Anda di halaman 1dari 14

BAB II

INTEGRAL TERTENTU
Pandang gambar di atas!
R adalah suatu luasan pada bidang datar yang batas-batasnya
adalah kurva y = f(x), sumbu koordinat yaitu sumbu x (garis y = 0),
garis x = a dan x = b. Dengan kata lain R adalah luasan positip
karena terletak pada bidang dengan x 0. Kurva pembatas y = f(x)
kontinu dan terdefinisi pada [a,b].
Selanjutnya R dipartisi menjadi n partisi (bagian) dan tidak
harus perlu masing-masing partisi sama panjang. Partisi yang
dilakukan adalah
a =
b x x x x x x
n n o
< < < < < <
+1 3 2 1
...
Misal
i
x
= x
i
-
1 i
x
. Pada tiap selang bagian [x
1 i
, x
i
] ambil sebuah
titik sebarang
i
x yang mungkin saja sebuah titik ujung. Titik tersebut
Kalklulus Integral-
1
a x
o

b x
n

X
Y
R
) (x f y
dinamakan titik sample untrue selang bagian ke-i. Sehingga
diperoleh
Keterangan lengkap dapat dilihat pada gambar berikut.
Selanjutnya pilih sebarang partisi, misal partisi ke-k

Kalklulus Integral-
X
a x
o

2
Y
X
) (x f y
a x
o

b x
n

) (
k
x f
k
x
1 k
x
o
x
1
x
2
x
3
x
4
x
6
x
5
x
7
x
1 n
x
n
x
X
2 n
x
1
x
2
x
3
x
4
x
5
x
6
x 7
x
8
x
1 n
x
n
x
Partisi ke-k adalah suatu persegi panjang, sehingga luas persegi
panjang pertisi ke-k di atas adalah A
k
= f(
k x
x
k
)
k
x
Karena terdapat n partisi, maka luas seluruh parstisi adalah dapat
dinyatakan sebagai penjumlahan luas persegi panjang sebanyak n,
yaitu:
A = f(
1 x
)
1
x + f(
2 x
)
2
x + f(
3 x
)
3
x
+ f(
4 x
)
4
x + ... + f(
1 n x
)
1

n
x
+ f(
n x
)
n
x
=
i
n
i
i
x x f

1
) (
,
Bentuk penjumlahan di atas dinamakan JUMLAH REIMANN.
Jika
0
i
x
maka terdapat tak hingga partisi, sehingga Jumlah
Reimann di atas merupakan luas dari luasan R.
Definisi
Misal f(x) adalah suatu fungsi yang kontinu dan terdefinisi pada
selang tertutup [a,b],
jika

n
i
i i
P
x x f Lim
1
0
) (
ada. Kita mengatakan f(x) terintegralkan pada
[a,b].
Lebih lanjut diinyatakan dengan bentuk integral

b
a
dx x f ) (
disebut integral tertentu atau Integral Reimann f(x) dari a
ke b, dan diberikan oleh

b
a
dx x f ) (
=

n
i
i i
P
x x f Lim
1
0
) (
Dalam definisi

b
a
dx x f ) (
, secara implisit kita menganggap bahwa a <
b,
a disebut batas bawah dan b disebut batas atas.
Teorema Dasar Kalkulus
1. Anggaplah f(x) kontinu pada [a,b] dan anggaplah x sebagai suatu
titik atau peubah dalam (a,b) maka:
Kalklulus Integral-
3

) ( ) ( x f dt t f
dx
d
x
a

Bukti
Untuk x dalam [a,b] didefinisikan
G(x) =

x
a
dt t f ) (
, maka untuk x dalam (a,b)

) ( ' ) ( x G dt t f
dx
d
x
a

=
x
x G x x G
Lim
x

+

) ( ) (
0

=
0 x
Lim

x
1

'


+ x x
a
x
a
dt t f dt t f ) ( ) (
=
0 x
Lim

x x
x
dt t f
x
) (
1
Karena 0 x maka f berarti tidak berubah sepanjang [x, + x ].
Hal ini berarti pada interval ini f secara kasar sama dengan f(x)
dan nilai f dihitung pada titik ujung kiri dari selang. Dan luas
dibawah kurv y = f(t) dari x ke x+ x hampir sama dengan luas
pesergi panjang dengan lebar x dengan tinggi f(x) sehingga

+ x x
x
dt t f ) (
= h f(x).
Oleh karena itu

x
a
dt t f
dx
d
) (
=
0 x
Lim

x
1
{hf(x)} = f(x) (qed)

2. Anggaplah f(x) kontinu dan terintegralkan pada [a,b] dan
anggaplah F(x) sebarang antiturunan f(x) pada (a,b) maka:
[ ]
b
a
b
a
x F dx x f

) ( ) (
= F(b) F(a)
Bukti
Kalklulus Integral-
4
Untuk x pada selang [a,b] didefinisikan G(x) =

x
a
dt t f ) (
. Maka
dengan teorema dasar Kalkulus G(x) = f(x) untuk semua x
dalam selang [a,b]. Jadi G adalah antiturunan f, tetapi F juga
antiturunan F. Berdasarkan teorema sebelumnya kita dapat
menyimpulkan bahwa karena F(x) = G(x), fungsi F dan G
dibedakan oleh konstanta.
Jadi untuk setiap x dalam (a,b)
F(x) = G(x) + C
Karena F dan G kontinu dalam selang [a,b] sehingga F(a0 = G(a) +
C dan F(b) = G(b) + C
Jadi F(x) = G(x) + C pada selang [a,b]
Karena G(x) =

x
a
dt t f ) (
, maka G(a) =

a
a
dt t f ) (
= 0 sehingga
F(a) = G(a) + C = 0 + C
Oleh karena itu
F(b) F(a) = {G(b) + C} C = G(b) =

b
a
dt t f ) (
(qed)
Contoh :
1. Perlihatkan bahwa jika r Q dan r -1, maka
1 1
1 1
+

+ +

r
a
r
b
dx x
r r b
a
r
Jawab :
Karena F(x) =
1
1
+
+
r
x
r
suatu anti turunan dari f(x) = x
r
, maka
menurut teorema dasar Kalkulus
1 1
) ( ) (
1 1
+

+

+ +

r
a
r
b
a F b F dx x
r r b
a
r
Integral tertentu sebagai operator linear, sehingga sifat-sifat
operator linear adalah:
Kalklulus Integral-
5
1.

b
a
dx x kf ) (
k

b
a
dx x f ) (
2. dx x g x f
b
a
)] ( ) ( [

+ =

b
a
dx x f ) ( +
b
a
dx x g ) (
3.
, ) ( ) ( )] ( ) ( [ dx x g dx x f dx x g x f
b
a
b
a
b
a



Untuk setiap k R dan f(x), g(x) terintegralkan pada [a,b]
Contoh :
Hitung
dx x x ) 6 4 (
2
1
2

Jawab :
dx x dx x dx x x



2
1
2
2
1
2
1
2
6 4 ) 6 4 (
= 4
2
1
3
2
1
2
3
6
2

1
1
]
1

1
1
]
1

x x
= 4
,
_

,
_

3
1
3
8
6
2
1
2
4
= 12
Sifat-Sifat Integral Tertentu
1. Sifat Penambahan Selang
Teorema :
Jika f(x) terintegralkan pada suatu selang yang memuat tiga
titik a, b dan c, maka
dx x f
c
a

) (
=
dx x f
b
a

) (
+
dx x f
c
b

) (
bagaimanapun urutan a, b
dan c.
Contoh :
1.
dx x dx x dx x

+
2
1
2
1
0
2
2
0
2
2. 2.
dx x dx x dx x

+
2
3
2
3
0
2
2
0
2
Kalklulus Integral-
6
3.
dx x dx x dx x

+
2
1
2
1
0
2
2
0
2
2. Sifat Simetri
Jika f(x) fungsi genap, yaitu suatu fungsi yang memenuhi
sifat
f(-x) = f(x) , maka:
dx x f
a
a

) (
= 2
dx x f
a

0
) (
dan
Jika f(x) fungsi ganjil, yaitu suatu fungsi yang memenuhi
sifat
f(-x) = - f(x), maka
dx x f
a
a

) (
= 0.
Contoh :
1.

,
_

,
_


0
4
cos 2
4
cos dx
x
dx
x

2 4
4
1
.
4
cos 8
0

,
_

dx
x

2.
dx
x
x

+
5
5
2
5
4
= 0
Secara lebih umum, sifat-sifat integral tertentu adalah:
Jika f(x) dan g(x) kontinu pada interval [a,b] dan k R, f(x), g(x)
terintegralkan pada [a,b] maka:
1.

b
a
b
a
dx x f k dx x kf ) ( ) (
2.
dx x g dx x f dx x g x f
b
a
b
a
b
a

+ + ) ( ) ( )] ( ) ( [
3.
, ) ( ) ( )] ( ) ( [ dx x g dx x f dx x g x f
b
a
b
a
b
a


4.
0 ) (

a
a
dx x f
Kalklulus Integral-
7
5.


a
b
b
a
dx x f dx x f ) ( ) (
, jika b < a
6.

b
a
dx x f ) (

+
b
c
c
a
dx x f dx x f ) ( ) (
, c
) , ( b a
7.
, 0 ) (

a
a
x f
jika f(-x) = -f(x)
8.

a
a
dx x f ) (
= 2

a
dx x f
0
) (
, jika f(-x) = f(x)
9. Jika F(u) =

b
a
dx x f ) (
, maka
) ( ) ( u f u F
du
d

10.

b
a
dx x f ) (
= (b-a)
) (
o
x f
untuk paling sedikit x = x o antara a
dan b.
11.


b
a
b
a
dx x g dx x f ) ( ) (
jika dan hanya jika f(x) g(x) untuk
setiap x [a,b].
12.
) ( ) ( x f dt t f D
x
a
x

1
]
1


Contoh
Tentukan hasil integral
1.
dx x

+
2
0
) 2 (
Jawab

dx x

+
2
0
) 2 (
=
2
0
2
2
2
1
]
1

+
x
x
=
1
]
1

+
1
]
1

+
2
0
0 . 2
2
2
2 . 2
2 2
= (4+2) (0+0) = 6
Kalklulus Integral-
8
2.

+
2
0
3 2
) 1 ( dx x x
Jawab
Misalnya u = (x
1
3
+
)
du = 3x
2
dx

dx x
du
2
3

Untuk x = 0 maka u = 1 dan untuk x = 2 maka u = 9,
sehingga:

+
2
0
3 2
) 1 ( dx x x
=

9
1
3
du
u
=
9
1
2
6
1
]
1

u
=
1
]
1

6
1
6
91
=
6
90
3.


4
1
) 1 ( du u u
Jawab
Misal p = u

p
2
= u

2p dp = du
Untuk u = 1 maka p = 1
Untuk u = 4 maka p = 2, sehingga:


4
1
) 1 ( du u u
=


2
1
2
2 . ) 1 ( pdp p p
=


2
1
3 2
) 2 2 ( dp p p
=
2
1
4 3
4
2
3
2
1
]
1

p p
Kalklulus Integral-
9
=
1
]
1


1
]
1

4 3 4 3
) 1 (
4
2
) 1 (
3
2
) 2 (
4
2
) 2 (
3
2
=
1
]
1


1
]
1

4
2
3
2
8
3
16
=
4
30
3
14

=
4
31

4.

8
4
2
15 x
xdx
Jawab
Misal A = 15
2
x

A

2
x 15
2

2A dA = 2x dx
Untuk x = 4 maka A = 1
Untuk x = 8 maka A = 7, sehingga

8
4
2
15 x
xdx
=

7
1
A
AdA
=

7
1
dA
= [A]
7
1
= 7 1
= 6
Catatan
Contoh soal 2,3, dan 4 disebut Integral tertentu dengan
penggantian batas-batas integrasi.
5.


10
6
2
25 x
dx
=
10
6
5
5
ln
5 . 2
1

+
x
x
=
5 6
5 6
ln
10
1
5 10
5 10
ln
10
1

+
=
11 ln
10
1
3 ln
10
1

Kalklulus Integral-
10
6. Tentukan

b
a
dx x f ) (

dengan f(x) =

'

>
<

2 ,
2 1 , 2
1 0 , 2
untukx x
x untuk
x untuk x
Soal di atas dapat diselesaikan dengan menggunakan sifat

b
a
dx x f ) (

+
b
c
c
a
dx x f dx x f ) ( ) (
, c
) , ( b a
sehingga:

b
a
dx x f ) (

+ +
2
1
5
2
1
0
2 2 dx x dx xdx
=
[ ] [ ]
5
2
2
1
1
0
2
2
2
1
]
1

+ +
x
x x
= (1-0) +(4-2) +
[ ] 1 1 2 / 5
=
2
9
8.

3
3
x
dx
Menurut definisi fungsi harga mutlak, bentuk di atas dapat
dinyatakan dengan

3
3
x
dx =

3
0
x
dx +

0
3
x
dx.
=
0
3
2
3
0
2
2 2

1
]
1

+
1
]
1

x x
Kalklulus Integral-
11
x y x y
3 3 X
Y
= (8/3 0) (0 8/3)
=
3
16
Berdasarkan contoh di atas, tentukan hasil pengintegralan
fungsi-fungsi berikut ini:
1.

+
8
1
3 1 dx x
2.

1
1
2 2
4 dx x x
3.

2
2
2
4 dx x
4.

+
3
0
1 x
dx
5.


4
2
2
16
dx
x
x
6.


27
8
3 / 1
x x
dx
7.

2
0
2
sin dx
x
8.

3 /
0
2
3 sin

xdx x
9.

+
2 /
0
2 cos 3

x
dx
10.

+
11
3
3 2 dx x
11.

+

9
4
1
1
x
x
dx
12.
dx e x
x

2
0
3
2
13.

4 /
6 /
2 sin

x
dx
Kalklulus Integral-
12
14.

+ +
2
1
2
2 2x x
dx
15.


+
2
1
2
) 1 (
) 1 (
dx
x x
x
16.


+
2
1
2
) 2 (
) 2 (
x x
dx x
17.

+
2
1
2
) 1 ln( dx x x
18.

+
4 /
0
sin 2

x
dx
19.

1
2
2
3 4
) 1 (
dx
x x
x
20.
( )

+ +
4
0
1 2 dx x x
21.

+
+
3
1
3
2
3
1
dx
x x
x
22.
( )


a
a
dx x a
8
3
3 / 1 3 / 1
23.

2 /
0
2
3 sin 3 cos

xdx x
24.
xdx x 3 cos 3 sin
2 /
0
2

25. Hitunglah

b
a
dx x f ) (
, jika:
a. f(x) =

'

< +

2 1 , 2 ) 1 ( 2
1 0 , 2
x untuk x
x untuk x
b. f(x) =

'



2 1 , 1
1 0 , 1
2
x untuk x
x untuk x
Kalklulus Integral-
13
c. f(x) =

'

<

2 0 , 2 2
0 2 , 1
2
x untuk x
x untuk x
d. f(x) =
2 x
untuk - 4 4 x
e. f(x) =
[ ] x x
, untuk -1 2 x
f. f(x) = (x-
[ ] x
)
2
g. f(x) = x
[ ] x
2
, untuk - 2 1 x
Kalklulus Integral-
14