Anda di halaman 1dari 4

Tesis (S2 IKM):

Hubungan Antara Sarapan Dan Jajan Dengan Kemapuan Konsentrasi Pada Remaja Sma Di Kota Palangka Raya
Penulis: CallNumber: Impresum: Kolasi: No. Induk: Muchtar Sp, Mohamad (07/260917/PKU/09218) RT 613.2 Muc h 2009 YOGYAKARTA: GIZI KESEHATAN IKM FK UGM, 2009 xiii, 64 hlm. il. 29 cm. 2009/807/KI Dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH, Ph.D / DR. Indria Laksmi Gamayanti, MSi, Pembimbing1/2: Psi Penguji: Prof. Dr. M. Hakimi, SpOG, Ph.D Keyword: Nutrition, Konsentrasi Latar belakang: masa remaja merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui sebelum seseorang menjadi dewasa. di indonesia menurut biro pusat statistik (1999) kelompok umur 10 19 tahun sekitar 22% dari total populasi. remaja di sekolah menengah sering tidak sarapan pagi karena berbagai sebab misalnya terburu-buru berangkat ke sekolah. sarapan pagi dapat menyediakan karbohidrat yang siap digunakan untuk meningkatkan kadar gula darah. dengan kadar gula darah yang terjamin normal, maka gairah dan konsentrasi bisa lebih baik sehingga berdampak positif untuk meningkatkan produktivitas. tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan dan jajan dengan kemampuan konsentrasi pada remaja sma di kota palangka raya metode: penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional , dengan jumlah subjek penelitian untuk uji prevalensi tidak sarapan sebanyak 106 siswa yang berdasarkan hasil skrining, tidak anemia sedangkan untuk uji hipotesis beda rerata dua kelompok independent jumlah subyek sebanyak 80 orang terdiri dari 40 orang subyek kelompok sarapan dan 40 orang subyek kelompok tidak sarapan. pengumpulan data diperoleh dari pengukuran berat badan, tinggi badan untuk mengetahui status gizi, metode food recall untuk mengetahui sarapan dan jajan dan asupan energi, karbohidrat, protein dan lemak, tes digit symbol dan digit span untuk mengetahui kemampuan konsentrasi terhadap informasi visual dan audio kemudian data diolah dan dianalisis secara deskriptif analitik menggunakan uji korelasi spearman dan uji ttest. hasil: hasil penelitian menunjukkan terdapat 37,7% - 38,8% remaja di sman 1 pahandut palangka raya yang tidak sarapan. hasil analisa statistik menunjukkan kelompok remaja yang sarapan pagi memiliki kemampuan konsentrasi (dengan metode digit symbol test dan digit span

Abstrak:

test) yang lebih tinggi secara bermakna dibandingkan kelompok remaja yang tidak sarapan(p<0,05). kelompok remaja yang jajan memiliki kemampuan konsentrasi dengan metode digit symbol test yang lebih tinggi secara bermakna dibandingkan kelompok remaja yang tidak jajan (p<0,05). kesimpulan: ada hubungan antara kemampuan konsentrasi remaja.

Skripsi (Gizi Kesehatan):

Hubungan Antara Sarapan Pagi Dengan Fungsi Kognitif Pada Anak Sekolah Dasar Penderita Gaky Di Kecamatan Kismantoro Kabupaten Wonogiri
Penulis: Wiyarni, Nufi (05/187657/KU/11542) CallNumber: RKGz 616.442 Wiy h 2009 Impresum: FAKULTAS KEDOKTERAN UGM Kolasi: xiii, 59 hlm.; 29 cm. No. Induk: 2009/1091/KI Pembimbing1/2: Toto Sudargo, SKM., M.Kes / Agus Wijanarka, SSiT., M.Kes Penguji: A. Fatmy Arif Tsani, SGz., Dietisien Keyword: Iodium, Gaky, Sarapan, Fungsi Kognitif, Anak Sd Latar belakang: gangguan akibat kurang yodium (gaky) merupakan salah satu masalah gizi utama di indonesia dan dapat berdampak terhadap perkembangan mental, perkembangan sosial, dan kecerdasan. sarapan telah digambarkan menjadi makanan yang paling penting dalam sehari yang memberikan kontribusi intake makanan dan energi harian yang dibutuhkan. untuk anak-anak, sarapan berhubungan dengan belajar dan performa sekolah yang lebih baik. gangguan akibat kurang yodium (gaky) dan tidak sarapan pagi dapat menurunkan kemampuan kognitif anak. Abstrak: tujuan penelitian: mengetahui hubungan antara sarapan pagi dengan fungsi kognitif anak yang mengalami gangguan akibat kurang yodium (gaky) metode penelitian: observasional dengan rancangan cross-sectional. sampel adalah 173 siswa sd kelas 3 sampai 5 yang mengalami pembesaran kelenjar tiroid minimal grade 1 yang berusia 8 sampai dengan 13 tahun di daerah endemik gaky, kismantoro, kabupaten wonogiri, jawa tengah. sampel dipilih dengan metode purposive sampling. pengukuran status gaky dengan cara palpasi. pengumpulan data menggunakan kuesioner. pengukuran fungsi kognitif menggunakan test cfit skala 2. data dianalisis secara statistik dengan

menggunakan uji chi-square. hasil : berdasarkan hasil kusioner, 72% sampel biasa sarapan pagi (&#8805;4x/minggu) dan 28% sampel yang tidak biasa sarapan pagi (<4x/minggu). 42,2% sampel mempunyai iq diatas rata-rata (&#8805;90) dan 57,8% sampel mempunyai iq dibawah rata-rata (<90). tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sarapan pagi dengan fungsi kognitif (p>0,05). kesimpulan : tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sarapan pagi dengan fungsi kognitif.

Skripsi (Gizi Kesehatan):

Perbedaan Kemampuan Kognitif Berdasarkan Kebiasaan Sarapan, Status Anemia, Dan Status Gizi Pada Anak Sekolah Dasar
Penulis: Utami, Adisty Nadya (06/192651/KU/11733) CallNumber: RKGz 613.2 Uta p 201 2010 Impresum: FAKULTAS KEDOKTERAN UGM Kolasi: xiv, 86 hlm.; 29 cm. No. Induk: 2010/1008/KI Pembimbing1/2: Toto Sudargo, SKM., M.Kes / Jazilah, DCN., M.Kes Penguji: Siti Helmiyati, DCN., M.Kes Nutrition, Kebiasaan Sarapan, Status Anemia, Status Gizi, Kemampuan Keyword: Kognitif, Anak Sekolah Dasar Latar belakang : anak usia sekolah mengalami peningkatan kebutuhan. hal ini berdampak terhadap perkembangan otak khususnya adalah kemampuan kognitif. seiring dengan pertambahan massa tubuh, terjadi peningkatan kebutuhan zat besi, jika tidak terpenuhi dalam waktu lama maka akan mengakibatkan anemia. sarana untuk memenuhi kebutuhan adalah sarapan, yang memberikan kontribusi terhadap pemenuhan zat gizi. sarapan juga memberikan asupan glukosa sebagai sumber energi utama untuk otak. selain Abstrak: itu, status gizi masa lalu, terkait dengan titik kritis pertumbuhan otak, juga berpengaruh terhadap kemampuan kognitif. tujuan : mengetahui perbedaan kebiasaan sarapan, kadar hemoglobin dan status gizi (z-skor) berdasarkan kemampuan kognitif. desain : jenis penelitian observasional dengan rancangan case control berdasarkan hasil pengujian kemampuan kognitif dan matching pada jenis kelamin. metode : subjek penelitian adalah siswa kelas 3, 4, 5, dan 6 dengan usia 9-13 tahun pada 2 sekolah dasar di kecamatan imogiri kabupaten bantul. subjek

berjumlah 90 anak yaitu masing-masing 45 anak sebagai kasus dan kontrol. kemampuan kognitif nonverbal diperoleh dengan pengujian menggunakan metode cfit, status anemia berdasarkan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan metode cyanmethemoglobin, dan status gizi menggunakan indikator tb/u. data dianalisis secara statistik dengan metode independent ttest/mann whitney menggunakan program komputer. hasil : hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kebiasaan frekuensi sarapan yang signifikan pada kasus dan kontrol (p<0,05). tidak terdapat perbedaan asupan sarapan yang signifikan pada kasus dan kontrol (p>0,05). tidak terdapat perbedaan kadar hemoglobin yang signifikan pada kasus dan kontrol (p>0,05). tidak terdapat perbedaan z-skor yang signikan pada kasus dan kontrol (p>0,05). kesimpulan : terdapat perbedaan kebiasaan frekuensi sarapan yang signifikan pada kasus dan control. tidak terdapat perbedaan asupan sarapan, kadar hemoglobin, dan z-skor yang signifikan pada kasus dan kontrol.