Anda di halaman 1dari 3

Peranan Media Jejaring Sosial bagi Organisasi Mahasiswa

Sebagai mahasiswa, mengikuti kegiatan akademis perkuliahan merupakan hal wajib, namun aktif di organisasi internal maupun eksternal kampus adalah sebuah pilihan. Masih banyak mahasiswa yang menganggap kegiatan organisasi hanya akan mengganggu perkuliahan sehingga mereka enggan mengikuti organisasi di kampus atau yang sering disebut Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Padahal dalam kenyataannya, bergabung dalam satu atau lebih organisasi memberikan pengetahuan, pengalaman, serta pertemanan yang dapat memperluas wawasan sebagai mahasiswa dan tidak jarang organisasilah yang mendorong kita untuk berprestasi, baik secara akademis maupun non akademis. Tak hanya itu, organisasi akan meningkatkan kemampuan kita untuk bekerja sama dengan orang lain dan mengasah soft skill kita yang hanya sedikit kita pelajari di dalam kelas. Perkembangan ICT seperti sekarang sedikit banyak mempengaruhi hampir semua organisasi, termasuk organisasi mahasiswa (Ormawa). Meningkatnya kebutuhan akan informasi ditunjang oleh beberapa media yang tersedia dan dapat diakses oleh siapapun selama tersambung dengan Internet. Kemunculan Facebook (FB) dan Twitter sebagai media jejaring sosial pun disadari penuh oleh kawula muda, khususnya mahasiswa untuk kemudian dimanfaatkan sebagai media untuk saling bertukar informasi tentang apapun, termasuk yang berkaitan dengan kegiatan organisasinya. Kemudahan, kecepatan, dan efektivitas penyebaran informasi melalui media ini menjadi alasan utama mengapa hampir seluruh organisasi mahasiswa di kampus saya, Institut Manajemen Telkom memilih jejaring sosial sebagai media penyebaran informasi. Lalu apa saja peranan jejaring sosial bagi organisasi? Berikut adalah beberapa peranan komunikasi melalui media jejaring sosial yang saya rasakan selama menjadi anggota organisasi mahasiswa di kampus IM Telkom : Efektivitas Penyampaian Informasi Sifatnya yang worldwide menjadi keunggulan media jejaring sosial dalam penyebaran informasi. Dengan posting di akun FB atau Twitter, seluruh anggota organisasi yang memiliki akun serupa akan dapat mengakses informasi tersebut. Misalkan posting informasi rapat rutin, agenda pertemuan,

maupun kegiatan non rutin seperti jalan-jalanbareng. Ormawa di kampus umumnya memiliki group FB dan akun Official Twitter yang dikelola oleh pengurus organisasi. Namun yang perlu ditekankan adalah efektivitas penyampaian informasi melalui media jejaring sosial hanya akan terasa pada anggota organisasi yang rutin melakukan akses ke akun tersebut. Media Diskusi Group FB bisa menjadi wadah untuk melakukan diskusi antarpengurus organisasi. Perlu diketahui, sifat group di FB bisa disetting untuk bersifat Open maupun Close. Umumnya group bersifat close digunakan bagi pengurus sebagai media untuk berdiskusi mengenai kegiatan maupun evaluasi terkait organisasi mereka. Dengan media diskusi virtual seperti ini maka akan tercipta efisiensi waktu. Pengurus tidak perlu melakukan tatap muka jika terjadi hal-hal yang sifatnya urgent atau mendadak yang mengharuskan mereka melakukan rapat. Mereka dapat membahas hal tersebut hanya dengan akses ke group dan diskusi pun bisa terlaksana. Sarana Interaksi Antaranggota Organisasi Tak dapat dipungkiri, keberadaan FB dan Twitter dapat membuat anggota organisasi saling mengenal satu sama lain. Apalagi jika mereka berbeda jurusan atau lokasi kampus. Dengan join di group FB atau follow official Twitter organisasi yang bersangkutan, maka anggota organisasi dapat mengetahui siapa-siapa saja anggota lain melalui member di group FB maupun follower Twitter. Interaksi melalui media jejaring sosial memungkinkan mereka untuk saling mengenal dan akrab walaupun jarang bertatap muka karena terpisah jarak. Media Penyebaran Informasi Antarormawa Sebuah organisasi tidak akan memiliki value lebih jika ia berhasil menciptakan interaksi internal organisasinya namun tidak pernah berinterkasi dengan eksternal, seperti dengan ormawa lain di kampus yang sama maupun kampus lain. Jika melihat perkembangan yang ada belakangan ini, akun Twitter lebih banyak dipilih untuk peranan yang satu ini. Tidak heran jika suatu hari kita cek follower di official Twitter ormawa yang kita ikuti dan kita menemukan official Twitter ormawa lain, bahkan dari kampus yang berbeda. Hal ini menandakan bahwa setiap ormawa mulai menyadari pentingnya kolaborasi antarormawa untuk bertukar informasi satu sama lain. Pendekatan Personal kepada Anggota Baru

Bagi organisasi, regenerasi adalah hal penting. Setiap ada mahasiswa baru di kampus, setiap itu pula ormawa berkesempatan untuk mendapatkan anggota. Umumnya anggota baru masih enggan untuk bertanya secara langsung kepada seniornya, entah karena alasan segan atau merasa belum akrab. Solusi dari hal tersebut tersedia dengan adanya media jejaring sosial. Misalnya, melalui akun Twitter ormawa dapat menjawab pertanyaanpertanyaan anggota baru terkait organisasi maupun hal akademis. Para senior pun dapat berinteraksi dengan juniornya sehingga perlahan akan tercipta emotional bounding di antara mereka yang berdampak positif bagi kelangsungan ormawa.

Beri Nilai