Anda di halaman 1dari 12

SERIKAT PEKERJA DAN PERUSAHAAN

6.1 Serikat pekerja : Eksistensinya di abad 21

Teknologi informasi dan internet melanjutkan revolusi bisnis yang sebelumnya


bersifat tradisional. Industri dan perusahaan merestrukrisasi manajemennya yang
sebelumnya bersifat manual.
Pengetahuan dan teknologi serta kemampuan yang dimiliki karyawannya harus
mampu memenuhi tuntutan global yang bersifat komputerisasi.
Revolusi ekonomi memunculkan beberapa perubahan yang membuat karyawan
harus mampu menyesuaikan diri secara cepat. Adapun perubahan tersebut adalah :
1. Sistem kerja yang berubah menjadi sistem shift yang dapat meningkatkan potensi
kerja para karyawan.
2. Konsep kerja dan karir untuk kehidupan telah berubah ke arah profesionalitas.
3. Kompensasi, pendapatan, dan keuntungan yang dulu hanya untuk perusahaan
sekarang lebih condong ke arah tanggung jawab perusahaan.
4. Kualitas karyawan menjadi jaminan atas posisi tawar dan posisi tawar menawar.

Selain itu ada 5 landasan serikat pekerja antara lain :


1. Fokus terhadap keluarga, pribadi, kebutuhan spritual.
Karyawan menginginkan pekerjaan dalam hidup mereka. 82% laki-laki berumur
21-39 menjadikan keluarga sebagai prioritas utama.
2. Kebutuhan karyawan yang semakin banyak memunculkan banyak alternatif
pilihan untuk memenuhi kebutuhannya. Hampir 40% wanita meninggalkan
pekerjaannya 2 tahun lebih lama setelah mereka berkeluarga.
3. Nilai penggunaan internet terus meningkat di tempat kerja
4. Pertumbuhan keuntungan yang diperoleh oleh karyawan cenderung kembali ke
tren dasar. Perusahaan memberlakukan banyak potongan seperti tunjangan
kesehatan dan program subsidi pendidikan. Hal ini berkaitan langsung dengan
tanggung jawab sosial perusahaan.
5. 6% dari karyawan menghabiskan 25% dari penghasilannya untuk memenuhi
kebutuhannya.

Isu dan Implikasi Dari Perubahan Lingkungan Perusahaan


Dengan dukungan moral yang baik dapat meningkatkan produktivitas kerja jika
lingkungan pekerjaan dapat mendukung hal tersebut
Adapun beberapa hal yang dapat diimplementasikan :
1. Pembatasan umur :
Perusahaan memberlakukan batasan umur untuk merekrut karyawan agar dapat
dengan mudah melakukan training untuk meningkatkan produktivitas kerja
2. Jenis kelamin :
Kebanyakan wanita merasa terdeskriminasi di dunia kerja dimana rata-rata
pimpinan mereka adalah laki-laki, kebanyakan hasrat seksual pria terlibat
langsung dalam proses pengambilan keputusan. Lebih dari 7% pelatihan
dilakukan untuk meningkatkan reputasi perusahaan di Amerika Serikat.
3. Jaminan kesehatan :
Perusahaan memberikan asuransi kesehatan kepada setiap karyawannya untuk
mendukung kontiniulitas pekerjaan sehingga tercipta rasa saling memiliki antara
pihak perusahaan dan serikat pekerjanya
4. Kesempatan meraih pendidikan :
Kebanyakan perusahaan di Amerika memberikan insentif pendidikan berupa
beasiswa kepada anak-anak karyawannya yang sepenuhnya diatur oleh
pemerintah federal disetiap negara-negara bagian. Kombinasi pendidikan antara
moral dan pengetahuan sangat berhubungan erat dalam peningkatan produktivitas
kerja
5. pengembangan sistem shift dalam kehidupan kerja :
Di Amerika Serikat kebanyakan keluarga muda mencari pekerjaan dengan sistem
shift atau pertukaran. Model ini dipilih karena mereka dapat memperkirakan
berapa jumlah waktu mereka yang habis untuk bekerja dan sisa waktunya untuk
keluarga
Peningkatan Jumlah Tenaga Kerja Wanita
Di tahun 1999, asosiasi pekerja wanita di Amerika Serikat melakukan survey
terhadap jenis-jenis pekerjaan wanita antara lain :
1. Broker atau pialang sebanyak 19%
2. Banker sebanyak 35%
3. Konsultan bisnis sebanyak 42%
dan selebihnya bekerja di sektor informal.

Selain itu, mereka juga mensurvey jumlah tenaga kerja wanita yang menjadi CEO
di Amerika Serikat di lebih 500 perusahaan terkenal dan hasilnya terjadi peningkatan
sebanyak 11,9% dari tahun 1999-2000. sekitar 6,2% tenaga kerja wanita yang bekerja di
posisi top level mulai dari wakil presiden, CEO, COO (Chief Operating Officer), SEV
(Senior Eksecutif Vice), dan EVP (Eksekutif Vice President).
Penelitian ini menunjukkan prioritas utama wanita dalam bekerja, adapun
prioritas itu adapun prioritas itu adalah :
1. 52% percaya bahwa pria menganggap wanita sebagai karyawan kelas 2 dalam
proses pengembangan perusahaan
2. 49% percaya mereka dapat bekerja walaupun hanya mengandalkan pengetahuan
informalnya
3. 47% berpendapat bahwa pihak manajemen memiliki pengalaman pas-pasan.

Perubahan Nilai Pekerjaan


Apa sebenarnya motif profesional itu? Masyarakat percaya bahwa kebijakan itu
mengandung beberapa nilai :
1. Bayaran yang bersifat kompetitif/bersaing
2. Keuntungan dan kesempatan meningkatkan kemampuan atau skill
3. Janji perusahaan untuk berbuat adil terhadap semua karyawan
4. Kesempatan meningkatkan nilai tawar
5. Kesempatan mempererat hubungan di lingkungan pekerjaan terutama di
lingkungan para pemimpin
Dari survey terhadap 350 manajer dan HRD menunjukkan fakta baru :
1. Pilihan pribadi dan kesehatan
2. Keamanan finansial/keuangan
3. Kesehatan/kemakmuran
4. Pengembangan individu
5. Kualitas gaya hidup
6. Kebanggaan dalam bekerja
7. Saling menghormati dan menghargai

6.2 Perubahan kontrak sosial antara perusahaan dan serikat pekerja

Sejak tahun 1970 pengadilan federal membatasi doktrin EAW terutama setelah
pengadilan memperoleh banyak laporan dari serikat pekerja mengenai diskriminasi yang
mereka alami, seperti contoh :
1. Para karyawan tidak mendapat bayaran yang tetap
2. Karyawan tidak mendapat kompensasi atas waktu lembur mereka
3. Ketika karyawan meminta cuti atau melakukan hal-hal yang bersifat sosial
maka perusahaan kurang mendukungnya
4. Ketika banyak karyawan yang melaporkan terjadinya banyak diskriminasi,
namun terkadang para manajer hanya menganggap itu adalah resiko bisnis
belaka

Serikat pekerja tidak dapat berbuat banyak untuk menghadapi tekanan dari pihak
manajemen karena ada beberapa faktor :
1. Lamanya waktu bekerja
2. Kesempatan promosi
3. Pemberian asuransi
6.3 Hak dan tanggung jawab Serikat pekerja

Di dalam sistem ekonomi, hak dan kewajiban karyawan didasarkan atas asumsi
dan nilai. Karyawan menjadi pengontrol atas kebijakan yang dikeluarkan pihak
manajemen agar terjadi keseimbangan di dalam operasional perusahaan. Termasuk di
dalamnya stabilitas pendapatan dan peningkatan kesejahteraan
Sebelum mendiskusikan secara spesifik antara hak dan kewajiban, bagian ini juga
mendefinisikan secara khusus mengenai hak tersebut. Di antara konsep 2 organisasi, kita
menggaris bawahi hak dan kewajiban karyawan serta keseimbangan didasarkan atas
konsep utilitarian yang secara spesifik membahas moral etika bekerja.

Dasar Penetapan hak karyawan


Ini didapatkan pada fakta bahwa para karyawan bersifat individu, yang umumnya
menuntut kebebasan penuh termasuk dalam hal jenjang karir, tingkat pendapatan, dan
kesempatan pengembangan diri (Skill). Hal ini penting karena individu termasuk
masyarakat sosial.

Prinsip keseimbangan, kontrak sosial dan keunggulan kompetitif yang nyata


Perubahan lingkungan sosial yang terjadi antara perusahaan dan lingkungan
sekitarnya menuntut adanya keseimbangan antara keuntungan dan tanggung jawab sosial.
Serikat pekerja tertarik untuk mengembangkan bisnisnya. Ketika mereka telah merasa
kebebasan finansial dan pengalaman kerja. Di Amerika serikat, kebanyakan karyawan
yang berumur 40 tahun telah memulai bisnisnya ketika telah merasakan memliki
kebebasan finansial dan pengalaman kerjanya.
Inovasi teknologi dan revolusi informasi mendukung terjadinya perubahan secara
cepat dalam kompetisi global.

Pemerintah sebagai pembuat kebijakan


Serikat pekerja merasa hak-hak mereka harus diakui secara prinsipil dan
dilindungi oleh undang-undang. Kemampuan tawar menawar karyawan didasarkan atas
skill dan pengalaman kerja. Banyak kasus yang terjadi di Amerika seperti : upah
minimum di bawah standar, tingkat gender, jenis kelamin, umur, suku bangsa, dan tingkat
pendapatan yang kesemuanya itu adalah hal-hal umum dimana diskriminasi biasa terjadi.

Hak dan tanggung jawab antara serikat pekerja dan perusahaan


Ketika hukum dan aturan diberlakukan maka pengusaha mulai berusaha
melakukan proteksi terhadap perusahaan mereka karena kebanyakan aturan yang di
hasilkan cenderung berpihak pada serikat pekerja. Hal ini dianggap oleh pengusaha
sebagai sesuatu yang merugikan. Untuk alasan inilah maka perusahaan dan serikat
pekerja harus menjalin kerjasama dan merasa menjadi salah satu bagian dari masing-
masing, serta mendukung pengembangan perusahaan ke arah yang positif.

Pertanggung jawaban serikat pekerja kepada anggotanya


- Gaji yang memadai
Gaji yang memadai menjadi alasan bagi setiap karyawan untuk bekerja baik di
sektor formal maupun di sektor informal. Peraturan pemerintah mengukur gaji minimum
berdasarkan atas upah minimum regional berdasarkan atas standar kelayakan hidup
warga negara selama 1 bulan.

- Melindungi Lingkungan Pekerjaan


Cakupan keamanan dan kesehatan lingkungan serta aturan yang menggunakan
standar kesehatan banyak mendukung perusahaan dalam meningkatkan produktifitas
kerja. Masalah yang banyak timbul adalah perusahaan kurang bertanggung jawab atas
kondisi lingkungan sekitar.
Ketika kesempatan untuk mengeksploitasi bertemu dengan kurangnya lapangan
pekerjaan maka perusahaan memegang penuh kendali atas lingkungan dan sosial
masyarakat terutama jika pendapatan rata-rata di Negara tersebut masih berada dibawah
standar upah minimum yang ditetapkan oleh ILO.
Kekuatan serikat pekerja adalah terciptanya lingkungan kerja yang baik sehingga semua
unsur karyawan dapat berproduktifitas dalam kapasitas yang full employment system.
Quality Work Of Life ( QWL ) adalah program pengembangan lingkungan pekerjaan
dengan otonomi luas, partisipasi yang penuh, kenyamanan, control atas pekerjaan dan
cita rasa yang tinggi atas barang dan jasa yang dihasilkan.
Tanggung jawab pekerja menjadi hal yang sangat penting ketika mereka menuntut gaji
yang layak, namun dilain pihak perusahaan juga menuntut sikap profesionalitas karyawan
yang bersangkutan. Sebagai contoh banyak pekerja yang berpindah tempat kerja ketika
mereka mendapat tawaran dari perusahaan yang lain yang menjadi saingan perusahaan
tersebut hal ini banyak terjadi di amerika serikat.
Ada 3 kriteria yang digunakan :
1. pemilik harus mampu menunjukkan bahwa perusahaan mereka mampu
berkompetisi dengan perusahaan saingannya.
2. rahasia perusahaan harus dapat dilindungi oleh karyawan dan pihak manajemen.
3. selain itu pihak manajemen harus pandai menyimpan rahasia didepan public
agar kredibilitas perusahaan tidak jatuh dimata public.

- Hak Serikat Pekerja Ditempat Kerjanya


Ketika serikat pekerja tidak menyetujui kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak
manajemen maka akan terjadi konflik internal yang akan menghanbat operasional
perusahaan. Oleh karena itu ditempat kerja hal tersebut harus dihindari dengan
mengeluarkan aturan yang jelas mengenai hak dan kewajiban pegawai ditempat kerja.
Ada beberapa hak karyawan ditempat kerja adalah :
1. hak privacy
2. hak untuk mengetahui
3. kesehatan dan keamanan tempat kerja
4. hak mengeluarkan ide dan pendapat

Adapun hak yang kemudian menjadi sangat penting dilingkungan seperti halnya
transformasi teknologi dan ilmu pengetahuan menjadi bagian penting dilingkungan
tempat kerja.
Patricia warhane dalam bukunya yang berjudul “ implementasi teknologi dan
informasi serta payung hukum akan hak dan kewajiban serikat pekerja” menjelaskan 4
proses antara lain :
1. hak untuk mengevaluasi
2. hak dalam persidangan arbitrase internasional
3. hak mengumumkan ke public
4. hak membuka dan memberi kesempatan mengembangkan diri setiap karyawan

Teknologi memegang peranan penting dalam mengembangkan perusahaan untuk


bersaing dalam kompetisi global tanpa mengesampingkan lingkungan sosial disekitarnya
sehingga terjadi sebuah kesinambungan. Pelanggaran privasi akan mendapat sanksi yang
berat karena melanggar hak dasar yang dilindungi oleh undang-undang.
Ada beberapa phycologycal test antara lain :
1. individu hanyalah salah satu factor produksi
2. hasil test dapat dimanipulasi oleh pihak manajemen
3. ada beberapa test yang kadang-kadang mengandung beberapa pertanyaan yang
tidak relevan.
4. hasil test dapat menjadi pembanding atas berbagai indicator atas indicator
pembanding yang lain.

6.4 DISKRIMINASI SAMA DENGAN TINDAKAN AFFIRMATIVE

Diskriminasi
Praktek diskriminasi banyak terjadi di tempat kerja yang memperlihatkan hubungan yang
tidak harmonis antara perusahaan dan serikat pegawai. Ketidak samaan ini didasarkan
atas beberapa criteria yang tidak relevan, antara lain jenis kelamin, suku, agama, bangsa
dan bahasa yang secara sistematis akan membentuk ketidak samaan tersebut.
Persamaan Dan Kesempatan Kerja
Dalam undang-undang hak asasi manusia tahun 1991 tertuang untuk pertama kalinya
aturan yang mengatur kekerasan dan diskriminasi. Hal ini ditangkap oleh serikat pekerja
wanita di amerika serikat sebagai salah satu celah untuk bersaing dan setara dengan kaum
pria tanpa memandang wanita sebagai makhluk kelas 2 yang dapat diperlakukan secara
diskriminatif oleh kaum pria. Setelah 1999 jumlah karyawan wanita yang memegang
posisi puncak dibanyak perusahaan diamerika serikat meningkat sampai 35%.
Umur Dan Kesempatan Kerja
Di amerika serikat diskriminasi tidak hanya dialami oleh individu yang sedang dalam
produktifis tinggi antara 20-40 tahun melainkanjuga anak dibawah umur, hal inilah yang
mendasari lembaga konsultasi Hanigan yang berpusat di amerika serikat mensurvei lebih
dari 170 ribu remaja di amerika yang kebanyakan sumbernya berprofesi sebagai gangster,
anak jalanan, dan pengedar obat bius. Hasil survey ini menunjukkan 30% responden yang
merupakan wanita menyatak kehilangan keperawanan dibawah usia 12 tahun.
Pertanyaannya sekarang adalah dimana posisi pemerintah dalam memandang hasil survey
yang mencengangkan.

6.5 KEKERASAN SEKSUAL DI TEMPAT KERJA

Di Amerika Serikat 47% Tenaga kerja wanita menyatakan mendapat perlakuan


yang tidak senonoh di tempat kerjanya antara lain Rabaan, Pemerkosaan disertai dengan
kekerasan dan pelecehan lainnya yang membuat tenaga kerja merasa khawatir jika berada
di tempat kerjanya terlebih setelah mereka mendapat jam lembur. Ini terjadi banyak di
industri pertabangan, pabrik perakitan dan industri jasa Informal. Pemerintah Federal
menganggap bahwa Hal yang seperti ini adalah resiko kerja yang biasa karena
kebanyakan dari korban adalah warga imigran khususnya Cina. Sebelum 1981 para
pekerja tambang yang umumnya pria banyak mendapat penyakit kelamin akibat dari
tindakan mereka. Setelah DPR Amerika meratifikasi Undang-undang tentang perburuhan
barulah tenaga kerja Wanita merasa aman. Namun kenyataan di lapangan justru
menunjukkan kejahatan seksual meningkat drastis.

Kejahatan seksual yang terjadi ditempat kerja menjadi celah bisnis bagi industri
Kontrasepsi untuk meningkatkan penjualannya sampai 300% kebih dari 15836 kejahatn
seksual yang diproses di pengadilan setengahnya bebas tanpa ada hukuman. Setengahnya
lagi hanya membayar uang sebagai pembebasan bersyarat. Biaya pengadilan kasus-kasu
kekerasan seksual meningkat sampai $10,6 Milyar dari tahun 1986 sampai 1994. harian
terkenal di Amerika Serikat melaporkan bahwa ada Tiga Wanita yang merupakan
pegawai yang mendapat Promosi namun dengan imin-imin menemaninya satu malam
untuk mendapatkan posisi yang diinginkan pengacara dari ketiga wanita tersebut
menyebut bahwa tindakan itu terjadi di Toilet pesawat Jet pribadi.
Apakah sebenarnya kejahatan seksual itu?
Pengadilan tinggi Amerika Serikat menyatakan bahwa setelah tahun 1986 kejahatan
seksual menjadi Ilegal atau dilarang? Sebelum tahun itu apa yang terjadi?.
Pengadilan tinggi mendefinisikan kejahatan seksual kedalam tindakan criminal dengan
hukuman yang berat sejak tahun 1990-an mata pelajaran mengenai kekerasan seksual
dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran dari tingkat SD sampai tingkat SMA.
Ada beberapa jenis kejahatan seksual :
1. Tindakan pelecehan seksual yang dilatar belakangi pengertahuan Visual
(pelaku menonton sebelum melakukan pelecehan seksual)
2. Kekerasan seksual secara tidak langsung
3. kekerasan seksual secara Fisik
4. Bersifat terbuka terhadap kekerasan seksual.

6.6 KESETIAAN BERBANDING IMING-IMING BONUS DARI PERUSAHAAN


PESAING

Banyak kejadian di Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa para pekerja lebih
tertarik pada Iming-iming janji dari perusahaan saingan daripada Promosi di tempat kerja
asal. Ada Lima kondisi yang dikemukakan Degeorge :
1. Ketika perusahaan mengeluarkan kebijakan yang tidak berpihak pada serikat
pekerja
2. Banyak serikat pekerja dari beberapa perusahaan di Amerika Serikat yang
justru tidak mendukung para anggotanya
3. ketika para pekerja di Intimidasi oleh perusahaan maka serikat pekerja seolah
menutup mata atas kejadian tersebut
4. Serikat pekerja mestinya mendokumentasikan setiap kejadian sehingga
memiliki posisi tawar dengan perusahaan.
5. Serikat pekerja harus memiliki alasan yang jelas untuk memprotes kebijakan
yang dikeluarkan oleh pihak manajemen

Ketika Serikat Pekerja Membocorkan Rahasia Yang Mestinya Dilindungi


Ketika terjadi kebocoran Rahasia maka perusahaan harus segera melakukan
klarifikasi di depan Umum dengan mengundang PERS untuk menjaga nama baik
Perusahaan. Banyak kejadian yang jelas-jelas menunjukkan perusahaan telah melakukan
kebohongan Publik namun dengan Klarifikasi segera di depan PERS maka semuanya
dapat ditutupi dengan rapi.
Banyak serikat pekerja yang umumnya dijadikan Tameng oleh pihak manajemen
kemudian melimpahkan kesalahan tersebut pada mereke. Hal ini banyak dialami oleh
serikat pekerja yang tidak memiliki posisi tawar dengan perusahaan. Kebanyakan serikat
pekerja menjadi objek penderita atas kebijakan-kebijakan dan tindakan yang tidak
bertanggung-jawab dari pihak manajemen.
Faktor-faktor penyebab terjadinya kebocoran rahasia :
1. ada pihak yang merasa tidak puas
2. Banyak kebijakan yang dianggap tidak sejalan dengan tujuan perusahaan.
3. Terjadi perebutan kekuasaan di kalangan internal Organisasi
4. Terjadi konflik kepentingan
5. Ada dokumen yang bocor yang sifatnya Rahasia.
6. banyak konsultan yang merasa tidak puas atas bayaran yang mereka dapat
sehingga membocorkan hal-hal yang sifatnya Rahasia.
7. serikat pekerja memandang perlu adanya pengawasan silang antara pihak
Eksternal dalam Hal ini Publik dan pengawas pemerintah.
RINGKASAN
1. Organisasi dan serikat pekerja harus bekerja sama dan saling mendukung untuk
mengembangkan perusahaan
2. Harus tercipta rasa saling memiliki antara Perusahaan dan pegawainya.
3. Perusahaan akan memberikan insentif berupa asuransi kesehatan, Jaminan hari
tua, dan nilai tambah dari setiap nilai-nila positif yang dikembangkan oleh
pegawainya.
4. Setelah 1990 kekerasan seksual memiliki paying Hukum sendiri sehingga
mendukung peningkatan jumlah tenaga kerja wanita.
5. Unuk mencegah tidak terjadinya kebocoran rahasia maka perusahaan harus
menempatkan Orang-orang yang betul-betul telah teruji dan terbukti loyalitasnya
pada perusahaan.