Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya pendidikan dan sistem pendidikan di Indonesia, seluruh elemen masyarakat, terutama yang terkait langsung dengan pendidikan dituntut untuk lebih kreatif dan professional dalam mengembangkan pendidikan. Selain itu, para pelaku pendidikan juga diharapkan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan bersama yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan pendidikan. Untuk itulah perlu adanya cara atau metode untuk menjawab tangtangan tantangan yang muncul seiring dengan berkembangnya waktu, maka muncullah cara atau metode yang disebut perencanaan dan desain pembelajaran yang diharapkan akan lebih memudahkan proses belajar mengajar, dan khususnya yang berkaitan dengan pendidikan kimia. Maka dari itu pada makalah ini akan dibahas permasalahan mengenai pengertian, fungsi, tujuan, ruang lingkup dan komponen dari desain pembelajaran kimia. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apa yang dimaksud dengan desain pembelajaran kimia? 1.2.2 Apa fungsi dan tujuan dari desain pembelajaran kimia? 1.2.3 Apa ruang lingkup dari desain pembelajaran kimia? 1.2.4 Apa komponen dari desain pembelajaran kimia? 1.3 Tujuan 1.3.1 Memahami pengertian dari desain pembelajaran kimia. 1.3.2 Memahami fungsi dan tujuan dari desain pembelajaran kimia. 1.3.3 Memahami ruang lingkup dari desain pembelajaran kimia. 1.3.4 Memahami komponen dari desain pembelajaran kimia.
3

1.4 Manfaat Bagi mahasiswa: Makalah ini bermanfaat dalam memahami mata kuliah desain pembelajaran kimia. Dari makalah ini, mahasiswa dapat terbantu untuk memahami pengertian, fungsi, tujuan, ruang lingkup dan komponen dari desain pembelajaran kimia.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Desain Pembelajaran Kimia Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang, misalnya sebagai disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem, dan sebagai proses. 1. Sebagai disiplin, desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembangan pembelajaran dan pelaksanaannya. 2. Sebagai ilmu, desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas. 3. Sebagai sistem, desain pembelajaran merupakanpengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar. 4. Sementara itu desain pembelajaran sebagai proses menurut Syaiful Sagala (2005:136) adalah pengembangan pengajaran secarasistematik yang digunakan secara khusus teori-teori pembelajaran unTuk menjamin kualitas pembelajaran. Pernyataan tersebut mengandung arti bahwa penyusunan perencanaan pembelajaran harus sesuai dengan konsep pendidikan dan pembelajaran yang dianut dalam kurikulum yang digunakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa desain pembelajaran adalah praktik penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. Proses ini berisi
5

penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, dan merancang kegiatan berbasis-media untuk membantu terjadinya transisi. Idealnya proses ini berdasar pada informasi dari teori belajar yang sudah teruji secara pedagogis dan dapat terjadi hanya pada siswa, dipandu oleh guru, atau dalam latar berbasis komunitas. Sedangkan perencanaan atau desain pembelajaran kimia adalah kegiatan

memproyeksikan tindakan apa yang akan dilakukan dalam proses belajar mengajar pada mata pelajaran kimia. 2.2 Fungsi dan Tujuan Desain Pembelajaran Kimia Desain pembelajaran memiliki beberapa fungsi diantaranya seperti dijelaskan berikut ini : a. Fungsi kreatif Pembelajaran kimia dengan menggunakan perencanaan yang matang, akan dapat memberikan umpan balik yang dapat menggambarkan berbagai kelemahan yang terjadi. Melalui umpan balik itulah guru dapat meningkatkan dan memperbaiki program. Secara kreatif, guru akan memperbaiki berbagai kelemahan dan menemukan hal-hal baru. b. Fungsi inovatif Suatu inovasi hanya akan muncul seandainya kita memahami kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Kesenjangan itu hanya mungkin dapat ditangkap, manakala kita memahami proses yang dilaksanakan secara sistematis. Proses pembelajaran yang sistematis itulah yang direncanakan dan terprogram secara utuh. Dalam kegitan inilah perencanaan memiliki fungsi inovasi. c. Fungsi selektif Hanya melalui perencanaan kita dapat menyelaksi strategi mana yang kita anggap lebih efektif dan efisien untuk dikembangkan. Tanpa suatu perencanaan tidak
6

mungkin dapat menentukan pilihan yang tepat. Fungsi ini juga berkaitan dengan pemilihan materi pelajaran kimia yang dianggap sesuai dengan tujuan pembelajaran. Melalui proses perencanaan ini guru dapat menentukan materi mana yang sesuai dan materi mana yang tidak sesuai. d. Fungsi komunikatif Suatu perencanaan yang memadai harus dapat menjelaskan pada setiap orang yang terlibat, baik kepada guru, siswa, kepala sekolah bahkan pada pihak eksternal seperti pada orang tua dan masyarakat. Dokumen perencanaan harus dapat

mengkomunikasikan kepada setiap orang baik tentang tujuan dan hasil yang ingin dicapai, strategi atau rangkaian kegiatan yang dapat dilakukan. Oleh sebab itu, perencanaan memilki fungsi komunikasi. e. Fungsi prediktif Melalui fungsi ini, perencanaan dapat menggambarkan berbagai kesulitan yang akan terjadi. Di samping itu, fungsi prediktif dapat menggambarkan hasil yang akan diperoleh. Jika perencanaan disusun dengan benar dan akurat, sehingga dapat menggambarkan apa yang akan terjadi setelah dilakukan suatu treatmen sesuai dengan program yang disusun. f. Fungsi akurasi Kelebihan bahan pelajaran dan kurangnya waktu yang tersedia merupakan hal yang sering terjadi. Akibatnya proses pembelajaran tidak berjalan secara normal. Dengan perencanaan yang matang hal-hal tersebut dapat teratasi dengan cara guru bisa mengelola setiap waktu yang diperlukan, sehingga jam yang tersedia bisa efektif. g. Fungsi pencapaian tujuan Mengajar bukanlah sekedar menyampaikan materi, akan tetapi membentuk manusia secara utuh. Manusia utuh bukan hanya berkembang dalam aspek intelektual saja,

akan tetapi juga dalam sikap dan ketrampilan. Dengan demikian pembelajaran memiliki dua sisi yang sama pentingnya, yakni sisi hasil belajar dan sisi proses belajar. Melalui perencanaan itulah kedua sisi pembelajaran dapat dilakukan secara seimbang. h. Fungsi control Mengontrol keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu proses pembelajaran tertentu. Melalui perencanaan kita dapat menentukan sejauh mana materi pelajaran telah dapat diserap oleh siswa, materi mana yang sudah dan belum dipahami oleh siswa. Selanjutnya, dapat memberikan balikan kepada guru dalam mengembangkan program pembelajaran selanjutnya. Tujuan perencanaan atau desain pembelajaran kimia adalah menguasai sepenuhnya bahan dan materi ajar pada mata pelajaran kimia, metode dan penggunaan alat dan perlengkapan pembelajaran kimia, menyampaikan kurikulum atas dasar bahasan dan mengelola alokasi waktu yang tersedia dan memblajarkan siswa sesuai yang di programkan. 2.3 Ruang Lingkup Desain Pembelajaran Kimia Gagne dan Briggs, sebagai yang dikutip oleh Ngainum Nain dan H. Ahmad Patoni berpendapat bahwa ada empat ruang lingkup yang dapat diterapakan sebagai asumsi desain dalam menyusun desain, mulai ruang lingkup yang luas (level Kurikulum), ruang lingkup yang sempit (level bidang studi) ruang lingkup sempit (level bidang studi), dan ruang lingkup terbatas hal ini dapat dirinci sebagai berikut: Pertama, level kurikulum terdiri dari tiga komponen, yaitu: 1. analisis kebutuhan, tujuan dan prioritas, 2. analisis sumber, hambatan dan sistem penyampaian,
8

3. penentuan ruang lingkup (scope) dan urutan (sequence) kurikulum dan pelajaran sebagai bagian dari untuk mendesain sistem penyampaian. Kedua, level bidang studi terdiri dari : 1. menentukan struktur dan urutan pelajaran, 2. analisis tujuan kurikuler (tujuan pelajaran) Ketiga, level pengajaran mencakup: 1. perumusan tujuan pembelajaran khusu, 2. penyususnan satuan pelajaran atau modul, 3. penentuan bahan dan media pembelajaran, 4. penentuan langkah dan teknik penilaian. Keempat, pada level evaluasi terdiri dari: 1. persiapan guru, 2. evaluasi formatif, 3. uji coba dan revisi, 4. evaluasi summatif, 5. pelaksanaan. Dari penjabaran di atas, dapat dijabarkan ruang lingkup desain pembelajaran kimia pada level pertam, berupa penggunaan kurikulum untuk pembelajaran kimia yang

meliputi analisa terhadap materi kimia yang dibutuhkan, analisa terhadap sumber materi kimia yang digunakan dan menentukan ruang lingkup serta urutan kurikulum pembelajaran kimia. Pada level kedua, berupa level bidang studi yang meliputi penyusunan struktur dan urutan pengajaran mata pelajaran kimia serta menganalisa tujuan dari pembelajaran kimia. Pada level ketiga, berupa level pengajaran yang meliputi
9

merumuskan tujuan pembelajaran kimia, menyusun satuan pelajaran untuk mata pelajaran kimia, menentukan media untuk pengajaran kimia, serta menentukan langkah dan teknik penilaian yang akan digunakan terhadap mata pelajaran kimia. Pada level keempat, berupa level evaluasi yang meliputi persiapan guru untuk mengajarkan materi kimia, evaluasi formatif terhadap materi kimia yang diajarkan, melakukan evaluasi dengan uji coba dan revisi, melakukan evaluasi summatif dan pelaksanaan evaluasinya. 2.4 Komponen Desain Pembelajaran Kimia Esensi desain pembelajaran hanyalah mencakup empat komponen, yaitu : peserta didik, tujuan, metode, evaluasi.(Kemp, Morrison dan Ross, 1994). 1. Peserta didik Dalam menentukan desain pembelajaran dan mata pelajaran yang akan disampaikan perlu diketahui bahwa yang sebenarnya dilakukan oleh para desainer adalah menciptakan situasi belajar yang kondusif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dan peserta didik merasa nyaman dan termotivasi dalam proses belajarnya. Peserta didik sebelum dan selama belajar dapat dipengaruhi oleh berbagai factor baik fisik maupun mental, misalnya kelelahan, mengantuk, bosan, dan jenuh. Hal ini akan mengurangi kosentrasi peserta didik dan sudah tentu akan terjadi reduksi dalam penyerapan materi yang juga mempengaruhi daya tangkap untuk memahami materi. Hal-hal lain yang dapat mempengaruhi mutu belajar peserta didik adalah tampilan materi ajar dan gaya penyampaian guru dalam menyampaikan materi. 2. Tujuan Setiap rumusan tujuan pembelajaran selalu dikembangkan berdasarkan kompetesi atau kinerja yang harus dimiliki oleh peserta didik jika ia selesai belajar. Seandainya tujuan pembelajaran atau kompetensi dinilai sebagai sesuatu yang rumit, maka tujuan pembelajaran tersebut dirinci menjadi subkompetensi yang dapat mudah dicapai.
10

Dilain pihak desain pembelajaran memadukan kebutuhan peserta didik dengan kompetensi yang harus dikuasai dengan persyaratan tertentu dalam kondisi yang sudah ditetapkan. 3. Metode Metode terkait dengan stratei pembelajaran yang sebaiknya dirancng agar proses belajar berjalan mulus. Metode adalah cara-cara atau teknik yang dianggap jitu untuk menyampaikan materi ajar. Dalam desain pembelajaran langkah ini sangat penting karena metode inilah yang menentukan situasi belajar yang sesungguhnya. Di lain pihak kepiawaian seorang desainer pembelajaran juga terlihat dalam cara menentukan metode. Pada konsep ini meode adalah komponen strategi pembelajaran yang sederhana. 4. Evaluasi Konsep ini menganggap menilai hasil belajar peserta didik sangat penting. Indikator keberhasilan pencapaian suatu tujuan belajar dapat diamati dari penilaian hasil belajar. Seringkali penilaian dilakukan dengan cara menjawab soal-soal objektif. Penilaian juga dapat dilakukan dengan format non soal, yaitu dengan instrument pengamatan, wawancara, kuesioner dan sebagainya.

11

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan 1. Desain pembelajaran kimia adalah kegiatan memproyeksikan tindakan apa yang akan dilakukan dalam proses belajar mengajar pada mata pelajaran kimia. 2. Fungsi desain pembelajaran kimia adalah fungsi kreatif, fungsi inovatif, fungsi selektif, fungsi komunikatif, fungsi prdiktif, fungsi akurasi, fungsi pencapaian tujuan dan fungsi control. Tujuan desain pembelajaran kimia adalah menguasai sepenuhnya bahan dan materi ajar pada mata pelajaran kimia, metode dan penggunaan alat dan perlengkapan pembelajaran kimia, menyampaikan kurikulum atas dasar bahasan dan mengelola alokasi waktu yang tersedia dan memblajarkan siswa sesuai yang di programkan. 3. Ruang lingkup desain pembelajaran kimia adalah kurikulum, bidang studi, pengajaran dan evaluasi. 4. Komponen desain pembelajaran kimia adalah peserta didik, tujuan, metode, evaluasi.(Kemp, Morrison dan Ross, 1994). 3.2 Saran Dengan adanya desain pembelajaran kimia, seharusnya keberlangsungan

pembelajaran kimia akan berjalan dengan baik. Proses belajar mengajarnya akan berlangsung secara sistematis. Hal ini didukung oleh kemampuan guru untuk mendesain pembelajaran kimia itu dari awal hingga akhir.

12

DAFTAR PUSTAKA

http://watimelinaymail.blogspot.com/2010/12/konsep-dasar-desain-pembelajaran.html http://icheanindita.blogspot.com/2012/05/perencanaan-program-pembelajarankimia.html http://yuliantihome.wordpress.com/2012/01/20/konsep-umum-perencanaan-dandesain-pembelajaran/ http://taufiqslow.blogspot.com/2012/01/pengertian-komponen-dan-desain.html http://tepenr06.wordpress.com/2011/09/06/desain-pembelajaran/#more-109


http://zuhairistain.blogspot.com/2009/04/pengertian-desain-pembelajaran_16.html http://tirman.wordpress.com/kuliah-ppap/

13