PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 60 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN,

Menimbang

:

a.

bahwa sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, dipandang perlu untuk menata kembali Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu ditetapkan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan dengan Peraturan Menteri Perhubungan; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara;

b.

Mengingat

:

1.

2.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

1

3.

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009;

Memperhatikan :

Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat nomor B/1728/M.PANRB/07/2010 tanggal 29 Juli 2010, dan nomor B/2292/M.PANRB/10/2010 tanggal 14 Oktober 2010;

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN.

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Perhubungan adalah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Kementerian Perhubungan Perhubungan. Pasal 2 Kementerian Perhubungan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang perhubungan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan; pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan; dipimpin oleh Menteri

(2)

b.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

2

c.

pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Perhubungan; pelaksanaan bimbingan teknik dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Perhubungan di daerah; dan pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.

d.

e.

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Perhubungan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. h. i. Wakil Menteri Perhubungan; Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Perhubungan Darat; Direktorat Jenderal Perhubungan Laut; Direktorat Jenderal Perhubungan Udara; Direktorat Jenderal Perkeretaapian; Inspektorat Jenderal; Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan; Badan Pengembangan Perhubungan; Sumber Daya Manusia

j. k. l. m.

Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan; Staf Ahli Bidang Teknologi dan Energi Perhubungan; Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan; Staf Ahli Bidang Perhubungan; Multimoda dan Kesisteman

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

3

n. o. p.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kemitraan Perhubungan; Pusat Data dan Informasi; Pusat Kajian Kemitraaan dan Pelayanan Jasa Transportasi; dan Pusat Komunikasi Publik.

q.

BAB III WAKIL MENTERI Pasal 5 Wakil Menteri Perhubungan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Pasal 6 Wakil Menteri Perhubungan mempunyai tugas membantu Menteri Perhubungan dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Perhubungan. Pasal 7 Rincian tugas Wakil Menteri Perhubungan akan diatur tersendiri dengan Peraturan Menteri Perhubungan. BAB IV SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Pasal 8 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.

(2)

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

4

Pasal 9 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. koordinasi kegiatan Kementerian Perhubungan; koordinasi dan penyusunan Kementerian Perhubungan; rencana dan program

c.

pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Perhubungan; pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; koordinasi dan penyusunan undangan dan bantuan hukum; penyelenggaraan negara; dan pengelolaan peraturan perundang-

d.

e.

f.

barang

milik/kekayaan

g.

pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Perhubungan.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

5

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 11 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. b. c. d. e. Biro Perencanaan; Biro Kepegawaian dan Organisasi; Biro Keuangan dan Perlengkapan; Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri; dan Biro Umum.

Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 12 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana, pengolahan dan penelaahan , penetapan tarif, program dan anggaran, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program, serta koordinasi penyediaan infrastruktur melalui pinjaman/hibah luar negeri, dan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah, serta evaluasi dan pelaporan. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan koordinasi penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang di lingkungan Kementerian Perhubungan;

b.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

6

c.

penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan penetapan pentarifan di bidang perhubungan; penyiapan koordinasi bahan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah; penyiapan koordinasi penyusunan program dan anggaran di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan koordinasi penyusunan dan penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Kementerian Perhubungan dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA); penyiapan koordinasi penyusunan rencana penyediaan infrastruktur yang dilakukan melalui pinjaman/hibah luar negeri; analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program serta pinjaman/hibah luar negeri; penyiapan koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Kementerian Perhubungan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 14

d.

e.

f.

g.

h.

i.

j.

Biro Perencanaan terdiri atas: a. b. c. d. Bagian Rencana; Bagian Program; Bagian Pentarifan dan Pelaporan; dan Bagian Analisa dan Evaluasi. Pasal 15 Bagian Rencana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang di lingkungan Kementerian Perhubungan.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

7

Pasal 16 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Bagian Rencana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan dan penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang Kementerian Perhubungan; dan penyiapan bahan penyusunan rencana bergulir (rolling plan) Kementerian Perhubungan. Pasal 17 Bagian Rencana terdiri atas: a. b. c. Subbagian Rencana Transportasi Darat dan Perkeretaapian; Subbagian Rencana Transportasi Laut dan Multimoda; dan Subbagian Rencana Transportasi Udara dan Penunjang. Pasal 18 (1) Subbagian Rencana Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Subbagian Rencana Transportasi Laut dan Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi laut dan multimoda. Subbagian Rencana Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi udara dan penunjang.

b.

(2)

(3)

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

8

penyiapan bahan koordinasi penyusunan dan penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan. dan Subbagian Program Transportasi Udara dan Penunjang. serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara. Subbagian Program Transportasi Darat dan Perkeretaapian. c. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Perhubungan. Pasal 21 Bagian Program terdiri atas: a. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Program menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 20 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. Pasal 22 (1) Subbagian Program Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Subbagian Program Transportasi Laut. b.SETJEN (FINAL .VALID). b. dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan bahan rapat kerja Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dengan lembaga negara.rtf 9 . Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi darat dan perkeretaapian.Pasal 19 Bagian Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan program dan anggaran serta penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Kementerian Perhubungan dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

Pasal 24 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23. serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara. penyiapan bahan koordinasi penyiapan bahan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi dan penunjang. Pasal 23 (3) Bagian Pentarifan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana.SETJEN (FINAL .(2) Subbagian Program Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). b. Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi udara dan penunjang. c. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi laut. penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara. Bagian Pentarifan dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan penetapan pentarifan di bidang transportasi. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.VALID). e. bahan untuk lembaga negara dan lembaga pemerintah. d. Subbagian Program Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).rtf 10 . penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).SETJEN (FINAL .rtf 11 . koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi laut. Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Laut dan Tata Usaha Biro. b. Pasal 26 (1) Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . c. koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).Pasal 25 Bagian Pentarifan dan Pelaporan terdiri atas: a. Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi darat dan perkeretaapian. koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). (2) Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Tranportasi Laut dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. serta hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah.VALID). koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi udara dan penunjang. hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Udara dan Penunjang. serta hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah.

evaluasi dan penyusunan Laporan Pelaksanaan Rencana dan Program Kementerian Perhubungan termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaatnya (outcome). penyiapan bahan koordinasi penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kementerian Perhubungan.VALID). termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaatnya (outcome). c. Kolusi dan Nepotisme (AP-KKN) unit Sekretariat Jenderal. d. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). e. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan. Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi (RAN-PK) unit Sekretariat Jenderal serta koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang dibiayai dengan mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). Pasal 28 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27.SETJEN (FINAL .rtf 12 . Bagian Analisa dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. b. dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang dibiayai dengan mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Aksi Pencegahan Korupsi.Pasal 27 Bagian Analisa dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan analisis. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan pemantauan.

analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi b.Pasal 29 Bagian Analisa dan Evaluasi terdiri atas: a. Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Penetapan Kinerja Sekretariat Jenderal.rtf 13 . c. koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Laut. analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome). (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kementerian Perhubungan. koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi darat dan perkerataapian melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). dan Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Udara dan Penunjang.VALID). Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi darat dan perkeretaapian termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome). Aksi Pencegahan Korupsi. Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Kolusi dan Nepotisme (AP-KKN) unit Sekretariat Jenderal. Pasal 30 (1) Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Sekretariat Jenderal. Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan.SETJEN (FINAL .

asessmen dan konseling pegawai. 01 OTK KEMENHUB 2010 . kesejahteraan. dan pengendalian pengembangan kepegawaian. c. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. penyiapan perumusan. f.VALID). penyiapan perumusan. Penetapan Kinerja Biro Perencanaan. organisasi dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian Perhubungan.udara dan penunjang termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome). penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Biro Perencanaan. dan pengendalian perencanaan kepegawaian. pembinaan. penyiapan perumusan. pembinaan. b. pembinaan. dan penyusunan evaluasi dan pelaporan.SETJEN (FINAL . e. dan pengendalian organisasi dan tata laksana. serta evaluasi dan pelaporan. d. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. g. penyiapan perumusan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan perumusan program kerja dan anggaran Biro. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 31 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan perumusan. pembinaan.rtf 14 . dan pengendalian kepegawaian. pembinaan. dan pengendalian mutasi. koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi udara dan penunjang melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). disiplin.

c. penyiapan bahan penyusunan program kerja dan anggaran. urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan bahan pengangkatan calon pegawai negeri sipil. Bagian Mutasi.Pasal 33 Biro Kepegawaian dan Organisasi terdiri atas: a. serta evaluasi dan pelaporan. Bagian Pengembangan Kepegawaian. program kerja dan anggaran. b. dan Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pengendalian perencanaan kepegawaian. b. Bagian Perencanaan Kepegawaian. penyiapan bahan perumusan.VALID). pengendalian perencanaan kepegawaian. Bagian Perencanaan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 35 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan Biro. h. penyiapan bahan penyusunan formasi pegawai. d. Pasal 34 Bagian Perencanaan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan.rtf 15 . pengelolaan data pegawai. e. g. pembinaan. f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pembinaan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan perencanaan pengadaan pegawai. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai.SETJEN (FINAL . d. serta akuntabilitas kinerja Biro.

VALID). serta evaluasi dan pelaporan. serta penyusunan formasi pegawai. serta evaluasi dan penyusunan laporan Biro. pengendalian pengembangan karier pegawai. dan Subbagian Pengadaan dan Pengangkatan Pegawai. Pasal 37 (1) Subbagian Rencana. Pasal 39 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38. Program. anggaran.rtf 16 . Subbagian Rencana. Subbagian Data dan Formasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data pegawai. pembinaan. dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbagian Data dan Formasi Pegawai. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. c. program kerja. 01 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 36 Bagian Perencanaan Kepegawaian terdiri atas: a. Subbagian Pengadaan dan Pengangkatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan pengadaan dan pengangkatan calon pegawai. akuntabilitas kinerja Biro. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.SETJEN (FINAL . Program. b. Pasal 38 Bagian Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. dan Tata Usaha Biro. (2) (3) b. penyiapan bahan pelaksanaan dan pengendalian ujian dinas dan penyesuaian ijazah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian karier pegawai.

VALID). dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 42 Bagian Mutasi. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Karier Pegawai. b.rtf 17 . e. dan peningkatan kualitas pegawai. serta peningkatan kualitas pegawai. dan Subbagian Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. pengangkatan. pemberhentian dan pensiun. pemindahan dan pemberhentian dalam jabatan struktural. Subbagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian jabatan fungsional. Subbagian Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Bagian Pengembangan Kepegawaian terdiri atas: a. serta evaluasi dan pelaporan. mutasi wilayah kerja. penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Pasal 40 d.SETJEN (FINAL . penyiapan bahan pembinaan dan pengendalian jabatan fungsional tertentu dan jabatan fungsional umum. Pasal 41 (1) Subbagian Karier Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian karier pegawai. serta evaluasi dan pelaporan. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. Subbagian Jabatan Fungsional. c. urusan kepangkatan.c. serta evaluasi dan pelaporan. serta evaluasi dan pelaporan. kesejahteraan dan disiplin pegawai.

pemindahan dan pemberhentian dari dan dalam jabatan struktural. b.Pasal 43 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. k. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan perumusan pembinaaan. b. dan Subbagian Disiplin dan Pemberhentian Pegawai. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. penyiapan bahan pengelolaan administrasi kepegawaian. g. i. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan kesejahteraan pegawai dalam bentuk fisik dan non fisik. l. penyiapan bahan bimbingan disiplin pegawai. mutasi. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perawatan dan Kesejahteraan Pegawai. f. Bagian Mutasi. penyiapan bahan evaluasi jabatan. d.rtf 18 . kesejahteraan dan disiplin pegawai. h. c. penyiapan bahan pemberian tanda penghargaan.VALID).SETJEN (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan mutasi wilayah kerja. penyiapan bahan pelaksanaan assesmen dan konseling pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan pengangkatan. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai terdiri atas: a. e. Subbagian Mutasi dan Kepangkatan Pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan pemberhentian dan pensiun pegawai. Pasal 44 c. penyiapan bahan administrasi tenaga perbantuan dan dipekerjakan. j. Bagian Mutasi.

pengendalian penataan organisasi. pencatatan penilaian prestasi kerja pegawai. pengendalian penataan organisasi. c.VALID). Pasal 46 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. penyiapan rancangan peraturan kepegawaian.rtf 19 . konseling. administrasi kepegawaian. serta evaluasi dan pelaporan. penyiapan bahan perumusan. peraturan kepegawaian. serta evaluasi dan pelaporan. serta penyiapan bahan dan pelaksanaan pemberhentian dan pensiun pegawai. d. serta evaluasi dan pelaporan. tatalaksana. pelaksanaan pendokumentasian peraturan kepegawaian. mutasi wilayah kerja. pembinaan. pemindahan dan pemberhentian dari dan dalam jabatan struktural. (2) (3) b. serta evaluasi dan pelaporan. penyiapan bahan kajian penataan organisasi. pembinaan. Subbagian Disiplin dan Pemberhentian Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pelaksanaan bimbingan disiplin pegawai. assesmen. administrasi tenaga perbantuan dan dipekerjakan serta urusan kepangkatan. Pasal 47 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a.SETJEN (FINAL .Pasal 45 (1) Subbagian Mutasi dan Kepangkatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan pembinaan dan pelaksanaan penetapan pengangkatan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Perawatan dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan perawatan dan kesejahteraan pegawai dalam bentuk fisik dan non fisik.

standar. standar. pengendalian ketatalaksanaan. Pasal 48 g. Pasal 49 (1) Subbagian Organisasi Transportasi Darat. f. Subbagian Organisasi Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. penyiapan bahan norma. Subbagian Organisasi Transportasi Darat. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . serta evaluasi dan pelaporan. standar. prosedur. analisis kewenangan dan beban kerja. Laut dan Perkeretaapian. b. dan kriteria kewenangan yang diserahkan/dilimpahkan ke daerah di bidang transportasi darat. perancangan dan pendokumentasian peraturan kepegawaian. dan Subbagian Ketatalaksanaan dan Peraturan Kepegawaian.e. analisis kewenangan dan beban kerja. dan pengendalian penataan organisasi. serta evaluasi dan pelaporan. laut dan perkeretaapian. Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. prosedur. dan pengendalian penataan organisasi. dan kriteria kewenangan yang diserahkan/dilimpahkan ke daerah di bidang transportasi udara dan penunjang. penyiapan bahan kajian dan perumusan ketatalaksanaan. dan kriteria kewenangan bidang transportasi yang diserahkan/ dilimpahkan ke daerah. c. prosedur.VALID).rtf 20 . Subbagian Ketatalaksanaan dan Peraturan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. penyiapan bahan norma. Subbagian Organisasi Transportasi Udara dan Penunjang. pembinaan.SETJEN (FINAL . Laut dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. pembinaan. pembinaan. serta evaluasi dan pelaporan. penyiapan bahan norma.

penyiapan pelaksanaan verifikasi dan akuntansi serta penyusunan laporan pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. penilaian dan penyusunan laporan serta pembinaan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. c. d. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50.SETJEN (FINAL .VALID). penyiapan pelaksanaan revisi anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. evaluasi dan penyusunan pelaporan keuangan pelaksanaan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) serta implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan penyusunan dokumen dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. f. pemantauan. penyiapan pembinaan pengelolaan keuangan negara serta penyiapan penetapan pengelola anggaran di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan pelaksanaan penyusunan Laporan Keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (LRA. Neraca dan CaLK) serta penyusunan Laporan SIMAK-BMN di lingkungan Kementerian Perhubungan. e. Biro Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pembinaan.Bagian Kelima Biro Keuangan dan Perlengkapan Pasal 50 Biro Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan administrasi keuangan dan perlengkapan/barang milik negara di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 21 . 01 OTK KEMENHUB 2010 . g. b. penyiapan pemantauan.

Bagian Akuntansi. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 53 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan pembinaan pengelolaan Barang Milik Negara meliputi antara lain pengelolaan pengadaan barang/jasa. c. penyiapan pembinaan. evaluasi. pemanfaatan. penyiapan usulan penetapan. n. koordinasi. pemantauan. b. penghapusan dan penatausahaan di lingkungan Kementerian Perhubungan. inventarisasi dan penilaian. Pasal 52 i. pembinaan dan pemantauan pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan Kementerian Perhubungan.SETJEN (FINAL . penggunaan dan penetapan status. pemindahtanganan. Bagian Perbendaharaan. l. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.rtf 22 . dan Bagian Perlengkapan. Biro Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas: a.VALID). 01 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Pelaksanaan Anggaran. d. k. evaluasi. pemantauan dan evaluasi tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. pemantauan dan evaluasi pengelolaan serta pelaporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Kementerian Perhubungan.h. penelitian. penyiapan pembinaan. koordinator dan penanggungjawab pelaksanaan tugas / kegiatan Unit Akuntansi Pengguna Anggaran dan Barang (UAPA/B) di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Kementerian Perhubungan. j. m.

dan penyiapan bahan pemantauan dan pelaporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian Perhubungan.VALID). pemantauan pelaksanaan kegiatan b. Pasal 55 h. 01 OTK KEMENHUB 2010 .SETJEN (FINAL . penyiapan bahan pembinaan teknis penyusunan petunjuk operasional/ pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. Transportasi Darat dan Subbagian Anggaran Transportasi Laut. penyiapan bahan kontrak strategis. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Anggaran Transportasi Udara dan Penunjang. e. penyiapan bahan petunjuk operasional/ pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan bahan inventarisasi data sebagai bahan kelengkapan data dukung usulan revisi rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN). f. c. c. Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a.rtf Subbagian Anggaran Perkeretaapian. penyiapan bahan penelitian dan evaluasi data dukung sebagai bahan kelengkapan untuk mengusulkan revisi pelaksanaan rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN). g. penyiapan bahan penyusunan revisi rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN).Pasal 54 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53. 23 . d. penyiapan bahan penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kementerian Perhubungan bersama unit kerja terkait. b.

rtf (2) (3) 24 . dan Penunjang. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Kementerian Perhubungan. pemantauan. penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). 01 OTK KEMENHUB 2010 . pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penelitian dan evaluasi. revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penelitian dan evaluasi. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. pemantauan.SETJEN (FINAL . Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja.VALID). revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja.Pasal 56 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penelitian dan evaluasi. revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. pemantauan. Pasal 57 Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja.

penyiapan bahan verifikasi laporan pertanggungjawaban anggaran dan penilaian pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja serta tindak lanjut hasil pemeriksaan. g. b. c. reviu Inspektorat Jenderal. d.VALID). penyiapan bahan dan penyusunan perbaikan/ralat Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran (LRA). penyiapan bahan perumusan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Sistem dan Prosedur Sistem Akuntansi serta pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai SAP. dan penyiapan bahan perumusan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Kebijakan Akuntansi di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai SAP. f. penyiapan bahan pelaksanaan implementasi dan evaluasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) dan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) untuk anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan bahan pengawasan dan evaluasi serta penilaian terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran oleh para pengelola anggaran. Neraca dan CaLK berdasarkan hasil rekonsiliasi Kementerian Keuangan. penyiapan bahan penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Kementerian Perhubungan kepada Menteri Keuangan dan BPK-RI. 01 OTK KEMENHUB 2010 . h. e. penyiapan bahan pembinaan administrasi keuangan dan pelaporan keuangan kepada para pengelola anggaran di tingkat Unit Pelaksana Teknis/Kantor/Satuan Kerja. dan pemeriksaan BPK-RI serta penyampaian ralat/koreksi Laporan Keuangan (Audited) Kementerian kepada Menteri Keuangan dan BPK-RI.rtf 25 .SETJEN (FINAL . Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 58 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57.

Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Laut.Pasal 59 Bagian Akuntansi terdiri atas: a. penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA).SETJEN (FINAL . Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan  verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. Pasal 60 (1) Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Perkeretaapian. dan Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Udara dan Penunjang. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Udara dan Penunjang melakukan penyiapan bahan  verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. c.VALID). penyusunan Laporan Keuangan  terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA).rtf 26 . evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Penunjang. evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . b. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa.

penyiapan anggaran.rtf 27 . Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. Pasal 62 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. Transportasi Udara dan 01 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi. penyiapan negara. bahan bahan pembinaan pembinaan pengelolaan penetapan keuangan pengelola penyiapan bahan pembinaan. c. pemantauan dan evaluasi tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. koordinasi. Darat dan b.Pasal 61 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan keuangan negara. Pasal 63 f. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Laut. d. pemantauan dan evaluasi pengelolaan serta pelaporan PNBP. c. e. penyiapan bahan pembinaan. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. b. g. tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi.VALID). penyiapan bahan usulan penetapan. penetapan pengelola anggaran. penyiapan bahan pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Perkeretaapian dan Tata Usaha Biro. pembinaan administrasi dan pemantauan pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU).SETJEN (FINAL . Badan Layanan Umum (BLU). Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Perbendaharaan Penunjang. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

(2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan.Pasal 64 (1) Subbagian Perbendaharaan Transportasi Darat dan Perkeretaapian serta Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara. penetapan pengelola anggaran. pengelolaan PNBP. pengelolaan PNBP. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penetapan pengelola anggaran. serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara. penggunaan dan penetapan status. pengelolaan BLU. pemindahtanganan. pengelolaan PNBP.SETJEN (FINAL . Pasal 65 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan Barang Milik Negara yang meliputi pengelolaan pengadaan barang/jasa. inventarisasi dan penilaian.rtf 28 . pengelolaan BLU. pemanfaatan. penetapan pengelola anggaran. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan.VALID). serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Penunjang. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. penghapusan dan penatausahaan Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian Perhubungan. serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. pengelolaan BLU.

e. c. f. pemanfaatan dan penghapusan Barang Milik Negara. penyiapan bahan dan pembinaan administrasi pelaksanaan pemanfaatan dan pemindahtangan serta penghapusan Barang Milik Negara. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perlengkapan Transportasi Laut. d. b. penyiapan bahan dan koordinasi serah terima operasional dan penetapan status Barang Milik Negara. penyiapan bahan pembinaan administrasi pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara. penyiapan bahan dan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. Pasal 67 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a.Pasal 66 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. b. dan Subbagian Perlengkapan Transportasi Udara. penyiapan bahan Laporan Semesteran dan Laporan Tahunan dari Unit Akuntansi Pengguna Barang (UAPB) serta pembinaan administrasi pengelolaan dan penatausahaan pengelolaan Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) termasuk rumah negara. inventarisasi. Subbagian Perlengkapan Perkeretaapian.rtf 29 .VALID). dan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengelolaan perlengkapan termasuk rumah negara dan penatausahaan perlengkapan rumah negara meliputi pengadaan.SETJEN (FINAL . Transportasi Darat dan c.

Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN. pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara. Subbagian Perlengkapan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa.Pasal 68 (1) Subbagian Perlengkapan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara.SETJEN (FINAL . (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN. penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara.rtf 30 . pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara. Badan Penelitian dan Pengembangan dan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara. penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Subbagian Perlengkapan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara. penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN. Direktorat Jenderal Perkeretaapian. dan Sekretariat Jenderal.

i. pelaksanaan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. h. pelaksanaan penyiapan koordinasi. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. koordinasi. penyiapan bahan ratifikasi konvensi dan perjanjian internasional di bidang transportasi. g. perencanaan.SETJEN (FINAL . pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. c.VALID). pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundangundangan. penyuluhan hukum.rtf 31 . Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. 01 OTK KEMENHUB 2010 .Bagian Keenam Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Pasal 69 Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. serta urusan kerjasama luar negeri di lingkungan Kementerian Perhubungan. e. serta urusan kerjasama luar negeri. Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. d. penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. penyuluhan hukum. pemberian pertimbangan dalam penerapan peraturan perundang-undangan dan penyusunan perjanjian. f. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. b. pemantauan dan evaluasi serta konsultasi dengan instansi terkait mengenai pelaksanaan kerjasama luar negeri. penyiapan pembinaan terhadap penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi.

penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. b. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 72 Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. c. Pasal 73 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72. e. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.VALID). penyiapan bahan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. d. d. c. penelaahan. f. dan Bagian Kerjasama Luar Negeri. penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. b.rtf 32 .Pasal 71 Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri terdiri atas: a. Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. dokumentasi dan pelayanan informasi hukum. Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum.SETJEN (FINAL . 01 OTK KEMENHUB 2010 .

c. Subbagian Dokumentasi Peraturan Perundang-undangan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan.VALID). Pasal 75 (1) Subbagian Peraturan Transportasi Darat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Peraturan Transportasi Perkeretaapian. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi perkeretaapian. Subbagian Peraturan Transportasi Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat. Subbagian Peraturan Transportasi Darat. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 76 Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. serta tata usaha dan rumah tangga Biro. udara dan penunjang. serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut.SETJEN (FINAL . perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan.Pasal 74 Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a. dan Subbagian Dokumentasi Peraturan Perundang-Undangan dan Tata Usaha Biro.rtf 33 . b. penelaahan. penelaahan.

penyiapan bahan perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. dan Subbagian Peraturan Penunjang. (2) 01 OTK KEMENHUB 2010 . b. udara dan penunjang. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. udara dan penunjang. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi udara. Pasal 78 Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara terdiri atas: a.Pasal 77 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76. penyiapan bahan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut. Pasal 79 (1) Subbagian Peraturan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut.VALID). d. udara dan penunjang. Subbagian Peraturan Transportasi Udara. Subbagian Peraturan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. b. penelaahan. c. udara dan penunjang.rtf 34 . c. Subbagian Peraturan Transportasi Laut.SETJEN (FINAL .

Pasal 80 Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan penyiapan rumusan perjanjian. dan pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundangundangan. c. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum terhadap penyusunan perjanjian nasional maupun internasional di bidang transportasi serta permasalahan yang timbul akibat penerapan peraturan perundangundangan di bidang transportasi. c. b. Pasal 82 Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum terdiri atas: a. dan Subbagian Penyuluhan Hukum. d. penyiapan bahan pemberian bantuan hukum dalam rangka penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. Subbagian Bantuan Hukum. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang penunjang.(3) Subbagian Peraturan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan.rtf 35 . Subbagian Perjanjian.SETJEN (FINAL . serta pemberian bantuan dan penyuluhan hukum. b.VALID). Pasal 81 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. penelaahan. pemberian pertimbangan dalam penerapan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan penelaahan dan penyiapan bahan perumusan perjanjian nasional dan internasional di bidang transportasi. Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum menyelenggarakan fungsi: a.

organisasi internasional.Pasal 83 (1) Subbagian Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan perumusan perjanjian nasional. Subbagian Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundang-undangan. dan antar negara secara bilateral. 01 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 36 . multilateral dan regional di bidang transportasi. multilateral dan regional di bidang transportasi. hubungan antar lembaga negara secara bilateral.VALID). pemberian pertimbangan hukum terhadap penyusunan perjanjian nasional dan permasalahan yang timbul di bidang pengadaan barang/jasa serta akibat penerapan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bantuan hukum dalam rangka penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. c. Pasal 85 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. serta melaksanakan pemantauan dan inventarisasi pelaksanaan hubungan luar negeri. Pasal 84 Bagian Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerjasama luar negeri dengan badan dunia. dan penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama luar negeri di bidang transportasi.SETJEN (FINAL . penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama bilateral. multilateral dan regional di bidang transportasi. (2) (3) b. Bagian Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. organisasi internasional.

Pasal 86 Bagian Kerjasama Luar Negeri terdiri atas: a. dan Gerakan Negara Non Blok (GNB). Subbagian Kerjasama Bilateral.VALID). World Trade Organization (WTO). pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. dan Subbagian Kerjasama Regional. Pasal 87 (1) Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama luar negeri secara bilateral. hubungan antar lembaga negara secara multilateral di bidang transportasi. hubungan antar lembaga negara secara bilateral serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama bilateral di bidang transportasi. United Nations Commission on Trade and Development (UNCTAD). serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama multilateral di bidang transportasi.rtf 37 . hubungan antar lembaga negara secara regional di bidang transportasi yaitu Asia Pasific Economic Cooperation (APEC). pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri. Subbagian Kerjasama Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama secara regional. organisasi internasional. General Agreement on Trade and Services (GATS). b. Subbagian Kerjasama Multilateral. c. United Nations Development Program (UNDP). Economic and Social Communication for Asia and the Pacific (ESCAP). pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama luar negeri secara multilateral. International Maritime Organization (IMO). yaitu International Civil Aviation Organization (ICAO).SETJEN (FINAL . organisasi internasional. Association of (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Organisasi Konferensi Islam (OKI).

dan kerumahtanggaan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 88 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengendalian urusan ketatausahaan. penyiapan kearsipan.South East Asian Nation (ASEAN). pembiayaan. penyiapan penyelenggaraan pembinaan ketatausahaan. penyiapan penyusunan anggaran Sekretariat Jenderal dan pelaksanaan penatausahaan Barang Milik Negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. penyiapan penatausahaan pembiayaan dan penggajian Sekretariat Jenderal serta pelaporannya. BruneiIndonesia-Malaysia-Philipina East Asia Growth Area (BIMP-EAGA) serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama regional di bidang transportasi. penyelenggaraan urusan persuratan dan e. penyiapan penyelenggaraan pimpinan Kementerian. urusan ketatausahaan b. f. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Indonesia-MalaysiaThailand Growth Triangle (IMT-GT). d. pembiayaan. IndonesiaMalaysia-Singapore Growth Triangle (IMS-GT).VALID). g. dan kerumahtanggaan. penyiapan penyelenggaraan urusan keprotokolan. 01 OTK KEMENHUB 2010 .SETJEN (FINAL .rtf 38 . keprotokolan. dan penyiapan penyelenggaraan urusan kerumahtanggaan yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. c. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88.

d. c. Sekretaris Jenderal. Sekretaris Jenderal. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan. dan pembinaan pemberian bimbingan b.VALID). Bagian Rumah Tangga. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri. Subbagian Tata Usaha Menteri.rtf 39 . dan Subbagian Keprotokolan. dan Staf Ahli Menteri. Pasal 93 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan terdiri atas: a. dan Staf Ahli Menteri. d.Pasal 90 Biro Umum terdiri atas: a. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan keprotokolan. penyiapan bahan keprotokolan. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri. Wakil Menteri. Pasal 92 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91. c.SETJEN (FINAL . Bagian Tata Usaha Kementerian. 01 OTK KEMENHUB 2010 . b. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan ketatausahaan Menteri. serta keprotokolan. Pasal 91 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan urusan ketatausahaan Menteri. c. b. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan menyelenggarakan fungsi: a. dan Bagian Pembiayaan dan Perjalanan. e. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. Wakil Menteri.

penyiapan bahan pembinaan dan bimbingan administrasi perkantoran Kementerian Perhubungan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Staf Ahli Menteri. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan persuratan dan kearsipan.Pasal 94 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan Menteri. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan bahan-bahan untuk kegiatan pimpinan dan Kementerian. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan Sekretaris Jenderal. Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Wakil Menteri. b. serta urusan keprotokolan Kementerian Perhubungan.SETJEN (FINAL . c. penyiapan bahan penyusunan pedoman administrasi perkantoran dan kearsipan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri. d.VALID). Subbagian Keprotokolan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan keprotokolan. 40 (2) (3) (4) (5) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 96 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95. e.rtf . Pasal 95 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan Kementerian Perhubungan serta urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro.

b. b. Pasal 99 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pengadaan peralatan dan penatausahaan serta inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. c. (2) (3) c. Pasal 98 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bimbingan administrasi perkantoran dan urusan persuratan. keamanan kantor dan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 100 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. Subbagian Tata Persuratan.VALID). penyiapan bahan pembinaan urusan kerumahtanggaan.rtf 41 . Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bimbingan urusan kearsipan. Subbagian Kearsipan. dan Subbagian Penggandaan dan Tata Usaha Biro. serta urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro.SETJEN (FINAL .Pasal 97 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan dalam. Subbagian Penggandaan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan penggandaan dan distribusi hasil penggandaan.

Subbagian Keamanan dan Urusan Dalam. pelaksanaan urusan dalam.d. c. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . prasarana dan angkutan di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Perhubungan. b. Prasarana dan Angkutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pemeliharaan sarana. penggajian. prasarana dan angkutan di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Perhubungan. dan perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 102 (1) Subbagian Keamanan dan Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan sosialisasi urusan kerumahtanggaan. Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a. keamanan kantor dan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Sekretariat Jenderal serta urusan pelayanan kesehatan pegawai. Subbagian Penyediaan Peralatan dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pengadaan peralatan dan inventarisasi serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. serta penatausahaan pembiayaan. dan Subbagian Pemeliharaan Sarana.SETJEN (FINAL . penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pemeliharaan sarana.VALID). Prasarana dan Angkutan. serta urusan pelayanan kesehatan pegawai. dan penyiapan bahan penyelenggaraan pelaksanaan urusan pelayanan kesehatan pegawai. Subbagian Pemeliharaan Sarana. Subbagian Penyediaan Peralatan dan Inventarisasi. Pasal 103 Bagian Pembiayaan dan Perjalanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan anggaran.rtf 42 . dan pengelolaan akuntansi Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. Pasal 101 e.

SETJEN (FINAL . penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan. dan perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan anggaran. Subbagian Penggajian dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penggajian serta perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal.VALID).rtf 43 . penggajian. b. c. Subbagian Pembiayaan. serta menyiapkan bahan laporan pertanggung-jawaban. Pasal 105 Bagian Pembiayaan dan Perjalanan terdiri atas: a. dan pengelolaan akuntansi di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. c. dan Subbagian Penggajian dan Perjalanan Dinas. Pasal 106 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan anggaran. dan pengelolaan akuntansi di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. Subbagian Penyusunan Anggaran dan Pelaporan. Bagian Pembiayaan dan Perjalanan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 104 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102. b. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pelaksanaan dan penatausahaan pembiayaan di lingkungan Sekretariat Jenderal.

SETJEN (FINAL . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 108 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 107 Kelompok Jabatan Fungsional pada Biro di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh masing-masing Kepala Biro yang bersangkutan.VALID). (2) (3) (4) 01 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 44 . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan darat.BAB V DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 110 Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perhubungan darat. prosedur. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.DITJEN HUBDAT (FINAL . e. c. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. dan kriteria di bidang perhubungan darat.VALID).rtf 45 . pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan darat. Tugas dan Fungsi Pasal 109 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. penyusunan norma. perumusan kebijakan di bidang perhubungan darat. standar. b. d.

danau dan penyeberangan. transportasi sungai.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 112 Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terdiri atas: a. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan. Pasal 114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113. penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan program. transportasi perkotaan dan keselamatan transportasi darat.DITJEN HUBDAT (FINAL .VALID). Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dalam memfasilitasi dan memberikan pelayanan teknis serta administratif kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. dan Direktorat Keselamatan Transportasi Darat. Danau dan Penyeberangan. c. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. e. penyusunan laporan dan evaluasi serta sistem informasi di bidang transportasi jalan. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. b.rtf 46 .

Bagian Hukum dan Kerjasama. Pasal 116 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan koordinasi penyusunan rencana dan program. Bagian Perencanaan. pelaksanaan pengelolaan urusan kepegawaian. d.rtf 47 .b. e. dan pelaksanaan penelaahan. pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. c. b. penyusunan sistem informasi serta penyusunan anggaran dan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keselamatan dan transportasi darat. penyusunan organisasi dan tata laksana. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum serta penyiapan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerja sama luar negeri.DITJEN HUBDAT (FINAL . pelaksanaan evaluasi rencana dan program kerja. Bagian Keuangan. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terdiri atas: a. dan Bagian Kepegawaian dan Umum.VALID). Pasal 115 c. evaluasi dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat. pelaksanaan pengelolaan urusan keuangan dan barang inventaris milik/kekayaan negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Pasal 119 (1) Subbagian Rencana dan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan kebijakan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi. program. penyiapan bahan penyelenggaraan dan pelaksanaan bimbingan penyusunan rencana regional dan lokal di bidang transportasi darat. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Rencana dan Program. pengelolaan dan pengembangan sistem dan teknologi informasi di bidang transportasi darat serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. rencana. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. c.VALID). dan Subbagian Sistem Informasi dan Pelaporan. c. program.Pasal 117 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan. d. e. b. dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta pemberian bimbingan penyusunan rencana regional dan lokal di bidang transportasi darat. rencana. Pasal 118 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. rencana.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan koordinasi penyusunan kebijakan.rtf 48 . penyiapan bahan penyelenggaraan pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. b. program. 02 OTK KEMENHUB 2010 .

rtf 49 . dan penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. b. program. Subbagian Perbendaharaan.VALID). Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan. Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120. rencana. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 120 (3) Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta penyiapan bahan penyusunan pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. penyiapan bahan pelaksanaan anggaran dan bimbingan teknis administrasi keuangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Pasal 122 Bagian Keuangan terdiri atas: a. pengelolaan dan pengembangan sistem dan teknologi informasi di bidang transportasi darat serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Subbagian Sistem Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. b. c. c. penyiapan bahan pelaksanaan perbendaharaan. dan Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. anggaran dan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. 02 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBDAT (FINAL .

Pasal 124 Bagian Hukum dan Kerjasama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. (2) (3) b. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan verifikasi anggaran dan akuntansi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.rtf 50 .Pasal 123 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penggunaan. Bagian Hukum dan Kerjasama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerja sama luar negeri di bidang transportasi darat.VALID). dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerjasama luar negeri di bidang transportasi darat. pengeluaran dan penerimaan serta revisi anggaran dan bimbingan teknis administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat. penyiapan bahan penyusunan rancangan dan penelaahan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.DITJEN HUBDAT (FINAL . c. Pasal 125 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 124.

DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 128 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum. penyusunan organisasi dan tata laksana serta urusan tata usaha dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Pasal 127 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan dan penelaahan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat serta melakukan verifikasi Raperda dan Perda yang berkaitan dengan sub sektor Perhubungan Darat sesuai dengan peraturan perundangan. b. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang transportasi darat. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama. (2) (3) 02 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi.Pasal 126 Bagian Hukum terdiri atas: a.VALID). c.rtf 51 .

