Perdarahan Pada Kehamilan

PERDARAHAN PADA KEHAMILAN

Dr. Hydrawati Sari, SpOG

Perdarahan pada Kehamilan TM I

PENYEBAB PERDARAHAN AWAL KEHAMILAN

 

Abortus Kehamilan mola Kehamilan ektopik

Abortus:
 Abortus Spontan  Abortus iminens/Threatened abortion  Abortus insipiens/inevitable abortion  Abortus komplet, inkomplet  Missed abortion  Abortus berulang  Induksi Aborsi  Medisinalis  Kriminalis

– abortus provokatus

Abortus Spontan
Kelainan kromosom  Infeksi  Kelainan endokrin: DM, defisiensi progesteron  Kelainan uterus, massa tumor

DEFINISI  Abortus : terminasi kehamilan (spontan/induksi) sampai usia kehamilan 20 minggu atau berat janin 500 gram (WHO) .

perdarahan vaginal  Tx: hospitalisasi   Abortus insipiens Serviks terbuka dan terjadi perdarahan vaginal  Tx: D&C  . tdp. Abortu iminens Serviks tertutup.

produk konsepsi pada oui atau vagina. tjd.  Tx: Keluarkan sisa produk konsepsi dan kontrol perdarahan. serviks uteri tertutup. D&C   Abortus komplet  Seluruh produk konsepsi telah keluar. Abortus inkomplet Serviks uteri terbuka. . perdarahan vaginal berhenti. perdarahan vaginal.

GEJALA Perdarahan/spoting  Nyeri  Keluar jaringan/produk konsepsi  .

-hCG  .DIAGNOSIS Anamnesis dan pemeriksaan fisik  Pemeriksaan ginekologik  Pemeriksaan penunjang: USG.

MANAJEMEN Singkirkan adanya Kehamilan ektopik  Penatalaksanaan pasien sesuai dengan diagnosis  – Misoprostol. prostaglandin  Surgical – evacuation of retained products  Medical Perlu anestesi  Dilatasi jika serviks uteri tertutup  Kuretase  .

coli  Kadang-kadang didahului dengan abortus provokatus kriminalis .Abortus sepsis  Gejala:  demam  vaginal discharge berbau  nyeri tekan uterus  Penyebab:  bakteri dari gol. Streptokokus atau E.

.

.

Mola Hidatidosa .

XY Androgenetic complete mole  Mola komplet terdiri dari 2 macam: Homozygous   80% dari complete moles. Berasal dari duplikasi kromosom paternal haploid. Kemungkinan karena dispermi  Heterozygous     Biparental complete mole:     Ditemukan gen Maternal dan paternal genes ttp tdp kegagalan maternal imprinting shg hanya genom paternal yg dominan Kejadiannya jarang Autosomal resesif Mutasi gen . 20% of complete moles.  Mola komplet: tidak tdp janin   90%: 46. 10%: 46.XX. May be male or female.

 Hiperemesis  Hipertiroid keluar gelembung mola    Px fisik  Lebih besar dari usia kehamilan USG – snow storm appearance Tindakan: dilakukan evakuasi .KEHAMILAN MOLA  Gejala:  Perdarahan.

Mola Hidatidosa .

KEHAMILAN EKTOPIK • Kehamilan ekstrauterin • Lokasi: • Ampula tuba (55%) • Isthmus (25%) • Fimbriae (17%) • Interstitial (2%) • Ovarium • Abdomen .

Lokasi Kehamilan Ektopik (KET .

.

.

KET . pernah operasi tuba. abnormalitas tuba • Infeksi genital/PID sebelumnya • Akseptor IUD • Pembedahan sebelumnya krn.Kehamilan ektopik • Faktor risiko: • Faktor tuba: infeksi tuba.

perdarahan intraabdomen • Perdarahan uterus – biasanya berupa spotting • Amenore • Nyeri tekan abdomen dan adneksa • Massa adneksa • Uterus membesar • Sincope .Tanda-tanda KET • Nyeri abdomen unilateral atau bilateral Nyeri subdiafragma atau nyeri bahu bervariasi tergantung dari jml.

Tanda-tanda KET Abdominal pain  Vaginal bleeding  Abdominal tenderness  Adnexal tenderness  History of infertility  Use of IUD  97% 79% 91% 54% 15% 14% (Tay et al 2000) .

Pemeriksaan  Nyeri tekan abdomen  Massa di adneksa  Tes kehamilan: -hCG positif  USG: tak tampak GS intrauterine. massa di adneksa  Kuldosentesis: untuk mengetahui adanya darah di cavum abdomen .

Culdocentesis .

k. Positive 100% .Differential diagnosis Ectopic  Amenorrhoea   75% Miscarriage 100% Perdarahan vaginal sedikit Perdarahan yang terjadi lbh banyak daripada yg terlihat banyak dengan jendalan darah Sesuai dengan perdarahan yang terlihat  Nyeri sebelum perdarahan Setelah atau saat perdarahan    Masa di adneksa Uterus sedikit membesar hCG positive in 75% Tidak ada Pembesaran sesuai u.

kadar -hCG rendah dapat diberikan Methotrexate tapi perlu observasi Pembedahan: laparotomi.hanya jika keadaan hemodinamik stabil. laparoskopi   . asimtomatik Medical management: Jika gestational sac kecil. tidak tampak pulsasi.MANAJEMEN KEHAMILAN EKTOPIK  Konservatif/Expectant management.

Expectant Management Kehamilan akan diresorbsi secara spontan jika: kadar hCG < 1-2000 IU/L Hemoperitoneum < 50 mL Massa tuba < 2 cm Tidak tampak bagian-bagian janin .

Medical Management Metotreksat Dapat diberikan oral. alopesia. bantuan Laparoskopi Efek Samping Insidensiya bervariasi: stomatitis. IV. lokal. kerusakan pada mukosa tuba . hematosalping. dgn.

Perdarahan pada Kehamilan TM III .

PERDARAHAN ANTEPARTUM Plasenta previa  Solusio plasenta  .

SOLUSIO PLASENTA  Perdarahan Retro-placental dan tdp. dpt. Separasi plasenta Revealed : perdarahan vaginal terlihat   Concealed : tidak tampak perdarahan vaginal tetapi perdarahan terkumpul di belakang plasenta Marginal bleeding : perdarahan dari bagian tepi plasenta. Dirawat seara konservatif jk. fetal wellbeing baik  .

.

.

.

Solusio Plasenta – Penyebab         Pre eclampsia Hipertensi Penyakit ginjal Diabetes Polihidramnion Kehamilan ganda Abnormal placenta – IUGR Trauma .

0 2.Solusio Plasenta Risk Factors •Increased Maternal age and parity •Preeclampsia •Chronic hypertension •PROM •Smoking •Cocaine RR N/A 2.8 – 3.4 – 3.0 1.0 1.9 N/A (13%) •Prior abruption 10 – 25 .1 – 4.4 – 1.

Solusio Plasenta – Gejala & Tanda Perdarahan vaginal disertai nyeri  Nyeri tekan uterus  Uterus tegang  Fetal distress atau IUFD  Syok  Nyeri pinggang  “Hypotension on hypertension”  Clotting defects  Gangguan ginjal  .

Solusio Plasenta Symptoms & Signs Frequency (%) •Vaginal bleeding •Uterine tenderness or back pain •Fetal distress •High frequency of contractions •Hypertonus •Idiopathic preterm labor •IUFD 78 66 60 17 17 22 15 .

Solusio Plasenta DIC Acute renal failure Couvelaire uterus .

DIAGNOSIS History  Pemeriksaan klinis – tense.Solusio Plasenta . irritable or contractions. tender uterus.  CTG – fetal heart rate abnormalities and uterine contractions  USG  .

Solusio Plasenta Manajemen Umur kehamilan Maternal status Fetal status Perbaiki hipovolemi. C/S . anemia. hipoksia ? Tocolysis Vaginal vs.

.

MANAJEMEN Fetal problem : CS Fetal death : vaginal vs CS. tergantung pada kondisi ibu dan kematangan serviks uteri Problems: hypovolemic shock multisystem failure DIC .

7 % Jenis: Total Partial Marginal Low-lying .0.Plasenta Previa Insidensi: 0.3.

.

.

.

.

Plasenta Previa Risk Factors Increased maternal age Increase parity Smoking Prior C/S One: 2X – 3X (0.5-0.75%) Two: 1.1% .9% Three: 4.

Plasenta Previa GA at U/S (wk) • < 20 Previa or Bleeding at Delivery 2.2% 5.3% • 20 – 25 • 25 – 30 3.2% • 30 – 35 24% .

Placenta Previa – Tanda & Gejala Asimtomatik  Perdarahan tidak disertai nyeri  Pemeriksaan klinis – uterus relax . mal-presentation  . tidak nyeri tekan. bagian terendah janin tidak masuk panggul.

JANGAN LAKUKAN PEMERIKSAAN VAGINAL SAMPAI PLASENTA PREVIA DAPAT DISINGKIRKAN! .

terutama pada plasenta previa posterior)  .DIAGNOSIS Trans-abdominal with full bladder  Trans-vaginal – IMPORTANT (Untuk melihat letak tepi plasenta terhadap ostium uteri internal.

C/S .Plasenta Previa Manajemen ? Preterm ? Fetal lung maturity ? Labor ? Severe hemorrhage Vaginal delivery vs.

dapat rawat jalan  Perdarahan banyak.Manajemen Manajemen konservatif dilakukan jika perdarahan sedikit dan kondisi ibu dan janin stabil  Pasien asimtomatik atau perdarahan sedikit dan pasien tinggal dekat dg. RS. pasien dipondokkan  Elective Cesarean Section at 38-39 weeks  .

henti jantung  . gagal ginjal.MASSIVE HEMORRHAGE Minta pertolongan  Infus 2 jalur  Periksa darah untuk Crossmatch  Manajemen tergantung pada penyebab  Problems – shock.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful