Anda di halaman 1dari 9

Tutorial Hematologi

PENGOLAHAN KOMPONEN TROMBOSIT DARAH TRANSFUSI DENGAN METODE SENTRIFUGASI Viviyanti ZN, Darwati Muhadi, Mansyur Arif Bagian Ilmu Patologi Klinik FK-UNHAS/BLU RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Trombosit (platelet) adalah keping darah pembeku dengan ukuran lebih kecil dari sel lainnya yang jumlahnya sekitar 150.000-400.000/mm 3 pada orang dewasa.1 Trombosit mempunyai peranan penting dalam mekanisme pembekuan darah dengan melepaskan zat di tempat cedera atau luka. Komponen trombosit adalah bagian dari Whole Blood (WB) yang berisi konsentrat trombosit.. 2,3 Isi utama komponen trombosit/Thrombocyte Concentrate (TC) adalah trombosit yang mempunyai volume sekitar 50 mL per unit kantong darah. Temperatur simpan TC berkisar antara 202 0C dengan lama penyimpanan tiga hari tanpa goyangan dan lima hari dengan goyangan (agitator). Thrombocyte Concentrate darah transfusi ini berguna untuk meningkatkan jumlah trombosit.4 Pemakaian komponen trombosit sekitar 8% dari seluruh pemakaian komponen darah pada tahun 2010 di UPTD Transfusi Darah Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.5 Indikasi utama terapi trombosit adalah pasien dengan trombositopenia simptomatik. Trombositopenia terjadi oleh beberapa faktor penyebab dan transfusi trombosit paling efektif jika terjadi gangguan pembentukan trombosit seperti yang terjadi pada aplasia sumsum tulang (misal pascakemoterapi atau pada kegagalan sumsum tulang).6,7 Trombositopenia yang berkaitan dengan destruksi sekunder (ITP), pasien dengan limpa yang besar atau dengan destruksi trombosit autoimun umumnya tidak banyak memperoleh manfaat dari transfusi trombosit.8 Terapi transfusi ditujukan untuk mengganti komponen- komponen yang berkurang pada pasien simptomatik. Peningkatan jumlah trombosit post transfusi pada dewasa, rata-rata 5.000-10.000/uL.6

Pengolahan komponen darah adalah tindakan memisahkan komponen darah donor dengan prosedur tertentu menjadi komponen darah yang siap pakai. 2,4 Manfaat darah diolah menjadi komponen untuk terapi transfusi adalah:4 1. Pasien memperoleh hanya komponen darah yang diperlukan. 2. Mengurangi reaksi transfusi. 3. Mengurangi volume transfusi. 4. Meningkatkan efisiensi penggunaan darah. 5. Mengurangi masalah logistik darah. 6. Memungkinkan penyimpanan komponen darah pada temperatur simpan yang optimal. Pemisahan darah menjadi komponen trombosit dapat dilakukan dengan dua cara yaitu sentrifugasi dan hemaferesis. Pembuatan komponen trombosit dengan cara sentrifugasi memberi keuntungan khususnya kepada resipien karena Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD)/service cost jauh lebih murah dibanding dengan pengolahan komponen trombosit yang menggunakan cara hemaferesis.4 Tutorial ini akan membahas tentang pembuatan komponen trombosit darah transfusi dengan metode sentrifugasi. B. TUJUAN Melakukan pemisahan komponen pada WB dengan cara sentrifugasi untuk mendapatkan komponen trombosit darah transfusi. II. METODE4 A. Pra Analitik 1. Persiapan Donor Donor yang telah memenuhi syarat seleksi donor. 2. Persiapan sampel Darah donor ditampung pada kantong darah jenis triple bags yang terdiri dari satu kantong induk yang berisi WB dengan dua kantong satelit yang kosong. Darah donor di uji skrining terhadap penyakit Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) yaitu Hepatitis B, Hepatitis C, HIV dan Sifilis.
2

Kantong darah dipastikan dalam keadaan baik (tidak bocor, volume darah sesuai, tidak hemolisis)

3. Alat dan Bahan a. Alat Sentrifus komponen (Gambar 1a) Hemoscale (Gambar 1b) Plasma ekstraktor (Gambar 1c) Penyeimbang (Gambar 1d) Penjepit selang kantong darah (Gambar 1e) Electric sealer (Gambar 1f) Gunting

Gambar 1. Alat Pembuatan Komponen Trombosit

b. Bahan Whole blood kurang dari 6 jam dari pengambilan. Kantong darah jenis triple bags yang berisi antikoagulan CPDA1 (Gambar 2a) Label kantong untuk TC (Gambar 2b)

Gambar 2. Bahan Pembuatan Komponen Trombosit

B. Analitik Metode yang digunakan adalah sentrifugasi. 1. Prinsip Kerja Komponen darah yang mempunyai Berat Jenis (BJ) lebih besar akan mengendap dan mengalami pemisahan dengan komponen lain yang mempunyai BJ yang lebih rendah bila dilakukan pemutaran/sentrifugasi dengan kecepatan tertentu. 2. Cara Kerja a. Pemisahan WB menjadi Packed Red Cell (PRC) dan Platelet Rich Plasma (PRP) Identifikasi kantong darah dengan melihat kelengkapan data pada label kantong darah Kantong darah dimasukkan kedalam mangkok sentrifus kemudian diseimbangkan dengan mangkok lainnya menggunakan hemoscale, Bila belum seimbang tambahkan karet gelang pada salah satu mangkok hingga keduanya seimbang.

Mangkok sentrifus yang sudah seimbang ditempatkan kedalam sentrifus komponen dengan posisi berhadapan.

Pemutaran darah dilakukan dengan kecepatan 375xG, pada temperatur 22 oC selama 15 menit.
4

Setelah pemutaran, mangkok sentrifus diangkat perlahan dan tempatkan kantong induk pada plasma ekstraktor dengan hati-hati agar darah tidak tercampur kembali kemudian jepit kantong induk tersebut.

Buka selang penghubung antara kantong induk dan kantong satelit dengan cara mematahkan selangnya.

Platelet Rich Plasma mengalir kedalam kantong satelit pertama dengan menyisakan PRP tersebut dalam kantong utama 2 cm dari permukaan PRC.

Selang penghubung antara kantong utama dengan kantong satelit dijepit dengan penjepit plastik kemudian diseal dengan electric sealer. Selang yang telah diseal dipatahkan/digunting sehingga terlepas dari rangkaiannya.

Pemisahan komponen darah telah selesai dengan menghasilkan PRC yang tetap berada dalam kantong induk dan PRP yang telah berada pada kantong satelit pertama. Kantong satelit pertama yang berisi PRP masih bergandengan dengan kantong satelit kedua yang masih kosong.

b. Pemisahan PRP menjadi TC dan Platelet Poor Plasma (PPP) Kantong satelit pertama yang berisi PRP dengan kantong satelit kedua yang masih kosong dimasukkan kembali kedalam sentrifus komponen yang sebelumnya telah diseimbangkan dengan mangkok sentrifus lainnya menggunakan hemoscale. Proses selanjutnya sama dengan diatas hanya kecepatan sentrifus yang digunakan berbeda yaitu 1500 xG. Supernatan yang dihasilkan dari hasil pemutaran adalah PPP yang dialirkan kedalam kantong satelit II dengan menyisakan TC sebanyak 30-50 mL dalam kantong satelit pertama. Selang penghubung PPP dengan TC di seal dengan electric sealer kemudian dipatahkan/digunting sehingga terlepas dari rangkaiannya. Pemisahan komponen darah telah selesai dengan menghasilkan TC yang tetap berada dalam kantong satelit pertama dan PPP yang telah berada pada kantong satelit kedua.

Tulis volume dan jenis komponen darah pada label/ identitas kantong darah.

c. Komponen trombosit yang telah dibuat siap untuk ditransfusikan, bila penggunaan tertunda maka TC dapat disimpan dalam agitator pada suhu 2020C dengan lama penyimpanan maksimum lima hari.

C. Pasca Analitik Komponen trombosit yang layak digunakan adalah berwarna kuning muda dan jernih. DAFTAR PUSTAKA 1. Bain JB, Lewis MS, Bates I. Basic Haematological Techniques. In: Dacie and Lewis Practical Haematology. 10th ed. Churchill Livingstone. Philadelphia. 2009. p.51. 2. Depkes RI. Perbagai Komponen dan Fungsi Darah. Dalam: Serologi Golongan Darah. Modul 3. Jakarta.2003. Hal: 3. 3. Bakta M. Hemostatis. Dalam: Hematologi Klinik Ringkas. Cetakan I. EGC. Jakarta. 2007. Hal: 234. 4. Depkes RI. Pengolahan Darah. Dalam: Teknologi Transfusi Darah. Materi Inti 7 Pelatihan Crash Program Petugas Teknis Transfusi Darah. Jakarta.2009. Hal:27-8,468. 5. Data UPTD Transfusi Darah Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Makassar. 2010. 6. Larry W. Transfusi darah. Dalam: Buku Saku Hematologi. Edisi 3. EGC. Jakarta. 2001. Hal: 165-6. 7. Sudiono K,dkk. Hitung Sel Darah. Dalam: Penuntun Patologi Klinik. Cetakan Ketiga. Bagian Patologi Klinik FK-UKRIDA. Biro Publikasi FK-UKRIDA. Jakarta. 2009. Hal: 59-60. 8. Cahyono S. Pelayanan Transfusi yang Aman. Dalam: Membangun Budaya Keselamatan Pasien dalam Praktik Kedokteran. Cetakan ke-5. Kanisius. Yogyakarta. 2008. Hal:355-6.

Tutorial Hematologi Tutorial Hematologi

PENGOLAHAN KOMPONEN TROMBOSIT DARAH TRANSFUSI DENGAN METODE SENTRIFUGASI

OLEH: VIVIYANTI ZN C21020803

MENGETAHUI: PEMBIMBING I PEMBIMBING II

dr. Darwati Muhadi, SpPK(K)

Prof. dr. Mansyur Arif, PhD., SpPK(K)

BAGIAN PATOLOGI KLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNHAS BLU-RSUP Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR 2011