Anda di halaman 1dari 5

PENGERTIAN PUSAT INVESTASI DAN PENGUKURAN KINERJA

18.13 ARMY RAHAYU NO COMMENTS

Pusat investasi adalah suatu pusat pertanggungjawaban dalam suatu organisasi untuk menilai kinerja para manajernya berdasarkan pada laba yang diperoleh dan dihubungkan dengan dana investasi. Setiap pusat investasi mempunyai seorang manajer utama dan bertanggungjawab atas setiap unit kegiatan atau program yang terjadi didalam semua divisi yang dipimpinnya. Kemudian secara periodik manajer tersebut akan mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada pimpinan perusahaan. Para manajer pusat dapat menilai prestasi yang telah dicapai oleh masing-masing manajer. Berdasarkan informasi dan model analisis yang digunakan manajer tersebut berupaya mencari jawaban jika hasil yang dicapai tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Pada umumnya dilakukan dengan suatu model pengukuran kinerja. Pengukuran kinerja pusat investasi merupakan perluasan dari pengukuran kinerja pusat laba. Pengukuran kinerja ini diperlukan karena suatu divisi yang memperoleh laba tinggi tidak berarti mempunyai kinerja yang baik jika laba tersebut dihubungkan dengan investasi yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Disini prestasi manajer dinilai atas laba dan investasi yang diperlukan untuk memperoleh laba. TUJUAN PENGUKURAN PRESTASI SUATU PUSAT INVESTASI : Menyediakan informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan mengenai investasi yang digunakan oleh manajer divisi dan memotivasi mereka untuk melakukan keputusan yang tepat. menngukur prestasi divisi sebagai kesatuan usaha yang berdiri sendiri. Menyediakan alat perbandingan prestasi antar divisi untuk penentuan alokasi sumber ekonomi

Informasi dari pusat investasi dapat digunakan memotivasi manajer divisi dalam : Menghasilkan laba yang memadai dengan wewenang mengambil keputusan tentang sumber ekonomi dan fasilitas fisik yang digunakan. mengambil keputusan untuk menambah investasi bila investasi tersebut memberikan kembalian (return) yang memadai mengambil keputusan untuk melepas/mengurangi investasi yang tidak memberikan kembalian (return) yang memadai. BENTUK PUSAT INVESTASI Bentuk pusat investasi adalah kantor pusat perusahaan atau unit bisnis strategis maupun divisi yang diberi wewenang atau kebijakan maksimum dalam menentukan keputusan operasi yang tidak hanya berjangka pendek tetapi juga tingkat (besarnya) dan tipe (jenis) investasi. Masalah yang timbul pada pusat investasi adalah berkaitan dengan pengukuran dan tolok ukur prestasi pusat investasi

Pada umumnya tujuan manajer unit usaha adalah memperoleh labayang memuaskan dari investasi yang ditanamkan. Laba yang yang diperoleh berasal dari modal yang ditanam untuk memperoleh laba tersebut. Makin besar modal yang ditanam belum tentu makin besar pula labanya. D. PENGUKURAN KINERJA INVESTASI Pengembalia Atas Investasi Ukuran kinerja yang paling lazim digunakan bagi suatu pusat investasi adalah pengembalian investasi (return on investasi-ROI) dengan menggunakan Return On Investment dihitung dengan membagi laba yang diperoleh oleh pusat investasi dengan aktiva yang diinvestasikan untuk memperoleh laba tersebut. Namun dalam penentuan return on investment pusat investasi timbul masalah dalam pemilihan konsep laba dan masalah penentuan aktiva yang dimasukkan dalam unsure investasi serta pemilihan metode penilaian aktiva yang digunakan oleh pusat investasi. Konsep laba yang tepat digunakan sebagai pengukur prestasi suatu pusat investasi adalah laba yang terkendali oleh divisi. RUMUS PERHITUNGAN ROI ROI = Laba operasi / Aktiva operasi rata-rata ATAU ROI = Margin x perputaran = (Laba operasi/Penjualan) x (Penjualan /Aktiva operasi rata-rata) Keterangan : - Laba Operasi ( operating income ) adalah laba yang dihasilkan sebelum bunga dan pajak - Aktiva operasi (operating assets) adalah seluruh aktiva yang digunakan untuk menghasilkan - Margin adalah rasio dari operasi terhadap penjualan - Perputaran (turnover) adalah suatu ukuran lain yang dihitung dengan membagi pendapatan aktiva operasi rata-rata. Keunggulan ROI 1. Mendorong manajer untuk memfokuskan pada hubungan antara penjualan, beban dan investasi yang seharusnya menjadi fokus bagi manajer investasi. 2. Mendorong manajer untuk memfokuskan pada efisiensi biaya 3. Mendorong manajer untuk memfokuskan pada efisiensi aktiva operasi sehingga mengurangi investasi yang berlebihan. Kelemahan ROI 1. Manajer pusat investasi cenderung menolak investasi yang bisa menurunkan ROI pusat pertanggung jawabannya, walaupun akan meningkatkan profitabilitas perusahaan secara keseluruhan. 2. Mendorong Manajer pusat investasi hanya berpikiran jangka pendek tanpa memperhatikan kepentingan jangka penjang. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam mengukur Aktiva yang digunakan : Kas : Pengendalian Kas secara terpusat cenderung menginginkan saldo kas yang lebih kecil dari pada yang ingin dipegang oleh Manajer Unit Usaha. Sehingga Kas yang ada di Unit usaha lebih kecil dari pada sebenarnya, jika unit usaha tersebut berdiri secara independen. penjualan dengan laba operasi

Piutang : Manajer Unit Usaha dapat mempengaruhi tingkat piutang secara tidak langsung, melalui kemampuan melakukan penjualan dan memberikan batas kredit dan penagihannya dilakukan oleh Unit Penagihan. Masalah piutang yang dimasukkan pada unit investasi apakah sebesar Harga Pokok Penjualan atau ditambah laba, karena uang yang diperoleh dapat diinvestasikan lagi, sedangkan pencatatannya hanya dengan nilai buku. Persediaan : Perlakuannya sama dengan Piutang yaitu dicatat pada akhir periode dengan metode yang dipilih untuk tujuan akuntansi keuangan. Oleh sebab itu perlu digunakan sistem biaya standard atau rata-rata dan biaya yang sama yang juga digunakan untuk mengukur Harga Pokok Penjualan pada perhitungan Laba/Rugi. Modal Kerja secara Umum : Perlakuannya sangat bervariasi, tetapi yang diperlukan bahwa modal kerja (aktiva lancar) adalah untuk memenuhi kewajiban lancar, sehingga Manajer Unit Usaha bertanggung jawab untuk mengawasi hutang tersebut. Properti, Pabrik dan Peralatan (Aktiva Tetap) : Aktiva tetap dicatat dng harga perolehan dan didepresiasi sepanjang umur ekonomisnya. Pendekatan ini digunakan untuk mengukur profitabilitas unit usaha yang menggunakan aktiva ini. Aktiva-aktiva Disewa (Leased Assets) : Para manajer unit usaha akan lebih terdorong untuk menyewa daripada memiliki aktiva tetap, jika biaya sewa lebih kecil daripada biaya depresiasi. Aktiva Tidak Terpakai (Idle Assets) : Jika suatu unit usaha memiliki aktiva tak terpakai (idle asset) yang dapat digunakan oleh unit lain, maka unit usaha tersebut diperbolehkan untuk mengeluarkan aktiva tersebut dari dasar investasi. Tujuan dari izin ini adalah untuk mendorong para manajer unit usaha untuk memperbolehkan penggunaan aktiva tak terpakai kepada unit lain yang mungkin memerlukannya. Aktiva Tidak berwujud : Biasanya perusahaan yang melakukan LITBANG dan pemasaran dengan biaya yang cukup besar kemudian mengkapitalisasikan biaya LITBANG ini sebagai investasi jangka panjang yang dinamakan Aktiva Tidak Berwujud kemudian di amortisasi setiap tahunnya. Hal ini mengubah cara pandang Manajer Unit Usaha karena akan berpengaruh terhadap biaya bertambah dan aktiva berkurang. Jumlah beban modal yang berkurang x tarip biaya modal akan menyebabkan EVA berdampak positif. Kewajiban tidak lancar : Dana-dana yang diperoleh Kantor Pusat diperoleh dari internal dan eksternal. Hal ini perlu dipertimbangkan untuk dihitung secara terpisah, karena kadang-kadang pinjaman lebih besar modal. Oleh sebab itu perhitungan EVA harus dihitung berdasarkan pinjaman yang berasal dari Kantor Pusat dan bukan dari total aktiva. Beban Modal : Tarip beban modal ditentukan oleh Kantor Pusat yang lebih besar dari tarip pendanaan dengan hutang. Sedangkan total dana yang digunakan adalah campuran (hutang ditambah modal berbiaya tinggi). Dengan demikian, tarif tersebut lebih kecil dari pada estimasi biaya modal perusahaan, sehingga EVA diatas rata-rata unit usaha lebih besar 0. Jika tarip modal kerja lebih kecil dari pada untuk aktiva tetap, risiko modal kerja lebih kecil dari pada aktiva tetap, karena dananya digunakan untuk keperluan jangka pendek. Survey Praktik : Kebanyakan perusahaan memasukkan unsur aktiva tetap ke dalam dasar investasi sebesar nilai buku.

Laba Residu (Economic Value Added-EVA) Istilah EVA pertama kali dipopulerkan oleh G. Benet Stewart dan Joel M. Stern. EVA merupakan suatu metode untuk menentukan apakah perusahaan telah menciptakan nilai ekonomis yang diatas atau dibawah dari biaya modal yang dimiliki perusahaan dalam pengoperasian kekayaan yang dimilikinya. Dalam hal investasi, EVA mampu mendorong manajer berpikir dan bertindak yaitu memilih investasi yang memaksimumkan pengembalian dengan biaya modal yang minimum sehingga nilai perusahaan bisa ditingkatkan (misalnya para pemegang saham). Selain itu, factor biaya modal yang terdapat dalam EVA mendorong manajer untuk berhati-hati dalam menentukan kebijakan struktur modal perusahaannya. EVA merupakan laba operasi setelah pajak dikurang total biaya modal tahunan. Jika EVA positif, berarti perusahaan sedang menghasilkan kekayaan. Jika negatif, maka perusahaan sedang menghancurkan modal. EVA adalah metode untuk mengukur kinerja atau prestasi manajer pusat investasi, yang merupakan selisih antara Laba Operasi Setelah Pajak dengan Rata-Rata Tertimbang biaya Modal dari Modal Total yang digunakan. RUMUS PERHITUNGAN EVA : EVA = Laba operasional setelah pajak (Biaya tertimabang rata-rata atas modal x Total modal terpakai) Kesulitan yang dihadapi oleh perusahaan adalah dalam menghitung biaya modal yang terpakai. Untuk itu digunakan langkah-langkah : (1) menentukan biaya tertimabang rata-rata atas modal (prosentase). Dalam menghitung biaya tertimabang rata-rata atas modal, perusahaan barus mengidentifikasi seluruh sumber dari dana yang diinvestasikan. Sumber-sumber pinjaman, dan ekuitas. (2) menentukan total jumlah modal yang dipakai. EVA digunakan untuk menganalisa apakah suatu proyek individual itu diterima atau ditolak. Selain itu sejumlah perusahaan telah menemukan bahwa EVA membantu mendorong jenis perilaku yang benar dari berbagai divisi dengan menunjukan bahwa penekanan semata-mata pada pendapatan operasional tidaklah mencukupi. Alasan yang menggarisbawahi adalah EVA mengandalkan biaya modal yang sebenarnya. Evaluasi kinerja ekonomi perusahaan Ada perbedaan antara laporan ekonomi dibandingkan dengan laporan manajemen,yaitu : Laporan ekonomi dibuat setiap tahun,sedangkan laporan manajemen dibuat bulanan/kuartal. Laporan ekonomi merupakan instrumen diagnostik,yang menunjukkan strategi unit bis nis yang berjalan memuaskan atau tidak. Laporan ekonomi menghasilkan breakup value,yang menunjukkan taksiran jumlah yang diterima para pemegang saham jika unit bisnis tersebut secara terpisah dijual. Perbedaan paling penting adalah laporan ekonomi memfokuskan pada laba di masa datang.

RESIDUAL INCOME/EVA JUMLAH UANG YANG DIPEROLEH DARI LABA SETELAH DIKURANGI DENGAN BEBAN INVESTASI Kas dari laba Beban Invest KEUNTUNGAN 1. MANAJER PUSAT INVESTASI CENDERUNG MENERIMA INVESTASI YANG MENURUT ROI TIDAK MENGUNTUNGKAN ROI SEHINGGA TIDAK DITERIMA WALAUPUN SECARA PERUSAHAAN KESELURUHAN MENGUNTUNGKAN. 2. MEMUNGKINKAN PENGGUNAAN COST OF CAPITAL YANG BERBEDA-BEDA PADA JENIS AKTIVA.

KELEMAHAN SEPERTI HALNYA ROI = RESIDUAL INCOME MENDORONG HANYA PENCAPAIAN JANGKA PENDEK, TANPA MEMPERHATIKAN PENCAPAIAN JANGKA PANJANG.