Anda di halaman 1dari 14

12/2/2010

Mikroorganisme Penyebab Infeksi Pada Mata


Departemen Mikrobiologi FK USU

Pendahuluan
Frekuensi infeksi pada mata sebenarnya adalah jarang (rendah) oleh karena : Mata secara kontinu mengeluarkan cairan air mata yang mempunyai aktivitas sebagai pencuci mata. Cairan air mata juga mengandung antibakteri. Kultur spesimen yang berasal dari proses infeksi pada mata adalah relatif sedikit.

12/2/2010

Pemeriksaan terhadap spesimen


Spesimen yang paling sering yang berasal dari mata adalah purulen. Terhadap spesimen ini perlu dilakukan pemeriksaan direct smear dan kultur. Dianjurkan bahan yang diambil dari mata relatif banyak. Untuk kultur dianjurkan menggunakan berbagai macam media perbenihan untuk mendapatkan mikroorganisme penyebab.

Macam-macam mikroorganisme yang dijumpai pada mata


A. Bakteri 1. Staphylococcus aureus (gram positif) 2. Streptococcus pneumoniae (gram positif) 3. Streptocopccus alpha haemolitic (gram positif) 4. Streptococcus beta haemolitic (gram positif) 5. Corynebacterium diptheriae (gram positif) selalu penyebab pseudomembranous conjunctivitis

12/2/2010

Macam-macam mikroorganisme yang dijumpai pada mata


6. Haemophylus aegyptius (gram negatif) = Koch-weeks bacill 7. Moraxella lacunata (Moraxella-Axenfield bacillus), diplobacillus, thick, short, gram negatif penyebab subacut/chronic cattarrhale conjunctivitis 8. Neisseria gonorrhoeae

Neisseria gonorrhoeae
Diplococcus gram negatif Bentuk seperti ginjal tersusun berdua-dua (pair kidney beans) Koloni pada media Thayer Martin : kecil, jernih seperti titik embun Oxydase tes positif Fermentasi glukosa positif

12/2/2010

Neisseria gonorrhoeae
Penyakit conjunctivitis (opthalmia neonatorum) Cara penularan : penyakit STD, infeksi pada neonatus terjadi melalui mukosa mata dari mukosa vagina (jalan lahir) yang terinfeksi.

Macam-macam mikroorganisme yang dijumpai pada mata


9. Coliform bacilli dan Enteric bacilli 10. Pseudomonas aeruginosa 11. Bakteri anaerob 12. Mycobacterium

12/2/2010

B. Chlamydia trachomatis
Obligat intraseluler DNA dan RNA Dinding sel kaku (rigid), tidak mempunyai lapisan peptidoglikan/muramic acid Gram positif Replikasi dimulai dari elementary body (spore like), memasuki sel dan mengalami reorganisasi dan menjadi besar (reticulate body) dan terjadi pembelahan binary fission

B. Chlamydia trachomatis
Penyakit : Trachoma , lebih dari 15 immunotype (A-L) Tipe A,B, C penyebab trachoma Tipe D-K penyebab penyakit genital tract yang menularkan ke mata neonatus Cara penularan : melalui kontak tangan ke mata Hanya menginfeksi manusia

12/2/2010

Macam-macam mikroorganisme yang dijumpai pada mata


C. Virus 1. Adenovirus 2. Herpes simpleks virus 3. Coxsackie virus grup A 4. Enterovirus 70

Virus
Virus Herpes simpleks virus Adeno virus Genom DNA Penyakit Cara penularan Keratokonjungtivitis Mukosa mata

DNA

Konjungtivitis , keratokonjungtivitis Acutehaemorrhagic conjunctivitis Acutehaemorrhagic conjunctivitis (karakteristik petekie pada conjunctiva bulbar)

Mukosa mata

Coxsackie virus grup A Enterovirus 70

RNA

Mukosa mata

RNA

Mukosa mata

12/2/2010

Macam-macam mikroorganisme yang dijumpai pada mata


D. Fungi (Jamur) Penyebab keratomycosis (corneal infection) - Fusobacterium solani - Candida albicans - Aspergillus fumigatus

Macam-macam mikroorganisme yang dijumpai pada mata


Penyebab Chorioretinal infection,endopthalmitis - Candida albicans - Torulapsis glabrata - Petriellidium boydii

12/2/2010

Pada mata juga dijumpai bakteri nonpatogen dan opurtunis


Corynebacterium xerosis Bakteri diphtheroid lainnya Staphylococcus coagulase lainnya Micrococcus Penyakit infeksi pada mata selalu purulent conjunctivitis

Diagnosa laboratorium
Spesimen adalah bahan purulent Diambil dengan cotton swab Pengambilan dilakukan sebelum : - pemberian antibiotik local aplication - irigasi dengan larutan - pemberian obat-obatan lainnya Spesimen diambil dari permukaan kantong konjungtiva bawah atau inner canthus mata.

12/2/2010

Spesimen
Terhadap spesimen dilakukan : Pemeriksaan direct smear dengan pewarnaan metode gram Segera di kultur pada media : blood agar, chocolate agar, Loeffler media (untuk Corynebactyerium) Dikultur dalam candle jar untuk bakteri tersangka Neisseriae dan Corynebacterium

Spesimen
Dikultur dalam anaerobic jar untuk tersangka bakteri anaerob Semua kultur harus dalam 48 jam.

12/2/2010

Acute Bacterial Conjunctivitis


Kebanyakan disebabkan : 1. Streptococcus pneumoniae 2. Beta haemolitic Streptococcus grup A 3. Haemophylus influenzae 4. Staphlylococcus aureus Pada bayi baru lahir penyebabnya : 1. Chlamydia trachomatis 2. Neisseria gonorrhoeae 3. Staphylococcus

Gonococcal infection
Penyakit Gonorrhoae Biasanya gejala purulen timbul pada hari ketiga dan empat sesudah lahir. Diagnosa laboratorium : - pewarnaan gram terhadap purulen - kultur pada media chocolate agar/Thayer Martin dalam suasana microaerophilic - tes oxydase terhadap koloni positif pada Neisseriae gonorrhoeae

10

12/2/2010

Chlamydial infection
Penyakit Trachoma Gejala timbul purulent pada hari ke 5 sampai hari 14 sesudah lahir Bila satu mata terinfeksi, periksa juga mata yang lainnya, hasilnya selalu significan Spesimen : scraping conjunctiva, diwarnai dengan Giemsa dengan hasil inclusion body yang basofilik pada sitoplasma.

Staphylococcal infection
Gejala dapat timbul kapan saja

11

12/2/2010

Fungus infection
Kultur pada sabaroud dextrose agar, blood agar, brain heart infusion. Jamur yang mungkin : - Candida albicans - Fusobacterium solani - Aspergillus fumigatus - Torulapsis glabrata

12

12/2/2010

13

12/2/2010

14