P. 1
KM 60 Tahun 2010 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan

KM 60 Tahun 2010 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan

|Views: 454|Likes:
Dipublikasikan oleh kuyahms
KM 60 Tahun 2010 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan
KM 60 Tahun 2010 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan

More info:

Published by: kuyahms on Apr 13, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2015

pdf

text

original

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 60 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN,

Menimbang

:

a.

bahwa sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, dipandang perlu untuk menata kembali Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu ditetapkan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan dengan Peraturan Menteri Perhubungan; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara;

b.

Mengingat

:

1.

2.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

1

3.

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009;

Memperhatikan :

Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat nomor B/1728/M.PANRB/07/2010 tanggal 29 Juli 2010, dan nomor B/2292/M.PANRB/10/2010 tanggal 14 Oktober 2010;

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN.

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Perhubungan adalah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Kementerian Perhubungan Perhubungan. Pasal 2 Kementerian Perhubungan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang perhubungan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan; pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan; dipimpin oleh Menteri

(2)

b.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

2

c.

pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Perhubungan; pelaksanaan bimbingan teknik dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Perhubungan di daerah; dan pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.

d.

e.

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Perhubungan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. h. i. Wakil Menteri Perhubungan; Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Perhubungan Darat; Direktorat Jenderal Perhubungan Laut; Direktorat Jenderal Perhubungan Udara; Direktorat Jenderal Perkeretaapian; Inspektorat Jenderal; Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan; Badan Pengembangan Perhubungan; Sumber Daya Manusia

j. k. l. m.

Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan; Staf Ahli Bidang Teknologi dan Energi Perhubungan; Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan; Staf Ahli Bidang Perhubungan; Multimoda dan Kesisteman

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

3

n. o. p.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kemitraan Perhubungan; Pusat Data dan Informasi; Pusat Kajian Kemitraaan dan Pelayanan Jasa Transportasi; dan Pusat Komunikasi Publik.

q.

BAB III WAKIL MENTERI Pasal 5 Wakil Menteri Perhubungan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Pasal 6 Wakil Menteri Perhubungan mempunyai tugas membantu Menteri Perhubungan dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Perhubungan. Pasal 7 Rincian tugas Wakil Menteri Perhubungan akan diatur tersendiri dengan Peraturan Menteri Perhubungan. BAB IV SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Pasal 8 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.

(2)

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

4

Pasal 9 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. koordinasi kegiatan Kementerian Perhubungan; koordinasi dan penyusunan Kementerian Perhubungan; rencana dan program

c.

pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Perhubungan; pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; koordinasi dan penyusunan undangan dan bantuan hukum; penyelenggaraan negara; dan pengelolaan peraturan perundang-

d.

e.

f.

barang

milik/kekayaan

g.

pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Perhubungan.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

5

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 11 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. b. c. d. e. Biro Perencanaan; Biro Kepegawaian dan Organisasi; Biro Keuangan dan Perlengkapan; Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri; dan Biro Umum.

Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 12 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana, pengolahan dan penelaahan , penetapan tarif, program dan anggaran, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program, serta koordinasi penyediaan infrastruktur melalui pinjaman/hibah luar negeri, dan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah, serta evaluasi dan pelaporan. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan koordinasi penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang di lingkungan Kementerian Perhubungan;

b.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

6

c.

penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan penetapan pentarifan di bidang perhubungan; penyiapan koordinasi bahan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah; penyiapan koordinasi penyusunan program dan anggaran di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan koordinasi penyusunan dan penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Kementerian Perhubungan dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA); penyiapan koordinasi penyusunan rencana penyediaan infrastruktur yang dilakukan melalui pinjaman/hibah luar negeri; analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program serta pinjaman/hibah luar negeri; penyiapan koordinasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Kementerian Perhubungan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 14

d.

e.

f.

g.

h.

i.

j.

Biro Perencanaan terdiri atas: a. b. c. d. Bagian Rencana; Bagian Program; Bagian Pentarifan dan Pelaporan; dan Bagian Analisa dan Evaluasi. Pasal 15 Bagian Rencana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang di lingkungan Kementerian Perhubungan.

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

7

Pasal 16 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Bagian Rencana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan dan penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang Kementerian Perhubungan; dan penyiapan bahan penyusunan rencana bergulir (rolling plan) Kementerian Perhubungan. Pasal 17 Bagian Rencana terdiri atas: a. b. c. Subbagian Rencana Transportasi Darat dan Perkeretaapian; Subbagian Rencana Transportasi Laut dan Multimoda; dan Subbagian Rencana Transportasi Udara dan Penunjang. Pasal 18 (1) Subbagian Rencana Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Subbagian Rencana Transportasi Laut dan Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi laut dan multimoda. Subbagian Rencana Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rencana bergulir (rolling plan) di bidang transportasi udara dan penunjang.

b.

(2)

(3)

01 OTK KEMENHUB 2010 - SETJEN (FINAL - VALID).rtf

8

Pasal 19 Bagian Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan program dan anggaran serta penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Kementerian Perhubungan dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). penyiapan bahan koordinasi penyusunan dan penyelesaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Perhubungan. Pasal 21 Bagian Program terdiri atas: a. dan Subbagian Program Transportasi Udara dan Penunjang.SETJEN (FINAL .rtf 9 . Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi darat dan perkeretaapian.VALID). Pasal 20 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan bahan rapat kerja Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dengan lembaga negara. Pasal 22 (1) Subbagian Program Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). c. serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Program Transportasi Laut. b. Bagian Program menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbagian Program Transportasi Darat dan Perkeretaapian. b.

Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi laut. Pasal 23 (3) Bagian Pentarifan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana.VALID). penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan bahan koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi dan penunjang. serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara. bahan untuk lembaga negara dan lembaga pemerintah. 01 OTK KEMENHUB 2010 . c. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. d.rtf 10 . penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. b. Bagian Pentarifan dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. serta bahan rapat kerja dengan lembaga negara. Dokumen Pelaksanaan Anggaran dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di bidang transportasi udara dan penunjang. analisis dan penetapan pentarifan di bidang transportasi. Pasal 24 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23.(2) Subbagian Program Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. e. Subbagian Program Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). penyiapan bahan koordinasi penyiapan bahan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah.SETJEN (FINAL .

Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). (2) Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Tranportasi Laut dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).rtf 11 . dan Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Udara dan Penunjang. Pasal 26 (1) Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan biaya transportasi. b. koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi udara dan penunjang.SETJEN (FINAL .Pasal 25 Bagian Pentarifan dan Pelaporan terdiri atas: a. koordinasi penyusunan rencana pentarifan termasuk tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).VALID). serta hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah. koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi laut. serta hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah. hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. koordinasi penyusunan formula dan penetapan tarif jasa transportasi darat dan perkeretaapian. Subbagian Pentarifan dan Pelaporan Transportasi Laut dan Tata Usaha Biro. c.

penyiapan bahan pemantauan. analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan. evaluasi dan penyusunan Laporan Pelaksanaan Rencana dan Program Kementerian Perhubungan termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaatnya (outcome). Kolusi dan Nepotisme (AP-KKN) unit Sekretariat Jenderal. c. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).VALID). termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaatnya (outcome). penyiapan bahan koordinasi penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kementerian Perhubungan. e. Bagian Analisa dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 28 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Aksi Pencegahan Korupsi. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan.SETJEN (FINAL .Pasal 27 Bagian Analisa dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan analisis.rtf 12 . 01 OTK KEMENHUB 2010 . Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi (RAN-PK) unit Sekretariat Jenderal serta koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang dibiayai dengan mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang dibiayai dengan mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). b.

koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi darat dan perkerataapian melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). Penetapan Kinerja Sekretariat Jenderal. analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome). dan Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Udara dan Penunjang. c. penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kementerian Perhubungan.VALID).SETJEN (FINAL . Penetapan Kinerja Kementerian Perhubungan. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi darat dan perkeretaapian termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome). koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pasal 30 (1) Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Aksi Pencegahan Korupsi.rtf 13 .Pasal 29 Bagian Analisa dan Evaluasi terdiri atas: a. penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Sekretariat Jenderal. Kolusi dan Nepotisme (AP-KKN) unit Sekretariat Jenderal. analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan sarana dan prasarana transportasi b. Subbagian Analisa dan Evaluasi Transportasi Laut.

kesejahteraan. penyiapan perumusan. disiplin. pembinaan. Penetapan Kinerja Biro Perencanaan. g. organisasi dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan perumusan. pembinaan. dan pengendalian organisasi dan tata laksana.rtf 14 . dan pengendalian mutasi. dan pengendalian pengembangan kepegawaian.VALID). dan penyusunan evaluasi dan pelaporan. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. serta evaluasi dan pelaporan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Biro Perencanaan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 31 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan perumusan. asessmen dan konseling pegawai. f. pembinaan. dan pengendalian kepegawaian. d.SETJEN (FINAL . penyiapan perumusan. pembinaan. penyiapan perumusan program kerja dan anggaran Biro. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan pengendalian perencanaan kepegawaian. penyiapan perumusan. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. e. koordinasi penyusunan rencana penyediaan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi udara dan penunjang melalui mekanisme Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN). pembinaan.udara dan penunjang termasuk perkembangan fisik dan nilai manfaat (outcome).

pengendalian perencanaan kepegawaian. pembinaan.VALID). urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. c. 01 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan bahan penyusunan formasi pegawai. Bagian Mutasi. penyiapan bahan penyusunan program kerja dan anggaran. serta evaluasi dan pelaporan. penyiapan bahan perencanaan pengadaan pegawai. Pasal 35 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34. pengendalian perencanaan kepegawaian. serta akuntabilitas kinerja Biro. h. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai. b. g. penyiapan bahan perumusan. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan Biro.SETJEN (FINAL . penyiapan bahan pengangkatan calon pegawai negeri sipil. pengelolaan data pegawai. e. Pasal 34 Bagian Perencanaan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan.rtf 15 . Bagian Perencanaan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pembinaan. program kerja dan anggaran. b. Bagian Pengembangan Kepegawaian. Bagian Perencanaan Kepegawaian. f. c.Pasal 33 Biro Kepegawaian dan Organisasi terdiri atas: a. d. d.

dan Subbagian Pengadaan dan Pengangkatan Pegawai.VALID). Pasal 39 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38. Subbagian Data dan Formasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data pegawai. (2) (3) b. Subbagian Pengadaan dan Pengangkatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan pengadaan dan pengangkatan calon pegawai. Program. program kerja. Pasal 38 Bagian Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. Pasal 37 (1) Subbagian Rencana. anggaran. serta evaluasi dan pelaporan. dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan pelaksanaan dan pengendalian ujian dinas dan penyesuaian ijazah. pembinaan.Pasal 36 Bagian Perencanaan Kepegawaian terdiri atas: a. dan Tata Usaha Biro. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Rencana.SETJEN (FINAL . pengendalian pengembangan karier pegawai. serta penyusunan formasi pegawai. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian karier pegawai. 01 OTK KEMENHUB 2010 . serta evaluasi dan penyusunan laporan Biro.rtf 16 . Program. c. Subbagian Data dan Formasi Pegawai. akuntabilitas kinerja Biro.

rtf 17 . serta evaluasi dan pelaporan. pemberhentian dan pensiun. b. Pasal 40 d.SETJEN (FINAL . dan Subbagian Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. penyiapan bahan pembinaan dan pengendalian jabatan fungsional tertentu dan jabatan fungsional umum. e. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. urusan kepangkatan. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. Subbagian Karier Pegawai. Subbagian Jabatan Fungsional. Bagian Pengembangan Kepegawaian terdiri atas: a. Subbagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian jabatan fungsional. c.VALID). serta evaluasi dan pelaporan. serta evaluasi dan pelaporan. mutasi wilayah kerja. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan.c. serta evaluasi dan pelaporan. kesejahteraan dan disiplin pegawai. Pasal 41 (1) Subbagian Karier Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian karier pegawai. pengangkatan. dan peningkatan kualitas pegawai. pemindahan dan pemberhentian dalam jabatan struktural. Subbagian Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengendalian kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Pasal 42 Bagian Mutasi. serta peningkatan kualitas pegawai.

penyiapan bahan pelaksanaan mutasi wilayah kerja. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan kesejahteraan pegawai dalam bentuk fisik dan non fisik. penyiapan bahan pelaksanaan assesmen dan konseling pegawai.rtf 18 .Pasal 43 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. pemindahan dan pemberhentian dari dan dalam jabatan struktural. g. penyiapan bahan administrasi tenaga perbantuan dan dipekerjakan. penyiapan bahan bimbingan disiplin pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan pemberhentian dan pensiun pegawai. c. Bagian Mutasi. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai terdiri atas: a. penyiapan bahan evaluasi jabatan. Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. l. f.SETJEN (FINAL . mutasi. e. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan pengangkatan. Bagian Mutasi. d. penyiapan bahan pemberian tanda penghargaan. Pasal 44 c. i. Subbagian Perawatan dan Kesejahteraan Pegawai. b. penyiapan bahan perumusan pembinaaan. kesejahteraan dan disiplin pegawai. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pengelolaan administrasi kepegawaian. k. j. b. dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. dan Subbagian Disiplin dan Pemberhentian Pegawai.VALID). h. Subbagian Mutasi dan Kepangkatan Pegawai.

penyiapan bahan kajian penataan organisasi. c. penyiapan rancangan peraturan kepegawaian. mutasi wilayah kerja.VALID). pencatatan penilaian prestasi kerja pegawai. penyiapan bahan perumusan.rtf 19 . konseling. Subbagian Disiplin dan Pemberhentian Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pelaksanaan bimbingan disiplin pegawai. pembinaan. pengendalian penataan organisasi. peraturan kepegawaian. pemindahan dan pemberhentian dari dan dalam jabatan struktural. serta evaluasi dan pelaporan. Subbagian Perawatan dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan perawatan dan kesejahteraan pegawai dalam bentuk fisik dan non fisik. serta evaluasi dan pelaporan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. administrasi kepegawaian. Pasal 47 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46. pelaksanaan pendokumentasian peraturan kepegawaian. serta evaluasi dan pelaporan. serta penyiapan bahan dan pelaksanaan pemberhentian dan pensiun pegawai.SETJEN (FINAL . d. administrasi tenaga perbantuan dan dipekerjakan serta urusan kepangkatan.Pasal 45 (1) Subbagian Mutasi dan Kepangkatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan pembinaan dan pelaksanaan penetapan pengangkatan. Pasal 46 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan. serta evaluasi dan pelaporan. assesmen. tatalaksana. pengendalian penataan organisasi. pembinaan. (2) (3) b.

dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. dan kriteria kewenangan bidang transportasi yang diserahkan/ dilimpahkan ke daerah. penyiapan bahan norma. Pasal 48 g. Subbagian Organisasi Transportasi Udara dan Penunjang. prosedur. Pasal 49 (1) Subbagian Organisasi Transportasi Darat. Laut dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan pengendalian penataan organisasi. Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. pembinaan. penyiapan bahan norma.rtf 20 . c. b. prosedur. f. dan kriteria kewenangan yang diserahkan/dilimpahkan ke daerah di bidang transportasi darat. Subbagian Ketatalaksanaan dan Peraturan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan.e. dan kriteria kewenangan yang diserahkan/dilimpahkan ke daerah di bidang transportasi udara dan penunjang. serta evaluasi dan pelaporan. Subbagian Organisasi Transportasi Darat. serta evaluasi dan pelaporan. standar. laut dan perkeretaapian. serta evaluasi dan pelaporan. Subbagian Organisasi Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. penyiapan bahan norma. perancangan dan pendokumentasian peraturan kepegawaian. standar. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan kajian dan perumusan ketatalaksanaan.SETJEN (FINAL . dan pengendalian penataan organisasi. prosedur. standar. pembinaan. Laut dan Perkeretaapian. pembinaan. analisis kewenangan dan beban kerja. pengendalian ketatalaksanaan. analisis kewenangan dan beban kerja. dan Subbagian Ketatalaksanaan dan Peraturan Kepegawaian.VALID).

e. penyiapan pelaksanaan penyusunan Laporan Keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (LRA. penilaian dan penyusunan laporan serta pembinaan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. c. 01 OTK KEMENHUB 2010 . f.rtf 21 . Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyiapan penyusunan dokumen dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan.Bagian Kelima Biro Keuangan dan Perlengkapan Pasal 50 Biro Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan administrasi keuangan dan perlengkapan/barang milik negara di lingkungan Kementerian Perhubungan.VALID). penyiapan pembinaan. Neraca dan CaLK) serta penyusunan Laporan SIMAK-BMN di lingkungan Kementerian Perhubungan. pemantauan. g.SETJEN (FINAL . penyiapan pelaksanaan revisi anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. penyiapan pembinaan pengelolaan keuangan negara serta penyiapan penetapan pengelola anggaran di lingkungan Kementerian Perhubungan. evaluasi dan penyusunan pelaporan keuangan pelaksanaan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) serta implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan pemantauan. penyiapan pelaksanaan verifikasi dan akuntansi serta penyusunan laporan pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Kementerian Perhubungan. d. b. Biro Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a.

inventarisasi dan penilaian.rtf 22 . Bagian Akuntansi. Biro Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas: a. koordinator dan penanggungjawab pelaksanaan tugas / kegiatan Unit Akuntansi Pengguna Anggaran dan Barang (UAPA/B) di lingkungan Kementerian Perhubungan. j. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penggunaan dan penetapan status.VALID). koordinasi.SETJEN (FINAL . pemindahtanganan. penyiapan usulan penetapan. penelitian. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan pembinaan. d. penghapusan dan penatausahaan di lingkungan Kementerian Perhubungan. m. l. k. penyiapan pembinaan. Bagian Pelaksanaan Anggaran. pemantauan dan evaluasi pengelolaan serta pelaporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Kementerian Perhubungan. n. b. penyiapan pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 52 i. Bagian Perbendaharaan. revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan pembinaan pengelolaan Barang Milik Negara meliputi antara lain pengelolaan pengadaan barang/jasa. evaluasi. pemantauan. evaluasi.h. pemanfaatan. Pasal 53 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. pembinaan dan pemantauan pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan Kementerian Perhubungan. pemantauan dan evaluasi tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. c. dan Bagian Perlengkapan.

f. b. dan Subbagian Anggaran Transportasi Udara dan Penunjang. g. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan kontrak strategis. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a.VALID). e. penyiapan bahan pembinaan teknis penyusunan petunjuk operasional/ pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. dan penyiapan bahan pemantauan dan pelaporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian Perhubungan. c. penyiapan bahan penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kementerian Perhubungan bersama unit kerja terkait. Transportasi Darat dan Subbagian Anggaran Transportasi Laut. d.SETJEN (FINAL . c.Pasal 54 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53. Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. pemantauan pelaksanaan kegiatan b. penyiapan bahan penyusunan revisi rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN). 23 .rtf Subbagian Anggaran Perkeretaapian. Pasal 55 h. penyiapan bahan petunjuk operasional/ pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan bahan penelitian dan evaluasi data dukung sebagai bahan kelengkapan untuk mengusulkan revisi pelaksanaan rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN). penyiapan bahan inventarisasi data sebagai bahan kelengkapan data dukung usulan revisi rencana anggaran pendapatan dan belanja termasuk belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN).

pemantauan. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja.SETJEN (FINAL .rtf (2) (3) 24 . revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. penelitian dan evaluasi. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 57 Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. penilaian dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Kementerian Perhubungan. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penelitian dan evaluasi. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). penelitian dan evaluasi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. revisi pelaksanaan/ rencana anggaran pendapatan dan belanja. pemantauan. pemantauan. dan Penunjang.Pasal 56 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. pengelolaan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja.VALID).

penyiapan bahan perumusan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Sistem dan Prosedur Sistem Akuntansi serta pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai SAP. penyiapan bahan pelaksanaan implementasi dan evaluasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) dan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) untuk anggaran pendapatan dan belanja. e. d. dan pemeriksaan BPK-RI serta penyampaian ralat/koreksi Laporan Keuangan (Audited) Kementerian kepada Menteri Keuangan dan BPK-RI. penyiapan bahan pengawasan dan evaluasi serta penilaian terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran oleh para pengelola anggaran. g. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. h. penyiapan bahan dan penyusunan perbaikan/ralat Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran (LRA). 01 OTK KEMENHUB 2010 .VALID).rtf 25 . penyiapan bahan pembinaan administrasi keuangan dan pelaporan keuangan kepada para pengelola anggaran di tingkat Unit Pelaksana Teknis/Kantor/Satuan Kerja. penyiapan bahan verifikasi laporan pertanggungjawaban anggaran dan penilaian pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja serta tindak lanjut hasil pemeriksaan. b. Neraca dan CaLK berdasarkan hasil rekonsiliasi Kementerian Keuangan. f. dan penyiapan bahan perumusan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Kebijakan Akuntansi di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai SAP. reviu Inspektorat Jenderal.Pasal 58 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57.SETJEN (FINAL . c. penyiapan bahan penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Kementerian Perhubungan kepada Menteri Keuangan dan BPK-RI.

evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa.rtf 26 . penyusunan Laporan Keuangan  terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Laut. evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Penunjang. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan  verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. dan Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Udara dan Penunjang.VALID).SETJEN (FINAL . Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Kementerian Perhubungan dan melakukan analisa. c. b. Pasal 60 (1) Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan Transportasi Udara dan Penunjang melakukan penyiapan bahan  verifikasi terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran.Pasal 59 Bagian Akuntansi terdiri atas: a. penyusunan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA). evaluasi serta penilaian terhadap Laporan Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Perkeretaapian.

penyiapan bahan pembinaan. Pasal 63 f. Transportasi Udara dan 01 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. penyiapan anggaran. d. pemantauan dan evaluasi pengelolaan serta pelaporan PNBP. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan negara. g. penetapan pengelola anggaran. dan Subbagian Perbendaharaan Penunjang. e. Badan Layanan Umum (BLU). penyiapan bahan usulan penetapan. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 62 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. koordinasi. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. evaluasi. pembinaan administrasi dan pemantauan pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU). dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pemantauan dan evaluasi tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. b. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Darat dan b. bahan bahan pembinaan pembinaan pengelolaan penetapan keuangan pengelola penyiapan bahan pembinaan.Pasal 61 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan keuangan negara. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Perkeretaapian dan Tata Usaha Biro.VALID). c.SETJEN (FINAL . penyiapan bahan pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Laut. tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi.rtf 27 .

penetapan pengelola anggaran. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan. pengelolaan BLU. Pasal 65 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan Barang Milik Negara yang meliputi pengelolaan pengadaan barang/jasa. serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan.rtf 28 . pengelolaan PNBP. serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Penunjang. pengelolaan BLU. penghapusan dan penatausahaan Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian Perhubungan. penetapan pengelola anggaran. inventarisasi dan penilaian.Pasal 64 (1) Subbagian Perbendaharaan Transportasi Darat dan Perkeretaapian serta Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan unsur pengawasan.VALID).SETJEN (FINAL . penggunaan dan penetapan status. pengelolaan PNBP. serta pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. pemindahtanganan. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Udara dan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara. pemanfaatan. penetapan pengelola anggaran. pengelolaan BLU. serta pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pengelolaan PNBP. Subbagian Perbendaharaan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan keuangan negara.

inventarisasi. penyiapan bahan Laporan Semesteran dan Laporan Tahunan dari Unit Akuntansi Pengguna Barang (UAPB) serta pembinaan administrasi pengelolaan dan penatausahaan pengelolaan Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) termasuk rumah negara. b. penyiapan bahan dan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. Pasal 67 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. pemanfaatan dan penghapusan Barang Milik Negara. Transportasi Darat dan c. penyiapan bahan pembinaan administrasi pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara. Subbagian Perlengkapan Perkeretaapian. e. b. Subbagian Perlengkapan Transportasi Laut. penyiapan bahan dan pembinaan administrasi pelaksanaan pemanfaatan dan pemindahtangan serta penghapusan Barang Milik Negara.Pasal 66 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65.VALID).rtf 29 . dan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengelolaan perlengkapan termasuk rumah negara dan penatausahaan perlengkapan rumah negara meliputi pengadaan. c. d.SETJEN (FINAL . dan Subbagian Perlengkapan Transportasi Udara. 01 OTK KEMENHUB 2010 . f. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan dan koordinasi serah terima operasional dan penetapan status Barang Milik Negara.

SETJEN (FINAL . penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Subbagian Perlengkapan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN. Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN. Subbagian Perlengkapan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara. pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara. pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara.Pasal 68 (1) Subbagian Perlengkapan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan administrasi pengadaan barang dan jasa.rtf 30 . pemanfaatan dan pemindahtanganan serta penghapusan Barang Milik Negara. Badan Penelitian dan Pengembangan dan Inspektorat Jenderal. Penyusunan Laporan Semesteran dan Tahunan SIMAK-BMN.VALID). pelaksanaan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara. dan Sekretariat Jenderal. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . penatausahaan dan pengelolaan Rumah Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

b. f. pelaksanaan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. penyuluhan hukum.rtf 31 . 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pembinaan terhadap penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. h. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundangundangan. pemberian pertimbangan dalam penerapan peraturan perundang-undangan dan penyusunan perjanjian. penyiapan bahan ratifikasi konvensi dan perjanjian internasional di bidang transportasi. perencanaan. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. i. pelaksanaan penyiapan koordinasi. koordinasi. penyuluhan hukum. penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. c.VALID). dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. serta urusan kerjasama luar negeri.SETJEN (FINAL .Bagian Keenam Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Pasal 69 Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. serta urusan kerjasama luar negeri di lingkungan Kementerian Perhubungan. d. pemantauan dan evaluasi serta konsultasi dengan instansi terkait mengenai pelaksanaan kerjasama luar negeri. e. g. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69.

VALID). penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penelaahan. d. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum. b. c.Pasal 71 Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri terdiri atas: a. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. dan Bagian Kerjasama Luar Negeri. Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara.rtf 32 . penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. d.SETJEN (FINAL . Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan. f. dokumentasi dan pelayanan informasi hukum. Pasal 72 Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. e. b. penyiapan bahan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. c. Pasal 73 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72.

rtf 33 . Pasal 75 (1) Subbagian Peraturan Transportasi Darat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . udara dan penunjang. Subbagian Dokumentasi Peraturan Perundang-undangan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan. penelaahan. Pasal 76 Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi perkeretaapian. penelaahan. penelaahan. Subbagian Peraturan Transportasi Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan Subbagian Dokumentasi Peraturan Perundang-Undangan dan Tata Usaha Biro. serta tata usaha dan rumah tangga Biro. serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut. Subbagian Peraturan Transportasi Perkeretaapian. b.SETJEN (FINAL . Subbagian Peraturan Transportasi Darat.VALID).Pasal 74 Bagian Peraturan Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi darat. c.

d. b. penelaahan.Pasal 77 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76.SETJEN (FINAL . Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara menyelenggarakan fungsi: a. udara dan penunjang.rtf 34 . b. (2) 01 OTK KEMENHUB 2010 . udara dan penunjang. penyiapan bahan perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. udara dan penunjang.VALID). perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi udara. Pasal 79 (1) Subbagian Peraturan Transportasi Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. Subbagian Peraturan Transportasi Udara. c. dan penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut. udara dan penunjang. c. Pasal 78 Bagian Peraturan Transportasi Laut dan Udara terdiri atas: a. penelaahan. penyiapan bahan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi laut. Subbagian Peraturan Transportasi Laut. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang transportasi laut. dan Subbagian Peraturan Penunjang. Subbagian Peraturan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan.

Pasal 81 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. Pasal 80 Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan penyiapan rumusan perjanjian. c. dan Subbagian Penyuluhan Hukum. perencanaan dan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan ratifikasi konvensi internasional di bidang penunjang. penyiapan bahan penelaahan dan penyiapan bahan perumusan perjanjian nasional dan internasional di bidang transportasi.(3) Subbagian Peraturan Penunjang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Bantuan Hukum. pemberian pertimbangan dalam penerapan peraturan perundang-undangan. dan pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundangundangan. d. Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum menyelenggarakan fungsi: a.VALID). Pasal 82 Bagian Perjanjian dan Pertimbangan Hukum terdiri atas: a. penelaahan. b. penyiapan bahan pemberian bantuan hukum dalam rangka penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. c. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum terhadap penyusunan perjanjian nasional maupun internasional di bidang transportasi serta permasalahan yang timbul akibat penerapan peraturan perundangundangan di bidang transportasi. b.rtf 35 . Subbagian Perjanjian. 01 OTK KEMENHUB 2010 . serta pemberian bantuan dan penyuluhan hukum.SETJEN (FINAL .

multilateral dan regional di bidang transportasi.rtf 36 . dan antar negara secara bilateral. organisasi internasional. dan penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama luar negeri di bidang transportasi. pemberian pertimbangan hukum terhadap penyusunan perjanjian nasional dan permasalahan yang timbul di bidang pengadaan barang/jasa serta akibat penerapan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 85 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. Subbagian Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundang-undangan. multilateral dan regional di bidang transportasi. organisasi internasional. hubungan antar lembaga negara secara bilateral. penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama bilateral.Pasal 83 (1) Subbagian Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan perumusan perjanjian nasional.VALID). Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bantuan hukum dalam rangka penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. multilateral dan regional di bidang transportasi. Pasal 84 Bagian Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerjasama luar negeri dengan badan dunia. Bagian Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia.SETJEN (FINAL . c. serta melaksanakan pemantauan dan inventarisasi pelaksanaan hubungan luar negeri. (2) (3) b.

organisasi internasional. Subbagian Kerjasama Bilateral. World Trade Organization (WTO). hubungan antar lembaga negara secara regional di bidang transportasi yaitu Asia Pasific Economic Cooperation (APEC). Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama luar negeri secara multilateral. United Nations Commission on Trade and Development (UNCTAD). b.VALID). pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri. Subbagian Kerjasama Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama secara regional. Association of (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. hubungan antar lembaga negara secara multilateral di bidang transportasi. hubungan antar lembaga negara secara bilateral serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama bilateral di bidang transportasi. pemantauan dan evaluasi kegiatan kerjasama luar negeri dengan badan dunia. International Maritime Organization (IMO). serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama multilateral di bidang transportasi. dan Gerakan Negara Non Blok (GNB). Organisasi Konferensi Islam (OKI).Pasal 86 Bagian Kerjasama Luar Negeri terdiri atas: a. organisasi internasional. United Nations Development Program (UNDP). General Agreement on Trade and Services (GATS). Pasal 87 (1) Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan kerjasama luar negeri secara bilateral. Subbagian Kerjasama Multilateral. c.SETJEN (FINAL . Economic and Social Communication for Asia and the Pacific (ESCAP). yaitu International Civil Aviation Organization (ICAO).rtf 37 . dan Subbagian Kerjasama Regional.

g. dan kerumahtanggaan. penyiapan kearsipan. pembiayaan.VALID). penyiapan penyelenggaraan pembinaan ketatausahaan. c. penyiapan penyelenggaraan urusan keprotokolan. penyiapan penyelenggaraan pimpinan Kementerian. urusan ketatausahaan b. dan penyiapan penyelenggaraan urusan kerumahtanggaan yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. penyiapan penyusunan anggaran Sekretariat Jenderal dan pelaksanaan penatausahaan Barang Milik Negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. dan kerumahtanggaan. penyelenggaraan urusan persuratan dan e. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a.rtf 38 . f. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Indonesia-MalaysiaThailand Growth Triangle (IMT-GT). BruneiIndonesia-Malaysia-Philipina East Asia Growth Area (BIMP-EAGA) serta penyiapan bahan konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka kerjasama regional di bidang transportasi. keprotokolan. 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan penatausahaan pembiayaan dan penggajian Sekretariat Jenderal serta pelaporannya.SETJEN (FINAL .South East Asian Nation (ASEAN). IndonesiaMalaysia-Singapore Growth Triangle (IMS-GT). Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 88 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengendalian urusan ketatausahaan. pembiayaan. d.

Pasal 90 Biro Umum terdiri atas: a. e. Bagian Tata Usaha Kementerian. Wakil Menteri. d. Pasal 93 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan terdiri atas: a. serta keprotokolan. c. Bagian Rumah Tangga. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan keprotokolan. Subbagian Tata Usaha Menteri. dan pembinaan pemberian bimbingan b. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan ketatausahaan Menteri. Pasal 91 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan urusan ketatausahaan Menteri.rtf 39 . 01 OTK KEMENHUB 2010 . dan Bagian Pembiayaan dan Perjalanan. Pasal 92 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91. c. Sekretaris Jenderal. Wakil Menteri. dan Subbagian Keprotokolan. d. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. Sekretaris Jenderal. penyiapan bahan keprotokolan. c. dan Staf Ahli Menteri. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Keprotokolan. b.VALID).SETJEN (FINAL . b. dan Staf Ahli Menteri. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri.

d. penyiapan bahan pembinaan dan bimbingan administrasi perkantoran Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan persuratan dan kearsipan. Subbagian Keprotokolan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan keprotokolan. b. Pasal 96 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95. serta urusan keprotokolan Kementerian Perhubungan. e.Pasal 94 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan Menteri. c. penyiapan bahan pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan Sekretaris Jenderal.rtf . 40 (2) (3) (4) (5) 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Staf Ahli Menteri. penyiapan bahan penyusunan pedoman administrasi perkantoran dan kearsipan Kementerian Perhubungan. Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan bahan-bahan untuk kegiatan pimpinan dan Kementerian.SETJEN (FINAL . Pasal 95 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan Kementerian Perhubungan serta urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Wakil Menteri.VALID).

c. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan dalam. dan Subbagian Penggandaan dan Tata Usaha Biro. serta urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro. b. Pasal 99 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pengadaan peralatan dan penatausahaan serta inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. 01 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Kearsipan.VALID).rtf 41 . b. Pasal 100 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99.SETJEN (FINAL . keamanan kantor dan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. Subbagian Tata Persuratan. penyiapan bahan pembinaan urusan kerumahtanggaan.Pasal 97 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. Subbagian Penggandaan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan penggandaan dan distribusi hasil penggandaan. Pasal 98 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bimbingan administrasi perkantoran dan urusan persuratan. Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bimbingan urusan kearsipan. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. (2) (3) c.

(2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pemeliharaan sarana.d. Subbagian Penyediaan Peralatan dan Inventarisasi. Subbagian Pemeliharaan Sarana. keamanan kantor dan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Sekretariat Jenderal serta urusan pelayanan kesehatan pegawai. prasarana dan angkutan di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Perhubungan. c. dan penyiapan bahan penyelenggaraan pelaksanaan urusan pelayanan kesehatan pegawai. dan perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. Prasarana dan Angkutan. Subbagian Penyediaan Peralatan dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pengadaan peralatan dan inventarisasi serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. b. Pasal 102 (1) Subbagian Keamanan dan Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan sosialisasi urusan kerumahtanggaan. serta penatausahaan pembiayaan.rtf 42 . prasarana dan angkutan di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Perhubungan. Subbagian Keamanan dan Urusan Dalam.SETJEN (FINAL . dan pengelolaan akuntansi Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. Pasal 101 e. dan Subbagian Pemeliharaan Sarana. Prasarana dan Angkutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pemeliharaan sarana. penggajian. serta urusan pelayanan kesehatan pegawai.VALID). Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a. pelaksanaan urusan dalam. Pasal 103 Bagian Pembiayaan dan Perjalanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan anggaran.

serta menyiapkan bahan laporan pertanggung-jawaban. Subbagian Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan pelaksanaan dan penatausahaan pembiayaan di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. dan perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. (2) (3) 01 OTK KEMENHUB 2010 . c.SETJEN (FINAL .Pasal 104 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102. Subbagian Penggajian dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penggajian serta perjalanan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 106 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan anggaran. Subbagian Pembiayaan. Pasal 105 Bagian Pembiayaan dan Perjalanan terdiri atas: a. b.VALID). c. dan pengelolaan akuntansi di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri. dan pengelolaan akuntansi di lingkungan Sekretariat Jenderal dan perwakilan Kementerian Perhubungan di luar negeri.rtf 43 . penggajian. Subbagian Penyusunan Anggaran dan Pelaporan. dan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan. penyiapan bahan penyusunan anggaran. Bagian Pembiayaan dan Perjalanan menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Penggajian dan Perjalanan Dinas.

Pasal 108 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.SETJEN (FINAL . (2) (3) (4) 01 OTK KEMENHUB 2010 .VALID).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 107 Kelompok Jabatan Fungsional pada Biro di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.rtf 44 . diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh masing-masing Kepala Biro yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 110 Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perhubungan darat.BAB V DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT Bagian Pertama Kedudukan. e. standar. c.rtf 45 . (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Tugas dan Fungsi Pasal 109 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. d. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan.VALID). dan kriteria di bidang perhubungan darat. prosedur. perumusan kebijakan di bidang perhubungan darat. b. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan darat. Pasal 111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110. penyusunan norma. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan darat.DITJEN HUBDAT (FINAL .

Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. transportasi perkotaan dan keselamatan transportasi darat. danau dan penyeberangan. penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan program. Pasal 114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113. 02 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 46 .Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 112 Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terdiri atas: a. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. Danau dan Penyeberangan. c.VALID). Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. d. transportasi sungai. penyusunan laporan dan evaluasi serta sistem informasi di bidang transportasi jalan. e. dan Direktorat Keselamatan Transportasi Darat.DITJEN HUBDAT (FINAL . Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan. b. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dalam memfasilitasi dan memberikan pelayanan teknis serta administratif kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat.

DITJEN HUBDAT (FINAL . c. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terdiri atas: a. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keselamatan dan transportasi darat. dan Bagian Kepegawaian dan Umum. Bagian Perencanaan. b. 02 OTK KEMENHUB 2010 . dan pelaksanaan penelaahan.b. Bagian Keuangan. d. Pasal 115 c. pelaksanaan pengelolaan urusan keuangan dan barang inventaris milik/kekayaan negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Pasal 116 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan koordinasi penyusunan rencana dan program.VALID). d. penyusunan organisasi dan tata laksana. e. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum serta penyiapan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerja sama luar negeri. tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. evaluasi dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat.rtf 47 . Bagian Hukum dan Kerjasama. pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. pelaksanaan pengelolaan urusan kepegawaian. penyusunan sistem informasi serta penyusunan anggaran dan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pelaksanaan evaluasi rencana dan program kerja.

program.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan koordinasi penyusunan kebijakan. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. program. b. e. pengelolaan dan pengembangan sistem dan teknologi informasi di bidang transportasi darat serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan. Pasal 118 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. rencana. c. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi. b. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 119 (1) Subbagian Rencana dan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan kebijakan. dan Subbagian Sistem Informasi dan Pelaporan. rencana. c.Pasal 117 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116. penyiapan bahan penyelenggaraan dan pelaksanaan bimbingan penyusunan rencana regional dan lokal di bidang transportasi darat. rencana. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. penyiapan bahan penyelenggaraan pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. program.VALID). kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta pemberian bimbingan penyusunan rencana regional dan lokal di bidang transportasi darat.rtf 48 . Subbagian Rencana dan Program. d.

rtf 49 . dan penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Pasal 120 (3) Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. pengelolaan dan pengembangan sistem dan teknologi informasi di bidang transportasi darat serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.VALID). c. b. penyiapan bahan pelaksanaan anggaran dan bimbingan teknis administrasi keuangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Pasal 122 Bagian Keuangan terdiri atas: a. dan Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. anggaran dan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. program. c.DITJEN HUBDAT (FINAL . Subbagian Sistem Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. rencana. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120. kegiatan dan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta penyiapan bahan penyusunan pemaduan sistem dan jaringan transportasi darat. b. penyiapan bahan pelaksanaan perbendaharaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan.

penyiapan bahan penyusunan rancangan dan penelaahan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat. pengeluaran dan penerimaan serta revisi anggaran dan bimbingan teknis administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Pasal 124 Bagian Hukum dan Kerjasama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. 02 OTK KEMENHUB 2010 . c. Pasal 125 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 124. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan verifikasi anggaran dan akuntansi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.Pasal 123 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penggunaan.DITJEN HUBDAT (FINAL . Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.VALID). Bagian Hukum dan Kerjasama menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerja sama luar negeri di bidang transportasi darat. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum.rtf 50 . dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan kerjasama luar negeri di bidang transportasi darat. (2) (3) b. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat.

penyusunan organisasi dan tata laksana serta urusan tata usaha dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat.VALID). (2) (3) 02 OTK KEMENHUB 2010 . c. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum. Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi. Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 127 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan dan penelaahan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi darat serta melakukan verifikasi Raperda dan Perda yang berkaitan dengan sub sektor Perhubungan Darat sesuai dengan peraturan perundangan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pelayanan informasi publik dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang transportasi darat. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama.rtf 51 . Pasal 128 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian.DITJEN HUBDAT (FINAL . b.Pasal 126 Bagian Hukum terdiri atas: a.

dan penyiapan bahan pengelolaan urusan kerumahtanggaan dan kesejahteraan pegawai.DITJEN HUBDAT (FINAL . mutasi pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Subbagian Tata Usaha. serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional dan standar kompetensi sumber daya manusia aparatur di bidang transportasi darat.VALID). urusan umum serta urusan pengadaan dan inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Pasal 130 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. 02 OTK KEMENHUB 2010 . b. Pasal 131 (1) Subbagian Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pegawai. pengembangan dan peningkatan kompetensi pegawai. pengembangan dan peningkatan kompetensi pegawai.Pasal 129 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128. c.rtf 52 . penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian dan administrasi perkantoran di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. organisasi dan tata laksana serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional dan standar kompetensi sumber daya manusia aparatur di bidang transportasi darat. mutasi dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. c. dan Subbagian Rumah Tangga. organisasi dan tata laksana. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pegawai. b. Subbagian Kepegawaian dan Organisasi. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a.

lalu lintas jalan. Pasal 133 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132. b. lalu lintas jalan. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.(2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha kepegawaian. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi jalan. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi jalan. sarana angkutan jalan. kearsipan. ekspedisi dan penggandaan. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi jalan. d. norma. sarana angkutan jalan. pengawasan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. norma. standar. serta urusan pengadaan dan inventarisasi Barang Milik Negara di lingkungan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. kriteria dan prosedur. pedoman. angkutan jalan. dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan jalan. surat menyurat. penyiapan penyusunan standar. sarana angkutan jalan. angkutan jalan. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a. c.rtf 53 . (3) Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 132 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. lalu lintas jalan. urusan umum. kerumahtanggaan dan kesejahteraan pegawai. pedoman.VALID).DITJEN HUBDAT (FINAL . angkutan jalan. Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam.

penyusunan dan penyiapan bahan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan jalan nasional. Pasal 135 Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBDAT (FINAL . h. g. f. Subdirektorat Lalu Lintas Jalan. prosedur dan bimbingan teknis. klasifikasi. Pasal 134 f.rtf 54 . norma. standar. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terdiri atas: a. lintas batas negara dan jaringan trayek angkutan perintis. Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan. Subdirektorat Pengendalian Operasional. b. pedoman. d. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. penetapan serta evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan. rancang bangun. jaringan trayek angkutan antar kota antar propinsi.e. tipe terminal serta sistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan pemberian kualifikasi teknis petugas terminal. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. penyiapan pelaksanaan pembinaan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan jalan. lokasi. jaringan lintas angkutan barang pada jalan nasional. penyusunan rencana. penyiapan pelaksanaan monitoring. kriteria. Subdirektorat Angkutan Jalan. program dan evaluasi pengembangan lalu lintas dan angkutan jalan. dan Subbagian Tata Usaha. penguji kendaraan bermotor serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. e. regional. Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan. c. serta simpul. dan internasional di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.VALID). 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan harmonisasi dan standarisasi regulasi tingkat nasional. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha.

d. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk lalu lintas dan angkutan jalan. lintas batas negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. jaringan trayek antar propinsi. jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan untuk penumpang dan barang. sistim informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan Standar Pelayanan Minimal pengoperasian terminal. f. penentuan lokasi terminal barang tipe pengumpul dan tipe penunjang.rtf 55 . penentuan lokasi terminal. sistim informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan Standar Pelayanan Minimal pengoperasian terminal.DITJEN HUBDAT (FINAL . Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman.VALID). b.Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135. penyiapan bahan penyusunan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan jalan nasional. penyiapan bahan perumusan pengembangan sistim informasi dan komunikasi sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi jalan. jaringan prasarana dan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan. angkutan perintis. lokasi terminal penumpang tipe utama dan penyusunan rencana. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian kualifikasi teknis petugas terminal. program dan evaluasi pengembangan lalu lintas dan angkutan jalan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana induk dan rencana umum lalu lintas dan angkutan Jalan Propinsi. jaringan lintas angkutan barang di jalan nasional. e. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Kota dan Kabupaten. norma. c. lokasi terminal penumpang tipe A. penentuan lokasi terminal penumpang tipe B dan tipe C.

penetapan lokasi terminal barang utama dan penetapan kelas jalan primer serta pemberian kualifikasi teknis petugas terminal. pedoman. pedoman. sertifikasi registrasi uji tipe kendaraan bermotor. dan Seksi Pengembangan Transportasi Jalan.DITJEN HUBDAT (FINAL . teknologi kendaraan bermotor. Seksi Jaringan Prasarana dan Pelayanan. norma. sertifikasi uji tipe kendaraan bermotor. pedoman. standar.VALID). harmonisasi dan standarisasi regulasi kendaraan bermotor. Seksi Pengembangan Transportasi Jalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. serta pengembangan sistim informasi dan komunikasi sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan.rtf . dan penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan transportasi jalan primer. standar. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. 56 (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . pengujian kendaraan bermotor. perumusan rencana. penetapan jaringan trayek lintas batas negara. dan penyiapan pengesahan hasil uji tipe.Pasal 137 Subdirektorat Jaringan Transportasi Jalan terdiri atas: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan prasarana transportasi jalan dan jaringan pelayanan angkutan jalan serta penyiapan bimbingan teknis penyusunan jaringan transportasi jalan sekunder dan penentuan lokasi terminal tipe B dan terminal tipe C serta terminal barang. Pasal 138 (1) Seksi Jaringan Prasarana dan Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. Pasal 139 Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. sertifikasi uji sampel kendaraan bermotor. program dan evaluasi pengembangan transportasi jalan. kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan transportasi jalan. norma. b. standar. jaringan trayek antar kota antar propinsi dan jaringan lintas pada jaringan jalan primer serta penetapan lokasi terminal tipe A.

Pasal 140 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139.DITJEN HUBDAT (FINAL . teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. standar. pelaksanaan pemeriksaan terhadap pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. 57 b. serta pelaksanaan pemeriksaan terhadap pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. norma. akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor serta evaluasi dan pelaporan di bidang sarana angkutan jalan. serta pengujian kendaraan bermotor. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan. serta harmonisasi dan standarisasi regulasi. e. f. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor. kriteria. penyiapan bahan penyusunan standardisasi. teknologi kendaraan bermotor.sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang sarana angkutan jalan. norma. Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. penyiapan bahan pengesahan hasil uji tipe dan sertifikasi uji tipe kendaraan bermotor. sertifikasi rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor. d. teknologi kendaraan bermotor. sertifikasi modifikasi kendaraan bermotor. c. teknologi peralatan uji kendaraan bermotor. sistem dan prosedur di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. sertifikasi rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor. sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor. teknologi kendaraan bermotor. kriteria. pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor. pedoman. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor dan kendaraan tidak bermotor. serta pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor.rtf . dan prosedur di bidang persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor.VALID). serta pengujian kendaraan bermotor. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi pengujian tipe dan berkala kendaraan bermotor. pengujian kendaraan bermotor.

evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian kendaraan bermotor dan penyiapan bahan pengesahan hasil uji tipe. dan Seksi Teknologi Kendaraan Bermotor. standar. pedoman. Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. perlengkapan jalan dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyiapan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan. Pasal 142 (1) Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN HUBDAT (FINAL . sertifikasi tenaga penguji kendaraan bermotor dan akreditasi unit pengujian kendaraan bermotor. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID). pedoman. persyaratan teknis dan kelaikan jalan kendaraan bermotor dan penyiapan bahan sertifikasi rancang bangun kendaraan bermotor. pelaksanaan kalibrasi peralatan uji kendaraan bermotor. evaluasi dan pelaporan di bidang teknologi kendaraan bermotor. Seksi Teknologi Kendaraan Bermotor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan pemeriksaan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor serta harmonisasi dan standardisasi regulasi kendaraan bermotor. standar. standar. dan prosedur serta bimbingan teknis. norma.rtf 58 . norma. norma. b. sertifikasi registrasi uji tipe kendaraan bermotor. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. Pasal 143 Subdirektorat Lalu Lintas Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.Pasal 141 Subdirektorat Sarana Angkutan Jalan terdiri atas: a. akreditasi unit penimbangan kendaraan bermotor dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

penyiapan bahan pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan. dan pemeliharaan perlengkapan jalan di jalan nasional. dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan dan penimbangan kendaraan bermotor di jalan. perlengkapan jalan. perbaikan. penyiapan bahan perumusan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kebutuhan pengadaan. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan.VALID). d. b. penyiapan bahan penyusunan analisis. h. f. penyiapan bahan perumusan pemberian kualifikasi teknis petugas alat penimbangan. norma. g. standar. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN HUBDAT (FINAL . e. pemasangan.Pasal 144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143. evaluasi dan laporan pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas serta analisa dampak lalu lintas di jalan nasional di luar kawasan perkotaan. c. pedoman. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas jalan. 02 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 59 . Subdirektorat Lalu Lintas Jalan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan sistem informasi manajemen rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor. perlengkapan jalan dan analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan serta penyiapan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan di jalan nasional dan pengoperasian alat penimbangan. kriteria.

evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan penumpang dan barang. pelaksanaan penilaian kinerja dan pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum. pengkajian dan perhitungan tarif angkutan penumpang dan barang di jalan. monitoring. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.DITJEN HUBDAT (FINAL . (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar. standar. sesuai dengan kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. evaluasi dan pelaporan di bidang perlengkapan jalan dan penimbangan kendaraan bermotor di jalan.rtf 60 . penyelenggaraan sistem informasi dan komunikasi angkutan jalan. analisa dampak lalu lintas jalan nasional di luar kawasan perkotaan. pedoman. norma.VALID). b. penyiapan mekanisme proses perijinan dan pelaksanaan urusan perijinan angkutan penumpang dan angkutan barang di jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas. bimbingan teknis. Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas.Pasal 145 Subdirektorat Lalu Lintas Jalan terdiri atas: a. prosedur dan kriteria. standar. Pasal 146 (1) Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. pedoman. serta pemberian subsidi angkutan umum. norma. dan Seksi Perlengkapan Jalan. serta penyiapan bahan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional baik di jalan tol maupun non-tol. norma. serta penyiapan bahan akreditasi unit penimbangan kendaraan bermotor dan pemberian kualifikasi teknis petugas penimbangan kendaraan bermotor. Pasal 147 Subdirektorat Angkutan Jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Seksi Perlengkapan Jalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum dan pemberian subsidi angkutan umum. dan Seksi Angkutan Barang. Seksi Angkutan Penumpang. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang angkutan penumpang dan angkutan barang serta tarif angkutan penumpang dan/ atau barang di jalan. pedoman. penetapan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan jalan. standar.rtf 61 . dan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring.VALID). 02 OTK KEMENHUB 2010 . c. penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. Pasal 149 Subdirektorat Angkutan Jalan terdiri atas: a. norma. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang angkutan penumpang dan angkutan barang serta tarif angkutan penumpang dan/ atau barang di jalan. taksi tertentu dan angkutan sewa. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan penumpang dan tarif angkutan penumpang serta penyiapan bahan b.Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. d.DITJEN HUBDAT (FINAL . b. serta pengendalian angkutan barang tertentu. standar. penyiapan bahan pelaksanaan sistem informasi dan komunikasi di bidang angkutan jalan. penyiapan bahan perumusan pemberian izin trayek angkutan penumpang untuk trayek lintas batas negara dan trayek antar kota antar propinsi. Subdirektorat Angkutan Jalan menyelenggarakan fungsi: a. norma. f. izin operasi angkutan pariwisata. pedoman. Pasal 150 (1) Seksi Angkutan Penumpang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penilaian kinerja perusahaan angkutan umum.

DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. norma.rtf 62 . dan pembinaan angkutan barang. serta penyiapan bahan pemberian izin operasi angkutan barang tertentu. pemberian penghargaan perusahaan angkutan umum dan pemberian subsidi angkutan umum. standar. (2) Seksi Angkutan Barang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengendalian Operasional menyelenggarakan fungsi: a.pemberian izin trayek lintas batas negara dan trayek antar kota antar propinsi. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.VALID). kriteria dan prosedur di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan barang dan pengkajian tarif angkutan barang. Pasal 151 Subdirektorat Pengendalian Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional. norma. b. penyiapan bahan perumusan standar. standar. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. izin operasi angkutan pariwisata dan angkutan penumpang tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya bersifat lintas batas negara dan antar kota antar propinsi serta penetapan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi serta penilaian kinerja perusahaan angkutan umum. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pelaksanaan pengawasan sarana dan prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan penegakan hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terhadap pelanggaran di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. pedoman. 02 OTK KEMENHUB 2010 .

Pasal 153 d. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan terhadap kebijakan. sistem dan prosedur di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. penyiapan bahan perumusan pengusulan pengangkatan/ pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. pedoman. norma.c. Seksi Monitoring Operasional. pedoman.DITJEN HUBDAT (FINAL . 63 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan perumusan pelaksanaan penegakan hukum dan penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran pelaksanaan kebijakan. norma.rtf . norma. kriteria. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria. g. sistem dan prosedur di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional dan penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. e. standar. dan Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan. b. pedoman. f. kriteria. Pasal 154 (1) Seksi Monitoring Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penertiban dan pemberian sanksi administratif terhadap pelanggaran operasional kendaraan angkutan umum yang menjadi kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Subdirektorat Pengendalian Operasional terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan. pedoman.VALID). standar. standar. norma. dan prosedur di bidang sarana dan prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

penyiapan penyusunan standar. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. serta bimbingan teknis. pelabuhan. pedoman. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. sarana. kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi. evaluasi dan pelaporan di bidang penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan penyiapan bahan pengusulan pengangkatan dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. Danau dan Penyeberangan Pasal 156 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. kepegawaian. kriteria dan prosedur. Bagian Kelima Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai.VALID). norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. lalu lintas dan angkutan sungai. norma. sarana. b. pelabuhan.DITJEN HUBDAT (FINAL . danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan.(2) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi. dan rumah tangga Direktorat. Pasal 155 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata usaha. standar. norma.rtf 64 . danau dan penyeberangan. lalu lintas dan angkutan sungai. pedoman.

Subdirektorat Pelabuhan Penyeberangan. Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai. serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. e. 02 OTK KEMENHUB 2010 . Pejabat Pemberangkatan Angkutan Sungai dan Danau. Inspektur Sungai dan Danau. Sungai. sarana. Lintas Sungai. danau dan penyeberangan. f. Danau Danau Danau dan dan dan Subdirektorat Angkutan Penyeberangan. danau dan penyeberangan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. penyiapan pelaksanaan pembinaan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai. sarana. Pasal 158 d. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi.VALID). lalu lintas dan angkutan sungai. danau dan penyeberangan.DITJEN HUBDAT (FINAL . Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai. danau dan penyeberangan. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. pelabuhan. g. f. Subdirektorat Lalu Penyeberangan.c. Sungai. Danau dan Penyeberangan. e. b.rtf 65 . c. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. lalu lintas dan angkutan sungai. danau dan penyeberangan. penyiapan perumusan pelaksanaan kebijakan di bidang jaringan transportasi. Danau dan Penyeberangan. pelabuhan. Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai. dan Subbagian Tata Usaha. d.

dan prosedur serta bimbingan teknis. b. danau dan penyeberangan. norma. danau dan penyeberangan. penyusunan rencana umum. Pasal 160 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159. penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan transportasi sungai. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria. Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai. pengembangan dan pengawasan perwujudan serta penetapan jaringan transportasi sungai. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi sungai.VALID). analisis. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pengembangan dan pengawasan perwujudan serta penetapan jaringan transportasi sungai. danau dan penyeberangan.rtf 66 . evaluasi dan pengembangan jaringan transportasi sungai. kriteria dan prosedur di bidang jaringan transportasi sungai.DITJEN HUBDAT (FINAL . standar. danau dan penyeberangan serta pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) lalu lintas dan angkutan sungai. penyusunan rencana umum. analisis. penyiapan bahan penyusunan jaringan lintas penyeberangan antar propinsi dan antar negara dan pemaduan rencana kegiatan di bidang lalu lintas dan angkutan sungai. danau dan penyeberangan. pedoman.Pasal 159 Subdirektorat Jaringan Transportasi Sungai. evaluasi. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. c. dan penetapan lintas penyeberangan dalam propinsi dan dalam kabupaten / kota. analisis. penetapan lintas penyeberangan antar propinsi dan antar negara. penyusunan rencana umum jaringan transportasi sungai. norma. danau dan penyeberangan dalam propinsi dan dalam kabupaten / kota. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi sungai. evaluasi. e. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan transportasi sungai. danau dan penyeberangan. d.

kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun. norma. Seksi Pengembangan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai. danau dan penyeberangan.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. pedoman. pemeliharaan sarana angkutan sungai.rtf 67 . Danau dan Seksi Analisa dan Evaluasi Jaringan. pedoman. Pasal 162 (1) Seksi Analisa dan Evaluasi Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan. mutu pelayanan. danau dan penyeberangan. Pasal 164 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163. Pasal 163 (2) Subdirektorat Sarana Angkutan Sungai. perawatan. mutu pelayanan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.Pasal 161 Subdirektorat Jaringan Transportasi Penyeberangan terdiri atas: a. standar. pengembangan dan penetapan jaringan transportasi sungai. kriteria. Sungai. standar. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan. evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun. standar. dan Seksi Pengembangan Jaringan. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. b. dan prosedur serta bimbingan teknis. norma.VALID). danau dan penyeberangan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum. norma. perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. standar. 02 OTK KEMENHUB 2010 . analisis serta informasi jaringan transportasi sungai. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a.

d. Pasal 165 c. evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun sarana angkutan sungai. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 166 (1) Seksi Rancang Bangun Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mutu pelayanan.rtf 68 . b. danau dan penyeberangan serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. norma. danau dan penyeberangan serta pengawakan dan registrasi sarana angkutan sungai dan danau. Seksi Bimbingan Perawatan Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kualifikasi teknis awak sarana angkutan sungai dan danau. Subdirektorat Sarana Angkutan Penyeberangan terdiri atas: a. danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rancang bangun sarana sungai. pedoman. standar. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun. perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. danau dan penyeberangan. e. evaluasi dan pelaporan di bidang perawatan dan pemeliharaan sarana angkutan sungai. dan Seksi Bimbingan Perawatan Sarana. Danau dan Seksi Rancang Bangun Sarana. standar.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan penyusunan perawatan dan pemeliharaan sarana sungai.b. danau dan penyeberangan serta perawatan dan pemeliharaan sarana sungai. pedoman. Sungai. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). danau dan penyeberangan serta registrasi sarana angkutan sungai dan danau. norma.

pedoman. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. danau dan penyeberangan. serta pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. pemeliharaan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan. kriteria. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan pelaksanaan kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan. pembangunan.rtf 69 . norma.Pasal 167 Subdirektorat Pelabuhan Sungai. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan. pemeliharaan. danau dan penyeberangan. pemeliharaan. danau dan penyeberangan. Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167. penyiapan bahan pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. c. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. b. pembangunan. danau dan penyeberangan. pembangunan. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan.DITJEN HUBDAT (FINAL . pembangunan. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. standar. e.VALID). kriteria dan prosedur di bidang perencanaan. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan. perbaikan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai. d. norma. dan prosedur serta bimbingan teknis. pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. pemeliharaan. Subdirektorat Pelabuhan Sungai. 02 OTK KEMENHUB 2010 . danau dan penyeberangan. standar.

kriteria. alur-pelayaran sungai. dan pengerukan alur-pelayaran sungai dan danau. danau dan penyeberangan. Pasal 171 Subdirektorat Lalu Lintas Sungai. danau dan penyeberangan. pengoperasian. Seksi Rancang Bangun Pelabuhan. pedoman. norma. kolam pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. danau dan penyeberangan serta pemberian kualifikasi teknis petugas pelabuhan sungai. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a.Pasal 169 Subdirektorat Pelabuhan Sungai. dan tata cara berlalu lintas di sungai. Seksi Bimbingan Pengelolaan Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. standar. norma. Pasal 170 (1) Seksi Rancang Bangun Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan.VALID). b. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan serta pemberian sertifikasi pelabuhan penyeberangan dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan penyeberangan di lintas nasional dan internasional. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan. pemeliharaan. perambuan sungai.DITJEN HUBDAT (FINAL .rtf 70 . dan Seksi Bimbingan Pengelolaan Pelabuhan. pemeliharaan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. perawatan dan perbaikan pelabuhan sungai. pedoman. standar. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . standar. pembangunan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan dan pembangunan pelabuhan sungai. penyelenggaraan. norma.

alur-pelayaran sungai. penyelenggaraan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen dan tata cara berlalu lintas di sungai. danau dan penyeberangan serta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. c. danau dan penyeberangan. pedoman. danau dan penyeberangan. pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. serta pembangunan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan. penyelenggaraan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. inspektur sungai dan danau serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. kelestarian lingkungan serta perambuan sungai. pemeliharaan. pemeliharaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . kolam 71 b. danau. d. danau dan penyeberangan. alur-pelayaran sungai.rtf . norma. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. pembersihan alur-pelayaran sungai dan danau. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. kriteria dan prosedur di bidang manajemen lalu lintas dan tata cara berlalu lintas di sungai. pengoperasian. e.penyeberangan. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. Pasal 172 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171. kolam pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. standar. pembangunan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau.VALID). dan pengerukan alur-pelayaran sungai. Subdirektorat Lalu Lintas Sungai. dan bimbingan teknis pengerukan alur-pelayaran sungai dan danau.DITJEN HUBDAT (FINAL . perambuan sungai. dan tata cara berlalu lintas di sungai. inspektur sungai dan danau serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. pengoperasian. kelestarian lingkungan. penyiapan bahan perumusan penetapan kelas alurpelayaran sungai dan danau. penyiapan bahan perumusan peta alur-pelayaran sungai dan danau.

pedoman. dan penyiapan bahan penetapan kelas alur dan peta alur pelayaran sungai dan danau. danau dan kolam pelabuhan penyeberangan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.DITJEN HUBDAT (FINAL . Seksi Alur dan Perambuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a. inspektur sungai dan danau. evaluasi dan pelaporan di bidang pembangunan. Pasal 173 Subdirektorat Lalu Lintas Sungai. pemeliharaan. dan Seksi Alur dan Perambuan. pembersihan alur pelayaran sungai dan danau. serta sertifikasi inspektur sungai dan danau dan pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. serta perambuan sungai. Seksi Manajemen Lalu Lintas. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau. danau dan penyeberangan. reklamasi pembangunan pelabuhan sungai dan danau dan pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. danau dan penyeberangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang lalu lintas dan angkutan sungai dan danau.pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan. pengoperasian.rtf 72 . standar. serta pejabat pemberangkatan angkutan sungai dan danau. dan bimbingan teknis pengerukan alur pelayaran sungai. b. norma. standar. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyelenggaraan. norma. tata cara berlalu lintas di sungai. Pasal 174 (1) Seksi Manajemen Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 .

danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. kriteria.rtf 73 . evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional.Pasal 175 Subdirektorat Angkutan Sungai. keperintisan angkutan sungai. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. b.VALID). c. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. standar. dan perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. norma. serta keperintisan angkutan sungai. serta keperintisan angkutan sungai. danau dan penyeberangan. perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. pedoman. perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. 02 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBDAT (FINAL . pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. serta pemantauan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. Subdirektorat Angkutan Sungai. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan sungai. danau dan penyeberangan serta penyusunan kriteria dan pelaksanaan pelayanan keperintisan angkutan sungai. penyiapan bahan penyusunan persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. danau dan penyeberangan. Danau dan Penyeberangan menyelenggarakan fungsi: a. perhitungan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. d. danau dan penyeberangan. standar. Danau dan Penyeberangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional.

Seksi Tarif dan Keperintisan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. danau dan penyeberangan. norma. b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan Seksi Tarif dan Keperintisan. dan rumah tangga Direktorat. kepegawaian. evaluasi dan pelaporan di bidang perhitungan tarif. kriteria. serta pemberian persetujuan operasi kapal penyeberangan di lintas nasional dan internasional. Seksi Bimbingan Usaha Angkutan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan sungai.VALID). standar. pemantauan tarif angkutan dan jasa pelabuhan sungai. (2) Pasal 179 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. norma. norma. prosedur. 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyelenggaraan teknis. standar. pedoman. Pasal 178 (1) Seksi Bimbingan Usaha Angkutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bagian Keenam Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan Pasal 180 Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. Danau dan Penyeberangan terdiri atas: a.DITJEN HUBDAT (FINAL . serta evaluasi dan pelaporan di bidang sistem transportasi perkotaan. pedoman.rtf 74 . danau dan penyeberangan. bimbingan teknis dan bantuan teknis.Pasal 177 Subdirektorat Angkutan Sungai. serta penyusunan kriteria dan pelaksanaan pelayanan keperintisan.

angkutan perkotaan. lalu lintas perkotaan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transportasi perkotaan yang menjadi lingkup kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. kepegawaian. penyiapan perumusan dan penyelenggaraan teknis di bidang penyusunan rencana transportasi perkotaan. norma. dan dampak transportasi perkotaan. penyelenggaraan angkutan perkotaan dan penyelenggaraan pemaduan moda transportasi yang wilayah pelayanannya melebihi 1 (satu) provinsi serta penyelenggaraan manajemen rekayasa lalu lintas dan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional perkotaan. penyiapan penyusunan standar. f. dan rumah tangga Direktorat.Pasal 181 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. lalu lintas perkotaan. lalu lintas perkotaan. e.VALID). dan dampak transportasi perkotaan. 02 OTK KEMENHUB 2010 . c.rtf 75 . penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan transportasi perkotaan. b. pedoman. g. dan dampak transportasi perkotaan. dan dampak transportasi perkotaan. dan prosedur di bidang jaringan transportasi perkotaan. angkutan perkotaan. pemaduan moda transportasi perkotaan. Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria. pemaduan moda transportasi perkotaan. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan transportasi perkotaan. angkutan perkotaan. pemaduan moda transportasi perkotaan. angkutan perkotaan. d. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. pemaduan moda transportasi perkotaan. penyiapan perumusan dan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan jaringan transportasi perkotaan.DITJEN HUBDAT (FINAL . h. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang sistem transportasi perkotaan. lalu lintas perkotaan.

evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. d. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi.VALID). b. f. c. norma.DITJEN HUBDAT (FINAL . bantuan teknis. Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan. kriteria dan prosedur. 02 OTK KEMENHUB 2010 . e. standar. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. bimbingan teknis. norma. b. standar. dan Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Angkutan Perkotaan. Pasal 183 Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan. Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman.Pasal 182 Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. c.rtf 76 . Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan. Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan teknis di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya.

VALID). Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) transportasi perkotaan dan implementasi rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera.d. standar. penyusunan sistem informasi manajemen (SIM) jaringan transportasi perkotaan.rtf 77 . norma. Pasal 186 (1) Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 185 e. 02 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. jalan rel dan perairan daratan serta penyusunan rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi. pedoman. Kalimantan dan Sulawesi. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang berbasis jalan yang terintegrasi dengan moda lainnya. dan Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah II. b. f. Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah I.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) jaringan transportasi perkotaan dan pengkoordinasian SIM transportasi perkotaan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum transportasi perkotaan yang berbasis jalan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan yang terintegrasi dengan moda lainnya untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. pemberian bimbingan dan bantuan teknis serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana induk jaringan transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi.

manajemen kebutuhan lalu lintas. fasilitas lalu lintas perkotaan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak b. c. jalan rel dan perairan daratan serta penyusunan rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi. norma. pedoman. norma. perparkiran. pedoman. Maluku dan Papua. penyusunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) transportasi perkotaan dan implementasi rencana umum transportasi perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. bimbingan teknis. pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor serta penyelenggaraan teknis manajemen rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. bantuan teknis. pemantauan. Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian teknis pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. kriteria dan prosedur. standar.rtf 78 . standar. fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. penyelenggaraan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. Pasal 187 Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187.VALID). pedoman. manajemen rekayasa lalu lintas di jalan dalam kawasan perkotaan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana umum transportasi perkotaan yang berbasis jalan. 02 OTK KEMENHUB 2010 .(2) Seksi Jaringan Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara Timur. Bali. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. Nusa Tenggara Barat. standar.DITJEN HUBDAT (FINAL .

b. penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan teknis di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. dan Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah II. pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. Pasal 189 Subdirektorat Lalu Lintas Perkotaan terdiri atas: a. manajemen rekayasa lalu lintas di jalan dalam kawasan perkotaan.VALID). perparkiran. bimbingan teknis dan bantuan teknis serta penyelenggaraan teknis pelaksanaan manajemen rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. d. penataan pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor dan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi. standar. pedoman. Kalimantan dan Sulawesi. perparkiran. fasilitas lalu lintas perkotaan.DITJEN HUBDAT (FINAL . manajemen kebutuhan lalu lintas. e. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas perkotaan. manajemen kebutuhan lalu lintas. Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah I. dan penyiapan bahan penyusunan serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan lalu lintas perkotaan. fasilitas lalu lintas perkotaan.bermotor dan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi. 02 OTK KEMENHUB 2010 . fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan. norma. dan rumusan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. Pasal 190 (1) Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitas pendukung lalu lintas perkotaan.rtf 79 .

pemantauan. Pasal 191 Subdirektorat Angkutan Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. norma. Subdirektorat Angkutan Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek berupa sarana angkutan umum perkotaan dan/atau fasilitas pendukungnya. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek. penyiapan bahan perumusan penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan.(2) Seksi Lalu Lintas Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan rumusan penanganan lalu lintas perkotaan berbasis teknologi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. norma.DITJEN HUBDAT (FINAL . pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. d. kriteria dan prosedur. b. bimbingan teknis. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. Maluku dan Papua. standar. standar. pedoman. standar. Nusa Tenggara Timur. Bali. 02 OTK KEMENHUB 2010 . bantuan teknis.rtf 80 .VALID). serta penyelenggaraan teknis penyusunan rencana umum jaringan trayek serta penentuan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas perkotaan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek. norma. Nusa Tenggara Barat. pedoman. c.

rtf 81 . Pasal 193 f. norma. penyusunan rencana jaringan trayek perkotaan. norma. Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah I. Subdirektorat Angkutan Perkotaan terdiri atas: a. pedoman. Bali. standar. Nusa Tenggara Timur.e. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID). dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan umum perkotaan. bimbingan dan bantuan teknis. serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. dan manajemen di bidang penyelenggaraan angkutan umum perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan rencana jaringan trayek perkotaan. Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan perkotaan dalam trayek. Kalimantan dan Sulawesi. pedoman. pemantauan. Nusa Tenggara Barat. Maluku dan Papua. serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan angkutan perkotaan dalam trayek. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah II. standar. penyiapan bahan penyusunan rencana umum jaringan trayek perkotaan untuk kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi provinsi. Pasal 194 (1) Seksi Angkutan Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b.DITJEN HUBDAT (FINAL .

standar. bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda.rtf 82 .DITJEN HUBDAT (FINAL . Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan bahan penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul transportasi (bandara. pedoman. penyiapan bahan perumusan penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang serta pemenuhan kebutuhan angkutan pemadu moda. norma. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. pelabuhan. kriteria dan prosedur di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. kriteria dan prosedur. b. d. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. 02 OTK KEMENHUB 2010 . dan terminal) di kawasan perkotaan. angkutan pemadu moda dan angkutan umum perkotaan tidak dalam trayek.VALID). stasiun. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. standar. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang. norma. pemantauan.Pasal 195 Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyelenggaraan teknis penyusunan rencana sistem pemaduan moda dan rencana umum jaringan trayek angkutan pemadu moda serta penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan umum perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi provinsi. bimbingan teknis.

penyusunan sistem informasi dan manajemen. Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah I. dan Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah II. Pasal 197 f. pedoman. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan. kriteria dan prosedur. g. norma. norma. penentuan alokasi kebutuhan angkutan pemadu moda dan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang serta pemenuhan kebutuhan angkutan pemadu moda. penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan teknis pemaduan moda transportasi perkotaan yang strategis dan/atau berskala nasional. pemberian bimbingan teknis dan bantuan teknis. standar. penyiapan bahan penyusunan sistem informasi dan manajemen di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis di bidang penyelenggaraan pemaduan moda transportasi perkotaan.VALID). standar. Subdirektorat Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. serta penyelenggaraan teknis pemaduan moda transportasi perkotaan yang strategis dan/atau berskala nasional. 02 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 83 . penyelenggaraan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan b.DITJEN HUBDAT (FINAL . Pasal 198 (1) Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul transportasi. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang.e. h. angkutan pemadu moda serta angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang umum dan barang.

norma. pelabuhan. penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul (bandara. pelabuhan.DITJEN HUBDAT (FINAL .rtf 84 . Nusa Tenggara Barat. Kalimantan dan Sulawesi. penyelenggaraan angkutan perkotaan tidak dalam trayek untuk angkutan penumpang dan/atau barang. kriteria dan prosedur. norma. dan terminal) di kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. Bali. bimbingan teknis. penanganan dampak transportasi.VALID).penumpang dan/atau barang. Maluku dan Papua. 02 OTK KEMENHUB 2010 . sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional pada kawasan perkotaan. penyusunan rencana sistem pemaduan moda transportasi perkotaan yang menghubungkan antar simpul (bandara. stasiun. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemaduan moda. Pasal 199 Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Nusa Tenggara Timur. dan terminal) di kawasan perkotaan yang melebihi satu wilayah administrasi propinsi serta penentuan dan pemenuhan alokasi kebutuhan angkutan perkotaan tidak dalam trayek yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah administrasi propinsi di wilayah II meliputi Pulau Jawa. standar. pedoman. standar. stasiun. (2) Seksi Pemaduan Moda Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. bantuan teknis.

h. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bantuan teknis penanganan dampak transportasi berupa peralatan pendukung penggunaan bahan bakar alternatif. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional pada kawasan perkotaan. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas. penanganan dampak transportasi. c. penyiapan bahan pelaksanaan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan. pemberian bantuan teknis. penyusunan masterplan transportasi perkotaan ramah lingkungan. pemberian bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan perumusan kebijakan.rtf . kriteria dan prosedur bimbingan teknis. norma. Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan masterplan transportasi perkotaan ramah lingkungan. sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas serta penyelenggaraan teknis analisis dampak lalu lintas di jalan nasional di kawasan perkotaan. pedoman. pedoman.Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. f. norma. pemanfaatan teknologi kendaraan hybrid serta peralatan pemantau emisi gas buang dan tingkat kebisingan kendaraan bermotor. e. standar. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan sertifikasi kompetensi penilai analisis dampak lalu lintas di bidang 85 b.VALID). penyusunan sistem informasi dan manajemen. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan dan penanganan dampak transportasi. standar. g.DITJEN HUBDAT (FINAL . penyiapan bahan penyusunan sistem informasi dan manajemen bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. bantuan teknis.

evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan berwawasan lingkungan. norma. standar. penyelenggaraan teknis pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan.rtf 86 . norma. Pasal 202 (1) Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan dan pelaksanaan rekomendasi hasil analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan di wilayah II meliputi Pulau Jawa. pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan dan pelaksanaan rekomendasi hasil analisis dampak lalu lintas di jalan nasional dalam kawasan perkotaan di wilayah I meliputi Pulau Sumatera. Maluku dan Papua. pedoman. penanganan dampak transportasi di kawasan perkotaan.penyelenggaraan transportasi perkotaan ramah lingkungan. Kalimantan dan Sulawesi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.DITJEN HUBDAT (FINAL . (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan masterplan pengembangan teknologi transportasi ramah lingkungan. penyusunan masterplan pengembangan teknologi transportasi ramah lingkungan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan transportasi perkotaan berwawasan lingkungan. pedoman. Pasal 201 Subdirektorat Dampak Transportasi Perkotaan terdiri atas: a. standar.VALID). Bali. Nusa Tenggara Barat. Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah I. dan Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah II. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penanganan dampak transportasi di kawasan perkotaan. Seksi Dampak Transportasi Perkotaan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara Timur. b.

evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan transportasi darat.DITJEN HUBDAT (FINAL . serta audit dan inspeksi keselamatan transportasi darat.VALID). standar. penyiapan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang manajemen keselamatan. Pasal 205 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. kriteria dan prosedur di bidang manajemen keselamatan. kriteria dan prosedur. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat.Pasal 203 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan transportasi darat. penyiapan penyusunan kualifikasi dan pembinaan teknis sumber daya manusia di bidang keselamatan transportasi darat. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. norma. pembinaan keselamatan angkutan umum. b. promosi dan kemitraan. norma. pedoman. d. serta bimbingan teknis. e.rtf 87 . serta audit dan inspeksi keselamatan transportasi darat. Direktorat Keselamatan Transportasi Darat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan. promosi dan kemitraan. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. pembinaan keselamatan angkutan umum. standar. Bagian Ketujuh Direktorat Keselamatan Transportasi Darat Pasal 204 Direktorat Keselamatan Transportasi Darat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. c. 02 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman.

program. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. penetapan serta monitoring. standar. norma. 02 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 206 Direktorat Keselamatan Transportasi Darat terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan dan pengkajian keselamatan. Subdirektorat Manajemen Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Tata Usaha. penyusunan rencana. penyusunan rencana umum nasional keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. dan sistem informasi manajemen keselamatan. norma. pedoman. sungai. danau dan penyeberangan.rtf 88 . b. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan Propinsi. b. Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum. prosedur. Pasal 207 Subdirektorat Manajemen Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN HUBDAT (FINAL . sungai. sistem informasi manajemen keselamatan. Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan. e. dan bimbingan teknis. danau dan penyeberangan. d. penyiapan bahan penyusunan rencana umum dan rencana induk keselamatan nasional dan penyusunan rencana. monitoring dan evaluasi pengembangan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan. program dan evaluasi pengembangan keselamatan lalu lintas angkutan jalan. c.VALID). Kota dan Kabupaten. pedoman. c. serta sistem informasi manajemen keselamatan. kriteria. Subdirektorat Manajemen Keselamatan. standar.

f. danau dan penyeberangan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian kualifikasi anggota Unit Pengkajian Keselamatan. norma. norma. kriteria dan prosedur. pedoman. bimbingan teknis. sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang promosi dan kemitraan keselamatan.rtf 89 . Pasal 211 Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang pendataan dan pengkajian keselamatan. standar. Pasal 210 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Monitoring dan Evaluasi. danau dan penyeberangan. serta pelaksanaan promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan sistem informasi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Pasal 209 Subdirektorat Manajemen Keselamatan terdiri atas: a. norma. kualifikasi unit pengkajian keselamatan dan penyiapan bahan pengembangan sistem informasi manajemen keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Seksi Pengembangan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN HUBDAT (FINAL . pedoman. b. dan penyiapan bahan harmonisasi kebijakan dan penyusunan program keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. danau dan penyeberangan. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan keselamatan. e. dan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring.d. standar. dan Seksi Pengembangan Keselamatan. pedoman. kriteria dan prosedur. sungai.VALID). bimbingan teknis dan pelaporan di bidang monitoring dan evaluasi data kecelakaan. sungai.

danau dan penyeberangan.VALID). pedoman. bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. danau dan penyeberangan. b. sungai. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan. danau dan penyeberangan. norma. danau dan penyeberangan. bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang kemitraan keselamatan dan penyiapan bahan pelaksanaan kemitraan antar lembaga dan masyarakat di bidang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. pedoman. Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Promosi. sungai. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang promosi dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Seksi Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. publikasi dan deseminasi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. serta kemitraan antar lembaga dan masyarakat di bidang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. sungai. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang promosi dan kemitraan keselamatan. norma.DITJEN HUBDAT (FINAL . standar. danau dan penyeberangan. Pasal 214 (1) Seksi Promosi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. publikasi dan deseminasi. d. sungai. dan Seksi Kemitraan. norma. standar. Pasal 213 Subdirektorat Promosi dan Kemitraan Keselamatan terdiri atas: a. b.Pasal 212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211. sungai. standar. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang promosi keselamatan dan penyiapan bahan penyuluhan.rtf 90 .

kriteria. Seksi Keselamatan Pengusahaan Angkutan Umum. c. dan Seksi Keselamatan Awak Angkutan Umum.rtf 91 . kriteria dan prosedur di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. b. d. norma. standar. dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 216 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215. Pasal 217 Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum terdiri atas: a.DITJEN HUBDAT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. pedoman.Pasal 215 Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang sistem manajemen keselamatan pengusahaan angkutan umum dan pengembangan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian akreditasi lembaga pendidikan dan pelatihan pengemudi angkutan umum. standar. Subdirektorat Bina Keselamatan Angkutan Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum dan keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau. 02 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. pedoman.

norma. kriteria dan prosedur di bidang audit keselamatan. danau dan penyeberangan dan laik fungsi jalan.VALID). pedoman. pedoman. 02 OTK KEMENHUB 2010 . sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai. kriteria dan prosedur. standar. norma. prasarana. evaluasi dan pelaporan di bidang audit dan inspeksi keselamatan serta investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan investigasi kecelakaan sungai. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan pengusahaan angkutan umum. sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai.Pasal 218 (1) Seksi Keselamatan Pengusahaan Angkutan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. danau dan penyeberangan. bimbingan teknis. Pasal 219 Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a. investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan inspeksi keselamatan sarana. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. (2) b. pedoman. kriteria dan prosedur. investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan inspeksi keselamatan sarana. penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. danau dan penyeberangan dan laik fungsi jalan. prasarana. Pasal 220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219. standar. Seksi Keselamatan Awak Angkutan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. norma.rtf 92 . penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang audit keselamatan. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan awak kendaraan angkutan umum dan awak kapal sungai dan danau.DITJEN HUBDAT (FINAL . standar.

norma. evaluasi dan pelaporan di bidang inspeksi keselamatan sarana. sungai. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang audit.DITJEN HUBDAT (FINAL . alur sungai dan danau. pedoman. kriteria dan prosedur. inspeksi keselamatan sarana dan prasarana. dan Seksi Inspeksi Keselamatan. (2) 02 OTK KEMENHUB 2010 . danau dan penyeberangan dan penyiapan bahan pelaksanaan audit faktor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. sumber daya manusia. prasarana. penyiapan bahan pelaksanaan inspeksi keselamatan sarana dan prasarana transportasi jalan dan sungai. danau dan penyeberangan serta pelaksanaan investigasi kecelakaan sungai. identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan dan pelaku transportasi jalan dan sungai. standar. sumber daya manusia. standar. Subdirektorat Audit dan Inspeksi Keselamatan terdiri atas: a. kriteria dan prosedur.c. norma. Seksi Inspeksi Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 223 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. danau dan penyeberangan serta laik fungsi jalan.rtf 93 . Pasal 222 (1) Seksi Audit Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. prasarana. sumber daya manusia dan pelaku transportasi jalan dan sungai. danau dan penyeberangan. evaluasi dan pelaporan di bidang audit keselamatan sarana. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. dan pelaku transportasi jalan dan sungai. bimbingan teknis. danau dan penyeberangan serta laik fungsi jalan. investigasi/ identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan. Seksi Audit Keselamatan. Pasal 221 d. bimbingan teknis. b.VALID). danau dan penyeberangan serta investigasi/identifikasi daerah rawan kecelakaan jalan.

Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 225 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. dan masing-masing Direktur. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).VALID).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 224 Kelompok Jabatan Fungsional pada organisasi Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.DITJEN HUBDAT (FINAL . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. (2) (3) (4) 02 OTK KEMENHUB 2010 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.rtf 94 .

pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan laut. standar.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT Bagian Pertama Kedudukan. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Pasal 227 Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perhubungan laut. Tugas dan Fungsi Pasal 226 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan laut. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. penyusunan norma.VALID). e. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dipimpin oleh Direktur Jenderal. prosedur. c. dan kriteria di bidang perhubungan laut.DITJEN HUBLA (FINAL .rtf 95 . perumusan kebijakan di bidang perhubungan laut. Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. (2) d. 03 OTK KEMENHUB 2010 . b.

VALID). d. Direktorat Kenavigasian. b. dan Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 229 Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terdiri atas: a. program dan anggaran. perumusan kebijakan. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan. Pasal 231 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230.rtf 96 .DITJEN HUBLA (FINAL . Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan barang inventaris milik negara. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan. b. f. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas melaksanakan pemberian pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan. penyiapan pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana. c.

standar dan rencana usaha kemitraan. dan Bagian Kepegawaian dan Umum. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). program dan anggaran. d. rancangan Rencana Kerja (RENJA). perumusan kebijakan.DITJEN HUBLA (FINAL . pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. rumah tangga dan kepegawaian. 03 OTK KEMENHUB 2010 . e. pelaksanaan urusan tata usaha. b. Bagian Keuangan. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.c. c. Bagian Hukum. perumusan kebijakan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan anggaran. penyusunan pedoman. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terdiri atas: a. dan penyiapan pelaksanaan penelaahan. Pasal 232 d. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi.rtf 97 .VALID). Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi hukum serta pelaksanaan hubungan masyarakat dan kerjasama luar negeri. penyiapan pelaksanaan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. hubungan antar lembaga. serta penyusunan program kerja sama teknik dan pinjaman / hibah luar negeri. Pasal 233 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233. Bagian Perencanaan. konsep dokumen pelaksanaan anggaran. dan b. dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana.

Subbagian Rencana.VALID). (2) (3) 03 OTK KEMENHUB 2010 . hubungan antar lembaga. bimbingan dan penataan organisasi dan tata laksana. penyiapan bahan koordinasi kebijakan dan penetapan tarif. dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. b.rtf 98 . pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. standar dan rencana usaha kemitraan. rencana dan evaluasi kinerja. perumusan kebijakan. penyusunan pedoman. c. penyusunan rencana dan evaluasi kinerja serta evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. penyiapan bahan bimbingan dan penataan organisasi dan tata laksana. Pasal 236 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana.DITJEN HUBLA (FINAL . rancangan Rencana Kerja (RENJA). Pasal 235 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program. konsep dokumen pelaksanaan anggaran. serta penyusunan program kerja sama teknik dan pinjaman / hibah luar negeri. Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan anggaran. serta penyiapan bahan koordinasi kebijakan dan penetapan tarif. Pasal 237 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan inventarisasi Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Subbagian Program.c.

Pasal 239 Bagian Keuangan terdiri atas: a. 03 OTK KEMENHUB 2010 . b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. penyusunan rencana dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja.rtf 99 .DITJEN HUBLA (FINAL .Pasal 238 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 237. pembukuan dan perhitungan anggaran. penyusunan rencana dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja. penilaian dan penyusunan laporan realisasi anggaran dan neraca. penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan (TP) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR). pembinaan dan pengelolaan administrasi perlengkapan. pemantauan. Subbagian Perbendaharaan. dan penyiapan bahan verifikasi. serta tindak lanjut penyelesaian temuan dan pemantauan laporan hasil pemeriksaan aparat pengawas. revisi anggaran dan pemantauan anggaran serta penyiapan petunjuk pelaksanaan anggaran. dan Subbagian Verifikasi dan Barang Milik Negara. Pasal 240 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan proses pengesahan konsep dokumen pelaksanaan anggaran menjadi dokumen pelaksanaan anggaran. revisi anggaran dan pemantauan anggaran serta penyiapan petunjuk pelaksanaan anggaran. c. c. penyiapan bahan pengesahan konsep dokumen pelaksanaan anggaran menjadi dokumen pelaksanaan anggaran. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.VALID). b.

serta tindak lanjut penyelesaian temuan dan pemantauan laporan hasil pemeriksaan aparat pengawas. penyiapan bahan pelaksanaan bantuan hukum dan penyuluhan peraturan perundang-undangan serta dokumentasi hukum. b.VALID). penilaian dan penyusunan laporan realisasi anggaran dan neraca. Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi. penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan (TP) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR). Pasal 242 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 241. Pasal 243 Bagian Hukum terdiri atas: a. pelaksanaan bantuan dan penyuluhan hukum serta urusan kerjasama luar negeri dan hubungan masyarakat. Subbagian Verifikasi dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan. pemantauan.(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. c. Pasal 241   (3) Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan telaahan hukum dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan.DITJEN HUBLA (FINAL . dan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang perhubungan laut. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Hukum menyelenggarakan fungsi: a.rtf 100 . b. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pembinaan dan pengelolaan administrasi perlengkapan. c. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri.

c. 03 OTK KEMENHUB 2010 . keprotokolan dan umum. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan hubungan masyarakat dan pertimbangan urusan kerjasama luar negeri. kesejahteraan dan disiplin pegawai.rtf 101 .VALID). tata usaha dan rumah tangga. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. (2) (3) b. dan penyiapan bahan pelaksanaan ketatausahaan. pengembangan karir pegawai dan pengelolaan basis data kepegawaian serta analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 245 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan administrasi kepegawaian. penyiapan bahan pelaksanaan mutasi.Pasal 244 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyiapan rancangan penyusunan peraturan perundangundangan di bidang perhubungan laut. Subbagian Bantuan Hukum dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan bantuan hukum serta penyuluhan peraturan perundang-undangan dan dokumentasi hukum.DITJEN HUBLA (FINAL . kerumahtanggaan. Pasal 246 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 245.

Subbagian Mutasi.rtf 102 . kerumahtanggaan. angkutan laut khusus. bimbingan teknis. standar. Pasal 248 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan. luar negeri. c. pemindahan. pengembangan pegawai dan pengelolaan basis data kepegawaian serta penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. pemberhentian dan pensiun. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatausahaan. (2) (3) Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Pasal 249 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. 03 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBLA (FINAL . keprotokolan dan umum. kriteria dan prosedur. norma.VALID). pengembangan usaha angkutan laut serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. b. serta kesejahteraan dan disiplin pegawai. Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengangkatan.Pasal 247 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas dan angkutan laut dalam negeri. Subbagian Pengembangan Pegawai. kepangkatan. pedoman. dan Subbagian Tata Usaha.

e. angkutan laut khusus.VALID). angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. 03 OTK KEMENHUB 2010 . b. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. d. angkutan laut dalam negeri dan luar negeri. penyiapan pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional dan izin operasi angkutan laut khusus serta penetapan syarat bendera kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia dan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. f. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut.DITJEN HUBLA (FINAL . pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. c.Pasal 250 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249. dan kerumahtanggaan. norma. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut. kepegawaian. angkutan laut khusus. dan penyiapan pelaksanaan ketatausahaan. pedoman. pengembangan usaha angkutan laut dan penunjang angkutan laut.rtf 103 . kriteria dan prosedur di bidang tarif angkutan laut. penyiapan perumusan kebijakan di bidang tarif angkutan laut. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang tarif angkutan laut. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif angkutan laut. angkutan laut khusus. penyiapan penyusunan standar. angkutan laut khusus.

Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. c. Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut. norma. e.DITJEN HUBLA (FINAL . d. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner). Pasal 252 Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Sistem dan Informasi b. dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri. Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri. dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri. serta bimbingan teknis. norma. standar. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman.Pasal 251 Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut terdiri atas: a. kriteria dan prosedur di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner). standar. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. evaluasi dan pelaporan di bidang Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner. dan usaha pelayaran rakyat.VALID). dan Subbagian Tata Usaha. b. pedoman. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut. Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri. f. dan usaha pelayaran rakyat. Subdirektorat Pengembangan Angkutan Laut.rtf 104 . tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. Tramper dan Pelayaran Rakyat.

pedoman. Pasal 256 Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.VALID). standar. dan usaha pelayaran rakyat. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan trayek tetap dan teratur (liner). Seksi Tramper dan Pelayaran Rakyat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 255 (1) Seksi Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri. norma. kriteria dan prosedur. pedoman.rtf 105 . norma. Pasal 254 d. evaluasi dan pelaporan di bidang trayek tidak berjadwal tetap dan tidak teratur (tramper) angkutan laut dalam negeri dan usaha pelayaran rakyat. penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan syarat bendera kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia. b. serta bimbingan teknis. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan jaringan trayek berjadwal tetap dan teratur angkutan laut dalam negeri. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penempatan kapalnya dalam jaringan trayek. standar.c.DITJEN HUBLA (FINAL . dispensasi syarat bendera kapal asing yang digunakan untuk angkutan laut dalam negeri. standar. dan Seksi Tramper dan Pelayaran Rakyat. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan laut luar negeri. Seksi Penyusunan Jaringan dan Penempatan Kapal Liner. penempatan kapal dan pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing. norma. pedoman. Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri terdiri atas: a. kriteria dan prosedur.

bimbingan teknis. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. pedoman. Eropa.Pasal 257 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. Afrika. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayaran nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut dari Indonesia ke negara-negara di Amerika. Eropa. pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL . Eropa dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Asia Pasifik dan Australia. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper. Asia Pasific. Asia Pasific. Pasal 259 (1) Seksi Amerika.rtf 106 . Afrika. Asia Pasific. Pasal 258 Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri terdiri atas: a. c. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Angkutan Laut Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper. standar. b. d. Seksi Amerika. kriteria dan prosedur di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang kegiatan pelayaran samudera nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut jurusan Amerika. norma. norma. standar. Eropa dan Afrika. Afrika. b. Asia Tenggara dan Australia dengan trayek liner dan tramper.VALID). Eropa.

pariwisata. sub regional.rtf 107 . penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur. norma. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan laut khusus pertambangan.   Pasal 260 Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. pedoman. aneka industri. kriteria dan prosedur di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. standar. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. pariwisata. serta bimbingan teknis. norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. aneka industri. kriteria dan prosedur. pariwisata. pedoman. b. regional dan multilateral di bidang angkutan laut dan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing. 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma. standar. aneka industri. (2) Seksi Asia Pasifik dan Australia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayaran nasional dan asing yang menyelenggarakan angkutan laut dari Indonesia ke negara-negara di Asia Pasifik. Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. Afrika dan sebaliknya serta perumusan kerjasama bilateral.Eropa. Pasal 261 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260. regional dan multilateral di bidang angkutan laut dan pemberian persetujuan penetapan persyaratan agen umum dan perwakilan perusahaan pelayaran asing.VALID).DITJEN HUBLA (FINAL . Australia dan sebaliknya serta perumusan kerjasama bilateral. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat.

Subdirektorat Angkutan Laut Khusus dan Penunjang Angkutan Laut terdiri atas: a. dan pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia serta penunjang angkutan laut.rtf 108 . norma. aneka industri. pariwisata. evaluasi dan pelaporan di bidang pelaksanaan kegiatan operasional angkutan laut khusus pertambangan dan lepas pantai. kriteria dan prosedur.c. standar. Pasal 262 d. Pariwisata dan Tenaga Kerja Bongkar Muat. Seksi Pertambangan. serta bimbingan teknis. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . standar. Seksi Aneka Industri dan Penunjang Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kehutanan. penyiapan bahan pemberian persetujuan penetapan syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia. pariwisata dan tenaga kerja bongkar muat. norma. penunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. serta bimbingan teknis. dan Seksi Aneka Industri dan Penunjang Angkutan Laut. kriteria dan prosedur. Pariwisata dan Tenaga Kerja Bongkar Muat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN HUBLA (FINAL . b. serta pemberian persetujuan penetapan dispensasi syarat bendera kapal asing angkutan laut khusus yang beroperasi di perairan Indonesia.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang pelaksanaan kegiatan operasional angkutan laut khusus aneka industri. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang operasional angkutan laut khusus pertambangan. Pasal 263 (1) Seksi Pertambangan. pedoman. pedoman. perikanan.

dan Seksi Bimbingan Usaha dan Tarif Angkutan Laut. norma.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut. standar. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut.VALID). 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 266 Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif angkutan laut dan penyiapan perumusan pengembangan armada serta penyelenggaraan usaha angkutan multimoda. norma. b. Pasal 265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264. penyiapan bahan pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional. kriteria dan prosedur di bidang tarif. pengembangan armada dan analisis ekonomis kebutuhan armada serta usaha angkutan laut. c. pedoman.Pasal 264 Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. standar. d. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang tarif. Subdirektorat Pengembangan Usaha Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Analisa Kebutuhan dan Bimbingan Armada.rtf 109 . izin operasi angkutan laut khusus serta izin usaha angkutan multimoda.

Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. dan (2) b. angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang usaha angkutan laut dan tarif angkutan laut. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268. standar. norma. standar. kriteria dan prosedur di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.Pasal 267 (1) Seksi Analisa Kebutuhan dan Bimbingan Armada mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengembangan sistem dan informasi angkutan laut serta laporan tahunan Direktorat. norma.VALID). 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. Pasal 268 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan.rtf 110 . standar. angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. Seksi Bimbingan Usaha dan Tarif Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana sistem dan kebutuhan pokok. pemberian perizinan penyelenggaraan usaha pelayaran antar propinsi dan atau internasional dan izin operasi angkutan laut khusus serta izin usaha angkutan multimoda. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan armada serta analisis ekonomis kebutuhan armada. pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL . standar.

standar. b. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur. Pasal 272 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. pedoman. serta bimbingan teknis. standar. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu. angkutan bahan pokok serta pengembangan sistem dan informasi angkutan laut. evaluasi dan pelaporan di bidang evaluasi pelaksanaan kegiatan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu dan angkutan bahan pokok untuk kelancaran angkutan laut.DITJEN HUBLA (FINAL . norma. serta bimbingan teknis. pedoman. Pasal 271 (1) Seksi Pengolahan Data dan Informasi Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 111 . dan kerumahtanggaan. kepegawaian. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 270 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Informasi Angkutan Laut terdiri atas: a.VALID). Seksi Evaluasi Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Evaluasi Angkutan Laut.c. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan angkutan laut pada waktu dan atau kondisi tertentu dan angkutan bahan pokok. norma. Seksi Pengolahan Data dan Informasi Angkutan Laut.

pemanduan dan penundaan kapal.rtf 112 . d. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. pemanduan dan penundaan kapal.Bagian Kelima Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan Pasal 273 Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan menyelenggarakan fungsi: a. pengerukan dan reklamasi. pemanduan dan penundaan kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. c. bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. pengerukan dan reklamasi. kriteria dan prosedur di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan pelabuhan dan perancangan fasilitas pelabuhan. pengerukan dan reklamasi. norma. bimbingan pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. pedoman. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. penyiapan pemberian perizinan dan standardisasi penyelenggaraan pengembangan pelabuhan. penyiapan penyusunan standar. pengerukan dan reklamasi. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. pengerukan dan reklamasi. pedoman. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. b. perancangan fasilitas pelabuhan.VALID). pemanduan dan penundaan kapal. pemanduan dan penundaan kapal.

pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan pelabuhan. rencana induk dan pengembangan pelabuhan. kriteria dan prosedur di bidang penetapan lokasi pelabuhan. kepegawaian. dan Subbagian Tata Usaha.rtf 113 . Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan. norma. e. tatanan kepelabuhanan nasional. pengerukan dan reklamasi. Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan. Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi.DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276. dan kerumahtanggaan. Pasal 275 f. c. perancangan fasilitas pelabuhan. tatanan kepelabuhanan nasional. standar. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan terdiri atas: a. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pasal 276 Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. b.VALID). Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pemanduan dan penundaan kapal. pedoman. data dan informasi kepelabuhanan.e. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan. standar. rencana induk dan pengembangan pelabuhan. f. d. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a.

rencana induk dan pengembangan pelabuhan serta data dan informasi kepelabuhanan. rencana induk dan pengembangan pelabuhan. norma. pedoman. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan dan tatanan kepelabuhanan nasional. dan Seksi Penyusunan Rencana Pengembangan Pelabuhan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tatanan kepelabuhanan nasional. Pasal 278 c. norma. Subdirektorat Pengembangan Pelabuhan terdiri atas: a. standar.b. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . tatanan kepelabuhanan nasional. pengumpulan dan evaluasi data dan informasi kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan penetapan lokasi pelabuhan. standar. standar. pedoman. Pasal 280 Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Pasal 279 (1) Seksi Tatanan dan Evaluasi Kepelabuhanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.rtf 114 . program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. Induk dan Rencana (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan lokasi pelabuhan. dan penyusunan laporan Direktorat. Seksi Penyusunan Rencana Induk dan Rencana Pengembangan Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. b. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana induk dan pengembangan pelabuhan. Seksi Tatanan dan Evaluasi Kepelabuhanan. perancangan teknis fasilitas pelabuhan.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang survei. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan program kegiatan pembangunan dan perawatan fasilitas dan peralatan pelabuhan serta sertifikasi fasilitas dan peralatan pelabuhan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a. c. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . standar.Pasal 281 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280. evaluasi dan pelaporan di bidang perancangan teknis fasilitas dan peralatan pelabuhan. Seksi Pedoman Pelabuhan. pedoman. pembangunan fasilitas dan peralatan pelabuhan. standar. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang perancangan dan survei teknis fasilitas pelabuhan.rtf 115 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan.VALID). program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. pedoman. Program Pasal 283 Pembangunan (1) Seksi Pedoman dan Rancangan Teknis Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 282 Subdirektorat Perancangan Fasilitas Pelabuhan terdiri atas: a. norma. Seksi Penyusunan Program Pembangunan Fasilitas Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. norma. kriteria dan prosedur di bidang perancangan dan survei teknis fasilitas pelabuhan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang perancangan dan survei fasilitas pelabuhan. program pembangunan dan perawatan fasilitas pelabuhan. norma. survei topografi dan hidro-oceanografi dan geoteknik serta persetujuan desain. dan Seksi Penyusunan Pelabuhan. dan Rancangan Teknis Fasilitas Fasilitas b.

Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang program. evaluasi dan pelaporan di bidang program. norma. standar. perancangan dan survei teknis pelaksanaan pengerukan dan reklamasi. pedoman. perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. perancangan teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. Seksi Program dan Perancangan Teknis Pengerukan dan Reklamasi. standar. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 287 (1) Seksi Program dan Perancangan Teknis Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Bimbingan Peralatan Pengerukan dan Reklamasi. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. c. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan. Pasal 286 Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi terdiri atas: a.DITJEN HUBLA (FINAL .Pasal 284 Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. b.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang program. norma. Pasal 285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284. pedoman. kriteria dan prosedur di bidang perancangan dan survei teknis pengerukan dan reklamasi serta peralatan pengerukan.rtf 116 . dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang program. standar. norma.

standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. pedoman.rtf 117 . standar.DITJEN HUBLA (FINAL . b. Seksi Perairan dan Pelayanan Pandu. kriteria dan prosedur di bidang penetapan wilayah perairan pandu. standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. Pasal 289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 288. Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. standar. b. norma. standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan pemanduan dan penundaan kapal.VALID). Pasal 288 Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. c. pekerjaan pengerukan dan reklamasi. penggunaan kapal dan alat bantu keruk. Pasal 290 Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal terdiri atas: a.(2) Seksi Bimbingan Peralatan Pengerukan dan Reklamasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang perizinan. standardisasi sarana bantu pemanduan serta kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang penetapan wilayah perairan pandu. dan Seksi Tenaga Pandu dan Sarana Bantu Pemanduan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penetapan wilayah perairan pandu. pedoman.

Pasal 291 (1) Seksi Perairan dan Pelayanan Pandu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. norma. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . norma.rtf 118 .VALID). standar. pedoman. dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan wilayah perairan pandu serta standar pelayanan pemanduan dan penundaan kapal. Pasal 293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang kualifikasi dan sertifikasi tenaga pandu. Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a. kerjasama kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan.DITJEN HUBLA (FINAL . serta standardisasi sarana bantu pemanduan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. Pasal 292 Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan penyiapan perumusan kebijakan. dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. norma. daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. pedoman. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tarif jasa kepelabuhanan. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif kepelabuhanan. pelayanan jasa dan operasional pelabuhan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan. pedoman. norma. Seksi Tenaga Pandu dan Sarana Bantu Pemanduan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. daerah (2) b. kriteria dan prosedur di bidang tarif jasa kepelabuhanan. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan.

dan Seksi Bimbingan Tata Guna Tanah dan Perairan. pedoman. pengoperasian pelabuhan dan kinerja pelayanan jasa kepelabuhanan. dan kerumahtanggaan. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan batas daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan.VALID). dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . b. dan c. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. Seksi Bimbingan Tata Guna Tanah dan Perairan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang tarif jasa kepelabuhanan. Pasal 296 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. kepegawaian. kinerja pelayanan pelabuhan dan penetapan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri.lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. Pasal 295 (1) Seksi Bimbingan Pelayanan Jasa dan Tarif Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan.rtf 119 . norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. pengoperasian dan pelayanan jasa pelabuhan. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif jasa kepelabuhanan. penggunaan tanah dan perairan pelabuhan. Pasal 294 Subdirektorat Bimbingan Pelayanan Jasa dan Operasional Pelabuhan terdiri atas: a. kerjasama kepelabuhanan serta penyiapan persetujuan pengoperasian pelabuhan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penggunaan atas tanah dan perairan. norma. Seksi Bimbingan Pelayanan Jasa dan Tarif Pelabuhan.

pendaftaran dan kebangsaan kapal. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. pendaftaran dan kebangsaan kapal. norma. pendaftaran dan kebangsaan kapal. penyiapan perumusan kebijakan di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. teknis dan radio kapal.VALID). 03 OTK KEMENHUB 2010 . pembersihan tangki kapal (tank cleaning). nautis. pedoman. pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal. teknis dan radio kapal. c.Bagian Keenam Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Pasal 297 Direktorat Perkapalan dan Kepelautan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. norma. pengukuran.rtf 120 . pedoman. Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. pembersihan tangki kapal (tank cleaning). perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal. pengukuran. nautis. nautis. penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. perbaikan dan pemeliharaan (floating and running repair) kapal. pengukuran. nautis.DITJEN HUBLA (FINAL . pencemaran dan manajemen keselamatan kapal. kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang kelaikan kapal. pendaftaran dan kebangsaan kapal. pembersihan tangki kapal (tank cleaning). pencemaran dan manajemen keselamatan kapal dan kepelautan. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang rancang bangun dan kelaikan kapal. teknis dan radio kapal. penyiapan penyusunan standar. teknis dan radio kapal. standar. b. penetapan standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. pengukuran.

kerumatanggaan. sertifikat kepelautan dan panduan muatan dalam rangka pemenuhan persyaratan kelaiklautan kapal. Subdirektorat Pengukuran.DITJEN HUBLA (FINAL . keselamatan kapal dan manajemen keselamatan kapal. e. Subdirektorat Kelaikan Kapal. program lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan. penyiapan pengesahan gambar rancang bangun kapal. surat keterangan status hukum kapal dan surat keterangan penghapusan kapal dari pendaftaran. penyiapan penerbitan surat persetujuan penggunaan/ penggantian nama kapal.rtf 121 .d. dan pelaksanaan ketatausahaan. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal. Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal. g. manajemen keselamatan kapal (ISM-Code). c. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan sertifikasi kapal. pengukuran dan surat ukur kapal. jaminan ganti rugi pencemaran laut oleh minyak dari kapal. daftar ukur kapal. standar pengujian dan sertifikasi kepelautan. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan terdiri atas: a. kepelautan. f. Pasal 299 kepegawaian. Subdirektorat Kepelautan. surat penetapan tanda panggilan (call sign) kapal. Teknis dan Radio Kapal. d. lambung timbul kapal. perhitungan stabilitas kapal. b. pendaftaran dan tanda kebangsaan kapal. dan Subbagian Tata Usaha.VALID). Subdirektorat Nautis. 03 OTK KEMENHUB 2010 . pencegahan pencemaran dari kapal. pengawakan kapal dan dokumen pelaut. penyiapan penerbitan sertifikat keselamatan kapal. pencegahan pencemaran dari kapal. surat ukur kapal dan surat tanda kebangsaan kapal dalam rangka penyelenggaraan kelaiklautan kapal dan daftar riwayat kapal (continuous synopsis record). f. h. dan e.

Seksi Konstruksi dan Stabilitas Kapal. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Kapal terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang konstruksi. b. stabilitas kapal. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. stabilitas dan lambung timbul kapal dan peti kemas. instalasi permesinan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. instalasi permesinan dan listrik kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi. pedoman. listrik dan lambung timbul kapal. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi. e. dan Seksi Rancang Bangun dan Pemasukan Kapal. norma. kriteria dan prosedur di bidang konstruksi. listrik dan lambung timbul kapal. 03 OTK KEMENHUB 2010 . lambung timbul dan stabilitas kapal. pedoman. stabilitas kapal. Subdirektorat Kelaikan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. stabilitas kapal. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan gambar rancang bangun kapal.rtf 122 . norma. instalasi permesinan dan listrik kapal. standar. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas. pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan peti kemas.VALID). b. instalasi permesinan.DITJEN HUBLA (FINAL . d. penyiapan bahan penilaian teknis terhadap kondisi umum dalam rangka pemasukan kapal dari luar negeri.

03 OTK KEMENHUB 2010 . dan peti kemas. pendaftaran dan balik nama kapal. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. norma. pendaftaran dan baliknama kapal. hipotek dan kebangsaan kapal. listrik dan lambung timbul kapal. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. Seksi Rancang Bangun dan Pemasukan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. kriteria dan prosedur. pedoman. instalasi permesinan. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Pasal 304 Subdirektorat Pengukuran. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penerbitan surat ukur.rtf 123 . standar. evaluasi dan pelaporan di bidang pengesahan gambar dan rancang bangun serta pemasukan kapal dan perawatan kapal berencana. (2) b. serta bimbingan teknis. surat keterangan penghapusan kapal dari pendaftaran dan daftar riwayat kapal. hipotek dan kebangsaan kapal. hipotek dan kebangsaan kapal. kriteria dan prosedur di bidang pengukuran kapal. surat tanda kebangsaan kapal. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . kriteria dan prosedur. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengukuran kapal. surat persetujuan penggunaan/ penggantian nama kapal. pedoman.Pasal 303 (1) Seksi Konstruksi dan Stabilitas Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengukuran. surat keterangan status hukum kapal. standar.VALID). pedoman. pendaftaran dan balik nama kapal. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang konstruksi. penyiapan bahan pengesahan daftar ukur kapal. stabilitas kapal. bimbingan teknis. surat penetapan tanda panggilan (call sign) kapal. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. norma.

norma. norma. hipotek dan kebangsaan kapal. Pasal 308 Subdirektorat Nautis. standar.d. radio dan elektronika kapal. perlengkapan dan peralatan kapal. norma. pemberian nama kapal dan tanda panggilan kapal. pendaftaran dan baliknama kapal. serta bimbingan teknis. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Teknis dan Radio Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . baliknama dan hipotek kapal serta penyelenggaraan penggantian bendera kapal. Pasal 306 Subdirektorat Pengukuran. evaluasi dan pelaporan di bidang pendaftaran. evaluasi dan pelaporan di bidang nautis. penyiapan bahan pelaksanaan pendaftaran. Seksi Pengukuran Kapal. kriteria dan prosedur. Pasal 307 (1) Seksi Pengukuran Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. baliknama dan hipotek kapal. kriteria dan prosedur. teknis permesinan. Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal terdiri atas: a.VALID). (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. e. Seksi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. dan Seksi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal.rtf 124 . evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal cara dalam negeri dan cara internasional. penggantian bendera kapal. pedoman. b. standar. pemberian surat tanda kebangsaan kapal. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengukuran kapal.

(2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. serta bimbingan teknis. pedoman.rtf 125 . penyiapan bahan perumusan kebijakan. teknis permesinan kapal. kriteria dan prosedur.DITJEN HUBLA (FINAL . Teknis dan Radio Kapal menyelenggarakan fungsi: a. elektronika dan radio kapal. radio dan elektronika kapal. norma. b. pedoman. Seksi Penilikan Keselamatan Kapal. norma. serta bimbingan teknis. perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal. kriteria dan prosedur di bidang nautis.Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. radio dan elektronika kapal. dan penerbitan sertifikat b. penyiapan bahan penyiapan keselamatan kapal. norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang nautis dan teknis permesinan. Pasal 310 Subdirektorat Nautis. standar. Pasal 311 (1) Seksi Penilikan Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal. d. perlengkapan dan peralatan kapal serta sertifikat keselamatan kapal. c.VALID). Teknis dan Radio Kapal terdiri atas: a. Seksi Sertifikasi Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang nautis dan teknis permesinan. evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi keselamatan kapal. standar. teknis permesinan kapal. kriteria dan prosedur. radio dan elektronika kapal. perlengkapan dan peralatan kapal. dan Seksi Sertifikasi Keselamatan Kapal. Subdirektorat Nautis. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang nautis.

d. jaminan ganti rugi pencemaran dan dumping. b. Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan dan ganti rugi pencemaran. beracun dan bahan lainnya dari kapal serta dana jaminan ganti rugi pencemaran dari kapal. norma. manajemen keselamatan pengoperasian kapal. penyiapan bahan pelaksanaan audit di bidang manajemen keselamatan kapal.Pasal 312 Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pola penanggulangan darurat pencemaran laut dari kapal (Shipboard Marine Pollution Emergency Plan) dan instalasi peralatan pencegahan pencemaran di kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan pencemaran dari kapal. bahan berbahaya. f. penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. 03 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. penyiapan bahan penerbitan sertifikat manajemen keselamatan kapal. standar. pedoman. kriteria dan prosedur di bidang pencegahan pencemaran oleh minyak. pencegahan pencemaran dari kapal dan jaminan ganti rugi.rtf 126 . dan dumping serta manajemen keselamatan kapal. standar. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan pola penanggulangan darurat pencemaran minyak dari kapal (Shipboard Oil Pollution Emergency Plan). dan dumping serta manajemen keselamatan kapal. norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pencegahan dan ganti rugi pencemaran. c.DITJEN HUBLA (FINAL .VALID). kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman.

evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen keselamatan pengoperasian kapal dan sertifikasi manajemen keselamatan kapal. dan Seksi Manajemen Keselamatan Kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. standar. serta bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . Pasal 315 (1) Seksi Pencegahan dan Ganti Rugi Pencemaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pembersihan tangki-tangki kapal. beracun dan bahan lainnya dari kapal. norma. standardisasi dan sertifikasi pelaut. pedoman.Pasal 314 Subdirektorat Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal terdiri atas: a. serta standardisasi dan sertifikasi pelaut. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . serta bimbingan teknis. Seksi Pencegahan dan Ganti Rugi Pencemaran. Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. dan perlindungan awak kapal.rtf 127 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. norma.VALID). norma. pedoman. standar. sarana pengangkutan dan penampungan limbah di pelabuhan. serta sertifikasi pencegahan pencemaran dan pengurusan kontribusi tahunan. kriteria dan prosedur. bahan berbahaya. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal. Seksi Manajemen Keselamatan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Kepelautan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan pencemaran oleh minyak. Pasal 316 Subdirektorat Kepelautan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pemantauan peralatan pencemaran serta ganti rugi pencemaran. b. pedoman. standar.

serta bimbingan teknis. perjanjian kerja laut dan penyijilan awak kapal.DITJEN HUBLA (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang standardisasi dan sertifikasi serta pengukuhan sertifikat. standar.VALID). kepegawaian. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta standardisasi dan sertifikasi pelaut. kriteria dan prosedur. standar. pedoman. norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta standardisasi dan sertifikasi pelaut. d. dan kerumahtanggaan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawakan dan perlindungan awak kapal serta penerbitan buku pelaut. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . database identitas pelaut. pengesahan program pendidikan dan pelatihan kepelautan.rtf 128 .b. Subdirektorat Kepelautan terdiri atas: a. Pasal 319 (1) Seksi Pengawakan dan Perlindungan Awak Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Pelaut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. database sertifikat pelaut. norma. sertifikat kepelautan dan perjanjian kerja laut. dan Seksi Standardisasi dan Sertifikasi Pelaut. kriteria dan prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan pengesahan program pendidikan dan pelatihan kepelautan. Seksi Pengawakan dan Perlindungan Awak Kapal. Pasal 320 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi kepelautan dan pengawakan kapal. serta bimbingan teknis. pedoman. Pasal 318 c. e. b.

e. sarana dan prasarana kenavigasian. Direktorat Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321. sarana dan prasarana kenavigasian. telekomunikasi pelayaran. kriteria dan prosedur di bidang perambuan.DITJEN HUBLA (FINAL . pangkalan kenavigasian. pedoman. telekomunikasi pelayaran. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perambuan. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. telekomunikasi pelayaran. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perambuan. serta bimbingan teknis. sarana dan prasarana kenavigasian.rtf 129 . kapal negara. norma. penyiapan penyusunan standar.Bagian Ketujuh Direktorat Kenavigasian Pasal 321 Direktorat Kenavigasian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan. telekomunikasi pelayaran. sarana dan prasarana kenavigasian. dan pelaksanaan urusan tata usaha. kapal negara dan pangkalan kenavigasian. evaluasi dan pelaporan di bidang perambuan. f. kriteria dan prosedur. d. pedoman. kapal negara. norma. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pemberian perizinan dan pelayanan dalam penyelenggaraan perambuan dan telekomunikasi pelayaran.VALID). c. kapal negara dan pangkalan kenavigasian. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang perambuan. kapal negara dan pangkalan kenavigasian . telekomunikasi pelayaran. standar. pangkalan kenavigasian serta sarana dan prasarana kenavigasian. b.

pedoman. Subdirektorat Perambuan.VALID). design sistem rute dan tata cara berlalu lintas.rtf 130 . d. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian. dan Subbagian Tata Usaha. Pasal 325 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 324. Pasal 324 Subdirektorat Perambuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penandaan daerah terbatas dan terlarang. c. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penandaan daerah terbatas dan terlarang.Pasal 323 Direktorat Kenavigasian terdiri atas: a. standar. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.DITJEN HUBLA (FINAL . pembangunan. Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran. e. norma. b. daerah ship to ship. maklumat pelayaran bahaya navigasi. daerah ship to ship. pembangunan. maklumat pelayaran bahaya navigasi. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian. pedoman. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. Subdirektorat Sarana dan Prasarana. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. standar. norma. f. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Perambuan menyelenggarakan fungsi: a.

kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. standar. Subdirektorat Perambuan terdiri atas: a. kriteria dan prosedur. gambar design konstruksi serta kelainan dan keandalan sarana bantu navigasi pelayaran dan koreksi peta laut. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang peralatan. Pasal 327 (1) Seksi Operasi dan Survei mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. daerah ship to ship. perencanaan pembangunan.DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan bahan perijinan spesifikasi teknis pembangunan sarana bantu navigasi pelayaran pihak ketiga. penandaan daerah terbatas dan terlarang. b. daerah ship to ship. pemberian ijin spesifikasi teknis sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. maklumat pelayaran bahaya navigasi.rtf . pedoman. Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Perambuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. 131 (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. daerah ship to ship. norma. Pasal 326 c. maklumat pelayaran bahaya navigasi. pemeliharaan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengamatan laut dan survei alur pelayaran. pedoman. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian peralatan dan perencanaan. penandaan daerah terbatas dan terlarang. dan Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Perambuan. d. pembangunan.b. design sistem rute dan tata cara berlalu lintas. penandaan daerah terbatas dan terlarang. replacement. perbaikan dan pemeliharaan. pembangunan. serta bimbingan teknis. standar.VALID). Seksi Operasi dan Survei. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. maklumat pelayaran bahaya navigasi.

standar. Pasal 330 Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran terdiri atas: a. dan Seksi Peralatan Pelayaran. pemeliharaan dan perbaikan. peralatan. c. Seksi Operasi. pedoman. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. 03 OTK KEMENHUB 2010 . dan Pemeliharaan Telekomunikasi b. norma. pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja. perencanaan.DITJEN HUBLA (FINAL . ijin identifikasi untuk dinas bergerak pelayaran serta ijin kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja.VALID). pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis. rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian peralatan dan prosedur kerja. kuasa perhitungan jasa Telekomunikasi Pelayaran. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran. pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis. pemberian ijin kuasa perhitungan jasa. pembangunan sarana dan prasarana. dan kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran serta pelaksanaan perhitungan. Pasal 329 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 328. b. Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran.rtf 132 . perencanaan pembangunan sarana dan prasarana.Pasal 328 Subdirektorat Telekomunikasi Pelayaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian.

pedoman. serta bimbingan teknis. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. peralatan dan suku cadang. stasiun radio kapal dan sarana bantu navigasi pelayaran elektronika. serta bimbingan teknis. pemeliharaan kapal negara kenavigasian. standar. Seksi Peralatan dan Pemeliharaan Telekomunikasi Pelayaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 332 Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeliharaan. formasi dan penempatan kapal. pengawakan dan perbekalan kapal.VALID). pemberian rekomendasi ijin radio telekomunikasi pelayaran. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan kinerja stasiun radio pantai. radio kapal. pemeliharaan dan perbaikan peralatan telekomunikasi pelayaran. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. serta penilaian teknis. pedoman. norma. kriteria dan prosedur. Pasal 333 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 332. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. rancang bangun dan pembangunan kapal. standar. pengawakan dan perbekalan kapal. formasi dan penempatan kapal. standar. standar.Pasal 331 (1) Seksi Operasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN HUBLA (FINAL . pedoman.rtf 133 . ijin identifikasi untuk dinas bergerak pelayaran serta ijin kuasa perhitungan jasa telekomunikasi pelayaran. rancang bangun dan pembangunan kapal kenavigasian. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan bangunan gedung. kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian. sistem jaringan. pedoman.

perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. pemeliharaan. Seksi Operasi dan Pengawakan. norma. pengawakan dan perbekalan kapal. Pasal 334 c. Pasal 336 Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penetapan lokasi bangunan. pengawakan dan perbekalan kapal. rancang bangun dan pembangunan kapal. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. b.DITJEN HUBLA (FINAL . Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengawakan dan perbekalan kapal. norma. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian. evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan pembangunan kapal. Subdirektorat Kapal Negara Kenavigasian terdiri atas: a.b. norma.rtf 134 . rancang bangun dan pembangunan kapal. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian. pemeliharaan dan penilaian teknis penghapusan kapal. dan Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan. pedoman. pedoman. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. perlengkapan dan suku cadang kapal negara kenavigasian.VALID). Pasal 335 (1) Seksi Operasi dan Pengawakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan. formasi dan penempatan kapal negara kenavigasian. formasi dan penempatan kapal. standar. formasi dan penempatan kapal. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian. pemeliharaan. standar.

lokasi pembangunan dan fasilitas pangkalan.rtf 135 . penetapan lokasi bangunan. Seksi Bangunan. norma. Pasal 339 (1) Seksi Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan kebijakan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. penetapan lokasi bangunan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel.Pasal 337 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 336.DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengoperasian penetapan fasilitas galangan. pemeliharaaan bangunan gedung. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. Pasal 338 Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian terdiri atas: a. b. norma. serta penilaian teknis fasilitas pangkalan. standar. standar. Subdirektorat Pangkalan Kenavigasian menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. pemeliharaan dan penyusunan peralatan bengkel. penetapan lokasi bangunan. evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan. pedoman.VALID). kriteria dan prosedur. serta bimbingan teknis. b. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan. c. dan Seksi Perbengkelan. perencanaan sarana dan prasarana fasilitas pangkalan.

Pasal 341 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340. Pasal 340 Subdirektorat Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. pedoman.DITJEN HUBLA (FINAL .rtf 136 . kriteria dan prosedur di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. kebutuhan. pemeliharaan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. pedoman. Subdirektorat Sarana dan Prasarana terdiri atas: a. norma. standar. b. evaluasi dan pelaporan di bidang rencana kebutuhan peralatan suku cadang bengkel. standar. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. Seksi Program. Pasal 342 c. dan Seksi Evaluasi dan Pelaporan. d.VALID). norma. norma. penyiapan bahan program dan rencana kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. perbaikan dan penilaian teknis peralatan galangan dan bengkel. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian.(2) Seksi Perbengkelan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan kebijakan. serta bimbingan teknis. standar. b.

kriteria dan prosedur. kepegawaian. standar. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. Pasal 344 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. evaluasi dan pelaporan di bidang patroli dan pengamanan. norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang patroli dan pengamanan. melakukan (2) Bagian Kedelapan Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Pasal 345 Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan. standar. pedoman. pengawasan keselamatan dan penyidik pegawai negeri sipil. tertib pelayaran. Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai menyelenggarakan fungsi: a.DITJEN HUBLA (FINAL . penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air.Pasal 343 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja serta anggaran sarana dan prasarana kenavigasian. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air.VALID). norma. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). tertib pelayaran. pedoman. standar. norma.rtf 137 . sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. 03 OTK KEMENHUB 2010 . anggaran serta pembangunan sarana dan prasarana kenavigasian. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis di bidang evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program kerja. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. serta bimbingan teknis. Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kerumahtanggaan. pedoman.

penyiapan pelaksanaan di bidang patroli dan pengamanan. tertib pelayaran. g. Pasal 347 c. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan. tertib pelayaran. pedoman. d. tertib pelayaran. norma. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. 03 OTK KEMENHUB 2010 . sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. tertib pelayaran. Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai terdiri atas: a. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. dan pelaksanaan urusan tata usaha.VALID). kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. c. e. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). f. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang patroli dan pengamanan. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).DITJEN HUBLA (FINAL . pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).b. penyiapan penyusunan standar. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. pengawasan keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Subdirektorat Tertib Pelayaran. Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. b. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang patroli dan pengamanan. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. tertib pelayaran. kriteria dan prosedur di bidang patroli dan pengamanan. sarana dan prasarana penjagaan laut dan pantai. penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air dan pemberian perijinan.rtf 138 . penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air. penyiapan pembinaan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta penyusunan dan pemberian kualifikasi teknis sumber daya manusia di bidang patroli dan pengamanan.

pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut. analisa kerawanan wilayah. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah air. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pendistribusian amunisi dan senjata api dinas. tingkat ancaman keamanan di laut. pedoman.rtf 139 . f. pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut. pantai dan pelabuhan. serta perijinan penggunaan. dan Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Sarana dan Prasarana. penyediaan data kegiatan kapal di perairan dan pelabuhan.d. pantai dan pelabuhan. pantai dan pelabuhan. b. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. norma. c. kriteria dan prosedur di bidang patroli. 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan prosedur penahanan kapal dan penyerahan kapal yang melakukan pelanggaran dan tindak pidana pelayaran. norma. evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang patroli dan pengamanan sarana dan prasarana transportasi (ISPS Code) di laut. standar. kriteria. penegakan peraturan perundangundangan pelayaran. analisa kerawanan wilayah. standar.VALID). sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). penanganan perompakan dan pembajakan. pantai dan pelabuhan. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). penegakan peraturan perundangundangan.DITJEN HUBLA (FINAL . penanganan perompakan dan pembajakan. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang patroli. dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 348 e. pedoman.

pendistribusian amunisi dan senjata api serta penetapan kualifikasi teknis petugas pengamanan. perijinan penggunaan. analisa kerawanan wilayah. pantai dan pelabuhan. Subdirektorat Patroli dan Pengamanan terdiri atas: a.d. analisa kerawanan wilayah serta penegakan peraturan perundang-undangan di laut. Seksi Patroli. Pasal 350 e.DITJEN HUBLA (FINAL . Seksi Pengamanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. standar. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). penanganan perompakan dan pembajakan. penegakan peraturan perundangundangan. kriteria dan prosedur. pantai dan pelabuhan.rtf 140 . (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . b. pedoman. norma. serta bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang patroli. norma. dan Seksi Pengamanan. standar. penanganan perompakan dan pembajakan. penyiapan bahan penyusunan rancangan keamanan dalam rangka pengesahan dan penerbitan sertifikat keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan. kriteria dan prosedur. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang patroli. dan pengamanan sarana dan prasarana transportasi di laut. Pasal 351 (1) Seksi Patroli mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta bimbingan teknis. sistem pelaporan kapal (Ships Reporting System). evaluasi dan pelaporan di bidang pengamanan sarana dan prasarana transportasi (ISPS Code) di laut. penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang patroli dan pengamanan.VALID). pantai dan pelabuhan serta penetapan kualifikasi teknis petugas patroli.

b. pedoman. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma.DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. d. Seksi Advokasi dan Diseminasi Pengawasan Keselamatan. penyiapan bahan sosialisasi dan advokasi serta diseminasi bidang keselamatan pelayaran. b.VALID). dan Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. standar. penyiapan bahan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. c. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 354 Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. 03 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 352 Subdirektorat Pengawasan Keselamatan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. kriteria dan prosedur di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil.rtf 141 .

serta bimbingan teknis. Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang advokasi dan diseminasi pengawasan keselamatan pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas advokasi dan diseminasi. Subdirektorat Tertib Pelayaran menyelenggarakan fungsi: a.VALID). 03 OTK KEMENHUB 2010 . penyelidikan.Pasal 355 (1) Seksi Advokasi dan Diseminasi Pengawasan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta bimbingan teknis. surat ijin berlayar. standar.DITJEN HUBLA (FINAL . norma. penyidikan serta pengajuan berkas perkara pelanggaran dan tindak pidana pelayaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pedoman. norma. evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang kebandaran dan kecelakaan kapal. kriteria dan prosedur di bidang tertib lalulintas kapal. norma. pengawasan kapal asing. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang tertib lalulintas kapal. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal. standar.rtf 142 . pengawasan kapal asing. surat ijin berlayar. standar. kriteria dan prosedur. (2) b. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal. evaluasi dan pelaporan di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. tertib bandar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. tertib bandar. norma. pedoman. pedoman. kriteria dan prosedur. Pasal 356 Subdirektorat Tertib Pelayaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. standar.

surat ijin berlayar. Port State Control Officer. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan penanganan muatan berbahaya. pengawasan penanganan muatan berbahaya dan penanganan kecelakaan kapal. Seksi Kebandaran. kriteria dan prosedur. tertib bandar. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang kesyahbandaran. pelaksanaan eksekusi putusan Mahkamah Pelayaran dan pelaporan ke International Maritime Organization serta penetapan kualifikasi teknis petugas penanganan pemrosesan kecelakaan kapal. kriteria dan prosedur.c. kriteria dan prosedur. penanganan muatan berbahaya. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang pengusutan kecelakaan dan bencana kapal. Pasal 358 d. standar. standar. pedoman. Port State Control Officer. serta pengawasan penanganan muatan berbahaya. pedoman. penanganan pemrosesan kecelakaan kapal. pengajuan pemeriksaan lanjutan perkara. pengawasan kapal asing. Pasal 359 (1) Seksi Kebandaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN HUBLA (FINAL . dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang tertib lalulintas kapal.rtf 143 . norma. pencemaran dan pekerjaan bawah air. standar. pengawasan kapal asing dan penetapan kualifikasi teknis petugas kesyahbandaran. bimbingan teknis. dan Seksi Kecelakaan Kapal. Subdirektorat Tertib Pelayaran terdiri atas: a. tertib lalulintas kapal. evaluasi dan pelaporan serta penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang penanggulangan musibah. tertib bandar.VALID). serta bimbingan teknis. ijin berlayar. pedoman. norma. b. norma. Pasal 360 Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. Seksi Kecelakaan Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta bimbingan teknis.

Seksi Penanggulangan Musibah. kegiatan penyelaman. penanggulangan pencemaran dan penyelam. kegiatan penyelaman.rtf 144 . penyiapan bahan perijinan di bidang pendirian. d. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan kualifikasi teknis petugas di bidang Search And Rescue. e. standar. serta pendirian. tuntutan ganti kerugian pencemaran. serta pendirian. penanganan kerangka kapal dan salvage. penanggulangan pencemaran. serta pendirian.VALID). pemadaman kebakaran. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang Search And Rescue. kegiatan penyelaman serta penanganan kerangka kapal dan salvage. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. penanggulangan pencemaran. pemadam kebakaran. pemadaman kebakaran. norma. pedoman. Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air menyelenggarakan fungsi: a. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. tuntutan ganti kerugian pencemaran. Pasal 362 Subdirektorat Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air terdiri atas: a. kegiatan penyelaman.Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. pemadaman kebakaran. b. penanganan kerangka kapal dan salvage. penanggulangan pencemaran. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang Search And Rescue. penyiapan bahan perumusan kebijakan. 03 OTK KEMENHUB 2010 . dan Seksi Pekerjaan Bawah Air.DITJEN HUBLA (FINAL . c. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. kriteria dan prosedur di bidang Search And Rescue. tuntutan ganti kerugian pencemaran. b. penanganan kerangka kapal dan salvage.

penanggulangan pencemaran. pemadam kebakaran. kriteria dan prosedur. norma. standar.rtf 145 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. dan penanggulangan pencemaran. pedoman. kriteria dan prosedur di bidang pengadaan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan. tuntutan ganti kerugian pencemaran dan pemadaman kebakaran serta penetapan kualifikasi teknis petugas Search And Rescue. kegiatan penyelaman. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364.DITJEN HUBLA (FINAL . Seksi Pekerjaan Bawah Air mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. standar. bimbingan teknis. pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan laut dan Pantai. Pasal 364 Subdirektorat Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan serta pelaksanaan kebijakan. pedoman. norma. standar. standar. norma.VALID). pengelolaan sarana dan prasarana operasional serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang penjagaan laut dan pantai. pedoman.Pasal 363 (1) Seksi Penanggulangan Musibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penanganan kerangka kapal dan salvage serta penetapan kualifikasi teknis petugas penyelam. kriteria dan prosedur. perijinan serta evaluasi dan pelaporan di bidang pendirian. pembangunan. pemeliharaan. bimbingan teknis. perubahan dan pembongkaran bangunan dan instalasi di perairan. (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. pemeliharaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pembangunan. evaluasi dan pelaporan di bidang Search And Rescue.

Subdirektorat Sarana dan Prasarana terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta pemeliharaan senjata api.VALID). standar. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan. norma. b. pembangunan. kepegawaian dan kerumahtanggaan. norma. standar. Seksi Awak Kapal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. Seksi Sarana dan Prasarana Operasional. evaluasi dan pelaporan di bidang peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang awak kapal Penjagaan Laut dan Pantai serta penyiapan rencana. pemeliharaan. pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan Laut dan Pantai. melakukan (2) 03 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. Pasal 368 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas ketatausahaan. Pasal 367 (1) Seksi Sarana dan Prasarana Operasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengelolaan sarana dan prasarana operasional Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai serta peningkatan kuantitas dan kualitas petugas di bidang Penjagaan Laut dan Pantai.rtf 146 . pemeliharaan. pembangunan.b.DITJEN HUBLA (FINAL . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengadaan. Pasal 366 c. dan Seksi Awak Kapal. program kerja dan laporan Direktorat.

Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).DITJEN HUBLA (FINAL .rtf 147 .VALID). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. (2) (3) (4) 03 OTK KEMENHUB 2010 . diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 369 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masingmasing berdasarkan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 370 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan masing-masing Direktur.

Tugas dan Fungsi Pasal 371 (1) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA Bagian Pertama Kedudukan. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.DITJEN HUBUD (FINAL . dan kriteria di bidang perhubungan udara. e. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 373 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 372. b. perumusan kebijakan di bidang perhubungan udara. penyusunan norma. Pasal 372 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perhubungan udara.rtf 148     . pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan udara. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perhubungan udara. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. (2) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dipimpin oleh Direktur Jenderal. c.VALID). d. standar.

b. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. pemberian pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. program dan anggaran. penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Pasal 375 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. f. Direktorat Bandar Udara. Direktorat Keamanan Penerbangan. data dan informasi. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan. e. c.VALID). pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana.DITJEN HUBUD (FINAL .Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 374 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Direktorat Angkutan Udara.rtf 149     . Direktorat Navigasi Penerbangan. terdiri atas : a. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi : a.

akuntansi. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan penyuluhan hukum dan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. penerimaan negara bukan pajak dan barang milik negara. evaluasi dan koordinasi terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional serta laporan masyarakat. Pasal 378 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan tinjau ulang rencana jangka panjang. c. Bagian Kepegawaian dan Umum. menengah. Bagian Keuangan. f. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan dan akuntabilitas kinerja unit kerja. 04 OTK KEMENHUB 2010 . terdiri atas: a. serta hubungan masyarakat dan koordinasi kerjasama luar negeri. d. b. penyusunan laporan kegiatan di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan kepegawaian.b.VALID). e.DITJEN HUBUD (FINAL . Bagian Perencanaan. program dan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Petunjuk Operasional (PO). penataan organisasi dan tata laksana. c. tata usaha dan rumah tangga. d. pengelolaan urusan tata usaha keuangan. dan pengelolaan data dan sistem informasi manajemen di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. penelaahan. Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat. Pasal 377 Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.rtf 150     .

anggaran dan kinerja. dan c. Subbagian Analisa dan Evaluasi. evaluasi. dan prioritas program tahunan dan bantuan / pinjaman luar negeri. dan c.Pasal 379 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378. pelaksanaan rapat kerja antar lembaga dan unit kerja. b. pengelolaan data dan sistem informasi manajemen pemerintahan dan e-government. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan koordinasi. Subbagian Program. Subbagian Rencana. Rencana Kerja (RENJA).DITJEN HUBUD (FINAL .rtf 151     . b. penelaahan. pelaporan dan bimbingan pelaksanaan program. terdiri atas : a. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi : a. koordinasi penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan standar pelayanan serta penyiapan bahan kebijakan di bidang organisasi dan tata laksana. analisis. penyusunan dan tinjau ulang rencana jangka panjang dan menengah. Pasal 380 Bagian Perencanaan.VALID). penelaahan. penyiapan bahan koordinasi. penyusunan dan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). penyiapan bahan penyusunan dan revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK).

(3) Subbagian Analisa dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penyusunan dan pengusulan pengelola anggaran. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). penyusunan dan tinjau ulang rencana kebijakan Pembangunan Jangka Panjang (RPJP).rtf 152     . Rencana Kerja Pemerintah (RKP). evaluasi dan analisa kelembagaan dan tata laksana serta norma. penatausahaan dan penyusunan penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 04 OTK KEMENHUB 2010 . cetak biru. Pasal 382 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan Barang Milik Negara (BMN). program bantuan/pinjaman luar negeri (green book and blue book). Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). mengkoordinasikan pelaksanaan penyiapan bahan audit internal dan eksternal.Pasal 381 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penyusunan dan revisi prioritas program tahunan. evaluasi pelaksanaan program serta realisasi anggaran. laporan tahunan dan nota keuangan penyusunan serta revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK). (2) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. standar pelayanan minimal dan standar pelayanan publik. koordinasi penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI). penelaahan dan penyusunan evaluasi dan pelaporan dokumen penetapan dan kinerja tahunan.VALID). Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). penelaahan. standar. penyiapan bahan dan rapat koordinasi antar lembaga dan unit kerja serta pelaksanaan rapat kerja dinas. prosedur dan kriteria. pengelolaan data dan sistem informasi manajemen pemerintahan dan e-government. rencana pembangunan jangka pendek/Rencana Kerja (RENJA). rencana strategis. penelaahan.DITJEN HUBUD (FINAL . penatausahaan pelaksanaan anggaran Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. penyusunan dan verifikasi laporan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) anggaran reguler dan pinjaman/hibah luar negeri. studi dan kajian kebijakan di bidang transportasi udara.

Subbagian Tata Usaha Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Laporan Hasil Audit. serta menyiapkan bahan pelaporan sistem manajemen penyusunan laporan barang milik negara.VALID). evaluasi. pengkajian penatausahaan Barang Milik Negara yang meliputi serah terima. dan c. koordinasi tindak lanjut Laporan Hasil Audit (LHA) dan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR). penghapusan . pelaporan Barang Milik Negara (BMN). pengelolaan. penyusunan laporan keuangan berdasarkan Sistem Akuntansi Instansi (SAI). pembinaan. dan pelaksanaan verifikasi laporan keuangan. pemantauan. penyusunan target dan penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). inventarisasi. penyusunan dan pengusulan pengelola anggaran. Pasal 385 (1) Subbagian Tata Usaha Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan evaluasi. penyiapan bahan pembinaan penatausahaan yang meliputi pengkajian dan evaluasi terhadap penggunaan dan pemanfaatan BMN. inventarisasi. penatausahaan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. terdiri atas : a.Pasal 383 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 382. Subbagian Tata Usaha Barang Milik Negara. b. Pasal 384 Bagian Keuangan. dan mengkoordinasikan penyiapan bahan audit internal dan eksternal. penyiapan bahan penatausahaan. b.DITJEN HUBUD (FINAL . serah terima dan penghapusan Barang Milik Negara. 04 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 153     . c. penyiapan bahan penatausahaan. Subbagian Akuntansi. pemanfaatan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

penyuluhan hukum.TGR) serta pengusulan pengelola anggaran.DITJEN HUBUD (FINAL . penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan penyuluhan hukum/pertimbangan. verifikasi dan rekonsiliasi laporan keuangan. penyusunan laporan Barang Milik Negara berdasarkan Sistim Informasi dan Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) dan mengkoordinasikan penyiapan bahan audit internal dan eksternal. dokumentasi hukum dan peraturan perundang-undangan serta penyiapan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan rencana ratifikasi. penyusunan daftar usulan Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang berasal dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan bahan pertimbangan hukum. Pasal 386 Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan telaahan hukum. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan serta evaluasi peraturan perundang-undangan. penatausahaan. pemberian pertimbangan hukum/penyelesaian perselisihan serta permasalahan hukum. pembinaan. Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana dan pemantauan penerimaan dan penyetoran. penyusunan. penyusunan penggunaan serta penyusunan laporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).VALID). evaluasi usulan proses pengadaan barang / jasa dan penanganan pengaduan proses pengadaan barang / jasa serta perumusan perjanjian. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Pusat. penyiapan bahan telaahan hukum.(2) Subbagian Tata Usaha Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Laporan Hasil Audit mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan penatausahaan. bantuan dan penyelesaian masalah hukum dan hubungan masyarakat serta koordinasi kerjasama luar negeri. Pasal 387 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386. dan 154     b. 04 OTK KEMENHUB 2010 .rtf . tindak lanjut Laporan Hasil Audit (LHA) dan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP. analisa dan evaluasi pelaksanaan dan penetapan besaran tarif.

kepangkatan. pemantauan dan pelaporan kegiatan kerjasama luar negeri. penelaahan dokumen perjanjian internasional. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri. penyusunan. evaluasi usulan proses pengadaan barang / jasa dan penanganan proses pengadaan barang / jasa.rtf . pemrosesan dan pemberian bantuan dan pertimbangan hukum. c. pemantuan dan pelaporan perjanjian dan kesepakatan bersama (MoU). penyusunan rancangan dan evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan serta penyiapan peraturan perundang– undangan yang terkait dengan rencana ratifikasi.DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 389 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan telaahan dan kajian hukum. koordinasi tindak lanjut penanganan pengaduan publik. serta tata usaha dan rumah tangga. Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan hukum. penyusunan materi. pengembangan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 388 Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat. koordinasi. pemberhentian dan pensiun pegawai. Pasal 390 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. pengadaan. penyiapan dan penelaahan dokumen perjanjian internasional. Subbagian Bantuan Hukum. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan kegiatan kehumasan dan publikasi. b. pengangkatan.c. penyiapan bahan pemantauan. mutasi.VALID). terdiri atas : a. analisis dan penyiapan bahan publikasi dan koordinasi tindak lanjut penanganan pengaduan publik serta pelaksanaan urusan kerjasama luar negeri. 155     (2) (3) 04 OTK KEMENHUB 2010 .

terdiri atas: a. Subbagian Evaluasi dan Pengembangan SDM.VALID). b. penyiapan bahan pembinaan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan tata usaha. penyiapan bahan kepangkatan. b. pelaksanaan administrasi pengangkatan dan kepangkatan. Pasal 393 (1) Subbagian Perencanaan dan Mutasi SDM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan usulan formasi pegawai. pendistribusian. pengembangan pola karier. dan pengelolaan rumah tangga.DITJEN HUBUD (FINAL . pemeliharaan. kearsipan. analisis kebutuhan. pelaksanaan pengadaan serta usulan pengangkatan calon PNS. mutasi. pemberhentian dan pensiun serta data base sistem informasi SDM. dan pelaksanaan pengadaan pegawai. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga. mutasi. usulan formasi. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390. Pasal 392 Bagian Kepegawaian dan Umum. pengelolaan barang. dan c. pemberhentian dan pensiun PNS.rtf 156     . penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan dan pembinaan karier dan kesejahteraan pegawai serta evaluasi kinerja pegawai. Subbagian Perencanaan dan Mutasi SDM. pengadaan. pengelolaan data base sistem informasi SDM dan peta jabatan serta peta SDM. dan c.

kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 .(2) Subbagian Evaluasi dan Pengembangan SDM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standar kompetensi jabatan.DITJEN HUBUD (FINAL . pengawasan. pelaksanaan urusan perjalanan dinas. pengadaan. standar. Direktorat Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. norma.VALID). pedoman. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara. pemberdayaan SDM. sistem dan prosedur. evaluasi kinerja SDM. kriteria. ujian dinas dan penyesuaian ijazah. dan pemberian tanda penghargaan. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. usulan dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. pengembangan dan pembinaan pegawai. menyusun serta melaksanakan kebijakan. pengelolaan kesejahteraan pegawai. pembinaan mental SDM dan disiplin pegawai. (3) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha dan administrasi umum. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. pendistribusian dan pengelolaan surat. pemeliharaan. angkutan udara niaga berjadwal. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394. Bagian Keempat Direktorat Angkutan Udara Pasal 394 Direktorat Angkutan Udara mempunyai tugas merumuskan. pelaksanaan kegiatan protokoler. dan pengelolaan rumah tangga dan umum. pemeliharaan. kearsipan. barang. analisis kebutuhan. pendistribusian.rtf 157     .

angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. e. h. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. angkutan udara niaga berjadwal. dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. kriteria. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. angkutan udara niaga berjadwal. pedoman. g. angkutan udara niaga berjadwal. norma. sistem dan prosedur di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.b. bimbingan.rtf . pelatihan serta bantuan teknis di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. pemberian ijin dan/atau sertifikasi dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. d. angkutan udara niaga berjadwal. pemberian arahan. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. 158     04 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan udara niaga berjadwal. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur angkutan udara. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga.VALID). penyiapan pelaksanaan pengawasan. c. f. kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga. penyiapan penyusunan standar. angkutan udara niaga berjadwal.

VALID). penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. penyusunan standarisasi. Pasal 397 Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. e. d. angkutan multimoda. kriteria. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan keuangan. c. pengelolaan sistem teknologi informatika. Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang sistem informasi pelayanan angkutan udara. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal. Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara. kepegawaian dan personel.DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 396 Direktorat Angkutan Udara terdiri atas : a. Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara. pengawasan. norma. b. f. logistik dan National Single Window (NSW). tata usaha. sistem dan prosedur. dan dokumentasi teknis.i.rtf . pedoman. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga. 159     04 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara.

b. Pelaksanaan pemberian arahan. kriteria. c. norma.DITJEN HUBUD (FINAL . Seksi Sistem Informasi Angkutan Udara. g. bimbingan. sistem dan prosedur di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan multimoda. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. terdiri atas : a. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian rekomendasi dan/atau persetujuan di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. logistik dan National Single Window (NSW). angkutan multimoda. f. b. logistik dan National Single Window (NSW). logistik dan National Single Window (NSW).VALID). logistik dan National Single Window (NSW). angkutan multimoda. logistik dan National Single Window (NSW). Pasal 399 Subdirektorat Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Sistem Pelayanan Angkutan Udara. d. angkutan multimoda. pedoman.rtf 160     . logistik dan National Single Window (NSW). pelatihan serta bantuan teknis di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara. angkutan multimoda. penyiapan bahan penyusunan standar. pengendalian dan penegakan hukum di bidang sistem informasi dan pelayanan angkutan udara angkutan multimoda. e.

04 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. pengawasan dan penegakan hukum. logistik dan National Single Window (NSW).rtf 161     . (2) Seksi Sistem Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan. sistem dan prosedur. on time performance perusahaan angkutan udara serta pelayanan pengangkutan kargo. jaringan penerbangan. pedoman. penyusunan standar. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal menyelenggarakan fungsi: a. pelatihan serta bantuan teknis.Pasal 400 (1) Seksi Sistem Informasi Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan. norma. norma. pemberian rekomendasi dan/atau persetujuan. Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. kapasitas angkutan udara. pengawasan dan penegakan hukum. kriteria. penyusunan standarisasi. pemberian arahan. rute. bimbingan. pedoman. kriteria. Pasal 401 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. evaluasi dan pelaporan di bidang sistem. pelayanan penunjang angkutan udara. angkutan multimoda.DITJEN HUBUD (FINAL . penyusunan standarisasi. angkutan multimoda dan logistik serta ranking peningkatan kinerja pelayanan angkutan udara. pemberian arahan. pelatihan serta bantuan teknis. norma. sistem dan prosedur. pedoman.VALID). persetujuan. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan angkutan udara. sistem dan prosedur.

norma. pemberian arahan. pengawasan dan penegakan hukum. Pasal 403 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal terdiri atas : a. Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. kriteria. e.DITJEN HUBUD (FINAL . penyusunan standarisasi. 04 OTK KEMENHUB 2010 . c. Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Luar Negeri.VALID). penyiapan bahan penyusunan standar. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. bimbingan.b. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. pedoman. bimbingan. g.rtf 162     . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. norma. d. pelatihan serta bantuan teknis di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. kriteria. Pasal 404 (1) Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis. b. sistem dan prosedur di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. f. pengendalian dan penegakan hukum di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. pemberian persetujuan. pelaksanaan pemberian arahan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri. sistem dan prosedur. pedoman.

Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga menyelenggarakan fungsi : a. serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan non niaga. serta angkutan udara perintis. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. Pasal 405 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan penegakan hukum. Pasal 406 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. serta angkutan udara perintis. pemberian arahan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga berjadwal luar negeri serta evaluasi permintaan jasa angkutan udara untuk pengembangan rute dan kapasitas angkutan udara niaga berjadwal luar negeri. pedoman. pedoman. penyiapan bahan penyusunan standar.VALID).rtf 163     . serta angkutan udara perintis. pemberian persetujuan. penyusunan standar. sistem dan prosedur. c. angkutan udara haji. angkutan udara haji. kriteria. norma. angkutan udara haji. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal.(2) Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBUD (FINAL . sistem dan prosedur. sistem dan prosedur di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. b. kriteria. norma. penyusunan standarisasi. norma. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. kriteria. pedoman. bimbingan serta bantuan teknis. pengawasan. pengendalian. Penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.

pemberian arahan.rtf 164     . kriteria. pedoman. Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Dalam Negeri. serta angkutan udara perintis. e. Pasal 408 (1) Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. angkutan udara haji. angkutan udara haji. terdiri atas : a. pengawasan dan penegakan hukum. b.DITJEN HUBUD (FINAL . f. pelatihan serta bantuan teknis di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Luar Negeri. Pelaksanaan pemberian arahan. bimbingan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. penyusunan standarisasi. serta angkutan udara perintis. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. pelatihan serta bantuan teknis.VALID). pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal. bimbingan.d. angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri. 04 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri serta angkutan udara perintis. Pasal 407 Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga. norma. sistem dan prosedur. g. pemberian persetujuan.

Penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pedoman. norma. pemberian persetujuan. norma.(2) Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.rtf 165     . pelatihan serta bantuan teknis. Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. b. pedoman. pengawasan dan penegakan hukum. kerjasama multilateral dan lembaga internasional. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan standar. kriteria. c. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. Pasal 409 Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d. bimbingan. norma. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara. kriteria.VALID). kerjasama multilateral dan lembaga internasional serta kerjasama perusahaan angkutan udara dan pelayanan fasilitasi (FAL). penyiapan bahan penyusunan standar. kriteria. sistem dan prosedur di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara. pengawasan. pemberian arahan. kerjasama multilateral dan lembaga internasional serta kerjasama perusahaan angkutan udara dan pelayanan fasilitasi (FAL). sistem dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga luar negeri serta angkutan udara haji.DITJEN HUBUD (FINAL . pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang kerjasama angkutan udara. Penyiapan bahan pelaksanaan pemberian persetujuan kerjasama perusahaan angkutan udara di bidang angkutan udara. pedoman. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama bilateral dan perusahaan angkutan udara. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur.

Seksi Kerjasama Multilateral dan Lembaga Internasional.DITJEN HUBUD (FINAL .VALID). pelatihan serta bantuan teknis di bidang kerjasama perusahaan angkutan udara. pemberian arahan bimbingan. Pelaksanaan pemberian arahan. pedoman. g. evaluasi dan pelaporan di bidang perjanjian dan kerjasama multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta pelayanan fasilitasi serta koordinasi dan pertemuan dengan instansi terkait untuk fasilitasi pelayanan angkutan udara internasional.e. multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta kerjasama perusahaan angkutan udara. kriteria. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama bilateral. pemberian persetujuan. pengawasan dan penegakan hukum.rtf 166     . bimbingan. f. kriteria. sistem dan prosedur. Pasal 411 Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara. pengawasan dan penegakan hukum. norma. sistem dan prosedur. Seksi Kerjasama Bilateral dan Perusahaan Angkutan Udara. Pasal 412 (1) Seksi Kerjasama Bilateral dan Perusahaan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. pelatihan serta bantuan teknis. (2) Seksi Kerjasama Multilateral dan Lembaga Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. penyusunan standarisasi. multilateral dan lembaga internasional di bidang angkutan udara serta kerjasama perusahaan angkutan udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . persetujuan. pelatihan serta bantuan teknis. penyusunan standarisasi. evaluasi dan pelaporan di bidang perjanjian kerja sama bilateral di bidang angkutan udara dan kerjasama perusahaan angkutan udara. pedoman. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang kerjasama bilateral. terdiri atas : a. norma. bimbingan.

penyiapan bahan penyusunan standar. e. d. kriteria. g. c. pengawasan dan pengendalian. Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian ijin dan/atau rekomendasi di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara. sistem dan prosedur. sistem dan prosedur di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. norma.VALID). pedoman. pelaksanaan pemberian arahan. norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara. pedoman. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBUD (FINAL .rtf 167     . penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413.Pasal 413 Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara. b. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . serta evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara serta tarif jasa pelayanan angkutan udara. kriteria. f. penyusunan standar. bimbingan pelatihan serta bantuan teknis di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara serta tarif jasa pelayanan angkutan udara.

evaluasi dan pelaporan di bidang bimbingan usaha angkutan udara dan penunjang angkutan udara. urusan keuangan. Pasal 417 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. 04 OTK KEMENHUB 2010 . 2) Seksi Tarif Jasa Pelayanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan Usaha Angkutan Udara. pemberian arahan. tata usaha. bimbingan pelatihan serta bantuan teknis.DITJEN HUBUD (FINAL . pengawasan dan penegakan hukum. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan.VALID). kepegawaian. kriteria. norma. sistem dan prosedur. norma. b. sistem dan prosedur. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. pengawasan dan penegakan hukum. penyusunan standarisasi. pelatihan serta bantuan teknis. kriteria. pemberian ijin.Pasal 415 Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha Angkutan Udara terdiri atas : a. pedoman. pengelolaan sistem teknologi informatika. Pasal 416 (1) Seksi Bimbingan Usaha Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. pedoman. bimbingan. evaluasi dan pelaporan di bidang tarif jasa pelayanan angkutan udara. pemberian ijin dan/atau rekomendasi. penyusunan standarisasi. Seksi Tarif Jasa Pelayanan Angkutan Udara.rtf 168     .

personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. kriteria. peralatan dan utilitas bandar udara. sistem dan prosedur di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. norma. Pasal 419 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418.Bagian Kelima Direktorat Bandar Udara Pasal 418 Direktorat Bandar Udara mempunyai tugas merumuskan. penyiapan penyusunan standar. pedoman. e. pelatihan serta bantuan teknis di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara.rtf . personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. d. bimbingan. kriteria. prasarana bandar udara. pemberian ijin dan/atau sertifikasi/registrasi dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. b. pengendalian dan penegakan hukum di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan.DITJEN HUBUD (FINAL . prasarana bandar udara. f. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. prasarana bandar udara. peralatan dan utilitas bandar udara. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang bandar udara. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pedoman. prasarana bandar udara. c. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. 169     04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur bandar udara. sistem dan prosedur. peralatan dan utilitas bandar udara. peralatan dan utilitas bandar udara. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara.VALID). Direktorat Bandar Udara menyelenggarakan fungsi: a. standar. pengawasan. pemberian arahan. norma. menyusun serta melaksanakan kebijakan. prasarana bandar udara. peralatan dan utilitas bandar udara.

kepegawaian dan personel. Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. sistem dan prosedur. c. Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan. Pasal 420 Direktorat Bandar Udara terdiri atas : a. Subdirektorat Prasarana Bandar Udara. Pasal 421 Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan urusan keuangan.g. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang tatanan kebandarudaraan dan tata lingkungan dan kawasan bandar udara. pedoman. e. f. personel dan operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar udara. kriteria. b. d. pengelolaan sistem teknologi informatika. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. Subbagian Tata Usaha. prasarana bandar udara.rtf 170     . peralatan dan utilitas bandar udara. i. peralatan dan utilitas bandar udara. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. dan dokumentasi teknis. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara. penyusunan standar. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP.DITJEN HUBUD (FINAL . tata usaha. prasarana bandar udara.VALID). norma. h. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan. Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara.

Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang tata bandar udara. penyiapan bahan penyusunan standar. Seksi Tata Bandar Udara. pedoman. bimbingan. tata lingkungan dan kawasan bandar udara.rtf 171     . tata lingkungan dan kawasan bandar udara. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang tata bandar udara. f. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. e. 04 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. Pelaksanaan pemberian arahan. d. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang tata bandar udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang tata bandar udara. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. tata lingkungan dan kawasan bandar udara. b. Pasal 423 Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan terdiri atas : a.DITJEN HUBUD (FINAL . tata lingkungan dan kawasan bandar udara. norma. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang tata bandar udara. b. c.Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421.VALID). Seksi Tata Lingkungan dan Kawasan Bandar Udara. sistem dan prosedur di bidang tata bandar udara.

pengawasan dan penegakan hukum. pedoman. kriteria.rtf 172     . 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian arahan. (2) Seksi Tata Lingkungan dan Kawasan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 425 Subdirektorat Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara serta verifikasi prasarana bandar udara. pengawasan dan penegakan hukum serta evaluasi dan pelaporan di bidang tata lingkungan dan kawasan bandar udara. pelatihan serta bantuan teknis. norma.VALID).DITJEN HUBUD (FINAL . kriteria. norma. kriteria. pemberian ijin dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi. kriteria.Pasal 424 (1) Seksi Tata Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana bandar udara. penyusunan standarisasi. pemberian arahan. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. norma. bimbingan. pedoman. penyiapan bahan penyusunan standar. norma. penyusunan standar. sistem dan prosedur. penyusunan standarisasi. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara serta verifikasi prasarana bandar udara. bimbingan. pemberian ijin dan/atau persetujuan dan/atau rekomendasi. pedoman. sistem dan prosedur. pedoman. sistem dan prosedur. Subdirektorat Prasarana Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. pelatihan serta bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang tata bandar udara.

penyusunan standarisasi. bimbingan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. sistem dan prosedur.VALID). pemberian arahan. e.c. pengawasan dan penegakan hukum. Seksi Program dan Standarisasi Prasarana Bandar Udara. Pasal 427 Subdirektorat Prasarana Bandar Udara terdiri atas : a. kriteria. norma. pelatihan serta bantuan teknis di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. b.DITJEN HUBUD (FINAL . f. pelatihan serta bantuan teknis.rtf 173     . 04 OTK KEMENHUB 2010 . d. pelaksanaan pemberian arahan. bimbingan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian izin dan/atau sertifikasi di bidang verifikasi prasarana bandar udara. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. Seksi Verifikasi Prasarana Bandar Udara. Pasal 428 (1) Seksi Program dan Standarisasi Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. g. evaluasi dan pelaporan di bidang program dan standarisasi prasarana bandar udara. pedoman.

serta evaluasi dan pelaporan di bidang peralatan dan utilitas bandar udara. c.DITJEN HUBUD (FINAL . pengawasan. pelaksanaan pemberian arahan. pemberian arahan. d.(2) Seksi Verifikasi Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian ijin dan/atau sertifikasi. penyiapan bahan penyusunan standar. sistem dan prosedur. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. penyusunan standarisasi. pengawasan dan pengendalian. penegakan hukum. pengendalian dan penegakan hukum di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. kriteria. bimbingan. b. pelatihan serta bantuan teknis. 04 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). pelatihan serta bantuan teknis di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara serta verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. kriteria. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. kriteria. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. sistem dan prosedur. bimbingan. norma. penyusunan standar. e. norma. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. norma. Pasal 429 Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. sistem dan prosedur di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi prasarana bandar udara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. pedoman.rtf 174     .

f. bimbingan pelatihan serta bantuan teknis. kriteria. b. norma. pemberian arahan. sistem dan prosedur. dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. g. penyusunan standarisasi. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang personel dan operasi bandar udara. kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara. (2) Seksi Verifikasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma.DITJEN HUBUD (FINAL . Seksi Program dan Standarisasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara.VALID). Pasal 432 (1) Seksi Program dan Standarisasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. sistem dan prosedur. Pasal 433 Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. Seksi Verifikasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara. pedoman.rtf 175     . Pasal 431 Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara terdiri atas: a. pedoman. pemberian sertifikasi dan/atau perijinan serta pengawasan dan penegakan hukum. kriteria. penyusunan standar.

rtf 176     .DITJEN HUBUD (FINAL . pelatihan serta bantuan teknis di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. norma. sistem dan prosedur di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. pelaksanaan pemberian arahan. kriteria. pedoman. pengendalian dan penegakan hukum di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara.Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433. 04 OTK KEMENHUB 2010 . c. b. Pasal 435 Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara terdiri atas : a. g. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. f. Subdirektorat Personel dan Operasi Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Pengawasan Personel dan Operasi Bandar Udara. e. bimbingan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang personel dan operasi bandar udara. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara serta pengawasan personel dan operasi bandar udara. Seksi Sertifikasi Personel dan Operasi Bandar Udara. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi/register dan/atau lisensi/validasi di bidang personel dan operasi bandar udara. b. penyiapan bahan penyusunan standar. d.VALID).

pengawasan dan penegakan hukum. pedoman.Pasal 436 (1) Seksi Sertifikasi Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan bimbingan. penyiapan bahan penyusunan standar. sistem dan prosedur. pemberian lisensi/validasi dan/atau sertifikasi/register. pedoman.VALID). norma. norma. pemberian sertifikasi.DITJEN HUBUD (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan personel dan operasi bandar udara. penyusunan standarisasi. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. kriteria. kriteria. bimbingan. sistem dan prosedur pengawasan. penyusunan standar. pelatihan serta bantuan teknis. pemberian arahan. pedoman. penyusunan standarisasi. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi personel dan operasi bandar udara. pedoman. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. norma. pelatihan serta bantuan teknis. (2) Seksi Pengawasan Personel dan Operasi Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. kriteria. b.rtf 177     . Pasal 437 Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara menyelenggarakan fungsi : a. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan bandar udara. sistem dan prosedur di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. 04 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria.

pemberian arahan. Pasal 440 (1) Seksi Kerjasama Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara. d. e. (2) Seksi Verifikasi Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. 178     04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan standarisasi. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. norma. pedoman. g. pelatihan serta bantuan teknis. kriteria. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian izin di bidang kerjasama dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. pelaksanaan pemberian arahan. f. pengawasan dan penegakan hukum. pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur. pemberian ijin. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.DITJEN HUBUD (FINAL . bimbingan. pemberian arahan. b. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi penyelenggaraan bandar udara. sistem dan prosedur. norma.rtf .c. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. bimbingan. penyusunan standarisasi. pedoman.VALID). pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang verifikasi penyelenggaraan bandar udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara. pemberian ijin. bimbingan. Seksi Verifikasi Penyelenggaraan Bandar Udara. Pasal 439 Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar udara terdiri atas: a. Seksi Kerjasama Penyelenggaraan Bandar Udara.

pedoman. kriteria. pedoman. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. norma. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan.rtf 179     .Pasal 441 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. kriteria. menyusun serta melaksanakan kebijakan. Pasal 443 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442. norma. sistem dan prosedur di bidang standarisasi. kepegawaian. tata usaha. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . kerjasama dan program keamanan penerbangan. pelayanan darurat. pengendalian dan serta evaluasi dan pelaporan di bidang keamanan penerbangan. sistem dan prosedur.DITJEN HUBUD (FINAL . pelayanan darurat. pengelolaan sistem teknologi informatika. Direktorat Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a.VALID). urusan keuangan. b. Bagian Keenam Direktorat Keamanan Penerbangan Pasal 442 Direktorat Keamanan Penerbangan mempunyai tugas merumuskan. pengawasan. standar. kerjasama dan program keamanan penerbangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. penyiapan penyusunan standar.

c. pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. d. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. kerjasama dan program keamanan penerbangan. bimbingan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan dan fasilitas keamanan penerbangan. pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. pemberian arahan. e. pelayanan darurat. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang standarisasi. organisasi atau manajemen lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan. pemberian ijin dan/atau sertifikasi di bidang standarisasi. pelayanan darurat.DITJEN HUBUD (FINAL . Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang standarisasi. kerjasama dan program keamanan penerbangan. pelayanan darurat. 04 OTK KEMENHUB 2010 . organisasi atau manajemen lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang keamanan penerbangan. g. pengendalian dan penegakan hukum di bidang standarisasi. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel dan fasilitas keamanan penerbangan. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur keamanan penerbangan. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pelayanan darurat. h. kerjasama dan program keamanan penerbangan. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. pelayanan darurat.VALID).rtf 180     . fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya serta kendali mutu keamanan penerbangan. f. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan. Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan personel keamanan penerbangan.

tata usaha. b. sistem dan dan prosedur. penyusunan standar.rtf . c. kerjasama dan program keamanan penerbangan. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi. Subdirektorat Pelayanan Darurat. Pasal 444 Direktorat Keamanan Penerbangan terdiri atas : a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi keamanan penerbangan. norma. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. Pasal 445 Subdirektorat Standarisasi. Subdirektorat Standarisasi. dan dokumentasi teknis. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. 181     04 OTK KEMENHUB 2010 . Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. f. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan keuangan. kerjasama dan program keamanan penerbangan.VALID). d. kepegawaian dan personel. kriteria. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . pengelolaan sistem teknologi informatika. Subdirektorat Fasilitas Keamanan Pengangkutan Barang Berbahaya. Penerbangan dan e. Subdirektorat Standarisasi. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan. pedoman. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.i.

rtf 182     . kerjasama dan program keamanan penerbangan. Seksi Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang standarisasi. pengangkutan barang berbahaya. penyiapan bahan penyusunan standar. bimbingan. penyusunan standarisasi. pemberian persetujuan. d. Pasal 448 (1) Seksi Standarisasi Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Standarisasi Keamanan Penerbangan. pedoman.b. c. kerjasama dan program keamanan penerbangan. b. Pasal 447 Subdirektorat Standarisasi.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian arahan. Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan terdiri atas : a. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang standarisasi keamanan penerbangan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan dan/atau persetujuan di bidang standarisasi keamanan penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . norma. kerjasama dan program keamanan penerbangan. pedoman. pelayanan darurat. f. pengangkutan barang berbahaya dan pelayanan darurat. kriteria. norma.VALID). bimbingan. e. pelaksanaan pemberian arahan. pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur. sistem dan prosedur di bidang standarisasi keamanan penerbangan. evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi keamanan penerbangan. kriteria. pelatihan serta bantuan teknis di bidang standarisasi keamanan penerbangan.

b. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. sistem dan prosedur. Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat.DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan bahan penyusunan standar. pedoman. penyusunan standarisasi. pedoman. serta evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan darurat. norma. norma.rtf 183     . pengendalian. penyusunan standar.VALID). sistem dan prosedur. 04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. e. Pasal 449 Subdirektorat Pelayanan Darurat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. dan pelayanan darurat. kriteria. c. pelaksanaan pemberian arahan. pemberian ijin dan/atau persetujuan serta evaluasi dan pelaporan di bidang keamanan penerbangan. d. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian lisensi ijin dan/atau sertifikasi dan/atau persetujuan di bidang personel PKP-PK dan Salvage serta fasilitas pelayanan darurat. Subdirektorat Pelayanan Darurat menyelenggarakan fungsi: a. program keamanan bandar udara (airport contingency plan). pedoman. pengangkutan barang berbahaya. bimbingan.(2) Seksi Kerjasama dan Program Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. kriteria.

sistem dan prosedur. norma. pedoman. Seksi Fasilitas Pelayanan Darurat. bimbingan. pemberian sertifikasi.rtf . penyusunan standar. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. sistem dan prosedur. 184     04 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. Seksi Personel PKP-PK dan Salvage. Pasal 453 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Personel Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang penyidik pegawai negeri sipil dan personel keamanan penerbangan. Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. pelatihan serta bantuan teknis. lisensi dan persetujuan. kriteria. pedoman.Pasal 451 Subdirektorat Pelayanan Darurat terdiri atas : a. bimbingan.DITJEN HUBUD (FINAL . kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas pelayanan darurat. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. pemberian arahan. b. Pasal 452 (1) Seksi Personel PKP-PK dan Salvage mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standarisasi.VALID). penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. pemberian sertifikasi. evaluasi dan pelaporan di bidang personel PKP-PK dan salvage. sistem dan prosedur. norma. norma. penyusunan standarisasi. pemberian arahan. (2) Seksi Fasilitas Pelayanan Darurat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

pemberian arahan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian lisensi di bidang personel keamanan penerbangan. f.DITJEN HUBUD (FINAL . h. pelatihan serta bantuan teknis. norma. kriteria. penyidikan tindak pidana di bidang penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . evaluasi dan pelaporan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang penerbangan sipil. e. pedoman. kriteria dan prosedur. pedoman. Seksi Personel Keamanan Penerbangan. b. Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). d. penyusunan.b.VALID). penyiapan bahan penyusunan pedoman. bimbingan. Penyiapan bahan penyusunan standar.rtf 185     . pelatihan serta bantuan teknis di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. Pasal 455 Subdirektorat PPNS dan Personel Keamanan Penerbangan terdiri atas : a. bimbingan. kriteria dan prosedur di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). g. pelaksanaan pemberian arahan. c. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel keamanan penerbangan. Pasal 456 (1) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur di bidang personel keamanan penerbangan.

pelatihan serta bantuan teknis.VALID). kriteria. sistem dan prosedur. penyiapan bahan penyusunan standar. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya. norma. d. 186     04 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. pemberian lisensi. penyusunan standar. evaluasi dan pelaporan di bidang personel keamanan penerbangan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. norma. sistem dan dan prosedur. b. penyusunan standarisasi. Pasal 457 Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan. pelaksanaan pemberian arahan.rtf . bimbingan. sistem dan prosedur di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. e. pemberian arahan.DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengendalian di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. kriteria. pedoman. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan serta penanganan pengangkutan barang berbahaya.(2) Seksi Personel Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya menyelenggarakan fungsi : a. norma. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis di bidang fasilitas keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya.

Seksi Fasilitas Keamanan Penerbangan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas dan personel keamanan penerbangan dan penanganan pengangkutan barang berbahaya. 04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur. pemberian arahan. pemberian arahan. pelatihan serta bantuan hukum.VALID). Pasal 461 Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian sertifikasi. Seksi Personel Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Personel Penanganan Pengangkutan Barang Berbahaya. pemberian lisensi. kriteria.rtf 187     . Pasal 460 (1) Seksi Fasilitas Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Personel Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Personel Penanganan Pengangkutan Barang Berbahaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. penyusunan standarisasi. norma. Pasal 459 Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan dan Pengangkutan Barang Berbahaya terdiri atas : a. sistem dan prosedur. norma. pedoman. b. sistem dan prosedur. bimbingan. penyusunan standar. norma. serta evaluasi dan pelaporan di bidang personel fasilitas keamanan penerbangan dan personel penanganan pengangkutan barang berbahaya. penyusunan standarisasi. kriteria. pelatihan serta bantuan hukum serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas keamanan penerbangan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan penerbangan.f. bimbingan.

rtf 188     . pengangkutan barang berbahaya. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang keamanan penerbangan. penyusunan standarisasi. Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang keamanan penerbangan. b. dan pelayanan darurat. bimbingan. Pasal 463 Subdirektorat Kendali Mutu Keamanan Penerbangan terdiri atas: a. Pasal 464 (1) Seksi Kendali Mutu Keamanan Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan pemberian arahan. sistem dan prosedur pemberian arahan. pedoman. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. 04 OTK KEMENHUB 2010 .VALID).Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461. b. norma. Seksi Kendali Mutu Keamanan Bandar Udara. evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan bandar udara dan pelayanan darurat. pengendalian dan penegakan hukum di bidang kendali mutu keamanan angkutan udara dan bandar udara. d. c. pelatihan serta bantuan teknis. pengangkutan barang berbahaya.DITJEN HUBUD (FINAL . dan pelayanan darurat. dan pelayanan darurat. Seksi Kendali Mutu Keamanan Angkutan Udara. bimbingan serta bantuan teknis di bidang keamanan penerbangan. kriteria. e. pengawasan dan penegakan hukum. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang keamanan penerbangan. pengangkutan barang berbahaya.

dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL . komunikasi penerbangan. pengendalian. serta evaluasi dan pelaporan di bidang navigasi penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. kriteria.VALID). pengelolaan sistem teknologi informatika. pedoman. standar. norma. menyusun serta melaksanakan kebijakan.(2) Seksi Kendali Mutu Keamanan Angkutan Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Direktorat Navigasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan standarisasi. pengawasan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur pemberian arahan. urusan keuangan. evaluasi dan pelaporan di bidang kendali mutu keamanan angkutan udara dan pengangkutan barang berbahaya. Bagian Ketujuh Direktorat Navigasi Penerbangan Pasal 466 Direktorat Navigasi Penerbangan mempunyai tugas merumuskan. tata usaha. manajemen informasi aeronautika. kriteria. kepegawaian. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur. pengawasan dan penegakan hukum.rtf 189     . norma. bimbingan. Pasal 465 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan.

b. komunikasi penerbangan. manajemen informasi aeronautika. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. manajemen informasi aeronautika. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL . manajemen informasi aeronautika. i. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. penyiapan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. komunikasi penerbangan. norma. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. komunikasi penerbangan. sistem dan prosedur di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur navigasi penerbangan.VALID). f. e. pemberian arahan. g. manajemen informasi aeronautika. d. pengendalian dan penegakan hukum di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. manajemen informasi aeronautika. 04 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan. pemberian ijin. h. pelatihan serta bantuan teknis di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. c. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. komunikasi penerbangan. sertifikasi/registrasi di bidang manajemen lalu lintas penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan. pedoman. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. kriteria.rtf 190     . komunikasi penerbangan. pembinaan terhadap penyelenggara pemeliharaan peralatan elektronika penerbangan dan penyelenggara kalibrasi fasilitas penerbangan. manajemen informasi aeronautika. komunikasi penerbangan. penyiapan penyusunan standar. fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan.

d. kriteria.j. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. Subdirektorat Penerbangan. Subdirektorat Komunikasi Penerbangan. pedoman. kepegawaian dan personel. Pasal 468 Direktorat Navigasi Penerbangan terdiri atas : a. penyusunan standar. e. Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Subbagian Tata Usaha. 04 OTK KEMENHUB 2010 . dan dokumentasi teknis.rtf 191     . Pasal 470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 469. pengelolaan sistem teknologi informatika. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. Pasal 469 Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sertifikasi dan perijinan. norma. c. Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan keuangan. sistem dan prosedur. Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan. b. f. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen ruang udara dan pelayanan lalu lintas penerbangan. Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika. tata usaha.VALID). Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan.DITJEN HUBUD (FINAL .

pedoman. bimbingan. e. b. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi dan perijinan di bidang pelayanan lalu lintas penerbangan. c. norma. kriteria. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. d. pelaksanaan pemberian arahan. pemberian arahan. penyusunan standarisasi. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen ruang udara.rtf 192     . kriteria. pengawasan dan penegakan hukum. sistem dan prosedur di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. g. perjanjian atau hubungan internasional. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. Pasal 471 Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan terdiri atas: a. sistem dan prosedur.DITJEN HUBUD (FINAL . pedoman. penyiapan bahan penyusunan standar. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. bimbingan. pelaksanaan pengawasan.VALID). Pasal 472 (1) Seksi Manajemen Ruang Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Manajemen Ruang Udara. pelatihan serta bantuan teknis. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. f. norma. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pengendalian dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Manajemen Ruang Udara dan Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan.b. Seksi Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan.

pelatihan serta bantuan teknis di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. pengawasan. penyiapan bahan penyusunan standar. pengawasan dan penegakan hukum. e. pelatihan serta bantuan teknis.DITJEN HUBUD (FINAL . kriteria. norma. penyusunan standar. d. 193     04 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. pemberian arahan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Publikasi Informasi Aeronautika. pelaksanaan pemberian arahan.VALID). Pasal 474 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 473. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. Pasal 473 Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. kriteria. pedoman. sistem dan prosedur di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. penyusunan standarisasi. c. sistem dan prosedur. pedoman. Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika menyelenggarakan fungsi : a. bimbingan. pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen informasi aeronautika. pedoman. bimbingan. b.rtf . evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan lalu lintas penerbangan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Kartografi Penerbangan dan Publikasi Informasi Aeronautika. norma.(2) Seksi Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur. pemberian sertifikasi.

norma. b. pemberian arahan. norma. norma. pemberian sertifikasi. Seksi Kartografi Penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang Publikasi Infomasi Aeronautika. pengawasan dan penegakan hukum. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang kartografi penerbangan dan publikasi informasi aeronautika.DITJEN HUBUD (FINAL . pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang komunikasi penerbangan. Pasal 475 Subdirektorat Manajemen Informasi Aeronautika terdiri atas: a. pelatihan serta bantuan teknis.VALID). pembuatan peta penerbangan. g. pedoman. penyusunan standarisasi. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang kartografi penerbangan dan publikasi informasi aeronautika. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan standar. sistem dan prosedur. (2) Seksi Publikasi Infomasi Aeronautika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan penegakan hukum. pemberian arahan. bimbingan. kriteria. Seksi Publikasi Informasi Aeronautika. pedoman. Pasal 476 (1) Seksi Kartografi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan prosedur.f. penyusunan standarisasi. evaluasi dan pelaporan di bidang Kartografi Penerbangan. pedoman.rtf 194     . bimbingan. kriteria. sistem dan prosedur. Pasal 477 Subdirektorat Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria.

Seksi Operasi Komunikasi Penerbangan. d. c. Seksi Jaringan dan Peralatan Komunikasi Penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan.Pasal 478 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477. Subdirektorat Komunikasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. bimbingan. e. sistem dan prosedur di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. pelaksanaan pemberian arahan. norma. b. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL . 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan.VALID). pedoman. b. dan g. Pasal 479 Subdirektorat Komunikasi Penerbangan terdiri atas : a. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. f. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang operasi komunikasi penerbangan serta jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan. penyiapan bahan penyusunan standar.rtf 195     .

pemberian arahan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman.Pasal 480 (1) Seksi Operasi Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. sistem dan prosedur. pedoman. pemberian sertifikasi. pengawasan dan penegakan hukum. Pasal 481 Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pemberian arahan. penyusunan standarisasi. norma. sistem dan prosedur. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas bantu navigasi dan pengamatan penerbangan. evaluasi dan pelaporan di bidang Jaringan Dan Peralatan Komunikasi. norma.DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 481. norma. bimbingan.VALID). (2) Seksi Jaringan dan Peralatan Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. penyiapan bahan penyusunan standar. norma. bimbingan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. b. pelatihan serta bantuan teknis. penyusunan standarisasi. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang Operasi Komunikasi Penerbangan. kriteria. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. sistem dan prosedur. pengawasan dan penegakan hukum. Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a. kriteria. sistem dan prosedur di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan.rtf 196     . pemberian sertifikasi. penyusunan standar.

Pasal 484 (1) Seksi Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.c. sistem dan prosedur. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. b. pedoman. Pasal 483 Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan Penerbangan terdiri atas : a. kriteria. bimbingan.rtf 197     . pemeliharaan d. penyiapan bahan pembinaan penyelenggara peralatan elektronika penerbangan. pembinaan penyelenggara pemeliharaan peralatan elektronika penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. h. pengawasan dan penegakan hukum.VALID). f. pemberian sertifikasi.DITJEN HUBUD (FINAL . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. e. Seksi Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan. penyusunan standarisasi. Seksi Fasilitas Pengamatan Penerbangan. pelaksanaan pemberian arahan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan dan Fasilitas Pengamatan Penerbangan. pemberian arahan. g. evaluasi dan pelaporan di bidang Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan. bimbingan. norma. pelatihan serta bantuan teknis.

penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. pelatihan serta bantuan teknis. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. b. pedoman. sistem dan prosedur. pemberian arahan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan menyelenggarakan fungsi : a.(2) Seksi Fasilitas Pengamatan Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.rtf 198     . e. sistem dan prosedur di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. penyusunan standar. d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. bimbingan.VALID). pedoman. norma.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian sertifikasi. bimbingan. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. pedoman. pelaksanaan pemberian arahan. evaluasi dan pelaporan di Bidang Fasilitas Pengamatan Penerbangan. norma. kriteria. kriteria. penyiapan penyusunan standar. Pasal 486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. norma. Pasal 485 Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. kriteria. pengawasan dan penegakan hukum. c. penyusunan standarisasi.

VALID). g. pemberian sertifikasi. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. pengawasan dan penegakan hukum. pedoman. Seksi Standarisasi Navigasi Penerbangan. Seksi Sertifikasi Navigasi Penerbangan. kriteria. penyiapan bahan pembinaan penyelenggara kalibrasi fasilitas penerbangan. h. penyusunan standarisasi. Pasal 487 Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan terdiri atas: a. pemberian sertifikasi. bimbingan.f. sistem dan prosedur. Pasal 488 (1) Seksi Standarisasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Sertifikasi Navigasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang Sertifikasi Navigasi Penerbangan. bimbingan. norma. norma. b. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pelatihan serta bantuan teknis.rtf 199     . pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi Navigasi Penerbangan dan Sertifikasi Navigasi Penerbangan. pemberian arahan. pemberian arahan. pengawasan dan penegakan hukum.DITJEN HUBUD (FINAL .

kriteria. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490. pedoman. pedoman. norma.VALID). Rekayasa. Rekayasa. penyiapan penyusunan standar. norma. kepegawaian.rtf 200     . Produk Aeronautika. b. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Produk Aeronautika. Produk Aeronautika. Rekayasa. sistem dan prosedur di bidang Standarisasi. sistem dan prosedur. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan dan pembinaan kepada inspektur kelaikan udara dan pengoperasian pesawat udara. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi. tata usaha. dan penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. standar. menyusun serta melaksanakan kebijakan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan.DITJEN HUBUD (FINAL . Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara menyelenggarakan fungsi: a. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. c. d. penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. Bagian Kedelapan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Pasal 490 Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara mempunyai tugas merumuskan. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara.Pasal 489 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana strategis direktorat. pengelolaan sistem teknologi informatika. urusan keuangan. kriteria. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara.

DITJEN HUBUD (FINAL . c. j. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. d. pemberian ijin dan/atau sertifikasi dan/atau registrasi di bidang Standarisasi. penyiapan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan. Subdirektorat Produk Aeronautika. pelaksanaan urusan keuangan. tata usaha. b. Subdirektorat Standarisasi. Subbagian Tata Usaha. Rekayasa. penyiapan bahan penyusunan dan keselamatan penerbangan nasional. kepegawaian dan personel. f. pembinaan penyelenggara pemeriksaan kesehatan penerbangan. Rekayasa.VALID). penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. Subdirektorat Perawatan. k. Produk Aeronautika. 04 OTK KEMENHUB 2010 . Rekayasa. Pasal 492 Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara terdiri atas : a. Rekayasa.e. h. dan dokumentasi teknis. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi. Subdirektorat Operasi Pesawat Udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi. Operasi dan Perawatan Pesawat Udara. pengelolaan sistem teknologi informatika.rtf 201     . Produk Aeronautika. pemberian arahan. g. i. Produk Aeronautika. bimbingan. Subdirektorat Rekayasa. Produk Aeronautika. pelaksanaan program f.

sistem dan prosedur. pelaksanaan pemberian arahan. penyiapan bahan pembinaan kesehatan penerbangan. penyelenggara pemeriksaan g. h. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. c. Subdirektorat Standarisasi menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. pedoman.VALID). norma. f. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. kriteria.DITJEN HUBUD (FINAL .Pasal 493 Subdirektorat Standarisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. e. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. pedoman. penyusunan standar. sistem dan prosedur di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. norma. Pasal 494 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 493. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. bimbingan. penyiapan bahan penyusunan standar. b. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di Bidang Standarisasi Teknik dan Operasi Penerbangan. i.rtf 202     . d. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan pelaksanaan program pencegahan insiden dan kecelakaan pesawat udara.

sistem dan dan prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. Seksi Standarisasi Operasi Penerbangan. kriteria. 04 OTK KEMENHUB 2010 . sistem dan prosedur. (2) Seksi Standarisasi Operasi Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan penegakan hukum. kriteria. sistem dan prosedur. penyusunan standarisasi. pedoman. norma. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Rekayasa Pesawat Udara. pedoman.VALID). b. pemberian arahan.Pasal 495 Subdirektorat Standarisasi. terdiri atas : a.rtf 203     .DITJEN HUBUD (FINAL . Pasal 498 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494. Pasal 497 Subdirektorat Rekayasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. pelatihan serta bantuan teknis. Subdirektorat Rekayasa menyelenggarakan fungsi : a. pemberian arahan. pemberian sertifikasi. pelatihan serta bantuan teknis. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Operasi Penerbangan. penyusunan standarisasi. bimbingan. penyusunan standar. program pencegahan insiden dan kecelakaan. Seksi Standarisasi Teknik. bimbingan. evaluasi dan pelaporan di bidang Standarisasi Teknik. Pasal 496 (1) Seksi Standarisasi Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. kriteria. norma. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. norma. pengawasan dan penegakan hukum. pemberian sertifikasi.

f. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. pelatihan serta bantuan teknis. norma. penyusunan standarisasi. pengawasan dan penegakan hukum. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. sistem dan prosedur. Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. Seksi Pengawasan Proses Rekayasa. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. kriteria. pedoman. pemberian arahan. penyiapan bahan penyusunan standar. d.b. kriteria. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. e.VALID). penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau persetujuan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. bimbingan. pedoman. bimbingan. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. Pasal 499 Subdirektorat Rekayasa terdiri atas : a. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.rtf 204     . pelaksanaan pemberian arahan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Proses Rekayasa dan Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Proses Rekayasa. Pasal 500 (1) Seksi Pengawasan Proses Rekayasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pemberian sertifikasi/perijinan. c. norma. g. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Proses Rekayasa.DITJEN HUBUD (FINAL .

pedoman. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. c.(2) Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.DITJEN HUBUD (FINAL . penyiapan bahan penyusunan standar. Pasal 501 Subdirektorat Produk Aeronautika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengawasan dan penegakan hukum. pemberian arahan. kriteria. subdirektorat Produk Aeronautika menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standar. pelaksanaan pemberian arahan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. pedoman. norma.VALID). pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara. sistem dan prosedur. pelatihan serta bantuan teknis. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Produk Aeronautika. f. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi dan/atau perijinan dan/atau persetujuan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. e.rtf . pemberian sertifikasi/perijinan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. norma. bimbingan. penyusunan standarisasi. sistem dan prosedur. kriteria. b. kriteria. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. 205     04 OTK KEMENHUB 2010 . bimbingan. norma. d. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 501. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi.

pelatihan serta bantuan teknis.DITJEN HUBUD (FINAL . pemberian sertifikasi/ijin. (2) Seksi Pengawasan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pedoman. pengawasan dan pengendalian.VALID). Pasal 503 Subdirektorat Produk Aeronautika terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Produksi. kriteria. pedoman.g. pemberian sertifikasi. norma. kriteria. b. pengawasan dan penegakan hukum. kriteria. penyusunan standar. penyusunan standarisasi. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi serta Pengesahan Produksi. norma. Seksi Pengawasan Mutu dan Proses Produksi. pedoman. norma. sistem dan prosedur. bimbingan. sistem dan prosedur. bimbingan. 04 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 206     . pelatihan serta bantuan teknis. Seksi Pengesahan Produksi. penyusunan standarisasi. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Mutu dan Proses Produksi. pemberian arahan. pemberian arahan. pengawasan dan penegakan hukum. serta evaluasi dan pelaporan di bidang Operasi Pesawat Udara. sistem dan prosedur. Pasal 505 Subdirektorat Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 504 (1) Seksi Pengawasan Mutu dan Proses Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi Personel Operasi Pesawat Udara.DITJEN HUBUD (FINAL . g. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan.VALID).rtf 207     . di bidang e. pelatihan serta bantuan teknis di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. Subdirektorat Operasi Pesawat Udara menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Pengawasan Operasi Pesawat Udara. b. Pasal 507 Subdirektorat Operasi Pesawat Udara terdiri atas : a. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. pelaksanaan pemberian arahan. f. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. c. d. 04 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan standar. Seksi Personel Operasi Pesawat Udara. pedoman. norma. b. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara.Pasal 506 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 505. kriteria. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara. bimbingan. sistem dan prosedur di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara dan Personel Operasi Pesawat Udara.

norma. 04 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). Pasal 510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 509. bimbingan. norma. pengendalian dan penegakan hukum di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. sistem dan prosedur. pemberian sertifikasi. pemberian sertifikasi. c. sistem dan prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. pedoman.rtf 208     . penyusunan standarisasi. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan tata cara pelaksanaan pengawasan. pengawasan dan pengendalian serta evaluasi dan pelaporan di bidang Perawatan Pesawat Udara. kriteria. b. pemberian arahan. pedoman. pemberian arahan. kriteria. kriteria. penyiapan bahan penyusunan standar.Pasal 508 (1) Seksi Pengawasan Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. sistem dan dan prosedur. pedoman.DITJEN HUBUD (FINAL . (2) Seksi Personel Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan standar. pengawasan dan penegakan hukum. Subdirektorat Perawatan menyelenggarakan fungsi : a. pengawasan dan penegakan hukum. penyusunan standarisasi. kriteria. evaluasi dan pelaporan di bidang Personel Operasi Pesawat Udara. evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan Operasi Pesawat Udara. bimbingan. norma. sistem dan prosedur di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. pedoman. Pasal 509 Subdirektorat Perawatan mempunyai tugas melaksanakan melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. norma. pelatihan serta bantuan teknis. pelatihan serta bantuan teknis.

pengawasan dan penegakan hukum. kriteria. pemberian arahan. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. pengawasan dan penegakan hukum. Seksi Perawatan Pesawat Udara. pelatihan serta bantuan teknis.DITJEN HUBUD (FINAL . norma. pemberian sertifikasi.rtf 209     . bimbingan. (2) Seksi Personel Teknik Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.d. penyusunan standarisasi. pelatihan serta bantuan teknis di bidang di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. kriteria. pemberian arahan. norma. pedoman. b. e. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian sertifikasi di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan. Pasal 512 (1) Seksi Perawatan Pesawat Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. bimbingan. g. pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum/tindakan korektif di bidang Perawatan Pesawat Udara dan Personel Teknik Perawatan Pesawat Udara. Pasal 511 Subdirektorat Perawatan terdiri atas : a. f. pelatihan serta bantuan teknis. pemberian sertifikasi. evaluasi dan pelaporan di bidang Personel Teknik Perawatan Pesawat Udara. sistem dan prosedur. 04 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. penyusunan standarisasi. Seksi Personel Teknik Perawatan. pelaksanaan pemberian arahan.VALID). bimbingan. sistem dan prosedur. evaluasi dan pelaporan di bidang Perawatan Pesawat Udara.

rtf 210     .Pasal 513 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis Direktorat. dan masing-masing Direktur. penyiapan bahan pelaporan serta administrasi PNBP. Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 514 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) (4) 04 OTK KEMENHUB 2010 . tata usaha. dan dokumentasi teknis. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). diatur berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 515 (1) Kelompok fungsional fungsional dan diatur berlaku.DITJEN HUBUD (FINAL . kepegawaian dan personel. urusan keuangan. pengelolaan sistem teknologi informatika. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dan rumah tangga direktorat yang meliputi perencanaan.VALID).

di lingkungan (2) b. e. dan kriteria penyelenggaraan perkeretaapian. dan penyiapan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . d. Pasal 517 Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perkeretaapian. Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 518 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 517.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . lalu lintas dan angkutan kereta api.VALID). penyiapan penyusunan standar. norma. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan perkeretaapian dan industri penunjang penyelenggaraan perkeretaapian. Direktorat Jenderal Perkeretaapian dipimpin oleh Direktur Jenderal. Tugas dan Fungsi Pasal 516 (1) Direktorat Jenderal Perkeretaapian adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan.BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN Bagian Pertama Kedudukan. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. prosedur. penyiapan pengujian dan sertifikasi prasarana. penyiapan pelaksanaan pembinaan dan penyelenggaraan perkeretaapian bidang keselamatan. sarana dan sumber daya manusia bidang perkeretaapian. prasarana dan sarana perkeretaapian. c.rtf 211 .

Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api. e. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. 212 b. penyiapan pengelolaan urusan keuangan dan barang inventaris milik/kekayaan negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 519 Direktorat Jenderal Perkeretaapian terdiri atas: a. dan Direktorat Keselamatan Perkeretaapian. penyiapan pengkoordinasian penyusunan kebijakan. rencana dan program pengembangan perkeretaapian. d. b.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .rtf . c. Direktorat Sarana Perkeretaapian.VALID). Direktorat Prasarana Perkeretaapian. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Pasal 520 Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum serta penyiapan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta kerja sama luar negeri. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang keselamatan dan transportasi perkeretaapian. c. penyusunan data dan informasi serta pelaporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

dan penyiapan bahan penyusunan data dan informasi serta laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a.VALID). penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pengelolaan urusan kepegawaian. penyusunan rencana dan program.rtf 213 . evaluasi pelaksanaan rencana dan program serta penyusunan laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . evaluasi dan koordinasi tindak lanjut hasil pemeriksaan fungsional dan laporan masyarakat. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. dan Bagian Kepegawaian dan Umum. penyusunan organisasi dan tata laksana. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian terdiri atas: a. c. Bagian Hukum.d. Pasal 522 e. penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan dalam penyusunan rencana dan program pengembangan perkeretaapian. Bagian Keuangan. b. Pasal 523 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan. Bagian Perencanaan. b. dan penyiapan penelaahan. c. d.

anggaran Direktorat b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 527 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan perbendaharaan anggaran direktorat jenderal dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.rtf 214 . anggaran c.VALID).Pasal 525 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. Pasal 528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 527. Subbagian Rencana. Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program pembangunan. b. penyusunan data dan informasi serta laporan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. c. rencana kerja dan anggaran serta dokumen anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan bahan pelaksanaan Jenderal Perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan dan penyusunan rencana pengembangan perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . c. b. Subbagian Program. Pasal 526 a. dan penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Pasal 529 Bagian Keuangan terdiri atas: a. (2) (3) 05 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 215 . Subbagian Perbendaharaan dan Barang Milik Negara. dan c. Peraturan Menteri dan setingkat Peraturan Direktur Jenderal. Pasal 531 Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.VALID). pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum serta urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta kerja sama luar negeri di bidang perkeretaapian. Pasal 530 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring/pemantauan penggunaan pengeluaran dan penerimaan serta revisi anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Subbagian Verifikasi Anggaran. penelaahan. Bagian Hukum menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. penyiapan bahan penyusunan rancangan. dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat pengaturan meliputi pengaturan setingkat Undang-Undang. Peraturan Pemerintah. Subbagian Perbendaharaan dan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan perbendaharaan dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Pasal 532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531. Subbagian Verifikasi Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan verifikasi anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

d. c. Pasal 533 c. dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat penetapan meliputi penetapan setingkat Keputusan Presiden.VALID). Keputusan Menteri. penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. b.rtf 216 . Peraturan Pemerintah. serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan setingkat Keputusan Direktur Jenderal. penyiapan bahan penyusunan rancangan. dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta urusan kerjasama luar negeri di bidang perkeretaapian. dan penetapan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat pengaturan meliputi pengaturan setingkat Undang-Undang. penelaahan. dan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian yang bersifat penetapan meliputi penetapan setingkat Keputusan Presiden. Pasal 534 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan. pelaksanaan jaringan dan dokumentasi hukum. dan setingkat Keputusan Direktur Jenderal. Keputusan Menteri. Subbagian Jaringan Dokumentasi dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. dan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri. penelaahan.b. Bagian Hukum terdiri atas: a. Peraturan Menteri. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan rancangan perjanjian. serta penyuluhan peraturan perundang-undangan di bidang perkeretaapian. dan setingkat Peraturan Direktur Jenderal. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Jaringan Dokumentasi dan Bantuan Hukum.

penyiapan bahan pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian dan administrasi perkantoran di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. c. pengembangan. Subbagian Kepegawaian dan Organisasi.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . organisasi dan tata laksana serta penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional bidang perkeretaapian. organisasi dan tata laksana.rtf . pengembangan dan mutasi pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. tata usaha dan rumah tangga Direktorat Jenderal Perkeretaapian. organisasi dan tata laksana dan penyiapan bahan administrasi jabatan fungsional di bidang perkeretaapian. dan pengelolaan urusan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . b. Pasal 537 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. mutasi dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. c.(3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan masyarakat dan antar lembaga serta pertimbangan urusan kerjasama luar negeri di bidang perkeretaapian.VALID). Pasal 535 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian. Subbagian Tata Usaha. Pasal 536 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 535. 217 b. Pasal 538 (1) Subbagian Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. dan Subbagian Rumah Tangga. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a.

Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan dalam. kriteria dan prosedur di bidang jaringan. Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539. penggandaan dan keprotokolan. Bagian Keempat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Pasal 539 (3) Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.VALID). lalu lintas dan angkutan kereta api. serta investasi di bidang perkeretaapian.rtf .DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. ekspedisi.(2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha kepegawaian. pedoman. pelaksanaan dan evaluasi biaya penggunaan. d. penyiapan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan pedoman perhitungan. c. pedoman. e. serta investasi di bidang perkeretaapian. dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana induk perkeretaapian dan rencana pembangunan serta rencana jaringan pelayanan perkeretaapian. serta investasi di bidang perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang jaringan. penyiapan penyusunan bahan dan pelaksanaan analisis mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian. 218 b. lalu lintas dan angkutan kereta api. serta investasi di bidang perkeretaapian. serta bimbingan teknis. kearsipan. surat menyurat. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan. lalu lintas dan angkutan kereta api. standar. urusan umum dan kesejahteraan pegawai. standar. lalu lintas dan angkutan kereta api. penyiapan perumusan kebijakan di bidang jaringan. f. kriteria dan prosedur. norma.

norma. pedoman. standar. standar. lalu lintas dan angkutan kereta api. Pasal 541 h. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan. penyiapan pelaksanaan penetapan. serta investasi di bidang perkeretaapian. pedoman.rtf . pemantauan dan evaluasi kelas jalur kereta api.g. izin operasi. Subdirektorat Angkutan. 219 b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Jaringan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Lalu Lintas. Pasal 542 Subdirektorat Jaringan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan pelaksanaan urusan tata usaha. kriteria. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. b.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . norma. pemanfaatan dan kondisi jaringan jalur kereta api.VALID). e. Subdirektorat Jaringan. c. evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan harmonisasi pengembangan dan penataan jaringan jalur kereta api. dan Subbagian Tata Usaha. dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur di bidang jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek. Subdirektorat Investasi. menengah dan panjang. kapasitas lintas. d. izin usaha. kepegawaian dan rumah tangga Direktorat. c. 05 OTK KEMENHUB 2010 . i. penyiapan bahan. evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan jalur kereta api baik perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. dan izin lintas pelayanan di bidang perkeretaapian. Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api terdiri atas: a.

dan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jaringan jalur kereta api. penyusunan pemanfaatan jaringan jalur kereta api yang beroperasi dan tidak beroperasi. penyiapan bahan pemaduan dan integrasi antarmoda dan intermoda di bidang perkeretaapian. f. pemantauan dan evaluasi kelas jalur kereta api.rtf .DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan jalur kereta api yang ada dan pengembangan jaringan jalur kereta api baru. dan Seksi Pengembangan Jaringan. serta evaluasi dan pelaporan di bidang penataan jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek. pemantauan dan evaluasi kelas. kapasitas lintas. b. Subdirektorat Jaringan terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi kelas stasiun. pemanfaatan dan kondisi stasiun. Seksi Penataan Jaringan. evaluasi. j. penyiapan bahan pemanfaatan jaringan jalur kereta api yang beroperasi dan tidak beroperasi. k.d. pemanfaatan dan kondisi stasiun. standar. penyiapan bahan. analisa dan rekomendasi mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian. penyiapan bahan sistem informasi manajemen jaringan jalur kereta api. penyiapan bahan. norma. kriteria dan prosedur. 220 05 OTK KEMENHUB 2010 . standar. Pasal 544 i. penyiapan bahan penetapan trase jalur kereta api. e. pedoman. dan bimbingan teknis dan harmonisasi. g. l. h. Pasal 545 (1) Seksi Penataan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemanfaatan dan kondisi jaringan jalur kereta api. standar. pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) jaringan jalur kereta api.VALID). menengah dan panjang. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana induk perkeretaapian dan rencana pembangunan serta rencana jaringan pelayanan perkeretaapian.

norma. pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api. Subdirektorat Lalu Lintas menyelenggarakan fungsi: a. dan marka. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan. tanda. menengah dan panjang. c. kriteria dan prosedur di bidang lalu lintas kereta api. pedoman. standar. kriteria.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . 05 OTK KEMENHUB 2010 . penggunaan sinyal. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan jalur kereta api yang ada dan pengembangan jaringan jalur kereta api baru. penyiapan bahan penetapan. evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas baik lalu lintas perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA). penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. penetapan trase jalur kereta api. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. d. rencana kelayakan. pedoman.(2) Seksi Pengembangan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan rencana induk. pedoman.rtf . 221 b. standar. norma. e. penyiapan bahan penetapan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan jaringan jalur kereta api untuk jangka pendek. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api. rencana teknis perkeretaapian. Pasal 546 Subdirektorat Lalu Lintas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. rencana pembangunan. norma. pemaduan dan integrasi antarmoda dan intermoda di bidang perkeretaapian. evaluasi dan rekomendasi mengenai dampak lingkungan di bidang perkeretaapian. dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID). Pasal 547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. f.

pemantauan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api.VALID). tanda. norma. kriteria dan prosedur. pemantauan dan evaluasi kereta api pada masa angkutan lebaran. 05 OTK KEMENHUB 2010 . natal dan tahun baru. pemantauan dan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api. penyiapan pelaksanaan penetapan. Subdirektorat Lalu Lintas terdiri atas: a. rencana operasi. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api. dan Seksi Lalu Lintas Perkotaan. Pasal 548 k. pelaksanaan penetapan. serta evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api antarkota.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .rtf 222 . pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. pemantauan dan evaluasi angkutan lebaran. penetapan. rencana operasi. standar. penyiapan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api. dan marka. natal dan tahun baru kereta api antarkota. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api.g. Pasal 549 (1) Seksi Lalu Lintas Antarkota mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. j. pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api. dan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api. perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. dan penyiapan pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. dan pelaksanaan penyelenggaraan. penetapan. pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA). b. i. h. penyiapan pelaksanaan penyelenggaraan. penggunaan sinyal. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas. Seksi Lalu Lintas Antarkota.

pedoman. b. pemantauan dan evaluasi perizinan lintas pelayanan kereta api. rencana operasi. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan kereta api. standar. evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan kereta api baik angkutan orang maupun angkutan barang. Subdirektorat Angkutan menyelenggarakan fungsi: a. dan marka.(2) Seksi Lalu Lintas Perkotaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . standar. Pasal 551 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. Pasal 550 Subdirektorat Angkutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan penetapan. pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) lalu lintas. natal dan tahun baru kereta api perkotaan. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi sistem operasi perjalanan kereta api.rtf 223 . dan pelaksanaan penyelenggaraan. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. penetapan. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kelambatan dan kecepatan perjalanan kereta api. pemantauan dan evaluasi angkutan lebaran. penggunaan sinyal. standar. c. kriteria dan prosedur di bidang angkutan kereta api. norma. perumusan kebijakan teknis pemaduan lintas pelayanan kereta api dengan moda lainnya. norma. tanda.VALID). serta evaluasi dan pelaporan di bidang lalu lintas kereta api perkotaan. pemantauan dan evaluasi kinerja jaringan dan lintas pelayanan kereta api. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan rencana. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di bidang angkutan kereta api. pemantauan dan evaluasi grafik perjalanan kereta api (GAPEKA). kriteria. penetapan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. kriteria dan prosedur. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang lalu lintas termasuk tata cara berlalu lintas.

pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. penyiapan bahan pelaksanaan penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta api.d. Pasal 553 (1) Seksi Angkutan Antarkota mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. i. pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO) dan subsidi angkutan perintis. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan kereta api. h. pemantauan dan evaluasi penempatan kereta-kereta ekonomi. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO) dan subsidi angkutan perintis. pemantauan dan evaluasi tarif untuk angkutan kereta api. pedoman.VALID). pemantauan dan evaluasi sistem tiket terpadu. k. standar. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang angkutan kereta api antarkota. Seksi Angkutan Antarkota. pemantauan dan 224 05 OTK KEMENHUB 2010 . b. Pasal 552 e. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan kereta api.rtf . g. j. pengawasan. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan. penetapan. penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. pemantauan dan evaluasi tarif. f. penetapan rencana. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Subdirektorat Angkutan terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun kereta api. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. dan Seksi Angkutan Perkotaan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. norma.

penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta perkotaan. pelaksanaan perumusan kebijakan dan evaluasi kewajiban pelayanan publik (PSO). pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun. penetapan. pemantauan dan evaluasi tarif. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang angkutan kereta perkotaan. penetapan penempatan. pemantauan dan evaluasi kinerja dan kebutuhan angkutan. penataan dan pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) angkutan kereta api antarkota. pedoman. dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. pedoman. c. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) stasiun. penetapan. kriteria dan prosedur investasi di bidang perkeretaapian. Subdirektorat Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penetapan. penetapan penempatan. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis investasi di bidang perkeretapian. pelaksanaan penyusunan pedoman perhitungan. pemantauan dan evaluasi penyelenggara perkeretaapian. Pasal 554 Subdirektorat Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. pedoman.VALID). pemantauan dan evaluasi sistem pengangkutan. penetapan rencana. (2) Seksi Angkutan Perkotaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan.rtf . standar. kriteria. pemantauan dan evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan.evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) angkutan. norma.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . norma. Pasal 555 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554. standar. penyiapan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan. 225 b. standar. pemantauan dan evaluasi keretakereta ekonomi. pemantauan dan evaluasi kereta-kereta ekonomi. evaluasi dan pelaporan investasi di bidang perkeretaapian baik perkeretaapian umum maupun perkeretaapian khusus. 05 OTK KEMENHUB 2010 .

dan Seksi Pengembangan Usaha. b. penyiapan bahan perumusan pedoman perhitungan. pemantauan dan evaluasi kerjasama pemerintah dan swasta (KPS). i.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Subdirektorat Investasi terdiri atas: a. standar. dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. pelaksanaan dan 226 05 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). pelaksanaan dan evaluasi biaya penggunaan. penetapan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan investasi di bidang perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan penataan dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) investasi di bidang perkeretaapian. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan penyelenggaraan kerjasama di bidang perkeretaapian. Pasal 557 (1 ) Seksi Penyelenggaraan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. j. pedoman perhitungan. norma. pemantauan dan evaluasi investasi pemanfaatan prasarana dan sarana perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi kerjasama pemerintah dan swasta (KPS) di bidang perkeretaapian. f. Seksi Penyelenggaraan Kerjasama.d. h. pedoman. pemantauan dan evaluasi nilai kerjasama pemanfaatan prasarana dan sarana perkeretaapian. Pasal 556 e. penetapan inventarisasi dan pengawasan aset pemerintah yang dikerjasamakan.rtf . pemantauan dan evaluasi izin usaha dan izin operasi di bidang perkeretaapian umum dan perkeretaapian khusus. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan pedoman perhitungan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan inventarisasi dan pengawasan aset pemerintah di bidang perkeretaapian yang dapat dikerjasamakan. penetapan pedoman perhitungan. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan. g.

rtf . pelaksanaan. fasilitas operasi kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian. (2) Seksi Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.evaluasi biaya penggunaan dan pengelolaan prasarana perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi promosi investasi perkeretaapian. standar. Direktorat Prasarana Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. serta bimbingan teknis. kepegawaian. kriteria dan prosedur. stasiun kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . stasiun kereta api. spesifikasi teknis. penetapan. norma. perpotongan dan persinggungan jalur kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian. Pasal 558 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. 227 b. penetapan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Kelima Direktorat Prasarana Perkeretaapian Pasal 559 Direktorat Prasarana Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. kriteria dan prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi dan laporan di bidang pengembangan usaha perkeretaapian. standar. pemantauan dan evaluasi penyelenggara perkeretaapian. norma. penyiapan penyusunan norma. dan rumah tangga Direktorat. kriteria dan prosedur di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api. penataan dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) investasi di bidang perkeretaapian. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api. pedoman. pedoman. pedoman. pemantauan dan evaluasi izin usaha dan izin operasi di bidang perkeretaapian. fasilitas operasi kereta api.VALID). standar.

b.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan pengoperasian prasarana perkeretaapian serta pengusahaan prasarana perkeretaapian milik negara. g. e. dan Sertifikasi Jalur dan Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api. f. Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api. stasiun kereta api dan fasilitas operasi kereta api serta pengujian prasarana perkeretaapian. Subdirektorat Pengujian Bangunan Kereta Api. pemberian tanda kelaikan prasarana termasuk material baru dan akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi prasarana perkeretaapian. perawatan. Direktorat Prasarana Perkeretaapian terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan pemeriksaan. penyiapan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. Pasal 561 d. e. dan penyiapan pelaksanaan urusan tata usaha. h.VALID). Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II. 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api.c. stasiun kereta api. d. c d. dan Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas jalur dan bangunan kereta api. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana perkeretaapian yang terdiri atas rencana jalur dan bangunan kereta api. pengujian. stasiun kereta api dan fasilitas operasi kereta api. kepegawaian. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I.rtf 228 . fasilitas operasi kereta api dan pengujian prasarana perkeretaapian.

kriteria dan prosedur di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. Nusa Tenggara dan Papua. Pasal 563 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. perawatan.rtf 229 . pedoman. norma. standar. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pengusahaan.Pasal 562 Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c. perawatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. Lombok. spesifikasi teknis. pengoperasian. penyiapan bahan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I serta evaluasi pelaksanaannya. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. standar. pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api di wilayah I yang meliputi Pulau Jawa. e. norma. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. penyelenggaraan administrasi material dan pergudangan. pedoman. dan prosedur serta bimbingan teknis. pelaksanaan pemeriksaan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. d.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyelenggaraan pembangunan. evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.VALID). penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. Bali. f. spesifikasi teknis. b. pengoperasian dan pengusahaan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I.

kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. pengesahan kualitas material baru jalan rel. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah I meliputi Pulau Jawa. i. Bali. pelaksanaan pembangunan. spesifikasi teknis. Pasal 564 h. Pasal 565 (1) Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I terdiri atas: a. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jalan rel.VALID). kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. b.g. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. dan Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah I. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. pelaksanaan pembangunan. norma. penyusunan 230 (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I. Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah I. evaluasi dan pelaporan di bidang jalan rel dan tanah kereta api. penyusunan penetapan rancang bangun. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pengoperasian dan pengusahaan jembatan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . spesifikasi teknis. pengoperasian dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. Lombok. pedoman. perawatan dan pengusahaan jembatan. pedoman. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. norma. perawatan dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. Nusa Tenggara dan Papua. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. evaluasi dan pelaporan di bidang jembatan. penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I.rtf .

penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jembatan. Bali. c. kriteria. pedoman. perawatan. evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. pengoperasian. penyelenggaraan pembangunan. dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a.penetapan rancang bangun. penyiapan bahan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Kalimantan.VALID). penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. penyelenggaraan administrasi material dan pergudangan. standar. pelaksanaan pemeriksaan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Nusa Tenggara dan Papua. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. spesifikasi teknis.rtf 231 . pedoman. dan pengusahaan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api di wilayah II yang meliputi Pulau Sumatera. b. spesifikasi teknis. pengesahan kualitas material baru jembatan. kriteria dan prosedur di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. Lombok. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Pasal 567 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. perawatan. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah I meliputi Pulau Jawa. d. pengoperasian. norma. Pasal 566 Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . 05 OTK KEMENHUB 2010 . pengusahaan.

evaluasi dan pelaporan di bidang jalan rel dan tanah kereta api. pengoperasian dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. dan Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah II. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. pelaksanaan pembangunan. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. h. penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. Kalimantan. Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah II.e. spesifikasi teknis.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. b. i. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah II meliputi Pulau Sumatera.rtf . standar. Subdirektorat Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II terdiri atas: a. perawatan dan pengusahaan jalan rel dan tanah kereta api. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. pedoman. penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II serta evaluasi pelaksanaannya. g. pengesahan kualitas material baru jalan rel. 232 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyusunan penetapan rancang bangun. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.VALID). Pasal 569 (1) Seksi Jalan Rel dan Tanah Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jalan rel. Pasal 568 f. norma.

evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas operasi kereta api. Pasal 570 Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pengesahan kualitas material baru jembatan. telekomunikasi. pedoman. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana fasilitas operasi kereta api. norma. spesifikasi teknis. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. standar. pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi yang meliputi persinyalan. 233 b.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pelaksanaan pembangunan. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. pelaksanaan pemeriksaan di bidang fasilitas operasi kereta api. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengusahaan fasilitas operasi kereta api. Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pedoman. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. pedoman. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang jembatan. c. kriteria dan prosedur di bidang fasilitas operasi kereta api. standar. Kalimantan.rtf . bangunan kereta api serta stasiun kereta api. spesifikasi teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang fasilitas operasi kereta api. standar. pengoperasian dan pengusahaan jembatan. Pasal 571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. evaluasi dan pelaporan di bidang jembatan. perawatan. pelistrikan dan bangunan pendukung fasilitas operasi kereta api. bangunan kereta api serta stasiun kereta api. bangunan kereta api serta stasiun kereta api.(2) Seksi Jembatan dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. penyusunan penetapan rancang bangun. penyelenggaraan pembangunan. perawatan dan pengusahaan jembatan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. spesifikasi teknis.VALID). pengoperasian.

DITJEN KA 4 DIT (FINAL . perawatan dan pengusahaan persinyalan. penempatan dan atau penyimpanan peralatan perawatan dan kebutuhan minimal suku cadang dan komponen perawatan fasilitas operasi kereta api. penyusunan penetapan rancang bangun. penyiapan bahan pemberian akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi di bidang fasilitas operasi kereta api. Pasal 572 e. evaluasi dan pelaporan di bidang persinyalan. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang persinyalan. penyiapan bahan penyusunan rancang bangun. spesifikasi teknis.VALID). b. standar. Subdirektorat Fasilitas Operasi Kereta Api terdiri atas: a. pelaksanaan pembangunan. penyiapan bahan kebijakan teknis kualitas material baru yang digunakan dalam pembangunan dan perawatan fasilitas operasi kereta api. pengoperasian dan pengusahaan persinyalan. g.rtf . dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas operasi kereta api. pengoperasian. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. penyiapan bahan pedoman perhitungan biaya perawatan dan pengoperasian fasilitas operasi kereta api serta evaluasi pelaksanaannya. perawatan dan pengusahaan fasilitas operasi kereta api milik negara. Seksi Persinyalan. dan Seksi Telekomunikasi dan Pelistrikan. penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian meliputi pembangunan. pengesahan kualitas material baru persinyalan serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi persinyalan. 234 05 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 573 (1) Seksi Persinyalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.d. i. pengoperasian. pedoman. norma. h. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. f.

pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang telekomunikasi dan pelistrikan. norma. standar. penyiapan bahan pemeriksaan dan pelaksanaan pengujian pertama dan berkala serta pemberian sertifikat pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. penyiapan bahan standar spesifikasi teknis peralatan pengujian yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. e. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . perawatan dan pengusahaan telekomunikasi dan pelistrikan. pengesahan kualitas material baru telekomunikasi dan pelistrikan. norma. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengoperasian dan pengusahaan telekomunikasi dan pelistrikan. pelaksanaan pelaksanaan pembangunan. kriteria dan prosedur di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pedoman. standar. penyusunan penetapan rancang bangun. penyiapan bahan kebutuhan minimal fasilitas peralatan 235 b.(2) Seksi Telekomunikasi dan Pelistrikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. Pasal 574 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api. stasiun kereta api serta pengesahan hasil uji serta pengolahan dan penyajian data di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api. serta akreditasi pelaksana jasa konsultansi serta konstruksi persinyalan. perhitungan dan evaluasi biaya perawatan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. 05 OTK KEMENHUB 2010 .rtf . spesifikasi teknis. penempatan dan atau penyimpanan peralatan suku cadang telekomunikasi dan pelistrikan. norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pengoperasian. d. Pasal 575 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574. standar.VALID).

rencana pengadaan. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II. b. 236 g.dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. standar. Pasal 577 (1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. Nusa Tenggara dan Papua. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. pedoman. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan kebutuhan suku cadang serta komponen fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. Bali.pengujian.rtf .DITJEN KA 4 DIT (FINAL . evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. norma.VALID). pengesahan kualitas material untuk jalur dan bangunan serta stasiun kereta api yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pengesahan hasil uji. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. Pasal 576 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Jalur dan Bangunan Kereta Api terdiri atas: a. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah I meliputi Pulau Jawa. pemanfaatan dan pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. standar. f. Lombok. pemeriksaan dan pengujian jalur dan bangunan serta stasiun kereta api. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api.

penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Kalimantan. d. standar. penyiapan bahan pemeriksaan dan pelaksanaan pengujian pertama dan berkala serta pemberian sertifikat pengujian fasilitas operasi kereta api. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. pemeriksaan dan pengujian jalur dan bangunan serta stasiun kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji serta pengolahan dan penyajian data di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. Pasal 579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578.VALID). Pasal 578 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. 237 b. pengesahan kualitas material untuk jalur dan bangunan serta stasiun kereta api yang digunakan dalam pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. norma. pedoman. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. pengesahan hasil uji. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. c. penyiapan bahan standar spesifikasi teknis peralatan pengujian yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api. kriteria dan prosedur di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api.rtf .kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pedoman. norma. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian jalur dan bangunan kereta api serta stasiun kereta api wilayah II meliputi Pulau Sumatera.

VALID). standar. penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. g. pemeriksaan dan pengujian 238 b. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. Pasal 581 (1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. norma.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . norma. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api terdiri atas: a.rtf . pemanfaatan dan pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api.e. rencana pengadaan. pelaksanaan pemeliharaan. Bali. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian fasilitas operasi kereta api di wilayah I meliputi Pulau Jawa. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 580 f. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. penyiapan bahan kebutuhan minimal fasilitas peralatan pengujian. pengesahan kualitas material untuk fasilitas operasi kereta api yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Lombok. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah I. pedoman. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian fasilitas operasi kereta api. standar. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah II. Nusa Tenggara dan Papua. pemeriksaan dan pengujian fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Fasilitas Operasi Kereta Api Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan kebutuhan suku cadang serta komponen fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. pedoman. pelaksanaan pemeliharaan.

penyusunan kebutuhan suku cadang dan komponen peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. c. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana kebutuhan sarana. standar. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. penyiapan penyusunan norma. Direktorat Sarana Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a.VALID). d. kriteria dan prosedur di bidang pengembangan. pengawasan.rtf .DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara. pedoman. penyiapan kebutuhan atau pemberdayaan kembali suku cadang fasilitas pengujian fasilitas operasi kereta api di wilayah II meliputi Pulau Sumatera. pengusahaan fasilitas peralatan pengujian fasilitas operasi kereta api. pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara. pedoman. kriteria dan prosedur. Pasal 582 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha.fasilitas operasi kereta api serta pengesahan hasil uji. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. penyiapan perumusan dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengembangan. standar. pengujian dan sertifikasi sarana serta pengelolaan sarana milik negara. 239 b. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan. dan rumah tangga Direktorat Bagian Keenam Direktorat Sarana Perkeretaapian Pasal 583 Direktorat Sarana Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. pengesahan kualitas material untuk fasilitas operasi kereta api yang digunakan dalam pengujian fasilitas operasi kereta api. evaluasi dan pelaporan di bidang sarana perkeretaapian. norma. pengawasan. 05 OTK KEMENHUB 2010 . Kalimantan. serta bimbingan teknis. kepegawaian. pengawasan.

dan rumah tangga Direktorat. f. kriteria. penyiapan pelaksanaan evaluasi serta pelaporan di bidang sarana. Subdirektorat Pengembangan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengembangan sistem informasi sarana. bimbingan teknis. standar. e. 240 b.rtf . prosedur. norma.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas sarana. standar. norma. dan Subbagian Tata Usaha. d. dan pelaksanaan tata usaha. pedoman. standar. pedoman. Subdirektorat Pengembangan Sarana. Direktorat Sarana Perkeretaapian terdiri atas: a. 05 OTK KEMENHUB 2010 . serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan pengembangan dan pengendalian mutu sarana perkeretaapian. Pasal 585 g. b. pedoman. Subdirektorat Pengawasan Sarana. Pasal 586 Subdirektorat Pengembangan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang rancang bangun dan rekayasa sarana perkeretaapian. kriteria. h. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II.VALID). dan prosedur serta bimbingan teknis. f. c. kepegawaian.e. penyiapan pelaksanaan perumusan kebijakan. Pasal 587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I. kriteria dan prosedur di bidang rancang bangun dan rekayasa sarana perkeretaapian.

VALID). kriteria. standar. persyaratan teknis sarana perkeretaapian serta database dan sistem informasi bidang pengendalian mutu. Pasal 589 (1) Seksi Rancang Bangun dan Rekayasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kriteria. standar. penyiapan bahan pengembangan informasi di bidang pengembangan sarana perkeretaapian. pedoman. h. penyiapan bahan pelaksanaan rancang bangun dan rekayasa. norma. dan prosedur serta bimbingan teknis. e. serta pengendalian mutu sarana perkeretaapian. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan sarana perkeretaapian. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana kebutuhan sarana perkeretaapian.c. pedoman. Seksi Pengendalian Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Seksi Pengendalian Mutu. pedoman. Pasal 588 Subdirektorat Pengembangan Sarana terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan rekayasa. g. Seksi Rancang Bangun dan Rekayasa. f. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi sarana perkeretaapian. 241 (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 .DITJEN KA 4 DIT (FINAL . norma. dan prosedur serta bimbingan teknis. standar. d. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan sarana perkeretaapian. penyiapan database dan sistem informasi bidang rancang bangun dan rekayasa. penyiapan bahan pembinaan rancang bangun dan rekayasa yang dilakukan oleh pihak lain. b.rtf . evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian mutu sarana perkeretaapian. Pasal 590 Subdirektorat Pengawasan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

penyiapan bahan pengembangan pengawasan sarana perkeretaapian. pedoman.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . norma. Pemeriksaan dan Perawatan.rtf 242 . dan Seksi Pengawasan Tempat dan Fasilitas Pengujian. pedoman. Pasal 592 e. kriteria. dan prosedur serta bimbingan teknis. Pemeriksaan dan Perawatan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan pengujian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . pemeriksaan dan perawatan sarana. Pemeriksaan dan Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 593 1) Seksi Pengawasan Pengujian. pemeriksaan dan perawatan serta database dan pengembangan sistem informasi. pengawasan fasilitas perawatan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawasan kelaikan operasional sarana perkeretaapian. standar. Subdirektorat Pengawasan Sarana terdiri atas: a. Seksi Pengawasan Pengujian. kriteria dan prosedur di bidang pengawasan sarana perkeretaapian.VALID). c. f. norma. dan penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan terhadap perawatan sarana perkeretaapian. d. standar. Subdirektorat Pengawasan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. sistem informasi b. b. pelaksanaan pengawasan pengujian. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan sarana perkeretaapian. penyiapan bahan perumusan kebijakan.Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. penyiapan bahan standar dan tata cara perawatan sarana perkeretaapian.

Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. kriteria. Pemeriksaan dan Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas sarana. dan tempat pengujian. dan prosedur serta bimbingan teknis. b. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan dan rehabilitasi sarana milik negara. pedoman. Seksi Pengadaan dan Pengoperasian. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan perawatan sarana milik negara. 243 05 OTK KEMENHUB 2010 . norma.2) Seksi Pengawasan Tempat dan Fasilitas Pengujian. dan Seksi Perawatan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengelolaan sarana milik negara. pedoman. standar. penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan bidang pengelolaan sarana milik negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan. f. penyusunan standar peralatan dan fasilitas pendukung di balai yasa. norma.rtf . Pasal 594 Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. e. c. standar. kriteria dan prosedur di bidang pengelolaan sarana milik negara. depo. database dan sistem informasi bidang fasilitas sarana perkeretaapian. penyiapan bahan pengembangan informasi pengelolaan sarana milik negara. evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan sarana milik negara.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . standar. norma. dan pengoperasian dan b. d.VALID). Pasal 596 Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara terdiri atas: a. Subdirektorat Pengelolaan Sarana Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.

dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana 244 05 OTK KEMENHUB 2010 . kriteria. standar. pedoman. standar. c. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. kriteria dan prosedur di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. Bali. serta standar dan tata cara perawatan sarana milik negara. dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. d. sistem informasi 2) b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. penyiapan bahan perumusan kebijakan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . Nusa Tenggara Barat. norma.rtf . dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 598 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengadaan. Pasal 599 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598.Pasal 597 1) Seksi Pengadaan dan Pengoperasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pengembangan pengujian dan sertifikasi sarana. penyiapan bahan pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana. serta database dan pengembangan sistem informasi sarana milik negara. norma. pelaksanaan pengadaan dan rehabilitasi sarana milik Negara. e. serta database dan pengembangan sistim informasi sarana milik negara. evaluasi dan pelaporan di bidang perawatan dan pemeliharaan sarana milik negara. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana wilayah I meliputi Pulau Jawa. standar. pedoman. pelaksanaan pengoperasian sarana milik negara. pedoman.VALID). Seksi Perawatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. Nusa Tenggara Timur dan Papua. norma. kriteria. standar.

Nusa Tenggara dan Papua. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana penggerak. Lombok. norma. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah I. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. Lombok. kriteria. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah I. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah I serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah I meliputi Pulau Jawa. b.VALID).DITJEN KA 4 DIT (FINAL . norma. Pasal 601 1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 602 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.rtf 245 . evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi.Pasal 600 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah I terdiri atas: a. pedoman. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana penggerak wilayah I serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi wilayah I meliputi Pulau Jawa. pedoman. standar. 2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . Nusa Tenggara dan Papua. dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana wilayah II meliputi Pulau Sumatera. Bali. standar. Kalimantan. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. Bali. dan prosedur serta bimbingan teknis. kriteria.

rtf . dan prosedur serta bimbingan teknis. norma. d. c. pedoman.Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. evaluasi dan 246 2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Sarana Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah II. dan prosedur serta bimbingan teknis. Pasal 604 Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Wilayah II terdiri atas: a. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. Pasal 605 1) Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Penggerak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi sarana penggerak. standar. penyiapan bahan pengembangan pengujian dan sertifikasi sarana. standar. kriteria. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan. standar. kriteria. pedoman. penyiapan bahan pelaksanaan pengujian sertifikasi sarana perkeretaapian. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana penggerak wilayah II serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi wilayah II meliputi Pulau Sumatera. b.VALID). penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. kriteria dan prosedur di bidang pengujian dan sertifikasi sarana. dan Seksi Pengujian dan Sertifikasi Sarana Tanpa Penggerak Wilayah II. sistem informasi b. e. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. pedoman.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .

pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian.pelaporan di bidang pengujian dan sertifikasi. norma. kriteria dan prosedur. kriteria dan prosedur. standar.rtf . Pasal 608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. Kalimantan. di bidang manajemen keselamatan perkeretaapian. Bagian Ketujuh Direktorat Keselamatan Perkeretaapian Pasal 607 Direktorat Keselamatan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan program keselamatan perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. penyiapan penyusunan standar. pedoman.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan rumah tangga Direktorat. Pasal 606 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. penegakan hukum.VALID). norma. kepegawaian. pedoman. 247 b. bimbingan teknis serta evaluasi dan pelaporan di bidang keselamatan perkeretaapian. Sulawesi dan Kepulauan Maluku. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah II serta database dan pengembangan sistem informasi bidang pengujian dan sertifikasi sarana tanpa penggerak wilayah II meliputi Pulau Sumatera. penegakan hukum. serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. Direktorat Keselamatan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a.

kepegawaian. dan laporan kecelakaan. penyiapan pemeliharaan dokumen akreditasi dan sertifikasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. penyiapan pelaksanaan sosialisasi keselamatan penegakan hukum di bidang perkeretaapian. k. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian. dan d. penyiapan penyusunan dan penetapan rencana peningkatan keselamatan perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan analisis perkembangan kondisi keselamatan perkeretaapian keselamatan perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan promosi keselamatan melalui diseminasi hal-hal khusus tentang keselamatan. penyiapan penerapan penegakan peraturan dan penindakan hukum yang berkaitan dengan keselamatan perkeretaapian.VALID).rtf 248 . dan rumah tangga Direktorat. pemeriksaan dan perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. i. serta akreditasi badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. g. kampanye keselamatan. e. f. dan pelaksanaan tata usaha. penyiapan perumusan dan pembinaan teknis di bidang manajemen keselamatan perkeretaapian. penegakan hukum. j.DITJEN KA 4 DIT (FINAL .c. penyiapan pemeriksaan dan audit keselamatan terhadap penyelenggara prasarana dan sarana perkeretaapian dalam rangka menjaga dan meningkatkan kinerja keselamatan perkeretaapian. infraksi (pelanggaran aturan). dalam bentuk seminar. h.

Pasal 609 Direktorat Keselamatan Perkeretaapian terdiri atas: a. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan menyelenggarakan fungsi: a.VALID). pedoman. Subdirektorat Penegakan Hukum. standar. serta sosialisasi dan promosi keselamatan. norma. c. Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. kriteria dan prosedur. bimbingan teknis. Pasal 610 Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 611 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan. penyiapan bahan pembinaan pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. b. pedoman. c. 249 d. sarana dan prasarana. dan Subbagian Tata Usaha. e. b. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan.rtf . sarana dan prasarana. kriteria dan prosedur di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. standar. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan. norma. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan perkeretaapian. 05 OTK KEMENHUB 2010 . sarana dan prasarana.

penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. sarana dan prasarana. standar. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. Pasal 612 e. pedoman. penyiapan bahan penyusunan dan penetapan rencana peningkatan keselamatan perkeretaapian penyiapan bahan perencanaan aspek keselamatan lalu lintas dan angkutan. Pasal 613 (1) Seksi Audit Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan bahan standar dan tata cara pelaksanaan audit keselamatan perkeretaapian. h.d. bidang audit keselamatan perkeretaapian. pengoperasian dan perawatan fasilitas keselamatan perkeretaapian. g. pemberian bimbingan teknis audit keselamatan perkeretaapian. Subdirektorat Audit dan Peningkatan Keselamatan terdiri atas: a. 250 05 OTK KEMENHUB 2010 . identifikasi daerah rawan kecelakaan dan bencana alam serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan audit keselamatan perkeretaapian.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . sarana dan prasarana. sarana dan prasarana. Seksi Audit Keselamatan. penyiapan bahan pelaksanaan audit dan peningkatan keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan.rtf . f. sarana dan prasarana. dan Seksi Peningkatan Keselamatan. b.VALID). pengadaan. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. pemantauan tindak lanjut akibat kecelakaan serta sosialisasi dan promosi keselamatan. norma. kriteria dan prosedur. i. penyiapan bahan pelaksanaan penyelenggaraan fasilitas keselamatan perkeretaapian meliputi pembangunan.

evaluasi dan pelaporan di bidang rekayasa peningkatan keselamatan. pedoman. sarana dan prasarana.rtf 251 . sarana dan prasarana. sarana dan prasarana. Pasal 614 Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan di bidang analisis dan penanganan kecelakaan perkeretaapian. pengembangan sistem informasi di bidang peningkatan keselamatan perkeretaapian serta pelaksanaan kebijakan dan pembinaan teknis. bimbingan teknis. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan.VALID). serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. standar. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. penyiapan bahan pelaksanaan analisis kecelakaan. dan prosedur. dan prosedur. pedoman. norma. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan menyelenggarakan fungsi: a. 05 OTK KEMENHUB 2010 . e. dan penanganan kecelakaan. dan penanganan kecelakaan.(2) Seksi Peningkatan Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. standar. penyiapan bahan perencanaan evaluasi keselamatan lalu lintas dan angkutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang analisis kecelakaan. b. kriteria. dan penanganan kecelakaan. pedoman. c. serta evaluasi keselamatan. penyiapan sistem informasi kecelakaan. sarana dan prasarana. dan penanganan kecelakaan. serta evaluasi keselamatan terhadap lalu lintas dan angkutan. norma. kriteria dan prosedur di bidang analisis kecelakaan. sarana dan prasarana. norma. d.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . kriteria. penyiapan bahan pembinaan pelaksanaan analisis kecelakaan. Pasal 615 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614. bimbingan teknis.

serta evaluasi keselamatan. norma.rtf (2) 252 . evaluasi dan pelaporan di bidang penanganan kecelakaan. Pasal 616 g. pelaporan di bidang penyebab kecelakaan serta pengembangan sistem informasi kecelakaan perkeretaapian. dan Seksi Penanganan Kecelakaan. pelaporan di bidang analisa kecelakaan. b. kriteria. dan prosedur. penyiapan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis. norma. dan penyiapan bahan pelaksanaan analisa laporan di bidang analisis kecelakaan terhadap lalu lintas dan angkutan. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pedoman. pedoman.f. serta pelaksanaan kebijakan dan pembinaan teknis bidang penanganan kecelakaan. Seksi Analisis Kecelakaan. penguji. pemeriksa. penyusunan bahan standar dan tata cara pelaporan kecelakaan perkeretaapian. Subdirektorat Analisis dan Penanganan Kecelakaan terdiri atas: a.VALID). standar. evaluasi dan pelaporan di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. pedoman. dan prosedur. kriteria. Pasal 617 (1) Seksi Analisis Kecelakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan bahan standar dan tata cara penanganan kecelakaan perkeretaapian. standar. Seksi Penanganan Kecelakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. bimbingan teknis. bimbingan teknis. standar. dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. pemeriksaan dan 05 OTK KEMENHUB 2010 . penetapan kualifikasi keahlian dan sertifikasi tenaga perawatan.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . pemberian akreditasi terhadap badan hukum atau lembaga yang melakukan pengujian. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang analisis dan penanganan kecelakaan perkeretaapian. sarana dan prasarana. Pasal 618 Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

Pasal 619 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618.perawatan prasarana dan sarana serta badan hukum atau lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkeretaapian serta sertifikasi sumber daya manusia perkeretaapian. d. c. Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . penyiapan bahan pemberian akreditasi lembaga/institusi yang melaksanakan pemeriksaan dan pengujian prasarana dan sarana kereta api. standar. penyiapan bahan penyusunan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis untuk tenaga perawatan. kriteria dan prosedur di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. pengujian dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. f. Seksi Akreditasi Kelembagaan.rtf 253 . penyiapan bahan penetapan sertifikat keahlian dan peningkatan kualitas/kuantitas tenaga perawatan. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. e. pemeriksaan. pemeriksa. norma. pedoman.VALID). dan Seksi Sertifikasi Sumber Daya Manusia. penguji. penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang akreditasi kelembagaan dan sertifikasi sumber daya manusia. dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. 05 OTK KEMENHUB 2010 . b. Pasal 620 Subdirektorat Akreditasi Kelembagaan dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia terdiri atas: a.

evaluasi dan pelaporan di bidang pemberian akreditasi lembaga/institusi yang melaksanakan pemeriksaan dan pengujian prasarana dan sarana kereta api. pedoman. norma. Pasal 622 Subdirektorat Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan norma. pemeriksa.DITJEN KA 4 DIT (FINAL . c. kriteria dan prosedur bidang sertifikasi sumber daya manusia. bimbingan teknis. Subdirektorat Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. serta bimbingan teknis. standar. Seksi Sertifikasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pedoman. serta koordinasi antar lembaga dalam penegakan hukum bidang perkeretaapian. penyusunan bahan materi dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis untuk tenaga perawatan. standar. bimbingan teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan pelaksanaan penyidikan. Pasal 623 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. penguji. pedoman. penetapan sertifikat keahlian dan peningkatan kualitas/kuantitas tenaga perawatan. kriteria dan prosedur di bidang penegakan hukum. pengujian dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. pedoman. serta evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan penegakan hukum bidang perkeretaapian. pemeriksaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan.Pasal 621 (1) Seksi Akreditasi Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pengoperasian prasarana dan sarana kereta api. norma. evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi sumber daya manusia. standar. penyiapan bahan koordinasi antar lembaga penegakan hukum bidang perkeretaapian.rtf . kriteria dan prosedur. 254 dalam (2) b.VALID). norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang penegakan hukum. kriteria dan prosedur bidang akreditasi lembaga serta bimbingan teknis. 05 OTK KEMENHUB 2010 . standar.

DITJEN KA 4 DIT (FINAL . norma.d. Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). penyiapan bahan penyidikan terhadap tindak pidana di bidang perkeretaapian. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis.rtf 255 . norma. Pasal 624 e. i. kriteria dan prosedur serta bimbingan teknis. pelaksanaan koordinasi antar lembaga dalam penyidikan. pedoman. penyiapan pelaksanaan penyidikan. b. (2) 05 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 625 (1) Seksi Bimbingan Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyuluhan tindak pidana di bidang perkeretaapian. Seksi Penyidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.VALID). evaluasi dan pelaporan di bidang penyidikan. pedoman. h. evaluasi dan pelaporan di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. dan Seksi Penyidikan. pengusulan pengangkatan/pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Subdirektorat Penegakan Hukum terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan bidang bimbingan teknis serta pengembangan sistem informasi. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan peruntukan ruang di kawasan perkeretaapian serta tata tertib pengguna jasa perkeretaapian. penyuluhan regulasi perkeretaapian. pengolahan dan penyiapan data penyidikan serta pelaksanaan tata kelola administrasi penyidikan. standar. standar. tata cara berlalu lintas di perlintasan sebidang. f. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi di bidang penegakan hukum. dan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penegakan hukum bidang perkeretaapian. pengumpulan.

VALID). (2) (3) (4) 05 OTK KEMENHUB 2010 . Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).DITJEN KA 4 DIT (FINAL . dan masing-masing Direktur.Pasal 626 Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan rumah tangga Direktorat. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.rtf 256 . Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 627 Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 628 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. kepegawaian.

evaluasi. e. Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal.ITJEN (FINAL . pemantauan. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Perhubungan.rtf 257 . Tugas dan Fungsi Pasal 629 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan.VALID). dan pelaksanaan Jenderal. 06 OTK KEMENHUB 2010 . c. reviu. Pasal 630 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan.BAB IX INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan. d. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Perhubungan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. administrasi di lingkungan Inspektorat (2) b. dan kegiatan pengawasan lainnya. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 631 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630.

VALID). Sekretariat Inspektorat Jenderal. d. program dan anggaran pelaksanaan pengawasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. e. Inspektorat III. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan. c. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 633 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. koordinasi dan penyusunan rencana.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 632 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. c. f. Inspektorat IV. dan penyajian Laporan Hasil Pengawasan. b.rtf 258 . dan Inspektorat V. pengolahan. Inspektorat II. Pasal 634 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633. b. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengelolaan data dan evaluasi kegiatan pengawasan. Inspektorat I.ITJEN (FINAL . 06 OTK KEMENHUB 2010 .

Bagian Perencanaan. g. c. pelaksanaan pengelolaan pembiayaan dan penggajian. program dan anggaran pengawasan. serta pengelolaan perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pemantauan. Bagian Kepegawaian dan Hukum. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. f. pengelolaan data serta evaluasi kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. d. pelaksanaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Keuangan dan Tata Usaha. dan Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit. Pasal 635 e. dan pelaksanaan pengelolaan persuratan.d. Pasal 637 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 636. Pasal 636 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. 06 OTK KEMENHUB 2010 . Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. program dan anggaran pelaksanaan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan.ITJEN (FINAL . penyiapan bahan penyusunan rencana. analisa dan tindak lanjut Laporan Hasil Pengawasan. h. b. dan verifikasi perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal.VALID). kearsipan. dan penyusunan laporan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal.rtf 259 . pelaksanaan penelaahan hukum dan peraturan perundangundangan.

urusan perlengkapan. 06 OTK KEMENHUB 2010 . Subbagian Program dan Anggaran. Bagian Kepegawaian dan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. (2) b. Pasal 639 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. kerumahtanggaan dan hubungan masyarakat di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan dan penyajian data kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 640 Bagian Kepegawaian dan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan kepegawaian.ITJEN (FINAL . penyiapan bahan penyusunan dan penataan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 638 c. Subbagian Data dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Subbagian Data dan Evaluasi. pengolahan dan penyajian data serta penyiapan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengawasan. penyiapan bahan pelaksanaan pengumpulan.b. Pasal 641 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 640. penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan. program dan anggaran pelaksanaan pengawasan. dan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengawasan di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 260 . b. pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Bagian Perencanaan terdiri atas: a.VALID).

penyiapan bahan pengelolaan urusan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal.c. penyiapan bahan pelaksanaan penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. hubungan masyarakat dan keprotokolan di lingkungan Inspektorat Jenderal. kerumahtanggaan.rtf 261 . Bagian Kepegawaian dan Hukum terdiri atas: a.ITJEN (FINAL . serta pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan di lingkungan Inspektorat Jenderal.VALID). serta penyusunan dan penataan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. f. Pasal 642 d. dan penyiapan bahan pengelolaan hubungan masyarakat (humas) dan keprotokolan di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyusunan laporan pelaksanaan anggaran dan perjalanan dinas. Subbagian Kepegawaian. Subbagian Hukum dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan. (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 . dan Subbagian Hukum dan Umum. b. penyiapan bahan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Inspektorat Jenderal. e. g. Pasal 643 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan kepegawaian. Pasal 644 Bagian Keuangan dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penatausahaan pembiayaan dan penggajian. pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) serta pengelolaan urusan perlengkapan. penyiapan bahan pengelolaan urusan kerumahtanggaan di lingkungan Inspektorat Jenderal.

Pasal 648 Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan.VALID). Pasal 646 Bagian Keuangan dan Tata Usaha terdiri atas: a.Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. analisis. Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan serta pengelolaan perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan. dan b. Pasal 647 (1) Subbagian Pembiayaan dan Penggajian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan dan penggajian.rtf 262 .ITJEN (FINAL . b. pengolahan. (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Keuangan dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penatausahaan pembiayaan penggajian di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Pembiayaan dan Penggajian. penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran dan perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Jenderal. serta penyusunan laporan pelaksanaan anggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. c. dan penyiapan bahan pengelolaan urusan persuratan dan kearsipan di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Pasal 649 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 648, Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan penyusunan laporan hasil analisis laporan hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan laporan hasil audit di lingkungan Kementerian Perhubungan; penyiapan bahan pelaksanaan tindak lanjut laporan hasil audit Inspektorat Jenderal di lingkungan Kementerian Perhubungan; dan penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan terhadap tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), dan laporan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 650 Bagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit terdiri atas: a. b. Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit I; dan Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit II. Pasal 651 (1) Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, dan Sekretariat Jenderal. 263

b.

c. d.

e.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

(2)

Subbagian Analisa dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian hasil audit serta pemantauan tindak lanjut hasil audit di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Inspektorat Jenderal.

Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 652 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara. Pasal 653 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 652, Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara;

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

264

b.

pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Inspektorat Jenderal, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

265

Pasal 654 Inspektorat I terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 655 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat I. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur I dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 656 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua. Pasal 657 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 656, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

266

Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; b. pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di DKI Jakarta (Mahkamah Pelayaran), Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

267

Pasal 658 Inspektorat II terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 659 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat II. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur II dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 660 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Pasal 661 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 660, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian 268

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; b. pelaksanaan pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku; dan pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

c.

d.

e.

f.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

269

Pasal 662 Inspektorat III terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha; dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 663 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat, dokumentasi serta kearsipan Inspektorat III. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur III dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.

(2)

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 664 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.

06 OTK KEMENHUB 2010 - ITJEN (FINAL - VALID).rtf

270

dan Maluku Utara. pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. d. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.VALID). Kalimantan Timur. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Jawa Tengah. dan Unit Pelaksana Teknis 271 b. e. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. dan Maluku Utara. dan Maluku Utara. Jawa Tengah. Sulawesi Tenggara. pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Kalimantan Timur.rtf . Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. pelaksanaan pemeriksaan. Sulawesi Tenggara.Pasal 665 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 664. Jawa Tengah. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Nusa Tenggara Timur. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Jawa Tengah. Nusa Tenggara Timur.ITJEN (FINAL . Sulawesi Tenggara. Nusa Tenggara Timur. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. Kalimantan Timur. kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Tenggara. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. c. pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi. dan Maluku Utara. Kalimantan Timur. 06 OTK KEMENHUB 2010 .

Subbagian Tata Usaha. serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi baik pemerintahan maupun pembangunan pada lingkup Sekretariat Jenderal. Sulawesi Tenggara. Banten. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Sumatera Barat. Jawa Tengah. Pasal 667 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan.ITJEN (FINAL . Nusa Tenggara Timur. dan Maluku Utara. dokumentasi serta kearsipan Inspektorat IV. surat menyurat. dan Papua Barat. 272 06 OTK KEMENHUB 2010 . Sulawesi Barat. Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur IV dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. (2) Bagian Kedelapan Inspektorat V Pasal 668 Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi.VALID). Kepulauan Riau.Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Sumatera Selatan. Kalimantan Timur. pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan. perlengkapan.rtf . dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 666 Inspektorat IV terdiri atas: a. rumah tangga. kolusi dan nepotisme. b. dan f. Gorontalo.

Banten. Inspektorat V menyelenggarakan fungsi: a.ITJEN (FINAL . Gorontalo. dan 273 b. Banten. Kepulauan Riau. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Sulawesi Barat. Gorontalo. dan Papua Barat. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. Kepulauan Riau. dan Papua Barat. Gorontalo. pelaksanaan pemeriksaan. pelaksanaan perumusan laporan hasil pengawasan pada lingkup Sekretariat Jenderal. Kepulauan Riau. c. Sulawesi Barat. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. pelaksanaan perumusan kebijakan serta pelaksanaan pengawasan di bidang pemberantasan korupsi. Sumatera Barat. 06 OTK KEMENHUB 2010 . dan Papua Barat. Banten. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau. dan Papua Barat. Sumatera Barat. pelaksanaan pengusutan kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang pada lingkup Sekretariat Jenderal. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pada lingkup Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Gorontalo. Sumatera Barat.rtf . Kepulauan Riau. Direktorat Jenderal Perkeretaapian. e. Banten. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau.VALID). Gorontalo. Kepulauan Riau. dan Papua Barat. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Sulawesi Barat. d. Sulawesi Barat. pelaksanaan perumusan rencana dan program kerja pengawasan pada lingkup Sekretariat Jenderal. Sumatera Barat. Sumatera Barat. Sulawesi Barat. Direktorat Jenderal Perkeretaapian. kolusi dan nepotisme dan penanggulangan hambatan kelancaran pembangunan pada lingkup Kantor Pusat Sekretariat Jenderal. Banten. dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di Riau.Pasal 669 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 668.

Pasal 670 Inspektorat V terdiri atas: a. (2) Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 672 Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan Jabatan Fungsional Auditor berdasarkan peraturan perundang-undangan. perlengkapan. Pasal 671 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian.f. Subbagian Tata Usaha. rumah tangga. dokumentasi serta kearsipan Inspektorat V. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1).VALID). dan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. surat menyurat. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional Auditor senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal. Pasal 673 (1) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Auditor yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan peraturan perundangundangan.ITJEN (FINAL . Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggungjawab kepada Inspektur V dan secara administrasi bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Hukum.rtf . 274 (2) 06 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan tugas pengawasan lain atas petunjuk Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan perundangundangan. b.

ITJEN (FINAL . Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) (3) (4) 06 OTK KEMENHUB 2010 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).rtf 275 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 675 (1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 674 (4) Kelompok Jabatan Fungsional selain Auditor pada Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.(3) Jumlah tenaga fungsional Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).VALID). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan. penyusunan kebijakan teknis. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Tugas dan Fungsi Pasal 676 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan adalah unsur pelaksana di bidang penelitian dan pengembangan perhubungan. pemantauan. dan pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Perhubungan. Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a.VALID). Penelitian dan Perhubungan (2) b. Badan Penelitian dan Pengembangan dipimpin oleh Kepala Badan.BAB X BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 677 Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan.BA LITBANG PHB (FINAL . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan. c. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang perhubungan.rtf 276 . d. Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677.

e. Penelitian dan Pengembangan Manajemen Pusat Penelitian dan Transportasi Multimoda.rtf 277 . penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan.BA LITBANG PHB (FINAL . 07 OTK KEMENHUB 2010 . c. dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Udara. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Laut. Pasal 681 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 680. rencana dan program. perhubungan laut. Pengembangan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Darat dan Perkeretaapian.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 679 Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan terdiri atas: a. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Badan Perhubungan. dan perhubungan udara. d. perhubungan darat. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Pasal 680 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.VALID). b. perkeretaapian. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen transportasi multimoda dan/atau antarmoda.

pemantauan serta penyusunan laporan. kepustakaan dan publikasi. dan d. dan Bagian Umum. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. c. serta pelayanan administrasi kerjasama.rtf 278 . 07 OTK KEMENHUB 2010 .BA LITBANG PHB (FINAL . program dan anggaran penelitian dan pengembangan.VALID). pengkajian sistem b. Bagian Dokumentasi dan Kerjasama. penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di maksud dalam Pasal 683. Pasal 682 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan terdiri atas: a.b. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan rencana dan program penelitian dan pengembangan. dan pelaksanaan urusan kerumahtanggaan. c. c. Bagian Kepegawaian. ketatausahaan. dan penyiapan bahan pelaksanaan transportasi nasional. d. Bagian Perencanaan. keuangan. b. Pasal 683 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana dan program. penyiapan pelaksanaan administrasi kepegawaian. evaluasi serta laporan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. penyiapan pelaksanaan urusan dokumentasi.

Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program penelitian dan pengembangan. c. c. penyiapan bahan pelaksanaan administrasi kepegawaian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan. Pasal 686 (1) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan anggaran penelitian dan pengembangan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 685 Bagian Perencanaan terdiri atas: a.VALID). dan penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. serta pelaksanaan pengkajian sistem transportasi. (2) (3) b. Pasal 687 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan kepegawaian di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.BA LITBANG PHB (FINAL . b. Subbagian Program. penyiapan bahan pelaksanaan administrasi dan pembinaan jabatan fungsional. 07 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 279 . Subbagian Rencana. d. penyiapan bahan penyusunan rencana dan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta pengembangan dan kesejahteraan pegawai. dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di maksud dalam Pasal 687.

Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 690 (1) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi kepegawaian dan penyusunan.BA LITBANG PHB (FINAL . serta penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan dan Pelatihan Perhubungan. penyiapan bahan urusan publikasi dan visualisasi hasil penelitian dan pengembangan. b.rtf 280 . Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan penyiapan bahan administrasi kerjasama penelitian dan pengembangan. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi dan penyiapan bahan pembinaan jabatan fungsional. penyiapan bahan urusan dokumentasi dan kepustakaan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Pasal 691 Bagian Dokumentasi dan Kerjasama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan dokumentasi dan kepustakaan. b. (2) (3) 07 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Dokumentasi dan Kerjasama menyelenggarakan fungsi: a. c. publikasi serta pelayanan administrasi kerjasama di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.Pasal 689 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. Pasal 692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. dan pengembangan dan kesejahteraan pegawai. dan Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. pemeliharaan basis data kepegawaian.VALID). c.

b. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695. b. Subbagian Administrasi dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi kerjasama penelitian dan pengembangan. penyiapan bahan urusan ketatausahaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan.VALID).BA LITBANG PHB (FINAL . dan Subbagian Administrasi dan Kerjasama. (2) (3) c. keuangan. dan penyiapan bahan urusan kerumahtanggaan dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. penerbitan. dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pengelolaan keuangan di lingkungan Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian. kerumahtanggaan. Pasal 694 (1) Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan dokumentasi dan kepustakaan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Pasal 695 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan.rtf 281 .Pasal 693 Bagian Dokumentasi dan Kerjasama terdiri atas: a. Subbagian Publikasi. 07 OTK KEMENHUB 2010 . dan publikasi hasil-hasil pelaksanaan tugas Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan serta urusan kehumasan. c. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan.

Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Pasal 698 (1) Subbagian Tata Usah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. b. (2) (3)   Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda Pasal 699 Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.BA LITBANG PHB (FINAL .rtf 282 . Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kerumahtanggaan dan perlengkapan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Pasal 700 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 699. Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda menyelenggarakan fungsi: a. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Subbagian Keuangan. dan Subbagian Rumah Tangga. c.VALID). penyiapan penyusunan rencana.Pasal 697 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. 07 OTK KEMENHUB 2010 .

f. d.b.BA LITBANG PHB (FINAL . h. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. b. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Pasal 701 c. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.VALID). data dan aplikasi serta kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. e. penyiapan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Bidang Program dan Evaluasi. 07 OTK KEMENHUB 2010 . i.rtf 283 . penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. g. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda terdiri atas: a. program dan anggaran. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Pasal 702 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. c.

Pasal 703 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan rencana. dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Subbidang Program dan Kerja Sama. c. b. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 705 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. kerumahtanggaan. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. pengelolaan keuangan. b. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.VALID). Pasal 704 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda. administrasi jabatan fungsional. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi multimoda dan/atau antarmoda.rtf 284 . Pasal 706 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. d. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda.BA LITBANG PHB (FINAL .

dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. kerumahtanggaan. dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi multimoda dan/atau antarmoda. Pasal 708 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Mutimoda. b.rtf 285 . kerumahtanggaan. Pasal 709 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan urusan ketatausahaan. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . b. Subbidang Pelayanan Administrasi.BA LITBANG PHB (FINAL .VALID). pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda.

d.rtf 286 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a.VALID). 07 OTK KEMENHUB 2010 . kerjasama penelitian transportasi darat dan dan b. f.Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian Pasal 710 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian.BA LITBANG PHB (FINAL . penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan pengembangan bidang perkeretaapian. e. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. c. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. g. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan penyusunan rencana. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian.

dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 713 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana.BA LITBANG PHB (FINAL . b. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian.h. c. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. Bidang Program dan Evaluasi. penyiapan bahan penyusunan rencana. c. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. data dan aplikasi serta kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. d. b. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. Pasal 712 i.VALID). program dan anggaran. dan Kelompok Jabatan Fungsional.rtf 287 .

VALID).rtf 288 . kerumahtanggaan. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan urusan ketatausahaan. 07 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 716 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi darat dan perkeretaapian. Pasal 717 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. Subbidang Program dan Kerja Sama.BA LITBANG PHB (FINAL .Pasal 715 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717. pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. kerumahtanggaan. dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi darat dan perkeretaapian. dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan keuangan. administrasi jabatan fungsional. (2) b. b.

b. Subbidang Pelayanan Administrasi. Pasal 720 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan.BA LITBANG PHB (FINAL . Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721.rtf 289 . b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan perkeretaapian. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. 07 OTK KEMENHUB 2010 . program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut.Pasal 719 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a.VALID). kerumahtanggaan. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. (2) Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut Pasal 721 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. penyiapan penyusunan rencana.

data dan aplikasi. 07 OTK KEMENHUB 2010 . kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Pasal 724 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. penyiapan pelaksanaan kerjasama penelitian pengembangan bidang transportasi laut. penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Pasal 723 f. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut terdiri atas: a. e. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi laut. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. g. i. dan d. dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut.rtf 290 . b. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut.c. program dan anggaran.BA LITBANG PHB (FINAL . Bidang Program dan Evaluasi. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan.VALID). Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. h.

penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 727 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.VALID).BA LITBANG PHB (FINAL . dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. d. kerumahtanggaan. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. Subbidang Program dan Kerja Sama. administrasi jabatan fungsional. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut.rtf 291 . Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut. b. Pasal 726 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. c. program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan transportasi laut. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi laut.Pasal 725 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 728 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. pengelolaan keuangan.

Subbidang Pelayanan Administrasi.rtf 292 .VALID). pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. b.Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. dan penyiapan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi laut. b. Pasal 731 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan.BA LITBANG PHB (FINAL . Pasal 730 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. kerumahtanggaan. penyiapan urusan ketatausahaan. kerumahtanggaan. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan transportasi laut. (2) 07 OTK KEMENHUB 2010 . pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut.

d. penyiapan pemberian pelayanan penelitian dan pengembangan serta informasi ilmiah bidang transportasi udara. program dan anggaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. i. penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. penyiapan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara.Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara Pasal 732 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara.VALID). dokumentasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. 07 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara menyelenggarakan fungsi: a. dan b. g. f.rtf 293 . c.BA LITBANG PHB (FINAL . penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. kerumahtanggaan dan pengelolaan keuangan. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan pengendalian pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. h. penyiapan penyusunan rencana. penyiapan pelaksanaan kerjasama penelitian pengembangan bidang transportasi udara. e.

b. c.VALID). c. Pasal 737 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. program dan anggaran penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara.rtf 294 . Bidang Program dan Evaluasi. penyiapan bahan data dan aplikasi dalam menunjang penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara.BA LITBANG PHB (FINAL . Subbidang Program dan Kerja Sama. b. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi. 07 OTK KEMENHUB 2010 . program dan anggaran. data dan aplikasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 735 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. d. penyiapan bahan penyusunan rencana. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 735. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara.Pasal 734 Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara terdiri atas: a. kerjasama dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. b. dan Subbidang Evaluasi dan Pelaporan.

Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. Pasal 741 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi terdiri atas: a. Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) b. dokumentasi dan informasi di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. Pasal 740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 739. kerumahtanggaan.VALID). program dan anggaran serta kerjasama penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. penyiapan bahan urusan ketatausahaan. administrasi jabatan fungsional. kerumahtanggaan. dan Subbidang Dokumentasi dan Publikasi. pengelolaan keuangan dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. Pasal 739 Bidang Pelayanan Administrasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan.BA LITBANG PHB (FINAL . Subbidang Pelayanan Administrasi. 07 OTK KEMENHUB 2010 .Pasal 738 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan penyiapan bahan pelaksanaan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. pengelolaan keuangan.rtf 295 . b.

Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Litkayasa. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan/ditunjuk oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. (2) Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 743 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 744 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti.rtf 296 . Subbidang Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumentasi dan publikasi serta penyebaran informasi hasil penelitian dan pengembangan bidang transportasi udara. diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.BA LITBANG PHB (FINAL .VALID).Pasal 742 (1) Subbidang Pelayanan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara. dan sejumlah jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. kerumahtanggaan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) (3) (4) 07 OTK KEMENHUB 2010 .

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. penyusunan kebijakan teknis. Tugas dan Fungsi Pasal 745 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan.BAB XI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN Bagian Pertama Kedudukan. pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan.rtf 297 . 08 OTK KEMENHUB 2010 . dan dan pelaporan daya manusia pelaksanaan di bidang d. Pasal 746 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan. b. evaluasi pengembangan sumber Perhubungan.BA PSDM PHB (FINAL . pemantauan. rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan. c.VALID). (2) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dipimpin oleh Kepala Badan.

rtf 298 . Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Pasal 749 Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. d. dan e.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 748 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan terdiri atas: a. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. b. c. Pasal 750 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 749. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. penyiapan penyusunan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia perhubungan. Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara.BA PSDM PHB (FINAL .VALID).

tata usaha. 08 OTK KEMENHUB 2010 . serta kerjasama. kerumahtanggaan.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan koordinasi rencana. d.VALID). kehumasan dan keprotokolan. c. Bagian Keuangan.rtf 299 . penyiapan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. serta pelayanan informasi publik. penyuluhan dan sosialisasi. b. penyiapan pembinaan organisasi. norma. dan d. pedoman. Pasal 751 c. penyiapan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan. dan prosedur pengembangan sumber daya manusia perhubungan. e. Bagian Kepegawaian. dan penyiapan penyusunan hasil analisis dan evaluasi. Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan terdiri atas: a. h. anggaran dan target kinerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Bagian Umum. serta pelaporan kinerja organisasi. i. f. tata laksana dan reformasi birokrasi. Bagian Perencanaan. bantuan dan pertimbangan hukum. kriteria. program kerja. penyiapan penyusunan standar. penyiapan pembinaan administrasi kepegawaian Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.b. g.

d. rapat koordinasi tingkat menteri. c. Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a.VALID). b.Pasal 752 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan program kerja anggaran. dan h. laporan yang terkait dengan Aksi Pencegahan Korupsi. dan statistik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia perhubungan.rtf 300 . penyiapan bahan analisis dan evaluasi serta pelaporan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program pengembangan sumber daya manusia perhubungan. pengelolaan data dan informasi. penyiapan bahan dan pengelolaan data. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Kolusi dan Nepotisme dan laporan lainnya terkait dengan pelaksanaan kegiatan perencanaan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. f. penyiapan bahan penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyiapan bahan penyusunan indikator dan target kinerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyiapan bahan pelaksanaan pertemuan dengan lembaga tinggi dan tertinggi negara. perumusan kinerja. g. rapat tingkat Kementerian Perhubungan. laporan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan analisis dan evaluasi serta pelaporan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. penyiapan bahan penyusunan laporan tahunan. Pasal 753 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752. e. dan rapat intern Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. informasi.BA PSDM PHB (FINAL .

Pasal 757 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756. Subbagian Rencana. serta penyusunan laporan tahunan. penyiapan bahan penyusunan perencanaan kepegawaian dan basis data kepegawaian. indikator dan target kinerja pengembangan sumber daya manusia perhubungan. serta penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah.rtf 301 . serta rapat koordinasi. Pasal 755 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program. dan c.VALID). laporan akuntabilitas kinerja. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan data dan informasi. pelaksanaan pertemuan dengan lembaga tinggi dan tertinggi negara. Pasal 756 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan administrasi kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.Pasal 754 Bagian Perencanaan terdiri atas: a.BA PSDM PHB (FINAL . Subbagian Program. (2) Subbagian Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia perhubungan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. b. analisis dan evaluasi kinerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi. laporan yang terkait dengan Aksi Pencegahan Korupsi. Kolusi dan Nepotisme dan laporan lainnya terkait dengan pelaksanaan kegiatan perencanaan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. statistik.

penyiapan bahan administrasi pelaksanaan tugas belajar. k. f. fungsional tertentu dan jabatan fungsional umum. beasiswa. Subbagian Pengembangan Pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan pensiun pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan pembangunan karakter dan kesamaptaan pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan sistem penerimaan terpusat calon taruna pendidikan dan pelatihan perhubungan dan penyelenggaraan wisuda terpadu. penyiapan bahan pelaksanaan pengembangan pegawai. dan pemberian bantuan biaya pendidikan di dalam dan luar negeri. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan disiplin pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan penerimaan pegawai Badan Pengembangan SDM Perhubungan. h. penyiapan bahan pelaksanaan assesmen pegawai serta pelaksanaan pembinaan jabatan struktural. b.rtf 302 . Subbagian Mutasi dan Disiplin. g. j. d. dan l. Subbagian Perencanaan Kepegawaian. 08 OTK KEMENHUB 2010 .b. Pasal 758 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. dan c. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan kesejahteraan pegawai. i.VALID). e. c.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan mutasi pegawai Badan Pengembangan SDM Perhubungan. penyiapan bahan pelaksanaan pengangkatan dan penempatan pegawai.

penyiapan bahan usulan revisi anggaran. dosen. jabatan fungsional tertentu dan umum. cuti. detasering dan assesmen pegawai. pemutakhiran basis data pegawai serta penerimaan calon taruna dan wisuda secara terpusat. pengangkatan. administrasi penetapan angka kredit. pelaksanaan ujian dinas dan penyesuaian ijazah. serta pembinaan disiplin dan pensiun pegawai. serta jabatan umum. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program pengembangan pegawai.rtf 303 . 08 OTK KEMENHUB 2010 . beasiswa dan bantuan biaya pendidikan. penempatan. pembangunan karakter dan kesamaptaan aparatur. pemberian tugas belajar. pengelolaan akuntansi keuangan dan barang milik negara serta pengelolaan tindak lanjut hasil temuan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. perbendaharaan. urusan mutasi.VALID). d. Pasal 761 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760. penyiapan bahan penyusunan rencana pelaksanaan anggaran. widyaiswara dan instruktur. penyiapan bahan usulan pengelola anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Mutasi dan Disiplin mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pola pembinaan karir pegawai. c. pembinaan jabatan struktural.BA PSDM PHB (FINAL . b. kenaikan gaji berkala dan inpassing. penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan anggaran dan realisasi. penyelenggaraan pembinaan kesejahteraan pegawai. Pasal 760 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan anggaran.Pasal 759 (1) Subbagian Perencanaan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan kepegawaian/ man power planning. penerimaan.

Subbagian Pelaksanaan Anggaran dan TL-LHP. b.VALID). Pasal 762 Bagian Keuangan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaporan pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi Keuangan dan Perbendaharaan.e. f. Pasal 763 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran dan Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (TL-LHP) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana pelaksanaan anggaran. dan hasil prakualifikasi dan m. penyiapan bahan penyusunan tarif dan rencana target Penerimaan Negara Bukan Pajak non BLU. penyiapan bahan pelaporan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN). pelelangan serta sanggah banding. Subbagian Administrasi dan Pengelola Barang Milik Negara. h.rtf 304 . 08 OTK KEMENHUB 2010 . dan c. penyiapan bahan pelaksanaan anggaran pada Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. pengumpulan data dukung dan evaluasi terkait dengan laporan hasil audit. usulan revisi anggaran. l. penyiapan bahan tanggapan/ jawaban terhadap sanggah banding.BA PSDM PHB (FINAL . k. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan Badan Layanan Umum (BLU). i. pembinaan BLU/PNBP. penyiapan bahan pelaksanaan hasil audit internal dan eksternal. penyiapan bahan penetapan pemenang lelang. penyiapan bahan pelaporan Sistem Akuntansi Keuangan Pengguna Anggaran (SAKPA). g. j.

pengadaan dan pemeliharaan fasilitas kantor. d. c. tata laksana dan reformasi birokrasi.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan bahan pengelolaan ketatausahaan. penyiapan bahan perumusan perjanjian nasional dan internasional yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia di bidang Perhubungan. pengelolaan perpustakaan. urusan perjalanan dinas. pemantauan anggaran dan realisasi daya serap. keprotokolan.VALID). pelaporan Sistem Akuntansi Keuangan Pengguna Anggaran (SAKPA). kerjasama. penyiapan bahan pengelolaan urusan dalam. pelaksanaan bantuan hukum dan penyusunan pertimbangan hukum.(2) Subbagian Akuntansi Keuangan dan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penyelenggaraan rapat kedinasan.rtf 305 . pelaksanaan kehumasan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . (3) Subbagian Administrasi dan Pengelola Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan barang milik negara dan pelaporan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN). Pasal 764 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan tata usaha. penyuluhan dan sosialisasi serta pelayanan informasi publik di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Pasal 765 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 764. kerumahtanggaan dan urusan dalam. b. penyiapan bahan pelaksanaan pengadaan serta pemeliharaan fasilitas kesejahteraan pegawai. usulan pengelola anggaran dan pembayaran pengeluaran serta pelaporan keuangan. pengelolaan organisasi. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a.

perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. tugas pengelolaan penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan/ penyuluhan/ sosialisasi pada UPT di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. b. k. dan usulan ratifikasi konvensi internasional terkait pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan. penyiapan bahan pelayanan informasi publik. dan c. f. penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana. Subbagian Hukum dan Kerjasama. penyiapan bahan pelaksanaan perpustakaan dan keprotokolan. penyiapan bahan penataan reformasi birokrasi. j. rapat kedinasan. pengadaan kebutuhan kantor.rtf 306 . pengelolaan urusan dalam.VALID). Subbagian Hubungan Masyarakat dan Organisasi dan Tata Laksana Pasal 767 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatausahaan. i.e. penelaahan. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga. penyiapan bahan pelaksanaan penelaahan dan rumusan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang pengembangan sumber daya manusia perhubungan. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama dengan instansi/ lembaga baik di dalam maupun di luar negeri yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia perhubungan. l. pengelolaan perpustakaan dan keprotokolan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. h. penyiapan bahan koordinasi. Pasal 766 Bagian Umum terdiri atas: a. g. dan m. perjalanan dinas.BA PSDM PHB (FINAL . 08 OTK KEMENHUB 2010 . pengadaan dan pemeliharaan fasilitas. penyiapan bahan publikasi dan promosi serta kehumasan.

rancangan rumusan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. reformasi birokrasi. metodik. rancangan ratifikasi konvensi internasional. serta penyuluhan dan sosialisasi di bidang pengembangan sumber daya manusia perhubungan. kehumasan. perencanaan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. penelaahan. publikasi. serta rancangan perjanjian nasional dan internasional dalam rangka kerja sama dengan instansi/ lembaga baik di dalam maupun di luar negeri yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia perhubungan.rtf 307 . dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. promosi. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi: a. silabus. dan pelayanan informasi publik.VALID). c. alat pengajaran. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum. 08 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 769 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768. didaktik. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian.BA PSDM PHB (FINAL .(2) Subbagian Hukum dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi dan tata laksana. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat Pasal 768 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. b.

k. kerumahtanggaan. i. pelayanan informasi publik. Barang Milik Negara (BMN).d. 08 OTK KEMENHUB 2010 . f.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan pelaksanaan pemantauan. j. penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. h. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. e.rtf 308 . keuangan. analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. kepegawaian. perpustakaan. hukum. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian.VALID). instruktur. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian. penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. g. dan l. kehumasan. penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. pengelolaan data dan informasi.

d. Bidang Pelatihan. b. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. standarisasi dan akreditasi. pelaksanaan penyuluhan.BA PSDM PHB (FINAL . alat pengajaran. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. Pasal 771 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana. 08 OTK KEMENHUB 2010 . program dan anggaran pendidikan.Pasal 770 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat terdiri atas: a. sertifikasi. didaktik. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. Bagian Umum.VALID). metodik. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. dan c. dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. Bidang Pendidikan. silabus. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian. pembinaan lembaga pendidikan. e. Pasal 772 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 771. Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. rencana kebutuhan SDM. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian.rtf 309 . b. kerjasama. c.

penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian. penyuluhan serta pelaksanaan pemantauan.BA PSDM PHB (FINAL . (2) Subbidang Standarisasi Pendidikan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi darat dan perkeretaapian.f. Subbidang Program Pendidikan.rtf 310 .VALID). Pasal 774 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan j. pembinaan lembaga pendidikan. program dan anggaran pendidikan. h. instruktur. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. evaluasi dan pelaporan. rencana kebutuhan SDM. serta pembinaan sertifikasi. Pasal 773 Bidang Pendidikan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. kerjasama. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian. analisis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. i. dan b. Subbidang Standarisasi Pendidikan. g. k.

widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. rencana kebutuhan SDM. serta pemantauan. pelaksanaan penyuluhan. c. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a.VALID). sertifikasi.Pasal 775 Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pelatihan. f. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/ man power planning bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. metodik. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. e. dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. alat pengajaran. standarisasi dan akreditasi. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. pembinaan lembaga pelatihan. d. kerjasama. Pasal 776 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 775.rtf 311 . b. 08 OTK KEMENHUB 2010 . g. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat.BA PSDM PHB (FINAL . didaktik. silabus.

dan pelaporan. Pasal 777 Bidang Pelatihan terdiri atas: a. hukum. dan b. Barang Milik Negara (BMN). 08 OTK KEMENHUB 2010 . Subbidang Standarisasi Pelatihan.VALID). i. penyiapan bahan pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian.h. keuangan. program dan anggaran pelatihan. evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. penyuluhan serta pelaksanaan pemantauan. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. Subbidang Program Pelatihan. kepegawaian. Pasal 778 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. analisis. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan. dan j. k. kerjasama. pelayanan informasi publik. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi darat dan perkeretaapian.rtf 312 . Pasal 779 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. dan anggaran. perpustakaan. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan darat dan perkeretaapian. pembinaan lembaga pelatihan. serta pembinaan sertifikasi.BA PSDM PHB (FINAL . program. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan darat dan perkeretaapian bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi darat dan perkeretaapian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. kerumahtanggaan. mengkoordinasikan rencana. kehumasan. rencana kebutuhan SDM. pengelolaan data dan informasi. (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan.

kerumahtanggaan. dan anggaran. Keuangan. dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. e.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan bahan analisis. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kerumahtanggaan dan d. Barang Milik Negara (BMN) dan perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. dan Tata Usaha. penyiapan bahan penyusunan peraturan. penyiapan bahan pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan. f. penyiapan bahan perpustakaan. Subbagian Perencanaan.Pasal 780 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 779.VALID). penyiapan bahan urusan pengelolaan kepegawaian Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. pengkoordinasian rencana. b. penyiapan bahan pengkoordinasian rencana. program. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). Pasal 782 (1) Subbagian Perencanaan. dan anggaran. Keuangan. g. Pasal 781 Bagian Umum terdiri atas: a. h. hukum. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan darat dan perkeretaapian. evaluasi. keprotokolan.rtf 313 . Subbagian Datin dan Anev. dan b. dan pelayanan informasi publik. program. kepegawaian. penetapan. pertimbangan dan bantuan hukum. pelayanan informasi publik. 08 OTK KEMENHUB 2010 . c. dan i. kehumasan.

08 OTK KEMENHUB 2010 . c. penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat.BA PSDM PHB (FINAL .VALID). metodik. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan laut. analisis. penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan laut. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum. evaluasi. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. Informasi dan Analisis. silabus. d. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kelima Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut Pasal 783 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut.(2) Subbagian Datin dan Anev (Data. Evaluasi) mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan darat dan perkeretaapian. e. Pasal 784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 783. didaktik. alat pengajaran. b.rtf 314 . penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut.

f.VALID). g. keuangan. Barang Milik Negara (BMN). dan c. k.BA PSDM PHB (FINAL . Bidang Pendidikan. analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan laut. dan l. hukum. j. h. kepegawaian. Bagian Umum. b. kerumahtanggaan. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi laut. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. Pasal 785 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut terdiri atas: a. i. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut.rtf 315 . perpustakaan. penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. penyiapan pelaksanaan pemantauan. pengelolaan data dan informasi. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut. instruktur. penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. Bidang Pelatihan. penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. kehumasan. pelayanan informasi publik.

penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi laut. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi laut. e. Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 786 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pendidikan. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. standarisasi dan akreditasi.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut. didaktik. alat pengajaran. rencana kebutuhan SDM. instruktur. kerjasama. c. Pasal 787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 786.VALID). d. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi laut. pembinaan lembaga pendidikan.rtf 316 . b. g. metodik. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut. f. sertifikasi. pelaksanaan penyuluhan. pemantauan. h. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. silabus. dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi laut. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut.

kerjasama.i. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. serta pembinaan sertifikasi. Subbidang Standarisasi Pendidikan. rencana kebutuhan SDM. rencana kebutuhan SDM. program dan anggaran pelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut.VALID). pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. dan b. pembinaan lembaga pelatihan.BA PSDM PHB (FINAL . Pasal 790 (2) Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. k. 08 OTK KEMENHUB 2010 . pembinaan lembaga pendidikan. dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi laut. dan pelaporan. Subbidang Program Pendidikan. pelaksanaan penyuluhan. Pasal 789 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. program dan anggaran pendidikan. standarisasi dan akreditasi. Subbidang Standarisasi Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. kerjasama.rtf 317 . penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan laut. dan j. serta pemantauan. sertifikasi. Pasal 788 Bidang Pendidikan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut.

serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan laut. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut.Pasal 791 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi laut. 08 OTK KEMENHUB 2010 . k. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. d. e. i. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan.VALID). b. c. metodik. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum.BA PSDM PHB (FINAL . f. h. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan laut. widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi laut. silabus. alat pengajaran. dan j. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi laut. g. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur. didaktik. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan laut. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi laut.rtf 318 . penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan laut bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi laut. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut. penyiapan bahan pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi laut.

pembinaan lembaga pelatihan. pelaksanaan urusan pengelolaan kepegawaian Pengembangan SDM Perhubungan Laut. program.Pasal 792 Bidang Pelatihan terdiri atas: a. c. program dan anggaran pelatihan. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. pengelolaan data dan informasi. evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. pelaksanaan kerumahtanggaan dan perpustakaan. (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. pelayanan informasi publik. Pasal 794 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. dan anggaran. kerumahtanggaan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. serta pembinaan sertifikasi. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. hukum. Subbidang Standarisasi Pelatihan. program. rencana kebutuhan SDM. mengkoordinasikan rencana. Pusat d. kerjasama. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. Pasal 793 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbidang Program Pelatihan.BA PSDM PHB (FINAL . perpustakaan. Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794.VALID). dan anggaran. kepegawaian. dan pelaporan. Barang Milik Negara (BMN). dan b. penyiapan bahan koordinasi rencana. b. analisis.rtf 319 . 08 OTK KEMENHUB 2010 . kehumasan. keuangan.

penetapan. penetapan. Keuangan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . analisis. dan Tata Usaha.BA PSDM PHB (FINAL . pelayanan informasi publik. dan anggaran. dan i. evaluasi. (2) Subbagian Datin dan Anev mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan laut. hukum.rtf 320 . perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan. Pasal 796 Bagian Umum terdiri atas: a. dan b.e. pertimbangan dan bantuan hukum.VALID). evaluasi. Pasal 797 (1) Subbagian Perencanaan. penyiapan bahan penyusunan peraturan. Subbagian Datin dan Anev. Subbagian Perencanaan. f. dan pelayanan informasi publik. penyiapan bahan pelaksanaan analisis. mengkoordinasikan rencana. program. dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut. Keuangan. keprotokolan. kehumasan. dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. g. dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut. kepegawaian. h. keuangan. Barang Milik Negara (BMN). penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). kerumahtanggaan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan laut.

penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara. b. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara menyelenggarakan fungsi: a.rtf 321 . metodik. Pasal 799 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan udara.BA PSDM PHB (FINAL . e. c.VALID). penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum. silabus. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. penyiapan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhubungan udara. f. didaktik. alat pengajaran. d.Bagian Keenam Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara Pasal 798 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. 08 OTK KEMENHUB 2010 .

pemantauan dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan transportasi udara. Bidang Pelatihan. pelayanan informasi publik. dan l. kerumahtanggaan. b. kepegawaian. analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. keuangan. pembinaan lembaga pendidikan. perpustakaan. pengelolaan data dan informasi. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara. penetapan dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. Barang Milik Negara (BMN). penyiapan pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen. k. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. hukum. Pasal 801 Bidang Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pendidikan. Bagian Umum.g. penyiapan pelaksanaan urusan ketatausahaan. h.rtf 322 .BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan pelaksanaan pelatihan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. pelaksanaan penyuluhan. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dan pelatihan transportasi udara. penyiapan pelaksanaan pemantauan. instruktur. i. dan c.VALID). rencana kebutuhan SDM. standarisasi dan akreditasi. j. Pasal 800 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara terdiri atas: a. sertifikasi. 08 OTK KEMENHUB 2010 . penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. Bidang Pendidikan. kehumasan. kerjasama.

c. Bidang Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pendidikan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. alat pengajaran. pelaksanaan pendidikan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. e.rtf 323 .Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801. metodik. pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. silabus. g. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum.BA PSDM PHB (FINAL . d. i. pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara. h. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan transportasi udara. 08 OTK KEMENHUB 2010 . pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik (dosen.VALID). b. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pendidikan transportasi udara. didaktik. instruktur. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara. pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara. widyaiswara dan guru) dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan transportasi udara. dan j. f.

penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. Pasal 804 (1) Subbidang Program Pendidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pelatihan sumber daya manusia di bidang perhubungan udara. program dan anggaran pendidikan. rencana kebutuhan SDM.VALID). dan b. dan pelaporan penyelenggaraan pelatihan transportasi udara.BA PSDM PHB (FINAL . pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. kerjasama. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. Subbidang Program Pendidikan. dan pelaporan. Subbidang Standarisasi Pendidikan. serta pembinaan sertifikasi. sertifikasi. penyiapan bahan penyusunan persyaratan akreditasi program dan lembaga pelatihan transportasi udara. rencana kebutuhan SDM.rtf 324 . Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805. (2) Subbidang Standarisasi Pendidikan. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penyuluhan. serta pemantauan. pembinaan lembaga pelatihan. penyiapan bahan pemantauan. b. Pasal 805 Bidang Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program dan anggaran pelatihan. 08 OTK KEMENHUB 2010 . standarisasi dan akreditasi. pembinaan lembaga pendidikan.k. kerjasama. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. Pasal 803 Bidang Pendidikan terdiri atas: a.

silabus. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning bidang perhubungan udara. serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan sumber daya manusia bidang perhubungan udara. Subbidang Standarisasi Pelatihan. i. widyaiswara dan pelatih) dan manajemen di satuan pelatihan transportasi udara. pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan transportasi udara.c. penyiapan bahan penyusunan bahan kerjasama pelatihan di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. penyiapan bahan pemantauan. dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pelatihan transportasi udara.VALID).rtf 325 . dan b. pelaksanaan pembinaan sertifikasi SDM perhubungan udara bersama instansi yang bertanggung jawab melaksanakan pembinaan teknis transportasi udara. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum. Pasal 807 Bidang Pelatihan terdiri atas: a. f.BA PSDM PHB (FINAL . Subbidang Program Pelatihan. dan j. d. e. didaktik. alat pengajaran. k. pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. pelaksanaan penyuluhan pelatihan sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di bidang transportasi udara. h. g. pelaksanaan pembinaan tenaga pelatihan (instruktur. 08 OTK KEMENHUB 2010 . metodik.

08 OTK KEMENHUB 2010 . g. kepegawaian. serta pembinaan sertifikasi. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. rencana kebutuhan SDM. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). penyiapan bahan penyusunan peraturan. kerumahtanggaan. Pasal 810 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 809. analisis. dan anggaran. kerjasama. dan pelayanan informasi publik.Pasal 808 (1) Subbidang Program Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. b. pertimbangan dan bantuan hukum. kehumasan. mengkoordinasikan rencana. evaluasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. pembinaan tenaga pendidik dan kepelatihan. pelaksanaan kerumahtanggaan dan perpustakaan. program. pembinaan lembaga pelatihan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akreditasi dan standarisasi program. d. perpustakaan. dan pelaporan. (2) Subbidang Standarisasi Pelatihan. penyuluhan serta melaksanakan pemantauan. keuangan. keprotokolan. dan anggaran. c. pengelolaan data dan informasi.BA PSDM PHB (FINAL . penyiapan bahan pelaksanaan urusan pengelolaan kepegawaian Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara. f. pelayanan informasi publik. hukum. Pasal 809 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan.rtf 326 . program.VALID). pelaksanaan urusan ketatausahaan. e. penyiapan bahan koordinasi rencana. Barang Milik Negara (BMN). program dan anggaran pelatihan.

keuangan.VALID). program. Pasal 812 (1) Subbagian Perencanaan. kepegawaian. 08 OTK KEMENHUB 2010 . dan Tata Usaha. mengkoordinasikan rencana. dan i. dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan. dan anggaran. dan b. Bagian Ketujuh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan Pasal 813 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan. penyiapan bahan pelaksanaan analisis. Subbagian Perencanaan.rtf 327 .h. pelayanan informasi publik. kehumasan. Keuangan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan udara. Pasal 811 Bagian Umum terdiri atas: a. Keuangan. analisis. Barang Milik Negara (BMN). (2) Subbagian Datin dan Anev mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi pengembangan sumber daya manusia perhubungan udara.BA PSDM PHB (FINAL . penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. penetapan dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara. kerumahtanggaan. evaluasi. Subbagian Datin dan Anev. perpustakaan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara. hukum. evaluasi.

Pasal 814 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 813, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen sumber daya manusia aparatur perhubungan;

b. penyiapan penyusunan dan standarisasi kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; c. penyiapan penyusunan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan;

d. penyiapan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pelatihan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; e. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia /man power planning aparatur perhubungan; pelaksanaan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, pengelolaan data dan informasi dan pelaporan kinerja di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan;

f.

g. penyiapan pelaksanaan pembinaan widyaiswara dan tenaga manajemen di satuan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; h. penyiapan pelaksanaan pembinaan sertifikasi sumber daya manusia bersama instansi pembina; i. penyiapan pelaksanaan penyuluhan kepada sumber daya manusia aparatur perhubungan;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

328

j.

penyiapan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan; dan

k. penyiapan pelaksanaan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan untuk manajemen sumber daya manusia aparatur perhubungan. Pasal 815 Pusat Pengembangan Sumber Perhubungan terdiri atas: a. Bidang Perencanaan; Daya Manusia Aparatur

b. Bidang Penyelenggaraan; c. Bidang Sarana dan Prasarana; dan

d. Bagian Umum. Pasal 816 Bidang Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen serta rencana kebutuhan SDM aparatur perhubungan, rencana program dan anggaran, standarisasi, serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 817 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 816, Bidang Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan penetapan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia/man power planning aparatur perhubungan; c. penyiapan bahan penyusunan rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

329

d. penyiapan bahan penyusunan dan standarisasi kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; dan e. penyiapan bahan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 818 Bidang Perencanaan terdiri atas: a. Subbidang Program; dan

b. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 819 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan jenis pendidikan dan pelatihan manajemen serta rencana kebutuhan sumber daya manusia aparatur perhubungan, rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan manajemen, penyusunan standar kurikulum, silabus, metodik, didaktik, alat pengajaran, dan tenaga pengajar serta sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan, analisis dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 820 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, kerjasama, pembinaan lembaga pendidikan dan pelatihan, pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen, sertifikasi, dan penyuluhan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

330

Pasal 821 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820, Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan kerjasama pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; c. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan milik pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

d. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen; e. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan sertifikasi bersama instansi pembina; dan penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan kepada aparatur perhubungan. Pasal 822 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas: a. Subbidang Diklat Prajabatan dan Dalam Jabatan; dan

f.

b. Subbidang Diklat Teknis Manajerial.

Pasal 823 (1) Subbidang Diklat Prajabatan dan Dalam Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan prajabatan dan dalam jabatan, pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan prajabatan dan dalam jabatan, pembinaan widyaiswara, instruktur dan tenaga manajemen pendidikan dan pelatihan aparatur perhubungan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

331

(2) Subbidang Diklat Teknis Manajerial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, kerjasama pendidikan dan pelatihan teknis manajerial, pembinaan lembaga pendidikan dan pelatihan dan widyaiswara, instruktur serta tenaga manajemen, sertifikasi, dan penyuluhan pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 824 Bidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan sarana dan prasarana, pengelolaan sarana dan prasarana serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824, Bidang Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan;

b. penyiapan bahan penyusunan analisis kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; c. penyiapan bahan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan;

d. penyiapan bahan pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan; dan e. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan administrasi Barang Milik Negara (BMN).

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

332

Pasal 826 Bidang Sarana dan Prasarana terdiri atas: a. Subbidang Sarana; dan

b. Subbidang Prasarana. Pasal 827 (1) Subbidang Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan sarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan, pengelolaan administrasi sarana dan pemantauan, evaluasi dan pelaporan sarana pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Prasarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan pengelolaan prasarana pendidikan dan pelatihan manajemen aparatur perhubungan, penyusunan analisis kebutuhan, pengelolaan administrasi prasarana dan pemantauan, evaluasi dan pelaporan prasarana pendidikan dan pelatihan. Pasal 828 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, dan pelaporan kinerja serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 829 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan ketatausahaan, kerumahtanggaan dan perpustakaan;

b. penyiapan bahan urusan pengelolaan kepegawaian; c. penyiapan bahan penyusunan peraturan, pertimbangan dan bantuan hukum;

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

333

d. penyiapan bahan pelaksanaan kehumasan, keprotokolan, dan pelayanan informasi publik; e. f. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN); penyiapan bahan informasi; dan pelaksanaan pengelolaan data dan

g. penyiapan bahan pelaksanaan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 830 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; dan

b. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 831 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hukum, kehumasan, pelayanan informasi publik, keuangan, Barang Milik Negara (BMN), perpustakaan, dan pelaporan kinerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. Pasal 832 (1) Pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan Kementerian Perhubungan dapat dibentuk beberapa unit penunjang sebagai unit non struktural guna menunjang pelaksanaan kegiatan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan. (2) Setiap Unit Penunjang dipimpin oleh seorang Kepala Unit yang diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

334

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 833 Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 834 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya, khusus untuk Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan termasuk jabatan fungsional widyaiswara dan instruktur, yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok jabatan fungsional, dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan / ditunjuk oleh Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dan masing-masing Kepala Pusat. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.

08 OTK KEMENHUB 2010 - BA PSDM PHB (FINAL - VALID).rtf

335

Staf Ahli Bidang Multimoda dan Kesisteman Perhubungan. dan Inspektorat Jenderal. dan Staf Ahli Bidang Perhubungan. Pasal 836 (1) Staf Ahli terdiri atas: a. e. Direktorat Jenderal. Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah tertentu sesuai dengan bidang keahliannya. Staf Ahli Bidang Perhubungan.SAHLI (FINAL . Badan. Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administratif berada di bawah Sekretaris Jenderal dan sehari-hari dibina oleh Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan pada Biro Umum. Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan.rtf 336 . Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan. 09 OTK KEMENHUB 2010 . yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Teknologi dan Energi (3) (4) c.VALID).BAB XII STAF AHLI Pasal 835 (1) (2) Menteri Perhubungan dibantu oleh 5 (lima) Staf Ahli. Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan. b. Ekonomi dan Kemitraan d.

Pasal 837 (1) Staf Ahli Bidang Lingkungan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah lingkungan perhubungan.VALID). Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kemitraan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah ekonomi dan kemitraan perhubungan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal.(2) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli Bidang Multimoda dan Kesisteman Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah multimoda dan kesisteman perhubungan. (2) (3) (4) (5) 09 OTK KEMENHUB 2010 . Staf Ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah regulasi dan keselamatan perhubungan.SAHLI (FINAL . Staf Ahli Bidang Teknologi dan Energi Perhubungan mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Perhubungan mengenai masalah teknologi dan energi perhubungan.rtf 337 .

penyiapan pembinaan dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. f. pemeliharaan.BAB XIII PUSAT DATA DAN INFORMASI Pasal 838 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal.VALID). d. 10 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 840 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839. penyiapan penyusunan rencana. Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh seorang Kepala. e. penyiapan perumusan. (2) c. pengendalian dan pengelolaan sistem informasi. pengkajian dan penelaahan kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 338 . serta Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan koordinasi dan pengendalian kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. b. Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan dan pemantauan kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 839 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. penyiapan pembinaan.PUSDATIN (FINAL . data. program kerja dan anggaran di lingkungan Pusat Data dan Informasi. penyiapan evaluasi. dan penginventarisasian kegiatan sistem informasi dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan.

persuratan. perangkat keras. Bidang Sistem Informasi.g. dan Kelompok Jabatan Fungsional. yang meliputi perangkat lunak. d. kearsipan.PUSDATIN (FINAL . yang meliputi perangkat lunak. Bidang Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. program aplikasi. Pasal 841 h. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. program aplikasi. c. rumah tangga. pengendalian dan pengelolaan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. penyiapan bahan penyusunan rencana. yang meliputi perangkat lunak. b. kepegawaian. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 339 . program kerja dan anggaran pembangunan dan pengembangan sistem informasi. dan pelaksanaan urusan keuangan. Pusat Data dan Informasi terdiri atas: a. Pasal 842 Bidang Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. perangkat keras. penyiapan bahan perumusan. b. Pasal 843 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 842.VALID). 10 OTK KEMENHUB 2010 . Bagian Tata Usaha. Bidang Data. penyiapan pengelolaan administrasi dan penilaian angka kredit (PAK) Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. perlengkapan. perangkat keras. program aplikasi. pengkajian dan penelaahan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi.

penyiapan bahan evaluasi. penyiapan bahan koordinasi. g. dan pengendalian kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pembangunan dan pengembangan perangkat lunak dan program aplikasi dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan jabatan fungsional pranata komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan.c.VALID). dan Subbidang Perangkat Keras dan Infrastruktur Jaringan. program aplikasi. b. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan penginventarisasian kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi.PUSDATIN (FINAL . program aplikasi. Pasal 845 (1) Subbidang Perangkat Lunak dan Program Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. perangkat keras. program kerja dan anggaran. dan penyiapan bahan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan. yang meliputi perangkat lunak. Bidang Sistem Informasi terdiri atas: a. penyelenggaraan. e. f.rtf 340 . penyelenggaraan. dan pemantauan kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. 10 OTK KEMENHUB 2010 . Subbidang Perangkat Lunak dan Program Aplikasi. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. serta koordinasi pembinaan. yang meliputi perangkat lunak. penyiapan bahan pembinaan. Pasal 844 d. penyiapan bahan pembinaan sumber daya manusia melalui bimbingan teknis (bintek) dan bantuan teknis (bantek) di bidang pembangunan dan pengembangan sistem informasi. pemeliharaan. pengelolaan. yang meliputi perangkat lunak. perangkat keras. perangkat keras. yang meliputi perangkat lunak. program aplikasi. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. program aplikasi. dan evaluasi pembangunan dan pengembangan perangkat lunak dan program aplikasi. dan infrastruktur jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan. perangkat keras.

dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan koordinasi. yang meliputi pengintegrasian. c. program kerja dan anggaran. Pasal 847 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 846. pengolahan. penyiapan bahan pembinaan. 10 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). penyelenggaraan. pengolahan. analisis data dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. pengendalian dan pengelolaan data. analisis. yang meliputi pengintegrasian. program kerja dan anggaran pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pasal 846 Bidang Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. yang meliputi pengintegrasian. e. pengolahan data. dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer di lingkungan Kementerian Perhubungan. yang meliputi pengintegrasian. dan evaluasi pembangunan dan pengembangan perangkat keras dan infrastruktur jaringan. penyusunan rencana. pengkajian dan penelaahan kegiatan pengelolaan data. analisis. yang meliputi pengintegrasian data. pengelolaan dan pemantauan kegiatan pengelolaan data. dan pengendalian kegiatan pengelolaan data. penyiapan bahan evaluasi. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pembangunan dan pengembangan perangkat keras dan infrastruktur jaringan. analisis. dan penginventarisasian kegiatan pengelolaan data. pengolahan. penyiapan bahan perumusan. analisis. d. Bidang Data menyelenggarakan fungsi: a. b. serta koordinasi pembinaan.rtf 341 . dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. pemeliharaan. pengolahan.PUSDATIN (FINAL . penyelenggaraan.(2) Subbidang Perangkat Keras dan Infrastruktur Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.

Subbidang Pengintegrasian dan Pengolahan Data. dan penyiapan bahan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan pembinaan sumber daya manusia melalui bimbingan teknis (bimtek) dan bantuan teknis (bantek) di bidang pengelolaan data. persuratan. program kerja dan anggaran. perlengkapan. program dan anggaran.rtf 342 . dan evaluasi kegiatan pengintegrasian dan pengolahan data. serta koordinasi pembinaan. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang penyajian dan evaluasi data dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan Pasal 850 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. rumah tangga. administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. serta koordinasi pembinaan. penyelenggaraan. analisis. Bidang Data terdiri atas: a. b. (2) 10 OTK KEMENHUB 2010 . serta urusan keuangan. kearsipan. dan evaluasi data di lingkungan Kementerian Perhubungan. pengolahan. Pasal 849 (1) Subbidang Pengintegrasian dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. kepegawaian. dan pengelolaan administrasi barang milik negara Pusat Data dan Informasi.PUSDATIN (FINAL . Pasal 848 g. Subbidang Penyajian dan Evaluasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. yang meliputi pengintegrasian. dan Subbidang Analisis dan Evaluasi Data.f. dan evaluasi kegiatan penyajian dan evaluasi data. dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pengintegrasian dan pengolahan data dan pelaksanaan pembinaan teknis dan pengembangan Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan.VALID). program kerja dan anggaran. penyelenggaraan.

Subbagian Keuangan. program dan evaluasi di lingkungan Pusat Data dan Informasi. penyiapan bahan administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. pelaksanaan urusan rencana.rtf 343 .PUSDATIN (FINAL . pelaksanaan urusan keuangan di lingkungan Pusat Data dan Informasi. d. program dan anggaran Pusat Data dan Informasi. Subbagian Rencana. b. Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. 10 OTK KEMENHUB 2010 . f. pelaksanaan urusan kepegawaian dan penataan organisasi dan tata laksana urusan persuratan. dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Data dan Informasi. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum. c. kearsipan.VALID). penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana. c. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan anggaran. Pasal 852 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. program kerja. b. e. rumah tangga. perlengkapan. dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data dan Informasi.Pasal 851 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 850. serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Data dan Informasi. Pasal 853 (1) Subbagian Rencana. Program dan Evaluasi.

persuratan. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) (3) (4) 10 OTK KEMENHUB 2010 . diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 854 (3) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Statistisi. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Data dan Informasi. Masing-masing kelompok jabatan fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. organisasi. dan sejumlah jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.VALID). dan tata laksana. Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Pasal 855 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Pranata Komputer.PUSDATIN (FINAL . kearsipan dan rumah tangga di lingkungan Pusat Data dan Informasi. serta urusan administrasi dan penilaian angka kredit Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 344 .

penyiapan koordinasi terkait kajian. d. penyiapan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. Pasal 857 Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. c. penyiapan penyusunan rencana. dan anggaran penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. 11 OTK KEMENHUB 2010 . Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) b. Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. penyiapan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. e. program kerja. pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi. Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi dipimpin oleh seorang Kepala.PKKPJT (FINAL .VALID). penyiapan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi.rtf 345 .BAB XIV PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI Pasal 856 (1) Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal.

Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian menyelenggarakan fungsi: a. dan ketatausahaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. Pasal 859 g. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda.rtf 346 .f. Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi terdiri atas: a. d.VALID). kepegawaian. b. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. kerumahtanggaan. Pasal 860 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. c. dan Bagian Tata Usaha. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara. dan pelaksanaan urusan keuangan. 11 OTK KEMENHUB 2010 .PKKPJT (FINAL . b. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup sektor transportasi. Pasal 861 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860. penyiapan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan.

pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. b. dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan.PKKPJT (FINAL . Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Darat dan Perkeretaapian. e. penyusunan laporan. dan Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian. pelaksanaan kajian.c. penyiapan bahan koordinasi terkait kajian.VALID). Pasal 863 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Darat dan Perkeretaapian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. pelaksanaan kajian. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Darat dan Perkeretaapian terdiri atas: a. penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. penyusunan laporan. pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian. f. Pasal 862 d. pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi darat dan perkeretaapian. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi darat dan perkeretaapian.rtf 347 . (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 .

pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda menyelenggarakan fungsi: a. 11 OTK KEMENHUB 2010 . b. penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. d. penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda.Pasal 864 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. Pasal 865 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 864. f. e.VALID).PKKPJT (FINAL . pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. c.rtf 348 . penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. penyiapan bahan koordinasi terkait kajian.

dan Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda. pelaksanaan kajian. Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda.rtf 349 . b. pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda.PKKPJT (FINAL . penyiapan bahan penyusunan rencana dan program kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. Pasal 868 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara.Pasal 866 Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda terdiri atas: a. Pasal 869 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 868. Pasal 867 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. penyusunan laporan. penyusunan laporan. pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi laut dan manajemen transportasi multimoda. pelaksanaan kajian. Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara menyelenggarakan fungsi: a. (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 .VALID).

f. pemantauan dan evaluasi kemitraan transportasi udara. penyusunan laporan. lingkungan hidup transportasi udara.b.rtf 350 . Pasal 871 (1) Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. Subbidang Kajian Kemitraan Transportasi Udara. (2) 11 OTK KEMENHUB 2010 . pemantauan dan evaluasi pelayanan jasa transportasi.VALID). Bidang Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Udara terdiri atas: a. dan Subbidang kajian Pelayanan Jasa Transportasi Udara. pelaksanaan kajian. Pasal 870 c. d. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. pelaksanaan kajian. penyiapan bahan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. penyiapan bahan penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. Subbidang Kajian Pelayanan Jasa Transportasi Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. penyiapan bahan koordinasi terkait kajian. e. pemantauan dan evaluasi kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup transportasi udara. pelayanan jasa transportasi dan lingkungan hidup transportasi udara. dan penyiapan bahan pelaporan hasil pelaksanaan kajian kemitraan. b.PKKPJT (FINAL . penyusunan laporan.

Pasal 874 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. persuratan. anggaran. penyiapan bahan penyusunan rencana.VALID). serta pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. organisasi.Pasal 872 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana. b. Pasal 875 (1) Subbagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. 11 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 873 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 872.rtf 351 . persuratan. serta urusan keuangan. tata laksana. evaluasi dan pelaporan. c. program kerja. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. program kerja. kearsipan. kepegawaian. program kerja dan anggaran di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. perlengkapan dan kerumahtanggaan di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum. dan penyiapan bahan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Perencanaan dan Keuangan. d. dan pelaporan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. anggaran. b.PKKPJT (FINAL . kearsipan.

PKKPJT (FINAL . serta persuratan. diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. kearsipan. organisasi. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 877 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. (2) (3) (4) 11 OTK KEMENHUB 2010 . dan tata laksana. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).rtf 352 .VALID). Pasal 876 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. perlengkapan.(2) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Masing-masing kelompok jabatan fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi.

strategi dan program yang telah diputuskan Menteri atau disepakati jajaran pimpinan di lingkungan Kementerian Perhubungan serta memberikan penjelasan atau merespon masalah/isu publik. opini publik. pengelolaan opini publik dan isu strategis sektor transportasi.rtf 353 . (2) b. 12 OTK KEMENHUB 2010 . c. penyiapan perumusan kebijakan komunikasi publik di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan pengelolaan berita. Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh seorang Kepala.BAB XV PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK Pasal 878 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur penunjang Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal. dan isu strategis sektor transportasi. d.PKP (FINAL . penyelenggaraan pelayanan informasi dan dokumentasi. publikasi serta edukasi publik tentang kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan. penyiapan pembinaan kegiatan komunikasi publik Kementerian Perhubungan secara langsung dan melalui media. juru bicara Kementerian Perhubungan untuk penyampaian kebijakan publik. Pasal 879 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan komunikasi publik secara langsung dan/atau melalui media. Pasal 880 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879. Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi: a.VALID).

dan Kelompok Jabatan Fungsional. k. kepegawaian. c. d. j. Bagian Tata Usaha. penyiapan pembinaan dan pemeliharaan jejaring komunikasi publik internal dan eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan.PKP (FINAL . 12 OTK KEMENHUB 2010 .rtf 354 . penyiapan pembinaan pelaksana komunikasi publik/kegiatan humas di lingkungan Kementerian Perhubungan. i. Pasal 881 f. penyiapan koordinasi penyelenggaraan publikasi.VALID). penyiapan koordinasi penyelenggaraan komunikasi publik antara pimpinan Kementerian Perhubungan dengan media massa. g. Bidang Media Massa dan Opini Publik.e. dan edukasi publik tentang kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan serta pengelolaan pengaduan masyarakat di lingkungan. b. l. dokumentasi. Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi. h. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. dan pelaksanaan urusan keuangan. Pusat Komunikasi Publik terdiri atas: a. penyiapan pembinaan penyelenggaraan komunikasi publik/kegiatan kehumasan dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Humas di Kementerian Perhubungan. dan umum di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. penyiapan koordinasi penyelenggaraan pemberitaan dan penyebaran informasi sektor transportasi.

penyiapan bahan pelaksanaan komunikasi pemberitaan sektor transportasi melalui media massa. e. c. penyiapan bahan transportasi. penyiapan bahan pemantauan. dan pelaksanaan pengelolaan bahan tanggapan dan sanggahan berita media massa. Bidang Media Massa dan Opini Publik terdiri atas: a. b. i. penyiapan bahan pengelolaan kecenderungan berita yang bersumber dari media massa cetak. analisis dan evaluasi dalam rangka penyerapan persepsi publik sektor transportasi. penyiapan bahan rumusan kebijakan komunikasi publik.PKP (FINAL . dan Subbidang Analisis Berita dan Pengelolaan Opini.Pasal 882 Bidang Media Massa dan Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan komunikasi publik sektor transportasi melalui media massa dan pengelolaan berita. penyiapan bahan pelaksanaan komunikasi publik. d. dan isu strategis sektor transportasi. Subbidang Media Massa. elektronik dan media online. serta menyiapkan bahan pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 355 . 12 OTK KEMENHUB 2010 . f. pengelolaan isu strategis sektor penyiapan bahan pembinaan dan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal.VALID). opini publik. penyiapan bahan pengelolaan berita dan opini publik sektor transportasi. Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882. h. Pasal 884 g. Bidang Media Massa dan Opini Publik menyelenggarakan fungsi: a. b.

d. dan penyelenggaraan penerbitan. percetakan. percetakan. pemeliharaan jaringan komunikasi internal di lingkungan Kementerian Perhubungan. serta pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan hubungan serta kegiatan komunikasi berbagai kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan. Pasal 887 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 886.rtf 356 . Subbidang Analisis Berita dan Pengelolaan Opini mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan berita dan opini publik baik secara langsung maupun yang bersumber dari media massa. Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan pengelolaan pengaduan masyarakat. c. (2) b. 12 OTK KEMENHUB 2010 .VALID). sosialisasi dan publikasi informasi kebijakan dan kinerja di sektor transportasi. pengelolaan dokumentasi. serta pengelolaan media centre dan isu strategis sektor transportasi. Pasal 886 Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan informasi komunikasi publik berbagai kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan.PKP (FINAL . penyiapan bahan edukasi publik mengenai kebijakan sektor transportasi. pameran. pameran. dan berbagai bentuk publikasi kebijakan dan kinerja sektor transportasi. penyiapan bahan penerbitan.Pasal 885 (1) Subbidang Media Massa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan komunikasi pemberitaan sektor transportasi melalui media massa. penyiapan bahan pelayanan dan penyebaran informasi komunikasi publik sektor transportasi. edukasi.

dan pelaporan. anggaran. penyiapan bahan pengolahan. kepegawaian.PKP (FINAL . g. informasi komunikasi publik sektor transportasi. dan Subbidang Pelayanan Informasi dan Dokumentasi. dan penyelenggaraan penerbitan. Pasal 890 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. serta edukasi publik mengenai kebijakan dan kinerja sektor transportasi. dan umum di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. penghimpunan dan pengelolaan serta pendokumentasian pemberitaan. (2) 12 OTK KEMENHUB 2010 . Bidang Publikasi dan Pelayanan Informasi terdiri atas: a. Pasal 888 f. pemeliharaan jejaring informasi dan komunikasi internal di lingkungan Kementerian Perhubungan. penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan pemeliharaan jejaring komunikasi internal Kementerian Perhubungan. sosialisasi kebijakan. Subbidang Publikasi.rtf 357 . Pasal 889 (1) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan komunikasi publik kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan. dan penyiapan bahan pengelolaan pengaduan masyarakat. dan kinerja sektor transportasi. pencetakan.e. serta urusan keuangan.VALID). Subbidang Pelayanan Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengolahan. b. penghimpunan dan pendokumentasian bahan informasi publik sektor transportasi. dan proses penyiapan penanganan pengaduan masyarakat. pameran. program kerja.

c.rtf 358 . Program. serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. Pasal 892 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. dan pelaksanaan urusan persuratan. penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan administrasi Jabatan Fungsional Pranata Humas di lingkungan Kementerian Perhubungan. kearsipan. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. program kerja. pelaksanaan urusan kepegawaian. program kerja. pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. d. Subbagian Keuangan. Program. dan Evaluasi. serta penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Pusat Komunikasi Publik.Pasal 891 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 890. c. (2) 12 OTK KEMENHUB 2010 . dan anggaran. b. e. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. f. b. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Pusat Komunikasi Publik.VALID).PKP (FINAL . Pasal 893 (1) Subbagian Rencana. dan Subbagian Kepegawaian dan Umum. dan anggaran di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. Subbagian Rencana.

tata laksana. (2) (3) (4) 12 OTK KEMENHUB 2010 . serta administrasi Jabatan Fungsional Pranata Humas di lingkungan Kementerian Perhubungan. persuratan.VALID). Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.rtf 359 . kearsipan.(3) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik. organisasi. terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang tugas keahliannya berdasarkan peraturan perundang-undangan. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Komunikasi Publik. Pasal 894 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.PKP (FINAL . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 895 (1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 894.

UPT .ESELON . Pasal 897 Pembentukan. tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan peraturan yang baru berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. BAB XVII TATA KERJA Pasal 899 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan wajib menerapkan prinsip koordinasi. Pasal 898 Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Perhubungan yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan Menteri ini.rtf 360 .LAIN (FINAL . 13 OTK KEMENHUB 2010 .VALID) TTD. susunan organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 896 ditetapkan dengan Peraturan Menteri Perhubungan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan masingmasing maupun antara satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan serta instansi lain sesuai dengan tugas masing-masing.BAB XVI UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 896 Di lingkungan Kementerian Perhubungan dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksanaan tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis penunjang Kementerian Perhubungan sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan peraturan perundangundangan.

dan Sekretaris Badan menyusun laporan berkala kepada Sekretariat Jenderal. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Sekretaris Direktorat Jenderal. Kepala Direktorat. 13 OTK KEMENHUB 2010 . Pasal 905 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Pasal 902 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasannya masingmasing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Pasal 901 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan pengarahan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan.LAIN (FINAL .VALID) TTD. dan Kepala Biro Perencanaan.UPT . dan Kepala Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan.rtf 361 .Pasal 900 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib menerapkan sistem pengendalian intern di lingkungan masing-masing yang memungkinkan terlaksananya mekanisme uji silang. secara hirarkhi menyampaikan laporan kepada Sekretaris Jenderal.ESELON . Direktorat Jenderal. Pasal 904 Para Kepala Biro. dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai dengan lingkup kewenangan masing-masing. Direktur Jenderal. Pasal 903 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahannya wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut. dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Kepala Pusat.

Sekretaris Badan.ESELON . (2) (3) (4) (5) 13 OTK KEMENHUB 2010 . Direktur. Direktur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Subbidang. Inspektur.a. Kepala Subbagian. Sekretaris Direktorat Jenderal.a.VALID) TTD. Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.a yang dialihtugaskan pada jabatan Staf Ahli tetap diberikan Eselon I. Kepala Bidang.a. Inspektur Jenderal. setiap pimpinan satuan organisasi wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan organisasi di bawahnya.b.UPT .Pasal 906 Dalam melaksanakan tugas. dan Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon IV.a.rtf 362 . BAB XVIII ESELON. Kepala Bagian. dan Kepala Subdirektorat adalah jabatan struktural eselon III.LAIN (FINAL . Kepala Biro. Pasal 909 Pejabat struktural Eselon I. Sekretaris Jenderal. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 908 (1) Wakil Menteri. Kepala Pusat. dan Sekretaris Inspektorat Jenderal adalah jabatan struktural eselon II.a. Pasal 907 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi bawahannya dan dalam rangka memberikan bimbingan kepada bawahannya masingmasing wajib mengadakan rapat berkala.

Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Pusat Kajian Kemitraan Pelayanan Jasa Transportasi. 13 OTK KEMENHUB 2010 . Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Inspektur Jenderal. (2) (3) BAB XIX KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 911 Jenis jabatan fungsional yang dapat digunakan dan yang dibentuk di lingkungan Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. waktu capaian hasil kerja jabatan dan peta jabatan kepada Menteri Perhubungan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Perhubungan. Pusat Data dan Informasi.Pasal 910 (1) Sekretaris Jenderal. Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Perhubungan.VALID) TTD. dan Pusat Komunikasi Publik ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Kepala Badan. Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh Pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Perhubungan. Pasal 912 Dalam waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak Peraturan Menteri ini berlaku tiap-tiap pejabat eselon I harus telah menyampaikan usulan rumusan jabatan fungsional umum. Direktur Jenderal. satuan hasil kerja.rtf 363 . dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Perhubungan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Direktorat Jenderal Perkeretaapian.UPT . Pasal 913 Apabila terjadi pemekaran provinsi. maka tanggung jawab pengawasan yang dilakukan oleh para Inspektur pada Inspektorat Jenderal tetap berada pada lingkup Inspektur yang membawahkan provinsi semula.ESELON . uraian jenis-jenis kegiatan organisasi.LAIN (FINAL .

BAB XX PENUTUP Pasal 917 (1) Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan Menteri ini ditetapkan oleh Menteri Perhubungan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.Pasal 914 Penyusunan program dan anggaran hingga menjadi Dokumen Pelaksanaan Anggaran berupa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan dilaksanakan oleh Biro Perencanaan dengan melibatkan Biro Keuangan. Pasal 915 Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perhubungan. Pasal 916 Untuk kelancaran pelaksanaan tugas Pusat Komunikasi Publik.VALID) TTD. 364 (2) 13 OTK KEMENHUB 2010 . sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 20 Tahun 2008.ESELON . setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan wajib memberikan akses yang seluas-luasnya kepada Pusat Komunikasi Publik dalam mendapatkan berbagai data dan informasi untuk kepentingan komunikasi publik. maka Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 43 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan. dilaksanakan oleh Biro Keuangan dengan melibatkan Biro Perencanaan.UPT . Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan evaluasi paling lama 3 (tiga) tahun sejak Peraturan Menteri ini ditetapkan. Pasal 918 Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini.LAIN (FINAL .rtf . dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Inspektur Jenderal.UPT .VALID) TTD. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 5 Nopember 2010 MENTERI PERHUBUNGAN ttd. Wakil Menteri Perhubungan. para Sekretaris Badan dan para Kepala Pusat di lingkungan Kementerian Perhubungan. Agar setiap orang mengetahuinya. Kepala Badan Kepegawaian Negara. 5. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. para Direktur Jenderal. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. 13 OTK KEMENHUB 2010 . 2.rtf 365 . 6. memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. FREDDY NUMBERI SALINAN Peraturan Menteri ini disampaikan kepada : 1.Pasal 919 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. dan para Staf Ahli di lingkungan Kementerian Perhubungan. Sekretaris Inspektorat Jenderal.ESELON . para Kepala Badan. 4. 3. Para Kepala Biro. Menteri Keuangan. para Sekretaris Direktorat Jenderal. Sekretaris Jenderal.LAIN (FINAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN .

Bidang Lingkungan Phb. STAF AHLI MENTERI PERHUBUNGAN WAKIL MENTERI PERHUBUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI PUSAT DATA DAN INFORMASI . 3. Bidang Multimoda dan Kesisteman Phb. 4. 5. Bidang Teknologi dan Energi Phb.1. 2. Bidang Ekonomi dan Kemitraan Phb. Bidang Regulasi dan Keselamatan Phb.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL .

UDARA. DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN ANALISA DAN EVALUASI BAGIAN ORGANISASI DAN TATA AKSANA BAGIAN PERLENGKAPAN BAGIAN KERJASAMA LUAR NEGERI BAGIAN PEMBIAYAAN DAN PERJALANAN . & PENUNJANG BAGIAN PERJANJIAN DAN PERTIMBANGAN HUKUM BAGIAN TU PIMPINAN DAN KEPROTOKOLAN BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN PROGRAM BAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI.SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI BIRO KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIRO HUKUM DAN KERJASAMA LUAR NEGERI BIRO UMUM BAGIAN RENCANA BAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT. KESEJAHTERAAN.

BIRO PERENCANAAN BAGIAN RENCANA BAGIAN PROGRAM BAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN BAGIAN ANALISA DAN EVALUASI SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI LAUT DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI LAUT DAN MULTIMODA SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN RENCANA TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PROGRAM TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENTARIFAN DAN PELAPORAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

MUTASI KESEJAHTERAAN DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN RENCANA. DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN KARIER PEGAWAI SUBBAGIAN MUTASI DAN KEPANGKATAN PEGAWAI SUBBAGIAN ORGANISASI TRANSPORTASI DARAT.BIRO KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI BAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI. LAUT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN DATA DAN FORMASI PEGAWAI SUBBAGIAN JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PERAWATAN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN ORGANISASI TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENGADAAN DAN PENGANGKATAN PEGAWAI SUBBAGIAN ANALISIS KEBUTUHAN DIKLAT PEGAWAI SUBBAGIAN DISIPLIN DAN PEMBERHENTIAN PEGAWAI SUBBAGIAN KETATALAKSANAAN DAN PERATURAN KEPEGAWAIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . PROGRAM.

BIRO KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN ANGGARAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN PEMBUKUAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN TRANSPORTASI UDARA DAN PENUNJANG SUBBAGIAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI UDARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO HUKUM DAN KERJASAMA LUAR NEGERI BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT DAN UDARA BAGIAN PERJANJIAN DAN PERTIMBANGAN HUKUM BAGIAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI DARAT SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI LAUT SUBBAGIAN PERJANJIAN SUBBAGIAN KERJASAMA BILATERAL SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI PERKERETAAPIAN SUBBAGIAN PERATURAN TRANSPORTASI UDARA SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN KERJASAMA MULTILATERAL SUBBAGIAN DOKUMENTASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PERATURAN PENUNJANG SUBBAGIAN PENYULUHAN HUKUM SUBBAGIAN KERJASAMA REGIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PRASARANA DAN ANGKUTAN SUBBAGIAN PENGGAJIAN DAN PERJALANAN DINAS SUBBAGIAN KEPROTOKOLAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN DAN KEPROTOKOLAN BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PEMBIAYAAN DAN PERJALANAN SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN KEAMANAN DAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PENYUSUNAN ANGGARAN DAN PELAPORAN SUBBAGIAN TATA USAHA WAKIL MENTERI SUBBAGIAN KEARSIPAN SUBBAGIAN PENYEDIAAN PERALATAN DAN INVENTARISASI SUBBAGIAN PEMBIAYAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKRETARIS JENDERAL SUBBAGIAN PENGGANDAAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN TATA USAHA STAF AHLI MENTERI SUBBAGIAN PEMELIHARAAN SARANA.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT .

DANAU DAN PENYEBERANGAN DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN DIREKTORAT KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT .DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN SUNGAI.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA DAN PROGRAM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI SUBBAGIAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN SISTEM INFORMASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN AKUNTANSI SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA SUBBAGIAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI JALAN SUBDIREKTORAT SARANA ANGKUTAN JALAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS JALAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN JALAN SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN OPERASIONAL SEKSI JARINGAN PRASARANA DAN PELAYANAN SEKSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR SEKSI MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS SEKSI ANGKUTAN PENUMPANG SEKSI MONITORING OPERASIONAL SEKSI PENGEMBANGAN TRANSPORTASI JALAN SEKSI TEKNOLOGI KENDARAAN BERMOTOR SEKSI PERLENGKAPAN JALAN SEKSI ANGKUTAN BARANG SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL .

DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN SUNGAI.DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT PELABUHAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT SARANA ANGKUTAN SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS SUNGAI. DANAU DAN PENYEBERANGAN SEKSI ANALISA DAN EVALUASI JARINGAN SEKSI RANCANG BANGUN SARANA SEKSI RANCANG BANGUN PELABUHAN SEKSI MANAJEMEN LALU LINTAS SEKSI BIMBINGAN USAHA ANGKUTAN SEKSI PENGEMBANGAN JARINGAN SEKSI BIMBINGAN PERAWATAN SARANA SEKSI BIMBINGAN PENGELOLAAN PELABUHAN SEKSI ALUR DAN PERAMBUAN SEKSI TARIF DAN KEPERINTISAN .

DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBDIREKTORAT LALU LINTAS PERKOTAAN SUBDIREKTORAT ANGKUTAN PERKOTAAN SUBDIREKTORAT PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN SUBDIREKTORAT DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN SEKSI JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI JARINGAN TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI PEMADUAN MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH I SEKSI DAMPAK TRANSPORTASI PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN WILAYAH II SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN WILAYAH II .

DIREKTORAT KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT MANAJEMEN KESELAMATAN SUBDIREKTORAT PROMOSI DAN KEMITRAAN KESELAMATAN SUBDIREKTORAT BINA KESELAMATAN ANGKUTAN UMUM SUBDIREKTORAT AUDIT DAN INSPEKSI KESELAMATAN SEKSI MONITORING DAN EVALUASI SEKSI PROMOSI SEKSI KESELAMATAN PENGUSAHAAN ANGKUTAN UMUM SEKSI AUDIT KESELAMATAN SEKSI PENGEMBANGAN KESELAMATAN SEKSI KEMITRAAN SEKSI KESELAMATAN AWAK ANGKUTAN UMUM SEKSI INSPEKSI KESELAMATAN .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN LAUT DIREKTORAT PELABUHAN DAN PENGERUKAN DIREKTORAT PERKAPALAN DAN KEPELAUTAN DIREKTORAT KENAVIGASIAN DIREKTORAT KESATUAN PENJAGAAN LAUT DAN PANTAI .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN MUTASI SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

EROPA DAN AFRIKA SEKSI ANALISA KEBUTUHAN DAN BIMBINGAN ARMADA SEKSI BIMBINGAN USAHA DAN TARIF ANGKUTAN LAUT SEKSI PENGOLAHAN DATA DAN INFORMASI ANGKUTAN LAUT SEKSI ASIA PASIFIK DAN AUSTRALIA SEKSI EVALUASI ANGKUTAN LAUT .DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN LAUT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT DALAM NEGERI SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT ANGKUTAN LAUT KHUSUS DAN PENUNJANG ANGKUTAN LAUT SEKSI PERTAMBANGAN. PARIWISATA DAN TENAGA KERJA BONGKAR MUAT SEKSI ANEKA INDUSTRI DAN PENUNJANG ANGKUTAN LAUT SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA ANGKUTAN LAUT SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SISTEM DAN INFORMASI ANGKUTAN LAUT SEKSI PENYUSUNAN JARINGAN DAN PENEMPATAN KAPAL LINER SEKSI TRAMPER DAN PELAYARAN RAKYAT SEKSI AMERIKA.

DIREKTORAT PELABUHAN DAN PENGERUKAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PELABUHAN SUBDIREKTORAT PERANCANGAN FASILITAS PELABUHAN SUBDIREKTORAT PENGERUKAN DAN REKLAMASI SUBDIREKTORAT PEMANDUAN DAN PENUNDAAN SUBDIREKTORAT BIMBINGAN PELAYANAN JASA DAN OPERASIONAL PELABUHAN SEKSI TATANAN DAN EVALUASI KEPELABUHANAN SEKSI PENYUSUNAN RENCANA INDUK DAN RENCANA PENGEMBANGAN PELABUHAN SEKSI PEDOMAN DAN RANCANGAN TEKNIS FASILITAS PELABUHAN SEKSI PENYUSUNAN PROGRAM PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN SEKSI PROGRAM DAN PERANCANGAN TEKNIS PENGERUKAN DAN REKLAMASI SEKSI BIMBINGAN PERALATAN PENGERUKAN DAN REKLAMASI SEKSI PERAIRAN DAN PELAYANAN PANDU SEKSI BIMBINGAN PELAYANAN JASA DAN TARIF PELABUHAN SEKSI BIMBINGAN TATA GUNA TANAH DAN PERAIRAN SEKSI TENAGA PANDU DAN SARANA BANTU PEMANDUAN .

PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KAPAL SUBDIREKTORAT NAUTIS. TEKNIS DAN RADIO KAPAL SUBDIREKTORAT PENCEMARAN DAN MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL SUBDIREKTORAT KEPELAUTAN SEKSI KONSTRUKSI DAN STABILITAS KAPAL SEKSI PENGUKURAN KAPAL SEKSI PENILIKAN KESELAMATAN KAPAL SEKSI PENCEGAHAN DAN GANTI RUGI PENCEMARAN SEKSI PENGAWAKAN D AN PERLINDUNGAN AWAK KAPAL SEKSI RANCANG BANGUN DAN PEMASUKAN KAPAL SEKSI PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KAPAL SEKSI SERTIFIKASI KESELAMATAN KAPAL SEKSI MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL SEKSI STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI PELAUT .DIREKTORAT PERKAPALAN DAN KEPELAUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT KELAIKAN KAPAL SUBDIREKTORAT PENGUKURAN.

DIREKTORAT KENAVIGASIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERAMBUAN SUBDIREKTORAT TELEKOMUNIKASI PELAYARAN SUBDIREKTORAT KAPAL NEGARA KENAVIGASIAN SUBDIREKTORAT PANGKALAN KENAVIGASIAN SUBDIREKTORAT SARANA DAN PRASARANA SEKSI OPERASI DAN SURVEI SEKSI OPERASI SEKSI OPERASI DAN PENGAWAKAN SEKSI BANGUNAN SEKSI PROGRAM SEKSI PERALATAN DAN PEMELIHARAAN PERAMBUAN SEKSI PERALATAN DAN PEMELIHARAAN TELEKOMUNIKASI PELAYARAN SEKSI PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN SEKSI PERBENGKELAN SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN .

DIREKTORAT KESATUAN PENJAGAAN LAUT DAN PANTAI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PATROLI DAN PENGAMANAN SUBDIREKTORAT PENGAWASAN KESELAMATAN DAN PPNS SEKSI ADVOKASI DAN DESEMINASI PENGAWASAN KESELAMATAN SEKSI PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL SUBDIREKTORAT TERTIB PELAYARAN SUBDIREKTORAT PENANGGULANGAN MUSIBAH DAN PEKERJAAN BAWAH AIR SUBDIREKTORAT SARANA DAN PRASARANA SEKSI PATROLI SEKSI KEBANDARAN SEKSI PENANGGULANGAN MUSIBAH SEKSI SARANA DAN PRASARANA OPERASIONAL SEKSI PENGAMANAN SEKSI KECELAKAAN KAPAL SEKSI PEKERJAAN BAWAH AIR SEKSI AWAK KAPAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA .

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DIREKTORAT ANGKUTAN UDARA DIREKTORAT BANDAR UDARA DIREKTORAT KEAMANAN PENERBANGAN DIREKTORAT NAVIGASI PENERBANGAN DIREKTORAT KELAIKAN UDARA DAN PENGOPERASIAN PESAWAT UDARA .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM DAN HUBUNGAN MASYARAKAT BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN TATA USAHA BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN MUTASI SDM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN TATA USAHA PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK DAN LAPORAN HASIL AUDIT SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PENGEMBANGAN SDM SUBBAGIAN ANALISA DAN EVALUASI SUBBAGIAN AKUNTANSI SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA DAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT ANGKUTAN UDARA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT SISTEM INFORMASI & PELAYANAN ANGKUTAN UDARA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJA SUBDIREKTORAT ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA DALAM NEGERI SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL DAN NON NIAGA LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT KERJASAMA ANGKUTAN UDARA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN USAHA ANGKUTAN UDARA SEKSI SISTEM INFORMASI ANGKUTAN UDARA SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJADWAL DALAM NEGERI SEKSI ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJADWAL LUAR NEGERI SEKSI KERJASAMA BILATERAL DAN PERUSAHAAN ANGKUTAN UDARA SEKSI KERJASAMA MULTILATERAL DAN LEMBAGA INTERNASIONAL SEKSI BIMBINGAN USAHA ANGKUTAN UDARA SEKSI SISTEM PELAYANAN ANGKUTAN UDARA SEKSI TARIF JASA PELAYANAN ANGKUTAN UDARA .

DIREKTORAT BANDAR UDARA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT TATANAN KEBANDARUDARAAN DAN LINGKUNGAN

SUBDIREKTORAT PRASARANA BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA

SUBDIREKTORAT PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA

SEKSI TATA BANDAR UDARA SEKSI TATA LINGKUNGAN DAN KAWASAN BANDAR UDARA

SEKSI PROGRAM DAN STANDARISASI PRASARANA BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PRASARANA BANDAR UDARA

SEKSI PROGRAM DAN STANDARISASI PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PERALATAN DAN UTILITAS BANDAR UDARA

SEKSI SERTIFIKASI PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA SEKSI PENGAWASAN PERSONEL DAN OPERASI BANDAR UDARA

SEKSI KERJASAMA PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA SEKSI VERIFIKASI PENYELENGGARAAN BANDAR UDARA

DIREKTORAT KEAMANAN PENERBANGAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT STANDARISASI, KERJASAMA & PROGRAM KEAMANAN PNB

SUBDIREKTORAT PELAYANAN DARURAT

SUBDIREKTORAT PPNS & PERSONEL KEAMANAN PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT FAS. KEAMANAN PNB & PENGANGKUTAN BARANG BERBAHAYA

SUBDIREKTORAT KENDALI MUTU KEAMANAN PENERBANGAN

SEKSI STANDARISASI KEAMANAN PENERBANGAN SEKSI KERJASAMA DAN PROGRAM KEAMANAN PENERBANGAN

SEKSI PERSONEL PKP-PK DAN SALVAGE

SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PPNS

SEKSI FASILITAS KEAMANAN PENERBANGAN SEKSI PERSONEL FAS. KEAMANAN PNB. & PERSONEL PENANGANAN PENGANGKUTAN BARANG BERBAHAYA

SEKSI KENDALI MUTU KEAMANAN BANDAR UDARA SEKSI KENDALI MUTU KEAMANAN ANGKUTAN UDARA

SEKSI FASILITAS PELAYANAN DARURAT

SEKSI PERSONEL KEAMANAN PENERBANGAN

DIREKTORAT NAVIGASI PENERBANGAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT MANAJEMEN LALU LINTAS PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT MANAJEMEN INFORMASI AERONAUTIKA

SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT FASILITAS BANTU NAVIGASI & PENGAMATAN PENERBANGAN

SUBDIREKTORAT STANDARISASI DAN SERTIFIKASI NAVIGASI PENERBANGAN

SEKSI MANAJEMEN RUANG UDARA

SEKSI KARTOGRAFI PENERBANGAN

SEKSI OPERASI KOMUNIKASI PENERBANGAN SEKSI JARINGAN DAN FASILITAS KOMUNIKASI PENERBANGAN

SEKSI FASILITAS BANTU NAVIGASI PENERBANGAN SEKSI FASILITAS PENGAMATAN PENERBANGAN

SEKSI STANDARISASI NAVIGASI PENERBANGAN

SEKSI PELAYANAN LALU LINTAS PENERBANGAN

SEKSI PUBLIKASI INFORMASI AERONAUTIKA

SEKSI SERTIFIKASI NAVIGASI PENERBANGAN

DIREKTORAT KELAIKAN UDARA DAN PENGOPERASIAN PESAWAT UDARA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT STANDARISASI

SUBDIREKTORAT REKAYASA

SUBDIREKTORAT PRODUK AERONAUTIKA

SUBDIREKTORAT OPERASI PESAWAT UDARA

SUBDIREKTORAT PERAWATAN

SEKSI STANDARISASI TEKNIK

SEKSI PENGAWASAN PROSES REKAYASA

SEKSI PENGAWASAN MUTU DAN PROSES PRODUKSI

SEKSI PENGAWASAN OPERASI PESAWAT UDARA SEKSI PERSONEL OPERASI PESAWAT UDARA

SEKSI PERAWATAN PESAWAT UDARA

SEKSI STANDARISASI OPERASI PENERBANGAN

SEKSI UJI TERBANG DAN KEMAMPUAN PESAWAT UDARA

SEKSI PENGESAHAN PRODUKSI

SEKSI PERSONEL TEKNIK PERAWATAN

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN KERETA API

DIREKTORAT PRASARANA PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT SARANA PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT KESELAMATAN PERKERETAAPIAN

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

BAGIAN PERENCANAAN

BAGIAN KEUANGAN

BAGIAN HUKUM

BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM

SUBBAGIAN RENCANA

SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN GG

SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN ORGANISASI G S S DAN O

SUBBAGIAN PROGRAM

SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN BARANG MILIK NEGARA

SUBBAGIAN JARINGAN DOKUMENTASI DAN BANTUAN HUKUM

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN

SUBBAGIAN VERIFIKASI ANGGARAN

SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJASAMA LUAR NEGERI

SUBBAGIAN RUMAH TANGGA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN KERETA API

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT JARINGAN

SUBDIREKTORAT LALU LINTAS

SUBDIREKTORAT ANGKUTAN

SUBDIREKTORAT INVESTASI

SEKSI PENATAAN JARINGAN

SEKSI LALU LINTAS ANTARKOTA

SEKSI ANGKUTAN ANTARKOTA

SEKSI PENYELENGGARAAN KERJASAMA

SEKSI PENGEMBANGAN JARINGAN

SEKSI LALU LINTAS PERKOTAAN

SEKSI ANGKUTAN PERKOTAAN

SEKSI PENGEMBANGAN USAHA

DIREKTORAT PRASARANA PERKERETAAPIAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I

SUBDIREKTORAT JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SUBDIREKTORAT FASILITAS OPERASI KERETA API

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI JALUR DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI FASILITAS OPERASI KERETA API WILAYAH II

SEKSI JALAN REL DAN TANAH KERETA API WILAYAH I SEKSI JEMBATAN DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH I

SEKSI JALAN REL DAN TANAH KERETA API WILAYAH II SEKSI JEMBATAN DAN BANGUNAN KERETA API WILAYAH II

SEKSI PERSINYALAN

SEKSI TELEKOMUNIKASI DAN PELISTRIKAN

DIREKTORAT SARANA PERKERETAAPIAAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SARANA

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN SARANA

SUBDIREKTORAT PENGELOLAAN SARANA MILIK NEGARA

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA WILAYAH I
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA PENGGERAK WILAYAH I SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA TANPA PENGGERAK WILAYAH I

SUBDIREKTORAT PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA WILAYAH II
SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA PENGGERAK WILAYAH II SEKSI PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI SARANA TANPA PENGGERAK WILAYAH II

SEKSI RANCANG BANGUN DAN REKAYASA

SEKSI PENGAWASAN PENGUJIAN, PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN SEKSI PENGAWASAN TEMPAT DAN FASILITAS PENGUJIAN, PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN

SEKSI PENGADAAN DAN PENGOPERASIAN

SEKSI PENGENDALIAN MUTU

SEKSI PERAWATAN

DIREKTORAT KESELAMATAN PERKERETAAPIAAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT AUDIT DAN PENINGKATAN KESELAMATAN

SUBDIREKTORAT ANALISIS DAN PENANGANAN KECELAKAAN

SUBDIREKTORAT AKREDITASI KELEMBAGAAN DAN SERTIFIKASI SDM

SUBDIREKTORAT PENEGAKAN HUKUM

SEKSI AUDIT KESELAMATAN

SEKSI ANALISIS KECELAKAAN

SEKSI AKREDITASI KELEMBAGAAN

SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

SEKSI PENINGKATAN KESELAMATAN

SEKSI PENANGANAN KECELAKAAN

SEKSI SERTIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA

SEKSI PENYIDIKAN

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT JENDERAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT I

INSPEKTORAT II

INSPEKTORAT III

INSPEKTORAT IV

INSPEKTORAT V

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN HUKUM BAGIAN KEUANGAN DAN TATA USAHA BAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PEMBIAYAAN DAN PENGGAJIAN SUBBAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT I SUBBAGIAN DATA DAN EVALUASI SUBBAGIAN HUKUM DAN UMUM SUBBAGIAN TATA USAHA DAN PERJALANAN SUBBAGIAN ANALISA DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN .

MULTIMODA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN DARAT & PERKERETAAPIAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN LAUT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN UDARA .BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MANAJ. TRANS.

SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN & PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN DOKUMENTASI DAN KERJASAMA BAGIAN UMUM SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN DOKUMENTASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PUBLIKASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN KERJASAMA SUBBAGIAN RUMAH TANGGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MANAJEMEN TRANSPORTASI MULTIMODA BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI DARAT DAN PERKERETAAPIAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI LAUT BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI UDARA BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI SUBBIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PELAYANAN ADMINISTRASI SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG SU G DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN .

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN SEKRETARIAT BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN DARAT PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN LAUT PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN UDARA PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR PERHUBUNGAN .

SEKRETARIAT BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN BAGIAN PERENCANAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PERENCANAAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN DAN TL-LHP SUBBAGIAN TATA USAHA DAN RUMAH TANGGA SUBBAGIAN RENCANA SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA SUBBAGIAN ANALISIS DAN EVALUASI SUBBAGIAN MUTASI DAN DISIPLIN SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN PENGELOLA BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

KEUANGAN. DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN DARAT BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN.

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN LAUT BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN. KEUANGAN. DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN UDARA BAGIAN UMUM SUBBAGIAN PERENCANAAN. KEUANGAN. DAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATIN DAN ANEV BIDANG PENDIDIKAN BIDANG PELATIHAN SUBBIDANG PROGRAM PENDIDIKAN SUBBIDANG STANDARISASI PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM PELATIHAN SUBBIDANG STANDARISASI PELATIHAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR PERHUBUNGAN BAGIAN UMUM SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI BIDANG PERENCANAAN BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG SARANA DAN PRASARANA SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG ANALISIS DAN EVALUASI SUBBIDANG DIKLAT PRAJABATAN DAN DALAM JABATAN SUBBIDANG DIKLAT TEKNIS MANAJERIAL SUBBIDANG SARANA SUBBIDANG PRASARANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI STAF AHLI MENTERI .

MENTERI PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG LINGKUNGAN PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG TEKNOLOGI DAN ENERGI PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG REGULASI DAN KESELAMATAN PERHUBUNGAN STAF AHLI BIDANG MULTIMODA DAN KESISTEMAN PERHUBUNGAN STAF AHLI AH I BIDANG EKONOMI DAN KEMITRAAN PERHUBUNGAN .

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT DATA DAN INFORMASI .

PROGRAM DAN EVALUASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG SISTEM INFORMASI BIDANG DATA SUBBIDANG PERANGKAT U DAN PROGRAM OG LUNAK APLIKASI SUBBIDANG PERANGKAT KERAS DAN INFRASTRUKTUR JARINGAN SUBBIDANG G G S PENGINTEGRASIAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBBIDANG ANALISIS DAN EVALUASI DATA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .PUSAT DATA DAN INFORMASI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN RENCANA.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI .

MULTIMODA SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANSPORTASI LAUT & MANAJ. TRANS. & PERKERETAAPIAN SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS DARAT TRANS. & PERKERETAAPIAN BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS.PUSAT KAJIAN KEMITRAAN DAN PELAYANAN JASA TRANSPORTASI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS. DARAT & PERKERETAAPIAN SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANS DARAT TRANS. TRANS. TRANS. UDARA SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS. MULTIMODA BIDANG KAJIAN KEMITRAAN & PELAYANAN JASA TRANS. MULTIMODA SUBBIDANG KAJIAN PELAYANAN JASA TRANS LAUT & MANAJ. TRANS UDARA SUBBIDANG KAJIAN KEMITRAAN TRANS. MANAJ TRANS. UDARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . LAUT & MANAJ.

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .

PROGRAM. DAN EVALUASI SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG MEDIA MASSA DAN OPINI PUBLIK BIDANG PUBLIKASI DAN PELAYANAN INFORMASI SUBBIDANG MEDIA MASSA SUBBIDANG ANALISIS BERITA DAN PENGELOLAAN OPINI SUBBIDANG SU G PUBLIKASI U S SUBBIDANG PELAYANAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN RENCANA.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->