65 mm ke arah Cornelia Renz. Saking seksamanya.. Lelaki bermata kucing dengan ekspresi yang tak mudah ditebak itu kian tajam manatap Cornelia. urusan bisnis kita selesai sampai di sini?" "Ya . lelaki bengis yang baru saja membelokkan perjalanan hidupnya. Ia memperhatikan dengan seksama percakapan Stefan dan Cornelia.. gayanya macho dan berwibawa." ucap perempuan cantik itu. Saat berjalan kaki menuju tempat parkir.." sambung Cornelia. Mereka akhirnya sampai di tempat 47 . pikirannya sempat menerawang.. dorrrr! Jidat wanita seksi itu ditembus peluru." suara Stefan membuyarkan lamunan Janos. karena sebenarnya ia tak ingin meninggalkan apartemen penuh kenangan di Timmendorf itu. mulai sekarang. Untuk itu. Janos menyaksikan Cornelia meregang nyawa di karpet. ini tidak akan menjadi perjalanan yang penuh intrik. Seperti biasa. serta kapan dan di mana akan berakhir.. Istvan Stefan Hollossy mengeluarkan sebatang rokok dari saku jas. Stefan tak menjelaskan penawaran apa yang dibawanya. langsung ke bola mata lawan bicaranya. "Aku dan Janos berencana menikah. membayangkan kembali peristiwa mengerikan yang terjadi beberapa menit sebelumnya. Janos Telek terlihat gundah. . Janos sempat terperangah ketika tiba-tiba Stefan mengeluarkan sesuatu dari balik jasnya. gadis manis yang beberapa bulan terakhir ini mengisi hari-hari indahnya. "Kamu bilang. Cornelia langsung jatuh di karpet. Cornelia yang sedang duduk santai di sofa. dengan mata menatap tajam. sebelum akhirnya tak bergerak sama sekali. Aku punya penawaran menarik untuk kamu. Tapi semata-mata perjalanan bisnis. geliat refleks orang yang sedang sekarat. Bagaimana mungkin Hollossy tega membunuh Cornelia dengan cara sekeji itu? "Bukankah ia yang memperkenalkan aku pada Cornelia?" pekik hati kecil Janos . karena tak dapat berbuat apa-apa untuk menyelamatkan kekasihnya. menyelipkannya ke sela-sela bibir. Yang dipandang jadi salah tingkah. Traktir sepanjang malam "Aku berjanji.. persis anggota geng mafia. tak jauh dari tempat Hollossy berdiri. Hollossy tampak mengangguk pelan. Perempuan asal Yugoslavia berusia 20 tahun itu langsung meninggal. kami harus lebih rajin menabung. Di pojok ruangan. Dua kali kaki wanita cantik itu bergerak. sekarang terbaring kaku dengan lubang di kepala. Janos betulbetul tak percaya. Apalagi ia harus melakukan perjalanan paling aneh sepanjang hidupnya. sebaiknya begitu. Semuanya tergantung Hollossy. Dengan mata kepala sendiri. lalu menyulutnya dengan santai. DIREKRUT JADI MITRA PEMBUNUH Janos Telek berjalan terseok-seok di sisi Istvan Stefan Hollossy.. Semuanya begitu mengejutkan. Hollossy mengarahkan pistol berdiameter 7. Ia makin tak percaya. tanpa tahu arah yang dituju. Dalam hitungan detik. Wajahnya begitu dingin..

dan Swedia selalu gagal menangkap dan memenjarakannya secara permanen. saat ini polisi di lima negara menganggapku sebagai buronan. Janos merasa ngeri. Janos menyapa Stefan dalam bahasa Hongaria. Kepandaian bercakap-cakap dalam berbagai bahasa pula yang membuatnya berkenalan dengan Stefan Hollossy. Menurut Hollossy. apa masih ada gunanya SIM buat orang seperti aku?" Hollossy lalu "memotivasi" Janos. "Penghasilannya pasti besar. sedang nongkrong di bar Blue Mouse. "Siapa bilang mengemudi harus selalu pakai SIM. betapa suksesnya ia selama ini sebagai penjahat. Tapi aku 'kan tidak boleh berhenti menyetir di negara-negara itu. sebelum sampai di Luebeck. Begitu senangnya Stefan. ternyata jauh lebih buruk dari Stefan yang dikenalnya selama ini. di mata Janos. malam itu ia terlihat luar biasa. Ia menduga." kata Hollossy." Tanpa basa-basi.. gadis cantik nan mempesona. Janos baru tahu pekerjaan Stefan "yang sebenarnya" setelah ia diajak menemui sumber dana yang tak ada habis-habisnya itu. sebuah kota di pinggir laut Baltik. pria kelahiran Hongaria. "Hebat. dan segera masuk ke mobil Opel Rekord tua kepunyaan Janos. pemilikan senjata api ilegal. 48 . "Saya butuh duit. sampai-sampai ia mentraktir Telek sepanjang malam. Janos bahkan merasa jatuh cinta pada pandangan petama. "Kamu boleh percaya atau tidak. ke saat pertama kali dia bertemu Hollossy dan Cornelia. Swiss. polisi Hungaria.. Janos agak heran. sambil terus menghisap rokok. Dalam hati.." pinta Stefan sembari melirik lelaki di sampingnya dengan ujung matanya. "Tapi. Jerman. Sebuah pertemuan yang sangat mengesankan . Perjumpaan pertama Janos dengan Cornelia terjadi di Kazoria." cetusnya dalam hati. petualangan terakhirnya adalah meloloskan diri dari sebuah penjara di Swedia. Cornelia. "Kamu saja yang menyetir. karena kefasihannya berbahasa Jerman." jawab Janos. sebuah bar bergaya Yunani.. Ia gampang mendapat pekerjaan. SIM-ku baru saja dicabut sabtu lalu. Jadi. tempat gaul malam terkenal di Luebeck. pikirannya kembali melayang. "Merek rokoknya sama dengan yang dihisap Al Capone. setelah ditawari bekerja sebagai salesman sebuah perusahaan margarin. Stefan.. Cornelia mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dan menyerahkannya kepada Hollossy. Stefan mengaku sedang merintis karir sebagai bintang iklan. Stefan yang duduk di sampingnya. Jerman. Usia Stefan tak beda jauh dengan Janos. kawannya itu mucikari. yang sangat gampang menghamburkan uang. Jerman. melihat betapa mudahnya Stefan mendapat uang. Janos Telek datang ke Luebeck. Namun siapa pun Cornelia. Saat itu. Siapa lagi kalau bukan Cornelia Renz. serta beberapa percobaan pembunuhan. tempat ia seharusnya menjalani hukuman 20 tahun penjara. sembari duduk di meja. Hollossy juga bercerita. Janos begitu terkesan pada kawan barunya itu. Austria. yang hampir sama dengan kemampuannya berbicara dalam bahasa-bahasa semenanjung Balkan lainnya. Sambil mengemudi. . dan sampai saat ini masih terus memburunya untuk mempertanggungjawabkan perampokan sejumlah bank. sedangkan Cornelia pelacur yang punya banyak langganan orang kaya dan terkenal.parkir. karena nyaris tak pernah tersentuh hamba hukum." bantah Hollossy." desis Janos.

"Mungkinkah Stefan menembak Cornelia untuk memecahkan kebuntuan?" tanya Janos. ketika mobil yang dikendarainya hampir bersenggolan dengan mobil lain. Stefan mulai mengoceh lagi. Di kursi sebelah. Hubungan mereka lebih mirip sepasang kekasih. tempat gaul malam yang cukup laris di Luebeck. petuah sesat Hollossy itu ditelan begitu saja oleh Cornelia. meski korban yang dilukainya tak terhitung. Korban pertama Janos kembali terbangun dari lamunan. Cornelia." Janos mencoba menekan emosi yang melecut hati. Sejak itu. Untuk itu. tentu saja tak dapat terus menerus menopang gaya hidup Hollossy. atau setidaknya gadis manis dengan centengnya . Ia wanita pemijat terlatih berjari "emas" yang memiliki diploma dan tahu seluk-beluk pijat kesehatan. Janos makin sering bertemu Cornelia. Hebatnya. Dia pun memberikan sebagian penghasilannya pada Stefan dengan "sukarela". Lama-kelamaan. beberapa mil di sebelah utara kota. Saat merampok bank misalnya.. penjahat itu tidak pernah membunuh orang. lagi-lagi hanya di dalam hati.. Bekerja di Little Sea Castle. Ketika Stefan pergi ke kamar kecil. rekening tabungannya makin menipis. Namun bukan hubungan mucikari . tanpa berpikir panjang. Sampai akhirnya dia bertemu Stefan Hollossy di Nautic Bar.pelacur seperti diduganya semula. Sialnya. dengan senang hati dia akan menembaknya sampai mati.. sebuah hotel mewah di pantai Timmendorf. Janos jadi tahu. Sebelumnya. Cornelia memang perempuan baik-baik.Saat yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Cornelia layak mendapat penghasilan yang lebih besar. Teluk Luebeck. Stefan bukan orang yang gemar membunuh untuk kesenangan. Dia perempuan baik. bahkan sangat baik. Cornelia mestinya juga menawarkan "pijat organ-organ khusus" bagi pelanggan yang menginginkan. ia tidak boleh terpaku hanya pada "pijat kesehatan".Timmendorf tanpa harus naik bus. mereka sering menghabiskan waktu bersama. Sampai akhirnya ia tahu. Hollossy berwajah dan penampilan menarik. Janos memberanikan diri mengajak Cornelia kencan. Cornelia memang melacur. dengan keahlian dan pengalamannya. Menurut lelaki perlente itu. tapi tidak dengan tubuhnya. Baru jika ada yang mencoba macam-macam. Gajinya di hotel mewah itu lebih dari mencukupi. Ia dikenal gemar menghambur-hamburkan uang di bar. Sayangnya. Selera gaul dan cara berpakaiannya pun meniru kalangan the have. Saat itulah. Layaknya orang Hungaria. Dari ocehan Hollossy. Berbekal tabungan Cornelia. Cornelia langsung menerima. 49 . Sebagai usaha sampingan. agar bisa bolak-balik Luebeck . Cornelia merupakan korban pertama yang meninggal di tangan Stefan. ia tidak pernah menembak orang-orang di dalam bank yang tidak melakukan perlawanan. Stefan yang tidak mempunyai pekerjaan tetap mempunyai gaya hidup yang bisa membuat semua pacar-pacarnya sengsara. Meski tidak tinggal serumah dengan Cornelia. Dia bukan pelacur seperti diduga Janos sebelumnya. Ia melakukannya untuk memecahkan kebuntuan atau jika memang benar-benar dibutuhkan. Stefan dan Cornelia memang berhubungan erat. Stefan membeli Fiat 124 berwarna hijau terang. Stefan menyarankan agar Cornelia "melacurkan" jari-jemari emasnya. "Tapi mengapa harus Cornelia? Mengapa pula harus diselesaikan menggunakan pistol? Bukankah segala sesuatunya masih bisa dibicarakan? Cornelia sama sekali tidak layak mati dengan cara seperti ini.

dan beli bensin. Tapi kalau mau uang yang sangat banyak. Aku ingin kamu menjadi partnerku. Stefan yang mencium hubungan Janos dan Cornelia. Orang yang ada di sana pasti membawa uang. aku menyukai kamu Janos. terlatih dan pintar mau saja menuruti permintaan Stefan. percakapan singkatnya dengan Cornelia. kita harus merampok bank." tegas Hollossy. Aku enggak akan mengajak kamu merampok bank.. ada pula yang banyak. Sampai suatu sore. Sepanjang perjalanan.. cinta pada pandangan pertama. hanya untuk membiayai gaya hidup Stefan. Janos sadar lelaki itu sedang merencanakan sesuatu. Termasuk pertanyaan. membuka tabungan baru. Tidak seperti Stefan. bayar hotel. Sebuah kejutan yang tampaknya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Namun ketika tak lama kemudian Stefan sudah muncul di pintu apartemen. minum. kamu harus membiasakan diri berpikir praktis. 3 April 1975. Yang terakhir ini tingkat kesulitannya tinggi. Kita masih punya banyak waktu untuk latihan. sebenarnya tak ada alasan Cornelia melacurkan jari-jari emasnya. ia sebenarnya tidak betul-betul jatuh cinta pada lelaki itu. Keduanya tinggal di apartemen Cornelia di Timmendorf. Ada yang sedikit. dia punya "penawaran bagus" untuk Janos. beli baju. suatu ketika. kita rampok toko saja. dengan aksinya memgeluarkan pistol dan menembak kening Cornelia dari jarak dekat. Cornelia yang cantik. ia menelepon temannya itu. Buat dia. Meski singkat. sangat tenang." sahut Janos singkat. Dia bahkan terkesan tak takut pada Hollossy. Jarak antara kedatangan Stefan. jangankan membunuh. hanya sekitar 5 menit . serta menikmati tiap akhir pekan dengan makan malam di berbagai tempat makan murahan. "Aku bosan sendirian. mengapa Janos sebagai satusatunya saksi mata pembunuhan Cornelia dibiarkan tetap hidup. sebelum punya pengalaman melaksanakan "operasi kecil". sah-sah saja jika kita mengambilnya sedikit dari mereka 'kan?" sambung Stefan. belajar jurus-jurus berkelahi saja Janos tidak pernah. Janos cuma menjadi pendengar yang baik. Janos merasa beruntung sempat merasakan kebahagiaan bersama Cornelia. "Cara paling gampang. yang selama ini berkeliling di benak Janos. Di luar sana banyak sekali orang kelebihan uang. Lelaki itu tampak tenang. Mereka merasa sangat klop. Pasangan dalam melakukan kejahatan.Aneh memang. "Tidak. Ah.. Pernah membunuh orang dengan menggunakan pisau?" tanya Hollossy. Stefan bilang. kekerasan hanya bikin pusing kepala. satu kali pun tidak pernah menyatakan keberatannya. Janos tidak suka menghambur-hamburkan uang di bar atau tempat-tempat makan mahal. menikmati perempuan. "Tidak masalah. bahkan diajak berkelana oleh Stefan. Kita butuh uang untuk makan. Berkelahi pun belum pernah Janos melirik Hollossy. Jadi. Jadi. Terus terang. Cornelia jatuh cinta (lagi) pada Janos. mulai terjawab. Mereka berpacaran seperti ABG yang baru saja mengenal cinta. Apalagi belakangan terbukti. Peristiwanya berlangsung sangat cepat. "Mulai sekarang. satu per satu pertanyaan tentang Stefan." 50 .

" ucap Janos. "Bagaimana kalau latihan kita mulai dengan merampok toko? Aku akan mengalihkan perhatian pemiliknya dengan mengajak dia ngobrol. tempat ini dan waktu kita juga sangat sempit. "Ayo kita angkat mayatnya ke tempat tidur. Sayangnya. belum pernah memakai pisau. mengancamnya pakai pisau. "Aku tidak mau ada saksi mata lain. Masalahnya. Karena Janos tak kunjung bergerak.Untuk kesekian kalinya Janos terdiam. kejadian itu terjadi pada kehidupan nyata. bukan Superman atau Batman. Lalu kamu berputar ke arah belakang. Namun ia mengerti. 51 . "Nenek itu. akhirnya Hollossy sendiri yang memulai mengangkat mayat Cornelia. Kamu bilang tadi. kapan ia harus bertindak? Menghadapi Stefan. Dia juga tidak tahan melihat darah yang mengucur dari lubang di kepala Cornelia. sehingga tak ada jalan lain. tak mudah bagi Janos untuk menuruti perintah Stefan. ketika tahu Stefan memasukkan kembali pistolnya ke kantung jas. pasti akan digambarkan sosok Janos sedang yang marah besar atas pembunuhan Cornelia. Seluruh persendiannya lemas. baru Janos membantu meletakkan mayat Cornelia di tempat tidur.. Janos hanyalah salesman perusahaan margarin. lalu menyelinap keluar. karena dialah satu-satunya saksi mata pembunuhan Cornelia. 'kan?" Janos kini manggut-manggut. Janos sempat kaget ketika tiba-tiba Stefan berkelebat. aku akan jadi buronan.. bicara soal nyali dan strategi. bukannya setuju pada rencana Stefan. Ah. Janos kembali teringat peristiwa mengerikan siang itu . adalah mata gadis itu terbuka lebar. seolah memandangnya dengan pandangan minta tolong. kecuali menjadi pasangannya." sergah Stefan. menuju apartemen sebelah. Dalam keadaan terkejut. mengapa Stefan selalu berusaha mendorongnya melukai atau membunuh orang lain. "Tapi sepertinya lebih baik jika kamu memukul kepalanya pakai besi. sama seperti dia. Harus ada strategi khusus. dia ikut mendengar suara tembakan tadi. tentu di dalam hati." Stefan segera mengeluarkan pistol dari balik jaketnya. Makanya dia begitu lega. Janos mungkin saja akan merebut pistol Stefan. lalu balas menembak banjingan itu di jidatnya. lega yang teramat dalam. Tuhan tahu. Janos masih mencari jawaban terbaik. Beberapa saat kemudian. dia masih tinggal di sebelah rumah." ajak Stefan pada Janos. Dia bahkan tidak yakin Stefan akan membiarkannya tetap hidup. ketika Stefan kembali nyerocos. Jika terjadi dalam novel atau film. Yang paling membuat hatinya sedih. "Sekali saja aku melukai orang." cetus Stefan.. apalagi sampai membunuh. meski tak tahu harus berdoa pada siapa. 'kan? Jangan-jangan. ia berlutut. Janos seorang komunis. modal nyali saja tak cukup. Jarang sekali ada pembunuh yang mau menoleransi kehadiran saksi mata. tapi menghadapi situasi seperti ini.

mata Janos tak pernah terpejam sampai pagi tiba. Bagaimana kalau kamu turun dan membunuh perempuan tua pemilik hotel ini. Janos tak pernah mengeluarkan uang sepeser pun. mengantungi pistol terkokang itu berbahaya. mereka bermalam di rumah teman Stefan. lalu merampok uangnya?" Janos kaget alang kepalang. Hollossy berpikir sejenak." teriaknya pada Janos. polisi akan mencari-cari kita. Kali ini bukan karena mendengar mobil patroli polisi. setelah mendengar bunyi sirine mobil polisi yang sedang berpatroli." tolaknya halus. Stefan betul-betul menepati janjinya. Padahal kita sudah berencana merampok toko perhiasan. dia tak dapat memejamkan mata. Namun. Jam dua pagi." bilang Stefan. Betul-betul mirip macan kumbang. karena hampir sepanjang malam. mereka menghabiskan waktu mensurvei berbagai toko perhiasan. Begitu sore tiba. Esoknya." ucap Hollossy setengah mengintimidasi. Tak kusangka kamu ternyata partner yang pintar. 52 . tidur pulas.Beberapa saat kemudian. Janos menarik napas lega. tapi aku lebih suka mati karena pistol sendiri. nyalinya mengkerut jika mengingat refleks Hollossy bak macam kumbang. "Selama ikut aku. "Orang-orang selalu bilang. Mereka menginap di Union Hotel. yang bertanggungjawab atas semua yang terjadi pada anak buahnya. karena tak ada pembunuhan lagi. Hollossy mengunci pintu dan memasukkan kuncinya ke kantung celana. Pertimbangannya terbukti benar. meski praktiknya. daripada tertembak musuh karena pistolku tidak siap. lalu mengangguk. Hollossy yang tidak pernah menginap dua malam berturut-turut di satu tempat. Apalagi setelah Hollossy menunjukkan tiga pistol yang selalu dibawanya ke mana-mana. Seperti biasanya. "Aku sedang berpikir tentang uang kontan. Namun. 20 mil dari Luebeck. mobil mereka mengalami masalah. Celah di antara celah Esoknya. memilih menghabiskan waktu di sebuah hotel di pinggiran kota. Sampai detik itu. kamu tidak perlu membayar apa pun. "Dia tidak ada di rumah. Hollossy memutuskan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju toko logistik terdekat. Hollossy dengan sigap meletakkan pistol di telinga kanan Janos. berlaku seperti bos mafia. Janos tak banyak bicara. Setelah itu. Malam yang berat buat Janos. pagi-pagi sekali mereka sudah naik kereta api menuju Hamburg. Seperti kemarin malam. memikirkan kejahatan apa kira-kira yang akan dilakukannya bersama Stefan besok. bagaimana dengan nyawanya sendiri? Di Ratzeburg. lagi-lagi Hollossy membangunkan Janos di paruh pagi. Jam sembilan pagi mereka sampai di Hamburg. lalu kkkrrrr. "Tapi kalau kita merampok tempat ini. Stefan kembali. "Masuk akal. Kita butuh uang kontan. Siang dan sorenya. hampir seharian mereka habiskan untuk mensurvei kembali toko-toko perhiasan. Janos sempat mempertimbangkan menibani kepala Hollossy dengan lampion." Mereka lalu kembali "tidur".

di mana kira-kira dia sekarang?" tanya Luders. Tapi dia sendiri belum memutuskan. menyerbu masuk. Belakangan diketahui. semua cerita Janos dikonfirmasi lewat telepon pada kepolisian Luebeck dan Timmendorf. Namun. ketika sang residivis mencari celah masuk. Janos kemudian menyetop taksi. didahului oleh pasukan khusus. "Sersan. begitu tahu status Hollossy dari radio. penjahat berdarah dingin itu merampok Hoellinger Jewellery di Alstertor Street. Janos sudah bersaksi di depan Inspektur Frank Luders dan Detektif Max Peters dari Kantor Kepolsian Hamburg. Polisi. "Menurut Anda. Hollossy tampak sangat serius mengamati pintu masuk sebuah toko perhiasan. Oleh Luders. Jika tekadnya sudah bulat. yakni ditemukannya mayat Cornelia. menembak mati istri Josef. bagaimana caranya? Janos terus mencari celah.Paginya. Dengan senjata otomatis 9 mm. inilah tempat paling tepat untuk menghindari perbudakan Hollossy. peluru 9 mm nan mematikan yang bersarang di kepala Hollossy. Janos justru menemukan celah untuk melarikan diri. Polisi juga berjaga-jaga di stasiun dan gerbang keluar kota lainnya. masuk dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Polisi yang datang ke lokasi atas laporan Novak." pintanya singkat. Hollossy masih ingin menentukan nasibnya sendiri. Suatu saat. Begitu mendapat kabar positif. dor! dor!. lalu sekuat tenaga berlari menuju sebuah pusat perbelanjaan. kawasan yang lumayan ramai oleh pejalan kaki. tak satu pun rintangan dapat menghalangi niatnya. "Entahlah. setelah lari terbirit-birit meninggalkan truknya. Dia berencana merampok salah satu toko perhiasan yang kami survei. toko mana yang akan dirampok. dengan luka tembak di bahu kanan. dia melukai pemilik toko Josef Hoellinger (74 tahun)." perintah Luders pada Peters. Maria (66 tahun). Polisi mendapat seorang lelaki terbaring tak bergerak. Siang menjelang sore. Hollossy menembak Walter Klein. Hollossy lalu membajak truk yang dikemudikan Werner Novak. yang ditemuinya di Ifflland Street. dan kaki kiri. lagi-lagi Hollossy mengajak Janos mengintai toko-toko perhiasan. kali ini yang berjejer di sepanjang Spitaler Street. Tak juga polisi. kepala. kumpulkan data semua toko perhiasan. Janos makin deg-degan. (Kisah Nyata/John Dunning/Icul) 53 . Sepuluh menit kemudian. ternyata berasal dari pistolnya sendiri! Sampai kematikannya. Pelan-pelan." jawab Janos. tembak menembak reda. Hollossy telah mati. menghilang di balik gedung itu. Firasatnya mengatakan. Hollossy memberikan perlawanan sengit. Namun. "Tolong antarkan aku ke kantor polisi. Gas air mata pun melesak ke dalam gedung. Tempatkan minimal satu orang polisi di sekitarnya. Frank Luders dan Max Peters langsung meblokir Spitaler Street dan memeriksa gedung-gedung di sekitarnya. menjumpai Klein dalam keadaan luka parah. dan pembantu mereka Cristel Semmelhack (33 tahun). Beberapa saat kemudian. Beberapa saat kemudian. dia bergeser menuju ujung sebuah gedung. Namun Klein sempat menunjuk gedung Grauman's Way No 20 sebagai tempat Hollossy bersembunyi. seiring desingan peluru dari kedua belah pihak. Namun Hollossy tetap Hollossy. Nah. Novak selamat.

ia tak kunjung bicara pada Polly yang kini duduk di sisinya. Sesekali ia terlihat gelisah seperti sedang menantikan sesuatu. Polly Burton tekun memperhatikan sesosok pria yang sering duduk sendirian di sebuah sudut jalan di Norfolk Street." katanya mengangkat bahu. ia sudah terbiasa diperlakukan demikian. Fakta-fakta yang sama sekali tidak menarik untuk sebuah tulisan investigatif peristiwa kriminal. "Sebenarnya tidak ada seorang pun yang tahu 54 . sambil terus mengisap rokoknya. "Yang pasti.00. Inggris. Polly sebenarnya sudah mengumpulkan beragam fakta tentang kasus pembunuhan misterius itu. seseorang telah membunuhnya?" Pria itu tertawa lirih. Pria itu tiba-tiba memandangi Polly. jika tidak bisa dikatakan lusuh. dan waktu yang sama. apakah sang janda mati dibunuh. peristiwa itu bukan sebuah kecelakaan atau bunuh diri. Hanya saja. yang leluasa mengamati dari sebuah kafe. Dalam buku catatannya. Polly membulatkan tekad untuk menghampirinya. membuat perempuan berusia 29 tahun itu sedikit terkejut dan berusaha mengalihkan pandangan dengan bola matanya." nada bicara Polly setengah memaksa. Penampilannya terlihat seadanya. yang menggegerkan kota kecil yang biasanya tenang ini. kesaksian orang-orang di sekitar. Namun. posisi. Masyarakat sendiri masih berspekulasi. biasanya pria itu akan pergi. Sebagai wartawan. Pada tempat. Segala gerak-gerik pria setengah baya itu seolah tidak pernah lepas dari pandangan Polly. Hari ini. "Entahlah. di tepi sebuah jalan yang tidak terlalu ramai. apa yang mendorongnya berbuat demikian. "Saya ingin pendapat Anda tentang kasus itu. Ia juga tidak begitu mengerti. Namun. setiap pukul 16. puluhan meter dari pria itu. lalu menyalakannya. pria itu seolah bisa membaca pikirannya yang penasaran. Orang yang tahu perbuatan Polly pasti akan mengecapnya sebagai kurang kerjaan." kata pria itu menunjukkan sikap acuh tak acuh. yang membuatnya heran. merokok. terlihat ia sangat gelisah. hingga orang sulit menerka pekerjaan sehari-hari dan apa yang dilakukan si pria selama berjam-jam di tempat itu. terlebih oleh orang-orang yang belum mengenalnya. Polly yakin. atau bunuh diri? Pria itu selalu duduk di sebuah kursi taman. nalurinya sebagai wartawan lepas meyakini lelaki itu mungkin tahu sesuatu tentang peristiwa pembunuhan Nyonya Owen. serta dugaan-dugaan berbagai kalangan yang kadang tidak masuk akal. mengeluarkan sebatang rokok putih. Polly tidak kesal. Salah satunya dari pria berpenampilan lusuh itu.08. Dari gerak-gerik tubuhnya. Sudah beberapa hari ini tak seorang pun menyapanya. Setelah duduk. si pria tidak menyadari pengintaian ala cerita spionase yang dilakukannya. "Jadi Anda yakin. Strand. kecelakaan. TERGIUR SIMPANAN JANDA TUA Sudah tiga hari ini. Kini peluang terakhir untuk mendapat tambahan keterangan adalah dari sumbersumber tidak terduga. Semua berasal dari keterangan polisi yang serba resmi. atau membaca koran sore selama dua sampai tiga jam. di hari keempat pengintaiannya. seolah hendak menceritakan sesuatu kepada seseorang.

Begitu pula pagi hari di saat peristiwa tragis itu terjadi. Namun. tapi ia selalu mengumpulkan dan menyimpannya di sebuah rekening di Bank Birkbeck. begitu tiba. wanita yang telah bekerja 25 tahun itu sama sekali tidak pernah menuntut. adalah pekerja yang selalu datang pertama setiap hari. juga tidak ada yang bisa menggambarkan secara persis. Pagi-pagi sekali. pagi di hari kedua bulan Februari itu. kepala ruang perabotan. maupun merepotkan. Begitu besarnya sampai ada olok-olok. Ruanganruangan tempat usaha itu berjajar dan di ujung bangunan terdapat kantor pengurus bangunan. usaha desain iklan media cetak. Semua menyangkut periklanan. Saat itulah ia menyempatkan diri sekadar menyapa atau mengajaknya ngobrol tentang apa saja. Polly siap mencatat segala penuturan pria itu. karena memang tidak ada yang melihatnya. dinyalakan. seperti pembuatan papan iklan." "Bukan sembarang orang? Maksudmu. sewa ruangannya ditentukan sinar tambahan yang masuk melalui jendela-jendela berdebu itu. Peraturan di gedung itu memang mengharuskan setiap penyewa meninggalkan ruang kerja mereka menjelang petang dan kunci ruangan dititipkan di ruangan pengurus bangunan. serta sebuah studio kecil untuk syuting film iklan atau pemotretran. Sebatang rokok kembali diambil.pembunuh wanita itu. kecuali Owen dan kakatuanya. Bangunan mirip hanggar pesawat terbang itu terdiri atas beberapa ruangan. Sekali waktu. Biasanya. hingga semua orang yang tahu tentang kebiasaan iritnya itu menjulukinya "wanita kaya". mengeluh. Tempat kejadian perkara pembunuhan Nyonya Owen itu berada di salah satu bangunan tua peninggalan abad ke-19 yang terdapat di ujung jalan. Uang penghasilannya diatur sangat hati-hati untuk keperluan sehari-hari dan sedikit untuk burung kakatua peliharaannya. tidak seperti biasa 55 . Sampai sekarang. Setiap hari janda tanpa anak itu bertugas membersihkan dan merapikan ruangan dengan upah hanya 15 shilling per minggu. Pekerjaan rutin itu harus selesai sebelum penyewa atau pengunjung datang. Seperti biasa. Lagi-lagi pria itu tertawa lirih. karena pembunuhan itu dirancang sedemikian rupa oleh bukan sembarang orang. Tidak ada orang lain yang bermalam di ruang sempit dekat ruang produksi itu. seorang pembunuh profesional?" Alis Polly terangkat.00 Smith mendapati Owen sedang mengerjakan sesuatu. Walau penghasilannya tidak seberapa. Pintu depan akan dibiarkannya terbuka untuk pekerja lain atau jika kebetulan ada pengunjung yang datang pagi-pagi. begitu menyadari lawan bicaranya begitu bingung tapi tetap memaksa. Di gedung itu terdapat beberapa jenis usaha yang dijalankan para penyewa. dan asapnya dihembuskan ke atas. Robbie Smith. Owen akan membereskan dan menyapu seluruh ruangan. dengan jendela besar untuk ukuran bangunan modern. Di sanalah Owen tinggal. bahkan nyaris tidak cukup untuk hidup layak. tiap pukul 09. Jumlahnya tentu saja kian hari kian besar. Perempuan kaya Percy Street di Tottenham Court Road bukanlah termasuk kawasan ramai di kota ini. Owen juga menerima tip dari para pekerja yang telah dibantunya. Besarnya memang tak seberapa. Smith dengan kunci cadangan miliknya akan membuka pintu depan dan langsung menuju ke ruangannya.

"Ini Nyonya Owen. Pitt baru saja membuka pintu ruang pengurus bangunan ketika tiba-tiba hembusan angin dingin sekonyong-konyong menerpa wajahnya. Berdasarkan pemeriksaan medis sementara. telah bersiap-siap. diketahui korban mendapat benturan keras di bagian belakang kepala. tapi tidak menemukan apa pun. ia menyaksikan sebuah pemandangan mengerikan! Di lantai yang setengahnya tertutup tumpukan salju. Di matanya penampilan Owen terlihat biasa-biasa saja dan tidak menunjukkan karakter suka aneh-aneh. Menjelang petang. Ketika korek api dinyalakan. Mungkin Owen telah menyelesaikan tugasnya lebih awal. Tak jauh dari jendela ruangan. hantaman angin kencang disertai badai timur laut terus bertiup. Kedua tungkai dan pergelangan kakinya terbuka. suasana di sekitar jalanan juga mulai sepi.Smith tidak melihat Owen. Ia sengaja mengajak pria itu ke sana semata-mata agar mereka lebih leluasa berbincang. ia melihat tubuh Nyonya Owen tertelungkup mengenakan gaun malamnya. Charles Pitt. Hanya kerlap-kerlip lampu hiasan di sepanjang jalan membuat suasana lebih meriah. sisa cahaya redup musim dingin yang pucat telah berlalu. Pukul 17. Kata si pria. Namun terlambat. Ia berusaha melongok. Smith tidak terlalu menghiraukan kejanggalan itu.00. Tim medis dan polisi datang 15 menit setelah tubuh janda itu ditemukan. wanita itu telah mati dalam kebekuan. Mereka berusaha memberi pertolongan. Seperti biasa. Sejenak Polly mengamati. Baru kali itu ia melihat sosoknya secara lebih jelas. wanita itu sebelumnya cenderung hidup secara monoton dan 56 . Hujan salju membentuk tumpukan salju tebal di sepanjang jalan. foto itu gambar terakhir Owen sebelum terjadi perubahan. tubuh kakatua peliharaannya ikut terbujur kaku membeku. Apa Anda sudah pernah melihatnya?" kata pria itu sambil menyodorkannya ke arah Polly. Ternyata dua jendela di dalam ruangan terbuka lebar. pria itu mengeluarkan selembar foto dari saku jaket. Ia juga menambahkan. Begitu pula puluhan pekerja lain yang datang kemudian. Penemuan besi ini membuat media massa berspekulasi: kematian Owen akibat kecelakaan. Tubuh Owen benar-benar tergeletak tak berdaya di sisi pintu yang terbuka. setelah menjadi mayat. Setelah pesanan kopi datang dan sejenak menyeruput. Tingginya kira-kira sama dengan luka memar di belakang kepala korban. Sementara di sudut ruangan. Hujan bercampur es dan salju tebal menerobos masuk. Saat itulah Charles langsung merasakan sesuatu yang tidak biasa. Namun. Foto seorang wanita biasa bertubuh gemuk dalam pose tersenyum ramah. Karena dilihatnya ruangan telah rapi dan bersih. ia akan mengembalikan kunci ruangan kantornya ke pengurus bangunan. membentuk hamparan permadani putih di lantai. Inspektur Howell dari kepolisian setempat menemukan potongan besi berbentuk siku-siku. Tangannya biru lebam. Saat itu hari mulai gelap. Beberapa waktu sebelumnya ia hanya melihat lewat ilustrasi wajahnya. perasaannya tetap tidak enak. Suhu 5oC di bawah nol semakin memperparah keadaannya. membuat segala sesuatu semakin buruk. pekerja yang biasanya pulang paling akhir. Terlihat berkencan Polly dan pria asing itu kini memilih melanjutkan perbicangan mereka di sebuah kafe. Suhu udara hari itu sangat dingin. tidak satu pun menyadari ketidakhadiran Owen sepanjang hari itu.

tanpa banyak peringatan. Akhirnya. mereka tidak mau terlalu usil. Namun. Seorang saksi lain. yang takut dirinya dikait-kaitkan dengan kematian bekas pekerjanya itu. Saat itu. Perkara Owen akhirnya sampai juga ke telinga Allman. hidangan pencuci mulut. saat ia bertanya soal masalahnya dan menawarkan bantuan. Owen mengambil 57 . Owen justru bercerita. Ketika penelusuran dikembangkan ke Birkbeck Bank. yaitu beberapa sayat daging anak sapi. "Nyonya Owen tidak sedikit pun terlihat kesal ketika saya menyampaikan hal itu kepadanya. Menurut penuturan saksi. menyatakan beberapa jam sebelum peristiwa tragis itu. mereka merasa belum pernah melihat Owen berpenampilan seperti itu. Nona Bedford. Semula tidak ada yang menaruh perhatian soal itu.membosankan. sepotong besar tulang sumsum. Kecurigaan mulai kuat setelah ada gosip susulan yang menyatakan melihat Owen berkencan dengan Arthur Greenhill di sebuah rumah makan di Gambias Restaurant di Tottenham Court Road. "Ia menyatakan punya banyak sahabat yang akan menjaga dirinya. tepatnya gosip. Hidangannya terbilang mewah. Mata para pekerja baru benar-benar dibuat terbelalak ketika suatu kali mereka melihat Owen berdandan begitu rapi. Para pekerja saling berpandangan. karena ia memiliki banyak uang untuk siapa pun yang tahu bagaimana menyenangkan hatinya. sekitar pukul 18. Perubahan drastis Owen baru menjadi masalah setelah berdampak pada pekerjaan. Owen yang membayar tagihan makan malam di tempat eksklusif itu. hak janda itu untuk menyenangkan diri di hari tuanya. Namun. Para pekerja mengamati. Namun. Allman memecat Owen yang telah bekerja puluhan tahun tanpa masalah. kopi. pada akhir Januari. dan ditutup dengan kopi manis. wanita itu menampiknya dan tidak bercerita apa pun. Owen berubah kira-kira sejak Oktober. Arthur tampak mengisap cerutu mahal. Bedford tidak menyangka. kepolisian menugaskan Inspektur Jones menyelidiki Arthur Greenhill. Saat itulah mereka bertukar informasi." kata Allman. termasuk para pekerja yang sudah lebih dari sepuluh tahun bekerja di situ. Ia hampir selalu tidak ada di tempat pada saat dibutuhkan. Mereka pikir. Arthur memang terlihat sering pulang paling malam. Jones menemukan fakta mengejutkan bahwa setelah dipecat. Di lehernya tampak sebuah liontin emas berantai mungil dengan ukuran yang sepertinya tidak mungkin dimiliki wanita sekelasnya. Ketika keduanya meninggalkan restoran. Menurut para pekerja di Percy Street." kata Allman kepada polisi. Dari serangkaian informasi awal. pemuda yang bekerja di Number Eight Studio. lengkap dengan topi dan mantel mewah. mereka tidak ambil pusing. lelaki pemilik bangunan. tentang Owen. Para pekerja mulai berembuk untuk membicarakan ketidakberesan ini dan berencana melaporkannya kepada pemilik bangunan bila situasi itu terus berlanjut. pernah mendapati Owen menangis terisak. perubahan mencolok terjadi setelah Owen berhubungan dengan Arthur Greenhill. tapi belakangan berubah total di luar dugaan banyak orang.00 ia melangkah ke luar sendirian. dirinya telah memiliki banyak properti dan kini akan bekerja sesuai keinginannya. Menurut pria tambun berumur 60-an tahun itu. itu pertemuan terakhirnya dengan Owen dan memilih untuk segera beranjak pergi. Sepanjang ingatan. Menurut gosip.

Bisa jadi karena ia sangat gugup. Meski pekerja kasar. polisi malah menemukan dua nota bank yang telah dicairkan Arthur Greenhill pada pagi hari sebelum kematian itu terjadi. Apakah satu. "Dia terlihat senang dan riang. pembawaannya sedikit kasar. tapi mengiyakan. tidak masuk akal kalau dia membuka pakaiannya di tengah suhu 5oC di bawah nol dalam keadaan jendela terbuka lebar. Owen pernah menunjukkan kepadanya cek 827 pound atau senilai saldo rekening tabungannya. Arthur bersikap tidak menyenangkan bagi hakim wilayah dan kepolisian. atau mungkin 12 jam." kata kasir yang tak disebut namanya itu. bertindak sebagai kuasa hukum. polisi lalu menahan Arthur Greenhill. hasil jerih payah menabung dan menghemat selama 25 tahun! Kelumpuhan sementara Karena semua dugaan mulai mengarah pada satu nama dan untuk memudahkan penyelidikan. karena berniat pergi ke kota lain untuk tinggal bersama keponakannya. dari hasil visum tidak ada perkembangan baru. sambil bercerita bahwa ia perlu uang dalam jumlah besar. Semua sudut ruangan masih tampak rapi. Dalam penelusurannya. wajah Arthur tergolong tampan untuk ukuran pria kebanyakan. Hakim juga tahu. kematiannya pasti bukan karena kecelakaan. saat petugas kesehatan datang. jumlahnya kira-kira 800 pounds. dengan penampilan yang lebih mirip pengacara desa ketimbang pejabat penting di London. dua. Polisi berusaha menyusun bukti-bukti yang memberatkan Arthur. Kesaksian kasir itu mengejutkan. dalam sidang pendahuluan. Owen tertawa menanggapinya. Sementara jendela terbuka lebar dan salah satu teralisnya terputus. kecuali kelumpuhan sementara. hingga bicaranya tergagap dan berulang kali memberi jawaban asal-asalan. Ayahnya. Sayangnya. Dalam catatan forensik hanya dijelaskan. Logat cockney-nya juga terdengar lucu. Salah satunya ditukarkan untuk pembayaran satu setel 58 . Pintu ruangan sedikit terbuka. korban sudah tewas. seorang hakim agung." kata pria yang masih terus bertutur kepada Polly. seperti telah dibongkar paksa berulang-ulang layaknya modus perampokan. Polly cuma manggut-manggut. keadaan di sekitar ruangan saat Charles Pitt pertama kali menemukan wanita malang itu. Namun.Dalam kesaksiannya seorang kasir perempuan di Birkbeck Bank bilang. Menurut catatan polisi. karena tidak ditemukan uang sedikit pun di dalam kamar sang janda setelah peristiwa tragis itu. "Nyonya Owen pasti baru bersiap-siap akan tidur. setelah membuka pakaiannya saat itu. Suatu hal yang sebenarnya dapat merugikan posisinya. tidak ada yang terlalu mencolok. Ia menyatakan akan sangat berhati-hati dan tidak menghabiskan uangnya sesaat saja. Rasanya. Malah Owen sempat menuturkan niatnya untuk mengunjungi kantor pengacara untuk membuat sebuah surat wasiat. Memar di bagian belakang kepalanya sebenarnya tidak memberi efek serius. Agak sulit memastikan sudah berapa lama wanita itu terbujur kaku. Kasir itu sempat mengingatkan Owen agar berhati-hati. karena biasanya wanitawanita lanjut usia mudah pikun. Owen tewas akibat tidak segera mendapat pertolongan. Hanya saja.seluruh uang simpanannya dalam deposito. Pria berusia 28 tahun itu seharihari bekerja sebagai pelukis batu dan logam. Namun. Pakaian korban sepanjang hari itu tergantung rapi di atas sebuah kursi dan sebuah kunci lemari makan ditemukan di dalam kantungnya. Greenhill Senior. Wajah orang tua itu terlihat keras.

kata polisi. Sedangkan saksi-saksi lain yang kebanyakan pekerja di Percy Street tidak pernah mendengar soal keluarga jauh itu. Pada malam kejadian. Tapi jika kau tidak suka. setelah dirampok saat hendak bersiap tidur. Owen berada di sana dan membuat surat wasiat yang menyatakan akan memberikan seluruh hartanya pada Arthur Greenhill jika ia meninggal. Tinggal dengan keponakan Dalam pengakuannya. Arthur memukulnya dengan sebuah besi lalu mengambil uangnya. pendapat itu disanggah Greenhill Senior.00. mengapa ia harus mengambil uangnya cepat-cepat?" kata Greenhill berang. Namun. "Bill". keberadaan keponakan itu hanya diucapkan Arthur serta Owen melalui kesaksian kasir saja. Sayangnya. Sebelum pulang." Ya. Dari sanalah Arthur tergoda mengambil seluruh uangnya. "Aku menganggap kau seperti keponakanku. aku masih bisa menganggap Bill demikian. Arthur hanya bisa mendengar semua kesaksian yang mengarah ke dirinya dengan wajah pucat pasi. Ketika mengantar wanita itu pada malam pembunuhan ke kamar. Arthur mendekati dan mengencani Owen untuk kesenangan materi sesaat saja. Arthur panik akan keputusan itu dan merasa harus mendapatkan uang itu secepatnya. hakim agung Greenhill Senior memiliki sebuah kantor kecil di John Street. Berulang kali ia menjilati bibirnya yang terasa kering. karena saksi dianggap tak sadar sepenuhnya. Bedford Row." sambung Arthur kepada polisi. Pada saat kejadian. Arthur menjadi tersangka utama. "Dia terlihat sangat khawatir sejak petang. karena Arthur tidak bisa menyebutkan lebih jauh tentang silsilah keluarga ibunya dan hubungannya dengan korban. Setidaknya. polisi tidak ingin percaya begitu saja. karena ia merupakan orang terdekat korban dan paling sering berkeliaran di pagi hari. mungkin karena keponakannya itu. tersangka juga mengaku sempat mengencani Owen dan mengantar ke tempat tinggalnya. serta menikmati hari tua. Arthur menyatakan dirinya memang dekat dengan Owen karena janda itu masih saudara jauh ibunya. Siang sebelum kematiannya. Polisi juga menemukan. sekitar pukul 02. dia sudah sedikit gembira. Entah. yang menuduh polisi tidak jeli terhadap fakta yang ada. alibi tersangka hanya didukung seorang saksi yang merasa melihatnya pukul dua pagi. pengakuan asal-asalan itu segera ditepis polisi. ayah Arthur. Belakangan. Sementara ini. bahkan sempat berbicara dengan Arthur di sudut jalan Percy Street dan Tottenham Court Road. bahkan bersikeras pindah ke luar kota untuk tinggal bersama keponakannya. kredibilitas kesaksian penting itu tak cukup membantu. Pipinya menghijau. Owen tidak menuruti semua kemauan Arthur. Tapi ketika saya meninggalkannya. Saksi yang dikenal sebagai pemabuk itu mengaku bertemu. 59 . Namun. wanita itu memberinya 10 pounds yang dikatakannya sebagai ucapan terima kasih sambil mengatakan. sebelum tak sadarkan diri. Nama itu muncul dari mulut Arthur. termasuk rencana Owen untuk tinggal bersamanya. Meski pengakuan tentang keponakan Owen mirip dengan kesaksian kasir Birkbeck Bank. Dugaan polisi semakin kuat bahwa janda itu memang dibunuh. "Jika memang seluruh hartanya akan diberikan kepada Arthur.pakaian pria di West Ebd Clothiers Company dan yang lainnya di sebuah kantor pos di Oxford Street. Polisi tetap pada dugaan sementara.

keponakannya mendatangi Owen. Ia pun mengambil uang yang ada di laci lemari. pada tengah hari. Ketika akan melangkah ke luar. Senyum misterius mengembang dari mulutnya. Setidaknya. di sisi lain ia justru merasa tengah berada di puncak penyelidikannya tentang pembunuhan Nyonya Owen. tanpa diketahui para pekerja di Percy Street. Alis Polly mengernyit. Merasa dikasari. Namun. hari sudah hampir pagi. Tubuhnya perlahan di sandaran kursi. Polly hanya bisa tertegun menyaksikannya." kata pria itu santai. Sebuah jawaban yang agak mengejutkan Polly. Siang itu keduanya bertengkar. Saat itulah secara refleks ia memukulkan besi siku ke belakang kepala dan membuat wanita itu terjatuh. Membiarkan jendela terbuka lebar agar terkesan telah terjadi perampokan. Pria itu tersenyum. Tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang tidak beres pada pria yang belum lagi ia ketahui namanya itu. ia ada di sebuah tempat tak jauh dari rumahnya. analisis Polly. "Keponakan itu tahu tentang keberadaan uang Owen di bank. sembari beranjak. "Seorang keluarga dekat bisa saja mengunjunginya di luar. Ia pun menghibur diri dengan bepergian bersama Arthur ke teater. mengapa polisi masih belum bertindak tegas terhadap Arthur. "Pada tengah hari?" "Setiap pukul delapan tiga puluh setiap paginya. aku pikir semua itu karena uang. Aku tahu banyak orang yang menganggapnya sebagai kasus bunuh diri biasa atau kecelakaan. Ada saksi yang melihatnya." "Ya. Membereskan dan mengurus pekerjaan pagi itu. karena pada saat wanita itu dibunuh. apa kau juga mempercayai keberadaan keponakan lelaki wanita tua itu?" "Mengapa harus menyangsikannya?" balas pria itu cepat. 60 ." katanya. Saksi dan bukti yang ada memang tidak terlalu memberatkannya. Dia lalu datang dan menerornya. "Aku senang mendengarmu mengatakannya terbunuh. si tersangka tunggal. "Namun pria itu begitu kecewa setelah tahu Owen akan mewariskan seluruh hartanya ke Arthur Greenhill. Untuk sejenak. Jadi menurutmu. Arthur hingga saat ini belum terbukti membunuh. dan melangkah santai." Setelah Arthur pulang. hingga akhirnya Owen merasa simpanannya di bank tidak aman. mengucapkan salam perpisahan. kini ia paham.Pembunuhnya merapikan ruangan Tak terasa sudah hampir satu jam Polly menyimak kata-kata pria itu tanpa rasa bosan sedikit pun. "Satu pertanyaan terakhir. Pria itu menghela napas. kira-kira bagaimana pembunuh itu melakukannya?" pancing Polly. Semua tampak wajar kan?" kata pria misterius itu lagi. Ia memaksa janda itu untuk menyerahkan uang depositonya. Owen berontak. Tapi. lalu menariknya. Pembunuh itu berinisiatif menggantikan tugas Owen dan seakan-akan mengajak semua orang melupakan keberadaannya." tambahnya. itulah yang membuatnya menangis dan terlihat oleh Nona Bedford. Segala penuturannya masuk akal dan cocok dengan semua catatannya.

tetapi tidak ada nama pengirimnya. Dengan sebal diremasnya surat itu." Diolok-olok dan diintimidasi seperti itu. Kenapa tidak Anda serahkan saja rumah dan tanah itu kepada saya? Sebagai gantinya.. Kalian berdua kurang melihat masa depan sih."Terima kasih atas kisahmu.. ketua Dewan Pengawas Daerah dan tokoh politik setempat. Saya sudah sering memperingatkan. terdiri atas tagihan dan pemberitahuan lelang. saya akan menyerahkan surat-surat utang George kepada Anda. Dengan cepat terbentuk dua tumpukan. "Saya betul-betul prihatin. pikir Bu Quirk puas. Jantungnya serasa berhenti beberapa detik." imbuh Fendley. Wajahnya memperlihatkan keprihatinan. "Anda kelihatan pucat. Surat semacam itu sudah sering dilihatnya selama 30 tahun menjadi sekretaris di Sekolah Menengah Umum Endicott. menggali keranjang sampah dengan terengah-engah.. Bill!" Pria itu menoleh. Jangan pernah membuang surat sebelum saya membacanya. tidak peduli dari orang sinting sekalipun. Bu Quirk cuma bisa menyumpah dalam hati. KORBAN KE 13 Sret. Fendley sendiri kemudian mengalihkan perhatiannya pada surat yang baru saja 61 . yang fotonya tergantung di dinding. Tumpukan lain berada di dasar tempat sampah. sebelum ia pensiun musim semi lalu." Harry Fendley. (Kisah rekaan/Baroness Orczy/Tj) 09. tolong jangan buang surat-surat dari para pemilih saya. lalu dilemparkannya ke tempat sampah. Tiga belas nama "Bu Quirk!" Teriakan Fendley membuat Quirk bak kena setrum. Siapa tahu warga negara baik itu sedang menghadapi masalah. Sayang.. . Satu berada di tengah meja Harry Fendley. sementara alis matanya bertemu di atas hidung. lalu kembali melanjutkan langkahnya. George jadi penjudi. Ia menarik napas lega ketika menemukan surat yang baru saja diremas Quirk. karena perutnya yang sebesar gentong itu tertekan. Tersenyum sejenak. Kenapa Anda begitu keras kepala? Tiga setengah hektar tanah terlalu berat untuk diurus seorang janda seperti Anda. berupa beberapa selebaran serta undangan ke acara jamuan makan malam yang diadakan seorang anggota Kongres. sret. tapi dia tidak mau mendengarkan. seperti dua ulat sedang berciuman. . setengah mengejek. Biar saja Harry kecewa berat karena merasa tidak diundang. sedang memeluk bahu Harry Fendley. Tangan wanita kurus dengan rambut keriting tipis berwarna kelabu itu lalu mendorong kacamata bacanya yang melorot. Anda tidak apa-apa 'kan? Bekerja untuk membayar utangutang George mungkin terlalu berat buat Anda. Alamatnya diketik rapi. tetapi sebaiknya jangan sendirian di sana." Fendley menggeleng-gelengkan kepalanya. "Bu Quirk. Saya bukan ingin menakut-nakuti. "Anda 'kan sekretaris yang baik." kata Fendley. Memang bukan salah Anda. Bu Quirk. pluk! Jari-jari Adelia Quirk bergerak gesit menyortir surat-surat yang datang pagi itu. seakan-akan sedang memberi tahu anak idiot. asuransi jiwanya tidak bisa menutup semua utang kalian. Dahinya berkerut ketika melihat surat terakhir. "Bu Quirk.

Mereka selalu memberinya selai buatan sendiri yang tidak jelas selai apa. Kirim salinannya sebanyak 13 pucuk dalam waktu lima hari . Surat ini dapat membawa keberuntungan besar atau sebaliknya. Ia mencoba mendapat informasi dengan menempelkan telinganya ke pintu ruang kerja Fendley. Lalu di sebelahnya ada tanah luas tak berpenghuni yang berseberangan dengan jalan bebas hambatan. Bu Quirk merasa Fendley mempunyai rencana atas tanah dan rumahnya. pedagang mobil bekas yang pandai merayu itu menawarkan pekerjaan sekretaris. Fendley betul-betul menjijikkan.. Inc.. seakan-akan dia bibi mereka yang eksentrik. Suami-istri Anderson. keju kambing. Mereka sulit ditolak kedatangannya. milik Acme Paper. "Bu Quirk." potong Bu Quirk.. Namun. Hanya para tetangganya yang kadang-kadang memberi perhatian. Anda tahu apa yang Anda buang?" Fendley lalu membacakan isi surat itu: "Jangan anggap enteng. lalu memandang Bu Quirk dengan senyum senang. sesulit menjauhkan anak-anak anjing yang selalu melibat di sekitar kaki. musibah besar bagi Anda. tanah Bu Quirk paling bagus.. Ia tahu. Begitu pun sebaliknya. yang dikenal sebagai tukang caplok tanah. Letaknya tinggi di atas punggung bukit yang indah. 62 . Fendley pasti sudah mengantisipasi ulah sekretaris usilnya dengan memasang peredam suara. "Kirim satu pada Robert Barnes. "Buatkan 13 salinannya." "Lawan Anda pada pemilihan yang lalu?" "Betul. Fendley." tegas Fendley menyorongkan kertas itu ke sekretarisnya." Bu Quirk mencatat nama-nama lawan politik. tidak pernah kebanjiran dan berpemandangan indah.24 ha tanah berhutan di antara tanahnya dan Red Mound National Forest misalnya.. Tetangganya yang lain. walikota kita. tinggal di lahan yang ditumbuhi pohon pinus seluas 2 ha dan sering kebanjiran. Rayuan pedagang mobil Bu Quirk sendiri tak punya banyak teman. Matanya bergerak mengikuti beberapa baris. Tapi untuk membujuknya agar mau melepas tanah warisan sebagai penebus utang. Pastikan juga jatah Leroy Jacobs dan istrinya. yang isinya mungkin saja peta survei tanah. Bu Adelia! Kita harus berbagi keberuntungan dengan teman-teman kita. Kirim juga pada James Hollingshead. tetangga Bu Quirk yang memiliki 1. lalu mereka beri nama "acar"." "Tapi itu 'kan surat berantai. musuh-musuh pribadi serta bekas sekretaris bosnya itu. kresek.. bukan agar ia dapat membayar utang George. Di belakang tanah milik Bu Quirk dan tetangga-tetangganya terdapat hutan sepanjang beberapa kilometer. Evelyn .. ketimun yang diolah entah bagaimana caranya. karena ia tak banyak menyukai orang. Di seberang tanah keluarga Anderson terdapat Sungai Wooten. Bu Quirk pernah melihat wakil dari Brooks Brothers datang ke kantor Fendley membawa tabung-tabung cetak biru.diselamatkannya dari tempat sampah. Tanah keluarga Efferson berbatasan dengan Sungai Chicasaw yang memisahkan tanah mereka dari hutan nasional.. keluarga Efferson. yang kedengaran cuma suara kresek . Dari tiga bidang tanah yang dimiliki perorangan itu. selalu memperlakukan Quirk.

walaupun ia menganggap mereka bukan manusia baik. Tadi pagi. ya? Itu sih bukan kecelakaan. agar tanah warisan George tidak jatuh ke tangan orang busuk seperti Harry Fendley. Bersama Robert Barnes. Sebagai walikota. Dalam hati. melainkan berjudi. "Ia menembak dirinya sendiri. ia baru tahu kalau selama bebeberapa minggu terakhir. ia meninggal dunia di tempat. "Menembak siapa?" "Evelyn.Fendley di mata Bu Quirk tak beda dengan ular.. Saat itulah Quirk menyaksikan tabrakan hebat antara sebuah minivan cokelat dan sedan Lincoln. berarti ia tak harus bercerita tentang tabrakan mobil yang menimpa walikota. Bayangkan. akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan. peristiwa itu masih terbayang di benak Bu Quirk. si pengemudi minivan. si bos makin giat menyuruhnya membeli koran ke seberang kantor. tak jauh dari lampu merah.. setiap Rabu malam George bukannya pergi ke persekutuan doa seperti yang dikatakannya. Lincoln yang dikemudikan James Hollingshead. Itu sebabnya. orang asuransi itu datang. Virginia.. Polisi sendiri bilang." "Leroy tidak menunggu polisi datang. secara hukum Fendley tidak bisa mengambil rumahnya begitu saja. Lalu dengan suara berubah lunak ia berkata. Fendley sendiri tidak secara langsung terlibat dalam permainan judi itu. Bu Quirk berjanji. setiap kali Leroy pergi bekerja." "Jangan ceritakan apa yang dikatakan Leroy saat ia ditahan . Namun Quirk lega." 63 . Namun. Bu Quirk tahu. saat itu sedang ngebut. "Kecelakaan apa? Oh. Kriiing!!! Tiba-tiba telepon berdering. suhu dingin bisa memperparah penyakit artritisnya. Walaupun sudah mengenakan mantel wol tebal. sudah bertahun-tahun Hollingshead mengabaikan peraturan lalulintas tanpa pernah dihukum. kecelakaan itu mungkin disebabkan rem minivan itu blong. Kedua korban kecelakaan dikenalnya dengan baik. Rupanya. "Kamu pasti mau membicarakan kecelakaan itu. Ketinggalan berita Adelia Quirk memandang langit yang menaungi kota berpenduduk 25." sambung Quirk. walikota Endicott. Padahal. Dengan sebal Bu Quirk mengangkat benda yang membuyarkan lamunannya itu. Sejak cuaca memburuk beberapa hari lalu dan musim gugur hendak beranjak ke musim dingin. kali ini ia tidak bisa menghindar dari hukum alam. Fendley bisa memegang surat-surat utang yang ditandatangani George di hadapan sejumlah saksi. Dia menembak Evelyn dan salesman asuransi yang tidur dengan istrinya itu. maksudmu yang menimpa suami-istri Jacobs. "Halo. Leroy tiba-tiba kembali. seusai pemakaman. Leroy memang sengaja menembaknya!" Tulalit.000 jiwa itu dari depan pintu kantornya. Sampai malam. menurut hukum ia wajib membayar utang George. Tapi ia juga tahu." Virginia memotong. toh angin tetap saja menyusup. setelah tahu yang menelepon ternyata iparnya." katanya tanpa semangat.

Mungkinkah hal ini terjadi secara kebetulan? Mengirimkan surat berantai kepada seseorang mestinya tidak akan membuat si penerima meninggal. "Oh. pembayaran terhenti setengah jalan. karena si loper salah lempar. 60 tahun lalu menjual tanahnya pada sebuah perusahaan penebangan kayu. Sedangkan korannya." Penasaran. 'Kan ada di koran pagi ini. sekaligus gagal menyelamatkan nyawa sang anggota dewan. waktu sekelompok petugas survei dari perusahaan kayu mengukur melewati pagar belakang.. Lehernya patah. waktu bertemu di kapsalon bilang. koran pagi Fendley basah tak bisa dibaca setelah dipakai melindungi kepala dari hujan. perasaan Bu Quirk makin tak keruan. maksudku menelepon kamu sebenarnya ingin menanyakan.Bu Quirk mendengarkan cerita Virginia sambil memandang jauh ke langit-langit. ketika tukang pos memberi tahu. dalam keadaan mabuk. ya.. Bu Quirk sadar.. Belakangan. karena kesulitan uang. Kamu betul-betul tidak menaruh perhatian pada sekelilingmu. Seorang pengendara mobil yang kebetulan lewat bermaksud menolongnya. korban-korban meninggal dalam beberapa hari terakhir adalah orang-orang yang terdapat dalam daftar surat berantai Fendley. Tapi kalau bukan lantaran surat berantai. "Mandornya menunjukkan gambar yang membuat perut saya mual ." lanjut iparnya. Ia merasa seperti sedang naik pesawat yang tiba-tiba oleng. Keluarga Efferson kemudian menawarkan sedikit uang dengan imbalan persoalan diselesaikan ." cerita Gary Efferson. ber-ganti nama menjadi Acme Paper. setelah selesai berbicara dengan Virginia. "Hah? Kapan?" "Aduuuh. Namun. terjatuh dari salah satu kudanya. "Saya mulai curiga beberapa bulan lalu. kapan keluarga Efferson akan pindah?" "Keluarga Efferson? Mereka tidak mau menjual tanahnya. perusahaan penebangan kayu itu hidup lagi. anggota dewan kotapraja yang bertugas menyusun perundang-undangan tewas kena setrum saat membetulkan antena TV tadi pagi. Namun. Anak Frieda Wilson yang bekerja di pengadilan. petani tua bekas pemilik tanah mereka. si pengendara malah ikut kena setrum. Quirk menelepon keluarga Efferson. Mereka membenarkan. Adelia. ada cacat hukum dalam jual-beli tanah itu 60 tahun lalu. 64 ." Bu Quirk meletakkan telepon dengan marah." Quirk ingat.. Kena setrum Keesokan harinya. Clarion Herald mendarat di kubangan air di halaman rumahnya. mengapa orang-orang itu meninggal? Tiba-tiba Quirk teringat pada penjualan mobil Fendley yang belakangan meningkat pesat. kok.. Mengapa begitu banyak orang mati hari ini? "Dan Johnny Hovatter. Petani itu lalu mengambil kembali tanahnya tanpa meluruskan hak kepemilikannya di pengadilan.. "Kapan kamu tahu ada yang tidak beres?" tanya Quirk.

"Bertindak apa?" tanyanya. Dalam perjalanan keluar ia berpapasan dengan seorang wanita seksi berambut pirang. Bu Quirk mendengar kabar. Gabrukk! Dalam 24 jam berikutnya. Katanya. Bu Quirk sadar. Kini total korban. dan bekas sekretaris Fendley. Saat api berkecamuk. Tujuh. yang tiba-tiba saja menyerobot masuk kamar kerja bosnya." "Maksud saya." "Bu Quirk. Malam kemarin. Quirk malah menjatuhkan pot geranium ke kaki si wanita. Bu Quirk 65 . Tapi bagaimana cara menghentikannya? Tinggal dua nyawa Esok paginya. setiap hari selalu ada orang meninggal. Anda sakit? Saya sudah berbicara dengan adik Anda beberapa waktu lalu dan dia juga khawatir. itu 'kan cuma kebetulan. tapi cobalah bertindak!" Alis mata Fendley merayap naik. Bu Quirk menatap tajam. Bu Quirk meninggalkan kantor sambil membawa sebuah kotak berisi barang-barang pribadinya." Dengan mata sama sekali tidak memperlihatkan kepikunan. Api meminta tujuh korban. lalu pergi ke Hartley dan McLean Auto Sales yang terletak di tempat strategis. mencapai sebelas orang. Restoran itu tempat makan favorit di Endicott. Ketika penyiar teve menyebutkan namanama korban. Fendley. "Bu Quirk. saya tidak tahu bagaimana mengatakannya. Yakni John McLean. keserakahan Harry Fendley-lah biang keladi semua malapetaka ini. Fendley melotot dan menaruh telepon buru-buru.Sulit dipercaya. orang-orang yang Anda kirimi surat berantai. sudah sebulan ini ia sering menerima telepon gelap yang kian menakutkan. di dalam sedang banyak orang makan. Dengan tergesagesa Bu Quirk menyambar tas dan mantelnya. tiga anjingnya tewas disembelih di halaman." bilang Quirk." "Ah. Beberapa menit setelah percakapan tadi. Coleen mengakhiri ceritanya dengan menangis terisak-isak. sesama pedagang mobil. "Fendley. Ia mendapati empat dari tujuh korban tercatat dalam daftar. Fendley tiba-tiba menjadi orang paling mujur di tengah berbagai kemalangan yang menimpa orang lain. Malam hari sering kelihatan orang gentayangan di luar rumah. Bu Quirk berada di ruang duduk rumahnya sambil minum bercangkir-cangkir teh. "Anda tahu ada lowongan sekretaris di sini?" tanya si wanita. Apakah nasib sial memang bisa berpindah ke orang-orang yang dikirimi surat berantai oleh Fendley? "Fendley. Banyak orang meninggal. tujuh orang meninggal. kita punya masalah besar. entah oleh siapa. restoran Emilio terbakar. Tangannya yang lain menenteng pot berisi tanaman geranium. tanpa mengucapkan salam kepada lawan bicaranya. entah akibat surat berantai atau ulah Fendley sendiri. Tinggal dua nama dalam daftar yang masih hidup." sebut Fendley dengan mata berbinar-binar. Bu Quirk mengambil daftar penerima surat berantai yang dikirimkannya atas perintah Fendley. Alih-alih menjawab. Tiba-tiba saja Coleen Anderson meneleponnya. dekat jalan bebas hambatan. "Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi.

ia cuma menyia-nyiakan waktu. Apa yang sebenarnya telah Anda lakukan?" Rasanya ingin ia menampar Fendley. begitu seterusnya." ucapnya sembari 66 .menemukan McLean sedang melempari poster kampanye Fendley dengan baut di ruang kerjanya. "Beri tahu Fendley. apa yang harus saya lakukan? Mengirim 13 surat lagi?" tanyanya. " Kamu akan mati. Quirk." Senyum Fendley berubah kejam dan mata sipitnya bertambah sipit berpayung alis tebal.. Quirk langsung kabur tanpa menengok. nama 13 orang yang dikirimi surat berantai." Bu Quirk melihat nama terakhir yang belum dicoret: Becky Ward. Quirk. "Cuma ini. Saya juga ingin tahu kenapa begitu manjur . Di dalamnya tertempel sehelai poster yang ditulisi huruf besar-besar. Anda bertanggung jawab atas semua ini. Mengapa jawaban itu tidak terpikir olehnya? Bagaimana kalau 13 orang itu mengirimkannya kepada 13 orang lain." McLean duduk membisu ketika Bu Quirk menceritakan apa yang terjadi. "Anda lebih menakutkan daripada kepala sekolah. saya tidak tahu lelucon apa yang dirancangnya. "Ada perlu apa?" sambungnya. Dipandanginya "karyanya" itu dengan puas. "Bu Quirk! Saya kira Anda sudah meninggal!" "Dan kamu masih tetap berandal kecil yang seminggu sekali dikirim ke kepala sekolah untuk disabet.." balas Bu Quirk cepat. Fendley. "Ya. saya ingat menerima surat semacam itu. "Yang saya lakukan?" Fendley membuka pintu sebuah lemari. Jadi. Seorang salesman yang sedang lewat di depan pintu berteriak. "Terkutuk.. Quirk meninggalkan ruangan. Bu Quirk tahu. "Becky kurang menghormati saya ketika ia bekerja di sini. tetapi dia memilih orang yang tepat untuk memerankannya. Tapi ia bisa mendengar dengan sangat jelas suara keras yang timbul saat tengkorak McLean menghajar sudut lemari file." Tanpa basa-basi lagi." McLean tertawa. Air mukanya berubah dari terkejut menjadi tidak percaya. Berbalik sasaran Fendley menahan senyum ketika bertemu dengan Bu Quirk lagi di kantornya. Anda patut mendapat Oscar. kecuali kamu segera bertindak. Sekretaris saya membuangnya. Dada Bu Quirk sesak. "Dua belas tewas. "Bagaimana dengan Becky?" Fendley mengangkat bahu. Dia tak ingin menyaksikan gaya Mc-Lean tertawa. Apakah semuanya akan mati tiba-tiba juga? McLean tergelak-gelak.

mendelik dengan sikap mengancam. Quirk merasa kepalanya melayang. Untunglah telepon berdering, sehingga perhatiannya mengarah pada gagang telepon. "Bilang pada anggota Kongres itu, aku akan meneleponnya beberapa menit lagi," jawab Fendley kepada seseorang di seberang sana. "Beri tahu Haroldson perihal kemajuan yang sudah Anda peroleh untuk mendapat tanah-tanah kami," pancing Quirk. "Kok Anda tahu?" "Teman saya Gary Efferson pelahap berita finansial. Ia membaca bahwa istri Haroldson mendapat posisi menentukan di Acme Paper. Istri Haroldson juga yang mengepalai perusahaan pembangunan perumahan, perusahaan yang dipimpin suaminya sebelum terpilih menjadi anggota Kongres. Tanah keluarga Anderson, Efferson, dan saya, jadi penghalang untuk membangun jalan bebas hambatan. Kalau Anda memperoleh tanah kami, jarak dari Acme Land ke kota besar cuma 45 menit, harga tanah Acme Land pun akan melonjak." Merasa mendapat angin, Quirk melanjutkan, "Anggota Kongres itu membayar Anda cukup besar untuk membeli tanah dan menjualnya langsung ke Acme, tetapi Anda serakah. Anda ingin mendapat tanah kami tanpa keluar banyak uang, kalau perlu gratis." "Hampir betul," jawab Fendley. "Sebenarnya, ini saran Haroldson. George suami Anda sudah mulai kalah berjudi sebelum saya mengikat janji dengan Haroldson. Sayang, ia keburu mati sebelum menyerahkan tanahnya. Kini sudah terlambat bagi Anda dan siapa pun untuk bertindak," Fendley tertawa geli. "Asal tahu saja, saya sudah minta adik Anda mengajukan permohonan ke pengadilan, agar Anda dinyatakan tidak waras." Diancam begitu, Quirk malah tersenyum. "Maaf, ada yang lupa saya poskan," kata Quirk kepada si pirang, penggantinya di kantor Fendley. Ia segera mengambil surat berantai ketiga belas dari laci, lalu memasukkannya ke tas. Ya, surat ketiga belas yang tak terkirimkan mestinya berbalik menyerang si pengirim. Beberapa waktu kemudian, dia mendengar ada kegaduhan di kantor Fendley. "Korban ketiga belas sudah jatuh. George pasti senang, tanahnya tak jadi terjual," bisik Quirk pelan. (Kisah Rekaan/Vickie Dubois/HI)

10. CINCIN BERLIAN MEMECAH KEBUNTUAN
Hari sudah beranjak siang, tapi lampu teras sebuah rumah di Jln. Mawar Jingga itu masih menyala. Pintu dan jendela ruang utama pun tertutup rapat. "Bukankah dia ada job hari Minggu ini!" kata Suwarto dalam hati. "Apa ketiduran ya?" "Mas, bangun, Mas, sudah siang!" untuk kesekian kalinya Suwarto, sopir seorang perancang busana terkenal itu berteriak memanggil si empunya rumah. Tapi tetap saja tak ada jawaban. Dia mencoba mengintip lewat lubang kunci, tapi pandangannya terhalang anak kunci yang menempel di tempatnya. Penasaran, Suwarto menyusuri samping rumah. Didapatinya daun jendela kaca ruang tamu sudah renggang dan tak terkunci.

67

Perasaan Suwarto makin tak enak. Dia nekat masuk ke ruang tamu lewat jendela itu. Ruang berkarpet biru itu gelap. Sreeek, sopir tua itu menyibakkan gorden jendela dan .... Suwarto nyaris menjerit melihat sesosok tubuh tertelungkup tak bergerak di lantai. Kondisi ruangan itu tampak berantakan. Meja tamu terbalik, pecahan kaca bertebaran di mana-mana. Vas kristal dan sejumlah pajangan pecah belah hancur berkeping-keping. Cukup lama Suwarto terdiam, tak tahu harus berbuat apa, sebelum akhirnya mengabarkan kejadian yang baru dilihatnya itu kepada majikannya, Priyo Harsono, si perancang terkenal itu. Sosok itu ternyata tubuh Irvan, seorang model yang sedang naik daun. Jejak di bawah jendela Sejam kemudian Iptu Yudha Prawira beserta anak buahnya tiba di tempat kejadian perkara. Disusul sejumlah paramedis pimpinan dr. Aswin Chaniago, ahli forensik. Mereka langsung meneliti korban dan memeriksa tempat kejadian. Saat ditemukan, korban masih berpakaian lengkap, berbaju tangan panjang kotak-kotak yang digulung sebatas siku, dipadukan dengan celana jins dan sepatu kulit merek terkenal. Sepertinya Irvan baru pulang dari bepergian. "Melihat kondisi tubuh korban yang kaku dan darahnya mulai mengering, saya perkirakan dia meninggal sebelum tengah malam. Tengkorak belakangnya pecah," kata dr. Aswin kepada Iptu Yudha Prawira. Tampak darah mengalir dari kepala hingga ke telinga dan pipi kiri korban, menggenangi karpet. Sebagian sudah membeku. Darah itu berasal dari kepala bagian belakang sebelah kiri. Pada tulang tengkoraknya terdapat lubang berbentuk segitiga sedalam 3 cm. Mayat itu dikenali sebagai Irvan Lesmana. Perjaka berusia 24 tahun, berkulit kuning langsat, dan bertinggi 175 cm itu tengah bersinar di dunia cat walk. "Menurut Dokter, luka di kepala ini karena apa?" tanya Iptu Yudha. "Akibat benturan. Korban kelihatannya terkena tendangan atau pukulan keras dari si penyerang," sambung dr. Aswin sambil menunjukkan luka memar di dada korban dan rahang kanannya. "Mungkin si penyerang jago beladiri. Sebelum jatuh ke lantai, kepala korban membentur ujung bufet, lalu mengenai meja kaca. Karena banyak darah yang keluar, korban akhirnya meninggal." Pada salah satu ujung bufet yang tajam itu memang ditemukan sedikit bercak darah yang sudah mengering. "Bagaimana dengan kemungkinan kecelakaan? Si penyerang hanya melakukan tindakan beladiri, misalnya," tanya Briptu Siswardoyo, anak buah Iptu Yudha Prawira. "Bisa saja. Tapi melihat pintu yang dikunci dari dalam, bukan tak mungkin pembunuhan ini sudah direncanakan," kali ini Yudha yang berteori. Sejenak ketiganya sibuk dengan pikiran masing-masing. Lalu Briptu Siswardoyo mendekati Iptu Yudha Prawira. "Saya menemukan ini, Komandan. Kayaknya bukan pecahan kaca, tapi batu permata," bisik Siswardoyo yang sebelumnya sempat mengumpulkan pecahan-pecahan kaca di atas karpet. "Betul, ini mungkin berlian. Di mana kamu temukan?" tanya Yudha. "Tak jauh dari lokasi korban terbaring," jawab Sis.
68

Sebelum memasukkan mayat ke dalam mobil jenazah, kedua petugas polisi itu memeriksa korban sekali lagi. Didapati korban tampak tidak memakai perhiasan apa pun. Namun, pada jempol kirinya terdapat tanda putih melingkar seperti bekas cincin. Lalu di bagian ruas jempol atasnya terlihat ada luka kecil. Yudha menduga, korban biasa memakai cincin di jempol kiri, seperti gaya anak muda masa kini. Cincin itu mungkin dilepas secara paksa oleh si pembunuh. Dari tuturan Suwarto, si pembunuh kelihatannya mengunci pintu dari dalam, lalu keluar lewat jendela samping ruang tamu yang tidak berteralis. Ini gaya lama pelaku kejahatan, agar korban tidak segera ditemukan orang lain. "Hari ini ada acara gladi resik pameran busana rancangan saya. Irvan salah satu model dan peragawannya. Namun, sampai siang hari dia tidak juga muncul. Teleponnya juga tidak diangkat-angkat. Saya jadi khawatir. Karena itu, saya lantas menyuruh Suwarto untuk mengecek dan menjemputnya," jelas Priyo Harsono, si perancang busana, majikan Suwarto. "Sudah lama Irvan bekerja dengan Anda?" selidik Yudha. "Kira-kira setahun lebih. Kematiannya merupakan kehilangan besar buat saya," jawab Priyo. Yudha kemudian membawa Suwarto untuk melakukan rekonstruksi penemuan mayat. Ketika sampai di dekat jendela tempat Suwarto masuk, Yudha berhenti sejenak. Pada lantai semen di bawah jendela terlihat bekas tapak sepatu bersol karet. Sepertinya, lantai semen itu belum kering ketika diinjak. Mungkinkah itu jejak kaki tersangka? Tamu berjaket hitam Sore harinya, ketika masih berada di rumah korban, Yudha melihat empat orang berwajah lugu mendatangi rumah itu. "Bapak-bapak ini siapa?" tanya Yudha dengan nada sopan. "Saya Rahmat, dan mereka kawan-kawan saya. Kami ini tukang yang sedang merenovasi rumah ini, Pak," ujar lelaki bertubuh tinggi kurus, mewakili teman-temannya. "Kok sore begini baru datang?" tanya Briptu Sis. "Hari ini sebenarnya kami libur. Kami datang cuma ingin minta gaji sama Mas Irvan," kata Rahmat. "Ooo, begitu." "Kemarin, sejak siang Mas Irvan pergi. Kami tunggu sampai jam enam sore, sambil bikin adukan untuk lantai garasi, dia enggak pulang juga." "Omong-omong, lantai garasinya kok tidak langsung ditutup keramik?" Yudha mengalihkan pembicaraan. "Belum, Pak. Ketika mau pulang kemarin, lantainya masih basah," jawab Rahmat. "Jam berapa persisnya kalian mulai menyemen?" "Kira-kira jam lima." "Kalau disemen jam lima, jam berapa keringnya?"

69

"Harusnya pagi sudah kering, asal malamnya tidak hujan." "Bagaimana kalau ada orang yang menginjaknya saat masih basah?" "Ya, amblas, Pak!" sahut Rahmat dengan logat khas Jawa Timurnya. Yudha lalu mengajak Rahmat pergi ke samping rumah Irvan. "Lihat bekas tapak sepatu ini. Kira-kira, kapan lantai sepatu ini diinjak?" "Mungkin tadi malam," kata Rahmat. "Kamu lihat perbedaan tapak kaki kanan dan kiri?" "Ya. Kayaknya cetakan kaki kanan lebih dalam dari yang kiri." Yudha diam sejenak. "Apakah ada tamu cacat atau kakinya pincang yang datang selama kalian merenovasi rumah ini?" "Rasanya tidak. Memangnya kenapa, Pak?" "Orang yang pincang atau cacat, misalnya kaki kiri lebih panjang dari yang kanan, sewaktu berjalan semua beban tubuhnya tertumpu pada kaki yang lebih pendek. Jadi, kaki kanan lebih menekan ke tanah, seperti terlihat di bekas tapak ini," jelas Yudha. Rahmat mengangguk-angguk. "Briptu Sis, di rumah ini Irvan tinggal sendirian?" "Tidak, Dan. Dia tinggal bersama seorang pembantu. Tapi sudah beberapa hari ini pembantunya pulang kampung." "Pak Rahmat, berapa tukang yang bekerja merenovasi rumah ini?" kata Yudha. "Semuanya ada lima, termasuk saya. Yang berdiri di sana itu, Soleh, Yono, dan Bagyo. Satu lagi, Rajiman sedang sakit." "Bisa kami menemui dia?" "Bisa, Pak. Rumahnya dekat sini, kok!" Iptu Yudha ditemani Briptu Sis, Rahmat, dan dua polisi berpakaian dinas segera beranjak pergi. Tak jauh dari rumah Irvan, ada gang kecil menuju perkampungan padat penduduk. Di sanalah letak rumah kontrakan Rajiman. "Firasat saya enggak enak, Dan," bisik Sis. Yang diajak bicara hanya menepuknepuk bahu Sis. Feeling Sis kali ini tampaknya benar. Di depan rumah Rajiman, mereka mendapati sepasang sepatu kain beralas karet yang dekil lantaran semen yang sudah mulai mengering. Yudha mengetuk pintu, sementara Sis bersiaga. Rajiman yang baru bangun tidur tampak tak menyangka tamunya adalah polisi. Dia mencoba kembali menutup pintu. Tapi Yudha dengan sigap bertindak. "Rajiman! Diam di tempat! Banyak yang harus
70

" "Lalu kamu matikan lampu." protes Briptu Sis. "Tapi Komandan." jawab Rajiman." "Ingat nomor polisi taksinya?" "Tidak. "Kamu juga yang mengambil cincin berlian Irvan?" "Cincin? Seingat saya. Mas Irvan sendiri tertelungkup di dekat bufet. Saya hanya ingat warnanya." "Akhirnya kamu memutuskan untuk mencuri? Tega betul kamu!" "Saya kekepet.kamu jelaskan pada kami di kantor polisi nanti. tapi dia enggak bergerak. Meja terbalik." "Lalu?" "Saya ketuk pintu. Pak." "Kamu yang membunuh Irvan dan merampok barang-barangnya?" tuding Yudha. taksi warna biru 'kan banyak!" 71 . Saya sudah enggak punya duit. karena dia membawa sesuatu di tangan kanannya. "Saya menceritakan yang sebenarnya. Saya tidak bohong. karena dia langsung menyetop taksi. Pak. tangan anak buah Rahmat itu sudah masuk jepitan borgol. siapa yang bayar gaji saya? Makanya saya ambil beberapa barang elektronik yang bisa dijual. Dia pasti mencuri sesuatu dari rumah Irvan. "Ampun. Bukan saya yang membunuh. Saya goyang-goyangkan badannya. Pintunya sendiri ternyata tidak terkunci. "Ah. Pak. Kalau Mas Irvan mati." "Kemudian kamu masuk?" "Betul. saya melihat seseorang keluar dari rumah itu dengan terburu-buru. mau minta gaji. biru. Saya kaget bukan main. Tadi malam. kemudian tertunduk diam. tapi berat badannya bertumpu pada kaki kanan. Pak. suasananya berantakan sekali. Pak. kacanya pecah." "Orang berjaket hitam itu. Pak. begitu mereka tiba di ruang interogasi." tegas Rajiman. lalu siapa?" "Ampun. "Memang. Rajiman 'kan tidak pincang. Mungkin orang berjaket itu yang mengambilnya. Dari kejauhan. dan beling ada di mana-mana." Sejurus kemudian. Saya tak sempat mengenalinya. mengunci pintu dari dalam dan keluar lewat jendela samping?" Rajiman mengangguk. tapi tidak ada jawaban. sekitar jam sepuluh saya memang ke rumah Mas Irvan. Sungguh!" sambung Rajiman. malam itu Mas Irvan tidak memakai perhiasan. "Kalau bukan kamu. pak. laki-laki atau perempuan?" "Kurang jelas.

"Ini juga urusan pribadi. pertanyaan terakhir. Di dekat garasi ada lapangan bulu tangkis yang cukup terawat.?" "Atau apa?" "Maaf. Ketika tahu Irvan meninggal. "Aku berani bertaruh. Tubuh bintang iklan sampo itu sungguh atletis. Karena itu." komentar Sis.Yudha dan Sis seperti kehabisan kata-kata. Melani?" 72 . Setelah berbasa-basi. direktur utama sebuah pabrik minuman suplemen. sudah punya calon istri. Melani Febri. masih juga selingkuh dengan tante-tante. atau . mereka hanya mendapat dua nama wanita yang belakangan dekat dengan pria ganteng itu. Anda sangat kecewa ketika tahu Irvan akan menikah dengan Melani Febri. Melani sendiri baru berusia 23 tahun. "Saya memang tidak di rumah sejak jam dua siang. dalam perjalanan menuju rumah Melani. Dia bintang iklan produk saya. Pekarangan rumah Melani tampak luas." "Cuma sebatas hubungan kerja." jawabnya ketus. ini cuma akal-akalan Rajiman! Punya banyak pacar Hari-hari berikutnya cukup membuat Yudha dan Sis frustrasi... kalau kamu jadi Irvan. Ada urusan yang tak bisa saya ceritakan kepada Anda!" Yudha dan Sis tertegun.. Tak banyak yang bisa dikorek dari direktris ketus ini. Yudha dan Sis langsung menanyai Melani soal calon suaminya itu. Nyaris tak ada perkembangan berarti dari kasus yang sedang mereka tangani. "Kabarnya juga. Kulitnya yang hitam manis menambah cantik penampilan model yang tengah menanjak kariernya itu. Saya tidak akan menjawabnya..." Wajah Andrini tampak memerah. Yang pertama Dra." sambung Sis. saya dengar Anda punya hubungan khusus dengan . Dari teman-teman Irvan. Sabtu lalu saat Irvan meninggal. "Anda mengenal Irvan dengan baik. dari obrolan dengan beberapa orang di kantin kantor ini." "Oke. "Anda sudah lama kenal Irvan?" "Lumayan lama. Kalau boleh tahu. "Wah. "Saya kira itu urusan pribadi saya. mereka akhirnya memutuskan mendatangi wanita kedua yang disebut-sebut sebagai pacar sekaligus calon istri Irvan." kata Yudha. Siapa sebenarnya orang berjaket hitam yang meninggalkan rumah Irvan? Atau. Anda berada di mana?" tanya Yudha. mungkin kamu lebih playboy dari dia. Andrini. janda berumur 40-an tahun. wanita ayu itu tampak shock.

Jika seseorang memberi kamu cincin berlian. 73 . semua itu gosip. laporan itu juga menyebut. lelaki ganteng itu sering disodomi. semua prasangka itu salah. persoalannya ternyata tak sesederhana seperti yang dibayangkan sebelumnya. Tapi kami bertekad membuktikan. saat Irvan berulang tahun beberapa bulan sebelum peristiwa ini. "Ingat cerita Andrini dan Melani tentang cincin emas bermata berlian milik Irvan?" sambung Yudha. dia janji mau mengantar saya jalan-jalan ke mal. tapi saya menganggap itu cuma gosip. apa artinya. Kadang terlihat seperti menyimpan masalah." "Bagaimana kalau ternyata benar?" "Keluarga saya akan membunuhnya. Sis?" Briptu Sis tersenyum penuh arti. orangnya sedikit tertutup dan susah ditebak. saya mendapat kabar . Sabtu lalu. Tapi pada dasarnya dia orang baik. saya tetap yakin. tapi setiap ditanya. dia seorang biseksual?" tegas Sis." Jawaban Melani membuat Yudha bak berada di persimpangan jalan. Apalagi setelah datang laporan terakhir dari Briptu Ikhsan.."Hmm. Polisi dengan jam terbang tinggi dalam menangani kasus-kasus pembunuhan ini menyadari. "Maksud Komandan?" "Mereka bilang." "Membunuh Irvan?" "Sudahlah. tapi sampai malam enggak ada kabar. Lalu dia bermaksud mengambil kembali cincin berlian itu." "Masuk akal juga!" seru Yudha. Selain memastikan bahwa penggumpalan darah di otak sebagai penyebab kematian Irvan. "Kabarnya. "Rio yang tergila-gila pada Irvan mungkin kecewa begitu tahu 'pacarnya' berencana menikah dengan Melani. selalu menghindar." tutur Melani tanpa bisa melanjutkan kata-katanya." "Prasangka bahwa Irvan itu seorang playboy?" "Ya.. "Jadi. Tahu-tahu.. cincin yang hilang itu kado dari Rio." "Kamu tahu Irvan punya wanita idaman lain?" "Pernah dengar. hubungan kalian tidak direstui keluarga Anda?" "Ya. Salah satunya.

Andrini." bisik Sis. anak dan istri saya sedang di rumah mertua. model ganteng yang sedang naik daun." seru Rio sembari menyodorkan sebuah kartu nama. yang tidak lain adalah manajer Irvan." terang Sayoga. "Komandan. 'kan?" "Kasihan anak itu. Namun. Tapi ternyata di dalamnya lumayan ramai. "Ya." Yudha manggut-manggut. dia masih menunggu informasi dari beberapa perusahaan taksi yang dihubunginya beberapa hari lalu." jawab Rio datar. Yudha dan Sis tancap gas ke rumah Rio Titan. Model yang dimaksud Sayoga pasti Irvan Lesmana. tanya aja manajer klubnya.Mabuk-mabukan di klub Tanpa membuang waktu. Kalau enggak percaya. rasanya belum pernah. Katanya sih mau ditinggal kawin." ada nada cemburu dari getar suara Rio." sahut Sayoga manja. dengan kumis tipis. bahkan terkesan kemayu. mau memberi kabar siang ini. dia sih jarang mabuk." jawab Rio dengan suara agak serak. tepat sembilan hari setelah kematian Irvan Lesmana. menyadari mereka ternyata masuk ke tempat gaulnya kaum gay. meninggalkan Yudha dan Sis yang diam terbengong. suaranya sangat lembut. "Masih ada satu lagi. Robert Taylor. Orang-orang di sini semuanya mirip Rio. saat kematian Irvan. dia sedang punya persoalan dengan gebetan barunya. Tapi. Anda pernah berselisih paham dengan almarhum?" "Pertengkaran serius. Yudha masih belum memperoleh bukti-bukti yang langsung mengarah pada tersangka. Dua hari kemudian. Mengingatkan pada bintang pop Hollywood tahun lima puluhan. "Sebagai manajer. Anda ada di mana?" "Di klub. manajer klub malam itu membenarkan Rio dan kawan-kawannya pada Sabtu malam lalu memang berkumpul di klub malamnya. tuh. Namun. sepertinya kita salah masuk. "Oh. Sudah seminggu ini saya tidak ketemu dia. "Rio biasa mabuk di sini?" selidik Yudha. Rio yang tinggal di sebuah kawasan elite berperawakan tinggi. berkulit bersih. "Tapi Rio 'kan sudah punya anak dan istri?" "Bapak kayak enggak tahu aja. maupun Melani. 74 . Komandan. "Kok sepi. Mungkin sibuk ngurus pacarnya. Katanya. "Anda sudah mendengar berita kematian Irvan. "Mereka bahkan mabukmabukan sampai pagi. Sudah dua perusahaan "taksi biru" yang memberi keterangan. Dari luar Klub Malam "S" yang disebut Rio tampak sepi. ketika berbicara. Yudha tersenyum kecut. Setahu saya. "Wah. Sayoga." Iptu Yudha membuka percakapan." ujar Briptu Ikhsan. Semua pengunjungnya laki-laki. baru kali ini duo polisi itu berniat menanyainya. Nama Rio sering disebut-sebut Priyo Harsono. ya. sebelum ngeloyor pergi.

kami mempunyai data penumpang yang cocok dengan gambaran Anda. sempat terpancar keraguan di matanya." ujar Yudha tanpa tedeng aling-aling. "Ke rumah Rio. "Cincin bermata tiga. Apalagi Rio sampai memberikan cincin semahal itu pada Irvan." tegas Sis. Rambutnya dipotong model laki-laki. "Jam dan tempatnya juga pas. "Saya menemukan ini di kotak perhiasan Maharani. Santosa) 75 . Setelah itu. wanita galak itu akhirnya takluk. Bustaman." Yudha dan Sis saling berpandangan. "Saya marah melihat hubungan mereka yang tidak normal. Sekali lagi Yudha dan Sis saling berpandangan." urai Supangat. sekitar pukul 12. "Itu 'kan rumahnya Rio Titan. Sis?" "Cuma ada satu pohon sawo kecik di perumahan mewah itu. Belum sempat Yudha menjawab. dengan satu berlian terlepas dari tempatnya?" tegas Sis. di depannya ada pohon sawo kecik. dia memberi isyarat pada Sis. Tapi setelah didesak dengan kesaksian Rajiman. Wajah Rio tampak pucat." akunya. mereka menjemput Maharani. (Kisah rekaan/Riady B. Sis yang ikut mendengarkan dari telepon lain kontan tersentak. "Sepertinya. Ir. "Dia bisa olahraga beladiri?" "Istri saya pelatih taekwondo. memakai celana jins dan jaket hitam. Bersama dua mobil patroli. Cincin ini saya berikan pada Irvan beberapa bulan lalu.00. Dan?" tanya Sis. Rumahnya besar. seorang lelaki tampak tergopoh-gopoh menghampiri keduanya. Menurut sopirnya. Yudha menutup gagang telepon." cerita Rio akhirnya. "Apakah istri Anda bertubuh besar dengan potongan rambut mirip laki-laki?" Lagi-lagi Rio mengangguk. Mawar Jingga dan turun di Jln. Supangat. sopir taksi. Jeruk Nipis. Komandan!" "Kamu yakin. direktur operasi perusahaan taksi "TS" menelepon. Sebelum berbicara. "Pak Rio! Kami baru mau ke rumah Anda.Siangnya. Dia naik dari Jln. Rio mengangguk." terang Supangat. dan barang bukti cincin bermata berlian. entah mengapa bisa berada di tangan istri saya. napasnya tersengalsengal. Matanya tampak mulai basah. Mulanya dia menyangkal membunuh Irvan. penumpangnya perempuan berbadan besar.

Noelleen menghabiskan waktu berjam-jam di atas ranjang. yang belakangan diketahui gemar melakukan pencurian dengan kekerasan. Itu pun berkat dorongan kuat Roger. wanita periang itu berinisiatif mendatangi kantor polisi. istri Roger Franklin itu hanya bisa termangu di lantai. tiga bulan. apalagi saran perempuan pesakitan!" Usai membentak. Aku belum dan tidak akan pernah mati dengan cara seperti ini. bahkan tiga tahun. Wajahnya begitu tegang dan ketakutan. Wanita yang lebih banyak menghabiskan waktu di labolatorium itu langsung limbung. "Cukup! Aku tidak pernah menerima saran. Noelleen tak kuasa menjawab. Di depannya berdiri seorang tamu tak diundang. "Terima kasih Tuhan. jika kasus pencurian itu harus dilaporkan ke polisi.. dia ada di mana-mana. Baru setelah kepercayaan dirinya pulih. Pekerjaan seperti ini tak pantas buat orang seperti . persoalan ini masih jauh dari selesai. menabrak sofa.. Perlahan Noelleen berusaha melunakkan hati pria yang telah mencuri barang-barang berharga dan menyekapnya sejak tiga jam lalu itu. MASA LALU TEREKAM DI KUKU Malam belum terlalu larut. Membiarkan kamu melenggang santai ke kantor polisi. setelah si lelaki menyela dengan kasar. dia tak mendengar lagi bentakan-bentakan menyakitkan itu bersamaan dengan lenyapnya tubuh sang pencuri sadis di tengah kegelapan malam. baru saja lolos dari lonceng kematian. Tiga jam rasanya bak tiga hari. Anda orang pintar. Bung. termasuk mencabut nyawa orang tak berdosa. sebelum akhirnya jatuh ke lantai. Meski sebelumnya Noelleen berkali-kali mengungkapkan kekhawatirannya. Noelleen Greenwood yang tengah sendirian di rumah justru merasakan hal sebaliknya." 76 .11. Noelleen hendak bergerak mencari pertolongan. menarik napas saja ia harus berjuang keras. Sampai akhirnya. yang tak bisa menerima perlakuan semena-mena terhadap istrinya. "Kamu pikir. Inikah akhir karier cemerlangnya sebagai ilmuwan? "Mestinya tidak. Jangankan bercengkerama. tapi badannya terlalu lunglai." ucap Noelleen. Dia akhirnya pergi. Sejujurnya. dia tak berhenti memohon pada si pencuri .. sembari memamerkan bola matanya yang nanar. "Maaf. pencuri yang diyakini Noelleen tega berbuat apa saja. Matanya . seraya menambahkan. melakoni drama yang tak kunjung usai. aku akan melepas kamu begitu saja. Aku percaya. matanya seperti tak pernah berhenti menatapku. Mata. tangan kekar sang maling melayang keras ke wajah Noelleen. sambil mengacungkan-acungkan pistol dan borgol?" seru si pencuri. Seraya berdesah pada diri sendiri. terlebih pikirannya mulai lelah lantaran stres. telinganya.. Noelleen merasa peluang hidupnya tak sebesar beberapa jam sebelumnya. Drama yang dampaknya pasti akan terus membekas sepanjang hidup Noelleen. Dia hampir tak percaya.. Namun. Bebas dengan jaminan Esoknya. Si pencuri sadis lenyap? Berkali-kali Noelleen menarik napas panjang. Beberapa menit lamanya.yang menerobos rumah tanpa topeng maupun senjata agar tidak bertindak lebih kejam.." kata-kata Noellen tak berlanjut.. Lalu polisi-polisi keparat itu datang menjemputku. "Firasatku mengatakan. Saat para tetangga bercengkerama dengan keluarga di rumah masing-masing. terutama terhadap kaum hawa. "Aku merasa. Bukan kali itu saja Noelleen disakiti dan dilecehkan si pencuri." jerit hati kecilnya.

Berdasarkan proses pemeriksaan pendahuluan di pengadilan. untuk kemudian menjalani kehidupan "normal" di California.. Berbulan-bulan setelah Strappa kabur. menggantinya dengan bungalow di Del Mar. Orang yang paling dirugikan atas keputusan pengadilan itu tentu saja Noelleen Greenwood. penjahat yang harusnya dipenjara bertahuntahun kok malah bebas berkeliaran di jalan. Di kantor polisi. Jangan cuma gara-gara Strappa dan putusan pengadilan yang ngaco itu . Noelleen. Strappa langsung menghilang. Aku merasa. Noelleen dan suaminya punya harapan besar. mereka semua begitu geram ketika tahu pengadilan membebaskan Strappa dengan jaminan! Kegeraman yang sangat beralasan. dan jaksa wilayah sepakat. Namanya Julio Strappa (30 tahun).. "Sumpah."Tapi kalau kamu tidak melapor. "Kok bisa sekhawatir itu?" sahut Nicole sekenanya. Pasangan itu bahkan berencana menjual rumah besar mereka. Strappa terus mengintai dan mengintai. Noelleen sudah bergegas keluar laboratorium." Belum habis kalimat Nicole. laporan pasangan suami-istri itu cepat mendapat tanggapan. Roger menyambut baik keputusan Noelleen pindah ke California. Tanpa kesulitan berarti. karena setelah mendapat kesempatan menghirup udara segar. Strappa memang penjahat yang sangat berbahaya. 77 . masa depan kamu masih panjang. meninggalkan sahabatnya ngoceh sendirian. "Tahun 60-an. mataku enggak pernah bisa lepas dari spion. Aku juga enggak habis pikir. Hatinya selalu waswas. serta berdarah dingin. Takut kalau-kalau Strappa menguntit. pihak kepolisian." "Nic. dan bisa melepas bayang-bayang Strappa? Disayang sejawat Noelleen. Akankah Noelleen tenggelam pada aktivitas di kantor barunya. pencuri "langganan" hotel prodeo yang digambarkan polisi sebagai pria canggung. sobat karibnya di kantor." curhat Noelleen pada Nicole.. "Setiap kali berada di belakang kemudi. Dia ilmuwan yang tak hanya disegani. penyendiri. Orang-orang di pengadilan betul-betul bikin sebal. wanita berotak encer itu seperti tak pernah bisa lagi menikmati hidup. putri tunggal Sidney Greenwood." "He-eh. polisi bisa mengidentifikasi sang maling." tegas Roger. bukan orang sembarangan. bagaimana jika aku pindah ke California?" "Kalau itu bisa menjauhkan kamu dari bayang-bayang Strappa. tapi juga dicintai teman-teman sejawat. yang datang beberapa hari lalu rasanya sayang dilewatkan. Itu sebabnya. Strappa yang sudah berulang kali melakukan kejahatan serupa dikenai hukuman setimpal. Sesampai di rumah. Tawaran posisi wakil presiden dari sebuah perusahaan bioteknologi terkemuka di California. Apalagi keterangan yang disampaikan Noelleen begitu lengkap. kenapa ragu? Ingat Noelleen. malam nanti dia dan Roger harus segera membuat keputusan. berarti memberi peluang maling nekad itu melakukan kejahatan yang sama terhadap orang lain. Noelleen berjanji dalam hati.

"Aneh. Jangan ngendon di rumah terus. Noelleen sudah mengutarakan niatnya tinggal di Amerika. "Maksudmu Strappa?" balas Noelleen. Para sejawatnya merasa heran. Nic. Noelleen sempat ditunjuk menjadi senior executive. Amerika itu surga buat ahli biokimia. Lelaki yang sangat mencintai istrinya itu maklum. muka Nicole pasti sedang ditekuk. Namun. Noelleen kadang suka "lupa diri".walau masih kanak-kanak. Kata dia. plus khawatir. selain jarang absen. tapi tidak diangkat-angkat. Jari luluh lantak Sampai akhirnya. "Baguslah." jawab Noelleen akhirnya. kamu sudah bisa melupakan orang gila itu. kini pelan-pelan mulai kembali lagi. jika sudah kopi darat dan kopi udara dengan sobat-sobat akrabnya. polisi jadi makin gampang menekuk penjahat. terdengar khawatir. cemberut. Selama di Amerika Serikat. Noelleen biasanya memberi kabar jika tak masuk kantor. "Omong-omong. Puncak karier Noelleen tentu saja ketika dia menerima tawaran bekerja sebagai wakil presiden sebuah perusahaan biokimia di California. Di perusahaannya yang lama. Noelleen juga sempat memenangkan sejumlah penghargaan. bahkan diakui sebagai salah satu peneliti terkemuka bidang biokimia. menggabungkan teknik pemisahan. Pencapaian yang sayangnya dinodai trauma kejahatan Strappa. suatu hari di bulan Agustus 1985. Kemampuan itu menjadikannya seribu kali lebih efektif dibandingkan dengan teknik sidik jari tradisional. sehingga tak banyak ahli yang menguasainya. Karena sampai siang belum ada berita keberadaan Noelleen. "Kami sudah telepon ke rumah. sebangga-bangganya. saat itu (tahun 1985). "La iya. sehingga menunjukkan lusinan kesamaan. di lubuk hati yang paling dalam dia bersyukur. Noelleen langsung mendapat tempat istimewa dalam bidang analisis DNA. penyusunan. teknologi DNA masih sangat rumit. Berbekal kepintarannya. Noelleen memang kerap membuat Sidney bangga." cerita Sidney soal pentingnya penelitian DNA buat umat manusia. enam bulan di sini aku merasa jauh lebih tenang." cerita Sidney bangga. di tangan Noelleen. Cukup mencocokkan DNA tersangka dengan fakta di tempat kejadian perkara. siapa lagi?" sergah Nicole. Noelleen membayangkan. agar suatu saat bisa digunakan sebagai basis data kepolisian di seluruh dunia. Noelleen tidak masuk kantor. Noelleen juga dianggap sebagai perintis penggunaan DNA. jalan-jalan dong ke California. Sayangnya." "Makanya. Selain punya keluarga bahagia dan karier bagus." cerita staf 78 . Tapi aku kangen nih. Sedangkan suaminya sukses membangun bisnis modifikasi mobil. khususnya berkaitan dengan pengembangan forensik dan alat pencari jejak. keceriaan yang beberapa bulan terakhir hilang dari istrinya. masalah teknis seberat itu bisa jadi begitu ringan. "Terus terang. sang penjahat pun tak bisa mungkir. DNA forensik cita-cita Noelleen itu sering juga disebut sidik jari genetik. rekan-rekan kerjanya sepakat menghubungi Roger. Dengan basis data itu. serta kemampuan membaca keseluruhan rantai DNA. 'kan?" suara Nicole dari balik gagang telepon." Roger sekilas melirik Noelleen yang mulai ramai cekikikan di depan gagang telepon. sebuah "ilmu baru" saat itu. Soalnya.

Kami pun tidak akan pernah menutup kasus ini. Bahkan para ahli biokimia di tempat Noelleen bekerja pun tak tahu harus bagaimana. begitulah yang dipikirkan polisi. Sama seperti korban-korban pembunuhan lain yang tidak diketahui pelakunya. "Tapi setidaknya. karena tidak ada sesuatu yang mencolok dari pengendara maupun mobilnya. di sisi lain tak ada saksi-saksi dan bukti forensik yang bisa digunakan untuk menyudutkan Strappa. kali ini pun Strappa bakal kembali bebas. Betapa shock dia. istri Anda melakukan perlawanan sengit sebelum dibunuh. Kalau sakit." keluh Sidney Greenwood. Strappa menyangkal terlibat dalam pembunuhan. Tak lama setelah berbicara di telepon. Namun. sedangkan di leher terlihat beberapa bekas cekikan. "Firasatku enggak enak. Tapi mereka sama sekali tak curiga." harap Roger lebih pada dirinya sendiri. sebagian kulit itu milik pelaku. "Kelihatannya." jelas Roger. Tubuhnya penuh memar. Jika terbukti. Sayangnya. "Aneh. lalu menyimpannya di tempat yang aman di ruang bawah tanah." seru seorang detektif dari kantor kepolisian San Diego." 79 . "Sampai saat ini belum ada yang tahu. meski berada di sekitar San Diego pada saat kematian Noelleen. Julio Strappa kembali beraksi? Setidaknya. lelaki sadis itu bisa dipenjara lebih dari 20 tahun." seorang detektif memberi tahu Roger. Apakah lelaki yang beberapa bulan terakhir ini menghantui Noelleen. Namun. polisi berdatangan. mereka melihat sebuah mobil sewaan berukuran kecil diparkir di seberang jalan pada saat pembunuhan. Sama sekali tidak ada tanda-tanda dia sakit. "Strappa? Orang itu hampir membuat saya gila. Noelleen yang periang dan belum genap berusia 35 tahun telah terbunuh secara mengenaskan. petugas mengambil sampel serpihan kulit yang tertinggal di bawah kuku. Semoga Noelleen baik-baik saja. kami sudah berusaha menjerat Strappa. seperti kasus pencurian dengan kekerasan terhadap korban yang sama enam bulan lalu." sebut seorang detektif. Terbukti. Roger memutuskan pulang. Harapan yang akhirnya hanya tinggal harapan." Tim penyidik sendiri sempat bergidik saat melihat kondisi jari tangan korban yang nyaris luluh lantak. Di satu sisi polisi yakin. polisi San Diego dan San Fransisco berhasil menemukan dan menahan Julio Strappa. "Tak ada yang tahu nomor polisinya?" tanya detektif lain. "Para tetangga bilang. terutama bagian di sekitar kuku. Atau. Dalam sekejap. Tampaknya. hanya dalam bilangan jam. polisi sendiri tak tahu apa yang bisa diperbuat dengan sampel itu. Pak Sidney. tak kalah bingung. menyegelnya. Siapa tahu. memang bukan Strappa pelakunya? Pembunuh tak ditemukan "Sepertinya. harusnya dia menelepon. ketika menemukan istrinya telah terbujur kaku di halaman belakang. pembunuh Noellleen tidak akan pernah ditemukan. Strappalah pembunuh sejati Noelleen. Beberapa saat kemudian. Teknologi berbasis DNA yang dirintis Noelleen dan kawan-kawan saat itu masih sangat prematur.Noelleen. Polisi akhirnya hanya mengumpulkan barang-barang bukti itu. Dia bahkan memiliki saksi yang menguatkan alibinya.

ketika sebagian besar penegak hukum. Sidney merasa. pikiran-pikiran dan teori-teori tentang siapa sebenarnya pembunuh Noelleen tetap menggangguku." janji sang detektif." "Menuduh Roger sebagai pembunuh Noelleen sungguh sebuah ide gila. "Dia perempuan luar biasa. Aku nyaris putus asa. karena tak tahu mana yang harus dipercaya. "Tapi polisi yakin. Saat sadar bahwa Noelleen tengah merintis penelitian tentang DNA di saat menjelang kematiannya. Tidak adil bila dia tidak memperoleh keadilan." Bertahun-tahun Sidney. Noelleen seharusnya mendapat keadilan yang lebih baik dari yang didapatnya sekarang. kerabat. Sebagai peneliti DNA dia percaya. Strappa memang dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara enam tahun."Kami menyesal tidak dapat menuntutnya atas tuduhan pembunuhan. Laura Heilig. Itu sebabnya. Noelleen bisa disebut sangat berhasil. arwah Noelleen bak bangkit kembali menerangi kiprah para polisi. membunuh. selama beberapa tahun Roger sempat putus asa berat. "Sekali lagi. berkarier di bidang analisis keuangan. agar tersedia cukup barang bukti untuk menggiring Strappa ke penjara. Kacian. Aku menganggap. Si detektif cuma bisa membisu seribu bahasa. Syukurlah akhirnya dia bisa membangun hidupnya kembali. Belakangan aku tahu. 'kan?" cecar Sidney. Dan yang paling penting. Niat orang jahat itu cuma satu. Lima belas tahun kemudian. Strappa penjahat licik yang sulit ditangkap. Komentar serupa datang dari Dan Kacian. Tapi kami bisa memasukkan dia ke penjara atas pasal-pasal pencurian dan tindak kekerasan. Sempat terlintas. tak ada kejahatan abadi di muka Bumi. tiga tahun kemudian dia bebas." imbuh kakek yang kini berusia hampir 90 tahun itu. pembunuh putriku adalah orang yang telah lama mengincar nyawanya. "Noelleen" sendiri ternyata tak pernah menyerah. emosi Heilig tergerak. dan sejumlah kerabat serta kolega Noelleen menyimpan tanda tanya besar tentang siapa sebenarnya pembunuh sang wanita cendekia itu. lewat detektif muda nan enerjik (perempuan pula). dengan sadar dia melakukan perlawanan. Roger sendiri akhirnya menikah kembali dan memiliki dua anak. "Berbagai pikiran berkecamuk dalam benakku. hidup tenang di San Fransisco. "Wanita ini betul-betul luar biasa." Tertunda 15 tahun Hebatnya. Dia juga tahu. 80 . "Karena sepanjang hidupnya. Belakangan. Meski untuk itu. Hhughh. Namun. dan teman sejawat Noelleen mulai putus asa. dia yakin suatu saat penelitian yang pernah dirintisnya akan membuahkan hasil. Mungkin jauh lebih berat dari aku. dia selalu berusaha menegakkan keadilan. setelah serangkaian persidangan tingkat banding. Tak lama kemudian. pembunuhnya tetap tak bisa ditemukan. Ia menekuni arsip dan barang bukti kasus pembunuhan Noelleen. rekan kerja Noelleen di Gen-Probe." Heilig melenguh sekeras lembu. Walaupun begitu. butuh waktu belasan tahun. Roger sebagai korban lain dari kejahatan yang dilakukan pembunuh Noelleen. Apalagi sebagai pengumpul materi. Bukankah 90% pembunuhan di lingkungan keluarga dilakukan oleh orang terdekat?" sebut Sidney. mungkin Roger yang membunuh Noelleen. dia meraih gagang telepon dan menghubungi Sidney Greenwood.

Strappa tak bisa lagi mengelak dari ancaman hukuman mati." "He-he-he. berita ini bisa sedikit melegakan hati Anda. Pak. Barangkali itu sebabnya dia mengkhususkan diri pada kasus-kasus lawas yang dulu tak sempat terpecahkan. detektif Heilig. Ada kabar apa detektif? Maaf kalau saya lupa nama Anda. dia belum benar-benar pergi meninggalkan kita." "Lewat proses pemisahan DNA?" "Anda tahu juga?" "Dulu Noelleen suka bercerita. di situlah letak petunjuknya. kini kita bisa melangkah lebih maju. Maklum. seraya menampilkan 15 tanda kesamaan dengan sampel DNA dari darah Julio Strappa. Dan saya rasa. Dia telah merintis banyak penelitian tentang DNA. "Kabar baik. Tanpa sadar. Nak. Setelah membaca arsiparsip Nyonya Noelleen yang selama bertahun-tahun tersimpan rapi di ruang bawah tanah. Heilig pun jadi ikut melamun. arwahnya seperti menginspirasi saya. "Mari kita jemput pembunuh yang hilang itu di apartemennya. selama 15 tahun. saya jadi merasa sangat mengenal putri Anda." "Ooooh. arwahnya akan menyaksikan sendiri. Kali ini. Heilig tersenyum lebar. polisi berhasil menelurkan profil atau skema DNA utuh." "Saya Heilig. Keadilan memang cuma soal waktu!" (Kisah nyata/Rahartati Bambang Haryo) 81 . Namun. Pak. Pak Greenwood?" sapa Heilig. Putri Anda dengan cemerlang mengajari saya cara menangkap pembunuh keji yang telah merenggut nyawanya." "Dan berkat proyeknya dulu. tak terdengar suara apa pun di seberang sana. sampel organik yang dulu diambil dari jari dan kuku putri Anda bisa menjadi petunjuk penting." "Pak Sidney. Setelah beberapa pekan bekerja keras. Kakek yang tinggal di rumah besar milik Nolleen itu tampaknya tengah jatuh dalam lamunan. Saya sebenarnya enggan bilang ini. kadang saya pun merasakan. Misteri kematian Noelleen menjadi kasus lawas pertama di San Diego yang arsipnya dibuka kembali. banyak sekali polisi yang menelepon ke sini." Heilig menunggu reaksi lebih lanjut dari Sidney."Apa kabar. tapi jujur saja. Ada apa rupanya?" "Saya berharap. seperti kebanyakan polisi generasi terkini San Diego. Noelleen telah menunggu 15 tahun untuk mendapat keadilan yang pernah kita janjikan. saya yakin dengan sedikit pendekatan ilmiah. Dia sangat mencintai DNA-nya. Polisi yang masih duduk di sekolah menengah ketika Noelleen terbunuh itu. Saya sangat mengaguminya. meyakini banyak kasus bisa dipecahkan dengan pendekatan science.

Benar-benar aneh. "Kenapa saya harus diganggu dengan persoalan-persoalan seperti ini?" Secarik kertas putih bergaris itu adalah surat dari salah seorang penggemar Ralph. Wajah si bos dilihatnya sudah tidak sedap dipandang mata. meski jumlahnya tidak terlalu banyak. Suara Ralph Gelderman. saya hanya membalas surat-surat dengan pernyataanpernyataan biasa." 82 . Ralph cuma membaca surat-surat yang berisi pujian-pujian saja dan salah satu tugas Sam adalah menyingkirkan surat yang isinya tidak mengenakkan. "Sam! Kamu di situ? Cepat naik!" "Ya. Sampai-sampai ia mengajak makan malam segala. Sebagai pengarang cerita-cerita kriminal. Ralph mendapat bermacam-macam surat dari pembacanya. SURAT BALASAN SALAH ALAMAT Tugas-tugas rutin pagi hari itu belum lagi selesai dikerjakan.12. atau apalah namanya. Ia benar-benar menyesali keteledorannya sehingga harus menikmati "sarapan pagi" dampratan bosnya. layaknya bawahan pada umumnya. "Apakah aku sering menerima surat-surat seperti ini?" Mata Ralph tiba-tiba mendelik. Tidak banyak. Setengah berlari ia menaiki tangga menuju ke ruang atas. "Sepertinya. Pada situasi seperti itu Sam hanya bisa berdiri mematung dan menunggu kalimat berikutnya dari Ralph.. apalagi keluar lewat speaker dari alat yang terhitung kuno. yang aku tidak mengerti. Benar-benar ceroboh. Leghorn. Saya juga tidak tahu mengapa ada yang bernada negatif. Namun. Apa kamu masih bisa dipercaya?" "Tentu saja. ketika tiba-tiba nada panggil dari interkom memecah keheningan ruang kerja Sam Gelderman.." Sam beranjak dari meja kerjanya dengan langkah cekatan." Tak ada reaksi. sepertinya yakin ada konspirasi dari gerakan komunis tertentu. Sifat orang tua itu memang tidak suka dibantah atau dipotong kalimatnya saat berbicara. ia mengira aku sama dengan karakter yang aku ciptakan. Masak sih mengurus surat-surat begini saja tidak becus. Sedikit kasar. Paman. Ruangan besar berukuran 10 x 8 m yang selalu tampak rapi itu merupakan tempat bekerja dan disebut kantor oleh Ralph. Sa. "Sam. pikirnya. "Ada satu atau dua. cenderung kasar. Ralph menaruh penanya di meja. Paman. Paman. kenapa ini bisa sampai di mejaku?" kata Ralph sambil melemparkan secarik kertas ke hadapan Sam. "Kalau saya tidak bisa mempercayai kamu. bos besar dan satu-satunya di kantor itu." kata Sam tergagap. Suara yang terdengar amat tidak merdu. Kali ini Sam lalai memisahkan surat yang satu ini. "Seseorang yang bernama K." kata Ralph sambil memandangi puluhan surat yang bertumpuk di hadapannya. saya harus memecat kamu.

dan . untuk menduduki satusatunya jabatan di perusahaan itu. Bahkan. Pekerjaan apa pun di kantor harus dikerjakannya sendirian. Sam bisa hidup layak dengan istri dan anak perempuannya. jabatannya memungkinkan Sam mengetahui secara pasti perihal pendapatan. sewaktu akuntan Ralph berhasil membujuknya untuk membentuk semacam perusahaan kecil yang mengurusi karya-karyanya. Dari penjualan yang tidak terlalu banyak itu. 83 . Penjualannya lumayan. ia belum punya pekerjaan tetap. kadang Sam merenungi nasibnya yang harus mengabdi kepada Ralph. Sejauh ini. Aku juga tidak mau bertemu dengan penulisnya. sekretaris. Aku ingin orang menghargai karyaku saja. Jarang sekali."Aku tidak mau melihat surat-surat seperti ini lagi. yaitu tidak menyukai ketenaran. data-data penerbitan. dicetak ulang untuk jangka waktu lama. Ralph tentu jadi pemilik perusahaan sekaligus bendahara. "Aku tidak ingin orang mengenal sosokku." Sam mengangguk meminta diri. tetapi juga harus berupa balasan pribadi. Ditambah sedikit harta peninggalan ayahnya." "Bagus. anak yatim kakak kandung Ralph." begitu pendirian yang selalu diucapkan Ralph kepada orang-orang dekatnya.yang paling menyebalkan harus menampung omelan-omelan pamannya. bahkan gagasannya sering diangkat ke layar lebar. Buku-bukunya tidak ada yang terlalu sukses di pasaran dan mencetak banyak uang. editor. Jumlahnya ternyata lebih banyak daripada yang pernah ia kira." "Baik. Karya-karyanya mengalir lancar dan dapat diandalkan penerbit. Ini tidak akan terjadi lagi. tentu begitu menyenangkan bagi Sam. di samping rutinitas kerja selama bertahun-tahun. ia mengajak Sam. Tapi ia termasuk penulis yang produktif. karena Ralph selalu menolak. dan aset-aset pamannya. akan saya kerjakan. foto pengarang yang selalu ada di sampul belakang buku-bukunya. Dibandingkan dengan pengarang-pengarang lain. Kalau mau diambil sisi baiknya. Awalnya. gaji Sam boleh dibilang lumayan. Masih setengah tertunduk. investasinya terus meningkat secara perlahan tapi pasti. dijual di luar negeri. Hubungan kekeluargaan itu kerap jadi beban. Saat membutuhkan orang kedua. Perubahan terjadi lima tahun lalu. menggunakan wajah Sam yang memang sedikit mirip karena adanya hubungan keluarga. korespondensi. ada media memuat kisah tentang sosoknya. Ralph punya sifat sedikit berbeda. Sebuah sikap yang membuat Sam terkadang merasa bingung. Paman. Ia selalu bersembunyi dari publikasi. Namun yang menarik. Maklum. di kantor yang terasa begitu hening. Kirim saja balasannya dengan sopan. yang tak lain adalah pamannya sendiri. tugasnya sebagai "sekretaris" di sebuah perusahaan kecil milik pamannya itu benar-benar bikin bosan. Ingat! Harus dengan sopan. perundingan rutin dengan penerbit. Belakangan baru Sam sadar. Mulai dari akunting. Tahu luar dalam Ralph Gelderman sebenarnya bukan penulis novel laris manis. serta tekanan-tekanan karena menjadi pekerja satu-satunya. ia melangkah kembali ke ruangannya. Pada saat-saat seperti itu. bahkan hampir tidak pernah. investasi. Yang lebih menyenangkan lagi. agen. hanya kesabaranlah yang membuatnya tetap bertahan.

Sam menulis balasan untuk Leghorn dengan kata-kata sesopan mungkin: 84 . Sebagai ahli waris tunggal. mereka mungkin mengira suratnya telah hilang. karena selain tidak ada uang. posisinya juga tidak akan menguntungkan kalau sampai terjadi sesuatu pada pamannya. Masalahnya. karena jawaban apa pun tetap merupakan provokasi untuk tindakan selanjutnya. seandainya .Sam mengetahui bahwa pewaris semua itu adalah ia sendiri! Soalnya. Kisah-kisah spionase bisa jadi dapat menimbulkan paranoia. Di ruangannya di lantai bawah apartemen di Upper East Side Manhattan.. atau diserang virus yang sangat ganas. Sayangnya. orang-orang seperti itu tidak bakal bosan dan akan terus mengirim surat. Untuk menyewa pembunuh bayaran pun tidak. Ia juga tidak ahli membuat alibi palsu atau membunuh dengan tampak seperti kecelakaan atau bunuh diri. meski berusia 60 tahun. untuk sementara. ia tetap saja akan makin tua dan sakit-sakitan. ada pihak-pihak bawah tanah yang menyabot atau kecurigaan-kecurigaan aneh semacam itu. Dalam situasi seperti itu Sam sering berkhayal seandainya Tuhan mengambil jiwa pamannya dalam waktu dekat. Sesuai pesan Ralph. Kalaupun umur Sam panjang. Seperti surat yang di tangannya saat itu. Setidaknya dalam sebulan Leghorn bisa mengirim dua sampai tiga surat dan ini sudah berjalan kurang lebih setahun terakhir. Seandainya. Ralph masih melajang. Ya. Surat-surat penggemar memang terkadang aneh. celakanya. Karena itu minimal balasan sebagai tanda terima harus dikirim. Leghorn kembali dibacanya dengan cermat. dicuri di kantor pos. tentu warisannya bakal berkurang. mungkin ketegangan sebagai penggemar cerita-cerita spionaselah yang membuat Leghorn mengirimkan surat-surat seperti itu. surat dari K. Karena dasarnya memang sudah paranoia. pikirnya. Sam mencoba menganalisis. cuma sebatas itu kemampuan Sam. lebih sehat dari Sam yang 18 tahun lebih muda. ia mulai memikirkan katakata balasannya di depan komputer pribadinya. ia tidak tahu cara mendapatkan orang semacam itu. reaksi yang tepat untuk surat-surat macam ini adalah dengan tidak menjawabnya. atau bosnya itu tertabrak mobil. Ia bukan seorang raja tega yang bisa membunuh orang tanpa beban. Atau bangunan roboh menimpa Ralph. Salah-salah malah bisa jadi korban pemerasan. memang hartanya bertambah. pastilah berasal dari seorang paranoid. Tak ada yang bisa dilakukan. begitulah Sam kerap berandai-andai. Semakin panjang usia Ralph. Hiiiy! Sam sebenarnya berpendapat. Sam memang hanya bisa berharap dan berharap. Seandainya saja ia dapat menikmati semua warisan itu saat ini. Dan ini bukan kiriman yang pertama. menghentakkan lamunan-lamunannya. tapi jika di masa tuanya tiba-tiba ia menikah karena tergoda seorang wanita muda. Ralph Gelderman masih sehat.. sehingga tidak akan menikmati harta itu. Bahkan. tentu jalan hidupnya akan lain. Ada satu hal yang membuat Sam gundah. Benih-benih paranoia Sam menghela napas. Tak ada gunanya meladeni orang-orang dengan kepribadian paranoid seperti itu. Namun.

Bila Leghorn merasa mendapat angin. bahkan mungkin menyebabkan kematian! Sesuatu yang jauh di lubuk hati Sam. Ada saat-saat tertentu ketika sampai sebulan penuh tidak ada respons apa pun dari orang itu. Sam sekarang boleh dibilang memiliki hobi baru. Lalu. Ia mengganti kata-kata surat balasan yang telah disusunnya. Mungkin dapat mengakibatkan kecelakaan-kecelakaan kecil. jarijari tangan Sam yang sigap bergerak cepat. mungkin si gila itu sudah lelah bermain-main. seolah tanpa kendali. Sam kembali membacanya. Seorang paranoia pasti bereaksi atau paling tidak akan kaget jika membacanya. F-a-t-a-l! Ya. bisa-bisa malah fatal. Leghorn akan merasa sangat benci kepada Ralph. Ia berusaha menciptakan kesan terbaik. tapi menusuk. Jika Leghorn penasaran dan menulis lagi. tidak ada yang tahu. Tetapi biasanya tak lama kemudian datang lagi surat Leghorn dengan kata-kata yang. meracau tak keruan juntrungannya. sebenarnya tidak perlu ditanyakan lagi. Untuk meyakinkan ia membacanya lagi berulang kali. bahkan dengan kegilaannya. kini Sam bisa tersenyum puas. fatal! Dalam kekosongan pikiran. Degup jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. Taktik yang sama mungkin dapat digunakan pada surat-surat lain yang datang. Seperti biasanya. hingga benar-benar yakin kata-katanya sudah cukup menggugah amarah Leghorn. Tolong Anda tidak perlu membuang-buang waktu dengan meminta hal ini berulang kali. semakin senang ia membalasnya. Bahkan kini sasarannya tidak hanya Leghorn. Tanda tangan asli Dua tahun sudah skenario jahat Sam itu berjalan dan semua tampak baik-baik saja. Sam berpikir. setidaknya ada enam orang masuk golongan paranoia dan diperlakukan seperti itu. berulang kali. Belakangan malah sudah mulai dihiasi nada-nada ancaman. karena ia tidak ingin ada dampaknya di kemudian hari bila kalimat-kalimatnya itu disalahartikan. yaitu memainkan kata-kata halus. Senang sekali saya dapat menerima surat dari Tuan. terlintas kata-kata itu di benak Sam. Orang-orang semacam itu mungkin akan bertindak menurut kemauannya sendiri. Hmmm. karena tampaknya sudah jelas bahwa kecurigaan Anda mengenai kegiatan konspirasi sama sekali tidak berdasar. Dengan hormat. Soal pertemuan makan malam dan lain sebagainya. Dan itu semua di luar kendali saya.Yang Terhormat Tuan Leghorn. Dari puluhan penggemar Ralph. Tentu saja tidak ada yang dapat memperkirakan apa yang akan terjadi. seperti biasanya. Mungkinkah ini adalah jalannya? Mendadak. bahwa anggapannya tentang konspirasi komunis konyol ternyata "benar". sebenarnya ia harapkan terjadi terhadap pamannya. saya tidak dapat bertemu dengan Tuan karena kesibukan pekerjaan. seiring kedipan kursor di layar komputer. Namun sayang sekali. bahkan mengira pikiran paranoidnya soal konspirasi konyol itu benar-benar ada. Sam merasa telah menyusun kata-kata itu sebaik-baiknya. kasar. pakai sedikit olok-olok pula. Toh Leghorn tetap menjadi kasus yang terbaik. Ralph akan menandatangani surat balasan itu tanpa membacanya. Dalam otak Sam. Mengapa tidak? Toh. "awas 85 . terbersit sebuah skenario. Semakin keras dan ngawur surat para penggemar yang paranoia itu. Sam akan membalasnya kembali dengan nada yang sama. dengan sangat menyesal. Bagaimana Anda bisa berpikir seperti itu? Kalimat itu cukup singkat.

Selain itu. sebagai sesosok manusia aneh. Ralph pun dapat hidup dengan aman. mereka cuma menggertak. Sam mengangkatnya. Saya sudah peringatkan Paman Ralph soal ini. Ajang itu menjadi kesempatan terbaik Sam memutarbalikkan fakta untuk memperkuat alibinya. Tapi kebanyakan mereka tinggal jauh dari sini. siapa pun mengira surat itu didiktekan langsung oleh Ralph. aku tidak ikut-ikutan tuh. Meski saluran telepon tersambung paralel dengan ruang kerja Ralph. Yang terpenting. Sam telah mencoba menyelamatkan Ralph dari dirinya sendiri. Ia hanya memperagakan permainan yang bisa berbahaya dan menjanjikan hal-hal hebat di dalamnya. bisa menghabiskan sisa umurnya tanpa perlu menyimpan rasa bersalah." "Bagaimana kalau suatu kali orang gila itu yang nekat. bagaimana mungkin Sam akan disalahkan? Semuanya akan mengarah pada "kelakuan" Ralph sendiri. Saya bisa apa? Dia kan bos saya. Orang-orang akan berkata. Di setiap pojok kiri atas terdapat tulisan kecil "RG/sg" sebagai inisial Ralph dan Sam. Teman-temannya tentu terhibur dengan cerita-cerita tentang Ralph." Sangat sempurna! Bagaimana jika seseorang dengan niat jahat benar-benar datang menemui Ralph dan Ralph benar-benar terbunuh? Orang-orang sudah memperhitungkan hal itu. tapi dia tetap menolak. Ia ingin memberi sentuhan pribadi pada setiap surat dan berharap tindakannya akan dihargai penggemarnya. Ia hanya menandatangani tanpa melirik satu huruf pun. karena mungkin saja nantinya tidak akan terjadi apa-apa. Sesekali Sam juga bercerita soal surat-surat itu kepada teman-temannya. yang telah dibumbui di sana-sini itu. begitu juga dirinya. "Wah. Dengan tanda tangan asli. Dikejutkan paket Dering telepon sedikit mengejutkan Sam yang siang itu sedang asyik membuat catatan keuangan bulanan di ruang kerjanya. Ralph tidak pernah membaca surat-surat balasan yang disodorkan. Sam yang selalu bertugas mengangkat setiap panggilan telepon. Sam tetap tersenyum saat membacanya. "Memang kadang-kadang agak khawatir juga. Bagaimana jika ternyata tak seorang pun paranoia yang datang menyambangi Raph? Ya. Seperti yang diharapkan Sam. Ia memang suka nekat. "Padahal aku sudah berusaha mengingatkan pamanku agar berhati-hati dengan orang-orang paranoid seperti itu. Kasarnya. terutama saat acara ngobrol di pesta.kau!". Tidak akan ada orang gila yang muncul dengan nafsu membunuh. Halo!" 86 ." kata Sam meyakinkan teman-temannya. "Ya. Tapi tetap saja dia nekat mengirim jawaban yang provokatif. "kubunuh kau!". Di sinilah asyiknya rencana Sam." kata Sam sambil menggelengkan kepala. nothing to loose. Dia datang dan membuat kekacauan? Bahkan membunuh?" "Wah. "ingat suatu hari nanti!" Meski ada perasaan khawatir. enggak apa-apa. karena Ralph tidak menggunakan stempel tanda tangan. berani betul!" sahut seorang teman. Begitu pun Sam. atau tidak berbahaya sama sekali. Lagi pula aku kira. "Memang. salah satu kemudahan bagi rencana Sam.

mendorong Sam ke salah satu dinding dan menutup pintu di belakangnya. "Aku tak percaya padamu!" Ia mencabut sebuah pistol dari sakunya dan menembakkannya tiga kali." Perut Sam langsung mengejang. pihak penerbit sepertinya tidak pernah putus asa." ujar Sam panik. bel pintu berbunyi. Tubuhnya gemetar. Sam mengeluh dalam hati. untuk yang kesekian ratus kalinya. Paket itu ikut tertekan genggaman jari-jarinya tanpa tertahan. Saya bukan Ralph Gelderman." "Saya memang sekretarisnya. apa yang kau lakukan?" Tiba-tiba si pengirim paket sudah merangsek masuk ke dalam. "Anda salah. jadi saya punya nama yang sama. Sebuah tugas yang benar-benar membosankan. Tuan Gelderman. dari Prime Publishers. dan kau baru saja memberi tahu namamu Gelderman. tanpa nyawa. "Si penjaga pintu memanggilmu Gelderman. Ia memegang pinggang Sam dengan kuat sekali. suruh dia ke atas. Setelah diiyakan." Mata Leghorn menyipit." Leghorn ragu-ragu untuk sesaat. tergeletak. Ah. "Kalau begitu. "Apa ini? Hei. Sam melanjutkan. pastilah bundel buku dari sebuah galeri dan meminta Ralph memberi pernyataan promosionalnya." Dua menit kemudian. tak ada yang mencolok dari penampilannya. Di dalam surat dituliskan 'RG/sg'. Akhirnya." "Itu adalah foto yang lama dan ada kemiripan dalam keluarga. Kemudian berkata. Kemudian ia berkata. Sam beranjak ke pintu dan menyambut pengirim paket yang sudah berada di depannya. "Anda. Sayalah 'sg'. "Namaku Lawrence Leghorn dan saya ke sini untuk bertemu denganmu. "Apakah ada yang harus saya tanda-tangani?" Sam mengambil pena dari sakunya. "Apakah orang yang mengirimkan paket ini masih ada?" tanya Sam. Dor! Dor! Dor! Tubuh Sam pun langsung jatuh ke lantai. Tuan Gelderman?" "Ya. Ralph Gelderman. Saya sekretarisnya. Ia memegang sebuah kotak berwarna kecoklatan. Ini orangnya! Mungkin saja berniat untuk menyerang dan memukul! Ia berkata dengan serak. menjadi tugas Sam untuk memberikan jawaban penolakan. tetapi ia dua puluh tahun lebih tua dariku. "Foto yang ada di buku adalah fotomu." ujar Sam tidak sabar sambil menerima kotak itu. Leghorn berpikir sejenak. tapi sesaat kemudian ia menyadari paket itu kosong." " Saya Sam Gelderman!" "Kau baru bilang bahwa kau adalah sekretarisnya." Resepsionis gedung memberi tahu. Ia kemudian berkata. Meski Ralph tidak pernah bersedia."Paket kiriman. Tuan Gelderman sedang tidak ada. (Kisah rekaan/Isaac Asimov/TJ 87 . Usianya paruh baya. Saya juga keponakannya.

SURAT CINTA MENGUATKAN SANGKAAN Pagi menjelang subuh. datang dari Queensland untuk mendampingi putrinya. untuk disimpan sebagai kenang-kenangan. Sialnya. walau dengan jari dan lengan terbakar sampai ke tulang dan sumsumnya. di tengah serangan rasa penat. Hoppers. buah hatinya masih hidup. Dua kali tetangganya mencari Adrian. Sang tetangga yang melihat "titik terang" kemudian mengajak Nicole keluar. ibu muda itu sempat dua kali terjaga untuk menyusui Adrian. baik pihak keluarga maupun kepolisian masih belum punya gambaran jelas. Datangnya tamu istimewa Setelah berhasil membuat Nicole pingsan. lelaki sadis itu langsung beranjak ke ruang duduk. seorang lelaki tiba-tiba menjejalinya dengan pakaian yang sudah dibasahi zat berbau menyengat. Nicole sulit mengenali lelaki itu. Saat itu. berusaha menendang dan meronta-ronta. yang berada di ruang duduk. lengan kanannya hangus. Nicole beruntung masih bisa menyelamatkan diri. tapi selalu gagal menemukan anak malang itu. Aku juga merasa seperti ada benda kecil di dekatku. kejadian itu bukan akhir. "Mana Adrian. Alarm kebakaran sendiri baru berdering sekitar pukul 07. Rambutnya habis terbakar. Dalam kondisi setengah pulas. Tak ada yang menyangka. Australia. "Aku cuma tahu ada sesuatu yang menimpa tangan dan lututku." sebutnya lirih. "Aku sempat terjaga. karena Nicole tampak belum siap menerima kepergian Adrian. beberapa saat kemudian di tempat tidurnya sendiri. Para tetangga yang terbangun kaget setengah mati. Benda yang di kemudian hari disadarinya sebagai tubuh mungil Adrian. Namun. sebelum akhirnya meluas dan menyebar ke bagian lain rumah istri Mark Smith itu. blupp! Nyala api mulai merambah tempat tidur. Mereka harus pandai-pandai menyimpan rahasia. Sampai akhirnya. ditemani Nicole. Nicole mengalami tragedi mengerikan. Lalu dibaringkannya buah hati tersayang di buaian. mereka memeriksa seisi rumah. sehingga akhirnya harus diamputasi. yang tahu Adrian tewas. aroma bius membuat Nicole akhirnya kehilangan kesadaran. kemudian meletakkan bayi tak bersalah itu persis di sebelah Nicole. kabar buruk itu terpaksa disampaikan. 88 ." cerita Nicole." cerita Nicole. kemungkinan eter. karena memang tak ada lagi kata-kata yang bisa diucapkan. Sampai saat itu. Perempuan yang berusia 32 tahun itu tampak sangat kelelahan. asap tebal dan tajam tampak menyelimuti ruangan. Orangtua Nicole.30 pagi. didampingi suaminya yang terlihat terkejut. Sebuah ciuman yang sangat manis. dan suaranya nyaris tak terdengar. Tetangga terdekatnya berusaha menyelamatkan Nicole yang kelihatan terbaring di patio. menggendong Adrian yang menatap dengan mata mengantuk. Nicole cuma bisa diam. Bayiku masih ada di sana. Sebelumnya. sebelum wanita tegar itu melihat dengan mata kepala sendiri bayinya hangus tergeletak di tempat tidur. Nicole segera dilarikan ke rumah sakit. "Bayiku. Dia minta keluarga dan tetangga mencarikan sehelai rambut Adrian. Entah dari mana datangnya. Di kamar tidur. mana anakku?" Seolah yakin betul. 4 Oktober 1995. bayinya yang baru berusia 10 minggu. Setelah operasi dan kondisi mental Nicole siap. Toh tak ada rahasia yang bisa disimpan terus-menerus. Namun. siapa lelaki yang tega membius Nicole dan membakar Adrian.12. tapi justru awal datangnya tragedi yang lebih besar. Ibu muda itu selalu bertanya. Victoria. dia masih sempat mencium anak lelakinya dengan penuh kasih sayang. Sejurus kemudian. Lorena Close 7. Nicole Smith tampak berbaring di ruang tidur di rumahnya.

Bayi mungil berambut gelap dan bermata biru itu menjadi tamu istimewa yang sangat dinanti kehadirannya. Mereka tinggal di Hoppers Crossing. "Bahkan di kamar tidur sekalipun. benar-benar dipaksa menghadapi benang kusut. pasangan itu pindah ke Palm Bay. Karena lama tak mendapat momongan. tentu saja. Mark sendiri. Victoria." ingatnya ketika itu. apalagi Adrian. mereka saling menghargai satu sama lain.Apalagi tak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian itu. sulit menyimpulkan atau mendugaduga keterlibatan Mark. suaminya Mark Smith. Dia pasti senang. Niat membakar mereka berdua hidup-hidup merupakan ide keji yang harus dilandasi motivasi sangat kuat. dan anak mereka Adrian. Rencananya kami mau punya tiga anak. Berhasil. kemudian pindah ke Orlando. Nicole betul-betul hamil. Florida." kata Bono setengah berteori. Sersan Andrew Bono. Nicole. "Sangat akrab dan selalu melakukan sesuatu yang istimewa pada hari jadi dan ulang tahun. tak kami temukan jejak sama sekali. Tahun 1991. Dia bahagia luar biasa. Bono juga memeriksa para tetangga serta menanyai kerabat dekat dan pihak-pihak yang kerap berhubungan dengan Nicole. Dari merekalah Bono mendapat nama Donna Wilkinson. benang kusut itu tetap harus diurai. detektif yang ditugasi menyelidiki kasus ini. Menurut ayah Adrian ini. "Dan dia memang dilahirkan untuk memberikan kegembiraan. Dia cukup perhatian. Motif. tujuh bulan kemudian. Lahir dan tumbuh di Ipswich. Peristiwa kebakaran itu dianggapnya sebagai sebuah kecelakaan tragis. pasangan muda itu kembali ke Australia. "Aku sangat menginginkan bayi. Tahun 1994. tampan dan jangkung pada tahun 1990. tampak berusaha keras menjadi bapak yang baik." tutur Nicole. Bono berbicara dengan Mark Smith. Nicole berumur 22 tahun dan sudah bekerja di sebuah pre-school saat berkenalan dengan Mark yang cerdas. Di sisi lain. dia menerima dengan pasrah kematian Adrian. dan selalu berada di sisi sang istri saat tenaganya dibutuhkan." tambahnya. itulah yang terus dicari polisi asal Melbourne itu. "Seluruh kasus ini tidak saling berhubungan. warga negara Amerika yang konon salah satu kawan terdekat Mark." tutur Nicole. sosok Nicole. bisiknya dalam hati. dekat Werribee." Geledah teman selingkuh Hampir tak ada petunjuk yang bisa menuntun polisi untuk mengungkap kasus terbunuhnya Adrian. Namun. tak jauh dari tempat Mark dipindahtugaskan." kenangnya. 89 . rajin menemani Nicole ke dokter kandungan. menanyai orang terdekat Nicole. tapi merupakan gabungan dari potongan kejadian pada saat yang bersamaan. mulai menjadi fokus pembicaraan warga kota. Detektif berpengalaman itu mencatat adanya sedikit ketidaksesuaikan antara cerita Smith saat itu dengan omongannya beberapa hari sebelumnya. Seminggu setelah kebakaran. Kebahagiaan Nicole kian lengkap ketika Adrian lahir. "Ikatan kami sangat kuat. keduanya menikah. dan ingin cepat-cepat mengabarkan berita baik ini pada Mark. Namun. nyaris tak punya musuh." bilang Bono. Florida. sebelum lahirnya Adrian. yang menganjurkan meditasi untuk mengatasi problem pada kelenjar tiroidnya. Nicole percaya. Titik terang mulai agak kelihatan ketika dia mencoba menggali informasi dari rekan-rekan kerja Mark Smith. Saat kandungan Nicole berusia tiga bulan. Nicole berkonsultasi pada seorang endokrinolog. Langkah pertama Bono. tempat Mark yang berdinas di Angkatan Udara Australia bertugas selama tiga tahun. "Dia pria yang lemah lembut. Queensland. "Dia mencintai kehidupan sejak lahir ke dunia.

" tuturnya lirih. Maka. Bono berangkat lagi ke Amerika Serikat. aku mencintai dan merindukanmu. Mark pernah mentransfer uang senilai lebih dari AS $ 70. dia memang pembunuh sadis berdarah dingin. akhirnya aku tahu yang sebenarnya." jelas Andrew Bono. Untunglah. Bono pantang mundur. Bono menelusuri sejauh mana hubungan Mark dan Donna. Januari 1998. Dia berjanji akan mengadopsi Melissa. Smith menyebut Donna sebagai tunangan. Keputusan yang menutup rapat pintu keraguan yang selama ini menyiksanya." imbuh Bono. Ia diyakini melakukan langsung pembakaran yang berakibat hilangnya nyawa Adrian. "Saya menemukan tagihan hubungan telepon internasional mereka. Namun.Mark bertemu Donna Wilkinson saat bertugas ke Australia beberapa tahun silam. anak Donna dari hubungan dengan lelaki lain. Bono sebenarnya mencurigai perselingkuhan Mark berada di balik percobaan pembunuhan terhadap Nicole." cerita sang polisi. Termasuk saat jaksa memutar kembali kaset video yang memperlihatkan Mark sedang menurunkan peti jenazah putranya ke liang lahat. lebih pada dirinya sendiri. Nicole sendiri pernah dua kali bertemu Donna di acara sosial. serta merencanakan pembunuhan terhadap Nicole. Gadis cantik berambut mekar itu sekretaris di divisi tempat Mark bekerja. yang dihubungi Bono pasca persidangan mengaku. "Mark menyukai uang. untuk menggeledah rumah Donna Wilkinson. Kami tidak punya asuransi pribadi. agar Bono tidak terlalu terobesi pada Mark. Bono menemukan fakta." Meski tentu saja. "Aku terguncang saat mendengar berita itu dan menangis untuk anakku. Bagaimana jika pembakar rumah Nicole ternyata bukan Smith? Namun seperti biasanya. Pacar gelapnya. Nicole tetap tak habis pikir. Dalam penyelidikannya. yang lahir beberapa bulan sebelum Adrian. Pada sebuah kartu dari Melissa yang ditujukan kepada Mark terbaca: "Ayah tersayang. Mark John Smith resmi dijatuhi hukuman 26 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Victoria. "Namun ia selalu menyangkal semuanya. menolak datang ke Australia untuk menghadiri sidang. Jawaban atas semua keraguan dan pertanyaan yang selama ini tak terjawab. mengapa mantan suaminya itu lebih memilih membunuh anak-istrinya ketimbang menuntut cerai. Donna selalu menyangkal keterlibatannya pada kasus ini. Smith juga membeli cincin pertunangan seharga AS $ 20. kerja keras Bono selama lima tahun akhirnya terbayar lunas." jawab Nicole. Penasaran. kartu-kartu ucapan. Penampilan itu semakin menguatkan dugaan." Penemuan-penemuan itu berhasil menyeret Mark ke pengadilan. Ia juga selalu menyangkal bukti-bukti dan tuduhan jaksa. serta mengumpulkan hal-hal kecil yang bisa dijadikan barang bukti. Teman-teman sejawatnya sampai mengingatkan. email. "Hanya Mark yang tahu. Tampaknya.000 kepada Donna. Dia juga harus rela bolak-balik Australia Amerika. berbagi informasi dengan FBI. hingga awal 1997. tapi kami punya rumah 90 . Donna Wilkinson. Dia bertekad mengantungi surat perintah polisi setempat. Mark Smith malah terlihat sangat tenang. mengapa ia memilih jalan itu. "Paling tidak. masalah finansial ikut berada di balik semua kejadian ini. Hampir mati terbakar Tepatkah keputusan pengadilan menghukum Mark? Nicole sendiri. keputusan hakim itu tetap "sangat mengejutkan" buatnya. berbeda dengan Nicole yang harus menjalani dua hari pemeriksaan silang dengan tangis sedu-sedan. Setidaknya.000 buat pasangan selingkuhnya itu. dan surat-surat cinta. "Tak ada kekuatan hukum yang bisa memaksanya datang. Smith sama sekali tak menunjukkan emosi yang berlebihan. ketika Desember 2000.

Anak perempuan Donna. Ketakutan. sehari setelah Adrian lahir. Itu sebabnya aku menyarankan Mark membawa tempat sampah itu ke dinas kebakaran untuk diperiksa. Itu sebabnya. Andrew Bono sendiri menggambarkan ibu muda nan tegar itu sebagai wanita luar biasa. Tak mudah mengorek informasi tentang Mark dari Nicole. pria tampan berumur 37 tahun itu. teman terbaikku.dan seisinya serta dana pensiun Mark. sehingga bisa meninggal bersama-sama? Apakah Mark memang sekejam itu. mengapa hal-hal berbahaya itu bisa terjadi. Aku menganggap semua sudah berakhir. 91 . saat berkunjung ke Australia di awal 1995. Tidak juga ketika Donna dihamili oleh "orang kantor" Mark. Hampir dua pekan kemudian. lalu dengan sadis menutup wajah istrinya sendiri dengan pakaian yang sudah dibasahi cairan bius mudah terbakar. yang tega membungkuk di atas badan Nicole. ternyata ada beberapa lubang pada pipa yang terletak di atap. "Ketika Adrian berumur lima minggu. ia melihat api berkobar dari tempat sampah menuju atap. sudah berusia dua bulan ketika Nicole hendak melahirkan. dalam pesta mabuk-mabukan di tahun 1994. Sejak saat itu sebenarnya aku mulai gelisah. Dia baru bisa percaya dan membuka mata. Namun. Mark Smith tampak sedang memandang bayinya tanpa ekspresi. setelah mencium bau gas yang sangat kuat. Bahasa tubuhnya terkesan "dingin" dan "menjauh". Seraya mengawasi Mark yang dengan sigap menyiram lidah api dengan alat pemadam kebakaran. Melissa. Dia kehilangan begitu banyak hal. Nicole bahkan tak pernah menaruh prasangka sedikit pun pada suaminya. Ketika Nicole ke dapur. Nicole membuka album foto dan menunjukkan gambar yang diambil di rumah sakit. Smith selalu menyangkal tuduhan jaksa dan bukti-bukti yang dikumpulkan polisi? Betulkah Mark. "Aku sedang menyusui dan Adrian tampak gelisah." jawab Nicole bijak." tuturnya. Dia 'kan suamiku. tapi ia menenangkanku. Dia bahkan tak pernah mau membantu Nicole merawat Adrian. "Setelah diperiksa. dia begitu lama bisa menerima kenyataan. membakar anak dan istri.000. Nicole ingat pula pernah dibangunkan suara lengkingan alarm kebakaran di dapur. mengaku telah menikah dengan seorang pria dari angkatan udara. Mark setahuku tidur di ruangan terpisah. segera Nicole merenggut Adrian dari buaian di ruang duduk yang berjarak hanya lima meter dari kobaran api. lantaran terlalu percaya pada kekuatan cinta dan kegembiraan mengurusi putra kesayangan." kilas Nicole. Mark pun berubah. tapi selalu berusaha keras memperoleh kembali kehidupannya yang hilang. Tapi tak sedikit pun aku menaruh kecurigaan padanya. mengapa kebakaran itu bisa terjadi. sampai Bono menyampaikan bukti-bukti keterlibatan orang yang sangat dicintainya itu. setelah merangkai kejadian-kejadian sebelum datangnya kematian Adrian. "Aku sendiri bingung. Selama ini dia agak buta." Perangai berubah "Buta" paling parah yang dialami Nicole adalah ketika dia tak pernah mencium hubungan mesra suaminya dengan Donna Wilkinson. Aku tak lagi berbicara dengan dia sejak Desember 1995. Donna bahkan mengarang cerita bohong pada Nicole. tengah malam aku terbangun. yakinkah Nicole bahwa suaminya sendiri yang mendalangi semua peristiwa tragis ini? Bukankah di pengadilan. Smith jugakah yang menyalakan aromaterapi bakar di samping tempat tidur dan mengatur posisi ibu dan anak itu sedemikian rupa. hanya untuk melahirkan di dekat Mark. Semua itu bernilai lebih dari AS $ 215." duga Nicole. Sepulang dari rumah sakit bersalin. Aku hanya tak bisa mengerti. lalu kabur dan pura-pura sangat terpukul ketika polisi memberitahukan "kabar buruk" itu padanya? "Entahlah." lanjut Nicole. Aku tak punya gambaran bagaimana hal itu bisa terjadi.

"Aku jadi lebih tegar. kemudian membeli tiket pesawat sekali jalan untuk memulai hidup baru di Amerika bersama Donna." tutup wanita yang resmi bercerai dari Mark tahun 1997 itu. Saya juga ingat. Mata lahir dan mata batin Smith mulai gelap. ia dirawat hanya oleh saudara-saudaranya. Nicole pun harus membiasakan sendiri dan belajar menulis dengan tangan kiri. Benda-benda tak ternilai itu disimpannya dalam kotak khusus yang selalu dibawa jika "terjadi kebakaran".000 sumbangan warga Ipswich. aku tak tahu mengapa dia melakukan ini padaku. susah tidur. obsesi pada kekasih Amerikanya itu makin subur. selain sikat rambut Adrian dan sehelai rambut yang tersisa di sikat itu. Nicole mendapat musibah kedua. Dua minggu setelah Smith kembali dari Canberra. bersamaan dengan rangkaian penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian. sepanjang waktu." kata Nicole sambil menggeleng-gelengkan kepala. Mark sendiri sering menghilang. sekaligus keinginannya meninggalkan keluarga yang telah mereka bina bertahuntahun. "Dia hadiah istimewa untukku sepanjang hidup ini. tahu kalimat apa yang pertama diucapkan Mark pada Nicole? Dia cuma bilang. Untuk mengatasinya. Smith dengan dingin menyampaikan berita pengunduran dirinya dari angkatan udara. membakar Nicole dan Adrian di kamar tidur. terjadi hanya empat hari setelah Donna Wilkinson kembali ke Amerika Serikat. 92 . Selama menanggung penderitaan itu. Smith memainkan kartu trufnya. Smith bahkan mengosongkan rekening bersama mereka. "Keadaanmu ternyata tak seburuk yang kupikirkan. sembari memandangi foto Adrian yang sedang duduk manis sembari meniup-niupkan mulutnya. kurang dari dua bulan setelah kebakaran dan masih berada di rumah sakit. tahun 1998. "Kami tak pernah menangis bersama untuk Adrian. Kebakaran di dapur yang membuat Nicole bingung. tiga minggu setelah kebakaran di dapur. Terpaksa. karena Adrian selalu bersamaku. Bulan berikutnya." Tampaknya. "Padahal aku mencintainya. entah ke mana. Nicole juga ingat. Ia memegang tanganku saat aku membutuhkannya. perjalanan dinas Smith ke Canberra ketika Adrian berumur enam minggu. Kadang aku pikir. memungkinkan Smith menemui Donna dan menemaninya makan malam. Masih tidak menyadari hubungan khusus Mark dan kekasih gelapnya. meninggalkan banyak bon interlokal. ia sama sekali tidak berduka. ia banyak bermeditasi dan mencoba memikirkan hal-hal positif yang telah diberikan Adrian. lebih mudah tersentuh. Nicole mengaku masih kerap bermimpi buruk. dan ketakutan jika mendengar alarm kebakaran. Donna dan Melissa pulang kampung tanpa Smith." senyumnya. Sampai hari ini. Puncaknya. yang dengan mudah ditemukan Sersan Bono saat menggeledah rumah Donna di Amerika. menjalani 15 kali operasi termasuk operasi plastik untuk lengan palsu seharga AS $ 17. Mark memang benar-benar ingin melihat Nicole mati terbakar. Setelah peristiwa mengenaskan itu. Bulan Maret 1996. Smith dicekal ketika hendak kembali ke Amerika. Nicole tak ingin "Adrian" hilang dan dimakan api untuk kedua kalinya." ujar Nicole. Kebakaran yang memaksa Nicole meringkuk dua bulan di rumah sakit. Smith kembali ke Australia bersama Donna Wilkinson dan anak mereka. Keputusan cekal itu membuat Mark dan Donna hanya bisa melakukan hubungan jarak jauh. Foto yang selama ini menjadi salah satu "harta" paling berharga Nicole. Melissa. sehingga tega menyusun berbagai rencana untuk menyingkirkan Nicole dan Adrian.Nicole juga tidak tahu sama sekali.

Bahkan meminta-minta. Selama itu pula julukan tunawisma. Tomy curiga. ia bisa tertawa lebar.000.. Tak ada niat buruk apa pun terhadap Anda. kepada siapa? Ataukah ia harus melapor ke polisi? 93 . Penyesalan memang selalu datang belakangan. uangnya masih aman di tempatnya. Demi mendapat sesuap nasi.begitu berharga. Sekarang. kejadiannnya barangkali akan berbuntut lain. Namun. Tolong datang ke sebuah rumah yang letaknya tertera dalam peta di balik kertas ini. Keputusan pengadilan hanya bersifat menguatkan. Harap uang ini diterima. Ingat.. isi surat yang menantang itu mengusik hatinya. Padahal sebenarnya ia tidak ingin menjalani hidup seperti itu. Isinya. untuk sementara. jangan-jangan ini satu mata rantai dari sebuah skenario kejahatan besar. Namun. ternyata secarik kertas yang bertuliskan. ia hidup seperti gembel." pikirnya. Teka-teki apa ini? Tampangnya yang semula ceria kini pudar begitu saja. Amplop itu terus dirogoh-rogohnya sekadar untuk meyakinkan. Di saat seperti itu. Selamat menikmati mimpi indah. atau menipu dia lakukan. Ia tahu. Ledakan bom lagi? Sebegitu murahkah orang seperti dirinya sehingga orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu memanfaatkannya? Baginya. ia harus mengembalikan surat itu beserta isinya. Tapi bersamaan dengan itu tangannya menyentuh barang lain.Perubahan perangai Mark dan rangkaian peristiwa-peristiwa mencurigakan pascakelahiran Adrian tadi. "Wah. Tuntutan perut tidak bisa ditawar-tawar. seyakin Bono. sebuah amplop secara misterius ada di dalamnya. Ketika membuka tasnya yang sudah lusuh. di sisi lain akal sehatnya mengatakan. Kisah nyata/Rahartati Bambang Haryo 13. Cuma. membuat Nicole yakin. rezeki nomplok. Tomy Sutomo merasa hari itu adalah miliknya. hanya Anda yang tahu semua ini. Ia tak mengerti. Andai Nicole bisa lebih pintar mendiagnosis candracandra mencurigakan itu. Mark memang telah berlaku kejam dan tak adil buat keluarganya sendiri. pengembara dekil. uang Rp 200. Berbulan-bulan sejak peristiwa bom yang meluluhlantakkan dua kafe dan menewaskan ratusan orang serta mematikan denyut kehidupan di kawasan Pantai Seminyak itu. ia nyaris tak percaya. di Cepu Udara menjelang siang di Pantai Kuta itu masih menyisakan sedikit kesejukan. ia rela menebalkan muka melakukan pekerjaan apa pun. mengemis. BEDA NASIB SEJAK BAYI Penulis: Kisah rekaan/Sast.000. atau gelandangan menempel pada dirinya. ia menganggur berkepanjangan. Begitu diambil. uang Rp 200.membuat dirinya merasa kaya. Gara-gara kehilangan pekerjaan sebagai tukang bersih-bersih di sebuah bar. dirinya sudah terjebak. Kening Tomy berkerut. dua lembar uang ratusan ribu rupiah. Di sana Anda akan menerima nasib yang lebih baik.

"Ndara Putri belum bangun. Belum habis keheranannya.Belum juga ia mengambil keputusan. Pikirannya terus melayang. Diteguknya minuman itu. Ditambah sepotong pastel ayam. sekalipun nama samaran untuk gagah-gagahan.35. Ketika hendak membuka kembali tasnya untuk memastikan isi pesan dalam kertas itu. Sambil menghela napas dalam-dalam. Tomy meninggalkan gundukan pasir yang tadi didudukinya. setelah perempuan tua itu meninggalkan dirinya. sebab beberapa hari ini penyakitnya kambuh lagi. perempuan itu muncul lagi. 94 . Karena baru bisa terlelap setelah lewat tengah malam. Bukan mimpi Hari sudah di ambang petang." Sandiwara apa pula ini? Tomy merasa heran. ia teringat ucapan temannya. "Duduklah dulu! Tante Ndari sedang tidur. Namun. Sekaleng minuman ringan yang dingin dan dua potong donat mengusir rasa lapar dan dahaganya. "Sebenarnya. "Ini namanya 'kere munggah bale' (gembel jadi raja)." Tomy hanya bisa menjawab dengan senyum yang dipaksakan. Tomy bangun kesiangan." gumamnya sembari memperhatikan gambar petunjuk dalam kertas tadi. sejak lahir sampai kini tak pernah sekalipun ia punya nama lain. sepandai-pandai menyimpan bangkai. perempuan renta itu datang membawakan segelas air jeruk dingin. "Akhirnya Tuan datang juga. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 08. Itu yang dia khawatirkan. Tomy menguak pintu gerbang dari besi di sebuah rumah tua. Tomy tidak bisa cepat tertidur. Tanpa ragu-ragu Tomy lalu masuk ke sebuah warung makan yang ditata ala kafe." kata perempuan tua itu dengan mata berkaca-kaca. Tuan Muda Jimy! Silakan masuk!" sapa seorang perempuan tua berpunggung bungkuk. Saya tidak berani membangunkan. Kamar di lantai tiga itu sungguh terasa mewah untuknya. Tapi beliau sudah berpesan untuk menyiapkan makan malam dan kamar untuk Tuan Muda. hidup ini tak ubahnya berjudi. Ia masih termangu ketika suara dari dalam rumah itu tiba-tiba menyapanya. perutnya terus menggedor minta segera diisi. Jalan setapak berbatu kerikil membelah halaman luas dengan banyak tanaman yang tumbuh tak beraturan. "Kiranya ini rumah yang dimaksud. Meski tubuhnya letih." batinnya ketika menyaksikan hidangan sarapan berupa beberapa iris roti panggang berisi daging asap plus apel. Ketika berjalan sambil mengisap rokok dalam-dalam." bisiknya dalam hati. Sampai siang itu Tomy tidak tahu entah ke mana kaki akan melangkah. mencoba memahami peristiwa "aneh" yang terus mengiringinya sejak siang hingga malam ini. energi dan semangat hidupnya pulih kembali. Tomy ingat pepatah." "Sekarang saatnya bagiku untuk membuktikan ucapan temanku itu. baunya toh akan tercium juga. "Oh.

juga kencing manis yang membuatnya harus selalu disuntik kalau makan. pelayan yang membantu Bi Sum." pikir Tomy. Retno Sundari . Eh . Bedanya. Semalam." Tomy mendengarkan sambil mengangguk-angguk. "Dokter keluarga memberi macam-macam obat. Ia hanya mendengar bunyi dengung mesin cuci. tanggal. Tomy sempat melihat ada sebuah kamar kosong tak berpenghuni di lantai dua. Kini terlihat pintu kamar itu terbuka. foto-foto di dinding. 19 Desember 1951. selama sekitar dua jam sebelum Tante Sundari bangun. Ada potret wanita muda cantik dengan tulisan yang mulai pudar: R. Jimy Sugiharto lengkap dengan hari. Selanjutnya. baru saja membersihkan kamar itu dan lupa menutup pintu. sakit yang dulu juga. Kebetulan tidak terlihat bayangan seorang pun di sekitarnya. ya rematik. Macam-macamlah. Bangunnya nanti setelah sekitar dua jam. "Rupanya. suka maumaunya sendiri. muncul kembali. Juga nasihat untuk diet dan berolahraga ringan. Di halaman lain. ia harus berjuang mencari informasi tentang jati diri Jimy.Ternyata buron Selamat tinggal Tomy. pusing-pusing. "Tante biasa bangun pagi sekali. Ada juga sejumlah foto keluarga. Mungkin Sri. Jimy siapa? Tomy benar-benar ingin tahu dan harus mencari kesempatan untuk menyelidiki. "Sama dengan hari kelahiranku?" 95 . Di dalamnya berjajar rak buku. R. nama perempuan tua itu. sehingga tidurnya pulas sekali. Tuan tahu sendiri. ia hanya menanggapinya dengan senyum. kulit lelaki itu kelihatan lebih terang." Tomy menanggapi dengan mengerutkan kening serta memasang ekspresi prihatin.. "Lalu. Bi?" ia memberanikan diri untuk bertanya. sebab tiba-tiba Bi Sum. Dari lantai dua itu Tomy bisa melongok ke bawah. Di setiap bagian bawah foto selalu tertera keterangan berupa tulisan. bulan. Makanya. dan tahun kelahiran yang .. Ndara itu sulit." Kesempatan mengobrol dengan Bi Sum itu tampaknya dimanfaatkan betul oleh Tomy untuk mengorek informasi awal. saat berjalan menuju ke kamarnya. Tapi. Saat yang dinanti itu pun tiba. Tampak Bi Sum dan Sri sedang sibuk bekerja di dapur dan ruang cuci. Maklum. "Ya. Tadi ia menanyakan Tuan. Yang paling menarik perhatian Tomy adalah foto seorang lelaki muda berwajah mirip sekali dengan dirinya. Di kamar itu ia menemukan album foto tua.. dan lemari tempat menyimpan arsip keluarga. "Aku harus hati-hati bicara. terpasang foto telanjang bayi montok dengan tulisan. Tapi tidak saat ini. Tuan terlalu capek karena perjalanan panjang." sambungnya. "Sekarang Ndara sudah tidur lagi. sudah sakit-sakitan.Solo. sebuah meja tulis besar dengan lampu baca.A. apa kata dokter?" Bi Sum menggeleng." sapa Bi Sum. "Sakit apa sih.. selamat datang Jimy. tapi ia melarang kami membangunkan Tuan.

Tomy cepat-cepat mengembalikan koran usang itu.Pada album lain. terpampang foto Jimy berpose gagah di punggung seekor kuda besar. selintas bayangan mengadang jalan. ia dikejar waktu. "Ada apa. Namun. saya lupa kalau Tuan Jimy ada di rumah.. "Uang itu cukup untuk biaya perjalanan ke Lombok. tapi sepasang mata tuanya menatap sebuah amplop di genggaman tangannya. Pagi buta tadi Tante mendapat telepon dari orang kepercayaannya. Tuan bisa tertangkap. Celaka. pihak tersebut merasa telah dirugikan oleh ulah Jimy. Pasalnya. Dengan hati-hati ia mengembalikan semua album itu pada tempatnya." "Terima kasih.orang yang sama sekali tidak dikenalnya. Bi?" Bi Sum tak menjawab." Tomy terdiam. Ia merasa. terlambat. lalu mengulurkan amplop itu pada Tomy. apa yang akan dilakukan si nenek bungkuk ini? Perempuan tua itu tersenyum dan menyapanya dengan ramah. senyuman Jimy di foto itu seolah mencibir dirinya. Katanya. Ia tidak mau menjadi korban. . Tante memberikannya pada saya tadi pagi. Di sana aman." Katanya lagi.. menanggung perbuatan Jimy . Jantung Tomy berdegup kencang saat membaca judul berita di halaman koran yang mulai menguning itu. saya diminta menyampaikannya pada Tuan Jimy. di antara sekian banyak foto keluarga. Foto-foto Jimy pun dimuat tersebar hampir di setiap halaman koran. rumah ini sudah diawasi. Saat menaruh sebuah album. selembar kertas koran meluncur dari dalamnya dan jatuh ke lantai. Bi! Saya pamit. Lelaki gagah dan kaya itu ternyata kabur dari sel penjara. Tante Ndari meminta supaya Jimy secepatnya meninggalkan rumah ini. "Aku harus cepat-cepat meninggalkan kamar dan rumah ini. sampaikan salam saya pada Tante!" Gelandangan kaya Pergi ke Lombok? Buat apa? Bukankah di luar rumah ini Tomy sudah menjelma menjadi dirinya sendiri kembali? 96 ." pikirnya. "Maaf. "Jimy Sugiarto Kini Buron". Kakinya masih gemetar. Bi Sum juga diam. ada pihak yang bersedia memberi hadiah uang bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi tentang keberadaan Jimy. Bila sampai jam setengah sepuluh Tante belum juga bangun. Berita itu juga menyebutkan. "Jimy Sugiharto palsu!" Tomy tersadar. "Ada uang di dalamnya. Bi Sum muncul bagaikan hantu di siang bolong bagi Tomy. Saat ia melangkah mendekati pintu kamar.

Tak ada lagi Tomy yang pengangguran. berbagai urusan di bandara bisa menyulitkannya. Ia merasa lebih aman naik bus ketimbang naik pesawat untuk mencapai Surabaya. dan panorama alam Pulau Menjangan yang tampak malu-malu di balik kabut mengurangi ketegangan perasaannya. Makanya. Bukan tidak mungkin hal itu justru membawa dia masuk ke perangkap para pemburu hadiah. Di sudut sebuah kafe dengan penasaran Tomy membuka amplop itu. bisa merasa tenang saat menggunakan uangnya. di pulau ini ia harus selalu waspada pada setiap orang asing yang ada di dekatnya. Tak ada lagi Tomy yang senantiasa dikejar-kejar orang karena utang. Sambil melahap nasi goreng dari gerobak dorong di lapangan parkir Pasar Kumbasari. ia berjalan-jalan di sepanjang pantai. Bahkan tak ada lagi lelaki bernama Tomy yang ditinggal pergi istrinya seperti lima tahun lalu. Untuk membunuh waktu. Tomy segera beranjak menuju ke terminal bus di Ubung dengan naik angkutan kota. sebuah feri baru saja meninggalkan dermaga menuju Pelabuhan Ketapang. ia menuju ke sebuah warung kopi yang mulai ramai pengunjung. Ia tak sabar ingin segera meninggalkan Pulau Dewata itu. kini Tomy merasa berbeda dengan para tunawisma lainnya. belum ada bus yang akan segera berangkat menuju Pulau Jawa. Ia tidur di emperan toko. 97 . Sambil sesekali mengisap rokoknya. Untuk menghangatkan tenggorokannya. Untunglah. Siapa tahu. Isinya ternyata tak kurang dari seratus lembar uang seratusan ribu rupiah. Setiba di terminal. Walaupun tanpa tempat tinggal dan pekerjaan tetap. Tak ada lagi Tomy pengutil yang senantiasa berkucing-kucingan dengan satpam mal. dia itu aparat atau pemburu hadiah untuk menangkap Jimy."Selamat tinggal Jimy Sugiharto. ada sebuah minibus yang sudah mulai penuh penumpang bersedia mengangkutnya. Akhirnya. Sesampai di Pelabuhan Gilimanuk. Gara-gara uang Rp 10 juta itu. pikirannya terus berputar mencari jalan untuk segera meninggalkan pulau ini. semilir angin pantai. Setelah menyeruput habis sisa kopinya. ia terkejut ketika pagi-pagi sekali dibangunkan oleh seorang tukang parkir. Menurut perhitungannya. hati Tomy terus dihantui rasa waswas. ia memilih suatu daerah di Jawa sebagai tempat yang ideal untuk bersembunyi. Itu semua gara-gara segepok uang dari Tante Ndari. Hamparan air laut yang biru kehijauan. ia memikirkan bagaimana caranya agar bisa segera kabur dari pulau ini. semoga nasibmu bukan nasibku!" kata Tomy dalam hati. Sepuluh juta rupiah! Seumur-umur baru kali ini ia memegang uang sebanyak itu. Tomy ingin menutup sejarah masa lalunya yang buram. Selama menunggu keberangkatan. Mau tak mau ia harus menunggu feri berikutnya. Gagal kabur Malam itu Tomy masih harus mempertahankan gaya hidup lamanya menjadi "gelandangan". Dengan uang itu. Setelah itu ia berharap. Ia memesan segelas kopi kental dan tiga potong pisang goreng yang masih hangat. Banyuwangi.

ada apa ini?" Lelaki itu diam saja. Tampaknya. 98 . Tomy terkejut. ia mencabut dua lembar uang seribuan. saat ia menyodorkan korek api. Pengemis itu sejenak melongo sebelum menerima pemberiannya. seseorang tiba-tiba mendekat. Tomy mengarahkan pandangannya kembali pada pemancing itu.tiba-tiba sudah ada di dekatnya. lelaki itu hanya mau meminjam korek api buat merokok juga.yang tadi memberinya permen karet ." jawabnya pendek.Di lidah pantai yang paling menjorok ke laut. Setelah masuk ke dalam mobil. Sesekali pancingnya berhasil menggaet ikan yang lumayan besar. Ia menurut saja ketika didorong masuk ke dalam mobil yang ." Feri yang ditunggu-tunggu masih melaju di tengah Selat Bali.entah kapan datangnya . Sama sekali dia tak menduga. lelaki itu meninggalkan Tomy bersama sang pemancing.sudah ada di jok belakang. Setelah berulang kali mengucapkan terima kasih. Sambil mengisap rokoknya. lagi-lagi Tomy terhenyak. Saat itu seorang lelaki bertopi dan berkacamata hitam berjalan mendekati Tomy. ia juga sedang menikmati suasana pantai pagi itu. Tanpa banyak pikir. "Jangan berteriak. "Lumayan! Di tempat ini jarang ada orang memancing. Saat mengganti umpan dan menoleh kepada Tomy. Rupanya. Tomy menoleh pada lawan bicaranya. kecuali patuh pada perintah lelaki itu. "Yah. Ia menyusuri jalan sepanjang pantai yang banyak ditumbuhi ketapang. peminta-minta itu pun pergi meninggalkan Tomy. Beberapa perahu nelayan yang sedang ditambatkan tampak bergoyang-goyang dipermainkan ombak tepi pantai. Seorang pengemis menadahkan tangan. Lelaki bertopi dan berkacamata hitam . kalau tak ingin perutmu ditembus peluru!" Tomy tidak bisa berbuat apa-apa. di hadapannya kini muncul seseorang yang selama ini selalu menghantuinya. "Lo. ia menyapa dengan senyuman. Jimy Sugiharto. Rasa bosan bercampur was-was makin membelitnya. "Banyak ikannya?" iseng-iseng Tomy menegur. padahal cukup banyak ikannya. Perlahan-lahan lelaki itu melepas topi dan kacamatanya. ya?" sapa lelaki itu. Lelaki itu Jimy. Ketika hendak menyulut rokok di bibirnya. Namun. membuyarkan konsentrasi Tomy. tiba-tiba orang tak dikenal itu dengan cepat meringkus tangannya. ia melihat seseorang sedang asyik memancing. Setelah menawari permen karet. "Di sini tenang. Sebuah benda keras menekan perutnya. Tomy lalu berjalan menuju ke deretan warung di depan pintu masuk halaman pelabuhan untuk sarapan.

ia tidak merasakan apa-apa. Tomy berhasil melepaskan diri. mobil yang membawa Tomy menyusuri jalan yang membelah hutan di kawasan Bali Barat. 14. Jimy masih mencoba menguasai dirinya. salah satu pembantu rumah tangga Tante Ndari ada di mobil itu. Sebastian. Sekali lagi Tomy terkejut. Bos?" kata lelaki di balik kemudi sembari menoleh ke belakang. lelaki itu rupanya si tukang mancing di pantai itu. manakala sebuah kendaraan lain menyusul mobil yang ditumpanginya. Dengan lengan yang berdarah. Bukan hanya agak jauh dari rumah dan kawasan Inde. Aparat rupanya sudah merencanakan semuanya. Tapi. Namun. Namun. Terdengar suara ledakan memecah keheningan. yang dengan mudah terperangkap masuk dalam jebakan pemburu." katanya dalam hati. Nyawanya kini di ujung tanduk. pistol di tangannya bukan pertanda ia punya niat baik.adiknya meninggalkan rumah mereka. Tomy tampak pasrah dengan moncong pistol yang sepertinya siap menyalak. 30 Maret 2003. dalam perjalanan menuju entah ke mana. "Ya. sepucuk moncong pistol lain kini menempel di pelipis Jimy. Sewaktu kawanan Jimy digiring ke mobil polisi. di sana aman. sebutir timah panas menembus lengan kanan Jimy. kembali Tomy dibuat terkejut. TERLACAK DARI SITUS INTERNET Minggu cerah di Eschweiler. sebuah lereng pertambangan yang jaraknya kurang dari sekilometer dari rumah orangtua Tom di Patternhof. Sebaliknya. Dalam keadaan setengah sadar. "Seperti rencana kita 'kan. Namun. "Jadi?" kata Tomy terbata-bata. saya Sri. anehnya. Seperti dikomando. senyuman itu bagi Tomy lebih mirip seringai serigala lapar. "Matilah aku!" pikir Tomy. "Ya. Sehari sebelumnya. "Itu pasti komplotan mereka. Tom bersama Sonya . Sri. Tak sampai satu jam kemudian. ia melihat pistol di tangan Jimy terlempar. si pengemudi membawa mobil menerobos semak belukar. Nyalinya yang mulai mengembang menciut seketika. Jimy memperketat tali yang mengikat kedua tangan Tomy. Cuma sekarang saya sudah kembali ke pekerjaan semula." Tomy merasa dirinya bak kelinci. anak-anak itu pergi ke Schwarzer Berg. Rupanya." pikirnya. "Aku tak mau ada yang mengaku-ngaku sebagai diriku!" hardik Jimy sambil menarik picu senjata apinya. Di sebuah jalan yang tampak makin sepi. Betul 'kan?" tegur Jimy asli ramah." "Jadi. 99 . aku harus berbuat sesuatu."Kamu tentu sudah tahu siapa aku. "Daripada mati konyol. Anda ini Polwan?" Sri mengangguk. Jimy tersenyum. untuk pertama kalinya ia diperbolehkan bermain agak jauh bersama temannya.

mereka belum juga dapat menemukan jejak kedua anaknya. Pasangan suami-istri Spreeberg tak bisa lagi tinggal diam di rumah. Namun. Ia merasa harus berbagi. Sonya. setengah jam saja. Tom (11) dan Sonya (9) diasuh orangtua mereka dengan penuh perhatian. Mereka menelepon temanteman bermain anak mereka. pemilik tang itulah si 100 . bila Tom akan berlatih taekwondo. jaraknya hanya 500 m dari rumah mereka. Sekitar pukul 18.00 satuan petugas terpaksa menghentikan upaya pencarian yang tanpa hasil itu." begitulah si ibu mewanti-wanti anak-anak itu. Maka ia pun menunjukkan gua itu pada adiknya tersayang."Di sana kami menemukan gua. Tempat yang tidak terpakai di sebuah pertambangan itu terletak di tepi hutan Huert. Ketika malam kian larut. Ibu dan bapak mereka. saat waktu yang disepakati tiba. Pukul 05.sangat memperhatikan keduanya. pakar kriminologi menemukan tang dengan cetakan nomor 637. sekitar 12 km dari Eschweiler." cerita anak laki kecil itu.45 Gudrun dan Uwe melaporkan kepada polisi tentang hilangnya kedua anak mereka. Ada dugaan. Kepala anak lelaki itu terbungkus kantung plastik. Polisi. Di wajah Uwe tercermin sikap optimis. untuk pertama kalinya. Tang bernomor khusus bergagang merah itu dibuat dalam jumlah sedikit untuk tukang pembuat alat-alat mekanik.lereng gunung seluas 15 hektar.00. Hari berikutnya. Uwe terpaksa menelan kekecewaan. pukul setengah enam sudah pulang. di lahan parkir tempat ini seorang pejalan kaki menemukan sesuatu yang mengerikan. identitas mayat anak itu. Telat pulang Minggu petang itu.00 keduanya menghambur keluar bersepatu karet. Satuan pencari yang terlatih berdatangan. mereka belum juga pulang. Senin pagi. tak seorang pun melihat Tom dan Sonya. 31 Maret. Padahal. Gudrun dan Uwe Spreeberg . mereka mencari ke segala pelosok Schwarzer Berg . Benar. pemadam kebakaran. Namun. Pukul 17. itu Tom. Dengan dibantu sejumlah teman. Jelas. Sonya juga diizinkan keluar bermain bersama kakaknya. dan bantuan teknis menelusuri setiap jengkal kawasan itu. Salah satu bentuknya. anak itu disiksa sedemikian kejam. "Jangan lama-lama ya.seorang insinyur . Tang bernomor "Lubang nyamuk" dekat Kota Zweifall merupakan bekas tempat penghancuran bebatuan. Maka. pukul 20. Namun. Sesosok mayat seorang anak lelaki. Gudrun dan Uwe mulai gelisah. baru bisa dipastikan. Tom dan Sonya belum juga ditemukan. Jadi. Anaknya pasti ditemukan. Setelah menyisir tempat itu. setelah penyelidikan kriminologis. mengingat kian banyak tenaga bantuan penolong yang datang. sang ibu mengantarnya dengan mobil sampai ke gedung olahraga.

000 pria di Eschweiller yang berusia 101 . Lebih dari 1. Si pengemudi tidak tampak berupaya menghentikan mobil di jalan raya. DNA dari Sonya dan dua pria. Pihak kepolisian mengambil sejumlah gambar. Antara lain. berupa temuan tang dengan cetakan nomor 1083. Sebuah uji air liur dilakukan pada 2. Para pejalan kaki menemukan mayat itu sekitar pukul 14. Kalau dugaan itu benar. Informasi lain. Delapan puluh orang bekerja di komisi pembunuhan di Kota Zweifall untuk mengungkap kasus ini. Sangat menarik perhatian. Awalnya. tubuhnya dibuang begitu saja di hutan. polisi berniat melakukan penjaringan besarbesaran." saran polisi itu sebagai jalan tengah. Lima ratus polisi melacak semua kawasan hutan di sekitar Eschweiller.400 petunjuk dari penduduk diterima.pembunuh Tom. Sejumlah organisasi bantuan ikut serta. tergeletak sesosok tubuh manusia diikat plester. Sejumlah pakar kriminologi kembali membutuhkan waktu seharian penuh untuk bisa memastikan. apakah gadis itu telah mengalami pelecehan seksual. Seminggu berlalu sejak hilangnya Tom dan Sonya. di bagian kriminologi kepolisian Duesseldorf. Para penyelidik mengetahui. Polisi sama sekali tak menyebutkan. jangan-jangan itu dilakukan dengan sengaja untuk maksud tertentu? Entahlah. "Pokoknya jangan membayangkan kondisi mayat yang lebih baik. mobil itu membunyikan klakson terus-menerus dengan ban mendecitdecit. Karena tak seorang pun bisa dicurigai. Wajah seorang gadis kecil yang semasa hidupnya menampakkan keceriaan. Ratusan kilometer jalan tol arah ke selatan Eschweiler di hutan Bucher Wald dekat Blankeheim. Gadis cilik itu kemungkinan masih hidup. Pencarian terhadap adik Tom dilanjutkan. itu memang kejahatan seksual. Hari itu Minggu yang dingin di Kota Eifel. bahwa mayat itu memang Sonya. Ini di luar dugaan. di dalamnya ada seorang anak sedang memukul-mukul kaca mobil. mencari tempat-tempat yang dicurigai.00. "Bagaimana gambaran kondisi mayat itu?" tanya seorang reporter keras kepala kepada polisi di komisi pembunuhan. Atau. polisi berpikir pelakunya satu orang seperti umumnya terjadi pada kejahatan seksual. Bagai seonggok sampah. Yang pasti. Ia begitu saja meninggalkan barang bukti yang mudah dilacak di lokasi kejahatan. Saksi mata itu masih ingat. tang itu diperiksa untuk mencari jejak DNA. Gemuruh pesawat terbang angkatan bersenjata Jerman melayang-layang di atas kawasan sekitar Eschweiller dengan kamera khusus jarak jauh. tampaknya si pembunuh sangat ceroboh. Mereka memastikan menemukan tiga jejak DNA yang jelas pada tang yang ditemukan di dekat mayat Tom. Juga regu penolong dari ordo Maltese di Eschweiller. seorang pejalan kaki di Stolberg mengaku pernah melihat mobil kecil hitam. Anjing-anjing pelacak dilibatkan. Tanggal 8 April para pakar di kantor kriminal setempat di Duesseldorf mendapatkan titik terang.

Di Bar Pflaumenbaum. Di antara dengung percakapan itu terdengar komentar marah salah seorang pelayat. orang tersebut tak menyadari." ucap marah seorang pria kurus bertubuh sedang berusia awal tiga puluh. ibunya sudah menanti dan menyiapkan roti mentega. ia memerlukan jenis peralatan tang yang pernah ditemukan di dekat mayat Tom. Wirtz hidup sendiri di sebuah apartemen Souterrain di Jalan Nordstrasse di Eschweiler. Tak heran bila ia hadir dalam setiap rangkaian upacara pemakaman Tom dan Sonya. Rupanya. Ia memang tampak prihatin dengan kejadian menyedihkan itu. Ia juga bercerita berapa banyak orang di organisasi ordo Maltese yang hidup mereka sudah ia tolong." Teman-temannya menertawai Wirtz karena tahu ceritanya bohong belaka. Apa hubungan Markus dengan korban? Tidak ada. Ucapan itu berulang kali ia katakan kepada hampir ke semua kenalannya. ramah. bahwa siapa pun yang mencari situs di bagian pembunuhan itu akan dicatat.40 tahun. Bukan dari panggilan hatinya yang dermawan. Ada seseorang yang telah sebanyak 36 kali mengunjungi situs tersebut. Mungkin ia mewakili kemarahan serupa dari warga Eschweiler. Mungkin itulah upacara pemakaman terbesar dalam sejarah kota kecil itu. Pria berwajah tak mencolok. Apalagi diduga. Sudah enam tahun ini Wirtz bertugas sebagai penolong di bagian bencana ordo Maltese. Markus Wirtz merasakan dorongan yang menggebu-gebu untuk menjadi orang menonjol. Ia tak mempunyai. Lama sesudah upacara pemakaman selesai pun. Ia hanya warga biasa yang pekerjaan sehari-harinya menjadi induk semang dan tukang bersih-bersih gedung. berusia antara dua puluh lima sampai lima puluh tahun. akan ketahuan. mobil kecil warna hitam. Markus Lewendel. jenazah dua kakak beradik Keluarga Spreeberg dibawa ke pemakaman Katolik di Eschweiller. 102 . karena hampir semua penduduk kota menghadirinya. Sebagai ahli elektronika dan gemar mengutak-atik komputer. dan memang tak pernah memiliki. seperti terlihat oleh saksi mata di Stolberg. teman wanita. Diincar polisi Pria muda Markus Wirtz (28) mengendarai Fiat Punto. Siapa yang berulang kali mengeklik. para pengunjung pemakaman tetap berdiri dan terus bercakap-cakap. para pembunuhnya warga Eschweiler seperti mereka. Mereka tak habis mengerti. Ia memang anak mami. Petugas yang mengelola situs kepolisian Kota Aachen melihat suatu hal aneh. Ia pun bukan warga masyarakat yang dianggap sukses. wajah Markus cocok dengan gambar dari raut-raut pelaku yang telah dibuat gambarnya oleh kantor kriminal setempat. Titik terang mulai muncul. "Babi-babi jahanam itu harus disembelih jadi empat bagian. Selain itu. Setiap malam sepulang dari Bar Pflaumenbaum. ia pernah bercerita tentang sejumlah wanita "yang pernah ditidurinya. tapi lebih untuk menghindari wajib militer. Pada saat yang sama. mengapa di kota kecil itu terjadi pembunuhan ganda terhadap anak-anak.antara 20 . Ia baru saja pindah dari rumah orangtuanya. Dari internet Tanggal 11 April. Ibunya masih selalu mencucikan bajunya dan hampir tiap hari membuat masakan untuk Wirtz. Biasanya ini menjadi upaya terakhir polisi dalam memecahkan kasus-kasus sulit.

" keluhnya selalu kepada para pendahulunya. Mobil Fiat hitamnya pun tidak ada di garasi bawah tanah. Para penyelidik dari komisi pembunuhan segera bertindak ketika kecurigaan jatuh pada Markus Wirtz. terakhir kali melihat Wirtz beberapa hari sebelum Paskah. pria bertubuh 1. Namun. Si induk semang yang melambaikan tangan. Di sebelahnya duduk temannya.Namun. Ia hidup membujang. Dengan surat perintah pemeriksaan. Ia memang sangat mirip dengan sosok pelaku seperti halnya Wirtz. tiap orang di bar tahu pula. karena tiadanya calon-calon pilihan lain.65 m itu menjadi panutan bagi teman-teman separtainya. Sebuah analisis kilat yang dilakukan pihak kepolisian membuktikan. Angela Markel. "Karena urusan kerja dan pribadi. Markus Lewendel. Namun. dan sering punya rasa takut terhadap orang asing. ia meletakkan jabatan karena putus asa. Ia juga keluar dari CDU. Diduga. wajah si anak bawang ini berseri-seri. Suka berkaus oblong Markus Lewendel (33) tinggal berhadap-hadapan pintu apartemen dengan Wirtz. lantas memperkenalkan dirinya-sendiri. Dengan saudara lelaki dan perempuannya. bahkan ia sama sekali tak pernah punya teman wanita. Markus membawa nilai-nilai rapor yang jelek ke rumah. Mereka menemukan sebuah tang yang sama dengan tang nomor 637. Di mana Wirtz? Pihak kepolisian menanyai para tetangganya. Ketika organisasi Junge Union di Ewschweiler pada November 2002 tidak bisa menemukan seorang pengganti untuk jabatan ketua Wirtz yang anggota partai CDU. Bagai tambah tinggi sepuluh sentimeter. Partai Kristen Demokratik. Kakaknya yang berusia 15 tahun lebih tua mencoba menggantikan peran ayah dan ibu bagi Markus. Markus tumbuh di rumah ibunya. maupun di tempat kerjanya. Tiap malam ibunya menjadi pelayan di Bar Em Joldene Klomp. bahwa jam-jam tugasnya di dinas kebersihan dihabiskannya dengan nongkrong di bangku-bangku pertandingan sepakbola antarkota dan pertemuan-pertemuan persiapan arak-arakan. Februari 2003. Markus Lewendel berasal dari keluarga berantakan. bar terjelek di Eschweiler. "Saya sanggup. kepeminpinan tidak berjalan mulus. Mereka tidak menemukan bujang lapuk itu di rumahnya. Salah seorang tetangga ingat. Markus Wirtz juga pernah memiliki tang-tang yang digunakan untuk menyiksa si kecil Sonya. "Mereka tidak mau mendengarkan saya. Ia pergi dengan mobilnya. Wirtz dipilih menjadi ketua. ketua bertubuh pendek itu diwawancarai koran lokal. tapi tidak berhasil. Bahkan. Ia sering bertengkar dengan anggotaanggota muda di Junge Union mengenai pengiriman bir dan harga karcis masuk untuk pesta Junge Union." kilahnya. ibunya tidak punya waktu untuk si kecil Markus. Kadang-kadang ia membawa tamu langganannya ke rumah. Hanya sekali-sekali pria pendek itu menjadi orang terkemuka. Orangtuanya bercerai ketika ia baru berusia 3 tahun. 103 . pernah mendapat larangan keluar rumah. Saya pantas menjadi ketua. menampakkan wajah gembira. Pada malam pemilihan ketua. matanya berbinar-binar." Jadi. para petugas kepolisian masuk ke apartemen Wirtz. karena tak mampu ikut mendukung arah politik ketua partai CDU pusat.

Lewendel tidak berhasil mendapatkan pekerjaan. itu hasil diagnosis dokter spesialis di klinik Kota Aachen. Si Centeng . Selain itu. Anak-anak juga tidak boleh bermain bola di lapangan rumput belakang apartemen. Dengan lamaran ke sebuah perusahaan Swis di koper dokumennya. Kedua pria itu senang duduk bersama di depan komputer dan bermain balap mobil. "Itu cuma bercanda. tidak ada informasi jelas mengenai pekerjaannya di luar Nordstrasse. tidak seorang pun tahu. pekerjaan itu ia tinggalkan. untuk mengumpulkan sampah-sampah di taman-taman. Katanya. Ketika wanita itu hendak menyampaikan keluhannya ke Lawendel. apa sebenarnya penyakit Lewendel." Teman satu-satunya si induk semang adalah Markus Wirtz. keraguan pun hilang. Si penyewa memprotes dan mengadukan kejadian itu kepada polisi sebagai pelecehan seksual. ia diterima si tuan rumah dalam keadaan tanpa busana. mengambili benda-benda yang bisa digunakan untuk pemeriksaan DNA. Status Lewendel yang paling dikenal adalah menjadi induk semang sebuah apartemen keluarga yang dibangun tahun 1990-an di Jalan Nordstrasse. Sikapnya sering kali menjadi sedemikian keras. orang-orang menduga itu upaya untuk menutupi tumornya. komisi urusan pembunuhan kota Zweifall mencari Lewendel di apartemennya.suka memakai kaus oblong polisi warna hijau. ia mencoba bekerja sebagai pembantu gudang. Kepada seorang tetangga ia bercerita. menawarkan jasa untuk urusan tetek bengek. Jadi. Kadang-kadang ia berdiri di depan jendela dengan sebuah teropong dan mengawasi anak-anak kecil itu. ia sering bertengkar. Ia mengurus mesin otomatis pencuci baju. Namun. lalu kembali menganggur. dahulu pernah jadi polisi. Ia ingin mengendarai mobil sport. tetapi keinginannya muluk-muluk. Kepada pelayan bar. Saya takkan melakukannya lagi. Mereka tidak boleh berisik dan membuang sampah sembarangan. Terutama bila berurusan dengan anak-anak tetangga. Ia selalu mengeluh sakit kepala dan punya gangguan mata.demikian julukannya . Kemudian. dan peduli. Harapannya kandas. Selanjutnya ia menjadi tukang cat. Listrik di apartemen seorang wanita muda ia putus. ia pergi dari Eschweiler. Ia hanya ingin dilihat dengan topi base ball. Tentu saja lamaran si pengangguran tak terdidik itu tak mendapat perhatian selayaknya. Lewendel juga mengelak dari wajib militer di angkatan bersenjata Euskirchen. Lewendel merupakan pria pemurung dan aneh. Berjam-jam lamanya mengawasi anak-anak yang bermain langsung di belakang apartemennya di lapangan sekolah dasar. Ia jadi penganggur. Ketika uji dengan jejak-jejak yang ditemukan di mayat Tom juga sesuai. 104 . Meski sempat bekerja beberapa bulan di sebuah dinas pertamanan. karena kecurigaan juga mengarah kepadanya. Lewendel berkilah. duduk-duduk di bangku taman dan memandangi anak-anak saat bermain bola. ia bercerita mengenai tumor otak yang tumbuh sedemikian cepat dan tidak bisa dioperasi. Kemudian ia lebih banyak tertarik kepada para wanita penyewa apartemen. Pria muda itu tak pernah punya SIM. Lewendel melupakan rasa putus asanya di Bar Pflaumenbaum di lorong jalan bersama Wirtz dan beberapa orang gagal dari Eschweiler. Lewendel punya banyak waktu luang.Selulus SMU.

di malam menjelang Jumat Sengsara kematian Yesus Kristus. secara bersama-sama. Wajah mereka pucat dan mata sembap karena kebanyakan menangis. Semuanya itu mempertimbangkan perasaan orangtua anak-anak itu. yang bersepeda melewati pemakaman itu. ikut mencari mayat anak-anak itu. Banyak orang mencoreti tembok apartemen di Jalan Nordstrasse itu dengan tulisan "Hanya kematian yang pantas bagi pembunuh-pembunuh Sonya dan Tom. mereka menyusuri sepanjang sungai dengan wajah menampakkan rasa kehilangan dan bingung. Burung-burung merpati bersiul-siulan di dahan pepohonan di tepi sungai. "Musang berbulu domba. karena dugaan pembunuhan bersama terhadap Tom dan Sonya. Seorang wanita tua menyalakan lagi sinar-sinar abadi dari lilin-lilin yang padam. Kembali ke Aachen. pemakaman St. Peter-Paul menjadi tempat peristirahatan terakhir anak-anak mereka. Polisi lalu menangkap kedua pria bernama depan sama itu. Semuanya lima puluh lilin. Wirtz dan Lewendel mengaku telah membunuh kedua anak Spreeberg. bersama teman-temannya dari organisasi ordo Maltese. Kisah nyata/Stern/Marina 105 . Pasangan suami-istri Spreeberg yang meninggalkan kediaman nyaman mereka di Inde tak cocok dengan gambaran suasana pagi musim semi itu. Apakah Tom dan Sonya disiksa dan dibunuh karena nafsu sadis? "Semoga saja peristiwa sadis ini tak terjadi lagi. Sedangkan Markus Lewendel. yang dimintai komentar dan diagnosis kilat. Mengenakan baju berkabung hitam. Matahari pagi memancar di kawasan Inde. Beberapa orang berjalan sambil menggiring anjing mereka. Di tepi sungai seberang. Penggemar joging mengitari lintasan. pada hari Kamis. Dua tanda salib kayu berada di lautan bunga yang mulai melayu. memilih bungkam seribu basa. Markus Wirtz. Sonya dan Tom." Hari Jumat Agung di Eschweiler. Sungai kecil mengalir di antara semaksemak rerumputan hijau melewati kawasan itu." ujar seorang pria pensiunan. dapat dengan tenang menghadiri pemakaman sambil mengeluarkan sumpah serapah. mobil Fiat Punto hitam Wirtz bisa dikenali di jalan tol A2 di Swis antara Zurich dan Basel." Hanya selang sehari." desahnya. Para penegak hukum tidak mengeluarkan rincian mengenai jalannya pemeriksaan dan hasilnya tentang kejahatan yang ternyata telah direncanakan tiga minggu sebelum kejadian. Bahkan para psikolog. Di kaca spion mobil bergelantung sepatu bayi putih.Pengakuan dua Markus "Dicari! Markus Wirtz dan Markus Lewendel dari Eschweiler.

mereka akhirnya mendatangi kantor polisi terdekat. Karena memang tak pernah ada kejadian apa-apa. sejumlah detektif mengejar keterangan Kikuo di rumahnya. tak pernah tahu kalau saat itu. yang tak menyadari. dengan perut lapar tentunya. Sebuah taman kecil yang berhimpitan dengan blok-blok rumah warga. tampak asyik bermain di sebuah taman yang terletak tak jauh dari rumahnya. penculikan. Sebab." timpal seorang petugas jaga kepada rekan detektifnya. atau si anak sekadar mampir ke rumah temannya? "Mudah-mudahan bukan penculikan. persisnya kantor polisi Higashi Iriya. 31 Maret 1963. Karena mereka belum bisa memastikan. Dibantu para kerabat dan tetangga. memang hanya itu yang bisa mereka lakukan. "Taman tempat dia bermain itu letaknya di seberang jalan. Bujukan macam apa yang dikeluarkan si orang asing. Yah. putra pertama mereka itu tak kunjung pulang. Statistik yang tentu saja membuat kecut hati para orangtua! Titik terang Kikuo Untuk memperjelas persoalan. Tokyo. berjalan-jalan di sekitar taman. Setelah menanyai sejumlah saksi mata. polisi segera bergerak cepat. pada tahun 1945 . Selama ini saya tak pernah khawatir ia bermain di sana. ibu muda yang baru berusia 28 tahun. polisi mendapat informasi. Toyoko. bercerita kepada polisi yang mencatat laporannya. apalagi biasanya ditemani anak-anak tetangga. Jawaban Kikuo sedikit memberi titik terang. yaitu para tetangga dan teman-teman Murakoshi. kasus apa yang sebenarnya tengah mereka hadapi. bercanda sebentar. sehingga menganggap tak perlu lagi mengawasi anaknya. sebelum akhirnya raib entah ke mana. Apakah pembunuhan. pada pukul 19. Semilirnya menyejukkan badan. persis di depan rumah kami. sehingga Murakoshi menurut saja diajak pergi menjauhi tempat tinggalnya? Orangtua Murakoshi baru sadar.15. sepasang mata mengawasi. Yoshinobu. di Taito Ward. DIKENALI DARI SUARANYA Sore itu. Semoga bukan penculikan. Keasyikan seorang bocah. sang ayah. Saking seringnya bermain di taman itu. Bingung dan khawatir. Yoshinobo mencoba menemukan Murakoshi dengan menyisir daerah sekitar taman. temannya yang berusia lebih tua. hasilnya nihil. 31 korbannya tewas dibunuh penculiknya. Murakoshi selalu pulang jauh sebelum pukul 18. Tokyo. Pak. istri Yoshinobu. Polisi terpaksa harus menenangkan Toyoko. anaknya tiba-tiba dihampiri orang tak dikenal. Yoshinobu juga tak tahu. si anak hilang itu terakhir kali terlihat bermain dengan Kikuo. Murakoshi sudah biasa bermain di taman yang memang disediakan untuk warga sekitar. dari 171 kasus pembekapan bocah bermotif uang tebusan yang dilaporkan di Jepang. Tanpa membuang waktu. Makanya. Seorang anak laki-laki berusia empat tahun. angin bertiup pelan. Jepang. 106 .00 tiba. kontraktor berusia 34 tahun. menanti kesempatan untuk merenggut keceriaan masa kecilnya. Begitu sarat emosi. tokotoko. Padahal biasanya. untuk sementara. orang asing itu bahkan sempat mengajak Murokoshi bercakap-cakap.00. membuat orangtua Murakoshi merasa aman." Toyoko meradang. ketika sampai menjelang jam enam malam. Mereka melaporkan hilangnya Murakoshi.1993. dan gedung-gedung beton. Murakoshi Yoshinobu. sesuatu yang kurang beres terjadi pada anaknya. nun jauh di sana. Namun.

mengimbau pembebasan Murakoshi. Tingginya sekitar satu meter. Tadinya kami bermain bersama. Orang itu mengajak ngobrol Murakoshi. Sejak pemberitaan gencar itu. dan laporan yang masuk. Agar pencarian berjalan efektif. Belakangan. tingginya sekitar 160 cm dan memakai jas parasut warna abu-abu. dugaan polisi masih belum berubah: kasus hilangnya Murakoshi kemungkinan besar penculikan. dan sepatu hitam. si pria masih muda. sejauh ini belum ada nama yang dianggap pantas masuk daftar orang-orang yang dicurigai. menanyakan apakah pengusaha muda itu punya masalah di kantor." "Hanya itu?" "Hanya itu yang saya tahu. "Kamu sempat mendengar pembicaraan mereka?" tanya seorang detektif. Seorang detektif datang ke rumah Yoshinobu." Kikuo mengangguk. Tapi kemudian. Seorang pejabat polisi. dengan rambut dipotong pendek layaknya anak-anak kecil di Jepang saat itu. Di saat-saat terakhirnya. Baik dengan sesama teman kerja maupun rekan bisnis di luar perusahaan. jika penculik Murakoshi bersedia menyerahkan diri. polisi menyebarkan ciri-ciri Murakoshi. karena saya langsung pergi. seluruh Tokyo bak larut dalam lautan duka mendalam yang menimpa keluarga besar Yoshinobu. saya lalu meninggalkan mereka berdua. terutama saat terakhir kali meninggalkan rumah. poster Murakoshi mulai dicetak secara besar-besaran dan disebarkan ke seantero kota. ketua Asosiasi Pengacara Jepang. Selain mereka berdua. dan celana panjang kuning setrip hitam-abu-abu. Menurut Kikuo. Polisi juga menanyai ciri-ciri pria asing yang membawa pergi Murakoshi. Maruyama Tasaku. kaus kaki biru tua. bahkan secara resmi menyampaikan permintaan pada penculik. Lelaki pembawa lari Murokashi itu ternyata berkaki pincang. "Pria itu menegur duluan. kaus oblong. Namun. datang seorang laki-laki. Berdasarkan data. masih banyak lagi "orang penting" yang ikut berbicara di media. Pihak keluarga berharap. Tanggal 3 April 1963. Hanya sampai di situ keterangan yang dapat dikorek polisi dari anak lakilaki yang tadinya diharapkan menjadi saksi kunci. saat ditanya wartawan. kasus Murokashi tak lagi menjadi milik polisi dan warga sekitar. gencarnya pemberitaan dan banyaknya poster yang disebarkan membuat hati si penculik (jika memang benar Murakoshi 107 . juga menjanjikan "perlakuan khusus"." jawab Kikuo lancar. Mereka terus menunggu kontak dari penculiknya. Sejumlah media cetak terbitan Tokyo ikut mengekspos kisah hilangnya bocah yang dikenal selalu ceria itu. Karena sudah ada yang menemani. karena tampaknya kasus ini mengarah pada penculikan. Esok harinya. agar tak melanjutkan aksi kejinya. Namun. ternyata masih ada lagi satu ciri fisik penting si pria asing yang luput dari perhatian Kikuo. fakta."Memang benar. Polisi juga mulai mencari motif. ketika kami sedang mengisi pistol air Murakoshi. ia memakai sweater hitam. Mereka ngobrol soal pistol-pistolan yang dipegang Murokoshi. polisi belum berani menyimpulkan secara resmi. Lolos jebakan polisi Setelah beberapa hari tak ditemukan.

"Bagaimana kalau saya ditemani seorang anggota keluarga?" "Mmmm. sebaiknya Anda datang sendirian. dering telepon itu sekaligus memastikan. setelah sempat dibekap selama dua bulan." "Tidak masalah.yang telah lama disadap polisi . sehingga memutuskan "menyerah". Kalau tidak . Kadang. Alhasil. tidak ada orang lain. kasus penculikan itu akhirnya berujung damai.diculik) luluh. Ada lima truk yang diparkir di sana. Di ujung jalan. Showa Dori. Untuk pertama kalinya sejak dilaporkan raib. penculik Murakoshi menelepon.. Anda akan melihat Sunagawa Motor Company." Yoshinobu agak gugup. Orang dewasa yang memanfaatkan ketidak-berdayaan bocah-bocah tak berdosa. setidaknya. pemberitaan meluas di media massa seperti ini pernah terjadi pada kasus penculikan terhadap seorang anak perempuan." si penculik mengancam. dan seperti diduga sebelumnya. Di mana harus diserahkan?" "Apa?" "Uangnya. "Tapi ingat. Si bocah pun kembali ke pangkuan orangtuanya dengan selamat. Anda harus sendirian. Setelah diberitakan secara luas. Apakah taktik serupa mempan untuk menekuk penculik Murokashi? Tentu saja waktu yang akan membuktikan. betul. Shinagawa Motor?" "Ya." "Boleh 'kan?" 108 . Di mana harus saya serahkan?" ulang Yoshinobu "Datanglah ke Jln. tampaknya membuat si penculik stres. mereka memang benar-benar berhadapan dengan penculik bocah." "Maksud Anda.. saya akan bawa uangnya. sehingga tak melanjutkan niat jahatnya." "Dia akan jadi sopir saya. Beberapa bulan sebelumnya. Salah satu pelaku tindak kriminal yang paling mereka benci. meminta uang tebusan. Buat polisi. tentu. Bertubi-tubinya "hantaman" media massa. Namun. Letakkan uangnya di truk ketiga dari depan. ramainya pembicaraan tentang nasib bocah yang tengah menjadi "anak kesayangan" Tokyo itu membuat penculiknya tahu alamat dan nomor telepon keluarga korban. "Anda benar-benar akan membawa uangnya. Shinagawa. Ia meninggalkan korbannya tak jauh dari sebuah stasiun rel bawah tanah Shinjuku.berdering. Contoh keberhasilannya sudah ada. cara seperti ini lebih efektif ketimbang memburu langsung si penculik. telepon di rumah orangtua Murakoshi .. Bagaimana?" "Mmmmm. Saya akan datang sendirian. Sekali lagi saya ingatkan. "Tentu. seorang bocah asal Korea Selatan di Chiba. tanggal 6 April. 'kan?" bunyi suara di seberang sana. Begitu juga dengan kasus pembekapan dengan tebusan Kim Min Soo.

Sayangnya. mereka bahkan baru sampai ke titik penyerahan uang tiga menit setelah tebusan ditaruh. permintaan Toyoko tampaknya hanya akan menjadi sekadar permintaan. Namun. Murakoshi dibebaskan sebelum ulang tahunnya yang kelima. Mereka menempatkan lusinan detektif berbaju preman di sekitar titik pertemuan. Tanda itu dianggapnya sebagai isyarat agar mengambil rute terdekat dan segera menyerahkan uang tebusan yang telah disiapkan. meskipun rencana penyergapan yang mempertaruhkan nyawa bocah tak berdosa itu dipersiapkan dengan matang. Terbukti. terasa menyentuh. Si penculik menjadi orang yang benar-benar "beruntung". Murakoshi tak juga kembali ke rumah. Namun. Himbauan yang disampaikan secara berkala itu menunjukkan keprihatinan mendalam masyarakat Tokyo atas raibnya Murakoshi. Murakoshi yang malang. Akibatnya. sampai hari ulang tahunnya tiba. dia bisa saja kembali. Saya juga ingin membawanya ke festival anak."Okelah. Berbagai tulisan tentang ibu kandung Murakoshi. Di stasiun-stasiun kereta api bawah tanah. Dalam tulisan itu diceritakan. "Saya berharap. ikut bersuara. sebagian besar bergerak secara tak resmi. betapa Toyoko tak pernah bisa benar-benar tidur. karena si penculik dan uang tebusan Yen 500. Nah. polisi langsung melakukan persiapan. Logikanya. Pelaku penculikan lolos begitu saja dari jebakan polisi. jejak si penculik masih juga misterius." harap Toyoko. jika si penculik sudah mendapatkan semua yang diminta. bagaimana nasib bocah itu kini. yang dicetak sejumlah media tulis. polisi bahkan memperbanyak dan menyebarkan rekaman percakapan telepon antara si penculik dengan orangtua 109 . tanggal 5 Mei. kerabat. Uang didapat. Untuk mengatasi kebuntuan. membantu polisi mencari Murakoshi. bahkan sampai festival anak selesai dilaksanakan." Menyadari pentingnya "transaksi" yang akan dilakukan. Toyoko. polisi di lapangan tak lagi terkoordinasi. Di luar stasiun kereta api serta rumah keluarga. imbauan dan gerakan moral menuntut Murokashi dibebaskan pun makin sering terdengar. Berbagai LSM mendesak penculik agar tak menjadikan bocah tak berdosa sebagai tameng kehajatannya. Kegagalan tadi jelas berimplikasi besar. makin banyak pihak yang mengkhawatirkan nasib anak tak berdosa itu. hasilnya ternyata mengecewakan. seperti dilansir sejumlah media cetak. kemungkinan kedua inilah yang ditakutkan warga kota.000 telah kabur entah ke mana. sandera tetap di tangan. Sopir Yoshinobu salah memahami kode lambaian tangan yang dilakukan seorang perwira polisi. sejak anaknya diculik. dan tetangga. Setiap tahun kami sekeluarga selalu ke sana. Polisi mencoba menyisir lokasi kejadian. Gagal berulang tahun Sejak gagalnya "transaksi" penyelamatan Murakoshi. tak kurang dari 700 ribu orang menjadi sukarelawan. 17 April nanti. buat apa lagi menyimpan sandera? Bukankah keberadaan si bocah justru menjadi beban yang sangat merepotkan? Hanya ada dua pilihan yang dimiliki si penculik. para kepala stasiun berinisiatif mengumandangkan himbauan agar si penculik membebaskan Murakoshi. bulan berganti. hari berlalu. tahun pun bergulir. tapi terlambat. melepaskan sandera atau membunuhnya. Total jenderal. sesuai petunjuk penculik. Sampai nanti. Keteledoran kecil yang dilakukan kerabat sekaligus sopir Yoshinobu berdampak sangat besar. tapi bisa juga tak akan pernah terlihat lagi. Para politisi pun tak mau kalah. Tak ada yang bisa memperkirakan.

dia belajar teknik servis jam di Ishikawa. ke stasiun-stasiun radio dan televisi.berbekal kaset rekaman tadi . polisi Jepang mengirim dua sampel rekaman suara ke Amerika Serikat untuk diperbandingkan. sehingga satu kakinya tak dapat berjalan normal. mulai mengerucut pada sebuah nama. seiring peresmian kereta api cepat Shinkansen dan status Tokyo sebagai tuan rumah olimpiade. kota kecil tak jauh dari kampung halamannya.000 per bulan.ikut memberi penilaian atau informasi yang langsung mengarah pada pelaku. Dari rekaman suara itu terungkap pula. Pelaku diperkirakan berusia sekitar 40-an tahun. Sebelum terlibat kasus penculikan Murakoshi. Polisi yakin. polisi belum atau tidak menemukan bukti-bukti keterlibatan orang-orang yang dilaporkan sebagai pemilik suara mirip penculik Murakoshi itu. Tujuan polisi. ketika dia ditahan karena pencurian. dua kali di antaranya membuat penjahat kambuhan ini masuk bui. sedangkan sampel kedua. Kohara yang berasal dari utara Jepang (dialeknya cocok dengan dialek penculik hasil rekaman polisi) adalah pelaku sejati penculikan Murakoshi. dialek si penculik menunjukkan dia berasal dari Tohuku. Menurut para ahli bahasa. terserang penyakit tulang ketika duduk di kelas 5 SD. bisa juga lebih. Pria 29 tahun. Bosan tinggal di kampung. uang sebesar itu tak sebanding dengan kebutuhan hidupnya di kota sebesar Tokyo. Sepertinya. Toh aparat penegak hukum tak pernah putus asa. Gaji yang sebenarnya lumayan. dengan gaji Yen 24. Utang itu makin lama makin menumpuk. tapi buat Kohara. Rekaman itu menjadi bahan perbincangan menarik di media massa. perhatian warga terhadap kasus Murakoshi mulai terpecah. setelah diselidiki lebih jauh. Sampai akhirnya. Penyelidikan terus bergulir. agar khalayak . Untuk lebih meyakinkan. Hasil penyelidikan yang melibatkan 30 ribu polisi dan 13 ribu calon tersangka itu. Dia mendapat pekerjaan sebagai tukang servis di sebuah toko jam. dia meninggalkan banyak utang di mana-mana. justru ketika hampir semua orang sudah melupakan tragedi yang menimpa anak kesayangan Yoshinobu. Anak petani miskin yang memiliki 10 saudara itu. Tak heran. Sampel pertama berisi rekaman suara Kohara paling akhir. data yang dijadikan dasar penelusuran polisi) terakhir melakoni pekerjaan sebagai tukang servis jam tangan. dua tahun tiga bulan setelah kasus penculikan Murokashi pertama kali dilaporkan. Umur 15.korban. sulit buat polisi menemukan jalan keluar kasus ini. pelaku kerap menggunakan istilah-istilah yang berhubungan dengan dunia militer. Selain komentar. tahun 1964. Kohara Tamotsu. berisi rekaman suara penculik saat meminta uang tebusan di telepon beberapa tahun lalu. 110 . sebuah daerah di utara Jepang. Kirim rekaman ke Amerika Ajaibnya. Bahkan hidup-mati Murokashi pun tak diketahui. mendapat sambutan luar biasa. sehingga kadang harus dilunasinya dengan melakukan tindak kejahatan. menurut aparat penegak hukum. Namun. persisnya Juni 1965. Kohara mengadu nasib di belantara Tokyo ketika menginjak usia 27 tahun. rata-rata menyatakan "sepertinya mengenal" orang yang suaranya mirip dengan suara penculik di kaset rekaman. yang sudah beberapa kali keluar-masuk penjara (termasuk tahun 1956. setidaknya Kohara telah lima kali ditangkap aparat kepolisian. banyak juga telepon masuk ke kantor polisi. polisi mengumumkan keberhasilannya menemukan jejak tersangka penculikan.

Untuk ukuran seorang penjahat. Kohara tergolong cerdas. tanpa bantuan orang lain. mengajak ngobrol. "Ini benar sepatu Murakoshi?" tanya seorang polisi. niat jahat langsung terbersit di hati Kohara. sebelum akhirnya dikuburkan di pekuburan belakang kuil. Celananya juga. Kerja keras polisi akhirnya berbuah manis. di sebuah tempat sepi di lingkungan kuil. Kohara mengaku. lebih sering dimanfaatkan untuk menipu dan berbuat tidak jujur. sikap Kohara justru makin menyebalkan. Kohara sebal. Ketika melihat Murakoshi di sebuah taman kecil. di lokasi penggalian.Hasilnya. tepatnya tanggal 23 Desember 1971. Kohara didesak dengan berbagai pertanyaan. Buah hati Yoshinobu itu dicekik sampai meninggal. meski telah didukung oleh bukti ilmu pengetahuan. Tokyo. atau alibinya yang dengan mudah dipatahkan karena tak didukung saksi mata. lalu jalan-jalan menjauhi kawasan tempat tinggal Murakoshi.00 waktu setempat. Sekitar pukul 22. Sialnya. mereka mendatangi lokasi penemuan mayat. polisi yang bertahun-tahun menyelidiki kasus ini. selamanya. Dalam rasa lelahnya. Tokyo. Motifnya semata demi uang. Setan membisikinya untuk membujuk bocah yang sedang bermain pistol air itu. Namun. walaupun kecerdasannya itu tampak nyata. Mayatnya sempat disembunyikan di gudang. karena di perjalanan. 111 . dini hari itu juga polisi langsung mengecek pekuburan di belakang Kuil Ensutji. termasuk uutang-utangnya yang langsung lunas pasca penculikan Murakoshi. Minami Senju. Apalagi jika tuduhannya tindak pidana berat. disajikan berbagai fakta. Orangtua korban yang diberi tahu soal penemuan mayat anaknya tampak sangat terpukul. saya sedang ada di rumah. Setelah itu. lantaran terbelit utang yang menggunung. suasana berubah hening. Arakawa Ward. Dia mengaku menculik Murokashi seorang diri. Tak ada kata-kata yang sanggup melukiskan kepedihan hati orangtua Murakoshi. dan banyak orang yang masih menginginkan Murakoshi dapat kembali bermain dengan teman-teman sebayanya. dari hari ke hari. Harapan menjumpai Murakoshi dalam keadaan hidup pupus sudah. saat terbentur batu-batu kerikil. Di Jepang pengakuan tersangka tetap menjadi dasar paling kuat untuk menjebloskan seseorang ke penjara. polisi akhirnya merencanakan interogasi maraton. Benar saja. "Ya. Yang terdengar hanya bunyi denting pacul dan peralatan lain untuk menggali. pengadilan memutuskan Kohara sangat layak dijatuhi hukuman mati. hidup Kohara berakhir di tiang gantungan di Kosuge. Tak lama kemudian." papar sang ayah pelan. Dia kerap berpolah tidak kooperatif. mereka menemukan sisa tulang belulang Murakoshi. Kohara memutuskan membungkam mulut Murakoshi. Dua suara yang diperbandingkan disimpulkan berasal dari satu sumber. antara tanggal 3 Juli dan 4 juli 1965. mereka sampai di Kuil Entsuji. "Saat kejadian itu berlangsung. tak jauh dari batu nisan bertuliskan "Ikeda". Berdasarkan pengakuan Kohara. Namun. polisi tetap mengharapkan pengakuan Kohara. Guna membungkam kebandelan Kohara. pas bin cocok. Di usia 38 tahun. Kepedihan itu sedikit terobati ketika pada 1967." jawabnya mantap. meski alibinya itu tak didukung saksi mata. Bahkan Kohara bersikukuh tak pernah melakukan penculikan seperti yang dituduhkan kepadanya. Karena tidak ingin mengundang perhatian orang banyak. Murakoshi terusmenerus merengek minta pulang.

Afrika Selatan. Ah. pihak kantor bilang.. Sebelum berangkat. Entah disengaja. RAHASIANYA DI BALIK CELANA Durban. tidak! Berkali-kali ia menyuruh Colin. Maud menjelaskan maksud kedatangan mereka berdua. Sesekali perempuan tua itu membuka pintu. Tak sabar dengan Colin yang selalu membantah. Ia yakin sekali. "Selamat malam! Ada yang bisa kami bantu?" Dengan penuh kecemasan. Meski tak bisa menyembunyikan kekesalannya. 112 . entah doa. datang. mereka sampai di lokasi kantor Joy. Hanya beberapa yang masih menyala. cerita film itu ternyata berputar-putar soal penculikan bocah! (Kisah nyata/Mark Schreiber/Icul) 16. menonton sebuah film yang baru saja dirilis. ada sesuatu yang tak beres dengan anak gadisnya. ia mendapati Colin sudah berada di dalam mobil. entah kebetulan semata. Kohara ternyata mendapat ide untuk melakukan penculikan Murakoshi.. Biasanya Joy sampai di rumah tak lewat pukul tujuh malam. dibintangi Mifune Toshiro. Berkalikali itu pula Colin menolak. Tapi perasaannya tak mampu membedakan. Setengah jam kemudian. Sepanjang perjalanan. Jawaban itu membuat ibunya kesal. anak gadisnya. Entah gerutu.. ketika sedang menonton film di gedung bioskop. Gaun itu kini masih tergantung rapi di kamarnya. sibuk dengan pikirannya masing-masing.. karena gelap selalu menjadi persembunyian orang-orang jahat yang melakukan tindak kriminal. Lampu-lampu sudah dimatikan. berharap Joy. Malam terus beranjak semakin larut. anak laki-lakinya. ia berniat refereshing. berganti pakaian. Namun. Tapi malam itu wajah cantik anaknya tak juga muncul hingga pukul sepuluh malam.Satu hal yang menarik. Baju pesta sia-sia Semakin malam. untuk pergi ke kantor Joy. Maud tampak semakin gusar. Maud bahkan sudah menyiapkan gaun yang bakal dipakai anaknya. 11 hari sebelum beraksi. "Buat apa ke sana? Dia 'kan sudah keluar kantor. Maud masuk ke kamar. Tiba-tiba saja ia menjadi begitu benci terhadap malam. judulnya High and Low. Mereka berangkat dengan sama-sama kesal. Jangan-jangan . Suasana lengang. si ibu menurut saja ketika Colin membukakan pintu mobil untuknya. Joy pulang pukul enam sore. dari para petugas keamanan itu mereka tak memperoleh informasi tambahan apa-apa. Tapi ia tahu Colin benar. Mulutnya tampak berkomat-kamit tipis merapalkan sesuatu. Ceritanya. hendak berangkat ke kantor Joy sendirian. telah terjadi sesuatu yang tak beres dengan Joy. sambil berkali-kali melihat jam dinding. Perasaan keibuannya mengatakan." bantahnya. Padahal. mereka diam satu sama lain. Beberapa orang petugas keamanan menghentikan mobil mereka di pintu masuk.. gadis itu bilang akan pergi ke pesta kawannya sepulang kerja. Begitu keluar menuju garasi. apakah Joy mengalami . Sudah tiga jam Maud Aken mondar-mandir di ruang tamu.

polisi memeriksa kamar Joy. Di kepalanya berkecamuk berbagai dugaan. "Umur 20 tahun. Dari kantor Joy. Hanya ada informasi tambahan bahwa sebelum Joy menghilang. mengendarai mobil Ford Anglia warna merah. mereka mendapat sambutan yang sama. Ia membolak-balik gaun Joy yang tergantung rapi. Bahkan Maud pun mengaku tak banyak tahu tentang kawan-kawan Joy. Sangat tampan. Sampai di rumah. mengatakan kepada polisi bahwa ia pernah berpapasan dengan Joy bersama pria tampan itu. Ia kemudian meninggalkan rumah dengan pesan agar kamar Joy tidak diutak-atik. Grobler hanya bisa berjanji. Tak urung. Belum ada kemajuan. 113 . menanyakan kabar pencarian Joy. hingga Joy tak sempat menelepon ke rumah. "Ibu tak perlu terlalu risau hanya karena perasaan. Cantik. Informasi itu seolah memperkuat dugaan Maud bahwa memang telah terjadi sesuatu yang tidak beres dengan Joy. Seperti biasa." katanya. Meninggalkan kantor pukul enam sore. mereka ditemui langsung oleh Brigadir Polisi Grobler. Tak ada petunjuk apa-apa yang bisa didapat. pria itu umurnya kira-kira belasan tahun di atas Joy. Colin melajukan mobilnya ke kantor polisi. tapi malam itu juga. Setiap kali polisi bertanya kepada mereka. Semua kawan Joy dimintai keterangan tentang pria itu. Menurut dugaan mereka. Malam seperti beringsut sedemikian pelan. Tapi Maud seperti tak bisa dihibur. Menunggu cahaya Matahari yang akan menerangi muka orang-orang jahat. menjelaskan maksud kedatangan mereka. Tapi tak banyak informasi yang didapatkan. Joy tak pernah bercerita. ini malah membuat Maud bersungut-sungut. Dengan kecemasan yang tak surut sedikit pun. Sekretaris. Menjelang pagi." Colin menjelaskan dengan rinci. Cindy. ia tak bisa memicingkan mata sebentar pun. Maud tak sabar menunggu pagi. Ia pernah dua kali menjemput Joy ke kantor.Joy sudah meninggalkan kantor sejak pukul enam sore. kawan dekat Joy di kantor. mereka akan membantu mencari Joy. Seorang polisi ikut mengantar ke rumah mereka. Malam itu. tak ada laporan tentang kecelakaan lalu lintas malam itu. Ia meninggalkan kantor polisi dengan wajah semakin gusar. bergegas pergi ke kantor polisi lagi.. jawaban pertama adalah bahwa pria itu tampan. Beberapa menit kemudian. "Selamat malam! Ada yang bisa kami bantu?" Kali ini Colin mewakili ibunya. Memakai . Pastilah sesuatu yang sangat buruk." hibur Grobler. ia meninggalkan kantor sendirian. Titik. Dari catatan polisi. Maud dan Colin mendahului Matahari terbit. Sendirian. "Mungkin nanti kami memperoleh petunjuk. kata kawan-kawan Joy yang kebanyakan cewek.. Tak menunggu sampai Matahari terbit. Juga tak pernah memperkenalkan pria itu kepada Maud. Tapi tak ada satu pun kawan Joy yang mengenal pria itu. Mungkin Joy langsung berangkat ke pesta dan lupa tak menelepon rumah. Rambut hitam sebahu. Joy dikenal tertutup soal kehidupan asamaranya. Ia bahkan tak tahu apakah Joy sudah punya pacar atau belum.. Seorang pria yang sangat tampan. Cuma itu informasi yang mereka dapat. Di sana. Maud tampak tegang ketika menjawab pertanyaan polisi tentang anaknya. ia dua kali disambangi tamu. Umurnya jauh lebih tua dari Joy. Jawaban khas perempuan. Di kantor.

Bahkan John. John tak sanggup menahan murkanya.Pada kunjungan pertama. "Tapi ini bukan permintaan sembarangan. keduanya tampak akrab. Bu!" elak Grobler. Ia 114 . Colin pun ikut merasa bersalah atas hilangnya Joy. Tiap malam. John. sebuah kamar yang sangat rapi dan penuh buku. Maud tak menghiraukan saran Colin. Seminggu sejak Joy hilang. suaminya ikut bertanggung jawab terhadap hilangnya Joy. "Ilmu yang saya gunakan ini sama sekali bukan klenik. termasuk beberapa pakaian dalamnya. Maud tak butuh waktu lama untuk membuat Nelson menganggukkan kepala. Hari itu juga. Meski Joy adalah anak kandung John sendiri. belum ada tanda-tanda polisi menemukan jejaknya. Asmanya sampai kumat. wajahnya tampak kusut. dan sangat pilih-pilih. Maud. Tapi saya ingin mengetahui sebuah rahasia. jauh dari kesan kamar paranormal. Dengan bantuan wajahnya yang memelas. Tapi ia tak mengatakan hal itu kepada polisi. Maud curiga. ada ribuan pria tampan dan mobil Anglia merah. Awalnya. seorang paranormal yang juga mantan kepala SMA tempat Colin dan Joy bersekolah dulu. Tapi pada kunjungan kedua. Ia lebih sering menolak permintaan daripada mengabulkan. Saya tidak menggunakan kemampuan saya secara sembarangan!" katanya kepada Maud. Saya perlu barang yang sangat pribadi. Tapi Colin kemudian berhasil meyakinkan ibunya bahwa Nelson tidak seperti paranormal kebanyakan. suaminya yang bekerja di Pretoria. Saya tak bermaksud jorok. Ia kemudian minta kepada Maud untuk membawa beberapa pakaian Joy. Ia berani bergurau ketika Maud sudah meninggalkan kantor polisi. mesra. Nelson mulai melakukan ritusnya. Sama seperti teknologi telepon yang memungkinkan dua orang bicara dari tempat yang jauh. memintanya pulang. misterius. "Polisi bukan dewa. Maud menelepon John. Selama ini. "Salah satunya adalah saya. Jelas saja polisi tak bisa mempersempit pencarian hanya dengan bekal informasi itu. Joy tak pernah menggubris ucapan bapaknya. Ini menyangkut nyawa Joy. Ayahnya pun tak pernah peduli dengan apa yang terjadi pada anak gadisnya. anak saya. Tapi ia cuma mengucapkannya di dalam hati. dan Colin datang ke rumah Nelson sambil membawa beberapa potong pakaian Joy. sampai mengambil cuti kerja." Hari itu juga. "Maaf. Ia tak ingin masalah keluarganya menjadi catatan polisi. ketika kekesalannya memuncak. "Polisi tak bisa diandalkan!" keluh Maud di depan Grobler." kata Grobler berkelakar kepada Ajun Brigadir Polisi Leon. "Binatang buas saja tak akan memangsa anaknya sendiri. Ia bisa melihat sesuatu di tempat yang jauh." umpatnya sambil meninggalkan Maud. Di Durban. Teropong pakaian dalam Hingga seminggu sejak Joy hilang. Di kalangan orang-orang dekatnya. John dan Joy adalah dua seteru yang tak pernah akur. Ia tidak begitu percaya dengan semua yang berbau klenik. hubungan keduanya jauh dari kesan hubungan seorang ayah dan anak. Pak Nelson. Cuma itu informasi yang bisa digali polisi. salah seorang anak buahnya. juga bekas murid Pak Nelson. Maud tidur tak lebih dari empat jam. Ia takut menyinggung perasaan Maud. Nelson membawa mereka ke ruang pribadinya. Colin menyarankan ibunya untuk minta bantuan Nelson Palmer. Nelson dikenal sebagai paranormal nyentrik. Sambil disaksikan ketiga orang keluarga Joy. Di hari kedelapan. tapi ia sendiri tidak mau disebut paranormal. Joy tampak seperti menyembunyikan rasa kesal pada pria itu." bujuk Maud. ayahnya. Merasa dicurigai.

Matanya seperti tak pernah berkedip. "Joy sudah meninggal!" Mendengar kata-kata itu. ia tak berani bertanya macam-macam kepada Nelson. Colin dan John bergidik melihatnya. Tapi karena bagian dalam saluran air itu gelap. Jika melihat. Nelson masih berada di tempat semula dengan posisi berdiri tak berubah. Selama beberapa menit. Entah mengapa Maud percaya begitu saja dengan kata-kata Nelson. Ia berhenti di sana. "Jika sudah meninggal. Dengan sigap.belok kanan". memegang pakaian Joy.. kamu minta bantuan polisi. Nelson turun dari mobil. 115 . Beberapa saat kemudian Nelson bicara. polisi tak kesulitan masuk ke dalam gorong-gorong. di mana mayatnya?" tanya Maud sambil tak kuat menahan air mata sedihnya. Colin menyetir. Untung saja Maud tak ikut turun ke bawah. Suasana ruangan sesaat menjadi muram. Berbekal berbagai alat bantu untuk medan sulit. Di kepalanya masih tampak sisa luka tembakan sementara organ-organ bagian perutnya terburai keluar. mereka berempat saling berpandangan. mencari kantor polisi terdekat. Tak salah lagi.. memegangnya dalam keadaan mata terpejam. Nelson terus menuruni lereng bukit hingga ia sampai di depan sebuah pintu gorong-gorong. Sedemikian jauhnya jarak tempuh mereka. Nelson menyuruh Colin menghentikan dan meminggirkan mobil. sebuah saluran air . Beberapa menit kemudian mereka keluar membawa potongan tubuh manusia. Mereka melaju ke arah selatan hingga keluar dari Durban. "Aku tahu tempatnya... Namun. sementara Nelson menjadi penunjuk jalan. tapi Nelson belum juga menyuruh berhenti. Ketika hampir saja Maud angkat suara. Nelson kemudian melanjutkan ritusnya lagi.. Maud lunglai. seperti ketika ditinggal oleh Colin. mereka bertiga tak bisa melihat apa-apa. mengamati lubang gorong-gorong yang gelap dan kotor.. Di dekatnya ada .. "Dia ada di sebuah tempat . "Lelaki tua yang sangat aneh. Telah puluhan kilometer mereka tempuh. Yang terdengar hanya napas Nelson yang naik turun. Tampangnya tampak sangat pas untuk memerankan tokoh antagonis di film-film misteri. kemudian berjalan turun ke arah lereng bukit.. Tanpa menunggu jarum menit pindah angka." kata Nelson kepada Colin. Setengah jam kemudian ia kembali. Colin kemudian meninggalkan Nelson. Jika kalian mau. Baunya busuk. Maud sampai kelihatan teler dan berkalikali mengubah posisi duduknya. suasana senyap." Ia bicara putus-putus seperti sedang mengamati sebuah tempat. Tungkainya seolah tak sanggup menahan tubuhnya tetap berdiri.. mereka berempat segera berangkat. tepat ketika mereka berada di antara dua buah bukit di wilayah Umtwalumi. "lurus". tubuh Joy. Nelson tak pernah bicara kecuali ditanya. Suaranya berat. Tampaknya memang bau mayat.. Ia terus bilang.. antarkan aku ke sana!" katanya. "Sebaiknya. ia pasti perlu digotong untuk menaiki lereng.. seperti . Tubuhnya dipotong menjadi dua bagian. seolah-olah ia telah terbiasa mempercayai tukang ramal. bukit . Wajahnya yang masam selalu memandang lurus ke depan. Ketika Nelson membuka matanya. Sesaat napasnya kembali terdengar naik turun. Colin dan John mengikuti dari belakang sementara Maud tinggal di mobil.meletakkan pakaian-pakaian Joy di meja. "belok kiri. sambil matanya terpejam." pikir Maud.

"Saya mungkin bukan seorang bapak yang baik." tukasnya. pada malam hilangnya Joy. "Sangat tampan. Joy sering curhat kepadanya bahwa ia sering bertengkar dengan ayahnya. polisi mengejar Van Buuren ke rumahnya di Pinetown. mengapa masih berhubungan dengan Joy?" tanya Grobler. Van Buuren bersikukuh menyangkal telah membunuh Joy. Hingga berjam-jam interogasi. "Saya kira polisi mau menangkap saya karena membawa kabur uang Pak Themba. Van Buuren mengaku. Van Buuren membawa kabur uangnya dan tidak masuk kerja sejak seminggu yang lalu. Pengakuannya sama persis dengan cerita kawan-kawan Joy." jawabnya tanpa ragu. tapi mungkin polisi bisa memperoleh informasi. "Tapi tak ada satu pun yang sangat tampan. dia memang tampan. Tapi apa untungnya saya 116 .Teman selingkuh Berbekal laporan penemuan mayat Joy. Menurut pengakuannya. "Lalu mengapa Anda berusaha kabur ketika polisi datang?" desak Grobler. Ia merasa telah dituduh oleh polisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. polisi memanggil John. ia berada di rumahnya di Pinetown. "Hmmm. Ketika mereka sampai di sana. Tapi ia tetap ditahan atas dakwaan melawan polisi dan membawa kabur uang Themba. "Bagaimana logikanya." kata Grobler kepada Leon. Di depan Grobler. Grobler tak menemukan bukti bahwa Van Buuren membunuh Joy. Berdasarkan catatan polisi. Di bengkel radio panggil miliknya. di daeran itu ada delapan orang yang memiliki mobil Anglia warna merah. Ia merasa telah menemukan titik terang." ujarnya. Esoknya. "Saya pikir urusan selingkuh bukan tindakan kriminal. Berbekal alamat dari Themba. Brigadir Polisi Grobler mempersempit pencarian di sekitar wilayah Umtwalumi. Tapi polisi tak perlu usaha terlalu keras untuk membekuknya. Cewek-cewek itu tak salah. saya membunuh orang yang saya sukai?" elak Van Buuren. "Saya tak bermaksud menuduh. Van Buuren dibawa ke kantor polisi. Ia bahkan menyarankan polisi memeriksa John. Themba mengaku. John marah-marah ketika diinterogasi. ia mengaku punya seorang pegawai. salah satu pemilik Anglia merah. yang sering memakai mobilnya untuk urusan kerja maupun pribadi. Ia bahkan mengaku terkejut mengetahui Joy meninggal dunia. Namun. Ia juga mengaku pernah mengajak Joy berjalan-jalan dengan mobil Anglia merah milik Themba." jawabnya. ayah Joy. keraguan Grobler berubah menjadi harapan ketika ia bicara dengan Themba. Clarence Van Buuren. Pantas saja Joy jatuh cinta. "Apakah ia tampan?" tanya Grobler. Malam itu juga." gurau Leon kepada Grobler. Tak tanggung-tanggung. Ia tak menyangkal dirinya kenal dekat dengan Joy dan pernah datang dua kali ke kantornya. ayah Joy. Van Buuren sempat berusaha melarikan diri dari pintu belakang. "Anda sudah punya istri dan anak. puluhan polisi dikerahkan. "Ya! Tak salah lagi!" seru Grobler dalam hati.

mengapa kita percaya begitu saja kepada paranormal itu?" "Maksud Pak Grobler?" "Saya justru curiga kepada paranormal itu. Ia tak ingin Nelson merasa dicurigai. Kawan-kawan kerjanya pun mengatakan. Namun. Dia bisa menemukan mayat yang berada puluhan kilometer dari rumahnya. termasuk Sylvia. Saya yakin!" kata Maud yang berulang-ulang mempertanyakan kemajuan kasus penyelidikan itu." "Oke. "Polisi boleh bekerja dengan perasaan. Ia mengaku sedang berada di Pretoria saat Joy hilang. ia mengaku suaminya memang berada di rumah saat malam kejadian hilangnya Joy. "Saya bisa merasakan. "Apakah Anda punya penjelasannya buat polisi seperti saya?" 117 . itu hanya sedikit kemujuran. mengapa selama ini kita tidak pernah mendengar berita tentang kehebatannya?" "Sebaiknya. bagaimana Anda bisa menemukan mayat Joy di tempat yang jaraknya puluhan kilometer dari rumah Anda?" "Ah. mereka bersama John pada malam hilangnya Joy. Jangan-jangan dia tahu pembunuhan ini. Grobler mengundang Nelson Palmer ke ruang kerjanya. Kepada polisi. Hingga empat hari sejak mayat Joy ditemukan. "Mengapa kita tidak memanfaatkan Nelson saja?" usul Leon pada Grobler. Kalau dia tahu kita mencurigainya. polisi belum memperoleh kemajuan bermakna. pria itulah yang membunuh anak saya. "Hei. Kalau dia memang paranormal kondang. Siapa tahu kita masih butuh pertolongannya. Grobler maupun Maud sebetulnya menduga. "Jika saya boleh tahu. Bu! Tapi kami tak boleh menghukum orang lain atas dasar perasaan. Kita coba saja!" Esoknya. Grobler kali ini pun tak punya bukti apa-apa. kita tidak berprasangka buruk pada Nelson.membunuh anak sendiri?" John balik bertanya. dia pasti tidak akan mau menolong kita lagi." jawabnya merendah. "Dua ratus kilometer dari Durban! Bagaimana mungkin saya membunuhnya?" tangkisnya keras dengan urat-urat menyembul di batang lehernya." balas Grobler. Grobler malah berseru. istri Van Buuren. sejauh itu mereka belum menemukan bukti. Van Buurenlah pembunuhnya. Siapa tahu dia juga bisa menemukan pembunuhnya?" Bukannya menanggapi usul itu. Ia sengaja mengajak Nelson mengobrol layaknya sedang berkonsultasi. Perusahaan tempat John bekerja di Pretoria memberi kesaksian bahwa John tidak pernah meninggalkan pekerjaan selama sebulan terakhir. "Dia 'kan bisa menemukan mayat Joy. Sisa janin Lebih dari 20 orang dimintai keterangan oleh polisi.

" "Anda berani menjamin penglihatan Anda benar?" "Saya tak bisa menjamin. Mungkin belum sampai!" "Apa bedanya melihat mayat Joy dan melihat wajah pembunuhnya?" "Terus terang. Saya baru menguasainya ketika umur saya lebih dari 50 tahun. Klop 'kan?" "Pintar juga Anda. Keduanya berbeda. apa tadi namanya?" "Psikometri. Joy dan Colin bekas murid saya di SMA." "Anda bisa menebak nomor lotre?" "Saya bukan peramal. Itu saja bedanya. tak ada senyum sedikit pun."Kami menyebutnya psikometri. sama seperti Pak Grobler bisa bicara lewat kabel telepon. mungkin bisa dicoba. Saya kepala sekolahnya." jawabnya dengan ekspresi wajah datar. Anda tidak sebodoh tampang Anda. agak rumit menjelaskan ini. Seingat saya. "Apakah Anda bisa membaca pikiran saya?" tanya Grobler sedikit khawatir. dan polisi mencari bukti." "Apa yang Anda perlukan agar bisa mengindera jarak jauh?" "Biasanya." "Punya hubungan khusus dengan mereka?" "Tidak. Saya tak bisa melihat masa depan. Anda juga tahu siapa pembunuhnya. apakah Anda bisa melihat apa yang telah terjadi dengan Joy dan Van Buuren jika Anda punya pakaian keduanya?" "Saya belum pernah melakukan itu sebelumnya. ilmu saya tidak sampai ke situ. Saya bisa melihat sesuatu di tempat yang jauh. Mungkin seperti telepon yang bisa dipakai untuk bicara." gumam Grobler di dalam hati. Kalau saya bisa menebak nomor lotre. Tapi saya menawarkan jalan tengah: saya mengindera." "Anda kenal dengan keluarga Joy?" "Ya. "Anda tahu lokasi mayat Joy dibuang. Bukan begitu?" "Sayang sekali. baru lima kali saya menggunakannya. tapi tak bisa dipakai untuk mengetahui pencuri yang menggarong rumah. Ilmu ini tak beda jauh dengan ilmu listrik atau medan magnet." "Kalau begitu. pasti saya sudah kaya raya. Kita bisa merasakannya tapi tak bisa melihatnya. Rupanya. emm. saya menggunakan pakaian yang pernah melekat langsung di kulit orang yang bersangkutan. Pak polisi punya teknologi. 118 . Tapi." "Apakah selama ini Pak Nelson sering menggunakan ilmu. jangan-jangan Nelson bisa membaca pikirannya. Saya menerima sinyal dengan cara yang sama ketika radio menerima gelombang elektromagnetik. Mestinya. saya punya kemampuan indera jarak jauh.

Pada interogasi selanjutnya. Tapi saya bisa merasakan Pak Grobler meragukan saya. "Maksud Anda?" "Apakah saya perlu menjelaskan?" "Maksud Anda. Grobler kemudian memeriksa kembali Sylvia. Grobler diam saja. ia baru berujar sambil tetap memejamkan mata." Tangannya mengangkat pakaian dalam Joy dan Van Buuren. Merasa tak bisa memaksa Van Buuren mengaku. Tapi dokter mendapatkan sesuatu yang sangat penting." jawabnya. Hari itu juga Grobler meminta Leon mengumpulkan beberapa potong pakaian Van Buuren dan Joy. Grobler dan Leon membawanya ke Nelson. Tapi Grobler masih tampak kurang puas dengan penemuan itu. dokter menyimpulkan. "Paranormal meramal. Napasnya naik turun. termasuk pakaian dalam mereka. Nelson kembali melakukan ritusnya." kata Nelson dengan suara berat. Merasa tak dapat mengindera lebih banyak lagi. "Itu bagian dari perselingkuhan. polisi minta bantuan dokter untuk memeriksa potongan mayat Joy lebih detail lagi." balas Leon menirukan ucapan Nelson. Esoknya. Mereka menemukan sisa sel-sel janin di organ-organ bagian perut yang terburai. polisi mencari bukti."Saya tak bisa membaca pikiran orang. disaksikan Grobler dan Leon. "Saya cuma bisa melihat Van Buuren dan mayat Joy. tak ada indikasi pemerkosaan." kata Grobler kepada Leon. "Cuma itu?" tanya Grobler setengah tak puas. Tangannya memegang pakaian-pakaian itu. Namun. dua benda ini pernah bertemu. Pada awal pemeriksaan. Matanya terpejam. Dari pemeriksaan itu. Van Buuren sendiri tak tahu celana kolornya akan dipertemukan dengan celana dalam Joy di depan Nelson. 119 . istrinya. Terutama organ bagian perutnya yang dipotong-potong. Sampai di sini. Sylvia mengaku Van Buuren berada di rumah saat malam hilangnya Joy. tapi cukup sebagai bukti untuk membuat kesimpulan. Van Buuren lagi-lagi berhasil mengelak. Bermenit-menit kemudian. Nelson menghentikan ritus itu. "Hebat juga paranormal ini. Grobler merasa masih belum punya bukti yang cukup. Di ruang pribadinya. Nelson kemudian melanjutnya ritusnya. Tak banyak. Van Buuren mengakui dirinya pernah melakukan hubungan seksual dengan Joy. "Tampaknya. Biasa 'kan?" Dia juga mengaku tak tahu kalau Joy hamil. Setelah pakaian itu terkumpul. mereka pernah melakukan hubungan seksual?" Nelson tak menjawab pertanyaan itu dan menganggap Grobler percaya dengan pepatah: diam berarti ya.

Tapi saya tak sanggup kehilangan dia. Grobler mencari bukti. Tracie Andrews kontan berdiri dari tempat duduknya. Maud mengandalkan perasaan." katanya. Sylvia didakwa ikut bersekongkol menyembunyikan aksi pembunuhan itu. juri menyatakan terdakwa terbukti bersalah. sayangnya dengan cara tidak sopan. Mendengar kesaksian itu. 'Klop kan?" (Kisah nyata/Colin Wilson/Emshol) 17. Mendengar itu. hanya Anda yang tahu apa yang terjadi malam itu. Ia memprotes juri. Butuh tak kurang dari lima jam bagi juri untuk berunding. Siang itu mereka menunggu pembacaan keputusan juri atas kasus Tracie Andrews yang didakwa membunuh kekasihnya.Pada pemeriksaan kedua. Hukuman untuk Anda penjara seumur hidup." imbuh Sylvia." Demikian keputusan juri yang dibacakan singkat." kata Grobler. dan membunuh orang. Jarang sekali sebuah kasus pembunuhan sedemikian menyita perhatian pers dan warga Inggris. Salah seorang wakil juri maju menyerahkan surat keputusan kepada hakim Buckley." kata Hakim Buckley sesaat setelah Tracie dapat menenangkan diri. Lee Harvey. Grobler langsung menohok Sylvia dengan mengatakan bahwa polisi telah menemukan bukti Van Buurenlah pembunuhnya. tapi kita dapat melihat akibatnya dahsyat. hakim pun harus menenangkannya. "Terhadap kasus Tracie Andrews. Ruang sidang ikut gaduh oleh gumaman pengunjung. polisi tak akan menemukan motif pembunuhan itu. suasana gedung pengadilan negeri di Birmingham tampak lebih ramai dari hari biasanya. semua kembali kepada ketentuan hukum. Setelah dicecar dengan banyak pertanyaan yang menjebak. "Saya tahu dia berselingkuh. "Nelson meramal. Leon sekali lagi berbisik di telinga Grobler. tak ada yang sungguh-sungguh menghiraukannya. Puluhan wartawan media cetak maupun elektronik menyemut sejak pagi di depan ruang sidang utama. KEKASIHNYA TEWAS DI JALANAN Pada 29 Juli 1997. Maka. "Seperti Anda tahu. hingga akhirnya satu per satu terlihat kembali ke ruang sidang. meski kata-katanya terdengar jelas. Sesungguhnya. Tapi ia sengaja berusaha menyelamatkan suaminya dengan memberi kesaksian palsu." 120 . kalaupun mayatnya ditemukan. "Kami akan meringankan hukuman Anda jika Anda memberi kesakisan yang benar. melarikan uang majikannya. "Van Buuren hanya ingin bersenang-senang dengan gadis itu. "Juri telah memutuskan Anda bersalah dengan bukti-bukti yang kuat. Sylvia mengaku dirinya memang mengetahui pembunuhan itu. Tapi Joy ingin lebih. Dia sengaja membuang janin di perut Joy supaya.

Ibu seorang putri berusia tujuh tahun itu masih cantik. "Keduanya memang tidak bertengkar. Serangan mendadak Pada malam pembunuhan. meski guratan-guratan kedewasaan tetap mudah ditangkap dari sorot matanya. Saksi lain. Sebelum bertemu Lee Harvey. sehari-harinya bekerja sebagai sopir bus. Malam belum terlalu larut saat mereka meninggalkan tempat itu. Meski pekerja kasar. mereka memutuskan tinggal bersama di flat Tracie. Sejak pertemuan yang romantis di klab malam Ritzy's pada 1994. Sedangkan Lee. tapi dari sorot matanya mereka terlihat sedang tidak akur. untunglah aku segera merebutnya. Dalam penyelidikan polisi. Saat bertemu Tracie. Penilaian itu berdasarkan penuturan sejumlah saksi di klab malam kepada polisi. ia meninggalkannya." jelas pria itu kepada polisi. Tracie tinggal di sebuah flat kecil dan bekerja sebagai penjual produk kecantikan. Dia hampir saja kehilangan kontrol. 1 Desember 1996. Karena ketampanannya. perangai Tracie tak kalah kasar dibandingkan dengan Lee. jaksa penuntut kasus pembunuhan ini di depan sidang. Meski sebenarnya justru ia yang lebih sering dikerjain oleh para wanita itu.Tracie tak bereaksi. Lee diketahui punya beberapa teman wanita. mereka akan memutuskan aku bersalah. Pada akhir pekan. sejak kebersamaan tanpa ikatan ini." kata Tracie kepada pers begitu ia keluar dari ruang sidang. ia dikenal sering bergaul di klab-klab malam sekitar Birmingham Broad Street. Tapi sungguh. hubungan dengan mantan kekasih dan anaknya tetap baik. Simpati dari banyak orang mulai bangkit. "Padahal sudah dijelaskan baik-baik." kata Crigman. Lee telah memiliki seorang putra hasil hubungannya semasa berusia belasan tahun. Jauh di dalam hatinya. saat masih serumah dengan pasangan terdahulu. Tapi sepuluh bulan setelah putrinya lahir. Tracie dan Lee terlihat berada di klab malam di kawasan Marlbrook Inn. keduanya sering bertengkar. Saat itu polisi hanya bisa menasihati mereka. Tracie pernah hidup bersama seorang pria selama beberapa tahun. tapi Tracie nekat lari ke dapur dan mengacungkan pisau. dekat Alvechurch 121 . sekitar pukul 22. terutama orang yang menontonnya di televisi. "Aku sudah tahu. mengutarakan. aku sama sekali tak melakukannya. Selalu tidak akur Usia Tracie Andrews baru 27 tahun. Sebenarnya. Saat marah. tak jarang pertengkaran itu membuahkan kerusakan pada perabotan rumah mereka. ia berpikir sudah menemukannya. seorang pria. Sebagaimana kekasihnya. Namun. Lee mencari wanita untuk dijadikan istri. Hingga akhir hayat. Puing-puingnya tampak berserakan di depan rumah. Tracie sering mengacungkan pisau saat bertengkar. Tracie pernah melapor ke polisi bahwa Lee telah melempar televisi dan kaset video kepadanya. Air matanya tak terbendung. Suatu kali keduanya bertengkar karena Tracie menuduh pasangannya menyetir sambil mabuk.30 ia baru saja melangkah meninggalkan rumah teman wanitanya di kawasan Coopers Hill. Mereka pergi dengan mengendarai sedan Ford Escort yang dikemudikan Lee. Polisi mengonfirmasi kabar ini dan dibenarkan mantan kekasihnya. Meski berulang kali rujuk kembali. matanya liar sekali. Lee termasuk pria berwajah tampan.

Dia terdengar mengeluarkan suara aneh. Berdasarkan penuturan Tracie kepada polisi . Darah berceceran di sekitarnya. Seorang pria turun dari kendaraan dan memaki-maki. Tracie mampu bercerita bahwa dirinya baru saja diserang seseorang.pinggiran kota Birmingham. tolong! Cepat!" Permintaan itu sempat membuatnya panik. Di tengah jalan keduanya tersadar. Di sana ia mendapati seorang wanita muda berdiri di samping mobil. mengatakan. Akibatnya. Tracie Andrews. Tak lama kemudian Tracie keluar dan memakinya. Tracie hanya mendengar pengemudi mobil berkata kepada penyerang. tak banyak yang bisa diingat malam itu. Tapi masyarakat bersimpati terhadap kekasih korban. tetapi ia tidak melihat senjatanya. Tubuh Tracie terbanting ke jalan.yang diulang di pengadilan . kemudian menyerang Lee dengan pisau. seperti mendengkur. "Aku mencoba bangkit dan mendekati Lee. Mata kiri dan hidungnya luka. ada sebuah mobil sedan Ford Sierra berwarna gelap membuntuti mereka. pria itu segera kembali ke rumah teman wanitanya dan memintanya menelepon 999. ia harus mendapat perawatan selama tiga jam di rumah sakit. ia dikejutkan teriakan memilukan seorang wanita yang memintanya memanggil ambulans. astaga! Sesosok tubuh pria tergelak di jalanan tak bergerak. wajahnya selalu membuat penonton dan pembaca terkesima. Dari dalam mobil Tracie melihat pria itu sempat membungkuk di depan Lee. Pakaiannya penuh darah. Bukan hanya karena daerah itu selama ini dikenal cukup aman. "Tidak." Mencoba bunuh diri Kasus kekerasan jalanan di daerah sepi Coopers Hill langsung menjadi berita besar di Birmingham. Terasa ada yang basah di tubuhnya. sebelum akhirnya mobil itu berhasil menghadang. "Aku tidak yakin berapa kali dia menusuknya. ia dan kekasihnya berkendara pulang. Ia bahkan meminta masyarakat ikut membantu menemukan pelaku pembunuhan kekasihnya. kalau-kalau telah terjadi kecelakaan lalu lintas. Tiba-tiba di kegelapan. Sempat terjadi kejar-mengejar. Saksi sempat menanyakan. Di dekatnya. Sang pria segera kembali ke tempat asal jeritan tadi." Lalu mereka tancap gas. "Sudah tinggalkan saja. Dengan isak tangis dan cucuran air mata. tapi wanita yang kemudian diketahuinya bernama Tracie Andrews. Tracie sangat pandai mengambil simpati masyarakat lewat media massa. bahkan seluruh Inggris. tubuhnya tampak gemetar. sedari tadi ia tidak mendengar ada kendaraan lewat. Saat Lee terjatuh ke aspal. "Tolong. Ternyata darah.malam itu sepulang dari klab malam." jelas Tracie." Memang benar. Pria itu berbalik kemudian memukulnya begitu keras. 122 . Aku tak tahu apa yang harus kulakukan saat itu. Tanpa memperhatikan sekeliling. Jez. Baru setelah beberapa orang berkerumun. baru aku keluar dari kendaraan. Selebihnya.

123 . saat berhenti dan hendak berputar." kata Crigman dengan nada meyakinkan di depan juri. bahu kiri. "Di sinilah ia mulai melakukan serangan. malam itu Lee dan Tracie meninggalkan klab malam bersama." kata Crigman menunjuk kepada Tracie. Sejumlah kesaksian inilah yang mengantarkan Tracie menjadi tersangka utama.Sebaliknya. belakang kepala.15 menit. kemudian Tracie menyembunyikan pisau dalam sepatu botnya. Pada kurun waktu 12 . karena tidak mendapatkan motif penyerangan. Crigman mendakwa. hingga menyebabkan urat nadi di leher robek. Seorang perawat sempat melihat Tracie berada di kamar mandi agak lama. sisi kiri tubuhnya. Berdasarkan penyelidikan. "Korban berusaha lari. "Dia tewas seketika itu juga. Diduga. Jarak mereka terpaut sekitar dua kilometer di belakang. wajah. Beberapa saksi di klab malam Marlbrook Inn menuturkan. Namun. Meski keduanya tahu jalan pulang dengan baik. "Keduanya melihat sedan Escort milik Lee. Pisau lipat Selubung kasus itu terkuak di pengadilan. hingga menimbulkan kecurigaan. Ahli forensik juga mendapatkan tiga helai rambut Tracie di tangan Lee. pisau itu dibuang saat ia mendapat perawatan di rumah sakit. Tracie adalah korban. informasi itu tak pula membukakan jalan kemudahan bagi polisi untuk menyelesaikannya. Di mata publik. Semua tergambar dalam dakwaan yang dibacakan penuntut pada 1 Juli 1997. Lee mendapat 30 tusukan dari pisau lipat jenis Swiss Army. mereka sempat tersasar sampai Coopers Hill." Penggambaran Crigman sungguh memilukan seisi ruang sidang. polisi merasa kesulitan. Di sana keduanya berhenti dan keluar dari kendaraan. para detektif menemukan gambaran lain dari kasus ini. Tusukan baru berhenti setelah kemarahan Tracie mereda. Apalagi penahanan hanya berselang enam hari setelah Tracie didapati mencoba bunuh diri dengan meminum 200 tablet obat tidur. tapi tidak ada mobil lain yang membuntuti. di tengah jalan mereka bertengkar. tapi ia tidak bisa bergerak jauh." Menurut dakwaan." tutur Crigman. Berdasarkan pemeriksaan DNA oleh ahli forensik. Kesaksian itu diperkuat penuturan dua akuntan dari Bromsgrove yang malam itu melintas di sekitar TKP. Korban tidak mampu bertahan lama karena serangan terarah ke leher. Darah muncrat hingga mengenai baju Tracie. Kesaksian itu dinilai vital karena waktunya tepat. noda darah sepanjang 5 cm di sepatu Tracie diketahui positif milik Lee. Mereka hanya berspekulasi kasus itu berhubungan dengan bisnis obat terlarang. "Korban ditusuk di leher. Lee memukul kekasihnya yang mengakibatkan luka di wajah. tapi tidak melihat adanya mobil pembuntut. Sebuah sketsa wajah berdasarkan deskripsi Tracie ikut disebarluaskan media massa. Serangan ini terus berlanjut meski korban sudah jatuh. Entah apa sebabnya. malam itu mereka melihat Tracie dan Lee. dan punggung. Diduga Lee sempat menjambak Tracie untuk melawannya. begitu pula lokasinya. Pelbagai reaksi datang dari masyarakat begitu wanita muda ini ditahan.

Tracie hanya menyebutkan bahwa rambutnya mudah rontok. ia membawa Tracie Andrews ke rumahnya. Saksi mantan polisi Dalam sidang pengadilan yang berjalan lebih dari tiga minggu. jari Tracie juga menderita luka seperti itu. "Dia bilang tidak ada yang bisa diingatnya. Menjawab pertanyaan Crigman. dalam keadaan panik dan menangis. lanjut saksi. Sama sekali tak ada kesan ia telah berbuat kejahatan. ia tidak ingat apakah dirinya telah atau belum mengatakan pernyataan itu. Kesaksian sejumlah orang semakin menyudutkan Tracie. jika tidak berhati-hati dan terlipat. Terutama saat saksi seorang wanita yang menghubungi 999 dipanggil ke depan sidang. Di sinilah penuntut mengungkapkan sebuah kejanggalan di mana terdakwa tidak bisa menjelaskan ketidakcocokan deskripsinya seputar peristiwa pembunuhan. bahkan mendeskripsikan penyerangnya. beberapa saat setelah polisi datang. ketika ia melihat darah di tangannya saat menyentuh mayatnya." kata saksi menyatakan keheranannya. pertarungan terjadi di depan mobil. penuntut kemudian membacakan pernyataan terdakwa kepada polisi. pengacara Tracie. Crigman menambahkan. Kepada juri. dia menambahkan pernyataan itu?" gugat Thwaites sengit. Tracie tidak menyadari Lee telah ditusuk."Terhadap kenyataan itu. Saat itu saksi sempat bertanya. Saksi menyatakan telah mempunyai pengalaman sepuluh tahun dan mendapat latihan khusus untuk menyusun pertanyaan semacam itu. "Aku pikir ini penting." Anehnya. Saksi menjawab. Tracie tetap terlihat tenang. Tanpa basa-basi. Dalam catatan itu tertulis. hanya beberapa puluh meter dari TKP. Tracie dapat bercerita tentang sedan Sierra hitam. saksi yang mantan polisi itu mengungkapkan kecurigaannya kepada Tracie sejak awal. Berita-berita seputar pengadilan kasus tersebut pun semakin menguntungkan Tracie. tetapi darah ditemukan di bagian belakang. langsung menyatakan keberatan. "Dia berbalik ke mayat Harvey setidaknya dua kali dan mengatakan sesuatu yang tidak bisa didengar. dengan percikan darah di wajahnya. Ronald Thwaites. saksi mendeskripsikan saat ia menemukan Lee Harvey terbaring di jalan dengan leher tertusuk. Tracie berdiri di samping kendaraan." kata Crigman mengutip pengakuan Tracie kepada polisi. 124 . wanita ini juga mengaku tidak mendengar ada mobil ngebut malam itu. Jika Tracie mampu memberi jawaban. "Mengapa setelah Tracie didakwa membunuh. pisau Swiss Army dapat melukai jari penusuknya. maka saya dapat memberi tahu polisi sehingga mereka dapat melakukan penyelidikan secepatnya. Pada hari pembunuhan." kata wanita itu menutup kesaksiannya. Itu karena saksi tidak menyebut hal ini dalam pernyataan pertamanya. Pada bagian akhir. Tracie mengatakan. Sesaat setelah kejadian. Dukungan terhadapnya semakin besar. Yang terjadi di ruang sidang justru sebaliknya. kalau-kalau terdakwa ingat warna kendaraan. atau mungkin mendengar nama pelaku. nomor polisi.

Penelepon menduga akan terjadi perkelahian. X menguntitnya." ungkap Thwaites mencoba menggambarkan sikap otoriter Lee. seperti misalnya caranya berpakaian saat ia bekerja sambilan di sebuah klab malam. Tracie juga tak bisa berkomentar. bahkan dengan teman wanita sekalipun. Begitu pula tentang asal darah yang ada di bajunya. Ia khawatir Lee tidak setuju. X dideskripsikan sebagai seseorang berperawakan gemuk dengan sorot mata tajam. tapi ternyata Mr. Inilah yang menjadi alasannya bunuh diri. tidak masuk akal kalau ia mau pergi berduaan. polisi mendapat telepon yang mengatakan melihat Mr. X sebenarnya berasal dari bagian Reserse yang mendapat informasi bahwa pada malam pembunuhan ada seorang bandar menyimpan kokain dalam jumlah besar. lima hari setelah kasus pembunuhan itu. Thwaites melanjutkan. Posisinya begitu dilematis bagi Thwaites karena penuntut dapat melakukan pemeriksaan silang. Kepergiannya dari rumah selama pertengkaran menjadi bukti ketidakdewasaannya. tapi tak dihiraukan penyidik. Mr. "Hanya karena besarnya cinta Tracie yang membuatnya kembali. X yang konon juga terlibat dalam kekerasan jalanan beberapa tahun sebelumnya. sosok Mr. Kekasihnya itu juga selalu menyeleksi pergaulannya. ada seseorang yang dicurigai telah mengikuti Lee dan Tracie keluar malam itu. Menggigit leher Upaya keras pembela seolah pupus saat Tracie Andrews menjadi saksi untuk penuntut. Thwaites protes karena informasi penting ini diabaikan polisi. Posisi Tracie makin tersudut. Dikuntit Mr."Mengenai tidak adanya saksi yang melihat mobil pembuntut. 125 . sebenarnya ada tersangka pembunuh yang cocok. Awalnya. Informasi itu menyatakan. Menurut informasi di kepolisian. Setidaknya. Thwaites mencoba mengambilnya dari sudut hubungan Tracie dan Lee yang hendak menuju ke arah pernikahan. Pria itu digambarkannya sebagai pemuda yang pencemburu berat dan tidak dewasa. Bahkan. "Ketika Lee pergi. X meninggalkan klab malam tak lama setelah Lee Harvey pergi. Ia diidentifikasikan sebagai Mr." Tracie juga mengakui soal kecemburuan itu. Thwaites juga mengungkap sebuah fakta mengejutkan. hidup Tracie menjadi hampa. "Sejak kematian Lee. Tracie pernah berkeinginan untuk hamil. X pergi ke Ford Sierra biru tua. Nama Mr. mirip dengan penggambaran Tracie. sekadar untuk menghabisi kekasihnya. Lee memang sering mengatur hidupnya. "Lagi pula." kata Thwaites penuh tekanan. tetapi dia takut melakukannya. X masih misterius. Mereka sempat saling pelotot. Tracie masih mengenakan cincin pertunangannya hingga sekarang." kata Crigman." Thwaites mencoba mengalihkan sasaran kepada Lee Harvey. "Sesungguhnya. Mr.X Pengacara Tracie berpikir keras untuk mengarahkan sorotan negatif terhadap kliennya." Hingga pengadilan berlangsung. Pada bagian pembelaannya.

. tapi aku shock. Ada selang waktu 17 menit antara kematian Lee dan saksi meninggalkan rumah menuju mobilnya. "Bagaimana Anda menjelaskan soal jeda tujuh menit setelah orang itu pergi dan sebelum saksi datang?" "Tidak bisa." "Tapi bukankah cukup waktu sebelum saksi datang melihat Anda?" "Tidak. "Menurut keterangan Anda kemarin. Lee saat itu terbaring di tanah. mengapa Anda tidak membunyikan klakson?" Alis Crigman berkerut. setidaknya peristiwa itu berlangsung sepuluh menit. Apakah Anda mengubah cerita? Berarti ini penipuan berencana?" "Tidak." "Atau setidaknya berusaha berteriak?" "Tidak.50. 17 menit? Selama 17 menit tidak berusaha untuk minta pertolongan dari rumah di sekitar?" "Memang tidak.32. "Jika tidak. Semuanya seperti mimpi. Ia mengungkap kejanggalan menyangkut waktu pembunuhan. "Aku tidak tahu. 16. Mobil Lee terlihat di Coopers Hill antara pukul 10." "Kalau tidak mau meninggalkannya. Lelaki itu memukulku keras." Crigman tersenyum. Anda akan dapat pergi secepatnya ke rumah itu?" "Bagaimana orang tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti itu?" balas Tracie. Dalam argumentasi Crigman. Crigman tak menyia-nyiakan kesempatan itu. "Menurut keteranganmu. aku hanya kurang yakin saat itu." "Lalu apa yang Anda kerjakan selama 15." 126 . aku tidak mau meninggalkannya. Tapi pada malam pembunuhan keterangan Anda pada polisi. Aku tidak tahu. baju Tracie yang berlumuran darah menunjukkan. peristiwa terjadi di lokasi yang berbeda. bagaimana darah itu bisa muncrat ke blusmu?" "Aku tidak dapat menjawabnya." sanggah Tracie yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya." Crigman berhenti sejenak. Sampai aku lihat cahaya dari sebuah rumah dan memungkinkan saya untuk minta tolong. Seharusnya aku berbuat sesuatu. setidaknya ia dalam posisi menempel saat korban ditusuk di lehernya.Seperti tak ingin melepaskan buruannya. peristiwa pembunuhan terjadi di sekitar Burcot.28 sampai 10.. Tracie diperlakukan bak anak kijang di sarang singa. Sedangkan saksi pertama melihat mayat korban di jalan pukul 10." "Kalau Anda tidak merasa bersalah. "Aaa .

"Jejak darah Lee Harvey ditemukan di tepi pintu mobil." "Pasti butuh niat yang besar untuk menaruh gigimu di leher seseorang. Lee mengancam dengan pisau. Lewat sebuah surat yang dikirim dari penjara Bullwood Hall Essex. pada malam pembunuhuhan keduanya bermaksud pulang ke rumah. Jika lampunya dinyalakan. dikatakan lampu dalam keadaan menyala. Pengakuan jujur Setelah vonis dijatuhkan. kamu juga dapat menaruh pisau di lehernya. Tracie dan Lee sesungguhnya pernah memiliki mobil dengan merek dan warna serupa. Dalam kondisi yang kurang lebih sama. setelah melakukan pembunuhan. "Apa yang Anda rasakan?" kejar Crigman. maka akan ada yang melihatnya. menyatakan keberatan dengan penilaian itu. penuntut menambahkan. dalam cerita pembunuhan karangan terdakwa." 127 . Hingga April 1999. "Dalam pernyataan Anda. yaitu ketika Anda membukanya untuk mematikan lampu." Menurut argumentasi penuntut. Lee mengeluarkan pisau dan mengancam akan menyayat wajahku atau akan menusuk. setidaknya satu kali pembela Tracie mencoba mengajukan peninjauan kembali kasus itu dengan menyodorkan saksi-saksi baru. "Itu hanya situasional. mantan pacar Tracie. banyak orang tetap percaya Tracie tidak bersalah. lalu Lee menghampiri dan menjambak rambut kekasihnya itu. alasan Tracie memilih sedan Ford Sierra hitam sebagai mobil pembuntut besar kemungkinan berdasarkan pengalaman pribadinya. Lee cemburu kepada Andy. yaitu saat Tracie menggigit Lee. "Aku marah. "Lihat saja jika Andy menginginkanmu lagi. Lee juga pernah melakukannya. Keduanya kemudian keluar dari mobil. banyak orang melakukan tindakan seperti itu. "Anda mengarang cerita dan menggabungkannya dengan pengalaman pribadi.Crigman mencoba mengingatkan Tracie tentang pertengkaran pasangan itu. Tracie membuat pengakuan yang mengejutkan. Masalahnya. "Di tengah jalan terjadi pertengkaran." tulis Tracie. Tracie mengaku telah menusuk Lee Harvey dalam sebuah pertengkaran yang disebutnya lepas kontrol. tapi keterangan dari polisi dan saksi setempat menyatakan lampunya padam." kata Crigman. Toh." kata pembela. Sebelum mengakhiri sesi pertanyaannya. 'kan?" "Tidak. Surat yang dimuat News of The World itu menyatakan. seorang perempuan normal bisa-bisanya menggigit leher. Meski upaya itu kandas." Crigman sejenak melirik Tracie. Tracie langsung mematikan lampu mobil untuk berpikir. Begitu 'kan?" Tracie lagi-lagi diam. Crigman menyatakan keheranannya.

Entah untuk tujuan apa. Tracie sengaja membawanya dari rumah malam itu. hampir menangis. Aku sempat mundur. muncul perasaan sangat sedih dan bersalah. tahun 1986. Tapi kemudian ia sempat menjegal Lee hingga terjatuh. tulis Tracie. Mata seorang penyelia memicing. Pisau itu kemudian disembunyikan di celananya. Mulai hari ini. sehingga keduanya terjatuh ke rumput. Tracie menghampiri Lee dan mencoba mengajaknya berbicara. Padahal. Aku marah. "Aku merasa ngeri. Tracie berusaha berdiri. aku menjadi gelap mata. ia merasa seluruh hidupnya sudah berakhir. suami meninggalkan Anda bersama seorang anak?" Dengan menunduk. "Aku harus menusuknya. Jika tidak. Anda diterima bekerja. Cathy. 128 . Tracie segera bereaksi dengan pisau. Cathy mengangguk lemah. menertawai Kenneth . Lee ternyata menariknya.suaminya . Aku memang seharusnya jujur pada kesempatan pertama. "Baik. GARA-GARA PATAH HATI Alpine Manor. Lee memukulnya lagi. dihanyutkannya ke toilet. Terlebih saat menyadari Lee telah tewas. sebelum akhirnya terjatuh. ia sudah bosan menganggur lama. dan saat di rumah sakit. "Jadi. Saat itu yang ada hanya kebingungan dan ketakutan. ia memutuskan untuk mengarang cerita bahwa mereka diserang seseorang. Belum pernah aku mengalami kehilangan kontrol seperti malam itu. Kisah nyata/Road Rage/Tj 18." Sewaktu meraih mayat pacarnya. Yang kuingat. panti jompo lokal di Grand Rapids. jadi grogi. dan kehilangan kontrol. gemetar. menurut rekan-rekannya.Tracie mengaku saat itu takut setengah mati. "Aku merasa seharusnya dihukum untuk pembunuhan tak disengaja. Tubuhnya yang berbobot 198 kg berguncang. hatinya terbahak. tidak pernah membawa pisau. Benarkah itu semua pernyataan jujur Tracie? Lee Harvey. Wajahnya mendung. Keduanya sempat saling memaki.yang pasti tengah repot mengasuh putri tunggal mereka. yang ditatap begitu tajam. Sampai akhirnya. Bunyi napasnya berat dan matanya mendelik." Cathy terbelalak. Ia mengguncang tubuh Lee. dia akan terus memukuliku." aku Tracie. Saat Lee ingin bertindak kasar lagi." tulis Tracie. Tanganku terasa basah. Saat itulah Tracie melihat ada pisau di tanah yang segera diambilnya. Syukurlah. Michigan. Sejenak Lee mencoba membalas. Mereka yakin.

ingin sekali ia mengisi kekosongan jiwanya. Yang agak disayangkan. Ia mendapati rumah mereka amat berantakan. Ken merasa iba. Mereka putuskan segera menikah. Karenanya. AS. Ken mengenal Cathy sudah dalam keadaan overweight. Ia berharap. begitu banyak pekerjaan yang harus ia tangani. Cathy mengabaikan penyakit anaknya. pada Agustus 1979. terpisah dari yang lainnya. Ayahnya seorang sopir truk gudang yang pernah bekerja di Vietnam. Cathy.sang nyonya rumah . Luka batin Mata Cathy tertanam ke televisi. Termasuk merawat dua adiknya. Cathy sering ngemil dan makan dalam jumlah banyak. Ketika Cathy mengaku hamil. Agak ragu dan tersipu. tiba-tiba mereka sudah berpacaran. ketika Kenneth pulang bekerja pukul enam sore. bungkus snacks dan baju kotor tertebar di lantai. ia melihat gadis ini amat haus kasih sayang.Ia segera bekerja sebagai pembantu perawat di panti dengan lebih dari 200 kamar tidur. Sebagian besar pasien menderita penyakit Alzheimer atau penyakit otak organik lainnya. dan ibunya petugas pembukuan. lalu melanjutkan sekolah hingga menjelang kelahiran anaknya. Akibatnya. Pria pendiam itu hanya bisa menarik napas dalam. di mata Ken. sedangkan Cathy 17. Ia malah sibuk menyalahkan si mungil Mary yang dianggapnya tak bisa menjaga kesehatan. Mary. badannya terus memuai. Itu sebabnya. tanpa banyak cakap. lalu mengurus putri tunggal mereka. Sementara Cathy . Belum habis kaget Ken. Usia Ken waktu itu 20. bisa memberi Cathy sedikit kebahagiaan. Ken bekerja di pabrik mobil. Sang ayah yang pemabuk berat sering memukulinya dan selalu mengatainya "si gemuk". Cathy pun kurang dicintai ibunya.asyik menikmati opera sabun di televisi sambil terus mengunyah junkfood. Kenneth Wood baru 19 tahun ketika Catherine May Carpenter alias Cathy yang baru 16 tahun "menembak"nya. masing-masing berisi dua pasien. Sebagian lain menderita sklerosis ganda atau arthritis parah. Tumbuh tanpa belaian kasih sayang. Cathy lebih suka mengurung diri di kamar ketimbang bergaul dengan teman sebaya. yang juga terbengkelai. Ken membereskan rumah. sebab yang terjadi kemudian pasti perang mulut. "Pilih aku atau hobimu!" begitu katanya. Ken merasa tak ada gunanya menegur Cathy. Jika si anak sakit. kelahiran tahun 1962 di Michigan. "Aku benci tugas rumah tangga!" Itu kalimat yang selalu disiramkan Cathy ke telinga Ken. Cathy memulai kerja. atau bahkan kurang percaya diri. Cathy kurang memiliki rasa keibuan terhadap putri mereka. Piring dan gelas kotor berserakan. gadis yang unik. Ia lahir di tengah keluarga kurang harmonis. Untuk mengendurkan stres. 129 . Sebagai anak tertua. Perkawinan mereka memang berliku. Namun. lantaran ia memilih makan sendirian. Ken pun amat gembira. Oleh rekan-rekan kerjanya mungkin ia dianggap terlalu sopan. setiap kali ia ditegur.

Ia menjalin hubungan lesbian dengan rekan kerjanya. ada pasien mengeluhkan pelayananmu. Sekali dua ia berhasil menarik wanita ke dalam pelukannya. ia menumpahkan air ke selimut pasien mereka. wanita buruannya langsung paham maksudnya. itu telah menggembungkan egonya sedemikian rupa. Terutama dalam menangani pasien.yakni berhubungan seksual dengan teman sejenis. Walau Cathy kurang lembut hati. Hanya dalam bilangan minggu ia betah memberi dan menerima kehangatan dari seorang wanita. Ken merasakan perubahan itu. ia siap berburu wanita lain yang lebih menggairahkan. malah cenderung kasar. Dengan bujuk rayu sekadarnya. Entah sudah berapa bulan mereka tak berhubungan suami-istri. Selanjutnya. Ia juga suka membeli baju baru dan agak ganjen. Dengan penuh percaya diri. Karena lebih membela keutuhan rumah tangga. Namun. yang kebetulan bekerja bersamanya. cukup dengan mengedipkan mata. Rupanya. Ia mengira. 130 . Rambutnya dicat warna platinum. kenapa ia jadi pesolek? Penampilannya pun berubah. Cathy seperti sudah mati gairah." "Oh ya. biasanya wanita itu langsung lumat dalam dadanya yang besar dan lebar. Sulit mengukur perilaku buruk apa yang telah diubah Cathy. Herannya. tapi petugas yang bertanggung jawab tidak menggantinya. di balik tampilan baru dan kesigapannya bekerja. demikian pula perilaku Cathy. penyelia memanggilnya." sahutnya enteng seraya melenggang pergi bak selebriti. Selaiknya para pria pencumbu. Juga ketika Cathy mulai minum alkohol dan kerap mabuk di rumah. Terhadap rekan kerja yang dibencinya. Pernah. ia akan mencampakkannya. Bukan saja berlaku bak primadona. Setelah puas mereguk habis madu sang kekasih. Apakah perilakunya mengimbas hingga ke rumah? Tentu. Ia tak dapat berbuat apa pun untuk membendungnya. ia melakukan lagi apa yang dulu pernah mengisi masa remajanya . Ia lalu melaporkan ke penyelia bahwa tempat tidur pasien basah karena ompol. tak ada lagi yang bisa "memegang" dirinya. Bahkan. Dari salah satu karyawan panti jompo Ken mendengar istrinya terlibat sejumlah percintaan sejenis. di tempat kerja pun ia mulai menggunakan kekuasaan. Kekasih baru Sedemikian bergairah Cathy bekerja. sehingga dalam beberapa bulan saja beratnya menguap jadi tinggal 132 kg. Cathy tak bisa menyembunyikan kekasaran jiwanya. dirinya sedemikian menggoda bagi wanita lesbi lainnya. Di rumah jompo maupun di rumah.Ken berusaha memahami masa lalu Cathy yang menorehkan luka batin hingga saat itu. Ken tetap mencintainya. akan kuperbaiki sikapku. "Cathy. ia biarkan istrinya dengan segala polahnya itu. entah karena menolak diajak bercinta atau oleh sebab lain. Cathy lepas kendali.

kerap berganti pekerjaan. Cathy terpaku. Setelah penyelia pergi. Gwen pun sering menyakiti dirinya sendiri. ibunya yang miskin sudah memiliki tiga anak balita. ibunya. Ia merasa canggung karena pandangan mata Cathy seperti menelanjangi dirinya. ia leluasa menjamah dan menekan tubuh Gwen. Adapun Mack.. Kerja serabutan memaksa istri dan kelima anaknya berpindah-pindah ke seluruh Kalifornia. melainkan oleh gerakan bibir tipis gadis manis itu saat bercerita. Cathy sedikit tercengang mendapati Gwen pun cukup mahir berpasangan dengannya. "Siapa namamu?" "Gwendolin Gail Graham. Gwen sering mendapat serangan seksual dari ayahnya.Bualannya berhasil. biasa memukuli anak-anak-nya dengan sabuk. Namun. "Lihat. di lenganku banyak bekas luka sundutan rokok ayahku." sorak hatinya. 131 ." Setengah mengangguk." "Usiamu?" "Dua puluh tiga tahun. "Waktu umurku 18 bulan. Cathy tengah rebahan di ranjang. Entah apa yang merasuki Cathy hingga ia merasa amat puas bila melihat orang lain hancur tak berdaya oleh "power" yang dimilikinya. Sementara itu ayahnya jarang di rumah karena pekerjaannya. ketika penyelia mengetuk kamarnya. sudah cukup alasan baginya untuk memeluk tubuhnya. Bukan oleh isi cerita Gwen. Tak seorang pun koleganya berani macam-macam padanya. Pembantu perawat baru. Hingga pada suatu siang . Sikapnya cukup keras pada anak-anak. ia pun makin leluasa menanamkan pengaruh pada lingkungan kerja yang mental dan emosinya sudah ia rapuhkan." Selama beberapa tahun. Ia akan sekamar denganmu. Cathy menyeringai sinis saat lewat di depannya. ia anak sulung dari tiga bersaudara. Acap kali matanya menyapu goyangan dada Gwen saat diguncang emosi. Ketika Gwen mulai terisak. 1963. Demikian pula para pasien. Sambil pura-pura berempati. Gwen bercerita. Maka. Ketika berusia 22 tahun. tanpa banyak bicara Cathy langsung membuka lemari pakaian. Untuk melepaskan siksaan emosi. Gwen beringsut mengurai isi kopornya. Linda. mereka sudah akrab." Beberapa menit kemudian. "Aku menang.. mereka melihat Cathy seperti melihat monster. Aku lahir di Santa Monica. ayah Gwen. Tak pernah ia menggendong anaknya yang menangis. "Ini Gwen. Cathy hanya butuh waktu sehari untuk memikat Gwen menjadi kekasih barunya. ibu sering menyabetiku dengan kabel listrik.. sebab kemudian lawannya itu mendapat peringatan keras." kata Gwen getir. Cathy tak perlu menunggu lama.

membuat para nenek teringat cucu mereka. Apalagi ketika Cathy menceritakan affair-nya itu pada Ken. para sepuh itu memandang cemas . mereka pun sering bertukar tugas dengan pembantu perawat lainnya. maka tak ada perawat yang mau percaya pada mereka. gilanya.. Sejak sebulan lalu kami putus. Bahkan. hal yang melanggar peraturan panti jompo itu. Setiap kali pasangan ini masuk ke kamar penghuni. karena aku dan Gwen akan tinggal bersama di sini!" "Kamu gila?" sembur Ken. yang amat mencintainya. seolah disatroni monster. Gwen sudah berada di sana.. Ken membopong Mary pergi. Karena kerekatan itu mengganggu suasana kerja. beberapa kali beberapa pasien mengadu pada pembantu perawat lainnya. Persis remaja kasmaran. Begitupun ketika seorang pasien kedapatan memar pada pergelangan tangan dan 132 .bahkan ada yang sangat ketakutan. Keduanya sedemikian kekanak-kanakan. ketika dengan amat posesif Cathy "menguasai" Gwen. mereka membersihkan dan mengurus pasien. "Aku serius dengan Gwen. bahwa mereka diancam dibunuh oleh seseorang. serta saling meninggalkan pesan cinta pada mesin penjawab telepon. "Benar. Sambil saling berbisik dan cekikikan. Namun. tampak sekali kekecewaan mereka. Dengan mesra mereka menutup pintu kamar. Tak sampai sejam kemudian. Pasangan itu sering minum sampai mabuk dan terkadang juga saling berkelahi. Mereka memang sangat keterlaluan. Namun. Aku gila asmara. ketika memandikan pasien usia lanjut itu. Gwen sudah bertualang. karena sebagian besar menderita Alzheimer. melainkan ucapan Cathy . Namun. suatu saat kau akan menyesali keputusanmu ini!" Cathy membalas dengan seringai.Ternyata. mereka berdua pura-pura melakukan aktivitas bercinta. Ketika pasangan ini bekerja secara terpisah. Tindakan serupa pun dilakukan di ruang tunggu perawat. "Ingat Cathy. Gwen disenangi hampir seluruh penghuni. mengekspresikan cinta dengan saling berbalas puisi yang buruk kualitas. Usir suami Hanya seminggu Gwen bekerja dengan baik. Cathy menanggapi dengan pelukan. Bahkan pernah tinggal bersama seorang wanita berumur 20 tahun. "Pacar saya itu mendapat pekerjaan di Grand Rapids. Kematian beruntun Pernah. Bukan skandal itu yang menyentak Ken. Rambutnya yang kemerahan dengan senyuman manis dan lugu." adu Gwen.. Kuminta kau keluar dari rumah ini. seorang penyelia berusaha memisahkan mereka berdua dengan menerapkan sistem shift. keduanya tak mematuhinya. Mereka hidup seatap tak ubahnya suami-istri. sedari umur 17. Pergilah kau!" Dengan amat marah. agar bisa selalu bersama. Ia amat telaten merawat para lansia.

tak seorang pun pembantu perawat tertarik akan hal itu. 133 . Ternyata benar. siapa peduli akan penyebab kematiannya? Wanita ketiga yang tewas di ranjang adalah Mae Mason (79). melainkan juga wanita. pembantu perawat baru di Alpine Manor. Malah. Tak pula ada yang tertarik menyelidiki penyebabnya. Myrtle Luce juga meninggal dunia. Seorang perawat sempat memperhatikan hidung Myrtle Luce berdarah. Contohnya. mereka kian erat berpagut. karena nenek malang itu masuk ke tempat ini dengan menyandang penyakit. bibir. Cathy pun jadi amat khawatir kehilangan Gwen. gadis semampai. Pisau cemburu di kalangan cinta sejenis biasanya lebih tajam dari sembilu. Ia muak dengan badan gemuknya. Dengan usia 95 tahun dan berat badan yang terus menurun. Pihak keluarga pun menganggap sebagai takdir yang sudah digariskan. Februari 1987. Perawat hanya melakukan tugas rutin. Hal itu terasa pada sikapnya yang mulai melonggar. Namun. Memang ada memar di kedua lengan itu. Apalagi maut memang bisa sewaktu-waktu menjemput para jompo itu. Edith Cook (80) yang sakit parah dan sering mendapat obat penenang. Marguerita Chambers (60) seorang nenek yang lima tahun sebelumnya didiagnosis menderita Alzheimer. saat membandingkan dirinya dengan Robin. Cathy amat cemburu.kakinya. tetapi ia mengira akibat tekanan darah tinggi atau panasnya suhu di panti jompo. Sebelumnya. pihak keluarga juga sudah pasrah. Ia ditemukan meninggal dunia pada Maret 1987. Celoteh mulut-mulut keriput itu cenderung segera mereka lupakan. Di dalam suasana itu.bukan hanya pria. maka kematiannya pun dianggap tinggal menunggu waktu saja. tapi mungkin itu karena Belle sering mengalami serangan kejang. Mula-mula ia merasa rendah diri. dan kemanjaannya sering membuat gemas . Tak terpisahkan. biasanya ia yang mencampakkan kekasih. Sebulan kemudian. Tubuh. Bahkan mereka berjanji takkan pernah saling meninggalkan. karena secara fisik Gwen memang berdaya jual lebih tinggi. ditemukan tewas di tempat tidurnya pada Januari 1987. Akhir Februari 1987. suasana sepi dan tak nyaman itu diartikan oleh pasangan kasmaran Cathy dan Gwen sebagai suasana yang amat romantis. bukankah pohon cinta menjadi berbunga karena rasa cemburu? Kecemburuan itu kerap membuat cinta terasa makin indah. Namun. Terutama ketika ia mencurigai si manis itu sudah tak loyal lagi padanya. Hanya. seorang pembantu perawat yang kurang disukai Cathy masuk ke kamar Belle Burkhard (74) untuk mengurus pasiennya itu. Gwen sedang melirik Robin. dan menghindari rujuk kembali. Keluarganya terkejut akan kematian mendadak itu. Kondisi tubuhnya terlalu lemah untuk dirawat karena ia juga menderita gangrene. Cathy dan Gwen juga menggunakan cemburu sebagai lem perekat saat mereka rujuk kembali. Kali ini ia yang dicampakkan. Tak ada yang serius menanggapinya. selalu Cathy yang mencemburui Gwen. Ia terkejut melihat wanita tua itu tewas dengan lengan terlipat di balik tubuhnya.

Hingga tibalah pada suatu malam. Lembut ia memegang bahu Cathy. istrinya baru mengalami keguncangan hebat. dan langit-langit merasakan keriangan penghuninya. Ken mendapati istrinya terisak. Melihat suaminya pulang ke rumah. Cathy menggeleng. Ia juga mengakui. Di rumah. Berpegangan tangan dan saling mencumbu.. "Begitu sulitkah untukmu menerima kami kembali?" suara Ken menelusup kalbu. Setelah itu ia membawa si mungil Mary. Hatinya tertusuk raca cemburu. Ken mengubur hal itu dalam-dalam. sebelum berangkat tidur. Cathy 134 . sering ia menangis sendiri.. pernah mengguyur air sedingin es ke muka bayi perempuannya untuk mendiamkan tangisnya. akhirnya bibirnya terkuak. Untuk pertama kalinya rumah itu menemukan kedamaian. Selama beberapa bulan bekerja di sana. Ia iba melihat keadaan istrinya. Ia terus diganggu oleh apa yang disampaikan Cathy malam itu. di depan polisi. Orang itu Kenneth. yang bisa mendinginkan luka hatinya. menyesali nasibnya. Tak tahan terus digigiti masalah itu. pada April 1987. Setelah berjuang keras mengalahkan keraguan. Apalagi setelah beberapa bulan bersamanya kembali.. "Aku serius. Ken tersentak. bulan Agustus 1987. Cathy menjadi pemurung dan penyendiri. perih sekali. yang selama ini ia sia-siakan. ragu. lantai. Cathy butuh seseorang. Tentunya. Ken lumer. itu pasti bukan tindakan seorang wanita yang pemalu." Namun. kali itu mengurusi bayi. Cathy langsung menubruk dan meraung di dadanya. dengan suara gemetar ia mengulangi kembali pernyataan Cathy. Seperti dulu. Mereka bekerja sebagai pembantu perawat. Gwen bekerja dengan baik dan manis. ia merasakan Cathy masih mengalami ketidakseimbangan emosi.Dari hari ke hari ia memergoki pasangan Gwen dan Robin semakin mesra. "Aku takut kau tak percaya . Ia seperti kehilangan gairah. Agak gugup. Bisikan rahasia Sepeninggal Gwen. dan penuh dendam benci. Cathy mengaku. Ken datang tepat waktu. dingin. Saat itu." Lalu Cathy membisikkan sesuatu ke telinga Ken. Ken. Sambil memejamkan mata. pernah menekan hidung beberapa pasien yang terikat. Cathy merasakan betapa tulus cinta suaminya. Seluruh dinding. Memandangnya mengangguk berkali-kali. pada Oktober 1988. Hancurlah hidup Cathy ketika akhirnya Gwen dan Robin memutuskan pindah ke Tyler. Empat belas bulan lamanya Ken tak merasa tenang. akhirnya hati nuraninya membawa langkahnya ke kantor polisi. Texas. Ia merasa.

Jadi. Cathy yang beratnya 150 kg takut pada Gwen yang mungil? Salah seorang saksi pernah melihat. seolah melepas beban berat dari batinnya. Anehnya. Gwen maupun Cathy pernah menyerang suami Cathy. "Benar. pembunuhan itu dilakukan Gwen. Diakui. Ia mengaku. Cathy dijemput saat itu juga untuk dikonfrontir dengan laporan suaminya. Kepada wartawan ia berteriak. dan Belle Burkhard. Ia pun setuju untuk bersaksi melawan Gwen Graham.Polisi bereaksi cepat.sewaktu Gwen mencekik Myrtle Luce. Gwen langsung diciduk. Edith Cook. Hanya dalam hitungan menit. ia terpaksa menekankan kedua lututnya kuat-kuat ke atas tubuh Belle.Marguerite Chambers. masing-masing tak punya bukti yang saling melemahkan satu sama lain. marah. "Saya hanya bisa mendengar . informasi ini dibenarkan oleh catatan panti jompo. Ketika diperiksa silang. Dalam sidang pengadilan. Mae Mason. Robin. Ketika Gwen mencekik korban pertama . yang menyebabkan salah satu lengannya memar. secara fisik ia takut akan pacarnya itu. Dalam beberapa jam sidang. Gwen Graham dinyatakan bersalah atas semua tuduhan dan divonis hukuman seumur hidup berganda. Ken. dan hanya didasarkan pada kesaksian Cathy Wood. Ia memberi detail shift yang ia jalani bersama Gwen selama periode itu. serta siapa saja yang bertugas di tempat lain pada waktu bersamaan." ucap Cathy lantang. Ia sama sekali tak berusaha berkelit. "Gwen dituntut atas dasar kabar burung. tapi ia persempit masa periode kejadiannya cuma beberapa minggu. Polisi tak perlu bersusah payah. Tapi ia terlihat menekankan kedua kakinya kuat-kuat ke lantai ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu. Cathy Wood dituduh bersalah melakukan pembunuhan tingkat dua. sebuah taktik yang konon dipakai untuk mengelabui detektor.bukan melihat . Cathy tak ingin kehilangan Gwen. Cathy setuju menjalani serangkaian uji kebohongan. Masa iya. Cathy mengaku. Cekikikan berantai September 1989." 135 . ketika ia datang ke rumah untuk mengambil pakaian. pacar Gwen. bahwa Cathy dan Gwen mengalami dan menikmati "kepuasan seks" yang spektakuler saat melakukan semua tindakan keji itu. dalam suatu pertengkaran Cathy mengangkat tubuh Gwen dan melemparkannya dengan kasar." Ia tak ingat lagi nama semua korban. Malah Gwen bilang. mereka berdua sepakat melakukan pembunuhan secara bergiliran. Bahkan. sedang aku mengawasi pintu. Cathy mengaku memandang kearah lain sebelum pembunuhan selesai dilakukan. sehingga ia ikut dalam pembunuhan tersebut. dengan enteng. Tapi polisi tak habis pikir. Ini memperlancar BAP polisi. Saksi yang lain pernah melihat Gwen berkelahi dengan wanita lain. Ia juga memberikan kesan. ia mengatakan tak mampu terlibat dalam aksi pembunuhan itu. Pengakuannya itu mendengungkan gumam hadirin sidang.

Gwen sendiri pernah mengaku pada Robin. Kenneth. ia memohon agar tidak dikirim ke penjara yang sama dengan Gwen Graham. kedua lelaki berumur sekitar 35-an tahun itu bisa dipastikan berasal dari kelompok menengah atas. Tanggal pembebasan bersyarat bagi Cathy baru sah pada 2005. tapi di seluruh Inggris." sapa Gontle (50) yang saat itu mengenakan jas beludru hitam. Jadi. Pria berdahi sempit.berusaha mengalangi terpaan angin laut. Nonfiksi/Carol Anne Davis/Not 19. "Ada yang bisa saya bantu?" tanya Gontle. Namun.40 tahun penjara. ia menolak melakukan kontak mata dengan mantan kekasihnya itu. "Sore. "Tidak usah takut. sebuah resor dekat laut dan pelabuhan Quangate (Kanal Inggris). Dari pakaiannya yang necis. lelaki yang tampak santun.Penjual Senjata". Lomax Harder. Meski tokonya kecil dan terlihat kumuh. Bulan berikutnya." kata Franting cepat. dan agak garang itu mantan petinju amatir. Ia masuk ke toko Gontle yang kecil dan cenderung kumuh. berdagu berat. 136 . "Selamat sore. berambut jarang. Cathy muncul di hadapan hakim Kent County. Ketika ternyata kemudian ia mendapati dirinya berada di tempat yang sama bersama Gwen. Ia diganjar hukuman antara 20 . Namun. Lomax Harder dan John Franting berjalan beriringan." balas Franting dengan sedikit gugup. berhenti di depan sebuah toko dengan papan nama: "Gontle .Namun. Toko ini resmi kok. benar melakukan pembunuhan itu dan khawatir Cathy akan melaporkannya kepada yang berwajib. suami Cathy. Mata hukum tak pernah berkedip. Hukuman terhadap Gwen Graham membuang kemungkinan pembebasan bersyarat. Tiba-tiba John Franting. di depan sidang. ia takkan pernah dibebaskan kecuali ada bukti baru yang akan membawa pada pengadilan baru. Cathy Wood berhak atas pembebasan bersyarat setelah menjalani hukuman kurungan selama 16 tahun. Sebaliknya. pria yang satu lagi. Ia menjadi rujukan soal senjata." "Saya butuh revolver. berwajah suram. berdahi lebar. Gwen menarik ucapan itu. dan tak pernah mengaku terlibat dalam pembunuhan. SAKU MANTEL ITU MENGGELEMBUNG Suatu sore pada musim gugur di Marine Parade. dan agak ringkih itu dengan sedikit gugup mengancingkan mantelnya . Gontle terkenal tidak saja di sepanjang pantai Kanal. mati-matian berbicara di hadapan publik untuk membela istrinya.

membuat Harder terkejut. Empat inci. "Saya butuh kertas timah." ujar Franting. saya rasa cukup untuk saat ini. "Berapa peluru yang kaubutuhkan?" tanya Gontle. Ia sempat ragu-ragu sebelum akhirnya mengambil revolver yang ditampik Franting. Harder tiba-tiba saja sadar kalau Gontle telah menelantarkan dirinya. ada yang bisa saya bantu?" tanya Gontle kepada Harder." "Anda tahu Webley Mark III? Ini dia. Saya ingin mencobanya. "Wah. Senjata itu ditimang-timang. revolver! Seberapa banyak Anda tahu tentang revolver?" tanya Gontle. ia memasukkan pistol yang dipegangnya ke saku mantelnya. "Sudahlah. senjata ini tidak bisa dipakai. ditaruh kembali."Ah." kata Franting. Bunyi tembakan Lomax Harder ditinggal sendirian di toko. Franting dan Harder tidak bercakap-cakap selama di dalam toko. isikan saja pelurunya. Kalau belum tertutup dengan benar. "Lima saja. Multi fungsi. Ganti dong dengan yang baru. Secara refleks." "Bisa untuk bunuh diri?" Franting menyeringai. Padahal ia masuk tak lama setelah Franting." kata Gontle sambil menunjukkan pintu menuju tempat untuk mencoba senjata di belakang toko. jangan bercanda. Tiba-tiba pintu belakang tempat Franting dan Gontle keluar tadi terbuka." "Bisa diuji? Sekaligus tunjukkan cara mengisi pelurunya. "Ini ada yang lain.. "Ini unggul pada magazinnya. tanpa berpikir panjang akan akibatnya. sambil memperlihatkan beberapa pucuk senjata. 137 . "Coba saya lihat . Berapa kalibernya?" tanya Franting." Franting mengamati Webley Mark III." sahut Harder sekenanya. Gontle pun mengambil amunisi. "Ah. lalu diambil lagi. Hal itu mengesankan mereka tidak saling kenal.." Franting lalu membayar revolvernya. "Silakan. Yang terbaik untuk segala keperluan." kata Gontle. larasnya sedikit tergores. "Sedikit." kata Franting. kemudian melangkah keluar toko dengan senjata di tangan. "Anda. Khusus untuk Anda.

memegang revolver. Namun. Aku juga tahu kalau istriku sudah memiliki tiket ke Kopenha gen dengan kapal laut dari Harwich. Aku sudah tahu tentang hubunganmu dengan istriku. kalau sudah selesai bicara. nanti malah berabe. Aku ingin berbicara secara khusus denganmu. kami tidak . Emily sering berkencan denganmu. Kukirim saja lewat pos. Senja luruh. Begitu melihat Harder. "Dengar. "Apa Anda tidak tahu kalau ini toko senjata?" Setelah meminta maaf. sebenarnya itu masalah kami berdua." 138 . Di ujung lorong Harder menemukan Franting di ruang biliar. Harder ngeloyor pergi. "Ya. Apakah Franting serius soal bunuh diri itu? Ia mencoba melihat lagi. "Aku malas membicarakan soal ini. "Akan kutelepon Gontle dan membayar senjata curian ini. di kejauhan Franting berjalan ke barat memotong pantai secara diagonal. Jangan sok menjadi pendengar setia. Ruangan dikelilingi halaman belakang dari bangunan utama hotel. Ia sudah memperlihatkan paspor serta mengepak barang-barangnya. "Ia akan kembali ke Bellevue. Ah.. tapi kita harus bicara." kata Franting sinis." kata Harder tenang sambil mendekati meja biliar. sosok kecil kidal di keramaian. Namun. Dari luar ia melihat Franting duduk di lounge. Kemudian Franting berdiri dan menghilang turun ke lorong panjang di samping lounge.." "Jangan potong pembicaraanku! Biarkan Emily sendiri yang memutuskan.. terlebih satu atau dua minggu terakhir. Sepertinya kamu tidak mau bicara sewaktu di jalan tadi. Semua itu juga tidak ada artinya bagiku. Emily membenci tabiatku. Sayup-sayup Harder mendengar bunyi tembakan. aku sangsi. tetapi jarak yang jauh membuat dia tak yakin. tangannya terkepal. "Semua itu bukan urusanku. Jangan kau racuni dia agar berpaling dariku. Sebatang sigaret terjepit di bibir. Kamu jangan mencampuri urusan kami. "Kamu masih membuntuti aku. anonim. segeralah pergi. Ia duduk membungkuk di dekat tungku. Franting bangkit. ternyata Franting hanya berkelakar. Kami sudah menjalani masa sulit dan senang selama puluhan tahun. Kamu juga mau ke sana 'kan?" Harder hanya diam. apakah tetap bersamaku atau memilih bercerai."Kertas timah!" seru Gontle. "Jangan. Bellevue adalah hotel tempat ia dan Franting keluar setengah jam sebelumnya. Sepotong kobaran api menyala dalam tungku pemanas. Ia berjalan pelan-pelan menuju hotel putih itu. ia punya niat berpisah." katanya dingin." pikir Harder. Aku muak melihatmu. Setengah bagian dindingnya terbuat dari batu bata dan setengahnya lagi kayu. ia langsung mendongak. Harder mencoba menyusul." Harder melintasi Marine Parade." "Tapi. Aku tak peduli dengan semua itu. Tampak Franting." batin Harder. Jadi. Franting masih berbalut mantel. Aku tahu.

bukan melulu soal materi. Franting menyobek surat itu menjadi dua. akan kuburu dan kuhabisi dia dengan revolver ini. yang kubeli tadi. nyawa Emily akan 139 . aku yakin ia sulit untuk mengambil keputusan cerai. Aku baru saja menerima surat darinya. Kekayaannya adalah nafkah hidupku. lalu membukanya. jika ia meninggalkan aku . kamu tak perlu tahu siapa dia. Wajah Harder pucat mendengar tuduhan itu. dan menunjukkannya kepada Harder. "Lihat barang ini. Aku yakin. Kalaupun ada orang yang bersedia menolongku. membuang separuhnya ke lantai dan memilin bagian lainnya. Salah satu harus mati Franting mengeluarkan secarik surat dari saku. Emily istriku. Kami sedang berusaha menata kehidupan rumah tangga kami. atau sebaliknya. alasan utamaku. Franting membaca beberapa kalimat keras-keras. Boleh jadi kamu sangat mencintaiku. Franting tidak main-main. Seorang istri tetaplah istri. Aku tidak akan mengancammu." Franting mengambil revolver dari kantung mantelnya." sahut Harder lirih." Dan seterusnya. "Aku telah memutuskan untuk meninggalkanmu. Aku bakal serasa di neraka jika ia meninggalkan aku. mengapa kamu tahu keberadaanku di sini?" Lomax Harder hanya menatap ke luar jendela. Aku punya komitmen kuat terhadap ikatan perkawinan. Meski aku suami terburuk di muka Bumi ini. Namun. Aku akan terus memburunya. Sekarang kamu boleh keluar!" Franting mengantungi kembali revolvernya dan mulai menyedot sigaretnya kuat-kuat. Aku tidak menuduhmu jatuh cinta dengannya.entah gara-gara kamu atau orang lain atau apa pun. Itu juga 'kan yang menjelaskan. dan meruntuhkan upaya itu. Kamu tidak perlu takut. Lomax Harder melihat wajah Franting berubah menyeramkan. Jujur saja. "Masa bodoh dengan semua itu. Aku tidak tahan lagi dengan situasi ini. Ia sadar. jika kamu tidak mencintainya. "Bagaimanapun. Sampai akhirnya kamu masuk. dan seterusnya. ke mana pun ia pergi. "Kamu si penolong itu 'kan? Bagus. Camkan ini. lalu menggunakannya untuk menyulut sigaret. Aku memang menumpang hidup padanya. kamu ingin menjadi dewa penolong."Aku mengerti. mengapa pula kamu bersedia mengambil alih semua kesulitannya. membakar. "Tapi ini untuk istriku. aku tidak akan membiarkan dia pergi. Ia seperti sadar dengan ucapannya. "Tapi. Ia tahu aku berada di sini. Jika Emily sampai meninggalkan Franting. apalagi menghabisimu. Meski kamu sudah mengganggu rumah tangga kami. yang tidak dapat begitu saja menceraikan suaminya. Emily tak bakal meninggalkanku. atau punya motif lain?" katanya sambil menyelipkan sigaret di bibir. Bahkan sampai ke Kutub Utara sekalipun." Tiba-tiba Franting terdiam. tapi sikap dan perilakumu sangat menyakitkan.

tapi ia akan segera kembali.terancam. Ia melangkah melalui pintu hijau yang membawanya melewati sebuah lorong. Harder takut harus menghadapi hukuman. Memikirkan hal itu ia memutuskan segera kabur. Lebih baik dia daripada Emily. Kepala kamar sedang pergi sebentar. Manajer hotel sedang ke London. Harder menyibakkan kain pengalang di jendela. Emily bakal sendirian dan tak lagi punya teman sebaik dirinya. Harder merasa telah bertindak benar. Setengah badannya ambruk di atas meja biliar. "Akan saya siapkan. Apa semuanya ditangani oleh porter?" Aneh. Apa yang harus dilakukannya? Tiba-tiba muncul ide brilian. "Yah. Ia tewas. Di telinga Harder suara letusan itu bak bunyi dawai biola yang digesek dengan jari tangan. Rokoknya masih menyala. membidik. Franting roboh. "Saya butuh minuman selama menunggu." kata Harder ramah. Sekilas Harder melirik ke mayat Franting." Lomax Harder masuk dan duduk. 140 . Ia telah memutuskan untuk berpisah. Mohon sabar menunggu. Di sisi lain. Ia juga takut. "Selamat malam. Di balik penyesalan atas nasib Franting. dan menarik pelatuknya. tidak adakah yang mendengar bunyi tembakan tadi? Padahal hotel ini dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP). Secepat kilat Harder menyentak revolver di sakunya. salah satu harus mati. Pak. Ia masuk ke hotel dari pintu utama. lalu meloncat keluar." Harder membatin." "Hotel apa ini? Semua pelayan tidak di tempatnya. Pak. Mereka pun beradu badan. Harder melangkah sepanjang sisi meja biliar. Tidak seorang pun bisa mencegah Franting. tidak ada yang bisa membujuk Emily untuk tetap bersama suaminya. abunya jatuh di meja biliar. Ia melihat lubang kemerahan di pelipis kanan Franting. Ia berjalan perlahan-lahan masuk ke serambi bertiang. Kini ia seorang pelarian." "Malam. Tapi pelayan bar sedang cuti. Di sekeliling tidak ada orang. tempat porter berumur sekitar 50-an tahun berdiri dalam kejenuhan. Ada kamar kosong?" "Mungkin ada. menuju Marine Parade. Membuang barang bukti Sejenak kemudian muncul rasa takut. Secara serentak Franting melangkah juga pada arah berlawanan.

100 orang pun akan dia hadapi. Tidak ada bentuk fisiknya yang menonjol. Jangan-jangan hasil tindak kejahatannya sudah diketahui! Polisi bisa jadi sedang mengorek informasi dari para wisatawan yang masih berkeliaran. kadang merah. ada orang yang mengenal Franting tahu kalau sore itu Franting berjalanjalan dengan seseorang. Ia menyesalkan Emily mau diperistri Franting yang sangat obsesif. Harder tetap tenang. Namun. Jangankan satu. Ulah Franting menyobek surat Emily sebagai penyulut sigaretnya membangunkan api kebencian pada diri Harder. Riak gelombang menghantam dinding dermaga. Ia hanya berniat melindunginya. ia sadar sangat menyukai Emily Franting yang kini menjanda. Ia batal menginap di hotel. "Saya akan pergi sebentar. Tidak ada lagi orang di sini. mengambil revolver dari saku mantel. atau ada orang yang mendengar bunyi letupan senjatanya atau tidak. ditimpali sinar putih. Harder berjalan cepat ke depan dermaga. kemungkinan itu tetap ada. sudah tengah malam. Tapi. Taksi melaju ke stasiun. bila ia lari. kecuali dahi lebar. Di kejauhan mercusuar berkelap-kelip. Tapi. Dihantui rasa takut Bagaimanapun dalam diri Harder lahir rasa takut yang luar biasa. Ia tidak yakin apakah ada saksi yang melihat perbuatannya atau tidak. kadang hijau. Niatnya tulus. Malam telah lindap. dan diam-diam menjatuhkannya ke laut. Meski kecil. seperti umumnya pelaku kejahatan lainnya. Sebuah kekhawatiran muncul tiba-tiba. Angin bertiup dari barat daya. tidak dingin. ia mencoba duduk dengan tenang. Setengah dipaksakan. Nah. tidak mengharapkan sesuatu dari Emily. Ia bersandar pada dinding dermaga Quangate. Porter datang membawa nampan berisi minuman pesanannya. Kendati begitu. Begitu juga jejak kaki karena lantai paving. waktu itu ia memakai topi.Mengingat kembali peristiwa itu membuat Harder ingin berlari keluar. Harder melihat ke sekeliling. Untungnya. Tanpa sungkan Harder menenggak habis minuman itu. Ia juga tidak tolol untuk kembali ke tempat kejadian. Jam taman berdentang. ia menyesal harus membunuh Franting. Rasa suka mendorongnya untuk tega menyakiti siapa pun yang mengganggu kebahagiaan Emily. Jarum jam bergulir ke angka empat. langsung menghampiri taksi yang sedang menunggu penumpang. orang bisa curiga. sidik jarinya tidak tertinggal di jendela. orang itu bisa memberikan keterangan detail sosok dirinya. 141 . kembali ke Marine Parade." kata Harder sambil berjalan ke luar hotel. rasa takut dan curiga itu terus menghantui. Cahayanya berpendar. Selain itu. Sesegera mungkin ia pergi dan mencari Emily. Sial. Sopir taksi melihat dirinya tidak tenang dengan sorot mata aneh dari kaca spion di dalam mobil. Bisa jadi.

" kata Harder. Hampir putus asa ia mencari Emily dalam kompartemen besar yang sedang berjalan itu. Detektif akan kesulitan mencarinya. dari haluan ke buritan. itu benar-benar konyol! Di Dermaga Parketson kebingungan kembali menyergap. kerumunan itu menguntungkan Harder. Peronnya disesaki para pelaku bisnis. Pergilah. Ia ingat telah ceroboh meninggalkan bagian surat yang tidak terbakar di tempat kejadian perkara. ada polisi yang menelepon bahwa suaminya ditemukan tewas dengan sebuah peluru bersarang di otaknya. Emily amat disiplin soal waktu. Mungkinkah ia ketinggalan kereta. Pikiran kalut membuatnya tidak menyimak berita di media cetak atau elektronik. Kapal mengeluarkan tanda keberangkatan. Begitu masuk ke kereta tidur. ia yakin. Tak ada kata tergesa-gesa dalam kamusnya. Tapi. Namun. "Aku tidak akan pergi bersama. Perlahan-lahan kapal menjauhi dermaga. Celaka. Harder menjelajah tiap dek. Bukankah ia yang juga membelikan tiket untuk Emily? Selain itu. Victoria menjadi bagian tersulit dalam pikirannya. "Jadi?" bisik Emily. membuncah menjadi kelegaan tatkala Emily muncul di hadapannya. nikmati kebebasanmu. Inggris mengecil dihiasi pendar-pendar sinar. Emily belum juga dia temukan. Tidak! Harder menenangkan dirinya. di sisi lain. sudah ada lima penumpang di sana. keputusanmu benar. merayapi kanal yang berliku-liku menuju mulut pelabuhan. akibat ketakutan berlebihan. akhirnya ia masuk juga setelah menunjukkan tiket ke petugas." ujar Emily tanpa protes. 142 . "Kuharap. Jejak tertinggal Superintenden Polisi Brian McKnight dan Sersan Detektif Trevor Berbick berada di ruang biliar Bellevue. Tampak benar betapa mereka saling membutuhkan. tapi tak tampak tanda-tanda keberadaan polisi.Tiba di pelataran stasiun. Emily pasti ada di sini. Kedua insan itu pun meluapkan kegembiraan mereka. Lampu sorot di ruang biliar mengenai mayat John Franting yang belum dipindahkan. gara-gara kerumunan penumpang kereta. perasaan ragu-ragu mencuat kembali. Ia menoleh ke segala arah. Kecuali bila detektif menghentikan dan mengisolasi kereta. Namun. hal buruk menimpa Emily? Misalnya. Aman. atau ia gagal masuk kapal karena ia tidak menemukannya? Kengerian kembali mencengkeram hatinya. Keduanya berpakaian preman. Dari hasil bertanya sana-sini. Kereta ini penuh wisatawan. Kereta berjalan. Namun. Perjalanan dua jam itu amat menyiksa. bebas ke Laut Utara. di gerbong mana? Jangan-jangan. Jangan-jangan ada detektif yang ditugasi menyergap dirinya di sana. ia tahu akan ada konferensi internasional di Kopenhagen. Mungkinkah di Esjberg nanti ia akan dijemput detektif di dermaga? Semua kekalutan itu seketika berubah.

" katanya. Bond akan melakukan pemeriksaan. Dr." "Berapa lama?" "Sekitar sejam lalu. The Three Towns." kata seorang pria yang tiba-tiba bergabung dengan keduanya." "Dr. Sedangkan Trevor Berbick. Sersan. "Lihat ke sini. sebenarnya Brian McKnight enggan berhubungan dengan Austin Bond. lelaki kurus dengan bibir tipis dan kumis kucingnya. Selain segan. Pergaulan dan wawasan luas membentuknya tidak sekadar seorang "pemeriksa" mayat korban pembunuhan. Ia menengok ke dalam setelah terjadi tembakan." kata Brian McKnight kalem. Senternya. bukan begitu. "Ada. Austin Bond!" teriak Brian McKnight. "Kaliber 38. Lelaki malang! Siapa yang menemukan dia?" "Wanita pelayan yang baru saja keluar. "Karena ia sibuk menangani kasus lain."Saya tinggal dengan teman saya. "Ada yang lebih aneh. The Three Feathers. saya menawarkan diri untuk datang memenuhi telepon Anda. serta The Gold Spoon. tolong pindahkan mayat ini sekarang." kata Bond setelah mengamati mayat dengan seksama. Austin Bond." "Anda mendapat petunjuk lain?" "O." Sersan detektif mengeluarkan senternya dari saku. Bond memang detektif hebat." "Apakah pelurunya ditemukan?" Berbick sekilas memandang McKnight. 143 . korban merupakan perokok sigaret. ya. Furnival. Kita pernah bertemu di Scotland Yard. Ia berhasil memecahkan berbagai misteri terkenal seperti The Yellow Hat. "Ya. "Bisa juga pembunuhnya." kata McKnight mengangsurkan bukti temuannya. Brian McKnight mengarahkan ke ambang jendela." desis Austin Bond. "Ditembak sekitar 90 menit lalu. "Hai." kata Bond ikut mengeluarkan senter miliknya. Dr. meski pakar dalam bidangnya. Soalnya." kata temannya. Bond sering melecehkan polisi yang bekerja kurang sigap. Akses langsung ke petinggi Scotland Yard membuat semua polisi memperlakukannya dengan sangat sopan. "Sersan. ini. belum apa-apa sudah merasa kecut mendengar nama Dr. Dok?" "Tentu.

" "Bagaimana Anda bisa tahu?" "Keberuntungan. "Pada posisi itu. "Pembunuhnya pasti bertubuh tinggi. Wanita pelayan datang dua kali. "Tidak mungkin. Ia hanya punya tiga jari pada tangan kirinya. dan memperhatikan jejak-jejak tadi pada jarak amat dekat. jejak kaki pada ambang jendela. dan beberapa helai benang baju murahan. "Sebab saya berada di ruangan saya sepanjang waktu itu." "Sersan. memangnya Anda kenal korban?" "Tidak! Tapi saya tahu ia John Franting. 144 . Ia mestinya masuk dan keluar melalui jendela. Bond kemudian mengeluarkan kaca pembesar. yang membuatnya takut. Ini tampak dari sudut tembakan. "Lo." kata si porter. Saat itulah ia melihat mayat Franting." "Mungkin ia sudah berada di ruangan itu. Ia mengenakan baju biru." Mantan petinju kidal Austin Bond berjalan mondar-mandir. saya juga melihatnya. Pak. Padahal sebelumnya ia sudah diingatkan akan akibatnya jika sampai berbohong." kata Brian McKnight memperingatkan. Salah satu sepatunya berlubang di tengah pada solnya. demi kelangsungan asap dapurnya." timpal Bond. Ia mengambil secarik kertas yang terselip di antara tangga panggung yang menghubungkan dua sisi ruang untuk memberikan tempat pengunjung bisa memandang sekeliling. kemudian menjatuhkan lagi. Pak.masih dengan membawa batu bara. setelah sebelumnya meminta si porter pergi. jadi ia pergi mengambil batu bara." sahut Bond jumawa. Ia kembali lagi membawa batu bara. Ia memandang sejenak. "Bawa porter hotel kemari. apa kamu bisa melihat ke seluruh ruangan?" "Bisa. mungkinkah John Franting membiarkan seseorang memasuki ruangan melalui jendela! Apalagi orang dekil seperti itu. "Bagaimana kamu bisa yakin bahwa tidak ada seorang pun yang masuk ke sini sesore ini?" tanya Brian McKnight kepada si petugas porter." kata Bond. yang terkoyak di kusen jendela. melihat-lihat sekeliling dengan saksama." Brian McKnight dengan bangga mengurai beberapa data temuannya. sebab porter yakin tidak ada orang yang masuk lounge dari pintu mana pun kecuali korban selama sekitar sejam." Si porter terpaksa berbohong." "Ya.McKnight menunjukkan sidik jari pada bingkai jendela. Ia pun pergi lagi . "Nanti dulu. Ia melihat api pemanas hampir padam. "Saya harus berbicara dengan wanita pelayan itu. Satu kebohongan lain. Pertama sebelum Franting datang.

" "Tunjukkan tangan kirimu? Bagaimana jari-jari tanganmu bisa hilang?" "Akibat kecelakan mesin cuci. terpaksa ia membolehkannya bertemu wanita pelayan itu." "Lalu bagaimana?" "Saya pikir. ia bunuh diri?" "Tapi." "Maukah kamu menuju jendela. Jadi. wanita itu memiliki tiga jari di tangan kiri ketika ia berlalu di koridor. Saya kebetulan sempat memperhatikan.Brian McKnight ragu-ragu." Dua petugas polisi menyapu pandangan ruangan itu dengan saksama. "Apakah Anda membersihkan jendela hari ini?" Austin Bond mulai menginterogasi. Tapi. ketakutan. saya membuyarkan teori Anda. dan taruh tanganmu di sana. Namun." tukas Dr. "Ah. 145 . lepas dulu sepatu kirimu. Austin Bond." Perempuan itu mulai menangis. Austin Bond berkata dengan ramah kepada Brian McKnight. Webley Mark III. "Anda lihat saku kiri mantel itu? Perhatikan. "Hanya dengan keberuntungan. Pak. "Saya juga sedang mencari jawabannya. sambil menjinjing sepatu kirinya. Ketika wanita itu selesai menjalankan perintah dan akan beranjak pergi.coba bayangkan." Brian McKnight memeriksa saku dan menarik sebuah revolver dari saku mantel mayat itu. Pakaianmu tersangkut di jendela 'kan?" bujuk Bond. sejak awal saya hampir yakin. agak menggelembung 'kan? Sesuatu yang tidak lazim tersimpan di situ. "Ya. Sesuatu yang berbentuk seperti . ia masih ada dalam ruangan ini. pembunuhnya tidak masuk atau pergi mendadak melalui jendela. Pak." kata Austin Bond menunjuk ke mayat Franting. Apa maunya detektif ini? Bukankah tak ada orang yang meminta bantuannya? Namun kemudian McKnight teringat akan akses Austin dengan Scotland Yard. Dr. Masih baru!" Brian McKnight membongkar senjata itu. "Saya pikir ia ada di sana. "Jangan khawatir. di mana ia menyembunyikan revolvernya setelah mencabut nyawanya?" tanya Brian McKnight mencoba membangun kembali kepercayaan dirinya yang sempat terjerembap. "Jadi. Maaf.

harus melewati serangkaian tes yang bahkan lebih sulit ketimbang ujian tulis formal di sekolah. E. DI BALIK DINDING KAMPUS Untung tak dapat diraih. di mana pelor itu? Anda mengerti? Ia menembak kepalanya. Beberapa kali saya melihatnya bertarung. bagian yang terbakar ini mungkin sambungan surat yang ada di dekat tungku perapian. Nun jauh di sana. Anda bisa melihat. John Buettner-Janush. Manusia memang tak pernah bisa menduga-duga peristiwa yang bakal menimpanya."Ada tiga ruang kosong. Kopenhagen. saya sadar. Aku akan meninggalkan rumah kita besok. tugasnya kini berkaitan dengan penelitian 146 . begitulah. Coba baca ini. begitu ilmuwan terkenal itu acap disebut. di balik peristiwa yang tampaknya membahagiakan. kamu sangat mencintai aku. tapi kamu telah menumpas rasa sayangku padamu. terutama karena sebuah proyek penelitian beberapa tahun sebelumnya. Bahagia atau sedih? Tak ada yang tahu. Juri memutuskan bahwa korban melakukan bunuh diri. Ini sudah menjadi keputusan terakhir. ". Musim semi tahun 1977 ia serasa mendapat durian runtuh ketika terpilih menjadi asisten di la boratorium Dr. ketua jurusan antropologi." Kemudian Bond melangkah menuju tangga tempat ia menemukan secarik kertas tadi. Beberapa tahun yang lalu. karena ia kidal. Uniknya pula. misalnya gorila. malang tak dapat ditolak. Macris yakin. BJ amat dikenal di kalangan ilmuwan. mungkin bisa menjadi petunjuk." Brian McKnight membacanya. Penelitian biologis itu mampu menunjukkan hubungan antara protein darah pada lemur dengan kelompok kera pada tingkat yang lebih tinggi. Tangannya terkulai. dan revolvernya masuk ke saku mantel. Emily Franting sedang duduk di lobi Palads Hotel. Ia memang sering merepotkan lawannya. Ia memang sangat bangga karena untuk bisa bergabung dalam tim BJ. Alasan mengapa ia menembak dengan tangan kiri. kebaikan dan kebenaran tetap harus ditegakkan. Lomax Harder baru saja menelepon mengabarkan kepadanya soal sidang terbunuhnya John Franting dari koran yang dibacanya." "Menembak dengan tangan kiri?" tanya Brian McKnight.. mana yang dua lagi? Sekarang." Austin Bond kembali mendemonstrasikan kepiawaiannya memecahkan solusi yang membuat para polisi itu mirip sekumpulan orang dungu. Bagaimanapun. "Yah. tangan kirinya lebih mematikan dibandingkan dengan tangan kanannya. Ini bagian dari surat. Aneh. terkadang tersembunyi masalah pelik yang siap menghadang. Demikian pula nasib Richard Macris (19). "Ini. Air mata mengalir di pipi Emily. Macris dengan penuh semangat melakukan tugasnya . mahasiswa New York University (NYU). Ia mungkin menyalakan sigaret menggunakan surat ini.. Franting bisa jadi petinju amatir kelas berat-menengah terbaik di Inggris.menganalisis sampel-sampel darah. Fiksi/Great Law and Order Stories/Yds 20.

”Obat saraf seperti itu ’kan sudah tersedia di pasar?” ”Benar. Kemudian ia pindah ke Duke University di North Carolina. yang sudah lama lulus. menurut dia. tak lama setelah bergabung dalam tim BJ. bukan hanya di AS namun juga di dunia. Di sanalah ia melakukan percobaan unik tentang hubungan darah antara lemur. Berasal dari kalangan ”biasa-biasa” saja. Dengan catatan akademis dan sejarah karier yang meyakinkan itulah BJ dianggap cukup pantas untuk ”dibajak” oleh NYU. di usia 49 tahun. ”Membuat obat saraf untuk lemur. anak keluarga Yunani ortodoks. seorang asisten. bakal menjadi kunci jawaban tentang evolusi.” 147 .S. orang tuanya harus bekerja keras untuk dapat mengirimkannya ke perguruan tinggi. lama-kelamaan Macris terpengaruh juga. The Origins of Man.A.BJ yang sedang tertarik membandingkan faktor darah antara manusia dengan monyet. ”Materi yang kamu pegang bisa membuatmu gila!” kata James.. Lain cerita dengan Macris. Pada masa-masa itu ia menulis buku teks antropologi yang amat terkenal. yakni malam hari. dan manusia. awal Februari 1979 Macris memberanikan diri bertanya kepada BJ apa sebenarnya yang sedang ia kerjakan. Gara-garanya. Perbincangan mereka dengan BJ pun dilakukan dengan berbisik-bisik. Begitu ia tiba. dengan wajah serius. calon LSD. dari University of Chicago. salah seorang mengingatkannya untuk selalu mencuci tangan bersih-bersih seusai bekerja di lab. Syukurlah. mereka akan membuat asam anasetil antranilat. ia mendengar gosip yang mengganggu. sedangkan Ph. Meski awalnya tidak serius menanggapi. monyet. tapi obat yang diperdagangkan biasanya tidak cukup murni. Karena penasaran. Pada 1973.” Lalu apa? Yang lebih membuatnya miris sekaligus penasaran. Sampai suatu kali BJ meminta Macris datang pada hari Sabtu. Jangan-jangan rumor itu benar.000. Tahun itu. ia mengamati memang ada beberapa hal mencurigakan.” jawab BJ enteng. Kecurigaannya mulai tumbuh. B. Macris optimis akan lebih mudah mendapatkan beasiswa untuk meringankan beban orang tua. Apalagi kini di laboratorium BJ. Penelitian ini. BJ sudah menjadi antropolog terkemuka. Sejumlah asisten yang telah lama bekerja di situ berbisik. Pengalaman mengajar didapat dengan memberikan kuliah di Yale selama tujuh tahun.A. dan M.D-nya dari University of Michigan. datang berkunjung ke lab pada waktu yang tidak lazim. Dana penelitian dari National Science Foundation (NSF) secara teratur mengalir deras. BJ meraih gelar B. ia rela meninggalkan Duke gara-gara iming-iming fasilitas penelitian yang baru dan mewah dengan nilai tak kurang dari AS $ 200. melihat prestasinya mereka merasa pengorbanan itu tidak sia-sia. Ia diberi tahu. Rumor aneh Sayang. Misalnya saja beberapa kali ia melihat sejumlah mantan murid BJ. BJ segera menutup semua pintu untuk pengamanan. ”Sebenarnya BJ sama sekali tidak melakukan penelitian pada lemur..

Pilihannya jatuh pada Dr. Macris memutuskan untuk bertindak. Sawhill segera menghubungi kantor kejaksaan. bila kecurigaan itu tidak benar. Jelas Jolly menyegani mantan bosnya. ia tidak khawatir karena tahu banyak cara lain untuk mendapatkan dana. Bahkan kesertaan dalam tim BJ itulah yang membawanya masuk ke dalam NYU. Yang ditemukan antara lain LSD. Rektor NYU.Masuk akal juga. Ia juga mengacak-acak keranjang sampah. ”Cobalah membuat catatan tentang semua percobaan yang kalian lakukan di lab. manakala asisten labnya sudah pulang. meski tidak menemukan apa penyebabnya. dua minggu sekali ia mengambil sampel bahan kimia dari labu Erlenmeyer dan vial.” tutur Jolly mengingatkan. lembaga pengawasan obat tingkat federal. Jolly berperilaku bak detektif amatir. tetapi bisa juga rumor itu benar. Jolly tampak kaget mendengarkan penuturan Macris. Semula Jolly tidak terlalu memikirkan ucapan itu. metakualon. Meski begitu. Jolly menyerahkan sampel bahan kimia itu pada Drug Enforcement Agency (DEA). Sadar tidak mungkin bertindak sendiri. Begitu jumlahnya dirasa cukup. Berbekal laporan itu Jolly mengajak Macris menemui John C. yang sengaja tidak diberi tahu dari mana asal bahan-bahan kimia itu. Dengan bukti tersebut kejaksaan memerintahkan untuk dijalankannya operasi penyelidikan rahasia.obat terlarang. Sawhill. melacak catatan yang dibuang para asisten lab. Masih dengan setengah terkejut. tapi beberapa waktu lalu ia merasakan ada yang aneh dengan BJ. memberikan laporan bahwa salah satu sampel adalah metakualon . Menurut pengakuan BJ pada Jolly. Dulu Jolly juga pengagum berat BJ. 148 . Selain itu. Dalam operasi itu bukan hanya anggota DEA yang bergerak. Pun pernah menjadi anggota timnya. untuk melaporkan penemuan mereka. Sebaliknya.tentu dengan seizin NYU . ia mencari orang yang tepat untuk berkonsultasi. Ia akan menghadapi masalah besar. Jolly mencoba tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. ”Yang kamu lakukan cukup berisiko. berarti BJ telah melanggar hukum. Esok malamnya diam-diam . juga kokain sintetis. Bahan kimia itu segera dianalisis. Jolly menasihati Macris untuk sementara waktu menyimpan semua kecurigaan itu. Semua barang temuannya itu disimpan rapi di rak buku di rumahnya.” lanjut Jolly sambil berjanji akan membantu mencari bukti.beberapa anggota DEA memeriksa lab BJ. Detektif amatir Selama beberapa bulan berikutnya. Dalam waktu singkat DEA. Setiap peralatan dan sekian banyak bahan kimia tak ada yang luput dari pengamatan mereka. Siapa tahu ada yang berguna. ketika NSF tanpa dinyana-nyana menolak permintaan bantuan dana BJ. antropolog yang bekerja di lab yang bertetangga dengan lab mereka. ia mengendap-endap ke dalam lab BJ untuk jeprat-jepret memotret situasi di dalamnya. Semua bermula pada musim dingin 1978. kamu yang akan menghadapi masalah besar. yang seketika teringat kembali setelah Macris menyampaikan kecurigaannya. Clifford Jolly.yang dikenal sebagai Quaalude . Jika yang kamu katakan benar. Di malam hari.

karena seminggu kemudian ia bertanya pada Macris. Umumnya yang dengan cepat menerima mempunyai dua alasan. Sebagian besar dengan sukarela. senang barang-barang mahal. Tuntutan itu dipatuhi oleh hampir sebagian besar muridnya. Otaknya yang biasa berpikir logis segera menduga ada sesuatu yang tidak beres. Ia memang sering mengadakan pesta. Sebagai orang yang menuntut kesetiaan. meski ada juga yang harus dengan dibujuk-bujuk. kami tidak bakal lulus. itu bukan sembarang perampokan. ia tidak bisa mentoleransi asisten yang mengkhianati dirinya.tetapi para asisten lab BJ juga dilibatkan. Kecurigaan itu sempat ditangkap Macris. Pestanya pun bukan sembarangan. Meski istrinya. tentu karena mereka tidak mau terseret dalam kasus itu. ada yang menjulukinya serupa diktator.” keluh yang lain. pamer. mahasiswa yang menjabat direktur lab. BJ juga menjalankan labnya dengan otoriter. Bila bukan karena tanggung jawab moral. Di balik undangan makan malam untuk para kenalannya. Namun. Tapi siapa dia?” Prasangka serupa diucapkannya pula pada Danny Cornyetz. salah satu profesor yang dimusuhi BJ mengepalai sebuah jurusan dan berwenang mencairkan dana beasiswa yang jumlahnya ribuan dolar. BJ tak begitu kesepian. Petugas itu sengaja memecah kaca pintu lab untuk memberikan kesan perampokan. ”Ada seseorang yang telah mengadukan diriku. novelis. Pergaulannya luas. Bahkan. Sampai pada suatu malam. meninggal tahun 1977. apartemennya yang luas di Washington Square dipenuhi keramik dan benda pajangan mahal. Sosoknya sebagai ilmuwan juga makin kabur bila menyimak kesaksian teman-teman akademisnya. Selain dari kalangan ilmuwan. ”Kalau kami tetap mengikuti mata kuliah mereka tanpa mengindahkan peringatan BJ. ”Kami tidak berani mengambil mata kuliah yang pengajarnya tidak disukai BJ. tetapi pesta gala. pakar biokimia. ia punya banyak kawan dari kalangan seniman. mulai pemain drama. 149 . Bukankah selama ini ia telah memberi mereka kesempatan dan kebaikan hati? Kabarnya. Vina Mallowitz. Menurut dia. Tak satu pun dari kami mampu mendapatkannya. Mereka diminta memperhatikan setiap ucapan BJ. Celakanya. Ilmuwan kaya Mula-mula operasi itu berjalan lancar. sepertinya tersimpan motif lain juga. Macris dan Jolly membiarkan petugas DEA masuk melalui pintu. BJ tidak sadar tengah diamati. dan pelukis. Asistennya harus memusuhi juga semua musuhnya. Posisi BJ makin tersudut. Ia dikenal berselera tinggi. ”Aku tahu ada yang tidak wajar dengan perampokan itu. dengan hidangan didatangkan dari katering terkenal dan pelayan berseragam. tapi aku tidak tahu siapa informan itu!” seru BJ marah. kedongkolannya hanya berlangsung sesaat. Memang. Bahkan beberapa orang diperlengkapi dengan alat perekam tersembunyi untuk merekam pembicaraan dengan BJ. Baru esok paginya BJ mengetahui ”perampokan” itu.” kata salah seorang mahasiswa.

karya tersebut kurang tepat mendapat penghargaan ilmiah. Saat ekspedisi berlangsung. Tentu pula kelancaran penelitiannya jadi terganggu. atau ada bagian dari isinya yang dianggapnya kurang santun. November tahun yang sama sang profesor yang cerdas ini menemukan solusi. ia masih bertugas di University of Chicago. meski tanpa dana dari NYU. ia bisa seketika mengirimkan kembali surat itu disertai sejumlah koreksi disertai catatan tinta merah “Ganti surat ini! Gunakan kaidah bahasa yang benar!” Kebiasaan buruk itu memakan korban pula. Untuk kasus ini. BJ juga tega mempermalukan saya di depan para mahasiswa. Beberapa alumnus bahkan bergabung dalam proyek Simian Expansions.” Memang. Kabarnya. Alasannya. lepas dari rumor dan perilaku kasar. Tujuannya. Sampai tahun 1977. direktur program antropologi di NSF saat itu. ”Tidak hanya menyemprot saya di hadapan rekan seprofesi. pihak universitas di Michigan menolak memberi keterangan. peralatannya lengkap. Sejak itu. Bukan hanya ego. Namun. yang ini lebih serius. BJ tetap dipandang terhormat di kalangan akademisi. Di antaranya. tetapi kepiawaiannya dalam melakukan penelitian serasa turut dilecehkan. bukan akademis. ya selalu hanya berdasarkan satu alasan . Sebuah pengalaman pahit dituturkan oleh sesama rekan profesor yang memilih keluar dari NYU lalu pindah ke University of Maryland. Namun. 150 . Nancie Gonzales. Ada juga yang mengatakan. Tahun itu NSF menolak memberikan bantuan penelitian kepadanya. Penolakan itu tentu memberi pukulan berat bagi BJ. Tanpa bantuan dana mana mungkin ia membeli bahan penelitian dan membayar asisten. Setiap tahun ia makin terkenal dan makin sering menerima bantuan dana penelitian. Tak heran apabila banyak beredar rumor negatif tentang dirinya. BJ menuduh penolakan itu berdasarkan alasan pribadi. lab BJ telah dikunjungi oleh tim NSF. ia mengorupsi uang makan dan akomodasi sebuah ekspedisi antropologi. dan penuh mahasiswa pintar yang ambisius. tuduhan itu pun tidak pernah ditindak lanjuti. mengatakan. Penelitiannya semasa di Duke sesungguhnya dilakukan oleh sang istri.Betapapun. Betapapun. BJ telah membuat banyak orang sakit hati. mengumpulkan dana dari kalangan swasta untuk membiayai penelitian atas lemur. Ada rumor lain. selain hidup mewah ia punya kebiasaan aneh. “Kalau NSF menolak memberikan bantuan. Ia mendirikan perusahaan dengan nama samaran Simian Expansions. proposalnya pun telah diperiksa. Namun.” Kehilangan dana Itulah kenyataannya. BJ senang menarik perhatian dengan cara mengejek atau menyakiti orang lain. lab BJ di NYU tetap aktif. Dr. Bila datang surat yang salah mengeja namanya. ada rekan kerja yang menuduhnya telah melakukan plagiat terhadap karya sejumlah muridnya pada saat ia mengajar di Michigan. manakala Dewi Fortuna tak lagi bersamanya. BJ tidak pernah melakukan penelitian. karena ada bocoran dari orang dalam di NSF yang memberi tahu dia.

Meski sudah menaruh curiga, BJ terkejut juga tatkala mendapat undangan untuk hadir di pengadilan, di hadapan sejumlah juri atas tuduhan membuat dan memasarkan obat terlarang. Namun, ia masih yakin akan menang. Malah, kalaupun dinyatakan bersalah, ia akan dapat dengan mudah membersihkan nama. ”Pengacaraku mampu mengatasi semua tuntutan yang dapat menghancurkan reputasiku,” katanya yakin pada Macris. Keyakinan serupa ia ucapkan juga pada Danny Cornyetz, ”Mantan dekan fakultas hukum NYU akan segera membereskannya hanya dengan sedikit lobi.” Agustus 1979, DEA kembali datang ke NYU untuk memeriksa ruang penyimpanan di bawah tanah lab BJ. Di tempat rahasia itu DEA menemukan sejumlah besar obat terlarang. Cuma, penemuan ini tidak dapat dipergunakan di pengadilan, karena ketatnya pemberlakuan hukum pemilikan pribadi. Dua bulan kemudian ia diajukan ke pengadilan dengan tuntutan telah memproduksi dan memasarkan berbagai obat terlarang serta berkonspirasi untuk mengalangi pemeriksaan pembuatan obat di kampus NYU. Rekaman Juli 1980 sidang pengadilan digelar di Pengadilan New York Distrik Selatan. Yang seru, sebelum sidang dimulai BJ telah menyebarkan dua lembar surat yang menyatakan bahwa dirinya adalah korban serangan pemerintah atas kebebasan akademis. Ia menggambarkan, tindakan DEA menerobos untuk memeriksa lab dan tempat penyimpanan sama dengan kekejian yang berlaku dalam Kristallnacht, yakni malam saat pasukan Hitler menghancurkan harta milik kaum Yahudi di Jerman. Melalui surat itu juga BJ berusaha meyakinkan rekan-rekannya bahwa tuntutan yang ditimpakan kepadanya sangat tidak masuk akal. Pada intinya, BJ melemparkan isu tentang dilanggarnya hak atas kebebasan bagi para ilmuwan. Akibatnya, bahkan sebelum sidang berlangsung, di kalangan hadirin sudah terbentuk dua kubu. ”Tak masuk akal! Orang seperti BJ membuat obat terlarang? Untuk apa? Ia tidak butuh uang. Ia amat kaya. Ia juga pasti tahu bila melakukan seperti yang dituntutkan padanya tentu akan membahayakan kariernya di Amerika,” demikian salah satu pendapat. Sementara itu pendapat di kubu seberang pun tak kalah sengit. Mereka menganggap BJ seorang sosiopat, orang yang tidak memiliki hati nurani. Sekeras pertentangan di antara penonton, sealot itu pula jalannya sidang pengadilan. Pembela BJ, Jules Rithholz (55) dengan lantang sekaligus dramatis, bersuara, ”Kami tidak menyangkal ia membuat obat terlarang. Namun, bukankah tidak ada larangan membuat obat di dalam laboratorium?” Obat terlarang buatan BJ dibuat untuk tujuan penelitian yang resmi, lanjutnya. Sang profesor akan memberikan obat itu pada lemur yang pada akhirnya untuk melihat apakah obat saraf dapat mempengaruhi perilaku kelompok primata tertentu. Penelitian semacam itu tentu sangat bermanfaat bagi seluruh umat manusia, Rithholz berargumen.
151

Mengapa? Apabila perilaku dapat dipengaruhi oleh bahan kimia, berarti perilaku tidak hanya ditentukan oleh garis keturunan, ”Kita bakal dapat memperbaiki banyak kesalahan yang dilakukan manusia. Kita dapat mengobati residivis, penjahat kambuhan, lalu membuat mereka menjadi orang baik. Sekali suntik, kita dapat menghapus kejahatan di dunia.” Dewan juri yang sebagian besar dari kalangan akademis mendengarkan penuturannya dengan saksama. Kemudian jaksa penuntut menghadirkan para mahasiswa. Mereka tampil dengan caranya masing-masing - ada yang tenang, banyak pula yang canggung dan kikuk. Beberapa hasil penyelidikan detektif amatir itu gagal. Macris misalnya, tidak hanya mencoba merekam BJ, tapi juga direktur lab Cornyetz. Sayangnya, pertanyaan pancingan Macris yang diajukannya saat mereka berdua berjalan-jalan di Washington Square Park tidak mendapat jawaban seperti diharapkan. Gara-garanya, saat Macris bertanya lewatlah seorang gadis cantik dan seksi dengan rambut model masa kini yang dicat dua warna. Ucapan Cornyetz pun melenceng. Demikian pula rekaman kaset diajukan oleh mahasiswi bernama Lisa Foreman, yang bekerja di lab tahun 1978. Dengan inisiatifnya sendiri pula ia merekam percakapan dengan Cornyetz. Sayangnya, ia tidak menggunakan kaset baru melainkan kaset bekas yang sudah digunakan untuk mengajar burung kakatuanya berbicara. Maka yang muncul bunyi hiruk pikuk yang memalukan. Untunglah, ada beberapa orang yang berhasil membuat rekaman yang mampu menunjukkan semua konspirasi tindakan BJ. Sebuah kaset Macris dengan jelas menampilkan suara BJ, ”Danny telah setuju untuk bersaksi dengan menyatakan dirinya yang ... em melakukan semua pembuatan obat ini.” Dalam salah satu kaset terdengar suara Cornyetz bertanya pada BJ, ”Mengapa kita yang pertama kali dituntut dalam kasus ini? ... Ini kesalahan Bruce!” Bruce Greenfield tercatat sebagai salah satu anggota proyek Simian Expansions. Jawab BJ, ”Ya, ya memang.” Lanjut Cornyetz, ”Mengapa juga ia menyebut dirimu yang melakukan semua hal ini?” Sahut BJ, ”Mengapa ... aku begitu tolol?” tapi dengan cepat ia mengucapkan, ”Yang penting adalah ada proyek penelitian resmi yang mampu menutupi semua yang kita lakukan.” Pada kaset lain BJ terdengar mengatakan, ”Salah satu cara untuk bisa menyingkap kesalahan kita adalah dengan mencari orang dalam yang mau bersaksi. Untunglah, tak satu pun di antara kita yang bersedia. Kita semua punya komitmen kuat.” Pada kaset hasil rekaman Profesor Jolly, terdengar BJ menyatakan, tidak khawatir dengan tuntutan yang diajukan karena ia punya teman yang sangat berpengaruh. ”Aku kenal baik dekan Fakultas Kedokteran di Harvard,” serunya. Pada saat semua rekaman diputar, ruang sidang tampak senyap. Semua yang hadir tekun menyimak setiap suara yang muncul.
152

Lain lagi dengan ekspresi wajah BJ yang tampak berubah-ubah - bingung, kaget, serius, dan lainnya - , begitu mendengarkan semua ucapannya yang tanpa sadar telah direkam oleh asisten dan teman kepercayaannya. Tak heran, pada sekelompok orang sempat terbit perasaan simpati dan iba pada BJ. Namun, perasaan simpati itu lenyap seketika manakala pada kaset yang lain ia mengucapkan, ”Pembelaku siap berhadapan dengan kejaksaan Amerika dan menunjukkan betapa besar jasa-jasaku.” Saat itu tampak betapa BJ mencoba merendahkan hukum. Posisi BJ makin lemah. Terutama kala Danny Cornyetz bersaksi dengan menirukan ucapan BJ padanya, ”Kamu sama tidak bermoralnya dengan kita semua di sini. Aku akan berterus terang bahwa kita semua memang membuat obat terlarang itu di laboratorium!” Sedangkan asisten administrasi jurusan antropologi bernama Richard Dorfman mengaku, BJ tidak hanya mengaku membuat obat di lab, tapi juga memintanya untuk menjualkan kokain sintetis buatannya. Dorfman mengaku telah menjual sejumlah kecil kokain seharga AS $ 100. Setelah mengambil komisi sebesar AS $ 20, yang AS $ 80 ia serahkan kepada BJ. Berkedok penelitian Pembela BJ tak patah semangat. Untuk menangkis semua tuduhan, ia mengambil sudut pandang berbeda, yakni sang profesor membuat obat terlarang di labnya karena akan diujicobakan pada lemur. Untuk itu Rithholz mengundang Pat Pronger, petugas pengumpul dana untuk Simian Expansions. Pada bukti berupa lembar kuitansi tertulis sejumlah dana untuk membeli lemur. Namun, kesaksian Pronger gagal, karena ada yang janggal. Dalam kuitansi disebutkan BJ meminta uang untuk membeli hanya sekitar dua atau tiga ekor lemur. Bukankah obat sebanyak yang ditemukan di gudang bawah tanah terlalu banyak, bila hanya akan digunakan untuk tiga ekor lemur? Rithholz masih berupaya keras menolong kliennya. Sejumlah orang yang mengenal BJ sebagai lelaki yang jujur dan dapat dipercaya ia undang untuk bersaksi. Kembali usaha Rithholz tak memberikan banyak arti, karena para saksi mengenal BJ terbatas pada waktu silam. Jurus terakhir Rithholz adalah dengan melemparkan isu bahwa mungkin BJ tidak benar-benar membuat obat terlarang. Obat tersebut ditaruh di lab oleh Profesor Jolly yang sebenarnya iri dan ingin merebut posisi BJ. Jolly yang kebetulan hadir dalam pengadilan hanya tersenyum mendengar tuduhan baru itu. Bahkan ketika harus memberikan kesaksian pun Jolly tidak merasa terpojok dengan tekanan-tekanan Rithholz. Dengan tenang Jolly mengakui, telah mengorek sampah untuk menemukan sejumlah catatan. Selain itu agar tidak mengundang curiga, Jolly berusaha untuk tidak menyinggung-nyinggung soal pembuatan obat terlarang bila tengah ngobrol dengan BJ. Setelah sepuluh hari mendengarkan pengakuan saksi, sidang berakhir.

153

Padahal kalau mau terang-terangan mengakui bahwa ia butuh dana. Sampai sekarang orang masih belum mengerti alasan sesungguhnya sang profesor memproduksi obat terlarang. asalkan sifatnya tidak berkesinambungan. Di dalam masyarakat ada orang yang meyakini bahwa diri mereka dikaruniai dengan kelebihan. dan kokain sintetis. Sudah kebiasaan ada kru bisa secara dadakan menjadi pemain. tujuan BJ membuat obat terlarang tampaknya bukan melulu karena butuh uang. Mereka merasa ditakdirkan untuk menaklukkan dunia. yang tidak puas dengan hal-hal biasa. Menyebarkan teror dan ketakutan. Richard Macris pindah jurusan dari antropologi ke administrasi bisnis. mengaku melakukannya karena terpaksa.Bukan demi uang? Lima jam lewat sebelum juri memutuskan Buettner-Janusch bersalah atas dua hal. Demikian pula BJ. menunggu komando dari sang sutradara. Orang semacam itu bosan dengan aturan yang biasa. Keuntungannya. semua pemain maupun figuran siap di tempatnya masing-masing. Pemeran juru bayarnya asli karyawati bank itu. Akhirnya. bukankah ia sering menyinggung nama Hitler tiap kali bercerita? Cara itu dapat disebut taktik Hitlerian. manajer yang dalam cerita harus mati ditembak penjahat diperankan oleh Aria. yang resminya asisten sutradara (astrada). Namun. ia membuat sekaligus mengedarkan LSD. Sedangkan menurut seorang profesor antropologi. Yang kedua adalah berbohong pada penyidik federal. bujangan ganteng. Pagi itu syuting bertempat di sebuah kantor bank swasta nasional untuk menggambarkan adegan perampokan. Hampir 70% dari seluruh syuting di lokasi telah selesai. tinggal pengambilan gambar dalam ruangan. Richard Dorfman dipecat. Benny Bintara. seharusnya ia bisa memperolehnya dengan halal. metakualon. 154 . mengapa para mahasiswanya patuh juga kepadanya? Richard Dorfman. “Cara yang digunakan BJ hampir sama dengan cara yang dilakukan oleh Hitler. Jangan salah. Pertama. TERMAKAN GOSIP Syuting film Buronan sudah memasuki bulan kedua. untuk memerintah sekelompok orang yang bisa diatur. kesombonganlah yang menuntutnya bertindak diam-diam. Menurut pandangan Jolly. Ia tidak ingin dipecat. menurut seorang psikolog. Clifford Jolly masih mengajar di NYU. mereka terkondisi untuk senang memperdayakan masyarakat. entah keningratan ataukah berupa kepandaian. bahkan melanggar hukum yang berlaku bagi masyarakat umum. Kasus BJ memang unik.” Nonfiksi/The Professor and Prostitute/Sht 21. sedangkan Danny Cornyetz keluar untuk bekerja di perusahaan kaset yang memasok museum dengan rekaman sastra. dan yang akhirnya ketagihan nikmatnya melawan sistem di masyarakat. Namun. Setelah berlatih beberapa kali. asisten yang menjual kokain sintetis. Buettner-Janusch diganjar hukuman penjara lima tahun. Namun. amat bangga atas kepandaiannya. BJ tahu benar karakter Hitler. honornya bisa "damai".

dor . Suasana berubah panik. tetap tergeletak di lantai. ayo bangun.! Manajer muda itu terjengkang dengan kursinya. bagian tata lampu. gerakan itu tidak lepas dari amatan sang perampok berpistol yang segera menarik picunya. tiba-tiba kamera zoom-in ke arah tempat duduk para nasabah. astrada muda itu mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan. Sugeng. Sebagai konsultan. wajahnya pucat dan berkeringat. salah satu sisinya ditempeli bahan peledak . Karena rasa tanggung jawab. Syuting berjalan lancar. "Kamera. lalu menarik topi rajutannya . Sayangnya. Salah seorang perampok menodongkan FN 45 sambil melemparkan kantung kain ke arah juru bayar. semua pemain bergerak seperti dalam skenario.Benar-benar tewas Take pertama dimulai setelah kamerawan mengambil gambar papan klep.. Pada masa itu. Karet ban selebar dua telapak tangan tersebut diikatkan ke bagian tubuh "korban" yang menjadi sasaran tembak. Buru-buru Aria dilarikan ke rumah sakit. yang dihubungkan dengan sumber listrik DC 12 volt.sebagai penutup muka. bersimbah darah. Bajunya bolong.. Kabar burung yang tersiar. manajer muda di sudut ruangan hendak meraih tombol alarm. "Aria. kru film merubungnya. Didahului dengan suara ngorok keras. astrada playboy itu kena serangan jantung. Senjata yang akan digunakan sudah dikosongkan 155 . asisten sutradara yang seharusnya menyiapkan adegan lanjutan. untuk editing film. action!" teriak sang sutradara. Aria tidak mengenakan kaus dalam. "pengawal" senjata api yang dipinjam kru film Buronan. tampak jelas dada kirinya hangus luka bakar. "Masukkan semua uang ke kantung!" gertaknya. Pertolongan pertama berupa napas buatan pun siasia. waria penata rias yang tinggal serumah dengan Aria. Dibantu Andy. Briptu Ibrahim. heran. akhirnya curiga. Andy membuka baju Aria yang "bolong-berdarah" dan karet pelindung efek. Sayang. Kemudian para perampok lari sambil membawa sejumlah kantung dan out ke samping kamera. Aktingnya sudah selesai. sekarang ke shot selanjutnya. Napasnya tersengal. Tina. Perwira muda berperawakan gemuk itu datang bersama dua anak buahnya.. Selembar karet tebal (biasanya karet ban mobil bagian luar). mereka buru-buru menggotongnya ke tempat lain. Dor . Saat seorang juru bayar tengah melayani nasabah. trik efek tembakan masih dengan teknik konvensional. langsung pingsan begitu tahu sepupunya tewas. Dari deretan belakang tiga orang berdiri bersamaan. seperti terkena hantaman besi panas.. ia segera melapor ke atasannya.biasanya berbentuk wax (elastis) . Aria tetap terbaring di lantai karpet." teriak sutradara dari kejauhan." kata Benny puas. "Cut! Bagus. Iptu Yulianto. ia yakin tidak melakukan kesalahan. Aria.dan sekantung plastik kecil darah (campuran madu dan zat pewarna). Ke dalam bahan peledak itu dimasukkan dua kabel merah dan hitam (disembunyikan dalam baju si pemakai). Seperti dalam skenario.

Tetapi dia dan beberapa anak buahnya sedang menyiapkan setting di tempat lain. Efeknya. art director. mungkin karena sering dipakai." jawab seseorang. "Atau mesiunya terlalu banyak?" tebak Yulianto. "Kok kelihatan lemas. selongsong akan meledak. Tetapi baru kali ini jatuh korban. meledakkan mesiu yang ditempelkan pada protektor di atas dada korban. "Selesai syuting jam sebelas. "Saya bisa melihat karet protektornya?" Ternyata protektor itu berlubang sebesar jari telunjuk di tengahnya. Jauh di belakang "korban". "Pak Benny sering menyutradarai film jenis ini?" tanya Iptu Yulianto pada Benny Bintara. peluru benar-benar menembus dada yang mengakibatkan darah bercucuran. Madrim (23) perjaka jangkung itu berpenampilan sedikit lusuh. dan langsung diikuti gerakan korban. seorang kru tinggal menempelkan kabel merahhitam ke kutub plus-minus aki." sela anak buah Iptu Yulianto. di mulutnya selalu terselip rokok kretek. efek itu mengesankan." "Siapa yang bertanggung jawab langsung?" "Rawuh. "Tidak. Dalam gambar." "Kamu yang memasang karet pelindung?" Madrim mengangguk.dari anak peluru. yang semuanya serba instan dan cekatan. juga teknik pembuatan efek tembakan itu. yang kemudian diganti dengan kapur tulis berbentuk peluru yang akan menyumbat rapat selongsong bermesiu itu." jawab Briptu Ibrahim. tadi malam pulang jam berapa?" Iptu Yulianto berbasa-basi. Jika pistol ditembakkan. ledakan menembus baju bersamaan dengan pecahnya plastik berisi "darah". pembantu bagian efek. "Bagaimana ceritanya sampai ada korban?" Secara singkat Benny Bintara menceritakan kronologinya. Mesiu ditimbang sebelum dipasang. Gerak-geriknya sedikit canggung untuk bekerja di film. "Siapa yang memasang karet pelindung?" "Madrim. Pak. yang harus sinkron. "Sudah sering menangani pekerjaan ini?" "Baru kali ini. Terjadilah sambungan arus pendek. "Ya. Tetapi jemputannya ngantar yang lain dulu. "Aus." jawab Benny singkat. Antara 25 sampai 30 gram tiap tembakan pistol. karena kapur terbakar menjadi abu." 156 . Yang keluar asap putih.

" tegas dokter berwajah ramah itu Korban kedua Sepuluh hari berselang." jelas dr. membuat pembuluh koronernya mengkerut seketika sehingga tidak dapat menyalurkan darah dan oksigen ke otot jantung. hampir setengah jam Edy. jika pertolongan pertamanya bisa semaksimal mungkin. Pak. ketika tahu yang meninggal masih kru film Buronan. matanya melotot dengan mulut terbuka.Untuk menghormati dan tanda berkabung. sebelum para penyidik datang. Domisili Tina masih daerah wewenang Iptu Yulianto. Tubuhnya sudah kaku. Edy mengetuk beberapa kali. Ia nekat masuk ketika tahu pintu tidak terkunci. Mungkin ceritanya akan lain. Saya melihat ia tidur di sofa." "Pukul berapa calling jemputan untuk Tina?" "Tujuh. nasib menentukan lain. sopir jemputan. biasanya sudah menunggu jemputan pagi di mulut gang dengan segala perkakasnya. sekalian jalan. "Adakah saksi lain?" "Tidak ada. Tampak nyata. Sebelah kakinya menggantung ke ubin dengan wajah tertutup bantal sofa. Seorang pemuka masyarakat langsung mengamankan TKP. Made. para awak film bersepakat break selama dua hari. Padahal ini film keempat Aria sebagai astrada. "Apa penyebab kematiannya. Made yang menangani jenazah Aria di rumah sakit. "Jadi?" "Boleh dibilang kecelakaan karena suatu keteledoran. karena pintu tak terkunci. waria tinggi semampai itu tak kunjung muncul. Tak heran bila perwira muda itu tampak serius. Ternyata. "Saya bisa masuk. Pak. Saya kira. Rumah kontrakan Tina sepi. hentakan keras dari letusan mesiu. Saya jemput Tina duluan. yang sepuluh hari sebelumnya kehilangan astradanya. Satu jam kemudian polisi datang dan langsung mengamati TKP. tak ada jawaban. menunggu. Sayang. waria si penata rias film Buronan. bantal itu pun saya ambil. Aduh ngeri. Tina. Satu jam kemudian Iptu Yulianto menemui dr." "Kemarin ada syuting?" 157 . Namun. sehingga berakibat fatal. Menurut peraturan. Dok?" "Menurut saya. Edy menemukan Tina sudah meninggal di atas sofa. Karena ia tidak juga menyahut meski telah saya panggil beberapa kali. Karuan hal itu mengundang perhatian banyak orang." jelasnya dengan mimik sedih. Terpaksalah Edy masuk gang. Beberapa menit kemudian. Tina meninggal tidak dengan wajar. karena rumahnya dekat rumah saya. Edy keluar lagi dengan berteriak-teriak histeris. cuma tidur-tiduran sambil mukanya ditutup bantal. Aria tinggal mengajukan rekomendasi ke lembaga terkait untuk naik pangkat menjadi sutradara penuh. Atau malah otot jantungnya yang kena. Cuma saya sendirian. jendela dan pintunya pun masih tertutup.

karena belum ada titik terang dari kasus kematian Tina. Made. "Apa baju korban kemarin?" tanya Iptu Yulianto "T-shirt. Bagaimana dengan minuman yang satunya. Dok?" "Ternyata minuman korban diberi obat tidur." "Kemungkinan." Dari bagian identifikasi dan investigasi. oh. Lemari di kamar Tina di-acak-acak. tamunya semalam termasuk orang menyempatkan ganti baju segala. dr. Yang ada cuma sisa minuman di kantung plastik. Ternyata."Ya. sepotong benda jatuh ke lantai. kotak minumannya 'kan tidak dibawa kemari. Sampai di sini kira-kira pukul sembilan. sekeping kancing baju kecil berwarna putih. saat dalam keadaan tak sadar. untuk diambil sidik jarinya. bagaimana hasilnya. mengesankan pembunuhan itu bermotif perampokan. Ia hanya dapat menyimpulkan bahwa pembunuhan tersebut sudah direncanakan. yang disegani. ada dua kotak minuman susu cokelat yang isinya tinggal setengah. pelakunya orang yang dikenal baik korban karena kunci pintu maupun jendelanya tidak rusak. Saat memikirkan langkah yang harus diambil. korban dibawa ke rumah sakit. Briptu Darmawan mengambil piring beserta isinya dan karton susu cokelat yang masih ada sedotannya." "Maaf. tiba-tiba telepon di mejanya berdering. Sebabnya. di salah sebuah kotak susu cokelat terdapat dua sidik jari. korban nekad melawan dan berhasil merenggut kerah baju pembunuhnya sampai-sampai satu kancingnya lepas. langsung dimasukkan ke kantung plastik." "Ada orang lain yang turun bersama korban?" Edy menggeleng. Saya kira. Iptu Yulianto menduga. Setelah diambil gambar dan sidik jarinya. kancing baju itu berasal dari kaus bermerek terkenal yang dikenakan pelaku pembunuhan. Pak. Kotak minuman itu dibawa ke bagian forensik." gumam Iptu Yulianto. Juga piring berisi beberapa potong ubi dan tempe goreng yang sudah layu. bertuliskan merek pakaian terkenal buatan luar negeri. juga ada acara minum dan makan kudapan berdua. korban mengenakan kemeja batik cokelat berlengan pendek dengan kancing warna serupa. Tidak mengandung apa-apa. yakni sidik jari korban dan sidik jari 158 . Dia yang saya antar terakhir. korban dibekap wajahnya sampai kehabisan oksigen. Ketika jenazah diangkat. Iptu Yulianto mendapat keterangan. Diperkirakan. Korban Mantan pacar Iptu Yulianto masih harus bekerja keras. Di atas meja tamu. Dosisnya sangat tinggi. saya lupa. "Ya. Dok?" "Negatif." "Bagaimana dengan kotak satunya?" "Lo. dapat membuat pingsan cukup lama.

" jawab ibunya polos. Tapi .." kalimatnya terputus. "Mau ke mana. Penampilannya berbeda." Sayangnya. Syutingnya sudah selesai. Sekitar setengah tahun lalu ia putus pacaran dengan Madrim. termasuk rombongan sutradara dan bintangnya. Masuk. "Nonton syuting film. Iptu Yulianto menanggapi laporan itu sebagai informasi berharga. "Kenapa?" "Habisnya dia suka 'ngobat'." 159 . Iptu Yulianto mendatangi seorang lelaki kerempeng yang mengenakan kaus merah bata garis-garis putih. "Oh." tegas ibunya." sahut gadis itu spontan. Siapakah si X? Ketukan di pintu membuyarkan konsentrasi Iptu Yulianto. Pak. seseorang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. karena tangis.. Juli pun bercerita. "Sudah. Pak.. Pak. kami akan menikah. bercelana jins dan tas pinggang kecil di balik jaket. diantar masuk oleh Bripda Suherman.. "Mas Madrim. "Lalu apa hubungannya dengan Aria?" "Kemudian saya pacaran dengan Mas Aria." "Sejak kapan Bapak tertarik nonton syuting film?" "Sejak dua krunya meninggal secara tak wajar. ya?" seru Iptu Yulianto. lengkap dengan helm dan kaus tangan katun." "Tentang apa?" "Tentang meninggalnya Mas Aria. Sebagian rombongan sudah pulang. "Masih muda kok buru-buru kawin?" "Karena Juli sudah . bersama ibunya. tampak kedodoran.X. syuting sudah selesai.. kalau bulan depan filmnya sudah selesai." jawab Juli singkat. Madrimlah dalangnya. "Siap. Lalu apa hubungannya dengan kematian Aria?" "Juli mengira. mumpung syutingnya masih di daerah kita. yang mungkin membawa minuman itu lalu mengisinya dengan obat tidur. Tinggal para kru yang sibuk dengan pekerjaannya. Sore sekitar pukul 17. "Ya. Hari ini terakhir syuting di sini. kok nyentrik?" celetuk Bripda Suherman." Seorang gadis manis..00 Iptu Yulianto sudah duduk di motornya. Rencananya. ia hendak melapor. ayo ikut. karena sakit hati. Sedang pada kotak lainnya hanya ada sidik jari X. Ini Juli. setiba di lokasi. begitu.

"Untuk sementara ini. kaus Madrim sebenarnya berkancing tiga. lalu memasukkan ke kantung plastik." Sidik jari di mana-mana Hari berikutnya. Bungkus rokok itu diserahkan ke tangan Madrim. Kaus itu bermerek terkenal buatan luar negeri. begitu mendapat laporan bahwa sidik jari pada bungkus rokok sama persis dengan karton susu cokelat. saya ada. Pak?" "Ada dua. tak bermerek. Mereknya persis dengan merek kaus yang kau pakai tempo hari. Pak?" tanya Madrim seakan tak mengetahui maksud pemanggilannya. "Oh. Kebetulan kaus yang waktu itu kau pakai." Madrim tak mau kalah berargumentasi. persis merek kancing baju yang ditemukan di rumah Tina. "Kancing ini saya temukan di tubuh Tina. Mau beli." "Kaus itu pemberian Pak Benny Bintara." jawabnya mulai gugup." "Tahu tentang listrik?" "Sedikit. sebab rokok kretek ini memang kesukaannya. kamu tidak merokok." Iptu Yulianto mengeluarkan sebuah kancing kecil dari laci mejanya." "Kalau mau. tolong antarkan ini ke laboratorium. apakah sama atau tidak dengan sidik jari di karton cokelat susu di rumah Tina. Sekembali di kantor Iptu Yulianto mengeluarkan bungkus rokok dari tas pinggangnya. warungnya jauh. Sebelumnya kerja di mana?" "Di bengkel.Pandangan mata Iptu Yulianto lekat menatap kaus Madrim. "Kapan kamu mendapatkannya?" 160 . satu kancingnya tidak seragam dengan dua lainnya. Waktu barang itu saya terima. "Jatah saya sudah habis. "Bripda Suherman. tetapi pada deretan paling atas terpasang kancing putih biasa. kau didakwa membunuh Tina!" "Apa buktinya. langsung jemput Madrim. Madrim?" "Ikut Om Rawuh. Berarti kancing itu lepas. "Kok tumben. "Ada keperluan apa saya dipanggil. ketika kau berusaha membekap muka Tina." Iptu Yulianto mengambil sebungkus rokok kretek dari tas pinggangnya. masih daerah sini juga. Kalau sama. kancingnya memang tinggal dua. Ini alamatnya. Iptu Yulianto segera memerintahkan dua anak buahnya untuk "menjemput" Madrim. Benar. Maka kelihatan kebesaran ketika saya pakai. "Tinggalnya di mana. pembantu montir. Biasanya selalu nyelip di bibir?" Iptu Yulianto mengalihkan pembicaraan. Kancing baju ini. berbeda dengan dua kancing lainnya. Periksa sidik jari di bungkus rokok ini." sambil menyebutkan alamatnya. yang langsung menerimanya dengan senang hati.

"Dua hari sesudah Aria meninggal. "Apa kini alibimu?" Iptu Yulianto tersenyum. "Saya ingat. Tentang kecelakaan sampai dia meninggal. "Lalu. Pemuda itu terdiam. persis seperti sidik jari di bungkus rokok yang saya sodorkan sore lalu. sekitar jam sembilan." Madrim kaget. tidak. tidak. apa kamu sering 'ngobat'?" "Sekadar 'cimeng' (ganja . Saat itulah ia mencari kesempatan. kamu dendam sama Aria?" "Tidak." "Kembali ke Tina." "Sesudah itu. di film selanjutnya Juli mendapat peran berarti. Lalu ia berkenalan dengan Tina. Dia itu playboy. Juga membeli dua kotak susu cokelat." "Tina 'kan waria?" potong Iptu Yulianto. peran-peran tambahan atau figuran biasanya dipilih dan ditentukan olehnya. Pak. "Sejak SMA dia pingin jadi bintang film. Tina juga menyalurkan anak-anak jadi figuran." 161 . Tina berjanji akan memperkenalkannya dengan seseorang yang lebih berkompeten. saya disuruh Pak Benny mengambil obat di apotek. Selain penata rias. Dia sering mendesak saya agar dikenalkan dengan orang-orang film. Pak. ketika Iptu Yulianto menyebut nama Juli. saya tidak tahu apa-apa. Saya sempat diingatkan untuk melihat tanggal kedaluwarsanya. Hidup saya sudah susah. di meja tamu ada dua kotak karton susu cokelat dan sepiring gorengan. Selasa malam sepulang syuting." "Tetapi yang memasang karet protektor itu kamu 'kan?" "Betul. Pak. kamu ke mana?" "Langsung pulang. tapi saya tinggal pasang. Pak." "Terus terang saja.) iya. karena saya kenal Om Rawuh. Sumpah." "Jadi. Kemudian ia pergi menyiapkan setting di tempat lain. Ketika korban meninggal.Red. Benar. Tina meninggal pada hari Rabu. meski baru tahap numpang lewat. Benar. karena sudah dirakit oleh Om Rawuh sebelum sarapan. Di kedua kotak ada sidik jarimu. itu pun kalau lagi bete. Ngapain juga nambah perkara. "Bukan dengan Tina. Permintaannya tidak saya tanggapi. menyadari kebodohannya. Sebab istri dan pembantunya nginap di rumah orangtuanya. Juli hamil. tetapi harus dibayar dengan mahal. kenapa Juli minta putus dari kamu?" Madrim tampak terkejut. Tapi kalau sampai 'ngobat'. Karena besoknya ada syuting pagi. Juli bangga." akunya." "Apakah sepeninggalmu Pak Benny juga pergi?" "Saya kira. tetapi Aria.

Anda memberikan sebuah kaus untuk Madrim. Melarutkan beberapa pil tidur dalam air. sebab sering mengambil obat seperti ini di sini. Kemudian ia ke rumah Tina sesudah membeli gorengan. "Itu bohong. demikian pula minumannya. menurut dr. Iptu Yulianto kemudian mengambil beberapa pil tidur dari laci mejanya. "Bukti ada. Tidak ada bukti dan saksi bahwa saya berada di sana. Sebelum Anda pergi. Pak. "Seminggu sebelumnya. Selain vitamin juga obat tidur. sedotan Sekitar pukul 12. 162 . berarti sidik jari Madrim yang dominan di karton susu itu. sekitar pukul sepuluh atau sebelas malam ada tamu laki-laki mencari Tina. misalnya sidik jari. Apakah ada bukti lain. Saya harus di rumah. Anda taruh kancing ini di dada Tina. Untuk mengelabui petugas. ketika Tina meninggal?" "Di rumah. formulanya pun persis seperti formula susu cokelat yang diminum Tina.Iptu Yulianto cepat merangkaikan informasi itu. Kaus bermerek seperti itu juga banyak dijual di toko terkenal. sesuai petunjuk Madrim." elaknya. tetapi salah satu kancingnya lebih dahulu Anda lepaskan. Begitu korban tak sadarkan diri. Sesudah mengenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangannya. Madrim saksinya. saksinya juga ada." Esoknya Benny Bintara tampak tenang ketika memasuki ruangan Iptu Yulianto." kata Iptu Yulianto sambil meletakkan kancing bermerek di meja. sebab istri dan pembantu saya pergi ke mertua. langsung ke pokok persoalan. "Itu semua bukan bukti yang menunjukkan kalau saya pelakunya. sebagai petunjuk bahwa saya pernah berada di rumah Tina." Iptu Yulianto ter-senyum kalem. ia cepat-cepat bertindak. Apa itu bukan Bapak?" pancing Yulianto. Ini resep dari dokter Basuki untuk Pak Benny Bintara. mengesankan terjadi perampokan. yakni kematian Tina. Di mana Bapak pada Selasa malam. Pil tidur semacam itu banyak dijual di pinggir jalan. "Benar. lalu menyuntikkan ke dalam salah satu karton susu cokelat. Pak. Kuncinya. seorang asisten apoteker mencari arsip resep dari tanggal dimaksud. Madrim yang tampaknya lugu itu memang bisa menguatkan alibi Benny. Siapa pun kalau makan gorengan tentu akan haus. Made. "Pak Benny.00 Iptu Yulianto dan dua anak buahnya mendatangi sebuah apotek. Anda membekapnya dengan bantal kursi sampai korban kehabisan napas. "Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Saya kira Pak Benny menderita insomnia. Begitu Madrim pulang." jawabnya tenang. "Pil tidur ini merek dan asal apoteknya persis seperti yang Anda dapatkan dari dokter Basuki." perintah Iptu Yulianto tegas. Begitu dicampur dengan susu cokelat dari merek yang sama." "Betulkah? Pak Haji pemilik kontrakan mengatakan. sementara waktu kamu harus di sini dulu. Anda mengacak-acak isi lemari. Kalau Madrim meneliti kedaluwarsanya kotak susu.

" tantangnya. Tetapi kalau di kotak minuman." "Nah." Iptu Yulianto menyodorkan kertas putih dan sebuah bolpen. Rupanya. Benar dugaannya. istrinya. pelakunya bukan saya?" "Nanti dulu. ada sidik jari di sedotan susu. Pak. saudara satu kakek yang sama-sama kerja di film. ia mendengar gosip bahwa istrinya sering "jalan" dengan Aria. sidik jari itu memang milik Madrim. "Sudah. kertas dan bolpen diminta kembali. Aria. istrinya belum juga mengandung. "Kalau begitu. tetapi ibu muda itu kurang berminat. inilah hasil dari perbuatan si pembunuh!" Iptu Yulianto bersuara keras sambil mengeluarkan selembar foto berwarna berukuran besar. Benny selalu dapat menolak dengan bermacam dalih. Rupanya. untuk mengadopsi anak. Saya yang membunuh Tina. Wajah Benny Bintara mendadak pucat. Pak Benny. tidak mau tahu kekurangan anaknya. sehingga tidak mampu memproduksi spermatozoa sehat dan bermutu dalam spermanya."Pelakunya memang pintar. salah satu organ di alat vitalnya tidak berkembang baik. "Sidik jari di karton susu memang bukan milik Anda. Tetapi Anda lupa. sudah. Orangtuanya sangat konservatif. Beberapa bulan lalu. lima tahun berumah tangga. foto jenazah Tina. sang ibu sudah menjodohkannya dengan putri sahabatnya. Sementara itu Tina dan Aria. ia tampak gemetar. Ia memiliki kelainan." katanya sambil menutup muka. orang tuanya pun mendesaknya agar cepat berumah tangga. ketika Benny kerap syuting di kota lain. Benny menganggap rumor itu sebagai aib yang mencoreng muka Benny. Tak heran. jelas. Saya mengakui semuanya. Dalam pikirannya. Salah duga Benny Bintara lalu bercerita. ketika Benny sudah dianggap mapan. Benny Bintara tak mampu mengendalikan dirinya. Benny termasuk pria dengan tingkat kesuburan rendah. Sidik jari di lemari dan pegangannya. Sebelumnya. saya masih punya bukti lain yang menunjukkan bahwa malam itu Anda benar-benar di rumah Tina. Pagi itu ketika semua kru sedang sibuk ngopi. juga yang mencelakai Aria. tanpa mengecek kebenarannya. Kebetulan pula Benny anak laki-laki satu-satunya dari lima bersaudara. apa gunanya menikah kalau tak punya keturunan. "Silakan saja. diam-diam Benny berhasil mengganti karet pelindung 163 . Celakanya. tanpa sepengetahuan Benny. Saya rasa persis seperti sidik jari di bolpen yang baru saja Anda pakai untuk menulis. sudah dihapus sebelum ia meninggalkan TKP. Keringat dingin membanjiri tubuhnya. dulu pernah mengontrak rumah dekat tempat tinggal Benny. Sampai suatu saat Benny. dan Tina terlibat dalam satu produksi. Setelah selesai." pancing Iptu Yulianto. "Ada yang lebih mengerikan. Isinya akan saya eja. tulis pernyataan di sini. Ia sering menyarankan kepada Della. mereka dulu pernah memiliki hubungan khusus. Mereka khawatir kalau trah Bintara yang masih berbau ningrat akan pupus karena Benny tetap melajang." tegas Iptu Yulianto. Jadi.

Sebelumnya ia meletakkan kancing kaus di dada korban. untuk apa sutradara itu sibuk dengan karet ban. Tak berapa lama waria itu pingsan. Malam itu Benny ke rumah Tina. produser." suara Benny pelan. Masalahnya klasik. Juga tidak tahu. Ia dapat dengan mudah mengakses salah satu rekening untuk mengeluarkan dana kebutuhan rumah tangga keluarga itu. "Silakan.30. karena ia sempat memergoki Benny sibuk mengganti karet protektor.000 per tahun. Dulunya ia memang kurang paham. yang salah satu kotaknya sudah disuntik obat tidur. Roy dapat menggelapkan total sekitar AS $ 20. Aria meninggal karena kecelakaan. Tina tidak sependapat. tak heran bila majikannya sangat percaya padanya. ia yakin kalau Tina sudah meninggal kehabisan napas karena dibekap dengan bantal sofa. Tina sendirian di ruang tamu. Semua orang mengira. Pria bertubuh tinggi besar yang sebagian rambut tipisnya mulai beruban itu mengakhiri tugasnya di Angkatan Laut Swedia sebelum berimigrasi ke Amerika Serikat tahun 1976. LUKISAN CAT MINYAK TANPA TEKSTUR Rune "Roy" Donell (61) punya masalah serius. Sebagai kru baru. Di tempatnya bekerja. di Jakarta 22. Setelah kejadian. Anda akan didampingi Bripda Suherman. Tina juga tidak curiga ketika melihat Benny hendak minum susunya." Siang itu udara cerah. sebagai kepala urusan rumah tangga merangkap supir pribadi. soal uang. kalau ada stiker hitam di balik karet pelindung yang gunanya menutupi lubang yang langsung ke bahan peledak. Namun. 164 . Selama bekerja. Tina berencana mengadukan hal itu ke Rawuh. ia tetap mempertahankan dirinya sebagai warga negara Swedia. Namun. tetapi Benny justru merasa langit seakan hendak runtuh. Benny tahu rencananya. barulah Tina sadar. Madrim tidak tahu apa-apa tentang trik tembakan yang akan dipakai Aria. Roy punya cukup uang untuk menghidupi kedua istrinya. "Bapak tadi naik taksi apa motor. ia mendapat bayaran AS $ 25. Saat itu ia masih bekerja dengan gaji cukup. Dengan dana tambahan uang panas itu.000 per tahun. bahkan ke polisi. Ketika Benny meninggalkan rumah itu. "Bapak tentu akan menahan saya.(protektor efek) tembakan. Fiksi/Riady B. Karena telah bekerja di rumah tangga itu selama sebelas tahun. Membawa sekantung kudapan dan dua karton susu cokelat. Hari itulah ia harus melewati hari-harinya di balik terali besi. yang sudah disiapkan dari rumah. yang sebelumnya sudah dirakit Rawuh. ketika Benny Bintara datang. Sarosa. Protektor itu yang mengakibatkan Aria tewas. kok pakai kaus tangan segala?" Pertanyaan itu menyadarkan Benny. pamit istri dan mengambil pakaian ganti. maka sebelum memegang sedotan kaus tangannya dilepas dulu.000 . Tetapi izinkan saya pulang sebentar. Sayang.

hingga mebel antik milik Napoleon. Rumah di Bellagio Road itu menempati lahan seluas ribuan meter persegi dengan arsitektur meniru kastil Prancis abad ke-17. Esther pasti akan meninggalkannya Roy.Belakangan Roy merasa tubuhnya mulai lemah. Howard B. yang konon diperlengkapi dengan teleskop terbesar di dunia. lembaga pendidikan. Dituntut anak Tahun 1986 rumah tangga Keck diguncang prahara.senang berpakaian bagus dan berjalan-jalan. bagaimana kalau ia tidak bisa bekerja lagi di rumah jutawan itu? Ia prihatin dengan kehidupannya dan kedua istrinya. Selama beberapa tahun ia menjadi direktur sejumlah museum dan aktif di beberapa lembaga kebudayaan. langsing. Belum lagi ada Andy (20). Esther imigran asal Kolumbia . juga La 165 . enam tahun lebih tua dari dirinya. gereja.sering disebut Big Howard . Marie Antoinette. istri pertamanya.mendapatkan kekayaan dengan cara tradisional: warisan. Tak hanya kaya. Kecintaannya pada barang seni tercermin dalam koleksinya yang berkualitas dunia. Ia bekerja di rumah yang sama sebagai jurumasak. dan psoriasis. mulai hernia. Christina sudah menggeluti profesi itu tujuh tahun lamanya. Di tubuhnya mulai bercokol sejumlah penyakit. anak sulung mereka mengajukan tuntutan tentang hak-nya mendapatkan warisan. Si cantik Esther Ariza yang berkulit gelap. Justru istri keduanya yang diprihatinkannya. dan lembaga kebudayaan terkemuka. Ia memang menuntut banyak dari Roy.baik yang berupa saham. Little Howard ingin mempertegas bahwa ia berhak mendapatkan sebagian besar dari harta kekayaan Keluarga Keck . mereka juga dermawan. Christina. seperti lukisan dari para maestro seni lukis. Bel Air. mudah sakit. Namun. karena ia sendiri pelukis amatir. tapestri. Bermula ketika Little Howard Keck. Lalu. Kolektor barang seni Roy bekerja di Stone Canyon. dan menggoda itu 16 tahun lebih muda daripada Roy. Di La Lanterne digelar beberapa di antaranya. Tanpa uang. "Kastil" yang dinamai La Lanterne itu dihuni salah satu pasangan paling kaya di dunia. Salah satu yang terkenal yaitu sumbangannya tahun 1985 kepada California Institute of Technology untuk membangun observatorium astronomi di Hawaii. Libby tak hanya sangat mencintai seni lukis. Perempuan yang berpenampilan jauh lebih muda dibandingkan usianya itu sangat dikagumi karena selera seninya. Christina bukan merupakan suatu kekhawatiran bagi Roy. Keck (71) dan Elizabeth "Libby" Avery Keck (65). Semasa hidup. Libby Keck setali tiga uang dengan suaminya. yang membutuhkan banyak biaya untuk pendidikannya. Tak heran bila La Lanterne menjadi pilihan kunjungan wajib para kurator museum dan pencinta seni dari berbagai belahan dunia. yang tak terhitung lagi jumlahnya. tekanan darah tinggi. Howard . Big Howard sering menyumbang ke sejumlah museum. anak Esther dari suami terdahulu. patung. Beverly Hills. dan Louis XIV. ayahnya terkenal di Kalifornia sebagai orang yang bertangan dingin dalam bisnis perminyakan. Selama ini seluruh kebutuhan hidup Esther memang ditanggung Roy.

mewariskan kekayaannya pada Big Howard dan dua saudaranya. hanya beberapa di antaranya. Dengan alasan ayahnya sebagai pewaris harta kakeknya sudah cukup lanjut usia. ada sejumlah besar barang koleksi yang disimpan di ruang khusus. Di ruangan itu. Salah satu isi ruang khusus itulah yang pada September 1986 digondolnya. Ia juga tahu. malah tersinggung dengan tuduhan suaminya. keluarga besarnya telah bersepakat bahwa harta warisan akan jatuh ke sebuah generasi bila generasi sebelumnya benar-benar sudah "habis". koleksi Keck memang terlalu banyak untuk disimpan di dalam ruangan yang tersedia di La Lanterne. Selama beberapa minggu ia menyimpan benda seni itu di apartemennya. meskipun tetap tinggal di bawah satu atap di La Lanterne. Mendiang William Keck Sr. Roy sebenarnya tidak tahu benar seberapa mahal harga barangbarang seni itu. Namun. setelah kematian saudara lelakinya. Big Howard membujuk adik perempuannya untuk menyerahkan bagian kepemilikan pada perusahaan warisan itu. yakni William Jr. Tahun 1983. Belajar mencuri Retaknya hubungan rumah tangga Keck membuat Roy makin pusing. Sebagaimana peraturan. peristiwa itu membuat Big Howard jadi berprasangka. Ia meninggal tahun 1984. Menanggapi tuntutan itu Big Howard dan Libby berada pada sisi berseberangan. Ia ragu. melainkan hasil hubungan gelap istrinya dengan pria lain. Beberapa hari kemudian Roy muncul di Beijar. Saat melewati pabean Swedia ia menyatakan membawa lukisan. digelar barang antik koleksi Keck. Kalaupun ia tahu. Rupanya. bukannya menenangkan suaminya. Maklum. Lucunya. yakni lukisan berjudul Fete Gallante karya seniman Prancis. Libby dan Big Howard hidup berpisah. Ia segera melayangkan surat tuntutan cerai. Roy baru tahu bahwa Beijar tidak menerima karya seni palsu. Little Howard mengajukan tuntutannya. Begitu tidak ada tanda-tanda yang membahayakan. yang bahkan sempat dilansir dalam Wall Street Journal. sebagaimana ruang lain. kemudian salah seorang ahli di Beijar setelah memeriksa lukisan itu yakin bahwa karya lukis itu 166 . ia membawanya menuju Stockholm. Selain itu. LeClerk des Gobelins. Saat itu terjadi perseteruan sengit antara Big Howard dan Willameta. Ia harus cepat bertindak. Masalah dalam keluarga Keck makin berlarut-larut. Sambil menunggu keputusan pengadilan tentang perceraian mereka. rupanya ia lupa. Dari informasi direktur perusahaan itu. Menurut dia. mana mungkin seorang anak kandung tega menuntut pembagian warisan ketika orangtuanya masih hidup. Libby. Sekian lama bekerja di La Lanterne membuat Roy tahu ada tempat yang kurang diperhatikan Big Howard. ia membayar beberapa ratus dolar. Itu pun karena diberitahu Libby yang senang mengajaknya ngobrol. seluruh anggota keluarga akan mendapat bagian yang sama. Willameta harus mengalah. Perebutan warisan itu bukan kali pertama terjadi. Namun. warisan itu pun seluruhnya jatuh pada Big Howard. Kaarl Gustav Petersen. janganjangan Little Howard bukan anak kandungnya.Lanterne seisinya. tidak ada yang dominan. dan Willameta. sebuah rumah lelang benda seni terbesar di Swedia.

Libby meletakkan jarinya ke permukaan lukisan. usia tua dan merosotnya kondisi kesehatan. Libby membeli lukisan bergambar ibu dan anak itu di London hanya seharga AS $ 88. Roy hanya berpedoman. Belakangan Keluarga Keck tahu. tidak melanjutkan komentar. sambil menunjuk pada lukisan I Fria Luften di dinding. risikonya sangat besar bila ketahuan. Baru bulan April mereka kembali ke Los Angeles. 167 . permukaan lukisan cat minyak seharusnya bertekstur. Alasannya. Sejak itu Roy pun tahu cara dan jalur menjual lukisan curian. Uang itu dikirimkan ke rumahnya di Beverly Hills via pos. "Wah. Roy dan Christina memutuskan akan kembali ke Swedia dan menghabiskan masa tua di tanah kelahiran mereka. ini seharusnya lukisan cat minyak. Jadi. Barang seperti itu tentu juga akan sulit dijual. Mereka bertiga bersenang-senang dengan melakukan perjalanan ke beberapa negara di Eropa. Lukisan berikut yang disasarnya karya pelukis impresionis dari Swedia. Herannya. Mereka keluar dari rumah majikannya pada minggu kedua Maret. Terus terang saja ia tidak terlalu memahami apa yang dimaksud majikannya. yang penting karya seni itu mudah dijual. Roy dan Esther bersantai di Stockholm sampai Andy menyusul seminggu kemudian. Setelah dipotong komisi untuk Beijar. Meskipun harganya mahal. Saat itu pula Roy menjinjing sebuah tabung kardus besar yang bahkan tetap dibawa masuk ke dalam kabin pesawat. pikir Paine. Roger Paine. Sebelum meninggalkan Stockholm. Februari 1987 Roy memberitahu Keluarga Keck tentang pengunduran dirinya.asli. Nyonya." cetus Paine. Roy mengantungi AS $ 6. penghuni La Lanterne baru tahu tentang hilangnya sebuah lukisan. ketika tanpa sengaja ia memasuki ruangan tempat lukisan digantung. Roy telah mengabari Petersen tentang I Fria Luften. 24 Agustus. Bagaimanapun Roy tidak ingin mencuri karya dunia yang banyak dikenal masyarakat. tidak seorang pun di balai lelang itu yang bertanya pada Roy tentang cara ia memperoleh lukisan itu. Esther. "Ya. yang licin sekali. Libby sendiri yang mengetahuinya. "Lihat!" katanya pada pengawal dan sopirnya.506.000." Painne mengamati sekilas. Beberapa hari kemudian lukisan itu laku terjual. Keck tidak tahu kalau Roy ditemani istri keduanya. akhirnya. Lukisan cat minyak berukuran 1 m x 60 cm itu berjudul I Fria Luften (In Free Air). Ketahuan palsu Empat bulan kemudian. Anders Leonhard Zorn. Roy pergi sendiri ke Swedia sementara Christina ditinggal di apartemen mereka yang kecil di Manning Avenue. Konon Petersen sangat berminat pada karya Zorn dan yakin bahwa karya itu bisa terjual dengan harga yang bagus di Swedia. ia memilih diam. Kemudian Libby dengan tidak sabar menarik tangan Paine dan mengajaknya mendekat ke lukisan. tapi lebih dikenal sebagai Kvinna Klaer Sitt Barn (Woman Dressing Her Child) produksi tahun 1888. Aha. ada orang mencuri lukisan yang asli.

" Libby menambahkan. detektif Mike Kummerman. Namun. "Aku tidak harus mengatakannya padamu. ia juga hafal nama mereka. tidak seperti aslinya. itulah cara termudah dan praktis untuk membawa keluar lukisan. "Tidak. "Hari Rabu itu aku pergi ke luar rumah untuk suatu keperluan. tidak seperti biasanya." Kemudian kanvas digulung. menurut Libby. Kita harus menarik pakunya. datang ke La Lanterne untuk memeriksa TKP. itu hanya foto. kali itu membuatnya agak kerepotan. yang banyak ditemukan di Santa Monica Boulevard. ini bukan hasil karya seorang ahli. Tentang alamat-alamat penting. Libby menjawab. Libby menolak mengatakan siapa yang patut dicurigai. Ia dapat mengambilnya dari data SIM Libby di departemen kendaran bermotor. mungkin aku tidak akan dengan cepat mengetahuinya. Jadi. Ia punya empat anak. aku tidak punya gambaran soal pelakunya. Tiba-tiba aku sadar bahwa warna-warna pada lukisan itu aneh. ia bisa meminta keterangan dari Libby via telepon. tetapi melaporkan suaminya sebagai "pensiunan". Untuk mendapatkan hasil pemotretan yang baik. Benar dugaanku. Esoknya seorang petugas berseragam dari LAPD. Tugas yang biasanya dijalani dengan mudah. maka sekretarisnya dapat memberitahukannya. "Kalau karya seorang ahli. seukuran lukisan asli. aku bisa melihat secara utuh lukisan itu. Jadi. 31 Agustus. Libby juga tidak tahu nomor Jaminan Sosial. Pada kesempatan itu Kummerman hanya akan menggali data pribadi pelapor. rasanya tidak mungkin terjadi pencurian karena rumahnya terjaga ketat selama 24 jam. yang pasti ia dan suaminya telah tinggal di Beverly Hills Hotel selama 10 tahun sebelum mereka pindah ke rumah mahal itu delapan tahun silam. saat pembesaran foto. Pasalnya. lukisan harus dibawa ke studio foto. lalu pelan-pelan melepasnya. ia tidak tahu dengan tepat usia mereka. Ketika kembali. aku sering melakukannya. Tahu teknik mencuri Sikapnya yang acuh tak acuh seketika lenyap begitu Kummerman bertanya tentang lukisan yang hilang." 168 . Sebagai pelukis." jawab Libby geram. Namun. yaitu warnanya tampak aneh. karakter Libby yang sangat sadar akan statusnya sebagai orang terpandang. Libby mengaku tidak tahu mana yang penting. "Kita harus melepaskan lukisan itu dari bingkainya. Apa hubungannya dengan kasus ini?" Untung Kummerman tidak kurang cara untuk mendapatan data itu. Ihwal pekerjaannya. biasanya akan muncul masalah. Libby mengaku tidak punya pekerjaan. Saat ditanya berapa usianya. aku segera masuk dan memeriksanya. Hal lain yang dijawab dengan santai adalah soal anak. Malah Libby pun menggambarkan betapa sulitnya untuk dapat membawa lukisan keluar La Lanterne dan membuat foto reproduksi seperti itu." Ketika Kummerman bertanya tentang kemungkinan terjadinya pencurian."Justru itu yang tadi kumaksud. baru seminggu kemudian. Namun. karena sudah lama tidak merayakan hari ulang tahun mereka. tapi jika sang detektif mau menelepon kantornya.

ada masukan baru dari Libby." "Menurutku. Lebih baik kalau kamu bertanya. Dan tampaknya ia suka kuajak ngobrol. Si suami sudah selama sebelas tahun menjadi sopir merangkap kepala bagian rumah tangga kami. Tapi. tapi aku tidak akan mengatakan. siapa orang yang punya waktu dan kesempatan untuk melakukan hal itu di rumah Anda?" pancing Kummerman lagi. hanya ada tiga pembantu. meski aku sering berdiskusi dengannya." "Menarik sekali." Bukan yang dicari Selama beberapa tahun di Los Angeles pelaku kejahatan di bidang seni ditangani detektif LAPD William E Martin. Anda punya pembantu yang dapat memasuki ruangan ini?" "Ya."Mungkin Anda punya dugaan. tapi dengan menyebutkan namanya." Libby dengan defensif menjelaskan." "Apakah ia punya cukup pengetahuan tentang lukisan dibandingkan yang lainnya?" "Mungkin tidak." kata Kummerman. mereka semua berhenti bekerja atas keinginan sendiri. Aku tidak mau menuduh. Namun. dan seorang pembantu wanita pada satu setengah bulan silam. 'Siapa saja yang bekerja di rumah ini?'" "Baiklah . tidak mungkin. Pemeriksaan juga tidak menemukan bagian rumah yang rusak akibat usaha masuk dengan paksa. Penyelidikan lanjutan tidak mengungkapkan keterlibatan petugas keamanan La Lanterne dengan pencurian itu." "Wah. angka rata-rata pengembalian lukisan curian jauh melebihi rata-rata penegakan hukum nasional. Roy Donell." "Saya mengerti. 169 . Anda akan membantu penyelidikan ini. Prestasinya memang meyakinkan. "Siapa namanya?" "Roy. ia pernah sekilas mengatakan lukisan itu bisa laku dengan harga tinggi di Swedia. Mereka menggantikan sepasang suami-istri yang berhenti bekerja sekitar tiga bulan lalu. "Ya. rasanya mereka tidak bisa dituduh. kasus itu segera dilimpahkan pada Martin.. bahwa saat ngobrol dengan Roy. Setelah wawancara pendahuluan Detektif Kummerman. banyak ya yang keluar. Apalagi kemudian ia tahu bahwa sebelum berhenti tak lama setelah waktu diperkirakan hilangnya lukisan itu Roy dikabarkan berlibur ke Swedia.. pertanyaanmu kurang tepat. Martin tampaknya tertarik untuk lebih memperhatikan Roy. Dari beberapa nama yang harus diperiksa. karena mereka baru bekerja beberapa bulan. "Mungkinkah pasangan suami-istri itu yang melakukan?" tanya Kummerman. "Tidak.

. Martin meminta izin Christina untuk memeriksa apartemen mereka. Petunjuk lainnya. Awal 1987 seorang pria membawa slide warna 35 mm dan meminta untuk dicetak. si pemilik. mengatakan pada partner Martin Detektif Donald Hrycyk ingat betul pada Roy. Ia membawa lukisan karya pelukis Le Clerk Des Gobelins berjudul Fete Gallante. tampak ia tidak puas dengan hasilnya. Juga tentang kemungkinan keberadaan lukisan curian itu. Pada 15 September 1986 Balai Lelang Beijar Auktioner dikunjungi oleh seseorang yang mengaku bernama Roy Donnel.633. tampaknya berdarah Amerika Latin.. hasil cetaknya pasti lebih bagus. Isi ringkasnya. hanya dua minggu setelah Libby Keck melaporkan kasus itu. Mereka juga menemukan brosur dari Balai Lelang Beijar Auktioner. Di ruangan lain polisi menemukan bukti transfer uang dari Balai Lelang Beijar Auktioner ke Security Pacific Bank di Los Angeles. sungguh sulit bila ingin menyamakan dengan yang asli karena yang asli tidak ada di hadapannya untuk perbandingan. Selanjutnya. 170 . "Rune Gunnar Donell dan istrinya Christina Donell yang berkebangsaan Swedia tidak memiliki catatan kejahatan di negara ini.Segera Martin mengirim pesan pada Interpol. Roy Donnel membawa lukisan karya Zorn berjudul Kvinna Klaer Sitt Barn. Interpol Swedia mengirim pesan panjang pada Martin. Juga dua kamera 35 mm. Warna-warna yang muncul tidak seperti aslinya. Box 532. Rossi mengatakan pada lelaki itu. Pada 12 Maret 1987 Roy Donnel kembali ke Swedia bersama seorang wanita. pembesaran hingga 20 kali pada slide 35 mm akan menghasilkan gambar kabur dan berbintik-bintik. pembesaran foto dilakukan sesuai ukuran standar. Ketika kembali beberapa hari kemudian. Ia juga menjelaskan. Lukisan itu terjual dalam lelang 19 November 1986. Mereka juga tidak masuk dalam daftar pencarian orang di Swedia. Martin mencatatkan Roy di Penjara Kota Los Angeles untuk kasus pencurian. ia hanya bisa membuat seperti yang ada pada slide. tetapi pria beraksen Swedia itu meminta ukuran yang aneh karena harus pas dengan bingkai khusus. Total dana yang dikirimkan Beijar AS $ 85. Kalifornia. Lukisan itu terjual dalam lelang pada bulan April . Ia ingin tahu catatan kejahatan Roy di tanah kelahirannya." Ada uang yang hilang Roy tinggal di barat Los Angeles. kawasan hunian kelas menengah. dan satu strip film warna. Beverly Hills. ukurannya juga tidak pas. brosur dan daftar harga dari Lab Foto "Rossi". karena Roy memang meninggalkan kesan khusus.. Pada 8 September 1987. Rossi menganjurkan agar membawa lukisan asli ke studio foto untuk direproduksi memakai kamera khusus dengan format besar. Tom Rossi. sebuah lensa tele. Ada yang bertanggal 18 Maret 1987. P. Di sana polisi menemukan tiket pesawat Scandinavian Air dan jadwal perjalanan dari biro perjalanan mengenai kunjungan Roy ke Stockholm pada September 1986. meminta bantuan dari pihak berwenang di Swedia. sedangkan beberapa lainnya bertanggal 17 Maret 1987. Untuk menguatkan dakwaannya Martin mengunjungi Lab "Rossi". Ke sanalah Martin menuju. Biasanya.O.

Martin dapat dengan mudah menemukan alamat Esther. Selebihnya. Berdasarkan pengalaman. Rossi melakukan pembesaran dan memasangnya pada papan poster. si wanita berdarah Latin. Padahal. Martin merasa masih ada yang kurang.000. Bukti-bukti itu lagi-lagi hanya menguatkan kejahatan pemalsuan dan pencurian lukisan. selama perjalanan keliling Eropa setiap kali ia mengirimkan uang tunai AS $ 20. Di sana ditemukan dua foto pembesaran yang salah dari I Fria Luften. "Katanya.1 kron. Martin dapat dengan cepat menyimpulkan. Martin tidak menemukan uang tunai dalam jumlah berarti di apartemen Roy maupun rekening lain di bank.000. setiap kali menyajikan sarapan. Martin dan Hrycyk menemukan tanda bukti penyewaan safe-deposit box di sebuah bank di Beverly Hills. Dengan melacak catatan keuangan Roy. Dengan bekal surat penggeledahan. wanita itu memang tidak banyak tahu tentang "operasi" Roy. Martin harus gigit jari. asalkan mereka mendapat pengurangan hukuman. nilai transfer yang ada hanya AS $ 85. Itu karena ia hanya menjalankan perintah Libby. Setelah dua bulan bolak-balik. Martin tidak terlalu memusingkannya. Mengenai sejumlah uang yang hilang. akhirnya pria Swedia itu puas dengan hasilnya. Meski membenarkan semua pengakuan Rossi. Maka.Pria itu setuju. jadi akan merepotkan bila dibawa-bawa dalam perjalanan. sekitar AS $ 550. Roy tidak pernah mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan lukisan. Rossi kembali memperbaiki foto itu. Meski puas menemukan seorang saksi. selama perjalanan di Eropa. 171 . seorang terhukum rela mengaku di mana menyimpan uangnya. di Stockholm akan menjual aset dengan nilai transaksi cukup menggiurkan. Saya hanya mendapat komisi 20%. Namun. mereka membuka rumah itu." kata Rossi.5 cm lebih kecil daripada bingkainya. Esther mengaku. Bisa jadi ia tahu di mana Roy menyembunyikan uang itu. ia terus berada di dekat lukisan itu saat saya memotretnya. jumlah uang penjualan itu sangat besar. "Tidak masuk akal. Mereka juga menemukan kopi negatif. Roy tetap tidak mau mengku bersalah. Namun. dan surat penitipan rumah mobil. Harapannya hanya pada Esther. berarti sekitar AS $ 355. baru ketahuan bahwa lukisan itu sekitar 2." aku Roy. sekembali ke Kalifornia. tanpa bingkai.000 hilang. Didalangi majikan? Saat memeriksa apartemen Roy. Menurut Beijar." Menurut pengakuannya. sampai saat pengadilan digelar." kata Martin. ketika pria Swedia itu kembali. dengan sedikit ancaman. Kejutan muncul saat pemeriksaan. dan Beijar mendapat komisi 20%.000 melalui pos. karena seluruh uang diserahkan pada Libby. "Anehnya. Roy hanya mengatakan. tidak tahu apa-apa. ia menyelipkan setumpuk uang di bawah serbet di samping cangkir kopi Libby. Roy tidak juga mengaku di mana uang itu disimpan. Menurut pengakuan Esther. Beberapa minggu kemudian ia kembali dengan lukisan asli. "Itu sebabnya pula polisi tidak bakal menemukan uang itu. Dari cara Esther menjawab. sebuah perusahaan di Swedia telah membeli lukisan itu seharga 3.

Roy atau Libby? Tetap tak terlacak Dewan juri sungguh terombang-ambing dalam menentukan keputusan. Kemungkinan keduanya bekerja sama sudah dibuang jauh-jauh.000 didapatnya. Setiap bulan diperkirakan tidak kurang dari AS $ 200. Roy bersikukuh." Wah. Jawaban itu mentah-mentah ditolak Libby. Maka. apa yang dia harapkan? Bukankah uang asuransi jatuh di tangan suaminya? 172 . yang pas disebut sebagai pemilik sah lukisan itu.Sedangkan biaya perjalanannya. Namun. Pengadilan selanjutnya menghadirkan Big Howard. Don Randolph mengingatkan. Alasannya. Ia memberikan lukisan itu di tempat parkir Hotel Bel Air. telah menerima uang pengganti asuransi atas kehilangan lukisan itu. semua uang penjualan lukisan sebagian besar disimpan Libby. pembela Roy. kalau begitu. Kalau Libby terlibat. Tak heran beberapa anggota juri mulai bersimpati pada Roy. Mengapa aku harus mencuri lukisan koleksi hanya demi secuil uang? Kalau perlu. sebelum menikah dengan Big Howard. Fakta itu tetap tidak membuat Libby mengubah pengakuan." jawab Libby dengan wajah marah. ia tidak peduli dengan klaim asuransi sebesar AS $ 500. "Saya tidak yakin ia jenis orang yang dapat dipercaya. Dari pemeriksaan ulang oleh Deputi Jaksa Wilayah Michael Montagna. Di pengadilan tampak benar betapa Big Howard sangat berhati-hati dalam berucap. Sikap Libby di pengadilan dianggap menyebalkan. Big Howard mengaku. kemudian mereka mencoba untuk benar-benar menilai secara objektif. saat ini pun aku bisa menuliskan cek senilai uang itu. selama ini Libby mendapat banyak uang dari suaminya. Memang. Libby juga mempunyai rekening pribadi senilai AS $ 11 juta. Roy juga menyatakan. Libby membutuhkan uang untuk membayar pengacara yang mengurus perceraiannya. dengan diplomatis Big Howard menjawab. "Seumur hidupku aku tidak pernah menginjak hotel itu. Begitupun Roy masih bersikukuh bahwa Libby dalang semua pencurian itu. diambil dari penjualan lukisan yang pertama dicurinya. Libby pernah menjadi istri seorang pria yang belakangan menjadi pemilik Hotel Bel Air. Libby mungkin benar. ketika tim pembela bertanya padanya apakah istrinya berbohong atau tidak jujur.000 dari keluarga Keck atas kehilangan lukisan itu. mana yang benar." Namun. aku Roy. uang yang hilang itu ibarat setetes air dari seember air yang ia miliki. Bagaimana reaksi Libby? "Sungguh menggelikan pengakuan itu.

tak sedikit pun ditemui titik terang. Perusahaan Amerika Serikat itu diajukan ke meja hijau oleh tujuh keluarga.. Memang demikian kenyataannya Menggali makam suami Polisi dan FBI bak menjadi sasaran bulan-bulanan. 173 . Sementara itu. nama obat itu. the perfect crime. bikinan perusahaan farmasi Bristol Meyers.000 tak terlacak ke mana menguapnya. Berita mengejutkan datang dari Seattle. wanita berumur sekitar 40 tahun yang tengah menanjak kariernya didapati meninggal seusai menenggak dua butir kapsul Excedrin. memang dikenal sebagai penggemar berat Excedrin. meliput besar-besaran kemalangan J&J dan kegagalan polisi. Untuk mengatasi rasa ngilu di pagi hari. ia beruntung lolos dari maut. setelah polisi sama sekali tak berhasil menemukan jejak misterius tercemarnya Tylenol. Celakanya. karena kebetulan obat yang diminumnya kapsul yang asli. Pagi itu. tugas tak kalah berat sudah menanti. setelah media massa. Tylenol. Maklum. Drama pengoplosan mematikan yang tanpa jejak itu makin terasa mengerikan. Paul Webking. Padahal berbagai upaya mengungkap kasus ini telah dilakukan. juga obat pengurang rasa sakit. untuk apa ia mencuri lukisan kecil yang pertama kali dijual seharga AS $ 6. Pekerjaan rumah yang satu belum selesai. Penemuan pihak berwenang berhenti hanya pada dugaan bahwa sebagian obat asli telah dicampur sianida oleh pengoplos gelap sebelum botol Tylenol "aspal" dijual layaknya obat asli. (Nonfiksi/Perfect Crimes/Sht ) 23. Mereka menghujat dan menuntut ganti rugi dari J&J dan anak perusahaannya. Susan Snow. Mereka menyebut kasus di Chicago itu sebagai kejahatan sempurna. Termasuk meneliti siapa kira-kira yang bakal meraup untung besar jika perusahaan raksasa AS itu mengalami prahara di lantai bursa. Roy harus menghabiskan 10 bulan dalam kurungan penjara. yang memasarkan obat pengurang rasa nyeri yang terkontaminasi sianida. bukankah Libby sudah tahu jalur-jalur penjualan barang seni? Akhirnya juri memutuskan. "Nyanyian" Sang Putri Tahun baru 1986 terasa kelam bagi Johnson & Johnson (J&J). biasanya sehabis bangun tidur atau setelah mandi ia menelan dua kapsul Excedrin. dari jutaan transaksi yang diperiksa. Kapsul itu. seperti Tylenol. langsung menjadi musuh nomor satu masyarakat. bukan hasil oplosan. Susan dan suaminya.000? Apakah untuk latihan agar Roy tahu jalur perdagangan barang seni. McNeil Consumer Products Inc. baik cetak maupun elektronik. J&J makin terjepit. Paul (45) sudah lama mengidap penyakit radang sendi.Juga. tragedi kapsul beracun membuat saham J&J anjlok drastis. dengan mempertimbangkan berbagai motif. 11 Juni 1986. AS $ 355. seperti kata Roy? Rasanya tidak perlu. masyarakat mulai resah. mewakili tujuh korban tewas dalam tragedi "kapsul beracun". Herannya.

Paul Webking mengizinkan tim dokter mencabut alat bantu pernapasan yang berjam-jam menahan kematian istrinya. Meski segera dilarikan ke rumah sakit. Cerita itu pun sempat menjadi headline dalam rentang waktu cukup lama. lalu menenggak empat butir kapsul sekaligus. Beberapa hari setelah kematian Susan Snow. Istri Bruce. Pada kali pertama. Para copycat berharap. Siang itu." cerita Stella. Saat itu hasilnya menguatkan analisis tim dokter Harborview Medical Centre yang lebih dulu didatangi Stella: yakni Bruce Nickell meninggal secara wajar akibat pembengkakan paru-paru. Susan Snow mengembuskan napas terakhir. Hayley (15) yang pertama kali menemukan ibunya terbaring tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. datang petunjuk lain. Menurut catatan medisnya. meraih botol Excedrin. RS King County Medical Examiner menyimpulkan. King County hanya melakukan pemeriksaan lanjutan. Alasannya. Tepat enam jam setelah kejadian. Sesampai di rumah. Namun. Sampai akhirnya. Bruce langsung menuju lemari kabinet di dapur. mengizinkan makam suaminya digali kembali. Dengan berlinang air mata. Keberadaannya bak bayang-bayang yang sulit disentuh para aparat penegak hukum. tanpa menganalisis jaringan tubuh Bruce. 174 . Faktanya. Perempuan yang disenangi tetangga kanan-kirinya karena selalu tampil enerjik dan opimistis itu menelan dua butir yang telah teracuni. polisi mendapat telepon dari King County Medical Examiner. "Dia memang punya kebiasaan minum kapsul itu dua butir saban pagi. motivasi copycat umumnya cuma menginginkan sensasi atau menghidupkan kembali nama besar idolanya. Dalam kriminologi ada istilah copycat. Apakah sang pengoplos Chicago 1982 kembali beraksi? Para penyidik terpecah menjadi dua kelompok dalam menyikapi hal ini. itu kali kedua tim RS King County meneliti jasad Bruce. Anak perempuannya. sehingga mudah ditiru awam. ada juga yang menduga peristiwa itu hanya ulah "orang baru". Susan tak pernah lagi siuman. Belum ada komentar resmi. baik dari pejabat FBI maupun pimpinan polisi lokal tentang hubungan pengoplos Chicago dengan kasus Seattle. untuk menyebut orang yang suka meniru kejahatan besar dan aksi para penjahat legendaris. aksinya turut dicatat sebagai bagian dari kejahatan berantai itu jika pelaku sejatinya belum tertangkap .Nasib berbeda menimpa Susan yang "salah pilih kapsul". karena curiga jangan-jangan kematian mendadak Bruce berhubungan dengan Excedrin. Stella Nickell.agar jejak kejahatannya tak tercium sama sekali. karyawan bagian pemeliharaan jalan Negara Bagian Washington DC itu meninggal pada 5 Juni 1986. beberapa jam setelah kematiannya. dia pulang ke rumah lebih dini. Sebenarnya. detail kejahatan dan modus operandi pengoplos Tylenol secara gamblang dijabarkan di berbagai media massa. tim dokter yang datang memeriksa mendapati keberadaan sianida di dalam jaringan tubuh Bruce. penyebab kematian Susan lantaran Excedrin berisi sianida. Lewat pernyataan resmi yang dikeluarkan beberapa saat kemudian. baru saja memeriksa mayat Bruce Nickell yang dimakamkan beberapa pekan sebelumnya. Namun. jika yang ditiru aksi para legenda yang telah tertangkap atau mati seperti Jack The Ripper. pembunuhan di Chicago dan Seattle dilakukan oleh maniak yang sama. Kariernya yang tengah menuju puncak dia baru saja dipromosikan sebagai vice president Puget Sound National Bank tinggal kenangan. karena kepalanya pusing tujuh keliling. Ada yang menganggap. Pengelola rumah sakit mengaku.

produsen Excedrin. Pasar swalayan tak ketinggalan melakukan sweeping rak obat secara besar-besaran. ditemukan lagi dua botol Excedrin gadungan. Lucunya. Bruce sudah ambruk. mulai melirik kemungkinan adanya copycat dalam kasus peracunan obat di Seattle. pengoplos juga mempunyai "penggemar" sendiri. mengakibatkan hilangnya nyawa orang yang mereka cintai. Ia mencoba mendapatkan udara segar dengan berjalan-jalan ke beranda belakang. kasus peracunan obat menjadi masalah nasional. media massa berperan besar dalam melahirkan copycat-copycat masa kini. Beruntung polisi punya informasi lebih lengkap berdasarkan hasil penelitian laboratorium." sambung Bruce. dengan mengembangkan teknik mengoplos menjadi versi lebih canggih. mencium tanah. Katanya lagi." analisis Webster. Penggemar copycat Amerika kembali guncang. Mereka hanya meneruskan laporan reporter teve atau mencontek berita koran. Belum sempat Stella bereaksi. tubuh lelaki berusia 40an tahun itu limbung. pelakunya berbeda. "Ada yang bisa kubantu. Hasilnya."Biasanya. Mungkin nyeri kepalanya benar-benar hebat. tapi justru untuk mengaku sebagai pengoplos kapsul beracun. "Stella?" panggilnya. Pimpinan FBI William Webster yang semula sempat ragu. saat diinterogasi. ke pengadilan. 175 . aku mau pingsan. "Perbedaan itu menunjukkan. polisi langsung menyisir rumah mobil keluarga Nickell. Informasi itu sebagian tak beredar di kalangan wartawan. dua botol Excedrin "aspal". seperti dosis yang dianjurkan. para pencari sensasi itu malah banyak menceritakan detail yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. Stella sendiri berada di dapur ketika terdengar erangan Bruce. Sejak itu kakek satu cucu ini tak pernah lagi melihat dunia. kini giliran Excedrin beracun membunuh dua warga Seattle tak berdosa. warga Seattle lebih suka ke dokter ketimbang minum sembarang obat. Herannya. "Rasanya. Meski cuma sakit kepala atau pegal-pegal ringan. para peniru akan melakukan kejahatan di lebih banyak kota. bukan untuk mengeluh sebagai korban. Ditemukannya lima botol yang terkontaminasi itu mendorong Paul Webking mengajukan Bristol-Meyers. Bruce hanya minum dua butir. Untuk mencegah kepanikan yang lebih luas. Sementara itu RS King County mulai kebanjiran pasien. Pelakunya seperti selebriti yang dinanti banyak orang. Dalam waktu singkat. Mereka berencana menuntut Bristol-Meyers karena lalai menjaga keamanan kemasannya. Dia melihat adanya perkembangan motif dan perbedaan detail antara kasus Chicago dengan Seattle. Bruce?" balas Stella. Maka mereka dapat dengan mudah melihat kelemahan pengakuan para penjahat kacangan yang hanya ingin mendapatkan ketenaran dan sensasi semata. Yang sangat dikhawatirkan bos FBI. Stella Nickell juga segera menghubungi pengacaranya untuk tujuan yang sama. Mereka menemukan barang bukti. Tak lama kemudian." bilang Stella. Polisi disibukkan dengan banyak-nya orang datang ke markas mereka. Setelah Tylenol memakan tujuh korban di Chicago.

Stella kemudian hijrah ke Kalifornia. dia dua kali dipenjara lantaran melakukan penipuan. ibu satu anak itu seperti menemukan semangat hidup baru. ibu dua anak itu tetap menolak diinterogasi. Yang diuntungkan Di sisi lain. Lelaki yang sebelumnya pemabuk berat ini mulai melupakan minuman keras beberapa tahun setelah menikah. FBI harus bergerak cepat. Bersama suami dan anak perempuannya. Oregon. Mereka mengirim sedikitnya 25 orang agen khusus ke Seattle. Namun. Dia juga tertarik pada fakta. Tubuhnya seperti membeku jika berhadapan dengan lawan jenis. jejak kimia di lima botol yang telah ditemukan. Sebaliknya. Apa boleh buat.Jika ketakutan itu menjadi kenyataan. Hidup dalam kurungan penjara pun pernah dilakoninya. Selepas melahirkan anak perempuan kedua. kesabarannya pun mulai menipis melihat kondisi keluarganya yang terus berkekurangan. Sikap yang tidak kooperatif itu sedikit mengundang kecurigaan Jake Evans. Cynthia. Meski tak satu pun dapat dimanfaatkan sebagai bukti langsung. dengan menyelidiki pihak-pihak yang diuntungkan dari hancurnya merek Excedrin dan nama baik Bristol-Meyers. Paul Webking. cara mengemas kembali botol-botol itu punya banyak kemiripan. Mungkinkah itu hanya kebetulan? Evans juga mencatat. Saksi mata? Apalagi itu. bencana akan melanda sektor farmasi Amerika. dia sudah punya suami dan anak. polisi tetap mencari motif alternatif. Takdir menyuratkankannya kawin muda. tim gabungan itu menyimpulkan. Baru setelah dibujuk pengacaranya. Sepertinya Stella berhasil mengubah Bruce menjadi suami yang 176 . Belum lagi dukungan sekitar 80-an personel polisi lokal dan Auburn. nihil! Toh Evans dan sekutunya tetap berusaha meneliti masa lalu Stella. Paul sepertinya tak menyimpan sedikit pun niat mencelakai istrinya. Stella tidak bisa ditahan lantaran memang tak ditemukan cukup fakta sebagai barang bukti. Dia menikah dengan Bruce Nickell tahun 1976. polisi menyimpulkan jawaban-jawaban yang diberikan Stella masuk kategori "sekadar menggampangkan" alias asal buka mulut. Stella bersedia diperiksa dengan alat pendeteksi kebohongan. hampir sepanjang hidupnya. Jawabannya lugas dan tidak dibuat-buat. Hasilnya. Stella menolak diperiksa dengan alat pendeteksi kebohongan. Sebagai ibu. tanya jawab yang dicatat alat pendeteksi kebohongan membuktikan. Selain itu. Mereka menganalisis jutaan transaksi di lantai bursa. Stella dikenal sebagai cewek yang Cuma punya sedikit teman cowok. dia meninggalkan suaminya yang tak kunjung berhasil memperbaiki kehidupan ekonomi mereka. Untuk memperbaiki nasib. Di sekolah. Tak ada jalan lain. Stella sudah menyimpan dua polis asuransi jiwa suaminya beberapa bulan sebelum kematian Bruce. kepala polisi Auburn. Di tempat baru. Stella diselimuti kepapaan. Konon. Stella pindah ke Seattle. Tahun 1971. juga ikut diperiksa. Dia dilahirkan oleh sebuah keluarga miskin di sebuah kota kecil dekat Portland. Mereka tinggal di rumah mobil milik Bruce. Tahuin 1969 Stella dihukum setelah menyiksa Cynthia yang saat itu berusia sembilan tahun. Fakta-fakta itu menggiring Evans untuk memberi perhatian lebih pada Stella Nickell. dua dari lima botol Excderin beracun yang beredar di pasar mangkal di rumah Stella. Berdasar hasil pemeriksaan forensik. Pada usia 16. berasal dari satu sumber. suami Susan. Namun. kota tetangga Seattle. tahun 1943.

Cynthia." ucap Cynthia dengan suara bergetar. Bahkan menimbang-nimbangkan untuk "mengorbankan" suaminya. Bekerja sama dengan jaringan swalayan dan pabrikan obat lainnya. Yakin dengan keterangan Cynthia. Bruce bukan suami yang bisa memanjakan Stella dengan uang berlimpah dan berbagai kemewahan. jika memang Cuma itu jalan satu-satunya mendatangkan keuntungan materi melimpah. Lalu di atas tanah itu ia akan membangun rumah permanen. Stella mulai memikirkan kemungkina hidup tanpa Bruce. Namun. Cynthia sendiri mengaku butuh waktu untuk memutuskan memberi kesaksian. saya sulit mengungkapkannya. Namun. dan ayah tirinya. tidak!" sergah Stella. mendatangi kantor polisi. bisa juga lantaran nuraninya memang betul-betul terketuk. putri tertua Stella. Rezeki nomplok itu diandalkannya untuk membeli tanah. tinggal di rumah mobil. Siasat itu ternyata mendapat tanggapan positif. FBI dan polisi lokal butuh banyak keberuntungan. serta membuka bisnis impiannya sejak kecil: pet shop yang khusus menjual ikan hias tropis. Ibunya yang pernah gagal dalam perkawinan menyadari. "Saya tahu. Menurut Cynthia. bahkan ratusan informan. Masa lalu Stella yang suram seperti terhapus dengan sedikit kebahagiaannya di masa kini. adik perempuannya. kolaborasi dadakan ini menawarkan hadiah AS $ 300 ribu bagi informan yang dapat memberikan petunjuk penting menuju tertangkapnya sang penyebar sianida. seperti ayah kandungnya. Berhadiah AS $ 300 ribu Keberuntungan itu rupanya harus "dipancing". Gajinya terlalu kecil untuk mengangkat Stella dari kehidupan yang sangat bersahaja. Bristol-Meyers yang tengah terjepit menyadari hal itu. Bruce kurang beruntung. 177 . jika terus hidup bersama Bruce yang bergaji pas-pasan. Jawabannya. Makin besar uang yang dikeluarkan makin besar kesempatan menang. kalaupun benar Stella pelaku pembunuhan Bruce dan Sysan. Namun. Cynthia (saat itu berusia 22 tahun) bergabung dengan Stella. hari tuanya tengah terancam. Januari 1987. Ibaratnya. hanya satu yang mampu membuat tim penyidik tersenyum lebar. Rasanya. Sampai bagian ini. Stella balik menatap sembari menggelengkan kepala. dia yang lakukan itu. kalau mau menang lotere. sesaat setelah Bruce mengembuskan napas terakhir. bapak tirinya sebenarnya sudah jauh berubah dan hampir tak pernah lagi mabuk-mabukan. Ia pernah menatap mata ibunya. Beberapa tahun kemudian. Tapi karena dia ibu kandung saya. Evans dan sekutunya tak menemukan kejanggalan apa pun. sebagai pencari nafkah. "Aku tahu apa yang kamu pikirkan. FBI dan polisi Seattle langsung menciduk Stella. dari sekian banyak yang datang. Sayangnya. Gadis manis berambut merah yang baru saja bercerai dari suaminya itu membawa serta anaknya yang masih bocah. Datang puluhan. Bisa karena "pancingan" jitu Bristol. Dia satu-satunya saksi yang dapat "bernyanyi" dengan merdu tentang upaya Stella menyingkirkan Bruce dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa tahun terakhir.bertanggung jawab. tak cukup dengan membeli satu nomor undian.

Beberapa tahun terakhir. koceknya bisa menggelembung menjadi AS $ 105 ribu. Maka dia mulai membuat ramuan. Masalah lain. tak mudah mendapatkan obat pengurang rasa nyeri di pasar swalayan. Di kedua polis itu nama Stella tercantum sebagai ahli waris. hingga tertidur selama belasan jam. seperti yang sudah tercatat dalam cerita Stella kepada paramedia King County. Setelah berkeliling di beberapa toko. jika Bruce terbukti meninggal karena kecelakaan. minimal ia akan mewarisi AS $ 71 ribu. bisik hati kecil Stella. gencarnya pemberitaan perihal tuntutan keluarga korban Tylenol. Pada dosis tertentu. Namun. bagaimana mewujudkan impian itu. walau perutnya amat keroncongan. Ditambah uang asuransi dari perusahaan tempat Bruce bekerja sekarang. Tahun 1986 duit sebesar itu lumayan banyak. Bukan Main! Impian yang kandas Yang menjadi masalah. Stella menemukan dua polis asuransi jiwa suaminya. Selain beragam pemasukan dari perusahaan asuransi. obat sejenis saingan Tylenol. Bruce Cuma terserang kantuk luar biasa. Informasi penting didapatnya saat mendampingi Bruce di forum rehabilitasi mantan korban ketergantungan alkohol. membuat Stella membelokkan rencana. daun cemara beracun. cara membuat racun dari tumbuh-tumbuhan yang banyak terdapat disekitarnya. secara teratur dia mengunjungi perpustakaan umum Auburn. sambil menanti perkembangan kasus Johnson & Johnson. dia tak bisa memanfaatkan gonjang-ganjing Tylenol. dia tak hanya akan jadi kaya raya. Terbukti. Bruce menenggaknya dan ambruk untuk selamanya. Racun itu dimasukkan ke dalam kapsul Excedrin yang dibelinya dari toko. Namun. jauh lebih berdampak mematikan ketimbang tubuh orang normal. Begitu tersadar. Stella pun kembali menimba ilmu di perpustakaan. Dia belajar dari buku. Salah satu yang paling menarik perhatian Stella. Bruce malah merasakan tubuhnya sangat bugar. Rupanya. Dengan mudah dia bebas dari jeratan pasal-pasal pembunuhan. Kalau berhjalan lancar. banyak zat menjadi sangat berbahaya saat masuk ke tubuh mantan pasien keteragantungan alkohol. 178 . penghasilan tambahan bisa didapat dengan menuntut Johnson & Johnson. senilai AS $ 31 ribu. Tumbuhan beracun dicampurnya dengan kacang polong dan bahan makanan lainnya agar tidak mencurigakan. Stella kemudian membeli racun tikus yang dosis sianidanya cukup mematikan buat manusia. lalu dimasukkan kembali dalam botol. Mengapa tak menjadi copycat mengikuti jejak pengoplos Chicago? Kejahatan mereka betul-betul sempurna. Stella lancar membaca dan tahu ke mana harus mencari informasi yang "sesuai". Bruce lebih suka menelan Excedrin. cukup untuk membeli tanah dan berbisnis. Hebat 'kan? Sayangnya. tapi sangat kaya. Konon. masing-masing senilai As $ 20 ribu. Cerita selanjutnya.Niatnya menjanda makin membara setelah beberapa bulan sebelum kematian Bruce. Banyak produsen yang menahan atau mengurangi produksinya. Racikan maut itu disajikan pada Bruce. Ilmu meramu Stella belum sempurna. mestinya paripurna pula rencana Stella. Sedikit kokain dan heroin akan menolong Stella menciptakan kematian overdosis. Meski tidak mengecap pendidikan formal yang tinggi. sejak merebaknya kasus Tylenol. Ketika Harborview Medical Centre menyatakan kematian Bruce Nickell sebagai efek sesak napas dan pembengkakan paru-paru. mujur bagi Stella ada pasar swalayan yang menjual Excedrin.

dari bahan penyembuh menjadi pembunuh. Polisi harus diyakinkan. Uang santunan senilai total AS $ 51 ribu seperti tak berarti apa-apa. Makin sering Stella memikirkan uang santunan yang bakal diterimanya. Nonfiksi/Perfect Crimes/Icul 24. Stella Nickell tercatat dalam sejarah sebagai warga negara Amerika Serikat pertama yang diadili berdasarkan Undang-Undang Pemalsuan Produk 1983. padahal ia bermaksud keluar kantor untuk makan siang." makinya dalam hati. dia bergegas membeli beberapa botol Excedrin dan Anacin-3 dari pasar swalayan. "Enggak tahu. "Bagai mana ceritanya sampai bisa terjadi. penyebab kematian Bruce adalah Excedrin yang mengandung sianida. Setelah memperbaiki kemasannya. Dewi. Setengah hati. Ma?" sahutnya asal-asalan. kebejatan wanita keras kepala itu tak akan mudah dibongkar. Beberapa saat kemudian. Ada apa. "Dewi. Kalau saja tak dikuasai keserakahan yang membabi buta. "Hah! Diculik?" teriaknya tak percaya. Sampai kemudian tersiar kabar kematian Susan Snow. Apalagi tak banyak tetangga yang mengenal dengan baik sifat-sifat Stella.Namun keserakahan mengalahkan akal sehat pembunuh berdarah dingin itu. sehingga hangus pula uang asuransi kecelakaan.yang kini beruntung mendapatkan bonus AS $ 30 ribu. Dewi diculik!" kata Aryati. rezeki nomplok AS $ 71 ribu bakal dinikmati Stella tanpa alangan berarti." geram Stella. Rencana-rencana tadi disusun begitu rapi. uang asuransi itu tak boleh hilang begitu saja. obat aspal diselipkan kembali ke rak pasar swalayan itu." 179 . isi kapsul-kapsul penyembuh itu diganti. sambil menangis. istrinya. direktur utama perusahaan importir buah-buahan itu meraih gagang telepon. KALAH CERDIK Hari Selasa pukul 13. "Tapi 'kan enggak mungkin saya langsung cerita pada mereka bahwa Bruce mati karena sianida. Hanya berkat "pengkhianatan" Cynthia . Sama seperti yang dilakukannya pada botol Excedrin milik Bruce. "Tidak.00 telepon di meja Mandala Baring berdering. polisi berhasil memaksa Stella mengaku. ya. Lengkap dengan kehidupan nyaman di atas tanah sendiri dan toko ikan hias tropis. oh Mama. hakim menganggapnya sebagai pembunuh tak berperikemanusiaan dan mengganjarnya 90 tahun tinggal di hotel prodeo. Tahap dilaluinya dengan sempurna tanpa mengundang kecurigaan sedikit pun. "Halo. Stella nyaris menjadi copycat yang sempurna dan nyaris membuat FBI serta polisi putus asa. Dia benar-benar menginginkan dan merasa sangat berhak mendapatkan uang itu. Stella "menyesalkan" tim medis Harborview yang gagal menemukan sianida di tubuh suaminya. Terbang pula impiannya mendapatkan uang total AS $ 105 ribu. Di pengadilan. sampai sekarang belum ada kabarnya. Pa. Dengan bantuan alat pendeteksi kebohongan dan penggeledahan total rumah mobil Stella sekali pun. yang tinggal hanya beberapa kilometer dari rumah mobil Stella. dan siapa yang menculik?" tanyanya gugup. Polisi akan langsung curiga. kian sengsara pula dia.

perwira muda yang energetik. seperti biasa supirnya. kalau Bapak sudah yakin. gadis cantik kelas 3 SD itu sampai usai jam sekolah tidak tampak batang hidungnya. Jakarta Utara. apa maksud Anda?" "Saya akan buktikan bahwa putri Bapak memang bersama kami. Mandala makin panik. Saya beri Anda waktu 48 jam. "Belum. ibu Dewi mendapat musibah kecelakaan mobil dan kini terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma. "Kamu kenal sama penculik Dewi?" tanya Mandala gusar. Salyono itu saya sendiri. tunggu telepon dari saya. Mandala Baring duduk tertegun di samping istrinya yang terus-menerus menangis. pria berusia empat puluhan itu mengangkatnya. Salyono. "Sudah ada kabar dari si penculik. Pak. Selanjutnya. tapi tidak ada kabar berita tentang gadis kecil itu. Jangan sekali-kali melapor ke polisi kalau ingin putri Anda selamat! Kalau Bapak lapor ke polisi. "Ndak. "Lo." "Kalau begitu. Setengah jam kemudian tiga orang polisi dipimpin oleh Kapolsek AKP Taufik Abdullah. muncul di rumah Mandala. saya akan segera memasang telepon paralel dan alat perekamnya.00 telepon berdering. ia berdiri memanggil Salyono yang duduk diam di tangga teras. " Sekitar pukul 17. Lihat mukanya saja tidak. sediakan uang tunai seratus lima puluh juta rupiah." "Kerja sama. "Kok dia tahu nama kamu?" "Mungkin tahu dari supir-supir lain. Ia mengatakan. Jangan khawatir. Pak. Menurut istrinya." sanggah Salyono. Bisa-bisanya ngarang orang itu. Pak?" tanya AKP Taufik pelan. Dewi dijemput untuk menengoknya di rumah sakit. Berapa nomor ponsel Anda? 180 . Dari gurunya Salyono mendapat informasi bahwa sekitar pukul 09." Jam sudah menunjuk pukul 15. AKP Taufik memberi isyarat agar Mandala mengangkatnya. Ia memutuskan segera melapor ke polisi. "Kalau Bapak mau bekerja sama. "Putri Bapak aman di tangan saya." terdengar suara seorang lakilaki dengan suara serak. dia akan pulang dengan selamat. Dewi dijemput seseorang yang mengaku pegawai rumah sakit. Ada tanda lahir di punggung kiri dan tahi lalat di pangkal paha kanan. menjemput Dewi Anggraini di sekolah.Mandala Baring bergegas pulang ke rumahnya di kawasan Sunter.00. perjanjian batal. Saya tidak bertanggung jawab atas keselamatannya. Salyono. Betul 'kan? Nah. Si penjemput menambahkan bahwa sopirnya. tak sadarkan diri." sanggah Salyono. apalagi kenal. Dengan tangan sedikit gemetar.00. Sesaat kemudian. Namun.

sebagai tukang cuci dan setrika. telepon kembali berdering. Apakah Ibu istri pertama Bapak?" "Bukan. WIL (wanita idaman lain)?" tanya Taufik sambil melirik ke istri Mandala.. pasti ada yang tidak beres di rumah ini. Pak Mandala tadi bercerita kalau guru Dewi menyatakan. dia istri kedua. tidak ada. "Selain keluarga Bapak. Oh. tukang kebun.Saya akan menghubungi lewat ponsel agar tidak dikuping orang lain. Istri pertama sudah 'pisah' dua belas tahun lalu. Pak. ya. Tumini yang berwajah lugu itu sudah akrab dengan Dewi." ancam si penculik yang lalu menutup telepon setelah diberi tahu nomor ponsel Mandala. Jangan-jangan Salyono kenal dengan si penculik. Nanti saya hubungi kalau keadaan sudah memungkinkan. apakah Bapak mempunyai .. Yang dua lagi sudah lima tahun ikut kami. pembantu rumah tangga yang sibuk menghidangkan kopi dan makanan kecil." timpal Aryati. "Itu dulu. siapa lagi yang tinggal di rumah ini?" tanyanya lagi. "Maaf. Cerai dari istri pertama Tumini. Di zaman krismon begini. Sekitar pukul 23.00. Meski baru bekerja tiga bulan di Keluarga Mandala. Saya kira. selain Ibu. Sutardi namanya. apakah Bapak punya pesaing atau musuh?" "Rasanya. siapa tahu mendadak timbul masalah. saya kira tidak. ikutan tegang.tiga bulan lalu kami ambil dari yayasan. AKP Taufik gusar." "Boleh tahu alasannya?" "Dia mandul. supir Ibu. "Tiga orang pembantu perempuan dan satu pembantu laki-laki. Tumini ." tegas AKP Taufik sambil mengeluarkan buku catatan untuk mencatat alamat Salyono." jawab Mandala.." "Sekarang apakah istri pertama Bapak itu sudah menikah lagi? Lalu di mana alamatnya?" 181 . "Perjanjian kita batal. menyangkut soal ekonomi. lalu satu lagi bertugas membersihkan rumah. Tentu saja Mandala menyanggah. "Kok dia tahu di sini ada polisi. Mandala dan istrinya lemas seketika. Salyono orang pertama yang patut dicurigai.?" jawab Mandala dengan suara bergetar. Bu. si penculik menyebut nama Salyono. Apalagi anak tunggal Tumini sepantaran dengan anak perempuan majikannya itu. "Sekali lagi maaf. atau malah bekerja sama?" desak Taufik. tugasnya memasak dan ke pasar. Ketiga polisi itu pun siap kembali dengan tugas masing-masing. "Ya. "Salyono sudah hampir tiga tahun bekerja di sini. sebab di rumah Anda banyak polisi.. Pembantu perempuan kami." Telepon langsung ditutup. halo ." "Dalam bisnis.

Satu lembar berisi denah suatu lokasi. Di utaranya ada jembatan. dua orang patut diduga kuat terlibat kasus ini. satu lagi surat yang berbunyi. "Dewi akan selamat kembali ke rumah jika tuntutan saya dipenuhi. Kira-kira seratus meter dari jembatan. Di sana ada surat." Polisi memutuskan untuk sementara tidak mengunjungi rumah Mandala walaupun tetap akan diawasi selama 24 jam nonstop. Pada denah tergambar lapangan pacuan kuda. lari bergegas ke luar. sebab kata-kata si penculik belum bisa dipercaya." Telepon langsung mati." AKP Taufik mengalihkan pertanyaan kepada Aryati. "Ya. Alasannya. kami jarang bertengkar. si penculik tahu persis kalau malam itu di rumah Bapak ada polisi. Pukul 23. pernah. sebab tidak pernah berhubungan lagi."Wah. Tapi jangan berikan seluruhnya. Sebelum bertemu Bapak. AKP Taufik mengatakan. "Pak Mandala. dari empat orang yang kami curigai. Anda harus mengendarai mobil sendirian. ada sebuah tong sampah plastik biru. Kamis pagi." "Ikuti saja kemauannya. "Ya." "Ketika Bapak mencerai kannya. Mandala meloncat dari tempat tidur. Awas. "Maksud Pak Taufik?" 182 . apakah Ibu pernah berpacaran dengan seseorang?" Sedikit ragu-ragu Aryati menjawab singkat sambil melirik ke arah suaminya. Sebuah amplop berwarna cokelat dalam kotak surat itu berisi dua lembar kertas.00 masukkan uang seratus lima puluh juta rupiah yang dibungkus plastik hitam ke dalam tong sampah itu. Mandala Baring di sini. sekitar pukul 06. jangan sampai ada orang lain yang melihat dan curiga. sebelum halte bus.00. Paling-paling berdebat soal anak yang tidak kunjung kami miliki. ini pertanyaan pribadi. enggak. yaitu Salyono dan Tumini." Surat dari penculik Esok harinya ketika Mandala mampir ke kantor polisi." saran AKP Taufik kepada Mandala yang segera menemuinya. Itu tidak sengaja saya dengar. Aryati yang sejak peristiwa itu kurang tidur selalu berdebar hatinya kalau mendengar bunyi dering telepon. apakah Ibu masih berhubungan dengan dia?" "Wah. "Maaf." "Mantan pacar Ibu sekarang sudah menikah?" "Dengar-dengar sih belum. saya tidak tahu." "Kok 'dengar-dengar'. pas keluarga saya datang dari daerah. ponsel Mandala berdering. apakah ia merasa dendam atau sakit hati? Atau ia menerima saja?" "Sulit dikatakan. sebab selama delapan tahun perkawinan." "Coba lihat di kotak surat.

Seperti di film-film itu lo!" Tepat pukul 22." jawab orang itu. Tong sampah plastik ternyata berada dekat halte bus. Hampir tiga jam mereka mengamati keadaan. Rupanya. jangan-jangan si gelandangan tadi orangnya. mereka adalah sejumlah petugas polisi yang sedang menyamar. sebagian dasar tong sampah itu ternyata berlubang. lalu menuju jembatan sesuai instruksi si penculik. di sana ada gerobak roti dengan lilin menyala terang. cukup bagi orang dewasa untuk berjalan dalam posisi jongkok. asal jangan lupa tugas. sebab mereka tengah asyik memainkan bidak-bidak catur." bentaknya. "Maaf. mau buang hajat. Setelah diperiksa. Salah seorang pengail mengeluarkan teropong kecil dari saku. bungkusan plastik hitam berisi uang itu sudah raib. mengawasi dengan teliti kawasan di sekitar tong sampah dekat halte. tentu kedua orang itu akan curiga. Pak. "Sialan."Selipkan saja dengan potongan kertas HVS. "Sial!" pikir Mandala. Sepeninggal Mandala dari tempat itu. lalu dengan senternya menyorotkan cahaya ke arah orang itu. "Mana Suwandi?" tanya si pembawa teropong kepada si tukang becak. Saat berhenti di atas jembatan. "Mau ke mana. Salah satu dari kedua orang yang sedang memancing tadi merasa agak terganggu. "Kalau plastik berisi uang itu saya buang ke tong sampah. tampak sesosok gelandangan yang jalannya sedikit pincang perlahan turun ke sungai persis di bawah jembatan. Selain ada tukang rokok. Untungnya. Langit sedikit cerah dan jalanan tidak macet. Mandala pulang menunggu reaksi penculik dengan rasa waswas. Malam makin gelap. terlihat dua orang sedang memancing di sungai dekat jembatan itu. menemui dan bercakap-cakap dengan seorang tukang becak. dan jangan lengah. 183 . Sesudah menaruh bungkusan plastik ke tong sampah." "Boleh main. para petugas itu lalu mendekati dan memeriksa tong sampah plastik yang penuh dengan sampah kertas itu. Pak!" Rupanya.45 Mandala Baring mengendarai mobilnya keluar kompleks perumahannya yang tergolong mewah itu." "Siap. kedua pedagang itu tidak memperhatikan. tetapi belum ada orang yang datang mendekati tong sampah atau orang yang patut dicurigai. tembus ke gorong-gorong air yang langsung menuju ke sungai di bawah jembatan. Diameter gorong-gorong itu hampir satu meter." AKP Taufik geram karena merasa kecolongan." Perlahan-lahan mobil Mandala meluncur ke arah halte. hanya tumpukan paling atas dan paling bawah yang uang asli. Dengan tenang Mandala mengendarai mobilnya melewati depan lapangan pacuan kuda. Karena yang ditunggu tak juga muncul. Pak? Bikin takut ikan-ikan saja. Tak berapa lama kedua pemancing itu naik ke seberang jembatan. Permisi. "Sedang main catur dengan Bakri.

" "Berarti. pemilik warung nasi di dekat kantor majikannya. Aryati serta merta pingsan. Sekali lagi. "Sepertinya. jangan bercanda. "Hus. Pulangnya selalu naik ojek." AKP Taufik memberi salam. kok 'perawat'?" tanya AKP Taufik. Brigpoltu Ayu Mawarni melaporkan. pada pipi kanan gadis itu. Itu karena ia punya kesempatan untuk berhubungan dengan orang lain. Anaknya empat orang. jangan main-main. Namun. seperti bekas sayatan pisau. ia diberi kalung emas 15 gram. apa lagi?" "Partinah mengaku. "Maksud saya. tapi 'perawat'." "Katanya tukang nasi." jawab Bharatu Suwandi. Keluarga Baring makin panik. lihatlah foto kiriman saya . tangannya terikat ke belakang. "Saya dengar dari beberapa rekan Anda di Kantor Pak Mandala Baring. Terus. Polisi mencoba bertindak cepat dengan melakukan penyelidikan terhadap Salyono dan Tumini. karena akibatnya ." tutur Brigpoltu Ayu. Pak Salyono hendak menikah lagi dengan Partinah.Mau menikah lagi Masih belum ada perkembangan baru sampai di suatu Sabtu pagi Mandala Baring kembali menerima surat dari si penculik.. ia tetap perlu diawasi. "Apa perempuan itu masih lajang?" "Lajang. 184 . Tampangnya memang lumayan. "Bagaimana dengan Salyono?" "Ia tinggal di Prumpung. Anda mau bermain-main.. dari mana mendapatkannya? Kalau begitu." Di foto itu tampak Dewi Anggraini hanya mengenakan kaus singlet. selebihnya hanya potongan kertas tak berguna. "Selamat pagi. benarkah?" Dengan malu-malu Salyono mengiyakan. "Meski tukang ojeknya selalu berganti-ganti. Dalam beberapa hari selanjutnya tidak ada informasi apa pun dari si penculik. Pak Salyono. 'perawan agak lewat'. Kali ini disertai selembar foto polaroid. Boleh saja. Pakaiannya rapi. bikinkan surat perintah pemanggilan untuk Salyono sebagai saksi. Esok paginya Salyono memenuhi panggilan polisi.. sebagai tanda jadi. Salyono banyak uang dong.. Menyaksikan foto itu. Tapi sepertinya ia 'ada main' dengan Partinah. yang mengejutkan. terlihat goresan luka yang meneteskan darah.." jawab Bharatu Suwandi sambil tersenyum. setiap dua hari sekali Tumini belanja ke pasar." perintah AKP Taufik. pemilik warung nasi. Uang yang Anda sampaikan ternyata kurang dari Rp 10 juta.

"Masalahnya, istri saya sakit-sakitan, Pak. Katanya, gejala sakit kuning. Enggak boleh kerja berat, enggak boleh capek. Kalau begitu, saya kebagian apa?" katanya sambil tersenyum penuh arti. "Sudah dapat izin dari istri?" "Belum sih, Pak. Tapi saya pernah menyinggung persoalan ini. Kayaknya, dia bisa maklum," jawabnya. "Mengurus dua keluarga itu berat lo, Pak, terutama soal keuangannya." "Partinah 'kan punya warung, saya tinggal tambahi sedikit modal, beres." "Berarti, Pak Salyono banyak duit dong," pancing AKP Taufik. "Banyak sih tidak, Pak, tapi ada sedikit. Pembagian warisan dari kampung. Sawah orang tua kami kena proyek jalan tol. Nah, uang ganti rugi itu dibagi dengan adik saya." "Omong-omong, selain Tumini, siapa lagi pembantu rumah tangga Pak Baring?" "Ada Bu Sumiati, tukang cuci, dan Bu Piyah, tukang bersih-bersih rumah. Maaf, Pak, di sini boleh ngerokok?" "Oh, silakan," jawab Taufik spontan. Dari sakunya Salyono mengeluarkan sebungkus rokok kretek, lalu sebotol kecil minyak angin. Salyono punya kebiasaan, sebelum disulut dan diisap, ia melumuri batang rokoknya dengan minyak angin. "Memang enak, rokok diolesi minyak angin?" "Kalau sudah biasa, enak, Pak. Kretek rasa mentol," sahutnya. Pembantu baru misterius Seminggu kemudian rumah Keluarga Mandala kedatangan seorang perempuan muda berambut pendek. Ia turun dari bajaj, menjinjing kopor. Tumini yang kebetulan mau berangkat ke pasar membukakan pintu pagar untuknya. "Maaf, Mbak. Apa betul ini rumah Pak Mandala Baring?" "Betul, Adik siapa?" "Saya keponakan Bi Piyah, dari Tasikmalaya." "Oh, yang mau menggantikan Bi Piyah? Iya, kemarin Bi Piyah bilang, mau pulang kampung beberapa hari, ada urusan penting." Gadis hitam manis bernama Sugiarti itu mengangguk. Sugiarti tinggal di kamar yang bersebelahan dengan kamar Tumini dan hanya dibatasi tembok berventilasi. Di malam hari Sugiarti lebih suka ngendon di kamar mendengarkan radio. Sudah hampir 10 hari Sugiarti bekerja di rumah Mandala Baring.

185

Bila hari sudah malam, Sugiarti sering mendengar Tumini seperti berbicara dengan seseorang. Ia juga sering memergoki Tumini sendirian di taman belakang malammalam. Sugiarti tidak tahu apa yang dilakukan teman kerjanya itu. Suatu sore selagi masih di kantor, ponsel Mandala Baring kembali berdering. "Halo, ya. Bagaimana? Saya harus antarkan ke mana?" jawab Mandala gugup. "Malam ini pukul 23.00 Anda mengendarai mobil sendirian. Siapkan uang, jangan lupa bawa ponsel. Saya akan beri petunjuk selanjutnya nanti malam. Ingat, jangan melapor pada aparat," ujar suara dari seberang. "Ya, ya. Tapi, bagaimana dengan anak saya?" "Jangan khawatir, dia aman bersama saya," jawabnya singkat sebelum mematikan telepon. Tanpa buang waktu, Baring menyiapkan uang yang diperlukan. Malam itu Sugiarti dipanggil Bu Aryati. Cukup lama ia berada di rumah induk. Ketika mau kembali ke kamarnya, ia dicegat Tumini. "Kok lama amat? Disuruh apa sama Nyonya?" "Bantu ngitung duit, sekalian memasukkan ke kopor." "Banyak duitnya?" "Banyak sekali, ratusan ribu semua. Saya sampai bingung ngeliatnya." "Untuk apa malam-malam begini nyiapin duit segitu banyak?" "Enggak tahu. Katanya, malam ini Tuan ada urusan." Menjelang pukul 23.00, Tumini membukakan pintu gerbang. Mandala Baring memasukkan kopor ke dalam mobil mewahnya. Ia tampak terburu-buru. Di perjalanan Mandala tampak seperti orang linglung, karena tidak tahu arah yang harus dituju. Beberapa saat kemudian, ponselnya berdering. "Anda terus saja ke lokasi yang dulu, dekat lapangan pacuan kuda. Dulu Anda ke kiri ke arah jembatan, sekarang ke kanan ke arah kuburan. Lewati terus gerbang kuburan, sampai Anda menemukan telepon umum. Berhenti di situ, turun dari mobil, tapi mesin mobil jangan di-matikan. Tinggalkan uang di jok depan. Saya akan memberi petunjuk selanjutnya." Perlahan Mandala mengemudikan mobilnya. Di sepanjang jalan tampak deretan warung remang-remang. Di dekat telepon umum di bawah pohon mangga, seperti yang dimaksud si penculik, ponselnya kembali berdering. "Seperti perintah saya sebelumnya, tinggalkan uang di jok depan. Mesin mobil harus tetap menyala. Anda bisa mengambil putri Anda di depan gerbang makam." Mandala sempat terkesima, keningnya berkerut. Nada suara orang yang meneleponnya sejak tadi sore terdengar berbeda dengan yang sudah-sudah. Suaranya dibuat-buat, seperti takut dikenali.
186

Makam itu sangat gelap. Tak tampak sebentuk sosok manusia pun di sana. Ketika ia tengah menajam-najamkan penglihatannya, tiba-tiba terdengar bunyi derum mobil. Terlambat, seseorang telah melarikan mobilnya, dan uang tebusan sebesar Rp 150 juta. Salah perhitungan Sekitar pukul 04.00 Tumini tampak berjingkat-jingkat ke luar dari kamarnya membawa tas besar. Saat ia keluar pintu gerbang, sebuah taksi kebetulan melintas. Taksi dengan penumpang Tumini kemudian meluncur ke arah Cililitan, lalu terus ke selatan. Sesudah melewati perempatan Kampung Rambutan, mobil itu berbelok ke kiri. Sekitar 100 m dari mulut gang, taksi berhenti di depan sebuah rumah papan bertingkat. Tumini segera masuk dengan kunci cadangan. Tanpa disangka, setengah jam kemudian, polisi sudah mengepung tempat itu. Setelah memberikan peringatan, polisi langsung mendobrak tempat itu. Di sebuah kamar di lantai atas, polisi mendapatkan Dewi Anggraini meringkuk di pojokan. Di depannya berdiri tegap Tumini. Di tangannya tergenggam sebuah cutter berlumuran darah. "Sudah sering saya bilang. Kamu boleh memeras, tapi jangan menyakiti sandera. Eh, kamu malah berniat mencabuli bocah ingusan seumur anakku," katanya beringas pada lelaki setengah mabuk, yang merintih di pojok lain ruangan itu. Bagian pinggul lelaki yang hanya bercelana dalam itu terluka memanjang bekas sabetan cutter Tumini. Dalam pemeriksaan diketahui, Tumini dan Sumarlan ternyata komplotan penjahat. Mereka pernah beroperasi di daerah Jakarta Barat. Ketika kedua majikan Tumini bekerja, ia leluasa menguras harta majikannya. Saat itu Tumini baru setengah bulan bekerja. Ia kabur membawa hasil jarahannya dengan mobil sewaan yang dikemudikan Sumarlan. Setelah itu dua kali mereka melakukan kejahatan serupa di sebuah perumahan mewah di Jakarta Selatan. Namun, mereka tampaknya salah perhitungan ketika bekerja di rumah Keluarga Mandala. Keluarga itu ternyata memiliki banyak pembantu rumah tangga sehingga kesempatan untuk merampok menjadi sulit. Memeras majikan dengan menculik anaknya adalah gagasan alternatif Tumini. Dengan harapan hasilnya akan lebih besar, meski risikonya juga tidak kecil. Tumini, janda beranak satu, dan Sumarlan perjaka pengangguran berniat menikah dan membuka warung di kampung. Untuk itu, mereka perlu modal. Malam itu, begitu tahu kalau Mandala sudah mengirimkan uang tebusan, buru-buru Tumini ke rumah kontrakan Sumarlan. Ia khawatir Sumarlan kabur dan menipu dirinya. Tumini belum percaya sepenuhnya pada kekasihnya itu. Ketika sampai, didapatinya Sumarlan tengah mabuk, bahkan hendak berbuat tidak senonoh pada Dewi. Nalurinya sebagai ibu bangkit, ia teringat pada anak tunggalnya di kampung. Cutter yang selalu ada di kantung bajunya pun ikut bicara. "Di foto polaroid pipi Dewi tampak terluka, tapi ini kok tidak ada bekasnya?" tanya AKP Taufik pada Sumarlan yang terbaring kesakitan. "Saya dulu pernah membantu bagian tata rias dan efek khusus sebuah produksi film laga."

187

yang duduk di samping Sumarlan. betul. di rumah kontrakan Sumarlan tidak ditemukan uang sebesar itu. orang luar yang tahu hanya sekretaris saya. Karena takut dibohongi. kok Sumarlan sudah meminta uang tebusan itu. Tapi kalau yang semalam. "Pak Mandala. di lubang angin yang menghubungkan kamarnya dengan kamar Tumini. dia juga tahu. Rombongan polisi segera mendatangi tempat itu." "Bagaimana dengan Salyono. terdapat botol minyak 188 . saya tidak menerimanya. Puntung itu gepeng." katanya kepada AKP Taufik. tas berisi uang itu pun raib. Tumini. Ia sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri. Tumini melihat masih ada polisi yang sering datang ke rumah majikannya. Mikrofon itu dihubungkan dengan gelombang FM radio. Tanpa dia sadari."Jadi. Bi Piyah hanya dititipkan pada salah satu keluarga Polisi. Sugiarti diam-diam memasang wireless FM. "Uang? Uang apa. siapa saja yang tahu nomor ponsel Anda?" "Yang ini khusus untuk keluarga. Pengakuan Sumarlan dibenarkan oleh Tumini." Dari anak buahnya AKP Taufik mendapat kabar bahwa mobil Mandala Baring ditemukan di pinggir jalan dekat TMII. bukti rekamannya. "Lalu. karena ia mabuk. ia naik taksi yang dikemudikan Bharatu Suwandi yang mendapat informasi dari Sugiarti. Tumini tidak percaya. sepertinya diinjak untuk mematikan apinya. Celakanya. agak terlindung karpet. setiap malam Tumini berkomunikasi dengan Sumarlan menggunakan ponsel. Di dekatnya. jawaban Sumarlan kacau. Rupanya. lukanya cuma tipuan? Kamu buat dari apa?" "Dari sejenis lateks yang dilumuri 'darah'. Di lantai jok pengemudi tampak puntung rokok kretek yang masih panjang. Saya harus menunggu perintah dari Tumini. pagi-pagi Tumini pergi ke rumah Sumarlan. mana uang seratus lima puluh juta itu?" tanya AKP Taufik setelah menerima laporan. "Yang semalam diantar sendiri oleh Pak Mandala!" "Kalau uang yang kurang dari sepuluh juta itu memang saya yang ambil. Tumini segera menelepon Sumarlan dan memarahinya karena merasa belum memberi tanda aman. Ia menggamit tangan Bi Piyah. "Ini Komandan. karena sudah lama ikut saya. Mobil itu kosong. Tidak pulang kampung. selain Ibu. Pak?" tanya Sumarlan kaget." "Supaya Pak Mandala syok dan cepat mengirimkan uang tebusannya? Begitu?" Sumarlan mengangguk pelan. terkejut ketika seorang polisi wanita memasuki ruangan. Ketika Mandala mengantar uang tebusan. supir Anda?" "Oh. Dari bukti itu diketahui. dan direkam." jawabnya serius. mikrofon yang sangat peka. Dewi masih tampak lelah di pelukan ibunya. campuran madu dan zat pewarna. Pagi itu juga AKP Taufik Abdullah meluncur ke rumah Mandala Baring. Sejak sore saya hanya minum-minum. Polwan itu ternyata Sugiarti.

"Boleh lihat isi tasnya?" sela seorang polisi di sebelahnya. Seperti kebiasaannya.angin yang kosong. ngobati istri. "Pulang kampung. "Sekarang bagi tugas. Tidak tercium bau apa pun kecuali aroma tembakau. (Fiksi/Riady B. Sakit sejak dulu enggak sembuh-sembuh. kamu ke terminal bus. Karena minyak anginnya habis. Ia pandai memanfaatkan kesempatan meski tidak punya sangkut paut dengan komplotan Tumini dan Sumarlan. Pak Salyono? Kok sendirian?" sapa AKP Taufik setelah memergoki Salyono di sebuah terminal bus antarkota antarprovinsi di Jakarta Timur. Kamu ke rumah Salyono. Dengan berat hati Salyono menyerahkan tas gendongnya. di Jakarta) 189 ." perintah AKP Taufik kepada anak buahnya. Di dalamnya terdapat setumpuk uang. Puntung itu diambil lalu dicium AKP Taufik. si pengemudi siap merokok. rokok itu harus diolesi minyak angin sebelum diisap. rokok yang terlanjur disulut itu dimatikannya dengan diinjak. jumlah dan nomor serinya sama persis dengan uang yang dibawa Mandala Baring semalam. Salyono memang cerdik. "Mau ke mana." jawabnya agak grogi. Sarosa. AKP Taufik menduga.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.