Anda di halaman 1dari 6

Nama : Hasnan Fiqri NIM : 1102375 Tugas ke : IV Merangkum beberapa Makalah, Artikel, dan Jurnal Topik Resume : Kajian

n Dampak Lingkungan Penambangan Pasir pada Daerah Pesisir Pantai di Kabupaten Kaur (makalah) Penulis : Uxtie mezulianti Kabupaten kaur merupakan kabupaten yang wilayahnya sebagian besar terletak di pesisir pantai Samudera Hindia. Oleh karena itu, Kabupaten Kaur memiliki sumber daya alam berupa pasir pantai yang sangat melimpah. Akan tetapi, masyarakat Kaur cenderung mengeksploitasi pasir pantai tersebut secara berlebihan dan cenderung mengabaikan aspek-aspek lingkungan hidup. Permasalahan yang ditemukan ialah dampak lingkungan kegiatan penambangan pasir baik fisik maupun sosial ekonomi di Kabupaten Kaur. Kegiatan penambangan pasir di Kabupaten Kaur menimbulkan dampak terhadap fisik lingkungan maupun sosial ekonomi masyarakat. Dampak positif dari aspek sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat Kabupaten kaur yaitu adanya peningkatan pendapatan dari pengangguran menjadi tenaga kerja di penambangan pasir. Namun, seiring memberi dampak positif juga memberi dampak negatif terhadap fisik lingkungan yaitu adanya abrasi pantai yang berpotensi terjadinya gelombang pasang dan tsunami. Dengan demikian, perlu menganalisis tingkat abrasi pantai di lokasi penambangan pasir, menganalisis dampak lingkungan dan sosial ekonomi kegiatan penambangan pasir. Dampak Penambangan Batubara pada Lingkungan ( artikel dari penyuluhan ) Kegiatan sumberdaya pertambangan yang batubara merupakan dapat kegiatan dan eksploitasi umumnya alam tidak diperbaharui : Dampak Kegiatan Pertambangan terhadap Lingkungan

membutuhkan investasi yang besar terutama untuk membangun fasilitas

infrastruktur. Namun, kegitan penambangan batubara yang tidak berazaskan lingkungan akan berdampak pada kondisi lingkungan. Sebagai contoh adalah kegiatan pertambangan batubara di pulau Kalimantan yang bisa dibilang telah mencapai tahap yang kronis. Kegiatan penambangan batubara menyisahkan dampak terhadap lingkungan berupa pencemaran air, udara, dan tanah. Selain berdampak pada lingkungan, penambangan tersebut juga berakibat pada manusia khususnya terkait kesehatan. Limbah hasil cucian batubara tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Jika airnya dikonsumsi ,dapat menyebabkan penyakit kulit pada manusia seperti kanker kulit karena Limbah tersebut mengandung belerang ( S), Merkuri (Hg), Asam Sianida (HCN), Mangan (Mn), Asam sulfat (H2SO4), di samping itu debu batubara menyebabkan polusi udara di sepanjang jalan yang dijadikan aktivitas pengangkutan batubara. Hal ini menimbulkan merebaknya penyakit infeksi saluran pernafasan, yang dapat memberi efek jangka panjang berupa kanker paruparu, darah atau lambung. Intinya, penambangan batubara akan menyisakan lubang-lubang besar bekas kegiatan pertambangan dan juga akan menimbulkan dampak-dampak yang lainnya. Hal tersebut setidaknya dapat diminimalisir dan dikurangi dampaknya apabila kita melakukan tindakan perbaikan dan juga memanfaatkan SDA secara bijaksana. Dampak Kerusakan Lingkungan Pertambangan Newmont Merupakan Cermin Bisnis yang Tidak Beretika ( makalah ) Penulis : Musda Perusahaan tambang emas Newmont Minahasa Raya (NMR) adalah perusahaan PMA (Penanam Modal Asing) yakni anak perusahaan Newmont Gold Company, USA. Seperti pada tulisan-tulisan sebelumnya, permasalahan yang dibahas tidak luput dari masalah lingkungan. Selama beroperasi di Indonesia, tepatnya di Desa Ratotok, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi

Utara, PT. NMR telah menimbulkan beberapa masalah kerusakan lingkungan, yakni pencemaran teluk buyat dengan pembuangan limbah tailing ke dasar perairan Buyat. Tidak hanya itu, selama beroperasi, selain melakukan pencemaran lingkungan PT. NMR juga telah melakukan eksploitasi alam sehingga menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan ekosistem, yang pada akhirnya menyebabkan kerugian pada masyarakat sekitar. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh PT. NMR, maka pihak Pemerintah harus mengkaji ulang, serta merevisi peraturan-peraturan yang sudah tidak sesuai lagi mengenai pertambangan umum dan lainnya. Etika juga harus ditransformasikan kedalam produk hukum, sehingga tidak hanya dijadikan sebagai wacana dalam penyelesaian kasus-kasus seperti PT. NMR ini, melainkan dapat dijadikan sebagai payung hukum yang kuat dan diharapkan permasalahan seperti ini tidak akan terjadi lagi. Analisis Lingkungan Tambang Emas Rakyat Poboya ( makalah ) Penulis : M. Armand Zurhaar Poboya adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. Saat ini, Poboya telah menjadi areal aktifitas pertambangan emas yang tak terkendali. Sumber pencemar pada pertambangan poboya ini adalah merkuri (Hg). Merkuri digunakan sebagai bahan kimia pembantu pada proses pengolahan (amalgamasi) yang sesuai dengan sifatnya berfungsi untuk mengikat butiran-butiran emas agar mudah dalam pemisahan dengan partikel-partikel lain dalam tanah. Akibat dari merkuri tersebut, timbul beberapa masalah ekologis seperti pencemaran sungai, tanah, bahkan sumber air bersih PDAM tercemar oleh zat tersebut. Tidak hanya itu, beberapa hewan ternak warga juga mati karena meminum air limbah penambangan emas. Terkait permasalahan ekologis yang ditimbulkan, perlu dilakukan upaya untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Beberapa solusi yang bisa dilakukan diantaranya; menerapkan sistem pertambangan yang lebih ramah lingkungan,

menerapkan sistem pengolahan limbah, bioremedasi pada lingkungan-lingkungan yang tercemar, dan yang terpenting adalah menanamkan kesadaran terhadap warga Poboya akan pentingnya menjaga lingkungan hidup ndari kerusakan. Limbah Tambang Emas Cemari Lingkungan ( Jurnal, tanggal 5 September 2012) Berdasarkan judul jurnal di atas, masalah yang terkait ialah tentang limbah hasil buangan penambangan emas yang nantinya berdampak pada kondisi ekologis lingkungan. Pada jurnal yang dimuat, diberitakan bahwa ribuan warga Tapanauli Selatan memprotes rencana PT G. Resources yang membuang limbahnya ke aliran sungai karena dikhawtirkan akan mencemari tempat tinggal warga. Menurut warga, dari analisis yang dilakukan, dampak pembuangan limbah perusahaan tambang emas itu, dianggap dapat merusak dan mencemari air sungai yang masih cukup jernih dan sering dipergunakan warga untuk air minum, mandi, mencuci, dan keperluan sehari-hari. Jika limbah dibuang ke aliran sungai Batang Toru, akan merubah kualitas air, menyebabkan matinya hewan yang ada disepanjang aliran sungai, sedimen juga terganggu, dan vegetasi akibat penggunaan merkuri dalam mengekstraksi emas turut menjadi dampak rusaknya air sungai, atau terjadinya pencemaran pada ekosistem sungai. Dengan alasan tersebut, warga memprotes dan membuang limbah ke aliran sungai. Perusahaan tambang Emas PT G. Resource yang rencananya akan membuang limbah ke sungai, terlebih dahulu pihaknya akan memanggil Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi, untuk melakukan penyidikan bahaya dari pembuangan limbah tersebut ke sungai yang biasa digunakan masyakarat beraktivitas. bertindak tegas apabila perusahaan tetap

Kesimpulan dari makalah, artikel, dan judul yang dimuat : Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Pencemaran lingkungan adalah suatu keadaan yang terjadi karena perubahan kondisi tata lingkungan (tanah, udara dan air) yang tidak menguntungkan (merusak dan merugikan kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan) yang disebabkan oleh kehadiran benda-benda asing (seperti sampah, limbah industri, minyak, logam berbahaya, dsb.) sebagai akibat perbuatan manusia, sehingga mengakibatkan lingkungan tersebut tidak berfungsi seperti semula (Susilo, 2003). Kelima tulisan tersebut pada hakikatnya membahas topik yang sama yakni, mengenai dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan. Pada tulisan pertama, membahas kerusakan lingkungan akibat penambangan pasir yang menyebabkan terjadinya abrasi pantai. Sama halnya dengan artikel Dampak Penambangan Batubara terhadap Lingkungan, juga membahas permasalahan ekologis terkait limbah buangan air cucian batubara sedangkan perusahaan penghasil emas seperti Newmont fokus permasalahannya adalah limbah hasi buangan dibuang ke dasar perairan Buyat. Sementara itu, makalah Analisa Lingkungan Tambang Emas Poboya membahas sumber pencemar yang merusak ekologis yaitu, merkuri yang digunakan untuk mengekstraksi bijih emas. Begitu juga dengan jurnal tentang limbah hasil tambang emas di PT. G Resources juga membahas limbah hasil tambang emas yang merusak kondisi lingkungan sungai. Oleh karena itu, sebagai generasi yang nantinya akan berkecimpung di dunia pertambangan diharapkan kita bisa lebih peka terhadap lingkungan. Selain itu, dalam melakukan kegiatan pertambangan harus menerapkan etika dalam memanfaatkan sumberdaya alam dengan berwawasan lingkungan, agar kelestarian lingkungan hidup tetap terjaga.

Sumber referensi : Agus, F. 2004. Pengelolaan DTA Danau dan Dampak Hidrologisnya. Balai Penelitian Tanah. Bogor. http://www.litbang.deptan.go.id/artikel/one/56/pdf [ 13 Maret 2012] Armand. 2010. Analisis Lingkungan Tambang Rakyat Poboya. Makalah. http://www.kakarmand.blogspot.com/2011/03/makalah-mata-kuliah-ilmu lingkungan.html?m=1.[ 14 Maret 2013 ] Haryanto, Tri. 2008. Pencemaran Lingkungan. Klaten: Penerbit Cempaka Putih