Anda di halaman 1dari 3

KONSEP-KONSEP DASAR SISTEM EKONOMI MENURUT TINJAUAN AJARAN ISLAM

Moekarto Moeliono

KONSEP-KONSEP DASAR SISTEM EKONOMI MENURUT TINJAUAN AJARAN ISLAM


Dalam tulisan ini penulis akan mengemukakan konsep-konsep dasar Islam mengenai sistem ekonomi, diraana sistem ini akan terlihat bedanya dengan Kapitalisme maupun Sosialisme. Seperti anda sekalian ketahui, bahwa Kapitalisme terlalu mementingkan produksi di atas segala-galanya sehingga ekologi menjadi rusak dan hancur, padahal yang seharusnya dilestarikan dalam suatu sistem utuh. Memang dalam Kapitalisme targetlah yang dituju, sedangkan kelestarian manusia diabaikan. Kalau Sosialisme lebih menitik beratkan pada asas kelompok dan asas-asas hakiki yang mendasari hak individu dikesampingkan, bahkan di sini kreativitas dari insan yang disebut manusia dimatikan. Sekarang bagaimana faham Islam ? Untuk ini, maka apa yang disebut ekonomi berdasarkan Islam hanyalah sarana untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan akhirat, dan sistem itu sendiri hanyalah merupakan suatu rentetan (tahapan-tahapan) dalam usaha mencapai tujuan itu sendiri. Juga perlu difahami/disadari bahwa keberadaan kita semua manusia ini akan berarti dan mempunyai nilai (manfaat), seandainya dalam tahapan-tahapan yang dilakukan atau dijalankan seluruhnya diabdikan kepada Allah. Apa yang diajarkan oleh Islam tidak melulu soal keakhiratan saja, tapi mencakup hal sosial, politik, hukum, filsafat, juga tak lepas mencakup hal ekonomi dan lain sebagainya, pokoknya merupakan suatu ajaran yang utuh dalam suatu sistem terpadu. Semua ummat Islam didorong untuk bersifat maju (progresif), sehingga kebutuhan materil dan spiritual terpenuhi dalam batas yang wajar/normal. Secara garis besar, maka sistem ekonomi Islam tersebut dilandasi dalam tataran tiga keadaan, yaitu : 1. Hudud (aspek batas dan kejelasan yang luas dan supel), maksudnya manajemen/kegiatan perekonomian bisa dilaksanakan secara sempurna dan tegas. 2. Aspek Pedoman, artinya : Pada saat mencapai sasaran-sasaran yang akan dicapai adanya petunjukpetunjuk yang nyata. 3. Aspek Perintah Khusus, artinya : Meningkatkan kesejahteraan pribadi dan masyarakat disamping adanya larangan yang harus dipatuhi, karena kalau tidak suatu sistem yang telah dicanangkan akan rusak total. Untuk lebih jelasnya konsep dasar sistem ekonomi dari Islam adalah mencakup beberapa konsep, yaitu :

1.

Pajak Agama, yaitu zakat dan itu harus dibayarkan 2,5 % dari penghasilan yang didapatkan oleh individu. Adapun prosentase untuk jenis usaha yang dijalankan, besarnya bervariasi. Zakat ini wajib dibayarkan, dan perlu diingat di sini, bahwa hal ini merupakan salah satu Rukun Islam yang harus betul-betul dijalankan seperti firman-Nya:

"Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana". ( AQ Surat At Taubah Ayat 60). 2. 3.
Shodaqoh yang diberikan kepada kaum kerabat (keluarga, isteri, orang tua, anak yang belum dewasa), juga kepada anak-anak yatim-piatu, anak-anak terlantar (yang memerlukan bantuan). Kita semua harus bekerja/berkarya dengan produktivitas yang tinggi, hal ini untuk mencukupkan, baik itu pribadi maupun di luar pribadi. Hidup itu tidak hanya berdo'a saja, tapi berdo'a dan bekerja, dan jangan lupa di sini, bahwa usaha yang dijalankan harus usaha yang halal, baik itu cara maupun hasil yang akan dicapai tersebut. Jadi usaha di jalan lurus yang diridloi oleh Allah SWT. Silahkan renungkan Firman Allah dalam Surat Al Fatihah ayat 6 & 7. Asas manajemen diterapkan, hal ini banyak dicontohkan dalam beberapa riwayat. Adanya sasaran, kerjasama (musyawarah) dan koordinasi dijalankan secaraterpadu. Silahkan baca Al Quran Surat Ali Imran ayat 159.

4.

5. 6. 7. 8.

Hukum-hukum syari'at akan mengaturpada proses pelaksanaan suatu sistemnya, sehingga adanya garis kejelasan yang tegas. Silahkan baca Al Quran Surat An Nisaa ayat 59. Adanya perjanjian yang sudah disepakati bersama sudah barang tentu harus ditepati. Ingat, salah satu ciri orang munafiq adalah orang yang tidak menepati j anj inya. Masalah riba dalam ajaran Islam dilarang. Silahkan baca Al Quran Surat Al Baqoroh ayat 275 & 278. Konsep pembagian harta diatur begitu jelas dan teratur. Silahkan baca Al Quran Surat An Nisaa ayat 7, 8, 9, 10,11,12 & 176; Surat Al Baqoroh ayat 180 dan Surat Al Maidah ayat 106.

Demikianlah sekedar sepintas ulasan penulis tentang konsep Islam dalam hal sistem ekonominya. Jelas dan mem-punyai suatu ciri yang tersendiri. Oleh karena itu marilah kita menggali ilmu-ilmu yang tersirat dan tersurat dalam ajaran Islam yang berdasarkan al Quran dan As Sunnah.

Anda mungkin juga menyukai