PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 60 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN,

Menimbang

:

a.

bahwa sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, dipandang perlu untuk menata kembali Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu ditetapkan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan dengan Peraturan Menteri Perhubungan; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara;

b.

Mengingat

:

1.

2.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

1

3.

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009;

Memperhatikan :

Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat nomor B/1728/M.PANRB/07/2010 tanggal 29 Juli 2010, dan nomor B/2292/M.PANRB/10/2010 tanggal 14 Oktober 2010;

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN.

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Perhubungan adalah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Kementerian Perhubungan Perhubungan. Pasal 2 Kementerian Perhubungan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang perhubungan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan; pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan; dipimpin oleh Menteri

(2)

b.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

2

c.

pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Perhubungan; pelaksanaan bimbingan teknik dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Perhubungan di daerah; dan pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.

d.

e.

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Perhubungan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. h. i. Wakil Menteri Perhubungan; Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Perhubungan Darat; Direktorat Jenderal Perhubungan Laut; Direktorat Jenderal Perhubungan Udara; Direktorat Jenderal Perkeretaapian; Inspektorat Jenderal; Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan; Badan Pengembangan Perhubungan; Sumber Daya Manusia

j. k. l. m.

Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan; Staf Ahli Bidang Teknologi dan Energi Perhubungan; Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan; Staf Ahli Bidang Perhubungan; Multimoda dan Kesisteman

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

3

n. o. p.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kemitraan Perhubungan; Pusat Data dan Informasi; Pusat Kajian Kemitraaan dan Pelayanan Jasa Transportasi; dan Pusat Komunikasi Publik.

q.

BAB III WAKIL MENTERI Pasal 5 Wakil Menteri Perhubungan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Pasal 6 Wakil Menteri Perhubungan mempunyai tugas membantu Menteri Perhubungan dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Perhubungan. Pasal 7 Rincian tugas Wakil Menteri Perhubungan akan diatur tersendiri dengan Peraturan Menteri Perhubungan. BAB IV SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Pasal 8 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.

(2)

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

4

Pasal 9 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. koordinasi kegiatan Kementerian Perhubungan; koordinasi dan penyusunan Kementerian Perhubungan; rencana dan program

c.

pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Perhubungan; pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; koordinasi dan penyusunan undangan dan bantuan hukum; penyelenggaraan negara; dan pengelolaan peraturan perundang-

d.

e.

f.

barang

milik/kekayaan

g.

pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Perhubungan.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

5

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 11 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. b. c. d. e. Biro Perencanaan; Biro Kepegawaian dan Organisasi; Biro Keuangan dan Perlengkapan; Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri; dan Biro Umum.

Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 12 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana, pengolahan dan penelaahan , penetapan tarif, program dan anggaran, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program, serta koordinasi penyediaan infrastruktur melalui pinjaman/hibah luar negeri, dan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah, serta evaluasi dan pelaporan. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan koordinasi penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang di lingkungan Kementerian Perhubungan;

b.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

6

c.

penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan penetapan pentarifan di bidang perhubungan; penyiapan koordinasi bahan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah; penyiapan koordinasi penyusunan program dan anggaran di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan koordinasi penyusunan dan penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Kementerian Perhubungan dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA); penyiapan koordinasi penyusunan rencana penyediaan infrastruktur yang dilakukan melalui pinjaman/hibah luar negeri; analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program serta pinjaman/hibah luar negeri; penyiapan koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Kementerian Perhubungan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 14

d.

e.

f.

g.

h.

i.

j.

Biro Perencanaan terdiri atas: a. b. c. d. Bagian Rencana; Bagian Program; Bagian Pentarifan dan Pelaporan; dan Bagian Analisa dan Evaluasi. Pasal 15 Bagian Rencana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang di lingkungan Kementerian Perhubungan.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

7

Pasal 16 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Bagian Rencana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan dan penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang Kementerian Perhubungan; dan penyiapan bahan penyusunan rencana bergulir (rolling plan) Kementerian Perhubungan. Pasal 17 Bagian Rencana terdiri atas: a. b. c. Subbagian Rencana Transportasi Darat dan Perkeretaapian; Subbagian Rencana Transportasi Laut dan Multimoda; dan Subbagian Rencana Transportasi Udara dan Penunjang. Pasal 18 (1) Subbagian Rencana Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Subbagian Rencana Transportasi Laut dan Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi laut dan multimoda. Subbagian Rencana Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi udara dan penunjang.

b.

(2)

(3)

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

8

Pasal 21 Bagian Program terdiri atas: a. Pasal 22 (1) Subbagian Program Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara. Pasal 20 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19.SETJEN (FINAL . Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan koordinasi penyusunan dan penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan.rtf 9 . b. dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan bahan rapat kerja Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dengan lembaga negara. Subbagian Program Transportasi Darat dan Perkeretaapian. 01 OTK KEMENHUB 2010 .VALID).Pasal 19 Bagian Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan program dan anggaran serta penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Kementerian Perhubungan dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). c. Subbagian Program Transportasi Laut. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Perhubungan. dan Subbagian Program Transportasi Udara dan Penunjang. Bagian Program menyelenggarakan fungsi: a. c. b.

serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara. Pasal 23 (3) Bagian Pentarifan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. Subbagian Program Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. c. b. d. Pasal 24 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23. penyiapan bahan koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi dan penunjang. analisis dan penetapan pentarifan di bidang transportasi. Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi laut. Bagian Pentarifan dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara. 01 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. penyiapan bahan koordinasi penyiapan bahan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.(2) Subbagian Program Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). e. bahan untuk lembaga negara dan lembaga pemerintah.SETJEN (FINAL . Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi udara dan penunjang.rtf 10 .

rtf 11 . Pasal 26 (1) Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Laut dan Tata Usaha Biro. serta hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah. (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Darat dan Perkeretaapian.SETJEN (FINAL . koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi darat dan perkeretaapian.Pasal 25 Bagian Pentarifan dan Pelaporan terdiri atas: a.VALID). serta hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah. koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). (2) Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Tranportasi Laut dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. dan Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Udara dan Penunjang. koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi laut. b. c. koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi udara dan penunjang.

analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Bagian Analisa dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 27 Bagian Analisa dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan analisis. dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang dibiayai dengan mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). penyiapan bahan koordinasi penyusunan Aksi Pencegahan Korupsi.SETJEN (FINAL . 01 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 28 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27. evaluasi dan penyusunan Laporan Pelaksanaan Rencana dan Program Kementerian Perhubungan termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaatnya (outcome). penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kementerian Perhubungan. termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaatnya (outcome). e. d. Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi (RAN-PK) unit Sekretariat Jenderal serta koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang dibiayai dengan mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan.VALID). b. Kolusi dan Nepotisme (AP-KKN) unit Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan.rtf 12 . c.

Penetapan Kinerja Sekretariat Jenderal. Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan. Aksi Pencegahan Korupsi. Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Sekretariat Jenderal. Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi darat dan perkerataapian melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN).VALID). Kolusi dan Nepotisme (AP-KKN) unit Sekretariat Jenderal.Pasal 29 Bagian Analisa dan Evaluasi terdiri atas: a. analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome). analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi b.rtf 13 . penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kementerian Perhubungan. Pasal 30 (1) Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Laut. koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). c. dan Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Udara dan Penunjang. analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi darat dan perkeretaapian termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome).SETJEN (FINAL .

udara dan penunjang termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome). penyiapan perumusan.VALID). dan penyusunan evaluasi dan pelaporan. asessmen dan konseling pegawai. organisasi dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian Perhubungan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 31 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan perumusan. serta evaluasi dan pelaporan. c. g. pembinaan. Penetapan Kinerja Biro Perencanaan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . dan pengendalian pengembangan kepegawaian. penyiapan perumusan program kerja dan anggaran Biro. disiplin. pembinaan. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. d.rtf 14 . dan pengendalian kepegawaian. penyiapan perumusan. penyiapan perumusan. kesejahteraan. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.SETJEN (FINAL . koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi udara dan penunjang melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). penyiapan perumusan. f. pembinaan. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. dan pengendalian perencanaan kepegawaian. penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Biro Perencanaan. pembinaan. pembinaan. e. dan pengendalian organisasi dan tata laksana. dan pengendalian mutasi.

Bagian Pengembangan Kepegawaian. Bagian Perencanaan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. g. penyiapan bahan perumusan. urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. c. f.Pasal 33 Biro Kepegawaian dan Organisasi terdiri atas: a. d. b. dan Bagian Organisasi dan Tata Laksana. b.VALID). Bagian Perencanaan Kepegawaian. program kerja dan anggaran. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai. pembinaan. Pasal 34 Bagian Perencanaan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. h.SETJEN (FINAL . penyiapan bahan penyusunan formasi pegawai. pengelolaan data pegawai. Pasal 35 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34. penyiapan bahan penyusunan program kerja dan anggaran. pembinaan. d. Bagian Mutasi. e. penyiapan bahan perencanaan pengadaan pegawai. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan Biro. serta evaluasi dan pelaporan. c. serta akuntabilitas kinerja Biro. pengendalian perencanaan kepegawaian. penyiapan bahan pengangkatan calon pegawai negeri sipil.rtf 15 . 01 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pengendalian perencanaan kepegawaian.

pengendalian pengembangan karier pegawai. akuntabilitas kinerja Biro. dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbagian Pengadaan dan Pengangkatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan pengadaan dan pengangkatan calon pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan dan pengendalian ujian dinas dan penyesuaian ijazah. Subbagian Data dan Formasi Pegawai. dan Tata Usaha Biro. Pasal 37 (1) Subbagian Rencana. Pasal 38 Bagian Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. c. Program. serta evaluasi dan penyusunan laporan Biro. b. anggaran. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Data dan Formasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data pegawai. Subbagian Rencana. serta penyusunan formasi pegawai. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. (2) (3) b.VALID). 01 OTK KEMENHUB 2010 . pembinaan. Pasal 39 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian karier pegawai. Program. program kerja.Pasal 36 Bagian Perencanaan Kepegawaian terdiri atas: a.rtf 16 . serta evaluasi dan pelaporan.SETJEN (FINAL . dan Subbagian Pengadaan dan Pengangkatan Pegawai.

rtf 17 . Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. penyiapan bahan pembinaan dan pengendalian jabatan fungsional tertentu dan jabatan fungsional umum. c. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . dan Subbagian Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. serta evaluasi dan pelaporan. Subbagian Jabatan Fungsional. pemberhentian dan pensiun. e. pemindahan dan pemberhentian dalam jabatan struktural. mutasi wilayah kerja.SETJEN (FINAL . Subbagian Karier Pegawai. Subbagian Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Bagian Pengembangan Kepegawaian terdiri atas: a. urusan kepangkatan. Pasal 40 d. Pasal 42 Bagian Mutasi.c. serta evaluasi dan pelaporan. b. kesejahteraan dan disiplin pegawai. Subbagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian jabatan fungsional. serta peningkatan kualitas pegawai. serta evaluasi dan pelaporan. Pasal 41 (1) Subbagian Karier Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian karier pegawai. penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi dan pelaporan. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. dan peningkatan kualitas pegawai. pengangkatan.VALID).

penyiapan bahan administrasi tenaga perbantuan dan dipekerjakan. k. h. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 44 c. b. i. penyiapan bahan bimbingan disiplin pegawai. Bagian Mutasi. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai terdiri atas: a. c. penyiapan bahan pengelolaan administrasi kepegawaian. penyiapan bahan pelaksanaan pemberhentian dan pensiun pegawai. j. f. b. penyiapan bahan pemberian tanda penghargaan. pemindahan dan pemberhentian dari dan dalam jabatan struktural.VALID). Bagian Mutasi. kesejahteraan dan disiplin pegawai. Subbagian Perawatan dan Kesejahteraan Pegawai.SETJEN (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan assesmen dan konseling pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan pengangkatan. g. penyiapan bahan pelaksanaan mutasi wilayah kerja. e. dan Subbagian Disiplin dan Pemberhentian Pegawai. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan kesejahteraan pegawai dalam bentuk fisik dan non fisik. mutasi. penyiapan bahan evaluasi jabatan.Pasal 43 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. penyiapan bahan perumusan pembinaaan. Subbagian Mutasi dan Kepangkatan Pegawai.rtf 18 . 01 OTK KEMENHUB 2010 . l. d.

serta penyiapan bahan dan pelaksanaan pemberhentian dan pensiun pegawai. administrasi kepegawaian.rtf 19 . penyiapan bahan kajian penataan organisasi. serta evaluasi dan pelaporan. peraturan kepegawaian. serta evaluasi dan pelaporan.SETJEN (FINAL . pelaksanaan pendokumentasian peraturan kepegawaian. administrasi tenaga perbantuan dan dipekerjakan serta urusan kepangkatan. Pasal 47 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46. serta evaluasi dan pelaporan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan. pembinaan. assesmen. c. serta evaluasi dan pelaporan. Subbagian Disiplin dan Pemberhentian Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pelaksanaan bimbingan disiplin pegawai. mutasi wilayah kerja.VALID). d. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan rancangan peraturan kepegawaian. Subbagian Perawatan dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan perawatan dan kesejahteraan pegawai dalam bentuk fisik dan non fisik. pengendalian penataan organisasi. tatalaksana. konseling. pembinaan. Pasal 46 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. pemindahan dan pemberhentian dari dan dalam jabatan struktural. pengendalian penataan organisasi.Pasal 45 (1) Subbagian Mutasi dan Kepangkatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan pembinaan dan pelaksanaan penetapan pengangkatan. (2) (3) b. pencatatan penilaian prestasi kerja pegawai.

b. penyiapan bahan norma. analisis kewenangan dan beban kerja.e. Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. pembinaan. pengendalian ketatalaksanaan.VALID). dan pengendalian penataan organisasi. dan kriteria kewenangan bidang transportasi yang diserahkan/ dilimpahkan ke daerah. penyiapan bahan norma. Pasal 49 (1) Subbagian Organisasi Transportasi Darat. dan Subbagian Ketatalaksanaan dan Peraturan Kepegawaian. perancangan dan pendokumentasian peraturan kepegawaian. serta evaluasi dan pelaporan. prosedur. pembinaan. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. prosedur. analisis kewenangan dan beban kerja. dan pengendalian penataan organisasi. serta evaluasi dan pelaporan. dan kriteria kewenangan yang diserahkan/dilimpahkan ke daerah di bidang transportasi udara dan penunjang. Laut dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. pembinaan. penyiapan bahan norma. serta evaluasi dan pelaporan. prosedur. standar.rtf 20 . Subbagian Ketatalaksanaan dan Peraturan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. c. f. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . standar.SETJEN (FINAL . Laut dan Perkeretaapian. laut dan perkeretaapian. Subbagian Organisasi Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. penyiapan bahan kajian dan perumusan ketatalaksanaan. Subbagian Organisasi Transportasi Udara dan Penunjang. Subbagian Organisasi Transportasi Darat. Pasal 48 g. dan kriteria kewenangan yang diserahkan/dilimpahkan ke daerah di bidang transportasi darat. standar.

penyiapan pembinaan pengelolaan keuangan negara serta penyiapan penetapan pengelola anggaran di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan pelaksanaan revisi anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. f. penilaian dan penyusunan laporan serta pembinaan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. d. c. penyiapan pelaksanaan verifikasi dan akuntansi serta penyusunan laporan pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. penyiapan pembinaan.VALID). Neraca dan CaLK) serta penyusunan Laporan SIMAK-BMN di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan pelaksanaan penyusunan Laporan Keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (LRA.Bagian Kelima Biro Keuangan dan Perlengkapan Pasal 50 Biro Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan administrasi keuangan dan perlengkapan/barang milik negara di lingkungan Kementerian Perhubungan. pemantauan. g. b. evaluasi dan penyusunan pelaporan keuangan pelaksanaan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) serta implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 21 . penyiapan pemantauan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. Biro Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan penyusunan dokumen dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan.SETJEN (FINAL .

Bagian Perbendaharaan. koordinator dan penanggungjawab pelaksanaan tugas / kegiatan Unit Akuntansi Pengguna Anggaran dan Barang (UAPA/B) di lingkungan Kementerian Perhubungan. c. l. evaluasi. inventarisasi dan penilaian. penyiapan usulan penetapan.rtf 22 . penyiapan pembinaan. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja.VALID). d. pemantauan dan evaluasi pengelolaan serta pelaporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan pembinaan. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian Perhubungan. m. pemantauan. Biro Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas: a.h. dan Bagian Perlengkapan. Bagian Pelaksanaan Anggaran. b. revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan pembinaan pengelolaan Barang Milik Negara meliputi antara lain pengelolaan pengadaan barang/jasa. j. koordinasi. penelitian. pemantauan dan evaluasi tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. pemindahtanganan. evaluasi. penyiapan pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Bagian Akuntansi. Pasal 52 i. pemanfaatan. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.SETJEN (FINAL . k. n. pembinaan dan pemantauan pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 53 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penghapusan dan penatausahaan di lingkungan Kementerian Perhubungan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penggunaan dan penetapan status.

dan penyiapan bahan pemantauan dan pelaporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian Perhubungan. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kementerian Perhubungan bersama unit kerja terkait. pemantauan pelaksanaan kegiatan b. g. Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. Transportasi Darat dan Subbagian Anggaran Transportasi Laut.Pasal 54 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53. c. penyiapan bahan kontrak strategis. penyiapan bahan pembinaan teknis penyusunan petunjuk operasional/ pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan bahan petunjuk operasional/ pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. b. Pasal 55 h. d. 23 . penyiapan bahan inventarisasi data sebagai bahan kelengkapan data dukung usulan revisi rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN). penyiapan bahan penyusunan revisi rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN).SETJEN (FINAL . 01 OTK KEMENHUB 2010 . dan Subbagian Anggaran Transportasi Udara dan Penunjang. c. e.rtf Subbagian Anggaran Perkeretaapian.VALID). penyiapan bahan penelitian dan evaluasi data dukung sebagai bahan kelengkapan untuk mengusulkan revisi pelaksanaan rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN). f.

Pasal 56 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. dan Penunjang. penelitian dan evaluasi.rtf (2) (3) 24 . penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.SETJEN (FINAL . penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). penelitian dan evaluasi. revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. pemantauan. revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 57 Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. penelitian dan evaluasi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. pemantauan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.VALID). pemantauan. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Kementerian Perhubungan.

e. penyiapan bahan pembinaan administrasi keuangan dan pelaporan keuangan kepada para pengelola anggaran di tingkat Unit Pelaksana Teknis/Kantor/Satuan Kerja. penyiapan bahan verifikasi laporan pertanggungjawaban anggaran dan penilaian pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja serta tindak lanjut hasil pemeriksaan.rtf 25 . penyiapan bahan pengawasan dan evaluasi serta penilaian terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran oleh para pengelola anggaran. reviu Inspektorat Jenderal. g. b. penyiapan bahan pelaksanaan implementasi dan evaluasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) dan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) untuk anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan bahan dan penyusunan perbaikan/ralat Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran (LRA).VALID). Neraca dan CaLK berdasarkan hasil rekonsiliasi Kementerian Keuangan.SETJEN (FINAL . h. f. c. d. dan pemeriksaan BPK-RI serta penyampaian ralat/koreksi Laporan Keuangan (Audited) Kementerian kepada Menteri Keuangan dan BPK-RI.Pasal 58 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57. dan penyiapan bahan perumusan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Kebijakan Akuntansi di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai SAP. penyiapan bahan penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Kementerian Perhubungan kepada Menteri Keuangan dan BPK-RI. penyiapan bahan perumusan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Sistem dan Prosedur Sistem Akuntansi serta pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai SAP. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a.

Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. dan Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Udara dan Penunjang. penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Udara dan Penunjang melakukan penyiapan bahan  verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran.SETJEN (FINAL . penyusunan Laporan Keuangan  terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA).Pasal 59 Bagian Akuntansi terdiri atas: a.rtf 26 . evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Penunjang. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa.VALID). b. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan  verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Laut. Pasal 60 (1) Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. c. evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Perkeretaapian.

Badan Layanan Umum (BLU). evaluasi. Pasal 62 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Perkeretaapian dan Tata Usaha Biro. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pemantauan dan evaluasi tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. penetapan pengelola anggaran. d. Transportasi Udara dan 01 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 27 .VALID). Subbagian Perbendaharaan Transportasi Laut. koordinasi. e. penyiapan bahan pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi. pemantauan dan evaluasi pengelolaan serta pelaporan PNBP. penyiapan bahan usulan penetapan. Pasal 63 f. g. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan pembinaan. bahan bahan pembinaan pembinaan pengelolaan penetapan keuangan pengelola penyiapan bahan pembinaan. c. pembinaan administrasi dan pemantauan pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU). tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi. penyiapan negara. Darat dan b. dan Subbagian Perbendaharaan Penunjang. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.Pasal 61 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan keuangan negara. b. Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. penyiapan anggaran. c. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).SETJEN (FINAL .

tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan.Pasal 64 (1) Subbagian Perbendaharaan Transportasi Darat dan Perkeretaapian serta Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara. pengelolaan BLU. pemanfaatan. serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. inventarisasi dan penilaian.VALID). pengelolaan BLU.SETJEN (FINAL . serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara. penetapan pengelola anggaran. Pasal 65 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan Barang Milik Negara yang meliputi pengelolaan pengadaan barang/jasa. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. penetapan pengelola anggaran. pemindahtanganan. pengelolaan PNBP. penetapan pengelola anggaran. pengelolaan PNBP. penggunaan dan penetapan status. pengelolaan PNBP. penghapusan dan penatausahaan Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian Perhubungan. pengelolaan BLU. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Penunjang. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 28 .

penyiapan bahan pembinaan administrasi pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara.VALID). Pasal 67 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a.SETJEN (FINAL . Transportasi Darat dan c. penyiapan bahan Laporan Semesteran dan Laporan Tahunan dari Unit Akuntansi Pengguna Barang (UAPB) serta pembinaan administrasi pengelolaan dan penatausahaan pengelolaan Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) termasuk rumah negara. d. dan Subbagian Perlengkapan Transportasi Udara. dan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengelolaan perlengkapan termasuk rumah negara dan penatausahaan perlengkapan rumah negara meliputi pengadaan. b. inventarisasi. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perlengkapan Transportasi Laut. e. penyiapan bahan dan pembinaan administrasi pelaksanaan pemanfaatan dan pemindahtangan serta penghapusan Barang Milik Negara. Subbagian Perlengkapan Perkeretaapian.rtf 29 . b. penyiapan bahan dan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. penyiapan bahan dan koordinasi serah terima operasional dan penetapan status Barang Milik Negara.Pasal 66 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. 01 OTK KEMENHUB 2010 . f. c. pemanfaatan dan penghapusan Barang Milik Negara.

dan Sekretariat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan dan Inspektorat Jenderal. pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara.Pasal 68 (1) Subbagian Perlengkapan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. Subbagian Perlengkapan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa.VALID). pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara. penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 30 . pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara. Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN. penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Subbagian Perlengkapan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN. penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara. Direktorat Jenderal Perkeretaapian.SETJEN (FINAL . Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN.

h. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. penyuluhan hukum. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi.SETJEN (FINAL . serta urusan kerjasama luar negeri. g.rtf 31 . penyuluhan hukum. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. pemantauan dan evaluasi serta konsultasi dengan instansi terkait mengenai pelaksanaan kerjasama luar negeri.Bagian Keenam Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Pasal 69 Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . e. i. penyiapan pembinaan terhadap penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. koordinasi. pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundangundangan. b. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. f. pelaksanaan penyiapan koordinasi. Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. d. penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. serta urusan kerjasama luar negeri di lingkungan Kementerian Perhubungan. perencanaan. pemberian pertimbangan dalam penerapan peraturan perundang-undangan dan penyusunan perjanjian. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. penyiapan bahan ratifikasi konvensi dan perjanjian internasional di bidang transportasi. c.VALID).

VALID). c. penyiapan bahan perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. c. 01 OTK KEMENHUB 2010 . f. Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara. Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan Bagian Kerjasama Luar Negeri. dokumentasi dan pelayanan informasi hukum. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan bahan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum. Pasal 73 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72. Pasal 72 Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. penelaahan.Pasal 71 Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. d. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.SETJEN (FINAL . d. b. b. e.rtf 32 .

Subbagian Peraturan Transportasi Darat. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi perkeretaapian. c. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.Pasal 74 Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a.rtf 33 . dan Subbagian Dokumentasi Peraturan Perundang-Undangan dan Tata Usaha Biro. penelaahan.SETJEN (FINAL . Subbagian Peraturan Transportasi Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat. Subbagian Peraturan Transportasi Perkeretaapian.VALID). Subbagian Dokumentasi Peraturan Perundang-undangan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan. Pasal 75 (1) Subbagian Peraturan Transportasi Darat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. b. serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut. serta tata usaha dan rumah tangga Biro. udara dan penunjang. Pasal 76 Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . penelaahan.

rtf 34 . (2) 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. c. b.SETJEN (FINAL . d. penyiapan bahan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. Pasal 79 (1) Subbagian Peraturan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. udara dan penunjang. penelaahan. penyiapan bahan perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Peraturan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan.VALID). perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut. Subbagian Peraturan Transportasi Laut. b. Subbagian Peraturan Transportasi Udara. dan Subbagian Peraturan Penunjang. dan penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut. c. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi udara. udara dan penunjang. udara dan penunjang.Pasal 77 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76. Pasal 78 Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara terdiri atas: a. udara dan penunjang.

dan Subbagian Penyuluhan Hukum.(3) Subbagian Peraturan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . b. b. c. Subbagian Perjanjian. d. Subbagian Bantuan Hukum. Pasal 82 Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum terdiri atas: a. c. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang penunjang. Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundangundangan.SETJEN (FINAL . penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum terhadap penyusunan perjanjian nasional maupun internasional di bidang transportasi serta permasalahan yang timbul akibat penerapan peraturan perundangundangan di bidang transportasi. pemberian pertimbangan dalam penerapan peraturan perundang-undangan. Pasal 81 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80.rtf 35 .VALID). penyiapan bahan penelaahan dan penyiapan bahan perumusan perjanjian nasional dan internasional di bidang transportasi. serta pemberian bantuan dan penyuluhan hukum. penyiapan bahan pemberian bantuan hukum dalam rangka penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. Pasal 80 Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan penyiapan rumusan perjanjian. penelaahan.

c.SETJEN (FINAL . serta melaksanakan pemantauan dan inventarisasi pelaksanaan hubungan luar negeri. hubungan antar lembaga negara secara bilateral. pemberian pertimbangan hukum terhadap penyusunan perjanjian nasional dan permasalahan yang timbul di bidang pengadaan barang/jasa serta akibat penerapan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi.rtf 36 . Subbagian Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundang-undangan. Pasal 84 Bagian Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerjasama luar negeri dengan badan dunia. organisasi internasional. multilateral dan regional di bidang transportasi. (2) (3) b.VALID). Bagian Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. organisasi internasional. multilateral dan regional di bidang transportasi. penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama bilateral. Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bantuan hukum dalam rangka penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. Pasal 85 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. multilateral dan regional di bidang transportasi. dan antar negara secara bilateral. dan penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama luar negeri di bidang transportasi. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. 01 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 83 (1) Subbagian Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan perumusan perjanjian nasional.

yaitu International Civil Aviation Organization (ICAO). Economic and Social Communication for Asia and the Pacific (ESCAP). pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri. dan Subbagian Kerjasama Regional. hubungan antar lembaga negara secara multilateral di bidang transportasi. General Agreement on Trade and Services (GATS). World Trade Organization (WTO). serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama multilateral di bidang transportasi. Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama luar negeri secara multilateral.SETJEN (FINAL . Subbagian Kerjasama Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama secara regional. pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. hubungan antar lembaga negara secara regional di bidang transportasi yaitu Asia Pasific Economic Cooperation (APEC). Pasal 87 (1) Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama luar negeri secara bilateral. organisasi internasional.VALID). pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. United Nations Commission on Trade and Development (UNCTAD). hubungan antar lembaga negara secara bilateral serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama bilateral di bidang transportasi. c. organisasi internasional. United Nations Development Program (UNDP). Subbagian Kerjasama Multilateral. International Maritime Organization (IMO). Association of (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 37 .Pasal 86 Bagian Kerjasama Luar Negeri terdiri atas: a. Subbagian Kerjasama Bilateral. Organisasi Konferensi Islam (OKI). dan Gerakan Negara Non Blok (GNB). b.

IndonesiaMalaysia-Singapore Growth Triangle (IMS-GT). penyiapan penyelenggaraan pembinaan ketatausahaan. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88.South East Asian Nation (ASEAN). d. dan kerumahtanggaan. dan penyiapan penyelenggaraan urusan kerumahtanggaan yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. penyiapan penyelenggaraan urusan keprotokolan. penyiapan kearsipan. 01 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 38 . BruneiIndonesia-Malaysia-Philipina East Asia Growth Area (BIMP-EAGA) serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama regional di bidang transportasi. keprotokolan. g. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan kerumahtanggaan. penyiapan penyelenggaraan pimpinan Kementerian. penyiapan penatausahaan pembiayaan dan penggajian Sekretariat Jenderal serta pelaporannya. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 88 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengendalian urusan ketatausahaan. c. pembiayaan. penyelenggaraan urusan persuratan dan e.VALID). pembiayaan. f.SETJEN (FINAL . urusan ketatausahaan b. penyiapan penyusunan anggaran Sekretariat Jenderal dan pelaksanaan penatausahaan Barang Milik Negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. Indonesia-MalaysiaThailand Growth Triangle (IMT-GT).

c. dan Staf Ahli Menteri. e.Pasal 90 Biro Umum terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Keprotokolan. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan keprotokolan. Sekretaris Jenderal.rtf 39 . Subbagian Tata Usaha Menteri.SETJEN (FINAL . d. Bagian Tata Usaha Kementerian. b.VALID). 01 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Rumah Tangga. penyiapan bahan keprotokolan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri. Wakil Menteri. dan Staf Ahli Menteri. b. d. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri. serta keprotokolan. c. dan Bagian Pembiayaan dan Perjalanan. Pasal 93 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan ketatausahaan Menteri. Pasal 91 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan urusan ketatausahaan Menteri. Pasal 92 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91. Wakil Menteri. c. Sekretaris Jenderal. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan. dan pembinaan pemberian bimbingan b.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Wakil Menteri. Pasal 95 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan Kementerian Perhubungan serta urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro. e. Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a.VALID). Subbagian Keprotokolan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan keprotokolan. 40 (2) (3) (4) (5) 01 OTK KEMENHUB 2010 .rtf . penyiapan bahan penyusunan pedoman administrasi perkantoran dan kearsipan Kementerian Perhubungan.SETJEN (FINAL . penyiapan bahan pembinaan dan bimbingan administrasi perkantoran Kementerian Perhubungan. Pasal 96 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan Sekretaris Jenderal. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan persuratan dan kearsipan. d. b. c. serta urusan keprotokolan Kementerian Perhubungan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Staf Ahli Menteri. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan bahan-bahan untuk kegiatan pimpinan dan Kementerian. penyiapan bahan pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro.Pasal 94 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan Menteri.

Pasal 97 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Persuratan. Subbagian Penggandaan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan penggandaan dan distribusi hasil penggandaan. keamanan kantor dan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal.SETJEN (FINAL . penyiapan bahan penyelenggaraan urusan dalam. Subbagian Kearsipan. Pasal 98 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bimbingan administrasi perkantoran dan urusan persuratan. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pengadaan peralatan dan penatausahaan serta inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. dan Subbagian Penggandaan dan Tata Usaha Biro. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pembinaan urusan kerumahtanggaan. b.VALID). b. Pasal 100 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. Pasal 99 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. serta urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro. c. Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bimbingan urusan kearsipan.rtf 41 . (2) (3) c.

d. Prasarana dan Angkutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pemeliharaan sarana. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pemeliharaan sarana. Subbagian Keamanan dan Urusan Dalam. Pasal 102 (1) Subbagian Keamanan dan Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan sosialisasi urusan kerumahtanggaan.rtf 42 . dan perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a. prasarana dan angkutan di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Perhubungan. Subbagian Penyediaan Peralatan dan Inventarisasi. Subbagian Penyediaan Peralatan dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pengadaan peralatan dan inventarisasi serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. Pasal 101 e.VALID). c. serta penatausahaan pembiayaan. serta urusan pelayanan kesehatan pegawai. dan Subbagian Pemeliharaan Sarana. penggajian.SETJEN (FINAL . prasarana dan angkutan di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Perhubungan. keamanan kantor dan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Sekretariat Jenderal serta urusan pelayanan kesehatan pegawai. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . b. Prasarana dan Angkutan. Subbagian Pemeliharaan Sarana. dan penyiapan bahan penyelenggaraan pelaksanaan urusan pelayanan kesehatan pegawai. dan pengelolaan akuntansi Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. pelaksanaan urusan dalam. Pasal 103 Bagian Pembiayaan dan Perjalanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan anggaran.

VALID). Subbagian Penyusunan Anggaran dan Pelaporan. c. dan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. Bagian Pembiayaan dan Perjalanan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 104 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102. penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan. Subbagian Pembiayaan. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 106 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan anggaran. dan Subbagian Penggajian dan Perjalanan Dinas.rtf 43 . c. Subbagian Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pelaksanaan dan penatausahaan pembiayaan di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. serta menyiapkan bahan laporan pertanggung-jawaban. Pasal 105 Bagian Pembiayaan dan Perjalanan terdiri atas: a.SETJEN (FINAL . b. penyiapan bahan penyusunan anggaran. dan pengelolaan akuntansi di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. penggajian. dan pengelolaan akuntansi di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. dan perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Penggajian dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penggajian serta perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal.

(2) (3) (4) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.VALID).rtf 44 .SETJEN (FINAL . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 108 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 107 Kelompok Jabatan Fungsional pada Biro di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh masing-masing Kepala Biro yang bersangkutan.

c. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . Tugas dan Fungsi Pasal 109 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. perumusan kebijakan di bidang perhubungan darat. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dipimpin oleh Direktur Jenderal.VALID). d. Pasal 111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110.DITJEN HUBDAT (FINAL . standar. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan darat. Pasal 110 Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perhubungan darat. e. prosedur. b.BAB V DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT Bagian Pertama Kedudukan. dan kriteria di bidang perhubungan darat. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan darat. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma.rtf 45 .

pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat.VALID). Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dalam memfasilitasi dan memberikan pelayanan teknis serta administratif kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. dan Direktorat Keselamatan Transportasi Darat. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan program. 02 OTK KEMENHUB 2010 . danau dan penyeberangan. e. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. penyusunan laporan dan evaluasi serta sistem informasi di bidang transportasi jalan. Danau dan Penyeberangan. Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan. b.DITJEN HUBDAT (FINAL . Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 112 Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terdiri atas: a. Pasal 114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113. transportasi perkotaan dan keselamatan transportasi darat. transportasi sungai. c. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a.rtf 46 .

dan pelaksanaan penelaahan. b. Pasal 116 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan koordinasi penyusunan rencana dan program.rtf 47 . d. Bagian Keuangan. pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat.VALID). Pasal 115 c. c. penyusunan sistem informasi serta penyusunan anggaran dan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pelaksanaan evaluasi rencana dan program kerja.b. penyusunan organisasi dan tata laksana. Bagian Perencanaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . e.DITJEN HUBDAT (FINAL . pemberian pertimbangan dan bantuan hukum serta penyiapan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerja sama luar negeri. pelaksanaan pengelolaan urusan keuangan dan barang inventaris milik/kekayaan negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keselamatan dan transportasi darat. d. pelaksanaan pengelolaan urusan kepegawaian. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terdiri atas: a. dan Bagian Kepegawaian dan Umum. Bagian Hukum dan Kerjasama. tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. evaluasi dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat.

Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. rencana. rencana. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Pasal 118 Bagian Perencanaan terdiri atas: a.DITJEN HUBDAT (FINAL . kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi. program. b. program. pengelolaan dan pengembangan sistem dan teknologi informasi di bidang transportasi darat serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. rencana. Subbagian Rencana dan Program. c. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta pemberian bimbingan penyusunan rencana regional dan lokal di bidang transportasi darat.Pasal 117 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116. Pasal 119 (1) Subbagian Rencana dan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan kebijakan.rtf 48 . penyiapan bahan penyelenggaraan dan pelaksanaan bimbingan penyusunan rencana regional dan lokal di bidang transportasi darat. program. c. dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan. penyiapan bahan penyelenggaraan pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat.VALID). d. dan Subbagian Sistem Informasi dan Pelaporan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan koordinasi penyusunan kebijakan. e.

anggaran dan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.rtf 49 . Pasal 120 (3) Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. program. c. b. Subbagian Sistem Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 122 Bagian Keuangan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan anggaran dan bimbingan teknis administrasi keuangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. dan Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan perbendaharaan.DITJEN HUBDAT (FINAL . rencana. c. Subbagian Perbendaharaan. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta penyiapan bahan penyusunan pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120. b. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pengelolaan dan pengembangan sistem dan teknologi informasi di bidang transportasi darat serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

pemberian pertimbangan dan bantuan hukum.Pasal 123 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penggunaan. (2) (3) b. Pasal 124 Bagian Hukum dan Kerjasama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat. Pasal 125 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 124. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan verifikasi anggaran dan akuntansi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.rtf 50 . pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerja sama luar negeri di bidang transportasi darat. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Bagian Hukum dan Kerjasama menyelenggarakan fungsi: a. c.DITJEN HUBDAT (FINAL .VALID). dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerjasama luar negeri di bidang transportasi darat. penyiapan bahan penyusunan rancangan dan penelaahan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat. pengeluaran dan penerimaan serta revisi anggaran dan bimbingan teknis administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. 02 OTK KEMENHUB 2010 .

DITJEN HUBDAT (FINAL .Pasal 126 Bagian Hukum terdiri atas: a. Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi. Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. b. c. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum. serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat. Pasal 127 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan dan penelaahan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat serta melakukan verifikasi Raperda dan Perda yang berkaitan dengan sub sektor Perhubungan Darat sesuai dengan peraturan perundangan.VALID). Pasal 128 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama.rtf 51 . Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang transportasi darat. penyusunan organisasi dan tata laksana serta urusan tata usaha dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. (2) (3) 02 OTK KEMENHUB 2010 .

dan penyiapan bahan pengelolaan urusan kerumahtanggaan dan kesejahteraan pegawai. pengembangan dan peningkatan kompetensi pegawai. Subbagian Tata Usaha.rtf 52 . mutasi pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Subbagian Kepegawaian dan Organisasi. organisasi dan tata laksana serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional dan standar kompetensi sumber daya manusia aparatur di bidang transportasi darat. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pegawai.VALID). b. c. c. pengembangan dan peningkatan kompetensi pegawai. b. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional dan standar kompetensi sumber daya manusia aparatur di bidang transportasi darat. Pasal 131 (1) Subbagian Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pegawai. mutasi dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 130 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. organisasi dan tata laksana. dan Subbagian Rumah Tangga.Pasal 129 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian dan administrasi perkantoran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. urusan umum serta urusan pengadaan dan inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

kerumahtanggaan dan kesejahteraan pegawai. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi jalan. b. serta urusan pengadaan dan inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pedoman. sarana angkutan jalan. serta bimbingan teknis. angkutan jalan. urusan umum. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. d. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. lalu lintas jalan. lalu lintas jalan. sarana angkutan jalan. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam.VALID).(2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha kepegawaian. norma. norma. pedoman.rtf 53 . kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi jalan. standar. ekspedisi dan penggandaan. kriteria dan prosedur. penyiapan penyusunan standar. kearsipan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. angkutan jalan. pengawasan. Pasal 133 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132. (3) Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 132 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. angkutan jalan. sarana angkutan jalan. lalu lintas jalan. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi jalan. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan.DITJEN HUBDAT (FINAL . surat menyurat.

program dan evaluasi pengembangan lalu lintas dan angkutan jalan. norma. regional. lokasi. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terdiri atas: a. kriteria. penetapan serta evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan. Pasal 135 Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Pasal 134 f. Subdirektorat Angkutan Jalan. klasifikasi. penyusunan rencana. standar. jaringan lintas angkutan barang pada jalan nasional. Subdirektorat Pengendalian Operasional. d. penyiapan pelaksanaan monitoring.DITJEN HUBDAT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. 02 OTK KEMENHUB 2010 . rancang bangun. dan Subbagian Tata Usaha. serta simpul. penyiapan pelaksanaan harmonisasi dan standarisasi regulasi tingkat nasional. Subdirektorat Lalu Lintas Jalan. f.VALID). e. penguji kendaraan bermotor serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. pedoman. Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan. h. prosedur dan bimbingan teknis. c.rtf 54 . tipe terminal serta sistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan pemberian kualifikasi teknis petugas terminal. penyiapan pelaksanaan pembinaan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan jalan. g. dan internasional di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. jaringan trayek angkutan antar kota antar propinsi.e. lintas batas negara dan jaringan trayek angkutan perintis. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. penyusunan dan penyiapan bahan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan jalan nasional. b. Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan.

penentuan lokasi terminal penumpang tipe B dan tipe C. sistim informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan Standar Pelayanan Minimal pengoperasian terminal.DITJEN HUBDAT (FINAL . jaringan lintas angkutan barang di jalan nasional. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi jalan. norma. b. lokasi terminal penumpang tipe utama dan penyusunan rencana. jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan. penentuan lokasi terminal. lokasi terminal penumpang tipe A. jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan untuk penumpang dan barang. program dan evaluasi pengembangan lalu lintas dan angkutan jalan. penyiapan bahan penyusunan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan jalan nasional. standar. Kota dan Kabupaten. e. 02 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk lalu lintas dan angkutan jalan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian kualifikasi teknis petugas terminal. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan. angkutan perintis. sistim informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan Standar Pelayanan Minimal pengoperasian terminal. c. Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan menyelenggarakan fungsi: a. lintas batas negara. penyiapan bahan perumusan pengembangan sistim informasi dan komunikasi sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan Jalan Propinsi. f.VALID). penentuan lokasi terminal barang tipe pengumpul dan tipe penunjang.Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135. jaringan trayek antar propinsi. d.rtf 55 .

standar. sertifikasi registrasi uji tipe kendaraan bermotor. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. Seksi Pengembangan Transportasi Jalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penetapan lokasi terminal barang utama dan penetapan kelas jalan primer serta pemberian kualifikasi teknis petugas terminal. harmonisasi dan standarisasi regulasi kendaraan bermotor. standar. Seksi Jaringan Prasarana dan Pelayanan. perumusan rencana. dan penyiapan pengesahan hasil uji tipe. pedoman. penetapan jaringan trayek lintas batas negara. dan penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan transportasi jalan primer. dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID). pedoman. sertifikasi uji sampel kendaraan bermotor. b. norma. sertifikasi uji tipe kendaraan bermotor. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan transportasi jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan prasarana transportasi jalan dan jaringan pelayanan angkutan jalan serta penyiapan bimbingan teknis penyusunan jaringan transportasi jalan sekunder dan penentuan lokasi terminal tipe B dan terminal tipe C serta terminal barang. evaluasi dan pelaporan di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. Pasal 139 Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. jaringan trayek antar kota antar propinsi dan jaringan lintas pada jaringan jalan primer serta penetapan lokasi terminal tipe A. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. teknologi kendaraan bermotor. program dan evaluasi pengembangan transportasi jalan. Pasal 138 (1) Seksi Jaringan Prasarana dan Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. 56 (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria.Pasal 137 Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan terdiri atas: a. norma. standar.rtf . serta pengembangan sistim informasi dan komunikasi sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan. norma.DITJEN HUBDAT (FINAL . dan Seksi Pengembangan Transportasi Jalan. pengujian kendaraan bermotor.

pelaksanaan pemeriksaan terhadap pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. teknologi kendaraan bermotor. sertifikasi rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor. c. norma. serta pengujian kendaraan bermotor. 57 b. f. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pengesahan hasil uji tipe dan sertifikasi uji tipe kendaraan bermotor. teknologi kendaraan bermotor. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor dan kendaraan tidak bermotor. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. d. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang sarana angkutan jalan. serta harmonisasi dan standarisasi regulasi. pedoman. Pasal 140 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139.DITJEN HUBDAT (FINAL . pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan. pengujian kendaraan bermotor. kriteria. akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor serta evaluasi dan pelaporan di bidang sarana angkutan jalan. sistem dan prosedur di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. sertifikasi modifikasi kendaraan bermotor. serta pelaksanaan pemeriksaan terhadap pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. standar. kriteria. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor.rtf .VALID).sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor. serta pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor. pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor. sertifikasi rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor. teknologi kendaraan bermotor. 02 OTK KEMENHUB 2010 . e. serta pengujian kendaraan bermotor. dan prosedur di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi pengujian tipe dan berkala kendaraan bermotor. penyiapan bahan penyusunan standardisasi. sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor. akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor.

akreditasi unit penimbangan kendaraan bermotor dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor. standar. persyaratan teknis dan kelaikan jalan kendaraan bermotor dan penyiapan bahan sertifikasi rancang bangun kendaraan bermotor. perlengkapan jalan dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyiapan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria. standar. norma. sertifikasi registrasi uji tipe kendaraan bermotor. Pasal 143 Subdirektorat Lalu Lintas Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. dan Seksi Teknologi Kendaraan Bermotor.Pasal 141 Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan.rtf 58 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pelaksanaan pemeriksaan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor serta harmonisasi dan standardisasi regulasi kendaraan bermotor. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian kendaraan bermotor dan penyiapan bahan pengesahan hasil uji tipe. pedoman.DITJEN HUBDAT (FINAL . b. standar. sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor dan akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor.VALID). Pasal 142 (1) Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang teknologi kendaraan bermotor. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . dan prosedur serta bimbingan teknis. pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor. Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor. Seksi Teknologi Kendaraan Bermotor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma.

dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan dan penimbangan kendaraan bermotor di jalan. norma. pedoman. b. pemasangan. penyusunan sistem informasi manajemen rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor.rtf 59 . penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas jalan. penyiapan bahan penyusunan analisis. Subdirektorat Lalu Lintas Jalan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan. d. penyiapan bahan perumusan pemberian kualifikasi teknis petugas alat penimbangan. perbaikan. h. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kebutuhan pengadaan. c. dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). dan pemeliharaan perlengkapan jalan di jalan nasional. f.DITJEN HUBDAT (FINAL . perlengkapan jalan.Pasal 144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143. kriteria. e. g. perlengkapan jalan dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyiapan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan di jalan nasional dan pengoperasian alat penimbangan. evaluasi dan laporan pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas serta analisa dampak lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan. penyiapan bahan perumusan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar.

b.rtf 60 . analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. pengkajian dan perhitungan tarif angkutan penumpang dan barang di jalan. Seksi Perlengkapan Jalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang perlengkapan jalan dan penimbangan kendaraan bermotor di jalan. bimbingan teknis.DITJEN HUBDAT (FINAL . standar.Pasal 145 Subdirektorat Lalu Lintas Jalan terdiri atas: a. norma. Pasal 146 (1) Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta pemberian subsidi angkutan umum. serta penyiapan bahan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional baik di jalan tol maupun non-tol. standar. pelaksanaan penilaian kinerja dan pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum. standar. serta penyiapan bahan akreditasi unit penimbangan kendaraan bermotor dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor. pedoman. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). sesuai dengan kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 147 Subdirektorat Angkutan Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. pedoman. dan Seksi Perlengkapan Jalan. monitoring. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan penumpang dan barang. prosedur dan kriteria. norma. penyelenggaraan sistem informasi dan komunikasi angkutan jalan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas. penyiapan mekanisme proses perijinan dan pelaksanaan urusan perijinan angkutan penumpang dan angkutan barang di jalan. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas.

02 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan jalan. e. Subdirektorat Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a. f. penyiapan bahan perumusan pemberian izin trayek angkutan penumpang untuk trayek lintas batas negara dan trayek antar kota antar propinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. d. kriteria dan prosedur di bidang angkutan penumpang dan angkutan barang serta tarif angkutan penumpang dan/ atau barang di jalan. serta pengendalian angkutan barang tertentu. penyiapan bahan pelaksanaan sistem informasi dan komunikasi di bidang angkutan jalan. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan penumpang dan tarif angkutan penumpang serta penyiapan bahan b. norma. pedoman. pedoman.VALID). taksi tertentu dan angkutan sewa. izin operasi angkutan pariwisata. standar. Pasal 150 (1) Seksi Angkutan Penumpang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. c. Seksi Angkutan Penumpang. standar. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang angkutan penumpang dan angkutan barang serta tarif angkutan penumpang dan/ atau barang di jalan. Pasal 149 Subdirektorat Angkutan Jalan terdiri atas: a.DITJEN HUBDAT (FINAL .rtf 61 .Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. dan Seksi Angkutan Barang. penetapan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi. pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum dan pemberian subsidi angkutan umum. penyiapan bahan penilaian kinerja perusahaan angkutan umum. dan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring.

dan pembinaan angkutan barang. pedoman. pedoman. serta penyiapan bahan pemberian izin operasi angkutan barang tertentu. kriteria dan prosedur di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan barang dan pengkajian tarif angkutan barang. standar. b. izin operasi angkutan pariwisata dan angkutan penumpang tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya bersifat lintas batas negara dan antar kota antar propinsi serta penetapan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi serta penilaian kinerja perusahaan angkutan umum. Pasal 151 Subdirektorat Pengendalian Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional. (2) Seksi Angkutan Barang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengendalian Operasional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan standar. norma. pelaksanaan pengawasan sarana dan prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan penegakan hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terhadap pelanggaran di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID).rtf 62 . norma. Pasal 152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151.DITJEN HUBDAT (FINAL .pemberian izin trayek lintas batas negara dan trayek antar kota antar propinsi. pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum dan pemberian subsidi angkutan umum. norma.

f. kriteria. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan. norma. pedoman. e. dan Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan. sistem dan prosedur di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal 153 d. norma. kriteria. Pasal 154 (1) Seksi Monitoring Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). Subdirektorat Pengendalian Operasional terdiri atas: a. sistem dan prosedur di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. standar. pedoman. standar. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan terhadap kebijakan. 63 02 OTK KEMENHUB 2010 .c.rtf . Seksi Monitoring Operasional. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan prosedur di bidang sarana dan prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. standar. b. penyiapan bahan perumusan pengusulan pengangkatan/ pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. norma. standar. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan penegakan hukum dan penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran pelaksanaan kebijakan. kriteria. pedoman. penertiban dan pemberian sanksi administratif terhadap pelanggaran operasional kendaraan angkutan umum yang menjadi kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.DITJEN HUBDAT (FINAL . norma. g.

pedoman.rtf 64 . kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi. dan rumah tangga Direktorat. pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan penyiapan bahan pengusulan pengangkatan dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. danau dan penyeberangan. norma. kriteria dan prosedur. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. penyiapan penyusunan standar. kepegawaian. standar. Bagian Kelima Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai.DITJEN HUBDAT (FINAL . Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. lalu lintas dan angkutan sungai. norma. Pasal 155 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. Danau dan Penyeberangan Pasal 156 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. standar. sarana. pedoman. pedoman. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. norma. serta bimbingan teknis. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156.(2) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. sarana. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pelabuhan. b. lalu lintas dan angkutan sungai.VALID).

Subdirektorat Lalu Penyeberangan. e. f. lalu lintas dan angkutan sungai. f. Sungai. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pelabuhan. sarana. danau dan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan. pelabuhan. Pasal 158 d. g. e. d. danau dan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. Inspektur Sungai dan Danau. c.rtf 65 . Subdirektorat Pelabuhan Penyeberangan. Sungai. sarana. lalu lintas dan angkutan sungai. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. Danau Danau Danau dan dan dan Subdirektorat Angkutan Penyeberangan. danau dan penyeberangan. Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai. penyiapan perumusan pelaksanaan kebijakan di bidang jaringan transportasi. Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. danau dan penyeberangan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.DITJEN HUBDAT (FINAL . Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. danau dan penyeberangan. serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha.c.VALID). Lintas Sungai. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi. dan Subbagian Tata Usaha. penyiapan pelaksanaan pembinaan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai. b. Pejabat Pemberangkatan Angkutan Sungai dan Danau.

danau dan penyeberangan serta pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) lalu lintas dan angkutan sungai. pedoman.Pasal 159 Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai. analisis. c. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi sungai. evaluasi dan pengembangan jaringan transportasi sungai. penyusunan rencana umum jaringan transportasi sungai. dan prosedur serta bimbingan teknis. penyusunan rencana umum.VALID). danau dan penyeberangan. analisis. danau dan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan dan pengawasan perwujudan serta penetapan jaringan transportasi sungai. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan dalam propinsi dan dalam kabupaten / kota. b. danau dan penyeberangan. pedoman. dan penetapan lintas penyeberangan dalam propinsi dan dalam kabupaten / kota. norma.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 160 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159. kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi sungai. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai.rtf 66 . evaluasi. norma. penyiapan bahan penyusunan jaringan lintas penyeberangan antar propinsi dan antar negara dan pemaduan rencana kegiatan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. standar. danau dan penyeberangan. penyusunan rencana umum. d. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi sungai. standar. penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan transportasi sungai. danau dan penyeberangan. analisis. kriteria. e. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penetapan lintas penyeberangan antar propinsi dan antar negara. pengembangan dan pengawasan perwujudan serta penetapan jaringan transportasi sungai. evaluasi. danau dan penyeberangan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi sungai. danau dan penyeberangan.

DITJEN HUBDAT (FINAL . serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. norma.rtf 67 . danau dan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 164 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163. evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun. Pasal 162 (1) Seksi Analisa dan Evaluasi Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengembangan dan penetapan jaringan transportasi sungai. standar. danau dan penyeberangan. dan prosedur serta bimbingan teknis. analisis serta informasi jaringan transportasi sungai. perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. norma. kriteria. perawatan. pedoman. standar. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. standar. danau dan penyeberangan. standar. mutu pelayanan. Sungai.VALID).Pasal 161 Subdirektorat Jaringan Transportasi Penyeberangan terdiri atas: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Danau dan Seksi Analisa dan Evaluasi Jaringan. pedoman. b. norma. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai. Seksi Pengembangan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pemeliharaan sarana angkutan sungai. dan Seksi Pengembangan Jaringan. danau dan penyeberangan. norma. Pasal 163 (2) Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai. kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun. mutu pelayanan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan.

rtf 68 . Seksi Bimbingan Perawatan Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. danau dan penyeberangan serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. danau dan penyeberangan serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBDAT (FINAL . Sungai. Pasal 165 c.b. standar. danau dan penyeberangan. perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun sarana angkutan sungai. mutu pelayanan. pedoman. standar. Danau dan Seksi Rancang Bangun Sarana. Subdirektorat Sarana Angkutan Penyeberangan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. d. pedoman. dan Seksi Bimbingan Perawatan Sarana. penyiapan bahan pelaksanaan kualifikasi teknis awak sarana angkutan sungai dan danau. b.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rancang bangun sarana sungai. Pasal 166 (1) Seksi Rancang Bangun Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. danau dan penyeberangan. e. norma. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun. danau dan penyeberangan serta registrasi sarana angkutan sungai dan danau. evaluasi dan pelaporan di bidang perawatan dan pemeliharaan sarana angkutan sungai. danau dan penyeberangan serta perawatan dan pemeliharaan sarana sungai.

danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. standar.DITJEN HUBDAT (FINAL . standar. pembangunan.Pasal 167 Subdirektorat Pelabuhan Sungai. penyiapan bahan pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. c. serta pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. pedoman. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. kriteria dan prosedur di bidang perencanaan. d. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. pemeliharaan. pembangunan. dan prosedur serta bimbingan teknis. b. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan. kriteria. pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. pembangunan. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan. pedoman.rtf 69 . Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167. pemeliharaan. pembangunan. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. e. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pemeliharaan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan. norma. norma. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. Subdirektorat Pelabuhan Sungai. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pemeliharaan. danau dan penyeberangan. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan.VALID). pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional.

dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 171 Subdirektorat Lalu Lintas Sungai. Seksi Rancang Bangun Pelabuhan. pemeliharaan. norma. danau dan penyeberangan serta pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. pengoperasian. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan dan pembangunan pelabuhan sungai. norma. pemeliharaan.Pasal 169 Subdirektorat Pelabuhan Sungai. pedoman.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 170 (1) Seksi Rancang Bangun Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 70 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyelenggaraan. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. standar. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. danau dan penyeberangan. dan Seksi Bimbingan Pengelolaan Pelabuhan. standar. standar. Seksi Bimbingan Pengelolaan Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pembangunan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. pedoman. pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. danau dan penyeberangan serta pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan.VALID). kolam pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. b. pedoman. kriteria. perambuan sungai. dan tata cara berlalu lintas di sungai. norma. alur-pelayaran sungai. dan pengerukan alur-pelayaran sungai dan danau. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . perawatan dan perbaikan pelabuhan sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan.

kriteria dan prosedur di bidang manajemen lalu lintas dan tata cara berlalu lintas di sungai. inspektur sungai dan danau serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau.rtf . penyelenggaraan. kolam pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. danau dan penyeberangan. dan bimbingan teknis pengerukan alur-pelayaran sungai dan danau. alur-pelayaran sungai. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen dan tata cara berlalu lintas di sungai. danau. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. pemeliharaan. danau dan penyeberangan. inspektur sungai dan danau serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. danau dan penyeberangan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kelestarian lingkungan serta perambuan sungai. Subdirektorat Lalu Lintas Sungai. perambuan sungai. kolam 71 b. penyiapan bahan perumusan penetapan kelas alurpelayaran sungai dan danau. danau dan penyeberangan serta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. penyiapan bahan perumusan peta alur-pelayaran sungai dan danau. d. norma. pedoman. penyelenggaraan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. danau dan penyeberangan. pengoperasian. Pasal 172 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171. dan tata cara berlalu lintas di sungai. e.penyeberangan. standar.DITJEN HUBDAT (FINAL . pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. serta pembangunan. dan pengerukan alur-pelayaran sungai. danau dan penyeberangan. alur-pelayaran sungai. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. pembangunan.VALID). kelestarian lingkungan. c. danau dan penyeberangan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pemeliharaan. pengoperasian.

serta perambuan sungai. pembersihan alur pelayaran sungai dan danau. evaluasi dan pelaporan di bidang pembangunan. norma. standar.VALID). dan Seksi Alur dan Perambuan.rtf 72 . danau dan penyeberangan. pedoman. dan penyiapan bahan penetapan kelas alur dan peta alur pelayaran sungai dan danau. Pasal 173 Subdirektorat Lalu Lintas Sungai. serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. danau dan kolam pelabuhan penyeberangan. pemeliharaan. danau dan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. inspektur sungai dan danau. dan bimbingan teknis pengerukan alur pelayaran sungai. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan.pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengoperasian. Pasal 174 (1) Seksi Manajemen Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. serta sertifikasi inspektur sungai dan danau dan pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . norma. Seksi Manajemen Lalu Lintas. b. penyelenggaraan.DITJEN HUBDAT (FINAL . Seksi Alur dan Perambuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. tata cara berlalu lintas di sungai. standar.

danau dan penyeberangan. perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. dan prosedur serta bimbingan teknis. serta keperintisan angkutan sungai.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. norma. serta keperintisan angkutan sungai. standar. danau dan penyeberangan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai.rtf 73 . danau dan penyeberangan serta penyusunan kriteria dan pelaksanaan pelayanan keperintisan angkutan sungai.VALID). kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. b. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. c. d. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. danau dan penyeberangan. perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan. serta pemantauan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai.Pasal 175 Subdirektorat Angkutan Sungai. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. norma. keperintisan angkutan sungai. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. kriteria. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. pedoman. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. dan perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. penyiapan bahan penyusunan persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan. standar. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan. Subdirektorat Angkutan Sungai. 02 OTK KEMENHUB 2010 .

Seksi Bimbingan Usaha Angkutan. Seksi Tarif dan Keperintisan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyelenggaraan teknis.VALID). pemantauan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. kepegawaian. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang perhitungan tarif. serta evaluasi dan pelaporan di bidang sistem transportasi perkotaan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a.rtf 74 . dan rumah tangga Direktorat. standar. danau dan penyeberangan. pedoman. pedoman. norma. bimbingan teknis dan bantuan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. norma. b. 02 OTK KEMENHUB 2010 . (2) Pasal 179 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. serta pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. Bagian Keenam Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan Pasal 180 Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 178 (1) Seksi Bimbingan Usaha Angkutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria. prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. serta penyusunan kriteria dan pelaksanaan pelayanan keperintisan.Pasal 177 Subdirektorat Angkutan Sungai. norma. danau dan penyeberangan. standar. dan Seksi Tarif dan Keperintisan.

f. b. dan dampak transportasi perkotaan. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha.rtf 75 . lalu lintas perkotaan. kriteria. dan dampak transportasi perkotaan. dan rumah tangga Direktorat. dan dampak transportasi perkotaan. angkutan perkotaan. lalu lintas perkotaan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transportasi perkotaan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pemaduan moda transportasi perkotaan. angkutan perkotaan. h. pemaduan moda transportasi perkotaan. lalu lintas perkotaan.DITJEN HUBDAT (FINAL .VALID). d. pemaduan moda transportasi perkotaan. norma. penyiapan perumusan dan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan jaringan transportasi perkotaan. penyelenggaraan angkutan perkotaan dan penyelenggaraan pemaduan moda transportasi yang wilayah pelayanannya melebihi 1 (satu) provinsi serta penyelenggaraan manajemen rekayasa lalu lintas dan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional perkotaan. penyiapan perumusan dan penyelenggaraan teknis di bidang penyusunan rencana transportasi perkotaan. Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. angkutan perkotaan. pedoman.Pasal 181 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. lalu lintas perkotaan. penyiapan penyusunan standar. g. dan prosedur di bidang jaringan transportasi perkotaan. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi perkotaan. angkutan perkotaan. dan dampak transportasi perkotaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . e. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi perkotaan. pemaduan moda transportasi perkotaan. kepegawaian. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang sistem transportasi perkotaan.

Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. Pasal 183 Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan. dan Subbagian Tata Usaha. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan teknis di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya.Pasal 182 Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya.VALID). d. b. bimbingan teknis. Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. norma. Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. c.rtf 76 . evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. Subdirektorat Angkutan Perkotaan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. e. 02 OTK KEMENHUB 2010 . norma. c. Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan. Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan. bantuan teknis. b. standar.DITJEN HUBDAT (FINAL . serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. standar. f.

standar. pemberian bimbingan dan bantuan teknis serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) jaringan transportasi perkotaan dan pengkoordinasian SIM transportasi perkotaan. penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) transportasi perkotaan dan implementasi rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. pedoman. norma. Pasal 185 e. penyusunan sistem informasi manajemen (SIM) jaringan transportasi perkotaan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum transportasi perkotaan yang berbasis jalan.VALID). Pasal 186 (1) Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 77 .d.DITJEN HUBDAT (FINAL . jalan rel dan perairan daratan serta penyusunan rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi. Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah I. f. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang terintegrasi dengan moda lainnya untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Kalimantan dan Sulawesi. b. 02 OTK KEMENHUB 2010 . dan Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah II. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya.

kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pemantauan. perparkiran. bimbingan teknis.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) transportasi perkotaan dan implementasi rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. standar. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. pedoman. standar. manajemen kebutuhan lalu lintas. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum transportasi perkotaan yang berbasis jalan. Nusa Tenggara Timur. fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. bantuan teknis.VALID). Pasal 187 Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. norma. pedoman. norma.rtf 78 . kriteria dan prosedur. Bali. c. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak b. Nusa Tenggara Barat. jalan rel dan perairan daratan serta penyusunan rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi. norma. standar. pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor serta penyelenggaraan teknis manajemen rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian teknis pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. penyelenggaraan. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua.(2) Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitas lalu lintas perkotaan. manajemen rekayasa lalu lintas di jalan dalam kawasan perkotaan.

Pasal 190 (1) Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis dan bantuan teknis serta penyelenggaraan teknis pelaksanaan manajemen rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan.bermotor dan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi. penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi. manajemen rekayasa lalu lintas di jalan dalam kawasan perkotaan. pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor dan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi. manajemen kebutuhan lalu lintas.DITJEN HUBDAT (FINAL . fasilitas lalu lintas perkotaan. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan teknis di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. perparkiran. d. pedoman. dan rumusan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera.VALID). norma. fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. Pasal 189 Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan terdiri atas: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Kalimantan dan Sulawesi.rtf 79 . 02 OTK KEMENHUB 2010 . b. dan Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah II. Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah I. manajemen kebutuhan lalu lintas. e. fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. dan penyiapan bahan penyusunan serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. perparkiran. fasilitas lalu lintas perkotaan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas perkotaan. standar.

standar. d. Subdirektorat Angkutan Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. b. Nusa Tenggara Timur. penyiapan bahan perumusan penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. bimbingan teknis. standar. Bali. Nusa Tenggara Barat. Maluku dan Papua. pedoman. pemantauan. standar. kriteria dan prosedur. c. Pasal 191 Subdirektorat Angkutan Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. bantuan teknis. norma. norma. dan rumusan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi di wilayah II meliputi Pulau Jawa.(2) Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191.VALID). norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana umum jaringan trayek serta penentuan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek.rtf 80 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas perkotaan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek berupa sarana angkutan umum perkotaan dan/atau fasilitas pendukungnya. 02 OTK KEMENHUB 2010 .

penyusunan rencana jaringan trayek perkotaan. Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah I.VALID). dan manajemen di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. pedoman.DITJEN HUBDAT (FINAL . pedoman. serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. Bali.e. bimbingan dan bantuan teknis. penyusunan rencana jaringan trayek perkotaan. Pasal 193 f. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan perkotaan dalam trayek. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan perkotaan dalam trayek. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . pemantauan. penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan trayek perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Kalimantan dan Sulawesi.rtf 81 . b. Nusa Tenggara Barat. Maluku dan Papua. Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Angkutan Perkotaan terdiri atas: a. Pasal 194 (1) Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan. dan Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah II. Nusa Tenggara Timur. standar. norma. norma.

penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. standar. angkutan pemadu moda dan angkutan umum perkotaan tidak dalam trayek. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda. penyelenggaraan teknis penyusunan rencana sistem pemaduan moda dan rencana umum jaringan trayek angkutan pemadu moda serta penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan umum perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi.rtf 82 . Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang serta pemenuhan kebutuhan angkutan pemadu moda. norma. bimbingan teknis. stasiun. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. d.DITJEN HUBDAT (FINAL .Pasal 195 Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. pemantauan. pedoman. 02 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur. penyiapan bahan penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul transportasi (bandara. pedoman. dan terminal) di kawasan perkotaan. b. bantuan teknis. norma. pelabuhan. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. standar. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang.

Pasal 197 f. penyusunan sistem informasi dan manajemen. pedoman. Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah I. norma. penyiapan bahan penyusunan sistem informasi dan manajemen di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. pemberian bimbingan teknis dan bantuan teknis.DITJEN HUBDAT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda.VALID). Pasal 198 (1) Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul transportasi. g. pedoman. penyelenggaraan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan b. h. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.e. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan teknis pemaduan moda transportasi perkotaan yang strategis dan/atau berskala nasional. kriteria dan prosedur. Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. perumusan kebijakan. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. norma.rtf 83 . serta penyelenggaraan teknis pemaduan moda transportasi perkotaan yang strategis dan/atau berskala nasional. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan. standar. standar. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. dan Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah II. penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang serta pemenuhan kebutuhan angkutan pemadu moda.

dan terminal) di kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. (2) Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 199 Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penanganan dampak transportasi. standar. standar. Nusa Tenggara Timur.penumpang dan/atau barang. pelabuhan. Kalimantan dan Sulawesi. dan terminal) di kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul (bandara.rtf 84 . Nusa Tenggara Barat. bantuan teknis.DITJEN HUBDAT (FINAL . norma. stasiun. 02 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. Bali. stasiun. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda. penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul (bandara.VALID). sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional pada kawasan perkotaan. norma. pedoman. pelabuhan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyelenggaraan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang dan/atau barang. pedoman. kriteria dan prosedur. Maluku dan Papua.

02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis penanganan dampak transportasi berupa peralatan pendukung penggunaan bahan bakar alternatif. e.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan perumusan kebijakan. penyusunan sistem informasi dan manajemen. standar. sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional pada kawasan perkotaan. Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan masterplan transportasi perkotaan ramah lingkungan.VALID). norma. penyusunan masterplan transportasi perkotaan ramah lingkungan. norma. pelaksanaan sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas di bidang 85 b. f. pedoman.Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan dan penanganan dampak transportasi. sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional di kawasan perkotaan. pemberian bimbingan teknis. d. penyiapan bahan pelaksanaan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. bantuan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas. kriteria dan prosedur bimbingan teknis. pedoman. pemanfaatan teknologi kendaraan hybrid serta peralatan pemantau emisi gas buang dan tingkat kebisingan kendaraan bermotor. kriteria dan prosedur. pemberian bantuan teknis. penanganan dampak transportasi. standar. g.rtf . evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. c. penyiapan bahan penyusunan sistem informasi dan manajemen bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. h.

Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah I. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan berwawasan lingkungan. Nusa Tenggara Barat.DITJEN HUBDAT (FINAL . Nusa Tenggara Timur. Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. Kalimantan dan Sulawesi. penyusunan masterplan pengembangan teknologi transportasi ramah lingkungan. pedoman. dan Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah II. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan dan pelaksanaan rekomendasi hasil analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.rtf 86 . standar.VALID). penanganan dampak transportasi di kawasan perkotaan. Pasal 201 Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan dan pelaksanaan rekomendasi hasil analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan di wilayah II meliputi Pulau Jawa. penyusunan masterplan pengembangan teknologi transportasi ramah lingkungan. Bali. penanganan dampak transportasi di kawasan perkotaan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan berwawasan lingkungan. pedoman.penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. standar. Maluku dan Papua. norma. b. penyelenggaraan teknis pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. Pasal 202 (1) Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Pasal 205 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. norma. pedoman. c.DITJEN HUBDAT (FINAL . kriteria dan prosedur. penyiapan perumusan kebijakan. d. serta audit dan inspeksi keselamatan transportasi darat. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat.Pasal 203 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. e. pembinaan keselamatan angkutan umum. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. norma. pembinaan keselamatan angkutan umum. standar. b. penyiapan penyusunan kualifikasi dan pembinaan teknis sumber daya manusia di bidang keselamatan transportasi darat. serta bimbingan teknis. Bagian Ketujuh Direktorat Keselamatan Transportasi Darat Pasal 204 Direktorat Keselamatan Transportasi Darat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. standar. serta audit dan inspeksi keselamatan transportasi darat. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. promosi dan kemitraan.VALID). kriteria dan prosedur di bidang manajemen keselamatan. Direktorat Keselamatan Transportasi Darat menyelenggarakan fungsi: a. promosi dan kemitraan. penyiapan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen keselamatan. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan transportasi darat.rtf 87 . dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan transportasi darat.

penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan. Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan. prosedur. b. dan bimbingan teknis. standar. dan sistem informasi manajemen keselamatan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . b. pedoman. monitoring dan evaluasi pengembangan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. danau dan penyeberangan. penyusunan rencana umum nasional keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. c. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan Propinsi. standar. program. d. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. kriteria. Subdirektorat Manajemen Keselamatan. serta sistem informasi manajemen keselamatan. pedoman. Subdirektorat Manajemen Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a.DITJEN HUBDAT (FINAL . Kota dan Kabupaten. evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan dan pengkajian keselamatan. Pasal 207 Subdirektorat Manajemen Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan. sungai. dan Subbagian Tata Usaha.Pasal 206 Direktorat Keselamatan Transportasi Darat terdiri atas: a. sistem informasi manajemen keselamatan. Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum.rtf 88 . program dan evaluasi pengembangan keselamatan lalu lintas angkutan jalan. penetapan serta monitoring. penyiapan bahan penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan nasional dan penyusunan rencana. c. norma. penyusunan rencana. norma. sungai.VALID). Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. e.

sungai. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur. norma. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang promosi dan kemitraan keselamatan. e. bimbingan teknis. pedoman. danau dan penyeberangan. dan penyiapan bahan harmonisasi kebijakan dan penyusunan program keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. standar. kriteria dan prosedur. danau dan penyeberangan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan keselamatan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian kualifikasi anggota Unit Pengkajian Keselamatan. pedoman. danau dan penyeberangan. b.DITJEN HUBDAT (FINAL .VALID). pedoman. Pasal 210 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 211 Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. dan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan sistem informasi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.d. Seksi Monitoring dan Evaluasi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. serta pelaksanaan promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. sungai. standar. norma. f. dan Seksi Pengembangan Keselamatan.rtf 89 . Seksi Pengembangan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan dan pengkajian keselamatan. standar. sungai. Pasal 209 Subdirektorat Manajemen Keselamatan terdiri atas: a. bimbingan teknis dan pelaporan di bidang monitoring dan evaluasi data kecelakaan. kualifikasi unit pengkajian keselamatan dan penyiapan bahan pengembangan sistem informasi manajemen keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.

b. kriteria dan prosedur. Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211. penyiapan bahan perumusan kebijakan. sungai. norma. sungai.rtf 90 .DITJEN HUBDAT (FINAL . standar. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang promosi dan kemitraan keselamatan. Pasal 213 Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. sungai. bimbingan teknis.VALID). kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur di bidang promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. publikasi dan deseminasi. b. dan Seksi Kemitraan. publikasi dan deseminasi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. norma. Seksi Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang promosi keselamatan dan penyiapan bahan penyuluhan. Pasal 214 (1) Seksi Promosi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pedoman. serta kemitraan antar lembaga dan masyarakat di bidang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan. pedoman. d. bimbingan teknis. standar. sungai. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. c. sungai. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. evaluasi dan pelaporan di bidang kemitraan keselamatan dan penyiapan bahan pelaksanaan kemitraan antar lembaga dan masyarakat di bidang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. pedoman. Seksi Promosi. norma.

b.Pasal 215 Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian akreditasi lembaga pendidikan dan pelatihan pengemudi angkutan umum. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Keselamatan Pengusahaan Angkutan Umum. penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. pedoman. kriteria dan prosedur di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. d.rtf 91 . pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang sistem manajemen keselamatan pengusahaan angkutan umum dan pengembangan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. norma. standar. c. Pasal 216 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum menyelenggarakan fungsi: a. norma. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. kriteria.VALID). Pasal 217 Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum terdiri atas: a.DITJEN HUBDAT (FINAL . dan Seksi Keselamatan Awak Angkutan Umum. standar. dan prosedur serta bimbingan teknis.

prasarana. norma. danau dan penyeberangan. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang audit dan inspeksi keselamatan serta investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan investigasi kecelakaan sungai. 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang audit keselamatan. standar. kriteria dan prosedur.rtf 92 . pedoman. Pasal 219 Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang audit keselamatan. danau dan penyeberangan dan laik fungsi jalan. bimbingan teknis. norma. norma. prasarana. sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. kriteria dan prosedur. standar. investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan inspeksi keselamatan sarana.VALID). sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai.DITJEN HUBDAT (FINAL . Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Keselamatan Awak Angkutan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum. pedoman. investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan inspeksi keselamatan sarana. pedoman. danau dan penyeberangan dan laik fungsi jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau.Pasal 218 (1) Seksi Keselamatan Pengusahaan Angkutan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. (2) b. Pasal 220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219.

penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang audit.c. bimbingan teknis. Pasal 223 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. evaluasi dan pelaporan di bidang audit keselamatan sarana. danau dan penyeberangan serta investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan. sungai. Pasal 222 (1) Seksi Audit Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. investigasi/ identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan. standar. sumber daya manusia. Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan terdiri atas: a. kriteria dan prosedur. pedoman. Pasal 221 d. dan pelaku transportasi jalan dan sungai. inspeksi keselamatan sarana dan prasarana.DITJEN HUBDAT (FINAL . b.rtf 93 . bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan inspeksi keselamatan sarana dan prasarana transportasi jalan dan sungai. dan Seksi Inspeksi Keselamatan. pedoman. danau dan penyeberangan dan penyiapan bahan pelaksanaan audit faktor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. prasarana. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Inspeksi Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan pelaku transportasi jalan dan sungai. Seksi Audit Keselamatan. sumber daya manusia. danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur. danau dan penyeberangan serta pelaksanaan investigasi kecelakaan sungai. danau dan penyeberangan serta laik fungsi jalan. sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai. alur sungai dan danau. norma.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang inspeksi keselamatan sarana. prasarana. norma. danau dan penyeberangan serta laik fungsi jalan. standar.

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 224 Kelompok Jabatan Fungsional pada organisasi Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).VALID). Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).rtf 94 . Pasal 225 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. dan masing-masing Direktur. (2) (3) (4) 02 OTK KEMENHUB 2010 . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).DITJEN HUBDAT (FINAL . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.

rtf 95 .BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT Bagian Pertama Kedudukan. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. (2) d. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. b. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan laut.VALID). penyusunan norma. perumusan kebijakan di bidang perhubungan laut. c. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a. Tugas dan Fungsi Pasal 226 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. dan kriteria di bidang perhubungan laut.DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 227 Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perhubungan laut. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan laut. prosedur. e. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dipimpin oleh Direktur Jenderal. standar.

c. program dan anggaran.VALID). d.DITJEN HUBLA (FINAL . Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas melaksanakan pemberian pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. perumusan kebijakan. penyiapan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan barang inventaris milik negara. b. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a. b. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut. f. 03 OTK KEMENHUB 2010 .Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 229 Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terdiri atas: a. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan. e.rtf 96 . Direktorat Kenavigasian. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan. penyiapan pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana. Pasal 231 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan. dan Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai.

penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana. c.VALID). dan penyiapan pelaksanaan penelaahan. hubungan antar lembaga. dokumentasi hukum serta pelaksanaan hubungan masyarakat dan kerjasama luar negeri. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Bagian Keuangan. Bagian Perencanaan. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. dan b. serta penyusunan program kerja sama teknik dan pinjaman / hibah luar negeri. pelaksanaan urusan tata usaha. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). rumah tangga dan kepegawaian. Pasal 233 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan. perumusan kebijakan. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terdiri atas: a. rancangan Rencana Kerja (RENJA). konsep dokumen pelaksanaan anggaran. dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat. standar dan rencana usaha kemitraan.rtf 97 . Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233. Pasal 232 d. dan Bagian Kepegawaian dan Umum. e. Bagian Hukum. program dan anggaran. penyusunan pedoman. penyiapan pelaksanaan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.c. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan anggaran. d. b.DITJEN HUBLA (FINAL .

perumusan kebijakan. bimbingan dan penataan organisasi dan tata laksana.DITJEN HUBLA (FINAL . serta penyiapan bahan koordinasi kebijakan dan penetapan tarif. penyusunan rencana dan evaluasi kinerja serta evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Subbagian Program. Pasal 236 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana. Pasal 237 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan inventarisasi Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. c. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Subbagian Rencana.VALID). penyiapan bahan koordinasi kebijakan dan penetapan tarif. serta penyusunan program kerja sama teknik dan pinjaman / hibah luar negeri. b. konsep dokumen pelaksanaan anggaran. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program. rencana dan evaluasi kinerja. Pasal 235 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan anggaran. (2) (3) 03 OTK KEMENHUB 2010 . pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. penyusunan pedoman. rancangan Rencana Kerja (RENJA).rtf 98 .c. dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. standar dan rencana usaha kemitraan. hubungan antar lembaga. penyiapan bahan bimbingan dan penataan organisasi dan tata laksana.

c. dan penyiapan bahan verifikasi.Pasal 238 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 237. b.DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan.rtf 99 . c. penyiapan bahan pengesahan konsep dokumen pelaksanaan anggaran menjadi dokumen pelaksanaan anggaran. revisi anggaran dan pemantauan anggaran serta penyiapan petunjuk pelaksanaan anggaran. pemantauan. Subbagian Perbendaharaan. penyusunan rencana dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 240 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan proses pengesahan konsep dokumen pelaksanaan anggaran menjadi dokumen pelaksanaan anggaran. penyusunan rencana dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. pembinaan dan pengelolaan administrasi perlengkapan.VALID). 03 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Pelaksanaan Anggaran. b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. revisi anggaran dan pemantauan anggaran serta penyiapan petunjuk pelaksanaan anggaran. penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan (TP) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR). penilaian dan penyusunan laporan realisasi anggaran dan neraca. pembukuan dan perhitungan anggaran. Pasal 239 Bagian Keuangan terdiri atas: a. serta tindak lanjut penyelesaian temuan dan pemantauan laporan hasil pemeriksaan aparat pengawas. dan Subbagian Verifikasi dan Barang Milik Negara.

b. b.DITJEN HUBLA (FINAL . dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri. Pasal 241   (3) Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan telaahan hukum dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. pembinaan dan pengelolaan administrasi perlengkapan. Subbagian Verifikasi dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan. Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi. penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan (TP) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR).(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan hukum dan penyuluhan peraturan perundang-undangan serta dokumentasi hukum. Pasal 242 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 241.rtf 100 . dan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang perhubungan laut. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. c.VALID). 03 OTK KEMENHUB 2010 . c. Bagian Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bantuan dan penyuluhan hukum serta urusan kerjasama luar negeri dan hubungan masyarakat. serta tindak lanjut penyelesaian temuan dan pemantauan laporan hasil pemeriksaan aparat pengawas. pemantauan. penilaian dan penyusunan laporan realisasi anggaran dan neraca. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 243 Bagian Hukum terdiri atas: a.

dan penyiapan bahan pelaksanaan ketatausahaan. (2) (3) b. Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan bantuan hukum serta penyuluhan peraturan perundang-undangan dan dokumentasi hukum. penyiapan bahan pelaksanaan mutasi. pengembangan karir pegawai dan pengelolaan basis data kepegawaian serta analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai.Pasal 244 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyiapan rancangan penyusunan peraturan perundangundangan di bidang perhubungan laut. tata usaha dan rumah tangga. Pasal 246 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 245. keprotokolan dan umum.VALID). kesejahteraan dan disiplin pegawai.DITJEN HUBLA (FINAL . Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. kerumahtanggaan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan hubungan masyarakat dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. c.rtf 101 . Pasal 245 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan administrasi kepegawaian.

(2) (3) Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Pasal 249 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. pengembangan usaha angkutan laut serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. pedoman. keprotokolan dan umum. Pasal 248 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan. kepangkatan. Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengangkatan. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatausahaan. norma. b. pengembangan pegawai dan pengelolaan basis data kepegawaian serta penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. c. bimbingan teknis. angkutan laut khusus. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Pengembangan Pegawai. standar. pemberhentian dan pensiun.rtf 102 .DITJEN HUBLA (FINAL . serta kesejahteraan dan disiplin pegawai. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan laut dalam negeri. dan Subbagian Tata Usaha.Pasal 247 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a.VALID). pemindahan. kerumahtanggaan. Subbagian Mutasi. kriteria dan prosedur. luar negeri.

03 OTK KEMENHUB 2010 . pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif angkutan laut. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri.VALID). kepegawaian. angkutan laut khusus.Pasal 250 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249. angkutan laut khusus. penyiapan penyusunan standar. e. norma. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. kriteria dan prosedur di bidang tarif angkutan laut. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. penyiapan perumusan kebijakan di bidang tarif angkutan laut. angkutan laut khusus. dan kerumahtanggaan. penyiapan pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional dan izin operasi angkutan laut khusus serta penetapan syarat bendera kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia dan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. b. c. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. f. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. pedoman. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. dan penyiapan pelaksanaan ketatausahaan. d. angkutan laut khusus. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang tarif angkutan laut. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut.rtf 103 . pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut.DITJEN HUBLA (FINAL .

Pasal 251 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut terdiri atas: a. dan usaha pelayaran rakyat. pedoman. Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut. d. c. evaluasi dan pelaporan di bidang Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner.rtf 104 . b. dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri. f. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner). dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri. tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. dan usaha pelayaran rakyat. pedoman. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner). Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. standar.VALID). Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri. Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengembangan Angkutan Laut. e. Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut. Tramper dan Pelayaran Rakyat. tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. standar. norma. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. dan Subbagian Tata Usaha. Pasal 252 Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Sistem dan Informasi b. Pasal 253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur.DITJEN HUBLA (FINAL .

dan Seksi Tramper dan Pelayaran Rakyat. penempatan kapal dan pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing. penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan syarat bendera kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia. Seksi Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner. kriteria dan prosedur. dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri. Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang trayek tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri dan usaha pelayaran rakyat. norma. b. Pasal 255 (1) Seksi Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. pedoman. Pasal 256 Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. norma. Pasal 254 d. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan jaringan trayek berjadwal tetap dan teratur angkutan laut dalam negeri. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek.VALID). tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan laut luar negeri. dan usaha pelayaran rakyat. standar.rtf 105 . standar. kriteria dan prosedur. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner). pedoman. serta bimbingan teknis. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 .c. Seksi Tramper dan Pelayaran Rakyat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN HUBLA (FINAL . standar.

Asia Pasific. pedoman. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper. c. Eropa. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika. Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma. Eropa dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayaran nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut dari Indonesia ke negara-negara di Amerika. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika. Eropa. Asia Pasific. Afrika. pedoman. Afrika. d. standar. standar. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper. Seksi Amerika. penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. b. Pasal 258 Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri terdiri atas: a. Eropa.Pasal 257 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256.VALID). norma. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Asia Pasific. kriteria dan prosedur. b. kriteria dan prosedur di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika.rtf 106 . Eropa dan Afrika. Pasal 259 (1) Seksi Amerika. Afrika. dan Seksi Asia Pasifik dan Australia.DITJEN HUBLA (FINAL .

standar. kriteria dan prosedur. serta bimbingan teknis. Pasal 261 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. kriteria dan prosedur di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. sub regional. standar. aneka industri. regional dan multilateral di bidang angkutan laut dan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan.DITJEN HUBLA (FINAL . kriteria dan prosedur. aneka industri. Afrika dan sebaliknya serta perumusan kerjasama bilateral. pariwisata. pariwisata. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayaran nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut dari Indonesia ke negara-negara di Asia Pasifik. 03 OTK KEMENHUB 2010 . serta bimbingan teknis. aneka industri. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan laut khusus pertambangan. standar.   Pasal 260 Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Australia dan sebaliknya serta perumusan kerjasama bilateral. pedoman. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. b. pedoman. (2) Seksi Asia Pasifik dan Australia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 107 . norma. regional dan multilateral di bidang angkutan laut dan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. norma.VALID). pariwisata. norma. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. pedoman. Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a.Eropa. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

norma. pariwisata dan tenaga kerja bongkar muat. penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia. perikanan.c.VALID). Pariwisata dan Tenaga Kerja Bongkar Muat. serta pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pelaksanaan kegiatan operasional angkutan laut khusus pertambangan dan lepas pantai. Pariwisata dan Tenaga Kerja Bongkar Muat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBLA (FINAL . pariwisata. Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut terdiri atas: a. dan Seksi Aneka Industri dan Penunjang Angkutan Laut. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. b.rtf 108 . Pasal 263 (1) Seksi Pertambangan. evaluasi dan pelaporan di bidang pelaksanaan kegiatan operasional angkutan laut khusus aneka industri. Pasal 262 d. norma. kriteria dan prosedur. standar. Seksi Aneka Industri dan Penunjang Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur. kehutanan. serta bimbingan teknis. aneka industri. serta bimbingan teknis. pedoman. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. dan pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia serta penunjang angkutan laut. pedoman. Seksi Pertambangan.

VALID).Pasal 264 Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan. izin operasi angkutan laut khusus serta izin usaha angkutan multimoda. pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL . Seksi Analisa Kebutuhan dan Bimbingan Armada. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif angkutan laut dan penyiapan perumusan pengembangan armada serta penyelenggaraan usaha angkutan multimoda. dan Seksi Bimbingan Usaha dan Tarif Angkutan Laut. Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur di bidang tarif. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. pedoman. b. d. b. Pasal 266 Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut terdiri atas: a. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif. penyiapan bahan pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional. c. standar. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut. Pasal 265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264.rtf 109 . pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut. norma. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang tarif. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut.

kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. standar. norma. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana sistem dan kebutuhan pokok. pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional dan izin operasi angkutan laut khusus serta izin usaha angkutan multimoda. pedoman. Seksi Bimbingan Usaha dan Tarif Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma.Pasal 267 (1) Seksi Analisa Kebutuhan dan Bimbingan Armada mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268. kriteria dan prosedur di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. standar. standar. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan armada serta analisis ekonomis kebutuhan armada. pedoman. 03 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 110 .VALID). pengembangan sistem dan informasi angkutan laut serta laporan tahunan Direktorat.DITJEN HUBLA (FINAL . angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. dan (2) b. evaluasi dan pelaporan di bidang usaha angkutan laut dan tarif angkutan laut. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. standar. Pasal 268 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.

serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu dan angkutan bahan pokok. b.rtf 111 . pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang evaluasi pelaksanaan kegiatan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu dan angkutan bahan pokok untuk kelancaran angkutan laut.c. Seksi Pengolahan Data dan Informasi Angkutan Laut. angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut.VALID). Seksi Evaluasi Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Evaluasi Angkutan Laut. standar. pedoman. dan kerumahtanggaan. kepegawaian. norma. Pasal 271 (1) Seksi Pengolahan Data dan Informasi Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 270 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut terdiri atas: a. serta bimbingan teknis. norma. standar. Pasal 272 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. kriteria dan prosedur. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur.

pemanduan dan penundaan kapal. penyiapan pemberian perizinan dan standardisasi penyelenggaraan pengembangan pelabuhan. b. pengerukan dan reklamasi. c.DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. pemanduan dan penundaan kapal. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. norma. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. pengerukan dan reklamasi. pemanduan dan penundaan kapal. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. pedoman. pedoman. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. pemanduan dan penundaan kapal. 03 OTK KEMENHUB 2010 .Bagian Kelima Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan Pasal 273 Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan.VALID). d. pengerukan dan reklamasi. standar. pengerukan dan reklamasi. penyiapan penyusunan standar. pemanduan dan penundaan kapal. pengerukan dan reklamasi. norma. perancangan fasilitas pelabuhan. bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan.rtf 112 . kriteria dan prosedur di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan.

Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. pemanduan dan penundaan kapal. perancangan fasilitas pelabuhan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan pelabuhan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal. c. Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan.DITJEN HUBLA (FINAL . pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. Pasal 276 Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. standar. norma. standar. dan Subbagian Tata Usaha. b. norma. 03 OTK KEMENHUB 2010 . tatanan kepelabuhanan nasional. Pasal 275 f. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan terdiri atas: a. pengerukan dan reklamasi. f. dan kerumahtanggaan. tatanan kepelabuhanan nasional. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. e. d. rencana induk dan pengembangan pelabuhan. kriteria dan prosedur di bidang penetapan lokasi pelabuhan.VALID). Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. rencana induk dan pengembangan pelabuhan.rtf 113 . Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi. Pasal 277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276. data dan informasi kepelabuhanan.e. kepegawaian. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan.

standar. standar. pedoman. Seksi Tatanan dan Evaluasi Kepelabuhanan. Seksi Penyusunan Rencana Induk dan Rencana Pengembangan Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tatanan kepelabuhanan nasional. pedoman. pengumpulan dan evaluasi data dan informasi kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan penetapan lokasi pelabuhan. perancangan teknis fasilitas pelabuhan. tatanan kepelabuhanan nasional. b. Pasal 279 (1) Seksi Tatanan dan Evaluasi Kepelabuhanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Penyusunan Rencana Pengembangan Pelabuhan.DITJEN HUBLA (FINAL .rtf 114 . norma. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan dan tatanan kepelabuhanan nasional. norma. rencana induk dan pengembangan pelabuhan serta data dan informasi kepelabuhanan. dan penyusunan laporan Direktorat. Induk dan Rencana (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . rencana induk dan pengembangan pelabuhan. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang survei. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana induk dan pengembangan pelabuhan. Pasal 280 Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.VALID). standar. pedoman. Pasal 278 c.b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

dan Rancangan Teknis Fasilitas Fasilitas b. pedoman. kriteria dan prosedur di bidang perancangan dan survei teknis fasilitas pelabuhan. pembangunan fasilitas dan peralatan pelabuhan. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. norma. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang perancangan dan survei teknis fasilitas pelabuhan. Program Pasal 283 Pembangunan (1) Seksi Pedoman dan Rancangan Teknis Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Penyusunan Pelabuhan. norma. b. evaluasi dan pelaporan di bidang perancangan teknis fasilitas dan peralatan pelabuhan. c. survei topografi dan hidro-oceanografi dan geoteknik serta persetujuan desain. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 115 . Seksi Penyusunan Program Pembangunan Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 282 Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan terdiri atas: a. standar. pedoman. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang perancangan dan survei fasilitas pelabuhan. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan program kegiatan pembangunan dan perawatan fasilitas dan peralatan pelabuhan serta sertifikasi fasilitas dan peralatan pelabuhan. Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a. standar.VALID).Pasal 281 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280. standar. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. Seksi Pedoman Pelabuhan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. Pasal 285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284. pedoman. perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. c. Pasal 287 (1) Seksi Program dan Perancangan Teknis Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Bimbingan Peralatan Pengerukan dan Reklamasi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang program.rtf 116 . norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. Seksi Program dan Perancangan Teknis Pengerukan dan Reklamasi. b.Pasal 284 Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . perancangan teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. standar. standar. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang program. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . b. Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi menyelenggarakan fungsi: a. norma. pedoman. perancangan dan survei teknis pelaksanaan pengerukan dan reklamasi. Pasal 286 Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi terdiri atas: a. pedoman.VALID). penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang program. evaluasi dan pelaporan di bidang program. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

b. standar. b. standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. Pasal 289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 288. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman.rtf 117 .VALID). penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu.(2) Seksi Bimbingan Peralatan Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penetapan wilayah perairan pandu. Seksi Perairan dan Pelayanan Pandu. evaluasi dan pelaporan di bidang perizinan. dan Seksi Tenaga Pandu dan Sarana Bantu Pemanduan. pedoman. standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang penetapan wilayah perairan pandu. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. norma. standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. pekerjaan pengerukan dan reklamasi. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemanduan dan penundaan kapal. kriteria dan prosedur di bidang penetapan wilayah perairan pandu. standar. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. c. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 290 Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal terdiri atas: a. standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. penggunaan kapal dan alat bantu keruk. norma. Pasal 288 Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. norma.

pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan wilayah perairan pandu serta standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. daerah (2) b.Pasal 291 (1) Seksi Perairan dan Pelayanan Pandu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. norma. 03 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBLA (FINAL .VALID). penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif jasa kepelabuhanan. norma. standar. dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri.rtf 118 . standar. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan. standar. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292. Seksi Tenaga Pandu dan Sarana Bantu Pemanduan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Pasal 292 Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan penyiapan perumusan kebijakan. norma. Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif kepelabuhanan. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. serta standardisasi sarana bantu pemanduan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. kerjasama kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang tarif jasa kepelabuhanan.

Pasal 296 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. Seksi Bimbingan Pelayanan Jasa dan Tarif Pelabuhan.DITJEN HUBLA (FINAL . kerjasama kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. pedoman. penggunaan atas tanah dan perairan. serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan Seksi Bimbingan Tata Guna Tanah dan Perairan. pengoperasian dan pelayanan jasa pelabuhan. dan kerumahtanggaan. daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. dan c. pedoman. dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang tarif jasa kepelabuhanan. Seksi Bimbingan Tata Guna Tanah dan Perairan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif jasa kepelabuhanan. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 119 . b.VALID). penggunaan tanah dan perairan pelabuhan.lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. Pasal 294 Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan terdiri atas: a. serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. norma. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan. kinerja pelayanan pelabuhan dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. kepegawaian. Pasal 295 (1) Seksi Bimbingan Pelayanan Jasa dan Tarif Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan batas daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. norma.

DITJEN HUBLA (FINAL . pendaftaran dan kebangsaan kapal. pengukuran. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal dan kepelautan. pedoman. teknis dan radio kapal. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang kelaikan kapal. pengukuran. nautis. penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. pendaftaran dan kebangsaan kapal. perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal. Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. teknis dan radio kapal. perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal. pendaftaran dan kebangsaan kapal. nautis. pembersihan tangki kapal (tank cleaning). kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. penyiapan penyusunan standar. norma. teknis dan radio kapal.Bagian Keenam Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Pasal 297 Direktorat Perkapalan dan Kepelautan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal. nautis. standar. norma. pembersihan tangki kapal (tank cleaning). pengukuran. pedoman. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. nautis. teknis dan radio kapal. pengukuran. c. pembersihan tangki kapal (tank cleaning). pendaftaran dan kebangsaan kapal. b.VALID). 03 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 120 .

penyiapan penerbitan sertifikat keselamatan kapal. kerumatanggaan. f. Subdirektorat Kepelautan. Subdirektorat Kelaikan Kapal. program lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan. penyiapan penerbitan surat persetujuan penggunaan/ penggantian nama kapal. pencegahan pencemaran dari kapal. e. dan e. perhitungan stabilitas kapal. penyiapan pengesahan gambar rancang bangun kapal. g. sertifikat kepelautan dan panduan muatan dalam rangka pemenuhan persyaratan kelaiklautan kapal. surat keterangan status hukum kapal dan surat keterangan penghapusan kapal dari pendaftaran. manajemen keselamatan kapal (ISM-Code). lambung timbul kapal. kepelautan. Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal. Pasal 299 kepegawaian.VALID). 03 OTK KEMENHUB 2010 . surat penetapan tanda panggilan (call sign) kapal. daftar ukur kapal. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan terdiri atas: a. f. surat ukur kapal dan surat tanda kebangsaan kapal dalam rangka penyelenggaraan kelaiklautan kapal dan daftar riwayat kapal (continuous synopsis record). c. standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. pengawakan kapal dan dokumen pelaut. keselamatan kapal dan manajemen keselamatan kapal. pencegahan pencemaran dari kapal.DITJEN HUBLA (FINAL .rtf 121 . dan pelaksanaan ketatausahaan. dan Subbagian Tata Usaha. pendaftaran dan tanda kebangsaan kapal. pengukuran dan surat ukur kapal. b. d.d. jaminan ganti rugi pencemaran laut oleh minyak dari kapal. Subdirektorat Nautis. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan sertifikasi kapal. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal. Subdirektorat Pengukuran. h. Teknis dan Radio Kapal.

Seksi Konstruksi dan Stabilitas Kapal. stabilitas dan lambung timbul kapal dan peti kemas. norma. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi. standar. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Kapal terdiri atas: a. stabilitas kapal. listrik dan lambung timbul kapal. c. listrik dan lambung timbul kapal. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang konstruksi. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. b. instalasi permesinan. pedoman. dan Seksi Rancang Bangun dan Pemasukan Kapal. standar. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Kelaikan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penilaian teknis terhadap kondisi umum dalam rangka pemasukan kapal dari luar negeri. norma. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur di bidang konstruksi. instalasi permesinan dan listrik kapal. lambung timbul dan stabilitas kapal.VALID). instalasi permesinan dan listrik kapal. stabilitas kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . stabilitas kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi. pedoman. d. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. e. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. instalasi permesinan.rtf 122 . penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan gambar rancang bangun kapal.

pendaftaran dan balik nama kapal. pedoman. instalasi permesinan. standar. Seksi Rancang Bangun dan Pemasukan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. stabilitas kapal. hipotek dan kebangsaan kapal. listrik dan lambung timbul kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi. pendaftaran dan balik nama kapal. surat persetujuan penggunaan/ penggantian nama kapal. c. pendaftaran dan baliknama kapal. surat tanda kebangsaan kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal. surat keterangan status hukum kapal. norma. hipotek dan kebangsaan kapal. 03 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 123 . pedoman. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengukuran kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan perawatan kapal berencana. hipotek dan kebangsaan kapal. Subdirektorat Pengukuran. pedoman. surat keterangan penghapusan kapal dari pendaftaran dan daftar riwayat kapal. surat penetapan tanda panggilan (call sign) kapal. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur di bidang pengukuran kapal. (2) b. penerbitan surat ukur. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. standar. dan peti kemas. norma. norma. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur.DITJEN HUBLA (FINAL . standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. standar.Pasal 303 (1) Seksi Konstruksi dan Stabilitas Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 304 Subdirektorat Pengukuran. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal menyelenggarakan fungsi: a.VALID). penyiapan bahan pengesahan daftar ukur kapal. bimbingan teknis. pedoman.

hipotek dan kebangsaan kapal. penggantian bendera kapal. Seksi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 306 Subdirektorat Pengukuran. perlengkapan dan peralatan kapal. standar. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal. baliknama dan hipotek kapal. pemberian nama kapal dan tanda panggilan kapal. pedoman. b. Pasal 307 (1) Seksi Pengukuran Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemberian surat tanda kebangsaan kapal. dan Seksi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal cara dalam negeri dan cara internasional. radio dan elektronika kapal. standar. norma. e. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . teknis permesinan. evaluasi dan pelaporan di bidang nautis. Teknis dan Radio Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pendaftaran. serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang pendaftaran. pendaftaran dan baliknama kapal.VALID).d. standar. pedoman. Pasal 308 Subdirektorat Nautis.DITJEN HUBLA (FINAL . kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal terdiri atas: a. baliknama dan hipotek kapal serta penyelenggaraan penggantian bendera kapal. norma. norma. serta bimbingan teknis. Seksi Pengukuran Kapal.rtf 124 . pedoman.

elektronika dan radio kapal. serta bimbingan teknis. dan penerbitan sertifikat b. perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal. Seksi Penilikan Keselamatan Kapal. standar. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Nautis. perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang nautis dan teknis permesinan. standar. teknis permesinan kapal. norma.VALID). kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang nautis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang nautis dan teknis permesinan. norma. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur. perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal. d. Pasal 310 Subdirektorat Nautis. kriteria dan prosedur di bidang nautis. perlengkapan dan peralatan kapal. penyiapan bahan penyiapan keselamatan kapal. pedoman. pedoman. Pasal 311 (1) Seksi Penilikan Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. standar. Teknis dan Radio Kapal terdiri atas: a.rtf 125 . norma.DITJEN HUBLA (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi keselamatan kapal. teknis permesinan kapal. Teknis dan Radio Kapal menyelenggarakan fungsi: a. b.Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. radio dan elektronika kapal. pedoman. radio dan elektronika kapal. dan Seksi Sertifikasi Keselamatan Kapal. radio dan elektronika kapal. Seksi Sertifikasi Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. dan dumping serta manajemen keselamatan kapal. pedoman. bahan berbahaya. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan dan ganti rugi pencemaran. penyiapan bahan penerbitan sertifikat manajemen keselamatan kapal. kriteria dan prosedur di bidang pencegahan pencemaran oleh minyak. c. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan pola penanggulangan darurat pencemaran minyak dari kapal (Shipboard Oil Pollution Emergency Plan). beracun dan bahan lainnya dari kapal serta dana jaminan ganti rugi pencemaran dari kapal.rtf 126 . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pencegahan dan ganti rugi pencemaran. norma. pola penanggulangan darurat pencemaran laut dari kapal (Shipboard Marine Pollution Emergency Plan) dan instalasi peralatan pencegahan pencemaran di kapal. dan dumping serta manajemen keselamatan kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan pencemaran dari kapal. d. f. standar. jaminan ganti rugi pencemaran dan dumping. Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. pencegahan pencemaran dari kapal dan jaminan ganti rugi.Pasal 312 Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. 03 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). b. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. e.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman. manajemen keselamatan pengoperasian kapal. penyiapan bahan pelaksanaan audit di bidang manajemen keselamatan kapal.

pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL . standar. Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. dan Seksi Manajemen Keselamatan Kapal. pedoman. norma. standardisasi dan sertifikasi pelaut. standar. serta sertifikasi pencegahan pencemaran dan pengurusan kontribusi tahunan. kriteria dan prosedur. dan perlindungan awak kapal. pembersihan tangki-tangki kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen keselamatan pengoperasian kapal dan sertifikasi manajemen keselamatan kapal. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan. bahan berbahaya. pedoman. pemantauan peralatan pencemaran serta ganti rugi pencemaran. b. norma. norma. sarana pengangkutan dan penampungan limbah di pelabuhan. kriteria dan prosedur di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal. pedoman. Pasal 315 (1) Seksi Pencegahan dan Ganti Rugi Pencemaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan pencemaran oleh minyak. beracun dan bahan lainnya dari kapal. norma. Seksi Manajemen Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta standardisasi dan sertifikasi pelaut. Pasal 316 Subdirektorat Kepelautan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.rtf 127 . Subdirektorat Kepelautan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.Pasal 314 Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal terdiri atas: a. Seksi Pencegahan dan Ganti Rugi Pencemaran. kriteria dan prosedur. serta bimbingan teknis. standar. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 .VALID).

norma. pedoman. b.b. standar. perjanjian kerja laut dan penyijilan awak kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang standardisasi dan sertifikasi serta pengukuhan sertifikat. Pasal 319 (1) Seksi Pengawakan dan Perlindungan Awak Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi kepelautan dan pengawakan kapal. kepegawaian. sertifikat kepelautan dan perjanjian kerja laut.rtf 128 . e. pengesahan program pendidikan dan pelatihan kepelautan. database identitas pelaut. dan Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Pelaut. d. Pasal 320 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. kriteria dan prosedur. Pasal 318 c.VALID). Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Pelaut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . dan kerumahtanggaan. norma. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan program pendidikan dan pelatihan kepelautan. Subdirektorat Kepelautan terdiri atas: a. database sertifikat pelaut. standar. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta standardisasi dan sertifikasi pelaut.DITJEN HUBLA (FINAL . kriteria dan prosedur. serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta standardisasi dan sertifikasi pelaut. Seksi Pengawakan dan Perlindungan Awak Kapal. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta penerbitan buku pelaut.

kapal negara dan pangkalan kenavigasian . telekomunikasi pelayaran. pedoman. pedoman. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur di bidang perambuan. telekomunikasi pelayaran. 03 OTK KEMENHUB 2010 . standar. sarana dan prasarana kenavigasian. sarana dan prasarana kenavigasian. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perambuan. kapal negara.VALID). penyiapan pemberian perizinan dan pelayanan dalam penyelenggaraan perambuan dan telekomunikasi pelayaran.rtf 129 . dan pelaksanaan urusan tata usaha. norma. d.Bagian Ketujuh Direktorat Kenavigasian Pasal 321 Direktorat Kenavigasian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. c. kapal negara. telekomunikasi pelayaran. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perambuan. sarana dan prasarana kenavigasian. kapal negara dan pangkalan kenavigasian. pangkalan kenavigasian. f. Direktorat Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a. sarana dan prasarana kenavigasian. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang perambuan. b. kapal negara dan pangkalan kenavigasian. norma. Pasal 322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321. e. penyiapan penyusunan standar. telekomunikasi pelayaran. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. telekomunikasi pelayaran.DITJEN HUBLA (FINAL . serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang perambuan. pangkalan kenavigasian serta sarana dan prasarana kenavigasian.

Pasal 325 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 324. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. penandaan daerah terbatas dan terlarang. d.rtf 130 . Subdirektorat Perambuan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran. maklumat pelayaran bahaya navigasi. Subdirektorat Perambuan. pedoman. e. Pasal 324 Subdirektorat Perambuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. standar.Pasal 323 Direktorat Kenavigasian terdiri atas: a. norma.DITJEN HUBLA (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. b. Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian. daerah ship to ship.VALID). pembangunan. maklumat pelayaran bahaya navigasi. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. f. dan Subbagian Tata Usaha. c. daerah ship to ship. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. penandaan daerah terbatas dan terlarang. Subdirektorat Sarana dan Prasarana. standar. pedoman. pembangunan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian.

pedoman. b.b. pedoman. daerah ship to ship. penandaan daerah terbatas dan terlarang. perencanaan pembangunan. maklumat pelayaran bahaya navigasi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Perambuan. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. Subdirektorat Perambuan terdiri atas: a. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang peralatan. pembangunan. penandaan daerah terbatas dan terlarang. daerah ship to ship. standar. gambar design konstruksi serta kelainan dan keandalan sarana bantu navigasi pelayaran dan koreksi peta laut. Seksi Operasi dan Survei. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas.VALID). perbaikan dan pemeliharaan.rtf . 131 (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. norma. pembangunan. Pasal 326 c. d. replacement. kriteria dan prosedur. standar. norma. serta bimbingan teknis. pemberian ijin spesifikasi teknis sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. daerah ship to ship. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas.DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan bahan perijinan spesifikasi teknis pembangunan sarana bantu navigasi pelayaran pihak ketiga. Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Perambuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 327 (1) Seksi Operasi dan Survei mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. maklumat pelayaran bahaya navigasi. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. penandaan daerah terbatas dan terlarang. maklumat pelayaran bahaya navigasi.

evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja. Pasal 329 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 328. dan kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran serta pelaksanaan perhitungan. pedoman. norma. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja. c. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. ijin identifikasi untuk dinas bergerak pelayaran serta ijin kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran.VALID). perencanaan.rtf 132 . norma. Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja. penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran. perencanaan pembangunan sarana dan prasarana. 03 OTK KEMENHUB 2010 . standar. kuasa perhitungan jasa Telekomunikasi Pelayaran. pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . Seksi Operasi. dan Seksi Peralatan Pelayaran. pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis. pemberian ijin kuasa perhitungan jasa. rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran. pemeliharaan dan perbaikan. Pasal 330 Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran terdiri atas: a. pedoman.Pasal 328 Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis. perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran. pembangunan sarana dan prasarana. peralatan. dan Pemeliharaan Telekomunikasi b.

stasiun radio kapal dan sarana bantu navigasi pelayaran elektronika. Pasal 333 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 332. sistem jaringan.VALID). peralatan dan suku cadang. pedoman. serta penilaian teknis. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur. pemeliharaan dan perbaikan peralatan telekomunikasi pelayaran. pedoman. rancang bangun dan pembangunan kapal. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan kinerja stasiun radio pantai. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Telekomunikasi Pelayaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. pengawakan dan perbekalan kapal.Pasal 331 (1) Seksi Operasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeliharaan.DITJEN HUBLA (FINAL . formasi dan penempatan kapal. ijin identifikasi untuk dinas bergerak pelayaran serta ijin kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. norma. standar. serta bimbingan teknis. norma. pedoman. rancang bangun dan pembangunan kapal kenavigasian. radio kapal. formasi dan penempatan kapal. pedoman. norma. standar. Pasal 332 Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pengawakan dan perbekalan kapal. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan bangunan gedung.rtf 133 . kriteria dan prosedur. pemeliharaan kapal negara kenavigasian. pemberian rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran.

norma. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. norma. standar. Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 335 (1) Seksi Operasi dan Pengawakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan. formasi dan penempatan kapal negara kenavigasian. b. Pasal 334 c. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 .b. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. pengawakan dan perbekalan kapal. pedoman.rtf 134 . norma. pengawakan dan perbekalan kapal. standar. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. rancang bangun dan pembangunan kapal. Pasal 336 Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. formasi dan penempatan kapal. pemeliharaan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. pemeliharaan. pengawakan dan perbekalan kapal. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian terdiri atas: a. formasi dan penempatan kapal. standar. pemeliharaan dan penilaian teknis penghapusan kapal. penetapan lokasi bangunan. dan Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan.DITJEN HUBLA (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan pembangunan kapal.VALID). kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian. pedoman. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. pedoman. rancang bangun dan pembangunan kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Seksi Operasi dan Pengawakan.

b. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. pemeliharaaan bangunan gedung. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. Pasal 339 (1) Seksi Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan kebijakan. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. norma. standar.VALID). penetapan lokasi bangunan. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penetapan lokasi bangunan. kriteria dan prosedur. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. lokasi pembangunan dan fasilitas pangkalan. serta penilaian teknis fasilitas pangkalan.rtf 135 . perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. penetapan lokasi bangunan.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman. c. dan Seksi Perbengkelan. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. norma. Pasal 338 Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian terdiri atas: a. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. Seksi Bangunan. Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 337 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 336. serta bimbingan teknis.

pedoman. Pasal 341 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340. pedoman. Seksi Program. norma. standar. pemeliharaan. b. kebutuhan. Pasal 342 c. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. Pasal 340 Subdirektorat Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. d. norma. Subdirektorat Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. serta bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . Subdirektorat Sarana dan Prasarana terdiri atas: a. standar. perbaikan dan penilaian teknis peralatan galangan dan bengkel. 03 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan peralatan suku cadang bengkel.VALID). penyiapan bahan program dan rencana kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian.rtf 136 . penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. b.(2) Seksi Perbengkelan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan kebijakan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. norma. pedoman. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. dan Seksi Evaluasi dan Pelaporan. kriteria dan prosedur.

anggaran serta pembangunan sarana dan prasarana kenavigasian.Pasal 343 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang patroli dan pengamanan. dan kerumahtanggaan. norma. kepegawaian. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. kriteria dan prosedur. pedoman. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pengawasan keselamatan dan penyidik pegawai negeri sipil. serta bimbingan teknis. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai menyelenggarakan fungsi: a. norma. standar. standar. norma. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. melakukan (2) Bagian Kedelapan Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Pasal 345 Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan. Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang patroli dan pengamanan. tertib pelayaran.DITJEN HUBLA (FINAL . sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai.rtf 137 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis di bidang evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program kerja. tertib pelayaran. pedoman. pedoman. Pasal 344 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. standar. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

g. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang patroli dan pengamanan. c. kriteria dan prosedur di bidang patroli dan pengamanan. Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air dan pemberian perijinan. norma. tertib pelayaran. penyiapan pelaksanaan di bidang patroli dan pengamanan. tertib pelayaran. penyiapan penyusunan standar. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan.rtf 138 . penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. tertib pelayaran. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). b. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai terdiri atas: a.VALID). pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). dan pelaksanaan urusan tata usaha. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).b. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. tertib pelayaran. pedoman. tertib pelayaran. Subdirektorat Tertib Pelayaran. penyiapan pembinaan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang patroli dan pengamanan. e.DITJEN HUBLA (FINAL . sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. Pasal 347 c. f. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. d. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang patroli dan pengamanan.

kriteria dan prosedur di bidang patroli. Pasal 348 e. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). penanganan perompakan dan pembajakan. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). pantai dan pelabuhan. evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang patroli dan pengamanan sarana dan prasarana transportasi (ISPS Code) di laut. pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut. pendistribusian amunisi dan senjata api dinas. kriteria. penegakan peraturan perundangundangan. tingkat ancaman keamanan di laut. pedoman. pantai dan pelabuhan. Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah air. penyiapan bahan penyusunan prosedur penahanan kapal dan penyerahan kapal yang melakukan pelanggaran dan tindak pidana pelayaran. c. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348.rtf 139 . pedoman. analisa kerawanan wilayah. standar. norma. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang patroli. penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. dan prosedur serta bimbingan teknis. pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penyediaan data kegiatan kapal di perairan dan pelabuhan. f.d. dan Subbagian Tata Usaha. penegakan peraturan perundangundangan pelayaran. norma. serta perijinan penggunaan. pantai dan pelabuhan. analisa kerawanan wilayah. Subdirektorat Sarana dan Prasarana. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan menyelenggarakan fungsi: a.VALID). standar. penanganan perompakan dan pembajakan. pantai dan pelabuhan.DITJEN HUBLA (FINAL .

analisa kerawanan wilayah. Pasal 350 e. analisa kerawanan wilayah serta penegakan peraturan perundang-undangan di laut. kriteria dan prosedur. penanganan perompakan dan pembajakan. penyiapan bahan penyusunan rancangan keamanan dalam rangka pengesahan dan penerbitan sertifikat keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan. norma. standar. pendistribusian amunisi dan senjata api serta penetapan kualifikasi teknis petugas pengamanan. dan pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut. norma. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan terdiri atas: a. serta bimbingan teknis. penegakan peraturan perundangundangan. pedoman.d. Seksi Pengamanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pantai dan pelabuhan. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . penanganan perompakan dan pembajakan. pedoman. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang patroli dan pengamanan. evaluasi dan pelaporan di bidang patroli. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System).DITJEN HUBLA (FINAL . serta bimbingan teknis.rtf 140 . dan Seksi Pengamanan. pantai dan pelabuhan serta penetapan kualifikasi teknis petugas patroli. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang patroli. perijinan penggunaan. standar.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang pengamanan sarana dan prasarana transportasi (ISPS Code) di laut. Seksi Patroli. pantai dan pelabuhan. kriteria dan prosedur. b. Pasal 351 (1) Seksi Patroli mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. standar. b. dan Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. e.rtf 141 . Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. pedoman. pedoman. norma. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan. 03 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). Seksi Advokasi dan Diseminasi Pengawasan Keselamatan. evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. kriteria dan prosedur di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penyiapan bahan sosialisasi dan advokasi serta diseminasi bidang keselamatan pelayaran. d. Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi: a. standar. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pasal 354 Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil terdiri atas: a. penyiapan bahan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL .Pasal 352 Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. b.

norma. penyidikan serta pengajuan berkas perkara pelanggaran dan tindak pidana pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil. standar.Pasal 355 (1) Seksi Advokasi dan Diseminasi Pengawasan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. standar. tertib bandar. norma. surat ijin berlayar. pedoman. kriteria dan prosedur.VALID). kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. Pasal 356 Subdirektorat Tertib Pelayaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBLA (FINAL . kriteria dan prosedur di bidang tertib lalulintas kapal. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal. pedoman. serta bimbingan teknis. tertib bandar. kriteria dan prosedur. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356.rtf 142 . pengawasan kapal asing. norma. pengawasan kapal asing. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas advokasi dan diseminasi. evaluasi dan pelaporan di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Subdirektorat Tertib Pelayaran menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. penyelidikan. surat ijin berlayar. pedoman. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal. evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang kebandaran dan kecelakaan kapal. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tertib lalulintas kapal. serta bimbingan teknis.

kriteria dan prosedur. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal.VALID). standar. evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang penanggulangan musibah. penanganan pemrosesan kecelakaan kapal. pencemaran dan pekerjaan bawah air. Port State Control Officer. norma. tertib bandar.c. Seksi Kecelakaan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang kesyahbandaran. tertib bandar. norma.rtf 143 . Pasal 360 Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. b. pengajuan pemeriksaan lanjutan perkara. Seksi Kebandaran. Pasal 358 d.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman. kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan penanganan muatan berbahaya. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang pengusutan kecelakaan dan bencana kapal. Pasal 359 (1) Seksi Kebandaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Port State Control Officer. pedoman. penanganan muatan berbahaya. serta bimbingan teknis. pedoman. Subdirektorat Tertib Pelayaran terdiri atas: a. standar. kriteria dan prosedur. surat ijin berlayar. pengawasan kapal asing dan penetapan kualifikasi teknis petugas kesyahbandaran. serta pengawasan penanganan muatan berbahaya. tertib lalulintas kapal. norma. pelaksanaan eksekusi putusan Mahkamah Pelayaran dan pelaporan ke International Maritime Organization serta penetapan kualifikasi teknis petugas penanganan pemrosesan kecelakaan kapal. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang tertib lalulintas kapal. ijin berlayar. dan Seksi Kecelakaan Kapal. standar. pengawasan kapal asing. serta bimbingan teknis.

pemadaman kebakaran. pemadaman kebakaran. penanganan kerangka kapal dan salvage. serta pendirian. b. tuntutan ganti kerugian pencemaran. penanggulangan pencemaran. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang Search And Rescue. penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. penanganan kerangka kapal dan salvage. tuntutan ganti kerugian pencemaran. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Search And Rescue. Seksi Penanggulangan Musibah. d. penanggulangan pencemaran.VALID). perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. penanganan kerangka kapal dan salvage. serta pendirian.rtf 144 . pemadam kebakaran. e. kegiatan penyelaman. penanggulangan pencemaran dan penyelam. dan Seksi Pekerjaan Bawah Air. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang Search And Rescue. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. kriteria dan prosedur di bidang Search And Rescue. kegiatan penyelaman serta penanganan kerangka kapal dan salvage.DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 362 Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air terdiri atas: a. penanggulangan pencemaran. pedoman. norma. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. tuntutan ganti kerugian pencemaran. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan.Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. kegiatan penyelaman. standar. kegiatan penyelaman. pemadaman kebakaran. penyiapan bahan perijinan di bidang pendirian. serta pendirian. Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air menyelenggarakan fungsi: a. 03 OTK KEMENHUB 2010 . c.

tuntutan ganti kerugian pencemaran dan pemadaman kebakaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas Search And Rescue. evaluasi dan pelaporan di bidang Search And Rescue. pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan laut dan Pantai. bimbingan teknis. standar. norma. penanggulangan pencemaran. kriteria dan prosedur. norma. standar. kriteria dan prosedur di bidang pengadaan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma. pemadam kebakaran.Pasal 363 (1) Seksi Penanggulangan Musibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 145 . Seksi Pekerjaan Bawah Air mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. standar. kegiatan penyelaman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan. Subdirektorat Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. dan penanggulangan pencemaran. bimbingan teknis. norma. pemeliharaan. pengelolaan sarana dan prasarana operasional serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang penjagaan laut dan pantai.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. pembangunan. penanganan kerangka kapal dan salvage serta penetapan kualifikasi teknis petugas penyelam. Pasal 364 Subdirektorat Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. perijinan serta evaluasi dan pelaporan di bidang pendirian. pedoman.VALID). pemeliharaan. pembangunan. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pedoman.

Seksi Sarana dan Prasarana Operasional. program kerja dan laporan Direktorat.VALID). dan Seksi Awak Kapal. pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan Laut dan Pantai. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan. Pasal 366 c. pemeliharaan. norma. standar.rtf 146 . melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengadaan. Subdirektorat Sarana dan Prasarana terdiri atas: a. pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan Laut dan Pantai. evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta pemeliharaan senjata api. Pasal 367 (1) Seksi Sarana dan Prasarana Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Awak Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kepegawaian dan kerumahtanggaan. pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL . norma. pembangunan. evaluasi dan pelaporan di bidang peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang awak kapal Penjagaan Laut dan Pantai serta penyiapan rencana.b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 368 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. b. pemeliharaan. pembangunan.

(2) (3) (4) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 370 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 369 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masingmasing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).rtf 147 . dan masing-masing Direktur.DITJEN HUBLA (FINAL . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.VALID).

pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan udara. standar. d. b.DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 372 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perhubungan udara. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi: a. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. dan kriteria di bidang perhubungan udara. Pasal 373 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 372.VALID). prosedur. c. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. penyusunan norma. 04 OTK KEMENHUB 2010 . perumusan kebijakan di bidang perhubungan udara.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA Bagian Pertama Kedudukan. e. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan udara. (2) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dipimpin oleh Direktur Jenderal. Tugas dan Fungsi Pasal 371 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan.rtf 148     .

program dan anggaran. terdiri atas : a.rtf 149     . data dan informasi. d. Direktorat Bandar Udara. Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara. Direktorat Navigasi Penerbangan. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). pemberian pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Direktorat Angkutan Udara. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi : a.DITJEN HUBUD (FINAL .Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 374 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. f. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan. b. c. e. Direktorat Keamanan Penerbangan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Pasal 375 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. 04 OTK KEMENHUB 2010 .

04 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan urusan kepegawaian.b. c. menengah. penyusunan laporan kegiatan di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal. d.DITJEN HUBUD (FINAL . dan pengelolaan data dan sistem informasi manajemen di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.rtf 150     . serta hubungan masyarakat dan koordinasi kerjasama luar negeri. Bagian Kepegawaian dan Umum. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan penyuluhan hukum dan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. c. evaluasi dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional serta laporan masyarakat. Bagian Keuangan. e. Pasal 377 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. pengelolaan urusan tata usaha keuangan. penelaahan. Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat. terdiri atas: a. d. Pasal 378 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan tinjau ulang rencana jangka panjang. tata usaha dan rumah tangga. f. penerimaan negara bukan pajak dan barang milik negara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan dan akuntabilitas kinerja unit kerja. penataan organisasi dan tata laksana. program dan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Petunjuk Operasional (PO).VALID). Bagian Perencanaan. akuntansi. b.

dan c.DITJEN HUBUD (FINAL . Subbagian Program. pelaksanaan rapat kerja antar lembaga dan unit kerja. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan dan tinjau ulang rencana jangka panjang dan menengah. Rencana Kerja (RENJA). analisis. dan c. penyiapan bahan penyusunan dan revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK). pengelolaan data dan sistem informasi manajemen pemerintahan dan e-government. terdiri atas : a. Subbagian Rencana. anggaran dan kinerja. penelaahan. pelaporan dan bimbingan pelaksanaan program.VALID).Pasal 379 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378. b. Pasal 380 Bagian Perencanaan. penelaahan.rtf 151     . evaluasi. b. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan dan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). koordinasi penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan standar pelayanan serta penyiapan bahan kebijakan di bidang organisasi dan tata laksana. penyiapan pelaksanaan koordinasi. dan prioritas program tahunan dan bantuan / pinjaman luar negeri. penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Analisa dan Evaluasi.

penyusunan dan revisi prioritas program tahunan. penatausahaan dan penyusunan penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pasal 382 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan Barang Milik Negara (BMN). penelaahan. evaluasi pelaksanaan program serta realisasi anggaran. penatausahaan pelaksanaan anggaran Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. studi dan kajian kebijakan di bidang transportasi udara. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). 04 OTK KEMENHUB 2010 . (3) Subbagian Analisa dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. pengelolaan data dan sistem informasi manajemen pemerintahan dan e-government.DITJEN HUBUD (FINAL . (2) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penyusunan dan verifikasi laporan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. mengkoordinasikan pelaksanaan penyiapan bahan audit internal dan eksternal.rtf 152     . Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) anggaran reguler dan pinjaman/hibah luar negeri. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). rencana pembangunan jangka pendek/Rencana Kerja (RENJA). Rencana Kerja Pemerintah (RKP).VALID). prosedur dan kriteria. rencana strategis. evaluasi dan analisa kelembagaan dan tata laksana serta norma. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). standar. laporan tahunan dan nota keuangan penyusunan serta revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK). standar pelayanan minimal dan standar pelayanan publik. program bantuan/pinjaman luar negeri (green book and blue book). cetak biru. koordinasi penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI). penelaahan dan penyusunan evaluasi dan pelaporan dokumen penetapan dan kinerja tahunan. penyusunan dan pengusulan pengelola anggaran. penyiapan bahan dan rapat koordinasi antar lembaga dan unit kerja serta pelaksanaan rapat kerja dinas. penelaahan. penyusunan dan tinjau ulang rencana kebijakan Pembangunan Jangka Panjang (RPJP).Pasal 381 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.

penyiapan bahan penatausahaan. koordinasi tindak lanjut Laporan Hasil Audit (LHA) dan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR). Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi. terdiri atas : a. dan mengkoordinasikan penyiapan bahan audit internal dan eksternal. pengelolaan.rtf 153     . pelaporan Barang Milik Negara (BMN). penyusunan laporan keuangan berdasarkan Sistem Akuntansi Instansi (SAI). 04 OTK KEMENHUB 2010 . dan pelaksanaan verifikasi laporan keuangan. pengkajian penatausahaan Barang Milik Negara yang meliputi serah terima. penyiapan bahan penatausahaan. b. inventarisasi. penyiapan bahan pembinaan penatausahaan yang meliputi pengkajian dan evaluasi terhadap penggunaan dan pemanfaatan BMN. inventarisasi. Subbagian Tata Usaha Barang Milik Negara. penyusunan target dan penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).VALID). penyusunan dan pengusulan pengelola anggaran. Pasal 385 (1) Subbagian Tata Usaha Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan evaluasi.DITJEN HUBUD (FINAL . dan c. serah terima dan penghapusan Barang Milik Negara.Pasal 383 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 382. Pasal 384 Bagian Keuangan. pemantauan. penghapusan . Subbagian Akuntansi. serta menyiapkan bahan pelaporan sistem manajemen penyusunan laporan barang milik negara. c. pemanfaatan. pembinaan. penatausahaan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Subbagian Tata Usaha Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Laporan Hasil Audit.

rtf . penyiapan bahan pertimbangan hukum. bantuan dan penyelesaian masalah hukum dan hubungan masyarakat serta koordinasi kerjasama luar negeri. dan 154     b. dokumentasi hukum dan peraturan perundang-undangan serta penyiapan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan rencana ratifikasi. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan serta evaluasi peraturan perundang-undangan. verifikasi dan rekonsiliasi laporan keuangan. penyusunan.DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 387 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386.TGR) serta pengusulan pengelola anggaran.VALID). penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan penyuluhan hukum/pertimbangan.(2) Subbagian Tata Usaha Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Laporan Hasil Audit mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan penatausahaan. tindak lanjut Laporan Hasil Audit (LHA) dan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP. 04 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi usulan proses pengadaan barang / jasa dan penanganan pengaduan proses pengadaan barang / jasa serta perumusan perjanjian. pembinaan. Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. pemberian pertimbangan hukum/penyelesaian perselisihan serta permasalahan hukum. penyusunan laporan Barang Milik Negara berdasarkan Sistim Informasi dan Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) dan mengkoordinasikan penyiapan bahan audit internal dan eksternal. penatausahaan. penyusunan rencana dan pemantauan penerimaan dan penyetoran. penyusunan penggunaan serta penyusunan laporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan bahan telaahan hukum. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Pusat. analisa dan evaluasi pelaksanaan dan penetapan besaran tarif. penyuluhan hukum. Pasal 386 Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan telaahan hukum. penyusunan daftar usulan Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang berasal dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

VALID). Pasal 389 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan telaahan dan kajian hukum. analisis dan penyiapan bahan publikasi dan koordinasi tindak lanjut penanganan pengaduan publik serta pelaksanaan urusan kerjasama luar negeri. b.rtf . kepangkatan.c. penyiapan dan penelaahan dokumen perjanjian internasional. pemrosesan dan pemberian bantuan dan pertimbangan hukum. pemantauan dan pelaporan kegiatan kerjasama luar negeri.DITJEN HUBUD (FINAL . dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri. c. Subbagian Bantuan Hukum. koordinasi tindak lanjut penanganan pengaduan publik. penyiapan bahan pemantauan. pengembangan. mutasi. Pasal 388 Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat. pemberhentian dan pensiun pegawai. penyusunan. pengadaan. penyusunan rancangan dan evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan serta penyiapan peraturan perundang– undangan yang terkait dengan rencana ratifikasi. Pasal 390 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. koordinasi. penelaahan dokumen perjanjian internasional. 155     (2) (3) 04 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan hukum. pengangkatan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan kegiatan kehumasan dan publikasi. evaluasi usulan proses pengadaan barang / jasa dan penanganan proses pengadaan barang / jasa. penyusunan materi. terdiri atas : a. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. serta tata usaha dan rumah tangga. pemantuan dan pelaporan perjanjian dan kesepakatan bersama (MoU).

pengadaan. pemberhentian dan pensiun serta data base sistem informasi SDM. pelaksanaan administrasi pengangkatan dan kepangkatan. b. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga. pengelolaan data base sistem informasi SDM dan peta jabatan serta peta SDM. dan pengelolaan rumah tangga. pemberhentian dan pensiun PNS.Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390. dan pelaksanaan pengadaan pegawai. pengelolaan barang. penyiapan bahan kepangkatan. dan c. pelaksanaan pengadaan serta usulan pengangkatan calon PNS.VALID). analisis kebutuhan. mutasi. dan c. usulan formasi. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan dan pembinaan karier dan kesejahteraan pegawai serta evaluasi kinerja pegawai. penyiapan bahan pembinaan.rtf 156     . terdiri atas: a. pengembangan pola karier.DITJEN HUBUD (FINAL . kearsipan. Pasal 393 (1) Subbagian Perencanaan dan Mutasi SDM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan usulan formasi pegawai. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 392 Bagian Kepegawaian dan Umum. pemeliharaan. pendistribusian. Subbagian Perencanaan dan Mutasi SDM. penyiapan bahan pelaksanaan tata usaha. Subbagian Evaluasi dan Pengembangan SDM. mutasi. b.

pemberdayaan SDM. (3) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha dan administrasi umum. kearsipan. dan pengelolaan rumah tangga dan umum. usulan dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. menyusun serta melaksanakan kebijakan. pemeliharaan.(2) Subbagian Evaluasi dan Pengembangan SDM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standar kompetensi jabatan. angkutan udara niaga berjadwal. 04 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi kinerja SDM. pendistribusian.DITJEN HUBUD (FINAL . dan pemberian tanda penghargaan. pemeliharaan. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. pelaksanaan urusan perjalanan dinas. barang. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara. pedoman. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394. ujian dinas dan penyesuaian ijazah. Direktorat Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a.rtf 157     . pendistribusian dan pengelolaan surat. Bagian Keempat Direktorat Angkutan Udara Pasal 394 Direktorat Angkutan Udara mempunyai tugas merumuskan. pelaksanaan kegiatan protokoler. sistem dan prosedur. norma. analisis kebutuhan. pengawasan. pembinaan mental SDM dan disiplin pegawai. pengelolaan kesejahteraan pegawai. kriteria. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. pengembangan dan pembinaan pegawai. standar.VALID). pengadaan.

penyiapan pelaksanaan pengawasan. 158     04 OTK KEMENHUB 2010 . d. penyiapan penyusunan standar. angkutan udara niaga berjadwal. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga.VALID). kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara.rtf . angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. pedoman. pengendalian dan penegakan hukum di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan udara niaga berjadwal.b. bimbingan. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. angkutan udara niaga berjadwal. kriteria. e. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. c. dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. g. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. sistem dan prosedur di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. f.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian arahan. pemberian ijin dan/atau sertifikasi dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. angkutan udara niaga berjadwal. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. h. angkutan udara niaga berjadwal. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan udara niaga berjadwal. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur angkutan udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. norma.

penyusunan standarisasi. e. f. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang sistem informasi pelayanan angkutan udara. Subbagian Tata Usaha. pedoman. sistem dan prosedur. kriteria. pelaksanaan urusan keuangan. angkutan multimoda. Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara. kepegawaian dan personel. tata usaha. pengawasan. Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. pengelolaan sistem teknologi informatika. Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara.VALID). d.rtf . Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal. b. 159     04 OTK KEMENHUB 2010 . dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. norma. Pasal 397 Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga. logistik dan National Single Window (NSW). c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397.i. dan dokumentasi teknis. Pasal 396 Direktorat Angkutan Udara terdiri atas : a.DITJEN HUBUD (FINAL .

bimbingan. b. Pasal 399 Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara. angkutan multimoda. angkutan multimoda.b. kriteria.rtf 160     . 04 OTK KEMENHUB 2010 . f. Seksi Sistem Pelayanan Angkutan Udara. logistik dan National Single Window (NSW). terdiri atas : a. norma. sistem dan prosedur di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. c. logistik dan National Single Window (NSW). logistik dan National Single Window (NSW). d. e. angkutan multimoda. angkutan multimoda. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. logistik dan National Single Window (NSW). pengendalian dan penegakan hukum di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara angkutan multimoda. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian rekomendasi dan/atau persetujuan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. Seksi Sistem Informasi Angkutan Udara.VALID). logistik dan National Single Window (NSW). g. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. logistik dan National Single Window (NSW). penyiapan bahan penyusunan standar. Pelaksanaan pemberian arahan. angkutan multimoda.DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman.

pedoman. angkutan multimoda dan logistik serta ranking peningkatan kinerja pelayanan angkutan udara. norma. jaringan penerbangan.VALID). pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. pengawasan dan penegakan hukum. persetujuan. Pasal 401 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standarisasi. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pengawasan dan penegakan hukum. norma. bimbingan. kriteria. pedoman.rtf 161     . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. sistem dan prosedur. norma.DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. pemberian arahan. kriteria. on time performance perusahaan angkutan udara serta pelayanan pengangkutan kargo. sistem dan prosedur. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. (2) Seksi Sistem Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan angkutan udara. pemberian arahan. rute. angkutan multimoda. bimbingan. penyusunan standarisasi. logistik dan National Single Window (NSW). penyusunan standar. sistem dan prosedur. kriteria. pelayanan penunjang angkutan udara. pengawasan.Pasal 400 (1) Seksi Sistem Informasi Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang sistem. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal menyelenggarakan fungsi: a. pemberian rekomendasi dan/atau persetujuan. pelatihan serta bantuan teknis. kapasitas angkutan udara.

penyusunan standarisasi. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri.b. e. Pasal 404 (1) Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Luar Negeri.rtf 162     . bimbingan. penyiapan bahan penyusunan standar. kriteria. c. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. norma. f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. pelaksanaan pemberian arahan. pemberian persetujuan.VALID). 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 403 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal terdiri atas : a. b. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. sistem dan prosedur. pemberian arahan. sistem dan prosedur di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.DITJEN HUBUD (FINAL . pelatihan serta bantuan teknis. Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. pengawasan dan penegakan hukum. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri. d. g. pedoman. kriteria. bimbingan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri.

serta angkutan udara perintis. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan standar. sistem dan prosedur di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal. angkutan udara haji. serta angkutan udara perintis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal. pedoman. bimbingan serta bantuan teknis. serta angkutan udara perintis. sistem dan prosedur. Penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pengawasan dan penegakan hukum. pemberian persetujuan. pengawasan.DITJEN HUBUD (FINAL .(2) Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. norma. pedoman. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal. b. serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan non niaga. Pasal 405 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal luar negeri serta evaluasi permintaan jasa angkutan udara untuk pengembangan rute dan kapasitas angkutan udara niaga berjadwal luar negeri.VALID). Pasal 406 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. kriteria. penyusunan standarisasi. angkutan udara haji. pengendalian. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. angkutan udara haji. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga menyelenggarakan fungsi : a. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. c. norma. kriteria. pemberian arahan. norma. kriteria. penyiapan bahan penyusunan standar.rtf 163     . sistem dan prosedur.

penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. g. bimbingan. kriteria. penyusunan standarisasi. Pasal 407 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga. angkutan udara haji.VALID). angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. pedoman. serta angkutan udara perintis. f. Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Luar Negeri. bimbingan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal. serta angkutan udara perintis. pemberian arahan. e. norma. pelatihan serta bantuan teknis di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. Pasal 408 (1) Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal. pelatihan serta bantuan teknis. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. b. Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Dalam Negeri. sistem dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri serta angkutan udara perintis. angkutan udara haji. pengawasan dan penegakan hukum.DITJEN HUBUD (FINAL .d. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pelaksanaan pemberian arahan. terdiri atas : a.rtf 164     . pemberian persetujuan.

DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman. norma. kriteria. penyusunan standarisasi. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga luar negeri serta angkutan udara haji. Penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan kerjasama perusahaan angkutan udara di bidang angkutan udara.(2) Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. d.rtf 165     . sistem dan prosedur. norma. Pasal 409 Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. pengawasan. norma. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara.VALID). penyusunan standar. kerjasama multilateral dan lembaga internasional. sistem dan prosedur di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara. pelatihan serta bantuan teknis. kerjasama multilateral dan lembaga internasional serta kerjasama perusahaan angkutan udara dan pelayanan fasilitasi (FAL). pemberian arahan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. kriteria. penyiapan bahan penyusunan standar. bimbingan. Penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pedoman. pemberian persetujuan. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara. sistem dan prosedur. kriteria. pengawasan dan penegakan hukum. Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. kerjasama multilateral dan lembaga internasional serta kerjasama perusahaan angkutan udara dan pelayanan fasilitasi (FAL). pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang kerjasama angkutan udara.

pemberian arahan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang kerjasama perusahaan angkutan udara. (2) Seksi Kerjasama Multilateral dan Lembaga Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta kerjasama perusahaan angkutan udara. b. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis. norma. sistem dan prosedur. f. Seksi Kerjasama Bilateral dan Perusahaan Angkutan Udara. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang perjanjian kerja sama bilateral di bidang angkutan udara dan kerjasama perusahaan angkutan udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Kerjasama Multilateral dan Lembaga Internasional. terdiri atas : a. Pasal 411 Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara. pemberian arahan bimbingan.e. pengawasan dan penegakan hukum. Pelaksanaan pemberian arahan. norma. Pasal 412 (1) Seksi Kerjasama Bilateral dan Perusahaan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. g.rtf 166     . pedoman. multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta kerjasama perusahaan angkutan udara. pengawasan dan penegakan hukum. evaluasi dan pelaporan di bidang perjanjian dan kerjasama multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta pelayanan fasilitasi serta koordinasi dan pertemuan dengan instansi terkait untuk fasilitasi pelayanan angkutan udara internasional. pemberian persetujuan. kriteria. penyusunan standarisasi. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang kerjasama bilateral. kriteria. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama bilateral.VALID).DITJEN HUBUD (FINAL . bimbingan. penyusunan standarisasi. persetujuan.

kriteria. bimbingan pelatihan serta bantuan teknis di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara serta tarif jasa pelayanan angkutan udara. pengawasan dan pengendalian. serta evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara. penyusunan standar.VALID). pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara. e. norma. norma. f.DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman. c. d. b. pengendalian dan penegakan hukum di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara serta tarif jasa pelayanan angkutan udara. sistem dan prosedur di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pedoman. pelaksanaan pemberian arahan. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian ijin dan/atau rekomendasi di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. penyiapan bahan penyusunan standar.rtf 167     . Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur. g.Pasal 413 Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara.

pengawasan dan penegakan hukum. Seksi Bimbingan Usaha Angkutan Udara. sistem dan prosedur. kriteria. bimbingan pelatihan serta bantuan teknis. kepegawaian. pengawasan dan penegakan hukum. 2) Seksi Tarif Jasa Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif jasa pelayanan angkutan udara. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian ijin dan/atau rekomendasi. norma. norma. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. pemberian ijin. evaluasi dan pelaporan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. pengelolaan sistem teknologi informatika. bimbingan. Pasal 416 (1) Seksi Bimbingan Usaha Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. urusan keuangan. sistem dan prosedur.rtf 168     . b. penyusunan standarisasi. pedoman. tata usaha. Seksi Tarif Jasa Pelayanan Angkutan Udara.DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP.Pasal 415 Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara terdiri atas : a.VALID). pelatihan serta bantuan teknis. penyusunan standarisasi. Pasal 417 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat.

169     04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur. prasarana bandar udara. peralatan dan utilitas bandar udara. norma. bimbingan. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. sistem dan prosedur di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. kriteria. peralatan dan utilitas bandar udara. pengawasan. prasarana bandar udara. prasarana bandar udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan.DITJEN HUBUD (FINAL . c. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan.Bagian Kelima Direktorat Bandar Udara Pasal 418 Direktorat Bandar Udara mempunyai tugas merumuskan. penyiapan penyusunan standar. peralatan dan utilitas bandar udara. Direktorat Bandar Udara menyelenggarakan fungsi: a. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. peralatan dan utilitas bandar udara. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. menyusun serta melaksanakan kebijakan. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. prasarana bandar udara. kriteria. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara.VALID). penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur bandar udara. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang bandar udara. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. pedoman. norma. e. pemberian ijin dan/atau sertifikasi/registrasi dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. b. d. pemberian arahan. prasarana bandar udara. pedoman. standar. f. peralatan dan utilitas bandar udara.rtf . Pasal 419 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418.

f. kepegawaian dan personel. i. sistem dan prosedur. b. h. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara.DITJEN HUBUD (FINAL . c. dan dokumentasi teknis. pengelolaan sistem teknologi informatika. pedoman. e. penyusunan standar. Pasal 420 Direktorat Bandar Udara terdiri atas : a. Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang tatanan kebandarudaraan dan tata lingkungan dan kawasan bandar udara. Subbagian Tata Usaha. Pasal 421 Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. norma. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP.rtf 170     . prasarana bandar udara. pelaksanaan urusan keuangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara. Subdirektorat Prasarana Bandar Udara. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. prasarana bandar udara. Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara. peralatan dan utilitas bandar udara. tata usaha. peralatan dan utilitas bandar udara.VALID). d. Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan.g. kriteria.

pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang tata bandar udara. Seksi Tata Bandar Udara. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. kriteria. c.Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. pengendalian dan penegakan hukum di bidang tata bandar udara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tata bandar udara. tata lingkungan dan kawasan bandar udara.rtf 171     . bimbingan. sistem dan prosedur di bidang tata bandar udara. Pelaksanaan pemberian arahan. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. e. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. b. d. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. Seksi Tata Lingkungan dan Kawasan Bandar Udara. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang tata bandar udara. Pasal 423 Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan terdiri atas : a. pelatihan serta bantuan teknis di bidang tata bandar udara. f. tata lingkungan dan kawasan bandar udara.VALID). b. norma. penyiapan bahan penyusunan standar. pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL .

sistem dan prosedur. sistem dan prosedur. pedoman. pengawasan dan penegakan hukum serta evaluasi dan pelaporan di bidang tata lingkungan dan kawasan bandar udara. Subdirektorat Prasarana Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. sistem dan prosedur. sistem dan prosedur di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara serta verifikasi prasarana bandar udara. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara serta verifikasi prasarana bandar udara. pelatihan serta bantuan teknis. norma. penyusunan standar. pedoman. kriteria. Pasal 425 Subdirektorat Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang tata bandar udara. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana bandar udara. penyiapan bahan penyusunan standar. bimbingan. (2) Seksi Tata Lingkungan dan Kawasan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standarisasi. norma. penyusunan standarisasi. pemberian ijin dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi.VALID).rtf 172     . pemberian arahan. pelatihan serta bantuan teknis.Pasal 424 (1) Seksi Tata Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. pemberian ijin dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi. norma. b. pedoman. norma. bimbingan.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian arahan. kriteria. pedoman. pengawasan dan penegakan hukum.

c. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. b. pengendalian dan penegakan hukum di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. bimbingan. evaluasi dan pelaporan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. e. f. pengawasan dan penegakan hukum.VALID). penyusunan standarisasi.DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis. kriteria.rtf 173     . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian izin dan/atau sertifikasi di bidang verifikasi prasarana bandar udara. Seksi Verifikasi Prasarana Bandar Udara. g. pemberian arahan. sistem dan prosedur. d. Pasal 428 (1) Seksi Program dan Standarisasi Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan pemberian arahan. Pasal 427 Subdirektorat Prasarana Bandar Udara terdiri atas : a. norma. pedoman. Seksi Program dan Standarisasi Prasarana Bandar Udara.

pemberian ijin dan/atau sertifikasi. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. pedoman. penegakan hukum.VALID). dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian arahan. penyiapan bahan penyusunan standar. kriteria. pengawasan dan pengendalian. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. b. pelatihan serta bantuan teknis di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara serta verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. norma. penyusunan standarisasi. pedoman. sistem dan prosedur. serta evaluasi dan pelaporan di bidang peralatan dan utilitas bandar udara. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi prasarana bandar udara.(2) Seksi Verifikasi Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 429 Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan. d. sistem dan prosedur di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. e. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. kriteria.rtf 174     . pelaksanaan pemberian arahan. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. pedoman. norma. Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. pengawasan. bimbingan. norma. penyusunan standar. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. c. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur. pengendalian dan penegakan hukum di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara.

Seksi Verifikasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. norma. penyusunan standarisasi. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian sertifikasi dan/atau perijinan serta pengawasan dan penegakan hukum. Pasal 433 Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. pedoman. Seksi Program dan Standarisasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. kriteria. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara.f. sistem dan prosedur. Pasal 431 Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. (2) Seksi Verifikasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang personel dan operasi bandar udara. penyusunan standarisasi. bimbingan pelatihan serta bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. pedoman. sistem dan prosedur. pemberian arahan. penyusunan standar. sistem dan prosedur.DITJEN HUBUD (FINAL . norma. b. norma. Pasal 432 (1) Seksi Program dan Standarisasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. pedoman.VALID). g.rtf 175     . kriteria.

rtf 176     . norma. Pasal 435 Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara terdiri atas : a.VALID). 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelatihan serta bantuan teknis di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. d. e.DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman. penyiapan bahan penyusunan standar. Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433. g. b. c. pengendalian dan penegakan hukum di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. pelaksanaan pemberian arahan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. b. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. kriteria. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi/register dan/atau lisensi/validasi di bidang personel dan operasi bandar udara. f. sistem dan prosedur di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. Seksi Pengawasan Personel dan Operasi Bandar Udara. bimbingan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang personel dan operasi bandar udara. Seksi Sertifikasi Personel dan Operasi Bandar Udara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara.

pengawasan dan penegakan hukum. evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis. penyiapan bahan penyusunan standar. norma. sistem dan prosedur pengawasan. kriteria.Pasal 436 (1) Seksi Sertifikasi Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standarisasi. pedoman. bimbingan. pemberian lisensi/validasi dan/atau sertifikasi/register. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan bandar udara. Pasal 437 Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. norma. 04 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBUD (FINAL . norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan personel dan operasi bandar udara. pemberian arahan bimbingan. (2) Seksi Pengawasan Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standar. penyusunan standarisasi. b. sistem dan prosedur di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. sistem dan prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. norma. kriteria. kriteria. pemberian arahan.rtf 177     . pedoman. pedoman.VALID). pemberian sertifikasi.

penyusunan standarisasi. pedoman. e. pelaksanaan pemberian arahan. evaluasi dan pelaporan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara. Seksi Verifikasi Penyelenggaraan Bandar Udara. (2) Seksi Verifikasi Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d. Pasal 439 Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar udara terdiri atas: a. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. pelatihan serta bantuan teknis. pemberian ijin.c. bimbingan.VALID). norma. g. sistem dan prosedur. f. pemberian arahan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.rtf . penyusunan standarisasi. bimbingan.DITJEN HUBUD (FINAL . kriteria. sistem dan prosedur. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang verifikasi penyelenggaraan bandar udara. pemberian arahan. bimbingan. pedoman. Seksi Kerjasama Penyelenggaraan Bandar Udara. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis. b. 178     04 OTK KEMENHUB 2010 . norma. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian izin di bidang kerjasama dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. Pasal 440 (1) Seksi Kerjasama Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi penyelenggaraan bandar udara. pemberian ijin. pengawasan dan penegakan hukum.

04 OTK KEMENHUB 2010 . dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. pedoman. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. tata usaha. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. norma. pedoman. b. menyusun serta melaksanakan kebijakan. kriteria. kepegawaian. pelayanan darurat. kriteria. Direktorat Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a.DITJEN HUBUD (FINAL . fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. norma. standar. pengendalian dan serta evaluasi dan pelaporan di bidang keamanan penerbangan. sistem dan prosedur. urusan keuangan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. pelayanan darurat.Pasal 441 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. sistem dan prosedur di bidang standarisasi. kerjasama dan program keamanan penerbangan.VALID). penyiapan penyusunan standar. Pasal 443 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442. pengelolaan sistem teknologi informatika. pengawasan. Bagian Keenam Direktorat Keamanan Penerbangan Pasal 442 Direktorat Keamanan Penerbangan mempunyai tugas merumuskan. kerjasama dan program keamanan penerbangan.rtf 179     .

Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel dan fasilitas keamanan penerbangan.c. pemberian arahan.DITJEN HUBUD (FINAL . kerjasama dan program keamanan penerbangan.rtf 180     . Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan dan fasilitas keamanan penerbangan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang standarisasi. pengendalian dan penegakan hukum di bidang standarisasi. kerjasama dan program keamanan penerbangan. pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. pelayanan darurat. kerjasama dan program keamanan penerbangan. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan.VALID). Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan. pemberian ijin dan/atau sertifikasi di bidang standarisasi. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur keamanan penerbangan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. d. pelayanan darurat. bimbingan. h. g. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. pelayanan darurat. organisasi atau manajemen lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang keamanan penerbangan. pelayanan darurat. organisasi atau manajemen lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang keamanan penerbangan. f. e. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelatihan serta bantuan teknis di bidang standarisasi. pelayanan darurat. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan.

rtf . pedoman. Penerbangan dan e. kerjasama dan program keamanan penerbangan. pengelolaan sistem teknologi informatika. c. Subdirektorat Fasilitas Keamanan Pengangkutan Barang Berbahaya. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. pelaksanaan urusan keuangan. Subdirektorat Standarisasi. kerjasama dan program keamanan penerbangan. tata usaha. norma. dan dokumentasi teknis. Pasal 444 Direktorat Keamanan Penerbangan terdiri atas : a. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan. Subdirektorat Pelayanan Darurat. kriteria. Pasal 445 Subdirektorat Standarisasi.DITJEN HUBUD (FINAL . Subdirektorat Standarisasi. Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan. sistem dan dan prosedur. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi keamanan penerbangan. d. Subbagian Tata Usaha. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan.VALID). b. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi. 181     04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan standar. f. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. kepegawaian dan personel.i. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445.

Pasal 447 Subdirektorat Standarisasi. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis di bidang standarisasi keamanan penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan dan/atau persetujuan di bidang standarisasi keamanan penerbangan. evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi keamanan penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis. d. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. kriteria. b. bimbingan. kerjasama dan program keamanan penerbangan. Pasal 448 (1) Seksi Standarisasi Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. pelaksanaan pemberian arahan. bimbingan. kriteria. f.b. norma. sistem dan prosedur di bidang standarisasi keamanan penerbangan. pemberian persetujuan. Seksi Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan.rtf 182     . Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan terdiri atas : a. pemberian arahan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Standarisasi Keamanan Penerbangan. pedoman. pelayanan darurat. kerjasama dan program keamanan penerbangan. penyusunan standarisasi. kerjasama dan program keamanan penerbangan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang standarisasi keamanan penerbangan. penyiapan bahan penyusunan standar. norma. pengangkutan barang berbahaya. pengangkutan barang berbahaya dan pelayanan darurat. pedoman.VALID). e.

penyiapan bahan penyusunan standar. sistem dan prosedur. penyusunan standarisasi. pedoman. pengendalian. kriteria. Subdirektorat Pelayanan Darurat menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan. kriteria. program keamanan bandar udara (airport contingency plan).VALID). Pasal 449 Subdirektorat Pelayanan Darurat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d. pedoman. e. penyusunan standar. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian lisensi ijin dan/atau sertifikasi dan/atau persetujuan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. norma. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelatihan serta bantuan teknis di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. c.DITJEN HUBUD (FINAL . pelaksanaan pemberian arahan. b. dan pelayanan darurat. pedoman. pengangkutan barang berbahaya. norma. kriteria. sistem dan prosedur di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. pemberian ijin dan/atau persetujuan serta evaluasi dan pelaporan di bidang keamanan penerbangan. Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. sistem dan prosedur.(2) Seksi Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan darurat.rtf 183     .

norma. 184     04 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. pemberian arahan. norma. pelatihan serta bantuan teknis. (2) Seksi Fasilitas Pelayanan Darurat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas pelayanan darurat. penyusunan standarisasi. pelatihan serta bantuan teknis. pedoman. Seksi Personel PKP-PK dan Salvage. penyusunan standar.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian sertifikasi. Pasal 452 (1) Seksi Personel PKP-PK dan Salvage mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standarisasi. evaluasi dan pelaporan di bidang personel PKP-PK dan salvage.Pasal 451 Subdirektorat Pelayanan Darurat terdiri atas : a. Pasal 453 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma.rtf . Seksi Fasilitas Pelayanan Darurat. kriteria. sistem dan prosedur. pemberian arahan.VALID). sistem dan prosedur. sistem dan prosedur. pemberian sertifikasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. pedoman. Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. bimbingan. lisensi dan persetujuan. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang penyidik pegawai negeri sipil dan personel keamanan penerbangan. b. bimbingan. kriteria. kriteria.

h.VALID).b. pedoman. pelaksanaan pemberian arahan.DITJEN HUBUD (FINAL . Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). kriteria. f. g. sistem dan prosedur di bidang personel keamanan penerbangan. norma. evaluasi dan pelaporan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang penerbangan sipil.rtf 185     . e. penyidikan tindak pidana di bidang penerbangan. kriteria dan prosedur di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). d. pelatihan serta bantuan teknis. b. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. pedoman. Seksi Personel Keamanan Penerbangan. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan penyusunan pedoman. c. bimbingan. bimbingan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian lisensi di bidang personel keamanan penerbangan. pemberian arahan. Pasal 455 Subdirektorat PPNS dan Personel Keamanan Penerbangan terdiri atas : a. penyusunan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. Penyiapan bahan penyusunan standar. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 456 (1) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

kriteria. e. evaluasi dan pelaporan di bidang personel keamanan penerbangan. c. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. pemberian lisensi.VALID). d. kriteria. penyiapan bahan penyusunan standar. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. pelaksanaan pemberian arahan. bimbingan. Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan standar. norma. Pasal 457 Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan serta penanganan pengangkutan barang berbahaya. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL . pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya. pedoman. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. pemberian arahan. 186     04 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. pelatihan serta bantuan teknis.rtf . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. pedoman.(2) Seksi Personel Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan dan prosedur. b. sistem dan prosedur di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya.

penyusunan standarisasi. pelatihan serta bantuan hukum serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas keamanan penerbangan. Pasal 460 (1) Seksi Fasilitas Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standarisasi.rtf 187     .f. sistem dan prosedur.VALID). pelatihan serta bantuan hukum. pemberian sertifikasi. pedoman. norma. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan penerbangan. Pasal 459 Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya terdiri atas : a. (2) Seksi Personel Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Personel Penanganan Pengangkutan Barang Berbahaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Personel Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Personel Penanganan Pengangkutan Barang Berbahaya. pemberian lisensi. norma. kriteria. sistem dan prosedur. pemberian arahan.DITJEN HUBUD (FINAL . penyusunan standar. bimbingan. pedoman. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. pemberian arahan. serta evaluasi dan pelaporan di bidang personel fasilitas keamanan penerbangan dan personel penanganan pengangkutan barang berbahaya. sistem dan prosedur. Seksi Fasilitas Keamanan Penerbangan. b. kriteria. Pasal 461 Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. 04 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan. kriteria. norma.

pengangkutan barang berbahaya. Seksi Kendali Mutu Keamanan Bandar Udara. kriteria. pengangkutan barang berbahaya. evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan bandar udara dan pelayanan darurat.VALID). pedoman. c. pengangkutan barang berbahaya. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang keamanan penerbangan. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. e.rtf 188     . bimbingan serta bantuan teknis di bidang keamanan penerbangan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang keamanan penerbangan. d. b. Seksi Kendali Mutu Keamanan Angkutan Udara. penyusunan standarisasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang keamanan penerbangan. sistem dan prosedur pemberian arahan.Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kendali mutu keamanan angkutan udara dan bandar udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBUD (FINAL . b. Pasal 464 (1) Seksi Kendali Mutu Keamanan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan. pengawasan dan penegakan hukum. dan pelayanan darurat. dan pelayanan darurat. norma. pelaksanaan pemberian arahan. Pasal 463 Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan terdiri atas: a. Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi: a. pelatihan serta bantuan teknis. dan pelayanan darurat.

dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. pengawasan dan penegakan hukum. tata usaha. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. kriteria. sistem dan prosedur pemberian arahan.VALID).(2) Seksi Kendali Mutu Keamanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis. kriteria. urusan keuangan. evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan angkutan udara dan pengangkutan barang berbahaya. menyusun serta melaksanakan kebijakan. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. standar. bimbingan. manajemen informasi aeronautika. norma. kepegawaian.DITJEN HUBUD (FINAL . serta evaluasi dan pelaporan di bidang navigasi penerbangan. Direktorat Navigasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. 04 OTK KEMENHUB 2010 . komunikasi penerbangan. Pasal 465 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. sistem dan prosedur. norma. pengendalian.rtf 189     . pengelolaan sistem teknologi informatika. penyusunan standarisasi. pedoman. pengawasan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. Bagian Ketujuh Direktorat Navigasi Penerbangan Pasal 466 Direktorat Navigasi Penerbangan mempunyai tugas merumuskan. pedoman.

sertifikasi/registrasi di bidang manajemen lalu lintas penerbangan.VALID). komunikasi penerbangan. kriteria. pembinaan terhadap penyelenggara pemeliharaan peralatan elektronika penerbangan dan penyelenggara kalibrasi fasilitas penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. manajemen informasi aeronautika. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. komunikasi penerbangan. manajemen informasi aeronautika. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. pedoman. c. g. manajemen informasi aeronautika. pengendalian dan penegakan hukum di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. f. manajemen informasi aeronautika. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. komunikasi penerbangan. komunikasi penerbangan. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.rtf 190     .DITJEN HUBUD (FINAL . manajemen informasi aeronautika.b. komunikasi penerbangan. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur navigasi penerbangan. i. penyiapan penyusunan standar. e. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. pemberian arahan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. manajemen informasi aeronautika. d. pemberian ijin. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. norma. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. bimbingan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. sistem dan prosedur di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. h. komunikasi penerbangan.

Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. d. norma.VALID). Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan.rtf 191     . b. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. sistem dan prosedur. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen ruang udara dan pelayanan lalu lintas penerbangan. Subdirektorat Penerbangan. f.DITJEN HUBUD (FINAL . Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika. Pasal 468 Direktorat Navigasi Penerbangan terdiri atas : a. kepegawaian dan personel. pelaksanaan urusan keuangan. c. pengelolaan sistem teknologi informatika. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. dan dokumentasi teknis. sertifikasi dan perijinan. e. pedoman.j. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 469. penyusunan standar. tata usaha. Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Komunikasi Penerbangan. Pasal 469 Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria.

penyusunan standarisasi. Seksi Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. pengendalian dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. norma. kriteria. d.b. 04 OTK KEMENHUB 2010 . norma. Pasal 472 (1) Seksi Manajemen Ruang Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.rtf 192     . perjanjian atau hubungan internasional. f. pengawasan dan penegakan hukum. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. pelaksanaan pemberian arahan.VALID). sistem dan prosedur di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. g.DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 471 Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan terdiri atas: a. pelaksanaan pengawasan. bimbingan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. bimbingan. b. Seksi Manajemen Ruang Udara. kriteria. pedoman. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi dan perijinan di bidang pelayanan lalu lintas penerbangan. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen ruang udara. c. pedoman. sistem dan prosedur. e. pelatihan serta bantuan teknis. penyiapan bahan penyusunan standar. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. pemberian arahan.

c. pelaksanaan pemberian arahan.rtf . Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika menyelenggarakan fungsi : a. pedoman. penyiapan bahan penyusunan standar. Pasal 473 Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 474 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 473. pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur. norma. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. 193     04 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. kriteria. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. pengawasan.DITJEN HUBUD (FINAL . sistem dan prosedur. d. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen informasi aeronautika. kriteria. pedoman. norma. e. b. penyusunan standar. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan lalu lintas penerbangan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. pemberian sertifikasi. norma.(2) Seksi Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan. pemberian arahan. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Publikasi Informasi Aeronautika.

evaluasi dan pelaporan di bidang Kartografi Penerbangan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kartografi penerbangan dan publikasi informasi aeronautika. pelatihan serta bantuan teknis.rtf 194     . (2) Seksi Publikasi Infomasi Aeronautika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang Publikasi Infomasi Aeronautika. sistem dan prosedur. pemberian sertifikasi. pembuatan peta penerbangan. kriteria. Pasal 476 (1) Seksi Kartografi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. Seksi Publikasi Informasi Aeronautika. g. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian arahan. norma. pemberian arahan. Seksi Kartografi Penerbangan. Pasal 475 Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika terdiri atas: a. bimbingan. sistem dan prosedur. norma. penyusunan standar. pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL . pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang kartografi penerbangan dan publikasi informasi aeronautika. b. bimbingan. kriteria. pengawasan dan penegakan hukum. penyusunan standarisasi. Pasal 477 Subdirektorat Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.VALID). pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang komunikasi penerbangan. pedoman. sistem dan prosedur. penyusunan standarisasi. pelatihan serta bantuan teknis. pengawasan dan penegakan hukum.f. norma.

pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. dan g. sistem dan prosedur di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. penyiapan bahan penyusunan standar. 04 OTK KEMENHUB 2010 . e. f.rtf 195     . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. Pasal 479 Subdirektorat Komunikasi Penerbangan terdiri atas : a. Seksi Operasi Komunikasi Penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. c. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. pelaksanaan pemberian arahan. norma.VALID). b. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. kriteria. b. d. pengendalian dan penegakan hukum di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. pedoman. Seksi Jaringan dan Peralatan Komunikasi Penerbangan. bimbingan.Pasal 478 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477. Subdirektorat Komunikasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a.

pedoman. kriteria. (2) Seksi Jaringan dan Peralatan Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang Jaringan Dan Peralatan Komunikasi. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. pemberian sertifikasi.Pasal 480 (1) Seksi Operasi Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan penegakan hukum. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan standar. bimbingan. norma. Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. b. Pasal 481 Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. sistem dan prosedur.rtf 196     . Pasal 482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 481. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. pemberian arahan. penyusunan standar. pengawasan dan penegakan hukum.DITJEN HUBUD (FINAL . bimbingan. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis. kriteria. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur.VALID). pedoman. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang Operasi Komunikasi Penerbangan. pemberian arahan. kriteria. norma. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. norma. pemberian sertifikasi. kriteria.

04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian sertifikasi. Pasal 484 (1) Seksi Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. Seksi Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan. pengawasan dan penegakan hukum. pembinaan penyelenggara pemeliharaan peralatan elektronika penerbangan. penyiapan bahan pembinaan penyelenggara peralatan elektronika penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. Seksi Fasilitas Pengamatan Penerbangan. g.VALID). Pasal 483 Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan terdiri atas : a. h. penyusunan standarisasi. e. kriteria. pelaksanaan pemberian arahan.rtf 197     . norma. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.c. f. pemeliharaan d. sistem dan prosedur.DITJEN HUBUD (FINAL . pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. bimbingan. bimbingan. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. pemberian arahan.

Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). bimbingan. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. norma.DITJEN HUBUD (FINAL . evaluasi dan pelaporan di Bidang Fasilitas Pengamatan Penerbangan. pedoman. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. d. penyusunan standarisasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. kriteria. Pasal 486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. Pasal 485 Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standar. penyiapan penyusunan standar. b. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. sistem dan prosedur. pemberian sertifikasi.rtf 198     . pengawasan dan penegakan hukum. kriteria. norma. c. bimbingan. sistem dan prosedur di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis. e. pemberian arahan. pelaksanaan pemberian arahan. pedoman.(2) Seksi Fasilitas Pengamatan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. norma. sistem dan dan prosedur. pedoman.

pelatihan serta bantuan teknis.f. g. pemberian arahan. h. norma. bimbingan. penyusunan standarisasi. (2) Seksi Sertifikasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan. Pasal 487 Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan terdiri atas: a. pemberian arahan. evaluasi dan pelaporan di bidang Sertifikasi Navigasi Penerbangan. sistem dan prosedur. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL . Seksi Standarisasi Navigasi Penerbangan. norma. Seksi Sertifikasi Navigasi Penerbangan. pengawasan dan penegakan hukum. pemberian sertifikasi. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. penyusunan standarisasi. bimbingan. Pasal 488 (1) Seksi Standarisasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. penyiapan bahan pembinaan penyelenggara kalibrasi fasilitas penerbangan.VALID). b. pemberian sertifikasi.rtf 199     . pengawasan dan penegakan hukum. pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman.

sistem dan prosedur. standar. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. pedoman. Produk Aeronautika. pengelolaan sistem teknologi informatika. norma. kriteria. urusan keuangan. Rekayasa. norma.rtf 200     .DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan penyusunan standar. kriteria. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. Rekayasa. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara. menyusun serta melaksanakan kebijakan. kepegawaian. Produk Aeronautika. c. d. sistem dan prosedur di bidang Standarisasi. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara.Pasal 489 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana strategis direktorat. pedoman. Rekayasa. tata usaha. Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur kelaikan udara dan pengoperasian pesawat udara. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. Bagian Kedelapan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Pasal 490 Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara mempunyai tugas merumuskan. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.VALID). Produk Aeronautika. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. b.

f. Produk Aeronautika. Rekayasa. Produk Aeronautika. Rekayasa. Subdirektorat Rekayasa. Subdirektorat Produk Aeronautika. Subdirektorat Standarisasi. Subdirektorat Operasi Pesawat Udara. pembinaan penyelenggara pemeriksaan kesehatan penerbangan. dan dokumentasi teknis. Produk Aeronautika. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. g. pelaksanaan urusan keuangan. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi. b. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. d. pemberian ijin dan/atau sertifikasi dan/atau registrasi di bidang Standarisasi. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. Produk Aeronautika. pengelolaan sistem teknologi informatika. Pasal 492 Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara terdiri atas : a. Subdirektorat Perawatan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi.rtf 201     .VALID). pemberian arahan. k. Subbagian Tata Usaha. i. j. Rekayasa. c. pelaksanaan program f. bimbingan. penyiapan bahan penyusunan dan keselamatan penerbangan nasional. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi. e. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. h.e.DITJEN HUBUD (FINAL . Rekayasa. kepegawaian dan personel. tata usaha. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan.

h. i.Pasal 493 Subdirektorat Standarisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. Subdirektorat Standarisasi menyelenggarakan fungsi : a.DITJEN HUBUD (FINAL .rtf 202     . e. norma. penyusunan standar. pedoman. sistem dan prosedur di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. c. pelaksanaan pemberian arahan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. penyiapan bahan pelaksanaan program pencegahan insiden dan kecelakaan pesawat udara. penyiapan bahan penyusunan standar. kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. bimbingan. Pasal 494 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 493. b. kriteria. norma. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di Bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. sistem dan prosedur. d. penyelenggara pemeriksaan g. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. penyiapan bahan pembinaan kesehatan penerbangan.

DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. Seksi Standarisasi Teknik. pengawasan dan penegakan hukum. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Rekayasa Pesawat Udara. norma. kriteria. terdiri atas : a. sistem dan prosedur. pemberian sertifikasi. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. sistem dan dan prosedur. kriteria. (2) Seksi Standarisasi Operasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Rekayasa menyelenggarakan fungsi : a. pelatihan serta bantuan teknis. Pasal 497 Subdirektorat Rekayasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. pedoman.Pasal 495 Subdirektorat Standarisasi. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis. penyusunan standarisasi. norma. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian arahan. program pencegahan insiden dan kecelakaan. bimbingan. b. pengawasan dan penegakan hukum. pemberian sertifikasi.rtf 203     .VALID). Pasal 498 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494. Seksi Standarisasi Operasi Penerbangan. pedoman. penyusunan standarisasi. norma. penyusunan standar. pemberian arahan. Pasal 496 (1) Seksi Standarisasi Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Teknik. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Operasi Penerbangan.

bimbingan. pemberian sertifikasi/perijinan.rtf 204     . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau persetujuan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. bimbingan. b. d. Pasal 499 Subdirektorat Rekayasa terdiri atas : a. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. e. pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. pemberian arahan.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL . penyusunan standarisasi. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. pedoman. pelaksanaan pemberian arahan. Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 500 (1) Seksi Pengawasan Proses Rekayasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.b. Seksi Pengawasan Proses Rekayasa. f. pelatihan serta bantuan teknis. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. kriteria. sistem dan prosedur. norma. penyiapan bahan penyusunan standar. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. pedoman. c. g. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa dan Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. norma.

penyusunan standar. f. kriteria. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. evaluasi dan pelaporan di bidang Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. pedoman. norma. penyiapan bahan penyusunan standar. 205     04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 501. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan dan/atau persetujuan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. norma. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. subdirektorat Produk Aeronautika menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. d. e. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis. bimbingan. b. pedoman. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. penyusunan standarisasi.VALID).(2) Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian sertifikasi/perijinan. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian arahan. pedoman.rtf . pelaksanaan pemberian arahan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Produk Aeronautika. c. norma. Pasal 501 Subdirektorat Produk Aeronautika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

pemberian sertifikasi. norma. norma. pelatihan serta bantuan teknis. bimbingan.rtf 206     . pengawasan dan penegakan hukum. Seksi Pengawasan Mutu dan Proses Produksi. pedoman. penyusunan standarisasi. norma. pemberian arahan.VALID). 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian arahan. pengawasan dan pengendalian. pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur.g. penyusunan standar. Pasal 504 (1) Seksi Pengawasan Mutu dan Proses Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan. sistem dan prosedur. Pasal 505 Subdirektorat Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. Pasal 503 Subdirektorat Produk Aeronautika terdiri atas: a.DITJEN HUBUD (FINAL . pelatihan serta bantuan teknis. serta evaluasi dan pelaporan di bidang Operasi Pesawat Udara. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Produksi. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi. b. Seksi Pengesahan Produksi. kriteria. pedoman. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. pedoman. kriteria. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. pemberian sertifikasi/ijin. (2) Seksi Pengawasan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

d. Subdirektorat Operasi Pesawat Udara menyelenggarakan fungsi : a. bimbingan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. norma. b. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Personel Operasi Pesawat Udara. Seksi Pengawasan Operasi Pesawat Udara. g. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara.Pasal 506 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 505. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. kriteria. c. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi Personel Operasi Pesawat Udara. f. Pasal 507 Subdirektorat Operasi Pesawat Udara terdiri atas : a. di bidang e. b. pedoman. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara.VALID).DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan bahan penyusunan standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara.rtf 207     . pelaksanaan pemberian arahan. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara.

b. pelatihan serta bantuan teknis. pemberian sertifikasi. penyusunan standarisasi. pelatihan serta bantuan teknis. pengawasan dan penegakan hukum. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. bimbingan. penyusunan standar. sistem dan prosedur.VALID). pedoman. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian sertifikasi. Subdirektorat Perawatan menyelenggarakan fungsi : a. pedoman. bimbingan. norma. penyiapan bahan penyusunan standar. pedoman. sistem dan prosedur. (2) Seksi Personel Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara. kriteria. pedoman. norma. kriteria. Pasal 510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 509. pemberian arahan. pengawasan dan penegakan hukum. c. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Perawatan Pesawat Udara. Pasal 509 Subdirektorat Perawatan mempunyai tugas melaksanakan melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.DITJEN HUBUD (FINAL .Pasal 508 (1) Seksi Pengawasan Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. sistem dan dan prosedur. kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang Personel Operasi Pesawat Udara. sistem dan prosedur di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan.rtf 208     . penyusunan standarisasi.

VALID). penyusunan standarisasi. e. Seksi Perawatan Pesawat Udara. pedoman. norma. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. pemberian arahan. (2) Seksi Personel Teknik Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. pelaksanaan pemberian arahan. pelatihan serta bantuan teknis. Pasal 512 (1) Seksi Perawatan Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan Pesawat Udara. kriteria.d. b. bimbingan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. pengawasan dan penegakan hukum. 04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian arahan. norma. pengawasan dan penegakan hukum. Seksi Personel Teknik Perawatan. pemberian sertifikasi. pemberian sertifikasi. bimbingan. bimbingan. Pasal 511 Subdirektorat Perawatan terdiri atas : a. g. sistem dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang Perawatan Pesawat Udara. evaluasi dan pelaporan di bidang Personel Teknik Perawatan Pesawat Udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan.rtf 209     . penyusunan standarisasi. f.

urusan keuangan. dan dokumentasi teknis. kepegawaian dan personel. dan masing-masing Direktur. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.DITJEN HUBUD (FINAL . diatur berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. pengelolaan sistem teknologi informatika.rtf 210     . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) (4) 04 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 513 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 514 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 515 (1) Kelompok fungsional fungsional dan diatur berlaku. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan.VALID). tata usaha.

sarana dan sumber daya manusia bidang perkeretaapian. penyiapan pengujian dan sertifikasi prasarana. Pasal 517 Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perkeretaapian. lalu lintas dan angkutan kereta api. Pasal 518 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 517. norma. di lingkungan (2) b. c.rtf 211 . penyiapan pelaksanaan pembinaan dan penyelenggaraan perkeretaapian bidang keselamatan.BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN Bagian Pertama Kedudukan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan perkeretaapian dan industri penunjang penyelenggaraan perkeretaapian. prosedur. prasarana dan sarana perkeretaapian. Direktorat Jenderal Perkeretaapian dipimpin oleh Direktur Jenderal.VALID). yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Tugas dan Fungsi Pasal 516 (1) Direktorat Jenderal Perkeretaapian adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . 05 OTK KEMENHUB 2010 . Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian. d. dan kriteria penyelenggaraan perkeretaapian. e. penyiapan penyusunan standar.

dan Direktorat Keselamatan Perkeretaapian. 212 b. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 519 Direktorat Jenderal Perkeretaapian terdiri atas: a. Direktorat Prasarana Perkeretaapian. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Pasal 520 Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penyiapan pengelolaan urusan keuangan dan barang inventaris milik/kekayaan negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 .rtf . Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. c. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api. b. e. Direktorat Sarana Perkeretaapian. penyiapan pengkoordinasian penyusunan kebijakan. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang keselamatan dan transportasi perkeretaapian. c.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . d. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum serta penyiapan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta kerja sama luar negeri. rencana dan program pengembangan perkeretaapian. penyusunan data dan informasi serta pelaporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.VALID).

dan Bagian Kepegawaian dan Umum. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan penyusunan data dan informasi serta laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. evaluasi dan koordinasi tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat. 05 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). Pasal 522 e. b. Bagian Perencanaan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . c.d.rtf 213 . d. penyiapan pengelolaan urusan kepegawaian. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan dalam penyusunan rencana dan program pengembangan perkeretaapian. Bagian Hukum. Pasal 523 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan. Bagian Keuangan. penyusunan organisasi dan tata laksana. c. penyusunan rencana dan program. evaluasi pelaksanaan rencana dan program serta penyusunan laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. dan penyiapan penelaahan. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. b.

b. Pasal 528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 527. anggaran c.rtf 214 . Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan dan penyusunan rencana pengembangan perkeretaapian. Subbagian Rencana. penyiapan bahan pelaksanaan Jenderal Perkeretaapian. anggaran Direktorat b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 527 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. rencana kerja dan anggaran serta dokumen anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. b. Subbagian Program.VALID).Pasal 525 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan perbendaharaan anggaran direktorat jenderal dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. c. dan penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program pembangunan. penyusunan data dan informasi serta laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 526 a. c. 05 OTK KEMENHUB 2010 .

Peraturan Pemerintah. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta kerja sama luar negeri di bidang perkeretaapian. Subbagian Verifikasi Anggaran. dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat pengaturan meliputi pengaturan setingkat Undang-Undang.rtf 215 . Pasal 531 Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. (2) (3) 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan rancangan.VALID). Subbagian Perbendaharaan dan Barang Milik Negara. dan c. Pasal 532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531. Peraturan Menteri dan setingkat Peraturan Direktur Jenderal.Pasal 529 Bagian Keuangan terdiri atas: a. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan perbendaharaan dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 530 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring/pemantauan penggunaan pengeluaran dan penerimaan serta revisi anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Subbagian Verifikasi Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan verifikasi anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Bagian Hukum menyelenggarakan fungsi: a.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . b.

Pasal 534 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan. dan setingkat Keputusan Direktur Jenderal. Keputusan Menteri. dan setingkat Peraturan Direktur Jenderal. serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian.rtf 216 . penelaahan. penyiapan bahan penyusunan rancangan. dan setingkat Keputusan Direktur Jenderal. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum. dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat pengaturan meliputi pengaturan setingkat Undang-Undang. Subbagian Jaringan Dokumentasi dan Bantuan Hukum. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. dan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat penetapan meliputi penetapan setingkat Keputusan Presiden. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri. Subbagian Jaringan Dokumentasi dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. b.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Peraturan Pemerintah. c. penelaahan. serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian. dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta urusan kerjasama luar negeri di bidang perkeretaapian. d. Bagian Hukum terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat penetapan meliputi penetapan setingkat Keputusan Presiden. Peraturan Menteri.VALID). Keputusan Menteri. Pasal 533 c. penyusunan rancangan perjanjian.b.

b.VALID).rtf . 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. organisasi dan tata laksana dan penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional di bidang perkeretaapian. dan pengelolaan urusan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 537 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. 217 b. Pasal 536 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 535. c. c. pengembangan dan mutasi pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 538 (1) Subbagian Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. tata usaha dan rumah tangga Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian dan administrasi perkantoran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.(3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang perkeretaapian. organisasi dan tata laksana serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional bidang perkeretaapian. Pasal 535 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian. organisasi dan tata laksana. mutasi dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Subbagian Kepegawaian dan Organisasi. dan Subbagian Rumah Tangga. pengembangan.

Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan dalam. 05 OTK KEMENHUB 2010 . serta bimbingan teknis. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan. serta investasi di bidang perkeretaapian.rtf . lalu lintas dan angkutan kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan. lalu lintas dan angkutan kereta api. Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Pasal 539 (3) Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. norma.VALID). pedoman. lalu lintas dan angkutan kereta api. serta investasi di bidang perkeretaapian. 218 b. ekspedisi. penyiapan penyusunan norma. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana induk perkeretaapian dan rencana pembangunan serta rencana jaringan pelayanan perkeretaapian. penyiapan penyusunan bahan dan pelaksanaan analisis mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian. urusan umum dan kesejahteraan pegawai. standar. lalu lintas dan angkutan kereta api. surat menyurat. pedoman. penggandaan dan keprotokolan. penyiapan bahan perumusan pedoman perhitungan. serta investasi di bidang perkeretaapian. d. c. kriteria dan prosedur di bidang jaringan. f. e. standar. Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. kriteria dan prosedur. kearsipan. serta investasi di bidang perkeretaapian. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan.(2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha kepegawaian. pelaksanaan dan evaluasi biaya penggunaan.

g. Subdirektorat Jaringan menyelenggarakan fungsi: a. dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. d. serta investasi di bidang perkeretaapian. Pasal 542 Subdirektorat Jaringan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. i. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan. Subdirektorat Lalu Lintas. kriteria dan prosedur di bidang jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek. standar. c. evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan. lalu lintas dan angkutan kereta api. norma. Subdirektorat Investasi. penyiapan pelaksanaan penetapan. pemanfaatan dan kondisi jaringan jalur kereta api. dan pelaksanaan urusan tata usaha. b. menengah dan panjang. 219 b.rtf . dan Subbagian Tata Usaha. dan izin lintas pelayanan di bidang perkeretaapian. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan harmonisasi pengembangan dan penataan jaringan jalur kereta api. 05 OTK KEMENHUB 2010 . standar. Pasal 541 h. penyiapan bahan. Subdirektorat Angkutan. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan jalur kereta api baik perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. izin operasi. Subdirektorat Jaringan. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat.VALID). norma. izin usaha. pedoman. kapasitas lintas. c. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api terdiri atas: a. e. kriteria. pemantauan dan evaluasi kelas jalur kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .

penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana induk perkeretaapian dan rencana pembangunan serta rencana jaringan pelayanan perkeretaapian. Subdirektorat Jaringan terdiri atas: a. k. norma. 220 05 OTK KEMENHUB 2010 . pemanfaatan dan kondisi jaringan jalur kereta api.rtf . l. h. penyiapan bahan. pemanfaatan dan kondisi stasiun. e. penyiapan bahan penetapan trase jalur kereta api. serta evaluasi dan pelaporan di bidang penataan jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek. dan bimbingan teknis dan harmonisasi.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Seksi Penataan Jaringan. standar. pemantauan dan evaluasi kelas stasiun. pedoman. penyiapan bahan sistem informasi manajemen jaringan jalur kereta api. penyusunan pemanfaatan jaringan jalur kereta api yang beroperasi dan tidak beroperasi. evaluasi. penyiapan bahan pemaduan dan integrasi antarmoda dan intermoda di bidang perkeretaapian. menengah dan panjang. standar. pemantauan dan evaluasi kelas jalur kereta api. g. f. analisa dan rekomendasi mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian. pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) jaringan jalur kereta api. penyiapan bahan. kriteria dan prosedur. pemantauan dan evaluasi kelas. kapasitas lintas. b. dan Seksi Pengembangan Jaringan. penyiapan bahan pemanfaatan jaringan jalur kereta api yang beroperasi dan tidak beroperasi.VALID). Pasal 545 (1) Seksi Penataan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.d. Pasal 544 i. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan jalur kereta api yang ada dan pengembangan jaringan jalur kereta api baru. dan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan jalur kereta api. j. standar. pemanfaatan dan kondisi stasiun.

pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api.rtf . standar. 221 b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 546 Subdirektorat Lalu Lintas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang lalu lintas kereta api. penyiapan bahan penetapan. penetapan trase jalur kereta api. norma.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . evaluasi dan rekomendasi mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian. e. norma. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan jalur kereta api yang ada dan pengembangan jaringan jalur kereta api baru. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas baik lalu lintas perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas.(2) Seksi Pengembangan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA). dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek. Subdirektorat Lalu Lintas menyelenggarakan fungsi: a. dan marka. rencana pembangunan. c. pedoman. standar. penyiapan bahan penetapan. menengah dan panjang. norma. penyusunan rencana induk. rencana teknis perkeretaapian. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. pedoman. Pasal 547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. penggunaan sinyal. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api. tanda. rencana kelayakan. d. pemaduan dan integrasi antarmoda dan intermoda di bidang perkeretaapian. pedoman. f. kriteria.VALID). 05 OTK KEMENHUB 2010 .

standar. dan pelaksanaan penyelenggaraan. serta evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api antarkota.rtf 222 . natal dan tahun baru kereta api antarkota. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api. dan Seksi Lalu Lintas Perkotaan. dan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api. pemantauan dan evaluasi kereta api pada masa angkutan lebaran. penyiapan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api. dan penyiapan pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. h. 05 OTK KEMENHUB 2010 . tanda. perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. pemantauan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api.g. Pasal 548 k. penyiapan pelaksanaan penyelenggaraan. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan marka. pemantauan dan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api. j. penetapan. rencana operasi. pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. pedoman. pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api. norma. natal dan tahun baru. pemantauan dan evaluasi angkutan lebaran. b. Seksi Lalu Lintas Antarkota. i. penyiapan pelaksanaan penetapan. pelaksanaan penetapan. penetapan. Pasal 549 (1) Seksi Lalu Lintas Antarkota mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. rencana operasi. Subdirektorat Lalu Lintas terdiri atas: a. kriteria dan prosedur.VALID). pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA). penggunaan sinyal. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas.

kriteria. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. dan prosedur serta bimbingan teknis. dan marka. standar.rtf 223 . penyiapan bahan pelaksanaan penetapan rencana. pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA). pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api. c. Pasal 551 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan pelaksanaan penyelenggaraan. kriteria dan prosedur di bidang angkutan kereta api. kriteria dan prosedur. perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan kereta api baik angkutan orang maupun angkutan barang. norma. pelaksanaan penetapan. pedoman.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .(2) Seksi Lalu Lintas Perkotaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. norma. norma. penetapan. pemantauan dan evaluasi angkutan lebaran. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api. Subdirektorat Angkutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 550 Subdirektorat Angkutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang angkutan kereta api. b. serta evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api perkotaan. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api. pedoman. pedoman. pemantauan dan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api.VALID). natal dan tahun baru kereta api perkotaan. penggunaan sinyal. rencana operasi. penetapan. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas. standar. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan kereta api. tanda.

VALID). standar. pemantauan dan 224 05 OTK KEMENHUB 2010 . pemantauan dan evaluasi tarif. g. j. f. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. Seksi Angkutan Antarkota. h. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penetapan. pengawasan. i. pemantauan dan evaluasi tarif untuk angkutan kereta api. penetapan rencana. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO) dan subsidi angkutan perintis. pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO) dan subsidi angkutan perintis. penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. Pasal 553 (1) Seksi Angkutan Antarkota mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. dan Seksi Angkutan Perkotaan.d. pemantauan dan evaluasi sistem tiket terpadu. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan kereta api. Pasal 552 e. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. k. penyiapan bahan pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta api. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan. Subdirektorat Angkutan terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun kereta api. b. norma. pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang angkutan kereta api antarkota.rtf . pemantauan dan evaluasi penempatan kereta-kereta ekonomi.

pemantauan dan evaluasi penyelenggara perkeretaapian.rtf . 225 b. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan. Subdirektorat Investasi menyelenggarakan fungsi: a. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis investasi di bidang perkeretapian. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun. pemantauan dan evaluasi kereta-kereta ekonomi. evaluasi dan pelaporan investasi di bidang perkeretaapian baik perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . standar. norma. norma. pemantauan dan evaluasi sistem pengangkutan. penetapan penempatan. pedoman. penetapan. pedoman. penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta api antarkota. penetapan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. penetapan rencana. norma. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun. penetapan. kriteria. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta perkotaan. kriteria dan prosedur investasi di bidang perkeretaapian. standar. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang angkutan kereta perkotaan. c. standar. (2) Seksi Angkutan Perkotaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan.evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan. dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 554 Subdirektorat Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.VALID). pemantauan dan evaluasi tarif. penetapan penempatan. pemantauan dan evaluasi keretakereta ekonomi. pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO). pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. Pasal 555 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554.

penyiapan bahan pelaksanaan penetapan inventarisasi dan pengawasan aset pemerintah di bidang perkeretaapian yang dapat dikerjasamakan. h. dan Seksi Pengembangan Usaha.VALID). pemantauan dan evaluasi kerjasama pemerintah dan swasta (KPS). pemantauan dan evaluasi nilai kerjasama pemanfaatan prasarana dan sarana perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi investasi pemanfaatan prasarana dan sarana perkeretaapian. f. Pasal 556 e. g.rtf .d. j. pemantauan dan evaluasi izin usaha dan izin operasi di bidang perkeretaapian umum dan perkeretaapian khusus. penetapan pedoman perhitungan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. Pasal 557 (1 ) Seksi Penyelenggaraan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. i. Seksi Penyelenggaraan Kerjasama. penyiapan bahan pelaksanaan penataan dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) investasi di bidang perkeretaapian. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan penyelenggaraan kerjasama di bidang perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. norma. pedoman. penetapan inventarisasi dan pengawasan aset pemerintah yang dikerjasamakan. pelaksanaan dan 226 05 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Investasi terdiri atas: a. pelaksanaan dan evaluasi biaya penggunaan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan penetapan pedoman perhitungan. pedoman perhitungan. penyiapan bahan perumusan pedoman perhitungan. b. pemantauan dan evaluasi kerjasama pemerintah dan swasta (KPS) di bidang perkeretaapian. penetapan. dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan investasi di bidang perkeretaapian.

norma. pemantauan dan evaluasi promosi investasi perkeretaapian. norma. penetapan. stasiun kereta api. pemantauan dan evaluasi penyelenggara perkeretaapian. Direktorat Prasarana Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang pengembangan usaha perkeretaapian. standar.rtf . Pasal 558 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. kriteria dan prosedur. dan rumah tangga Direktorat. 05 OTK KEMENHUB 2010 . kepegawaian. pemantauan dan evaluasi izin usaha dan izin operasi di bidang perkeretaapian. pedoman. pedoman. 227 b. penataan dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) investasi di bidang perkeretaapian. fasilitas operasi kereta api. stasiun kereta api. pelaksanaan.evaluasi biaya penggunaan dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. fasilitas operasi kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian. penetapan. Bagian Kelima Direktorat Prasarana Perkeretaapian Pasal 559 Direktorat Prasarana Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api. serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana perkeretaapian. perpotongan dan persinggungan jalur kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian. standar. standar. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. pedoman.VALID). penyiapan penyusunan norma.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . spesifikasi teknis.

penyiapan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api. stasiun kereta api. stasiun kereta api dan fasilitas operasi kereta api serta pengujian prasarana perkeretaapian. pengujian. stasiun kereta api dan fasilitas operasi kereta api. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas rencana jalur dan bangunan kereta api. dan Sertifikasi Jalur dan Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api. h. penyiapan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . e. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha.rtf 228 . e. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 561 d. dan Subbagian Tata Usaha. dan pengoperasian prasarana perkeretaapian serta pengusahaan prasarana perkeretaapian milik negara. f. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II. kepegawaian. penyiapan pelaksanaan pemeriksaan. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api. Subdirektorat Pengujian Bangunan Kereta Api. dan rumah tangga Direktorat. b. g. Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api. pemberian tanda kelaikan prasarana termasuk material baru dan akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi prasarana perkeretaapian.c. c d. fasilitas operasi kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian.VALID). perawatan. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I. d. Direktorat Prasarana Perkeretaapian terdiri atas: a.

pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api di wilayah I yang meliputi Pulau Jawa. norma. penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. kriteria dan prosedur di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. d. Bali. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. kriteria. pengusahaan.VALID).Pasal 562 Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. perawatan. pelaksanaan pemeriksaan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Lombok. perawatan. Nusa Tenggara dan Papua. pedoman. norma. pengoperasian. pedoman. e. Pasal 563 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. spesifikasi teknis. b. penyelenggaraan administrasi material dan pergudangan. 05 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 229 . standar. dan prosedur serta bimbingan teknis. penyelenggaraan pembangunan. spesifikasi teknis. penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I serta evaluasi pelaksanaannya. standar. f. c.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. pengoperasian dan pengusahaan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I.

spesifikasi teknis. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. dan Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah I. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. standar. penyusunan 230 (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . Nusa Tenggara dan Papua. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang jembatan. pengoperasian dan pengusahaan jembatan. standar. pengesahan kualitas material baru jalan rel. pelaksanaan pembangunan. penyusunan penetapan rancang bangun. pedoman. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. perawatan dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. spesifikasi teknis. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Pasal 565 (1) Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah I. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.rtf . pengoperasian dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah I meliputi Pulau Jawa. pelaksanaan pembangunan. Bali. Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. perawatan dan pengusahaan jembatan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. i. Pasal 564 h.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . b. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I terdiri atas: a.g.VALID). Lombok. pedoman. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang jalan rel dan tanah kereta api. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jalan rel.

pelaksanaan pemeriksaan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. perawatan. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II.penetapan rancang bangun. pengoperasian. bangunan kereta api serta stasiun kereta api.rtf 231 . b. dan pengusahaan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. spesifikasi teknis. pengusahaan. d. perawatan. Bali. spesifikasi teknis. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 566 Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pengesahan kualitas material baru jembatan. norma. penyiapan bahan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah I meliputi Pulau Jawa. Nusa Tenggara dan Papua. standar. penyelenggaraan administrasi material dan pergudangan. penyelenggaraan pembangunan. norma.VALID). kriteria dan prosedur di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. kriteria. Lombok.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Kalimantan. dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. c. pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api di wilayah II yang meliputi Pulau Sumatera. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jembatan. pedoman. pedoman. standar. Pasal 567 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. pengoperasian.

Pasal 568 f. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. b. standar. Kalimantan. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. i. penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. penyusunan penetapan rancang bangun.e.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. pedoman. penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II serta evaluasi pelaksanaannya. pengoperasian dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. Pasal 569 (1) Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jalan rel.VALID). Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah II. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. 232 05 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang jalan rel dan tanah kereta api. h.rtf . dan Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah II. g. pengesahan kualitas material baru jalan rel. perawatan dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. norma. pelaksanaan pembangunan. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II terdiri atas: a. spesifikasi teknis.

(2) Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. evaluasi dan pelaporan di bidang jembatan. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. Pasal 570 Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. telekomunikasi. pelaksanaan pemeriksaan di bidang fasilitas operasi kereta api. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pengoperasian dan pengusahaan jembatan. Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. pengusahaan fasilitas operasi kereta api. standar. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jembatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. penyusunan penetapan rancang bangun. spesifikasi teknis. spesifikasi teknis. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi yang meliputi persinyalan. 233 b. penyelenggaraan pembangunan. norma. pengoperasian. perawatan. standar. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. pedoman. pedoman. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar.VALID).rtf . pelistrikan dan bangunan pendukung fasilitas operasi kereta api. pedoman. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. c.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pengesahan kualitas material baru jembatan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang fasilitas operasi kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas operasi kereta api. norma. kriteria dan prosedur di bidang fasilitas operasi kereta api. pelaksanaan pembangunan. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana fasilitas operasi kereta api. spesifikasi teknis. Kalimantan. perawatan dan pengusahaan jembatan.

kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas operasi kereta api.VALID).d. pengoperasian. pelaksanaan pembangunan. 234 05 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang persinyalan. penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. perawatan dan pengusahaan fasilitas operasi kereta api milik negara. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang persinyalan. Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api terdiri atas: a. penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan fasilitas operasi kereta api. Seksi Persinyalan. pengoperasian. spesifikasi teknis. penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. f. penyusunan penetapan rancang bangun. b. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di bidang fasilitas operasi kereta api. g. perawatan dan pengusahaan persinyalan. pengesahan kualitas material baru persinyalan serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi persinyalan.rtf . dan Seksi Telekomunikasi dan Pelistrikan. Pasal 572 e. penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan fasilitas operasi kereta api. h. Pasal 573 (1) Seksi Persinyalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. i.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pedoman. standar. pengoperasian dan pengusahaan persinyalan. penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian fasilitas operasi kereta api serta evaluasi pelaksanaannya.

d.(2) Seksi Telekomunikasi dan Pelistrikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyiapan bahan pemeriksaan dan pelaksanaan pengujian pertama dan berkala serta pemberian sertifikat pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang telekomunikasi dan pelistrikan. norma. pelaksanaan pelaksanaan pembangunan.rtf . penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang telekomunikasi dan pelistrikan. pengoperasian. perawatan dan pengusahaan telekomunikasi dan pelistrikan. pedoman.VALID). spesifikasi teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. stasiun kereta api serta pengesahan hasil uji serta pengolahan dan penyajian data di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api. standar. kriteria dan prosedur di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . norma. pedoman. pedoman. standar. Pasal 575 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574. Pasal 574 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. norma. c. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengoperasian dan pengusahaan telekomunikasi dan pelistrikan. penyiapan bahan standar spesifikasi teknis peralatan pengujian yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyusunan penetapan rancang bangun. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi persinyalan. pengesahan kualitas material baru telekomunikasi dan pelistrikan. penyiapan bahan kebutuhan minimal fasilitas peralatan 235 b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. 05 OTK KEMENHUB 2010 .

pedoman. penyiapan bahan penyusunan kebutuhan suku cadang serta komponen fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. 236 g. standar. pedoman. pemanfaatan dan pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Lombok. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . Bali. pengesahan hasil uji. rencana pengadaan. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I. Pasal 577 (1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.rtf .pengujian. pemeriksaan dan pengujian jalur dan bangunan serta stasiun kereta api. pengesahan kualitas material untuk jalur dan bangunan serta stasiun kereta api yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I meliputi Pulau Jawa. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.VALID). f. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. b. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II. Nusa Tenggara dan Papua. Pasal 576 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api terdiri atas: a. standar. norma.

pedoman. penyiapan bahan standar spesifikasi teknis peralatan pengujian yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578.VALID). kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengesahan kualitas material untuk jalur dan bangunan serta stasiun kereta api yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II meliputi Pulau Sumatera.rtf . evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pedoman. norma. Pasal 578 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pemeriksaan dan pengujian jalur dan bangunan serta stasiun kereta api. d. 237 b. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. c.kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Kalimantan. pengesahan hasil uji. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. standar.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji serta pengolahan dan penyajian data di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. penyiapan bahan pemeriksaan dan pelaksanaan pengujian pertama dan berkala serta pemberian sertifikat pengujian fasilitas operasi kereta api. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyiapan bahan kebutuhan minimal fasilitas peralatan pengujian. pemeriksaan dan pengujian 238 b. Lombok. g. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah II. Pasal 580 f. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan pemeliharaan.e. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. pengesahan kualitas material untuk fasilitas operasi kereta api yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api. penyiapan bahan penyusunan kebutuhan suku cadang serta komponen fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. pedoman. rencana pengadaan. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api.VALID). norma. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. pemeriksaan dan pengujian fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji.rtf . pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pemanfaatan dan pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian fasilitas operasi kereta api di wilayah I meliputi Pulau Jawa. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. Bali.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pelaksanaan pemeliharaan. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api terdiri atas: a. pedoman. Nusa Tenggara dan Papua. Pasal 581 (1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah I. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api.

c. kriteria dan prosedur di bidang pengembangan. kepegawaian. pengawasan.VALID). Pasal 582 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. serta bimbingan teknis. pengesahan kualitas material untuk fasilitas operasi kereta api yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api. pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara. Kalimantan. standar. d. 05 OTK KEMENHUB 2010 .fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana kebutuhan sarana. dan rumah tangga Direktorat Bagian Keenam Direktorat Sarana Perkeretaapian Pasal 583 Direktorat Sarana Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. pedoman.rtf . Direktorat Sarana Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan. 239 b. norma. kriteria dan prosedur. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengembangan. evaluasi dan pelaporan di bidang sarana perkeretaapian. pedoman. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan penyusunan norma. standar. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara. pengawasan. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian fasilitas operasi kereta api di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara.

norma.e. Pasal 587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. Pasal 586 Subdirektorat Pengembangan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun dan rekayasa sarana perkeretaapian. Pasal 585 g. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas sarana. standar.rtf . d. dan pelaksanaan tata usaha. b. standar. penyiapan pelaksanaan evaluasi serta pelaporan di bidang sarana. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang rancang bangun dan rekayasa sarana perkeretaapian. Subdirektorat Pengembangan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengembangan sistem informasi sarana. h.VALID). Subdirektorat Pengembangan Sarana. kepegawaian. Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara. Direktorat Sarana Perkeretaapian terdiri atas: a. 240 b. dan Subbagian Tata Usaha. penyiapan pelaksanaan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengawasan Sarana. norma. 05 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN KA 4 DIT (FINAL . e. f. standar. norma. f. kriteria. pedoman. pedoman. dan rumah tangga Direktorat. prosedur. c. serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan pengembangan dan pengendalian mutu sarana perkeretaapian. dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I. pedoman. kriteria. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian mutu sarana perkeretaapian. standar. Seksi Pengendalian Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Rancang Bangun dan Rekayasa. pedoman. penyiapan database dan sistem informasi bidang rancang bangun dan rekayasa. pedoman. e. dan Seksi Pengendalian Mutu. norma. g. f. penyiapan bahan pembinaan rancang bangun dan rekayasa yang dilakukan oleh pihak lain.c.rtf .DITJEN KA 4 DIT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan rekayasa. persyaratan teknis sarana perkeretaapian serta database dan sistem informasi bidang pengendalian mutu.VALID). norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi sarana perkeretaapian. norma. dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan sarana perkeretaapian. pedoman. serta pengendalian mutu sarana perkeretaapian. standar. penyiapan bahan pengembangan informasi di bidang pengembangan sarana perkeretaapian. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan sarana perkeretaapian. Pasal 590 Subdirektorat Pengawasan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 589 (1) Seksi Rancang Bangun dan Rekayasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan rancang bangun dan rekayasa. 241 (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 588 Subdirektorat Pengembangan Sarana terdiri atas: a. dan prosedur serta bimbingan teknis. d. h. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. b. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana kebutuhan sarana perkeretaapian. kriteria.

norma. Pemeriksaan dan Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan prosedur serta bimbingan teknis. d. pedoman.rtf 242 .DITJEN KA 4 DIT (FINAL . sistem informasi b. pemeriksaan dan perawatan sarana. pedoman. Pemeriksaan dan Perawatan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan pengujian. pemeriksaan dan perawatan serta database dan pengembangan sistem informasi. Pasal 592 e. b. pelaksanaan pengawasan pengujian. Subdirektorat Pengawasan Sarana terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawasan kelaikan operasional sarana perkeretaapian. Seksi Pengawasan Pengujian. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan sarana perkeretaapian. pengawasan fasilitas perawatan. standar. standar. c. kriteria dan prosedur di bidang pengawasan sarana perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan terhadap perawatan sarana perkeretaapian. f. dan Seksi Pengawasan Tempat dan Fasilitas Pengujian. penyiapan bahan pengembangan pengawasan sarana perkeretaapian. kriteria. norma. Pemeriksaan dan Perawatan.VALID). penyiapan bahan perumusan kebijakan.Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. Pasal 593 1) Seksi Pengawasan Pengujian. Subdirektorat Pengawasan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan standar dan tata cara perawatan sarana perkeretaapian.

pedoman. pedoman. norma. e. dan tempat pengujian. d. Pasal 594 Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang pengelolaan sarana milik negara. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengelolaan sarana milik negara.2) Seksi Pengawasan Tempat dan Fasilitas Pengujian. f. 243 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan standar peralatan dan fasilitas pendukung di balai yasa.rtf . Pemeriksaan dan Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas sarana.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . c. penyiapan bahan pengembangan informasi pengelolaan sarana milik negara. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan dan rehabilitasi sarana milik negara. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan bidang pengelolaan sarana milik negara. Pasal 596 Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara terdiri atas: a. Seksi Pengadaan dan Pengoperasian. dan pengoperasian dan b. depo. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan sarana milik negara. penyiapan bahan pelaksanaan perawatan sarana milik negara. standar. norma. standar. Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Perawatan. Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. database dan sistem informasi bidang fasilitas sarana perkeretaapian. norma. pedoman.VALID). b.

kriteria. norma. standar. pelaksanaan pengoperasian sarana milik negara. evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan. norma. standar. kriteria dan prosedur di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. norma. Seksi Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. pedoman. standar.VALID). dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.rtf . standar. sistem informasi 2) b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. kriteria. c. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana wilayah I meliputi Pulau Jawa. Nusa Tenggara Timur dan Papua. penyiapan bahan pengembangan pengujian dan sertifikasi sarana. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 598 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. serta database dan pengembangan sistim informasi sarana milik negara. pelaksanaan pengadaan dan rehabilitasi sarana milik Negara. pedoman. serta standar dan tata cara perawatan sarana milik negara.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Pasal 599 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana 244 05 OTK KEMENHUB 2010 . Bali. d. dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana. evaluasi dan pelaporan di bidang perawatan dan pemeliharaan sarana milik negara.Pasal 597 1) Seksi Pengadaan dan Pengoperasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. serta database dan pengembangan sistem informasi sarana milik negara. Nusa Tenggara Barat. norma.

kriteria.Pasal 600 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I terdiri atas: a.rtf 245 . standar. Nusa Tenggara dan Papua. 2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. Bali.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . norma. Lombok. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah I serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah I meliputi Pulau Jawa. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi.VALID). Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah I. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah I. pedoman. norma. dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 602 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 601 1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana penggerak wilayah I serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi wilayah I meliputi Pulau Jawa. Nusa Tenggara dan Papua. kriteria. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pedoman. Bali. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana wilayah II meliputi Pulau Sumatera. norma. dan prosedur serta bimbingan teknis. Kalimantan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana penggerak. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. b. Lombok.

norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan prosedur serta bimbingan teknis. standar.rtf . kriteria dan prosedur di bidang pengujian dan sertifikasi sarana.VALID). Sulawesi dan Kepulauan Maluku. dan prosedur serta bimbingan teknis. Kalimantan. norma.Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. kriteria. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah II. kriteria. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pedoman. standar. Pasal 605 1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. sistem informasi b. d. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana penggerak wilayah II serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi wilayah II meliputi Pulau Sumatera. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. penyiapan bahan pengembangan pengujian dan sertifikasi sarana. norma. evaluasi dan 246 2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan pengujian sertifikasi sarana perkeretaapian. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana penggerak. Pasal 604 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Wilayah II terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. b. e. standar. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah II. pedoman. pedoman.

pedoman. Direktorat Keselamatan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan standar. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah II serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah II meliputi Pulau Sumatera.VALID). Pasal 606 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. 247 b. penegakan hukum. dan rumah tangga Direktorat. Pasal 608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian.rtf . Bagian Ketujuh Direktorat Keselamatan Perkeretaapian Pasal 607 Direktorat Keselamatan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . norma. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. standar. Kalimantan. bimbingan teknis serta evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan perkeretaapian. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan program keselamatan perkeretaapian. penegakan hukum. norma. kriteria dan prosedur. pedoman. kriteria dan prosedur. serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. kepegawaian. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. di bidang manajemen keselamatan perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi.

05 OTK KEMENHUB 2010 . pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana peningkatan keselamatan perkeretaapian. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian. k.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dalam bentuk seminar. dan laporan kecelakaan. dan rumah tangga Direktorat. penyiapan perumusan dan pembinaan teknis di bidang manajemen keselamatan perkeretaapian. penegakan hukum. penyiapan penerapan penegakan peraturan dan penindakan hukum yang berkaitan dengan keselamatan perkeretaapian. g. j. h.VALID). penyiapan pelaksanaan analisis perkembangan kondisi keselamatan perkeretaapian keselamatan perkeretaapian. i. penyiapan pemeliharaan dokumen akreditasi dan sertifikasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian.c. infraksi (pelanggaran aturan). dan pelaksanaan tata usaha. penyiapan pelaksanaan sosialisasi keselamatan penegakan hukum di bidang perkeretaapian.rtf 248 . kampanye keselamatan. kepegawaian. penyiapan pemeriksaan dan audit keselamatan terhadap penyelenggara prasarana dan sarana perkeretaapian dalam rangka menjaga dan meningkatkan kinerja keselamatan perkeretaapian. f. serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. penyiapan pelaksanaan promosi keselamatan melalui diseminasi hal-hal khusus tentang keselamatan. e. dan d.

pedoman. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. sarana dan prasarana. e. 249 d. Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia. dan Subbagian Tata Usaha. kriteria dan prosedur. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. standar. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. b. serta sosialisasi dan promosi keselamatan. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan.VALID). kriteria dan prosedur di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. standar. 05 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN KA 4 DIT (FINAL . serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan perkeretaapian. Subdirektorat Penegakan Hukum. penyiapan bahan pembinaan pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. sarana dan prasarana.Pasal 609 Direktorat Keselamatan Perkeretaapian terdiri atas: a. bimbingan teknis. sarana dan prasarana. c.rtf . norma. Pasal 610 Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan. Pasal 611 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. b. pedoman. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan. c.

pengadaan. sarana dan prasarana. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. Pasal 612 e. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. sarana dan prasarana. norma. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan terdiri atas: a. f. pengoperasian dan perawatan fasilitas keselamatan perkeretaapian. g.d. identifikasi daerah rawan kecelakaan dan bencana alam serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan audit keselamatan perkeretaapian. dan Seksi Peningkatan Keselamatan.VALID). standar. penyiapan bahan pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. pemberian bimbingan teknis audit keselamatan perkeretaapian. pedoman.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Seksi Audit Keselamatan. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. sarana dan prasarana. penyusunan bahan standar dan tata cara pelaksanaan audit keselamatan perkeretaapian. bidang audit keselamatan perkeretaapian. i. 250 05 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 613 (1) Seksi Audit Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur. sarana dan prasarana. h. penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan fasilitas keselamatan perkeretaapian meliputi pembangunan.rtf . b. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana peningkatan keselamatan perkeretaapian penyiapan bahan perencanaan aspek keselamatan lalu lintas dan angkutan.

05 OTK KEMENHUB 2010 . dan prosedur. kriteria. pengembangan sistem informasi di bidang peningkatan keselamatan perkeretaapian serta pelaksanaan kebijakan dan pembinaan teknis. penyiapan bahan pembinaan pelaksanaan analisis kecelakaan. sarana dan prasarana. Pasal 614 Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan penanganan kecelakaan. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang analisis kecelakaan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pedoman. d. dan prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. e.VALID). c. sarana dan prasarana. serta evaluasi keselamatan. sarana dan prasarana. kriteria dan prosedur di bidang analisis kecelakaan. Pasal 615 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614. bimbingan teknis.(2) Seksi Peningkatan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang rekayasa peningkatan keselamatan. dan penanganan kecelakaan. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. penyiapan bahan pelaksanaan analisis kecelakaan. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. evaluasi dan pelaporan di bidang analisis dan penanganan kecelakaan perkeretaapian. pedoman. bimbingan teknis. norma. dan penanganan kecelakaan. b. norma. sarana dan prasarana. standar. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan menyelenggarakan fungsi: a.rtf 251 . penyiapan bahan perencanaan evaluasi keselamatan lalu lintas dan angkutan. penyiapan sistem informasi kecelakaan. sarana dan prasarana. standar. kriteria. norma. dan penanganan kecelakaan. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan.

Seksi Analisis Kecelakaan. sarana dan prasarana. pelaporan di bidang analisa kecelakaan. norma. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang analisis dan penanganan kecelakaan perkeretaapian.rtf (2) 252 . dan Seksi Penanganan Kecelakaan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. bimbingan teknis. standar. serta pelaksanaan kebijakan dan pembinaan teknis bidang penanganan kecelakaan. pedoman. dan penyiapan bahan pelaksanaan analisa laporan di bidang analisis kecelakaan terhadap lalu lintas dan angkutan. evaluasi dan pelaporan di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. dan prosedur. kriteria. penguji. Seksi Penanganan Kecelakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. penyiapan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis.f. dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. pedoman. kriteria.VALID). pemberian akreditasi terhadap badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. b. standar. bimbingan teknis. Pasal 616 g. evaluasi dan pelaporan di bidang penanganan kecelakaan. norma.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Pasal 618 Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pemeriksaan dan 05 OTK KEMENHUB 2010 . serta evaluasi keselamatan. penyusunan bahan standar dan tata cara pelaporan kecelakaan perkeretaapian. Pasal 617 (1) Seksi Analisis Kecelakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan terdiri atas: a. dan prosedur. pedoman. penetapan kualifikasi keahlian dan sertifikasi tenaga perawatan. pelaporan di bidang penyebab kecelakaan serta pengembangan sistem informasi kecelakaan perkeretaapian. penyusunan bahan standar dan tata cara penanganan kecelakaan perkeretaapian. pemeriksa. standar.

05 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. pedoman. norma. penyiapan bahan pemberian akreditasi lembaga/institusi yang melaksanakan pemeriksaan dan pengujian prasarana dan sarana kereta api. Seksi Akreditasi Kelembagaan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . b. penguji. b. Pasal 620 Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis untuk tenaga perawatan.rtf 253 . dan Seksi Sertifikasi Sumber Daya Manusia. kriteria dan prosedur di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. pemeriksa. pengujian dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. standar.perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. pemeriksaan. Pasal 619 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. e. f. dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. d. penyiapan bahan penetapan sertifikat keahlian dan peningkatan kualitas/kuantitas tenaga perawatan.

pengujian dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. standar. pedoman. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pemeriksaan. norma. penetapan sertifikat keahlian dan peningkatan kualitas/kuantitas tenaga perawatan. evaluasi dan pelaporan di bidang pemberian akreditasi lembaga/institusi yang melaksanakan pemeriksaan dan pengujian prasarana dan sarana kereta api. pedoman. kriteria dan prosedur.VALID). standar. bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan pelaksanaan penyidikan. penyusunan bahan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis untuk tenaga perawatan.rtf . serta bimbingan teknis. 254 dalam (2) b. norma. serta koordinasi antar lembaga dalam penegakan hukum bidang perkeretaapian. c. kriteria dan prosedur bidang sertifikasi sumber daya manusia. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penegakan hukum. kriteria dan prosedur di bidang penegakan hukum. pemeriksa. standar.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan penegakan hukum bidang perkeretaapian.Pasal 621 (1) Seksi Akreditasi Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur bidang akreditasi lembaga serta bimbingan teknis. bimbingan teknis. pedoman. Subdirektorat Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Sertifikasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. norma. Pasal 622 Subdirektorat Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan norma. standar. Pasal 623 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. penyiapan bahan koordinasi antar lembaga penegakan hukum bidang perkeretaapian. dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. penguji. evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi sumber daya manusia.

Pasal 625 (1) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang penegakan hukum. penyiapan bahan penyidikan terhadap tindak pidana di bidang perkeretaapian. Subdirektorat Penegakan Hukum terdiri atas: a. dan Seksi Penyidikan. penyuluhan regulasi perkeretaapian. i. evaluasi dan pelaporan di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. evaluasi dan pelaporan bidang bimbingan teknis serta pengembangan sistem informasi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Seksi Penyidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyidikan.rtf 255 . pengumpulan. tata cara berlalu lintas di perlintasan sebidang. standar. standar. pengusulan pengangkatan/pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pedoman. penyiapan pelaksanaan penyidikan. Pasal 624 e.d. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penegakan hukum bidang perkeretaapian. Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). norma. b.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .VALID). pelaksanaan koordinasi antar lembaga dalam penyidikan. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan peruntukan ruang di kawasan perkeretaapian serta tata tertib pengguna jasa perkeretaapian. pedoman. penyiapan bahan penyuluhan tindak pidana di bidang perkeretaapian. f. pengolahan dan penyiapan data penyidikan serta pelaksanaan tata kelola administrasi penyidikan. h. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 .

Pasal 626 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. dan masing-masing Direktur. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 628 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.rtf 256 . kepegawaian. (2) (3) (4) 05 OTK KEMENHUB 2010 . Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dan rumah tangga Direktorat.VALID). Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 627 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

e.VALID).ITJEN (FINAL . Tugas dan Fungsi Pasal 629 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. dan pelaksanaan Jenderal. evaluasi. reviu. perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 257 . Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 630 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan. d. Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal.BAB IX INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 631 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630. dan kegiatan pengawasan lainnya. 06 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Perhubungan. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pemantauan. administrasi di lingkungan Inspektorat (2) b. c.

koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengelolaan data dan evaluasi kegiatan pengawasan. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 633 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 634 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633. pengolahan. Inspektorat IV. 06 OTK KEMENHUB 2010 . f. Inspektorat II. Inspektorat I. Sekretariat Inspektorat Jenderal. e. d. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. b. b. program dan anggaran pelaksanaan pengawasan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 632 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a.VALID).ITJEN (FINAL . Inspektorat III. dan Inspektorat V.rtf 258 . c. dan penyajian Laporan Hasil Pengawasan. koordinasi dan penyusunan rencana.

program dan anggaran pengawasan. Pasal 636 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. Pasal 637 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 636. Bagian Kepegawaian dan Hukum.rtf 259 . analisa dan tindak lanjut Laporan Hasil Pengawasan. dan penyusunan laporan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. f. dan pelaksanaan pengelolaan persuratan. b.VALID). Bagian Perencanaan. d. pelaksanaan pemantauan. pengelolaan data serta evaluasi kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. kearsipan. h. program dan anggaran pelaksanaan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 635 e. g. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a.d.ITJEN (FINAL . pelaksanaan pengelolaan pembiayaan dan penggajian. serta pengelolaan perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan rencana. pelaksanaan penelaahan hukum dan peraturan perundangundangan. pelaksanaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit. Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Keuangan dan Tata Usaha. 06 OTK KEMENHUB 2010 . c. dan verifikasi perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal.

Pasal 640 Bagian Kepegawaian dan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan kepegawaian. Pasal 641 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 640. Subbagian Data dan Evaluasi. Pasal 638 c. penyiapan bahan penyusunan dan penataan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Program dan Anggaran. Subbagian Data dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. kerumahtanggaan dan hubungan masyarakat di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan pelaksanaan pengumpulan. pengolahan dan penyajian data serta penyiapan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengawasan. pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). 06 OTK KEMENHUB 2010 . b. Pasal 639 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Bagian Perencanaan terdiri atas: a. penyiapan bahan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. program dan anggaran pelaksanaan pengawasan. urusan perlengkapan.ITJEN (FINAL . dan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. (2) b. penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan. Bagian Kepegawaian dan Hukum menyelenggarakan fungsi: a.b.rtf 260 .VALID). pengelolaan dan penyajian data kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan.

serta penyusunan dan penataan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. e.c. dan penyiapan bahan pengelolaan hubungan masyarakat (humas) dan keprotokolan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Kepegawaian dan Hukum terdiri atas: a. Pasal 642 d. (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 . kerumahtanggaan. penyiapan bahan pengelolaan urusan kerumahtanggaan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 643 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan kepegawaian. penyiapan bahan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Inspektorat Jenderal.VALID). dan Subbagian Hukum dan Umum. penyiapan bahan pengelolaan urusan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal. f. hubungan masyarakat dan keprotokolan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) serta pengelolaan urusan perlengkapan. Pasal 644 Bagian Keuangan dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penatausahaan pembiayaan dan penggajian. serta pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan di lingkungan Inspektorat Jenderal. b. g. penyiapan bahan pelaksanaan penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan di lingkungan Inspektorat Jenderal.rtf 261 .ITJEN (FINAL . penyusunan laporan pelaksanaan anggaran dan perjalanan dinas. Subbagian Hukum dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan. Subbagian Kepegawaian.

analisis. Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan serta pengelolaan perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 646 Bagian Keuangan dan Tata Usaha terdiri atas: a. Bagian Keuangan dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan. c. Pasal 648 Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan. (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 . serta penyusunan laporan pelaksanaan anggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal.VALID). b.ITJEN (FINAL . Subbagian Pembiayaan dan Penggajian.rtf 262 . penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan penggajian di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran dan perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 647 (1) Subbagian Pembiayaan dan Penggajian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan dan penggajian. dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan penyiapan bahan pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan b. pengolahan.Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644.

Pasal 649 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 648, Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan penyusunan laporan hasil analisis laporan hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan laporan hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan pelaksanaan tindak lanjut laporan hasil audit Inspektorat Jenderal di lingkungan Kementerian Perhubungan; dan penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan terhadap tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), dan laporan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 650 Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit terdiri atas: a. b. Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit I; dan Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit II. Pasal 651 (1) Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, dan Sekretariat Jenderal. 263

b.

c. d.

e.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

(2)

Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Inspektorat Jenderal.

Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 652 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara. Pasal 653 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 652, Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara;

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

264

b.

pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

265

Pasal 654 Inspektorat I terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 655 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat I. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur I dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 656 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua. Pasal 657 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 656, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

266

Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; b. pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

267

Pasal 658 Inspektorat II terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 659 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat II. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur II dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 660 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Pasal 661 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 660, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian 268

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; b. pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

269

Pasal 662 Inspektorat III terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 663 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat III. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur III dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 664 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

270

dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan.ITJEN (FINAL . pelaksanaan pemeriksaan. Kalimantan Timur. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. dan Maluku Utara. Sulawesi Tenggara. Nusa Tenggara Timur. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan.Pasal 665 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 664. Kalimantan Timur. Kalimantan Timur. 06 OTK KEMENHUB 2010 . Jawa Tengah. Jawa Tengah. dan Unit Pelaksana Teknis 271 b. Sulawesi Tenggara. Jawa Tengah. dan Maluku Utara. e. Nusa Tenggara Timur. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Nusa Tenggara Timur. dan Maluku Utara. pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Nusa Tenggara Timur. dan Maluku Utara. d. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tenggara. Jawa Tengah. c. Kalimantan Timur. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan.VALID).rtf . Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi.

b. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan. Sumatera Barat. dan Maluku Utara.ITJEN (FINAL . Kepulauan Riau. Sulawesi Barat.Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur IV dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum. dan Papua Barat. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Banten. dokumentasi serta kearsipan Inspektorat IV. dan f. Nusa Tenggara Timur. perlengkapan. surat menyurat.rtf .VALID). rumah tangga. Sulawesi Tenggara. Pasal 666 Inspektorat IV terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. (2) Bagian Kedelapan Inspektorat V Pasal 668 Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi. serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Sekretariat Jenderal. penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan. Gorontalo. kolusi dan nepotisme. Pasal 667 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. 272 06 OTK KEMENHUB 2010 . Jawa Tengah. Kalimantan Timur.

pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Sekretariat Jenderal. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Kepulauan Riau. Banten. kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. dan Papua Barat. pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Sekretariat Jenderal. Kepulauan Riau. Gorontalo. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. Banten.Pasal 669 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 668. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. Gorontalo. Gorontalo. Sumatera Barat. Banten.rtf . 06 OTK KEMENHUB 2010 . dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. Kepulauan Riau. Sulawesi Barat. Kepulauan Riau. Banten. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Sulawesi Barat. Inspektorat V menyelenggarakan fungsi: a. Sumatera Barat. Sulawesi Barat. Banten. Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Sulawesi Barat. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. dan 273 b. Sumatera Barat. c. Sumatera Barat.VALID). Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Gorontalo. Direktorat Jenderal Perkeretaapian. dan Papua Barat. Sulawesi Barat. e.ITJEN (FINAL . Kepulauan Riau. pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi. pelaksanaan pemeriksaan. Gorontalo. dan Papua Barat. dan Papua Barat. dan Papua Barat. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. Sumatera Barat. d. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Sekretariat Jenderal.

dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dokumentasi serta kearsipan Inspektorat V. Pasal 673 (1) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Auditor yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan peraturan perundangundangan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1).rtf . Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur V dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum. perlengkapan. Subbagian Tata Usaha.ITJEN (FINAL .VALID). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional Auditor senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal. rumah tangga. pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan. Pasal 670 Inspektorat V terdiri atas: a. Pasal 671 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. (2) Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 672 Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan Jabatan Fungsional Auditor berdasarkan peraturan perundang-undangan.f. surat menyurat. b. 274 (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 .

Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 674 (4) Kelompok Jabatan Fungsional selain Auditor pada Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.rtf 275 . Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) (3) (4) 06 OTK KEMENHUB 2010 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(3) Jumlah tenaga fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1).VALID). Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 675 (1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.ITJEN (FINAL .

rtf 276 .BAB X BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN Bagian Pertama Kedudukan. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan.BA LITBANG PHB (FINAL . Badan Penelitian dan Pengembangan dipimpin oleh Kepala Badan. c. Tugas dan Fungsi Pasal 676 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan adalah unsur pelaksana di bidang penelitian dan pengembangan perhubungan. Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. 07 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). Pasal 677 Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan. Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan. Penelitian dan Perhubungan (2) b. penyusunan kebijakan teknis. dan pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Perhubungan. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan. d.

evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Sekretariat Badan Perhubungan.BA LITBANG PHB (FINAL . c. b. d. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Pasal 680 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. perhubungan laut. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Laut.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 679 Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan terdiri atas: a.VALID). penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan.rtf 277 . perkeretaapian. Pasal 681 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 680. perhubungan darat. dan perhubungan udara. rencana dan program. Pengembangan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Darat dan Perkeretaapian. 07 OTK KEMENHUB 2010 . e. Penelitian dan Pengembangan Manajemen Pusat Penelitian dan Transportasi Multimoda. dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Udara.

ketatausahaan. dan penyiapan bahan pelaksanaan transportasi nasional.b. dan d. Bagian Kepegawaian.BA LITBANG PHB (FINAL . penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program penelitian dan pengembangan. keuangan. 07 OTK KEMENHUB 2010 . serta pelayanan administrasi kerjasama. kepustakaan dan publikasi. program dan anggaran penelitian dan pengembangan. Bagian Dokumentasi dan Kerjasama. b. d. Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di maksud dalam Pasal 683. c. c. Bagian Perencanaan. c. pengkajian sistem b. penyiapan pelaksanaan urusan dokumentasi.rtf 278 . Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi serta laporan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. pemantauan serta penyusunan laporan. penyiapan pelaksanaan administrasi kepegawaian. dan pelaksanaan urusan kerumahtanggaan. Pasal 682 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan terdiri atas: a. dan Bagian Umum.VALID). Pasal 683 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana dan program. penyiapan bahan penyusunan rencana.

(2) (3) b. serta pelaksanaan pengkajian sistem transportasi. Pasal 687 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. penyiapan bahan penyusunan rencana dan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta pengembangan dan kesejahteraan pegawai. 07 OTK KEMENHUB 2010 . dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. c. Pasal 686 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan anggaran penelitian dan pengembangan.VALID). c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan. Subbagian Rencana. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di maksud dalam Pasal 687.rtf 279 . penyiapan bahan pelaksanaan administrasi kepegawaian. d. dan penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. b. Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program penelitian dan pengembangan. penyiapan bahan pelaksanaan administrasi dan pembinaan jabatan fungsional.Pasal 685 Bagian Perencanaan terdiri atas: a.BA LITBANG PHB (FINAL . Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Program.

BA LITBANG PHB (FINAL . Pasal 691 Bagian Dokumentasi dan Kerjasama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan dokumentasi dan kepustakaan. serta penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan dan Pelatihan Perhubungan. penyiapan bahan urusan publikasi dan visualisasi hasil penelitian dan pengembangan. Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi dan penyiapan bahan pembinaan jabatan fungsional.rtf 280 . c. Subbagian Pengembangan Pegawai. (2) (3) 07 OTK KEMENHUB 2010 . pemeliharaan basis data kepegawaian.VALID). dan penyiapan bahan administrasi kerjasama penelitian dan pengembangan. c. penyiapan bahan urusan dokumentasi dan kepustakaan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Pasal 692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. b. dan Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. b. Bagian Dokumentasi dan Kerjasama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 690 (1) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi kepegawaian dan penyusunan. Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. publikasi serta pelayanan administrasi kerjasama di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.Pasal 689 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. dan pengembangan dan kesejahteraan pegawai.

Subbagian Administrasi dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi kerjasama penelitian dan pengembangan. 07 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan urusan ketatausahaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Subbagian Publikasi. penyiapan bahan pengelolaan keuangan di lingkungan Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan. Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian. b. c. Pasal 695 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan.VALID). dan publikasi hasil-hasil pelaksanaan tugas Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan serta urusan kehumasan. dan Subbagian Administrasi dan Kerjasama. keuangan.Pasal 693 Bagian Dokumentasi dan Kerjasama terdiri atas: a. dan penyiapan bahan urusan kerumahtanggaan dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. penerbitan.rtf 281 . b. Pasal 694 (1) Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan dokumentasi dan kepustakaan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.BA LITBANG PHB (FINAL . Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695. kerumahtanggaan. (2) (3) c.

Subbagian Tata Usaha. 07 OTK KEMENHUB 2010 . program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kerumahtanggaan dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. b. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Pasal 698 (1) Subbagian Tata Usah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan Subbagian Rumah Tangga.VALID). penyiapan penyusunan rencana.Pasal 697 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Keuangan. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda menyelenggarakan fungsi: a. (2) (3)   Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda Pasal 699 Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.rtf 282 .BA LITBANG PHB (FINAL . Pasal 700 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 699.

penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. h. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. d. Bidang Program dan Evaluasi. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.VALID). kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda terdiri atas: a. f. penyiapan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. b.BA LITBANG PHB (FINAL . c. e. Pasal 702 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. program dan anggaran.b. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 701 c. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. data dan aplikasi serta kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. i. g.rtf 283 . dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.

b. kerumahtanggaan. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 705 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Pasal 706 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. pengelolaan keuangan. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. d. c. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . Subbidang Program dan Kerja Sama. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan.Pasal 703 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. administrasi jabatan fungsional.BA LITBANG PHB (FINAL . b. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Pasal 704 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rencana. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.VALID).rtf 284 . dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda.

b.BA LITBANG PHB (FINAL . penyiapan bahan urusan ketatausahaan. Pasal 709 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan.rtf 285 . dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a.VALID). Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda.Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. Subbidang Pelayanan Administrasi. kerumahtanggaan. kerumahtanggaan. Pasal 708 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. b. pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Mutimoda. dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 .

Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian Pasal 710 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian.rtf 286 . c. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian.BA LITBANG PHB (FINAL . penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian.VALID). penyiapan pelaksanaan pengembangan bidang perkeretaapian. kerjasama penelitian transportasi darat dan dan b. 07 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan penyusunan rencana. e. f. d. g. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian.

dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. data dan aplikasi serta kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi.h.BA LITBANG PHB (FINAL . penyiapan bahan penyusunan rencana. b. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a. Pasal 713 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. Pasal 712 i. program dan anggaran. d. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713.rtf 287 . c.VALID). penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. 07 OTK KEMENHUB 2010 . dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. Bidang Program dan Evaluasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian.

pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. (2) b. dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi darat dan perkeretaapian. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. kerumahtanggaan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian.Pasal 715 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. penyiapan bahan urusan ketatausahaan. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. b. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Subbidang Program dan Kerja Sama. Pasal 717 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. pengelolaan keuangan.VALID). administrasi jabatan fungsional.rtf 288 .BA LITBANG PHB (FINAL . program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 716 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. kerumahtanggaan.

Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721. b. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi.Pasal 719 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. Subbidang Pelayanan Administrasi. penyiapan penyusunan rencana. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 720 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan.rtf 289 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan perkeretaapian. b. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut.BA LITBANG PHB (FINAL . (2) Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut Pasal 721 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. kerumahtanggaan.VALID).

dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. data dan aplikasi.VALID). Bidang Program dan Evaluasi. i. 07 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 290 . program dan anggaran. b. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. g.BA LITBANG PHB (FINAL . e. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Pasal 723 f. dan d. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 724 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut terdiri atas: a. c. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut.c. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi laut. penyiapan pelaksanaan kerjasama penelitian pengembangan bidang transportasi laut. h.

dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. pengelolaan keuangan. administrasi jabatan fungsional. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi laut. Pasal 726 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. c.VALID). b. d.rtf 291 .BA LITBANG PHB (FINAL . program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. kerumahtanggaan. b. penyiapan bahan penyusunan rencana. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 728 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Subbidang Program dan Kerja Sama.Pasal 725 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Pasal 727 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 .

b.BA LITBANG PHB (FINAL .rtf 292 . penyiapan urusan ketatausahaan. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . kerumahtanggaan.Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi laut. b. pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. kerumahtanggaan. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi.VALID). Pasal 731 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. dan penyiapan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi laut. Pasal 730 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. Subbidang Pelayanan Administrasi. pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut.

rtf 293 . penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara.BA LITBANG PHB (FINAL . penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi udara. e. penyiapan pelaksanaan kerjasama penelitian pengembangan bidang transportasi udara. c. h. g. dan b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. penyiapan penyusunan rencana. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. d. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan.Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara Pasal 732 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. i.VALID). 07 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. f. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732.

Bidang Program dan Evaluasi. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. b. Subbidang Program dan Kerja Sama. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara.BA LITBANG PHB (FINAL . 07 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 294 . Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. b. b. Pasal 735 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. c. data dan aplikasi.Pasal 734 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara terdiri atas: a. Pasal 736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 735. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Pasal 737 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rencana.VALID). d. program dan anggaran. kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. c.

Pasal 741 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. Pasal 739 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. b. dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Subbidang Pelayanan Administrasi. kerumahtanggaan. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi.Pasal 738 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.rtf 295 . Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Pasal 740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 739. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. administrasi jabatan fungsional. kerumahtanggaan. dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. 07 OTK KEMENHUB 2010 . pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara.BA LITBANG PHB (FINAL . (2) b.VALID). Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan keuangan. penyiapan bahan urusan ketatausahaan.

pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. (2) Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 743 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. dan sejumlah jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).VALID). Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).rtf 296 . (2) (3) (4) 07 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 742 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. Pasal 744 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan/ditunjuk oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.BA LITBANG PHB (FINAL . Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. kerumahtanggaan. Litkayasa.

b. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan.BA PSDM PHB (FINAL . pemantauan.VALID).rtf 297 . Tugas dan Fungsi Pasal 745 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyusunan kebijakan teknis. dan dan pelaporan daya manusia pelaksanaan di bidang d. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 746 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan. rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan. (2) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dipimpin oleh Kepala Badan. c. pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan. Pasal 747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pengembangan sumber Perhubungan.BAB XI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN Bagian Pertama Kedudukan.

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut.VALID). Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. b. Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. dan e. d. Pasal 750 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 749.rtf 298 . Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. c. penyiapan penyusunan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia perhubungan.BA PSDM PHB (FINAL .Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 748 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan terdiri atas: a. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Pasal 749 Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.

rtf 299 . h. dan penyiapan penyusunan hasil analisis dan evaluasi. pedoman. Bagian Perencanaan. Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan terdiri atas: a.VALID). penyuluhan dan sosialisasi. tata laksana dan reformasi birokrasi. penyiapan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. kehumasan dan keprotokolan. penyiapan pembinaan administrasi kepegawaian Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.BA PSDM PHB (FINAL . b. g. i. serta pelaporan kinerja organisasi. Bagian Umum. serta kerjasama. anggaran dan target kinerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . c. program kerja. penyiapan koordinasi rencana. d. bantuan dan pertimbangan hukum. kerumahtanggaan. tata usaha. Bagian Kepegawaian. penyiapan pembinaan organisasi. Bagian Keuangan. e. penyiapan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan. dan prosedur pengembangan sumber daya manusia perhubungan. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. norma. kriteria. f. Pasal 751 c. serta pelayanan informasi publik. dan d.b. penyiapan penyusunan standar.

laporan akuntabilitas kinerja. rapat tingkat Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia perhubungan. perumusan kinerja. penyiapan bahan penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. e. Pasal 753 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752. dan rapat intern Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. b.Pasal 752 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan program kerja anggaran. penyiapan bahan penyusunan indikator dan target kinerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Kolusi dan Nepotisme dan laporan lainnya terkait dengan pelaksanaan kegiatan perencanaan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan bahan penyusunan laporan tahunan. penyiapan bahan pelaksanaan pertemuan dengan lembaga tinggi dan tertinggi negara. pelaksanaan analisis dan evaluasi serta pelaporan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan dan pengelolaan data. laporan yang terkait dengan Aksi Pencegahan Korupsi. d. pengelolaan data dan informasi.VALID). c. dan h. dan statistik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. informasi. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan analisis dan evaluasi serta pelaporan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.rtf 300 . penyiapan bahan koordinasi penyusunan program pengembangan sumber daya manusia perhubungan. rapat koordinasi tingkat menteri. g. f.

pelaksanaan pertemuan dengan lembaga tinggi dan tertinggi negara. statistik. Subbagian Rencana. laporan akuntabilitas kinerja. (2) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia perhubungan. Subbagian Analisis dan Evaluasi. Pasal 755 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program. serta rapat koordinasi. serta penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah. analisis dan evaluasi kinerja. penyiapan bahan penyusunan perencanaan kepegawaian dan basis data kepegawaian. serta penyusunan laporan tahunan. Pasal 757 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756.VALID). dan c. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan data dan informasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 754 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. b. Subbagian Program.rtf 301 . 08 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 756 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan administrasi kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Kolusi dan Nepotisme dan laporan lainnya terkait dengan pelaksanaan kegiatan perencanaan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. indikator dan target kinerja pengembangan sumber daya manusia perhubungan.BA PSDM PHB (FINAL . laporan yang terkait dengan Aksi Pencegahan Korupsi.

f. Subbagian Mutasi dan Disiplin. j. penyiapan bahan pelaksanaan pensiun pegawai. e. penyiapan bahan pelaksanaan pembangunan karakter dan kesamaptaan pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan assesmen pegawai serta pelaksanaan pembinaan jabatan struktural. g. penyiapan bahan administrasi pelaksanaan tugas belajar. beasiswa.VALID). fungsional tertentu dan jabatan fungsional umum. penyiapan bahan pelaksanaan sistem penerimaan terpusat calon taruna pendidikan dan pelatihan perhubungan dan penyelenggaraan wisuda terpadu. penyiapan bahan pelaksanaan penerimaan pegawai Badan Pengembangan SDM Perhubungan. k. penyiapan bahan pelaksanaan pengembangan pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan disiplin pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan mutasi pegawai Badan Pengembangan SDM Perhubungan.rtf 302 . i. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan kesejahteraan pegawai. dan c. 08 OTK KEMENHUB 2010 . h. d.b. Subbagian Pengembangan Pegawai. b. dan pemberian bantuan biaya pendidikan di dalam dan luar negeri. c. Pasal 758 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a.BA PSDM PHB (FINAL . dan l. penyiapan bahan pelaksanaan pengangkatan dan penempatan pegawai. Subbagian Perencanaan Kepegawaian.

c. penerimaan. penyiapan bahan penyusunan rencana pelaksanaan anggaran. d. penyelenggaraan pembinaan kesejahteraan pegawai. penempatan. administrasi penetapan angka kredit. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program pengembangan pegawai. pemutakhiran basis data pegawai serta penerimaan calon taruna dan wisuda secara terpusat. detasering dan assesmen pegawai. perbendaharaan. cuti.Pasal 759 (1) Subbagian Perencanaan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan kepegawaian/ man power planning. pengangkatan.BA PSDM PHB (FINAL . widyaiswara dan instruktur. penyiapan bahan usulan pengelola anggaran.rtf 303 . penyiapan bahan usulan revisi anggaran. pembangunan karakter dan kesamaptaan aparatur. serta pembinaan disiplin dan pensiun pegawai. (3) Subbagian Mutasi dan Disiplin mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pola pembinaan karir pegawai.VALID). pembinaan jabatan struktural. beasiswa dan bantuan biaya pendidikan. Pasal 760 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan anggaran. jabatan fungsional tertentu dan umum. Pasal 761 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760. 08 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan ujian dinas dan penyesuaian ijazah. penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan anggaran dan realisasi. b. urusan mutasi. dosen. serta jabatan umum. kenaikan gaji berkala dan inpassing. pengelolaan akuntansi keuangan dan barang milik negara serta pengelolaan tindak lanjut hasil temuan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pemberian tugas belajar.

f. usulan revisi anggaran. penyiapan bahan tanggapan/ jawaban terhadap sanggah banding. penyiapan bahan pelaporan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN). pengumpulan data dukung dan evaluasi terkait dengan laporan hasil audit. Pasal 762 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran dan TL-LHP. k. penyiapan bahan pelaksanaan hasil audit internal dan eksternal. b. penyiapan bahan penyusunan tarif dan rencana target Penerimaan Negara Bukan Pajak non BLU. pelelangan serta sanggah banding. penyiapan bahan pelaksanaan anggaran pada Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. i. penyiapan bahan pelaporan Sistem Akuntansi Keuangan Pengguna Anggaran (SAKPA).e. Subbagian Administrasi dan Pengelola Barang Milik Negara. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan Badan Layanan Umum (BLU). Subbagian Akuntansi Keuangan dan Perbendaharaan.BA PSDM PHB (FINAL . g.VALID). penyiapan bahan penetapan pemenang lelang. pembinaan BLU/PNBP. penyiapan bahan pelaporan pelaksanaan anggaran. j. dan hasil prakualifikasi dan m. dan c. h. l.rtf 304 . 08 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 763 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (TL-LHP) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana pelaksanaan anggaran.

penyiapan bahan perumusan perjanjian nasional dan internasional yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan. urusan perjalanan dinas.rtf 305 . penyiapan bahan pengelolaan ketatausahaan. pelaporan Sistem Akuntansi Keuangan Pengguna Anggaran (SAKPA). Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan rapat kedinasan.(2) Subbagian Akuntansi Keuangan dan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. usulan pengelola anggaran dan pembayaran pengeluaran serta pelaporan keuangan. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan serta pemeliharaan fasilitas kesejahteraan pegawai. pengadaan dan pemeliharaan fasilitas kantor. pengelolaan organisasi. pemantauan anggaran dan realisasi daya serap.VALID). penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. b. d. penyiapan bahan pengelolaan urusan dalam. Pasal 765 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 764. kerumahtanggaan dan urusan dalam. c. penyuluhan dan sosialisasi serta pelayanan informasi publik di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. kerjasama. Pasal 764 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan tata usaha. pelaksanaan bantuan hukum dan penyusunan pertimbangan hukum. keprotokolan. pelaksanaan kehumasan. pengelolaan perpustakaan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . tata laksana dan reformasi birokrasi. (3) Subbagian Administrasi dan Pengelola Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan barang milik negara dan pelaporan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN).BA PSDM PHB (FINAL .

pengelolaan urusan dalam. tugas pengelolaan penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan/ penyuluhan/ sosialisasi pada UPT di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyiapan bahan publikasi dan promosi serta kehumasan. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama dengan instansi/ lembaga baik di dalam maupun di luar negeri yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia perhubungan. dan c. pengadaan dan pemeliharaan fasilitas. b. penyiapan bahan pelaksanaan perpustakaan dan keprotokolan. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga.BA PSDM PHB (FINAL . perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. i. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Hukum dan Kerjasama. penyiapan bahan penataan reformasi birokrasi. penelaahan. pengadaan kebutuhan kantor.rtf 306 . f.e. l. j. h. perjalanan dinas.VALID). dan usulan ratifikasi konvensi internasional terkait pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Organisasi dan Tata Laksana Pasal 767 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatausahaan. k. penyiapan bahan koordinasi. Pasal 766 Bagian Umum terdiri atas: a. penyiapan bahan pelayanan informasi publik. rapat kedinasan. penyiapan bahan pelaksanaan penelaahan dan rumusan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang pengembangan sumber daya manusia perhubungan. penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana. g. dan m. pengelolaan perpustakaan dan keprotokolan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.

penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. silabus. penelaahan. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat Pasal 768 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. serta rancangan perjanjian nasional dan internasional dalam rangka kerja sama dengan instansi/ lembaga baik di dalam maupun di luar negeri yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia perhubungan. metodik. b. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. reformasi birokrasi. promosi. 08 OTK KEMENHUB 2010 . rancangan ratifikasi konvensi internasional. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.VALID). rancangan rumusan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. serta penyuluhan dan sosialisasi di bidang pengembangan sumber daya manusia perhubungan. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum.rtf 307 . publikasi. alat pengajaran. Pasal 769 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian.(2) Subbagian Hukum dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. didaktik. c. kehumasan. dan pelayanan informasi publik.BA PSDM PHB (FINAL .

widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. pelayanan informasi publik. penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. e. penyiapan pelaksanaan pemantauan. g. instruktur. 08 OTK KEMENHUB 2010 . j. i. kehumasan. kerumahtanggaan. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. f.rtf 308 . analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian.d. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. dan l. perpustakaan.VALID). kepegawaian. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian. hukum. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. Barang Milik Negara (BMN). pengelolaan data dan informasi. penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. h. k. keuangan. penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian.BA PSDM PHB (FINAL .

penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. rencana kebutuhan SDM. b. d. Bidang Pelatihan.Pasal 770 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat terdiri atas: a. 08 OTK KEMENHUB 2010 . metodik. Bidang Pendidikan. alat pengajaran. silabus.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. b. e. c. standarisasi dan akreditasi. sertifikasi. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. Bagian Umum.rtf 309 . Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. dan c. Pasal 771 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana. pelaksanaan penyuluhan. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. program dan anggaran pendidikan. pembinaan lembaga pendidikan. pemantauan. didaktik. kerjasama. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 772 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 771. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian.VALID).

Pasal 774 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. instruktur. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian. dan j. program dan anggaran pendidikan. evaluasi dan pelaporan.rtf 310 . pembinaan lembaga pendidikan. Subbidang Standarisasi Pendidikan. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian.VALID). k. kerjasama. Pasal 773 Bidang Pendidikan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian.f. penyuluhan serta pelaksanaan pemantauan. analisis. h. 08 OTK KEMENHUB 2010 . pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. Subbidang Program Pendidikan.BA PSDM PHB (FINAL . widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. i. serta pembinaan sertifikasi. (2) Subbidang Standarisasi Pendidikan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. rencana kebutuhan SDM. penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. g.

kerjasama. dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian.rtf 311 . penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian.VALID). f.Pasal 775 Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pelatihan. sertifikasi. b. metodik. pelaksanaan penyuluhan. silabus. g. c. pembinaan lembaga pelatihan. d. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. didaktik. alat pengajaran. Pasal 776 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 775. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur. e. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. serta pemantauan. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/ man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. 08 OTK KEMENHUB 2010 . pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. rencana kebutuhan SDM. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian.BA PSDM PHB (FINAL . standarisasi dan akreditasi.

i. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. perpustakaan. Subbidang Standarisasi Pelatihan.rtf 312 . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program.h. program dan anggaran pelatihan. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan. keuangan. pengelolaan data dan informasi. pembinaan lembaga pelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan. pelayanan informasi publik. Pasal 779 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan.VALID). dan j. kepegawaian. Pasal 778 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbidang Program Pelatihan. k. Pasal 777 Bidang Pelatihan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyuluhan serta pelaksanaan pemantauan. program. Barang Milik Negara (BMN). analisis. 08 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. mengkoordinasikan rencana.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. rencana kebutuhan SDM. kerumahtanggaan. serta pembinaan sertifikasi. dan b. kerjasama. dan pelaporan. dan anggaran. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian. kehumasan. hukum.

penyiapan bahan analisis. kepegawaian. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). dan Tata Usaha. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan darat dan perkeretaapian. e. pelayanan informasi publik. Subbagian Perencanaan. Keuangan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . g. dan i. Barang Milik Negara (BMN) dan perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. penyiapan bahan pengkoordinasian rencana. Pasal 782 (1) Subbagian Perencanaan. program. h. pelaksanaan kerumahtanggaan dan d.Pasal 780 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 779. penyiapan bahan perpustakaan.BA PSDM PHB (FINAL . f. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan. penetapan. kerumahtanggaan. Subbagian Datin dan Anev. b. penyiapan bahan urusan pengelolaan kepegawaian Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. penyiapan bahan pelaksanaan urusan ketatausahaan. pengkoordinasian rencana. hukum. Keuangan. pertimbangan dan bantuan hukum. dan anggaran. dan b. penyiapan bahan penyusunan peraturan.rtf 313 .VALID). dan pelayanan informasi publik. dan anggaran. evaluasi. kehumasan. dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. c. Pasal 781 Bagian Umum terdiri atas: a. program. dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. keprotokolan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan laut. alat pengajaran. Pasal 784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 783. silabus.VALID). penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a. Evaluasi) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan darat dan perkeretaapian.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum. c. Informasi dan Analisis. Bagian Kelima Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut Pasal 783 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. analisis.(2) Subbagian Datin dan Anev (Data. penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan laut. didaktik. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. e. b.rtf 314 . d. metodik. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut. evaluasi.

i. kerumahtanggaan. g. kehumasan. Bagian Umum. analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan laut. dan c. Bidang Pendidikan. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. j.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut. hukum. pelayanan informasi publik.VALID). penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut. dan l. penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. 08 OTK KEMENHUB 2010 . perpustakaan. penyiapan pelaksanaan pemantauan.rtf 315 .f. Barang Milik Negara (BMN). instruktur. penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. k. h. keuangan. Bidang Pelatihan. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi laut. Pasal 785 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut terdiri atas: a. b. kepegawaian. penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. pengelolaan data dan informasi. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut.

dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi laut. Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. d. instruktur. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. pemantauan.VALID). dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi laut. standarisasi dan akreditasi. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut. silabus.rtf 316 . penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi laut. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut. pembinaan lembaga pendidikan. kerjasama. pelaksanaan penyuluhan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 786. g. didaktik. alat pengajaran. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. h. e. rencana kebutuhan SDM. metodik. b. c.Pasal 786 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pendidikan. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan.BA PSDM PHB (FINAL . sertifikasi. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi laut. f.

kerjasama. penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. program dan anggaran pendidikan. rencana kebutuhan SDM. serta pembinaan sertifikasi. sertifikasi.BA PSDM PHB (FINAL .VALID). k. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. Subbidang Standarisasi Pendidikan. dan j. standarisasi dan akreditasi. Pasal 789 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan laut. pelaksanaan penyuluhan. kerjasama. program dan anggaran pelatihan. pembinaan lembaga pelatihan. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. Pasal 790 (2) Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana. dan b. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. Subbidang Program Pendidikan. serta pemantauan. Pasal 788 Bidang Pendidikan terdiri atas: a. Subbidang Standarisasi Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. pembinaan lembaga pendidikan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . dan pelaporan. dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi laut.i.rtf 317 . rencana kebutuhan SDM.

penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut. g. alat pengajaran. widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi laut. metodik.VALID). d. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. silabus. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut.Pasal 791 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan laut. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. penyiapan bahan pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut. 08 OTK KEMENHUB 2010 . f. c. dan j. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi laut. i. didaktik. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur. k.BA PSDM PHB (FINAL .rtf 318 . penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut. b. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi laut. e. h.

pelaksanaan urusan ketatausahaan. kerumahtanggaan. kehumasan. c. rencana kebutuhan SDM. Pasal 794 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. program dan anggaran pelatihan. pembinaan lembaga pelatihan. mengkoordinasikan rencana. dan anggaran. dan b. Barang Milik Negara (BMN). pelaksanaan urusan pengelolaan kepegawaian Pengembangan SDM Perhubungan Laut. 08 OTK KEMENHUB 2010 . hukum. pengelolaan data dan informasi. b. dan anggaran.BA PSDM PHB (FINAL . Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794. Subbidang Program Pelatihan.Pasal 792 Bidang Pelatihan terdiri atas: a.rtf 319 .VALID). Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian. Pusat d. pelayanan informasi publik. serta pembinaan sertifikasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. perpustakaan. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. pelaksanaan kerumahtanggaan dan perpustakaan. analisis. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. kerjasama. program. (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan. evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. keuangan. program. penyiapan bahan koordinasi rencana. Pasal 793 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan pelaporan. Subbidang Standarisasi Pelatihan.

f. penyiapan bahan pelaksanaan analisis. hukum. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan laut. dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . dan i. dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut. program. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). (2) Subbagian Datin dan Anev mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan laut. keprotokolan. Pasal 796 Bagian Umum terdiri atas: a.BA PSDM PHB (FINAL . Keuangan. penyiapan bahan penyusunan peraturan. dan anggaran. kehumasan. dan b. kepegawaian.VALID). penetapan. dan pelayanan informasi publik. penetapan. evaluasi.rtf 320 . pertimbangan dan bantuan hukum. kerumahtanggaan. Subbagian Perencanaan. Barang Milik Negara (BMN). Pasal 797 (1) Subbagian Perencanaan. keuangan. perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. Subbagian Datin dan Anev. pelayanan informasi publik. g. dan Tata Usaha. evaluasi. mengkoordinasikan rencana. analisis. dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan.e. Keuangan. h.

Bagian Keenam Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara Pasal 798 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. f. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum.rtf 321 .VALID). penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara. b. Pasal 799 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan udara. c. penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan udara. e. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara.BA PSDM PHB (FINAL . d. metodik. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. didaktik. silabus. 08 OTK KEMENHUB 2010 . alat pengajaran.

hukum. penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. Pasal 801 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pendidikan. dan c. analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. j. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi udara. i. pelaksanaan penyuluhan. rencana kebutuhan SDM. instruktur. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara. pelayanan informasi publik. kerumahtanggaan. Bagian Umum. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. pembinaan lembaga pendidikan. Barang Milik Negara (BMN). kehumasan. k. dan l.g. Pasal 800 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara terdiri atas: a. b. penyiapan pelaksanaan pemantauan. keuangan.VALID). penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. pemantauan dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi udara. sertifikasi.BA PSDM PHB (FINAL . pengelolaan data dan informasi. kerjasama. Bidang Pendidikan. h. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. perpustakaan. standarisasi dan akreditasi.rtf 322 . Bidang Pelatihan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . kepegawaian. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan.

pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. metodik. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi udara. didaktik. b. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. dan j. c. alat pengajaran. g. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi udara.Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801. f. e. h. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara.VALID). Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara.BA PSDM PHB (FINAL . silabus.rtf 323 . instruktur. 08 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. i. pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara. d. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi udara. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara.

08 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 805 Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pelatihan. serta pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805. b. kerjasama.VALID). rencana kebutuhan SDM. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. dan pelaporan. Subbidang Program Pendidikan. dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi udara. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan.rtf 324 . sertifikasi. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. Subbidang Standarisasi Pendidikan.BA PSDM PHB (FINAL . pembinaan lembaga pendidikan. (2) Subbidang Standarisasi Pendidikan. dan b. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. rencana kebutuhan SDM. standarisasi dan akreditasi. serta pembinaan sertifikasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. pembinaan lembaga pelatihan.k. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi udara. Pasal 803 Bidang Pendidikan terdiri atas: a. program dan anggaran pendidikan. kerjasama. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 804 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. pelaksanaan penyuluhan.

penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. didaktik. pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara. Pasal 807 Bidang Pelatihan terdiri atas: a. widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi udara. h. Subbidang Standarisasi Pelatihan. f. silabus. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Subbidang Program Pelatihan. e. pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. k. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. i. pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi udara. dan b. pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara.BA PSDM PHB (FINAL . g. pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara. alat pengajaran. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara.rtf 325 .VALID).c. penyiapan bahan pemantauan. d. metodik. dan j.

pelaksanaan urusan ketatausahaan.VALID). pembinaan lembaga pelatihan. dan anggaran. hukum. kehumasan. dan pelaporan.Pasal 808 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan pelayanan informasi publik. e. (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan. program. pertimbangan dan bantuan hukum. kerumahtanggaan. mengkoordinasikan rencana. keprotokolan. pelayanan informasi publik. program dan anggaran pelatihan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. g. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan. penyiapan bahan koordinasi rencana. keuangan. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. c. penyiapan bahan pelaksanaan urusan pengelolaan kepegawaian Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara. Barang Milik Negara (BMN). d. Pasal 809 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan penyusunan peraturan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). f. serta pembinaan sertifikasi. pelaksanaan kerumahtanggaan dan perpustakaan. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. perpustakaan. kerjasama. pengelolaan data dan informasi. program. 08 OTK KEMENHUB 2010 . dan anggaran. Pasal 810 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 809. rencana kebutuhan SDM.rtf 326 .BA PSDM PHB (FINAL . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. b. analisis. kepegawaian.

dan anggaran. kepegawaian. Pasal 811 Bagian Umum terdiri atas: a. program. Pasal 812 (1) Subbagian Perencanaan. mengkoordinasikan rencana. Subbagian Perencanaan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan udara. pelayanan informasi publik.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan analisis. dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan.h. Subbagian Datin dan Anev. analisis. perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. Keuangan. penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara.VALID). keuangan. penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara.rtf 327 . 08 OTK KEMENHUB 2010 . hukum. evaluasi. evaluasi. (2) Subbagian Datin dan Anev mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan udara. kehumasan. Barang Milik Negara (BMN). kerumahtanggaan. dan b. dan Tata Usaha. dan i. Bagian Ketujuh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan Pasal 813 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan. Keuangan.

Pasal 814 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 813, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen sumber daya manusia aparatur perhubungan;

b. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; c. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan;

d. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; e. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia /man power planning aparatur perhubungan; pelaksanaan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, pengelolaan data dan informasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan;

f.

g. penyiapan pelaksanaan pembinaan widyaiswara dan tenaga manajemen di satuan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; h. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi sumber daya manusia bersama instansi pembina; i. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia aparatur perhubungan;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

328

j.

penyiapan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan; dan

k. penyiapan pelaksanaan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan untuk manajemen sumber daya manusia aparatur perhubungan. Pasal 815 Pusat Pengembangan Sumber Perhubungan terdiri atas: a. Bidang Perencanaan; Daya Manusia Aparatur

b. Bidang Penyelenggaraan; c. Bidang Sarana dan Prasarana; dan

d. Bagian Umum. Pasal 816 Bidang Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen serta rencana kebutuhan SDM aparatur perhubungan, rencana program dan anggaran, standarisasi, serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 817 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 816, Bidang Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan penetapan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning aparatur perhubungan; c. penyiapan bahan penyusunan rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

329

d. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; dan e. penyiapan bahan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 818 Bidang Perencanaan terdiri atas: a. Subbidang Program; dan

b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 819 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen serta rencana kebutuhan sumber daya manusia aparatur perhubungan, rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen, penyusunan standar kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 820 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, kerjasama, pembinaan lembaga pendidikan dan pelatihan, pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen, sertifikasi, dan penyuluhan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

330

Pasal 821 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820, Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; c. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

d. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen; e. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi bersama instansi pembina; dan penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada aparatur perhubungan. Pasal 822 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas: a. Subbidang Diklat Prajabatan dan Dalam Jabatan; dan

f.

b. Subbidang Diklat Teknis Manajerial.

Pasal 823 (1) Subbidang Diklat Prajabatan dan Dalam Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan prajabatan dan dalam jabatan, pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan prajabatan dan dalam jabatan, pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen pendidikan dan pelatihan aparatur perhubungan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

331

(2) Subbidang Diklat Teknis Manajerial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, kerjasama pendidikan dan pelatihan teknis manajerial, pembinaan lembaga pendidikan dan pelatihan dan widyaiswara, instruktur serta tenaga manajemen, sertifikasi, dan penyuluhan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 824 Bidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan sarana dan prasarana, pengelolaan sarana dan prasarana serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824, Bidang Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan penyusunan analisis kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; c. penyiapan bahan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan;

d. penyiapan bahan pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; dan e. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan administrasi Barang Milik Negara (BMN).

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

332

Pasal 826 Bidang Sarana dan Prasarana terdiri atas: a. Subbidang Sarana; dan

b. Subbidang Prasarana. Pasal 827 (1) Subbidang Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan sarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan, pengelolaan administrasi sarana dan pemantauan, evaluasi dan pelaporan sarana pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Prasarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan, pengelolaan administrasi prasarana dan pemantauan, evaluasi dan pelaporan prasarana pendidikan dan pelatihan. Pasal 828 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, dan pelaporan kinerja serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 829 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan ketatausahaan, kerumahtanggaan dan perpustakaan;

b. penyiapan bahan urusan pengelolaan kepegawaian; c. penyiapan bahan penyusunan peraturan, pertimbangan dan bantuan hukum;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

333

d. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan, keprotokolan, dan pelayanan informasi publik; e. f. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN); penyiapan bahan informasi; dan pelaksanaan pengelolaan data dan

g. penyiapan bahan pelaksanaan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 830 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; dan

b. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 831 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 832 (1) Pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan Kementerian Perhubungan dapat dibentuk beberapa unit penunjang sebagai unit non struktural guna menunjang pelaksanaan kegiatan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. (2) Setiap Unit Penunjang dipimpin oleh seorang Kepala Unit yang diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

334

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 833 Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 834 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya, khusus untuk Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan termasuk jabatan fungsional widyaiswara dan instruktur, yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok jabatan fungsional, dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan / ditunjuk oleh Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dan masing-masing Kepala Pusat. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

335

Staf Ahli Bidang Perhubungan. e. Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administratif berada di bawah Sekretaris Jenderal dan sehari-hari dibina oleh Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan pada Biro Umum. b. Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal.SAHLI (FINAL . Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan.VALID). Pasal 836 (1) Staf Ahli terdiri atas: a. dan Inspektorat Jenderal. dan Staf Ahli Bidang Perhubungan. Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan.BAB XII STAF AHLI Pasal 835 (1) (2) Menteri Perhubungan dibantu oleh 5 (lima) Staf Ahli. Badan. Direktorat Jenderal. Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah tertentu sesuai dengan bidang keahliannya. Ekonomi dan Kemitraan d. Teknologi dan Energi (3) (4) c. Staf Ahli Bidang Multimoda dan Kesisteman Perhubungan. 09 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 336 .

Staf Ahli Bidang Multimoda dan Kesisteman Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah multimoda dan kesisteman perhubungan.SAHLI (FINAL .rtf 337 . Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kemitraan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah ekonomi dan kemitraan perhubungan. Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah regulasi dan keselamatan perhubungan. (2) (3) (4) (5) 09 OTK KEMENHUB 2010 . Staf Ahli Bidang Teknologi dan Energi Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah teknologi dan energi perhubungan. Pasal 837 (1) Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah lingkungan perhubungan.VALID).(2) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal.

data. f. penyiapan penyusunan rencana. penyiapan evaluasi. 10 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 839 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan.PUSDATIN (FINAL . program kerja dan anggaran di lingkungan Pusat Data dan Informasi. serta Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. pengelolaan dan pemantauan kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 840 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839. d. Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) c. e.VALID). penyiapan koordinasi dan pengendalian kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan pembinaan. dan penginventarisasian kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh seorang Kepala. penyiapan pembinaan dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan perumusan. pengkajian dan penelaahan kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. b.rtf 338 .BAB XIII PUSAT DATA DAN INFORMASI Pasal 838 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal. pengendalian dan pengelolaan sistem informasi. pemeliharaan.

dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. yang meliputi perangkat lunak. perlengkapan. b. Bidang Sistem Informasi. Bidang Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga. penyiapan bahan perumusan. kearsipan. kepegawaian. c. program aplikasi. 10 OTK KEMENHUB 2010 . perangkat keras. Pusat Data dan Informasi terdiri atas: a. penyiapan pengelolaan administrasi dan penilaian angka kredit (PAK) Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 842 Bidang Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. Bidang Data. program kerja dan anggaran pembangunan dan pengembangan sistem informasi. Pasal 841 h. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 339 . program aplikasi. pengendalian dan pengelolaan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 843 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 842. dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data. d. yang meliputi perangkat lunak. pengkajian dan penelaahan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi.VALID). perangkat keras. dan pelaksanaan urusan keuangan.PUSDATIN (FINAL . Bagian Tata Usaha. yang meliputi perangkat lunak. penyiapan bahan penyusunan rencana. perangkat keras.g. persuratan. program aplikasi. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. b.

Bidang Sistem Informasi terdiri atas: a. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan pengendalian kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. Pasal 845 (1) Subbidang Perangkat Lunak dan Program Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan evaluasi. f. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. perangkat keras. program aplikasi. program aplikasi. penyelenggaraan. serta koordinasi pembinaan. dan penyiapan bahan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan penginventarisasian kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. perangkat keras. penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan pembinaan sumber daya manusia melalui bimbingan teknis (bintek) dan bantuan teknis (bantek) di bidang pembangunan dan pengembangan sistem informasi. dan Subbidang Perangkat Keras dan Infrastruktur Jaringan.rtf 340 . b. yang meliputi perangkat lunak. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pembangunan dan pengembangan perangkat lunak dan program aplikasi dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan jabatan fungsional pranata komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan.c. perangkat keras. perangkat keras. dan pemantauan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. Pasal 844 d. 10 OTK KEMENHUB 2010 . program kerja dan anggaran. yang meliputi perangkat lunak. penyelenggaraan. Subbidang Perangkat Lunak dan Program Aplikasi. yang meliputi perangkat lunak.VALID). e. yang meliputi perangkat lunak. program aplikasi. pemeliharaan. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan pembinaan.PUSDATIN (FINAL . dan evaluasi pembangunan dan pengembangan perangkat lunak dan program aplikasi. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. program aplikasi. pengelolaan. g.

penyiapan bahan evaluasi. penyiapan bahan pembinaan.(2) Subbidang Perangkat Keras dan Infrastruktur Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 847 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 846. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. analisis. analisis. program kerja dan anggaran pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. yang meliputi pengintegrasian. pengkajian dan penelaahan kegiatan pengelolaan data. penyiapan bahan koordinasi.rtf 341 . d. dan penginventarisasian kegiatan pengelolaan data. penyiapan bahan perumusan. pemeliharaan. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. pengolahan. pengolahan. Pasal 846 Bidang Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pembangunan dan pengembangan perangkat keras dan infrastruktur jaringan. 10 OTK KEMENHUB 2010 . yang meliputi pengintegrasian data. pengolahan data. analisis. serta koordinasi pembinaan. penyelenggaraan. pengolahan. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. analisis data dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. program kerja dan anggaran. dan pengendalian kegiatan pengelolaan data. c. yang meliputi pengintegrasian. e. penyusunan rencana. penyelenggaraan. pengelolaan dan pemantauan kegiatan pengelolaan data. pengolahan. b. dan evaluasi pembangunan dan pengembangan perangkat keras dan infrastruktur jaringan.PUSDATIN (FINAL . pengendalian dan pengelolaan data. Bidang Data menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan. analisis. yang meliputi pengintegrasian. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan.VALID). yang meliputi pengintegrasian.

dan evaluasi kegiatan pengintegrasian dan pengolahan data. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang penyajian dan evaluasi data dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan Pasal 850 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Subbidang Pengintegrasian dan Pengolahan Data.PUSDATIN (FINAL . serta koordinasi pembinaan.VALID). kearsipan. (2) 10 OTK KEMENHUB 2010 . serta urusan keuangan. program kerja dan anggaran.f. Subbidang Penyajian dan Evaluasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 849 (1) Subbidang Pengintegrasian dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan evaluasi kegiatan penyajian dan evaluasi data. pengolahan.rtf 342 . persuratan. Bidang Data terdiri atas: a. b. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. kepegawaian. program dan anggaran. penyelenggaraan. dan pengelolaan administrasi barang milik negara Pusat Data dan Informasi. serta koordinasi pembinaan. dan penyiapan bahan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pengintegrasian dan pengolahan data dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. perlengkapan. penyelenggaraan. Pasal 848 g. dan Subbidang Analisis dan Evaluasi Data. program kerja dan anggaran. yang meliputi pengintegrasian. analisis. rumah tangga. penyiapan bahan pembinaan sumber daya manusia melalui bimbingan teknis (bimtek) dan bantuan teknis (bantek) di bidang pengelolaan data.

Pasal 851 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 850. program dan evaluasi di lingkungan Pusat Data dan Informasi. pelaksanaan urusan rencana. program dan anggaran Pusat Data dan Informasi. Program dan Evaluasi.VALID).PUSDATIN (FINAL . dan anggaran. rumah tangga. d. f. c. pelaksanaan urusan keuangan di lingkungan Pusat Data dan Informasi. 10 OTK KEMENHUB 2010 . e. pelaksanaan urusan kepegawaian dan penataan organisasi dan tata laksana urusan persuratan. kearsipan. Pasal 853 (1) Subbagian Rencana. c. Pasal 852 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Data dan Informasi. b. program kerja. dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data dan Informasi. perlengkapan. Subbagian Keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum. serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Data dan Informasi.rtf 343 . penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana. Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. b. Subbagian Rencana.

(2) (3) (4) 10 OTK KEMENHUB 2010 . dan tata laksana. persuratan. Pasal 854 (3) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.VALID). dan sejumlah jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.PUSDATIN (FINAL . Pasal 855 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Pranata Komputer. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Statistisi. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Masing-masing kelompok jabatan fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi. kearsipan dan rumah tangga di lingkungan Pusat Data dan Informasi. organisasi. serta urusan administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan.(2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data dan Informasi.rtf 344 . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

dan anggaran penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. penyiapan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. 11 OTK KEMENHUB 2010 . d. penyiapan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. penyiapan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi.PKKPJT (FINAL .VALID). penyiapan koordinasi terkait kajian.BAB XIV PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI Pasal 856 (1) Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal. e. Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi dipimpin oleh seorang Kepala. penyiapan penyusunan rencana.rtf 345 . pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi menyelenggarakan fungsi: a. program kerja. (2) b. Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. Pasal 857 Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. c.

penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. kepegawaian. penyiapan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. 11 OTK KEMENHUB 2010 . c. Pasal 859 g. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara. kerumahtanggaan. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup sektor transportasi. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Pasal 861 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860. b.f.rtf 346 . Pasal 860 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. d. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda. Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi terdiri atas: a. dan Bagian Tata Usaha.PKKPJT (FINAL . dan pelaksanaan urusan keuangan. dan ketatausahaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. b.VALID).

rtf 347 . penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. pelaksanaan kajian. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a. Pasal 862 d. e. pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan koordinasi terkait kajian.VALID). pelaksanaan kajian. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan laporan. Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Darat dan Perkeretaapian.c. pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. f. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi darat dan perkeretaapian.PKKPJT (FINAL . b. dan Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. penyusunan laporan. Pasal 863 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program.

dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda.VALID). c.rtf 348 . pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. 11 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan koordinasi terkait kajian. Pasal 865 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 864. penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. f.Pasal 864 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. b. e. d. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda.PKKPJT (FINAL .

PKKPJT (FINAL . b.VALID). Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. dan Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda. pelaksanaan kajian. Pasal 868 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. penyusunan laporan. pelaksanaan kajian. (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 . pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda.rtf 349 . Pasal 867 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program.Pasal 866 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda terdiri atas: a. penyusunan laporan. Pasal 869 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 868.

PKKPJT (FINAL . pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi. Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program.VALID). dan Subbidang kajian Pelayanan Jasa Transportasi Udara. b. d. penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara.rtf 350 . penyiapan bahan koordinasi terkait kajian. e. (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. penyusunan laporan. pelaksanaan kajian. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi udara. pelaksanaan kajian. pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi udara. penyusunan laporan. Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Udara. Pasal 870 c. dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. lingkungan hidup transportasi udara. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. f.b. Pasal 871 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara.

c. penyiapan bahan penyusunan rencana. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. d. Subbagian Perencanaan dan Keuangan. program kerja dan anggaran di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. persuratan. serta urusan keuangan. anggaran. dan pelaporan. dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan kepegawaian.PKKPJT (FINAL . perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. Pasal 874 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Pasal 873 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 872.rtf 351 . persuratan. evaluasi dan pelaporan. serta pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. kepegawaian. 11 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 875 (1) Subbagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. tata laksana. b. perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. program kerja. program kerja.Pasal 872 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. penyiapan bahan pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. kearsipan. organisasi. anggaran. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi.VALID). kearsipan.

Pasal 877 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi.(2) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. perlengkapan. organisasi. Masing-masing kelompok jabatan fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. Pasal 876 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta persuratan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).VALID). dan tata laksana.PKKPJT (FINAL .rtf 352 . (2) (3) (4) 11 OTK KEMENHUB 2010 . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kearsipan.

12 OTK KEMENHUB 2010 . publikasi serta edukasi publik tentang kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan. c. pengelolaan opini publik dan isu strategis sektor transportasi.BAB XV PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK Pasal 878 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal. d.VALID). (2) b. Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan pelayanan informasi dan dokumentasi. Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh seorang Kepala. penyiapan pengelolaan berita. penyiapan pembinaan kegiatan komunikasi publik Kementerian Perhubungan secara langsung dan melalui media. juru bicara Kementerian Perhubungan untuk penyampaian kebijakan publik.PKP (FINAL . Pasal 879 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan komunikasi publik secara langsung dan/atau melalui media. penyiapan perumusan kebijakan komunikasi publik di lingkungan Kementerian Perhubungan. opini publik.rtf 353 . Pasal 880 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879. dan isu strategis sektor transportasi. strategi dan program yang telah diputuskan Menteri atau disepakati jajaran pimpinan di lingkungan Kementerian Perhubungan serta memberikan penjelasan atau merespon masalah/isu publik.

penyiapan koordinasi penyelenggaraan publikasi. h. dokumentasi. penyiapan koordinasi penyelenggaraan pemberitaan dan penyebaran informasi sektor transportasi. 12 OTK KEMENHUB 2010 . j. penyiapan pembinaan pelaksana komunikasi publik/kegiatan humas di lingkungan Kementerian Perhubungan. Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi. i.VALID).e. d. g.PKP (FINAL . penyiapan koordinasi penyelenggaraan komunikasi publik antara pimpinan Kementerian Perhubungan dengan media massa. dan umum di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. k. Bagian Tata Usaha. l. b. Pasal 881 f. penyiapan pembinaan dan pemeliharaan jejaring komunikasi publik internal dan eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan. Bidang Media Massa dan Opini Publik. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan edukasi publik tentang kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan serta pengelolaan pengaduan masyarakat di lingkungan. Pusat Komunikasi Publik terdiri atas: a. c. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. penyiapan pembinaan penyelenggaraan komunikasi publik/kegiatan kehumasan dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Humas di Kementerian Perhubungan. kepegawaian.rtf 354 . dan pelaksanaan urusan keuangan.

b. Pasal 884 g. penyiapan bahan pelaksanaan komunikasi pemberitaan sektor transportasi melalui media massa. e. 12 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan komunikasi publik. b. penyiapan bahan pengelolaan kecenderungan berita yang bersumber dari media massa cetak. penyiapan bahan rumusan kebijakan komunikasi publik. opini publik. Bidang Media Massa dan Opini Publik terdiri atas: a.rtf 355 . f.VALID).Pasal 882 Bidang Media Massa dan Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan komunikasi publik sektor transportasi melalui media massa dan pengelolaan berita. penyiapan bahan transportasi. dan isu strategis sektor transportasi. Subbidang Media Massa. penyiapan bahan pengelolaan berita dan opini publik sektor transportasi. analisis dan evaluasi dalam rangka penyerapan persepsi publik sektor transportasi. c. pengelolaan isu strategis sektor penyiapan bahan pembinaan dan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal. penyiapan bahan pemantauan. dan Subbidang Analisis Berita dan Pengelolaan Opini. elektronik dan media online. i. Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882. dan pelaksanaan pengelolaan bahan tanggapan dan sanggahan berita media massa. Bidang Media Massa dan Opini Publik menyelenggarakan fungsi: a.PKP (FINAL . d. serta menyiapkan bahan pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan. h.

edukasi. serta pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan. pengelolaan dokumentasi. dan berbagai bentuk publikasi kebijakan dan kinerja sektor transportasi. percetakan. 12 OTK KEMENHUB 2010 . (2) b. pameran. Pasal 887 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 886. dan penyelenggaraan penerbitan. penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan hubungan serta kegiatan komunikasi berbagai kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan.VALID). penyiapan bahan pelayanan dan penyebaran informasi komunikasi publik sektor transportasi. d. Subbidang Analisis Berita dan Pengelolaan Opini mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan berita dan opini publik baik secara langsung maupun yang bersumber dari media massa. c. pameran.PKP (FINAL . pemeliharaan jaringan komunikasi internal di lingkungan Kementerian Perhubungan. sosialisasi dan publikasi informasi kebijakan dan kinerja di sektor transportasi. serta pengelolaan media centre dan isu strategis sektor transportasi. dan pengelolaan pengaduan masyarakat. Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 885 (1) Subbidang Media Massa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan komunikasi pemberitaan sektor transportasi melalui media massa. percetakan. penyiapan bahan edukasi publik mengenai kebijakan sektor transportasi. penyiapan bahan penerbitan.rtf 356 . Pasal 886 Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan informasi komunikasi publik berbagai kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan.

serta urusan keuangan. pencetakan. Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi terdiri atas: a. dan umum di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. b.VALID). dan proses penyiapan penanganan pengaduan masyarakat. dan penyiapan bahan pengelolaan pengaduan masyarakat. sosialisasi kebijakan. Subbidang Publikasi.e. dan pelaporan. penghimpunan dan pengelolaan serta pendokumentasian pemberitaan. kepegawaian. penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi internal Kementerian Perhubungan.rtf 357 . program kerja.PKP (FINAL . dan Subbidang Pelayanan Informasi dan Dokumentasi. Pasal 890 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. serta edukasi publik mengenai kebijakan dan kinerja sektor transportasi. Pasal 888 f. dan kinerja sektor transportasi. (2) 12 OTK KEMENHUB 2010 . pameran. g. dan penyelenggaraan penerbitan. anggaran. penghimpunan dan pendokumentasian bahan informasi publik sektor transportasi. Pasal 889 (1) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan komunikasi publik kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan. pemeliharaan jejaring informasi dan komunikasi internal di lingkungan Kementerian Perhubungan. Subbidang Pelayanan Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengolahan. penyiapan bahan pengolahan. informasi komunikasi publik sektor transportasi.

program kerja.VALID). pelaksanaan urusan kepegawaian. Program. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Komunikasi Publik.Pasal 891 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 890. program kerja. serta penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. Subbagian Rencana. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. e. Program. dan pelaksanaan urusan persuratan.PKP (FINAL . dan anggaran. kearsipan. Pasal 893 (1) Subbagian Rencana.rtf 358 . Subbagian Keuangan. dan Evaluasi. dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. c. b. (2) 12 OTK KEMENHUB 2010 . serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. b. penyiapan bahan administrasi Jabatan Fungsional Pranata Humas di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. f. pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. c. dan anggaran di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. Pasal 892 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rencana. d.

PKP (FINAL . persuratan. terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang tugas keahliannya berdasarkan peraturan perundang-undangan. serta administrasi Jabatan Fungsional Pranata Humas di lingkungan Kementerian Perhubungan.(3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepegawaian. (2) (3) (4) 12 OTK KEMENHUB 2010 . Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik. kearsipan.rtf 359 . tata laksana.VALID). dan rumah tangga di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. organisasi. Pasal 895 (1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 894. Pasal 894 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.

BAB XVII TATA KERJA Pasal 899 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan wajib menerapkan prinsip koordinasi.UPT .LAIN (FINAL . integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan masingmasing maupun antara satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan serta instansi lain sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 898 Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Perhubungan yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan Menteri ini. Pasal 897 Pembentukan. tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan peraturan yang baru berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 13 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 360 .BAB XVI UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 896 Di lingkungan Kementerian Perhubungan dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksanaan tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis penunjang Kementerian Perhubungan sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan peraturan perundangundangan.VALID) TTD.ESELON . susunan organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 896 ditetapkan dengan Peraturan Menteri Perhubungan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

rtf 361 .VALID) TTD.Pasal 900 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib menerapkan sistem pengendalian intern di lingkungan masing-masing yang memungkinkan terlaksananya mekanisme uji silang. Pasal 901 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan pengarahan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Pasal 904 Para Kepala Biro. Pasal 903 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahannya wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut. dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai dengan lingkup kewenangan masing-masing.ESELON . dan Sekretaris Badan menyusun laporan berkala kepada Sekretariat Jenderal. dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. dan Kepala Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Sekretaris Direktorat Jenderal.LAIN (FINAL .UPT . dan Kepala Biro Perencanaan. Pasal 905 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Kepala Direktorat. Direktorat Jenderal. 13 OTK KEMENHUB 2010 . secara hirarkhi menyampaikan laporan kepada Sekretaris Jenderal. Direktur Jenderal. Kepala Pusat. Pasal 902 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasannya masingmasing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.

UPT . dan Kepala Subdirektorat adalah jabatan struktural eselon III.a. Kepala Bagian. Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.rtf 362 . Sekretaris Direktorat Jenderal. Pasal 907 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi bawahannya dan dalam rangka memberikan bimbingan kepada bawahannya masingmasing wajib mengadakan rapat berkala. dan Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon IV.VALID) TTD. Pasal 909 Pejabat struktural Eselon I.LAIN (FINAL .a.a.b. Sekretaris Jenderal. Kepala Biro. Inspektur Jenderal.Pasal 906 Dalam melaksanakan tugas. Kepala Pusat. Direktur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Bidang.a yang dialihtugaskan pada jabatan Staf Ahli tetap diberikan Eselon I. setiap pimpinan satuan organisasi wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan organisasi di bawahnya.ESELON .a. Kepala Subbidang. Direktur. Inspektur. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 908 (1) Wakil Menteri. dan Sekretaris Inspektorat Jenderal adalah jabatan struktural eselon II. Sekretaris Badan.a. Kepala Subbagian. (2) (3) (4) (5) 13 OTK KEMENHUB 2010 . BAB XVIII ESELON.

Direktur Jenderal. satuan hasil kerja. Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh Pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Perhubungan. uraian jenis-jenis kegiatan organisasi. dan Pusat Komunikasi Publik ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Pusat Kajian Kemitraan Pelayanan Jasa Transportasi. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.ESELON . dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. 13 OTK KEMENHUB 2010 .VALID) TTD. Kepala Badan.Pasal 910 (1) Sekretaris Jenderal. waktu capaian hasil kerja jabatan dan peta jabatan kepada Menteri Perhubungan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Perhubungan. Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Inspektur Jenderal. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Perhubungan. Pasal 912 Dalam waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak Peraturan Menteri ini berlaku tiap-tiap pejabat eselon I harus telah menyampaikan usulan rumusan jabatan fungsional umum. maka tanggung jawab pengawasan yang dilakukan oleh para Inspektur pada Inspektorat Jenderal tetap berada pada lingkup Inspektur yang membawahkan provinsi semula. Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Perhubungan.UPT .LAIN (FINAL .rtf 363 . (2) (3) BAB XIX KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 911 Jenis jabatan fungsional yang dapat digunakan dan yang dibentuk di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 913 Apabila terjadi pemekaran provinsi. Pusat Data dan Informasi.

UPT . Pasal 915 Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan. 364 (2) 13 OTK KEMENHUB 2010 .rtf . Pasal 916 Untuk kelancaran pelaksanaan tugas Pusat Komunikasi Publik. Pasal 918 Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini.ESELON . dilaksanakan oleh Biro Keuangan dengan melibatkan Biro Perencanaan. BAB XX PENUTUP Pasal 917 (1) Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan Menteri ini ditetapkan oleh Menteri Perhubungan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. maka Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 43 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan.LAIN (FINAL . setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan wajib memberikan akses yang seluas-luasnya kepada Pusat Komunikasi Publik dalam mendapatkan berbagai data dan informasi untuk kepentingan komunikasi publik. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 20 Tahun 2008. Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan evaluasi paling lama 3 (tiga) tahun sejak Peraturan Menteri ini ditetapkan. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.Pasal 914 Penyusunan program dan anggaran hingga menjadi Dokumen Pelaksanaan Anggaran berupa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan dilaksanakan oleh Biro Perencanaan dengan melibatkan Biro Keuangan.VALID) TTD.

para Direktur Jenderal.UPT . 3. para Sekretaris Badan dan para Kepala Pusat di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan para Staf Ahli di lingkungan Kementerian Perhubungan. 6. Agar setiap orang mengetahuinya. Wakil Menteri Perhubungan. 4.VALID) TTD. Sekretaris Jenderal. 2. Sekretaris Inspektorat Jenderal. memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. FREDDY NUMBERI SALINAN Peraturan Menteri ini disampaikan kepada : 1. para Kepala Badan. 5. 13 OTK KEMENHUB 2010 . Inspektur Jenderal. para Sekretaris Direktorat Jenderal.ESELON . Ketua Badan Pemeriksa Keuangan.rtf 365 . Para Kepala Biro. Kepala Badan Kepegawaian Negara. Menteri Keuangan.Pasal 919 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.LAIN (FINAL . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 5 Nopember 2010 MENTERI PERHUBUNGAN ttd.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN .

4. 5. Bidang Ekonomi dan Kemitraan Phb. 2. Bidang Teknologi dan Energi Phb. 3. STAF AHLI MENTERI PERHUBUNGAN WAKIL MENTERI PERHUBUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI PUSAT DATA DAN INFORMASI . Bidang Lingkungan Phb. Bidang Regulasi dan Keselamatan Phb. Bidang Multimoda dan Kesisteman Phb.1.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL .

KESEJAHTERAAN. DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN ANALISA DAN EVALUASI BAGIAN ORGANISASI DAN TATA AKSANA BAGIAN PERLENGKAPAN BAGIAN KERJASAMA LUAR NEGERI BAGIAN PEMBIAYAAN DAN PERJALANAN . & PENUNJANG BAGIAN PERJANJIAN DAN PERTIMBANGAN HUKUM BAGIAN TU PIMPINAN DAN KEPROTOKOLAN BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN PROGRAM BAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI.SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI BIRO KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIRO HUKUM DAN KERJASAMA LUAR NEGERI BIRO UMUM BAGIAN RENCANA BAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT. UDARA.

BIRO PERENCANAAN BAGIAN RENCANA BAGIAN PROGRAM BAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN BAGIAN ANALISA DAN EVALUASI SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI LAUT DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI LAUT DAN MULTIMODA SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

LAUT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN DATA DAN FORMASI PEGAWAI SUBBAGIAN JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PERAWATAN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN ORGANISASI TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENGADAAN DAN PENGANGKATAN PEGAWAI SUBBAGIAN ANALISIS KEBUTUHAN DIKLAT PEGAWAI SUBBAGIAN DISIPLIN DAN PEMBERHENTIAN PEGAWAI SUBBAGIAN KETATALAKSANAAN DAN PERATURAN KEPEGAWAIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . MUTASI KESEJAHTERAAN DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN RENCANA.BIRO KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI BAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI. DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN KARIER PEGAWAI SUBBAGIAN MUTASI DAN KEPANGKATAN PEGAWAI SUBBAGIAN ORGANISASI TRANSPORTASI DARAT. PROGRAM.

BIRO KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI UDARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO HUKUM DAN KERJASAMA LUAR NEGERI BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT DAN UDARA BAGIAN PERJANJIAN DAN PERTIMBANGAN HUKUM BAGIAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERJANJIAN SUBBAGIAN KERJASAMA BILATERAL SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI UDARA SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN KERJASAMA MULTILATERAL SUBBAGIAN DOKUMENTASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PERATURAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENYULUHAN HUKUM SUBBAGIAN KERJASAMA REGIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PRASARANA DAN ANGKUTAN SUBBAGIAN PENGGAJIAN DAN PERJALANAN DINAS SUBBAGIAN KEPROTOKOLAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN DAN KEPROTOKOLAN BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PEMBIAYAAN DAN PERJALANAN SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN KEAMANAN DAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PENYUSUNAN ANGGARAN DAN PELAPORAN SUBBAGIAN TATA USAHA WAKIL MENTERI SUBBAGIAN KEARSIPAN SUBBAGIAN PENYEDIAAN PERALATAN DAN INVENTARISASI SUBBAGIAN PEMBIAYAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKRETARIS JENDERAL SUBBAGIAN PENGGANDAAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN TATA USAHA STAF AHLI MENTERI SUBBAGIAN PEMELIHARAAN SARANA.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT .

DANAU DAN PENYEBERANGAN DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN DIREKTORAT KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN SUNGAI.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA DAN PROGRAM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI SUBBAGIAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN SISTEM INFORMASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN AKUNTANSI SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA SUBBAGIAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI JALAN SUBDIREKTORAT SARANA ANGKUTAN JALAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS JALAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN JALAN SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN OPERASIONAL SEKSI JARINGAN PRASARANA DAN PELAYANAN SEKSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR SEKSI MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS SEKSI ANGKUTAN PENUMPANG SEKSI MONITORING OPERASIONAL SEKSI PENGEMBANGAN TRANSPORTASI JALAN SEKSI TEKNOLOGI KENDARAAN BERMOTOR SEKSI PERLENGKAPAN JALAN SEKSI ANGKUTAN BARANG SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL .

DANAU DAN PENYEBERANGAN SEKSI ANALISA DAN EVALUASI JARINGAN SEKSI RANCANG BANGUN SARANA SEKSI RANCANG BANGUN PELABUHAN SEKSI MANAJEMEN LALU LINTAS SEKSI BIMBINGAN USAHA ANGKUTAN SEKSI PENGEMBANGAN JARINGAN SEKSI BIMBINGAN PERAWATAN SARANA SEKSI BIMBINGAN PENGELOLAAN PELABUHAN SEKSI ALUR DAN PERAMBUAN SEKSI TARIF DAN KEPERINTISAN . DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT PELABUHAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN SUNGAI.DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT SARANA ANGKUTAN SUNGAI.

DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS PERKOTAAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN PERKOTAAN SUBDIREKTORAT PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBDIREKTORAT DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN SEKSI JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN WILAYAH II .

DIREKTORAT KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT MANAJEMEN KESELAMATAN SUBDIREKTORAT PROMOSI DAN KEMITRAAN KESELAMATAN SUBDIREKTORAT BINA KESELAMATAN ANGKUTAN UMUM SUBDIREKTORAT AUDIT DAN INSPEKSI KESELAMATAN SEKSI MONITORING DAN EVALUASI SEKSI PROMOSI SEKSI KESELAMATAN PENGUSAHAAN ANGKUTAN UMUM SEKSI AUDIT KESELAMATAN SEKSI PENGEMBANGAN KESELAMATAN SEKSI KEMITRAAN SEKSI KESELAMATAN AWAK ANGKUTAN UMUM SEKSI INSPEKSI KESELAMATAN .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN LAUT DIREKTORAT PELABUHAN DAN PENGERUKAN DIREKTORAT PERKAPALAN DAN KEPELAUTAN DIREKTORAT KENAVIGASIAN DIREKTORAT KESATUAN PENJAGAAN LAUT DAN PANTAI .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN MUTASI SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

EROPA DAN AFRIKA SEKSI ANALISA KEBUTUHAN DAN BIMBINGAN ARMADA SEKSI BIMBINGAN USAHA DAN TARIF ANGKUTAN LAUT SEKSI PENGOLAHAN DATA DAN INFORMASI ANGKUTAN LAUT SEKSI ASIA PASIFIK DAN AUSTRALIA SEKSI EVALUASI ANGKUTAN LAUT . PARIWISATA DAN TENAGA KERJA BONGKAR MUAT SEKSI ANEKA INDUSTRI DAN PENUNJANG ANGKUTAN LAUT SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA ANGKUTAN LAUT SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SISTEM DAN INFORMASI ANGKUTAN LAUT SEKSI PENYUSUNAN JARINGAN DAN PENEMPATAN KAPAL LINER SEKSI TRAMPER DAN PELAYARAN RAKYAT SEKSI AMERIKA.DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN LAUT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT DALAM NEGERI SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT KHUSUS DAN PENUNJANG ANGKUTAN LAUT SEKSI PERTAMBANGAN.

DIREKTORAT PELABUHAN DAN PENGERUKAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PELABUHAN SUBDIREKTORAT PERANCANGAN FASILITAS PELABUHAN SUBDIREKTORAT PENGERUKAN DAN REKLAMASI SUBDIREKTORAT PEMANDUAN DAN PENUNDAAN SUBDIREKTORAT BIMBINGAN PELAYANAN JASA DAN OPERASIONAL PELABUHAN SEKSI TATANAN DAN EVALUASI KEPELABUHANAN SEKSI PENYUSUNAN RENCANA INDUK DAN RENCANA PENGEMBANGAN PELABUHAN SEKSI PEDOMAN DAN RANCANGAN TEKNIS FASILITAS PELABUHAN SEKSI PENYUSUNAN PROGRAM PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN SEKSI PROGRAM DAN PERANCANGAN TEKNIS PENGERUKAN DAN REKLAMASI SEKSI BIMBINGAN PERALATAN PENGERUKAN DAN REKLAMASI SEKSI PERAIRAN DAN PELAYANAN PANDU SEKSI BIMBINGAN PELAYANAN JASA DAN TARIF PELABUHAN SEKSI BIMBINGAN TATA GUNA TANAH DAN PERAIRAN SEKSI TENAGA PANDU DAN SARANA BANTU PEMANDUAN .

PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KAPAL SUBDIREKTORAT NAUTIS.DIREKTORAT PERKAPALAN DAN KEPELAUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT KELAIKAN KAPAL SUBDIREKTORAT PENGUKURAN. TEKNIS DAN RADIO KAPAL SUBDIREKTORAT PENCEMARAN DAN MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL SUBDIREKTORAT KEPELAUTAN SEKSI KONSTRUKSI DAN STABILITAS KAPAL SEKSI PENGUKURAN KAPAL SEKSI PENILIKAN KESELAMATAN KAPAL SEKSI PENCEGAHAN DAN GANTI RUGI PENCEMARAN SEKSI PENGAWAKAN D AN PERLINDUNGAN AWAK KAPAL SEKSI RANCANG BANGUN DAN PEMASUKAN KAPAL SEKSI PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KAPAL SEKSI SERTIFIKASI KESELAMATAN KAPAL SEKSI MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL SEKSI STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI PELAUT .

DIREKTORAT KENAVIGASIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERAMBUAN SUBDIREKTORAT TELEKOMUNIKASI PELAYARAN SUBDIREKTORAT KAPAL NEGARA KENAVIGASIAN SUBDIREKTORAT PANGKALAN KENAVIGASIAN SUBDIREKTORAT SARANA DAN PRASARANA SEKSI OPERASI DAN SURVEI SEKSI OPERASI SEKSI OPERASI DAN PENGAWAKAN SEKSI BANGUNAN SEKSI PROGRAM SEKSI PERALATAN DAN PEMELIHARAAN PERAMBUAN SEKSI PERALATAN DAN PEMELIHARAAN TELEKOMUNIKASI PELAYARAN SEKSI PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN SEKSI PERBENGKELAN SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN .

DIREKTORAT KESATUAN PENJAGAAN LAUT DAN PANTAI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PATROLI DAN PENGAMANAN SUBDIREKTORAT PENGAWASAN KESELAMATAN DAN PPNS SEKSI ADVOKASI DAN DESEMINASI PENGAWASAN KESELAMATAN SEKSI PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL SUBDIREKTORAT TERTIB PELAYARAN SUBDIREKTORAT PENANGGULANGAN MUSIBAH DAN PEKERJAAN BAWAH AIR SUBDIREKTORAT SARANA DAN PRASARANA SEKSI PATROLI SEKSI KEBANDARAN SEKSI PENANGGULANGAN MUSIBAH SEKSI SARANA DAN PRASARANA OPERASIONAL SEKSI PENGAMANAN SEKSI KECELAKAAN KAPAL SEKSI PEKERJAAN BAWAH AIR SEKSI AWAK KAPAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT ANGKUTAN UDARA DIREKTORAT BANDAR UDARA DIREKTORAT KEAMANAN PENERBANGAN DIREKTORAT NAVIGASI PENERBANGAN DIREKTORAT KELAIKAN UDARA DAN PENGOPERASIAN PESAWAT UDARA .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM DAN HUBUNGAN MASYARAKAT BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN TATA USAHA BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN MUTASI SDM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN TATA USAHA PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK DAN LAPORAN HASIL AUDIT SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PENGEMBANGAN SDM SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI SUBBAGIAN AKUNTANSI SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA DAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT ANGKUTAN UDARA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT SISTEM INFORMASI & PELAYANAN ANGKUTAN UDARA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA DALAM NEGERI SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT KERJASAMA ANGKUTAN UDARA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN USAHA ANGKUTAN UDARA SEKSI SISTEM INFORMASI ANGKUTAN UDARA SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJADWAL DALAM NEGERI SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJADWAL LUAR NEGERI SEKSI KERJASAMA BILATERAL DAN PERUSAHAAN ANGKUTAN UDARA SEKSI KERJASAMA MULTILATERAL DAN LEMBAGA INTERNASIONAL SEKSI BIMBINGAN USAHA ANGKUTAN UDARA SEKSI SISTEM PELAYANAN ANGKUTAN UDARA SEKSI TARIF JASA PELAYANAN ANGKUTAN UDARA .

DIREKTORAT BANDAR UDARA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT TATANAN KEBANDARUDARAAN DAN LINGKUNGAN

SUBDIREKTORAT PRASARANA BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA

SEKSI TATA BANDAR UDARA SEKSI TATA LINGKUNGAN DAN KAWASAN BANDAR UDARA

SEKSI PROGRAM DAN STANDARISASI PRASARANA BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PRASARANA BANDAR UDARA

SEKSI PROGRAM DAN STANDARISASI PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA

SEKSI SERTIFIKASI PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA SEKSI PENGAWASAN PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA

SEKSI KERJASAMA PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA

DIREKTORAT KEAMANAN PENERBANGAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT STANDARISASI, KERJASAMA & PROGRAM KEAMANAN PNB

SUBDIREKTORAT PELAYANAN DARURAT

SUBDIREKTORAT PPNS & PERSONEL KEAMANAN PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT FAS. KEAMANAN PNB & PENGANGKUTAN BARANG BERBAHAYA

SUBDIREKTORAT KENDALI MUTU KEAMANAN PENERBANGAN

SEKSI STANDARISASI KEAMANAN PENERBANGAN SEKSI KERJASAMA DAN PROGRAM KEAMANAN PENERBANGAN

SEKSI PERSONEL PKP-PK DAN SALVAGE

SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PPNS

SEKSI FASILITAS KEAMANAN PENERBANGAN SEKSI PERSONEL FAS. KEAMANAN PNB. & PERSONEL PENANGANAN PENGANGKUTAN BARANG BERBAHAYA

SEKSI KENDALI MUTU KEAMANAN BANDAR UDARA SEKSI KENDALI MUTU KEAMANAN ANGKUTAN UDARA

SEKSI FASILITAS PELAYANAN DARURAT

SEKSI PERSONEL KEAMANAN PENERBANGAN

DIREKTORAT NAVIGASI PENERBANGAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT MANAJEMEN LALU LINTAS PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT MANAJEMEN INFORMASI AERONAUTIKA

SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT FASILITAS BANTU NAVIGASI & PENGAMATAN PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT STANDARISASI DAN SERTIFIKASI NAVIGASI PENERBANGAN

SEKSI MANAJEMEN RUANG UDARA

SEKSI KARTOGRAFI PENERBANGAN

SEKSI OPERASI KOMUNIKASI PENERBANGAN SEKSI JARINGAN DAN FASILITAS KOMUNIKASI PENERBANGAN

SEKSI FASILITAS BANTU NAVIGASI PENERBANGAN SEKSI FASILITAS PENGAMATAN PENERBANGAN

SEKSI STANDARISASI NAVIGASI PENERBANGAN

SEKSI PELAYANAN LALU LINTAS PENERBANGAN

SEKSI PUBLIKASI INFORMASI AERONAUTIKA

SEKSI SERTIFIKASI NAVIGASI PENERBANGAN

DIREKTORAT KELAIKAN UDARA DAN PENGOPERASIAN PESAWAT UDARA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT STANDARISASI

SUBDIREKTORAT REKAYASA

SUBDIREKTORAT PRODUK AERONAUTIKA

SUBDIREKTORAT OPERASI PESAWAT UDARA

SUBDIREKTORAT PERAWATAN

SEKSI STANDARISASI TEKNIK

SEKSI PENGAWASAN PROSES REKAYASA

SEKSI PENGAWASAN MUTU DAN PROSES PRODUKSI

SEKSI PENGAWASAN OPERASI PESAWAT UDARA SEKSI PERSONEL OPERASI PESAWAT UDARA

SEKSI PERAWATAN PESAWAT UDARA

SEKSI STANDARISASI OPERASI PENERBANGAN

SEKSI UJI TERBANG DAN KEMAMPUAN PESAWAT UDARA

SEKSI PENGESAHAN PRODUKSI

SEKSI PERSONEL TEKNIK PERAWATAN

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN KERETA API

DIREKTORAT PRASARANA PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT SARANA PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT KESELAMATAN PERKERETAAPIAN

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

BAGIAN PERENCANAAN

BAGIAN KEUANGAN

BAGIAN HUKUM

BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM

SUBBAGIAN RENCANA

SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN GG

SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN ORGANISASI G S S DAN O

SUBBAGIAN PROGRAM

SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN BARANG MILIK NEGARA

SUBBAGIAN JARINGAN DOKUMENTASI DAN BANTUAN HUKUM

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN

SUBBAGIAN VERIFIKASI ANGGARAN

SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI

SUBBAGIAN RUMAH TANGGA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN KERETA API

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT JARINGAN

SUBDIREKTORAT LALU LINTAS

SUBDIREKTORAT ANGKUTAN

SUBDIREKTORAT INVESTASI

SEKSI PENATAAN JARINGAN

SEKSI LALU LINTAS ANTARKOTA

SEKSI ANGKUTAN ANTARKOTA

SEKSI PENYELENGGARAAN KERJASAMA

SEKSI PENGEMBANGAN JARINGAN

SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN

SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN

SEKSI PENGEMBANGAN USAHA

DIREKTORAT PRASARANA PERKERETAAPIAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I

SUBDIREKTORAT JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SUBDIREKTORAT FASILITAS OPERASI KERETA API

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API WILAYAH II

SEKSI JALAN REL DAN TANAH KERETA API WILAYAH I SEKSI JEMBATAN DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I

SEKSI JALAN REL DAN TANAH KERETA API WILAYAH II SEKSI JEMBATAN DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SEKSI PERSINYALAN

SEKSI TELEKOMUNIKASI DAN PELISTRIKAN

DIREKTORAT SARANA PERKERETAAPIAAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SARANA

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN SARANA

SUBDIREKTORAT PENGELOLAAN SARANA MILIK NEGARA

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA WILAYAH I
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA PENGGERAK WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA TANPA PENGGERAK WILAYAH I

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA WILAYAH II
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA PENGGERAK WILAYAH II SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA TANPA PENGGERAK WILAYAH II

SEKSI RANCANG BANGUN DAN REKAYASA

SEKSI PENGAWASAN PENGUJIAN, PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN SEKSI PENGAWASAN TEMPAT DAN FASILITAS PENGUJIAN, PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN

SEKSI PENGADAAN DAN PENGOPERASIAN

SEKSI PENGENDALIAN MUTU

SEKSI PERAWATAN

DIREKTORAT KESELAMATAN PERKERETAAPIAAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT AUDIT DAN PENINGKATAN KESELAMATAN

SUBDIREKTORAT ANALISIS DAN PENANGANAN KECELAKAAN

SUBDIREKTORAT AKREDITASI KELEMBAGAAN DAN SERTIFIKASI SDM

SUBDIREKTORAT PENEGAKAN HUKUM

SEKSI AUDIT KESELAMATAN

SEKSI ANALISIS KECELAKAAN

SEKSI AKREDITASI KELEMBAGAAN

SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

SEKSI PENINGKATAN KESELAMATAN

SEKSI PENANGANAN KECELAKAAN

SEKSI SERTIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA

SEKSI PENYIDIKAN

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT JENDERAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT I

INSPEKTORAT II

INSPEKTORAT III

INSPEKTORAT IV

INSPEKTORAT V

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN HUKUM BAGIAN KEUANGAN DAN TATA USAHA BAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PEMBIAYAAN DAN PENGGAJIAN SUBBAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT I SUBBAGIAN DATA DAN EVALUASI SUBBAGIAN HUKUM DAN UMUM SUBBAGIAN TATA USAHA DAN PERJALANAN SUBBAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN .

MULTIMODA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN DARAT & PERKERETAAPIAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN LAUT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN UDARA .BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MANAJ. TRANS.

SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN & PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN DOKUMENTASI DAN KERJASAMA BAGIAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN DOKUMENTASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PUBLIKASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN KERJASAMA SUBBAGIAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MANAJEMEN TRANSPORTASI MULTIMODA BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI LAUT BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI UDARA BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN .

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN SEKRETARIAT BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN DARAT PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN LAUT PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN UDARA PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR PERHUBUNGAN .

SEKRETARIAT BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN DAN TL-LHP SUBBAGIAN TATA USAHA DAN RUMAH TANGGA SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA SUBBAGIAN ANALISIS DAN EVALUASI SUBBAGIAN MUTASI DAN DISIPLIN SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN PENGELOLA BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

KEUANGAN. DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN DARAT BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN.

KEUANGAN.PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN LAUT BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN. DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

KEUANGAN.PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN UDARA BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN. DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR PERHUBUNGAN BAGIAN UMUM SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI BIDANG PERENCANAAN BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG SARANA DAN PRASARANA SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG ANALISIS DAN EVALUASI SUBBIDANG DIKLAT PRAJABATAN DAN DALAM JABATAN SUBBIDANG DIKLAT TEKNIS MANAJERIAL SUBBIDANG SARANA SUBBIDANG PRASARANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI STAF AHLI MENTERI .

MENTERI PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG LINGKUNGAN PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG TEKNOLOGI DAN ENERGI PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG REGULASI DAN KESELAMATAN PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG MULTIMODA DAN KESISTEMAN PERHUBUNGAN STAF AHLI AH I BIDANG EKONOMI DAN KEMITRAAN PERHUBUNGAN .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT DATA DAN INFORMASI .

PROGRAM DAN EVALUASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG SISTEM INFORMASI BIDANG DATA SUBBIDANG PERANGKAT U DAN PROGRAM OG LUNAK APLIKASI SUBBIDANG PERANGKAT KERAS DAN INFRASTRUKTUR JARINGAN SUBBIDANG G G S PENGINTEGRASIAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBBIDANG ANALISIS DAN EVALUASI DATA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .PUSAT DATA DAN INFORMASI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN RENCANA.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI .

MANAJ TRANS. MULTIMODA SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANSPORTASI LAUT & MANAJ. TRANS. TRANS. & PERKERETAAPIAN BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS. UDARA SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS. MULTIMODA SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS LAUT & MANAJ. & PERKERETAAPIAN SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS DARAT TRANS. UDARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . TRANS.PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS. LAUT & MANAJ. DARAT & PERKERETAAPIAN SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANS DARAT TRANS. MULTIMODA BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS. TRANS UDARA SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANS.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .

PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN RENCANA. PROGRAM. DAN EVALUASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG MEDIA MASSA DAN OPINI PUBLIK BIDANG PUBLIKASI DAN PELAYANAN INFORMASI SUBBIDANG MEDIA MASSA SUBBIDANG ANALISIS BERITA DAN PENGELOLAAN OPINI SUBBIDANG SU G PUBLIKASI U S SUBBIDANG PELAYANAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .