PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 60 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN,

Menimbang

:

a.

bahwa sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, dipandang perlu untuk menata kembali Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu ditetapkan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan dengan Peraturan Menteri Perhubungan; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara;

b.

Mengingat

:

1.

2.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

1

3.

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009;

Memperhatikan :

Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat nomor B/1728/M.PANRB/07/2010 tanggal 29 Juli 2010, dan nomor B/2292/M.PANRB/10/2010 tanggal 14 Oktober 2010;

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN.

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Perhubungan adalah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Kementerian Perhubungan Perhubungan. Pasal 2 Kementerian Perhubungan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang perhubungan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan; pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan; dipimpin oleh Menteri

(2)

b.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

2

c.

pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Perhubungan; pelaksanaan bimbingan teknik dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Perhubungan di daerah; dan pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.

d.

e.

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Perhubungan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. h. i. Wakil Menteri Perhubungan; Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Perhubungan Darat; Direktorat Jenderal Perhubungan Laut; Direktorat Jenderal Perhubungan Udara; Direktorat Jenderal Perkeretaapian; Inspektorat Jenderal; Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan; Badan Pengembangan Perhubungan; Sumber Daya Manusia

j. k. l. m.

Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan; Staf Ahli Bidang Teknologi dan Energi Perhubungan; Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan; Staf Ahli Bidang Perhubungan; Multimoda dan Kesisteman

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

3

n. o. p.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kemitraan Perhubungan; Pusat Data dan Informasi; Pusat Kajian Kemitraaan dan Pelayanan Jasa Transportasi; dan Pusat Komunikasi Publik.

q.

BAB III WAKIL MENTERI Pasal 5 Wakil Menteri Perhubungan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Pasal 6 Wakil Menteri Perhubungan mempunyai tugas membantu Menteri Perhubungan dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Perhubungan. Pasal 7 Rincian tugas Wakil Menteri Perhubungan akan diatur tersendiri dengan Peraturan Menteri Perhubungan. BAB IV SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Pasal 8 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.

(2)

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

4

Pasal 9 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. koordinasi kegiatan Kementerian Perhubungan; koordinasi dan penyusunan Kementerian Perhubungan; rencana dan program

c.

pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Perhubungan; pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; koordinasi dan penyusunan undangan dan bantuan hukum; penyelenggaraan negara; dan pengelolaan peraturan perundang-

d.

e.

f.

barang

milik/kekayaan

g.

pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Perhubungan.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

5

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 11 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. b. c. d. e. Biro Perencanaan; Biro Kepegawaian dan Organisasi; Biro Keuangan dan Perlengkapan; Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri; dan Biro Umum.

Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 12 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana, pengolahan dan penelaahan , penetapan tarif, program dan anggaran, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program, serta koordinasi penyediaan infrastruktur melalui pinjaman/hibah luar negeri, dan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah, serta evaluasi dan pelaporan. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan koordinasi penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang di lingkungan Kementerian Perhubungan;

b.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

6

c.

penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan penetapan pentarifan di bidang perhubungan; penyiapan koordinasi bahan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah; penyiapan koordinasi penyusunan program dan anggaran di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan koordinasi penyusunan dan penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Kementerian Perhubungan dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA); penyiapan koordinasi penyusunan rencana penyediaan infrastruktur yang dilakukan melalui pinjaman/hibah luar negeri; analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program serta pinjaman/hibah luar negeri; penyiapan koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Kementerian Perhubungan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 14

d.

e.

f.

g.

h.

i.

j.

Biro Perencanaan terdiri atas: a. b. c. d. Bagian Rencana; Bagian Program; Bagian Pentarifan dan Pelaporan; dan Bagian Analisa dan Evaluasi. Pasal 15 Bagian Rencana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang di lingkungan Kementerian Perhubungan.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

7

Pasal 16 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Bagian Rencana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan dan penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang Kementerian Perhubungan; dan penyiapan bahan penyusunan rencana bergulir (rolling plan) Kementerian Perhubungan. Pasal 17 Bagian Rencana terdiri atas: a. b. c. Subbagian Rencana Transportasi Darat dan Perkeretaapian; Subbagian Rencana Transportasi Laut dan Multimoda; dan Subbagian Rencana Transportasi Udara dan Penunjang. Pasal 18 (1) Subbagian Rencana Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Subbagian Rencana Transportasi Laut dan Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi laut dan multimoda. Subbagian Rencana Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi udara dan penunjang.

b.

(2)

(3)

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

8

Subbagian Program Transportasi Laut. serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara. c. Pasal 21 Bagian Program terdiri atas: a. Subbagian Program Transportasi Darat dan Perkeretaapian. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Perhubungan.SETJEN (FINAL . b.Pasal 19 Bagian Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan program dan anggaran serta penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Kementerian Perhubungan dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Bagian Program menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Program Transportasi Udara dan Penunjang. 01 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 9 . c. Pasal 22 (1) Subbagian Program Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan bahan rapat kerja Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dengan lembaga negara.VALID). Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan koordinasi penyusunan dan penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan. Pasal 20 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. b.

Pasal 23 (3) Bagian Pentarifan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. Bagian Pentarifan dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a.SETJEN (FINAL . c. serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara. Pasal 24 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23. Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi udara dan penunjang. serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara.VALID). dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. e. bahan untuk lembaga negara dan lembaga pemerintah. b. 01 OTK KEMENHUB 2010 . serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).rtf 10 . penyiapan bahan koordinasi penyiapan bahan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah. d.(2) Subbagian Program Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). analisis dan penetapan pentarifan di bidang transportasi. Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi laut. penyiapan bahan koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi dan penunjang. Subbagian Program Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).

Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi udara dan penunjang. b. koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). c. serta hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah. Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Laut dan Tata Usaha Biro. hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Udara dan Penunjang. (2) Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Tranportasi Laut dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. Pasal 26 (1) Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi laut. koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi darat dan perkeretaapian. serta hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah. Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).rtf 11 . koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).Pasal 25 Bagian Pentarifan dan Pelaporan terdiri atas: a. (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 .SETJEN (FINAL .VALID).

termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaatnya (outcome). Pasal 28 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).SETJEN (FINAL . analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kementerian Perhubungan. Kolusi dan Nepotisme (AP-KKN) unit Sekretariat Jenderal. Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi (RAN-PK) unit Sekretariat Jenderal serta koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang dibiayai dengan mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). penyiapan bahan koordinasi penyusunan Aksi Pencegahan Korupsi. Bagian Analisa dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. e. c.rtf 12 .Pasal 27 Bagian Analisa dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan analisis. dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang dibiayai dengan mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN).VALID). d. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan. b. penyiapan bahan pemantauan. Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan. evaluasi dan penyusunan Laporan Pelaksanaan Rencana dan Program Kementerian Perhubungan termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaatnya (outcome).

penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Sekretariat Jenderal. analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi darat dan perkeretaapian termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome). Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Laut. penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kementerian Perhubungan. koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi darat dan perkerataapian melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). Kolusi dan Nepotisme (AP-KKN) unit Sekretariat Jenderal. analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi b. analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome). Penetapan Kinerja Sekretariat Jenderal.VALID). Aksi Pencegahan Korupsi.SETJEN (FINAL . Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Udara dan Penunjang. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 13 . c.Pasal 29 Bagian Analisa dan Evaluasi terdiri atas: a. koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan. Pasal 30 (1) Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Darat dan Perkeretaapian.

dan pengendalian kepegawaian. dan pengendalian mutasi. penyiapan perumusan.udara dan penunjang termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome). dan pengendalian perencanaan kepegawaian. penyiapan perumusan. pembinaan. f. penyiapan perumusan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . pembinaan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 31 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan perumusan. g. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. c. Penetapan Kinerja Biro Perencanaan. dan penyusunan evaluasi dan pelaporan. dan pengendalian pengembangan kepegawaian. kesejahteraan. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a.VALID). penyiapan perumusan. disiplin. penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Biro Perencanaan. b. organisasi dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 14 . dan pengendalian organisasi dan tata laksana. asessmen dan konseling pegawai. pembinaan.SETJEN (FINAL . penyiapan perumusan program kerja dan anggaran Biro. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. d. pembinaan. serta evaluasi dan pelaporan. koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi udara dan penunjang melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). pembinaan. e.

Pasal 34 Bagian Perencanaan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. Bagian Pengembangan Kepegawaian. pembinaan. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai. serta evaluasi dan pelaporan. d. penyiapan bahan perencanaan pengadaan pegawai. c. e.rtf 15 . urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian Mutasi. pengendalian perencanaan kepegawaian. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. h.Pasal 33 Biro Kepegawaian dan Organisasi terdiri atas: a. b. pengendalian perencanaan kepegawaian. Pasal 35 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34. Bagian Perencanaan Kepegawaian. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan Biro. b. pengelolaan data pegawai.SETJEN (FINAL . penyiapan bahan penyusunan formasi pegawai. d. dan Bagian Organisasi dan Tata Laksana.VALID). program kerja dan anggaran. f. penyiapan bahan penyusunan program kerja dan anggaran. 01 OTK KEMENHUB 2010 . c. serta akuntabilitas kinerja Biro. Bagian Perencanaan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan. pembinaan. penyiapan bahan pengangkatan calon pegawai negeri sipil. g.

VALID). serta penyusunan formasi pegawai. Subbagian Pengadaan dan Pengangkatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan pengadaan dan pengangkatan calon pegawai. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. (2) (3) b. Subbagian Data dan Formasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data pegawai.rtf 16 . Subbagian Data dan Formasi Pegawai. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian karier pegawai. serta evaluasi dan penyusunan laporan Biro. Pasal 38 Bagian Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. Program. b. akuntabilitas kinerja Biro. penyiapan bahan pelaksanaan dan pengendalian ujian dinas dan penyesuaian ijazah. Subbagian Rencana. pembinaan. dan Subbagian Pengadaan dan Pengangkatan Pegawai. Pasal 39 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38.Pasal 36 Bagian Perencanaan Kepegawaian terdiri atas: a. Program.SETJEN (FINAL . c. pengendalian pengembangan karier pegawai. anggaran. serta evaluasi dan pelaporan. program kerja. 01 OTK KEMENHUB 2010 . dan Tata Usaha Biro. Pasal 37 (1) Subbagian Rencana.

penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. Bagian Pengembangan Kepegawaian terdiri atas: a. mutasi wilayah kerja. Pasal 40 d.VALID). serta peningkatan kualitas pegawai. pemindahan dan pemberhentian dalam jabatan struktural. dan Subbagian Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. e. c. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . b. serta evaluasi dan pelaporan. serta evaluasi dan pelaporan. pemberhentian dan pensiun. serta evaluasi dan pelaporan. pengangkatan. Subbagian Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Pasal 42 Bagian Mutasi. Subbagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian jabatan fungsional. penyiapan bahan pembinaan dan pengendalian jabatan fungsional tertentu dan jabatan fungsional umum.SETJEN (FINAL . dan peningkatan kualitas pegawai. Subbagian Karier Pegawai.c. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. Subbagian Jabatan Fungsional. Pasal 41 (1) Subbagian Karier Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian karier pegawai. serta evaluasi dan pelaporan.rtf 17 . kesejahteraan dan disiplin pegawai. urusan kepangkatan.

Bagian Mutasi. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan pembinaaan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberhentian dan pensiun pegawai. l. h. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan pengangkatan. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. penyiapan bahan pelaksanaan assesmen dan konseling pegawai. j. k. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian tanda penghargaan. d.Pasal 43 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. b. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan kesejahteraan pegawai dalam bentuk fisik dan non fisik. penyiapan bahan administrasi tenaga perbantuan dan dipekerjakan. Subbagian Perawatan dan Kesejahteraan Pegawai. Subbagian Mutasi dan Kepangkatan Pegawai. kesejahteraan dan disiplin pegawai. c. i. penyiapan bahan pengelolaan administrasi kepegawaian. dan Subbagian Disiplin dan Pemberhentian Pegawai. Bagian Mutasi. Pasal 44 c.rtf 18 . mutasi. b. f.SETJEN (FINAL . 01 OTK KEMENHUB 2010 . g. e.VALID). penyiapan bahan evaluasi jabatan. penyiapan bahan pelaksanaan mutasi wilayah kerja. pemindahan dan pemberhentian dari dan dalam jabatan struktural. penyiapan bahan bimbingan disiplin pegawai.

serta evaluasi dan pelaporan. pengendalian penataan organisasi. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. administrasi kepegawaian. Subbagian Perawatan dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan perawatan dan kesejahteraan pegawai dalam bentuk fisik dan non fisik. serta evaluasi dan pelaporan. penyiapan rancangan peraturan kepegawaian.rtf 19 . Pasal 46 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. Pasal 47 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46. (2) (3) b. peraturan kepegawaian. serta evaluasi dan pelaporan. pembinaan.VALID). tatalaksana. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Disiplin dan Pemberhentian Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pelaksanaan bimbingan disiplin pegawai. pelaksanaan pendokumentasian peraturan kepegawaian. c. penyiapan bahan perumusan.SETJEN (FINAL . administrasi tenaga perbantuan dan dipekerjakan serta urusan kepangkatan. konseling. pengendalian penataan organisasi. pemindahan dan pemberhentian dari dan dalam jabatan struktural. assesmen. pencatatan penilaian prestasi kerja pegawai. penyiapan bahan kajian penataan organisasi. serta evaluasi dan pelaporan. mutasi wilayah kerja.Pasal 45 (1) Subbagian Mutasi dan Kepangkatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan pembinaan dan pelaksanaan penetapan pengangkatan. pembinaan. d. serta penyiapan bahan dan pelaksanaan pemberhentian dan pensiun pegawai.

serta evaluasi dan pelaporan. standar. prosedur. Subbagian Organisasi Transportasi Udara dan Penunjang. serta evaluasi dan pelaporan. Pasal 48 g.rtf 20 . analisis kewenangan dan beban kerja. Subbagian Organisasi Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. Laut dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan pengendalian penataan organisasi. perancangan dan pendokumentasian peraturan kepegawaian. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan.SETJEN (FINAL . pengendalian ketatalaksanaan. serta evaluasi dan pelaporan. dan kriteria kewenangan bidang transportasi yang diserahkan/ dilimpahkan ke daerah. penyiapan bahan norma. Subbagian Organisasi Transportasi Darat. analisis kewenangan dan beban kerja. Pasal 49 (1) Subbagian Organisasi Transportasi Darat.e. dan kriteria kewenangan yang diserahkan/dilimpahkan ke daerah di bidang transportasi darat. f. standar. laut dan perkeretaapian. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . dan kriteria kewenangan yang diserahkan/dilimpahkan ke daerah di bidang transportasi udara dan penunjang. b. c. dan Subbagian Ketatalaksanaan dan Peraturan Kepegawaian. standar. dan pengendalian penataan organisasi. Subbagian Ketatalaksanaan dan Peraturan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. penyiapan bahan norma. prosedur. pembinaan.VALID). pembinaan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. penyiapan bahan kajian dan perumusan ketatalaksanaan. prosedur. penyiapan bahan norma. Laut dan Perkeretaapian. pembinaan.

penyiapan pelaksanaan revisi anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyiapan pembinaan pengelolaan keuangan negara serta penyiapan penetapan pengelola anggaran di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan pelaksanaan penyusunan Laporan Keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (LRA. pemantauan. evaluasi dan penyusunan pelaporan keuangan pelaksanaan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) serta implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan pembinaan. g. penilaian dan penyusunan laporan serta pembinaan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan.SETJEN (FINAL . c. d. Biro Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemantauan. penyiapan penyusunan dokumen dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. b. penyiapan pelaksanaan verifikasi dan akuntansi serta penyusunan laporan pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan.Bagian Kelima Biro Keuangan dan Perlengkapan Pasal 50 Biro Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan administrasi keuangan dan perlengkapan/barang milik negara di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 21 .VALID). Neraca dan CaLK) serta penyusunan Laporan SIMAK-BMN di lingkungan Kementerian Perhubungan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . e. f.

Pasal 52 i. evaluasi. Pasal 53 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penggunaan dan penetapan status. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian Perhubungan. koordinator dan penanggungjawab pelaksanaan tugas / kegiatan Unit Akuntansi Pengguna Anggaran dan Barang (UAPA/B) di lingkungan Kementerian Perhubungan. pemanfaatan. c. pemantauan. revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja.SETJEN (FINAL . inventarisasi dan penilaian. Bagian Akuntansi.VALID). l. Biro Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas: a. Bagian Perbendaharaan. penyiapan usulan penetapan. penelitian. m. Bagian Pelaksanaan Anggaran. j. b. penghapusan dan penatausahaan di lingkungan Kementerian Perhubungan. pemantauan dan evaluasi tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. penyiapan pembinaan. evaluasi. penyiapan pembinaan pengelolaan Barang Milik Negara meliputi antara lain pengelolaan pengadaan barang/jasa. penyiapan pembinaan. d.h. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Kementerian Perhubungan. pemantauan dan evaluasi pengelolaan serta pelaporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Kementerian Perhubungan. n. pemindahtanganan. koordinasi. dan Bagian Perlengkapan.rtf 22 . pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. k. 01 OTK KEMENHUB 2010 . pembinaan dan pemantauan pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. dan penyiapan bahan pemantauan dan pelaporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian Perhubungan. 23 . Pasal 55 h. penyiapan bahan penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kementerian Perhubungan bersama unit kerja terkait. pemantauan pelaksanaan kegiatan b. penyiapan bahan kontrak strategis. penyiapan bahan pembinaan teknis penyusunan petunjuk operasional/ pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. g. Transportasi Darat dan Subbagian Anggaran Transportasi Laut.SETJEN (FINAL . c. f. penyiapan bahan penyusunan revisi rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN). Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelitian dan evaluasi data dukung sebagai bahan kelengkapan untuk mengusulkan revisi pelaksanaan rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN). e. d.VALID). b.rtf Subbagian Anggaran Perkeretaapian.Pasal 54 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan inventarisasi data sebagai bahan kelengkapan data dukung usulan revisi rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN). penyiapan bahan petunjuk operasional/ pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. dan Subbagian Anggaran Transportasi Udara dan Penunjang. c.

penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. penelitian dan evaluasi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. dan Penunjang.rtf (2) (3) 24 . pemantauan. revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. penelitian dan evaluasi. Pasal 57 Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. penelitian dan evaluasi.VALID).SETJEN (FINAL . revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. 01 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 56 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Kementerian Perhubungan. pemantauan. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). pemantauan.

SETJEN (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan implementasi dan evaluasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) dan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) untuk anggaran pendapatan dan belanja. reviu Inspektorat Jenderal. e. penyiapan bahan pembinaan administrasi keuangan dan pelaporan keuangan kepada para pengelola anggaran di tingkat Unit Pelaksana Teknis/Kantor/Satuan Kerja.Pasal 58 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57. dan pemeriksaan BPK-RI serta penyampaian ralat/koreksi Laporan Keuangan (Audited) Kementerian kepada Menteri Keuangan dan BPK-RI. dan penyiapan bahan perumusan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Kebijakan Akuntansi di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai SAP. c.rtf 25 . penyiapan bahan pengawasan dan evaluasi serta penilaian terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran oleh para pengelola anggaran. g. penyiapan bahan perumusan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Sistem dan Prosedur Sistem Akuntansi serta pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai SAP. Neraca dan CaLK berdasarkan hasil rekonsiliasi Kementerian Keuangan. f. penyiapan bahan dan penyusunan perbaikan/ralat Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Kementerian Perhubungan kepada Menteri Keuangan dan BPK-RI. d. h. b.VALID). 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan verifikasi laporan pertanggungjawaban anggaran dan penilaian pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja serta tindak lanjut hasil pemeriksaan.

Pasal 59 Bagian Akuntansi terdiri atas: a. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa.SETJEN (FINAL . Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Pasal 60 (1) Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran.rtf 26 . evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan Laporan Keuangan  terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA).VALID). penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. dan Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Udara dan Penunjang. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Udara dan Penunjang melakukan penyiapan bahan  verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). b. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Laut. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan  verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. c. evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Perkeretaapian. evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Penunjang. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa.

Darat dan b. Pasal 62 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. evaluasi. dan Subbagian Perbendaharaan Penunjang. c. Pasal 63 f. tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi.VALID).Pasal 61 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan keuangan negara. b. Badan Layanan Umum (BLU). Subbagian Perbendaharaan Transportasi Laut. bahan bahan pembinaan pembinaan pengelolaan penetapan keuangan pengelola penyiapan bahan pembinaan. Transportasi Udara dan 01 OTK KEMENHUB 2010 . tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 27 . penyiapan negara. d. g. pembinaan administrasi dan pemantauan pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU). koordinasi. Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. penyiapan anggaran.SETJEN (FINAL . c. penyiapan bahan pembinaan. pemantauan dan evaluasi tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. penetapan pengelola anggaran. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan bahan pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi. pemantauan dan evaluasi pengelolaan serta pelaporan PNBP. e. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Perkeretaapian dan Tata Usaha Biro. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan bahan usulan penetapan.

serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. pemindahtanganan. inventarisasi dan penilaian. pengelolaan PNBP. pengelolaan BLU. pengelolaan BLU. pemanfaatan. penghapusan dan penatausahaan Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 65 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan Barang Milik Negara yang meliputi pengelolaan pengadaan barang/jasa. serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penetapan pengelola anggaran. serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Penunjang. pengelolaan PNBP.Pasal 64 (1) Subbagian Perbendaharaan Transportasi Darat dan Perkeretaapian serta Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara.rtf 28 . pengelolaan BLU.VALID). tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. penggunaan dan penetapan status.SETJEN (FINAL . penetapan pengelola anggaran. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. penetapan pengelola anggaran. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara. pengelolaan PNBP. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara.

penyiapan bahan Laporan Semesteran dan Laporan Tahunan dari Unit Akuntansi Pengguna Barang (UAPB) serta pembinaan administrasi pengelolaan dan penatausahaan pengelolaan Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) termasuk rumah negara. penyiapan bahan dan koordinasi serah terima operasional dan penetapan status Barang Milik Negara. b. Transportasi Darat dan c. pemanfaatan dan penghapusan Barang Milik Negara. penyiapan bahan dan pembinaan administrasi pelaksanaan pemanfaatan dan pemindahtangan serta penghapusan Barang Milik Negara.rtf 29 . Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. f.SETJEN (FINAL . b. inventarisasi. penyiapan bahan dan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa.VALID). Pasal 67 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. Subbagian Perlengkapan Transportasi Laut. d.Pasal 66 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. Subbagian Perlengkapan Perkeretaapian. c. e. dan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengelolaan perlengkapan termasuk rumah negara dan penatausahaan perlengkapan rumah negara meliputi pengadaan. dan Subbagian Perlengkapan Transportasi Udara. penyiapan bahan pembinaan administrasi pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara. 01 OTK KEMENHUB 2010 .

Subbagian Perlengkapan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa.VALID). pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.Pasal 68 (1) Subbagian Perlengkapan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara. Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN. Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN. pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara.rtf 30 . Subbagian Perlengkapan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN. penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara. pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara. Badan Penelitian dan Pengembangan dan Inspektorat Jenderal.SETJEN (FINAL . Direktorat Jenderal Perkeretaapian. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara. penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

f. penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi.rtf 31 . penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. koordinasi. penyiapan bahan ratifikasi konvensi dan perjanjian internasional di bidang transportasi. pelaksanaan penyiapan koordinasi. i. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. serta urusan kerjasama luar negeri. Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundangundangan. serta urusan kerjasama luar negeri di lingkungan Kementerian Perhubungan. g. penyuluhan hukum. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pemberian pertimbangan dalam penerapan peraturan perundang-undangan dan penyusunan perjanjian. b. d.VALID). pemberian pertimbangan dan bantuan hukum.SETJEN (FINAL . e. penyiapan pembinaan terhadap penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi.Bagian Keenam Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Pasal 69 Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. penyuluhan hukum. pelaksanaan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. h. pemantauan dan evaluasi serta konsultasi dengan instansi terkait mengenai pelaksanaan kerjasama luar negeri. c. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. perencanaan. 01 OTK KEMENHUB 2010 .

c. d. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan Bagian Kerjasama Luar Negeri. penyiapan bahan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 72 Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. b.rtf 32 . Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian.SETJEN (FINAL . serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. e. penyiapan bahan perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 73 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72. penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. d. penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. dokumentasi dan pelayanan informasi hukum. c. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian.VALID). Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara. Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum.Pasal 71 Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan. b. penelaahan. f.

serta tata usaha dan rumah tangga Biro. c. Subbagian Dokumentasi Peraturan Perundang-undangan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan. b. penelaahan.SETJEN (FINAL . (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . penelaahan. Pasal 76 Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat. penelaahan.rtf 33 . Subbagian Peraturan Transportasi Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan Subbagian Dokumentasi Peraturan Perundang-Undangan dan Tata Usaha Biro. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi perkeretaapian.Pasal 74 Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a.VALID). Subbagian Peraturan Transportasi Perkeretaapian. Subbagian Peraturan Transportasi Darat. udara dan penunjang. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 75 (1) Subbagian Peraturan Transportasi Darat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut.

Subbagian Peraturan Transportasi Laut. b. penelaahan.Pasal 77 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76. Subbagian Peraturan Transportasi Udara.SETJEN (FINAL . c. dan Subbagian Peraturan Penunjang. Pasal 78 Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara terdiri atas: a. Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. udara dan penunjang. penyiapan bahan perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut.VALID). udara dan penunjang. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. Subbagian Peraturan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. udara dan penunjang. d. c. (2) 01 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut. penelaahan. b. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi udara. Pasal 79 (1) Subbagian Peraturan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan.rtf 34 . udara dan penunjang.

Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. c. Pasal 80 Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan penyiapan rumusan perjanjian. b. dan pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundangundangan. penyiapan bahan pemberian bantuan hukum dalam rangka penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan.VALID). Subbagian Bantuan Hukum. d. serta pemberian bantuan dan penyuluhan hukum. b.rtf 35 . Pasal 82 Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum terdiri atas: a. pemberian pertimbangan dalam penerapan peraturan perundang-undangan. Pasal 81 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang penunjang. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum terhadap penyusunan perjanjian nasional maupun internasional di bidang transportasi serta permasalahan yang timbul akibat penerapan peraturan perundangundangan di bidang transportasi. penyiapan bahan penelaahan dan penyiapan bahan perumusan perjanjian nasional dan internasional di bidang transportasi. 01 OTK KEMENHUB 2010 . c.SETJEN (FINAL . Subbagian Perjanjian.(3) Subbagian Peraturan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan Subbagian Penyuluhan Hukum.

Bagian Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a.SETJEN (FINAL . pemberian pertimbangan hukum terhadap penyusunan perjanjian nasional dan permasalahan yang timbul di bidang pengadaan barang/jasa serta akibat penerapan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. dan penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama luar negeri di bidang transportasi. multilateral dan regional di bidang transportasi. Pasal 84 Bagian Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerjasama luar negeri dengan badan dunia. multilateral dan regional di bidang transportasi. organisasi internasional. multilateral dan regional di bidang transportasi. Pasal 85 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. (2) (3) b. dan antar negara secara bilateral.VALID). Subbagian Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundang-undangan.rtf 36 . penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama bilateral. organisasi internasional. serta melaksanakan pemantauan dan inventarisasi pelaksanaan hubungan luar negeri. Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bantuan hukum dalam rangka penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. hubungan antar lembaga negara secara bilateral. 01 OTK KEMENHUB 2010 . c.Pasal 83 (1) Subbagian Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan perumusan perjanjian nasional.

serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama multilateral di bidang transportasi. International Maritime Organization (IMO). Organisasi Konferensi Islam (OKI). hubungan antar lembaga negara secara multilateral di bidang transportasi.Pasal 86 Bagian Kerjasama Luar Negeri terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. Subbagian Kerjasama Multilateral. Subbagian Kerjasama Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama secara regional. Association of (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . yaitu International Civil Aviation Organization (ICAO). Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama luar negeri secara multilateral. pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. Subbagian Kerjasama Bilateral. United Nations Development Program (UNDP). Pasal 87 (1) Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama luar negeri secara bilateral. hubungan antar lembaga negara secara bilateral serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama bilateral di bidang transportasi.VALID). c. hubungan antar lembaga negara secara regional di bidang transportasi yaitu Asia Pasific Economic Cooperation (APEC). pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri. World Trade Organization (WTO). dan Gerakan Negara Non Blok (GNB). General Agreement on Trade and Services (GATS).rtf 37 .SETJEN (FINAL . organisasi internasional. United Nations Commission on Trade and Development (UNCTAD). organisasi internasional. dan Subbagian Kerjasama Regional. Economic and Social Communication for Asia and the Pacific (ESCAP). b.

penyiapan kearsipan.SETJEN (FINAL . c. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. BruneiIndonesia-Malaysia-Philipina East Asia Growth Area (BIMP-EAGA) serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama regional di bidang transportasi. f. pembiayaan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 88 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengendalian urusan ketatausahaan. g.VALID). penyiapan penyusunan anggaran Sekretariat Jenderal dan pelaksanaan penatausahaan Barang Milik Negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. urusan ketatausahaan b. dan kerumahtanggaan. penyiapan penyelenggaraan pimpinan Kementerian. Indonesia-MalaysiaThailand Growth Triangle (IMT-GT). IndonesiaMalaysia-Singapore Growth Triangle (IMS-GT).South East Asian Nation (ASEAN). dan kerumahtanggaan. dan penyiapan penyelenggaraan urusan kerumahtanggaan yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. penyiapan penyelenggaraan pembinaan ketatausahaan. d. penyelenggaraan urusan persuratan dan e. penyiapan penyelenggaraan urusan keprotokolan. 01 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 38 . penyiapan penatausahaan pembiayaan dan penggajian Sekretariat Jenderal serta pelaporannya. keprotokolan. pembiayaan. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88.

Bagian Rumah Tangga. dan Bagian Pembiayaan dan Perjalanan. dan Subbagian Keprotokolan. d. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri. Wakil Menteri. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan keprotokolan. 01 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 39 . dan pembinaan pemberian bimbingan b. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan menyelenggarakan fungsi: a. c. Wakil Menteri.SETJEN (FINAL . e. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri. Subbagian Tata Usaha Menteri. serta keprotokolan. d. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan ketatausahaan Menteri. Sekretaris Jenderal. Sekretaris Jenderal. dan Staf Ahli Menteri. Bagian Tata Usaha Kementerian. b. Pasal 93 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan terdiri atas: a. penyiapan bahan keprotokolan. dan Staf Ahli Menteri. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. c. c. Pasal 91 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan urusan ketatausahaan Menteri.VALID). b.Pasal 90 Biro Umum terdiri atas: a. Pasal 92 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan.

rtf . Subbagian Keprotokolan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan keprotokolan.Pasal 94 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan Menteri. Pasal 95 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan Kementerian Perhubungan serta urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Staf Ahli Menteri. 40 (2) (3) (4) (5) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan Sekretaris Jenderal. d. c. serta urusan keprotokolan Kementerian Perhubungan. b. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan persuratan dan kearsipan. Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Wakil Menteri. penyiapan bahan pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan bahan-bahan untuk kegiatan pimpinan dan Kementerian. Pasal 96 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95. penyiapan bahan penyusunan pedoman administrasi perkantoran dan kearsipan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan pembinaan dan bimbingan administrasi perkantoran Kementerian Perhubungan.VALID).SETJEN (FINAL . e.

Subbagian Penggandaan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan penggandaan dan distribusi hasil penggandaan. Subbagian Kearsipan. keamanan kantor dan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. 01 OTK KEMENHUB 2010 . b. Pasal 98 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bimbingan administrasi perkantoran dan urusan persuratan. Subbagian Tata Persuratan.SETJEN (FINAL . b. dan Subbagian Penggandaan dan Tata Usaha Biro. c. penyiapan bahan pembinaan urusan kerumahtanggaan. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan dalam.Pasal 97 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. (2) (3) c. Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bimbingan urusan kearsipan. serta urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro.rtf 41 .VALID). penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pengadaan peralatan dan penatausahaan serta inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. Pasal 99 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. Pasal 100 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99.

serta urusan pelayanan kesehatan pegawai. keamanan kantor dan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Sekretariat Jenderal serta urusan pelayanan kesehatan pegawai. Prasarana dan Angkutan. dan Subbagian Pemeliharaan Sarana. b. Subbagian Keamanan dan Urusan Dalam.SETJEN (FINAL . Pasal 103 Bagian Pembiayaan dan Perjalanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan anggaran. Prasarana dan Angkutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pemeliharaan sarana. Pasal 101 e.d. Pasal 102 (1) Subbagian Keamanan dan Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan sosialisasi urusan kerumahtanggaan. prasarana dan angkutan di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Perhubungan. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan urusan dalam. penggajian. Subbagian Pemeliharaan Sarana. c. Subbagian Penyediaan Peralatan dan Inventarisasi.rtf 42 . Subbagian Penyediaan Peralatan dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pengadaan peralatan dan inventarisasi serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pemeliharaan sarana. dan penyiapan bahan penyelenggaraan pelaksanaan urusan pelayanan kesehatan pegawai. dan pengelolaan akuntansi Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri.VALID). serta penatausahaan pembiayaan. prasarana dan angkutan di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Perhubungan. dan perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a.

Subbagian Pembiayaan. dan pengelolaan akuntansi di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. Pasal 106 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan anggaran. Bagian Pembiayaan dan Perjalanan menyelenggarakan fungsi: a. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Penggajian dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penggajian serta perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 105 Bagian Pembiayaan dan Perjalanan terdiri atas: a. penggajian. penyiapan bahan penyusunan anggaran. Subbagian Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pelaksanaan dan penatausahaan pembiayaan di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. serta menyiapkan bahan laporan pertanggung-jawaban. b. c.VALID).Pasal 104 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102.rtf 43 . dan pengelolaan akuntansi di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan. c. dan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Penyusunan Anggaran dan Pelaporan. dan perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan Subbagian Penggajian dan Perjalanan Dinas.SETJEN (FINAL .

rtf 44 . dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh masing-masing Kepala Biro yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.SETJEN (FINAL . diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) (3) (4) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 108 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 107 Kelompok Jabatan Fungsional pada Biro di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.VALID).

Tugas dan Fungsi Pasal 109 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. e. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. penyusunan norma.BAB V DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT Bagian Pertama Kedudukan. c.VALID). Pasal 110 Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perhubungan darat. b. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . d. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan darat.DITJEN HUBDAT (FINAL . dan kriteria di bidang perhubungan darat. standar. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan darat. Pasal 111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. perumusan kebijakan di bidang perhubungan darat. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dipimpin oleh Direktur Jenderal.rtf 45 . yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan.

penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan program. e. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. penyusunan laporan dan evaluasi serta sistem informasi di bidang transportasi jalan. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.DITJEN HUBDAT (FINAL .Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 112 Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terdiri atas: a.VALID). Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dalam memfasilitasi dan memberikan pelayanan teknis serta administratif kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. dan Direktorat Keselamatan Transportasi Darat. Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan. b. Pasal 114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113.rtf 46 . Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. transportasi perkotaan dan keselamatan transportasi darat. Danau dan Penyeberangan. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. 02 OTK KEMENHUB 2010 . transportasi sungai. danau dan penyeberangan. d. pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat.

Bagian Perencanaan. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terdiri atas: a. Bagian Keuangan. pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. e. c. Bagian Hukum dan Kerjasama. Pasal 116 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan koordinasi penyusunan rencana dan program. 02 OTK KEMENHUB 2010 . d. penyusunan sistem informasi serta penyusunan anggaran dan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum serta penyiapan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerja sama luar negeri. dan pelaksanaan penelaahan. pelaksanaan pengelolaan urusan kepegawaian.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyusunan organisasi dan tata laksana. d. Pasal 115 c. pelaksanaan pengelolaan urusan keuangan dan barang inventaris milik/kekayaan negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pelaksanaan evaluasi rencana dan program kerja. tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. evaluasi dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat.rtf 47 .b. dan Bagian Kepegawaian dan Umum. b.VALID). penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keselamatan dan transportasi darat.

rencana. penyiapan bahan penyelenggaraan pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan kebijakan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . rencana. b.DITJEN HUBDAT (FINAL . program. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. program. d. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi.VALID). c. pengelolaan dan pengembangan sistem dan teknologi informasi di bidang transportasi darat serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta pemberian bimbingan penyusunan rencana regional dan lokal di bidang transportasi darat. e. program. dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan.rtf 48 . Pasal 118 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. b. dan Subbagian Sistem Informasi dan Pelaporan.Pasal 117 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116. c. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Pasal 119 (1) Subbagian Rencana dan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan kebijakan. rencana. Subbagian Rencana dan Program. penyiapan bahan penyelenggaraan dan pelaksanaan bimbingan penyusunan rencana regional dan lokal di bidang transportasi darat.

c. dan Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120. dan penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. 02 OTK KEMENHUB 2010 . rencana. pengelolaan dan pengembangan sistem dan teknologi informasi di bidang transportasi darat serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.VALID).rtf 49 . program. penyiapan bahan pelaksanaan perbendaharaan. Pasal 122 Bagian Keuangan terdiri atas: a. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta penyiapan bahan penyusunan pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. penyiapan bahan pelaksanaan anggaran dan bimbingan teknis administrasi keuangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.DITJEN HUBDAT (FINAL . anggaran dan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. b. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Sistem Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. Pasal 120 (3) Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran.

penyiapan bahan penyusunan rancangan dan penelaahan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat. Pasal 124 Bagian Hukum dan Kerjasama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. (2) (3) b. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan verifikasi anggaran dan akuntansi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 125 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 124. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerja sama luar negeri di bidang transportasi darat.Pasal 123 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penggunaan. c.rtf 50 . dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerjasama luar negeri di bidang transportasi darat.VALID). Bagian Hukum dan Kerjasama menyelenggarakan fungsi: a.DITJEN HUBDAT (FINAL . pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. pengeluaran dan penerimaan serta revisi anggaran dan bimbingan teknis administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat.VALID). Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum.Pasal 126 Bagian Hukum terdiri atas: a.rtf 51 . Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi. Pasal 128 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang transportasi darat. b. c. Pasal 127 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan dan penelaahan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat serta melakukan verifikasi Raperda dan Perda yang berkaitan dengan sub sektor Perhubungan Darat sesuai dengan peraturan perundangan. (2) (3) 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan organisasi dan tata laksana serta urusan tata usaha dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama.DITJEN HUBDAT (FINAL .

VALID).Pasal 129 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128. pengembangan dan peningkatan kompetensi pegawai. pengembangan dan peningkatan kompetensi pegawai. urusan umum serta urusan pengadaan dan inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Subbagian Kepegawaian dan Organisasi. mutasi pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Pasal 131 (1) Subbagian Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pegawai. mutasi dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional dan standar kompetensi sumber daya manusia aparatur di bidang transportasi darat. Pasal 130 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. organisasi dan tata laksana. c. dan penyiapan bahan pengelolaan urusan kerumahtanggaan dan kesejahteraan pegawai. b. penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian dan administrasi perkantoran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. organisasi dan tata laksana serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional dan standar kompetensi sumber daya manusia aparatur di bidang transportasi darat. 02 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 52 . c. dan Subbagian Rumah Tangga. Subbagian Tata Usaha. b. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pegawai.

(2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha kepegawaian. lalu lintas jalan. d. pedoman. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a. c. pedoman. serta bimbingan teknis. lalu lintas jalan. lalu lintas jalan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.VALID). kerumahtanggaan dan kesejahteraan pegawai. 02 OTK KEMENHUB 2010 . urusan umum. angkutan jalan. sarana angkutan jalan. (3) Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 132 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. Pasal 133 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. norma.rtf 53 . penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi jalan. kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi jalan. standar. kearsipan. angkutan jalan. kriteria dan prosedur. pengawasan. b. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. surat menyurat. penyiapan penyusunan standar. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. sarana angkutan jalan. norma. ekspedisi dan penggandaan. serta urusan pengadaan dan inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi jalan.DITJEN HUBDAT (FINAL . angkutan jalan. sarana angkutan jalan.

lintas batas negara dan jaringan trayek angkutan perintis. Subdirektorat Lalu Lintas Jalan. dan Subbagian Tata Usaha. penyusunan dan penyiapan bahan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan jalan nasional. regional. penyusunan rencana.DITJEN HUBDAT (FINAL . f. Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terdiri atas: a.VALID).rtf 54 . Pasal 135 Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Pengendalian Operasional. serta simpul. penyiapan pelaksanaan pembinaan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan jalan. Pasal 134 f. jaringan trayek angkutan antar kota antar propinsi. h. penyiapan pelaksanaan monitoring. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. klasifikasi. norma. d. e.e. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. pedoman. Subdirektorat Angkutan Jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. lokasi. g. dan internasional di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. penetapan serta evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan. tipe terminal serta sistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan pemberian kualifikasi teknis petugas terminal. penguji kendaraan bermotor serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. prosedur dan bimbingan teknis. jaringan lintas angkutan barang pada jalan nasional. Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan. kriteria. program dan evaluasi pengembangan lalu lintas dan angkutan jalan. penyiapan pelaksanaan harmonisasi dan standarisasi regulasi tingkat nasional. standar. c. rancang bangun. b.

penyiapan bahan penyusunan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan jalan nasional. penentuan lokasi terminal. norma. penentuan lokasi terminal barang tipe pengumpul dan tipe penunjang. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan Jalan Propinsi. standar. jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan. lintas batas negara. c. e. lokasi terminal penumpang tipe utama dan penyusunan rencana. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi jalan. b. pedoman. lokasi terminal penumpang tipe A. penyiapan bahan perumusan kebijakan. f. program dan evaluasi pengembangan lalu lintas dan angkutan jalan.Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135. Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan menyelenggarakan fungsi: a. 02 OTK KEMENHUB 2010 . angkutan perintis. jaringan trayek antar propinsi.rtf 55 . d. Kota dan Kabupaten.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan perumusan pengembangan sistim informasi dan komunikasi sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan.VALID). sistim informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan Standar Pelayanan Minimal pengoperasian terminal. sistim informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan Standar Pelayanan Minimal pengoperasian terminal. jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan untuk penumpang dan barang. jaringan lintas angkutan barang di jalan nasional. penentuan lokasi terminal penumpang tipe B dan tipe C. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk lalu lintas dan angkutan jalan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian kualifikasi teknis petugas terminal.

program dan evaluasi pengembangan transportasi jalan. pengujian kendaraan bermotor. jaringan trayek antar kota antar propinsi dan jaringan lintas pada jaringan jalan primer serta penetapan lokasi terminal tipe A. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan prasarana transportasi jalan dan jaringan pelayanan angkutan jalan serta penyiapan bimbingan teknis penyusunan jaringan transportasi jalan sekunder dan penentuan lokasi terminal tipe B dan terminal tipe C serta terminal barang. penetapan jaringan trayek lintas batas negara. norma. pedoman. dan penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan transportasi jalan primer. evaluasi dan pelaporan di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. teknologi kendaraan bermotor. sertifikasi uji sampel kendaraan bermotor.VALID). sertifikasi uji tipe kendaraan bermotor. harmonisasi dan standarisasi regulasi kendaraan bermotor.Pasal 137 Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan terdiri atas: a. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. perumusan rencana. dan penyiapan pengesahan hasil uji tipe. Seksi Pengembangan Transportasi Jalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penetapan lokasi terminal barang utama dan penetapan kelas jalan primer serta pemberian kualifikasi teknis petugas terminal. norma. sertifikasi registrasi uji tipe kendaraan bermotor. standar. Pasal 138 (1) Seksi Jaringan Prasarana dan Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. 56 (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan transportasi jalan. dan Seksi Pengembangan Transportasi Jalan. serta pengembangan sistim informasi dan komunikasi sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan.rtf . kriteria.DITJEN HUBDAT (FINAL . Seksi Jaringan Prasarana dan Pelayanan. Pasal 139 Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. b. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor.

standar. 57 b. penyiapan bahan pengesahan hasil uji tipe dan sertifikasi uji tipe kendaraan bermotor. f. serta harmonisasi dan standarisasi regulasi. pengujian kendaraan bermotor. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor dan kendaraan tidak bermotor. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. sistem dan prosedur di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. pedoman. penyiapan bahan penyusunan standardisasi. dan prosedur di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. Pasal 140 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139. pelaksanaan pemeriksaan terhadap pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. kriteria. serta pelaksanaan pemeriksaan terhadap pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. sertifikasi modifikasi kendaraan bermotor.sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor. Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a.rtf . norma. sertifikasi rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor. e. teknologi kendaraan bermotor. serta pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor. sertifikasi rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor. serta pengujian kendaraan bermotor. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang sarana angkutan jalan. teknologi kendaraan bermotor. serta pengujian kendaraan bermotor. pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor.DITJEN HUBDAT (FINAL . teknologi kendaraan bermotor. kriteria. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan. akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi pengujian tipe dan berkala kendaraan bermotor. pedoman. 02 OTK KEMENHUB 2010 . sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor. norma. d. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor serta evaluasi dan pelaporan di bidang sarana angkutan jalan.

Pasal 141 Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan terdiri atas: a. standar. Pasal 142 (1) Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pelaksanaan pemeriksaan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor serta harmonisasi dan standardisasi regulasi kendaraan bermotor. pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor.DITJEN HUBDAT (FINAL . Seksi Teknologi Kendaraan Bermotor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perlengkapan jalan dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyiapan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan. persyaratan teknis dan kelaikan jalan kendaraan bermotor dan penyiapan bahan sertifikasi rancang bangun kendaraan bermotor. akreditasi unit penimbangan kendaraan bermotor dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor. norma. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. norma. pedoman. Pasal 143 Subdirektorat Lalu Lintas Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. b. pedoman. sertifikasi registrasi uji tipe kendaraan bermotor.VALID). kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. dan prosedur serta bimbingan teknis.rtf 58 . evaluasi dan pelaporan di bidang teknologi kendaraan bermotor. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . norma. dan Seksi Teknologi Kendaraan Bermotor. sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor dan akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian kendaraan bermotor dan penyiapan bahan pengesahan hasil uji tipe. Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor.

Pasal 144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143. evaluasi dan laporan pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas serta analisa dampak lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan. dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan dan penimbangan kendaraan bermotor di jalan.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. Subdirektorat Lalu Lintas Jalan menyelenggarakan fungsi: a. perbaikan. b. g. dan prosedur serta bimbingan teknis. perlengkapan jalan. penyiapan bahan perumusan pemberian kualifikasi teknis petugas alat penimbangan. f.rtf 59 . e. h. penyiapan bahan pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan. dan pemeliharaan perlengkapan jalan di jalan nasional. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kebutuhan pengadaan. penyiapan bahan penyusunan analisis.VALID). kriteria. pemasangan. c. standar. 02 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas jalan. penyiapan bahan perumusan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas. perlengkapan jalan dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyiapan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan di jalan nasional dan pengoperasian alat penimbangan. penyusunan sistem informasi manajemen rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor. norma. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. d.

Pasal 147 Subdirektorat Angkutan Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.VALID). dan Seksi Perlengkapan Jalan. Pasal 146 (1) Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta penyiapan bahan akreditasi unit penimbangan kendaraan bermotor dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor. prosedur dan kriteria.DITJEN HUBDAT (FINAL . pedoman. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas. norma. pelaksanaan penilaian kinerja dan pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum. sesuai dengan kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.rtf 60 . penyiapan mekanisme proses perijinan dan pelaksanaan urusan perijinan angkutan penumpang dan angkutan barang di jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan penumpang dan barang. serta pemberian subsidi angkutan umum. serta penyiapan bahan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional baik di jalan tol maupun non-tol. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan teknis. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang perlengkapan jalan dan penimbangan kendaraan bermotor di jalan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. b. penyelenggaraan sistem informasi dan komunikasi angkutan jalan. Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas. analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. Seksi Perlengkapan Jalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma.Pasal 145 Subdirektorat Lalu Lintas Jalan terdiri atas: a. pedoman. pengkajian dan perhitungan tarif angkutan penumpang dan barang di jalan. monitoring. standar. norma. pedoman.

e. c. d. standar. pedoman. izin operasi angkutan pariwisata. norma. penyiapan bahan pelaksanaan sistem informasi dan komunikasi di bidang angkutan jalan.DITJEN HUBDAT (FINAL . norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang angkutan penumpang dan angkutan barang serta tarif angkutan penumpang dan/ atau barang di jalan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. taksi tertentu dan angkutan sewa. standar. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan jalan.Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. dan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring. b. pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum dan pemberian subsidi angkutan umum. penyiapan bahan penilaian kinerja perusahaan angkutan umum. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang angkutan penumpang dan angkutan barang serta tarif angkutan penumpang dan/ atau barang di jalan. dan Seksi Angkutan Barang. Pasal 149 Subdirektorat Angkutan Jalan terdiri atas: a. f. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan penumpang dan tarif angkutan penumpang serta penyiapan bahan b. serta pengendalian angkutan barang tertentu. Subdirektorat Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a.rtf 61 . Pasal 150 (1) Seksi Angkutan Penumpang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). Seksi Angkutan Penumpang. penetapan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan perumusan pemberian izin trayek angkutan penumpang untuk trayek lintas batas negara dan trayek antar kota antar propinsi.

pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum dan pemberian subsidi angkutan umum.VALID). norma. b. serta penyiapan bahan pemberian izin operasi angkutan barang tertentu. pedoman.rtf 62 . penyiapan bahan perumusan standar. Pasal 151 Subdirektorat Pengendalian Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Pasal 152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. 02 OTK KEMENHUB 2010 . norma. (2) Seksi Angkutan Barang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan barang dan pengkajian tarif angkutan barang. norma. pedoman. dan pembinaan angkutan barang.DITJEN HUBDAT (FINAL . Subdirektorat Pengendalian Operasional menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. standar. pedoman. standar. kriteria dan prosedur di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. pelaksanaan pengawasan sarana dan prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan penegakan hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terhadap pelanggaran di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. izin operasi angkutan pariwisata dan angkutan penumpang tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya bersifat lintas batas negara dan antar kota antar propinsi serta penetapan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi serta penilaian kinerja perusahaan angkutan umum.pemberian izin trayek lintas batas negara dan trayek antar kota antar propinsi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan. norma. standar. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan. Seksi Monitoring Operasional.rtf . norma. Subdirektorat Pengendalian Operasional terdiri atas: a.DITJEN HUBDAT (FINAL . sistem dan prosedur di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. pedoman. dan prosedur di bidang sarana dan prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal 153 d.VALID). pedoman. standar. kriteria. pedoman. norma. f.c. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan penegakan hukum dan penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran pelaksanaan kebijakan. kriteria. b. dan Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil. e. sistem dan prosedur di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan terhadap kebijakan. Pasal 154 (1) Seksi Monitoring Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penertiban dan pemberian sanksi administratif terhadap pelanggaran operasional kendaraan angkutan umum yang menjadi kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. 63 02 OTK KEMENHUB 2010 . g. pedoman. standar. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. kriteria. penyiapan bahan perumusan pengusulan pengangkatan/ pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. standar.

lalu lintas dan angkutan sungai. sarana. dan rumah tangga Direktorat. Pasal 155 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. sarana. lalu lintas dan angkutan sungai. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. 02 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). pedoman. danau dan penyeberangan. pedoman. danau dan penyeberangan. serta bimbingan teknis.DITJEN HUBDAT (FINAL . norma. standar. kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi. penyiapan penyusunan standar. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. pelabuhan. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a.(2) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Danau dan Penyeberangan Pasal 156 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. pedoman. kepegawaian. pelabuhan.rtf 64 . b. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. norma. Bagian Kelima Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. standar. norma. kriteria dan prosedur. danau dan penyeberangan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi. evaluasi dan pelaporan di bidang penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan penyiapan bahan pengusulan pengangkatan dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

penyiapan perumusan pelaksanaan kebijakan di bidang jaringan transportasi. d. sarana. Subdirektorat Lalu Penyeberangan. Subdirektorat Pelabuhan Penyeberangan. lalu lintas dan angkutan sungai. danau dan penyeberangan. Inspektur Sungai dan Danau. pelabuhan. b. Pasal 158 d. e. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. danau dan penyeberangan. pelabuhan. danau dan penyeberangan. Lintas Sungai. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi. danau dan penyeberangan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. e. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha.VALID).DITJEN HUBDAT (FINAL . Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai. lalu lintas dan angkutan sungai.rtf 65 . penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. sarana.c. Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai. danau dan penyeberangan. Sungai. Sungai. c. Danau Danau Danau dan dan dan Subdirektorat Angkutan Penyeberangan. f. Danau dan Penyeberangan. penyiapan pelaksanaan pembinaan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai. g. Danau dan Penyeberangan. f. dan Subbagian Tata Usaha. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Pejabat Pemberangkatan Angkutan Sungai dan Danau. serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang lalu lintas dan angkutan sungai.

penyiapan bahan penyusunan jaringan lintas penyeberangan antar propinsi dan antar negara dan pemaduan rencana kegiatan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. standar. danau dan penyeberangan dalam propinsi dan dalam kabupaten / kota. d. danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi sungai.VALID). danau dan penyeberangan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai. pengembangan dan pengawasan perwujudan serta penetapan jaringan transportasi sungai. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi sungai. penyusunan rencana umum. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi sungai. norma. dan prosedur serta bimbingan teknis. danau dan penyeberangan. b. evaluasi dan pengembangan jaringan transportasi sungai. danau dan penyeberangan. pedoman. penetapan lintas penyeberangan antar propinsi dan antar negara. evaluasi. danau dan penyeberangan serta pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) lalu lintas dan angkutan sungai. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi sungai. analisis.rtf 66 .Pasal 159 Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai. danau dan penyeberangan. penyusunan rencana umum jaringan transportasi sungai. analisis. penyusunan rencana umum. danau dan penyeberangan. Pasal 160 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159. danau dan penyeberangan. pedoman. analisis. c.DITJEN HUBDAT (FINAL . pengembangan dan pengawasan perwujudan serta penetapan jaringan transportasi sungai. penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan transportasi sungai. evaluasi. standar. dan penetapan lintas penyeberangan dalam propinsi dan dalam kabupaten / kota. norma. e. kriteria. danau dan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.

standar. pengembangan dan penetapan jaringan transportasi sungai. danau dan penyeberangan. dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum. perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. pedoman. Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai. kriteria. norma.VALID). Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. standar. Pasal 163 (2) Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai.DITJEN HUBDAT (FINAL . Seksi Pengembangan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 162 (1) Seksi Analisa dan Evaluasi Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perawatan. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun. pedoman. Danau dan Seksi Analisa dan Evaluasi Jaringan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. Pasal 164 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163. standar. pedoman. danau dan penyeberangan.rtf 67 . pemeliharaan sarana angkutan sungai. danau dan penyeberangan. Sungai. serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. danau dan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. b. analisis serta informasi jaringan transportasi sungai. standar. 02 OTK KEMENHUB 2010 . mutu pelayanan. dan Seksi Pengembangan Jaringan. mutu pelayanan.Pasal 161 Subdirektorat Jaringan Transportasi Penyeberangan terdiri atas: a. kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun. pedoman. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan.

standar. Danau dan Seksi Rancang Bangun Sarana. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. b. norma. d. pedoman. Pasal 165 c. mutu pelayanan. e. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun.b. perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. danau dan penyeberangan. evaluasi dan pelaporan di bidang perawatan dan pemeliharaan sarana angkutan sungai. Pasal 166 (1) Seksi Rancang Bangun Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sungai. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rancang bangun sarana sungai. penyiapan bahan pelaksanaan kualifikasi teknis awak sarana angkutan sungai dan danau. danau dan penyeberangan serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau.rtf 68 . penyiapan bahan penyusunan perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. danau dan penyeberangan serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. dan Seksi Bimbingan Perawatan Sarana. danau dan penyeberangan serta perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. standar. pedoman.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun sarana angkutan sungai. norma. Seksi Bimbingan Perawatan Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Sarana Angkutan Penyeberangan terdiri atas: a. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . danau dan penyeberangan serta registrasi sarana angkutan sungai dan danau.DITJEN HUBDAT (FINAL .

penyiapan bahan pelaksanaan kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. pemeliharaan. c.VALID). danau dan penyeberangan. pedoman. e. danau dan penyeberangan. dan prosedur serta bimbingan teknis. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. pembangunan. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. pemeliharaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . norma. danau dan penyeberangan. pedoman. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan. pembangunan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan. serta pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. standar. pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. norma. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan.Pasal 167 Subdirektorat Pelabuhan Sungai. penyiapan bahan pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. Subdirektorat Pelabuhan Sungai.rtf 69 . Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan. kriteria dan prosedur di bidang perencanaan. b. pemeliharaan. pembangunan. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. pembangunan. pemeliharaan.DITJEN HUBDAT (FINAL . kriteria. danau dan penyeberangan. standar.

Pasal 169 Subdirektorat Pelabuhan Sungai. pembangunan. Seksi Bimbingan Pengelolaan Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan. b. norma. pemeliharaan. norma. danau dan penyeberangan. pedoman. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan serta pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. pedoman. kolam pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. standar. danau dan penyeberangan serta pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. pedoman. kriteria. pengoperasian. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . norma. standar. perawatan dan perbaikan pelabuhan sungai. perambuan sungai. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan dan pembangunan pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan prosedur serta bimbingan teknis. penyelenggaraan. dan Seksi Bimbingan Pengelolaan Pelabuhan. dan pengerukan alur-pelayaran sungai dan danau. pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBDAT (FINAL . pemeliharaan. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. dan tata cara berlalu lintas di sungai.VALID). Seksi Rancang Bangun Pelabuhan. Pasal 170 (1) Seksi Rancang Bangun Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. alur-pelayaran sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 171 Subdirektorat Lalu Lintas Sungai.rtf 70 .

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. kolam 71 b.DITJEN HUBDAT (FINAL . kriteria dan prosedur di bidang manajemen lalu lintas dan tata cara berlalu lintas di sungai. pemeliharaan. danau dan penyeberangan. inspektur sungai dan danau serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan. dan bimbingan teknis pengerukan alur-pelayaran sungai dan danau. kelestarian lingkungan. pengoperasian. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. c. pengoperasian. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. danau dan penyeberangan. standar. inspektur sungai dan danau serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. Pasal 172 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. pemeliharaan. pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. pedoman. serta pembangunan.VALID). penyiapan bahan perumusan peta alur-pelayaran sungai dan danau. alur-pelayaran sungai. danau dan penyeberangan. dan tata cara berlalu lintas di sungai. perambuan sungai. d. penyelenggaraan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. kolam pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. penyiapan bahan perumusan penetapan kelas alurpelayaran sungai dan danau. danau dan penyeberangan. pembangunan. alur-pelayaran sungai. danau dan penyeberangan. dan pengerukan alur-pelayaran sungai. danau dan penyeberangan serta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau.rtf . Subdirektorat Lalu Lintas Sungai. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen dan tata cara berlalu lintas di sungai. e. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a.penyeberangan. danau. penyelenggaraan. kelestarian lingkungan serta perambuan sungai.

Seksi Alur dan Perambuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. Seksi Manajemen Lalu Lintas. danau dan penyeberangan. penyelenggaraan. dan Seksi Alur dan Perambuan. danau dan kolam pelabuhan penyeberangan. Pasal 173 Subdirektorat Lalu Lintas Sungai. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. pembersihan alur pelayaran sungai dan danau. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. inspektur sungai dan danau. norma. Pasal 174 (1) Seksi Manajemen Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pembangunan. tata cara berlalu lintas di sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. dan bimbingan teknis pengerukan alur pelayaran sungai. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pemeliharaan. pengoperasian. b. norma. dan penyiapan bahan penetapan kelas alur dan peta alur pelayaran sungai dan danau. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. pedoman.DITJEN HUBDAT (FINAL . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID). serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. standar.rtf 72 .pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. standar. serta sertifikasi inspektur sungai dan danau dan pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. danau dan penyeberangan. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . serta perambuan sungai.

Subdirektorat Angkutan Sungai. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. danau dan penyeberangan. kriteria. pedoman. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan penyusunan persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan angkutan sungai.rtf 73 . dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. danau dan penyeberangan.Pasal 175 Subdirektorat Angkutan Sungai. norma. pedoman. danau dan penyeberangan. perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. b. 02 OTK KEMENHUB 2010 . danau dan penyeberangan. dan prosedur serta bimbingan teknis. dan perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. standar. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. c.DITJEN HUBDAT (FINAL . serta keperintisan angkutan sungai. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. serta pemantauan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan. d. serta keperintisan angkutan sungai. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. danau dan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a.VALID). perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. keperintisan angkutan sungai. danau dan penyeberangan serta penyusunan kriteria dan pelaksanaan pelayanan keperintisan angkutan sungai. danau dan penyeberangan. norma.

pedoman. Seksi Tarif dan Keperintisan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN HUBDAT (FINAL . (2) Pasal 179 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha.VALID). kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. standar. danau dan penyeberangan. Bagian Keenam Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan Pasal 180 Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. Pasal 178 (1) Seksi Bimbingan Usaha Angkutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. serta evaluasi dan pelaporan di bidang sistem transportasi perkotaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . norma. norma.rtf 74 . danau dan penyeberangan. norma. kriteria. dan Seksi Tarif dan Keperintisan. Seksi Bimbingan Usaha Angkutan. standar. dan rumah tangga Direktorat. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang perhitungan tarif. prosedur. b. penyelenggaraan teknis. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. serta penyusunan kriteria dan pelaksanaan pelayanan keperintisan. pemantauan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. serta pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional.Pasal 177 Subdirektorat Angkutan Sungai. bimbingan teknis dan bantuan teknis. standar. kepegawaian.

penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transportasi perkotaan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. h. dan prosedur di bidang jaringan transportasi perkotaan. d. dan dampak transportasi perkotaan. b. lalu lintas perkotaan. norma. f. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. penyiapan penyusunan standar. lalu lintas perkotaan. penyelenggaraan angkutan perkotaan dan penyelenggaraan pemaduan moda transportasi yang wilayah pelayanannya melebihi 1 (satu) provinsi serta penyelenggaraan manajemen rekayasa lalu lintas dan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional perkotaan.VALID). e. dan dampak transportasi perkotaan. pemaduan moda transportasi perkotaan. kriteria. pemaduan moda transportasi perkotaan. Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. dan dampak transportasi perkotaan. dan rumah tangga Direktorat. angkutan perkotaan.rtf 75 . angkutan perkotaan.Pasal 181 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. penyiapan perumusan dan penyelenggaraan teknis di bidang penyusunan rencana transportasi perkotaan. c. pemaduan moda transportasi perkotaan. angkutan perkotaan. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi perkotaan. angkutan perkotaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan perumusan dan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan jaringan transportasi perkotaan. dan dampak transportasi perkotaan. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang sistem transportasi perkotaan. g. kepegawaian. pemaduan moda transportasi perkotaan.DITJEN HUBDAT (FINAL . lalu lintas perkotaan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi perkotaan. lalu lintas perkotaan. pedoman.

VALID). Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan.rtf 76 . pedoman. e. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. bantuan teknis. Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan. kriteria dan prosedur. dan Subbagian Tata Usaha. norma. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan teknis di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. standar.DITJEN HUBDAT (FINAL .Pasal 182 Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. f. pedoman. b. b. norma. standar. Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan. Subdirektorat Angkutan Perkotaan. Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan. Pasal 183 Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. c. d. serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. 02 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan teknis. Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a.

kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pemberian bimbingan dan bantuan teknis serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. Kalimantan dan Sulawesi. norma.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang terintegrasi dengan moda lainnya untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. Pasal 185 e. Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. dan Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah II. penyiapan bahan penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) jaringan transportasi perkotaan dan pengkoordinasian SIM transportasi perkotaan. Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah I. pedoman. 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar. b.rtf 77 . evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum transportasi perkotaan yang berbasis jalan. f. jalan rel dan perairan daratan serta penyusunan rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi. penyusunan sistem informasi manajemen (SIM) jaringan transportasi perkotaan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya.VALID).d. Pasal 186 (1) Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) transportasi perkotaan dan implementasi rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera.

fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. norma. standar. Nusa Tenggara Barat. pedoman. penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak b.(2) Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. Maluku dan Papua. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. norma.VALID). penyelenggaraan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. kriteria dan prosedur. perparkiran. 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar. bimbingan teknis. pedoman. Bali. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pemantauan. Nusa Tenggara Timur. norma.rtf 78 . bantuan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian teknis pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum transportasi perkotaan yang berbasis jalan. penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) transportasi perkotaan dan implementasi rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. Pasal 187 Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. c. pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor serta penyelenggaraan teknis manajemen rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. fasilitas lalu lintas perkotaan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. manajemen kebutuhan lalu lintas. jalan rel dan perairan daratan serta penyusunan rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi. manajemen rekayasa lalu lintas di jalan dalam kawasan perkotaan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan.DITJEN HUBDAT (FINAL .

norma. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 189 Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan terdiri atas: a. fasilitas lalu lintas perkotaan. dan Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah II. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas perkotaan. pedoman. e. Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah I.VALID). standar. Pasal 190 (1) Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. manajemen kebutuhan lalu lintas. manajemen rekayasa lalu lintas di jalan dalam kawasan perkotaan. manajemen kebutuhan lalu lintas. fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. dan penyiapan bahan penyusunan serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. d. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. bimbingan teknis dan bantuan teknis serta penyelenggaraan teknis pelaksanaan manajemen rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. perparkiran.bermotor dan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi. penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor dan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan teknis di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan.rtf 79 .DITJEN HUBDAT (FINAL . dan rumusan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. b. penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi. fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. fasilitas lalu lintas perkotaan. perparkiran. Kalimantan dan Sulawesi.

VALID). penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek. penyiapan bahan perumusan kebijakan. bantuan teknis.(2) Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. 02 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBDAT (FINAL . norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. dan rumusan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. Maluku dan Papua. bimbingan teknis. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. b. kriteria dan prosedur. serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana umum jaringan trayek serta penentuan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. standar. pedoman. c. Nusa Tenggara Barat. Subdirektorat Angkutan Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. norma. d. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek berupa sarana angkutan umum perkotaan dan/atau fasilitas pendukungnya. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek. Bali.rtf 80 . kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas perkotaan. pedoman. Pasal 191 Subdirektorat Angkutan Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pemantauan. standar. standar. pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. norma. Nusa Tenggara Timur.

pedoman.e.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan perkotaan dalam trayek. Pasal 194 (1) Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. standar. Subdirektorat Angkutan Perkotaan terdiri atas: a. penyusunan rencana jaringan trayek perkotaan. serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. dan manajemen di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. Bali. Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 193 f. pedoman. Nusa Tenggara Timur. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan. Nusa Tenggara Barat. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . Maluku dan Papua.DITJEN HUBDAT (FINAL . norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. dan Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah II. bimbingan dan bantuan teknis.rtf 81 . b. Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan trayek perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. penyusunan rencana jaringan trayek perkotaan. Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah I. pemantauan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan perkotaan dalam trayek.

pelabuhan. norma. angkutan pemadu moda dan angkutan umum perkotaan tidak dalam trayek. pedoman. c.DITJEN HUBDAT (FINAL . standar.rtf 82 . stasiun. penyiapan bahan perumusan penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang serta pemenuhan kebutuhan angkutan pemadu moda. Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. dan terminal) di kawasan perkotaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. b. pemantauan. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul transportasi (bandara. kriteria dan prosedur.Pasal 195 Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. d.VALID). norma. bantuan teknis. standar. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. penyelenggaraan teknis penyusunan rencana sistem pemaduan moda dan rencana umum jaringan trayek angkutan pemadu moda serta penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan umum perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan.

evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda. Pasal 197 f. dan Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah II. pedoman. penyusunan sistem informasi dan manajemen. penyiapan bahan penyusunan sistem informasi dan manajemen di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. norma. Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah I. h. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur. pemberian bimbingan teknis dan bantuan teknis.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyelenggaraan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan b. g.VALID). Pasal 198 (1) Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul transportasi. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan. norma.rtf 83 . penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang serta pemenuhan kebutuhan angkutan pemadu moda. standar. serta penyelenggaraan teknis pemaduan moda transportasi perkotaan yang strategis dan/atau berskala nasional. Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan teknis pemaduan moda transportasi perkotaan yang strategis dan/atau berskala nasional. standar. pedoman. perumusan kebijakan. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 .e.

VALID). kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Bali. stasiun. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. norma. bimbingan teknis.DITJEN HUBDAT (FINAL . Kalimantan dan Sulawesi. kriteria dan prosedur. pedoman. penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul (bandara. bantuan teknis. Nusa Tenggara Barat. Pasal 199 Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. dan terminal) di kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. penanganan dampak transportasi. dan terminal) di kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa.rtf 84 . stasiun. Maluku dan Papua.penumpang dan/atau barang. penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul (bandara. pelabuhan. sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional pada kawasan perkotaan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda. standar. penyelenggaraan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang dan/atau barang. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pelabuhan. (2) Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara Timur. norma. standar.

penyiapan bahan penyusunan sistem informasi dan manajemen bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. h. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas. Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan perumusan kebijakan. pemberian bantuan teknis. norma. d. 02 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. penanganan dampak transportasi. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan dan penanganan dampak transportasi.VALID). sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional di kawasan perkotaan. penyusunan sistem informasi dan manajemen. pemanfaatan teknologi kendaraan hybrid serta peralatan pemantau emisi gas buang dan tingkat kebisingan kendaraan bermotor. standar. e. penyiapan bahan penyusunan masterplan transportasi perkotaan ramah lingkungan.Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199.rtf . penyiapan bahan pelaksanaan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis penanganan dampak transportasi berupa peralatan pendukung penggunaan bahan bakar alternatif. bantuan teknis. f.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyusunan masterplan transportasi perkotaan ramah lingkungan. g. pemberian bimbingan teknis. kriteria dan prosedur bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. kriteria dan prosedur. standar. pelaksanaan sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas di bidang 85 b. norma. sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional pada kawasan perkotaan. c.

penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan berwawasan lingkungan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan berwawasan lingkungan. penanganan dampak transportasi di kawasan perkotaan. Pasal 201 Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. norma. pedoman.VALID). Pasal 202 (1) Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan dan Sulawesi.rtf 86 . Bali. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar. penyusunan masterplan pengembangan teknologi transportasi ramah lingkungan. dan Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah II. pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan dan pelaksanaan rekomendasi hasil analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah I. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. penyelenggaraan teknis pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. penyusunan masterplan pengembangan teknologi transportasi ramah lingkungan. penanganan dampak transportasi di kawasan perkotaan. Nusa Tenggara Barat. pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan dan pelaksanaan rekomendasi hasil analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan di wilayah II meliputi Pulau Jawa. pedoman.DITJEN HUBDAT (FINAL . Maluku dan Papua. Nusa Tenggara Timur. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma.

serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang manajemen keselamatan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan transportasi darat. serta audit dan inspeksi keselamatan transportasi darat. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. penyiapan perumusan kebijakan. c. pembinaan keselamatan angkutan umum. pembinaan keselamatan angkutan umum. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan transportasi darat. Pasal 205 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. promosi dan kemitraan. penyiapan penyusunan kualifikasi dan pembinaan teknis sumber daya manusia di bidang keselamatan transportasi darat. b. standar. promosi dan kemitraan. kriteria dan prosedur. penyiapan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen keselamatan. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. norma. norma. e. pedoman. d. Bagian Ketujuh Direktorat Keselamatan Transportasi Darat Pasal 204 Direktorat Keselamatan Transportasi Darat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. Direktorat Keselamatan Transportasi Darat menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 203 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. 02 OTK KEMENHUB 2010 . kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. serta audit dan inspeksi keselamatan transportasi darat.VALID). standar.DITJEN HUBDAT (FINAL .rtf 87 .

danau dan penyeberangan. sungai. dan Subbagian Tata Usaha. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan dan pengkajian keselamatan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan Propinsi. b. c. Subdirektorat Manajemen Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. danau dan penyeberangan.Pasal 206 Direktorat Keselamatan Transportasi Darat terdiri atas: a.DITJEN HUBDAT (FINAL . Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan. dan sistem informasi manajemen keselamatan. penyusunan rencana umum nasional keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. standar. program. penetapan serta monitoring. sistem informasi manajemen keselamatan. penyiapan bahan penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan nasional dan penyusunan rencana. sungai. c. prosedur. pedoman. pedoman. Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan.rtf 88 .VALID). norma. b. kriteria. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. penyusunan rencana. 02 OTK KEMENHUB 2010 . e. Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum. serta sistem informasi manajemen keselamatan. monitoring dan evaluasi pengembangan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. d. Subdirektorat Manajemen Keselamatan. dan bimbingan teknis. standar. Kota dan Kabupaten. Pasal 207 Subdirektorat Manajemen Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. program dan evaluasi pengembangan keselamatan lalu lintas angkutan jalan. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Seksi Monitoring dan Evaluasi. evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan dan pengkajian keselamatan. serta pelaksanaan promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. norma. Seksi Pengembangan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penyiapan bahan harmonisasi kebijakan dan penyusunan program keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. danau dan penyeberangan. sungai.DITJEN HUBDAT (FINAL . b. pedoman. Pasal 210 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . sungai.VALID). norma. evaluasi dan pelaporan di bidang promosi dan kemitraan keselamatan.rtf 89 . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian kualifikasi anggota Unit Pengkajian Keselamatan. danau dan penyeberangan. Pasal 211 Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. e. bimbingan teknis. pedoman. kriteria dan prosedur. standar. pedoman. f. danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan sistem informasi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. dan Seksi Pengembangan Keselamatan. Pasal 209 Subdirektorat Manajemen Keselamatan terdiri atas: a. kualifikasi unit pengkajian keselamatan dan penyiapan bahan pengembangan sistem informasi manajemen keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. dan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan keselamatan. standar. standar. sungai. bimbingan teknis dan pelaporan di bidang monitoring dan evaluasi data kecelakaan.d.

publikasi dan deseminasi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Seksi Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur di bidang promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. norma. Pasal 213 Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan terdiri atas: a. Pasal 214 (1) Seksi Promosi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Kemitraan. sungai.Pasal 212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211.DITJEN HUBDAT (FINAL . kriteria dan prosedur. norma. serta kemitraan antar lembaga dan masyarakat di bidang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan. evaluasi dan pelaporan di bidang promosi keselamatan dan penyiapan bahan penyuluhan. bimbingan teknis.VALID). standar. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang promosi dan kemitraan keselamatan. danau dan penyeberangan. evaluasi dan pelaporan di bidang kemitraan keselamatan dan penyiapan bahan pelaksanaan kemitraan antar lembaga dan masyarakat di bidang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. pedoman. b. d. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . publikasi dan deseminasi. standar. pedoman. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan. standar. sungai. sungai. kriteria dan prosedur. bimbingan teknis. c. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. b. norma. sungai. Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Promosi.rtf 90 . pedoman. sungai.

Pasal 216 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang sistem manajemen keselamatan pengusahaan angkutan umum dan pengembangan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 217 Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum terdiri atas: a. standar. 02 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. dan Seksi Keselamatan Awak Angkutan Umum. b. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian akreditasi lembaga pendidikan dan pelatihan pengemudi angkutan umum. d.VALID). b. standar.Pasal 215 Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. dan prosedur serta bimbingan teknis. c. kriteria. norma.DITJEN HUBDAT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau.rtf 91 . Seksi Keselamatan Pengusahaan Angkutan Umum. norma.

(2) b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum. evaluasi dan pelaporan di bidang audit dan inspeksi keselamatan serta investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan investigasi kecelakaan sungai. pedoman. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang audit keselamatan. danau dan penyeberangan. standar. investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan inspeksi keselamatan sarana. 02 OTK KEMENHUB 2010 . danau dan penyeberangan dan laik fungsi jalan. norma. standar.DITJEN HUBDAT (FINAL .VALID). norma. kriteria dan prosedur di bidang audit keselamatan. standar. Pasal 220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219. norma. investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan inspeksi keselamatan sarana. Pasal 219 Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. standar. sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai. bimbingan teknis. pedoman. prasarana. Seksi Keselamatan Awak Angkutan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 92 . pedoman. prasarana. Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur. danau dan penyeberangan dan laik fungsi jalan.Pasal 218 (1) Seksi Keselamatan Pengusahaan Angkutan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

prasarana. pedoman. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan pelaku transportasi jalan dan sungai. sumber daya manusia. danau dan penyeberangan dan penyiapan bahan pelaksanaan audit faktor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. standar. investigasi/ identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan. sungai. Pasal 222 (1) Seksi Audit Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.c. Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan terdiri atas: a. danau dan penyeberangan serta investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan. dan pelaku transportasi jalan dan sungai. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan teknis. danau dan penyeberangan serta pelaksanaan investigasi kecelakaan sungai. danau dan penyeberangan. sumber daya manusia. dan Seksi Inspeksi Keselamatan.DITJEN HUBDAT (FINAL . inspeksi keselamatan sarana dan prasarana. kriteria dan prosedur. Seksi Inspeksi Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. alur sungai dan danau. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang audit. Pasal 221 d. norma. b. evaluasi dan pelaporan di bidang audit keselamatan sarana. bimbingan teknis. danau dan penyeberangan serta laik fungsi jalan. penyiapan bahan pelaksanaan inspeksi keselamatan sarana dan prasarana transportasi jalan dan sungai.VALID). norma. prasarana.rtf 93 . kriteria dan prosedur. Seksi Audit Keselamatan. sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai. danau dan penyeberangan serta laik fungsi jalan. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang inspeksi keselamatan sarana. Pasal 223 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha.

DITJEN HUBDAT (FINAL . diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.VALID).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 224 Kelompok Jabatan Fungsional pada organisasi Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.rtf 94 . Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dan masing-masing Direktur. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) (3) (4) 02 OTK KEMENHUB 2010 . Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 225 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.

Pasal 227 Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perhubungan laut. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan laut. (2) d. Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. 03 OTK KEMENHUB 2010 .BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT Bagian Pertama Kedudukan. perumusan kebijakan di bidang perhubungan laut. dan kriteria di bidang perhubungan laut. penyusunan norma. standar. e. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a. prosedur.DITJEN HUBLA (FINAL . b. c. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan laut.VALID).rtf 95 . Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dipimpin oleh Direktur Jenderal. Tugas dan Fungsi Pasal 226 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan.

Pasal 231 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230. program dan anggaran. e. c. Direktorat Kenavigasian. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut.VALID).Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 229 Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terdiri atas: a.DITJEN HUBLA (FINAL . b. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas melaksanakan pemberian pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. d. penyiapan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan barang inventaris milik negara. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan. 03 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 96 . Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan. f. b. dan Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan. penyiapan pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana.

hubungan antar lembaga. konsep dokumen pelaksanaan anggaran. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terdiri atas: a. Bagian Perencanaan. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. penyiapan pelaksanaan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penyusunan pedoman. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana. Bagian Hukum. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.c. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233. Pasal 232 d. dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). c. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Pasal 233 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. dan Bagian Kepegawaian dan Umum. Bagian Keuangan. perumusan kebijakan.rtf 97 . rancangan Rencana Kerja (RENJA). standar dan rencana usaha kemitraan. dan b. program dan anggaran. rumah tangga dan kepegawaian. b.VALID). 03 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan urusan tata usaha. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan anggaran. dokumentasi hukum serta pelaksanaan hubungan masyarakat dan kerjasama luar negeri.DITJEN HUBLA (FINAL . serta penyusunan program kerja sama teknik dan pinjaman / hibah luar negeri. e. perumusan kebijakan. d. dan penyiapan pelaksanaan penelaahan.

Pasal 237 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan inventarisasi Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program. perumusan kebijakan. rancangan Rencana Kerja (RENJA).rtf 98 . serta penyiapan bahan koordinasi kebijakan dan penetapan tarif. Pasal 236 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana. penyusunan rencana dan evaluasi kinerja serta evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. hubungan antar lembaga. Pasal 235 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi kebijakan dan penetapan tarif.DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan bahan bimbingan dan penataan organisasi dan tata laksana.VALID). c. b. Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan anggaran. serta penyusunan program kerja sama teknik dan pinjaman / hibah luar negeri. dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Subbagian Program. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. standar dan rencana usaha kemitraan. Subbagian Rencana. penyusunan pedoman. (2) (3) 03 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan dan penataan organisasi dan tata laksana.c. rencana dan evaluasi kinerja. konsep dokumen pelaksanaan anggaran. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).

penilaian dan penyusunan laporan realisasi anggaran dan neraca. serta tindak lanjut penyelesaian temuan dan pemantauan laporan hasil pemeriksaan aparat pengawas. penyiapan bahan pengesahan konsep dokumen pelaksanaan anggaran menjadi dokumen pelaksanaan anggaran. pemantauan.DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 239 Bagian Keuangan terdiri atas: a. c. Pasal 240 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan proses pengesahan konsep dokumen pelaksanaan anggaran menjadi dokumen pelaksanaan anggaran. b. penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan (TP) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR). revisi anggaran dan pemantauan anggaran serta penyiapan petunjuk pelaksanaan anggaran. penyusunan rencana dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. revisi anggaran dan pemantauan anggaran serta penyiapan petunjuk pelaksanaan anggaran. dan Subbagian Verifikasi dan Barang Milik Negara.VALID). Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Perbendaharaan. pembinaan dan pengelolaan administrasi perlengkapan. b. dan penyiapan bahan verifikasi. pembukuan dan perhitungan anggaran. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan rencana dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja.Pasal 238 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 237. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan.rtf 99 . c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 242 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 241. pelaksanaan bantuan dan penyuluhan hukum serta urusan kerjasama luar negeri dan hubungan masyarakat. Bagian Hukum menyelenggarakan fungsi: a. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan bantuan hukum dan penyuluhan peraturan perundang-undangan serta dokumentasi hukum.VALID). b. dan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang perhubungan laut. b. Pasal 241   (3) Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan telaahan hukum dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan.(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. penilaian dan penyusunan laporan realisasi anggaran dan neraca. c. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri. pemantauan.DITJEN HUBLA (FINAL . Subbagian Verifikasi dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan. c. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. pembinaan dan pengelolaan administrasi perlengkapan. Pasal 243 Bagian Hukum terdiri atas: a. penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan (TP) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR). Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi.rtf 100 . penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. serta tindak lanjut penyelesaian temuan dan pemantauan laporan hasil pemeriksaan aparat pengawas.

(2) (3) b. penyiapan bahan pelaksanaan mutasi. kesejahteraan dan disiplin pegawai. keprotokolan dan umum. c. kerumahtanggaan.rtf 101 . pengembangan karir pegawai dan pengelolaan basis data kepegawaian serta analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai.Pasal 244 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyiapan rancangan penyusunan peraturan perundangundangan di bidang perhubungan laut.VALID). Pasal 246 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 245. Pasal 245 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan administrasi kepegawaian. dan penyiapan bahan pelaksanaan ketatausahaan. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan.DITJEN HUBLA (FINAL . tata usaha dan rumah tangga. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan hubungan masyarakat dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan bantuan hukum serta penyuluhan peraturan perundang-undangan dan dokumentasi hukum. 03 OTK KEMENHUB 2010 .

DITJEN HUBLA (FINAL . pengembangan pegawai dan pengelolaan basis data kepegawaian serta penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan Subbagian Tata Usaha. kepangkatan. angkutan laut khusus. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatausahaan. Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengangkatan. pemberhentian dan pensiun. 03 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan teknis. Subbagian Pengembangan Pegawai.Pasal 247 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. pedoman. standar.rtf 102 . c. b. luar negeri. kerumahtanggaan. Pasal 248 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan. Subbagian Mutasi. serta kesejahteraan dan disiplin pegawai. keprotokolan dan umum. pemindahan. norma. pengembangan usaha angkutan laut serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. (2) (3) Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Pasal 249 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan laut dalam negeri.VALID). kriteria dan prosedur.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang tarif angkutan laut. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. angkutan laut khusus. penyiapan penyusunan standar.VALID). kriteria dan prosedur di bidang tarif angkutan laut. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. penyiapan pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional dan izin operasi angkutan laut khusus serta penetapan syarat bendera kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia dan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. angkutan laut khusus. norma. f. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. dan kerumahtanggaan. dan penyiapan pelaksanaan ketatausahaan. pedoman. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a.DITJEN HUBLA (FINAL . angkutan laut khusus. angkutan laut khusus. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang tarif angkutan laut. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. d. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. kepegawaian.Pasal 250 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif angkutan laut. b. c. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. 03 OTK KEMENHUB 2010 . e. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut.rtf 103 .

e. c. Subdirektorat Pengembangan Angkutan Laut. norma. Pasal 253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut. dan usaha pelayaran rakyat.VALID).rtf 104 . pedoman. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner). tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. norma. Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri. dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri. kriteria dan prosedur di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner). dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri. dan Subbagian Tata Usaha. standar. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. b.Pasal 251 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut terdiri atas: a. serta bimbingan teknis. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. f. evaluasi dan pelaporan di bidang Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner. dan usaha pelayaran rakyat. Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut. Tramper dan Pelayaran Rakyat. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN HUBLA (FINAL . standar. Pasal 252 Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. kriteria dan prosedur. tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. pedoman. Sistem dan Informasi b. Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri.

evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan jaringan trayek berjadwal tetap dan teratur angkutan laut dalam negeri.c. dan Seksi Tramper dan Pelayaran Rakyat. norma. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner). standar.DITJEN HUBLA (FINAL . serta bimbingan teknis.VALID). tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. pedoman. dan usaha pelayaran rakyat. Pasal 255 (1) Seksi Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 254 d. dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri. penempatan kapal dan pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing. Seksi Tramper dan Pelayaran Rakyat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. norma. kriteria dan prosedur. standar. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan laut luar negeri. Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri terdiri atas: a. pedoman. kriteria dan prosedur. standar. serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang trayek tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri dan usaha pelayaran rakyat. Pasal 256 Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.rtf 105 . penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan syarat bendera kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia. b.

d. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper. Asia Pasific. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper. Afrika. kriteria dan prosedur di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika. c. Eropa dan Afrika. Pasal 258 Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri terdiri atas: a. standar. kriteria dan prosedur. pedoman. pedoman.Pasal 257 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. norma.rtf 106 . Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayaran nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut dari Indonesia ke negara-negara di Amerika. Afrika. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika. norma. Afrika. Asia Pasific. Pasal 259 (1) Seksi Amerika. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Eropa. Eropa. Eropa dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Asia Pasifik dan Australia. Seksi Amerika.VALID). Eropa.DITJEN HUBLA (FINAL . b. standar. Asia Pasific. b. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper.

kriteria dan prosedur di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. regional dan multilateral di bidang angkutan laut dan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing.VALID). penyiapan bahan perumusan kebijakan.Eropa. kriteria dan prosedur. standar. pedoman. regional dan multilateral di bidang angkutan laut dan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. pariwisata. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayaran nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut dari Indonesia ke negara-negara di Asia Pasifik. standar. (2) Seksi Asia Pasifik dan Australia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Afrika dan sebaliknya serta perumusan kerjasama bilateral. pedoman. Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. norma. serta bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. norma. b. norma.   Pasal 260 Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. sub regional. Australia dan sebaliknya serta perumusan kerjasama bilateral. aneka industri. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan laut khusus pertambangan. kriteria dan prosedur. pariwisata. pariwisata. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. Pasal 261 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260.rtf 107 . penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. standar. serta bimbingan teknis. aneka industri. aneka industri.

aneka industri. Pasal 263 (1) Seksi Pertambangan.c. evaluasi dan pelaporan di bidang pelaksanaan kegiatan operasional angkutan laut khusus pertambangan dan lepas pantai. Seksi Aneka Industri dan Penunjang Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur. pariwisata dan tenaga kerja bongkar muat. dan Seksi Aneka Industri dan Penunjang Angkutan Laut.rtf 108 . dan pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia serta penunjang angkutan laut. kriteria dan prosedur. pedoman. norma. kehutanan. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pariwisata dan Tenaga Kerja Bongkar Muat. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. Pariwisata dan Tenaga Kerja Bongkar Muat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pariwisata. Pasal 262 d. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. perikanan. b. norma. serta bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . standar.VALID). Seksi Pertambangan. Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia. serta pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia. pedoman. standar. serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang pelaksanaan kegiatan operasional angkutan laut khusus aneka industri.

d.rtf 109 . Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 266 Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang tarif. b. izin operasi angkutan laut khusus serta izin usaha angkutan multimoda. b. standar. Seksi Analisa Kebutuhan dan Bimbingan Armada. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut. 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . kriteria dan prosedur di bidang tarif. c. norma. penyiapan bahan pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional.Pasal 264 Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif angkutan laut dan penyiapan perumusan pengembangan armada serta penyelenggaraan usaha angkutan multimoda. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut. dan Seksi Bimbingan Usaha dan Tarif Angkutan Laut. standar. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut.VALID). pedoman. norma. pedoman.

Pasal 267 (1) Seksi Analisa Kebutuhan dan Bimbingan Armada mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan (2) b. pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional dan izin operasi angkutan laut khusus serta izin usaha angkutan multimoda.rtf 110 . pedoman. norma. kriteria dan prosedur di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. Pasal 269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang usaha angkutan laut dan tarif angkutan laut. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. standar. angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. standar. norma. pedoman. angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut serta laporan tahunan Direktorat. Seksi Bimbingan Usaha dan Tarif Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan armada serta analisis ekonomis kebutuhan armada. Pasal 268 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. norma. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . standar. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana sistem dan kebutuhan pokok.

serta bimbingan teknis. Seksi Evaluasi Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur. Pasal 270 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut terdiri atas: a. dan kerumahtanggaan. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang evaluasi pelaksanaan kegiatan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu dan angkutan bahan pokok untuk kelancaran angkutan laut. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Pengolahan Data dan Informasi Angkutan Laut. kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu dan angkutan bahan pokok. serta bimbingan teknis. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. kepegawaian.rtf 111 .VALID). b. Pasal 271 (1) Seksi Pengolahan Data dan Informasi Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Evaluasi Angkutan Laut. pedoman. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. standar. Pasal 272 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. pedoman. norma.c.

bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. pemanduan dan penundaan kapal. pemanduan dan penundaan kapal. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. c. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan menyelenggarakan fungsi: a. pengerukan dan reklamasi. pengerukan dan reklamasi. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273.DITJEN HUBLA (FINAL . pemanduan dan penundaan kapal. pemanduan dan penundaan kapal. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. d. penyiapan penyusunan standar.Bagian Kelima Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan Pasal 273 Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan.rtf 112 . pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengerukan dan reklamasi. pengerukan dan reklamasi. perancangan fasilitas pelabuhan. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. norma. pengerukan dan reklamasi. kriteria dan prosedur di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pemberian perizinan dan standardisasi penyelenggaraan pengembangan pelabuhan. standar. pemanduan dan penundaan kapal. b.VALID). pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. norma.

Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. e. pemanduan dan penundaan kapal. rencana induk dan pengembangan pelabuhan. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan terdiri atas: a. Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . standar. Pasal 276 Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.VALID).DITJEN HUBLA (FINAL . kepegawaian. Pasal 275 f. norma.e.rtf 113 . dan Subbagian Tata Usaha. d. rencana induk dan pengembangan pelabuhan. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan. pengerukan dan reklamasi. Pasal 277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan pelabuhan. c. perancangan fasilitas pelabuhan. f. data dan informasi kepelabuhanan. tatanan kepelabuhanan nasional. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. kriteria dan prosedur di bidang penetapan lokasi pelabuhan. Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. dan kerumahtanggaan. pedoman. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan. b. norma. tatanan kepelabuhanan nasional. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a.

DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 278 c. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan. dan penyusunan laporan Direktorat. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tatanan kepelabuhanan nasional.b. rencana induk dan pengembangan pelabuhan. tatanan kepelabuhanan nasional. norma. standar. rencana induk dan pengembangan pelabuhan serta data dan informasi kepelabuhanan. Pasal 280 Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.rtf 114 . dan Seksi Penyusunan Rencana Pengembangan Pelabuhan. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang survei. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. pengumpulan dan evaluasi data dan informasi kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan penetapan lokasi pelabuhan. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Seksi Tatanan dan Evaluasi Kepelabuhanan. Seksi Penyusunan Rencana Induk dan Rencana Pengembangan Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan dan tatanan kepelabuhanan nasional. Induk dan Rencana (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . perancangan teknis fasilitas pelabuhan. standar. b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana induk dan pengembangan pelabuhan. pedoman. Pasal 279 (1) Seksi Tatanan dan Evaluasi Kepelabuhanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman.VALID). norma. standar.

pembangunan fasilitas dan peralatan pelabuhan. pedoman. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang perancangan dan survei fasilitas pelabuhan. standar. Seksi Pedoman Pelabuhan. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. norma. dan Seksi Penyusunan Pelabuhan.DITJEN HUBLA (FINAL . standar. Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a. c. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.Pasal 281 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. pedoman. Pasal 282 Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan terdiri atas: a.rtf 115 .VALID). dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang perancangan dan survei teknis fasilitas pelabuhan. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan program kegiatan pembangunan dan perawatan fasilitas dan peralatan pelabuhan serta sertifikasi fasilitas dan peralatan pelabuhan. norma. survei topografi dan hidro-oceanografi dan geoteknik serta persetujuan desain. standar. kriteria dan prosedur di bidang perancangan dan survei teknis fasilitas pelabuhan. dan Rancangan Teknis Fasilitas Fasilitas b. Program Pasal 283 Pembangunan (1) Seksi Pedoman dan Rancangan Teknis Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Penyusunan Program Pembangunan Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang perancangan teknis fasilitas dan peralatan pelabuhan.

pedoman. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang program. Pasal 287 (1) Seksi Program dan Perancangan Teknis Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi menyelenggarakan fungsi: a. b.DITJEN HUBLA (FINAL . perancangan teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang program. Pasal 286 Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi terdiri atas: a. norma. norma. pedoman. Pasal 285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284. evaluasi dan pelaporan di bidang program. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar.Pasal 284 Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. perancangan dan survei teknis pelaksanaan pengerukan dan reklamasi. standar. norma. Seksi Program dan Perancangan Teknis Pengerukan dan Reklamasi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar.VALID). b. c. dan Seksi Bimbingan Peralatan Pengerukan dan Reklamasi. 03 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 116 . perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. evaluasi dan pelaporan di bidang program. perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. kriteria dan prosedur di bidang perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan.

Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. b. standar. dan Seksi Tenaga Pandu dan Sarana Bantu Pemanduan. Pasal 288 Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.rtf 117 . c. standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. norma. standar. standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 290 Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal terdiri atas: a. kriteria dan prosedur di bidang penetapan wilayah perairan pandu. pedoman. penggunaan kapal dan alat bantu keruk. standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penetapan wilayah perairan pandu. pedoman. standar. Seksi Perairan dan Pelayanan Pandu.(2) Seksi Bimbingan Peralatan Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemanduan dan penundaan kapal. b. norma. 03 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang perizinan. pekerjaan pengerukan dan reklamasi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang penetapan wilayah perairan pandu. Pasal 289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 288. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu.

pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. pedoman. dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Seksi Tenaga Pandu dan Sarana Bantu Pemanduan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan wilayah perairan pandu serta standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. pedoman. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif jasa kepelabuhanan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang tarif jasa kepelabuhanan.Pasal 291 (1) Seksi Perairan dan Pelayanan Pandu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif kepelabuhanan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . standar. norma. pedoman. serta standardisasi sarana bantu pemanduan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kerjasama kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. standar.VALID).rtf 118 . norma. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan. dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. norma. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan. daerah (2) b. Pasal 292 Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan penyiapan perumusan kebijakan. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan. daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. Pasal 293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292. norma.

dan Seksi Bimbingan Tata Guna Tanah dan Perairan. norma. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Bimbingan Tata Guna Tanah dan Perairan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Bimbingan Pelayanan Jasa dan Tarif Pelabuhan. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan. daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang tarif jasa kepelabuhanan. dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. kerjasama kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. standar. Pasal 294 Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan terdiri atas: a. penggunaan atas tanah dan perairan. serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. dan kerumahtanggaan.rtf 119 . dan c. Pasal 295 (1) Seksi Bimbingan Pelayanan Jasa dan Tarif Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif jasa kepelabuhanan. pedoman. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan. norma. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan batas daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. Pasal 296 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan.lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. kepegawaian. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengoperasian dan pelayanan jasa pelabuhan.DITJEN HUBLA (FINAL .VALID). standar. kinerja pelayanan pelabuhan dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. b.

Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. pendaftaran dan kebangsaan kapal. penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal. pedoman. nautis. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal dan kepelautan. teknis dan radio kapal. nautis. pengukuran. teknis dan radio kapal.Bagian Keenam Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Pasal 297 Direktorat Perkapalan dan Kepelautan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. teknis dan radio kapal. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengukuran. evaluasi dan pelaporan di bidang kelaikan kapal. perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal. b. teknis dan radio kapal. pendaftaran dan kebangsaan kapal. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. pedoman. norma. norma. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. pendaftaran dan kebangsaan kapal.VALID). penyiapan perumusan kebijakan di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. pengukuran. nautis. perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal. pembersihan tangki kapal (tank cleaning).DITJEN HUBLA (FINAL . pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. pembersihan tangki kapal (tank cleaning). pendaftaran dan kebangsaan kapal. pembersihan tangki kapal (tank cleaning). 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan penyusunan standar. penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan.rtf 120 . kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. nautis. pengukuran. c. standar.

pendaftaran dan tanda kebangsaan kapal. penyiapan penerbitan surat persetujuan penggunaan/ penggantian nama kapal. Teknis dan Radio Kapal. program lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan. pencegahan pencemaran dari kapal. e. Subdirektorat Kepelautan. dan e. lambung timbul kapal.d. dan pelaksanaan ketatausahaan. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal. kerumatanggaan. d. b. jaminan ganti rugi pencemaran laut oleh minyak dari kapal. surat ukur kapal dan surat tanda kebangsaan kapal dalam rangka penyelenggaraan kelaiklautan kapal dan daftar riwayat kapal (continuous synopsis record). penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan sertifikasi kapal. surat keterangan status hukum kapal dan surat keterangan penghapusan kapal dari pendaftaran. pengawakan kapal dan dokumen pelaut. sertifikat kepelautan dan panduan muatan dalam rangka pemenuhan persyaratan kelaiklautan kapal. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pengesahan gambar rancang bangun kapal. surat penetapan tanda panggilan (call sign) kapal. Subdirektorat Nautis. Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal. manajemen keselamatan kapal (ISM-Code).rtf 121 .DITJEN HUBLA (FINAL . f. keselamatan kapal dan manajemen keselamatan kapal. f. c. Subdirektorat Kelaikan Kapal. pengukuran dan surat ukur kapal. g. dan Subbagian Tata Usaha. h. standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. pencegahan pencemaran dari kapal. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan terdiri atas: a. daftar ukur kapal.VALID). kepelautan. penyiapan penerbitan sertifikat keselamatan kapal. perhitungan stabilitas kapal. Pasal 299 kepegawaian. Subdirektorat Pengukuran.

evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi. stabilitas kapal. stabilitas kapal. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. c. instalasi permesinan dan listrik kapal. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang konstruksi. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. norma. Seksi Konstruksi dan Stabilitas Kapal. norma. dan Seksi Rancang Bangun dan Pemasukan Kapal. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan gambar rancang bangun kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. instalasi permesinan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. penyiapan bahan penilaian teknis terhadap kondisi umum dalam rangka pemasukan kapal dari luar negeri. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. b. e. stabilitas kapal. listrik dan lambung timbul kapal. stabilitas dan lambung timbul kapal dan peti kemas.VALID). Subdirektorat Kelaikan Kapal menyelenggarakan fungsi: a.rtf 122 . standar. b. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Kapal terdiri atas: a. instalasi permesinan dan listrik kapal. listrik dan lambung timbul kapal. kriteria dan prosedur di bidang konstruksi. standar. d. pedoman. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi. instalasi permesinan. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. lambung timbul dan stabilitas kapal.

Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. standar. dan peti kemas. surat tanda kebangsaan kapal. Seksi Rancang Bangun dan Pemasukan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) b. pendaftaran dan balik nama kapal. penyiapan bahan pengesahan daftar ukur kapal. c. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. norma. hipotek dan kebangsaan kapal. penerbitan surat ukur. hipotek dan kebangsaan kapal. standar. kriteria dan prosedur. surat persetujuan penggunaan/ penggantian nama kapal. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. norma. standar. pendaftaran dan baliknama kapal. norma. bimbingan teknis. hipotek dan kebangsaan kapal.rtf 123 . evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengukuran kapal. Pasal 304 Subdirektorat Pengukuran. pedoman. kriteria dan prosedur di bidang pengukuran kapal. standar. pedoman. surat keterangan penghapusan kapal dari pendaftaran dan daftar riwayat kapal. surat penetapan tanda panggilan (call sign) kapal. Subdirektorat Pengukuran. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. pedoman.Pasal 303 (1) Seksi Konstruksi dan Stabilitas Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN HUBLA (FINAL . pendaftaran dan balik nama kapal. instalasi permesinan. surat keterangan status hukum kapal. kriteria dan prosedur. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. stabilitas kapal.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi. listrik dan lambung timbul kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan perawatan kapal berencana. 03 OTK KEMENHUB 2010 .

baliknama dan hipotek kapal. norma. pedoman. Teknis dan Radio Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pemberian nama kapal dan tanda panggilan kapal. penyiapan bahan pelaksanaan pendaftaran. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal. e.d. penggantian bendera kapal. perlengkapan dan peralatan kapal. Pasal 308 Subdirektorat Nautis. Seksi Pengukuran Kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. kriteria dan prosedur. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 307 (1) Seksi Pengukuran Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. hipotek dan kebangsaan kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pendaftaran. teknis permesinan.VALID). standar.rtf 124 . kriteria dan prosedur. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal terdiri atas: a. norma. serta bimbingan teknis. pedoman. Pasal 306 Subdirektorat Pengukuran. radio dan elektronika kapal. dan Seksi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal. Seksi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . baliknama dan hipotek kapal serta penyelenggaraan penggantian bendera kapal. b. evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal cara dalam negeri dan cara internasional. standar. pendaftaran dan baliknama kapal. pemberian surat tanda kebangsaan kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang nautis. pedoman.

evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi keselamatan kapal.rtf 125 . Pasal 311 (1) Seksi Penilikan Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Teknis dan Radio Kapal terdiri atas: a. dan penerbitan sertifikat b. b. d. kriteria dan prosedur. radio dan elektronika kapal. Seksi Sertifikasi Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. radio dan elektronika kapal. Pasal 310 Subdirektorat Nautis. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Nautis. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur. teknis permesinan kapal. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang nautis dan teknis permesinan. perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal. pedoman. radio dan elektronika kapal. norma. pedoman. perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal. standar. serta bimbingan teknis. norma. dan Seksi Sertifikasi Keselamatan Kapal. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang nautis dan teknis permesinan. elektronika dan radio kapal. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal.Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. norma. perlengkapan dan peralatan kapal.VALID). kriteria dan prosedur di bidang nautis. standar. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan bahan penyiapan keselamatan kapal. teknis permesinan kapal. Seksi Penilikan Keselamatan Kapal. c. Teknis dan Radio Kapal menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang nautis.

manajemen keselamatan pengoperasian kapal. b. Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. pencegahan pencemaran dari kapal dan jaminan ganti rugi.VALID).Pasal 312 Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . dan dumping serta manajemen keselamatan kapal. norma. Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. dan dumping serta manajemen keselamatan kapal. c. norma. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan pencemaran dari kapal. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pola penanggulangan darurat pencemaran laut dari kapal (Shipboard Marine Pollution Emergency Plan) dan instalasi peralatan pencegahan pencemaran di kapal. penyiapan bahan pelaksanaan audit di bidang manajemen keselamatan kapal. kriteria dan prosedur di bidang pencegahan pencemaran oleh minyak. jaminan ganti rugi pencemaran dan dumping.rtf 126 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan pola penanggulangan darurat pencemaran minyak dari kapal (Shipboard Oil Pollution Emergency Plan).DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pencegahan dan ganti rugi pencemaran. standar. d. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan dan ganti rugi pencemaran. f. pedoman. beracun dan bahan lainnya dari kapal serta dana jaminan ganti rugi pencemaran dari kapal. penyiapan bahan penerbitan sertifikat manajemen keselamatan kapal. e. bahan berbahaya.

beracun dan bahan lainnya dari kapal.VALID). dan perlindungan awak kapal. pedoman. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen keselamatan pengoperasian kapal dan sertifikasi manajemen keselamatan kapal. Seksi Manajemen Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 127 . kriteria dan prosedur. serta bimbingan teknis. pembersihan tangki-tangki kapal. norma. b. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan. norma. standar. Pasal 316 Subdirektorat Kepelautan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBLA (FINAL . standar. norma. sarana pengangkutan dan penampungan limbah di pelabuhan. pemantauan peralatan pencemaran serta ganti rugi pencemaran. serta standardisasi dan sertifikasi pelaut. standardisasi dan sertifikasi pelaut. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan pencemaran oleh minyak. standar. dan Seksi Manajemen Keselamatan Kapal. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal. pedoman. Subdirektorat Kepelautan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 314 Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal terdiri atas: a. pedoman. norma. bahan berbahaya. Seksi Pencegahan dan Ganti Rugi Pencemaran. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur. Pasal 315 (1) Seksi Pencegahan dan Ganti Rugi Pencemaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta sertifikasi pencegahan pencemaran dan pengurusan kontribusi tahunan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316.

serta bimbingan teknis. sertifikat kepelautan dan perjanjian kerja laut. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . perjanjian kerja laut dan penyijilan awak kapal. dan kerumahtanggaan. Pasal 318 c. norma. kriteria dan prosedur. dan Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Pelaut. pedoman. Seksi Pengawakan dan Perlindungan Awak Kapal.VALID). dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta standardisasi dan sertifikasi pelaut. standar. standar. kriteria dan prosedur. Subdirektorat Kepelautan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang standardisasi dan sertifikasi serta pengukuhan sertifikat. database sertifikat pelaut. pengesahan program pendidikan dan pelatihan kepelautan. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan program pendidikan dan pelatihan kepelautan.rtf 128 . database identitas pelaut. penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi kepelautan dan pengawakan kapal. b. e. Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Pelaut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta penerbitan buku pelaut. kepegawaian. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta standardisasi dan sertifikasi pelaut. norma.b.DITJEN HUBLA (FINAL . d. Pasal 320 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. Pasal 319 (1) Seksi Pengawakan dan Perlindungan Awak Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta bimbingan teknis.

pangkalan kenavigasian serta sarana dan prasarana kenavigasian. dan pelaksanaan urusan tata usaha. pangkalan kenavigasian. kapal negara dan pangkalan kenavigasian . telekomunikasi pelayaran. kapal negara. evaluasi dan pelaporan di bidang perambuan. c. sarana dan prasarana kenavigasian. telekomunikasi pelayaran. telekomunikasi pelayaran. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. telekomunikasi pelayaran. sarana dan prasarana kenavigasian. kriteria dan prosedur di bidang perambuan. b. kapal negara.rtf 129 . serta bimbingan teknis. penyiapan penyusunan standar. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . d.Bagian Ketujuh Direktorat Kenavigasian Pasal 321 Direktorat Kenavigasian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. e.VALID). norma. kriteria dan prosedur. kapal negara dan pangkalan kenavigasian. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perambuan. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perambuan. telekomunikasi pelayaran. norma. Direktorat Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321. pedoman. penyiapan pemberian perizinan dan pelayanan dalam penyelenggaraan perambuan dan telekomunikasi pelayaran. sarana dan prasarana kenavigasian. kapal negara dan pangkalan kenavigasian. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang perambuan. sarana dan prasarana kenavigasian. f.

design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. daerah ship to ship. penandaan daerah terbatas dan terlarang. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. e. c. daerah ship to ship. Pasal 325 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 324. pembangunan.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman. maklumat pelayaran bahaya navigasi. norma.Pasal 323 Direktorat Kenavigasian terdiri atas: a. Pasal 324 Subdirektorat Perambuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian.rtf 130 . maklumat pelayaran bahaya navigasi. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian. 03 OTK KEMENHUB 2010 . d.VALID). pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. Subdirektorat Perambuan. standar. pembangunan. Subdirektorat Sarana dan Prasarana. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Perambuan menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. b. Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran. dan Subbagian Tata Usaha. f. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. penandaan daerah terbatas dan terlarang. standar.

perencanaan pembangunan.b. daerah ship to ship. b. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. standar. Seksi Operasi dan Survei. pedoman. penandaan daerah terbatas dan terlarang. 131 (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan.rtf .VALID). daerah ship to ship. pembangunan. pembangunan. norma. penandaan daerah terbatas dan terlarang. maklumat pelayaran bahaya navigasi. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. Pasal 326 c. replacement. maklumat pelayaran bahaya navigasi. pedoman. standar. dan Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Perambuan. daerah ship to ship. pemberian ijin spesifikasi teknis sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Perambuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. perbaikan dan pemeliharaan. penandaan daerah terbatas dan terlarang. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang peralatan. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. penyiapan bahan perijinan spesifikasi teknis pembangunan sarana bantu navigasi pelayaran pihak ketiga. Subdirektorat Perambuan terdiri atas: a. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. norma. Pasal 327 (1) Seksi Operasi dan Survei mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan.DITJEN HUBLA (FINAL . d. maklumat pelayaran bahaya navigasi. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. gambar design konstruksi serta kelainan dan keandalan sarana bantu navigasi pelayaran dan koreksi peta laut. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas.

standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. kuasa perhitungan jasa Telekomunikasi Pelayaran. dan kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran serta pelaksanaan perhitungan. pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja. Seksi Operasi. pemberian ijin kuasa perhitungan jasa. dan Pemeliharaan Telekomunikasi b. Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran menyelenggarakan fungsi: a. ijin identifikasi untuk dinas bergerak pelayaran serta ijin kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran. pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis.VALID). pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis. penyiapan bahan rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran. b. peralatan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja.Pasal 328 Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. c. standar. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . perencanaan pembangunan sarana dan prasarana. pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 329 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 328. perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran. pedoman. Pasal 330 Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran terdiri atas: a. d. pembangunan sarana dan prasarana. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja. pemeliharaan dan perbaikan. dan Seksi Peralatan Pelayaran.rtf 132 . rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran. perencanaan.

Pasal 332 Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. peralatan dan suku cadang. standar. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. serta bimbingan teknis. norma.rtf 133 . (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. standar.DITJEN HUBLA (FINAL .Pasal 331 (1) Seksi Operasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeliharaan dan perbaikan peralatan telekomunikasi pelayaran. rancang bangun dan pembangunan kapal kenavigasian. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan kinerja stasiun radio pantai. ijin identifikasi untuk dinas bergerak pelayaran serta ijin kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan bangunan gedung. pedoman. kriteria dan prosedur. pemeliharaan kapal negara kenavigasian. formasi dan penempatan kapal. rancang bangun dan pembangunan kapal. radio kapal. norma. serta penilaian teknis.VALID). pedoman. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. standar. pemberian rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran. pengawakan dan perbekalan kapal. Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Telekomunikasi Pelayaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. formasi dan penempatan kapal. stasiun radio kapal dan sarana bantu navigasi pelayaran elektronika. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian. pengawakan dan perbekalan kapal. norma. Pasal 333 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 332. pemeliharaan. sistem jaringan.

penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. formasi dan penempatan kapal. Pasal 335 (1) Seksi Operasi dan Pengawakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan. pemeliharaan. pemeliharaan. norma. rancang bangun dan pembangunan kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . formasi dan penempatan kapal. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. b. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. pedoman. Pasal 334 c.b. Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan. evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan pembangunan kapal. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. formasi dan penempatan kapal negara kenavigasian. standar. pemeliharaan dan penilaian teknis penghapusan kapal. pengawakan dan perbekalan kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. rancang bangun dan pembangunan kapal. standar. penetapan lokasi bangunan. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma. pedoman. Pasal 336 Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. norma. standar. pengawakan dan perbekalan kapal. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian terdiri atas: a.VALID).rtf 134 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengawakan dan perbekalan kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. Seksi Operasi dan Pengawakan. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. pedoman.

dan Seksi Perbengkelan.Pasal 337 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 336. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. standar. kriteria dan prosedur. penetapan lokasi bangunan. norma. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 338 Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian terdiri atas: a. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan.DITJEN HUBLA (FINAL . standar. penetapan lokasi bangunan. Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. Seksi Bangunan.rtf 135 . pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. b. Pasal 339 (1) Seksi Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan kebijakan. norma. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. serta penilaian teknis fasilitas pangkalan. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. pemeliharaaan bangunan gedung. penetapan lokasi bangunan. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. serta bimbingan teknis.VALID). b. lokasi pembangunan dan fasilitas pangkalan.

b. Seksi Program.rtf 136 . evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan peralatan suku cadang bengkel. perbaikan dan penilaian teknis peralatan galangan dan bengkel. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. dan Seksi Evaluasi dan Pelaporan. norma. pedoman. penyiapan bahan program dan rencana kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. pedoman. norma.(2) Seksi Perbengkelan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan kebijakan. norma. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur.VALID). penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian.DITJEN HUBLA (FINAL . dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. standar. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. Pasal 340 Subdirektorat Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . b. Subdirektorat Sarana dan Prasarana terdiri atas: a. d. Pasal 341 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340. standar. pemeliharaan. Subdirektorat Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 342 c. kebutuhan. pedoman.

anggaran serta pembangunan sarana dan prasarana kenavigasian.DITJEN HUBLA (FINAL . standar. pedoman. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang patroli dan pengamanan. serta bimbingan teknis.rtf 137 . tertib pelayaran. Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. penyiapan perumusan kebijakan di bidang patroli dan pengamanan. Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai menyelenggarakan fungsi: a. standar.Pasal 343 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kerumahtanggaan. norma. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. tertib pelayaran. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis di bidang evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program kerja. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. norma. 03 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). kepegawaian. norma. Pasal 344 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. pedoman. pengawasan keselamatan dan penyidik pegawai negeri sipil. melakukan (2) Bagian Kedelapan Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Pasal 345 Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan. standar. pedoman.

tertib pelayaran. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air dan pemberian perijinan. kriteria dan prosedur di bidang patroli dan pengamanan. b. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). penyiapan pelaksanaan di bidang patroli dan pengamanan. Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai terdiri atas: a. g. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang patroli dan pengamanan. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). tertib pelayaran. f. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. penyiapan pembinaan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang patroli dan pengamanan. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Subdirektorat Tertib Pelayaran. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. tertib pelayaran. e. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). c.rtf 138 . sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan.DITJEN HUBLA (FINAL . 03 OTK KEMENHUB 2010 . dan pelaksanaan urusan tata usaha. tertib pelayaran. tertib pelayaran. penyiapan penyusunan standar. Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat.b.VALID). Pasal 347 c. d. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang patroli dan pengamanan. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. norma. pedoman.

evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang patroli dan pengamanan sarana dan prasarana transportasi (ISPS Code) di laut. pedoman.rtf 139 . serta perijinan penggunaan. pantai dan pelabuhan. norma. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah air. kriteria dan prosedur di bidang patroli. kriteria. pedoman. c. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.VALID).d. pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut. b. analisa kerawanan wilayah. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang patroli. dan Subbagian Tata Usaha. tingkat ancaman keamanan di laut. standar. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. penanganan perompakan dan pembajakan. penanganan perompakan dan pembajakan. pendistribusian amunisi dan senjata api dinas. pantai dan pelabuhan. penyediaan data kegiatan kapal di perairan dan pelabuhan. Pasal 348 e. pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). norma. standar. f. Subdirektorat Sarana dan Prasarana. penegakan peraturan perundangundangan. pantai dan pelabuhan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan prosedur penahanan kapal dan penyerahan kapal yang melakukan pelanggaran dan tindak pidana pelayaran. dan prosedur serta bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . analisa kerawanan wilayah. pantai dan pelabuhan. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan menyelenggarakan fungsi: a. penegakan peraturan perundangundangan pelayaran.

Pasal 351 (1) Seksi Patroli mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Patroli.d. evaluasi dan pelaporan di bidang pengamanan sarana dan prasarana transportasi (ISPS Code) di laut. penanganan perompakan dan pembajakan. pedoman. analisa kerawanan wilayah. standar. standar. norma. b. penyiapan bahan penyusunan rancangan keamanan dalam rangka pengesahan dan penerbitan sertifikat keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang patroli.rtf 140 . norma. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Pengamanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perijinan penggunaan. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). pantai dan pelabuhan serta penetapan kualifikasi teknis petugas patroli. penegakan peraturan perundangundangan. serta bimbingan teknis. dan pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut. pantai dan pelabuhan. dan Seksi Pengamanan.VALID). pedoman. penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang patroli dan pengamanan. kriteria dan prosedur. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan terdiri atas: a.DITJEN HUBLA (FINAL . kriteria dan prosedur. pendistribusian amunisi dan senjata api serta penetapan kualifikasi teknis petugas pengamanan. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). penanganan perompakan dan pembajakan. Pasal 350 e. pantai dan pelabuhan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang patroli. analisa kerawanan wilayah serta penegakan peraturan perundang-undangan di laut. serta bimbingan teknis.

Seksi Advokasi dan Diseminasi Pengawasan Keselamatan. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. norma. dan Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. c. penyiapan bahan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. penyiapan bahan sosialisasi dan advokasi serta diseminasi bidang keselamatan pelayaran. pedoman.VALID). standar. b. b. standar. Pasal 354 Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil terdiri atas: a. e. evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil.Pasal 352 Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman.rtf 141 . d. penyiapan bahan perumusan kebijakan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil.

serta bimbingan teknis. surat ijin berlayar. tertib bandar. norma. norma. kriteria dan prosedur di bidang tertib lalulintas kapal. pedoman. norma. Subdirektorat Tertib Pelayaran menyelenggarakan fungsi: a. standar. surat ijin berlayar. evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang kebandaran dan kecelakaan kapal. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pedoman. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengawasan kapal asing. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. standar. norma. pedoman.VALID). kriteria dan prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tertib lalulintas kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas advokasi dan diseminasi. pedoman. (2) b. tertib bandar. penyelidikan. Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 356 Subdirektorat Tertib Pelayaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal.Pasal 355 (1) Seksi Advokasi dan Diseminasi Pengawasan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN HUBLA (FINAL .rtf 142 . pengawasan kapal asing. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal. standar. serta bimbingan teknis. penyidikan serta pengajuan berkas perkara pelanggaran dan tindak pidana pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil.

kriteria dan prosedur. tertib lalulintas kapal. surat ijin berlayar. penanganan pemrosesan kecelakaan kapal. Subdirektorat Tertib Pelayaran terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan penanganan muatan berbahaya. Pasal 359 (1) Seksi Kebandaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang kesyahbandaran. pedoman. penanganan muatan berbahaya. Pasal 360 Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. norma. pengawasan kapal asing dan penetapan kualifikasi teknis petugas kesyahbandaran. Port State Control Officer. standar.VALID). (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur. ijin berlayar. norma. bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang penanggulangan musibah. pelaksanaan eksekusi putusan Mahkamah Pelayaran dan pelaporan ke International Maritime Organization serta penetapan kualifikasi teknis petugas penanganan pemrosesan kecelakaan kapal. serta bimbingan teknis.rtf 143 . tertib bandar. tertib bandar. pengajuan pemeriksaan lanjutan perkara. dan Seksi Kecelakaan Kapal. kriteria dan prosedur. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang tertib lalulintas kapal. pencemaran dan pekerjaan bawah air. standar. pedoman. pengawasan kapal asing.c. norma. serta pengawasan penanganan muatan berbahaya. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal. b. Seksi Kecelakaan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta bimbingan teknis. Seksi Kebandaran. Port State Control Officer. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pengusutan kecelakaan dan bencana kapal. pedoman. Pasal 358 d.DITJEN HUBLA (FINAL .

penanggulangan pencemaran.rtf 144 . standar. kriteria dan prosedur di bidang Search And Rescue. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. tuntutan ganti kerugian pencemaran. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pemadaman kebakaran. penanggulangan pencemaran dan penyelam.VALID). penyiapan bahan perijinan di bidang pendirian. pemadaman kebakaran. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. serta pendirian. norma. c. penanganan kerangka kapal dan salvage. tuntutan ganti kerugian pencemaran. tuntutan ganti kerugian pencemaran. kegiatan penyelaman. serta pendirian. pedoman. penanggulangan pencemaran. b. dan Seksi Pekerjaan Bawah Air. Pasal 362 Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air terdiri atas: a. b. serta pendirian. penanganan kerangka kapal dan salvage. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Search And Rescue. Seksi Penanggulangan Musibah. kegiatan penyelaman serta penanganan kerangka kapal dan salvage. kegiatan penyelaman. penanganan kerangka kapal dan salvage.DITJEN HUBLA (FINAL . dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang Search And Rescue. kegiatan penyelaman. penanggulangan pencemaran. Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air menyelenggarakan fungsi: a. pemadam kebakaran.Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. pemadaman kebakaran. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang Search And Rescue. d.

VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan. penanggulangan pencemaran. Seksi Pekerjaan Bawah Air mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 145 . standar. bimbingan teknis. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. tuntutan ganti kerugian pencemaran dan pemadaman kebakaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas Search And Rescue.Pasal 363 (1) Seksi Penanggulangan Musibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penanganan kerangka kapal dan salvage serta penetapan kualifikasi teknis petugas penyelam. pedoman. norma. norma. bimbingan teknis. Subdirektorat Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 364 Subdirektorat Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. dan penanggulangan pencemaran. kegiatan penyelaman. pemeliharaan. pembangunan. standar. standar. pemadam kebakaran. pedoman. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. perijinan serta evaluasi dan pelaporan di bidang pendirian. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan laut dan Pantai. kriteria dan prosedur di bidang pengadaan. standar. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang Search And Rescue. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur.DITJEN HUBLA (FINAL . pembangunan. pengelolaan sarana dan prasarana operasional serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang penjagaan laut dan pantai. norma. pemeliharaan. pedoman.

standar. pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan Laut dan Pantai. pembangunan.b. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 366 c. b.VALID). program kerja dan laporan Direktorat. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan.DITJEN HUBLA (FINAL . Subdirektorat Sarana dan Prasarana terdiri atas: a. dan Seksi Awak Kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang awak kapal Penjagaan Laut dan Pantai serta penyiapan rencana. Seksi Sarana dan Prasarana Operasional. Seksi Awak Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 368 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. pemeliharaan. pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan Laut dan Pantai. pemeliharaan. kepegawaian dan kerumahtanggaan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta pemeliharaan senjata api. norma.rtf 146 . pembangunan. pedoman. standar. pedoman. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengadaan. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 367 (1) Seksi Sarana dan Prasarana Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Pasal 370 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.VALID).DITJEN HUBLA (FINAL . Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).rtf 147 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 369 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masingmasing berdasarkan peraturan perundang-undangan. (2) (3) (4) 03 OTK KEMENHUB 2010 . diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. dan masing-masing Direktur. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

perumusan kebijakan di bidang perhubungan udara. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi: a. d. b. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. e.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA Bagian Pertama Kedudukan. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan udara. standar. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan udara. c.rtf 148     . Pasal 373 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 372. dan kriteria di bidang perhubungan udara.VALID).DITJEN HUBUD (FINAL . (2) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dipimpin oleh Direktur Jenderal. prosedur. penyusunan norma. Pasal 372 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perhubungan udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Tugas dan Fungsi Pasal 371 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan.

Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Pasal 375 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. d. Direktorat Bandar Udara. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi : a.VALID). penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . program dan anggaran.DITJEN HUBUD (FINAL . e.rtf 149     . Direktorat Keamanan Penerbangan. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana. terdiri atas : a. data dan informasi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 374 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. f. Direktorat Angkutan Udara. pemberian pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Direktorat Navigasi Penerbangan. c.

akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan dan akuntabilitas kinerja unit kerja. d. menengah.VALID).b. pelaksanaan urusan kepegawaian. penyusunan laporan kegiatan di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal. b. Pasal 377 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.DITJEN HUBUD (FINAL . program dan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Petunjuk Operasional (PO). penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan penyuluhan hukum dan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat. d. Bagian Kepegawaian dan Umum.rtf 150     . dan pengelolaan data dan sistem informasi manajemen di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. pengelolaan urusan tata usaha keuangan. evaluasi dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional serta laporan masyarakat. penerimaan negara bukan pajak dan barang milik negara. serta hubungan masyarakat dan koordinasi kerjasama luar negeri. c. terdiri atas: a. c. penelaahan. tata usaha dan rumah tangga. penataan organisasi dan tata laksana. 04 OTK KEMENHUB 2010 . f. Pasal 378 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan tinjau ulang rencana jangka panjang. Bagian Perencanaan. e. Bagian Keuangan.

pengelolaan data dan sistem informasi manajemen pemerintahan dan e-government. Subbagian Program. anggaran dan kinerja. penelaahan. Rencana Kerja (RENJA). pelaporan dan bimbingan pelaksanaan program. dan prioritas program tahunan dan bantuan / pinjaman luar negeri.VALID). terdiri atas : a. penyiapan bahan koordinasi. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Rencana. penyusunan dan tinjau ulang rencana jangka panjang dan menengah. penyusunan dan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Pasal 380 Bagian Perencanaan. Subbagian Analisa dan Evaluasi. evaluasi. koordinasi penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan standar pelayanan serta penyiapan bahan kebijakan di bidang organisasi dan tata laksana. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi : a. analisis.Pasal 379 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378. b.rtf 151     . penyiapan pelaksanaan koordinasi. dan c. dan c. pelaksanaan rapat kerja antar lembaga dan unit kerja. b. penelaahan.DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan bahan penyusunan dan revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK).

prosedur dan kriteria. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). evaluasi dan analisa kelembagaan dan tata laksana serta norma. evaluasi pelaksanaan program serta realisasi anggaran. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). rencana pembangunan jangka pendek/Rencana Kerja (RENJA).rtf 152     . Pasal 382 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan Barang Milik Negara (BMN). 04 OTK KEMENHUB 2010 . koordinasi penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI). penyusunan dan verifikasi laporan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. penatausahaan pelaksanaan anggaran Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) anggaran reguler dan pinjaman/hibah luar negeri. (2) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. mengkoordinasikan pelaksanaan penyiapan bahan audit internal dan eksternal. penyusunan dan pengusulan pengelola anggaran. penyiapan bahan dan rapat koordinasi antar lembaga dan unit kerja serta pelaksanaan rapat kerja dinas. penelaahan dan penyusunan evaluasi dan pelaporan dokumen penetapan dan kinerja tahunan. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). laporan tahunan dan nota keuangan penyusunan serta revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK). rencana strategis. standar pelayanan minimal dan standar pelayanan publik. penatausahaan dan penyusunan penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Rencana Kerja Pemerintah (RKP). penelaahan. pengelolaan data dan sistem informasi manajemen pemerintahan dan e-government.DITJEN HUBUD (FINAL . cetak biru. penyusunan dan tinjau ulang rencana kebijakan Pembangunan Jangka Panjang (RPJP).Pasal 381 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penyusunan dan revisi prioritas program tahunan. program bantuan/pinjaman luar negeri (green book and blue book).VALID). penelaahan. (3) Subbagian Analisa dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. standar. studi dan kajian kebijakan di bidang transportasi udara.

04 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. pembinaan. terdiri atas : a. serta menyiapkan bahan pelaporan sistem manajemen penyusunan laporan barang milik negara. koordinasi tindak lanjut Laporan Hasil Audit (LHA) dan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR). penyiapan bahan penatausahaan. pelaporan Barang Milik Negara (BMN). pemanfaatan. dan c. penghapusan . Subbagian Akuntansi. b. Pasal 385 (1) Subbagian Tata Usaha Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan evaluasi. penyusunan dan pengusulan pengelola anggaran. pengelolaan. penyusunan target dan penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penatausahaan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. serah terima dan penghapusan Barang Milik Negara. Subbagian Tata Usaha Barang Milik Negara. dan mengkoordinasikan penyiapan bahan audit internal dan eksternal. inventarisasi. dan pelaksanaan verifikasi laporan keuangan. penyiapan bahan pembinaan penatausahaan yang meliputi pengkajian dan evaluasi terhadap penggunaan dan pemanfaatan BMN.VALID).Pasal 383 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 382. b. pemantauan. penyiapan bahan penatausahaan. Pasal 384 Bagian Keuangan. c. Subbagian Tata Usaha Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Laporan Hasil Audit.rtf 153     . penyusunan laporan keuangan berdasarkan Sistem Akuntansi Instansi (SAI). inventarisasi.DITJEN HUBUD (FINAL . pengkajian penatausahaan Barang Milik Negara yang meliputi serah terima.

penyusunan daftar usulan Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang berasal dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).VALID). analisa dan evaluasi pelaksanaan dan penetapan besaran tarif. dan 154     b. pemberian pertimbangan hukum/penyelesaian perselisihan serta permasalahan hukum. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan penyuluhan hukum/pertimbangan. tindak lanjut Laporan Hasil Audit (LHA) dan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP. penyiapan bahan pertimbangan hukum. penyusunan rencana dan pemantauan penerimaan dan penyetoran. penyusunan penggunaan serta penyusunan laporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penatausahaan. penyiapan bahan telaahan hukum. dokumentasi hukum dan peraturan perundang-undangan serta penyiapan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan rencana ratifikasi.TGR) serta pengusulan pengelola anggaran. Pasal 387 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386. Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 386 Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan telaahan hukum. evaluasi usulan proses pengadaan barang / jasa dan penanganan pengaduan proses pengadaan barang / jasa serta perumusan perjanjian.DITJEN HUBUD (FINAL . (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Pusat. penyusunan laporan Barang Milik Negara berdasarkan Sistim Informasi dan Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) dan mengkoordinasikan penyiapan bahan audit internal dan eksternal. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan serta evaluasi peraturan perundang-undangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan. bantuan dan penyelesaian masalah hukum dan hubungan masyarakat serta koordinasi kerjasama luar negeri. verifikasi dan rekonsiliasi laporan keuangan. penyuluhan hukum. pembinaan.(2) Subbagian Tata Usaha Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Laporan Hasil Audit mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan penatausahaan.rtf .

Subbagian Bantuan Hukum. penyusunan materi. pengangkatan. penyusunan rancangan dan evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan serta penyiapan peraturan perundang– undangan yang terkait dengan rencana ratifikasi. serta tata usaha dan rumah tangga. Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan hukum. pengembangan.c. pemantauan dan pelaporan kegiatan kerjasama luar negeri. terdiri atas : a. pengadaan.rtf . b. koordinasi tindak lanjut penanganan pengaduan publik. penyiapan bahan pemantauan. kepangkatan. penelaahan dokumen perjanjian internasional. pemrosesan dan pemberian bantuan dan pertimbangan hukum. mutasi. 155     (2) (3) 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 390 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. penyiapan dan penelaahan dokumen perjanjian internasional. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri. Pasal 388 Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat. pemantuan dan pelaporan perjanjian dan kesepakatan bersama (MoU). analisis dan penyiapan bahan publikasi dan koordinasi tindak lanjut penanganan pengaduan publik serta pelaksanaan urusan kerjasama luar negeri. evaluasi usulan proses pengadaan barang / jasa dan penanganan proses pengadaan barang / jasa. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. pemberhentian dan pensiun pegawai. penyusunan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan kegiatan kehumasan dan publikasi.DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 389 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan telaahan dan kajian hukum.VALID). koordinasi. c.

Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi : a. dan c. penyiapan bahan pembinaan. penyiapan bahan kepangkatan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberhentian dan pensiun serta data base sistem informasi SDM. b. usulan formasi. pengembangan pola karier. terdiri atas: a. mutasi. pemeliharaan. dan pengelolaan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga. b. penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan dan pembinaan karier dan kesejahteraan pegawai serta evaluasi kinerja pegawai. pengelolaan data base sistem informasi SDM dan peta jabatan serta peta SDM.DITJEN HUBUD (FINAL . kearsipan. pendistribusian.rtf 156     .VALID). penyiapan bahan pelaksanaan tata usaha. dan pelaksanaan pengadaan pegawai. Pasal 393 (1) Subbagian Perencanaan dan Mutasi SDM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan usulan formasi pegawai. pelaksanaan administrasi pengangkatan dan kepangkatan. Subbagian Evaluasi dan Pengembangan SDM. dan c. pelaksanaan pengadaan serta usulan pengangkatan calon PNS. Subbagian Perencanaan dan Mutasi SDM. pemberhentian dan pensiun PNS.Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390. mutasi. Pasal 392 Bagian Kepegawaian dan Umum. analisis kebutuhan. pengadaan. pengelolaan barang.

sistem dan prosedur. pemeliharaan.(2) Subbagian Evaluasi dan Pengembangan SDM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standar kompetensi jabatan. angkutan udara niaga berjadwal. pemberdayaan SDM.rtf 157     . angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. Bagian Keempat Direktorat Angkutan Udara Pasal 394 Direktorat Angkutan Udara mempunyai tugas merumuskan.VALID). pedoman. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. menyusun serta melaksanakan kebijakan. kearsipan. pengembangan dan pembinaan pegawai. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394. standar. pelaksanaan kegiatan protokoler. Direktorat Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. dan pengelolaan rumah tangga dan umum. usulan dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. norma. (3) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha dan administrasi umum. dan pemberian tanda penghargaan. kriteria. ujian dinas dan penyesuaian ijazah.DITJEN HUBUD (FINAL . pengadaan. barang. pengelolaan kesejahteraan pegawai. 04 OTK KEMENHUB 2010 . analisis kebutuhan. pendistribusian dan pengelolaan surat. pemeliharaan. evaluasi kinerja SDM. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara. pelaksanaan urusan perjalanan dinas. pendistribusian. pengawasan. pembinaan mental SDM dan disiplin pegawai.

angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. angkutan udara niaga berjadwal. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pedoman. e. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. sistem dan prosedur di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. pemberian arahan. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. angkutan udara niaga berjadwal. h.b. bimbingan. angkutan udara niaga berjadwal. norma. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. kriteria. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. pengendalian dan penegakan hukum di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur angkutan udara. d. c. 158     04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. penyiapan penyusunan standar. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. g. penyiapan pelaksanaan pengawasan. angkutan udara niaga berjadwal. pemberian ijin dan/atau sertifikasi dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. angkutan udara niaga berjadwal. pelatihan serta bantuan teknis di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara.DITJEN HUBUD (FINAL . angkutan udara niaga berjadwal. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara.VALID). f.rtf . kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga.

f. Pasal 396 Direktorat Angkutan Udara terdiri atas : a. logistik dan National Single Window (NSW). pengawasan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan multimoda. Subbagian Tata Usaha. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan.VALID). Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara. Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara. kepegawaian dan personel. d. Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. b. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal. pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL . Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang sistem informasi pelayanan angkutan udara. kriteria.i. penyusunan standarisasi. dan dokumentasi teknis. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga. pelaksanaan urusan keuangan. e. c. tata usaha. pengelolaan sistem teknologi informatika. 159     04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur. Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. norma.rtf . Pasal 397 Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

norma. logistik dan National Single Window (NSW). d. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. logistik dan National Single Window (NSW).b. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara.rtf 160     . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian rekomendasi dan/atau persetujuan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. Seksi Sistem Pelayanan Angkutan Udara. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. Pasal 399 Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara. e. b. angkutan multimoda. logistik dan National Single Window (NSW). Seksi Sistem Informasi Angkutan Udara. logistik dan National Single Window (NSW).VALID). logistik dan National Single Window (NSW). logistik dan National Single Window (NSW). pedoman. angkutan multimoda. sistem dan prosedur di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan multimoda. c. f. kriteria. terdiri atas : a. angkutan multimoda. g. pengendalian dan penegakan hukum di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara angkutan multimoda. penyiapan bahan penyusunan standar. 04 OTK KEMENHUB 2010 . angkutan multimoda. Pelaksanaan pemberian arahan.DITJEN HUBUD (FINAL .

kriteria. norma. pengawasan dan penegakan hukum. kapasitas angkutan udara. norma. rute. angkutan multimoda.VALID). pemberian arahan. sistem dan prosedur. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal menyelenggarakan fungsi: a. pelatihan serta bantuan teknis. persetujuan.rtf 161     . pedoman. logistik dan National Single Window (NSW).DITJEN HUBUD (FINAL . (2) Seksi Sistem Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang sistem. pemberian rekomendasi dan/atau persetujuan. kriteria. bimbingan. angkutan multimoda dan logistik serta ranking peningkatan kinerja pelayanan angkutan udara. penyusunan standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan angkutan udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. pedoman. on time performance perusahaan angkutan udara serta pelayanan pengangkutan kargo. kriteria. jaringan penerbangan.Pasal 400 (1) Seksi Sistem Informasi Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. sistem dan prosedur. pengawasan dan penegakan hukum. pelayanan penunjang angkutan udara. pelatihan serta bantuan teknis. bimbingan. penyusunan standarisasi. penyusunan standarisasi. pengawasan. Pasal 401 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. norma. pemberian arahan. sistem dan prosedur.

e. f. sistem dan prosedur di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri.b. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. pelaksanaan pemberian arahan. penyusunan standarisasi. g. kriteria. pemberian arahan. kriteria. pemberian persetujuan. pedoman. bimbingan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur. c. d. Pasal 404 (1) Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. b. Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. penyiapan bahan penyusunan standar.rtf 162     . bimbingan. Pasal 403 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal terdiri atas : a. pengawasan dan penegakan hukum. Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Luar Negeri. norma.VALID). pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri.DITJEN HUBUD (FINAL . pengendalian dan penegakan hukum di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri. pelatihan serta bantuan teknis. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.

pemberian persetujuan. pedoman. Penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.(2) Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga menyelenggarakan fungsi : a. norma. Pasal 405 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan serta bantuan teknis. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. penyiapan bahan penyusunan standar. pemberian arahan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal. pedoman. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal. pedoman. sistem dan prosedur. sistem dan prosedur di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal. penyusunan standar. kriteria. sistem dan prosedur. c. angkutan udara haji.VALID). serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan non niaga. angkutan udara haji. norma.DITJEN HUBUD (FINAL . angkutan udara haji. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pengawasan. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal luar negeri serta evaluasi permintaan jasa angkutan udara untuk pengembangan rute dan kapasitas angkutan udara niaga berjadwal luar negeri. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. kriteria. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. kriteria. pengendalian. pengawasan dan penegakan hukum. b. Pasal 406 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. serta angkutan udara perintis. penyusunan standarisasi.rtf 163     . serta angkutan udara perintis. norma. serta angkutan udara perintis.

penyusunan standarisasi. pengawasan dan penegakan hukum. serta angkutan udara perintis. sistem dan prosedur. kriteria.VALID). angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. angkutan udara haji. serta angkutan udara perintis. f. pedoman. bimbingan. terdiri atas : a. Pelaksanaan pemberian arahan. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. 04 OTK KEMENHUB 2010 . g. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. pelatihan serta bantuan teknis. norma. pemberian persetujuan.d. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal. Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Dalam Negeri.rtf 164     . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. pemberian arahan. b. Pasal 407 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri serta angkutan udara perintis.DITJEN HUBUD (FINAL . Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Luar Negeri. e. Pasal 408 (1) Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal. angkutan udara haji.

kerjasama multilateral dan lembaga internasional serta kerjasama perusahaan angkutan udara dan pelayanan fasilitasi (FAL). Penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan kerjasama perusahaan angkutan udara di bidang angkutan udara.(2) Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. pengawasan. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis. pedoman. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBUD (FINAL . norma. penyusunan standar. kerjasama multilateral dan lembaga internasional serta kerjasama perusahaan angkutan udara dan pelayanan fasilitasi (FAL). c. Penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang kerjasama angkutan udara. d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara. b. kriteria. norma. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara. penyusunan standarisasi. pengawasan dan penegakan hukum. kerjasama multilateral dan lembaga internasional. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga luar negeri serta angkutan udara haji. pedoman. penyiapan bahan penyusunan standar. sistem dan prosedur. pemberian persetujuan. sistem dan prosedur di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara.VALID). Pasal 409 Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. norma. pemberian arahan.rtf 165     . sistem dan prosedur.

pengawasan dan penegakan hukum. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang kerjasama bilateral. pengawasan dan penegakan hukum. terdiri atas : a. evaluasi dan pelaporan di bidang perjanjian dan kerjasama multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta pelayanan fasilitasi serta koordinasi dan pertemuan dengan instansi terkait untuk fasilitasi pelayanan angkutan udara internasional. pelatihan serta bantuan teknis di bidang kerjasama perusahaan angkutan udara.DITJEN HUBUD (FINAL .VALID). persetujuan. pemberian persetujuan. penyusunan standarisasi. norma. Seksi Kerjasama Bilateral dan Perusahaan Angkutan Udara. pelatihan serta bantuan teknis. bimbingan. multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta kerjasama perusahaan angkutan udara. Seksi Kerjasama Multilateral dan Lembaga Internasional. Pasal 412 (1) Seksi Kerjasama Bilateral dan Perusahaan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur.rtf 166     . Pasal 411 Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara. f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama bilateral. penyusunan standarisasi. pedoman. b. pemberian arahan. multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta kerjasama perusahaan angkutan udara. norma. (2) Seksi Kerjasama Multilateral dan Lembaga Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.e. g. Pelaksanaan pemberian arahan. kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang perjanjian kerja sama bilateral di bidang angkutan udara dan kerjasama perusahaan angkutan udara. pemberian arahan bimbingan. kriteria. sistem dan prosedur. 04 OTK KEMENHUB 2010 .

pedoman.Pasal 413 Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara serta tarif jasa pelayanan angkutan udara. pelaksanaan pemberian arahan. pedoman. e. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara. norma. Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara. norma. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL . 04 OTK KEMENHUB 2010 . b. f. kriteria. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian ijin dan/atau rekomendasi di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. penyusunan standar. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. serta evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. pengawasan dan pengendalian.VALID). mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.rtf 167     . sistem dan prosedur di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. penyiapan bahan penyusunan standar. bimbingan pelatihan serta bantuan teknis di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara serta tarif jasa pelayanan angkutan udara. g. d. c. sistem dan prosedur.

Pasal 416 (1) Seksi Bimbingan Usaha Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pengawasan dan penegakan hukum.rtf 168     . kepegawaian. kriteria. sistem dan prosedur. pemberian ijin dan/atau rekomendasi. Pasal 417 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. kriteria. norma. b. Seksi Tarif Jasa Pelayanan Angkutan Udara. urusan keuangan. penyusunan standarisasi.Pasal 415 Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara terdiri atas : a. tata usaha. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif jasa pelayanan angkutan udara. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP.VALID). Seksi Bimbingan Usaha Angkutan Udara. 2) Seksi Tarif Jasa Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan penegakan hukum. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. bimbingan pelatihan serta bantuan teknis. penyusunan standarisasi. pemberian arahan. sistem dan prosedur. pemberian arahan. evaluasi dan pelaporan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. pemberian ijin.DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman. pengelolaan sistem teknologi informatika. norma.

norma. 169     04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian arahan. prasarana bandar udara. pengawasan. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur bandar udara. Pasal 419 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418. prasarana bandar udara. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. peralatan dan utilitas bandar udara. penyiapan penyusunan standar. peralatan dan utilitas bandar udara. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan.DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara.rtf . bimbingan. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang bandar udara. prasarana bandar udara. peralatan dan utilitas bandar udara. norma. prasarana bandar udara. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara.VALID). personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. f. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. b. pemberian ijin dan/atau sertifikasi/registrasi dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan.Bagian Kelima Direktorat Bandar Udara Pasal 418 Direktorat Bandar Udara mempunyai tugas merumuskan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. Direktorat Bandar Udara menyelenggarakan fungsi: a. peralatan dan utilitas bandar udara. standar. kriteria. d. menyusun serta melaksanakan kebijakan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. sistem dan prosedur di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. prasarana bandar udara. sistem dan prosedur. pedoman. c. peralatan dan utilitas bandar udara. e.

prasarana bandar udara. prasarana bandar udara. b. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 421 Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d.rtf 170     . norma. f. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. penyusunan standar. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang tatanan kebandarudaraan dan tata lingkungan dan kawasan bandar udara. pedoman. h. sistem dan prosedur. Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. pelaksanaan urusan keuangan. peralatan dan utilitas bandar udara.g.DITJEN HUBUD (FINAL . personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. peralatan dan utilitas bandar udara. e. i.VALID). c. dan dokumentasi teknis. Pasal 420 Direktorat Bandar Udara terdiri atas : a. kriteria. Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. Subdirektorat Prasarana Bandar Udara. Subbagian Tata Usaha. kepegawaian dan personel. tata usaha. pengelolaan sistem teknologi informatika. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan. Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara.

pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL . pelatihan serta bantuan teknis di bidang tata bandar udara. b. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang tata bandar udara. Seksi Tata Lingkungan dan Kawasan Bandar Udara. Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. d. b. f. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tata bandar udara.Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. e. norma.rtf 171     . 04 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). c. Pasal 423 Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan terdiri atas : a. sistem dan prosedur di bidang tata bandar udara. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. Pelaksanaan pemberian arahan. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang tata bandar udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang tata bandar udara. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. kriteria. bimbingan. penyiapan bahan penyusunan standar. Seksi Tata Bandar Udara.

pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL . Subdirektorat Prasarana Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. pemberian arahan.rtf 172     . penyusunan standarisasi. penyusunan standar. kriteria. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang tata bandar udara. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana bandar udara. pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara serta verifikasi prasarana bandar udara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara serta verifikasi prasarana bandar udara. bimbingan.Pasal 424 (1) Seksi Tata Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. sistem dan prosedur. pedoman. kriteria.VALID). norma. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis. pemberian ijin dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelatihan serta bantuan teknis. norma. pengawasan dan penegakan hukum serta evaluasi dan pelaporan di bidang tata lingkungan dan kawasan bandar udara. sistem dan prosedur. norma. penyiapan bahan penyusunan standar. kriteria. (2) Seksi Tata Lingkungan dan Kawasan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian ijin dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi. pedoman. bimbingan. pedoman. penyusunan standarisasi. b. Pasal 425 Subdirektorat Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan.

g. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara.c. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. evaluasi dan pelaporan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian izin dan/atau sertifikasi di bidang verifikasi prasarana bandar udara. Seksi Program dan Standarisasi Prasarana Bandar Udara. pelatihan serta bantuan teknis. Seksi Verifikasi Prasarana Bandar Udara. bimbingan. kriteria. f. e.rtf 173     .VALID). Pasal 428 (1) Seksi Program dan Standarisasi Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. Pasal 427 Subdirektorat Prasarana Bandar Udara terdiri atas : a. pengawasan dan penegakan hukum. pelaksanaan pemberian arahan. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. pengendalian dan penegakan hukum di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. b. d. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. norma. bimbingan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelatihan serta bantuan teknis di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL .

pemberian arahan. pengawasan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. sistem dan prosedur di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. c. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL . norma. pengawasan dan pengendalian.VALID). penegakan hukum. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi prasarana bandar udara. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. b.rtf 174     . Pasal 429 Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . norma. pedoman. norma. pelatihan serta bantuan teknis. pemberian ijin dan/atau sertifikasi. penyiapan bahan penyusunan standar. e. bimbingan. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara serta verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. penyusunan standar. kriteria. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. pelaksanaan pemberian arahan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. serta evaluasi dan pelaporan di bidang peralatan dan utilitas bandar udara. kriteria. d. pedoman. sistem dan prosedur. bimbingan.(2) Seksi Verifikasi Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara.

evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. (2) Seksi Verifikasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur.rtf 175     . Pasal 431 Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara terdiri atas: a. norma. kriteria. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. norma. sistem dan prosedur.DITJEN HUBUD (FINAL . Seksi Verifikasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. norma. penyusunan standarisasi. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang personel dan operasi bandar udara. Pasal 433 Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian sertifikasi dan/atau perijinan serta pengawasan dan penegakan hukum. kriteria. bimbingan pelatihan serta bantuan teknis. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. kriteria. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. sistem dan prosedur. Pasal 432 (1) Seksi Program dan Standarisasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan standar. g. pemberian arahan.f. pedoman. penyusunan standarisasi. evaluasi dan pelaporan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara.VALID). pedoman. b. Seksi Program dan Standarisasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara.

DITJEN HUBUD (FINAL . pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang personel dan operasi bandar udara. pedoman. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. b. Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. b.rtf 176     . Pasal 435 Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara terdiri atas : a. 04 OTK KEMENHUB 2010 . d. g. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. e. pelatihan serta bantuan teknis di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. sistem dan prosedur di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara.Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433. penyiapan bahan penyusunan standar. c. pelaksanaan pemberian arahan. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi/register dan/atau lisensi/validasi di bidang personel dan operasi bandar udara.VALID). Seksi Pengawasan Personel dan Operasi Bandar Udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. kriteria. bimbingan. Seksi Sertifikasi Personel dan Operasi Bandar Udara. norma. f.

penyusunan standar. norma. sistem dan prosedur pengawasan.rtf 177     . penyiapan bahan penyusunan standar. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. b. pemberian arahan bimbingan.VALID). pemberian sertifikasi. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara. norma. kriteria. pedoman. pemberian lisensi/validasi dan/atau sertifikasi/register. norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. pemberian arahan. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. (2) Seksi Pengawasan Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. sistem dan prosedur. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan personel dan operasi bandar udara. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan bandar udara. pelatihan serta bantuan teknis. pelatihan serta bantuan teknis. kriteria. bimbingan. norma. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur.DITJEN HUBUD (FINAL . penyusunan standarisasi. kriteria. Pasal 437 Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 436 (1) Seksi Sertifikasi Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara.

norma. evaluasi dan pelaporan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara. norma. 178     04 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan. bimbingan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. e. pedoman.c. sistem dan prosedur. (2) Seksi Verifikasi Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara.VALID). d. f. pemberian ijin. b. penyusunan standarisasi. Seksi Verifikasi Penyelenggaraan Bandar Udara. pemberian ijin. Pasal 440 (1) Seksi Kerjasama Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi penyelenggaraan bandar udara. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian izin di bidang kerjasama dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. Pasal 439 Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar udara terdiri atas: a. pelatihan serta bantuan teknis di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. penyusunan standarisasi. Seksi Kerjasama Penyelenggaraan Bandar Udara.rtf . pelatihan serta bantuan teknis. pemberian arahan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. bimbingan. kriteria. g. pemberian arahan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang verifikasi penyelenggaraan bandar udara.DITJEN HUBUD (FINAL . sistem dan prosedur. pengawasan dan penegakan hukum. kriteria. pelaksanaan pemberian arahan. pedoman.

pedoman. Bagian Keenam Direktorat Keamanan Penerbangan Pasal 442 Direktorat Keamanan Penerbangan mempunyai tugas merumuskan. pedoman. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan. Pasal 443 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442.VALID). pengawasan. penyiapan penyusunan standar. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. kriteria.Pasal 441 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. kerjasama dan program keamanan penerbangan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. sistem dan prosedur di bidang standarisasi. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. Direktorat Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. 04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur. menyusun serta melaksanakan kebijakan.rtf 179     .DITJEN HUBUD (FINAL . dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. norma. standar. norma. pengendalian dan serta evaluasi dan pelaporan di bidang keamanan penerbangan. kepegawaian. b. tata usaha. pengelolaan sistem teknologi informatika. urusan keuangan. kriteria. pelayanan darurat. pelayanan darurat.

pemberian ijin dan/atau sertifikasi di bidang standarisasi. e. pelayanan darurat. h.rtf 180     . pelayanan darurat. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. organisasi atau manajemen lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang keamanan penerbangan. f. pelayanan darurat. kerjasama dan program keamanan penerbangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel dan fasilitas keamanan penerbangan. d. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan. organisasi atau manajemen lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang keamanan penerbangan. pelayanan darurat. pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . kerjasama dan program keamanan penerbangan. pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang standarisasi. g. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan.c. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan dan fasilitas keamanan penerbangan. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang standarisasi. bimbingan. pemberian arahan. pelayanan darurat. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang standarisasi.VALID). Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan.

Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. kriteria.i. Subdirektorat Pelayanan Darurat. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi keamanan penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. sistem dan dan prosedur. kerjasama dan program keamanan penerbangan. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. norma. Pasal 445 Subdirektorat Standarisasi. Pasal 444 Direktorat Keamanan Penerbangan terdiri atas : a. 181     04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan standar. b. Penerbangan dan e. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan. tata usaha.VALID). kerjasama dan program keamanan penerbangan. pengelolaan sistem teknologi informatika. d. pedoman. dan dokumentasi teknis. c.rtf . Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. f. pelaksanaan urusan keuangan. Subdirektorat Fasilitas Keamanan Pengangkutan Barang Berbahaya. Subdirektorat Standarisasi. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. kepegawaian dan personel. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Standarisasi.

kerjasama dan program keamanan penerbangan. Pasal 447 Subdirektorat Standarisasi.DITJEN HUBUD (FINAL . pengangkutan barang berbahaya dan pelayanan darurat. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. norma. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan dan/atau persetujuan di bidang standarisasi keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan.rtf 182     . penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang standarisasi keamanan penerbangan.VALID). kriteria. bimbingan. e. Seksi Standarisasi Keamanan Penerbangan. evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi keamanan penerbangan. penyusunan standarisasi. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian arahan. pengangkutan barang berbahaya. pedoman. kerjasama dan program keamanan penerbangan. bimbingan.b. pelatihan serta bantuan teknis di bidang standarisasi keamanan penerbangan. penyiapan bahan penyusunan standar. pedoman. f. b. d. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan terdiri atas : a. sistem dan prosedur. sistem dan prosedur di bidang standarisasi keamanan penerbangan. pemberian persetujuan. kriteria. Seksi Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan. pelayanan darurat. pelatihan serta bantuan teknis. pelaksanaan pemberian arahan. c. Pasal 448 (1) Seksi Standarisasi Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma.

e. Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. pelatihan serta bantuan teknis di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat.(2) Seksi Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.VALID). norma. pedoman. pengangkutan barang berbahaya. penyiapan bahan penyusunan standar. program keamanan bandar udara (airport contingency plan). Pasal 449 Subdirektorat Pelayanan Darurat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian lisensi ijin dan/atau sertifikasi dan/atau persetujuan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat.rtf 183     . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. pedoman. norma. pengendalian. b. norma. kriteria. bimbingan. pedoman. Subdirektorat Pelayanan Darurat menyelenggarakan fungsi: a. dan pelayanan darurat. serta evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan darurat. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. d. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. sistem dan prosedur di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. kriteria. pelaksanaan pemberian arahan. penyusunan standar. c. pemberian ijin dan/atau persetujuan serta evaluasi dan pelaporan di bidang keamanan penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL .

Seksi Personel PKP-PK dan Salvage.VALID). penyusunan standar. sistem dan prosedur.Pasal 451 Subdirektorat Pelayanan Darurat terdiri atas : a. pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur. pedoman. pedoman. penyusunan standarisasi. pemberian sertifikasi. pemberian arahan. (2) Seksi Fasilitas Pelayanan Darurat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis. kriteria. Pasal 452 (1) Seksi Personel PKP-PK dan Salvage mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.rtf . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. Pasal 453 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 184     04 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Fasilitas Pelayanan Darurat. b. pemberian arahan. norma. bimbingan. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas pelayanan darurat. norma. Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. sistem dan prosedur. lisensi dan persetujuan. pemberian sertifikasi. penyusunan standarisasi. evaluasi dan pelaporan di bidang personel PKP-PK dan salvage. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL . Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. kriteria. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang penyidik pegawai negeri sipil dan personel keamanan penerbangan. pedoman. norma. bimbingan.

f.b. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian lisensi di bidang personel keamanan penerbangan. penyidikan tindak pidana di bidang penerbangan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. g. Penyiapan bahan penyusunan standar. sistem dan prosedur di bidang personel keamanan penerbangan. Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). kriteria. penyusunan. pemberian arahan. pedoman. d. penyiapan bahan penyusunan pedoman.VALID). e. pelaksanaan pemberian arahan. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . c. 04 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang penerbangan sipil. Pasal 456 (1) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Personel Keamanan Penerbangan. pedoman. Pasal 455 Subdirektorat PPNS dan Personel Keamanan Penerbangan terdiri atas : a. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. kriteria dan prosedur di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). norma. kriteria dan prosedur. h.rtf 185     . bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis. b.

kriteria. penyusunan standarisasi. norma.DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman. bimbingan. pemberian arahan. pemberian lisensi. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. pelatihan serta bantuan teknis. kriteria. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. sistem dan prosedur di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya.VALID). c. norma. pedoman. pedoman. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. evaluasi dan pelaporan di bidang personel keamanan penerbangan. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya. norma. pelatihan serta bantuan teknis di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. 186     04 OTK KEMENHUB 2010 .rtf . b. pelaksanaan pemberian arahan. d. penyusunan standar. kriteria. e. Pasal 457 Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan standar. bimbingan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan serta penanganan pengangkutan barang berbahaya. sistem dan prosedur. Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya menyelenggarakan fungsi : a.(2) Seksi Personel Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan dan prosedur.

sistem dan prosedur. pedoman. Seksi Fasilitas Keamanan Penerbangan. kriteria.VALID). serta evaluasi dan pelaporan di bidang personel fasilitas keamanan penerbangan dan personel penanganan pengangkutan barang berbahaya. penyusunan standarisasi. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan penerbangan. bimbingan. Seksi Personel Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Personel Penanganan Pengangkutan Barang Berbahaya. pemberian arahan.f. sistem dan prosedur. pemberian sertifikasi. pedoman. norma. Pasal 459 Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya terdiri atas : a. penyusunan standar. Pasal 460 (1) Seksi Fasilitas Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan hukum. pedoman. pemberian lisensi. bimbingan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. norma. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan hukum serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas keamanan penerbangan. Pasal 461 Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma.DITJEN HUBUD (FINAL . penyusunan standarisasi.rtf 187     . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. b. pemberian arahan. kriteria. (2) Seksi Personel Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Personel Penanganan Pengangkutan Barang Berbahaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Pasal 463 Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan terdiri atas: a. Pasal 464 (1) Seksi Kendali Mutu Keamanan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemberian arahan. dan pelayanan darurat. bimbingan serta bantuan teknis di bidang keamanan penerbangan. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. b. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang keamanan penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan bandar udara dan pelayanan darurat. pengangkutan barang berbahaya. c. dan pelayanan darurat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang keamanan penerbangan. penyusunan standarisasi.Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461. bimbingan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang keamanan penerbangan. Seksi Kendali Mutu Keamanan Bandar Udara. norma. pengangkutan barang berbahaya. d.rtf 188     .VALID). 04 OTK KEMENHUB 2010 . b. dan pelayanan darurat. Seksi Kendali Mutu Keamanan Angkutan Udara. pengangkutan barang berbahaya. sistem dan prosedur pemberian arahan. e. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL . pengawasan dan penegakan hukum. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kendali mutu keamanan angkutan udara dan bandar udara. pedoman.

sistem dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan angkutan udara dan pengangkutan barang berbahaya. pengendalian. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. kriteria. penyusunan standarisasi.rtf 189     . bimbingan. Bagian Ketujuh Direktorat Navigasi Penerbangan Pasal 466 Direktorat Navigasi Penerbangan mempunyai tugas merumuskan. kepegawaian. standar. menyusun serta melaksanakan kebijakan. pengelolaan sistem teknologi informatika. norma. pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur pemberian arahan. pedoman. norma. pengawasan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. tata usaha. komunikasi penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. serta evaluasi dan pelaporan di bidang navigasi penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . pelatihan serta bantuan teknis. kriteria. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. Pasal 465 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. 04 OTK KEMENHUB 2010 . urusan keuangan. pedoman.VALID).(2) Seksi Kendali Mutu Keamanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. manajemen informasi aeronautika. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. Direktorat Navigasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a.

rtf 190     . komunikasi penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . pengendalian dan penegakan hukum di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. manajemen informasi aeronautika. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur navigasi penerbangan. i. pemberian arahan. norma.b. komunikasi penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. komunikasi penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. kriteria. penyiapan penyusunan standar. pembinaan terhadap penyelenggara pemeliharaan peralatan elektronika penerbangan dan penyelenggara kalibrasi fasilitas penerbangan. sertifikasi/registrasi di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. manajemen informasi aeronautika. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. h. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian ijin. sistem dan prosedur di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. d. komunikasi penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. komunikasi penerbangan. f. manajemen informasi aeronautika. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. manajemen informasi aeronautika. c. manajemen informasi aeronautika. e. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. manajemen informasi aeronautika. pelatihan serta bantuan teknis di bidang manajemen lalu lintas penerbangan.VALID). fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. bimbingan. pedoman. komunikasi penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. g.

norma. pengelolaan sistem teknologi informatika. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan standar. Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Penerbangan. Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan. Pasal 469 Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. f. d. pelaksanaan urusan keuangan.j. kepegawaian dan personel. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. kriteria. Pasal 468 Direktorat Navigasi Penerbangan terdiri atas : a. c. b. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. pedoman. e. dan dokumentasi teknis. Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan. Pasal 470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 469. sistem dan prosedur. sertifikasi dan perijinan.DITJEN HUBUD (FINAL .rtf 191     . pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen ruang udara dan pelayanan lalu lintas penerbangan.VALID). penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. tata usaha. Subdirektorat Komunikasi Penerbangan. Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika.

bimbingan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pelatihan serta bantuan teknis. pelaksanaan pemberian arahan. d. c. pedoman. e. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen ruang udara.VALID). f. Pasal 471 Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan terdiri atas: a. sistem dan prosedur di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. penyiapan bahan penyusunan standar.b. bimbingan. Seksi Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. Pasal 472 (1) Seksi Manajemen Ruang Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standarisasi. norma.rtf 192     . penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi dan perijinan di bidang pelayanan lalu lintas penerbangan. kriteria. g. norma. sistem dan prosedur.DITJEN HUBUD (FINAL . pelatihan serta bantuan teknis di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. pengawasan dan penegakan hukum. pelaksanaan pengawasan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Manajemen Ruang Udara. pemberian arahan. perjanjian atau hubungan internasional. b. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. kriteria. pengendalian dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan.

VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan lalu lintas penerbangan. sistem dan prosedur. norma. pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL . kriteria. bimbingan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. sistem dan prosedur di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. pedoman.rtf . norma. Pasal 473 Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis. 193     04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian sertifikasi. kriteria. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. norma. penyusunan standar. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. Pasal 474 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 473. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. pelaksanaan pemberian arahan.(2) Seksi Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan. e. c. d. pengawasan dan penegakan hukum. b. penyiapan bahan penyusunan standar. pemberian arahan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Publikasi Informasi Aeronautika. sistem dan prosedur. penyusunan standarisasi. Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika menyelenggarakan fungsi : a. bimbingan. kriteria. pedoman. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen informasi aeronautika.

bimbingan. sistem dan prosedur. b. Seksi Kartografi Penerbangan. evaluasi dan pelaporan di bidang Publikasi Infomasi Aeronautika. kriteria. bimbingan.DITJEN HUBUD (FINAL . pelatihan serta bantuan teknis. norma. penyusunan standar. penyusunan standarisasi. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang kartografi penerbangan dan publikasi informasi aeronautika. g. Pasal 477 Subdirektorat Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pembuatan peta penerbangan. Pasal 475 Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika terdiri atas: a. pelatihan serta bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang Kartografi Penerbangan.VALID). pemberian arahan. norma. Seksi Publikasi Informasi Aeronautika. pedoman. pemberian sertifikasi.f. sistem dan prosedur. norma. pemberian arahan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang komunikasi penerbangan. kriteria. Pasal 476 (1) Seksi Kartografi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan penegakan hukum. 04 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. (2) Seksi Publikasi Infomasi Aeronautika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kartografi penerbangan dan publikasi informasi aeronautika. sistem dan prosedur. penyusunan standarisasi. pengawasan dan penegakan hukum. pedoman. pedoman.rtf 194     .

b. sistem dan prosedur di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.DITJEN HUBUD (FINAL . Seksi Operasi Komunikasi Penerbangan. e. dan g. penyiapan bahan penyusunan standar. pelaksanaan pemberian arahan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. Pasal 479 Subdirektorat Komunikasi Penerbangan terdiri atas : a. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . d. Seksi Jaringan dan Peralatan Komunikasi Penerbangan. kriteria. b. Subdirektorat Komunikasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. f.VALID). norma.Pasal 478 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477.rtf 195     . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. bimbingan. c.

kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL . kriteria. pemberian arahan. bimbingan. norma. kriteria. pedoman. norma. Pasal 482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 481. pemberian arahan. kriteria. sistem dan prosedur. b. (2) Seksi Jaringan dan Peralatan Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian sertifikasi. evaluasi dan pelaporan di bidang Operasi Komunikasi Penerbangan.Pasal 480 (1) Seksi Operasi Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. Pasal 481 Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan standar. penyusunan standarisasi. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelatihan serta bantuan teknis. norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. sistem dan prosedur. Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. pengawasan dan penegakan hukum. pelatihan serta bantuan teknis. pedoman. pengawasan dan penegakan hukum. penyusunan standar. evaluasi dan pelaporan di bidang Jaringan Dan Peralatan Komunikasi. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. sistem dan prosedur di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. pemberian sertifikasi. pedoman. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. bimbingan. pedoman.rtf 196     .VALID).

pelaksanaan pemberian arahan. bimbingan. pedoman. b. pengawasan dan penegakan hukum. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. Seksi Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan.VALID). Pasal 483 Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan terdiri atas : a. h.DITJEN HUBUD (FINAL . e. evaluasi dan pelaporan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan. g.rtf 197     . sistem dan prosedur. norma. pemeliharaan d.c. penyusunan standarisasi. Seksi Fasilitas Pengamatan Penerbangan. Pasal 484 (1) Seksi Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. bimbingan. pemberian sertifikasi. pemberian arahan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. pembinaan penyelenggara pemeliharaan peralatan elektronika penerbangan. f. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelatihan serta bantuan teknis. kriteria. penyiapan bahan pembinaan penyelenggara peralatan elektronika penerbangan.

kriteria. bimbingan. sistem dan dan prosedur. pedoman. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.rtf 198     . kriteria. Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . penyusunan standarisasi. pelaksanaan pemberian arahan. pedoman. sistem dan prosedur di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. sistem dan prosedur. pengawasan dan penegakan hukum. e. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. pemberian sertifikasi. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. c.(2) Seksi Fasilitas Pengamatan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. evaluasi dan pelaporan di Bidang Fasilitas Pengamatan Penerbangan. Pasal 485 Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d. kriteria.VALID). penyusunan standar. penyiapan penyusunan standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. norma. pelatihan serta bantuan teknis. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. Pasal 486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. b. bimbingan. norma. pemberian arahan.

VALID). norma.DITJEN HUBUD (FINAL . norma. Pasal 487 Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan terdiri atas: a. kriteria. pemberian arahan. pengawasan dan penegakan hukum. Pasal 488 (1) Seksi Standarisasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. pemberian sertifikasi. penyusunan standarisasi. Seksi Standarisasi Navigasi Penerbangan. sistem dan prosedur.f. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. h. pengawasan dan penegakan hukum.rtf 199     . sistem dan prosedur. pemberian sertifikasi. penyiapan bahan pembinaan penyelenggara kalibrasi fasilitas penerbangan. Seksi Sertifikasi Navigasi Penerbangan. g. pemberian arahan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. bimbingan. b. kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. evaluasi dan pelaporan di bidang Sertifikasi Navigasi Penerbangan. penyusunan standarisasi. (2) Seksi Sertifikasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan.

kepegawaian. kriteria. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi. Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi. sistem dan prosedur. sistem dan prosedur di bidang Standarisasi. norma. b. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan.VALID). pedoman. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. pedoman. standar. menyusun serta melaksanakan kebijakan. Rekayasa. norma.DITJEN HUBUD (FINAL . c. kriteria.Pasal 489 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana strategis direktorat. Produk Aeronautika. penyiapan penyusunan standar. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. Rekayasa. pengelolaan sistem teknologi informatika. 04 OTK KEMENHUB 2010 . urusan keuangan. Bagian Kedelapan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Pasal 490 Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara mempunyai tugas merumuskan. tata usaha. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur kelaikan udara dan pengoperasian pesawat udara. Produk Aeronautika. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490. Rekayasa. Produk Aeronautika.rtf 200     . d.

Subbagian Tata Usaha. Produk Aeronautika. Rekayasa. Subdirektorat Rekayasa. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. Produk Aeronautika. g. dan dokumentasi teknis. Rekayasa.e. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi. Pasal 492 Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara terdiri atas : a. Produk Aeronautika. pembinaan penyelenggara pemeriksaan kesehatan penerbangan. Rekayasa. Subdirektorat Operasi Pesawat Udara. pengelolaan sistem teknologi informatika. bimbingan. pelaksanaan program f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi. b. kepegawaian dan personel. f. Rekayasa. pemberian arahan. penyiapan bahan penyusunan dan keselamatan penerbangan nasional. c. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. i. pemberian ijin dan/atau sertifikasi dan/atau registrasi di bidang Standarisasi. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. j. Subdirektorat Standarisasi. h. d. pelaksanaan urusan keuangan.DITJEN HUBUD (FINAL .VALID).rtf 201     . 04 OTK KEMENHUB 2010 . Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. Produk Aeronautika. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. Subdirektorat Perawatan. Subdirektorat Produk Aeronautika. e. tata usaha. k.

sistem dan prosedur di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. penyiapan bahan pelaksanaan program pencegahan insiden dan kecelakaan pesawat udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. e. f. kriteria. pedoman. kriteria. pelaksanaan pemberian arahan.rtf 202     .Pasal 493 Subdirektorat Standarisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. pedoman. 04 OTK KEMENHUB 2010 . i. bimbingan. b.VALID). norma. norma. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di Bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. sistem dan prosedur. penyusunan standar. penyelenggara pemeriksaan g. c. penyiapan bahan pembinaan kesehatan penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. Subdirektorat Standarisasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 494 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 493.DITJEN HUBUD (FINAL . pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. h. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. penyiapan bahan penyusunan standar.

penyusunan standar. Pasal 496 (1) Seksi Standarisasi Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. program pencegahan insiden dan kecelakaan. terdiri atas : a. norma. pemberian sertifikasi. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Teknik. Pasal 498 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494. kriteria.rtf 203     . pemberian arahan. bimbingan. penyusunan standarisasi. kriteria. Seksi Standarisasi Teknik. pemberian arahan. Pasal 497 Subdirektorat Rekayasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis.Pasal 495 Subdirektorat Standarisasi. pengawasan dan penegakan hukum.VALID). 04 OTK KEMENHUB 2010 . Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Rekayasa Pesawat Udara. norma. pedoman. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Operasi Penerbangan. sistem dan prosedur. pedoman. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. b. sistem dan dan prosedur. Seksi Standarisasi Operasi Penerbangan. pengawasan dan penegakan hukum. penyusunan standarisasi. bimbingan. Subdirektorat Rekayasa menyelenggarakan fungsi : a.DITJEN HUBUD (FINAL . kriteria. pelatihan serta bantuan teknis. pemberian sertifikasi. (2) Seksi Standarisasi Operasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. norma.

b. Pasal 499 Subdirektorat Rekayasa terdiri atas : a. f. pemberian arahan. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. g. b. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian sertifikasi/perijinan. Pasal 500 (1) Seksi Pengawasan Proses Rekayasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pengawasan dan penegakan hukum. Seksi Pengawasan Proses Rekayasa. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa dan Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. e. kriteria. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau persetujuan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. pelaksanaan pemberian arahan. norma. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. pedoman. kriteria. bimbingan. bimbingan. penyusunan standarisasi. c. pedoman. sistem dan prosedur. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara.VALID). penyiapan bahan penyusunan standar. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. d. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Proses Rekayasa.rtf 204     .

pelatihan serta bantuan teknis. penyusunan standar. penyusunan standarisasi. 205     04 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan bahan penyusunan standar. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. kriteria. bimbingan. c. pelaksanaan pemberian arahan. pedoman. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi.(2) Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. e. pengawasan dan penegakan hukum. f. norma. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 501. norma. pemberian arahan. b. pemberian sertifikasi/perijinan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. sistem dan prosedur. kriteria. d. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan dan/atau persetujuan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. pedoman. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. Pasal 501 Subdirektorat Produk Aeronautika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. evaluasi dan pelaporan di bidang Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara.VALID). pedoman. norma. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Produk Aeronautika. subdirektorat Produk Aeronautika menyelenggarakan fungsi: a. sistem dan prosedur.rtf .

pemberian arahan. Pasal 504 (1) Seksi Pengawasan Mutu dan Proses Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.rtf 206     . penyusunan standarisasi. pemberian arahan. Seksi Pengesahan Produksi. kriteria. Pasal 505 Subdirektorat Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. norma. pengawasan dan pengendalian. (2) Seksi Pengawasan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . b.g. pemberian sertifikasi. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi. norma. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Produksi. kriteria. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. kriteria. bimbingan. penyusunan standar. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis. pedoman. pengawasan dan penegakan hukum.VALID). pedoman. norma.DITJEN HUBUD (FINAL . sistem dan prosedur. Pasal 503 Subdirektorat Produk Aeronautika terdiri atas: a. Seksi Pengawasan Mutu dan Proses Produksi. pemberian sertifikasi/ijin. serta evaluasi dan pelaporan di bidang Operasi Pesawat Udara. pengawasan dan penegakan hukum.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. Subdirektorat Operasi Pesawat Udara menyelenggarakan fungsi : a.rtf 207     . Pasal 507 Subdirektorat Operasi Pesawat Udara terdiri atas : a. di bidang e. Seksi Pengawasan Operasi Pesawat Udara. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. d. b. c. norma.VALID). f. Seksi Personel Operasi Pesawat Udara. penyiapan bahan penyusunan standar.Pasal 506 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 505. bimbingan. pelaksanaan pemberian arahan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL . b. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi Personel Operasi Pesawat Udara. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. g.

pemberian arahan.rtf 208     . 04 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. sistem dan prosedur. pemberian sertifikasi. Pasal 510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 509. Subdirektorat Perawatan menyelenggarakan fungsi : a. bimbingan. norma. c. kriteria. pemberian sertifikasi. pedoman. sistem dan prosedur. pengawasan dan penegakan hukum. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. Pasal 509 Subdirektorat Perawatan mempunyai tugas melaksanakan melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standar. pemberian arahan. penyiapan bahan penyusunan standar.DITJEN HUBUD (FINAL . kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara. norma. norma. (2) Seksi Personel Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standarisasi. pedoman. sistem dan dan prosedur.Pasal 508 (1) Seksi Pengawasan Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.VALID). kriteria. pelatihan serta bantuan teknis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. kriteria. pedoman. b. pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. evaluasi dan pelaporan di bidang Personel Operasi Pesawat Udara. pengawasan dan penegakan hukum. norma. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Perawatan Pesawat Udara. bimbingan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. penyusunan standarisasi.

f. norma. penyusunan standarisasi. pedoman. pedoman. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. evaluasi dan pelaporan di bidang Personel Teknik Perawatan Pesawat Udara.DITJEN HUBUD (FINAL . e. b.rtf 209     . g. pelatihan serta bantuan teknis di bidang di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan.VALID). pemberian sertifikasi.d. bimbingan. Seksi Personel Teknik Perawatan. pengawasan dan penegakan hukum. evaluasi dan pelaporan di bidang Perawatan Pesawat Udara. pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis. Pasal 512 (1) Seksi Perawatan Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. pelaksanaan pemberian arahan. norma. pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian arahan. bimbingan. penyusunan standarisasi. Pasal 511 Subdirektorat Perawatan terdiri atas : a. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan Pesawat Udara. pemberian sertifikasi. (2) Seksi Personel Teknik Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. bimbingan. Seksi Perawatan Pesawat Udara. kriteria. kriteria.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. pengelolaan sistem teknologi informatika. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dan dokumentasi teknis. Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). tata usaha. (3) (4) 04 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 514 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. urusan keuangan. diatur berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. kepegawaian dan personel. dan masing-masing Direktur. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.rtf 210     .VALID).DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 515 (1) Kelompok fungsional fungsional dan diatur berlaku.Pasal 513 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

e. Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 518 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 517. dan penyiapan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penyiapan penyusunan standar. norma. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan perkeretaapian dan industri penunjang penyelenggaraan perkeretaapian.rtf 211 . prasarana dan sarana perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan pembinaan dan penyelenggaraan perkeretaapian bidang keselamatan. Pasal 517 Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perkeretaapian. sarana dan sumber daya manusia bidang perkeretaapian. dan kriteria penyelenggaraan perkeretaapian. c. Tugas dan Fungsi Pasal 516 (1) Direktorat Jenderal Perkeretaapian adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. prosedur.VALID). penyiapan pengujian dan sertifikasi prasarana.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . lalu lintas dan angkutan kereta api. Direktorat Jenderal Perkeretaapian dipimpin oleh Direktur Jenderal. di lingkungan (2) b.BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN Bagian Pertama Kedudukan. d.

Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program pengembangan perkeretaapian. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Pasal 520 Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. dan Direktorat Keselamatan Perkeretaapian. Direktorat Prasarana Perkeretaapian. 212 b. c. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api. b. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Direktorat Sarana Perkeretaapian. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum serta penyiapan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta kerja sama luar negeri.rtf . d. penyiapan pengelolaan urusan keuangan dan barang inventaris milik/kekayaan negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang keselamatan dan transportasi perkeretaapian. c. e. penyiapan pengkoordinasian penyusunan kebijakan. penyusunan data dan informasi serta pelaporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 519 Direktorat Jenderal Perkeretaapian terdiri atas: a.VALID).

Bagian Perencanaan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program serta penyusunan laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan dalam penyusunan rencana dan program pengembangan perkeretaapian.rtf 213 . c. penyiapan pengelolaan urusan kepegawaian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan Bagian Kepegawaian dan Umum.VALID). Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. Bagian Keuangan. d. dan penyiapan penelaahan. b. c. penyusunan organisasi dan tata laksana. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Bagian Hukum. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian terdiri atas: a. Pasal 523 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. dan penyiapan bahan penyusunan data dan informasi serta laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 522 e.d. evaluasi dan koordinasi tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat. tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penyusunan rencana dan program.

anggaran Direktorat b. Subbagian Rencana.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Pasal 528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 527. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 525 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. Pasal 526 a.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan Jenderal Perkeretaapian. b.rtf 214 . Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan dan penyusunan rencana pengembangan perkeretaapian. c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program. Pasal 527 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. c. b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Subbagian Program. rencana kerja dan anggaran serta dokumen anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. anggaran c. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program pembangunan. penyusunan data dan informasi serta laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan perbendaharaan anggaran direktorat jenderal dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. dan penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Pasal 529 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Peraturan Menteri dan setingkat Peraturan Direktur Jenderal. dan c. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Pasal 531 Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Verifikasi Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan verifikasi anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. (2) (3) 05 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Perbendaharaan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan perbendaharaan dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat pengaturan meliputi pengaturan setingkat Undang-Undang. penyiapan bahan penyusunan rancangan. Pasal 532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531. Subbagian Verifikasi Anggaran. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 530 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring/pemantauan penggunaan pengeluaran dan penerimaan serta revisi anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta kerja sama luar negeri di bidang perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .rtf 215 . Bagian Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Peraturan Pemerintah. Subbagian Perbendaharaan dan Barang Milik Negara.VALID). penelaahan. b.

Keputusan Menteri. penyusunan rancangan perjanjian. penyiapan bahan penyusunan rancangan. Subbagian Jaringan Dokumentasi dan Bantuan Hukum. Keputusan Menteri. penelaahan. penelaahan. Pasal 533 c. Bagian Hukum terdiri atas: a. serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum. penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum.VALID). dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta urusan kerjasama luar negeri di bidang perkeretaapian. Peraturan Pemerintah. d.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat pengaturan meliputi pengaturan setingkat Undang-Undang. dan setingkat Peraturan Direktur Jenderal. dan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat penetapan meliputi penetapan setingkat Keputusan Presiden. Peraturan Menteri.rtf 216 . Pasal 534 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan. dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat penetapan meliputi penetapan setingkat Keputusan Presiden. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . c. dan setingkat Keputusan Direktur Jenderal. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum.b. Subbagian Jaringan Dokumentasi dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. b. serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri. dan setingkat Keputusan Direktur Jenderal.

pengembangan. dan Subbagian Rumah Tangga.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Subbagian Tata Usaha. Subbagian Kepegawaian dan Organisasi. penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian dan administrasi perkantoran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. c. organisasi dan tata laksana serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional bidang perkeretaapian.VALID). organisasi dan tata laksana. Pasal 537 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. b. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a.(3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang perkeretaapian. dan pengelolaan urusan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. pengembangan dan mutasi pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. organisasi dan tata laksana dan penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional di bidang perkeretaapian. tata usaha dan rumah tangga Direktorat Jenderal Perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . 217 b.rtf . mutasi dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. c. Pasal 535 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian. Pasal 536 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 535. Pasal 538 (1) Subbagian Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan.

pedoman. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan pedoman perhitungan. kriteria dan prosedur di bidang jaringan. standar. norma.(2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha kepegawaian. lalu lintas dan angkutan kereta api. lalu lintas dan angkutan kereta api. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan dalam. penggandaan dan keprotokolan. c. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Pasal 539 (3) Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. ekspedisi.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . 218 b. kearsipan. urusan umum dan kesejahteraan pegawai.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan. penyiapan penyusunan norma. dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. surat menyurat. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539. serta investasi di bidang perkeretaapian. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana induk perkeretaapian dan rencana pembangunan serta rencana jaringan pelayanan perkeretaapian. lalu lintas dan angkutan kereta api. serta investasi di bidang perkeretaapian. f. pelaksanaan dan evaluasi biaya penggunaan. standar. kriteria dan prosedur. e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan. pedoman. d.rtf . serta investasi di bidang perkeretaapian. serta investasi di bidang perkeretaapian. penyiapan penyusunan bahan dan pelaksanaan analisis mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian. lalu lintas dan angkutan kereta api. penyiapan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan.

pemantauan dan evaluasi kelas jalur kereta api. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. pedoman. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. Pasal 542 Subdirektorat Jaringan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Jaringan. evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan. izin operasi. c. 05 OTK KEMENHUB 2010 . i.rtf . b. d. standar. kriteria dan prosedur di bidang jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek. norma.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Subdirektorat Jaringan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Investasi. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api terdiri atas: a. serta investasi di bidang perkeretaapian. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan harmonisasi pengembangan dan penataan jaringan jalur kereta api. Subdirektorat Lalu Lintas.VALID). menengah dan panjang. c. izin usaha. Pasal 541 h. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan jalur kereta api baik perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. norma. pemanfaatan dan kondisi jaringan jalur kereta api. dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan pelaksanaan penetapan. lalu lintas dan angkutan kereta api. 219 b. dan Subbagian Tata Usaha. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan. e.g. dan izin lintas pelayanan di bidang perkeretaapian. kapasitas lintas. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan. Subdirektorat Angkutan. standar. pedoman. kriteria. dan pelaksanaan urusan tata usaha.

penyiapan bahan pemaduan dan integrasi antarmoda dan intermoda di bidang perkeretaapian. standar. pemantauan dan evaluasi kelas stasiun. 220 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan jalur kereta api. f. Subdirektorat Jaringan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan jalur kereta api yang ada dan pengembangan jaringan jalur kereta api baru. Pasal 545 (1) Seksi Penataan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). pedoman. pemanfaatan dan kondisi stasiun. l.rtf . j. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana induk perkeretaapian dan rencana pembangunan serta rencana jaringan pelayanan perkeretaapian. Pasal 544 i. pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) jaringan jalur kereta api. pemanfaatan dan kondisi jaringan jalur kereta api. kriteria dan prosedur. evaluasi. norma. penyiapan bahan. penyiapan bahan penetapan trase jalur kereta api. penyusunan pemanfaatan jaringan jalur kereta api yang beroperasi dan tidak beroperasi.d. Seksi Penataan Jaringan. standar. penyiapan bahan sistem informasi manajemen jaringan jalur kereta api. serta evaluasi dan pelaporan di bidang penataan jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek. dan bimbingan teknis dan harmonisasi. h. penyiapan bahan pemanfaatan jaringan jalur kereta api yang beroperasi dan tidak beroperasi. pemantauan dan evaluasi kelas. g. standar. pemanfaatan dan kondisi stasiun. analisa dan rekomendasi mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian. k.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan Seksi Pengembangan Jaringan. e. pemantauan dan evaluasi kelas jalur kereta api. penyiapan bahan. b. menengah dan panjang. kapasitas lintas.

pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. rencana teknis perkeretaapian. pedoman. penggunaan sinyal. norma. kriteria. standar. tanda. pemaduan dan integrasi antarmoda dan intermoda di bidang perkeretaapian.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas baik lalu lintas perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. Pasal 547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546.rtf . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Pasal 546 Subdirektorat Lalu Lintas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. 221 b. pedoman. dan marka. penetapan trase jalur kereta api. penyusunan rencana induk. pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA). norma. penyiapan bahan penetapan. pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api. Subdirektorat Lalu Lintas menyelenggarakan fungsi: a.(2) Seksi Pengembangan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan rekomendasi mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian. f. d. kriteria dan prosedur di bidang lalu lintas kereta api. e. penyiapan bahan penetapan. standar. dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas. menengah dan panjang. rencana kelayakan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . c. norma. rencana pembangunan. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan jalur kereta api yang ada dan pengembangan jaringan jalur kereta api baru. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek.

pedoman. perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan penyelenggaraan. j. dan Seksi Lalu Lintas Perkotaan. dan marka. natal dan tahun baru. dan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api. pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA). penyiapan pelaksanaan penetapan. standar. rencana operasi. pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api. tanda. penetapan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . h. pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. serta evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api antarkota. pemantauan dan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api. natal dan tahun baru kereta api antarkota. pemantauan dan evaluasi kereta api pada masa angkutan lebaran. pelaksanaan penetapan. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas. Pasal 548 k. b. dan pelaksanaan penyelenggaraan. rencana operasi. penetapan. kriteria dan prosedur.g. Subdirektorat Lalu Lintas terdiri atas: a. dan penyiapan pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. pemantauan dan evaluasi angkutan lebaran. penyiapan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api.rtf 222 . pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api. norma. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api.VALID). Seksi Lalu Lintas Antarkota. i. Pasal 549 (1) Seksi Lalu Lintas Antarkota mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api. penggunaan sinyal.

pedoman. Pasal 551 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. Subdirektorat Angkutan menyelenggarakan fungsi: a. norma. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api.VALID). dan pelaksanaan penyelenggaraan. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas. standar. pemantauan dan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api. b. pedoman. norma. dan marka. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan kereta api. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. pelaksanaan penetapan. penggunaan sinyal. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan rencana. pemantauan dan evaluasi angkutan lebaran. kriteria dan prosedur di bidang angkutan kereta api. 05 OTK KEMENHUB 2010 . rencana operasi.(2) Seksi Lalu Lintas Perkotaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api. c. tanda.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . standar.rtf 223 . Pasal 550 Subdirektorat Angkutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. norma. pedoman. pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA). natal dan tahun baru kereta api perkotaan. serta evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api perkotaan. penetapan. pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang angkutan kereta api. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan kereta api baik angkutan orang maupun angkutan barang. perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria. penetapan.

penyiapan bahan pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta api. penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. pedoman. Pasal 552 e.d. g. penetapan. k. penetapan rencana. pemantauan dan evaluasi sistem tiket terpadu. Seksi Angkutan Antarkota. norma. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan kereta api. Subdirektorat Angkutan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO) dan subsidi angkutan perintis.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pemantauan dan evaluasi tarif untuk angkutan kereta api. pengawasan. standar. dan Seksi Angkutan Perkotaan. pemantauan dan evaluasi tarif. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. i. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang angkutan kereta api antarkota. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun kereta api. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. Pasal 553 (1) Seksi Angkutan Antarkota mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. pemantauan dan 224 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan kereta api.rtf . pemantauan dan evaluasi penempatan kereta-kereta ekonomi. f. h.VALID). pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. j. b. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO) dan subsidi angkutan perintis.

pedoman.evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan. penetapan. penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta api antarkota. pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. penetapan rencana. pedoman. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan. evaluasi dan pelaporan investasi di bidang perkeretaapian baik perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun. norma. norma. penetapan penempatan. pemantauan dan evaluasi kereta-kereta ekonomi. Pasal 555 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554. penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta perkotaan. (2) Seksi Angkutan Perkotaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . standar. kriteria dan prosedur investasi di bidang perkeretaapian. 225 b. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis investasi di bidang perkeretapian. Subdirektorat Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penetapan. pedoman. dan prosedur serta bimbingan teknis.rtf . penetapan. kriteria. standar. pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO). pemantauan dan evaluasi keretakereta ekonomi. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan. pemantauan dan evaluasi tarif. norma. c. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang angkutan kereta perkotaan. pemantauan dan evaluasi penyelenggara perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. pemantauan dan evaluasi sistem pengangkutan.VALID). penetapan penempatan. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun. standar. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. Pasal 554 Subdirektorat Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. Subdirektorat Investasi terdiri atas: a. f. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan penyelenggaraan kerjasama di bidang perkeretaapian. Seksi Penyelenggaraan Kerjasama. pedoman. penyiapan bahan perumusan pedoman perhitungan. i. pelaksanaan dan 226 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. pemantauan dan evaluasi nilai kerjasama pemanfaatan prasarana dan sarana perkeretaapian. pelaksanaan dan evaluasi biaya penggunaan. b. penyiapan bahan pelaksanaan penataan dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) investasi di bidang perkeretaapian. Pasal 556 e. penetapan inventarisasi dan pengawasan aset pemerintah yang dikerjasamakan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan penetapan pedoman perhitungan.VALID). pemantauan dan evaluasi kerjasama pemerintah dan swasta (KPS). pemantauan dan evaluasi kerjasama pemerintah dan swasta (KPS) di bidang perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi izin usaha dan izin operasi di bidang perkeretaapian umum dan perkeretaapian khusus. dan Seksi Pengembangan Usaha. standar. g. dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. norma. j. penetapan. h. pemantauan dan evaluasi investasi pemanfaatan prasarana dan sarana perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan inventarisasi dan pengawasan aset pemerintah di bidang perkeretaapian yang dapat dikerjasamakan. pedoman perhitungan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan investasi di bidang perkeretaapian. Pasal 557 (1 ) Seksi Penyelenggaraan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf .d. penetapan pedoman perhitungan.

evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana perkeretaapian. kriteria dan prosedur. pedoman. pemantauan dan evaluasi promosi investasi perkeretaapian. pelaksanaan. Direktorat Prasarana Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 558 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. 05 OTK KEMENHUB 2010 . standar. Bagian Kelima Direktorat Prasarana Perkeretaapian Pasal 559 Direktorat Prasarana Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api. perpotongan dan persinggungan jalur kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian. (2) Seksi Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. stasiun kereta api. standar. norma. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. pemantauan dan evaluasi penyelenggara perkeretaapian. serta bimbingan teknis. penyiapan penyusunan norma. norma. penataan dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) investasi di bidang perkeretaapian. penetapan. fasilitas operasi kereta api. pemantauan dan evaluasi izin usaha dan izin operasi di bidang perkeretaapian. standar. dan rumah tangga Direktorat. pedoman.VALID).evaluasi biaya penggunaan dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. kepegawaian.rtf . kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang pengembangan usaha perkeretaapian. spesifikasi teknis. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api. 227 b. fasilitas operasi kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian. stasiun kereta api. penetapan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pedoman.

f. perawatan. kepegawaian.rtf 228 . Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api. stasiun kereta api dan fasilitas operasi kereta api. stasiun kereta api. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api. d. e. Subdirektorat Pengujian Bangunan Kereta Api. b. Direktorat Prasarana Perkeretaapian terdiri atas: a. dan Sertifikasi Jalur dan Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api. g. dan rumah tangga Direktorat. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha.c. stasiun kereta api dan fasilitas operasi kereta api serta pengujian prasarana perkeretaapian. Pasal 561 d. penyiapan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. pengujian. c d. h. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan Subbagian Tata Usaha.VALID). penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas rencana jalur dan bangunan kereta api. dan pengoperasian prasarana perkeretaapian serta pengusahaan prasarana perkeretaapian milik negara. e. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan pemeriksaan. pemberian tanda kelaikan prasarana termasuk material baru dan akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi prasarana perkeretaapian. fasilitas operasi kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian.

penyiapan bahan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyelenggaraan pembangunan. kriteria dan prosedur di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. pelaksanaan pemeriksaan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. norma. penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I serta evaluasi pelaksanaannya. perawatan. pengusahaan. kriteria. penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I.VALID). norma. penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. pedoman. standar. b. Pasal 563 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. pedoman. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. Lombok. e. penyelenggaraan administrasi material dan pergudangan. Nusa Tenggara dan Papua. pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api di wilayah I yang meliputi Pulau Jawa.rtf 229 . Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 562 Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. perawatan. d. standar. c. spesifikasi teknis. Bali. pengoperasian dan pengusahaan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. pengoperasian. f. spesifikasi teknis.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan prosedur serta bimbingan teknis.

kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pelaksanaan pembangunan. pengoperasian dan pengusahaan jembatan. pengoperasian dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I terdiri atas: a. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang jembatan. Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. perawatan dan pengusahaan jembatan. norma. standar. dan Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah I. pedoman. Pasal 564 h. Nusa Tenggara dan Papua. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. b. Bali. evaluasi dan pelaporan di bidang jalan rel dan tanah kereta api. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. norma. pelaksanaan pembangunan. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah I. spesifikasi teknis. pedoman. pengesahan kualitas material baru jalan rel. i.VALID).g. penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. penyusunan 230 (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . spesifikasi teknis. Lombok. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jalan rel. penyusunan penetapan rancang bangun. perawatan dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Pasal 565 (1) Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah I meliputi Pulau Jawa. standar.rtf .

kriteria.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pengoperasian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . perawatan. c. Pasal 566 Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. dan pengusahaan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. pengesahan kualitas material baru jembatan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. standar. pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api di wilayah II yang meliputi Pulau Sumatera. penyelenggaraan administrasi material dan pergudangan. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. pedoman. Kalimantan. d. perawatan. Bali. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyelenggaraan pembangunan. norma. Lombok. kriteria dan prosedur di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. pengusahaan. Nusa Tenggara dan Papua. pelaksanaan pemeriksaan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. spesifikasi teknis. dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. norma. b. pengoperasian. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jembatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 231 . standar.penetapan rancang bangun. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah I meliputi Pulau Jawa. spesifikasi teknis. pedoman. penyiapan bahan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 567 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566.VALID).

penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. g. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. pengesahan kualitas material baru jalan rel. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. i.e. norma. penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II serta evaluasi pelaksanaannya. 232 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. h. spesifikasi teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang jalan rel dan tanah kereta api. b. Pasal 569 (1) Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). penyusunan penetapan rancang bangun. pengoperasian dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pelaksanaan pembangunan. pedoman. dan Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah II. Kalimantan. penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jalan rel. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah II. perawatan dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. Pasal 568 f.rtf . Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II terdiri atas: a. standar.

bangunan kereta api serta stasiun kereta api.(2) Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pengusahaan fasilitas operasi kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang jembatan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyelenggaraan pembangunan. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jembatan. norma. Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pembangunan. pengoperasian dan pengusahaan jembatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pengoperasian. standar. spesifikasi teknis. pedoman. standar. Kalimantan. pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi yang meliputi persinyalan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang fasilitas operasi kereta api. Pasal 570 Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pengesahan kualitas material baru jembatan. pelistrikan dan bangunan pendukung fasilitas operasi kereta api. pedoman. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. perawatan dan pengusahaan jembatan. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pelaksanaan pemeriksaan di bidang fasilitas operasi kereta api. norma. penyusunan penetapan rancang bangun. 05 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur di bidang fasilitas operasi kereta api.rtf . Pasal 571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. telekomunikasi. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana fasilitas operasi kereta api. norma. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas operasi kereta api. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. c. spesifikasi teknis.VALID). Sulawesi dan Kepulauan Maluku. 233 b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. perawatan. spesifikasi teknis.

Pasal 573 (1) Seksi Persinyalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. h. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. spesifikasi teknis. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang persinyalan. g. f.rtf . penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. standar. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas operasi kereta api. penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan fasilitas operasi kereta api. Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api terdiri atas: a. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang persinyalan. i. Seksi Persinyalan. pengoperasian dan pengusahaan persinyalan. perawatan dan pengusahaan persinyalan. pengesahan kualitas material baru persinyalan serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi persinyalan. penyusunan penetapan rancang bangun. pelaksanaan pembangunan. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di bidang fasilitas operasi kereta api. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. 234 05 OTK KEMENHUB 2010 . pengoperasian. penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian fasilitas operasi kereta api serta evaluasi pelaksanaannya. norma.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan fasilitas operasi kereta api.d. b. pengoperasian. Pasal 572 e.VALID). dan Seksi Telekomunikasi dan Pelistrikan. perawatan dan pengusahaan fasilitas operasi kereta api milik negara.

norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pemeriksaan dan pelaksanaan pengujian pertama dan berkala serta pemberian sertifikat pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. pedoman. norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. kriteria dan prosedur di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api. standar. spesifikasi teknis. penyiapan bahan kebutuhan minimal fasilitas peralatan 235 b. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi persinyalan. d. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.(2) Seksi Telekomunikasi dan Pelistrikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengoperasian. Pasal 574 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 575 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574. penyusunan penetapan rancang bangun. pengoperasian dan pengusahaan telekomunikasi dan pelistrikan. pengesahan kualitas material baru telekomunikasi dan pelistrikan. evaluasi dan pelaporan di bidang telekomunikasi dan pelistrikan. penyiapan bahan standar spesifikasi teknis peralatan pengujian yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pedoman. pelaksanaan pelaksanaan pembangunan. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang telekomunikasi dan pelistrikan.rtf . standar. norma.VALID). perawatan dan pengusahaan telekomunikasi dan pelistrikan. pedoman. c. 05 OTK KEMENHUB 2010 . stasiun kereta api serta pengesahan hasil uji serta pengolahan dan penyajian data di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api. penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . e. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. standar.

Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I.VALID). Pasal 577 (1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.pengujian. Pasal 576 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api terdiri atas: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pemeriksaan dan pengujian jalur dan bangunan serta stasiun kereta api. pedoman. standar. f.dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pengesahan hasil uji. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali. Lombok. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I meliputi Pulau Jawa. pengesahan kualitas material untuk jalur dan bangunan serta stasiun kereta api yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. norma. 236 g. rencana pengadaan. Nusa Tenggara dan Papua.rtf . standar. norma. penyiapan bahan penyusunan kebutuhan suku cadang serta komponen fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pedoman. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . b. pemanfaatan dan pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.

evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.rtf . pedoman.kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. pengesahan hasil uji. penyiapan bahan pemeriksaan dan pelaksanaan pengujian pertama dan berkala serta pemberian sertifikat pengujian fasilitas operasi kereta api. penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. norma. Kalimantan. standar. standar. Pasal 579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. c.VALID). kriteria dan prosedur di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . 05 OTK KEMENHUB 2010 . pemeriksaan dan pengujian jalur dan bangunan serta stasiun kereta api. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. pengesahan kualitas material untuk jalur dan bangunan serta stasiun kereta api yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Pasal 578 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji serta pengolahan dan penyajian data di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II meliputi Pulau Sumatera. 237 b. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. penyiapan bahan standar spesifikasi teknis peralatan pengujian yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api.

pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. pelaksanaan pemeliharaan. standar. standar. Pasal 580 f. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah I.e. Bali. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. penyiapan bahan penyusunan kebutuhan suku cadang serta komponen fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. pemanfaatan dan pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. pengesahan kualitas material untuk fasilitas operasi kereta api yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian fasilitas operasi kereta api di wilayah I meliputi Pulau Jawa. pedoman. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api terdiri atas: a. norma. Nusa Tenggara dan Papua. Pasal 581 (1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan kebutuhan minimal fasilitas peralatan pengujian. rencana pengadaan. pelaksanaan pemeliharaan. Lombok. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeriksaan dan pengujian 238 b.VALID). (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . g. pemeriksaan dan pengujian fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah II. norma.rtf .

pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara. d. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. evaluasi dan pelaporan di bidang sarana perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian fasilitas operasi kereta api di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. standar. Pasal 582 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara.VALID). dan rumah tangga Direktorat Bagian Keenam Direktorat Sarana Perkeretaapian Pasal 583 Direktorat Sarana Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. c.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan penyusunan norma. kriteria dan prosedur di bidang pengembangan. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana kebutuhan sarana. norma. pedoman. pengesahan kualitas material untuk fasilitas operasi kereta api yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api. pedoman. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengembangan. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. 239 b.fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji. pengawasan. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur.rtf . pengawasan. kepegawaian. pengawasan. pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. standar. Kalimantan. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Direktorat Sarana Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a.

serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan pengembangan dan pengendalian mutu sarana perkeretaapian. Pasal 585 g. kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun dan rekayasa sarana perkeretaapian. 240 b. norma. Subdirektorat Pengembangan Sarana. dan Subbagian Tata Usaha. bimbingan teknis. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II. Pasal 586 Subdirektorat Pengembangan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. norma. Subdirektorat Pengawasan Sarana. f. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I. Direktorat Sarana Perkeretaapian terdiri atas: a. h. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas sarana. d. kepegawaian. f. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara. standar. dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang rancang bangun dan rekayasa sarana perkeretaapian. pedoman. kriteria. norma. penyiapan pengembangan sistem informasi sarana. pedoman. prosedur. b. kriteria. standar. c. Pasal 587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. dan rumah tangga Direktorat.e. pedoman. 05 OTK KEMENHUB 2010 .rtf .VALID). e. Subdirektorat Pengembangan Sarana menyelenggarakan fungsi: a.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan pelaksanaan evaluasi serta pelaporan di bidang sarana. penyiapan pelaksanaan perumusan kebijakan. dan pelaksanaan tata usaha.

VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan rekayasa. Seksi Pengendalian Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. standar. dan prosedur serta bimbingan teknis. persyaratan teknis sarana perkeretaapian serta database dan sistem informasi bidang pengendalian mutu. b. penyiapan bahan pengembangan informasi di bidang pengembangan sarana perkeretaapian. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan sarana perkeretaapian. dan Seksi Pengendalian Mutu. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. e. penyiapan bahan pelaksanaan rancang bangun dan rekayasa. dan prosedur serta bimbingan teknis.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . d. 241 (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . f. pedoman. Pasal 590 Subdirektorat Pengawasan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.c. Seksi Rancang Bangun dan Rekayasa. kriteria.rtf . penyiapan bahan pembinaan rancang bangun dan rekayasa yang dilakukan oleh pihak lain. norma. h. standar. Pasal 588 Subdirektorat Pengembangan Sarana terdiri atas: a. pedoman. norma. serta pengendalian mutu sarana perkeretaapian. kriteria. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi sarana perkeretaapian. penyiapan database dan sistem informasi bidang rancang bangun dan rekayasa. pedoman. Pasal 589 (1) Seksi Rancang Bangun dan Rekayasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana kebutuhan sarana perkeretaapian. evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian mutu sarana perkeretaapian. norma. g. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan sarana perkeretaapian.

kriteria. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Pengawasan Tempat dan Fasilitas Pengujian. pemeriksaan dan perawatan serta database dan pengembangan sistem informasi. c. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan pengujian.VALID). standar.rtf 242 . kriteria dan prosedur di bidang pengawasan sarana perkeretaapian. Pemeriksaan dan Perawatan. dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. pemeriksaan dan perawatan sarana. pelaksanaan pengawasan pengujian. dan penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan terhadap perawatan sarana perkeretaapian. d. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawasan kelaikan operasional sarana perkeretaapian. f. Subdirektorat Pengawasan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. b. Pasal 592 e. Pasal 593 1) Seksi Pengawasan Pengujian. Pemeriksaan dan Perawatan.Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. norma. norma. sistem informasi b. standar.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan sarana perkeretaapian. Seksi Pengawasan Pengujian. Subdirektorat Pengawasan Sarana terdiri atas: a. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Pemeriksaan dan Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pengembangan pengawasan sarana perkeretaapian. pengawasan fasilitas perawatan. penyiapan bahan standar dan tata cara perawatan sarana perkeretaapian.

kriteria. depo. norma. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan dan rehabilitasi sarana milik negara. database dan sistem informasi bidang fasilitas sarana perkeretaapian. standar. e. dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengelolaan sarana milik negara. norma. pedoman. Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. standar.2) Seksi Pengawasan Tempat dan Fasilitas Pengujian. f. penyusunan standar peralatan dan fasilitas pendukung di balai yasa. kriteria dan prosedur di bidang pengelolaan sarana milik negara. penyiapan bahan pengembangan informasi pengelolaan sarana milik negara. Pasal 596 Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara terdiri atas: a. 243 05 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 594 Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan Seksi Perawatan. penyiapan bahan pelaksanaan perawatan sarana milik negara. standar.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .rtf . evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas sarana. Seksi Pengadaan dan Pengoperasian. Pemeriksaan dan Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan tempat pengujian. d.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan sarana milik negara. Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan bidang pengelolaan sarana milik negara. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pengoperasian dan b. pedoman. norma. pedoman. b.

kriteria. c.Pasal 597 1) Seksi Pengadaan dan Pengoperasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan. kriteria dan prosedur di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. pedoman. Nusa Tenggara Barat. norma. kriteria. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. sistem informasi 2) b. evaluasi dan pelaporan di bidang perawatan dan pemeliharaan sarana milik negara.rtf . penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. standar.VALID). Seksi Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 599 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. Pasal 598 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. e. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana wilayah I meliputi Pulau Jawa. Bali. serta database dan pengembangan sistem informasi sarana milik negara. Nusa Tenggara Timur dan Papua. penyiapan bahan pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana. standar.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana 244 05 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan pengadaan dan rehabilitasi sarana milik Negara. norma. pedoman. penyiapan bahan pengembangan pengujian dan sertifikasi sarana. standar. standar. serta database dan pengembangan sistim informasi sarana milik negara. d. norma. pelaksanaan pengoperasian sarana milik negara. serta standar dan tata cara perawatan sarana milik negara.

kriteria. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah I. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . standar. pedoman. b. Kalimantan. Pasal 602 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Bali. Lombok. standar. kriteria.VALID). pedoman. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana penggerak wilayah I serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi wilayah I meliputi Pulau Jawa. Lombok. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana penggerak. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah I serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah I meliputi Pulau Jawa. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah I. Nusa Tenggara dan Papua. standar. Pasal 601 1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 245 . evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana wilayah II meliputi Pulau Sumatera. 2) 05 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 600 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I terdiri atas: a. norma. pedoman. norma. dan prosedur serta bimbingan teknis. Nusa Tenggara dan Papua. norma.

pedoman. evaluasi dan 246 2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . standar. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah II.rtf .VALID). b. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana penggerak. e. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah II. kriteria. c. pedoman. dan prosedur serta bimbingan teknis.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Pasal 604 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Wilayah II terdiri atas: a. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan pengujian sertifikasi sarana perkeretaapian. Pasal 605 1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. kriteria dan prosedur di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana penggerak wilayah II serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi wilayah II meliputi Pulau Sumatera. pedoman. penyiapan bahan pengembangan pengujian dan sertifikasi sarana.Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. kriteria. Kalimantan. standar. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. norma. dan prosedur serta bimbingan teknis. sistem informasi b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. norma.

pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. Pasal 608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. pedoman.pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi. Kalimantan. kriteria dan prosedur. dan rumah tangga Direktorat. 05 OTK KEMENHUB 2010 .rtf . bimbingan teknis serta evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan perkeretaapian.VALID). penegakan hukum. di bidang manajemen keselamatan perkeretaapian. 247 b. kepegawaian. Direktorat Keselamatan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan standar. kriteria dan prosedur. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. Pasal 606 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. norma. serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. pedoman. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah II serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah II meliputi Pulau Sumatera. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. Bagian Ketujuh Direktorat Keselamatan Perkeretaapian Pasal 607 Direktorat Keselamatan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan program keselamatan perkeretaapian. standar. penegakan hukum.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. norma.

h. penyiapan penerapan penegakan peraturan dan penindakan hukum yang berkaitan dengan keselamatan perkeretaapian. dalam bentuk seminar.rtf 248 . penyiapan pemeliharaan dokumen akreditasi dan sertifikasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. infraksi (pelanggaran aturan).DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan pemeriksaan dan audit keselamatan terhadap penyelenggara prasarana dan sarana perkeretaapian dalam rangka menjaga dan meningkatkan kinerja keselamatan perkeretaapian. g. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. dan pelaksanaan tata usaha. k. kepegawaian. dan d. penyiapan pelaksanaan analisis perkembangan kondisi keselamatan perkeretaapian keselamatan perkeretaapian. serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. kampanye keselamatan. j. e. penyiapan pelaksanaan promosi keselamatan melalui diseminasi hal-hal khusus tentang keselamatan. i. dan laporan kecelakaan.VALID). 05 OTK KEMENHUB 2010 . f. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan sosialisasi keselamatan penegakan hukum di bidang perkeretaapian. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana peningkatan keselamatan perkeretaapian. penegakan hukum. dan rumah tangga Direktorat.c. penyiapan perumusan dan pembinaan teknis di bidang manajemen keselamatan perkeretaapian.

c. kriteria dan prosedur di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia. penyiapan bahan pembinaan pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. sarana dan prasarana. serta sosialisasi dan promosi keselamatan. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan.VALID). b. dan Subbagian Tata Usaha. e.Pasal 609 Direktorat Keselamatan Perkeretaapian terdiri atas: a.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . bimbingan teknis. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan perkeretaapian. sarana dan prasarana. Pasal 611 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. c. Subdirektorat Penegakan Hukum. kriteria dan prosedur. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan. standar. 249 d. Pasal 610 Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan. norma.rtf . pedoman. b. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan. pedoman. sarana dan prasarana.

pedoman. pemberian bimbingan teknis audit keselamatan perkeretaapian. Pasal 612 e. pengoperasian dan perawatan fasilitas keselamatan perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . i. sarana dan prasarana. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. Seksi Audit Keselamatan. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. sarana dan prasarana. sarana dan prasarana. penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan fasilitas keselamatan perkeretaapian meliputi pembangunan. b. h. identifikasi daerah rawan kecelakaan dan bencana alam serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan audit keselamatan perkeretaapian.d. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. standar. kriteria dan prosedur. norma. g. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana peningkatan keselamatan perkeretaapian penyiapan bahan perencanaan aspek keselamatan lalu lintas dan angkutan. Pasal 613 (1) Seksi Audit Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. f. penyusunan bahan standar dan tata cara pelaksanaan audit keselamatan perkeretaapian. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan terdiri atas: a. bidang audit keselamatan perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. dan Seksi Peningkatan Keselamatan. sarana dan prasarana.VALID). 250 05 OTK KEMENHUB 2010 .rtf . pengadaan.

norma. norma. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan menyelenggarakan fungsi: a.rtf 251 . pedoman. dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang rekayasa peningkatan keselamatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan sistem informasi kecelakaan. pengembangan sistem informasi di bidang peningkatan keselamatan perkeretaapian serta pelaksanaan kebijakan dan pembinaan teknis. pedoman.(2) Seksi Peningkatan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. standar. norma. dan penanganan kecelakaan. serta evaluasi keselamatan. bimbingan teknis. d. dan penanganan kecelakaan. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. evaluasi dan pelaporan di bidang analisis dan penanganan kecelakaan perkeretaapian. b.VALID). sarana dan prasarana. penyiapan bahan perencanaan evaluasi keselamatan lalu lintas dan angkutan. pedoman. dan penanganan kecelakaan. sarana dan prasarana. penyiapan bahan pembinaan pelaksanaan analisis kecelakaan. Pasal 615 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614. dan penanganan kecelakaan. sarana dan prasarana. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang analisis kecelakaan. kriteria. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. standar. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. standar. kriteria dan prosedur di bidang analisis kecelakaan. e. kriteria. penyiapan bahan pelaksanaan analisis kecelakaan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan prosedur. c. 05 OTK KEMENHUB 2010 . sarana dan prasarana. sarana dan prasarana. Pasal 614 Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

penyusunan bahan standar dan tata cara pelaporan kecelakaan perkeretaapian. penyiapan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis. pemeriksaan dan 05 OTK KEMENHUB 2010 . norma. pelaporan di bidang penyebab kecelakaan serta pengembangan sistem informasi kecelakaan perkeretaapian. pedoman. standar. dan penyiapan bahan pelaksanaan analisa laporan di bidang analisis kecelakaan terhadap lalu lintas dan angkutan. Seksi Analisis Kecelakaan.f. dan prosedur. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang analisis dan penanganan kecelakaan perkeretaapian. pemeriksa.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. sarana dan prasarana.VALID). Pasal 616 g. serta pelaksanaan kebijakan dan pembinaan teknis bidang penanganan kecelakaan. evaluasi dan pelaporan di bidang penanganan kecelakaan. pemberian akreditasi terhadap badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. Pasal 618 Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. pedoman. norma. bimbingan teknis. b. kriteria. bimbingan teknis. Pasal 617 (1) Seksi Analisis Kecelakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyusunan bahan standar dan tata cara penanganan kecelakaan perkeretaapian. kriteria. penetapan kualifikasi keahlian dan sertifikasi tenaga perawatan. pelaporan di bidang analisa kecelakaan. serta evaluasi keselamatan. standar. dan Seksi Penanganan Kecelakaan. norma. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan terdiri atas: a. pedoman. penguji. dan prosedur. Seksi Penanganan Kecelakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar.rtf (2) 252 .

dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. f. Pasal 620 Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia terdiri atas: a. penyiapan bahan penetapan sertifikat keahlian dan peningkatan kualitas/kuantitas tenaga perawatan. pedoman. pemeriksaan. dan Seksi Sertifikasi Sumber Daya Manusia. pengujian dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. pemeriksa. Pasal 619 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. Seksi Akreditasi Kelembagaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. norma. b. penyiapan bahan penyusunan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis untuk tenaga perawatan. penguji. b. penyiapan bahan pemberian akreditasi lembaga/institusi yang melaksanakan pemeriksaan dan pengujian prasarana dan sarana kereta api.perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia.rtf 253 .VALID). standar. kriteria dan prosedur di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. 05 OTK KEMENHUB 2010 . e. c.

Pasal 623 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. standar. pedoman. standar. pengujian dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. 254 dalam (2) b. bimbingan teknis. kriteria dan prosedur. serta koordinasi antar lembaga dalam penegakan hukum bidang perkeretaapian. penyusunan bahan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis untuk tenaga perawatan. pemeriksa.rtf . standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pemberian akreditasi lembaga/institusi yang melaksanakan pemeriksaan dan pengujian prasarana dan sarana kereta api. pedoman. dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan.Pasal 621 (1) Seksi Akreditasi Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penguji.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . serta bimbingan teknis. Subdirektorat Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan pelaksanaan penyidikan. pedoman. 05 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur bidang akreditasi lembaga serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang penegakan hukum. evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi sumber daya manusia. serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan penegakan hukum bidang perkeretaapian. kriteria dan prosedur bidang sertifikasi sumber daya manusia. c. standar. penetapan sertifikat keahlian dan peningkatan kualitas/kuantitas tenaga perawatan. norma. pemeriksaan. penyiapan bahan koordinasi antar lembaga penegakan hukum bidang perkeretaapian. norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penegakan hukum.VALID). Seksi Sertifikasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 622 Subdirektorat Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan norma.

norma. pengolahan dan penyiapan data penyidikan serta pelaksanaan tata kelola administrasi penyidikan. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang penyidikan. penyiapan pelaksanaan penyidikan. Seksi Penyidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan bidang bimbingan teknis serta pengembangan sistem informasi. penyiapan bahan penyuluhan tindak pidana di bidang perkeretaapian. standar. penyuluhan regulasi perkeretaapian. Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang penegakan hukum. pengusulan pengangkatan/pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil.rtf 255 . evaluasi dan pelaporan di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan peruntukan ruang di kawasan perkeretaapian serta tata tertib pengguna jasa perkeretaapian. tata cara berlalu lintas di perlintasan sebidang.d. b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. f. Pasal 624 e. pelaksanaan koordinasi antar lembaga dalam penyidikan. pengumpulan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penegakan hukum bidang perkeretaapian. Subdirektorat Penegakan Hukum terdiri atas: a. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyidikan terhadap tindak pidana di bidang perkeretaapian. h. Pasal 625 (1) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. i. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan Seksi Penyidikan.

Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 628 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 627 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.VALID). Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kepegawaian. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Pasal 626 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. (2) (3) (4) 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan rumah tangga Direktorat. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian.rtf 256 . dan masing-masing Direktur.

perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan.BAB IX INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan.ITJEN (FINAL . reviu. Pasal 630 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan. Tugas dan Fungsi Pasal 629 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. d. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Perhubungan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. e. dan kegiatan pengawasan lainnya. Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal.rtf 257 . 06 OTK KEMENHUB 2010 . dan pelaksanaan Jenderal. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. c. evaluasi. Pasal 631 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630.VALID). pemantauan. administrasi di lingkungan Inspektorat (2) b.

06 OTK KEMENHUB 2010 . c. Sekretariat Inspektorat Jenderal. program dan anggaran pelaksanaan pengawasan. f. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 633 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. Inspektorat II. e. koordinasi dan penyusunan rencana.VALID). b. dan Inspektorat V. pengolahan. dan penyajian Laporan Hasil Pengawasan. Inspektorat IV. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 632 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. b. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengelolaan data dan evaluasi kegiatan pengawasan.ITJEN (FINAL . Inspektorat III.rtf 258 . koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan. d. Inspektorat I. Pasal 634 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633. c.

serta pengelolaan perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Inspektorat Jenderal. g.ITJEN (FINAL . d. 06 OTK KEMENHUB 2010 . c. Pasal 635 e. f. program dan anggaran pengawasan. pelaksanaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. program dan anggaran pelaksanaan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 259 . Pasal 637 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 636. Pasal 636 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. dan penyusunan laporan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan verifikasi perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan rencana. kearsipan. Bagian Kepegawaian dan Hukum. Bagian Keuangan dan Tata Usaha. h. dan pelaksanaan pengelolaan persuratan.VALID). pelaksanaan pengelolaan pembiayaan dan penggajian.d. Bagian Perencanaan. dan Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit. pengelolaan data serta evaluasi kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. analisa dan tindak lanjut Laporan Hasil Pengawasan. pelaksanaan penelaahan hukum dan peraturan perundangundangan. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan pemantauan.

Bagian Kepegawaian dan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan dan penyajian data kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. Subbagian Data dan Evaluasi. (2) b. penyiapan bahan penyusunan dan penataan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. 06 OTK KEMENHUB 2010 . urusan perlengkapan. Bagian Perencanaan terdiri atas: a. b.b.ITJEN (FINAL .VALID). Subbagian Program dan Anggaran. penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan. kerumahtanggaan dan hubungan masyarakat di lingkungan Inspektorat Jenderal. program dan anggaran pelaksanaan pengawasan. pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). penyiapan bahan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 640 Bagian Kepegawaian dan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan kepegawaian. Pasal 641 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 640.rtf 260 . dan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan pelaksanaan pengumpulan. pengolahan dan penyajian data serta penyiapan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengawasan. Pasal 639 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbagian Data dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 638 c.

Pasal 643 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan kepegawaian. serta penyusunan dan penataan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal.c. hubungan masyarakat dan keprotokolan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Kepegawaian dan Hukum terdiri atas: a. penyiapan bahan pengelolaan urusan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Kepegawaian. dan Subbagian Hukum dan Umum. penyiapan bahan pelaksanaan penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyusunan laporan pelaksanaan anggaran dan perjalanan dinas. Pasal 642 d.VALID). (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan pengelolaan hubungan masyarakat (humas) dan keprotokolan di lingkungan Inspektorat Jenderal. e. g. kerumahtanggaan. f. penyiapan bahan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) serta pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Hukum dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan pengelolaan urusan kerumahtanggaan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 644 Bagian Keuangan dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penatausahaan pembiayaan dan penggajian. serta pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan di lingkungan Inspektorat Jenderal.ITJEN (FINAL . b.rtf 261 .

rtf 262 . serta penyusunan laporan pelaksanaan anggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal.ITJEN (FINAL . Subbagian Pembiayaan dan Penggajian. pengolahan. penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan penggajian di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran dan perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan serta pengelolaan perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal.VALID). analisis. Pasal 647 (1) Subbagian Pembiayaan dan Penggajian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan dan penggajian. Bagian Keuangan dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 646 Bagian Keuangan dan Tata Usaha terdiri atas: a. dan b. (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 . dan Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan. c.Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. dan penyiapan bahan pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 648 Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan. dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan. b.

Pasal 649 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 648, Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan penyusunan laporan hasil analisis laporan hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan laporan hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan pelaksanaan tindak lanjut laporan hasil audit Inspektorat Jenderal di lingkungan Kementerian Perhubungan; dan penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan terhadap tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), dan laporan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 650 Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit terdiri atas: a. b. Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit I; dan Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit II. Pasal 651 (1) Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, dan Sekretariat Jenderal. 263

b.

c. d.

e.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

(2)

Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Inspektorat Jenderal.

Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 652 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara. Pasal 653 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 652, Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara;

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

264

b.

pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

265

Pasal 654 Inspektorat I terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 655 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat I. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur I dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 656 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua. Pasal 657 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 656, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

266

Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; b. pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

267

Pasal 658 Inspektorat II terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 659 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat II. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur II dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 660 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Pasal 661 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 660, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian 268

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; b. pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

269

Pasal 662 Inspektorat III terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 663 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat III. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur III dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 664 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

270

dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi. dan Unit Pelaksana Teknis 271 b. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Jawa Tengah. Jawa Tengah.VALID). Nusa Tenggara Timur. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. Sulawesi Tenggara. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. 06 OTK KEMENHUB 2010 . Sulawesi Tenggara. pelaksanaan pemeriksaan. c. Kalimantan Timur. Kalimantan Timur. e. Jawa Tengah. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.Pasal 665 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 664. d. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.rtf . Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Nusa Tenggara Timur. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Tenggara. Nusa Tenggara Timur. Jawa Tengah. dan Maluku Utara. Sulawesi Tenggara. dan Maluku Utara. pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Kalimantan Timur. dan Maluku Utara. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.ITJEN (FINAL . Kalimantan Timur. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. dan Maluku Utara.

serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Sekretariat Jenderal. penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan. perlengkapan.VALID). Nusa Tenggara Timur. kolusi dan nepotisme. Sumatera Barat. Gorontalo. Sulawesi Tenggara. dan Maluku Utara. (2) Bagian Kedelapan Inspektorat V Pasal 668 Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Kepulauan Riau. dan f. Jawa Tengah. Pasal 666 Inspektorat IV terdiri atas: a. Banten.ITJEN (FINAL . Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur IV dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. rumah tangga. Pasal 667 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. Sulawesi Barat. b. dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. surat menyurat. 272 06 OTK KEMENHUB 2010 . dokumentasi serta kearsipan Inspektorat IV. Kalimantan Timur. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan. dan Papua Barat.rtf .

pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Sekretariat Jenderal. Sumatera Barat. Gorontalo. Inspektorat V menyelenggarakan fungsi: a. Kepulauan Riau. Sumatera Barat. Sumatera Barat. dan Papua Barat. kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Sekretariat Jenderal. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. Banten. Sumatera Barat.Pasal 669 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 668. Gorontalo. Banten. Kepulauan Riau. 06 OTK KEMENHUB 2010 . Direktorat Jenderal Perkeretaapian.ITJEN (FINAL . Kepulauan Riau.VALID). penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Sulawesi Barat. Kepulauan Riau. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. Sumatera Barat. Sulawesi Barat. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. Banten. Sulawesi Barat. Sulawesi Barat. dan Papua Barat. Gorontalo. Banten. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. d. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian.rtf . Gorontalo. pelaksanaan pemeriksaan. dan Papua Barat. dan Papua Barat. pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. e. Banten. Gorontalo. c. dan 273 b. Sulawesi Barat. Kepulauan Riau. dan Papua Barat. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Sekretariat Jenderal.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional Auditor senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal.rtf . pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.f. (2) Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 672 Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan Jabatan Fungsional Auditor berdasarkan peraturan perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1).VALID). surat menyurat. dokumentasi serta kearsipan Inspektorat V. Pasal 670 Inspektorat V terdiri atas: a. Pasal 673 (1) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Auditor yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan peraturan perundangundangan.ITJEN (FINAL . Pasal 671 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. rumah tangga. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur V dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum. perlengkapan. 274 (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 . b. Subbagian Tata Usaha.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.VALID). diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal. Pasal 675 (1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(3) Jumlah tenaga fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) (3) (4) 06 OTK KEMENHUB 2010 . Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 674 (4) Kelompok Jabatan Fungsional selain Auditor pada Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).rtf 275 .ITJEN (FINAL . Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

dan pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Perhubungan. Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan.rtf 276 . c. Badan Penelitian dan Pengembangan dipimpin oleh Kepala Badan. Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan. Pasal 677 Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan. pemantauan.BAB X BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN Bagian Pertama Kedudukan. d.BA LITBANG PHB (FINAL . Penelitian dan Perhubungan (2) b. 07 OTK KEMENHUB 2010 . rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan. Tugas dan Fungsi Pasal 676 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan adalah unsur pelaksana di bidang penelitian dan pengembangan perhubungan.VALID).

Pasal 681 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 680. Pengembangan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Darat dan Perkeretaapian. Sekretariat Badan Perhubungan. dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Udara. 07 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). dan perhubungan udara. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan. perkeretaapian. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Pasal 680 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. c. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen transportasi multimoda dan/atau antarmoda.BA LITBANG PHB (FINAL . Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. d. b. Penelitian dan Pengembangan Manajemen Pusat Penelitian dan Transportasi Multimoda.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 679 Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan terdiri atas: a.rtf 277 . rencana dan program. e. perhubungan darat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Laut. perhubungan laut.

Bagian Perencanaan. dan d. serta pelayanan administrasi kerjasama. penyiapan pelaksanaan urusan dokumentasi. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi serta laporan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. c. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program penelitian dan pengembangan.VALID). Pasal 683 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana dan program. penyiapan bahan penyusunan rencana. dan Bagian Umum. program dan anggaran penelitian dan pengembangan. penyiapan pelaksanaan administrasi kepegawaian.BA LITBANG PHB (FINAL . dan penyiapan bahan pelaksanaan transportasi nasional. pengkajian sistem b. pemantauan serta penyusunan laporan. Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di maksud dalam Pasal 683. dan pelaksanaan urusan kerumahtanggaan. Pasal 682 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan terdiri atas: a. Bagian Kepegawaian. kepustakaan dan publikasi. d. keuangan.b. ketatausahaan. b. c. Bagian Dokumentasi dan Kerjasama. c.rtf 278 .

Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Subbagian Program. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan. 07 OTK KEMENHUB 2010 . (2) (3) b. Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program penelitian dan pengembangan. Pasal 687 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. d.VALID). c. Subbagian Rencana. c. serta pelaksanaan pengkajian sistem transportasi. b. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di maksud dalam Pasal 687.BA LITBANG PHB (FINAL . Pasal 686 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan anggaran penelitian dan pengembangan.Pasal 685 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rencana dan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta pengembangan dan kesejahteraan pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan administrasi kepegawaian. penyiapan bahan pelaksanaan administrasi dan pembinaan jabatan fungsional.rtf 279 .

Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi dan penyiapan bahan pembinaan jabatan fungsional. Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. Pasal 690 (1) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi kepegawaian dan penyusunan. serta penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan dan Pelatihan Perhubungan.BA LITBANG PHB (FINAL . b.VALID).Pasal 689 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. dan pengembangan dan kesejahteraan pegawai. b. (2) (3) 07 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan urusan dokumentasi dan kepustakaan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. penyiapan bahan urusan publikasi dan visualisasi hasil penelitian dan pengembangan. Bagian Dokumentasi dan Kerjasama menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 691 Bagian Dokumentasi dan Kerjasama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan dokumentasi dan kepustakaan. pemeliharaan basis data kepegawaian. c. c.rtf 280 . Pasal 692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. dan penyiapan bahan administrasi kerjasama penelitian dan pengembangan. publikasi serta pelayanan administrasi kerjasama di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional.

VALID). dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Pasal 695 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. Pasal 694 (1) Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan dokumentasi dan kepustakaan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. penyiapan bahan pengelolaan keuangan di lingkungan Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan Subbagian Administrasi dan Kerjasama. dan penyiapan bahan urusan kerumahtanggaan dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. penyiapan bahan urusan ketatausahaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. keuangan.Pasal 693 Bagian Dokumentasi dan Kerjasama terdiri atas: a. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695. (2) (3) c. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. kerumahtanggaan. Subbagian Publikasi.rtf 281 . dan publikasi hasil-hasil pelaksanaan tugas Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan serta urusan kehumasan. penerbitan.BA LITBANG PHB (FINAL . b. c. b. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan. Subbagian Administrasi dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi kerjasama penelitian dan pengembangan.

Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kerumahtanggaan dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.VALID). c.rtf 282 .BA LITBANG PHB (FINAL . dan Subbagian Rumah Tangga. b.Pasal 697 Bagian Umum terdiri atas: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda menyelenggarakan fungsi: a. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 700 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 699. Pasal 698 (1) Subbagian Tata Usah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Subbagian Keuangan. Subbagian Tata Usaha. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. (2) (3)   Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda Pasal 699 Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. penyiapan penyusunan rencana.

dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. c. f. h. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. d. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. 07 OTK KEMENHUB 2010 .BA LITBANG PHB (FINAL . Bidang Program dan Evaluasi. i. b. Pasal 702 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. penyiapan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. dan Kelompok Jabatan Fungsional. data dan aplikasi serta kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.b. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.VALID). g. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. Pasal 701 c. e.rtf 283 . penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda terdiri atas: a. program dan anggaran.

Pasal 703 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Pasal 704 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. administrasi jabatan fungsional.BA LITBANG PHB (FINAL . dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda.rtf 284 . c. Pasal 705 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pengelolaan keuangan. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Pasal 706 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.VALID). Subbidang Program dan Kerja Sama. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . d. b. kerumahtanggaan. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. b.

pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Mutimoda.Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706.rtf 285 . b. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . kerumahtanggaan. b. kerumahtanggaan. Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. penyiapan bahan urusan ketatausahaan. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pelayanan Administrasi. Pasal 708 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda.VALID). Pasal 709 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan.BA LITBANG PHB (FINAL . dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda.

f. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian.rtf 286 . penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian.VALID). penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. kerjasama penelitian transportasi darat dan dan b. e. g.Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian Pasal 710 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian.BA LITBANG PHB (FINAL . d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. c. penyiapan pelaksanaan pengembangan bidang perkeretaapian. penyiapan penyusunan rencana. 07 OTK KEMENHUB 2010 .

kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 712 i. b. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi darat dan perkeretaapian.h. c. data dan aplikasi serta kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. d.BA LITBANG PHB (FINAL . b. program dan anggaran. Bidang Program dan Evaluasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. Pasal 713 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan.VALID). Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan penyusunan rencana. c. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi.rtf 287 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a.

kerumahtanggaan. (2) b. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 717 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. administrasi jabatan fungsional. kerumahtanggaan.Pasal 715 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a.rtf 288 . pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717. Pasal 716 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan urusan ketatausahaan. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi darat dan perkeretaapian. dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi darat dan perkeretaapian. 07 OTK KEMENHUB 2010 .VALID).BA LITBANG PHB (FINAL . Subbidang Program dan Kerja Sama. b. pengelolaan keuangan.

program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut.Pasal 719 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. Pasal 720 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721.VALID). penyiapan penyusunan rencana. kerumahtanggaan. (2) Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut Pasal 721 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. b. 07 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan perkeretaapian. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. Subbidang Pelayanan Administrasi. b.rtf 289 .BA LITBANG PHB (FINAL . Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian.

c. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Pasal 723 f. g. b. dan d. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. dan Kelompok Jabatan Fungsional.rtf 290 .BA LITBANG PHB (FINAL . data dan aplikasi. Pasal 724 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi laut. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut.VALID). 07 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan kerjasama penelitian pengembangan bidang transportasi laut. c. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. program dan anggaran. i. Bidang Program dan Evaluasi. h. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. e. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan.

Pasal 725 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. Pasal 728 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan.rtf 291 . b.BA LITBANG PHB (FINAL . dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. Pasal 727 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan penyusunan rencana. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. pengelolaan keuangan. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi laut. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . kerumahtanggaan. d.VALID). penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. b. c. administrasi jabatan fungsional. Subbidang Program dan Kerja Sama. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Pasal 726 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan.

penyiapan urusan ketatausahaan. b.BA LITBANG PHB (FINAL . Pasal 731 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. kerumahtanggaan. Pasal 730 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a.Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. Subbidang Pelayanan Administrasi. dan penyiapan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi laut. b. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut.VALID). pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi.rtf 292 . kerumahtanggaan. Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi laut.

penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. penyiapan penyusunan rencana. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi udara. e. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara menyelenggarakan fungsi: a. dan b.BA LITBANG PHB (FINAL . dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan pelaksanaan kerjasama penelitian pengembangan bidang transportasi udara. c. d. g. i. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. h.Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara Pasal 732 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. f.rtf 293 . penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara.VALID). penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732.

penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. b. Subbidang Program dan Kerja Sama.BA LITBANG PHB (FINAL . d.rtf 294 . Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. Pasal 737 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. 07 OTK KEMENHUB 2010 . program dan anggaran. b.VALID).Pasal 734 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara terdiri atas: a. Pasal 736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 735. Pasal 735 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. Bidang Program dan Evaluasi. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. penyiapan bahan penyusunan rencana. data dan aplikasi. c.

pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara.VALID). Subbidang Pelayanan Administrasi. Pasal 739 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan urusan ketatausahaan. kerumahtanggaan. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara.BA LITBANG PHB (FINAL . 07 OTK KEMENHUB 2010 . pengelolaan keuangan. kerumahtanggaan. administrasi jabatan fungsional.Pasal 738 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. (2) b. dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Pasal 741 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a.rtf 295 . dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. Pasal 740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 739. b. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a.

Litkayasa. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. Pasal 744 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. kerumahtanggaan. (2) (3) (4) 07 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 742 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara.VALID). Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 743 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan/ditunjuk oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.BA LITBANG PHB (FINAL . dan sejumlah jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.rtf 296 .

rtf 297 . dan dan pelaporan daya manusia pelaksanaan di bidang d. penyusunan kebijakan teknis. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan. pemantauan. Tugas dan Fungsi Pasal 745 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. b. (2) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dipimpin oleh Kepala Badan.BAB XI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN Bagian Pertama Kedudukan.VALID).BA PSDM PHB (FINAL . c. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Pasal 747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi pengembangan sumber Perhubungan. Pasal 746 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan.

VALID). d.BA PSDM PHB (FINAL . dan e. Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Pasal 750 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 749. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara.rtf 298 . b.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 748 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan terdiri atas: a. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. c. penyiapan penyusunan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia perhubungan. Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Pasal 749 Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. 08 OTK KEMENHUB 2010 .

BA PSDM PHB (FINAL . 08 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Keuangan. penyuluhan dan sosialisasi. pedoman. c. f. penyiapan koordinasi rencana. dan prosedur pengembangan sumber daya manusia perhubungan. Bagian Umum. penyiapan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan. penyiapan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.b. Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan terdiri atas: a. serta pelayanan informasi publik. tata laksana dan reformasi birokrasi. penyiapan pembinaan organisasi. i. h.rtf 299 . dan d. penyiapan pembinaan administrasi kepegawaian Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. kerumahtanggaan. kriteria. b. Bagian Perencanaan. penyiapan penyusunan standar.VALID). norma. Bagian Kepegawaian. anggaran dan target kinerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. kehumasan dan keprotokolan. tata usaha. serta pelaporan kinerja organisasi. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. d. program kerja. bantuan dan pertimbangan hukum. dan penyiapan penyusunan hasil analisis dan evaluasi. e. serta kerjasama. Pasal 751 c. g.

pelaksanaan analisis dan evaluasi serta pelaporan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. informasi.Pasal 752 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan program kerja anggaran. 08 OTK KEMENHUB 2010 . pengelolaan data dan informasi. g. penyiapan bahan penyusunan indikator dan target kinerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. f. d.VALID). perumusan kinerja. laporan yang terkait dengan Aksi Pencegahan Korupsi. b. rapat koordinasi tingkat menteri. dan h. penyiapan bahan pelaksanaan pertemuan dengan lembaga tinggi dan tertinggi negara.rtf 300 . laporan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan analisis dan evaluasi serta pelaporan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. rapat tingkat Kementerian Perhubungan. Pasal 753 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752. dan statistik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia perhubungan.BA PSDM PHB (FINAL . dan rapat intern Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program pengembangan sumber daya manusia perhubungan. penyiapan bahan dan pengelolaan data. penyiapan bahan penyusunan laporan tahunan. penyiapan bahan penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. e. c. Kolusi dan Nepotisme dan laporan lainnya terkait dengan pelaksanaan kegiatan perencanaan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.

statistik. indikator dan target kinerja pengembangan sumber daya manusia perhubungan. Pasal 755 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program. serta penyusunan laporan tahunan.rtf 301 . Subbagian Analisis dan Evaluasi. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Program. Pasal 756 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan administrasi kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.VALID). penyiapan bahan penyusunan perencanaan kepegawaian dan basis data kepegawaian.BA PSDM PHB (FINAL . Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan evaluasi kinerja. serta rapat koordinasi. pelaksanaan pertemuan dengan lembaga tinggi dan tertinggi negara. Pasal 757 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756. Kolusi dan Nepotisme dan laporan lainnya terkait dengan pelaksanaan kegiatan perencanaan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan data dan informasi. b. Subbagian Rencana.Pasal 754 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. dan c. (2) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia perhubungan. laporan yang terkait dengan Aksi Pencegahan Korupsi. serta penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah. laporan akuntabilitas kinerja.

penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan kesejahteraan pegawai.rtf 302 . j.b. dan c. fungsional tertentu dan jabatan fungsional umum. k. b. d. penyiapan bahan pelaksanaan pensiun pegawai. i. h. penyiapan bahan pelaksanaan pembangunan karakter dan kesamaptaan pegawai. Pasal 758 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. 08 OTK KEMENHUB 2010 . f. Subbagian Pengembangan Pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan disiplin pegawai. beasiswa. penyiapan bahan pelaksanaan mutasi pegawai Badan Pengembangan SDM Perhubungan. Subbagian Perencanaan Kepegawaian. c. dan pemberian bantuan biaya pendidikan di dalam dan luar negeri. penyiapan bahan pelaksanaan assesmen pegawai serta pelaksanaan pembinaan jabatan struktural. penyiapan bahan pelaksanaan penerimaan pegawai Badan Pengembangan SDM Perhubungan. penyiapan bahan pelaksanaan sistem penerimaan terpusat calon taruna pendidikan dan pelatihan perhubungan dan penyelenggaraan wisuda terpadu. penyiapan bahan pelaksanaan pengangkatan dan penempatan pegawai. g. dan l.BA PSDM PHB (FINAL . e. penyiapan bahan administrasi pelaksanaan tugas belajar.VALID). Subbagian Mutasi dan Disiplin. penyiapan bahan pelaksanaan pengembangan pegawai.

penyiapan bahan usulan pengelola anggaran. penyiapan bahan penyusunan rencana pelaksanaan anggaran. kenaikan gaji berkala dan inpassing. penyiapan bahan usulan revisi anggaran. pemutakhiran basis data pegawai serta penerimaan calon taruna dan wisuda secara terpusat. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program pengembangan pegawai. penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan anggaran dan realisasi.VALID). penempatan. c. Pasal 760 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan anggaran. beasiswa dan bantuan biaya pendidikan. (3) Subbagian Mutasi dan Disiplin mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pola pembinaan karir pegawai. pengelolaan akuntansi keuangan dan barang milik negara serta pengelolaan tindak lanjut hasil temuan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. pelaksanaan ujian dinas dan penyesuaian ijazah. perbendaharaan. pembangunan karakter dan kesamaptaan aparatur. serta jabatan umum. d. serta pembinaan disiplin dan pensiun pegawai.Pasal 759 (1) Subbagian Perencanaan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan kepegawaian/ man power planning. detasering dan assesmen pegawai.BA PSDM PHB (FINAL . administrasi penetapan angka kredit. jabatan fungsional tertentu dan umum. Pasal 761 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760. widyaiswara dan instruktur. cuti. dosen. penyelenggaraan pembinaan kesejahteraan pegawai.rtf 303 . pembinaan jabatan struktural. urusan mutasi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penerimaan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . b. pemberian tugas belajar. pengangkatan.

k. penyiapan bahan pelaksanaan anggaran pada Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. g. penyiapan bahan pelaporan pelaksanaan anggaran. pengumpulan data dukung dan evaluasi terkait dengan laporan hasil audit. Pasal 762 Bagian Keuangan terdiri atas: a. dan c. penyiapan bahan pelaksanaan hasil audit internal dan eksternal. dan hasil prakualifikasi dan m. h. penyiapan bahan penetapan pemenang lelang. b. j. Subbagian Akuntansi Keuangan dan Perbendaharaan.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan Badan Layanan Umum (BLU). penyiapan bahan tanggapan/ jawaban terhadap sanggah banding. penyiapan bahan pelaporan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN). Pasal 763 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (TL-LHP) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana pelaksanaan anggaran. pelelangan serta sanggah banding. 08 OTK KEMENHUB 2010 . i. l. penyiapan bahan penyusunan tarif dan rencana target Penerimaan Negara Bukan Pajak non BLU.BA PSDM PHB (FINAL . Subbagian Administrasi dan Pengelola Barang Milik Negara.e. penyiapan bahan pelaporan Sistem Akuntansi Keuangan Pengguna Anggaran (SAKPA).rtf 304 . f. pembinaan BLU/PNBP. Subbagian Pelaksanaan Anggaran dan TL-LHP. usulan revisi anggaran.

pelaporan Sistem Akuntansi Keuangan Pengguna Anggaran (SAKPA).VALID). kerjasama. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan dan pemeliharaan fasilitas kantor.BA PSDM PHB (FINAL . pengelolaan organisasi. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan serta pemeliharaan fasilitas kesejahteraan pegawai. b. tata laksana dan reformasi birokrasi. penyelenggaraan rapat kedinasan. d. (3) Subbagian Administrasi dan Pengelola Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan barang milik negara dan pelaporan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN). pemantauan anggaran dan realisasi daya serap. kerumahtanggaan dan urusan dalam. c. penyiapan bahan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 764 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan tata usaha.rtf 305 . urusan perjalanan dinas.(2) Subbagian Akuntansi Keuangan dan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. penyuluhan dan sosialisasi serta pelayanan informasi publik di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyiapan bahan perumusan perjanjian nasional dan internasional yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pengelolaan perpustakaan. usulan pengelola anggaran dan pembayaran pengeluaran serta pelaporan keuangan. penyiapan bahan pengelolaan urusan dalam. Pasal 765 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 764. keprotokolan. pelaksanaan bantuan hukum dan penyusunan pertimbangan hukum. pelaksanaan kehumasan. 08 OTK KEMENHUB 2010 .

penyiapan bahan publikasi dan promosi serta kehumasan. pengelolaan urusan dalam. penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana. tugas pengelolaan penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan/ penyuluhan/ sosialisasi pada UPT di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.BA PSDM PHB (FINAL . f. k. l. penyiapan bahan pelaksanaan penelaahan dan rumusan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang pengembangan sumber daya manusia perhubungan. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama dengan instansi/ lembaga baik di dalam maupun di luar negeri yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia perhubungan. Subbagian Hukum dan Kerjasama.e. h. pengadaan dan pemeliharaan fasilitas. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Organisasi dan Tata Laksana Pasal 767 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatausahaan. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. dan m. dan usulan ratifikasi konvensi internasional terkait pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan. penyiapan bahan pelaksanaan perpustakaan dan keprotokolan. penyiapan bahan pelayanan informasi publik. penyiapan bahan penataan reformasi birokrasi. penelaahan. dan c. b. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan koordinasi. pengadaan kebutuhan kantor.VALID).rtf 306 . Pasal 766 Bagian Umum terdiri atas: a. perjalanan dinas. i. rapat kedinasan. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga. g. j. pengelolaan perpustakaan dan keprotokolan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.

c. promosi. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. didaktik. serta rancangan perjanjian nasional dan internasional dalam rangka kerja sama dengan instansi/ lembaga baik di dalam maupun di luar negeri yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia perhubungan. dan pelayanan informasi publik.(2) Subbagian Hukum dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. silabus.rtf 307 . penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum.BA PSDM PHB (FINAL . publikasi. alat pengajaran. 08 OTK KEMENHUB 2010 . serta penyuluhan dan sosialisasi di bidang pengembangan sumber daya manusia perhubungan. rancangan rumusan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. rancangan ratifikasi konvensi internasional. b. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana. metodik. reformasi birokrasi. penelaahan.VALID). kehumasan. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat Pasal 768 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. Pasal 769 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768. penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian.

analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. kerumahtanggaan. instruktur. penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan pelaksanaan pemantauan. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Barang Milik Negara (BMN). f. g. i.d. pelayanan informasi publik. k. dan l. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. keuangan. j. pengelolaan data dan informasi.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian. h. kehumasan. e. kepegawaian. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat.VALID). 08 OTK KEMENHUB 2010 . widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian.rtf 308 . penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. hukum. perpustakaan.

d. c. Bidang Pelatihan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . standarisasi dan akreditasi. program dan anggaran pendidikan. Pasal 771 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana. Bagian Umum. alat pengajaran. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. metodik. Pasal 772 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 771. b. Bidang Pendidikan. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum.Pasal 770 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat terdiri atas: a. silabus.VALID). dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. pelaksanaan penyuluhan. pemantauan. dan c. sertifikasi. didaktik. kerjasama. b. e. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. rencana kebutuhan SDM.BA PSDM PHB (FINAL . Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. pembinaan lembaga pendidikan.rtf 309 .

pembinaan lembaga pendidikan. i. dan b. analisis. penyuluhan serta pelaksanaan pemantauan. Subbidang Standarisasi Pendidikan. h. kerjasama. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. Pasal 774 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. (2) Subbidang Standarisasi Pendidikan. Subbidang Program Pendidikan. instruktur. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian. evaluasi dan pelaporan. g.rtf 310 . k. Pasal 773 Bidang Pendidikan terdiri atas: a.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian.f. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. rencana kebutuhan SDM.BA PSDM PHB (FINAL . widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. dan j. serta pembinaan sertifikasi. program dan anggaran pendidikan.

Pasal 776 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 775. c. didaktik. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur. b. kerjasama. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. d.Pasal 775 Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pelatihan. e. rencana kebutuhan SDM. metodik. pelaksanaan penyuluhan. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/ man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. f.rtf 311 . silabus. pembinaan lembaga pelatihan. sertifikasi. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. serta pemantauan. widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. alat pengajaran. standarisasi dan akreditasi.VALID). g. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat.

08 OTK KEMENHUB 2010 . mengkoordinasikan rencana. penyuluhan serta pelaksanaan pemantauan. rencana kebutuhan SDM. program dan anggaran pelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan. pelayanan informasi publik. penyiapan bahan pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. Pasal 779 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. keuangan. kehumasan. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. Subbidang Program Pelatihan. Subbidang Standarisasi Pelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian.rtf 312 . pengelolaan data dan informasi. serta pembinaan sertifikasi. Barang Milik Negara (BMN). hukum. Pasal 777 Bidang Pelatihan terdiri atas: a.VALID). i. kepegawaian. analisis. kerumahtanggaan. pembinaan lembaga pelatihan. dan anggaran. perpustakaan. kerjasama.BA PSDM PHB (FINAL . (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan. program. Pasal 778 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.h. dan j. k. dan b. dan pelaporan. evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian.

BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). penyiapan bahan perpustakaan.rtf 313 . dan Tata Usaha. dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan analisis. pertimbangan dan bantuan hukum. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penetapan. hukum.Pasal 780 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 779.VALID). dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. dan i. c. pengkoordinasian rencana. dan anggaran. program. kehumasan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan darat dan perkeretaapian. keprotokolan. Barang Milik Negara (BMN) dan perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. penyiapan bahan penyusunan peraturan. kerumahtanggaan. Subbagian Datin dan Anev. h. pelayanan informasi publik. pelaksanaan kerumahtanggaan dan d. dan anggaran. penyiapan bahan urusan pengelolaan kepegawaian Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. Pasal 781 Bagian Umum terdiri atas: a. penyiapan bahan pengkoordinasian rencana. kepegawaian. f. Pasal 782 (1) Subbagian Perencanaan. dan pelayanan informasi publik. Keuangan. penyiapan bahan pelaksanaan urusan ketatausahaan. program. dan b. e. b. g. Subbagian Perencanaan. Keuangan. evaluasi. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan.

penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. Evaluasi) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan darat dan perkeretaapian. metodik. didaktik.rtf 314 . evaluasi. Bagian Kelima Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut Pasal 783 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan laut. analisis. d. penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan laut. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum. Informasi dan Analisis. silabus.VALID). e. Pasal 784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 783. c. 08 OTK KEMENHUB 2010 .BA PSDM PHB (FINAL . b. alat pengajaran.(2) Subbagian Datin dan Anev (Data. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a.

kerumahtanggaan. pelayanan informasi publik. kehumasan. b. penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. Bidang Pelatihan. k. instruktur. i. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. j. keuangan.rtf 315 . penyiapan pelaksanaan pemantauan. Bidang Pendidikan. h. g. dan c. kepegawaian. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi laut. perpustakaan. analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan laut. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. Pasal 785 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut terdiri atas: a. Barang Milik Negara (BMN). hukum.f. dan l. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. pengelolaan data dan informasi.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut.VALID). Bagian Umum. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut.

widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi laut.BA PSDM PHB (FINAL . dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi laut. pembinaan lembaga pendidikan. g. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut. didaktik. c. alat pengajaran. standarisasi dan akreditasi. kerjasama. Pasal 787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 786. Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 786 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pendidikan. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. e. b. instruktur. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. metodik. f. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut. silabus. sertifikasi. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi laut.rtf 316 . penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut. pelaksanaan penyuluhan. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. d.VALID). pemantauan. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi laut. rencana kebutuhan SDM. h.

standarisasi dan akreditasi. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan laut.rtf 317 . pelaksanaan penyuluhan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . pembinaan lembaga pelatihan. dan pelaporan. Pasal 788 Bidang Pendidikan terdiri atas: a. rencana kebutuhan SDM. penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. Subbidang Standarisasi Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. sertifikasi. program dan anggaran pelatihan. kerjasama. Subbidang Standarisasi Pendidikan. serta pemantauan. kerjasama. dan b. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. dan j. k. program dan anggaran pendidikan. pembinaan lembaga pendidikan. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. Pasal 789 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. rencana kebutuhan SDM. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. Subbidang Program Pendidikan.BA PSDM PHB (FINAL . serta pembinaan sertifikasi.VALID). Pasal 790 (2) Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana.i. dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi laut.

widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi laut. i. dan j. d. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut. silabus. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. penyiapan bahan pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi laut. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut. didaktik. metodik.VALID). 08 OTK KEMENHUB 2010 . g. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. f. h. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi laut. k. c. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. e. alat pengajaran. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan laut. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut.Pasal 791 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a.BA PSDM PHB (FINAL .rtf 318 . b.

evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. Subbidang Standarisasi Pelatihan. kerjasama. penyiapan bahan koordinasi rencana. perpustakaan. pembinaan lembaga pelatihan. serta pembinaan sertifikasi.Pasal 792 Bidang Pelatihan terdiri atas: a. c. dan anggaran. dan anggaran. program dan anggaran pelatihan. Pusat d. program. Pasal 794 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. kehumasan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . dan b. pelayanan informasi publik.VALID). pelaksanaan urusan ketatausahaan. hukum. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. pelaksanaan kerumahtanggaan dan perpustakaan. kepegawaian. (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Barang Milik Negara (BMN). Subbidang Program Pelatihan. keuangan. Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794. b. analisis. rencana kebutuhan SDM. dan pelaporan. Pasal 793 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. kerumahtanggaan. program. pelaksanaan urusan pengelolaan kepegawaian Pengembangan SDM Perhubungan Laut. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan.BA PSDM PHB (FINAL . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program.rtf 319 . mengkoordinasikan rencana. pengelolaan data dan informasi.

keuangan. dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. h. dan anggaran. dan i. mengkoordinasikan rencana. penetapan. dan Tata Usaha. Pasal 797 (1) Subbagian Perencanaan. penetapan. dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut. f. (2) Subbagian Datin dan Anev mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan laut. dan pelayanan informasi publik.BA PSDM PHB (FINAL . kepegawaian. program.e. pertimbangan dan bantuan hukum. pelayanan informasi publik. keprotokolan. Subbagian Perencanaan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi. evaluasi. Keuangan. dan b. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan laut. perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. Pasal 796 Bagian Umum terdiri atas: a. hukum. kehumasan.VALID).rtf 320 . penyiapan bahan penyusunan peraturan. Barang Milik Negara (BMN). penyiapan bahan pelaksanaan analisis. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). kerumahtanggaan. g. Subbagian Datin dan Anev. Keuangan. analisis.

Pasal 799 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. alat pengajaran. didaktik.Bagian Keenam Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara Pasal 798 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara.rtf 321 . penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. silabus. c. 08 OTK KEMENHUB 2010 . f.BA PSDM PHB (FINAL . b.VALID). penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan udara. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara. metodik. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi: a. e. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan udara. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum. d.

penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. pemantauan dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi udara. dan c. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 800 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. j. sertifikasi. Barang Milik Negara (BMN).g. hukum. kerjasama. i.BA PSDM PHB (FINAL . h. rencana kebutuhan SDM. standarisasi dan akreditasi. pelaksanaan penyuluhan.VALID). pembinaan lembaga pendidikan. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. perpustakaan. instruktur. keuangan. penyiapan pelaksanaan pemantauan. pengelolaan data dan informasi. penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi udara. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. kehumasan.rtf 322 . kepegawaian. kerumahtanggaan. Bagian Umum. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara. dan l. Pasal 801 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pendidikan. Bidang Pelatihan. pelayanan informasi publik. k. Bidang Pendidikan. b.

c. g. b. pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara. pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara. pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. instruktur. f. h. Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara.VALID). penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara.BA PSDM PHB (FINAL . dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi udara. i. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi udara. dan j. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara.rtf 323 . penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi udara. 08 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801. pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. d. alat pengajaran. silabus. didaktik. e. metodik.

08 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805. rencana kebutuhan SDM. pembinaan lembaga pendidikan. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. Pasal 804 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. serta pemantauan.VALID). penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. Pasal 805 Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pelatihan. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. standarisasi dan akreditasi. sertifikasi. (2) Subbidang Standarisasi Pendidikan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. dan pelaporan. dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi udara. Subbidang Program Pendidikan.k. Pasal 803 Bidang Pendidikan terdiri atas: a. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan.rtf 324 . kerjasama. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi udara. serta pembinaan sertifikasi. program dan anggaran pendidikan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. pelaksanaan penyuluhan. kerjasama. dan b. rencana kebutuhan SDM.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan bahan pemantauan. Subbidang Standarisasi Pendidikan. pembinaan lembaga pelatihan. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan.

widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi udara.BA PSDM PHB (FINAL .c. pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara. Subbidang Standarisasi Pelatihan.VALID). d. pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur. didaktik. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. f. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. k. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi udara. Pasal 807 Bidang Pelatihan terdiri atas: a. silabus. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara. pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. penyiapan bahan pemantauan. dan b. pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara. 08 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. dan j. e. metodik. g. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. h. alat pengajaran. Subbidang Program Pelatihan. i.rtf 325 .

kepegawaian. dan anggaran. (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan urusan pengelolaan kepegawaian Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara.VALID). pembinaan lembaga pelatihan. penyiapan bahan koordinasi rencana. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). dan anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. program. e. dan pelayanan informasi publik. serta pembinaan sertifikasi.BA PSDM PHB (FINAL . analisis. kerjasama. program. g. hukum. b. Barang Milik Negara (BMN). f. pelaksanaan kerumahtanggaan dan perpustakaan. d. dan pelaporan. c. keprotokolan.rtf 326 . evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. pengelolaan data dan informasi. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 810 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 809. pertimbangan dan bantuan hukum. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. rencana kebutuhan SDM. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan. keuangan.Pasal 808 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan penyusunan peraturan. program dan anggaran pelatihan. pelayanan informasi publik. kehumasan. kerumahtanggaan. perpustakaan. Pasal 809 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. mengkoordinasikan rencana.

keuangan. Keuangan. dan i. 08 OTK KEMENHUB 2010 . analisis. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan udara. Pasal 812 (1) Subbagian Perencanaan.BA PSDM PHB (FINAL . perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. evaluasi. dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. Subbagian Datin dan Anev. dan anggaran. penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. Barang Milik Negara (BMN). Keuangan. mengkoordinasikan rencana. program. evaluasi. penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara. (2) Subbagian Datin dan Anev mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan udara.h. dan b. Bagian Ketujuh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan Pasal 813 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan. kerumahtanggaan. pelayanan informasi publik.rtf 327 . penyiapan bahan pelaksanaan analisis.VALID). kepegawaian. Subbagian Perencanaan. Pasal 811 Bagian Umum terdiri atas: a. kehumasan. hukum. dan Tata Usaha.

Pasal 814 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 813, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen sumber daya manusia aparatur perhubungan;

b. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; c. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan;

d. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; e. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia /man power planning aparatur perhubungan; pelaksanaan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, pengelolaan data dan informasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan;

f.

g. penyiapan pelaksanaan pembinaan widyaiswara dan tenaga manajemen di satuan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; h. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi sumber daya manusia bersama instansi pembina; i. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia aparatur perhubungan;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

328

j.

penyiapan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan; dan

k. penyiapan pelaksanaan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan untuk manajemen sumber daya manusia aparatur perhubungan. Pasal 815 Pusat Pengembangan Sumber Perhubungan terdiri atas: a. Bidang Perencanaan; Daya Manusia Aparatur

b. Bidang Penyelenggaraan; c. Bidang Sarana dan Prasarana; dan

d. Bagian Umum. Pasal 816 Bidang Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen serta rencana kebutuhan SDM aparatur perhubungan, rencana program dan anggaran, standarisasi, serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 817 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 816, Bidang Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan penetapan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning aparatur perhubungan; c. penyiapan bahan penyusunan rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

329

d. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; dan e. penyiapan bahan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 818 Bidang Perencanaan terdiri atas: a. Subbidang Program; dan

b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 819 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen serta rencana kebutuhan sumber daya manusia aparatur perhubungan, rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen, penyusunan standar kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 820 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, kerjasama, pembinaan lembaga pendidikan dan pelatihan, pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen, sertifikasi, dan penyuluhan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

330

Pasal 821 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820, Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; c. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

d. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen; e. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi bersama instansi pembina; dan penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada aparatur perhubungan. Pasal 822 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas: a. Subbidang Diklat Prajabatan dan Dalam Jabatan; dan

f.

b. Subbidang Diklat Teknis Manajerial.

Pasal 823 (1) Subbidang Diklat Prajabatan dan Dalam Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan prajabatan dan dalam jabatan, pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan prajabatan dan dalam jabatan, pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen pendidikan dan pelatihan aparatur perhubungan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

331

(2) Subbidang Diklat Teknis Manajerial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, kerjasama pendidikan dan pelatihan teknis manajerial, pembinaan lembaga pendidikan dan pelatihan dan widyaiswara, instruktur serta tenaga manajemen, sertifikasi, dan penyuluhan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 824 Bidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan sarana dan prasarana, pengelolaan sarana dan prasarana serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824, Bidang Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan penyusunan analisis kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; c. penyiapan bahan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan;

d. penyiapan bahan pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; dan e. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan administrasi Barang Milik Negara (BMN).

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

332

Pasal 826 Bidang Sarana dan Prasarana terdiri atas: a. Subbidang Sarana; dan

b. Subbidang Prasarana. Pasal 827 (1) Subbidang Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan sarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan, pengelolaan administrasi sarana dan pemantauan, evaluasi dan pelaporan sarana pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Prasarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan, pengelolaan administrasi prasarana dan pemantauan, evaluasi dan pelaporan prasarana pendidikan dan pelatihan. Pasal 828 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, dan pelaporan kinerja serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 829 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan ketatausahaan, kerumahtanggaan dan perpustakaan;

b. penyiapan bahan urusan pengelolaan kepegawaian; c. penyiapan bahan penyusunan peraturan, pertimbangan dan bantuan hukum;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

333

d. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan, keprotokolan, dan pelayanan informasi publik; e. f. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN); penyiapan bahan informasi; dan pelaksanaan pengelolaan data dan

g. penyiapan bahan pelaksanaan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 830 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; dan

b. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 831 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 832 (1) Pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan Kementerian Perhubungan dapat dibentuk beberapa unit penunjang sebagai unit non struktural guna menunjang pelaksanaan kegiatan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. (2) Setiap Unit Penunjang dipimpin oleh seorang Kepala Unit yang diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

334

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 833 Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 834 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya, khusus untuk Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan termasuk jabatan fungsional widyaiswara dan instruktur, yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok jabatan fungsional, dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan / ditunjuk oleh Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dan masing-masing Kepala Pusat. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

335

dan Staf Ahli Bidang Perhubungan. Staf Ahli Bidang Perhubungan. e. Teknologi dan Energi (3) (4) c.VALID). Badan. Ekonomi dan Kemitraan d. Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administratif berada di bawah Sekretaris Jenderal dan sehari-hari dibina oleh Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan pada Biro Umum. Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan. Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah tertentu sesuai dengan bidang keahliannya. Direktorat Jenderal. Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. b. dan Inspektorat Jenderal. Staf Ahli Bidang Multimoda dan Kesisteman Perhubungan.SAHLI (FINAL .BAB XII STAF AHLI Pasal 835 (1) (2) Menteri Perhubungan dibantu oleh 5 (lima) Staf Ahli.rtf 336 . 09 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 836 (1) Staf Ahli terdiri atas: a.

VALID). Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kemitraan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah ekonomi dan kemitraan perhubungan.rtf 337 .SAHLI (FINAL . (2) (3) (4) (5) 09 OTK KEMENHUB 2010 . Staf Ahli Bidang Multimoda dan Kesisteman Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah multimoda dan kesisteman perhubungan. Staf Ahli Bidang Teknologi dan Energi Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah teknologi dan energi perhubungan. Pasal 837 (1) Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah lingkungan perhubungan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal.(2) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah regulasi dan keselamatan perhubungan.

rtf 338 . 10 OTK KEMENHUB 2010 . Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh seorang Kepala. d. pengkajian dan penelaahan kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan dan pemantauan kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan.BAB XIII PUSAT DATA DAN INFORMASI Pasal 838 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal. data.PUSDATIN (FINAL . Pasal 839 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. dan penginventarisasian kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 840 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839. penyiapan perumusan. penyiapan pembinaan dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. serta Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan pembinaan. pengendalian dan pengelolaan sistem informasi. penyiapan penyusunan rencana. e. program kerja dan anggaran di lingkungan Pusat Data dan Informasi. f. penyiapan koordinasi dan pengendalian kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan evaluasi. pemeliharaan.VALID). b. (2) c.

perangkat keras. Pasal 843 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 842. pengkajian dan penelaahan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. Pasal 842 Bidang Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan.VALID). dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. program aplikasi. dan pelaksanaan urusan keuangan. program kerja dan anggaran pembangunan dan pengembangan sistem informasi. yang meliputi perangkat lunak. dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data. penyiapan bahan penyusunan rencana. c. rumah tangga. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan.g.rtf 339 . dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan perumusan. Pusat Data dan Informasi terdiri atas: a. program aplikasi. kearsipan. Bidang Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. d. perangkat keras. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. Bidang Data. kepegawaian. program aplikasi. Bidang Sistem Informasi. pengendalian dan pengelolaan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. perangkat keras. yang meliputi perangkat lunak. perlengkapan. b.PUSDATIN (FINAL . yang meliputi perangkat lunak. persuratan. penyiapan pengelolaan administrasi dan penilaian angka kredit (PAK) Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 841 h. 10 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Tata Usaha.

pemeliharaan. penyiapan bahan evaluasi. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. yang meliputi perangkat lunak. e. penyelenggaraan. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pembangunan dan pengembangan perangkat lunak dan program aplikasi dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan jabatan fungsional pranata komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan. yang meliputi perangkat lunak. serta koordinasi pembinaan. dan pemantauan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. dan penginventarisasian kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. dan evaluasi pembangunan dan pengembangan perangkat lunak dan program aplikasi. dan pengendalian kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. program aplikasi. perangkat keras. yang meliputi perangkat lunak. program aplikasi. Subbidang Perangkat Lunak dan Program Aplikasi. f. perangkat keras. Pasal 845 (1) Subbidang Perangkat Lunak dan Program Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. program kerja dan anggaran. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. perangkat keras. penyelenggaraan. g. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. program aplikasi.rtf 340 .VALID). b. penyiapan bahan pembinaan. dan Subbidang Perangkat Keras dan Infrastruktur Jaringan. Pasal 844 d. dan penyiapan bahan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan. 10 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan koordinasi.c. yang meliputi perangkat lunak. Bidang Sistem Informasi terdiri atas: a. penyiapan bahan pembinaan sumber daya manusia melalui bimbingan teknis (bintek) dan bantuan teknis (bantek) di bidang pembangunan dan pengembangan sistem informasi. program aplikasi. pengelolaan. perangkat keras.PUSDATIN (FINAL .

yang meliputi pengintegrasian. analisis data dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan.PUSDATIN (FINAL . program kerja dan anggaran pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. yang meliputi pengintegrasian data. yang meliputi pengintegrasian. program kerja dan anggaran. pengelolaan dan pemantauan kegiatan pengelolaan data. analisis. analisis.rtf 341 . dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. c. Pasal 847 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 846. Bidang Data menyelenggarakan fungsi: a. analisis. analisis. e.(2) Subbidang Perangkat Keras dan Infrastruktur Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan koordinasi. dan penginventarisasian kegiatan pengelolaan data. Pasal 846 Bidang Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. pengolahan. pengolahan data. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. pengolahan. penyiapan bahan perumusan. pengendalian dan pengelolaan data. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyelenggaraan. penyusunan rencana. penyiapan bahan evaluasi. pemeliharaan. pengolahan. yang meliputi pengintegrasian.VALID). yang meliputi pengintegrasian. dan pengendalian kegiatan pengelolaan data. dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pembangunan dan pengembangan perangkat keras dan infrastruktur jaringan. b. serta koordinasi pembinaan. 10 OTK KEMENHUB 2010 . pengolahan. penyelenggaraan. d. penyiapan bahan pembinaan. pengkajian dan penelaahan kegiatan pengelolaan data. dan evaluasi pembangunan dan pengembangan perangkat keras dan infrastruktur jaringan.

(2) 10 OTK KEMENHUB 2010 .VALID).PUSDATIN (FINAL . program kerja dan anggaran. Pasal 848 g. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang penyajian dan evaluasi data dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan Pasal 850 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. program dan anggaran. dan pengelolaan administrasi barang milik negara Pusat Data dan Informasi. serta koordinasi pembinaan. serta koordinasi pembinaan. dan penyiapan bahan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. rumah tangga. b. program kerja dan anggaran. kearsipan. Bidang Data terdiri atas: a. dan evaluasi kegiatan pengintegrasian dan pengolahan data. analisis. serta urusan keuangan.f. Subbidang Penyajian dan Evaluasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 849 (1) Subbidang Pengintegrasian dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. yang meliputi pengintegrasian. dan Subbidang Analisis dan Evaluasi Data. dan evaluasi kegiatan penyajian dan evaluasi data. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyelenggaraan. penyelenggaraan.rtf 342 . kepegawaian. penyiapan bahan pembinaan sumber daya manusia melalui bimbingan teknis (bimtek) dan bantuan teknis (bantek) di bidang pengelolaan data. pengolahan. Subbidang Pengintegrasian dan Pengolahan Data. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pengintegrasian dan pengolahan data dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. persuratan. perlengkapan.

pelaksanaan urusan rencana. serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Data dan Informasi. b. Subbagian Keuangan. program kerja. penyiapan bahan administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 853 (1) Subbagian Rencana. b. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum. dan anggaran. Subbagian Rencana. e. perlengkapan.VALID). dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Data dan Informasi. c. f. Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Program dan Evaluasi. program dan evaluasi di lingkungan Pusat Data dan Informasi.Pasal 851 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 850. 10 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 343 . c. pelaksanaan urusan keuangan di lingkungan Pusat Data dan Informasi. dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data dan Informasi. d. program dan anggaran Pusat Data dan Informasi. pelaksanaan urusan kepegawaian dan penataan organisasi dan tata laksana urusan persuratan. rumah tangga. Pasal 852 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana.PUSDATIN (FINAL . kearsipan.

Pasal 854 (3) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta urusan administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan sejumlah jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Masing-masing kelompok jabatan fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi. (2) (3) (4) 10 OTK KEMENHUB 2010 . Statistisi. persuratan.(2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data dan Informasi.VALID). Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. dan tata laksana.PUSDATIN (FINAL . organisasi. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.rtf 344 . Pasal 855 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Pranata Komputer. kearsipan dan rumah tangga di lingkungan Pusat Data dan Informasi.

penyiapan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. penyiapan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. penyiapan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. e. Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. c.PKKPJT (FINAL . program kerja. penyiapan penyusunan rencana. (2) b. penyiapan koordinasi terkait kajian. 11 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 857 Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi.rtf 345 .BAB XIV PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI Pasal 856 (1) Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal.VALID). Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi dipimpin oleh seorang Kepala. d. pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. dan anggaran penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi.

rtf 346 . b. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup sektor transportasi. dan Bagian Tata Usaha. penyiapan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. dan ketatausahaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. b. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda.f. c. kerumahtanggaan. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. kepegawaian. Pasal 861 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860. 11 OTK KEMENHUB 2010 . Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a.PKKPJT (FINAL . Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi terdiri atas: a. d. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara. Pasal 860 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. dan pelaksanaan urusan keuangan.VALID). Pasal 859 g. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian. penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian.

VALID). penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi darat dan perkeretaapian. e.c. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a. f. Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. dan Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian. penyusunan laporan. pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. b. Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 862 d. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. penyusunan laporan. Pasal 863 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. pelaksanaan kajian. pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. pelaksanaan kajian. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan koordinasi terkait kajian.rtf 347 .PKKPJT (FINAL . dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan.

f.VALID). Pasal 865 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 864.rtf 348 . 11 OTK KEMENHUB 2010 . c. penyiapan bahan koordinasi terkait kajian. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. e. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. b. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. d. penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda.PKKPJT (FINAL .Pasal 864 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda.

VALID). pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. penyusunan laporan.Pasal 866 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda terdiri atas: a. pelaksanaan kajian. pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. pelaksanaan kajian. Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. penyusunan laporan. (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 . dan Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda.PKKPJT (FINAL . penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. Pasal 869 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 868. b. Pasal 868 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda.rtf 349 . Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 867 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program.

Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. pelaksanaan kajian. pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan laporan. penyusunan laporan.PKKPJT (FINAL . f. pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi.b. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi udara.rtf 350 . e. b. lingkungan hidup transportasi udara.VALID). penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi udara. dan Subbidang kajian Pelayanan Jasa Transportasi Udara. pelaksanaan kajian. d. penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara terdiri atas: a. dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. Pasal 871 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. penyiapan bahan koordinasi terkait kajian. Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Udara. Pasal 870 c.

b. perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. Pasal 875 (1) Subbagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. program kerja. persuratan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rencana. 11 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan kepegawaian. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum. anggaran.PKKPJT (FINAL . dan pelaporan. serta urusan keuangan. c. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. organisasi. kearsipan. kepegawaian.VALID).rtf 351 .Pasal 872 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. persuratan. program kerja. b. Pasal 874 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Pasal 873 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 872. tata laksana. program kerja dan anggaran di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. d. serta pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. anggaran. penyiapan bahan pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. Subbagian Perencanaan dan Keuangan. evaluasi dan pelaporan. kearsipan.

rtf 352 . Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Masing-masing kelompok jabatan fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. serta persuratan. Pasal 876 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.VALID). organisasi. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). perlengkapan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.PKKPJT (FINAL . dan rumah tangga di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi.(2) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. (2) (3) (4) 11 OTK KEMENHUB 2010 . kearsipan. diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. dan tata laksana. Pasal 877 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.

PKP (FINAL . publikasi serta edukasi publik tentang kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan. (2) b. Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh seorang Kepala. d. strategi dan program yang telah diputuskan Menteri atau disepakati jajaran pimpinan di lingkungan Kementerian Perhubungan serta memberikan penjelasan atau merespon masalah/isu publik. dan isu strategis sektor transportasi. Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 879 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan komunikasi publik secara langsung dan/atau melalui media. juru bicara Kementerian Perhubungan untuk penyampaian kebijakan publik. c.VALID). 12 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 353 . penyiapan pengelolaan berita. Pasal 880 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879. penyelenggaraan pelayanan informasi dan dokumentasi. penyiapan pembinaan kegiatan komunikasi publik Kementerian Perhubungan secara langsung dan melalui media.BAB XV PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK Pasal 878 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal. pengelolaan opini publik dan isu strategis sektor transportasi. penyiapan perumusan kebijakan komunikasi publik di lingkungan Kementerian Perhubungan. opini publik.

l. dan pelaksanaan urusan keuangan. 12 OTK KEMENHUB 2010 . b. Pusat Komunikasi Publik terdiri atas: a. penyiapan koordinasi penyelenggaraan publikasi.e. penyiapan koordinasi penyelenggaraan komunikasi publik antara pimpinan Kementerian Perhubungan dengan media massa.rtf 354 . penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. d.VALID). h. dan umum di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. i. penyiapan koordinasi penyelenggaraan pemberitaan dan penyebaran informasi sektor transportasi. j. Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi. dokumentasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. Bagian Tata Usaha. Pasal 881 f. k. penyiapan pembinaan dan pemeliharaan jejaring komunikasi publik internal dan eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan. Bidang Media Massa dan Opini Publik. dan edukasi publik tentang kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan serta pengelolaan pengaduan masyarakat di lingkungan. g. kepegawaian. penyiapan pembinaan penyelenggaraan komunikasi publik/kegiatan kehumasan dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Humas di Kementerian Perhubungan.PKP (FINAL . penyiapan pembinaan pelaksana komunikasi publik/kegiatan humas di lingkungan Kementerian Perhubungan.

penyiapan bahan rumusan kebijakan komunikasi publik. penyiapan bahan pengelolaan kecenderungan berita yang bersumber dari media massa cetak. b. Subbidang Media Massa. dan pelaksanaan pengelolaan bahan tanggapan dan sanggahan berita media massa. e. 12 OTK KEMENHUB 2010 .PKP (FINAL . penyiapan bahan transportasi. c. analisis dan evaluasi dalam rangka penyerapan persepsi publik sektor transportasi. h. f. d.rtf 355 .VALID). penyiapan bahan pelaksanaan komunikasi pemberitaan sektor transportasi melalui media massa. Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882. Bidang Media Massa dan Opini Publik menyelenggarakan fungsi: a. i. dan Subbidang Analisis Berita dan Pengelolaan Opini.Pasal 882 Bidang Media Massa dan Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan komunikasi publik sektor transportasi melalui media massa dan pengelolaan berita. pengelolaan isu strategis sektor penyiapan bahan pembinaan dan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal. penyiapan bahan pelaksanaan komunikasi publik. penyiapan bahan pengelolaan berita dan opini publik sektor transportasi. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 884 g. b. serta menyiapkan bahan pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan. elektronik dan media online. opini publik. Bidang Media Massa dan Opini Publik terdiri atas: a. dan isu strategis sektor transportasi.

edukasi.VALID). pameran. percetakan. percetakan. 12 OTK KEMENHUB 2010 .PKP (FINAL . penyiapan bahan pelayanan dan penyebaran informasi komunikasi publik sektor transportasi. dan pengelolaan pengaduan masyarakat. dan berbagai bentuk publikasi kebijakan dan kinerja sektor transportasi. penyiapan bahan penerbitan. c. serta pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan. (2) b. Subbidang Analisis Berita dan Pengelolaan Opini mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan berita dan opini publik baik secara langsung maupun yang bersumber dari media massa. Pasal 886 Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan informasi komunikasi publik berbagai kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan edukasi publik mengenai kebijakan sektor transportasi. Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan hubungan serta kegiatan komunikasi berbagai kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan. pengelolaan dokumentasi. d.Pasal 885 (1) Subbidang Media Massa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan komunikasi pemberitaan sektor transportasi melalui media massa.rtf 356 . serta pengelolaan media centre dan isu strategis sektor transportasi. pameran. sosialisasi dan publikasi informasi kebijakan dan kinerja di sektor transportasi. pemeliharaan jaringan komunikasi internal di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 887 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 886. dan penyelenggaraan penerbitan.

rtf 357 . dan penyiapan bahan pengelolaan pengaduan masyarakat. (2) 12 OTK KEMENHUB 2010 . g. serta edukasi publik mengenai kebijakan dan kinerja sektor transportasi. penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi internal Kementerian Perhubungan. b. penghimpunan dan pendokumentasian bahan informasi publik sektor transportasi. penghimpunan dan pengelolaan serta pendokumentasian pemberitaan. pemeliharaan jejaring informasi dan komunikasi internal di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 890 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. dan penyelenggaraan penerbitan. Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi terdiri atas: a. dan pelaporan. informasi komunikasi publik sektor transportasi. pameran. Subbidang Pelayanan Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengolahan.PKP (FINAL . Pasal 888 f. dan umum di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. dan proses penyiapan penanganan pengaduan masyarakat. dan kinerja sektor transportasi. sosialisasi kebijakan. serta urusan keuangan. pencetakan.e. anggaran. Pasal 889 (1) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan komunikasi publik kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan.VALID). dan Subbidang Pelayanan Informasi dan Dokumentasi. Subbidang Publikasi. kepegawaian. penyiapan bahan pengolahan. program kerja.

Pasal 892 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. kearsipan. program kerja. dan pelaksanaan urusan persuratan. e. d. Pasal 893 (1) Subbagian Rencana. pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. Program. Subbagian Rencana. serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. dan Evaluasi. pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan bahan penyusunan rencana. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. b.rtf 358 . dan anggaran di lingkungan Pusat Komunikasi Publik.PKP (FINAL . Subbagian Keuangan. Program. dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. (2) 12 OTK KEMENHUB 2010 . serta penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Pusat Komunikasi Publik.VALID). c. dan anggaran. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum. c. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. f. penyiapan bahan administrasi Jabatan Fungsional Pranata Humas di lingkungan Kementerian Perhubungan. b.Pasal 891 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 890. program kerja. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

VALID). dan rumah tangga di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 895 (1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 894. Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 894 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. (2) (3) (4) 12 OTK KEMENHUB 2010 .PKP (FINAL . serta administrasi Jabatan Fungsional Pranata Humas di lingkungan Kementerian Perhubungan. kearsipan. persuratan. terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang tugas keahliannya berdasarkan peraturan perundang-undangan.(3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepegawaian.rtf 359 . tata laksana. organisasi.

integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan masingmasing maupun antara satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan serta instansi lain sesuai dengan tugas masing-masing.VALID) TTD. Pasal 898 Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Perhubungan yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan Menteri ini.LAIN (FINAL . 13 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 360 . tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan peraturan yang baru berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. BAB XVII TATA KERJA Pasal 899 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan wajib menerapkan prinsip koordinasi.UPT .ESELON .BAB XVI UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 896 Di lingkungan Kementerian Perhubungan dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksanaan tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis penunjang Kementerian Perhubungan sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan peraturan perundangundangan. susunan organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 896 ditetapkan dengan Peraturan Menteri Perhubungan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. Pasal 897 Pembentukan.

VALID) TTD. Kepala Direktorat.rtf 361 . Kepala Pusat. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Direktur Jenderal.ESELON . Sekretaris Direktorat Jenderal. dan Kepala Biro Perencanaan.Pasal 900 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib menerapkan sistem pengendalian intern di lingkungan masing-masing yang memungkinkan terlaksananya mekanisme uji silang. Direktorat Jenderal. dan Kepala Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 904 Para Kepala Biro. dan Sekretaris Badan menyusun laporan berkala kepada Sekretariat Jenderal. Pasal 901 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan pengarahan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Pasal 905 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai dengan lingkup kewenangan masing-masing. dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.UPT . Pasal 903 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahannya wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut. 13 OTK KEMENHUB 2010 .LAIN (FINAL . Pasal 902 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasannya masingmasing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. secara hirarkhi menyampaikan laporan kepada Sekretaris Jenderal.

Kepala Bidang. Sekretaris Jenderal. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 908 (1) Wakil Menteri.a. Direktur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Subbidang. dan Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon IV. dan Sekretaris Inspektorat Jenderal adalah jabatan struktural eselon II. Inspektur.a. Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Bagian.a. Kepala Subbagian.a.UPT .a. dan Kepala Subdirektorat adalah jabatan struktural eselon III. Sekretaris Direktorat Jenderal. BAB XVIII ESELON. Inspektur Jenderal. Sekretaris Badan. Kepala Pusat.Pasal 906 Dalam melaksanakan tugas. Direktur. Pasal 907 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi bawahannya dan dalam rangka memberikan bimbingan kepada bawahannya masingmasing wajib mengadakan rapat berkala. (2) (3) (4) (5) 13 OTK KEMENHUB 2010 .a yang dialihtugaskan pada jabatan Staf Ahli tetap diberikan Eselon I.LAIN (FINAL .ESELON .rtf 362 . setiap pimpinan satuan organisasi wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan organisasi di bawahnya.b. Kepala Biro. Pasal 909 Pejabat struktural Eselon I.VALID) TTD.

Pasal 913 Apabila terjadi pemekaran provinsi. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. maka tanggung jawab pengawasan yang dilakukan oleh para Inspektur pada Inspektorat Jenderal tetap berada pada lingkup Inspektur yang membawahkan provinsi semula. Pasal 912 Dalam waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak Peraturan Menteri ini berlaku tiap-tiap pejabat eselon I harus telah menyampaikan usulan rumusan jabatan fungsional umum.rtf 363 . Pusat Data dan Informasi.Pasal 910 (1) Sekretaris Jenderal. satuan hasil kerja. Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Perhubungan.VALID) TTD. waktu capaian hasil kerja jabatan dan peta jabatan kepada Menteri Perhubungan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Perhubungan. (2) (3) BAB XIX KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 911 Jenis jabatan fungsional yang dapat digunakan dan yang dibentuk di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan Pusat Komunikasi Publik ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 13 OTK KEMENHUB 2010 . Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh Pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Perhubungan.UPT . dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Perhubungan. dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Kepala Badan. Inspektur Jenderal.ESELON . Direktur Jenderal. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.LAIN (FINAL . Pusat Kajian Kemitraan Pelayanan Jasa Transportasi. Direktorat Jenderal Perkeretaapian. uraian jenis-jenis kegiatan organisasi.

LAIN (FINAL .Pasal 914 Penyusunan program dan anggaran hingga menjadi Dokumen Pelaksanaan Anggaran berupa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan dilaksanakan oleh Biro Perencanaan dengan melibatkan Biro Keuangan. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 20 Tahun 2008. maka Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 43 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan.VALID) TTD. setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan wajib memberikan akses yang seluas-luasnya kepada Pusat Komunikasi Publik dalam mendapatkan berbagai data dan informasi untuk kepentingan komunikasi publik.ESELON . dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 915 Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan. 364 (2) 13 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 918 Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini.rtf . Pasal 916 Untuk kelancaran pelaksanaan tugas Pusat Komunikasi Publik. dilaksanakan oleh Biro Keuangan dengan melibatkan Biro Perencanaan. Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan evaluasi paling lama 3 (tiga) tahun sejak Peraturan Menteri ini ditetapkan. BAB XX PENUTUP Pasal 917 (1) Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan Menteri ini ditetapkan oleh Menteri Perhubungan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.UPT .

FREDDY NUMBERI SALINAN Peraturan Menteri ini disampaikan kepada : 1.ESELON . Inspektur Jenderal.LAIN (FINAL . Sekretaris Inspektorat Jenderal. 13 OTK KEMENHUB 2010 . Sekretaris Jenderal. Kepala Badan Kepegawaian Negara. 4. para Kepala Badan. para Sekretaris Badan dan para Kepala Pusat di lingkungan Kementerian Perhubungan.Pasal 919 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Menteri Keuangan. Agar setiap orang mengetahuinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 5 Nopember 2010 MENTERI PERHUBUNGAN ttd. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. dan para Staf Ahli di lingkungan Kementerian Perhubungan. 3. para Direktur Jenderal.VALID) TTD.UPT . Para Kepala Biro. 2. 6. 5. para Sekretaris Direktorat Jenderal. memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.rtf 365 . Wakil Menteri Perhubungan. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN .

STAF AHLI MENTERI PERHUBUNGAN WAKIL MENTERI PERHUBUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI PUSAT DATA DAN INFORMASI . Bidang Multimoda dan Kesisteman Phb. 4. Bidang Regulasi dan Keselamatan Phb. 3. Bidang Ekonomi dan Kemitraan Phb. Bidang Lingkungan Phb.1. 2. Bidang Teknologi dan Energi Phb. 5.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL .

DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN ANALISA DAN EVALUASI BAGIAN ORGANISASI DAN TATA AKSANA BAGIAN PERLENGKAPAN BAGIAN KERJASAMA LUAR NEGERI BAGIAN PEMBIAYAAN DAN PERJALANAN .SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI BIRO KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIRO HUKUM DAN KERJASAMA LUAR NEGERI BIRO UMUM BAGIAN RENCANA BAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT. KESEJAHTERAAN. & PENUNJANG BAGIAN PERJANJIAN DAN PERTIMBANGAN HUKUM BAGIAN TU PIMPINAN DAN KEPROTOKOLAN BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN PROGRAM BAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI. UDARA.

BIRO PERENCANAAN BAGIAN RENCANA BAGIAN PROGRAM BAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN BAGIAN ANALISA DAN EVALUASI SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI LAUT DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI LAUT DAN MULTIMODA SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI BAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI. PROGRAM. LAUT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN DATA DAN FORMASI PEGAWAI SUBBAGIAN JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PERAWATAN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN ORGANISASI TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENGADAAN DAN PENGANGKATAN PEGAWAI SUBBAGIAN ANALISIS KEBUTUHAN DIKLAT PEGAWAI SUBBAGIAN DISIPLIN DAN PEMBERHENTIAN PEGAWAI SUBBAGIAN KETATALAKSANAAN DAN PERATURAN KEPEGAWAIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN KARIER PEGAWAI SUBBAGIAN MUTASI DAN KEPANGKATAN PEGAWAI SUBBAGIAN ORGANISASI TRANSPORTASI DARAT. MUTASI KESEJAHTERAAN DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN RENCANA.

BIRO KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI UDARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO HUKUM DAN KERJASAMA LUAR NEGERI BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT DAN UDARA BAGIAN PERJANJIAN DAN PERTIMBANGAN HUKUM BAGIAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERJANJIAN SUBBAGIAN KERJASAMA BILATERAL SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI UDARA SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN KERJASAMA MULTILATERAL SUBBAGIAN DOKUMENTASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PERATURAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENYULUHAN HUKUM SUBBAGIAN KERJASAMA REGIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PRASARANA DAN ANGKUTAN SUBBAGIAN PENGGAJIAN DAN PERJALANAN DINAS SUBBAGIAN KEPROTOKOLAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN DAN KEPROTOKOLAN BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PEMBIAYAAN DAN PERJALANAN SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN KEAMANAN DAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PENYUSUNAN ANGGARAN DAN PELAPORAN SUBBAGIAN TATA USAHA WAKIL MENTERI SUBBAGIAN KEARSIPAN SUBBAGIAN PENYEDIAAN PERALATAN DAN INVENTARISASI SUBBAGIAN PEMBIAYAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKRETARIS JENDERAL SUBBAGIAN PENGGANDAAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN TATA USAHA STAF AHLI MENTERI SUBBAGIAN PEMELIHARAAN SARANA.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN DIREKTORAT KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA DAN PROGRAM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI SUBBAGIAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN SISTEM INFORMASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN AKUNTANSI SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA SUBBAGIAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI JALAN SUBDIREKTORAT SARANA ANGKUTAN JALAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS JALAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN JALAN SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN OPERASIONAL SEKSI JARINGAN PRASARANA DAN PELAYANAN SEKSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR SEKSI MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS SEKSI ANGKUTAN PENUMPANG SEKSI MONITORING OPERASIONAL SEKSI PENGEMBANGAN TRANSPORTASI JALAN SEKSI TEKNOLOGI KENDARAAN BERMOTOR SEKSI PERLENGKAPAN JALAN SEKSI ANGKUTAN BARANG SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL .

DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS SUNGAI.DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT PELABUHAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SEKSI ANALISA DAN EVALUASI JARINGAN SEKSI RANCANG BANGUN SARANA SEKSI RANCANG BANGUN PELABUHAN SEKSI MANAJEMEN LALU LINTAS SEKSI BIMBINGAN USAHA ANGKUTAN SEKSI PENGEMBANGAN JARINGAN SEKSI BIMBINGAN PERAWATAN SARANA SEKSI BIMBINGAN PENGELOLAAN PELABUHAN SEKSI ALUR DAN PERAMBUAN SEKSI TARIF DAN KEPERINTISAN . DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT SARANA ANGKUTAN SUNGAI.

DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS PERKOTAAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN PERKOTAAN SUBDIREKTORAT PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBDIREKTORAT DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN SEKSI JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN WILAYAH II .

DIREKTORAT KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT MANAJEMEN KESELAMATAN SUBDIREKTORAT PROMOSI DAN KEMITRAAN KESELAMATAN SUBDIREKTORAT BINA KESELAMATAN ANGKUTAN UMUM SUBDIREKTORAT AUDIT DAN INSPEKSI KESELAMATAN SEKSI MONITORING DAN EVALUASI SEKSI PROMOSI SEKSI KESELAMATAN PENGUSAHAAN ANGKUTAN UMUM SEKSI AUDIT KESELAMATAN SEKSI PENGEMBANGAN KESELAMATAN SEKSI KEMITRAAN SEKSI KESELAMATAN AWAK ANGKUTAN UMUM SEKSI INSPEKSI KESELAMATAN .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN LAUT DIREKTORAT PELABUHAN DAN PENGERUKAN DIREKTORAT PERKAPALAN DAN KEPELAUTAN DIREKTORAT KENAVIGASIAN DIREKTORAT KESATUAN PENJAGAAN LAUT DAN PANTAI .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN MUTASI SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN LAUT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT DALAM NEGERI SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT KHUSUS DAN PENUNJANG ANGKUTAN LAUT SEKSI PERTAMBANGAN. PARIWISATA DAN TENAGA KERJA BONGKAR MUAT SEKSI ANEKA INDUSTRI DAN PENUNJANG ANGKUTAN LAUT SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA ANGKUTAN LAUT SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SISTEM DAN INFORMASI ANGKUTAN LAUT SEKSI PENYUSUNAN JARINGAN DAN PENEMPATAN KAPAL LINER SEKSI TRAMPER DAN PELAYARAN RAKYAT SEKSI AMERIKA. EROPA DAN AFRIKA SEKSI ANALISA KEBUTUHAN DAN BIMBINGAN ARMADA SEKSI BIMBINGAN USAHA DAN TARIF ANGKUTAN LAUT SEKSI PENGOLAHAN DATA DAN INFORMASI ANGKUTAN LAUT SEKSI ASIA PASIFIK DAN AUSTRALIA SEKSI EVALUASI ANGKUTAN LAUT .

DIREKTORAT PELABUHAN DAN PENGERUKAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PELABUHAN SUBDIREKTORAT PERANCANGAN FASILITAS PELABUHAN SUBDIREKTORAT PENGERUKAN DAN REKLAMASI SUBDIREKTORAT PEMANDUAN DAN PENUNDAAN SUBDIREKTORAT BIMBINGAN PELAYANAN JASA DAN OPERASIONAL PELABUHAN SEKSI TATANAN DAN EVALUASI KEPELABUHANAN SEKSI PENYUSUNAN RENCANA INDUK DAN RENCANA PENGEMBANGAN PELABUHAN SEKSI PEDOMAN DAN RANCANGAN TEKNIS FASILITAS PELABUHAN SEKSI PENYUSUNAN PROGRAM PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN SEKSI PROGRAM DAN PERANCANGAN TEKNIS PENGERUKAN DAN REKLAMASI SEKSI BIMBINGAN PERALATAN PENGERUKAN DAN REKLAMASI SEKSI PERAIRAN DAN PELAYANAN PANDU SEKSI BIMBINGAN PELAYANAN JASA DAN TARIF PELABUHAN SEKSI BIMBINGAN TATA GUNA TANAH DAN PERAIRAN SEKSI TENAGA PANDU DAN SARANA BANTU PEMANDUAN .

TEKNIS DAN RADIO KAPAL SUBDIREKTORAT PENCEMARAN DAN MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL SUBDIREKTORAT KEPELAUTAN SEKSI KONSTRUKSI DAN STABILITAS KAPAL SEKSI PENGUKURAN KAPAL SEKSI PENILIKAN KESELAMATAN KAPAL SEKSI PENCEGAHAN DAN GANTI RUGI PENCEMARAN SEKSI PENGAWAKAN D AN PERLINDUNGAN AWAK KAPAL SEKSI RANCANG BANGUN DAN PEMASUKAN KAPAL SEKSI PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KAPAL SEKSI SERTIFIKASI KESELAMATAN KAPAL SEKSI MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL SEKSI STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI PELAUT . PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KAPAL SUBDIREKTORAT NAUTIS.DIREKTORAT PERKAPALAN DAN KEPELAUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT KELAIKAN KAPAL SUBDIREKTORAT PENGUKURAN.

DIREKTORAT KENAVIGASIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERAMBUAN SUBDIREKTORAT TELEKOMUNIKASI PELAYARAN SUBDIREKTORAT KAPAL NEGARA KENAVIGASIAN SUBDIREKTORAT PANGKALAN KENAVIGASIAN SUBDIREKTORAT SARANA DAN PRASARANA SEKSI OPERASI DAN SURVEI SEKSI OPERASI SEKSI OPERASI DAN PENGAWAKAN SEKSI BANGUNAN SEKSI PROGRAM SEKSI PERALATAN DAN PEMELIHARAAN PERAMBUAN SEKSI PERALATAN DAN PEMELIHARAAN TELEKOMUNIKASI PELAYARAN SEKSI PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN SEKSI PERBENGKELAN SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN .

DIREKTORAT KESATUAN PENJAGAAN LAUT DAN PANTAI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PATROLI DAN PENGAMANAN SUBDIREKTORAT PENGAWASAN KESELAMATAN DAN PPNS SEKSI ADVOKASI DAN DESEMINASI PENGAWASAN KESELAMATAN SEKSI PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL SUBDIREKTORAT TERTIB PELAYARAN SUBDIREKTORAT PENANGGULANGAN MUSIBAH DAN PEKERJAAN BAWAH AIR SUBDIREKTORAT SARANA DAN PRASARANA SEKSI PATROLI SEKSI KEBANDARAN SEKSI PENANGGULANGAN MUSIBAH SEKSI SARANA DAN PRASARANA OPERASIONAL SEKSI PENGAMANAN SEKSI KECELAKAAN KAPAL SEKSI PEKERJAAN BAWAH AIR SEKSI AWAK KAPAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT ANGKUTAN UDARA DIREKTORAT BANDAR UDARA DIREKTORAT KEAMANAN PENERBANGAN DIREKTORAT NAVIGASI PENERBANGAN DIREKTORAT KELAIKAN UDARA DAN PENGOPERASIAN PESAWAT UDARA .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM DAN HUBUNGAN MASYARAKAT BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN TATA USAHA BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN MUTASI SDM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN TATA USAHA PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK DAN LAPORAN HASIL AUDIT SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PENGEMBANGAN SDM SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI SUBBAGIAN AKUNTANSI SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA DAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT ANGKUTAN UDARA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT SISTEM INFORMASI & PELAYANAN ANGKUTAN UDARA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA DALAM NEGERI SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT KERJASAMA ANGKUTAN UDARA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN USAHA ANGKUTAN UDARA SEKSI SISTEM INFORMASI ANGKUTAN UDARA SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJADWAL DALAM NEGERI SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJADWAL LUAR NEGERI SEKSI KERJASAMA BILATERAL DAN PERUSAHAAN ANGKUTAN UDARA SEKSI KERJASAMA MULTILATERAL DAN LEMBAGA INTERNASIONAL SEKSI BIMBINGAN USAHA ANGKUTAN UDARA SEKSI SISTEM PELAYANAN ANGKUTAN UDARA SEKSI TARIF JASA PELAYANAN ANGKUTAN UDARA .

DIREKTORAT BANDAR UDARA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT TATANAN KEBANDARUDARAAN DAN LINGKUNGAN

SUBDIREKTORAT PRASARANA BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA

SEKSI TATA BANDAR UDARA SEKSI TATA LINGKUNGAN DAN KAWASAN BANDAR UDARA

SEKSI PROGRAM DAN STANDARISASI PRASARANA BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PRASARANA BANDAR UDARA

SEKSI PROGRAM DAN STANDARISASI PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA

SEKSI SERTIFIKASI PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA SEKSI PENGAWASAN PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA

SEKSI KERJASAMA PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA

DIREKTORAT KEAMANAN PENERBANGAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT STANDARISASI, KERJASAMA & PROGRAM KEAMANAN PNB

SUBDIREKTORAT PELAYANAN DARURAT

SUBDIREKTORAT PPNS & PERSONEL KEAMANAN PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT FAS. KEAMANAN PNB & PENGANGKUTAN BARANG BERBAHAYA

SUBDIREKTORAT KENDALI MUTU KEAMANAN PENERBANGAN

SEKSI STANDARISASI KEAMANAN PENERBANGAN SEKSI KERJASAMA DAN PROGRAM KEAMANAN PENERBANGAN

SEKSI PERSONEL PKP-PK DAN SALVAGE

SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PPNS

SEKSI FASILITAS KEAMANAN PENERBANGAN SEKSI PERSONEL FAS. KEAMANAN PNB. & PERSONEL PENANGANAN PENGANGKUTAN BARANG BERBAHAYA

SEKSI KENDALI MUTU KEAMANAN BANDAR UDARA SEKSI KENDALI MUTU KEAMANAN ANGKUTAN UDARA

SEKSI FASILITAS PELAYANAN DARURAT

SEKSI PERSONEL KEAMANAN PENERBANGAN

DIREKTORAT NAVIGASI PENERBANGAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT MANAJEMEN LALU LINTAS PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT MANAJEMEN INFORMASI AERONAUTIKA

SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT FASILITAS BANTU NAVIGASI & PENGAMATAN PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT STANDARISASI DAN SERTIFIKASI NAVIGASI PENERBANGAN

SEKSI MANAJEMEN RUANG UDARA

SEKSI KARTOGRAFI PENERBANGAN

SEKSI OPERASI KOMUNIKASI PENERBANGAN SEKSI JARINGAN DAN FASILITAS KOMUNIKASI PENERBANGAN

SEKSI FASILITAS BANTU NAVIGASI PENERBANGAN SEKSI FASILITAS PENGAMATAN PENERBANGAN

SEKSI STANDARISASI NAVIGASI PENERBANGAN

SEKSI PELAYANAN LALU LINTAS PENERBANGAN

SEKSI PUBLIKASI INFORMASI AERONAUTIKA

SEKSI SERTIFIKASI NAVIGASI PENERBANGAN

DIREKTORAT KELAIKAN UDARA DAN PENGOPERASIAN PESAWAT UDARA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT STANDARISASI

SUBDIREKTORAT REKAYASA

SUBDIREKTORAT PRODUK AERONAUTIKA

SUBDIREKTORAT OPERASI PESAWAT UDARA

SUBDIREKTORAT PERAWATAN

SEKSI STANDARISASI TEKNIK

SEKSI PENGAWASAN PROSES REKAYASA

SEKSI PENGAWASAN MUTU DAN PROSES PRODUKSI

SEKSI PENGAWASAN OPERASI PESAWAT UDARA SEKSI PERSONEL OPERASI PESAWAT UDARA

SEKSI PERAWATAN PESAWAT UDARA

SEKSI STANDARISASI OPERASI PENERBANGAN

SEKSI UJI TERBANG DAN KEMAMPUAN PESAWAT UDARA

SEKSI PENGESAHAN PRODUKSI

SEKSI PERSONEL TEKNIK PERAWATAN

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN KERETA API

DIREKTORAT PRASARANA PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT SARANA PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT KESELAMATAN PERKERETAAPIAN

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

BAGIAN PERENCANAAN

BAGIAN KEUANGAN

BAGIAN HUKUM

BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM

SUBBAGIAN RENCANA

SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN GG

SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN ORGANISASI G S S DAN O

SUBBAGIAN PROGRAM

SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN BARANG MILIK NEGARA

SUBBAGIAN JARINGAN DOKUMENTASI DAN BANTUAN HUKUM

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN

SUBBAGIAN VERIFIKASI ANGGARAN

SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI

SUBBAGIAN RUMAH TANGGA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN KERETA API

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT JARINGAN

SUBDIREKTORAT LALU LINTAS

SUBDIREKTORAT ANGKUTAN

SUBDIREKTORAT INVESTASI

SEKSI PENATAAN JARINGAN

SEKSI LALU LINTAS ANTARKOTA

SEKSI ANGKUTAN ANTARKOTA

SEKSI PENYELENGGARAAN KERJASAMA

SEKSI PENGEMBANGAN JARINGAN

SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN

SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN

SEKSI PENGEMBANGAN USAHA

DIREKTORAT PRASARANA PERKERETAAPIAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I

SUBDIREKTORAT JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SUBDIREKTORAT FASILITAS OPERASI KERETA API

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API WILAYAH II

SEKSI JALAN REL DAN TANAH KERETA API WILAYAH I SEKSI JEMBATAN DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I

SEKSI JALAN REL DAN TANAH KERETA API WILAYAH II SEKSI JEMBATAN DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SEKSI PERSINYALAN

SEKSI TELEKOMUNIKASI DAN PELISTRIKAN

DIREKTORAT SARANA PERKERETAAPIAAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SARANA

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN SARANA

SUBDIREKTORAT PENGELOLAAN SARANA MILIK NEGARA

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA WILAYAH I
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA PENGGERAK WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA TANPA PENGGERAK WILAYAH I

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA WILAYAH II
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA PENGGERAK WILAYAH II SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA TANPA PENGGERAK WILAYAH II

SEKSI RANCANG BANGUN DAN REKAYASA

SEKSI PENGAWASAN PENGUJIAN, PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN SEKSI PENGAWASAN TEMPAT DAN FASILITAS PENGUJIAN, PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN

SEKSI PENGADAAN DAN PENGOPERASIAN

SEKSI PENGENDALIAN MUTU

SEKSI PERAWATAN

DIREKTORAT KESELAMATAN PERKERETAAPIAAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT AUDIT DAN PENINGKATAN KESELAMATAN

SUBDIREKTORAT ANALISIS DAN PENANGANAN KECELAKAAN

SUBDIREKTORAT AKREDITASI KELEMBAGAAN DAN SERTIFIKASI SDM

SUBDIREKTORAT PENEGAKAN HUKUM

SEKSI AUDIT KESELAMATAN

SEKSI ANALISIS KECELAKAAN

SEKSI AKREDITASI KELEMBAGAAN

SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

SEKSI PENINGKATAN KESELAMATAN

SEKSI PENANGANAN KECELAKAAN

SEKSI SERTIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA

SEKSI PENYIDIKAN

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT JENDERAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT I

INSPEKTORAT II

INSPEKTORAT III

INSPEKTORAT IV

INSPEKTORAT V

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN HUKUM BAGIAN KEUANGAN DAN TATA USAHA BAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PEMBIAYAAN DAN PENGGAJIAN SUBBAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT I SUBBAGIAN DATA DAN EVALUASI SUBBAGIAN HUKUM DAN UMUM SUBBAGIAN TATA USAHA DAN PERJALANAN SUBBAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN .

MULTIMODA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN DARAT & PERKERETAAPIAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN LAUT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN UDARA .BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MANAJ. TRANS.

SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN & PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN DOKUMENTASI DAN KERJASAMA BAGIAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN DOKUMENTASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PUBLIKASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN KERJASAMA SUBBAGIAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MANAJEMEN TRANSPORTASI MULTIMODA BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI LAUT BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI UDARA BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN .

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN SEKRETARIAT BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN DARAT PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN LAUT PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN UDARA PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR PERHUBUNGAN .

SEKRETARIAT BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN DAN TL-LHP SUBBAGIAN TATA USAHA DAN RUMAH TANGGA SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA SUBBAGIAN ANALISIS DAN EVALUASI SUBBAGIAN MUTASI DAN DISIPLIN SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN PENGELOLA BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . KEUANGAN.PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN DARAT BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN.

KEUANGAN. DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN LAUT BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN.

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN UDARA BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN. DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . KEUANGAN.

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR PERHUBUNGAN BAGIAN UMUM SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI BIDANG PERENCANAAN BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG SARANA DAN PRASARANA SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG ANALISIS DAN EVALUASI SUBBIDANG DIKLAT PRAJABATAN DAN DALAM JABATAN SUBBIDANG DIKLAT TEKNIS MANAJERIAL SUBBIDANG SARANA SUBBIDANG PRASARANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI STAF AHLI MENTERI .

MENTERI PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG LINGKUNGAN PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG TEKNOLOGI DAN ENERGI PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG REGULASI DAN KESELAMATAN PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG MULTIMODA DAN KESISTEMAN PERHUBUNGAN STAF AHLI AH I BIDANG EKONOMI DAN KEMITRAAN PERHUBUNGAN .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT DATA DAN INFORMASI .

PUSAT DATA DAN INFORMASI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN RENCANA. PROGRAM DAN EVALUASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG SISTEM INFORMASI BIDANG DATA SUBBIDANG PERANGKAT U DAN PROGRAM OG LUNAK APLIKASI SUBBIDANG PERANGKAT KERAS DAN INFRASTRUKTUR JARINGAN SUBBIDANG G G S PENGINTEGRASIAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBBIDANG ANALISIS DAN EVALUASI DATA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI .

LAUT & MANAJ. MANAJ TRANS. UDARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . & PERKERETAAPIAN BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS. & PERKERETAAPIAN SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS DARAT TRANS. TRANS. MULTIMODA BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS. TRANS. MULTIMODA SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANSPORTASI LAUT & MANAJ. UDARA SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS. MULTIMODA SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS LAUT & MANAJ. TRANS UDARA SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANS. TRANS. DARAT & PERKERETAAPIAN SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANS DARAT TRANS.PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .

PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN RENCANA. PROGRAM. DAN EVALUASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG MEDIA MASSA DAN OPINI PUBLIK BIDANG PUBLIKASI DAN PELAYANAN INFORMASI SUBBIDANG MEDIA MASSA SUBBIDANG ANALISIS BERITA DAN PENGELOLAAN OPINI SUBBIDANG SU G PUBLIKASI U S SUBBIDANG PELAYANAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful