Anda di halaman 1dari 16

34

C. Rencana Keperawatan No 1 Diagnosa Keperawatan NOC Ketidakefektifan bersihan jalan napas NOC: . Respiratory status: Ventilation berhubungan dengan penyempitan Respiratory status: Airway pada daerah bronkus patency Aspiration control DS : Setelah dilakukan tindakan keperawatan Klien mengatakan masih batuk dan selama 3x24 jam pasien menunjukan keefektifan jalan nafas dengan criteria sesak hasil: DO : Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih Klien masih batuk-batuk dan tampak (mampu mengeluarkan sputum, sesak dan bernafas dengan mudah) Menunjukan jalan nafas yang Wheezing (+) paten ( klien tidak merasa tercekik, irama nafas, frekuensi Terpasang 02 3lpm pernafasan dalam rentang Pasien tampak lemah normal, tidak ada suara nafas abnormal) Kes: compos mentis TTV: TD=160/80mmhg HR= 88x/menit RR=29x/menit 2 S = 37 c Gangguan pola tidur berhubungan NOC NIC NIC Airway suction Airway management 1. Berikan O2 3 ltr/mnt metode nasal canul 2. Anjurkan pasien untuk istirahat dan nafas dalam 3. Posisikan pasien untuk memeksimalkan ventilasi 4. Ajarkan pasien tekhnik batuk efektif 5. Auskultasi suara nafa, catat adanya suara tambahan 6. Berikan nebulizer sesuai program

35

dengan

Anxient and pattern Comfort level fisiologis ( sesak napas ) Sleep: extent ang patten DS : Setelah dilakukan tindakan keperawatan Klien mengatakan tidurnya selama 2x24 jam gangguan pola tidur pasien teratasi dengan criteria hasil: terganggu Jumlah jam tidur dalam batas normal Klien mengatakan susah buat tidur Pola tidur, kualitas dalam batas karena sesak dan batuk-batuk. normal Perasaan fresh sesudah tidur/istirahat DO : Mampu mengidentifikasi hal-hal yang meningkatkan tidur Klien masih batuk-batuk dan tampak sesak Wheezing (+) Terpasang 02 3lpm Pasien tampak lemah Kes: compos mentis TTV: TD=160/80mmhg HR= 88x/menit RR=29x/menit S = 37 c

ketidaknormalan

status

Sleep enhancement 1. Jelaskan pentingnya tidur yang adekuat 2. Fasilitasi untuk mempertahankan aktifitas sebelum tidur (membaca) 3. Ciptakan lingkungan yang nyaman 4. Kolaborasi pemberian obat tidur

36

Intoleransi

berhubungan NOC NIC 1. Self care: ADLs ketidakseimbangan antara suplai o2 Tolerasi aktifitas dengan kebutuhan tubuh Konservasi energy Setelah dilakukan tindakan keperawatan DS: 2. selama 2x24jam diharapkan pasien Pasien mengatakan susah buat bertoleransi terhadap aktifitas dengan criteria hasil: aktifitas 3. Berpartisipasi dalam aktifitas Pasien mengatakan sesak fisik tanpa disertai peningkatan 4. tekanan darah,nadi dan RR Pasien mengatakan asma Mampu melakukan aktifitas sehari-hari (ADLs) secara kambuh bila aktivitasnya mandiri berlebih 5. Keseimbangan aktifitas dan DO : istirahat Klien masih batuk-batuk dan tampak sesak Wheezing (+) Terpasang 02 3lpm Pasien tampak lemah Kes: compos mentis TTV: TD=160/80mmhg

aktivitas

Observasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktifitas Kaji adanya factor yang menyebabkan kekelahan Monitor pola tidur dan lamanya tidur Bantu klien untuk melekukan aktifitas yang mampu dilakukan Monitor respon fisik,emosi,sosial dan spiritual

37

HR= 88x/menit RR=29x/menit S = 37 c

38

D. Catatan Keperawatan dan Perkembangan No Dx 1 Tgl/Jam 4-12-06 08.00 D DS : Klien mengatakan masih batuk dan sesak DO : 08.15 Klien masih batuk-batuk dan tampak sesak Wheezing (+) Terpasang 02 3lpm Pasien tampak lemah 08.30 Kes: compos mentis TTV: TD=160/80mmhg HR= 88x/menit RR=29x/menit S = 37 c A 1. Memberikan O2 3 ltr/mnt metode nasal canul 2. Menganjurkan pasien untuk istirahat dan nafas dalam EVALUASI (D,A,R) Paraf

39

3. Memposisikan pasien untuk memeksimalkan ventilasi 4. Mengjarkan pasien tekhnik batuk efektif R 1. Klien terpasang O2 3 lpm 2. Klien merasa sesak ketika bernafas 3. Klien dalam posisi semi fowler 2 4-12-06 D 08.00 DS : Klien mengatakan tidurnya terganggu 08.15 Klien mengatakan susah buat tidur karena sesak dan batuk-batuk. DO : Klien masih batuk-batuk dan tampak sesak Wheezing (+) Terpasang 02 3lpm Pasien tampak lemah Kes: compos mentis TTV: TD=160/80mmhg

09.00

40

HR= 88x/menit RR=29x/menit S = 37 c A 1. Fasilitasi untuk mempertahankan aktifitas sebelum tidur (membaca) 2. Ciptakan lingkungan yang nyaman 3. Kolaborasi pemberian obat tidur R 1. 2. Klien belum bisa mengantuk Klien merasa tidak nyaman dengan lingkungan nya 3. Klien kooperatif 4-12-06 09.00 D DS: Pasien aktifitas 10.00 Pasien mengatakan sesak Pasien mengatakan asma kambuh bila aktivitasnya berlebih DO : mengatakan susah buat

41

14.00

Klien masih batuk-batuk dan tampak sesak Wheezing (+) Terpasang 02 3lpm Pasien tampak lemah Kes: compos mentis A 1. Observasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktifitas 2. Kaji adanya factor yang menyebabkan kekelahan 3. Monitor pola tidur dan lamanya tidur 4. Bantu klien untuk melekukan aktifitas yang mampu dilakukan R 1. Klien aktivitas terbatas 2. Klien merasa sesak nafas ketika beraktivitas 3. Klien kurang tidur karena sesak nafas 4. Klien bisa duduk dan baring namun di Bantu

42

4-12-06 08.00

D DS : Klien mengatakan masih batuk dan sesak DO : Klien masih batuk-batuk dan tampak sesak Wheezing (+) Terpasang 02 3lpm Pasien tampak lemah

08.15

08.30

Kes: compos mentis TTV: TD=130/90mmhg HR= 88x/menit RR=26x/menit S = 37 c A 1. Memberikan O2 3 ltr/mnt metode nasal canul 2. Menganjurkan pasien untuk istirahat dan nafas dalam 3. Memposisikan pasien untuk memeksimalkan ventilasi

43

4. Mengjarkan pasien tekhnik batuk efektif R 1. Klien terpasang O2 3 lpm 2. Klien merasa sesak ketika bernafas 3. Klien dalam posisi semi fowler

4-12-06 D 08.00 DS : Klien mengatakan tidurnya terganggu 08.15 Klien mengatakan susah buat tidur karena sesak dan batuk-batuk. DO : Klien masih batuk-batuk dan tampak sesak Wheezing (+) Terpasang 02 3lpm Pasien tampak lemah Kes: compos mentis TTV: TD=130/80mmhg

09.00

44

HR= 88x/menit RR=26x/menit S = 37 c A 1. Fasilitasi untuk mempertahankan aktifitas sebelum tidur (membaca) 2. Ciptakan lingkungan yang nyaman 3. Kolaborasi pemberian obat tidur R 1. 2. Klien belum bisa mengantuk Klien merasa tidak nyaman dengan lingkungan nya 3. Klien kooperatif 4-12-06 09.00 D DS: Pasien aktifitas 10.00 Pasien mengatakan sesak Pasien mengatakan asma kambuh bila aktivitasnya berlebih DO : mengatakan susah buat

45

a. Klien masih batuk-batuk dan tampak sesak b. Wheezing (+) c. Terpasang 02 3lpm d. Pasien tampak lemah e. Kes: compos mentis A 1. Observasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktifitas 2. Kaji adanya factor yang menyebabkan kekelahan 3. Monitor pola tidur dan lamanya tidur 4. Bantu klien untuk melekukan aktifitas yang mampu dilakukan R 1. Klien aktivitas terbatas 2. Klien merasa sesak nafas ketika beraktivitas 3. Klien kurang tidur karena sesak nafas 4. Klien bisa duduk dan baring namun di Bantu 1 4-12-06 D Has

14.00

46

08.00

DS : a. Klien mengatakan masih batuk dan sesak menurun DO : b. Klien masih batuk-batuk dan tampak sesak c. Wheezing (+) d. Terpasang 02 3lpm e. Pasien tampak lemah f. Kes: compos mentis g. TTV: TD=140/90mmhg HR= 88x/menit RR=24x/menit S = 37 c A 1. Memberikan O2 2 ltr/mnt metode nasal canul 2. Menganjurkan pasien untuk istirahat dan nafas dalam 3. Memposisikan pasien untuk memeksimalkan ventilasi 4. Mengjarkan pasien tekhnik batuk efektif R

08.15

08.30

47

1. Klien terpasang O2 2 lpm 2. Klien merasa sesak ketika bernafas 3. Klien dalam posisi semi fowler

4-12-06 D 08.00 DS : Klien mengatakan tidurnya terganggu 08.15 Klien mengatakan susah buat tidur karena sesak dan batuk-batuk. DO : a. Klien masih batuk-batuk dan tampak sesak b. Wheezing (+) c. Terpasang 02 3lpm d. Pasien tampak lemah e. Kes: compos mentis f. TTV: TD=140/80mmhg HR= 88x/menit RR=24x/menit S = 37 c

Has

09.00

48

A 1. Fasilitasi untuk mempertahankan aktifitas sebelum tidur (membaca) 2. Ciptakan lingkungan yang nyaman 3. Kolaborasi pemberian obat tidur R 1. 2. Klien belum bisa mengantuk Klien merasa tidak nyaman dengan lingkungan nya 3. Klien kooperatif 3 4-12-06 09.00 D DS: Pasien aktifitas 10.00 Pasien mengatakan sesak Pasien mengatakan asma kambuh bila aktivitasnya berlebih DO : 14.00 a. Klien masih batuk-batuk dan tampak sesak b. Wheezing (+) c. Terpasang 02 3lpm mengatakan susah buat Has

49

d. Pasien tampak lemah e. Kes: compos mentis A 1. Observasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktifitas 2. Kaji adanya factor yang menyebabkan kekelahan 3. Monitor pola tidur dan lamanya tidur 4. Bantu klien untuk melekukan aktifitas yang mampu dilakukan R 1. Klien aktivitas terbatas 2. Klien merasa sesak nafas ketika beraktivitas 3. Klien kurang tidur karena sesak nafas 4. Klien bisa duduk dan baring namun di Bantu