Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Pada zaman purba pengembangan ilmu ditandai dengan ditemukannya alat-alat yang terbuat dari batu dan tulang. Manusia pada zaman ini telah mengetahui cara bercocok tanam dan beternak meskipun masih secara berpindah-pindah. Pengetahuan yang diperolehnya tersebut merupakan pengalaman dan kemampuannya mengamati alam sekitarnya. Zaman purba sampai dengan Babilonia pengetahuan yang dipunyainya masih berupa mitos sejalan dengan perkembangan zaman kemampuan berfikir manusia lebih maju, disertai penemuan alat bantu yang lebih baik serta mulai menggunakan akal sehat, maka mitos dengan berbagai legendannya mulai ditinggalkan. Pola pikir lebih maju dari mitos adalah penggabungan antara pengamatan, pengalaman dan akal sehat, logika atau rasional yang hidup pada zaman yunani akhirnya masuklah Pada zaman keemasan Islam pengaruh bangsa Arab sangat menonjol. Banyak peninggalan pengetahuan Yunani diterjemahkan serta penemuan tentang kedokteran yang ditulis dalam bentuk buku dan dipakai sebagai acuan dalam dunia pendidikan islam dan Eropa. Zaman ini juga banyak dikembangkan metode Eksperimentasi yang memungkinkan perluasan bidang

kedokteran, farmasi, astronomi, kimia dan biologi. Setelah melalui

tigaproses yang

panjang maka sampailah pada zaman yang dimulai pada abad 15, banyak penemuannya yang mengubah pola pikir sebelumnya , terutama dengan penemuan empiris yang didukung oleh alat bantu yang lebih baik. Pada zaman ini juga menganut metode induksi yang merupakan dasar dari perkembangan metode ilmiah sekarang yang intinya adalah bahwa pengambilan kesimpulan dilakukan berdasarkan data pengamatan atau eksperimentasi yang diperoleh. Inilah yang menjadi tolak ukur acuan pengembangan dan perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman ini. Dari fakta di atas maka dianggap menarik bagi penulis untuk membahas masalah pengembangan dan perkembangan ilmu pengetahuan secara lebih holistic sesuai dengan perkembangan zaman.

1 | Wawasan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang diangkat dalam makalah ini adalah; 1. Bagaimanakah bentuk ruang lingkup perkembangan ilmu pengetahuan itu? 2. Bagaimanakah bentuk-bentuk pengembangan ilmu pengetahuan di dunia? 3. Bagaimana strategi ilmu pengembangan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sekarang ini? C. Tujuan Pembahasan Berangkat dari rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan makah ini adalah untuk memberikan jawaban atas rumusan masalah tersebut, yaitu; 1. Untuk mengetahui bentuk ruang lingkup perkembangan ilmu pentetahuan. 2. Untuk mengetahui bentuk-bentuk pengembangan ilmu pengetahuan di dunia. 3. Untuk mengetahui strategi ilmu pengetahuan dalam kehidupan sekarang ini. D. Manfaat Pembahasan Makalah ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut; 1. Memberikan wawasan akan pentingnya pengembangan dan perkembangan ilmu pengetahuan. 2. Memberikan acuan untuk memanfaatkan pengembangan dan perkembangan ilmu pengetahuan secara efektif. 3. Memberikan pemahaman akan perealisaian pengembangan dan perkembangan ilmu pengetahuan dimasa modernisasi. 4. Memaparkan strategi pengembangan ilmu pengetahuan secara detail dengan menitik beratkan pada perencanaan pengembangan ilmu pengetahuan.

2 | Wawasan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni

BAB II PEMBAHASAN

A. Ruang Lingkup Perkembangan Ilmu Pengetahuan 1. Klasifikasi Ilmu Pengetahuan Sampai mendekati abad pertengahan, perkembangan ilmu pengetahuan belum begitu luas dan dalam, sehingga seseorang yang mempunyai cara berfikir tajam dan kritis akan sangat mungkin dapat menguasai beberapa bidang ilmu sekaligus. Akan tetapi setelah abad pertengahan, perkembangan ilmu relative lebih pesat dan mendalam sehingga tidak mungkin lagi seseorang menguasai berbagai bidang ilmu secara mendalam, oleh karena itu diperlukan adanya klasifikasi bidang ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan membahas sasaran-sasarannya dengan meninjau dari berbagai sudut pandang atau aspek tinjauan yang disebut obyek forma. Obyek forma inilah yang membedakan antara satu jenis ilmu pengetahuan dengan jenis ilmu pengetahuan yang lainnya. Timbulnya berbagai macam ilmu pengetahuan yang semakin lama semakin banyak adalah disebabkan karena obyek forma yang semakin berkembang yang juga terkadang bersinergi antara satu obyek forma dengan iobyek forma yang lain. Dengan aktifitas dan kreasi akalnya, manusia semakin maju dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Sekarang ini berbagai macam ilmu pengetahuan baru bermunculan seiring dengan bertambah banyaknya kebutuhan manusia dalam kehidupannya. Pertumbuhan ilmu pengetahuan ini dimungkinkan oleh sifat komulatifnya dimana dengan sifat itu ilmu dapat disusun secara konsisten dan sistematis diatas dasar-dasar ilmu sebelumnya dan membentuk suatu kerangka ilmu yang utuh dan terintegrasi satu sama lain. Disamping itu ilpmu pengetahuan sebagai produk akal manusia, juga mempunyai cirri lain, yaitu sifatnya yang relative, sehingga tidak mengenal adanya istilah final dalam suatu produk ilmu pengetahuan. Kebenaran ilmu pengetahuan tidak bersifat mutlak atau absolute, sehingga terbuka kesempatan setiap saat bagi siapa saja untuk menyempurnakannnya. Disinilah peranan daya pikir manusia yang harus bekerja
3 | Wawasan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni

secara terus menerus untuk mengembangkan dan menghasilkan pengetahuan baru buat memenuhi kepentingan dan kebutuhan hajat hidup manusia di dunia yang kian berkembangdengan ;pesat. Berdasarlan beberapa argumentasi, ilmu pengetahuan atau sains dalam arti luas diklasifikasikan atas: a. Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Science) Ilmu pengetahuan social banyak membahas hubungan antara manusia sebagai mahluk social, kualifikasi ilmu ini sekarang gtelah memiliki cabang-cabang ilmu antara lain; 1) Sosiologi 2) Ekonomi 3) Sejarah 4) Etnologi 5) Antropologi 6) Pendidikan 7) Psikologi 8) Dan lain-lain b. Ilmu Pengetahuan Alam (Natural Science) Ilmu pengetahuan alam banyak membahas tentang alam semesta yang sangat komleks beserta isinya dan selanjutnya terbagi atas cabang ilmu sebagai berikut; 1) Fisika (Physics) 2) Kimia (Chemistry) 3) Biologi (Biological Science) c. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (Earth Science and Space) Ilmu pengetahuan yang membahas tentang bumi, planet lain dan ruang angkasa dalam tata surya. Cabang ilmu yang masuk kelompok ini adalah; 1) Geologi Cabang ilmu yang mempelajari tentang stuktur bumi. 2) Astronomi

4 | Wawasan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni

ilmu pengetahuan yang membahas tentang benda-benda ruang angkas dan semua aspek yang berkaitan dengan alam semesta. 3) Geografi ilmu pengetahuan yang mempelajari tetang uka bumi dan produk ekonomi sehubungan dengan mahluk hidup terutma manusia 2. Fokus Pembentukan Multidisiplin Ilmu a. Pemfokusan Ilmu Perkembangan ilmu terus menerus dan begitu cepatnya terutama mulai abad 20, menyebankan klasifikasi ilmu berkembang kea rah disiplin ilmu yang lebih spesifik. Selanjutnya bagian disiplin ilmu tersebut berkembang enjadi spesialisasi tertentu, sebagai contogh adalah dalam bagian disiplin ilmu kimia organiok, maka terdapat antara lain focus keareah organic sintetis dan kimia organic bahan alam. Berdasarkan focus ilmu tersebut menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan berkembang dengan pesatnya, sehingga tidak memungkinkan lagi seorang dapat menguasai beberapa atau bahkan satu bidang ilmu tertentu. Untuk dapat menguasai bidang ilmunya dengan baik, maka seseorang akan lebih memfokuskan atau menspesialisasikan dirinya dalam satu focus disiplin ilmu tertentu. b. Multidisiplin dan Interdisiplin Ilmu Arah perkembanagn ilmu sekarang ini dalam aspek lain bukan hanya kearah pemfokusan disiplin ilmu tertentu, akan tetapi banyak ilmu baru yang tidak bisadibahas berdasarkan satu disiplin ilmu saja. Ilmu semacam ini akan membentuk model lain yaitu gabungan beberapa disiplin ilmu menjadi interdisiplin ilmu atau multidisipklin ilmu. Multidisiplin ilmu meru[akan ilmu pengetahan yang cakupan pembahasannya menggunakan lebih dari satu kelompok disiplin ilmu, misalnya kelompok IPA, IPS, dan IPBA. Interdisiplin ilmu merupakan ilmu pengetahuan yang mencakup[ pembahasan menggunakan satu kelompok disiplin ilmu saja. Sebagai contoh adalah ilmu
5 | Wawasan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni

komputer dikembangkan dari disiplin ilmu IPA paling tidak mencakup ilmu bahan untuk membuat prosessor, semi konduktor, elektronika (kimia, fisika), pemrograman (matematika) dan sebagainya. Perkembangan interdisiplin ilmu cukup banyak dan berkembang dengan sangat pesat, sebagai contoh adalah bioteknologi, teknologi informasi dan ilmu material. Perkembangan tersebut sangat mempengaruhi pola pandang dan kehidupan sosial manusia saat ini. Oleh karenanya suatu ilmu yang dikembangkan berdasarkan interdisiplin ilmu tetapi karena dampak socialnya juga perlu dipertimbangkan sehingga pembahasannya berubah menjadi multidisiplin ilmu. Sebagai contoh perlunya etika penelitian bioteknologi terutama yang menyangkut manusia (cloning), dampak teknologi informasi (internet, multimedia) terhadap perkembangan anak serta dampak material baru (plastik, karet sintetis, pestisida dan lain-lain) terhadap lingkungan.

B. Pengembangan Ilmu Pengetahuan Dalam abad 20 terakhir ini pengembangan ilmu pengetahuan mencatat loncatanloncatan yang penting dalam ilmu pengetahuan. Berkali-kali telah terjadi revolusi dalam ilmu pengetahuan dengan akibat yang besar dan tak terduga. Pengembangan ilmu biologi sebelum abad ke 20 bersifat deskriptif, sekarang orientasinya juga berkembang kearah analisis. Pengembangan bidang ilmu pengetahuan sosial misalnya ilmu komunikasi sangat luar biasa akselarasinya. Tidak semua bidang atau cabang ilmu pengetahuan maju dan berkembang sama pesatnya pada setiap kurun dan tampat. Beberapa bidang tampak melaju dengan sangat menonjol dan oleh karena itu berpengaruh besar terhadap manusia dan kehidupanya.

6 | Wawasan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni

Berikut adalah cabang pembagian ilmu pengetahuan; 1. Ilmu-ilmu nuklir (Nuclear science) Perkembangan ilmu nuklir dapat dilaksifikasikan sebagai berikut, Fisika dan kimia nuklir telah sanggup menghasilkan buah yang tidak diduga sama sekali. Fisi dan fusi atom melepaskan enaga yang luar biasa, yang terutama berkembang kearah pembuatan secara besar-besaran senjata nuklir 2. Ilmu-ilmu kimia (Chemistry science) Bidang kimia tidak kalah pesatnya dimana para ilmuan kimia telah berhasil membuat sejumlah besar persenyawaan baru yang sebelumnya belun pernah terdapat di alam dan senyawa itu memiliki manfaat yang begitu besar bagi kehidupan manusia. 3. Bioterknologi (Biotechnology) a) Biologi mengembangkan teknologi reproduksi yang baru dan rakayasa genetika pada mahluk hidup. b) Bidang bioteknologi dapat digunakan untuk memproduksi senjat biologis, erutama kuman, virus, toksin. Oleh para ahli, senjata-sanjata ini dianggap manusiawi bersama senjat kimia karena sifatnya temporerdan tidak global, namun jika dilihat dari sudut pandang lain sebenarnya justru sebaliknya karena senjata tersebut mengorbankan manusia atau hewan dan lainya tanpa kecuali. 4. Mikroeloktronik (Microelectronic) a) Mikroeloktronika sangat membantu dalam informatika dan komunikasi sejak dari poduksi, pengolahan, penyimpanan, dan penyebaran informasi sampai

kepenerimanya. b) Mikroeloktronika merupakan sambungan indera dan otak, tidak hanya sambungan tangan dan otot bahkan ia dapat mengganti tenaga manual menjadi sistim eksper

7 | Wawasan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni

5. Ilmu-ilmu antariksa (Space science) a) Perkembangan ilmu antariksa juga mengalami kemajuan yang luar biasa pada abas 20 ini, terutama setelah ditemukanya komputer, satelit pesawat ulang-alik. b) Diantara perkembangan tersebut adalah Rusia telah sukses membuat laborotorium luar angkasa MIR pada akhi abad ke 20 dan sesudah itu abad milinium sekarang ini stasiun itu di ganti dengan yang baru yaitu ISS (Internasional Space Station), milik beberapa negara adikuasa seperti Rusia, Amerika, dan beberapa negara Eropa. C. Strategi Pengembangan Ilmu Pengetahuan Ilmu adalah pengetahuan yang rasional dan didukung dengan bukti yang empiris dan memiliki dua bentuk yang menjadi cirri khasnya yaitu paradigm dan metode.Dalam hal paradigma dan metode ini ilmu selalu berorientasi pada logika dan berkaitan dengan cara berpikir ilmiah.Berpikir ilmiah selalu berhubungan dengan teknik,urutan/alur ilmiah, metode, pendekatan, dan lain-lain yang berkaitan dengan menarik simpulan deduktif dan induktif. Tidak dapat disangkal lagi bahwa ilmu pengetahuan selalu berkembang secara progresif dan cepat. Perkembangan suatu disiplin ilmu ternyata melibatkan disiplin ilmu yang lain. Hal ini menandakan bahwa antardisiplin ilmu adanya saling kait dan saling memerlukan. Hal ini dapat kita lihat dari contoh kecil yang ada di sekitar kita; suatu hasil penemuan bidang teknologi seperti penemuan computer semakin lama semakin berkembang dan dalam hal pemasaran hasil teknologi ini perlu disiplin ilmu yang lain seperti ilmu ekonomi, dan juga pada saat pemasaran juga kita perlu mengetahui social budaya masyarakat target pemasaran.Hal ini membuktikan bahwa suatu disiplin ilmu tidak dapat berdiri sendiri.Selaras dengan itu, Koento Wibisono (1984) mengatakan adalah bahwa ilmu yang satu sangat erat hubungannya dengan cabang ilmu yang lain serta semakin kaburnya garis batas antar ilmu dasar-murni atau teoritis dengan ilmu terapan atau praktis. Dan perlu kita ketahui bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu tidak terlepas dari pengaruh-pengaruh pemikiran filsafat barat sehingga kadangkala hasil sebuah pengembangan teori atau produk dari aplikasi teori ilmu pengetahuan belum dapat di terima oleh semua kalangan. Dari ketiga paragraf di atas, kita dapat menarik 3 bagian berbeda yang berperan, yaitu penemu, pengembang ilmu, innovator yang istilah-istilah tersebut bermuara pada kata
8 | Wawasan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni

pemikir, yang kedua adalah produsen dari hasil penemuan para innovator; dan yang ketiga adalah penikmat hasil temuan, pengguna, atau konsumen. Ketiga bagian tersebut sama-sama berkaitan dalam hal pemanfaatan ilmu pengetahuan .

Oleh karena ada tiga bagian yang berbeda, ditambah dengan latar belakang para pengembangan ilmu pengetahuan , produsen, dan pengguna hasil temuan yang berbeda, memunculkan adanya kenyataan bahwa sebuah pekembangan ilmu pengetahuan belum tentu dapat di terima oleh semua kalangan. Padahal menurut Wahyu,dalam makalahnya dikatakan bahwa ilmu mempunyai beberapa kegunaan yaitu; 1. sebagai alat eksplanasi, yaitu ilmu digunakan untuk menjelaskan gejala-gejala. 2. sebagai alat peramal, yaitu ilmu dapat digunakan sebagai alat untuk meramal penyebab terjadinya gejala-gejala tersebut,

3. sebagai alat control, yaitu ilmu dapat digunakan sebagai pencegah terjadinya gejalagejala yang tidak di harapkan atau gejala yang memang diharapkan . Dari uraian di atas, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu memikirkan strategi yang tepat agar hasil perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut dapat diterima dan bermanfaat bagi semua pihak.Inilah permasalahan yang akan dibahas oleh penulis. Bagaimana strategi yang tepat untuk pengembangan ilmu pengetahuan ?

Strategi pengembangan ilmu menurut Koento Wibisono (1982:13) dikelompokkan menjadi 3 macam pendapat: Pertama, pendapat yang menyatakan bahwa ilmu berkembang dalam otonomi dan tertutup, dalam arti pengaruh konteks dibatasi atau bahkan disingkirkan.Sciense for sake of science onlymerupakan semboyan yang didengungkan. Kedua, pendapat yang menyatakan bahwa ilmu lebur dalam konteks, tidak hanya memberikan refleksi, bahkan juga memberi justifikasi. Dengan memasuki kawasan untuk menjadikan dirinya sebagai ideology.
9 | Wawasan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni

ini ilmu cenderung

Ketiga, pendapat yang menyatakan bahwa ilmu dan konteks saling meresapi dan saling memberi pengaruh untuk menjaga agar dirinya besrta temuan-temuannya tidak terjebak dalam kemiskinan relevansi dan aktualitasnya. Science sake of human progress adalah pendiriannya. Dari ketiga strategi di atas, semua tepat apabila disesuaikan dengan kondisi dan situasi di mana ilmu pengetahuan itu berada. Artinya, strategi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat dilepaskan dari garis politik pembangunan suatu daerah. Hal tersebut dapat dijabar bahwa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kita harus mempertimbangkan dua hal yaitu visi dan falsafah/ideologi daerah tersebut serta visi dan praksis (praktik dalam bidang kehidupan dan kegiatan preaktis manusia). Namun,dari ketiga pendapat ini, pendapat yang ketiga yang mampu membangkitkan gairah keilmuan. Selain itu, ilmu harus berada di ataspusat kekuasaan pemerintah karena ilmu harus mengabdi pada kebaikan, kemajuan, atau kebahagiaan umat manusia. Di tambahkan pula, ilmu di Indonesia tidak bebas nilai, melainkan harus berdasarkan metafisis, epistimologi, dan aksiologi; ilmu harus berdasarkan filsafat; bdan ilmu dalam perkembangannya harus berdimensi religious. Dengan demikian boleh dikatakan, selain ketiga strategi dan bagaimana strategi ilmu harus berkembang di atas, perkembangan ilmu pengetahuan juga harus mempertimbangkan bahkan harus mempunyai tanggung jawab social sehingga perkembvangan ilmu pengetahuan tidak secara membabi buta tanpa mempertimbangkan ideologi, hukum, adat istiadat, nilai kearifan local, dan lain-lain yang ada di suatu daerah di mana ilmu pengetahuan itu berkembang. Seperti pepatah mengatakan dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung jua.

10 | Wawasan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Dari pembahasan di atas maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut; 1. Ruang lingkup dari perkembangan dan pengembangan ilmu pengetahuan cukup luas ,sehingga melewati beberapa fase, dari fase awal kemunculan ilmu pengetahuan yang dimulai dari zaman purba,zaman yunani,zaman kejayaan islam dan akhirnya sampai pada zaman modern seperti saat ini. 2. Pengembangan ilmu pengetahuan tentunya tidak luput dari pola pikir dari human resource yang semakin hari semakin ingin mengetahui segala sesuatu yang belum diketahuinya, dan tentunya diikuti oleh tuntunan zaman yang nyaris sampai pada era modernisasi yang memunculkan berbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat diaplikasikan dikehidupan kita. 3. Perkembangan dan pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak diatur dengan nilai justru dapat membawa hal yang merugikan bagi pengguna ilmu pengetahuan tersebut. Oleh karena itulah dalam perkembangan dan pengembangannya ilmu pengetahuan perlu memperhatikan empat strategi yaitu ilmu berkembang dalam otonomi dan tertutup, ilmu lebur dalam konteks, ilmu dalam konteks saling meresapi dan memberi pengaruh untuk menjaga dirinya beserta temuantemuannya tidak terjebak dalam kemiskinan relevansi dan aktualitasnya, dan perkembangan ilmu pengetahuan juga harus mempertimbangkan bahkan harus di atas kekuasaan pemerintah,tidak bebas nilai, berdasarkan filsafat, dan mempunyai tanggung jawab social,dan kita juga harus mengingat bahewasanya perkembangan ilmu pengetahuan harus dilakukan dengan proses sistematis.

11 | Wawasan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni

B. Saran Dari pembahasan tentang perkembangan dan pengembangan ilmu pengetahuan maka timbullah beberapa saran; 1. Bagi para generasi muda umumnya kita sebagai pelajar maka seharusnyalah kita paham betul akan perkembangan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan juga bagaimana cara kita memanfaatkan ilmu pengetahuan secara efektif dan sesuai dengan kaidah pengembangan ilmu pengetahuan 2. Bagi para masyarakat pentingnya perkembangan ilmu pengetahuan untuk diaplikasikan semaksimal mungkin agar tidak adanya penyimpangan yang terjadi sehingga timbulnya kesenjangan social dalam pengembangan ilmu pengetahuan. 3. Bagi pemerintah seharusnya ikut berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta mampu memberikan sumbangsi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan juga sosialisasi pemerintah akan pengembangan hal tersebut.

12 | Wawasan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni