PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 60 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN,

Menimbang

:

a.

bahwa sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, dipandang perlu untuk menata kembali Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu ditetapkan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan dengan Peraturan Menteri Perhubungan; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara;

b.

Mengingat

:

1.

2.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

1

3.

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009;

Memperhatikan :

Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat nomor B/1728/M.PANRB/07/2010 tanggal 29 Juli 2010, dan nomor B/2292/M.PANRB/10/2010 tanggal 14 Oktober 2010;

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN.

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Perhubungan adalah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Kementerian Perhubungan Perhubungan. Pasal 2 Kementerian Perhubungan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang perhubungan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan; pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan; dipimpin oleh Menteri

(2)

b.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

2

c.

pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Perhubungan; pelaksanaan bimbingan teknik dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Perhubungan di daerah; dan pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.

d.

e.

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Perhubungan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. h. i. Wakil Menteri Perhubungan; Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Perhubungan Darat; Direktorat Jenderal Perhubungan Laut; Direktorat Jenderal Perhubungan Udara; Direktorat Jenderal Perkeretaapian; Inspektorat Jenderal; Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan; Badan Pengembangan Perhubungan; Sumber Daya Manusia

j. k. l. m.

Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan; Staf Ahli Bidang Teknologi dan Energi Perhubungan; Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan; Staf Ahli Bidang Perhubungan; Multimoda dan Kesisteman

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

3

n. o. p.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kemitraan Perhubungan; Pusat Data dan Informasi; Pusat Kajian Kemitraaan dan Pelayanan Jasa Transportasi; dan Pusat Komunikasi Publik.

q.

BAB III WAKIL MENTERI Pasal 5 Wakil Menteri Perhubungan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Pasal 6 Wakil Menteri Perhubungan mempunyai tugas membantu Menteri Perhubungan dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Perhubungan. Pasal 7 Rincian tugas Wakil Menteri Perhubungan akan diatur tersendiri dengan Peraturan Menteri Perhubungan. BAB IV SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Pasal 8 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.

(2)

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

4

Pasal 9 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. koordinasi kegiatan Kementerian Perhubungan; koordinasi dan penyusunan Kementerian Perhubungan; rencana dan program

c.

pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Perhubungan; pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; koordinasi dan penyusunan undangan dan bantuan hukum; penyelenggaraan negara; dan pengelolaan peraturan perundang-

d.

e.

f.

barang

milik/kekayaan

g.

pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Perhubungan.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

5

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 11 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. b. c. d. e. Biro Perencanaan; Biro Kepegawaian dan Organisasi; Biro Keuangan dan Perlengkapan; Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri; dan Biro Umum.

Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 12 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana, pengolahan dan penelaahan , penetapan tarif, program dan anggaran, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program, serta koordinasi penyediaan infrastruktur melalui pinjaman/hibah luar negeri, dan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah, serta evaluasi dan pelaporan. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan koordinasi penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang di lingkungan Kementerian Perhubungan;

b.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

6

c.

penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan penetapan pentarifan di bidang perhubungan; penyiapan koordinasi bahan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah; penyiapan koordinasi penyusunan program dan anggaran di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan koordinasi penyusunan dan penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Kementerian Perhubungan dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA); penyiapan koordinasi penyusunan rencana penyediaan infrastruktur yang dilakukan melalui pinjaman/hibah luar negeri; analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program serta pinjaman/hibah luar negeri; penyiapan koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Kementerian Perhubungan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 14

d.

e.

f.

g.

h.

i.

j.

Biro Perencanaan terdiri atas: a. b. c. d. Bagian Rencana; Bagian Program; Bagian Pentarifan dan Pelaporan; dan Bagian Analisa dan Evaluasi. Pasal 15 Bagian Rencana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang di lingkungan Kementerian Perhubungan.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

7

Pasal 16 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Bagian Rencana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan dan penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang Kementerian Perhubungan; dan penyiapan bahan penyusunan rencana bergulir (rolling plan) Kementerian Perhubungan. Pasal 17 Bagian Rencana terdiri atas: a. b. c. Subbagian Rencana Transportasi Darat dan Perkeretaapian; Subbagian Rencana Transportasi Laut dan Multimoda; dan Subbagian Rencana Transportasi Udara dan Penunjang. Pasal 18 (1) Subbagian Rencana Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Subbagian Rencana Transportasi Laut dan Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi laut dan multimoda. Subbagian Rencana Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi udara dan penunjang.

b.

(2)

(3)

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

8

Bagian Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 21 Bagian Program terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Perhubungan. c. dan Subbagian Program Transportasi Udara dan Penunjang.VALID). c.SETJEN (FINAL . Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan bahan rapat kerja Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dengan lembaga negara. b. Pasal 22 (1) Subbagian Program Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). 01 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 20 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. Subbagian Program Transportasi Darat dan Perkeretaapian. serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara. b.Pasal 19 Bagian Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan program dan anggaran serta penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Kementerian Perhubungan dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). penyiapan bahan koordinasi penyusunan dan penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan. Subbagian Program Transportasi Laut.rtf 9 .

VALID). Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi udara dan penunjang. analisis dan penetapan pentarifan di bidang transportasi. e.(2) Subbagian Program Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Pasal 23 (3) Bagian Pentarifan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. Bagian Pentarifan dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. b.rtf 10 . penyiapan bahan koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi dan penunjang. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi laut. c. serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara.SETJEN (FINAL . Pasal 24 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23. d. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan koordinasi penyiapan bahan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah. bahan untuk lembaga negara dan lembaga pemerintah. Subbagian Program Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi.

koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). c. koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pasal 26 (1) Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Laut dan Tata Usaha Biro.Pasal 25 Bagian Pentarifan dan Pelaporan terdiri atas: a. Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi laut. koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi darat dan perkeretaapian. hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi udara dan penunjang. b. dan Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Udara dan Penunjang. Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi.VALID).rtf 11 . (2) Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Tranportasi Laut dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 .SETJEN (FINAL . serta hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah. serta hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah.

rtf 12 . penyiapan bahan koordinasi penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kementerian Perhubungan. termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaatnya (outcome). e.Pasal 27 Bagian Analisa dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan analisis. c. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Aksi Pencegahan Korupsi. analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi di lingkungan Kementerian Perhubungan.VALID). evaluasi dan penyusunan Laporan Pelaksanaan Rencana dan Program Kementerian Perhubungan termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaatnya (outcome). penyiapan bahan pemantauan. Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan. b. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang dibiayai dengan mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi (RAN-PK) unit Sekretariat Jenderal serta koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang dibiayai dengan mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). Bagian Analisa dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 28 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27.SETJEN (FINAL . 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan koordinasi penyusunan Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan. Kolusi dan Nepotisme (AP-KKN) unit Sekretariat Jenderal.

Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Laut.VALID). analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi darat dan perkeretaapian termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome). Penetapan Kinerja Sekretariat Jenderal. penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kementerian Perhubungan. analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome). Aksi Pencegahan Korupsi. Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan. koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi darat dan perkerataapian melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN).SETJEN (FINAL . penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Sekretariat Jenderal. Pasal 30 (1) Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Kolusi dan Nepotisme (AP-KKN) unit Sekretariat Jenderal.rtf 13 . dan Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Udara dan Penunjang.Pasal 29 Bagian Analisa dan Evaluasi terdiri atas: a. analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi b. Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. c.

asessmen dan konseling pegawai. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a.rtf 14 . 01 OTK KEMENHUB 2010 . d. dan pengendalian organisasi dan tata laksana. organisasi dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian Perhubungan. koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi udara dan penunjang melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). Penetapan Kinerja Biro Perencanaan. dan pengendalian pengembangan kepegawaian. e. pembinaan. penyiapan perumusan. g. dan penyusunan evaluasi dan pelaporan. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 31 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan perumusan.VALID). f. dan pengendalian kepegawaian. pembinaan. dan pengendalian perencanaan kepegawaian. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan pengendalian mutasi. penyiapan perumusan program kerja dan anggaran Biro. penyiapan perumusan. pembinaan. kesejahteraan. pembinaan.SETJEN (FINAL . penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Biro Perencanaan. serta evaluasi dan pelaporan. c. disiplin. b. penyiapan perumusan. penyiapan perumusan. pembinaan.udara dan penunjang termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome).

d. penyiapan bahan perumusan. serta akuntabilitas kinerja Biro. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan program kerja dan anggaran. c. d. Bagian Perencanaan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan Bagian Organisasi dan Tata Laksana. c. pembinaan. Bagian Mutasi. Bagian Pengembangan Kepegawaian. f. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan Biro. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai. Pasal 34 Bagian Perencanaan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. h. program kerja dan anggaran. b. pengendalian perencanaan kepegawaian.SETJEN (FINAL . e.Pasal 33 Biro Kepegawaian dan Organisasi terdiri atas: a. pengelolaan data pegawai. urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. serta evaluasi dan pelaporan. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan bahan penyusunan formasi pegawai. pembinaan. penyiapan bahan pengangkatan calon pegawai negeri sipil.rtf 15 . pengendalian perencanaan kepegawaian.VALID). Bagian Perencanaan Kepegawaian. g. penyiapan bahan perencanaan pengadaan pegawai. Pasal 35 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34.

c. Subbagian Data dan Formasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan dan pengendalian ujian dinas dan penyesuaian ijazah. Pasal 38 Bagian Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. Program. Subbagian Rencana. b. (2) (3) b. pembinaan. pengendalian pengembangan karier pegawai. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. 01 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). dan Subbagian Pengadaan dan Pengangkatan Pegawai. anggaran. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbagian Pengadaan dan Pengangkatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan pengadaan dan pengangkatan calon pegawai. program kerja. Program.SETJEN (FINAL . akuntabilitas kinerja Biro. Subbagian Data dan Formasi Pegawai. Pasal 39 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38.rtf 16 .Pasal 36 Bagian Perencanaan Kepegawaian terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian karier pegawai. serta evaluasi dan penyusunan laporan Biro. serta penyusunan formasi pegawai. Pasal 37 (1) Subbagian Rencana. dan Tata Usaha Biro. serta evaluasi dan pelaporan.

Pasal 40 d. serta evaluasi dan pelaporan. Bagian Pengembangan Kepegawaian terdiri atas: a. pemberhentian dan pensiun. Pasal 41 (1) Subbagian Karier Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian karier pegawai. dan Subbagian Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan.VALID). e. dan peningkatan kualitas pegawai. serta evaluasi dan pelaporan. Subbagian Karier Pegawai. serta evaluasi dan pelaporan.SETJEN (FINAL .c. Subbagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian jabatan fungsional. b.rtf 17 . pengangkatan. penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Pasal 42 Bagian Mutasi. c. serta peningkatan kualitas pegawai. Subbagian Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian kebutuhan pendidikan dan pelatihan. urusan kepangkatan. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . pemindahan dan pemberhentian dalam jabatan struktural. penyiapan bahan pembinaan dan pengendalian jabatan fungsional tertentu dan jabatan fungsional umum. Subbagian Jabatan Fungsional. serta evaluasi dan pelaporan. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. mutasi wilayah kerja. kesejahteraan dan disiplin pegawai.

penyiapan bahan administrasi tenaga perbantuan dan dipekerjakan. penyiapan bahan evaluasi jabatan. penyiapan bahan pelaksanaan assesmen dan konseling pegawai. penyiapan bahan pengelolaan administrasi kepegawaian. penyiapan bahan pelaksanaan mutasi wilayah kerja. dan Subbagian Disiplin dan Pemberhentian Pegawai. f. Pasal 44 c. pemindahan dan pemberhentian dari dan dalam jabatan struktural. penyiapan bahan perumusan pembinaaan. penyiapan bahan pemberian tanda penghargaan.SETJEN (FINAL . Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. i. g. penyiapan bahan pelaksanaan pemberhentian dan pensiun pegawai. j. l. Bagian Mutasi. b. Subbagian Perawatan dan Kesejahteraan Pegawai. e. k. c. Bagian Mutasi. penyiapan bahan bimbingan disiplin pegawai. Subbagian Mutasi dan Kepangkatan Pegawai. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai terdiri atas: a. d.VALID). mutasi.Pasal 43 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. h. kesejahteraan dan disiplin pegawai.rtf 18 . penyiapan bahan pelaksanaan penetapan pengangkatan. b. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan kesejahteraan pegawai dalam bentuk fisik dan non fisik. 01 OTK KEMENHUB 2010 .

c. pengendalian penataan organisasi. pemindahan dan pemberhentian dari dan dalam jabatan struktural. serta evaluasi dan pelaporan.rtf 19 . (2) (3) b. serta evaluasi dan pelaporan. penyiapan bahan perumusan. penyiapan bahan kajian penataan organisasi. pengendalian penataan organisasi. serta evaluasi dan pelaporan. administrasi kepegawaian. Subbagian Perawatan dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan perawatan dan kesejahteraan pegawai dalam bentuk fisik dan non fisik. pembinaan. d. administrasi tenaga perbantuan dan dipekerjakan serta urusan kepangkatan. Pasal 46 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. peraturan kepegawaian. pembinaan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. mutasi wilayah kerja.VALID). assesmen. tatalaksana.Pasal 45 (1) Subbagian Mutasi dan Kepangkatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan pembinaan dan pelaksanaan penetapan pengangkatan. penyiapan rancangan peraturan kepegawaian. konseling. Pasal 47 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46. serta penyiapan bahan dan pelaksanaan pemberhentian dan pensiun pegawai. 01 OTK KEMENHUB 2010 . serta evaluasi dan pelaporan. pelaksanaan pendokumentasian peraturan kepegawaian. Subbagian Disiplin dan Pemberhentian Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pelaksanaan bimbingan disiplin pegawai. pencatatan penilaian prestasi kerja pegawai.SETJEN (FINAL .

serta evaluasi dan pelaporan. prosedur. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan.SETJEN (FINAL . standar. Subbagian Organisasi Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. standar. pembinaan. penyiapan bahan norma. Subbagian Organisasi Transportasi Udara dan Penunjang. Subbagian Organisasi Transportasi Darat. dan Subbagian Ketatalaksanaan dan Peraturan Kepegawaian.rtf 20 . dan pengendalian penataan organisasi. dan kriteria kewenangan bidang transportasi yang diserahkan/ dilimpahkan ke daerah. serta evaluasi dan pelaporan.e. standar. dan pengendalian penataan organisasi.VALID). pembinaan. Pasal 48 g. Laut dan Perkeretaapian. penyiapan bahan kajian dan perumusan ketatalaksanaan. perancangan dan pendokumentasian peraturan kepegawaian. Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. laut dan perkeretaapian. dan kriteria kewenangan yang diserahkan/dilimpahkan ke daerah di bidang transportasi darat. dan kriteria kewenangan yang diserahkan/dilimpahkan ke daerah di bidang transportasi udara dan penunjang. analisis kewenangan dan beban kerja. prosedur. pembinaan. prosedur. Pasal 49 (1) Subbagian Organisasi Transportasi Darat. penyiapan bahan norma. pengendalian ketatalaksanaan. c. Laut dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. penyiapan bahan norma. b. serta evaluasi dan pelaporan. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . f. analisis kewenangan dan beban kerja. Subbagian Ketatalaksanaan dan Peraturan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan.

penyiapan penyusunan dokumen dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. Neraca dan CaLK) serta penyusunan Laporan SIMAK-BMN di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 21 . penyiapan pemantauan. b. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. g. d. pemantauan. penyiapan pembinaan. f.Bagian Kelima Biro Keuangan dan Perlengkapan Pasal 50 Biro Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan administrasi keuangan dan perlengkapan/barang milik negara di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan pelaksanaan penyusunan Laporan Keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (LRA. evaluasi dan penyusunan pelaporan keuangan pelaksanaan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) serta implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian Perhubungan. penilaian dan penyusunan laporan serta pembinaan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. penyiapan pelaksanaan verifikasi dan akuntansi serta penyusunan laporan pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan.SETJEN (FINAL . e.VALID). 01 OTK KEMENHUB 2010 . Biro Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pembinaan pengelolaan keuangan negara serta penyiapan penetapan pengelola anggaran di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan pelaksanaan revisi anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. c.

k. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja.h.SETJEN (FINAL . penyiapan pembinaan pengelolaan Barang Milik Negara meliputi antara lain pengelolaan pengadaan barang/jasa. penggunaan dan penetapan status. l. dan Bagian Perlengkapan. revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 52 i. m. n. c. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian Perhubungan. penghapusan dan penatausahaan di lingkungan Kementerian Perhubungan. inventarisasi dan penilaian. penyiapan pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Kementerian Perhubungan. j. penelitian. pembinaan dan pemantauan pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 22 . pemantauan dan evaluasi pengelolaan serta pelaporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Kementerian Perhubungan. koordinator dan penanggungjawab pelaksanaan tugas / kegiatan Unit Akuntansi Pengguna Anggaran dan Barang (UAPA/B) di lingkungan Kementerian Perhubungan. evaluasi. b. Bagian Pelaksanaan Anggaran. d.VALID). pemantauan dan evaluasi tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . pemindahtanganan. Bagian Perbendaharaan. penyiapan pembinaan. penyiapan usulan penetapan. penyiapan pembinaan. Biro Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas: a. koordinasi. Pasal 53 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Akuntansi. pemantauan. pemanfaatan. evaluasi.

dan Subbagian Anggaran Transportasi Udara dan Penunjang. d.SETJEN (FINAL . b. c. Transportasi Darat dan Subbagian Anggaran Transportasi Laut.VALID). penyiapan bahan penelitian dan evaluasi data dukung sebagai bahan kelengkapan untuk mengusulkan revisi pelaksanaan rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN). penyiapan bahan petunjuk operasional/ pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. dan penyiapan bahan pemantauan dan pelaporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan kontrak strategis. penyiapan bahan inventarisasi data sebagai bahan kelengkapan data dukung usulan revisi rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN). Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan teknis penyusunan petunjuk operasional/ pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. e. g.rtf Subbagian Anggaran Perkeretaapian. 23 . Pasal 55 h. penyiapan bahan penyusunan revisi rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN).Pasal 54 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53. penyiapan bahan penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kementerian Perhubungan bersama unit kerja terkait. pemantauan pelaksanaan kegiatan b. c. Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. f. 01 OTK KEMENHUB 2010 .

SETJEN (FINAL . pemantauan. penelitian dan evaluasi. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. pemantauan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja.Pasal 56 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. dan Penunjang.rtf (2) (3) 24 . revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. pemantauan. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 57 Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penelitian dan evaluasi. penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Kementerian Perhubungan.VALID). penelitian dan evaluasi.

c. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. e. h. dan penyiapan bahan perumusan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Kebijakan Akuntansi di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai SAP.Pasal 58 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57.rtf 25 . penyiapan bahan penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Kementerian Perhubungan kepada Menteri Keuangan dan BPK-RI. penyiapan bahan dan penyusunan perbaikan/ralat Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Neraca dan CaLK berdasarkan hasil rekonsiliasi Kementerian Keuangan. d. 01 OTK KEMENHUB 2010 . reviu Inspektorat Jenderal. g. f. penyiapan bahan verifikasi laporan pertanggungjawaban anggaran dan penilaian pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja serta tindak lanjut hasil pemeriksaan. penyiapan bahan pelaksanaan implementasi dan evaluasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) dan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) untuk anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan bahan pengawasan dan evaluasi serta penilaian terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran oleh para pengelola anggaran. penyiapan bahan pembinaan administrasi keuangan dan pelaporan keuangan kepada para pengelola anggaran di tingkat Unit Pelaksana Teknis/Kantor/Satuan Kerja. penyiapan bahan perumusan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Sistem dan Prosedur Sistem Akuntansi serta pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai SAP. dan pemeriksaan BPK-RI serta penyampaian ralat/koreksi Laporan Keuangan (Audited) Kementerian kepada Menteri Keuangan dan BPK-RI. b.SETJEN (FINAL .VALID).

b. dan Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Udara dan Penunjang. Pasal 60 (1) Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Penunjang. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Laut. penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA).VALID).SETJEN (FINAL . Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan  verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. c. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa.rtf 26 . Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA).Pasal 59 Bagian Akuntansi terdiri atas: a. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Perkeretaapian. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. penyusunan Laporan Keuangan  terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Udara dan Penunjang melakukan penyiapan bahan  verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran.

Pasal 61 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan keuangan negara. bahan bahan pembinaan pembinaan pengelolaan penetapan keuangan pengelola penyiapan bahan pembinaan. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Laut. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi. g. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 27 . Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. e.SETJEN (FINAL . Pasal 62 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. Pasal 63 f. pembinaan administrasi dan pemantauan pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU). Subbagian Perbendaharaan Transportasi Perkeretaapian dan Tata Usaha Biro. b. d. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan negara. tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi. pemantauan dan evaluasi pengelolaan serta pelaporan PNBP. pemantauan dan evaluasi tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. penyiapan anggaran. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan bahan usulan penetapan. c. Transportasi Udara dan 01 OTK KEMENHUB 2010 . dan Subbagian Perbendaharaan Penunjang. penetapan pengelola anggaran. penyiapan bahan pembinaan. c. Darat dan b. penyiapan bahan pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi.VALID). Badan Layanan Umum (BLU). evaluasi.

pengelolaan BLU. pengelolaan PNBP. pemindahtanganan. penetapan pengelola anggaran. serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. pengelolaan BLU. pengelolaan PNBP.Pasal 64 (1) Subbagian Perbendaharaan Transportasi Darat dan Perkeretaapian serta Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara. penghapusan dan penatausahaan Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian Perhubungan.VALID).rtf 28 . Subbagian Perbendaharaan Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara. inventarisasi dan penilaian. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . pengelolaan PNBP. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penetapan pengelola anggaran. serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara. Pasal 65 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan Barang Milik Negara yang meliputi pengelolaan pengadaan barang/jasa. pengelolaan BLU. penetapan pengelola anggaran.SETJEN (FINAL . serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Penunjang. penggunaan dan penetapan status. pemanfaatan.

VALID). 01 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a.SETJEN (FINAL . Subbagian Perlengkapan Perkeretaapian. penyiapan bahan dan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. Subbagian Perlengkapan Transportasi Laut. e. penyiapan bahan dan koordinasi serah terima operasional dan penetapan status Barang Milik Negara. b. penyiapan bahan Laporan Semesteran dan Laporan Tahunan dari Unit Akuntansi Pengguna Barang (UAPB) serta pembinaan administrasi pengelolaan dan penatausahaan pengelolaan Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) termasuk rumah negara. inventarisasi. dan Subbagian Perlengkapan Transportasi Udara. Pasal 67 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. pemanfaatan dan penghapusan Barang Milik Negara.rtf 29 . d. f. b. Transportasi Darat dan c. penyiapan bahan dan pembinaan administrasi pelaksanaan pemanfaatan dan pemindahtangan serta penghapusan Barang Milik Negara. c.Pasal 66 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. penyiapan bahan pembinaan administrasi pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara. dan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengelolaan perlengkapan termasuk rumah negara dan penatausahaan perlengkapan rumah negara meliputi pengadaan.

penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara. dan Sekretariat Jenderal. pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara. pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara.rtf 30 .SETJEN (FINAL . pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara. penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Badan Penelitian dan Pengembangan dan Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Subbagian Perlengkapan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara. Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN. Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN.VALID).Pasal 68 (1) Subbagian Perlengkapan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. Subbagian Perlengkapan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa.

penyuluhan hukum. 01 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. serta urusan kerjasama luar negeri di lingkungan Kementerian Perhubungan. pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundangundangan. e. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum.VALID). penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. pemantauan dan evaluasi serta konsultasi dengan instansi terkait mengenai pelaksanaan kerjasama luar negeri. g. perencanaan. koordinasi. penyiapan pembinaan terhadap penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. b.SETJEN (FINAL . penyuluhan hukum. c. serta urusan kerjasama luar negeri.Bagian Keenam Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Pasal 69 Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. i. f. penyiapan bahan ratifikasi konvensi dan perjanjian internasional di bidang transportasi. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. pelaksanaan penyiapan koordinasi. d. h. pemberian pertimbangan dalam penerapan peraturan perundang-undangan dan penyusunan perjanjian.rtf 31 .

serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan Bagian Kerjasama Luar Negeri. c. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 73 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72.SETJEN (FINAL . penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat dan perkeretaapian.Pasal 71 Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri terdiri atas: a. f.VALID). d. Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum. penyiapan bahan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. e. Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara. penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. b. Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penelaahan. c. dokumentasi dan pelayanan informasi hukum. Pasal 72 Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi.rtf 32 . penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan. d. Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. b. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

Subbagian Peraturan Transportasi Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . b. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.Pasal 74 Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a. udara dan penunjang. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat.VALID).rtf 33 . penelaahan. Pasal 75 (1) Subbagian Peraturan Transportasi Darat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan. Subbagian Peraturan Transportasi Darat. Pasal 76 Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. serta tata usaha dan rumah tangga Biro. c. Subbagian Dokumentasi Peraturan Perundang-undangan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan. penelaahan. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi perkeretaapian. dan Subbagian Dokumentasi Peraturan Perundang-Undangan dan Tata Usaha Biro. serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut. Subbagian Peraturan Transportasi Perkeretaapian.SETJEN (FINAL .

udara dan penunjang. b. (2) 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. Pasal 78 Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara terdiri atas: a.Pasal 77 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76. udara dan penunjang. penelaahan. dan Subbagian Peraturan Penunjang.SETJEN (FINAL . c.rtf 34 . Subbagian Peraturan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Peraturan Transportasi Laut. Subbagian Peraturan Transportasi Udara. Pasal 79 (1) Subbagian Peraturan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi udara. d. c. dan penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut. udara dan penunjang. penyiapan bahan perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut.VALID). perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut. penyiapan bahan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara menyelenggarakan fungsi: a. b. udara dan penunjang. penelaahan.

penyiapan bahan pemberian bantuan hukum dalam rangka penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan.(3) Subbagian Peraturan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan.SETJEN (FINAL . 01 OTK KEMENHUB 2010 . perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang penunjang. b. c. Subbagian Bantuan Hukum.rtf 35 . Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum terhadap penyusunan perjanjian nasional maupun internasional di bidang transportasi serta permasalahan yang timbul akibat penerapan peraturan perundangundangan di bidang transportasi. penyiapan bahan penelaahan dan penyiapan bahan perumusan perjanjian nasional dan internasional di bidang transportasi. serta pemberian bantuan dan penyuluhan hukum. Pasal 81 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. c. Pasal 80 Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan penyiapan rumusan perjanjian. dan pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundangundangan. dan Subbagian Penyuluhan Hukum. Subbagian Perjanjian.VALID). b. Pasal 82 Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum terdiri atas: a. d. pemberian pertimbangan dalam penerapan peraturan perundang-undangan. penelaahan.

VALID).Pasal 83 (1) Subbagian Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan perumusan perjanjian nasional. organisasi internasional. serta melaksanakan pemantauan dan inventarisasi pelaksanaan hubungan luar negeri. multilateral dan regional di bidang transportasi. Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bantuan hukum dalam rangka penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. hubungan antar lembaga negara secara bilateral. 01 OTK KEMENHUB 2010 . dan antar negara secara bilateral. penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama bilateral. Bagian Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. multilateral dan regional di bidang transportasi. Subbagian Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundang-undangan. organisasi internasional.rtf 36 . c.SETJEN (FINAL . pemberian pertimbangan hukum terhadap penyusunan perjanjian nasional dan permasalahan yang timbul di bidang pengadaan barang/jasa serta akibat penerapan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. Pasal 85 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. multilateral dan regional di bidang transportasi. dan penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama luar negeri di bidang transportasi. Pasal 84 Bagian Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerjasama luar negeri dengan badan dunia. (2) (3) b.

organisasi internasional. pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. c.VALID). hubungan antar lembaga negara secara multilateral di bidang transportasi. United Nations Commission on Trade and Development (UNCTAD). Economic and Social Communication for Asia and the Pacific (ESCAP). organisasi internasional. Subbagian Kerjasama Bilateral. b. yaitu International Civil Aviation Organization (ICAO). World Trade Organization (WTO). Organisasi Konferensi Islam (OKI). pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. Subbagian Kerjasama Multilateral.SETJEN (FINAL . pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri. Subbagian Kerjasama Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama secara regional. Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama luar negeri secara multilateral. hubungan antar lembaga negara secara regional di bidang transportasi yaitu Asia Pasific Economic Cooperation (APEC).rtf 37 . Pasal 87 (1) Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama luar negeri secara bilateral. dan Subbagian Kerjasama Regional. General Agreement on Trade and Services (GATS).Pasal 86 Bagian Kerjasama Luar Negeri terdiri atas: a. International Maritime Organization (IMO). dan Gerakan Negara Non Blok (GNB). United Nations Development Program (UNDP). serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama multilateral di bidang transportasi. Association of (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . hubungan antar lembaga negara secara bilateral serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama bilateral di bidang transportasi.

g.SETJEN (FINAL . keprotokolan. BruneiIndonesia-Malaysia-Philipina East Asia Growth Area (BIMP-EAGA) serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama regional di bidang transportasi.rtf 38 . f. penyiapan penyelenggaraan pembinaan ketatausahaan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 88 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengendalian urusan ketatausahaan.VALID). c. penyiapan penyusunan anggaran Sekretariat Jenderal dan pelaksanaan penatausahaan Barang Milik Negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri.South East Asian Nation (ASEAN). Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. pembiayaan. penyiapan penyelenggaraan pimpinan Kementerian. dan kerumahtanggaan. IndonesiaMalaysia-Singapore Growth Triangle (IMS-GT). Indonesia-MalaysiaThailand Growth Triangle (IMT-GT). penyiapan penyelenggaraan urusan keprotokolan. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penatausahaan pembiayaan dan penggajian Sekretariat Jenderal serta pelaporannya. d. 01 OTK KEMENHUB 2010 . urusan ketatausahaan b. pembiayaan. dan kerumahtanggaan. penyiapan kearsipan. dan penyiapan penyelenggaraan urusan kerumahtanggaan yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan urusan persuratan dan e.

penyiapan bahan penyelenggaraan urusan ketatausahaan Menteri. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 90 Biro Umum terdiri atas: a. c. Bagian Tata Usaha Kementerian. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 93 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan terdiri atas: a. d. d. c. b. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal.VALID). Bagian Rumah Tangga. Pasal 92 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri. Subbagian Tata Usaha Menteri. dan Bagian Pembiayaan dan Perjalanan. penyiapan bahan keprotokolan. e. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan keprotokolan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri. Sekretaris Jenderal. Sekretaris Jenderal.rtf 39 . dan pembinaan pemberian bimbingan b. dan Subbagian Keprotokolan.SETJEN (FINAL . dan Staf Ahli Menteri. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan. b. Wakil Menteri. Wakil Menteri. serta keprotokolan. c. Pasal 91 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan urusan ketatausahaan Menteri. dan Staf Ahli Menteri.

Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan Sekretaris Jenderal.Pasal 94 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan Menteri. penyiapan bahan pembinaan dan bimbingan administrasi perkantoran Kementerian Perhubungan. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan bahan-bahan untuk kegiatan pimpinan dan Kementerian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Wakil Menteri.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro. b.rtf . Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 95 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan Kementerian Perhubungan serta urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro. 40 (2) (3) (4) (5) 01 OTK KEMENHUB 2010 . c. d.SETJEN (FINAL . Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Staf Ahli Menteri. e. Subbagian Keprotokolan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan keprotokolan. serta urusan keprotokolan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan persuratan dan kearsipan. penyiapan bahan penyusunan pedoman administrasi perkantoran dan kearsipan Kementerian Perhubungan. Pasal 96 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95.

Pasal 97 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. Pasal 98 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bimbingan administrasi perkantoran dan urusan persuratan. (2) (3) c. Subbagian Tata Persuratan. c. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan dalam. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pengadaan peralatan dan penatausahaan serta inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. keamanan kantor dan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. Pasal 100 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bimbingan urusan kearsipan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 99 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. b.VALID).SETJEN (FINAL . Subbagian Kearsipan.rtf 41 . b. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan urusan kerumahtanggaan. dan Subbagian Penggandaan dan Tata Usaha Biro. serta urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro. Subbagian Penggandaan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan penggandaan dan distribusi hasil penggandaan.

keamanan kantor dan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Sekretariat Jenderal serta urusan pelayanan kesehatan pegawai. Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a.rtf 42 . dan perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 103 Bagian Pembiayaan dan Perjalanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan anggaran. Subbagian Penyediaan Peralatan dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pengadaan peralatan dan inventarisasi serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. pelaksanaan urusan dalam. Pasal 101 e. Subbagian Penyediaan Peralatan dan Inventarisasi. Prasarana dan Angkutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pemeliharaan sarana. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pemeliharaan sarana. dan penyiapan bahan penyelenggaraan pelaksanaan urusan pelayanan kesehatan pegawai. b. Subbagian Pemeliharaan Sarana. prasarana dan angkutan di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Perhubungan. penggajian. Subbagian Keamanan dan Urusan Dalam. serta penatausahaan pembiayaan. c. prasarana dan angkutan di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Perhubungan.VALID). serta urusan pelayanan kesehatan pegawai. dan pengelolaan akuntansi Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. dan Subbagian Pemeliharaan Sarana.SETJEN (FINAL . Prasarana dan Angkutan.d. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 102 (1) Subbagian Keamanan dan Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan sosialisasi urusan kerumahtanggaan.

b. penggajian.SETJEN (FINAL . Subbagian Pembiayaan. dan pengelolaan akuntansi di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. c. Pasal 105 Bagian Pembiayaan dan Perjalanan terdiri atas: a. c. dan pengelolaan akuntansi di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri.VALID). b. penyiapan bahan penyusunan anggaran. serta menyiapkan bahan laporan pertanggung-jawaban.Pasal 104 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102. Pasal 106 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan anggaran. Subbagian Penyusunan Anggaran dan Pelaporan. dan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. Bagian Pembiayaan dan Perjalanan menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Penggajian dan Perjalanan Dinas. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan.rtf 43 . dan perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pelaksanaan dan penatausahaan pembiayaan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Penggajian dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penggajian serta perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal.

Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).rtf 44 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) (3) (4) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 108 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.SETJEN (FINAL . dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh masing-masing Kepala Biro yang bersangkutan.VALID). Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 107 Kelompok Jabatan Fungsional pada Biro di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dipimpin oleh Direktur Jenderal. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBDAT (FINAL .VALID). d. dan kriteria di bidang perhubungan darat. c. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan di bidang perhubungan darat. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan darat.BAB V DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT Bagian Pertama Kedudukan. penyusunan norma.rtf 45 . pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan darat. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Pasal 111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110. e. prosedur. standar. Pasal 110 Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perhubungan darat. Tugas dan Fungsi Pasal 109 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. b.

c. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.VALID). 02 OTK KEMENHUB 2010 . Danau dan Penyeberangan. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 112 Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terdiri atas: a. danau dan penyeberangan.rtf 46 . b. e. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan. pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. Pasal 114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113. transportasi perkotaan dan keselamatan transportasi darat. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dalam memfasilitasi dan memberikan pelayanan teknis serta administratif kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. transportasi sungai. penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan program.DITJEN HUBDAT (FINAL . dan Direktorat Keselamatan Transportasi Darat. penyusunan laporan dan evaluasi serta sistem informasi di bidang transportasi jalan. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

dan Bagian Kepegawaian dan Umum. penyusunan sistem informasi serta penyusunan anggaran dan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Bagian Keuangan. pelaksanaan pengelolaan urusan kepegawaian. d.b. c. tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. dan pelaksanaan penelaahan. Bagian Perencanaan. evaluasi dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat.VALID). pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. 02 OTK KEMENHUB 2010 . e. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terdiri atas: a. Pasal 116 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan koordinasi penyusunan rencana dan program. penyusunan organisasi dan tata laksana.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keselamatan dan transportasi darat. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum serta penyiapan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerja sama luar negeri. Bagian Hukum dan Kerjasama. d. pelaksanaan pengelolaan urusan keuangan dan barang inventaris milik/kekayaan negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pelaksanaan evaluasi rencana dan program kerja. Pasal 115 c.rtf 47 . b.

dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan. pengelolaan dan pengembangan sistem dan teknologi informasi di bidang transportasi darat serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. penyiapan bahan penyelenggaraan dan pelaksanaan bimbingan penyusunan rencana regional dan lokal di bidang transportasi darat. Subbagian Rencana dan Program. b. penyiapan bahan koordinasi penyusunan kebijakan. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. rencana. program. program. b. rencana. Pasal 119 (1) Subbagian Rencana dan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan kebijakan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi.VALID). Pasal 118 Bagian Perencanaan terdiri atas: a.Pasal 117 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116.DITJEN HUBDAT (FINAL . dan Subbagian Sistem Informasi dan Pelaporan. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyelenggaraan pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. c. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. e. d. c. program. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta pemberian bimbingan penyusunan rencana regional dan lokal di bidang transportasi darat.rtf 48 . rencana. 02 OTK KEMENHUB 2010 .

b. Subbagian Sistem Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. dan Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. penyiapan bahan pelaksanaan anggaran dan bimbingan teknis administrasi keuangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Pasal 122 Bagian Keuangan terdiri atas: a. c. program.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan. anggaran dan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. rencana. pengelolaan dan pengembangan sistem dan teknologi informasi di bidang transportasi darat serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. penyiapan bahan pelaksanaan perbendaharaan.rtf 49 . dan penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Pasal 120 (3) Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.DITJEN HUBDAT (FINAL . 02 OTK KEMENHUB 2010 . kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta penyiapan bahan penyusunan pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran.VALID). Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120. c.

pengeluaran dan penerimaan serta revisi anggaran dan bimbingan teknis administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.DITJEN HUBDAT (FINAL . c. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Pasal 125 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 124. (2) (3) b. Pasal 124 Bagian Hukum dan Kerjasama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerjasama luar negeri di bidang transportasi darat.Pasal 123 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penggunaan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan verifikasi anggaran dan akuntansi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerja sama luar negeri di bidang transportasi darat.VALID). Bagian Hukum dan Kerjasama menyelenggarakan fungsi: a.rtf 50 . penyiapan bahan penyusunan rancangan dan penelaahan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat. 02 OTK KEMENHUB 2010 .

rtf 51 .VALID). Pasal 128 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum. serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama.Pasal 126 Bagian Hukum terdiri atas: a. penyusunan organisasi dan tata laksana serta urusan tata usaha dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi. Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum.DITJEN HUBDAT (FINAL . b. (2) (3) 02 OTK KEMENHUB 2010 . c. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang transportasi darat. Pasal 127 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan dan penelaahan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat serta melakukan verifikasi Raperda dan Perda yang berkaitan dengan sub sektor Perhubungan Darat sesuai dengan peraturan perundangan.

Subbagian Kepegawaian dan Organisasi. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pegawai. pengembangan dan peningkatan kompetensi pegawai. dan penyiapan bahan pengelolaan urusan kerumahtanggaan dan kesejahteraan pegawai. mutasi pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. c. b. c. 02 OTK KEMENHUB 2010 . mutasi dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pengembangan dan peningkatan kompetensi pegawai. Subbagian Tata Usaha. b.rtf 52 . Pasal 130 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. dan Subbagian Rumah Tangga.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian dan administrasi perkantoran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. organisasi dan tata laksana. urusan umum serta urusan pengadaan dan inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.Pasal 129 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128. Pasal 131 (1) Subbagian Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pegawai. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional dan standar kompetensi sumber daya manusia aparatur di bidang transportasi darat.DITJEN HUBDAT (FINAL . organisasi dan tata laksana serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional dan standar kompetensi sumber daya manusia aparatur di bidang transportasi darat.

pedoman. penyiapan penyusunan standar. Pasal 133 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132. norma. norma. angkutan jalan. surat menyurat. pengawasan.VALID). (3) Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 132 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. sarana angkutan jalan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. lalu lintas jalan. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi jalan. b.DITJEN HUBDAT (FINAL . angkutan jalan. ekspedisi dan penggandaan. lalu lintas jalan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi jalan. standar. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. kearsipan. urusan umum. angkutan jalan. sarana angkutan jalan. d. serta bimbingan teknis. serta urusan pengadaan dan inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. sarana angkutan jalan. pedoman.(2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha kepegawaian.rtf 53 . lalu lintas jalan. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. kerumahtanggaan dan kesejahteraan pegawai. kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi jalan. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. c. kriteria dan prosedur.

penyusunan dan penyiapan bahan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan jalan nasional. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. penyusunan rencana. f. penetapan serta evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan. lintas batas negara dan jaringan trayek angkutan perintis. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terdiri atas: a. tipe terminal serta sistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan pemberian kualifikasi teknis petugas terminal.DITJEN HUBDAT (FINAL . Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan.e.rtf 54 . Subdirektorat Pengendalian Operasional. penguji kendaraan bermotor serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. program dan evaluasi pengembangan lalu lintas dan angkutan jalan. penyiapan pelaksanaan monitoring. klasifikasi. penyiapan pelaksanaan harmonisasi dan standarisasi regulasi tingkat nasional. b. e. lokasi. serta simpul. h. Subdirektorat Lalu Lintas Jalan. Pasal 134 f. Subdirektorat Angkutan Jalan. prosedur dan bimbingan teknis. pedoman. dan Subbagian Tata Usaha. g.VALID). d. penyiapan pelaksanaan pembinaan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. regional. jaringan trayek angkutan antar kota antar propinsi. norma. Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan. kriteria. jaringan lintas angkutan barang pada jalan nasional. rancang bangun. Pasal 135 Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. standar. dan internasional di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. 02 OTK KEMENHUB 2010 . c.

jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan untuk penumpang dan barang. penentuan lokasi terminal. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi jalan. c. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk lalu lintas dan angkutan jalan. f. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan Jalan Propinsi. penentuan lokasi terminal penumpang tipe B dan tipe C. norma. e. lokasi terminal penumpang tipe utama dan penyusunan rencana. standar. jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan. lintas batas negara. jaringan trayek antar propinsi. penentuan lokasi terminal barang tipe pengumpul dan tipe penunjang. lokasi terminal penumpang tipe A. b. d. penyiapan bahan penyusunan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan jalan nasional. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian kualifikasi teknis petugas terminal. Kota dan Kabupaten. sistim informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan Standar Pelayanan Minimal pengoperasian terminal.DITJEN HUBDAT (FINAL .rtf 55 . angkutan perintis. sistim informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan Standar Pelayanan Minimal pengoperasian terminal. jaringan lintas angkutan barang di jalan nasional. penyiapan bahan perumusan pengembangan sistim informasi dan komunikasi sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan. Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan menyelenggarakan fungsi: a. program dan evaluasi pengembangan lalu lintas dan angkutan jalan. pedoman.Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135.VALID). penyiapan bahan perumusan kebijakan.

standar. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor.Pasal 137 Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan transportasi jalan. dan prosedur serta bimbingan teknis. teknologi kendaraan bermotor. Pasal 139 Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. standar. norma. Pasal 138 (1) Seksi Jaringan Prasarana dan Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. dan Seksi Pengembangan Transportasi Jalan. pedoman. pedoman.VALID). program dan evaluasi pengembangan transportasi jalan. dan penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan transportasi jalan primer. pengujian kendaraan bermotor.DITJEN HUBDAT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan prasarana transportasi jalan dan jaringan pelayanan angkutan jalan serta penyiapan bimbingan teknis penyusunan jaringan transportasi jalan sekunder dan penentuan lokasi terminal tipe B dan terminal tipe C serta terminal barang. b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. penetapan jaringan trayek lintas batas negara. sertifikasi registrasi uji tipe kendaraan bermotor. sertifikasi uji tipe kendaraan bermotor. dan penyiapan pengesahan hasil uji tipe. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. sertifikasi uji sampel kendaraan bermotor.rtf . penetapan lokasi terminal barang utama dan penetapan kelas jalan primer serta pemberian kualifikasi teknis petugas terminal. Seksi Jaringan Prasarana dan Pelayanan. perumusan rencana. serta pengembangan sistim informasi dan komunikasi sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan. Seksi Pengembangan Transportasi Jalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria. norma. norma. jaringan trayek antar kota antar propinsi dan jaringan lintas pada jaringan jalan primer serta penetapan lokasi terminal tipe A. 56 (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . harmonisasi dan standarisasi regulasi kendaraan bermotor.

Pasal 140 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139. sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor. sertifikasi rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor.DITJEN HUBDAT (FINAL . serta harmonisasi dan standarisasi regulasi. Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a. teknologi kendaraan bermotor. pelaksanaan pemeriksaan terhadap pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. serta pengujian kendaraan bermotor. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor dan kendaraan tidak bermotor. 57 b. penyiapan bahan pengesahan hasil uji tipe dan sertifikasi uji tipe kendaraan bermotor. norma. serta pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor. pedoman. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang sarana angkutan jalan. akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor serta evaluasi dan pelaporan di bidang sarana angkutan jalan. sertifikasi rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi pengujian tipe dan berkala kendaraan bermotor. 02 OTK KEMENHUB 2010 . serta pengujian kendaraan bermotor. pedoman. c. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan. dan prosedur di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. teknologi kendaraan bermotor. kriteria. akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor.rtf . teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. penyiapan bahan penyusunan standardisasi. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. norma. kriteria. serta pelaksanaan pemeriksaan terhadap pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. teknologi kendaraan bermotor. sertifikasi modifikasi kendaraan bermotor.VALID).sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor. pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor. pengujian kendaraan bermotor. d. sistem dan prosedur di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. f. standar.

pedoman. Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor. pedoman. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian kendaraan bermotor dan penyiapan bahan pengesahan hasil uji tipe. standar. Seksi Teknologi Kendaraan Bermotor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan pemeriksaan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor serta harmonisasi dan standardisasi regulasi kendaraan bermotor. b. standar.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang teknologi kendaraan bermotor.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 143 Subdirektorat Lalu Lintas Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. persyaratan teknis dan kelaikan jalan kendaraan bermotor dan penyiapan bahan sertifikasi rancang bangun kendaraan bermotor.rtf 58 . norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. dan prosedur serta bimbingan teknis. sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor dan akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor. Pasal 142 (1) Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. perlengkapan jalan dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyiapan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan. akreditasi unit penimbangan kendaraan bermotor dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor. sertifikasi registrasi uji tipe kendaraan bermotor. norma. dan Seksi Teknologi Kendaraan Bermotor.Pasal 141 Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan terdiri atas: a. kriteria.

Subdirektorat Lalu Lintas Jalan menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kebutuhan pengadaan. norma. dan prosedur serta bimbingan teknis. dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan dan penimbangan kendaraan bermotor di jalan. kriteria. evaluasi dan laporan pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas serta analisa dampak lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan. d. dan pemeliharaan perlengkapan jalan di jalan nasional. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas jalan. pedoman. 02 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). h. penyiapan bahan perumusan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas.DITJEN HUBDAT (FINAL . standar. penyiapan bahan penyusunan analisis. perlengkapan jalan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. perbaikan.Pasal 144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143. penyusunan sistem informasi manajemen rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor. b. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. perlengkapan jalan dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyiapan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan di jalan nasional dan pengoperasian alat penimbangan. e. f. pemasangan. penyiapan bahan perumusan pemberian kualifikasi teknis petugas alat penimbangan.rtf 59 . g. penyiapan bahan pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan.

pelaksanaan penilaian kinerja dan pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum. dan Seksi Perlengkapan Jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan penumpang dan barang. Pasal 147 Subdirektorat Angkutan Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. sesuai dengan kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. norma. norma. analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. penyiapan mekanisme proses perijinan dan pelaksanaan urusan perijinan angkutan penumpang dan angkutan barang di jalan. serta pemberian subsidi angkutan umum. bimbingan teknis. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID). standar. pengkajian dan perhitungan tarif angkutan penumpang dan barang di jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang perlengkapan jalan dan penimbangan kendaraan bermotor di jalan. serta penyiapan bahan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional baik di jalan tol maupun non-tol. Seksi Perlengkapan Jalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.rtf 60 .Pasal 145 Subdirektorat Lalu Lintas Jalan terdiri atas: a. serta penyiapan bahan akreditasi unit penimbangan kendaraan bermotor dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor. prosedur dan kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas.DITJEN HUBDAT (FINAL . (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . norma. standar. pedoman. Pasal 146 (1) Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. b. monitoring. pedoman. penyelenggaraan sistem informasi dan komunikasi angkutan jalan. Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas.

kriteria dan prosedur di bidang angkutan penumpang dan angkutan barang serta tarif angkutan penumpang dan/ atau barang di jalan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan pemberian izin trayek angkutan penumpang untuk trayek lintas batas negara dan trayek antar kota antar propinsi. norma. d. 02 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBDAT (FINAL . dan Seksi Angkutan Barang. penetapan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi.Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. serta pengendalian angkutan barang tertentu. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan penumpang dan tarif angkutan penumpang serta penyiapan bahan b. c. pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum dan pemberian subsidi angkutan umum. Subdirektorat Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. dan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring. e. f. b. standar. Seksi Angkutan Penumpang. penyiapan bahan perumusan kebijakan. izin operasi angkutan pariwisata. taksi tertentu dan angkutan sewa. penyiapan bahan pelaksanaan sistem informasi dan komunikasi di bidang angkutan jalan. Pasal 150 (1) Seksi Angkutan Penumpang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penilaian kinerja perusahaan angkutan umum. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan jalan.rtf 61 . standar. pedoman. Pasal 149 Subdirektorat Angkutan Jalan terdiri atas: a.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang angkutan penumpang dan angkutan barang serta tarif angkutan penumpang dan/ atau barang di jalan.

dan pembinaan angkutan barang. pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum dan pemberian subsidi angkutan umum. Pasal 151 Subdirektorat Pengendalian Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.pemberian izin trayek lintas batas negara dan trayek antar kota antar propinsi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.rtf 62 . pedoman. izin operasi angkutan pariwisata dan angkutan penumpang tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya bersifat lintas batas negara dan antar kota antar propinsi serta penetapan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi serta penilaian kinerja perusahaan angkutan umum. pelaksanaan pengawasan sarana dan prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan penegakan hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terhadap pelanggaran di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. b. pedoman. standar. (2) Seksi Angkutan Barang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan barang dan pengkajian tarif angkutan barang. standar. kriteria dan prosedur di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. norma. Subdirektorat Pengendalian Operasional menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional. serta penyiapan bahan pemberian izin operasi angkutan barang tertentu.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. penyiapan bahan perumusan standar. norma. 02 OTK KEMENHUB 2010 .

dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. standar. norma. sistem dan prosedur di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. pedoman. standar. kriteria. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan. Pasal 153 d. b. penyiapan bahan perumusan pengusulan pengangkatan/ pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. sistem dan prosedur di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal 154 (1) Seksi Monitoring Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. standar.rtf . g. e. kriteria. standar. pedoman. 63 02 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Monitoring Operasional.c. pedoman. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan.DITJEN HUBDAT (FINAL .VALID). kriteria. dan Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Subdirektorat Pengendalian Operasional terdiri atas: a. f. dan prosedur di bidang sarana dan prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan penegakan hukum dan penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran pelaksanaan kebijakan. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. penertiban dan pemberian sanksi administratif terhadap pelanggaran operasional kendaraan angkutan umum yang menjadi kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan terhadap kebijakan.

lalu lintas dan angkutan sungai. danau dan penyeberangan. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. pedoman. danau dan penyeberangan. pedoman. sarana.(2) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar.VALID). 02 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 155 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. danau dan penyeberangan. penyiapan penyusunan standar. sarana. kriteria dan prosedur.DITJEN HUBDAT (FINAL . b. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. Bagian Kelima Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. dan rumah tangga Direktorat. pedoman. norma. Danau dan Penyeberangan Pasal 156 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. serta bimbingan teknis. lalu lintas dan angkutan sungai. standar. norma. pelabuhan.rtf 64 . kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. pelabuhan. kepegawaian. evaluasi dan pelaporan di bidang penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan penyiapan bahan pengusulan pengangkatan dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi.

Danau dan Penyeberangan. danau dan penyeberangan.VALID). Sungai. Lintas Sungai. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. lalu lintas dan angkutan sungai. lalu lintas dan angkutan sungai. Pasal 158 d. penyiapan pelaksanaan pembinaan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai. f. b. penyiapan perumusan pelaksanaan kebijakan di bidang jaringan transportasi. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi. e. c. pelabuhan. sarana. Inspektur Sungai dan Danau. Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai. e. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. danau dan penyeberangan. serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai.rtf 65 .DITJEN HUBDAT (FINAL . pelabuhan.c. Danau dan Penyeberangan. dan Subbagian Tata Usaha. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. Subdirektorat Pelabuhan Penyeberangan. danau dan penyeberangan. sarana. danau dan penyeberangan. Danau Danau Danau dan dan dan Subdirektorat Angkutan Penyeberangan. danau dan penyeberangan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. Sungai. f. d. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. Pejabat Pemberangkatan Angkutan Sungai dan Danau. Subdirektorat Lalu Penyeberangan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . g.

pedoman.Pasal 159 Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi sungai. danau dan penyeberangan. pengembangan dan pengawasan perwujudan serta penetapan jaringan transportasi sungai. penyiapan bahan penyusunan jaringan lintas penyeberangan antar propinsi dan antar negara dan pemaduan rencana kegiatan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. norma. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi sungai. evaluasi dan pengembangan jaringan transportasi sungai. evaluasi. d. danau dan penyeberangan. kriteria. penyiapan bahan perumusan kebijakan. analisis. 02 OTK KEMENHUB 2010 . dan penetapan lintas penyeberangan dalam propinsi dan dalam kabupaten / kota. kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi sungai. norma. c. analisis. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan transportasi sungai. e.DITJEN HUBDAT (FINAL . analisis. Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai. evaluasi.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi sungai. penetapan lintas penyeberangan antar propinsi dan antar negara. penyusunan rencana umum. standar. danau dan penyeberangan. penyusunan rencana umum. danau dan penyeberangan. Pasal 160 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159. pedoman. b. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. dan prosedur serta bimbingan teknis. danau dan penyeberangan dalam propinsi dan dalam kabupaten / kota. danau dan penyeberangan serta pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) lalu lintas dan angkutan sungai. pengembangan dan pengawasan perwujudan serta penetapan jaringan transportasi sungai. danau dan penyeberangan.rtf 66 . danau dan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana umum jaringan transportasi sungai. standar.

Pasal 163 (2) Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan. pemeliharaan sarana angkutan sungai. analisis serta informasi jaringan transportasi sungai. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. norma. Pasal 164 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163. danau dan penyeberangan. standar. kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun.Pasal 161 Subdirektorat Jaringan Transportasi Penyeberangan terdiri atas: a. Pasal 162 (1) Seksi Analisa dan Evaluasi Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar. mutu pelayanan. mutu pelayanan. serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. danau dan penyeberangan. pengembangan dan penetapan jaringan transportasi sungai. norma. kriteria. perawatan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Sungai. danau dan penyeberangan. Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai. pedoman. Seksi Pengembangan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. dan prosedur serta bimbingan teknis. b. norma. standar. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 67 . pedoman.DITJEN HUBDAT (FINAL . norma.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun. danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Danau dan Seksi Analisa dan Evaluasi Jaringan. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. dan Seksi Pengembangan Jaringan.

Danau dan Seksi Rancang Bangun Sarana. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun. danau dan penyeberangan serta registrasi sarana angkutan sungai dan danau. d. Sungai. penyiapan bahan penyusunan perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang perawatan dan pemeliharaan sarana angkutan sungai. b. Pasal 166 (1) Seksi Rancang Bangun Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 68 . penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rancang bangun sarana sungai. perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kualifikasi teknis awak sarana angkutan sungai dan danau. danau dan penyeberangan serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. Pasal 165 c. dan Seksi Bimbingan Perawatan Sarana. danau dan penyeberangan.b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. danau dan penyeberangan serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. Seksi Bimbingan Perawatan Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun sarana angkutan sungai.VALID). danau dan penyeberangan. pedoman. norma. standar. e. pedoman.DITJEN HUBDAT (FINAL . danau dan penyeberangan serta perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. Subdirektorat Sarana Angkutan Penyeberangan terdiri atas: a. norma. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. mutu pelayanan.

evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan.DITJEN HUBDAT (FINAL . pembangunan. standar. dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. pembangunan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. kriteria dan prosedur di bidang perencanaan. norma. danau dan penyeberangan. pemeliharaan. danau dan penyeberangan. pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan. danau dan penyeberangan.VALID). b. danau dan penyeberangan.Pasal 167 Subdirektorat Pelabuhan Sungai. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. c. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan. standar.rtf 69 . 02 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Pelabuhan Sungai. kriteria. pemeliharaan. pemeliharaan. norma. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan. pembangunan. pedoman. penyiapan bahan pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. d. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. danau dan penyeberangan. pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. pembangunan. pemeliharaan. penyiapan bahan pelaksanaan kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. serta pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai.

Seksi Bimbingan Pengelolaan Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 169 Subdirektorat Pelabuhan Sungai. pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan serta pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. perambuan sungai. danau dan penyeberangan serta pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. dan pengerukan alur-pelayaran sungai dan danau. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. alur-pelayaran sungai. pedoman. norma. pemeliharaan.DITJEN HUBDAT (FINAL . danau dan penyeberangan. pengoperasian. pedoman. kolam pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 171 Subdirektorat Lalu Lintas Sungai.VALID). danau dan penyeberangan. dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. norma. perawatan dan perbaikan pelabuhan sungai. penyelenggaraan. Pasal 170 (1) Seksi Rancang Bangun Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.rtf 70 . kriteria. pembangunan. norma. dan tata cara berlalu lintas di sungai. dan Seksi Bimbingan Pengelolaan Pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan. Seksi Rancang Bangun Pelabuhan. standar. pemeliharaan. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan dan pembangunan pelabuhan sungai. standar. b.

serta pembangunan. c. alur-pelayaran sungai. danau dan penyeberangan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas.VALID). kelestarian lingkungan serta perambuan sungai. pengoperasian. danau dan penyeberangan. norma. danau dan penyeberangan. kolam pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. danau dan penyeberangan.rtf . danau. inspektur sungai dan danau serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a.penyeberangan. danau dan penyeberangan serta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. perambuan sungai. 02 OTK KEMENHUB 2010 . inspektur sungai dan danau serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. Pasal 172 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171. d. standar. kelestarian lingkungan. e. pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. penyelenggaraan. pembangunan. penyiapan bahan perumusan peta alur-pelayaran sungai dan danau. kriteria dan prosedur di bidang manajemen lalu lintas dan tata cara berlalu lintas di sungai. penyelenggaraan. danau dan penyeberangan. Subdirektorat Lalu Lintas Sungai. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeliharaan. kolam 71 b. alur-pelayaran sungai. penyiapan bahan perumusan penetapan kelas alurpelayaran sungai dan danau. pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. pengoperasian. dan tata cara berlalu lintas di sungai. dan bimbingan teknis pengerukan alur-pelayaran sungai dan danau. danau dan penyeberangan. pemeliharaan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen dan tata cara berlalu lintas di sungai. dan pengerukan alur-pelayaran sungai.DITJEN HUBDAT (FINAL . pedoman.

danau dan kolam pelabuhan penyeberangan.VALID). inspektur sungai dan danau.rtf 72 . Seksi Alur dan Perambuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta perambuan sungai. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. pedoman.pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. pedoman. dan bimbingan teknis pengerukan alur pelayaran sungai. serta sertifikasi inspektur sungai dan danau dan pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 173 Subdirektorat Lalu Lintas Sungai. serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. Seksi Manajemen Lalu Lintas. pemeliharaan. norma. standar. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. evaluasi dan pelaporan di bidang pembangunan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. penyelenggaraan. standar. dan Seksi Alur dan Perambuan. pengoperasian. Pasal 174 (1) Seksi Manajemen Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penyiapan bahan penetapan kelas alur dan peta alur pelayaran sungai dan danau. danau dan penyeberangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a.DITJEN HUBDAT (FINAL . pembersihan alur pelayaran sungai dan danau. danau dan penyeberangan. tata cara berlalu lintas di sungai.

penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. serta keperintisan angkutan sungai. danau dan penyeberangan. standar. danau dan penyeberangan serta penyusunan kriteria dan pelaksanaan pelayanan keperintisan angkutan sungai. danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. c. d. serta pemantauan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. standar. perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. norma. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Angkutan Sungai. penyiapan bahan penyusunan persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. pedoman.DITJEN HUBDAT (FINAL . danau dan penyeberangan. serta keperintisan angkutan sungai. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. danau dan penyeberangan. dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. norma. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. danau dan penyeberangan.VALID). danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. danau dan penyeberangan. kriteria. danau dan penyeberangan. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. b. pedoman. keperintisan angkutan sungai. danau dan penyeberangan.Pasal 175 Subdirektorat Angkutan Sungai. dan perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan. perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan.rtf 73 . penyiapan bahan perumusan kebijakan. perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a.

kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. serta evaluasi dan pelaporan di bidang sistem transportasi perkotaan. standar. dan Seksi Tarif dan Keperintisan. prosedur. (2) Pasal 179 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a.rtf 74 .DITJEN HUBDAT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang perhitungan tarif. serta pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. pedoman. standar. pedoman. kepegawaian. norma.Pasal 177 Subdirektorat Angkutan Sungai. serta penyusunan kriteria dan pelaksanaan pelayanan keperintisan. norma. penyelenggaraan teknis. pedoman. danau dan penyeberangan. norma. Bagian Keenam Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan Pasal 180 Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan.VALID). bimbingan teknis dan bantuan teknis. Seksi Tarif dan Keperintisan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Seksi Bimbingan Usaha Angkutan. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. danau dan penyeberangan. Pasal 178 (1) Seksi Bimbingan Usaha Angkutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan rumah tangga Direktorat. kriteria. pemantauan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. 02 OTK KEMENHUB 2010 .

VALID). penyelenggaraan angkutan perkotaan dan penyelenggaraan pemaduan moda transportasi yang wilayah pelayanannya melebihi 1 (satu) provinsi serta penyelenggaraan manajemen rekayasa lalu lintas dan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional perkotaan. pemaduan moda transportasi perkotaan. e. norma. lalu lintas perkotaan. b. dan dampak transportasi perkotaan. c. lalu lintas perkotaan. angkutan perkotaan. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi perkotaan. h. angkutan perkotaan. penyiapan perumusan dan penyelenggaraan teknis di bidang penyusunan rencana transportasi perkotaan. f. g. dan dampak transportasi perkotaan. kriteria.Pasal 181 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. dan prosedur di bidang jaringan transportasi perkotaan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transportasi perkotaan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. dan dampak transportasi perkotaan. pemaduan moda transportasi perkotaan. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi perkotaan. pedoman. dan dampak transportasi perkotaan. dan rumah tangga Direktorat. lalu lintas perkotaan. kepegawaian.rtf 75 . penyiapan penyusunan standar. pemaduan moda transportasi perkotaan. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. 02 OTK KEMENHUB 2010 . lalu lintas perkotaan. angkutan perkotaan. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang sistem transportasi perkotaan. Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a.DITJEN HUBDAT (FINAL . angkutan perkotaan. pemaduan moda transportasi perkotaan. penyiapan perumusan dan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan jaringan transportasi perkotaan.

f. Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. norma. c. b. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan teknis di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya.rtf 76 . pedoman. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. dan Subbagian Tata Usaha. standar. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan. Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan. kriteria dan prosedur. d. bantuan teknis. c. norma. 02 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 182 Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan. Subdirektorat Angkutan Perkotaan.VALID). Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya.DITJEN HUBDAT (FINAL . e. Pasal 183 Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. bimbingan teknis.

Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan terdiri atas: a.d. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyusunan sistem informasi manajemen (SIM) jaringan transportasi perkotaan. Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah I. Pasal 186 (1) Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. f. standar. Pasal 185 e. norma.VALID). dan Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah II. Kalimantan dan Sulawesi. pedoman. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. b. penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) transportasi perkotaan dan implementasi rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera.DITJEN HUBDAT (FINAL .rtf 77 . penyiapan bahan penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) jaringan transportasi perkotaan dan pengkoordinasian SIM transportasi perkotaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang terintegrasi dengan moda lainnya untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. jalan rel dan perairan daratan serta penyusunan rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum transportasi perkotaan yang berbasis jalan. pemberian bimbingan dan bantuan teknis serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi.

kriteria dan prosedur. standar. standar. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. Pasal 187 Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Nusa Tenggara Timur. manajemen kebutuhan lalu lintas. Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. manajemen rekayasa lalu lintas di jalan dalam kawasan perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pemantauan. fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak b. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. Nusa Tenggara Barat. penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) transportasi perkotaan dan implementasi rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. Bali. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum transportasi perkotaan yang berbasis jalan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian teknis pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. pedoman. perparkiran. norma. pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor serta penyelenggaraan teknis manajemen rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. bimbingan teknis.VALID). pedoman. pedoman. Maluku dan Papua.(2) Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. jalan rel dan perairan daratan serta penyusunan rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi. penyelenggaraan.rtf 78 . c. norma. 02 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBDAT (FINAL . bantuan teknis. fasilitas lalu lintas perkotaan. norma.

evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas perkotaan. perparkiran. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Kalimantan dan Sulawesi. d. fasilitas lalu lintas perkotaan. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan teknis di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. fasilitas lalu lintas perkotaan. manajemen kebutuhan lalu lintas.rtf 79 . fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. bimbingan teknis dan bantuan teknis serta penyelenggaraan teknis pelaksanaan manajemen rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. dan Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah II. Pasal 190 (1) Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . dan rumusan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. b.VALID). pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. norma. e. standar. fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. pedoman. manajemen rekayasa lalu lintas di jalan dalam kawasan perkotaan. Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah I.bermotor dan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi. penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor dan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi. perparkiran. dan penyiapan bahan penyusunan serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 189 Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan terdiri atas: a. manajemen kebutuhan lalu lintas. penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi.

Nusa Tenggara Barat. pemantauan.rtf 80 .(2) Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. standar. d. norma. penyiapan bahan perumusan penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. Maluku dan Papua. bantuan teknis. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek. c. dan rumusan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. Subdirektorat Angkutan Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. norma. serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana umum jaringan trayek serta penentuan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas perkotaan. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. pedoman.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 191 Subdirektorat Angkutan Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Bali. kriteria dan prosedur. 02 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek berupa sarana angkutan umum perkotaan dan/atau fasilitas pendukungnya.VALID). norma. standar. pedoman. Nusa Tenggara Timur. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek. pedoman. pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan.

DITJEN HUBDAT (FINAL . norma. dan Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah II. Subdirektorat Angkutan Perkotaan terdiri atas: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pemantauan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan perkotaan dalam trayek. pedoman. penyusunan rencana jaringan trayek perkotaan. Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah I. penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan trayek perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). standar. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan. penyusunan rencana jaringan trayek perkotaan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan perkotaan dalam trayek. Bali. serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. bimbingan dan bantuan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. b. Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. Nusa Tenggara Timur. Kalimantan dan Sulawesi. standar. Pasal 193 f.e. Maluku dan Papua. Pasal 194 (1) Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara Barat. norma. serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa.rtf 81 . dan manajemen di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi.

penyelenggaraan teknis penyusunan rencana sistem pemaduan moda dan rencana umum jaringan trayek angkutan pemadu moda serta penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan umum perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. dan terminal) di kawasan perkotaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul transportasi (bandara. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelabuhan. pedoman. kriteria dan prosedur. standar. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. norma. d.VALID). bimbingan teknis. pedoman. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. stasiun. b. pemantauan.DITJEN HUBDAT (FINAL . angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda. standar. bantuan teknis.Pasal 195 Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. angkutan pemadu moda dan angkutan umum perkotaan tidak dalam trayek. c. penyiapan bahan perumusan penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang serta pemenuhan kebutuhan angkutan pemadu moda.rtf 82 .

standar. kriteria dan prosedur.DITJEN HUBDAT (FINAL . g. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. standar. Pasal 197 f. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. h. penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul transportasi. penyusunan sistem informasi dan manajemen.e. pedoman. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan teknis pemaduan moda transportasi perkotaan yang strategis dan/atau berskala nasional. Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. Pasal 198 (1) Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. penyiapan bahan penyusunan sistem informasi dan manajemen di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. norma. serta penyelenggaraan teknis pemaduan moda transportasi perkotaan yang strategis dan/atau berskala nasional. Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah I. 02 OTK KEMENHUB 2010 . angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. penyelenggaraan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan b.VALID).rtf 83 . pemberian bimbingan teknis dan bantuan teknis. perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan. penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang serta pemenuhan kebutuhan angkutan pemadu moda. pedoman. dan Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah II.

Maluku dan Papua. norma. stasiun. pedoman. dan terminal) di kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. penanganan dampak transportasi. (2) Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). bantuan teknis.DITJEN HUBDAT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda. pedoman. kriteria dan prosedur. Pasal 199 Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pelabuhan. Kalimantan dan Sulawesi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan terminal) di kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. standar. Nusa Tenggara Barat. penyelenggaraan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang dan/atau barang. penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul (bandara. penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul (bandara. standar.penumpang dan/atau barang. pelabuhan. Nusa Tenggara Timur. Bali. norma.rtf 84 . sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional pada kawasan perkotaan. bimbingan teknis. stasiun. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. 02 OTK KEMENHUB 2010 .

f. c. penyiapan bahan penyusunan sistem informasi dan manajemen bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. pemberian bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis penanganan dampak transportasi berupa peralatan pendukung penggunaan bahan bakar alternatif. norma. 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar. h.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. e.rtf .DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas. penyiapan bahan pelaksanaan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. kriteria dan prosedur. standar. pedoman. sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional di kawasan perkotaan. penyusunan sistem informasi dan manajemen. penyusunan masterplan transportasi perkotaan ramah lingkungan. Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. pemanfaatan teknologi kendaraan hybrid serta peralatan pemantau emisi gas buang dan tingkat kebisingan kendaraan bermotor. bantuan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan dan penanganan dampak transportasi. penyiapan bahan penyusunan masterplan transportasi perkotaan ramah lingkungan. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan.Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional pada kawasan perkotaan. d. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan perumusan kebijakan. penanganan dampak transportasi. pedoman. pelaksanaan sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas di bidang 85 b. kriteria dan prosedur bimbingan teknis. pemberian bantuan teknis. g.

penyusunan masterplan pengembangan teknologi transportasi ramah lingkungan. b. dan Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah II. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan berwawasan lingkungan.penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan dan pelaksanaan rekomendasi hasil analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan di wilayah II meliputi Pulau Jawa. norma. Kalimantan dan Sulawesi. standar. Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah I. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan berwawasan lingkungan. penanganan dampak transportasi di kawasan perkotaan.rtf 86 . pedoman. penanganan dampak transportasi di kawasan perkotaan. Maluku dan Papua. standar. Bali. norma. Nusa Tenggara Timur. pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan dan pelaksanaan rekomendasi hasil analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID).DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 201 Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyelenggaraan teknis pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. Pasal 202 (1) Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. Nusa Tenggara Barat. penyusunan masterplan pengembangan teknologi transportasi ramah lingkungan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

d.Pasal 203 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan transportasi darat. promosi dan kemitraan. pedoman. standar. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. Direktorat Keselamatan Transportasi Darat menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan keselamatan angkutan umum.VALID). b. norma. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. serta audit dan inspeksi keselamatan transportasi darat.DITJEN HUBDAT (FINAL . pedoman. standar. Bagian Ketujuh Direktorat Keselamatan Transportasi Darat Pasal 204 Direktorat Keselamatan Transportasi Darat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . serta audit dan inspeksi keselamatan transportasi darat.rtf 87 . kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penyusunan kualifikasi dan pembinaan teknis sumber daya manusia di bidang keselamatan transportasi darat. Pasal 205 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. promosi dan kemitraan. c. kriteria dan prosedur di bidang manajemen keselamatan. penyiapan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen keselamatan. serta bimbingan teknis. norma. e. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan transportasi darat. penyiapan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur. pembinaan keselamatan angkutan umum.

dan Subbagian Tata Usaha. Kota dan Kabupaten. penyusunan rencana. c. prosedur. e. penetapan serta monitoring. pedoman. Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan. d. serta sistem informasi manajemen keselamatan. sungai. norma. sistem informasi manajemen keselamatan. b. Subdirektorat Manajemen Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a.VALID). kriteria. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. norma. standar. dan sistem informasi manajemen keselamatan. penyiapan bahan penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan nasional dan penyusunan rencana. penyusunan rencana umum nasional keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. danau dan penyeberangan. Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan. pedoman. c. sungai. b. dan bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan Propinsi. Subdirektorat Manajemen Keselamatan. standar. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. monitoring dan evaluasi pengembangan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. program dan evaluasi pengembangan keselamatan lalu lintas angkutan jalan.Pasal 206 Direktorat Keselamatan Transportasi Darat terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan dan pengkajian keselamatan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . program. Pasal 207 Subdirektorat Manajemen Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum. penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan.rtf 88 .DITJEN HUBDAT (FINAL .

b. norma. e. norma. sungai. serta pelaksanaan promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. danau dan penyeberangan. sungai. danau dan penyeberangan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan keselamatan. evaluasi dan pelaporan di bidang promosi dan kemitraan keselamatan. norma. standar. dan Seksi Pengembangan Keselamatan. Seksi Monitoring dan Evaluasi. bimbingan teknis dan pelaporan di bidang monitoring dan evaluasi data kecelakaan. Seksi Pengembangan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 211 Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. sungai.VALID). pedoman. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan sistem informasi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. standar. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBDAT (FINAL . danau dan penyeberangan. evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan dan pengkajian keselamatan. dan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring.d. Pasal 209 Subdirektorat Manajemen Keselamatan terdiri atas: a. bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.rtf 89 . kualifikasi unit pengkajian keselamatan dan penyiapan bahan pengembangan sistem informasi manajemen keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. standar. pedoman. pedoman. Pasal 210 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian kualifikasi anggota Unit Pengkajian Keselamatan. f. dan penyiapan bahan harmonisasi kebijakan dan penyusunan program keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.

sungai. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang promosi dan kemitraan keselamatan. Seksi Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b.Pasal 212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211. standar. danau dan penyeberangan. publikasi dan deseminasi. sungai. serta kemitraan antar lembaga dan masyarakat di bidang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. d.DITJEN HUBDAT (FINAL . Seksi Promosi. norma. Pasal 213 Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang kemitraan keselamatan dan penyiapan bahan pelaksanaan kemitraan antar lembaga dan masyarakat di bidang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. c. sungai. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. pedoman. norma.rtf 90 . danau dan penyeberangan. pedoman. danau dan penyeberangan. dan Seksi Kemitraan. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan. standar. sungai. bimbingan teknis. bimbingan teknis. publikasi dan deseminasi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 214 (1) Seksi Promosi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. kriteria dan prosedur di bidang promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. sungai. pedoman. b. standar. danau dan penyeberangan.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang promosi keselamatan dan penyiapan bahan penyuluhan. kriteria dan prosedur.

Pasal 215 Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. norma. dan Seksi Keselamatan Awak Angkutan Umum. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian akreditasi lembaga pendidikan dan pelatihan pengemudi angkutan umum. dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 217 Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum terdiri atas: a. Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau.VALID). b. pedoman. norma. c. standar.DITJEN HUBDAT (FINAL . dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. Pasal 216 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang sistem manajemen keselamatan pengusahaan angkutan umum dan pengembangan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. standar. Seksi Keselamatan Pengusahaan Angkutan Umum. kriteria. b. kriteria dan prosedur di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau.rtf 91 .

norma. Pasal 219 Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219. kriteria dan prosedur. prasarana. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. standar. standar. sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai. pedoman.VALID).DITJEN HUBDAT (FINAL . pedoman. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang audit keselamatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. pedoman. investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan inspeksi keselamatan sarana. (2) b.rtf 92 . danau dan penyeberangan dan laik fungsi jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang audit dan inspeksi keselamatan serta investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan investigasi kecelakaan sungai. sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai. danau dan penyeberangan dan laik fungsi jalan. danau dan penyeberangan. standar. investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan inspeksi keselamatan sarana. kriteria dan prosedur di bidang audit keselamatan. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum. norma. prasarana. norma. bimbingan teknis. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Keselamatan Awak Angkutan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.Pasal 218 (1) Seksi Keselamatan Pengusahaan Angkutan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. pedoman.

pedoman.VALID). prasarana.DITJEN HUBDAT (FINAL . kriteria dan prosedur. danau dan penyeberangan serta pelaksanaan investigasi kecelakaan sungai. Pasal 222 (1) Seksi Audit Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. alur sungai dan danau. evaluasi dan pelaporan di bidang inspeksi keselamatan sarana. norma.rtf 93 . investigasi/ identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan. sumber daya manusia. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . danau dan penyeberangan dan penyiapan bahan pelaksanaan audit faktor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Seksi Inspeksi Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. Pasal 223 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Pasal 221 d. evaluasi dan pelaporan di bidang audit keselamatan sarana. penyiapan bahan pelaksanaan inspeksi keselamatan sarana dan prasarana transportasi jalan dan sungai. danau dan penyeberangan. b. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang audit. standar. sumber daya manusia. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. dan pelaku transportasi jalan dan sungai. Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan terdiri atas: a. standar. danau dan penyeberangan serta laik fungsi jalan. bimbingan teknis. Seksi Audit Keselamatan. dan Seksi Inspeksi Keselamatan. kriteria dan prosedur. pedoman.c. sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai. bimbingan teknis. sungai. identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan pelaku transportasi jalan dan sungai. danau dan penyeberangan serta investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan. prasarana. danau dan penyeberangan serta laik fungsi jalan. inspeksi keselamatan sarana dan prasarana.

dan masing-masing Direktur. Pasal 225 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) (3) (4) 02 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 94 . Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).VALID).DITJEN HUBDAT (FINAL .Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 224 Kelompok Jabatan Fungsional pada organisasi Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.

yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. (2) d.VALID). c. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.DITJEN HUBLA (FINAL . b.rtf 95 . Pasal 227 Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perhubungan laut. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan laut. prosedur. Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. perumusan kebijakan di bidang perhubungan laut. dan kriteria di bidang perhubungan laut. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan laut. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Tugas dan Fungsi Pasal 226 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dipimpin oleh Direktur Jenderal. standar. e.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT Bagian Pertama Kedudukan.

f. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan barang inventaris milik negara.rtf 96 . Direktorat Perkapalan dan Kepelautan. c. perumusan kebijakan. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas melaksanakan pemberian pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. b. 03 OTK KEMENHUB 2010 .Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 229 Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terdiri atas: a.DITJEN HUBLA (FINAL .VALID). penyiapan pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana. Direktorat Kenavigasian. program dan anggaran. b. dan Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai. Pasal 231 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230. e. d.

penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. konsep dokumen pelaksanaan anggaran. penyiapan pelaksanaan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233.c. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi.VALID). standar dan rencana usaha kemitraan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana. Bagian Hukum. Pasal 233 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum.rtf 97 . dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan anggaran. c. program dan anggaran. penyusunan pedoman. dokumentasi hukum serta pelaksanaan hubungan masyarakat dan kerjasama luar negeri. dan Bagian Kepegawaian dan Umum. hubungan antar lembaga. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terdiri atas: a. perumusan kebijakan. rumah tangga dan kepegawaian. rancangan Rencana Kerja (RENJA). Bagian Keuangan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Perencanaan. dan penyiapan pelaksanaan penelaahan. dan b. Pasal 232 d. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). e. pelaksanaan urusan tata usaha. b. perumusan kebijakan. serta penyusunan program kerja sama teknik dan pinjaman / hibah luar negeri. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a.DITJEN HUBLA (FINAL . d.

penyusunan rencana dan evaluasi kinerja serta evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.c. perumusan kebijakan. penyiapan bahan koordinasi kebijakan dan penetapan tarif. Pasal 237 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan inventarisasi Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Subbagian Rencana. b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program.VALID). (2) (3) 03 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBLA (FINAL . pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. serta penyusunan program kerja sama teknik dan pinjaman / hibah luar negeri. Subbagian Program. penyusunan pedoman. dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. konsep dokumen pelaksanaan anggaran. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). bimbingan dan penataan organisasi dan tata laksana. penyiapan bahan bimbingan dan penataan organisasi dan tata laksana. rancangan Rencana Kerja (RENJA). standar dan rencana usaha kemitraan.rtf 98 . hubungan antar lembaga. rencana dan evaluasi kinerja. Pasal 235 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan anggaran. c. Pasal 236 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana. serta penyiapan bahan koordinasi kebijakan dan penetapan tarif.

dan penyiapan bahan verifikasi. pembukuan dan perhitungan anggaran. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 239 Bagian Keuangan terdiri atas: a. penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan (TP) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR). penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. 03 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 238 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 237. penilaian dan penyusunan laporan realisasi anggaran dan neraca. penyiapan bahan pengesahan konsep dokumen pelaksanaan anggaran menjadi dokumen pelaksanaan anggaran. serta tindak lanjut penyelesaian temuan dan pemantauan laporan hasil pemeriksaan aparat pengawas. Pasal 240 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan proses pengesahan konsep dokumen pelaksanaan anggaran menjadi dokumen pelaksanaan anggaran.VALID). penyusunan rencana dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penyusunan rencana dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja.DITJEN HUBLA (FINAL . c. b. revisi anggaran dan pemantauan anggaran serta penyiapan petunjuk pelaksanaan anggaran. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pemantauan. c. dan Subbagian Verifikasi dan Barang Milik Negara. revisi anggaran dan pemantauan anggaran serta penyiapan petunjuk pelaksanaan anggaran. b. pembinaan dan pengelolaan administrasi perlengkapan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.rtf 99 .

pembinaan dan pengelolaan administrasi perlengkapan. b.rtf 100 . penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan (TP) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR). 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 243 Bagian Hukum terdiri atas: a.(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 242 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 241. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan hukum dan penyuluhan peraturan perundang-undangan serta dokumentasi hukum. pelaksanaan bantuan dan penyuluhan hukum serta urusan kerjasama luar negeri dan hubungan masyarakat. pemantauan. Bagian Hukum menyelenggarakan fungsi: a. c. serta tindak lanjut penyelesaian temuan dan pemantauan laporan hasil pemeriksaan aparat pengawas.DITJEN HUBLA (FINAL . Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Verifikasi dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan. Pasal 241   (3) Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan telaahan hukum dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri. c. b. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. penilaian dan penyusunan laporan realisasi anggaran dan neraca.VALID). dan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang perhubungan laut.

Pasal 244 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyiapan rancangan penyusunan peraturan perundangundangan di bidang perhubungan laut. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan hubungan masyarakat dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri. tata usaha dan rumah tangga.VALID).rtf 101 . pengembangan karir pegawai dan pengelolaan basis data kepegawaian serta analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai.DITJEN HUBLA (FINAL . c. kesejahteraan dan disiplin pegawai. Pasal 246 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 245. penyiapan bahan pelaksanaan mutasi. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. kerumahtanggaan. dan penyiapan bahan pelaksanaan ketatausahaan. keprotokolan dan umum. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 245 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan administrasi kepegawaian. 03 OTK KEMENHUB 2010 . (2) (3) b. Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan bantuan hukum serta penyuluhan peraturan perundang-undangan dan dokumentasi hukum.

kepangkatan. pemindahan. dan Subbagian Tata Usaha. Subbagian Pengembangan Pegawai.VALID).rtf 102 . Pasal 248 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan. b. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pengembangan usaha angkutan laut serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. serta kesejahteraan dan disiplin pegawai. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatausahaan. pemberhentian dan pensiun. Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengangkatan. Subbagian Mutasi. (2) (3) Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Pasal 249 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. angkutan laut khusus. pengembangan pegawai dan pengelolaan basis data kepegawaian serta penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan laut dalam negeri. keprotokolan dan umum.Pasal 247 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. pedoman. kerumahtanggaan. bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . norma. luar negeri. kriteria dan prosedur. standar. c.

Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur di bidang tarif angkutan laut. penyiapan pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional dan izin operasi angkutan laut khusus serta penetapan syarat bendera kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia dan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. norma. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang tarif angkutan laut. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. angkutan laut khusus. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. kepegawaian. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. dan penyiapan pelaksanaan ketatausahaan. angkutan laut khusus. b. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. dan kerumahtanggaan. angkutan laut khusus. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. d. e.DITJEN HUBLA (FINAL .rtf 103 .Pasal 250 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri.VALID). penyiapan penyusunan standar. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif angkutan laut. penyiapan perumusan kebijakan di bidang tarif angkutan laut. pedoman. c. f. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. angkutan laut khusus. 03 OTK KEMENHUB 2010 .

Pasal 253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252.DITJEN HUBLA (FINAL . Sistem dan Informasi b. evaluasi dan pelaporan di bidang Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner. dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. dan Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. f. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner). dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri. Tramper dan Pelayaran Rakyat. standar.rtf 104 . e. c. b. standar. kriteria dan prosedur. Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri. tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. d. Subdirektorat Pengembangan Angkutan Laut. Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. pedoman.Pasal 251 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut terdiri atas: a. 03 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). dan usaha pelayaran rakyat. Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri. Pasal 252 Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. pedoman. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. dan usaha pelayaran rakyat. norma. Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut. kriteria dan prosedur di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner).

standar. pedoman. serta bimbingan teknis. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner. pedoman. dan usaha pelayaran rakyat. serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan jaringan trayek berjadwal tetap dan teratur angkutan laut dalam negeri. penempatan kapal dan pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing. tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri.rtf 105 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. b.VALID). Seksi Tramper dan Pelayaran Rakyat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL . Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri terdiri atas: a.c. Pasal 255 (1) Seksi Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Pasal 256 Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan syarat bendera kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia. dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri. Pasal 254 d. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. norma. kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan laut luar negeri. norma. dan Seksi Tramper dan Pelayaran Rakyat. standar. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner). evaluasi dan pelaporan di bidang trayek tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri dan usaha pelayaran rakyat.

Eropa dan Afrika. kriteria dan prosedur. pedoman. Eropa dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Afrika. d. Afrika. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika. kriteria dan prosedur di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika. Seksi Amerika.rtf 106 . b.DITJEN HUBLA (FINAL . Asia Pasific. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayaran nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut dari Indonesia ke negara-negara di Amerika. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. standar. Eropa. bimbingan teknis. Eropa. Afrika. Pasal 259 (1) Seksi Amerika. Eropa. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper.VALID). Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Asia Pasific. dan Seksi Asia Pasifik dan Australia. penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. b.Pasal 257 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. norma. c. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika. norma. Pasal 258 Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri terdiri atas: a. Asia Pasific. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan laut khusus pertambangan. standar. pariwisata. b. (2) Seksi Asia Pasifik dan Australia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta bimbingan teknis. standar. sub regional. 03 OTK KEMENHUB 2010 . regional dan multilateral di bidang angkutan laut dan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. serta bimbingan teknis.Eropa. kriteria dan prosedur. aneka industri. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. aneka industri. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. pedoman. norma.   Pasal 260 Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. kriteria dan prosedur. pariwisata.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang pelayaran nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut dari Indonesia ke negara-negara di Asia Pasifik. standar. Pasal 261 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260.DITJEN HUBLA (FINAL . penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. norma. norma. kriteria dan prosedur di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. pariwisata. regional dan multilateral di bidang angkutan laut dan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Australia dan sebaliknya serta perumusan kerjasama bilateral. Afrika dan sebaliknya serta perumusan kerjasama bilateral.rtf 107 . pedoman. aneka industri.

serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang pelaksanaan kegiatan operasional angkutan laut khusus aneka industri. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pelaksanaan kegiatan operasional angkutan laut khusus pertambangan dan lepas pantai. Pasal 262 d.DITJEN HUBLA (FINAL .rtf 108 .VALID). kriteria dan prosedur. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. standar. Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut terdiri atas: a. kehutanan. dan Seksi Aneka Industri dan Penunjang Angkutan Laut. pedoman. serta pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia. Seksi Pertambangan. norma. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia.c. dan pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia serta penunjang angkutan laut. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. aneka industri. kriteria dan prosedur. perikanan. norma. pariwisata dan tenaga kerja bongkar muat. pariwisata. serta bimbingan teknis. pedoman. b. Pariwisata dan Tenaga Kerja Bongkar Muat. Pariwisata dan Tenaga Kerja Bongkar Muat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Aneka Industri dan Penunjang Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 263 (1) Seksi Pertambangan.

dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang tarif.Pasal 264 Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma. b. standar. izin operasi angkutan laut khusus serta izin usaha angkutan multimoda. pedoman. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut. standar.rtf 109 . kriteria dan prosedur di bidang tarif. norma. Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. c. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif angkutan laut dan penyiapan perumusan pengembangan armada serta penyelenggaraan usaha angkutan multimoda.DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 266 Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut terdiri atas: a. Seksi Analisa Kebutuhan dan Bimbingan Armada. pedoman. b. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut. d.VALID). dan Seksi Bimbingan Usaha dan Tarif Angkutan Laut. Pasal 265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264. penyiapan bahan pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

norma. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan armada serta analisis ekonomis kebutuhan armada. pedoman. standar. kriteria dan prosedur di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. Pasal 269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268. standar. angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut.rtf 110 . norma. pedoman. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut serta laporan tahunan Direktorat. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana sistem dan kebutuhan pokok. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL .VALID). Seksi Bimbingan Usaha dan Tarif Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan (2) b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional dan izin operasi angkutan laut khusus serta izin usaha angkutan multimoda. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. Pasal 268 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. standar. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang usaha angkutan laut dan tarif angkutan laut.Pasal 267 (1) Seksi Analisa Kebutuhan dan Bimbingan Armada mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. Pasal 271 (1) Seksi Pengolahan Data dan Informasi Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur. norma. b. Seksi Evaluasi Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kerumahtanggaan. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. dan Seksi Evaluasi Angkutan Laut. standar.rtf 111 . serta bimbingan teknis.c. kepegawaian. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma. evaluasi dan pelaporan di bidang evaluasi pelaksanaan kegiatan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu dan angkutan bahan pokok untuk kelancaran angkutan laut. Seksi Pengolahan Data dan Informasi Angkutan Laut. pedoman. standar. Pasal 272 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan.DITJEN HUBLA (FINAL . serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu dan angkutan bahan pokok. pedoman.VALID). Pasal 270 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut terdiri atas: a.

pedoman. pengerukan dan reklamasi. pengerukan dan reklamasi. c. pemanduan dan penundaan kapal. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan.Bagian Kelima Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan Pasal 273 Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan menyelenggarakan fungsi: a.rtf 112 . pengerukan dan reklamasi. bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. norma. norma. bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. d. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan.VALID). pengerukan dan reklamasi. pengerukan dan reklamasi. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. standar. penyiapan penyusunan standar. pemanduan dan penundaan kapal. pemanduan dan penundaan kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273.DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan pemberian perizinan dan standardisasi penyelenggaraan pengembangan pelabuhan. bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. b. 03 OTK KEMENHUB 2010 . perancangan fasilitas pelabuhan. pemanduan dan penundaan kapal. kriteria dan prosedur di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. pemanduan dan penundaan kapal.

Pasal 275 f. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. c. norma. kriteria dan prosedur di bidang penetapan lokasi pelabuhan. d. Pasal 276 Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. f. b. perancangan fasilitas pelabuhan. kepegawaian. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan. penyiapan bahan perumusan kebijakan.e. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan terdiri atas: a. rencana induk dan pengembangan pelabuhan. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. e. Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan. rencana induk dan pengembangan pelabuhan. Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal. pemanduan dan penundaan kapal. dan Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi.VALID). pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan pelabuhan. pengerukan dan reklamasi. pedoman. tatanan kepelabuhanan nasional. 03 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a. dan kerumahtanggaan. data dan informasi kepelabuhanan. Pasal 277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276. Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan. tatanan kepelabuhanan nasional. standar. norma.rtf 113 . standar.DITJEN HUBLA (FINAL .

standar. standar. tatanan kepelabuhanan nasional. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan. Induk dan Rencana (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Penyusunan Rencana Induk dan Rencana Pengembangan Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. rencana induk dan pengembangan pelabuhan serta data dan informasi kepelabuhanan. pedoman. Pasal 279 (1) Seksi Tatanan dan Evaluasi Kepelabuhanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengumpulan dan evaluasi data dan informasi kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan penetapan lokasi pelabuhan. rencana induk dan pengembangan pelabuhan. norma. Pasal 280 Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan dan tatanan kepelabuhanan nasional. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tatanan kepelabuhanan nasional. norma. b. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. dan penyusunan laporan Direktorat. Seksi Tatanan dan Evaluasi Kepelabuhanan. dan Seksi Penyusunan Rencana Pengembangan Pelabuhan.b. norma. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang survei. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID). pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL . standar. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana induk dan pengembangan pelabuhan. Pasal 278 c.rtf 114 . perancangan teknis fasilitas pelabuhan.

evaluasi dan pelaporan di bidang perancangan teknis fasilitas dan peralatan pelabuhan. pedoman. standar. Program Pasal 283 Pembangunan (1) Seksi Pedoman dan Rancangan Teknis Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar.Pasal 281 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280. Seksi Penyusunan Program Pembangunan Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Rancangan Teknis Fasilitas Fasilitas b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang perancangan dan survei fasilitas pelabuhan. pedoman. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang perancangan dan survei teknis fasilitas pelabuhan. pembangunan fasilitas dan peralatan pelabuhan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan program kegiatan pembangunan dan perawatan fasilitas dan peralatan pelabuhan serta sertifikasi fasilitas dan peralatan pelabuhan. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan.rtf 115 . program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. dan Seksi Penyusunan Pelabuhan. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. b.DITJEN HUBLA (FINAL . norma. Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur di bidang perancangan dan survei teknis fasilitas pelabuhan. Seksi Pedoman Pelabuhan. c. norma.VALID). kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. Pasal 282 Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan terdiri atas: a. survei topografi dan hidro-oceanografi dan geoteknik serta persetujuan desain. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan.

DITJEN HUBLA (FINAL .Pasal 284 Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. dan Seksi Bimbingan Peralatan Pengerukan dan Reklamasi. evaluasi dan pelaporan di bidang program. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang program. perancangan teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. norma. c. pedoman. perancangan dan survei teknis pelaksanaan pengerukan dan reklamasi. pedoman. norma. b. Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi menyelenggarakan fungsi: a. norma. Pasal 286 Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi terdiri atas: a. Pasal 287 (1) Seksi Program dan Perancangan Teknis Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang program.VALID). kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. b. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang program. standar. kriteria dan prosedur di bidang perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . standar.rtf 116 . perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. Pasal 285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284. perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. Seksi Program dan Perancangan Teknis Pengerukan dan Reklamasi.

dan Seksi Tenaga Pandu dan Sarana Bantu Pemanduan. standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.(2) Seksi Bimbingan Peralatan Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. pedoman. Pasal 290 Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal terdiri atas: a. Pasal 289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 288.VALID). Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang perizinan. standar. standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu.DITJEN HUBLA (FINAL . standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. b. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemanduan dan penundaan kapal. norma. Seksi Perairan dan Pelayanan Pandu. 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 288 Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. norma. c. standar. kriteria dan prosedur di bidang penetapan wilayah perairan pandu. norma. b. standar. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang penetapan wilayah perairan pandu. penggunaan kapal dan alat bantu keruk. pekerjaan pengerukan dan reklamasi. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penetapan wilayah perairan pandu.rtf 117 . penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. pedoman.

standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan.Pasal 291 (1) Seksi Perairan dan Pelayanan Pandu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. kerjasama kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. norma.DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif kepelabuhanan. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan wilayah perairan pandu serta standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. norma. standar. Pasal 292 Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif jasa kepelabuhanan. standar. Pasal 293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292. daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. standar. pedoman. dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. kriteria dan prosedur di bidang tarif jasa kepelabuhanan. norma. pedoman. dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Tenaga Pandu dan Sarana Bantu Pemanduan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan.VALID). serta standardisasi sarana bantu pemanduan. daerah (2) b. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.rtf 118 .

serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang tarif jasa kepelabuhanan.rtf 119 . standar. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan batas daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. Seksi Bimbingan Pelayanan Jasa dan Tarif Pelabuhan. kerjasama kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. kepegawaian. standar. serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. norma. dan kerumahtanggaan. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan.VALID). b. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif jasa kepelabuhanan. dan c. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kinerja pelayanan pelabuhan dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. Pasal 296 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. norma. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan. Pasal 294 Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan terdiri atas: a.lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan. Seksi Bimbingan Tata Guna Tanah dan Perairan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penggunaan atas tanah dan perairan. Pasal 295 (1) Seksi Bimbingan Pelayanan Jasa dan Tarif Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengoperasian dan pelayanan jasa pelabuhan. dan Seksi Bimbingan Tata Guna Tanah dan Perairan. dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri.DITJEN HUBLA (FINAL .

pedoman. pembersihan tangki kapal (tank cleaning). perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal. pengukuran. nautis. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. pembersihan tangki kapal (tank cleaning). penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. pendaftaran dan kebangsaan kapal. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. nautis. c. pendaftaran dan kebangsaan kapal. pengukuran. nautis. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. pendaftaran dan kebangsaan kapal. Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. pembersihan tangki kapal (tank cleaning). pengukuran. perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal. pendaftaran dan kebangsaan kapal. teknis dan radio kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. norma. 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma. pengukuran. teknis dan radio kapal. teknis dan radio kapal.VALID). penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menyelenggarakan fungsi: a. teknis dan radio kapal. perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal.Bagian Keenam Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Pasal 297 Direktorat Perkapalan dan Kepelautan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. evaluasi dan pelaporan di bidang kelaikan kapal. nautis. penyiapan penyusunan standar. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal dan kepelautan.rtf 120 .

rtf 121 . kerumatanggaan. keselamatan kapal dan manajemen keselamatan kapal. Teknis dan Radio Kapal. c. f. f. pencegahan pencemaran dari kapal. g. b. standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan penerbitan surat persetujuan penggunaan/ penggantian nama kapal.VALID). dan pelaksanaan ketatausahaan. pendaftaran dan tanda kebangsaan kapal. program lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan. daftar ukur kapal. Subdirektorat Kepelautan. perhitungan stabilitas kapal. jaminan ganti rugi pencemaran laut oleh minyak dari kapal. Pasal 299 kepegawaian. kepelautan. lambung timbul kapal.d. surat penetapan tanda panggilan (call sign) kapal. dan Subbagian Tata Usaha. h.DITJEN HUBLA (FINAL . manajemen keselamatan kapal (ISM-Code). Subdirektorat Nautis. Subdirektorat Pengukuran. dan e. d. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal. sertifikat kepelautan dan panduan muatan dalam rangka pemenuhan persyaratan kelaiklautan kapal. surat ukur kapal dan surat tanda kebangsaan kapal dalam rangka penyelenggaraan kelaiklautan kapal dan daftar riwayat kapal (continuous synopsis record). Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal. Subdirektorat Kelaikan Kapal. surat keterangan status hukum kapal dan surat keterangan penghapusan kapal dari pendaftaran. pengukuran dan surat ukur kapal. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan terdiri atas: a. pengawakan kapal dan dokumen pelaut. pencegahan pencemaran dari kapal. penyiapan penerbitan sertifikat keselamatan kapal. e. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan sertifikasi kapal. penyiapan pengesahan gambar rancang bangun kapal.

penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang konstruksi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. instalasi permesinan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . listrik dan lambung timbul kapal. penyiapan bahan penilaian teknis terhadap kondisi umum dalam rangka pemasukan kapal dari luar negeri.DITJEN HUBLA (FINAL . pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. instalasi permesinan dan listrik kapal. d. Seksi Konstruksi dan Stabilitas Kapal. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. lambung timbul dan stabilitas kapal.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. b. b. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan gambar rancang bangun kapal. standar. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi. stabilitas dan lambung timbul kapal dan peti kemas. pedoman. dan Seksi Rancang Bangun dan Pemasukan Kapal. kriteria dan prosedur di bidang konstruksi. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Kapal terdiri atas: a. standar. listrik dan lambung timbul kapal. instalasi permesinan dan listrik kapal. stabilitas kapal.rtf 122 . c. norma. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi. stabilitas kapal. norma. Subdirektorat Kelaikan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. instalasi permesinan. e.VALID). stabilitas kapal. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas.

norma. evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi. standar. norma. pedoman. (2) b. surat keterangan status hukum kapal.Pasal 303 (1) Seksi Konstruksi dan Stabilitas Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. evaluasi dan pelaporan di bidang pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan perawatan kapal berencana. bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . hipotek dan kebangsaan kapal. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. standar. kriteria dan prosedur. standar. pendaftaran dan baliknama kapal. pedoman. Seksi Rancang Bangun dan Pemasukan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang pengukuran kapal. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan peti kemas. listrik dan lambung timbul kapal. c. evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal. stabilitas kapal. pedoman. pendaftaran dan balik nama kapal. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. surat penetapan tanda panggilan (call sign) kapal. norma. instalasi permesinan. Pasal 304 Subdirektorat Pengukuran. norma.rtf 123 . surat keterangan penghapusan kapal dari pendaftaran dan daftar riwayat kapal. hipotek dan kebangsaan kapal. Subdirektorat Pengukuran. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengukuran kapal. pendaftaran dan balik nama kapal. standar. penyiapan bahan pengesahan daftar ukur kapal. pedoman. surat tanda kebangsaan kapal. kriteria dan prosedur.VALID). serta bimbingan teknis. penerbitan surat ukur. hipotek dan kebangsaan kapal. surat persetujuan penggunaan/ penggantian nama kapal.

Seksi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. baliknama dan hipotek kapal serta penyelenggaraan penggantian bendera kapal. norma. pedoman. serta bimbingan teknis. dan Seksi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal. standar. radio dan elektronika kapal. kriteria dan prosedur. baliknama dan hipotek kapal. b. Teknis dan Radio Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. perlengkapan dan peralatan kapal. Pasal 307 (1) Seksi Pengukuran Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.d. pemberian nama kapal dan tanda panggilan kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . norma. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal terdiri atas: a. serta bimbingan teknis. Pasal 306 Subdirektorat Pengukuran. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. norma. kriteria dan prosedur. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pendaftaran. Seksi Pengukuran Kapal.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal cara dalam negeri dan cara internasional. teknis permesinan. standar. Pasal 308 Subdirektorat Nautis. pendaftaran dan baliknama kapal. hipotek dan kebangsaan kapal. e. evaluasi dan pelaporan di bidang nautis. penggantian bendera kapal. standar. pemberian surat tanda kebangsaan kapal.rtf 124 . penyiapan bahan pelaksanaan pendaftaran.

penyiapan bahan penyiapan keselamatan kapal. radio dan elektronika kapal.rtf 125 . penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman.Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308.VALID). perlengkapan dan peralatan kapal. dan Seksi Sertifikasi Keselamatan Kapal. b. Subdirektorat Nautis. perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang nautis dan teknis permesinan. dan penerbitan sertifikat b. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi keselamatan kapal. d. Pasal 311 (1) Seksi Penilikan Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang nautis. norma. norma. pedoman. Teknis dan Radio Kapal menyelenggarakan fungsi: a. radio dan elektronika kapal. serta bimbingan teknis. Teknis dan Radio Kapal terdiri atas: a.DITJEN HUBLA (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang nautis. perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal. c. serta bimbingan teknis. Pasal 310 Subdirektorat Nautis. kriteria dan prosedur. radio dan elektronika kapal. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang nautis dan teknis permesinan. teknis permesinan kapal. standar. elektronika dan radio kapal. Seksi Penilikan Keselamatan Kapal. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Sertifikasi Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur. pedoman. norma. teknis permesinan kapal. perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal.

manajemen keselamatan pengoperasian kapal. penyiapan bahan pelaksanaan audit di bidang manajemen keselamatan kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. c. norma. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan pola penanggulangan darurat pencemaran minyak dari kapal (Shipboard Oil Pollution Emergency Plan). dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan dan ganti rugi pencemaran. evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan pencemaran dari kapal. pedoman. penyiapan bahan penerbitan sertifikat manajemen keselamatan kapal. beracun dan bahan lainnya dari kapal serta dana jaminan ganti rugi pencemaran dari kapal.rtf 126 . norma. standar.Pasal 312 Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.VALID).DITJEN HUBLA (FINAL . f. bahan berbahaya. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pencegahan dan ganti rugi pencemaran. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. standar. d. pencegahan pencemaran dari kapal dan jaminan ganti rugi. e. kriteria dan prosedur di bidang pencegahan pencemaran oleh minyak. b. pola penanggulangan darurat pencemaran laut dari kapal (Shipboard Marine Pollution Emergency Plan) dan instalasi peralatan pencegahan pencemaran di kapal. jaminan ganti rugi pencemaran dan dumping. dan dumping serta manajemen keselamatan kapal. dan dumping serta manajemen keselamatan kapal. pedoman.

pedoman. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma. pedoman. Subdirektorat Kepelautan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan pencemaran oleh minyak. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal. pembersihan tangki-tangki kapal.Pasal 314 Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal terdiri atas: a. Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Pasal 315 (1) Seksi Pencegahan dan Ganti Rugi Pencemaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. dan perlindungan awak kapal. standar. pedoman.rtf 127 . standar. kriteria dan prosedur. bahan berbahaya.DITJEN HUBLA (FINAL . serta bimbingan teknis. Pasal 316 Subdirektorat Kepelautan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. standardisasi dan sertifikasi pelaut. pemantauan peralatan pencemaran serta ganti rugi pencemaran. pedoman. beracun dan bahan lainnya dari kapal. serta bimbingan teknis. Seksi Pencegahan dan Ganti Rugi Pencemaran. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen keselamatan pengoperasian kapal dan sertifikasi manajemen keselamatan kapal. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan. b. serta sertifikasi pencegahan pencemaran dan pengurusan kontribusi tahunan. norma.VALID). sarana pengangkutan dan penampungan limbah di pelabuhan. serta standardisasi dan sertifikasi pelaut. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Manajemen Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Manajemen Keselamatan Kapal.

VALID). dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta standardisasi dan sertifikasi pelaut. norma. Seksi Pengawakan dan Perlindungan Awak Kapal. perjanjian kerja laut dan penyijilan awak kapal. pedoman. kriteria dan prosedur. b.b. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta penerbitan buku pelaut. sertifikat kepelautan dan perjanjian kerja laut. d. serta bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang standardisasi dan sertifikasi serta pengukuhan sertifikat. kepegawaian. kriteria dan prosedur. database sertifikat pelaut. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 320 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. e. Pasal 318 c. dan kerumahtanggaan. Pasal 319 (1) Seksi Pengawakan dan Perlindungan Awak Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta standardisasi dan sertifikasi pelaut. Subdirektorat Kepelautan terdiri atas: a. norma. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan program pendidikan dan pelatihan kepelautan. standar. pengesahan program pendidikan dan pelatihan kepelautan. pedoman. Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Pelaut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi kepelautan dan pengawakan kapal. serta bimbingan teknis.rtf 128 . dan Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Pelaut. database identitas pelaut.

kapal negara. pedoman. Direktorat Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a. norma.DITJEN HUBLA (FINAL . pangkalan kenavigasian serta sarana dan prasarana kenavigasian. kriteria dan prosedur. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang perambuan.VALID). standar. f. b. d. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. telekomunikasi pelayaran. sarana dan prasarana kenavigasian. kapal negara. telekomunikasi pelayaran. evaluasi dan pelaporan di bidang perambuan. c. telekomunikasi pelayaran. norma. kapal negara dan pangkalan kenavigasian . 03 OTK KEMENHUB 2010 . sarana dan prasarana kenavigasian. kapal negara dan pangkalan kenavigasian. dan pelaksanaan urusan tata usaha. penyiapan pemberian perizinan dan pelayanan dalam penyelenggaraan perambuan dan telekomunikasi pelayaran. telekomunikasi pelayaran.Bagian Ketujuh Direktorat Kenavigasian Pasal 321 Direktorat Kenavigasian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. penyiapan penyusunan standar. serta bimbingan teknis. sarana dan prasarana kenavigasian. Pasal 322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321.rtf 129 . e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perambuan. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perambuan. sarana dan prasarana kenavigasian. pedoman. kapal negara dan pangkalan kenavigasian. telekomunikasi pelayaran. pangkalan kenavigasian. kriteria dan prosedur di bidang perambuan.

design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. maklumat pelayaran bahaya navigasi. c. Subdirektorat Perambuan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. Subdirektorat Perambuan. penandaan daerah terbatas dan terlarang. Subdirektorat Sarana dan Prasarana. pembangunan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. Pasal 325 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 324. d. b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. pembangunan. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. standar.rtf 130 . Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. maklumat pelayaran bahaya navigasi. Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran. standar. daerah ship to ship. f. e. norma. pedoman. Pasal 324 Subdirektorat Perambuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian.DITJEN HUBLA (FINAL . 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma. daerah ship to ship.Pasal 323 Direktorat Kenavigasian terdiri atas: a.VALID). dan Subbagian Tata Usaha. penandaan daerah terbatas dan terlarang. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran.

pedoman. gambar design konstruksi serta kelainan dan keandalan sarana bantu navigasi pelayaran dan koreksi peta laut. daerah ship to ship. pedoman. 131 (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . standar. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. penyiapan bahan perijinan spesifikasi teknis pembangunan sarana bantu navigasi pelayaran pihak ketiga. pembangunan. maklumat pelayaran bahaya navigasi. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang peralatan. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. replacement. norma. standar. dan Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Perambuan. d. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Perambuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penandaan daerah terbatas dan terlarang. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. maklumat pelayaran bahaya navigasi.rtf . Pasal 327 (1) Seksi Operasi dan Survei mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemberian ijin spesifikasi teknis sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. Pasal 326 c. pembangunan.b. perbaikan dan pemeliharaan. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. penandaan daerah terbatas dan terlarang.VALID). daerah ship to ship. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. Seksi Operasi dan Survei. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. perencanaan pembangunan. Subdirektorat Perambuan terdiri atas: a. b. norma. kriteria dan prosedur. maklumat pelayaran bahaya navigasi. penandaan daerah terbatas dan terlarang. daerah ship to ship. serta bimbingan teknis. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan.DITJEN HUBLA (FINAL .

d. pembangunan sarana dan prasarana. perencanaan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja. pedoman. dan Seksi Peralatan Pelayaran. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja. c. standar. standar. ijin identifikasi untuk dinas bergerak pelayaran serta ijin kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran.rtf 132 . Pasal 330 Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran terdiri atas: a. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis. perencanaan pembangunan sarana dan prasarana.Pasal 328 Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.VALID). kuasa perhitungan jasa Telekomunikasi Pelayaran. Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis. pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis. pedoman. pemberian ijin kuasa perhitungan jasa. rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja. perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran. peralatan. b. penyiapan bahan rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran. dan kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran serta pelaksanaan perhitungan. pemeliharaan dan perbaikan. dan Pemeliharaan Telekomunikasi b. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 329 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 328.DITJEN HUBLA (FINAL . Seksi Operasi.

pemeliharaan dan perbaikan peralatan telekomunikasi pelayaran. peralatan dan suku cadang. serta bimbingan teknis. pedoman. norma. serta penilaian teknis. rancang bangun dan pembangunan kapal. pedoman. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a. standar.Pasal 331 (1) Seksi Operasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengawakan dan perbekalan kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. norma. pemeliharaan kapal negara kenavigasian. radio kapal. rancang bangun dan pembangunan kapal kenavigasian. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan kinerja stasiun radio pantai.VALID). formasi dan penempatan kapal.rtf 133 . serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur. Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Telekomunikasi Pelayaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. pemeliharaan. pengawakan dan perbekalan kapal. standar. pedoman. norma. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian. stasiun radio kapal dan sarana bantu navigasi pelayaran elektronika. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 332 Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Pasal 333 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 332. standar. ijin identifikasi untuk dinas bergerak pelayaran serta ijin kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran. norma. sistem jaringan. pedoman. formasi dan penempatan kapal. standar. pemberian rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan bangunan gedung. kriteria dan prosedur.

standar. penetapan lokasi bangunan. formasi dan penempatan kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengawakan dan perbekalan kapal. Pasal 336 Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pemeliharaan dan penilaian teknis penghapusan kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian terdiri atas: a. standar. Pasal 335 (1) Seksi Operasi dan Pengawakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. pengawakan dan perbekalan kapal. standar. b. pemeliharaan. norma. dan Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma.b. rancang bangun dan pembangunan kapal. rancang bangun dan pembangunan kapal. pemeliharaan. pedoman. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan pembangunan kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 334 c. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . formasi dan penempatan kapal negara kenavigasian. Seksi Operasi dan Pengawakan.VALID).DITJEN HUBLA (FINAL . perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. pedoman. formasi dan penempatan kapal. norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian.rtf 134 . pedoman. pengawakan dan perbekalan kapal.

dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. pedoman. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. penetapan lokasi bangunan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan. norma. Pasal 339 (1) Seksi Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan kebijakan. serta bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman. norma. penetapan lokasi bangunan. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. Seksi Bangunan. c.Pasal 337 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 336. serta penilaian teknis fasilitas pangkalan. standar. 03 OTK KEMENHUB 2010 . dan Seksi Perbengkelan. kriteria dan prosedur. penetapan lokasi bangunan. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel.rtf 135 . kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. pemeliharaaan bangunan gedung. standar. b. b. Pasal 338 Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian terdiri atas: a.VALID). pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. lokasi pembangunan dan fasilitas pangkalan. Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan bahan perumusan kebijakan. perbaikan dan penilaian teknis peralatan galangan dan bengkel. pedoman.rtf 136 . Pasal 342 c. Pasal 341 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian.(2) Seksi Perbengkelan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan kebijakan. pemeliharaan. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan peralatan suku cadang bengkel. b. norma. Seksi Program. Subdirektorat Sarana dan Prasarana terdiri atas: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. kriteria dan prosedur. norma. b. standar.VALID). kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. d. serta bimbingan teknis. pedoman. 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma. dan Seksi Evaluasi dan Pelaporan. Subdirektorat Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. penyiapan bahan program dan rencana kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. Pasal 340 Subdirektorat Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. standar. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. kebutuhan.

pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). pedoman. standar. norma.VALID). Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai menyelenggarakan fungsi: a. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. norma. norma. Pasal 344 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. kriteria dan prosedur. tertib pelayaran. kepegawaian. pedoman. anggaran serta pembangunan sarana dan prasarana kenavigasian. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian.Pasal 343 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang patroli dan pengamanan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang patroli dan pengamanan. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. serta bimbingan teknis. Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar.rtf 137 . melakukan (2) Bagian Kedelapan Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Pasal 345 Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan.DITJEN HUBLA (FINAL . 03 OTK KEMENHUB 2010 . dan kerumahtanggaan. pengawasan keselamatan dan penyidik pegawai negeri sipil. tertib pelayaran. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis di bidang evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program kerja.

c. Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai terdiri atas: a. tertib pelayaran. penyiapan pelaksanaan di bidang patroli dan pengamanan. Subdirektorat Tertib Pelayaran. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Pasal 347 c. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang patroli dan pengamanan. dan pelaksanaan urusan tata usaha. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). kriteria dan prosedur di bidang patroli dan pengamanan. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. b. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. tertib pelayaran.rtf 138 . penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang patroli dan pengamanan. e. penyiapan pembinaan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang patroli dan pengamanan. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). f.DITJEN HUBLA (FINAL . 03 OTK KEMENHUB 2010 . tertib pelayaran. g. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air dan pemberian perijinan. penyiapan penyusunan standar. Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. tertib pelayaran. tertib pelayaran.VALID).b. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. pedoman. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. d. norma.

penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. dan prosedur serta bimbingan teknis. analisa kerawanan wilayah.d. f. norma. tingkat ancaman keamanan di laut. penyediaan data kegiatan kapal di perairan dan pelabuhan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang patroli.VALID). kriteria. Subdirektorat Sarana dan Prasarana.rtf 139 . pantai dan pelabuhan. pantai dan pelabuhan. analisa kerawanan wilayah. kriteria dan prosedur di bidang patroli. pantai dan pelabuhan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . dan Subbagian Tata Usaha. b. c. pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. standar. Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah air. penegakan peraturan perundangundangan pelayaran. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan menyelenggarakan fungsi: a. penegakan peraturan perundangundangan. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). pantai dan pelabuhan. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System).DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman. pendistribusian amunisi dan senjata api dinas. penanganan perompakan dan pembajakan. penanganan perompakan dan pembajakan. evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang patroli dan pengamanan sarana dan prasarana transportasi (ISPS Code) di laut. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. norma. Pasal 348 e. penyiapan bahan penyusunan prosedur penahanan kapal dan penyerahan kapal yang melakukan pelanggaran dan tindak pidana pelayaran. serta perijinan penggunaan. pedoman. pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut.

pantai dan pelabuhan. b. pendistribusian amunisi dan senjata api serta penetapan kualifikasi teknis petugas pengamanan. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan terdiri atas: a.VALID). analisa kerawanan wilayah. evaluasi dan pelaporan di bidang pengamanan sarana dan prasarana transportasi (ISPS Code) di laut. kriteria dan prosedur. standar. serta bimbingan teknis.d. standar. Pasal 350 e. penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang patroli dan pengamanan. penegakan peraturan perundangundangan. Pasal 351 (1) Seksi Patroli mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System).DITJEN HUBLA (FINAL . serta bimbingan teknis. Seksi Patroli. pedoman. norma. analisa kerawanan wilayah serta penegakan peraturan perundang-undangan di laut. dan Seksi Pengamanan. pantai dan pelabuhan serta penetapan kualifikasi teknis petugas patroli. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). perijinan penggunaan. pantai dan pelabuhan. kriteria dan prosedur. penanganan perompakan dan pembajakan.rtf 140 . dan pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut. penyiapan bahan penyusunan rancangan keamanan dalam rangka pengesahan dan penerbitan sertifikat keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Pengamanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang patroli. penanganan perompakan dan pembajakan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang patroli.

pedoman. e. Pasal 354 Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Seksi Advokasi dan Diseminasi Pengawasan Keselamatan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . standar. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan. c.DITJEN HUBLA (FINAL . standar. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penyiapan bahan sosialisasi dan advokasi serta diseminasi bidang keselamatan pelayaran. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil.VALID).rtf 141 . penyiapan bahan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. b. dan Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi: a. norma. norma. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. b.Pasal 352 Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil.

norma. norma. Pasal 356 Subdirektorat Tertib Pelayaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. pedoman. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar.Pasal 355 (1) Seksi Advokasi dan Diseminasi Pengawasan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengawasan kapal asing. pengawasan kapal asing. kriteria dan prosedur di bidang tertib lalulintas kapal. 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. (2) b. kriteria dan prosedur. penyelidikan.rtf 142 . evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas advokasi dan diseminasi. evaluasi dan pelaporan di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. tertib bandar. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. tertib bandar. serta bimbingan teknis. Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). penyidikan serta pengajuan berkas perkara pelanggaran dan tindak pidana pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pedoman. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tertib lalulintas kapal. surat ijin berlayar. standar. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal. norma. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal. evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang kebandaran dan kecelakaan kapal. kriteria dan prosedur. standar. Subdirektorat Tertib Pelayaran menyelenggarakan fungsi: a. standar. surat ijin berlayar. norma.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman.

evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang penanggulangan musibah. pedoman. serta bimbingan teknis. pedoman. kriteria dan prosedur. Subdirektorat Tertib Pelayaran terdiri atas: a. norma. Seksi Kecelakaan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. tertib lalulintas kapal. pengawasan kapal asing. pelaksanaan eksekusi putusan Mahkamah Pelayaran dan pelaporan ke International Maritime Organization serta penetapan kualifikasi teknis petugas penanganan pemrosesan kecelakaan kapal. norma. serta bimbingan teknis. surat ijin berlayar. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan penanganan muatan berbahaya. standar. bimbingan teknis. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengusutan kecelakaan dan bencana kapal. Port State Control Officer. pengawasan kapal asing dan penetapan kualifikasi teknis petugas kesyahbandaran.VALID). serta pengawasan penanganan muatan berbahaya. pengajuan pemeriksaan lanjutan perkara. penanganan muatan berbahaya. dan Seksi Kecelakaan Kapal. kriteria dan prosedur. Pasal 359 (1) Seksi Kebandaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 360 Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Seksi Kebandaran. Pasal 358 d. standar. tertib bandar.rtf 143 . b. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang tertib lalulintas kapal. ijin berlayar. kriteria dan prosedur. standar. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang kesyahbandaran. penanganan pemrosesan kecelakaan kapal. Port State Control Officer. tertib bandar.c. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBLA (FINAL . pencemaran dan pekerjaan bawah air. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal.

penanggulangan pencemaran dan penyelam. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Search And Rescue. dan Seksi Pekerjaan Bawah Air. tuntutan ganti kerugian pencemaran. tuntutan ganti kerugian pencemaran. penanggulangan pencemaran. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. penyiapan bahan perijinan di bidang pendirian. kegiatan penyelaman. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang Search And Rescue. penanganan kerangka kapal dan salvage.Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. pemadam kebakaran. b. Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air menyelenggarakan fungsi: a. serta pendirian. pedoman. penanggulangan pencemaran. 03 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang Search And Rescue. Pasal 362 Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air terdiri atas: a. b. e. norma. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. serta pendirian.VALID). pemadaman kebakaran.DITJEN HUBLA (FINAL . Seksi Penanggulangan Musibah.rtf 144 . penanganan kerangka kapal dan salvage. tuntutan ganti kerugian pencemaran. kriteria dan prosedur di bidang Search And Rescue. d. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. pemadaman kebakaran. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kegiatan penyelaman. standar. serta pendirian. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. penanganan kerangka kapal dan salvage. pemadaman kebakaran. penanggulangan pencemaran. kegiatan penyelaman. kegiatan penyelaman serta penanganan kerangka kapal dan salvage.

Pasal 364 Subdirektorat Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.VALID). Seksi Pekerjaan Bawah Air mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. norma. pemeliharaan. bimbingan teknis. kriteria dan prosedur. dan penanggulangan pencemaran. pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan laut dan Pantai. standar. pembangunan. Subdirektorat Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang Search And Rescue. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan. perijinan serta evaluasi dan pelaporan di bidang pendirian. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . penanggulangan pencemaran. pedoman. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. pedoman. bimbingan teknis. norma. pemeliharaan. tuntutan ganti kerugian pencemaran dan pemadaman kebakaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas Search And Rescue.rtf 145 . pembangunan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penanganan kerangka kapal dan salvage serta penetapan kualifikasi teknis petugas penyelam. evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan. pedoman. standar. standar. norma. norma. pemadam kebakaran.Pasal 363 (1) Seksi Penanggulangan Musibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pengelolaan sarana dan prasarana operasional serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang penjagaan laut dan pantai. kriteria dan prosedur di bidang pengadaan. kegiatan penyelaman.DITJEN HUBLA (FINAL .

VALID). pembangunan. Seksi Sarana dan Prasarana Operasional. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengadaan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta pemeliharaan senjata api. pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan Laut dan Pantai. Pasal 366 c. pembangunan. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . dan Seksi Awak Kapal. program kerja dan laporan Direktorat. Pasal 368 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. Pasal 367 (1) Seksi Sarana dan Prasarana Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kepegawaian dan kerumahtanggaan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan.DITJEN HUBLA (FINAL . b.rtf 146 . standar. Seksi Awak Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. pemeliharaan. pemeliharaan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Sarana dan Prasarana terdiri atas: a.b. evaluasi dan pelaporan di bidang peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang awak kapal Penjagaan Laut dan Pantai serta penyiapan rencana. norma. pedoman. pedoman. pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan Laut dan Pantai.

Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan masing-masing Direktur. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).rtf 147 . Pasal 370 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. (2) (3) (4) 03 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBLA (FINAL .VALID).Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 369 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masingmasing berdasarkan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi: a. 04 OTK KEMENHUB 2010 . c. dan kriteria di bidang perhubungan udara. d.DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 372 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perhubungan udara. penyusunan norma. Tugas dan Fungsi Pasal 371 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. prosedur. (2) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 373 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 372. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. perumusan kebijakan di bidang perhubungan udara. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan udara. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan udara.rtf 148     . standar.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA Bagian Pertama Kedudukan. e. b.VALID).

f. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara. c. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan. data dan informasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Pasal 375 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Direktorat Navigasi Penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi : a. terdiri atas : a. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 374 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. e.VALID). d.rtf 149     . program dan anggaran. Direktorat Keamanan Penerbangan. b. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana. Direktorat Bandar Udara. Direktorat Angkutan Udara.

Bagian Perencanaan. c. Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat. dan pengelolaan data dan sistem informasi manajemen di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.b. tata usaha dan rumah tangga. evaluasi dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional serta laporan masyarakat. penyusunan laporan kegiatan di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal. b. menengah. penataan organisasi dan tata laksana. akuntansi. d.rtf 150     . terdiri atas: a. Bagian Keuangan.VALID). Pasal 378 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan tinjau ulang rencana jangka panjang. penerimaan negara bukan pajak dan barang milik negara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 377 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. pelaksanaan urusan kepegawaian. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan penyuluhan hukum dan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. pengelolaan urusan tata usaha keuangan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan dan akuntabilitas kinerja unit kerja. program dan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Petunjuk Operasional (PO). penelaahan. e.DITJEN HUBUD (FINAL . serta hubungan masyarakat dan koordinasi kerjasama luar negeri. f. c. Bagian Kepegawaian dan Umum.

terdiri atas : a. penyiapan bahan penyusunan dan revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK). Pasal 380 Bagian Perencanaan.rtf 151     . pengelolaan data dan sistem informasi manajemen pemerintahan dan e-government. pelaporan dan bimbingan pelaksanaan program. Subbagian Rencana. penelaahan. penyusunan dan tinjau ulang rencana jangka panjang dan menengah. penyiapan pelaksanaan koordinasi. penyusunan dan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Subbagian Program. b. koordinasi penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan standar pelayanan serta penyiapan bahan kebijakan di bidang organisasi dan tata laksana.Pasal 379 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378. penelaahan. b. pelaksanaan rapat kerja antar lembaga dan unit kerja. Rencana Kerja (RENJA).VALID). Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi : a. dan c. evaluasi. dan c. dan prioritas program tahunan dan bantuan / pinjaman luar negeri. 04 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBUD (FINAL . analisis. anggaran dan kinerja. Subbagian Analisa dan Evaluasi. penyiapan bahan koordinasi.

Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). standar pelayanan minimal dan standar pelayanan publik. evaluasi pelaksanaan program serta realisasi anggaran. koordinasi penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI).Pasal 381 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.rtf 152     . program bantuan/pinjaman luar negeri (green book and blue book). (3) Subbagian Analisa dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. cetak biru. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Rencana Kerja Pemerintah (RKP).DITJEN HUBUD (FINAL . rencana pembangunan jangka pendek/Rencana Kerja (RENJA). standar.VALID). penelaahan dan penyusunan evaluasi dan pelaporan dokumen penetapan dan kinerja tahunan. evaluasi dan analisa kelembagaan dan tata laksana serta norma. pengelolaan data dan sistem informasi manajemen pemerintahan dan e-government. penyusunan dan tinjau ulang rencana kebijakan Pembangunan Jangka Panjang (RPJP). 04 OTK KEMENHUB 2010 . (2) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penyusunan dan pengusulan pengelola anggaran. penyusunan dan verifikasi laporan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. penyusunan dan revisi prioritas program tahunan. Pasal 382 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan Barang Milik Negara (BMN). rencana strategis. penatausahaan dan penyusunan penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penelaahan. prosedur dan kriteria. mengkoordinasikan pelaksanaan penyiapan bahan audit internal dan eksternal. penelaahan. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) anggaran reguler dan pinjaman/hibah luar negeri. penatausahaan pelaksanaan anggaran Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). studi dan kajian kebijakan di bidang transportasi udara. laporan tahunan dan nota keuangan penyusunan serta revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK). penyiapan bahan dan rapat koordinasi antar lembaga dan unit kerja serta pelaksanaan rapat kerja dinas.

Pasal 383 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 382. 04 OTK KEMENHUB 2010 . dan c. serah terima dan penghapusan Barang Milik Negara. dan pelaksanaan verifikasi laporan keuangan. penatausahaan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. penyusunan target dan penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan bahan penatausahaan. inventarisasi. Pasal 384 Bagian Keuangan. pembinaan. koordinasi tindak lanjut Laporan Hasil Audit (LHA) dan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR). Subbagian Tata Usaha Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Laporan Hasil Audit. pemanfaatan. terdiri atas : a. pemantauan. c. pengelolaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pengusulan pengelola anggaran. penyiapan bahan pembinaan penatausahaan yang meliputi pengkajian dan evaluasi terhadap penggunaan dan pemanfaatan BMN. penghapusan . dan mengkoordinasikan penyiapan bahan audit internal dan eksternal. penyiapan bahan penatausahaan. Pasal 385 (1) Subbagian Tata Usaha Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan evaluasi. inventarisasi. pelaporan Barang Milik Negara (BMN). Subbagian Akuntansi. serta menyiapkan bahan pelaporan sistem manajemen penyusunan laporan barang milik negara.rtf 153     . b. pengkajian penatausahaan Barang Milik Negara yang meliputi serah terima. Subbagian Tata Usaha Barang Milik Negara. evaluasi. b.VALID).DITJEN HUBUD (FINAL . penyusunan laporan keuangan berdasarkan Sistem Akuntansi Instansi (SAI).

analisa dan evaluasi pelaksanaan dan penetapan besaran tarif. dokumentasi hukum dan peraturan perundang-undangan serta penyiapan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan rencana ratifikasi.(2) Subbagian Tata Usaha Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Laporan Hasil Audit mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan penatausahaan. penatausahaan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan serta evaluasi peraturan perundang-undangan. Pasal 387 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386. pemberian pertimbangan hukum/penyelesaian perselisihan serta permasalahan hukum. penyusunan daftar usulan Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang berasal dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan bahan pertimbangan hukum. penyusunan laporan Barang Milik Negara berdasarkan Sistim Informasi dan Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) dan mengkoordinasikan penyiapan bahan audit internal dan eksternal. Pasal 386 Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan telaahan hukum. dan 154     b. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Pusat.VALID). pembinaan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan penggunaan serta penyusunan laporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). verifikasi dan rekonsiliasi laporan keuangan. Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan penyuluhan hukum/pertimbangan. penyusunan rencana dan pemantauan penerimaan dan penyetoran.rtf . evaluasi usulan proses pengadaan barang / jasa dan penanganan pengaduan proses pengadaan barang / jasa serta perumusan perjanjian. penyusunan.TGR) serta pengusulan pengelola anggaran. penyiapan bahan telaahan hukum. tindak lanjut Laporan Hasil Audit (LHA) dan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP. bantuan dan penyelesaian masalah hukum dan hubungan masyarakat serta koordinasi kerjasama luar negeri. penyuluhan hukum.DITJEN HUBUD (FINAL .

mutasi. pengembangan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. penyiapan bahan pemantauan. kepangkatan. b. pemantauan dan pelaporan kegiatan kerjasama luar negeri. serta tata usaha dan rumah tangga.VALID). Pasal 389 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan telaahan dan kajian hukum. penelaahan dokumen perjanjian internasional. pengadaan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan kegiatan kehumasan dan publikasi. penyusunan rancangan dan evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan serta penyiapan peraturan perundang– undangan yang terkait dengan rencana ratifikasi. Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan hukum. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri. penyusunan materi. pemantuan dan pelaporan perjanjian dan kesepakatan bersama (MoU). pemberhentian dan pensiun pegawai. pengangkatan. c. Pasal 388 Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat. penyiapan dan penelaahan dokumen perjanjian internasional.c. penyusunan. evaluasi usulan proses pengadaan barang / jasa dan penanganan proses pengadaan barang / jasa.DITJEN HUBUD (FINAL . analisis dan penyiapan bahan publikasi dan koordinasi tindak lanjut penanganan pengaduan publik serta pelaksanaan urusan kerjasama luar negeri. koordinasi. Pasal 390 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. pemrosesan dan pemberian bantuan dan pertimbangan hukum. terdiri atas : a.rtf . Subbagian Bantuan Hukum. 155     (2) (3) 04 OTK KEMENHUB 2010 . koordinasi tindak lanjut penanganan pengaduan publik.

pendistribusian. kearsipan. pengelolaan data base sistem informasi SDM dan peta jabatan serta peta SDM. pelaksanaan pengadaan serta usulan pengangkatan calon PNS. terdiri atas: a. usulan formasi. penyiapan bahan kepangkatan. b. dan c.VALID). Pasal 393 (1) Subbagian Perencanaan dan Mutasi SDM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan usulan formasi pegawai.rtf 156     . pengelolaan barang. pemberhentian dan pensiun serta data base sistem informasi SDM. mutasi. dan c. pengembangan pola karier. pemberhentian dan pensiun PNS.DITJEN HUBUD (FINAL . b. penyiapan bahan pembinaan.Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan pelaksanaan tata usaha. dan pelaksanaan pengadaan pegawai. penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan dan pembinaan karier dan kesejahteraan pegawai serta evaluasi kinerja pegawai. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga. Subbagian Perencanaan dan Mutasi SDM. Pasal 392 Bagian Kepegawaian dan Umum. mutasi. dan pengelolaan rumah tangga. pengadaan. pemeliharaan. pelaksanaan administrasi pengangkatan dan kepangkatan. Subbagian Evaluasi dan Pengembangan SDM. analisis kebutuhan. 04 OTK KEMENHUB 2010 .

dan pengelolaan rumah tangga dan umum. pedoman. norma. ujian dinas dan penyesuaian ijazah. Bagian Keempat Direktorat Angkutan Udara Pasal 394 Direktorat Angkutan Udara mempunyai tugas merumuskan. pendistribusian. pengadaan. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. pelaksanaan urusan perjalanan dinas. pemeliharaan. dan pemberian tanda penghargaan. evaluasi kinerja SDM. pengembangan dan pembinaan pegawai.VALID). pemeliharaan. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. sistem dan prosedur. pendistribusian dan pengelolaan surat. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394.(2) Subbagian Evaluasi dan Pengembangan SDM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standar kompetensi jabatan. barang. kriteria. standar. menyusun serta melaksanakan kebijakan. usulan dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. kearsipan. (3) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha dan administrasi umum. pemberdayaan SDM. pelaksanaan kegiatan protokoler. analisis kebutuhan. pembinaan mental SDM dan disiplin pegawai. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan udara niaga berjadwal. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara. pengelolaan kesejahteraan pegawai.DITJEN HUBUD (FINAL . pengawasan.rtf 157     . Direktorat Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a.

d. e. g. bimbingan. c.DITJEN HUBUD (FINAL . kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. penyiapan pelaksanaan pengawasan. penyiapan penyusunan standar. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. angkutan udara niaga berjadwal. norma. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. angkutan udara niaga berjadwal. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. angkutan udara niaga berjadwal. pemberian arahan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. sistem dan prosedur di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. pedoman. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. pemberian ijin dan/atau sertifikasi dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. f. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. angkutan udara niaga berjadwal. 158     04 OTK KEMENHUB 2010 . h. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara.VALID).rtf . pelatihan serta bantuan teknis di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. kriteria. angkutan udara niaga berjadwal. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur angkutan udara.b. angkutan udara niaga berjadwal. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara.

Pasal 396 Direktorat Angkutan Udara terdiri atas : a. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang sistem informasi pelayanan angkutan udara. kriteria. 159     04 OTK KEMENHUB 2010 . b. Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara. d. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal. pengelolaan sistem teknologi informatika. c. e.VALID).rtf .i. Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. norma. Pasal 397 Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. f. Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara. pengawasan. Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. tata usaha. angkutan multimoda. logistik dan National Single Window (NSW).DITJEN HUBUD (FINAL . Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara. pelaksanaan urusan keuangan. pedoman. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. dan dokumentasi teknis. kepegawaian dan personel. Subbagian Tata Usaha. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan.

rtf 160     . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. kriteria. norma. logistik dan National Single Window (NSW). logistik dan National Single Window (NSW). Seksi Sistem Pelayanan Angkutan Udara. Pasal 399 Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara. g. logistik dan National Single Window (NSW). angkutan multimoda. Pelaksanaan pemberian arahan.b. e. logistik dan National Single Window (NSW). 04 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). pengendalian dan penegakan hukum di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara angkutan multimoda. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan multimoda. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. logistik dan National Single Window (NSW). penyiapan bahan penyusunan standar. f. pedoman. c. angkutan multimoda. b. pelatihan serta bantuan teknis di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. sistem dan prosedur di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. d. terdiri atas : a. Seksi Sistem Informasi Angkutan Udara. logistik dan National Single Window (NSW). penyiapan bahan pelaksanaan pemberian rekomendasi dan/atau persetujuan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara.DITJEN HUBUD (FINAL . bimbingan. angkutan multimoda. angkutan multimoda.

kriteria. kriteria. bimbingan. on time performance perusahaan angkutan udara serta pelayanan pengangkutan kargo. jaringan penerbangan. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. pelayanan penunjang angkutan udara. pemberian rekomendasi dan/atau persetujuan. kapasitas angkutan udara. pengawasan. penyusunan standarisasi. pemberian arahan.DITJEN HUBUD (FINAL . norma. pelatihan serta bantuan teknis. persetujuan. sistem dan prosedur. Pasal 401 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan penegakan hukum. pedoman. angkutan multimoda dan logistik serta ranking peningkatan kinerja pelayanan angkutan udara. evaluasi dan pelaporan di bidang sistem. norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. bimbingan. rute. pemberian arahan.rtf 161     . kriteria. logistik dan National Single Window (NSW). (2) Seksi Sistem Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standar. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan angkutan udara. penyusunan standarisasi. norma.VALID). 04 OTK KEMENHUB 2010 . angkutan multimoda. Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis. pengawasan dan penegakan hukum.Pasal 400 (1) Seksi Sistem Informasi Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. pedoman. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal menyelenggarakan fungsi: a.

04 OTK KEMENHUB 2010 . c. penyiapan bahan penyusunan standar. e. Pasal 404 (1) Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. pengawasan dan penegakan hukum. norma. sistem dan prosedur di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. norma. Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. kriteria. Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Luar Negeri. pemberian arahan. f. bimbingan. sistem dan prosedur. d. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri.rtf 162     . g. penyusunan standarisasi. pengendalian dan penegakan hukum di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. Pasal 403 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal terdiri atas : a. kriteria. pelaksanaan pemberian arahan.VALID). pelatihan serta bantuan teknis. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. b. pedoman.b. pemberian persetujuan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. bimbingan.DITJEN HUBUD (FINAL .

04 OTK KEMENHUB 2010 . angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. pemberian arahan. angkutan udara haji. Penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pemberian persetujuan. norma. kriteria. penyusunan standarisasi. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal luar negeri serta evaluasi permintaan jasa angkutan udara untuk pengembangan rute dan kapasitas angkutan udara niaga berjadwal luar negeri. serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan non niaga.DITJEN HUBUD (FINAL .rtf 163     . b. serta angkutan udara perintis. sistem dan prosedur. Pasal 405 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta angkutan udara perintis. pengawasan dan penegakan hukum. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga menyelenggarakan fungsi : a. pengawasan. penyusunan standar. sistem dan prosedur. pedoman. pedoman. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal. serta angkutan udara perintis. pedoman. angkutan udara haji. norma. penyiapan bahan penyusunan standar. sistem dan prosedur di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal. kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal. c. norma. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. kriteria.(2) Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.VALID). bimbingan serta bantuan teknis. Pasal 406 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. pengendalian. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. angkutan udara haji.

norma. penyusunan standarisasi. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri serta angkutan udara perintis. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. pemberian persetujuan. angkutan udara haji. Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Dalam Negeri. pengawasan dan penegakan hukum. terdiri atas : a. b. Pasal 407 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga. f. e. serta angkutan udara perintis. Pelaksanaan pemberian arahan. pedoman. Pasal 408 (1) Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.rtf 164     . bimbingan. serta angkutan udara perintis. Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Luar Negeri. g. pemberian arahan. angkutan udara haji.d.DITJEN HUBUD (FINAL . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. sistem dan prosedur. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 . angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. pelatihan serta bantuan teknis di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. bimbingan.VALID). pelatihan serta bantuan teknis.

VALID). bimbingan. kriteria. sistem dan prosedur. Pasal 409 Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kerjasama multilateral dan lembaga internasional serta kerjasama perusahaan angkutan udara dan pelayanan fasilitasi (FAL). Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian arahan. Penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. penyiapan bahan penyusunan standar. penyusunan standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara. penyusunan standarisasi. kriteria. Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. kerjasama multilateral dan lembaga internasional serta kerjasama perusahaan angkutan udara dan pelayanan fasilitasi (FAL). pedoman. sistem dan prosedur di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara. b. sistem dan prosedur. pengawasan. norma. Penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan kerjasama perusahaan angkutan udara di bidang angkutan udara. pelatihan serta bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga luar negeri serta angkutan udara haji.rtf 165     . kerjasama multilateral dan lembaga internasional. pengawasan dan penegakan hukum. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang kerjasama angkutan udara.(2) Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL . kriteria. pemberian persetujuan. norma. d. pedoman. c. norma.

pedoman. Pasal 412 (1) Seksi Kerjasama Bilateral dan Perusahaan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. pengawasan dan penegakan hukum. pengawasan dan penegakan hukum. Seksi Kerjasama Multilateral dan Lembaga Internasional.DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 411 Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara.rtf 166     . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama bilateral. evaluasi dan pelaporan di bidang perjanjian kerja sama bilateral di bidang angkutan udara dan kerjasama perusahaan angkutan udara. multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta kerjasama perusahaan angkutan udara. pemberian arahan bimbingan. penyusunan standarisasi. pelatihan serta bantuan teknis di bidang kerjasama perusahaan angkutan udara. (2) Seksi Kerjasama Multilateral dan Lembaga Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . persetujuan. kriteria.VALID). penyusunan standarisasi. g. pemberian persetujuan.e. norma. norma. bimbingan. bimbingan. sistem dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang perjanjian dan kerjasama multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta pelayanan fasilitasi serta koordinasi dan pertemuan dengan instansi terkait untuk fasilitasi pelayanan angkutan udara internasional. terdiri atas : a. Seksi Kerjasama Bilateral dan Perusahaan Angkutan Udara. b. pelatihan serta bantuan teknis. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang kerjasama bilateral. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis. multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta kerjasama perusahaan angkutan udara. f. sistem dan prosedur. pedoman. Pelaksanaan pemberian arahan.

pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara. norma. norma.Pasal 413 Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara. d. penyiapan bahan penyusunan standar. pedoman. Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian ijin dan/atau rekomendasi di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. pedoman. penyusunan standar. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. pengendalian dan penegakan hukum di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara serta tarif jasa pelayanan angkutan udara. sistem dan prosedur di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. f. kriteria. serta evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. pengawasan dan pengendalian.rtf 167     . c.VALID). sistem dan prosedur.DITJEN HUBUD (FINAL . pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara. b. e. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pelaksanaan pemberian arahan. bimbingan pelatihan serta bantuan teknis di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara serta tarif jasa pelayanan angkutan udara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 . g. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

kriteria. tata usaha. urusan keuangan. bimbingan pelatihan serta bantuan teknis. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Tarif Jasa Pelayanan Angkutan Udara. norma. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur. sistem dan prosedur. 2) Seksi Tarif Jasa Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. pedoman. bimbingan. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif jasa pelayanan angkutan udara. Pasal 417 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. Pasal 416 (1) Seksi Bimbingan Usaha Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standarisasi. kriteria. pengawasan dan penegakan hukum. pedoman. pengawasan dan penegakan hukum.Pasal 415 Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara terdiri atas : a. b. evaluasi dan pelaporan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. penyusunan standarisasi. pengelolaan sistem teknologi informatika. kepegawaian. Seksi Bimbingan Usaha Angkutan Udara. pemberian ijin.VALID).DITJEN HUBUD (FINAL .rtf 168     . norma. pemberian ijin dan/atau rekomendasi. pemberian arahan.

pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang bandar udara. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. b. prasarana bandar udara. prasarana bandar udara. peralatan dan utilitas bandar udara.Bagian Kelima Direktorat Bandar Udara Pasal 418 Direktorat Bandar Udara mempunyai tugas merumuskan. Pasal 419 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. peralatan dan utilitas bandar udara. pemberian arahan. pedoman. f. prasarana bandar udara. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur bandar udara.DITJEN HUBUD (FINAL . peralatan dan utilitas bandar udara. pemberian ijin dan/atau sertifikasi/registrasi dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. c. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. pengawasan. norma. menyusun serta melaksanakan kebijakan.rtf . sistem dan prosedur. sistem dan prosedur di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. Direktorat Bandar Udara menyelenggarakan fungsi: a.VALID). kriteria. peralatan dan utilitas bandar udara. norma. penyiapan penyusunan standar. bimbingan. pedoman. standar. prasarana bandar udara. d. e. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. prasarana bandar udara. peralatan dan utilitas bandar udara. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. 169     04 OTK KEMENHUB 2010 .

tata usaha. dan dokumentasi teknis. f. 04 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 170     . Pasal 420 Direktorat Bandar Udara terdiri atas : a. Subdirektorat Prasarana Bandar Udara. e. d. i. Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. norma. Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara. b. peralatan dan utilitas bandar udara. peralatan dan utilitas bandar udara. sistem dan prosedur. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. h. pedoman. Pasal 421 Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standar.DITJEN HUBUD (FINAL . personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. prasarana bandar udara. pelaksanaan urusan keuangan. prasarana bandar udara.g. kepegawaian dan personel. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. kriteria. Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara. Subbagian Tata Usaha. c.VALID). pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang tatanan kebandarudaraan dan tata lingkungan dan kawasan bandar udara. pengelolaan sistem teknologi informatika.

DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan bahan penyusunan standar. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. d.rtf 171     . Seksi Tata Bandar Udara. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang tata bandar udara.Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. Pelaksanaan pemberian arahan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. Seksi Tata Lingkungan dan Kawasan Bandar Udara. Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. tata lingkungan dan kawasan bandar udara.VALID). tata lingkungan dan kawasan bandar udara. norma. f. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. kriteria. Pasal 423 Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan terdiri atas : a. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang tata bandar udara. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tata bandar udara. c. b. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang tata bandar udara. b. sistem dan prosedur di bidang tata bandar udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang tata bandar udara. pedoman. e.

04 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. sistem dan prosedur. norma. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana bandar udara. (2) Seksi Tata Lingkungan dan Kawasan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.VALID). penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara serta verifikasi prasarana bandar udara.Pasal 424 (1) Seksi Tata Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.rtf 172     . penyusunan standarisasi. pemberian arahan. b. sistem dan prosedur. kriteria. pedoman. Pasal 425 Subdirektorat Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL . pelatihan serta bantuan teknis. pengawasan dan penegakan hukum serta evaluasi dan pelaporan di bidang tata lingkungan dan kawasan bandar udara. norma. pelatihan serta bantuan teknis. norma. penyusunan standarisasi. pemberian ijin dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi. penyusunan standar. sistem dan prosedur di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara serta verifikasi prasarana bandar udara. penyiapan bahan penyusunan standar. pedoman. norma. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. bimbingan. pengawasan dan penegakan hukum. evaluasi dan pelaporan di bidang tata bandar udara. pemberian ijin dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi. pedoman. Subdirektorat Prasarana Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. pemberian arahan. pedoman. kriteria. bimbingan. sistem dan prosedur.

pemberian arahan. evaluasi dan pelaporan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara. d. Pasal 427 Subdirektorat Prasarana Bandar Udara terdiri atas : a. norma. pelaksanaan pemberian arahan. kriteria. pedoman. bimbingan. penyusunan standarisasi.VALID). Pasal 428 (1) Seksi Program dan Standarisasi Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Verifikasi Prasarana Bandar Udara. pengawasan dan penegakan hukum. 04 OTK KEMENHUB 2010 . e. pengendalian dan penegakan hukum di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. g. f. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.DITJEN HUBUD (FINAL . Seksi Program dan Standarisasi Prasarana Bandar Udara.c. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara.rtf 173     . sistem dan prosedur. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis. b. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian izin dan/atau sertifikasi di bidang verifikasi prasarana bandar udara.

dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. norma. norma. sistem dan prosedur di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara.rtf 174     . penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. c. pedoman. e. Pasal 429 Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.(2) Seksi Verifikasi Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. sistem dan prosedur. pengendalian dan penegakan hukum di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. norma. pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL . d. pelatihan serta bantuan teknis. pemberian ijin dan/atau sertifikasi. pemberian arahan. kriteria. penyiapan bahan penyusunan standar. bimbingan. kriteria. serta evaluasi dan pelaporan di bidang peralatan dan utilitas bandar udara. Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. 04 OTK KEMENHUB 2010 . b. penegakan hukum. penyusunan standarisasi. penyusunan standar. bimbingan.VALID). pedoman. pelatihan serta bantuan teknis di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara serta verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. pengawasan dan pengendalian. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. sistem dan prosedur. pelaksanaan pemberian arahan. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. pengawasan. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi prasarana bandar udara.

rtf 175     .VALID). (2) Seksi Verifikasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . b. sistem dan prosedur. norma. g. kriteria. Seksi Verifikasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara.DITJEN HUBUD (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. bimbingan pelatihan serta bantuan teknis. pemberian sertifikasi dan/atau perijinan serta pengawasan dan penegakan hukum. Pasal 432 (1) Seksi Program dan Standarisasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. Pasal 431 Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara terdiri atas: a. norma. kriteria. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. pedoman. Pasal 433 Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standar. norma. pedoman. kriteria.f. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. pemberian arahan. penyusunan standarisasi. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang personel dan operasi bandar udara. Seksi Program dan Standarisasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. pedoman.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. pedoman.VALID). pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. pelatihan serta bantuan teknis di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. f. norma. kriteria. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang personel dan operasi bandar udara. b. penyiapan bahan penyusunan standar.rtf 176     . pengendalian dan penegakan hukum di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. g. Seksi Pengawasan Personel dan Operasi Bandar Udara. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi/register dan/atau lisensi/validasi di bidang personel dan operasi bandar udara.DITJEN HUBUD (FINAL . 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. Seksi Sertifikasi Personel dan Operasi Bandar Udara. b. d. e. Pasal 435 Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara terdiri atas : a. bimbingan. sistem dan prosedur di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. pelaksanaan pemberian arahan.Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433. c.

evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 436 (1) Seksi Sertifikasi Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 437 Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur pengawasan. bimbingan. penyusunan standarisasi. kriteria. pedoman. Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. sistem dan prosedur di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. penyusunan standar. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan bandar udara.rtf 177     . norma. sistem dan prosedur. pemberian arahan bimbingan. pemberian sertifikasi. b. pengawasan dan penegakan hukum. kriteria. pedoman. pemberian lisensi/validasi dan/atau sertifikasi/register. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan personel dan operasi bandar udara. pelatihan serta bantuan teknis. kriteria. sistem dan prosedur. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. pedoman. norma. pelatihan serta bantuan teknis.VALID). penyusunan standarisasi. pemberian arahan. penyiapan bahan penyusunan standar. norma. kriteria. norma. pedoman. (2) Seksi Pengawasan Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

penyiapan bahan pelaksanaan pemberian izin di bidang kerjasama dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. d. (2) Seksi Verifikasi Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. pelaksanaan pemberian arahan. sistem dan prosedur.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian arahan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi penyelenggaraan bandar udara. bimbingan. pedoman. Pasal 439 Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar udara terdiri atas: a. bimbingan. e.VALID). g. pelatihan serta bantuan teknis.rtf . pemberian ijin. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang verifikasi penyelenggaraan bandar udara. norma. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. pelatihan serta bantuan teknis. pemberian ijin. pedoman. kriteria. Seksi Kerjasama Penyelenggaraan Bandar Udara. evaluasi dan pelaporan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara. penyusunan standarisasi. 178     04 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. Pasal 440 (1) Seksi Kerjasama Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. pemberian arahan.c. pengawasan dan penegakan hukum. norma. Seksi Verifikasi Penyelenggaraan Bandar Udara. f. b. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. bimbingan.

dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. pengelolaan sistem teknologi informatika. pengawasan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. b. pelayanan darurat. Pasal 443 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442. kriteria. norma. pengendalian dan serta evaluasi dan pelaporan di bidang keamanan penerbangan. kepegawaian. standar. Bagian Keenam Direktorat Keamanan Penerbangan Pasal 442 Direktorat Keamanan Penerbangan mempunyai tugas merumuskan.DITJEN HUBUD (FINAL . kerjasama dan program keamanan penerbangan.rtf 179     .VALID). menyusun serta melaksanakan kebijakan. sistem dan prosedur. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. kerjasama dan program keamanan penerbangan. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. pedoman. Direktorat Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 441 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. tata usaha. urusan keuangan. penyiapan penyusunan standar. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. sistem dan prosedur di bidang standarisasi. pelayanan darurat. pedoman. norma.

e. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur keamanan penerbangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan.VALID). pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang standarisasi. pelatihan serta bantuan teknis di bidang standarisasi. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. pelayanan darurat.rtf 180     .c. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian ijin dan/atau sertifikasi di bidang standarisasi. kerjasama dan program keamanan penerbangan. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan. f. kerjasama dan program keamanan penerbangan. pelayanan darurat. kerjasama dan program keamanan penerbangan. organisasi atau manajemen lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang keamanan penerbangan. pemberian arahan. bimbingan. pelayanan darurat. d. pelayanan darurat. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel dan fasilitas keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan. g. pengendalian dan penegakan hukum di bidang standarisasi. h. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan dan fasilitas keamanan penerbangan. organisasi atau manajemen lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang keamanan penerbangan. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . pelayanan darurat.

f. Pasal 444 Direktorat Keamanan Penerbangan terdiri atas : a. sistem dan dan prosedur. pedoman. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi keamanan penerbangan. d. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445.VALID). kerjasama dan program keamanan penerbangan.rtf . norma. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan. c. b. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan. Subdirektorat Standarisasi. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. tata usaha. Pasal 445 Subdirektorat Standarisasi. kepegawaian dan personel. Subdirektorat Fasilitas Keamanan Pengangkutan Barang Berbahaya. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.i. Subdirektorat Standarisasi. pelaksanaan urusan keuangan. kriteria. Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan. Penerbangan dan e. Subbagian Tata Usaha.DITJEN HUBUD (FINAL . 181     04 OTK KEMENHUB 2010 . pengelolaan sistem teknologi informatika. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi. kerjasama dan program keamanan penerbangan. penyusunan standar. dan dokumentasi teknis. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. Subdirektorat Pelayanan Darurat.

DITJEN HUBUD (FINAL . norma. pelayanan darurat. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan terdiri atas : a. e. pemberian persetujuan.b. sistem dan prosedur. bimbingan. bimbingan. kriteria. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. pelatihan serta bantuan teknis. penyiapan bahan penyusunan standar. pelaksanaan pemberian arahan.VALID). Seksi Standarisasi Keamanan Penerbangan. c. pengangkutan barang berbahaya. Pasal 448 (1) Seksi Standarisasi Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis di bidang standarisasi keamanan penerbangan. evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi keamanan penerbangan.rtf 182     . kerjasama dan program keamanan penerbangan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan dan/atau persetujuan di bidang standarisasi keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan. norma. penyusunan standarisasi. Seksi Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan. pemberian arahan. b. sistem dan prosedur di bidang standarisasi keamanan penerbangan. pengangkutan barang berbahaya dan pelayanan darurat. kriteria. pedoman. f. kerjasama dan program keamanan penerbangan. Pasal 447 Subdirektorat Standarisasi. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang standarisasi keamanan penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . d.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. pelaksanaan pemberian arahan. bimbingan. sistem dan prosedur. e. pedoman. kriteria. serta evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan darurat.(2) Seksi Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.VALID). penyusunan standarisasi. dan pelayanan darurat. pelatihan serta bantuan teknis di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. pengendalian. kriteria. d. kriteria. penyusunan standar. sistem dan prosedur di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat.rtf 183     . pengangkutan barang berbahaya.DITJEN HUBUD (FINAL . c. program keamanan bandar udara (airport contingency plan). norma. pemberian ijin dan/atau persetujuan serta evaluasi dan pelaporan di bidang keamanan penerbangan. pedoman. Subdirektorat Pelayanan Darurat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian lisensi ijin dan/atau sertifikasi dan/atau persetujuan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 449 Subdirektorat Pelayanan Darurat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. norma. sistem dan prosedur. norma. pedoman. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. penyiapan bahan penyusunan standar.

sistem dan prosedur. Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453.rtf . norma. pelatihan serta bantuan teknis. 184     04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 453 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas pelayanan darurat. pelatihan serta bantuan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. kriteria. bimbingan. penyusunan standarisasi. kriteria. b. pemberian arahan. pemberian sertifikasi. Seksi Fasilitas Pelayanan Darurat. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang penyidik pegawai negeri sipil dan personel keamanan penerbangan. (2) Seksi Fasilitas Pelayanan Darurat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. bimbingan. sistem dan prosedur. pedoman. norma. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. lisensi dan persetujuan. pemberian sertifikasi. norma. Seksi Personel PKP-PK dan Salvage. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur.VALID). kriteria. Pasal 452 (1) Seksi Personel PKP-PK dan Salvage mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBUD (FINAL .Pasal 451 Subdirektorat Pelayanan Darurat terdiri atas : a. penyusunan standar. evaluasi dan pelaporan di bidang personel PKP-PK dan salvage. pedoman. pemberian arahan.

penyusunan. b. pedoman. e.rtf 185     . evaluasi dan pelaporan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang penerbangan sipil. Pasal 456 (1) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.b. Penyiapan bahan penyusunan standar. h.VALID).DITJEN HUBUD (FINAL . kriteria. pemberian arahan. bimbingan. Pasal 455 Subdirektorat PPNS dan Personel Keamanan Penerbangan terdiri atas : a. norma. Seksi Personel Keamanan Penerbangan. kriteria dan prosedur di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). penyiapan bahan penyusunan pedoman. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. pelaksanaan pemberian arahan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. pedoman. Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). pelatihan serta bantuan teknis. g. d. c. bimbingan. kriteria dan prosedur. sistem dan prosedur di bidang personel keamanan penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian lisensi di bidang personel keamanan penerbangan. f. penyidikan tindak pidana di bidang penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 .

penyusunan standar. sistem dan prosedur di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. kriteria. Pasal 457 Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. d. pelatihan serta bantuan teknis di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan serta penanganan pengangkutan barang berbahaya. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. e. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya. sistem dan prosedur. bimbingan. Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pemberian arahan. penyusunan standarisasi. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. penyiapan bahan penyusunan standar. kriteria.rtf . bimbingan. pemberian arahan.(2) Seksi Personel Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang personel keamanan penerbangan. 186     04 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBUD (FINAL . kriteria.VALID). sistem dan dan prosedur. pedoman. norma. pemberian lisensi. norma. pedoman.

penyusunan standarisasi. (2) Seksi Personel Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Personel Penanganan Pengangkutan Barang Berbahaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standar. Pasal 461 Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. pemberian arahan. kriteria. serta evaluasi dan pelaporan di bidang personel fasilitas keamanan penerbangan dan personel penanganan pengangkutan barang berbahaya. sistem dan prosedur.DITJEN HUBUD (FINAL . Seksi Fasilitas Keamanan Penerbangan. pelatihan serta bantuan hukum. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan penerbangan. kriteria. pemberian lisensi.f. norma.VALID). pemberian sertifikasi. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan hukum serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas keamanan penerbangan. pemberian arahan. bimbingan. bimbingan. pedoman. b. pedoman. kriteria. norma.rtf 187     . penyusunan standarisasi. Pasal 460 (1) Seksi Fasilitas Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. Pasal 459 Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya terdiri atas : a. Seksi Personel Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Personel Penanganan Pengangkutan Barang Berbahaya. norma. 04 OTK KEMENHUB 2010 .

pengangkutan barang berbahaya. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. sistem dan prosedur pemberian arahan. pelatihan serta bantuan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang keamanan penerbangan. pengangkutan barang berbahaya. evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan bandar udara dan pelayanan darurat. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang keamanan penerbangan.VALID). Seksi Kendali Mutu Keamanan Angkutan Udara. kriteria. norma. b. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang keamanan penerbangan. pengawasan dan penegakan hukum. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kendali mutu keamanan angkutan udara dan bandar udara. d.rtf 188     . penyusunan standarisasi. b. c.Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461. bimbingan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan serta bantuan teknis di bidang keamanan penerbangan. pelaksanaan pemberian arahan. pedoman. e. Seksi Kendali Mutu Keamanan Bandar Udara. Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi: a. dan pelayanan darurat. Pasal 464 (1) Seksi Kendali Mutu Keamanan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 463 Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan terdiri atas: a. dan pelayanan darurat.DITJEN HUBUD (FINAL . dan pelayanan darurat. pengangkutan barang berbahaya.

pengawasan dan penegakan hukum. pengawasan. sistem dan prosedur pemberian arahan. evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan angkutan udara dan pengangkutan barang berbahaya. Bagian Ketujuh Direktorat Navigasi Penerbangan Pasal 466 Direktorat Navigasi Penerbangan mempunyai tugas merumuskan. pengelolaan sistem teknologi informatika. Pasal 465 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. penyusunan standarisasi. bimbingan. menyusun serta melaksanakan kebijakan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP.(2) Seksi Kendali Mutu Keamanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis. Direktorat Navigasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. manajemen informasi aeronautika.rtf 189     . pengendalian. pedoman. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. standar. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. norma.VALID). 04 OTK KEMENHUB 2010 . tata usaha. urusan keuangan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. kriteria. norma. serta evaluasi dan pelaporan di bidang navigasi penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. sistem dan prosedur. komunikasi penerbangan. kriteria. kepegawaian. pedoman.

fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. komunikasi penerbangan. bimbingan. norma. komunikasi penerbangan. komunikasi penerbangan. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. penyiapan penyusunan standar. manajemen informasi aeronautika. manajemen informasi aeronautika. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. komunikasi penerbangan. manajemen informasi aeronautika. 04 OTK KEMENHUB 2010 . i. g. pemberian arahan. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. d.b. pembinaan terhadap penyelenggara pemeliharaan peralatan elektronika penerbangan dan penyelenggara kalibrasi fasilitas penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. komunikasi penerbangan.rtf 190     . manajemen informasi aeronautika. pemberian ijin.VALID). fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. pedoman. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. manajemen informasi aeronautika. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. manajemen informasi aeronautika. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. f. pengendalian dan penegakan hukum di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. h. sistem dan prosedur di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. c. komunikasi penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur navigasi penerbangan. sertifikasi/registrasi di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. e.

pengelolaan sistem teknologi informatika. Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan. norma. f. b. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. Pasal 468 Direktorat Navigasi Penerbangan terdiri atas : a. e. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. kriteria.rtf 191     . Pasal 470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 469. tata usaha. d. Subdirektorat Komunikasi Penerbangan. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan.VALID). pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen ruang udara dan pelayanan lalu lintas penerbangan. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. Pasal 469 Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Penerbangan. c. pelaksanaan urusan keuangan. Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika. sertifikasi dan perijinan. dan dokumentasi teknis. sistem dan prosedur. Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Subbagian Tata Usaha.DITJEN HUBUD (FINAL .j. kepegawaian dan personel. penyusunan standar. Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a.

pengawasan dan penegakan hukum. penyiapan bahan penyusunan standar. kriteria.rtf 192     .b. c. pelaksanaan pengawasan. bimbingan. pedoman. d. pedoman. penyusunan standarisasi. Pasal 472 (1) Seksi Manajemen Ruang Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. perjanjian atau hubungan internasional. f. e. sistem dan prosedur di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. norma. b. bimbingan.VALID). Seksi Manajemen Ruang Udara. sistem dan prosedur. pengendalian dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen ruang udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. g. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelatihan serta bantuan teknis di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. Pasal 471 Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan terdiri atas: a. pemberian arahan. pelaksanaan pemberian arahan. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi dan perijinan di bidang pelayanan lalu lintas penerbangan. norma. kriteria. Seksi Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika.DITJEN HUBUD (FINAL . kriteria. b.(2) Seksi Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. Pasal 474 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 473. kriteria.rtf . pelatihan serta bantuan teknis. pedoman. pemberian sertifikasi. pedoman. norma. Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pemberian arahan. pedoman. pemberian arahan. c. norma. Pasal 473 Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Publikasi Informasi Aeronautika. 193     04 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). penyiapan bahan penyusunan standar. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan lalu lintas penerbangan. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. kriteria. d. bimbingan. pengawasan. e. penyusunan standarisasi. penyusunan standar. bimbingan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen informasi aeronautika. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. pengawasan dan penegakan hukum.

pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur. penyusunan standarisasi. pedoman. kriteria. kriteria. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang komunikasi penerbangan. sistem dan prosedur.DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 475 Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang Publikasi Infomasi Aeronautika. penyusunan standarisasi. bimbingan. norma. pedoman. pengawasan dan penegakan hukum. Pasal 477 Subdirektorat Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan penegakan hukum. (2) Seksi Publikasi Infomasi Aeronautika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standar. pelatihan serta bantuan teknis. g. norma. pedoman. pemberian sertifikasi.f. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang kartografi penerbangan dan publikasi informasi aeronautika. pembuatan peta penerbangan. norma. Pasal 476 (1) Seksi Kartografi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. evaluasi dan pelaporan di bidang Kartografi Penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Kartografi Penerbangan. b. pemberian arahan.VALID). sistem dan prosedur.rtf 194     . bimbingan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kartografi penerbangan dan publikasi informasi aeronautika. kriteria. Seksi Publikasi Informasi Aeronautika.

pelaksanaan pemberian arahan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan.Pasal 478 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477. dan g. pedoman. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. Seksi Operasi Komunikasi Penerbangan. penyiapan bahan penyusunan standar. f. Subdirektorat Komunikasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. pengendalian dan penegakan hukum di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. e. norma. d. kriteria. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. c. sistem dan prosedur di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . b. bimbingan. b. Seksi Jaringan dan Peralatan Komunikasi Penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL .rtf 195     .VALID). penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. Pasal 479 Subdirektorat Komunikasi Penerbangan terdiri atas : a. pelatihan serta bantuan teknis di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan.

norma. penyusunan standar.Pasal 480 (1) Seksi Operasi Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. sistem dan prosedur di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan.rtf 196     . pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang Operasi Komunikasi Penerbangan. kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan.VALID). pengawasan dan penegakan hukum. pedoman. norma. pedoman. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. norma. pemberian arahan. Pasal 482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 481. pelatihan serta bantuan teknis. penyiapan bahan penyusunan standar. (2) Seksi Jaringan dan Peralatan Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang Jaringan Dan Peralatan Komunikasi. sistem dan prosedur. 04 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan. pemberian sertifikasi. pemberian arahan. pemberian sertifikasi. pedoman. Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. kriteria. bimbingan.DITJEN HUBUD (FINAL . penyusunan standarisasi. norma. kriteria. pengawasan dan penegakan hukum. kriteria. Pasal 481 Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis.

VALID). pengendalian dan penegakan hukum di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . Seksi Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan.rtf 197     . Pasal 483 Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan terdiri atas : a. Seksi Fasilitas Pengamatan Penerbangan. pemberian arahan. penyiapan bahan pembinaan penyelenggara peralatan elektronika penerbangan. e. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. f. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. pelaksanaan pemberian arahan. sistem dan prosedur. bimbingan. pengawasan dan penegakan hukum. evaluasi dan pelaporan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan.c. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. b. Pasal 484 (1) Seksi Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. bimbingan. h. penyusunan standarisasi. pembinaan penyelenggara pemeliharaan peralatan elektronika penerbangan. pemberian sertifikasi. pemeliharaan d. pelatihan serta bantuan teknis. norma. g. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pedoman.

pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. norma. sistem dan prosedur. e.(2) Seksi Fasilitas Pengamatan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan pemberian arahan. penyiapan penyusunan standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. norma.rtf 198     . Pasal 486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. evaluasi dan pelaporan di Bidang Fasilitas Pengamatan Penerbangan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. pedoman. sistem dan dan prosedur. pemberian arahan. kriteria. pedoman. penyusunan standar. Pasal 485 Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan. c. norma. b. pelatihan serta bantuan teknis. pedoman. penyusunan standarisasi. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . kriteria. kriteria. d. pengawasan dan penegakan hukum. 04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pemberian sertifikasi. bimbingan.

rtf 199     . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. sistem dan prosedur. b.f. pengawasan dan penegakan hukum. (2) Seksi Sertifikasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. penyusunan standarisasi.DITJEN HUBUD (FINAL . pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . g. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan. pemberian sertifikasi. pengawasan dan penegakan hukum. bimbingan. Seksi Standarisasi Navigasi Penerbangan. penyiapan bahan pembinaan penyelenggara kalibrasi fasilitas penerbangan. Seksi Sertifikasi Navigasi Penerbangan. bimbingan.VALID). h. pedoman. norma. pelatihan serta bantuan teknis. Pasal 487 Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan terdiri atas: a. pemberian sertifikasi. kriteria. Pasal 488 (1) Seksi Standarisasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. pedoman. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis. penyusunan standarisasi. pemberian arahan. evaluasi dan pelaporan di bidang Sertifikasi Navigasi Penerbangan.

Produk Aeronautika. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. tata usaha. Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara menyelenggarakan fungsi: a. Rekayasa. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. norma. pengelolaan sistem teknologi informatika. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi. sistem dan prosedur.DITJEN HUBUD (FINAL . b. kepegawaian. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara. menyusun serta melaksanakan kebijakan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . c. penyiapan penyusunan standar. Rekayasa. Rekayasa. d. standar. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. Produk Aeronautika. pedoman. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi. urusan keuangan. kriteria. Bagian Kedelapan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Pasal 490 Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara mempunyai tugas merumuskan. Produk Aeronautika.VALID). sistem dan prosedur di bidang Standarisasi. norma. pedoman. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur kelaikan udara dan pengoperasian pesawat udara. kriteria. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP.Pasal 489 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana strategis direktorat.rtf 200     .

pembinaan penyelenggara pemeriksaan kesehatan penerbangan. kepegawaian dan personel.VALID). pelaksanaan urusan keuangan. c. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi. tata usaha. Subdirektorat Produk Aeronautika. k. e. pemberian arahan. Pasal 492 Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara terdiri atas : a. Produk Aeronautika.e. j. Rekayasa.rtf 201     . Rekayasa. b. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. Rekayasa. Produk Aeronautika. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi. Subdirektorat Perawatan. pemberian ijin dan/atau sertifikasi dan/atau registrasi di bidang Standarisasi. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. g. Produk Aeronautika. i. Subdirektorat Standarisasi. bimbingan. dan dokumentasi teknis. pengelolaan sistem teknologi informatika. penyiapan bahan penyusunan dan keselamatan penerbangan nasional. Rekayasa. Subdirektorat Operasi Pesawat Udara. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. h. d. 04 OTK KEMENHUB 2010 . f. Produk Aeronautika. Subbagian Tata Usaha. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. Subdirektorat Rekayasa. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi. pelaksanaan program f.DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . norma. f. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. c. pelaksanaan pemberian arahan. Subdirektorat Standarisasi menyelenggarakan fungsi : a. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan standar. sistem dan prosedur di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. i. penyiapan bahan pelaksanaan program pencegahan insiden dan kecelakaan pesawat udara. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. Pasal 494 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 493. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. norma. e. pedoman.VALID).Pasal 493 Subdirektorat Standarisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyelenggara pemeriksaan g. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di Bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. penyiapan bahan penyusunan standar.rtf 202     . h. kriteria. b. penyiapan bahan pembinaan kesehatan penerbangan. kriteria. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. sistem dan prosedur. bimbingan. pedoman. d. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan.

Seksi Standarisasi Operasi Penerbangan. bimbingan. pengawasan dan penegakan hukum. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Teknik. penyusunan standarisasi. kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. Subdirektorat Rekayasa menyelenggarakan fungsi : a. pemberian arahan. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Operasi Penerbangan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Rekayasa Pesawat Udara. pedoman. sistem dan prosedur. sistem dan dan prosedur. penyusunan standar. pelatihan serta bantuan teknis. (2) Seksi Standarisasi Operasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan. penyusunan standarisasi. norma. pemberian sertifikasi. pemberian arahan. program pencegahan insiden dan kecelakaan. norma. pedoman. terdiri atas : a. b. kriteria. sistem dan prosedur. pengawasan dan penegakan hukum. norma. Seksi Standarisasi Teknik. Pasal 497 Subdirektorat Rekayasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. Pasal 498 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494. pelatihan serta bantuan teknis. kriteria. pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian sertifikasi.rtf 203     . Pasal 496 (1) Seksi Standarisasi Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.VALID).Pasal 495 Subdirektorat Standarisasi.

penyusunan standarisasi. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Proses Rekayasa.rtf 204     . b.DITJEN HUBUD (FINAL . Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. pelatihan serta bantuan teknis. f. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa dan Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. norma. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian sertifikasi/perijinan. d. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. g. Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. pemberian arahan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau persetujuan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. penyiapan bahan penyusunan standar. Seksi Pengawasan Proses Rekayasa.b. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. pelaksanaan pemberian arahan. c. kriteria. pengawasan dan penegakan hukum. Pasal 499 Subdirektorat Rekayasa terdiri atas : a. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. pedoman. bimbingan. pedoman. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. e. bimbingan.VALID). kriteria. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. norma. Pasal 500 (1) Seksi Pengawasan Proses Rekayasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

pengawasan dan penegakan hukum. Pasal 501 Subdirektorat Produk Aeronautika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. bimbingan. f. pemberian sertifikasi/perijinan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Produk Aeronautika. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. sistem dan prosedur. e. penyiapan bahan penyusunan standar. norma. subdirektorat Produk Aeronautika menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standarisasi. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. pedoman. pedoman. d. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan dan/atau persetujuan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. 205     04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan standar. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara.rtf . Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 501. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. sistem dan prosedur.VALID). kriteria. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi.DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman. c. kriteria. pemberian arahan. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. bimbingan. norma.(2) Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan pemberian arahan. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis.

kriteria. bimbingan. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Produksi. kriteria. sistem dan prosedur. (2) Seksi Pengawasan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. sistem dan prosedur. Seksi Pengawasan Mutu dan Proses Produksi. pengawasan dan penegakan hukum.DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman. pemberian arahan. Seksi Pengesahan Produksi. serta evaluasi dan pelaporan di bidang Operasi Pesawat Udara. penyusunan standarisasi. norma. b. bimbingan. pedoman.rtf 206     . norma. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pengawasan dan penegakan hukum. norma. kriteria. pemberian sertifikasi. pelatihan serta bantuan teknis. pemberian arahan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. pengawasan dan pengendalian.VALID). Pasal 504 (1) Seksi Pengawasan Mutu dan Proses Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.g. penyusunan standarisasi. Pasal 505 Subdirektorat Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi. Pasal 503 Subdirektorat Produk Aeronautika terdiri atas: a. pedoman. penyusunan standar. pemberian sertifikasi/ijin. pelatihan serta bantuan teknis.

penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi Personel Operasi Pesawat Udara. bimbingan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. d. b.rtf 207     . 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan standar. Pasal 507 Subdirektorat Operasi Pesawat Udara terdiri atas : a. f. Seksi Pengawasan Operasi Pesawat Udara.VALID). di bidang e. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. g. norma. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara.DITJEN HUBUD (FINAL . Subdirektorat Operasi Pesawat Udara menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. c. b. kriteria.Pasal 506 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 505. pedoman. Seksi Personel Operasi Pesawat Udara. pelaksanaan pemberian arahan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara.

pemberian arahan. bimbingan. norma. sistem dan prosedur di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis. c. pemberian sertifikasi. Pasal 509 Subdirektorat Perawatan mempunyai tugas melaksanakan melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. norma. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. pengawasan dan penegakan hukum. pelatihan serta bantuan teknis. kriteria.VALID). penyusunan standarisasi. kriteria. pengawasan dan penegakan hukum. penyiapan bahan penyusunan standar. Subdirektorat Perawatan menyelenggarakan fungsi : a. norma.DITJEN HUBUD (FINAL . norma. sistem dan dan prosedur. pedoman. pemberian sertifikasi.rtf 208     . penyusunan standar. b. (2) Seksi Personel Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan. pedoman. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. sistem dan prosedur. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Perawatan Pesawat Udara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. evaluasi dan pelaporan di bidang Personel Operasi Pesawat Udara. kriteria. pedoman. pedoman.Pasal 508 (1) Seksi Pengawasan Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan standarisasi. Pasal 510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 509. pemberian arahan. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara.

pengawasan dan penegakan hukum. kriteria. e.d. f. pemberian sertifikasi. pengawasan dan penegakan hukum. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan Pesawat Udara. pemberian arahan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. b. pedoman. bimbingan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang Personel Teknik Perawatan Pesawat Udara.DITJEN HUBUD (FINAL . penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis. g. pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang Perawatan Pesawat Udara. Seksi Perawatan Pesawat Udara. Seksi Personel Teknik Perawatan. pelaksanaan pemberian arahan. (2) Seksi Personel Teknik Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan. Pasal 512 (1) Seksi Perawatan Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. pemberian sertifikasi.rtf 209     . norma. norma. kriteria.VALID). pedoman. Pasal 511 Subdirektorat Perawatan terdiri atas : a. pemberian arahan. penyusunan standarisasi. bimbingan.

dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). urusan keuangan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). diatur berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku.rtf 210     . dan masing-masing Direktur. kepegawaian dan personel.Pasal 513 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 515 (1) Kelompok fungsional fungsional dan diatur berlaku. Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 514 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. (3) (4) 04 OTK KEMENHUB 2010 . tata usaha.VALID). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.DITJEN HUBUD (FINAL . pengelolaan sistem teknologi informatika. dan dokumentasi teknis.

VALID). penyiapan pengujian dan sertifikasi prasarana. dan penyiapan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 517 Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perkeretaapian. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Direktorat Jenderal Perkeretaapian dipimpin oleh Direktur Jenderal.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . di lingkungan (2) b. penyiapan pelaksanaan pembinaan dan penyelenggaraan perkeretaapian bidang keselamatan. e. lalu lintas dan angkutan kereta api. Tugas dan Fungsi Pasal 516 (1) Direktorat Jenderal Perkeretaapian adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan perkeretaapian dan industri penunjang penyelenggaraan perkeretaapian. Pasal 518 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 517. prosedur. norma. sarana dan sumber daya manusia bidang perkeretaapian.rtf 211 . dan kriteria penyelenggaraan perkeretaapian. c.BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN Bagian Pertama Kedudukan. prasarana dan sarana perkeretaapian. Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. 05 OTK KEMENHUB 2010 . d. penyiapan penyusunan standar.

Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Pasal 520 Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. 212 b.rtf . rencana dan program pengembangan perkeretaapian. d. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum serta penyiapan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta kerja sama luar negeri. dan Direktorat Keselamatan Perkeretaapian.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 519 Direktorat Jenderal Perkeretaapian terdiri atas: a. b. penyusunan data dan informasi serta pelaporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. c. penyiapan pengkoordinasian penyusunan kebijakan. penyiapan pengelolaan urusan keuangan dan barang inventaris milik/kekayaan negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Direktorat Sarana Perkeretaapian. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . c. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang keselamatan dan transportasi perkeretaapian. e. Direktorat Prasarana Perkeretaapian. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a.VALID).

Bagian Keuangan. c. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. dan Bagian Kepegawaian dan Umum. Bagian Perencanaan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . b. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian terdiri atas: a. evaluasi dan koordinasi tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan penyiapan bahan penyusunan data dan informasi serta laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.d. b. evaluasi pelaksanaan rencana dan program serta penyusunan laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan dalam penyusunan rencana dan program pengembangan perkeretaapian. tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.VALID). penyusunan rencana dan program. dan penyiapan penelaahan.rtf 213 . d. Pasal 522 e. c. Pasal 523 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan. Bagian Hukum. penyusunan organisasi dan tata laksana. penyiapan pengelolaan urusan kepegawaian.

b. rencana kerja dan anggaran serta dokumen anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.rtf 214 . Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program. b. dan penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 527. Pasal 526 a. penyusunan data dan informasi serta laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. c. Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program pembangunan. Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan dan penyusunan rencana pengembangan perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . anggaran c. penyiapan bahan pelaksanaan perbendaharaan anggaran direktorat jenderal dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 527 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan Jenderal Perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). anggaran Direktorat b. Subbagian Program. Subbagian Rencana. c.Pasal 525 Bagian Perencanaan terdiri atas: a.

(2) (3) 05 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta kerja sama luar negeri di bidang perkeretaapian. Pasal 532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531.VALID). Peraturan Pemerintah. Subbagian Verifikasi Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan verifikasi anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.Pasal 529 Bagian Keuangan terdiri atas: a. b. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Subbagian Verifikasi Anggaran. dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat pengaturan meliputi pengaturan setingkat Undang-Undang. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan perbendaharaan dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. dan c. penyiapan bahan penyusunan rancangan. Pasal 530 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring/pemantauan penggunaan pengeluaran dan penerimaan serta revisi anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Subbagian Pelaksanaan Anggaran.rtf 215 .DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Pasal 531 Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Peraturan Menteri dan setingkat Peraturan Direktur Jenderal. Subbagian Perbendaharaan dan Barang Milik Negara. Bagian Hukum menyelenggarakan fungsi: a.

Peraturan Pemerintah. dan setingkat Keputusan Direktur Jenderal. dan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat penetapan meliputi penetapan setingkat Keputusan Presiden. Pasal 533 c. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum.VALID). penelaahan. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri. dan setingkat Peraturan Direktur Jenderal. Keputusan Menteri. dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat pengaturan meliputi pengaturan setingkat Undang-Undang. dan setingkat Keputusan Direktur Jenderal. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. d.rtf 216 . Subbagian Jaringan Dokumentasi dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Keputusan Menteri. serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. penelaahan. Bagian Hukum terdiri atas: a. b. Peraturan Menteri. penyiapan bahan penyusunan rancangan. Subbagian Jaringan Dokumentasi dan Bantuan Hukum. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum. Pasal 534 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan. serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian. c. penyusunan rancangan perjanjian. dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta urusan kerjasama luar negeri di bidang perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat penetapan meliputi penetapan setingkat Keputusan Presiden.b.

penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. dan pengelolaan urusan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. c. penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian dan administrasi perkantoran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. b. mutasi dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 537 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. pengembangan. c. Pasal 535 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian. 217 b. organisasi dan tata laksana dan penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional di bidang perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pengembangan dan mutasi pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. dan Subbagian Rumah Tangga. organisasi dan tata laksana serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional bidang perkeretaapian. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 536 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 535. Subbagian Kepegawaian dan Organisasi.rtf . Pasal 538 (1) Subbagian Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. tata usaha dan rumah tangga Direktorat Jenderal Perkeretaapian.VALID). Subbagian Tata Usaha.(3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang perkeretaapian. organisasi dan tata laksana. 05 OTK KEMENHUB 2010 .

pedoman. penyiapan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . lalu lintas dan angkutan kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan. Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Pasal 539 (3) Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. serta investasi di bidang perkeretaapian. ekspedisi.VALID). pelaksanaan dan evaluasi biaya penggunaan. serta investasi di bidang perkeretaapian. standar. kriteria dan prosedur. d. lalu lintas dan angkutan kereta api. urusan umum dan kesejahteraan pegawai. lalu lintas dan angkutan kereta api. penggandaan dan keprotokolan.(2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha kepegawaian. c.rtf . Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539. kriteria dan prosedur di bidang jaringan. 218 b. penyiapan penyusunan bahan dan pelaksanaan analisis mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian. f. kearsipan. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana induk perkeretaapian dan rencana pembangunan serta rencana jaringan pelayanan perkeretaapian. penyiapan penyusunan norma. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. serta investasi di bidang perkeretaapian. serta bimbingan teknis. standar. pedoman. surat menyurat. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan dalam. 05 OTK KEMENHUB 2010 . e. lalu lintas dan angkutan kereta api. dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan. penyiapan bahan perumusan pedoman perhitungan. serta investasi di bidang perkeretaapian.

standar. izin operasi. norma. evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan. serta investasi di bidang perkeretaapian. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. 05 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur di bidang jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pemanfaatan dan kondisi jaringan jalur kereta api. dan pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542.VALID). kriteria. Pasal 542 Subdirektorat Jaringan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. e.g. i. Subdirektorat Jaringan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan jalur kereta api baik perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. standar.rtf . c. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan. Pasal 541 h. izin usaha. Subdirektorat Angkutan. dan izin lintas pelayanan di bidang perkeretaapian. pedoman. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api terdiri atas: a. penyiapan bahan. norma. dan prosedur serta bimbingan teknis. d. pemantauan dan evaluasi kelas jalur kereta api. kapasitas lintas. c. Subdirektorat Lalu Lintas. menengah dan panjang. dan Subbagian Tata Usaha. lalu lintas dan angkutan kereta api. b. Subdirektorat Jaringan. Subdirektorat Investasi. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan harmonisasi pengembangan dan penataan jaringan jalur kereta api. penyiapan pelaksanaan penetapan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. 219 b.

pemantauan dan evaluasi kelas. pedoman. penyiapan bahan sistem informasi manajemen jaringan jalur kereta api. l. standar. Seksi Penataan Jaringan.rtf .d. evaluasi. penyiapan bahan penetapan trase jalur kereta api. Pasal 544 i. e. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana induk perkeretaapian dan rencana pembangunan serta rencana jaringan pelayanan perkeretaapian. dan bimbingan teknis dan harmonisasi. standar. analisa dan rekomendasi mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi kelas jalur kereta api. Subdirektorat Jaringan terdiri atas: a. kapasitas lintas. norma. pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) jaringan jalur kereta api. h.VALID). pemantauan dan evaluasi kelas stasiun. dan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan jalur kereta api. menengah dan panjang. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan jalur kereta api yang ada dan pengembangan jaringan jalur kereta api baru. j. pemanfaatan dan kondisi jaringan jalur kereta api. penyiapan bahan pemanfaatan jaringan jalur kereta api yang beroperasi dan tidak beroperasi. penyiapan bahan. kriteria dan prosedur. pemanfaatan dan kondisi stasiun. f. 220 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan pemanfaatan jaringan jalur kereta api yang beroperasi dan tidak beroperasi. g. serta evaluasi dan pelaporan di bidang penataan jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek. penyiapan bahan. k. dan Seksi Pengembangan Jaringan. pemanfaatan dan kondisi stasiun. Pasal 545 (1) Seksi Penataan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemaduan dan integrasi antarmoda dan intermoda di bidang perkeretaapian. standar. b.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .

penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. f. pedoman. c. rencana teknis perkeretaapian.rtf . rencana kelayakan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan rekomendasi mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian. dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penetapan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penggunaan sinyal. e. d. norma. penetapan trase jalur kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas baik lalu lintas perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api. standar. menengah dan panjang. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID).(2) Seksi Pengembangan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. rencana pembangunan. pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api. tanda. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pedoman. penyiapan bahan penetapan. kriteria dan prosedur di bidang lalu lintas kereta api. norma. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan jalur kereta api yang ada dan pengembangan jaringan jalur kereta api baru. standar. pedoman. dan marka. standar. penyusunan rencana induk. norma. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas. Pasal 547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. Subdirektorat Lalu Lintas menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 546 Subdirektorat Lalu Lintas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. kriteria. 221 b. pemaduan dan integrasi antarmoda dan intermoda di bidang perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA).

i.rtf 222 . rencana operasi. natal dan tahun baru. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api. serta evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api antarkota. j. dan Seksi Lalu Lintas Perkotaan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pedoman. dan penyiapan pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. Seksi Lalu Lintas Antarkota. b. pemantauan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api. dan pelaksanaan penyelenggaraan. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas. dan marka. pemantauan dan evaluasi angkutan lebaran. norma. pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA). pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. penggunaan sinyal. standar. pemantauan dan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api. Pasal 549 (1) Seksi Lalu Lintas Antarkota mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan penetapan. kriteria dan prosedur. dan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api. penyiapan pelaksanaan penyelenggaraan. pemantauan dan evaluasi kereta api pada masa angkutan lebaran. tanda.g. penyiapan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api. penetapan.VALID). natal dan tahun baru kereta api antarkota. Pasal 548 k. penetapan. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api. perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. rencana operasi. pelaksanaan penetapan. Subdirektorat Lalu Lintas terdiri atas: a. h.

kriteria dan prosedur. c. 05 OTK KEMENHUB 2010 . standar. rencana operasi. perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. dan prosedur serta bimbingan teknis. dan pelaksanaan penyelenggaraan. dan marka.VALID).DITJEN KA 4 DIT (FINAL . norma. standar. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. pemantauan dan evaluasi angkutan lebaran. pedoman. penggunaan sinyal. penetapan. Pasal 551 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan kereta api baik angkutan orang maupun angkutan barang. serta evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api perkotaan. pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang angkutan kereta api. pedoman. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas. kriteria. kriteria dan prosedur di bidang angkutan kereta api. Pasal 550 Subdirektorat Angkutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.(2) Seksi Lalu Lintas Perkotaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. tanda. pelaksanaan penetapan. pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA). norma. penetapan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan rencana. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan kereta api. pedoman. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api. natal dan tahun baru kereta api perkotaan. norma. standar. pemantauan dan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api. Subdirektorat Angkutan menyelenggarakan fungsi: a.rtf 223 . pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api.

j. pemantauan dan evaluasi sistem tiket terpadu. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan kereta api. g. f. penetapan. penyiapan bahan pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta api. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang angkutan kereta api antarkota. pemantauan dan 224 05 OTK KEMENHUB 2010 .rtf . penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. norma. pemantauan dan evaluasi tarif.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. b. penetapan rencana. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan kereta api. k. dan Seksi Angkutan Perkotaan. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan. pemantauan dan evaluasi tarif untuk angkutan kereta api. pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO) dan subsidi angkutan perintis.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . i. Seksi Angkutan Antarkota. h. pengawasan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO) dan subsidi angkutan perintis. pedoman. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun kereta api. pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan.d. Pasal 552 e. Subdirektorat Angkutan terdiri atas: a. Pasal 553 (1) Seksi Angkutan Antarkota mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. pemantauan dan evaluasi penempatan kereta-kereta ekonomi.

standar. pemantauan dan evaluasi keretakereta ekonomi. pedoman. penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta perkotaan. Subdirektorat Investasi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang angkutan kereta perkotaan. penetapan penempatan. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun. norma. kriteria dan prosedur investasi di bidang perkeretaapian. norma. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. pemantauan dan evaluasi kereta-kereta ekonomi. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis investasi di bidang perkeretapian. penetapan penempatan.evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan. pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO). pedoman.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penetapan. penetapan rencana. Pasal 554 Subdirektorat Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. (2) Seksi Angkutan Perkotaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. c. dan prosedur serta bimbingan teknis. penetapan.VALID). pedoman. Pasal 555 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554. 225 b. pemantauan dan evaluasi penyelenggara perkeretaapian. evaluasi dan pelaporan investasi di bidang perkeretaapian baik perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. pemantauan dan evaluasi sistem pengangkutan. pemantauan dan evaluasi tarif.rtf . standar. standar. penetapan. penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta api antarkota. 05 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. norma. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan.

pemantauan dan evaluasi investasi pemanfaatan prasarana dan sarana perkeretaapian. g. pemantauan dan evaluasi kerjasama pemerintah dan swasta (KPS) di bidang perkeretaapian. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan penyelenggaraan kerjasama di bidang perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan penataan dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) investasi di bidang perkeretaapian. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan investasi di bidang perkeretaapian.VALID). Pasal 557 (1 ) Seksi Penyelenggaraan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penyelenggaraan Kerjasama. pelaksanaan dan evaluasi biaya penggunaan. h.d. Pasal 556 e. penetapan inventarisasi dan pengawasan aset pemerintah yang dikerjasamakan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. pedoman perhitungan.rtf . Subdirektorat Investasi terdiri atas: a. penetapan pedoman perhitungan. standar. b. dan Seksi Pengembangan Usaha. pedoman. dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. penetapan. norma. j. i. f.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pelaksanaan dan 226 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan perumusan pedoman perhitungan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan pedoman perhitungan. pemantauan dan evaluasi nilai kerjasama pemanfaatan prasarana dan sarana perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi kerjasama pemerintah dan swasta (KPS). penyiapan bahan pelaksanaan penetapan inventarisasi dan pengawasan aset pemerintah di bidang perkeretaapian yang dapat dikerjasamakan. pemantauan dan evaluasi izin usaha dan izin operasi di bidang perkeretaapian umum dan perkeretaapian khusus. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan.

perpotongan dan persinggungan jalur kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian. serta bimbingan teknis. norma. norma. standar. fasilitas operasi kereta api. pedoman.evaluasi biaya penggunaan dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. pedoman.rtf .DITJEN KA 4 DIT (FINAL . kriteria dan prosedur. pemantauan dan evaluasi izin usaha dan izin operasi di bidang perkeretaapian. standar. penetapan.VALID). kepegawaian. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. Bagian Kelima Direktorat Prasarana Perkeretaapian Pasal 559 Direktorat Prasarana Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. stasiun kereta api. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api. kriteria dan prosedur di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api. fasilitas operasi kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian. spesifikasi teknis. pelaksanaan. pemantauan dan evaluasi promosi investasi perkeretaapian. penyiapan penyusunan norma. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang pengembangan usaha perkeretaapian. standar. pedoman. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Direktorat Prasarana Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. 227 b. pemantauan dan evaluasi penyelenggara perkeretaapian. dan rumah tangga Direktorat. penetapan. evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana perkeretaapian. (2) Seksi Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 558 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. stasiun kereta api. penataan dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) investasi di bidang perkeretaapian.

penyiapan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. h. stasiun kereta api. stasiun kereta api dan fasilitas operasi kereta api serta pengujian prasarana perkeretaapian. b. f. kepegawaian. dan Sertifikasi Jalur dan Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api. c d. dan pengoperasian prasarana perkeretaapian serta pengusahaan prasarana perkeretaapian milik negara. dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pelaksanaan pemeriksaan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Pasal 561 d. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I.VALID). Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api. e.rtf 228 . fasilitas operasi kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian. e. pemberian tanda kelaikan prasarana termasuk material baru dan akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi prasarana perkeretaapian. g. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas rencana jalur dan bangunan kereta api. dan Subbagian Tata Usaha. Direktorat Prasarana Perkeretaapian terdiri atas: a. perawatan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . d. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. stasiun kereta api dan fasilitas operasi kereta api. pengujian. Subdirektorat Pengujian Bangunan Kereta Api. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api.c.

penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. dan prosedur serta bimbingan teknis.Pasal 562 Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara dan Papua. penyelenggaraan pembangunan.rtf 229 . norma. spesifikasi teknis. pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api di wilayah I yang meliputi Pulau Jawa. d. pelaksanaan pemeriksaan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. f. pengoperasian dan pengusahaan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pengusahaan. kriteria dan prosedur di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. penyiapan bahan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. Bali. penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I serta evaluasi pelaksanaannya. standar. perawatan. norma. penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. b. c. e. kriteria. pengoperasian. perawatan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. penyelenggaraan administrasi material dan pergudangan. evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Lombok. standar. spesifikasi teknis.VALID). penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 563 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. pedoman.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .

DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pedoman. i. Lombok. dan Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah I. penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. pedoman. Bali. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jalan rel. perawatan dan pengusahaan jembatan. evaluasi dan pelaporan di bidang jembatan.g. bangunan kereta api serta stasiun kereta api.VALID). b. standar. Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. spesifikasi teknis. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang jalan rel dan tanah kereta api. pengoperasian dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.rtf . spesifikasi teknis. pelaksanaan pembangunan. penyusunan 230 (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. pengesahan kualitas material baru jalan rel. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 565 (1) Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah I. norma. penyusunan penetapan rancang bangun. Pasal 564 h. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I terdiri atas: a. perawatan dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. pengoperasian dan pengusahaan jembatan. norma. standar. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah I meliputi Pulau Jawa. pelaksanaan pembangunan. Nusa Tenggara dan Papua.

pengoperasian. standar. standar. penyelenggaraan administrasi material dan pergudangan. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jembatan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .penetapan rancang bangun. norma. pedoman. d. pengoperasian. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. kriteria. pengusahaan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pengesahan kualitas material baru jembatan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . perawatan. c. Lombok. Pasal 566 Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Bali. perawatan. penyelenggaraan pembangunan. b. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. spesifikasi teknis. pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api di wilayah II yang meliputi Pulau Sumatera. Pasal 567 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. pelaksanaan pemeriksaan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Kalimantan. dan pengusahaan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. Nusa Tenggara dan Papua. kriteria dan prosedur di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah I meliputi Pulau Jawa. dan prosedur serta bimbingan teknis. bangunan kereta api serta stasiun kereta api.VALID). pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 231 . penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. spesifikasi teknis.

serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. spesifikasi teknis. pengoperasian dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II terdiri atas: a. i. penyusunan penetapan rancang bangun. pedoman. Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah II. h. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan.VALID). penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. g. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jalan rel. evaluasi dan pelaporan di bidang jalan rel dan tanah kereta api. pengesahan kualitas material baru jalan rel. perawatan dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. 232 05 OTK KEMENHUB 2010 . norma.e. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. Pasal 569 (1) Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 568 f. Kalimantan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II.rtf . penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. b. penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah II. standar. penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II serta evaluasi pelaksanaannya. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. pelaksanaan pembangunan.

(2) Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. perawatan. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. standar. bangunan kereta api serta stasiun kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Pasal 570 Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. pelaksanaan pemeriksaan di bidang fasilitas operasi kereta api. kriteria dan prosedur di bidang fasilitas operasi kereta api. pengusahaan fasilitas operasi kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas operasi kereta api. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Kalimantan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang fasilitas operasi kereta api. pengesahan kualitas material baru jembatan. bangunan kereta api serta stasiun kereta api.rtf . norma. penyusunan penetapan rancang bangun.VALID). pedoman. pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi yang meliputi persinyalan. pedoman. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pelaksanaan pembangunan. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pedoman. spesifikasi teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang jembatan. penyelenggaraan pembangunan. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jembatan. norma. spesifikasi teknis. pelistrikan dan bangunan pendukung fasilitas operasi kereta api. spesifikasi teknis. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana fasilitas operasi kereta api. c. pengoperasian dan pengusahaan jembatan. 233 b. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. telekomunikasi. norma. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. pengoperasian. standar. 05 OTK KEMENHUB 2010 . perawatan dan pengusahaan jembatan.

f. dan Seksi Telekomunikasi dan Pelistrikan.VALID). Seksi Persinyalan. penyusunan penetapan rancang bangun. Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api terdiri atas: a. perawatan dan pengusahaan persinyalan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. i. penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan fasilitas operasi kereta api. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang persinyalan. perawatan dan pengusahaan fasilitas operasi kereta api milik negara. g.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas operasi kereta api. pelaksanaan pembangunan. norma. pengoperasian dan pengusahaan persinyalan.rtf . b. pengoperasian. penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian fasilitas operasi kereta api serta evaluasi pelaksanaannya. penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan fasilitas operasi kereta api.d. Pasal 573 (1) Seksi Persinyalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. 234 05 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. pengoperasian. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di bidang fasilitas operasi kereta api. spesifikasi teknis. h. Pasal 572 e. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. pengesahan kualitas material baru persinyalan serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi persinyalan. evaluasi dan pelaporan di bidang persinyalan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan.

evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. standar. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi persinyalan. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. d. spesifikasi teknis. stasiun kereta api serta pengesahan hasil uji serta pengolahan dan penyajian data di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. perawatan dan pengusahaan telekomunikasi dan pelistrikan. pengoperasian dan pengusahaan telekomunikasi dan pelistrikan. pedoman. pengesahan kualitas material baru telekomunikasi dan pelistrikan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyusunan penetapan rancang bangun. pedoman. penyiapan bahan pemeriksaan dan pelaksanaan pengujian pertama dan berkala serta pemberian sertifikat pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.rtf .DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Pasal 575 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574. 05 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). penyiapan bahan kebutuhan minimal fasilitas peralatan 235 b. evaluasi dan pelaporan di bidang telekomunikasi dan pelistrikan. norma. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang telekomunikasi dan pelistrikan. pelaksanaan pelaksanaan pembangunan. standar.(2) Seksi Telekomunikasi dan Pelistrikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengoperasian. e. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. norma. penyiapan bahan standar spesifikasi teknis peralatan pengujian yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pedoman. Pasal 574 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.

norma. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I meliputi Pulau Jawa. pedoman. standar. Bali. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengesahan hasil uji. penyiapan bahan penyusunan kebutuhan suku cadang serta komponen fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Lombok. pemeriksaan dan pengujian jalur dan bangunan serta stasiun kereta api. pedoman. rencana pengadaan. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.pengujian. pemanfaatan dan pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. 236 g.dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Nusa Tenggara dan Papua. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II. f. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.rtf .VALID). Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I. b. Pasal 577 (1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 576 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api terdiri atas: a. standar. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pengesahan kualitas material untuk jalur dan bangunan serta stasiun kereta api yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. norma.

Kalimantan. pedoman.rtf .kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pemeriksaan dan pelaksanaan pengujian pertama dan berkala serta pemberian sertifikat pengujian fasilitas operasi kereta api. norma. pedoman. standar. pengesahan hasil uji. kriteria dan prosedur di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. 237 b. c. pengesahan kualitas material untuk jalur dan bangunan serta stasiun kereta api yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji serta pengolahan dan penyajian data di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. Pasal 579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II meliputi Pulau Sumatera. d. pemeriksaan dan pengujian jalur dan bangunan serta stasiun kereta api. standar.VALID). penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . norma. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. 05 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 578 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan standar spesifikasi teknis peralatan pengujian yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api.

dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah II. rencana pengadaan. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api.VALID). penyiapan bahan kebutuhan minimal fasilitas peralatan pengujian. pelaksanaan pemeliharaan. standar. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah I. pedoman. Nusa Tenggara dan Papua. norma. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian fasilitas operasi kereta api di wilayah I meliputi Pulau Jawa. norma. pemeriksaan dan pengujian 238 b. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. pedoman. Bali. g. Pasal 580 f. penyiapan bahan penyusunan kebutuhan suku cadang serta komponen fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 .e. Lombok.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pengesahan kualitas material untuk fasilitas operasi kereta api yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf . pemanfaatan dan pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. pemeriksaan dan pengujian fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pelaksanaan pemeliharaan. standar. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api terdiri atas: a. Pasal 581 (1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengembangan. pengawasan. kriteria dan prosedur.fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji. pedoman. dan rumah tangga Direktorat Bagian Keenam Direktorat Sarana Perkeretaapian Pasal 583 Direktorat Sarana Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang sarana perkeretaapian. pengawasan. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. pengawasan. pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara. 239 b. pengesahan kualitas material untuk fasilitas operasi kereta api yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api. kriteria dan prosedur di bidang pengembangan. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana kebutuhan sarana. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. Pasal 582 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. standar. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara. pedoman. penyiapan penyusunan norma.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . serta bimbingan teknis. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan. Kalimantan. norma. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian fasilitas operasi kereta api di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara.VALID). c.rtf . Direktorat Sarana Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. kepegawaian. standar. d.

dan pelaksanaan tata usaha. Subdirektorat Pengembangan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengawasan Sarana. 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas sarana. norma. penyiapan pelaksanaan evaluasi serta pelaporan di bidang sarana. serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan pengembangan dan pengendalian mutu sarana perkeretaapian. 240 b. Pasal 586 Subdirektorat Pengembangan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. Subdirektorat Pengembangan Sarana. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. b. d.rtf . h.VALID). f. pedoman.e. kepegawaian. bimbingan teknis. norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang rancang bangun dan rekayasa sarana perkeretaapian. standar. prosedur. Direktorat Sarana Perkeretaapian terdiri atas: a. Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I. penyiapan pelaksanaan perumusan kebijakan. e. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II. dan Subbagian Tata Usaha. c. standar. kriteria. kriteria. Pasal 587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. pedoman. Pasal 585 g. penyiapan pengembangan sistem informasi sarana. kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun dan rekayasa sarana perkeretaapian. dan rumah tangga Direktorat. f.

Pasal 590 Subdirektorat Pengawasan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana kebutuhan sarana perkeretaapian. Seksi Pengendalian Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan prosedur serta bimbingan teknis.c. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. h. evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan rekayasa.rtf . d. norma. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian mutu sarana perkeretaapian. penyiapan bahan pengembangan informasi di bidang pengembangan sarana perkeretaapian. dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria. f. penyiapan bahan pembinaan rancang bangun dan rekayasa yang dilakukan oleh pihak lain. norma. pedoman. g. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan sarana perkeretaapian. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan sarana perkeretaapian. pedoman. penyiapan database dan sistem informasi bidang rancang bangun dan rekayasa. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi sarana perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan rancang bangun dan rekayasa. Pasal 588 Subdirektorat Pengembangan Sarana terdiri atas: a. serta pengendalian mutu sarana perkeretaapian. 241 (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). Pasal 589 (1) Seksi Rancang Bangun dan Rekayasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. kriteria. standar. b. dan Seksi Pengendalian Mutu. standar. e. Seksi Rancang Bangun dan Rekayasa.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . persyaratan teknis sarana perkeretaapian serta database dan sistem informasi bidang pengendalian mutu. pedoman.

f. 05 OTK KEMENHUB 2010 . standar. pengawasan fasilitas perawatan. c. Pasal 593 1) Seksi Pengawasan Pengujian. Subdirektorat Pengawasan Sarana terdiri atas: a. d. dan prosedur serta bimbingan teknis. b. Pemeriksaan dan Perawatan. pemeriksaan dan perawatan serta database dan pengembangan sistem informasi. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan pengujian. kriteria.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. pedoman. dan Seksi Pengawasan Tempat dan Fasilitas Pengujian. norma. Pemeriksaan dan Perawatan. penyiapan bahan pengembangan pengawasan sarana perkeretaapian. pedoman. pelaksanaan pengawasan pengujian. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan sarana perkeretaapian. Pemeriksaan dan Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pengawasan Pengujian. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawasan kelaikan operasional sarana perkeretaapian. standar. penyiapan bahan standar dan tata cara perawatan sarana perkeretaapian. Pasal 592 e. Subdirektorat Pengawasan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur di bidang pengawasan sarana perkeretaapian.VALID). norma. pemeriksaan dan perawatan sarana. sistem informasi b. dan penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan terhadap perawatan sarana perkeretaapian. penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 242 .

f. kriteria dan prosedur di bidang pengelolaan sarana milik negara. norma. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan bidang pengelolaan sarana milik negara. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengelolaan sarana milik negara. e. standar. standar. Seksi Pengadaan dan Pengoperasian. norma. pedoman. b. norma. c.2) Seksi Pengawasan Tempat dan Fasilitas Pengujian. dan pengoperasian dan b. Pasal 594 Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. kriteria. penyiapan bahan pelaksanaan perawatan sarana milik negara. database dan sistem informasi bidang fasilitas sarana perkeretaapian. penyusunan standar peralatan dan fasilitas pendukung di balai yasa. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas sarana. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. dan tempat pengujian. standar. penyiapan bahan pengembangan informasi pengelolaan sarana milik negara. d. dan Seksi Perawatan. Pemeriksaan dan Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 596 Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara terdiri atas: a.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan dan rehabilitasi sarana milik negara. 243 05 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan sarana milik negara. depo.rtf .

kriteria. norma. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan. Pasal 599 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. norma. penyiapan bahan pengembangan pengujian dan sertifikasi sarana. dan prosedur serta bimbingan teknis. sistem informasi 2) b. pelaksanaan pengoperasian sarana milik negara. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana 244 05 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang perawatan dan pemeliharaan sarana milik negara. pelaksanaan pengadaan dan rehabilitasi sarana milik Negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. kriteria dan prosedur di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. standar. serta standar dan tata cara perawatan sarana milik negara. standar.Pasal 597 1) Seksi Pengadaan dan Pengoperasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria. pedoman. dan prosedur serta bimbingan teknis.rtf . standar.VALID). Nusa Tenggara Barat. Bali. penyiapan bahan pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . serta database dan pengembangan sistim informasi sarana milik negara. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. e. c. pedoman. norma. Nusa Tenggara Timur dan Papua. Seksi Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. norma. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana wilayah I meliputi Pulau Jawa. serta database dan pengembangan sistem informasi sarana milik negara. Pasal 598 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

Lombok.rtf 245 . norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana penggerak. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria. pedoman. Nusa Tenggara dan Papua.Pasal 600 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I terdiri atas: a. pedoman. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana penggerak wilayah I serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi wilayah I meliputi Pulau Jawa. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi. Bali. 2) 05 OTK KEMENHUB 2010 .VALID).DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah I serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah I meliputi Pulau Jawa. Lombok. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan. Pasal 602 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Bali. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah I. b. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana wilayah II meliputi Pulau Sumatera. norma. norma. Nusa Tenggara dan Papua. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah I. Pasal 601 1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. standar. standar. standar. kriteria. dan prosedur serta bimbingan teknis.

Sulawesi dan Kepulauan Maluku. pedoman. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. d. c. pedoman. penyiapan bahan pengembangan pengujian dan sertifikasi sarana. Pasal 604 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Wilayah II terdiri atas: a. standar.Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. penyiapan bahan pelaksanaan pengujian sertifikasi sarana perkeretaapian. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. e. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah II. b. norma. standar. Pasal 605 1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. dan prosedur serta bimbingan teknis. sistem informasi b. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana penggerak.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . norma. kriteria. standar. dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria. evaluasi dan 246 2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana penggerak wilayah II serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi wilayah II meliputi Pulau Sumatera. kriteria dan prosedur di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. Kalimantan. penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf . Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah II.

pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah II serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah II meliputi Pulau Sumatera. kriteria dan prosedur.VALID).rtf . pedoman. kepegawaian. bimbingan teknis serta evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan perkeretaapian. serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. norma. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan program keselamatan perkeretaapian. norma. dan rumah tangga Direktorat. standar. Direktorat Keselamatan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Ketujuh Direktorat Keselamatan Perkeretaapian Pasal 607 Direktorat Keselamatan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. Pasal 608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. pedoman. di bidang manajemen keselamatan perkeretaapian. Kalimantan. penyiapan penyusunan standar. penegakan hukum. penegakan hukum. 247 b.pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi. kriteria dan prosedur.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Pasal 606 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha.

kepegawaian. dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penerapan penegakan peraturan dan penindakan hukum yang berkaitan dengan keselamatan perkeretaapian. penyiapan pemeriksaan dan audit keselamatan terhadap penyelenggara prasarana dan sarana perkeretaapian dalam rangka menjaga dan meningkatkan kinerja keselamatan perkeretaapian. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. penyiapan perumusan dan pembinaan teknis di bidang manajemen keselamatan perkeretaapian. dalam bentuk seminar. k. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian. dan laporan kecelakaan. g. j. penyiapan pemeliharaan dokumen akreditasi dan sertifikasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . e. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana peningkatan keselamatan perkeretaapian. infraksi (pelanggaran aturan). penyiapan pelaksanaan sosialisasi keselamatan penegakan hukum di bidang perkeretaapian.rtf 248 .VALID). kampanye keselamatan. f. 05 OTK KEMENHUB 2010 .c. dan pelaksanaan tata usaha. penyiapan pelaksanaan analisis perkembangan kondisi keselamatan perkeretaapian keselamatan perkeretaapian. i. penegakan hukum. dan d. h. penyiapan pelaksanaan promosi keselamatan melalui diseminasi hal-hal khusus tentang keselamatan.

pedoman. c. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan. serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan Subbagian Tata Usaha. standar.VALID). pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. sarana dan prasarana. penyiapan bahan pembinaan pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. e. Pasal 611 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. standar.Pasal 609 Direktorat Keselamatan Perkeretaapian terdiri atas: a. b. sarana dan prasarana. bimbingan teknis. 249 d. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. norma. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . c. Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan. norma. serta sosialisasi dan promosi keselamatan. Subdirektorat Penegakan Hukum. sarana dan prasarana. pedoman. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 610 Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.rtf .

identifikasi daerah rawan kecelakaan dan bencana alam serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan audit keselamatan perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . 250 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana peningkatan keselamatan perkeretaapian penyiapan bahan perencanaan aspek keselamatan lalu lintas dan angkutan. h. norma. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. penyiapan bahan pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. kriteria dan prosedur. sarana dan prasarana. penyusunan bahan standar dan tata cara pelaksanaan audit keselamatan perkeretaapian. standar. penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan fasilitas keselamatan perkeretaapian meliputi pembangunan.d. pemberian bimbingan teknis audit keselamatan perkeretaapian. Pasal 612 e. i. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. sarana dan prasarana.VALID). pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan terdiri atas: a. sarana dan prasarana. pedoman. bidang audit keselamatan perkeretaapian. f. Seksi Audit Keselamatan. b. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. sarana dan prasarana. pengadaan. g. dan Seksi Peningkatan Keselamatan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. pengoperasian dan perawatan fasilitas keselamatan perkeretaapian.rtf . Pasal 613 (1) Seksi Audit Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. penyiapan bahan perencanaan evaluasi keselamatan lalu lintas dan angkutan. b. kriteria dan prosedur di bidang analisis kecelakaan. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang rekayasa peningkatan keselamatan. bimbingan teknis. standar. kriteria. pedoman. d. dan penanganan kecelakaan. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. sarana dan prasarana. kriteria. c.(2) Seksi Peningkatan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan analisis kecelakaan. sarana dan prasarana. standar. penyiapan sistem informasi kecelakaan. bimbingan teknis. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. sarana dan prasarana. sarana dan prasarana. pedoman. norma. dan penanganan kecelakaan. Pasal 615 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614. dan prosedur. sarana dan prasarana. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang analisis kecelakaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penanganan kecelakaan. evaluasi dan pelaporan di bidang analisis dan penanganan kecelakaan perkeretaapian. norma. penyiapan bahan pembinaan pelaksanaan analisis kecelakaan. norma. dan prosedur. pengembangan sistem informasi di bidang peningkatan keselamatan perkeretaapian serta pelaksanaan kebijakan dan pembinaan teknis.VALID). pedoman.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Pasal 614 Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.rtf 251 . e. dan penanganan kecelakaan. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . serta evaluasi keselamatan.

kriteria. dan penyiapan bahan pelaksanaan analisa laporan di bidang analisis kecelakaan terhadap lalu lintas dan angkutan. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang analisis dan penanganan kecelakaan perkeretaapian. Pasal 617 (1) Seksi Analisis Kecelakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan prosedur. pemberian akreditasi terhadap badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. evaluasi dan pelaporan di bidang penanganan kecelakaan. pelaporan di bidang penyebab kecelakaan serta pengembangan sistem informasi kecelakaan perkeretaapian. bimbingan teknis. pemeriksaan dan 05 OTK KEMENHUB 2010 . serta pelaksanaan kebijakan dan pembinaan teknis bidang penanganan kecelakaan. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan terdiri atas: a. kriteria. dan Seksi Penanganan Kecelakaan. dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. norma. Pasal 618 Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pemeriksa.f. Seksi Analisis Kecelakaan.VALID). pelaporan di bidang analisa kecelakaan. Seksi Penanganan Kecelakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. penguji. b. standar. penyusunan bahan standar dan tata cara pelaporan kecelakaan perkeretaapian. penyusunan bahan standar dan tata cara penanganan kecelakaan perkeretaapian. sarana dan prasarana. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. serta evaluasi keselamatan.rtf (2) 252 . standar. norma. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. pedoman. dan prosedur. standar. pedoman. bimbingan teknis. Pasal 616 g. penyiapan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penetapan kualifikasi keahlian dan sertifikasi tenaga perawatan.

dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. dan Seksi Sertifikasi Sumber Daya Manusia. penyiapan bahan penetapan sertifikat keahlian dan peningkatan kualitas/kuantitas tenaga perawatan.rtf 253 . b. Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. d. 05 OTK KEMENHUB 2010 . norma. f. penyiapan bahan penyusunan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis untuk tenaga perawatan. kriteria dan prosedur di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. Seksi Akreditasi Kelembagaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. standar. penguji.VALID). c. e. b. pedoman. Pasal 620 Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia terdiri atas: a. pemeriksaan. pemeriksa. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. penyiapan bahan pemberian akreditasi lembaga/institusi yang melaksanakan pemeriksaan dan pengujian prasarana dan sarana kereta api. Pasal 619 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. pengujian dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api.

penguji. 05 OTK KEMENHUB 2010 . standar. bimbingan teknis. norma. dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang pemberian akreditasi lembaga/institusi yang melaksanakan pemeriksaan dan pengujian prasarana dan sarana kereta api. norma. Seksi Sertifikasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. 254 dalam (2) b. bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan pelaksanaan penyidikan. pedoman. standar. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur bidang akreditasi lembaga serta bimbingan teknis. pedoman.Pasal 621 (1) Seksi Akreditasi Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 623 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. kriteria dan prosedur di bidang penegakan hukum.VALID). pemeriksa. penetapan sertifikat keahlian dan peningkatan kualitas/kuantitas tenaga perawatan. penyiapan bahan koordinasi antar lembaga penegakan hukum bidang perkeretaapian. evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi sumber daya manusia. penyusunan bahan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis untuk tenaga perawatan. serta koordinasi antar lembaga dalam penegakan hukum bidang perkeretaapian. pedoman. kriteria dan prosedur bidang sertifikasi sumber daya manusia.rtf . serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan penegakan hukum bidang perkeretaapian. pengujian dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. pemeriksaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penegakan hukum. norma. Pasal 622 Subdirektorat Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan norma. c. kriteria dan prosedur. standar. Subdirektorat Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. standar.

h. evaluasi dan pelaporan bidang bimbingan teknis serta pengembangan sistem informasi. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan peruntukan ruang di kawasan perkeretaapian serta tata tertib pengguna jasa perkeretaapian. f. Seksi Penyidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan koordinasi antar lembaga dalam penyidikan. tata cara berlalu lintas di perlintasan sebidang. penyiapan bahan penyidikan terhadap tindak pidana di bidang perkeretaapian. evaluasi dan pelaporan di bidang penyidikan.VALID). pengolahan dan penyiapan data penyidikan serta pelaksanaan tata kelola administrasi penyidikan. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang penegakan hukum. norma. pengumpulan. evaluasi dan pelaporan di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pedoman.rtf 255 . b. Pasal 625 (1) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. i.d. standar. standar.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Subdirektorat Penegakan Hukum terdiri atas: a. norma. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penegakan hukum bidang perkeretaapian. dan Seksi Penyidikan. Pasal 624 e. Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan pelaksanaan penyidikan. pengusulan pengangkatan/pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyuluhan tindak pidana di bidang perkeretaapian. penyuluhan regulasi perkeretaapian.

Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kepegawaian. dan masing-masing Direktur.Pasal 626 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 627 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 628 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan rumah tangga Direktorat.rtf 256 . (2) (3) (4) 05 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. 06 OTK KEMENHUB 2010 .BAB IX INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan. reviu. dan kegiatan pengawasan lainnya.VALID).ITJEN (FINAL . Pasal 631 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630. pemantauan. dan pelaksanaan Jenderal. c. e. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. evaluasi. administrasi di lingkungan Inspektorat (2) b. Tugas dan Fungsi Pasal 629 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Perhubungan. Pasal 630 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 257 . d.

c. c. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengelolaan data dan evaluasi kegiatan pengawasan. Pasal 634 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633. dan Inspektorat V. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat I. 06 OTK KEMENHUB 2010 .Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 632 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat III. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan. e. b. b. Inspektorat II. d. dan penyajian Laporan Hasil Pengawasan.VALID). koordinasi dan penyusunan rencana. Inspektorat IV.rtf 258 . Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 633 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. f. pengolahan.ITJEN (FINAL . program dan anggaran pelaksanaan pengawasan.

Bagian Kepegawaian dan Hukum. Pasal 637 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 636.rtf 259 . dan penyusunan laporan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Perencanaan. b.d.VALID). dan verifikasi perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal. h. c. Bagian Keuangan dan Tata Usaha.ITJEN (FINAL . Pasal 635 e. Pasal 636 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. pelaksanaan penelaahan hukum dan peraturan perundangundangan. serta pengelolaan perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan pengelolaan persuratan. program dan anggaran pengawasan. pelaksanaan pengelolaan pembiayaan dan penggajian. analisa dan tindak lanjut Laporan Hasil Pengawasan. pelaksanaan pemantauan. penyiapan bahan penyusunan rencana. pelaksanaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan data serta evaluasi kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. kearsipan. f. program dan anggaran pelaksanaan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. 06 OTK KEMENHUB 2010 . g. d. dan Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit.

pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Bagian Kepegawaian dan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 639 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan penyusunan dan penataan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. urusan perlengkapan. Subbagian Data dan Evaluasi.rtf 260 . program dan anggaran pelaksanaan pengawasan. dan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan pelaksanaan pengumpulan. (2) b. kerumahtanggaan dan hubungan masyarakat di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. b. Pasal 638 c.VALID).ITJEN (FINAL . Subbagian Data dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 641 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 640. 06 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 640 Bagian Kepegawaian dan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan kepegawaian. pengelolaan dan penyajian data kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan.b. Bagian Perencanaan terdiri atas: a. Subbagian Program dan Anggaran. pengolahan dan penyajian data serta penyiapan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengawasan.

ITJEN (FINAL . pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) serta pengelolaan urusan perlengkapan. Pasal 642 d. hubungan masyarakat dan keprotokolan di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan pengelolaan urusan kerumahtanggaan di lingkungan Inspektorat Jenderal. serta penyusunan dan penataan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Kepegawaian. penyusunan laporan pelaksanaan anggaran dan perjalanan dinas.VALID). Bagian Kepegawaian dan Hukum terdiri atas: a. g.c. b. dan penyiapan bahan pengelolaan hubungan masyarakat (humas) dan keprotokolan di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan pelaksanaan penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 644 Bagian Keuangan dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penatausahaan pembiayaan dan penggajian.rtf 261 . serta pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan di lingkungan Inspektorat Jenderal. (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 . dan Subbagian Hukum dan Umum. penyiapan bahan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Inspektorat Jenderal. kerumahtanggaan. f. penyiapan bahan pengelolaan urusan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Hukum dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan. Pasal 643 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan kepegawaian. e.

ITJEN (FINAL . Subbagian Pembiayaan dan Penggajian. Pasal 647 (1) Subbagian Pembiayaan dan Penggajian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan dan penggajian.Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. dan Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan. Pasal 648 Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan. dan b. pengolahan. b. penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan penggajian di lingkungan Inspektorat Jenderal.VALID).rtf 262 . penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran dan perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal. (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan penyiapan bahan pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Keuangan dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 646 Bagian Keuangan dan Tata Usaha terdiri atas: a. analisis. Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan serta pengelolaan perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal. serta penyusunan laporan pelaksanaan anggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal.

Pasal 649 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 648, Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan penyusunan laporan hasil analisis laporan hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan laporan hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan pelaksanaan tindak lanjut laporan hasil audit Inspektorat Jenderal di lingkungan Kementerian Perhubungan; dan penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan terhadap tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), dan laporan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 650 Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit terdiri atas: a. b. Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit I; dan Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit II. Pasal 651 (1) Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, dan Sekretariat Jenderal. 263

b.

c. d.

e.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

(2)

Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Inspektorat Jenderal.

Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 652 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara. Pasal 653 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 652, Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara;

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

264

b.

pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

265

Pasal 654 Inspektorat I terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 655 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat I. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur I dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 656 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua. Pasal 657 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 656, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

266

Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; b. pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

267

Pasal 658 Inspektorat II terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 659 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat II. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur II dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 660 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Pasal 661 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 660, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian 268

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; b. pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

269

Pasal 662 Inspektorat III terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 663 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat III. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur III dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 664 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

270

Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a.ITJEN (FINAL . Kalimantan Timur. pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi. kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Sulawesi Tenggara. Jawa Tengah. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. Jawa Tengah. Nusa Tenggara Timur. dan Unit Pelaksana Teknis 271 b. dan Maluku Utara. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. dan Maluku Utara. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Kalimantan Timur. Sulawesi Tenggara. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.rtf . Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. dan Maluku Utara. d. dan Maluku Utara. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. e. c. Sulawesi Tenggara. pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Jawa Tengah.Pasal 665 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 664. Nusa Tenggara Timur. Nusa Tenggara Timur. Kalimantan Timur. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Timur. Jawa Tengah.VALID). Nusa Tenggara Timur. pelaksanaan pemeriksaan. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. 06 OTK KEMENHUB 2010 .

surat menyurat. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Jawa Tengah. Kepulauan Riau. pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan. serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Sekretariat Jenderal. perlengkapan.VALID). Pasal 666 Inspektorat IV terdiri atas: a. (2) Bagian Kedelapan Inspektorat V Pasal 668 Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur IV dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum. Kalimantan Timur. Sulawesi Barat. dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dan Maluku Utara. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau.Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. Nusa Tenggara Timur. dokumentasi serta kearsipan Inspektorat IV. rumah tangga. Subbagian Tata Usaha.rtf . 272 06 OTK KEMENHUB 2010 . dan Papua Barat.ITJEN (FINAL . Banten. Gorontalo. dan f. Sulawesi Tenggara. penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan. kolusi dan nepotisme. b. Sumatera Barat. Pasal 667 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian.

dan 273 b. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Sumatera Barat. d. e. Banten. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Gorontalo.Pasal 669 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 668. Kepulauan Riau. Sulawesi Barat. Gorontalo. Gorontalo. Kepulauan Riau. dan Papua Barat. Kepulauan Riau. Gorontalo. Sulawesi Barat. dan Papua Barat. dan Papua Barat. Sumatera Barat. Sumatera Barat. kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. Kepulauan Riau. pelaksanaan pemeriksaan. Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Gorontalo. Sulawesi Barat. Banten. pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Sekretariat Jenderal. c. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Sekretariat Jenderal.VALID).rtf . dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. Banten. Inspektorat V menyelenggarakan fungsi: a. dan Papua Barat. 06 OTK KEMENHUB 2010 . Banten. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. Sulawesi Barat.ITJEN (FINAL . dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. Sumatera Barat. Kepulauan Riau. Sumatera Barat. Sulawesi Barat. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Sekretariat Jenderal. dan Papua Barat. Banten.

pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan. surat menyurat. 274 (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 . rumah tangga. Pasal 670 Inspektorat V terdiri atas: a. Pasal 671 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur V dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional Auditor senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal.rtf . Kelompok Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1). perlengkapan.ITJEN (FINAL .f. dokumentasi serta kearsipan Inspektorat V.VALID). Subbagian Tata Usaha. (2) Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 672 Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan Jabatan Fungsional Auditor berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 673 (1) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Auditor yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan peraturan perundangundangan. dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. b.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 675 (1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.ITJEN (FINAL . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal.VALID).(3) Jumlah tenaga fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.rtf 275 . Pasal 674 (4) Kelompok Jabatan Fungsional selain Auditor pada Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) (3) (4) 06 OTK KEMENHUB 2010 .

Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan. dan pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Perhubungan. Badan Penelitian dan Pengembangan dipimpin oleh Kepala Badan. Tugas dan Fungsi Pasal 676 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan adalah unsur pelaksana di bidang penelitian dan pengembangan perhubungan. pemantauan. 07 OTK KEMENHUB 2010 .BAB X BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN Bagian Pertama Kedudukan.BA LITBANG PHB (FINAL . c. Pasal 677 Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan. d.rtf 276 . rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan.VALID). Penelitian dan Perhubungan (2) b. penyusunan kebijakan teknis. Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a.

VALID). d. e. Pengembangan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Darat dan Perkeretaapian.rtf 277 . dan perhubungan udara. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Pasal 680 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. b. perhubungan darat. rencana dan program. 07 OTK KEMENHUB 2010 . perhubungan laut. Pasal 681 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 680.BA LITBANG PHB (FINAL . perkeretaapian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Laut. Sekretariat Badan Perhubungan. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen transportasi multimoda dan/atau antarmoda. c. Penelitian dan Pengembangan Manajemen Pusat Penelitian dan Transportasi Multimoda. dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Udara.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 679 Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan terdiri atas: a.

BA LITBANG PHB (FINAL . Bagian Dokumentasi dan Kerjasama. dan penyiapan bahan pelaksanaan transportasi nasional. d. Bagian Kepegawaian.rtf 278 . Bagian Perencanaan. pengkajian sistem b. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program penelitian dan pengembangan. kepustakaan dan publikasi. penyiapan bahan penyusunan rencana. dan Bagian Umum. evaluasi serta laporan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di maksud dalam Pasal 683. Pasal 682 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan terdiri atas: a. c. serta pelayanan administrasi kerjasama. penyiapan pelaksanaan administrasi kepegawaian. c. b. program dan anggaran penelitian dan pengembangan. penyiapan pelaksanaan urusan dokumentasi.b. dan d. 07 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. ketatausahaan. dan pelaksanaan urusan kerumahtanggaan. c. pemantauan serta penyusunan laporan. keuangan. Pasal 683 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana dan program.

penyiapan bahan penyusunan rencana dan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta pengembangan dan kesejahteraan pegawai. b. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan administrasi kepegawaian. d. Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program penelitian dan pengembangan. Subbagian Rencana. dan penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.BA LITBANG PHB (FINAL . 07 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Program.Pasal 685 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. c. Pasal 686 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan anggaran penelitian dan pengembangan.VALID). dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.rtf 279 . Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan. penyiapan bahan pelaksanaan administrasi dan pembinaan jabatan fungsional. Pasal 687 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. c. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di maksud dalam Pasal 687. serta pelaksanaan pengkajian sistem transportasi. (2) (3) b.

b. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi dan penyiapan bahan pembinaan jabatan fungsional.Pasal 689 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. dan pengembangan dan kesejahteraan pegawai. serta penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan dan Pelatihan Perhubungan. dan Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. Pasal 690 (1) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi kepegawaian dan penyusunan. dan penyiapan bahan administrasi kerjasama penelitian dan pengembangan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. penyiapan bahan urusan publikasi dan visualisasi hasil penelitian dan pengembangan. analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Subbagian Tata Usaha Kepegawaian.rtf 280 . c. pemeliharaan basis data kepegawaian. publikasi serta pelayanan administrasi kerjasama di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. penyiapan bahan urusan dokumentasi dan kepustakaan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Bagian Dokumentasi dan Kerjasama menyelenggarakan fungsi: a. (2) (3) 07 OTK KEMENHUB 2010 .BA LITBANG PHB (FINAL . Pasal 691 Bagian Dokumentasi dan Kerjasama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan dokumentasi dan kepustakaan. c.VALID). b.

penerbitan. keuangan. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan. dan publikasi hasil-hasil pelaksanaan tugas Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan serta urusan kehumasan. Pasal 695 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. (2) (3) c. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pengelolaan keuangan di lingkungan Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. kerumahtanggaan. Subbagian Administrasi dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi kerjasama penelitian dan pengembangan. penyiapan bahan urusan ketatausahaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.rtf 281 . b. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695. 07 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan urusan kerumahtanggaan dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.BA LITBANG PHB (FINAL . Pasal 694 (1) Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan dokumentasi dan kepustakaan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. b. Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian. dan Subbagian Administrasi dan Kerjasama. Subbagian Publikasi.VALID).Pasal 693 Bagian Dokumentasi dan Kerjasama terdiri atas: a. c.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 697 Bagian Umum terdiri atas: a. 07 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). penyiapan penyusunan rencana.rtf 282 .BA LITBANG PHB (FINAL . (2) (3)   Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda Pasal 699 Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. c. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kerumahtanggaan dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan Subbagian Rumah Tangga. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Pasal 700 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 699. Subbagian Tata Usaha. b. Subbagian Keuangan. Pasal 698 (1) Subbagian Tata Usah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.

Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. 07 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Pasal 701 c.BA LITBANG PHB (FINAL . h.rtf 283 . penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda.b. Pasal 702 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. f. penyiapan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. data dan aplikasi serta kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. Bidang Program dan Evaluasi. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. dan Kelompok Jabatan Fungsional. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan.VALID). g. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. d. c. i. b. program dan anggaran. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. e.

(2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda.rtf 284 . c. d. pengelolaan keuangan. Pasal 705 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. kerumahtanggaan. Subbidang Program dan Kerja Sama. Pasal 704 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. administrasi jabatan fungsional. b. b. Pasal 706 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan.BA LITBANG PHB (FINAL .Pasal 703 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.VALID). penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda.

b. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Mutimoda. penyiapan bahan urusan ketatausahaan.BA LITBANG PHB (FINAL . Subbidang Pelayanan Administrasi.VALID). dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda.Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Pasal 708 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . kerumahtanggaan. kerumahtanggaan. Pasal 709 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan.rtf 285 . b.

penyiapan pelaksanaan pengembangan bidang perkeretaapian. kerjasama penelitian transportasi darat dan dan b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710.BA LITBANG PHB (FINAL .Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian Pasal 710 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. d. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan penyusunan rencana.VALID). 07 OTK KEMENHUB 2010 . e. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. g. c. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian.rtf 286 . program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. f.

h. Bidang Program dan Evaluasi. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. program dan anggaran. dan Kelompok Jabatan Fungsional. data dan aplikasi serta kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. b. b.VALID). dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. d. Pasal 712 i. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian.rtf 287 . Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713.BA LITBANG PHB (FINAL . penyiapan bahan penyusunan rencana. c. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. c. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 713 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian.

dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan.rtf 288 .Pasal 715 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 716 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.BA LITBANG PHB (FINAL . b. penyiapan bahan urusan ketatausahaan. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi darat dan perkeretaapian. dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi darat dan perkeretaapian. kerumahtanggaan. kerumahtanggaan. (2) b. 07 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Subbidang Program dan Kerja Sama. pengelolaan keuangan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717. Pasal 717 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. administrasi jabatan fungsional.

rtf 289 . Pasal 720 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan perkeretaapian. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721.VALID). Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut menyelenggarakan fungsi: a.BA LITBANG PHB (FINAL . b.Pasal 719 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. penyiapan penyusunan rencana. (2) Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut Pasal 721 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. Subbidang Pelayanan Administrasi. b. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. kerumahtanggaan.

i. h. dan d. dan Kelompok Jabatan Fungsional.VALID). e. penyiapan pelaksanaan kerjasama penelitian pengembangan bidang transportasi laut. Bidang Program dan Evaluasi. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi laut. c. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. b. g. Pasal 724 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. Pasal 723 f.BA LITBANG PHB (FINAL . penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut terdiri atas: a. kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. data dan aplikasi. 07 OTK KEMENHUB 2010 .c. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. program dan anggaran. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut.rtf 290 .

b. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut.VALID). (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi laut. c. Pasal 728 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. administrasi jabatan fungsional. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut.BA LITBANG PHB (FINAL . d. Subbidang Program dan Kerja Sama. Pasal 727 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.rtf 291 . penyiapan bahan penyusunan rencana. pengelolaan keuangan. Pasal 726 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. kerumahtanggaan. dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut.Pasal 725 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. b.

dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. b. b.VALID). Subbidang Pelayanan Administrasi. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi laut. pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. kerumahtanggaan. Pasal 730 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 .BA LITBANG PHB (FINAL .rtf 292 . kerumahtanggaan. Pasal 731 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan.Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. penyiapan urusan ketatausahaan. Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi laut.

penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. f. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara.BA LITBANG PHB (FINAL . dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi udara. h. c. penyiapan penyusunan rencana.Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara Pasal 732 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. dan b. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. 07 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). e. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. g. d. penyiapan pelaksanaan kerjasama penelitian pengembangan bidang transportasi udara. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara menyelenggarakan fungsi: a. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara.rtf 293 . i.

dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan.Pasal 734 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara terdiri atas: a. program dan anggaran. Pasal 737 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. d. b. penyiapan bahan penyusunan rencana.BA LITBANG PHB (FINAL . program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Subbidang Program dan Kerja Sama.rtf 294 . b. Bidang Program dan Evaluasi. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara.VALID). Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. data dan aplikasi. Pasal 735 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. c. 07 OTK KEMENHUB 2010 . b. Pasal 736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 735. c.

pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. pengelolaan keuangan.BA LITBANG PHB (FINAL .rtf 295 . dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. Pasal 741 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. (2) b. kerumahtanggaan. Pasal 739 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. kerumahtanggaan. administrasi jabatan fungsional.VALID).Pasal 738 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Subbidang Pelayanan Administrasi. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. penyiapan bahan urusan ketatausahaan. b. Pasal 740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 739. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi.

rtf 296 . Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan/ditunjuk oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Litkayasa. pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara.VALID). Pasal 744 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti.BA LITBANG PHB (FINAL . dan sejumlah jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 743 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. kerumahtanggaan.Pasal 742 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. (2) (3) (4) 07 OTK KEMENHUB 2010 . diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

c. (2) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dipimpin oleh Kepala Badan.VALID). 08 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 297 . yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. pemantauan. rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan.BAB XI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN Bagian Pertama Kedudukan. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. Tugas dan Fungsi Pasal 745 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. dan dan pelaporan daya manusia pelaksanaan di bidang d. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan. b. penyusunan kebijakan teknis.BA PSDM PHB (FINAL . Pasal 746 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan. evaluasi pengembangan sumber Perhubungan.

c. penyiapan penyusunan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia perhubungan. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. d.rtf 298 .BA PSDM PHB (FINAL . Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. b. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 748 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan terdiri atas: a. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Pasal 749 Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . dan e. Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. Pasal 750 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 749.VALID).

penyiapan pembinaan organisasi. Bagian Umum. Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan terdiri atas: a. dan penyiapan penyusunan hasil analisis dan evaluasi. tata laksana dan reformasi birokrasi. dan d. b. serta pelayanan informasi publik. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. i. penyiapan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan. penyiapan penyusunan standar.BA PSDM PHB (FINAL . Bagian Keuangan. serta pelaporan kinerja organisasi. penyiapan koordinasi rencana. Bagian Perencanaan.rtf 299 . Bagian Kepegawaian.b. h. program kerja. serta kerjasama. bantuan dan pertimbangan hukum. kehumasan dan keprotokolan. c. kerumahtanggaan. penyiapan pembinaan administrasi kepegawaian Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. pedoman. tata usaha. norma. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. d. anggaran dan target kinerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. dan prosedur pengembangan sumber daya manusia perhubungan. Pasal 751 c. penyuluhan dan sosialisasi. f. g.VALID). e. kriteria.

BA PSDM PHB (FINAL . perumusan kinerja. penyiapan bahan pelaksanaan pertemuan dengan lembaga tinggi dan tertinggi negara. informasi. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. g. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program pengembangan sumber daya manusia perhubungan. c. penyiapan bahan penyusunan indikator dan target kinerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. dan h. rapat tingkat Kementerian Perhubungan. Kolusi dan Nepotisme dan laporan lainnya terkait dengan pelaksanaan kegiatan perencanaan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.VALID). penyiapan bahan dan pengelolaan data. pengelolaan data dan informasi. b. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia perhubungan. laporan yang terkait dengan Aksi Pencegahan Korupsi. f. dan statistik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyiapan bahan penyusunan laporan tahunan. d. dan rapat intern Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. pelaksanaan analisis dan evaluasi serta pelaporan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.Pasal 752 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan program kerja anggaran. Pasal 753 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752. penyiapan bahan penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyiapan bahan analisis dan evaluasi serta pelaporan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . e.rtf 300 . rapat koordinasi tingkat menteri. laporan akuntabilitas kinerja.

Pasal 756 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan administrasi kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Rencana. dan c.BA PSDM PHB (FINAL . laporan akuntabilitas kinerja.rtf 301 . Kolusi dan Nepotisme dan laporan lainnya terkait dengan pelaksanaan kegiatan perencanaan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Pasal 757 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756. penyiapan bahan penyusunan perencanaan kepegawaian dan basis data kepegawaian. statistik. Pasal 755 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program. analisis dan evaluasi kinerja. serta penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah. serta rapat koordinasi.Pasal 754 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. b. pelaksanaan pertemuan dengan lembaga tinggi dan tertinggi negara. (2) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia perhubungan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.VALID). Subbagian Program. Subbagian Analisis dan Evaluasi. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan data dan informasi. serta penyusunan laporan tahunan. indikator dan target kinerja pengembangan sumber daya manusia perhubungan. laporan yang terkait dengan Aksi Pencegahan Korupsi.

dan l. penyiapan bahan pelaksanaan penerimaan pegawai Badan Pengembangan SDM Perhubungan. d.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan mutasi pegawai Badan Pengembangan SDM Perhubungan.rtf 302 . penyiapan bahan pelaksanaan sistem penerimaan terpusat calon taruna pendidikan dan pelatihan perhubungan dan penyelenggaraan wisuda terpadu. g. b. h. Subbagian Pengembangan Pegawai.VALID).b. f. Subbagian Perencanaan Kepegawaian. j. dan pemberian bantuan biaya pendidikan di dalam dan luar negeri. penyiapan bahan pelaksanaan pengangkatan dan penempatan pegawai. fungsional tertentu dan jabatan fungsional umum. c. Subbagian Mutasi dan Disiplin. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan disiplin pegawai. penyiapan bahan administrasi pelaksanaan tugas belajar. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan kesejahteraan pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan assesmen pegawai serta pelaksanaan pembinaan jabatan struktural. e. penyiapan bahan pelaksanaan pensiun pegawai. k. Pasal 758 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan pengembangan pegawai. beasiswa. penyiapan bahan pelaksanaan pembangunan karakter dan kesamaptaan pegawai. i. dan c. 08 OTK KEMENHUB 2010 .

d. administrasi penetapan angka kredit. (3) Subbagian Mutasi dan Disiplin mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pola pembinaan karir pegawai. Pasal 761 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760. pemberian tugas belajar. detasering dan assesmen pegawai. penyiapan bahan usulan pengelola anggaran. serta jabatan umum. dosen. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program pengembangan pegawai. penyelenggaraan pembinaan kesejahteraan pegawai. penerimaan. urusan mutasi. cuti. serta pembinaan disiplin dan pensiun pegawai. pelaksanaan ujian dinas dan penyesuaian ijazah. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 760 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan anggaran. perbendaharaan. jabatan fungsional tertentu dan umum. penyiapan bahan penyusunan rencana pelaksanaan anggaran. b. pembinaan jabatan struktural. pengangkatan. pembangunan karakter dan kesamaptaan aparatur. penyiapan bahan usulan revisi anggaran. penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan anggaran dan realisasi. beasiswa dan bantuan biaya pendidikan. c.rtf 303 .Pasal 759 (1) Subbagian Perencanaan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan kepegawaian/ man power planning. pemutakhiran basis data pegawai serta penerimaan calon taruna dan wisuda secara terpusat. widyaiswara dan instruktur. pengelolaan akuntansi keuangan dan barang milik negara serta pengelolaan tindak lanjut hasil temuan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. kenaikan gaji berkala dan inpassing. penempatan.VALID).BA PSDM PHB (FINAL .

j.rtf 304 . 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaporan pelaksanaan anggaran. b. h. penyiapan bahan pelaporan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN). f. Subbagian Akuntansi Keuangan dan Perbendaharaan. penyiapan bahan pelaporan Sistem Akuntansi Keuangan Pengguna Anggaran (SAKPA). penyiapan bahan tanggapan/ jawaban terhadap sanggah banding. pengumpulan data dukung dan evaluasi terkait dengan laporan hasil audit. Subbagian Administrasi dan Pengelola Barang Milik Negara. dan hasil prakualifikasi dan m. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan Badan Layanan Umum (BLU).e. pelelangan serta sanggah banding. Pasal 762 Bagian Keuangan terdiri atas: a. g. penyiapan bahan pelaksanaan hasil audit internal dan eksternal.BA PSDM PHB (FINAL . l. penyiapan bahan penetapan pemenang lelang. Subbagian Pelaksanaan Anggaran dan TL-LHP. pembinaan BLU/PNBP. penyiapan bahan penyusunan tarif dan rencana target Penerimaan Negara Bukan Pajak non BLU. k. penyiapan bahan pelaksanaan anggaran pada Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. dan c.VALID). usulan revisi anggaran. i. Pasal 763 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (TL-LHP) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana pelaksanaan anggaran.

kerjasama. penyelenggaraan rapat kedinasan. penyiapan bahan pengelolaan ketatausahaan. pengadaan dan pemeliharaan fasilitas kantor. penyuluhan dan sosialisasi serta pelayanan informasi publik di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. pelaksanaan kehumasan.(2) Subbagian Akuntansi Keuangan dan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan.BA PSDM PHB (FINAL . Pasal 765 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 764. pemantauan anggaran dan realisasi daya serap. tata laksana dan reformasi birokrasi. pelaporan Sistem Akuntansi Keuangan Pengguna Anggaran (SAKPA). 08 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 764 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan tata usaha. penyiapan bahan perumusan perjanjian nasional dan internasional yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan. pengelolaan organisasi. pengelolaan perpustakaan. pelaksanaan bantuan hukum dan penyusunan pertimbangan hukum. kerumahtanggaan dan urusan dalam. b. (3) Subbagian Administrasi dan Pengelola Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan barang milik negara dan pelaporan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN). urusan perjalanan dinas. keprotokolan. d. penyiapan bahan pengelolaan urusan dalam. c. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan serta pemeliharaan fasilitas kesejahteraan pegawai.rtf 305 . penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. usulan pengelola anggaran dan pembayaran pengeluaran serta pelaporan keuangan.VALID). Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a.

g. penyiapan bahan pelayanan informasi publik. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Organisasi dan Tata Laksana Pasal 767 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatausahaan. pengelolaan perpustakaan dan keprotokolan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. f. pengelolaan urusan dalam. tugas pengelolaan penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan/ penyuluhan/ sosialisasi pada UPT di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. b. Subbagian Hukum dan Kerjasama. dan m. penyiapan bahan penataan reformasi birokrasi. penelaahan. k. j. i. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga. penyiapan bahan pelaksanaan perpustakaan dan keprotokolan. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama dengan instansi/ lembaga baik di dalam maupun di luar negeri yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia perhubungan. penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana. perjalanan dinas.VALID).BA PSDM PHB (FINAL . dan usulan ratifikasi konvensi internasional terkait pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan. l. h.e. Pasal 766 Bagian Umum terdiri atas: a. pengadaan dan pemeliharaan fasilitas. pengadaan kebutuhan kantor. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan pelaksanaan penelaahan dan rumusan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang pengembangan sumber daya manusia perhubungan. dan c. penyiapan bahan publikasi dan promosi serta kehumasan. rapat kedinasan.rtf 306 .

penelaahan. publikasi. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. alat pengajaran. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum.(2) Subbagian Hukum dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. didaktik. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat Pasal 768 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. dan pelayanan informasi publik. penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. rancangan ratifikasi konvensi internasional. rancangan rumusan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. silabus. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana. b.rtf 307 . serta penyuluhan dan sosialisasi di bidang pengembangan sumber daya manusia perhubungan. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian.VALID).BA PSDM PHB (FINAL . c. kehumasan. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. metodik. Pasal 769 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768. 08 OTK KEMENHUB 2010 . reformasi birokrasi. promosi. serta rancangan perjanjian nasional dan internasional dalam rangka kerja sama dengan instansi/ lembaga baik di dalam maupun di luar negeri yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia perhubungan. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian.

k. f. hukum. analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. j. penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. keuangan. pelayanan informasi publik.d.rtf 308 . kerumahtanggaan. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. e. pengelolaan data dan informasi. penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. h. Barang Milik Negara (BMN). kehumasan. instruktur. perpustakaan. kepegawaian. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. dan l. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian.VALID). penyiapan pelaksanaan pemantauan. penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. i. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. g.BA PSDM PHB (FINAL . 08 OTK KEMENHUB 2010 .

BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. didaktik. e. Bagian Umum. Pasal 771 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana. silabus. metodik. 08 OTK KEMENHUB 2010 . kerjasama. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. sertifikasi. Bidang Pelatihan. b. program dan anggaran pendidikan.VALID). pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. pemantauan. Bidang Pendidikan. d. dan c.rtf 309 . pelaksanaan penyuluhan. standarisasi dan akreditasi. alat pengajaran. b.Pasal 770 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. Pasal 772 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 771. Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. rencana kebutuhan SDM. pembinaan lembaga pendidikan. c. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian.

f.VALID). evaluasi dan pelaporan. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian. rencana kebutuhan SDM. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. instruktur. program dan anggaran pendidikan. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. analisis. 08 OTK KEMENHUB 2010 . pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. g. Pasal 773 Bidang Pendidikan terdiri atas: a. pembinaan lembaga pendidikan. Subbidang Program Pendidikan. penyuluhan serta pelaksanaan pemantauan. dan j. Pasal 774 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan b.BA PSDM PHB (FINAL . kerjasama. Subbidang Standarisasi Pendidikan.rtf 310 . h. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. (2) Subbidang Standarisasi Pendidikan. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. serta pembinaan sertifikasi. penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. i. k.

didaktik. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. Pasal 776 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 775. pembinaan lembaga pelatihan. b. d. 08 OTK KEMENHUB 2010 . kerjasama.Pasal 775 Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pelatihan.rtf 311 . e. standarisasi dan akreditasi. pelaksanaan penyuluhan. sertifikasi. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/ man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. serta pemantauan. metodik. widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. f.VALID). c. alat pengajaran. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian.BA PSDM PHB (FINAL . silabus. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. g. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. rencana kebutuhan SDM. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur.

dan b. (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan. i. kerumahtanggaan. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. kepegawaian. dan j. k. Pasal 778 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pembinaan lembaga pelatihan. program. Pasal 779 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. keuangan.VALID). dan anggaran. evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. Pasal 777 Bidang Pelatihan terdiri atas: a. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. Barang Milik Negara (BMN). analisis.BA PSDM PHB (FINAL . penyuluhan serta pelaksanaan pemantauan. serta pembinaan sertifikasi. penyiapan bahan pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. pengelolaan data dan informasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. Subbidang Program Pelatihan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian.rtf 312 . program dan anggaran pelatihan. Subbidang Standarisasi Pelatihan. mengkoordinasikan rencana. perpustakaan. dan pelaporan. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan. kehumasan. hukum. pelayanan informasi publik.h. kerjasama. rencana kebutuhan SDM.

penyiapan bahan urusan pengelolaan kepegawaian Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. Barang Milik Negara (BMN) dan perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat.BA PSDM PHB (FINAL .VALID). penyiapan bahan perpustakaan. pelaksanaan kerumahtanggaan dan d. pengkoordinasian rencana. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). kepegawaian. dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. dan i. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan darat dan perkeretaapian. dan Tata Usaha. h. hukum.Pasal 780 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 779. dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. b. penyiapan bahan analisis. Subbagian Perencanaan. Subbagian Datin dan Anev. program. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. program. e. dan anggaran. penyiapan bahan pelaksanaan urusan ketatausahaan.rtf 313 . dan b. dan pelayanan informasi publik. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan. penyiapan bahan pengkoordinasian rencana. pelayanan informasi publik. Pasal 781 Bagian Umum terdiri atas: a. pertimbangan dan bantuan hukum. keprotokolan. kerumahtanggaan. Keuangan. kehumasan. f. g. Keuangan. evaluasi. penetapan. dan anggaran. Pasal 782 (1) Subbagian Perencanaan. c. penyiapan bahan penyusunan peraturan.

e. penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan laut. Informasi dan Analisis. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut.(2) Subbagian Datin dan Anev (Data. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. evaluasi.VALID). penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. Bagian Kelima Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut Pasal 783 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. analisis. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a. alat pengajaran.BA PSDM PHB (FINAL . d. Pasal 784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 783. didaktik. metodik. silabus. c. Evaluasi) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan darat dan perkeretaapian. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan laut. b. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum.rtf 314 .

b. keuangan. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut. Barang Milik Negara (BMN).VALID). penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. k. perpustakaan.rtf 315 .BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi laut. penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. dan c. j. g. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. dan l. kehumasan. hukum. Bidang Pelatihan. instruktur. kerumahtanggaan. h. Pasal 785 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan pemantauan. Bidang Pendidikan. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan laut. pelayanan informasi publik. kepegawaian.f. i. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut. Bagian Umum. pengelolaan data dan informasi. 08 OTK KEMENHUB 2010 .

pembinaan lembaga pendidikan. g. d. 08 OTK KEMENHUB 2010 . widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi laut. h. pelaksanaan penyuluhan. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut. f. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut. sertifikasi. didaktik. b. instruktur. e. metodik.VALID).rtf 316 . c. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi laut. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum.Pasal 786 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pendidikan. standarisasi dan akreditasi. Pasal 787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 786. alat pengajaran. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi laut. kerjasama. dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi laut. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. pemantauan. rencana kebutuhan SDM. silabus.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut.

rtf 317 . Pasal 790 (2) Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana. rencana kebutuhan SDM. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. dan pelaporan.VALID). dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi laut.i. pembinaan lembaga pendidikan. Subbidang Standarisasi Pendidikan. serta pembinaan sertifikasi. dan j. dan b. Subbidang Standarisasi Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. kerjasama. sertifikasi. program dan anggaran pendidikan. standarisasi dan akreditasi. kerjasama. pelaksanaan penyuluhan. k. 08 OTK KEMENHUB 2010 . program dan anggaran pelatihan. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. serta pemantauan. Pasal 788 Bidang Pendidikan terdiri atas: a. Pasal 789 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan laut. Subbidang Program Pendidikan. penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut.BA PSDM PHB (FINAL . rencana kebutuhan SDM. pembinaan lembaga pelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut.

d. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi laut. f. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur. widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi laut. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan laut. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut. silabus. metodik. 08 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 318 . Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. h. k. penyiapan bahan pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi laut. dan j. i. didaktik. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut. alat pengajaran. c. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut.BA PSDM PHB (FINAL . g. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum.VALID). b. e. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut.Pasal 791 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790.

pelaksanaan urusan pengelolaan kepegawaian Pengembangan SDM Perhubungan Laut. mengkoordinasikan rencana.VALID). perpustakaan. analisis. kerjasama. Barang Milik Negara (BMN). kehumasan. serta pembinaan sertifikasi. penyiapan bahan koordinasi rencana. Pusat d. Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan.BA PSDM PHB (FINAL . Subbidang Standarisasi Pelatihan.Pasal 792 Bidang Pelatihan terdiri atas: a. rencana kebutuhan SDM. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. Pasal 793 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. program. Subbidang Program Pelatihan. Pasal 794 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. program dan anggaran pelatihan. kerumahtanggaan. kepegawaian. (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan. pembinaan lembaga pelatihan. hukum. pelaksanaan urusan ketatausahaan. dan anggaran. dan b. b.rtf 319 . evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. pelaksanaan kerumahtanggaan dan perpustakaan. program. 08 OTK KEMENHUB 2010 . dan pelaporan. dan anggaran. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. c. pengelolaan data dan informasi. pelayanan informasi publik. keuangan.

penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan laut. penyiapan bahan pelaksanaan analisis. evaluasi. dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. pelayanan informasi publik. penyiapan bahan penyusunan peraturan. dan pelayanan informasi publik. kepegawaian. g. penetapan. Subbagian Perencanaan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. kehumasan. mengkoordinasikan rencana.BA PSDM PHB (FINAL . Keuangan.VALID).e. kerumahtanggaan. keuangan. evaluasi. dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut. penetapan.rtf 320 . analisis. Subbagian Datin dan Anev. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan. Keuangan. dan anggaran. Pasal 796 Bagian Umum terdiri atas: a. hukum. (2) Subbagian Datin dan Anev mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan laut. pertimbangan dan bantuan hukum. f. Pasal 797 (1) Subbagian Perencanaan. program. 08 OTK KEMENHUB 2010 . dan b. dan Tata Usaha. Barang Milik Negara (BMN). dan i. keprotokolan. h.

c. silabus.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara. alat pengajaran. didaktik. b. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara.Bagian Keenam Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara Pasal 798 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 799 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. f. metodik. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan udara.rtf 321 . penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan udara. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara.VALID). penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. d. e.

penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara. Bidang Pelatihan.BA PSDM PHB (FINAL . kerjasama. kerumahtanggaan. analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. kepegawaian. penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. j.g. sertifikasi. i. rencana kebutuhan SDM. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. dan c. keuangan. penyiapan pelaksanaan pemantauan. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara.rtf 322 . Pasal 801 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pendidikan. Pasal 800 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara terdiri atas: a. pemantauan dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi udara. standarisasi dan akreditasi. instruktur. penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. dan l. hukum. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi udara.VALID). pengelolaan data dan informasi. kehumasan. h. perpustakaan. Bidang Pendidikan. pelayanan informasi publik. Barang Milik Negara (BMN). k. pelaksanaan penyuluhan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Umum. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. b. pembinaan lembaga pendidikan.

didaktik. g. metodik. dan j. b.BA PSDM PHB (FINAL . h. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi udara. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara.VALID). e. silabus. pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara.Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801. pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. f. c. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara. 08 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara. d. pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi udara. instruktur. alat pengajaran. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi udara. pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. i. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara.rtf 323 . penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum.

penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. (2) Subbidang Standarisasi Pendidikan. rencana kebutuhan SDM.k.BA PSDM PHB (FINAL . Subbidang Standarisasi Pendidikan. penyiapan bahan pemantauan. program dan anggaran pendidikan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. pembinaan lembaga pelatihan. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi udara. Pasal 804 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 803 Bidang Pendidikan terdiri atas: a. pelaksanaan penyuluhan. Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. serta pemantauan. pembinaan lembaga pendidikan. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi udara. sertifikasi. Subbidang Program Pendidikan. serta pembinaan sertifikasi. dan pelaporan.VALID). kerjasama. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. kerjasama.rtf 324 . b. dan b. standarisasi dan akreditasi. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. Pasal 805 Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pelatihan. rencana kebutuhan SDM. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyuluhan serta melaksanakan pemantauan.

dan b. g. pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur. pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. Subbidang Standarisasi Pelatihan.BA PSDM PHB (FINAL .rtf 325 . widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi udara. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi udara. didaktik. f.VALID). dan j. d. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara. Pasal 807 Bidang Pelatihan terdiri atas: a. 08 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. silabus. k.c. h. pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara. i. Subbidang Program Pelatihan. alat pengajaran. metodik. e. pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum.

program dan anggaran pelatihan. pengelolaan data dan informasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program.VALID). mengkoordinasikan rencana. pelayanan informasi publik. g. b. penyiapan bahan koordinasi rencana. e. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan. serta pembinaan sertifikasi. kerjasama. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. perpustakaan. analisis. Pasal 810 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 809. f. keuangan. dan anggaran. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. program. penyiapan bahan penyusunan peraturan. (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan. d.Pasal 808 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. hukum. pelaksanaan kerumahtanggaan dan perpustakaan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). pelaksanaan urusan ketatausahaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. rencana kebutuhan SDM. pembinaan lembaga pelatihan. dan pelaporan. penyiapan bahan pelaksanaan urusan pengelolaan kepegawaian Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara. c. kehumasan.BA PSDM PHB (FINAL . kerumahtanggaan. keprotokolan. program. dan pelayanan informasi publik. pertimbangan dan bantuan hukum. kepegawaian. evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 809 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan.rtf 326 . dan anggaran. Barang Milik Negara (BMN).

kehumasan. Pasal 812 (1) Subbagian Perencanaan.BA PSDM PHB (FINAL . Keuangan. dan Tata Usaha. dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara. dan i. evaluasi. dan anggaran. Pasal 811 Bagian Umum terdiri atas: a. program. dan b. pelayanan informasi publik. analisis. penyiapan bahan pelaksanaan analisis.VALID).rtf 327 . hukum. (2) Subbagian Datin dan Anev mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan udara. Keuangan. mengkoordinasikan rencana. Barang Milik Negara (BMN). penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan udara. kepegawaian. evaluasi. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Datin dan Anev. perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara.h. Subbagian Perencanaan. kerumahtanggaan. keuangan. Bagian Ketujuh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan Pasal 813 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan. penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara.

Pasal 814 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 813, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen sumber daya manusia aparatur perhubungan;

b. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; c. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan;

d. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; e. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia /man power planning aparatur perhubungan; pelaksanaan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, pengelolaan data dan informasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan;

f.

g. penyiapan pelaksanaan pembinaan widyaiswara dan tenaga manajemen di satuan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; h. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi sumber daya manusia bersama instansi pembina; i. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia aparatur perhubungan;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

328

j.

penyiapan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan; dan

k. penyiapan pelaksanaan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan untuk manajemen sumber daya manusia aparatur perhubungan. Pasal 815 Pusat Pengembangan Sumber Perhubungan terdiri atas: a. Bidang Perencanaan; Daya Manusia Aparatur

b. Bidang Penyelenggaraan; c. Bidang Sarana dan Prasarana; dan

d. Bagian Umum. Pasal 816 Bidang Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen serta rencana kebutuhan SDM aparatur perhubungan, rencana program dan anggaran, standarisasi, serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 817 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 816, Bidang Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan penetapan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning aparatur perhubungan; c. penyiapan bahan penyusunan rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

329

d. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; dan e. penyiapan bahan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 818 Bidang Perencanaan terdiri atas: a. Subbidang Program; dan

b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 819 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen serta rencana kebutuhan sumber daya manusia aparatur perhubungan, rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen, penyusunan standar kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 820 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, kerjasama, pembinaan lembaga pendidikan dan pelatihan, pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen, sertifikasi, dan penyuluhan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

330

Pasal 821 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820, Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; c. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

d. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen; e. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi bersama instansi pembina; dan penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada aparatur perhubungan. Pasal 822 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas: a. Subbidang Diklat Prajabatan dan Dalam Jabatan; dan

f.

b. Subbidang Diklat Teknis Manajerial.

Pasal 823 (1) Subbidang Diklat Prajabatan dan Dalam Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan prajabatan dan dalam jabatan, pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan prajabatan dan dalam jabatan, pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen pendidikan dan pelatihan aparatur perhubungan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

331

(2) Subbidang Diklat Teknis Manajerial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, kerjasama pendidikan dan pelatihan teknis manajerial, pembinaan lembaga pendidikan dan pelatihan dan widyaiswara, instruktur serta tenaga manajemen, sertifikasi, dan penyuluhan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 824 Bidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan sarana dan prasarana, pengelolaan sarana dan prasarana serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824, Bidang Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan penyusunan analisis kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; c. penyiapan bahan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan;

d. penyiapan bahan pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; dan e. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan administrasi Barang Milik Negara (BMN).

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

332

Pasal 826 Bidang Sarana dan Prasarana terdiri atas: a. Subbidang Sarana; dan

b. Subbidang Prasarana. Pasal 827 (1) Subbidang Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan sarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan, pengelolaan administrasi sarana dan pemantauan, evaluasi dan pelaporan sarana pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Prasarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan, pengelolaan administrasi prasarana dan pemantauan, evaluasi dan pelaporan prasarana pendidikan dan pelatihan. Pasal 828 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, dan pelaporan kinerja serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 829 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan ketatausahaan, kerumahtanggaan dan perpustakaan;

b. penyiapan bahan urusan pengelolaan kepegawaian; c. penyiapan bahan penyusunan peraturan, pertimbangan dan bantuan hukum;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

333

d. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan, keprotokolan, dan pelayanan informasi publik; e. f. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN); penyiapan bahan informasi; dan pelaksanaan pengelolaan data dan

g. penyiapan bahan pelaksanaan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 830 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; dan

b. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 831 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 832 (1) Pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan Kementerian Perhubungan dapat dibentuk beberapa unit penunjang sebagai unit non struktural guna menunjang pelaksanaan kegiatan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. (2) Setiap Unit Penunjang dipimpin oleh seorang Kepala Unit yang diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

334

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 833 Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 834 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya, khusus untuk Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan termasuk jabatan fungsional widyaiswara dan instruktur, yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok jabatan fungsional, dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan / ditunjuk oleh Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dan masing-masing Kepala Pusat. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

335

Staf Ahli Bidang Multimoda dan Kesisteman Perhubungan. Badan. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal.rtf 336 . Staf Ahli Bidang Perhubungan. b. e. Direktorat Jenderal. Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Pasal 836 (1) Staf Ahli terdiri atas: a. Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan. dan Staf Ahli Bidang Perhubungan. dan Inspektorat Jenderal. Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administratif berada di bawah Sekretaris Jenderal dan sehari-hari dibina oleh Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan pada Biro Umum. Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan. 09 OTK KEMENHUB 2010 . Teknologi dan Energi (3) (4) c.BAB XII STAF AHLI Pasal 835 (1) (2) Menteri Perhubungan dibantu oleh 5 (lima) Staf Ahli. Ekonomi dan Kemitraan d.VALID). Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah tertentu sesuai dengan bidang keahliannya.SAHLI (FINAL .

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kemitraan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah ekonomi dan kemitraan perhubungan.SAHLI (FINAL .rtf 337 . Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah regulasi dan keselamatan perhubungan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli Bidang Multimoda dan Kesisteman Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah multimoda dan kesisteman perhubungan.(2) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya.VALID). Pasal 837 (1) Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah lingkungan perhubungan. Staf Ahli Bidang Teknologi dan Energi Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah teknologi dan energi perhubungan. (2) (3) (4) (5) 09 OTK KEMENHUB 2010 .

penyiapan perumusan. penyiapan koordinasi dan pengendalian kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. pengkajian dan penelaahan kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. f. Pasal 840 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839.VALID). penyiapan pembinaan dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. serta Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. b.PUSDATIN (FINAL . penyiapan evaluasi. data. penyiapan pembinaan. dan penginventarisasian kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. pemeliharaan. pengendalian dan pengelolaan sistem informasi.BAB XIII PUSAT DATA DAN INFORMASI Pasal 838 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal. penyiapan penyusunan rencana.rtf 338 . (2) c. 10 OTK KEMENHUB 2010 . pengelolaan dan pemantauan kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. program kerja dan anggaran di lingkungan Pusat Data dan Informasi. Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh seorang Kepala. e. d. Pasal 839 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan.

penyiapan pengelolaan administrasi dan penilaian angka kredit (PAK) Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. kearsipan. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. yang meliputi perangkat lunak. c. Bidang Sistem Informasi. program aplikasi. pengendalian dan pengelolaan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. d. Pasal 843 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 842. penyiapan bahan perumusan. 10 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 339 . dan pelaksanaan urusan keuangan. Pusat Data dan Informasi terdiri atas: a.PUSDATIN (FINAL .VALID). perangkat keras. yang meliputi perangkat lunak. Bidang Data. dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data. perangkat keras. yang meliputi perangkat lunak. penyiapan bahan penyusunan rencana. perlengkapan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha. program kerja dan anggaran pembangunan dan pengembangan sistem informasi. persuratan. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. b. pengkajian dan penelaahan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. Pasal 842 Bidang Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. Bidang Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian. program aplikasi.g. perangkat keras. rumah tangga. program aplikasi. b. Pasal 841 h. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan.

penyiapan bahan pembinaan sumber daya manusia melalui bimbingan teknis (bintek) dan bantuan teknis (bantek) di bidang pembangunan dan pengembangan sistem informasi. perangkat keras. Subbidang Perangkat Lunak dan Program Aplikasi. program kerja dan anggaran. g. b. program aplikasi. pengelolaan. penyelenggaraan. dan pemantauan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. Bidang Sistem Informasi terdiri atas: a. yang meliputi perangkat lunak. e. dan Subbidang Perangkat Keras dan Infrastruktur Jaringan. pemeliharaan. 10 OTK KEMENHUB 2010 . dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan.VALID). program aplikasi. dan pengendalian kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pembangunan dan pengembangan perangkat lunak dan program aplikasi dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan jabatan fungsional pranata komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 340 . Pasal 844 d. dan evaluasi pembangunan dan pengembangan perangkat lunak dan program aplikasi.c. serta koordinasi pembinaan.PUSDATIN (FINAL . dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan koordinasi. perangkat keras. yang meliputi perangkat lunak. perangkat keras. Pasal 845 (1) Subbidang Perangkat Lunak dan Program Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan evaluasi. penyelenggaraan. dan penyiapan bahan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan. program aplikasi. yang meliputi perangkat lunak. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan pembinaan. perangkat keras. dan penginventarisasian kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. yang meliputi perangkat lunak. program aplikasi. f.

dan penginventarisasian kegiatan pengelolaan data. yang meliputi pengintegrasian. pengolahan. pengolahan data. pengolahan. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. Bidang Data menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbidang Perangkat Keras dan Infrastruktur Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. analisis data dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. serta koordinasi pembinaan. penyelenggaraan. c.VALID). d. penyiapan bahan pembinaan. b. dan pengendalian kegiatan pengelolaan data. analisis. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. pengelolaan dan pemantauan kegiatan pengelolaan data. Pasal 846 Bidang Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan.PUSDATIN (FINAL . pengolahan. e. dan evaluasi pembangunan dan pengembangan perangkat keras dan infrastruktur jaringan. 10 OTK KEMENHUB 2010 . dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pembangunan dan pengembangan perangkat keras dan infrastruktur jaringan. yang meliputi pengintegrasian. pengkajian dan penelaahan kegiatan pengelolaan data. pengendalian dan pengelolaan data. penyiapan bahan evaluasi. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyelenggaraan.rtf 341 . yang meliputi pengintegrasian. program kerja dan anggaran pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. pengolahan. pemeliharaan. penyusunan rencana. analisis. dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan. program kerja dan anggaran. yang meliputi pengintegrasian. analisis. penyiapan bahan koordinasi. analisis. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 847 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 846. penyiapan bahan perumusan. yang meliputi pengintegrasian data.

serta urusan keuangan. Subbidang Penyajian dan Evaluasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan Subbidang Analisis dan Evaluasi Data. persuratan. analisis. dan pengelolaan administrasi barang milik negara Pusat Data dan Informasi. kepegawaian. dan evaluasi kegiatan pengintegrasian dan pengolahan data. Bidang Data terdiri atas: a. penyelenggaraan.f. yang meliputi pengintegrasian. kearsipan. Pasal 849 (1) Subbidang Pengintegrasian dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. serta koordinasi pembinaan. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pengintegrasian dan pengolahan data dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. program kerja dan anggaran. serta koordinasi pembinaan. rumah tangga. penyelenggaraan. program dan anggaran. Pasal 848 g. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. program kerja dan anggaran. pengolahan. b.PUSDATIN (FINAL . dan evaluasi kegiatan penyajian dan evaluasi data. Subbidang Pengintegrasian dan Pengolahan Data. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang penyajian dan evaluasi data dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan Pasal 850 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. dan penyiapan bahan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. perlengkapan.VALID). (2) 10 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pembinaan sumber daya manusia melalui bimbingan teknis (bimtek) dan bantuan teknis (bantek) di bidang pengelolaan data.rtf 342 .

serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Data dan Informasi.PUSDATIN (FINAL .Pasal 851 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 850. dan anggaran. f. program dan anggaran Pusat Data dan Informasi.VALID). Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Data dan Informasi. pelaksanaan urusan keuangan di lingkungan Pusat Data dan Informasi. c. kearsipan. c. e. Pasal 852 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum. program kerja. Program dan Evaluasi. Subbagian Keuangan. penyiapan bahan administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. d.rtf 343 . pelaksanaan urusan rencana. perlengkapan. 10 OTK KEMENHUB 2010 . b. program dan evaluasi di lingkungan Pusat Data dan Informasi. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana. pelaksanaan urusan kepegawaian dan penataan organisasi dan tata laksana urusan persuratan. b. dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data dan Informasi. Subbagian Rencana. Pasal 853 (1) Subbagian Rencana. rumah tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

persuratan. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. serta urusan administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan sejumlah jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. organisasi. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).PUSDATIN (FINAL . dan tata laksana. Pasal 854 (3) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. kearsipan dan rumah tangga di lingkungan Pusat Data dan Informasi.VALID). Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Masing-masing kelompok jabatan fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi.rtf 344 . (2) (3) (4) 10 OTK KEMENHUB 2010 .(2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data dan Informasi. Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Statistisi. Pasal 855 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Pranata Komputer. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

e. Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi menyelenggarakan fungsi: a. 11 OTK KEMENHUB 2010 . dan anggaran penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. penyiapan penyusunan rencana. (2) b.VALID). penyiapan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi.PKKPJT (FINAL . pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. Pasal 857 Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. d.BAB XIV PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI Pasal 856 (1) Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal. penyiapan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi dipimpin oleh seorang Kepala. penyiapan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. program kerja. penyiapan koordinasi terkait kajian. c.rtf 345 .

c. d. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a.rtf 346 .PKKPJT (FINAL . b. penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup sektor transportasi. 11 OTK KEMENHUB 2010 . b. Pasal 860 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 861 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860. dan Bagian Tata Usaha. dan ketatausahaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara.f. Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi terdiri atas: a. penyiapan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. kerumahtanggaan. kepegawaian. dan pelaksanaan urusan keuangan. Pasal 859 g.VALID).

Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. penyiapan bahan koordinasi terkait kajian.PKKPJT (FINAL . b. penyusunan laporan. pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi darat dan perkeretaapian. Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 . f. pelaksanaan kajian. penyusunan laporan. Pasal 862 d. Pasal 863 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian.c. dan Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian.VALID). Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a. e. penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian.rtf 347 . dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. pelaksanaan kajian.

c. penyiapan bahan koordinasi terkait kajian. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. Pasal 865 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 864. pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. b.VALID). dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. 11 OTK KEMENHUB 2010 .PKKPJT (FINAL . penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. f. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda menyelenggarakan fungsi: a.rtf 348 . e.Pasal 864 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. d. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda.

b. penyusunan laporan. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. penyusunan laporan. (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 . Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda. Pasal 869 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 868. Pasal 867 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara menyelenggarakan fungsi: a.rtf 349 .Pasal 866 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda terdiri atas: a. pelaksanaan kajian. Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program.VALID). Pasal 868 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara.PKKPJT (FINAL . dan Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda. pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. pelaksanaan kajian.

f. e. penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi. dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. lingkungan hidup transportasi udara. penyusunan laporan. pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi udara. Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. Pasal 870 c. pelaksanaan kajian. Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Udara. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara terdiri atas: a. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. penyiapan bahan koordinasi terkait kajian.PKKPJT (FINAL . (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 . d. b.b. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi udara.VALID). Pasal 871 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. pelaksanaan kajian.rtf 350 . penyusunan laporan. dan Subbidang kajian Pelayanan Jasa Transportasi Udara.

kearsipan. c. anggaran.VALID). Subbagian Perencanaan dan Keuangan. persuratan. perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. penyiapan bahan pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. 11 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. anggaran. dan pelaporan. organisasi.rtf 351 . tata laksana. program kerja. kepegawaian. dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta urusan keuangan. b. persuratan.Pasal 872 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. Pasal 874 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum. perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. program kerja. evaluasi dan pelaporan. serta pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. program kerja dan anggaran di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 875 (1) Subbagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. b.PKKPJT (FINAL . Pasal 873 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 872. d.

rtf 352 . perlengkapan.(2) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. kearsipan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).VALID). serta persuratan. (2) (3) (4) 11 OTK KEMENHUB 2010 . Masing-masing kelompok jabatan fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. organisasi.PKKPJT (FINAL . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 877 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. dan tata laksana. diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. Pasal 876 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi.

VALID). dan isu strategis sektor transportasi. pengelolaan opini publik dan isu strategis sektor transportasi. opini publik. strategi dan program yang telah diputuskan Menteri atau disepakati jajaran pimpinan di lingkungan Kementerian Perhubungan serta memberikan penjelasan atau merespon masalah/isu publik. Pasal 880 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879. d. Pasal 879 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan komunikasi publik secara langsung dan/atau melalui media.PKP (FINAL . Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi: a.BAB XV PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK Pasal 878 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal. (2) b. penyiapan perumusan kebijakan komunikasi publik di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh seorang Kepala. juru bicara Kementerian Perhubungan untuk penyampaian kebijakan publik. penyiapan pengelolaan berita. penyiapan pembinaan kegiatan komunikasi publik Kementerian Perhubungan secara langsung dan melalui media. penyelenggaraan pelayanan informasi dan dokumentasi. 12 OTK KEMENHUB 2010 . c.rtf 353 . publikasi serta edukasi publik tentang kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan.

VALID). dan edukasi publik tentang kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan serta pengelolaan pengaduan masyarakat di lingkungan. h. l. penyiapan koordinasi penyelenggaraan publikasi. Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi. Bidang Media Massa dan Opini Publik. Pusat Komunikasi Publik terdiri atas: a. penyiapan pembinaan penyelenggaraan komunikasi publik/kegiatan kehumasan dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Humas di Kementerian Perhubungan. penyiapan koordinasi penyelenggaraan pemberitaan dan penyebaran informasi sektor transportasi. dan pelaksanaan urusan keuangan.PKP (FINAL . i. dan umum di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. d.e. penyiapan koordinasi penyelenggaraan komunikasi publik antara pimpinan Kementerian Perhubungan dengan media massa. dokumentasi.rtf 354 . Pasal 881 f. 12 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pembinaan pelaksana komunikasi publik/kegiatan humas di lingkungan Kementerian Perhubungan. k. c. kepegawaian. j. b. g. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. Bagian Tata Usaha. penyiapan pembinaan dan pemeliharaan jejaring komunikasi publik internal dan eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan.

penyiapan bahan pengelolaan berita dan opini publik sektor transportasi. pengelolaan isu strategis sektor penyiapan bahan pembinaan dan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal. penyiapan bahan pemantauan. b. Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882.VALID). Pasal 884 g. penyiapan bahan rumusan kebijakan komunikasi publik. b. penyiapan bahan pelaksanaan komunikasi publik. i. dan Subbidang Analisis Berita dan Pengelolaan Opini.rtf 355 . f. d. 12 OTK KEMENHUB 2010 . dan pelaksanaan pengelolaan bahan tanggapan dan sanggahan berita media massa. e. penyiapan bahan pengelolaan kecenderungan berita yang bersumber dari media massa cetak. Bidang Media Massa dan Opini Publik menyelenggarakan fungsi: a. opini publik.Pasal 882 Bidang Media Massa dan Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan komunikasi publik sektor transportasi melalui media massa dan pengelolaan berita. elektronik dan media online. dan isu strategis sektor transportasi. penyiapan bahan pelaksanaan komunikasi pemberitaan sektor transportasi melalui media massa. Bidang Media Massa dan Opini Publik terdiri atas: a. Subbidang Media Massa. penyiapan bahan transportasi. analisis dan evaluasi dalam rangka penyerapan persepsi publik sektor transportasi. serta menyiapkan bahan pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan. h. c.PKP (FINAL .

penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan hubungan serta kegiatan komunikasi berbagai kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan.PKP (FINAL . penyiapan bahan pelayanan dan penyebaran informasi komunikasi publik sektor transportasi. dan pengelolaan pengaduan masyarakat. pemeliharaan jaringan komunikasi internal di lingkungan Kementerian Perhubungan. d. sosialisasi dan publikasi informasi kebijakan dan kinerja di sektor transportasi.rtf 356 . serta pengelolaan media centre dan isu strategis sektor transportasi. dan penyelenggaraan penerbitan. Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penerbitan. edukasi. Pasal 887 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 886. percetakan. c. Pasal 886 Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan informasi komunikasi publik berbagai kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan. 12 OTK KEMENHUB 2010 . pameran. percetakan. penyiapan bahan edukasi publik mengenai kebijakan sektor transportasi. Subbidang Analisis Berita dan Pengelolaan Opini mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan berita dan opini publik baik secara langsung maupun yang bersumber dari media massa. dan berbagai bentuk publikasi kebijakan dan kinerja sektor transportasi. pameran. (2) b.VALID). serta pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan. pengelolaan dokumentasi.Pasal 885 (1) Subbidang Media Massa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan komunikasi pemberitaan sektor transportasi melalui media massa.

dan kinerja sektor transportasi. Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi terdiri atas: a. anggaran. Subbidang Publikasi. serta edukasi publik mengenai kebijakan dan kinerja sektor transportasi. penyiapan bahan pengolahan. b. Pasal 890 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. g. pemeliharaan jejaring informasi dan komunikasi internal di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan penyelenggaraan penerbitan. informasi komunikasi publik sektor transportasi. sosialisasi kebijakan. dan Subbidang Pelayanan Informasi dan Dokumentasi. dan pelaporan. penghimpunan dan pengelolaan serta pendokumentasian pemberitaan. serta urusan keuangan.PKP (FINAL .rtf 357 .VALID). Pasal 889 (1) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan komunikasi publik kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan. (2) 12 OTK KEMENHUB 2010 . penghimpunan dan pendokumentasian bahan informasi publik sektor transportasi. penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi internal Kementerian Perhubungan. dan penyiapan bahan pengelolaan pengaduan masyarakat.e. kepegawaian. dan umum di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. Pasal 888 f. dan proses penyiapan penanganan pengaduan masyarakat. pameran. pencetakan. program kerja. Subbidang Pelayanan Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengolahan.

(2) 12 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 893 (1) Subbagian Rencana. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. program kerja. Program. penyiapan bahan administrasi Jabatan Fungsional Pranata Humas di lingkungan Kementerian Perhubungan. program kerja.VALID). penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. f. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. b. dan anggaran di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. b. c. penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbagian Rencana. e. d. dan Evaluasi. c. pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Komunikasi Publik.PKP (FINAL . dan pelaksanaan urusan persuratan. serta penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. Pasal 892 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. dan anggaran. pelaksanaan urusan kepegawaian.Pasal 891 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 890. Program. dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum.rtf 358 . Subbagian Keuangan.

Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.VALID). persuratan. terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang tugas keahliannya berdasarkan peraturan perundang-undangan. serta administrasi Jabatan Fungsional Pranata Humas di lingkungan Kementerian Perhubungan. kearsipan.rtf 359 . tata laksana.PKP (FINAL . Pasal 894 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. (2) (3) (4) 12 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 895 (1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 894. organisasi.(3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepegawaian.

tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan peraturan yang baru berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 13 OTK KEMENHUB 2010 . integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan masingmasing maupun antara satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan serta instansi lain sesuai dengan tugas masing-masing.rtf 360 .BAB XVI UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 896 Di lingkungan Kementerian Perhubungan dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksanaan tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis penunjang Kementerian Perhubungan sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan peraturan perundangundangan.LAIN (FINAL .ESELON .UPT . Pasal 898 Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Perhubungan yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan Menteri ini. BAB XVII TATA KERJA Pasal 899 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan wajib menerapkan prinsip koordinasi. Pasal 897 Pembentukan.VALID) TTD. susunan organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 896 ditetapkan dengan Peraturan Menteri Perhubungan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

Pasal 905 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Pasal 901 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan pengarahan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan.ESELON . Sekretaris Direktorat Jenderal.rtf 361 . dan Kepala Biro Perencanaan. Kepala Pusat.LAIN (FINAL . Pasal 904 Para Kepala Biro. dan Sekretaris Badan menyusun laporan berkala kepada Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal. 13 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 903 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahannya wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut. Pasal 902 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasannya masingmasing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Direktur Jenderal. dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai dengan lingkup kewenangan masing-masing. secara hirarkhi menyampaikan laporan kepada Sekretaris Jenderal.UPT . tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.Pasal 900 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib menerapkan sistem pengendalian intern di lingkungan masing-masing yang memungkinkan terlaksananya mekanisme uji silang. dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. dan Kepala Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan. Kepala Direktorat.VALID) TTD.

Pasal 907 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi bawahannya dan dalam rangka memberikan bimbingan kepada bawahannya masingmasing wajib mengadakan rapat berkala. Kepala Biro.a.a.a.UPT . Kepala Bagian. (2) (3) (4) (5) 13 OTK KEMENHUB 2010 .b. Inspektur Jenderal. Direktur.a. Kepala Bidang.LAIN (FINAL . Kepala Subbagian. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 908 (1) Wakil Menteri.a. Pasal 909 Pejabat struktural Eselon I. Kepala Subbidang.rtf 362 . Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Sekretaris Jenderal. Sekretaris Badan.Pasal 906 Dalam melaksanakan tugas. Sekretaris Direktorat Jenderal. dan Sekretaris Inspektorat Jenderal adalah jabatan struktural eselon II. BAB XVIII ESELON. setiap pimpinan satuan organisasi wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan organisasi di bawahnya. dan Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon IV. Inspektur.VALID) TTD. Direktur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.ESELON . Kepala Pusat. dan Kepala Subdirektorat adalah jabatan struktural eselon III.a yang dialihtugaskan pada jabatan Staf Ahli tetap diberikan Eselon I.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh Pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Perhubungan. (2) (3) BAB XIX KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 911 Jenis jabatan fungsional yang dapat digunakan dan yang dibentuk di lingkungan Sekretariat Jenderal. satuan hasil kerja. Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Perhubungan. Kepala Badan. 13 OTK KEMENHUB 2010 . maka tanggung jawab pengawasan yang dilakukan oleh para Inspektur pada Inspektorat Jenderal tetap berada pada lingkup Inspektur yang membawahkan provinsi semula.VALID) TTD. Pusat Kajian Kemitraan Pelayanan Jasa Transportasi. Pasal 913 Apabila terjadi pemekaran provinsi. Pasal 912 Dalam waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak Peraturan Menteri ini berlaku tiap-tiap pejabat eselon I harus telah menyampaikan usulan rumusan jabatan fungsional umum. Inspektur Jenderal. waktu capaian hasil kerja jabatan dan peta jabatan kepada Menteri Perhubungan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Perhubungan. uraian jenis-jenis kegiatan organisasi. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Perhubungan.LAIN (FINAL .UPT . Pusat Data dan Informasi. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.ESELON . Direktur Jenderal.Pasal 910 (1) Sekretaris Jenderal. dan Pusat Komunikasi Publik ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.rtf 363 . dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.rtf . Pasal 915 Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan.VALID) TTD.ESELON . dilaksanakan oleh Biro Keuangan dengan melibatkan Biro Perencanaan. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 20 Tahun 2008. 364 (2) 13 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 914 Penyusunan program dan anggaran hingga menjadi Dokumen Pelaksanaan Anggaran berupa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan dilaksanakan oleh Biro Perencanaan dengan melibatkan Biro Keuangan. Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan evaluasi paling lama 3 (tiga) tahun sejak Peraturan Menteri ini ditetapkan.UPT . setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan wajib memberikan akses yang seluas-luasnya kepada Pusat Komunikasi Publik dalam mendapatkan berbagai data dan informasi untuk kepentingan komunikasi publik. maka Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 43 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan. BAB XX PENUTUP Pasal 917 (1) Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan Menteri ini ditetapkan oleh Menteri Perhubungan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. Pasal 916 Untuk kelancaran pelaksanaan tugas Pusat Komunikasi Publik. Pasal 918 Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini.LAIN (FINAL .

Agar setiap orang mengetahuinya. 6. para Sekretaris Direktorat Jenderal. para Kepala Badan. Menteri Keuangan. 13 OTK KEMENHUB 2010 . para Sekretaris Badan dan para Kepala Pusat di lingkungan Kementerian Perhubungan.LAIN (FINAL . 5. para Direktur Jenderal. 4. memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Sekretaris Jenderal.Pasal 919 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. FREDDY NUMBERI SALINAN Peraturan Menteri ini disampaikan kepada : 1. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 5 Nopember 2010 MENTERI PERHUBUNGAN ttd. Para Kepala Biro. 2. Wakil Menteri Perhubungan.ESELON . dan para Staf Ahli di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 365 . Inspektur Jenderal. Sekretaris Inspektorat Jenderal. 3.VALID) TTD. Kepala Badan Kepegawaian Negara. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan.UPT .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN .

Bidang Lingkungan Phb. 5. Bidang Ekonomi dan Kemitraan Phb. Bidang Teknologi dan Energi Phb. Bidang Regulasi dan Keselamatan Phb. 4. Bidang Multimoda dan Kesisteman Phb. 3.1. 2. STAF AHLI MENTERI PERHUBUNGAN WAKIL MENTERI PERHUBUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI PUSAT DATA DAN INFORMASI .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL .

UDARA. & PENUNJANG BAGIAN PERJANJIAN DAN PERTIMBANGAN HUKUM BAGIAN TU PIMPINAN DAN KEPROTOKOLAN BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN PROGRAM BAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI.SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI BIRO KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIRO HUKUM DAN KERJASAMA LUAR NEGERI BIRO UMUM BAGIAN RENCANA BAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT. KESEJAHTERAAN. DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN ANALISA DAN EVALUASI BAGIAN ORGANISASI DAN TATA AKSANA BAGIAN PERLENGKAPAN BAGIAN KERJASAMA LUAR NEGERI BAGIAN PEMBIAYAAN DAN PERJALANAN .

BIRO PERENCANAAN BAGIAN RENCANA BAGIAN PROGRAM BAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN BAGIAN ANALISA DAN EVALUASI SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI LAUT DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI LAUT DAN MULTIMODA SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI BAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI. MUTASI KESEJAHTERAAN DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN RENCANA. LAUT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN DATA DAN FORMASI PEGAWAI SUBBAGIAN JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PERAWATAN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN ORGANISASI TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENGADAAN DAN PENGANGKATAN PEGAWAI SUBBAGIAN ANALISIS KEBUTUHAN DIKLAT PEGAWAI SUBBAGIAN DISIPLIN DAN PEMBERHENTIAN PEGAWAI SUBBAGIAN KETATALAKSANAAN DAN PERATURAN KEPEGAWAIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN KARIER PEGAWAI SUBBAGIAN MUTASI DAN KEPANGKATAN PEGAWAI SUBBAGIAN ORGANISASI TRANSPORTASI DARAT. PROGRAM.

BIRO KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI UDARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO HUKUM DAN KERJASAMA LUAR NEGERI BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT DAN UDARA BAGIAN PERJANJIAN DAN PERTIMBANGAN HUKUM BAGIAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERJANJIAN SUBBAGIAN KERJASAMA BILATERAL SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI UDARA SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN KERJASAMA MULTILATERAL SUBBAGIAN DOKUMENTASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PERATURAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENYULUHAN HUKUM SUBBAGIAN KERJASAMA REGIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PRASARANA DAN ANGKUTAN SUBBAGIAN PENGGAJIAN DAN PERJALANAN DINAS SUBBAGIAN KEPROTOKOLAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN DAN KEPROTOKOLAN BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PEMBIAYAAN DAN PERJALANAN SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN KEAMANAN DAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PENYUSUNAN ANGGARAN DAN PELAPORAN SUBBAGIAN TATA USAHA WAKIL MENTERI SUBBAGIAN KEARSIPAN SUBBAGIAN PENYEDIAAN PERALATAN DAN INVENTARISASI SUBBAGIAN PEMBIAYAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKRETARIS JENDERAL SUBBAGIAN PENGGANDAAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN TATA USAHA STAF AHLI MENTERI SUBBAGIAN PEMELIHARAAN SARANA.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN DIREKTORAT KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA DAN PROGRAM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI SUBBAGIAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN SISTEM INFORMASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN AKUNTANSI SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA SUBBAGIAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI JALAN SUBDIREKTORAT SARANA ANGKUTAN JALAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS JALAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN JALAN SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN OPERASIONAL SEKSI JARINGAN PRASARANA DAN PELAYANAN SEKSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR SEKSI MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS SEKSI ANGKUTAN PENUMPANG SEKSI MONITORING OPERASIONAL SEKSI PENGEMBANGAN TRANSPORTASI JALAN SEKSI TEKNOLOGI KENDARAAN BERMOTOR SEKSI PERLENGKAPAN JALAN SEKSI ANGKUTAN BARANG SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL .

DANAU DAN PENYEBERANGAN SEKSI ANALISA DAN EVALUASI JARINGAN SEKSI RANCANG BANGUN SARANA SEKSI RANCANG BANGUN PELABUHAN SEKSI MANAJEMEN LALU LINTAS SEKSI BIMBINGAN USAHA ANGKUTAN SEKSI PENGEMBANGAN JARINGAN SEKSI BIMBINGAN PERAWATAN SARANA SEKSI BIMBINGAN PENGELOLAAN PELABUHAN SEKSI ALUR DAN PERAMBUAN SEKSI TARIF DAN KEPERINTISAN . DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI SUNGAI.DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT PELABUHAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT SARANA ANGKUTAN SUNGAI.

DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS PERKOTAAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN PERKOTAAN SUBDIREKTORAT PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBDIREKTORAT DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN SEKSI JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN WILAYAH II .

DIREKTORAT KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT MANAJEMEN KESELAMATAN SUBDIREKTORAT PROMOSI DAN KEMITRAAN KESELAMATAN SUBDIREKTORAT BINA KESELAMATAN ANGKUTAN UMUM SUBDIREKTORAT AUDIT DAN INSPEKSI KESELAMATAN SEKSI MONITORING DAN EVALUASI SEKSI PROMOSI SEKSI KESELAMATAN PENGUSAHAAN ANGKUTAN UMUM SEKSI AUDIT KESELAMATAN SEKSI PENGEMBANGAN KESELAMATAN SEKSI KEMITRAAN SEKSI KESELAMATAN AWAK ANGKUTAN UMUM SEKSI INSPEKSI KESELAMATAN .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN LAUT DIREKTORAT PELABUHAN DAN PENGERUKAN DIREKTORAT PERKAPALAN DAN KEPELAUTAN DIREKTORAT KENAVIGASIAN DIREKTORAT KESATUAN PENJAGAAN LAUT DAN PANTAI .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN MUTASI SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN LAUT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT DALAM NEGERI SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT KHUSUS DAN PENUNJANG ANGKUTAN LAUT SEKSI PERTAMBANGAN. PARIWISATA DAN TENAGA KERJA BONGKAR MUAT SEKSI ANEKA INDUSTRI DAN PENUNJANG ANGKUTAN LAUT SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA ANGKUTAN LAUT SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SISTEM DAN INFORMASI ANGKUTAN LAUT SEKSI PENYUSUNAN JARINGAN DAN PENEMPATAN KAPAL LINER SEKSI TRAMPER DAN PELAYARAN RAKYAT SEKSI AMERIKA. EROPA DAN AFRIKA SEKSI ANALISA KEBUTUHAN DAN BIMBINGAN ARMADA SEKSI BIMBINGAN USAHA DAN TARIF ANGKUTAN LAUT SEKSI PENGOLAHAN DATA DAN INFORMASI ANGKUTAN LAUT SEKSI ASIA PASIFIK DAN AUSTRALIA SEKSI EVALUASI ANGKUTAN LAUT .

DIREKTORAT PELABUHAN DAN PENGERUKAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PELABUHAN SUBDIREKTORAT PERANCANGAN FASILITAS PELABUHAN SUBDIREKTORAT PENGERUKAN DAN REKLAMASI SUBDIREKTORAT PEMANDUAN DAN PENUNDAAN SUBDIREKTORAT BIMBINGAN PELAYANAN JASA DAN OPERASIONAL PELABUHAN SEKSI TATANAN DAN EVALUASI KEPELABUHANAN SEKSI PENYUSUNAN RENCANA INDUK DAN RENCANA PENGEMBANGAN PELABUHAN SEKSI PEDOMAN DAN RANCANGAN TEKNIS FASILITAS PELABUHAN SEKSI PENYUSUNAN PROGRAM PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN SEKSI PROGRAM DAN PERANCANGAN TEKNIS PENGERUKAN DAN REKLAMASI SEKSI BIMBINGAN PERALATAN PENGERUKAN DAN REKLAMASI SEKSI PERAIRAN DAN PELAYANAN PANDU SEKSI BIMBINGAN PELAYANAN JASA DAN TARIF PELABUHAN SEKSI BIMBINGAN TATA GUNA TANAH DAN PERAIRAN SEKSI TENAGA PANDU DAN SARANA BANTU PEMANDUAN .

TEKNIS DAN RADIO KAPAL SUBDIREKTORAT PENCEMARAN DAN MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL SUBDIREKTORAT KEPELAUTAN SEKSI KONSTRUKSI DAN STABILITAS KAPAL SEKSI PENGUKURAN KAPAL SEKSI PENILIKAN KESELAMATAN KAPAL SEKSI PENCEGAHAN DAN GANTI RUGI PENCEMARAN SEKSI PENGAWAKAN D AN PERLINDUNGAN AWAK KAPAL SEKSI RANCANG BANGUN DAN PEMASUKAN KAPAL SEKSI PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KAPAL SEKSI SERTIFIKASI KESELAMATAN KAPAL SEKSI MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL SEKSI STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI PELAUT .DIREKTORAT PERKAPALAN DAN KEPELAUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT KELAIKAN KAPAL SUBDIREKTORAT PENGUKURAN. PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KAPAL SUBDIREKTORAT NAUTIS.

DIREKTORAT KENAVIGASIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERAMBUAN SUBDIREKTORAT TELEKOMUNIKASI PELAYARAN SUBDIREKTORAT KAPAL NEGARA KENAVIGASIAN SUBDIREKTORAT PANGKALAN KENAVIGASIAN SUBDIREKTORAT SARANA DAN PRASARANA SEKSI OPERASI DAN SURVEI SEKSI OPERASI SEKSI OPERASI DAN PENGAWAKAN SEKSI BANGUNAN SEKSI PROGRAM SEKSI PERALATAN DAN PEMELIHARAAN PERAMBUAN SEKSI PERALATAN DAN PEMELIHARAAN TELEKOMUNIKASI PELAYARAN SEKSI PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN SEKSI PERBENGKELAN SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN .

DIREKTORAT KESATUAN PENJAGAAN LAUT DAN PANTAI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PATROLI DAN PENGAMANAN SUBDIREKTORAT PENGAWASAN KESELAMATAN DAN PPNS SEKSI ADVOKASI DAN DESEMINASI PENGAWASAN KESELAMATAN SEKSI PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL SUBDIREKTORAT TERTIB PELAYARAN SUBDIREKTORAT PENANGGULANGAN MUSIBAH DAN PEKERJAAN BAWAH AIR SUBDIREKTORAT SARANA DAN PRASARANA SEKSI PATROLI SEKSI KEBANDARAN SEKSI PENANGGULANGAN MUSIBAH SEKSI SARANA DAN PRASARANA OPERASIONAL SEKSI PENGAMANAN SEKSI KECELAKAAN KAPAL SEKSI PEKERJAAN BAWAH AIR SEKSI AWAK KAPAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT ANGKUTAN UDARA DIREKTORAT BANDAR UDARA DIREKTORAT KEAMANAN PENERBANGAN DIREKTORAT NAVIGASI PENERBANGAN DIREKTORAT KELAIKAN UDARA DAN PENGOPERASIAN PESAWAT UDARA .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM DAN HUBUNGAN MASYARAKAT BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN TATA USAHA BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN MUTASI SDM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN TATA USAHA PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK DAN LAPORAN HASIL AUDIT SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PENGEMBANGAN SDM SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI SUBBAGIAN AKUNTANSI SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA DAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT ANGKUTAN UDARA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT SISTEM INFORMASI & PELAYANAN ANGKUTAN UDARA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA DALAM NEGERI SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT KERJASAMA ANGKUTAN UDARA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN USAHA ANGKUTAN UDARA SEKSI SISTEM INFORMASI ANGKUTAN UDARA SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJADWAL DALAM NEGERI SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJADWAL LUAR NEGERI SEKSI KERJASAMA BILATERAL DAN PERUSAHAAN ANGKUTAN UDARA SEKSI KERJASAMA MULTILATERAL DAN LEMBAGA INTERNASIONAL SEKSI BIMBINGAN USAHA ANGKUTAN UDARA SEKSI SISTEM PELAYANAN ANGKUTAN UDARA SEKSI TARIF JASA PELAYANAN ANGKUTAN UDARA .

DIREKTORAT BANDAR UDARA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT TATANAN KEBANDARUDARAAN DAN LINGKUNGAN

SUBDIREKTORAT PRASARANA BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA

SEKSI TATA BANDAR UDARA SEKSI TATA LINGKUNGAN DAN KAWASAN BANDAR UDARA

SEKSI PROGRAM DAN STANDARISASI PRASARANA BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PRASARANA BANDAR UDARA

SEKSI PROGRAM DAN STANDARISASI PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA

SEKSI SERTIFIKASI PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA SEKSI PENGAWASAN PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA

SEKSI KERJASAMA PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA

DIREKTORAT KEAMANAN PENERBANGAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT STANDARISASI, KERJASAMA & PROGRAM KEAMANAN PNB

SUBDIREKTORAT PELAYANAN DARURAT

SUBDIREKTORAT PPNS & PERSONEL KEAMANAN PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT FAS. KEAMANAN PNB & PENGANGKUTAN BARANG BERBAHAYA

SUBDIREKTORAT KENDALI MUTU KEAMANAN PENERBANGAN

SEKSI STANDARISASI KEAMANAN PENERBANGAN SEKSI KERJASAMA DAN PROGRAM KEAMANAN PENERBANGAN

SEKSI PERSONEL PKP-PK DAN SALVAGE

SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PPNS

SEKSI FASILITAS KEAMANAN PENERBANGAN SEKSI PERSONEL FAS. KEAMANAN PNB. & PERSONEL PENANGANAN PENGANGKUTAN BARANG BERBAHAYA

SEKSI KENDALI MUTU KEAMANAN BANDAR UDARA SEKSI KENDALI MUTU KEAMANAN ANGKUTAN UDARA

SEKSI FASILITAS PELAYANAN DARURAT

SEKSI PERSONEL KEAMANAN PENERBANGAN

DIREKTORAT NAVIGASI PENERBANGAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT MANAJEMEN LALU LINTAS PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT MANAJEMEN INFORMASI AERONAUTIKA

SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT FASILITAS BANTU NAVIGASI & PENGAMATAN PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT STANDARISASI DAN SERTIFIKASI NAVIGASI PENERBANGAN

SEKSI MANAJEMEN RUANG UDARA

SEKSI KARTOGRAFI PENERBANGAN

SEKSI OPERASI KOMUNIKASI PENERBANGAN SEKSI JARINGAN DAN FASILITAS KOMUNIKASI PENERBANGAN

SEKSI FASILITAS BANTU NAVIGASI PENERBANGAN SEKSI FASILITAS PENGAMATAN PENERBANGAN

SEKSI STANDARISASI NAVIGASI PENERBANGAN

SEKSI PELAYANAN LALU LINTAS PENERBANGAN

SEKSI PUBLIKASI INFORMASI AERONAUTIKA

SEKSI SERTIFIKASI NAVIGASI PENERBANGAN

DIREKTORAT KELAIKAN UDARA DAN PENGOPERASIAN PESAWAT UDARA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT STANDARISASI

SUBDIREKTORAT REKAYASA

SUBDIREKTORAT PRODUK AERONAUTIKA

SUBDIREKTORAT OPERASI PESAWAT UDARA

SUBDIREKTORAT PERAWATAN

SEKSI STANDARISASI TEKNIK

SEKSI PENGAWASAN PROSES REKAYASA

SEKSI PENGAWASAN MUTU DAN PROSES PRODUKSI

SEKSI PENGAWASAN OPERASI PESAWAT UDARA SEKSI PERSONEL OPERASI PESAWAT UDARA

SEKSI PERAWATAN PESAWAT UDARA

SEKSI STANDARISASI OPERASI PENERBANGAN

SEKSI UJI TERBANG DAN KEMAMPUAN PESAWAT UDARA

SEKSI PENGESAHAN PRODUKSI

SEKSI PERSONEL TEKNIK PERAWATAN

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN KERETA API

DIREKTORAT PRASARANA PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT SARANA PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT KESELAMATAN PERKERETAAPIAN

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

BAGIAN PERENCANAAN

BAGIAN KEUANGAN

BAGIAN HUKUM

BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM

SUBBAGIAN RENCANA

SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN GG

SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN ORGANISASI G S S DAN O

SUBBAGIAN PROGRAM

SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN BARANG MILIK NEGARA

SUBBAGIAN JARINGAN DOKUMENTASI DAN BANTUAN HUKUM

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN

SUBBAGIAN VERIFIKASI ANGGARAN

SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI

SUBBAGIAN RUMAH TANGGA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN KERETA API

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT JARINGAN

SUBDIREKTORAT LALU LINTAS

SUBDIREKTORAT ANGKUTAN

SUBDIREKTORAT INVESTASI

SEKSI PENATAAN JARINGAN

SEKSI LALU LINTAS ANTARKOTA

SEKSI ANGKUTAN ANTARKOTA

SEKSI PENYELENGGARAAN KERJASAMA

SEKSI PENGEMBANGAN JARINGAN

SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN

SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN

SEKSI PENGEMBANGAN USAHA

DIREKTORAT PRASARANA PERKERETAAPIAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I

SUBDIREKTORAT JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SUBDIREKTORAT FASILITAS OPERASI KERETA API

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API WILAYAH II

SEKSI JALAN REL DAN TANAH KERETA API WILAYAH I SEKSI JEMBATAN DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I

SEKSI JALAN REL DAN TANAH KERETA API WILAYAH II SEKSI JEMBATAN DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SEKSI PERSINYALAN

SEKSI TELEKOMUNIKASI DAN PELISTRIKAN

DIREKTORAT SARANA PERKERETAAPIAAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SARANA

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN SARANA

SUBDIREKTORAT PENGELOLAAN SARANA MILIK NEGARA

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA WILAYAH I
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA PENGGERAK WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA TANPA PENGGERAK WILAYAH I

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA WILAYAH II
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA PENGGERAK WILAYAH II SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA TANPA PENGGERAK WILAYAH II

SEKSI RANCANG BANGUN DAN REKAYASA

SEKSI PENGAWASAN PENGUJIAN, PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN SEKSI PENGAWASAN TEMPAT DAN FASILITAS PENGUJIAN, PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN

SEKSI PENGADAAN DAN PENGOPERASIAN

SEKSI PENGENDALIAN MUTU

SEKSI PERAWATAN

DIREKTORAT KESELAMATAN PERKERETAAPIAAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT AUDIT DAN PENINGKATAN KESELAMATAN

SUBDIREKTORAT ANALISIS DAN PENANGANAN KECELAKAAN

SUBDIREKTORAT AKREDITASI KELEMBAGAAN DAN SERTIFIKASI SDM

SUBDIREKTORAT PENEGAKAN HUKUM

SEKSI AUDIT KESELAMATAN

SEKSI ANALISIS KECELAKAAN

SEKSI AKREDITASI KELEMBAGAAN

SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

SEKSI PENINGKATAN KESELAMATAN

SEKSI PENANGANAN KECELAKAAN

SEKSI SERTIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA

SEKSI PENYIDIKAN

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT JENDERAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT I

INSPEKTORAT II

INSPEKTORAT III

INSPEKTORAT IV

INSPEKTORAT V

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN HUKUM BAGIAN KEUANGAN DAN TATA USAHA BAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PEMBIAYAAN DAN PENGGAJIAN SUBBAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT I SUBBAGIAN DATA DAN EVALUASI SUBBAGIAN HUKUM DAN UMUM SUBBAGIAN TATA USAHA DAN PERJALANAN SUBBAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN .

TRANS.BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MANAJ. MULTIMODA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN DARAT & PERKERETAAPIAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN LAUT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN UDARA .

SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN & PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN DOKUMENTASI DAN KERJASAMA BAGIAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN DOKUMENTASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PUBLIKASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN KERJASAMA SUBBAGIAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MANAJEMEN TRANSPORTASI MULTIMODA BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI LAUT BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI UDARA BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN .

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN SEKRETARIAT BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN DARAT PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN LAUT PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN UDARA PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR PERHUBUNGAN .

SEKRETARIAT BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN DAN TL-LHP SUBBAGIAN TATA USAHA DAN RUMAH TANGGA SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA SUBBAGIAN ANALISIS DAN EVALUASI SUBBAGIAN MUTASI DAN DISIPLIN SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN PENGELOLA BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN DARAT BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN. DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . KEUANGAN.

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN LAUT BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN. KEUANGAN. DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN UDARA BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN. KEUANGAN.

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR PERHUBUNGAN BAGIAN UMUM SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI BIDANG PERENCANAAN BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG SARANA DAN PRASARANA SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG ANALISIS DAN EVALUASI SUBBIDANG DIKLAT PRAJABATAN DAN DALAM JABATAN SUBBIDANG DIKLAT TEKNIS MANAJERIAL SUBBIDANG SARANA SUBBIDANG PRASARANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI STAF AHLI MENTERI .

MENTERI PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG LINGKUNGAN PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG TEKNOLOGI DAN ENERGI PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG REGULASI DAN KESELAMATAN PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG MULTIMODA DAN KESISTEMAN PERHUBUNGAN STAF AHLI AH I BIDANG EKONOMI DAN KEMITRAAN PERHUBUNGAN .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT DATA DAN INFORMASI .

PUSAT DATA DAN INFORMASI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN RENCANA. PROGRAM DAN EVALUASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG SISTEM INFORMASI BIDANG DATA SUBBIDANG PERANGKAT U DAN PROGRAM OG LUNAK APLIKASI SUBBIDANG PERANGKAT KERAS DAN INFRASTRUKTUR JARINGAN SUBBIDANG G G S PENGINTEGRASIAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBBIDANG ANALISIS DAN EVALUASI DATA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI .

TRANS UDARA SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANS. MULTIMODA SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS LAUT & MANAJ. MANAJ TRANS.PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS. MULTIMODA BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS. DARAT & PERKERETAAPIAN SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANS DARAT TRANS. & PERKERETAAPIAN SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS DARAT TRANS. UDARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . UDARA SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS. LAUT & MANAJ. MULTIMODA SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANSPORTASI LAUT & MANAJ. TRANS. TRANS. TRANS. & PERKERETAAPIAN BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .

DAN EVALUASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG MEDIA MASSA DAN OPINI PUBLIK BIDANG PUBLIKASI DAN PELAYANAN INFORMASI SUBBIDANG MEDIA MASSA SUBBIDANG ANALISIS BERITA DAN PENGELOLAAN OPINI SUBBIDANG SU G PUBLIKASI U S SUBBIDANG PELAYANAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN RENCANA. PROGRAM.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful