KM 60 Tahun 2010 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 60 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN,

Menimbang

:

a.

bahwa sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, dipandang perlu untuk menata kembali Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu ditetapkan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan dengan Peraturan Menteri Perhubungan; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara;

b.

Mengingat

:

1.

2.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

1

3.

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009;

Memperhatikan :

Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat nomor B/1728/M.PANRB/07/2010 tanggal 29 Juli 2010, dan nomor B/2292/M.PANRB/10/2010 tanggal 14 Oktober 2010;

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN.

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Perhubungan adalah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Kementerian Perhubungan Perhubungan. Pasal 2 Kementerian Perhubungan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang perhubungan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan; pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan; dipimpin oleh Menteri

(2)

b.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

2

c.

pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Perhubungan; pelaksanaan bimbingan teknik dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Perhubungan di daerah; dan pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.

d.

e.

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Perhubungan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. h. i. Wakil Menteri Perhubungan; Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Perhubungan Darat; Direktorat Jenderal Perhubungan Laut; Direktorat Jenderal Perhubungan Udara; Direktorat Jenderal Perkeretaapian; Inspektorat Jenderal; Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan; Badan Pengembangan Perhubungan; Sumber Daya Manusia

j. k. l. m.

Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan; Staf Ahli Bidang Teknologi dan Energi Perhubungan; Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan; Staf Ahli Bidang Perhubungan; Multimoda dan Kesisteman

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

3

n. o. p.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kemitraan Perhubungan; Pusat Data dan Informasi; Pusat Kajian Kemitraaan dan Pelayanan Jasa Transportasi; dan Pusat Komunikasi Publik.

q.

BAB III WAKIL MENTERI Pasal 5 Wakil Menteri Perhubungan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Pasal 6 Wakil Menteri Perhubungan mempunyai tugas membantu Menteri Perhubungan dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Perhubungan. Pasal 7 Rincian tugas Wakil Menteri Perhubungan akan diatur tersendiri dengan Peraturan Menteri Perhubungan. BAB IV SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Pasal 8 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.

(2)

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

4

Pasal 9 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. koordinasi kegiatan Kementerian Perhubungan; koordinasi dan penyusunan Kementerian Perhubungan; rencana dan program

c.

pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Perhubungan; pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; koordinasi dan penyusunan undangan dan bantuan hukum; penyelenggaraan negara; dan pengelolaan peraturan perundang-

d.

e.

f.

barang

milik/kekayaan

g.

pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Perhubungan.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

5

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 11 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. b. c. d. e. Biro Perencanaan; Biro Kepegawaian dan Organisasi; Biro Keuangan dan Perlengkapan; Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri; dan Biro Umum.

Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 12 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana, pengolahan dan penelaahan , penetapan tarif, program dan anggaran, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program, serta koordinasi penyediaan infrastruktur melalui pinjaman/hibah luar negeri, dan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah, serta evaluasi dan pelaporan. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan koordinasi penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang di lingkungan Kementerian Perhubungan;

b.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

6

c.

penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan penetapan pentarifan di bidang perhubungan; penyiapan koordinasi bahan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah; penyiapan koordinasi penyusunan program dan anggaran di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan koordinasi penyusunan dan penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Kementerian Perhubungan dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA); penyiapan koordinasi penyusunan rencana penyediaan infrastruktur yang dilakukan melalui pinjaman/hibah luar negeri; analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program serta pinjaman/hibah luar negeri; penyiapan koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Kementerian Perhubungan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 14

d.

e.

f.

g.

h.

i.

j.

Biro Perencanaan terdiri atas: a. b. c. d. Bagian Rencana; Bagian Program; Bagian Pentarifan dan Pelaporan; dan Bagian Analisa dan Evaluasi. Pasal 15 Bagian Rencana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang di lingkungan Kementerian Perhubungan.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

7

Pasal 16 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Bagian Rencana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan dan penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang Kementerian Perhubungan; dan penyiapan bahan penyusunan rencana bergulir (rolling plan) Kementerian Perhubungan. Pasal 17 Bagian Rencana terdiri atas: a. b. c. Subbagian Rencana Transportasi Darat dan Perkeretaapian; Subbagian Rencana Transportasi Laut dan Multimoda; dan Subbagian Rencana Transportasi Udara dan Penunjang. Pasal 18 (1) Subbagian Rencana Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Subbagian Rencana Transportasi Laut dan Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi laut dan multimoda. Subbagian Rencana Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi udara dan penunjang.

b.

(2)

(3)

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

8

c. b.SETJEN (FINAL . 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Program Transportasi Laut. dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan bahan rapat kerja Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dengan lembaga negara. Bagian Program menyelenggarakan fungsi: a.VALID).rtf 9 . penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Perhubungan. Pasal 22 (1) Subbagian Program Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Pasal 21 Bagian Program terdiri atas: a. Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. dan Subbagian Program Transportasi Udara dan Penunjang. penyiapan bahan koordinasi penyusunan dan penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan.Pasal 19 Bagian Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan program dan anggaran serta penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Kementerian Perhubungan dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). b. serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara. Pasal 20 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. Subbagian Program Transportasi Darat dan Perkeretaapian. c.

penyiapan bahan koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi dan penunjang.VALID). d.(2) Subbagian Program Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). c. 01 OTK KEMENHUB 2010 . e.rtf 10 .SETJEN (FINAL . serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara. Pasal 24 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23. Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi udara dan penunjang. analisis dan penetapan pentarifan di bidang transportasi. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Subbagian Program Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). bahan untuk lembaga negara dan lembaga pemerintah. penyiapan bahan koordinasi penyiapan bahan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah. Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi laut. Bagian Pentarifan dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. Pasal 23 (3) Bagian Pentarifan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

rtf 11 . serta hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah.Pasal 25 Bagian Pentarifan dan Pelaporan terdiri atas: a. Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. (2) Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Tranportasi Laut dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Laut dan Tata Usaha Biro. koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi laut. serta hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah. b. koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi darat dan perkeretaapian.VALID). koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi udara dan penunjang.SETJEN (FINAL . koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . dan Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Udara dan Penunjang. koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). c. koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pasal 26 (1) Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi.

Pasal 27 Bagian Analisa dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan analisis. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Aksi Pencegahan Korupsi. c. 01 OTK KEMENHUB 2010 . e. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan. Pasal 28 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27. Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi (RAN-PK) unit Sekretariat Jenderal serta koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang dibiayai dengan mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). b.SETJEN (FINAL . Kolusi dan Nepotisme (AP-KKN) unit Sekretariat Jenderal. Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan. d. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). evaluasi dan penyusunan Laporan Pelaksanaan Rencana dan Program Kementerian Perhubungan termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaatnya (outcome). penyiapan bahan koordinasi penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kementerian Perhubungan. Bagian Analisa dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang dibiayai dengan mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan pemantauan.VALID).rtf 12 . termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaatnya (outcome).

Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan.rtf 13 . Penetapan Kinerja Sekretariat Jenderal. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi darat dan perkerataapian melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Laut.SETJEN (FINAL . analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome). penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kementerian Perhubungan. koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi darat dan perkeretaapian termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome). Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Darat dan Perkeretaapian. c. Pasal 30 (1) Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Udara dan Penunjang. Aksi Pencegahan Korupsi. Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi b. Kolusi dan Nepotisme (AP-KKN) unit Sekretariat Jenderal.VALID). Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Sekretariat Jenderal.Pasal 29 Bagian Analisa dan Evaluasi terdiri atas: a.

Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. e. b.SETJEN (FINAL . penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Biro Perencanaan.rtf 14 . pembinaan. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. penyiapan perumusan. dan penyusunan evaluasi dan pelaporan. dan pengendalian organisasi dan tata laksana. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 31 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan perumusan. pembinaan. dan pengendalian perencanaan kepegawaian. d. f. c. dan pengendalian kepegawaian.VALID). koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi udara dan penunjang melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). disiplin. organisasi dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan perumusan program kerja dan anggaran Biro.udara dan penunjang termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome). serta evaluasi dan pelaporan. pembinaan. kesejahteraan. penyiapan perumusan. Penetapan Kinerja Biro Perencanaan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . asessmen dan konseling pegawai. pembinaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan pengendalian pengembangan kepegawaian. pembinaan. penyiapan perumusan. penyiapan perumusan. dan pengendalian mutasi. g.

dan Bagian Organisasi dan Tata Laksana. c. pembinaan.VALID). pengendalian perencanaan kepegawaian. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan bahan perumusan. program kerja dan anggaran. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Perencanaan Kepegawaian. pengendalian perencanaan kepegawaian. b. d. b. pembinaan. Bagian Pengembangan Kepegawaian. pengelolaan data pegawai.rtf 15 . penyiapan bahan penyusunan program kerja dan anggaran. penyiapan bahan pengangkatan calon pegawai negeri sipil. d. penyiapan bahan perencanaan pengadaan pegawai. c. penyiapan bahan penyusunan formasi pegawai. g. f. Pasal 34 Bagian Perencanaan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. serta akuntabilitas kinerja Biro. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan Biro. urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. serta evaluasi dan pelaporan.SETJEN (FINAL .Pasal 33 Biro Kepegawaian dan Organisasi terdiri atas: a. Pasal 35 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34. Bagian Perencanaan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. h. e. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai. Bagian Mutasi.

Subbagian Pengadaan dan Pengangkatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan pengadaan dan pengangkatan calon pegawai. dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbagian Data dan Formasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data pegawai. dan Tata Usaha Biro.rtf 16 . Subbagian Data dan Formasi Pegawai. (2) (3) b. program kerja. serta evaluasi dan penyusunan laporan Biro.Pasal 36 Bagian Perencanaan Kepegawaian terdiri atas: a. serta evaluasi dan pelaporan. serta penyusunan formasi pegawai. Pasal 39 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38. akuntabilitas kinerja Biro. pengendalian pengembangan karier pegawai. Subbagian Rencana. Program. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian karier pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan dan pengendalian ujian dinas dan penyesuaian ijazah.VALID). Program. Pasal 37 (1) Subbagian Rencana. b. c. 01 OTK KEMENHUB 2010 . dan Subbagian Pengadaan dan Pengangkatan Pegawai. Pasal 38 Bagian Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan.SETJEN (FINAL . pembinaan. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. anggaran.

Bagian Pengembangan Kepegawaian terdiri atas: a. kesejahteraan dan disiplin pegawai. Pasal 40 d. pemberhentian dan pensiun. serta evaluasi dan pelaporan. mutasi wilayah kerja. dan Subbagian Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. serta peningkatan kualitas pegawai.SETJEN (FINAL . pengangkatan. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pembinaan dan pengendalian jabatan fungsional tertentu dan jabatan fungsional umum. Pasal 42 Bagian Mutasi. serta evaluasi dan pelaporan. Subbagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian jabatan fungsional.rtf 17 . c.c. b. urusan kepangkatan. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Karier Pegawai. Subbagian Jabatan Fungsional. dan peningkatan kualitas pegawai. serta evaluasi dan pelaporan. Pasal 41 (1) Subbagian Karier Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian karier pegawai. Subbagian Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian kebutuhan pendidikan dan pelatihan. e. pemindahan dan pemberhentian dalam jabatan struktural. serta evaluasi dan pelaporan.VALID). penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan.

j. penyiapan bahan pengelolaan administrasi kepegawaian. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan pengangkatan. penyiapan bahan pemberian tanda penghargaan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan assesmen dan konseling pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan mutasi wilayah kerja. Bagian Mutasi. mutasi.VALID). Pasal 44 c. e. i. d. h.Pasal 43 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42.rtf 18 . c. Bagian Mutasi.SETJEN (FINAL . g. Subbagian Perawatan dan Kesejahteraan Pegawai. penyiapan bahan bimbingan disiplin pegawai. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan administrasi tenaga perbantuan dan dipekerjakan. dan Subbagian Disiplin dan Pemberhentian Pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan pemberhentian dan pensiun pegawai. penyiapan bahan evaluasi jabatan. b. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. penyiapan bahan perumusan pembinaaan. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai terdiri atas: a. b. pemindahan dan pemberhentian dari dan dalam jabatan struktural. l. f. Subbagian Mutasi dan Kepangkatan Pegawai. k. kesejahteraan dan disiplin pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan kesejahteraan pegawai dalam bentuk fisik dan non fisik.

pembinaan. pencatatan penilaian prestasi kerja pegawai. mutasi wilayah kerja. administrasi tenaga perbantuan dan dipekerjakan serta urusan kepangkatan. penyiapan rancangan peraturan kepegawaian. (2) (3) b. pemindahan dan pemberhentian dari dan dalam jabatan struktural. d. administrasi kepegawaian.SETJEN (FINAL .Pasal 45 (1) Subbagian Mutasi dan Kepangkatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan pembinaan dan pelaksanaan penetapan pengangkatan. penyiapan bahan kajian penataan organisasi. c. pengendalian penataan organisasi. pembinaan. serta evaluasi dan pelaporan. pengendalian penataan organisasi. penyiapan bahan perumusan. serta evaluasi dan pelaporan. konseling. serta evaluasi dan pelaporan. Subbagian Disiplin dan Pemberhentian Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pelaksanaan bimbingan disiplin pegawai. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 46 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. serta penyiapan bahan dan pelaksanaan pemberhentian dan pensiun pegawai.VALID). peraturan kepegawaian. assesmen. pelaksanaan pendokumentasian peraturan kepegawaian. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi dan pelaporan. tatalaksana. Subbagian Perawatan dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan perawatan dan kesejahteraan pegawai dalam bentuk fisik dan non fisik.rtf 19 . Pasal 47 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46.

b. analisis kewenangan dan beban kerja. pembinaan. serta evaluasi dan pelaporan. penyiapan bahan norma. dan pengendalian penataan organisasi. perancangan dan pendokumentasian peraturan kepegawaian. penyiapan bahan kajian dan perumusan ketatalaksanaan. c. analisis kewenangan dan beban kerja. pembinaan. serta evaluasi dan pelaporan. pembinaan. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . standar. dan Subbagian Ketatalaksanaan dan Peraturan Kepegawaian. Subbagian Ketatalaksanaan dan Peraturan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. Laut dan Perkeretaapian. prosedur. f. serta evaluasi dan pelaporan. Subbagian Organisasi Transportasi Udara dan Penunjang.e. standar. prosedur.rtf 20 . penyiapan bahan norma. dan pengendalian penataan organisasi.SETJEN (FINAL . standar. Pasal 49 (1) Subbagian Organisasi Transportasi Darat. pengendalian ketatalaksanaan. Pasal 48 g. prosedur. Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. penyiapan bahan norma. Subbagian Organisasi Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan kriteria kewenangan yang diserahkan/dilimpahkan ke daerah di bidang transportasi darat. Laut dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Organisasi Transportasi Darat.VALID). laut dan perkeretaapian. dan kriteria kewenangan bidang transportasi yang diserahkan/ dilimpahkan ke daerah. dan kriteria kewenangan yang diserahkan/dilimpahkan ke daerah di bidang transportasi udara dan penunjang.

d.Bagian Kelima Biro Keuangan dan Perlengkapan Pasal 50 Biro Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan administrasi keuangan dan perlengkapan/barang milik negara di lingkungan Kementerian Perhubungan.VALID).SETJEN (FINAL . g. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. Neraca dan CaLK) serta penyusunan Laporan SIMAK-BMN di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 21 . penyiapan pembinaan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan penyusunan dokumen dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. c. penilaian dan penyusunan laporan serta pembinaan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. evaluasi dan penyusunan pelaporan keuangan pelaksanaan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) serta implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan pelaksanaan revisi anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. penyiapan pemantauan. b. Biro Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan pelaksanaan verifikasi dan akuntansi serta penyusunan laporan pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. penyiapan pelaksanaan penyusunan Laporan Keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (LRA. pemantauan. f. penyiapan pembinaan pengelolaan keuangan negara serta penyiapan penetapan pengelola anggaran di lingkungan Kementerian Perhubungan.

rtf 22 . inventarisasi dan penilaian. Pasal 53 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Pelaksanaan Anggaran. pemantauan dan evaluasi tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. c. m. koordinator dan penanggungjawab pelaksanaan tugas / kegiatan Unit Akuntansi Pengguna Anggaran dan Barang (UAPA/B) di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 52 i. evaluasi. penyiapan pembinaan pengelolaan Barang Milik Negara meliputi antara lain pengelolaan pengadaan barang/jasa. Biro Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas: a.SETJEN (FINAL . penyiapan pembinaan. penyiapan usulan penetapan. penggunaan dan penetapan status. penelitian. evaluasi. k. revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. pemindahtanganan. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian Perhubungan. penghapusan dan penatausahaan di lingkungan Kementerian Perhubungan.h. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Perbendaharaan. Bagian Akuntansi. b. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. pemantauan. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pemantauan dan evaluasi pengelolaan serta pelaporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan Bagian Perlengkapan. d. n. l. pemanfaatan. pembinaan dan pemantauan pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan Kementerian Perhubungan.VALID). koordinasi. penyiapan pembinaan. j. penyiapan pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Kementerian Perhubungan.

VALID). penyiapan bahan petunjuk operasional/ pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pembinaan teknis penyusunan petunjuk operasional/ pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan bahan kontrak strategis. c. g. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kementerian Perhubungan bersama unit kerja terkait.SETJEN (FINAL . dan Subbagian Anggaran Transportasi Udara dan Penunjang. 23 . Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. c. dan penyiapan bahan pemantauan dan pelaporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian Perhubungan. b. penyiapan bahan penyusunan revisi rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN). f. penyiapan bahan penelitian dan evaluasi data dukung sebagai bahan kelengkapan untuk mengusulkan revisi pelaksanaan rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN).rtf Subbagian Anggaran Perkeretaapian. penyiapan bahan inventarisasi data sebagai bahan kelengkapan data dukung usulan revisi rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN). pemantauan pelaksanaan kegiatan b. e. Transportasi Darat dan Subbagian Anggaran Transportasi Laut. d.Pasal 54 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53. Pasal 55 h.

penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penelitian dan evaluasi. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja.VALID). revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. dan Penunjang. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.rtf (2) (3) 24 . Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. pemantauan. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). pemantauan. pemantauan. penelitian dan evaluasi. revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Kementerian Perhubungan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penelitian dan evaluasi.SETJEN (FINAL . revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja.Pasal 56 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 57 Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran.

Neraca dan CaLK berdasarkan hasil rekonsiliasi Kementerian Keuangan. g.rtf 25 . f. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Kementerian Perhubungan kepada Menteri Keuangan dan BPK-RI. dan pemeriksaan BPK-RI serta penyampaian ralat/koreksi Laporan Keuangan (Audited) Kementerian kepada Menteri Keuangan dan BPK-RI. e. b. penyiapan bahan perumusan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Sistem dan Prosedur Sistem Akuntansi serta pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai SAP. h. penyiapan bahan pelaksanaan implementasi dan evaluasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) dan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) untuk anggaran pendapatan dan belanja.VALID). penyiapan bahan pengawasan dan evaluasi serta penilaian terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran oleh para pengelola anggaran.SETJEN (FINAL . reviu Inspektorat Jenderal.Pasal 58 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57. penyiapan bahan pembinaan administrasi keuangan dan pelaporan keuangan kepada para pengelola anggaran di tingkat Unit Pelaksana Teknis/Kantor/Satuan Kerja. c. dan penyiapan bahan perumusan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Kebijakan Akuntansi di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai SAP. d. penyiapan bahan dan penyusunan perbaikan/ralat Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran (LRA). penyiapan bahan verifikasi laporan pertanggungjawaban anggaran dan penilaian pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja serta tindak lanjut hasil pemeriksaan.

penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). penyusunan Laporan Keuangan  terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). Pasal 60 (1) Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Perkeretaapian. dan Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Udara dan Penunjang. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Laut.Pasal 59 Bagian Akuntansi terdiri atas: a. b. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. c. penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA).rtf 26 . Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Udara dan Penunjang melakukan penyiapan bahan  verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa.VALID). evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Penunjang.SETJEN (FINAL . Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan  verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran.

Subbagian Perbendaharaan Transportasi Perkeretaapian dan Tata Usaha Biro.Pasal 61 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan keuangan negara.VALID). g. penyiapan bahan pembinaan. bahan bahan pembinaan pembinaan pengelolaan penetapan keuangan pengelola penyiapan bahan pembinaan. pemantauan dan evaluasi pengelolaan serta pelaporan PNBP. Pasal 63 f. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan negara. b. tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pembinaan administrasi dan pemantauan pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU). koordinasi. evaluasi. pemantauan dan evaluasi tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. Transportasi Udara dan 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi. Darat dan b. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. d. c. penyiapan bahan usulan penetapan. e. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Perbendaharaan Penunjang.SETJEN (FINAL . Badan Layanan Umum (BLU). penyiapan anggaran. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Laut. penetapan pengelola anggaran. c. Pasal 62 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61.rtf 27 .

Subbagian Perbendaharaan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara. penetapan pengelola anggaran. pengelolaan BLU. serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Penunjang. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. pengelolaan PNBP. penetapan pengelola anggaran. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara. serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. pengelolaan BLU. pemindahtanganan. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.SETJEN (FINAL . pengelolaan PNBP. pemanfaatan. serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. pengelolaan PNBP. penggunaan dan penetapan status.VALID).Pasal 64 (1) Subbagian Perbendaharaan Transportasi Darat dan Perkeretaapian serta Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara. Pasal 65 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan Barang Milik Negara yang meliputi pengelolaan pengadaan barang/jasa. inventarisasi dan penilaian. pengelolaan BLU. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. penetapan pengelola anggaran.rtf 28 . penghapusan dan penatausahaan Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Transportasi Darat dan c.SETJEN (FINAL . penyiapan bahan dan pembinaan administrasi pelaksanaan pemanfaatan dan pemindahtangan serta penghapusan Barang Milik Negara. d. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan Laporan Semesteran dan Laporan Tahunan dari Unit Akuntansi Pengguna Barang (UAPB) serta pembinaan administrasi pengelolaan dan penatausahaan pengelolaan Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) termasuk rumah negara. inventarisasi. f. Pasal 67 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. penyiapan bahan pembinaan administrasi pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara.Pasal 66 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. penyiapan bahan dan koordinasi serah terima operasional dan penetapan status Barang Milik Negara. pemanfaatan dan penghapusan Barang Milik Negara. penyiapan bahan dan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa.VALID). b. Subbagian Perlengkapan Perkeretaapian. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Perlengkapan Transportasi Udara. b. dan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengelolaan perlengkapan termasuk rumah negara dan penatausahaan perlengkapan rumah negara meliputi pengadaan. Subbagian Perlengkapan Transportasi Laut. e.rtf 29 . c.

Badan Penelitian dan Pengembangan dan Inspektorat Jenderal. pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara. Subbagian Perlengkapan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. Subbagian Perlengkapan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara. Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN. pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara. pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara. penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Direktorat Jenderal Perkeretaapian. dan Sekretariat Jenderal.SETJEN (FINAL .rtf 30 . penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN. penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN.VALID). (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara.Pasal 68 (1) Subbagian Perlengkapan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara.

penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. koordinasi.Bagian Keenam Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Pasal 69 Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan bahan ratifikasi konvensi dan perjanjian internasional di bidang transportasi.VALID). pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. d. c. f. penyuluhan hukum. penyiapan pembinaan terhadap penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. pemantauan dan evaluasi serta konsultasi dengan instansi terkait mengenai pelaksanaan kerjasama luar negeri. e. g. pemberian pertimbangan dalam penerapan peraturan perundang-undangan dan penyusunan perjanjian. pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundangundangan. b. h. i. pelaksanaan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan di bidang transportasi.rtf 31 . serta urusan kerjasama luar negeri di lingkungan Kementerian Perhubungan. perencanaan.SETJEN (FINAL . Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. penyuluhan hukum. serta urusan kerjasama luar negeri. pelaksanaan penyiapan koordinasi.

Pasal 72 Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. b. penelaahan. Pasal 73 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72. 01 OTK KEMENHUB 2010 . dokumentasi dan pelayanan informasi hukum.Pasal 71 Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri terdiri atas: a. Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. f. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara. b. d. penyiapan bahan perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. c. Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan. dan Bagian Kerjasama Luar Negeri. c. Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum.rtf 32 . penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat dan perkeretaapian.SETJEN (FINAL .VALID). penyiapan bahan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. e. d. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

VALID). udara dan penunjang.SETJEN (FINAL . Subbagian Peraturan Transportasi Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 75 (1) Subbagian Peraturan Transportasi Darat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan. Pasal 76 Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat. dan Subbagian Dokumentasi Peraturan Perundang-Undangan dan Tata Usaha Biro. Subbagian Dokumentasi Peraturan Perundang-undangan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan. serta tata usaha dan rumah tangga Biro. b. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut.rtf 33 .Pasal 74 Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a. Subbagian Peraturan Transportasi Darat. penelaahan. Subbagian Peraturan Transportasi Perkeretaapian. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi perkeretaapian. c. penelaahan.

b. dan Subbagian Peraturan Penunjang. udara dan penunjang. (2) 01 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 34 . penyiapan bahan perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut. Pasal 78 Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara terdiri atas: a. Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Peraturan Transportasi Udara. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi udara.SETJEN (FINAL . penelaahan. d. udara dan penunjang. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. Subbagian Peraturan Transportasi Laut. Subbagian Peraturan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. Pasal 79 (1) Subbagian Peraturan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. c. udara dan penunjang. udara dan penunjang. penelaahan. b.VALID). dan penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut.Pasal 77 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76. c.

(3) Subbagian Peraturan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang penunjang.VALID).rtf 35 . penyiapan bahan pemberian bantuan hukum dalam rangka penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. Subbagian Bantuan Hukum. b. dan Subbagian Penyuluhan Hukum. Pasal 80 Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan penyiapan rumusan perjanjian. Pasal 82 Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum terdiri atas: a. serta pemberian bantuan dan penyuluhan hukum. b. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum terhadap penyusunan perjanjian nasional maupun internasional di bidang transportasi serta permasalahan yang timbul akibat penerapan peraturan perundangundangan di bidang transportasi. penyiapan bahan penelaahan dan penyiapan bahan perumusan perjanjian nasional dan internasional di bidang transportasi.SETJEN (FINAL . Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perjanjian. pemberian pertimbangan dalam penerapan peraturan perundang-undangan. dan pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundangundangan. Pasal 81 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. d. c. penelaahan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . c.

organisasi internasional. multilateral dan regional di bidang transportasi. 01 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. Pasal 85 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. serta melaksanakan pemantauan dan inventarisasi pelaksanaan hubungan luar negeri. organisasi internasional. hubungan antar lembaga negara secara bilateral. pemberian pertimbangan hukum terhadap penyusunan perjanjian nasional dan permasalahan yang timbul di bidang pengadaan barang/jasa serta akibat penerapan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. Subbagian Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundang-undangan. multilateral dan regional di bidang transportasi.SETJEN (FINAL . penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama bilateral. Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bantuan hukum dalam rangka penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan.Pasal 83 (1) Subbagian Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan perumusan perjanjian nasional. (2) (3) b. multilateral dan regional di bidang transportasi. Pasal 84 Bagian Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerjasama luar negeri dengan badan dunia. dan penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama luar negeri di bidang transportasi. dan antar negara secara bilateral. Bagian Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a.rtf 36 . c.

serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama multilateral di bidang transportasi. Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama luar negeri secara multilateral. Pasal 87 (1) Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama luar negeri secara bilateral. yaitu International Civil Aviation Organization (ICAO). Economic and Social Communication for Asia and the Pacific (ESCAP).SETJEN (FINAL . Organisasi Konferensi Islam (OKI). organisasi internasional. Subbagian Kerjasama Bilateral. International Maritime Organization (IMO). pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri. pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. hubungan antar lembaga negara secara regional di bidang transportasi yaitu Asia Pasific Economic Cooperation (APEC). United Nations Development Program (UNDP). Subbagian Kerjasama Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama secara regional.VALID). Association of (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . c. hubungan antar lembaga negara secara multilateral di bidang transportasi. Subbagian Kerjasama Multilateral.rtf 37 . dan Subbagian Kerjasama Regional. dan Gerakan Negara Non Blok (GNB). United Nations Commission on Trade and Development (UNCTAD). World Trade Organization (WTO).Pasal 86 Bagian Kerjasama Luar Negeri terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. General Agreement on Trade and Services (GATS). organisasi internasional. b. hubungan antar lembaga negara secara bilateral serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama bilateral di bidang transportasi.

penyiapan penyelenggaraan pembinaan ketatausahaan. penyelenggaraan urusan persuratan dan e. urusan ketatausahaan b. penyiapan penyusunan anggaran Sekretariat Jenderal dan pelaksanaan penatausahaan Barang Milik Negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. c. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. penyiapan kearsipan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . f. dan kerumahtanggaan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 88 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengendalian urusan ketatausahaan.SETJEN (FINAL . penyiapan penyelenggaraan urusan keprotokolan. Indonesia-MalaysiaThailand Growth Triangle (IMT-GT). penyiapan penatausahaan pembiayaan dan penggajian Sekretariat Jenderal serta pelaporannya.rtf 38 . dan kerumahtanggaan. keprotokolan. penyiapan penyelenggaraan pimpinan Kementerian. dan penyiapan penyelenggaraan urusan kerumahtanggaan yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. BruneiIndonesia-Malaysia-Philipina East Asia Growth Area (BIMP-EAGA) serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama regional di bidang transportasi. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. IndonesiaMalaysia-Singapore Growth Triangle (IMS-GT).VALID). g. pembiayaan. pembiayaan.South East Asian Nation (ASEAN). d.

dan pembinaan pemberian bimbingan b. Wakil Menteri. b. 01 OTK KEMENHUB 2010 .SETJEN (FINAL . dan Bagian Pembiayaan dan Perjalanan. d. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan ketatausahaan Menteri. dan Staf Ahli Menteri. c. e. dan Subbagian Keprotokolan. c. serta keprotokolan. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri. Bagian Tata Usaha Kementerian.rtf 39 . Subbagian Tata Usaha Menteri. Sekretaris Jenderal. Pasal 92 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91.VALID). b. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan.Pasal 90 Biro Umum terdiri atas: a. d. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan keprotokolan. dan Staf Ahli Menteri. Wakil Menteri. Pasal 91 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan urusan ketatausahaan Menteri. Pasal 93 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan terdiri atas: a. c. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. penyiapan bahan keprotokolan. Bagian Rumah Tangga. Sekretaris Jenderal.

Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Staf Ahli Menteri. c. b.Pasal 94 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan Menteri. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri. penyiapan bahan pembinaan dan bimbingan administrasi perkantoran Kementerian Perhubungan. serta urusan keprotokolan Kementerian Perhubungan.rtf . 40 (2) (3) (4) (5) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Keprotokolan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan keprotokolan. Pasal 96 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95. Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan pedoman administrasi perkantoran dan kearsipan Kementerian Perhubungan. Pasal 95 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan Kementerian Perhubungan serta urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan persuratan dan kearsipan. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan bahan-bahan untuk kegiatan pimpinan dan Kementerian.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro. e.SETJEN (FINAL . Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan Sekretaris Jenderal. d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Wakil Menteri.

penyiapan bahan penyelenggaraan urusan dalam. Pasal 100 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bimbingan urusan kearsipan. penyiapan bahan pembinaan urusan kerumahtanggaan. b.SETJEN (FINAL .VALID). (2) (3) c. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penggandaan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan penggandaan dan distribusi hasil penggandaan. c.rtf 41 . b. keamanan kantor dan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. dan Subbagian Penggandaan dan Tata Usaha Biro. Pasal 99 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 98 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bimbingan administrasi perkantoran dan urusan persuratan. serta urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pengadaan peralatan dan penatausahaan serta inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri.Pasal 97 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. Subbagian Kearsipan. Subbagian Tata Persuratan.

rtf 42 . dan pengelolaan akuntansi Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri.SETJEN (FINAL . c. Subbagian Pemeliharaan Sarana. Subbagian Penyediaan Peralatan dan Inventarisasi. Prasarana dan Angkutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pemeliharaan sarana. Subbagian Penyediaan Peralatan dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pengadaan peralatan dan inventarisasi serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pemeliharaan sarana. keamanan kantor dan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Sekretariat Jenderal serta urusan pelayanan kesehatan pegawai. Subbagian Keamanan dan Urusan Dalam. Pasal 102 (1) Subbagian Keamanan dan Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan sosialisasi urusan kerumahtanggaan.VALID). dan Subbagian Pemeliharaan Sarana. penggajian. dan perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. prasarana dan angkutan di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Perhubungan.d. Pasal 101 e. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . serta urusan pelayanan kesehatan pegawai. pelaksanaan urusan dalam. b. serta penatausahaan pembiayaan. Prasarana dan Angkutan. prasarana dan angkutan di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Perhubungan. Pasal 103 Bagian Pembiayaan dan Perjalanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan anggaran. dan penyiapan bahan penyelenggaraan pelaksanaan urusan pelayanan kesehatan pegawai.

b.VALID). Subbagian Pembiayaan. dan perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. c. c. Subbagian Penggajian dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penggajian serta perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal.Pasal 104 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102. dan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan pengelolaan akuntansi di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan. Subbagian Penyusunan Anggaran dan Pelaporan.rtf 43 . (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Pembiayaan dan Perjalanan menyelenggarakan fungsi: a. penggajian. b. Pasal 106 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan anggaran. dan pengelolaan akuntansi di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. Subbagian Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pelaksanaan dan penatausahaan pembiayaan di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan anggaran.SETJEN (FINAL . Pasal 105 Bagian Pembiayaan dan Perjalanan terdiri atas: a. serta menyiapkan bahan laporan pertanggung-jawaban. dan Subbagian Penggajian dan Perjalanan Dinas.

VALID).rtf 44 . (2) (3) (4) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 108 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh masing-masing Kepala Biro yang bersangkutan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 107 Kelompok Jabatan Fungsional pada Biro di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.SETJEN (FINAL . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dipimpin oleh Direktur Jenderal. perumusan kebijakan di bidang perhubungan darat. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. d. b. e. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan darat. c.rtf 45 . dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.VALID). Tugas dan Fungsi Pasal 109 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. dan kriteria di bidang perhubungan darat. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan darat. standar.BAB V DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 110 Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perhubungan darat. Pasal 111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110.DITJEN HUBDAT (FINAL . (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 .

dan Direktorat Keselamatan Transportasi Darat. b. Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan. danau dan penyeberangan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 112 Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terdiri atas: a. transportasi sungai.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyusunan laporan dan evaluasi serta sistem informasi di bidang transportasi jalan. pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. Pasal 114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Danau dan Penyeberangan. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. d. e.rtf 46 . Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dalam memfasilitasi dan memberikan pelayanan teknis serta administratif kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.VALID). c. transportasi perkotaan dan keselamatan transportasi darat. penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan program.

penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keselamatan dan transportasi darat. e.b. Bagian Perencanaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. Bagian Hukum dan Kerjasama. pelaksanaan evaluasi rencana dan program kerja. b. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terdiri atas: a. Bagian Keuangan. pelaksanaan pengelolaan urusan keuangan dan barang inventaris milik/kekayaan negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. dan Bagian Kepegawaian dan Umum. penyusunan sistem informasi serta penyusunan anggaran dan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. c. penyusunan organisasi dan tata laksana. dan pelaksanaan penelaahan.VALID). d. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum serta penyiapan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerja sama luar negeri.DITJEN HUBDAT (FINAL . pelaksanaan pengelolaan urusan kepegawaian. d. Pasal 116 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan koordinasi penyusunan rencana dan program. Pasal 115 c.rtf 47 . evaluasi dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat.

Pasal 118 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. Subbagian Rencana dan Program. penyiapan bahan koordinasi penyusunan kebijakan. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. rencana. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta pemberian bimbingan penyusunan rencana regional dan lokal di bidang transportasi darat. rencana. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 119 (1) Subbagian Rencana dan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan kebijakan. program. penyiapan bahan penyelenggaraan dan pelaksanaan bimbingan penyusunan rencana regional dan lokal di bidang transportasi darat. d. rencana. program. pengelolaan dan pengembangan sistem dan teknologi informasi di bidang transportasi darat serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. penyiapan bahan penyelenggaraan pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. e.DITJEN HUBDAT (FINAL . b. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi. dan Subbagian Sistem Informasi dan Pelaporan. c.Pasal 117 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116.VALID). penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan. b. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. program.rtf 48 . 02 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan. c.

c. program. pengelolaan dan pengembangan sistem dan teknologi informasi di bidang transportasi darat serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Subbagian Sistem Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. dan Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan perbendaharaan. dan penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan. Pasal 120 (3) Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perbendaharaan. b. rencana. c. Pasal 122 Bagian Keuangan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan anggaran dan bimbingan teknis administrasi keuangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Subbagian Pelaksanaan Anggaran.DITJEN HUBDAT (FINAL . b. anggaran dan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.rtf 49 .VALID). kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta penyiapan bahan penyusunan pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat.

Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan verifikasi anggaran dan akuntansi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Pasal 125 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 124. Pasal 124 Bagian Hukum dan Kerjasama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pengeluaran dan penerimaan serta revisi anggaran dan bimbingan teknis administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.DITJEN HUBDAT (FINAL . (2) (3) b. c.VALID).rtf 50 . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Bagian Hukum dan Kerjasama menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerja sama luar negeri di bidang transportasi darat.Pasal 123 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penggunaan. dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerjasama luar negeri di bidang transportasi darat. penyiapan bahan penyusunan rancangan dan penelaahan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat.

(2) (3) 02 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 128 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian. b. penyusunan organisasi dan tata laksana serta urusan tata usaha dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 127 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan dan penelaahan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat serta melakukan verifikasi Raperda dan Perda yang berkaitan dengan sub sektor Perhubungan Darat sesuai dengan peraturan perundangan.VALID). Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang transportasi darat. c. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum.DITJEN HUBDAT (FINAL . Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum.Pasal 126 Bagian Hukum terdiri atas: a.rtf 51 . dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama. serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat.

penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pegawai. b. Pasal 131 (1) Subbagian Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pegawai. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a.VALID). organisasi dan tata laksana serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional dan standar kompetensi sumber daya manusia aparatur di bidang transportasi darat. pengembangan dan peningkatan kompetensi pegawai. urusan umum serta urusan pengadaan dan inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. b.DITJEN HUBDAT (FINAL . Subbagian Tata Usaha. mutasi pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional dan standar kompetensi sumber daya manusia aparatur di bidang transportasi darat. pengembangan dan peningkatan kompetensi pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian dan administrasi perkantoran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. dan penyiapan bahan pengelolaan urusan kerumahtanggaan dan kesejahteraan pegawai. Pasal 130 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. c. mutasi dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. dan Subbagian Rumah Tangga.Pasal 129 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128. Subbagian Kepegawaian dan Organisasi. organisasi dan tata laksana. c.rtf 52 .

rtf 53 . dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . ekspedisi dan penggandaan. norma. angkutan jalan. angkutan jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan pengadaan dan inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. lalu lintas jalan. pengawasan. pedoman.VALID). kerumahtanggaan dan kesejahteraan pegawai. lalu lintas jalan. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi jalan.(2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha kepegawaian. penyiapan penyusunan standar. pedoman. serta bimbingan teknis. standar. sarana angkutan jalan. Pasal 133 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132. norma. kearsipan. lalu lintas jalan. surat menyurat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. angkutan jalan. b. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi jalan. kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi jalan. kriteria dan prosedur. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam.DITJEN HUBDAT (FINAL . sarana angkutan jalan. sarana angkutan jalan. d. urusan umum. (3) Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 132 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan.

rancang bangun. regional. Subdirektorat Lalu Lintas Jalan. penyusunan dan penyiapan bahan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan jalan nasional. serta simpul. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan harmonisasi dan standarisasi regulasi tingkat nasional. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.DITJEN HUBDAT (FINAL . Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan. jaringan lintas angkutan barang pada jalan nasional.e. penyiapan pelaksanaan monitoring. penyusunan rencana. lintas batas negara dan jaringan trayek angkutan perintis. dan Subbagian Tata Usaha.VALID). jaringan trayek angkutan antar kota antar propinsi. c. Subdirektorat Angkutan Jalan. b. penetapan serta evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan. h. kriteria. Subdirektorat Pengendalian Operasional. penyiapan pelaksanaan pembinaan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan jalan. Pasal 135 Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. prosedur dan bimbingan teknis. d. e. Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan. f. dan internasional di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. norma. pedoman. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penguji kendaraan bermotor serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.rtf 54 . Pasal 134 f. g. tipe terminal serta sistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan pemberian kualifikasi teknis petugas terminal. klasifikasi. program dan evaluasi pengembangan lalu lintas dan angkutan jalan. standar. lokasi.

jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan. Kota dan Kabupaten. penentuan lokasi terminal barang tipe pengumpul dan tipe penunjang. lokasi terminal penumpang tipe utama dan penyusunan rencana. sistim informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan Standar Pelayanan Minimal pengoperasian terminal. lintas batas negara. d. e. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi jalan. sistim informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan Standar Pelayanan Minimal pengoperasian terminal. penentuan lokasi terminal. penyiapan bahan perumusan pengembangan sistim informasi dan komunikasi sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk lalu lintas dan angkutan jalan. penyiapan bahan perumusan kebijakan.Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan Jalan Propinsi. standar. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian kualifikasi teknis petugas terminal.rtf 55 . jaringan lintas angkutan barang di jalan nasional. penyiapan bahan penyusunan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan jalan nasional. jaringan trayek antar propinsi. penentuan lokasi terminal penumpang tipe B dan tipe C. 02 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). pedoman. jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan untuk penumpang dan barang. angkutan perintis. program dan evaluasi pengembangan lalu lintas dan angkutan jalan. Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan menyelenggarakan fungsi: a. f. c. lokasi terminal penumpang tipe A. b. norma.

kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penetapan jaringan trayek lintas batas negara. b.DITJEN HUBDAT (FINAL . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan penyiapan pengesahan hasil uji tipe. Pasal 138 (1) Seksi Jaringan Prasarana dan Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan transportasi jalan. penetapan lokasi terminal barang utama dan penetapan kelas jalan primer serta pemberian kualifikasi teknis petugas terminal. Seksi Pengembangan Transportasi Jalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. sertifikasi uji tipe kendaraan bermotor. 56 (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria.Pasal 137 Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan terdiri atas: a. dan penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan transportasi jalan primer. harmonisasi dan standarisasi regulasi kendaraan bermotor. dan Seksi Pengembangan Transportasi Jalan. standar. standar.VALID). teknologi kendaraan bermotor. perumusan rencana. norma. Pasal 139 Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan prasarana transportasi jalan dan jaringan pelayanan angkutan jalan serta penyiapan bimbingan teknis penyusunan jaringan transportasi jalan sekunder dan penentuan lokasi terminal tipe B dan terminal tipe C serta terminal barang. Seksi Jaringan Prasarana dan Pelayanan. pedoman. pengujian kendaraan bermotor. sertifikasi uji sampel kendaraan bermotor. pedoman. serta pengembangan sistim informasi dan komunikasi sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan. program dan evaluasi pengembangan transportasi jalan. jaringan trayek antar kota antar propinsi dan jaringan lintas pada jaringan jalan primer serta penetapan lokasi terminal tipe A.rtf . sertifikasi registrasi uji tipe kendaraan bermotor. pedoman. standar. dan prosedur serta bimbingan teknis. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. norma.

standar. teknologi kendaraan bermotor.sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor. pedoman. Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengujian kendaraan bermotor. sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor. sertifikasi rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor.rtf . d. pengujian kendaraan bermotor. penyiapan bahan pengesahan hasil uji tipe dan sertifikasi uji tipe kendaraan bermotor. teknologi kendaraan bermotor. penyiapan bahan penyusunan standardisasi. serta pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor. f. 57 b. serta pelaksanaan pemeriksaan terhadap pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. e. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang sarana angkutan jalan. teknologi kendaraan bermotor. kriteria. Pasal 140 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan. pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor. dan prosedur di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor.DITJEN HUBDAT (FINAL . akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor. kriteria. sistem dan prosedur di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi pengujian tipe dan berkala kendaraan bermotor. norma. sertifikasi modifikasi kendaraan bermotor. sertifikasi rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor. akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor serta evaluasi dan pelaporan di bidang sarana angkutan jalan. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. serta pengujian kendaraan bermotor. pedoman. c.VALID). serta harmonisasi dan standarisasi regulasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor dan kendaraan tidak bermotor. norma. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan pemeriksaan terhadap pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor.

kriteria. persyaratan teknis dan kelaikan jalan kendaraan bermotor dan penyiapan bahan sertifikasi rancang bangun kendaraan bermotor. dan prosedur serta bimbingan teknis. sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor dan akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor. standar. Pasal 143 Subdirektorat Lalu Lintas Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. norma. norma. standar. perlengkapan jalan dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyiapan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. dan Seksi Teknologi Kendaraan Bermotor.Pasal 141 Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan terdiri atas: a. akreditasi unit penimbangan kendaraan bermotor dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor. pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor.DITJEN HUBDAT (FINAL . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian kendaraan bermotor dan penyiapan bahan pengesahan hasil uji tipe.rtf 58 . norma. b. Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor. Seksi Teknologi Kendaraan Bermotor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Pasal 142 (1) Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. pedoman. pelaksanaan pemeriksaan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor serta harmonisasi dan standardisasi regulasi kendaraan bermotor. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang teknologi kendaraan bermotor. sertifikasi registrasi uji tipe kendaraan bermotor.VALID).

VALID). penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan prosedur serta bimbingan teknis. penyusunan sistem informasi manajemen rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor. penyiapan bahan penyusunan analisis. dan pemeliharaan perlengkapan jalan di jalan nasional. d. standar. 02 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas jalan. f. norma.DITJEN HUBDAT (FINAL . b. c. evaluasi dan laporan pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas serta analisa dampak lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan. h. kriteria.Pasal 144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143. penyiapan bahan perumusan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas. perlengkapan jalan dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyiapan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan di jalan nasional dan pengoperasian alat penimbangan. pedoman.rtf 59 . perlengkapan jalan. perbaikan. e. penyiapan bahan pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kebutuhan pengadaan. pemasangan. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. g. Subdirektorat Lalu Lintas Jalan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan pemberian kualifikasi teknis petugas alat penimbangan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan dan penimbangan kendaraan bermotor di jalan.

pengkajian dan perhitungan tarif angkutan penumpang dan barang di jalan.rtf 60 . standar. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. b. bimbingan teknis. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. serta penyiapan bahan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional baik di jalan tol maupun non-tol. prosedur dan kriteria.VALID).Pasal 145 Subdirektorat Lalu Lintas Jalan terdiri atas: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.DITJEN HUBDAT (FINAL . dan Seksi Perlengkapan Jalan. analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. pelaksanaan penilaian kinerja dan pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum. norma. Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang perlengkapan jalan dan penimbangan kendaraan bermotor di jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas. serta pemberian subsidi angkutan umum. Seksi Perlengkapan Jalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan penumpang dan barang. Pasal 147 Subdirektorat Angkutan Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Pasal 146 (1) Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. sesuai dengan kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pedoman. penyelenggaraan sistem informasi dan komunikasi angkutan jalan. penyiapan mekanisme proses perijinan dan pelaksanaan urusan perijinan angkutan penumpang dan angkutan barang di jalan. norma. standar. serta penyiapan bahan akreditasi unit penimbangan kendaraan bermotor dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor. monitoring.

02 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan jalan. dan Seksi Angkutan Barang. norma. taksi tertentu dan angkutan sewa. d.VALID). pedoman. Pasal 150 (1) Seksi Angkutan Penumpang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. standar. pedoman. Subdirektorat Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. dan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring. pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum dan pemberian subsidi angkutan umum. f. penyiapan bahan perumusan pemberian izin trayek angkutan penumpang untuk trayek lintas batas negara dan trayek antar kota antar propinsi. penyiapan bahan penilaian kinerja perusahaan angkutan umum. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan penumpang dan tarif angkutan penumpang serta penyiapan bahan b. e. serta pengendalian angkutan barang tertentu. Seksi Angkutan Penumpang.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 149 Subdirektorat Angkutan Jalan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan sistem informasi dan komunikasi di bidang angkutan jalan. norma. izin operasi angkutan pariwisata. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang angkutan penumpang dan angkutan barang serta tarif angkutan penumpang dan/ atau barang di jalan. kriteria dan prosedur di bidang angkutan penumpang dan angkutan barang serta tarif angkutan penumpang dan/ atau barang di jalan. penetapan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi.rtf 61 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengendalian Operasional menyelenggarakan fungsi: a. standar. (2) Seksi Angkutan Barang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pembinaan angkutan barang. standar.DITJEN HUBDAT (FINAL . norma.rtf 62 .pemberian izin trayek lintas batas negara dan trayek antar kota antar propinsi. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan barang dan pengkajian tarif angkutan barang. pelaksanaan pengawasan sarana dan prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan penegakan hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terhadap pelanggaran di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. izin operasi angkutan pariwisata dan angkutan penumpang tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya bersifat lintas batas negara dan antar kota antar propinsi serta penetapan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi serta penilaian kinerja perusahaan angkutan umum. pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum dan pemberian subsidi angkutan umum. norma. b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional. Pasal 151 Subdirektorat Pengendalian Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. Pasal 152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. pedoman. pedoman. 02 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). kriteria dan prosedur di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. penyiapan bahan perumusan standar. serta penyiapan bahan pemberian izin operasi angkutan barang tertentu.

standar.c. 63 02 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan. standar. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. b. standar.rtf .DITJEN HUBDAT (FINAL . norma. penertiban dan pemberian sanksi administratif terhadap pelanggaran operasional kendaraan angkutan umum yang menjadi kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. standar. kriteria. e. norma. Pasal 154 (1) Seksi Monitoring Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID). penyiapan bahan perumusan pelaksanaan penegakan hukum dan penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran pelaksanaan kebijakan. norma. pedoman. pedoman. Pasal 153 d. dan prosedur di bidang sarana dan prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. sistem dan prosedur di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Seksi Monitoring Operasional. g. kriteria. sistem dan prosedur di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. f. Subdirektorat Pengendalian Operasional terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan. dan Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penyiapan bahan perumusan pengusulan pengangkatan/ pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. pedoman. kriteria. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan terhadap kebijakan. norma. pedoman.

kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi. lalu lintas dan angkutan sungai.DITJEN HUBDAT (FINAL . 02 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan penyiapan bahan pengusulan pengangkatan dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. sarana. dan rumah tangga Direktorat. standar. kepegawaian. standar. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a.(2) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. pelabuhan. kriteria dan prosedur. danau dan penyeberangan. b. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. pelabuhan. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. penyiapan penyusunan standar. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. pedoman.rtf 64 . penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. norma. Danau dan Penyeberangan Pasal 156 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. norma. danau dan penyeberangan. serta bimbingan teknis. norma. Pasal 155 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. sarana. danau dan penyeberangan. lalu lintas dan angkutan sungai.VALID). Bagian Kelima Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai.

pelabuhan. danau dan penyeberangan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Sungai. Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai. f. penyiapan pelaksanaan pembinaan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 158 d. dan Subbagian Tata Usaha. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. 02 OTK KEMENHUB 2010 . danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. penyiapan perumusan pelaksanaan kebijakan di bidang jaringan transportasi. Pejabat Pemberangkatan Angkutan Sungai dan Danau. Danau Danau Danau dan dan dan Subdirektorat Angkutan Penyeberangan. f. Subdirektorat Lalu Penyeberangan. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha.c. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. sarana. Danau dan Penyeberangan. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. g. Sungai.VALID). sarana. Subdirektorat Pelabuhan Penyeberangan. serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. Lintas Sungai. danau dan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan. c. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi. d. danau dan penyeberangan. Inspektur Sungai dan Danau. e. lalu lintas dan angkutan sungai. e.rtf 65 . Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai. b. pelabuhan. lalu lintas dan angkutan sungai.

kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi sungai. penyusunan rencana umum.DITJEN HUBDAT (FINAL . danau dan penyeberangan dalam propinsi dan dalam kabupaten / kota. analisis. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. danau dan penyeberangan serta pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) lalu lintas dan angkutan sungai. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan transportasi sungai. analisis. d. danau dan penyeberangan. e. pengembangan dan pengawasan perwujudan serta penetapan jaringan transportasi sungai. dan penetapan lintas penyeberangan dalam propinsi dan dalam kabupaten / kota. danau dan penyeberangan.VALID). penyusunan rencana umum. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi sungai. evaluasi dan pengembangan jaringan transportasi sungai. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. analisis. penyusunan rencana umum jaringan transportasi sungai. evaluasi. standar. penyiapan bahan penyusunan jaringan lintas penyeberangan antar propinsi dan antar negara dan pemaduan rencana kegiatan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. pedoman. 02 OTK KEMENHUB 2010 . dan prosedur serta bimbingan teknis. danau dan penyeberangan. pengembangan dan pengawasan perwujudan serta penetapan jaringan transportasi sungai. pedoman. standar. danau dan penyeberangan. evaluasi. danau dan penyeberangan. penetapan lintas penyeberangan antar propinsi dan antar negara. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi sungai. b. danau dan penyeberangan. c. danau dan penyeberangan. norma. Pasal 160 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159.rtf 66 . kriteria. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan.Pasal 159 Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi sungai. Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai.

VALID). Pasal 164 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163. standar. kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. mutu pelayanan. pemeliharaan sarana angkutan sungai. perawatan. Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai. kriteria. b. danau dan penyeberangan. norma. danau dan penyeberangan. serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. analisis serta informasi jaringan transportasi sungai. standar. pengembangan dan penetapan jaringan transportasi sungai.Pasal 161 Subdirektorat Jaringan Transportasi Penyeberangan terdiri atas: a. dan prosedur serta bimbingan teknis. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. mutu pelayanan. Pasal 163 (2) Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. dan Seksi Pengembangan Jaringan. Sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan. perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum. Danau dan Seksi Analisa dan Evaluasi Jaringan. pedoman. norma. standar.rtf 67 . standar. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 162 (1) Seksi Analisa dan Evaluasi Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. pedoman.DITJEN HUBDAT (FINAL .

danau dan penyeberangan serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. mutu pelayanan. pedoman. norma. Pasal 165 c. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun. Danau dan Seksi Rancang Bangun Sarana. d. Sungai. Seksi Bimbingan Perawatan Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang perawatan dan pemeliharaan sarana angkutan sungai. dan Seksi Bimbingan Perawatan Sarana. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rancang bangun sarana sungai. danau dan penyeberangan. e. Pasal 166 (1) Seksi Rancang Bangun Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 68 . penyiapan bahan penyusunan perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. danau dan penyeberangan serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. standar. norma.VALID).DITJEN HUBDAT (FINAL . Subdirektorat Sarana Angkutan Penyeberangan terdiri atas: a. standar. b.b. perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. danau dan penyeberangan serta registrasi sarana angkutan sungai dan danau. penyiapan bahan pelaksanaan kualifikasi teknis awak sarana angkutan sungai dan danau. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. danau dan penyeberangan serta perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun sarana angkutan sungai.

Subdirektorat Pelabuhan Sungai. standar. standar. pemeliharaan. pedoman. pemeliharaan. norma. serta pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan.DITJEN HUBDAT (FINAL . norma. pemeliharaan. danau dan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a.rtf 69 . perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan. kriteria dan prosedur di bidang perencanaan. pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. 02 OTK KEMENHUB 2010 . c. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. penyiapan bahan pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan pelaksanaan kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167. pembangunan. pembangunan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan. b. e. danau dan penyeberangan. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. danau dan penyeberangan.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan. d. kriteria. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. pembangunan. pedoman. pembangunan. pemeliharaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan prosedur serta bimbingan teknis.Pasal 167 Subdirektorat Pelabuhan Sungai.

pengoperasian. danau dan penyeberangan serta pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pemeliharaan. kolam pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. dan prosedur serta bimbingan teknis. penyelenggaraan. standar. standar. perambuan sungai.Pasal 169 Subdirektorat Pelabuhan Sungai. dan tata cara berlalu lintas di sungai. kriteria. dan Seksi Bimbingan Pengelolaan Pelabuhan. Seksi Rancang Bangun Pelabuhan.DITJEN HUBDAT (FINAL .rtf 70 . alur-pelayaran sungai. danau dan penyeberangan. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. danau dan penyeberangan.VALID). b. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pemeliharaan. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan Pengelolaan Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pembangunan. dan pengerukan alur-pelayaran sungai dan danau. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan. Pasal 171 Subdirektorat Lalu Lintas Sungai. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. pedoman. danau dan penyeberangan. norma. danau dan penyeberangan serta pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. Pasal 170 (1) Seksi Rancang Bangun Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan dan pembangunan pelabuhan sungai. pedoman. norma. perawatan dan perbaikan pelabuhan sungai. pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. standar.

rtf . danau dan penyeberangan. pemeliharaan. pedoman. d. danau dan penyeberangan serta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. inspektur sungai dan danau serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. norma. kriteria dan prosedur di bidang manajemen lalu lintas dan tata cara berlalu lintas di sungai. danau dan penyeberangan. penyelenggaraan. pemeliharaan.penyeberangan. alur-pelayaran sungai. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. kelestarian lingkungan. 02 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. perambuan sungai. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. c. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan. dan tata cara berlalu lintas di sungai. danau dan penyeberangan. dan bimbingan teknis pengerukan alur-pelayaran sungai dan danau. Subdirektorat Lalu Lintas Sungai. inspektur sungai dan danau serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. alur-pelayaran sungai. serta pembangunan.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 172 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan perumusan penetapan kelas alurpelayaran sungai dan danau. e. pengoperasian. pembangunan. penyiapan bahan perumusan peta alur-pelayaran sungai dan danau. kolam pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen dan tata cara berlalu lintas di sungai. standar. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. kelestarian lingkungan serta perambuan sungai. dan pengerukan alur-pelayaran sungai. danau dan penyeberangan. danau. pengoperasian. kolam 71 b.

dan penyiapan bahan penetapan kelas alur dan peta alur pelayaran sungai dan danau.rtf 72 . evaluasi dan pelaporan di bidang pembangunan. dan bimbingan teknis pengerukan alur pelayaran sungai. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. b.VALID). Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. Pasal 173 Subdirektorat Lalu Lintas Sungai. Seksi Manajemen Lalu Lintas. standar. tata cara berlalu lintas di sungai. Seksi Alur dan Perambuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyelenggaraan.DITJEN HUBDAT (FINAL . pemeliharaan. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. pengoperasian. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. standar. Pasal 174 (1) Seksi Manajemen Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta sertifikasi inspektur sungai dan danau dan pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. pedoman. inspektur sungai dan danau. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. pembersihan alur pelayaran sungai dan danau. serta perambuan sungai.pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. dan Seksi Alur dan Perambuan. norma. norma. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. danau dan kolam pelabuhan penyeberangan.

perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. standar. serta keperintisan angkutan sungai. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. danau dan penyeberangan serta penyusunan kriteria dan pelaksanaan pelayanan keperintisan angkutan sungai. serta pemantauan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. pedoman. pedoman.VALID). danau dan penyeberangan. dan prosedur serta bimbingan teknis. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. penyiapan bahan penyusunan persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. norma.rtf 73 . danau dan penyeberangan. Subdirektorat Angkutan Sungai. danau dan penyeberangan. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. d. perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan. b. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. standar. perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. dan perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . danau dan penyeberangan. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. norma. keperintisan angkutan sungai.DITJEN HUBDAT (FINAL . danau dan penyeberangan. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional.Pasal 175 Subdirektorat Angkutan Sungai. kriteria. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. danau dan penyeberangan. c. serta keperintisan angkutan sungai.

pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. serta penyusunan kriteria dan pelaksanaan pelayanan keperintisan. Bagian Keenam Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan Pasal 180 Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. dan Seksi Tarif dan Keperintisan. danau dan penyeberangan. pedoman.Pasal 177 Subdirektorat Angkutan Sungai. standar. serta evaluasi dan pelaporan di bidang sistem transportasi perkotaan. standar. pedoman. dan rumah tangga Direktorat.rtf 74 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID). norma. evaluasi dan pelaporan di bidang perhitungan tarif. norma. 02 OTK KEMENHUB 2010 . (2) Pasal 179 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. bimbingan teknis dan bantuan teknis. serta pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. norma. penyelenggaraan teknis. Seksi Tarif dan Keperintisan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Bimbingan Usaha Angkutan. danau dan penyeberangan. pemantauan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. b. standar. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. kriteria. kepegawaian. Pasal 178 (1) Seksi Bimbingan Usaha Angkutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN HUBDAT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. prosedur.

dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. pemaduan moda transportasi perkotaan.VALID). penyiapan penyusunan standar. d. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang sistem transportasi perkotaan. lalu lintas perkotaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . e.rtf 75 . lalu lintas perkotaan. pemaduan moda transportasi perkotaan. penyiapan perumusan dan penyelenggaraan teknis di bidang penyusunan rencana transportasi perkotaan. c. f. norma. g. penyiapan perumusan dan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan jaringan transportasi perkotaan. kriteria. Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi perkotaan. penyelenggaraan angkutan perkotaan dan penyelenggaraan pemaduan moda transportasi yang wilayah pelayanannya melebihi 1 (satu) provinsi serta penyelenggaraan manajemen rekayasa lalu lintas dan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional perkotaan. dan dampak transportasi perkotaan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transportasi perkotaan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.DITJEN HUBDAT (FINAL . pemaduan moda transportasi perkotaan. dan dampak transportasi perkotaan. dan dampak transportasi perkotaan. pemaduan moda transportasi perkotaan. lalu lintas perkotaan. lalu lintas perkotaan. dan rumah tangga Direktorat. kepegawaian. angkutan perkotaan. pedoman. angkutan perkotaan. angkutan perkotaan. angkutan perkotaan. dan dampak transportasi perkotaan. h. dan prosedur di bidang jaringan transportasi perkotaan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi perkotaan.Pasal 181 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. b.

pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan teknis di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya.Pasal 182 Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. standar. Subdirektorat Angkutan Perkotaan. pedoman. kriteria dan prosedur. 02 OTK KEMENHUB 2010 . c. b. norma. Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan.DITJEN HUBDAT (FINAL . kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya.rtf 76 . serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. d.VALID). b. Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan. Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. dan Subbagian Tata Usaha. Pasal 183 Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan. norma. e. f. standar. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. bimbingan teknis. bantuan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

standar. Pasal 186 (1) Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan dan Sulawesi. jalan rel dan perairan daratan serta penyusunan rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi.d. Pasal 185 e. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) jaringan transportasi perkotaan dan pengkoordinasian SIM transportasi perkotaan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum transportasi perkotaan yang berbasis jalan. pedoman. f. penyusunan sistem informasi manajemen (SIM) jaringan transportasi perkotaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah I.DITJEN HUBDAT (FINAL . dan Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah II. pemberian bimbingan dan bantuan teknis serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi.rtf 77 . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang terintegrasi dengan moda lainnya untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. b. penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) transportasi perkotaan dan implementasi rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera.VALID). norma.

penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak b. penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) transportasi perkotaan dan implementasi rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. pedoman.DITJEN HUBDAT (FINAL . norma. pedoman. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. standar. bimbingan teknis. pemantauan. norma. perparkiran. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum transportasi perkotaan yang berbasis jalan. kriteria dan prosedur. manajemen kebutuhan lalu lintas. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian teknis pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. Nusa Tenggara Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. fasilitas lalu lintas perkotaan. Bali. manajemen rekayasa lalu lintas di jalan dalam kawasan perkotaan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. Nusa Tenggara Barat. 02 OTK KEMENHUB 2010 .(2) Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 187 Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. bantuan teknis.rtf 78 . standar. Maluku dan Papua. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. jalan rel dan perairan daratan serta penyusunan rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi. norma.VALID). penyelenggaraan. pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor serta penyelenggaraan teknis manajemen rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. c.

pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan teknis di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. e. Pasal 189 Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan terdiri atas: a. dan rumusan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas perkotaan. standar. perparkiran. penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor dan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi. dan Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah II. Pasal 190 (1) Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. manajemen kebutuhan lalu lintas. Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah I. fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. perparkiran. dan penyiapan bahan penyusunan serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. b.DITJEN HUBDAT (FINAL . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Kalimantan dan Sulawesi. norma. manajemen rekayasa lalu lintas di jalan dalam kawasan perkotaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . fasilitas lalu lintas perkotaan.bermotor dan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi. bimbingan teknis dan bantuan teknis serta penyelenggaraan teknis pelaksanaan manajemen rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. fasilitas lalu lintas perkotaan.rtf 79 .VALID). manajemen kebutuhan lalu lintas. d.

penyiapan bahan perumusan penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. d. pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan.VALID). serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana umum jaringan trayek serta penentuan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek berupa sarana angkutan umum perkotaan dan/atau fasilitas pendukungnya. pedoman.(2) Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur. standar. Nusa Tenggara Barat. standar. Maluku dan Papua. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Nusa Tenggara Timur. standar.DITJEN HUBDAT (FINAL . norma. c. Bali. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek. Subdirektorat Angkutan Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pemantauan. norma. pedoman. norma. dan rumusan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. Pasal 191 Subdirektorat Angkutan Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis.rtf 80 . bantuan teknis. pedoman. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek.

b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan perkotaan dalam trayek. penyusunan rencana jaringan trayek perkotaan. Bali. Maluku dan Papua. dan Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah II. Kalimantan dan Sulawesi. serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah I.e. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. bimbingan dan bantuan teknis. Subdirektorat Angkutan Perkotaan terdiri atas: a. serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. dan manajemen di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. standar. pemantauan. Nusa Tenggara Barat. norma.VALID). Nusa Tenggara Timur. norma. penyusunan rencana jaringan trayek perkotaan. Pasal 193 f. Pasal 194 (1) Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan perkotaan dalam trayek.rtf 81 .DITJEN HUBDAT (FINAL . standar. penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan trayek perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi.

angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. standar.rtf 82 . b. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. penyiapan bahan perumusan penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang serta pemenuhan kebutuhan angkutan pemadu moda.Pasal 195 Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBDAT (FINAL . norma. pedoman.VALID). dan terminal) di kawasan perkotaan. pemantauan. penyelenggaraan teknis penyusunan rencana sistem pemaduan moda dan rencana umum jaringan trayek angkutan pemadu moda serta penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan umum perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. stasiun. angkutan pemadu moda dan angkutan umum perkotaan tidak dalam trayek. bantuan teknis. penyiapan bahan penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul transportasi (bandara. norma. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. bimbingan teknis. 02 OTK KEMENHUB 2010 . c. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. d. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda. kriteria dan prosedur. pelabuhan.

penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan teknis pemaduan moda transportasi perkotaan yang strategis dan/atau berskala nasional. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda. g. norma. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. pedoman. penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul transportasi.VALID).rtf 83 . h. perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur.e. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. pemberian bimbingan teknis dan bantuan teknis. penyusunan sistem informasi dan manajemen. serta penyelenggaraan teknis pemaduan moda transportasi perkotaan yang strategis dan/atau berskala nasional. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. penyelenggaraan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan b. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan. standar.DITJEN HUBDAT (FINAL . penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang serta pemenuhan kebutuhan angkutan pemadu moda. Pasal 197 f. pedoman. standar. Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. Pasal 198 (1) Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah II. norma. penyiapan bahan penyusunan sistem informasi dan manajemen di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah I.

stasiun. dan terminal) di kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. pedoman. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyelenggaraan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang dan/atau barang. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. Maluku dan Papua. dan terminal) di kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional pada kawasan perkotaan. Kalimantan dan Sulawesi. norma.VALID). penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul (bandara. (2) Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 84 . evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda. bimbingan teknis. pelabuhan. Nusa Tenggara Timur. bantuan teknis. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. norma. Pasal 199 Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. kriteria dan prosedur.penumpang dan/atau barang. standar. Bali.DITJEN HUBDAT (FINAL . Nusa Tenggara Barat. stasiun. pelabuhan. penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul (bandara. penanganan dampak transportasi.

pemberian bantuan teknis. norma.VALID). c. pemanfaatan teknologi kendaraan hybrid serta peralatan pemantau emisi gas buang dan tingkat kebisingan kendaraan bermotor. penyusunan masterplan transportasi perkotaan ramah lingkungan. pemberian bimbingan teknis. pelaksanaan sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas di bidang 85 b. Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. norma. f.Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. pedoman. kriteria dan prosedur.DITJEN HUBDAT (FINAL . e. h. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan dan penanganan dampak transportasi. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis penanganan dampak transportasi berupa peralatan pendukung penggunaan bahan bakar alternatif. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. standar. sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional pada kawasan perkotaan. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas. penyiapan bahan penyusunan masterplan transportasi perkotaan ramah lingkungan.rtf . sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional di kawasan perkotaan. kriteria dan prosedur bimbingan teknis. 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar. bantuan teknis. d. penyusunan sistem informasi dan manajemen. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. penanganan dampak transportasi. g. penyiapan bahan penyusunan sistem informasi dan manajemen bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan.

penyelenggaraan teknis pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan dan pelaksanaan rekomendasi hasil analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan di wilayah II meliputi Pulau Jawa. penyusunan masterplan pengembangan teknologi transportasi ramah lingkungan. penanganan dampak transportasi di kawasan perkotaan. pedoman. pedoman. Pasal 202 (1) Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. Pasal 201 Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. b. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan berwawasan lingkungan. dan Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah II. Bali. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan berwawasan lingkungan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Kalimantan dan Sulawesi. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . norma. standar. Nusa Tenggara Barat. pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan dan pelaksanaan rekomendasi hasil analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. penyusunan masterplan pengembangan teknologi transportasi ramah lingkungan. Nusa Tenggara Timur.VALID).DITJEN HUBDAT (FINAL . standar. penanganan dampak transportasi di kawasan perkotaan. norma.rtf 86 . Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah I.

penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan transportasi darat. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan transportasi darat. penyiapan penyusunan kualifikasi dan pembinaan teknis sumber daya manusia di bidang keselamatan transportasi darat. serta audit dan inspeksi keselamatan transportasi darat. serta bimbingan teknis. pembinaan keselamatan angkutan umum. standar. Bagian Ketujuh Direktorat Keselamatan Transportasi Darat Pasal 204 Direktorat Keselamatan Transportasi Darat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan.DITJEN HUBDAT (FINAL .rtf 87 . penyiapan perumusan kebijakan.Pasal 203 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. serta audit dan inspeksi keselamatan transportasi darat. kriteria dan prosedur. Pasal 205 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. kriteria dan prosedur di bidang manajemen keselamatan. pembinaan keselamatan angkutan umum. norma. c. d. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. 02 OTK KEMENHUB 2010 . e. Direktorat Keselamatan Transportasi Darat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen keselamatan.VALID). pedoman. promosi dan kemitraan. b. norma. standar. promosi dan kemitraan. pedoman.

02 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan dan pengkajian keselamatan.Pasal 206 Direktorat Keselamatan Transportasi Darat terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan nasional dan penyusunan rencana. danau dan penyeberangan. prosedur. pedoman. c.VALID). danau dan penyeberangan. dan Subbagian Tata Usaha. e. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. serta sistem informasi manajemen keselamatan. d. kriteria. Subdirektorat Manajemen Keselamatan. Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan. pedoman. monitoring dan evaluasi pengembangan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. norma. b. sungai. Pasal 207 Subdirektorat Manajemen Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan Propinsi. Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum. penyusunan rencana umum nasional keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. standar. program dan evaluasi pengembangan keselamatan lalu lintas angkutan jalan. penyusunan rencana. dan bimbingan teknis.rtf 88 . sungai. norma.DITJEN HUBDAT (FINAL . kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. penetapan serta monitoring. Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. c. dan sistem informasi manajemen keselamatan. sistem informasi manajemen keselamatan. Kota dan Kabupaten. Subdirektorat Manajemen Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. program. b.

pedoman. dan Seksi Pengembangan Keselamatan. dan penyiapan bahan harmonisasi kebijakan dan penyusunan program keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan dan pengkajian keselamatan. Seksi Pengembangan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. standar. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . norma. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian kualifikasi anggota Unit Pengkajian Keselamatan. Pasal 210 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan sistem informasi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. standar.VALID). bimbingan teknis. danau dan penyeberangan. dan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring. Seksi Monitoring dan Evaluasi.rtf 89 . evaluasi dan pelaporan di bidang promosi dan kemitraan keselamatan. pedoman. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. sungai. danau dan penyeberangan. f. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan keselamatan. kualifikasi unit pengkajian keselamatan dan penyiapan bahan pengembangan sistem informasi manajemen keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. danau dan penyeberangan.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 211 Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis dan pelaporan di bidang monitoring dan evaluasi data kecelakaan.d. serta pelaksanaan promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. e. pedoman. b. norma. sungai. Pasal 209 Subdirektorat Manajemen Keselamatan terdiri atas: a. sungai. kriteria dan prosedur.

Pasal 212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211. c. Seksi Promosi. bimbingan teknis. Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. dan Seksi Kemitraan. standar. norma. publikasi dan deseminasi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. standar. b. pedoman. publikasi dan deseminasi. norma. bimbingan teknis. serta kemitraan antar lembaga dan masyarakat di bidang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. kriteria dan prosedur.VALID). d. standar. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. pedoman. sungai. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . b. kriteria dan prosedur di bidang promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang kemitraan keselamatan dan penyiapan bahan pelaksanaan kemitraan antar lembaga dan masyarakat di bidang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. sungai.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang promosi dan kemitraan keselamatan. danau dan penyeberangan. norma. sungai. Pasal 214 (1) Seksi Promosi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Pasal 213 Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang promosi keselamatan dan penyiapan bahan penyuluhan. Seksi Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. sungai.rtf 90 . sungai. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang sistem manajemen keselamatan pengusahaan angkutan umum dan pengembangan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. kriteria. standar. pedoman. Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum menyelenggarakan fungsi: a. c. d.Pasal 215 Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman.DITJEN HUBDAT (FINAL . kriteria dan prosedur di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. b. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. norma. 02 OTK KEMENHUB 2010 . dan Seksi Keselamatan Awak Angkutan Umum. dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 216 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215. standar. b. Seksi Keselamatan Pengusahaan Angkutan Umum.VALID). Pasal 217 Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum terdiri atas: a. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian akreditasi lembaga pendidikan dan pelatihan pengemudi angkutan umum.rtf 91 .

penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang audit keselamatan. pedoman. danau dan penyeberangan dan laik fungsi jalan. bimbingan teknis. pedoman. sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum. kriteria dan prosedur di bidang audit keselamatan. norma. sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai. norma. standar. standar. norma. bimbingan teknis.Pasal 218 (1) Seksi Keselamatan Pengusahaan Angkutan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 92 . 02 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. norma. pedoman. danau dan penyeberangan dan laik fungsi jalan. standar.DITJEN HUBDAT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang audit dan inspeksi keselamatan serta investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan investigasi kecelakaan sungai. kriteria dan prosedur. investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan inspeksi keselamatan sarana. prasarana. prasarana. (2) b. Pasal 219 Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. standar.VALID). danau dan penyeberangan. Pasal 220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219. Seksi Keselamatan Awak Angkutan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan inspeksi keselamatan sarana. Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. kriteria dan prosedur.

Pasal 221 d. Seksi Inspeksi Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan serta laik fungsi jalan. Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan terdiri atas: a. sungai. inspeksi keselamatan sarana dan prasarana. pedoman. Seksi Audit Keselamatan. norma. penyiapan bahan pelaksanaan inspeksi keselamatan sarana dan prasarana transportasi jalan dan sungai. prasarana. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang audit. bimbingan teknis. danau dan penyeberangan serta pelaksanaan investigasi kecelakaan sungai. kriteria dan prosedur. prasarana. standar.rtf 93 . danau dan penyeberangan serta investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan. norma.VALID).c. sumber daya manusia.DITJEN HUBDAT (FINAL . identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan pelaku transportasi jalan dan sungai. Pasal 222 (1) Seksi Audit Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 223 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. investigasi/ identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan. danau dan penyeberangan serta laik fungsi jalan. sumber daya manusia. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan dan penyiapan bahan pelaksanaan audit faktor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang inspeksi keselamatan sarana. standar. kriteria dan prosedur. b. pedoman. sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai. alur sungai dan danau. dan pelaku transportasi jalan dan sungai. bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang audit keselamatan sarana. dan Seksi Inspeksi Keselamatan.

diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. dan masing-masing Direktur. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).DITJEN HUBDAT (FINAL .VALID). (2) (3) (4) 02 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 225 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.rtf 94 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 224 Kelompok Jabatan Fungsional pada organisasi Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dipimpin oleh Direktur Jenderal.DITJEN HUBLA (FINAL .rtf 95 . penyusunan norma. dan kriteria di bidang perhubungan laut.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT Bagian Pertama Kedudukan. b. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. 03 OTK KEMENHUB 2010 . perumusan kebijakan di bidang perhubungan laut. Tugas dan Fungsi Pasal 226 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. c. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan laut. prosedur. Pasal 227 Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perhubungan laut. e. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan laut. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. (2) d. Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a.VALID). standar.

Pasal 231 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230. b. Direktorat Kenavigasian. penyiapan pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . f. b. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas melaksanakan pemberian pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. program dan anggaran. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan. perumusan kebijakan. dan Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan. d.rtf 96 .Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 229 Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terdiri atas: a. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.VALID).DITJEN HUBLA (FINAL . e. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan barang inventaris milik negara. c.

e.VALID).rtf 97 . penyusunan pedoman. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233. perumusan kebijakan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. rancangan Rencana Kerja (RENJA). perumusan kebijakan. dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat. pelaksanaan urusan tata usaha. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). d. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Perencanaan. penyiapan pelaksanaan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terdiri atas: a. dokumentasi hukum serta pelaksanaan hubungan masyarakat dan kerjasama luar negeri. Bagian Hukum. serta penyusunan program kerja sama teknik dan pinjaman / hibah luar negeri. b. dan penyiapan pelaksanaan penelaahan.c. konsep dokumen pelaksanaan anggaran. Bagian Keuangan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan anggaran. rumah tangga dan kepegawaian. standar dan rencana usaha kemitraan. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Pasal 232 d.DITJEN HUBLA (FINAL . c. dan b. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana. dan Bagian Kepegawaian dan Umum. hubungan antar lembaga. Pasal 233 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. program dan anggaran.

Subbagian Program.c. Subbagian Rencana. Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan anggaran. Pasal 237 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan inventarisasi Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 235 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. serta penyiapan bahan koordinasi kebijakan dan penetapan tarif. bimbingan dan penataan organisasi dan tata laksana. hubungan antar lembaga. rencana dan evaluasi kinerja.rtf 98 . Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program. perumusan kebijakan. penyusunan rencana dan evaluasi kinerja serta evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. penyusunan pedoman. serta penyusunan program kerja sama teknik dan pinjaman / hibah luar negeri. Pasal 236 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana. c. (2) (3) 03 OTK KEMENHUB 2010 . b. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. penyiapan bahan koordinasi kebijakan dan penetapan tarif. standar dan rencana usaha kemitraan. konsep dokumen pelaksanaan anggaran.VALID). penyiapan bahan bimbingan dan penataan organisasi dan tata laksana. rancangan Rencana Kerja (RENJA).

VALID).rtf 99 . Subbagian Perbendaharaan. c. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. c. penyusunan rencana dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. b. penyusunan rencana dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. penilaian dan penyusunan laporan realisasi anggaran dan neraca. pemantauan. penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan (TP) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR). b. dan penyiapan bahan verifikasi. pembukuan dan perhitungan anggaran. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pengesahan konsep dokumen pelaksanaan anggaran menjadi dokumen pelaksanaan anggaran. revisi anggaran dan pemantauan anggaran serta penyiapan petunjuk pelaksanaan anggaran. serta tindak lanjut penyelesaian temuan dan pemantauan laporan hasil pemeriksaan aparat pengawas. pembinaan dan pengelolaan administrasi perlengkapan. dan Subbagian Verifikasi dan Barang Milik Negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.DITJEN HUBLA (FINAL . revisi anggaran dan pemantauan anggaran serta penyiapan petunjuk pelaksanaan anggaran.Pasal 238 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 237. Pasal 240 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan proses pengesahan konsep dokumen pelaksanaan anggaran menjadi dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 239 Bagian Keuangan terdiri atas: a.

03 OTK KEMENHUB 2010 . dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri.rtf 100 . c. pelaksanaan bantuan dan penyuluhan hukum serta urusan kerjasama luar negeri dan hubungan masyarakat. Bagian Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi. b. serta tindak lanjut penyelesaian temuan dan pemantauan laporan hasil pemeriksaan aparat pengawas. Subbagian Peraturan Perundang-undangan.DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 243 Bagian Hukum terdiri atas: a.VALID). pemantauan. c. penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan (TP) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR). penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 241   (3) Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan telaahan hukum dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan hukum dan penyuluhan peraturan perundang-undangan serta dokumentasi hukum. penilaian dan penyusunan laporan realisasi anggaran dan neraca. b. Pasal 242 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 241.(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pembinaan dan pengelolaan administrasi perlengkapan. dan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang perhubungan laut. Subbagian Verifikasi dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan.

dan penyiapan bahan pelaksanaan ketatausahaan. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. keprotokolan dan umum. kerumahtanggaan. pengembangan karir pegawai dan pengelolaan basis data kepegawaian serta analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan.rtf 101 . Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan bantuan hukum serta penyuluhan peraturan perundang-undangan dan dokumentasi hukum. Pasal 245 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan administrasi kepegawaian. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan hubungan masyarakat dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri.DITJEN HUBLA (FINAL . c. tata usaha dan rumah tangga.VALID). Pasal 246 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 245. 03 OTK KEMENHUB 2010 . (2) (3) b. kesejahteraan dan disiplin pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan mutasi.Pasal 244 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyiapan rancangan penyusunan peraturan perundangundangan di bidang perhubungan laut.

VALID). angkutan laut khusus. dan Subbagian Tata Usaha. pengembangan usaha angkutan laut serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengangkatan. serta kesejahteraan dan disiplin pegawai. pedoman.Pasal 247 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. c. Subbagian Pengembangan Pegawai. pemberhentian dan pensiun. standar. luar negeri. keprotokolan dan umum. (2) (3) Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Pasal 249 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan.DITJEN HUBLA (FINAL . kriteria dan prosedur.rtf 102 . kepangkatan. Pasal 248 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan. b. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pemindahan. Subbagian Mutasi. kerumahtanggaan. bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan laut dalam negeri. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatausahaan. norma. pengembangan pegawai dan pengelolaan basis data kepegawaian serta penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai.

DITJEN HUBLA (FINAL . d. dan kerumahtanggaan. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. penyiapan perumusan kebijakan di bidang tarif angkutan laut. angkutan laut khusus. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. penyiapan penyusunan standar.VALID). pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. e. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. kriteria dan prosedur di bidang tarif angkutan laut. penyiapan pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional dan izin operasi angkutan laut khusus serta penetapan syarat bendera kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia dan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. b. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. 03 OTK KEMENHUB 2010 . kepegawaian. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut.rtf 103 . angkutan laut khusus. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. c. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. angkutan laut khusus. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang tarif angkutan laut.Pasal 250 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249. angkutan laut khusus. pedoman. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif angkutan laut. norma. f. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. dan penyiapan pelaksanaan ketatausahaan.

Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri. Pasal 253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. d.DITJEN HUBLA (FINAL . norma. Subdirektorat Pengembangan Angkutan Laut. kriteria dan prosedur di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner). Sistem dan Informasi b. kriteria dan prosedur. norma.rtf 104 . Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri. tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. b. tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. evaluasi dan pelaporan di bidang Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner). dan usaha pelayaran rakyat. Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut. Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut.Pasal 251 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut terdiri atas: a. dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri. e. pedoman. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Subbagian Tata Usaha. c. dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri.VALID). 03 OTK KEMENHUB 2010 . f. dan usaha pelayaran rakyat. standar. Pasal 252 Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis. Tramper dan Pelayaran Rakyat. Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. standar. pedoman.

standar.VALID).c. pedoman. norma. b. norma. Seksi Tramper dan Pelayaran Rakyat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan jaringan trayek berjadwal tetap dan teratur angkutan laut dalam negeri. penempatan kapal dan pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner).rtf 105 . Pasal 256 Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. kriteria dan prosedur. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. pedoman. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . kriteria dan prosedur. dan usaha pelayaran rakyat. serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang trayek tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri dan usaha pelayaran rakyat. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 255 (1) Seksi Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan laut luar negeri. norma. penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan syarat bendera kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia. standar. dan Seksi Tramper dan Pelayaran Rakyat. Seksi Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 254 d. dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri.

Eropa. Afrika. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Afrika. kriteria dan prosedur di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika.rtf 106 . b. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper. b.DITJEN HUBLA (FINAL . standar. c. bimbingan teknis. Eropa dan Afrika. penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper. pedoman. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika.VALID). Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. norma. Afrika. Pasal 258 Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri terdiri atas: a. Eropa dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. pedoman. Seksi Amerika. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 259 (1) Seksi Amerika. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper. Asia Pasific. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayaran nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut dari Indonesia ke negara-negara di Amerika. dan Seksi Asia Pasifik dan Australia. Eropa. norma. Eropa. Asia Pasific. standar. Asia Pasific. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika.Pasal 257 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. kriteria dan prosedur.

sub regional. aneka industri. Afrika dan sebaliknya serta perumusan kerjasama bilateral. regional dan multilateral di bidang angkutan laut dan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. norma. aneka industri. regional dan multilateral di bidang angkutan laut dan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . norma. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat.   Pasal 260 Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan laut khusus pertambangan. pedoman.VALID). kriteria dan prosedur. norma. aneka industri. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. (2) Seksi Asia Pasifik dan Australia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a.rtf 107 . evaluasi dan pelaporan di bidang pelayaran nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut dari Indonesia ke negara-negara di Asia Pasifik. b.Eropa. kriteria dan prosedur di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. pariwisata. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. Australia dan sebaliknya serta perumusan kerjasama bilateral. pariwisata. Pasal 261 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260. standar. standar. pariwisata. serta bimbingan teknis. serta bimbingan teknis.

aneka industri. serta bimbingan teknis. dan pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia serta penunjang angkutan laut. pedoman.c. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. serta bimbingan teknis.VALID). Seksi Pertambangan. pedoman. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. evaluasi dan pelaporan di bidang pelaksanaan kegiatan operasional angkutan laut khusus aneka industri. penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur.rtf 108 . kriteria dan prosedur. pariwisata. evaluasi dan pelaporan di bidang pelaksanaan kegiatan operasional angkutan laut khusus pertambangan dan lepas pantai. norma. standar. standar. perikanan. pariwisata dan tenaga kerja bongkar muat. Pariwisata dan Tenaga Kerja Bongkar Muat. b. kehutanan. Pasal 263 (1) Seksi Pertambangan. Seksi Aneka Industri dan Penunjang Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia. Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut terdiri atas: a. dan Seksi Aneka Industri dan Penunjang Angkutan Laut. Pariwisata dan Tenaga Kerja Bongkar Muat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 262 d.DITJEN HUBLA (FINAL . norma.

d. standar. norma. norma. Seksi Analisa Kebutuhan dan Bimbingan Armada. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif angkutan laut dan penyiapan perumusan pengembangan armada serta penyelenggaraan usaha angkutan multimoda.DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 266 Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut terdiri atas: a. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif. kriteria dan prosedur di bidang tarif.Pasal 264 Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. b. Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang tarif. dan Seksi Bimbingan Usaha dan Tarif Angkutan Laut. c.VALID). b.rtf 109 . Pasal 265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264. izin operasi angkutan laut khusus serta izin usaha angkutan multimoda. 03 OTK KEMENHUB 2010 .

kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. dan (2) b. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana sistem dan kebutuhan pokok. standar. Seksi Bimbingan Usaha dan Tarif Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan armada serta analisis ekonomis kebutuhan armada. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut serta laporan tahunan Direktorat. 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang usaha angkutan laut dan tarif angkutan laut. kriteria dan prosedur di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. pedoman.rtf 110 . pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 267 (1) Seksi Analisa Kebutuhan dan Bimbingan Armada mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . standar. pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional dan izin operasi angkutan laut khusus serta izin usaha angkutan multimoda. pedoman. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. Pasal 268 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Pasal 269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut.

penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur. standar.VALID).DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 271 (1) Seksi Pengolahan Data dan Informasi Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Evaluasi Angkutan Laut. pedoman. b. norma. serta bimbingan teknis. dan kerumahtanggaan. standar. norma.c. Pasal 272 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . kepegawaian. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu dan angkutan bahan pokok. evaluasi dan pelaporan di bidang evaluasi pelaksanaan kegiatan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu dan angkutan bahan pokok untuk kelancaran angkutan laut.rtf 111 . Seksi Evaluasi Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pengolahan Data dan Informasi Angkutan Laut. pedoman. Pasal 270 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut terdiri atas: a. kriteria dan prosedur.

pengerukan dan reklamasi. penyiapan pemberian perizinan dan standardisasi penyelenggaraan pengembangan pelabuhan. pemanduan dan penundaan kapal. standar.VALID). bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. pedoman. pengerukan dan reklamasi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. pengerukan dan reklamasi. pedoman. perancangan fasilitas pelabuhan. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. pemanduan dan penundaan kapal.Bagian Kelima Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan Pasal 273 Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. pemanduan dan penundaan kapal. norma.rtf 112 . kriteria dan prosedur di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. pemanduan dan penundaan kapal. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. 03 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBLA (FINAL . pengerukan dan reklamasi. norma. d. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. penyiapan penyusunan standar. c. pemanduan dan penundaan kapal. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. b. pengerukan dan reklamasi.

norma. Pasal 276 Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pemanduan dan penundaan kapal. tatanan kepelabuhanan nasional. standar. dan kerumahtanggaan. c. dan Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan.VALID). Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. norma. rencana induk dan pengembangan pelabuhan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan. Pasal 275 f. pengerukan dan reklamasi. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan. data dan informasi kepelabuhanan. Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal. standar. rencana induk dan pengembangan pelabuhan. f.DITJEN HUBLA (FINAL .e. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. tatanan kepelabuhanan nasional. perancangan fasilitas pelabuhan. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan terdiri atas: a. kepegawaian. kriteria dan prosedur di bidang penetapan lokasi pelabuhan.rtf 113 . Pasal 277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276. pedoman. Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. e. d.

b. pedoman. standar. dan Seksi Penyusunan Rencana Pengembangan Pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang survei. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan terdiri atas: a. Pasal 280 Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tatanan kepelabuhanan nasional. Seksi Penyusunan Rencana Induk dan Rencana Pengembangan Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. Pasal 278 c. tatanan kepelabuhanan nasional. Induk dan Rencana (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . rencana induk dan pengembangan pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana induk dan pengembangan pelabuhan. perancangan teknis fasilitas pelabuhan. rencana induk dan pengembangan pelabuhan serta data dan informasi kepelabuhanan. pengumpulan dan evaluasi data dan informasi kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan penetapan lokasi pelabuhan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan dan tatanan kepelabuhanan nasional. dan penyusunan laporan Direktorat.VALID). b. pedoman. standar. Seksi Tatanan dan Evaluasi Kepelabuhanan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan. norma. standar.rtf 114 . program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman. norma. Pasal 279 (1) Seksi Tatanan dan Evaluasi Kepelabuhanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Seksi Pedoman Pelabuhan. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang perancangan dan survei teknis fasilitas pelabuhan. norma. standar. dan Rancangan Teknis Fasilitas Fasilitas b. Seksi Penyusunan Program Pembangunan Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang perancangan dan survei fasilitas pelabuhan.VALID). pembangunan fasilitas dan peralatan pelabuhan. kriteria dan prosedur di bidang perancangan dan survei teknis fasilitas pelabuhan.DITJEN HUBLA (FINAL . program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. dan Seksi Penyusunan Pelabuhan.rtf 115 . b. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan program kegiatan pembangunan dan perawatan fasilitas dan peralatan pelabuhan serta sertifikasi fasilitas dan peralatan pelabuhan. pedoman. survei topografi dan hidro-oceanografi dan geoteknik serta persetujuan desain. Program Pasal 283 Pembangunan (1) Seksi Pedoman dan Rancangan Teknis Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang perancangan teknis fasilitas dan peralatan pelabuhan. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. standar. norma.Pasal 281 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280. Pasal 282 Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan terdiri atas: a. Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a.

perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. pedoman. 03 OTK KEMENHUB 2010 . perancangan dan survei teknis pelaksanaan pengerukan dan reklamasi. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang program.Pasal 284 Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang program. evaluasi dan pelaporan di bidang program. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . dan Seksi Bimbingan Peralatan Pengerukan dan Reklamasi. kriteria dan prosedur di bidang perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. Seksi Program dan Perancangan Teknis Pengerukan dan Reklamasi. Pasal 285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284. Pasal 287 (1) Seksi Program dan Perancangan Teknis Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. standar. perancangan teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. norma.VALID). penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 116 . b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 286 Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi terdiri atas: a. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang program. pedoman. norma.

evaluasi dan pelaporan di bidang perizinan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 290 Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penetapan wilayah perairan pandu. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang penetapan wilayah perairan pandu. b. standar. standar. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pekerjaan pengerukan dan reklamasi. norma. standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. pedoman. norma. dan Seksi Tenaga Pandu dan Sarana Bantu Pemanduan. standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. penyiapan bahan perumusan kebijakan. 03 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). Pasal 288 Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBLA (FINAL . norma. standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal.rtf 117 . penggunaan kapal dan alat bantu keruk. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemanduan dan penundaan kapal. Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. b. kriteria dan prosedur di bidang penetapan wilayah perairan pandu.(2) Seksi Bimbingan Peralatan Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. pedoman. standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. pedoman. c. Pasal 289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 288. Seksi Perairan dan Pelayanan Pandu.

VALID). standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif kepelabuhanan. pedoman. Pasal 292 Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan penyiapan perumusan kebijakan. norma. standar. Seksi Tenaga Pandu dan Sarana Bantu Pemanduan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang tarif jasa kepelabuhanan. standar. dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. kerjasama kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan.Pasal 291 (1) Seksi Perairan dan Pelayanan Pandu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman. dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri.rtf 118 . pedoman. 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan wilayah perairan pandu serta standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. standar. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan. pedoman. daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. daerah (2) b. serta standardisasi sarana bantu pemanduan. evaluasi dan pelaporan di bidang kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif jasa kepelabuhanan. Pasal 293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

dan kerumahtanggaan. Pasal 296 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. pedoman. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan. penggunaan atas tanah dan perairan. dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan. daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan.VALID). dan c. serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. pedoman. Pasal 294 Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan terdiri atas: a. Seksi Bimbingan Pelayanan Jasa dan Tarif Pelabuhan. standar. kinerja pelayanan pelabuhan dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri.DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang tarif jasa kepelabuhanan. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan batas daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. Seksi Bimbingan Tata Guna Tanah dan Perairan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. kerjasama kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan. norma. pengoperasian dan pelayanan jasa pelabuhan. Pasal 295 (1) Seksi Bimbingan Pelayanan Jasa dan Tarif Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan.lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang tarif jasa kepelabuhanan. b. dan Seksi Bimbingan Tata Guna Tanah dan Perairan. norma.rtf 119 . kepegawaian. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. nautis. c. perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . teknis dan radio kapal. teknis dan radio kapal. penyiapan penyusunan standar. nautis. pedoman.VALID). penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. pendaftaran dan kebangsaan kapal. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menyelenggarakan fungsi: a. pendaftaran dan kebangsaan kapal. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal. perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal. penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. nautis.rtf 120 . penyiapan perumusan kebijakan di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. norma. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal dan kepelautan. evaluasi dan pelaporan di bidang kelaikan kapal. nautis. pedoman. pengukuran. penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. pengukuran. pembersihan tangki kapal (tank cleaning). kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. norma.Bagian Keenam Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Pasal 297 Direktorat Perkapalan dan Kepelautan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. pendaftaran dan kebangsaan kapal. teknis dan radio kapal. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. pembersihan tangki kapal (tank cleaning). pembersihan tangki kapal (tank cleaning). teknis dan radio kapal. pendaftaran dan kebangsaan kapal. pengukuran. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pengukuran. standar. b.

f. Subdirektorat Pengukuran. sertifikat kepelautan dan panduan muatan dalam rangka pemenuhan persyaratan kelaiklautan kapal. kepelautan. standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. Subdirektorat Kelaikan Kapal. surat keterangan status hukum kapal dan surat keterangan penghapusan kapal dari pendaftaran. daftar ukur kapal. f. Subdirektorat Kepelautan. Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal.VALID). jaminan ganti rugi pencemaran laut oleh minyak dari kapal. b. d. surat ukur kapal dan surat tanda kebangsaan kapal dalam rangka penyelenggaraan kelaiklautan kapal dan daftar riwayat kapal (continuous synopsis record).rtf 121 . Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal. c. surat penetapan tanda panggilan (call sign) kapal. dan pelaksanaan ketatausahaan. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan sertifikasi kapal. kerumatanggaan. Teknis dan Radio Kapal. program lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan. perhitungan stabilitas kapal.d. 03 OTK KEMENHUB 2010 . e. pengukuran dan surat ukur kapal. penyiapan pengesahan gambar rancang bangun kapal. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan terdiri atas: a. pendaftaran dan tanda kebangsaan kapal. penyiapan penerbitan sertifikat keselamatan kapal. g. dan e. lambung timbul kapal. manajemen keselamatan kapal (ISM-Code). pengawakan kapal dan dokumen pelaut. penyiapan penerbitan surat persetujuan penggunaan/ penggantian nama kapal. Subdirektorat Nautis. h. keselamatan kapal dan manajemen keselamatan kapal. Pasal 299 kepegawaian. pencegahan pencemaran dari kapal. dan Subbagian Tata Usaha.DITJEN HUBLA (FINAL . pencegahan pencemaran dari kapal.

dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi. instalasi permesinan dan listrik kapal. penyiapan bahan penilaian teknis terhadap kondisi umum dalam rangka pemasukan kapal dari luar negeri. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. e. Seksi Konstruksi dan Stabilitas Kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. stabilitas kapal. standar. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Kapal terdiri atas: a. instalasi permesinan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Rancang Bangun dan Pemasukan Kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. listrik dan lambung timbul kapal. listrik dan lambung timbul kapal. norma. lambung timbul dan stabilitas kapal.VALID). stabilitas kapal. stabilitas dan lambung timbul kapal dan peti kemas. stabilitas kapal. d. pedoman. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas.rtf 122 . b.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan gambar rancang bangun kapal. kriteria dan prosedur di bidang konstruksi. Subdirektorat Kelaikan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. instalasi permesinan dan listrik kapal. b.DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. c. 03 OTK KEMENHUB 2010 . instalasi permesinan. pedoman. norma. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang konstruksi.

bimbingan teknis. stabilitas kapal. standar. Seksi Rancang Bangun dan Pemasukan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. surat penetapan tanda panggilan (call sign) kapal. listrik dan lambung timbul kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan perawatan kapal berencana. evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal. dan peti kemas. serta bimbingan teknis. pedoman. (2) b. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur. pedoman. norma. surat keterangan status hukum kapal. pedoman. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. hipotek dan kebangsaan kapal. hipotek dan kebangsaan kapal. pendaftaran dan balik nama kapal. standar. penerbitan surat ukur. c. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. norma.Pasal 303 (1) Seksi Konstruksi dan Stabilitas Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman. pendaftaran dan balik nama kapal. surat persetujuan penggunaan/ penggantian nama kapal. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengukuran. hipotek dan kebangsaan kapal. surat keterangan penghapusan kapal dari pendaftaran dan daftar riwayat kapal. kriteria dan prosedur. instalasi permesinan. norma. pendaftaran dan baliknama kapal.rtf 123 . Pasal 304 Subdirektorat Pengukuran. 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengukuran kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi.VALID). penyiapan bahan pengesahan daftar ukur kapal. kriteria dan prosedur di bidang pengukuran kapal. standar. surat tanda kebangsaan kapal. standar.

norma. standar. Pasal 306 Subdirektorat Pengukuran. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal. pedoman. standar. perlengkapan dan peralatan kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pendaftaran.DITJEN HUBLA (FINAL . serta bimbingan teknis. pemberian surat tanda kebangsaan kapal. hipotek dan kebangsaan kapal. penyiapan bahan pelaksanaan pendaftaran. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 307 (1) Seksi Pengukuran Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. pemberian nama kapal dan tanda panggilan kapal. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang nautis. Pasal 308 Subdirektorat Nautis. Teknis dan Radio Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. teknis permesinan. penggantian bendera kapal. radio dan elektronika kapal. standar. kriteria dan prosedur.rtf 124 . baliknama dan hipotek kapal. norma. serta bimbingan teknis.d. pendaftaran dan baliknama kapal. Seksi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur. pedoman. baliknama dan hipotek kapal serta penyelenggaraan penggantian bendera kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Seksi Pengukuran Kapal. dan Seksi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal cara dalam negeri dan cara internasional. b. norma.VALID). Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal terdiri atas: a.

b. kriteria dan prosedur di bidang nautis. perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal. dan penerbitan sertifikat b. teknis permesinan kapal. Seksi Sertifikasi Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. teknis permesinan kapal. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. pedoman.rtf 125 . evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi keselamatan kapal. standar. Seksi Penilikan Keselamatan Kapal. perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal. radio dan elektronika kapal. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan penyiapan keselamatan kapal.VALID). perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal. perlengkapan dan peralatan kapal. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang nautis dan teknis permesinan. Pasal 311 (1) Seksi Penilikan Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. d.Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. radio dan elektronika kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . Subdirektorat Nautis. norma. pedoman. elektronika dan radio kapal. standar. pedoman. radio dan elektronika kapal. standar. Teknis dan Radio Kapal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang nautis dan teknis permesinan. norma. Teknis dan Radio Kapal terdiri atas: a. kriteria dan prosedur. dan Seksi Sertifikasi Keselamatan Kapal. Pasal 310 Subdirektorat Nautis. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang nautis.

bahan berbahaya. dan dumping serta manajemen keselamatan kapal. pedoman. pedoman. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. 03 OTK KEMENHUB 2010 . c. Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. kriteria dan prosedur di bidang pencegahan pencemaran oleh minyak. b. pola penanggulangan darurat pencemaran laut dari kapal (Shipboard Marine Pollution Emergency Plan) dan instalasi peralatan pencegahan pencemaran di kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan pencemaran dari kapal. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan pola penanggulangan darurat pencemaran minyak dari kapal (Shipboard Oil Pollution Emergency Plan). jaminan ganti rugi pencemaran dan dumping.rtf 126 . norma. pencegahan pencemaran dari kapal dan jaminan ganti rugi.VALID). manajemen keselamatan pengoperasian kapal. beracun dan bahan lainnya dari kapal serta dana jaminan ganti rugi pencemaran dari kapal. e. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan dan ganti rugi pencemaran. penyiapan bahan pelaksanaan audit di bidang manajemen keselamatan kapal. Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal menyelenggarakan fungsi: a.DITJEN HUBLA (FINAL . standar. penyiapan bahan penerbitan sertifikat manajemen keselamatan kapal. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pencegahan dan ganti rugi pencemaran. d. dan dumping serta manajemen keselamatan kapal.Pasal 312 Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. norma. f.

standar. Seksi Pencegahan dan Ganti Rugi Pencemaran. norma. serta bimbingan teknis. bahan berbahaya. norma. pedoman. Pasal 315 (1) Seksi Pencegahan dan Ganti Rugi Pencemaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta standardisasi dan sertifikasi pelaut. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . standardisasi dan sertifikasi pelaut. Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. pedoman. kriteria dan prosedur. sarana pengangkutan dan penampungan limbah di pelabuhan. serta sertifikasi pencegahan pencemaran dan pengurusan kontribusi tahunan.DITJEN HUBLA (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan pencemaran oleh minyak. dan Seksi Manajemen Keselamatan Kapal. pedoman. norma.rtf 127 . pemantauan peralatan pencemaran serta ganti rugi pencemaran. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan. standar. beracun dan bahan lainnya dari kapal.Pasal 314 Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal terdiri atas: a. norma. serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen keselamatan pengoperasian kapal dan sertifikasi manajemen keselamatan kapal. Subdirektorat Kepelautan menyelenggarakan fungsi: a. b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pembersihan tangki-tangki kapal. standar. dan perlindungan awak kapal. Pasal 316 Subdirektorat Kepelautan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Seksi Manajemen Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman.VALID).

Pasal 318 c. d. evaluasi dan pelaporan di bidang standardisasi dan sertifikasi serta pengukuhan sertifikat. sertifikat kepelautan dan perjanjian kerja laut. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan program pendidikan dan pelatihan kepelautan. database sertifikat pelaut. Pasal 320 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. kriteria dan prosedur. e. Seksi Pengawakan dan Perlindungan Awak Kapal. norma. dan kerumahtanggaan. kepegawaian. pedoman. kriteria dan prosedur.DITJEN HUBLA (FINAL . Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Pelaut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. standar. pedoman. norma. penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi kepelautan dan pengawakan kapal. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta standardisasi dan sertifikasi pelaut. serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta penerbitan buku pelaut. serta bimbingan teknis. database identitas pelaut. dan Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Pelaut. standar. Subdirektorat Kepelautan terdiri atas: a. Pasal 319 (1) Seksi Pengawakan dan Perlindungan Awak Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 .VALID).b.rtf 128 . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta standardisasi dan sertifikasi pelaut. perjanjian kerja laut dan penyijilan awak kapal. pengesahan program pendidikan dan pelatihan kepelautan.

serta bimbingan teknis. f. kapal negara.Bagian Ketujuh Direktorat Kenavigasian Pasal 321 Direktorat Kenavigasian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. pangkalan kenavigasian. telekomunikasi pelayaran.VALID). norma. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perambuan.rtf 129 . telekomunikasi pelayaran. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. telekomunikasi pelayaran. kriteria dan prosedur. sarana dan prasarana kenavigasian. pedoman. sarana dan prasarana kenavigasian. kapal negara dan pangkalan kenavigasian. kapal negara dan pangkalan kenavigasian. kapal negara.DITJEN HUBLA (FINAL . sarana dan prasarana kenavigasian. b. telekomunikasi pelayaran. penyiapan penyusunan standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perambuan. Pasal 322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321. e. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang perambuan. telekomunikasi pelayaran. pedoman. kapal negara dan pangkalan kenavigasian . penyiapan pemberian perizinan dan pelayanan dalam penyelenggaraan perambuan dan telekomunikasi pelayaran. standar. c. pangkalan kenavigasian serta sarana dan prasarana kenavigasian. dan pelaksanaan urusan tata usaha. evaluasi dan pelaporan di bidang perambuan. kriteria dan prosedur di bidang perambuan. Direktorat Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a. sarana dan prasarana kenavigasian. norma. d.

maklumat pelayaran bahaya navigasi. Subdirektorat Sarana dan Prasarana. Pasal 325 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 324.rtf 130 . maklumat pelayaran bahaya navigasi. Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan.DITJEN HUBLA (FINAL . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. daerah ship to ship. dan Subbagian Tata Usaha. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. daerah ship to ship.VALID). norma. pedoman. Subdirektorat Perambuan menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan.Pasal 323 Direktorat Kenavigasian terdiri atas: a. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. c. penandaan daerah terbatas dan terlarang. Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian. pembangunan. norma. d. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. Subdirektorat Perambuan. penandaan daerah terbatas dan terlarang. standar. f. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Pasal 324 Subdirektorat Perambuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. b. pembangunan. e. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas.

b. Pasal 327 (1) Seksi Operasi dan Survei mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. pembangunan. perbaikan dan pemeliharaan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. penandaan daerah terbatas dan terlarang. pembangunan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. b. penandaan daerah terbatas dan terlarang. Subdirektorat Perambuan terdiri atas: a. penyiapan bahan perijinan spesifikasi teknis pembangunan sarana bantu navigasi pelayaran pihak ketiga. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. gambar design konstruksi serta kelainan dan keandalan sarana bantu navigasi pelayaran dan koreksi peta laut. standar. standar. serta bimbingan teknis. Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Perambuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. maklumat pelayaran bahaya navigasi.rtf . d. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang peralatan. replacement. pedoman. maklumat pelayaran bahaya navigasi. dan Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Perambuan. daerah ship to ship. maklumat pelayaran bahaya navigasi. perencanaan pembangunan. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. penandaan daerah terbatas dan terlarang. Pasal 326 c. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. 131 (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur. daerah ship to ship. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. Seksi Operasi dan Survei. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman.VALID). pemberian ijin spesifikasi teknis sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. daerah ship to ship. norma.

perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran. perencanaan pembangunan sarana dan prasarana. ijin identifikasi untuk dinas bergerak pelayaran serta ijin kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran. pembangunan sarana dan prasarana. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja. kuasa perhitungan jasa Telekomunikasi Pelayaran.VALID). kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja. 03 OTK KEMENHUB 2010 . rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran. norma. pedoman. pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis. Seksi Operasi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pemeliharaan dan perbaikan. pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis. peralatan. Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran menyelenggarakan fungsi: a. d.DITJEN HUBLA (FINAL .rtf 132 . dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. standar. c. Pasal 329 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 328. dan Pemeliharaan Telekomunikasi b. standar. pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis. pemberian ijin kuasa perhitungan jasa. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja. dan Seksi Peralatan Pelayaran. penyiapan bahan rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran. dan kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran serta pelaksanaan perhitungan. norma. b.Pasal 328 Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Pasal 330 Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. perencanaan.

pedoman. standar. pemberian rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan kinerja stasiun radio pantai. rancang bangun dan pembangunan kapal. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. radio kapal. sistem jaringan. stasiun radio kapal dan sarana bantu navigasi pelayaran elektronika. Pasal 333 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 332. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. serta bimbingan teknis. pedoman. peralatan dan suku cadang. pemeliharaan dan perbaikan peralatan telekomunikasi pelayaran. norma. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian. formasi dan penempatan kapal. ijin identifikasi untuk dinas bergerak pelayaran serta ijin kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran.rtf 133 . norma. kriteria dan prosedur. serta penilaian teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. formasi dan penempatan kapal. pemeliharaan kapal negara kenavigasian.DITJEN HUBLA (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian.VALID). pengawakan dan perbekalan kapal. pedoman. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . standar. Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Telekomunikasi Pelayaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. pengawakan dan perbekalan kapal. norma. rancang bangun dan pembangunan kapal kenavigasian. kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan bangunan gedung. Pasal 332 Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. standar.Pasal 331 (1) Seksi Operasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeliharaan.

dan Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan. norma. rancang bangun dan pembangunan kapal. pemeliharaan. pengawakan dan perbekalan kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penetapan lokasi bangunan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. formasi dan penempatan kapal negara kenavigasian. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pemeliharaan. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. pengawakan dan perbekalan kapal. pedoman. Pasal 335 (1) Seksi Operasi dan Pengawakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan. Seksi Operasi dan Pengawakan. formasi dan penempatan kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman.VALID). perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. Pasal 334 c. standar. pengawakan dan perbekalan kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan pembangunan kapal. pemeliharaan dan penilaian teknis penghapusan kapal. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. pedoman. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . norma.rtf 134 . b. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian terdiri atas: a. Pasal 336 Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian.b. formasi dan penempatan kapal. norma. rancang bangun dan pembangunan kapal. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

standar. c. kriteria dan prosedur. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 337 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 336. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. pedoman. norma.VALID). b. Seksi Bangunan. pemeliharaaan bangunan gedung. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. b. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. standar. penetapan lokasi bangunan.rtf 135 .DITJEN HUBLA (FINAL . dan Seksi Perbengkelan. serta penilaian teknis fasilitas pangkalan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. Pasal 338 Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian terdiri atas: a. lokasi pembangunan dan fasilitas pangkalan. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. penetapan lokasi bangunan. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. penetapan lokasi bangunan. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. Pasal 339 (1) Seksi Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan kebijakan.

Pasal 342 c. d. b. 03 OTK KEMENHUB 2010 . standar.rtf 136 . norma.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman. b. perbaikan dan penilaian teknis peralatan galangan dan bengkel. norma.(2) Seksi Perbengkelan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. standar. Subdirektorat Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. kebutuhan. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. Pasal 340 Subdirektorat Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan peralatan suku cadang bengkel. penyiapan bahan program dan rencana kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. Subdirektorat Sarana dan Prasarana terdiri atas: a.VALID). Seksi Program. standar. serta bimbingan teknis. pedoman. pemeliharaan. dan Seksi Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 341 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340.

standar. kriteria dan prosedur. kepegawaian. tertib pelayaran. pedoman.Pasal 343 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman. Pasal 344 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. standar. pedoman. Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang patroli dan pengamanan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang patroli dan pengamanan.VALID). melakukan (2) Bagian Kedelapan Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Pasal 345 Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). anggaran serta pembangunan sarana dan prasarana kenavigasian. tertib pelayaran. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. norma. serta bimbingan teknis. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai menyelenggarakan fungsi: a. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. pengawasan keselamatan dan penyidik pegawai negeri sipil. dan kerumahtanggaan.rtf 137 . norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis di bidang evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program kerja. standar.

pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan penyusunan standar. penyiapan pelaksanaan di bidang patroli dan pengamanan.VALID). penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air dan pemberian perijinan. c. Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai terdiri atas: a. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. Pasal 347 c. b. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang patroli dan pengamanan. Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil.b. pedoman. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). tertib pelayaran. dan pelaksanaan urusan tata usaha. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. penyiapan pembinaan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang patroli dan pengamanan. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan. Subdirektorat Tertib Pelayaran. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. g.DITJEN HUBLA (FINAL . penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. kriteria dan prosedur di bidang patroli dan pengamanan. d. e. f. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang patroli dan pengamanan. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). tertib pelayaran. norma. tertib pelayaran. tertib pelayaran. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. tertib pelayaran. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai.rtf 138 .

pantai dan pelabuhan. kriteria. pantai dan pelabuhan. penanganan perompakan dan pembajakan. penanganan perompakan dan pembajakan. pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan menyelenggarakan fungsi: a.VALID). standar. standar. dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut. penegakan peraturan perundangundangan pelayaran.rtf 139 . penyiapan bahan perumusan kebijakan. f. tingkat ancaman keamanan di laut. Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah air. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). Subdirektorat Sarana dan Prasarana. penegakan peraturan perundangundangan. norma. pendistribusian amunisi dan senjata api dinas. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. pantai dan pelabuhan. analisa kerawanan wilayah. 03 OTK KEMENHUB 2010 . sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang patroli dan pengamanan sarana dan prasarana transportasi (ISPS Code) di laut. norma.DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang patroli. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.d. pantai dan pelabuhan. kriteria dan prosedur di bidang patroli. Pasal 348 e. c. dan Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan penyusunan prosedur penahanan kapal dan penyerahan kapal yang melakukan pelanggaran dan tindak pidana pelayaran. penyediaan data kegiatan kapal di perairan dan pelabuhan. b. pedoman. serta perijinan penggunaan. analisa kerawanan wilayah.

pendistribusian amunisi dan senjata api serta penetapan kualifikasi teknis petugas pengamanan. penanganan perompakan dan pembajakan. evaluasi dan pelaporan di bidang patroli. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang patroli. Seksi Patroli. serta bimbingan teknis. serta bimbingan teknis. pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL . kriteria dan prosedur. pantai dan pelabuhan. perijinan penggunaan. penegakan peraturan perundangundangan. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System).rtf 140 . norma. Pasal 350 e. pantai dan pelabuhan. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan terdiri atas: a. analisa kerawanan wilayah. analisa kerawanan wilayah serta penegakan peraturan perundang-undangan di laut. kriteria dan prosedur.d. b.VALID). penanganan perompakan dan pembajakan. standar. Seksi Pengamanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. penyiapan bahan penyusunan rancangan keamanan dalam rangka pengesahan dan penerbitan sertifikat keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . pantai dan pelabuhan serta penetapan kualifikasi teknis petugas patroli. standar. Pasal 351 (1) Seksi Patroli mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang patroli dan pengamanan. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). dan pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut. pedoman. dan Seksi Pengamanan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengamanan sarana dan prasarana transportasi (ISPS Code) di laut.

b. Seksi Advokasi dan Diseminasi Pengawasan Keselamatan. pedoman. norma.rtf 141 . Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. penyiapan bahan sosialisasi dan advokasi serta diseminasi bidang keselamatan pelayaran. standar.Pasal 352 Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. e.DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 354 Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil terdiri atas: a.VALID). standar. b. penyiapan bahan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. c. 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. d. Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan. surat ijin berlayar. Pasal 356 Subdirektorat Tertib Pelayaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.Pasal 355 (1) Seksi Advokasi dan Diseminasi Pengawasan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar.rtf 142 . pedoman. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal. pedoman. kriteria dan prosedur. norma. standar. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. standar. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. pedoman. tertib bandar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tertib lalulintas kapal. penyelidikan. surat ijin berlayar. norma. Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang kebandaran dan kecelakaan kapal. pengawasan kapal asing.VALID). serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur di bidang tertib lalulintas kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas advokasi dan diseminasi. pengawasan kapal asing. standar. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal. norma. tertib bandar. penyidikan serta pengajuan berkas perkara pelanggaran dan tindak pidana pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil. (2) b. Subdirektorat Tertib Pelayaran menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil.DITJEN HUBLA (FINAL .

pengajuan pemeriksaan lanjutan perkara. Seksi Kebandaran.VALID). tertib lalulintas kapal. penanganan pemrosesan kecelakaan kapal. b. standar. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengusutan kecelakaan dan bencana kapal. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang kesyahbandaran. serta bimbingan teknis. pencemaran dan pekerjaan bawah air. Pasal 360 Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang penanggulangan musibah. pengawasan kapal asing dan penetapan kualifikasi teknis petugas kesyahbandaran. bimbingan teknis. pedoman. standar. kriteria dan prosedur. pedoman. serta bimbingan teknis. pedoman. kriteria dan prosedur. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . standar. tertib bandar. Seksi Kecelakaan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penanganan muatan berbahaya. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan penanganan muatan berbahaya.DITJEN HUBLA (FINAL . kriteria dan prosedur.rtf 143 . norma. pelaksanaan eksekusi putusan Mahkamah Pelayaran dan pelaporan ke International Maritime Organization serta penetapan kualifikasi teknis petugas penanganan pemrosesan kecelakaan kapal. tertib bandar. dan Seksi Kecelakaan Kapal.c. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang tertib lalulintas kapal. Pasal 358 d. norma. Subdirektorat Tertib Pelayaran terdiri atas: a. pengawasan kapal asing. ijin berlayar. Port State Control Officer. Port State Control Officer. surat ijin berlayar. Pasal 359 (1) Seksi Kebandaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta pengawasan penanganan muatan berbahaya.

pemadam kebakaran.DITJEN HUBLA (FINAL . penanganan kerangka kapal dan salvage. d. Pasal 362 Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air terdiri atas: a. kegiatan penyelaman serta penanganan kerangka kapal dan salvage. penanggulangan pencemaran. pemadaman kebakaran. serta pendirian. b. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. tuntutan ganti kerugian pencemaran. penyiapan bahan perijinan di bidang pendirian. penanganan kerangka kapal dan salvage. kegiatan penyelaman. tuntutan ganti kerugian pencemaran.VALID). serta pendirian. pedoman. Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. pemadaman kebakaran. b. dan Seksi Pekerjaan Bawah Air. penanggulangan pencemaran dan penyelam. kriteria dan prosedur di bidang Search And Rescue. kegiatan penyelaman. e. penanggulangan pencemaran. c. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang Search And Rescue. serta pendirian. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang Search And Rescue. kegiatan penyelaman. norma.rtf 144 . pemadaman kebakaran. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Search And Rescue. Seksi Penanggulangan Musibah. tuntutan ganti kerugian pencemaran. penanganan kerangka kapal dan salvage. standar. penanggulangan pencemaran.Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360.

perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. kegiatan penyelaman. tuntutan ganti kerugian pencemaran dan pemadaman kebakaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas Search And Rescue.rtf 145 . Pasal 364 Subdirektorat Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang pengadaan. bimbingan teknis. standar. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan. pedoman. norma. kriteria dan prosedur. norma. standar. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pembangunan.VALID).Pasal 363 (1) Seksi Penanggulangan Musibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan teknis. Subdirektorat Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. norma. Seksi Pekerjaan Bawah Air mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang Search And Rescue. pemeliharaan. pembangunan. standar. pengelolaan sarana dan prasarana operasional serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang penjagaan laut dan pantai. perijinan serta evaluasi dan pelaporan di bidang pendirian. penanggulangan pencemaran. pedoman. dan penanggulangan pencemaran. pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan laut dan Pantai. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364.DITJEN HUBLA (FINAL . penanganan kerangka kapal dan salvage serta penetapan kualifikasi teknis petugas penyelam. pemeliharaan. pemadam kebakaran.

evaluasi dan pelaporan di bidang peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang awak kapal Penjagaan Laut dan Pantai serta penyiapan rencana. Pasal 368 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan.DITJEN HUBLA (FINAL . pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan Laut dan Pantai. b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan Seksi Awak Kapal. pembangunan. norma. pemeliharaan. Pasal 367 (1) Seksi Sarana dan Prasarana Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Sarana dan Prasarana terdiri atas: a. Seksi Awak Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta pemeliharaan senjata api. standar. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 146 . pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan Laut dan Pantai. Pasal 366 c. pembangunan.b.VALID). program kerja dan laporan Direktorat. Seksi Sarana dan Prasarana Operasional. kepegawaian dan kerumahtanggaan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan. pemeliharaan. pedoman. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengadaan.

VALID).rtf 147 .DITJEN HUBLA (FINAL .Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 369 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masingmasing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. (2) (3) (4) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 370 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan masing-masing Direktur. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

(2) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dipimpin oleh Direktur Jenderal. c. Tugas dan Fungsi Pasal 371 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan.VALID). Pasal 372 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perhubungan udara. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan udara. d.rtf 148     . prosedur. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. b. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan udara.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA Bagian Pertama Kedudukan. e.DITJEN HUBUD (FINAL . dan kriteria di bidang perhubungan udara. Pasal 373 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 372. perumusan kebijakan di bidang perhubungan udara. standar. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma.

Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Pasal 375 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi : a.rtf 149     . Direktorat Keamanan Penerbangan.VALID). Direktorat Angkutan Udara. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. program dan anggaran. Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara. f. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana. b. pemberian pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Direktorat Bandar Udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . c.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 374 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Direktorat Navigasi Penerbangan. data dan informasi. terdiri atas : a. d. e.DITJEN HUBUD (FINAL .

b. serta hubungan masyarakat dan koordinasi kerjasama luar negeri. penerimaan negara bukan pajak dan barang milik negara. Bagian Keuangan. Pasal 377 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan penyuluhan hukum dan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan dan akuntabilitas kinerja unit kerja. penyusunan laporan kegiatan di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal. penataan organisasi dan tata laksana. akuntansi.DITJEN HUBUD (FINAL . program dan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Petunjuk Operasional (PO). f. penelaahan.rtf 150     . d. terdiri atas: a. Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat. d. pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 378 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan tinjau ulang rencana jangka panjang. c. tata usaha dan rumah tangga. pengelolaan urusan tata usaha keuangan. e. c. Bagian Perencanaan. menengah.b. evaluasi dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional serta laporan masyarakat. dan pengelolaan data dan sistem informasi manajemen di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Bagian Kepegawaian dan Umum.VALID).

Pasal 380 Bagian Perencanaan. Subbagian Analisa dan Evaluasi. pelaporan dan bimbingan pelaksanaan program. Rencana Kerja (RENJA). koordinasi penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan standar pelayanan serta penyiapan bahan kebijakan di bidang organisasi dan tata laksana.VALID). 04 OTK KEMENHUB 2010 . dan c. penyusunan dan tinjau ulang rencana jangka panjang dan menengah. b. analisis. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan dan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). b.rtf 151     . dan c. terdiri atas : a. penelaahan.DITJEN HUBUD (FINAL . pengelolaan data dan sistem informasi manajemen pemerintahan dan e-government. penyiapan bahan koordinasi. evaluasi. pelaksanaan rapat kerja antar lembaga dan unit kerja. penyiapan pelaksanaan koordinasi. anggaran dan kinerja. penelaahan. penyiapan bahan penyusunan dan revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK).Pasal 379 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378. Subbagian Program. dan prioritas program tahunan dan bantuan / pinjaman luar negeri. Subbagian Rencana.

standar pelayanan minimal dan standar pelayanan publik. Rencana Kerja Pemerintah (RKP). pengelolaan data dan sistem informasi manajemen pemerintahan dan e-government. penelaahan. mengkoordinasikan pelaksanaan penyiapan bahan audit internal dan eksternal. prosedur dan kriteria. Pasal 382 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan Barang Milik Negara (BMN). koordinasi penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI). penyusunan dan revisi prioritas program tahunan. penyiapan bahan dan rapat koordinasi antar lembaga dan unit kerja serta pelaksanaan rapat kerja dinas. standar. penyusunan dan pengusulan pengelola anggaran. program bantuan/pinjaman luar negeri (green book and blue book). cetak biru. rencana strategis. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) anggaran reguler dan pinjaman/hibah luar negeri. laporan tahunan dan nota keuangan penyusunan serta revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK).rtf 152     . (2) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). studi dan kajian kebijakan di bidang transportasi udara. (3) Subbagian Analisa dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. evaluasi pelaksanaan program serta realisasi anggaran. evaluasi dan analisa kelembagaan dan tata laksana serta norma. penyusunan dan verifikasi laporan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. penelaahan dan penyusunan evaluasi dan pelaporan dokumen penetapan dan kinerja tahunan. penyusunan dan tinjau ulang rencana kebijakan Pembangunan Jangka Panjang (RPJP). penatausahaan pelaksanaan anggaran Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.VALID). 04 OTK KEMENHUB 2010 . rencana pembangunan jangka pendek/Rencana Kerja (RENJA).DITJEN HUBUD (FINAL . penatausahaan dan penyusunan penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penelaahan.Pasal 381 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).

dan pelaksanaan verifikasi laporan keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 384 Bagian Keuangan. koordinasi tindak lanjut Laporan Hasil Audit (LHA) dan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR). pembinaan. penyiapan bahan penatausahaan. Pasal 385 (1) Subbagian Tata Usaha Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan evaluasi. serta menyiapkan bahan pelaporan sistem manajemen penyusunan laporan barang milik negara. inventarisasi.rtf 153     . dan c. Subbagian Tata Usaha Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Laporan Hasil Audit. evaluasi. pemantauan. penyiapan bahan pembinaan penatausahaan yang meliputi pengkajian dan evaluasi terhadap penggunaan dan pemanfaatan BMN. Subbagian Tata Usaha Barang Milik Negara.Pasal 383 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 382. penyiapan bahan penatausahaan. pengelolaan. penatausahaan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. terdiri atas : a. Subbagian Akuntansi. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penghapusan . dan mengkoordinasikan penyiapan bahan audit internal dan eksternal.VALID). penyusunan dan pengusulan pengelola anggaran. penyusunan laporan keuangan berdasarkan Sistem Akuntansi Instansi (SAI). b. penyusunan target dan penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). inventarisasi. serah terima dan penghapusan Barang Milik Negara. pemanfaatan. pengkajian penatausahaan Barang Milik Negara yang meliputi serah terima. c. b. pelaporan Barang Milik Negara (BMN).DITJEN HUBUD (FINAL .

verifikasi dan rekonsiliasi laporan keuangan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan serta evaluasi peraturan perundang-undangan. Pasal 386 Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan telaahan hukum. analisa dan evaluasi pelaksanaan dan penetapan besaran tarif. penyuluhan hukum. penyusunan rencana dan pemantauan penerimaan dan penyetoran.DITJEN HUBUD (FINAL . Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 387 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386. penyiapan bahan pertimbangan hukum. dan 154     b. tindak lanjut Laporan Hasil Audit (LHA) dan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP. pembinaan. pemberian pertimbangan hukum/penyelesaian perselisihan serta permasalahan hukum.VALID). dokumentasi hukum dan peraturan perundang-undangan serta penyiapan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan rencana ratifikasi. penyusunan daftar usulan Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang berasal dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyusunan penggunaan serta penyusunan laporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyusunan. bantuan dan penyelesaian masalah hukum dan hubungan masyarakat serta koordinasi kerjasama luar negeri.rtf . penyusunan laporan Barang Milik Negara berdasarkan Sistim Informasi dan Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) dan mengkoordinasikan penyiapan bahan audit internal dan eksternal. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Pusat. evaluasi usulan proses pengadaan barang / jasa dan penanganan pengaduan proses pengadaan barang / jasa serta perumusan perjanjian. penyiapan bahan telaahan hukum.(2) Subbagian Tata Usaha Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Laporan Hasil Audit mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan penatausahaan.TGR) serta pengusulan pengelola anggaran. penatausahaan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan penyuluhan hukum/pertimbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 .

terdiri atas : a.VALID). Pasal 389 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan telaahan dan kajian hukum. Pasal 388 Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat. c. penyiapan bahan pemantauan. koordinasi tindak lanjut penanganan pengaduan publik. koordinasi. Subbagian Bantuan Hukum. mutasi. penyusunan rancangan dan evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan serta penyiapan peraturan perundang– undangan yang terkait dengan rencana ratifikasi. pemberhentian dan pensiun pegawai. 155     (2) (3) 04 OTK KEMENHUB 2010 . analisis dan penyiapan bahan publikasi dan koordinasi tindak lanjut penanganan pengaduan publik serta pelaksanaan urusan kerjasama luar negeri. pemantuan dan pelaporan perjanjian dan kesepakatan bersama (MoU).rtf . serta tata usaha dan rumah tangga. pemrosesan dan pemberian bantuan dan pertimbangan hukum. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri. pengadaan. pengembangan. b. kepangkatan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan kegiatan kehumasan dan publikasi. penyusunan materi. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 390 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian.DITJEN HUBUD (FINAL . penyusunan. pemantauan dan pelaporan kegiatan kerjasama luar negeri. penyiapan dan penelaahan dokumen perjanjian internasional. penelaahan dokumen perjanjian internasional. pengangkatan.c. Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan hukum. evaluasi usulan proses pengadaan barang / jasa dan penanganan proses pengadaan barang / jasa.

pemberhentian dan pensiun PNS. b. pengelolaan data base sistem informasi SDM dan peta jabatan serta peta SDM. penyiapan bahan pembinaan. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi : a. dan pelaksanaan pengadaan pegawai.Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390. mutasi. dan pengelolaan rumah tangga. Subbagian Perencanaan dan Mutasi SDM. pengelolaan barang. 04 OTK KEMENHUB 2010 . dan c. Pasal 392 Bagian Kepegawaian dan Umum. pengembangan pola karier. pendistribusian. terdiri atas: a.VALID). kearsipan. Subbagian Evaluasi dan Pengembangan SDM.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberhentian dan pensiun serta data base sistem informasi SDM. penyiapan bahan pelaksanaan tata usaha.rtf 156     . penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan dan pembinaan karier dan kesejahteraan pegawai serta evaluasi kinerja pegawai. penyiapan bahan kepangkatan. usulan formasi. Pasal 393 (1) Subbagian Perencanaan dan Mutasi SDM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan usulan formasi pegawai. pengadaan. mutasi. dan c. b. pelaksanaan pengadaan serta usulan pengangkatan calon PNS. analisis kebutuhan. pelaksanaan administrasi pengangkatan dan kepangkatan. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga. pemeliharaan.

(2) Subbagian Evaluasi dan Pengembangan SDM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standar kompetensi jabatan. pembinaan mental SDM dan disiplin pegawai. pengadaan. pengelolaan kesejahteraan pegawai. (3) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha dan administrasi umum. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara. pelaksanaan urusan perjalanan dinas. ujian dinas dan penyesuaian ijazah. pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL . standar. usulan dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. evaluasi kinerja SDM. kriteria. menyusun serta melaksanakan kebijakan. Direktorat Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. analisis kebutuhan. pendistribusian dan pengelolaan surat. pemeliharaan. pengawasan. sistem dan prosedur. Bagian Keempat Direktorat Angkutan Udara Pasal 394 Direktorat Angkutan Udara mempunyai tugas merumuskan.rtf 157     . penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. dan pengelolaan rumah tangga dan umum. kearsipan. pendistribusian. pemberdayaan SDM. pelaksanaan kegiatan protokoler. 04 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). dan pemberian tanda penghargaan. pengembangan dan pembinaan pegawai. norma. barang. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. pemeliharaan. angkutan udara niaga berjadwal.

VALID). angkutan udara niaga berjadwal. norma. pengendalian dan penegakan hukum di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. f. e. penyiapan pelaksanaan pengawasan. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur angkutan udara. bimbingan.b.DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan penyusunan standar. angkutan udara niaga berjadwal. 158     04 OTK KEMENHUB 2010 . g. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara.rtf . penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. sistem dan prosedur di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan udara niaga berjadwal. dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. kriteria. c. d. pemberian arahan. angkutan udara niaga berjadwal. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. h. angkutan udara niaga berjadwal. pelatihan serta bantuan teknis di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. pedoman. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. pemberian ijin dan/atau sertifikasi dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan udara niaga berjadwal. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga.

penyusunan standarisasi. Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem teknologi informatika. Subbagian Tata Usaha. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. Pasal 396 Direktorat Angkutan Udara terdiri atas : a. c.rtf . pelaksanaan urusan keuangan. tata usaha. pedoman. kriteria. Pasal 397 Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang sistem informasi pelayanan angkutan udara. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. dan dokumentasi teknis. pengawasan. 159     04 OTK KEMENHUB 2010 .i. e. Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara. Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara. logistik dan National Single Window (NSW). b. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. f.VALID). Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga. sistem dan prosedur. norma. kepegawaian dan personel. Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara. Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397.DITJEN HUBUD (FINAL . d. angkutan multimoda.

logistik dan National Single Window (NSW). penyiapan bahan pelaksanaan pemberian rekomendasi dan/atau persetujuan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan multimoda. bimbingan. b. logistik dan National Single Window (NSW). Pelaksanaan pemberian arahan. f. terdiri atas : a. pelatihan serta bantuan teknis di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan multimoda. g. c. angkutan multimoda. logistik dan National Single Window (NSW). d. e. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pedoman. angkutan multimoda. logistik dan National Single Window (NSW). norma. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan standar. logistik dan National Single Window (NSW).DITJEN HUBUD (FINAL . angkutan multimoda.b. Seksi Sistem Informasi Angkutan Udara. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara.VALID). pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara angkutan multimoda. logistik dan National Single Window (NSW). sistem dan prosedur di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. Seksi Sistem Pelayanan Angkutan Udara.rtf 160     . Pasal 399 Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara.

sistem dan prosedur. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. bimbingan. angkutan multimoda. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan standarisasi. kapasitas angkutan udara. logistik dan National Single Window (NSW). kriteria. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis. pedoman. penyusunan standarisasi.Pasal 400 (1) Seksi Sistem Informasi Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. kriteria. angkutan multimoda dan logistik serta ranking peningkatan kinerja pelayanan angkutan udara. norma.DITJEN HUBUD (FINAL . jaringan penerbangan. pedoman. pelayanan penunjang angkutan udara. persetujuan. on time performance perusahaan angkutan udara serta pelayanan pengangkutan kargo. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan angkutan udara. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri.VALID). sistem dan prosedur. Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401.rtf 161     . pemberian rekomendasi dan/atau persetujuan. pemberian arahan. Pasal 401 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. pengawasan. (2) Seksi Sistem Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan. pengawasan dan penegakan hukum. evaluasi dan pelaporan di bidang sistem. norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. pengawasan dan penegakan hukum. rute. penyusunan standar. norma. pelatihan serta bantuan teknis.

pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. c. kriteria. pelaksanaan pemberian arahan. pedoman. 04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur. penyusunan standarisasi.VALID). pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. norma. sistem dan prosedur di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. bimbingan. Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Pasal 403 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal terdiri atas : a. pelatihan serta bantuan teknis. d. norma. bimbingan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri.rtf 162     . pedoman. kriteria. pemberian persetujuan. b. g.DITJEN HUBUD (FINAL . pelatihan serta bantuan teknis di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. pengendalian dan penegakan hukum di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. pengawasan dan penegakan hukum. pemberian arahan.b. penyiapan bahan penyusunan standar. Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Luar Negeri. Pasal 404 (1) Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. e. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri. f.

kriteria. c.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian arahan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal. b. serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan non niaga. Penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. kriteria. angkutan udara haji. pedoman. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pengendalian. Pasal 406 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. serta angkutan udara perintis. angkutan udara haji. pedoman. sistem dan prosedur. penyusunan standarisasi. norma. pedoman. serta angkutan udara perintis. norma. sistem dan prosedur. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga menyelenggarakan fungsi : a. pengawasan. penyiapan bahan penyusunan standar.(2) Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan penegakan hukum. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal.rtf 163     . angkutan udara haji. serta angkutan udara perintis. penyusunan standar. Pasal 405 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal.VALID). pemberian persetujuan. bimbingan serta bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal luar negeri serta evaluasi permintaan jasa angkutan udara untuk pengembangan rute dan kapasitas angkutan udara niaga berjadwal luar negeri. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. kriteria. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. norma. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri.

pedoman.VALID). 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan standarisasi. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri serta angkutan udara perintis. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. pemberian arahan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal. norma. bimbingan. g. f. sistem dan prosedur.DITJEN HUBUD (FINAL .rtf 164     . Pasal 407 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. pelatihan serta bantuan teknis di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. serta angkutan udara perintis. pengawasan dan penegakan hukum. kriteria. terdiri atas : a. serta angkutan udara perintis. angkutan udara haji. pemberian persetujuan. Pelaksanaan pemberian arahan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal. bimbingan. Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Dalam Negeri. angkutan udara haji. e.d. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. b. Pasal 408 (1) Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis. Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Luar Negeri.

pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang kerjasama angkutan udara. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. sistem dan prosedur di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara. pelatihan serta bantuan teknis.VALID). penyiapan bahan penyusunan standar. kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga luar negeri serta angkutan udara haji. kerjasama multilateral dan lembaga internasional serta kerjasama perusahaan angkutan udara dan pelayanan fasilitasi (FAL). pengendalian dan penegakan hukum di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara. Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. sistem dan prosedur. norma. kerjasama multilateral dan lembaga internasional serta kerjasama perusahaan angkutan udara dan pelayanan fasilitasi (FAL). pengawasan. Penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan kerjasama perusahaan angkutan udara di bidang angkutan udara. Penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. bimbingan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara. d. pengawasan dan penegakan hukum. pedoman. b. pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL .(2) Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. pemberian persetujuan. pedoman. penyusunan standarisasi.rtf 165     . norma. kriteria. kerjasama multilateral dan lembaga internasional. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian arahan. penyusunan standar. c. kriteria. sistem dan prosedur. Pasal 409 Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

g. f. norma.e. (2) Seksi Kerjasama Multilateral dan Lembaga Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan bimbingan. kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang perjanjian kerja sama bilateral di bidang angkutan udara dan kerjasama perusahaan angkutan udara.VALID). Pasal 412 (1) Seksi Kerjasama Bilateral dan Perusahaan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Kerjasama Bilateral dan Perusahaan Angkutan Udara. b. Seksi Kerjasama Multilateral dan Lembaga Internasional. penyusunan standarisasi. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis. 04 OTK KEMENHUB 2010 . multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta kerjasama perusahaan angkutan udara. penyusunan standarisasi. Pasal 411 Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara. pengawasan dan penegakan hukum.DITJEN HUBUD (FINAL . Pelaksanaan pemberian arahan. bimbingan. norma. persetujuan. sistem dan prosedur. terdiri atas : a. pengawasan dan penegakan hukum. bimbingan. pedoman. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang kerjasama bilateral. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama bilateral.rtf 166     . pedoman. sistem dan prosedur. pemberian arahan. pelatihan serta bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang perjanjian dan kerjasama multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta pelayanan fasilitasi serta koordinasi dan pertemuan dengan instansi terkait untuk fasilitasi pelayanan angkutan udara internasional. pelatihan serta bantuan teknis di bidang kerjasama perusahaan angkutan udara. multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta kerjasama perusahaan angkutan udara. pemberian persetujuan.

penyiapan bahan penyusunan standar. norma. bimbingan pelatihan serta bantuan teknis di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara serta tarif jasa pelayanan angkutan udara. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara.Pasal 413 Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara. pelaksanaan pemberian arahan. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 . b. serta evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a.VALID). norma. pengawasan dan pengendalian. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara. g. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.rtf 167     . e. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian ijin dan/atau rekomendasi di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. d. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. f. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara.DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman. sistem dan prosedur di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. kriteria. pengendalian dan penegakan hukum di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara serta tarif jasa pelayanan angkutan udara. sistem dan prosedur. penyusunan standar.

kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. Pasal 417 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat.rtf 168     . evaluasi dan pelaporan di bidang tarif jasa pelayanan angkutan udara. kepegawaian. bimbingan. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. sistem dan prosedur. penyusunan standarisasi. pedoman. norma. pengelolaan sistem teknologi informatika. norma. Seksi Tarif Jasa Pelayanan Angkutan Udara. pedoman. pemberian arahan. pengawasan dan penegakan hukum. b. 04 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan pelatihan serta bantuan teknis. pengawasan dan penegakan hukum. Pasal 416 (1) Seksi Bimbingan Usaha Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 415 Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara terdiri atas : a.VALID). pemberian ijin dan/atau rekomendasi. kriteria. 2) Seksi Tarif Jasa Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. pemberian ijin. pelatihan serta bantuan teknis.DITJEN HUBUD (FINAL . tata usaha. urusan keuangan. pemberian arahan. Seksi Bimbingan Usaha Angkutan Udara.

personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur bandar udara.rtf . kriteria. prasarana bandar udara. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. c. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. prasarana bandar udara. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. f. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pengawasan. penyiapan penyusunan standar. bimbingan. menyusun serta melaksanakan kebijakan. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara.DITJEN HUBUD (FINAL . sistem dan prosedur di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan.VALID). pemberian arahan. prasarana bandar udara. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang bandar udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. norma. pemberian ijin dan/atau sertifikasi/registrasi dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. peralatan dan utilitas bandar udara. pedoman. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. sistem dan prosedur. peralatan dan utilitas bandar udara. peralatan dan utilitas bandar udara. e. kriteria. Pasal 419 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418. standar. 169     04 OTK KEMENHUB 2010 . peralatan dan utilitas bandar udara. prasarana bandar udara. d.Bagian Kelima Direktorat Bandar Udara Pasal 418 Direktorat Bandar Udara mempunyai tugas merumuskan. norma. Direktorat Bandar Udara menyelenggarakan fungsi: a. b. pedoman. pengendalian dan penegakan hukum di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. prasarana bandar udara. peralatan dan utilitas bandar udara.

personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang tatanan kebandarudaraan dan tata lingkungan dan kawasan bandar udara.rtf 170     . penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. sistem dan prosedur. e. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. h.DITJEN HUBUD (FINAL . kepegawaian dan personel. norma. d. tata usaha. peralatan dan utilitas bandar udara. kriteria. pedoman. peralatan dan utilitas bandar udara. Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. Pasal 421 Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prasarana bandar udara. penyusunan standar. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. pengelolaan sistem teknologi informatika. prasarana bandar udara. dan dokumentasi teknis. Subdirektorat Prasarana Bandar Udara. f. pelaksanaan urusan keuangan. Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara.g. Subbagian Tata Usaha. b. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan.VALID). 04 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara. Pasal 420 Direktorat Bandar Udara terdiri atas : a. c. i.

d. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang tata bandar udara. b. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. Seksi Tata Lingkungan dan Kawasan Bandar Udara. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. Pasal 423 Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan terdiri atas : a. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. b. sistem dan prosedur di bidang tata bandar udara. bimbingan. e. c. norma. Pelaksanaan pemberian arahan.Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.rtf 171     . 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang tata bandar udara.VALID). penyiapan bahan penyusunan standar. pengendalian dan penegakan hukum di bidang tata bandar udara. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang tata bandar udara. Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. tata lingkungan dan kawasan bandar udara.DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tata bandar udara. kriteria. f. Seksi Tata Bandar Udara.

sistem dan prosedur. bimbingan. evaluasi dan pelaporan di bidang tata bandar udara. sistem dan prosedur di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara serta verifikasi prasarana bandar udara. penyiapan bahan penyusunan standar. pelatihan serta bantuan teknis. Pasal 425 Subdirektorat Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. pedoman. penyusunan standarisasi. kriteria. sistem dan prosedur. b. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana bandar udara. pemberian ijin dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara serta verifikasi prasarana bandar udara. pedoman. kriteria. norma. penyusunan standarisasi. bimbingan. sistem dan prosedur. pedoman. norma. (2) Seksi Tata Lingkungan dan Kawasan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan.rtf 172     . pelatihan serta bantuan teknis. 04 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. Subdirektorat Prasarana Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. pengawasan dan penegakan hukum serta evaluasi dan pelaporan di bidang tata lingkungan dan kawasan bandar udara. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425.Pasal 424 (1) Seksi Tata Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBUD (FINAL .VALID). pemberian ijin dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi. pedoman. norma. pengawasan dan penegakan hukum. penyusunan standar. kriteria. pemberian arahan.

pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. b. 04 OTK KEMENHUB 2010 . e. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian izin dan/atau sertifikasi di bidang verifikasi prasarana bandar udara.DITJEN HUBUD (FINAL . pelatihan serta bantuan teknis di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. g. Pasal 427 Subdirektorat Prasarana Bandar Udara terdiri atas : a. norma. d. pengendalian dan penegakan hukum di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. pelatihan serta bantuan teknis. bimbingan. penyusunan standarisasi. pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur. Pasal 428 (1) Seksi Program dan Standarisasi Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. pelaksanaan pemberian arahan. Seksi Program dan Standarisasi Prasarana Bandar Udara.c. evaluasi dan pelaporan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara. kriteria.VALID). pemberian arahan. bimbingan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. Seksi Verifikasi Prasarana Bandar Udara.rtf 173     . f.

b.(2) Seksi Verifikasi Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. serta evaluasi dan pelaporan di bidang peralatan dan utilitas bandar udara. penyusunan standar. bimbingan. penyusunan standarisasi. Pasal 429 Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.VALID). penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara.rtf 174     . Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. pedoman. sistem dan prosedur. norma. c. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. pedoman. kriteria. sistem dan prosedur di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. kriteria. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. d. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.DITJEN HUBUD (FINAL . norma. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi prasarana bandar udara. pengawasan. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. pemberian ijin dan/atau sertifikasi. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. kriteria. penegakan hukum. pengawasan dan pengendalian. penyiapan bahan penyusunan standar. e. pelatihan serta bantuan teknis di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara serta verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. norma. pedoman. pelaksanaan pemberian arahan. bimbingan.

g. b. pedoman.rtf 175     .VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. penyusunan standarisasi. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang personel dan operasi bandar udara. kriteria. sistem dan prosedur. pemberian arahan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. Seksi Verifikasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. sistem dan prosedur. pedoman. pemberian sertifikasi dan/atau perijinan serta pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur. Pasal 433 Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. kriteria. Seksi Program dan Standarisasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. penyusunan standarisasi. norma.DITJEN HUBUD (FINAL . norma. norma. bimbingan pelatihan serta bantuan teknis.f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. Pasal 431 Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara terdiri atas: a. (2) Seksi Verifikasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 432 (1) Seksi Program dan Standarisasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standar. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman.

g. f. sistem dan prosedur di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. penyiapan bahan penyusunan standar.VALID). b. Seksi Pengawasan Personel dan Operasi Bandar Udara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. bimbingan.Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433. d. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi/register dan/atau lisensi/validasi di bidang personel dan operasi bandar udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. kriteria. pengendalian dan penegakan hukum di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara.rtf 176     . penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.DITJEN HUBUD (FINAL . Seksi Sertifikasi Personel dan Operasi Bandar Udara. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. pelaksanaan pemberian arahan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . b. c. Pasal 435 Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara terdiri atas : a. e. pedoman. norma. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang personel dan operasi bandar udara.

pedoman. norma. Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. 04 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan personel dan operasi bandar udara.Pasal 436 (1) Seksi Sertifikasi Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. sistem dan prosedur. kriteria. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. norma. sistem dan prosedur pengawasan. pelatihan serta bantuan teknis. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan bandar udara. penyiapan bahan penyusunan standar.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara. penyusunan standar. pemberian lisensi/validasi dan/atau sertifikasi/register. kriteria. kriteria. (2) Seksi Pengawasan Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. kriteria. norma. pemberian sertifikasi. norma. sistem dan prosedur di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara.rtf 177     . pedoman. pengawasan dan penegakan hukum. pedoman. penyusunan standarisasi. pelatihan serta bantuan teknis.DITJEN HUBUD (FINAL . penyusunan standarisasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. Pasal 437 Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan bimbingan. bimbingan. pemberian arahan. pedoman.

rtf . pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang verifikasi penyelenggaraan bandar udara. (2) Seksi Verifikasi Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. sistem dan prosedur. pemberian arahan. penyusunan standarisasi. penyusunan standarisasi. pedoman. bimbingan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian izin di bidang kerjasama dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. evaluasi dan pelaporan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara. e. pelatihan serta bantuan teknis. pelatihan serta bantuan teknis di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. pemberian ijin. pedoman. 178     04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 440 (1) Seksi Kerjasama Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. bimbingan.c. pengawasan dan penegakan hukum. Pasal 439 Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar udara terdiri atas: a. f. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi penyelenggaraan bandar udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. g. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. bimbingan. d. norma. pemberian arahan.VALID). Seksi Verifikasi Penyelenggaraan Bandar Udara. kriteria. pemberian ijin. b. pelatihan serta bantuan teknis. Seksi Kerjasama Penyelenggaraan Bandar Udara. norma. sistem dan prosedur.DITJEN HUBUD (FINAL . pelaksanaan pemberian arahan.

pengelolaan sistem teknologi informatika. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. b. kerjasama dan program keamanan penerbangan.VALID). Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. penyiapan penyusunan standar. sistem dan prosedur. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelayanan darurat.DITJEN HUBUD (FINAL . kriteria.rtf 179     .Pasal 441 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. pelayanan darurat. kerjasama dan program keamanan penerbangan. Direktorat Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. sistem dan prosedur di bidang standarisasi. pedoman. Bagian Keenam Direktorat Keamanan Penerbangan Pasal 442 Direktorat Keamanan Penerbangan mempunyai tugas merumuskan. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. tata usaha. standar. kepegawaian. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. norma. pengawasan. menyusun serta melaksanakan kebijakan. urusan keuangan. pedoman. Pasal 443 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442. norma. pengendalian dan serta evaluasi dan pelaporan di bidang keamanan penerbangan. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan.

pelayanan darurat. kerjasama dan program keamanan penerbangan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang standarisasi. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. h. f. pelayanan darurat.rtf 180     . pelayanan darurat. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan. pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. pemberian ijin dan/atau sertifikasi di bidang standarisasi. organisasi atau manajemen lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang keamanan penerbangan. g. d. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelayanan darurat. pelayanan darurat.c. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan dan fasilitas keamanan penerbangan. pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang standarisasi. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel dan fasilitas keamanan penerbangan. bimbingan. pemberian arahan.DITJEN HUBUD (FINAL . e. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. organisasi atau manajemen lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang keamanan penerbangan.VALID). penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur keamanan penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang standarisasi. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan.

penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP.rtf . Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi keamanan penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . pelaksanaan urusan keuangan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Standarisasi. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Standarisasi. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi. pedoman. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan sistem teknologi informatika. f. penyusunan standar.VALID). kerjasama dan program keamanan penerbangan. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan. Subdirektorat Pelayanan Darurat. sistem dan dan prosedur. kriteria. norma. Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan.i. d. tata usaha. 181     04 OTK KEMENHUB 2010 . dan dokumentasi teknis. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan. kepegawaian dan personel. Pasal 444 Direktorat Keamanan Penerbangan terdiri atas : a. Subdirektorat Fasilitas Keamanan Pengangkutan Barang Berbahaya. Pasal 445 Subdirektorat Standarisasi. Penerbangan dan e. b.

penyiapan bahan penyusunan standar. c. bimbingan.VALID). Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan terdiri atas : a. pedoman. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang standarisasi keamanan penerbangan. b. kerjasama dan program keamanan penerbangan. norma. pemberian arahan. e. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 447 Subdirektorat Standarisasi.b. sistem dan prosedur di bidang standarisasi keamanan penerbangan. Seksi Standarisasi Keamanan Penerbangan. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis. kriteria. norma. pelayanan darurat. pengangkutan barang berbahaya dan pelayanan darurat. f. pemberian persetujuan. sistem dan prosedur. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. pedoman. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang standarisasi keamanan penerbangan.rtf 182     .DITJEN HUBUD (FINAL . pengangkutan barang berbahaya. kerjasama dan program keamanan penerbangan. Pasal 448 (1) Seksi Standarisasi Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan pemberian arahan. d. Seksi Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan. penyusunan standarisasi. kerjasama dan program keamanan penerbangan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan dan/atau persetujuan di bidang standarisasi keamanan penerbangan. evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi keamanan penerbangan.

penyusunan standar. kriteria. kriteria. norma. pedoman. Pasal 449 Subdirektorat Pelayanan Darurat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. pemberian ijin dan/atau persetujuan serta evaluasi dan pelaporan di bidang keamanan penerbangan. pengendalian. c. Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. norma.VALID).rtf 183     . program keamanan bandar udara (airport contingency plan). b.DITJEN HUBUD (FINAL . d.(2) Seksi Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian lisensi ijin dan/atau sertifikasi dan/atau persetujuan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. bimbingan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. dan pelayanan darurat. e. serta evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan darurat. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. penyiapan bahan penyusunan standar. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. pelaksanaan pemberian arahan. sistem dan prosedur di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. pedoman. pengangkutan barang berbahaya. Subdirektorat Pelayanan Darurat menyelenggarakan fungsi: a. sistem dan prosedur. 04 OTK KEMENHUB 2010 .

bimbingan. bimbingan. b. sistem dan prosedur. pemberian sertifikasi. Seksi Personel PKP-PK dan Salvage. sistem dan prosedur. penyusunan standarisasi. norma.VALID). norma.Pasal 451 Subdirektorat Pelayanan Darurat terdiri atas : a. pedoman. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang penyidik pegawai negeri sipil dan personel keamanan penerbangan. pemberian arahan. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. kriteria. (2) Seksi Fasilitas Pelayanan Darurat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standarisasi. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis. Pasal 452 (1) Seksi Personel PKP-PK dan Salvage mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. sistem dan prosedur. 184     04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian arahan. lisensi dan persetujuan. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas pelayanan darurat. Seksi Fasilitas Pelayanan Darurat. kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. penyusunan standar. pedoman. norma. Pasal 453 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian sertifikasi. evaluasi dan pelaporan di bidang personel PKP-PK dan salvage.rtf . pelatihan serta bantuan teknis. pedoman.

f. e. pelatihan serta bantuan teknis di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. b.DITJEN HUBUD (FINAL . 04 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan. g. h. pedoman. Seksi Personel Keamanan Penerbangan. c. kriteria dan prosedur di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). pelaksanaan pemberian arahan. kriteria dan prosedur. bimbingan. penyidikan tindak pidana di bidang penerbangan. Pasal 455 Subdirektorat PPNS dan Personel Keamanan Penerbangan terdiri atas : a.rtf 185     . Pasal 456 (1) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan pedoman. Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Penyiapan bahan penyusunan standar. penyusunan. evaluasi dan pelaporan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang penerbangan sipil. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian lisensi di bidang personel keamanan penerbangan. pedoman. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan.VALID). penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. d. sistem dan prosedur di bidang personel keamanan penerbangan. norma. pemberian arahan.b.

pemberian lisensi. norma. pelatihan serta bantuan teknis di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya.(2) Seksi Personel Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. penyiapan bahan penyusunan standar. pemberian arahan. bimbingan. kriteria. penyusunan standarisasi. penyusunan standar. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. d. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. pelatihan serta bantuan teknis. pedoman. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan serta penanganan pengangkutan barang berbahaya. Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya menyelenggarakan fungsi : a. kriteria. sistem dan prosedur. 186     04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya.VALID). penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya.DITJEN HUBUD (FINAL . norma.rtf . bimbingan. norma. b. pelaksanaan pemberian arahan. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya. pedoman. Pasal 457 Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang personel keamanan penerbangan. pedoman. e. c. sistem dan dan prosedur.

Pasal 461 Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Fasilitas Keamanan Penerbangan. pemberian lisensi. pedoman. kriteria. Pasal 459 Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya terdiri atas : a. pelatihan serta bantuan hukum. penyusunan standar. sistem dan prosedur. 04 OTK KEMENHUB 2010 . (2) Seksi Personel Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Personel Penanganan Pengangkutan Barang Berbahaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.rtf 187     . Pasal 460 (1) Seksi Fasilitas Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. b. sistem dan prosedur. norma. penyusunan standarisasi. norma. pelatihan serta bantuan hukum serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas keamanan penerbangan. bimbingan. bimbingan. norma. sistem dan prosedur. serta evaluasi dan pelaporan di bidang personel fasilitas keamanan penerbangan dan personel penanganan pengangkutan barang berbahaya. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan penerbangan. kriteria.VALID).DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman. pemberian arahan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. pedoman. penyusunan standarisasi. Seksi Personel Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Personel Penanganan Pengangkutan Barang Berbahaya. pemberian arahan.f. pemberian sertifikasi.

pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. e. dan pelayanan darurat. b. pengangkutan barang berbahaya. pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur pemberian arahan. b. norma. c. Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kendali mutu keamanan angkutan udara dan bandar udara. dan pelayanan darurat. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang keamanan penerbangan. pelaksanaan pemberian arahan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . d.Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461. Pasal 463 Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang keamanan penerbangan.VALID). penyusunan standarisasi. kriteria. Seksi Kendali Mutu Keamanan Angkutan Udara. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pengangkutan barang berbahaya. evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan bandar udara dan pelayanan darurat. bimbingan serta bantuan teknis di bidang keamanan penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . dan pelayanan darurat. Pasal 464 (1) Seksi Kendali Mutu Keamanan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan. pengangkutan barang berbahaya.rtf 188     . pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang keamanan penerbangan. Seksi Kendali Mutu Keamanan Bandar Udara.

fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. tata usaha. serta evaluasi dan pelaporan di bidang navigasi penerbangan.VALID). penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. sistem dan prosedur pemberian arahan. menyusun serta melaksanakan kebijakan. Pasal 465 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. manajemen informasi aeronautika. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. Direktorat Navigasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan angkutan udara dan pengangkutan barang berbahaya.(2) Seksi Kendali Mutu Keamanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.rtf 189     . 04 OTK KEMENHUB 2010 . standar. pengawasan dan penegakan hukum. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. pengawasan. pedoman. Bagian Ketujuh Direktorat Navigasi Penerbangan Pasal 466 Direktorat Navigasi Penerbangan mempunyai tugas merumuskan.DITJEN HUBUD (FINAL . pengelolaan sistem teknologi informatika. sistem dan prosedur. kriteria. norma. norma. bimbingan. pengendalian. komunikasi penerbangan. kepegawaian. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. urusan keuangan. kriteria. penyusunan standarisasi.

fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. f. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. komunikasi penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. penyiapan penyusunan standar. kriteria. pedoman. h. e. manajemen informasi aeronautika. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. manajemen informasi aeronautika. komunikasi penerbangan. i. komunikasi penerbangan.b. g. manajemen informasi aeronautika. komunikasi penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . sertifikasi/registrasi di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. sistem dan prosedur di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. manajemen informasi aeronautika. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur navigasi penerbangan. norma. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. komunikasi penerbangan. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. c. manajemen informasi aeronautika. pemberian arahan. komunikasi penerbangan.VALID). standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL .rtf 190     . standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. pemberian ijin. pembinaan terhadap penyelenggara pemeliharaan peralatan elektronika penerbangan dan penyelenggara kalibrasi fasilitas penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. d. bimbingan. manajemen informasi aeronautika. pelatihan serta bantuan teknis di bidang manajemen lalu lintas penerbangan.

c. Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Subbagian Tata Usaha.rtf 191     . tata usaha. dan dokumentasi teknis. Subdirektorat Penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan standar. pedoman. pengelolaan sistem teknologi informatika. e. Pasal 468 Direktorat Navigasi Penerbangan terdiri atas : a. Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan.j. Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika. kriteria. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. Subdirektorat Komunikasi Penerbangan. sertifikasi dan perijinan. Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan. pelaksanaan urusan keuangan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan.VALID). pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen ruang udara dan pelayanan lalu lintas penerbangan. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. sistem dan prosedur. f.DITJEN HUBUD (FINAL . b. Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. d. kepegawaian dan personel. Pasal 470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 469. Pasal 469 Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma.

sistem dan prosedur di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. g. b. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi dan perijinan di bidang pelayanan lalu lintas penerbangan. pelaksanaan pengawasan. norma. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. f. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. Pasal 472 (1) Seksi Manajemen Ruang Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan.b. 04 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. Seksi Manajemen Ruang Udara. pemberian arahan. bimbingan.DITJEN HUBUD (FINAL . d. penyiapan bahan penyusunan standar. norma. e. pelaksanaan pemberian arahan. kriteria. pengendalian dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. Seksi Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis. pedoman. kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen ruang udara. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.rtf 192     . c. perjanjian atau hubungan internasional. Pasal 471 Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan terdiri atas: a. pengawasan dan penegakan hukum.

penyusunan standar.rtf . 193     04 OTK KEMENHUB 2010 . pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen informasi aeronautika. norma. kriteria. kriteria. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. b. d. penyusunan standarisasi.VALID). norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan lalu lintas penerbangan. sistem dan prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Publikasi Informasi Aeronautika. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. pemberian sertifikasi. Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika menyelenggarakan fungsi : a. pelatihan serta bantuan teknis. e. pelaksanaan pemberian arahan. bimbingan. pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika.(2) Seksi Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. pedoman. Pasal 473 Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. pedoman. c. norma. sistem dan prosedur di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika.DITJEN HUBUD (FINAL . pengawasan. penyiapan bahan penyusunan standar. Pasal 474 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 473. bimbingan.

DITJEN HUBUD (FINAL . kriteria. pemberian arahan. norma. pelatihan serta bantuan teknis. Seksi Publikasi Informasi Aeronautika. sistem dan prosedur. penyusunan standarisasi. penyusunan standarisasi. Seksi Kartografi Penerbangan. sistem dan prosedur. g. norma. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang komunikasi penerbangan. norma. kriteria. bimbingan. pemberian arahan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kartografi penerbangan dan publikasi informasi aeronautika. pengawasan dan penegakan hukum.rtf 194     . Pasal 476 (1) Seksi Kartografi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang Publikasi Infomasi Aeronautika. pedoman. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis. bimbingan. pembuatan peta penerbangan.VALID). b. Pasal 475 Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika terdiri atas: a. pedoman. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang kartografi penerbangan dan publikasi informasi aeronautika. Pasal 477 Subdirektorat Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. pemberian sertifikasi.f. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang Kartografi Penerbangan. penyusunan standar. pengawasan dan penegakan hukum. (2) Seksi Publikasi Infomasi Aeronautika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Pasal 478 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. bimbingan. c. 04 OTK KEMENHUB 2010 . f. Pasal 479 Subdirektorat Komunikasi Penerbangan terdiri atas : a. b. pelaksanaan pemberian arahan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. Seksi Jaringan dan Peralatan Komunikasi Penerbangan. e. sistem dan prosedur di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. Subdirektorat Komunikasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. Seksi Operasi Komunikasi Penerbangan.rtf 195     . pengendalian dan penegakan hukum di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan.VALID). norma. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL . b. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. dan g. penyiapan bahan penyusunan standar.

pemberian arahan. pedoman. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. pemberian sertifikasi. Pasal 481 Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. bimbingan.rtf 196     . pelatihan serta bantuan teknis. pemberian sertifikasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 481. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. pengawasan dan penegakan hukum. norma. penyusunan standarisasi. norma. norma. kriteria. sistem dan prosedur. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang Operasi Komunikasi Penerbangan.Pasal 480 (1) Seksi Operasi Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. sistem dan prosedur di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. penyiapan bahan penyusunan standar. penyusunan standarisasi. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang Jaringan Dan Peralatan Komunikasi. kriteria. sistem dan prosedur. penyusunan standar. norma. b. (2) Seksi Jaringan dan Peralatan Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur. bimbingan.

pemberian arahan. e. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. evaluasi dan pelaporan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan. pemberian sertifikasi. f. norma. pelaksanaan pemberian arahan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pembinaan penyelenggara peralatan elektronika penerbangan. penyusunan standarisasi. pedoman. Seksi Fasilitas Pengamatan Penerbangan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. h. pembinaan penyelenggara pemeliharaan peralatan elektronika penerbangan. Pasal 483 Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan terdiri atas : a. Seksi Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan.VALID). pengendalian dan penegakan hukum di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. bimbingan. kriteria. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. pengawasan dan penegakan hukum. b.c. pemeliharaan d.rtf 197     . g. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis. Pasal 484 (1) Seksi Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur.

sistem dan prosedur. penyusunan standar.rtf 198     . bimbingan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan.(2) Seksi Fasilitas Pengamatan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.VALID). norma. pedoman. e. pengawasan dan penegakan hukum. pelaksanaan pemberian arahan. pedoman. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. sistem dan dan prosedur. d. pelatihan serta bantuan teknis. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 485 Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. norma. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. Pasal 486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. bimbingan. evaluasi dan pelaporan di Bidang Fasilitas Pengamatan Penerbangan. norma. penyusunan standarisasi. kriteria. pemberian sertifikasi. sistem dan prosedur di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. b. penyiapan penyusunan standar. c. pedoman. Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. pemberian arahan.

rtf 199     . pedoman. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. Pasal 488 (1) Seksi Standarisasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis.f. pemberian arahan. penyusunan standarisasi. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan. kriteria. pengawasan dan penegakan hukum. pemberian sertifikasi. penyiapan bahan pembinaan penyelenggara kalibrasi fasilitas penerbangan. pengawasan dan penegakan hukum. g. kriteria. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. pemberian arahan. bimbingan. pelatihan serta bantuan teknis. Pasal 487 Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan terdiri atas: a. pemberian sertifikasi. norma. sistem dan prosedur. Seksi Sertifikasi Navigasi Penerbangan. pedoman. h. penyusunan standarisasi. norma. sistem dan prosedur. 04 OTK KEMENHUB 2010 . b. bimbingan.DITJEN HUBUD (FINAL .VALID). (2) Seksi Sertifikasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standarisasi Navigasi Penerbangan. evaluasi dan pelaporan di bidang Sertifikasi Navigasi Penerbangan.

Bagian Kedelapan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Pasal 490 Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara mempunyai tugas merumuskan. menyusun serta melaksanakan kebijakan. standar. kriteria.Pasal 489 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana strategis direktorat. c. pedoman. d. penyiapan penyusunan standar. pengelolaan sistem teknologi informatika. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490. kepegawaian. urusan keuangan.VALID). Produk Aeronautika. sistem dan prosedur. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara. Produk Aeronautika. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur kelaikan udara dan pengoperasian pesawat udara. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP.rtf 200     . Rekayasa. kriteria. norma. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi.DITJEN HUBUD (FINAL . penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. sistem dan prosedur di bidang Standarisasi. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. norma. Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. b. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. Rekayasa. tata usaha. Produk Aeronautika. Rekayasa.

pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi. penyiapan bahan penyusunan dan keselamatan penerbangan nasional. pembinaan penyelenggara pemeriksaan kesehatan penerbangan. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi. Subdirektorat Rekayasa. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. Subdirektorat Standarisasi. pengelolaan sistem teknologi informatika. dan dokumentasi teknis. c. f. e.VALID). d. Rekayasa.DITJEN HUBUD (FINAL . h. kepegawaian dan personel. tata usaha. Subdirektorat Perawatan. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. Rekayasa. j. k. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. g. Subdirektorat Operasi Pesawat Udara. Produk Aeronautika. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi. Rekayasa. b. Rekayasa.e. Produk Aeronautika.rtf 201     . pelaksanaan urusan keuangan. Subdirektorat Produk Aeronautika. Produk Aeronautika. pemberian arahan. Pasal 492 Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara terdiri atas : a. bimbingan. i. pelaksanaan program f. pemberian ijin dan/atau sertifikasi dan/atau registrasi di bidang Standarisasi. Produk Aeronautika. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Tata Usaha. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan.

pedoman. penyusunan standar. penyelenggara pemeriksaan g. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di Bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. bimbingan. pedoman. i. kriteria. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. sistem dan prosedur di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. h. penyiapan bahan pembinaan kesehatan penerbangan. b. 04 OTK KEMENHUB 2010 . norma. e. sistem dan prosedur.Pasal 493 Subdirektorat Standarisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan.VALID). Subdirektorat Standarisasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 494 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 493. kriteria. penyiapan bahan pelaksanaan program pencegahan insiden dan kecelakaan pesawat udara. d.rtf 202     . penyiapan bahan penyusunan standar. pelaksanaan pemberian arahan. c. f. norma. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.

pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur. penyusunan standar. terdiri atas : a. pemberian arahan.VALID). bimbingan. pedoman. pedoman. pemberian sertifikasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. penyusunan standarisasi. (2) Seksi Standarisasi Operasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Operasi Penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . kriteria. sistem dan prosedur. pengawasan dan penegakan hukum. Subdirektorat Rekayasa menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 498 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494. sistem dan dan prosedur.Pasal 495 Subdirektorat Standarisasi. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. pemberian sertifikasi. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Rekayasa Pesawat Udara. kriteria. program pencegahan insiden dan kecelakaan. Pasal 497 Subdirektorat Rekayasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standarisasi Teknik. kriteria. b. 04 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Teknik. pengawasan dan penegakan hukum. norma. Pasal 496 (1) Seksi Standarisasi Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. bimbingan. norma.rtf 203     . norma. penyusunan standarisasi. Seksi Standarisasi Operasi Penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis.

f. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. g. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. Pasal 499 Subdirektorat Rekayasa terdiri atas : a. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. penyiapan bahan penyusunan standar. d. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. Pasal 500 (1) Seksi Pengawasan Proses Rekayasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau persetujuan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. pengawasan dan penegakan hukum. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Pengawasan Proses Rekayasa. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. e. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. pemberian sertifikasi/perijinan.b. penyusunan standarisasi. norma. b.rtf 204     . pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. pelaksanaan pemberian arahan. bimbingan. sistem dan prosedur. c. pedoman. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Proses Rekayasa.VALID). norma.DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa dan Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. bimbingan. pemberian arahan. Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. pedoman.

norma. Pasal 501 Subdirektorat Produk Aeronautika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. c. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 501. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. pemberian arahan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan dan/atau persetujuan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. d. kriteria. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. sistem dan prosedur. penyusunan standarisasi.DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman. f. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. pedoman. norma. b. sistem dan prosedur. pemberian sertifikasi/perijinan.(2) Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. pelaksanaan pemberian arahan. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. 205     04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan standar. kriteria.rtf . penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. bimbingan. evaluasi dan pelaporan di bidang Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. penyiapan bahan penyusunan standar. norma. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Produk Aeronautika. e. subdirektorat Produk Aeronautika menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan dan penegakan hukum. pelatihan serta bantuan teknis. bimbingan.VALID). penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi.

evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Produksi. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi. penyusunan standarisasi. pemberian arahan. Pasal 505 Subdirektorat Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.rtf 206     .VALID). (2) Seksi Pengawasan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. pedoman. norma. kriteria. pengawasan dan pengendalian. pengawasan dan penegakan hukum. bimbingan. Seksi Pengawasan Mutu dan Proses Produksi. Pasal 503 Subdirektorat Produk Aeronautika terdiri atas: a. norma. penyusunan standarisasi. Pasal 504 (1) Seksi Pengawasan Mutu dan Proses Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. pemberian sertifikasi. sistem dan prosedur. bimbingan.g. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. pemberian arahan. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelatihan serta bantuan teknis. serta evaluasi dan pelaporan di bidang Operasi Pesawat Udara. b. pemberian sertifikasi/ijin. sistem dan prosedur. pengawasan dan penegakan hukum. penyusunan standar.DITJEN HUBUD (FINAL . Seksi Pengesahan Produksi. sistem dan prosedur.

pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara.DITJEN HUBUD (FINAL .Pasal 506 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 505. Seksi Personel Operasi Pesawat Udara. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. d. 04 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. c. norma. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi Personel Operasi Pesawat Udara. b.VALID). penyiapan bahan penyusunan standar. g. pelaksanaan pemberian arahan.rtf 207     . penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. Seksi Pengawasan Operasi Pesawat Udara. f. b. di bidang e. Pasal 507 Subdirektorat Operasi Pesawat Udara terdiri atas : a. bimbingan. pedoman. Subdirektorat Operasi Pesawat Udara menyelenggarakan fungsi : a.

pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. penyusunan standar. pemberian arahan.VALID). penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan.rtf 208     . kriteria. pemberian sertifikasi. kriteria. penyiapan bahan penyusunan standar. pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara. bimbingan.Pasal 508 (1) Seksi Pengawasan Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. kriteria. pedoman. norma. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Perawatan Pesawat Udara. pengawasan dan penegakan hukum. Pasal 509 Subdirektorat Perawatan mempunyai tugas melaksanakan melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. penyusunan standarisasi. b. kriteria. pedoman. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. bimbingan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . c. pedoman. (2) Seksi Personel Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. penyusunan standarisasi. Pasal 510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 509. pemberian arahan.DITJEN HUBUD (FINAL . pelatihan serta bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang Personel Operasi Pesawat Udara. pemberian sertifikasi. Subdirektorat Perawatan menyelenggarakan fungsi : a. norma. sistem dan dan prosedur. sistem dan prosedur. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.

pedoman.d. Pasal 512 (1) Seksi Perawatan Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. Seksi Perawatan Pesawat Udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelatihan serta bantuan teknis di bidang di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. sistem dan prosedur. bimbingan. Seksi Personel Teknik Perawatan. Pasal 511 Subdirektorat Perawatan terdiri atas : a. pengawasan dan penegakan hukum. pelaksanaan pemberian arahan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang Perawatan Pesawat Udara. bimbingan. f. kriteria. (2) Seksi Personel Teknik Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur. b. pelatihan serta bantuan teknis. pemberian sertifikasi. norma. bimbingan. evaluasi dan pelaporan di bidang Personel Teknik Perawatan Pesawat Udara. pengawasan dan penegakan hukum. kriteria. g.VALID). pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan Pesawat Udara. penyusunan standarisasi. e. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian arahan. norma. penyusunan standarisasi.rtf 209     . pemberian sertifikasi.

Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 514 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pengelolaan sistem teknologi informatika. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dan masing-masing Direktur. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. (3) (4) 04 OTK KEMENHUB 2010 . dan dokumentasi teknis. Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 515 (1) Kelompok fungsional fungsional dan diatur berlaku. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Pasal 513 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat.VALID).DITJEN HUBUD (FINAL . tata usaha. kepegawaian dan personel.rtf 210     . diatur berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. urusan keuangan. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP.

BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN Bagian Pertama Kedudukan. sarana dan sumber daya manusia bidang perkeretaapian. di lingkungan (2) b. Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan perkeretaapian dan industri penunjang penyelenggaraan perkeretaapian. c.rtf 211 . prasarana dan sarana perkeretaapian. penyiapan penyusunan standar.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Direktorat Jenderal Perkeretaapian dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 518 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 517. d.VALID). e. Tugas dan Fungsi Pasal 516 (1) Direktorat Jenderal Perkeretaapian adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. norma. penyiapan pelaksanaan pembinaan dan penyelenggaraan perkeretaapian bidang keselamatan. lalu lintas dan angkutan kereta api. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. prosedur. penyiapan pengujian dan sertifikasi prasarana. Pasal 517 Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian. dan kriteria penyelenggaraan perkeretaapian.

Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Direktorat Prasarana Perkeretaapian. rencana dan program pengembangan perkeretaapian. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 519 Direktorat Jenderal Perkeretaapian terdiri atas: a. penyiapan pengkoordinasian penyusunan kebijakan.VALID). Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api. Direktorat Sarana Perkeretaapian. dan Direktorat Keselamatan Perkeretaapian.rtf . pemberian pertimbangan dan bantuan hukum serta penyiapan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta kerja sama luar negeri. c. e. 212 b. b. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang keselamatan dan transportasi perkeretaapian. penyusunan data dan informasi serta pelaporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penyiapan pengelolaan urusan keuangan dan barang inventaris milik/kekayaan negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. c. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Pasal 520 Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . 05 OTK KEMENHUB 2010 . d. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. c. evaluasi pelaksanaan rencana dan program serta penyusunan laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 523 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.VALID). dan penyiapan bahan penyusunan data dan informasi serta laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. d. dan penyiapan penelaahan. tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 522 e. Bagian Keuangan. c. penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan dalam penyusunan rencana dan program pengembangan perkeretaapian. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan organisasi dan tata laksana.d. Bagian Perencanaan. b.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .rtf 213 . penyiapan pengelolaan urusan kepegawaian. evaluasi dan koordinasi tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian terdiri atas: a. dan Bagian Kepegawaian dan Umum. penyusunan rencana dan program. b. Bagian Hukum.

Subbagian Program. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan data dan informasi serta laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. rencana kerja dan anggaran serta dokumen anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.Pasal 525 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. Pasal 526 a. Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan dan penyusunan rencana pengembangan perkeretaapian. c. anggaran c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan perbendaharaan anggaran direktorat jenderal dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 527. Subbagian Rencana.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . anggaran Direktorat b. Pasal 527 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program. Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program pembangunan. dan penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian. b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. c.rtf 214 . penyiapan bahan pelaksanaan Jenderal Perkeretaapian.VALID). b.

Pasal 532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531. Subbagian Verifikasi Anggaran. Subbagian Pelaksanaan Anggaran.VALID). dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat pengaturan meliputi pengaturan setingkat Undang-Undang. penelaahan. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Pasal 531 Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Verifikasi Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan verifikasi anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Peraturan Pemerintah. Peraturan Menteri dan setingkat Peraturan Direktur Jenderal. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta kerja sama luar negeri di bidang perkeretaapian. b. Subbagian Perbendaharaan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan perbendaharaan dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Subbagian Perbendaharaan dan Barang Milik Negara. Bagian Hukum menyelenggarakan fungsi: a. (2) (3) 05 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 215 . Pasal 530 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring/pemantauan penggunaan pengeluaran dan penerimaan serta revisi anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.Pasal 529 Bagian Keuangan terdiri atas: a.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan penyusunan rancangan. dan c.

(2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . Keputusan Menteri.rtf 216 . dan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat penetapan meliputi penetapan setingkat Keputusan Presiden. dan setingkat Keputusan Direktur Jenderal. dan setingkat Peraturan Direktur Jenderal.VALID). penyusunan rancangan perjanjian. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri. dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta urusan kerjasama luar negeri di bidang perkeretaapian. Peraturan Pemerintah. Bagian Hukum terdiri atas: a. b. penyiapan bahan penyusunan rancangan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Keputusan Menteri. Peraturan Menteri. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum. c. Subbagian Jaringan Dokumentasi dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian. dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat penetapan meliputi penetapan setingkat Keputusan Presiden. serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian. Subbagian Jaringan Dokumentasi dan Bantuan Hukum. penelaahan. penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. d. Pasal 533 c. dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat pengaturan meliputi pengaturan setingkat Undang-Undang.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum. dan setingkat Keputusan Direktur Jenderal.b. penelaahan. Pasal 534 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan.

dan Subbagian Rumah Tangga. Pasal 535 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian. pengembangan. Pasal 538 (1) Subbagian Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. c. penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian dan administrasi perkantoran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. c. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a.rtf . Subbagian Tata Usaha. pengembangan dan mutasi pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. dan pengelolaan urusan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.(3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Subbagian Kepegawaian dan Organisasi. organisasi dan tata laksana serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional bidang perkeretaapian. 217 b. mutasi dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. b.VALID). 05 OTK KEMENHUB 2010 . organisasi dan tata laksana. tata usaha dan rumah tangga Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pasal 537 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. organisasi dan tata laksana dan penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional di bidang perkeretaapian. Pasal 536 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 535.

pelaksanaan dan evaluasi biaya penggunaan. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana induk perkeretaapian dan rencana pembangunan serta rencana jaringan pelayanan perkeretaapian. penyiapan penyusunan bahan dan pelaksanaan analisis mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian. standar. ekspedisi. kriteria dan prosedur. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a.rtf . Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Pasal 539 (3) Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539.(2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha kepegawaian. penyiapan penyusunan norma. serta investasi di bidang perkeretaapian. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan. lalu lintas dan angkutan kereta api. kearsipan. norma. urusan umum dan kesejahteraan pegawai. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur di bidang jaringan. lalu lintas dan angkutan kereta api. penyiapan bahan perumusan pedoman perhitungan. pedoman. serta bimbingan teknis. standar. pedoman. d. serta investasi di bidang perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . 218 b. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan dalam. c. serta investasi di bidang perkeretaapian.VALID). lalu lintas dan angkutan kereta api. penggandaan dan keprotokolan. lalu lintas dan angkutan kereta api. surat menyurat. serta investasi di bidang perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan. e. f. dan pengelolaan prasarana perkeretaapian.

penyiapan bahan. d. c. evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan. serta investasi di bidang perkeretaapian. dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Jaringan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan jalur kereta api baik perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. Subdirektorat Jaringan. izin operasi.g. pedoman.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . menengah dan panjang. lalu lintas dan angkutan kereta api. Subdirektorat Lalu Lintas. c. penyiapan pelaksanaan penetapan. norma. kriteria.rtf . Subdirektorat Investasi. izin usaha. dan Subbagian Tata Usaha. i. 219 b. pemanfaatan dan kondisi jaringan jalur kereta api. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi kelas jalur kereta api. norma. Pasal 542 Subdirektorat Jaringan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan pelaksanaan urusan tata usaha. dan izin lintas pelayanan di bidang perkeretaapian. Pasal 541 h.VALID). kapasitas lintas. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek. Subdirektorat Angkutan. pedoman. b. standar. e. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan harmonisasi pengembangan dan penataan jaringan jalur kereta api.

f. penyiapan bahan pemanfaatan jaringan jalur kereta api yang beroperasi dan tidak beroperasi. Seksi Penataan Jaringan. pemantauan dan evaluasi kelas. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana induk perkeretaapian dan rencana pembangunan serta rencana jaringan pelayanan perkeretaapian. pedoman. Subdirektorat Jaringan terdiri atas: a. standar. h. b. serta evaluasi dan pelaporan di bidang penataan jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek. penyiapan bahan. 220 05 OTK KEMENHUB 2010 . j. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan jalur kereta api yang ada dan pengembangan jaringan jalur kereta api baru. pemanfaatan dan kondisi stasiun. Pasal 545 (1) Seksi Penataan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 544 i. dan Seksi Pengembangan Jaringan.d. pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) jaringan jalur kereta api. pemanfaatan dan kondisi stasiun. norma. penyiapan bahan sistem informasi manajemen jaringan jalur kereta api. penyiapan bahan. analisa dan rekomendasi mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian. dan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan jalur kereta api. pemantauan dan evaluasi kelas stasiun. standar.VALID).rtf . e. penyusunan pemanfaatan jaringan jalur kereta api yang beroperasi dan tidak beroperasi. menengah dan panjang.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . l. evaluasi. k. pemantauan dan evaluasi kelas jalur kereta api. penyiapan bahan pemaduan dan integrasi antarmoda dan intermoda di bidang perkeretaapian. standar. pemanfaatan dan kondisi jaringan jalur kereta api. kapasitas lintas. dan bimbingan teknis dan harmonisasi. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan penetapan trase jalur kereta api. g.

rencana kelayakan. norma. Pasal 547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA). penyiapan bahan penetapan. e. pedoman. norma. penetapan trase jalur kereta api. kriteria dan prosedur di bidang lalu lintas kereta api. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas baik lalu lintas perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas. standar. standar. kriteria.rtf . pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api. d. rencana pembangunan. menengah dan panjang. penyusunan rencana induk. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. norma. Pasal 546 Subdirektorat Lalu Lintas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. penyiapan bahan penetapan. c. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek. dan prosedur serta bimbingan teknis. pemaduan dan integrasi antarmoda dan intermoda di bidang perkeretaapian. standar. Subdirektorat Lalu Lintas menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan rekomendasi mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian. penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . 221 b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID). rencana teknis perkeretaapian. tanda. f.(2) Seksi Pengembangan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan jalur kereta api yang ada dan pengembangan jaringan jalur kereta api baru. penggunaan sinyal. dan marka.

pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA). pedoman. norma. perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. serta evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api antarkota. penetapan. Seksi Lalu Lintas Antarkota. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pemantauan dan evaluasi kereta api pada masa angkutan lebaran. pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. pemantauan dan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api. penyiapan pelaksanaan penyelenggaraan. Pasal 549 (1) Seksi Lalu Lintas Antarkota mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penyiapan pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. kriteria dan prosedur. b. pelaksanaan penetapan. natal dan tahun baru kereta api antarkota. pemantauan dan evaluasi angkutan lebaran. dan Seksi Lalu Lintas Perkotaan. Subdirektorat Lalu Lintas terdiri atas: a. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api. j. penggunaan sinyal. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api. dan marka. pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api. penetapan. h.rtf 222 . penyiapan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api.VALID). pemantauan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api. natal dan tahun baru. rencana operasi. i. rencana operasi. Pasal 548 k. dan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan pelaksanaan penyelenggaraan. tanda. standar.g. penyiapan pelaksanaan penetapan.

penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. standar. standar. kriteria dan prosedur di bidang angkutan kereta api. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan rencana. norma. pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA). kriteria dan prosedur. standar. c.(2) Seksi Lalu Lintas Perkotaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan dan evaluasi angkutan lebaran. norma. pedoman. perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya.VALID). pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas. serta evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api perkotaan. penggunaan sinyal. tanda. Pasal 550 Subdirektorat Angkutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan penetapan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Pasal 551 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. pedoman. pedoman. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan kereta api. dan pelaksanaan penyelenggaraan. b. pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api.rtf 223 . pemantauan dan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api. rencana operasi. 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan marka. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang angkutan kereta api. Subdirektorat Angkutan menyelenggarakan fungsi: a. dan prosedur serta bimbingan teknis. penetapan. penetapan. natal dan tahun baru kereta api perkotaan. kriteria. pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan kereta api baik angkutan orang maupun angkutan barang. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api. norma. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api.

Subdirektorat Angkutan terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi sistem tiket terpadu. penyiapan bahan pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta api. b. f. penetapan rencana. h. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan kereta api. k. pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. pengawasan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. standar. Pasal 552 e. penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO) dan subsidi angkutan perintis. pemantauan dan 224 05 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang angkutan kereta api antarkota. pemantauan dan evaluasi penempatan kereta-kereta ekonomi. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan. g. pemantauan dan evaluasi tarif. pemantauan dan evaluasi tarif untuk angkutan kereta api. dan Seksi Angkutan Perkotaan. pedoman.VALID).rtf . penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO) dan subsidi angkutan perintis. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun kereta api. Seksi Angkutan Antarkota.d. penetapan. norma.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan kereta api. Pasal 553 (1) Seksi Angkutan Antarkota mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. j. i. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan.

pemantauan dan evaluasi penyelenggara perkeretaapian.rtf . penetapan penempatan. standar. standar.VALID). kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang angkutan kereta perkotaan.evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan. penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta perkotaan. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun. pemantauan dan evaluasi tarif. norma. norma. kriteria. penetapan. pemantauan dan evaluasi sistem pengangkutan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan. pedoman. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun. penetapan penempatan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis investasi di bidang perkeretapian. (2) Seksi Angkutan Perkotaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. 225 b. pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO). penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. pedoman. pemantauan dan evaluasi keretakereta ekonomi. Subdirektorat Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 554 Subdirektorat Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan prosedur serta bimbingan teknis. pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. penetapan. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan. penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta api antarkota. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. standar. pemantauan dan evaluasi kereta-kereta ekonomi. pedoman. c. Pasal 555 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554. penetapan. kriteria dan prosedur investasi di bidang perkeretaapian. evaluasi dan pelaporan investasi di bidang perkeretaapian baik perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. norma.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penetapan rencana.

d. h. dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. pelaksanaan dan 226 05 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan penetapan inventarisasi dan pengawasan aset pemerintah di bidang perkeretaapian yang dapat dikerjasamakan. dan Seksi Pengembangan Usaha. norma. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan investasi di bidang perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan penyelenggaraan kerjasama di bidang perkeretaapian. penetapan inventarisasi dan pengawasan aset pemerintah yang dikerjasamakan. Pasal 556 e. b. pedoman perhitungan. pemantauan dan evaluasi nilai kerjasama pemanfaatan prasarana dan sarana perkeretaapian. Pasal 557 (1 ) Seksi Penyelenggaraan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. f. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. pelaksanaan dan evaluasi biaya penggunaan.rtf . penetapan. Subdirektorat Investasi terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi kerjasama pemerintah dan swasta (KPS) di bidang perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan penataan dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) investasi di bidang perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan pedoman perhitungan. pedoman. pemantauan dan evaluasi izin usaha dan izin operasi di bidang perkeretaapian umum dan perkeretaapian khusus. i. Seksi Penyelenggaraan Kerjasama. penetapan pedoman perhitungan.VALID). pemantauan dan evaluasi investasi pemanfaatan prasarana dan sarana perkeretaapian. penyiapan bahan perumusan pedoman perhitungan. j. g. pemantauan dan evaluasi kerjasama pemerintah dan swasta (KPS).

227 b. stasiun kereta api. 05 OTK KEMENHUB 2010 . perpotongan dan persinggungan jalur kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi penyelenggara perkeretaapian. dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan. penetapan. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. norma. serta bimbingan teknis. fasilitas operasi kereta api. kriteria dan prosedur di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana perkeretaapian. stasiun kereta api. penataan dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) investasi di bidang perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi promosi investasi perkeretaapian. penetapan.rtf . Direktorat Prasarana Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. standar. kriteria dan prosedur. standar. norma. Pasal 558 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha.VALID). standar. pedoman.evaluasi biaya penggunaan dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. kepegawaian. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang pengembangan usaha perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi izin usaha dan izin operasi di bidang perkeretaapian. spesifikasi teknis. Bagian Kelima Direktorat Prasarana Perkeretaapian Pasal 559 Direktorat Prasarana Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. pedoman.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan penyusunan norma. fasilitas operasi kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian. (2) Seksi Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

e. h. Subdirektorat Pengujian Bangunan Kereta Api. pengujian. stasiun kereta api. 05 OTK KEMENHUB 2010 . stasiun kereta api dan fasilitas operasi kereta api serta pengujian prasarana perkeretaapian. Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas rencana jalur dan bangunan kereta api. Pasal 561 d. g. f. dan rumah tangga Direktorat. e.rtf 228 . c d.c.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. dan Sertifikasi Jalur dan Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api.VALID). fasilitas operasi kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian. penyiapan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. pemberian tanda kelaikan prasarana termasuk material baru dan akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi prasarana perkeretaapian. stasiun kereta api dan fasilitas operasi kereta api. dan pengoperasian prasarana perkeretaapian serta pengusahaan prasarana perkeretaapian milik negara. d. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II. kepegawaian. b. dan Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I. penyiapan pelaksanaan pemeriksaan. Direktorat Prasarana Perkeretaapian terdiri atas: a. perawatan. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api.

penyelenggaraan pembangunan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. standar. spesifikasi teknis. pengoperasian dan pengusahaan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. norma. kriteria dan prosedur di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. Bali. pedoman. c. Pasal 563 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562.rtf 229 . dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . spesifikasi teknis. standar.VALID). pedoman. norma. perawatan. Lombok. pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api di wilayah I yang meliputi Pulau Jawa. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Nusa Tenggara dan Papua. kriteria. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. e. pengusahaan. penyelenggaraan administrasi material dan pergudangan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan pemeriksaan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. perawatan. penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I serta evaluasi pelaksanaannya. b.Pasal 562 Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pengoperasian. f.

pedoman.g. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pengesahan kualitas material baru jalan rel. i. evaluasi dan pelaporan di bidang jalan rel dan tanah kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah I meliputi Pulau Jawa. b. spesifikasi teknis. Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. spesifikasi teknis. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I terdiri atas: a. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I.VALID). standar. norma. Lombok. evaluasi dan pelaporan di bidang jembatan. pelaksanaan pembangunan. perawatan dan pengusahaan jembatan. Nusa Tenggara dan Papua. pengoperasian dan pengusahaan jembatan. perawatan dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. Pasal 565 (1) Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali. standar.rtf . perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. pelaksanaan pembangunan. Pasal 564 h. pedoman. pengoperasian dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah I. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jalan rel. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyusunan penetapan rancang bangun. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyusunan 230 (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah I.

spesifikasi teknis. spesifikasi teknis. Kalimantan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. dan pengusahaan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. perawatan. norma. penyelenggaraan administrasi material dan pergudangan. Nusa Tenggara dan Papua. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. 05 OTK KEMENHUB 2010 . bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jembatan. pengesahan kualitas material baru jembatan. penyiapan bahan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah I meliputi Pulau Jawa. evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. standar. Lombok. norma. penyelenggaraan pembangunan.penetapan rancang bangun. standar. pelaksanaan pemeriksaan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api di wilayah II yang meliputi Pulau Sumatera. Pasal 567 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. dan prosedur serta bimbingan teknis. pengusahaan. b. kriteria. perawatan. d. pengoperasian. c. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II.rtf 231 . pedoman. Pasal 566 Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. pengoperasian.VALID). pedoman. Bali.

rtf . b. 232 05 OTK KEMENHUB 2010 . perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. g. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah II. i. norma. penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II serta evaluasi pelaksanaannya. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. h. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jalan rel. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. pelaksanaan pembangunan. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II terdiri atas: a. spesifikasi teknis. Pasal 569 (1) Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengoperasian dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. pedoman. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. penyusunan penetapan rancang bangun. Kalimantan. dan Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah II. pengesahan kualitas material baru jalan rel. perawatan dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api.VALID). penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II.e. evaluasi dan pelaporan di bidang jalan rel dan tanah kereta api. Pasal 568 f.

233 b. Pasal 570 Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. spesifikasi teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas operasi kereta api. pengoperasian. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyusunan penetapan rancang bangun. perawatan dan pengusahaan jembatan. Kalimantan. evaluasi dan pelaporan di bidang jembatan. pengusahaan fasilitas operasi kereta api. perawatan. norma. pengoperasian dan pengusahaan jembatan.rtf . standar. spesifikasi teknis. norma. pelistrikan dan bangunan pendukung fasilitas operasi kereta api. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jembatan. kriteria dan prosedur di bidang fasilitas operasi kereta api. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengesahan kualitas material baru jembatan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang fasilitas operasi kereta api. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. pedoman. penyelenggaraan pembangunan. telekomunikasi. c. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pelaksanaan pemeriksaan di bidang fasilitas operasi kereta api. bangunan kereta api serta stasiun kereta api.VALID).(2) Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan pembangunan. pedoman. Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. spesifikasi teknis. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. norma. Pasal 571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana fasilitas operasi kereta api. standar. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi yang meliputi persinyalan. bangunan kereta api serta stasiun kereta api.

standar. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. 234 05 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. f.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .d. pengoperasian. pengesahan kualitas material baru persinyalan serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi persinyalan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas operasi kereta api. h. pengoperasian dan pengusahaan persinyalan. Seksi Persinyalan. b. penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan fasilitas operasi kereta api.VALID). Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api terdiri atas: a. i. penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian fasilitas operasi kereta api serta evaluasi pelaksanaannya. dan Seksi Telekomunikasi dan Pelistrikan. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di bidang fasilitas operasi kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang persinyalan. penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan fasilitas operasi kereta api.rtf . penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. pengoperasian. pelaksanaan pembangunan. Pasal 572 e. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang persinyalan. penyusunan penetapan rancang bangun. norma. pedoman. Pasal 573 (1) Seksi Persinyalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perawatan dan pengusahaan persinyalan. g. penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. perawatan dan pengusahaan fasilitas operasi kereta api milik negara. spesifikasi teknis.

Pasal 574 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. e. evaluasi dan pelaporan di bidang telekomunikasi dan pelistrikan. penyiapan bahan kebutuhan minimal fasilitas peralatan 235 b. norma. Pasal 575 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574. pengesahan kualitas material baru telekomunikasi dan pelistrikan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. spesifikasi teknis.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . standar. pengoperasian. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pedoman. stasiun kereta api serta pengesahan hasil uji serta pengolahan dan penyajian data di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api. penyiapan bahan pemeriksaan dan pelaksanaan pengujian pertama dan berkala serta pemberian sertifikat pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pengoperasian dan pengusahaan telekomunikasi dan pelistrikan.rtf . evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api. d. norma. 05 OTK KEMENHUB 2010 . perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. standar. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan penetapan rancang bangun. pelaksanaan pelaksanaan pembangunan. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang telekomunikasi dan pelistrikan. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi persinyalan. pedoman. penyiapan bahan standar spesifikasi teknis peralatan pengujian yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.VALID). perawatan dan pengusahaan telekomunikasi dan pelistrikan.(2) Seksi Telekomunikasi dan Pelistrikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c.

pengujian. pemanfaatan dan pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. f. pengesahan hasil uji. standar. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . norma. pedoman. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I meliputi Pulau Jawa. Pasal 577 (1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I. b. pedoman.rtf . Lombok. standar. pemeriksaan dan pengujian jalur dan bangunan serta stasiun kereta api. norma. 236 g. rencana pengadaan. Bali. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 576 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api terdiri atas: a. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Nusa Tenggara dan Papua. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyiapan bahan penyusunan kebutuhan suku cadang serta komponen fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.VALID).DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pengesahan kualitas material untuk jalur dan bangunan serta stasiun kereta api yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.

pedoman. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 578 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pengesahan hasil uji. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.rtf . pedoman. 237 b. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji serta pengolahan dan penyajian data di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api.VALID). kriteria dan prosedur di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. penyiapan bahan standar spesifikasi teknis peralatan pengujian yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api. Pasal 579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. norma. pengesahan kualitas material untuk jalur dan bangunan serta stasiun kereta api yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pemeriksaan dan pengujian jalur dan bangunan serta stasiun kereta api. standar.kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Kalimantan. d. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. norma. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II meliputi Pulau Sumatera. penyiapan bahan pemeriksaan dan pelaksanaan pengujian pertama dan berkala serta pemberian sertifikat pengujian fasilitas operasi kereta api. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

DITJEN KA 4 DIT (FINAL .e. Pasal 581 (1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api.VALID). kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah I. pedoman. g. Pasal 580 f.rtf . dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. Nusa Tenggara dan Papua. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. norma. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api terdiri atas: a. norma. pemanfaatan dan pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. pedoman. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . pemeriksaan dan pengujian 238 b. pelaksanaan pemeliharaan. penyiapan bahan penyusunan kebutuhan suku cadang serta komponen fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. Lombok. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. Bali. standar. rencana pengadaan. pemeriksaan dan pengujian fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji. pengesahan kualitas material untuk fasilitas operasi kereta api yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian fasilitas operasi kereta api di wilayah I meliputi Pulau Jawa. penyiapan bahan kebutuhan minimal fasilitas peralatan pengujian. pelaksanaan pemeliharaan. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah II. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

d. kriteria dan prosedur di bidang pengembangan. serta bimbingan teknis. Kalimantan. c. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. Direktorat Sarana Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. pengawasan. standar. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. norma.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengembangan. Pasal 582 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. pedoman. 05 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur.fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji. pengesahan kualitas material untuk fasilitas operasi kereta api yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api. dan rumah tangga Direktorat Bagian Keenam Direktorat Sarana Perkeretaapian Pasal 583 Direktorat Sarana Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara.rtf . penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian fasilitas operasi kereta api di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. kepegawaian. pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara. pengawasan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan. pengawasan. standar. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. penyiapan penyusunan norma. evaluasi dan pelaporan di bidang sarana perkeretaapian.VALID). 239 b. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana kebutuhan sarana.

standar. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas sarana. norma. Direktorat Sarana Perkeretaapian terdiri atas: a. d. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. Pasal 587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586.e. c.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . kriteria. serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan pengembangan dan pengendalian mutu sarana perkeretaapian. bimbingan teknis. Subdirektorat Pengembangan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. f.rtf . b. kepegawaian. 240 b. pedoman. penyiapan pelaksanaan perumusan kebijakan. Pasal 585 g. Subdirektorat Pengembangan Sarana.VALID). norma. penyiapan pelaksanaan evaluasi serta pelaporan di bidang sarana. Pasal 586 Subdirektorat Pengembangan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun dan rekayasa sarana perkeretaapian. standar. kriteria. standar. norma. Subdirektorat Pengawasan Sarana. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang rancang bangun dan rekayasa sarana perkeretaapian. dan prosedur serta bimbingan teknis. dan pelaksanaan tata usaha. dan Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I. f. h. dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pengembangan sistem informasi sarana. e. prosedur. Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara. pedoman.

persyaratan teknis sarana perkeretaapian serta database dan sistem informasi bidang pengendalian mutu. dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan sarana perkeretaapian. g. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.c. kriteria. penyiapan bahan pembinaan rancang bangun dan rekayasa yang dilakukan oleh pihak lain. Pasal 588 Subdirektorat Pengembangan Sarana terdiri atas: a.VALID). serta pengendalian mutu sarana perkeretaapian. Seksi Rancang Bangun dan Rekayasa. penyiapan database dan sistem informasi bidang rancang bangun dan rekayasa. Pasal 590 Subdirektorat Pengawasan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. dan Seksi Pengendalian Mutu. 241 (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian mutu sarana perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan rancang bangun dan rekayasa. pedoman. f.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan rekayasa. standar. kriteria.rtf . evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan sarana perkeretaapian. norma. d. h. pedoman. e. Seksi Pengendalian Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana kebutuhan sarana perkeretaapian. penyiapan bahan pengembangan informasi di bidang pengembangan sarana perkeretaapian. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi sarana perkeretaapian. dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 589 (1) Seksi Rancang Bangun dan Rekayasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. standar.

penyiapan bahan pengembangan pengawasan sarana perkeretaapian. Pemeriksaan dan Perawatan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Pemeriksaan dan Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Seksi Pengawasan Pengujian.VALID). pedoman. dan penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan terhadap perawatan sarana perkeretaapian. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan pengujian. norma. dan Seksi Pengawasan Tempat dan Fasilitas Pengujian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan standar dan tata cara perawatan sarana perkeretaapian. kriteria. pedoman. Pasal 592 e.Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. d. pemeriksaan dan perawatan serta database dan pengembangan sistem informasi. kriteria dan prosedur di bidang pengawasan sarana perkeretaapian. norma. Pasal 593 1) Seksi Pengawasan Pengujian. f. pengawasan fasilitas perawatan. pemeriksaan dan perawatan sarana. standar. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan sarana perkeretaapian. Subdirektorat Pengawasan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawasan kelaikan operasional sarana perkeretaapian. Pemeriksaan dan Perawatan. sistem informasi b. c.rtf 242 . Subdirektorat Pengawasan Sarana terdiri atas: a. pelaksanaan pengawasan pengujian. standar.

kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. depo. dan prosedur serta bimbingan teknis. database dan sistem informasi bidang fasilitas sarana perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan dan rehabilitasi sarana milik negara. standar. Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. kriteria. standar. e. Pemeriksaan dan Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. 243 05 OTK KEMENHUB 2010 . f. norma.rtf . norma.VALID).DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan perawatan sarana milik negara.2) Seksi Pengawasan Tempat dan Fasilitas Pengujian. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengelolaan sarana milik negara. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas sarana. dan pengoperasian dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pedoman. d. b. c. penyusunan standar peralatan dan fasilitas pendukung di balai yasa. dan tempat pengujian. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan bidang pengelolaan sarana milik negara. kriteria dan prosedur di bidang pengelolaan sarana milik negara. Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. pedoman. norma. Pasal 594 Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 596 Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara terdiri atas: a. dan Seksi Perawatan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan sarana milik negara. Seksi Pengadaan dan Pengoperasian. penyiapan bahan pengembangan informasi pengelolaan sarana milik negara.

penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . c. standar. kriteria. pedoman. norma. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana 244 05 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar.VALID). norma. dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. e. evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan. pelaksanaan pengoperasian sarana milik negara. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana wilayah I meliputi Pulau Jawa. d. pedoman. Nusa Tenggara Barat. norma. pelaksanaan pengadaan dan rehabilitasi sarana milik Negara. Pasal 599 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. penyiapan bahan pengembangan pengujian dan sertifikasi sarana. sistem informasi 2) b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. evaluasi dan pelaporan di bidang perawatan dan pemeliharaan sarana milik negara. dan prosedur serta bimbingan teknis. Nusa Tenggara Timur dan Papua. standar. kriteria dan prosedur di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. penyiapan bahan pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana. Seksi Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Pasal 598 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. kriteria. pedoman. serta standar dan tata cara perawatan sarana milik negara.rtf . norma. serta database dan pengembangan sistem informasi sarana milik negara.Pasal 597 1) Seksi Pengadaan dan Pengoperasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta database dan pengembangan sistim informasi sarana milik negara.

Bali. kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana wilayah II meliputi Pulau Sumatera. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. Lombok. pedoman. Pasal 601 1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan prosedur serta bimbingan teknis. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana penggerak wilayah I serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi wilayah I meliputi Pulau Jawa. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah I. standar. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah I serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah I meliputi Pulau Jawa. Nusa Tenggara dan Papua.rtf 245 . 2) 05 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN KA 4 DIT (FINAL . norma. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah I. pedoman. Kalimantan. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana penggerak. Bali. pedoman. dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 602 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. Nusa Tenggara dan Papua. Lombok.VALID). norma. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. kriteria. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.Pasal 600 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I terdiri atas: a.

standar. e. standar. penyiapan bahan pelaksanaan pengujian sertifikasi sarana perkeretaapian. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah II. standar. norma. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. pedoman. Pasal 605 1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. penyiapan bahan pengembangan pengujian dan sertifikasi sarana. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana penggerak wilayah II serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi wilayah II meliputi Pulau Sumatera. kriteria.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Sulawesi dan Kepulauan Maluku. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah II. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. b. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana penggerak.Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 604 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Wilayah II terdiri atas: a. c. evaluasi dan 246 2) 05 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria. sistem informasi b. Kalimantan. dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. norma.rtf . pedoman.

Direktorat Keselamatan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. 247 b. kriteria dan prosedur. pedoman. di bidang manajemen keselamatan perkeretaapian. pedoman.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan penyusunan standar. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. Bagian Ketujuh Direktorat Keselamatan Perkeretaapian Pasal 607 Direktorat Keselamatan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. dan rumah tangga Direktorat. serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian.pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi. standar. penegakan hukum. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah II serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah II meliputi Pulau Sumatera. norma. Pasal 606 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. kriteria dan prosedur. bimbingan teknis serta evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan perkeretaapian. serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. Kalimantan. 05 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). penegakan hukum. Pasal 608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. norma.rtf . kepegawaian. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan program keselamatan perkeretaapian.

c. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan penyusunan dan penetapan rencana peningkatan keselamatan perkeretaapian.rtf 248 . e. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. penyiapan pemeliharaan dokumen akreditasi dan sertifikasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. dan d. penyiapan perumusan dan pembinaan teknis di bidang manajemen keselamatan perkeretaapian. k.VALID). dan laporan kecelakaan. dan pelaksanaan tata usaha. penyiapan penerapan penegakan peraturan dan penindakan hukum yang berkaitan dengan keselamatan perkeretaapian. penegakan hukum. penyiapan pelaksanaan analisis perkembangan kondisi keselamatan perkeretaapian keselamatan perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan promosi keselamatan melalui diseminasi hal-hal khusus tentang keselamatan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . f. kepegawaian. j. g. h. penyiapan pemeriksaan dan audit keselamatan terhadap penyelenggara prasarana dan sarana perkeretaapian dalam rangka menjaga dan meningkatkan kinerja keselamatan perkeretaapian. infraksi (pelanggaran aturan). pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan sosialisasi keselamatan penegakan hukum di bidang perkeretaapian. i. dalam bentuk seminar. dan rumah tangga Direktorat. kampanye keselamatan.

DITJEN KA 4 DIT (FINAL . b. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan.VALID). Subdirektorat Penegakan Hukum. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. Pasal 610 Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. serta sosialisasi dan promosi keselamatan. sarana dan prasarana. pedoman. serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan perkeretaapian. Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan. penyiapan bahan pembinaan pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. pedoman. c. standar. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan.rtf . b. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . sarana dan prasarana. 249 d. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Tata Usaha. Pasal 611 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. sarana dan prasarana. c. norma. e.Pasal 609 Direktorat Keselamatan Perkeretaapian terdiri atas: a. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. norma.

Seksi Audit Keselamatan. standar. pemberian bimbingan teknis audit keselamatan perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan fasilitas keselamatan perkeretaapian meliputi pembangunan. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. sarana dan prasarana. sarana dan prasarana. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. pedoman. Pasal 613 (1) Seksi Audit Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan.rtf . i. bidang audit keselamatan perkeretaapian. 250 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan Seksi Peningkatan Keselamatan. b. norma.d. sarana dan prasarana. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan.VALID). h. pengadaan. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan terdiri atas: a. pengoperasian dan perawatan fasilitas keselamatan perkeretaapian. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana peningkatan keselamatan perkeretaapian penyiapan bahan perencanaan aspek keselamatan lalu lintas dan angkutan. Pasal 612 e. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. penyusunan bahan standar dan tata cara pelaksanaan audit keselamatan perkeretaapian. g.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. sarana dan prasarana. f. identifikasi daerah rawan kecelakaan dan bencana alam serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan audit keselamatan perkeretaapian.

Pasal 615 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614. bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang analisis kecelakaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan.VALID). sarana dan prasarana. norma. sarana dan prasarana. b. c. serta evaluasi keselamatan. penyiapan bahan pelaksanaan analisis kecelakaan. norma. kriteria. pedoman. sarana dan prasarana. dan prosedur. penyiapan bahan perencanaan evaluasi keselamatan lalu lintas dan angkutan. pedoman. kriteria. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan pelaksanaan analisis kecelakaan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . sarana dan prasarana.(2) Seksi Peningkatan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. dan prosedur. pedoman. standar. norma. kriteria dan prosedur di bidang analisis kecelakaan.rtf 251 . e. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. evaluasi dan pelaporan di bidang analisis dan penanganan kecelakaan perkeretaapian. bimbingan teknis. Pasal 614 Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. penyiapan sistem informasi kecelakaan. d. pengembangan sistem informasi di bidang peningkatan keselamatan perkeretaapian serta pelaksanaan kebijakan dan pembinaan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang rekayasa peningkatan keselamatan. dan penanganan kecelakaan. dan penanganan kecelakaan. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . sarana dan prasarana. dan penanganan kecelakaan. dan penanganan kecelakaan.

pedoman. dan prosedur. serta pelaksanaan kebijakan dan pembinaan teknis bidang penanganan kecelakaan. dan prosedur. penyiapan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis. norma. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang analisis dan penanganan kecelakaan perkeretaapian. penyusunan bahan standar dan tata cara penanganan kecelakaan perkeretaapian. penguji. Seksi Penanganan Kecelakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeriksa.VALID). standar. penyusunan bahan standar dan tata cara pelaporan kecelakaan perkeretaapian. penetapan kualifikasi keahlian dan sertifikasi tenaga perawatan. Pasal 617 (1) Seksi Analisis Kecelakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. pedoman. pemeriksaan dan 05 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 616 g. pelaporan di bidang penyebab kecelakaan serta pengembangan sistem informasi kecelakaan perkeretaapian. dan penyiapan bahan pelaksanaan analisa laporan di bidang analisis kecelakaan terhadap lalu lintas dan angkutan. evaluasi dan pelaporan di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan terdiri atas: a. kriteria. Pasal 618 Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.f. standar. serta evaluasi keselamatan. bimbingan teknis. bimbingan teknis. pemberian akreditasi terhadap badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. pelaporan di bidang analisa kecelakaan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang penanganan kecelakaan. pedoman. norma. sarana dan prasarana.rtf (2) 252 . dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. b. dan Seksi Penanganan Kecelakaan. kriteria. Seksi Analisis Kecelakaan.

d. kriteria dan prosedur di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia.VALID). Pasal 620 Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia terdiri atas: a. b. pemeriksaan. dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. Seksi Akreditasi Kelembagaan. penyiapan bahan penetapan sertifikat keahlian dan peningkatan kualitas/kuantitas tenaga perawatan. c. f. penguji. b. penyiapan bahan pemberian akreditasi lembaga/institusi yang melaksanakan pemeriksaan dan pengujian prasarana dan sarana kereta api.perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. Pasal 619 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. standar. norma. pedoman. pemeriksa. 05 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 253 . dan Seksi Sertifikasi Sumber Daya Manusia. penyiapan bahan penyusunan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis untuk tenaga perawatan. e.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pengujian dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Pasal 621 (1) Seksi Akreditasi Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan pelaksanaan penyidikan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi sumber daya manusia.VALID). kriteria dan prosedur di bidang penegakan hukum. serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan penegakan hukum bidang perkeretaapian. norma. pemeriksa. pedoman. 254 dalam (2) b.rtf . Subdirektorat Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. Pasal 623 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. pedoman. kriteria dan prosedur bidang akreditasi lembaga serta bimbingan teknis. c. penyusunan bahan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis untuk tenaga perawatan. standar. Pasal 622 Subdirektorat Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan norma. norma. bimbingan teknis. penetapan sertifikat keahlian dan peningkatan kualitas/kuantitas tenaga perawatan. evaluasi dan pelaporan di bidang pemberian akreditasi lembaga/institusi yang melaksanakan pemeriksaan dan pengujian prasarana dan sarana kereta api. pengujian dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. standar. kriteria dan prosedur bidang sertifikasi sumber daya manusia. standar. kriteria dan prosedur. Seksi Sertifikasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta bimbingan teknis. pedoman. serta koordinasi antar lembaga dalam penegakan hukum bidang perkeretaapian. norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penegakan hukum. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeriksaan. penguji. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan koordinasi antar lembaga penegakan hukum bidang perkeretaapian.

kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.d. pedoman. evaluasi dan pelaporan bidang bimbingan teknis serta pengembangan sistem informasi. Pasal 624 e. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang penegakan hukum. penyiapan pelaksanaan penyidikan. evaluasi dan pelaporan di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pasal 625 (1) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). penyuluhan regulasi perkeretaapian. h. f. evaluasi dan pelaporan di bidang penyidikan.rtf 255 . norma. standar.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pengumpulan. pengusulan pengangkatan/pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pengolahan dan penyiapan data penyidikan serta pelaksanaan tata kelola administrasi penyidikan. Subdirektorat Penegakan Hukum terdiri atas: a. i. pelaksanaan koordinasi antar lembaga dalam penyidikan. Seksi Penyidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan peruntukan ruang di kawasan perkeretaapian serta tata tertib pengguna jasa perkeretaapian. dan Seksi Penyidikan.VALID). (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . b. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penegakan hukum bidang perkeretaapian. tata cara berlalu lintas di perlintasan sebidang. norma. penyiapan bahan penyidikan terhadap tindak pidana di bidang perkeretaapian. standar. pedoman. penyiapan bahan penyuluhan tindak pidana di bidang perkeretaapian. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

kepegawaian. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) (3) (4) 05 OTK KEMENHUB 2010 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 627 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 626 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).VALID). Pasal 628 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.rtf 256 . dan rumah tangga Direktorat. dan masing-masing Direktur. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

evaluasi. Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Tugas dan Fungsi Pasal 629 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.BAB IX INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 257 . d. c. 06 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 630 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan. e. perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. administrasi di lingkungan Inspektorat (2) b. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Perhubungan.ITJEN (FINAL . dan kegiatan pengawasan lainnya. dan pelaksanaan Jenderal.VALID). Pasal 631 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630. reviu. pemantauan.

dan Inspektorat V.ITJEN (FINAL . dan penyajian Laporan Hasil Pengawasan. d.VALID). koordinasi dan penyusunan rencana. c. program dan anggaran pelaksanaan pengawasan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 632 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. e. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 633 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal.rtf 258 . Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan. Inspektorat II. Inspektorat III. Sekretariat Inspektorat Jenderal. 06 OTK KEMENHUB 2010 . c. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengelolaan data dan evaluasi kegiatan pengawasan. f. b. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan. Pasal 634 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633. b. Inspektorat IV. Inspektorat I.

06 OTK KEMENHUB 2010 . f. h. g. c. Bagian Perencanaan.rtf 259 . program dan anggaran pengawasan. Pasal 635 e. kearsipan. Pasal 636 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. pengelolaan data serta evaluasi kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan verifikasi perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal.ITJEN (FINAL . Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penelaahan hukum dan peraturan perundangundangan.VALID). Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a.d. b. dan pelaksanaan pengelolaan persuratan. dan penyusunan laporan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan rencana. analisa dan tindak lanjut Laporan Hasil Pengawasan. Bagian Kepegawaian dan Hukum. Pasal 637 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 636. Bagian Keuangan dan Tata Usaha. program dan anggaran pelaksanaan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. serta pengelolaan perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pemantauan. d. dan Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit. pelaksanaan pengelolaan pembiayaan dan penggajian.

VALID). pengelolaan dan penyajian data kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 638 c. Subbagian Data dan Evaluasi.rtf 260 . penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan. pengolahan dan penyajian data serta penyiapan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengawasan. Pasal 639 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. b. penyiapan bahan pelaksanaan pengumpulan. kerumahtanggaan dan hubungan masyarakat di lingkungan Inspektorat Jenderal. (2) b. pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Subbagian Data dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Subbagian Program dan Anggaran. Pasal 641 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 640. dan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. Bagian Perencanaan terdiri atas: a. Pasal 640 Bagian Kepegawaian dan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan kepegawaian.ITJEN (FINAL . Bagian Kepegawaian dan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. urusan perlengkapan.b. program dan anggaran pelaksanaan pengawasan. 06 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan dan penataan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal.

g. hubungan masyarakat dan keprotokolan di lingkungan Inspektorat Jenderal. e. (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Kepegawaian. f. kerumahtanggaan. Pasal 644 Bagian Keuangan dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penatausahaan pembiayaan dan penggajian. b. penyiapan bahan pengelolaan urusan kerumahtanggaan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) serta pengelolaan urusan perlengkapan.rtf 261 . penyusunan laporan pelaksanaan anggaran dan perjalanan dinas. Subbagian Hukum dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan. serta pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan pengelolaan urusan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Kepegawaian dan Hukum terdiri atas: a. Pasal 643 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan kepegawaian. Pasal 642 d.c. dan Subbagian Hukum dan Umum.ITJEN (FINAL . dan penyiapan bahan pengelolaan hubungan masyarakat (humas) dan keprotokolan di lingkungan Inspektorat Jenderal.VALID). penyiapan bahan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Inspektorat Jenderal. serta penyusunan dan penataan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal.

analisis. penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan penggajian di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan serta pengelolaan perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal.VALID). Bagian Keuangan dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan. c. Pasal 646 Bagian Keuangan dan Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Pembiayaan dan Penggajian. b.rtf 262 . dan b.ITJEN (FINAL . dan penyiapan bahan pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 648 Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan. dan Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan. Pasal 647 (1) Subbagian Pembiayaan dan Penggajian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan dan penggajian. penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran dan perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal.Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 . serta penyusunan laporan pelaksanaan anggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengolahan.

Pasal 649 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 648, Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan penyusunan laporan hasil analisis laporan hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan laporan hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan pelaksanaan tindak lanjut laporan hasil audit Inspektorat Jenderal di lingkungan Kementerian Perhubungan; dan penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan terhadap tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), dan laporan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 650 Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit terdiri atas: a. b. Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit I; dan Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit II. Pasal 651 (1) Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, dan Sekretariat Jenderal. 263

b.

c. d.

e.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

(2)

Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Inspektorat Jenderal.

Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 652 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara. Pasal 653 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 652, Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara;

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

264

b.

pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

265

Pasal 654 Inspektorat I terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 655 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat I. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur I dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 656 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua. Pasal 657 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 656, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

266

Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; b. pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

267

Pasal 658 Inspektorat II terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 659 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat II. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur II dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 660 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Pasal 661 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 660, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian 268

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; b. pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

269

Pasal 662 Inspektorat III terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 663 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat III. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur III dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 664 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

270

dan Maluku Utara. dan Maluku Utara. dan Unit Pelaksana Teknis 271 b. Sulawesi Tenggara. d. pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. Nusa Tenggara Timur.VALID). dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. Nusa Tenggara Timur. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Tenggara. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. Nusa Tenggara Timur. dan Maluku Utara. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. 06 OTK KEMENHUB 2010 .rtf . Jawa Tengah. e. kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Kalimantan Timur. Kalimantan Timur. Jawa Tengah. Sulawesi Tenggara.ITJEN (FINAL .Pasal 665 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 664. Jawa Tengah. c. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Timur. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. dan Maluku Utara. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. pelaksanaan pemeriksaan. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Kalimantan Timur. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Jawa Tengah. Nusa Tenggara Timur. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.

dokumentasi serta kearsipan Inspektorat IV. Nusa Tenggara Timur. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. Pasal 666 Inspektorat IV terdiri atas: a. kolusi dan nepotisme.ITJEN (FINAL . Sumatera Barat. Pasal 667 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Gorontalo. 272 06 OTK KEMENHUB 2010 . Jawa Tengah. dan f. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan. perlengkapan. Kalimantan Timur. Sulawesi Barat.rtf . b. Banten. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. rumah tangga. Sulawesi Tenggara. surat menyurat. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur IV dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum. dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan. dan Maluku Utara. Kepulauan Riau. serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Sekretariat Jenderal. dan Papua Barat. (2) Bagian Kedelapan Inspektorat V Pasal 668 Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi.Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan.VALID).

Inspektorat V menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Barat. Gorontalo. Direktorat Jenderal Perkeretaapian. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemeriksaan. dan 273 b. Kepulauan Riau. Kepulauan Riau. Sulawesi Barat. d. dan Papua Barat.ITJEN (FINAL . dan Papua Barat. Gorontalo. Banten. Kepulauan Riau. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. c. 06 OTK KEMENHUB 2010 . Banten. Sulawesi Barat. Sumatera Barat. pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Sekretariat Jenderal. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. e. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi.VALID). Banten. Sumatera Barat.Pasal 669 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 668. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. dan Papua Barat. pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Sekretariat Jenderal. Banten. Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Sulawesi Barat. Sumatera Barat. Banten. Gorontalo. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. dan Papua Barat. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. dan Papua Barat. Gorontalo. Kepulauan Riau. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Sumatera Barat. Sumatera Barat. Kepulauan Riau. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. Gorontalo.rtf . Sulawesi Barat.

rtf . rumah tangga. dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dokumentasi serta kearsipan Inspektorat V. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur V dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum. Pasal 673 (1) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Auditor yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan peraturan perundangundangan. perlengkapan. surat menyurat. 274 (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 . (2) Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 672 Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan Jabatan Fungsional Auditor berdasarkan peraturan perundang-undangan. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.VALID).ITJEN (FINAL . Pasal 671 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 670 Inspektorat V terdiri atas: a. b.f. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional Auditor senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal.

Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 675 (1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.(3) Jumlah tenaga fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) (3) (4) 06 OTK KEMENHUB 2010 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal. Pasal 674 (4) Kelompok Jabatan Fungsional selain Auditor pada Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.rtf 275 . Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).ITJEN (FINAL .VALID).

pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan. Penelitian dan Perhubungan (2) b. 07 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan.rtf 276 . Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. pemantauan. c.BAB X BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN Bagian Pertama Kedudukan. d. Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a.BA LITBANG PHB (FINAL . Pasal 677 Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan. Badan Penelitian dan Pengembangan dipimpin oleh Kepala Badan. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan. Tugas dan Fungsi Pasal 676 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan adalah unsur pelaksana di bidang penelitian dan pengembangan perhubungan. dan pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Perhubungan.VALID). penyusunan kebijakan teknis.

rencana dan program. 07 OTK KEMENHUB 2010 . perhubungan laut. dan perhubungan udara. Sekretariat Badan Perhubungan. Penelitian dan Pengembangan Manajemen Pusat Penelitian dan Transportasi Multimoda. dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Udara. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen transportasi multimoda dan/atau antarmoda. perhubungan darat. Pengembangan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Darat dan Perkeretaapian. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Laut.BA LITBANG PHB (FINAL .VALID).rtf 277 . penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan. e. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Pasal 680 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Pasal 681 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 680.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 679 Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan terdiri atas: a. d. b. perkeretaapian.

penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program penelitian dan pengembangan. evaluasi serta laporan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan penyiapan bahan pelaksanaan transportasi nasional. b. Bagian Kepegawaian. Bagian Dokumentasi dan Kerjasama. serta pelayanan administrasi kerjasama. pengkajian sistem b.VALID). ketatausahaan. kepustakaan dan publikasi. c. penyiapan pelaksanaan urusan dokumentasi.rtf 278 . dan pelaksanaan urusan kerumahtanggaan. 07 OTK KEMENHUB 2010 . c. penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan pelaksanaan administrasi kepegawaian. program dan anggaran penelitian dan pengembangan. c.BA LITBANG PHB (FINAL . Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di maksud dalam Pasal 683. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Perencanaan. Pasal 682 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan terdiri atas: a. keuangan.b. dan Bagian Umum. pemantauan serta penyusunan laporan. d. Pasal 683 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana dan program. dan d.

Pasal 686 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan anggaran penelitian dan pengembangan.Pasal 685 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. d. Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program penelitian dan pengembangan.rtf 279 . Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di maksud dalam Pasal 687. Subbagian Program. c. serta pelaksanaan pengkajian sistem transportasi.VALID). b. (2) (3) b. c. Subbagian Rencana. penyiapan bahan penyusunan rencana dan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta pengembangan dan kesejahteraan pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan administrasi dan pembinaan jabatan fungsional. Pasal 687 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. penyiapan bahan pelaksanaan administrasi kepegawaian. dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. 07 OTK KEMENHUB 2010 .BA LITBANG PHB (FINAL . dan penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan.

Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. b. dan Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 690 (1) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi kepegawaian dan penyusunan. publikasi serta pelayanan administrasi kerjasama di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.BA LITBANG PHB (FINAL .rtf 280 . Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi dan penyiapan bahan pembinaan jabatan fungsional. Bagian Dokumentasi dan Kerjasama menyelenggarakan fungsi: a. analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691.Pasal 689 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. c.VALID). b. dan penyiapan bahan administrasi kerjasama penelitian dan pengembangan. penyiapan bahan urusan dokumentasi dan kepustakaan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. penyiapan bahan urusan publikasi dan visualisasi hasil penelitian dan pengembangan. Pasal 691 Bagian Dokumentasi dan Kerjasama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan dokumentasi dan kepustakaan. serta penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan dan Pelatihan Perhubungan. c. pemeliharaan basis data kepegawaian. (2) (3) 07 OTK KEMENHUB 2010 . dan pengembangan dan kesejahteraan pegawai.

VALID). kerumahtanggaan. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan. c. dan Subbagian Administrasi dan Kerjasama. dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan urusan kerumahtanggaan dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Subbagian Publikasi. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695. Pasal 695 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. 07 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 281 .BA LITBANG PHB (FINAL . keuangan. penyiapan bahan urusan ketatausahaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. b. Subbagian Administrasi dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi kerjasama penelitian dan pengembangan.Pasal 693 Bagian Dokumentasi dan Kerjasama terdiri atas: a. Pasal 694 (1) Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan dokumentasi dan kepustakaan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan publikasi hasil-hasil pelaksanaan tugas Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan serta urusan kehumasan. (2) (3) c. penyiapan bahan pengelolaan keuangan di lingkungan Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. b. penerbitan.

dan Subbagian Rumah Tangga. Subbagian Keuangan. (2) (3)   Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda Pasal 699 Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. 07 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). Subbagian Tata Usaha. Pasal 700 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 699. Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 697 Bagian Umum terdiri atas: a.rtf 282 . Pasal 698 (1) Subbagian Tata Usah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. b.BA LITBANG PHB (FINAL . Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kerumahtanggaan dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. c. penyiapan penyusunan rencana.

h. program dan anggaran. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Pasal 702 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.b. data dan aplikasi serta kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.BA LITBANG PHB (FINAL . Pasal 701 c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda terdiri atas: a.VALID). penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. c. penyiapan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. g.rtf 283 . Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. i. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. b. f. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. Bidang Program dan Evaluasi. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. e. 07 OTK KEMENHUB 2010 .

rtf 284 . Subbidang Program dan Kerja Sama. kerumahtanggaan. dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. pengelolaan keuangan. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Pasal 705 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.Pasal 703 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . administrasi jabatan fungsional. Pasal 704 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. b. d. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.VALID). program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. penyiapan bahan penyusunan rencana.BA LITBANG PHB (FINAL . Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. b. c. Pasal 706 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.

BA LITBANG PHB (FINAL .Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda. b. b. kerumahtanggaan.VALID). pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Mutimoda. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. Subbidang Pelayanan Administrasi. Pasal 708 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Pasal 709 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan.rtf 285 . kerumahtanggaan. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan urusan ketatausahaan.

penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. 07 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan pengembangan bidang perkeretaapian.Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian Pasal 710 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian.VALID). penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. f. e. g.BA LITBANG PHB (FINAL . d. kerjasama penelitian transportasi darat dan dan b. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan penyusunan rencana. c. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian.rtf 286 .

program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. b. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. c. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. Bidang Program dan Evaluasi. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi darat dan perkeretaapian. dan Kelompok Jabatan Fungsional. program dan anggaran. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. d.h. b. 07 OTK KEMENHUB 2010 . data dan aplikasi serta kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 712 i. penyiapan bahan penyusunan rencana. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. c.VALID). Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a.BA LITBANG PHB (FINAL .rtf 287 . Pasal 713 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana.

Subbidang Program dan Kerja Sama.Pasal 715 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. penyiapan bahan urusan ketatausahaan. kerumahtanggaan. Pasal 716 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. 07 OTK KEMENHUB 2010 . dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. kerumahtanggaan. (2) b. Pasal 717 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. pengelolaan keuangan. dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian.VALID). program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi darat dan perkeretaapian. b. administrasi jabatan fungsional. dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi darat dan perkeretaapian.BA LITBANG PHB (FINAL . Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717. pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian.rtf 288 . Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian.

program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut.BA LITBANG PHB (FINAL . dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan perkeretaapian. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 720 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. b. kerumahtanggaan. Subbidang Pelayanan Administrasi.rtf 289 . (2) Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut Pasal 721 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. penyiapan penyusunan rencana.VALID). penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 719 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. b.

penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. g. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Pasal 723 f. dan d.rtf 290 . i. Bidang Program dan Evaluasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut terdiri atas: a.BA LITBANG PHB (FINAL . data dan aplikasi. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. program dan anggaran. c. kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi laut.VALID). 07 OTK KEMENHUB 2010 . kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan.c. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. b. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pasal 724 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. penyiapan pelaksanaan kerjasama penelitian pengembangan bidang transportasi laut. dan Kelompok Jabatan Fungsional. e. h.

rtf 291 . program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. kerumahtanggaan. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi laut. pengelolaan keuangan. penyiapan bahan penyusunan rencana. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . d. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. administrasi jabatan fungsional. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Subbidang Program dan Kerja Sama. b. c. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut.BA LITBANG PHB (FINAL . Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 726 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a.Pasal 725 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724.VALID). dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. b. Pasal 727 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 728 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut.

Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi laut.BA LITBANG PHB (FINAL . b.VALID).rtf 292 . b. pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. Pasal 730 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. kerumahtanggaan. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 731 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. kerumahtanggaan. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi laut. Subbidang Pelayanan Administrasi.Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. penyiapan urusan ketatausahaan. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut.

Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara Pasal 732 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. penyiapan pelaksanaan kerjasama penelitian pengembangan bidang transportasi udara. 07 OTK KEMENHUB 2010 . dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. d. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara.BA LITBANG PHB (FINAL . Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. f. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. g. dan b. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi udara. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. penyiapan penyusunan rencana. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara menyelenggarakan fungsi: a.VALID). program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara.rtf 293 . penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. h. e. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. c. i.

b. Pasal 735 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. Bidang Program dan Evaluasi. d. c. 07 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 294 . Pasal 736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 735.BA LITBANG PHB (FINAL . dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. program dan anggaran. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. c. Pasal 737 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Subbidang Program dan Kerja Sama. b. kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. data dan aplikasi. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. b.Pasal 734 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rencana.VALID).

program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Pasal 740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 739.BA LITBANG PHB (FINAL . pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. b.rtf 295 . Subbidang Pelayanan Administrasi.VALID). (2) b. kerumahtanggaan. administrasi jabatan fungsional. pengelolaan keuangan. Pasal 741 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a.Pasal 738 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. Pasal 739 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan urusan ketatausahaan. 07 OTK KEMENHUB 2010 . kerumahtanggaan. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara.

pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. Litkayasa. (2) Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 743 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. (2) (3) (4) 07 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kerumahtanggaan.Pasal 742 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. Pasal 744 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan/ditunjuk oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.rtf 296 . dan sejumlah jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).BA LITBANG PHB (FINAL .

Tugas dan Fungsi Pasal 745 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. 08 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 297 . pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan.BAB XI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. dan dan pelaporan daya manusia pelaksanaan di bidang d. b. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan. pemantauan. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pengembangan sumber Perhubungan. (2) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dipimpin oleh Kepala Badan. Pasal 746 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan. c.BA PSDM PHB (FINAL . penyusunan kebijakan teknis.VALID).

c. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. b. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Pasal 749 Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Pasal 750 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 749. penyiapan penyusunan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia perhubungan. Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. d. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. 08 OTK KEMENHUB 2010 .VALID).BA PSDM PHB (FINAL .Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 748 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan terdiri atas: a. dan e.rtf 298 . Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.

tata laksana dan reformasi birokrasi. norma. pedoman.rtf 299 . Pasal 751 c. f. kehumasan dan keprotokolan. penyiapan pembinaan administrasi kepegawaian Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. dan penyiapan penyusunan hasil analisis dan evaluasi. penyiapan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan. Bagian Kepegawaian. penyiapan penyusunan standar. Bagian Umum. b. h. Bagian Keuangan. Bagian Perencanaan. serta pelayanan informasi publik. kerumahtanggaan. anggaran dan target kinerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.b. i. program kerja. g. serta kerjasama. penyiapan koordinasi rencana. tata usaha.VALID). penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. penyuluhan dan sosialisasi. penyiapan pembinaan organisasi. dan d.BA PSDM PHB (FINAL . Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan terdiri atas: a. c. 08 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. serta pelaporan kinerja organisasi. e. d. penyiapan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. dan prosedur pengembangan sumber daya manusia perhubungan. bantuan dan pertimbangan hukum.

informasi. dan rapat intern Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyiapan bahan pelaksanaan pertemuan dengan lembaga tinggi dan tertinggi negara. penyiapan bahan penyusunan indikator dan target kinerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.Pasal 752 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan program kerja anggaran. rapat tingkat Kementerian Perhubungan. pengelolaan data dan informasi. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. dan statistik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyiapan bahan penyusunan laporan tahunan. dan h. pelaksanaan analisis dan evaluasi serta pelaporan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. laporan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan dan pengelolaan data.BA PSDM PHB (FINAL . f. b.rtf 300 . Kolusi dan Nepotisme dan laporan lainnya terkait dengan pelaksanaan kegiatan perencanaan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. d. laporan yang terkait dengan Aksi Pencegahan Korupsi. 08 OTK KEMENHUB 2010 . rapat koordinasi tingkat menteri. e. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program pengembangan sumber daya manusia perhubungan. c. penyiapan bahan analisis dan evaluasi serta pelaporan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Pasal 753 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752.VALID). penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia perhubungan. perumusan kinerja. g. penyiapan bahan penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.

laporan yang terkait dengan Aksi Pencegahan Korupsi. serta penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah.Pasal 754 Bagian Perencanaan terdiri atas: a.BA PSDM PHB (FINAL . Pasal 755 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program. pelaksanaan pertemuan dengan lembaga tinggi dan tertinggi negara.rtf 301 . b. Subbagian Program. dan c. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan data dan informasi. indikator dan target kinerja pengembangan sumber daya manusia perhubungan. Subbagian Analisis dan Evaluasi. serta penyusunan laporan tahunan. Pasal 756 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan administrasi kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. statistik. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 757 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756. laporan akuntabilitas kinerja. serta rapat koordinasi. penyiapan bahan penyusunan perencanaan kepegawaian dan basis data kepegawaian. Kolusi dan Nepotisme dan laporan lainnya terkait dengan pelaksanaan kegiatan perencanaan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.VALID). (2) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia perhubungan. analisis dan evaluasi kinerja. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Rencana.

08 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 758 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. h. penyiapan bahan administrasi pelaksanaan tugas belajar.BA PSDM PHB (FINAL . k.rtf 302 . penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan kesejahteraan pegawai. i. penyiapan bahan pelaksanaan sistem penerimaan terpusat calon taruna pendidikan dan pelatihan perhubungan dan penyelenggaraan wisuda terpadu. dan pemberian bantuan biaya pendidikan di dalam dan luar negeri. penyiapan bahan pelaksanaan assesmen pegawai serta pelaksanaan pembinaan jabatan struktural. penyiapan bahan pelaksanaan pensiun pegawai. f. dan l. beasiswa.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan pengangkatan dan penempatan pegawai. g. penyiapan bahan pelaksanaan pembangunan karakter dan kesamaptaan pegawai. dan c. Subbagian Perencanaan Kepegawaian. b. penyiapan bahan pelaksanaan penerimaan pegawai Badan Pengembangan SDM Perhubungan. c. penyiapan bahan pelaksanaan mutasi pegawai Badan Pengembangan SDM Perhubungan. Subbagian Pengembangan Pegawai. e. fungsional tertentu dan jabatan fungsional umum. j. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan disiplin pegawai.b. d. penyiapan bahan pelaksanaan pengembangan pegawai. Subbagian Mutasi dan Disiplin.

Pasal 760 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan anggaran. pelaksanaan ujian dinas dan penyesuaian ijazah. pemberian tugas belajar. penempatan. pengelolaan akuntansi keuangan dan barang milik negara serta pengelolaan tindak lanjut hasil temuan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. pemutakhiran basis data pegawai serta penerimaan calon taruna dan wisuda secara terpusat. jabatan fungsional tertentu dan umum. d. serta pembinaan disiplin dan pensiun pegawai. c. penerimaan. penyelenggaraan pembinaan kesejahteraan pegawai.Pasal 759 (1) Subbagian Perencanaan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan kepegawaian/ man power planning. cuti. urusan mutasi. serta jabatan umum. penyiapan bahan penyusunan rencana pelaksanaan anggaran. pembangunan karakter dan kesamaptaan aparatur. penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan anggaran dan realisasi. kenaikan gaji berkala dan inpassing. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program pengembangan pegawai. administrasi penetapan angka kredit. perbendaharaan. penyiapan bahan usulan pengelola anggaran.BA PSDM PHB (FINAL . pembinaan jabatan struktural. penyiapan bahan usulan revisi anggaran. pengangkatan. widyaiswara dan instruktur.rtf 303 . beasiswa dan bantuan biaya pendidikan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . (3) Subbagian Mutasi dan Disiplin mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pola pembinaan karir pegawai. Pasal 761 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dosen.VALID). detasering dan assesmen pegawai. b.

Subbagian Akuntansi Keuangan dan Perbendaharaan. h. penyiapan bahan pelaksanaan hasil audit internal dan eksternal. penyiapan bahan tanggapan/ jawaban terhadap sanggah banding.rtf 304 . dan c. penyiapan bahan penyusunan tarif dan rencana target Penerimaan Negara Bukan Pajak non BLU. Subbagian Pelaksanaan Anggaran dan TL-LHP. penyiapan bahan pelaksanaan anggaran pada Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . g. f.VALID). b. penyiapan bahan pelaporan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN). pengumpulan data dukung dan evaluasi terkait dengan laporan hasil audit. Pasal 762 Bagian Keuangan terdiri atas: a. pembinaan BLU/PNBP. penyiapan bahan penetapan pemenang lelang. i. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan Badan Layanan Umum (BLU). penyiapan bahan pelaporan pelaksanaan anggaran.BA PSDM PHB (FINAL . dan hasil prakualifikasi dan m. penyiapan bahan pelaporan Sistem Akuntansi Keuangan Pengguna Anggaran (SAKPA). usulan revisi anggaran. l.e. j. k. Subbagian Administrasi dan Pengelola Barang Milik Negara. Pasal 763 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (TL-LHP) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana pelaksanaan anggaran. pelelangan serta sanggah banding.

pengadaan dan pemeliharaan fasilitas kantor.VALID). keprotokolan. urusan perjalanan dinas. tata laksana dan reformasi birokrasi. Pasal 765 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 764. penyuluhan dan sosialisasi serta pelayanan informasi publik di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. d. b. kerjasama. pelaksanaan bantuan hukum dan penyusunan pertimbangan hukum. penyelenggaraan rapat kedinasan. c. penyiapan bahan perumusan perjanjian nasional dan internasional yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan anggaran dan realisasi daya serap. Pasal 764 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan tata usaha. kerumahtanggaan dan urusan dalam. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan serta pemeliharaan fasilitas kesejahteraan pegawai. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pengelolaan urusan dalam. pelaksanaan kehumasan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan pengelolaan ketatausahaan.(2) Subbagian Akuntansi Keuangan dan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. pengelolaan organisasi.rtf 305 . usulan pengelola anggaran dan pembayaran pengeluaran serta pelaporan keuangan. pelaporan Sistem Akuntansi Keuangan Pengguna Anggaran (SAKPA). pengelolaan perpustakaan.BA PSDM PHB (FINAL . (3) Subbagian Administrasi dan Pengelola Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan barang milik negara dan pelaporan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN).

pengelolaan urusan dalam. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 766 Bagian Umum terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan perpustakaan dan keprotokolan. f. pengadaan kebutuhan kantor. h. Subbagian Hukum dan Kerjasama. pengadaan dan pemeliharaan fasilitas. pengelolaan perpustakaan dan keprotokolan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.e. i.BA PSDM PHB (FINAL . g. tugas pengelolaan penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan/ penyuluhan/ sosialisasi pada UPT di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyiapan bahan koordinasi. dan usulan ratifikasi konvensi internasional terkait pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan. k. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama dengan instansi/ lembaga baik di dalam maupun di luar negeri yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia perhubungan. dan c. perjalanan dinas. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Organisasi dan Tata Laksana Pasal 767 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatausahaan. penyiapan bahan publikasi dan promosi serta kehumasan. penelaahan. penyiapan bahan pelaksanaan penelaahan dan rumusan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang pengembangan sumber daya manusia perhubungan. rapat kedinasan. penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana. penyiapan bahan penataan reformasi birokrasi.rtf 306 . l. j. b. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga. penyiapan bahan pelayanan informasi publik.VALID). perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. dan m.

rtf 307 . rancangan ratifikasi konvensi internasional. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. dan pelayanan informasi publik. b. reformasi birokrasi. penelaahan. rancangan rumusan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. c. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat Pasal 768 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. didaktik. kehumasan. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum. 08 OTK KEMENHUB 2010 .(2) Subbagian Hukum dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.VALID). dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. serta penyuluhan dan sosialisasi di bidang pengembangan sumber daya manusia perhubungan. alat pengajaran. metodik. Pasal 769 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768. silabus. publikasi. promosi. serta rancangan perjanjian nasional dan internasional dalam rangka kerja sama dengan instansi/ lembaga baik di dalam maupun di luar negeri yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia perhubungan. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana.

h.BA PSDM PHB (FINAL . instruktur. penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. g. keuangan. pengelolaan data dan informasi. k. f. i. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan pemantauan. penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. Barang Milik Negara (BMN). penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian.rtf 308 . penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian. pelayanan informasi publik. perpustakaan.VALID). kehumasan. kerumahtanggaan. j. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. dan l.d. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. hukum. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. kepegawaian. e.

penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. e. d. kerjasama. sertifikasi.rtf 309 . pembinaan lembaga pendidikan. Bidang Pelatihan. alat pengajaran. program dan anggaran pendidikan. metodik. b. Pasal 772 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 771.BA PSDM PHB (FINAL . Pasal 771 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana. c. pelaksanaan penyuluhan.VALID). penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. didaktik. standarisasi dan akreditasi. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. b. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. dan c. Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. silabus. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Umum. Bidang Pendidikan. rencana kebutuhan SDM. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian.Pasal 770 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian.

i. analisis. penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian.BA PSDM PHB (FINAL . pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan.f. rencana kebutuhan SDM. Subbidang Standarisasi Pendidikan. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. instruktur. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian.rtf 310 . k. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 774 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. dan b. Pasal 773 Bidang Pendidikan terdiri atas: a. (2) Subbidang Standarisasi Pendidikan. evaluasi dan pelaporan. penyuluhan serta pelaksanaan pemantauan. h. pembinaan lembaga pendidikan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. kerjasama. 08 OTK KEMENHUB 2010 . program dan anggaran pendidikan. serta pembinaan sertifikasi.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian. Subbidang Program Pendidikan. dan j. g.

didaktik. c. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. d.Pasal 775 Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pelatihan. Pasal 776 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 775. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur.BA PSDM PHB (FINAL . sertifikasi. pembinaan lembaga pelatihan. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. f. silabus.rtf 311 . serta pemantauan. alat pengajaran.VALID). metodik. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/ man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. g. standarisasi dan akreditasi. dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. pelaksanaan penyuluhan. e. kerjasama. widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. b. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. rencana kebutuhan SDM. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan.

(2) Subbidang Standarisasi Pelatihan. Pasal 777 Bidang Pelatihan terdiri atas: a. keuangan. kerjasama.BA PSDM PHB (FINAL . Pasal 778 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. serta pembinaan sertifikasi. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian. penyuluhan serta pelaksanaan pemantauan. pengelolaan data dan informasi. Pasal 779 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. dan j.h. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. k. kerumahtanggaan. program. rencana kebutuhan SDM. dan b. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan.VALID). 08 OTK KEMENHUB 2010 . i. dan pelaporan. evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. pelayanan informasi publik. Subbidang Standarisasi Pelatihan.rtf 312 . dan anggaran. pembinaan lembaga pelatihan. Barang Milik Negara (BMN). analisis. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. kehumasan. mengkoordinasikan rencana. penyiapan bahan pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Subbidang Program Pelatihan. hukum. kepegawaian. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. program dan anggaran pelatihan. perpustakaan.

kerumahtanggaan. penetapan. penyiapan bahan pengkoordinasian rencana. dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. dan pelayanan informasi publik. program. evaluasi. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN).rtf 313 . g. dan i. Keuangan. dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. dan Tata Usaha. 08 OTK KEMENHUB 2010 . pertimbangan dan bantuan hukum. e. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan. b. Barang Milik Negara (BMN) dan perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. Pasal 782 (1) Subbagian Perencanaan. f. penyiapan bahan penyusunan peraturan. Keuangan. pelaksanaan kerumahtanggaan dan d. pengkoordinasian rencana. kehumasan. program. hukum. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan analisis.VALID).BA PSDM PHB (FINAL .Pasal 780 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 779. Subbagian Datin dan Anev. dan anggaran. pelayanan informasi publik. Pasal 781 Bagian Umum terdiri atas: a. dan anggaran. keprotokolan. Subbagian Perencanaan. penyiapan bahan urusan pengelolaan kepegawaian Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. dan b. penyiapan bahan perpustakaan. penyiapan bahan pelaksanaan urusan ketatausahaan. kepegawaian. c. h.

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a. analisis. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut. Informasi dan Analisis. metodik. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum. penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan laut. 08 OTK KEMENHUB 2010 .BA PSDM PHB (FINAL . e.rtf 314 . silabus. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan laut. c. Bagian Kelima Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut Pasal 783 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut.VALID). didaktik. evaluasi. alat pengajaran.(2) Subbagian Datin dan Anev (Data. d. Evaluasi) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan darat dan perkeretaapian. Pasal 784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 783. b.

penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. pelayanan informasi publik. penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. kepegawaian. j. Pasal 785 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut terdiri atas: a. g. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. b. Barang Milik Negara (BMN). penyiapan pelaksanaan pemantauan. i. hukum. Bidang Pendidikan.BA PSDM PHB (FINAL . pengelolaan data dan informasi. k. dan c. keuangan. perpustakaan.VALID). kerumahtanggaan. Bagian Umum.f. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi laut.rtf 315 . instruktur. h. 08 OTK KEMENHUB 2010 . kehumasan. penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. Bidang Pelatihan. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut. analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan laut. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut. dan l.

h.BA PSDM PHB (FINAL . standarisasi dan akreditasi. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut. Pasal 787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 786. rencana kebutuhan SDM. sertifikasi. b. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi laut. 08 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). e. dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi laut. instruktur.rtf 316 . penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. c.Pasal 786 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pendidikan. pembinaan lembaga pendidikan. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi laut. pelaksanaan penyuluhan. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. g. pemantauan. metodik. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut. didaktik. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi laut. silabus. kerjasama. d. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. alat pengajaran. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. f.

rencana kebutuhan SDM. Subbidang Program Pendidikan.i. pelaksanaan penyuluhan. dan j. program dan anggaran pendidikan. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi laut. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan.rtf 317 . 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan laut. penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. kerjasama. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. pembinaan lembaga pendidikan. pembinaan lembaga pelatihan. Pasal 788 Bidang Pendidikan terdiri atas: a. dan b. serta pembinaan sertifikasi. Subbidang Standarisasi Pendidikan. Subbidang Standarisasi Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. k. serta pemantauan. rencana kebutuhan SDM. kerjasama. program dan anggaran pelatihan.BA PSDM PHB (FINAL . standarisasi dan akreditasi.VALID). Pasal 789 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 790 (2) Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana. dan pelaporan. sertifikasi.

widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi laut. b. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan laut. k. c. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. i. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi laut. didaktik. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur. silabus. e. d. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut.VALID). alat pengajaran. f.Pasal 791 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790.rtf 318 . penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut.BA PSDM PHB (FINAL . dan j. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. h. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan. penyiapan bahan pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. metodik. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi laut. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut. g.

VALID). hukum. Pasal 794 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. kerjasama. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. perpustakaan. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. b. Subbidang Standarisasi Pelatihan. analisis. serta pembinaan sertifikasi. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. pembinaan lembaga pelatihan. evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. Barang Milik Negara (BMN). keuangan. rencana kebutuhan SDM. pelayanan informasi publik. penyiapan bahan koordinasi rencana. program. dan anggaran. c. (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan. program dan anggaran pelatihan. dan pelaporan. kerumahtanggaan. mengkoordinasikan rencana.Pasal 792 Bidang Pelatihan terdiri atas: a. program. kehumasan. pelaksanaan urusan pengelolaan kepegawaian Pengembangan SDM Perhubungan Laut. kepegawaian. Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794. dan b. pelaksanaan kerumahtanggaan dan perpustakaan. Subbidang Program Pelatihan. dan anggaran.rtf 319 . 08 OTK KEMENHUB 2010 . Pusat d. pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pasal 793 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pengelolaan data dan informasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program.BA PSDM PHB (FINAL .

penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). g. Barang Milik Negara (BMN). dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. dan anggaran. pelayanan informasi publik. dan b. dan Tata Usaha. Pasal 796 Bagian Umum terdiri atas: a. (2) Subbagian Datin dan Anev mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan laut.BA PSDM PHB (FINAL . program. Subbagian Datin dan Anev. kerumahtanggaan. dan i. Keuangan. dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut. Pasal 797 (1) Subbagian Perencanaan. kepegawaian. Subbagian Perencanaan. penyiapan bahan pelaksanaan analisis. f. mengkoordinasikan rencana. 08 OTK KEMENHUB 2010 . perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. kehumasan. evaluasi. dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. penetapan.e. pertimbangan dan bantuan hukum. penetapan. analisis.rtf 320 . Keuangan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan laut. dan pelayanan informasi publik. h. penyiapan bahan penyusunan peraturan.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan. evaluasi. hukum. keprotokolan. keuangan.

penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara.BA PSDM PHB (FINAL . b. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi: a. metodik.Bagian Keenam Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara Pasal 798 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara.VALID). penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. silabus. d.rtf 321 . Pasal 799 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan udara. penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan udara. alat pengajaran. f. didaktik. c. e. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum.

dan c. kehumasan. penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. keuangan. i. penyiapan pelaksanaan pemantauan. kepegawaian. standarisasi dan akreditasi. pemantauan dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi udara.VALID). Bagian Umum. b. kerjasama. pelayanan informasi publik. instruktur. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. Pasal 801 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pendidikan. analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen.rtf 322 . pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. perpustakaan. hukum. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara. Bidang Pelatihan. rencana kebutuhan SDM.g. pelaksanaan penyuluhan. h. Barang Milik Negara (BMN). Pasal 800 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara terdiri atas: a. j. dan l. penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi udara. Bidang Pendidikan. k. kerumahtanggaan. sertifikasi.BA PSDM PHB (FINAL . 08 OTK KEMENHUB 2010 . pembinaan lembaga pendidikan. pengelolaan data dan informasi.

dan j. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi udara. 08 OTK KEMENHUB 2010 . h. pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. b. e. pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara.VALID). f. g.rtf 323 . Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi udara.BA PSDM PHB (FINAL . pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara. pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi udara.Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801. alat pengajaran. instruktur. d. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara. c. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. metodik. i. silabus. didaktik. pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara.

pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 805 Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pelatihan. sertifikasi. Subbidang Standarisasi Pendidikan. dan pelaporan. kerjasama. Subbidang Program Pendidikan. Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805. pelaksanaan penyuluhan. b.BA PSDM PHB (FINAL . rencana kebutuhan SDM. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. dan b. serta pemantauan. serta pembinaan sertifikasi. program dan anggaran pendidikan. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. pembinaan lembaga pendidikan. dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi udara. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi udara.k. kerjasama. rencana kebutuhan SDM. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. penyiapan bahan pemantauan.VALID). pembinaan lembaga pelatihan. Pasal 804 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. (2) Subbidang Standarisasi Pendidikan.rtf 324 . Pasal 803 Bidang Pendidikan terdiri atas: a. 08 OTK KEMENHUB 2010 . standarisasi dan akreditasi. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara.

dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi udara. pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara. k. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. dan j. pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara. Subbidang Standarisasi Pelatihan. e. i. pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur. pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. silabus.BA PSDM PHB (FINAL .VALID). alat pengajaran. d. widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi udara. Pasal 807 Bidang Pelatihan terdiri atas: a.c. dan b. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara. h.rtf 325 . metodik. didaktik. g. f. Subbidang Program Pelatihan. penyiapan bahan pemantauan.

kerjasama. pelayanan informasi publik. dan pelaporan. Barang Milik Negara (BMN). mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan urusan pengelolaan kepegawaian Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara. c. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. f. analisis. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). serta pembinaan sertifikasi. pembinaan lembaga pelatihan. dan anggaran. dan pelayanan informasi publik. kepegawaian. keprotokolan. keuangan. e. program. penyiapan bahan penyusunan peraturan. program. b.Pasal 808 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pelaksanaan urusan ketatausahaan.BA PSDM PHB (FINAL . 08 OTK KEMENHUB 2010 . d. kehumasan. mengkoordinasikan rencana. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. Pasal 810 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 809. hukum. rencana kebutuhan SDM.rtf 326 . pertimbangan dan bantuan hukum. pengelolaan data dan informasi. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan. program dan anggaran pelatihan. g. kerumahtanggaan.VALID). penyiapan bahan koordinasi rencana. perpustakaan. pelaksanaan kerumahtanggaan dan perpustakaan. dan anggaran. evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. Pasal 809 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan.

Subbagian Datin dan Anev. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Ketujuh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan Pasal 813 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan. hukum.rtf 327 . evaluasi. dan Tata Usaha. (2) Subbagian Datin dan Anev mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan udara. Keuangan. Barang Milik Negara (BMN). analisis. evaluasi. keuangan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan udara. Keuangan. penyiapan bahan pelaksanaan analisis. dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. program. Pasal 812 (1) Subbagian Perencanaan. perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. mengkoordinasikan rencana. dan anggaran. dan i. penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. kepegawaian.h. penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara. dan b.BA PSDM PHB (FINAL . kehumasan. pelayanan informasi publik.VALID). kerumahtanggaan. Subbagian Perencanaan. Pasal 811 Bagian Umum terdiri atas: a.

Pasal 814 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 813, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen sumber daya manusia aparatur perhubungan;

b. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; c. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan;

d. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; e. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia /man power planning aparatur perhubungan; pelaksanaan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, pengelolaan data dan informasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan;

f.

g. penyiapan pelaksanaan pembinaan widyaiswara dan tenaga manajemen di satuan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; h. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi sumber daya manusia bersama instansi pembina; i. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia aparatur perhubungan;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

328

j.

penyiapan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan; dan

k. penyiapan pelaksanaan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan untuk manajemen sumber daya manusia aparatur perhubungan. Pasal 815 Pusat Pengembangan Sumber Perhubungan terdiri atas: a. Bidang Perencanaan; Daya Manusia Aparatur

b. Bidang Penyelenggaraan; c. Bidang Sarana dan Prasarana; dan

d. Bagian Umum. Pasal 816 Bidang Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen serta rencana kebutuhan SDM aparatur perhubungan, rencana program dan anggaran, standarisasi, serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 817 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 816, Bidang Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan penetapan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning aparatur perhubungan; c. penyiapan bahan penyusunan rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

329

d. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; dan e. penyiapan bahan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 818 Bidang Perencanaan terdiri atas: a. Subbidang Program; dan

b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 819 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen serta rencana kebutuhan sumber daya manusia aparatur perhubungan, rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen, penyusunan standar kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 820 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, kerjasama, pembinaan lembaga pendidikan dan pelatihan, pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen, sertifikasi, dan penyuluhan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

330

Pasal 821 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820, Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; c. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

d. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen; e. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi bersama instansi pembina; dan penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada aparatur perhubungan. Pasal 822 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas: a. Subbidang Diklat Prajabatan dan Dalam Jabatan; dan

f.

b. Subbidang Diklat Teknis Manajerial.

Pasal 823 (1) Subbidang Diklat Prajabatan dan Dalam Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan prajabatan dan dalam jabatan, pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan prajabatan dan dalam jabatan, pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen pendidikan dan pelatihan aparatur perhubungan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

331

(2) Subbidang Diklat Teknis Manajerial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, kerjasama pendidikan dan pelatihan teknis manajerial, pembinaan lembaga pendidikan dan pelatihan dan widyaiswara, instruktur serta tenaga manajemen, sertifikasi, dan penyuluhan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 824 Bidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan sarana dan prasarana, pengelolaan sarana dan prasarana serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824, Bidang Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan penyusunan analisis kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; c. penyiapan bahan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan;

d. penyiapan bahan pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; dan e. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan administrasi Barang Milik Negara (BMN).

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

332

Pasal 826 Bidang Sarana dan Prasarana terdiri atas: a. Subbidang Sarana; dan

b. Subbidang Prasarana. Pasal 827 (1) Subbidang Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan sarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan, pengelolaan administrasi sarana dan pemantauan, evaluasi dan pelaporan sarana pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Prasarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan, pengelolaan administrasi prasarana dan pemantauan, evaluasi dan pelaporan prasarana pendidikan dan pelatihan. Pasal 828 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, dan pelaporan kinerja serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 829 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan ketatausahaan, kerumahtanggaan dan perpustakaan;

b. penyiapan bahan urusan pengelolaan kepegawaian; c. penyiapan bahan penyusunan peraturan, pertimbangan dan bantuan hukum;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

333

d. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan, keprotokolan, dan pelayanan informasi publik; e. f. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN); penyiapan bahan informasi; dan pelaksanaan pengelolaan data dan

g. penyiapan bahan pelaksanaan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 830 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; dan

b. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 831 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 832 (1) Pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan Kementerian Perhubungan dapat dibentuk beberapa unit penunjang sebagai unit non struktural guna menunjang pelaksanaan kegiatan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. (2) Setiap Unit Penunjang dipimpin oleh seorang Kepala Unit yang diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

334

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 833 Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 834 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya, khusus untuk Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan termasuk jabatan fungsional widyaiswara dan instruktur, yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok jabatan fungsional, dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan / ditunjuk oleh Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dan masing-masing Kepala Pusat. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

335

Pasal 836 (1) Staf Ahli terdiri atas: a. Staf Ahli Bidang Perhubungan. Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan. Ekonomi dan Kemitraan d.rtf 336 . Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan. Badan. 09 OTK KEMENHUB 2010 . Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah tertentu sesuai dengan bidang keahliannya. Direktorat Jenderal. Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administratif berada di bawah Sekretaris Jenderal dan sehari-hari dibina oleh Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan pada Biro Umum. b.SAHLI (FINAL .BAB XII STAF AHLI Pasal 835 (1) (2) Menteri Perhubungan dibantu oleh 5 (lima) Staf Ahli. Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan.VALID). dan Inspektorat Jenderal. Teknologi dan Energi (3) (4) c. dan Staf Ahli Bidang Perhubungan. e. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Bidang Multimoda dan Kesisteman Perhubungan.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kemitraan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah ekonomi dan kemitraan perhubungan. (2) (3) (4) (5) 09 OTK KEMENHUB 2010 . Staf Ahli Bidang Multimoda dan Kesisteman Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah multimoda dan kesisteman perhubungan.VALID). Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah regulasi dan keselamatan perhubungan. Pasal 837 (1) Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah lingkungan perhubungan.SAHLI (FINAL .(2) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli Bidang Teknologi dan Energi Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah teknologi dan energi perhubungan.rtf 337 .

pengelolaan dan pemantauan kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. e. Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a.PUSDATIN (FINAL . (2) c. penyiapan evaluasi. penyiapan pembinaan. d. pemeliharaan.VALID). penyiapan penyusunan rencana. serta Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan perumusan. 10 OTK KEMENHUB 2010 . f.BAB XIII PUSAT DATA DAN INFORMASI Pasal 838 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal. Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh seorang Kepala. pengendalian dan pengelolaan sistem informasi. penyiapan pembinaan dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan penginventarisasian kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. program kerja dan anggaran di lingkungan Pusat Data dan Informasi. Pasal 839 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. data. b. penyiapan koordinasi dan pengendalian kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. pengkajian dan penelaahan kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 338 . Pasal 840 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839.

penyiapan bahan perumusan. Pasal 841 h. Bagian Tata Usaha. perangkat keras. d. c. b. yang meliputi perangkat lunak. Bidang Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 842 Bidang Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan.VALID). 10 OTK KEMENHUB 2010 . program aplikasi. persuratan. Pusat Data dan Informasi terdiri atas: a. perangkat keras. kearsipan. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data. pengendalian dan pengelolaan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. Bidang Sistem Informasi. Pasal 843 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 842.PUSDATIN (FINAL . perangkat keras.rtf 339 . program aplikasi. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan pengelolaan administrasi dan penilaian angka kredit (PAK) Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan pelaksanaan urusan keuangan. yang meliputi perangkat lunak.g. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. rumah tangga. program kerja dan anggaran pembangunan dan pengembangan sistem informasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. perlengkapan. Bidang Data. program aplikasi. kepegawaian. pengkajian dan penelaahan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. yang meliputi perangkat lunak. b.

Bidang Sistem Informasi terdiri atas: a. pengelolaan. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. serta koordinasi pembinaan. penyiapan bahan pembinaan.rtf 340 . Subbidang Perangkat Lunak dan Program Aplikasi. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyelenggaraan. pemeliharaan. program aplikasi. Pasal 845 (1) Subbidang Perangkat Lunak dan Program Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. program aplikasi. dan evaluasi pembangunan dan pengembangan perangkat lunak dan program aplikasi. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. g. e. program aplikasi. perangkat keras.c. penyiapan bahan evaluasi. f.PUSDATIN (FINAL . program kerja dan anggaran. yang meliputi perangkat lunak.VALID). dan penyiapan bahan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyelenggaraan. perangkat keras. b. perangkat keras. penyiapan bahan koordinasi. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan penginventarisasian kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. 10 OTK KEMENHUB 2010 . dan Subbidang Perangkat Keras dan Infrastruktur Jaringan. dan pemantauan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. yang meliputi perangkat lunak. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pembangunan dan pengembangan perangkat lunak dan program aplikasi dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan jabatan fungsional pranata komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan. perangkat keras. yang meliputi perangkat lunak. yang meliputi perangkat lunak. Pasal 844 d. dan pengendalian kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. penyiapan bahan pembinaan sumber daya manusia melalui bimbingan teknis (bintek) dan bantuan teknis (bantek) di bidang pembangunan dan pengembangan sistem informasi. program aplikasi.

PUSDATIN (FINAL . pengkajian dan penelaahan kegiatan pengelolaan data. pengolahan. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. 10 OTK KEMENHUB 2010 . d. yang meliputi pengintegrasian.VALID). dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 847 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 846. pengendalian dan pengelolaan data. analisis. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyelenggaraan. yang meliputi pengintegrasian data. penyiapan bahan evaluasi. analisis data dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 846 Bidang Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. penyiapan bahan pembinaan. Bidang Data menyelenggarakan fungsi: a. e. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 341 . serta koordinasi pembinaan. dan penginventarisasian kegiatan pengelolaan data. c. penyiapan bahan perumusan. penyusunan rencana. pengelolaan dan pemantauan kegiatan pengelolaan data. pengolahan. yang meliputi pengintegrasian. program kerja dan anggaran. penyelenggaraan. yang meliputi pengintegrasian. dan pengendalian kegiatan pengelolaan data.(2) Subbidang Perangkat Keras dan Infrastruktur Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. program kerja dan anggaran pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pembangunan dan pengembangan perangkat keras dan infrastruktur jaringan. analisis. analisis. pengolahan data. dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan evaluasi pembangunan dan pengembangan perangkat keras dan infrastruktur jaringan. pengolahan. pengolahan. pemeliharaan. penyiapan bahan koordinasi. yang meliputi pengintegrasian. b. analisis.

kearsipan. Pasal 848 g. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Subbidang Penyajian dan Evaluasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. (2) 10 OTK KEMENHUB 2010 . dan evaluasi kegiatan pengintegrasian dan pengolahan data. penyelenggaraan. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pengintegrasian dan pengolahan data dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Bidang Data terdiri atas: a. dan pengelolaan administrasi barang milik negara Pusat Data dan Informasi. Pasal 849 (1) Subbidang Pengintegrasian dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan evaluasi kegiatan penyajian dan evaluasi data. persuratan. analisis. serta koordinasi pembinaan. Subbidang Pengintegrasian dan Pengolahan Data. b.VALID). dan Subbidang Analisis dan Evaluasi Data. serta urusan keuangan. serta koordinasi pembinaan. program dan anggaran. dan penyiapan bahan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyelenggaraan. penyiapan bahan pembinaan sumber daya manusia melalui bimbingan teknis (bimtek) dan bantuan teknis (bantek) di bidang pengelolaan data.f. program kerja dan anggaran.PUSDATIN (FINAL . kepegawaian.rtf 342 . perlengkapan. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang penyajian dan evaluasi data dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan Pasal 850 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. program kerja dan anggaran. rumah tangga. pengolahan. yang meliputi pengintegrasian.

Subbagian Rencana. c. dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data dan Informasi. b. Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. program kerja. Program dan Evaluasi.PUSDATIN (FINAL . pelaksanaan urusan rencana.rtf 343 . e. pelaksanaan urusan keuangan di lingkungan Pusat Data dan Informasi. Pasal 853 (1) Subbagian Rencana.VALID). Pasal 852 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. f. program dan evaluasi di lingkungan Pusat Data dan Informasi. dan anggaran. d. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Data dan Informasi. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana. rumah tangga. Subbagian Keuangan. program dan anggaran Pusat Data dan Informasi. serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Data dan Informasi. 10 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan.Pasal 851 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 850. kearsipan. perlengkapan. c. pelaksanaan urusan kepegawaian dan penataan organisasi dan tata laksana urusan persuratan. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum.

PUSDATIN (FINAL . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Masing-masing kelompok jabatan fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi. organisasi. persuratan.rtf 344 . Statistisi. dan tata laksana. Pasal 854 (3) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta urusan administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) (3) (4) 10 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 855 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Pranata Komputer.VALID). diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. kearsipan dan rumah tangga di lingkungan Pusat Data dan Informasi. dan sejumlah jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.(2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data dan Informasi.

11 OTK KEMENHUB 2010 . c. d. penyiapan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. penyiapan penyusunan rencana.VALID). Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi dipimpin oleh seorang Kepala.rtf 345 . pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. dan anggaran penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. program kerja. Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857.BAB XIV PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI Pasal 856 (1) Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal.PKKPJT (FINAL . Pasal 857 Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. penyiapan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. (2) b. penyiapan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. penyiapan koordinasi terkait kajian. Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi menyelenggarakan fungsi: a. e.

Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi terdiri atas: a. Pasal 860 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup sektor transportasi.VALID). Pasal 861 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda. Pasal 859 g. dan Bagian Tata Usaha. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara. kepegawaian.PKKPJT (FINAL . kerumahtanggaan. b. dan pelaksanaan urusan keuangan.f. b. penyiapan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. dan ketatausahaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. d.rtf 346 . 11 OTK KEMENHUB 2010 . c.

Pasal 862 d.c. penyusunan laporan.PKKPJT (FINAL . pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian.rtf 347 . Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. pelaksanaan kajian. (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 863 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. f. penyiapan bahan koordinasi terkait kajian. b. penyusunan laporan. pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. e. pelaksanaan kajian. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a. dan Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan.VALID). penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi darat dan perkeretaapian.

pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. 11 OTK KEMENHUB 2010 . e. penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 865 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 864. b.PKKPJT (FINAL . d.rtf 348 . c. dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan.Pasal 864 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. penyiapan bahan koordinasi terkait kajian. f. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda.VALID).

Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda. (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 869 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 868. pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. penyusunan laporan. dan Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda. Pasal 868 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara.VALID). Pasal 867 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. penyusunan laporan. b. pelaksanaan kajian.Pasal 866 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda terdiri atas: a.rtf 349 . pelaksanaan kajian.PKKPJT (FINAL .

(2) 11 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan laporan. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara.VALID). f. pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi. dan Subbidang kajian Pelayanan Jasa Transportasi Udara. d.PKKPJT (FINAL . pelaksanaan kajian. dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. penyusunan laporan. lingkungan hidup transportasi udara. penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara terdiri atas: a. b. Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program.b. penyiapan bahan koordinasi terkait kajian. e.rtf 350 . pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. Pasal 871 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi udara. pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi udara. pelaksanaan kajian. penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. Pasal 870 c. Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Udara.

serta urusan keuangan. dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi.rtf 351 . tata laksana. Pasal 873 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 872. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum. persuratan.VALID).Pasal 872 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. Pasal 874 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. anggaran. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. 11 OTK KEMENHUB 2010 . organisasi. b. penyiapan bahan pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. program kerja. kearsipan. d. penyiapan bahan penyusunan rencana. perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. dan pelaporan. perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. c. Pasal 875 (1) Subbagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. anggaran. persuratan. program kerja. Subbagian Perencanaan dan Keuangan. kearsipan. program kerja dan anggaran di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. b. kepegawaian.PKKPJT (FINAL .

VALID). Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan tata laksana. organisasi. perlengkapan. diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. (2) (3) (4) 11 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 352 . Masing-masing kelompok jabatan fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).PKKPJT (FINAL . Pasal 876 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. kearsipan. Pasal 877 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. serta persuratan. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi.(2) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian.

strategi dan program yang telah diputuskan Menteri atau disepakati jajaran pimpinan di lingkungan Kementerian Perhubungan serta memberikan penjelasan atau merespon masalah/isu publik.rtf 353 . penyiapan pengelolaan berita. Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan pelayanan informasi dan dokumentasi. dan isu strategis sektor transportasi. publikasi serta edukasi publik tentang kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan. 12 OTK KEMENHUB 2010 . opini publik. penyiapan perumusan kebijakan komunikasi publik di lingkungan Kementerian Perhubungan. c. Pasal 879 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan komunikasi publik secara langsung dan/atau melalui media. d. (2) b. Pasal 880 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879. penyiapan pembinaan kegiatan komunikasi publik Kementerian Perhubungan secara langsung dan melalui media. juru bicara Kementerian Perhubungan untuk penyampaian kebijakan publik.PKP (FINAL . Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh seorang Kepala. pengelolaan opini publik dan isu strategis sektor transportasi.BAB XV PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK Pasal 878 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal.VALID).

penyiapan koordinasi penyelenggaraan komunikasi publik antara pimpinan Kementerian Perhubungan dengan media massa. Pasal 881 f. Bagian Tata Usaha. Bidang Media Massa dan Opini Publik.PKP (FINAL . kepegawaian.rtf 354 . g.VALID). Pusat Komunikasi Publik terdiri atas: a. penyiapan pembinaan dan pemeliharaan jejaring komunikasi publik internal dan eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan. i. b. dan pelaksanaan urusan keuangan. dan edukasi publik tentang kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan serta pengelolaan pengaduan masyarakat di lingkungan. penyiapan pembinaan pelaksana komunikasi publik/kegiatan humas di lingkungan Kementerian Perhubungan. h. penyiapan pembinaan penyelenggaraan komunikasi publik/kegiatan kehumasan dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Humas di Kementerian Perhubungan. c. dokumentasi. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. dan Kelompok Jabatan Fungsional.e. l. Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi. k. j. 12 OTK KEMENHUB 2010 . d. penyiapan koordinasi penyelenggaraan pemberitaan dan penyebaran informasi sektor transportasi. penyiapan koordinasi penyelenggaraan publikasi. dan umum di lingkungan Pusat Komunikasi Publik.

dan Subbidang Analisis Berita dan Pengelolaan Opini. pengelolaan isu strategis sektor penyiapan bahan pembinaan dan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal. penyiapan bahan pelaksanaan komunikasi pemberitaan sektor transportasi melalui media massa. penyiapan bahan pelaksanaan komunikasi publik. analisis dan evaluasi dalam rangka penyerapan persepsi publik sektor transportasi. penyiapan bahan pengelolaan berita dan opini publik sektor transportasi. penyiapan bahan transportasi. 12 OTK KEMENHUB 2010 . elektronik dan media online. h. Subbidang Media Massa. dan pelaksanaan pengelolaan bahan tanggapan dan sanggahan berita media massa.Pasal 882 Bidang Media Massa dan Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan komunikasi publik sektor transportasi melalui media massa dan pengelolaan berita. i. e. opini publik. Bidang Media Massa dan Opini Publik menyelenggarakan fungsi: a. f.VALID). Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882. Pasal 884 g. d. c. b. Bidang Media Massa dan Opini Publik terdiri atas: a.PKP (FINAL . penyiapan bahan rumusan kebijakan komunikasi publik. penyiapan bahan pemantauan. serta menyiapkan bahan pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 355 . dan isu strategis sektor transportasi. b. penyiapan bahan pengelolaan kecenderungan berita yang bersumber dari media massa cetak.

(2) b. pameran. serta pengelolaan media centre dan isu strategis sektor transportasi. penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan hubungan serta kegiatan komunikasi berbagai kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan.Pasal 885 (1) Subbidang Media Massa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan komunikasi pemberitaan sektor transportasi melalui media massa.PKP (FINAL .VALID). 12 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 887 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 886. Pasal 886 Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan informasi komunikasi publik berbagai kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan. pameran. Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. sosialisasi dan publikasi informasi kebijakan dan kinerja di sektor transportasi. pemeliharaan jaringan komunikasi internal di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan pengelolaan pengaduan masyarakat. dan berbagai bentuk publikasi kebijakan dan kinerja sektor transportasi. Subbidang Analisis Berita dan Pengelolaan Opini mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan berita dan opini publik baik secara langsung maupun yang bersumber dari media massa. d. percetakan. penyiapan bahan edukasi publik mengenai kebijakan sektor transportasi. c. edukasi.rtf 356 . penyiapan bahan pelayanan dan penyebaran informasi komunikasi publik sektor transportasi. dan penyelenggaraan penerbitan. percetakan. serta pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan. pengelolaan dokumentasi. penyiapan bahan penerbitan.

dan penyelenggaraan penerbitan. Pasal 890 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. penghimpunan dan pengelolaan serta pendokumentasian pemberitaan. Subbidang Pelayanan Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengolahan. (2) 12 OTK KEMENHUB 2010 . dan umum di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. sosialisasi kebijakan. dan kinerja sektor transportasi. dan penyiapan bahan pengelolaan pengaduan masyarakat.PKP (FINAL . informasi komunikasi publik sektor transportasi. pemeliharaan jejaring informasi dan komunikasi internal di lingkungan Kementerian Perhubungan. serta edukasi publik mengenai kebijakan dan kinerja sektor transportasi. dan proses penyiapan penanganan pengaduan masyarakat. Pasal 889 (1) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan komunikasi publik kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan. b.e. penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi internal Kementerian Perhubungan. penghimpunan dan pendokumentasian bahan informasi publik sektor transportasi. program kerja. kepegawaian. pameran.rtf 357 . Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi terdiri atas: a. anggaran. dan Subbidang Pelayanan Informasi dan Dokumentasi.VALID). g. Pasal 888 f. serta urusan keuangan. pencetakan. penyiapan bahan pengolahan. Subbidang Publikasi. dan pelaporan.

rtf 358 . kearsipan.Pasal 891 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 890. Pasal 893 (1) Subbagian Rencana. Subbagian Rencana. Pasal 892 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. f.PKP (FINAL . dan rumah tangga di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. dan Evaluasi. pelaksanaan urusan kepegawaian. program kerja. (2) 12 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. c. b. dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan pelaksanaan urusan persuratan. penyiapan bahan penyusunan rencana. Program. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. Program. serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Komunikasi Publik.VALID). b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan anggaran di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum. e. penyiapan bahan administrasi Jabatan Fungsional Pranata Humas di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan anggaran. serta penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. d. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. program kerja. Subbagian Keuangan. c.

persuratan. serta administrasi Jabatan Fungsional Pranata Humas di lingkungan Kementerian Perhubungan. terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang tugas keahliannya berdasarkan peraturan perundang-undangan.(3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepegawaian. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. Pasal 894 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik.PKP (FINAL . tata laksana.rtf 359 . kearsipan. organisasi. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. (2) (3) (4) 12 OTK KEMENHUB 2010 . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.VALID). Pasal 895 (1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 894.

LAIN (FINAL .VALID) TTD.rtf 360 . Pasal 898 Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Perhubungan yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan Menteri ini. Pasal 897 Pembentukan. tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan peraturan yang baru berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan masingmasing maupun antara satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan serta instansi lain sesuai dengan tugas masing-masing.UPT . BAB XVII TATA KERJA Pasal 899 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan wajib menerapkan prinsip koordinasi. 13 OTK KEMENHUB 2010 .ESELON .BAB XVI UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 896 Di lingkungan Kementerian Perhubungan dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksanaan tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis penunjang Kementerian Perhubungan sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan peraturan perundangundangan. susunan organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 896 ditetapkan dengan Peraturan Menteri Perhubungan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

Pasal 905 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan.LAIN (FINAL . Kepala Pusat. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. dan Sekretaris Badan menyusun laporan berkala kepada Sekretariat Jenderal. 13 OTK KEMENHUB 2010 . Sekretaris Direktorat Jenderal. dan Kepala Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan.ESELON . Pasal 901 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan pengarahan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. dan Kepala Biro Perencanaan. Direktorat Jenderal. Pasal 902 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasannya masingmasing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Pasal 904 Para Kepala Biro.UPT . Direktur Jenderal.rtf 361 . dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai dengan lingkup kewenangan masing-masing. Pasal 903 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahannya wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut. Kepala Direktorat. secara hirarkhi menyampaikan laporan kepada Sekretaris Jenderal.VALID) TTD.Pasal 900 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib menerapkan sistem pengendalian intern di lingkungan masing-masing yang memungkinkan terlaksananya mekanisme uji silang.

a.a. Direktur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.a. Inspektur. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 908 (1) Wakil Menteri. Direktur. Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.a.LAIN (FINAL .Pasal 906 Dalam melaksanakan tugas. Sekretaris Badan. Pasal 909 Pejabat struktural Eselon I. Kepala Subbagian. BAB XVIII ESELON. Sekretaris Jenderal. dan Kepala Subdirektorat adalah jabatan struktural eselon III. setiap pimpinan satuan organisasi wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan organisasi di bawahnya. Kepala Subbidang.a.UPT .VALID) TTD.rtf 362 . Kepala Bidang. Kepala Bagian. Sekretaris Direktorat Jenderal. (2) (3) (4) (5) 13 OTK KEMENHUB 2010 . Inspektur Jenderal. Pasal 907 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi bawahannya dan dalam rangka memberikan bimbingan kepada bawahannya masingmasing wajib mengadakan rapat berkala. Kepala Biro. dan Sekretaris Inspektorat Jenderal adalah jabatan struktural eselon II. Kepala Pusat.a yang dialihtugaskan pada jabatan Staf Ahli tetap diberikan Eselon I.ESELON . dan Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon IV.b.

Kepala Badan.Pasal 910 (1) Sekretaris Jenderal. Pusat Data dan Informasi. Direktur Jenderal. Inspektur Jenderal. Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Perhubungan.LAIN (FINAL . 13 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 913 Apabila terjadi pemekaran provinsi. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Perhubungan. Direktorat Jenderal Perkeretaapian.VALID) TTD. Pusat Kajian Kemitraan Pelayanan Jasa Transportasi. uraian jenis-jenis kegiatan organisasi.ESELON . maka tanggung jawab pengawasan yang dilakukan oleh para Inspektur pada Inspektorat Jenderal tetap berada pada lingkup Inspektur yang membawahkan provinsi semula. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Pasal 912 Dalam waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak Peraturan Menteri ini berlaku tiap-tiap pejabat eselon I harus telah menyampaikan usulan rumusan jabatan fungsional umum. waktu capaian hasil kerja jabatan dan peta jabatan kepada Menteri Perhubungan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Perhubungan.rtf 363 . satuan hasil kerja. (2) (3) BAB XIX KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 911 Jenis jabatan fungsional yang dapat digunakan dan yang dibentuk di lingkungan Sekretariat Jenderal.UPT . Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh Pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Perhubungan. dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. dan Pusat Komunikasi Publik ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.

364 (2) 13 OTK KEMENHUB 2010 .rtf . Pasal 918 Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini.UPT .Pasal 914 Penyusunan program dan anggaran hingga menjadi Dokumen Pelaksanaan Anggaran berupa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan dilaksanakan oleh Biro Perencanaan dengan melibatkan Biro Keuangan. BAB XX PENUTUP Pasal 917 (1) Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan Menteri ini ditetapkan oleh Menteri Perhubungan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan evaluasi paling lama 3 (tiga) tahun sejak Peraturan Menteri ini ditetapkan. Pasal 916 Untuk kelancaran pelaksanaan tugas Pusat Komunikasi Publik. dilaksanakan oleh Biro Keuangan dengan melibatkan Biro Perencanaan.ESELON . setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan wajib memberikan akses yang seluas-luasnya kepada Pusat Komunikasi Publik dalam mendapatkan berbagai data dan informasi untuk kepentingan komunikasi publik.VALID) TTD. Pasal 915 Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan. maka Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 43 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 20 Tahun 2008.LAIN (FINAL . dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

dan para Staf Ahli di lingkungan Kementerian Perhubungan. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.ESELON . 3. FREDDY NUMBERI SALINAN Peraturan Menteri ini disampaikan kepada : 1. para Sekretaris Direktorat Jenderal. Sekretaris Jenderal. Sekretaris Inspektorat Jenderal. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Kepala Badan Kepegawaian Negara.rtf 365 .Pasal 919 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya. 5. 4. 2.VALID) TTD. 13 OTK KEMENHUB 2010 . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 5 Nopember 2010 MENTERI PERHUBUNGAN ttd. Menteri Keuangan.LAIN (FINAL . Wakil Menteri Perhubungan. para Sekretaris Badan dan para Kepala Pusat di lingkungan Kementerian Perhubungan. Para Kepala Biro. Inspektur Jenderal. para Kepala Badan.UPT . 6. para Direktur Jenderal.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN .

Bidang Teknologi dan Energi Phb. 5. Bidang Regulasi dan Keselamatan Phb. 4. Bidang Ekonomi dan Kemitraan Phb. 3.1. Bidang Lingkungan Phb. STAF AHLI MENTERI PERHUBUNGAN WAKIL MENTERI PERHUBUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI PUSAT DATA DAN INFORMASI . Bidang Multimoda dan Kesisteman Phb. 2.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL .

UDARA. DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN ANALISA DAN EVALUASI BAGIAN ORGANISASI DAN TATA AKSANA BAGIAN PERLENGKAPAN BAGIAN KERJASAMA LUAR NEGERI BAGIAN PEMBIAYAAN DAN PERJALANAN . KESEJAHTERAAN. & PENUNJANG BAGIAN PERJANJIAN DAN PERTIMBANGAN HUKUM BAGIAN TU PIMPINAN DAN KEPROTOKOLAN BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN PROGRAM BAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI.SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI BIRO KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIRO HUKUM DAN KERJASAMA LUAR NEGERI BIRO UMUM BAGIAN RENCANA BAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT.

BIRO PERENCANAAN BAGIAN RENCANA BAGIAN PROGRAM BAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN BAGIAN ANALISA DAN EVALUASI SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI LAUT DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI LAUT DAN MULTIMODA SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PROGRAM.BIRO KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI BAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI. MUTASI KESEJAHTERAAN DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN RENCANA. LAUT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN DATA DAN FORMASI PEGAWAI SUBBAGIAN JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PERAWATAN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN ORGANISASI TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENGADAAN DAN PENGANGKATAN PEGAWAI SUBBAGIAN ANALISIS KEBUTUHAN DIKLAT PEGAWAI SUBBAGIAN DISIPLIN DAN PEMBERHENTIAN PEGAWAI SUBBAGIAN KETATALAKSANAAN DAN PERATURAN KEPEGAWAIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN KARIER PEGAWAI SUBBAGIAN MUTASI DAN KEPANGKATAN PEGAWAI SUBBAGIAN ORGANISASI TRANSPORTASI DARAT.

BIRO KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI UDARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO HUKUM DAN KERJASAMA LUAR NEGERI BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT DAN UDARA BAGIAN PERJANJIAN DAN PERTIMBANGAN HUKUM BAGIAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERJANJIAN SUBBAGIAN KERJASAMA BILATERAL SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI UDARA SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN KERJASAMA MULTILATERAL SUBBAGIAN DOKUMENTASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PERATURAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENYULUHAN HUKUM SUBBAGIAN KERJASAMA REGIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PRASARANA DAN ANGKUTAN SUBBAGIAN PENGGAJIAN DAN PERJALANAN DINAS SUBBAGIAN KEPROTOKOLAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN DAN KEPROTOKOLAN BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PEMBIAYAAN DAN PERJALANAN SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN KEAMANAN DAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PENYUSUNAN ANGGARAN DAN PELAPORAN SUBBAGIAN TATA USAHA WAKIL MENTERI SUBBAGIAN KEARSIPAN SUBBAGIAN PENYEDIAAN PERALATAN DAN INVENTARISASI SUBBAGIAN PEMBIAYAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKRETARIS JENDERAL SUBBAGIAN PENGGANDAAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN TATA USAHA STAF AHLI MENTERI SUBBAGIAN PEMELIHARAAN SARANA.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN DIREKTORAT KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA DAN PROGRAM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI SUBBAGIAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN SISTEM INFORMASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN AKUNTANSI SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA SUBBAGIAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI JALAN SUBDIREKTORAT SARANA ANGKUTAN JALAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS JALAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN JALAN SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN OPERASIONAL SEKSI JARINGAN PRASARANA DAN PELAYANAN SEKSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR SEKSI MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS SEKSI ANGKUTAN PENUMPANG SEKSI MONITORING OPERASIONAL SEKSI PENGEMBANGAN TRANSPORTASI JALAN SEKSI TEKNOLOGI KENDARAAN BERMOTOR SEKSI PERLENGKAPAN JALAN SEKSI ANGKUTAN BARANG SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL .

DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT SARANA ANGKUTAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI SUNGAI.DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SEKSI ANALISA DAN EVALUASI JARINGAN SEKSI RANCANG BANGUN SARANA SEKSI RANCANG BANGUN PELABUHAN SEKSI MANAJEMEN LALU LINTAS SEKSI BIMBINGAN USAHA ANGKUTAN SEKSI PENGEMBANGAN JARINGAN SEKSI BIMBINGAN PERAWATAN SARANA SEKSI BIMBINGAN PENGELOLAAN PELABUHAN SEKSI ALUR DAN PERAMBUAN SEKSI TARIF DAN KEPERINTISAN . DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT PELABUHAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN SUNGAI.

DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS PERKOTAAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN PERKOTAAN SUBDIREKTORAT PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBDIREKTORAT DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN SEKSI JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN WILAYAH II .

DIREKTORAT KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT MANAJEMEN KESELAMATAN SUBDIREKTORAT PROMOSI DAN KEMITRAAN KESELAMATAN SUBDIREKTORAT BINA KESELAMATAN ANGKUTAN UMUM SUBDIREKTORAT AUDIT DAN INSPEKSI KESELAMATAN SEKSI MONITORING DAN EVALUASI SEKSI PROMOSI SEKSI KESELAMATAN PENGUSAHAAN ANGKUTAN UMUM SEKSI AUDIT KESELAMATAN SEKSI PENGEMBANGAN KESELAMATAN SEKSI KEMITRAAN SEKSI KESELAMATAN AWAK ANGKUTAN UMUM SEKSI INSPEKSI KESELAMATAN .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN LAUT DIREKTORAT PELABUHAN DAN PENGERUKAN DIREKTORAT PERKAPALAN DAN KEPELAUTAN DIREKTORAT KENAVIGASIAN DIREKTORAT KESATUAN PENJAGAAN LAUT DAN PANTAI .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN MUTASI SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

EROPA DAN AFRIKA SEKSI ANALISA KEBUTUHAN DAN BIMBINGAN ARMADA SEKSI BIMBINGAN USAHA DAN TARIF ANGKUTAN LAUT SEKSI PENGOLAHAN DATA DAN INFORMASI ANGKUTAN LAUT SEKSI ASIA PASIFIK DAN AUSTRALIA SEKSI EVALUASI ANGKUTAN LAUT . PARIWISATA DAN TENAGA KERJA BONGKAR MUAT SEKSI ANEKA INDUSTRI DAN PENUNJANG ANGKUTAN LAUT SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA ANGKUTAN LAUT SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SISTEM DAN INFORMASI ANGKUTAN LAUT SEKSI PENYUSUNAN JARINGAN DAN PENEMPATAN KAPAL LINER SEKSI TRAMPER DAN PELAYARAN RAKYAT SEKSI AMERIKA.DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN LAUT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT DALAM NEGERI SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT KHUSUS DAN PENUNJANG ANGKUTAN LAUT SEKSI PERTAMBANGAN.

DIREKTORAT PELABUHAN DAN PENGERUKAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PELABUHAN SUBDIREKTORAT PERANCANGAN FASILITAS PELABUHAN SUBDIREKTORAT PENGERUKAN DAN REKLAMASI SUBDIREKTORAT PEMANDUAN DAN PENUNDAAN SUBDIREKTORAT BIMBINGAN PELAYANAN JASA DAN OPERASIONAL PELABUHAN SEKSI TATANAN DAN EVALUASI KEPELABUHANAN SEKSI PENYUSUNAN RENCANA INDUK DAN RENCANA PENGEMBANGAN PELABUHAN SEKSI PEDOMAN DAN RANCANGAN TEKNIS FASILITAS PELABUHAN SEKSI PENYUSUNAN PROGRAM PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN SEKSI PROGRAM DAN PERANCANGAN TEKNIS PENGERUKAN DAN REKLAMASI SEKSI BIMBINGAN PERALATAN PENGERUKAN DAN REKLAMASI SEKSI PERAIRAN DAN PELAYANAN PANDU SEKSI BIMBINGAN PELAYANAN JASA DAN TARIF PELABUHAN SEKSI BIMBINGAN TATA GUNA TANAH DAN PERAIRAN SEKSI TENAGA PANDU DAN SARANA BANTU PEMANDUAN .

PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KAPAL SUBDIREKTORAT NAUTIS.DIREKTORAT PERKAPALAN DAN KEPELAUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT KELAIKAN KAPAL SUBDIREKTORAT PENGUKURAN. TEKNIS DAN RADIO KAPAL SUBDIREKTORAT PENCEMARAN DAN MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL SUBDIREKTORAT KEPELAUTAN SEKSI KONSTRUKSI DAN STABILITAS KAPAL SEKSI PENGUKURAN KAPAL SEKSI PENILIKAN KESELAMATAN KAPAL SEKSI PENCEGAHAN DAN GANTI RUGI PENCEMARAN SEKSI PENGAWAKAN D AN PERLINDUNGAN AWAK KAPAL SEKSI RANCANG BANGUN DAN PEMASUKAN KAPAL SEKSI PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KAPAL SEKSI SERTIFIKASI KESELAMATAN KAPAL SEKSI MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL SEKSI STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI PELAUT .

DIREKTORAT KENAVIGASIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERAMBUAN SUBDIREKTORAT TELEKOMUNIKASI PELAYARAN SUBDIREKTORAT KAPAL NEGARA KENAVIGASIAN SUBDIREKTORAT PANGKALAN KENAVIGASIAN SUBDIREKTORAT SARANA DAN PRASARANA SEKSI OPERASI DAN SURVEI SEKSI OPERASI SEKSI OPERASI DAN PENGAWAKAN SEKSI BANGUNAN SEKSI PROGRAM SEKSI PERALATAN DAN PEMELIHARAAN PERAMBUAN SEKSI PERALATAN DAN PEMELIHARAAN TELEKOMUNIKASI PELAYARAN SEKSI PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN SEKSI PERBENGKELAN SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN .

DIREKTORAT KESATUAN PENJAGAAN LAUT DAN PANTAI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PATROLI DAN PENGAMANAN SUBDIREKTORAT PENGAWASAN KESELAMATAN DAN PPNS SEKSI ADVOKASI DAN DESEMINASI PENGAWASAN KESELAMATAN SEKSI PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL SUBDIREKTORAT TERTIB PELAYARAN SUBDIREKTORAT PENANGGULANGAN MUSIBAH DAN PEKERJAAN BAWAH AIR SUBDIREKTORAT SARANA DAN PRASARANA SEKSI PATROLI SEKSI KEBANDARAN SEKSI PENANGGULANGAN MUSIBAH SEKSI SARANA DAN PRASARANA OPERASIONAL SEKSI PENGAMANAN SEKSI KECELAKAAN KAPAL SEKSI PEKERJAAN BAWAH AIR SEKSI AWAK KAPAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT ANGKUTAN UDARA DIREKTORAT BANDAR UDARA DIREKTORAT KEAMANAN PENERBANGAN DIREKTORAT NAVIGASI PENERBANGAN DIREKTORAT KELAIKAN UDARA DAN PENGOPERASIAN PESAWAT UDARA .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM DAN HUBUNGAN MASYARAKAT BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN TATA USAHA BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN MUTASI SDM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN TATA USAHA PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK DAN LAPORAN HASIL AUDIT SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PENGEMBANGAN SDM SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI SUBBAGIAN AKUNTANSI SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA DAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT ANGKUTAN UDARA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT SISTEM INFORMASI & PELAYANAN ANGKUTAN UDARA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA DALAM NEGERI SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT KERJASAMA ANGKUTAN UDARA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN USAHA ANGKUTAN UDARA SEKSI SISTEM INFORMASI ANGKUTAN UDARA SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJADWAL DALAM NEGERI SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJADWAL LUAR NEGERI SEKSI KERJASAMA BILATERAL DAN PERUSAHAAN ANGKUTAN UDARA SEKSI KERJASAMA MULTILATERAL DAN LEMBAGA INTERNASIONAL SEKSI BIMBINGAN USAHA ANGKUTAN UDARA SEKSI SISTEM PELAYANAN ANGKUTAN UDARA SEKSI TARIF JASA PELAYANAN ANGKUTAN UDARA .

DIREKTORAT BANDAR UDARA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT TATANAN KEBANDARUDARAAN DAN LINGKUNGAN

SUBDIREKTORAT PRASARANA BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA

SEKSI TATA BANDAR UDARA SEKSI TATA LINGKUNGAN DAN KAWASAN BANDAR UDARA

SEKSI PROGRAM DAN STANDARISASI PRASARANA BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PRASARANA BANDAR UDARA

SEKSI PROGRAM DAN STANDARISASI PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA

SEKSI SERTIFIKASI PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA SEKSI PENGAWASAN PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA

SEKSI KERJASAMA PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA

DIREKTORAT KEAMANAN PENERBANGAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT STANDARISASI, KERJASAMA & PROGRAM KEAMANAN PNB

SUBDIREKTORAT PELAYANAN DARURAT

SUBDIREKTORAT PPNS & PERSONEL KEAMANAN PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT FAS. KEAMANAN PNB & PENGANGKUTAN BARANG BERBAHAYA

SUBDIREKTORAT KENDALI MUTU KEAMANAN PENERBANGAN

SEKSI STANDARISASI KEAMANAN PENERBANGAN SEKSI KERJASAMA DAN PROGRAM KEAMANAN PENERBANGAN

SEKSI PERSONEL PKP-PK DAN SALVAGE

SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PPNS

SEKSI FASILITAS KEAMANAN PENERBANGAN SEKSI PERSONEL FAS. KEAMANAN PNB. & PERSONEL PENANGANAN PENGANGKUTAN BARANG BERBAHAYA

SEKSI KENDALI MUTU KEAMANAN BANDAR UDARA SEKSI KENDALI MUTU KEAMANAN ANGKUTAN UDARA

SEKSI FASILITAS PELAYANAN DARURAT

SEKSI PERSONEL KEAMANAN PENERBANGAN

DIREKTORAT NAVIGASI PENERBANGAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT MANAJEMEN LALU LINTAS PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT MANAJEMEN INFORMASI AERONAUTIKA

SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT FASILITAS BANTU NAVIGASI & PENGAMATAN PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT STANDARISASI DAN SERTIFIKASI NAVIGASI PENERBANGAN

SEKSI MANAJEMEN RUANG UDARA

SEKSI KARTOGRAFI PENERBANGAN

SEKSI OPERASI KOMUNIKASI PENERBANGAN SEKSI JARINGAN DAN FASILITAS KOMUNIKASI PENERBANGAN

SEKSI FASILITAS BANTU NAVIGASI PENERBANGAN SEKSI FASILITAS PENGAMATAN PENERBANGAN

SEKSI STANDARISASI NAVIGASI PENERBANGAN

SEKSI PELAYANAN LALU LINTAS PENERBANGAN

SEKSI PUBLIKASI INFORMASI AERONAUTIKA

SEKSI SERTIFIKASI NAVIGASI PENERBANGAN

DIREKTORAT KELAIKAN UDARA DAN PENGOPERASIAN PESAWAT UDARA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT STANDARISASI

SUBDIREKTORAT REKAYASA

SUBDIREKTORAT PRODUK AERONAUTIKA

SUBDIREKTORAT OPERASI PESAWAT UDARA

SUBDIREKTORAT PERAWATAN

SEKSI STANDARISASI TEKNIK

SEKSI PENGAWASAN PROSES REKAYASA

SEKSI PENGAWASAN MUTU DAN PROSES PRODUKSI

SEKSI PENGAWASAN OPERASI PESAWAT UDARA SEKSI PERSONEL OPERASI PESAWAT UDARA

SEKSI PERAWATAN PESAWAT UDARA

SEKSI STANDARISASI OPERASI PENERBANGAN

SEKSI UJI TERBANG DAN KEMAMPUAN PESAWAT UDARA

SEKSI PENGESAHAN PRODUKSI

SEKSI PERSONEL TEKNIK PERAWATAN

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN KERETA API

DIREKTORAT PRASARANA PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT SARANA PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT KESELAMATAN PERKERETAAPIAN

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

BAGIAN PERENCANAAN

BAGIAN KEUANGAN

BAGIAN HUKUM

BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM

SUBBAGIAN RENCANA

SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN GG

SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN ORGANISASI G S S DAN O

SUBBAGIAN PROGRAM

SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN BARANG MILIK NEGARA

SUBBAGIAN JARINGAN DOKUMENTASI DAN BANTUAN HUKUM

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN

SUBBAGIAN VERIFIKASI ANGGARAN

SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI

SUBBAGIAN RUMAH TANGGA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN KERETA API

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT JARINGAN

SUBDIREKTORAT LALU LINTAS

SUBDIREKTORAT ANGKUTAN

SUBDIREKTORAT INVESTASI

SEKSI PENATAAN JARINGAN

SEKSI LALU LINTAS ANTARKOTA

SEKSI ANGKUTAN ANTARKOTA

SEKSI PENYELENGGARAAN KERJASAMA

SEKSI PENGEMBANGAN JARINGAN

SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN

SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN

SEKSI PENGEMBANGAN USAHA

DIREKTORAT PRASARANA PERKERETAAPIAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I

SUBDIREKTORAT JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SUBDIREKTORAT FASILITAS OPERASI KERETA API

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API WILAYAH II

SEKSI JALAN REL DAN TANAH KERETA API WILAYAH I SEKSI JEMBATAN DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I

SEKSI JALAN REL DAN TANAH KERETA API WILAYAH II SEKSI JEMBATAN DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SEKSI PERSINYALAN

SEKSI TELEKOMUNIKASI DAN PELISTRIKAN

DIREKTORAT SARANA PERKERETAAPIAAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SARANA

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN SARANA

SUBDIREKTORAT PENGELOLAAN SARANA MILIK NEGARA

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA WILAYAH I
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA PENGGERAK WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA TANPA PENGGERAK WILAYAH I

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA WILAYAH II
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA PENGGERAK WILAYAH II SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA TANPA PENGGERAK WILAYAH II

SEKSI RANCANG BANGUN DAN REKAYASA

SEKSI PENGAWASAN PENGUJIAN, PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN SEKSI PENGAWASAN TEMPAT DAN FASILITAS PENGUJIAN, PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN

SEKSI PENGADAAN DAN PENGOPERASIAN

SEKSI PENGENDALIAN MUTU

SEKSI PERAWATAN

DIREKTORAT KESELAMATAN PERKERETAAPIAAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT AUDIT DAN PENINGKATAN KESELAMATAN

SUBDIREKTORAT ANALISIS DAN PENANGANAN KECELAKAAN

SUBDIREKTORAT AKREDITASI KELEMBAGAAN DAN SERTIFIKASI SDM

SUBDIREKTORAT PENEGAKAN HUKUM

SEKSI AUDIT KESELAMATAN

SEKSI ANALISIS KECELAKAAN

SEKSI AKREDITASI KELEMBAGAAN

SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

SEKSI PENINGKATAN KESELAMATAN

SEKSI PENANGANAN KECELAKAAN

SEKSI SERTIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA

SEKSI PENYIDIKAN

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT JENDERAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT I

INSPEKTORAT II

INSPEKTORAT III

INSPEKTORAT IV

INSPEKTORAT V

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN HUKUM BAGIAN KEUANGAN DAN TATA USAHA BAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PEMBIAYAAN DAN PENGGAJIAN SUBBAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT I SUBBAGIAN DATA DAN EVALUASI SUBBAGIAN HUKUM DAN UMUM SUBBAGIAN TATA USAHA DAN PERJALANAN SUBBAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN .

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MANAJ. TRANS. MULTIMODA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN DARAT & PERKERETAAPIAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN LAUT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN UDARA .

SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN & PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN DOKUMENTASI DAN KERJASAMA BAGIAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN DOKUMENTASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PUBLIKASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN KERJASAMA SUBBAGIAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MANAJEMEN TRANSPORTASI MULTIMODA BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI LAUT BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI UDARA BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN .

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN SEKRETARIAT BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN DARAT PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN LAUT PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN UDARA PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR PERHUBUNGAN .

SEKRETARIAT BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN DAN TL-LHP SUBBAGIAN TATA USAHA DAN RUMAH TANGGA SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA SUBBAGIAN ANALISIS DAN EVALUASI SUBBAGIAN MUTASI DAN DISIPLIN SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN PENGELOLA BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN DARAT BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN. KEUANGAN. DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

KEUANGAN. DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN LAUT BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN.

KEUANGAN. DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN UDARA BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN.

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR PERHUBUNGAN BAGIAN UMUM SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI BIDANG PERENCANAAN BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG SARANA DAN PRASARANA SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG ANALISIS DAN EVALUASI SUBBIDANG DIKLAT PRAJABATAN DAN DALAM JABATAN SUBBIDANG DIKLAT TEKNIS MANAJERIAL SUBBIDANG SARANA SUBBIDANG PRASARANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI STAF AHLI MENTERI .

MENTERI PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG LINGKUNGAN PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG TEKNOLOGI DAN ENERGI PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG REGULASI DAN KESELAMATAN PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG MULTIMODA DAN KESISTEMAN PERHUBUNGAN STAF AHLI AH I BIDANG EKONOMI DAN KEMITRAAN PERHUBUNGAN .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT DATA DAN INFORMASI .

PROGRAM DAN EVALUASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG SISTEM INFORMASI BIDANG DATA SUBBIDANG PERANGKAT U DAN PROGRAM OG LUNAK APLIKASI SUBBIDANG PERANGKAT KERAS DAN INFRASTRUKTUR JARINGAN SUBBIDANG G G S PENGINTEGRASIAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBBIDANG ANALISIS DAN EVALUASI DATA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .PUSAT DATA DAN INFORMASI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN RENCANA.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI .

DARAT & PERKERETAAPIAN SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANS DARAT TRANS. MULTIMODA BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS.PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS. UDARA SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS. & PERKERETAAPIAN SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS DARAT TRANS. TRANS UDARA SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANS. UDARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . LAUT & MANAJ. TRANS. & PERKERETAAPIAN BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS. TRANS. MANAJ TRANS. TRANS. MULTIMODA SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS LAUT & MANAJ. MULTIMODA SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANSPORTASI LAUT & MANAJ.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .

PROGRAM. DAN EVALUASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG MEDIA MASSA DAN OPINI PUBLIK BIDANG PUBLIKASI DAN PELAYANAN INFORMASI SUBBIDANG MEDIA MASSA SUBBIDANG ANALISIS BERITA DAN PENGELOLAAN OPINI SUBBIDANG SU G PUBLIKASI U S SUBBIDANG PELAYANAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN RENCANA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful