Anda di halaman 1dari 14

Profesi seorang bidan adalah pekerjaan yang menyangkut kesehatan dan nyawa manusia.

Sehingga dalam penampilannya, komunikasi dan rasa percaya diri juga adalah faktor penting yang

harus dimilki oleh seorang bidan, hal ini terutama saat


bidan harus menangani kasus darurat dengan kondisi yang kritis, seorang bidan harus yakin dengan

kemampuan

dirinya,

juga

membuat

orang

dihadapannya yakin dengan kemampuannya juga.

Sangat jelas pekerjaan sebagai bidan membutuhkan teknik asuhan yang tepat, tanggung jawab agar seluruh pekerjaannya dapat memperoleh hasil yang maksimal, tanggung jawab kepada Tuhan, klien dan masyarakat juga terhadap rekan seprofesinya dan tanggung gugat adalah seorang bidan dapat menjawab gugatan dari pasiennya yang berhubungan dengan profesinya, dan menjelaskan pada pasien apa saja kegiatan dan tindakan yang dilakukan seorang bidan.

Sebagai tenaga professional, bidan memikul tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya seorang bidan harus dapat mempertahankan tanggung jawabnya bila terjadi gugatan terhadap tindakan yang dilakukannya. Tanggung jawab bidan meliputi : 1). Tanggung Jawab Terhadap Peraturan Perundang-undangan. 2).Jawab Terhadap Pengembangan Kompetensi

3).

Tanggung Jawab Terhadap Penyimpanan Pendokumentasian 4). Tanggung Jawab Terhadap Klien dan Keluarganya 5). Tanggung Jawab Terhadap Profesi 6). Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat 7). Tanggung jawab bidan terhadap Pemerintah 8). Tanggung jawab bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan yang lainnya

Istilah tanggung gugat seringkali dipadankan dengan istilah bahasa Inggris accountable atau accountability. Accountable, menurut Blacks Law Dictionary, Seventh Edition, 1999, berarti responsible, answerable. Sedangkan arti kata accountable menurut The contemporary English-Indonesia Dictionary, adalah bertanggung jawab.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti keradaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan lain sebagainya). Di bidang pelayanan kesehatan, persoalan tanggung gugat terjadi sebagai akibat adanya hubungan hukum antara tenaga medis ( dokter, bidan) dengan pengguna jasa ( pasien) yang diatur dalam perjanjian.

The United Kingdom Central Council for nursing, midwifery and health visiting (UKCC), dalam sebuah praktik kebidanan, menyatakan: Setiap bidan yang melaksanakan praktik kebidanan bertanggung gugat terhadap praktiknya dalam lingkungan praktik apapun. (UKCC, 1994)

Macam-macam jenis tanggung gugat 1. Contractual liability Tanggung gugat jenis ini muncul karena adanya ingkar janji, yaitu tidak dilaksanakannya sesuatu kewajiban (prestasi) atau tidak dipenuhinya sesuatu hak pihak lain sebagai akibat adanya hubungan kontraktual. Dalam kaitannya dengan hubungan terapetik, kewajiban atau prestasi yang harus dilaksanakan oleh health care provider adalah berupa upaya (effort), bukan hasil (result). Karena itu dokter atau bidan hanya bertanggunggugat atas upaya medik yang tidak memenuhi standar, atau dengan kata lain, upaya medik yang dapat dikatagorikan sebagai civil malpractice.

2. Liability in tort Tanggung gugat jenis ini merupakan tanggung gugat yang tidak didasarkan atas adanya contractual obligation, tetapi atas perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad). Pengertian melawan hukum tidak hanya terbatas pada perbuatan yang berlawanan dengan hukum, kewajiban hukum diri sendiri atau kewajiban hukum orang lain saja tetapi juga yang berlawanan dengan kesusilaan yang baik & berlawanan dengan ketelitian yang patut dilakukan dalam pergaulan hidup terhadap orang lain atau benda orang lain (Hogeraad, 31 Januari 1919). Dengan adanya tanggung gugat ini maka RS atau dokter dapat digugat membayar ganti rugi atas terjadinya kesalahan yang termasuk katagori tort (civil wrong against a person or properties); baik yang bersifat intensiona atau negligence. Contoh dari tindakan RS atau dokter yang dapat menimbulkan tanggung gugat antara lain membocorkan rahasia kedokteran, eutanasia atau ceroboh dalam melakukan upaya medik sehingga pasien meninggal dunia atau menderita cacat.

3. Strict Liability Tanggung gugat jenis ini sering disebut tanggung gugat tanpa kesalahan (liability whitout fault) mengingat seseorang harus bertanggung jawab meskipun tidak melakukan kesalahan apa-apa; baik yang bersifat intensional, recklessness ataupun negligence. Dalam kaitannya dengan pelayanan medik maka RS (sebagai employer) dapat bertanggung gugat atas kesalahan yang dibuat oleh tenaga kesehatan yang bekerja dalam kedudukan sebagai sub-ordinate (employee). Lain halnya jika tenaga kesehatan, misalnya dokter, bekerja sebagai mitra (attending physician) sehingga kedudukannya setingkat dengan RS. Sehubungan dengan tanggunggugat hukum bidan dalam bidang hukum perdata, maka ada dua bentuk tanggung gugat pokok, yaitu pertama, tanggunggugat atas kerugian yang disebabkan karena wanprestasi, dan kedua, tanggunggugat atas kerugian yang disebabkan karena perbuatan melawan hukum.

1.

Tanggung jawab bidan menyangkut beberapa point yaitu : Tanggung Jawab Terhadap Peraturan Perundang-undangan. Tanggung Jawab Terhadap Pengembangan Kompetensi. Tanggung Jawab Terhadap Penyimpanan Pendokumentasian Tanggung Jawab Terhadap Klien dan Keluarganya Tanggung Jawab Terhadap Profesi Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat

2.

Tanggung gugat

Definisi seperti

tanggung tanggung

gugat jawab,

menurut dapat dan

kamus biasanya menggunakan kata dipertanggungjawabkan kewajiban.