Anda di halaman 1dari 2

GUNADARMA UNIVERSITY LIBRARY : http://library.gunadarma.ac.

id

DIGITAL CLOCK
Rangga Adika Surya (10402826)
AbstractDIGITAL CLOCK Rangga Adika Surya undergraduate program, Faculty of Industrial Technology, 2007 Gunadarma University http://www.gunadarma.ac.id Keywords : Clock Generator, Frequency Divider, Enumerator, Decoder and Seven Segment Display. Abstract : Digital Clock Design is comprised of several main blocks of the power supply block, clock generator block, frequency divider block, counter block, decoder block seven segment displays block. The frequency of 1 MHz clock generated by X-Tal oscillator is divided by 106 to get a pulse with a 1 Hz frequency. Every 1 Hz 60 pulses generate 1 minute pulses and every 60 pulses 1 minute pulse obtained 1 hour. Binary output from the counter of seconds, minutes and hours later translated by Decoder into a decimal number which results are displayed on the seven segment display. The results showed that the accuracy obtained with using X-Tal oscillator is better than IC oscillator 555 Timer. References (1985 - 2005)

ing pencacah....... For further detail, please (http://library.gunadarma.ac.id)

visit

UG

Library

II. Chapter 2 BAB II LANDASAN TEORI Dalam landasan teori ini akan di jelaskan mengenai fungsi dari setiap komponen yang digunakan pada rangkaian Jam digital yang terdiri dari komponenkomponen pendukung seperti komponen pasif maupun komponen aktif. Komponen pasif adalah komponen elektronika yang didalam pengoperasiannya tidak memerlukan sumber tegangan atau sumber arus tersendiri, contoh dari komponen pasif yaitu Resistor, Kapasitor dan Dioda. Sedangkan yang dimaksud dengan komponen aktif adalah komponen yang memerlukan arus dan tegangan tersendiri, contohnya IC ( Integrated Circuit ). 2.1 Resistor. Pada umumnya resistansi didenisikan sebagai sesuatu yang melawan arus dan dinyatakan dalam satuan ohm (). Bentuk-bentuk resistor konvensional mengikuti suatu hukum garis lurus (staright line law) ketika tegangan diplot terhadap arus dan ini memungkinkan kita menggunakan resistor sebagai suatu sarana untuk mengkonversikan arus menjadi jatuh tegangan, dan sebaliknya. Karena itu, resistor merupakan sarana untuk mengontrol arus dan tegangan yang bekerja dalam rangkaian-rangkaian elektronik. Resistor juga dapat berperan sebagai beban untuk mensimulasi keberadaan suatu rangkaian selama pengujian. Resistor hampir selalu 6 7 digunakan pada setiap rangkaian elektronik. Berdasarkan sifatnya, terdapat dua jenis resistor, yaitu resistor tetap (disebut resistor saja) dan resistor yang bisa diubah-ubah nilainya atau variabel (VR). Resistor dalam sebuah rangkaian disimbolkan seperti pada gambar 2.1. 2.1.1 Resistor Nilai Tetap (Fixed Resistor). Resistor biasanya terbuat dari bahan karbon yang memiliki nilai dari yang terkecil sampai nilai yang terbesar dan resistor yang paling umum dipakai memiliki nilai daya 1/8 watt sampai 2 watt. Ukuran sik resistor biasanya menunjukan besarnya daya tahan atau kemampuan terhadap arus listrik yang melewatinya, semakin besar bentuk sik dari resistor maka semakin mampu pula resistor tersebut dilewati oleh arus listrik. 2.1.2 Variabel Resistor. Resistor ini memiliki nilai hambatan yang dapat diubah - ubah dan resistor yang biasanya digunakan trimer potensio (trimpot) dan variabel resistor (VR) bentuk sik....... For further detail, please visit UG Library (http://library.gunadarma.ac.id) III. Chapter 3 BAB III PERANCANGAN Perancangan pada rangkaian Jam Digital ini akan dibagi per bloknya masing masing sehingga memudahkan untuk mengetahui cara kerja dari rangkaian Jam Digital ini, dimana bloknya adalah sebagai

I. Chapter 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah. Pencacah merupakan salah satu subsistem yang paling berguna dan paling banyak kemampuannya dalam suatu sistem digital. Pencacah yang di-drive oleh sebuah clock dapat digunakan untuk mencacah banyaknya daur lonceng. Salah satu aplikasi dari pencacah yang sangat menarik adalah dalam perancangan Jam Digital. Dengan mengangkat tema ini yang merupakan penerapan secara sederhana dari pencacah maka penulis mencoba merancang sebuah alat yang diberi judul Jam Digital. 1.2 Tujuan Penulisan. Tujuan dari Penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui cara kerja dari rangkaian Jam Digital, sehingga penulis membagi rangkaian ke dalam tiap-tiap blok seperti blok Catu Daya, blok Pembangkit Clock, blok Pembagi Frekuensi, blok Pencacah, blok Dekoder dan blok Seven - Segment Display. 1.3 Batasan Masalah. Permasalan pada Tugas Akhir ini hanya dibatasi mengenai cara kerja rangkaian Jam Digital. 1 2 1.4 Diagram Blok Rangkaian. Diagram blok rangkaian dapat dilihat pada gambar di bawah ini. CATU DAYA PEMBANGKIT CLOCK PEMBAGI FREKUENSI PENCACAH DEKODER SEVEN SEGMENT DISPLAY Gambar 1.1. Diagram Blok Rangkaian Jam Digital. Rangkaian Jam Digital terdiri dari beberapa blok sebagai berikut: 1. Blok Catu Daya. Sumber tegangan akan digunakan secara terus menerus sehingga membutuhkan sumber tegangan listrik. Karena kebutuhannya +5 volt maka digunakan regulator tegangan yaitu IC 7805. Keluaran dari regulator tegangan ini adalah +5 volt dengan arus 1 A. 2. Blok Pembangkit Clock. Komponen utama pembangkit clock adalah osilator X-TAL yang memberikan output berupa gelombang kotak 1MHz, kemudian output keluaran ini akan dibagi lagi oleh pembagi frekuensi sehingga mendapatkan frekuensi yang diinginkan yaitu sebesar 1 Hz. 3 3. Blok Pembagi Frekuensi. Masukan untuk pembagi frekuensi adalah gelombang kotak sebesar 1 MHz. Pembagi 106 dibangun dengan menggunakan pencacah 10 feed-

GUNADARMA UNIVERSITY LIBRARY : http://library.gunadarma.ac.id

berikut: CATU DAYA PEMBANGKIT CLOCK PEMBAGI FREKUENSI PENCACAH DEKODER SEVEN SEGMENT DISPLAY Gambar 3.1.Blok Diagram. 3.1 Blok Catu Daya. Gambar 3.2. Blok Catu Daya. Pada rangkaian Jam Digital ini input tegangan yang dibutuhkan adalah sebesar +5 Vdc. Sumber tegangan ini akan digunakan secara terus menerus 41 42 sehingga membutuhkan sumber tegangan listrik. Karena kebutuhannya +5 volt maka digunakan regulator tegangan yaitu IC 7805. Keluaran dari regulator tegangan ini adalah +5 volt dengan arus 1 A. Untuk menghilangkan riak maka pada keluaran regulator dipasang kapasitor sebagai lter tegangan sebesar 10,22 F yang terdiri dari rangkaian paralel 10 F dan 0,22 F. Sumber listrik memiliki tegangan 220 Vac, kemudian digunakan transformator stepdown sehingga pada keluaran transformator bisa diperoleh tegangan 12 Vac. Agar diperoleh keluaran DC pada keluaran trafo dibutuhkan Dioda Brigde (Brigde Rectier). Kemudian pada keluaran Dioda Brigde dipasang kapasitor untuk menghilangkan riak tegangan sebesar 1000,22 F yang terdiri dari rangkaian paralel 1000F dan 0,22 F. Tegangan keluaran yang dihasilkan dari rangkaian dioda memiliki nilai ripple yang cukup besar, hal ini dikhawatirkan dapat memperpendek umur dari komponen yang digunakan. Untuk mengatasi hal ini digunakan kapasitor untuk mengurangi nilai ripple. Keluaran dari kapasitor merupakan input untuk IC 7805. IC ini dapat diberi input sampai maksimum 20 volt sesuai dengan Data Sheet IC ini. Walaupun memiliki rentang input yang besar tetapi keluarannya stabil 5 volt. 3.2 Blok Pembangkit Clock Rangkaian pembangkit clock pada alat ini menggunakan osilator X-Tal yang berfungsi untuk menghasilkan frekuensi sumber sebesar 1 MHz. Gambar pembangkit....... For further detail, please visit UG Library (http://library.gunadarma.ac.id) IV. Chapter 4 BAB IV PENGUJIAN 4.1 Pengujian pada Blok Catu Daya. Pengujian pada blok catu daya yaitu dengan menggunakan multimeter. Pada keluaran IC Regulator yang terhubung dengan kaki IC 7805 dipasang multimeter, tegangan yang terukur pada multimeter adalah sebesar 5 Volt. Gambar 4.1 Pengujian pada Rangkaian Catu Daya. Langkah Langkah Pengujian: 1. Rangkai komponen seperti gambar diatas pada project board. 2. Gunakan multimeter untuk mengukur besarnya tegangan (sesuaikan skala). Hasil pengukuran pada Catu Daya dapat dilihat dibawah ini: Input Transformator : 220 Vac Output Transformator : 12 Vac Output Dioda Brigde : 12 Vdc Output Regulator : 5 Vdc 52 53 4.2 Pengujian pada Blok Pembangkit Clock dan Pembagi Frekuensi. Gambar 4.2. Pengujian pada Blok Pembangkit Clock dan Pembagi Frekuensi. Langkah Langkah Pengujian: 1. Rangkai komponen seperti gambar diatas pada project board. 2. Gunakan frekuensi meter untuk mengukur besarnya frekuensi yang dihasilkan pada masing masing titik. 3. Hubungkan titik uji rangkaian dengan positif frekuensi meter dan GND rangkaian dengan negatif

frekuensi meter. 4. Lihat besarnya frekuensi yang terukur pada frekuensi meter. 5. Lakukan hal yang sama pada titik titik uji yang lain. 54 Tabel 4.1. Hasil Pengukuran Frekuensi. Titik Frekuensi Referensi Frekuensi Terukur Pengujian (Hertz) (Hertz) 1 1 0,999 2 5 4,998 3 10 9,99 4 50 49,98 5 100 99,9 6 500 499,8 7 1k 0,999k 8 5k 4,998k 9 10k 9,99k 10 50k 49,98k 11 100k 99,9k 12 500k 499,8k 13 1000k 999,8k ....... For further detail, please visit UG Library (http://library.gunadarma.ac.id) V. Chapter 5 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa perancangan dan pembuatan Jam Digital ini telah berfungsi dengan baik namun masih menemui kendala yaitu pada proses pengesetan pencacah detik, menit maupun jam secara langsung. Hal ini disebabkan karena masukan pencacah berikutnya dipengaruhi oleh keluaran pencacah sebelumnya. 5.2. Saran. Penggunaan baterai sebagai sumber daya listrik untuk alat ini dapat mencegah ketergantungan dari listrik PLN yang sering terputus / mati. Dibutuhkan perancangan ulang dengan memperhatikan besarnya daya listrik apabila dipergunakan baterai. 58 ....... For further detail, please visit UG Library (http://library.gunadarma.ac.id)