DITJEN HUBDAT (FINAL . organisasi dan tata laksana serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional dan standar kompetensi sumber daya manusia aparatur di bidang transportasi darat. serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional dan standar kompetensi sumber daya manusia aparatur di bidang transportasi darat. Subbagian Kepegawaian dan Organisasi. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pegawai. pengembangan dan peningkatan kompetensi pegawai. c. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 129 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128. 02 OTK KEMENHUB 2010 . b. organisasi dan tata laksana. Pasal 130 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. Pasal 131 (1) Subbagian Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pegawai. mutasi pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pengembangan dan peningkatan kompetensi pegawai. c. b.VALID). mutasi dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian dan administrasi perkantoran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.rtf 52 . dan Subbagian Rumah Tangga. dan penyiapan bahan pengelolaan urusan kerumahtanggaan dan kesejahteraan pegawai. urusan umum serta urusan pengadaan dan inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Subbagian Tata Usaha.

lalu lintas jalan. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi jalan. angkutan jalan. sarana angkutan jalan. standar. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. kriteria dan prosedur. pedoman. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . ekspedisi dan penggandaan. sarana angkutan jalan. lalu lintas jalan.DITJEN HUBDAT (FINAL . norma. angkutan jalan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi jalan. serta urusan pengadaan dan inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a.(2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha kepegawaian. pengawasan. d. kearsipan. kerumahtanggaan dan kesejahteraan pegawai. pedoman. angkutan jalan. urusan umum. lalu lintas jalan. c. sarana angkutan jalan.rtf 53 . penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi jalan. b. Pasal 133 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132. penyiapan penyusunan standar. (3) Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 132 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan.VALID). norma. serta bimbingan teknis. surat menyurat.

DITJEN HUBDAT (FINAL . klasifikasi. kriteria. d. penyiapan pelaksanaan harmonisasi dan standarisasi regulasi tingkat nasional. dan internasional di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.VALID). e. Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan. jaringan lintas angkutan barang pada jalan nasional. penyusunan dan penyiapan bahan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan jalan nasional. f. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. tipe terminal serta sistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan pemberian kualifikasi teknis petugas terminal. g. program dan evaluasi pengembangan lalu lintas dan angkutan jalan. penyusunan rencana. Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.e. lokasi. penetapan serta evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan. Subdirektorat Angkutan Jalan. dan Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Lalu Lintas Jalan.rtf 54 . prosedur dan bimbingan teknis. regional. pedoman. penyiapan pelaksanaan monitoring. Subdirektorat Pengendalian Operasional. serta simpul. 02 OTK KEMENHUB 2010 . norma. Pasal 135 Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. b. penguji kendaraan bermotor serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terdiri atas: a. h. lintas batas negara dan jaringan trayek angkutan perintis. rancang bangun. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. jaringan trayek angkutan antar kota antar propinsi. penyiapan pelaksanaan pembinaan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan jalan. c. Pasal 134 f. standar.

norma. lokasi terminal penumpang tipe utama dan penyusunan rencana. f. sistim informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan Standar Pelayanan Minimal pengoperasian terminal.VALID). kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk lalu lintas dan angkutan jalan.Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135. jaringan trayek antar propinsi. penentuan lokasi terminal. standar. e.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan Jalan Propinsi. penentuan lokasi terminal penumpang tipe B dan tipe C. penyiapan bahan perumusan kebijakan. lintas batas negara. 02 OTK KEMENHUB 2010 . jaringan lintas angkutan barang di jalan nasional. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi jalan. sistim informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan Standar Pelayanan Minimal pengoperasian terminal. Kota dan Kabupaten. b. jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan. jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan untuk penumpang dan barang. program dan evaluasi pengembangan lalu lintas dan angkutan jalan.rtf 55 . c. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian kualifikasi teknis petugas terminal. pedoman. penyiapan bahan perumusan pengembangan sistim informasi dan komunikasi sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan. Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan menyelenggarakan fungsi: a. angkutan perintis. lokasi terminal penumpang tipe A. penentuan lokasi terminal barang tipe pengumpul dan tipe penunjang. d. penyiapan bahan penyusunan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan jalan nasional.

standar. harmonisasi dan standarisasi regulasi kendaraan bermotor.VALID). program dan evaluasi pengembangan transportasi jalan. pedoman.Pasal 137 Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan terdiri atas: a. penetapan jaringan trayek lintas batas negara. dan penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan transportasi jalan primer. perumusan rencana. Pasal 138 (1) Seksi Jaringan Prasarana dan Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan transportasi jalan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan penyiapan pengesahan hasil uji tipe. b. norma. pengujian kendaraan bermotor. sertifikasi uji tipe kendaraan bermotor. sertifikasi registrasi uji tipe kendaraan bermotor. dan prosedur serta bimbingan teknis. Seksi Jaringan Prasarana dan Pelayanan. teknologi kendaraan bermotor. standar. standar.rtf . pedoman. norma. sertifikasi uji sampel kendaraan bermotor. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. 56 (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . dan Seksi Pengembangan Transportasi Jalan. Seksi Pengembangan Transportasi Jalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan prasarana transportasi jalan dan jaringan pelayanan angkutan jalan serta penyiapan bimbingan teknis penyusunan jaringan transportasi jalan sekunder dan penentuan lokasi terminal tipe B dan terminal tipe C serta terminal barang. penetapan lokasi terminal barang utama dan penetapan kelas jalan primer serta pemberian kualifikasi teknis petugas terminal. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. serta pengembangan sistim informasi dan komunikasi sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan.DITJEN HUBDAT (FINAL . kriteria. pedoman. jaringan trayek antar kota antar propinsi dan jaringan lintas pada jaringan jalan primer serta penetapan lokasi terminal tipe A. Pasal 139 Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.

pelaksanaan pemeriksaan terhadap pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor.sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor.rtf . standar. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. sistem dan prosedur di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. serta pelaksanaan pemeriksaan terhadap pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. Pasal 140 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139. serta pengujian kendaraan bermotor. teknologi kendaraan bermotor. teknologi kendaraan bermotor. sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor. penyiapan bahan pengesahan hasil uji tipe dan sertifikasi uji tipe kendaraan bermotor. sertifikasi rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor. serta pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor.DITJEN HUBDAT (FINAL . e. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. pedoman. serta pengujian kendaraan bermotor. pengujian kendaraan bermotor. sertifikasi rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan. akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor serta evaluasi dan pelaporan di bidang sarana angkutan jalan. f. penyiapan bahan penyusunan standardisasi. norma. norma. akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi pengujian tipe dan berkala kendaraan bermotor. kriteria. pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor. pedoman. sertifikasi modifikasi kendaraan bermotor. c. teknologi kendaraan bermotor. serta harmonisasi dan standarisasi regulasi. dan prosedur di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. kriteria. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor dan kendaraan tidak bermotor. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang sarana angkutan jalan. d. 02 OTK KEMENHUB 2010 . 57 b.VALID).

pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor. dan Seksi Teknologi Kendaraan Bermotor. pedoman. norma. Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor. persyaratan teknis dan kelaikan jalan kendaraan bermotor dan penyiapan bahan sertifikasi rancang bangun kendaraan bermotor. sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor dan akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor. akreditasi unit penimbangan kendaraan bermotor dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor. kriteria. pedoman.DITJEN HUBDAT (FINAL . Seksi Teknologi Kendaraan Bermotor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. b. norma. Pasal 142 (1) Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 143 Subdirektorat Lalu Lintas Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian kendaraan bermotor dan penyiapan bahan pengesahan hasil uji tipe. pelaksanaan pemeriksaan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor serta harmonisasi dan standardisasi regulasi kendaraan bermotor.Pasal 141 Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan terdiri atas: a.VALID). standar. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. dan prosedur serta bimbingan teknis.rtf 58 . perlengkapan jalan dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyiapan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan. evaluasi dan pelaporan di bidang teknologi kendaraan bermotor. sertifikasi registrasi uji tipe kendaraan bermotor.

perbaikan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas jalan. penyusunan sistem informasi manajemen rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor. g. dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan dan penimbangan kendaraan bermotor di jalan. 02 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 59 . d. perlengkapan jalan dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyiapan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan di jalan nasional dan pengoperasian alat penimbangan. perlengkapan jalan. penyiapan bahan penyusunan analisis. penyiapan bahan pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan. Subdirektorat Lalu Lintas Jalan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. dan prosedur serta bimbingan teknis.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan perumusan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas. evaluasi dan laporan pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas serta analisa dampak lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan. e. dan pemeliharaan perlengkapan jalan di jalan nasional. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. b. h. pemasangan. c. f. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kebutuhan pengadaan.Pasal 144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143. kriteria. pedoman. norma. penyiapan bahan perumusan pemberian kualifikasi teknis petugas alat penimbangan.VALID). penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar.

pedoman. pedoman. penyiapan mekanisme proses perijinan dan pelaksanaan urusan perijinan angkutan penumpang dan angkutan barang di jalan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. monitoring. sesuai dengan kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. prosedur dan kriteria. analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas. norma.VALID).rtf 60 . norma. Pasal 147 Subdirektorat Angkutan Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan penilaian kinerja dan pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum. Pasal 146 (1) Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN HUBDAT (FINAL . serta pemberian subsidi angkutan umum. Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas.Pasal 145 Subdirektorat Lalu Lintas Jalan terdiri atas: a. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyelenggaraan sistem informasi dan komunikasi angkutan jalan. bimbingan teknis. norma. pengkajian dan perhitungan tarif angkutan penumpang dan barang di jalan. dan Seksi Perlengkapan Jalan. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan penumpang dan barang. serta penyiapan bahan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional baik di jalan tol maupun non-tol. standar. Seksi Perlengkapan Jalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang perlengkapan jalan dan penimbangan kendaraan bermotor di jalan. b. serta penyiapan bahan akreditasi unit penimbangan kendaraan bermotor dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor.

evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan penumpang dan tarif angkutan penumpang serta penyiapan bahan b. penyiapan bahan penilaian kinerja perusahaan angkutan umum. Pasal 149 Subdirektorat Angkutan Jalan terdiri atas: a. 02 OTK KEMENHUB 2010 . taksi tertentu dan angkutan sewa. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan jalan. izin operasi angkutan pariwisata. Subdirektorat Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a. penetapan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi. f.DITJEN HUBDAT (FINAL . norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. serta pengendalian angkutan barang tertentu. e. pedoman.rtf 61 . penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang angkutan penumpang dan angkutan barang serta tarif angkutan penumpang dan/ atau barang di jalan. dan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring. Pasal 150 (1) Seksi Angkutan Penumpang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Angkutan Barang. c. penyiapan bahan perumusan pemberian izin trayek angkutan penumpang untuk trayek lintas batas negara dan trayek antar kota antar propinsi. norma. standar.Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum dan pemberian subsidi angkutan umum. kriteria dan prosedur di bidang angkutan penumpang dan angkutan barang serta tarif angkutan penumpang dan/ atau barang di jalan. penyiapan bahan pelaksanaan sistem informasi dan komunikasi di bidang angkutan jalan. pedoman. b. Seksi Angkutan Penumpang. standar.VALID). penyiapan bahan perumusan kebijakan. d.

evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional. norma. standar.rtf 62 . norma. izin operasi angkutan pariwisata dan angkutan penumpang tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya bersifat lintas batas negara dan antar kota antar propinsi serta penetapan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi serta penilaian kinerja perusahaan angkutan umum. Pasal 152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. kriteria dan prosedur di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. penyiapan bahan perumusan standar. Pasal 151 Subdirektorat Pengendalian Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. serta penyiapan bahan pemberian izin operasi angkutan barang tertentu. norma.DITJEN HUBDAT (FINAL . dan pembinaan angkutan barang. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan barang dan pengkajian tarif angkutan barang. b. pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum dan pemberian subsidi angkutan umum.pemberian izin trayek lintas batas negara dan trayek antar kota antar propinsi. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.VALID). Subdirektorat Pengendalian Operasional menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. pedoman. (2) Seksi Angkutan Barang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan pengawasan sarana dan prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan penegakan hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terhadap pelanggaran di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan. standar. norma. sistem dan prosedur di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan.DITJEN HUBDAT (FINAL . f. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria. sistem dan prosedur di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.rtf . dan prosedur di bidang sarana dan prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal 153 d. kriteria. pedoman.c. norma.VALID). kriteria. Seksi Monitoring Operasional. dan Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan terhadap kebijakan. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan penegakan hukum dan penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran pelaksanaan kebijakan. pedoman. pedoman. g. norma. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. standar. e. b. norma. penertiban dan pemberian sanksi administratif terhadap pelanggaran operasional kendaraan angkutan umum yang menjadi kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. penyiapan bahan perumusan pengusulan pengangkatan/ pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. standar. 63 02 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. Pasal 154 (1) Seksi Monitoring Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Subdirektorat Pengendalian Operasional terdiri atas: a.

danau dan penyeberangan. b. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. dan rumah tangga Direktorat. sarana. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. pedoman. norma. norma. 02 OTK KEMENHUB 2010 . kepegawaian. serta bimbingan teknis. Bagian Kelima Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. penyiapan penyusunan standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. lalu lintas dan angkutan sungai. pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan penyiapan bahan pengusulan pengangkatan dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. sarana.rtf 64 .(2) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. pelabuhan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi. standar. lalu lintas dan angkutan sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. kriteria dan prosedur. pedoman. kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi. danau dan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan Pasal 156 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai.VALID). Pasal 155 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha.DITJEN HUBDAT (FINAL . danau dan penyeberangan. norma. standar.

Subdirektorat Lalu Penyeberangan. Pasal 158 d. sarana. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. sarana. danau dan penyeberangan. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pejabat Pemberangkatan Angkutan Sungai dan Danau. g.c. penyiapan perumusan pelaksanaan kebijakan di bidang jaringan transportasi. Danau dan Penyeberangan. danau dan penyeberangan. f. lalu lintas dan angkutan sungai. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. danau dan penyeberangan. serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. Subdirektorat Pelabuhan Penyeberangan. Danau dan Penyeberangan. penyiapan pelaksanaan pembinaan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai. pelabuhan. f. lalu lintas dan angkutan sungai. danau dan penyeberangan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pelabuhan. c. Danau Danau Danau dan dan dan Subdirektorat Angkutan Penyeberangan. Sungai. danau dan penyeberangan. Inspektur Sungai dan Danau. dan Subbagian Tata Usaha. e. e. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi. Lintas Sungai. Sungai.VALID). b. d.rtf 65 . Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai. Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai. 02 OTK KEMENHUB 2010 .

evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi sungai. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria. dan penetapan lintas penyeberangan dalam propinsi dan dalam kabupaten / kota. Pasal 160 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159. penetapan lintas penyeberangan antar propinsi dan antar negara. danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi sungai.Pasal 159 Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan serta pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) lalu lintas dan angkutan sungai. penyusunan rencana umum. penyiapan bahan penyusunan jaringan lintas penyeberangan antar propinsi dan antar negara dan pemaduan rencana kegiatan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. standar. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan. c. danau dan penyeberangan.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi sungai. pengembangan dan pengawasan perwujudan serta penetapan jaringan transportasi sungai. penyusunan rencana umum jaringan transportasi sungai. penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan transportasi sungai. analisis. standar. e. evaluasi. d. analisis. danau dan penyeberangan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi sungai. danau dan penyeberangan. evaluasi. norma.rtf 66 . b. pedoman. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan dalam propinsi dan dalam kabupaten / kota. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai. evaluasi dan pengembangan jaringan transportasi sungai. penyusunan rencana umum. pedoman. danau dan penyeberangan. pengembangan dan pengawasan perwujudan serta penetapan jaringan transportasi sungai. norma.DITJEN HUBDAT (FINAL . Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. analisis.

Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.Pasal 161 Subdirektorat Jaringan Transportasi Penyeberangan terdiri atas: a. danau dan penyeberangan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan. Pasal 164 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 162 (1) Seksi Analisa dan Evaluasi Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . danau dan penyeberangan. standar. kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun. standar. serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. standar. kriteria. danau dan penyeberangan. dan Seksi Pengembangan Jaringan. b. pedoman. norma. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 163 (2) Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai. norma. norma. pemeliharaan sarana angkutan sungai. pengembangan dan penetapan jaringan transportasi sungai. norma. Seksi Pengembangan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sungai. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Danau dan Seksi Analisa dan Evaluasi Jaringan.rtf 67 . Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai. pedoman. mutu pelayanan. perawatan. perawatan dan pemeliharaan sarana sungai.VALID). pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar.DITJEN HUBDAT (FINAL . mutu pelayanan. danau dan penyeberangan. analisis serta informasi jaringan transportasi sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun.

norma. Danau dan Seksi Rancang Bangun Sarana. standar. mutu pelayanan. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. danau dan penyeberangan serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma.rtf 68 . b. dan Seksi Bimbingan Perawatan Sarana. evaluasi dan pelaporan di bidang perawatan dan pemeliharaan sarana angkutan sungai. e. perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. Seksi Bimbingan Perawatan Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN HUBDAT (FINAL . d. Sungai. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun sarana angkutan sungai. Pasal 165 c. penyiapan bahan penyusunan perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. standar. danau dan penyeberangan.VALID). danau dan penyeberangan serta registrasi sarana angkutan sungai dan danau. penyiapan bahan pelaksanaan kualifikasi teknis awak sarana angkutan sungai dan danau. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rancang bangun sarana sungai.b. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun. pedoman. danau dan penyeberangan serta perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. Pasal 166 (1) Seksi Rancang Bangun Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. Subdirektorat Sarana Angkutan Penyeberangan terdiri atas: a.

danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur di bidang perencanaan. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. d. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167. pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. penyiapan bahan pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pembangunan. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai.Pasal 167 Subdirektorat Pelabuhan Sungai. pembangunan. serta pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. pemeliharaan. pembangunan. pemeliharaan. danau dan penyeberangan. pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. standar. pemeliharaan. norma. c. pedoman. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan. penyiapan bahan pelaksanaan kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai.rtf 69 . pemeliharaan. e. danau dan penyeberangan. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan. standar. kriteria. pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. norma. Subdirektorat Pelabuhan Sungai. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan. b. dan prosedur serta bimbingan teknis. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai.VALID). pedoman.DITJEN HUBDAT (FINAL . pembangunan. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 .

danau dan penyeberangan. kriteria. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.Pasal 169 Subdirektorat Pelabuhan Sungai. danau dan penyeberangan serta pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. dan prosedur serta bimbingan teknis. perawatan dan perbaikan pelabuhan sungai. Pasal 171 Subdirektorat Lalu Lintas Sungai. pengoperasian. Pasal 170 (1) Seksi Rancang Bangun Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan. penyelenggaraan. kolam pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. norma. b. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. dan Seksi Bimbingan Pengelolaan Pelabuhan. pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. perambuan sungai. dan pengerukan alur-pelayaran sungai dan danau. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.VALID). norma. Seksi Rancang Bangun Pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. danau dan penyeberangan. Seksi Bimbingan Pengelolaan Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan tata cara berlalu lintas di sungai. pemeliharaan. pedoman. pedoman. danau dan penyeberangan serta pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. pemeliharaan. norma. standar.DITJEN HUBDAT (FINAL .rtf 70 . pedoman. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan dan pembangunan pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . alur-pelayaran sungai. pembangunan. standar.

danau dan penyeberangan. serta pembangunan. danau dan penyeberangan. kolam 71 b. dan bimbingan teknis pengerukan alur-pelayaran sungai dan danau. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. inspektur sungai dan danau serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen dan tata cara berlalu lintas di sungai. pembangunan. pengoperasian. Subdirektorat Lalu Lintas Sungai. dan tata cara berlalu lintas di sungai. norma. danau dan penyeberangan. danau. alur-pelayaran sungai. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau.rtf . danau dan penyeberangan serta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. danau dan penyeberangan. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. kelestarian lingkungan serta perambuan sungai. e. kelestarian lingkungan. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan perumusan peta alur-pelayaran sungai dan danau.penyeberangan.DITJEN HUBDAT (FINAL . pemeliharaan. danau dan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. kolam pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. pemeliharaan. d.VALID). pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. dan pengerukan alur-pelayaran sungai. standar. penyelenggaraan. pedoman. pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 172 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171. perambuan sungai. alur-pelayaran sungai. inspektur sungai dan danau serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. pengoperasian. penyelenggaraan. penyiapan bahan perumusan penetapan kelas alurpelayaran sungai dan danau. kriteria dan prosedur di bidang manajemen lalu lintas dan tata cara berlalu lintas di sungai.

VALID). serta perambuan sungai. norma. serta sertifikasi inspektur sungai dan danau dan pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. dan Seksi Alur dan Perambuan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. pembersihan alur pelayaran sungai dan danau. tata cara berlalu lintas di sungai. inspektur sungai dan danau. pedoman. danau dan penyeberangan. dan penyiapan bahan penetapan kelas alur dan peta alur pelayaran sungai dan danau. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau.DITJEN HUBDAT (FINAL . (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar. serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. evaluasi dan pelaporan di bidang pembangunan. Seksi Alur dan Perambuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. pengoperasian. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. danau dan kolam pelabuhan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. Pasal 174 (1) Seksi Manajemen Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyelenggaraan. standar. danau dan penyeberangan. Seksi Manajemen Lalu Lintas. b.rtf 72 . pemeliharaan. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. norma. dan bimbingan teknis pengerukan alur pelayaran sungai. Pasal 173 Subdirektorat Lalu Lintas Sungai.pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

danau dan penyeberangan. dan perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. norma. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. danau dan penyeberangan.DITJEN HUBDAT (FINAL . danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar. pedoman. danau dan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Angkutan Sungai. danau dan penyeberangan. kriteria. danau dan penyeberangan serta penyusunan kriteria dan pelaksanaan pelayanan keperintisan angkutan sungai. perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. dan prosedur serta bimbingan teknis. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. penyiapan bahan penyusunan persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. danau dan penyeberangan. serta keperintisan angkutan sungai. pedoman. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. keperintisan angkutan sungai. penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 73 . danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. norma. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. standar. d.Pasal 175 Subdirektorat Angkutan Sungai.VALID). danau dan penyeberangan. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. serta pemantauan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan. serta keperintisan angkutan sungai. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. b. perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. c.

rtf 74 . pedoman. kriteria. Seksi Bimbingan Usaha Angkutan. kepegawaian. dan Seksi Tarif dan Keperintisan. norma. danau dan penyeberangan. serta penyusunan kriteria dan pelaksanaan pelayanan keperintisan. danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. prosedur. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang perhitungan tarif. Pasal 178 (1) Seksi Bimbingan Usaha Angkutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Tarif dan Keperintisan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.Pasal 177 Subdirektorat Angkutan Sungai. dan rumah tangga Direktorat. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. penyelenggaraan teknis. pemantauan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. pedoman. Bagian Keenam Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan Pasal 180 Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan.VALID). serta pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. 02 OTK KEMENHUB 2010 . serta evaluasi dan pelaporan di bidang sistem transportasi perkotaan. pedoman.DITJEN HUBDAT (FINAL . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. bimbingan teknis dan bantuan teknis. standar. norma. norma. (2) Pasal 179 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. standar. b.

angkutan perkotaan. dan dampak transportasi perkotaan. penyelenggaraan angkutan perkotaan dan penyelenggaraan pemaduan moda transportasi yang wilayah pelayanannya melebihi 1 (satu) provinsi serta penyelenggaraan manajemen rekayasa lalu lintas dan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional perkotaan. pemaduan moda transportasi perkotaan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transportasi perkotaan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. penyiapan perumusan dan penyelenggaraan teknis di bidang penyusunan rencana transportasi perkotaan. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. angkutan perkotaan. d. pemaduan moda transportasi perkotaan. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang sistem transportasi perkotaan. lalu lintas perkotaan.Pasal 181 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. norma. Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a.DITJEN HUBDAT (FINAL . dan prosedur di bidang jaringan transportasi perkotaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . dan dampak transportasi perkotaan. dan dampak transportasi perkotaan. pedoman. h.VALID). angkutan perkotaan. lalu lintas perkotaan. f. g. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi perkotaan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi perkotaan. penyiapan penyusunan standar. e. kepegawaian. pemaduan moda transportasi perkotaan. c. penyiapan perumusan dan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan jaringan transportasi perkotaan. dan rumah tangga Direktorat.rtf 75 . pemaduan moda transportasi perkotaan. lalu lintas perkotaan. b. kriteria. lalu lintas perkotaan. dan dampak transportasi perkotaan. angkutan perkotaan.

standar. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. norma. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan teknis di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya.DITJEN HUBDAT (FINAL . Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan. serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan. Subdirektorat Angkutan Perkotaan. Pasal 183 Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 182 Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan terdiri atas: a.rtf 76 . penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. b. d. pedoman. norma. b. c. bimbingan teknis. c.VALID). kriteria dan prosedur. e. f. bantuan teknis. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan. pedoman.

penyiapan bahan penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) jaringan transportasi perkotaan dan pengkoordinasian SIM transportasi perkotaan. penyusunan sistem informasi manajemen (SIM) jaringan transportasi perkotaan. penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) transportasi perkotaan dan implementasi rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera.rtf 77 .d.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 185 e. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian bimbingan dan bantuan teknis serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. jalan rel dan perairan daratan serta penyusunan rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. dan Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah II. Pasal 186 (1) Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan dan Sulawesi. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum transportasi perkotaan yang berbasis jalan. pedoman. standar. Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang terintegrasi dengan moda lainnya untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah I. f.VALID). b. norma.

jalan rel dan perairan daratan serta penyusunan rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. norma. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. pedoman. bimbingan teknis. standar. norma. standar. c. perparkiran. bantuan teknis. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. pemantauan. standar. Nusa Tenggara Barat. Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum transportasi perkotaan yang berbasis jalan.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. penyelenggaraan. penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak b. pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor serta penyelenggaraan teknis manajemen rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. Nusa Tenggara Timur. manajemen rekayasa lalu lintas di jalan dalam kawasan perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan.(2) Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitas lalu lintas perkotaan.DITJEN HUBDAT (FINAL . norma. fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. manajemen kebutuhan lalu lintas. Pasal 187 Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian teknis pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan.rtf 78 . Maluku dan Papua. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Bali. kriteria dan prosedur. pedoman. penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) transportasi perkotaan dan implementasi rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa.

manajemen kebutuhan lalu lintas. perparkiran.bermotor dan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi. perparkiran. bimbingan teknis dan bantuan teknis serta penyelenggaraan teknis pelaksanaan manajemen rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. e. Pasal 189 Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan terdiri atas: a.VALID). standar. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan teknis di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. fasilitas lalu lintas perkotaan. pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah I. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas perkotaan. fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. Pasal 190 (1) Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan rumusan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. d. manajemen rekayasa lalu lintas di jalan dalam kawasan perkotaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBDAT (FINAL . penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi. dan penyiapan bahan penyusunan serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. pedoman. norma. fasilitas lalu lintas perkotaan. dan Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah II. Kalimantan dan Sulawesi. penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor dan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi.rtf 79 . manajemen kebutuhan lalu lintas. b.

pedoman. c. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas perkotaan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek. pemantauan.DITJEN HUBDAT (FINAL . standar. Nusa Tenggara Timur. Pasal 191 Subdirektorat Angkutan Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. norma. bantuan teknis. Bali. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana umum jaringan trayek serta penentuan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi.rtf 80 . b. 02 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). penyiapan bahan perumusan penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. d. Maluku dan Papua. standar. dan rumusan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. standar. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek. bimbingan teknis. pedoman.(2) Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. Nusa Tenggara Barat. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. Subdirektorat Angkutan Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek berupa sarana angkutan umum perkotaan dan/atau fasilitas pendukungnya. norma. kriteria dan prosedur.

Subdirektorat Angkutan Perkotaan terdiri atas: a. Kalimantan dan Sulawesi. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan perkotaan dalam trayek. dan Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah II. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 194 (1) Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Pasal 193 f. Nusa Tenggara Barat. penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan trayek perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. Maluku dan Papua. dan manajemen di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. pedoman.DITJEN HUBDAT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan perkotaan dalam trayek. bimbingan dan bantuan teknis. norma. standar. norma.e. penyusunan rencana jaringan trayek perkotaan. pemantauan. Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah I.VALID). pedoman. Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. b. Bali. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan.rtf 81 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyusunan rencana jaringan trayek perkotaan. Nusa Tenggara Timur.

rtf 82 . norma. 02 OTK KEMENHUB 2010 . b. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda. pedoman. bimbingan teknis. pelabuhan. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. pemantauan. stasiun. bantuan teknis.DITJEN HUBDAT (FINAL . standar. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. penyelenggaraan teknis penyusunan rencana sistem pemaduan moda dan rencana umum jaringan trayek angkutan pemadu moda serta penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan umum perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. dan terminal) di kawasan perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang serta pemenuhan kebutuhan angkutan pemadu moda. standar. penyiapan bahan penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul transportasi (bandara. c. kriteria dan prosedur.Pasal 195 Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang.VALID). angkutan pemadu moda dan angkutan umum perkotaan tidak dalam trayek. d. norma.

evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda. penyusunan sistem informasi dan manajemen. standar. penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang serta pemenuhan kebutuhan angkutan pemadu moda. Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. pedoman. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan sistem informasi dan manajemen di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. pedoman.DITJEN HUBDAT (FINAL .e. norma. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan teknis pemaduan moda transportasi perkotaan yang strategis dan/atau berskala nasional. penyelenggaraan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan b.rtf 83 . kriteria dan prosedur. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan. dan Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah II. perumusan kebijakan. Pasal 198 (1) Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. h. Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah I. pemberian bimbingan teknis dan bantuan teknis. serta penyelenggaraan teknis pemaduan moda transportasi perkotaan yang strategis dan/atau berskala nasional. g. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul transportasi. norma.VALID). Pasal 197 f.

penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul (bandara. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. Kalimantan dan Sulawesi. dan terminal) di kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda. bantuan teknis.rtf 84 . Maluku dan Papua. Bali. bimbingan teknis. penanganan dampak transportasi. pelabuhan.VALID). pelabuhan. penyelenggaraan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang dan/atau barang. standar. penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul (bandara. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. stasiun.penumpang dan/atau barang. pedoman. stasiun. kriteria dan prosedur. Nusa Tenggara Timur.DITJEN HUBDAT (FINAL . 02 OTK KEMENHUB 2010 . (2) Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan terminal) di kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. pedoman. Pasal 199 Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Nusa Tenggara Barat. norma. sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional pada kawasan perkotaan.

kriteria dan prosedur. pelaksanaan sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas di bidang 85 b. g. d. standar. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas.DITJEN HUBDAT (FINAL . sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional pada kawasan perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. penyusunan sistem informasi dan manajemen. pemanfaatan teknologi kendaraan hybrid serta peralatan pemantau emisi gas buang dan tingkat kebisingan kendaraan bermotor. pedoman. bantuan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis penanganan dampak transportasi berupa peralatan pendukung penggunaan bahan bakar alternatif. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bantuan teknis. h. norma. c. penanganan dampak transportasi. penyiapan bahan penyusunan masterplan transportasi perkotaan ramah lingkungan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan perumusan kebijakan. 02 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199.rtf . norma. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan dan penanganan dampak transportasi. kriteria dan prosedur bimbingan teknis.VALID). e. sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional di kawasan perkotaan. penyusunan masterplan transportasi perkotaan ramah lingkungan. f. penyiapan bahan penyusunan sistem informasi dan manajemen bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. pemberian bimbingan teknis.

pedoman. b. pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan dan pelaksanaan rekomendasi hasil analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan di wilayah II meliputi Pulau Jawa. Nusa Tenggara Timur. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan berwawasan lingkungan. norma.DITJEN HUBDAT (FINAL .rtf 86 . standar. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan berwawasan lingkungan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Bali. Pasal 202 (1) Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. penyusunan masterplan pengembangan teknologi transportasi ramah lingkungan. dan Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah II. Kalimantan dan Sulawesi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID).penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan masterplan pengembangan teknologi transportasi ramah lingkungan. pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan dan pelaksanaan rekomendasi hasil analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. Pasal 201 Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. standar. Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah I. penanganan dampak transportasi di kawasan perkotaan. penyelenggaraan teknis pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. norma. penanganan dampak transportasi di kawasan perkotaan. Nusa Tenggara Barat.

pedoman. e. standar. kriteria dan prosedur. pedoman. promosi dan kemitraan. pembinaan keselamatan angkutan umum. penyiapan perumusan kebijakan.Pasal 203 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. 02 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 87 . kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. b. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan transportasi darat. pembinaan keselamatan angkutan umum. promosi dan kemitraan. standar. norma. norma. serta bimbingan teknis. serta audit dan inspeksi keselamatan transportasi darat. kriteria dan prosedur di bidang manajemen keselamatan. d. Pasal 205 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. serta audit dan inspeksi keselamatan transportasi darat. c.VALID). penyiapan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen keselamatan. Direktorat Keselamatan Transportasi Darat menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. penyiapan penyusunan kualifikasi dan pembinaan teknis sumber daya manusia di bidang keselamatan transportasi darat. Bagian Ketujuh Direktorat Keselamatan Transportasi Darat Pasal 204 Direktorat Keselamatan Transportasi Darat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan transportasi darat.DITJEN HUBDAT (FINAL . kepegawaian dan rumah tangga Direktorat.

sungai. serta sistem informasi manajemen keselamatan. Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan. penyiapan bahan penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan nasional dan penyusunan rencana. pedoman. dan bimbingan teknis. standar. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. penyusunan rencana. 02 OTK KEMENHUB 2010 . program. evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan dan pengkajian keselamatan. c. monitoring dan evaluasi pengembangan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.Pasal 206 Direktorat Keselamatan Transportasi Darat terdiri atas: a. danau dan penyeberangan. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. dan Subbagian Tata Usaha. d. Subdirektorat Manajemen Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 207 Subdirektorat Manajemen Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBDAT (FINAL . Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan. b.rtf 88 . Subdirektorat Manajemen Keselamatan. Kota dan Kabupaten. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. danau dan penyeberangan. Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum. prosedur.VALID). dan sistem informasi manajemen keselamatan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan Propinsi. standar. kriteria. sistem informasi manajemen keselamatan. penyusunan rencana umum nasional keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. penetapan serta monitoring. program dan evaluasi pengembangan keselamatan lalu lintas angkutan jalan. c. pedoman. norma. sungai. e.

b. kualifikasi unit pengkajian keselamatan dan penyiapan bahan pengembangan sistem informasi manajemen keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan penyiapan bahan harmonisasi kebijakan dan penyusunan program keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. norma.d.DITJEN HUBDAT (FINAL . danau dan penyeberangan. standar. danau dan penyeberangan. dan Seksi Pengembangan Keselamatan. sungai.rtf 89 . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian kualifikasi anggota Unit Pengkajian Keselamatan. pedoman. standar. norma. e. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan sistem informasi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Seksi Pengembangan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Monitoring dan Evaluasi. dan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang promosi dan kemitraan keselamatan. kriteria dan prosedur. bimbingan teknis. serta pelaksanaan promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. sungai. f. pedoman. kriteria dan prosedur. pedoman. norma. Pasal 209 Subdirektorat Manajemen Keselamatan terdiri atas: a. sungai. Pasal 211 Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan dan pengkajian keselamatan. danau dan penyeberangan. bimbingan teknis dan pelaporan di bidang monitoring dan evaluasi data kecelakaan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan keselamatan. Pasal 210 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). standar.

(2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. kriteria dan prosedur. standar. dan Seksi Kemitraan. b. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan. kriteria dan prosedur di bidang promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. sungai. serta kemitraan antar lembaga dan masyarakat di bidang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang promosi keselamatan dan penyiapan bahan penyuluhan. danau dan penyeberangan. norma.VALID). Pasal 214 (1) Seksi Promosi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. sungai. standar. b. bimbingan teknis. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang promosi dan kemitraan keselamatan. danau dan penyeberangan.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 213 Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan terdiri atas: a. Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. publikasi dan deseminasi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. c.Pasal 212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211.rtf 90 . sungai. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang kemitraan keselamatan dan penyiapan bahan pelaksanaan kemitraan antar lembaga dan masyarakat di bidang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. standar. Seksi Promosi. Seksi Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. sungai. bimbingan teknis. norma. norma. sungai. danau dan penyeberangan. d. pedoman. publikasi dan deseminasi. pedoman.

VALID). dan Seksi Keselamatan Awak Angkutan Umum. b. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian akreditasi lembaga pendidikan dan pelatihan pengemudi angkutan umum. standar. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau.DITJEN HUBDAT (FINAL . pedoman. kriteria dan prosedur di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. Pasal 217 Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. b.rtf 91 . standar. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang sistem manajemen keselamatan pengusahaan angkutan umum dan pengembangan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. kriteria. dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. d. 02 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 215 Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Keselamatan Pengusahaan Angkutan Umum. Pasal 216 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215. c. norma.

bimbingan teknis. sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai.Pasal 218 (1) Seksi Keselamatan Pengusahaan Angkutan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai. danau dan penyeberangan.DITJEN HUBDAT (FINAL . kriteria dan prosedur. standar. norma. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum. prasarana. standar.VALID). kriteria dan prosedur. danau dan penyeberangan dan laik fungsi jalan. standar. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan inspeksi keselamatan sarana. norma. (2) b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. standar. pedoman.rtf 92 . kriteria dan prosedur di bidang audit keselamatan. norma. danau dan penyeberangan dan laik fungsi jalan. Pasal 220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219. Seksi Keselamatan Awak Angkutan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang audit keselamatan. Pasal 219 Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang audit dan inspeksi keselamatan serta investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan investigasi kecelakaan sungai. bimbingan teknis. investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan inspeksi keselamatan sarana. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. prasarana. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

bimbingan teknis. danau dan penyeberangan serta pelaksanaan investigasi kecelakaan sungai. identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan pelaku transportasi jalan dan sungai. pedoman. norma. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan serta laik fungsi jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang audit keselamatan sarana. alur sungai dan danau. Seksi Audit Keselamatan. Pasal 223 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha.VALID). danau dan penyeberangan serta investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan. standar. bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang audit. Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan terdiri atas: a. dan Seksi Inspeksi Keselamatan.DITJEN HUBDAT (FINAL .c. Pasal 222 (1) Seksi Audit Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pelaku transportasi jalan dan sungai. sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai. investigasi/ identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan. Pasal 221 d. sumber daya manusia. kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang inspeksi keselamatan sarana. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . danau dan penyeberangan serta laik fungsi jalan. penyiapan bahan pelaksanaan inspeksi keselamatan sarana dan prasarana transportasi jalan dan sungai. norma. sungai. inspeksi keselamatan sarana dan prasarana. Seksi Inspeksi Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan dan penyiapan bahan pelaksanaan audit faktor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. pedoman.rtf 93 . b. prasarana. prasarana. kriteria dan prosedur. sumber daya manusia. standar.

Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 224 Kelompok Jabatan Fungsional pada organisasi Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.rtf 94 . (2) (3) (4) 02 OTK KEMENHUB 2010 . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).VALID). dan masing-masing Direktur. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 225 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.DITJEN HUBDAT (FINAL .

perumusan kebijakan di bidang perhubungan laut. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Tugas dan Fungsi Pasal 226 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. e. (2) d. c. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan laut. Pasal 227 Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perhubungan laut. prosedur. dan kriteria di bidang perhubungan laut.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT Bagian Pertama Kedudukan. standar. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. penyusunan norma. Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan laut.VALID).rtf 95 .DITJEN HUBLA (FINAL .

Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a.DITJEN HUBLA (FINAL . Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut. b. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan.VALID).rtf 96 . penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan. perumusan kebijakan. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. d. f. b. penyiapan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan barang inventaris milik negara. dan Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai. c. 03 OTK KEMENHUB 2010 .Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 229 Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terdiri atas: a. Pasal 231 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230. e. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan. program dan anggaran. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas melaksanakan pemberian pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. penyiapan pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana. Direktorat Kenavigasian.

penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana. perumusan kebijakan. penyiapan pelaksanaan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan anggaran. penyusunan pedoman. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum.VALID). Pasal 233 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. standar dan rencana usaha kemitraan. Bagian Hukum. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. dokumentasi hukum serta pelaksanaan hubungan masyarakat dan kerjasama luar negeri. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi.c. c.rtf 97 . dan Bagian Kepegawaian dan Umum. e. perumusan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha. rumah tangga dan kepegawaian. program dan anggaran. dan b. Bagian Perencanaan. Pasal 232 d. Bagian Keuangan. d. b. dan penyiapan pelaksanaan penelaahan. konsep dokumen pelaksanaan anggaran. rancangan Rencana Kerja (RENJA). 03 OTK KEMENHUB 2010 . hubungan antar lembaga.DITJEN HUBLA (FINAL . serta penyusunan program kerja sama teknik dan pinjaman / hibah luar negeri. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terdiri atas: a.

rtf 98 . penyiapan bahan bimbingan dan penataan organisasi dan tata laksana. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). hubungan antar lembaga. penyusunan pedoman. perumusan kebijakan.VALID). c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Pasal 237 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan inventarisasi Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. serta penyusunan program kerja sama teknik dan pinjaman / hibah luar negeri.DITJEN HUBLA (FINAL . rencana dan evaluasi kinerja. penyiapan bahan koordinasi kebijakan dan penetapan tarif.c. b. Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan anggaran. serta penyiapan bahan koordinasi kebijakan dan penetapan tarif. standar dan rencana usaha kemitraan. (2) (3) 03 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan dan penataan organisasi dan tata laksana. dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penyusunan rencana dan evaluasi kinerja serta evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Subbagian Rencana. Pasal 235 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. Subbagian Program. Pasal 236 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana. rancangan Rencana Kerja (RENJA). konsep dokumen pelaksanaan anggaran.

penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan.DITJEN HUBLA (FINAL . b. Pasal 239 Bagian Keuangan terdiri atas: a. penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan (TP) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR).VALID). penilaian dan penyusunan laporan realisasi anggaran dan neraca. pembukuan dan perhitungan anggaran. penyiapan bahan pengesahan konsep dokumen pelaksanaan anggaran menjadi dokumen pelaksanaan anggaran. Subbagian Perbendaharaan.Pasal 238 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 237. penyusunan rencana dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. 03 OTK KEMENHUB 2010 . c. pemantauan.rtf 99 . Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. revisi anggaran dan pemantauan anggaran serta penyiapan petunjuk pelaksanaan anggaran. revisi anggaran dan pemantauan anggaran serta penyiapan petunjuk pelaksanaan anggaran. b. c. Pasal 240 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan proses pengesahan konsep dokumen pelaksanaan anggaran menjadi dokumen pelaksanaan anggaran. serta tindak lanjut penyelesaian temuan dan pemantauan laporan hasil pemeriksaan aparat pengawas. pembinaan dan pengelolaan administrasi perlengkapan. dan penyiapan bahan verifikasi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. penyusunan rencana dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. dan Subbagian Verifikasi dan Barang Milik Negara.

c. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 243 Bagian Hukum terdiri atas: a. pemantauan. Bagian Hukum menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan dan pengelolaan administrasi perlengkapan. dan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang perhubungan laut. Subbagian Verifikasi dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan. penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan (TP) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR). penilaian dan penyusunan laporan realisasi anggaran dan neraca. 03 OTK KEMENHUB 2010 . dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri.VALID).rtf 100 . Pasal 241   (3) Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan telaahan hukum dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. b. c. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan hukum dan penyuluhan peraturan perundang-undangan serta dokumentasi hukum.DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 242 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 241.(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. serta tindak lanjut penyelesaian temuan dan pemantauan laporan hasil pemeriksaan aparat pengawas. pelaksanaan bantuan dan penyuluhan hukum serta urusan kerjasama luar negeri dan hubungan masyarakat. Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi.

Pasal 246 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 245.VALID). penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. Pasal 245 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan administrasi kepegawaian.Pasal 244 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyiapan rancangan penyusunan peraturan perundangundangan di bidang perhubungan laut. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. kerumahtanggaan. (2) (3) b. pengembangan karir pegawai dan pengelolaan basis data kepegawaian serta analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai.DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan mutasi. kesejahteraan dan disiplin pegawai. tata usaha dan rumah tangga. keprotokolan dan umum. c. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan hubungan masyarakat dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri. dan penyiapan bahan pelaksanaan ketatausahaan.rtf 101 . Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan bantuan hukum serta penyuluhan peraturan perundang-undangan dan dokumentasi hukum.

luar negeri.rtf 102 . serta kesejahteraan dan disiplin pegawai. dan Subbagian Tata Usaha. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatausahaan. angkutan laut khusus. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 248 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan.VALID). norma. kriteria dan prosedur. (2) (3) Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Pasal 249 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. kerumahtanggaan. pedoman. pemberhentian dan pensiun. Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengangkatan.Pasal 247 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. b. c. standar. kepangkatan.DITJEN HUBLA (FINAL . pengembangan usaha angkutan laut serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. pengembangan pegawai dan pengelolaan basis data kepegawaian serta penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan laut dalam negeri. pemindahan. Subbagian Mutasi. keprotokolan dan umum. Subbagian Pengembangan Pegawai. bimbingan teknis.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang tarif angkutan laut. kepegawaian. angkutan laut khusus. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif angkutan laut. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional dan izin operasi angkutan laut khusus serta penetapan syarat bendera kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia dan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. angkutan laut khusus. f. penyiapan penyusunan standar. angkutan laut khusus. dan kerumahtanggaan. c. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut.VALID). d. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang tarif angkutan laut. pedoman. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. norma. dan penyiapan pelaksanaan ketatausahaan. kriteria dan prosedur di bidang tarif angkutan laut. b. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut.DITJEN HUBLA (FINAL . Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 250 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut.rtf 103 . pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. angkutan laut khusus. e.

Sistem dan Informasi b. Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. c. Pasal 253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. kriteria dan prosedur.DITJEN HUBLA (FINAL .rtf 104 . Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut. tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. dan Subbagian Tata Usaha. dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri. norma. Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri. dan usaha pelayaran rakyat. Subdirektorat Pengembangan Angkutan Laut. Pasal 252 Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. e. b. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner).VALID). d. Tramper dan Pelayaran Rakyat. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. f. Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner. Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri. serta bimbingan teknis. tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri.Pasal 251 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut terdiri atas: a. kriteria dan prosedur di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner). standar. dan usaha pelayaran rakyat. pedoman. pedoman. standar.

serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 256 Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Pasal 254 d. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan jaringan trayek berjadwal tetap dan teratur angkutan laut dalam negeri. pedoman. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang trayek tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri dan usaha pelayaran rakyat. Seksi Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner.DITJEN HUBLA (FINAL . dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri. norma. serta bimbingan teknis. pedoman.c. dan Seksi Tramper dan Pelayaran Rakyat. Pasal 255 (1) Seksi Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur.rtf 105 . tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. dan usaha pelayaran rakyat. Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri terdiri atas: a. b. norma. pedoman. penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan syarat bendera kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner). Seksi Tramper dan Pelayaran Rakyat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. kriteria dan prosedur. standar. penempatan kapal dan pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan laut luar negeri.VALID). norma.

Eropa. kriteria dan prosedur. Pasal 259 (1) Seksi Amerika. norma. Afrika. Afrika.Pasal 257 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayaran nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut dari Indonesia ke negara-negara di Amerika. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper. Seksi Amerika. c. Asia Pasific. pedoman. Eropa. d. b. Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper. Afrika.DITJEN HUBLA (FINAL . dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika. Eropa dan Afrika. standar. Pasal 258 Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri terdiri atas: a. standar. Eropa. norma. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper. Asia Pasific. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika. 03 OTK KEMENHUB 2010 . b. pedoman. kriteria dan prosedur di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika. Asia Pasific. penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. dan Seksi Asia Pasifik dan Australia.VALID).rtf 106 . Eropa dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Australia dan sebaliknya serta perumusan kerjasama bilateral. kriteria dan prosedur. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. norma. standar. pedoman. serta bimbingan teknis. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. aneka industri. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan laut khusus pertambangan. aneka industri. Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. pariwisata.DITJEN HUBLA (FINAL .   Pasal 260 Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. regional dan multilateral di bidang angkutan laut dan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. regional dan multilateral di bidang angkutan laut dan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. 03 OTK KEMENHUB 2010 . aneka industri. pariwisata. kriteria dan prosedur di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. standar. kriteria dan prosedur. (2) Seksi Asia Pasifik dan Australia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pariwisata. sub regional. serta bimbingan teknis. norma. Pasal 261 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayaran nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut dari Indonesia ke negara-negara di Asia Pasifik. standar. pedoman. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat.rtf 107 . Afrika dan sebaliknya serta perumusan kerjasama bilateral.VALID).Eropa.

penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat.rtf 108 . kriteria dan prosedur.c. dan pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia serta penunjang angkutan laut. Seksi Pertambangan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut terdiri atas: a. serta bimbingan teknis. pedoman. kehutanan. serta bimbingan teknis. dan Seksi Aneka Industri dan Penunjang Angkutan Laut. perikanan. evaluasi dan pelaporan di bidang pelaksanaan kegiatan operasional angkutan laut khusus pertambangan dan lepas pantai. pariwisata. aneka industri. evaluasi dan pelaporan di bidang pelaksanaan kegiatan operasional angkutan laut khusus aneka industri. standar.VALID). pedoman. Pariwisata dan Tenaga Kerja Bongkar Muat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 262 d. pariwisata dan tenaga kerja bongkar muat. Pasal 263 (1) Seksi Pertambangan. Seksi Aneka Industri dan Penunjang Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. standar. penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia. kriteria dan prosedur. serta pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma. b. Pariwisata dan Tenaga Kerja Bongkar Muat.DITJEN HUBLA (FINAL .

pedoman. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif. b.rtf 109 .VALID). standar. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional. kriteria dan prosedur di bidang tarif. Pasal 265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264. dan Seksi Bimbingan Usaha dan Tarif Angkutan Laut. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut. norma. b. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang tarif.Pasal 264 Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Pasal 266 Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut terdiri atas: a. c. d. Seksi Analisa Kebutuhan dan Bimbingan Armada. norma. standar. 03 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBLA (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang tarif angkutan laut dan penyiapan perumusan pengembangan armada serta penyelenggaraan usaha angkutan multimoda. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut. izin operasi angkutan laut khusus serta izin usaha angkutan multimoda.

pedoman. standar. norma. norma. standar. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut serta laporan tahunan Direktorat. norma.Pasal 267 (1) Seksi Analisa Kebutuhan dan Bimbingan Armada mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana sistem dan kebutuhan pokok. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan armada serta analisis ekonomis kebutuhan armada. Seksi Bimbingan Usaha dan Tarif Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma.VALID). penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. pedoman. Pasal 269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. kriteria dan prosedur di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu.DITJEN HUBLA (FINAL . pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional dan izin operasi angkutan laut khusus serta izin usaha angkutan multimoda. 03 OTK KEMENHUB 2010 . dan (2) b.rtf 110 . angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang usaha angkutan laut dan tarif angkutan laut. angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. standar. standar. Pasal 268 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 272 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. evaluasi dan pelaporan di bidang evaluasi pelaksanaan kegiatan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu dan angkutan bahan pokok untuk kelancaran angkutan laut. serta bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. norma. dan kerumahtanggaan.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman. standar. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur. pedoman. Pasal 270 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu dan angkutan bahan pokok. Pasal 271 (1) Seksi Pengolahan Data dan Informasi Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). dan Seksi Evaluasi Angkutan Laut.rtf 111 . kepegawaian. b. Seksi Evaluasi Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.c. standar. Seksi Pengolahan Data dan Informasi Angkutan Laut. norma.

pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. pedoman. penyiapan pemberian perizinan dan standardisasi penyelenggaraan pengembangan pelabuhan. b.DITJEN HUBLA (FINAL . pemanduan dan penundaan kapal. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan.Bagian Kelima Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan Pasal 273 Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. norma.VALID). pengerukan dan reklamasi. norma.rtf 112 . penyiapan penyusunan standar. d. bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. pengerukan dan reklamasi. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. pengerukan dan reklamasi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. c. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. pengerukan dan reklamasi. pemanduan dan penundaan kapal. pengerukan dan reklamasi. pemanduan dan penundaan kapal. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan menyelenggarakan fungsi: a. pemanduan dan penundaan kapal. pemanduan dan penundaan kapal. kriteria dan prosedur di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . perancangan fasilitas pelabuhan. pedoman. standar. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan.

pengerukan dan reklamasi. c.VALID). pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan pelabuhan. kepegawaian.DITJEN HUBLA (FINAL . rencana induk dan pengembangan pelabuhan. dan kerumahtanggaan. Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi. dan Subbagian Tata Usaha. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang penetapan lokasi pelabuhan. standar.e. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pasal 277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276. d. norma. Pasal 276 Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. f. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a. rencana induk dan pengembangan pelabuhan. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan terdiri atas: a. Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. perancangan fasilitas pelabuhan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . tatanan kepelabuhanan nasional. Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal. Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan. Pasal 275 f. standar. pedoman. data dan informasi kepelabuhanan.rtf 113 . b. pemanduan dan penundaan kapal. tatanan kepelabuhanan nasional.

Pasal 279 (1) Seksi Tatanan dan Evaluasi Kepelabuhanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana induk dan pengembangan pelabuhan. rencana induk dan pengembangan pelabuhan serta data dan informasi kepelabuhanan. Seksi Tatanan dan Evaluasi Kepelabuhanan. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. rencana induk dan pengembangan pelabuhan. standar. pedoman. dan Seksi Penyusunan Rencana Pengembangan Pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang survei. pengumpulan dan evaluasi data dan informasi kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan penetapan lokasi pelabuhan. Induk dan Rencana (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL . norma. Seksi Penyusunan Rencana Induk dan Rencana Pengembangan Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan penyusunan laporan Direktorat. perancangan teknis fasilitas pelabuhan. standar. tatanan kepelabuhanan nasional.b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tatanan kepelabuhanan nasional. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan terdiri atas: a. standar. Pasal 278 c. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan dan tatanan kepelabuhanan nasional. Pasal 280 Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.rtf 114 .VALID). norma. b.

Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a. norma. standar. pembangunan fasilitas dan peralatan pelabuhan. norma. kriteria dan prosedur di bidang perancangan dan survei teknis fasilitas pelabuhan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. survei topografi dan hidro-oceanografi dan geoteknik serta persetujuan desain.Pasal 281 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280. norma. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Pedoman Pelabuhan. b. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan program kegiatan pembangunan dan perawatan fasilitas dan peralatan pelabuhan serta sertifikasi fasilitas dan peralatan pelabuhan. dan Seksi Penyusunan Pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang perancangan teknis fasilitas dan peralatan pelabuhan. dan Rancangan Teknis Fasilitas Fasilitas b. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penyusunan Program Pembangunan Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c.rtf 115 . Pasal 282 Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan terdiri atas: a. standar. pedoman. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang perancangan dan survei fasilitas pelabuhan. pedoman. Program Pasal 283 Pembangunan (1) Seksi Pedoman dan Rancangan Teknis Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang perancangan dan survei teknis fasilitas pelabuhan. pedoman.VALID).

evaluasi dan pelaporan di bidang program. 03 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang program. perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang program.VALID).rtf 116 . norma. b.DITJEN HUBLA (FINAL . Seksi Program dan Perancangan Teknis Pengerukan dan Reklamasi. perancangan dan survei teknis pelaksanaan pengerukan dan reklamasi. perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. standar. kriteria dan prosedur di bidang perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. Pasal 285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284.Pasal 284 Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 287 (1) Seksi Program dan Perancangan Teknis Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang program. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. standar. pedoman. perancangan teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 286 Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi terdiri atas: a. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. c. norma. dan Seksi Bimbingan Peralatan Pengerukan dan Reklamasi.

standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemanduan dan penundaan kapal. Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang perizinan. c. norma. pedoman. standar. Pasal 289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 288. norma. pekerjaan pengerukan dan reklamasi. standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang penetapan wilayah perairan pandu. standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu.DITJEN HUBLA (FINAL . standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar.rtf 117 . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penetapan wilayah perairan pandu. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan.(2) Seksi Bimbingan Peralatan Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. b. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. kriteria dan prosedur di bidang penetapan wilayah perairan pandu. dan Seksi Tenaga Pandu dan Sarana Bantu Pemanduan. Pasal 290 Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal terdiri atas: a. pedoman. penggunaan kapal dan alat bantu keruk. Pasal 288 Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Seksi Perairan dan Pelayanan Pandu.

penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif jasa kepelabuhanan. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan wilayah perairan pandu serta standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. kriteria dan prosedur di bidang tarif jasa kepelabuhanan. pedoman. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan. norma. daerah (2) b. serta standardisasi sarana bantu pemanduan. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. Pasal 293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292. norma. dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan. Seksi Tenaga Pandu dan Sarana Bantu Pemanduan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar.Pasal 291 (1) Seksi Perairan dan Pelayanan Pandu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 292 Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan penyiapan perumusan kebijakan. dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan. penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID).rtf 118 . evaluasi dan pelaporan di bidang kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a. norma. kerjasama kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. pedoman. standar. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif kepelabuhanan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. standar.

Pasal 296 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. norma. Seksi Bimbingan Pelayanan Jasa dan Tarif Pelabuhan. kinerja pelayanan pelabuhan dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan batas daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. norma. penggunaan atas tanah dan perairan. dan c. Seksi Bimbingan Tata Guna Tanah dan Perairan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif jasa kepelabuhanan. kerjasama kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . b. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan. Pasal 294 Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan terdiri atas: a. serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan.DITJEN HUBLA (FINAL .rtf 119 .VALID). pedoman. standar. pedoman. dan kerumahtanggaan. kepegawaian. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang tarif jasa kepelabuhanan.lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. Pasal 295 (1) Seksi Bimbingan Pelayanan Jasa dan Tarif Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan. dan Seksi Bimbingan Tata Guna Tanah dan Perairan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. pengoperasian dan pelayanan jasa pelabuhan.

Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. pengukuran. standar.VALID). perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. teknis dan radio kapal.rtf 120 . evaluasi dan pelaporan di bidang kelaikan kapal. pedoman.Bagian Keenam Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Pasal 297 Direktorat Perkapalan dan Kepelautan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. nautis. nautis. pendaftaran dan kebangsaan kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . pembersihan tangki kapal (tank cleaning). nautis. penyiapan penyusunan standar. pengukuran. b. pendaftaran dan kebangsaan kapal. penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. penyiapan perumusan kebijakan di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. c. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal dan kepelautan. pengukuran. norma. pengukuran. kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menyelenggarakan fungsi: a. teknis dan radio kapal. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal. pedoman. penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. nautis. teknis dan radio kapal. penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. pembersihan tangki kapal (tank cleaning). pendaftaran dan kebangsaan kapal. pendaftaran dan kebangsaan kapal. teknis dan radio kapal. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pembersihan tangki kapal (tank cleaning). perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal.

daftar ukur kapal. Subdirektorat Kepelautan. penyiapan penerbitan surat persetujuan penggunaan/ penggantian nama kapal. f. surat keterangan status hukum kapal dan surat keterangan penghapusan kapal dari pendaftaran. Subdirektorat Pengukuran. penyiapan pengesahan gambar rancang bangun kapal. dan Subbagian Tata Usaha. pencegahan pencemaran dari kapal. h. Pasal 299 kepegawaian. penyiapan penerbitan sertifikat keselamatan kapal. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan sertifikasi kapal. dan e. standar pengujian dan sertifikasi kepelautan.rtf 121 . manajemen keselamatan kapal (ISM-Code).d. dan pelaksanaan ketatausahaan. d. g. kerumatanggaan. pendaftaran dan tanda kebangsaan kapal. pengawakan kapal dan dokumen pelaut. pencegahan pencemaran dari kapal. kepelautan. surat ukur kapal dan surat tanda kebangsaan kapal dalam rangka penyelenggaraan kelaiklautan kapal dan daftar riwayat kapal (continuous synopsis record). Teknis dan Radio Kapal. Subdirektorat Kelaikan Kapal. pengukuran dan surat ukur kapal. surat penetapan tanda panggilan (call sign) kapal. sertifikat kepelautan dan panduan muatan dalam rangka pemenuhan persyaratan kelaiklautan kapal. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal. keselamatan kapal dan manajemen keselamatan kapal. jaminan ganti rugi pencemaran laut oleh minyak dari kapal. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan terdiri atas: a. f.DITJEN HUBLA (FINAL . program lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan. c. lambung timbul kapal.VALID). e. b. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal. Subdirektorat Nautis. perhitungan stabilitas kapal.

kriteria dan prosedur di bidang konstruksi. stabilitas kapal. pedoman.rtf 122 . pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi. b. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi.VALID). kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang konstruksi. norma. listrik dan lambung timbul kapal. b. pedoman. d. lambung timbul dan stabilitas kapal. Subdirektorat Kelaikan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. instalasi permesinan dan listrik kapal. stabilitas kapal. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan gambar rancang bangun kapal.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. dan Seksi Rancang Bangun dan Pemasukan Kapal. instalasi permesinan. instalasi permesinan. stabilitas dan lambung timbul kapal dan peti kemas. stabilitas kapal. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. penyiapan bahan penilaian teknis terhadap kondisi umum dalam rangka pemasukan kapal dari luar negeri. Seksi Konstruksi dan Stabilitas Kapal. instalasi permesinan dan listrik kapal. standar. listrik dan lambung timbul kapal. norma. e. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Kapal terdiri atas: a. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . c.

standar. surat keterangan penghapusan kapal dari pendaftaran dan daftar riwayat kapal.Pasal 303 (1) Seksi Konstruksi dan Stabilitas Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Rancang Bangun dan Pemasukan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). surat persetujuan penggunaan/ penggantian nama kapal. Subdirektorat Pengukuran.rtf 123 . hipotek dan kebangsaan kapal. (2) b. standar. surat penetapan tanda panggilan (call sign) kapal. listrik dan lambung timbul kapal. stabilitas kapal. pedoman. surat keterangan status hukum kapal. norma.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman. instalasi permesinan. kriteria dan prosedur. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penerbitan surat ukur. pendaftaran dan balik nama kapal. hipotek dan kebangsaan kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi. pedoman. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. pendaftaran dan baliknama kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal. c. surat tanda kebangsaan kapal. standar. bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan perawatan kapal berencana. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. penyiapan bahan pengesahan daftar ukur kapal. norma. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. norma. dan peti kemas. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. serta bimbingan teknis. pendaftaran dan balik nama kapal. kriteria dan prosedur di bidang pengukuran kapal. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengukuran kapal. pedoman. Pasal 304 Subdirektorat Pengukuran. hipotek dan kebangsaan kapal.

penggantian bendera kapal. baliknama dan hipotek kapal serta penyelenggaraan penggantian bendera kapal. penyiapan bahan pelaksanaan pendaftaran. Teknis dan Radio Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBLA (FINAL . baliknama dan hipotek kapal. radio dan elektronika kapal. pemberian surat tanda kebangsaan kapal. Seksi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. Seksi Pengukuran Kapal. pedoman. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 307 (1) Seksi Pengukuran Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pendaftaran dan baliknama kapal. Pasal 308 Subdirektorat Nautis. Pasal 306 Subdirektorat Pengukuran. evaluasi dan pelaporan di bidang nautis.VALID). teknis permesinan. evaluasi dan pelaporan di bidang pendaftaran. evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal cara dalam negeri dan cara internasional. norma. dan Seksi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal. hipotek dan kebangsaan kapal. norma. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal terdiri atas: a. pemberian nama kapal dan tanda panggilan kapal. standar.d. pedoman. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur. pedoman. e. b. serta bimbingan teknis. perlengkapan dan peralatan kapal. serta bimbingan teknis. standar.rtf 124 .

(2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . perlengkapan dan peralatan kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang nautis. Teknis dan Radio Kapal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyiapan keselamatan kapal. c. standar. radio dan elektronika kapal. kriteria dan prosedur. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang nautis dan teknis permesinan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang nautis dan teknis permesinan. Subdirektorat Nautis. norma.Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. d. Pasal 310 Subdirektorat Nautis. evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi keselamatan kapal. teknis permesinan kapal. Teknis dan Radio Kapal terdiri atas: a. Seksi Penilikan Keselamatan Kapal. radio dan elektronika kapal. kriteria dan prosedur. radio dan elektronika kapal. elektronika dan radio kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . kriteria dan prosedur di bidang nautis. pedoman. perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal. pedoman. teknis permesinan kapal.rtf 125 . norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal. Seksi Sertifikasi Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). standar. dan Seksi Sertifikasi Keselamatan Kapal. dan penerbitan sertifikat b. norma. Pasal 311 (1) Seksi Penilikan Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta bimbingan teknis. standar. pedoman. perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal.

bahan berbahaya. jaminan ganti rugi pencemaran dan dumping. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. f. beracun dan bahan lainnya dari kapal serta dana jaminan ganti rugi pencemaran dari kapal. d. 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur di bidang pencegahan pencemaran oleh minyak. standar. penyiapan bahan penerbitan sertifikat manajemen keselamatan kapal. pedoman. e. pedoman. c. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan pola penanggulangan darurat pencemaran minyak dari kapal (Shipboard Oil Pollution Emergency Plan). pola penanggulangan darurat pencemaran laut dari kapal (Shipboard Marine Pollution Emergency Plan) dan instalasi peralatan pencegahan pencemaran di kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan pencemaran dari kapal. standar. Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan dan ganti rugi pencemaran. pencegahan pencemaran dari kapal dan jaminan ganti rugi. manajemen keselamatan pengoperasian kapal. norma. penyiapan bahan pelaksanaan audit di bidang manajemen keselamatan kapal.Pasal 312 Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.rtf 126 . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pencegahan dan ganti rugi pencemaran. dan dumping serta manajemen keselamatan kapal.VALID). b. dan dumping serta manajemen keselamatan kapal.DITJEN HUBLA (FINAL .

(2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . dan perlindungan awak kapal. pedoman. serta bimbingan teknis. pemantauan peralatan pencemaran serta ganti rugi pencemaran. standar. b. kriteria dan prosedur di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal. standar. Seksi Manajemen Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. serta standardisasi dan sertifikasi pelaut. bahan berbahaya. kriteria dan prosedur. dan Seksi Manajemen Keselamatan Kapal. Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316.Pasal 314 Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal terdiri atas: a. pedoman. Seksi Pencegahan dan Ganti Rugi Pencemaran. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 315 (1) Seksi Pencegahan dan Ganti Rugi Pencemaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pembersihan tangki-tangki kapal. serta bimbingan teknis. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. beracun dan bahan lainnya dari kapal.rtf 127 . norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan pencemaran oleh minyak. pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL . standar. norma. sarana pengangkutan dan penampungan limbah di pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen keselamatan pengoperasian kapal dan sertifikasi manajemen keselamatan kapal. standardisasi dan sertifikasi pelaut. Subdirektorat Kepelautan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur. norma. Pasal 316 Subdirektorat Kepelautan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. norma.VALID). serta sertifikasi pencegahan pencemaran dan pengurusan kontribusi tahunan.

database sertifikat pelaut. pedoman. kepegawaian. norma. norma. serta bimbingan teknis. pedoman. standar. dan Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Pelaut.VALID). penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta standardisasi dan sertifikasi pelaut. penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi kepelautan dan pengawakan kapal.rtf 128 . evaluasi dan pelaporan di bidang standardisasi dan sertifikasi serta pengukuhan sertifikat. Pasal 320 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. database identitas pelaut. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan program pendidikan dan pelatihan kepelautan. Pasal 318 c. Pasal 319 (1) Seksi Pengawakan dan Perlindungan Awak Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta penerbitan buku pelaut. perjanjian kerja laut dan penyijilan awak kapal. serta bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . Seksi Pengawakan dan Perlindungan Awak Kapal. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta standardisasi dan sertifikasi pelaut. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . dan kerumahtanggaan. kriteria dan prosedur. pengesahan program pendidikan dan pelatihan kepelautan.b. standar. d. sertifikat kepelautan dan perjanjian kerja laut. Subdirektorat Kepelautan terdiri atas: a. Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Pelaut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. e. kriteria dan prosedur.

Direktorat Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a. sarana dan prasarana kenavigasian. sarana dan prasarana kenavigasian.DITJEN HUBLA (FINAL . serta bimbingan teknis. kapal negara dan pangkalan kenavigasian. c. telekomunikasi pelayaran. kriteria dan prosedur. telekomunikasi pelayaran.VALID). kriteria dan prosedur di bidang perambuan.Bagian Ketujuh Direktorat Kenavigasian Pasal 321 Direktorat Kenavigasian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. kapal negara dan pangkalan kenavigasian. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang perambuan. penyiapan pemberian perizinan dan pelayanan dalam penyelenggaraan perambuan dan telekomunikasi pelayaran. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perambuan. telekomunikasi pelayaran. pangkalan kenavigasian serta sarana dan prasarana kenavigasian. sarana dan prasarana kenavigasian. kapal negara. e. evaluasi dan pelaporan di bidang perambuan. f. pangkalan kenavigasian. kapal negara. kapal negara dan pangkalan kenavigasian . penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perambuan. telekomunikasi pelayaran. d. sarana dan prasarana kenavigasian. penyiapan penyusunan standar. pedoman. norma. b. 03 OTK KEMENHUB 2010 . dan pelaksanaan urusan tata usaha. norma.rtf 129 . Pasal 322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. telekomunikasi pelayaran. pedoman.

design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. norma. norma. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian.VALID). pembangunan. penandaan daerah terbatas dan terlarang.rtf 130 . b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran. d. maklumat pelayaran bahaya navigasi. f. Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian. Subdirektorat Perambuan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 323 Direktorat Kenavigasian terdiri atas: a. penandaan daerah terbatas dan terlarang. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 325 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 324. pembangunan. daerah ship to ship. e. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. maklumat pelayaran bahaya navigasi. dan Subbagian Tata Usaha. pedoman. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 324 Subdirektorat Perambuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. daerah ship to ship. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas.DITJEN HUBLA (FINAL . Subdirektorat Sarana dan Prasarana. standar. standar. Subdirektorat Perambuan. c.

rtf . pemberian ijin spesifikasi teknis sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. Subdirektorat Perambuan terdiri atas: a. maklumat pelayaran bahaya navigasi. daerah ship to ship. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian.VALID). 131 (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . pembangunan. perbaikan dan pemeliharaan. norma. penandaan daerah terbatas dan terlarang.DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 326 c. daerah ship to ship. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. Seksi Operasi dan Survei. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. norma. pembangunan. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. penandaan daerah terbatas dan terlarang. maklumat pelayaran bahaya navigasi. daerah ship to ship. penandaan daerah terbatas dan terlarang. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. standar. perencanaan pembangunan.b. serta bimbingan teknis. d. gambar design konstruksi serta kelainan dan keandalan sarana bantu navigasi pelayaran dan koreksi peta laut. pedoman. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. Pasal 327 (1) Seksi Operasi dan Survei mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. pedoman. replacement. dan Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Perambuan. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang peralatan. b. standar. Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Perambuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. maklumat pelayaran bahaya navigasi. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan perijinan spesifikasi teknis pembangunan sarana bantu navigasi pelayaran pihak ketiga.

c. pedoman. perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran. pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis. 03 OTK KEMENHUB 2010 . rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran. norma. kuasa perhitungan jasa Telekomunikasi Pelayaran. Seksi Operasi. standar. Pasal 330 Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja. dan Pemeliharaan Telekomunikasi b. pembangunan sarana dan prasarana. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis. penyiapan bahan rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran. ijin identifikasi untuk dinas bergerak pelayaran serta ijin kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran. pemeliharaan dan perbaikan. peralatan.DITJEN HUBLA (FINAL . dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. b. perencanaan pembangunan sarana dan prasarana. Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Peralatan Pelayaran.Pasal 328 Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. d. dan kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran serta pelaksanaan perhitungan.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja. perencanaan. pemberian ijin kuasa perhitungan jasa.rtf 132 . Pasal 329 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 328. standar.

standar. pengawakan dan perbekalan kapal. pemberian rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran.Pasal 331 (1) Seksi Operasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Telekomunikasi Pelayaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan kinerja stasiun radio pantai. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. serta penilaian teknis. kriteria dan prosedur. pedoman. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian. peralatan dan suku cadang. formasi dan penempatan kapal.rtf 133 . Pasal 332 Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. radio kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan bangunan gedung. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . standar. pemeliharaan kapal negara kenavigasian. sistem jaringan. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a. formasi dan penempatan kapal. norma. kriteria dan prosedur. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. rancang bangun dan pembangunan kapal kenavigasian.VALID). penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL . serta bimbingan teknis. Pasal 333 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 332. pengawakan dan perbekalan kapal. rancang bangun dan pembangunan kapal. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. standar. ijin identifikasi untuk dinas bergerak pelayaran serta ijin kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran. pedoman. pemeliharaan. norma. pemeliharaan dan perbaikan peralatan telekomunikasi pelayaran. stasiun radio kapal dan sarana bantu navigasi pelayaran elektronika. norma.

evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan pembangunan kapal. dan Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. standar.VALID). Pasal 334 c. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma. pedoman. formasi dan penempatan kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. Seksi Operasi dan Pengawakan.rtf 134 . pemeliharaan dan penilaian teknis penghapusan kapal. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. pengawakan dan perbekalan kapal. norma. formasi dan penempatan kapal negara kenavigasian. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian terdiri atas: a. pedoman. Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Pasal 336 Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pengawakan dan perbekalan kapal. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. pemeliharaan. pengawakan dan perbekalan kapal. Pasal 335 (1) Seksi Operasi dan Pengawakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan.b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. formasi dan penempatan kapal. penetapan lokasi bangunan. rancang bangun dan pembangunan kapal. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. pemeliharaan. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. rancang bangun dan pembangunan kapal.

pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. penetapan lokasi bangunan. c. Pasal 339 (1) Seksi Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan kebijakan. penetapan lokasi bangunan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. b. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta penilaian teknis fasilitas pangkalan.VALID). penetapan lokasi bangunan. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan. Seksi Bangunan.DITJEN HUBLA (FINAL . standar. Pasal 338 Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian terdiri atas: a. serta bimbingan teknis. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. norma. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a. lokasi pembangunan dan fasilitas pangkalan. kriteria dan prosedur. b. pemeliharaaan bangunan gedung. norma. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel.Pasal 337 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 336. pedoman. dan Seksi Perbengkelan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. standar. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan.rtf 135 .

d. norma. Seksi Program. standar.rtf 136 . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. Subdirektorat Sarana dan Prasarana terdiri atas: a. kebutuhan. pedoman. pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL .(2) Seksi Perbengkelan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan kebijakan. Subdirektorat Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pemeliharaan. Pasal 341 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan peralatan suku cadang bengkel. penyiapan bahan program dan rencana kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. standar. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian.VALID). serta bimbingan teknis. Pasal 342 c. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Evaluasi dan Pelaporan. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. b. pedoman. norma. standar. Pasal 340 Subdirektorat Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. perbaikan dan penilaian teknis peralatan galangan dan bengkel. norma.

norma. 03 OTK KEMENHUB 2010 . anggaran serta pembangunan sarana dan prasarana kenavigasian. standar. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai.VALID). kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. serta bimbingan teknis. standar. tertib pelayaran. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis di bidang evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program kerja. tertib pelayaran. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). evaluasi dan pelaporan di bidang patroli dan pengamanan. pengawasan keselamatan dan penyidik pegawai negeri sipil.rtf 137 . Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai menyelenggarakan fungsi: a. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. pedoman. melakukan (2) Bagian Kedelapan Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Pasal 345 Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang patroli dan pengamanan. kepegawaian. Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 344 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. norma.DITJEN HUBLA (FINAL . dan kerumahtanggaan. pedoman. pedoman. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. norma. kriteria dan prosedur. standar. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345.Pasal 343 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai.

penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. kriteria dan prosedur di bidang patroli dan pengamanan. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang patroli dan pengamanan. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai terdiri atas: a. norma. d. penyiapan pembinaan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang patroli dan pengamanan. Pasal 347 c. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). b. f. Subdirektorat Tertib Pelayaran. tertib pelayaran. Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. tertib pelayaran. tertib pelayaran. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). dan pelaksanaan urusan tata usaha. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). 03 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 138 . penyiapan pelaksanaan di bidang patroli dan pengamanan. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Subdirektorat Patroli dan Pengamanan. tertib pelayaran. c. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang patroli dan pengamanan. penyiapan penyusunan standar. g. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. tertib pelayaran. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). e.DITJEN HUBLA (FINAL .b.VALID). sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air dan pemberian perijinan. pedoman.

pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut.DITJEN HUBLA (FINAL . sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). kriteria dan prosedur di bidang patroli. Subdirektorat Sarana dan Prasarana. norma. b. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan menyelenggarakan fungsi: a.rtf 139 . penyiapan bahan perumusan kebijakan. analisa kerawanan wilayah. penegakan peraturan perundangundangan. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut. norma. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang patroli dan pengamanan sarana dan prasarana transportasi (ISPS Code) di laut. pantai dan pelabuhan. penyiapan bahan penyusunan prosedur penahanan kapal dan penyerahan kapal yang melakukan pelanggaran dan tindak pidana pelayaran. penegakan peraturan perundangundangan pelayaran. pantai dan pelabuhan. analisa kerawanan wilayah. standar. Pasal 348 e. c. pantai dan pelabuhan. standar. penyediaan data kegiatan kapal di perairan dan pelabuhan. pedoman. Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah air. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang patroli. dan Subbagian Tata Usaha. serta perijinan penggunaan. kriteria. tingkat ancaman keamanan di laut. f. pedoman. penanganan perompakan dan pembajakan. pendistribusian amunisi dan senjata api dinas. penanganan perompakan dan pembajakan.d. pantai dan pelabuhan. dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID). Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348.

b. perijinan penggunaan. pantai dan pelabuhan serta penetapan kualifikasi teknis petugas patroli. analisa kerawanan wilayah. Pasal 350 e. dan pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System).VALID). dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang patroli. kriteria dan prosedur. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan terdiri atas: a. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). evaluasi dan pelaporan di bidang pengamanan sarana dan prasarana transportasi (ISPS Code) di laut. kriteria dan prosedur. serta bimbingan teknis. norma. pendistribusian amunisi dan senjata api serta penetapan kualifikasi teknis petugas pengamanan. penanganan perompakan dan pembajakan.rtf 140 . penegakan peraturan perundangundangan. serta bimbingan teknis. dan Seksi Pengamanan. Seksi Pengamanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang patroli.DITJEN HUBLA (FINAL .d. penyiapan bahan penyusunan rancangan keamanan dalam rangka pengesahan dan penerbitan sertifikat keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan. pedoman. norma. pantai dan pelabuhan. standar. penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang patroli dan pengamanan. Seksi Patroli. analisa kerawanan wilayah serta penegakan peraturan perundang-undangan di laut. standar. pedoman. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . pantai dan pelabuhan. Pasal 351 (1) Seksi Patroli mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penanganan perompakan dan pembajakan.

standar. Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. c. evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. norma. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352.Pasal 352 Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil.DITJEN HUBLA (FINAL . 03 OTK KEMENHUB 2010 . d. kriteria dan prosedur di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. norma.VALID). b.rtf 141 . Seksi Advokasi dan Diseminasi Pengawasan Keselamatan. pedoman. penyiapan bahan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pasal 354 Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil terdiri atas: a. standar. e. penyiapan bahan sosialisasi dan advokasi serta diseminasi bidang keselamatan pelayaran. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

rtf 142 . standar. pedoman. standar. pengawasan kapal asing. serta bimbingan teknis. (2) b.DITJEN HUBLA (FINAL . Subdirektorat Tertib Pelayaran menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. pedoman. penyelidikan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. Pasal 356 Subdirektorat Tertib Pelayaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. kriteria dan prosedur. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. norma. pengawasan kapal asing. norma. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal. Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tertib lalulintas kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas advokasi dan diseminasi.Pasal 355 (1) Seksi Advokasi dan Diseminasi Pengawasan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma.VALID). norma. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. tertib bandar. tertib bandar. surat ijin berlayar. kriteria dan prosedur di bidang tertib lalulintas kapal. evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang kebandaran dan kecelakaan kapal. penyidikan serta pengajuan berkas perkara pelanggaran dan tindak pidana pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil. standar. surat ijin berlayar. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur.

pelaksanaan eksekusi putusan Mahkamah Pelayaran dan pelaporan ke International Maritime Organization serta penetapan kualifikasi teknis petugas penanganan pemrosesan kecelakaan kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . norma. kriteria dan prosedur. penanganan pemrosesan kecelakaan kapal. Pasal 360 Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal. Subdirektorat Tertib Pelayaran terdiri atas: a. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang tertib lalulintas kapal. pengajuan pemeriksaan lanjutan perkara. Seksi Kebandaran. penanganan muatan berbahaya. standar. pengawasan kapal asing dan penetapan kualifikasi teknis petugas kesyahbandaran. pedoman. pengawasan kapal asing. kriteria dan prosedur. b.rtf 143 . standar. dan Seksi Kecelakaan Kapal. Pasal 359 (1) Seksi Kebandaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengusutan kecelakaan dan bencana kapal. standar. serta pengawasan penanganan muatan berbahaya. surat ijin berlayar. norma. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang kesyahbandaran. serta bimbingan teknis. pedoman.c. Pasal 358 d. serta bimbingan teknis. Seksi Kecelakaan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. tertib bandar. pencemaran dan pekerjaan bawah air. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan penanganan muatan berbahaya. pedoman. Port State Control Officer. tertib lalulintas kapal. tertib bandar. kriteria dan prosedur.VALID). evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang penanggulangan musibah. bimbingan teknis. Port State Control Officer. ijin berlayar. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma.

penanggulangan pencemaran. penanggulangan pencemaran. tuntutan ganti kerugian pencemaran. serta pendirian. serta pendirian. penanggulangan pencemaran dan penyelam. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. kegiatan penyelaman. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Search And Rescue. Seksi Penanggulangan Musibah. dan Seksi Pekerjaan Bawah Air. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang Search And Rescue. kriteria dan prosedur di bidang Search And Rescue. kegiatan penyelaman serta penanganan kerangka kapal dan salvage. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang Search And Rescue. pemadaman kebakaran. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pemadaman kebakaran. d. pemadam kebakaran. c. standar. penanganan kerangka kapal dan salvage. pemadaman kebakaran. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. kegiatan penyelaman. pedoman. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. penanganan kerangka kapal dan salvage. penyiapan bahan perijinan di bidang pendirian. Pasal 362 Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air terdiri atas: a. penanganan kerangka kapal dan salvage. e.Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 144 . norma. tuntutan ganti kerugian pencemaran. b. tuntutan ganti kerugian pencemaran. penanggulangan pencemaran.DITJEN HUBLA (FINAL . kegiatan penyelaman. serta pendirian. Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air menyelenggarakan fungsi: a.VALID).

Pasal 363 (1) Seksi Penanggulangan Musibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. tuntutan ganti kerugian pencemaran dan pemadaman kebakaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas Search And Rescue. pengelolaan sarana dan prasarana operasional serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang penjagaan laut dan pantai. kriteria dan prosedur. norma. bimbingan teknis. pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan laut dan Pantai. pemeliharaan. pedoman. norma. Subdirektorat Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan. penanggulangan pencemaran. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. perijinan serta evaluasi dan pelaporan di bidang pendirian.DITJEN HUBLA (FINAL . pembangunan. norma. norma. bimbingan teknis. pemeliharaan. pembangunan. dan penanggulangan pencemaran. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. pemadam kebakaran. pedoman.VALID). kriteria dan prosedur di bidang pengadaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang Search And Rescue. pedoman.rtf 145 . Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. standar. kriteria dan prosedur. Seksi Pekerjaan Bawah Air mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 364 Subdirektorat Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. standar. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . penanganan kerangka kapal dan salvage serta penetapan kualifikasi teknis petugas penyelam. kegiatan penyelaman. standar.

evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta pemeliharaan senjata api. kepegawaian dan kerumahtanggaan. Pasal 366 c.b. Pasal 367 (1) Seksi Sarana dan Prasarana Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan. evaluasi dan pelaporan di bidang peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang awak kapal Penjagaan Laut dan Pantai serta penyiapan rencana. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengadaan. b. norma. pemeliharaan. norma. pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan Laut dan Pantai. pembangunan. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. Subdirektorat Sarana dan Prasarana terdiri atas: a. program kerja dan laporan Direktorat. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID). standar.DITJEN HUBLA (FINAL . pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan Laut dan Pantai. Seksi Sarana dan Prasarana Operasional. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. dan Seksi Awak Kapal.rtf 146 . pedoman. pemeliharaan. pembangunan. Seksi Awak Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 368 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan.

VALID).DITJEN HUBLA (FINAL . diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 370 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.rtf 147 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) (3) (4) 03 OTK KEMENHUB 2010 .Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 369 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masingmasing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan masing-masing Direktur.

Pasal 373 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 372. standar. e. c.DITJEN HUBUD (FINAL . yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan udara. d.VALID).rtf 148     . perumusan kebijakan di bidang perhubungan udara. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. (2) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dipimpin oleh Direktur Jenderal. Tugas dan Fungsi Pasal 371 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. penyusunan norma. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan udara.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA Bagian Pertama Kedudukan. prosedur. dan kriteria di bidang perhubungan udara. Pasal 372 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perhubungan udara.

terdiri atas : a. b. program dan anggaran. f. c.DITJEN HUBUD (FINAL . pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana. Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara. Direktorat Bandar Udara. e. Direktorat Angkutan Udara. d.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 374 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.VALID). Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 149     . pemberian pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Direktorat Navigasi Penerbangan. data dan informasi. Direktorat Keamanan Penerbangan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Pasal 375 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi : a.

04 OTK KEMENHUB 2010 . b. d. Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat. Bagian Perencanaan. akuntansi. penelaahan. Pasal 377 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.rtf 150     . tata usaha dan rumah tangga. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan penyuluhan hukum dan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. serta hubungan masyarakat dan koordinasi kerjasama luar negeri. e. Bagian Kepegawaian dan Umum. terdiri atas: a. penyusunan laporan kegiatan di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal.DITJEN HUBUD (FINAL . menengah. evaluasi dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional serta laporan masyarakat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan dan akuntabilitas kinerja unit kerja. dan pengelolaan data dan sistem informasi manajemen di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.b. f. c. program dan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Petunjuk Operasional (PO). penerimaan negara bukan pajak dan barang milik negara. Pasal 378 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan tinjau ulang rencana jangka panjang. pelaksanaan urusan kepegawaian. pengelolaan urusan tata usaha keuangan. penataan organisasi dan tata laksana. Bagian Keuangan. d.VALID). c.

rtf 151     . Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan dan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). terdiri atas : a. koordinasi penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan standar pelayanan serta penyiapan bahan kebijakan di bidang organisasi dan tata laksana. penelaahan. Subbagian Analisa dan Evaluasi. pengelolaan data dan sistem informasi manajemen pemerintahan dan e-government. Subbagian Rencana. Subbagian Program. dan c.VALID). 04 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi. pelaporan dan bimbingan pelaksanaan program. penyiapan bahan penyusunan dan revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK). Pasal 380 Bagian Perencanaan. penelaahan. anggaran dan kinerja. penyusunan dan tinjau ulang rencana jangka panjang dan menengah.Pasal 379 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378. b. dan prioritas program tahunan dan bantuan / pinjaman luar negeri. analisis.DITJEN HUBUD (FINAL . dan c. Rencana Kerja (RENJA). penyiapan pelaksanaan koordinasi. b. penyiapan bahan koordinasi. pelaksanaan rapat kerja antar lembaga dan unit kerja.

Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). rencana strategis. program bantuan/pinjaman luar negeri (green book and blue book). penelaahan dan penyusunan evaluasi dan pelaporan dokumen penetapan dan kinerja tahunan. pengelolaan data dan sistem informasi manajemen pemerintahan dan e-government. (3) Subbagian Analisa dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan dan rapat koordinasi antar lembaga dan unit kerja serta pelaksanaan rapat kerja dinas. penyusunan dan revisi prioritas program tahunan. penatausahaan pelaksanaan anggaran Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Pasal 382 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan Barang Milik Negara (BMN). koordinasi penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI). standar. penelaahan.Pasal 381 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). mengkoordinasikan pelaksanaan penyiapan bahan audit internal dan eksternal. studi dan kajian kebijakan di bidang transportasi udara. penyusunan dan verifikasi laporan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. prosedur dan kriteria.VALID). evaluasi pelaksanaan program serta realisasi anggaran. penyusunan dan tinjau ulang rencana kebijakan Pembangunan Jangka Panjang (RPJP). penelaahan. cetak biru. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) anggaran reguler dan pinjaman/hibah luar negeri. standar pelayanan minimal dan standar pelayanan publik. laporan tahunan dan nota keuangan penyusunan serta revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK). evaluasi dan analisa kelembagaan dan tata laksana serta norma. (2) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.DITJEN HUBUD (FINAL . penyusunan dan pengusulan pengelola anggaran.rtf 152     . rencana pembangunan jangka pendek/Rencana Kerja (RENJA). Rencana Kerja Pemerintah (RKP). penatausahaan dan penyusunan penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penatausahaan. pemanfaatan. Pasal 385 (1) Subbagian Tata Usaha Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan evaluasi.rtf 153     . b. penghapusan . penyusunan laporan keuangan berdasarkan Sistem Akuntansi Instansi (SAI). Subbagian Akuntansi. 04 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBUD (FINAL . Subbagian Tata Usaha Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Laporan Hasil Audit. dan pelaksanaan verifikasi laporan keuangan. dan mengkoordinasikan penyiapan bahan audit internal dan eksternal. evaluasi. pemantauan. b. penyiapan bahan penatausahaan. penyusunan target dan penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). pengkajian penatausahaan Barang Milik Negara yang meliputi serah terima. pelaporan Barang Milik Negara (BMN). penyusunan dan pengusulan pengelola anggaran. Pasal 384 Bagian Keuangan. penatausahaan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. serta menyiapkan bahan pelaporan sistem manajemen penyusunan laporan barang milik negara.VALID). koordinasi tindak lanjut Laporan Hasil Audit (LHA) dan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR). Subbagian Tata Usaha Barang Milik Negara. dan c. pembinaan. pengelolaan. inventarisasi. penyiapan bahan pembinaan penatausahaan yang meliputi pengkajian dan evaluasi terhadap penggunaan dan pemanfaatan BMN.Pasal 383 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 382. c. inventarisasi. serah terima dan penghapusan Barang Milik Negara. terdiri atas : a.

Pasal 387 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386. Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan telaahan hukum. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan serta evaluasi peraturan perundang-undangan. penyusunan penggunaan serta penyusunan laporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). verifikasi dan rekonsiliasi laporan keuangan. penyuluhan hukum. dan 154     b. pembinaan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Pusat. 04 OTK KEMENHUB 2010 . analisa dan evaluasi pelaksanaan dan penetapan besaran tarif. penyiapan bahan pertimbangan hukum. penyusunan laporan Barang Milik Negara berdasarkan Sistim Informasi dan Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) dan mengkoordinasikan penyiapan bahan audit internal dan eksternal. penyusunan.VALID).DITJEN HUBUD (FINAL . penyusunan daftar usulan Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang berasal dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan penyuluhan hukum/pertimbangan.(2) Subbagian Tata Usaha Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Laporan Hasil Audit mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan penatausahaan. dokumentasi hukum dan peraturan perundang-undangan serta penyiapan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan rencana ratifikasi. tindak lanjut Laporan Hasil Audit (LHA) dan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP. penatausahaan. Pasal 386 Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan telaahan hukum. penyusunan rencana dan pemantauan penerimaan dan penyetoran. pemberian pertimbangan hukum/penyelesaian perselisihan serta permasalahan hukum. evaluasi usulan proses pengadaan barang / jasa dan penanganan pengaduan proses pengadaan barang / jasa serta perumusan perjanjian.rtf .TGR) serta pengusulan pengelola anggaran. bantuan dan penyelesaian masalah hukum dan hubungan masyarakat serta koordinasi kerjasama luar negeri.

Pasal 388 Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat. pemberhentian dan pensiun pegawai. c. pemantuan dan pelaporan perjanjian dan kesepakatan bersama (MoU). mutasi. penyusunan materi. penyiapan dan penelaahan dokumen perjanjian internasional. pengangkatan. kepangkatan. penyiapan bahan pemantauan. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri. Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan hukum.DITJEN HUBUD (FINAL .c. Pasal 390 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. b. penyusunan. penyusunan rancangan dan evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan serta penyiapan peraturan perundang– undangan yang terkait dengan rencana ratifikasi. analisis dan penyiapan bahan publikasi dan koordinasi tindak lanjut penanganan pengaduan publik serta pelaksanaan urusan kerjasama luar negeri. serta tata usaha dan rumah tangga. pemantauan dan pelaporan kegiatan kerjasama luar negeri.VALID).rtf . koordinasi. Pasal 389 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan telaahan dan kajian hukum. 155     (2) (3) 04 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan kegiatan kehumasan dan publikasi. pengadaan. pemrosesan dan pemberian bantuan dan pertimbangan hukum. Subbagian Bantuan Hukum. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. pengembangan. koordinasi tindak lanjut penanganan pengaduan publik. terdiri atas : a. evaluasi usulan proses pengadaan barang / jasa dan penanganan proses pengadaan barang / jasa. penelaahan dokumen perjanjian internasional.

penyiapan bahan kepangkatan. pengelolaan data base sistem informasi SDM dan peta jabatan serta peta SDM. pemberhentian dan pensiun PNS. Subbagian Perencanaan dan Mutasi SDM. pengadaan. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga.DITJEN HUBUD (FINAL . pengembangan pola karier.Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390. b. Pasal 393 (1) Subbagian Perencanaan dan Mutasi SDM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan usulan formasi pegawai. b.VALID). dan c. dan pelaksanaan pengadaan pegawai. terdiri atas: a. pemberhentian dan pensiun serta data base sistem informasi SDM. penyiapan bahan pelaksanaan tata usaha. pemeliharaan. pendistribusian. mutasi. Pasal 392 Bagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengadaan serta usulan pengangkatan calon PNS. analisis kebutuhan. kearsipan. penyiapan bahan pembinaan. pengelolaan barang. pelaksanaan administrasi pengangkatan dan kepangkatan. dan pengelolaan rumah tangga. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi : a. mutasi. 04 OTK KEMENHUB 2010 . dan c. Subbagian Evaluasi dan Pengembangan SDM. usulan formasi. penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan dan pembinaan karier dan kesejahteraan pegawai serta evaluasi kinerja pegawai.rtf 156     .

pemeliharaan. Direktorat Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. analisis kebutuhan. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. evaluasi kinerja SDM. pengadaan. standar. Bagian Keempat Direktorat Angkutan Udara Pasal 394 Direktorat Angkutan Udara mempunyai tugas merumuskan. pembinaan mental SDM dan disiplin pegawai. angkutan udara niaga berjadwal. pengawasan. kearsipan.(2) Subbagian Evaluasi dan Pengembangan SDM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standar kompetensi jabatan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. kriteria. pemeliharaan. pendistribusian. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394. norma. menyusun serta melaksanakan kebijakan. dan pemberian tanda penghargaan. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. pengembangan dan pembinaan pegawai. dan pengelolaan rumah tangga dan umum. pedoman. ujian dinas dan penyesuaian ijazah. pengelolaan kesejahteraan pegawai. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara. pemberdayaan SDM. sistem dan prosedur. pelaksanaan urusan perjalanan dinas. (3) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha dan administrasi umum.VALID).DITJEN HUBUD (FINAL . 04 OTK KEMENHUB 2010 . pendistribusian dan pengelolaan surat.rtf 157     . pelaksanaan kegiatan protokoler. barang. usulan dan evaluasi pendidikan dan pelatihan.

penyiapan penyusunan standar. e. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. d.VALID). bimbingan. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. angkutan udara niaga berjadwal. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pedoman. angkutan udara niaga berjadwal. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur angkutan udara. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. f. angkutan udara niaga berjadwal. pemberian ijin dan/atau sertifikasi dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. 158     04 OTK KEMENHUB 2010 . g. angkutan udara niaga berjadwal. c.rtf .DITJEN HUBUD (FINAL . kriteria. angkutan udara niaga berjadwal. pemberian arahan. penyiapan pelaksanaan pengawasan. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. angkutan udara niaga berjadwal. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara.b. sistem dan prosedur di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. norma. h.

f. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang sistem informasi pelayanan angkutan udara. pedoman. kriteria. penyusunan standarisasi. Pasal 397 Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 159     04 OTK KEMENHUB 2010 .i. Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara.rtf . logistik dan National Single Window (NSW). Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara. pengelolaan sistem teknologi informatika. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal. b. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397.DITJEN HUBUD (FINAL . Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga. angkutan multimoda. Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara. norma. Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. e.VALID). sistem dan prosedur. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. kepegawaian dan personel. pengawasan. tata usaha. Pasal 396 Direktorat Angkutan Udara terdiri atas : a. d. Subbagian Tata Usaha. dan dokumentasi teknis. pelaksanaan urusan keuangan.

Seksi Sistem Informasi Angkutan Udara. Seksi Sistem Pelayanan Angkutan Udara. logistik dan National Single Window (NSW). b. pedoman. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. logistik dan National Single Window (NSW). penyiapan bahan penyusunan standar. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara angkutan multimoda. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pelaksanaan pemberian arahan. logistik dan National Single Window (NSW). penyiapan bahan pelaksanaan pemberian rekomendasi dan/atau persetujuan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. d. Pasal 399 Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara.DITJEN HUBUD (FINAL . pelatihan serta bantuan teknis di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan multimoda. angkutan multimoda. bimbingan. terdiri atas : a. logistik dan National Single Window (NSW). f. c. e. g. angkutan multimoda.rtf 160     . angkutan multimoda. logistik dan National Single Window (NSW). kriteria. sistem dan prosedur di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara.VALID). angkutan multimoda.b. logistik dan National Single Window (NSW). norma.

pedoman. pengawasan dan penegakan hukum. pemberian rekomendasi dan/atau persetujuan. bimbingan. sistem dan prosedur. kriteria. kapasitas angkutan udara. logistik dan National Single Window (NSW). sistem dan prosedur. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. penyusunan standarisasi. pemberian arahan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan angkutan udara. sistem dan prosedur. norma.rtf 161     . kriteria. penyusunan standarisasi. norma. Pasal 401 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis. bimbingan. pengawasan.VALID). (2) Seksi Sistem Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. persetujuan. pedoman. pengawasan dan penegakan hukum. evaluasi dan pelaporan di bidang sistem. jaringan penerbangan. penyusunan standar. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal menyelenggarakan fungsi: a. 04 OTK KEMENHUB 2010 . rute. norma. kriteria. pemberian arahan. angkutan multimoda.Pasal 400 (1) Seksi Sistem Informasi Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. on time performance perusahaan angkutan udara serta pelayanan pengangkutan kargo. Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. pelayanan penunjang angkutan udara. angkutan multimoda dan logistik serta ranking peningkatan kinerja pelayanan angkutan udara.DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. pelatihan serta bantuan teknis.

g. pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. kriteria. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri.b. e.DITJEN HUBUD (FINAL .rtf 162     . Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Luar Negeri. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. pelaksanaan pemberian arahan. kriteria. f. norma. b. pemberian arahan. penyusunan standarisasi. pelatihan serta bantuan teknis di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. d. pedoman. bimbingan.VALID). 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. pemberian persetujuan. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri. pengendalian dan penegakan hukum di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. pedoman. pengawasan dan penegakan hukum. Pasal 403 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal terdiri atas : a. Pasal 404 (1) Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. c. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. sistem dan prosedur. penyiapan bahan penyusunan standar. bimbingan.

bimbingan serta bantuan teknis. Pasal 406 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. pemberian persetujuan. pemberian arahan.VALID). pedoman. penyiapan bahan penyusunan standar. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan non niaga. norma. penyusunan standar. Penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pengendalian dan penegakan hukum di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. serta angkutan udara perintis. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. pedoman. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal. b.rtf 163     . norma. sistem dan prosedur di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal. angkutan udara haji.DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 405 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal luar negeri serta evaluasi permintaan jasa angkutan udara untuk pengembangan rute dan kapasitas angkutan udara niaga berjadwal luar negeri. kriteria. norma. angkutan udara haji. sistem dan prosedur. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga menyelenggarakan fungsi : a. pengendalian.(2) Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. angkutan udara haji. kriteria. pengawasan dan penegakan hukum. kriteria. c. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. pedoman. serta angkutan udara perintis. serta angkutan udara perintis. pengawasan.

sistem dan prosedur. pengawasan dan penegakan hukum.rtf 164     . Pasal 407 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. angkutan udara haji. e. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. Pasal 408 (1) Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. f. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. kriteria. g. bimbingan. pedoman. Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Luar Negeri. 04 OTK KEMENHUB 2010 . angkutan udara haji. pelatihan serta bantuan teknis di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. pelatihan serta bantuan teknis. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal. pemberian arahan. pemberian persetujuan. serta angkutan udara perintis. b.d. norma. terdiri atas : a. penyusunan standarisasi.VALID). Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Dalam Negeri. bimbingan. serta angkutan udara perintis. Pelaksanaan pemberian arahan.DITJEN HUBUD (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri serta angkutan udara perintis.

pedoman. pedoman. d. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga luar negeri serta angkutan udara haji. sistem dan prosedur. norma. c. pengawasan dan penegakan hukum. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standar. norma. kriteria. penyusunan standarisasi. Pasal 409 Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara. penyiapan bahan penyusunan standar.(2) Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara.VALID). pemberian persetujuan. kriteria. kriteria. pemberian arahan. kerjasama multilateral dan lembaga internasional serta kerjasama perusahaan angkutan udara dan pelayanan fasilitasi (FAL). pedoman. sistem dan prosedur. Penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan kerjasama perusahaan angkutan udara di bidang angkutan udara. Penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409.DITJEN HUBUD (FINAL .rtf 165     . b. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang kerjasama angkutan udara. bimbingan. kerjasama multilateral dan lembaga internasional serta kerjasama perusahaan angkutan udara dan pelayanan fasilitasi (FAL). kerjasama multilateral dan lembaga internasional. pengawasan.

Pelaksanaan pemberian arahan. evaluasi dan pelaporan di bidang perjanjian dan kerjasama multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta pelayanan fasilitasi serta koordinasi dan pertemuan dengan instansi terkait untuk fasilitasi pelayanan angkutan udara internasional.DITJEN HUBUD (FINAL . multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta kerjasama perusahaan angkutan udara. (2) Seksi Kerjasama Multilateral dan Lembaga Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis di bidang kerjasama perusahaan angkutan udara. pengawasan dan penegakan hukum. pemberian arahan bimbingan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama bilateral. terdiri atas : a. kriteria. Pasal 411 Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta kerjasama perusahaan angkutan udara. Pasal 412 (1) Seksi Kerjasama Bilateral dan Perusahaan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur.rtf 166     .e. g. bimbingan. Seksi Kerjasama Bilateral dan Perusahaan Angkutan Udara. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. persetujuan. pemberian persetujuan. pelatihan serta bantuan teknis. b. bimbingan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang kerjasama bilateral. pedoman. norma. Seksi Kerjasama Multilateral dan Lembaga Internasional. f. kriteria. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang perjanjian kerja sama bilateral di bidang angkutan udara dan kerjasama perusahaan angkutan udara.VALID). pengawasan dan penegakan hukum. penyusunan standarisasi. pemberian arahan. pelatihan serta bantuan teknis.

pengawasan dan pengendalian.VALID). penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara. serta evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. d. norma.rtf 167     . pelaksanaan pemberian arahan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . b. pedoman. penyiapan bahan penyusunan standar. norma. f. pedoman. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. kriteria. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian ijin dan/atau rekomendasi di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. kriteria. sistem dan prosedur. g. sistem dan prosedur di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. c. e.Pasal 413 Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara. penyusunan standar. bimbingan pelatihan serta bantuan teknis di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara serta tarif jasa pelayanan angkutan udara.DITJEN HUBUD (FINAL . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara serta tarif jasa pelayanan angkutan udara. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara.

urusan keuangan.VALID). Seksi Bimbingan Usaha Angkutan Udara. kepegawaian. pemberian arahan. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL .Pasal 415 Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara terdiri atas : a. norma. 2) Seksi Tarif Jasa Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan pelatihan serta bantuan teknis. 04 OTK KEMENHUB 2010 . norma. evaluasi dan pelaporan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. sistem dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif jasa pelayanan angkutan udara. b. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. penyusunan standarisasi. pengelolaan sistem teknologi informatika. bimbingan. pengawasan dan penegakan hukum. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. pedoman. pemberian ijin dan/atau rekomendasi. pengawasan dan penegakan hukum. Pasal 417 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. Seksi Tarif Jasa Pelayanan Angkutan Udara.rtf 168     . Pasal 416 (1) Seksi Bimbingan Usaha Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis. pedoman. pemberian arahan. penyusunan standarisasi. tata usaha. kriteria. sistem dan prosedur. pemberian ijin.

peralatan dan utilitas bandar udara. pengawasan. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. kriteria. sistem dan prosedur di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. penyiapan penyusunan standar. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang bandar udara. peralatan dan utilitas bandar udara. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. 169     04 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBUD (FINAL . sistem dan prosedur. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. Direktorat Bandar Udara menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian dan penegakan hukum di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. prasarana bandar udara. c. menyusun serta melaksanakan kebijakan. peralatan dan utilitas bandar udara. norma. pedoman. pemberian arahan.VALID).Bagian Kelima Direktorat Bandar Udara Pasal 418 Direktorat Bandar Udara mempunyai tugas merumuskan. prasarana bandar udara. bimbingan. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. prasarana bandar udara. peralatan dan utilitas bandar udara. prasarana bandar udara. standar. e. norma. kriteria. Pasal 419 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418. f. pedoman. d. prasarana bandar udara. b. pelatihan serta bantuan teknis di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan.rtf . penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur bandar udara. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. peralatan dan utilitas bandar udara. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. pemberian ijin dan/atau sertifikasi/registrasi dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan.

Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. h. Subbagian Tata Usaha. kriteria. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. norma. i. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. d. tata usaha. pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL .VALID). f.g. Pasal 421 Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. Subdirektorat Prasarana Bandar Udara. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang tatanan kebandarudaraan dan tata lingkungan dan kawasan bandar udara. prasarana bandar udara.rtf 170     . penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. pengelolaan sistem teknologi informatika. Pasal 420 Direktorat Bandar Udara terdiri atas : a. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara. dan dokumentasi teknis. Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara. penyusunan standar. pelaksanaan urusan keuangan. b. c. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan. kepegawaian dan personel. e. peralatan dan utilitas bandar udara. prasarana bandar udara. peralatan dan utilitas bandar udara.

pelatihan serta bantuan teknis di bidang tata bandar udara. b. e. penyiapan bahan penyusunan standar. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. tata lingkungan dan kawasan bandar udara.rtf 171     . Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang tata bandar udara. d. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tata bandar udara. sistem dan prosedur di bidang tata bandar udara. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang tata bandar udara. pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL . norma.Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. Seksi Tata Lingkungan dan Kawasan Bandar Udara. c. Pelaksanaan pemberian arahan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Tata Bandar Udara.VALID). kriteria. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. f. b. Pasal 423 Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan terdiri atas : a. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang tata bandar udara.

pedoman. penyusunan standar. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana bandar udara. norma. sistem dan prosedur di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara serta verifikasi prasarana bandar udara. pemberian ijin dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi. pedoman. sistem dan prosedur.DITJEN HUBUD (FINAL .rtf 172     . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara serta verifikasi prasarana bandar udara. Subdirektorat Prasarana Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. sistem dan prosedur. b. (2) Seksi Tata Lingkungan dan Kawasan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian ijin dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi. kriteria. kriteria. kriteria. bimbingan. penyusunan standarisasi. pelatihan serta bantuan teknis. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. pengawasan dan penegakan hukum serta evaluasi dan pelaporan di bidang tata lingkungan dan kawasan bandar udara. norma. pedoman. pemberian arahan. pelatihan serta bantuan teknis. norma.Pasal 424 (1) Seksi Tata Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan penegakan hukum. norma. penyusunan standarisasi. pedoman. penyiapan bahan penyusunan standar. sistem dan prosedur. bimbingan. kriteria.VALID). Pasal 425 Subdirektorat Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. evaluasi dan pelaporan di bidang tata bandar udara.

sistem dan prosedur. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelatihan serta bantuan teknis di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. Pasal 427 Subdirektorat Prasarana Bandar Udara terdiri atas : a.rtf 173     . pengendalian dan penegakan hukum di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara.c. d. penyusunan standarisasi. g. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian izin dan/atau sertifikasi di bidang verifikasi prasarana bandar udara. Seksi Program dan Standarisasi Prasarana Bandar Udara. kriteria. b. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. evaluasi dan pelaporan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara. Seksi Verifikasi Prasarana Bandar Udara. pelatihan serta bantuan teknis. pelaksanaan pemberian arahan. pedoman. f.VALID). bimbingan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. bimbingan.DITJEN HUBUD (FINAL . e. norma. pemberian arahan. pengawasan dan penegakan hukum. Pasal 428 (1) Seksi Program dan Standarisasi Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

serta evaluasi dan pelaporan di bidang peralatan dan utilitas bandar udara. penyusunan standar. pemberian ijin dan/atau sertifikasi. penyusunan standarisasi. pemberian arahan. pelatihan serta bantuan teknis. c. norma. Pasal 429 Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan. b. pedoman. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara.DITJEN HUBUD (FINAL . pengendalian dan penegakan hukum di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. pedoman. 04 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 174     . penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi prasarana bandar udara. sistem dan prosedur di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. penyiapan bahan penyusunan standar. pelaksanaan pemberian arahan. norma. d. e. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. norma. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. kriteria. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. pengawasan dan pengendalian.(2) Seksi Verifikasi Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara serta verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. bimbingan. pengawasan. Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a.VALID). penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. penegakan hukum. pedoman. kriteria. sistem dan prosedur. sistem dan prosedur. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara.

VALID). norma. Seksi Program dan Standarisasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. Pasal 432 (1) Seksi Program dan Standarisasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. norma. sistem dan prosedur. pemberian sertifikasi dan/atau perijinan serta pengawasan dan penegakan hukum. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. (2) Seksi Verifikasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.f. sistem dan prosedur. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. kriteria. kriteria. kriteria. pemberian arahan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. Seksi Verifikasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. pedoman. b. g. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang personel dan operasi bandar udara. penyusunan standar. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 431 Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara terdiri atas: a.rtf 175     . Pasal 433 Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan pelatihan serta bantuan teknis. penyusunan standarisasi. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. pedoman. pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL . norma.

penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi/register dan/atau lisensi/validasi di bidang personel dan operasi bandar udara. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 176     .VALID). pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang personel dan operasi bandar udara. g. b. c. sistem dan prosedur di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara.Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433. f. b. Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. e. pengendalian dan penegakan hukum di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. Seksi Pengawasan Personel dan Operasi Bandar Udara. pelaksanaan pemberian arahan. penyiapan bahan penyusunan standar. pedoman. d. kriteria. bimbingan. norma. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. Pasal 435 Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara terdiri atas : a.DITJEN HUBUD (FINAL . Seksi Sertifikasi Personel dan Operasi Bandar Udara.

04 OTK KEMENHUB 2010 . pelatihan serta bantuan teknis.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan personel dan operasi bandar udara. pemberian arahan. pedoman. kriteria. penyusunan standar.rtf 177     . pemberian arahan bimbingan. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan bandar udara. kriteria. norma. sistem dan prosedur. kriteria. sistem dan prosedur di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. sistem dan prosedur pengawasan. norma. norma. (2) Seksi Pengawasan Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 437 Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standarisasi. pelatihan serta bantuan teknis. pedoman. norma. penyusunan standarisasi. penyiapan bahan penyusunan standar.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian lisensi/validasi dan/atau sertifikasi/register. pengawasan dan penegakan hukum. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. pemberian sertifikasi.Pasal 436 (1) Seksi Sertifikasi Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan. pedoman. pedoman. kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara. Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. b. sistem dan prosedur.

pemberian ijin. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pemberian arahan. (2) Seksi Verifikasi Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis. penyusunan standarisasi. pelatihan serta bantuan teknis.rtf . f. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian izin di bidang kerjasama dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. bimbingan. d. Seksi Verifikasi Penyelenggaraan Bandar Udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. sistem dan prosedur. 178     04 OTK KEMENHUB 2010 . pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang verifikasi penyelenggaraan bandar udara. pemberian arahan. pedoman. Pasal 439 Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar udara terdiri atas: a. bimbingan.c. pedoman. kriteria. pemberian ijin.DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 440 (1) Seksi Kerjasama Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. norma.VALID). kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi penyelenggaraan bandar udara. g. Seksi Kerjasama Penyelenggaraan Bandar Udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. evaluasi dan pelaporan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara. b. penyusunan standarisasi. pelaksanaan pemberian arahan.

kriteria. menyusun serta melaksanakan kebijakan. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. kriteria. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan. Direktorat Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 443 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442.DITJEN HUBUD (FINAL . Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan. pengawasan. norma. pengelolaan sistem teknologi informatika. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan.VALID). sistem dan prosedur. urusan keuangan.Pasal 441 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. b. pedoman. pelayanan darurat. Bagian Keenam Direktorat Keamanan Penerbangan Pasal 442 Direktorat Keamanan Penerbangan mempunyai tugas merumuskan. pengendalian dan serta evaluasi dan pelaporan di bidang keamanan penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . tata usaha. kepegawaian. pedoman.rtf 179     . Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. sistem dan prosedur di bidang standarisasi. norma. pelayanan darurat. penyiapan penyusunan standar. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. standar.

pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. h. pelayanan darurat. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang standarisasi. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. pelayanan darurat. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur keamanan penerbangan. pemberian arahan. d. kerjasama dan program keamanan penerbangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel dan fasilitas keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.VALID). Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. pelayanan darurat.DITJEN HUBUD (FINAL . organisasi atau manajemen lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang keamanan penerbangan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang standarisasi. kerjasama dan program keamanan penerbangan. pelayanan darurat. kerjasama dan program keamanan penerbangan. e. f.c. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan dan fasilitas keamanan penerbangan. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . kerjasama dan program keamanan penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang standarisasi. g. organisasi atau manajemen lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang keamanan penerbangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan.rtf 180     . pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. bimbingan. pelayanan darurat. pemberian ijin dan/atau sertifikasi di bidang standarisasi.

Penerbangan dan e. pengelolaan sistem teknologi informatika. sistem dan dan prosedur. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan. dan dokumentasi teknis. d. Subdirektorat Fasilitas Keamanan Pengangkutan Barang Berbahaya. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445.VALID). pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi.i. kerjasama dan program keamanan penerbangan. Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. pelaksanaan urusan keuangan. norma. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan. tata usaha. f. penyusunan standar. Subdirektorat Standarisasi. 181     04 OTK KEMENHUB 2010 . Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. Pasal 444 Direktorat Keamanan Penerbangan terdiri atas : a. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. kepegawaian dan personel.DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi keamanan penerbangan. kriteria. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Standarisasi. pedoman. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pelayanan Darurat. c.rtf . Pasal 445 Subdirektorat Standarisasi. kerjasama dan program keamanan penerbangan.

penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan dan/atau persetujuan di bidang standarisasi keamanan penerbangan. pedoman. sistem dan prosedur di bidang standarisasi keamanan penerbangan. penyusunan standarisasi. Pasal 448 (1) Seksi Standarisasi Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. bimbingan. c. pedoman. 04 OTK KEMENHUB 2010 . d. pengangkutan barang berbahaya. pemberian arahan. pelaksanaan pemberian arahan. bimbingan. evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi keamanan penerbangan. kriteria. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. kerjasama dan program keamanan penerbangan. norma. pemberian persetujuan. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan terdiri atas : a. pelatihan serta bantuan teknis di bidang standarisasi keamanan penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL .VALID).b. pelatihan serta bantuan teknis. b. Pasal 447 Subdirektorat Standarisasi. penyiapan bahan penyusunan standar. pengangkutan barang berbahaya dan pelayanan darurat. Seksi Standarisasi Keamanan Penerbangan. Seksi Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan. f. kerjasama dan program keamanan penerbangan. kriteria.rtf 182     . pelayanan darurat. e. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang standarisasi keamanan penerbangan. norma. kerjasama dan program keamanan penerbangan.

pengangkutan barang berbahaya. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian lisensi ijin dan/atau sertifikasi dan/atau persetujuan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. 04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur. Pasal 449 Subdirektorat Pelayanan Darurat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pelayanan Darurat menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. kriteria. penyusunan standar. pemberian ijin dan/atau persetujuan serta evaluasi dan pelaporan di bidang keamanan penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . program keamanan bandar udara (airport contingency plan).VALID).rtf 183     . e. norma. penyiapan bahan penyusunan standar. pedoman. pedoman. norma. d. kriteria. c. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. norma. pengendalian. pelaksanaan pemberian arahan. bimbingan. penyusunan standarisasi. b. sistem dan prosedur di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. kriteria. serta evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan darurat.(2) Seksi Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan pelayanan darurat. sistem dan prosedur.

b.VALID). pemberian sertifikasi. bimbingan. Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. norma. penyusunan standarisasi.rtf . pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang penyidik pegawai negeri sipil dan personel keamanan penerbangan.Pasal 451 Subdirektorat Pelayanan Darurat terdiri atas : a. Pasal 452 (1) Seksi Personel PKP-PK dan Salvage mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis. kriteria. sistem dan prosedur. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas pelayanan darurat. pedoman. Pasal 453 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Fasilitas Pelayanan Darurat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang personel PKP-PK dan salvage. bimbingan. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. pedoman. Seksi Fasilitas Pelayanan Darurat. pemberian arahan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis. penyusunan standar. norma. lisensi dan persetujuan. pemberian arahan. 184     04 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Personel PKP-PK dan Salvage. kriteria. pemberian sertifikasi.DITJEN HUBUD (FINAL . norma.

Pasal 455 Subdirektorat PPNS dan Personel Keamanan Penerbangan terdiri atas : a. d. Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Pasal 456 (1) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Personel Keamanan Penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). f.rtf 185     .DITJEN HUBUD (FINAL . h. pelatihan serta bantuan teknis di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. b. penyiapan bahan penyusunan pedoman. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. pelaksanaan pemberian arahan. penyidikan tindak pidana di bidang penerbangan. penyusunan. bimbingan. bimbingan. pedoman. sistem dan prosedur di bidang personel keamanan penerbangan. pemberian arahan. kriteria. pedoman. evaluasi dan pelaporan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang penerbangan sipil.b. pelatihan serta bantuan teknis. kriteria dan prosedur di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). e. norma. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian lisensi di bidang personel keamanan penerbangan. c. g. kriteria dan prosedur. Penyiapan bahan penyusunan standar.

penyusunan standarisasi. 186     04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan standar. pelatihan serta bantuan teknis di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. sistem dan dan prosedur. pemberian arahan. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. evaluasi dan pelaporan di bidang personel keamanan penerbangan. Pasal 457 Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. e.VALID). pemberian lisensi. sistem dan prosedur. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya.(2) Seksi Personel Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. pedoman. norma. norma. sistem dan prosedur di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. penyusunan standar. pelatihan serta bantuan teknis.rtf .DITJEN HUBUD (FINAL . kriteria. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya. kriteria. pedoman. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. kriteria. c. Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya menyelenggarakan fungsi : a. bimbingan. pelaksanaan pemberian arahan. norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan serta penanganan pengangkutan barang berbahaya. d. bimbingan.

DITJEN HUBUD (FINAL . bimbingan. Seksi Fasilitas Keamanan Penerbangan.f. pemberian arahan. penyusunan standar. pelatihan serta bantuan hukum. Seksi Personel Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Personel Penanganan Pengangkutan Barang Berbahaya. sistem dan prosedur. sistem dan prosedur. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. pemberian sertifikasi. kriteria. pedoman. Pasal 459 Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya terdiri atas : a. norma. (2) Seksi Personel Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Personel Penanganan Pengangkutan Barang Berbahaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 461 Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. penyusunan standarisasi. pelatihan serta bantuan hukum serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas keamanan penerbangan.VALID). serta evaluasi dan pelaporan di bidang personel fasilitas keamanan penerbangan dan personel penanganan pengangkutan barang berbahaya. kriteria.rtf 187     . pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan penerbangan. pemberian lisensi. pemberian arahan. kriteria. penyusunan standarisasi. bimbingan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. b. norma. sistem dan prosedur. Pasal 460 (1) Seksi Fasilitas Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma.

pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang keamanan penerbangan. norma. e. b. sistem dan prosedur pemberian arahan. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan bandar udara dan pelayanan darurat. kriteria. dan pelayanan darurat. b.rtf 188     . pengangkutan barang berbahaya. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang keamanan penerbangan. dan pelayanan darurat. pengangkutan barang berbahaya. penyusunan standarisasi. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kendali mutu keamanan angkutan udara dan bandar udara. d. Pasal 463 Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan terdiri atas: a. pedoman. Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi: a. c. Seksi Kendali Mutu Keamanan Bandar Udara. dan pelayanan darurat. Seksi Kendali Mutu Keamanan Angkutan Udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang keamanan penerbangan. pelaksanaan pemberian arahan. pengangkutan barang berbahaya.DITJEN HUBUD (FINAL . pengawasan dan penegakan hukum. bimbingan serta bantuan teknis di bidang keamanan penerbangan.VALID). Pasal 464 (1) Seksi Kendali Mutu Keamanan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis.

Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. sistem dan prosedur pemberian arahan. komunikasi penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . bimbingan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. pengawasan dan penegakan hukum. tata usaha.(2) Seksi Kendali Mutu Keamanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan angkutan udara dan pengangkutan barang berbahaya. kepegawaian. norma. pengawasan. urusan keuangan. manajemen informasi aeronautika. pengelolaan sistem teknologi informatika. penyusunan standarisasi.rtf 189     . pedoman. kriteria. Pasal 465 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. Bagian Ketujuh Direktorat Navigasi Penerbangan Pasal 466 Direktorat Navigasi Penerbangan mempunyai tugas merumuskan. standar. pelatihan serta bantuan teknis. norma. kriteria. Direktorat Navigasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. serta evaluasi dan pelaporan di bidang navigasi penerbangan.VALID). pengendalian. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. menyusun serta melaksanakan kebijakan. sistem dan prosedur.

kriteria. g. komunikasi penerbangan. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur navigasi penerbangan. manajemen informasi aeronautika. 04 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan. sistem dan prosedur di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. manajemen informasi aeronautika. manajemen informasi aeronautika. pemberian arahan. e. sertifikasi/registrasi di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. komunikasi penerbangan. norma. pengendalian dan penegakan hukum di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. pembinaan terhadap penyelenggara pemeliharaan peralatan elektronika penerbangan dan penyelenggara kalibrasi fasilitas penerbangan. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas penerbangan.VALID). standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. penyiapan penyusunan standar. d. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan.rtf 190     . f.b. pedoman. komunikasi penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. pemberian ijin. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. i. manajemen informasi aeronautika. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. manajemen informasi aeronautika. h. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. komunikasi penerbangan. c. komunikasi penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . manajemen informasi aeronautika. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. komunikasi penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan.

e. Pasal 468 Direktorat Navigasi Penerbangan terdiri atas : a. dan dokumentasi teknis.VALID). 04 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan. pedoman. sistem dan prosedur. norma. b. c.rtf 191     . Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan. Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Subbagian Tata Usaha. Pasal 470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 469. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. penyusunan standar. Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika. Subdirektorat Komunikasi Penerbangan. sertifikasi dan perijinan. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. tata usaha. pelaksanaan urusan keuangan. kriteria. pengelolaan sistem teknologi informatika.j. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen ruang udara dan pelayanan lalu lintas penerbangan. Pasal 469 Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. f. Subdirektorat Penerbangan. kepegawaian dan personel. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP.DITJEN HUBUD (FINAL . d.

e. kriteria. sistem dan prosedur. Seksi Manajemen Ruang Udara.rtf 192     . penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen ruang udara. f. d. Pasal 472 (1) Seksi Manajemen Ruang Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. perjanjian atau hubungan internasional. Pasal 471 Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan terdiri atas: a. Seksi Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. g. pelatihan serta bantuan teknis. 04 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). pengendalian dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. norma.DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. pemberian arahan. penyiapan bahan penyusunan standar. b. pelaksanaan pengawasan. pedoman. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. c. pengawasan dan penegakan hukum. penyusunan standarisasi. bimbingan. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi dan perijinan di bidang pelayanan lalu lintas penerbangan. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. sistem dan prosedur di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan.b. pelaksanaan pemberian arahan. norma.

bimbingan. c. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis. pemberian sertifikasi. pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. kriteria. b. sistem dan prosedur. 193     04 OTK KEMENHUB 2010 .rtf . Pasal 474 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 473. pengawasan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika.(2) Seksi Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika menyelenggarakan fungsi : a. pedoman. d. penyusunan standar. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen informasi aeronautika. norma. e. sistem dan prosedur di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. pemberian arahan. norma. norma. kriteria. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Publikasi Informasi Aeronautika. pelaksanaan pemberian arahan. penyiapan bahan penyusunan standar.VALID). Pasal 473 Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika.DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman. penyusunan standarisasi. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan lalu lintas penerbangan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. kriteria. pedoman.

sistem dan prosedur. pemberian arahan. g. evaluasi dan pelaporan di bidang Publikasi Infomasi Aeronautika.rtf 194     . kriteria. bimbingan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang kartografi penerbangan dan publikasi informasi aeronautika. penyusunan standar. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang Kartografi Penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis. Seksi Publikasi Informasi Aeronautika.f. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. pedoman. norma. pengawasan dan penegakan hukum. bimbingan. Pasal 477 Subdirektorat Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 475 Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika terdiri atas: a. pedoman. norma. pemberian sertifikasi. pengawasan dan penegakan hukum. (2) Seksi Publikasi Infomasi Aeronautika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kartografi penerbangan dan publikasi informasi aeronautika. pedoman. Seksi Kartografi Penerbangan. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. kriteria. b. pemberian arahan. pembuatan peta penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis. Pasal 476 (1) Seksi Kartografi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang komunikasi penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 .VALID).

c. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. f.Pasal 478 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477. penyiapan bahan penyusunan standar. Seksi Operasi Komunikasi Penerbangan. pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL . pelaksanaan pemberian arahan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan.rtf 195     . norma. bimbingan.VALID). kriteria. sistem dan prosedur di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. b. Pasal 479 Subdirektorat Komunikasi Penerbangan terdiri atas : a. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. Subdirektorat Komunikasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Jaringan dan Peralatan Komunikasi Penerbangan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. d. b. dan g. e.

penyusunan standar. pemberian arahan. pedoman. pemberian sertifikasi. kriteria. sistem dan prosedur. pemberian sertifikasi. norma. pemberian arahan. penyusunan standarisasi. kriteria. norma.VALID). penyusunan standarisasi. evaluasi dan pelaporan di bidang Operasi Komunikasi Penerbangan. evaluasi dan pelaporan di bidang Jaringan Dan Peralatan Komunikasi. pelatihan serta bantuan teknis. b. penyiapan bahan penyusunan standar. norma. Pasal 482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 481. pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur. sistem dan prosedur. pedoman. pedoman. sistem dan prosedur di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. kriteria.Pasal 480 (1) Seksi Operasi Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.rtf 196     . 04 OTK KEMENHUB 2010 . pengawasan dan penegakan hukum. (2) Seksi Jaringan dan Peralatan Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 481 Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBUD (FINAL . pengawasan dan penegakan hukum. norma. pedoman. kriteria. bimbingan. bimbingan. Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan.

pelatihan serta bantuan teknis di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. pelaksanaan pemberian arahan. evaluasi dan pelaporan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan.rtf 197     . kriteria. f. h. pengawasan dan penegakan hukum.c. pedoman. bimbingan. g. pemberian sertifikasi. Pasal 483 Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan terdiri atas : a. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. b. Pasal 484 (1) Seksi Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemeliharaan d. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. norma. bimbingan.VALID). pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pembinaan penyelenggara peralatan elektronika penerbangan. Seksi Fasilitas Pengamatan Penerbangan. pemberian arahan.DITJEN HUBUD (FINAL . e. pembinaan penyelenggara pemeliharaan peralatan elektronika penerbangan. sistem dan prosedur. penyusunan standarisasi. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. Seksi Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis.

pedoman. bimbingan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. d. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. kriteria. pelaksanaan pemberian arahan.VALID). sistem dan dan prosedur. penyusunan standar. pemberian arahan.DITJEN HUBUD (FINAL . b. evaluasi dan pelaporan di Bidang Fasilitas Pengamatan Penerbangan. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. pemberian sertifikasi. e. sistem dan prosedur di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. penyiapan penyusunan standar. pedoman. penyusunan standarisasi. Pasal 486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. pelatihan serta bantuan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. c. bimbingan. pengawasan dan penegakan hukum.rtf 198     . 04 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. norma. norma. sistem dan prosedur. Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. norma. Pasal 485 Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. kriteria.(2) Seksi Fasilitas Pengamatan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan.

h. pengawasan dan penegakan hukum. pemberian sertifikasi. pemberian arahan. norma. bimbingan. pedoman. Pasal 487 Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan terdiri atas: a. penyusunan standarisasi. (2) Seksi Sertifikasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standarisasi Navigasi Penerbangan. pedoman. Seksi Sertifikasi Navigasi Penerbangan.f. sistem dan prosedur. Pasal 488 (1) Seksi Standarisasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.VALID). pemberian arahan. penyusunan standarisasi. g. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis. pelatihan serta bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan. kriteria. penyiapan bahan pembinaan penyelenggara kalibrasi fasilitas penerbangan. pengawasan dan penegakan hukum.DITJEN HUBUD (FINAL . 04 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 199     . pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. kriteria. pemberian sertifikasi. norma. bimbingan. evaluasi dan pelaporan di bidang Sertifikasi Navigasi Penerbangan. b. sistem dan prosedur.

penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur kelaikan udara dan pengoperasian pesawat udara. pengelolaan sistem teknologi informatika. kepegawaian. Rekayasa. pedoman. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara. Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara menyelenggarakan fungsi: a. menyusun serta melaksanakan kebijakan. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. Bagian Kedelapan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Pasal 490 Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara mempunyai tugas merumuskan. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. pedoman.VALID). norma. Rekayasa. tata usaha. standar. urusan keuangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Produk Aeronautika. penyiapan penyusunan standar. c.DITJEN HUBUD (FINAL . sistem dan prosedur. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. Produk Aeronautika. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490. b. sistem dan prosedur di bidang Standarisasi. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. d. kriteria. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi.rtf 200     . Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. Produk Aeronautika. norma.Pasal 489 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana strategis direktorat. kriteria. Rekayasa.

penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara.rtf 201     . pemberian arahan.DITJEN HUBUD (FINAL . Produk Aeronautika. Rekayasa. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 .e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 492 Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara terdiri atas : a. d. Rekayasa. penyiapan bahan penyusunan dan keselamatan penerbangan nasional. i. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. Rekayasa. Subdirektorat Perawatan. Produk Aeronautika. j. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi. bimbingan. k. Rekayasa. tata usaha. Subdirektorat Operasi Pesawat Udara. pembinaan penyelenggara pemeriksaan kesehatan penerbangan. Subdirektorat Produk Aeronautika. Produk Aeronautika. c. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. g. e. b. Produk Aeronautika. pemberian ijin dan/atau sertifikasi dan/atau registrasi di bidang Standarisasi. pelaksanaan program f. kepegawaian dan personel. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi.VALID). dan dokumentasi teknis. pengelolaan sistem teknologi informatika. h. Subdirektorat Rekayasa. Subdirektorat Standarisasi. f. pelaksanaan urusan keuangan.

pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. kriteria. sistem dan prosedur di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. c. penyiapan bahan penyusunan standar. f. Subdirektorat Standarisasi menyelenggarakan fungsi : a. kriteria. e. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. b.DITJEN HUBUD (FINAL . penyelenggara pemeriksaan g. penyusunan standar. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. penyiapan bahan pelaksanaan program pencegahan insiden dan kecelakaan pesawat udara. pelaksanaan pemberian arahan. bimbingan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di Bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. d.Pasal 493 Subdirektorat Standarisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.VALID). pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan.rtf 202     . norma. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 494 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 493. pedoman. i. sistem dan prosedur. pedoman. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. norma. h. penyiapan bahan pembinaan kesehatan penerbangan.

VALID). pemberian sertifikasi. pengawasan dan penegakan hukum. Pasal 497 Subdirektorat Rekayasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. pedoman. sistem dan dan prosedur. bimbingan. penyusunan standarisasi. pengawasan dan penegakan hukum. penyusunan standarisasi.DITJEN HUBUD (FINAL . pelatihan serta bantuan teknis. Pasal 496 (1) Seksi Standarisasi Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Standarisasi Operasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . program pencegahan insiden dan kecelakaan. pelatihan serta bantuan teknis. norma. Seksi Standarisasi Operasi Penerbangan. terdiri atas : a. pedoman. Pasal 498 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494. pemberian sertifikasi. pemberian arahan. sistem dan prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Rekayasa Pesawat Udara. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Teknik. norma. bimbingan. kriteria. Seksi Standarisasi Teknik. Subdirektorat Rekayasa menyelenggarakan fungsi : a. b. sistem dan prosedur. norma.Pasal 495 Subdirektorat Standarisasi. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. pemberian arahan. penyusunan standar. kriteria. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Operasi Penerbangan.rtf 203     .

bimbingan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa dan Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara.DITJEN HUBUD (FINAL . sistem dan prosedur. pedoman.rtf 204     . Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. Pasal 499 Subdirektorat Rekayasa terdiri atas : a. pengawasan dan penegakan hukum. g. norma. penyiapan bahan penyusunan standar. penyusunan standarisasi. e. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. norma. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. pelaksanaan pemberian arahan.VALID). Pasal 500 (1) Seksi Pengawasan Proses Rekayasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau persetujuan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Proses Rekayasa.b. Seksi Pengawasan Proses Rekayasa. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. d. c. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. b. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelatihan serta bantuan teknis. f. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. pedoman. kriteria. pemberian sertifikasi/perijinan. bimbingan. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. kriteria. pemberian arahan.

d. pelatihan serta bantuan teknis. f. bimbingan. e. kriteria. pedoman. subdirektorat Produk Aeronautika menyelenggarakan fungsi: a. norma. Pasal 501 Subdirektorat Produk Aeronautika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara.rtf . pemberian sertifikasi/perijinan. pelaksanaan pemberian arahan. norma. sistem dan prosedur. b. penyusunan standarisasi. pengawasan dan penegakan hukum.VALID). penyiapan bahan penyusunan standar. pemberian arahan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi.(2) Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. norma. kriteria. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan dan/atau persetujuan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Produk Aeronautika. sistem dan prosedur. pedoman. c. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL . 205     04 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 501. penyusunan standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. pedoman.

evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Produksi. sistem dan prosedur. sistem dan prosedur. pemberian arahan. pedoman. norma. pemberian sertifikasi. pemberian arahan. b. penyusunan standarisasi. Pasal 505 Subdirektorat Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. norma. penyusunan standar. norma. pedoman. Seksi Pengawasan Mutu dan Proses Produksi. kriteria. pengawasan dan penegakan hukum. 04 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria.rtf 206     . pengawasan dan penegakan hukum. pemberian sertifikasi/ijin. Seksi Pengesahan Produksi. bimbingan.VALID).DITJEN HUBUD (FINAL . pelatihan serta bantuan teknis. Pasal 504 (1) Seksi Pengawasan Mutu dan Proses Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.g. pedoman. Pasal 503 Subdirektorat Produk Aeronautika terdiri atas: a. sistem dan prosedur. serta evaluasi dan pelaporan di bidang Operasi Pesawat Udara. pengawasan dan pengendalian. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. penyusunan standarisasi. (2) Seksi Pengawasan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

penyiapan bahan penyusunan standar. bimbingan.DITJEN HUBUD (FINAL . b.Pasal 506 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 505. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. b. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi Personel Operasi Pesawat Udara. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara.rtf 207     . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. f. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. kriteria. Subdirektorat Operasi Pesawat Udara menyelenggarakan fungsi : a. pedoman. pelaksanaan pemberian arahan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. g. Seksi Pengawasan Operasi Pesawat Udara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. norma. d. c. Pasal 507 Subdirektorat Operasi Pesawat Udara terdiri atas : a. di bidang e.VALID). penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. Seksi Personel Operasi Pesawat Udara.

b. penyiapan bahan penyusunan standar. kriteria. bimbingan. norma. kriteria. kriteria. pengawasan dan penegakan hukum.rtf 208     . penyusunan standarisasi. Pasal 509 Subdirektorat Perawatan mempunyai tugas melaksanakan melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL . pengendalian dan penegakan hukum di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. penyusunan standar. Subdirektorat Perawatan menyelenggarakan fungsi : a. sistem dan dan prosedur. c. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. penyusunan standarisasi. pelatihan serta bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang Personel Operasi Pesawat Udara. pemberian sertifikasi. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara. pedoman. bimbingan. pedoman.Pasal 508 (1) Seksi Pengawasan Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Personel Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. Pasal 510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 509. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Perawatan Pesawat Udara. pengawasan dan penegakan hukum. norma. norma. norma. pedoman. pemberian sertifikasi. sistem dan prosedur. pemberian arahan.VALID).

sistem dan prosedur. Pasal 511 Subdirektorat Perawatan terdiri atas : a. pemberian sertifikasi. pelatihan serta bantuan teknis. 04 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBUD (FINAL . bimbingan. norma. kriteria. pelaksanaan pemberian arahan. e. kriteria. pedoman.d. pemberian arahan.VALID). pengawasan dan penegakan hukum. norma. pemberian arahan. Seksi Personel Teknik Perawatan. f. Pasal 512 (1) Seksi Perawatan Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. g. penyusunan standarisasi. pemberian sertifikasi. penyusunan standarisasi. pelatihan serta bantuan teknis. pedoman. b. (2) Seksi Personel Teknik Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang Personel Teknik Perawatan Pesawat Udara. Seksi Perawatan Pesawat Udara. bimbingan. bimbingan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan.rtf 209     . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. pengawasan dan penegakan hukum. pelatihan serta bantuan teknis di bidang di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. evaluasi dan pelaporan di bidang Perawatan Pesawat Udara. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan Pesawat Udara. sistem dan prosedur.

VALID). Pasal 515 (1) Kelompok fungsional fungsional dan diatur berlaku. (3) (4) 04 OTK KEMENHUB 2010 . dan masing-masing Direktur. Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 514 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. diatur berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. dan dokumentasi teknis. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). kepegawaian dan personel. pengelolaan sistem teknologi informatika. tata usaha. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. urusan keuangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.rtf 210     . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).Pasal 513 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat.DITJEN HUBUD (FINAL . Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP.

prosedur. dan penyiapan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penyiapan pengujian dan sertifikasi prasarana. Pasal 518 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 517. di lingkungan (2) b. Direktorat Jenderal Perkeretaapian dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . norma. 05 OTK KEMENHUB 2010 . sarana dan sumber daya manusia bidang perkeretaapian. penyiapan penyusunan standar. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. e. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan perkeretaapian dan industri penunjang penyelenggaraan perkeretaapian.rtf 211 . Tugas dan Fungsi Pasal 516 (1) Direktorat Jenderal Perkeretaapian adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. d. Pasal 517 Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perkeretaapian. lalu lintas dan angkutan kereta api. prasarana dan sarana perkeretaapian. c.VALID).BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN Bagian Pertama Kedudukan. penyiapan pelaksanaan pembinaan dan penyelenggaraan perkeretaapian bidang keselamatan. dan kriteria penyelenggaraan perkeretaapian.

penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang keselamatan dan transportasi perkeretaapian. rencana dan program pengembangan perkeretaapian. penyiapan pengelolaan urusan keuangan dan barang inventaris milik/kekayaan negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. c. e. penyusunan data dan informasi serta pelaporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum serta penyiapan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta kerja sama luar negeri. 212 b. c. b. Direktorat Sarana Perkeretaapian. penyiapan pengkoordinasian penyusunan kebijakan. dan Direktorat Keselamatan Perkeretaapian. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .rtf . Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Pasal 520 Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian.VALID). Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Direktorat Prasarana Perkeretaapian.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 519 Direktorat Jenderal Perkeretaapian terdiri atas: a.

penyusunan rencana dan program. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. evaluasi pelaksanaan rencana dan program serta penyusunan laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 523 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan. c. dan penyiapan bahan penyusunan data dan informasi serta laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 522 e. Bagian Hukum. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan pengelolaan urusan kepegawaian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan dalam penyusunan rencana dan program pengembangan perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan penelaahan. penyusunan organisasi dan tata laksana. evaluasi dan koordinasi tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat. dan Bagian Kepegawaian dan Umum. b.rtf 213 .VALID). d. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian terdiri atas: a. Bagian Perencanaan. Bagian Keuangan.d.

Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 527. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program. rencana kerja dan anggaran serta dokumen anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.VALID). c. Subbagian Rencana. c. b. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan Jenderal Perkeretaapian. anggaran Direktorat b. penyiapan bahan pelaksanaan perbendaharaan anggaran direktorat jenderal dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.Pasal 525 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program pembangunan. anggaran c.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian. b. Subbagian Program. Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan dan penyusunan rencana pengembangan perkeretaapian.rtf 214 . penyusunan data dan informasi serta laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 526 a. Pasal 527 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

(2) (3) 05 OTK KEMENHUB 2010 . b. Subbagian Perbendaharaan dan Barang Milik Negara. dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat pengaturan meliputi pengaturan setingkat Undang-Undang. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum.VALID). Subbagian Verifikasi Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan verifikasi anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 530 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring/pemantauan penggunaan pengeluaran dan penerimaan serta revisi anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.Pasal 529 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Peraturan Menteri dan setingkat Peraturan Direktur Jenderal. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta kerja sama luar negeri di bidang perkeretaapian. Subbagian Perbendaharaan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan perbendaharaan dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penyiapan bahan penyusunan rancangan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan c. Pasal 531 Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.rtf 215 . Subbagian Verifikasi Anggaran. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. penelaahan. Bagian Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531. Peraturan Pemerintah.

dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri. penyiapan bahan penyusunan rancangan. dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat penetapan meliputi penetapan setingkat Keputusan Presiden. penelaahan. Pasal 533 c.b. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum. serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian. dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta urusan kerjasama luar negeri di bidang perkeretaapian. penyusunan rancangan perjanjian. d. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Peraturan Menteri. dan setingkat Keputusan Direktur Jenderal. dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat pengaturan meliputi pengaturan setingkat Undang-Undang. penelaahan. Subbagian Jaringan Dokumentasi dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. dan setingkat Keputusan Direktur Jenderal. c.rtf 216 .VALID). Bagian Hukum terdiri atas: a. Keputusan Menteri. serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian. b. dan setingkat Peraturan Direktur Jenderal. penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Keputusan Menteri.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat penetapan meliputi penetapan setingkat Keputusan Presiden. Pasal 534 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan. Peraturan Pemerintah. Subbagian Jaringan Dokumentasi dan Bantuan Hukum.

tata usaha dan rumah tangga Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 536 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 535. organisasi dan tata laksana serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional bidang perkeretaapian. 217 b. mutasi dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. c. dan pengelolaan urusan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. organisasi dan tata laksana dan penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional di bidang perkeretaapian. pengembangan.rtf . Subbagian Tata Usaha.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Pasal 538 (1) Subbagian Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. pengembangan dan mutasi pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. c.VALID). b. Subbagian Kepegawaian dan Organisasi. dan Subbagian Rumah Tangga. organisasi dan tata laksana.(3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang perkeretaapian. Pasal 537 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian dan administrasi perkantoran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 535 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian.

e. c. Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539. serta investasi di bidang perkeretaapian. serta investasi di bidang perkeretaapian. Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Pasal 539 (3) Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. lalu lintas dan angkutan kereta api. f. serta investasi di bidang perkeretaapian. norma. serta bimbingan teknis. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dan evaluasi biaya penggunaan. lalu lintas dan angkutan kereta api. lalu lintas dan angkutan kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . 05 OTK KEMENHUB 2010 . serta investasi di bidang perkeretaapian. dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan. kearsipan. kriteria dan prosedur di bidang jaringan. surat menyurat. penyiapan penyusunan bahan dan pelaksanaan analisis mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian. 218 b.(2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha kepegawaian. penyiapan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan.rtf . penggandaan dan keprotokolan. d. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan dalam. penyiapan bahan perumusan pedoman perhitungan. penyiapan penyusunan norma. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan.VALID). urusan umum dan kesejahteraan pegawai. pedoman. lalu lintas dan angkutan kereta api. ekspedisi. kriteria dan prosedur. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana induk perkeretaapian dan rencana pembangunan serta rencana jaringan pelayanan perkeretaapian. pedoman. standar. standar.

standar. lalu lintas dan angkutan kereta api. Subdirektorat Lalu Lintas. kriteria. pedoman.g. izin usaha. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api terdiri atas: a. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. d.rtf . evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan jalur kereta api baik perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. penyiapan pelaksanaan penetapan. norma. dan pelaksanaan urusan tata usaha. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan harmonisasi pengembangan dan penataan jaringan jalur kereta api.VALID). standar. c. izin operasi. dan izin lintas pelayanan di bidang perkeretaapian. Subdirektorat Jaringan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta investasi di bidang perkeretaapian. Subdirektorat Angkutan. dan Subbagian Tata Usaha. 05 OTK KEMENHUB 2010 . c. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan. penyiapan bahan. Subdirektorat Jaringan menyelenggarakan fungsi: a. norma. Subdirektorat Investasi. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan. dan prosedur serta bimbingan teknis. b. menengah dan panjang. pemanfaatan dan kondisi jaringan jalur kereta api. kriteria dan prosedur di bidang jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek. pedoman. Pasal 542 Subdirektorat Jaringan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. e. Pasal 541 h. 219 b. kapasitas lintas. pemantauan dan evaluasi kelas jalur kereta api. i.

Subdirektorat Jaringan terdiri atas: a. l. dan bimbingan teknis dan harmonisasi.VALID). Pasal 545 (1) Seksi Penataan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. g. serta evaluasi dan pelaporan di bidang penataan jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek. standar. penyiapan bahan penetapan trase jalur kereta api. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana induk perkeretaapian dan rencana pembangunan serta rencana jaringan pelayanan perkeretaapian. pemanfaatan dan kondisi jaringan jalur kereta api. b. menengah dan panjang. standar. pemantauan dan evaluasi kelas. pemantauan dan evaluasi kelas jalur kereta api. pedoman.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . e. standar.d. penyiapan bahan pemanfaatan jaringan jalur kereta api yang beroperasi dan tidak beroperasi. norma. penyiapan bahan pemaduan dan integrasi antarmoda dan intermoda di bidang perkeretaapian. dan Seksi Pengembangan Jaringan.rtf . penyusunan pemanfaatan jaringan jalur kereta api yang beroperasi dan tidak beroperasi. k. pemanfaatan dan kondisi stasiun. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan jalur kereta api yang ada dan pengembangan jaringan jalur kereta api baru. 220 05 OTK KEMENHUB 2010 . kapasitas lintas. kriteria dan prosedur. dan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan jalur kereta api. Seksi Penataan Jaringan. penyiapan bahan sistem informasi manajemen jaringan jalur kereta api. Pasal 544 i. pemantauan dan evaluasi kelas stasiun. h. evaluasi. analisa dan rekomendasi mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian. penyiapan bahan. penyiapan bahan. j. f. pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) jaringan jalur kereta api. pemanfaatan dan kondisi stasiun.

e. pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api. standar. penyiapan bahan penetapan. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas. 221 b.rtf . penetapan trase jalur kereta api. penyusunan rencana induk. norma. penyiapan bahan penetapan. pemaduan dan integrasi antarmoda dan intermoda di bidang perkeretaapian. dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID). pedoman. rencana pembangunan. pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA). dan marka. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. f. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas baik lalu lintas perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. evaluasi dan rekomendasi mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pedoman. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan jalur kereta api yang ada dan pengembangan jaringan jalur kereta api baru. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek. menengah dan panjang. Pasal 547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. c. Pasal 546 Subdirektorat Lalu Lintas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.(2) Seksi Pengembangan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penggunaan sinyal. kriteria. pedoman. tanda. kriteria dan prosedur di bidang lalu lintas kereta api. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. d. standar. norma. rencana kelayakan. Subdirektorat Lalu Lintas menyelenggarakan fungsi: a. rencana teknis perkeretaapian.

pemantauan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api. pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. h. dan pelaksanaan penyelenggaraan. dan marka. j. pelaksanaan penetapan. penyiapan pelaksanaan penyelenggaraan. pedoman. dan Seksi Lalu Lintas Perkotaan. natal dan tahun baru kereta api antarkota. Pasal 549 (1) Seksi Lalu Lintas Antarkota mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pemantauan dan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api. perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api. standar. Pasal 548 k.rtf 222 . norma. dan penyiapan pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api.VALID). b. penggunaan sinyal. penyiapan pelaksanaan penetapan.g. penyiapan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api. kriteria dan prosedur. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas. Seksi Lalu Lintas Antarkota. pemantauan dan evaluasi angkutan lebaran. pemantauan dan evaluasi kereta api pada masa angkutan lebaran. penetapan. penetapan. tanda. Subdirektorat Lalu Lintas terdiri atas: a. i. dan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api. rencana operasi. pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA). rencana operasi. natal dan tahun baru.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api. serta evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api antarkota.

dan marka. pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. norma.rtf 223 .DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pedoman. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan kereta api. standar. kriteria. norma. standar. pemantauan dan evaluasi angkutan lebaran. natal dan tahun baru kereta api perkotaan. Pasal 551 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. kriteria dan prosedur. rencana operasi. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan rencana. pedoman. perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. norma. penetapan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api. penetapan. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas. dan pelaksanaan penyelenggaraan. Subdirektorat Angkutan menyelenggarakan fungsi: a. b. pemantauan dan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api. dan prosedur serta bimbingan teknis. pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. penggunaan sinyal. Pasal 550 Subdirektorat Angkutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan kereta api baik angkutan orang maupun angkutan barang.(2) Seksi Lalu Lintas Perkotaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. kriteria dan prosedur di bidang angkutan kereta api. tanda. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang angkutan kereta api. serta evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api perkotaan. pelaksanaan penetapan.VALID). standar. pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA).

pedoman.d. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. Seksi Angkutan Antarkota. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO) dan subsidi angkutan perintis. norma. g. standar. f. penyiapan bahan pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta api. Pasal 552 e. b. pemantauan dan evaluasi penempatan kereta-kereta ekonomi. pemantauan dan evaluasi tarif. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan. Subdirektorat Angkutan terdiri atas: a. Pasal 553 (1) Seksi Angkutan Antarkota mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. j. pemantauan dan evaluasi sistem tiket terpadu. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. k. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang angkutan kereta api antarkota. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan kereta api. dan Seksi Angkutan Perkotaan. pemantauan dan 224 05 OTK KEMENHUB 2010 . pemantauan dan evaluasi tarif untuk angkutan kereta api. penetapan rencana.rtf . pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO) dan subsidi angkutan perintis. penetapan. h. i.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pengawasan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan kereta api. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun kereta api.VALID).

Pasal 555 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554. pemantauan dan evaluasi penyelenggara perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun. dan prosedur serta bimbingan teknis. penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta perkotaan. penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta api antarkota. pemantauan dan evaluasi sistem pengangkutan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis investasi di bidang perkeretapian.rtf . penetapan. kriteria.VALID). penetapan penempatan. pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan investasi di bidang perkeretaapian baik perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun. penetapan rencana. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang angkutan kereta perkotaan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. pemantauan dan evaluasi tarif. norma. Pasal 554 Subdirektorat Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pemantauan dan evaluasi keretakereta ekonomi. pedoman. (2) Seksi Angkutan Perkotaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. Subdirektorat Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. norma. penetapan.evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan. kriteria dan prosedur investasi di bidang perkeretaapian. standar. penetapan. pemantauan dan evaluasi kereta-kereta ekonomi. c. pedoman. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan. standar. norma. 225 b.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO). standar. penetapan penempatan. pedoman.

DITJEN KA 4 DIT (FINAL .rtf . pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan pedoman perhitungan. Pasal 557 (1 ) Seksi Penyelenggaraan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penetapan. pedoman perhitungan. Pasal 556 e. b. norma. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan inventarisasi dan pengawasan aset pemerintah di bidang perkeretaapian yang dapat dikerjasamakan. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan penyelenggaraan kerjasama di bidang perkeretaapian. j. pemantauan dan evaluasi nilai kerjasama pemanfaatan prasarana dan sarana perkeretaapian. i. pemantauan dan evaluasi izin usaha dan izin operasi di bidang perkeretaapian umum dan perkeretaapian khusus. g. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. Seksi Penyelenggaraan Kerjasama. Subdirektorat Investasi terdiri atas: a. dan Seksi Pengembangan Usaha. standar. f. pemantauan dan evaluasi kerjasama pemerintah dan swasta (KPS) di bidang perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi investasi pemanfaatan prasarana dan sarana perkeretaapian.VALID). penetapan inventarisasi dan pengawasan aset pemerintah yang dikerjasamakan. pelaksanaan dan 226 05 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan dan evaluasi biaya penggunaan. h. penyiapan bahan perumusan pedoman perhitungan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan investasi di bidang perkeretaapian. dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi kerjasama pemerintah dan swasta (KPS). penyiapan bahan pelaksanaan penataan dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) investasi di bidang perkeretaapian.d. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. penetapan pedoman perhitungan.

penetapan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api. Direktorat Prasarana Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian. pedoman. kriteria dan prosedur. norma.VALID). penyiapan penyusunan norma. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang pengembangan usaha perkeretaapian.evaluasi biaya penggunaan dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. spesifikasi teknis. dan rumah tangga Direktorat.rtf . norma. fasilitas operasi kereta api. pemantauan dan evaluasi promosi investasi perkeretaapian. stasiun kereta api. pelaksanaan. pemantauan dan evaluasi izin usaha dan izin operasi di bidang perkeretaapian. 227 b. penetapan. pemantauan dan evaluasi penyelenggara perkeretaapian. pedoman. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. Bagian Kelima Direktorat Prasarana Perkeretaapian Pasal 559 Direktorat Prasarana Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. fasilitas operasi kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian. perpotongan dan persinggungan jalur kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian. standar. standar.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . standar. (2) Seksi Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana perkeretaapian. kriteria dan prosedur di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api. serta bimbingan teknis. penataan dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) investasi di bidang perkeretaapian. Pasal 558 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. stasiun kereta api. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559.

dan pengoperasian prasarana perkeretaapian serta pengusahaan prasarana perkeretaapian milik negara.rtf 228 .VALID). perawatan. d. penyiapan pelaksanaan pemeriksaan. e. dan rumah tangga Direktorat. kepegawaian. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api. penyiapan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. Pasal 561 d. e. Subdirektorat Pengujian Bangunan Kereta Api. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. Direktorat Prasarana Perkeretaapian terdiri atas: a. f. stasiun kereta api. dan Sertifikasi Jalur dan Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api. fasilitas operasi kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian. stasiun kereta api dan fasilitas operasi kereta api. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I. pengujian. Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api. b. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas rencana jalur dan bangunan kereta api. g. stasiun kereta api dan fasilitas operasi kereta api serta pengujian prasarana perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pemberian tanda kelaikan prasarana termasuk material baru dan akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi prasarana perkeretaapian. h. dan Subbagian Tata Usaha. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II.c. c d.

VALID).DITJEN KA 4 DIT (FINAL . perawatan. penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. kriteria.Pasal 562 Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c. pelaksanaan pemeriksaan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.rtf 229 . norma. b. pengoperasian dan pengusahaan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. Lombok. e. dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. pengoperasian. standar. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. d. penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. f. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 563 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. norma. pengusahaan. pedoman. spesifikasi teknis. standar. pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api di wilayah I yang meliputi Pulau Jawa. pedoman. penyelenggaraan administrasi material dan pergudangan. Bali. penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I serta evaluasi pelaksanaannya. Nusa Tenggara dan Papua. penyiapan bahan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. spesifikasi teknis. penyelenggaraan pembangunan. perawatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. b. Nusa Tenggara dan Papua. Bali. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I terdiri atas: a. Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. pengoperasian dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. penyusunan penetapan rancang bangun. Pasal 565 (1) Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf .g. pengoperasian dan pengusahaan jembatan. Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah I. Pasal 564 h. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. spesifikasi teknis. perawatan dan pengusahaan jembatan. standar. pedoman. penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. Lombok. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah I meliputi Pulau Jawa. pelaksanaan pembangunan. evaluasi dan pelaporan di bidang jalan rel dan tanah kereta api. pelaksanaan pembangunan. norma. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jalan rel. spesifikasi teknis. pengesahan kualitas material baru jalan rel. evaluasi dan pelaporan di bidang jembatan. pedoman. i. perawatan dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api.VALID). bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyusunan 230 (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah I. standar. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

rtf 231 . standar. 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a.penetapan rancang bangun. c. bangunan kereta api serta stasiun kereta api.VALID). penyiapan bahan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah I meliputi Pulau Jawa. Nusa Tenggara dan Papua. Pasal 566 Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Lombok. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pengoperasian. pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api di wilayah II yang meliputi Pulau Sumatera. kriteria. spesifikasi teknis. penyelenggaraan administrasi material dan pergudangan. dan pengusahaan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. pengusahaan. kriteria dan prosedur di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. pengoperasian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Pasal 567 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. penyelenggaraan pembangunan. pengesahan kualitas material baru jembatan. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jembatan. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. pedoman. Bali. pelaksanaan pemeriksaan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. spesifikasi teknis. d. perawatan. perawatan. Kalimantan. b. pedoman. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. norma. norma.

penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jalan rel. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. pengoperasian dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang jalan rel dan tanah kereta api. i. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. pedoman. pelaksanaan pembangunan. standar. spesifikasi teknis. Pasal 568 f. h. Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah II. penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. 232 05 OTK KEMENHUB 2010 . g.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . b. dan Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah II. penyusunan penetapan rancang bangun. perawatan dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II terdiri atas: a.VALID). Sulawesi dan Kepulauan Maluku.rtf . penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II serta evaluasi pelaksanaannya. Kalimantan. norma. Pasal 569 (1) Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengesahan kualitas material baru jalan rel.e. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II.

rtf . perawatan dan pengusahaan jembatan. standar. pelaksanaan pemeriksaan di bidang fasilitas operasi kereta api. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. perawatan. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyusunan penetapan rancang bangun. kriteria dan prosedur di bidang fasilitas operasi kereta api. pedoman. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pengusahaan fasilitas operasi kereta api. norma. pedoman. pengoperasian. spesifikasi teknis. Kalimantan. c. 233 b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. spesifikasi teknis. pelaksanaan pembangunan.VALID). Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang fasilitas operasi kereta api. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana fasilitas operasi kereta api. pedoman. Pasal 571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jembatan. standar. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. 05 OTK KEMENHUB 2010 . telekomunikasi. spesifikasi teknis. norma. penyelenggaraan pembangunan.(2) Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi yang meliputi persinyalan. evaluasi dan pelaporan di bidang jembatan. Pasal 570 Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pengoperasian dan pengusahaan jembatan. pengesahan kualitas material baru jembatan. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. pelistrikan dan bangunan pendukung fasilitas operasi kereta api. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas operasi kereta api. bangunan kereta api serta stasiun kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .

perawatan dan pengusahaan persinyalan. f. penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api terdiri atas: a. dan Seksi Telekomunikasi dan Pelistrikan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang persinyalan. penyusunan penetapan rancang bangun. h.d. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di bidang fasilitas operasi kereta api. penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. pelaksanaan pembangunan. norma. 234 05 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Persinyalan.rtf . pengoperasian. spesifikasi teknis. pengoperasian. pengoperasian dan pengusahaan persinyalan. perawatan dan pengusahaan fasilitas operasi kereta api milik negara. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang persinyalan. Pasal 572 e. pedoman.VALID). penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian fasilitas operasi kereta api serta evaluasi pelaksanaannya. i. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. b.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan fasilitas operasi kereta api. Pasal 573 (1) Seksi Persinyalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas operasi kereta api. g. standar. penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan fasilitas operasi kereta api. pengesahan kualitas material baru persinyalan serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi persinyalan.

c. e. pelaksanaan pelaksanaan pembangunan. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 575 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574. perawatan dan pengusahaan telekomunikasi dan pelistrikan.rtf . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID). pedoman. pengesahan kualitas material baru telekomunikasi dan pelistrikan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Pasal 574 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. pengoperasian. kriteria dan prosedur di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang telekomunikasi dan pelistrikan. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pemeriksaan dan pelaksanaan pengujian pertama dan berkala serta pemberian sertifikat pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. spesifikasi teknis. stasiun kereta api serta pengesahan hasil uji serta pengolahan dan penyajian data di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api. norma. penyiapan bahan kebutuhan minimal fasilitas peralatan 235 b. 05 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api. pedoman. penyusunan penetapan rancang bangun. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang telekomunikasi dan pelistrikan. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi persinyalan. pedoman. norma. standar. penyiapan bahan standar spesifikasi teknis peralatan pengujian yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pengoperasian dan pengusahaan telekomunikasi dan pelistrikan.(2) Seksi Telekomunikasi dan Pelistrikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.

Pasal 576 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api terdiri atas: a. rencana pengadaan. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II. Nusa Tenggara dan Papua. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengesahan kualitas material untuk jalur dan bangunan serta stasiun kereta api yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Bali. pemeriksaan dan pengujian jalur dan bangunan serta stasiun kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .rtf . pengesahan hasil uji. pedoman. standar.pengujian. f. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I meliputi Pulau Jawa. 236 g.dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. norma. Lombok. pedoman. pemanfaatan dan pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyiapan bahan penyusunan kebutuhan suku cadang serta komponen fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. standar. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). norma. Pasal 577 (1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . b. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.

norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. standar. pedoman. d.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .VALID). penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II meliputi Pulau Sumatera. standar. Pasal 578 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pedoman.rtf . 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Pasal 579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. Kalimantan. 237 b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. penyiapan bahan standar spesifikasi teknis peralatan pengujian yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api.kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemeriksaan dan pelaksanaan pengujian pertama dan berkala serta pemberian sertifikat pengujian fasilitas operasi kereta api. c. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji serta pengolahan dan penyajian data di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeriksaan dan pengujian jalur dan bangunan serta stasiun kereta api. pengesahan kualitas material untuk jalur dan bangunan serta stasiun kereta api yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. pengesahan hasil uji.

standar. Pasal 581 (1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. g. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. rencana pengadaan. Nusa Tenggara dan Papua. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. Bali. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.e. norma. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah II.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pedoman. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian fasilitas operasi kereta api di wilayah I meliputi Pulau Jawa. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api terdiri atas: a. penyiapan bahan kebutuhan minimal fasilitas peralatan pengujian. pemanfaatan dan pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api.rtf . Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. pemeriksaan dan pengujian 238 b. norma. Lombok. pengesahan kualitas material untuk fasilitas operasi kereta api yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. Pasal 580 f. pemeriksaan dan pengujian fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji. penyiapan bahan penyusunan kebutuhan suku cadang serta komponen fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. pelaksanaan pemeliharaan. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah I. pedoman. pelaksanaan pemeliharaan.VALID).

rtf . serta bimbingan teknis. pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara. d. pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara. pedoman. 239 b. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. Kalimantan. Direktorat Sarana Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. standar. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583.VALID). penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian fasilitas operasi kereta api di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. kepegawaian. penyiapan penyusunan norma. kriteria dan prosedur. pengesahan kualitas material untuk fasilitas operasi kereta api yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api. pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan. standar. dan rumah tangga Direktorat Bagian Keenam Direktorat Sarana Perkeretaapian Pasal 583 Direktorat Sarana Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengembangan. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. pengawasan. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana kebutuhan sarana. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang sarana perkeretaapian. pengawasan.fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pengawasan. pedoman. c. norma. kriteria dan prosedur di bidang pengembangan. Pasal 582 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .

kriteria. f. Direktorat Sarana Perkeretaapian terdiri atas: a. pedoman. bimbingan teknis. e. Subdirektorat Pengembangan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II. 05 OTK KEMENHUB 2010 . norma. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas sarana. b. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang rancang bangun dan rekayasa sarana perkeretaapian. dan rumah tangga Direktorat. serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan pengembangan dan pengendalian mutu sarana perkeretaapian. Subdirektorat Pengembangan Sarana. d. kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun dan rekayasa sarana perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan perumusan kebijakan. c.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Pasal 585 g.rtf . pedoman. kriteria. kepegawaian. Pasal 586 Subdirektorat Pengembangan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. 240 b. standar. dan pelaksanaan tata usaha. Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara. dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. penyiapan pengembangan sistem informasi sarana. f. penyiapan pelaksanaan evaluasi serta pelaporan di bidang sarana.VALID). h.e. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I. pedoman. dan Subbagian Tata Usaha. prosedur. standar. Subdirektorat Pengawasan Sarana.

dan Seksi Pengendalian Mutu. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan sarana perkeretaapian. dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. penyiapan bahan pembinaan rancang bangun dan rekayasa yang dilakukan oleh pihak lain. f. b. d. pedoman.VALID). penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi sarana perkeretaapian. e. Pasal 589 (1) Seksi Rancang Bangun dan Rekayasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. Pasal 588 Subdirektorat Pengembangan Sarana terdiri atas: a.rtf . dan prosedur serta bimbingan teknis. h. evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian mutu sarana perkeretaapian. 241 (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan database dan sistem informasi bidang rancang bangun dan rekayasa. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan sarana perkeretaapian.c. standar.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Seksi Pengendalian Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta pengendalian mutu sarana perkeretaapian. g. penyiapan bahan pengembangan informasi di bidang pengembangan sarana perkeretaapian. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan rekayasa. Pasal 590 Subdirektorat Pengawasan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. kriteria. kriteria. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana kebutuhan sarana perkeretaapian. standar. persyaratan teknis sarana perkeretaapian serta database dan sistem informasi bidang pengendalian mutu. norma. standar. penyiapan bahan pelaksanaan rancang bangun dan rekayasa. norma. Seksi Rancang Bangun dan Rekayasa.

Pemeriksaan dan Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. pedoman. Pemeriksaan dan Perawatan. standar.VALID). sistem informasi b.rtf 242 . dan Seksi Pengawasan Tempat dan Fasilitas Pengujian. Pasal 593 1) Seksi Pengawasan Pengujian. penyiapan bahan standar dan tata cara perawatan sarana perkeretaapian. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawasan kelaikan operasional sarana perkeretaapian. pemeriksaan dan perawatan serta database dan pengembangan sistem informasi. norma. f. pemeriksaan dan perawatan sarana. c. norma. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan sarana perkeretaapian. penyiapan bahan pengembangan pengawasan sarana perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan pengawasan pengujian. d. Pasal 592 e. standar. pedoman. pengawasan fasilitas perawatan. Subdirektorat Pengawasan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria. kriteria dan prosedur di bidang pengawasan sarana perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Subdirektorat Pengawasan Sarana terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan pengujian.Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. Seksi Pengawasan Pengujian. Pemeriksaan dan Perawatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan terhadap perawatan sarana perkeretaapian.

kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan sarana milik negara. penyusunan standar peralatan dan fasilitas pendukung di balai yasa. dan Seksi Perawatan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pedoman. 243 05 OTK KEMENHUB 2010 .2) Seksi Pengawasan Tempat dan Fasilitas Pengujian. standar. norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengelolaan sarana milik negara. c. dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. depo. norma. pedoman. Seksi Pengadaan dan Pengoperasian.rtf . e. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas sarana. penyiapan bahan pelaksanaan perawatan sarana milik negara. kriteria. standar. Pasal 594 Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pengoperasian dan b.VALID). b. d. Pasal 596 Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara terdiri atas: a. dan tempat pengujian. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan dan rehabilitasi sarana milik negara. database dan sistem informasi bidang fasilitas sarana perkeretaapian. f. pedoman. Pemeriksaan dan Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang pengelolaan sarana milik negara. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan bidang pengelolaan sarana milik negara. norma. penyiapan bahan pengembangan informasi pengelolaan sarana milik negara. standar.

Bali. serta standar dan tata cara perawatan sarana milik negara. pelaksanaan pengadaan dan rehabilitasi sarana milik Negara.rtf . serta database dan pengembangan sistem informasi sarana milik negara. kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang perawatan dan pemeliharaan sarana milik negara. sistem informasi 2) b. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana 244 05 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur di bidang pengujian dan sertifikasi sarana.Pasal 597 1) Seksi Pengadaan dan Pengoperasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. standar. d. serta database dan pengembangan sistim informasi sarana milik negara. pedoman. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. Pasal 598 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pengembangan pengujian dan sertifikasi sarana. e. Nusa Tenggara Timur dan Papua. c. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana wilayah I meliputi Pulau Jawa. Nusa Tenggara Barat. standar. Seksi Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. Pasal 599 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. pelaksanaan pengoperasian sarana milik negara.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan. dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. pedoman. norma. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana. pedoman. dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria. pedoman.VALID). standar.

DITJEN KA 4 DIT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi. Lombok. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana penggerak.Pasal 600 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I terdiri atas: a. kriteria. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana wilayah II meliputi Pulau Sumatera. Nusa Tenggara dan Papua. Bali. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah I. norma. pedoman. pedoman. norma. Pasal 601 1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID). Lombok. kriteria. norma. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. Pasal 602 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. Bali. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. 2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan prosedur serta bimbingan teknis. Nusa Tenggara dan Papua. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah I serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah I meliputi Pulau Jawa. Kalimantan. b. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah I. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana penggerak wilayah I serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi wilayah I meliputi Pulau Jawa. dan prosedur serta bimbingan teknis.rtf 245 . pedoman.

standar. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah II. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. evaluasi dan 246 2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan prosedur serta bimbingan teknis. d. penyiapan bahan pengembangan pengujian dan sertifikasi sarana.Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. Kalimantan. kriteria dan prosedur di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. standar. Pasal 605 1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 604 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Wilayah II terdiri atas: a. pedoman. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah II. standar.rtf . norma. e. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana penggerak.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . b. pedoman. Sulawesi dan Kepulauan Maluku.VALID). penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria. norma. pedoman. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana penggerak wilayah II serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi wilayah II meliputi Pulau Sumatera. norma. penyiapan bahan pelaksanaan pengujian sertifikasi sarana perkeretaapian. kriteria. sistem informasi b.

serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. pedoman. di bidang manajemen keselamatan perkeretaapian.rtf . pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. Bagian Ketujuh Direktorat Keselamatan Perkeretaapian Pasal 607 Direktorat Keselamatan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. kepegawaian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Direktorat Keselamatan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 606 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan program keselamatan perkeretaapian. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Kalimantan. norma. serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. norma. 247 b. penegakan hukum. pedoman. dan rumah tangga Direktorat. kriteria dan prosedur. penegakan hukum. Pasal 608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. kriteria dan prosedur. standar. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah II serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah II meliputi Pulau Sumatera. bimbingan teknis serta evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan perkeretaapian. penyiapan penyusunan standar.pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi. Sulawesi dan Kepulauan Maluku.VALID).

infraksi (pelanggaran aturan). dan pelaksanaan tata usaha.c.VALID). penyiapan pemeliharaan dokumen akreditasi dan sertifikasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. j. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. kepegawaian. kampanye keselamatan. dan laporan kecelakaan. h. serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. penegakan hukum. f. penyiapan pemeriksaan dan audit keselamatan terhadap penyelenggara prasarana dan sarana perkeretaapian dalam rangka menjaga dan meningkatkan kinerja keselamatan perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan analisis perkembangan kondisi keselamatan perkeretaapian keselamatan perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan sosialisasi keselamatan penegakan hukum di bidang perkeretaapian. e. dan rumah tangga Direktorat. dalam bentuk seminar. penyiapan penerapan penegakan peraturan dan penindakan hukum yang berkaitan dengan keselamatan perkeretaapian. i. k. g. penyiapan perumusan dan pembinaan teknis di bidang manajemen keselamatan perkeretaapian. dan d.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan penyusunan dan penetapan rencana peningkatan keselamatan perkeretaapian.rtf 248 . penyiapan pelaksanaan promosi keselamatan melalui diseminasi hal-hal khusus tentang keselamatan.

Pasal 609 Direktorat Keselamatan Perkeretaapian terdiri atas: a. Subdirektorat Penegakan Hukum. pedoman. dan Subbagian Tata Usaha. kriteria dan prosedur di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . kriteria dan prosedur.rtf . serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan perkeretaapian. c. b. norma. sarana dan prasarana. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan. Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia. standar. penyiapan bahan pembinaan pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. sarana dan prasarana. pedoman. Pasal 611 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. bimbingan teknis. 249 d. penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a.VALID). e. b. standar. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan. serta sosialisasi dan promosi keselamatan. sarana dan prasarana. Pasal 610 Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. norma.

dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. bidang audit keselamatan perkeretaapian. identifikasi daerah rawan kecelakaan dan bencana alam serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan audit keselamatan perkeretaapian. b. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. standar. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan terdiri atas: a. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. sarana dan prasarana. pemberian bimbingan teknis audit keselamatan perkeretaapian. norma. g.rtf . penyiapan bahan pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. pengadaan. Seksi Audit Keselamatan. i. sarana dan prasarana. h. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. dan Seksi Peningkatan Keselamatan. sarana dan prasarana. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana peningkatan keselamatan perkeretaapian penyiapan bahan perencanaan aspek keselamatan lalu lintas dan angkutan. Pasal 613 (1) Seksi Audit Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengoperasian dan perawatan fasilitas keselamatan perkeretaapian. Pasal 612 e.d. kriteria dan prosedur. sarana dan prasarana. penyusunan bahan standar dan tata cara pelaksanaan audit keselamatan perkeretaapian. 250 05 OTK KEMENHUB 2010 . f. pedoman.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan fasilitas keselamatan perkeretaapian meliputi pembangunan.VALID).

bimbingan teknis. dan penanganan kecelakaan. bimbingan teknis. dan prosedur. b.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . 05 OTK KEMENHUB 2010 . standar. penyiapan bahan perencanaan evaluasi keselamatan lalu lintas dan angkutan.rtf 251 . standar. c. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang rekayasa peningkatan keselamatan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang analisis kecelakaan. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. Pasal 615 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614. evaluasi dan pelaporan di bidang analisis dan penanganan kecelakaan perkeretaapian. pedoman. dan penanganan kecelakaan. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. dan penanganan kecelakaan. pedoman. norma. penyiapan bahan pelaksanaan analisis kecelakaan. pengembangan sistem informasi di bidang peningkatan keselamatan perkeretaapian serta pelaksanaan kebijakan dan pembinaan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. sarana dan prasarana. standar. d. kriteria dan prosedur di bidang analisis kecelakaan. penyiapan bahan pembinaan pelaksanaan analisis kecelakaan. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. dan penanganan kecelakaan. e. sarana dan prasarana. kriteria. sarana dan prasarana. dan prosedur.(2) Seksi Peningkatan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). sarana dan prasarana. penyiapan sistem informasi kecelakaan. norma. sarana dan prasarana. serta evaluasi keselamatan. kriteria. Pasal 614 Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

dan prosedur.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . sarana dan prasarana. standar. norma. serta pelaksanaan kebijakan dan pembinaan teknis bidang penanganan kecelakaan. pemeriksaan dan 05 OTK KEMENHUB 2010 .rtf (2) 252 . Seksi Analisis Kecelakaan. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan terdiri atas: a. pemberian akreditasi terhadap badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. norma. penyiapan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis. penyusunan bahan standar dan tata cara pelaporan kecelakaan perkeretaapian. dan Seksi Penanganan Kecelakaan. pelaporan di bidang analisa kecelakaan. dan prosedur. Pasal 618 Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penguji. Pasal 616 g. pedoman. norma. Seksi Penanganan Kecelakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pelaporan di bidang penyebab kecelakaan serta pengembangan sistem informasi kecelakaan perkeretaapian. dan penyiapan bahan pelaksanaan analisa laporan di bidang analisis kecelakaan terhadap lalu lintas dan angkutan. pedoman. dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang analisis dan penanganan kecelakaan perkeretaapian. kriteria. bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang penanganan kecelakaan. penyusunan bahan standar dan tata cara penanganan kecelakaan perkeretaapian. standar.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. bimbingan teknis. Pasal 617 (1) Seksi Analisis Kecelakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. b. pemeriksa. kriteria.f. serta evaluasi keselamatan. penetapan kualifikasi keahlian dan sertifikasi tenaga perawatan.

penguji. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 619 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. pemeriksaan. d. b.rtf 253 . pedoman. pengujian dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. c. penyiapan bahan penetapan sertifikat keahlian dan peningkatan kualitas/kuantitas tenaga perawatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan.perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. pemeriksa. standar. b. e.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan penyusunan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis untuk tenaga perawatan. Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian akreditasi lembaga/institusi yang melaksanakan pemeriksaan dan pengujian prasarana dan sarana kereta api. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. norma. f. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. Pasal 620 Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia terdiri atas: a. Seksi Akreditasi Kelembagaan.VALID). kriteria dan prosedur di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. dan Seksi Sertifikasi Sumber Daya Manusia.

VALID). bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan pelaksanaan penyidikan. kriteria dan prosedur bidang sertifikasi sumber daya manusia. Pasal 623 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. pedoman. 05 OTK KEMENHUB 2010 . serta koordinasi antar lembaga dalam penegakan hukum bidang perkeretaapian. standar.rtf . norma. serta bimbingan teknis. Pasal 622 Subdirektorat Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penegakan hukum. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur bidang akreditasi lembaga serta bimbingan teknis. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan bahan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis untuk tenaga perawatan. norma. 254 dalam (2) b. penguji. standar. standar.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi sumber daya manusia. Seksi Sertifikasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengujian dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. pedoman. pedoman. norma.Pasal 621 (1) Seksi Akreditasi Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan koordinasi antar lembaga penegakan hukum bidang perkeretaapian. Subdirektorat Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang pemberian akreditasi lembaga/institusi yang melaksanakan pemeriksaan dan pengujian prasarana dan sarana kereta api. penetapan sertifikat keahlian dan peningkatan kualitas/kuantitas tenaga perawatan. kriteria dan prosedur di bidang penegakan hukum. pemeriksa. pedoman. standar. bimbingan teknis. pemeriksaan. serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan penegakan hukum bidang perkeretaapian.

penyuluhan regulasi perkeretaapian. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang penegakan hukum. penyiapan bahan penyidikan terhadap tindak pidana di bidang perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan peruntukan ruang di kawasan perkeretaapian serta tata tertib pengguna jasa perkeretaapian. tata cara berlalu lintas di perlintasan sebidang. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyuluhan tindak pidana di bidang perkeretaapian. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 624 e. evaluasi dan pelaporan di bidang penyidikan. pedoman. penyiapan pelaksanaan penyidikan. h. evaluasi dan pelaporan di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. standar. pelaksanaan koordinasi antar lembaga dalam penyidikan. dan Seksi Penyidikan. b. pengumpulan. standar. norma.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Pasal 625 (1) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penegakan hukum bidang perkeretaapian. pengusulan pengangkatan/pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil.VALID). Seksi Penyidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengolahan dan penyiapan data penyidikan serta pelaksanaan tata kelola administrasi penyidikan. evaluasi dan pelaporan bidang bimbingan teknis serta pengembangan sistem informasi. i. Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). pedoman. Subdirektorat Penegakan Hukum terdiri atas: a. f.d.rtf 255 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma.

Pasal 626 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha.rtf 256 . Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 627 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 628 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. dan rumah tangga Direktorat. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian. kepegawaian. (2) (3) (4) 05 OTK KEMENHUB 2010 . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).VALID). dan masing-masing Direktur.

dan pelaksanaan Jenderal. e.ITJEN (FINAL . evaluasi.VALID). perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan. pemantauan. Pasal 631 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal.BAB IX INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. reviu. dan kegiatan pengawasan lainnya. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Perhubungan. administrasi di lingkungan Inspektorat (2) b. 06 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 630 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 257 . Tugas dan Fungsi Pasal 629 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. c. d.

Inspektorat II. d. b. pengolahan. c. dan Inspektorat V.VALID). b. 06 OTK KEMENHUB 2010 . koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan. Sekretariat Inspektorat Jenderal.ITJEN (FINAL . program dan anggaran pelaksanaan pengawasan. Pasal 634 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633. e. Inspektorat III. dan penyajian Laporan Hasil Pengawasan.rtf 258 . Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 633 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. Inspektorat I. koordinasi dan penyusunan rencana. f. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengelolaan data dan evaluasi kegiatan pengawasan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 632 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. Inspektorat IV.

Bagian Kepegawaian dan Hukum. 06 OTK KEMENHUB 2010 . d. Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a.rtf 259 . dan verifikasi perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit. Pasal 637 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 636. dan penyusunan laporan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. program dan anggaran pengawasan. serta pengelolaan perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Keuangan dan Tata Usaha.d. pelaksanaan pengelolaan pembiayaan dan penggajian. f.VALID). Pasal 635 e. kearsipan. pelaksanaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan penelaahan hukum dan peraturan perundangundangan. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 636 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. b. program dan anggaran pelaksanaan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. analisa dan tindak lanjut Laporan Hasil Pengawasan.ITJEN (FINAL . Bagian Perencanaan. c. penyiapan bahan penyusunan rencana. dan pelaksanaan pengelolaan persuratan. h. pelaksanaan pemantauan. g. pengelolaan data serta evaluasi kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan.

rtf 260 . penyiapan bahan penyusunan dan penataan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 641 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 640. b.b. Pasal 638 c. urusan perlengkapan. Subbagian Program dan Anggaran. Bagian Perencanaan terdiri atas: a. pengelolaan dan penyajian data kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. Subbagian Data dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Bagian Kepegawaian dan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. (2) b. dan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal.ITJEN (FINAL . pengolahan dan penyajian data serta penyiapan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengawasan. Subbagian Data dan Evaluasi. 06 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 640 Bagian Kepegawaian dan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan kepegawaian. Pasal 639 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. program dan anggaran pelaksanaan pengawasan. penyiapan bahan pelaksanaan pengumpulan. pengelolaan Barang Milik Negara (BMN).VALID). kerumahtanggaan dan hubungan masyarakat di lingkungan Inspektorat Jenderal.

c. serta pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan di lingkungan Inspektorat Jenderal. serta penyusunan dan penataan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan pelaksanaan penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) serta pengelolaan urusan perlengkapan.VALID). kerumahtanggaan. g.rtf 261 . Pasal 644 Bagian Keuangan dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penatausahaan pembiayaan dan penggajian. penyiapan bahan pengelolaan urusan kerumahtanggaan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Kepegawaian dan Hukum terdiri atas: a. Pasal 642 d.ITJEN (FINAL . Subbagian Hukum dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan. Subbagian Kepegawaian. e. b. penyusunan laporan pelaksanaan anggaran dan perjalanan dinas. dan penyiapan bahan pengelolaan hubungan masyarakat (humas) dan keprotokolan di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan pengelolaan urusan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 643 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan kepegawaian. penyiapan bahan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Inspektorat Jenderal. hubungan masyarakat dan keprotokolan di lingkungan Inspektorat Jenderal. (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 . dan Subbagian Hukum dan Umum. f.

Bagian Keuangan dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.VALID). Subbagian Pembiayaan dan Penggajian. dan Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan.rtf 262 . pengolahan. dan b. analisis. dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan penyiapan bahan pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan penggajian di lingkungan Inspektorat Jenderal. c. Pasal 646 Bagian Keuangan dan Tata Usaha terdiri atas: a. Pasal 648 Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan.Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 . serta penyusunan laporan pelaksanaan anggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran dan perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal. b. Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan serta pengelolaan perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal.ITJEN (FINAL . Pasal 647 (1) Subbagian Pembiayaan dan Penggajian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan dan penggajian.

Pasal 649 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 648, Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan penyusunan laporan hasil analisis laporan hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan laporan hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan pelaksanaan tindak lanjut laporan hasil audit Inspektorat Jenderal di lingkungan Kementerian Perhubungan; dan penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan terhadap tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), dan laporan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 650 Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit terdiri atas: a. b. Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit I; dan Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit II. Pasal 651 (1) Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, dan Sekretariat Jenderal. 263

b.

c. d.

e.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

(2)

Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Inspektorat Jenderal.

Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 652 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara. Pasal 653 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 652, Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara;

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

264

b.

pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

265

Pasal 654 Inspektorat I terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 655 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat I. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur I dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 656 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua. Pasal 657 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 656, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

266

Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; b. pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

267

Pasal 658 Inspektorat II terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 659 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat II. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur II dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 660 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Pasal 661 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 660, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian 268

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; b. pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

269

Pasal 662 Inspektorat III terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 663 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat III. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur III dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 664 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

270

dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. d. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Timur. pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi. Jawa Tengah. dan Unit Pelaksana Teknis 271 b. Kalimantan Timur. Jawa Tengah. Kalimantan Timur. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Sulawesi Tenggara. Jawa Tengah. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Sulawesi Tenggara. dan Maluku Utara. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Kalimantan Timur.Pasal 665 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 664. Nusa Tenggara Timur. 06 OTK KEMENHUB 2010 . Jawa Tengah. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.ITJEN (FINAL . dan Maluku Utara. e. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. Nusa Tenggara Timur. dan Maluku Utara. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Tenggara.VALID). Nusa Tenggara Timur.rtf . pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. pelaksanaan pemeriksaan. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. dan Maluku Utara. c. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan.

Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. kolusi dan nepotisme. Sulawesi Tenggara. (2) Bagian Kedelapan Inspektorat V Pasal 668 Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur IV dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum. dan Papua Barat. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Sumatera Barat. dokumentasi serta kearsipan Inspektorat IV. Nusa Tenggara Timur. perlengkapan. penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan.rtf . Jawa Tengah. pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan. Pasal 666 Inspektorat IV terdiri atas: a. Kalimantan Timur.VALID). Sulawesi Barat. dan f. Banten. b. Kepulauan Riau. Pasal 667 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Gorontalo. dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Subbagian Tata Usaha. serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Sekretariat Jenderal.ITJEN (FINAL . 272 06 OTK KEMENHUB 2010 . rumah tangga. dan Maluku Utara. surat menyurat.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian. dan Papua Barat. Sumatera Barat.ITJEN (FINAL . Kepulauan Riau. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Gorontalo. Gorontalo. Sulawesi Barat. pelaksanaan pemeriksaan. Inspektorat V menyelenggarakan fungsi: a. c. Banten. pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Sekretariat Jenderal. dan 273 b. Sumatera Barat. 06 OTK KEMENHUB 2010 . Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Sulawesi Barat. Banten. dan Papua Barat. dan Papua Barat. Sumatera Barat. kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. Banten. pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Sekretariat Jenderal. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Sumatera Barat. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. d. Kepulauan Riau. Gorontalo. e. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi. Kepulauan Riau. Banten. Kepulauan Riau. Gorontalo.VALID). dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. Sumatera Barat. Sulawesi Barat. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Sekretariat Jenderal.rtf .Pasal 669 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 668. dan Papua Barat. Banten. Sulawesi Barat. dan Papua Barat. Gorontalo. Sulawesi Barat. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. Kepulauan Riau.

Kelompok Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur V dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum. b. dokumentasi serta kearsipan Inspektorat V. rumah tangga. surat menyurat. perlengkapan. 274 (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 .rtf . dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional Auditor senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal. Subbagian Tata Usaha.f. (2) Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 672 Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan Jabatan Fungsional Auditor berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 670 Inspektorat V terdiri atas: a.ITJEN (FINAL .VALID). Pasal 671 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 673 (1) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Auditor yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan peraturan perundangundangan. pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

Pasal 674 (4) Kelompok Jabatan Fungsional selain Auditor pada Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.VALID). (2) (3) (4) 06 OTK KEMENHUB 2010 . diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).rtf 275 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.ITJEN (FINAL . Pasal 675 (1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(3) Jumlah tenaga fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

VALID). d. Badan Penelitian dan Pengembangan dipimpin oleh Kepala Badan. Tugas dan Fungsi Pasal 676 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan adalah unsur pelaksana di bidang penelitian dan pengembangan perhubungan. penyusunan kebijakan teknis. Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a.BA LITBANG PHB (FINAL .rtf 276 . rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan.BAB X BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN Bagian Pertama Kedudukan. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan. Pasal 677 Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan. pemantauan. Penelitian dan Perhubungan (2) b. 07 OTK KEMENHUB 2010 . dan pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Perhubungan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan. Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677.

VALID). Pengembangan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Darat dan Perkeretaapian. perhubungan darat. dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Udara. d.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 679 Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan terdiri atas: a. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Pasal 680 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Sekretariat Badan Perhubungan. Pasal 681 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 680. dan perhubungan udara. b.rtf 277 .BA LITBANG PHB (FINAL . c. perkeretaapian. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. Penelitian dan Pengembangan Manajemen Pusat Penelitian dan Transportasi Multimoda. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Laut. e. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen transportasi multimoda dan/atau antarmoda. perhubungan laut. rencana dan program. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan.

Bagian Perencanaan. dan Bagian Umum. pemantauan serta penyusunan laporan. dan penyiapan bahan pelaksanaan transportasi nasional. b. dan d.BA LITBANG PHB (FINAL . keuangan. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan pelaksanaan urusan dokumentasi.b. Pasal 683 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana dan program. Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di maksud dalam Pasal 683. c. Bagian Dokumentasi dan Kerjasama. dan pelaksanaan urusan kerumahtanggaan. pengkajian sistem b. evaluasi serta laporan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.rtf 278 .VALID). 07 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program penelitian dan pengembangan. penyiapan pelaksanaan administrasi kepegawaian. serta pelayanan administrasi kerjasama. Pasal 682 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan terdiri atas: a. Bagian Kepegawaian. d. kepustakaan dan publikasi. program dan anggaran penelitian dan pengembangan. c. penyiapan bahan penyusunan rencana. ketatausahaan.

BA LITBANG PHB (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan administrasi kepegawaian. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. c.Pasal 685 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan administrasi dan pembinaan jabatan fungsional. Subbagian Rencana. b. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di maksud dalam Pasal 687.VALID). Pasal 687 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. serta pelaksanaan pengkajian sistem transportasi. Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program penelitian dan pengembangan. Pasal 686 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan anggaran penelitian dan pengembangan. Subbagian Program. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan. penyiapan bahan penyusunan rencana dan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta pengembangan dan kesejahteraan pegawai. dan penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.rtf 279 . dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. c. d. (2) (3) b.

BA LITBANG PHB (FINAL .rtf 280 .Pasal 689 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. publikasi serta pelayanan administrasi kerjasama di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan penyiapan bahan administrasi kerjasama penelitian dan pengembangan. b. (2) (3) 07 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. c.VALID). Pasal 692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. pemeliharaan basis data kepegawaian. Pasal 691 Bagian Dokumentasi dan Kerjasama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan dokumentasi dan kepustakaan. penyiapan bahan urusan dokumentasi dan kepustakaan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. serta penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan dan Pelatihan Perhubungan. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi dan penyiapan bahan pembinaan jabatan fungsional. Pasal 690 (1) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi kepegawaian dan penyusunan. analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. dan pengembangan dan kesejahteraan pegawai. b. Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. dan Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. c. Subbagian Pengembangan Pegawai. penyiapan bahan urusan publikasi dan visualisasi hasil penelitian dan pengembangan. Bagian Dokumentasi dan Kerjasama menyelenggarakan fungsi: a.

c. b. kerumahtanggaan. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan. penerbitan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan urusan ketatausahaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.VALID). Pasal 694 (1) Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan dokumentasi dan kepustakaan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Subbagian Administrasi dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi kerjasama penelitian dan pengembangan. Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian. (2) (3) c. b.BA LITBANG PHB (FINAL . dan Subbagian Administrasi dan Kerjasama. dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan publikasi hasil-hasil pelaksanaan tugas Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan serta urusan kehumasan. penyiapan bahan pengelolaan keuangan di lingkungan Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Pasal 695 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. dan penyiapan bahan urusan kerumahtanggaan dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Subbagian Publikasi. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695. keuangan. 07 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 281 .Pasal 693 Bagian Dokumentasi dan Kerjasama terdiri atas: a.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 697 Bagian Umum terdiri atas: a. c. Pasal 698 (1) Subbagian Tata Usah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.VALID). (2) (3)   Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda Pasal 699 Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. dan Subbagian Rumah Tangga. penyiapan penyusunan rencana.rtf 282 . Subbagian Tata Usaha. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 700 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 699. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kerumahtanggaan dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. b. Subbagian Keuangan.BA LITBANG PHB (FINAL .

dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.rtf 283 . penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Pasal 702 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. g. program dan anggaran. c. f. i.BA LITBANG PHB (FINAL .b. 07 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. h. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. d. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Bidang Program dan Evaluasi. e. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. data dan aplikasi serta kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.VALID). Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda terdiri atas: a. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. Pasal 701 c.

b.VALID).BA LITBANG PHB (FINAL . penyiapan bahan penyusunan rencana.rtf 284 . dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda. administrasi jabatan fungsional. c. Subbidang Program dan Kerja Sama. Pasal 704 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a.Pasal 703 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. kerumahtanggaan. pengelolaan keuangan. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. b. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. d. Pasal 705 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 706 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan.

dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. kerumahtanggaan. kerumahtanggaan. Subbidang Pelayanan Administrasi.BA LITBANG PHB (FINAL . Pasal 709 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan urusan ketatausahaan. b. pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Pasal 708 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a.VALID). pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Mutimoda. b. Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda.rtf 285 . dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706.

07 OTK KEMENHUB 2010 . f. penyiapan pelaksanaan pengembangan bidang perkeretaapian. d.VALID). e.rtf 286 .Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian Pasal 710 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. kerjasama penelitian transportasi darat dan dan b. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan penyusunan rencana. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian.BA LITBANG PHB (FINAL . g. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian.

d. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. c. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 712 i. data dan aplikasi serta kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. penyiapan bahan penyusunan rencana.rtf 287 . Pasal 713 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi darat dan perkeretaapian. c. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. Bidang Program dan Evaluasi. program dan anggaran.BA LITBANG PHB (FINAL . Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. b. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. b.h. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. 07 OTK KEMENHUB 2010 .VALID).

rtf 288 . Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717. penyiapan bahan urusan ketatausahaan. dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi darat dan perkeretaapian. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian.BA LITBANG PHB (FINAL . Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Program dan Kerja Sama.VALID). administrasi jabatan fungsional. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 717 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. pengelolaan keuangan.Pasal 715 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. kerumahtanggaan. (2) b. pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Pasal 716 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. kerumahtanggaan. dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi darat dan perkeretaapian. b.

penyiapan penyusunan rencana. (2) Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut Pasal 721 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Subbidang Pelayanan Administrasi. b.rtf 289 . Pasal 720 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan.Pasal 719 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi.BA LITBANG PHB (FINAL . Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut menyelenggarakan fungsi: a.VALID). penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. kerumahtanggaan. pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan perkeretaapian. Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. 07 OTK KEMENHUB 2010 . b.

dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi laut. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. penyiapan pelaksanaan kerjasama penelitian pengembangan bidang transportasi laut. data dan aplikasi. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. b. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. g. i. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi.c.BA LITBANG PHB (FINAL . penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. c. h. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut terdiri atas: a. Bidang Program dan Evaluasi. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut.VALID). program dan anggaran. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. dan d.rtf 290 . Pasal 724 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 723 f. e.

BA LITBANG PHB (FINAL . administrasi jabatan fungsional. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Subbidang Program dan Kerja Sama. Pasal 726 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a.Pasal 725 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. kerumahtanggaan. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . d. pengelolaan keuangan. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rencana. c. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. b. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Pasal 728 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. b. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi laut.rtf 291 .VALID). Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Pasal 727 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.

rtf 292 . Subbidang Pelayanan Administrasi.VALID). Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi laut. pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. b. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. kerumahtanggaan. kerumahtanggaan. b. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan urusan ketatausahaan. Pasal 730 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a.Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. dan penyiapan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi laut. Pasal 731 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi.BA LITBANG PHB (FINAL .

VALID). kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan.rtf 293 . dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. penyiapan pelaksanaan kerjasama penelitian pengembangan bidang transportasi udara. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. dan b. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. f. e.Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara Pasal 732 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara menyelenggarakan fungsi: a. h. 07 OTK KEMENHUB 2010 . i. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. g. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara.BA LITBANG PHB (FINAL . penyiapan penyusunan rencana. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi udara. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. c. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. d.

BA LITBANG PHB (FINAL . penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. c. penyiapan bahan penyusunan rencana. Bidang Program dan Evaluasi. b. kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara.VALID). b. 07 OTK KEMENHUB 2010 . d. Subbidang Program dan Kerja Sama.rtf 294 . Pasal 735 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. c. Pasal 736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 735.Pasal 734 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara terdiri atas: a. data dan aplikasi. b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 737 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. program dan anggaran. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.

kerumahtanggaan. administrasi jabatan fungsional. (2) b. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 741 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. kerumahtanggaan. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara.Pasal 738 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 739.rtf 295 . 07 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan urusan ketatausahaan. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. Pasal 739 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan.BA LITBANG PHB (FINAL . dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Subbidang Pelayanan Administrasi. pengelolaan keuangan.VALID). b. dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi.

diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. (2) (3) (4) 07 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 742 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara.rtf 296 . pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan/ditunjuk oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Litkayasa. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).VALID). Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).BA LITBANG PHB (FINAL . Pasal 744 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. dan sejumlah jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. kerumahtanggaan. (2) Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 743 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Pasal 747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746.BA PSDM PHB (FINAL . b.rtf 297 . Pasal 746 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan. evaluasi pengembangan sumber Perhubungan.BAB XI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN Bagian Pertama Kedudukan. pemantauan. c. pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan. penyusunan kebijakan teknis. dan dan pelaporan daya manusia pelaksanaan di bidang d. (2) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dipimpin oleh Kepala Badan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan. Tugas dan Fungsi Pasal 745 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan.VALID). yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a.

VALID). dan e. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. d. 08 OTK KEMENHUB 2010 . b. penyiapan penyusunan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia perhubungan. Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 748 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan terdiri atas: a. c.BA PSDM PHB (FINAL . Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 750 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 749. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan.rtf 298 . Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Pasal 749 Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.

penyiapan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan. serta kerjasama. dan d. anggaran dan target kinerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.rtf 299 . pedoman.b. g. penyiapan pembinaan administrasi kepegawaian Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Bagian Kepegawaian.VALID). tata laksana dan reformasi birokrasi. dan prosedur pengembangan sumber daya manusia perhubungan. dan penyiapan penyusunan hasil analisis dan evaluasi. h. f. Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan terdiri atas: a. d. i. serta pelayanan informasi publik. program kerja. Bagian Umum. penyiapan koordinasi rencana. penyiapan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pembinaan organisasi. penyiapan penyusunan standar. c. serta pelaporan kinerja organisasi. kehumasan dan keprotokolan. kerumahtanggaan. b. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. bantuan dan pertimbangan hukum. penyuluhan dan sosialisasi. tata usaha. e. Bagian Perencanaan.BA PSDM PHB (FINAL . kriteria. Bagian Keuangan. norma. Pasal 751 c.

pengelolaan data dan informasi. e. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a.BA PSDM PHB (FINAL . Kolusi dan Nepotisme dan laporan lainnya terkait dengan pelaksanaan kegiatan perencanaan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyiapan bahan penyusunan indikator dan target kinerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. laporan akuntabilitas kinerja. laporan yang terkait dengan Aksi Pencegahan Korupsi. penyiapan bahan penyusunan laporan tahunan. g.Pasal 752 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan program kerja anggaran. f. rapat koordinasi tingkat menteri.VALID).rtf 300 . dan h. penyiapan bahan penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. dan statistik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. c. penyiapan bahan dan pengelolaan data. informasi. Pasal 753 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program pengembangan sumber daya manusia perhubungan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia perhubungan. d. pelaksanaan analisis dan evaluasi serta pelaporan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. perumusan kinerja. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan pertemuan dengan lembaga tinggi dan tertinggi negara. penyiapan bahan analisis dan evaluasi serta pelaporan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. rapat tingkat Kementerian Perhubungan. b. dan rapat intern Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.

Kolusi dan Nepotisme dan laporan lainnya terkait dengan pelaksanaan kegiatan perencanaan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. dan c.BA PSDM PHB (FINAL .Pasal 754 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. b.VALID). Subbagian Rencana. serta rapat koordinasi. Subbagian Program. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. laporan yang terkait dengan Aksi Pencegahan Korupsi. Pasal 756 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan administrasi kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Analisis dan Evaluasi. analisis dan evaluasi kinerja. (2) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia perhubungan. serta penyusunan laporan tahunan. Pasal 757 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756. statistik. serta penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan data dan informasi. Pasal 755 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program.rtf 301 . pelaksanaan pertemuan dengan lembaga tinggi dan tertinggi negara. laporan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan penyusunan perencanaan kepegawaian dan basis data kepegawaian. indikator dan target kinerja pengembangan sumber daya manusia perhubungan.

Subbagian Perencanaan Kepegawaian. dan pemberian bantuan biaya pendidikan di dalam dan luar negeri. penyiapan bahan pelaksanaan mutasi pegawai Badan Pengembangan SDM Perhubungan. i.b. d.BA PSDM PHB (FINAL .rtf 302 .VALID). penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan disiplin pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan penerimaan pegawai Badan Pengembangan SDM Perhubungan. dan l. e. g. Subbagian Pengembangan Pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan pembangunan karakter dan kesamaptaan pegawai. c. beasiswa. Subbagian Mutasi dan Disiplin. penyiapan bahan pelaksanaan pensiun pegawai. 08 OTK KEMENHUB 2010 . dan c. k. f. penyiapan bahan pelaksanaan assesmen pegawai serta pelaksanaan pembinaan jabatan struktural. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan kesejahteraan pegawai. Pasal 758 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan pengembangan pegawai. b. penyiapan bahan pelaksanaan pengangkatan dan penempatan pegawai. h. fungsional tertentu dan jabatan fungsional umum. penyiapan bahan administrasi pelaksanaan tugas belajar. j. penyiapan bahan pelaksanaan sistem penerimaan terpusat calon taruna pendidikan dan pelatihan perhubungan dan penyelenggaraan wisuda terpadu.

penyiapan bahan usulan revisi anggaran. serta jabatan umum. d. penyiapan bahan usulan pengelola anggaran. administrasi penetapan angka kredit. pemberian tugas belajar. detasering dan assesmen pegawai. jabatan fungsional tertentu dan umum. Pasal 761 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760. pengangkatan. widyaiswara dan instruktur. cuti. beasiswa dan bantuan biaya pendidikan. urusan mutasi.Pasal 759 (1) Subbagian Perencanaan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan kepegawaian/ man power planning. serta pembinaan disiplin dan pensiun pegawai. (3) Subbagian Mutasi dan Disiplin mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pola pembinaan karir pegawai. c. pemutakhiran basis data pegawai serta penerimaan calon taruna dan wisuda secara terpusat. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan akuntansi keuangan dan barang milik negara serta pengelolaan tindak lanjut hasil temuan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.rtf 303 . penyiapan bahan penyusunan rencana pelaksanaan anggaran.BA PSDM PHB (FINAL . pembinaan jabatan struktural. penempatan. pembangunan karakter dan kesamaptaan aparatur.VALID). penerimaan. b. dosen. Pasal 760 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan anggaran. perbendaharaan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program pengembangan pegawai. penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan anggaran dan realisasi. pelaksanaan ujian dinas dan penyesuaian ijazah. kenaikan gaji berkala dan inpassing. penyelenggaraan pembinaan kesejahteraan pegawai.

Subbagian Akuntansi Keuangan dan Perbendaharaan. Pasal 763 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (TL-LHP) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana pelaksanaan anggaran. l. penyiapan bahan pelaporan Sistem Akuntansi Keuangan Pengguna Anggaran (SAKPA). Subbagian Administrasi dan Pengelola Barang Milik Negara. h. f. penyiapan bahan penetapan pemenang lelang. penyiapan bahan pelaksanaan anggaran pada Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran dan TL-LHP. pelelangan serta sanggah banding.VALID). pengumpulan data dukung dan evaluasi terkait dengan laporan hasil audit.e. i. k. penyiapan bahan pelaporan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN). pembinaan BLU/PNBP. dan hasil prakualifikasi dan m. penyiapan bahan pelaporan pelaksanaan anggaran.rtf 304 . penyiapan bahan penyusunan tarif dan rencana target Penerimaan Negara Bukan Pajak non BLU. penyiapan bahan pelaksanaan hasil audit internal dan eksternal. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan Badan Layanan Umum (BLU). dan c. Pasal 762 Bagian Keuangan terdiri atas: a. penyiapan bahan tanggapan/ jawaban terhadap sanggah banding. b. j.BA PSDM PHB (FINAL . usulan revisi anggaran. g.

pengadaan dan pemeliharaan fasilitas kantor.(2) Subbagian Akuntansi Keuangan dan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. tata laksana dan reformasi birokrasi.BA PSDM PHB (FINAL . b. urusan perjalanan dinas. c. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 764 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan tata usaha. pelaksanaan bantuan hukum dan penyusunan pertimbangan hukum. pelaksanaan kehumasan. pemantauan anggaran dan realisasi daya serap. Pasal 765 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 764. pengelolaan organisasi. kerjasama. kerumahtanggaan dan urusan dalam. penyiapan bahan pengelolaan ketatausahaan. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan serta pemeliharaan fasilitas kesejahteraan pegawai. penyelenggaraan rapat kedinasan. usulan pengelola anggaran dan pembayaran pengeluaran serta pelaporan keuangan.VALID). keprotokolan. penyuluhan dan sosialisasi serta pelayanan informasi publik di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. pengelolaan perpustakaan. penyiapan bahan pengelolaan urusan dalam. d. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Administrasi dan Pengelola Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan barang milik negara dan pelaporan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN).rtf 305 . pelaporan Sistem Akuntansi Keuangan Pengguna Anggaran (SAKPA). penyiapan bahan perumusan perjanjian nasional dan internasional yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan.

penelaahan. tugas pengelolaan penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan/ penyuluhan/ sosialisasi pada UPT di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. i. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama dengan instansi/ lembaga baik di dalam maupun di luar negeri yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia perhubungan. pengelolaan perpustakaan dan keprotokolan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. perjalanan dinas.VALID). l. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan publikasi dan promosi serta kehumasan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Organisasi dan Tata Laksana Pasal 767 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatausahaan. f. b. Pasal 766 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Hukum dan Kerjasama. dan c. penyiapan bahan penataan reformasi birokrasi. penyiapan bahan pelaksanaan penelaahan dan rumusan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang pengembangan sumber daya manusia perhubungan. penyiapan bahan koordinasi. 08 OTK KEMENHUB 2010 . rapat kedinasan. dan usulan ratifikasi konvensi internasional terkait pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan. j. pengelolaan urusan dalam. penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana. dan m. pengadaan kebutuhan kantor. h. k. penyiapan bahan pelayanan informasi publik.BA PSDM PHB (FINAL .e. pengadaan dan pemeliharaan fasilitas. g.rtf 306 . penyiapan bahan pelaksanaan perpustakaan dan keprotokolan. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga.

metodik.rtf 307 . rancangan rumusan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. promosi. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian.(2) Subbagian Hukum dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. publikasi. alat pengajaran. serta penyuluhan dan sosialisasi di bidang pengembangan sumber daya manusia perhubungan. c. Pasal 769 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768.VALID). Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. silabus. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat Pasal 768 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. penelaahan. dan pelayanan informasi publik. 08 OTK KEMENHUB 2010 . reformasi birokrasi. penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. didaktik. rancangan ratifikasi konvensi internasional. kehumasan. b. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. serta rancangan perjanjian nasional dan internasional dalam rangka kerja sama dengan instansi/ lembaga baik di dalam maupun di luar negeri yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia perhubungan.

perpustakaan. g. Barang Milik Negara (BMN). analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. kepegawaian. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. pengelolaan data dan informasi. hukum. e. penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. f. kerumahtanggaan. h. dan l.BA PSDM PHB (FINAL .rtf 308 . k. j. 08 OTK KEMENHUB 2010 . kehumasan. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan pemantauan. pelayanan informasi publik. i. instruktur. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian.d. keuangan.VALID).

dan c. Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. alat pengajaran. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. b. c. Bidang Pendidikan. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. silabus. kerjasama. program dan anggaran pendidikan. Pasal 772 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 771. dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. pembinaan lembaga pendidikan. didaktik. pemantauan.Pasal 770 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat terdiri atas: a. Bidang Pelatihan. Pasal 771 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. metodik. sertifikasi. standarisasi dan akreditasi. pelaksanaan penyuluhan. d. 08 OTK KEMENHUB 2010 . e. rencana kebutuhan SDM.BA PSDM PHB (FINAL . Bagian Umum. b. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat.VALID). penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian.rtf 309 .

widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen.BA PSDM PHB (FINAL .f. Pasal 773 Bidang Pendidikan terdiri atas: a. instruktur. g. penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. rencana kebutuhan SDM. dan b. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 774 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian.VALID). h. (2) Subbidang Standarisasi Pendidikan. evaluasi dan pelaporan. serta pembinaan sertifikasi. Subbidang Program Pendidikan. analisis. k. kerjasama. dan j. pembinaan lembaga pendidikan. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian.rtf 310 . Subbidang Standarisasi Pendidikan. i. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. penyuluhan serta pelaksanaan pemantauan. program dan anggaran pendidikan.

alat pengajaran. b. Pasal 776 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 775. serta pemantauan. metodik. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian.VALID). penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian.Pasal 775 Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pelatihan. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. c. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. kerjasama. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. sertifikasi. pelaksanaan penyuluhan. pembinaan lembaga pelatihan. didaktik. g.BA PSDM PHB (FINAL . rencana kebutuhan SDM.rtf 311 . f. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur. silabus. e. dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. standarisasi dan akreditasi. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/ man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian.

Pasal 777 Bidang Pelatihan terdiri atas: a. dan b. Pasal 779 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. kepegawaian. kehumasan. penyiapan bahan pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. perpustakaan. (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian. pembinaan lembaga pelatihan.BA PSDM PHB (FINAL .h. k. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan. program. keuangan.rtf 312 . rencana kebutuhan SDM. dan pelaporan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . kerumahtanggaan. Subbidang Program Pelatihan. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian.VALID). i. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. kerjasama. Pasal 778 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. Subbidang Standarisasi Pelatihan. program dan anggaran pelatihan. dan j. mengkoordinasikan rencana. penyuluhan serta pelaksanaan pemantauan. hukum. analisis. dan anggaran. serta pembinaan sertifikasi. Barang Milik Negara (BMN). pelayanan informasi publik. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. pengelolaan data dan informasi.

Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan i. f. penyiapan bahan perpustakaan. pengkoordinasian rencana. kerumahtanggaan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . kepegawaian. dan Tata Usaha. hukum. Subbagian Datin dan Anev. penyiapan bahan pengkoordinasian rencana. b. c. evaluasi. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). penyiapan bahan urusan pengelolaan kepegawaian Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. dan anggaran. pelayanan informasi publik. penetapan. Keuangan. dan pelayanan informasi publik. program.rtf 313 . Subbagian Perencanaan. Barang Milik Negara (BMN) dan perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. penyiapan bahan analisis. e. dan anggaran. pertimbangan dan bantuan hukum. keprotokolan. kehumasan. h. pelaksanaan kerumahtanggaan dan d.BA PSDM PHB (FINAL . Pasal 781 Bagian Umum terdiri atas: a. g. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan darat dan perkeretaapian. program. dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan penyusunan peraturan. dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan. Pasal 782 (1) Subbagian Perencanaan. dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan urusan ketatausahaan. Keuangan.Pasal 780 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 779.

Informasi dan Analisis.VALID). d. metodik. e. c.(2) Subbagian Datin dan Anev (Data. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a. b. Bagian Kelima Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut Pasal 783 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut. evaluasi. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan laut. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut.rtf 314 . penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan laut. alat pengajaran. silabus. Evaluasi) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan darat dan perkeretaapian. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. Pasal 784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 783. penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. 08 OTK KEMENHUB 2010 .BA PSDM PHB (FINAL . didaktik. analisis.

i. instruktur. pengelolaan data dan informasi.rtf 315 . j. hukum. Pasal 785 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut terdiri atas: a.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut. kepegawaian.VALID). penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. penyiapan pelaksanaan pemantauan. kehumasan. b. Bidang Pelatihan. perpustakaan. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi laut. Barang Milik Negara (BMN). dan c. penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. dan l. pelayanan informasi publik. g. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut.f. kerumahtanggaan. k. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Umum. penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. keuangan. h. Bidang Pendidikan. analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan laut.

08 OTK KEMENHUB 2010 . rencana kebutuhan SDM. Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. d. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi laut. g. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. pembinaan lembaga pendidikan. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. f. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. alat pengajaran. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum.VALID). sertifikasi. e.Pasal 786 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pendidikan. Pasal 787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 786. standarisasi dan akreditasi. pelaksanaan penyuluhan. b.BA PSDM PHB (FINAL . didaktik. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut. silabus. h. metodik. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi laut. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut. c. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi laut. dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi laut. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut. pemantauan. instruktur. kerjasama.rtf 316 .

serta pembinaan sertifikasi. dan b. kerjasama. dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi laut. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. sertifikasi. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan laut. standarisasi dan akreditasi.BA PSDM PHB (FINAL . Subbidang Standarisasi Pendidikan. Subbidang Standarisasi Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. Pasal 789 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbidang Program Pendidikan. Pasal 790 (2) Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana. pembinaan lembaga pendidikan.VALID). serta pemantauan. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. Pasal 788 Bidang Pendidikan terdiri atas: a. pembinaan lembaga pelatihan.rtf 317 . program dan anggaran pendidikan. rencana kebutuhan SDM. program dan anggaran pelatihan. rencana kebutuhan SDM.i. kerjasama. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. 08 OTK KEMENHUB 2010 . pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. dan j. dan pelaporan. k. pelaksanaan penyuluhan.

g.BA PSDM PHB (FINAL . f. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan laut. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut. i. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur. penyiapan bahan pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut. dan j. metodik.VALID). dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi laut. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan. k. d. silabus. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut. h. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. c.rtf 318 . widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi laut.Pasal 791 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. e. alat pengajaran. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi laut. 08 OTK KEMENHUB 2010 . didaktik. b.

penyiapan bahan koordinasi rencana. perpustakaan. b. 08 OTK KEMENHUB 2010 . dan pelaporan. pengelolaan data dan informasi. evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. kehumasan. keuangan. kepegawaian. Pusat d. pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pasal 794 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. Barang Milik Negara (BMN).BA PSDM PHB (FINAL . serta pembinaan sertifikasi. program. c. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. pelayanan informasi publik. dan b.rtf 319 . dan anggaran. rencana kebutuhan SDM. kerjasama. Subbidang Standarisasi Pelatihan. mengkoordinasikan rencana. pelaksanaan urusan pengelolaan kepegawaian Pengembangan SDM Perhubungan Laut. pelaksanaan kerumahtanggaan dan perpustakaan. Pasal 793 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. program. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. analisis. (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan. kerumahtanggaan. Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794.VALID). Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan anggaran.Pasal 792 Bidang Pelatihan terdiri atas: a. Subbidang Program Pelatihan. program dan anggaran pelatihan. hukum. pembinaan lembaga pelatihan.

dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. Subbagian Perencanaan.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan analisis.rtf 320 . penetapan. dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut. pelayanan informasi publik. g. dan anggaran. f. dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. keuangan. analisis. keprotokolan. (2) Subbagian Datin dan Anev mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan laut. h. mengkoordinasikan rencana. dan Tata Usaha. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). kehumasan. Pasal 796 Bagian Umum terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan peraturan. dan i. Pasal 797 (1) Subbagian Perencanaan.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan. Subbagian Datin dan Anev. Keuangan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan laut. program. Barang Milik Negara (BMN). hukum. pertimbangan dan bantuan hukum. kepegawaian. evaluasi. dan b. Keuangan. evaluasi. penetapan.e. 08 OTK KEMENHUB 2010 . dan pelayanan informasi publik. kerumahtanggaan.

metodik. alat pengajaran. b. d. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. silabus. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. e. c. penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan udara. f. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum.Bagian Keenam Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara Pasal 798 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi: a.VALID).rtf 321 . Pasal 799 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara. didaktik.BA PSDM PHB (FINAL . 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan udara.

i. dan c. perpustakaan. penyiapan pelaksanaan pemantauan. Barang Milik Negara (BMN).g.BA PSDM PHB (FINAL . widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi udara. Bidang Pendidikan. Bagian Umum. pelaksanaan penyuluhan. k. Bidang Pelatihan. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. Pasal 800 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara terdiri atas: a. pembinaan lembaga pendidikan. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. dan l. analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. kepegawaian. pelayanan informasi publik. pemantauan dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi udara. 08 OTK KEMENHUB 2010 . hukum. j. pengelolaan data dan informasi. keuangan.VALID). penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara. sertifikasi. b. h. kerumahtanggaan. rencana kebutuhan SDM. penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. standarisasi dan akreditasi. instruktur.rtf 322 . kehumasan. Pasal 801 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pendidikan. penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. kerjasama.

e.Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801. d.BA PSDM PHB (FINAL . pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara. i. silabus. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara. f. pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. alat pengajaran. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. c. didaktik. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi udara. b. instruktur. Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi udara. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. metodik. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara.VALID). widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi udara. pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. g. dan j.rtf 323 . h.

penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805. pembinaan lembaga pendidikan. program dan anggaran pendidikan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. dan pelaporan. kerjasama. rencana kebutuhan SDM. penyiapan bahan pemantauan.rtf 324 . pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. Pasal 803 Bidang Pendidikan terdiri atas: a. rencana kebutuhan SDM. kerjasama. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi udara. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Subbidang Program Pendidikan.BA PSDM PHB (FINAL . Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan sertifikasi. sertifikasi. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. standarisasi dan akreditasi. dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi udara. b. Pasal 804 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.k. pelaksanaan penyuluhan. Pasal 805 Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pelatihan. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. pembinaan lembaga pelatihan. (2) Subbidang Standarisasi Pendidikan. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. dan b.VALID). Subbidang Standarisasi Pendidikan. serta pemantauan.

BA PSDM PHB (FINAL . g. alat pengajaran. pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. i. h. penyiapan bahan pemantauan. silabus. Subbidang Program Pelatihan. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara. e. pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur. metodik.c. Subbidang Standarisasi Pelatihan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi udara. didaktik. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. k. pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara.rtf 325 . dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi udara. d. pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara.VALID). serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara. dan b. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. f. dan j. Pasal 807 Bidang Pelatihan terdiri atas: a.

analisis. kepegawaian. f. b. program. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. g. hukum. dan anggaran.Pasal 808 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. kerjasama.rtf 326 . d. penyiapan bahan penyusunan peraturan. program. Pasal 809 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. dan anggaran. rencana kebutuhan SDM. evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. kerumahtanggaan. pembinaan lembaga pelatihan. kehumasan. penyiapan bahan koordinasi rencana. serta pembinaan sertifikasi. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. Barang Milik Negara (BMN). keuangan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . e. pelaksanaan kerumahtanggaan dan perpustakaan. dan pelaporan. pengelolaan data dan informasi. dan pelayanan informasi publik. penyiapan bahan pelaksanaan urusan pengelolaan kepegawaian Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. mengkoordinasikan rencana. keprotokolan.VALID). (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan. pelayanan informasi publik. program dan anggaran pelatihan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. pertimbangan dan bantuan hukum. Pasal 810 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 809.BA PSDM PHB (FINAL . perpustakaan. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan. c.

penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara. dan Tata Usaha. dan b. hukum.VALID). kepegawaian. analisis.h. Keuangan.rtf 327 . dan i. dan anggaran. Bagian Ketujuh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan Pasal 813 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan. (2) Subbagian Datin dan Anev mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan udara. Subbagian Perencanaan. Pasal 811 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Datin dan Anev. evaluasi. program. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan udara. keuangan. Keuangan. penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. kehumasan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . kerumahtanggaan. pelayanan informasi publik. perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan pelaksanaan analisis. mengkoordinasikan rencana. Barang Milik Negara (BMN).BA PSDM PHB (FINAL . Pasal 812 (1) Subbagian Perencanaan. evaluasi.

Pasal 814 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 813, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen sumber daya manusia aparatur perhubungan;

b. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; c. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan;

d. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; e. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia /man power planning aparatur perhubungan; pelaksanaan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, pengelolaan data dan informasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan;

f.

g. penyiapan pelaksanaan pembinaan widyaiswara dan tenaga manajemen di satuan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; h. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi sumber daya manusia bersama instansi pembina; i. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia aparatur perhubungan;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

328

j.

penyiapan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan; dan

k. penyiapan pelaksanaan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan untuk manajemen sumber daya manusia aparatur perhubungan. Pasal 815 Pusat Pengembangan Sumber Perhubungan terdiri atas: a. Bidang Perencanaan; Daya Manusia Aparatur

b. Bidang Penyelenggaraan; c. Bidang Sarana dan Prasarana; dan

d. Bagian Umum. Pasal 816 Bidang Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen serta rencana kebutuhan SDM aparatur perhubungan, rencana program dan anggaran, standarisasi, serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 817 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 816, Bidang Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan penetapan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning aparatur perhubungan; c. penyiapan bahan penyusunan rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

329

d. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; dan e. penyiapan bahan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 818 Bidang Perencanaan terdiri atas: a. Subbidang Program; dan

b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 819 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen serta rencana kebutuhan sumber daya manusia aparatur perhubungan, rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen, penyusunan standar kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 820 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, kerjasama, pembinaan lembaga pendidikan dan pelatihan, pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen, sertifikasi, dan penyuluhan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

330

Pasal 821 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820, Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; c. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

d. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen; e. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi bersama instansi pembina; dan penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada aparatur perhubungan. Pasal 822 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas: a. Subbidang Diklat Prajabatan dan Dalam Jabatan; dan

f.

b. Subbidang Diklat Teknis Manajerial.

Pasal 823 (1) Subbidang Diklat Prajabatan dan Dalam Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan prajabatan dan dalam jabatan, pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan prajabatan dan dalam jabatan, pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen pendidikan dan pelatihan aparatur perhubungan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

331

(2) Subbidang Diklat Teknis Manajerial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, kerjasama pendidikan dan pelatihan teknis manajerial, pembinaan lembaga pendidikan dan pelatihan dan widyaiswara, instruktur serta tenaga manajemen, sertifikasi, dan penyuluhan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 824 Bidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan sarana dan prasarana, pengelolaan sarana dan prasarana serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824, Bidang Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan penyusunan analisis kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; c. penyiapan bahan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan;

d. penyiapan bahan pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; dan e. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan administrasi Barang Milik Negara (BMN).

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

332

Pasal 826 Bidang Sarana dan Prasarana terdiri atas: a. Subbidang Sarana; dan

b. Subbidang Prasarana. Pasal 827 (1) Subbidang Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan sarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan, pengelolaan administrasi sarana dan pemantauan, evaluasi dan pelaporan sarana pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Prasarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan, pengelolaan administrasi prasarana dan pemantauan, evaluasi dan pelaporan prasarana pendidikan dan pelatihan. Pasal 828 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, dan pelaporan kinerja serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 829 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan ketatausahaan, kerumahtanggaan dan perpustakaan;

b. penyiapan bahan urusan pengelolaan kepegawaian; c. penyiapan bahan penyusunan peraturan, pertimbangan dan bantuan hukum;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

333

d. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan, keprotokolan, dan pelayanan informasi publik; e. f. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN); penyiapan bahan informasi; dan pelaksanaan pengelolaan data dan

g. penyiapan bahan pelaksanaan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 830 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; dan

b. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 831 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 832 (1) Pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan Kementerian Perhubungan dapat dibentuk beberapa unit penunjang sebagai unit non struktural guna menunjang pelaksanaan kegiatan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. (2) Setiap Unit Penunjang dipimpin oleh seorang Kepala Unit yang diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

334

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 833 Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 834 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya, khusus untuk Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan termasuk jabatan fungsional widyaiswara dan instruktur, yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok jabatan fungsional, dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan / ditunjuk oleh Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dan masing-masing Kepala Pusat. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

335

yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Teknologi dan Energi (3) (4) c. Badan. Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan. Direktorat Jenderal. 09 OTK KEMENHUB 2010 . Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan.SAHLI (FINAL .BAB XII STAF AHLI Pasal 835 (1) (2) Menteri Perhubungan dibantu oleh 5 (lima) Staf Ahli.rtf 336 . b. dan Staf Ahli Bidang Perhubungan. Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah tertentu sesuai dengan bidang keahliannya. Pasal 836 (1) Staf Ahli terdiri atas: a. dan Inspektorat Jenderal. Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administratif berada di bawah Sekretaris Jenderal dan sehari-hari dibina oleh Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan pada Biro Umum. Staf Ahli Bidang Multimoda dan Kesisteman Perhubungan. e.VALID). Staf Ahli Bidang Perhubungan. Ekonomi dan Kemitraan d.

secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal.SAHLI (FINAL .rtf 337 . Staf Ahli Bidang Teknologi dan Energi Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah teknologi dan energi perhubungan.VALID). (2) (3) (4) (5) 09 OTK KEMENHUB 2010 .(2) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Multimoda dan Kesisteman Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah multimoda dan kesisteman perhubungan. Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah regulasi dan keselamatan perhubungan. Pasal 837 (1) Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah lingkungan perhubungan. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kemitraan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah ekonomi dan kemitraan perhubungan.

Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh seorang Kepala. pengkajian dan penelaahan kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan evaluasi. f.VALID). pengelolaan dan pemantauan kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan perumusan. serta Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. b. Pasal 840 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839.PUSDATIN (FINAL . e. 10 OTK KEMENHUB 2010 . pemeliharaan. penyiapan pembinaan. penyiapan koordinasi dan pengendalian kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 839 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan.rtf 338 . data. pengendalian dan pengelolaan sistem informasi. Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a.BAB XIII PUSAT DATA DAN INFORMASI Pasal 838 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal. program kerja dan anggaran di lingkungan Pusat Data dan Informasi. dan penginventarisasian kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. d. (2) c. penyiapan penyusunan rencana. penyiapan pembinaan dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan.

perangkat keras. pengkajian dan penelaahan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. c. program kerja dan anggaran pembangunan dan pengembangan sistem informasi. dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data. Pasal 842 Bidang Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. 10 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan perumusan. penyiapan bahan penyusunan rencana. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan.VALID). Bidang Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan urusan keuangan. perangkat keras. yang meliputi perangkat lunak. yang meliputi perangkat lunak. pengendalian dan pengelolaan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. yang meliputi perangkat lunak. penyiapan pengelolaan administrasi dan penilaian angka kredit (PAK) Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. perangkat keras. d. kearsipan. b.rtf 339 . dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. Bidang Sistem Informasi.PUSDATIN (FINAL . b. program aplikasi. rumah tangga. kepegawaian. Bagian Tata Usaha. Bidang Data. perlengkapan. Pusat Data dan Informasi terdiri atas: a.g. persuratan. program aplikasi. program aplikasi. Pasal 843 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 842. Pasal 841 h.

perangkat keras. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pembangunan dan pengembangan perangkat lunak dan program aplikasi dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan jabatan fungsional pranata komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 340 . dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. yang meliputi perangkat lunak. dan pemantauan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. penyelenggaraan. program aplikasi. yang meliputi perangkat lunak. e. penyiapan bahan koordinasi. f. pemeliharaan. program aplikasi. 10 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pembinaan sumber daya manusia melalui bimbingan teknis (bintek) dan bantuan teknis (bantek) di bidang pembangunan dan pengembangan sistem informasi. penyiapan bahan evaluasi. penyiapan bahan pembinaan. Bidang Sistem Informasi terdiri atas: a.VALID). pengelolaan.PUSDATIN (FINAL . b. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. g. Pasal 845 (1) Subbidang Perangkat Lunak dan Program Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. yang meliputi perangkat lunak. program aplikasi. serta koordinasi pembinaan. dan pengendalian kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. Pasal 844 d. perangkat keras. perangkat keras. dan penyiapan bahan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan. program aplikasi. dan penginventarisasian kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. Subbidang Perangkat Lunak dan Program Aplikasi. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan evaluasi pembangunan dan pengembangan perangkat lunak dan program aplikasi. perangkat keras. yang meliputi perangkat lunak.c. penyelenggaraan. program kerja dan anggaran. dan Subbidang Perangkat Keras dan Infrastruktur Jaringan. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan.

analisis. pengolahan. penyelenggaraan. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. yang meliputi pengintegrasian. pengendalian dan pengelolaan data. penyelenggaraan. dan pengendalian kegiatan pengelolaan data. b. analisis. pengelolaan dan pemantauan kegiatan pengelolaan data. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan koordinasi. analisis. program kerja dan anggaran pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. pemeliharaan.PUSDATIN (FINAL . dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan. pengolahan. penyiapan bahan pembinaan. serta koordinasi pembinaan. yang meliputi pengintegrasian. penyiapan bahan evaluasi. Pasal 846 Bidang Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. analisis. program kerja dan anggaran. c. pengolahan. penyusunan rencana.VALID). 10 OTK KEMENHUB 2010 . pengkajian dan penelaahan kegiatan pengelolaan data. yang meliputi pengintegrasian. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 341 . yang meliputi pengintegrasian data. Pasal 847 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 846.(2) Subbidang Perangkat Keras dan Infrastruktur Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. analisis data dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. Bidang Data menyelenggarakan fungsi: a. yang meliputi pengintegrasian. penyiapan bahan perumusan. e. pengolahan. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan penginventarisasian kegiatan pengelolaan data. pengolahan data. dan evaluasi pembangunan dan pengembangan perangkat keras dan infrastruktur jaringan. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pembangunan dan pengembangan perangkat keras dan infrastruktur jaringan. d.

f. perlengkapan. serta koordinasi pembinaan. program kerja dan anggaran.VALID). dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pengintegrasian dan pengolahan data dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. b. Subbidang Pengintegrasian dan Pengolahan Data. Pasal 848 g. analisis. pengolahan. dan pengelolaan administrasi barang milik negara Pusat Data dan Informasi. persuratan. penyelenggaraan. kepegawaian. (2) 10 OTK KEMENHUB 2010 . serta urusan keuangan. Bidang Data terdiri atas: a. penyelenggaraan. kearsipan.PUSDATIN (FINAL . rumah tangga. penyiapan bahan pembinaan sumber daya manusia melalui bimbingan teknis (bimtek) dan bantuan teknis (bantek) di bidang pengelolaan data. dan evaluasi kegiatan penyajian dan evaluasi data. Pasal 849 (1) Subbidang Pengintegrasian dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbidang Penyajian dan Evaluasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. yang meliputi pengintegrasian. program kerja dan anggaran. dan penyiapan bahan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan Subbidang Analisis dan Evaluasi Data. program dan anggaran. dan evaluasi kegiatan pengintegrasian dan pengolahan data. serta koordinasi pembinaan. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang penyajian dan evaluasi data dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan Pasal 850 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana.rtf 342 . dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. program dan anggaran Pusat Data dan Informasi. b. dan anggaran. perlengkapan. pelaksanaan urusan kepegawaian dan penataan organisasi dan tata laksana urusan persuratan. program dan evaluasi di lingkungan Pusat Data dan Informasi. 10 OTK KEMENHUB 2010 . dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data dan Informasi.rtf 343 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan rencana.PUSDATIN (FINAL . c. Pasal 852 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. e. penyiapan bahan administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. c. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 853 (1) Subbagian Rencana. Subbagian Rencana. Subbagian Keuangan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Data dan Informasi. b. f. pelaksanaan urusan keuangan di lingkungan Pusat Data dan Informasi. program kerja. serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Data dan Informasi.VALID). penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana. d. kearsipan. rumah tangga. Program dan Evaluasi.Pasal 851 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 850.

Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kearsipan dan rumah tangga di lingkungan Pusat Data dan Informasi.PUSDATIN (FINAL . (2) (3) (4) 10 OTK KEMENHUB 2010 . dan tata laksana. persuratan. Masing-masing kelompok jabatan fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi.(2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data dan Informasi. serta urusan administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 855 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Pranata Komputer. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. dan sejumlah jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.VALID). Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Statistisi.rtf 344 . organisasi. Pasal 854 (3) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.

dan anggaran penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. penyiapan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. d. c.PKKPJT (FINAL . pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. program kerja. (2) b.BAB XIV PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI Pasal 856 (1) Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal. penyiapan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. penyiapan penyusunan rencana. Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi dipimpin oleh seorang Kepala. penyiapan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi.VALID). e. Pasal 857 Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. penyiapan koordinasi terkait kajian.rtf 345 . 11 OTK KEMENHUB 2010 . Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. b. Pasal 861 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860. 11 OTK KEMENHUB 2010 . kerumahtanggaan. c. d.rtf 346 . dan ketatausahaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi.PKKPJT (FINAL . Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara. Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi terdiri atas: a. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan urusan keuangan.f.VALID). Pasal 860 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. b. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup sektor transportasi. kepegawaian. penyiapan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. dan Bagian Tata Usaha. Pasal 859 g. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda.

b. pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. dan Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Pasal 862 d. pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian.rtf 347 . Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. penyiapan bahan koordinasi terkait kajian. penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. penyusunan laporan.VALID). Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. e. pelaksanaan kajian. penyusunan laporan. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a. pelaksanaan kajian. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian.PKKPJT (FINAL . Pasal 863 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 . f. dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan.c.

11 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 865 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 864. dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. penyiapan bahan koordinasi terkait kajian.PKKPJT (FINAL .rtf 348 . penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. b. f. d.Pasal 864 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda.VALID). penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. e. c.

dan Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda.PKKPJT (FINAL . penyusunan laporan. pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. penyusunan laporan.rtf 349 . Pasal 867 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program.Pasal 866 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda terdiri atas: a. (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 . Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda. pelaksanaan kajian. Pasal 868 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. pelaksanaan kajian. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 869 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 868.VALID). Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. b.

pelaksanaan kajian. penyusunan laporan. penyiapan bahan koordinasi terkait kajian. dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara.PKKPJT (FINAL . e. penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara.b.VALID). f. (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 . pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi. Pasal 871 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. lingkungan hidup transportasi udara. Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Udara. pelaksanaan kajian. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara terdiri atas: a. dan Subbidang kajian Pelayanan Jasa Transportasi Udara. penyusunan laporan. pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi udara. Pasal 870 c. b. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi udara.rtf 350 . d. Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program.

rtf 351 . penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. serta urusan keuangan. anggaran. Pasal 875 (1) Subbagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. c. dan pelaporan. dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Perencanaan dan Keuangan. kepegawaian. organisasi. evaluasi dan pelaporan. perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. penyiapan bahan penyusunan rencana. kearsipan. Pasal 874 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. b. program kerja. anggaran. penyiapan bahan pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. program kerja dan anggaran di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. kearsipan.PKKPJT (FINAL . persuratan. program kerja. serta pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 873 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 872. 11 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 872 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi.VALID). persuratan. tata laksana.

(2) (3) (4) 11 OTK KEMENHUB 2010 .PKKPJT (FINAL . Pasal 876 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. serta persuratan. Masing-masing kelompok jabatan fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi.(2) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian.VALID). Pasal 877 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. kearsipan. organisasi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. perlengkapan. dan tata laksana.rtf 352 . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

penyiapan pengelolaan berita. opini publik. penyiapan perumusan kebijakan komunikasi publik di lingkungan Kementerian Perhubungan.BAB XV PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK Pasal 878 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal. penyelenggaraan pelayanan informasi dan dokumentasi.VALID). Pasal 880 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879. Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh seorang Kepala. juru bicara Kementerian Perhubungan untuk penyampaian kebijakan publik. d.rtf 353 . pengelolaan opini publik dan isu strategis sektor transportasi. c. penyiapan pembinaan kegiatan komunikasi publik Kementerian Perhubungan secara langsung dan melalui media. 12 OTK KEMENHUB 2010 .PKP (FINAL . dan isu strategis sektor transportasi. Pasal 879 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan komunikasi publik secara langsung dan/atau melalui media. strategi dan program yang telah diputuskan Menteri atau disepakati jajaran pimpinan di lingkungan Kementerian Perhubungan serta memberikan penjelasan atau merespon masalah/isu publik. publikasi serta edukasi publik tentang kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan. (2) b.

Bagian Tata Usaha. penyiapan koordinasi penyelenggaraan publikasi. i. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi. g. b. penyiapan koordinasi penyelenggaraan komunikasi publik antara pimpinan Kementerian Perhubungan dengan media massa. dokumentasi. Bidang Media Massa dan Opini Publik. dan umum di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. penyiapan pembinaan dan pemeliharaan jejaring komunikasi publik internal dan eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 881 f.VALID). penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. dan pelaksanaan urusan keuangan. j. k. dan edukasi publik tentang kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan serta pengelolaan pengaduan masyarakat di lingkungan. penyiapan pembinaan penyelenggaraan komunikasi publik/kegiatan kehumasan dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Humas di Kementerian Perhubungan. l. penyiapan pembinaan pelaksana komunikasi publik/kegiatan humas di lingkungan Kementerian Perhubungan.PKP (FINAL . penyiapan koordinasi penyelenggaraan pemberitaan dan penyebaran informasi sektor transportasi. 12 OTK KEMENHUB 2010 . h. Pusat Komunikasi Publik terdiri atas: a.e.rtf 354 . kepegawaian. d. c.

f. penyiapan bahan transportasi.Pasal 882 Bidang Media Massa dan Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan komunikasi publik sektor transportasi melalui media massa dan pengelolaan berita. pengelolaan isu strategis sektor penyiapan bahan pembinaan dan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal. analisis dan evaluasi dalam rangka penyerapan persepsi publik sektor transportasi. serta menyiapkan bahan pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan. elektronik dan media online. b. e. Subbidang Media Massa. dan isu strategis sektor transportasi. penyiapan bahan pengelolaan kecenderungan berita yang bersumber dari media massa cetak. dan pelaksanaan pengelolaan bahan tanggapan dan sanggahan berita media massa. opini publik. penyiapan bahan pelaksanaan komunikasi pemberitaan sektor transportasi melalui media massa.rtf 355 . Pasal 884 g. i. penyiapan bahan pelaksanaan komunikasi publik. Bidang Media Massa dan Opini Publik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882. Bidang Media Massa dan Opini Publik terdiri atas: a. 12 OTK KEMENHUB 2010 . h. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan pengelolaan berita dan opini publik sektor transportasi. penyiapan bahan rumusan kebijakan komunikasi publik. c.VALID).PKP (FINAL . d. dan Subbidang Analisis Berita dan Pengelolaan Opini. b.

dan pengelolaan pengaduan masyarakat. serta pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan. pameran. c. penyiapan bahan pelayanan dan penyebaran informasi komunikasi publik sektor transportasi. dan penyelenggaraan penerbitan.Pasal 885 (1) Subbidang Media Massa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan komunikasi pemberitaan sektor transportasi melalui media massa.rtf 356 . Subbidang Analisis Berita dan Pengelolaan Opini mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan berita dan opini publik baik secara langsung maupun yang bersumber dari media massa. pengelolaan dokumentasi. (2) b.PKP (FINAL .VALID). Pasal 886 Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan informasi komunikasi publik berbagai kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan. d. percetakan. pameran. percetakan. dan berbagai bentuk publikasi kebijakan dan kinerja sektor transportasi. Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan jaringan komunikasi internal di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan hubungan serta kegiatan komunikasi berbagai kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan. Pasal 887 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 886. sosialisasi dan publikasi informasi kebijakan dan kinerja di sektor transportasi. serta pengelolaan media centre dan isu strategis sektor transportasi. penyiapan bahan edukasi publik mengenai kebijakan sektor transportasi. penyiapan bahan penerbitan. 12 OTK KEMENHUB 2010 . edukasi.

Pasal 890 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. Pasal 888 f. dan penyelenggaraan penerbitan. Pasal 889 (1) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan komunikasi publik kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan. Subbidang Pelayanan Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengolahan. dan Subbidang Pelayanan Informasi dan Dokumentasi. Subbidang Publikasi.e. penghimpunan dan pengelolaan serta pendokumentasian pemberitaan. kepegawaian. pemeliharaan jejaring informasi dan komunikasi internal di lingkungan Kementerian Perhubungan. informasi komunikasi publik sektor transportasi. Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi terdiri atas: a. dan kinerja sektor transportasi. penghimpunan dan pendokumentasian bahan informasi publik sektor transportasi. sosialisasi kebijakan. dan umum di lingkungan Pusat Komunikasi Publik.rtf 357 .VALID). anggaran. serta urusan keuangan. dan penyiapan bahan pengelolaan pengaduan masyarakat. program kerja. pameran. penyiapan bahan pengolahan. serta edukasi publik mengenai kebijakan dan kinerja sektor transportasi. g. dan pelaporan. penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi internal Kementerian Perhubungan.PKP (FINAL . pencetakan. dan proses penyiapan penanganan pengaduan masyarakat. b. (2) 12 OTK KEMENHUB 2010 .

b. (2) 12 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). dan pelaksanaan urusan persuratan. pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 892 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. program kerja. Program. f. serta penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. penyiapan bahan administrasi Jabatan Fungsional Pranata Humas di lingkungan Kementerian Perhubungan. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan anggaran di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. e. penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbagian Rencana. Program.Pasal 891 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 890. d. Subbagian Keuangan. program kerja. Pasal 893 (1) Subbagian Rencana.PKP (FINAL . c. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. b. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. dan Evaluasi. c. kearsipan.rtf 358 . serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. dan anggaran.

(2) (3) (4) 12 OTK KEMENHUB 2010 . organisasi. persuratan. tata laksana. kearsipan. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. Pasal 894 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.(3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik. serta administrasi Jabatan Fungsional Pranata Humas di lingkungan Kementerian Perhubungan. terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang tugas keahliannya berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.VALID). Pasal 895 (1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 894.PKP (FINAL .rtf 359 .

Pasal 898 Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Perhubungan yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan Menteri ini. 13 OTK KEMENHUB 2010 .VALID) TTD. BAB XVII TATA KERJA Pasal 899 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan wajib menerapkan prinsip koordinasi.rtf 360 . tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan peraturan yang baru berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.UPT .LAIN (FINAL .ESELON . Pasal 897 Pembentukan.BAB XVI UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 896 Di lingkungan Kementerian Perhubungan dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksanaan tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis penunjang Kementerian Perhubungan sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan peraturan perundangundangan. integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan masingmasing maupun antara satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan serta instansi lain sesuai dengan tugas masing-masing. susunan organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 896 ditetapkan dengan Peraturan Menteri Perhubungan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

secara hirarkhi menyampaikan laporan kepada Sekretaris Jenderal. dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai dengan lingkup kewenangan masing-masing.LAIN (FINAL . dan Sekretaris Badan menyusun laporan berkala kepada Sekretariat Jenderal. Pasal 903 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahannya wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut. 13 OTK KEMENHUB 2010 . dan Kepala Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 902 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasannya masingmasing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.rtf 361 . Sekretaris Direktorat Jenderal. Kepala Direktorat.UPT . tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.ESELON . dan Kepala Biro Perencanaan. Direktur Jenderal.Pasal 900 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib menerapkan sistem pengendalian intern di lingkungan masing-masing yang memungkinkan terlaksananya mekanisme uji silang. dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Kepala Pusat. Pasal 905 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Pasal 904 Para Kepala Biro. Direktorat Jenderal.VALID) TTD. Pasal 901 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan pengarahan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan.

Sekretaris Direktorat Jenderal. Kepala Subbidang. Kepala Subbagian. Inspektur Jenderal. Direktur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Bagian.a. Pasal 907 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi bawahannya dan dalam rangka memberikan bimbingan kepada bawahannya masingmasing wajib mengadakan rapat berkala. Sekretaris Jenderal.Pasal 906 Dalam melaksanakan tugas.a. Kepala Bidang.b. Pasal 909 Pejabat struktural Eselon I.a. Kepala Pusat.a.LAIN (FINAL . dan Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon IV.a yang dialihtugaskan pada jabatan Staf Ahli tetap diberikan Eselon I. (2) (3) (4) (5) 13 OTK KEMENHUB 2010 . Inspektur. Direktur.ESELON .UPT . dan Kepala Subdirektorat adalah jabatan struktural eselon III. Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. setiap pimpinan satuan organisasi wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan organisasi di bawahnya. Sekretaris Badan. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 908 (1) Wakil Menteri.a. BAB XVIII ESELON. dan Sekretaris Inspektorat Jenderal adalah jabatan struktural eselon II. Kepala Biro.VALID) TTD.rtf 362 .

maka tanggung jawab pengawasan yang dilakukan oleh para Inspektur pada Inspektorat Jenderal tetap berada pada lingkup Inspektur yang membawahkan provinsi semula. (2) (3) BAB XIX KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 911 Jenis jabatan fungsional yang dapat digunakan dan yang dibentuk di lingkungan Sekretariat Jenderal. satuan hasil kerja.Pasal 910 (1) Sekretaris Jenderal. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Kepala Badan. Pusat Kajian Kemitraan Pelayanan Jasa Transportasi. Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Perhubungan. Pusat Data dan Informasi.VALID) TTD. dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. dan Pusat Komunikasi Publik ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh Pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Perhubungan.rtf 363 . Direktur Jenderal. waktu capaian hasil kerja jabatan dan peta jabatan kepada Menteri Perhubungan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Perhubungan. Inspektur Jenderal. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Perhubungan. Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.ESELON . Direktorat Jenderal Perkeretaapian.LAIN (FINAL . Pasal 912 Dalam waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak Peraturan Menteri ini berlaku tiap-tiap pejabat eselon I harus telah menyampaikan usulan rumusan jabatan fungsional umum. Pasal 913 Apabila terjadi pemekaran provinsi.UPT . 13 OTK KEMENHUB 2010 . uraian jenis-jenis kegiatan organisasi.

Pasal 918 Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini.Pasal 914 Penyusunan program dan anggaran hingga menjadi Dokumen Pelaksanaan Anggaran berupa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan dilaksanakan oleh Biro Perencanaan dengan melibatkan Biro Keuangan.rtf . Pasal 916 Untuk kelancaran pelaksanaan tugas Pusat Komunikasi Publik. maka Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 43 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan. setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan wajib memberikan akses yang seluas-luasnya kepada Pusat Komunikasi Publik dalam mendapatkan berbagai data dan informasi untuk kepentingan komunikasi publik.UPT . dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.VALID) TTD. Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan evaluasi paling lama 3 (tiga) tahun sejak Peraturan Menteri ini ditetapkan. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 20 Tahun 2008. dilaksanakan oleh Biro Keuangan dengan melibatkan Biro Perencanaan.ESELON .LAIN (FINAL . BAB XX PENUTUP Pasal 917 (1) Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan Menteri ini ditetapkan oleh Menteri Perhubungan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. Pasal 915 Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan. 364 (2) 13 OTK KEMENHUB 2010 .

Kepala Badan Kepegawaian Negara. Menteri Keuangan. Sekretaris Inspektorat Jenderal. 13 OTK KEMENHUB 2010 . Agar setiap orang mengetahuinya. dan para Staf Ahli di lingkungan Kementerian Perhubungan. Inspektur Jenderal. para Sekretaris Badan dan para Kepala Pusat di lingkungan Kementerian Perhubungan. para Direktur Jenderal. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 5 Nopember 2010 MENTERI PERHUBUNGAN ttd. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. FREDDY NUMBERI SALINAN Peraturan Menteri ini disampaikan kepada : 1. para Kepala Badan.LAIN (FINAL . 3. Para Kepala Biro. Wakil Menteri Perhubungan. 4. memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.rtf 365 . Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. para Sekretaris Direktorat Jenderal.ESELON .VALID) TTD. Sekretaris Jenderal.UPT . 2.Pasal 919 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 5. 6.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN .

Bidang Teknologi dan Energi Phb. 5. 3. Bidang Lingkungan Phb. STAF AHLI MENTERI PERHUBUNGAN WAKIL MENTERI PERHUBUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI PUSAT DATA DAN INFORMASI . 2. Bidang Ekonomi dan Kemitraan Phb.1. 4. Bidang Multimoda dan Kesisteman Phb. Bidang Regulasi dan Keselamatan Phb.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL .

KESEJAHTERAAN. DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN ANALISA DAN EVALUASI BAGIAN ORGANISASI DAN TATA AKSANA BAGIAN PERLENGKAPAN BAGIAN KERJASAMA LUAR NEGERI BAGIAN PEMBIAYAAN DAN PERJALANAN .SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI BIRO KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIRO HUKUM DAN KERJASAMA LUAR NEGERI BIRO UMUM BAGIAN RENCANA BAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT. UDARA. & PENUNJANG BAGIAN PERJANJIAN DAN PERTIMBANGAN HUKUM BAGIAN TU PIMPINAN DAN KEPROTOKOLAN BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN PROGRAM BAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI.

BIRO PERENCANAAN BAGIAN RENCANA BAGIAN PROGRAM BAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN BAGIAN ANALISA DAN EVALUASI SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI LAUT DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI LAUT DAN MULTIMODA SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

MUTASI KESEJAHTERAAN DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN RENCANA. LAUT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN DATA DAN FORMASI PEGAWAI SUBBAGIAN JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PERAWATAN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN ORGANISASI TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENGADAAN DAN PENGANGKATAN PEGAWAI SUBBAGIAN ANALISIS KEBUTUHAN DIKLAT PEGAWAI SUBBAGIAN DISIPLIN DAN PEMBERHENTIAN PEGAWAI SUBBAGIAN KETATALAKSANAAN DAN PERATURAN KEPEGAWAIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .BIRO KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI BAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI. PROGRAM. DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN KARIER PEGAWAI SUBBAGIAN MUTASI DAN KEPANGKATAN PEGAWAI SUBBAGIAN ORGANISASI TRANSPORTASI DARAT.

BIRO KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI UDARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO HUKUM DAN KERJASAMA LUAR NEGERI BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT DAN UDARA BAGIAN PERJANJIAN DAN PERTIMBANGAN HUKUM BAGIAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERJANJIAN SUBBAGIAN KERJASAMA BILATERAL SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI UDARA SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN KERJASAMA MULTILATERAL SUBBAGIAN DOKUMENTASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PERATURAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENYULUHAN HUKUM SUBBAGIAN KERJASAMA REGIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN DAN KEPROTOKOLAN BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PEMBIAYAAN DAN PERJALANAN SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN KEAMANAN DAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PENYUSUNAN ANGGARAN DAN PELAPORAN SUBBAGIAN TATA USAHA WAKIL MENTERI SUBBAGIAN KEARSIPAN SUBBAGIAN PENYEDIAAN PERALATAN DAN INVENTARISASI SUBBAGIAN PEMBIAYAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKRETARIS JENDERAL SUBBAGIAN PENGGANDAAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN TATA USAHA STAF AHLI MENTERI SUBBAGIAN PEMELIHARAAN SARANA. PRASARANA DAN ANGKUTAN SUBBAGIAN PENGGAJIAN DAN PERJALANAN DINAS SUBBAGIAN KEPROTOKOLAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT .

DANAU DAN PENYEBERANGAN DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN DIREKTORAT KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN SUNGAI.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA DAN PROGRAM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI SUBBAGIAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN SISTEM INFORMASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN AKUNTANSI SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA SUBBAGIAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI JALAN SUBDIREKTORAT SARANA ANGKUTAN JALAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS JALAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN JALAN SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN OPERASIONAL SEKSI JARINGAN PRASARANA DAN PELAYANAN SEKSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR SEKSI MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS SEKSI ANGKUTAN PENUMPANG SEKSI MONITORING OPERASIONAL SEKSI PENGEMBANGAN TRANSPORTASI JALAN SEKSI TEKNOLOGI KENDARAAN BERMOTOR SEKSI PERLENGKAPAN JALAN SEKSI ANGKUTAN BARANG SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL .

DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT PELABUHAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SEKSI ANALISA DAN EVALUASI JARINGAN SEKSI RANCANG BANGUN SARANA SEKSI RANCANG BANGUN PELABUHAN SEKSI MANAJEMEN LALU LINTAS SEKSI BIMBINGAN USAHA ANGKUTAN SEKSI PENGEMBANGAN JARINGAN SEKSI BIMBINGAN PERAWATAN SARANA SEKSI BIMBINGAN PENGELOLAAN PELABUHAN SEKSI ALUR DAN PERAMBUAN SEKSI TARIF DAN KEPERINTISAN . DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT SARANA ANGKUTAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI SUNGAI.DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN SUNGAI.

DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS PERKOTAAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN PERKOTAAN SUBDIREKTORAT PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBDIREKTORAT DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN SEKSI JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN WILAYAH II .

DIREKTORAT KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT MANAJEMEN KESELAMATAN SUBDIREKTORAT PROMOSI DAN KEMITRAAN KESELAMATAN SUBDIREKTORAT BINA KESELAMATAN ANGKUTAN UMUM SUBDIREKTORAT AUDIT DAN INSPEKSI KESELAMATAN SEKSI MONITORING DAN EVALUASI SEKSI PROMOSI SEKSI KESELAMATAN PENGUSAHAAN ANGKUTAN UMUM SEKSI AUDIT KESELAMATAN SEKSI PENGEMBANGAN KESELAMATAN SEKSI KEMITRAAN SEKSI KESELAMATAN AWAK ANGKUTAN UMUM SEKSI INSPEKSI KESELAMATAN .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN LAUT DIREKTORAT PELABUHAN DAN PENGERUKAN DIREKTORAT PERKAPALAN DAN KEPELAUTAN DIREKTORAT KENAVIGASIAN DIREKTORAT KESATUAN PENJAGAAN LAUT DAN PANTAI .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN MUTASI SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PARIWISATA DAN TENAGA KERJA BONGKAR MUAT SEKSI ANEKA INDUSTRI DAN PENUNJANG ANGKUTAN LAUT SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA ANGKUTAN LAUT SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SISTEM DAN INFORMASI ANGKUTAN LAUT SEKSI PENYUSUNAN JARINGAN DAN PENEMPATAN KAPAL LINER SEKSI TRAMPER DAN PELAYARAN RAKYAT SEKSI AMERIKA.DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN LAUT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT DALAM NEGERI SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT KHUSUS DAN PENUNJANG ANGKUTAN LAUT SEKSI PERTAMBANGAN. EROPA DAN AFRIKA SEKSI ANALISA KEBUTUHAN DAN BIMBINGAN ARMADA SEKSI BIMBINGAN USAHA DAN TARIF ANGKUTAN LAUT SEKSI PENGOLAHAN DATA DAN INFORMASI ANGKUTAN LAUT SEKSI ASIA PASIFIK DAN AUSTRALIA SEKSI EVALUASI ANGKUTAN LAUT .

DIREKTORAT PELABUHAN DAN PENGERUKAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PELABUHAN SUBDIREKTORAT PERANCANGAN FASILITAS PELABUHAN SUBDIREKTORAT PENGERUKAN DAN REKLAMASI SUBDIREKTORAT PEMANDUAN DAN PENUNDAAN SUBDIREKTORAT BIMBINGAN PELAYANAN JASA DAN OPERASIONAL PELABUHAN SEKSI TATANAN DAN EVALUASI KEPELABUHANAN SEKSI PENYUSUNAN RENCANA INDUK DAN RENCANA PENGEMBANGAN PELABUHAN SEKSI PEDOMAN DAN RANCANGAN TEKNIS FASILITAS PELABUHAN SEKSI PENYUSUNAN PROGRAM PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN SEKSI PROGRAM DAN PERANCANGAN TEKNIS PENGERUKAN DAN REKLAMASI SEKSI BIMBINGAN PERALATAN PENGERUKAN DAN REKLAMASI SEKSI PERAIRAN DAN PELAYANAN PANDU SEKSI BIMBINGAN PELAYANAN JASA DAN TARIF PELABUHAN SEKSI BIMBINGAN TATA GUNA TANAH DAN PERAIRAN SEKSI TENAGA PANDU DAN SARANA BANTU PEMANDUAN .

DIREKTORAT PERKAPALAN DAN KEPELAUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT KELAIKAN KAPAL SUBDIREKTORAT PENGUKURAN. TEKNIS DAN RADIO KAPAL SUBDIREKTORAT PENCEMARAN DAN MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL SUBDIREKTORAT KEPELAUTAN SEKSI KONSTRUKSI DAN STABILITAS KAPAL SEKSI PENGUKURAN KAPAL SEKSI PENILIKAN KESELAMATAN KAPAL SEKSI PENCEGAHAN DAN GANTI RUGI PENCEMARAN SEKSI PENGAWAKAN D AN PERLINDUNGAN AWAK KAPAL SEKSI RANCANG BANGUN DAN PEMASUKAN KAPAL SEKSI PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KAPAL SEKSI SERTIFIKASI KESELAMATAN KAPAL SEKSI MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL SEKSI STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI PELAUT . PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KAPAL SUBDIREKTORAT NAUTIS.

DIREKTORAT KENAVIGASIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERAMBUAN SUBDIREKTORAT TELEKOMUNIKASI PELAYARAN SUBDIREKTORAT KAPAL NEGARA KENAVIGASIAN SUBDIREKTORAT PANGKALAN KENAVIGASIAN SUBDIREKTORAT SARANA DAN PRASARANA SEKSI OPERASI DAN SURVEI SEKSI OPERASI SEKSI OPERASI DAN PENGAWAKAN SEKSI BANGUNAN SEKSI PROGRAM SEKSI PERALATAN DAN PEMELIHARAAN PERAMBUAN SEKSI PERALATAN DAN PEMELIHARAAN TELEKOMUNIKASI PELAYARAN SEKSI PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN SEKSI PERBENGKELAN SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN .

DIREKTORAT KESATUAN PENJAGAAN LAUT DAN PANTAI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PATROLI DAN PENGAMANAN SUBDIREKTORAT PENGAWASAN KESELAMATAN DAN PPNS SEKSI ADVOKASI DAN DESEMINASI PENGAWASAN KESELAMATAN SEKSI PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL SUBDIREKTORAT TERTIB PELAYARAN SUBDIREKTORAT PENANGGULANGAN MUSIBAH DAN PEKERJAAN BAWAH AIR SUBDIREKTORAT SARANA DAN PRASARANA SEKSI PATROLI SEKSI KEBANDARAN SEKSI PENANGGULANGAN MUSIBAH SEKSI SARANA DAN PRASARANA OPERASIONAL SEKSI PENGAMANAN SEKSI KECELAKAAN KAPAL SEKSI PEKERJAAN BAWAH AIR SEKSI AWAK KAPAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT ANGKUTAN UDARA DIREKTORAT BANDAR UDARA DIREKTORAT KEAMANAN PENERBANGAN DIREKTORAT NAVIGASI PENERBANGAN DIREKTORAT KELAIKAN UDARA DAN PENGOPERASIAN PESAWAT UDARA .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM DAN HUBUNGAN MASYARAKAT BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN TATA USAHA BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN MUTASI SDM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN TATA USAHA PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK DAN LAPORAN HASIL AUDIT SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PENGEMBANGAN SDM SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI SUBBAGIAN AKUNTANSI SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA DAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT ANGKUTAN UDARA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT SISTEM INFORMASI & PELAYANAN ANGKUTAN UDARA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA DALAM NEGERI SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT KERJASAMA ANGKUTAN UDARA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN USAHA ANGKUTAN UDARA SEKSI SISTEM INFORMASI ANGKUTAN UDARA SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJADWAL DALAM NEGERI SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJADWAL LUAR NEGERI SEKSI KERJASAMA BILATERAL DAN PERUSAHAAN ANGKUTAN UDARA SEKSI KERJASAMA MULTILATERAL DAN LEMBAGA INTERNASIONAL SEKSI BIMBINGAN USAHA ANGKUTAN UDARA SEKSI SISTEM PELAYANAN ANGKUTAN UDARA SEKSI TARIF JASA PELAYANAN ANGKUTAN UDARA .

DIREKTORAT BANDAR UDARA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT TATANAN KEBANDARUDARAAN DAN LINGKUNGAN

SUBDIREKTORAT PRASARANA BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA

SEKSI TATA BANDAR UDARA SEKSI TATA LINGKUNGAN DAN KAWASAN BANDAR UDARA

SEKSI PROGRAM DAN STANDARISASI PRASARANA BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PRASARANA BANDAR UDARA

SEKSI PROGRAM DAN STANDARISASI PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA

SEKSI SERTIFIKASI PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA SEKSI PENGAWASAN PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA

SEKSI KERJASAMA PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA

DIREKTORAT KEAMANAN PENERBANGAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT STANDARISASI, KERJASAMA & PROGRAM KEAMANAN PNB

SUBDIREKTORAT PELAYANAN DARURAT

SUBDIREKTORAT PPNS & PERSONEL KEAMANAN PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT FAS. KEAMANAN PNB & PENGANGKUTAN BARANG BERBAHAYA

SUBDIREKTORAT KENDALI MUTU KEAMANAN PENERBANGAN

SEKSI STANDARISASI KEAMANAN PENERBANGAN SEKSI KERJASAMA DAN PROGRAM KEAMANAN PENERBANGAN

SEKSI PERSONEL PKP-PK DAN SALVAGE

SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PPNS

SEKSI FASILITAS KEAMANAN PENERBANGAN SEKSI PERSONEL FAS. KEAMANAN PNB. & PERSONEL PENANGANAN PENGANGKUTAN BARANG BERBAHAYA

SEKSI KENDALI MUTU KEAMANAN BANDAR UDARA SEKSI KENDALI MUTU KEAMANAN ANGKUTAN UDARA

SEKSI FASILITAS PELAYANAN DARURAT

SEKSI PERSONEL KEAMANAN PENERBANGAN

DIREKTORAT NAVIGASI PENERBANGAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT MANAJEMEN LALU LINTAS PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT MANAJEMEN INFORMASI AERONAUTIKA

SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT FASILITAS BANTU NAVIGASI & PENGAMATAN PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT STANDARISASI DAN SERTIFIKASI NAVIGASI PENERBANGAN

SEKSI MANAJEMEN RUANG UDARA

SEKSI KARTOGRAFI PENERBANGAN

SEKSI OPERASI KOMUNIKASI PENERBANGAN SEKSI JARINGAN DAN FASILITAS KOMUNIKASI PENERBANGAN

SEKSI FASILITAS BANTU NAVIGASI PENERBANGAN SEKSI FASILITAS PENGAMATAN PENERBANGAN

SEKSI STANDARISASI NAVIGASI PENERBANGAN

SEKSI PELAYANAN LALU LINTAS PENERBANGAN

SEKSI PUBLIKASI INFORMASI AERONAUTIKA

SEKSI SERTIFIKASI NAVIGASI PENERBANGAN

DIREKTORAT KELAIKAN UDARA DAN PENGOPERASIAN PESAWAT UDARA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT STANDARISASI

SUBDIREKTORAT REKAYASA

SUBDIREKTORAT PRODUK AERONAUTIKA

SUBDIREKTORAT OPERASI PESAWAT UDARA

SUBDIREKTORAT PERAWATAN

SEKSI STANDARISASI TEKNIK

SEKSI PENGAWASAN PROSES REKAYASA

SEKSI PENGAWASAN MUTU DAN PROSES PRODUKSI

SEKSI PENGAWASAN OPERASI PESAWAT UDARA SEKSI PERSONEL OPERASI PESAWAT UDARA

SEKSI PERAWATAN PESAWAT UDARA

SEKSI STANDARISASI OPERASI PENERBANGAN

SEKSI UJI TERBANG DAN KEMAMPUAN PESAWAT UDARA

SEKSI PENGESAHAN PRODUKSI

SEKSI PERSONEL TEKNIK PERAWATAN

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN KERETA API

DIREKTORAT PRASARANA PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT SARANA PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT KESELAMATAN PERKERETAAPIAN

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

BAGIAN PERENCANAAN

BAGIAN KEUANGAN

BAGIAN HUKUM

BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM

SUBBAGIAN RENCANA

SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN GG

SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN ORGANISASI G S S DAN O

SUBBAGIAN PROGRAM

SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN BARANG MILIK NEGARA

SUBBAGIAN JARINGAN DOKUMENTASI DAN BANTUAN HUKUM

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN

SUBBAGIAN VERIFIKASI ANGGARAN

SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI

SUBBAGIAN RUMAH TANGGA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN KERETA API

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT JARINGAN

SUBDIREKTORAT LALU LINTAS

SUBDIREKTORAT ANGKUTAN

SUBDIREKTORAT INVESTASI

SEKSI PENATAAN JARINGAN

SEKSI LALU LINTAS ANTARKOTA

SEKSI ANGKUTAN ANTARKOTA

SEKSI PENYELENGGARAAN KERJASAMA

SEKSI PENGEMBANGAN JARINGAN

SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN

SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN

SEKSI PENGEMBANGAN USAHA

DIREKTORAT PRASARANA PERKERETAAPIAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I

SUBDIREKTORAT JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SUBDIREKTORAT FASILITAS OPERASI KERETA API

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API WILAYAH II

SEKSI JALAN REL DAN TANAH KERETA API WILAYAH I SEKSI JEMBATAN DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I

SEKSI JALAN REL DAN TANAH KERETA API WILAYAH II SEKSI JEMBATAN DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SEKSI PERSINYALAN

SEKSI TELEKOMUNIKASI DAN PELISTRIKAN

DIREKTORAT SARANA PERKERETAAPIAAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SARANA

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN SARANA

SUBDIREKTORAT PENGELOLAAN SARANA MILIK NEGARA

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA WILAYAH I
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA PENGGERAK WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA TANPA PENGGERAK WILAYAH I

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA WILAYAH II
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA PENGGERAK WILAYAH II SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA TANPA PENGGERAK WILAYAH II

SEKSI RANCANG BANGUN DAN REKAYASA

SEKSI PENGAWASAN PENGUJIAN, PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN SEKSI PENGAWASAN TEMPAT DAN FASILITAS PENGUJIAN, PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN

SEKSI PENGADAAN DAN PENGOPERASIAN

SEKSI PENGENDALIAN MUTU

SEKSI PERAWATAN

DIREKTORAT KESELAMATAN PERKERETAAPIAAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT AUDIT DAN PENINGKATAN KESELAMATAN

SUBDIREKTORAT ANALISIS DAN PENANGANAN KECELAKAAN

SUBDIREKTORAT AKREDITASI KELEMBAGAAN DAN SERTIFIKASI SDM

SUBDIREKTORAT PENEGAKAN HUKUM

SEKSI AUDIT KESELAMATAN

SEKSI ANALISIS KECELAKAAN

SEKSI AKREDITASI KELEMBAGAAN

SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

SEKSI PENINGKATAN KESELAMATAN

SEKSI PENANGANAN KECELAKAAN

SEKSI SERTIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA

SEKSI PENYIDIKAN

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT JENDERAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT I

INSPEKTORAT II

INSPEKTORAT III

INSPEKTORAT IV

INSPEKTORAT V

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN HUKUM BAGIAN KEUANGAN DAN TATA USAHA BAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PEMBIAYAAN DAN PENGGAJIAN SUBBAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT I SUBBAGIAN DATA DAN EVALUASI SUBBAGIAN HUKUM DAN UMUM SUBBAGIAN TATA USAHA DAN PERJALANAN SUBBAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN .

TRANS.BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MANAJ. MULTIMODA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN DARAT & PERKERETAAPIAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN LAUT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN UDARA .

SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN & PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN DOKUMENTASI DAN KERJASAMA BAGIAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN DOKUMENTASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PUBLIKASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN KERJASAMA SUBBAGIAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MANAJEMEN TRANSPORTASI MULTIMODA BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI LAUT BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI UDARA BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN .

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN SEKRETARIAT BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN DARAT PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN LAUT PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN UDARA PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR PERHUBUNGAN .

SEKRETARIAT BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN DAN TL-LHP SUBBAGIAN TATA USAHA DAN RUMAH TANGGA SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA SUBBAGIAN ANALISIS DAN EVALUASI SUBBAGIAN MUTASI DAN DISIPLIN SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN PENGELOLA BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN DARAT BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN. KEUANGAN. DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN LAUT BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN. KEUANGAN. DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN UDARA BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN. DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . KEUANGAN.

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR PERHUBUNGAN BAGIAN UMUM SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI BIDANG PERENCANAAN BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG SARANA DAN PRASARANA SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG ANALISIS DAN EVALUASI SUBBIDANG DIKLAT PRAJABATAN DAN DALAM JABATAN SUBBIDANG DIKLAT TEKNIS MANAJERIAL SUBBIDANG SARANA SUBBIDANG PRASARANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI STAF AHLI MENTERI .

MENTERI PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG LINGKUNGAN PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG TEKNOLOGI DAN ENERGI PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG REGULASI DAN KESELAMATAN PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG MULTIMODA DAN KESISTEMAN PERHUBUNGAN STAF AHLI AH I BIDANG EKONOMI DAN KEMITRAAN PERHUBUNGAN .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT DATA DAN INFORMASI .

PUSAT DATA DAN INFORMASI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN RENCANA. PROGRAM DAN EVALUASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG SISTEM INFORMASI BIDANG DATA SUBBIDANG PERANGKAT U DAN PROGRAM OG LUNAK APLIKASI SUBBIDANG PERANGKAT KERAS DAN INFRASTRUKTUR JARINGAN SUBBIDANG G G S PENGINTEGRASIAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBBIDANG ANALISIS DAN EVALUASI DATA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI .

MANAJ TRANS. TRANS. & PERKERETAAPIAN BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS. UDARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . MULTIMODA SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANSPORTASI LAUT & MANAJ. TRANS. MULTIMODA BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS. MULTIMODA SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS LAUT & MANAJ. DARAT & PERKERETAAPIAN SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANS DARAT TRANS. TRANS UDARA SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANS. TRANS. & PERKERETAAPIAN SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS DARAT TRANS. LAUT & MANAJ. UDARA SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS.PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .

PROGRAM.PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN RENCANA. DAN EVALUASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG MEDIA MASSA DAN OPINI PUBLIK BIDANG PUBLIKASI DAN PELAYANAN INFORMASI SUBBIDANG MEDIA MASSA SUBBIDANG ANALISIS BERITA DAN PENGELOLAAN OPINI SUBBIDANG SU G PUBLIKASI U S SUBBIDANG PELAYANAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful