TEORI PROBABILITAS

MODUL II

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali kejadian yang tidak dapat ditebak secara pasti. Artinya, kita tidak dapat mengetahui secara pasti hasil dari kejadian tersebut. Dalam menghadapi ketidakpastian, biasanya banyak orang yang mengandalkan tebakan kemudian dari tebakan tersebut muncul sebuah perhitungan peluang seperti teori probabilitas. Teori probabilitas bisa dikatakan merupakan salah satu ilmu untuk mengukur ketidakpastian hingga ke perhitungan peluang tersebut menjadi lebih teratur dan terprediksi. Teori probabilitas digunakan bukan hanya untuk hal-hal yang praktis, bahkan juga untuk hal-hal yang teoritis ketika model-model matematis tidak dapat lagi disusun secara komprehensif untuk memecahkan suatu masalah. Apalagi dunia engineering yang pada umumnya memerlukan pertimbangan yang sangat mengandalkan konsep-konsep di dalam teori probabilitas. Praktikum ini bertujuan agar praktikan yaitu mahasiswa Teknik Industri 2011 dapat memahami dan menguasai metode perhitungan peluang, permutasi, dan kombinasi serta dapat mengetahui penerapan teori probabilitas dalam kehidupan sehari-hari. 1.2 Batasan Praktikum Batasan-batasan yang digunakan selama praktikum ini adalah: 1. 2. Pemutaran papan bingo hingga mendapatkan bola sejumlah 40. Pengambilan studi kasus harus di sekitar kampus Universitas Brawijaya.

1.3 Tujuan Praktikum Tujuan praktikum ini adalah : 1. 2. 3. Untuk mengetahui dan memahami fungsi peluang, permutasi, dan kombinasi. Untuk mengetahui cara perhitungan peluang, permutasi, dan kombinasi. Untuk mengetahui dan memahami aplikasi serta studi kasus tentang peluang, permutasi, dan kombinasi. 1.4 Manfaat Praktikum Manfaat praktikum yang dapat diperoleh dari pelaksanaan praktikum ini adalah: 1. 2. 3. 4. Praktikan dapat mengetahui perhitungan peluang. Praktikan dapat membedakan permutasi sebagian, keliling, dan berkelompok. Praktikan dapat membedakan kombinasi menyeluruh dan sebagian. Praktikan dapat membedakan permutasi dengan kombinasi.

LABORATORIUM STATISTIK DAN REKAYASA KUALITAS

1

sedangkan lambang 4.1.1 Peluang 2. Faktor untung-untungan biasanya dihubungkan dengan pengertian kemungkinan ataug peluang (probability). oleh karena itu haruslah merupakan unsur-unsur yang termasuk dalam A dan B sekaligus. 3.3.4. Unsur-unsur dalam himpunan A B mewakili terjadinya secara sekaligus kejadian A dan B.1.6} dan B = {1. Artinya A dan B tidak memiliki unsur persekutuan. 9} maka A B = {2.1.1. Kemungkinan atau ketidakpastian tersebut tidak dapat diduga dengan pasti akan tetapi dapat dianalisis atas dasar logika ilmiah. Contohnya sebuah dadu dilemparkan.1.4.2 Ruang Sampel Sebuah ruang sampel S adalah himpunan dari semua hasil yang mungkin pada suatu percobaan atau kejadian. 2.2 Kejadian Saling Terpisah Dua kejadian A dan B dikatakan saling terpisah nilai A B = .2. Jadi A dan B saling terpisah.1 Definisi Peluang Teori probabilitas merupakan cabang imu matematika yang dipergunakan dan yang memepelajari tentang tingkah laku dari faktor untung-untungan. Unsur-unsur itu dapat diperinci menurut kaidah A x B}.3.5.3. 2.3} B = {x|x A dan berarti “anggota dari” atau “termasuk dalam”.1 Irisan Dua Kejadian Irisan dua kejadian dilambangkan dengan A B adalah kejadian yang mengandung semua unsur persekutuan A dan B. 2. Kejadian A = {2. Hal itu disebabkan hasilnya tidak mutlak sehingga hanya dapat dinyatakan kemungkinan atau tingkat kepastian timbulnya suatu kejadian.TEORI PROBABILITAS MODUL II BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Contoh: A = {1.3. 7. Contoh : suatu eksperimen melempar sebuah dadu sebanyak satu kali lemparan.6} 2. 5} dan B = {2. B= . 2. 3. dengan penjelasan pada poin-poin berikut. yang berarti kejadian A LABORATORIUM STATISTIK DAN REKAYASA KUALITAS 2 .3 Pengolahan Terhadap Kejadian Pengolahan terhadap kejadian dibagi menjadi 4. Maka ruang sampelnya adalah : S = {1.5} tidak memiliki titik persekutuan karena bilangan ganjil dan genap tidak mungkin muncul bersamaan pada satu kali lemparan sebuah dadu. Ruang sampel suatu percobaan dapat dinyatakan dalam betuk diagram pohon atau tabel. Misalnya A adalah kejadian munculnya bilangan genap dan B adalah kejadian munculnya bilangan ganjil.

Permutasi dari n unsur yang berbeda X1. maka P (A|B) didefinisikan sebagai peluang kejadian A dengan syarat B telah terjadi. buku. Hal yang perlu diperhatikan dalam permutasi adalah obyek-obyek yang ada harus dapat “dibedakan” antara yang satu dengan lain.2) sekatan dari ruang sampel S dengan P(Bk)≠ 0 Sumber :Made. perang. rokok.3.4 Komplemen Suatu Kejadian Komplemen suatu kejadian A relatif terhadap S adalah himpunan semua anggota S yang bukan anggota A. anjing. Contoh : ruang contoh S = {buku.Metode Statistika. X2. uang logam.1. Contoh A = {2.1.8}. 2.2010.6. … .3 Paduan Dua Kejadian Paduan dua kejadian A dan B dilambangkan dengan A didefinisikan menurut kaidah A maka A B = {2.2010. rokok} maka A’ = {uang logam.Metode Statistika.5.8} dan B = {3.2010.3. k maka untuk sembarang kejadian A yang bersifat (A)≠ 0 P(Ai| A) = Atau P(Ai | A) = Ai Ai A |Ai A| Ai A |Ai A| A2 Ak A| Ak (2 . Jika A = {anjing.2010.5.3.pdf 2. adalah kejadian yang mencakup B dapat semua unsur atau anggota A atau anggota B atau keduanya.Metode Statistika. B2.1 Permutasi Permutasi merupakan penyusunan obyek-obyek yang ada kedalam suatu urutan tertentu atau susunan data atau benda yang tergantung pada letaknya.Xn adalah pengurutan dari n unsure tersebut.pdf adalah peluang terjadinya A dan B.2. peta. Dilambangkan dengan A’.4) Sumber :Made.TEORI PROBABILITAS 2. LABORATORIUM STATISTIK DAN REKAYASA KUALITAS 3 . Ai A1 A| A1 A2 untuk I = 1.6.3. …. perang}.1. …. Jika A| Sumber :Made. maka: (2 .3) Sumber :Made. 2.8} B = {x|x A atau x MODUL II B.Metode Statistika. Unsur-unsur A B}.2 Kaidah Bayes Menurut Bayes peluang kejadian B bila A terjadi ialah P(B | A) = A dengan P(A)> 0 k merupakan (2 .pdf (2 . peta} 2.1) 2.5 Kejadian Bersyarat Jika P (B) adalah peluang kejadian B. Macam-macam permutasi akan dibahas pada poin berikutnya.pdf Bila kejadian–kejadian B1.3.

1.pdf nPn = n !( n ! = n × (n-1) × (n-2) ….PSTI UNDIP. Permutasi menyeluruh dapat dirumuskan : Sumber :Santoso.2010.1 Permutasi Data yang Berkelompok Apabila terdapat suatu kelompok yang terdiri dari n obyek dimana n1 merupakan kumpulan obyek yang sama (tidak dapat dibedakan). maka jumlah permutasi dari n obyek yang meliputi seluruh obyek diatas adalah: LABORATORIUM STATISTIK DAN REKAYASA KUALITAS 4 .2. + nk = n.2009. Berapa banyak cara untuk dapat menentukan posisi tersebut? = = 20 cara 2. LKM.Metode Statistika. permutasi obyek yang bersangkutan sebenarnya mempermasalahkan kedudukan relatif obyekobyek diatas apabila melintasi lingkaran dalam arti tertentu. × (2) × (1)) (2 . MLK. Dari kelima orang tersebut akan dipilih seorang sekretaris dan bendahara kelompok.TEORI PROBABILITAS 2.PSTI UNDIP. KML.1 Permutasi Menyeluruh MODUL II Permutasi menyeluruh adalah penyusunan semua obyek kedalam suatu urutan tertentu yang dilakukan pada semua cara yang ada. Apabila suatu kelompok obyek disusun secara teratur dalam sebuah lingkaran. LMK.2 Permutasi Sebagian Permutasi sebagian adalah penyusunan sebagian obyek kedalam suatu urutan tertentu. Dalam berapa cara mereka duduk dengan urutan yang berbeda? Banyak cara duduk = (6-1)! = 120 2. n2 merupakan kumpulan obyek lain yang sama dan seterusnya hingga n kumpulan obyek yang sama dan n1 + n2 + ..3 Permutasi Keliling Permutasi suatu kelompok obyek yang membentuk suatu lingkaran disebut permutasi keliling. Banyaknya permutasi n benda berlainan jika diambil r benda sekaligus (r<n) tanpa pengulangan: nPr = (2 .1.5) Contohnya untuk penyusunan dari 3 huruf yang berbeda KLM yaitu KLM.Sehingga terdapat 6 permutasi dari huruf KLM.2. terdapat 6 orang yang mengelilingi meja bundar.1. 2.2.pdf dimana : n = banyaknya seluruh obyek r = banyaknya obyek yang dipermutasikan Contohnya: Suatu kelompok belajar terdiri dari 5 orang.2009.6) Sumber :Made.7) Contohnya: Dalam suatu rapat.pdf (2 ..1.2. MKL. Banyaknya permutasi n benda berlainan yang disusun secara melingkar dapat dirumuskan sebagai berikut : (n – 1) ! Sumber :Santoso.

Komposisi yang mungkin dapat dicari dengan: nCn =1 (2.1 Kombinasi Menyeluruh Kombinasi menyeluruh adalah penyusunan semua obyek ke dalam suatu tempat dengan urutan yang tidak diperhatikan.PSTI UNDIP. jadi apabila komponennya sama meskipun urutannya berbeda kombinasi ini tetap dianggap sama. n2.PSTI UNDIP.2.2009. maka akan diperoleh cara sebanyak: nCr = (2. Y4. Bagaimanakah cara menyusun ketiga kalkulator tersebut? 3C3 = 1 (ABC = BCA = CBA) 2.PSTI UNDIP.2009.Merk Suzuki terdiri S1.B. Berapa banyak cara untuk mengambil kedua bola tersebut? 8C2 = LABORATORIUM STATISTIK DAN REKAYASA KUALITAS 5 . Artinya.C). H2.2 Kombinasi Kombinasi merupakan pengelompokan sejumlah komponen yang mungkin dapat dilakukan tanpa memperhatikan urutannya.Dan merk Supra terdiri dari SS1.10) Sumber :Santoso..2. Tentukan berapa banyak cara penyusunan yang mungkin dilakukan pada keempat motor tersebut dengan syarat 11 sepeda motor yang bermerk sama tidak dibedakan.2009. kemudian seseorang akan mengambil 2 bola putih. Macam-macam kombinasi akan dibahas pada poin selanjutnya. Merk Honda terdiri dari H1.9) Sumber :Santoso. Y2..2 Kombinasi Sebagian Kombinasi sebagian adalah penyusunan sebagian obyek ke dalam suatu tempat dan urutan tidak diperhatikan. 2. Y3. ( )= = 1174023 2. . terdapat 4 merk motor dengan dengan rincian Merk Yamaha terdiri dari Y1. SS2.pdf MODUL II (2..2.2. H3. S2. di dalam kombinasi urutan tidak diperhatikan.pdf Contohnya: Diatas sebuah meja terdapat 3 buah kalkulator (A.2.8) Contoh: Disuatu tempat parkir. nk = Sumber :Santoso.TEORI PROBABILITAS n1. Jumlah kombinasi dari suatu kelompok yang terdiri dari n obyek yang berbeda yang kemudian diambil sekaligus sebanyak r tanpa pengulangan. misalnya CDE = EDC = DEC.pdf Contohnya:sebuah kantong berisi 8 bola putih..

1 Prosedur Praktikum Peluang Langkah-langkah yang harus diperhatikan praktikan adalah sebagai berikut LABORATORIUM STATISTIK DAN REKAYASA KUALITAS 6 .TEORI PROBABILITAS MODUL II BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM 3. 2.1 Alat Dan Bahan Praktikum Peluang Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum peluang ini adalah: 1. Bingo Lembar pengamatan.1 Flowchart Praktikum Peluang dan Studi Kasus Permutasi dan Kombinasi 3.1 Diagram Alir Praktikum Mulai Bingo Studi kasus di lingkungan Universitas Brawijaya Memutar bingo hingga menghasilkan 40 bola Melihat angka yang muncul Pengolahan data Kesimpulan dan saran Selesai Gambar 3.2 Alat Dan Bahan Praktikum 3.3.3 Prosedur Praktikum 3.2. 3.

7. 4.TEORI PROBABILITAS 1. Langkah-langkah yang harus diperhatikan praktikan adalah sebagai berikut Mencari studi kasus tentang permutasi dan kombinasi yang ada di lingkungan sekitar Universitas Brawijaya Pengambilan data primer Mengolah dan menganalisis data studi kasus permutasi dan kombinasi Menyajikan data LABORATORIUM STATISTIK DAN REKAYASA KUALITAS 7 . 9. 6. 2. 3. 4.3. 8.2 1. 2. Mempersiapkan alat bingo Memutar alat putar untuk mengeluarkan bola Melihat angka yang muncul Meletakkan angka yang muncul pada papan bingo Melakukan pemutaran sampai keluar bola berjumlah 40 Mencatat angka yang keluar Melakukan pengolahan data praktikum peluang secara manual Menganalisis data yang sudah tersaji Menyajikan data Prosedur Studi Kasus Permutasi dan Kombinasi MODUL II 3. 3. 5.

48.1. Baiq.2 Data Permutasi dan Kombinasi 4.3 Permutasi Keliling Studi kasus pada permutasi keliling yaitu tentang penyusunan posisi duduk pada forum Yehezkiel yang terdiri dari ketua.31.50.45.1 Data Peluang Berikut ini hasil dari pengumpulan data yang diperoleh : Tabel 4. praktikan melakukan pengumpulan data primer dari pemutaran Bingo dan studi kasus mengenai permutasi dan kombinasi. Galih. Tiga mata kuliah tersebut terdiri dari rekayasa Statistik Industri 2. Yurida.79.2 Permutasi Menyeluruh Studi kasus pada permutasi menyeluruh adalah cara menyusun tiga mata kuliah dimana ruangan yang digunakan adalah ruang 15.29. 11 bilangan ganjil dan 23 angka dari sisi kanan yang terdiri dari 16 bilangan genap.1.83. Wendha.28. Marchel.1.1 Permutasi Sebagian Studi kasus pada permutasi sebagian adalah cara menyusun pemilihan 2 orang koordinator dari 16 orang calon koordinator untuk menjadi koordinator dari TI untuk acara Dies Natalis Fakultas Teknik UB.TEORI PROBABILITAS MODUL II BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Annisa.1 Data Angka Hasil Pemutaran Bingo Ganjil Genap Sisi Kiri 1.15. Adinda.70. Elemen Mesin. dan Akuntasi Biaya.1 Pengumpulan Data Pada praktikum kali ini. 16.80.1.2. wakil ketua. 4. Arya.8. ketua komisi 2.30.2.64. dan 17.71. Ke-16 calon tersebut diantaranya: Athif.1.26.68.46.49.34. ketua komisi 1.81.88 Sebanyak 40 angka yang keluar hasil pemutaran Bingo terdapat 17 angka dari sisi kiri yang terdiri dari 6 bilangan genap.47.44.74 Sisi Kanan 7.75. dan Dewi. Dimana ruang kelas terletak dalam satu deret. Shofa. Areta. Putri. Haidar. 4. Berapa banyak cara pengaturan tempat duduk secara melingkar dimana wakil ketua harus berada di sebelah ketua.89 6.32.9.5.85 4. Anang.20.51.2. dan ketua komisi 3. LABORATORIUM STATISTIK DAN REKAYASA KUALITAS 8 . 7 bilangan ganjil. 4. Lazuardi.38. 4.58.

setiap orang akan memilih 3 mata kuliah yang berbeda.TEORI PROBABILITAS 4. Daerah Kanan) Kejadian A = Jumlah angka yang terambil di daerah kanan B = Jumlah angka yang terambil di daerah kiri C = Jumlah angka yang terambil genap D = Jumlah angka yang terambil ganjil Tabel 4.1 Peluang 10.4 Permutasi Data Berkelompok MODUL II Studi kasus tentang permutasi data berkelompok yang diambil adalah dari 10 tempat parkir yang terdiri dari 5 tempat untuk motor dan 5 tempat untuk sepeda.1. 2. 6. 9.2. 5. 4. diantaranya adalah sebagai: 1. 4. Dalam hal ini n unsur yaitu sebanyak 10 dan r unsur yaitu sebanyak 3.2 Tabel Data Peluang Hasil Pemutaran Bingo Daerah A B Total Genap (C) 16 6 22 Ganjil (D) 7 11 18 Total 23 17 40 LABORATORIUM STATISTIK DAN REKAYASA KUALITAS 9 . berapa banyak susunan yang bisa dibuat jika urutannya diperhatikan.1.2.2. 3. 7. Maka berapa kemungkinan 3 mata kuliah yang dapat dipilih dari 10 mata kuliah yang tersedia? 4. Statistika Industri II (A) Statistika I (B) Penelitian Operasional (C) Teknik Tenaga Listrik (D) Organisasi Manajemen Industri (E) Rekayasa Lingkungan (F) Sistem Informasi Manajemen Industri (G) Ergonomi (H) Akuntansi Biaya (I) Dari 10 mata kuliah yang tersedia pada hari Senin tersebut.5 Kombinasi Pengumpulan data 10 mata kuliah mahasiswa Teknik Industri UB angkatan 2011 yang dapat dipilih pada hari Senin. Analisa Pengukuran Kerja (J) Dari data peluang yang telah diperoleh dari permainan bingo dapat dilakukan pengolahan data sebagai berikut: Ruang Sampel (S) = (Daerah Kiri. 8.2 Pengolahan Data 4.

1 Data Permutasi Sebagian Permutasi sebagian : 16 P 2 = LABORATORIUM STATISTIK DAN REKAYASA KUALITAS 10 . j.28 C) = P(A) + P(C) – D) = P(A) + P(D) C) = P(B) + P(C) – D) = P(B) + P(D) – A C C A A D D A A C C C D D D D A C P(A|C) = P(C|A) = P(A|D) = P(D|A) = = = = = = = = = ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ m. f. d.2. b. k.TEORI PROBABILITAS 4.15 0.3.3 Data Permutasi Berikut ini pengolahan data permutasi berdasarkan studi kasus yang diambil dari lingkungan sekitar kampus Universitas Brawijaya Malang. e.2 Pengolahan Terjadinya Peristiwa MODUL II Permasalahan di atas dapat diselesaikan dengan menggunakan Tabel 4. 4. P(B|C) = n. o. c. g. l. P(A P(A P(B P(B P(A P(A P(B P(B C) = P(A) D) = P(A) C) = P(B) D) = P(B) (C ⊂ A) = (D ⊂ A) = (C ⊂ ) = (D ⊂ ) = (A ∩ C) (A ∩ D) ( ∩ C) ( ∩ D) 0.2.2 dengan penyelesaian sebagai berikut: a. P(C|B) = P(B|D) = P(D|B) = ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ 4. h. i.2. p.

Dimana ruang kelas terletak dalam satu deret.1 Kemungkinan Penyusunan Mata Kuliah AKB. 16. Elemen Mesin.15 = 240 cara Dengan kemungkinan pemilihan yang dapat dilihat pada Tabel 4. dan ELMES Pada Tiga Ruang Kuliah LABORATORIUM STATISTIK DAN REKAYASA KUALITAS 11 .4 Tabel 4. Permutasi menyeluruh = Susunannya yaitu: Ruang 15 • SI 2 Ruang 16 • Elmes Ruang 17 • AKB Ruang 15 • SI 2 Ruang 16 • AKB Ruang 17 • Elmes (a) (b) Ruang 15 • Elmes Ruang 16 • SI 2 Ruang 17 • AKB Ruang 15 • Elmes Ruang 16 • AKB Ruang 17 • SI 2 (c) (d) Ruang 15 • AKB Ruang 16 • SI 2 Ruang 17 • Elmes Ruang 15 • AKB Ruang 16 • Elmes Ruang 17 • SI 2 (e) (f) Gambar 4. SI 2.4 Data Penyusunan Nama MODUL II 1 Athif Galih 2 Athif Wenda 3 Galih Wenda 4 Galih Haidar 5 Haidar Arya 6 Haidar Shofa 7 Arya Shofa 8 Arya Putri 9 Yurida Anang 10 Anang Annisa 11 Putri Marchel 12 Putri Lazu 13 Marchel Lazu 14 Marchel Areta 15 Areta Adinda 16 Adinda Annisa 17 Areta Annisa 18 Yurida Baiq 19 Baiq Anang 20 Dewi Wenda 4. dan 17. Tiga mata kuliah tersebut terdiri dari Statistik Industri 2.3.2.TEORI PROBABILITAS = = 16. Dan Akuntasi Biaya.2 Data Permutasi Menyeluruh Cara menyusun tiga mata kuliah dimanaruangan yang digunakan adalah ruang 15.

ketua komisi 1.2.3 Data Permutasi Keliling MODUL II Forum Yehezkiel terdiri dari ketua. Berapa banyak cara pengaturan tempat duduk secara melingkar dimana wakil ketua harus berada di sebelah ketua. ketua komisi 2. dan ketua komisi 3. Wakil ketua dan ketua dianggap satu sehingga jumlah n menjadi 5 – 1 = 4 Permutasi keliling = Susunannya yaitu: Ketua Ketua = Ketua Komisi 3 Wakil Ketua Ketua Komisi 2 Wakil Ketua Ketua Komisi 2 Ketua Komisi 1 Ketua Komisi 3 Ketua Komisi 1 (a) Ketua Ketua Komisi 3 Ketua Komisi 1 (b) Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Ketua Komisi 1 Ketua Komisi 2 Ketua Komisi 3 Ketua Komisi 2 (c) (d) Ketua Ketua Komisi 2 Ketua Komisi 1 Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Ketua Komisi 1 Ketua Komisi 3 Ketua Komisi 2 Ketua Komisi 3 (e) (f) Gambar 4. wakil ketua.2 Kemungkinan Penyusunan Tempat Duduk LABORATORIUM STATISTIK DAN REKAYASA KUALITAS 12 .3.TEORI PROBABILITAS 4.

S2.S2.M5.M5 S1.M2.M2. Dalam hal ini n unsur yaitu sebanyak 10 dan r unsur yaitu sebanyak 3.S3.M4.S4. Maka kemungkinan 3 mata kuliah yang dapat dipilih dari 10 mata kuliah yang tersedia yaitu: Cn r = (n-r) n r 10 10 3 X X10 = X2X1 = = = 120 cara LABORATORIUM STATISTIK DAN REKAYASA KUALITAS 13 . Dari 10 mata kuliah yang tersedia pada hari senin tersebut.M1.M3.S4.S3.TEORI PROBABILITAS 4.S1.S5.M1.M3.S5.S3.M2.M5 Rumus permutasi kelompok : ( )= Sehingga dengan rumus diatas kita dapat menentukan berapa banyak susunan yang bisa dibuat dari 10 tempat parkir yang tersedia ( )= = = = 252 cara Jadi dari 10 tempat parkir yang terdiri dari 5 motor dan 5 sepeda dapat disusun sebanyak 252 cara 4.M2.M3.S4.S1.M3.S1.M1.M2.S1.M2.M4.S3.MI.M4.S2.MI.S3.S5.S2.M3.S4.S3.S4.M3.M3.M3.S3.M1.S5.S5.S5 M1.M2.M4.M5.M5.S4.M4.M2.S5.M4. Penelitian Operasional (C). berapa banyak susunan yang bisa dibuat jika urutannya diperhatikan.M3. Rekayasa Lingkungan (F).5 Tabel 4.M4.S4.S5. Kemungkinan penyusunan kendaraan pada tempat parker dapat dilihat pada Tabel 4.S2.M5 M1.S1.S1.M1.S4. setiap orang akan memilih 3 mata kuliah yang berbeda.M2.S1.S4.2.M2.S4.M3.S3 M2.M1 S1.S4.S5.M3.S2.S2.S4.S4.3.S2.M3.M2.S3.S2.M2.M2.S2.S3.S4.M3.4 Data Kombinasi Berdasarkan pengumpulan data mata kuliah mahasiswa Teknik Industri UB angkatan 2011 yang dapat dipilih pada hari Senin.S4.M5 S1.M5.S5 S1.S3.M1.M5.M4.M3.M2.5Kemungkinan Penyusunan Kendaraan Pada Tempat Parkir No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Susunan M1.S5 M1.M1.M5.2.M5.M4. Sistem Informasi Manajemen Industri (G).M4.M5. Organisasi Manajemen Industri (E).4 Data Permutasi Data Berkelompok MODUL II Dari 10 kendaraan yang diparkir pada tempat parkir di halaman depan dan halaman belakang Griya UB yang terdiri dari 5 motor dan 5 sepeda. terdapat 10 mata kuliah yang diantaranya: Statistika Industri II (A).S1.M1.S5 SI.S2.S3.S1.S2.S3 S2.M2.S4.S3. Ergonomi (H).S5.S5 M1.M3.M5 Ket : S = Sepeda dan M= Motor No 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Susunan S1.S4.M2.S2.M3.S5 S1.M5.S3.M4.S4.S4.S4.M5 S1. Akuntansi Biaya (I).M5.M3.S5 S1. Statistika I (B). Teknik Tenaga Listrik (D).S2.S2.S1.M4.M5 M1. dan Analisa Pengukuran Kerja (J).M3.M4.S5.M2.S3.S3.M5.S3.M4.S2.M4.M4.S5.M4.M5 S2.S4.S3.S3.M3.S2.S2.M5.M2.M2.S5 S1.M3.M2.M4.M4 M1.M4.M1.

D.I.6 Kemungkinan pemilihan mata kuliah mahasiswa TI UB angkatan 2011 1 ABC 11 ACF 2 ABD 12 ACG 3 ABE 13 ACH 4 ABF 14 ACI 5 ABG 15 ACJ 6 ABH 16 ADE 7 ABI 17 ADF 8 ABJ 18 ADG 9 ACD 19 ADH 10 ACE 20 ADI LABORATORIUM STATISTIK DAN REKAYASA KUALITAS 14 . Misalkan kesepuluh mata kuliah tersebut dimisalkan dengan A. terdapat 120 alternatif kemungkinan yang dapat dipilih setiap mahasiswa untuk memilih 3 mata kuliah berbeda pada hari senin dari total 120 pilihan mata kuliah yang tersedia.B.H.C.F. Tabel 4.J.G.TEORI PROBABILITAS MODUL II Berdasarkan pengolahan di atas.E.

Permutasi sebagian : nPn = n ! . b. Kombinasi berfungsi pengelompokan sejumlah komponen yang mungkin dapat dilakukan tanpa memperhatikan urutannya.45. permutasi keliling dan permutasi kelompok. Sedangkan permutasi berfungsi dalam penyusunan obyek-obyek yang ada ke dalam suatu urutan atau susunan tertentu. yaitu sebagai berikut : 1. Permutasi menyeluruh b.1 Kesimpulan Dari modul II mengenai Teori Probabilitas ini dapat disimpulkan beberapa hal. dan 17. maka pembagian 3 ruang kelas untuk 3 mata kuliah terdapat 6 cara. elemen mesin. Kombinasi menyeluruh b. dan akuntasi biaya.. 16. nk = Untuk cara perhitungan kombinasi dari masing-masing macam kombinasi adalah : a. n = banyaknya seluruh obyek. ( n ! = n × (n-1) × (n-2) …. Permutasi keliling : (n – 1) ! d. Studi kasus pada permutasi menyeluruh adalah cara menyusun 3 ruang mata kuliah yaitu ruang 15. Hasil yang didapat dari hasil praktikum peluang menggunakan bingo yang terdiri dari dua daerah kiri dan kanan adalah peluang daerah kanan adalah 0. Cara perhitungan peluang suatu kejadian dapat dihitung dengan membagi banyaknya kejadian yang diharapkan muncul dengan banyaknya kejadian yang mungkin muncul (ruang sampel). Permutasi data berkelompok : n1. permutasi sebagian.575 dan daerah kiri adalah 0. Agar ruang kelas terletak dalam satu deret. Peluang terambilnya angka genap adalah 0. × (2) × (1)) : nPr = . Studi kasus yang diambil untuk permutasi tersebut adalah: a.. Cara perhitungan dari masingmasing permutasi tersebut adalah : a. : nCn = 1 LABORATORIUM STATISTIK DAN REKAYASA KUALITAS 15 .425.. Permutasi sendiri ada 3 macam yaitu permutasi menyeluruh. 2. n2.55 dan angka ganjil adalah 0. Aplikasi perhitungan peluang salah satunya yaitu pemutaran bingo. . untuk 3 mata kuliah yaitu statistik industri 2. r = banyaknya obyek yang dipermutasikan c.TEORI PROBABILITAS MODUL II BAB V PENUTUP 5. Kombinasi sebagian : nCr = 3. Fungsi dari peluang atau probabilitas yaitu untuk mengetahui kemungkinan atau tingkat kepastian timbulnya suatu kejadian. Studi kasus permutasi sebagian adalah penyusunan pemilihan 2 koordinator dari 16 koordinator adalah sebanyak 240 cara.

Studi kasus permutasi berkelompok adalah dari 10 tempat parkir yang terdiri dari 5 tempat untuk motor dan 5 tempat untuk sepeda. Cara pengaturan tempat duduk secara melingkar dimana wakil ketua harus berada di sebelah ketua adalah sebanyak 6 cara. wakil ketua. Dari hasil perhitungan terdapat 120 alternatif kemungkinan yang dapat dipilih oleh mahasiswa untuk memilih 3 mata kuliah. Studi kasus yang diambil untuk kombinasi adalah penyusunan dari 10 mata kuliah yang tersedia pada hari Senin dan setiap orang akan memilih 3 mata kuliah yang berbeda. Pratikan seharusnya memahami terlebih dahulu mengenai teori permutasi dan kombinasi agar tidak terjadi kebingungan dalam pengambilan studi kasus yang ada di sekitar Universitas Brawijaya. d. ketua komisi 1.2 Saran 1. LABORATORIUM STATISTIK DAN REKAYASA KUALITAS 16 . 5. Praktikan harus lebih teliti dalam perhitungan data praktikum peluang dan perhitungan studi kasus permutasi dan kombinasi. Cara pengaturan tempat parkir tersebut terdapat 252 cara. 2. dan ketua komisi 3.TEORI PROBABILITAS MODUL II c. ketua komisi 2. Studi kasus pada permutasi keliling yaitu tentang penyusunan posisi duduk pada forum Yehezkiel yang terdiri dari ketua.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful