PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 60 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN,

Menimbang

:

a.

bahwa sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, dipandang perlu untuk menata kembali Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu ditetapkan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan dengan Peraturan Menteri Perhubungan; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara;

b.

Mengingat

:

1.

2.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

1

3.

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009;

Memperhatikan :

Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat nomor B/1728/M.PANRB/07/2010 tanggal 29 Juli 2010, dan nomor B/2292/M.PANRB/10/2010 tanggal 14 Oktober 2010;

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN.

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Perhubungan adalah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Kementerian Perhubungan Perhubungan. Pasal 2 Kementerian Perhubungan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang perhubungan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan; pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan; dipimpin oleh Menteri

(2)

b.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

2

c.

pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Perhubungan; pelaksanaan bimbingan teknik dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Perhubungan di daerah; dan pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.

d.

e.

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Perhubungan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. h. i. Wakil Menteri Perhubungan; Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Perhubungan Darat; Direktorat Jenderal Perhubungan Laut; Direktorat Jenderal Perhubungan Udara; Direktorat Jenderal Perkeretaapian; Inspektorat Jenderal; Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan; Badan Pengembangan Perhubungan; Sumber Daya Manusia

j. k. l. m.

Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan; Staf Ahli Bidang Teknologi dan Energi Perhubungan; Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan; Staf Ahli Bidang Perhubungan; Multimoda dan Kesisteman

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

3

n. o. p.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kemitraan Perhubungan; Pusat Data dan Informasi; Pusat Kajian Kemitraaan dan Pelayanan Jasa Transportasi; dan Pusat Komunikasi Publik.

q.

BAB III WAKIL MENTERI Pasal 5 Wakil Menteri Perhubungan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Pasal 6 Wakil Menteri Perhubungan mempunyai tugas membantu Menteri Perhubungan dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Perhubungan. Pasal 7 Rincian tugas Wakil Menteri Perhubungan akan diatur tersendiri dengan Peraturan Menteri Perhubungan. BAB IV SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Pasal 8 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.

(2)

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

4

Pasal 9 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. koordinasi kegiatan Kementerian Perhubungan; koordinasi dan penyusunan Kementerian Perhubungan; rencana dan program

c.

pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Perhubungan; pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; koordinasi dan penyusunan undangan dan bantuan hukum; penyelenggaraan negara; dan pengelolaan peraturan perundang-

d.

e.

f.

barang

milik/kekayaan

g.

pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Perhubungan.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

5

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 11 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. b. c. d. e. Biro Perencanaan; Biro Kepegawaian dan Organisasi; Biro Keuangan dan Perlengkapan; Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri; dan Biro Umum.

Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 12 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana, pengolahan dan penelaahan , penetapan tarif, program dan anggaran, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program, serta koordinasi penyediaan infrastruktur melalui pinjaman/hibah luar negeri, dan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah, serta evaluasi dan pelaporan. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan koordinasi penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang di lingkungan Kementerian Perhubungan;

b.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

6

c.

penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan penetapan pentarifan di bidang perhubungan; penyiapan koordinasi bahan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah; penyiapan koordinasi penyusunan program dan anggaran di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan koordinasi penyusunan dan penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Kementerian Perhubungan dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA); penyiapan koordinasi penyusunan rencana penyediaan infrastruktur yang dilakukan melalui pinjaman/hibah luar negeri; analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program serta pinjaman/hibah luar negeri; penyiapan koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Kementerian Perhubungan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 14

d.

e.

f.

g.

h.

i.

j.

Biro Perencanaan terdiri atas: a. b. c. d. Bagian Rencana; Bagian Program; Bagian Pentarifan dan Pelaporan; dan Bagian Analisa dan Evaluasi. Pasal 15 Bagian Rencana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang di lingkungan Kementerian Perhubungan.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

7

Pasal 16 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Bagian Rencana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan dan penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang Kementerian Perhubungan; dan penyiapan bahan penyusunan rencana bergulir (rolling plan) Kementerian Perhubungan. Pasal 17 Bagian Rencana terdiri atas: a. b. c. Subbagian Rencana Transportasi Darat dan Perkeretaapian; Subbagian Rencana Transportasi Laut dan Multimoda; dan Subbagian Rencana Transportasi Udara dan Penunjang. Pasal 18 (1) Subbagian Rencana Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Subbagian Rencana Transportasi Laut dan Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi laut dan multimoda. Subbagian Rencana Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi udara dan penunjang.

b.

(2)

(3)

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

8

Pasal 19 Bagian Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan program dan anggaran serta penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Kementerian Perhubungan dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Pasal 21 Bagian Program terdiri atas: a. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Program menyelenggarakan fungsi: a.SETJEN (FINAL . c. Pasal 22 (1) Subbagian Program Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Subbagian Program Transportasi Darat dan Perkeretaapian. penyiapan bahan koordinasi penyusunan dan penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan. c. Pasal 20 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. Subbagian Program Transportasi Laut. dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan bahan rapat kerja Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dengan lembaga negara.rtf 9 . b. dan Subbagian Program Transportasi Udara dan Penunjang. Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Perhubungan.VALID). b.

d. Bagian Pentarifan dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara. Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi udara dan penunjang. penyiapan bahan koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi dan penunjang. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. b. penyiapan bahan koordinasi penyiapan bahan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah. c. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. bahan untuk lembaga negara dan lembaga pemerintah. e. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi laut.SETJEN (FINAL .rtf 10 . Pasal 24 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23. analisis dan penetapan pentarifan di bidang transportasi.VALID).(2) Subbagian Program Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Pasal 23 (3) Bagian Pentarifan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. Subbagian Program Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara.

koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).rtf 11 . c. b.SETJEN (FINAL .Pasal 25 Bagian Pentarifan dan Pelaporan terdiri atas: a. Pasal 26 (1) Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Laut dan Tata Usaha Biro. dan Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Udara dan Penunjang. hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi laut. serta hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah. Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). (2) Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Tranportasi Laut dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi udara dan penunjang.VALID). Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. serta hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah. koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi darat dan perkeretaapian.

penyiapan bahan pemantauan. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). evaluasi dan penyusunan Laporan Pelaksanaan Rencana dan Program Kementerian Perhubungan termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaatnya (outcome).Pasal 27 Bagian Analisa dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan analisis. e. Pasal 28 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27. 01 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang dibiayai dengan mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). penyiapan bahan koordinasi penyusunan Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kementerian Perhubungan. d. b. c. Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan.rtf 12 .SETJEN (FINAL . penyiapan bahan koordinasi penyusunan Aksi Pencegahan Korupsi. Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi (RAN-PK) unit Sekretariat Jenderal serta koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang dibiayai dengan mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN).VALID). termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaatnya (outcome). Kolusi dan Nepotisme (AP-KKN) unit Sekretariat Jenderal. analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Bagian Analisa dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.

Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pasal 30 (1) Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Laut. analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi b. Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan. analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi darat dan perkeretaapian termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome).SETJEN (FINAL . Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.rtf 13 . penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kementerian Perhubungan. Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Darat dan Perkeretaapian.Pasal 29 Bagian Analisa dan Evaluasi terdiri atas: a. Penetapan Kinerja Sekretariat Jenderal. penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Sekretariat Jenderal. koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). Aksi Pencegahan Korupsi. koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi darat dan perkerataapian melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). c. dan Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Udara dan Penunjang. analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome). (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). Kolusi dan Nepotisme (AP-KKN) unit Sekretariat Jenderal.

c. pembinaan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . asessmen dan konseling pegawai. penyiapan perumusan. koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi udara dan penunjang melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). penyiapan perumusan. dan pengendalian perencanaan kepegawaian. pembinaan. dan pengendalian mutasi. f. penyiapan perumusan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 31 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan perumusan. pembinaan. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. b. pembinaan. penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Biro Perencanaan. dan pengendalian pengembangan kepegawaian. dan pengendalian kepegawaian.udara dan penunjang termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome). e. penyiapan perumusan.SETJEN (FINAL . Penetapan Kinerja Biro Perencanaan. kesejahteraan. serta evaluasi dan pelaporan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.VALID). dan pengendalian organisasi dan tata laksana. g. dan penyusunan evaluasi dan pelaporan. disiplin. penyiapan perumusan program kerja dan anggaran Biro.rtf 14 . organisasi dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian Perhubungan. d. pembinaan. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a.

Bagian Perencanaan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan bahan penyusunan program kerja dan anggaran.VALID). serta akuntabilitas kinerja Biro. dan Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pembinaan. Pasal 35 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34. d. program kerja dan anggaran.SETJEN (FINAL . Pasal 34 Bagian Perencanaan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. f. pengendalian perencanaan kepegawaian. penyiapan bahan pengangkatan calon pegawai negeri sipil. Bagian Mutasi. pembinaan. b. e. serta evaluasi dan pelaporan. penyiapan bahan penyusunan formasi pegawai.Pasal 33 Biro Kepegawaian dan Organisasi terdiri atas: a. pengendalian perencanaan kepegawaian. pengelolaan data pegawai. Bagian Pengembangan Kepegawaian.rtf 15 . 01 OTK KEMENHUB 2010 . Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. h. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan Biro. penyiapan bahan perencanaan pengadaan pegawai. Bagian Perencanaan Kepegawaian. d. b. g. c. c. penyiapan bahan perumusan.

Pasal 36 Bagian Perencanaan Kepegawaian terdiri atas: a. pembinaan. (2) (3) b. Program. serta evaluasi dan pelaporan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pengendalian pengembangan karier pegawai. anggaran. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 37 (1) Subbagian Rencana. Program.VALID). program kerja. Pasal 38 Bagian Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. serta penyusunan formasi pegawai. Subbagian Data dan Formasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data pegawai. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian karier pegawai. Subbagian Pengadaan dan Pengangkatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan pengadaan dan pengangkatan calon pegawai. dan Subbagian Pengadaan dan Pengangkatan Pegawai. Subbagian Rencana. Subbagian Data dan Formasi Pegawai.rtf 16 . dan Tata Usaha Biro. c. Pasal 39 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38. dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan pelaksanaan dan pengendalian ujian dinas dan penyesuaian ijazah.SETJEN (FINAL . akuntabilitas kinerja Biro. b. 01 OTK KEMENHUB 2010 . serta evaluasi dan penyusunan laporan Biro.

urusan kepangkatan. c. serta peningkatan kualitas pegawai. Subbagian Jabatan Fungsional. Pasal 42 Bagian Mutasi. Pasal 40 d. pemindahan dan pemberhentian dalam jabatan struktural. penyiapan bahan pembinaan dan pengendalian jabatan fungsional tertentu dan jabatan fungsional umum.VALID). serta evaluasi dan pelaporan. serta evaluasi dan pelaporan. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. serta evaluasi dan pelaporan. penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. pengangkatan. dan peningkatan kualitas pegawai.rtf 17 .c.SETJEN (FINAL . serta evaluasi dan pelaporan. dan Subbagian Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. pemberhentian dan pensiun. Subbagian Karier Pegawai. e. Subbagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian jabatan fungsional. Pasal 41 (1) Subbagian Karier Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian karier pegawai. Bagian Pengembangan Kepegawaian terdiri atas: a. kesejahteraan dan disiplin pegawai. mutasi wilayah kerja. b. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian kebutuhan pendidikan dan pelatihan.

l. kesejahteraan dan disiplin pegawai. d. dan Subbagian Disiplin dan Pemberhentian Pegawai. e. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan kesejahteraan pegawai dalam bentuk fisik dan non fisik. f. pemindahan dan pemberhentian dari dan dalam jabatan struktural. penyiapan bahan perumusan pembinaaan. Pasal 44 c. k. penyiapan bahan pelaksanaan mutasi wilayah kerja.SETJEN (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan penetapan pengangkatan. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. mutasi.rtf 18 . b. penyiapan bahan evaluasi jabatan. i. h. penyiapan bahan pengelolaan administrasi kepegawaian. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perawatan dan Kesejahteraan Pegawai. Subbagian Mutasi dan Kepangkatan Pegawai. g. penyiapan bahan pemberian tanda penghargaan. c. Bagian Mutasi.Pasal 43 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. penyiapan bahan pelaksanaan assesmen dan konseling pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan pemberhentian dan pensiun pegawai. j. Bagian Mutasi. penyiapan bahan administrasi tenaga perbantuan dan dipekerjakan. b.VALID). Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai terdiri atas: a. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan bimbingan disiplin pegawai.

serta evaluasi dan pelaporan. (2) (3) b. Subbagian Disiplin dan Pemberhentian Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pelaksanaan bimbingan disiplin pegawai. serta evaluasi dan pelaporan. administrasi kepegawaian. c. pemindahan dan pemberhentian dari dan dalam jabatan struktural. d. serta penyiapan bahan dan pelaksanaan pemberhentian dan pensiun pegawai. assesmen. pengendalian penataan organisasi.Pasal 45 (1) Subbagian Mutasi dan Kepangkatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan pembinaan dan pelaksanaan penetapan pengangkatan.rtf 19 . Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a.SETJEN (FINAL . pembinaan. Pasal 46 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan pendokumentasian peraturan kepegawaian. mutasi wilayah kerja. penyiapan bahan perumusan. tatalaksana. penyiapan rancangan peraturan kepegawaian. pencatatan penilaian prestasi kerja pegawai. pembinaan. Pasal 47 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46. serta evaluasi dan pelaporan. administrasi tenaga perbantuan dan dipekerjakan serta urusan kepangkatan. serta evaluasi dan pelaporan. konseling. penyiapan bahan kajian penataan organisasi. Subbagian Perawatan dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan perawatan dan kesejahteraan pegawai dalam bentuk fisik dan non fisik. peraturan kepegawaian.VALID). pengendalian penataan organisasi.

standar. prosedur. dan pengendalian penataan organisasi. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. penyiapan bahan norma. Pasal 48 g. pembinaan. pembinaan. standar. Pasal 49 (1) Subbagian Organisasi Transportasi Darat. serta evaluasi dan pelaporan. prosedur. Laut dan Perkeretaapian. serta evaluasi dan pelaporan.SETJEN (FINAL .rtf 20 . penyiapan bahan norma. Subbagian Ketatalaksanaan dan Peraturan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan pengendalian penataan organisasi. prosedur. pengendalian ketatalaksanaan. f. Subbagian Organisasi Transportasi Darat. dan kriteria kewenangan yang diserahkan/dilimpahkan ke daerah di bidang transportasi udara dan penunjang. Subbagian Organisasi Transportasi Udara dan Penunjang.e.VALID). laut dan perkeretaapian. analisis kewenangan dan beban kerja. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . dan Subbagian Ketatalaksanaan dan Peraturan Kepegawaian. dan kriteria kewenangan yang diserahkan/dilimpahkan ke daerah di bidang transportasi darat. perancangan dan pendokumentasian peraturan kepegawaian. b. analisis kewenangan dan beban kerja. Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. dan kriteria kewenangan bidang transportasi yang diserahkan/ dilimpahkan ke daerah. Laut dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. c. penyiapan bahan kajian dan perumusan ketatalaksanaan. standar. Subbagian Organisasi Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. serta evaluasi dan pelaporan. pembinaan. penyiapan bahan norma.

Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50.VALID). b. penyiapan pembinaan. penyiapan pelaksanaan revisi anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. penyiapan pelaksanaan penyusunan Laporan Keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (LRA. evaluasi dan penyusunan pelaporan keuangan pelaksanaan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) serta implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 21 . pemantauan. penyiapan pembinaan pengelolaan keuangan negara serta penyiapan penetapan pengelola anggaran di lingkungan Kementerian Perhubungan.Bagian Kelima Biro Keuangan dan Perlengkapan Pasal 50 Biro Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan administrasi keuangan dan perlengkapan/barang milik negara di lingkungan Kementerian Perhubungan. f. g. d. penilaian dan penyusunan laporan serta pembinaan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. Biro Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan dokumen dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. penyiapan pelaksanaan verifikasi dan akuntansi serta penyusunan laporan pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan.SETJEN (FINAL . 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pemantauan. c. e. Neraca dan CaLK) serta penyusunan Laporan SIMAK-BMN di lingkungan Kementerian Perhubungan.

SETJEN (FINAL . penggunaan dan penetapan status. inventarisasi dan penilaian. pemantauan. n. dan Bagian Perlengkapan. Bagian Akuntansi. penyiapan pembinaan. c. penghapusan dan penatausahaan di lingkungan Kementerian Perhubungan. l. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian Perhubungan. Biro Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas: a. m. Bagian Pelaksanaan Anggaran. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. pembinaan dan pemantauan pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan Kementerian Perhubungan. evaluasi.VALID). koordinator dan penanggungjawab pelaksanaan tugas / kegiatan Unit Akuntansi Pengguna Anggaran dan Barang (UAPA/B) di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Kementerian Perhubungan. evaluasi. b. Bagian Perbendaharaan.rtf 22 . revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan usulan penetapan. k. d. pemanfaatan. pemantauan dan evaluasi pengelolaan serta pelaporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Kementerian Perhubungan. pemindahtanganan. Pasal 53 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. koordinasi. j.h. Pasal 52 i. pemantauan dan evaluasi tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. penelitian. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan pembinaan pengelolaan Barang Milik Negara meliputi antara lain pengelolaan pengadaan barang/jasa. penyiapan pembinaan.

penyiapan bahan kontrak strategis. g. e.Pasal 54 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53. Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. c. 23 . penyiapan bahan inventarisasi data sebagai bahan kelengkapan data dukung usulan revisi rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN). dan Subbagian Anggaran Transportasi Udara dan Penunjang. penyiapan bahan penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kementerian Perhubungan bersama unit kerja terkait.SETJEN (FINAL . c. penyiapan bahan pembinaan teknis penyusunan petunjuk operasional/ pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan bahan penelitian dan evaluasi data dukung sebagai bahan kelengkapan untuk mengusulkan revisi pelaksanaan rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN).rtf Subbagian Anggaran Perkeretaapian. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. f.VALID). Pasal 55 h. penyiapan bahan penyusunan revisi rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN). 01 OTK KEMENHUB 2010 . Transportasi Darat dan Subbagian Anggaran Transportasi Laut. dan penyiapan bahan pemantauan dan pelaporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan petunjuk operasional/ pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. d. pemantauan pelaksanaan kegiatan b. b.

penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. pemantauan. penelitian dan evaluasi. pemantauan. penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penelitian dan evaluasi. evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Kementerian Perhubungan. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja.SETJEN (FINAL . revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja.VALID).Pasal 56 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. 01 OTK KEMENHUB 2010 . pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 57 Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.rtf (2) (3) 24 . revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. pemantauan. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penelitian dan evaluasi. dan Penunjang. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja.

penyiapan bahan pelaksanaan implementasi dan evaluasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) dan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) untuk anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan bahan dan penyusunan perbaikan/ralat Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. reviu Inspektorat Jenderal.rtf 25 . g. f. penyiapan bahan perumusan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Sistem dan Prosedur Sistem Akuntansi serta pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai SAP. c.Pasal 58 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57. dan penyiapan bahan perumusan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Kebijakan Akuntansi di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai SAP. d. penyiapan bahan pengawasan dan evaluasi serta penilaian terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran oleh para pengelola anggaran. dan pemeriksaan BPK-RI serta penyampaian ralat/koreksi Laporan Keuangan (Audited) Kementerian kepada Menteri Keuangan dan BPK-RI. penyiapan bahan pembinaan administrasi keuangan dan pelaporan keuangan kepada para pengelola anggaran di tingkat Unit Pelaksana Teknis/Kantor/Satuan Kerja. h. e.VALID). 01 OTK KEMENHUB 2010 . b. penyiapan bahan penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Kementerian Perhubungan kepada Menteri Keuangan dan BPK-RI.SETJEN (FINAL . Neraca dan CaLK berdasarkan hasil rekonsiliasi Kementerian Keuangan. penyiapan bahan verifikasi laporan pertanggungjawaban anggaran dan penilaian pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja serta tindak lanjut hasil pemeriksaan.

b. penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Pasal 60 (1) Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa.VALID). Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Penunjang. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Udara dan Penunjang melakukan penyiapan bahan  verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. c.SETJEN (FINAL . Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Laut. evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Perkeretaapian. dan Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Udara dan Penunjang.Pasal 59 Bagian Akuntansi terdiri atas: a. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan  verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran.rtf 26 . penyusunan Laporan Keuangan  terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA).

Subbagian Perbendaharaan Transportasi Perkeretaapian dan Tata Usaha Biro. tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan anggaran. Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. b. penyiapan bahan pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi. penyiapan bahan usulan penetapan. c. d.SETJEN (FINAL . penetapan pengelola anggaran. e. dan Subbagian Perbendaharaan Penunjang. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Laut. Darat dan b. evaluasi. Pasal 62 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. c.Pasal 61 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan keuangan negara. bahan bahan pembinaan pembinaan pengelolaan penetapan keuangan pengelola penyiapan bahan pembinaan. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.VALID). Transportasi Udara dan 01 OTK KEMENHUB 2010 . Badan Layanan Umum (BLU).rtf 27 . Pasal 63 f. pembinaan administrasi dan pemantauan pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU). penyiapan negara. pemantauan dan evaluasi tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. koordinasi. g. penyiapan bahan pembinaan. pemantauan dan evaluasi pengelolaan serta pelaporan PNBP.

tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. Pasal 65 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan Barang Milik Negara yang meliputi pengelolaan pengadaan barang/jasa. pengelolaan PNBP.SETJEN (FINAL . pengelolaan BLU. penetapan pengelola anggaran. pengelolaan PNBP. penetapan pengelola anggaran. serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penetapan pengelola anggaran. pengelolaan BLU. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara. serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Penunjang. inventarisasi dan penilaian. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pengelolaan BLU.VALID). tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Perbendaharaan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara. pemindahtanganan. pemanfaatan.rtf 28 .Pasal 64 (1) Subbagian Perbendaharaan Transportasi Darat dan Perkeretaapian serta Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara. serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. penggunaan dan penetapan status. pengelolaan PNBP. penghapusan dan penatausahaan Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian Perhubungan.

dan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengelolaan perlengkapan termasuk rumah negara dan penatausahaan perlengkapan rumah negara meliputi pengadaan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . pemanfaatan dan penghapusan Barang Milik Negara. dan Subbagian Perlengkapan Transportasi Udara.SETJEN (FINAL . f. c. d.Pasal 66 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a.rtf 29 . penyiapan bahan Laporan Semesteran dan Laporan Tahunan dari Unit Akuntansi Pengguna Barang (UAPB) serta pembinaan administrasi pengelolaan dan penatausahaan pengelolaan Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) termasuk rumah negara. penyiapan bahan dan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. b. Pasal 67 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. inventarisasi.VALID). Subbagian Perlengkapan Transportasi Laut. e. Subbagian Perlengkapan Perkeretaapian. Transportasi Darat dan c. b. penyiapan bahan dan pembinaan administrasi pelaksanaan pemanfaatan dan pemindahtangan serta penghapusan Barang Milik Negara. penyiapan bahan dan koordinasi serah terima operasional dan penetapan status Barang Milik Negara. penyiapan bahan pembinaan administrasi pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara.

(2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara.VALID). penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara. penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN. Subbagian Perlengkapan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN. dan Sekretariat Jenderal. Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN.Pasal 68 (1) Subbagian Perlengkapan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara. pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara. pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara.SETJEN (FINAL .rtf 30 . penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Subbagian Perlengkapan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. Badan Penelitian dan Pengembangan dan Inspektorat Jenderal.

d. serta urusan kerjasama luar negeri.rtf 31 . h. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum.VALID). i. penyiapan pembinaan terhadap penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. penyuluhan hukum. g. c. pemberian pertimbangan dalam penerapan peraturan perundang-undangan dan penyusunan perjanjian. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. penyiapan bahan ratifikasi konvensi dan perjanjian internasional di bidang transportasi. b. penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. 01 OTK KEMENHUB 2010 . serta urusan kerjasama luar negeri di lingkungan Kementerian Perhubungan. pemantauan dan evaluasi serta konsultasi dengan instansi terkait mengenai pelaksanaan kerjasama luar negeri. e. penyuluhan hukum. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi.SETJEN (FINAL . dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. f. Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Keenam Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Pasal 69 Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. koordinasi. perencanaan. pelaksanaan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundangundangan. pelaksanaan penyiapan koordinasi. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi.

Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. d. Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara. e. penyiapan bahan perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan bahan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. c. Pasal 72 Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. f. d.SETJEN (FINAL . c.rtf 32 . penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan. Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum. penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat dan perkeretaapian.Pasal 71 Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri terdiri atas: a. Pasal 73 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian.VALID). penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . dan Bagian Kerjasama Luar Negeri. penelaahan. b. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dokumentasi dan pelayanan informasi hukum. b.

Pasal 75 (1) Subbagian Peraturan Transportasi Darat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi perkeretaapian. penelaahan.VALID). penelaahan. penelaahan. serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut.rtf 33 .SETJEN (FINAL . udara dan penunjang.Pasal 74 Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a. Pasal 76 Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. serta tata usaha dan rumah tangga Biro. Subbagian Peraturan Transportasi Perkeretaapian. dan Subbagian Dokumentasi Peraturan Perundang-Undangan dan Tata Usaha Biro. c. Subbagian Peraturan Transportasi Darat. b. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Peraturan Transportasi Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat. Subbagian Dokumentasi Peraturan Perundang-undangan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.

dan Subbagian Peraturan Penunjang. penelaahan. Pasal 78 Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara terdiri atas: a. udara dan penunjang. c. penelaahan. b. Subbagian Peraturan Transportasi Laut. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. Subbagian Peraturan Transportasi Udara.rtf 34 . (2) 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. penyiapan bahan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. c. d. udara dan penunjang.VALID).Pasal 77 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76. Pasal 79 (1) Subbagian Peraturan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Peraturan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut. udara dan penunjang. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi udara. udara dan penunjang.SETJEN (FINAL . b. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut. Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara menyelenggarakan fungsi: a.

dan Subbagian Penyuluhan Hukum. b. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum terhadap penyusunan perjanjian nasional maupun internasional di bidang transportasi serta permasalahan yang timbul akibat penerapan peraturan perundangundangan di bidang transportasi.VALID). perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang penunjang. Subbagian Perjanjian. Subbagian Bantuan Hukum. serta pemberian bantuan dan penyuluhan hukum. b.rtf 35 . pemberian pertimbangan dalam penerapan peraturan perundang-undangan. penelaahan. Pasal 82 Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum terdiri atas: a. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyiapan bahan perumusan perjanjian nasional dan internasional di bidang transportasi.SETJEN (FINAL . penyiapan bahan pemberian bantuan hukum dalam rangka penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. dan pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundangundangan. Pasal 81 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. 01 OTK KEMENHUB 2010 . c. d. Pasal 80 Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan penyiapan rumusan perjanjian.(3) Subbagian Peraturan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. c. pemberian pertimbangan hukum terhadap penyusunan perjanjian nasional dan permasalahan yang timbul di bidang pengadaan barang/jasa serta akibat penerapan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. Bagian Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 84 Bagian Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerjasama luar negeri dengan badan dunia.rtf 36 . multilateral dan regional di bidang transportasi. organisasi internasional. Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bantuan hukum dalam rangka penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. hubungan antar lembaga negara secara bilateral. Pasal 85 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. Subbagian Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundang-undangan.VALID).SETJEN (FINAL .Pasal 83 (1) Subbagian Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan perumusan perjanjian nasional. (2) (3) b. multilateral dan regional di bidang transportasi. dan antar negara secara bilateral. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama bilateral. multilateral dan regional di bidang transportasi. organisasi internasional. dan penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama luar negeri di bidang transportasi. serta melaksanakan pemantauan dan inventarisasi pelaksanaan hubungan luar negeri.

United Nations Commission on Trade and Development (UNCTAD). pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. Association of (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama luar negeri secara multilateral. World Trade Organization (WTO). b. International Maritime Organization (IMO).SETJEN (FINAL . Organisasi Konferensi Islam (OKI). yaitu International Civil Aviation Organization (ICAO).VALID). Pasal 87 (1) Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama luar negeri secara bilateral. organisasi internasional. pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. Subbagian Kerjasama Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama secara regional. hubungan antar lembaga negara secara regional di bidang transportasi yaitu Asia Pasific Economic Cooperation (APEC). hubungan antar lembaga negara secara bilateral serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama bilateral di bidang transportasi. Subbagian Kerjasama Multilateral.rtf 37 . c. dan Subbagian Kerjasama Regional. serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama multilateral di bidang transportasi. dan Gerakan Negara Non Blok (GNB). Subbagian Kerjasama Bilateral. General Agreement on Trade and Services (GATS). organisasi internasional. United Nations Development Program (UNDP). hubungan antar lembaga negara secara multilateral di bidang transportasi.Pasal 86 Bagian Kerjasama Luar Negeri terdiri atas: a. Economic and Social Communication for Asia and the Pacific (ESCAP). pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri.

penyiapan penyusunan anggaran Sekretariat Jenderal dan pelaksanaan penatausahaan Barang Milik Negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. urusan ketatausahaan b.SETJEN (FINAL . keprotokolan. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Indonesia-MalaysiaThailand Growth Triangle (IMT-GT).VALID). f.South East Asian Nation (ASEAN). penyiapan kearsipan. pembiayaan. penyelenggaraan urusan persuratan dan e. IndonesiaMalaysia-Singapore Growth Triangle (IMS-GT). penyiapan penyelenggaraan urusan keprotokolan.rtf 38 . g. c. penyiapan penyelenggaraan pembinaan ketatausahaan. dan penyiapan penyelenggaraan urusan kerumahtanggaan yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. dan kerumahtanggaan. d. penyiapan penyelenggaraan pimpinan Kementerian. 01 OTK KEMENHUB 2010 . pembiayaan. BruneiIndonesia-Malaysia-Philipina East Asia Growth Area (BIMP-EAGA) serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama regional di bidang transportasi. dan kerumahtanggaan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 88 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengendalian urusan ketatausahaan. penyiapan penatausahaan pembiayaan dan penggajian Sekretariat Jenderal serta pelaporannya. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88.

b. Bagian Rumah Tangga. Sekretaris Jenderal. c. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan. dan pembinaan pemberian bimbingan b. serta keprotokolan. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan ketatausahaan Menteri. Pasal 91 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan urusan ketatausahaan Menteri. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. dan Subbagian Keprotokolan. Bagian Tata Usaha Kementerian. d. Pasal 92 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91. c. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan menyelenggarakan fungsi: a. Wakil Menteri. c. b. Sekretaris Jenderal. dan Bagian Pembiayaan dan Perjalanan. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan keprotokolan. penyiapan bahan keprotokolan. Pasal 93 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan terdiri atas: a.rtf 39 . Subbagian Tata Usaha Menteri. dan Staf Ahli Menteri.Pasal 90 Biro Umum terdiri atas: a. d. 01 OTK KEMENHUB 2010 .SETJEN (FINAL . dan Staf Ahli Menteri. e. Wakil Menteri. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri.VALID).

rtf . Subbagian Keprotokolan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan keprotokolan. serta urusan keprotokolan Kementerian Perhubungan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Wakil Menteri. penyiapan bahan pembinaan dan bimbingan administrasi perkantoran Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan penyusunan pedoman administrasi perkantoran dan kearsipan Kementerian Perhubungan.VALID). Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri. Pasal 95 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan Kementerian Perhubungan serta urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro. e.Pasal 94 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan Menteri.SETJEN (FINAL . d. b. Pasal 96 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan persuratan dan kearsipan. c. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Staf Ahli Menteri. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan Sekretaris Jenderal. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan bahan-bahan untuk kegiatan pimpinan dan Kementerian. penyiapan bahan pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro. 40 (2) (3) (4) (5) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pengadaan peralatan dan penatausahaan serta inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. Subbagian Tata Persuratan. (2) (3) c. serta urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro. Subbagian Penggandaan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan penggandaan dan distribusi hasil penggandaan.VALID). penyiapan bahan pembinaan urusan kerumahtanggaan. Pasal 99 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. dan Subbagian Penggandaan dan Tata Usaha Biro. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan dalam. keamanan kantor dan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. Subbagian Kearsipan.rtf 41 . Pasal 98 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bimbingan administrasi perkantoran dan urusan persuratan. Pasal 100 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. 01 OTK KEMENHUB 2010 .SETJEN (FINAL . b. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bimbingan urusan kearsipan.Pasal 97 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. b.

penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pemeliharaan sarana. Pasal 102 (1) Subbagian Keamanan dan Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan sosialisasi urusan kerumahtanggaan. prasarana dan angkutan di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Perhubungan.VALID). serta urusan pelayanan kesehatan pegawai. dan penyiapan bahan penyelenggaraan pelaksanaan urusan pelayanan kesehatan pegawai. dan perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. keamanan kantor dan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Sekretariat Jenderal serta urusan pelayanan kesehatan pegawai. Subbagian Penyediaan Peralatan dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pengadaan peralatan dan inventarisasi serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. Pasal 103 Bagian Pembiayaan dan Perjalanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan anggaran. Pasal 101 e. dan pengelolaan akuntansi Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri.SETJEN (FINAL . prasarana dan angkutan di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Perhubungan. c.d.rtf 42 . penggajian. Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a. Prasarana dan Angkutan. pelaksanaan urusan dalam. Subbagian Penyediaan Peralatan dan Inventarisasi. Subbagian Keamanan dan Urusan Dalam. Subbagian Pemeliharaan Sarana. Prasarana dan Angkutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pemeliharaan sarana. dan Subbagian Pemeliharaan Sarana. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . serta penatausahaan pembiayaan. b.

Subbagian Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pelaksanaan dan penatausahaan pembiayaan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Penyusunan Anggaran dan Pelaporan. dan Subbagian Penggajian dan Perjalanan Dinas. c. dan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 105 Bagian Pembiayaan dan Perjalanan terdiri atas: a. dan pengelolaan akuntansi di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan.VALID).rtf 43 . dan perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Penggajian dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penggajian serta perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. c. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . b. Subbagian Pembiayaan. b. penyiapan bahan penyusunan anggaran.Pasal 104 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102. Pasal 106 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan anggaran. penggajian. Bagian Pembiayaan dan Perjalanan menyelenggarakan fungsi: a. serta menyiapkan bahan laporan pertanggung-jawaban.SETJEN (FINAL . dan pengelolaan akuntansi di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 107 Kelompok Jabatan Fungsional pada Biro di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.SETJEN (FINAL . Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) (3) (4) 01 OTK KEMENHUB 2010 . diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.VALID). Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).rtf 44 . Pasal 108 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh masing-masing Kepala Biro yang bersangkutan.

Tugas dan Fungsi Pasal 109 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. dan kriteria di bidang perhubungan darat.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110.VALID). (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. prosedur. penyusunan norma. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dipimpin oleh Direktur Jenderal. e. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan darat.BAB V DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 110 Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perhubungan darat. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. c.rtf 45 . standar. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan darat. perumusan kebijakan di bidang perhubungan darat. b. d.

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 112 Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terdiri atas: a. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat.rtf 46 . e. Pasal 114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113. danau dan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan program. d. transportasi perkotaan dan keselamatan transportasi darat.VALID). Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. c. dan Direktorat Keselamatan Transportasi Darat. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dalam memfasilitasi dan memberikan pelayanan teknis serta administratif kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. transportasi sungai. Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan. b. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. penyusunan laporan dan evaluasi serta sistem informasi di bidang transportasi jalan. 02 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBDAT (FINAL .

Pasal 115 c. e. pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. d. Bagian Perencanaan. pelaksanaan pengelolaan urusan keuangan dan barang inventaris milik/kekayaan negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. evaluasi dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat. dan Bagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 116 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan koordinasi penyusunan rencana dan program. 02 OTK KEMENHUB 2010 . b. pelaksanaan evaluasi rencana dan program kerja.rtf 47 . tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. penyusunan sistem informasi serta penyusunan anggaran dan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. d. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terdiri atas: a. Bagian Hukum dan Kerjasama. c.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keselamatan dan transportasi darat. penyusunan organisasi dan tata laksana. pelaksanaan pengelolaan urusan kepegawaian.b.VALID). Bagian Keuangan. dan pelaksanaan penelaahan. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum serta penyiapan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerja sama luar negeri.

program. rencana.VALID). rencana. dan Subbagian Sistem Informasi dan Pelaporan.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 118 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. program.Pasal 117 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116. Pasal 119 (1) Subbagian Rencana dan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan kebijakan. rencana. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi. c. e. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pengelolaan dan pengembangan sistem dan teknologi informasi di bidang transportasi darat serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. b. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta pemberian bimbingan penyusunan rencana regional dan lokal di bidang transportasi darat. penyiapan bahan penyelenggaraan pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyelenggaraan dan pelaksanaan bimbingan penyusunan rencana regional dan lokal di bidang transportasi darat. c. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan. d. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan koordinasi penyusunan kebijakan. b.rtf 48 . dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan. program. Subbagian Rencana dan Program.

anggaran dan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan perbendaharaan. penyiapan bahan pelaksanaan anggaran dan bimbingan teknis administrasi keuangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. c. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta penyiapan bahan penyusunan pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat.rtf 49 .(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan. program. Subbagian Sistem Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. rencana. pengelolaan dan pengembangan sistem dan teknologi informasi di bidang transportasi darat serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.VALID). Pasal 120 (3) Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. dan Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal 122 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Perbendaharaan.DITJEN HUBDAT (FINAL . b. Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120. c. b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

c. 02 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). pengeluaran dan penerimaan serta revisi anggaran dan bimbingan teknis administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerjasama luar negeri di bidang transportasi darat. Pasal 125 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 124. Bagian Hukum dan Kerjasama menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerja sama luar negeri di bidang transportasi darat. penyiapan bahan penyusunan rancangan dan penelaahan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat. Pasal 124 Bagian Hukum dan Kerjasama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan verifikasi anggaran dan akuntansi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. (2) (3) b. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum.Pasal 123 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penggunaan.DITJEN HUBDAT (FINAL . Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum.rtf 50 .

Pasal 126 Bagian Hukum terdiri atas: a.VALID). b. Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi. c.rtf 51 . serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat. Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Pasal 127 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan dan penelaahan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat serta melakukan verifikasi Raperda dan Perda yang berkaitan dengan sub sektor Perhubungan Darat sesuai dengan peraturan perundangan.DITJEN HUBDAT (FINAL . Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang transportasi darat. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum. Pasal 128 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian. penyusunan organisasi dan tata laksana serta urusan tata usaha dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama. (2) (3) 02 OTK KEMENHUB 2010 .

urusan umum serta urusan pengadaan dan inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. organisasi dan tata laksana. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 131 (1) Subbagian Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pegawai. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian dan administrasi perkantoran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. mutasi dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. c. Pasal 130 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. Subbagian Kepegawaian dan Organisasi.DITJEN HUBDAT (FINAL . serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional dan standar kompetensi sumber daya manusia aparatur di bidang transportasi darat. Subbagian Tata Usaha. dan Subbagian Rumah Tangga. 02 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 52 . c. pengembangan dan peningkatan kompetensi pegawai. dan penyiapan bahan pengelolaan urusan kerumahtanggaan dan kesejahteraan pegawai. organisasi dan tata laksana serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional dan standar kompetensi sumber daya manusia aparatur di bidang transportasi darat. mutasi pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. b.VALID). pengembangan dan peningkatan kompetensi pegawai.Pasal 129 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128. b.

pedoman. lalu lintas jalan. surat menyurat. serta bimbingan teknis. serta urusan pengadaan dan inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. lalu lintas jalan. urusan umum. kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. standar. pedoman. angkutan jalan. kerumahtanggaan dan kesejahteraan pegawai.VALID).rtf 53 . d. (3) Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 132 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. sarana angkutan jalan.(2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha kepegawaian. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi jalan. angkutan jalan.DITJEN HUBDAT (FINAL . sarana angkutan jalan. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. sarana angkutan jalan. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. c. ekspedisi dan penggandaan. kearsipan. lalu lintas jalan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. angkutan jalan. norma. pengawasan. Pasal 133 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132. b. penyiapan penyusunan standar. norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi jalan.

e. jaringan trayek angkutan antar kota antar propinsi. pedoman. dan Subbagian Tata Usaha. f. program dan evaluasi pengembangan lalu lintas dan angkutan jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. jaringan lintas angkutan barang pada jalan nasional. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. 02 OTK KEMENHUB 2010 . serta simpul. penetapan serta evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan. dan internasional di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. penguji kendaraan bermotor serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. Pasal 134 f. tipe terminal serta sistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan pemberian kualifikasi teknis petugas terminal. standar.rtf 54 . penyusunan rencana. rancang bangun. g. kriteria. penyusunan dan penyiapan bahan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan jalan nasional. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terdiri atas: a.e. regional. Subdirektorat Angkutan Jalan. Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan. klasifikasi. penyiapan pelaksanaan pembinaan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan jalan. prosedur dan bimbingan teknis. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan. Subdirektorat Pengendalian Operasional.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 135 Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. d. h. b. lokasi. penyiapan pelaksanaan harmonisasi dan standarisasi regulasi tingkat nasional. c.VALID). penyiapan pelaksanaan monitoring. lintas batas negara dan jaringan trayek angkutan perintis. norma. Subdirektorat Lalu Lintas Jalan.

jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan.VALID).rtf 55 . pedoman. standar. jaringan trayek antar propinsi. d. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan jalan nasional. penentuan lokasi terminal. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi jalan. Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan menyelenggarakan fungsi: a. sistim informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan Standar Pelayanan Minimal pengoperasian terminal. norma. Kota dan Kabupaten. penyiapan bahan perumusan kebijakan. program dan evaluasi pengembangan lalu lintas dan angkutan jalan. penentuan lokasi terminal penumpang tipe B dan tipe C. jaringan lintas angkutan barang di jalan nasional. penyiapan bahan perumusan pengembangan sistim informasi dan komunikasi sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan.Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135. c. e. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian kualifikasi teknis petugas terminal. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk lalu lintas dan angkutan jalan. lokasi terminal penumpang tipe utama dan penyusunan rencana. penentuan lokasi terminal barang tipe pengumpul dan tipe penunjang. jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan untuk penumpang dan barang. angkutan perintis. lintas batas negara. f. lokasi terminal penumpang tipe A. b. sistim informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan Standar Pelayanan Minimal pengoperasian terminal. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan Jalan Propinsi.DITJEN HUBDAT (FINAL .

dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. jaringan trayek antar kota antar propinsi dan jaringan lintas pada jaringan jalan primer serta penetapan lokasi terminal tipe A. dan penyiapan pengesahan hasil uji tipe. penetapan jaringan trayek lintas batas negara. Pasal 138 (1) Seksi Jaringan Prasarana dan Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. serta pengembangan sistim informasi dan komunikasi sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan. standar.DITJEN HUBDAT (FINAL . pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. teknologi kendaraan bermotor. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan transportasi jalan. 56 (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar. Pasal 139 Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. kriteria.rtf . dan penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan transportasi jalan primer. standar. pedoman. program dan evaluasi pengembangan transportasi jalan. norma. sertifikasi registrasi uji tipe kendaraan bermotor. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penetapan lokasi terminal barang utama dan penetapan kelas jalan primer serta pemberian kualifikasi teknis petugas terminal. evaluasi dan pelaporan di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. Seksi Jaringan Prasarana dan Pelayanan. pengujian kendaraan bermotor. norma. dan Seksi Pengembangan Transportasi Jalan. Seksi Pengembangan Transportasi Jalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.Pasal 137 Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan terdiri atas: a. perumusan rencana. sertifikasi uji sampel kendaraan bermotor. sertifikasi uji tipe kendaraan bermotor. b. harmonisasi dan standarisasi regulasi kendaraan bermotor. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan prasarana transportasi jalan dan jaringan pelayanan angkutan jalan serta penyiapan bimbingan teknis penyusunan jaringan transportasi jalan sekunder dan penentuan lokasi terminal tipe B dan terminal tipe C serta terminal barang. pedoman.VALID).

akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor. serta pelaksanaan pemeriksaan terhadap pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. serta harmonisasi dan standarisasi regulasi. serta pengujian kendaraan bermotor.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan penyusunan standardisasi. pedoman. norma. kriteria. c. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor dan kendaraan tidak bermotor. teknologi kendaraan bermotor. pelaksanaan pemeriksaan terhadap pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. teknologi kendaraan bermotor.sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor. Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi pengujian tipe dan berkala kendaraan bermotor. norma. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. sistem dan prosedur di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. sertifikasi rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. sertifikasi modifikasi kendaraan bermotor. pengujian kendaraan bermotor.VALID). teknologi kendaraan bermotor. 02 OTK KEMENHUB 2010 . dan prosedur di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. 57 b. f. penyiapan bahan pengesahan hasil uji tipe dan sertifikasi uji tipe kendaraan bermotor. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang sarana angkutan jalan.rtf . pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor. e. sertifikasi rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor. akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor serta evaluasi dan pelaporan di bidang sarana angkutan jalan. serta pengujian kendaraan bermotor. pedoman. serta pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor. Pasal 140 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139. d. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan.

pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 142 (1) Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 58 . norma. Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian kendaraan bermotor dan penyiapan bahan pengesahan hasil uji tipe. sertifikasi registrasi uji tipe kendaraan bermotor. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. norma. perlengkapan jalan dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyiapan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan.DITJEN HUBDAT (FINAL . akreditasi unit penimbangan kendaraan bermotor dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor. sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor dan akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor. Seksi Teknologi Kendaraan Bermotor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang teknologi kendaraan bermotor. persyaratan teknis dan kelaikan jalan kendaraan bermotor dan penyiapan bahan sertifikasi rancang bangun kendaraan bermotor. pedoman.VALID). dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria. standar. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar. pedoman. standar. pelaksanaan pemeriksaan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor serta harmonisasi dan standardisasi regulasi kendaraan bermotor. Pasal 143 Subdirektorat Lalu Lintas Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. norma. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan Seksi Teknologi Kendaraan Bermotor.Pasal 141 Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan terdiri atas: a. b.

dan prosedur serta bimbingan teknis. d.rtf 59 .Pasal 144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143. f. e.DITJEN HUBDAT (FINAL . perlengkapan jalan dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyiapan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan di jalan nasional dan pengoperasian alat penimbangan. dan pemeliharaan perlengkapan jalan di jalan nasional. penyusunan sistem informasi manajemen rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor. penyiapan bahan pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan. penyiapan bahan penyusunan analisis.VALID). c. norma. pemasangan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. b. perbaikan. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. standar. perlengkapan jalan. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kebutuhan pengadaan. pedoman. h. evaluasi dan laporan pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas serta analisa dampak lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . g. penyiapan bahan perumusan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas jalan. kriteria. dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan dan penimbangan kendaraan bermotor di jalan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan pemberian kualifikasi teknis petugas alat penimbangan. Subdirektorat Lalu Lintas Jalan menyelenggarakan fungsi: a.

VALID). prosedur dan kriteria. Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas. Pasal 147 Subdirektorat Angkutan Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. norma. penyiapan mekanisme proses perijinan dan pelaksanaan urusan perijinan angkutan penumpang dan angkutan barang di jalan. standar. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan penilaian kinerja dan pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum. serta penyiapan bahan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional baik di jalan tol maupun non-tol.DITJEN HUBDAT (FINAL . analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. norma. sesuai dengan kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan penumpang dan barang. penyelenggaraan sistem informasi dan komunikasi angkutan jalan. bimbingan teknis. b.rtf 60 . pedoman. Seksi Perlengkapan Jalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas. pengkajian dan perhitungan tarif angkutan penumpang dan barang di jalan. pedoman. serta pemberian subsidi angkutan umum. standar. monitoring. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.Pasal 145 Subdirektorat Lalu Lintas Jalan terdiri atas: a. dan Seksi Perlengkapan Jalan. Pasal 146 (1) Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang perlengkapan jalan dan penimbangan kendaraan bermotor di jalan. serta penyiapan bahan akreditasi unit penimbangan kendaraan bermotor dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor.

taksi tertentu dan angkutan sewa.DITJEN HUBDAT (FINAL . izin operasi angkutan pariwisata. pedoman. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. pedoman. kriteria dan prosedur di bidang angkutan penumpang dan angkutan barang serta tarif angkutan penumpang dan/ atau barang di jalan. c. penyiapan bahan pelaksanaan sistem informasi dan komunikasi di bidang angkutan jalan. penyiapan bahan perumusan pemberian izin trayek angkutan penumpang untuk trayek lintas batas negara dan trayek antar kota antar propinsi.Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. Subdirektorat Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a. e.rtf 61 . standar. b. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan jalan. norma. penetapan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang angkutan penumpang dan angkutan barang serta tarif angkutan penumpang dan/ atau barang di jalan. f. Pasal 149 Subdirektorat Angkutan Jalan terdiri atas: a. dan Seksi Angkutan Barang. Pasal 150 (1) Seksi Angkutan Penumpang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum dan pemberian subsidi angkutan umum. d. penyiapan bahan penilaian kinerja perusahaan angkutan umum. dan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan penumpang dan tarif angkutan penumpang serta penyiapan bahan b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Seksi Angkutan Penumpang.VALID). serta pengendalian angkutan barang tertentu.

standar.pemberian izin trayek lintas batas negara dan trayek antar kota antar propinsi.DITJEN HUBDAT (FINAL . (2) Seksi Angkutan Barang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). kriteria dan prosedur di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. b. standar. Pasal 152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. Pasal 151 Subdirektorat Pengendalian Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum dan pemberian subsidi angkutan umum. dan pembinaan angkutan barang. pedoman. norma. pedoman. serta penyiapan bahan pemberian izin operasi angkutan barang tertentu.rtf 62 . norma. penyiapan bahan perumusan standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengendalian Operasional menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan barang dan pengkajian tarif angkutan barang. norma. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. pelaksanaan pengawasan sarana dan prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan penegakan hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terhadap pelanggaran di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. izin operasi angkutan pariwisata dan angkutan penumpang tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya bersifat lintas batas negara dan antar kota antar propinsi serta penetapan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi serta penilaian kinerja perusahaan angkutan umum.

standar. e. norma. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan.DITJEN HUBDAT (FINAL .c. kriteria. penyiapan bahan perumusan pengusulan pengangkatan/ pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan. Pasal 153 d. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. norma. norma. sistem dan prosedur di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan penegakan hukum dan penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran pelaksanaan kebijakan. dan Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil. b. Subdirektorat Pengendalian Operasional terdiri atas: a. Pasal 154 (1) Seksi Monitoring Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan prosedur di bidang sarana dan prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. pedoman.VALID). kriteria. kriteria. Seksi Monitoring Operasional. sistem dan prosedur di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. standar. 63 02 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. g. standar. penertiban dan pemberian sanksi administratif terhadap pelanggaran operasional kendaraan angkutan umum yang menjadi kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan terhadap kebijakan. pedoman. standar.rtf . f. norma.

norma. lalu lintas dan angkutan sungai. pedoman.VALID). kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi. sarana. 02 OTK KEMENHUB 2010 . danau dan penyeberangan. norma. kriteria dan prosedur. b. lalu lintas dan angkutan sungai. standar. standar. dan rumah tangga Direktorat. pelabuhan. kepegawaian. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi. serta bimbingan teknis. sarana. norma. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. Pasal 155 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha.rtf 64 . danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan penyiapan bahan pengusulan pengangkatan dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Danau dan Penyeberangan Pasal 156 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. pelabuhan.(2) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. Bagian Kelima Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai.DITJEN HUBDAT (FINAL . pedoman. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. penyiapan penyusunan standar. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai.

e.VALID).DITJEN HUBDAT (FINAL . lalu lintas dan angkutan sungai. Inspektur Sungai dan Danau.rtf 65 . g. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. Danau dan Penyeberangan. e. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan perumusan pelaksanaan kebijakan di bidang jaringan transportasi. Subdirektorat Pelabuhan Penyeberangan. Sungai. b. lalu lintas dan angkutan sungai. serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai. Sungai. danau dan penyeberangan. sarana. Pasal 158 d. f. f.c. Pejabat Pemberangkatan Angkutan Sungai dan Danau. penyiapan pelaksanaan pembinaan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai. Danau dan Penyeberangan. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. danau dan penyeberangan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Lintas Sungai. c. Danau Danau Danau dan dan dan Subdirektorat Angkutan Penyeberangan. danau dan penyeberangan. d. sarana. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi. Subdirektorat Lalu Penyeberangan. danau dan penyeberangan. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. dan Subbagian Tata Usaha. pelabuhan. Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai. danau dan penyeberangan. pelabuhan. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai.

norma. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi sungai. dan penetapan lintas penyeberangan dalam propinsi dan dalam kabupaten / kota. b. penyusunan rencana umum. evaluasi. penyusunan rencana umum. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. pengembangan dan pengawasan perwujudan serta penetapan jaringan transportasi sungai. penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan transportasi sungai. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. standar. danau dan penyeberangan serta pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) lalu lintas dan angkutan sungai. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. analisis.Pasal 159 Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai. pengembangan dan pengawasan perwujudan serta penetapan jaringan transportasi sungai. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan dalam propinsi dan dalam kabupaten / kota. analisis. evaluasi. d. norma. pedoman. Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi sungai. c. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi sungai. dan prosedur serta bimbingan teknis. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 160 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159.VALID). penetapan lintas penyeberangan antar propinsi dan antar negara. pedoman.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan penyusunan jaringan lintas penyeberangan antar propinsi dan antar negara dan pemaduan rencana kegiatan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. standar. penyusunan rencana umum jaringan transportasi sungai. analisis.rtf 66 . danau dan penyeberangan. evaluasi dan pengembangan jaringan transportasi sungai. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi sungai. kriteria. e. danau dan penyeberangan.

evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan.DITJEN HUBDAT (FINAL .Pasal 161 Subdirektorat Jaringan Transportasi Penyeberangan terdiri atas: a. analisis serta informasi jaringan transportasi sungai. Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai. b. pedoman. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun. norma. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 163 (2) Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Pengembangan Jaringan. serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. standar. dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. Sungai. danau dan penyeberangan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman.VALID). standar. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. danau dan penyeberangan. Pasal 164 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163. mutu pelayanan. perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. danau dan penyeberangan. perawatan. kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun. standar. Seksi Pengembangan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. norma. norma. kriteria. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum. pengembangan dan penetapan jaringan transportasi sungai.rtf 67 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 162 (1) Seksi Analisa dan Evaluasi Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeliharaan sarana angkutan sungai. danau dan penyeberangan. Danau dan Seksi Analisa dan Evaluasi Jaringan. mutu pelayanan.

penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rancang bangun sarana sungai. d. standar. Pasal 166 (1) Seksi Rancang Bangun Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.b. Danau dan Seksi Rancang Bangun Sarana. danau dan penyeberangan serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.rtf 68 . e. danau dan penyeberangan. b. mutu pelayanan. norma. danau dan penyeberangan. standar. norma. Subdirektorat Sarana Angkutan Penyeberangan terdiri atas: a. Pasal 165 c. danau dan penyeberangan serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. penyiapan bahan penyusunan perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. penyiapan bahan pelaksanaan kualifikasi teknis awak sarana angkutan sungai dan danau. danau dan penyeberangan serta registrasi sarana angkutan sungai dan danau. dan Seksi Bimbingan Perawatan Sarana. perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. Sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang perawatan dan pemeliharaan sarana angkutan sungai. pedoman. danau dan penyeberangan serta perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun sarana angkutan sungai.DITJEN HUBDAT (FINAL . dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Seksi Bimbingan Perawatan Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

norma. pemeliharaan. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. e. pemeliharaan. danau dan penyeberangan. standar.DITJEN HUBDAT (FINAL . danau dan penyeberangan. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. c. pembangunan. pedoman. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan. pembangunan. pemeliharaan. kriteria. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan. pembangunan. penyiapan bahan pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. pembangunan. 02 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 69 . danau dan penyeberangan.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan. Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167.Pasal 167 Subdirektorat Pelabuhan Sungai. pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. danau dan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pelabuhan Sungai. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan. penyiapan bahan pelaksanaan kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. pemeliharaan. kriteria dan prosedur di bidang perencanaan. norma. pedoman. d. b. standar. dan prosedur serta bimbingan teknis. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai.

pedoman.VALID). dan prosedur serta bimbingan teknis. danau dan penyeberangan. pemeliharaan. standar.DITJEN HUBDAT (FINAL . pembangunan. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . perambuan sungai.Pasal 169 Subdirektorat Pelabuhan Sungai. danau dan penyeberangan serta pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan dan pembangunan pelabuhan sungai. pedoman. pengoperasian. danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan tata cara berlalu lintas di sungai. alur-pelayaran sungai.rtf 70 . evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. pemeliharaan. norma. Pasal 171 Subdirektorat Lalu Lintas Sungai. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. Seksi Rancang Bangun Pelabuhan. danau dan penyeberangan. standar. standar. dan Seksi Bimbingan Pengelolaan Pelabuhan. pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. dan pengerukan alur-pelayaran sungai dan danau. pedoman. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. danau dan penyeberangan serta pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. Seksi Bimbingan Pengelolaan Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kolam pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. kriteria. perawatan dan perbaikan pelabuhan sungai. b. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penyelenggaraan. Pasal 170 (1) Seksi Rancang Bangun Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan. norma. danau dan penyeberangan.

Subdirektorat Lalu Lintas Sungai. Pasal 172 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171. d.penyeberangan. alur-pelayaran sungai. danau dan penyeberangan serta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. serta pembangunan. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. inspektur sungai dan danau serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. penyelenggaraan. kolam 71 b. pemeliharaan. pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. standar. inspektur sungai dan danau serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. c.rtf . dan pengerukan alur-pelayaran sungai. norma. kelestarian lingkungan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen dan tata cara berlalu lintas di sungai. alur-pelayaran sungai. danau.DITJEN HUBDAT (FINAL . kelestarian lingkungan serta perambuan sungai. pengoperasian. pengoperasian. penyelenggaraan. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. pembangunan. kolam pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. pedoman. danau dan penyeberangan. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. kriteria dan prosedur di bidang manajemen lalu lintas dan tata cara berlalu lintas di sungai. 02 OTK KEMENHUB 2010 . danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. dan bimbingan teknis pengerukan alur-pelayaran sungai dan danau. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. dan tata cara berlalu lintas di sungai. penyiapan bahan perumusan penetapan kelas alurpelayaran sungai dan danau. danau dan penyeberangan. perambuan sungai. penyiapan bahan perumusan peta alur-pelayaran sungai dan danau. e. pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeliharaan.VALID).

Seksi Alur dan Perambuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. dan bimbingan teknis pengerukan alur pelayaran sungai. danau dan penyeberangan. standar. dan Seksi Alur dan Perambuan. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. Pasal 173 Subdirektorat Lalu Lintas Sungai. norma. b. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. inspektur sungai dan danau. serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. evaluasi dan pelaporan di bidang pembangunan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pemeliharaan. pedoman. pedoman. penyelenggaraan. norma. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. Pasal 174 (1) Seksi Manajemen Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Manajemen Lalu Lintas. tata cara berlalu lintas di sungai.VALID). dan penyiapan bahan penetapan kelas alur dan peta alur pelayaran sungai dan danau. standar. danau dan penyeberangan. serta perambuan sungai.rtf 72 . reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan.DITJEN HUBDAT (FINAL . serta sertifikasi inspektur sungai dan danau dan pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. pembersihan alur pelayaran sungai dan danau. pengoperasian. danau dan kolam pelabuhan penyeberangan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

danau dan penyeberangan. perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. pedoman. norma. standar. danau dan penyeberangan. norma. danau dan penyeberangan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . serta keperintisan angkutan sungai. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan penyusunan persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional.rtf 73 . Subdirektorat Angkutan Sungai. perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. serta keperintisan angkutan sungai. danau dan penyeberangan. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional.VALID). dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. kriteria. danau dan penyeberangan.Pasal 175 Subdirektorat Angkutan Sungai. danau dan penyeberangan. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan. c. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai.DITJEN HUBDAT (FINAL . b. keperintisan angkutan sungai. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. danau dan penyeberangan. standar. serta pemantauan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. danau dan penyeberangan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. dan perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. danau dan penyeberangan serta penyusunan kriteria dan pelaksanaan pelayanan keperintisan angkutan sungai. perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. danau dan penyeberangan.

Pasal 178 (1) Seksi Bimbingan Usaha Angkutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan. pedoman. serta pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. norma. (2) Pasal 179 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. bimbingan teknis dan bantuan teknis.VALID). prosedur.DITJEN HUBDAT (FINAL . pedoman. kriteria. pedoman.rtf 74 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.Pasal 177 Subdirektorat Angkutan Sungai. Seksi Bimbingan Usaha Angkutan. dan Seksi Tarif dan Keperintisan. danau dan penyeberangan. evaluasi dan pelaporan di bidang perhitungan tarif. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan rumah tangga Direktorat. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. Seksi Tarif dan Keperintisan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. serta penyusunan kriteria dan pelaksanaan pelayanan keperintisan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Keenam Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan Pasal 180 Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. standar. norma. penyelenggaraan teknis. b. standar. kepegawaian. serta evaluasi dan pelaporan di bidang sistem transportasi perkotaan. pemantauan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. standar.

e. pemaduan moda transportasi perkotaan. dan dampak transportasi perkotaan. f. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transportasi perkotaan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. kriteria. penyiapan perumusan dan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan jaringan transportasi perkotaan. angkutan perkotaan. d. g. lalu lintas perkotaan. pedoman. dan dampak transportasi perkotaan. dan rumah tangga Direktorat. pemaduan moda transportasi perkotaan. h. kepegawaian. lalu lintas perkotaan. penyiapan penyusunan standar. lalu lintas perkotaan. c. penyiapan perumusan dan penyelenggaraan teknis di bidang penyusunan rencana transportasi perkotaan. lalu lintas perkotaan. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi perkotaan.VALID). dan prosedur di bidang jaringan transportasi perkotaan. angkutan perkotaan. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang sistem transportasi perkotaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. norma. angkutan perkotaan. pemaduan moda transportasi perkotaan. penyelenggaraan angkutan perkotaan dan penyelenggaraan pemaduan moda transportasi yang wilayah pelayanannya melebihi 1 (satu) provinsi serta penyelenggaraan manajemen rekayasa lalu lintas dan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional perkotaan. dan dampak transportasi perkotaan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi perkotaan. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. dan dampak transportasi perkotaan.DITJEN HUBDAT (FINAL . b. angkutan perkotaan.Pasal 181 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180.rtf 75 . pemaduan moda transportasi perkotaan.

bimbingan teknis. d. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. pedoman. c. 02 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. c. Subdirektorat Angkutan Perkotaan. e. Pasal 183 Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan.Pasal 182 Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. norma. norma.DITJEN HUBDAT (FINAL .rtf 76 . penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan teknis di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. dan Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. b. f. b. kriteria dan prosedur. bantuan teknis. Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan.

penyiapan bahan penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) jaringan transportasi perkotaan dan pengkoordinasian SIM transportasi perkotaan.DITJEN HUBDAT (FINAL . Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. norma.VALID). penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) transportasi perkotaan dan implementasi rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. pemberian bimbingan dan bantuan teknis serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. dan Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah II. b. 02 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. f. Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah I.rtf 77 . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang terintegrasi dengan moda lainnya untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi.d. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 185 e. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum transportasi perkotaan yang berbasis jalan. pedoman. jalan rel dan perairan daratan serta penyusunan rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi. Pasal 186 (1) Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan dan Sulawesi. standar. penyusunan sistem informasi manajemen (SIM) jaringan transportasi perkotaan.

penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak b.rtf 78 . standar. manajemen kebutuhan lalu lintas. manajemen rekayasa lalu lintas di jalan dalam kawasan perkotaan. Bali. Nusa Tenggara Barat. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. norma. standar. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan.(2) Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum transportasi perkotaan yang berbasis jalan. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) transportasi perkotaan dan implementasi rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. Maluku dan Papua. fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. norma. c. pedoman. bimbingan teknis. standar. Nusa Tenggara Timur. fasilitas lalu lintas perkotaan. pemantauan. Pasal 187 Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian teknis pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. perparkiran. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. jalan rel dan perairan daratan serta penyusunan rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi. kriteria dan prosedur. penyelenggaraan. 02 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor serta penyelenggaraan teknis manajemen rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. bantuan teknis.

evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas perkotaan. fasilitas lalu lintas perkotaan. b. manajemen rekayasa lalu lintas di jalan dalam kawasan perkotaan. Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 189 Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan terdiri atas: a. pedoman. fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. dan rumusan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. perparkiran. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan teknis di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan.DITJEN HUBDAT (FINAL . perparkiran. bimbingan teknis dan bantuan teknis serta penyelenggaraan teknis pelaksanaan manajemen rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. Pasal 190 (1) Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi. 02 OTK KEMENHUB 2010 . e. penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor dan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi. norma. dan Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah II. manajemen kebutuhan lalu lintas. manajemen kebutuhan lalu lintas. d.VALID). dan penyiapan bahan penyusunan serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan.rtf 79 . fasilitas lalu lintas perkotaan. pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah I. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar.bermotor dan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi.

bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek berupa sarana angkutan umum perkotaan dan/atau fasilitas pendukungnya. dan rumusan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana umum jaringan trayek serta penentuan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. standar. Subdirektorat Angkutan Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. norma. Maluku dan Papua. bantuan teknis. Pasal 191 Subdirektorat Angkutan Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek. Bali. standar. pedoman. pedoman. standar. pemantauan. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas perkotaan. Nusa Tenggara Barat. b.DITJEN HUBDAT (FINAL . c. penyiapan bahan perumusan penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. norma. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek. penyiapan bahan perumusan kebijakan.(2) Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID).rtf 80 . Nusa Tenggara Timur. kriteria dan prosedur. pedoman. d. 02 OTK KEMENHUB 2010 .

Bali. pemantauan. standar.e. penyusunan rencana jaringan trayek perkotaan. Pasal 194 (1) Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. b. bimbingan dan bantuan teknis. serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. Pasal 193 f.DITJEN HUBDAT (FINAL . (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan trayek perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. dan Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah II. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan. Nusa Tenggara Barat. standar. Nusa Tenggara Timur. penyusunan rencana jaringan trayek perkotaan.VALID). pedoman. Kalimantan dan Sulawesi. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan perkotaan dalam trayek. Maluku dan Papua. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan perkotaan dalam trayek. norma. norma.rtf 81 . dan manajemen di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah I. Subdirektorat Angkutan Perkotaan terdiri atas: a. Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

penyiapan bahan penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul transportasi (bandara. pedoman. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda. angkutan pemadu moda dan angkutan umum perkotaan tidak dalam trayek.Pasal 195 Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. pelabuhan. standar. bimbingan teknis. pemantauan. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. pedoman. penyiapan bahan perumusan penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang serta pemenuhan kebutuhan angkutan pemadu moda. bantuan teknis.rtf 82 . dan terminal) di kawasan perkotaan. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. stasiun. d. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyelenggaraan teknis penyusunan rencana sistem pemaduan moda dan rencana umum jaringan trayek angkutan pemadu moda serta penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan umum perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi.DITJEN HUBDAT (FINAL .VALID). penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. standar. b. c. kriteria dan prosedur.

dan Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah II. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah I. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 198 (1) Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyelenggaraan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan b. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang.VALID). pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan teknis pemaduan moda transportasi perkotaan yang strategis dan/atau berskala nasional. standar. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan. Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang serta pemenuhan kebutuhan angkutan pemadu moda.rtf 83 . penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul transportasi. perumusan kebijakan. penyusunan sistem informasi dan manajemen. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda. serta penyelenggaraan teknis pemaduan moda transportasi perkotaan yang strategis dan/atau berskala nasional. g. standar. pemberian bimbingan teknis dan bantuan teknis. h. norma.e. Pasal 197 f. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. pedoman. norma. penyiapan bahan penyusunan sistem informasi dan manajemen di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan.

standar. sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional pada kawasan perkotaan. penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul (bandara. dan terminal) di kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. Pasal 199 Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. bantuan teknis. dan terminal) di kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa.rtf 84 . (2) Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan.DITJEN HUBDAT (FINAL . bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul (bandara.VALID). Maluku dan Papua. penyelenggaraan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang dan/atau barang. norma. kriteria dan prosedur. norma. Bali. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Nusa Tenggara Barat. pedoman. pelabuhan. Kalimantan dan Sulawesi. pedoman. stasiun. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda.penumpang dan/atau barang. penanganan dampak transportasi. Nusa Tenggara Timur. pelabuhan. stasiun.

sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional pada kawasan perkotaan.Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. e. penyiapan bahan penyusunan masterplan transportasi perkotaan ramah lingkungan. penyiapan bahan penyusunan sistem informasi dan manajemen bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. kriteria dan prosedur. norma. pelaksanaan sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas di bidang 85 b. pemberian bimbingan teknis. f. pemanfaatan teknologi kendaraan hybrid serta peralatan pemantau emisi gas buang dan tingkat kebisingan kendaraan bermotor.VALID). penanganan dampak transportasi. penyusunan sistem informasi dan manajemen. sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional di kawasan perkotaan. bantuan teknis. pedoman. standar. penyiapan bahan pelaksanaan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. h. c. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas. 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar. pemberian bantuan teknis.rtf . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis penanganan dampak transportasi berupa peralatan pendukung penggunaan bahan bakar alternatif. kriteria dan prosedur bimbingan teknis.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan dan penanganan dampak transportasi. d. g. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan perumusan kebijakan. penyusunan masterplan transportasi perkotaan ramah lingkungan. norma. Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a.

DITJEN HUBDAT (FINAL . penanganan dampak transportasi di kawasan perkotaan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan berwawasan lingkungan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 86 . norma. pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan dan pelaksanaan rekomendasi hasil analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan di wilayah II meliputi Pulau Jawa. norma. Kalimantan dan Sulawesi. pedoman. penyelenggaraan teknis pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. standar. dan Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah II.VALID). Maluku dan Papua.penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. pedoman. Pasal 202 (1) Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penanganan dampak transportasi di kawasan perkotaan. Nusa Tenggara Barat. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan berwawasan lingkungan. Pasal 201 Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan dan pelaksanaan rekomendasi hasil analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. Bali. Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. penyusunan masterplan pengembangan teknologi transportasi ramah lingkungan. penyusunan masterplan pengembangan teknologi transportasi ramah lingkungan. Nusa Tenggara Timur. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah I.

penyiapan penyusunan kualifikasi dan pembinaan teknis sumber daya manusia di bidang keselamatan transportasi darat. promosi dan kemitraan. d. standar. serta bimbingan teknis. pembinaan keselamatan angkutan umum.rtf 87 . evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan transportasi darat. standar.DITJEN HUBDAT (FINAL . e. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan transportasi darat. norma. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. norma. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. kriteria dan prosedur di bidang manajemen keselamatan. kriteria dan prosedur.VALID). penyiapan perumusan kebijakan.Pasal 203 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. promosi dan kemitraan. penyiapan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen keselamatan. Direktorat Keselamatan Transportasi Darat menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. 02 OTK KEMENHUB 2010 . serta audit dan inspeksi keselamatan transportasi darat. serta audit dan inspeksi keselamatan transportasi darat. b. c. Bagian Ketujuh Direktorat Keselamatan Transportasi Darat Pasal 204 Direktorat Keselamatan Transportasi Darat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. pembinaan keselamatan angkutan umum. pedoman. Pasal 205 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204.

Subdirektorat Manajemen Keselamatan. serta sistem informasi manajemen keselamatan. norma. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan Propinsi. prosedur. b. penetapan serta monitoring.Pasal 206 Direktorat Keselamatan Transportasi Darat terdiri atas: a. Subdirektorat Manajemen Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. program dan evaluasi pengembangan keselamatan lalu lintas angkutan jalan. Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan. Pasal 207 Subdirektorat Manajemen Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penyusunan rencana umum nasional keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. danau dan penyeberangan. Kota dan Kabupaten. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan dan pengkajian keselamatan. d. norma.VALID). b. penyiapan bahan penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan nasional dan penyusunan rencana. penyiapan bahan perumusan kebijakan. sungai.DITJEN HUBDAT (FINAL . danau dan penyeberangan. Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum. sistem informasi manajemen keselamatan. kriteria. pedoman. dan bimbingan teknis. Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. sungai.rtf 88 . dan Subbagian Tata Usaha. penyusunan rencana. dan sistem informasi manajemen keselamatan. standar. program. e. c. c. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. standar. monitoring dan evaluasi pengembangan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.

sungai. b. f. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan sistem informasi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Pasal 210 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penyiapan bahan harmonisasi kebijakan dan penyusunan program keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan dan pengkajian keselamatan. dan Seksi Pengembangan Keselamatan. kualifikasi unit pengkajian keselamatan dan penyiapan bahan pengembangan sistem informasi manajemen keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.VALID). pedoman. serta pelaksanaan promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. norma. bimbingan teknis. e. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar. pedoman. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar.rtf 89 . standar. norma.d. Seksi Pengembangan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan keselamatan. evaluasi dan pelaporan di bidang promosi dan kemitraan keselamatan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian kualifikasi anggota Unit Pengkajian Keselamatan. bimbingan teknis dan pelaporan di bidang monitoring dan evaluasi data kecelakaan. Pasal 211 Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Seksi Monitoring dan Evaluasi. sungai. sungai. norma. dan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 209 Subdirektorat Manajemen Keselamatan terdiri atas: a. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur. danau dan penyeberangan.

rtf 90 .VALID). danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur. Seksi Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. publikasi dan deseminasi. b. bimbingan teknis. kriteria dan prosedur. norma. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . publikasi dan deseminasi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. danau dan penyeberangan. pedoman. sungai. pedoman. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan. sungai. pedoman. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang promosi dan kemitraan keselamatan. evaluasi dan pelaporan di bidang promosi keselamatan dan penyiapan bahan penyuluhan. sungai. kriteria dan prosedur di bidang promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. serta kemitraan antar lembaga dan masyarakat di bidang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.Pasal 212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211. sungai. b.DITJEN HUBDAT (FINAL . sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang kemitraan keselamatan dan penyiapan bahan pelaksanaan kemitraan antar lembaga dan masyarakat di bidang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. standar. Seksi Promosi. Pasal 213 Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan terdiri atas: a. standar. standar. norma. norma. danau dan penyeberangan. dan Seksi Kemitraan. Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 214 (1) Seksi Promosi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. bimbingan teknis.

norma.Pasal 215 Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. c. d. norma. dan Seksi Keselamatan Awak Angkutan Umum. Seksi Keselamatan Pengusahaan Angkutan Umum. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian akreditasi lembaga pendidikan dan pelatihan pengemudi angkutan umum. standar. Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum menyelenggarakan fungsi: a. b. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID). b. kriteria. Pasal 217 Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum terdiri atas: a. Pasal 216 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215.rtf 91 . standar. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang sistem manajemen keselamatan pengusahaan angkutan umum dan pengembangan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau.DITJEN HUBDAT (FINAL .

norma. investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan inspeksi keselamatan sarana. prasarana. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. danau dan penyeberangan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar. norma. kriteria dan prosedur.VALID). kriteria dan prosedur. investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan inspeksi keselamatan sarana. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai. kriteria dan prosedur di bidang audit keselamatan. norma. Pasal 220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219. standar. bimbingan teknis. Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a.rtf 92 . Pasal 219 Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. danau dan penyeberangan dan laik fungsi jalan. standar.DITJEN HUBDAT (FINAL . Seksi Keselamatan Awak Angkutan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prasarana. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang audit keselamatan. standar. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai. pedoman. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum. pedoman. (2) b.Pasal 218 (1) Seksi Keselamatan Pengusahaan Angkutan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang audit dan inspeksi keselamatan serta investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan investigasi kecelakaan sungai. danau dan penyeberangan dan laik fungsi jalan.

sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai. Pasal 222 (1) Seksi Audit Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan terdiri atas: a. danau dan penyeberangan serta laik fungsi jalan. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan serta investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan. Pasal 221 d. sumber daya manusia. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang audit.VALID). sungai. danau dan penyeberangan serta pelaksanaan investigasi kecelakaan sungai.DITJEN HUBDAT (FINAL . dan pelaku transportasi jalan dan sungai. bimbingan teknis. kriteria dan prosedur. identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan pelaku transportasi jalan dan sungai.rtf 93 . norma. evaluasi dan pelaporan di bidang audit keselamatan sarana. dan Seksi Inspeksi Keselamatan. kriteria dan prosedur. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. alur sungai dan danau. pedoman. prasarana. penyiapan bahan pelaksanaan inspeksi keselamatan sarana dan prasarana transportasi jalan dan sungai. Seksi Inspeksi Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prasarana.c. pedoman. standar. inspeksi keselamatan sarana dan prasarana. evaluasi dan pelaporan di bidang inspeksi keselamatan sarana. danau dan penyeberangan serta laik fungsi jalan. danau dan penyeberangan dan penyiapan bahan pelaksanaan audit faktor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Pasal 223 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. sumber daya manusia. Seksi Audit Keselamatan. standar. bimbingan teknis. investigasi/ identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan. norma. b.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 224 Kelompok Jabatan Fungsional pada organisasi Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).rtf 94 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.DITJEN HUBDAT (FINAL . (2) (3) (4) 02 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 225 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.VALID). dan masing-masing Direktur.

b. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. prosedur. standar.VALID). c. penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan laut. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dipimpin oleh Direktur Jenderal. (2) d. Pasal 227 Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perhubungan laut.DITJEN HUBLA (FINAL . 03 OTK KEMENHUB 2010 . Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a.rtf 95 .BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT Bagian Pertama Kedudukan. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Tugas dan Fungsi Pasal 226 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. dan kriteria di bidang perhubungan laut. e. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan laut. perumusan kebijakan di bidang perhubungan laut.

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 229 Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terdiri atas: a. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas melaksanakan pemberian pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. penyiapan pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana. e.VALID). dan Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan.rtf 96 . Direktorat Kenavigasian. Pasal 231 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230. c. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan. f. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut. program dan anggaran. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan barang inventaris milik negara.DITJEN HUBLA (FINAL . Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan. b. b. d.

konsep dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terdiri atas: a. 03 OTK KEMENHUB 2010 . serta penyusunan program kerja sama teknik dan pinjaman / hibah luar negeri. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana. Pasal 232 d. e. b. perumusan kebijakan. standar dan rencana usaha kemitraan. program dan anggaran. Bagian Perencanaan.VALID). dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat. d. dokumentasi hukum serta pelaksanaan hubungan masyarakat dan kerjasama luar negeri.c. penyusunan pedoman. rancangan Rencana Kerja (RENJA). Pasal 233 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana.rtf 97 . Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). hubungan antar lembaga. Bagian Hukum. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan anggaran. dan penyiapan pelaksanaan penelaahan. dan Bagian Kepegawaian dan Umum. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. perumusan kebijakan. penyiapan pelaksanaan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. c. dan b. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. pelaksanaan urusan tata usaha. rumah tangga dan kepegawaian.DITJEN HUBLA (FINAL . pemberian pertimbangan dan bantuan hukum.

rancangan Rencana Kerja (RENJA). dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. bimbingan dan penataan organisasi dan tata laksana.VALID). Pasal 236 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana.c. penyiapan bahan bimbingan dan penataan organisasi dan tata laksana. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). serta penyusunan program kerja sama teknik dan pinjaman / hibah luar negeri. penyiapan bahan koordinasi kebijakan dan penetapan tarif. penyusunan pedoman. Subbagian Program. serta penyiapan bahan koordinasi kebijakan dan penetapan tarif. b.rtf 98 . Subbagian Rencana. hubungan antar lembaga. Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan anggaran. Pasal 237 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan inventarisasi Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. standar dan rencana usaha kemitraan. konsep dokumen pelaksanaan anggaran. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. (2) (3) 03 OTK KEMENHUB 2010 . perumusan kebijakan. c. rencana dan evaluasi kinerja. Pasal 235 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. penyusunan rencana dan evaluasi kinerja serta evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.DITJEN HUBLA (FINAL .

dan penyiapan bahan verifikasi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. revisi anggaran dan pemantauan anggaran serta penyiapan petunjuk pelaksanaan anggaran. dan Subbagian Verifikasi dan Barang Milik Negara. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan rencana dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. b. b.VALID). pembinaan dan pengelolaan administrasi perlengkapan. serta tindak lanjut penyelesaian temuan dan pemantauan laporan hasil pemeriksaan aparat pengawas. penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan (TP) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR). penyusunan rencana dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan bahan pengesahan konsep dokumen pelaksanaan anggaran menjadi dokumen pelaksanaan anggaran. revisi anggaran dan pemantauan anggaran serta penyiapan petunjuk pelaksanaan anggaran.Pasal 238 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 237. Pasal 240 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan proses pengesahan konsep dokumen pelaksanaan anggaran menjadi dokumen pelaksanaan anggaran.DITJEN HUBLA (FINAL . penilaian dan penyusunan laporan realisasi anggaran dan neraca. pembukuan dan perhitungan anggaran. c.rtf 99 . c. Subbagian Perbendaharaan. pemantauan. Pasal 239 Bagian Keuangan terdiri atas: a.

dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan hukum dan penyuluhan peraturan perundang-undangan serta dokumentasi hukum. Pasal 243 Bagian Hukum terdiri atas: a. c. c.VALID). Bagian Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pembinaan dan pengelolaan administrasi perlengkapan. pelaksanaan bantuan dan penyuluhan hukum serta urusan kerjasama luar negeri dan hubungan masyarakat. Subbagian Peraturan Perundang-undangan.(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. dan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang perhubungan laut.DITJEN HUBLA (FINAL .rtf 100 . 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 241   (3) Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan telaahan hukum dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Subbagian Verifikasi dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan. penilaian dan penyusunan laporan realisasi anggaran dan neraca. Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi. Pasal 242 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 241. serta tindak lanjut penyelesaian temuan dan pemantauan laporan hasil pemeriksaan aparat pengawas. penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan (TP) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR). pemantauan. b. b.

Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan karir pegawai dan pengelolaan basis data kepegawaian serta analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 245 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan administrasi kepegawaian. (2) (3) b. kesejahteraan dan disiplin pegawai.rtf 101 .DITJEN HUBLA (FINAL . tata usaha dan rumah tangga. penyiapan bahan pelaksanaan mutasi. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan hubungan masyarakat dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri. c. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan bantuan hukum serta penyuluhan peraturan perundang-undangan dan dokumentasi hukum. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. Pasal 246 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 245.Pasal 244 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyiapan rancangan penyusunan peraturan perundangundangan di bidang perhubungan laut. kerumahtanggaan. dan penyiapan bahan pelaksanaan ketatausahaan. keprotokolan dan umum.VALID).

kepangkatan. keprotokolan dan umum. b. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 248 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan. c. serta kesejahteraan dan disiplin pegawai.Pasal 247 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. luar negeri. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan laut dalam negeri. dan Subbagian Tata Usaha. Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengangkatan. norma. pedoman. pengembangan usaha angkutan laut serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. Subbagian Mutasi.rtf 102 . Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatausahaan. kriteria dan prosedur. bimbingan teknis. standar. kerumahtanggaan. pengembangan pegawai dan pengelolaan basis data kepegawaian serta penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. (2) (3) Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Pasal 249 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. pemindahan. angkutan laut khusus.DITJEN HUBLA (FINAL . pemberhentian dan pensiun. Subbagian Pengembangan Pegawai.VALID).

pedoman. dan penyiapan pelaksanaan ketatausahaan. penyiapan pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional dan izin operasi angkutan laut khusus serta penetapan syarat bendera kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia dan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. angkutan laut khusus. c.VALID). Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang tarif angkutan laut. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut.DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan penyusunan standar. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang tarif angkutan laut. kriteria dan prosedur di bidang tarif angkutan laut. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. angkutan laut khusus. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. e. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif angkutan laut. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. angkutan laut khusus. 03 OTK KEMENHUB 2010 . angkutan laut dalam negeri dan luar negeri.Pasal 250 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri.rtf 103 . pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. b. f. dan kerumahtanggaan. angkutan laut khusus. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. d. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. norma. kepegawaian. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut.

Pasal 253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur. Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. c. kriteria dan prosedur di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner). standar. dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri. b. f. Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma.VALID). dan usaha pelayaran rakyat. e.DITJEN HUBLA (FINAL . Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. 03 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner. dan Subbagian Tata Usaha. tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. Pasal 252 Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.Pasal 251 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut terdiri atas: a. pedoman. dan usaha pelayaran rakyat. Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut. d. dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri. pedoman. norma. Tramper dan Pelayaran Rakyat.rtf 104 . standar. Sistem dan Informasi b. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner). Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut. Subdirektorat Pengembangan Angkutan Laut.

standar. Pasal 255 (1) Seksi Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan laut luar negeri. penempatan kapal dan pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing. Pasal 256 Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner). dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri.c. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang trayek tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri dan usaha pelayaran rakyat. pedoman. dan Seksi Tramper dan Pelayaran Rakyat. Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri terdiri atas: a. norma. norma.rtf 105 . standar. kriteria dan prosedur. Pasal 254 d. pedoman. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan jaringan trayek berjadwal tetap dan teratur angkutan laut dalam negeri. penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan syarat bendera kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . standar. serta bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. dan usaha pelayaran rakyat. b. Seksi Tramper dan Pelayaran Rakyat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. norma. Seksi Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner.

Eropa. b. bimbingan teknis. pedoman. Pasal 259 (1) Seksi Amerika. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayaran nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut dari Indonesia ke negara-negara di Amerika. Afrika. d. Asia Pasific.Pasal 257 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256.VALID). pedoman. penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper. Pasal 258 Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri terdiri atas: a. norma. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Amerika.DITJEN HUBLA (FINAL . kriteria dan prosedur.rtf 106 . Asia Pasific. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika. Eropa. kriteria dan prosedur di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika. Eropa dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Asia Pasific. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Afrika. standar. Afrika. c. Eropa dan Afrika. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper. Eropa. dan Seksi Asia Pasifik dan Australia.

norma. kriteria dan prosedur. serta bimbingan teknis.   Pasal 260 Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. aneka industri.rtf 107 . standar. Afrika dan sebaliknya serta perumusan kerjasama bilateral. aneka industri. standar. regional dan multilateral di bidang angkutan laut dan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. sub regional. standar. aneka industri. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. pedoman. (2) Seksi Asia Pasifik dan Australia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan laut khusus pertambangan.VALID). b. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. pedoman. Australia dan sebaliknya serta perumusan kerjasama bilateral. pariwisata. pedoman. norma.DITJEN HUBLA (FINAL . regional dan multilateral di bidang angkutan laut dan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayaran nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut dari Indonesia ke negara-negara di Asia Pasifik.Eropa. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. norma. kriteria dan prosedur. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 261 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260. Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. pariwisata. pariwisata. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. serta bimbingan teknis.

rtf 108 . pariwisata. dan Seksi Aneka Industri dan Penunjang Angkutan Laut. standar. pariwisata dan tenaga kerja bongkar muat. b. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. dan pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia serta penunjang angkutan laut. serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang pelaksanaan kegiatan operasional angkutan laut khusus aneka industri. Pariwisata dan Tenaga Kerja Bongkar Muat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . serta bimbingan teknis. norma. Seksi Pertambangan. Seksi Aneka Industri dan Penunjang Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur. kehutanan. norma.c.DITJEN HUBLA (FINAL . dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. standar. penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia. serta pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia. Pariwisata dan Tenaga Kerja Bongkar Muat. pedoman. Pasal 263 (1) Seksi Pertambangan. kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang pelaksanaan kegiatan operasional angkutan laut khusus pertambangan dan lepas pantai. pedoman.VALID). Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut terdiri atas: a. Pasal 262 d. perikanan. aneka industri.

penyiapan bahan pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif. b. pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL . norma. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut. Pasal 265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264. dan Seksi Bimbingan Usaha dan Tarif Angkutan Laut. pedoman. Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a.VALID). izin operasi angkutan laut khusus serta izin usaha angkutan multimoda. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut. b. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang tarif. c. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif angkutan laut dan penyiapan perumusan pengembangan armada serta penyelenggaraan usaha angkutan multimoda. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.rtf 109 . Seksi Analisa Kebutuhan dan Bimbingan Armada. 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur di bidang tarif. d.Pasal 264 Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 266 Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut terdiri atas: a. norma.

pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana sistem dan kebutuhan pokok.rtf 110 . standar. standar. Pasal 268 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBLA (FINAL . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.Pasal 267 (1) Seksi Analisa Kebutuhan dan Bimbingan Armada mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. dan (2) b. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan armada serta analisis ekonomis kebutuhan armada. angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut serta laporan tahunan Direktorat. penyiapan bahan perumusan kebijakan. angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut.VALID). norma. norma. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. Pasal 269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268. Seksi Bimbingan Usaha dan Tarif Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional dan izin operasi angkutan laut khusus serta izin usaha angkutan multimoda. evaluasi dan pelaporan di bidang usaha angkutan laut dan tarif angkutan laut. kriteria dan prosedur di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. pedoman. pedoman. 03 OTK KEMENHUB 2010 .

standar. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Pengolahan Data dan Informasi Angkutan Laut. dan kerumahtanggaan. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. Seksi Evaluasi Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. standar. Pasal 272 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. norma.c. b.DITJEN HUBLA (FINAL .rtf 111 . kriteria dan prosedur. serta bimbingan teknis. kepegawaian. evaluasi dan pelaporan di bidang evaluasi pelaksanaan kegiatan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu dan angkutan bahan pokok untuk kelancaran angkutan laut. Pasal 271 (1) Seksi Pengolahan Data dan Informasi Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta bimbingan teknis. angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. pedoman.VALID). dan Seksi Evaluasi Angkutan Laut. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu dan angkutan bahan pokok. Pasal 270 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut terdiri atas: a. pedoman. kriteria dan prosedur.

pedoman. pemanduan dan penundaan kapal.rtf 112 . bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan menyelenggarakan fungsi: a. pengerukan dan reklamasi. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan.VALID). standar. d. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. pemanduan dan penundaan kapal. pengerukan dan reklamasi. norma. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. pengerukan dan reklamasi. kriteria dan prosedur di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. pengerukan dan reklamasi. norma. c. b. pemanduan dan penundaan kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . pemanduan dan penundaan kapal. penyiapan pemberian perizinan dan standardisasi penyelenggaraan pengembangan pelabuhan. perancangan fasilitas pelabuhan. pengerukan dan reklamasi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan penyusunan standar. pemanduan dan penundaan kapal. bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan.Bagian Kelima Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan Pasal 273 Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan.

VALID). pedoman. rencana induk dan pengembangan pelabuhan. norma. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi. Pasal 275 f. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. kepegawaian. norma. pedoman. Pasal 276 Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBLA (FINAL . data dan informasi kepelabuhanan. Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan. f. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan. pemanduan dan penundaan kapal. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan. kriteria dan prosedur di bidang penetapan lokasi pelabuhan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. tatanan kepelabuhanan nasional. Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan. dan kerumahtanggaan. d.e. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a. e. perancangan fasilitas pelabuhan. b. Pasal 277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. standar. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan pelabuhan. Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal.rtf 113 . rencana induk dan pengembangan pelabuhan. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan terdiri atas: a. c. pengerukan dan reklamasi. dan Subbagian Tata Usaha. tatanan kepelabuhanan nasional.

pedoman.rtf 114 . rencana induk dan pengembangan pelabuhan serta data dan informasi kepelabuhanan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. rencana induk dan pengembangan pelabuhan. pedoman. Seksi Tatanan dan Evaluasi Kepelabuhanan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tatanan kepelabuhanan nasional. standar. standar. Seksi Penyusunan Rencana Induk dan Rencana Pengembangan Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. standar. norma. dan penyusunan laporan Direktorat. perancangan teknis fasilitas pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang survei. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan terdiri atas: a. Pasal 279 (1) Seksi Tatanan dan Evaluasi Kepelabuhanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan dan tatanan kepelabuhanan nasional. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Induk dan Rencana (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . tatanan kepelabuhanan nasional. b.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang rencana induk dan pengembangan pelabuhan. Pasal 278 c. pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 280 Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. dan Seksi Penyusunan Rencana Pengembangan Pelabuhan. pengumpulan dan evaluasi data dan informasi kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan penetapan lokasi pelabuhan. norma.b.

evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan program kegiatan pembangunan dan perawatan fasilitas dan peralatan pelabuhan serta sertifikasi fasilitas dan peralatan pelabuhan. norma. survei topografi dan hidro-oceanografi dan geoteknik serta persetujuan desain. norma. dan Rancangan Teknis Fasilitas Fasilitas b. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang perancangan dan survei teknis fasilitas pelabuhan.Pasal 281 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang perancangan teknis fasilitas dan peralatan pelabuhan. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a. standar. c. pedoman. Seksi Pedoman Pelabuhan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang perancangan dan survei fasilitas pelabuhan.rtf 115 . Seksi Penyusunan Program Pembangunan Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Program Pasal 283 Pembangunan (1) Seksi Pedoman dan Rancangan Teknis Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. Pasal 282 Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan terdiri atas: a. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). kriteria dan prosedur di bidang perancangan dan survei teknis fasilitas pelabuhan. pembangunan fasilitas dan peralatan pelabuhan. pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL . b. dan Seksi Penyusunan Pelabuhan. standar.

b. Seksi Program dan Perancangan Teknis Pengerukan dan Reklamasi. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma.Pasal 284 Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. b. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 286 Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi terdiri atas: a. pedoman. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang program. norma. perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. pedoman. pedoman. perancangan teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang program. standar. standar. perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. standar.rtf 116 . evaluasi dan pelaporan di bidang program.DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284. evaluasi dan pelaporan di bidang program. Pasal 287 (1) Seksi Program dan Perancangan Teknis Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. perancangan dan survei teknis pelaksanaan pengerukan dan reklamasi. c. Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Bimbingan Peralatan Pengerukan dan Reklamasi.VALID).

c. b. pedoman. standar. Pasal 288 Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. norma. standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang penetapan wilayah perairan pandu. pedoman. norma. Pasal 290 Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal terdiri atas: a. Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. pekerjaan pengerukan dan reklamasi. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang penetapan wilayah perairan pandu. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penetapan wilayah perairan pandu. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang perizinan.VALID). penggunaan kapal dan alat bantu keruk. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemanduan dan penundaan kapal. dan Seksi Tenaga Pandu dan Sarana Bantu Pemanduan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma. standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. Seksi Perairan dan Pelayanan Pandu. standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal.(2) Seksi Bimbingan Peralatan Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 288. pedoman. standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu.rtf 117 .

norma.VALID). kerjasama kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. daerah (2) b. kriteria dan prosedur di bidang tarif jasa kepelabuhanan. norma. serta standardisasi sarana bantu pemanduan. pedoman. Pasal 293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292. Seksi Tenaga Pandu dan Sarana Bantu Pemanduan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 292 Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan penyiapan perumusan kebijakan. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. pedoman. norma. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan. pedoman. 03 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 291 (1) Seksi Perairan dan Pelayanan Pandu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif jasa kepelabuhanan. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif kepelabuhanan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. standar. daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan wilayah perairan pandu serta standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . norma. pedoman.rtf 118 . Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a.

Seksi Bimbingan Pelayanan Jasa dan Tarif Pelabuhan. norma. dan kerumahtanggaan. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan. pedoman. Pasal 294 Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan terdiri atas: a. dan c.rtf 119 . dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. standar. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan batas daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan.VALID). norma. Pasal 295 (1) Seksi Bimbingan Pelayanan Jasa dan Tarif Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Bimbingan Tata Guna Tanah dan Perairan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kepegawaian. pengoperasian dan pelayanan jasa pelabuhan. b. dan Seksi Bimbingan Tata Guna Tanah dan Perairan. serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. kinerja pelayanan pelabuhan dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. pedoman.lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan.DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 296 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. penggunaan atas tanah dan perairan. kerjasama kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif jasa kepelabuhanan. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang tarif jasa kepelabuhanan. daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan.

evaluasi dan pelaporan di bidang kelaikan kapal. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menyelenggarakan fungsi: a. nautis.rtf 120 . nautis. kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. norma. pendaftaran dan kebangsaan kapal. pengukuran.Bagian Keenam Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Pasal 297 Direktorat Perkapalan dan Kepelautan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan.DITJEN HUBLA (FINAL . standar. penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pembersihan tangki kapal (tank cleaning). pedoman. teknis dan radio kapal. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. teknis dan radio kapal. norma. perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan penyusunan standar. nautis. c. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal dan kepelautan. teknis dan radio kapal. pedoman. pengukuran. penyiapan perumusan kebijakan di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. pendaftaran dan kebangsaan kapal. pendaftaran dan kebangsaan kapal. teknis dan radio kapal. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. pendaftaran dan kebangsaan kapal. perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal. pengukuran.VALID). pembersihan tangki kapal (tank cleaning). penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. pengukuran. pembersihan tangki kapal (tank cleaning). b. Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. nautis. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal.

Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal.d. Subdirektorat Kepelautan. penyiapan penerbitan sertifikat keselamatan kapal. lambung timbul kapal. program lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan.DITJEN HUBLA (FINAL . dan e. Teknis dan Radio Kapal. pengawakan kapal dan dokumen pelaut. Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal.rtf 121 . penyiapan pengesahan gambar rancang bangun kapal. manajemen keselamatan kapal (ISM-Code). dan pelaksanaan ketatausahaan.VALID). kepelautan. h. surat keterangan status hukum kapal dan surat keterangan penghapusan kapal dari pendaftaran. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan sertifikasi kapal. f. pencegahan pencemaran dari kapal. daftar ukur kapal. c. kerumatanggaan. dan Subbagian Tata Usaha. g. pencegahan pencemaran dari kapal. Pasal 299 kepegawaian. Subdirektorat Nautis. standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. surat penetapan tanda panggilan (call sign) kapal. Subdirektorat Pengukuran. sertifikat kepelautan dan panduan muatan dalam rangka pemenuhan persyaratan kelaiklautan kapal. penyiapan penerbitan surat persetujuan penggunaan/ penggantian nama kapal. perhitungan stabilitas kapal. Subdirektorat Kelaikan Kapal. keselamatan kapal dan manajemen keselamatan kapal. 03 OTK KEMENHUB 2010 . surat ukur kapal dan surat tanda kebangsaan kapal dalam rangka penyelenggaraan kelaiklautan kapal dan daftar riwayat kapal (continuous synopsis record). jaminan ganti rugi pencemaran laut oleh minyak dari kapal. d. f. pengukuran dan surat ukur kapal. pendaftaran dan tanda kebangsaan kapal. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan terdiri atas: a. b. e.

instalasi permesinan. instalasi permesinan dan listrik kapal. stabilitas kapal. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi.VALID). pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. pedoman. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Kapal terdiri atas: a. Seksi Konstruksi dan Stabilitas Kapal. c. stabilitas kapal. stabilitas dan lambung timbul kapal dan peti kemas. stabilitas kapal. e. d. b. instalasi permesinan dan listrik kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. instalasi permesinan.rtf 122 . pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. listrik dan lambung timbul kapal. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan gambar rancang bangun kapal.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang konstruksi. kriteria dan prosedur di bidang konstruksi. penyiapan bahan penilaian teknis terhadap kondisi umum dalam rangka pemasukan kapal dari luar negeri. lambung timbul dan stabilitas kapal. dan Seksi Rancang Bangun dan Pemasukan Kapal. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. Subdirektorat Kelaikan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. standar. norma. listrik dan lambung timbul kapal. standar. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. norma.

hipotek dan kebangsaan kapal. pedoman. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. hipotek dan kebangsaan kapal. Seksi Rancang Bangun dan Pemasukan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur.rtf 123 . instalasi permesinan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal.Pasal 303 (1) Seksi Konstruksi dan Stabilitas Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. stabilitas kapal. norma.DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. penyiapan bahan pengesahan daftar ukur kapal. penerbitan surat ukur. (2) b. hipotek dan kebangsaan kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 304 Subdirektorat Pengukuran. c. evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi. pendaftaran dan balik nama kapal. pedoman. surat keterangan penghapusan kapal dari pendaftaran dan daftar riwayat kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan perawatan kapal berencana. norma. standar. listrik dan lambung timbul kapal. 03 OTK KEMENHUB 2010 . serta bimbingan teknis. standar. standar.VALID). dan peti kemas. kriteria dan prosedur. standar. bimbingan teknis. norma. Subdirektorat Pengukuran. pendaftaran dan balik nama kapal. pedoman. pendaftaran dan baliknama kapal. norma. surat penetapan tanda panggilan (call sign) kapal. pedoman. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. surat persetujuan penggunaan/ penggantian nama kapal. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengukuran kapal. surat tanda kebangsaan kapal. surat keterangan status hukum kapal. kriteria dan prosedur di bidang pengukuran kapal.

(2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . standar. Pasal 308 Subdirektorat Nautis. perlengkapan dan peralatan kapal. teknis permesinan. pedoman. pemberian surat tanda kebangsaan kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal cara dalam negeri dan cara internasional. evaluasi dan pelaporan di bidang nautis. norma. serta bimbingan teknis. pedoman.rtf 124 . penggantian bendera kapal. b. serta bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan pendaftaran. radio dan elektronika kapal. pendaftaran dan baliknama kapal. Seksi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. baliknama dan hipotek kapal serta penyelenggaraan penggantian bendera kapal. baliknama dan hipotek kapal. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal terdiri atas: a. dan Seksi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal. e. evaluasi dan pelaporan di bidang pendaftaran. norma. pemberian nama kapal dan tanda panggilan kapal. kriteria dan prosedur. Teknis dan Radio Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal. kriteria dan prosedur. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 306 Subdirektorat Pengukuran. Pasal 307 (1) Seksi Pengukuran Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. hipotek dan kebangsaan kapal.VALID).d. pedoman. standar. Seksi Pengukuran Kapal.

b. d. serta bimbingan teknis. Pasal 311 (1) Seksi Penilikan Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 310 Subdirektorat Nautis. standar. elektronika dan radio kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . Teknis dan Radio Kapal menyelenggarakan fungsi: a. radio dan elektronika kapal. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang nautis dan teknis permesinan. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang nautis dan teknis permesinan. norma. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal. norma. dan Seksi Sertifikasi Keselamatan Kapal. Teknis dan Radio Kapal terdiri atas: a. Seksi Penilikan Keselamatan Kapal. standar. perlengkapan dan peralatan kapal. pedoman. teknis permesinan kapal. norma. kriteria dan prosedur. teknis permesinan kapal.rtf 125 . kriteria dan prosedur. Subdirektorat Nautis.Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. dan penerbitan sertifikat b. Seksi Sertifikasi Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. radio dan elektronika kapal. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang nautis. evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi keselamatan kapal. penyiapan bahan penyiapan keselamatan kapal. perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal. c. perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal. penyiapan bahan perumusan kebijakan. radio dan elektronika kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang nautis. pedoman.

dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan dan ganti rugi pencemaran.VALID). manajemen keselamatan pengoperasian kapal. Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. jaminan ganti rugi pencemaran dan dumping.rtf 126 . c. standar. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan pencemaran dari kapal. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan pola penanggulangan darurat pencemaran minyak dari kapal (Shipboard Oil Pollution Emergency Plan). pedoman. dan dumping serta manajemen keselamatan kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. e. d. standar.Pasal 312 Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . bahan berbahaya. f.DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pencegahan dan ganti rugi pencemaran. dan dumping serta manajemen keselamatan kapal. penyiapan bahan penerbitan sertifikat manajemen keselamatan kapal. pola penanggulangan darurat pencemaran laut dari kapal (Shipboard Marine Pollution Emergency Plan) dan instalasi peralatan pencegahan pencemaran di kapal. pencegahan pencemaran dari kapal dan jaminan ganti rugi. b. norma. penyiapan bahan pelaksanaan audit di bidang manajemen keselamatan kapal. kriteria dan prosedur di bidang pencegahan pencemaran oleh minyak. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. beracun dan bahan lainnya dari kapal serta dana jaminan ganti rugi pencemaran dari kapal.

dan Seksi Manajemen Keselamatan Kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan pencemaran oleh minyak.rtf 127 . kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal. b. Subdirektorat Kepelautan menyelenggarakan fungsi: a.VALID). bahan berbahaya. beracun dan bahan lainnya dari kapal. sarana pengangkutan dan penampungan limbah di pelabuhan. serta standardisasi dan sertifikasi pelaut. serta bimbingan teknis. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . pembersihan tangki-tangki kapal. pemantauan peralatan pencemaran serta ganti rugi pencemaran. Seksi Manajemen Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar.Pasal 314 Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal terdiri atas: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. standar. dan perlindungan awak kapal. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen keselamatan pengoperasian kapal dan sertifikasi manajemen keselamatan kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . norma. kriteria dan prosedur. pedoman. serta sertifikasi pencegahan pencemaran dan pengurusan kontribusi tahunan. pedoman. Pasal 316 Subdirektorat Kepelautan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. norma. Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. standar. Pasal 315 (1) Seksi Pencegahan dan Ganti Rugi Pencemaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta bimbingan teknis. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan. standardisasi dan sertifikasi pelaut. Seksi Pencegahan dan Ganti Rugi Pencemaran.

kepegawaian. penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi kepelautan dan pengawakan kapal. e. standar. dan Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Pelaut. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta standardisasi dan sertifikasi pelaut. pedoman. kriteria dan prosedur. Subdirektorat Kepelautan terdiri atas: a. database identitas pelaut. norma. dan kerumahtanggaan. norma. kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang standardisasi dan sertifikasi serta pengukuhan sertifikat. b.VALID). d. serta bimbingan teknis. Seksi Pengawakan dan Perlindungan Awak Kapal. Pasal 320 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. Pasal 318 c. pedoman. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta standardisasi dan sertifikasi pelaut.rtf 128 . Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Pelaut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengesahan program pendidikan dan pelatihan kepelautan. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . standar. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan program pendidikan dan pelatihan kepelautan. Pasal 319 (1) Seksi Pengawakan dan Perlindungan Awak Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . perjanjian kerja laut dan penyijilan awak kapal. sertifikat kepelautan dan perjanjian kerja laut.b. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta penerbitan buku pelaut. database sertifikat pelaut.

Bagian Ketujuh Direktorat Kenavigasian Pasal 321 Direktorat Kenavigasian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. kapal negara dan pangkalan kenavigasian. dan pelaksanaan urusan tata usaha. pedoman. 03 OTK KEMENHUB 2010 . kapal negara dan pangkalan kenavigasian.VALID). kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. sarana dan prasarana kenavigasian. penyiapan pemberian perizinan dan pelayanan dalam penyelenggaraan perambuan dan telekomunikasi pelayaran. e.DITJEN HUBLA (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang perambuan. kapal negara. penyiapan penyusunan standar. sarana dan prasarana kenavigasian. telekomunikasi pelayaran. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang perambuan. telekomunikasi pelayaran. kriteria dan prosedur di bidang perambuan. d. telekomunikasi pelayaran. telekomunikasi pelayaran. kapal negara. norma. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perambuan. pangkalan kenavigasian serta sarana dan prasarana kenavigasian. f. norma. telekomunikasi pelayaran. Direktorat Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a. pangkalan kenavigasian. kriteria dan prosedur. sarana dan prasarana kenavigasian. pedoman. b. standar. Pasal 322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321.rtf 129 . c. kapal negara dan pangkalan kenavigasian . serta bimbingan teknis. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perambuan. sarana dan prasarana kenavigasian.

pembangunan. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. d. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian.DITJEN HUBLA (FINAL . Subdirektorat Sarana dan Prasarana. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian.VALID). pedoman.Pasal 323 Direktorat Kenavigasian terdiri atas: a. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. dan Subbagian Tata Usaha. standar. norma.rtf 130 . e. Subdirektorat Perambuan menyelenggarakan fungsi: a. daerah ship to ship. pembangunan. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. b. pedoman. standar. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 324 Subdirektorat Perambuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . f. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. penandaan daerah terbatas dan terlarang. c. Pasal 325 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 324. penandaan daerah terbatas dan terlarang. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. maklumat pelayaran bahaya navigasi. Subdirektorat Perambuan. Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran. maklumat pelayaran bahaya navigasi. daerah ship to ship.

Subdirektorat Perambuan terdiri atas: a. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. daerah ship to ship. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. pembangunan. gambar design konstruksi serta kelainan dan keandalan sarana bantu navigasi pelayaran dan koreksi peta laut. Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Perambuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. norma. maklumat pelayaran bahaya navigasi. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. kriteria dan prosedur.DITJEN HUBLA (FINAL . pembangunan. serta bimbingan teknis. Pasal 327 (1) Seksi Operasi dan Survei mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penandaan daerah terbatas dan terlarang. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. dan Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Perambuan. b.VALID). standar. norma. maklumat pelayaran bahaya navigasi. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang peralatan. daerah ship to ship. daerah ship to ship. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas.b. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. penyiapan bahan perijinan spesifikasi teknis pembangunan sarana bantu navigasi pelayaran pihak ketiga. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. maklumat pelayaran bahaya navigasi. penandaan daerah terbatas dan terlarang. Pasal 326 c. perbaikan dan pemeliharaan. penandaan daerah terbatas dan terlarang. pedoman. pedoman. d. perencanaan pembangunan. replacement.rtf . 131 (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Operasi dan Survei. pemberian ijin spesifikasi teknis sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran.

pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis. dan Seksi Peralatan Pelayaran.rtf 132 .DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 329 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 328. pemeliharaan dan perbaikan. b. Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. dan kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran serta pelaksanaan perhitungan. perencanaan pembangunan sarana dan prasarana. Pasal 330 Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran terdiri atas: a. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja. kuasa perhitungan jasa Telekomunikasi Pelayaran. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma. standar.VALID). perencanaan. norma. dan Pemeliharaan Telekomunikasi b. perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran. pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis. penyiapan bahan rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran. d. pembangunan sarana dan prasarana. Seksi Operasi. rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran. ijin identifikasi untuk dinas bergerak pelayaran serta ijin kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran. peralatan. pedoman. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja. c.Pasal 328 Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. standar. pemberian ijin kuasa perhitungan jasa.

pengawakan dan perbekalan kapal. pemeliharaan dan perbaikan peralatan telekomunikasi pelayaran. pedoman. rancang bangun dan pembangunan kapal.Pasal 331 (1) Seksi Operasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. stasiun radio kapal dan sarana bantu navigasi pelayaran elektronika. serta bimbingan teknis. peralatan dan suku cadang. penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 133 . formasi dan penempatan kapal. norma. norma. standar. kriteria dan prosedur. norma. formasi dan penempatan kapal. pedoman. Pasal 332 Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. serta bimbingan teknis.VALID). pedoman. ijin identifikasi untuk dinas bergerak pelayaran serta ijin kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran. kriteria dan prosedur. radio kapal. serta penilaian teknis. Pasal 333 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 332. pemberian rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran. pengawakan dan perbekalan kapal. sistem jaringan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan kinerja stasiun radio pantai. Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Telekomunikasi Pelayaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan bangunan gedung. rancang bangun dan pembangunan kapal kenavigasian. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. norma. pemeliharaan. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. pemeliharaan kapal negara kenavigasian.

pengawakan dan perbekalan kapal.VALID). pedoman. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. pemeliharaan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian. formasi dan penempatan kapal negara kenavigasian. Pasal 335 (1) Seksi Operasi dan Pengawakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. Pasal 336 Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. standar. pemeliharaan. standar. pengawakan dan perbekalan kapal. formasi dan penempatan kapal. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. norma.b. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian.DITJEN HUBLA (FINAL . Seksi Operasi dan Pengawakan. dan Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan. formasi dan penempatan kapal. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. norma. b. pengawakan dan perbekalan kapal. standar. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. Pasal 334 c. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian.rtf 134 . evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan pembangunan kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. rancang bangun dan pembangunan kapal. rancang bangun dan pembangunan kapal. pemeliharaan dan penilaian teknis penghapusan kapal. norma. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian terdiri atas: a. penetapan lokasi bangunan.

Pasal 337 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 336. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. Seksi Bangunan. standar. Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a. b. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. dan Seksi Perbengkelan. lokasi pembangunan dan fasilitas pangkalan. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel.rtf 135 . kriteria dan prosedur. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. penetapan lokasi bangunan. Pasal 339 (1) Seksi Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan kebijakan. standar. Pasal 338 Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan. pemeliharaaan bangunan gedung. c. b. norma.DITJEN HUBLA (FINAL . perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. serta penilaian teknis fasilitas pangkalan. pedoman. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. norma. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penetapan lokasi bangunan. pedoman. serta bimbingan teknis.VALID). kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. penetapan lokasi bangunan.

03 OTK KEMENHUB 2010 . b. norma. Pasal 341 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340.(2) Seksi Perbengkelan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. kriteria dan prosedur. b. Pasal 340 Subdirektorat Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. Seksi Program. pemeliharaan.VALID). Pasal 342 c. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pedoman. perbaikan dan penilaian teknis peralatan galangan dan bengkel. d. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. norma. standar. penyiapan bahan program dan rencana kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. serta bimbingan teknis. pedoman.rtf 136 . Subdirektorat Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan peralatan suku cadang bengkel. Subdirektorat Sarana dan Prasarana terdiri atas: a. dan Seksi Evaluasi dan Pelaporan.DITJEN HUBLA (FINAL . kebutuhan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian.

Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. anggaran serta pembangunan sarana dan prasarana kenavigasian. evaluasi dan pelaporan di bidang patroli dan pengamanan. pedoman. pedoman. serta bimbingan teknis. pengawasan keselamatan dan penyidik pegawai negeri sipil. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air.Pasal 343 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN HUBLA (FINAL . 03 OTK KEMENHUB 2010 . pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). penyiapan perumusan kebijakan di bidang patroli dan pengamanan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis di bidang evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program kerja. melakukan (2) Bagian Kedelapan Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Pasal 345 Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan. norma. dan kerumahtanggaan.rtf 137 . Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai menyelenggarakan fungsi: a. standar.VALID). Pasal 344 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. kepegawaian. norma. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. standar. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. tertib pelayaran. standar. pedoman. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. norma. tertib pelayaran. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai.

norma. penyiapan penyusunan standar. tertib pelayaran. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).DITJEN HUBLA (FINAL . g. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. c. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).b. kriteria dan prosedur di bidang patroli dan pengamanan. Subdirektorat Tertib Pelayaran. tertib pelayaran. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. f. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air dan pemberian perijinan. tertib pelayaran. Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai terdiri atas: a. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai.rtf 138 . pedoman. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang patroli dan pengamanan. Pasal 347 c. Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. d. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang patroli dan pengamanan. dan pelaksanaan urusan tata usaha. b. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pelaksanaan di bidang patroli dan pengamanan. tertib pelayaran. penyiapan pembinaan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang patroli dan pengamanan. tertib pelayaran.VALID). sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Patroli dan Pengamanan. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. e.

pantai dan pelabuhan. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut. pantai dan pelabuhan. kriteria dan prosedur di bidang patroli. dan Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan penyusunan prosedur penahanan kapal dan penyerahan kapal yang melakukan pelanggaran dan tindak pidana pelayaran. Subdirektorat Sarana dan Prasarana. penegakan peraturan perundangundangan. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang patroli dan pengamanan sarana dan prasarana transportasi (ISPS Code) di laut. f. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Pasal 348 e. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. tingkat ancaman keamanan di laut. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang patroli. penyediaan data kegiatan kapal di perairan dan pelabuhan. penegakan peraturan perundangundangan pelayaran. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348.VALID). standar. Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah air.rtf 139 . analisa kerawanan wilayah. norma. kriteria.d. pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL . pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut. serta perijinan penggunaan. c. pantai dan pelabuhan. analisa kerawanan wilayah. penanganan perompakan dan pembajakan. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). pedoman. norma. penanganan perompakan dan pembajakan. dan prosedur serta bimbingan teknis. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pendistribusian amunisi dan senjata api dinas. pantai dan pelabuhan.

penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang patroli dan pengamanan. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan terdiri atas: a. analisa kerawanan wilayah serta penegakan peraturan perundang-undangan di laut. penanganan perompakan dan pembajakan. kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang pengamanan sarana dan prasarana transportasi (ISPS Code) di laut. penyiapan bahan penyusunan rancangan keamanan dalam rangka pengesahan dan penerbitan sertifikat keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan.d.rtf 140 . (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . pantai dan pelabuhan. Seksi Patroli.DITJEN HUBLA (FINAL . b. penegakan peraturan perundangundangan. Pasal 351 (1) Seksi Patroli mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penanganan perompakan dan pembajakan. pendistribusian amunisi dan senjata api serta penetapan kualifikasi teknis petugas pengamanan. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). norma. analisa kerawanan wilayah. evaluasi dan pelaporan di bidang patroli.VALID). pedoman. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang patroli. norma. Pasal 350 e. dan pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). standar. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur. serta bimbingan teknis. pantai dan pelabuhan serta penetapan kualifikasi teknis petugas patroli. dan Seksi Pengamanan. standar. pantai dan pelabuhan. perijinan penggunaan. Seksi Pengamanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman.

Seksi Advokasi dan Diseminasi Pengawasan Keselamatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan sosialisasi dan advokasi serta diseminasi bidang keselamatan pelayaran. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi: a. e.rtf 141 . d. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. standar. b. pedoman. norma. norma. 03 OTK KEMENHUB 2010 . b. dan Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. kriteria dan prosedur di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil.DITJEN HUBLA (FINAL . standar.Pasal 352 Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Pasal 354 Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil terdiri atas: a. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352.VALID). c. penyiapan bahan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pedoman.

Pasal 356 Subdirektorat Tertib Pelayaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. norma.Pasal 355 (1) Seksi Advokasi dan Diseminasi Pengawasan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. pedoman. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal. surat ijin berlayar. kriteria dan prosedur. pedoman. kriteria dan prosedur di bidang tertib lalulintas kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . kriteria dan prosedur. 03 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 142 . pedoman. standar. norma. pedoman. standar. penyidikan serta pengajuan berkas perkara pelanggaran dan tindak pidana pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil. (2) b. surat ijin berlayar. serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas advokasi dan diseminasi. standar. serta bimbingan teknis. tertib bandar. evaluasi dan pelaporan di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pengawasan kapal asing. norma. penyelidikan. Subdirektorat Tertib Pelayaran menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang kebandaran dan kecelakaan kapal. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tertib lalulintas kapal. standar. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengawasan kapal asing. tertib bandar. Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356.VALID).

surat ijin berlayar. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang kesyahbandaran. pedoman. Seksi Kecelakaan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan eksekusi putusan Mahkamah Pelayaran dan pelaporan ke International Maritime Organization serta penetapan kualifikasi teknis petugas penanganan pemrosesan kecelakaan kapal. bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. Pasal 359 (1) Seksi Kebandaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Pasal 360 Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. dan Seksi Kecelakaan Kapal. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . serta pengawasan penanganan muatan berbahaya. Port State Control Officer. pengawasan kapal asing dan penetapan kualifikasi teknis petugas kesyahbandaran. pencemaran dan pekerjaan bawah air.VALID). norma.c. norma. pengawasan kapal asing. Seksi Kebandaran.rtf 143 . evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang penanggulangan musibah. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang tertib lalulintas kapal. kriteria dan prosedur. Pasal 358 d. standar. ijin berlayar. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan penanganan muatan berbahaya. pedoman. pedoman. kriteria dan prosedur. norma. b. tertib lalulintas kapal. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Tertib Pelayaran terdiri atas: a. tertib bandar. kriteria dan prosedur. pengajuan pemeriksaan lanjutan perkara. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal. Port State Control Officer. penanganan pemrosesan kecelakaan kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pengusutan kecelakaan dan bencana kapal. penanganan muatan berbahaya. tertib bandar.

serta pendirian. tuntutan ganti kerugian pencemaran. Pasal 362 Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air terdiri atas: a. penyiapan bahan perijinan di bidang pendirian. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. c. pedoman. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. penanganan kerangka kapal dan salvage.rtf 144 . pemadaman kebakaran.Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. pemadam kebakaran. pemadaman kebakaran. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Search And Rescue. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang Search And Rescue. penanggulangan pencemaran. norma. Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air menyelenggarakan fungsi: a. b. penanggulangan pencemaran. kegiatan penyelaman serta penanganan kerangka kapal dan salvage. d. kegiatan penyelaman. tuntutan ganti kerugian pencemaran. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang Search And Rescue. standar. b. penanggulangan pencemaran. pemadaman kebakaran. penanganan kerangka kapal dan salvage. tuntutan ganti kerugian pencemaran.DITJEN HUBLA (FINAL . perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. serta pendirian. serta pendirian. dan Seksi Pekerjaan Bawah Air. Seksi Penanggulangan Musibah. penanganan kerangka kapal dan salvage.VALID). kegiatan penyelaman. kriteria dan prosedur di bidang Search And Rescue. penanggulangan pencemaran dan penyelam. kegiatan penyelaman.

standar. penanggulangan pencemaran. norma.Pasal 363 (1) Seksi Penanggulangan Musibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman.VALID). pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur di bidang pengadaan. perijinan serta evaluasi dan pelaporan di bidang pendirian. bimbingan teknis. Seksi Pekerjaan Bawah Air mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. pemadam kebakaran. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan. pembangunan. evaluasi dan pelaporan di bidang Search And Rescue. kegiatan penyelaman. pemeliharaan. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. pedoman. bimbingan teknis. pengelolaan sarana dan prasarana operasional serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang penjagaan laut dan pantai. standar. standar. dan penanggulangan pencemaran.rtf 145 . pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan laut dan Pantai. penanganan kerangka kapal dan salvage serta penetapan kualifikasi teknis petugas penyelam. Pasal 364 Subdirektorat Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur. pembangunan. Subdirektorat Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan. norma. tuntutan ganti kerugian pencemaran dan pemadaman kebakaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas Search And Rescue.

kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 368 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta pemeliharaan senjata api.rtf 146 . dan Seksi Awak Kapal. kepegawaian dan kerumahtanggaan. Seksi Awak Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeliharaan. norma. Subdirektorat Sarana dan Prasarana terdiri atas: a. pembangunan. norma. Seksi Sarana dan Prasarana Operasional. Pasal 367 (1) Seksi Sarana dan Prasarana Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pemeliharaan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan. pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan Laut dan Pantai. pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan Laut dan Pantai.b. pedoman. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang awak kapal Penjagaan Laut dan Pantai serta penyiapan rencana.VALID). pembangunan. program kerja dan laporan Direktorat. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengadaan. pedoman. Pasal 366 c. b.

DITJEN HUBLA (FINAL . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 369 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masingmasing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).rtf 147 . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan masing-masing Direktur. Pasal 370 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. (2) (3) (4) 03 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.

dan kriteria di bidang perhubungan udara. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA Bagian Pertama Kedudukan.DITJEN HUBUD (FINAL . 04 OTK KEMENHUB 2010 . Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan udara. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan udara. standar. penyusunan norma. d. Tugas dan Fungsi Pasal 371 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. prosedur.VALID). (2) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dipimpin oleh Direktur Jenderal. e.rtf 148     . dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. c. perumusan kebijakan di bidang perhubungan udara. b. Pasal 373 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 372. Pasal 372 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perhubungan udara.

program dan anggaran. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. terdiri atas : a. Direktorat Angkutan Udara.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 374 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. d. Direktorat Bandar Udara. Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara. b.VALID). penyiapan bahan perumusan kebijakan. Direktorat Navigasi Penerbangan. data dan informasi.rtf 149     .DITJEN HUBUD (FINAL . e. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Direktorat Keamanan Penerbangan. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana. pemberian pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. f. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Pasal 375 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi : a.

d. serta hubungan masyarakat dan koordinasi kerjasama luar negeri. Pasal 378 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan tinjau ulang rencana jangka panjang. c. evaluasi dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional serta laporan masyarakat.DITJEN HUBUD (FINAL . 04 OTK KEMENHUB 2010 . penataan organisasi dan tata laksana. terdiri atas: a. tata usaha dan rumah tangga. Bagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 377 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. d. b.rtf 150     . pengelolaan urusan tata usaha keuangan. Bagian Keuangan.VALID). penelaahan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan penyuluhan hukum dan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. penerimaan negara bukan pajak dan barang milik negara. penyusunan laporan kegiatan di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Perencanaan. dan pengelolaan data dan sistem informasi manajemen di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat. akuntansi.b. program dan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Petunjuk Operasional (PO). e. c. f. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan dan akuntabilitas kinerja unit kerja. menengah. pelaksanaan urusan kepegawaian.

b. pelaporan dan bimbingan pelaksanaan program.rtf 151     . Pasal 380 Bagian Perencanaan. koordinasi penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan standar pelayanan serta penyiapan bahan kebijakan di bidang organisasi dan tata laksana. Subbagian Rencana. evaluasi. penyiapan pelaksanaan koordinasi.Pasal 379 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378. pengelolaan data dan sistem informasi manajemen pemerintahan dan e-government. dan prioritas program tahunan dan bantuan / pinjaman luar negeri. terdiri atas : a. penyiapan bahan penyusunan dan revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK). anggaran dan kinerja. dan c.VALID). penyusunan dan tinjau ulang rencana jangka panjang dan menengah. Rencana Kerja (RENJA). Subbagian Program. penelaahan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penelaahan. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi : a. dan c. pelaksanaan rapat kerja antar lembaga dan unit kerja. Subbagian Analisa dan Evaluasi. b. analisis. penyusunan dan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan bahan koordinasi.

laporan tahunan dan nota keuangan penyusunan serta revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK).DITJEN HUBUD (FINAL . 04 OTK KEMENHUB 2010 . penelaahan. penelaahan dan penyusunan evaluasi dan pelaporan dokumen penetapan dan kinerja tahunan. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). penyusunan dan revisi prioritas program tahunan. penyiapan bahan dan rapat koordinasi antar lembaga dan unit kerja serta pelaksanaan rapat kerja dinas. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). rencana pembangunan jangka pendek/Rencana Kerja (RENJA). koordinasi penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI). standar. pengelolaan data dan sistem informasi manajemen pemerintahan dan e-government. cetak biru. penatausahaan dan penyusunan penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penelaahan. penyusunan dan tinjau ulang rencana kebijakan Pembangunan Jangka Panjang (RPJP). penatausahaan pelaksanaan anggaran Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.Pasal 381 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.VALID). mengkoordinasikan pelaksanaan penyiapan bahan audit internal dan eksternal. penyusunan dan pengusulan pengelola anggaran. prosedur dan kriteria.rtf 152     . studi dan kajian kebijakan di bidang transportasi udara. program bantuan/pinjaman luar negeri (green book and blue book). Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) anggaran reguler dan pinjaman/hibah luar negeri. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Rencana Kerja Pemerintah (RKP). (3) Subbagian Analisa dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. standar pelayanan minimal dan standar pelayanan publik. evaluasi dan analisa kelembagaan dan tata laksana serta norma. Pasal 382 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan Barang Milik Negara (BMN). rencana strategis. penyusunan dan verifikasi laporan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. evaluasi pelaksanaan program serta realisasi anggaran. (2) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.

penyiapan bahan penatausahaan. pembinaan. koordinasi tindak lanjut Laporan Hasil Audit (LHA) dan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR).rtf 153     . evaluasi. Subbagian Tata Usaha Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Laporan Hasil Audit. Pasal 384 Bagian Keuangan. penyiapan bahan pembinaan penatausahaan yang meliputi pengkajian dan evaluasi terhadap penggunaan dan pemanfaatan BMN. Subbagian Akuntansi.DITJEN HUBUD (FINAL . Subbagian Tata Usaha Barang Milik Negara. penghapusan . penyusunan laporan keuangan berdasarkan Sistem Akuntansi Instansi (SAI). pelaporan Barang Milik Negara (BMN). pemantauan. pengelolaan. serta menyiapkan bahan pelaporan sistem manajemen penyusunan laporan barang milik negara. dan mengkoordinasikan penyiapan bahan audit internal dan eksternal. terdiri atas : a. penatausahaan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.Pasal 383 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 382. Pasal 385 (1) Subbagian Tata Usaha Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan evaluasi. penyusunan dan pengusulan pengelola anggaran. dan c.VALID). pemanfaatan. b. inventarisasi. serah terima dan penghapusan Barang Milik Negara. penyiapan bahan penatausahaan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pengkajian penatausahaan Barang Milik Negara yang meliputi serah terima. dan pelaksanaan verifikasi laporan keuangan. penyusunan target dan penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). c. inventarisasi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b.

evaluasi usulan proses pengadaan barang / jasa dan penanganan pengaduan proses pengadaan barang / jasa serta perumusan perjanjian. penyusunan daftar usulan Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang berasal dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). verifikasi dan rekonsiliasi laporan keuangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBUD (FINAL . dokumentasi hukum dan peraturan perundang-undangan serta penyiapan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan rencana ratifikasi. penatausahaan.rtf . Pasal 387 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Pusat. pembinaan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan penyuluhan hukum/pertimbangan. penyusunan laporan Barang Milik Negara berdasarkan Sistim Informasi dan Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) dan mengkoordinasikan penyiapan bahan audit internal dan eksternal. pemberian pertimbangan hukum/penyelesaian perselisihan serta permasalahan hukum. analisa dan evaluasi pelaksanaan dan penetapan besaran tarif. penyiapan bahan pertimbangan hukum. penyusunan. penyusunan penggunaan serta penyusunan laporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). tindak lanjut Laporan Hasil Audit (LHA) dan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP. Pasal 386 Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan telaahan hukum. penyuluhan hukum. penyiapan bahan telaahan hukum.(2) Subbagian Tata Usaha Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Laporan Hasil Audit mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan penatausahaan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan serta evaluasi peraturan perundang-undangan.VALID). bantuan dan penyelesaian masalah hukum dan hubungan masyarakat serta koordinasi kerjasama luar negeri. dan 154     b. Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a.TGR) serta pengusulan pengelola anggaran. penyusunan rencana dan pemantauan penerimaan dan penyetoran.

c. Subbagian Bantuan Hukum. 155     (2) (3) 04 OTK KEMENHUB 2010 . pengembangan. Pasal 388 Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat. Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan hukum. evaluasi usulan proses pengadaan barang / jasa dan penanganan proses pengadaan barang / jasa. koordinasi. Pasal 390 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. pengangkatan. koordinasi tindak lanjut penanganan pengaduan publik. serta tata usaha dan rumah tangga. pemantauan dan pelaporan kegiatan kerjasama luar negeri. b.VALID). penyusunan materi. pemberhentian dan pensiun pegawai. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri. mutasi. pemrosesan dan pemberian bantuan dan pertimbangan hukum.c. Pasal 389 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan telaahan dan kajian hukum. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. terdiri atas : a.rtf . penyiapan dan penelaahan dokumen perjanjian internasional. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan kegiatan kehumasan dan publikasi. analisis dan penyiapan bahan publikasi dan koordinasi tindak lanjut penanganan pengaduan publik serta pelaksanaan urusan kerjasama luar negeri.DITJEN HUBUD (FINAL . pemantuan dan pelaporan perjanjian dan kesepakatan bersama (MoU). penyusunan rancangan dan evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan serta penyiapan peraturan perundang– undangan yang terkait dengan rencana ratifikasi. penyusunan. kepangkatan. penelaahan dokumen perjanjian internasional. penyiapan bahan pemantauan. pengadaan.

dan pelaksanaan pengadaan pegawai. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi : a. mutasi. pendistribusian. dan pengelolaan rumah tangga. pelaksanaan pengadaan serta usulan pengangkatan calon PNS. pemberhentian dan pensiun serta data base sistem informasi SDM. pengadaan. penyiapan bahan pelaksanaan tata usaha. penyiapan bahan kepangkatan. Pasal 393 (1) Subbagian Perencanaan dan Mutasi SDM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan usulan formasi pegawai.Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390. terdiri atas: a. pelaksanaan administrasi pengangkatan dan kepangkatan. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga. pemeliharaan. pengelolaan data base sistem informasi SDM dan peta jabatan serta peta SDM. pengelolaan barang. Pasal 392 Bagian Kepegawaian dan Umum. b. dan c. usulan formasi. dan c. pengembangan pola karier.VALID).DITJEN HUBUD (FINAL . pemberhentian dan pensiun PNS. analisis kebutuhan.rtf 156     . Subbagian Perencanaan dan Mutasi SDM. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Evaluasi dan Pengembangan SDM. mutasi. penyiapan bahan pembinaan. penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan dan pembinaan karier dan kesejahteraan pegawai serta evaluasi kinerja pegawai. kearsipan. b.

pengelolaan kesejahteraan pegawai. pendistribusian dan pengelolaan surat. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. ujian dinas dan penyesuaian ijazah. norma. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara. menyusun serta melaksanakan kebijakan. pemeliharaan. (3) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha dan administrasi umum. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. Direktorat Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. analisis kebutuhan. kriteria. kearsipan. pendistribusian. pemeliharaan. angkutan udara niaga berjadwal. pemberdayaan SDM. dan pengelolaan rumah tangga dan umum.(2) Subbagian Evaluasi dan Pengembangan SDM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standar kompetensi jabatan. barang. pengembangan dan pembinaan pegawai. Bagian Keempat Direktorat Angkutan Udara Pasal 394 Direktorat Angkutan Udara mempunyai tugas merumuskan. standar. evaluasi kinerja SDM. pelaksanaan kegiatan protokoler. pembinaan mental SDM dan disiplin pegawai. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. dan pemberian tanda penghargaan.DITJEN HUBUD (FINAL . angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga.VALID). pengawasan. pelaksanaan urusan perjalanan dinas. usulan dan evaluasi pendidikan dan pelatihan.rtf 157     . pengadaan. sistem dan prosedur.

angkutan udara niaga berjadwal. angkutan udara niaga berjadwal.rtf . d. h. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara.DITJEN HUBUD (FINAL . bimbingan. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. angkutan udara niaga berjadwal. sistem dan prosedur di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan udara niaga berjadwal. pengendalian dan penegakan hukum di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. c. 158     04 OTK KEMENHUB 2010 . kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga.b. dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. angkutan udara niaga berjadwal. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. angkutan udara niaga berjadwal. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. pedoman. g. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur angkutan udara. penyiapan penyusunan standar. pelatihan serta bantuan teknis di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. norma.VALID). f. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. kriteria. pemberian ijin dan/atau sertifikasi dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. e. penyiapan pelaksanaan pengawasan. pemberian arahan.

Pasal 396 Direktorat Angkutan Udara terdiri atas : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. pengawasan. angkutan multimoda. Pasal 397 Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang sistem informasi pelayanan angkutan udara. e. b. Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. f. pelaksanaan urusan keuangan. kepegawaian dan personel. 159     04 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara. d. pengelolaan sistem teknologi informatika. Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga. penyusunan standarisasi. tata usaha. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan.VALID). kriteria. norma. Subbagian Tata Usaha.rtf . c. sistem dan prosedur. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal. Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara. logistik dan National Single Window (NSW). pedoman. dan dokumentasi teknis.DITJEN HUBUD (FINAL .i.

b. e. f. c. angkutan multimoda. angkutan multimoda.VALID). pedoman. logistik dan National Single Window (NSW).DITJEN HUBUD (FINAL . logistik dan National Single Window (NSW). terdiri atas : a. pengendalian dan penegakan hukum di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara angkutan multimoda. angkutan multimoda. Pasal 399 Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara.rtf 160     . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. Seksi Sistem Informasi Angkutan Udara. logistik dan National Single Window (NSW). g. penyiapan bahan penyusunan standar. Seksi Sistem Pelayanan Angkutan Udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian rekomendasi dan/atau persetujuan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan multimoda. d. angkutan multimoda. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. logistik dan National Single Window (NSW). pelatihan serta bantuan teknis di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. kriteria. sistem dan prosedur di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. logistik dan National Single Window (NSW). pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. Pelaksanaan pemberian arahan. norma. b. logistik dan National Single Window (NSW).

pemberian arahan. jaringan penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis. rute. on time performance perusahaan angkutan udara serta pelayanan pengangkutan kargo. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. penyusunan standarisasi. logistik dan National Single Window (NSW). Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. Pasal 401 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. angkutan multimoda dan logistik serta ranking peningkatan kinerja pelayanan angkutan udara. sistem dan prosedur. kriteria. pemberian arahan. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. bimbingan. sistem dan prosedur. norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. kapasitas angkutan udara. penyusunan standar. kriteria. bimbingan. pedoman. sistem dan prosedur. norma. pengawasan. (2) Seksi Sistem Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. persetujuan. pengawasan dan penegakan hukum. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan angkutan udara. pengawasan dan penegakan hukum.rtf 161     . penyusunan standarisasi. pedoman. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelayanan penunjang angkutan udara.Pasal 400 (1) Seksi Sistem Informasi Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL . pelatihan serta bantuan teknis. norma. angkutan multimoda. pemberian rekomendasi dan/atau persetujuan. evaluasi dan pelaporan di bidang sistem.VALID).

bimbingan. f. norma. sistem dan prosedur. kriteria.VALID). pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. pedoman. penyusunan standarisasi. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 403 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal terdiri atas : a. Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. kriteria. pengendalian dan penegakan hukum di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. bimbingan. g. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pelaksanaan pemberian arahan. pemberian persetujuan. penyiapan bahan penyusunan standar.rtf 162     . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Luar Negeri. pelatihan serta bantuan teknis di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. norma. e. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri. pelatihan serta bantuan teknis.b. b. Pasal 404 (1) Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL . c. d. pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. pemberian arahan.

angkutan udara haji. pengawasan. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga menyelenggarakan fungsi : a. pedoman. serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan non niaga. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian persetujuan. norma. penyiapan bahan penyusunan standar. serta angkutan udara perintis. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal luar negeri serta evaluasi permintaan jasa angkutan udara untuk pengembangan rute dan kapasitas angkutan udara niaga berjadwal luar negeri. penyusunan standar. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. angkutan udara haji. kriteria.(2) Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 405 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. kriteria. b.rtf 163     . pengendalian.DITJEN HUBUD (FINAL . serta angkutan udara perintis. angkutan udara haji. Penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.VALID). bimbingan serta bantuan teknis. serta angkutan udara perintis. c. norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal. sistem dan prosedur di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal. pemberian arahan. Pasal 406 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. sistem dan prosedur. kriteria. norma. sistem dan prosedur. penyusunan standarisasi. pedoman. pengawasan dan penegakan hukum.

angkutan udara haji. Pelaksanaan pemberian arahan. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. terdiri atas : a. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. sistem dan prosedur. Pasal 407 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga. penyusunan standarisasi. angkutan udara haji.d. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri serta angkutan udara perintis. serta angkutan udara perintis. kriteria. Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Luar Negeri. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. pelatihan serta bantuan teknis.VALID). b. Pasal 408 (1) Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBUD (FINAL . norma. bimbingan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal.rtf 164     . e. pelatihan serta bantuan teknis di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. pemberian arahan. bimbingan. pemberian persetujuan. pengawasan dan penegakan hukum. f. Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Dalam Negeri. pedoman. g. 04 OTK KEMENHUB 2010 . serta angkutan udara perintis. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal.

DITJEN HUBUD (FINAL . norma. penyiapan bahan penyusunan standar. pedoman. b. pelatihan serta bantuan teknis. d. Pasal 409 Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. penyusunan standar. pedoman. kerjasama multilateral dan lembaga internasional serta kerjasama perusahaan angkutan udara dan pelayanan fasilitasi (FAL). kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga luar negeri serta angkutan udara haji. bimbingan. pengawasan dan penegakan hukum. kriteria. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. sistem dan prosedur di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara. sistem dan prosedur.rtf 165     . pedoman. Penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara. pemberian persetujuan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pengawasan. norma. c. norma.(2) Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.VALID). kerjasama multilateral dan lembaga internasional serta kerjasama perusahaan angkutan udara dan pelayanan fasilitasi (FAL). pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang kerjasama angkutan udara. Penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan kerjasama perusahaan angkutan udara di bidang angkutan udara. sistem dan prosedur. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara. kerjasama multilateral dan lembaga internasional. penyusunan standarisasi. kriteria. Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a.

DITJEN HUBUD (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang perjanjian kerja sama bilateral di bidang angkutan udara dan kerjasama perusahaan angkutan udara. pemberian arahan bimbingan. pemberian arahan. pelatihan serta bantuan teknis.rtf 166     . terdiri atas : a. penyusunan standarisasi. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. (2) Seksi Kerjasama Multilateral dan Lembaga Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. sistem dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang perjanjian dan kerjasama multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta pelayanan fasilitasi serta koordinasi dan pertemuan dengan instansi terkait untuk fasilitasi pelayanan angkutan udara internasional. pedoman. pengawasan dan penegakan hukum. Pasal 411 Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara. persetujuan. norma.e. pemberian persetujuan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama bilateral.VALID). Pasal 412 (1) Seksi Kerjasama Bilateral dan Perusahaan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. f. pelatihan serta bantuan teknis di bidang kerjasama perusahaan angkutan udara. pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur. kriteria. multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta kerjasama perusahaan angkutan udara. norma. multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta kerjasama perusahaan angkutan udara. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang kerjasama bilateral. Seksi Kerjasama Bilateral dan Perusahaan Angkutan Udara. Seksi Kerjasama Multilateral dan Lembaga Internasional. g. bimbingan. bimbingan. Pelaksanaan pemberian arahan. penyusunan standarisasi. b.

bimbingan pelatihan serta bantuan teknis di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara serta tarif jasa pelayanan angkutan udara. pedoman. Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara.VALID). serta evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. sistem dan prosedur. pengendalian dan penegakan hukum di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara serta tarif jasa pelayanan angkutan udara. kriteria. kriteria. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. e. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413.DITJEN HUBUD (FINAL . sistem dan prosedur di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. pelaksanaan pemberian arahan.rtf 167     . f. penyiapan bahan penyusunan standar. g. c. norma. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian ijin dan/atau rekomendasi di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. pengawasan dan pengendalian.Pasal 413 Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara. d. norma. penyusunan standar. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman.

dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. Pasal 417 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. pengawasan dan penegakan hukum. evaluasi dan pelaporan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. kriteria. pengelolaan sistem teknologi informatika. 2) Seksi Tarif Jasa Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.VALID). kepegawaian. 04 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 168     . bimbingan. b.Pasal 415 Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara terdiri atas : a. urusan keuangan. norma. pedoman. sistem dan prosedur. bimbingan pelatihan serta bantuan teknis. Seksi Bimbingan Usaha Angkutan Udara. norma.DITJEN HUBUD (FINAL . pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur. pemberian ijin. penyusunan standarisasi. pedoman. pemberian arahan. Seksi Tarif Jasa Pelayanan Angkutan Udara. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif jasa pelayanan angkutan udara. pelatihan serta bantuan teknis. tata usaha. pemberian ijin dan/atau rekomendasi. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. pemberian arahan. kriteria. penyusunan standarisasi. Pasal 416 (1) Seksi Bimbingan Usaha Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang bandar udara. peralatan dan utilitas bandar udara. peralatan dan utilitas bandar udara. pedoman. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. prasarana bandar udara. Pasal 419 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418. peralatan dan utilitas bandar udara. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. peralatan dan utilitas bandar udara. 169     04 OTK KEMENHUB 2010 . Direktorat Bandar Udara menyelenggarakan fungsi: a. f. peralatan dan utilitas bandar udara. norma. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur bandar udara. pengawasan. standar. prasarana bandar udara. pemberian ijin dan/atau sertifikasi/registrasi dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. penyiapan penyusunan standar. kriteria. b.rtf .DITJEN HUBUD (FINAL . personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. c. pengendalian dan penegakan hukum di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. d. bimbingan. pemberian arahan. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. kriteria. menyusun serta melaksanakan kebijakan. sistem dan prosedur. norma. prasarana bandar udara. e.Bagian Kelima Direktorat Bandar Udara Pasal 418 Direktorat Bandar Udara mempunyai tugas merumuskan. prasarana bandar udara. prasarana bandar udara. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. pedoman.VALID). pelatihan serta bantuan teknis di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. sistem dan prosedur di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan.

04 OTK KEMENHUB 2010 . b. c. penyusunan standar. pedoman.VALID). prasarana bandar udara. Subdirektorat Prasarana Bandar Udara. sistem dan prosedur. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. h. d. Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. kepegawaian dan personel. i. prasarana bandar udara. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. Pasal 421 Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.rtf 170     . peralatan dan utilitas bandar udara. pengelolaan sistem teknologi informatika. peralatan dan utilitas bandar udara. Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan.DITJEN HUBUD (FINAL . Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. Pasal 420 Direktorat Bandar Udara terdiri atas : a.g. tata usaha. f. e. Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan. pelaksanaan urusan keuangan. kriteria. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang tatanan kebandarudaraan dan tata lingkungan dan kawasan bandar udara. dan dokumentasi teknis. norma.

tata lingkungan dan kawasan bandar udara. b. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. sistem dan prosedur di bidang tata bandar udara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tata bandar udara. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang tata bandar udara. d. Pasal 423 Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan terdiri atas : a. pengendalian dan penegakan hukum di bidang tata bandar udara.VALID). Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a.rtf 171     . tata lingkungan dan kawasan bandar udara. b. Seksi Tata Lingkungan dan Kawasan Bandar Udara. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. c. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang tata bandar udara. f. penyiapan bahan penyusunan standar. Seksi Tata Bandar Udara.DITJEN HUBUD (FINAL . Pelaksanaan pemberian arahan.Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. kriteria. e. bimbingan. norma. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang tata bandar udara.

bimbingan. pemberian arahan. pemberian arahan. penyusunan standarisasi. bimbingan. b.VALID).DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman. pengawasan dan penegakan hukum serta evaluasi dan pelaporan di bidang tata lingkungan dan kawasan bandar udara. norma. kriteria. pemberian ijin dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi. sistem dan prosedur di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara serta verifikasi prasarana bandar udara. evaluasi dan pelaporan di bidang tata bandar udara. Subdirektorat Prasarana Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. kriteria. kriteria.rtf 172     . penyiapan bahan penyusunan standar. pedoman. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara serta verifikasi prasarana bandar udara. sistem dan prosedur. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana bandar udara.Pasal 424 (1) Seksi Tata Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis. (2) Seksi Tata Lingkungan dan Kawasan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 . norma. penyusunan standarisasi. pedoman. pedoman. pemberian ijin dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi. penyusunan standar. pelatihan serta bantuan teknis. norma. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. Pasal 425 Subdirektorat Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur.

pelatihan serta bantuan teknis. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian izin dan/atau sertifikasi di bidang verifikasi prasarana bandar udara. Pasal 427 Subdirektorat Prasarana Bandar Udara terdiri atas : a. evaluasi dan pelaporan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara. kriteria. Seksi Program dan Standarisasi Prasarana Bandar Udara. bimbingan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. pedoman. 04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. penyusunan standarisasi. b. norma.c.VALID). pelatihan serta bantuan teknis di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. Pasal 428 (1) Seksi Program dan Standarisasi Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan. d.DITJEN HUBUD (FINAL . f.rtf 173     . pemberian arahan. e. pelaksanaan pemberian arahan. Seksi Verifikasi Prasarana Bandar Udara. g. pengawasan dan penegakan hukum.

VALID). penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. pemberian ijin dan/atau sertifikasi. pedoman. kriteria.rtf 174     . dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pemberian arahan. bimbingan. pelaksanaan pemberian arahan. pelatihan serta bantuan teknis. c. penyusunan standar. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. pengawasan dan pengendalian. d. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 .(2) Seksi Verifikasi Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standarisasi. kriteria. norma. sistem dan prosedur. b.DITJEN HUBUD (FINAL . sistem dan prosedur. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi prasarana bandar udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara serta verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. penegakan hukum. norma. norma. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan penyusunan standar. kriteria. bimbingan. pedoman. sistem dan prosedur di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. e. pengawasan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. pedoman. Pasal 429 Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta evaluasi dan pelaporan di bidang peralatan dan utilitas bandar udara.

Seksi Program dan Standarisasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang personel dan operasi bandar udara. sistem dan prosedur. (2) Seksi Verifikasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.f. kriteria. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. norma. sistem dan prosedur. Seksi Verifikasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. Pasal 433 Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standar. penyusunan standarisasi. bimbingan pelatihan serta bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. norma. g.VALID). penyusunan standarisasi. norma. pedoman. pemberian sertifikasi dan/atau perijinan serta pengawasan dan penegakan hukum. kriteria. pedoman. Pasal 432 (1) Seksi Program dan Standarisasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 431 Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara terdiri atas: a.DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman.rtf 175     . kriteria. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. pemberian arahan. b. sistem dan prosedur.

Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi/register dan/atau lisensi/validasi di bidang personel dan operasi bandar udara. b. pedoman. g. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara.VALID). norma. Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pengendalian dan penegakan hukum di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara.rtf 176     . penyiapan bahan penyusunan standar. d. b. sistem dan prosedur di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. e. pelaksanaan pemberian arahan.DITJEN HUBUD (FINAL . Seksi Pengawasan Personel dan Operasi Bandar Udara. Pasal 435 Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara terdiri atas : a. kriteria. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang personel dan operasi bandar udara. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. f. c. Seksi Sertifikasi Personel dan Operasi Bandar Udara. bimbingan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara.

pemberian arahan bimbingan. pedoman. pedoman. 04 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. Pasal 437 Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. penyiapan bahan penyusunan standar. bimbingan.rtf 177     . evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan personel dan operasi bandar udara. evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara. (2) Seksi Pengawasan Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. b. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan bandar udara.DITJEN HUBUD (FINAL .Pasal 436 (1) Seksi Sertifikasi Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur pengawasan. kriteria. pedoman. penyusunan standar. pelatihan serta bantuan teknis. norma.VALID). sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. kriteria. Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. pemberian sertifikasi. penyusunan standarisasi. pengawasan dan penegakan hukum. pemberian lisensi/validasi dan/atau sertifikasi/register. norma. norma. pedoman. pemberian arahan. norma. sistem dan prosedur di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. penyusunan standarisasi.

pedoman. pelaksanaan pemberian arahan. norma. kriteria. penyusunan standarisasi. kriteria. pedoman. bimbingan. pemberian arahan. bimbingan. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi penyelenggaraan bandar udara. bimbingan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian izin di bidang kerjasama dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara.VALID).rtf . pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur. 178     04 OTK KEMENHUB 2010 . g. sistem dan prosedur. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. b. (2) Seksi Verifikasi Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis.DITJEN HUBUD (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara. pemberian arahan. Pasal 439 Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar udara terdiri atas: a. penyusunan standarisasi. f. Seksi Kerjasama Penyelenggaraan Bandar Udara. norma. pemberian ijin.c. Pasal 440 (1) Seksi Kerjasama Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang verifikasi penyelenggaraan bandar udara. d. pelatihan serta bantuan teknis. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. e. Seksi Verifikasi Penyelenggaraan Bandar Udara. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pemberian ijin.

Pasal 441 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. kriteria. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . tata usaha. penyiapan penyusunan standar. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP.DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi.rtf 179     . Pasal 443 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442. norma. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. pelayanan darurat. kriteria. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. pengelolaan sistem teknologi informatika. kerjasama dan program keamanan penerbangan. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. pengawasan. sistem dan prosedur. b. kerjasama dan program keamanan penerbangan. norma.VALID). urusan keuangan. Bagian Keenam Direktorat Keamanan Penerbangan Pasal 442 Direktorat Keamanan Penerbangan mempunyai tugas merumuskan. kepegawaian. menyusun serta melaksanakan kebijakan. pengendalian dan serta evaluasi dan pelaporan di bidang keamanan penerbangan. pedoman. Direktorat Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. pedoman. standar. pelayanan darurat. sistem dan prosedur di bidang standarisasi.

c. kerjasama dan program keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . pelatihan serta bantuan teknis di bidang standarisasi. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur keamanan penerbangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan.VALID). Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan dan fasilitas keamanan penerbangan. h. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang standarisasi. organisasi atau manajemen lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang keamanan penerbangan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. pelayanan darurat. bimbingan. e. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian ijin dan/atau sertifikasi di bidang standarisasi. pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. pemberian arahan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel dan fasilitas keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan. pelayanan darurat. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. pelayanan darurat.rtf 180     . Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. organisasi atau manajemen lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang keamanan penerbangan. pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. d. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. g. kerjasama dan program keamanan penerbangan. pelayanan darurat. pelayanan darurat. f. pengendalian dan penegakan hukum di bidang standarisasi.

d. pedoman.rtf . Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. f. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. 181     04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi keamanan penerbangan. Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan. b. kriteria. Subdirektorat Standarisasi. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan. Penerbangan dan e.VALID). norma. kerjasama dan program keamanan penerbangan. c. pelaksanaan urusan keuangan.DITJEN HUBUD (FINAL . Subdirektorat Fasilitas Keamanan Pengangkutan Barang Berbahaya. Subdirektorat Pelayanan Darurat. dan dokumentasi teknis. Subdirektorat Standarisasi. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. pengelolaan sistem teknologi informatika. Pasal 444 Direktorat Keamanan Penerbangan terdiri atas : a. kepegawaian dan personel. penyusunan standar. Pasal 445 Subdirektorat Standarisasi. kerjasama dan program keamanan penerbangan. tata usaha. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. sistem dan dan prosedur.i.

pemberian persetujuan. pelayanan darurat. Seksi Standarisasi Keamanan Penerbangan.b. kerjasama dan program keamanan penerbangan. pengangkutan barang berbahaya. sistem dan prosedur. f. kriteria. kerjasama dan program keamanan penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis.DITJEN HUBUD (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi keamanan penerbangan. kriteria. penyiapan bahan penyusunan standar. d. norma. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang standarisasi keamanan penerbangan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan dan/atau persetujuan di bidang standarisasi keamanan penerbangan. pedoman. Pasal 448 (1) Seksi Standarisasi Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.VALID). Seksi Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan. e. pedoman. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang standarisasi keamanan penerbangan. pemberian arahan. sistem dan prosedur di bidang standarisasi keamanan penerbangan. norma. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan terdiri atas : a. bimbingan. kerjasama dan program keamanan penerbangan. c. pelaksanaan pemberian arahan. pengangkutan barang berbahaya dan pelayanan darurat. penyusunan standarisasi. Pasal 447 Subdirektorat Standarisasi. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. b.rtf 182     .

pengangkutan barang berbahaya. penyusunan standarisasi. penyiapan bahan penyusunan standar. pedoman. kriteria.VALID). dan pelayanan darurat. pedoman. pedoman. pelaksanaan pemberian arahan. program keamanan bandar udara (airport contingency plan). sistem dan prosedur.(2) Seksi Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelatihan serta bantuan teknis di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. bimbingan. Pasal 449 Subdirektorat Pelayanan Darurat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. c. pengendalian. e.rtf 183     . d. penyusunan standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. sistem dan prosedur. serta evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan darurat. kriteria. Subdirektorat Pelayanan Darurat menyelenggarakan fungsi: a. sistem dan prosedur di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. norma. norma. norma. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian lisensi ijin dan/atau sertifikasi dan/atau persetujuan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian ijin dan/atau persetujuan serta evaluasi dan pelaporan di bidang keamanan penerbangan. b.

penyusunan standarisasi. norma.rtf . kriteria. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang personel PKP-PK dan salvage. pemberian arahan. sistem dan prosedur. penyusunan standarisasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. sistem dan prosedur. Pasal 452 (1) Seksi Personel PKP-PK dan Salvage mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian sertifikasi. norma. pedoman. 184     04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. pedoman. (2) Seksi Fasilitas Pelayanan Darurat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. lisensi dan persetujuan. Seksi Personel PKP-PK dan Salvage. norma. pelatihan serta bantuan teknis.Pasal 451 Subdirektorat Pelayanan Darurat terdiri atas : a. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang penyidik pegawai negeri sipil dan personel keamanan penerbangan. bimbingan.VALID).DITJEN HUBUD (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas pelayanan darurat. kriteria. Seksi Fasilitas Pelayanan Darurat. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. sistem dan prosedur. pemberian sertifikasi. pemberian arahan. bimbingan. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis. Pasal 453 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standar. b.

VALID). penyiapan bahan pelaksanaan pemberian lisensi di bidang personel keamanan penerbangan. c. kriteria dan prosedur. pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL . f. kriteria dan prosedur di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). bimbingan. evaluasi dan pelaporan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang penerbangan sipil. 04 OTK KEMENHUB 2010 .b. pelaksanaan pemberian arahan. b. pelatihan serta bantuan teknis di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. e. pemberian arahan. g. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. bimbingan. Seksi Personel Keamanan Penerbangan. sistem dan prosedur di bidang personel keamanan penerbangan. penyusunan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. kriteria. pedoman. penyiapan bahan penyusunan pedoman. norma. Penyiapan bahan penyusunan standar. pelatihan serta bantuan teknis. h. Pasal 456 (1) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d. penyidikan tindak pidana di bidang penerbangan. Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).rtf 185     . Pasal 455 Subdirektorat PPNS dan Personel Keamanan Penerbangan terdiri atas : a.

pelaksanaan pemberian arahan. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. sistem dan prosedur. kriteria.rtf . penyiapan bahan penyusunan standar. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya.DITJEN HUBUD (FINAL . norma.(2) Seksi Personel Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standarisasi. pemberian arahan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan serta penanganan pengangkutan barang berbahaya. sistem dan prosedur di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. b. pedoman. 186     04 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman.VALID). pedoman. norma. d. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. pemberian lisensi. c. Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan standar. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya. bimbingan. Pasal 457 Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan. sistem dan dan prosedur. norma. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang personel keamanan penerbangan. e. pelatihan serta bantuan teknis.

kriteria. norma. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya.f. penyusunan standar. pelatihan serta bantuan hukum. pemberian sertifikasi. pelatihan serta bantuan hukum serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas keamanan penerbangan.VALID). (2) Seksi Personel Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Personel Penanganan Pengangkutan Barang Berbahaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. pemberian arahan. pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 459 Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya terdiri atas : a. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. sistem dan prosedur. bimbingan. serta evaluasi dan pelaporan di bidang personel fasilitas keamanan penerbangan dan personel penanganan pengangkutan barang berbahaya. pedoman. b.rtf 187     . pemberian arahan. kriteria. bimbingan. pedoman. kriteria. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan penerbangan. Seksi Personel Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Personel Penanganan Pengangkutan Barang Berbahaya. penyusunan standarisasi. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian lisensi. Seksi Fasilitas Keamanan Penerbangan. Pasal 461 Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 460 (1) Seksi Fasilitas Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. norma.

kriteria. bimbingan. Seksi Kendali Mutu Keamanan Angkutan Udara. bimbingan serta bantuan teknis di bidang keamanan penerbangan. pengangkutan barang berbahaya. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang keamanan penerbangan. Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standarisasi. pelatihan serta bantuan teknis.rtf 188     . dan pelayanan darurat. pengangkutan barang berbahaya. e. sistem dan prosedur pemberian arahan. b.DITJEN HUBUD (FINAL . norma. evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan bandar udara dan pelayanan darurat. pelaksanaan pemberian arahan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang keamanan penerbangan. b.VALID). Seksi Kendali Mutu Keamanan Bandar Udara.Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461. pedoman. pengangkutan barang berbahaya. dan pelayanan darurat. Pasal 463 Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan terdiri atas: a. pengawasan dan penegakan hukum. c. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kendali mutu keamanan angkutan udara dan bandar udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . d. dan pelayanan darurat. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang keamanan penerbangan. Pasal 464 (1) Seksi Kendali Mutu Keamanan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.

sistem dan prosedur. kriteria. pedoman. Direktorat Navigasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. standar. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. norma. pelatihan serta bantuan teknis. urusan keuangan. Bagian Ketujuh Direktorat Navigasi Penerbangan Pasal 466 Direktorat Navigasi Penerbangan mempunyai tugas merumuskan. Pasal 465 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. pengawasan.rtf 189     . serta evaluasi dan pelaporan di bidang navigasi penerbangan.(2) Seksi Kendali Mutu Keamanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur pemberian arahan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . menyusun serta melaksanakan kebijakan. pengendalian. pengelolaan sistem teknologi informatika. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. pedoman. norma. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan.DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. kepegawaian. manajemen informasi aeronautika. tata usaha. pengawasan dan penegakan hukum. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. bimbingan. penyusunan standarisasi. komunikasi penerbangan. kriteria.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan angkutan udara dan pengangkutan barang berbahaya.

h. komunikasi penerbangan. g. pelatihan serta bantuan teknis di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. komunikasi penerbangan. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur navigasi penerbangan. kriteria. f. norma. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. pemberian ijin. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. komunikasi penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. pedoman. komunikasi penerbangan. d.rtf 190     .DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan penyusunan standar. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. manajemen informasi aeronautika. pemberian arahan. sistem dan prosedur di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. manajemen informasi aeronautika.b. e. i. c. pengendalian dan penegakan hukum di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . komunikasi penerbangan. pembinaan terhadap penyelenggara pemeliharaan peralatan elektronika penerbangan dan penyelenggara kalibrasi fasilitas penerbangan. manajemen informasi aeronautika. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. komunikasi penerbangan. manajemen informasi aeronautika. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. manajemen informasi aeronautika. manajemen informasi aeronautika. bimbingan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. sertifikasi/registrasi di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas penerbangan.VALID).

Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan. sertifikasi dan perijinan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika. dan dokumentasi teknis. Pasal 469 Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.rtf 191     . dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. f. pedoman. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL . pengelolaan sistem teknologi informatika. tata usaha. penyusunan standar. e. Pasal 470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 469. Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan. sistem dan prosedur. pelaksanaan urusan keuangan. Pasal 468 Direktorat Navigasi Penerbangan terdiri atas : a.j.VALID). kepegawaian dan personel. norma. c. d. Subdirektorat Komunikasi Penerbangan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen ruang udara dan pelayanan lalu lintas penerbangan. Subdirektorat Penerbangan. b. Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a.

pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. Pasal 471 Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan terdiri atas: a. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan pengawasan. penyiapan bahan penyusunan standar. c. pengawasan dan penegakan hukum. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pelaksanaan pemberian arahan. Seksi Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. f.b. norma. norma. bimbingan. g. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. e. kriteria. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. sistem dan prosedur di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. pedoman. kriteria. b. pengendalian dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen ruang udara. penyusunan standarisasi. pedoman. d. Seksi Manajemen Ruang Udara. sistem dan prosedur. Pasal 472 (1) Seksi Manajemen Ruang Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. perjanjian atau hubungan internasional. pelatihan serta bantuan teknis. pemberian arahan.DITJEN HUBUD (FINAL . bimbingan. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi dan perijinan di bidang pelayanan lalu lintas penerbangan.rtf 192     .VALID).

DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian arahan. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. pedoman. Pasal 473 Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen informasi aeronautika. bimbingan.(2) Seksi Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standar. sistem dan prosedur di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. kriteria. d. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pedoman. norma.VALID). pengawasan dan penegakan hukum. pedoman. norma. kriteria. e. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. 193     04 OTK KEMENHUB 2010 . pelatihan serta bantuan teknis. penyusunan standarisasi. pemberian sertifikasi. bimbingan. pelaksanaan pemberian arahan. Pasal 474 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 473.rtf . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Publikasi Informasi Aeronautika. penyiapan bahan penyusunan standar. Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika menyelenggarakan fungsi : a. sistem dan prosedur. pengawasan. c. sistem dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan lalu lintas penerbangan. norma. kriteria.

04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur. sistem dan prosedur. b. norma. kriteria. pedoman. pembuatan peta penerbangan. Pasal 477 Subdirektorat Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.VALID). (2) Seksi Publikasi Infomasi Aeronautika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.f. pengawasan dan penegakan hukum. norma. sistem dan prosedur. penyusunan standar. pemberian arahan. pedoman. kriteria. Seksi Publikasi Informasi Aeronautika. pemberian sertifikasi. kriteria.rtf 194     . g. pemberian arahan. bimbingan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang komunikasi penerbangan. evaluasi dan pelaporan di bidang Publikasi Infomasi Aeronautika. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang kartografi penerbangan dan publikasi informasi aeronautika. bimbingan. Pasal 476 (1) Seksi Kartografi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma.DITJEN HUBUD (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang Kartografi Penerbangan. penyusunan standarisasi. penyusunan standarisasi. Seksi Kartografi Penerbangan. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. Pasal 475 Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika terdiri atas: a. pengawasan dan penegakan hukum. pelatihan serta bantuan teknis. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kartografi penerbangan dan publikasi informasi aeronautika.

penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. penyiapan bahan penyusunan standar. Pasal 479 Subdirektorat Komunikasi Penerbangan terdiri atas : a. Subdirektorat Komunikasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. Seksi Operasi Komunikasi Penerbangan.rtf 195     . d. sistem dan prosedur di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. c. dan g. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. f. 04 OTK KEMENHUB 2010 . b. e. pelaksanaan pemberian arahan. pedoman. b. bimbingan.Pasal 478 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477.VALID).DITJEN HUBUD (FINAL . norma. pengendalian dan penegakan hukum di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. kriteria. Seksi Jaringan dan Peralatan Komunikasi Penerbangan.

Pasal 480 (1) Seksi Operasi Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standarisasi. Pasal 482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 481. norma. pedoman. Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. kriteria. kriteria. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. sistem dan prosedur. penyiapan bahan penyusunan standar.VALID). norma. sistem dan prosedur. norma. pelatihan serta bantuan teknis. kriteria. sistem dan prosedur.DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman. bimbingan. penyusunan standar. kriteria. (2) Seksi Jaringan dan Peralatan Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. pelatihan serta bantuan teknis. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. pemberian arahan. pengawasan dan penegakan hukum. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang Operasi Komunikasi Penerbangan. evaluasi dan pelaporan di bidang Jaringan Dan Peralatan Komunikasi. b. pengawasan dan penegakan hukum. pemberian sertifikasi. pedoman. Pasal 481 Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian sertifikasi. bimbingan.rtf 196     . pemberian arahan.

Seksi Fasilitas Pengamatan Penerbangan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. Pasal 484 (1) Seksi Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan pemberian arahan. e. pemberian arahan. penyiapan bahan pembinaan penyelenggara peralatan elektronika penerbangan. pengawasan dan penegakan hukum. pemberian sertifikasi. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. norma. Seksi Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan. h. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pengendalian dan penegakan hukum di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. bimbingan.c.DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 483 Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan terdiri atas : a. kriteria.rtf 197     . b. pedoman. pembinaan penyelenggara pemeliharaan peralatan elektronika penerbangan.VALID). penyusunan standarisasi. g. pemeliharaan d. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. evaluasi dan pelaporan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan. bimbingan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan.

b. bimbingan.VALID). sistem dan dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. sistem dan prosedur. e. pelatihan serta bantuan teknis. norma. Pasal 485 Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan penyusunan standar. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. pemberian arahan.(2) Seksi Fasilitas Pengamatan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. bimbingan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. pelaksanaan pemberian arahan. pemberian sertifikasi. c. pedoman. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. norma. penyusunan standarisasi. pengawasan dan penegakan hukum. pedoman.rtf 198     . Pasal 486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. penyusunan standar. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. kriteria. kriteria. norma. 04 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. sistem dan prosedur di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di Bidang Fasilitas Pengamatan Penerbangan. d.

norma. pelatihan serta bantuan teknis. pedoman. g. kriteria. norma.rtf 199     . h.f. pemberian arahan. bimbingan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Sertifikasi Navigasi Penerbangan. pemberian arahan. pedoman. Pasal 487 Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan terdiri atas: a. penyusunan standarisasi. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. penyusunan standarisasi. bimbingan. sistem dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang Sertifikasi Navigasi Penerbangan. pemberian sertifikasi.VALID). b. pengawasan dan penegakan hukum. kriteria. penyiapan bahan pembinaan penyelenggara kalibrasi fasilitas penerbangan. sistem dan prosedur.DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 488 (1) Seksi Standarisasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan. (2) Seksi Sertifikasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan penegakan hukum. Seksi Standarisasi Navigasi Penerbangan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis. pemberian sertifikasi.

04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi. b. sistem dan prosedur di bidang Standarisasi. Produk Aeronautika. menyusun serta melaksanakan kebijakan. d. norma. Rekayasa.VALID). pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara. Rekayasa. Produk Aeronautika. norma. pengelolaan sistem teknologi informatika. urusan keuangan. penyiapan penyusunan standar. Rekayasa. sistem dan prosedur. kepegawaian. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi.DITJEN HUBUD (FINAL .Pasal 489 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana strategis direktorat. pedoman. c. Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. kriteria. standar. kriteria. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. Bagian Kedelapan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Pasal 490 Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara mempunyai tugas merumuskan.rtf 200     . Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur kelaikan udara dan pengoperasian pesawat udara. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. tata usaha. Produk Aeronautika. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara.

Subdirektorat Produk Aeronautika. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi. pengelolaan sistem teknologi informatika. kepegawaian dan personel. e. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. tata usaha. c. Produk Aeronautika. Produk Aeronautika. Pasal 492 Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara terdiri atas : a. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. penyiapan bahan penyusunan dan keselamatan penerbangan nasional.rtf 201     . penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. Rekayasa. Subdirektorat Operasi Pesawat Udara. k.DITJEN HUBUD (FINAL . i. pelaksanaan urusan keuangan. Subdirektorat Standarisasi. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara.e. Subbagian Tata Usaha. 04 OTK KEMENHUB 2010 . h. pemberian arahan. d. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi. pemberian ijin dan/atau sertifikasi dan/atau registrasi di bidang Standarisasi. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. Rekayasa. Subdirektorat Rekayasa. pembinaan penyelenggara pemeriksaan kesehatan penerbangan. bimbingan.VALID). pelaksanaan program f. f. g. b. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. j. Produk Aeronautika. dan dokumentasi teknis. Produk Aeronautika. Rekayasa. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi. Subdirektorat Perawatan. Rekayasa.

penyiapan bahan pelaksanaan program pencegahan insiden dan kecelakaan pesawat udara. h. b. kriteria. kriteria. pelaksanaan pemberian arahan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . i. sistem dan prosedur di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan.rtf 202     .DITJEN HUBUD (FINAL . e. norma. c. f. Pasal 494 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 493.VALID). pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. penyusunan standar.Pasal 493 Subdirektorat Standarisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. penyiapan bahan pembinaan kesehatan penerbangan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. Subdirektorat Standarisasi menyelenggarakan fungsi : a. norma. d. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pedoman. bimbingan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di Bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. penyelenggara pemeriksaan g. penyiapan bahan penyusunan standar. pedoman.

Seksi Standarisasi Operasi Penerbangan. sistem dan dan prosedur. (2) Seksi Standarisasi Operasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standarisasi. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian sertifikasi. pemberian sertifikasi. Pasal 498 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494. Pasal 496 (1) Seksi Standarisasi Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. program pencegahan insiden dan kecelakaan. terdiri atas : a. Pasal 497 Subdirektorat Rekayasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria.Pasal 495 Subdirektorat Standarisasi. bimbingan. norma. pemberian arahan. pengawasan dan penegakan hukum. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis. penyusunan standar. pedoman. sistem dan prosedur.rtf 203     . pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Rekayasa Pesawat Udara. Seksi Standarisasi Teknik. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Operasi Penerbangan. Subdirektorat Rekayasa menyelenggarakan fungsi : a. bimbingan.DITJEN HUBUD (FINAL . penyusunan standarisasi. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Teknik. kriteria.VALID). pedoman. norma. b. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. pengawasan dan penegakan hukum.

norma.DITJEN HUBUD (FINAL . pengawasan dan penegakan hukum. b. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. pelatihan serta bantuan teknis. f. Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara.b.VALID). sistem dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. penyiapan bahan penyusunan standar. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. e. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. Pasal 499 Subdirektorat Rekayasa terdiri atas : a. pedoman. c. kriteria. bimbingan.rtf 204     . Seksi Pengawasan Proses Rekayasa. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa dan Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. penyusunan standarisasi. pemberian arahan. bimbingan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau persetujuan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. pemberian sertifikasi/perijinan. Pasal 500 (1) Seksi Pengawasan Proses Rekayasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. pedoman. g. norma. kriteria. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. pelaksanaan pemberian arahan. d. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara.

e. 205     04 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan pemberian arahan. sistem dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. bimbingan. subdirektorat Produk Aeronautika menyelenggarakan fungsi: a. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. pemberian sertifikasi/perijinan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi.DITJEN HUBUD (FINAL . norma. kriteria. c. pengawasan dan penegakan hukum. norma. penyusunan standarisasi. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan dan/atau persetujuan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. pedoman. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Produk Aeronautika. pemberian arahan. kriteria.rtf . pedoman. penyusunan standar. norma. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. sistem dan prosedur. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 501. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. Pasal 501 Subdirektorat Produk Aeronautika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. penyiapan bahan penyusunan standar. kriteria. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pelatihan serta bantuan teknis.(2) Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. f. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi.VALID). bimbingan. d.

Pasal 505 Subdirektorat Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan pengendalian. pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur. penyusunan standar. pemberian sertifikasi. pemberian sertifikasi/ijin. bimbingan. Pasal 504 (1) Seksi Pengawasan Mutu dan Proses Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.g. norma. norma. pedoman. pemberian arahan.rtf 206     . norma. kriteria. (2) Seksi Pengawasan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis. penyusunan standarisasi. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Produksi. pedoman. pemberian arahan. pengawasan dan penegakan hukum. Seksi Pengawasan Mutu dan Proses Produksi. penyusunan standarisasi. 04 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBUD (FINAL . serta evaluasi dan pelaporan di bidang Operasi Pesawat Udara. Pasal 503 Subdirektorat Produk Aeronautika terdiri atas: a.VALID). sistem dan prosedur. bimbingan. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. kriteria. b. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis. Seksi Pengesahan Produksi. pedoman.

b. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi Personel Operasi Pesawat Udara. Subdirektorat Operasi Pesawat Udara menyelenggarakan fungsi : a. g. di bidang e. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. bimbingan. pelaksanaan pemberian arahan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . b.DITJEN HUBUD (FINAL . pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. Seksi Pengawasan Operasi Pesawat Udara. d. penyiapan bahan penyusunan standar. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara.Pasal 506 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 505. kriteria.rtf 207     . Pasal 507 Subdirektorat Operasi Pesawat Udara terdiri atas : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. f. pedoman. Seksi Personel Operasi Pesawat Udara.VALID). norma. c. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.

sistem dan prosedur.VALID).DITJEN HUBUD (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara. (2) Seksi Personel Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 509. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. pelatihan serta bantuan teknis. pemberian arahan. pemberian sertifikasi. pemberian sertifikasi. bimbingan. pedoman. penyusunan standarisasi. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pemberian arahan. b. penyiapan bahan penyusunan standar. norma. penyusunan standarisasi. evaluasi dan pelaporan di bidang Personel Operasi Pesawat Udara. pedoman. pedoman.Pasal 508 (1) Seksi Pengawasan Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Perawatan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan standar. pelatihan serta bantuan teknis. kriteria. sistem dan dan prosedur. pengawasan dan penegakan hukum. kriteria. kriteria. Pasal 509 Subdirektorat Perawatan mempunyai tugas melaksanakan melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Perawatan Pesawat Udara. sistem dan prosedur. bimbingan.rtf 208     . 04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. pedoman. c. pengawasan dan penegakan hukum. kriteria. norma. norma.

pengawasan dan penegakan hukum. penyusunan standarisasi. norma. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. sistem dan prosedur. kriteria. kriteria. f. bimbingan. (2) Seksi Personel Teknik Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelatihan serta bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang Perawatan Pesawat Udara.rtf 209     . e. bimbingan. pemberian sertifikasi. Pasal 512 (1) Seksi Perawatan Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. bimbingan. penyusunan standarisasi. pemberian arahan. norma.VALID). pemberian arahan. pedoman. g. Seksi Perawatan Pesawat Udara.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian sertifikasi. sistem dan prosedur. Pasal 511 Subdirektorat Perawatan terdiri atas : a. b. pengawasan dan penegakan hukum. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan Pesawat Udara. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang Personel Teknik Perawatan Pesawat Udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. Seksi Personel Teknik Perawatan.d. pelaksanaan pemberian arahan.

dan masing-masing Direktur.rtf 210     . (3) (4) 04 OTK KEMENHUB 2010 . dan dokumentasi teknis. diatur berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.DITJEN HUBUD (FINAL . tata usaha. pengelolaan sistem teknologi informatika.VALID). Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. urusan keuangan. Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 514 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).Pasal 513 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. kepegawaian dan personel. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Pasal 515 (1) Kelompok fungsional fungsional dan diatur berlaku.

DITJEN KA 4 DIT (FINAL . sarana dan sumber daya manusia bidang perkeretaapian. penyiapan pengujian dan sertifikasi prasarana. lalu lintas dan angkutan kereta api. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan perkeretaapian dan industri penunjang penyelenggaraan perkeretaapian. Pasal 518 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 517. Direktorat Jenderal Perkeretaapian dipimpin oleh Direktur Jenderal. 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian. di lingkungan (2) b. prosedur. e. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan.VALID). Pasal 517 Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perkeretaapian. d. norma. penyiapan pelaksanaan pembinaan dan penyelenggaraan perkeretaapian bidang keselamatan. Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria penyelenggaraan perkeretaapian. Tugas dan Fungsi Pasal 516 (1) Direktorat Jenderal Perkeretaapian adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. penyiapan penyusunan standar.BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN Bagian Pertama Kedudukan. c. prasarana dan sarana perkeretaapian.rtf 211 .

penyiapan pengelolaan urusan keuangan dan barang inventaris milik/kekayaan negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum serta penyiapan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta kerja sama luar negeri. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api. Direktorat Prasarana Perkeretaapian. penyusunan data dan informasi serta pelaporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Direktorat Sarana Perkeretaapian. c. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang keselamatan dan transportasi perkeretaapian.rtf . Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Pasal 520 Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. b.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. rencana dan program pengembangan perkeretaapian. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a.VALID). penyiapan pengkoordinasian penyusunan kebijakan. dan Direktorat Keselamatan Perkeretaapian.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 519 Direktorat Jenderal Perkeretaapian terdiri atas: a. c. e. d. 05 OTK KEMENHUB 2010 . 212 b.

05 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan organisasi dan tata laksana. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. Bagian Hukum. dan penyiapan bahan penyusunan data dan informasi serta laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. d. penyiapan pengelolaan urusan kepegawaian.VALID). c. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. b. c. Bagian Perencanaan. Pasal 523 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian terdiri atas: a. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.rtf 213 . Bagian Keuangan. penyusunan rencana dan program.d. b. dan penyiapan penelaahan. evaluasi dan koordinasi tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan dalam penyusunan rencana dan program pengembangan perkeretaapian. evaluasi pelaksanaan rencana dan program serta penyusunan laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 522 e. dan Bagian Kepegawaian dan Umum.

b. Subbagian Program. Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program pembangunan. anggaran Direktorat b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.rtf 214 . rencana kerja dan anggaran serta dokumen anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan bahan pelaksanaan Jenderal Perkeretaapian. dan penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penyusunan data dan informasi serta laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. anggaran c. Pasal 528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 527. Pasal 527 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. c. Pasal 526 a. Subbagian Rencana.VALID).DITJEN KA 4 DIT (FINAL . 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan perbendaharaan anggaran direktorat jenderal dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.Pasal 525 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan dan penyusunan rencana pengembangan perkeretaapian. b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program. c.

dan c.Pasal 529 Bagian Keuangan terdiri atas: a.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Subbagian Perbendaharaan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan perbendaharaan dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Subbagian Verifikasi Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan verifikasi anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 531 Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.VALID). penelaahan. (2) (3) 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat pengaturan meliputi pengaturan setingkat Undang-Undang.rtf 215 . Subbagian Perbendaharaan dan Barang Milik Negara. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Pasal 532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531. penyiapan bahan penyusunan rancangan. Subbagian Verifikasi Anggaran. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta kerja sama luar negeri di bidang perkeretaapian. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 530 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring/pemantauan penggunaan pengeluaran dan penerimaan serta revisi anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Peraturan Pemerintah. Bagian Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Peraturan Menteri dan setingkat Peraturan Direktur Jenderal. b.

dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta urusan kerjasama luar negeri di bidang perkeretaapian. dan setingkat Peraturan Direktur Jenderal. b.rtf 216 . penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Bagian Hukum terdiri atas: a. penelaahan. dan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat penetapan meliputi penetapan setingkat Keputusan Presiden. Pasal 534 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan. d. Peraturan Pemerintah. serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian. Subbagian Jaringan Dokumentasi dan Bantuan Hukum.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .VALID). dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri. dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat penetapan meliputi penetapan setingkat Keputusan Presiden. serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian. c. dan setingkat Keputusan Direktur Jenderal. Subbagian Jaringan Dokumentasi dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Keputusan Menteri.b. penelaahan. dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat pengaturan meliputi pengaturan setingkat Undang-Undang. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . Keputusan Menteri. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum. dan setingkat Keputusan Direktur Jenderal. penyiapan bahan penyusunan rancangan. Peraturan Menteri. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. penyusunan rancangan perjanjian. Pasal 533 c.

organisasi dan tata laksana serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional bidang perkeretaapian. Subbagian Kepegawaian dan Organisasi. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. 217 b. c. organisasi dan tata laksana.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . organisasi dan tata laksana dan penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional di bidang perkeretaapian. dan Subbagian Rumah Tangga. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 535 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian.VALID).(3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang perkeretaapian. Pasal 538 (1) Subbagian Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan.rtf . Pasal 536 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 535. Pasal 537 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian dan administrasi perkantoran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. pengembangan. mutasi dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. dan pengelolaan urusan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. b. pengembangan dan mutasi pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. tata usaha dan rumah tangga Direktorat Jenderal Perkeretaapian. c. Subbagian Tata Usaha.

Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. lalu lintas dan angkutan kereta api.(2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha kepegawaian. kearsipan. penyiapan bahan perumusan pedoman perhitungan. surat menyurat. pedoman. serta investasi di bidang perkeretaapian. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan. Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Pasal 539 (3) Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. serta bimbingan teknis. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan dalam. kriteria dan prosedur. dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. c. norma. penyiapan penyusunan bahan dan pelaksanaan analisis mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian. kriteria dan prosedur di bidang jaringan. serta investasi di bidang perkeretaapian. d. f. lalu lintas dan angkutan kereta api. serta investasi di bidang perkeretaapian. lalu lintas dan angkutan kereta api. pedoman.rtf .DITJEN KA 4 DIT (FINAL . lalu lintas dan angkutan kereta api. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan penyusunan norma. ekspedisi. serta investasi di bidang perkeretaapian. pelaksanaan dan evaluasi biaya penggunaan. standar. e. penyiapan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan. penggandaan dan keprotokolan. standar. 218 b. urusan umum dan kesejahteraan pegawai. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan.VALID). penyiapan penyusunan dan penetapan rencana induk perkeretaapian dan rencana pembangunan serta rencana jaringan pelayanan perkeretaapian.

pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan harmonisasi pengembangan dan penataan jaringan jalur kereta api. Subdirektorat Lalu Lintas. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. penyiapan bahan. Pasal 542 Subdirektorat Jaringan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. norma. pedoman. Subdirektorat Jaringan menyelenggarakan fungsi: a. menengah dan panjang. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. i. Subdirektorat Jaringan.rtf . pedoman. pemanfaatan dan kondisi jaringan jalur kereta api. penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. dan pelaksanaan urusan tata usaha. penyiapan pelaksanaan penetapan. serta investasi di bidang perkeretaapian. dan izin lintas pelayanan di bidang perkeretaapian. kapasitas lintas. c. Subdirektorat Angkutan. kriteria dan prosedur di bidang jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek. standar. Pasal 541 h. 05 OTK KEMENHUB 2010 . standar. Subdirektorat Investasi. lalu lintas dan angkutan kereta api. dan Subbagian Tata Usaha. e. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api terdiri atas: a. izin operasi. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan. dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan jalur kereta api baik perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus.g.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . izin usaha. b. norma. pemantauan dan evaluasi kelas jalur kereta api. 219 b. kriteria. d.VALID).

dan Seksi Pengembangan Jaringan. k. standar. Pasal 545 (1) Seksi Penataan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. j. penyiapan bahan pemanfaatan jaringan jalur kereta api yang beroperasi dan tidak beroperasi. penyiapan bahan. pemanfaatan dan kondisi stasiun. pemantauan dan evaluasi kelas. pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) jaringan jalur kereta api. h. pemantauan dan evaluasi kelas jalur kereta api.d.rtf . penyiapan bahan. dan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan jalur kereta api. menengah dan panjang.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . kapasitas lintas. pemanfaatan dan kondisi jaringan jalur kereta api. Pasal 544 i. pemantauan dan evaluasi kelas stasiun. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana induk perkeretaapian dan rencana pembangunan serta rencana jaringan pelayanan perkeretaapian. kriteria dan prosedur. standar. Seksi Penataan Jaringan. penyiapan bahan pemaduan dan integrasi antarmoda dan intermoda di bidang perkeretaapian. standar. penyusunan pemanfaatan jaringan jalur kereta api yang beroperasi dan tidak beroperasi. penyiapan bahan sistem informasi manajemen jaringan jalur kereta api. penyiapan bahan penetapan trase jalur kereta api. e. b. evaluasi. dan bimbingan teknis dan harmonisasi. l. 220 05 OTK KEMENHUB 2010 . pemanfaatan dan kondisi stasiun. analisa dan rekomendasi mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan jalur kereta api yang ada dan pengembangan jaringan jalur kereta api baru. serta evaluasi dan pelaporan di bidang penataan jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek. f. norma. Subdirektorat Jaringan terdiri atas: a. g. pedoman.

evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek. pemaduan dan integrasi antarmoda dan intermoda di bidang perkeretaapian. penyiapan bahan penetapan. Subdirektorat Lalu Lintas menyelenggarakan fungsi: a. 221 b. norma. menengah dan panjang. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api. penggunaan sinyal. dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang lalu lintas kereta api. f. norma. pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA). rencana teknis perkeretaapian. rencana pembangunan.(2) Seksi Pengembangan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas. standar. standar. pedoman. standar. Pasal 546 Subdirektorat Lalu Lintas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c. e. pedoman. penyiapan bahan penetapan. norma. penetapan trase jalur kereta api. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan rekomendasi mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian. dan marka. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. rencana kelayakan. penyusunan rencana induk.rtf .VALID). kriteria. d. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas baik lalu lintas perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan jalur kereta api yang ada dan pengembangan jaringan jalur kereta api baru. pedoman. tanda.

penyiapan pelaksanaan penyelenggaraan. penyiapan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api. perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. penetapan. natal dan tahun baru. rencana operasi. serta evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api antarkota. pelaksanaan penetapan. kriteria dan prosedur. Seksi Lalu Lintas Antarkota. pedoman. dan penyiapan pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan pelaksanaan penyelenggaraan.VALID). norma. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas. pemantauan dan evaluasi angkutan lebaran. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api. i. dan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api. pemantauan dan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api. b. pemantauan dan evaluasi kereta api pada masa angkutan lebaran. dan marka. Pasal 548 k. Pasal 549 (1) Seksi Lalu Lintas Antarkota mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 222 . dan Seksi Lalu Lintas Perkotaan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan penetapan. Subdirektorat Lalu Lintas terdiri atas: a. pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA). pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api. natal dan tahun baru kereta api antarkota. standar. j. h. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api.g. rencana operasi. penetapan. pemantauan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api. tanda. penggunaan sinyal.

norma. pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api. norma. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. pedoman. kriteria. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang angkutan kereta api. penetapan. pemantauan dan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api. standar.rtf 223 . dan pelaksanaan penyelenggaraan. pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA). pelaksanaan penetapan. penggunaan sinyal. norma. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan rencana. penetapan. pedoman. Pasal 551 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api. c. kriteria dan prosedur. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan kereta api baik angkutan orang maupun angkutan barang. natal dan tahun baru kereta api perkotaan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan marka. rencana operasi. kriteria dan prosedur di bidang angkutan kereta api. pedoman. b.VALID). pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas. dan prosedur serta bimbingan teknis. 05 OTK KEMENHUB 2010 . tanda. Subdirektorat Angkutan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. serta evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api perkotaan. standar. pemantauan dan evaluasi angkutan lebaran. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan kereta api. Pasal 550 Subdirektorat Angkutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.(2) Seksi Lalu Lintas Perkotaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang angkutan kereta api antarkota. pemantauan dan evaluasi tarif untuk angkutan kereta api. standar. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO) dan subsidi angkutan perintis. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun kereta api. penetapan. pengawasan. pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO) dan subsidi angkutan perintis. h. Seksi Angkutan Antarkota. pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. j. pemantauan dan evaluasi penempatan kereta-kereta ekonomi. f. penyiapan bahan pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta api.rtf . penyiapan bahan pelaksanaan penetapan.d. pedoman. i. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan kereta api. Subdirektorat Angkutan terdiri atas: a. b. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. g. penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. k. pemantauan dan 224 05 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan kereta api. Pasal 552 e. norma. pemantauan dan evaluasi sistem tiket terpadu. penetapan rencana.VALID). pemantauan dan evaluasi tarif. dan Seksi Angkutan Perkotaan. Pasal 553 (1) Seksi Angkutan Antarkota mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan.

penetapan. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan. penetapan penempatan. norma. Pasal 555 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554. Pasal 554 Subdirektorat Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.rtf . kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang angkutan kereta perkotaan.evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan. penetapan rencana. c. Subdirektorat Investasi menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan evaluasi penyelenggara perkeretaapian. penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta api antarkota. penetapan. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. pedoman. norma. evaluasi dan pelaporan investasi di bidang perkeretaapian baik perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun. pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. pemantauan dan evaluasi sistem pengangkutan. 225 b.VALID). standar. standar. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. penetapan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis investasi di bidang perkeretapian. penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta perkotaan. kriteria dan prosedur investasi di bidang perkeretaapian. standar. pemantauan dan evaluasi tarif. pedoman. kriteria. pedoman. pemantauan dan evaluasi keretakereta ekonomi. (2) Seksi Angkutan Perkotaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan prosedur serta bimbingan teknis. pemantauan dan evaluasi kereta-kereta ekonomi. norma. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun. penetapan penempatan. pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO).

penyiapan bahan pelaksanaan penataan dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) investasi di bidang perkeretaapian.VALID). pemantauan dan evaluasi nilai kerjasama pemanfaatan prasarana dan sarana perkeretaapian. Pasal 556 e. g. h. b. Subdirektorat Investasi terdiri atas: a. Pasal 557 (1 ) Seksi Penyelenggaraan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. i. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan inventarisasi dan pengawasan aset pemerintah di bidang perkeretaapian yang dapat dikerjasamakan. f. pelaksanaan dan evaluasi biaya penggunaan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan investasi di bidang perkeretaapian. penetapan inventarisasi dan pengawasan aset pemerintah yang dikerjasamakan. pemantauan dan evaluasi kerjasama pemerintah dan swasta (KPS) di bidang perkeretaapian. penetapan pedoman perhitungan. penyiapan bahan perumusan pedoman perhitungan. pelaksanaan dan 226 05 OTK KEMENHUB 2010 . penetapan. j.d. pemantauan dan evaluasi kerjasama pemerintah dan swasta (KPS). dan Seksi Pengembangan Usaha. standar. pedoman. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan penyelenggaraan kerjasama di bidang perkeretaapian. dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. pedoman perhitungan. pemantauan dan evaluasi investasi pemanfaatan prasarana dan sarana perkeretaapian. Seksi Penyelenggaraan Kerjasama.rtf . pemantauan dan evaluasi izin usaha dan izin operasi di bidang perkeretaapian umum dan perkeretaapian khusus. norma. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan pedoman perhitungan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .

spesifikasi teknis. penyiapan penyusunan norma. pemantauan dan evaluasi izin usaha dan izin operasi di bidang perkeretaapian.rtf . (2) Seksi Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 558 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang pengembangan usaha perkeretaapian. pedoman. stasiun kereta api. penataan dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) investasi di bidang perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi penyelenggara perkeretaapian. norma. pemantauan dan evaluasi promosi investasi perkeretaapian.evaluasi biaya penggunaan dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. serta bimbingan teknis.VALID). fasilitas operasi kereta api. standar. standar. 227 b. standar. stasiun kereta api. Direktorat Prasarana Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana perkeretaapian. pelaksanaan. Bagian Kelima Direktorat Prasarana Perkeretaapian Pasal 559 Direktorat Prasarana Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penetapan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api. norma. perpotongan dan persinggungan jalur kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian. kriteria dan prosedur di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api. fasilitas operasi kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pedoman. dan rumah tangga Direktorat. pedoman. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penetapan. kepegawaian. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. kriteria dan prosedur.

dan Subbagian Tata Usaha. Direktorat Prasarana Perkeretaapian terdiri atas: a. c d. b. d. stasiun kereta api dan fasilitas operasi kereta api serta pengujian prasarana perkeretaapian. dan Sertifikasi Jalur dan Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas rencana jalur dan bangunan kereta api. dan rumah tangga Direktorat. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha.c. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api. fasilitas operasi kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api. e. pemberian tanda kelaikan prasarana termasuk material baru dan akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi prasarana perkeretaapian. f. h. pengujian. penyiapan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. kepegawaian.VALID). stasiun kereta api.rtf 228 . g. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II. penyiapan pelaksanaan pemeriksaan. Subdirektorat Pengujian Bangunan Kereta Api. Pasal 561 d. e. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I. perawatan. dan pengoperasian prasarana perkeretaapian serta pengusahaan prasarana perkeretaapian milik negara. stasiun kereta api dan fasilitas operasi kereta api.

norma. Pasal 563 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. spesifikasi teknis. Nusa Tenggara dan Papua.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . b. pedoman. standar. penyelenggaraan administrasi material dan pergudangan. kriteria. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. Lombok. pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api di wilayah I yang meliputi Pulau Jawa. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. f. dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I serta evaluasi pelaksanaannya. perawatan. spesifikasi teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. d. penyelenggaraan pembangunan. pengoperasian dan pengusahaan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. pengoperasian.rtf 229 . penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. norma. c. penyiapan bahan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. standar.Pasal 562 Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pengusahaan. kriteria dan prosedur di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. e. perawatan. pelaksanaan pemeriksaan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Bali. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman.VALID).

VALID). norma. Lombok. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah I meliputi Pulau Jawa. Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah I. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan.rtf . perawatan dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyusunan penetapan rancang bangun. spesifikasi teknis. pengoperasian dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jalan rel. perawatan dan pengusahaan jembatan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. pedoman. Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. pelaksanaan pembangunan. norma. Pasal 564 h. spesifikasi teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang jembatan. penyusunan 230 (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . pengesahan kualitas material baru jalan rel. Nusa Tenggara dan Papua. i. standar. Pasal 565 (1) Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar.g. pengoperasian dan pengusahaan jembatan. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. dan Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah I. evaluasi dan pelaporan di bidang jalan rel dan tanah kereta api. pelaksanaan pembangunan. b. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Bali. pedoman. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I terdiri atas: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

Nusa Tenggara dan Papua. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah I meliputi Pulau Jawa. evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. b. pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api di wilayah II yang meliputi Pulau Sumatera. norma.rtf 231 . d. dan prosedur serta bimbingan teknis. pengoperasian. dan pengusahaan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. Pasal 566 Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 567 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. penyelenggaraan pembangunan. pengoperasian. penyelenggaraan administrasi material dan pergudangan. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pengesahan kualitas material baru jembatan. standar.VALID). Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan bahan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Kalimantan.penetapan rancang bangun. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. Lombok. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jembatan. perawatan. spesifikasi teknis.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. perawatan. pelaksanaan pemeriksaan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. spesifikasi teknis. pedoman. kriteria dan prosedur di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. norma. pengusahaan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. kriteria. Bali. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. standar.

spesifikasi teknis.VALID). Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah II. pedoman. g. penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II serta evaluasi pelaksanaannya. dan Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah II. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. Pasal 569 (1) Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma.rtf . b.e. h. penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. pelaksanaan pembangunan. penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. evaluasi dan pelaporan di bidang jalan rel dan tanah kereta api. Pasal 568 f. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. Kalimantan. pengoperasian dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. penyusunan penetapan rancang bangun. i. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jalan rel. standar. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II terdiri atas: a. 232 05 OTK KEMENHUB 2010 . pengesahan kualitas material baru jalan rel.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. perawatan dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api.

norma. standar. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Pasal 570 Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang jembatan. penyelenggaraan pembangunan.rtf . Kalimantan. penyusunan penetapan rancang bangun. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jembatan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pelaksanaan pemeriksaan di bidang fasilitas operasi kereta api. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. pelistrikan dan bangunan pendukung fasilitas operasi kereta api. pengesahan kualitas material baru jembatan. kriteria dan prosedur di bidang fasilitas operasi kereta api. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas operasi kereta api. telekomunikasi. Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. spesifikasi teknis. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana fasilitas operasi kereta api. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. spesifikasi teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang fasilitas operasi kereta api. Pasal 571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. perawatan. perawatan dan pengusahaan jembatan. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. 233 b. spesifikasi teknis. pengoperasian. pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi yang meliputi persinyalan. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. standar. pengusahaan fasilitas operasi kereta api. norma. c. standar.VALID). pedoman.(2) Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengoperasian dan pengusahaan jembatan. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pelaksanaan pembangunan.

pengoperasian. Seksi Persinyalan. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang persinyalan. Pasal 572 e. i. penyiapan bahan penyusunan rancang bangun.d. penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian fasilitas operasi kereta api serta evaluasi pelaksanaannya. evaluasi dan pelaporan di bidang persinyalan. spesifikasi teknis. Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di bidang fasilitas operasi kereta api. b. perawatan dan pengusahaan persinyalan. g. h. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. pengoperasian dan pengusahaan persinyalan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengoperasian. f. Pasal 573 (1) Seksi Persinyalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. dan Seksi Telekomunikasi dan Pelistrikan. perawatan dan pengusahaan fasilitas operasi kereta api milik negara. penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan fasilitas operasi kereta api. penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan fasilitas operasi kereta api. penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas operasi kereta api. standar. 234 05 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan pembangunan. pengesahan kualitas material baru persinyalan serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi persinyalan. penyusunan penetapan rancang bangun.VALID).DITJEN KA 4 DIT (FINAL .rtf . norma.

penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyusunan penetapan rancang bangun. pengoperasian dan pengusahaan telekomunikasi dan pelistrikan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi persinyalan. c. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang telekomunikasi dan pelistrikan. pedoman. norma. norma.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang telekomunikasi dan pelistrikan. Pasal 575 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574. d. pedoman. spesifikasi teknis. kriteria dan prosedur di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. standar. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan standar spesifikasi teknis peralatan pengujian yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pelaksanaan pelaksanaan pembangunan. perawatan dan pengusahaan telekomunikasi dan pelistrikan. standar. stasiun kereta api serta pengesahan hasil uji serta pengolahan dan penyajian data di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api. Pasal 574 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. norma.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. pengoperasian. penyiapan bahan kebutuhan minimal fasilitas peralatan 235 b. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api.(2) Seksi Telekomunikasi dan Pelistrikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. e.rtf . penyiapan bahan pemeriksaan dan pelaksanaan pengujian pertama dan berkala serta pemberian sertifikat pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pengesahan kualitas material baru telekomunikasi dan pelistrikan.

Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengesahan kualitas material untuk jalur dan bangunan serta stasiun kereta api yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II. norma. norma. standar. Pasal 577 (1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara dan Papua. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I meliputi Pulau Jawa. b. pengesahan hasil uji.rtf . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. pedoman. pedoman. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pemanfaatan dan pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Pasal 576 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api terdiri atas: a. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I. Bali.dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pemeriksaan dan pengujian jalur dan bangunan serta stasiun kereta api. penyiapan bahan penyusunan kebutuhan suku cadang serta komponen fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Lombok. 236 g.VALID). f.pengujian. rencana pengadaan.

kriteria dan prosedur di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .VALID). 05 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II meliputi Pulau Sumatera. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. pemeriksaan dan pengujian jalur dan bangunan serta stasiun kereta api. pengesahan kualitas material untuk jalur dan bangunan serta stasiun kereta api yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. standar. Kalimantan. Pasal 579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. c. pengesahan hasil uji. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan standar spesifikasi teknis peralatan pengujian yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api. d. 237 b. penyiapan bahan pemeriksaan dan pelaksanaan pengujian pertama dan berkala serta pemberian sertifikat pengujian fasilitas operasi kereta api. Pasal 578 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. norma.kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pedoman. standar. norma. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.rtf . evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji serta pengolahan dan penyajian data di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.

rtf . norma. penyiapan bahan penyusunan kebutuhan suku cadang serta komponen fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. pemeriksaan dan pengujian fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . Nusa Tenggara dan Papua. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah II. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. pelaksanaan pemeliharaan. Bali.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Pasal 580 f. rencana pengadaan. norma. pedoman. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah I. penyiapan bahan kebutuhan minimal fasilitas peralatan pengujian. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. Pasal 581 (1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Lombok. pedoman. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pemeriksaan dan pengujian 238 b. pengesahan kualitas material untuk fasilitas operasi kereta api yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian fasilitas operasi kereta api di wilayah I meliputi Pulau Jawa. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api terdiri atas: a. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. standar. g.VALID). pelaksanaan pemeliharaan. pemanfaatan dan pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api.e.

VALID). penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengembangan. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana kebutuhan sarana. pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. dan rumah tangga Direktorat Bagian Keenam Direktorat Sarana Perkeretaapian Pasal 583 Direktorat Sarana Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. c. pengawasan. Direktorat Sarana Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. serta bimbingan teknis. pengawasan. Kalimantan.rtf . penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. standar. Pasal 582 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara. pengesahan kualitas material untuk fasilitas operasi kereta api yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api. pedoman. norma. 239 b. kepegawaian.fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . d. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian fasilitas operasi kereta api di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. penyiapan penyusunan norma. standar. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan. pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara. kriteria dan prosedur di bidang pengembangan. pengawasan. evaluasi dan pelaporan di bidang sarana perkeretaapian. kriteria dan prosedur.

Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I.VALID). Subdirektorat Pengawasan Sarana. f. pedoman. kriteria. dan prosedur serta bimbingan teknis.e. d. standar.rtf . Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara. kepegawaian. penyiapan pelaksanaan evaluasi serta pelaporan di bidang sarana. e. b. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Pengembangan Sarana. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang rancang bangun dan rekayasa sarana perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . h. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pelaksanaan tata usaha. penyiapan pengembangan sistem informasi sarana. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas sarana. penyiapan pelaksanaan perumusan kebijakan. 240 b. Subdirektorat Pengembangan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. dan rumah tangga Direktorat. prosedur. dan Subbagian Tata Usaha. Pasal 587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. kriteria. standar. c. Direktorat Sarana Perkeretaapian terdiri atas: a. f. norma. kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun dan rekayasa sarana perkeretaapian. pedoman. standar. Pasal 585 g. serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan pengembangan dan pengendalian mutu sarana perkeretaapian. Pasal 586 Subdirektorat Pengembangan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pedoman. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II. norma. bimbingan teknis. norma.

241 (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Pengendalian Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan sarana perkeretaapian.VALID). norma. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan sarana perkeretaapian. kriteria. Pasal 588 Subdirektorat Pengembangan Sarana terdiri atas: a. h. penyiapan bahan pengembangan informasi di bidang pengembangan sarana perkeretaapian. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana kebutuhan sarana perkeretaapian. persyaratan teknis sarana perkeretaapian serta database dan sistem informasi bidang pengendalian mutu.rtf . norma. serta pengendalian mutu sarana perkeretaapian. penyiapan bahan pembinaan rancang bangun dan rekayasa yang dilakukan oleh pihak lain. d. standar. pedoman. kriteria. Seksi Rancang Bangun dan Rekayasa. f. norma. Pasal 590 Subdirektorat Pengawasan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan rancang bangun dan rekayasa. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi sarana perkeretaapian.c. dan Seksi Pengendalian Mutu. evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan rekayasa. standar. penyiapan database dan sistem informasi bidang rancang bangun dan rekayasa. Pasal 589 (1) Seksi Rancang Bangun dan Rekayasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian mutu sarana perkeretaapian. pedoman. pedoman. b. dan prosedur serta bimbingan teknis.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . g. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

b. sistem informasi b. Subdirektorat Pengawasan Sarana terdiri atas: a. penyiapan bahan standar dan tata cara perawatan sarana perkeretaapian. kriteria dan prosedur di bidang pengawasan sarana perkeretaapian. standar. Pasal 593 1) Seksi Pengawasan Pengujian. kriteria. pedoman. Pemeriksaan dan Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengawasan Sarana menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. pemeriksaan dan perawatan sarana. 05 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawasan kelaikan operasional sarana perkeretaapian. Seksi Pengawasan Pengujian. dan prosedur serta bimbingan teknis. dan penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan terhadap perawatan sarana perkeretaapian.rtf 242 . c. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan pengujian. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan sarana perkeretaapian. pedoman. norma. f. standar. pemeriksaan dan perawatan serta database dan pengembangan sistem informasi. d. Pemeriksaan dan Perawatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 592 e. Pemeriksaan dan Perawatan. pengawasan fasilitas perawatan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan Seksi Pengawasan Tempat dan Fasilitas Pengujian. penyiapan bahan pengembangan pengawasan sarana perkeretaapian. pelaksanaan pengawasan pengujian.

penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengelolaan sarana milik negara. kriteria dan prosedur di bidang pengelolaan sarana milik negara. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan bidang pengelolaan sarana milik negara.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan perawatan sarana milik negara. dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 594 Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.VALID). d. pedoman. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pengembangan informasi pengelolaan sarana milik negara. depo. evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan sarana milik negara.2) Seksi Pengawasan Tempat dan Fasilitas Pengujian. norma. dan Seksi Perawatan. norma. f. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas sarana. dan pengoperasian dan b. dan tempat pengujian. 243 05 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Pengadaan dan Pengoperasian. standar. penyusunan standar peralatan dan fasilitas pendukung di balai yasa. kriteria. b. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan dan rehabilitasi sarana milik negara.rtf . Pasal 596 Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara terdiri atas: a. database dan sistem informasi bidang fasilitas sarana perkeretaapian. Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. norma. Pemeriksaan dan Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. c.

standar. pelaksanaan pengoperasian sarana milik negara. kriteria. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana 244 05 OTK KEMENHUB 2010 . norma. dan prosedur serta bimbingan teknis. d. penyiapan bahan pengembangan pengujian dan sertifikasi sarana. kriteria dan prosedur di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. standar. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang perawatan dan pemeliharaan sarana milik negara.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . serta database dan pengembangan sistem informasi sarana milik negara. norma.VALID). pedoman. Pasal 598 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. norma. Pasal 599 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria. serta standar dan tata cara perawatan sarana milik negara. Nusa Tenggara Barat. c. pedoman. pedoman. e. Bali. serta database dan pengembangan sistim informasi sarana milik negara. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara Timur dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan. standar. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana wilayah I meliputi Pulau Jawa.rtf .Pasal 597 1) Seksi Pengadaan dan Pengoperasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. sistem informasi 2) b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pelaksanaan pengadaan dan rehabilitasi sarana milik Negara. penyiapan bahan pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana. Seksi Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian dan sertifikasi sarana.

Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah I. Nusa Tenggara dan Papua. norma. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah I. Lombok. kriteria. 2) 05 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 600 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I terdiri atas: a. kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana penggerak. b. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana penggerak wilayah I serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi wilayah I meliputi Pulau Jawa. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. Kalimantan.VALID). kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. standar.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Bali. pedoman. dan prosedur serta bimbingan teknis.rtf 245 . Bali. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana wilayah II meliputi Pulau Sumatera. Pasal 601 1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah I serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah I meliputi Pulau Jawa. standar. norma. Pasal 602 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. Nusa Tenggara dan Papua. standar. dan prosedur serta bimbingan teknis. Lombok. norma.

norma.Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. Pasal 605 1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana penggerak wilayah II serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi wilayah II meliputi Pulau Sumatera. d. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. evaluasi dan 246 2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. penyiapan bahan pelaksanaan pengujian sertifikasi sarana perkeretaapian.VALID). kriteria dan prosedur di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. Pasal 604 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Wilayah II terdiri atas: a. kriteria. pedoman. e.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah II. norma. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah II. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. c. standar. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria. norma. dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pengembangan pengujian dan sertifikasi sarana. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana penggerak.rtf . Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. sistem informasi b. Kalimantan. pedoman. standar. dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman.

Direktorat Keselamatan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis serta evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan perkeretaapian.VALID). Pasal 608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. penegakan hukum. norma.rtf . penyiapan penyusunan standar. kepegawaian. dan rumah tangga Direktorat. Kalimantan. norma. 247 b. Pasal 606 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. pedoman. pedoman.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Bagian Ketujuh Direktorat Keselamatan Perkeretaapian Pasal 607 Direktorat Keselamatan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. kriteria dan prosedur. serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah II serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah II meliputi Pulau Sumatera. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. standar. di bidang manajemen keselamatan perkeretaapian. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan program keselamatan perkeretaapian. serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. penegakan hukum. kriteria dan prosedur.pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi.

penyiapan penerapan penegakan peraturan dan penindakan hukum yang berkaitan dengan keselamatan perkeretaapian. i. f. h. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana peningkatan keselamatan perkeretaapian. kepegawaian. penyiapan pemeriksaan dan audit keselamatan terhadap penyelenggara prasarana dan sarana perkeretaapian dalam rangka menjaga dan meningkatkan kinerja keselamatan perkeretaapian. kampanye keselamatan. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian. serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. j.c. penyiapan pelaksanaan promosi keselamatan melalui diseminasi hal-hal khusus tentang keselamatan. dan pelaksanaan tata usaha. k. dan d. e. penyiapan perumusan dan pembinaan teknis di bidang manajemen keselamatan perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan sosialisasi keselamatan penegakan hukum di bidang perkeretaapian. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pelaksanaan analisis perkembangan kondisi keselamatan perkeretaapian keselamatan perkeretaapian. dalam bentuk seminar.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .rtf 248 .VALID). penyiapan pemeliharaan dokumen akreditasi dan sertifikasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. infraksi (pelanggaran aturan). penegakan hukum. g. dan laporan kecelakaan.

standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan perkeretaapian. c. Pasal 611 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610.VALID). norma. penyiapan bahan pembinaan pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. sarana dan prasarana. dan Subbagian Tata Usaha.Pasal 609 Direktorat Keselamatan Perkeretaapian terdiri atas: a. pedoman. Pasal 610 Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. e. pedoman. 05 OTK KEMENHUB 2010 . sarana dan prasarana. kriteria dan prosedur. b. serta sosialisasi dan promosi keselamatan. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. bimbingan teknis. c. kriteria dan prosedur di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. sarana dan prasarana. standar. 249 d. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Penegakan Hukum. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan. b. Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia.rtf . norma. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan.

DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. g. i. Pasal 612 e. 250 05 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Audit Keselamatan. pemberian bimbingan teknis audit keselamatan perkeretaapian. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. sarana dan prasarana.rtf . identifikasi daerah rawan kecelakaan dan bencana alam serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan audit keselamatan perkeretaapian. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan terdiri atas: a. penyusunan bahan standar dan tata cara pelaksanaan audit keselamatan perkeretaapian. pengoperasian dan perawatan fasilitas keselamatan perkeretaapian. sarana dan prasarana.VALID). dan Seksi Peningkatan Keselamatan. bidang audit keselamatan perkeretaapian.d. norma. sarana dan prasarana. standar. b. h. penyiapan bahan pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. Pasal 613 (1) Seksi Audit Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengadaan. f. pedoman. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana peningkatan keselamatan perkeretaapian penyiapan bahan perencanaan aspek keselamatan lalu lintas dan angkutan. penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan fasilitas keselamatan perkeretaapian meliputi pembangunan. sarana dan prasarana. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan.

pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang analisis dan penanganan kecelakaan perkeretaapian. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. e. 05 OTK KEMENHUB 2010 .(2) Seksi Peningkatan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penanganan kecelakaan. kriteria. sarana dan prasarana. penyiapan bahan pelaksanaan analisis kecelakaan. dan prosedur. c. dan prosedur.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang rekayasa peningkatan keselamatan. Pasal 615 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614. serta evaluasi keselamatan. d. Pasal 614 Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. kriteria. norma. sarana dan prasarana. norma. bimbingan teknis. standar. bimbingan teknis. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang analisis kecelakaan. kriteria dan prosedur di bidang analisis kecelakaan. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. b. dan penanganan kecelakaan. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. sarana dan prasarana. sarana dan prasarana. pengembangan sistem informasi di bidang peningkatan keselamatan perkeretaapian serta pelaksanaan kebijakan dan pembinaan teknis. penyiapan sistem informasi kecelakaan. pedoman.rtf 251 . norma. penyiapan bahan pembinaan pelaksanaan analisis kecelakaan. standar. penyiapan bahan perencanaan evaluasi keselamatan lalu lintas dan angkutan. pedoman. dan penanganan kecelakaan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan penanganan kecelakaan. sarana dan prasarana.

kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis.f. penyusunan bahan standar dan tata cara penanganan kecelakaan perkeretaapian. kriteria. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan terdiri atas: a. b. standar. dan prosedur. sarana dan prasarana. standar. norma. serta pelaksanaan kebijakan dan pembinaan teknis bidang penanganan kecelakaan. pedoman. bimbingan teknis. norma. pelaporan di bidang penyebab kecelakaan serta pengembangan sistem informasi kecelakaan perkeretaapian. Pasal 618 Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan penyiapan bahan pelaksanaan analisa laporan di bidang analisis kecelakaan terhadap lalu lintas dan angkutan. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang analisis dan penanganan kecelakaan perkeretaapian. pemberian akreditasi terhadap badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. dan Seksi Penanganan Kecelakaan. pedoman. pemeriksaan dan 05 OTK KEMENHUB 2010 . standar. penyusunan bahan standar dan tata cara pelaporan kecelakaan perkeretaapian. Seksi Analisis Kecelakaan. dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. penguji. pemeriksa. evaluasi dan pelaporan di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. kriteria. Pasal 616 g. serta evaluasi keselamatan. dan prosedur.rtf (2) 252 . pedoman.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .VALID). Seksi Penanganan Kecelakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penetapan kualifikasi keahlian dan sertifikasi tenaga perawatan. norma. bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang penanganan kecelakaan. Pasal 617 (1) Seksi Analisis Kecelakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaporan di bidang analisa kecelakaan.

f.rtf 253 . standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeriksa. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. penyiapan bahan penetapan sertifikat keahlian dan peningkatan kualitas/kuantitas tenaga perawatan. d. e. Pasal 620 Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia terdiri atas: a. penguji. dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. penyiapan bahan pemberian akreditasi lembaga/institusi yang melaksanakan pemeriksaan dan pengujian prasarana dan sarana kereta api.VALID). dan Seksi Sertifikasi Sumber Daya Manusia. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pemeriksaan. b. norma. kriteria dan prosedur di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. pengujian dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan penyusunan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis untuk tenaga perawatan. Seksi Akreditasi Kelembagaan. pedoman. b. Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. c.perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. Pasal 619 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618.

pedoman. penguji. penyiapan bahan koordinasi antar lembaga penegakan hukum bidang perkeretaapian. evaluasi dan pelaporan di bidang pemberian akreditasi lembaga/institusi yang melaksanakan pemeriksaan dan pengujian prasarana dan sarana kereta api. penyusunan bahan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis untuk tenaga perawatan. kriteria dan prosedur bidang sertifikasi sumber daya manusia. bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan pelaksanaan penyidikan. bimbingan teknis. pengujian dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. Seksi Sertifikasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi sumber daya manusia.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penetapan sertifikat keahlian dan peningkatan kualitas/kuantitas tenaga perawatan.Pasal 621 (1) Seksi Akreditasi Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . serta bimbingan teknis. standar. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur bidang akreditasi lembaga serta bimbingan teknis. serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan penegakan hukum bidang perkeretaapian. norma. standar. dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. pemeriksa. norma. c. norma. serta koordinasi antar lembaga dalam penegakan hukum bidang perkeretaapian. pedoman. 254 dalam (2) b. pedoman.VALID). penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 623 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. kriteria dan prosedur di bidang penegakan hukum.rtf . pedoman. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penegakan hukum. pemeriksaan. Pasal 622 Subdirektorat Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan norma. standar. Subdirektorat Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a.

dan Seksi Penyidikan. Pasal 624 e. penyiapan bahan penyuluhan tindak pidana di bidang perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Subdirektorat Penegakan Hukum terdiri atas: a. pedoman. Pasal 625 (1) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. i. norma. pengolahan dan penyiapan data penyidikan serta pelaksanaan tata kelola administrasi penyidikan. tata cara berlalu lintas di perlintasan sebidang. evaluasi dan pelaporan di bidang penyidikan. h. standar. Seksi Penyidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).VALID). standar.rtf 255 .d. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penegakan hukum bidang perkeretaapian. f. penyuluhan regulasi perkeretaapian. norma. penyiapan pelaksanaan penyidikan. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan peruntukan ruang di kawasan perkeretaapian serta tata tertib pengguna jasa perkeretaapian. pengumpulan. evaluasi dan pelaporan bidang bimbingan teknis serta pengembangan sistem informasi. b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengusulan pengangkatan/pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pelaksanaan koordinasi antar lembaga dalam penyidikan. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyidikan terhadap tindak pidana di bidang perkeretaapian. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang penegakan hukum.

Pasal 626 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 627 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.rtf 256 . dan masing-masing Direktur. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).DITJEN KA 4 DIT (FINAL . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian. kepegawaian.VALID). dan rumah tangga Direktorat. (2) (3) (4) 05 OTK KEMENHUB 2010 . Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 628 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.

administrasi di lingkungan Inspektorat (2) b. d. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Perhubungan. 06 OTK KEMENHUB 2010 . reviu. dan pelaksanaan Jenderal. evaluasi.rtf 257 . dan kegiatan pengawasan lainnya. e. Tugas dan Fungsi Pasal 629 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. c. perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal.ITJEN (FINAL . Pasal 630 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan.VALID). Pasal 631 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan.BAB IX INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan.

c. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.VALID). f. Inspektorat I. koordinasi dan penyusunan rencana. Inspektorat IV. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengelolaan data dan evaluasi kegiatan pengawasan. dan penyajian Laporan Hasil Pengawasan. Pasal 634 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 633 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan. c. b. 06 OTK KEMENHUB 2010 . pengolahan. d.rtf 258 . Sekretariat Inspektorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 632 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. b.ITJEN (FINAL . dan Inspektorat V. e. Inspektorat II. Inspektorat III. program dan anggaran pelaksanaan pengawasan.

Bagian Kepegawaian dan Hukum. Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a.rtf 259 . dan pelaksanaan pengelolaan persuratan.ITJEN (FINAL . h. pelaksanaan pemantauan. g. b. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan pembiayaan dan penggajian. Pasal 637 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 636.d. d. pelaksanaan penelaahan hukum dan peraturan perundangundangan. program dan anggaran pelaksanaan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. pelaksanaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. 06 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Keuangan dan Tata Usaha. dan Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit. pengelolaan data serta evaluasi kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan penyusunan rencana. dan verifikasi perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan penyusunan laporan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 635 e. analisa dan tindak lanjut Laporan Hasil Pengawasan. serta pengelolaan perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Inspektorat Jenderal. c. Pasal 636 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana.VALID). f. Bagian Perencanaan. program dan anggaran pengawasan. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a.

Bagian Kepegawaian dan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. urusan perlengkapan.rtf 260 . dan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. program dan anggaran pelaksanaan pengawasan. b. Bagian Perencanaan terdiri atas: a. pengolahan dan penyajian data serta penyiapan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengawasan. Pasal 638 c. pengelolaan dan penyajian data kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan.ITJEN (FINAL . Pasal 641 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 640. penyiapan bahan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan. (2) b. Pasal 639 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.VALID). Subbagian Program dan Anggaran. 06 OTK KEMENHUB 2010 .b. pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Pasal 640 Bagian Kepegawaian dan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan kepegawaian. kerumahtanggaan dan hubungan masyarakat di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan dan penataan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan pelaksanaan pengumpulan. Subbagian Data dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Subbagian Data dan Evaluasi.

dan Subbagian Hukum dan Umum. penyusunan laporan pelaksanaan anggaran dan perjalanan dinas. Subbagian Kepegawaian. penyiapan bahan pengelolaan urusan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal. f. e. kerumahtanggaan. dan penyiapan bahan pengelolaan hubungan masyarakat (humas) dan keprotokolan di lingkungan Inspektorat Jenderal.c.rtf 261 . Pasal 644 Bagian Keuangan dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penatausahaan pembiayaan dan penggajian. Pasal 643 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan kepegawaian. g. Pasal 642 d. b. Subbagian Hukum dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan. pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) serta pengelolaan urusan perlengkapan. Bagian Kepegawaian dan Hukum terdiri atas: a. (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 . serta penyusunan dan penataan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan pelaksanaan penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan di lingkungan Inspektorat Jenderal.ITJEN (FINAL . penyiapan bahan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Inspektorat Jenderal. serta pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan di lingkungan Inspektorat Jenderal.VALID). penyiapan bahan pengelolaan urusan kerumahtanggaan di lingkungan Inspektorat Jenderal. hubungan masyarakat dan keprotokolan di lingkungan Inspektorat Jenderal.

pengolahan. Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan serta pengelolaan perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 647 (1) Subbagian Pembiayaan dan Penggajian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan dan penggajian.Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. serta penyusunan laporan pelaksanaan anggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 . b. penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan penggajian di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran dan perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan. c. analisis.rtf 262 . Subbagian Pembiayaan dan Penggajian. dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 648 Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan. Bagian Keuangan dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.VALID). Pasal 646 Bagian Keuangan dan Tata Usaha terdiri atas: a. dan penyiapan bahan pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan b.ITJEN (FINAL .

Pasal 649 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 648, Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan penyusunan laporan hasil analisis laporan hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan laporan hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan pelaksanaan tindak lanjut laporan hasil audit Inspektorat Jenderal di lingkungan Kementerian Perhubungan; dan penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan terhadap tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), dan laporan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 650 Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit terdiri atas: a. b. Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit I; dan Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit II. Pasal 651 (1) Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, dan Sekretariat Jenderal. 263

b.

c. d.

e.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

(2)

Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Inspektorat Jenderal.

Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 652 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara. Pasal 653 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 652, Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara;

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

264

b.

pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

265

Pasal 654 Inspektorat I terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 655 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat I. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur I dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 656 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua. Pasal 657 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 656, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

266

Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; b. pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

267

Pasal 658 Inspektorat II terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 659 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat II. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur II dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 660 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Pasal 661 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 660, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian 268

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; b. pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

269

Pasal 662 Inspektorat III terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 663 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat III. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur III dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 664 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

270

Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan Timur. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. c. d. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. dan Maluku Utara. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. Kalimantan Timur. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. Nusa Tenggara Timur. pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan Maluku Utara. dan Maluku Utara.VALID).rtf . Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. dan Maluku Utara. Jawa Tengah. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. e. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. 06 OTK KEMENHUB 2010 . Jawa Tengah. Jawa Tengah.ITJEN (FINAL . Kalimantan Timur. Nusa Tenggara Timur. pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Sulawesi Tenggara. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. Sulawesi Tenggara. Jawa Tengah. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Tenggara.Pasal 665 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 664. Sulawesi Tenggara. pelaksanaan pemeriksaan. pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan Unit Pelaksana Teknis 271 b. Kalimantan Timur. Nusa Tenggara Timur.

Sulawesi Barat. kolusi dan nepotisme. b. Sulawesi Tenggara. pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.VALID). dan Maluku Utara. surat menyurat. Banten.ITJEN (FINAL .rtf . Nusa Tenggara Timur. dan Papua Barat. dokumentasi serta kearsipan Inspektorat IV. Jawa Tengah. Pasal 666 Inspektorat IV terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur IV dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum. penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan. perlengkapan. 272 06 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 667 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Kalimantan Timur. rumah tangga. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. Gorontalo. Sumatera Barat. dan f. (2) Bagian Kedelapan Inspektorat V Pasal 668 Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi. serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Sekretariat Jenderal. Kepulauan Riau. dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor.Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. Subbagian Tata Usaha.

Pasal 669 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 668. Kepulauan Riau. Direktorat Jenderal Perkeretaapian.rtf .VALID). Sulawesi Barat. dan Papua Barat. kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. Sulawesi Barat. Banten. Sumatera Barat. Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Banten. Inspektorat V menyelenggarakan fungsi: a. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. Sulawesi Barat. dan Papua Barat. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. Gorontalo. dan Papua Barat. dan 273 b. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Sekretariat Jenderal. d. Sumatera Barat. Kepulauan Riau. Gorontalo. Kepulauan Riau. Banten. Gorontalo. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. dan Papua Barat. Gorontalo. e. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Sekretariat Jenderal.ITJEN (FINAL . dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. Sulawesi Barat. Sumatera Barat. Banten. dan Papua Barat. pelaksanaan pemeriksaan. c. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Sumatera Barat. Banten. Kepulauan Riau. pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Kepulauan Riau. Gorontalo. Sumatera Barat. 06 OTK KEMENHUB 2010 . Sulawesi Barat. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Sekretariat Jenderal.

Subbagian Tata Usaha. Pasal 671 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 673 (1) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Auditor yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan peraturan perundangundangan. (2) Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 672 Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan Jabatan Fungsional Auditor berdasarkan peraturan perundang-undangan.ITJEN (FINAL .rtf . dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. surat menyurat. pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional Auditor senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal. perlengkapan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b.f. Pasal 670 Inspektorat V terdiri atas: a.VALID). 274 (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 . rumah tangga. dokumentasi serta kearsipan Inspektorat V. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur V dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(3) Jumlah tenaga fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 674 (4) Kelompok Jabatan Fungsional selain Auditor pada Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 675 (1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.rtf 275 .ITJEN (FINAL . (2) (3) (4) 06 OTK KEMENHUB 2010 . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).VALID). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal.

pemantauan.VALID). Tugas dan Fungsi Pasal 676 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan adalah unsur pelaksana di bidang penelitian dan pengembangan perhubungan. 07 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan kebijakan teknis.BA LITBANG PHB (FINAL . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan. Penelitian dan Perhubungan (2) b. c. Badan Penelitian dan Pengembangan dipimpin oleh Kepala Badan. dan pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Perhubungan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan.BAB X BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. d. Pasal 677 Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan.rtf 276 . Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a.

dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Udara. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 679 Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan terdiri atas: a. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan.BA LITBANG PHB (FINAL . Pengembangan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Darat dan Perkeretaapian. perkeretaapian. dan perhubungan udara. Sekretariat Badan Perhubungan. perhubungan darat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Laut.VALID). e.rtf 277 . Pasal 681 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 680. c. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Pasal 680 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. 07 OTK KEMENHUB 2010 . b. rencana dan program. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen transportasi multimoda dan/atau antarmoda. perhubungan laut. Penelitian dan Pengembangan Manajemen Pusat Penelitian dan Transportasi Multimoda. d.

Pasal 682 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan terdiri atas: a. evaluasi serta laporan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. penyiapan pelaksanaan administrasi kepegawaian. dan Bagian Umum. c. ketatausahaan. program dan anggaran penelitian dan pengembangan. penyiapan pelaksanaan urusan dokumentasi. keuangan. dan pelaksanaan urusan kerumahtanggaan. penyiapan bahan penyusunan rencana. c.rtf 278 . b.VALID). d. 07 OTK KEMENHUB 2010 .BA LITBANG PHB (FINAL . dan penyiapan bahan pelaksanaan transportasi nasional. Bagian Dokumentasi dan Kerjasama. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program penelitian dan pengembangan. Bagian Perencanaan. Pasal 683 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana dan program. c. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan serta penyusunan laporan. Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di maksud dalam Pasal 683. Bagian Kepegawaian. pengkajian sistem b.b. kepustakaan dan publikasi. serta pelayanan administrasi kerjasama. dan d.

BA LITBANG PHB (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan administrasi dan pembinaan jabatan fungsional. penyiapan bahan pelaksanaan administrasi kepegawaian. 07 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 685 Bagian Perencanaan terdiri atas: a.rtf 279 . c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 686 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan anggaran penelitian dan pengembangan. Subbagian Program. serta pelaksanaan pengkajian sistem transportasi. Pasal 687 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. c. dan penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. penyiapan bahan penyusunan rencana dan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta pengembangan dan kesejahteraan pegawai. dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. d. Subbagian Rencana.VALID). (2) (3) b. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di maksud dalam Pasal 687. Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program penelitian dan pengembangan. b.

penyiapan bahan urusan dokumentasi dan kepustakaan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. serta penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan dan Pelatihan Perhubungan. analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. (2) (3) 07 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan administrasi kerjasama penelitian dan pengembangan. dan pengembangan dan kesejahteraan pegawai. dan Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. Pasal 692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. Subbagian Tata Usaha Kepegawaian.rtf 280 . c. Bagian Dokumentasi dan Kerjasama menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi dan penyiapan bahan pembinaan jabatan fungsional. Pasal 690 (1) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi kepegawaian dan penyusunan. Pasal 691 Bagian Dokumentasi dan Kerjasama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan dokumentasi dan kepustakaan. pemeliharaan basis data kepegawaian. publikasi serta pelayanan administrasi kerjasama di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.VALID).Pasal 689 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. c.BA LITBANG PHB (FINAL . Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. b. penyiapan bahan urusan publikasi dan visualisasi hasil penelitian dan pengembangan. Subbagian Pengembangan Pegawai. b.

b. penyiapan bahan urusan ketatausahaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. kerumahtanggaan.rtf 281 . 07 OTK KEMENHUB 2010 . c.VALID). Subbagian Administrasi dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi kerjasama penelitian dan pengembangan. Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan. penyiapan bahan pengelolaan keuangan di lingkungan Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan penyiapan bahan urusan kerumahtanggaan dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. (2) (3) c.Pasal 693 Bagian Dokumentasi dan Kerjasama terdiri atas: a. b. penerbitan. keuangan. Pasal 694 (1) Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan dokumentasi dan kepustakaan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan publikasi hasil-hasil pelaksanaan tugas Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan serta urusan kehumasan.BA LITBANG PHB (FINAL . dan Subbagian Administrasi dan Kerjasama. Pasal 695 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. Subbagian Publikasi.

Pasal 698 (1) Subbagian Tata Usah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. penyiapan penyusunan rencana.Pasal 697 Bagian Umum terdiri atas: a.rtf 282 .BA LITBANG PHB (FINAL . dan Subbagian Rumah Tangga. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Tata Usaha.VALID). b. Subbagian Keuangan. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kerumahtanggaan dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. (2) (3)   Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda Pasal 699 Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Pasal 700 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 699. Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda menyelenggarakan fungsi: a. c.

d. Bidang Program dan Evaluasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan.BA LITBANG PHB (FINAL . g. Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.rtf 283 . dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Pasal 701 c. i. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 702 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. penyiapan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. f.VALID). penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. h. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. e.b. c. data dan aplikasi serta kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. b. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. program dan anggaran.

Pasal 703 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. b. Pasal 706 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Subbidang Program dan Kerja Sama. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. penyiapan bahan penyusunan rencana. d. kerumahtanggaan.VALID). pengelolaan keuangan.BA LITBANG PHB (FINAL . administrasi jabatan fungsional. c. b. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.rtf 284 . (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 705 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Pasal 704 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a.

b.Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. kerumahtanggaan. kerumahtanggaan. Pasal 708 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. b.rtf 285 . pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. penyiapan bahan urusan ketatausahaan. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 709 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan.VALID). Subbidang Pelayanan Administrasi.BA LITBANG PHB (FINAL . dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda. pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Mutimoda. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda.

penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. e. c. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian.BA LITBANG PHB (FINAL . penyiapan penyusunan rencana.Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian Pasal 710 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. 07 OTK KEMENHUB 2010 . d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. penyiapan pelaksanaan pengembangan bidang perkeretaapian. kerjasama penelitian transportasi darat dan dan b. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. f. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian.VALID).rtf 286 . penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. g. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian.

dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Bidang Program dan Evaluasi. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. penyiapan bahan penyusunan rencana. d. c. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 713 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. c. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi darat dan perkeretaapian. program dan anggaran. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi.BA LITBANG PHB (FINAL . dan Kelompok Jabatan Fungsional.VALID). dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. 07 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 287 . Pasal 712 i. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan.h. b. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. b. data dan aplikasi serta kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a.

b. dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan.VALID). Pasal 717 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. pengelolaan keuangan.rtf 288 . kerumahtanggaan. administrasi jabatan fungsional. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi darat dan perkeretaapian. 07 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi darat dan perkeretaapian.Pasal 715 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. kerumahtanggaan. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Program dan Kerja Sama. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717.BA LITBANG PHB (FINAL . (2) b. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan urusan ketatausahaan. Pasal 716 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.

Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan perkeretaapian. Pasal 720 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. (2) Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut Pasal 721 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut.VALID).Pasal 719 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. Subbidang Pelayanan Administrasi. b. penyiapan penyusunan rencana.rtf 289 . dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut menyelenggarakan fungsi: a. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut.BA LITBANG PHB (FINAL . 07 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. kerumahtanggaan. b. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721.

kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. program dan anggaran. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. Bidang Program dan Evaluasi. h.rtf 290 . dan d. data dan aplikasi. b. Pasal 723 f.BA LITBANG PHB (FINAL . penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi laut. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut terdiri atas: a.c. e. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. i. penyiapan pelaksanaan kerjasama penelitian pengembangan bidang transportasi laut. dan Kelompok Jabatan Fungsional. g. c.VALID). kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 724 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan.

dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. d.VALID). penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. administrasi jabatan fungsional. penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Subbidang Program dan Kerja Sama. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan.rtf 291 . c. b.Pasal 725 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. Pasal 726 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Pasal 728 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. b. pengelolaan keuangan. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi laut.BA LITBANG PHB (FINAL . Pasal 727 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. kerumahtanggaan.

pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. penyiapan urusan ketatausahaan. Subbidang Pelayanan Administrasi. b.rtf 292 . Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi laut.BA LITBANG PHB (FINAL . Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . kerumahtanggaan. Pasal 730 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a.VALID). dan penyiapan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi laut. kerumahtanggaan.Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. Pasal 731 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. b.

program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. c.rtf 293 . penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi udara. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara.BA LITBANG PHB (FINAL .Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara Pasal 732 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. h. f. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. penyiapan pelaksanaan kerjasama penelitian pengembangan bidang transportasi udara. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. penyiapan penyusunan rencana. g. 07 OTK KEMENHUB 2010 . dan b.VALID). dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. i. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. d.

data dan aplikasi. b. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. 07 OTK KEMENHUB 2010 . c. Subbidang Program dan Kerja Sama.VALID). Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. b.rtf 294 . Bidang Program dan Evaluasi. b. c.Pasal 734 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara terdiri atas: a. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. d.BA LITBANG PHB (FINAL . program dan anggaran. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 737 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Pasal 736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 735. kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 735 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana.

07 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 739 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. Pasal 740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 739. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Subbidang Pelayanan Administrasi. (2) b. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. administrasi jabatan fungsional.rtf 295 . pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. penyiapan bahan urusan ketatausahaan.Pasal 738 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pengelolaan keuangan. kerumahtanggaan. dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 741 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a.VALID). Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. kerumahtanggaan. dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara.BA LITBANG PHB (FINAL .

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara.rtf 296 . diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. kerumahtanggaan. Litkayasa.Pasal 742 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan.BA LITBANG PHB (FINAL . Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan/ditunjuk oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan sejumlah jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. (2) Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 743 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 744 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. (2) (3) (4) 07 OTK KEMENHUB 2010 . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).VALID).

dan dan pelaporan daya manusia pelaksanaan di bidang d. penyusunan kebijakan teknis. rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan.VALID). (2) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dipimpin oleh Kepala Badan. pemantauan. c. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan. b.rtf 297 . 08 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 746 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. Tugas dan Fungsi Pasal 745 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan.BA PSDM PHB (FINAL . Pasal 747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. evaluasi pengembangan sumber Perhubungan.BAB XI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN Bagian Pertama Kedudukan.

Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Pasal 749 Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. d. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan.VALID). Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. 08 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 298 . c. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 748 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan terdiri atas: a. Pasal 750 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 749.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan penyusunan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia perhubungan. b. dan e. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut.

08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. kehumasan dan keprotokolan. c. h. norma. anggaran dan target kinerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyuluhan dan sosialisasi. i. tata usaha. Pasal 751 c. penyiapan pembinaan administrasi kepegawaian Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyiapan pembinaan organisasi. f.rtf 299 . penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. program kerja. serta kerjasama. Bagian Umum. tata laksana dan reformasi birokrasi. Bagian Kepegawaian. Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan terdiri atas: a. Bagian Keuangan. pedoman. bantuan dan pertimbangan hukum. kerumahtanggaan. dan prosedur pengembangan sumber daya manusia perhubungan. penyiapan penyusunan standar. b. e. serta pelaporan kinerja organisasi.b.VALID). penyiapan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan. dan penyiapan penyusunan hasil analisis dan evaluasi. penyiapan koordinasi rencana. serta pelayanan informasi publik. kriteria. d. dan d. g. Bagian Perencanaan.BA PSDM PHB (FINAL .

g. dan h. penyiapan bahan dan pengelolaan data. penyiapan bahan penyusunan laporan tahunan. f. penyiapan bahan penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. perumusan kinerja.BA PSDM PHB (FINAL .rtf 300 . penyiapan bahan analisis dan evaluasi serta pelaporan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. dan statistik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. d. Pasal 753 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752. laporan yang terkait dengan Aksi Pencegahan Korupsi. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program pengembangan sumber daya manusia perhubungan. Kolusi dan Nepotisme dan laporan lainnya terkait dengan pelaksanaan kegiatan perencanaan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. pelaksanaan analisis dan evaluasi serta pelaporan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. informasi. pengelolaan data dan informasi.VALID). b. c. rapat koordinasi tingkat menteri. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia perhubungan. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 752 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan program kerja anggaran. rapat tingkat Kementerian Perhubungan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . e. penyiapan bahan penyusunan indikator dan target kinerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyiapan bahan pelaksanaan pertemuan dengan lembaga tinggi dan tertinggi negara. laporan akuntabilitas kinerja. dan rapat intern Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.

penyiapan bahan penyusunan perencanaan kepegawaian dan basis data kepegawaian. b. 08 OTK KEMENHUB 2010 . laporan akuntabilitas kinerja.Pasal 754 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. Subbagian Rencana. Kolusi dan Nepotisme dan laporan lainnya terkait dengan pelaksanaan kegiatan perencanaan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.VALID). pelaksanaan pertemuan dengan lembaga tinggi dan tertinggi negara. dan c. serta penyusunan laporan tahunan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 756 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan administrasi kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan data dan informasi. Pasal 757 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756. indikator dan target kinerja pengembangan sumber daya manusia perhubungan. Subbagian Program. serta penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah.BA PSDM PHB (FINAL . (2) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia perhubungan. analisis dan evaluasi kinerja. serta rapat koordinasi.rtf 301 . laporan yang terkait dengan Aksi Pencegahan Korupsi. statistik. Pasal 755 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program. Subbagian Analisis dan Evaluasi.

Subbagian Mutasi dan Disiplin. h.b. penyiapan bahan pelaksanaan pengembangan pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai. f. dan c. j.BA PSDM PHB (FINAL . d. penyiapan bahan pelaksanaan mutasi pegawai Badan Pengembangan SDM Perhubungan. dan l. penyiapan bahan pelaksanaan penerimaan pegawai Badan Pengembangan SDM Perhubungan.VALID). b. Pasal 758 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan assesmen pegawai serta pelaksanaan pembinaan jabatan struktural. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan disiplin pegawai. beasiswa. penyiapan bahan pelaksanaan sistem penerimaan terpusat calon taruna pendidikan dan pelatihan perhubungan dan penyelenggaraan wisuda terpadu. e. k. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan kesejahteraan pegawai. i. dan pemberian bantuan biaya pendidikan di dalam dan luar negeri. penyiapan bahan pelaksanaan pembangunan karakter dan kesamaptaan pegawai. Subbagian Perencanaan Kepegawaian.rtf 302 . penyiapan bahan administrasi pelaksanaan tugas belajar. c. fungsional tertentu dan jabatan fungsional umum. penyiapan bahan pelaksanaan pengangkatan dan penempatan pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan pensiun pegawai. g.

b. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program pengembangan pegawai. pembinaan jabatan struktural. pembangunan karakter dan kesamaptaan aparatur. penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan anggaran dan realisasi. penempatan. jabatan fungsional tertentu dan umum.VALID). penyelenggaraan pembinaan kesejahteraan pegawai.Pasal 759 (1) Subbagian Perencanaan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan kepegawaian/ man power planning. pemutakhiran basis data pegawai serta penerimaan calon taruna dan wisuda secara terpusat. serta jabatan umum. penyiapan bahan usulan pengelola anggaran. widyaiswara dan instruktur. cuti. urusan mutasi. penyiapan bahan penyusunan rencana pelaksanaan anggaran. pelaksanaan ujian dinas dan penyesuaian ijazah. c.BA PSDM PHB (FINAL . perbendaharaan. penerimaan. Pasal 760 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. beasiswa dan bantuan biaya pendidikan. pengangkatan. detasering dan assesmen pegawai. Pasal 761 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760. 08 OTK KEMENHUB 2010 . d. kenaikan gaji berkala dan inpassing. dosen. penyiapan bahan usulan revisi anggaran. administrasi penetapan angka kredit. (3) Subbagian Mutasi dan Disiplin mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pola pembinaan karir pegawai. pengelolaan akuntansi keuangan dan barang milik negara serta pengelolaan tindak lanjut hasil temuan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.rtf 303 . serta pembinaan disiplin dan pensiun pegawai. pemberian tugas belajar.

penyiapan bahan pelaksanaan anggaran pada Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyiapan bahan pelaporan Sistem Akuntansi Keuangan Pengguna Anggaran (SAKPA).rtf 304 . penyiapan bahan pelaporan pelaksanaan anggaran. f. j. pelelangan serta sanggah banding. b.e. Pasal 762 Bagian Keuangan terdiri atas: a. h. usulan revisi anggaran. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan tarif dan rencana target Penerimaan Negara Bukan Pajak non BLU. g. Pasal 763 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (TL-LHP) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana pelaksanaan anggaran. penyiapan bahan tanggapan/ jawaban terhadap sanggah banding.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan Badan Layanan Umum (BLU). l. dan c. Subbagian Akuntansi Keuangan dan Perbendaharaan. penyiapan bahan pelaksanaan hasil audit internal dan eksternal. Subbagian Administrasi dan Pengelola Barang Milik Negara. i. pengumpulan data dukung dan evaluasi terkait dengan laporan hasil audit. dan hasil prakualifikasi dan m. penyiapan bahan pelaporan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN). k. Subbagian Pelaksanaan Anggaran dan TL-LHP. penyiapan bahan penetapan pemenang lelang.BA PSDM PHB (FINAL . pembinaan BLU/PNBP.

pengelolaan organisasi. 08 OTK KEMENHUB 2010 . usulan pengelola anggaran dan pembayaran pengeluaran serta pelaporan keuangan. pelaporan Sistem Akuntansi Keuangan Pengguna Anggaran (SAKPA).(2) Subbagian Akuntansi Keuangan dan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. pelaksanaan bantuan hukum dan penyusunan pertimbangan hukum. c. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. keprotokolan. urusan perjalanan dinas. Pasal 765 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 764. penyiapan bahan pengelolaan ketatausahaan. kerjasama.rtf 305 . pengelolaan perpustakaan. penyiapan bahan perumusan perjanjian nasional dan internasional yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan. d. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan serta pemeliharaan fasilitas kesejahteraan pegawai. pengadaan dan pemeliharaan fasilitas kantor. pelaksanaan kehumasan. penyelenggaraan rapat kedinasan. (3) Subbagian Administrasi dan Pengelola Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan barang milik negara dan pelaporan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN). Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pengelolaan urusan dalam. kerumahtanggaan dan urusan dalam. pemantauan anggaran dan realisasi daya serap.BA PSDM PHB (FINAL . Pasal 764 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan tata usaha. tata laksana dan reformasi birokrasi. b.VALID). penyuluhan dan sosialisasi serta pelayanan informasi publik di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.

penyiapan bahan publikasi dan promosi serta kehumasan. h. i. pengadaan dan pemeliharaan fasilitas. l. 08 OTK KEMENHUB 2010 . tugas pengelolaan penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan/ penyuluhan/ sosialisasi pada UPT di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyiapan bahan pelaksanaan penelaahan dan rumusan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang pengembangan sumber daya manusia perhubungan. pengadaan kebutuhan kantor. penyiapan bahan pelayanan informasi publik. penelaahan. Pasal 766 Bagian Umum terdiri atas: a. rapat kedinasan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Organisasi dan Tata Laksana Pasal 767 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatausahaan. perjalanan dinas. penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana. penyiapan bahan pelaksanaan perpustakaan dan keprotokolan. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga.e.BA PSDM PHB (FINAL . perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama dengan instansi/ lembaga baik di dalam maupun di luar negeri yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia perhubungan. dan m. f. g. dan usulan ratifikasi konvensi internasional terkait pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan.rtf 306 .VALID). penyiapan bahan penataan reformasi birokrasi. b. penyiapan bahan koordinasi. dan c. k. Subbagian Hukum dan Kerjasama. pengelolaan urusan dalam. j. pengelolaan perpustakaan dan keprotokolan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.

c.BA PSDM PHB (FINAL . serta rancangan perjanjian nasional dan internasional dalam rangka kerja sama dengan instansi/ lembaga baik di dalam maupun di luar negeri yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia perhubungan. metodik. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian.(2) Subbagian Hukum dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. rancangan ratifikasi konvensi internasional. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum. dan pelayanan informasi publik.rtf 307 . b. alat pengajaran. publikasi. Pasal 769 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768.VALID). penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. didaktik. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. kehumasan. silabus. rancangan rumusan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat Pasal 768 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana. 08 OTK KEMENHUB 2010 . promosi. serta penyuluhan dan sosialisasi di bidang pengembangan sumber daya manusia perhubungan. reformasi birokrasi. penelaahan.

BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. pelayanan informasi publik.VALID). kerumahtanggaan.rtf 308 . Barang Milik Negara (BMN). f. keuangan. penyiapan pelaksanaan pemantauan. hukum. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. dan l. penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. e. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. 08 OTK KEMENHUB 2010 . g. j. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. kehumasan. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. kepegawaian.d. penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. instruktur. penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. pengelolaan data dan informasi. perpustakaan. k. analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. h. i.

d. sertifikasi. pelaksanaan penyuluhan.rtf 309 . Pasal 772 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 771.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. pembinaan lembaga pendidikan. didaktik. dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. alat pengajaran.VALID). Bagian Umum. b. Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. standarisasi dan akreditasi. 08 OTK KEMENHUB 2010 . metodik. e. kerjasama. Pasal 771 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. Bidang Pendidikan. rencana kebutuhan SDM. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. dan c. silabus. b. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. Bidang Pelatihan. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. program dan anggaran pendidikan. pemantauan. c.Pasal 770 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian.

dan b. Pasal 774 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. (2) Subbidang Standarisasi Pendidikan. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. h. kerjasama.f. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. dan j. penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 773 Bidang Pendidikan terdiri atas: a. penyuluhan serta pelaksanaan pemantauan. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. program dan anggaran pendidikan. instruktur. evaluasi dan pelaporan. Subbidang Standarisasi Pendidikan. serta pembinaan sertifikasi. Subbidang Program Pendidikan. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian. g. pembinaan lembaga pendidikan. analisis. rencana kebutuhan SDM. k.VALID). mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. i.rtf 310 . penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. 08 OTK KEMENHUB 2010 .

pembinaan lembaga pelatihan. e. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. silabus.VALID). rencana kebutuhan SDM. c.rtf 311 . d. metodik. widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. g. dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 776 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 775. pelaksanaan penyuluhan.Pasal 775 Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pelatihan. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/ man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum.BA PSDM PHB (FINAL . standarisasi dan akreditasi. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. sertifikasi. didaktik. kerjasama. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. serta pemantauan. f. alat pengajaran. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat.

keuangan. kehumasan.h. pengelolaan data dan informasi. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. serta pembinaan sertifikasi. Pasal 778 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pelayanan informasi publik. (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan.BA PSDM PHB (FINAL . pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. kerjasama. pembinaan lembaga pelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian. kerumahtanggaan. Subbidang Program Pelatihan. analisis. dan anggaran. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Subbidang Standarisasi Pelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan. hukum. dan pelaporan. i. dan j. kepegawaian. Pasal 777 Bidang Pelatihan terdiri atas: a. mengkoordinasikan rencana. rencana kebutuhan SDM. dan b. Barang Milik Negara (BMN).VALID). mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program.rtf 312 . evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. penyuluhan serta pelaksanaan pemantauan. k. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. perpustakaan. Pasal 779 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. program dan anggaran pelatihan. program.

Pasal 780 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 779. dan b. pertimbangan dan bantuan hukum. kerumahtanggaan. b. kepegawaian.BA PSDM PHB (FINAL . dan pelayanan informasi publik. Subbagian Datin dan Anev. e. c. dan i. dan anggaran.rtf 313 . pelayanan informasi publik. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan darat dan perkeretaapian. Subbagian Perencanaan. Pasal 781 Bagian Umum terdiri atas: a. kehumasan. penyiapan bahan pelaksanaan urusan ketatausahaan.VALID). dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan pengkoordinasian rencana. keprotokolan. f. Pasal 782 (1) Subbagian Perencanaan. Keuangan. penetapan. g. penyiapan bahan analisis. dan Tata Usaha. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan. penyiapan bahan perpustakaan. Barang Milik Negara (BMN) dan perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. penyiapan bahan penyusunan peraturan. pelaksanaan kerumahtanggaan dan d. Keuangan. penyiapan bahan urusan pengelolaan kepegawaian Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. 08 OTK KEMENHUB 2010 . program. pengkoordinasian rencana. dan anggaran. dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. h. program. hukum. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN).

Evaluasi) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan darat dan perkeretaapian.BA PSDM PHB (FINAL . alat pengajaran. metodik.VALID). c. silabus. analisis.(2) Subbagian Datin dan Anev (Data. Pasal 784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 783. Bagian Kelima Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut Pasal 783 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. e. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan laut. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a. b. Informasi dan Analisis.rtf 314 . evaluasi. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan laut. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. 08 OTK KEMENHUB 2010 . d. didaktik.

dan l. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi laut. penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut.f. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. j. Bidang Pendidikan. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut. penyiapan pelaksanaan pemantauan. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut. keuangan. Pasal 785 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. kepegawaian. pengelolaan data dan informasi. Barang Milik Negara (BMN). kerumahtanggaan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Umum. hukum. k. kehumasan. penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. dan c. b.rtf 315 . g. pelayanan informasi publik. i. instruktur.VALID).BA PSDM PHB (FINAL . Bidang Pelatihan. analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan laut. h. perpustakaan.

dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi laut. d. silabus. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut.rtf 316 . penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi laut. pembinaan lembaga pendidikan.BA PSDM PHB (FINAL . standarisasi dan akreditasi. 08 OTK KEMENHUB 2010 . pemantauan.Pasal 786 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pendidikan. alat pengajaran. e. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi laut. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut. g. instruktur. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. metodik. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut. h. kerjasama. c. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi laut. Pasal 787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 786.VALID). f. pelaksanaan penyuluhan. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. rencana kebutuhan SDM. didaktik. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. b. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut. sertifikasi. Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi laut. 08 OTK KEMENHUB 2010 . pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. Pasal 790 (2) Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana. standarisasi dan akreditasi.VALID). dan j. Pasal 788 Bidang Pendidikan terdiri atas: a. program dan anggaran pelatihan. Subbidang Program Pendidikan. pembinaan lembaga pendidikan.rtf 317 . sertifikasi. kerjasama. Subbidang Standarisasi Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan laut. dan pelaporan. rencana kebutuhan SDM. rencana kebutuhan SDM. Pasal 789 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan b.i. kerjasama.BA PSDM PHB (FINAL . program dan anggaran pendidikan. serta pembinaan sertifikasi. k. serta pemantauan. pelaksanaan penyuluhan. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. Subbidang Standarisasi Pendidikan. pembinaan lembaga pelatihan.

dan j. alat pengajaran. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan.VALID). f. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan laut. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi laut. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut.Pasal 791 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790. widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi laut. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut. k. c. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur. 08 OTK KEMENHUB 2010 . silabus. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi laut. didaktik. i. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. g. penyiapan bahan pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut.rtf 318 . b. e. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. h. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. d.BA PSDM PHB (FINAL . Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. metodik.

kerjasama. Pusat d. program. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. dan pelaporan. perpustakaan. kepegawaian. Pasal 793 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. kerumahtanggaan. dan anggaran. pelaksanaan kerumahtanggaan dan perpustakaan. mengkoordinasikan rencana. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Subbidang Program Pelatihan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan anggaran. pelaksanaan urusan ketatausahaan. pembinaan lembaga pelatihan. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. c. Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794. hukum. analisis. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. Pasal 794 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. pelayanan informasi publik. evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. pelaksanaan urusan pengelolaan kepegawaian Pengembangan SDM Perhubungan Laut. keuangan.Pasal 792 Bidang Pelatihan terdiri atas: a. pengelolaan data dan informasi.VALID).BA PSDM PHB (FINAL .rtf 319 . Subbidang Standarisasi Pelatihan. program dan anggaran pelatihan. rencana kebutuhan SDM. serta pembinaan sertifikasi. penyiapan bahan koordinasi rencana. b. Barang Milik Negara (BMN). (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan. dan b. kehumasan. program.

Keuangan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). keuangan.rtf 320 . penyiapan bahan pelaksanaan analisis. keprotokolan.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan. (2) Subbagian Datin dan Anev mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan laut. Pasal 797 (1) Subbagian Perencanaan. penetapan. h. Subbagian Perencanaan. pelayanan informasi publik. dan pelayanan informasi publik. program. dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. hukum. penyiapan bahan penyusunan peraturan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi.BA PSDM PHB (FINAL . Barang Milik Negara (BMN). dan anggaran. kehumasan. dan i.e. evaluasi. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan laut. kerumahtanggaan. Keuangan. kepegawaian. dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut. mengkoordinasikan rencana. dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. pertimbangan dan bantuan hukum. Subbagian Datin dan Anev. analisis. Pasal 796 Bagian Umum terdiri atas: a. penetapan. dan b. f. perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. g. dan Tata Usaha.

d. Pasal 799 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. metodik. alat pengajaran. b.Bagian Keenam Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara Pasal 798 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum. c. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan udara. e. f.BA PSDM PHB (FINAL .rtf 321 .VALID). penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan udara. didaktik. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi: a. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara. silabus. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara.

g. dan c.BA PSDM PHB (FINAL . k. rencana kebutuhan SDM. perpustakaan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Umum. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi udara. i. pelaksanaan penyuluhan. pembinaan lembaga pendidikan. b. Bidang Pendidikan. kerjasama. Pasal 801 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pendidikan. penyiapan pelaksanaan pemantauan. sertifikasi. Pasal 800 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara terdiri atas: a. hukum. j. pelayanan informasi publik. penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. kepegawaian. kehumasan. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara.rtf 322 .VALID). penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. pemantauan dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi udara. keuangan. dan l. Bidang Pelatihan. standarisasi dan akreditasi. h. Barang Milik Negara (BMN). instruktur. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. kerumahtanggaan. pengelolaan data dan informasi.

VALID). instruktur. dan j. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara. pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi udara. f. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. silabus. 08 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801. i. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi udara. h.BA PSDM PHB (FINAL . pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara. pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara. pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi udara. b.rtf 323 . e. didaktik. Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. g. metodik. d. alat pengajaran. c. pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara.

sertifikasi. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi udara. pembinaan lembaga pendidikan. b. standarisasi dan akreditasi. rencana kebutuhan SDM. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 805 Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pelatihan. rencana kebutuhan SDM. 08 OTK KEMENHUB 2010 . program dan anggaran pendidikan. serta pemantauan. (2) Subbidang Standarisasi Pendidikan.BA PSDM PHB (FINAL . pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. serta pembinaan sertifikasi. Pasal 803 Bidang Pendidikan terdiri atas: a. pembinaan lembaga pelatihan. dan b. Subbidang Standarisasi Pendidikan.k. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 804 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara.rtf 324 . dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi udara. kerjasama. kerjasama. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. pelaksanaan penyuluhan. dan pelaporan. Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805. Subbidang Program Pendidikan.VALID).

BA PSDM PHB (FINAL . pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur. pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara. didaktik. k. dan j. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. d.rtf 325 . penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. Subbidang Standarisasi Pelatihan. widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi udara. metodik. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi udara. 08 OTK KEMENHUB 2010 . e. penyiapan bahan pemantauan. i. f.c. pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara. silabus. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara. g. h. Pasal 807 Bidang Pelatihan terdiri atas: a. Subbidang Program Pelatihan. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. alat pengajaran. dan b.VALID).

dan pelaporan. program. dan pelayanan informasi publik. dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi rencana. Pasal 810 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 809. d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. keuangan. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. pertimbangan dan bantuan hukum. b. Pasal 809 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. kepegawaian. program. dan anggaran.VALID). analisis. rencana kebutuhan SDM. e. Barang Milik Negara (BMN). f. penyiapan bahan pelaksanaan urusan pengelolaan kepegawaian Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara. g. pembinaan lembaga pelatihan. pelaksanaan kerumahtanggaan dan perpustakaan.Pasal 808 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. hukum. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. keprotokolan. kehumasan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. pengelolaan data dan informasi. perpustakaan. kerumahtanggaan. 08 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 326 . evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. pelayanan informasi publik. mengkoordinasikan rencana. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). penyiapan bahan penyusunan peraturan. c. program dan anggaran pelatihan. kerjasama. serta pembinaan sertifikasi. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan. (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan.BA PSDM PHB (FINAL .

Bagian Ketujuh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan Pasal 813 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan. penyiapan bahan pelaksanaan analisis. keuangan.BA PSDM PHB (FINAL . kehumasan. program. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan udara. kerumahtanggaan.rtf 327 . Subbagian Datin dan Anev. dan Tata Usaha.VALID). Keuangan. analisis. Subbagian Perencanaan. Barang Milik Negara (BMN). dan anggaran. Pasal 812 (1) Subbagian Perencanaan. pelayanan informasi publik. perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. Keuangan. evaluasi. dan b. dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . dan i. (2) Subbagian Datin dan Anev mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan udara. mengkoordinasikan rencana. evaluasi. penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara. Pasal 811 Bagian Umum terdiri atas: a. kepegawaian. penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara.h. hukum.

Pasal 814 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 813, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen sumber daya manusia aparatur perhubungan;

b. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; c. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan;

d. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; e. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia /man power planning aparatur perhubungan; pelaksanaan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, pengelolaan data dan informasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan;

f.

g. penyiapan pelaksanaan pembinaan widyaiswara dan tenaga manajemen di satuan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; h. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi sumber daya manusia bersama instansi pembina; i. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia aparatur perhubungan;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

328

j.

penyiapan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan; dan

k. penyiapan pelaksanaan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan untuk manajemen sumber daya manusia aparatur perhubungan. Pasal 815 Pusat Pengembangan Sumber Perhubungan terdiri atas: a. Bidang Perencanaan; Daya Manusia Aparatur

b. Bidang Penyelenggaraan; c. Bidang Sarana dan Prasarana; dan

d. Bagian Umum. Pasal 816 Bidang Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen serta rencana kebutuhan SDM aparatur perhubungan, rencana program dan anggaran, standarisasi, serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 817 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 816, Bidang Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan penetapan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning aparatur perhubungan; c. penyiapan bahan penyusunan rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

329

d. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; dan e. penyiapan bahan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 818 Bidang Perencanaan terdiri atas: a. Subbidang Program; dan

b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 819 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen serta rencana kebutuhan sumber daya manusia aparatur perhubungan, rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen, penyusunan standar kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 820 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, kerjasama, pembinaan lembaga pendidikan dan pelatihan, pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen, sertifikasi, dan penyuluhan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

330

Pasal 821 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820, Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; c. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

d. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen; e. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi bersama instansi pembina; dan penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada aparatur perhubungan. Pasal 822 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas: a. Subbidang Diklat Prajabatan dan Dalam Jabatan; dan

f.

b. Subbidang Diklat Teknis Manajerial.

Pasal 823 (1) Subbidang Diklat Prajabatan dan Dalam Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan prajabatan dan dalam jabatan, pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan prajabatan dan dalam jabatan, pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen pendidikan dan pelatihan aparatur perhubungan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

331

(2) Subbidang Diklat Teknis Manajerial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, kerjasama pendidikan dan pelatihan teknis manajerial, pembinaan lembaga pendidikan dan pelatihan dan widyaiswara, instruktur serta tenaga manajemen, sertifikasi, dan penyuluhan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 824 Bidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan sarana dan prasarana, pengelolaan sarana dan prasarana serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824, Bidang Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan penyusunan analisis kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; c. penyiapan bahan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan;

d. penyiapan bahan pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; dan e. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan administrasi Barang Milik Negara (BMN).

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

332

Pasal 826 Bidang Sarana dan Prasarana terdiri atas: a. Subbidang Sarana; dan

b. Subbidang Prasarana. Pasal 827 (1) Subbidang Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan sarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan, pengelolaan administrasi sarana dan pemantauan, evaluasi dan pelaporan sarana pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Prasarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan, pengelolaan administrasi prasarana dan pemantauan, evaluasi dan pelaporan prasarana pendidikan dan pelatihan. Pasal 828 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, dan pelaporan kinerja serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 829 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan ketatausahaan, kerumahtanggaan dan perpustakaan;

b. penyiapan bahan urusan pengelolaan kepegawaian; c. penyiapan bahan penyusunan peraturan, pertimbangan dan bantuan hukum;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

333

d. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan, keprotokolan, dan pelayanan informasi publik; e. f. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN); penyiapan bahan informasi; dan pelaksanaan pengelolaan data dan

g. penyiapan bahan pelaksanaan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 830 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; dan

b. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 831 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 832 (1) Pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan Kementerian Perhubungan dapat dibentuk beberapa unit penunjang sebagai unit non struktural guna menunjang pelaksanaan kegiatan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. (2) Setiap Unit Penunjang dipimpin oleh seorang Kepala Unit yang diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

334

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 833 Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 834 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya, khusus untuk Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan termasuk jabatan fungsional widyaiswara dan instruktur, yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok jabatan fungsional, dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan / ditunjuk oleh Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dan masing-masing Kepala Pusat. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

335

rtf 336 . Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Pasal 836 (1) Staf Ahli terdiri atas: a. Teknologi dan Energi (3) (4) c. Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan. Staf Ahli Bidang Perhubungan. dan Staf Ahli Bidang Perhubungan. e. Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah tertentu sesuai dengan bidang keahliannya. b.SAHLI (FINAL . Direktorat Jenderal. dan Inspektorat Jenderal. Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administratif berada di bawah Sekretaris Jenderal dan sehari-hari dibina oleh Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan pada Biro Umum. 09 OTK KEMENHUB 2010 . Staf Ahli Bidang Multimoda dan Kesisteman Perhubungan.VALID). Badan.BAB XII STAF AHLI Pasal 835 (1) (2) Menteri Perhubungan dibantu oleh 5 (lima) Staf Ahli. Ekonomi dan Kemitraan d. Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan.

Staf Ahli Bidang Multimoda dan Kesisteman Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah multimoda dan kesisteman perhubungan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli Bidang Teknologi dan Energi Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah teknologi dan energi perhubungan.rtf 337 . Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kemitraan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah ekonomi dan kemitraan perhubungan.(2) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 837 (1) Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah lingkungan perhubungan. Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah regulasi dan keselamatan perhubungan. (2) (3) (4) (5) 09 OTK KEMENHUB 2010 .VALID).SAHLI (FINAL .

data.rtf 338 . Pasal 839 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. d. b. pengkajian dan penelaahan kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. 10 OTK KEMENHUB 2010 . pengendalian dan pengelolaan sistem informasi. f. program kerja dan anggaran di lingkungan Pusat Data dan Informasi. penyiapan evaluasi. pemeliharaan. Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 840 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839. e. penyiapan pembinaan. penyiapan penyusunan rencana. Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh seorang Kepala. (2) c.VALID).PUSDATIN (FINAL . penyiapan perumusan. penyiapan pembinaan dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan koordinasi dan pengendalian kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan penginventarisasian kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. pengelolaan dan pemantauan kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. serta Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan.BAB XIII PUSAT DATA DAN INFORMASI Pasal 838 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal.

perangkat keras. perangkat keras. perangkat keras. yang meliputi perangkat lunak. Pusat Data dan Informasi terdiri atas: a. Bidang Sistem Informasi. pengkajian dan penelaahan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. Bidang Data. yang meliputi perangkat lunak. b.rtf 339 . rumah tangga. kepegawaian. b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. program aplikasi. Pasal 843 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 842. kearsipan. penyiapan bahan perumusan. c. persuratan.PUSDATIN (FINAL .g. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. program aplikasi.VALID). Bidang Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. yang meliputi perangkat lunak. penyiapan pengelolaan administrasi dan penilaian angka kredit (PAK) Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. 10 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Tata Usaha. perlengkapan. Pasal 842 Bidang Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. pengendalian dan pengelolaan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. d. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan pelaksanaan urusan keuangan. program aplikasi. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data. Pasal 841 h. program kerja dan anggaran pembangunan dan pengembangan sistem informasi. penyiapan bahan penyusunan rencana.

dan pengendalian kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. b. penyiapan bahan pembinaan sumber daya manusia melalui bimbingan teknis (bintek) dan bantuan teknis (bantek) di bidang pembangunan dan pengembangan sistem informasi. penyelenggaraan. perangkat keras. perangkat keras.PUSDATIN (FINAL . penyiapan bahan evaluasi. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. program aplikasi. perangkat keras. dan evaluasi pembangunan dan pengembangan perangkat lunak dan program aplikasi. program aplikasi. perangkat keras. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 845 (1) Subbidang Perangkat Lunak dan Program Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 844 d. yang meliputi perangkat lunak. program aplikasi. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan.c. 10 OTK KEMENHUB 2010 . yang meliputi perangkat lunak. program kerja dan anggaran. g. dan pemantauan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. dan Subbidang Perangkat Keras dan Infrastruktur Jaringan. serta koordinasi pembinaan. e.VALID). f. penyelenggaraan. dan penginventarisasian kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi.rtf 340 . dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pembangunan dan pengembangan perangkat lunak dan program aplikasi dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan jabatan fungsional pranata komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan penyiapan bahan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan. yang meliputi perangkat lunak. Subbidang Perangkat Lunak dan Program Aplikasi. yang meliputi perangkat lunak. pemeliharaan. program aplikasi. penyiapan bahan koordinasi. Bidang Sistem Informasi terdiri atas: a. penyiapan bahan pembinaan. pengelolaan.

pengkajian dan penelaahan kegiatan pengelolaan data. penyiapan bahan evaluasi. program kerja dan anggaran pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. e. yang meliputi pengintegrasian data. b. dan evaluasi pembangunan dan pengembangan perangkat keras dan infrastruktur jaringan. penyelenggaraan. yang meliputi pengintegrasian. yang meliputi pengintegrasian. analisis. pengelolaan dan pemantauan kegiatan pengelolaan data. pengolahan data. d. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. program kerja dan anggaran. 10 OTK KEMENHUB 2010 . dan penginventarisasian kegiatan pengelolaan data. Pasal 846 Bidang Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. pemeliharaan. penyelenggaraan. analisis. pengolahan. Pasal 847 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 846. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pembangunan dan pengembangan perangkat keras dan infrastruktur jaringan. analisis.(2) Subbidang Perangkat Keras dan Infrastruktur Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. serta koordinasi pembinaan. Bidang Data menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan. pengolahan. yang meliputi pengintegrasian. yang meliputi pengintegrasian. penyiapan bahan koordinasi.PUSDATIN (FINAL . dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. c.rtf 341 . analisis. dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan pengendalian kegiatan pengelolaan data. analisis data dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyusunan rencana. pengendalian dan pengelolaan data. penyiapan bahan pembinaan.VALID). pengolahan. penyiapan bahan perumusan.

dan pembinaan sumber daya manusia di bidang penyajian dan evaluasi data dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan Pasal 850 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana.f.rtf 342 . dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. serta koordinasi pembinaan.VALID). dan penyiapan bahan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pengintegrasian dan pengolahan data dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. serta urusan keuangan. Subbidang Penyajian dan Evaluasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbidang Pengintegrasian dan Pengolahan Data. Pasal 848 g. kearsipan. program dan anggaran. dan evaluasi kegiatan pengintegrasian dan pengolahan data. program kerja dan anggaran. penyiapan bahan pembinaan sumber daya manusia melalui bimbingan teknis (bimtek) dan bantuan teknis (bantek) di bidang pengelolaan data. Pasal 849 (1) Subbidang Pengintegrasian dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. persuratan. program kerja dan anggaran. analisis. penyelenggaraan.PUSDATIN (FINAL . yang meliputi pengintegrasian. pengolahan. (2) 10 OTK KEMENHUB 2010 . dan Subbidang Analisis dan Evaluasi Data. penyelenggaraan. rumah tangga. dan pengelolaan administrasi barang milik negara Pusat Data dan Informasi. Bidang Data terdiri atas: a. serta koordinasi pembinaan. kepegawaian. b. administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. perlengkapan. dan evaluasi kegiatan penyajian dan evaluasi data.

Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.Pasal 851 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 850. c.rtf 343 . program kerja. Pasal 853 (1) Subbagian Rencana. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana. 10 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Keuangan. dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data dan Informasi. penyiapan bahan administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 852 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. d. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Data dan Informasi. Subbagian Rencana. pelaksanaan urusan kepegawaian dan penataan organisasi dan tata laksana urusan persuratan. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum. c.PUSDATIN (FINAL . f. rumah tangga. program dan evaluasi di lingkungan Pusat Data dan Informasi. pelaksanaan urusan rencana. dan anggaran. b. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan keuangan di lingkungan Pusat Data dan Informasi.VALID). b. serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Data dan Informasi. program dan anggaran Pusat Data dan Informasi. perlengkapan. Program dan Evaluasi. kearsipan.

Statistisi. dan tata laksana. organisasi. Pasal 855 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Pranata Komputer. Masing-masing kelompok jabatan fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi.rtf 344 .(2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data dan Informasi. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). persuratan. Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Pasal 854 (3) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. dan sejumlah jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.VALID). (2) (3) (4) 10 OTK KEMENHUB 2010 . kearsipan dan rumah tangga di lingkungan Pusat Data dan Informasi.PUSDATIN (FINAL . serta urusan administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

c. Pasal 857 Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. penyiapan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. penyiapan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi.PKKPJT (FINAL . pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. e. Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi dipimpin oleh seorang Kepala.rtf 345 . d. dan anggaran penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi menyelenggarakan fungsi: a. program kerja. (2) b. penyiapan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. penyiapan penyusunan rencana.VALID).BAB XIV PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI Pasal 856 (1) Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal. penyiapan koordinasi terkait kajian. 11 OTK KEMENHUB 2010 .

f. b. Pasal 859 g. penyiapan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. c. Pasal 860 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara. dan Bagian Tata Usaha. Pasal 861 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860. Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi terdiri atas: a. d. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian.rtf 346 . penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a.PKKPJT (FINAL . 11 OTK KEMENHUB 2010 . dan ketatausahaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup sektor transportasi. b. kepegawaian. dan pelaksanaan urusan keuangan. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda. kerumahtanggaan.VALID).

dan Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian.c. penyusunan laporan. b. Pasal 862 d. (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 .PKKPJT (FINAL . Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi darat dan perkeretaapian. f. penyiapan bahan koordinasi terkait kajian. penyusunan laporan. dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. Pasal 863 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. pelaksanaan kajian.VALID). penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program.rtf 347 . e. pelaksanaan kajian. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian.

PKKPJT (FINAL .Pasal 864 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. e.VALID). Pasal 865 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 864. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. penyiapan bahan koordinasi terkait kajian. b. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda menyelenggarakan fungsi: a. d. dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda.rtf 348 . 11 OTK KEMENHUB 2010 . c. penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. f.

dan Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda.PKKPJT (FINAL . b.Pasal 866 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. pelaksanaan kajian. pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. penyusunan laporan. (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 869 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 868. Pasal 867 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program.VALID). Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda. Pasal 868 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. penyusunan laporan. pelaksanaan kajian.rtf 349 .

penyiapan bahan koordinasi terkait kajian. pelaksanaan kajian. Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. penyusunan laporan. penyusunan laporan. pelaksanaan kajian. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi udara. dan Subbidang kajian Pelayanan Jasa Transportasi Udara. (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 870 c.VALID).PKKPJT (FINAL . penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. b.b. Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Udara. pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi. Pasal 871 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara terdiri atas: a. f. pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara.rtf 350 . penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi udara. dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. lingkungan hidup transportasi udara. d. e. penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara.

perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. program kerja dan anggaran di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. anggaran. program kerja.rtf 351 . b. evaluasi dan pelaporan. Pasal 873 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 872. serta pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. persuratan. Pasal 875 (1) Subbagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. kearsipan. penyiapan bahan pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. program kerja. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. persuratan. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. kepegawaian. tata laksana. d. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum. penyiapan bahan penyusunan rencana. organisasi. kearsipan.PKKPJT (FINAL . serta urusan keuangan. 11 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 874 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. dan pelaporan. c.VALID). dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan kepegawaian.Pasal 872 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. b. anggaran. Subbagian Perencanaan dan Keuangan.

(2) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.PKKPJT (FINAL . kearsipan. serta persuratan. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).VALID). (2) (3) (4) 11 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 352 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. perlengkapan. Masing-masing kelompok jabatan fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. Pasal 876 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 877 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. dan tata laksana. organisasi. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

juru bicara Kementerian Perhubungan untuk penyampaian kebijakan publik. dan isu strategis sektor transportasi. Pasal 879 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan komunikasi publik secara langsung dan/atau melalui media. strategi dan program yang telah diputuskan Menteri atau disepakati jajaran pimpinan di lingkungan Kementerian Perhubungan serta memberikan penjelasan atau merespon masalah/isu publik. Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh seorang Kepala. penyiapan pembinaan kegiatan komunikasi publik Kementerian Perhubungan secara langsung dan melalui media.VALID). (2) b.BAB XV PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK Pasal 878 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal. Pasal 880 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879.PKP (FINAL . Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan komunikasi publik di lingkungan Kementerian Perhubungan. d. c. penyelenggaraan pelayanan informasi dan dokumentasi. penyiapan pengelolaan berita. opini publik. 12 OTK KEMENHUB 2010 . publikasi serta edukasi publik tentang kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan.rtf 353 . pengelolaan opini publik dan isu strategis sektor transportasi.

l. Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi.VALID). dan umum di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. penyiapan koordinasi penyelenggaraan pemberitaan dan penyebaran informasi sektor transportasi. dokumentasi. penyiapan pembinaan dan pemeliharaan jejaring komunikasi publik internal dan eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 881 f. b.rtf 354 . kepegawaian. c. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran di lingkungan Pusat Komunikasi Publik.PKP (FINAL . Pusat Komunikasi Publik terdiri atas: a. Bidang Media Massa dan Opini Publik. i. j. penyiapan koordinasi penyelenggaraan publikasi. dan edukasi publik tentang kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan serta pengelolaan pengaduan masyarakat di lingkungan. d. penyiapan pembinaan penyelenggaraan komunikasi publik/kegiatan kehumasan dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Humas di Kementerian Perhubungan. Bagian Tata Usaha. k. h. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pembinaan pelaksana komunikasi publik/kegiatan humas di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan pelaksanaan urusan keuangan. penyiapan koordinasi penyelenggaraan komunikasi publik antara pimpinan Kementerian Perhubungan dengan media massa. g. 12 OTK KEMENHUB 2010 .e.

b.VALID). Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882. opini publik.PKP (FINAL . dan Subbidang Analisis Berita dan Pengelolaan Opini. penyiapan bahan pelaksanaan komunikasi publik. Bidang Media Massa dan Opini Publik terdiri atas: a. analisis dan evaluasi dalam rangka penyerapan persepsi publik sektor transportasi. Subbidang Media Massa.Pasal 882 Bidang Media Massa dan Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan komunikasi publik sektor transportasi melalui media massa dan pengelolaan berita. 12 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan rumusan kebijakan komunikasi publik. penyiapan bahan pelaksanaan komunikasi pemberitaan sektor transportasi melalui media massa. Pasal 884 g. penyiapan bahan pengelolaan kecenderungan berita yang bersumber dari media massa cetak. penyiapan bahan pemantauan. dan isu strategis sektor transportasi. pengelolaan isu strategis sektor penyiapan bahan pembinaan dan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal. Bidang Media Massa dan Opini Publik menyelenggarakan fungsi: a. e. serta menyiapkan bahan pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan pengelolaan berita dan opini publik sektor transportasi. b. h. f. dan pelaksanaan pengelolaan bahan tanggapan dan sanggahan berita media massa. elektronik dan media online. penyiapan bahan transportasi. d.rtf 355 . c. i.

VALID). penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan hubungan serta kegiatan komunikasi berbagai kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan.PKP (FINAL . (2) b. Pasal 886 Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan informasi komunikasi publik berbagai kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan. serta pengelolaan media centre dan isu strategis sektor transportasi. pengelolaan dokumentasi. Pasal 887 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 886. pameran. d. Subbidang Analisis Berita dan Pengelolaan Opini mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan berita dan opini publik baik secara langsung maupun yang bersumber dari media massa. penyiapan bahan penerbitan. c.Pasal 885 (1) Subbidang Media Massa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan komunikasi pemberitaan sektor transportasi melalui media massa. percetakan. dan berbagai bentuk publikasi kebijakan dan kinerja sektor transportasi. penyiapan bahan pelayanan dan penyebaran informasi komunikasi publik sektor transportasi. percetakan. dan pengelolaan pengaduan masyarakat. sosialisasi dan publikasi informasi kebijakan dan kinerja di sektor transportasi. penyiapan bahan edukasi publik mengenai kebijakan sektor transportasi.rtf 356 . edukasi. pemeliharaan jaringan komunikasi internal di lingkungan Kementerian Perhubungan. pameran. dan penyelenggaraan penerbitan. serta pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan. Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. 12 OTK KEMENHUB 2010 .

b. dan umum di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. dan proses penyiapan penanganan pengaduan masyarakat. pemeliharaan jejaring informasi dan komunikasi internal di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 357 .PKP (FINAL .VALID). informasi komunikasi publik sektor transportasi. Subbidang Publikasi. g. anggaran. kepegawaian. dan penyiapan bahan pengelolaan pengaduan masyarakat. Subbidang Pelayanan Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengolahan. penghimpunan dan pengelolaan serta pendokumentasian pemberitaan. penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi internal Kementerian Perhubungan. dan pelaporan. pameran. Pasal 888 f. dan penyelenggaraan penerbitan. dan Subbidang Pelayanan Informasi dan Dokumentasi. program kerja. (2) 12 OTK KEMENHUB 2010 . serta edukasi publik mengenai kebijakan dan kinerja sektor transportasi. penghimpunan dan pendokumentasian bahan informasi publik sektor transportasi. Pasal 889 (1) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan komunikasi publik kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan pengolahan.e. serta urusan keuangan. dan kinerja sektor transportasi. pencetakan. Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi terdiri atas: a. sosialisasi kebijakan. Pasal 890 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana.

dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbagian Keuangan. dan pelaksanaan urusan persuratan. Subbagian Rencana. (2) 12 OTK KEMENHUB 2010 . Program.Pasal 891 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 890. penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. dan Evaluasi. Pasal 893 (1) Subbagian Rencana. b. Pasal 892 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum. f. pelaksanaan urusan kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.VALID). serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. serta penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. c. program kerja. program kerja. Program. penyiapan bahan administrasi Jabatan Fungsional Pranata Humas di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan anggaran. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. kearsipan. e. d. b. dan anggaran di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. c.rtf 358 .PKP (FINAL .

VALID). Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang tugas keahliannya berdasarkan peraturan perundang-undangan.rtf 359 . Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik. Pasal 895 (1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 894. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. organisasi. (2) (3) (4) 12 OTK KEMENHUB 2010 . dan rumah tangga di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. Pasal 894 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.PKP (FINAL .(3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepegawaian. tata laksana. kearsipan. serta administrasi Jabatan Fungsional Pranata Humas di lingkungan Kementerian Perhubungan. persuratan.

ESELON .LAIN (FINAL . Pasal 898 Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Perhubungan yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan Menteri ini. BAB XVII TATA KERJA Pasal 899 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan wajib menerapkan prinsip koordinasi. susunan organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 896 ditetapkan dengan Peraturan Menteri Perhubungan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.VALID) TTD. 13 OTK KEMENHUB 2010 . tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan peraturan yang baru berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.UPT .rtf 360 . integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan masingmasing maupun antara satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan serta instansi lain sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 897 Pembentukan.BAB XVI UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 896 Di lingkungan Kementerian Perhubungan dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksanaan tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis penunjang Kementerian Perhubungan sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan peraturan perundangundangan.

LAIN (FINAL . secara hirarkhi menyampaikan laporan kepada Sekretaris Jenderal. dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai dengan lingkup kewenangan masing-masing. dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Pasal 901 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan pengarahan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. 13 OTK KEMENHUB 2010 . Direktorat Jenderal. dan Sekretaris Badan menyusun laporan berkala kepada Sekretariat Jenderal. dan Kepala Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 361 . Pasal 902 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasannya masingmasing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Pasal 903 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahannya wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut. Sekretaris Direktorat Jenderal.UPT . Kepala Pusat.VALID) TTD. Direktur Jenderal. Pasal 905 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. dan Kepala Biro Perencanaan.Pasal 900 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib menerapkan sistem pengendalian intern di lingkungan masing-masing yang memungkinkan terlaksananya mekanisme uji silang. Pasal 904 Para Kepala Biro. Kepala Direktorat. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.ESELON .

dan Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon IV. Sekretaris Direktorat Jenderal. Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.VALID) TTD. Sekretaris Badan.Pasal 906 Dalam melaksanakan tugas. (2) (3) (4) (5) 13 OTK KEMENHUB 2010 . Kepala Subbagian. Kepala Subbidang. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 908 (1) Wakil Menteri. dan Sekretaris Inspektorat Jenderal adalah jabatan struktural eselon II. Sekretaris Jenderal. Pasal 907 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi bawahannya dan dalam rangka memberikan bimbingan kepada bawahannya masingmasing wajib mengadakan rapat berkala. Kepala Biro. BAB XVIII ESELON.UPT . Pasal 909 Pejabat struktural Eselon I. Inspektur.a.a. Inspektur Jenderal. Kepala Pusat. dan Kepala Subdirektorat adalah jabatan struktural eselon III.b. Direktur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.LAIN (FINAL . Kepala Bidang.rtf 362 . Kepala Bagian.a. Direktur.a. setiap pimpinan satuan organisasi wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan organisasi di bawahnya.a.ESELON .a yang dialihtugaskan pada jabatan Staf Ahli tetap diberikan Eselon I.

Pasal 912 Dalam waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak Peraturan Menteri ini berlaku tiap-tiap pejabat eselon I harus telah menyampaikan usulan rumusan jabatan fungsional umum. satuan hasil kerja. maka tanggung jawab pengawasan yang dilakukan oleh para Inspektur pada Inspektorat Jenderal tetap berada pada lingkup Inspektur yang membawahkan provinsi semula. Pusat Data dan Informasi.ESELON . Direktur Jenderal. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Perhubungan. Kepala Badan. uraian jenis-jenis kegiatan organisasi. waktu capaian hasil kerja jabatan dan peta jabatan kepada Menteri Perhubungan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Perhubungan. Pusat Kajian Kemitraan Pelayanan Jasa Transportasi. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. dan Pusat Komunikasi Publik ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Perhubungan. Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh Pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Perhubungan. 13 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 913 Apabila terjadi pemekaran provinsi. Inspektur Jenderal. Direktorat Jenderal Perkeretaapian.LAIN (FINAL .rtf 363 . (2) (3) BAB XIX KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 911 Jenis jabatan fungsional yang dapat digunakan dan yang dibentuk di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.Pasal 910 (1) Sekretaris Jenderal.VALID) TTD.UPT .

Pasal 916 Untuk kelancaran pelaksanaan tugas Pusat Komunikasi Publik. setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan wajib memberikan akses yang seluas-luasnya kepada Pusat Komunikasi Publik dalam mendapatkan berbagai data dan informasi untuk kepentingan komunikasi publik.rtf .ESELON . 364 (2) 13 OTK KEMENHUB 2010 . Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan evaluasi paling lama 3 (tiga) tahun sejak Peraturan Menteri ini ditetapkan. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 20 Tahun 2008. Pasal 918 Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini.LAIN (FINAL . maka Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 43 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.VALID) TTD.Pasal 914 Penyusunan program dan anggaran hingga menjadi Dokumen Pelaksanaan Anggaran berupa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan dilaksanakan oleh Biro Perencanaan dengan melibatkan Biro Keuangan. Pasal 915 Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan.UPT . dilaksanakan oleh Biro Keuangan dengan melibatkan Biro Perencanaan. BAB XX PENUTUP Pasal 917 (1) Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan Menteri ini ditetapkan oleh Menteri Perhubungan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

4. Para Kepala Biro. Sekretaris Jenderal.LAIN (FINAL . Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.Pasal 919 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Inspektur Jenderal. para Sekretaris Badan dan para Kepala Pusat di lingkungan Kementerian Perhubungan. 3.UPT . Kepala Badan Kepegawaian Negara. 13 OTK KEMENHUB 2010 . dan para Staf Ahli di lingkungan Kementerian Perhubungan. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. para Direktur Jenderal. 2. Wakil Menteri Perhubungan. Sekretaris Inspektorat Jenderal. Menteri Keuangan. Agar setiap orang mengetahuinya. para Sekretaris Direktorat Jenderal. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 5 Nopember 2010 MENTERI PERHUBUNGAN ttd. memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.rtf 365 . 6. FREDDY NUMBERI SALINAN Peraturan Menteri ini disampaikan kepada : 1.ESELON .VALID) TTD. 5. para Kepala Badan.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN .

Bidang Multimoda dan Kesisteman Phb. Bidang Lingkungan Phb. Bidang Ekonomi dan Kemitraan Phb. 2. Bidang Teknologi dan Energi Phb. Bidang Regulasi dan Keselamatan Phb.1. 3. 5. 4. STAF AHLI MENTERI PERHUBUNGAN WAKIL MENTERI PERHUBUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI PUSAT DATA DAN INFORMASI .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL .

DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN ANALISA DAN EVALUASI BAGIAN ORGANISASI DAN TATA AKSANA BAGIAN PERLENGKAPAN BAGIAN KERJASAMA LUAR NEGERI BAGIAN PEMBIAYAAN DAN PERJALANAN . & PENUNJANG BAGIAN PERJANJIAN DAN PERTIMBANGAN HUKUM BAGIAN TU PIMPINAN DAN KEPROTOKOLAN BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN PROGRAM BAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI. KESEJAHTERAAN. UDARA.SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI BIRO KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIRO HUKUM DAN KERJASAMA LUAR NEGERI BIRO UMUM BAGIAN RENCANA BAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT.

BIRO PERENCANAAN BAGIAN RENCANA BAGIAN PROGRAM BAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN BAGIAN ANALISA DAN EVALUASI SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI LAUT DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI LAUT DAN MULTIMODA SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

MUTASI KESEJAHTERAAN DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN RENCANA. LAUT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN DATA DAN FORMASI PEGAWAI SUBBAGIAN JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PERAWATAN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN ORGANISASI TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENGADAAN DAN PENGANGKATAN PEGAWAI SUBBAGIAN ANALISIS KEBUTUHAN DIKLAT PEGAWAI SUBBAGIAN DISIPLIN DAN PEMBERHENTIAN PEGAWAI SUBBAGIAN KETATALAKSANAAN DAN PERATURAN KEPEGAWAIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . PROGRAM. DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN KARIER PEGAWAI SUBBAGIAN MUTASI DAN KEPANGKATAN PEGAWAI SUBBAGIAN ORGANISASI TRANSPORTASI DARAT.BIRO KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI BAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI.

BIRO KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI UDARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO HUKUM DAN KERJASAMA LUAR NEGERI BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT DAN UDARA BAGIAN PERJANJIAN DAN PERTIMBANGAN HUKUM BAGIAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERJANJIAN SUBBAGIAN KERJASAMA BILATERAL SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI UDARA SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN KERJASAMA MULTILATERAL SUBBAGIAN DOKUMENTASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PERATURAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENYULUHAN HUKUM SUBBAGIAN KERJASAMA REGIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PRASARANA DAN ANGKUTAN SUBBAGIAN PENGGAJIAN DAN PERJALANAN DINAS SUBBAGIAN KEPROTOKOLAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN DAN KEPROTOKOLAN BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PEMBIAYAAN DAN PERJALANAN SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN KEAMANAN DAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PENYUSUNAN ANGGARAN DAN PELAPORAN SUBBAGIAN TATA USAHA WAKIL MENTERI SUBBAGIAN KEARSIPAN SUBBAGIAN PENYEDIAAN PERALATAN DAN INVENTARISASI SUBBAGIAN PEMBIAYAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKRETARIS JENDERAL SUBBAGIAN PENGGANDAAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN TATA USAHA STAF AHLI MENTERI SUBBAGIAN PEMELIHARAAN SARANA.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT .

DANAU DAN PENYEBERANGAN DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN DIREKTORAT KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN SUNGAI.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA DAN PROGRAM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI SUBBAGIAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN SISTEM INFORMASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN AKUNTANSI SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA SUBBAGIAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI JALAN SUBDIREKTORAT SARANA ANGKUTAN JALAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS JALAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN JALAN SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN OPERASIONAL SEKSI JARINGAN PRASARANA DAN PELAYANAN SEKSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR SEKSI MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS SEKSI ANGKUTAN PENUMPANG SEKSI MONITORING OPERASIONAL SEKSI PENGEMBANGAN TRANSPORTASI JALAN SEKSI TEKNOLOGI KENDARAAN BERMOTOR SEKSI PERLENGKAPAN JALAN SEKSI ANGKUTAN BARANG SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL .

DANAU DAN PENYEBERANGAN SEKSI ANALISA DAN EVALUASI JARINGAN SEKSI RANCANG BANGUN SARANA SEKSI RANCANG BANGUN PELABUHAN SEKSI MANAJEMEN LALU LINTAS SEKSI BIMBINGAN USAHA ANGKUTAN SEKSI PENGEMBANGAN JARINGAN SEKSI BIMBINGAN PERAWATAN SARANA SEKSI BIMBINGAN PENGELOLAAN PELABUHAN SEKSI ALUR DAN PERAMBUAN SEKSI TARIF DAN KEPERINTISAN . DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT PELABUHAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT SARANA ANGKUTAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN SUNGAI.DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS SUNGAI.

DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS PERKOTAAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN PERKOTAAN SUBDIREKTORAT PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBDIREKTORAT DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN SEKSI JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN WILAYAH II .

DIREKTORAT KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT MANAJEMEN KESELAMATAN SUBDIREKTORAT PROMOSI DAN KEMITRAAN KESELAMATAN SUBDIREKTORAT BINA KESELAMATAN ANGKUTAN UMUM SUBDIREKTORAT AUDIT DAN INSPEKSI KESELAMATAN SEKSI MONITORING DAN EVALUASI SEKSI PROMOSI SEKSI KESELAMATAN PENGUSAHAAN ANGKUTAN UMUM SEKSI AUDIT KESELAMATAN SEKSI PENGEMBANGAN KESELAMATAN SEKSI KEMITRAAN SEKSI KESELAMATAN AWAK ANGKUTAN UMUM SEKSI INSPEKSI KESELAMATAN .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN LAUT DIREKTORAT PELABUHAN DAN PENGERUKAN DIREKTORAT PERKAPALAN DAN KEPELAUTAN DIREKTORAT KENAVIGASIAN DIREKTORAT KESATUAN PENJAGAAN LAUT DAN PANTAI .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN MUTASI SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN LAUT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT DALAM NEGERI SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT KHUSUS DAN PENUNJANG ANGKUTAN LAUT SEKSI PERTAMBANGAN. PARIWISATA DAN TENAGA KERJA BONGKAR MUAT SEKSI ANEKA INDUSTRI DAN PENUNJANG ANGKUTAN LAUT SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA ANGKUTAN LAUT SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SISTEM DAN INFORMASI ANGKUTAN LAUT SEKSI PENYUSUNAN JARINGAN DAN PENEMPATAN KAPAL LINER SEKSI TRAMPER DAN PELAYARAN RAKYAT SEKSI AMERIKA. EROPA DAN AFRIKA SEKSI ANALISA KEBUTUHAN DAN BIMBINGAN ARMADA SEKSI BIMBINGAN USAHA DAN TARIF ANGKUTAN LAUT SEKSI PENGOLAHAN DATA DAN INFORMASI ANGKUTAN LAUT SEKSI ASIA PASIFIK DAN AUSTRALIA SEKSI EVALUASI ANGKUTAN LAUT .

DIREKTORAT PELABUHAN DAN PENGERUKAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PELABUHAN SUBDIREKTORAT PERANCANGAN FASILITAS PELABUHAN SUBDIREKTORAT PENGERUKAN DAN REKLAMASI SUBDIREKTORAT PEMANDUAN DAN PENUNDAAN SUBDIREKTORAT BIMBINGAN PELAYANAN JASA DAN OPERASIONAL PELABUHAN SEKSI TATANAN DAN EVALUASI KEPELABUHANAN SEKSI PENYUSUNAN RENCANA INDUK DAN RENCANA PENGEMBANGAN PELABUHAN SEKSI PEDOMAN DAN RANCANGAN TEKNIS FASILITAS PELABUHAN SEKSI PENYUSUNAN PROGRAM PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN SEKSI PROGRAM DAN PERANCANGAN TEKNIS PENGERUKAN DAN REKLAMASI SEKSI BIMBINGAN PERALATAN PENGERUKAN DAN REKLAMASI SEKSI PERAIRAN DAN PELAYANAN PANDU SEKSI BIMBINGAN PELAYANAN JASA DAN TARIF PELABUHAN SEKSI BIMBINGAN TATA GUNA TANAH DAN PERAIRAN SEKSI TENAGA PANDU DAN SARANA BANTU PEMANDUAN .

DIREKTORAT PERKAPALAN DAN KEPELAUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT KELAIKAN KAPAL SUBDIREKTORAT PENGUKURAN. TEKNIS DAN RADIO KAPAL SUBDIREKTORAT PENCEMARAN DAN MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL SUBDIREKTORAT KEPELAUTAN SEKSI KONSTRUKSI DAN STABILITAS KAPAL SEKSI PENGUKURAN KAPAL SEKSI PENILIKAN KESELAMATAN KAPAL SEKSI PENCEGAHAN DAN GANTI RUGI PENCEMARAN SEKSI PENGAWAKAN D AN PERLINDUNGAN AWAK KAPAL SEKSI RANCANG BANGUN DAN PEMASUKAN KAPAL SEKSI PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KAPAL SEKSI SERTIFIKASI KESELAMATAN KAPAL SEKSI MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL SEKSI STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI PELAUT . PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KAPAL SUBDIREKTORAT NAUTIS.

DIREKTORAT KENAVIGASIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERAMBUAN SUBDIREKTORAT TELEKOMUNIKASI PELAYARAN SUBDIREKTORAT KAPAL NEGARA KENAVIGASIAN SUBDIREKTORAT PANGKALAN KENAVIGASIAN SUBDIREKTORAT SARANA DAN PRASARANA SEKSI OPERASI DAN SURVEI SEKSI OPERASI SEKSI OPERASI DAN PENGAWAKAN SEKSI BANGUNAN SEKSI PROGRAM SEKSI PERALATAN DAN PEMELIHARAAN PERAMBUAN SEKSI PERALATAN DAN PEMELIHARAAN TELEKOMUNIKASI PELAYARAN SEKSI PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN SEKSI PERBENGKELAN SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN .

DIREKTORAT KESATUAN PENJAGAAN LAUT DAN PANTAI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PATROLI DAN PENGAMANAN SUBDIREKTORAT PENGAWASAN KESELAMATAN DAN PPNS SEKSI ADVOKASI DAN DESEMINASI PENGAWASAN KESELAMATAN SEKSI PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL SUBDIREKTORAT TERTIB PELAYARAN SUBDIREKTORAT PENANGGULANGAN MUSIBAH DAN PEKERJAAN BAWAH AIR SUBDIREKTORAT SARANA DAN PRASARANA SEKSI PATROLI SEKSI KEBANDARAN SEKSI PENANGGULANGAN MUSIBAH SEKSI SARANA DAN PRASARANA OPERASIONAL SEKSI PENGAMANAN SEKSI KECELAKAAN KAPAL SEKSI PEKERJAAN BAWAH AIR SEKSI AWAK KAPAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT ANGKUTAN UDARA DIREKTORAT BANDAR UDARA DIREKTORAT KEAMANAN PENERBANGAN DIREKTORAT NAVIGASI PENERBANGAN DIREKTORAT KELAIKAN UDARA DAN PENGOPERASIAN PESAWAT UDARA .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM DAN HUBUNGAN MASYARAKAT BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN TATA USAHA BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN MUTASI SDM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN TATA USAHA PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK DAN LAPORAN HASIL AUDIT SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PENGEMBANGAN SDM SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI SUBBAGIAN AKUNTANSI SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA DAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT ANGKUTAN UDARA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT SISTEM INFORMASI & PELAYANAN ANGKUTAN UDARA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA DALAM NEGERI SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT KERJASAMA ANGKUTAN UDARA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN USAHA ANGKUTAN UDARA SEKSI SISTEM INFORMASI ANGKUTAN UDARA SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJADWAL DALAM NEGERI SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJADWAL LUAR NEGERI SEKSI KERJASAMA BILATERAL DAN PERUSAHAAN ANGKUTAN UDARA SEKSI KERJASAMA MULTILATERAL DAN LEMBAGA INTERNASIONAL SEKSI BIMBINGAN USAHA ANGKUTAN UDARA SEKSI SISTEM PELAYANAN ANGKUTAN UDARA SEKSI TARIF JASA PELAYANAN ANGKUTAN UDARA .

DIREKTORAT BANDAR UDARA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT TATANAN KEBANDARUDARAAN DAN LINGKUNGAN

SUBDIREKTORAT PRASARANA BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA

SEKSI TATA BANDAR UDARA SEKSI TATA LINGKUNGAN DAN KAWASAN BANDAR UDARA

SEKSI PROGRAM DAN STANDARISASI PRASARANA BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PRASARANA BANDAR UDARA

SEKSI PROGRAM DAN STANDARISASI PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA

SEKSI SERTIFIKASI PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA SEKSI PENGAWASAN PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA

SEKSI KERJASAMA PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA

DIREKTORAT KEAMANAN PENERBANGAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT STANDARISASI, KERJASAMA & PROGRAM KEAMANAN PNB

SUBDIREKTORAT PELAYANAN DARURAT

SUBDIREKTORAT PPNS & PERSONEL KEAMANAN PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT FAS. KEAMANAN PNB & PENGANGKUTAN BARANG BERBAHAYA

SUBDIREKTORAT KENDALI MUTU KEAMANAN PENERBANGAN

SEKSI STANDARISASI KEAMANAN PENERBANGAN SEKSI KERJASAMA DAN PROGRAM KEAMANAN PENERBANGAN

SEKSI PERSONEL PKP-PK DAN SALVAGE

SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PPNS

SEKSI FASILITAS KEAMANAN PENERBANGAN SEKSI PERSONEL FAS. KEAMANAN PNB. & PERSONEL PENANGANAN PENGANGKUTAN BARANG BERBAHAYA

SEKSI KENDALI MUTU KEAMANAN BANDAR UDARA SEKSI KENDALI MUTU KEAMANAN ANGKUTAN UDARA

SEKSI FASILITAS PELAYANAN DARURAT

SEKSI PERSONEL KEAMANAN PENERBANGAN

DIREKTORAT NAVIGASI PENERBANGAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT MANAJEMEN LALU LINTAS PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT MANAJEMEN INFORMASI AERONAUTIKA

SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT FASILITAS BANTU NAVIGASI & PENGAMATAN PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT STANDARISASI DAN SERTIFIKASI NAVIGASI PENERBANGAN

SEKSI MANAJEMEN RUANG UDARA

SEKSI KARTOGRAFI PENERBANGAN

SEKSI OPERASI KOMUNIKASI PENERBANGAN SEKSI JARINGAN DAN FASILITAS KOMUNIKASI PENERBANGAN

SEKSI FASILITAS BANTU NAVIGASI PENERBANGAN SEKSI FASILITAS PENGAMATAN PENERBANGAN

SEKSI STANDARISASI NAVIGASI PENERBANGAN

SEKSI PELAYANAN LALU LINTAS PENERBANGAN

SEKSI PUBLIKASI INFORMASI AERONAUTIKA

SEKSI SERTIFIKASI NAVIGASI PENERBANGAN

DIREKTORAT KELAIKAN UDARA DAN PENGOPERASIAN PESAWAT UDARA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT STANDARISASI

SUBDIREKTORAT REKAYASA

SUBDIREKTORAT PRODUK AERONAUTIKA

SUBDIREKTORAT OPERASI PESAWAT UDARA

SUBDIREKTORAT PERAWATAN

SEKSI STANDARISASI TEKNIK

SEKSI PENGAWASAN PROSES REKAYASA

SEKSI PENGAWASAN MUTU DAN PROSES PRODUKSI

SEKSI PENGAWASAN OPERASI PESAWAT UDARA SEKSI PERSONEL OPERASI PESAWAT UDARA

SEKSI PERAWATAN PESAWAT UDARA

SEKSI STANDARISASI OPERASI PENERBANGAN

SEKSI UJI TERBANG DAN KEMAMPUAN PESAWAT UDARA

SEKSI PENGESAHAN PRODUKSI

SEKSI PERSONEL TEKNIK PERAWATAN

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN KERETA API

DIREKTORAT PRASARANA PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT SARANA PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT KESELAMATAN PERKERETAAPIAN

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

BAGIAN PERENCANAAN

BAGIAN KEUANGAN

BAGIAN HUKUM

BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM

SUBBAGIAN RENCANA

SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN GG

SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN ORGANISASI G S S DAN O

SUBBAGIAN PROGRAM

SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN BARANG MILIK NEGARA

SUBBAGIAN JARINGAN DOKUMENTASI DAN BANTUAN HUKUM

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN

SUBBAGIAN VERIFIKASI ANGGARAN

SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI

SUBBAGIAN RUMAH TANGGA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN KERETA API

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT JARINGAN

SUBDIREKTORAT LALU LINTAS

SUBDIREKTORAT ANGKUTAN

SUBDIREKTORAT INVESTASI

SEKSI PENATAAN JARINGAN

SEKSI LALU LINTAS ANTARKOTA

SEKSI ANGKUTAN ANTARKOTA

SEKSI PENYELENGGARAAN KERJASAMA

SEKSI PENGEMBANGAN JARINGAN

SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN

SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN

SEKSI PENGEMBANGAN USAHA

DIREKTORAT PRASARANA PERKERETAAPIAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I

SUBDIREKTORAT JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SUBDIREKTORAT FASILITAS OPERASI KERETA API

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API WILAYAH II

SEKSI JALAN REL DAN TANAH KERETA API WILAYAH I SEKSI JEMBATAN DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I

SEKSI JALAN REL DAN TANAH KERETA API WILAYAH II SEKSI JEMBATAN DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SEKSI PERSINYALAN

SEKSI TELEKOMUNIKASI DAN PELISTRIKAN

DIREKTORAT SARANA PERKERETAAPIAAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SARANA

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN SARANA

SUBDIREKTORAT PENGELOLAAN SARANA MILIK NEGARA

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA WILAYAH I
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA PENGGERAK WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA TANPA PENGGERAK WILAYAH I

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA WILAYAH II
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA PENGGERAK WILAYAH II SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA TANPA PENGGERAK WILAYAH II

SEKSI RANCANG BANGUN DAN REKAYASA

SEKSI PENGAWASAN PENGUJIAN, PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN SEKSI PENGAWASAN TEMPAT DAN FASILITAS PENGUJIAN, PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN

SEKSI PENGADAAN DAN PENGOPERASIAN

SEKSI PENGENDALIAN MUTU

SEKSI PERAWATAN

DIREKTORAT KESELAMATAN PERKERETAAPIAAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT AUDIT DAN PENINGKATAN KESELAMATAN

SUBDIREKTORAT ANALISIS DAN PENANGANAN KECELAKAAN

SUBDIREKTORAT AKREDITASI KELEMBAGAAN DAN SERTIFIKASI SDM

SUBDIREKTORAT PENEGAKAN HUKUM

SEKSI AUDIT KESELAMATAN

SEKSI ANALISIS KECELAKAAN

SEKSI AKREDITASI KELEMBAGAAN

SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

SEKSI PENINGKATAN KESELAMATAN

SEKSI PENANGANAN KECELAKAAN

SEKSI SERTIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA

SEKSI PENYIDIKAN

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT JENDERAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT I

INSPEKTORAT II

INSPEKTORAT III

INSPEKTORAT IV

INSPEKTORAT V

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN HUKUM BAGIAN KEUANGAN DAN TATA USAHA BAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PEMBIAYAAN DAN PENGGAJIAN SUBBAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT I SUBBAGIAN DATA DAN EVALUASI SUBBAGIAN HUKUM DAN UMUM SUBBAGIAN TATA USAHA DAN PERJALANAN SUBBAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN .

MULTIMODA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN DARAT & PERKERETAAPIAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN LAUT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN UDARA .BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MANAJ. TRANS.

SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN & PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN DOKUMENTASI DAN KERJASAMA BAGIAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN DOKUMENTASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PUBLIKASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN KERJASAMA SUBBAGIAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MANAJEMEN TRANSPORTASI MULTIMODA BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI LAUT BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI UDARA BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN .

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN SEKRETARIAT BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN DARAT PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN LAUT PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN UDARA PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR PERHUBUNGAN .

SEKRETARIAT BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN DAN TL-LHP SUBBAGIAN TATA USAHA DAN RUMAH TANGGA SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA SUBBAGIAN ANALISIS DAN EVALUASI SUBBAGIAN MUTASI DAN DISIPLIN SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN PENGELOLA BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN DARAT BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN. KEUANGAN.

KEUANGAN. DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN LAUT BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN.

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN UDARA BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN. KEUANGAN. DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR PERHUBUNGAN BAGIAN UMUM SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI BIDANG PERENCANAAN BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG SARANA DAN PRASARANA SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG ANALISIS DAN EVALUASI SUBBIDANG DIKLAT PRAJABATAN DAN DALAM JABATAN SUBBIDANG DIKLAT TEKNIS MANAJERIAL SUBBIDANG SARANA SUBBIDANG PRASARANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI STAF AHLI MENTERI .

MENTERI PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG LINGKUNGAN PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG TEKNOLOGI DAN ENERGI PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG REGULASI DAN KESELAMATAN PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG MULTIMODA DAN KESISTEMAN PERHUBUNGAN STAF AHLI AH I BIDANG EKONOMI DAN KEMITRAAN PERHUBUNGAN .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT DATA DAN INFORMASI .

PROGRAM DAN EVALUASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG SISTEM INFORMASI BIDANG DATA SUBBIDANG PERANGKAT U DAN PROGRAM OG LUNAK APLIKASI SUBBIDANG PERANGKAT KERAS DAN INFRASTRUKTUR JARINGAN SUBBIDANG G G S PENGINTEGRASIAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBBIDANG ANALISIS DAN EVALUASI DATA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .PUSAT DATA DAN INFORMASI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN RENCANA.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI .

MULTIMODA SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANSPORTASI LAUT & MANAJ. DARAT & PERKERETAAPIAN SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANS DARAT TRANS. TRANS UDARA SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANS. UDARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS. MULTIMODA SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS LAUT & MANAJ. UDARA SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS. LAUT & MANAJ. MANAJ TRANS. & PERKERETAAPIAN BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS. TRANS. TRANS. TRANS. MULTIMODA BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS. & PERKERETAAPIAN SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS DARAT TRANS.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .

PROGRAM. DAN EVALUASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG MEDIA MASSA DAN OPINI PUBLIK BIDANG PUBLIKASI DAN PELAYANAN INFORMASI SUBBIDANG MEDIA MASSA SUBBIDANG ANALISIS BERITA DAN PENGELOLAAN OPINI SUBBIDANG SU G PUBLIKASI U S SUBBIDANG PELAYANAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN RENCANA.