2012

PEDOMAN PELAKSANAAN

KEGIATAN DAN ANGGARAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN

BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN

 

KATA PENGANTAR

Mengacu pada visi dan misi pembangunan pertanian, Rencana Strategis Kementerian Pertanian tahun 2010-2014 dan Renstra Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, maka Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian beserta Satuan Kerja Perangkat Daerah lingkup pertanian mengemban tugas untuk menyelesaikan program dan kegiatan tahun 2012. Pelaksanaan program pengembangan sumber daya manusia pertanian dan kelembagaan petani tahun 2012 dimaksud, beserta berbagai kegiatan untuk pemberdayaan dan peningkatan kapasitas petani, diharapkan dapat berjalan secara efektif dengan mengikutsertakan berbagai pihak, termasuk partisipasi masyarakat. Sehubungan dengan itu, maka diterbitkan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Tahun Anggaran 2012. Pedoman yang merupakan lampiran dari keputusan Kepala Badan PPSDMP ini merupakan acuan bagi seluruh Satuan Kerja lingkup Badan PPSDMP dalam pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2012. Dalam hal terjadi perubahan kebijakan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian, maka pedoman ini akan di revisi sesuai keperluan. Akhirnya kami sampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian

Jakarta, 30 Desember 2011 Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian,

Dr.Ir. Ato Suprapto, MS

i   

LAMPIRAN

PERATURAN KEPALA BADAN PENYULUHAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA PERTANIAN NOMOR : ....../PER/SM.030/J/12/11 TANGGAL : .... Desember 2011

DAN

PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN DAN ANGGARAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA PERTANIAN TAHUN 2012 I.
1.
Latar Belakang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahap ke 2 (2010-2014), sektor pertanian tetap memegang peranan penting dan strategis dalam perekonomian nasional. Peran strategis sektor pertanian tersebut tercermin pada kontribusi yang nyata terhadap pembentukan kapital, penyediaan pangan, penyedia bahan baku industri, pakan dan bio energi, penyerap tenaga kerja, sumber devisa negara dan pendapatan, peningkatan pendapatan petani dan pelestarian lingkungan. Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan peran sektor pertanian tersebut, Kementerian Pertanian telah menetapkan target empat sukses pembangunan pertanian yaitu 1) pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan, 2) peningkatan diversifikasi pangan, 3) peningkatan nilai tambah dan daya saing eksport,dan 4) peningkatan kesejahteraan petani. Untuk mewujudkan empat sukses pembangunan pertanian, diperlukan dukungan sumberdaya manusia pertanian yang profesional, kreatif, inovatif, dan berwawasan global. Kegiatan Badan PPSDMP yang meliputi pemantapan sistem penyuluhan pertanian, pemantapan sistem pelatihan pertanian dan revitalisasi sistem pendidikan pertanian, standardisasi dan sertifikasi profesi sumberdaya manusia pertanian, ditujukan untuk: 1) memperkuat kelembagaan petani, 2) memberdayakan usaha petani, dan 3) mewujudkan pelaku utama pembangunan pertanian yang mandiri, berjiwa wirausaha, berdaya saing, dan berwawasan global, sehingga mampu bersaing di pasar regional dan internasional. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor: 61/Permentan/OT.140/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (yang selanjutnya disebut Badan PPSDMP) mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumberdaya manusia (SDM) pertanian, dan menjalankan fungsi : 1) Penyusunan Kebijakan teknis, rencana dan program kebijakan di bidang pengembangan penyuluhan, pendidikan dan pelatihan, standarisasi dan sertifikasi SDM pertanian; 2) Pelaksanaan penyusunan, pendidikan, pelatihan, standarisasi dan sertifikasi SDM pertanian; 3) Pemantauan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan, penyuluhan, pendidikan, pelatihan, standarisasi dan sertifikasi SDM Pertanian; dan 4) Pelaksanaan administrasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

PENDAHULUAN

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

1

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, Badan PPSDMP di Pusat mempunyai 4 (empat) unit kerja Eselon II, yaitu: 1) Pusat Penyuluhan Pertanian; 2) Pusat Pelatihan Pertanian; 3) Pusat Pendidikan, Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian; dan 4) Sekretariat Badan Operasionalisasi kegiatan penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian di daerah dilaksanakan oleh 19 Unit Pelaksana Teknis (UPT), Badan/Dinas yang menangani penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian di 33 provinsi. Dalam upaya menyelaraskan pelaksanaan program dan kegiatan maka ditetapkan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tahun Anggaran 2012.

2.

Tujuan
dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian tahun anggaran 2012.

Pedoman ini diterbitkan untuk memberikan acuan bagi pejabat/petugas dalam melaksanakan kegiatan

3.

Ruang lingkup
Pedoman pelaksanaan kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian ini mengatur tentang: 1) Mekanisme pengelolaan kegiatan dan anggaran yang dijelaskan dalam bab IV; 2) Penyelenggaraan pemantapan sistem penyuluhan pertanian yang dijelaskan dalam bab V; 3) Penyelenggaraan pemantapan sistem pelatihan pertanian yang dijelaskan dalam bab VI; 4) Penyelenggaraan revitalisasi pendidikan pertanian serta standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang dijelaskan dalam bab VII; 5) Penyelenggaraan dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya yang dijelaskan dalam bab VIII;

2

3) 1.2012 3 . 7) Meningkatnya kapasitas 2. 2) 229 unit kelembagaan pelatihan milik petani (P4S) yang terbina dan terklasifikasi kelembagaannya.080 unit kelembagaan penyuluhan.289 orang ketenagaan penyuluhan. TARGET DAN INDIKATOR Program dan Kegiatan Pada anggaran 2012 Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) hanya mempunyai satu program yaitu Program Pengembangan SDM Pertanian dan Kelembagaan Petani. dan 5) Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.103 orang kelembagan petani (Gapoktan/Poktan) yang difasilitasi dan dikembangkan.277 orang ketenagaan pelatihan pertanian yang difasilitasi dan dikembangkan.248 tenaga teknis menengah dan calon wirausaha muda pertanian 6) Meningkatnya kapasitas 52.1. 2) Meningkatnya kapasitas 22.- 2. 3) 4. Target dan Indikator Program Pengembangan SDM Pertanian dan Kelembagaan Petani mempunyai 7 (tujuh) target dan indikator utama.000.II. Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian 1) 2.1. dan BPP). sebagai berikut. PROGRAM.103 unit kelembagaan petani . 4) 247 dokumen kegiatan pemantapan sistem penyuluhan pertanian.205 orang non aparatur di sektor pertanian .443 orang aparatur di sektor pertanian. 2) 52. Untuk melaksanakan program dan kegiatan tersebut dalam tahun anggaran 2012 Badan PPSDMP mendapat alokasi dana sejumlah Rp.429 orang aparatur fungsional. 5) Tersedianya 16. 2) Pengembangan Pendidikan Menengah Pertanian.419.369 judul meliputi materi penyuluhan dan informasi pertanian yang dihasilkan dan disebarluaskan. 3 ) Pemantapan Sistem Pelatihan Pertanian. 5) 58.2. 4) Meningkatnya kompetensi 4. 3) Meningkatnya kinerja 58. KEGIATAN. 2.377.621. Target dan indikator utama dari Program Pengembangan SDM Pertanian dan Kelembagaan Petani pada tahun anggaran 2012 kemudian dijabarkan kedalam target dan indikator masing– masing kegiatan prioritas Badan PPSDMP. Bapelluh. Program ini dijabarkan kedalam 5 (lima) kegiatan prioritas Badan PPSDMP yaitu : 1) Revitalisasi Pendidikan Pertanian. meliputi: 1) Meningkatnya kompetensi 4. Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. 6) 772 desa yang kegiatan penyuluhannya di kelola petani (FMA – FEATI) 2. 4) Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian. Pemantapan Sistem Pelatihan Pertanian 1) 29 unit kelembagaan pelatihan UPT Pusat dan Daerah yang difasilitasi dan dikembangkan. 080 unit kelembagaan penyuluhan pertanian pemerintah yang difasilitasi (Bakorluh.289 orang ketenagaan penyuluhan pertanian yang difasilitasi. 1.

610 orang tenaga fungsional yang mengikuti jenjang pendidikan kedinasan yang sesuai standar kompetensinya. keuangan. 7) 258 dokumen perencanaan. 4) 1.3. 6) 150 desa yang meningkat kapasitasnya melalui program READ. 2. kapasitasnya melalui pelatihan 2. 2. 7) 110 dokumen perencanaan. 4 . keuangan. 2) 1. standarisasi dan sertifikasi profesi pertanian.166 orang aparatur pertanian yang ditingkatkan kompetensinya melalui pelatihan pertanian.400 orang penyuluh pertanian profesi yang disertifikasi. organisasi dan kepegawaian serta evaluasi dan pelaporan kegiatan pemantapan sistem pelatihan pertanian. 5) 2. keuangan. 4) 31 dokumen perencanaan.205 orang non aparatur pertanian yang ditingkatkan pertanian. organisasi dan kepegawaian serta evaluasi dan pelaporan program penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian. 5) 12 bulan pelaksanaan pelayanan perkantoran.248 orang generasi muda pertanian yang difasilitasi melalui pendidikan di SMK-SPP. 8) 12 bulan pelaksanaan pelayanan perkantoran. Pendidikan Menengah Pertanian 1) 16. keuangan.4.142 orang ketenagaan yang ditingkatkan kualitasnya. 2) 12 bulan pelaksanaan pelayanan perkantoran. 3) 132 orang ketenagaan pendidikan menengah pertanian (SMK-SPP) yang ditingkatkan kualitasnya.5. organisasi dan kepegawaian serta evaluasi dan pelaporan kegiatan pendidikan menengah. organisasi dan kepegawaian serta evaluasi dan pelaporan kegiatan revitalisasi pendidikan. Revitalisasi Pendidikan Pertanian serta Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 1) 7 SKKNI Profesi SDM Pertanian yang distandarisasi. 6) 204 orang aparatur yang mengikuti jenjang pendidikan formal S2 dan S3. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian 1) 91 dokumen perencanaan. 8) 12 bulan pelaksanaan pelayanan perkantoran. 5) 22. 2) 9 unit kelembagaan pendidikan menengah pertanian (SMK-SPP) yang ditingkatkan kualitasnya.4) 23. Pengembangan 3) 10 unit kelembagaan pendidikan yang ditingkatkan dan dikembangkan kualitasnya.

Badan PPSDMP dibantu oleh 130 satker yang terdiri dari 2 satker pusat. standar teknis. Untuk pengelolaan kegiatan pengembangan SDM pertanian tahun anggaran 2012. Pengelola Anggaran di Pusat 1) Kepala Badan bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian sejalan dengan tugasnya sebagai pembina program dan anggaran kinerja organisasi yang dipimpinnya. prosedur dan pedoman pelaksanaan kewenangan pemerintah di bidang pertanian. kriteria.05 /2011 tanggal 10 Oktober 2011 tentang Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. koordinasi. 1. pengendalian. pembinaan. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93/PMK. norma. 2) Sekretaris Badan dan Kepala Pusat (Eselon II Badan PPSDMP) bertindak sebagai pembantu KPA/Kepala Badan yang sehari-hari bertugas sebagai pembina pelaksanaan kegiatan dan anggaran kinerja sesuai dengan tupoksi unit organisasi yang dipimpinnya. Kewenangan provinsi sebagai wakil pemerintah pusat adalah sinkronisasi dengan penyelenggaraan urusan pemerintah daerah. 20 satker Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan PPSDMP dan 35 satker Dinas/Badan lingkup Pertanian di tingkat provinsi serta 73 satker Dinas/Badan/Kantor di tingkat kabupaten/kota. serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 164 /PMK. Secara umum penerapan anggaran kinerja di Indonesia didasarkan atas ketentuan perundangundangan yang berlaku. PROGRAM DAN ANGGARAN KINERJA PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN Pengorganisasian Pengelolaan Anggaran Terpadu Berbasis Kinerja Berdasarkan PP Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sebagai daerah otonom dan PP Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga Pemerintah. dan pelaporan.02/2011 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelahaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga TA. kewenangan pemerintah pusat adalah menyusun pedoman.2012 5 . Dalam operasional sehari-hari. pengawasan. Secara lengkap Satuan Kerja (Satker) Badan PPSDMP sebagai pelaksana kegiatan pengembangan SDM pertanian dapat dilihat pada Formulir 2.III.2012. serta seorang Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran. Pengelola anggaran berdasarkan program dan anggaran kinerja adalah sebagai berikut: Petunjuk Penyusunan dan 2. penyiapan perangkat daerah yang akan melaksanakan program dan kegiatan dekonsentrasi. KPA dibantu oleh seorang Bendaharawan Pengeluaran yang bertanggung jawab atas keuangan yang dikelola. Adapun kewenangan Kabupaten/Kota adalah pelaksanaan tugas pembantuan yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi.

2) Bupati mengusulkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Pengelola Anggaran di UPT Pusat 1) Kuasa Pengguna Anggaran/KPA dijabat oleh Kepala UPT. 3) Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) ditunjuk oleh KPA sebagai pengelola pelaksanaan kegiatan dan anggaran dari unit kerja. 2) Kuasa Pengguna Anggaran dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh satu orang bendahara pengeluaran. masing-masing KPA dibantu oleh Bendahara Pengeluaran. bertanggung jawab atas seluruh kegiatan serta keberhasilan program dan anggaran kinerja Pengembangan SDM Pertanian pada Satker yang dipimpinnya. 6 . Bendahara Pengeluaran serta Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran sebagai pelaksana kegiatan yang dibiayai dari dana dekonsetrasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian. Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) serta Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran. 4) Untuk kelancaran operasional kegiatan program dan anggaran kinerja (tertib administrasi dan keuangan) sehari-hari. sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja ybs . P2K bertugas dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan kegiatan dan anggaran kinerja pada unit organisasi masing-masing. 4. Pengelola Anggaran Tugas Pembantuan di Tingkat Kabupaten/Kota 1) Bupati selaku penerima tugas dari pemerintah pusat bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari dana tugas pembantuan kepada Menteri Pertanian. Bendahara Pengeluaran serta Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran sebagai pelaksana kegiatan yang dibiayai dari dana tugas pembantuan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian.3) Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) ditunjuk oleh KPA untuk setiap unit Eselon II. 3. 2) Gubernur menetapkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Pengelola Anggaran Dekonsentrasi di Tingkat Provinsi 1) Gubernur selaku penerima pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari dana dekonsentrasi kepada Menteri Pertanian. Sehubungan dengan itu. Pejabat Pembuat Komitmen (P2K). Pejabat Pembuat Komitmen (P2K). 5) Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) dapat ditunjuk lebih dari satu orang dan ditetapkan sesuai dengan kedudukan dan kesesuaian tugas pokok dan fungsi unit kerjanya dengan kegiatan dan anggaran pengembangan SDM pertanian yang akan menjadi tanggungjawabnya. 3) Kepala Dinas/Badan lingkup pertanian tingkat provinsi sebagai Kepala Satker atau pejabat yang ditunjuk sebagai Kuasa Pengguna Anggaran. Pejabat Pembuat Komitmen dan satu orang Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran. pada Satker yang mendapat kegiatan dan anggaran pelatihan. agar menunjuk P2K yang berasal dari Unit Kerja/ Balai Pelatihan Pertanian Eks UPT Badan PPSDMP 5.

masing-masing bertanggung jawab atas seluruh kegiatan serta keberhasilan program dan anggaran kinerja Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian pada Satker yang dipimpinnya. masing-masing KPA dibantu oleh Bendahara Pengeluaran.3) Menteri Pertanian menetapkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). 5) Untuk kelancaran operasional kegiatan program dan anggaran kinerja (tertib administrasi dan keuangan) sehari-hari. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012 7 . 4) Kepala Dinas/Badan/Kantor lingkup pertanian tingkat kabupaten sebagai Kepala Satker atau pejabat yang ditunjuk sebagai Kuasa Pengguna Anggaran. Bendahara Pengeluaran serta Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran sebagai pelaksana kegiatan yang dibiayai dari dana tugas pembantuan. Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) serta Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran.

tetapi dalam bentuk program PPSDMP yang terpadu guna menunjang ketahanan pangan. Badan PPSDMP. secara bertahap dilakukan upaya pengembangan kapasitas lembaga pendidikan. Penyusunan RKA-KL tersebut. kegiatan dan penganggaran diusulkan langsung ke Pusat. Penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) DIPA disahkan sebagai dasar pelaksanaan kegiatan untuk masing-masing Satuan Kerja (Satker) dan setiap DIPA hanya memuat kegiatan untuk satu Satker. juga harus didasarkan pada Peraturan Presiden tentang Rencana Kerja Pemerintah.q. 6) Usulan kegiatan dan anggaran seperti dimaksud di atas. 1. 2) Perencanaan di tingkat pusat tidak lagi tersekat-sekat. melainkan terpadu dalam sistem yang dikoordinasikan dengan instansi terkait baik pusat maupun daerah. 8 .IV. 5) Untuk dapat menyelenggarakan kegiatan PPSDMP yang berkualitas. Undang-undang APBN dan alokasi pagu APBN serta persetujuan DPR. Selanjutnya setelah dilakukan penelaahan terhadap RKA-KL pagu tetap antara Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (DJA) dengan Kementerian Pertanian c. dituangkan dalam dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) Badan PPSDMP tahun 2012. lembaga pelatihan dan kelembagaan penyuluhan pertanian. usulan kegiatan dan penganggaran dilakukan oleh Pusat dengan mengacu pada loan agreement disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daerah. Sedangkan petani sebagai pelaku utama dan subyek pembangunan didorong agar mampu meningkatkan kesejahteraannya melalui pengembangan usaha dan peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian. 3) Bagi UPT Badan PPSDMP. DIPA Kementerian Negara/Lembaga dikategorikan sebagai berikut. Bagi satuan kerja yang mendapatkan kegiatan yang bersumber dari dana PHLN. Provinsi dan Nasional. motivator dan dinamisator bagi masyarakat/swasta. dan kemudian disesuaikan dengan kebijakan PPSDMP. Tampilan program di lapangan tidak lagi dalam bentuk kegiatan parsial. peningkatan nilai tambah dan daya saing serta peningkatan kesejahteraan petani. selain berdasarkan kebutuhan kegiatan. MEKANISME PENGELOLAAN KEGIATAN DAN ANGGARAN Perencanaan Kegiatan dan Anggaran Menyikapi perubahan pola penganggaran dan tantangan PPSDMP. Untuk itu prinsip perencanaan program dan anggaran PPSDMP adalah sebagai berikut: 1) Pembangunan pertanian khususnya PPSDMP menempatkan aparatur pemerintahan sebagai fasilitator. 2. DJA menerbitkan Arsip Data Komputer (ADK) dan Surat Penetapan Rencana Kegiatan dan Anggaran (SPRKA) untuk satker lingkup Badan PPSDMP. kebijakan program dan anggaran PPSDMP perlu dijabarkan secara lebih terstruktur. usulan kegiatan dan penganggaran dilakukan melalui satuan kerja daerah. terukur dan operasional dengan berbasiskan kepada tugas dan fungsi masing-masing instansi PSDMP. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) Tingkat kabupaten. 4) Bagi Dinas/badan lingkup pertanian di tingkat provinsi selaku penyelenggara kegiatan pendidikan/pelatihan/penyuluhan pertanian maupun UPT Daerah.

DIPA dalam rangka Pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan DIPA dalam rangka pelaksanaan Dekonsentrasi adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang pelaksanaannya dilimpahkan kepada Gubernur dalam hal ini Satker Dekonsentrasi di provinsi. Gubernur selaku Kuasa Menteri Pertanian dan Bupati selaku penerima tugas dari Menteri Pertanian.2. dan selanjutnya Kepala Kanwil DJPb atas nama Menteri Keuangan menetapkan SP-DIPA. Kepala UPT Badan PPSDMP selaku Kuasa Menteri Pertanian atau menetapkan DIPA dan selanjutnya Kepala Kanwil DJPb atas nama Menteri Keuangan mengesahkan DIPA dengan menerbitkan SP DIPA. Sedangkan DIPA dalam rangka pelaksanaan Tugas Pembantuan adalah dokumen DIPA Pusat yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Kabupaten/ Kota dalam hal ini Satker Tugas Pembantuan di kabupaten/kota. 2. dan meliputi rencana penarikan anggaran per bulan. 2. dan DIPA FEATI dan selanjutnya Direktur Jenderal Perbendaharaan atas nama Menteri Keuangan mengesahkan DIPA dengan menerbitkan Surat Pengesahaan DIPA (SP-DIPA). Validasi ADK RKA dan DNA Satker dilakukan secara bersama antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) dengan Kantor Daerah/Instansi Vertikal Kementerian/Lembaga.1. Penyusunan DIPA didasarkan pada ADK RKA dari DJA dan Daftar Nominatif Anggaran (DNA) yang diterbitkan oleh DJPb. dalam hal ini Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan PPSDMP. 4. Validasi ADK RKA dan DNA Satker dilakukan secara bersama antara Kanwil DJPb dengan Satker terkait atas nama Gubernur atau Bupati.2012 . cara pelaksanaan/pengadaan. Kepala Badan PPSDMP selaku Kuasa Menteri Pertanian menetapkan DIPA Badan PPSDMP. dalam hal ini Badan PPSDMP. 3. Petunjuk Operasional Kegiatan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) yang merupakan bagian dari DIPA dan sudah terprogram dalam aplikasi DIPA harus menjadi dasar pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan anggaran. Penyusunan DIPA didasarkan pada ADK dan SP-RKA yang diterbitkan oleh DJA. DIPA Kantor Daerah DIPA Kantor Daerah adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang pelaksanaannya dilakukan oleh Satker Kantor Daerah/Instansi Vertikal Kementerian/Lembaga.3. jadwal kegiatan (Peran POK).2. bahwa Revisi Anggaran adalah Tahun perubahan Rincian Anggaran Belanja 9 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Satker menetapkan DIPA. Penyusunan DIPA didasarkan pada ADK RKA dari DJA dan Daftar Nominatif Anggaran (DNA) yang diterbitkan oleh DJPb. POK diterbitkan oleh Kepala Satker selaku KPA.02/2011 tentang Tata Cara Revisi Anggaran Anggaran 2011. DIPA Kantor Pusat DIPA Kantor Pusat adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang pelaksanannya dilakukan oleh Satker Kantor Pusat Kementerian Negara/ Lembaga. Revisi Anggaran Berdasarkan PMK Nomor 49/PMK. penanggung jawab kegiatan. Validasi ADK RKA dan SP RKA dilakukan secara bersama antara Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (DJPb) dengan Kementerian/ Lembaga terkait.

dan/atau. 2) Pergeseran antar kegiatan dalam satu program sepanjang pergeseran tersebut merupakan Hasil Optimalisasi. dan/atau Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) . antara lain meliputi : 1) Pergeseran antar program dalam satu bagian anggaran untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional. 2) Lanjutan kegiatan yang dananya bersumber dari PHLN 3) Percepatan penarikan PHLN 4) Penerimaan hibah Luar Negeri yang diterima oleh pemerintah Cq Kemenkeu dan dilaksanakan oleh Kementerian/ Lembaga.Pemerintah Pusat yang telah ditetapkan berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).1.1. Surat Penetapan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga ( Sp RKA-KL).1. 2) Perubahan atau pergeseran rincian anggaran belanja dalam hal pagu anggaran tetap. 3) Pergeseran antar jenis belanja dalam satu kegiatan.1. 8) Penggunaan anggaran belanja yang bersumber dari PNBP di atas pagu APBN. 4) Perubahan volume Keluaran berupa penambahan volume Keluaran dalam satu Keluaran dan/atau antarkeluaran dalam satu kegiatan dan satu satuan kerja. Ruang Lingkup dan Batasan Revisi Anggaran 4. 4.1. 5) Penerimaan hibah luar negeri yang diterima dalam bentuk uang dan dilaksanakan langsung oleh Kementerian/Lembaga. Perubahan atau pergeseran rincian anggaran belanja dalam hal pagu anggaran tetap.1.2. 5) Perubahan volume Keluaran berupa pengurangan Keluaran dalam satu kegiatan dan satu satuan kerja. volume Keluaran dalam satu 10 . Ruang Lingkup Revisi Anggaran terdiri atas: 1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran belanja termasuk pergeseran rincian anggaran belanjanya.1. 3) Perubahan/ralat karena kesalahan administrasi.1. Perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran belanja termasuk pergeseran rincian anggaran belanjanya sebagai akibat antara lain dari : 1) Kelebihan realisasi PNBP di atas target yang direncanakan dalam APBN. 4. 4. 6) Tambahan pinjaman Luar Negeri 7) Pengurangan alokasi PHLN.

2012 11 . pejabat perbendaharaan. 10) Pencairan blokir/ tanda bintang (*) yang dicantumkan oleh Direktorat Jenderal Anggaran. 9) Perubahan kurs sepanjang perubahan tersebut terjadi setelah kontrak ditandatangani.6) Perubahan volume Keluaran berupa penambahan atau pengurangan volume Keluaran antarsatuan kerja sepanjang dalam kegiatan yang sama dan digunakan untuk Keluaran yang sama. Revisi Anggaran dapat dilakukan sepanjang tidak mengakibatkan pengurangan alokasi anggaran terhadap : 1) Kebutuhan Biaya Operasional satuan kerja. 3) Ralat pencantuman volume. 2) Perubahan Nomenklatur bagian anggaran dan /atau satuan kerja sepanjang kode tetap. 15) Pergeseran reincian anggaran belanja yang digunakan untuk Program/Kegiatan yang tidak sesuai dengan hasil kesepakatan anarata Pemerintah dengan DPR-RI (kesimpulan repat kerja dalam rangka APBN) 16) Perubahan lainnya sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan.penggunaanya. 4) Paket pekerjaan pekerjaan yang bersifat multiyears. kode KPPN. 11) Pergeseran anggaran antar kegiatan yang tidak berasal dari Hasil Optimalisasi.2. ralat kode dan nomenklatur satua kerja. kode kewenangan. jenis dan satuan Keluaran pada RKA-Kl dan DIPA sesuai dengan dokumen RKP atau hasil kesepakatan DPR .1. 3) Pembayaran berbagai tunggakan. 4. kode nomor register PHLN. kode lokasi. Batasan Revisi Anggaran: 4.3. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 4) Perubahan lainnya sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Menteri Keuangan.RI. 4.1. cara penarikan PHLN. 12) Pergeseran rincian anggaran belanja yang mengakibatkan perubahan Hasil Program. 14) Pencairan blokir/ tanda bintang(*) yang dicantumkan oleh DPR-RI termasuk pencairan blokir yang tidak sesuai dengan rencana peruntuka. 13) Penggunaan anggaran yang harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) terlebih dahulu.1. 8) Pergeseran dalam satu propinsi/kabupaten/kota untuk memenuhi Biaya Operasional yang dilaksakan oleh unit organisasi di tingkat pusat maupun oleh instansi vertikalnya di daerah.1. Perubahan/ralat karena kesalahan administrasi antara lain karena: 1) Perubahan/ralat kode akun.1. sumber dana.2. 7) Pergeseran dalam satu propinsi/kabupaten/kota untuk kegiatan dalam rangka Tugas Pembantuan atau dalam satu propinsi untuk Kegiatan dalam rangka Dekonsentras. 2) Alokasi tunjangan profesi guru/dosen. rumusan keluaran.

2.2. 2) Tidak mengurangi spesifikasi keluaran.2. 10) Pencairan blokir/ tanda bintang(*) yang dicantumkan oleh Direktorat Jenderal Anggaran.2.2. 9) Perubahan kurs sepanjang perubahan tersebut terjadi setelah kontrak ditandatangani.1.2.1. 2) Lanjutan kegiatan yang dananya bersumber dari PHLN 3) Percepatan penarikan PHLN 4) Penerimaan hibah Luar Negeri yang diterima oleh pemerintah Cq Kemenkeu dan dilaksanakan oleh Kementerian/ Lembaga. 8) Perubahan volume Keluaran berupa penambahan atau pengurangan volume Keluaran antarsatuan Kerja sepanjang dalam Kegiatan yang sama dan digunakan untuk Keluaran yang sama.1. Revisi Anggaran dapat dilakukan sepanjang tidak mengubah Sasaran Kinerja dengan ketentuan : 1) Tidak mengurangi volume Keluaran Kegiatan Prioritas Nasional dan/ atau Prioritas Bidang. Usulan Revisi Anggaran yang disampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran paling sedikit dilampiri dokumen: RKA. Revisi Anggaran Pada Direktorat Jenderal Anggaran 4. 5) Pengurangan alokasi PHLN. dalam satu kegiatan dan satu satuan kerja.2. 4. 7) Perubahan volume Keluaran berupa pengurangan volume Keluaran dalam satu Keluaran.1.1. 6) Penggunaan anggaran belanja yang bersumber dari PNBP di atas pagu APBN. Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Direktorat Jenderal Anggaran meliputi perubahan berupa penambahan dan/atau perubahan atau pergeseran rincian anggaran belanja sebagai akibat adanya: 1) Kelebihan realisasi PNBP di atas target yang direncanakan dalam APBN.satuan kerja yang memuat usulan perubahan atau pergeseran rincian anggaran belanja beserta perubahan ADK RKA-K/L dan dilengkapi dengan dokumen pendukung meliputi: 12 . Kewenangan dan Tata Cara Revisi Anggaran 4. 4.5) Paket pekerjaan yang telah dikontrakan dan/atau direalisasikan daqnanya sehingga menjadi minus. 4. 11) Perubahan/ralat karena kesalahan administrasi.

2) Rincian sisa dana PHLN yang ditandatangani oleh Kepala Satuan Kerja dan diketahui oleh KPPN setempat.q Direktorat Jenderal Anggaran untuk selanjutnya dimintakan persetujuan dari DPR – RI 4.2. 3) Surat keterangan pengelola kegiatan dan Annual Work Plan (AWP) yang disetujui Lender dalam hal percepatan penarikan PHLN. 4) Kerangka Acuan Kerja.2.3.3.2.2. Revisi Anggaran Yang Memerlukan Persetujuan DPR-RI 4. khusus untuk perubahan pagu PHLN akibat lanjtan PHLN. Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan DPR-RI terdiri dari: 1) Tambahan Pinjaman Proyek Luar Negeri 2) Pergeseran Oreasional.2. 7) Pergeseran rincian anggaran belanja yang digunakan untuk Program/Kegiatan yang tidak sesuai dengan hasil kesepakatan antara Pemerintah dengan DPR-RI (Kesimpulan rapat kerja dalam rangka APBN).3.2.2. 3) Pergeseran anggaran antarkegiatan yang tidak berasal dari Hasil Optimalisasi.2. 5) Penggunaan Anggaran yang harus mendapat persetujuan DPR-RI terlebih dahulu.1. 6) Pencairan blokir/tanda Bintang (*) yang dicantumkan oleh DPR-RI termasuk pencairan blokir yang tidak sesuai dengan rencana peruntukan/penggunaanya. Rincian Anggaran Biaya dan Revisi DIPA terakhir.1.2. Revisi Anggaran dapat ditetapkan oleh Menteri Keuangan setelah mendapatkan persetujuan DPR-RI. Anggaran antarprogram selain untuk memenuhi kebutuhan Biaya 4.2.1) Perhitungan anggaran yang diusulkan dilakukan perubahan/pergeseran termasuk dana pendamping untuk PHLN yang mensyaratkan dana rupiah pendamping. RKA-satuan kerja yang memuat usulan perubahan pendapatan dilampiri ADK RKA-K/L fotocopi Surat Edaran Bukan Pajak (SSBP) dan Nomor dan transaksi Penerimaan Negara (NTPN) yang telah divalidasi oleh KPPN setempat dalam hal perubahan anggaran karena PNBP yang melampaui target. 4) Pergeseran rincian anggaran belanja yang mengakibatkan perubahan hasil program. Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan diajukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) kepada Direktur Jenderal Anggaran untuk selanjutnya dimintakan persetujuan Menteri Keuangan.2.2012 13 . Revisi Anggaran Yang Memerlukan Persetujuan Menteri Keuangan 4. Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan DPR-RI diajukan oleh Kementerian Negara kepada Menteri Keuangan c. 4. 4. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.

4. 4. Satuan kerja pelaksana Kegiatan dalam rangka Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan melaporkan perubahan tersebut kepada Unit Eselon I.4. 2) Tidak mengubah Sasaran Kinerja.2. 5) Pergeseran antar propinsi/kabupaten/kota untuk memenuhi Biaya Operasional yang dilaksanakan oleh unit organisasi di tingkat Pusat maupun oleh instansi vertikalnya di daerah.4. 3) Pergeseran antarprogram dalam satu Bagian Anggaran untuk memenuhi kebutuhan Biaya Operasional.2. Usulan Revisi Anggaran yang disampaikan kepada Direktur Jenderal Perbendaharaan/Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan paling sedikit dilampiri dokumen : 1) Konsep Revisi DIPA yang telah ditandatangani oleh KPA beserta ADK. 14 . Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Kantor Pusat/Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan meliputi : 1) Penerimaan Hibah Luar Negeri yang diterima dalam bentuk uang dan dilaksanakan secara langsung oleh Kementerian Negara/Lembaga.1. 7) Perubahan/ralat karena kesalahan administrasi. Revisi Anggaran Pada Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran.2. 4.1.4. 4.2. Revisi Anggaran dapat dilaksanakan oleh PA/KPA dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Tidak mengurangi alokasi anggaran.2. 2) Penggunaan Anggaran Belanja yang bersumber dari PNBP diatas pagu APBN . Revisi Anggaran pada Kantor Pusat/Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan 4.2.5.2.5. 4) Pergeseran antarjenis belanja dalam satu Kegiatan.3. dananya masih tersedia dan tidak mengurangi Sasaran Kinerja.2.4. 3) Penambahan volume Keluaran dalam satu Keluaran dan/atau antarkeluaran dalam satu kegiatan. 6) Perubahan rincian belanja sebagai akibat dari penyelesaian tunggakan tahun yang lalu sepanjang dalam Program yang sama.3. Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan terdiri dari: 1) Pergeseran antarkegiatan dalam satu Program sepanjang pergeseran tersebut merupakan Hasil Optimalisasi 4.2.4.

1.4) Pergeseran antarkomponen untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional.2. Dalam hal Revisi Anggaran mengakibatkan perubahan DIPA.2. PA/KPA wajib menyampaikan setiap perubahan ADK RKA satuan kerja kepada Direktur Jenderal Perbendaharaan untuk DIPA yang disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan atau Kepala Kantor Wilayah disahkan Direktorat oleh Jenderal Kepala Perbendaharaan Wilayah untuk DIP yang Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan. mencetak POK. 4.2.2.5.6.6. Direktorat Jenderal Anggaran dapat memproses/menyelesaikan usulan Revisi Anggaran yang diajukan oleh Kementerian Negara dalam hal substansi dan kewenanganya meliputi kewenangan Direktorat Jenderal Anggaran dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 5) Pergeseran antarkomponen dalam satu Keluaran sepanjang tidak menambah jenis honorarium baru dan besaran honoraium yang sudah ada. perubahan POK dapat ditetapkan oleh KPA setelah perubahan DIPA disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan / Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.6.3. Hal-Hal Khusus 4. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 4. Paket Pekerjaan yang alokasi anggarannya diblokir/dibintang (*) tidak termasuk paket pekerjaan yang sudah jelas peruntukannya namun pelaksanaannya memerlukan syarat dan kondisi tertentu. Revisi anggaran dilakukan dengan cara mengubah ADK RKA satuan kerja melalui aplikasi RKA-K/L.2.5.2.2012 15 . 4. 4.2. dan KPA menetapkan perubahan POK 4. 4. 6) Pergeseran antarkomponen dan antarkeluaran dalam satu kegiatan.3.4.2. apabila sampai dengan akhir bulan bulan Juni KPA tidak melengkapi dokumen yang dipersyaratkan. alokasi anggaran yang diblokir tersebut tidak dapat digunakan sampai dengan akhir tahun anggaran. Paket Pekerjaan yang alokasi anggarannya diblokir/dibintang (*) sebagai akibat belum dilengkapi TOR/RAB/dokumen pendukung lainya dan alokasi anggaran yang belum jelas peruntukannya.2.6.5.

4) Revisi DIPA Tugas Pembantuan. Pelaksanaan Kegiatan dan Pengelolaan Anggaran 1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47. 2) Revisi DIPA satuan kerja pusat dalam rangka penerimaan Hibah Luar Negeri yang diterima dalam bentuk uang dan dilaksanakan secara langsung oleh Kementerian Negara.1. 5.3. 4) Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2009 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2010(Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 156. KPA dapat mengajukan usul perubahan rumusan Keluaran kepada Direktur Jenderal Anggaran sepanjang tidak mengubah pagu anggaran dan tidak mengurangi volume Keluaran Kegiatan Prioritas Nasional dan/ atau Prioritas Bidang.3. 4. 5) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah.1. 7) Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.4.6. 4.3. Tambahan Lembaran Negara Nomor 5075). tambahan Lembaran Negara Nomo 4355). Pengesahan Revisi DIPA yang dilaksanakan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan meliputi: 1) Revisi DIPA untuk satuan kerja pusat yang berlokasi di daerah (diluar DKI Jakarta). Dalam hal terjadi perubahan rumusan Keluaran sebagai akibat adanya perubahan tugas fungsi unit atau penugasan. Pengesahan Revisi DIPA 4. 3) Revisi DIPA Dekonsentrasi. 3) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan 5. 2) Revisi DIPA untuk Satuan Kerja Vertikal. 2) Undang -Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 5.2.2.4. tambahan Lembaran Negara Nomor 4400). 6) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 5) Revisi DIPA baik untuk DIPA yang disahkan di Pusat maupun di Daerah. 16 . Landasan Operasional Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 66. Pengesahan Revisi DIPA yang dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan meliputi: 1) Revisi DIPA satuan kerja Pusat yang berlokasi di DKI Jakarta. tambahan Lembaran Negara Nomor 4286).

hadiah/tanda mata.06/2007 tentang Penggolongan dan Kodefikasi BMN. 2) efektif. 16) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73/PMK. 3) pesta untuk berbagai peristiwa pada Kementerian/Lembaga. Penilaian dan Pelaporan Dalam Rangka Penertiban BMN.2. Pelaksanaan Anggaran Belanja Negara didasarkan atas prinsip-prinsip: 1) hemat.2. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 17) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK.05/2007 Tentang Bagan Akun Standar. Evaluasi dan Pelaporan Pembangunan Pertanian.2. 5. 19) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. Penghapusan dan Pemindahtangan BMN. 10) Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. karangan bunga dan sebagainya untuk berbagai peristiwa. 13) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 97/PMK.140/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian.05/2009 tahun 2009 tentang Tata Cara Rekonsiliasi dalam rangka Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.06/2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Inventarisasi. sebagai berikut. 2) pemberian ucapan selamat . 22) Keputusan Menteri Pertanian Nomor 720. 4) pengeluaran lain-lain untuk kegiatan sejenis seperti tersebut di atas. tidak mewah.8) Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan BMN/Daerah. termasuk Pekan Olah Raga. hari ulang tahun Kementerian/Lembaga.1. 18) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91/PMK.06/2005 Tantang Pedoman Pembayaran Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 12) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96/PMK. 14) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 109/PMK. 15) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK. 5. Ketentuan Umum Dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ada ketentuanketentuan yang harus diperhatikan. 20) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61/Permentan/OT. 5.05/2009 Tentang Perencanaan Kas. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008.06/2007 tetang Tata CaraPelaksanaan.1/Kpts/OT. efisien dan sesuai kebutuhan teknis yang disyaratkan.05/2008 tentang Tatacara Penatausahaan dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Kementerian Negara/Lembaga/Kantor/Satker.140/12/2006 Tentang Pedoman Administrasi Keuangan Kementerian Pertanian. 3) mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri. 9) Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2009 tenatng Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2007 tentang Penertiban BMN.2012 17 . iklan.2. 11) Peraturan Pemerintah Nomor 102/PMK. Pemanfaatan. Anggaran Belanja Negara tidak diperkenankan untuk membiayai kegiatan: 1) perayaan atau peringatan hari besar. Penggunaan.05/2007 Tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. 21) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 31 Tahun 2010 tentang Pedoman Sistem Pemantauan. terarah dan terkendali sesuai dengan rencana/kegiatan.

dan Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran (P4) yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian. Rincian Anggaran Biaya (RAB) merupakan dokumen rincian biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan. Dokumen Kinerja Tahunan memuat informasi tentang sasaran yang ingin dicapai dalam tahun yang bersangkutan dengan indikator kinerja sasaran dan rencana capaiannya yang terukur. untuk menyiapkan dokumen pendukung pengelolaan anggaran sebagai berikut.5. Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) merupakan dokumen yang memuat informasi yang lengkap dan rinci tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Dokumen Pendukung Pelaksanaan Setelah menerima DIPA pengelolaan anggaran (daftar isian pelaksanaan anggaran) maka Kuasa Pengguna Anggaran dan Bendahara Pengeluaran serta Pejabat Pembuat Komitmen berkoordinasi dengan Bagian/Bidang yang menangani program dan menginformasikan kepada penanggungjawab kegiatan. 3) Rencana Penyerapan Anggaran Rencana Penyerapan Anggaran yang dikompiliasi menjadi Rencana Penarikan Dana (RPD) sebagai lampiran dokumen DIPA disusun sekaligus untuk 12 bulan dengan mengacu kepada kebutuhan anggaran yang disesuaikan dengan jadwal rencana pelaksanaan kegiatan. 4) Rencana Kinerja Tahunan Dokumen ini berfungsi sebagai dokumen kendali dan acuan evaluasi atas pelaksanaan kegiatan dan anggaran yang diterimanya. spesifik dan terukur. 5. KAK dan RAB ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan disahkan oleh Kepala Satker. Rencana Kinerja Tahunan merupakan komitmen suatu unit kerja yang akan dicapai dalam tahun tertentu. Bendahara Penerimaan. 18 . Struktur Organisasi Pengelola Keuangan Pengelola Keuangan terdiri dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Rencana triwulan diharapkan memperlihatkan progress pencapaian kinerja maupun rencana penyerapan anggaran.3. 5) Rencana Triwulan Masing-masing Penanggung jawab Kegiatan agar menyiapkan rencana triwulanan sekaligus untuk 4 triwulan dan disahkan oleh Kepala Satker. Didalam dokumen rencana kinerja indikator keberhasilan harus dinyatakan dengan parameter yang jelas. Rencana penyerapan anggaran ditandatangani oleh penanggungjawab dan disahkan oleh Kepala Satker. Rencana Kinerja Tahunan merupakan penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan. 1) Matriks Rencana Kegiatan Matrik rencana kegiatan disiapkan oleh Penanggungjawab kegiatan yang berkoordinasi dengan Bagian/Bidang yang menangani program yang ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan disahkan oleh Kepala Satker. harus ditandatangani oleh Penanggungjawab Kegiatan dan disahkan oleh Kepala Satker. 2) Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) dan Rincian Anggaran Biaya (RAB) KAK dan RAB disiapkan oleh penanggungjawab kegiatan. Sedangkan Pejabat Pembuat Komitmen ditetapkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran.4. Bendahara Pengeluaran.

dibayarkan oleh Bendahara Pengeluaran setelah SPPD dan Surat Bukti Pengeluaran Perjalanan Dinas disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. II. 4) Berdasarkan SPPD.2012 19 . 5. 4) Mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM). 7) Pertanggungjawaban Biaya Kegiatan.2. Rencana triwulan diajukan triwulan ini dapat dievaluasi dan disesuaikan pada awal triwulan yang akan dilaksanakan.4.6. dan transport lokal. Usulan Perjalanan Dinas 1) Usulan Perjalanan Dinas harus diketahui oleh Atasan Langsung untuk disampaikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran melalui Pejabat Pembuat Komitmen untuk mendapatkan persetujuan. 6) Mendistribusikan Biaya Kegiatan. Pengajuan dan Pelaksanaan Perjalanan Dinas Dalam Negeri 5. 2) biaya transport pegawai. 2) Menerbitkan Surat Tugas Perjalanan Dinas oleh Atasan Langsung. 5. 2) Melakukan Rapat Koordinasi Rencana Pelaksanaan Kegiatan dan Kebutuhan Dana. Bendahara Pengeluaran membuat Surat Bukti Pengeluaran Perjalanan Dinas yaitu Rincian Perjalanan Dinas dan Kuitansi Pembayaran Perjalanan Dinas.6. Proses pengajuan kegiatan dilakukan dengan: 1) Menyusun Rencana Kegiatan dan Kebutuhan Biaya Kegiatan Bulanan. Keseluruhan rencana triwulan (I.5. 3) Merekapitulasi Usulan Kegiatan dan Kebutuhan Biaya Kegiatan.6. Biaya Perjalanan Dinas Biaya perjalanan dinas jabatan terdiri dari : 1) uang harian yang meliputi uang makan. Rencana triwulanan diajukan dan ditandatangani oleh Penanggungjawab Kegiatan dan disahkan oleh Kepala Satker. Pelaporan Perjalanan Dinas 1) Pelaksana perjalanan dinas setelah selesai melaksanakan perjalanan dinas segera membuat laporan perjalanan dinas serta melaporkan kepada atasan langsung paling lama 3 (tiga) hari setelah pelaksanaan perjalanan dinas.6. 3) Menerbitkan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) oleh Pejabat Pembuat Komitmen. 5. 2) Pelaksana perjalanan dinas yang belum melaporkan hasil perjalanan dinas tidak dapat untuk diajukan kembali dan atau ditugaskan kembali melakukan perjalanan dinas sampai laporan sebelumnya diselesaikan 5. Pembayaran dan pelaksanaan Pembayaran Perjalanan Dinas. uang saku. III dan IV) akan memberikan gambaran tahapan realisasi dan anggaran.1.6.Rencana triwulan dimaksud tersebut menjadi acuan penyusunan laporan triwulan yang merupakan realisasi kinerja dan penyerapan anggaran pada triwulan yang berjalan.3. 5. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 5) Mencairkan Uang Persediaan dan Tambahan Biaya Persediaan. Pengajuan dan Pelaksanaan Biaya Kegiatan Pengajuan dan pelaksanaan biaya kegiatan sangat tergantung dengan ketersediaan Uang pada Bendahara Pengeluaran.

Pengadaan Barang dan Jasa Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah adalah kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa oleh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa. 2) Menyusun konsep Laporan Keuangan dan Neraca Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. SSPB) untuk kepastian besarnya realisasi anggaran sebelum dan sesudah dilakukan penggabungan kedalam program Sistem Akuntansi Instansi (SAI) untuk mengetahui kepastian nilai asset. 5.6. Peraturan yang mengatur Pengadaan Barang/Jasa adalah Perpres 54 Tahun 2010. 8. neraca dengan tahapan pelaksanaan kegiatan sebagai berikut: 1) Mengumpulkan SPP. SPM. Pemanfaatan. 20 . SSBP. merekonsiliasi data transaksi keuangan dengan dokumen BMN serta menggabung data dari aplikasi SAK dengan SIMAKBMN. Ketentuan Lain 1) Pejabat Negara. neraca dengan cara membandingkan data realisasi Anggaran data SIMAK BMN guna kesesuaian realisasi belanja modal dan penambahan aset sebelum melakukan rekonsiliasi dengan KPPN. data kerugian Negara/ transaksi keuangan lainnya dan menginput kedalam program aplikasi SAK guna menyusun laporan keuangan. Penyusunan Laporan Keuangan Penyusunan Laporan Keuangan Sistim Akuntansi Instansi (SAI) Satker Pusat dan Eselon I dan merekonsiliasi data Laporan Realisasi Anggaran Belanja (LRA). 5) Merekonsiliasi data realisasi anggaran belanja dan pendapatan seluruh satker dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan dengan program Sistem Akuntansi Uang (SAU) guna memperoleh keakuratan realisasi anggaran. SP2D dan SSBP. Penghapusan.3) biaya penginapan. dilarang menerima biaya perjalanan dinas rangkap (dua kali atau lebih) untuk perjalanan dinas yang dilakukan dalam waktu yang sama 2) Perjalanan Dinas Luar Negeri diatur sesuai dengan ketentuan yang berklaku untuk itu. dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara. Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Tidak Tetap.5. SP2D. laporan realisasi pendapatan negara. SSPB. Pengelolaan Barang Milik Negara Pengelolaan Barang Milik Negara/BMN mengacu kepada Peraturan Pemerintah No. kebenaran Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan neraca dengan cara membandingkan kesesuaian bukti pengeluaran dengan dokumen pendukung (SPM. 4) Merekonsiliasi LRA. laporan realisasi anggaran belanja pengembalian belanja. 6 tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan Peraturan Menteri Keuangan No. 6. 7. 3) Memverifikasi kelengkapan. 96 tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan.

4) Aspek Kebenaran Tagihan Pengujian terdahap dokumen pengeluaran anggaran dilihat dari aspek kebenaran tagihan adalah untuk mengetahui apakah secara formal maupun material bukti pengeluaran telah benar dan sah sehingga layak untuk dibayar. 7) Menganalisis LRA. LRP. kebenaran pembebanan anggaran. aspek kebenaran tagihan dan aspek kelengkapan bukti pengeluran sebagai berikut: 1) Aspek Ketersediaan Anggaran Pengujian terhadap dokumen pengeluaran anggaran dilihat dari aspek ketersediaan angaran adalah untuk mengetahui jumlah pengeluaran anggaran yang tercantum dalam dokumen 2) Aspek Ketepatan Tujuan Pengeluaran Pengujian terhadap dokumen pengeluaran anggaran dilihat dari aspek ketepatan tujuan pengeluaran adalah untuk mengetahui apakah tujuan pengeluaran yang tercantum dalam tanda bukti pengeluaran telah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dalam dokumen anggaran. neraca kedalam program SAI eselon I untuk dilaporkan ke Biro Keuangan dan Perlengkapan Kementerian Pertanian. ketetapan tujuan pengeluaran. 5) Aspek Kebenaan Kelengkapan Bukti Pengeluaran Pengujian terhadap dokumen pengeluaran anggaran dilihat dari aspek kelengkapan bukti pengeluaran adalah tanda bukti pengeluaran telah dilengkapi dengan persyaratan yang telah diwajibkan. 3) Aspek Kebenaran Pembebanan Dokumen Pengujian terhadap dokumen pengeluaran anggaran dilihat dari aspek kebenaran pembebanan anggaran adalah untuk mengetahui apakah pembebanan anggaran yang tercantum dalam dokumen bukti pengeluaran yang telah dilakukan. Neraca seluruh satker dengan membandingkan tahun yang lalu untuk dituangkan kedalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) 8) Menyusun Laporan Keuangan Satker Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian untuk pertanggungjawaban Kepala Badan selaku Kuasa Penggunan Anggaran/Barang. sebagai bahan laporan Kementerian Pertanian. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Verifikasi Ruang lingkup verifikasi terhadap dokumen pengeluaran anggaran (pertanggungjawaban) mencakup 5 (lima) aspek yakni aspek ketersediaan anggaran. b) Lampiran dokumen-dokumen tanda bukti pengeluaran. 9.6) Mengkonsolidasikan LRA dab neraca dari seluruh satker dengan menggabungkan LRA. yaitu : a) Lampiran tanda bukti pengeluaran.2012 21 .

2) Penerimaan Fungsional adalah penerimaan yang diperoleh dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kementerian Pertanian a.10. Nomor 7 tahun 2004 tanggal 11 Pebruari 2004 tentang ketentuan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Pertanian. Sumber dana mata anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak agar dibedakan sebagai berikut. Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP ) 10. barang yang dihapuskan/berlebih/rusak. Gedung Bangunan dan tanah b) Sewa Rumah Dinas. sewa rumah dinas.l. penjualan hasil samping (ternak. Hasil Kebun b) Penjualan Hasil Peternakan c) Sewa Gedung. dst) 10. Penyusunan Target Penerimaan Dalam penyusunan target Penerimaan Negara Bukan Pajak agar mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE-49/A/2001 tanggal 9 April 2001. jasa persewaan. dst. Jenis Penerimaan PNBP adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari anggaran APBN yaitu pendapatan yang berasal dari penerimaan dalam negeri berupa penerimaan umum dan fungsional.2.1. 10. kebun. 22 . Kelompok Penerimaan Dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak terdapat 4 kelompok besar PNBP yang terdiri dari: 1) Penerimaan Penjualan Hasil Samping 2) Penerimaan Sewa dan Jasa 3) Penerimaan Pendidikan 4) Penerimaan Lain-lain. perjanjian kerjasama operasional. Penggunaan Hasil Penerimaan Fungsional Penggunaan hasil penerimaan fungsional mengacu pada peraturan pemerintah Nomor 73 tahun 1999 tentang Penggunaan PNBP yang bersumber dari kegiatan tertentu dan harus mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan yang permohonannya dilengkapi: 1) Tujuan penggunaan dana PNBP 2) Rincian kegiatan pokok yang akan dibiayai PNBP 3) Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak serta tarif yang berlaku. Sedangkan untuk menentukan besaran target yang dapat diterima mengacu pada PP. 1) Penerimaan Umum adalah penerimaan yang tidak berasal dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kementerian.4.3. 2) Penerimaan Fungsional a) Penjualan Hasil Pertanian. 10.l. 1) Peneriman Umum a) Penjualan Rumah. c) … dan seterusnya. yang pada dasarnya terdapat pada setiap Kementerian a. jasa giro. Bangunan dan Gudang d) … dan seterusnya.

Dalam pengajuannya dilakukan selambat-lambatnya tanggal 15 Nopember tahun berjalan yang akan diteliti dan dibahas oleh Kementerian keuangan bersama Instansi terkait.6. Prosedur Pencairan Hasil Penerimaan Fungsional Pada Instansi Badan PPSDMP pencairan dana Hasil Penerimaan Fungsional yang baru disetujui izin penggunaannya sebesar 90%. serta perkiraan 2 (dua) tahun anggaran mendatang. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.4) Laporan realisasi dan perkiraan tahun anggaran berjalan.: 1) Apabila dalam satu bulan tidak terdapat penerimaan/penyetoran. mess dan pencairannya langsung membuat LS ke KPKN. 10. lokasi dan nama kantor/satuan kerja yang bersangkutan. maka laporan SPJ tetap dibuat dengan laporan “ NIHIL “ 2) Laporan/SPJ tidak dibenarkan digabung untuk beberapa bulan. menyimpan. Prosedur Penyelesaian 1) Kepala Kantor/Satuan Kerja melaporkan kepada Kepala Badan PPSDMP bahwa pada kantor/satuan kerjanya telah terjadi kerugian Negara yang disebabkan oleh perbuatan melanggar hukum/lalai yang dilakukan oleh Bendaharawan yang berada di unit organisasinya. 4) Bukti setor dan tanda bukti pengeluaran/kuitansi penerimaan. melainkan harus dibuat setiap bulan. membayar atau mengeluarkan uang/barang dalam penyimpanannya. 3) Copy Nota debet dari Bank atas jasa giro yang dipindah bukukan. 10.2012 23 . tembusan laporan disampaikan kepada : a) Badan Pemeriksa Keuangan. aula. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian oleh Bendaharawan dalam pembuatan SPJ adalah sbb. 4) Kuitansi penerimaan dan bukti-bukti pendukung lainnya. 3) Penerimaan dan penyetoran tahun dinas yang lalu tidak dibenarkan dimasukan pada penerimaan/penyetoran tahun dinas berjalan.5. telah melakukan kelalaian/ kesalahan yang menimbulkan kerugian Negara. 2) Copy SPM sepanjang penerimaan yang dipotong melalui daftar gaji. Tuntutan Perbendaharaan 11. harus dicantumkan dengan jelas Jenis Penerimaan. yaitu sewa gedung.1. Pelaporan Dalam pembuatan laporan SPJ/SPJ Bendahara Penerima masing-masing jenis penerimaan (Penerimaan Umum dan Penerimaan fungsional) harus dilampirkan bukti-bukti pendukung antara lain: 1) Surat Setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (SSBP). dengan melampirkan bukti setor SSBP tahun berjalan yang jumlah penyetorannya lebih besar dari jumlah target penerimaan yang tertera dalam DIPA. Tuntutan Perbendaharaan (TP) Tuntutan Perbendaharaan (TP) ialah tuntutan yang dikenakan terhadap orang atau badan yang menurut pasal 77 ICW dibebani tugas menerima. 11.

Hal ini merupakan amanah Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006. 5) Apabila dipandang perlu untuk mendapatkan kebenaran atas laporan dimaksud. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian untuk diproses lebih lanjut. 4) Menteri Pertanian Cq. Kepala Bagian Perbendaharaan untuk mengadakan penelitian dan pemeriksaan atas berkas laporan dan saran/pendapat yang disampaikan oleh Kepala Badan PPSDMP. Menteri dapat memerintahkan tim TP/TGR Depertemen agar dapat membantu Biro Keuangan untuk meneliti berkas maupun penelitian setempat guna dapat diberikan pertimbangan/saran tindak penyelesaian kasus tersebut. Dalam 24 . Biro Keuangan dan Tim TP/TGR Kementerian memberikan laporan hasil penelitian yang dilakukan dan pertimbangan / saran tindak penyelesaian kasus dimaksud kepada Menteri Pertanian disertai dengan konsep surat pengantar kepada Badan Pemeriksa Keuangan untuk penyelesaian selanjutnya. menatausahakan dan mempertanggugjawabkan uang dan surat berharga yang berada dalam pengelolaannya. 3) Kepala Badan PPSDMP meneruskan berkas laporan tersebut disertai dengan saran/pendapat kepada Menteri Pertanian Cq. h) Pihak lainnya yang terkait (bila dipandang perlu). e) Kepala Badan PPSDMP tersebut diatas memerintahkan kepada : f) Sekretaris Badan PPSDMP. membayar. atau Kuasa Bendahara Umum Negara. Penatausahaan kas dan penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Instansi merupakan managerial report sebagai sarana pengambilan keputusan dalam pelaksanaan kegiatan operasional seharihariterkait dengan pagu dana yang sesungguhnya. g) Kepala Bagian Keuangan Cq. 2) Laporan lengkap hasil penelitian dan pemeriksaan yang dilaksanakan oleh pejabat tersebut pada point 2b diatas. c) Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian. Penatausahaan Kas dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendaharawan Instansi Bendahara instansi (Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran) dalam mengelola uang untuk pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bertanggugjawab secara fungsional dan wajib menatausahakan dan menyusun laporan pertanggungjawabannya dan disamapaikan kepada Bendahara Umum Negara (BUN). Kepala Sub Perbendaharaan. menyimpan. dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 12. Sekretaris Jenderal memerintahkan kepada Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan Cq. d) Atasan Langsung dari pejabat yang melapor. Bendahara instansi mempunyai tugas menerima.b) Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian. Bendahara instansi adalah pejabat fungsional yang diangkat oleh Pengguna Anggaran (PA)/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang secara fungsional bertanggugjawab kepada Bendahara Umum Negara (BUN)/Kuasa Bendahara Umum Negara. pelengkap SAI dan terkait dengan perkiraan Kas di Bendahara Instansi. Menteri/Pimpinan Lembaga . disampaikan kepada Kepala Badan PPSDMP.

Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) mempunyai tugas membantu Bendahara Pengeluaran untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan.menjalankan tugasnya bendahara instansi mempunyai kewenangan melakukan pembayaran atas perintah Pengguna Anggaran (PA) / Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan wajib menolak perintah bayar dari PA/KPA/PPK apabila persyaratan tidak terpenuhi dan bertanggugjawab secara pribadi atas pembayaran yang dilaksanakannya. Faktur Pajak atas potongan uang yang bersumber dari Uang Persediaan (UP) atau Langsung(LS) Bendahara Instansi. khusus sisa Uang Persediaan (UP) dikembalikan kepada Bendahara Pengeluaran. antara lain Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang telah mendapat pengesahan.2012 25 . Dokumen sumber pembukuan adalah seluruh dokumen terkait dengan uang yang dikelola Bendahara Penerimaan atau Bendahara Pengeluaran serta transaksi dalam rangka pelaksanaan anggaran satuan kerja. Surat Bukti Setoran (SBS)/Bukti Penerimaan Bendahara Penerimaan. Buku-Buku Bantu/register selain Buku Kas Umum dapat ditentukan oleh Pengguna Anggaran (PA) /Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). sedangkan pada akhir tahun anggaran/kegiatan . Surat Perintah Membayar Uang Persediaan (SPM-UP)/Surat Perintah Membayar Tambahan Uang Persediaan (TUP)/ Surat Perintah Membayar Penggantian Uang Persediaan (SPM-GUP)/Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS) yang telah diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Pencatatan seluruh transaksi dalam pembukuan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku dan petunjuk pelaksanaan pada Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Nomor Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. kewenangan dan kewajiban Bendahara Instansi dapat dibantu oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) yang diangkat oleh Menteri/Pimpinan Lembaga atau pejabat yang diberi kuasa. BPP wajib menyetorkan seluruh uang negara yang dikuasainya ke kas negara. atas dasar pertimbangan lokasi dan kompleksitas kegiatan. Pembukuan Bendahara Instansi Bendahara Instansi wajib menyelenggarakan pembukuan terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran/penyetoran atas penerimaan dan pengeluaran yang meliputi seluruh transaksi dalam rangka pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Satuan Kerja yang berada di bawah pengelolaannnya. kwitansi/dokumen pembayaran atas uang yang bersumber dari Uang Persediaan atau Langsung (LS) Bendahara Instansi.1. Pembukuan seluruh transaksi harus segera dicatat baik secara tulis tangan / atau komputer dalam Buku Kas Umum sebelum dibukukan dan dicatat dalam buku-buku pembantu dan pengawasan anggaran berdasarkan azas perhitungan bruto (kotor). Ketentuan mengenai penatausahaan kas berlaku juga bagi BPP. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BPP disamapaikan kepada Bendahara Pengeluaran paling lambat 5 hari kerja bulan berikutnya. melakukan pemotongan pajak dan bukan pajak pihak ketiga kepada Negara yang langsung disetorkan ke Kas Negara. 12. Kewajiban yang harus dilaksanakan oleh Bendahara Instansi adalah menatausahakan seluruh transaksi Satuan Kerja (termasuk Surat Perintah Membayar Langsung/SPM-LS). dengan disertai salinan rekening Koran. Dalam menjalankan tugas. menyetorkan seluruh uang negara yang dikuasai ke Kas Negara pada akhir tahun anggaran/kegiatan dan menyampaikan Laporan Pertanggugjawaban kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) paling lambat 10 hari kerja bulan berikutnya dengan disertai salinan rekening Koran.

updating/pemutahiran disampaikan tiap bulan. penambahan. paling lambat 3 hari kerja sebelum bulan penarikan. mingguan dan bulanan.3. dapat dicairkan kembali apabila dilakukan revisi penyusunan rencana kas bulanan pada bulan berikutnya. Menteri / Pimpinan Lembaga dan BPK. Buku-Buku Pembantu dan Buku Pengawasan Anggaran yang telah diperiksa dan direkonsiliasi oleh KPA/PPK. dimana bertujuan untuk memperoleh dana senilai perkiraan penarikan dana untuk membiayai kegiatan sesuai dengan waktu pelaksanaan pada Kementerian/Lembaga. Apabila perkiraan Satker terlalu tinggi sedangkan realisasi SPMnya lebih rendah dari perkiraan maka selisih antara realisasi dan perkiraan penarikan tidak dapat dicairkan . dapat dicairkan kembali apabila dilakukan revisi Perkiraanm Kas pada bulan berikutnya. Pembukuan dalam Buku Kas Umum dan Buku-Buku Pembantu dengan menggunakan sarana komputer wajib di cetak dan ditandatangani oleh Bendahara dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekurang-kurangnya satu kali dalam satu bulan. hasil rekonsiliasi internal antara pembukuan dengan unit akuntansi serta penjelasan selisih antara saldo pembukuan dan saldo kas pada akhir bulan pelaporan. keadaan kas baik tunai di brankas dan saldo rekekning bank. Perencanaan Kas Bulanan Perencanaan Kas Bulanan merupakan perkiraan dalam satu tahun anggaran yang dirinci dalam dua belas bulan dan disampaikan paling lambat 10 hari kerja setelah pengesahan DIPA dan jika ada perubahan . Perencanaan Kas Perencanaan Kas berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK. 12. 12. (Format Terlampir) 26 .05/2009. Begitu pula sebaliknya apabila Perkiraan kas yang diajukan lebih rendah dari realisasi SPM. 12. maka selisihnya tidak dapat dicairkan pada bulan bersangkutan. Laporan Pertangungjawaban (LPJ) disusun oleh Bendahara dan diketahui oleh KPA berdasarkan Buku Kas Umum.1. Perencanaan kas yang harus disusun dan dibuat adalah perencanaan kas harian. Penyusunan rencana/Jadwal pelaksanaan kegiatan dan Perkiraan Penarikan dan / atau Penyetoran berdasarkan waktu pelaksanaan kegiatan wajib dibuat oleh Menteri/Pimpinan Lembaga yang dideligasikan kepada Kepala Kantor/Kepala Satuan Kerja.47/PB/2009 seperti dalam lampiran. Laporan Pertanggungjawaban disampaikan secara bulanan dengan disertai salinan rekening Koran kepada BUN/Kuasa BUN.2. Fungsinya untuk mendapatkan batas maksimal penyediaan dana yang bias ditarik oleh satker pada bulan bersangkutan. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Laporan Pertanggungjawaban menyajikan keadaan pembukuan pada bulan pelaporan yang meliputi saldo awal. penggunaan.3. dan saldo akhir dari buku-buku pembantu. Sanksi keterlambatan penyampaian LPJ berupa penundaan penerbitan SP2D atas SPM-GUP / SPM-TUP dan tidak membebaskan Bendahara dari kewajiban menyampaikan LPJ bulan bersangkutan.

hal ini Jika ada perubahan kondisi yang merubah jadwal kegiatan dan jadwal penarikan/penyetoran dana.4. Disusun tiap minggu dan disampaikan setiap hari Kamis minggu sebelumnya. Perkiraan mingguan tidak menjadi batas maksimal penarikan dana Satker. revisi yang tidak merubah pagu (revisi putih). Email maupun SMS. Perencanaan Kas Mingguan Perencanaan Kas Mingguan merupakan perkiraan dalam satu bulan yang dirinci dalam empat periode/minggu. Kegiatan Kontraktual terbagi menjadi kegiatan yang sudah dikontrakkan dan akan dikontrakkan. Pemantauan dan Pelaporan 13. Updating/pemutahiran tiap bulan paling lambat dua hari kerja sebelum minggu pertama perkiraan.3.12.1. Kegiatan yang bersifat kontraktual merupakan kegiatan yang cara pembayarannya melalui kontrak dengan pihak ketiga. Beberapa hal yang mengharuskan updating data jika lebih kecil dari perkiraan belanja. tetapi jumlah perkiraan mingguan dalam satu bulan harus sama dengan Perkiraan Penarikan Dana Bulanan. dengan membedakan kegiatan yang bersifat Kontraktual (Mengacu pada aturan Kepres 80 Tahun 2003) dan Non Kontraktual ( Kegiatan Rutin tiap bulan dan kegiatan insidental).2012 27 . revisi yang meubah pagu (revisi kuning). (Format Terlampir) 12.2. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Tujuan Pemantauan 1) memantau proses dan kemajuan pelaksanaan sekaligus mendapatkan data dan informasi yang akurat tentang kemajuan yang telah dicapai dari setiap kegiatan: 2) melaksanakan penilaian dan perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan agar berjalan lebih efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. terima SKPA. b) Menentukan besarnya biaya yang dibutuhkan setiap kegiatan disesuaikan dengan pagu dan jadwal kegiatan. 2) Penyusunan Perkiraan Penarikan Dana a) Membagi kegiatan yang bersifat kontraktual dan non kontraktual. Langkah-Langkah Penyusunan Perkiraan Penarikan Dana 1) Penyusunan Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Penyusunan Jadwal Kegiatan harus sesuai dan mengacu pada kegiatan di RKAKL. ( Format Terlampir) 12. Media penyampaian Perkiraan Penarikan Dana Harian menggunakan Aplikasi Forecating Satker (AFS).3. 13. 3) Updating Perkiraan Penarikan Dana Updating data dilakukan minimal tiap bulan sekali . dengan diantar langsung berupa ADK dari Aplikasi AFS. Disusun tiap dua bulan dan disampaikan paling lambat lima hari kerja sebelum minggu pertama perkiraan. Perkiraan Penarikan Dana disesuaikan dengan termin pembayaran. Perencanaan Kas Harian Perencanaan Kas Harian merupakan perkiraan dalam satu minggu yang dirinci dalam hari kerja pada minggu tersebut. Biaya per kegiatan yang sesuai dengan jadwal kegiatan ini yang kemudian menjadi Perkiraan Penarikan Dana. dan diperkirakan belanja tidak bisa dicairkan.3. perubahan jadwal pelaksanaan kegiatan. Updating/pemutahiran paling lambat satu hari kerja sebelumnya.

Dekon/TP SKPD Provinsi Kegiatan Output Tugas Pembantuan di SKPD Kab/Kota Kegiatan Output Keterangan : = Pemantauan dan Evaluasi = Pelaporan 13.3. Sumber data yang digunakan adalah SP2D untuk realisasi anggaran dan menggunakan data target fisik sesuai dengan rencana. 28 . waktu. dan format pelaporan hasil pemantauan program/kegiatan penyuluhan dan pengembangan sumberdaya manusia pertanian diatur sebagai berikut: 1) Setiap penanggung jawab kegiatan pada SKPD Kab/Kota dan Provinsi. Gambar 1. Alur Pemantauan Alur sistem pemantauan. Tatalaksana Pelaporan Tata cara. urutan.2. 4) mendapatkan masukan informasi bagi perumusan perencanaan dalam menyusun rancangan pengembangan kegiatan tahap berikutnya. Evaluasi dan Pelaporan BAPPENAS Nasional Outcome/Impact nasional Kementerian Pertanian Sektor/ program Outcome/Impact sektor Unit Eselon I Program Outcome Unit Eselon-II. UPT Pusat. 13. Alur Sistem Pemantauan. evaluasi dan pelaporan secara umum dapat dilihat pada Gambar1.3) mengantisipasi secara dini terhadap permasalahan dan kendala yang dihadapi sehingga dapat segera dicari solusinya. Satker Pusat dan UPT-Pusat menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan kepada penanggung jawab program di instansi masing-masing dengan menggunakan Formulir A setiap triwulan paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir.

8) Kepala UPT Pusat menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan program dan kegiatan dengan menggunakan Formulir C kepada Menteri Pertanian melalui Kepala Unit Organisasi Eselon-I terkait dengan tembusan kepada Kepala Daerah dimana kegiatan berlokasi melalui Kepala Bappeda paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir.2) Setiap penanggung jawab program pada SKPD Kab/Kota dan Provinsi. 7) Kepala Satker Pusat menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan program dan kegiatan dengan menggunakan Formulir C kepada Menteri Pertanian melalui Kepala Unit Organisasi Eselon-I terkait paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. Bagi Satker Pusat yang tidak mempunyai DIPA tersendiri cukup menyusun dan menyampaikan laporan dengan menggunakan Formulir B kepada Kepala Unit Organisasi Eselon-I terkait. Provinsi. 4) Kepala SKPD Kab/Kota menyampaikan laporan dalam rangka pelaksanaan Tugas Pembantuan dengan menggunakan Formulir C kepada Bupati/Walikota melalui Kepala Bappeda dan kepada Menteri Pertanian melalui unit organisasi Eselon-I terkait. Menteri Keuangan dan Menteri Pendayagunaan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 9) Kepala Unit Organisasi Eselon-I menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan program kegiatan dengan menggunakan Formulir C kepada Menteri Pertanian melalui Sekretaris Jenderal paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. merekapitulasi. 10) Menteri Pertanian menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pertanian kepada Menteri Negara PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). mengevaluasi dan menyampaikan laporan tersebut kepada Kepala Unit Organisasi Eselon-I yang terkait paling lambat 8 (delapan) hari kerja setelah berakhirnya triwulan yang bersangkutan. 5) Kepala SKPD Provinsi menyampaikan laporan dalam rangka pelaksanaan Dekonsentrasi dan/atau Tugas Pembantuan dengan menggunakan Formulir C kepada Gubernur melalui Kepala Bappeda dan kepada Menteri Pertanian melalui unit organisasi Eselon-I terkait. Sumber data diperoleh dari Formulir A. 3) Kepala SKPD Kab/Kota. Satker Pusat dan UPT-Pusat wajib menyusun laporan dengan menggunakan Formulir C berdasarkan laporan Formulir B dari penanggung jawab program di instansi masing-masing. Laporan disampaikan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. Laporan disampaikan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir.2012 29 . 6) Kepala SKPD Provinsi setelah menerima laporan Formulir C pelaksanaan Tugas Pembantuan dari SKPD Kab/Kota. dan menyampaikan tembusannya kepada SKPD Provinsi yang mempunyai tugas dan kewenangan yang sama. Satker Pusat dan UPT-Pusat menyusun laporan pelaksanaan program/kegiatan dengan menggunakan Formulir B dan disampaikan kepada Kepala Satker di instansi masing-masing paling lambat 4 (empat) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir.

periode waktu pelaporan. Media Penyampaian dan Instansi Penerima Pelaporan Jenis pelaporan hasil pemantauan. BAPPENAS Nasional (tgl 25 Triwulan berikutnya) Sekjen Kementerian Pertanian (Biro yg Membidangi Monev) Unit Eselon I Sektor/program (14 hari kerja Triwulan berikutnya) Sub-sektor/Sub-program (10 hari kerja Triwulan berikutnya) Kompilasi Kegiatan Dana TP (8 hari kerja Triwulan berikutnya) Kegiatan Dana Dekonsentrasi (5 hari kerja Triwulan berikutnya) SKPD Provinsi SKPD Kab/Kota Kegiatan Dana TP (5 hari kerja Triwulan berikutnya) Gambar 2. formulir laporan dan instansi penerima laporan diatur sebagaimana pada Tabel 1.Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN & RB) dengan menggunakan Formulir C paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. Alur dan Jadwal Penyampaian Laporan Triwulan 13. Penyusunan laporan tersebut menggunakan data dari laporan Formulir C Unit Organisasi Eselon-I lingkup Kementerian Pertanian. 30 . Jadwal penyampaian laporan dapat dilihat pada Gambar 2. serta mengakomodir beberapa informasi yang diperlukan.4. Jenis Laporan. 2 dan 3. instansi pelapor. maka digunakan software SIMONEV. Dalam upaya memudahkan pengisian dan penyampaian laporan.

2012 31 . Penanggung Jawab Kegiatan Triwulan b.Tabel 1.C 10 hari kerja setelah triwulan berakhir Tabel 2. Kepala SKPD Form .B FORMULIR PELAPORAN Form . Bappeda Ka. Bappeda Kab/Kota Form . SKPD Propinsi yg tugas dan kewenangan nya sama d. Penanggung Jawab Program Form . Jenis Laporan.unit oragini-. Ka.I ) 2. sasi terkait ( ES.C 1. Format dan Waktu Penyampaian Laporan Pemantauan Kabupaten/Kota PERIODESASI DAN MEKANISME PELAPORAN PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN JENIS LAPORAN Laporan Dlm Rangka Pelaksanaan Dana Pembantuan di SKPD Kabupaten/Kota PERIODE LAPORAN PELAPOR a.A PENYAMPAIAN LAPORAN 3 hari kerja setelah triwulan berakhir 4 hari kerja setelah triwulan berakhir 5 hari kerja setelah triwulan berakhir PENERIMA LAPORAN Penanggung Jawab Program TEMBUSAN Kepala SKPD c. Jenis Laporan.Bappeda Prop Ka. Format dan Waktu Penyampaian Laporan Pemantauan Provinsi Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Ka. Ka.

Jenis Laporan. Laporan Penanggung Jawab program Kabupaten/Kota disampaikan kepada Kepala SKPD.2. Laporan penanggung jawab kegiatan disampaikan kepada penanggung jawab program pada Satuan Kerja masing-masing. Penanggung jawab kegiatan menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan Formulir A.5. Penanggung jawab kegiatan menyusun laporan pemantauan dengan menggunakan Formulir A.5. Format Pelaporan Hasil Pemantauan 13. Format Laporan Pemantauan Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD) Provinsi Setiap SKPD lingkup pertanian Provinsi menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan formulir laporan yang ditetapkan di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006. Laporan tersebut disampaikan Kepada Menteri Pertanian melalui SKPD Provinsi yang ruang lingkup tugas dan fungsinya sama. Format dan Waktu Penyampaian Laporan Tingkat Pusat 13. Penanggung jawab program menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan Formulir B. Kepala SKPD menyusun laporan hasil pemantauan berdasarkan laporan dari Penanggung Jawab Program dengan menggunakan Formulir C.Tabel 3. Laporan penanggung jawab kegiatan disampaikan kepada penanggung jawab program pada Satuan Kerja masing-masing. Kepala SKPD Provinsi menyusun laporan hasil pemantauan berdasarkan laporan dari Penanggung 32 .5. Laporan Penanggung Jawab program disampaikan kepada Kepala Satuan Kerja (SKPD). Penanggung jawab program menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan formulir B.1. Format Laporan Pemantauan Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD) Kab/Kota Setiap SKPD lingkup pertanian Kabupaten/Kota menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan formulir laporan yang ditetapkan di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006. 13.

2012 33 .5. maka laporan kepala Satuan kerja cukup menggunakan Formulir B.4. Penanggungjawab Program menyusun laporan dengan menggunakan Formulir B. kepada Menteri Negara Perencanaan Nasional /Kepala Bappenas.3.5. 2) Formulir B: Formulir yang harus diisi oleh Penanggung Jawab Program. 3) Formulir C: Formulir yang harus diisi oleh Kepala Satuan Kerja Pusat & SKPD serta Menteri Pertanian. Laporan tersebut disampaikan Kepada Menteri Pertanian melalui Eselon-I terkait. Penanggung jawab kegiatan menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan Formulir A. 13.Jawab Program dalam Satuan kerjanya dari SKPD Kabupaten/Kota yang ruang lingkup tugas dan fungsinya sama dengan menggunakan formulir C. dan C. Laporan Penanggung Jawab Kegiatan disampaikan kepada penanggung Jawab Program.6. 1) Formulir A: Formulir yang harus disi oleh Setiap Penanggung Jawab Kegiatan.5.5. Format Laporan Pemantauan Satuan Kerja Pusat dan UPT Pusat Setiap Satuan Kerja Pusat (Eselon-II/UPTPusat) di lingkup Kementerian Pertanian menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan formulir laporan yang ditetapkan di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006. Format Laporan Pemantauan Kementerian Pertanian Menteri Pertanian menyusun laporan hasil pemantauan Kementerian Pertanian dengan menggunakan laporan hasil pemantauan dari Eselon-I lingkup Kementerian Pertanian dengan menggunakan Formulir C. Laporan Hasil pemantauan Unit Organisasi Eselon-I disampaikan kepada Menteri Pertanian. B. 13. Laporan hasil pemantauan Kementerian Pertanian disampaikan dengan menggunakan Formulir C. dengan menggunakan Formulir C. 13. Kepala satuan kerja menyusun laporan hasil pemantauan di Satuan Kerja kepada Menteri pertanian melalui Eselon-I dengan menggunakan Formulir C. 13. Rincian petunjuk pengisian formulir beserta contohnya dapat dilihat pada Lampiran II Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Pedoman Pengisian Formulir Hasil Pemantauan Formulir laporan hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan yang digunakan pada pedoman ini mengikuti ketentuan yang telah diatur dalam lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. Format Laporan Pemantauan Unit Organisasi Eselon-I Kepala Unit Organisasi Eselon-I menyusun laporan hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan dengan menggunakan laporan hasil pemantauan Satuan Kerja lingkup Eselon-I dan Laporan SKPD (pelaksanaan DK & TP). yang terdiri dari Formulir A. Bila Satuan kerja dimaksud tidak mempunyai DIPA sendiri.

Evaluasi dilakukan untuk menilai capaian outcome Eselon-I yang bersangkutan dan output pada Eselon-II di unit kerjanya dengan menggunakan metode yang paling relevan. 2) Di tingkat Eselon-I minimal satu kali setiap tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja dan minimal satu kali setiap lima tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Strategis pada masing-masing unit kerja Eselon-II. 5) Di tingkat SKPD lingkup pertanian kabupaten/kota minimal satu kali setiap tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja (kegiatan) untuk mengukur capaian output kegiatan yang telah dilaksanakan di wilayahnya pada tahun yang lalu dengan menggunakan metode yang relevan. atau kunjungan ke provinsi/kabupaten/kota dan atau ke lapangan. dan (4) permasalahan yang dihadapi.2. seperti rapat koordinasi dan atau kunjungan ke daerah/ke lapang. antara lain metode rapat koordinasi. outcome dan keberhasilan program dan kegiatan. 4) Di tingkat SKPD lingkup pertanian provinsi minimal satu kali setiap tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja (program/kegiatan) untuk mengukur capaian outcome dari program dan output kegiatan yang telah dilaksanakan di wilayahnya pada tahun yang lalu dengan menggunakan metode yang relevan. solusi yang dilakukan dan rekomendasi perbaikan di masa mendatang. Evaluasi Kinerja 14. Evaluasi dilakukan untuk menilai capaian kinerja benefit dan impact pada tingkat Kementerian dan outcome pada tingkat masing-masing Eselon-I dengan menggunakan metode evaluasi yang relevan.1. Secara umum hirarki pelaksanaan evaluasi secara berjenjang menurun dimulai dari level pemerintahan yang lebih tinggi mengevaluasi pelaksanaan di level bawahnya. 14. benefit dan impact). (2) Output. Mekanisme Evaluasi Kinerja Evaluasi pelaksanaan program/kegiatan disusun menggunakan format dengan pendekatan indikator kinerja dan menggunakan alat ukur kerangka logis ( input. desk-study. Tujuan Tujuan evaluasi adalah untuk mengetahui : (1) pencapaian kinerja.14. Evaluasi dilakukan pada kegiatan yang telah dilaksanakan tahun sebelumnya. outcome. (3) gambaran potensi pengembangan. output. 34 . 3) Di tingkat Eselon-II minimal satu kali setiap tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja dan minimal satu kali setiap lima tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Strategis untuk mengukur capaian output dengan menggunakan metode yang relevan. Sedangkan periode pelaksanaan evaluasi diatur sebagai berikut: 1) Di tingkat Kementerian Pertanian minimal satu kali setiap tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja dan minimal satu kali setiap lima tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Strategis.

dan atau TP masing-masing SKPD dilaporkan secara berjenjang kepada Menteri Pertanian melalui Unit Organisasi (Eselon-I) terkait. Laporan disampaikan kepada Menteri Pertanian secara berjenjang melalui Unit Organisasi (Eselon-I) yang terkait.14. indikator dan sasaran hasil maupun dampak dari suatu program. Laporan evaluasi dari Eselon-I dilaporkan kepada Menteri Pertanian melalui Sekretariat Jenderal paling lambat 45 (empat puluh lima) hari setelah berakhir pelaksanaan APBN.3. indikator dan sasaran kinerja keluaran untuk kegiatan. 14. dan atau indikator dan sasaran kinerja hasil untuk program. Laporan evaluasi Rencana Kerja Satuan Kerja tersebut akan digunakan oleh Eselon-I untuk digunakan sebagai bahan penyusunan evaluasi Rencana Kerja Eselon-I. Pelaporan Hasil Evaluasi Rencana Kerja (Renja) 14. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renja Satuan Kerja Pusat/ UPT Setiap Satuan Kerja Pusat (Eselon-II) maupun Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Pusat lingkup Kementerian Pertanian menyusun Laporan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja masingmasing Satuan Kerja di Pusat/UPT serta evaluasi Rencana Kerja hasil kompilasi Renja SKPD Provinsi. Evaluasi dilakukan berdasarkan sumberdaya yang digunakan. 14. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renja Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi dan Kabupaten/Kota paling lambat 15 (lima belas) hari setelah berakhir tahun pelaksanaan APBN diharuskan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Renja Dekonsentrasi (DK).3. Laporan tersebut disampaikan kepada Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.3. Kab/Kota paling lambat 1 (satu) bulan setelah berakhirnya tahun pelaksanaan APBN. Berdasarkan laporan evaluasi pelaksanaan DK. Hasil Evaluasi pelaksanaan DK .4. dapat dimanfaatkan oleh eselon-I terkait untuk menyusun Laporan Evaluasi Renja Satuan Kerja Pusat terkait. dan atau Tugas Pembantuan (TP). Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renja Kementerian Pertanian Menteri Pertanian paling lambat 2 (dua) bulan setelah berakhirnya pelaksanaan APBN sudah harus menyusun Laporan Evaluasi Renja dengan menggunakan Laporan evaluasi Renja dari Eselon-I lingkup Kementerian Pertanian. dan atau indikator dan sasaran kinerja hasil untuk program. Laporan evaluasi Eselon-I lingkup Kementerian Pertanian akan digunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan evaluasi Renja Kementerian Pertanian.2012 35 .3. Evaluasi dilakukan berdasarkan sumberdaya yang digunakan.1.3.3. Indikator dan sasaran kinerja keluaran untuk kegiatan. Indikator dan sasaran kinerja keluaran untuk kegiatan. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renja Eselon-I Unit Organisasi Eselon-I menyusun Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renja dengan menggunakan Laporan evaluasi dari Satuan Kerja lingkup Eselon-I (Pusat & Daerah) dan SKPD. dan atau TP tersebut. Evaluasi dilakukan berdasarkan sumberdaya yang digunakan. Evaluasi dilakukan berdasarkan sumberdaya yang digunakan. dan atau indikator dan sasaran kinerja hasil untuk program.2. 14.

Evaluasi disusun dengan menggunakan laporan evaluasi Dekonsentrasi dan atau Tugas Pembantuan SKPD terkait maupun evaluasi kegiatan Satker sendiri selama periode minimal empat tahun dengan menggunakan bahan analisis laporan evaluasi Renja berupa pencapaian indikator dan sasaran keluaran maupun hasil (outcome). Laporan Evaluasi Renstra Eselon-I disampaikan kepada Menteri Pertanian. (2) memuat tabel.4. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renstra EselonI Eselon-I menyiapkan laporan evaluasi Renstra dengan menggunakan bahan laporan Evaluasi Pelaksanaan Renstra Satuan Kerja lingkup Eselon-I yang bersangkutan selama periode minimal empat tahun dengan bahan analisis laporan evaluasi Renja dan Renstra berupa pencapaian indikator dan sasaran hasil (outcome). (3) memuat ringkasan eksekutif yang berisi uraian singkat evaluasi tidak lebih dari 5 halaman. (5) metodologi. 14. minimal satu kali dalam lima tahun melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Renstra.5.Badan Perencanaan Pembangunan Nasional untuk selanjutnya digunakan dalam penyusunan Laporan Evaluasi Renca Kerja Pemerintah (RKP).1.4. (8) kesimpulan dan saran.2. figur dan grafik.4. paling lambat tiga bulan sebelum berakhirnya pelaksanaan Renstra tersebut melalui Sekretariat Jenderal. (4) latar belakang. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) 14. Evaluasi setiap Satuan Kerja dilaksanakan paling lambat enam bulan sebelum berakhir untuk disampaikan kepada Eselon-I terkait.3. pelaksana evaluasi perlu menyampaikan ringkasan eksekutif dan melakukan presentasi dalam bentuk audio visual di depan para pengambil keputusan. 14.4. Laporan Evaluasi Renstra Satuan Kerja Setiap Satuan Kerja Pusat dan UPT Pusat. 14. Hasil evaluasi akan sangat bermanfaat apabila disebar- 36 . Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renstra tersebut disampaikan paling lambat dua bulan sebelum berakhir periode pelaksanaanaan Renstra. (6) pelaksanaan. Laporan Evaluasi Renstra Kementerian Pertanian akan digunakan sebagai bahan penyusunan Laporan Evaluasi RPJM Nasional oleh Menteri Negera Perencanaan/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Agar hasil evaluasi dapat dikomunikasikan dengan baik dan efektif. 14. serta penjelasan mengenai kekuatan dan kelemahan pemilihan design evaluasi. (7) hasil evaluasi. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renstra Kementerian Pertanian Menteri Pertanian minimal satu kali dalam lima tahun menggunakan Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renstra Eselon-I untuk menyusun laporan evaluasi pelaksanaan Renstra Kementerian Pertanian dengan menggunakan data periode minimal empat tahun meliputi pencapaian indikator dan sasaran hasil (outcome) dan dampak. dan (9) lampiran-lampiran. Format Pelaporan Evaluasi Kinerja Format pelaporan evaluasi kinerja Renja maupun Renstra setidaknya memenuhi persyaratan standar antara lain: (1) memiliki judul evaluasi yang secara jelas.

........ Format Laporan Evaluasi Kinerja Renja dan Renstra dapat dilihat pada Gambar 3. Format Laporan Evaluasi Kinerja Renja dan Renstra 15............. serta sistem pelaksanaan program  Tujuan melakukan evaluasi dalam konteks ruang lingkup..................... dan akurat kepada pemangku kepentingan/pimpinan sebagai bahan pengambilan keputusan sesuai dengan kondisi yang terjadi serta penentuan kebijakan yang relevan. Sistem Pelaporan Kinerja Instansi Pemerintah Pelaporan merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting di dalam proses pembangunan...  Tujuan dan sasaran... Box: Format Laporan Evaluasi Kinerja Renja dan Renstra Judul evaluasi  Judul dan jenis evaluasi  Judul program yang dievaluasi  Identifikasi pelaksana evaluasi............ serta jadual penyerahan evaluasi Tabel  Judul Tabel dan sub judul tabel  Index tabel figur dan grafik Ringkasan eksekutif  Gambaran singkat evaluasi tidak lebih dari 5 halaman  Uraian kekuatan dan kelemahan pemilihan design evaluasi. tepat... tujuan...  Faktor Penunjang/Penghambat  Pembahasan/Analisis ... Hasil Evaluasi  Hasil yang dicapai. Kesimpulan dan Rekomendasi  Kesimpulan  Rekomendasi Lampiran  Kerangka kerja studi evaluasi  Tabel-tabel tambahan  Sumber rujukan  Daftar istilah Gambar 3.... serta aspek-aspek yang akan dievaluasi  Deskripsi studi evaluasi lain yang pernah dilakukan Metodologi  Disain studi evaluasi  Pendekatan yang digunakan  Pengumpulan data  Analisis data Pelaksanaan  Program........ Latar Belakang  Deskripsi program yang erat kaitannya dengan kebutuhan.. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP) 15......  Pelaksanaan..... Pelaporan dilakukan untuk memberikan informasi yang cepat.... Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.....1......2012 37 .luaskan kepada pengambil keputusan dan pengguna lainnya untuk dapat ditindaklanjuti bagi penyempurnaan di masa mendatang...........

Komponen yang dinilai Perencanaan Kinerja Renstra. antara rencana strategis.Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP) merupakan perwujudan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan sumberdaya pelaksanaan kebijakan dan program yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah. Rencana Kerja Tahunan. Penetapan Kinerja. Tabel 4. 4. pengukuran kinerja dan pengukuran Gambar 4. Output SAKIP adalah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yang dilakukan melalui proses penyusunan rencana strategis. Keterkaitan antara Renstra. Rencana kinerja merupakan penjabaran dari renstra. rencana kinerja dan penetapan kinerja. penyusunan rencana kinerja. Siklus Sistem AKIP RPJ M Rencana Strategis Rencana Tahunan (RKT) Penetapan (PK Kinerja ) Kinerja Aktual LAKI P Laporan Keuangan SA I Rencana Kerja Anggaran dan (RKA ) Sesuai dengan ketentuan penilaian dari Kementerian PAN & RB. berdasarkan suatu sistem akuntabilitas yang memadai. dan LAKIP digambarkan dalam rangkaian siklus AKIP dalam Gambar 4. 2. Dalam SAKIP terdapat dokumen perencanaan yang mempunyai keterkaitan yang sangat erat. PK Pengukuran Kinerja Pelaporan Kinerja Evaluasi Kinerja Capaian Kinerja Nilai Total 38 Bobot 35 20 15 10 20 100 . sedangkan rencana kinerja dan penetapan kinerja merupakan target dan komitmen kinerja yang akan diwujudkan pada suatu tahun tertentu. 3. Renstra memberikan arah pembangunan organisasi jangka menengah. Penetapan kinerja akan dipertanggungjawabkan capaian kinerjanya dalam LAKIP. pencapaian sasaran. 5. memuat seluruh rencana atau target kinerja yang hendak dicapai dalam satu tahun yang dituangkan dalam sejumlah indikator kinerja strategis yang relevan. Selanjutnya rencana kinerja yang telah disesuaikan dengan ketersediaan alokasi anggaran dituangkan dalam suatu penetapan kinerja. RK. Acuan Bobot Penilaian SAKIP No 1. bahwa bobot penilaian SAKIP masing-masing komponen sebagaimana disajikan pada Tabel 4.

Pernyataan Penetapan Kinerja yang merupakan pernyataan kesanggupan Pimpinan instansi/unit kerja Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.1.15.2.2. Penyampaian Penetapan Kinerja Penyampaian Penetapan Kinerja dilakukan secara berjenjang mulai unit kerja yang paling rendah hingga unit kerja Eselon-I kepada Menteri terkait dan Menteri/Kepala Lembaga kepada Presiden. Alur penyampaian Penetapan Kinerja digambarkan pada skema berikut (Gambar 5). Alur Penyampaian PK Pejabat Eselon II PK II Pejabat Eselon I PK II Kementerian /LPND Presiden KementerianPAN PK II PK I PK I PK I LAPORAN HASIL EVALUASI (LHE) Pemantauan & Evaluasii LHE LHE 15. Format Penetapan Kinerja Secara umum format Penetapan Kinerja terdiri dari 2 (dua) bagian. 15. Gambar 5.2012 39 . 3) Menteri menyampaikan kepada Presiden melalui Menteri PAN&RB paling lambat 31 Maret. IKU dan PK disiapkan oleh petugas yang membidangi perencanaan di masing-masing Unit Kerja. Penetapan Kinerja (PK) menggambarkan capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh instansi pemerintah/unit kerja dalam suatu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. dan (4) bila anggaran disetujui.2. Langkah-langkah menyusun SAKIP: (1) dimulai dengan merumuskan Rencana Strategis beserta Indikator Kinerja Utama (IKU) yang merupakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). paling lambat 31 Januari dengan tembusan disampaikan kepada unit pengawasan internal dan Menteri PAN&RB. Penetapan Kinerja Penetapan Kinerja merupakan tekad dan janji rencana kerja tahunan yang akan dicapai antara pimpinan instansi pemerintah/unit kerja yang menerima tugas dengan pihak yang memberi tugas.2. (3) sesuai dengan RKT diajukan besarnya anggaran yang dibutuhkan. Penyampaian PK dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Pimpinan setingkat Eselon-II menyampaikan kepada atasan langsungnya/pejabat Eselon-I. 2) Pimpinan setingkat Eselon-I menyampaikan kepada Menteri. paling lambat 15 Februari dengan tembusan kepada unit pengawasan internal dan Menteri PAN&RB. yaitu 1). kemudian ditetapkan suatu Penetapan Kinerja (yang merupakan kesanggupan dari penerima mandat untuk mewujudkan kinerja sesuai yang direncanakan). (2) dilanjutkan dengan penjabaran kedalam Rencana Kerja Tahunan (RKT). Penyusunan konsep RKT.

............... pernyataan tersebut harus diperbaiki hingga kedua pihak sepakat... hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu satu tahun oleh instansi pemerintah dalam rumusan yang spesifik dan terukur........ Pernyataan ditandatangani oleh penerima tugas...... ( ...... .............) ( .. 201.. Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif................... akuntabel dan berorientasi kepada hasil.................. INSPEKTORAT JENDERAL/SEKRETARIAT JENDERAL/DIREKTORATJENDERAL/BADAN* NO:..) Gambar 7. Menteri Pertanian Inspektur Jenderal/ Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/ Ka........ Lembar Penetapan Kinerja PENETAPAN KINERJA TAHUN 201..... Inspektur J enderal/Sekretaris J enderal/ D irektur J enderal/Ka............) *disesuaikan dengan unit kerja Eselon-I yang bersangkutan (.. No:... Dalam hal atasan tidak setuju dengan target kinerja yang diajukan....... Lampiran Penetapan Kinerja Penetapan Kinerja Tahun 201. UNIT KERJA ESELON I: Prog....Badan..... Lampiran Penetapan Kinerja....... dan 2).............. Badan.... 2) Sasaran strategis....... Sasaran harus sesuai dengan 40 .......... Gambar 6............... sebagai tanda kesanggupan untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan...... sebagaimana daftar terlampir..penerima tugas kepada atasan langsungnya untuk mewujudkan suatu target kinerja tertentu.....) Lampiran PK terdiri atas: 1) Program Utama..... Penetapan Kinerja ini merupakan tolok ukur keberhasilan organisasi dan menjadi dasar penilaian dalam evaluasi akuntabilitas kinerja pada akhir tahun anggaran 201. bersama ini kami sampaikan Penetapan Kinerja Inspektorat Jenderal/ Sekretariat Jenderal/Direktorat Jenderal/Badan... dan pemberi tugas atau atasan langsungnya sebagai tanda persetujuan atas target kinerja yang ditetapkan tersebut.. Contoh format pernyataan penetapan kinerja adalah sebagai Gambar 6 dan 7 berikut....... ........ Menteri Pertanian J akarta..... Hal ini dalam rangka harmonisasi/ keselarasan mulai dari RPJM..... merupakan kumpulan dari kegiatan-kegiatan yang dirancang untuk mencapai sasaran tertentu atau beberapa sasaran sekaligus..... Menyetujui.... Program tersebut adalah yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional.. ( . Utama Sasaran IK Output Uraian 1 2 3 Target 4 IK Outcome Uraian 5 Target 6 7 Anggaran Menyetujui... yang merupakan ikhtisar rencana kerja yang akan dicapai pada tahun 201...... transparan.... 201.... Renstra dan Penetapan Kinerja...

merupakan ukuran kuantitatif dari setiap indikator kinerja baik keluaran (output) maupun hasil (outcome) yang akan dicapai dalam kurun waktu satu tahun. Keterkaitan antara Renstra dan Rencana Kerja (Renja) Tahunan serta keterkaiatn antara Renja Tahunan dengan Penetapan Kinerja dapat digambarkan seperti terlihat pada Gambar 8 dan 9. Beberapa hal yang harus diperhatikan berkaitan dalam Penetapan Kinerja adalah: 1) Program Langkah yang diambil untuk menjabarkan kebijakan atau kumpulan dari kegiatan dalam mewujudkan tujuan. adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan dan sasaran yang telah ditetapkan. Kriteria rumusan output kegiatan: a) Mencerminkan sasaran kinerja unit Eselon 2 sesuai dengan tupoksinya.2012 41 . impact). 3) Rumusan output Output merupakan keluaran berupa barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian outcome program. pengguna/pelaksana. b) Kejelasan rencana kerja sesuai tupoksi dan satuan biaya.uraian yang ada dalam dokumen Renstra atau Rencana Kerja Tahunan dari instansi pemerintah yang bersangkutan. outcome. Jumlah anggaran didasarkan pada dokumen anggaran yang telah ditetapkan dan disetujui (DIPA). b) Outcome Program dapat dievaluasi berdasarkan periode waktu tertentu. Selanjutnya target tersebut akan dibandingkan dengan realisasi kinerja pada akhir tahun berjalan dan dilaporkan dalam LAKIP. b) Output kegiatan harus bersifat spesifik dan terukur. c) Output kegiatan harus dapat mendukung pencapaian outcome program. evaluator dan auditor. c) Perlu persamaan persepsi dalam mengukur kinerja antara perencana. output. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. misi dan sasaran strategis K/L). adalah jumlah dana yang dialokasikan untuk mencapai target kinerja sasaran yang telah ditetapkan. Indikator kinerja keluaran (output) adalah sesuatu berupa produk/jasa yang terukur sebagai hasil langsung dari pelaksanaan suatu kegiatan dan program berdasarkan masukan (input) yang digunakan. benefit. Sedangkan indikator hasil (outcome) adalah keluaran yang mencerminkan berfungsinya dari kegiatan pada jangka menengah. Kriteria rumusan outcome program: a) Outcome Program merupakan kinerja hasil dari unit Eselon 1A sesuai tupoksi dan mendukung pencapaian kinerja K/L (visi. 4) Target kinerja. d) Output kegiatan harus dapat dievaluasi berdasarkan periode waktu tertentu. 3) Indikator kinerja. 5) Anggaran. 2) Pengukuran Indikator Kinerja a) Diperlukan pembakuan standar kinerja (input. berupa keluaran (output) maupun hasil (outcome). 4) Rumusan outcome Outcome merupakan manfaat yang diperoleh setelah berfungsinya keluaran dari kegiatankegiatan dalam satu program.

Ket. Target 1 3 5 7 8 9 Form PK Program Utama Sasaran Indikator Kinerja Output Uraian 1 2 3 Target 4 Indikator Kinerja Outcome Uraian 5 Target 6 7 Anggaran 42 . 6 Uraian 1 Uraian 2 Indikator 3 Form RKT Sasaran Kegiatan Program 4 Ket. Uraian Indikator Kinerja 2 Target Program 4 Uraian Indikator Kinerja 6 Input Outputs Outcomes Sat. 9 Uraian 1 Indikator Kinerja 2 Target 3 Uraian 5 Indikator Kinerja 6 Sat. Keterkaitan antara Renja Tahunan dengan Penetapan Kinerja Form RKT Sasaran Kegiatan Ket. Keterkaitan RS dan RKT Tujuan Sasaran Form RS Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Kebijakan 4 Program 5 Ket. 7 Target 8 Gambar 9. Keterkaitan antara Renstra dan Rencana Kerja Tahunan a.Gambar 8.

15.3. LAKIP
Setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan negara wajib untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelolaan sumber daya dengan didasarkan suatu perencanaan strategis yang ditetapkan oleh masing-masing instansi. LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan AKIP yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga. Tujuan dan penyampaian LAKIP adalah untuk mewujudkan akuntabilitas instansi pemerintah kepada pihak-pihak yang memberi mandat/amanah. LAKIP merupakan sarana untuk mengkomunikasikan dan menjawab tentang apa yang sudah dicapai dan bagaimana proses pencapaiannya berkaitan dengan mandat yang diterima instansi pemerintah. Hasil LAKIP harus dapat dievaluasi dan ditindaklanjuti untuk kemudian disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Evaluasi LAKIP Eselon-I dan Eselon-II dilakukan oleh Inspektorat Jenderal, sedangkan evaluasi LAKIP Kementerian Pertanian dilakukan oleh Kementerian PAN & RB.

15.3.1. Prinsip-prinsip Penyusunan LAKIP
1) LAKIP harus dibuat berdasarkan Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Penetapan Kinerja. 2) Masing-masing instansi/unit kerja harus menjabarkan Renstra dalam bentuk Rencana Kerja Tahunan (RKT). 3) LAKIP harus dapat melaporkan kinerja sasaran dan kegiatan dalam rangka upaya mewujudkan tercapainya tujuan, misi, dan visi institusi/unit kerja, yang dapat menjelaskan keberadaan institusi/unit kerja tersebut. 4) Renstra, Renja dan PK sebagai bahan dasar penyusunan LAKIP, harus disusun secara konsisten, komprehensif, realisitis dan mempunyai hubungan yang logis antar variabel baik di dalam Renstra maupun Renja. 5) LAKIP Eselon-II dibuat berdasarkan hasil pengukuran kinerja dari pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan yang ditetapkan sebagai ukuran keberhasilan kinerja unit kerja Eselon II tersebut. LAKIP Eselon-II Pusat mencakup kegiatan yang dialokasikan sendiri termasuk Kegiatan Utama yang didanai dari Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 6) LAKIP Unit Kerja Mandiri, merupakan hasil kinerja yang sesuai dengan tugas dan fungsinya serta tugas lainnya yang diberikan, berdasarkan hasil pengukuran kinerja dari pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan. 7) LAKIP Eselon-I bukan merupakan rekapitulasi unit kerja Eselon-II. LAKIP dibuat berdasarkan hasil pengukuran kinerja dari pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan yang ditetapkan sebagai ukuran keberhasilan kinerja unit kerja Eselon-I. LAKIP Eselon-I memuat seluruh kegiatan yang dilaksanakan sendiri, termasuk Kegiatan Utama yang didanai dari Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 8) LAKIP Kementerian, bukan merupakan kompilasi dari LAKIP unit kerja Eselon-I. LAKIP Kementerian dibuat berdasarkan hasil pengukuran kinerja (sasaran dan kegiatan) dari pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan yang ditetapkan sebagai ukuran keberhasilan kinerja Kementerian. Mengingat LAKIP merupakan laporan yang menginformasikan kinerja instansi terhadap keseluruhan dari aktivitas yang dilakukan oleh instansi yang bersangkutan, sehingga dalam penyusunannya akan melibatkan semua unsur unit kerja yang ada di lingkungan instansi yang

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

43

bersangkutan. Penanggungjawab penyusunan LAKIP adalah pejabat yang secara fungsional bertanggung jawab melakukan dukungan administratif di instansi masing-masing. Pimpinan instansi dapat menetapkan Tim Kerja yang bertugas membantu penanggungjawab LAKIP.

15.3.2. Pengorganisasian Penyusunan LAKIP
Pengorganisasian penyusunan LAKIP diatur sebagai berikut : 1) LAKIP Eselon-II, disusun oleh TIM yang terdiri atas unsur pejabat Eselon-III/ staf lingkup Eselon-II yang bersangkutan. Penanggungjawabnya adalah pejabat di

Inspektorat/Direktorat/Biro/Pusat yang membidangi evaluasi dan pelaporan. 2) LAKIP Unit Kerja Mandiri, disusun oleh TIM yang terdiri atas unsur pejabat Eselon-III/staf lingkup unit kerja mandiri yang bersangkutan. Penanggungjawabnya adalah pejabat di Unit Kerja Mandiri tersebut yang membidangi tugas evaluasi dan pelaporan. 3) LAKIP Eselon-I, disusun oleh TIM yang terdiri atas unsur pejabat Eselon-II/ staf lingkup Eselon-I yang bersangkutan. Penanggungjawabnya adalah pejabat di Sekretariat Itjen/Ditjen/Badan. 4) LAKIP Kementerian, disusun oleh TIM yang terdiri atas unsur pejabat/staf Eselon-I lingkup Kementerian Pertanian. Penanggungjawabnya adalah pejabat di Sekretariat Jenderal yang membidangi tugas evaluasi dan pelaporan.

15.3.3. Penyampaian LAKIP
1) LAKIP Unit Kerja Eselon-II disampaikan kepada Pejabat Eselon-I yang bersangkutan dan tembusannya disampaikan kepada Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian paling lambat tanggal 31 Januari tahun berikutnya. 2) LAKIP Unit Kerja Mandiri disampaikan kepada Pejabat Eselon-I induk organisasinya dan tembusannya disampaikan kepada Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian paling lambat tanggal 31 Januari tahun berikutnya. 3) LAKIP Unit Kerja Eselon-I disampaikan kepada Menteri Pertanian dan tembusannya kepada Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian paling lambat tanggal 15 Februari tahun berikutnya. 4) LAKIP Kementerian disampaikan kepada Presiden dan Wakil Presiden dengan tembusan kepada Menteri PAN&RB dan Kepala BPKP paling lambat tanggal 10 Maret pada tahun berikutnya.

15.3.4. Format LAKIP
Format terdiri atas beberapa bagian, sebagai berikut. 1) Ringkasan Eksekutif, menyajikan : tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategis, realisasi pencapaian tujuan dan sasaran, kendala-kendala yang dihadapi dalam pencapaian tujuan dan sasaran pada tahun laporan dan langkah yang sudah dilakukan untuk mengatasi kendala, dan langkah antisipatif untuk menanggulangi kendala yang mungkin akan terjadi di masa mendatang. 2) Pendahuluan, menjelaskan hal-hal umum tentang instansi serta uraian singkat mandat apa yang dibebankan kepada instansi (gambaran umum tupoksi). 3) Perencanaan dan Perjanjian Kinerja yang memuat: a) Rencana Strategis, berisi uraian singkat tentang rencana strategis instansi, mulai dari visi, misi, tujuan, sasaran, serta kebijakan dan program instansi.

44

b) Rencana kinerja, menyajikan rencana kinerja pada tahun yang bersangkutan. Utamanya adalah menyangkut kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai sasaran sesuai dengan pogram pada tahun tersebut, dan indikator keberhasilan

pencapaiannya. c) Penetapan kinerja 4) Akuntabilitas kinerja, menyajikan uraian hasil pengukuran kinerja, evaluasi

(membandingkan kinerja nyata dengan rencana, kinerja nyata dengan kinerja tahun sebelumnya, kinerja instansi dengan kinerja instansi lain, kinerja nyata dengan kinerja negara lain) dan analisis akuntabilitas kinerja (uraian keterkaitan capaian kinerja dengan program dan kebijakan, perkembangan capaian secara efisien dan efektif), termasuk di dalamnya menguraikan secara sistematis keberhasilan dan kegagalan, hambatan/kendala, dan permasalahan yang dihadapi serta langkah-langkah antisipatif yang akan diambil. Selanjutnya dilaporkan pula akuntabilitas keuangan dengan cara menyajikan alokasi dan realisasi anggaran bagi pelaksanaan tupoksi atau tugas-tugas lainnya, termasuk analisis tentang capaian indikator kinerja efisiensi. Akuntabilitas Kinerja merupakan deskripsi dari hasil Pengukuran Kinerja Kegiatan dan hasil Pengukuran Pencapaian Sasaran, dan masing-masing disajikan dalam tabel Pengukuran Kinerja Kegiatan dan Pengukuran Pencapaian Sasaran. 5) Penutup, menyajikan tinjauan secara umum tentang keberhasilan dan kegagalan, permasalahan, dan kendala utama yang berkaitan dengan kinerja instansi serta strategi pemecahan masalah yang akan dilaksanakan di tahun mendatang. 6) Lampiran-lampiran, berisi penjelasan lebih lanjut, perhitungan-perhitungan, gambar, dan aspek pendukung seperti SDM, sarana prasarana, metode, dan aspek lain dan data yang relevan.

15.3.5. Format Pelaporan LAKIP
Pelaporan LAKIP diharapkan mengikuti format sebagai berikut.

RINGKASAN EKSEKUTIF KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. ORGANISASI DAN TUGAS FUNGSI II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA A. RENCANA STRATEJIK B. RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) C. PENETAPAN KINERJA III. AKUNTABILITAS KINERJA A. AKUNTABILITAS KINERJA B. PERKEMBANGAN PENCAPAIAN KINERJA SASARAN C. AKUNTABILITAS KEUANGAN
Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

45

D. ANALISIS EFISIENSI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA IV. PENUTUP LAMPIRAN – LAMPIRAN - FORM RS - FORM RKT - STRUKTUR ORGANISASI DAN KERAGAAN SDM APARAT - Dan lain-lain

16. Laporan Lainnya
16.1. Jenis dan Waktu Penyampaian Laporan
Di samping pemantauan, evaluasi dan pelaporan LAKIP, masih terdapat beberapa laporan lainnya sesuai kebutuhan. Jenis laporan, pengguna laporan, dan waktu penyampaian laporan disajikan pada Tabel 7.

46

LAPORAN RUTIN Laporan PP 39/2006 Form-A Penanggung jawab kegiatan Form-B Penanggungj awab Program Form-C Kepala SKPD Kab/Kota . UPTPusat Eselon-I Setjen Kementan Penanggung jawab program Kepala Satker masingmasing instansi Kepala Daerah Cq Kepala Bappeda dan Menteri Pertanian 5 hari kerja setelah triwulan berakhir 2. Satker Pusat.2012 .Tabel 7. 3. Prov. 4. 5. Jenis dan Waktu Penyampaian Laporan NO JENIS LAPORAN PELAPOR PENERIMA LAPORAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN 14 hari kerja setelah triwulan berakhir 3 hari kerja setelah triwulan berakhir 4 hari kerja setelah triwulan berakhir I 1. Evaluasi Rencana Kerja/Renstr a Penetapan Eselon-II Kinerja Es-II Penetapan Eselon-I Kinerja Es-I Penetapan Setjen Kinerja Kemtan LAKIP Eselon-II Eselon-II LAKIP Eselon-I Eselon-I LAKIP Kemtan Setjen Rapim Eselon-I Kemtan/Rapi mA Tindaklanjut Eselon-I Rapim A Laporan Bulanan Eselon-I Kegiatan Menteri Laporan Bulanan Eselon-I Kegiatan EsI LAPORAN KHUSUS Bahan Rakor Eselon-I Bappenas Tahunan/Lima Tahun Eselon-I Menteri Pertanian Kementerian PAN&RB 31 Januari 15 Februari 31 Maret Menteri Pertanian Menteri Pertanian Menteri Pertanian Menteri Pertanian 31 Januari T+1 15 Februari T+1 10 Maret T+1 Dua Mingguan Sesuai jadwal Bulanan Bulanan Menko/ Kabinet/ Sesuai Permintaan 47 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 7. 6. II.

com dan simonev@deptan. teknis fungsional dan kooordinasi.com.go. Berdasarkan asas dekonsentrasi. Kementerian Pertanian sebagai pemegang kendali simpul koordinasi. Menko/ Sidang Kabinet/ RDP/ Raker DPR RI Insidental lain DPR-RI Sesuai permintaan Sesuai Permintaan *Laporan-laporan lain (SAI. evaluasi dan pelaporan.1 Koordinasi Berdasarkan Hubungan Hirarki Guna mendukung pelaksanaan sistem pemantauan. untuk penyelarasan pelaksanaannya perlu dilakukan tata hubungan kerja antara Pemerintah Pusat dan Provinsi yang harmonis. Mengingat tugas dan tanggung jawab pimpinan instansi sebagai penanggung jawab operasional kegiatan cukup kompleks. Laporan Pemantauan Wilayah Binaan.q. Laporan Teknis dll) sesuai ketentuan yang berlaku 16.8. Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut perlu adanya koordinasi dan peningkatan jaringan kerja melalui hubungan hierarki. memiliki hubungan hierarki (dalam hal pengelolaan kegiatan dan anggaran APBN Kementerian Pertanian) dengan Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagai pelaksana kegiatan pembangunan pertanian di daerah sesuai dengan asas dekonsentrasi dan tugas pembantuan. termasuk LAKIP dan SIMONEV disampaikan ke Badan PPSDMP dan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian dengan alamat sebagai berikut.id 17. sebagaimana telah jelas. Koordinasi Kegiatan Pemantauan. evaluasi dan pelaporan 17. Laporan Statistik.bppsdmp@gmail. 3 Ragunan Jakarta 12550 Alamat e-mail: eproren@yahoo. Alamat Pengiriman Laporan Pengiriman Laporan. maka dibutuhkan kerja keras serta upaya selektif terhadap kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan. monevroren@yahoo.com.go. 1) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian c. demikian halnya dengan asas tugas pembantuan yang dilakukan bersama Pemerintah Provinsi serta Kabupaten/Kota. 3 Ragunan Jakarta 12550 Alamat e-mail: evalap. perlu dipahami bahwa tata hubungan kerja dalam pelaksanaan pembangunan pertanian baik di pusat maupun daerah. dipertanggungjawabkan serta dilaporkan secara berjenjang berdasarkan ketentuan yang berlaku yang diatur berdasarkan 48 . Bagian Evaluasi dan Pelaporan Kantor Pusat Kementerian Pertanian Gedung D Lantai 7 Jl.q. Harsono RM No. SIMAK-BMN. Harsono RM No.2. Biro Perencanaan Kantor Pusat Kementerian Pertanian Gedung A Lantai 4 Jl. simonevsdm@deptan. Untuk itu.id Faksimile : Bagian Evaluasi dan Pelaporan 021-7804981 2) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian c. pemanfaatan dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan oleh Satker lingkup pertanian dikelola.

menyediakan dana.4. Kegiatan Pemantauan.Keputusan Menteri Pertanian. provinsi maupun kabupaten/ kota adalah sebagai berikut. pemantauan. sarana dan prasarana yang dibutuhkan. panen dan pasca panen. Wujud dari hubungan teknis fungsional tersebut. Dengan demikian maka produk pertanian yang dihasilkan dapat diproduksi secara efektif. evaluasi dan pelaporan program dan kegiatan.2. Hubungan Berdasarkan Fungsi Koordinatif Dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian berdasarkan sistem anggaran berbasis kinerja dibutuhkan sinergis dalam perencanaan. 2) Mengembangkan dan menyempurnakan SIMONEV berdasarkan perkembangan/ perubahan dalam reformasi perencanaan dan anggaran.2012 49 . pengolahan dan pemasaran. dilakukan hubungan berdasarkan fungsi koordinasi antara Kementerian Pertanian dengan Provinsi dan Kabupaten /Kota dalam lingkup instansi sebagai berikut : 1) Dinas/Badan/Kantor Provinsi dan Kabupaten/Kota lingkup pertanian dengan Kementerian Pertanian (Eselon I). teknis usaha tani. 3) UPT Daerah dengan UPT Pusat. teknis perlindungan tanaman dan. efisien. teknis perbenihan/perbibitan. 17. Sosialisasi dilakukan terhadap software SIMONEV yang dipersiapkan oleh PUSDATIN dan Biro Perencanaan Kementerian Pertanian serta sosialisasi berbagai ketentuan yang terkait dengan pelaporan.3. evaluasi dan pelaporan. pemantauan.4. Guna meningkatkan kinerja hubungan teknis fungsional diperlukan dukungan pembiayaan (sharing budget) dari berbagai pihak terkait dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumberdaya yang ada sehingga akan diperoleh hasil yang lebih nyata 17. Tingkat Pusat 1) Melaksanakan pertemuan sosialisasi SIMONEV dengan mengundang petugas pelaporan SIMONEV di tingkat provinsi dan petugas dari Pusat (masing-masing Eselon-I) terkait. dan berdaya saing. Hubungan Teknis Fungsional Hubungan teknis fungsional dalam pelaksanaan program dan anggaran kinerja pembangunan pertanian berdasarkan asas dekonsentrasi. provinsi maupun kabupaten/kota) agar menyelenggarakan kegiatan tersebut. sehingga SIMONEV dapat Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. serta teknis pelatihan bagi aparat pertanian dan pelaku usaha. pendampingan dan penyuluhan. evaluasi dan pelaporan. Kegiatan yang dilaksanakan di tingkat pusat. 2) UPT Daerah dengan Kementerian Pertanian (Eselon I). Sebagai wujud pelaksanaan kegiatan tersebut. dilaksanakan melalui pembinaan teknis terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan antara lain: sarana produksi. Hubungan koordinasi ini merupakan upaya untuk mendukung pemantapan kinerja dari masingmasing instansi dalam pelaksanaan program/kegiatan.1. dan tugas pembantuan bertujuan untuk dapat memenuhi standar teknis di bidang pertanian yang ditetapkan. Evaluasi Dan Pelaporan Dalam rangka memperlancar pelaksanaan pemantauan. 17. 17. maka masingmasing Satuan Kerja (di pusat. Hubungan hierarki tersebut terwujud dalam sistem perencanaan.

Selanjutnya dilakukan pelatihan (TOT) kepada petugas pengelola pelaporan dari masing-masing unit eselon I. 2) Menghadiri workshop SIMONEV – SAI tingkat regional (dengan melibatkan Kabupaten/Kota terkait) 3) Melaksanakan sosialisasi SIMONEV tingkat kabupaten/kota dengan mengundang petugas pelaporan SIMONEV di tingkat kabupaten/kota.4. evaluasi dan analisis data/informasi hasil pelaporan SIMONEV dan capaian kegiatan dari Satker Pusat dan Daerah.3. maka diperlukan pula upaya-upaya pengendalian 50 . Disamping perlunya upaya pengawalan dan pendampingan terhadap penyelenggaraan program/kegiatan tersebut. Biro Perencanaan dan semua Eselon I pelaksana program). Sistem Pengendalian Intern 18. 17. Membuat dan mengirim laporan SIMONEV secara periodik dan tepat waktu ke provinsi dan ditembuskan ke pusat. 2. Software SIMONEV Software SIMONEV ditetapkan bersama antara PUSDATIN dan Biro Perencanaan Kementerian Pertanian dan dibahas bersama dengan unit kerja pengelola pelaporan.4. 4) Melakukan kompilasi merekapitulasi dan evaluasi laporan SIMONEV baik di tingkat provinsi maupun tingkat Kabupaten/kota kemudian mengirim ke pusat. 17. sehingga dapat dimengerti dan diaplikasikan. 18. baik di tingkat pusat maupun di daerah. 3) Melaksanakan kompilasi. Selanjutnya membuat laporan konsolidasi tingkat Eselon-I dan Kementerian Pertanian untuk disampaikan ke hirarki lebih lanjut. Tingkat Provinsi 1) Menghadiri undangan sosialisasi software SIMONEV yang diadakan oleh pusat. Sebelum software SIMONEV yang baru (revisi) dirumuskan. Setiap tahun dilakukan perbaikan dan penyempurnaan SIMONEV mengikuti dan mengakomodir perubahan sesuai implementasi reformasi. menyusun laporan konsolidasi dari Kabupaten/Kota dan Provinsi.4.4. maka format pelaporan masih tetap menggunakan format lama yang disesuaikan dengan kondisi yang ada dan tetap dilaporkan secara berkala sesuai jadwal yang telah ditetapkan. 5) Melakukan evaluasi terhadap keluaran dan hasil pelaksanaan kegiatan pada setiap satker.2. 17. Pengendalian Intern Kegiatan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Penyelenggaraan program/kegiatan penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian oleh Satker lingkup Badan PPSDMP.1. Tingkat Kabupaten/Kota 1. didukung oleh pendanaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN). 4) Melaksanakan workshop SIMONEV dan SAI pada tingkat regional (2-3 regional) untuk membahas perkembangan SIMONEV dan SAI.dengan mudah diaplikasikan (bersama PUSDATIN. Menghadiri sosialisasi penggunaan software SIMONEV di provinsi.

terutama untuk kegiatan-kegiatan yang memiliki anggaran relatif besar. setiap triwulan dan selama 1 tahun anggaran. Di tingkat Pusat narasumber pengendalian intern adalah Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) Sekretariat dan P2K masing-masing Pusat. pagu anggaran. TIM SPI Pusat akan melakukan pendalaman atau investigasi lebih lanjut terhadap kegiatan yang bermasalah dalam pelaksanaannya. P2K menjadi sumber informasi bagi pengendalian intern ini. sehingga pada waktu-waktu selanjutnya setiap permasalahan yang terjadi dapat diatasi secara intern dan pelaksanaan kegiatan dapat mencapai hasil sesuai dengan tujuan dan sasaran yang diharapkan. Oleh karena itu Tim SPI perlu dibentuk di setiap Satker lingkup Badan PPSDMP sebagai upaya peringatan dan pencegahan dini terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. maka dari sisi pengelolaan anggaran. Kepala Badan PPSDMP selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) mendelegasikan pelaksanaan pengendalian intern kepada Sekretaris Badan yang dibantu suatu Tim Kerja Satuan Pengendali Intern (SPI) Pusat. ekonomis dan tertib. 18. maka dapat dimonitor dan dianalisis pergerakan realisasi yang terjadi sesuai target-target yang telah ditetapkan. Upaya-upaya tersebut dimaksudkan agar tujuan program/kegiatan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara akuntabel. sumber informasi diperoleh dari penanggung jawab kegiatan yang biasanya menjadi tugas dan tanggung jawab para Pejabat Eselon III di unit kerja masing-masing. Di tingkat daerah. realisasi fisik dan keuangan serta permasalahan yang terjadi.2012 51 . maka perlu diatur mekanisme dan tata hubungan kerja intern dan antar Satuan Pengendali Intern dengan narasumber informasi/obyek pengendalian. efektif. perlu segera dirumuskan rekomendasi dan saran tindak lanjut yang mengarah kepada upaya pemecahan masalah. Agar implementasi pengendalian intern dapat berjalan dengan baik di berbagai tingkatan. BPK dan Bawasda) melakukan pengawasan pada Satker di lingkup Badan PPSDMP. Mekanisme dan Tata Hubungan Kerja Satuan Pengendali Intern Lingkup Badan PPSDMP untuk Kegiatan APBN Di tingkat pusat. Berdasarkan hasil investigasi tersebut. Mengingat sebagian besar data dan informasi mengenai hal-hal tersebut harus terdokumentasi dan dikompulir oleh P2K. transparan. 500 juta. yang memuat informasi mengenai aspek-aspek jenis kegiatan. misalnya diatas Rp. Sedangkan dari sisi teknis. Tim SPI Pusat ini melakukan pengendalian intern berdasarkan instrumen monitoring dan evaluasi bulanan. Pendalaman atau investigasi ini dimaksudkan untuk menemukenali permasalahan secara lebih dini sebelum Tim Pengawas dari lembaga audit (Itjen Kemtan.2. Hal ini didasari oleh tujuan dari pengendalian intern itu sendiri. yaitu formulir perkembangan realisasi fisik dan keuangan program/kegiatan pengembangan SDM pertanian. BPKP. Berdasarkan laporan bulanan tersebut. baik untuk pengelolaan program/ kegiatan dengan dana yang bersumber dari APBN maupun PHLN. upaya pengendalian dilakukan oleh Tim SPI dari Satker yang bersangkutan. baik yang berjalan lancar maupun yang bermasalah.intern yang sistematis di berbagai tingkatan organisasi penyelenggara. setiap bulan. baik di UPT Pusat maupun Satker Dekonsentrasi/ Tugas Pembantuan di provinsi dan kabupaten/kota. efisien. yang menitikberatkan pada pencapaian tujuan organisasi melalui keandalan pelaporan keuangan. mulai dari tingkat pusat hingga daerah (provinsi dan kabupaten/kota). pengamanan aset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundangundangan.

penyimpangan sebelum ditemukan oleh lembaga audit pemerintah (Itjen Kemtan. sedangkan dari sisi teknis adalah penanggung jawab kegiatan. Mekanisme dan Tata Hubungan Kerja Satuan Pengendali Intern Lingkup Badan PPSDMP untuk Kegiatan PHLN Secara organisatoris. sedangkan untuk Program READ dan FEATI selain terdapat di Pusat. mekanisme dan tata hubungan kerja tersebut digambarkan sebagai terlihat pada Gambar 10 berikut. Tim SPI Pusat juga melakukan pembinaan dan supervisi kepada Tim SPI UPT Pusat maupun Tim SPI Satker Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan di provinsi dan kabupaten/kota.3. Tata hubungan kerja antara Tim SPI Pusat dan Tim SPI UPT Pusat maupun Tim SPI Satker Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan di provinsi dan kabupaten/kota bersifat koordinasi. pengelolaan program/kegiatan dengan sumber dana PHLN di Pusat dilakukan oleh Pusat Pengembangan Pelatihan Pertanian untuk Program CF-SKR dan READ serta oleh Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian untuk Program FEATI. 52 . Tim SPI Pusat juga dapat melakukan pengendalian langsung kepada UPT Pusat maupun Satker Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan. Mekanisme dan Tata Hubungan Kerja SPI Lingkup Badan PPSDMP untuk Kegiatan APBN KEPALA BADAN/KPA 3) 2) 1) ESELON 2 PUSAT SET BADAN 3) 2) 1) P2K PUSAT2 SPI PUSAT P2K SET BADAN 3) 2) 1) KEPALA UPT SATKER 1) DEKON/TP 2) 3) 3) 2) 1) P2K UPT SPI UPT P2K DEKON/TP 1) 2) 3) 18. juga tersebar pasa Satker Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan di provinsi dan kabupaten/kota. BPKP. Secara skematis. maka sumber informasi bagi Tim SPI dari sisi pengelolaan anggaran adalah P2K. Gambar 10. Sama halnya dengan di tingkat pusat. Program CFSKR hanya terdapat di Pusat. BPK dan Bawasda). Tim SPI UPT Pusat maupun Tim SPI Satker Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan di provinsi dan kabupaten/kota mengirimkan laporan hasil pengendalian internnya kepada Tim SPI Pusat.

Melalui Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. mekanisme dan tata hubungan kerja tersebut digambarkan sebagaimana pada Gambar 11. baik di Pusat maupun di daerah dengan sumber informasi melalui P2K untuk pengelolaan anggaran dan penanggung jawab kegiatan untuk pelaksanaan teknis kegiatan.4. 1) 2) 3) SATKER KAB/KOTA 1) 3) 2) 1) SATKER KAB/KOTA 2) 3) 3) 3) 2) 1) P2K READ KAB/KOTA 2) P2K FEATI KAB/KOTA 1) Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 3) Pasal 26 ayat (2)setiap orang yang tidak memenuhi kewajiban untuk menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan dalam LHP pada pasal 20 ayat (1). beberapa hal yang harus diperhatikan dalam Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan adalah. Tim SPI Pusat melakukan pengendalian terhadap kegiatan-kegiatan PHLN. pembinaan dan supervisi. 18.2012 53 . 2) Pasal 20 ayat (5) pejabat yang diketahui tidak melaksanakan kewajiban pada ayat (1) dikenakan sanksi administratif. Mekanisme dan Tata Hubungan Kerja SPI Lingkup Badan PPSDMP untuk Kegiatan PHLN KEPALA BADAN KPA PUSBANGLATTAN SET BADAN PUSBANGLUHTAN P2K SKR P2K READ SPI PUSAT P2K FEATI 3) 2) 1) SATKER PROPINSI SATKER ) PROPINSI 3) 1 2) 3) 2) 1) P2K READ PROV. 1) Pasal 20 ayat (1) Pejabat negara wajib menindaklanjuti rekomendasi dalam laporan hasil pemeriksaan. maka Presiden mengintruksikan seluruh pimpinan intansi Pemerintah untuk melaksanakan upaya-upaya nyata pemberantasan korupsi. Gambar 11.Mekanisme dan tata hubungan kerja pengendalian intern untuk kegiatan PHLN pada dasarnya tidak berbeda dengan pengendalian intern untuk kegiatan APBN. Pola hubungan Tim SPI Pusat dengan SPI Satker lain di Lingkup Badan PPSDMP juga bersifat koordinatif. Secara skematis. Dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan dan/atau denda paling banyak lima ratus juta rupiah. P2K FEATI PROV.Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Sesuai dengan Undang-undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.

PAN/1/2005 tanggal 10 Januari 2005). Selain itu. (2) Tuntutan perbendaharaan. Langkah-langkah satker dalam menyikapi temuan hasil pengawasan: 1) Rekomendasi hasil temuan (administrasi. 5) Tindakan Penyempurnaan Aparatur Pemerintah (Kelembagaan. Bagian Evaluasi dan Pelaporan sampai tindak lanjut dinyatakan tuntas oleh lembaga audit (BPK. maka dapat dilakukan pemutakhiran dengan menyerahkan bukti baru/perhitungan kembali. 3) APIP. sesuai saran pemeriksa sebagai bentuk klarifikasi rekomendasi dikirimkan ke Lembaga Auditor dan ditembuskan kepada Kepala Badan PPSDMP d. Maka Satker perlu intensif melakukan koordinasi dengan Lembaga Auditor dan Badan PPSDMP c. maka tindak lanjut hasil pemeriksaan meliputi: 1) Pemutakhiran data 2) Tindakan Administratif (penerapan Hukuman Disiplin sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. sebab dan akibat). 3) Tanggapan tertulis dan bukti-bukti tindaklanjut yang jelas. Kepegawaian & Ketatalaksanaan). teknis. seperti Auditor Itjen Kemtan. satker perlu melakukan klarifikasi secara tuntas struktur temuan (kondisi. BPKP. 4) Tanggapan tertulis dan bukti-bukti tindak lanjut. agar diarahkan kepada temuan pengawasan tahun sebelumnya yang belum tuntas tindak lanjutnya (Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor B/56/M. 2) Diberikan sanksi kepada Unit Kerja yang lalai dalam pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan DP3. 2) Apabila rekomendasi dari auditor tidak disepakati (pada saat audit).PAN/01/2005. Jl. bukan berarti tindaklanjut tuntas. menginventarisasi.3 Ragunan Pasar Minggu paling lambat 30 hari setelah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) diterima oleh obyek pemeriksaan (obrik). Promosi Jabatan. 4) Tindakan Pengaduan Tindak Pidana Umum dan Khusus. maka harus ditindaklanjuti oleh satker. 3) Tindakan Tuntutan /Gugatan Perdata: (1) ganti rugi/penyetoran kembali. kerugian negara) dari auditor yang telah disepakati. dan Bawasda.Sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendayagunanaan Negara. (3) denda. 54 . Harsono RM No. sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor SE/02/M. tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil). Kantor Pusat Kemtan Gendung D Lt 6.a. 6) Usulan penghapusan temuan pemeriksaan yang tidak dapat ditindaklanjuti. mungkin karena rekomendasi satker cacat dan temuan sulit ditindaklanjuti. Sesuai Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 1983. Selain itu. memantau dan mencatat perkembangan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan dan melaporkan ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. BPK. BPKP dan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian). maka Fokus Pengawasan.q. maka: 1) Diinstruksikan kepada Pimpinan Unit Kerja menindaklanjuti setiap saran/rekomendasi LHP Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP).

yaitu 14 (empat belas) hari sejak diterimanya surat pemberitahuan tersebut. Tuntutan Ganti Rugi 19. maka Menteri langsung dapat menerbitkan Keputusan Tuntutan Ganti Rugi terhadapnya. 4) Menteri Pertanian Cq. telah melakukan perbuatan melanggar hukum dan atau melalaikan kewajibannya yang mengakibatkan kerugian Negara. b) Sebab-sebab mengapa yang bersangukatan harus dikenakan tuntutan ganti rugi. b) Apabila dipandang perlu. Tuntutan Ganti Rugi (TGR) Tuntutan Ganti Rugi (TGR) ialah tuntutan yang dikenakan kepada pegawai negeri yang bukan bendaharawan dan diberi tugas melaksanakan kewajiban negara. b) Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian. Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan dan Perlengkapan.1. Sekretaris Jenderal memerintahkan kepada Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan untuk mengadakan penelitian terhadap berkas laporan.2012 55 . c) Jangka waktu untuk memberi kesempatan kepada yang bersangkutan mengajukan pembelaan secara tertulis kepada Menteri. Kasubag Pebendaharaan c) Pihak lainnya yang terkait (bila dipandang perlu) untuk mengadakan penelitian dan pemeriksaan atas kerugian dimaksud dan memberikan laporan hasil penelitiannya kepada Eselon I pemberi perintah 3) Pejabat Eselon I meneruskan berkas laporan tersebut disertai saran/pendapat kepada Menteri Pertanian Cq. Menteri dapat memerintahkan Tim TP/TGR Kementerian agar membantu Biro Keuangan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. untuk mendapatkan kebenaran akan tuduhan dan tuntutan.19. 6) Pegawai negeri yang bersangkutan mengajukan pembelaan secara tertulis kepada Menteri Atas dasar pembelaan tersebut. tembusan laporan disampaikan kepada : a) Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Cq. 2) Pejabat Eselon I tersebut diatas memerintahkan kepada : a) Sekretaris Badan PengembanganSDM Pertanian b) Kepala Bagian Keuangan Cq. apakah ada alasan untuk menuntut ganti rugi atas kerugian Negara dan menyampaikan surat pemberitahuan kepada yang bersangkutan bahwa kepadanya akan dikenkan tuntutan ganti rugi disertai dengan laporan hasil penelitian yang meliputi: a) Jumlah tuntutan ganti rugi yang dikenakan. 5) Apabila setelah lewat waktu yang diberikan yang bersangkutan tidak memberikan pembelaan. maka : a) Menteri Pertanian Cq. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian untuk diproses penuntutan ganti rugi kepada Pegawai Negeri Sipil yang terlibat. Sekretaris Jenderal memerintahkan kepada Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan untuk mengadakan penilaian atas pembelaan yang disampaikan oleh pegawai yang bersangkutan. Prosedur Penyelesaian 1) Kepala Kantor/Satuan Kerja melaporkan kepada Kepala Badan PPSDMP bahwa pada kantor/Satuan Kerja telah terjadi kerugian Negara disebabkan oleh perbuatan melanggar hukum/lalai yang dilakukan oleh pegawai negeri bukan bendaharawan yang berada di unit organisasinya.

2) Cara lainnya yang disanggupi oleh pegawai yang bersangkutan. bilamana mungkin diusahakan dengan jalan damai antara kedua belah pihak yang berkewajiban menjaga kepentingan negara yang harus berusaha memperoleh penggantian atas kerugian negara sepenuhnya : a) Dalam jangka waktu yang sesingkat-singkatnya. 4) SKTM harus menyatakan jaminan (agunan). dan hasil pelelangan digunakan untuk melunasi penggantian kerugian kepada negara. yang dapat menetapkan Surat Kuasa dan mengadakan penyitaan harta kekayaan pegawai yang bersangkutan untuk dilelang. d) Berdasarkan oleh Tim TP/TGR. penagihan dapat dilakukan dengan cara misalnya melalui perantara panitia urusan piutang negara. 19. Proses Pelaksanaan Tuntutan Ganti Rugi Berdasarkan Surat Keputusan pembebanan ganti rugi tingkat pertama atau tingkat banding dapat dilaksanakan penagihan atas pembayaran ganti rugi dengan jalan : 1) Pemotongan gaji atau penghasilan lain dari pegawai negeri yang bersangkutan. 3) Penggantian dapat dilakukan dengan cara : a) Pembayaran tunai. masih dapat mengajukan permohonan kepada Presiden agar kasusnya dipertimbangkan kembali untuk mendapatkan kebijaksanaan dalam jangka waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya Keputusan Tuntutan Ganti Rugi oleh yang bersangkutan. b) Dengan jaminan yang sekuat-kuatnya. Usaha mendapatkan penggantian negara secara damai 19. Menteri Pertanian menerbitkan Keputusan Tentang Ganti Rugi terhadap pegawai negeri yang bersangkutan. ditandatangani oleh saksi-saksi. 2) Untuk tertibnya penagihan dan pembuktian yang kuat penyelesaian secara damai dilakukan dengan Surat Keterangan Tanggung jawab Mutlah (SKTM).2.1. 19. b) Angsuran paling lama 2 (dua) tahun. dan diketahui oleh Kepala Satker setempat.2.2.untuk meneliti berkas maupun pemeriksaan setempat guna dapat diberikan pertimbangan/saran mengenai kasus tersebut. 56 . Proses Usaha Mendapatkan Pengantian Kerugian Negara 1) Dalam proses tuntutan. sehingga dapat ditetapkan tuntutan ganti rugi secara bertanggung jawab. e) Kepada pengawai negeri yang bersangkutan walaupun kepadanya telah dikenankan Tuntutan Ganti Rugi.2. Jika perlu atau apabila dalam pelaksanaanya mengalami hambatan. c) Biro Keuangan dan Tim TP/TGR Kementerian memberikan laporan hasil penelitian yang dilakukan terhadap tuduhan dan pembelaan serta saran dan pertimbangan kepada Menteri Pertanian.

kelembagaan Teknis. provinsi dan kab/kota dalam penyelenggaraan penyuluhan 2) Menyusun matrik kegiatan penyelenggaraan penyuluhan pertanian pada tahun 2012 Output : 1) Terwujudnya persamaan persepsi antar pimpinan kelembagaan Penyuluhan. kelembagaan Teknis. mengintegrasikan. dan kelembagaan penelitian pertanian Provinsi dan abupate/kota di Indonesia Waktu Pelaksanaan : April – Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 1.2. provinsi dan kab/kota dalam penyelenggaraan penyuluhan 2) Tersusunnya matrik kegiatan penyelenggaraan penyuluhan pertanian pada tahun 2012 Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan Sasaran : Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan. mengintegrasikan. Kelembagaan Teknis dan Kelembagaan Litbang Tujuan : 1) Mewujudkan persamaan persepsi antar pimpinan kelembagaan penyuluhan pertanian. mensinkronisasikan dan mengoptimalkan kinerja penyuluhan pada tingkat pusat.2012 57 . mensinkronisasikan dan mengoptimalkan kinerja penyuluhan pada tingkat pusat. Fasilitasi Wadah Koordinasi Penyuluhan Pertanian. kelembagaan teknis. dan kelembagaan penelitian pertanian di pusat.1 PEMANTAPAN SISTEM PENYULUHAN PERTANIAN Penataan dan Pengembangan Kelembagan Penyuluhan Koordinasi Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan. Perikanan dan Kehutanan Tujuan : Memfasilitasi penyelenggaraan Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian. Perikanan dan Kehutanan dalam mengkoordinasikan. Perikanan dan Kehutanan dalam mengkoordinasikan. 1.V. 1. Output : Terfasilitasinya penyelenggaraan Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian. dan Kelembagaan Penelitian di pusat. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Fasilitasi dan Pembinaan Sasaran : Kelembagaan Penyuluhan di Provinsi dan kabupaten/kota Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.

tugas.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 1. Output : Terlaksananya pembinaan kelembagaan penyuluhan pertanian sesuai UU Nomor 16 tahun 2006 dan aturan-aturan pelaksanaannya.3.5. Fasilitasi Balai Penyuluhan Kecamatan Tujuan : Memfasilitasi penyelenggaraan penyuluhan pertanian terutama pada Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan sehingga dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan penyuluhan pertanian.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 1. Pengawalan dan Pendampingan Balai Penyuluhan Kecamatan Tujuan : 58 . sehingga dapat meningkatkan kualitas sumberdaya manusia pertanian.der lainnya yang terkait.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 Satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup badan PPSDMP 1. Perikanan dan Kehutanan (SP3K) dan aturan-aturan pelaksanaannya. Output : Terfasilitasinya tugas dan fungsi kelembagaan penyululuhan kecamatan dalam menyelenggarakan penyuluhan pertanian. dan fungsi serta mekanisme kerja kelembagaan penyuluhan sesuai UU Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian.Waktu Pelaksanaan : Januari. 2) Sosialisasi UU Nomor 16 Tahun 2006 beserta aturan pelaksanaannya Sasaran : Kelembagaan Penyuluhan di Provinsi dan Kab/Kota Waktu Pelaksanaan : Januari. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Fasilitasi dan Pembinaan Sasaran : 1206 Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan yang tersebar di 33 provinsi. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan penerimaan audiensi pemda provinsi dan Kab/Kota dan stakeho.4. Waktu Pelaksanaan : Januari. Pembinaan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Tujuan : Menyamakan persepsi tentang pembentukan.

September 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 1.760 desalokasi SL-PTT Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Supervisi dan monitoring Sasaran : Penyuluh pendamping di desa lokasi P2BN Waktu Pelaksanaan : Januari . Output : Terlaksanannya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan anggota kelompoktani melalui percontohan serta menyebarnya teknologi baru yang diterapkan petani sekitarnya Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.1.6.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan 11 Provinsi Lokasi SL-PTT 2. Pengawalan dan Pendampingan Penyuluhan Pertanian Dalam Mendukung P2BN Di Lokasi SL-PTT (5760 Desa) Tujuan : Meningkatkan kinerja penyuluh pendamping dalam memfasilitasi program Percepatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Output : Terfasilitasinya petani pelaku program percepatan produksi beras nasional oleh para penyuluh pendamping di 5. Penataan dan Pengembangan Kelembagaan Petani dan Usaha Tani 2.1) Mengetahui perkembangan pemberdayaan balai penyuluhan kecamatan 2) Mengidentifikasi permasalahan kelembagaan petani dan solusi pemecahannya Output : 1) Diketahuinya perkembangan pemberdayaan balai penyuluhan kecamatan 2) Teridentifikasi permasalahan kelembagaan petani dan solusi pemecahannya Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan Sasaran : Kepala Balai Penyuluhan Kecamatan di 33 Provinsi Waktu Pelaksanaan : Mei. PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI METODE DEMFARM DENGAN POLA SLAGRIBISNIS PADI (3.2012 59 .600 DESA) Tujuan : Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan anggota kelompoktani serta memberi contoh petani di sekitarnya menerapkan teknologi baru melalui kerjasama kelompok.

September 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian. 2) Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan lembaga usaha pertanian menjadi lembaga ekonomi di perdesaan/LKM (unit usaha simpan pinjam). monitoring dan evaluasi Sasaran :Pimpinan kelembagaan petani di Provinsi Waktu Pelaksanaan : Maret. ketrampilan.Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Penyusunan rencana pengawalan 3) Pengawalan dan pendampingan Sasaran : 3.Agustus 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 2. dan sikap kelompoktani dan gabungan kelompoktani dalam pengelolaan (manajerial) sumber daya dan kewirausahaan serta mampu mengembangkan kegiatan agribisnis perdesaan. dan sikap kelompoktani dan gabungan kelompoktani dalam pengelolaan (manajerial) sumber daya dan kewirausahaan serta mampu mengembangkan kegiatan agribisnis perdesaan.600 desa yang memiliki kelompoktani berhasil dan mampu dalam membina kerjasama di tempatnya masing-masing Waktu Pelaksanaan : April. Output : Meningkatnya pengetahuan. dan kabupaten/kota 2. Apresiasi Pengurus Kelembagaan Petani (Rembug Tani) Tujuan : 1) Meningkatkan kemampuan manajerial pengurus kelembagaan petani dalam mengelola kegiatan agribisnis.2. Output : 1) Terselenggaranya 3 (tiga) paket Apresiasi Pengurus Kelembagaan Petani yang diikuti oleh 132 orang.3. 2) Terdapatnya kesamaan persepsi pengurus gapoktan di dalam meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan lembaga usaha pertanian menjadi lembaga ekonomi di perdesaan/LKM yang disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah. ketrampilan. 60 . Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Petani ( 5 Jurus Kemampuan Kelompok Tani) Tujuan : Meningkatkan pengetahuan. Provinsi.

Mekanisme/Metode: 1) Penilaian 2) Pemberian penghargaan Sasaran : 33 orang petani dan 33 orang pengurus gapoktan berprestasi Waktu Pelaksanaan : Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Pemberian Penghargaan Bagi Petani dan Gapoktan Berprestasi Tujuan : 1) Memberikan penghargaan bagi 33 orang petani dan 33 orang pengurus gapoktan berprestasi tingkat Nasional. Output : Termotivasinya petani dan pengurus kelembagaan petani (gapoktan) untuk melakukan peningkatan PKS berusahatani dan mengembangkan kemitraan usaha melalui jejaring usaha. Pertemuan Pengurus Kelembagaan Usaha Tani Tujuan : Meningkatkan wawasan dan kemampuan pengurus kelembagaan usahatani dalam menerapkan prinsip-prinsip agribisnis serta perencanaan agribisnis. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan Sasaran : Pengurus kelembagaan Usahatani (Gapoktan) dan Pendamping pegurus gapoktan Waktu Pelaksanaan : Mei – Agustus 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 2.4.Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 2. Output : Termotivasinya pengurus kelembagaan usaha pertanian untuk melakukan peningkatan usahatani dan mengembangkan kemitraan usaha melalui jejaring usaha.2012 61 . 2) Menyusun buku dan tayangan VCD profil Petani dan Gapoktan berprestasi tingkat Nasional.5. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan Sasaran : Pengurus kelembagaan petani di 33 Provinsi Waktu Pelaksanaan : Pebruari .3) Tersedianya rumusan pembinaan kelembagaan petani poktan/gapoktan mendekati spesifikasi lokalita.

3) Diketahuinya peningkatan kemampuan dan peningkatan kelembagaan petani dan ekonomi pedesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis.2. serta meningkatnya fungsi 62 .6. 2) Diketahuinya peningkatan kemampuan pelaku usaha agribisnis. 4) Memperoleh masukan guna penetapan kebijakan dalam pengembangan kemandirian dan profesionalisme petani. penyuluh pendamping dan pengurus gapoktan. Pengawalan dan Pendampingan Poktan dan Gapoktan Tujuan : 1) Mengetahui tingkat kemampuan pelaku usaha agribisnis. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan Sasaran : anggota perhimpuna se-profesi di bidang pertanian Waktu Pelaksanaan : Mei – Agustus 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 2. pengurus gapoktan dan penyuluh pendamping. serta sejauhmana meningkatnya fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses terhadap permodalan. 3) Mengetahui tingkat kemampuan dan peningkatan kelembagaan petani dan ekonomi pedesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis. 2) Membangun satu kesatuan korps diantara anggota organisasi profesi dalam upaya pembangunan pertanian. Output : 1) Terlaksananya kegiatan pertemuan koordinasi pimpinan kelembagaan petani tingkat nasional. Output : 1) Diketahuinya peningkatan kinerja penyuluh pendamping dan pengurus gapoktan dalam memfasilitasi program-program pemberdayaan petani di pedesaan. 2) Mengetahui tingkat kinerja penyuluh pendamping dan pengurus gapoktan dalam memfasilitasi Program-program pemberdayaan petani di perdesaan. 5) Meningkatkan wawasan dan pengetahuan pengurus organisasi petani tentang arah pembinaan petani dalam pengembangan agribisnis.7. 2) Tersedianya rekomendasi guna penetapan kebijakan dalam pengembangan kemandirian dan profesionalisme petani. 3) Membuka peluang kerjasama antara anggota organisasi profesi mengenai usaha dan pembangunan pertanian. Koordinasi Pimpinan Kelembagaan Petani Tingkat Nasional Tujuan : 1) Menyamakan persepsi para peserta dari organisasi profesi di bidang pertanian tentang upaya pengembangan kemandirian dan profesionalisme petani.

kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses terhadap permodalan; Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pengawalan dan Pendampingan Sasaran : Poktan dan Gapoktan Se-Indonesia Waktu Pelaksanaan : Maret – November 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian

2.8. Pengawalan dan Pendampingan Kelembagaan Usahatani Di Pedesaan
Tujuan : 1) Mengetahui tingkat kemampuan pelaku usaha agribisnis, pengurus gapoktan dan penyuluh pendamping; 2) Mengetahui tingkat kinerja penyuluh pendamping dan pengurus gapoktan dalam memfasilitasi Program-program pemberdayaan petani di perdesaan; 3) Mengetahui tingkat kemampuan dan peningkatan kelembagaan petani dan ekonomi pedesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis, serta sejauhmana meningkatnya fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses terhadap permodalan. Output : 1) Diketahuinya peningkatan kinerja penyuluh pendamping dan pengurus gapoktan dalam memfasilitasi Program -program pemberdayaan petani di pedesaan; 2) Diketahuinya peningkatan kemampuan pelaku usaha agribisnis, penyuluh pendamping dan pengurus gapoktan; 3) Diketahuinya peningkatan kemampuan dan peningkatan kelembagaan petani dan ekonomi pedesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis, serta meningkatnya fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses terhadap permodalan; Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Monitioring dan Evaluasi 3) Pengawalan dan Pendampingan Sasaran : Kelembagaan Usahatani Se-Indonesia Waktu Pelaksanaan : Maret – November 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

63

2.9. Pengembangan Jejaring Usaha Kelembagaan Petani
Tujuan : Meningkatnya kemampuan kelembagaan petani dalam membangun jejaring usaha baik antar kelembagaan petani maupun dengan pihak-pihak lain. Output : Terbentuknya jejaring usaha baik antar kelembagaan petani maupun dengan pihak lainnya dalam pengembangan komoditi unggulan. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Monitoring dan Evaluasi Sasaran : Kelembagaan petani (gapoktan) yang telah mengembangkan kelembagaannya menjadi kelembagaan usahatani Waktu Pelaksanaan : Peruari - Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Kelembagaan penyuluhan Kabupaten/Kota

2.10. Evaluasi Pembinaan Poktan dan Gapoktan
Tujuan : 1) Untuk mengetahui sejauh mana pembinaan kelompoktani berdampak terhadap peningkatan kelas kemampuan kelompoktani; 2) Sejauhmana pembinaan kelompoktani berdampak terhadap peningkatan usahatani. Output : Diketahuinya kelas kemampuan kelompoktani seluruh Indonesia. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan Sasaran : Kelembagaan petani atau kelompoktani di 33 Provinsi. Waktu Pelaksanaan : Januari- Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP

2.11. Pembinaan Poktan dan Gapoktan
Tujuan : Tujuan pembinaan poktan dan gapoktan adalah untuk memperkuat manajemen kelembagaan petani melalui kegiatan penyelenggaraan penyuluhan Output : Terbinanya poktan dan gapoktan dalam memperkuat manajemen kelembagaan petani Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 64

2) Pembinaan Sasaran : Pengurus poktan dan gapoktan di 33 Provinsi (115 Kab/kota). Waktu Pelaksanaan : Januari- Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP

2.12. Pemberdayaan Petani Berbasis Teknologi di Kutai Kertanegara
Tujuan : 1) Memperkenalkan teknologi tepat guna spesifik lokasi yang merupakan hasil kaji terap; 2) Meningkatkan penguasaan pengetahuan dan teknologi tepat guna bagi petani di sekitarnya Output : Meningkatnya kemampuan petani dalam menerapakan teknologi inovatif spesifik lokasi Mekanisme/Metode: 1. Pertemuan 2. Aplikasi teknologi Sasaran : Pengurus poktan dan gapoktan di 33 Provinsi (115 Kab/kota). Waktu Pelaksanaan : Maret - September 2012 Penyelenggara/Pelaksana : satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP provinsi Kalimatan Timur berama Kabupaten Kutai Katanegara

3. Penataan dan Pengembangan Ketenagaan Penyuluhan
3.1. Pembinaan Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian dan Angka Kreditnya Tingkat Provinsi dan Kab/Kota
Tujuan : Melakukan penilaian angka kredit jabatan fungsional penyuluh pertanian pusat, provinsi, kabupaten/kota dan BPTP terhadap usulan DUPAK. Output : 1) Terlaksananya pembinaan pola karier penyuluh pertanian PNS yang dapat menjamin terlaksananya penilaian angka kredit jabatan fungsional penyuluh pertanian; 2) Terbitnya Hasil Penilaian Angka Kredit (HAPAK) dan Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk setiap tingkatan jabatan fungsional penyuluh pertanian PNS. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan sosialisasi Sasaran : Pimpinan kelembagaan/unit kerja terkait, penyelengara penyuluhan pusat dan daerah Waktu Pelaksanaan : Januari- Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan 33 Satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

65

3.2. Pengembangan Profesionalisme Penyuluh Pertanian
Tujuan : 1) Meningkatkan profesionalisme penyuluh pertanian pusat melalui seminar/lokakarya/magang dll. 2) Meningkatkatkan PKS untuk meningkatkan kemampuan para penyuluh pertanian agar dapat mengoptimalkan tugasnya dalam mendukung pengembangan kariernya. Output : 1) Meningkatnya kemampuan para penyuluh pertanian pusat untuk mendukung pengembangan kariernya Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan sosialisasi Sasaran : Penyuluh Pertanian Pusat Waktu Pelaksanaan : Januari- Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian

3.3. Pembinaan Penyuluh Pertanian Swadaya
Tujuan : Meningkatkan fungsi, peran dan motivasi penyuluh pertanian swadaya dalam penyelenggaraan penyuluhan secara optimal. Output : Meningkatnya fungsi, peran dan motivasi penyuluh pertanian swadaya dalam melakukan pendampingan petani, kelompoktani dan gabungan kelompoktani. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan Sasaran : Penyuluh Swadaya di 33 Provinsi Waktu Pelaksanaan : Januari- Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian

3.4. Bimbingan Teknis Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh
Tujuan : Menyamakan pemahaman tentang Jabatan Fungsional Penyuluhan Pertanian dan Angka Kreditnya di kalangan para pimpinan kelembagaan/unit kerja terkait dan

pelaksana/penyelenggara penyuluhan pertanian di Pusat dan Daerah serta fungsional penyuluh pertanian.

66

kabupaten/kota dan BPTP terhadap usulan DUPAK. Penyuluh Swadaya. penyuluh pertanian Swadaya dan THLTBPP untuk meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan tugas penyuluhan pertanian secara produktif. 33 orang Penyuluh Pertanian Swadaya dan 33 orang THL-TBPP Teladan Tingkat Nasional dari 33 provinsi seluruh Indonesia dalam melaksanakan penyelenggaraan penyuluhan. Output : Termotivasinya 33 orang Penyuluh Pertanian PNS.Agustus 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 3.6.2012 67 . Fasilitasi Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Pertanian Pusat Tujuan : Melakukan penilaian angka kredit jabatan fungsional penyuluh pertanian pusat. Mekanisme/Metode: 1) Penilaian dan pemberian penghargaan bagi Penyuluh Pertanian PNS.Output : Meningkatnya pemahaman tentang teknis penilaian jabatan fungsional oleh pemangku kepentingan. THL-TB PP Teladan dan Balai Penyuluhan Kecamatan Terbaik Tujuan : Memotivasi dan mendorong penyuluh pertanian PNS. Output : 1) Terlaksananya pembinaan pola karier penyuluh pertanian PNS yang dapat terlaksananya penilaian angka kredit jabatan fungsional penyuluh pertanian. Pemberian Penghargaan Bagi Penyuluh Pertanian PNS.5.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 3. Penyuluh Swadaya. menjamin Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Bimbingan teknis Sasaran : Penyuluh pertanian di 33 Provinsi Waktu Pelaksanaan : Januari. 33 Penyuluh Swadaya. 33 THL TB PP dan 1 Balai Penyuluhan Kecamatan terbaik Waktu Pelaksanaan : Mei . efektif dan efisien. THL TB PP dan Balai Penyuluhan Kecamatan terbaik Sasaran : 33 Penyuluh Pertanian PNS. provinsi.

provinsi. Temu Teknis dan Temu Karya Penyuluh Pertanian Dalam Rangka Mendukung 4 Sukses Pembangunan Pertanian Tujuan : 1) Meningkatkan proses pembelajaran melalui interaksi antar penyuluh pertanian. kab/kota Waktu Pelaksanaan : Januari. provinsi. dan kab/kota Waktu Pelaksanaan : Juni . 3) Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan penyuluh pertanian. provinsi.2) Terbitnya Hasil Penilaian Angka Kredit (HAPAK) dan Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk setiap tingkatan jabatan fungsional penyuluh pertanian PNS. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Sosialisasi Sasaran : Penyuluh pertanian pusat. pembinan jabatan fungsional Penyuluh pertanian di pusat. Output : 1) Meningkatnya proses pembelajaran melalui interaksi antar penyuluh pertanian. Pengembangan Profesionalisme Staf Tujuan : Meningkatkan motivasi kerja da kerjasama staf dalam mendukung penyelenggaraan penyuluhan pertanian di pusat Output : Meningkatnya motivasi kerja dan kerjasama staf dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) outbond Sasaran : Seluruh staf pusat penyuluhan pertanian Waktu Pelaksanaan : Juli . Mekanisme/Metode: 1) Penilaian Sasaran : Penyuluh pertanian pusat. 2) Meningkatkan kinerja dan motivasi kerja penyuluh pertanian.8.Agustus 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 68 .Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 3. 3) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyuluh pertanian. 2) Meningkatnya kinerja dan motivasi kerja penyuluh pertanian.7. kab/kota.Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan Provinsi Lampung 3.

Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan dan 33 Satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP 3. Output : Meningkatnya motivasi THL-TB Penyuluh Pertanian dalam melakukan pendampingan petani. peran dan motivasi THL-TB Penyuluh Pertanian dalam penyelenggaraan penyuluhan secara optimal.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.9.. Pendampingan/Binaan Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian Tujuan : 1) Memberikan dukungan/pembinaan terhadap penyelenggaraan penyuluhan pertanian pada 33 provinsi di Indonesia.2012 69 . Apresiasi Peningkatan Kapasitas THL-TB PP Penyuluh Pertanian Tujuan : Meningkatkan fungsi. penyuluh pertanian dan pelaku utama/pelaku usaha di 33 provinsi dan 497 kabupaten/kota. kelompoktani dan gabungan kelompoktani. 2) Mengidentifikasi permasalahan dan pemecahannya dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian di masing-masing provinsi. 3) Menyamakan persepsi tentang penyeleggaraan penyuluhan pertanian di 33 provinsi. Waktu Pelaksanaan : April . Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan Sasaran : THL-TB PP di 33 Provinsi Waktu Pelaksanaan : Oktober. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan 3) Pendampingan Sasaran : Kelembagaan penyuluhan pertanian.10. Output : 1) Terselenggaranya penyuluhan pertanian di 33 provinsi di Indonesia secara lebih baik dan terarah 2) Terindentifikasinya permasalahan dan pemecahannya dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian di lapangan 3) Tecapainya persamaan persepsi tentang penyeleggaraan penyuluhan pertanian di 33 provinsi dan 497 kabupaten/kota di Indonesia.3.

Fasilitasi Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional (KPPN) Tujuan : Memfasilitasi Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional dalam penyusunan bahan kebijakan penyelenggaraan penyuluhan bagi Menteri Pertanian.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 3.11. Output : 1) Tersedianya bahan masukan kebijakan penyelenggaraan penyuluhan pertanian bagi Menteri Pertanian.Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 3. Pengawalan dan Pendampingan THL-TB PP Penyuluh Pertanian Tujuan : Meningkatkan pelaksanaan tugas dan fungsi serta kinerja THL-TB Penyuluh Pertanian dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian.3. Koordinasi Komisi Penyuluhan Pertanian Provinsi (KPPP) Tujuan : Mewujudkan persamaan persepsi antar Komisi Penyuluhan Provinsi dan kabupaten/kota dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian Output : Terwujudnya persamaan persesi antar Komisi Penyuluhan Provinsi dalam memberikan saran mengenai penyelenggaraan penyuluhan pertanian.13. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan Sasaran : Komisi Penyuluhan Pertanian Provinsi (KPPP) Waktu Pelaksanaan : April . Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pegawalan dan Pendampingan 70 .12. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan Sasaran : Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional (KPPN) Waktu Pelaksanaan : Januari. 2) Terlaksananya pembinaan KPPN terhadap KPP dan KPPK. kelompoktani dan gabungan kelompoktani . Output : Meningkatnya kinerja dan motivasi THL-TB Penyuluh Pertanian dalam melakukan pendampingan petani.

2) Menyiapkan tenaga admin yang mampu mengoperasionalkan Cyber Extension.163 orang THL-TB Penyuluh Pertanian tahun 2012.Oktober 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 Satker Pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP 3.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan 33 Satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP 3. Output : Meningkatnya kinerja dan motivasi penyuluh pertanian PNS utama. Mekanisme/Metode: 1) Verifikasi data penyuluh pertanian PNS 2) Pencairan BOP Sasaran : Penyuluh Pertanian PNS Waktu Pelaksanaan : Januari .14.163 orang THL-TB Penyuluh pertanian.Sasaran : THL-TB PP di 33 provinsi Waktu Pelaksanaan : Maret .16.15. Apresiasi Cyber Extension (3 Regional) Tujuan : 1) Mensosialisasikan sistim pengoperasian Cyber Extension. BOP Penyuluh Pertanian PNS Tujuan : Meningkatkan kinerja dan motivasi penyuluh pertanian PNS dalam melaksanakan tugas dan fungsinya memfasilitasi pemberdayaan pelaku utama.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 Satker Pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP dalam memberdayakan pelaku 3. Honorarium dan BOP THL-TB PP Tujuan : Menyediakan honorarium dan BOP bagi 22. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Output : Tersedianya honorarium dan BOP bagi 22.2012 71 . Mekanisme/Metode: 1) Verifikasi data THL-TB Penyuluh Pertanian 2) Penetapan THL-TB Penyuluh Pertanian 3) Penyaluran honorarium dan BOP THL-TB Penyuluh Pertanian Sasaran : THL-TB Penyuluh Pertanian di 33 Provinsi Waktu Pelaksanaan : Januari .

tepat guna dan bermanfaat bagi kelembagaan penyuluhan pengambil keputusan. terintegrasi. Output : 1) Dipahaminya system pengoperasian Cyber Extension oleh para calon Admin. 6) Membuat system kelembagaan penyuluhan. pelaku agribisnis ataupun pihak lain yang terkait.Oktober 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 3.17. pelaku agribisnis ataupun pihak lain yang terkait. 5) Mengembangkan Sistem Informasi yang terpadu. 2) Terbangunnya integritas data ketenagaan dan kelembagaan tani yang mutakhir melalui website Kementerian Pertanian. tepat guna dan bermanfaat bagi para pengguna baik pengambil keputusan. 3) Dipahaminya tugas dan tanggungjawab pengelola Cyber Extension di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.3) Menjelaskan tugas pokok dan fungsi petugas Administrator (Admin) Provinsi dan Kabupaten/Kota. 4) Menyelenggarakan apresiasi Cyber Extension admin level 3 dan 4. Mekanisme/Metode: 1) Apresiasi SIMLUHTAN Sasaran : Petugas Admin Provinsi dan Kabupaten/Kota Waktu Pelaksanaan : Februari – Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 72 . 5) Tersedianya system kelembagaan penyuluhan Mekanisme/Metode: 1) Apresiasi Cyber Extension Sasaran : Petugas Admin Provinsi dan Kabupaten/Kota Waktu Pelaksanaan : Pebruari . 4) Tersedianya Sistem Informasi yang terpadu. Apresiasi Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) Tujuan : 1) Mengaplikasikan Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUH) dengan fokus pada database ketenagaan dan kelembagaan petani. 2) Membangun integritas data ketenagaan dan kelembagaan petani yang mutakhir melalui website Kementerian Pertanian. terintegrasi. Output : 1) Tersedianya tenaga terampil di provinsi dan kabupaten/kota yang mampu mengaplikasikan SIMLUH khususnya dengan fokus pada data ketenagaan dan kelembagaan petani. 2) Tersedianya Admin Provinsi dan Kabupaten/Kota. agar penyuluh di tingkat Provinsi dan Kabupaten dapat ikut serta mengembangkan materi.

4. Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Televisi Tujuan : 1) Menambah wawasan dan pengetahuan penyuluh pertanian. pelaku usaha.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 4. THL-TB PP dan petani serta masyarakat Waktu Pelaksanaan : Maret . Output : 1) Tersusunnya materi penyuluhan pertanian dalam bentuk film dokumenter 2) Tersirkannya 10 paket materi Penyuluhan Pertanian melalui siaran televisi nasional Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah dan pembahasan naskah siaran televisi 2) Produksi dan penayangan materi siaran Sasaran : Penyuluh pertanian.1. Pengembangan dan Penyusunan Materi Cyber Extension Tujuan : 1) Mengembangkan sistem Informasi berbasis web yang terpadu. Bapelluh kabupaten/kota. pelaku usaha dan masyarakat pertanian sesuai kebutuhan spesifik lokalita.2. tepat guna dan bermanfaat bagi penyuluh dan kelembagaan penyuluhan selaku pengambil keputusan. penyuluh pertanian dan masyarakat pertanian Waktu Pelaksanaan : Januari . pelaku agribisnis ataupun pihak lain yang terkait. pelaku agribisnis ataupun pihak lain yang terkait. pelaku utama.Agustus 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Output : 1) Tersedianya Sistem Informasi berbasis Web yang terpadu. penyuluh swadaya. terintegrasi. serta pemangku kepentingan lainnya. Materi Penyuluhan Yang Dihasilkan 4. 2) Menyediakan materi informasi pertanian yang dibutuhkan penyuluh. 2) Tersedianya materi/informasi pertanian yang dibutuhkan pelaku utama dan pelaku usaha serta masyarakat pertanian pada umumnya sesuai kebutuhan spesifik lokalita Mekanisme/Metode: 1) Pengembangan Materi Cyber Extension 2) Fasilitasi Pengelolaan Cyber Extension Sasaran : Bakorluh provinsi.2012 73 . 2) Meningkatkan keterampilan pelaku utama dan pelaku usaha dalam berusaha tani melalui penerapan dari materi tayangan televisi. tepat guna dan bermanfaat bagi para pengguna baik pengambil keputusan. terintegrasi. pelaku utama.

2) Mendukung kegiatan usaha agribsinis agar tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang kuat dan mandiri. penyuluh swadaya.Mei 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 74 . Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah 2) Produksi dan penyiaran melalui radio Sasaran : Penyuluh pertanian. Output : 1) Terbit dan tersebarnya liptan. brosur. Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Cetak Tujuan : 1) Tersusunya berbagai materi penyuluhan pertanian dalam bentuk liptan. 2) Tersiarnya 24 materi tentang inovasi/informasi peningkatan usaha agribisnis perdesaan yang mendukung program percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi tahun 2012 melalui siaran radio yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia. leaflet dan poster. THL-TB PP dan petani serta masyarakat Waktu Pelaksanaan : Januari . penyuluh swadaya. leaflet dan poster 2) Pencetakan liptan.4. THL-TB PP dan petani serta masyarakat Waktu Pelaksanaan : Maret .3. brosur. leaflet dan poster 2) Tersusunnya buku kerja bagi penyuluh pertanian Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah. petugas lainnya tentang informasi/inovasi Peningkatan usaha agribisnis perdesaan yang mendukung program percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi tahun 2012. pencetakan liptan. khususnya dalam rangka pengembangan usaha agribisnis pedesaan.4.November 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 4. pelaku utama. brosur. Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Radio Tujuan : Meningkatkan pengetahuan dan wawasan penyuluh pertanian. leaflet dan poster 3) Pengiriman materi penyuluhan Sasaran : Penyuluh pertanian. pelaku usaha. brosur. Output : 1) Tersedianya 24 naskah materi siaran radio tentang inovasi/informasi Peningkatan usaha agribisnis perdesaan yang mendukung program percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi tahun 2012.

2012 75 . kontak tani dan penyuluh swakarsa. 2) Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan penyuluh pertanian.4. penyuluh swadaya. Output : 1) Tersedianya 24 naskah materi siaran radio tentang inovasi/informasi Peningkatan usaha agribisnis perdesaan yang mendukung program percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi tahun 2012. THL-TB PP dan petani serta masyarakat Waktu Pelaksanaan : Maret .5. Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah 2) Produksi dan penyiaran melalui radio Sasaran : Penyuluh pertanian. pelaku usaha. kontak tani dan penyuluh swakarsa dalam melaksanakan penyuluhan pertanian. penyuluh swadaya. Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah 2) Produksi dan pengiriman majalah Sasaran : Penyuluh pertanian.November 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 4. kontak tani dan penyuluh swakarsa maupun swasta. Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Radio Tujuan : Meningkatkan pengetahuan dan wawasan penyuluh pertanian. Output : Tercetak dan tersebarnya majalah Ekstensia masing-masing 10. pelaku utama.000 eksemplar sebanyak 2 edisi kepada para penyuluh pertanian. THL-TB PP dan petani serta masyarakat Waktu Pelaksanaan : Maret – Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.6. 2) Tersiarnya 24 materi tentang inovasi/informasi peningkatan usaha agribisnis perdesaan yang mendukung program percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi tahun 2012 melalui siaran radio yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Penerbitan Majalah Ekstensia Tujuan : 1) Meningkatnya efektifitas dan kualitas pelaksanaan penyuluhan pertanian yang dilakukan oleh para penyuluh pertanian lapangan. petugas lainnya tentang informasi/inovasi Peningkatan usaha agribisnis perdesaan yang mendukung program percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi tahun 2012.

penyuluh swadaya.4.8.7. Penyusunan dan Penggandaan Materi Penguatan Kelembagaan Petani dan Usahatani Tujuan : Terfasilitasinya pengembangan kelembagaan usahatani dan penumbuhan pos penyuluhan desa oleh penyuluh dan petugas teknis lainnya sesuai dengan pedoman Output : Tersedianya pedoman pengembangan kelembagaan usahatani dan penumbuhan pos penyuluhan desa Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah 2) Produksi dan pengiriman Sasaran : Penyuluh pertanian dan petugas teknis lainnya Waktu Pelaksanaan : Maret – Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 4. dan THL-TB PP Waktu Pelaksanaan : Januari .Maret 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 4. yang akan membantu pengembangan penyelenggaraan penyuluhan pertanian 76 . Output : 1) Tersedianya bahan informasi teknis berupa buku saku dalam melakukan penyuluhan pertanian di wilayah kerjanya. 2) Termotivasinya dan tumbuhnya kepercayaan diri para penyuluh dalam memfasilitasi pelaku utama Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan 2) Produksi dan Pengiriman materi Sasaran : Penyuluh pertanian. Penggandaan Materi Penyuluhan Provinsi dan Kab/Kota Tujuan : Memperbanyak materi penyuluhan. 2) Memberikan motivasi dan kepercayaan diri para penyuluh dalam memberikan penyuluhan kepada pelaku utama.9. Pencetakan Buku Saku Penyuluhan Pertanian Tujuan : 1) Menyedian bahan informasi teknis penyuluhan yang dibutuhkan oleh para penyuluh PNS dan THL-TB Penyuluh Pertanian di lapangan.

Langganan Tabloid Pertanian Tujuan : Menyampaikan Informasi teknis pertanian penyuluhan pertanian dan kebijakan penyuluhan oleh kementerian pertanian Output : Tersampaikan Informasi teknis penyuluhan pertanian dan kebijakan penyuluhan pertanian dari kementerian pertanian Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan materi 2) Pencetakan 3) Pengiriman Sasaran : Penyuluh pertanian dan petugas teknis lainnya Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012 77 . yang akan membantu pengembangan penyelenggaraan penyuluhan pertanian Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan materi 2) Penggandan materi Sasaran : Penyuluh pertanian dan petugas teknis lainnya Waktu Pelaksanaan : Januari .Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 28 Provinsi dan 319 Kab/Kota 4.10. Penyusunan dan Penggandaan Materi Penyuluhan bagi Poktan dan Gapoktan Tujuan : Memfasilitasi pengembangan kelembagaan poktan dan gapoktan dalam meningkatkan kapasitanya melalui penyusunan pedoman Output : Tersedianya pedoman pengembangan kelembagaan poktan dan gapoktan Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah 2) Produksi dan pengiriman Sasaran : Poktan dan Gapoktan Waktu Pelaksanaan : Januari .Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 Satker dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP 4.Output : Tersedianya materi penyuluhan.11.

kabupaten/kota. Standar.12.Waktu Pelaksanaan : Januari . Norma. Output : 1) Diketahuinya peningkatan penggunaan cyber extension di daerah. 3) Menyediakan bahan rujukan/acuan bagi penyuluh pertanian di Pusat dalam menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) Penyuluh Pertanian Tahun 2013.1. 2) Diketahuinya peningkatan kinerja admin cyber extension.September 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5. Waktu Pelaksanaan : Januari . Mekanisme/Metode: 1) Pengawalan dan pendampingan Sasaran : Sasaran yang akan dicapai dalam pengawalan dan pendampingan kegiatan ini adalah provinsi. Mekanisme/Metode: 78 . 3) Diketahuinya penggunaan alat pengolah data cyber extension. 2) Menyediakan bahan rujukan/acuan bagi penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Provinsi Tahun 2013. Output : 1) Tersusunnya Programa Penyuluhan Pertanian Nasional Tahun 2013 berdasarkan hasil sintesa program-program prioritas unit kerja Eselon I lingkup Kementerian Pertanian dan program/kegiatan Organisasi Petani Tingkat Nasional Tahun 2013.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 Satker dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP 4. 3) Tersedianya bahan rujukan/acuan bagi penyuluh pertanian di Pusat dalam menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) Penyuluh Pertanian Tahun 2013. 2) Tersedianya bahan rujukan/acuan bagi penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Provinsi Tahun 2013. kecamatan penerima alat pengolah data cyber extension tahun 2010. 2) Mengetahui tingkat kemampuan admin dalam mengoperasikan cyber extension. Pedoman dan Kebijakan yang dihasilkan dan dikembangkan 5. Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Tujuan : 1) Menyusun Programa Penyuluhan Pertanian Nasional Tahun 2013 berdasarkan hasil sintesa program-program strategis dan prioritas unit kerja Eselon I lingkup Kementerian Pertanian dan program/kegiatan Organisasi Petani Tingkat Nasional Tahun 2013. Pengawalan dan Pendampingan Sistem Informasi Penyuluhan Tujuan : 1) Mengetahui tingkat penggunaan cyber extension di daerah. 3) Mengetahui penggunaan alat pengolah data.

2012 79 .2. Penyusunan Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Tujuan : Memberikan acuan standar bagi para penyelenggara penyuluhan di Pusat dan Daerah dalam mengembangkan penyelenggaraan penyuluhan pertanian melaui pedoman-pedoman. 5) Pedoman pengelolaan honorarium dan BOP THL-TB Penyuluh Pertanian. Mekanisme/Metode: 1) Pengumpulan bahan 2) Penerbitan dan pendistribusian pedoman Sasaran : Bakorluh provinsi. Bapelluh kab/kota. 2) Tersusunnya Usulan Rencana Kegiatan dan Anggaran Satker Pelaksana Dana Dekonsentrasi lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian di 33 provinsi. 2) Menyusun program dan kegiatan penyuluhan pertanian di daerah/dekonsentrasi tahun 2013 dan terciptanya keselarasan penyelenggaraan penyuluhan pertanian dengan pusat.3. Output : 1) Pedoman Pelaksanaan Penyelenggaraan Penyuluhan melalui Dana Dekonsentrasi/Tugas Perbantuan. 4) Pedoman RKT Pusat Penyuluhan Pertanian. Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian. penyuluh pertanian dan instansi terkait Waktu Pelaksanaan : Februari – Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5. 3) Menyusun kegiatan dan anggaran pusat dan daerah ke dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian/Lembaga/ RKA-KL tahun 2013 Output : 1) Tersusunnya Rencana Kerja Tahunan Pusat Penyuluhan Pertanian Tahun 2012. Penyusunan Program dan Kegiatan Pengembangan Penyuluhan Pertanian Tujuan : 1) Menyusun program dan kegiatan penyuluhan pertanian di pusat tahun 2013 dan terciptanya keselarasan penyelenggaraan penyuluhan pertanian dengan daerah.1) Pertemuan dan pembahasan penyusunan programa Sasaran : Penyuluh pertanian pusat Waktu Pelaksanaan : Mei . 2) Pedoman Umum Supervisi. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 3) Pedoman Karya Tulis Ilmiah Penyuluh.Juni 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5.

Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan TOR. 3) Memfasilitasi pengelolaan administrasi kantor Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian.3) Tersusunnya Usulan Rencana Kegiatan dan Anggaran Satuan Kerja Pusat Penyuluhan Pertanian Tahun 2013 dalam bentuk Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL). dan Logical Frame work kegiatan Pusat dan Daerah melalui Dana Dekonsentrasi tahun 2013 2) Penyusunan Formula Dana Dekonsentrasi tahun 2013 dll Sasaran : Pusat Penyuluhan Pertanian dan 33 Bakorluh/Dinas satker dana dekonsentrasi di provinsi Waktu Pelaksanaan : Januari – Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5. 2) Memfasilitasi pengelolaan ketatausahaan Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian.5. 4) Memfasilitasi pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. 80 . Administrasi Kegiatan Tujuan : 1) Memfasilitasi pengelolaan keuangan Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. RAB.4. Pertemuan Penyusunan Rencana Kerja dan Evaluasi Penyelenggaraan Dalam Rangka Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian Tujuan : 1) Mensosialisasikan rencana kegiatan dan anggaran tahun 2012 dan mengevaluasi penyelenggaraan dana dekonsentrasi tahun 2011 2) Menggoordinasikan dan mensinergikan rencana kegiatan dan anggaran tahun 2013 dan mengevaluasi penyelenggaraan dana dekonsentrasi tahun 2012 Output : 1) Tersosialisasikannya rencana kegiatan dan anggaran tahun 2012 dan terevaluasinya penyelenggaraan dana dekonsentrasi tahun 2011 2) Terjadinya koordinasi dan sinergitas rencana kegiatan dan anggaran tahun 2013 dan terngevaluasi penyelenggaraan dana dekonsentrasi tahun 2012 Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan Sasaran : 33 Bakorluh/Dinas satker dana dekonsentrasi di provinsi dan kabupatan/kota Waktu Pelaksanaan : Maret – Oktober 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5.

provinsi.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. tenaga kerja. 2) Terfasilitasinya pengelolaan ketatausahaan Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian.Output : 1) Terfasilitasinya pengelolaan keuangan Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. serta terjadinya satu kesatuan gerak langkah dalam memberdayakan pelaku utama Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan Sasaran : Pemerintah.2012 81 . Kerjasama Pengembangan Penyuluhan Dalam dan Luar Negeri Tujuan : 1) Memperkuat semangat kerjasama pembangunan pertanian berorientasi agribisnis antara petani. pengusaha pertanian dan petugas dari negara-negara ASEAN. kabupaten/kota dan kecamatan sesuai UU No. 4) Terfasilitasinya pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. Koordinasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Tujuan : Menyamakan persepsi tentang penyelenggaraan penyuluhan pertanian baik ditingkat pusat. kabupaten/kota dan kecamatan sesuai UU No. Mekanisme/Metode: 1) Pelaksanaan administrasi Pusluhtan dan satker dana dekonsentrasi provinsi serta pelaksana di kab/kota Sasaran : Pusat penyuluhan pertanian dan satker dana dekonsentrasi provinsi serta pelaksana di kab/kota Waktu Pelaksanaan : Januari . sarana produksi dan pemasaran. 16 Tahun 2006 dan aturan pelaksanaannya sehingga terjadinya sinergitas antar kelembagaan penyuluhan Output : Terselenggaranya penyuluhan pertanian secara baik di tingkat pusat. pemerintah daerah Waktu Pelaksanaan : Januari . 3) Mempromosikan usaha-usaha pertanian dan membangun jaringan kerjasama usaha di antara petani/organisasi petani yang memiliki kesamaan keterkaitan dan sasaran.6. 16 Tahun 2006 dan aturan pelaksanaannya. 2) Mewujudkan pertukaran ide dan informasi mengenai peluang usaha di bidang pertanian dan teknologi. provinsi.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan 33 Provinsi pelaksana dana dekonsntrasi lingkup Badan PPSDMP 5. 3) Terfasilitasinya pengelolaan administrasi kantor dan kepegawaian Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian.7.

4) Mewujudkan tukar menukar pengalaman terhadap berbagai budaya dan tradisi yang ada di antara sesama anggota ASEAN. 4) Menyediakan umpan balik dari seluruh stakeholders dalam rangka penyempurnaan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. 2) Diketahuinya tingkat kemajuan penyelenggaraan penyuluhan pertanian baik yang sedang berjalan maupun yang telah selesai sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan/tindakan yang diperlukan. 4) Terwujudnya saling tukar menukar pengalaman terhadap berbagai budaya dan tradisi yang ada di antara sesama anggota ASEAN. Output : 1) petani. 3) Terpromosikannya usaha-usaha pertanian dan membangun jaringan kerjasama usaha di antara petani/organisasi petani yang memiliki kesamaan keterkaitan dan sasaran. 5) Mengukur pencapaian dampak kegiatan penyuluhan pertanian sesuai dengan indikator yang ditetapkan. 3) Dipastikannya penggunaan sumberdaya penyuluh pertanian secara efektif dan efisien. 5) Terwujudnya kunjungan kerjasama luar negeri dalam rangka kunjungan dinas dan atau studi banding. sarana produksi dan pemasaran. pengusaha pertanian dan petugas dari negara-negara ASEAN. Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Tujuan : 1) Mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan sumberdaya penyuluhan pertanian dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian.8. 3) Memastikan penggunaan sumberdaya penyuluh pertanian secara efektif dan efisien. tenaga kerja. 2) Terwujudnya pertukaran ide dan informasi mengenai peluang usaha di bidang pertanian dan teknologi. 4) Tersedianya umpan balik dari seluruh stakeholders dalam rangka penyempurnaan penyelenggaraan penyuluhan pertanian 5) Hasil pengukuran pencapaian dampak kegiatan penyuluhan pertanian sesuai dengan indikator yang di tetapkan 82 . Output : 1) Diketahuinya tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan sumberdaya penyuluhan pertanian dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Mekanisme/Metode: 1) Penetapan dan pengiriman petugas/penyuluh pertanian ke dalam dan luar negeri Sasaran : Petugas dan Penyuluh pertanian Waktu Pelaksanaan : Maret . 2) Mengetahui tingkat kemajuan penyelenggaraan penyuluhan pertanian baik yang sedang berjalan maupun yang telah selesai sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan/tindakan yang diperlukan.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5.

kunjungan lapangan ke daerah 2) Penyusunan rekomendasi Sasaran : Pusat Penyuluhan Pertanian dan satker dana dekonsentrasi provinis serta peelaksana di kab/kota Waktu Pelaksanaan : Januari .Mekanisme/Metode: 1) Pembahasan Instrumen. kunjungan lapangan ke daerah 2) Penyusunan rekomendasi Sasaran : Penyelenggara penyuluhan pertanian kab/kota di Indonesia Waktu Pelaksanaan : Januari . perikanan dan kehutanan yang holistik dan komprehensif Output : Terwujudnya sistem penyelenggaraan penyuluhan pertanian. 3) Dipastikannya kesesuaian penggunaan Dana Alokasi K husus (DAK).2012 83 .16/2006 dan Peraturan-Peraturan Lainnya Tujuan : Mewujudkan sistem penyelenggaraan penyuluhan pertanian.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5. Penyelesaian Peraturan Presiden Tindak Lanjut UU No.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan 33 satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP 5. 2) Diketahuinya pemanfaatan dana alokasi khusus yang sedang berjalan maupun telah selesai sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan/tindakan yang diperlukan.10.9. Output : 1) Diketahuinya penggunaan dana alokasi khusus. perikanan dan kehutanan yang holistik dan komprehensif Mekanisme/Metode: 1) Rapat Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Mekanisme/Metode: 1) Pembahasan Instrumen. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tujuan : 1) Mengetahui penggunaan dana alokasi khusus untuk kegiatan penyuluhan 2) Mengetahui pemanfaatan dana alokasi khusus yang sedang berjalan maupun telah selesai sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan/tindakan yang diperlukan. 3) Memastikan kesesuaian penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK).

penyuluh pertanian swadaya. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pengumpulan data Sasaran : penyuluh pertanian PNS. Penyuluh pertanian swasta. kabupaten/kota dan kecamatan agar dapat dipergunakan sebagai acuan perencanaan untuk pengembangan kegiatan pembangunan pertanian. Penyuluh pertanian swasta. dan THL-TB Penyuluh Pertanian yang akurat dan mutakhir.2) Penerbitan Perepres dan Permentan Sasaran : Kementerian Terkait Waktu Pelaksanaan : Januari .Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5.11. Pengembangan Database Ketenagaan Penyuluhan Pertanian Tujuan : Menyediakan data Ketenagaan penyuluh pertanian PNS.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 84 . Pengembangan Database Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Tujuan : Mendapatkan data kelembagaan penyuluhan yang akurat berbasis teknologi di tingkat provinsi.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5. dan THL-TB Penyuluh Pertanian secara berkala bagi perencanaan program dan kegiatan penyuluhan. Waktu Pelaksanaan : Januari . Output : Tersedianya data ketenagaan penyuluh pertanian PNS. Output : Tersedianya data kelembagaan penyuluhan pertanian yang akurat dari seluruh Indonesia Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pengumpulan data Sasaran : Kelembagaan penyuluhan pertanian di 33 Propinsi dan 497 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.12. penyuluh pertanian swadaya. Penyuluh pertanian swasta. penyuluh pertanian swadaya. dan THL-TB Penyuluh Pertanian Waktu Pelaksanaan : Januari .

petani dan kelembagaan penyuluhan pertanian yang membentuk kelembagaan sesuai UU No. Mobil Unit Penyuluhan Pertanian dan Kendaraan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.1. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pengumpulan data Sasaran : Kelembagaan petani dan usahatani Waktu Pelaksanaan : Januari .Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 6.5.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 6. Pengembangan Database Kelembagaan Petani Tujuan : Mengetahui data dan kondisi terakhir kelembagaan petani dan usahatani baik secara fisik maupun aktivitasnya dari seluruh kabupaten dan provinsi di Indonesia Output : Tersedianya data base kelembagaan petani dan usahatani dari pelaku utama. Kendaraan Bermotor Operasional Roda 2 bagi Penyuluh Pertanian Tujuan : 1) Meningkatkan motivasi dan kinerja para penyuluh pertanian di lapangan 2) Mengoptimalkan pembinaan poktan dan gapoktan oleh penyuluh pertanian 3) Membantu penyebaran informasi penyuluhan pertanian kepada pelaku utama dan pelaku usaha Output : 1) Tersedianya sarana operasional bagi penyuluh pertanian 2) Optimalnya pembinaan poktan dan gapoktan oleh para penyuluh pertanian 3) Tersebarnya informasi penyuluhan pertanian kepada pelaku utama dan pelaku usaha Mekanisme/Metode: 1) Lelang 2) Pengiriman barang Sasaran : Penyuluh.13.2012 85 . 16/2006 yang ditetapkan oleh PERDA Waktu Pelaksanaan : Januari .

Penyelenggara/ Pelaksana: PPMU-FEATI Provinsi.1. 2) Fasilitasi. Pengadaan Alat Multimedia Tujuan : Meningkatkan kualitas kinerja staf pusat penyuluhan pertanian dalam menyeselaikan kegiatankegiatannya dengan menggunakan alat multi media Output : Tersedianya perlengkapan multimedia dalam mendukung kegiatan-kegaiatn puluhtan dan meningkatkan pengembangan sumber daya manusia pertanian berbasis teknologi Mekanisme/Metode: 1) Pengadaan barang Sasaran : Staf penyuluhan pertanian pusat Waktu Pelaksanaan : Pebruari-Maret 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 8. Mekanisme/ Metode: 1) Identifikasi kelompok pembelajaran FMA yang telah membangun jejaring usaha di tingkat kabupaten. pertemuan dan pembinaan penumbuhan/ pengembangan kelembagaan ekonomi petani. Penyusunan Proposal FMA Berorientasi agribisnis Tujuan: 1) Menetapkan prioritas kegiatan yang diusulkan untuk memperoleh dana FMA. 2) FMA yang telah membangun jejaring usaha di tingkat kabupaten.d November 2012. 3) Fasilitasi pembuatan akte notaris bagi kelembagaan ekonomi petani yang baru terbentuk. Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 7. 8.7. Waktu Pelaksanaan: Mei s. Penguatan Sistem Penyuluhan yang Berorientasi pada Kebutuhan Petani (FEATI) 8.2. Output: Terbentuknya/ berkembangnya asosiasi/ korporasi yang berorientasi agribisnis. Asistensi Pengembangan Kelembagaan Formal Ekonomi (Koperasi dan BUMP) Tingkat Kabupaten Tujuan: Memfasilitasi penyuluh untuk dapat membina kelompok pembelajaran FMA dalam penumbuhan/pengembangan kelembagaan ekonomi petani (korporasi dan BUMP). 86 . Sasaran: 1) Penyuluh Pertanian yang tergabung dalam Tim Pengembangan Organisasi Petani (TPOP) Kabupaten.1.

Output: 1) Terselenggaranya proses pembelajaran agribisnis bagi petani.d November 2012. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten. 2) Fasilitasi Penyusunan Perencanaan FMA dan programa desa. Mekanisme/ Metode: 1) Workshop Penyusunan proposal. Sasaran: Petani yang terlibat dalam pembelajaran FMA di desa FEATI. Output: Proposal FMA untuk memperoleh dana. Penyusunan dokumen hasil pembelajaran dan rencana pengembangan usaha.3.4. Mekanisme/ Metode: 1) Sosialisasi program/ kegiatan 2011. Bantuan Sosial Bagi UP-FMA Tujuan: memberikan bantuan untuk peningkatan pembelajaran agribisnis bagi petani peserta FMA.d Desember 2012.2012 87 . 3) Kunjungan dan pendampingan oleh Penyuluh/anggota TPL/ TPOP dan Penyuluh Swadaya. 8. Output: Meningkatkan kapasitas manajemen dan organisasi kelompok pembelajaran FMA. 2) Peningkatan ketrampilan petani di bidang agribisnis. Mekanisme/ Metode: 1) 2) Pelaksanaan Pembelajaran/ praktek usaha agribisnis. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten.d Juli 2012. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Sasaran: Petani yang terlibat dalam pembelajaran FMA di desa FEATI. Sasaran: Petani yang terlibat dalam pembelajaran FMA di desa FEATI. Waktu Pelaksanaan: Mei s. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Waktu Pelaksanaan: Jan s. Fasilitasi FMA oleh Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan Tim Pengembangan Organisasi Petani (TPOP) Tujuan: Memfasilitasi dan mengawal proses pengembangan organisasi petani berorientasi agribisnis. 2) Pengajuan proposal ke Satker kabupaten. 8.2) Menyusun dan mengajukan proposal pendanaan FMA ke Satker Kabupaten. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten.

Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) Penyusunan materi anti korupsi. dukungan permodalan dan pembentukan badan hukum bagi kelompok sasaran. Output: 1) Tersedianya publikasi tentang rencana aksi anti korupsi dalam pelaksanaan program P3TIP/FEATI.d Agustus 2012. Pencetakan media anti korupsi. Deseminasi anti korupsi. Mekanisme/ Metode: 1) Identifikasi kelompok sasaran.d.5.6. Sasaran: Kelompok pembelajaran FMA yang berhasil dalam mengembangkan kelembagaannya dan terpilih sebagai organisasi petani yang telah ditingkatkan kualitas FMAnya (scaling up). usaha FMA (scaling up) berorientasi agribisnis. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten. Output: Terselesaikannya pengurusan administrasi kemitraan usaha dan dukungan permodalan. LSM. 2) Memberikan pemahaman publik terhadap tindakan anti korupsi dalam pelaksanaan program P3TIP/FEATI. 8. Oktober 2012. 2) Fasilitasi dan pembinaan. serta pembentukan badan hukum bagi kelompok pembelajaran FMA berprestasi. Apresiasi Gerakan Tindakan Anti Korupsi Tujuan: 1) Menyusun materi publikasi anti korupsi. 2) Tindakan anti korupsi dalam pelaksanaan program P3TIP/FEATI. Sasaran: Aparat pemerintah. Waktu Pelaksanaan: Maret s. 88 . Apresiasi Implementasi Peningkatan Skala FMA Tujuan: Meningkatkan kemampuan Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan Koordinator Penyuluh dalam memfasilitasi peningkatan skala Output: 1) Terjadinya kesamaan persepsi dan tindakan dalam pelaksanaan Scaling Up FMA berorientasi Agribisnis. serta pengurusan aspek legal formal.8. Penyelenggara/ Pelaksana: CPMU-FEATI Pusat dan DPIU-FEATI Kabupaten.7. 3) Penyelesaian administrasi kemitraan usaha. Fasilitasi bagi Organisasi Berprestasi Dalam Membangun Kemitraan Usaha Tujuan: Memfasilitasi kelompok pembelajaran FMA dalam pengurusan administrasi kemitraan usaha dan dukungan permodalan. Waktu Pelaksanaan: Mei s. Perguruan tinggi dan Petani di Desa Lokasi FEATI. 8.

Penyelenggara/ Pelaksana: PPMU-FEATI Provinsi. Waktu Pelaksanaan: Juni s. Sasaran: Penyuluh pendamping yang tergabung dalam Tim Penyuluh Lapangan(TPL). Mekanisme/ Metode: 1) Identifikasi masalah dan potensi pengembangan agribisnis kelompok pembelajaran FMA dan analisa senjang kemampuan fasilitasi penyuluh. 2) Pelaksanaan pelatihan untuk peningkatan kapasitas penyuluh.9. Pertemuan pembekalan.8. Penyusunan dokumen rencana kegiatan.2012 89 .d Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten 8.d Sept 2012. Dokumen rencana peningkatan kapasitas penyuluh di lokasi BPP. 2) Pengelola P3TIP Kabupaten. fasilitator peningkatan skala 8. Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) Identifikasi kelompok pembelajaran yang akan ditingkatkan skala usahanya. Waktu Pelaksanaan: Juni s. Organisasi Petani (Asosiasi/ Gapoktan/ Kelompoktani/ UPFMA yang akan melaksanaan scaling up). Output: 1) 2) 3) Dokumen perencanaan peningkatan kapasitas penyuluh di lokasi BPP. 3) Lokakarya evaluasi dan perumusan rencana tindak lanjut. Sasaran: 1) Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan Koordinator Penyuluh usaha FMA (scaling up) berorientasi agribisnis. Pameran Pertanian Tujuan: Mempromosikan kegiatan dan hasil pembelajaran petani peserta pembelajaran FMA kepada masyarakat di kabupaten Output: Adopsi hasil pembelajaran petani peserta pembelajaran FMA oleh masyarakat di kabupaten/kota Mekanisme/ Metode: pameran Sasaran: Petani/ masyarakat di desa lokasi FEATI Waktu Pelaksanaan: Mei 2012 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Penerapan teknologi spesifik lokasi.2) Dokumen rencana kegiatan fasilitasi scaling up. Peningkatan Kapasitas Penyuluh di Lokasi BPP Tujuan: Meningkatkan kemampuan TPL dalam pengembangan agribisnis dan penerapan inovasi teknologi spesifik lokalita kepada petani.

Pusdatin. . April. 2) Mengevaluasi realisasi fisik dan keuangan berdasarkan komponen dan katagori kegiatan FEATI dari tahun 2007 – 2011.11. 8. Waktu Pelaksanaan: Januari. 2) Rekomendasi perbaikan pelaksanaan kegiatan FEATI. 2) Dokumen rekomendasi pemecahan masalah dan perbaikan pelaksanaan kegiatan FEATI . Output: 1) Rencana kegiatan dan anggaran FEATI tahun 2012 dalam bentuk TOR. Waktu Pelaksanaan: Januari. Mekanisme/ Metode: Pertemuan dan Rapat. 8. Mekanisme/ Metode: 1) 90 Pertemuan.FEATI. Output: 1) Kesamaan persepsi Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan Tingkat Nasional. Juni. RAB dan draft RKAKL tahun 2012. Pertemuan Pimpinan Kelembagaan Tingkat Nasional Tujuan: Merumuskan permasalahan dan langkah-langkah pemecahan masalah dalam rangka pelaksanaan P3TIP/FEATI. 2) Rekomendasi penyempurnaan pelaksanaan kegiatan FEATI. Perencanaan dan Evaluasi Program Tujuan: 1) Menyusun rencana kegiatan dan anggaran FEATI tahun 2012. April. Okt. BBP2TP. mengkaji permasalahan serta memberi rekomendasi penyelesaian permasalahan yang dihadapi FEATI.10. 68 Kab). Konsultan dan pengelola FEATI Pusat/ CPMU. Agustus dan September 2012. Mekanisme/ Metode: 1) Pertemuan. Sasaran/ peserta : Anggota tim pengarah dan tim teknis.12. 2) Tindak lanjut rekomendasi. dan Des 2012. Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian dan CPMU-FEATI Pusat. Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian dan CPMU-FEATI Pusat. Output: 1) Termonitornya perkembangan dan permasalahan FEATI Project oleh Steering Committee dan Tim Teknis FEATI. Pertemuan Konsultasi Program (SC dan Tim Teknis) Tujuan: Mengevaluasi perkembangan pelaksanaan. Sasaran: 86 Satker FEATI (18 Prov.Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten 8.

3) Laporan IFR tentang keuangan. Pertemuan Konsolidasi Audit Tujuan: 1) Mengkonsolidasikan laporan triwulan keuangan.2012 91 . Output: 1) 2) Dokumen hasil konsolidasi audit FEATI. monev. 68 Kab). Penyusunan rekomendasi tindak lanjut. 8. Dokumen rekomendasi tindak lanjut pelaksanaan dan perbaikan kegiatan tiga bulan berikutnya. Sasaran: Pimpinan kelembagaan dari lokasi 86 Satker FEATI (18 Prov. Teknis dari Provinsi. dan Bendahara dari 86 Satker FEATI (18 Prov. BPTP dan Kabupaten. Penetapan UP-FMA. Procurement Officer. Waktu Pelaksanaan: Januari. pengadaan barang. Teknikal Officer. Verifikasi hasil penilaian provinsi.13. Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) Pertemuan konsolidasi. Sasaran/ peserta : Pejabat Pembuat Komitmen. Kesepakatan pelaksanaan rekomendasi.2) Perumusan rekomendasi tindak lanjut. 8. Waktu Pelaksanaan: Juni 2012.14. dan Pusdatin. pengadaan barang dan teknis kegiatan untuk disampaikan ke Bank Dunia. Monev. Financial Officer. 3) Menyusun laporan IFR dari seluruh lokasi FEATI. Monitoring and evaluation officer. 68 Kab) 18 BPTP. Agustus dan November 2012. 2) Meningkatkan kualitas pelaksana FEATI untuk memperbaiki kinerja pelaksana di Provinsi. April. Penyuluh dan Pendamping terbaik Pemberian Penghargaan. Penyelenggara/ Pelaksana: CPMU-FEATI Pusat. Pemberian Penghargaan bagi UP-FMA terbaik Tingkat Nasional Tujuan: Memberikan motivasi bagi pengelola UP-FMA untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya Output: Pemberian penghargaan bagi 68 FMA terbaik Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) 4) 5) Penyiapan instrumen. PPMU-FEATI Provinsi. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. BPTP dan Kabupaten. DPIU-FEATI Kabupaten. Penilaian berjenjang. Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian dan CPMU-FEATI Pusat.

Supervisi Bank Dunia Tujuan: Mendampingi Tim Bak Dunia dalam melaksanakan supervisi ke daerah ( Provinsi. Sasaran: 708 orang pengelola FEATI (PPK. BPTP. Lokasi FEATI. Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian dan CPMU-FEATI Pusat.Agustus 2012.16.15. Sasaran: 30 Kabupaten lokasi FEATI terpilih. pengadaan barang dan jasa di daerah. Peningkatan kemampuan dan tanggung jawab pengelola FEATI daerah dalam melaksanakan tugasnya. Petugas Monev. dan Staf Pengelola FEATI). pembahasan rekomendasi.Sasaran: 68 Desa/UP-FMA terbaik di 68 Kab. anatara lain pengelolaan keuangan. 2) Memberikan bimbingan dan meningkatkan kemampuan dan tanggung jawab pengelola FEATI daerah dalam melaksanakan tugasnya. Teknis Bidang Pemberdayaan serta Pengadaan Barang dan Jasa Tujuan: 1) Mengidentifikasi permasalahan lapangan. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Pembinaan petugas. Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian. Monitoring dan Evaluasi. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (Bagian Keuangan dan Perlengkapan). Mekanisme/ Metode: 1) 2) Kunjungan lapangan. Kunjungan lapangan. Panitia Pengadaan Barang dan Jasa. Kabupaten dan desa lokasi FEATI). Waktu Pelaksanaan: Juni . Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian.d Desember 2012. Pengurus FMA. Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) Pertemuan. Waktu Pelaksanaan: Juli dan Okt 2012. Bendahara. 8. CPMU-FEATI Pusat dan instansi terkait. Output: Terfasilitasi tim bank dunia dalam melaksanakan supervisi ke daerah. 8. teknis. Pembinaan Keuangan. dan CPMU-FEATI Pusat. Output: 1) 2) Teridentifikasinya permasalahan lapangan. Petugas Teknis FO dan PO. 92 .

Sasaran: Lokasi FEATI di Provinsi dan Kabupaten. Bappenas. Evaluasi Dampak Program FEATI Tujuan: Mengevaluasi dampak pelaksanaan kegiatan program FEATI di provinsi dan kabupaten. Waktu Pelaksanaan: Juni s.18. Mekanisme/ Metode: 1) Penyusunan naskah. 2) Proses lelang. 4) Pelaksanaan evaluasi dampak oleh pihak ketiga. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 2) Kesepakatan pelaksanaan keberlanjutan program FEATI. Workshop Keberlanjutan Program FEATI Tujuan: Merumuskan strategi keberlanjutan program FEATI Output: 1) Dokumen strategi keberlanjutan pelaksanaan program FEATI. 4) Penanyangan film semi dokumenter. Mekanisme/ Metode: 1) Penyusunan dokumen pelelangan. 8. 2) Penetapan lokasi.d Desember 2012.2012 93 . Kementerian Keuangan. 3) Penetapan pemenang. 8.19. 5) Pembahasan hasil evaluasi dan rekomendasi. 3) pembuatan produksi film semi dokumenter. dan Bank Dunia. Mekanisme/ Metode: 1) Pertemuan Pembahasan. Penanggung jawab : Pusat Penyuluhan Pertanian dan FEATI Pusat. Output: 1) Dokumen evaluasi dampak pelaksanaan kegiatan FEATI di provinsi dan kabupaten.17. Sasaran/ peserta : Wakil Pemerintah Indonesia. Output: Film semi dokumenter hasil pembelajaran FMA. Penyusunan dan Perbanyakan Dokumen Keberhasilan FEATI Tujuan: Mendokumentasikan dan menyebarluaskan keberhasilan petani dalam mengelola usahatani setelah mengikuti proses pembelajaran FMA. Sasaran: FMA yang berhasil/terbaik. Bank Dunia dan Pemerintah Daerah.d Agustus 2012. Penyelenggara/ Pelaksana: Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Waktu Pelaksanaan: Juni s.8. 2) Dokumen rekomendasi tindak lanjut.

Waktu Pelaksanaan: Maret s.d Nopember 2012. Sasaran: Pengelola administrasi dan pelaporan FEATI. 2) Penyusunan laporan. 8. Output: Pencapaian Indikator sesuai AD.d Desember 2012. Waktu Pelaksanaan: Januari s.d Desember 2012. Review akhir Pelaksanaan Program Tujuan: Mereview kegiatan yang telah dilaksanakan di provinsi dan kabupaten sesuai dengan PAD. Mekanisme/ Metode: 1) Pelaksanaan administrasi dan penataan arsip. Penyelenggara/ Pelaksana: PPMU-FEATI Provinsi dan DPIU-FEATI Kabupaten. Waktu Pelaksanaan: Januari s. 4) Penyusunan dokumen pencapaian indikator. 2) Pertemuan.20. Sasaran: CPMU-FEATI Pusat dan DMIU-FEATI Kabupaten. Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian dan CPMU-FEATI Pusat. Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan CPMU-FEATI Pusat. Output: Tersediannya 10 orang konsultan FEATI pusat dan 68 konsultan FEATI daerah. Penanggung jawab : PPMU-FEATI Provinsi dan DPIU-FEATI Kabupaten. 8. Pelaporan Kemajuan Pelaksanaan Kegiatan Tujuan: Memfasilitasi kelancaran pelaksanaan administrasi dan pelaporan FEATI secara tertib dan akurat. 8. Mekanisme/ Metode: 1) Penyusunan instrumen. 8. Output: Dokumen administrasi dan pelaporan.23. 94 . Pembinaan Pengelolaan Keuangan UP-FMA Tujuan: Membina pengelolaan keuangan dana FMA.22. Pengadaan Konsultan Tujuan: Menyediakan tenaga pendamping pelaksanaan FEATI di Pusat dan Daerah. Mekanisme/ Metode: Pelaksanaan 9 kontrak lanjutan/Andendum dan 2 kontrak baru.d Desember 2012. 3) Kunjungan lapangan. Waktu Pelaksanaan: Agustus s. Sasaran: Pelaksanaan FEATI Provinsi dan Kabupaten.21.

Output: Proposal yang siap untuk menerima dana hibah FMA. Output: Laporan monitoring dan evaluasi kegiatan FMA. Sasaran: UP-FMA. Penanggung jawab: DPIU-FEATI Kabupaten. Mekanisme/ Metode: Pertemuan.26. Penilaian Proposal FMA oleh Tim Verifikasi Kabupaten Tujuan: Menilai kesesuaian proposal FMA yang diajukan oleh UP-FMA.d Juli 2012. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Output: Laporan SAI. Sasaran: Bendahara dan Pengurus UP FMA. Waktu Pelaksanaan: Januari s. 8. 2) Kunjungan dan Bimbingan. 8. Penyusunan Laporan SAI Tujuan: Memfasilatasi pembuatan laporan semesteran keuangan dan pengadaan barang dan jasa. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Penyelenggara/ Pelaksana: PPMU-FEATI Provinsi dan DPIU-FEATI Kabupaten. Mekanisme/ Metode: Kunjungan dan Bimbingan. Penyelenggara/ Pelaksana: PPMU-FEATI Provinsi dan DPIU-FEATI Kabupaten.Output: Pengelolaan keuangan dilaksanakan dengan tertib dan akuntabel. Mekanisme/ Metode: Kunjungan dan Bimbingan.25. Mekanisme/ Metode: 1) Pertemuan. Sasaran: Pengurus UP FMA.2012 95 .d Desember 2012.24. Pembinaan Monitoring dan Evaluasi UP-FMA Tujuan: Membina pengurus UP FMA dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan FMA.d Desember 2012. 8. Waktu Pelaksanaan: Januari dan Juli 2012. Sasaran: Pengelola keuangan dan pengadaan barang dan jasa di lokasi FEATI. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten.

2) Penyusunan dokumen evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut. Waktu Pelaksanaan: Juni dan Desember 2012. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten. Output: Dokumen rencana pengembangan kegiatan FMA.8. 8. Sasaran: TPL dan Koordinator BPP di kabupaten lokasi FEATI.28. Mekanisme/ Metode: 1) Pertemuan koordinasi. Output: Dokumen evaluasi pelaksanaan FMA. Waktu Pelaksanaan: Maret dan November 2012. 2) Penyusunan rencana tindak lanjut. Sasaran: pengurus FMA. Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan koordinator BPP Tujuan: Mengevaluasi pelaksanaan FMA. Penyuluh dan Koordinator BPP. Pertemuan Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan koordinator BPP Tujuan: Merumuskan upaya peningkatan kualitas pendampingan dan pembinaan dalam pembelajaran FMA berorientasi agribisnis. Pertemuan Pengurus UP-FMA.27. 96 . Mekanisme/ Metode: 1) Pertemuan koordinasi. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten.

2. dan budaya organisasinya.VI. Diklat Dalam Jabatan 1.2.1. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Prajabatan adalah Lembaga Diklat Pemerintah yang terakreditasi yaitu Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) – Ciawi Bogor. Mekanisme/ Metode Mekanisme. PEMANTAPAN SISTEM PELATIHAN PERTANIAN Diklat Pertanian bagi Aparatur Diklat Aparatur untuk meningkatkan kompetensi kerja dalam upaya pengembangan karir PNS dilaksanakan berdasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 101 Tahun 2000 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 49/Permentan/OT. kurikulum dan metode Pelatihan Prajabatan mengacu pada Pedoman Diklat Prajabatan yang telah ditetapkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai instansi Pembina Pelatihan Aparatur. Diklat Kepemimpinan Tujuan Untuk mencapai persyaratan kompetensi kepemimpinan aparatur pemerintah yang sesuai dengan jenjang jabatan struktural Output: 60 orang pejabat struktural eselon III dan 60 orang pejabat eselon IV Mekanisme/ Metode Mekanisme. kepribadian dan etika PNS.2012 97 .1. bidang tugas. 1. Waktu Pelaksanaan Diklat Prajabatan golongan III dilaksanakan selama 24 hari sedangkan pelatihan prajabataban golongan I dan II dilaksanakan selama 19 hari. Output: 960 orang golongan III. kurikulum dan metode Diklat Kepemimpinan Tingkat III dan Tingkat IV mengacu pada Pedoman Diklat Prajabatan yang telah ditetapkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai instansi Pembina Diklat Aparatur Sasaran Pegawai Negeri Sipil yang akan atau telah menduduki Jabatan Struktural Eselon III dan Eselon IV Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 1. Sasaran: Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hasil pengangkatan pada tahun 2011. 390 orang golongan I dan II. pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara. Diklat Prajabatan Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan.140/9/2011 tentang Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Aparatur dan Non Aparatur sebagai berikut: 1.

Waktu Pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan tingkat III 44 hari dan Pelatihan Kepemimpinan tingkat IV 36 hari Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Kepemimpinan adalah Lembaga Diklat Pemerintah yang terakreditasi yaitu Pusat Pelatihan Manajemen dan Kempimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi-Bogor 1. tata kerja dan tata hubungan kerja Penyuluh Pertanian. Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung. BBPP Batangkaluku.430/J/1/10 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012 Sasaran 1) 2) 3) PNS yang diangkat pertama kali dalam jabatan fungsional Penyuluh Pertanian PNS dari jabatan lain yang akan menduduki jabatan fungsional Penyuluh Pertanian Berpendidikan SLTA dan Diploma III untuk pejabat Fungsional PP Terampil. dan sikap sebagai Penyuluh Pertanian.2. BBPP Ketindan. organisasi.160/6/2009 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012 sebagai berikut: 1.2. 2) Menyamakan persepsi terhadap tugas dan fungsi. Diklat Fungsional Rumpun Ilmu Hayat Pertanian Diklat Fungsional RIHP untuk meningkatkan kompetensi kerja dalam upaya pengembangan karir pejabat fungsional RIHP dilaksanakan berdasarkan pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33/Permentan/OT. ketrampilan. Balai 98 . Meningkatkan pengetahuan. BBPP Binuang.1. Diklat Fungsional bagi Penyuluh Tujuan 1) Membangun landasan bagi penyelenggara untuk melaksanakan diklat fungsional Penyuluh Pertanian. Meningkatkan profesionalisme Penyuluh Pertanian. 3) 4) 5) Meningkatkan kompetensi dalam pelaksanaan pekerjaan bagi Penyuluh Pertanian.2. BBPP Kupang. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. Sarjana (S1)/ Diploma IV untuk PP Ahli di Bidang Pertanian Waktu Pelaksanaan 1) 2) 3) Diklat Dasar Penyuluh Pertanian Terampil 120 jam berlatih Diklat Dasar Penyuluh Pertanian Ahli 150 jam berlatih Diklat Alih Kelompok Penyuluh Pertanian 120 jam berlatih Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Pelatihan Fungsional yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Output: 1710 orang Fungsional Penyuluh Pertanian Mekanisme/ Metode Mekanisme. Kurikulum dan metode diklat fungsional bagi pejabat Fungsional Penyuluh Pertanian mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor : 5/PER/KP. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.2.

3) Memberikan wawasan berpikir dan bertindak secara komperhensip bagi PBT. Diklat bagi Pengawas Benih Tanaman (PBT) Tujuan 1) Membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Pejabat Fungsional PBT. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung.430/J/5/10 yang akan disempunakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012. BBPP Ketindan. Output: 488 orang Fungsional POPT Mekanisme/ Metode Mekanisme. kurikulum dan metode Pelatihan Fungsional POPT mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor : 66/Per/KP. 1. keterampilan dan sikap bagi bagi pejabat fungsional POPT.430/J/7/09 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012. Output: 270 orang Fungsional PBT Mekanisme/ Metode Mekanisme. organisasi.2.2.2. Diklat bagi Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Tujuan 1) Memberikan landasan pemahaman kepada calon dan atau pemangku jabatan fungsional POPT Terampil dan Ahli. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Sasaran 1) Sasaran Diklat Dasar adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan atau telah diangkat menjadi Pejabat Fungsional POPT yang memiliki kualifikasi pendidikan minimal SLTA-IPA atau SMK dibidang pertanian untuk POPT Terampil sedangkan minimal Sarjana/Diploma IV di bidang pertanian Jurusan/Program Studi Ilmu Hama Penyakit atau Proteksi Tumbuhan atau Perlindungan Tanaman/Biologi Tumbuhan untuk POPT Ahli. 2) Meningkatkan kompetensi kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Waktu Pelaksanaan 1) 2) 3) Diklat Dasar Fungsional POPT Terampil dilaksanakan selama 150 jam diklat (@ 45 menit). 2) Meningkatkan kompetensi kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara pelatihan Fungsional POPT yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Diklat Alih Kelompok bagi POPT dilaksanakan selama 150 jam diklat (@ 45 menit).2.1. 2) Sasaran Diklat Alih Kelompok adalah Pejabat Fungsional POTP Terampil ke POPT Ahli. tata kerja dan tata hubungan kerja Pejabat Fungsional PBT.2012 99 . BBPP Batangkaluku. tata kerja dan tata hubungan kerja bagi pejabat fungsional POPT. kurikulum dan metode Pelatihan Fungsional PBT mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor : 43/Per/KP. organisasi. Diklat Dasar Fungsional POPT Ahli dilaksanakan selama 200 jam diklat (@ 45 menit). BBPP Binuang.3. 3) 4) Meningkatkan pengetahuan.2. Meningkatkan kompetensi POPT Terampil sehingga mampu melaksanakan tugas sebagai POPT Ahli.

3) Meningkatkan pengetahuan. 2) Meningkatkan kompetensi kerja pelaksanaan tugas dan fungsi. 1. organisasi tata kerja dan tata hubungan kerja Pengawas Bibit Ternak. sedangkan kualifikasi pendidikan minimal Sarjana/Diploma IV bidang Peternakan untuk Wasbitnak Ahli. Output: 180 orang Fungsional Wasbitnak Mekanisme/ Metode Mekanisme. BBPP Batangkaluku. 2) Sasaran Diklat Alih Kelompok adalah Pejabat Fungsional Wasbitnak Terampil ke Wasbitnak Ahli. 3) Diklat Alih Kelompok bagi Pengawas Bibit Ternak dilaksanakan selama 120 jam diklat (@ 45 menit). 2) Diklat Dasar Fungsional Wasbitnak Ahli dilaksanakan selama 168 jam diklat (@ 45 menit). keterampilan dan sikap sebagai Wasbitnak .430/J/1/10 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012 Sasaran 1) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dan atau telah menduduki jabatan fungsional Wasbitnak memiliki kualifikasi pendidikan minimal SPP/SMK Peternakan.2. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung.4.Sasaran 1) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dan atau telah menduduki jabatan fungsional PBT. memiliki kualifikasi pendidikan minimal SPP/SMK Pertanian dan Diploma III bidang Pertanian untuk PBT Terampil. sedangkan kualifikasi pendidikan minimal Sarjana/Diploma IV bidang pertanian untuk PBT Ahli. BBPP Binuang. dan Diploma III bidang Peternakan untuk Wasbitnak Terampil. 2) Diklat Dasar Fungsional Pengawas Benih Tanaman Ahli dilaksanakan selama 168 jam Diklat (@ 45 menit).2. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara pelatihan Fungsional PBT yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. 2) Sasaran Diklat Alih Kelompok adalah Pejabat Fungsional PBT Terampil ke PBT Ahli. 100 . Waktu Pelaksanaan 1) Diklat Dasar Fungsional Pengawas Benih Tanaman Terampil dilaksanakan selama 120 jam Diklat (@ 45 menit). BBPP Ketindan. Waktu Pelaksanaan 1) Diklat Dasar Fungsional Wasbitnak Terampil dilaksanakan selama 120 jam diklat (@ 45 menit). kurikulum dan metode diklat Fungsional Wasbitnak mengacu pada Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Nomor: 40/Per/KP. Diklat bagi Pengawas Bibit Ternak (Wasbitnak) Tujuan 1) Membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Wasbitnak. 3) Diklat Alih Kelompok bagi Pengawas Benih Tanaman dilaksanakan selama 120 jam Diklat (@ 45 menit).

organisasi. 2) Meningkatkan kompetensi kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. keterampilan. Diklat bagi Paramedik Veteriner Tujuan 1) Membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Tenaga Paramedik Veteriner. Output: 60 orang Fungsional Paramedik Veteriner Mekanisme/ Metode Mekanisme. tata kerja dan tata hubungan kerja Medik Veteriner.100/J/5/10 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012 Sasaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dan atau telah menduduki jabatan fungsional Medik Veteriner memiliki kualifikasi pendidikan minimal Dokter Hewan Waktu Pelaksanaan Diklat Dasar Fungsional Medik Veteriner dilaksanakan selama 100 jam pelatihan @ 45 menit) Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara diklat Fungsional Medik Veteriner adalah lembaga diklat pemerintah yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara. kurikulum dan metode Pelatihan Fungsional Medik Veteriner mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor: 52/Per/SM.Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Pelatihan Fungsional Wasbitnak yaitu Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.2.2. 3) Meningkatkan pengetahuan.2012 101 . keterampilan dan sikap pejabat fungsional Medik Veteriner Output: 30 orang Fungsional Medik Veteriner Mekanisme/ Metode Mekanisme. 2) Meningkatkan kompetensi kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. dan sikap sebagai Tenaga Paramedik Veteriner.100/J/5/10 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012 Sasaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dan atau telah menduduki jabatan fungsional Paramedik Veteriner memiliki kualifikasi pendidikan minimal SPP/SMK Peternakan atau Kesehatan Hewan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. BBPP Kupang dan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara 1.2. 1.6. kurikulum dan metode diklat Fungsional Paramedik Medik Veteriner mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor: 51/Per/SM.5. organisasi.2. Diklat bagi Medik Veteriner Tujuan 1) Membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Medik Veteriner. tata kerja dan tata hubungan kerja Tenaga Paramedik Veteriner 3) Meningkatkan pengetahuan.

Waktu Pelaksanaan Diklat Dasar Fungsional Paramedik Veteriner dilaksanakan selama 120 jam pelatihan (@ 45 menit). organisasi. 2) Sasaran Diklat Alih Kelompok adalah Pejabat Fungsional Wastukan Terampil ke Wastukan Ahli. dan sikap sebagai Pengawas Mutu Pakan. tata kerja.7. 3) Meningkan pengetahuan.2. 1. kurikulum dan metode diklat Fungsional Pengawas Mutu Pakan mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor : 39/Per/KP. dan tata hubungan kerja Pengawas Mutu Pakan. Pelatihan bagi Pengawas Mutu Pakan (Wastukan) Tujuan 1) Membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Pengawas Mutu Pakan. 102 pelaksanaan tugas Fungsional Pengawas Mutu Hasil .2. 2) Meningkatkan kompetensi kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Waktu Pelaksanaan 1) Diklat Dasar Pengawas Mutu Pakan Terampil dilaksanakan selama 120 jam pelatihan (@45 menit) 2) Diklat Dasar Pengawas Mutu Pakan Ahli dilaksanakan selama 150 jam pelatihan (@45 menit) 3) Diklat Alih Kelompok Pengawas Mutu Pakan dilaksanakan selama 130 jam pelatihan (@45 menit) Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Pelatihan Fungsional Wastukan adalah Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara. sedangkan kualifikasi pendidikan minimal Sarjana/Diploma IV bidang Peternakan untuk Wastukan Ahli.2. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara diklat Fungsional Paramedik Veteriner yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara dan Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang. 1. organisasi. 430/J/4/10 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012 Sasaran 1) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dan atau telah menduduki jabatan fungsional Wastukan memiliki kualifikasi pendidikan minimal SPP/SMK Peternakan dan Diploma III bidang Peternakan untuk Wastukan Terampil. 2) Meningkatkan kompetensi kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi.2. keterampilan. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu dan BBPP Kupang. tata kerja dan tata hubungan kerja pejabat Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian. Output: 195 orang Fungsional Wastukan Mekanisme/ Metode Mekanisme. Pelatihan bagi Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) Tujuan 1) Membangun landasan untuk Pertanian.8.

430/J/1/11. Waktu Pelaksanaan 1) Diklat Dasar Fungsional PMHP Terampil dilaksanakan selama 120 jam Diklat (@ 45 menit). sedangkan kualifikasi pendidikan minimal Sarjana/Diploma IV bidang Peternakan untuk PMHP Ahli. Diklat Teknis pertanian dilaksanakan untuk memenuhi standar kompetensi kerja aparatur melalui prinsip pelatihan berbasis kompetensi kerja (Competency Based Training). 3) Diklat Alih Kelompok bagi PMHP dilaksanakan selama 120 jam Diklat (@ 45 menit). Diklat Teknis Pertanian Berdasarkan Pasal 12 Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000. kurikulum dan metode diklat Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor: 134/PER/KP. 2) Sasaran Diklat Alih Kelompok adalah Pejabat Fungsional PMHP Terampil ke PMHP Ahli.2. khususnya di wilayah P2BN. Jagung dan Kedelai dalam Mendukung Empat Sukses Kementerian Pertanian Nomor 10/Per/KP. keterampilan dan sikap sebagai Pejabat Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian.2012 103 . Mekanisme/ Metode Mekanisme. 1. Diklat Teknis Agribisnis Padi Tujuan Meningkatkan pengetahuan. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2. sikap dan keterampilan teknis agribisnis padi dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh pertanian di wilayah pengembangan produksi padi khususnya di wilayah Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN).3. diklat teknis diperuntukan untuk mencapai persyaratan kompetensi teknis yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas bagi PNS (aparatur).3.220 orang Fungsional Penyuluh Pertanian Mekanisme/ Metode Mekanisme.3) Meningkatkan pengetahuan. Output: 62 orang Fungsional PMHP. 1. kurikulum dan metode Diklat Teknis Agribisnis Padi mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Teknis Agribisnis Padi. Output: 1. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Pelatihan Fungsional PMHP yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan BBPP Ketindan. Sasaran: Penyuluh Pertanian di wilayah pengembangan produksi padi.1. 2) Diklat Dasar Fungsional PMHP Ahli dilaksanakan selama 168 jam Diklat (@ 45 menit). Sasaran 1) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dan atau telah menduduki jabatan fungsional PMHP memiliki kualifikasi pendidikan minimal SPP/SMK Peternakan dan Diploma III bidang Peternakan untuk PMHP Terampil. 430/J/11/10 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012.

Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan beberapa UPTD Diklat Pertanian Provinsi.430/J/1/11. kurikulum dan metode Diklat Teknis Agribisnis Kedele mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Teknis Agribisnis Padi. Sasaran Penyuluh Pertanian di wilayah pengembangan produksi Jagung. Sasaran: Penyuluh Pertanian di wilayah pengembangan produksi Kedele. BBPP Batangkaluku.430/J/1/11. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Padi yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Jagung dan Kedelai dalam Mendukung Empat Sukses Kementerian Pertanian Nomor 10/Per/KP. 104 . kurikulum dan metode Diklat Teknis Agribisnis Jagung mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Teknis Agribisnis Padi. BBPP Binuang. 1.Waktu Pelaksanaan Diklat dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. BBPP Ketindan.3. sikap dan keterampilan teknis agribisnis Jagung dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja Penyuluh Pertanian di wilayah pengembangan produksi Jagung. BPP Lampung dan UPTD Pelatihan Pertanian Propinsi.2. Diklat Teknis Agribisnis Kedele Tujuan Meningkatkan pengetahuan. sikap dan keterampilan teknis agribisnis Kedele dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh pertanian di wilayah pengembangan produksi Kedele Output: 450 orang Fungsional Penyuluh Pertanian Mekanisme/ Metode Mekanisme. BBPP Binuang.3. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Jagung yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Waktu Pelaksanaan Diklat dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu.2. 1. Waktu Pelaksanaan Diklat dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi.2.3. Output: 540 orang Fungsional Penyuluh Pertanian Mekanisme/ Metode Mekanisme. BBPP Batangkaluku. Diklat Teknis Agribisnis Jagung Tujuan Meningkatkan pengetahuan. BBPP Ketindan. Jagung dan Kedelai dalam Mendukung Empat Sukses Kementerian Pertanian Nomor 10/Per/KP.

430/J/2/11 Sasaran Penyuluh Peternakan dan Petugas di wilayah pengembangan agribisnis Peternakan Sapi Potong. BBPP Batangkaluku. Jambi (BPP).2. BBPP Ketindan.3. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. BBPP Kupang dan beberapa UPTD Diklat Pertanian Propinsi. Pelatihan Teknis Agribisnis Peternakan Agribisnis Sapi Potong Tujuan Meningkatkan pengetahuan.Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Kedele yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Waktu Pelaksanaan: Diklat Teknis Agribisnis Tebu dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu.430/J/3/11. Diklat Teknis Agribisnis Tebu Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. BBPP Binuang.2012 105 . Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Tebu Nomor : 53/Per/KP.2. Balai Pelatihan Pertanian 1. Mekanisme/ Metode Mekanisme.4. Output: 565 orang Fungsional Penyuluh Peternakan. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Sapi Potong yaitu Balai Besar Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian/petugas dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh/petugas perkebunan di wilayah pengembangan produksi Tebu. Sasaran: Penyuluh Pertanian/Petugas Perkebunan/Pertanian. Mekanisme/ Metode Mekanisme.3. sikap dan keterampilan teknis agribisnis Peternakan Sapi Potong dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh peternakan di wilayah pengembangan agribisnis Sapi Potong.5. kurikulum dan metode Pelatihan Teknis Agribisnis Peternakan Sapi Potong Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Teknis Agribisnis Sapi Potong Nomor 11/Per/KP. Waktu Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Sapi Potong dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. 1. BPP Lampung dan UPTD Diklat Pertanian Provinsi. Output: 150 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh /Petugas Perkebunan/Pertanian.

Output: 750 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh /Petugas Perkebunan/Pertanian.2.3. BPP Lampung dan beberapa UPTD Diklat Pertanian Provinsi 1.2. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian/petugas dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh/petugas hortikultura di wilayah pengembangan produksi hortikultura. Mekanisme/ Metode Mekanisme. BBPP Batangkaluku. BBPP Batangkaluku. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Perkebunan (Kakao/Karet/Kelapa Sawit) Nomor : 68/Per/KP.3. dan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi.430/J/4/11.350 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh /Petugas Hortikultura/Pertanian. BPP Lampung dan beberapa UPTD Diklat Pertanian Provinsi 106 . Diklat Teknis Agribisnis Hortikultura Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. BBPP Batangkaluku. BBPP Ketindan. dan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. dan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung.6.7. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Hortikultura yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP Binuang.Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Tebu yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP Lembang. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Hortikultura Nomor : 101/Per/KP. Diklat Teknis Agribisnis Perkebunan Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. Sasaran: Penyuluh Pertanian/Petugas Perkebunan/Pertanian Waktu Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Perkebunan dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. Sasaran: Penyuluh Pertanian/Petugas Hortikultura/Pertanian Waktu Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Hortikultura dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. BBPP Binuang. Mekanisme/ Metode Mekanisme.430/J/5/11. Output: 1. 1. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Perkebunan yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP Binuang. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian/petugas dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh/petugas perkebunan di wilayah pengembangan produksi perkebunan.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.3.740 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh /Petugas Peternakan.9. Mekanisme/ Metode Mekanisme. BBPP Binuang. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. BPP Lampung dan beberapa UPTD Pelatihan Pertanian Provinsi Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2. BBPP Ketindan. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Peternakan yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara.1.430/J/4/11.430/2/1/11. Sasaran: Penyuluh Pertanian/Petugas Waktu Pelaksanaan Diklat Teknis Diversifikasi Pangan dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. BBPP Kupang dan beberapa UPTD Diklat Pertanian Provinsi 1. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Peternakan Nomor : 67/Per/KP. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian/petugas dalam upaya diversifikasi pangan yang mempunyai tujuan utama adalah mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap konsumsi pangan beras. Output: 330 Orang Fungsional Penyuluh /Petugas Pertanian.8. Output: 1.3. Pelatihan Diversifikasi Pangan Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. Diklat Teknis Agribisnis Peternakan Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Deversifikasi Pangan yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. kurikulum dan metode Pelatihan Diversifikasi Pangan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Teknis Diversifikasi Pangan Nomor : 27/Per/KP. Mekanisme/ Metode Mekanisme. Sasaran: Penyuluh Peternakan/Petugas Peternakan Waktu Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Peternakan dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu.2. BBPP Batangkaluku. BBPP Kupang.2012 107 . sikap dan keterampilan penyuluh pertanian/petugas dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh/petugas peternakan di wilayah pengembangan produksi peternakan.

Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Mendukung Nilai Tambah dan Daya Saing yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara.3.2.400 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh Pertanian.1. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Diklat Teknis Mendukung Nilai Tambah dan Daya Saing Pertanian Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. Sasaran: Penyuluh Pertanian/Petugas Pertanian Waktu Pelaksanaan Diklat Teknis Mendukung Nilai Tambah dan Daya Saing dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. BPP Lampung 108 . Output: 210 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh /Petugas Pertanian. BBPP Kupang. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian/petugas dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh/petugas dalam membantu petani/peternak/pekebun untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing hasil pertanian.2. Mekanisme/ Metode Mekanisme.3. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Diklat Mendukung Nilai Tambah dan Daya Saing Nomor : 117/Per/KP. BBPP Binuang. BBPP Binuang. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. BBPP Ketindan. BBPP Batangkaluku. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.10. BPP Lampung dan beberapa UPTD Pelatihan Pertanian Provinsi 1. Sasaran: Penyuluh Pertanian Pertanian Waktu Pelaksanaan Diklat Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. BBPP Ketindan. Output: 1.460/J/05/11. BBPP Kupang. BBPP Batangkaluku. Diklat Sertifikasi Penyuluh Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan.460/J/06/11. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian dalam upaya menyiapkan penyuluh pertanian menjadi profesional untuk meningkatkan kompetensi kerjanya. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Mekanisme/ Metode Mekanisme.11. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Diklat Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian Nomor : 65/Per/KP.

2. BBPP Ketindan. kurikulum dan metode diklat akan ditentukan kemudian sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012.2012 109 . BBPP Binuang. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Teknis Antisipasi Adaptasi dan Mitigasi Prubahan Ikim Nomor : 12/Per/KP.2.430/J/1/11. BBPP Batangkaluku. Output: 240 Orang Petugas Perbenihan Tanaman. BBPP Kupang. sikap dan keterampilan petugas perbenihan tanaman dalam upaya meningkatkan kompetensi kerjanya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas benih tanaman di wilayah pengembangan produksi tanaman pangan. sikap dan keterampilan penyuluh/petugas pertanian dalam upaya menyiapkan penyuluh/petugas pertanian dengan meningkatkan kompetensi kerjanya untuk membantu petani/ peternak/pekebun dalam menghadapi perubahan iklim. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Sasaran: Penyuluh/Petugas Pertanian Pertanian Waktu Pelaksanaan Diklat Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu.1. BPP Lampung 1. Mekanisme/ Metode Mekanisme. dan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Output: 540 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh/petugas Pertanian. Diklat Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. Sasaran: Petugas Perbenihan Tanaman Waktu Pelaksanaan Diklat Perbenihan Tanaman dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. BBPP Batangkaluku.3.3. Diklat Perbenihan Tanaman Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Perbenihan Tanaman yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. Mekanisme/ Metode Mekanisme. hortikultura dan perkebunan. BBPP Ketindan.12.13. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi.

Diklat Teknis Lainnya Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan.15. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. kurikulum dan metode pelatihan teknis lainnya mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan sesuai dengan jenis diklatnya. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Lainnya yaitu Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. 110 .14. sikap dan keterampilan pejabat fungsional widyaiswara atau Calon Widyaiswara dalam memenuhi kompetensi kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas sesuai dengan spesialisanya. Mekanisme/ Metode Mekanisme.2. 1. BBPP Binuang. kurikulum dan metode pelatihan teknis lainnya mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan sesuai dengan jenis diklatnya. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat bagi akan ditentukan kemudian sesuai dengan jenis diklatnya. Sasaran: Penyuluh Pertanian/Petugas Pertanian Waktu Pelaksanaan Waktu pelaksanaan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan sesuai dengan jenis diklatnya. BBPP Kupang. Sasaran: Pejabat Fungsional Widyaiswara/Calon Widyaiswara Waktu Pelaksanaan Waktu pelaksanaan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan sesuai dengan jenis diklatnya. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Diklat Bagi Widyaiswara Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan.3.2.3. Output: 360 orang pejabat fungsional/petugas pertanian. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. BBPP Batangkaluku. Output: 510 orang pejabat fungsional widyaiswara/calon widyaiswara. BBPP Ketindan.1. sikap dan keterampilan pejabat fungsional/petugas dalam memenuhi kompetensi kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas sesuai dengan jabatan atau pekerjaanya. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung. Mekanisme/ Metode Mekanisme.

serta kemampuan mengelola administrasi lembaga maupun kelompok sesuai kebutuhan usaha agribisnis. dan pelatihan mendukung nilai tambah. 2. diversifikasi pangan. Penyelenggara/ Pelaksana Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. kurikulum dan metode pelatihan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan pelatihan manajemen/kepemimpinan yang disusun berdasarkan perkembangan ilmu manajemen dan kepemimpinan di bidang pertanian/ agribisnis Sasaran: Pengurus Gapoktan.2012 111 . Output: 980 Orang Petani/Masyarakat.2. Pelatihan Teknis Pertanian Tujuan Meningkatkan kompetensi dan keterampilan teknis sesuai kebutuhan pelaku utama/pelaku usaha dalam kemajuan ilmu dan teknologi di bidang tanaman pangan. Pelatihan Non Aparatur Pertanian dimaksudkan untuk pengembangan pelaku utama dan pelaku usaha pertanian yang bergerak di bidang agribisnis pertanian terdiri atas empat jenis pelatihan: 2. BBPP Binuang. BBPP Kupang. Output: 4. peternakan. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Pelatihan Teknis Agribisnis Pertanian yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. BBPP Batangkaluku. dan beberapa UPTD Pelatihan Pertanian Provinsi. Mekanisme/ Metode Mekanisme. Waktu Pelaksanaan Pelatihan manajemen/administrasi dilaksanakan minimal 35 jam berlatih @ 45 menit. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.2. Diklat Pertanian bagi Non Aparatur Diklat Pertanian bagi Non Aparatur Pertanian dilaksanakan berdasarkan pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 49/Permentan/OT. Pengelola P4S. Pelatihan Manajemen/Kepemimpinan Tujuan Meningkatkan kompetensi administrasi dan manajemen yang memuat aspek manajemen dan kepemimpinan.880 Orang Petani/ Masyarakat Mekanisme/ Metode Mekanisme.1. perkebunan. Petani. hortikultura. kurikulum dan metode pelatihan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan pelatihan teknis yang disusun berdasarkan perkembangan teknologi di bidang pertanian/agribisnis Sasaran: Pengurus Gapoktan. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung.140/9/2011 tentang Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Aparatur dan Non Aparatur. BBPP Ketindan. Petani Waktu Pelaksanaan Pelatihan teknis pertanian bagi non aparatur dilaksanakan minimal 35 jam berlatih @ 45 menit. Pengelola P4S.

4. BBPP Kupang. dan SLTA Sederajat). BBPP Binuang. proyek. BBPP Batangkaluku. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. Petani Muda Waktu Pelaksanaan Pelatihan kewirausahaan bagi non aparatur dilaksanakan selama 56 jam berlatih @ 45 menit.3. Kaum muda anggota masyarakat lainnya. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung. quiz. Output: 630 org pelajar/anggota organisasi kepemudaan. SLTP. serta menumbuhkan apresiasi masyarakat umum terhadap pembangunan pertanian. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. dan kepedulian generasi muda terhadap dunia pertanian. 2. Mekanisme/ Metode Mekanisme. menyenangkan. Output: 715 orang petani/Masyarakat. dll) Sasaran 1) 2) 3) Pelajar (SD. Anggota Organisasi Kepemudaan. partisipatif. menantang. 2) Mengembangkan usaha agribisnis dalam rangka meningkatkan nilai tambah dan daya saing. perlombaan. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Pengelola P4S. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. praktek. luwes dan pengalaman nyata dan dilaksanakan dengan metode secara fleksibel (demontrasi. Pelatihan Kewirausahaan Tujuan 1) Mengembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan agribisnis. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung dan beberapa UPTD Pelatihan Pertanian Provinsi. Sasaran: Pengurus Gapoktan. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. diskusi. latihan siap. BBPP Binuang. BBPP Ketindan. BBPP Ketindan. Pelatihan Agri Training Camp (ATC) Tujuan Meningkatkan minat. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Pelatihan Kewirausahaan bagi Non Aparatur yaitu Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan (PPMKP) Ciawi. BBPP Batangkaluku. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Mekanisme/ Metode ATC diselenggarakan dengan prinsip menarik. mental imagery. 2. kurikulum dan metode pelatihan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan kewirausahaan agribisnis yang disusun berdasarkan perkembangan teknologi di bidang pertanian/agribisnis. menggembirakan.Penyelenggara Pelatihan Manajemen/Kepemimpinan yaitu Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan (PPMKP) Ciawi. pengetahuan. Waktu Pelaksanaan 112 .

sehingga dapat meningkatkan pelayanan sesuai dengan standar mutu penyelenggaraan Pelatihan.Dilaksanakan pada saat liburan sekolah berkolaborasi dengan Diknas setempat selama minimal 35 jam berlatih. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan (BPP) Lampung. Output Terakreditasi dan tersertifikasinya 10 paket program pelatihan yang diajukan oleh masingmasing UPT. Mekanisme/ Metode Mekanisme/Metoda pelaksanaan akreditasi dan sertifikasi mengacu pada Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 194/XIII/10/6/2001 tanggal 22 Maret 2001 tentang Pedoman Akreditasi dan Sertifikasi Lembaga Diklat Pegawai Negeri Sipil. 3. sehingga dapat meningkatkan kinerja UPT Pusat Pelatihan dalam penyelenggaraan pelatihan.1. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.1. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara (BBPKH).Penataan dan Akreditasi UPT Pelatihan Pusat dan Daerah 3.2. Penyelenggara/ Pelaksana UPT Pelatihan. Akreditasi Program Pelatihan Tujuan 1) Untuk mengetahui tingkat kelayakan Lembaga Pelatihan dalam menyelenggarakan program pelatihan pada UPT Pelatihan. yaitu: Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi.2012 113 . BBPP Batangkaluku. Sasaran: 10 UPT Pelatihan Waktu Pelaksanaan: Akreditasi Program Pelatihan dilaksanakan pada bulan Januari – Desember 2012. Pengembangan Sarana dan Prasarana Diklat Tujuan 1) Untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pelatihan yang dapat memenuhi kebutuhan dalam waktu lama. Penguatan Kelembagaan Pelatihan Pertanian 3. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang. BBPP Binuang. BBPP Batangkaluku. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. 2) Untuk mendapat pengakuan Lembaga Administrasi Negara (LAN). BBPP Kupang. BBPP Ketindan. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan. BBPP Binuang. 3. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. BPP Lampung. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.1. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.1. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara ATC yaitu Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara.

BBPP Binuang. Sasaran: 10 UPT Pelatihan Pusat. Sasaran: Lembaga P4S yang yang belum terklasifikasi. BBPP Batangkaluku. BBPP Kupang. Waktu Pelaksanaan: Penataan dan Klasifikasi Kelembagaan P4S dilaksanakan pada bulan Januari-Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. 3. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.410/1/ 2010 tanggal 20 Januari 2010 tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Pelatihan Swadaya: 2) Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan P4S. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Mekanisme/ Metoda: Mekanisme pelaksanaan Klasifikasi Kelembagaan P4S mengacu pada: 1) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 03/Permentan/PP. 4) Memberi penghargaan kepada P4S yang berprestasi.1. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. BBPP Binuang. Output: 170 lembaga P4S yang diklasifikasi. 2) Memberikan motivasi terhadap P4S agar terus mengembangkan manajemen dan kelembagaannya. BBPP Ketindan. BPP Lampung. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. Waktu Pelaksanaan: Pengembangan Sarana dan Prasarana pelatihan dilaksanakan pada bulan Januari-Desember 2012. BBPP Batangkaluku. Penyelenggara/ Pelaksana UPT Pelatihan yaitu: Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. Balai Besar Pelatihan 114 . Output: 10 paket pengembangan sarana dan prasarana pelatihan Mekanisme/ Metoda Mekanisme pelaksanaan pengembangan sarana dan prasara diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Prasarana dan Sarana Pelatihan.2) Untuk menunjang tugas dan fungsi yang berbeda-beda dari UPT Pelatihan. BBPP Ketindan. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pelatihan Swadaya (P4S) Tujuan 1) Mengetahui tingkat kemajuan P4S. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.3. 3) Mengevaluasi pengelolaan P4S.

1. sehingga dapat meningkatkan kualitas pelatihan dan kapasitas lembaga pelatihan. 4) Peraturan Kepala LAN Nomor 5 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Widyaiswara. 6) Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian tentang Spesialisasi Widyaiswara Pertanian.2012 115 .2. 2) Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PERMENPAN) Nomor 14 Tahun 2009 Tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya. BBPP Kupang.1. BPP Lampung. Sasaran: Pejabat struktural dan pejabat fungsional umum Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Peningkatan Ketenagaan Pelatihan Pertanian Profesionalisme Widyaiswara dan Tenaga 4.1.115 orang pejabat struktural dan fungsional umum Pusat Pelatihan Pertanian dan UPT Pelatihan Pusat Mekanisme/Metoda Peningkatan Profesionalisme tenaga kediklatan mengacu pada tugas dan fungsi masing-masing instansi.4. Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kediklatan Tujuan Untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja tenaga Kediklatan. Output: 1. 3) Peraturan Bersama Kepala LAN dan kepala BKN Nomor 1 dan Nomor 2 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya.1. Peningkatan Kediklatan Tujuan 4. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan. Peningkatan Profesionalisme Widyaiswara Untuk meningkatkan kompetensi kerja Widyaiswara. serta UPT Daerah. Sasaran: Widyaiswara di UPT Pelatihan Pusat dan UPT Daerah Waktu Pelaksanaan: Peningkatan Profesionalisme Widyaiswara dilaksanakan pada bulan Januari-Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. 4. BBPP Lembang. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. BBPP Binuang. 5) Peraturan Kepala LAN Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Sertifikasi Widyaiswara. Output: 510 orang Widyaiswara pertanian Mekanisme/Metoda Dalam meningkatkan profesionalisme Widyaiswara mengacu pada: 1) Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. BBPP Bangkaluku. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.

BBPP Batangkaluku. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. dan akuntabilitas dalam melaksanakan kegiatan. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. Norma.Waktu Pelaksanaan: Peningkatan profesionalisme tenaga kediklatan dilaksanakan pada bulan Januari-Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana Pusat Pelatihan Pertanian. 5. dan Kebijakan Tujuan 1) Untuk meningkatkan kualitas kegiatan sesuai dengan tupoksi dari masing – masing penanggung jawab kegiatan. Standar. BBPP Kupang. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. BBPP Binuang. Sasaran: Pusat Pelatihan Pertanian dan UPT Pelatihan Pertanian Waktu Pelaksanaan: Januari-Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana Pusat Pelatihan Pertanian. BBPP Ketindan. Output: 255 Dokumen yang dihasilkan dan dikembangkan Mekanisme/Metoda Mekanisme pelaksanaan mengacu pada Peraturan dan Perundang-Undangan yang berlaku sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012. BBPP Kupang. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. UPT Pelatihan Pusat yaitu: Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan. 2) Untuk mempermudah dalam mengoperasionalkan kegiatan yang sedang berjalan. Output: Pemahaman masyarakat tentang program READ Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 150 Desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Januari – Februari 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: District Management Unit (DMU) di 5 Kabupaten 116 . 6. dan BPP Lampung. efektifitas. BBPP Binuang. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. 6. BBPP Lembang. BBPP Bangkaluku. Pemberdayaan Perdesaan dan Pembangunan Pertanian (Program READ) Pertemuan Awal Tujuan: Menginformasikan Program READ dan mekanisme pelaksanaan kegiatan di desa. BPP Lampung dan UPTD Pelatihan Pertanian Provinsi.1. Pedoman. 3) Untuk meningkatkan efisiensi.

Output: Data dan informasi mengenai perencanaan pembangunan desa Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 150 Desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Februari – Maret 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6.4. Akses produksi pertanian dan hidup sehat. keterampilan dan wawasan Ketua UPDD/Ketua Kelompok READ. Output: Peningkatan pengetahuan.3. Survey Desa / Participatory Rural Appraisal (PRA) Tujuan: Mengidentifikasi permasalahan dan potensi desa yang dapat digunakan sebagai bahan dasar / pertimbangan perencanaan pembangunan desa.6.2.2012 117 . Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 150 Desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Februari 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. Mekanisme/ Metode: Kunjungan lapangan Sasaran: 150 Ketua UPDD/Ketua Kelompok READ di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: September 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Akses produksi pertanian dan hidup sehat. perbaikan pengelolaan SDA serta infrastruktur untuk akses ke pasar. Studi Banding bagi Ketua Unit Pengelola Dana Desa (UPDD)/Ketua Kelompok READ Tujuan: Meningkatkan motivasi dan pengalaman dalam menyusun perencanaan pembangunan perdesaan. Pertemuan Tahunan Tujuan: Menyusun rencana pembangunan desa yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Output: Dokumen usulan perencanaan SDA serta infrastruktur untuk akses ke pasar.

118 . pelaksanaan. Mekanisme/ Metode: pertemuan Sasaran: 100 org Waktu Pelaksanaan: April – Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Province Facilitating Unit (PFU) 6. Output: Peningkatan kemampuan Fasilitator Desa dalam hal dalam hal pemasaran produk pertanian. TOT Pengarusutamaan Gender untuk Fasilitator Desa Tujuan: Meningkatkan pengetahuan sikap dan keterampilan Fasilitator Desa dalam proses persamaan Hak . Kewajiban dan Kemampuan antara Laki-laki dan Perempuan mulai dari perencanaan kegiatan. sampai evaluasi kegiatan. Kewajiban dan Kemampuan antara Laki-laki dan Perempuan mulai dari perencanaan kegiatan. Pelatihan Penyegaran Padi/Jagung bagi Penyuluh Pertanian Tujuan: Meningkatkan pengetahuan sikap.keterampilan.5. dan memperluas wawasan bagi penyuluh pertanian dalam budidaya Padi/Jagung Output: Peningkatan sikap. Output: Peningkatan kemampuan Fasilitator Desa dalam proses persamaan Hak . TOT Pemasaran untuk Fasilitator Desa Tujuan: Meningkatkan pengetahuan sikap dan keterampilan Fasilitator Desa dalam hal pemasaran produk pertanian.8.7. keterampilan.6. pelaksanaan. Pengadaan Benih Unggul dari BPTP Tujuan: Memfasilitasi petani dalam penggunaan benih unggul Padi/Jagung. Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 150 Fasilitator Desa READ Waktu Pelaksanaan: April – Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6.6. sampai evaluasi kegiatan. Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 150 Fasilitator Desa READ Waktu Pelaksanaan: April – Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. dan wawasan penyuluh pertanian dalam budidaya padi/jagung.

Bahan Demplot 2.11.Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6.9. Pengelolaan Demplot Sasaran: 1. Pengelolaan demplot:30 desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Maret – Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten dalam pengelolaan demplot dengan 6.2012 119 .10. Lokakarya Monitoring Demo Perbanyakan Benih Padi/Jagung Tujuan: Memonitor kesinambungan praktek dalam pengelolaan demplot dengan menggunakan bibit unggul Output: Peningkatan pengetahuan dan wawasan petani dalam memonitor pengelolaan demplot dengan menggunakan bibit unggul Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 5 kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: April . Lokakarya Evaluasi Demo Tujuan: Mengevaluasi kesinambungan praktek dalam pengelolaan demplot dengan menggunakan bibit unggul Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Bahan Demplot: 5 demplot di 5 kabupaten pelaksana program READ 2.Output: Terfasilitasinya petani dalam menggunakan benih unggul padi/jagung Mekanisme/ Metode: Pengadaan benih unggul Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Maret – Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: PFU 6. Demo Perbanyakan Benih Padi/Jagung Tujuan: Memperbaiki kesinambungan praktek dalam pengelolaan demplot dengan menggunakan bibit unggul Output: Peningkatan pengetahuan dan wawasan petani menggunakan bibit unggul Mekanisme/ Metode: 1.

12. Output: Peningkatan kapasitas kemampuan penyuluh pertanian tentang komoditas kakao. Mekanisme/ Metode: Sekolah Lapang (SL) Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 120 . dan memperluas wawasan bagi petani dalam penggunaan traktor Output: Peningkatan sikap.13. Mekanisme/ Metode: pertemuan Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Agustus 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. mempercepat proses alih teknologi dari sumber atau perekayasa teknologi sampai kepada penyuluh pertanian. Lokakarya Penggunaan Traktor Tujuan: Meningkatkan pengetahuan sikap.14.Output: Peningkatan pengetahuan dan wawasan petani dalam mengevaluasi pengelolaan demplot dengan menggunakan bibit unggul Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 5 kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. TOT – SL Kakao kerjasama dengan PT. sikap dan motivasi petani dalam hal pemahaman kerjasama dengan PT. MARS Output: Peningkatan pengetahuan.keterampilan. Peningkatan Kapasitas Motivasi Petani Kerjasama dengan PT. MARS Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Maret – April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. keterampilan dan pengalaman serta perilaku sasaran pelatihan. keterampilan. MARS Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. sikap dan motivasi petani dalam hal pemahaman kerjasama dengan PT. dan wawasan petani dalam penggunaan traktor.MARS Tujuan: Meningkatkan pengetahuan.

MARS Output: perlengkapan CDC dan VCC Mekanisme/ Metode: Pengadaan perlengkapan CDC dan VCC Sasaran: 1. Pelatihan Petani – SL kakao Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. 5 Paket perlengkapan CDC. Output: Terfasilitasinya petani dalam penyenydiaan pasca pnen copra berkualitas Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Mekanisme/ Metode: Sekolah Lapang (SL) Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Juni – Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6.2012 121 . mempercepat proses alih teknologi dari sumber atau perekayasa teknologi sampai kepada petani kopra.17. Output: Peningkatan kapasitas kemampuan petani kakao. Mekanisme/ Metode: Sekolah Lapang (SL) Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Juni – Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. mempercepat proses alih teknologi dari sumber atau perekayasa teknologi sampai kepada petani kakao.6. Penyediaan Pengering Copra Tujuan: Memfasilitasi petani dalam penyediaan pasca panen copra berkualitas. Sekolah Lapang Kopra Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. keterampilan dan pengalaman serta perilaku sasaran pelatihan. MARS Tujuan: Membantu masyarakat desa membeli perlengkapan CDC dan VCC untuk mendukung kerjasama dengan PT. 100 Paket perlengkapan VCC Waktu Pelaksanaan: Juni – Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. keterampilan dan pengalaman serta perilaku sasaran pelatihan. Perlengkapan Cocoa Development Centre (CDC) dan VCC kerjasama dengan PT. 2. Output: Peningkatan kapasitas kemampuan petani kopra.15.16.18.

keterampilan dan pengalaman serta perilaku sasaran pelatihan.Mekanisme/ Metode: Pengadaan pengering copra Sasaran: 100 unit di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Maret . mempercepat proses alih teknologi dari sumber atau perekayasa teknologi sampai kepada petani sayuran. keterampilan dan pengalaman serta perilaku sasaran pelatihan. mempercepat proses alih teknologi dari sumber atau perekayasa teknologi sampai kepada peternak. Output: Peningkatan kapasitas kemampuan peternak.19. Mekanisme/ Metode: Sekolah Lapang (SL) Sasaran: 50 Desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Februari – April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6.21.20. Sekolah Lapang Peternakan Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. Mekanisme/ Metode: Sekolah Lapang (SL) Sasaran: 50 desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Februari – April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. Penyediaan Dana Pengembangan Sayuran Tujuan: Membantu modal bagi petani dan keluarganya agar memiliki usaha budidaya sayuran berskala mikro yang menguntungkan dan berkembang Output: Tersedianya modal bagi petani sayuran Mekanisme/ Metode: Penyediaan dana pengembangan usaha budidaya sayuran Sasaran: 150 desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 122 .Oktober 2012 Penyelenggara/Pelaksana: PFU 6. Output: Peningkatan kapasitas kemampuan petani sayuran. Sekolah Lapang Sayuran Tujuan: Meningkatkan pengetahuan.

23.25.24.6.22. Pengadaan Kandang dan Fasilitasnya Tujuan: Memfasilitasi petani dalam menerapkan berbagai teknologi untuk meningkatkan produksi dan kualitas budidaya peternakan.2012 123 . Bantuan Dana Pengembangan UPDD Tujuan: Membantu modal bagi UPDD agar memiliki usaha pertanian (budidaya dan non budidaya) berskala mikro yang menguntungkan dan berkembang Output: Tersedianya modal bagi UPDD Mekanisme/ Metode: Penyediaan dana pengembangan UPDD Sasaran: 150 desa di Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Februari – Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. Output: Terfasilitasinya petani menerapkan berbagai teknologi untuk meningkatkan produksi dan kualitas peternakan Mekanisme/ Metode: Pengadaan kandang dan fasilitasnya Sasaran: 100 unit di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. Pengadaan Ternak Tujuan: Memfasilitasi peternak dalam pengadaan ternak yang memiliki kualitas baik Output: Terfasilitasinya peternak dalam pengadaan ternak dengan kualitas yang baik Mekanisme/ Metode: Pengadaan ternak Sasaran: 50 buah di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: April – Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. Pengadaan Peralatan Pasca Panen Tujuan: Meningkatkan peranan pemberdayaan perempuan dalam pengembangan usaha pasca panen Output: Peningkatan peranan pemberdayaan perempuan dalam pengembangan usaha pasca panen Mekanisme/ Metode: Pengadaan peralatan pasca panen Sasaran: 200 unit di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: April – Oktober 2012 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.

Manajemen. Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 30 petugas dari 5 kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Juni dan Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: PFU 6. Refresh Training (Rapat Koordinasi) Tujuan: Meningkatkan koordinasi. Lokakarya Review Tahunan Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 1 Propinsi dan 5 kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Januari – Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: PFU dan NSU 124 .26. dan Revisi PIM. maksud. keterampilan petugas DMU di bidang monitoring dan evaluasi. Output: Tersedianya konsultan Monev. Implementation Manual (PIM) efisien dan akuntabel. kerjasama serta manajemen operasional penyelenggara program READ Output: Peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta sikap petugas pelaksana program READ terhadap hakekat. Output: Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas DMU di bidang monitoring dan evaluasi.28. Manajemen dan Revisi Project Tujuan: Menyediakan konsultan agar pengendalian program READ dapat berjalan efektif. Pengadaan Konsultan Monev. tujuan dan operasional program READ.Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. Mekanisme/ Metode: Pengadaan konsultan Sasaran: 1) Konsultan Monev : 1 orang konsultan monev di tk NSU dan 1 orang di tk PFU 2) Konsultan Manajemen : 1 orang konsultan manajemen di tk NSU 3) Konsultan Revisi PIM : 1 orang konsultan Perencanaan (gender) di tk NSU Waktu Pelaksanaan: Februari – April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: PFU dan NSU 6.27.

6. PFU. PFU dan DMU Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Output: terselenggaranya kegiatan administrasi.31. Pengadaan Konsultan Fasilitator Tujuan: Merekrut LSM yang mampu memfasilitasi dan mengkoordinasikan pelaksanaan pendampingan masyarakat perdesaan sasaran program READ dengan baik. Mekanisme/ Metode: Pengadaan konsultan Sasaran: 1 LSM Waktu Pelaksanaan: Januari – Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: National Supporting Unit (NSU) 6. Pengembangan Media dan Informasi Tujuan: Mensosialisasikan program READ melalui media internet maupun pencetakan medika dan informasi Output: Tersosialisasikannya program READ melalui media internet dan cetak Mekanisme/ Metode: Pengambilan bahan. pengadaan konsultan dan Pencetakan media informasi Sasaran: 11 paket media dan informasi serta 1 website Waktu Pelaksanaan: Februari – Juni 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU.2012 125 .29. penyusunan media dan informasi. PFU dan DMU Waktu Pelaksanaan: Januari – Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU. Administrasi Kegiatan Tujuan: Memperlancar kegiatan administrasi pengelola program READ. Mekanisme/Metode: 1) Honor Pengelola 2) Pengadaan Bahan dan ATK 3) Pengiriman surat 4) Biaya proses pengadaan 5) Honor Penterjemah 6) Pemeliharaan Kendaraan R-4 dan R-2 7) Perjalanan Koordinasi dan Pembinaan Sasaran: Pelaksana kegiatan program READ di NSU. Output: Tersedianya LSM yang mampu memfasilitasi dan mengkoordinasikan pelaksanaan pendampingan masyarakat perdesaan sasaran program READ dengan baik.30. dan DMU 6.

Output: Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana.32. 126 .33. penyusunan laporan. Penyusunan Juklak dan Juknis Tujuan: Membuat petunjuk pelaksanaan/ petunjuk teknis sebagai acuan pelaksanaan kegiatan program tahun anggaran 2012.35.34. analisis data. mengidentifikasi masalah dan penyebabnya serta alternatif pemecahan masalah sebagai upaya perbaikan di masa yang akan datang 2) Memberikan pembinaan kepada pelaksana kabupaten dan provinsi termasuk pelaksana lapangan 3) Memperoleh umpan balik untuk memperbaiki dalam penyusunan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan program. DMU 6. konsultasi Sasaran: 7 dokumen Waktu Pelaksanaan: Januari – Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU. dokumen SAI. Pengawalan dan pendampingan Tujuan: 1) Mengetahui pencapaian hasil dan proses pelaksanaan. Evaluasi dan Pelaporan Tujuan: 1) Memantau kemajuan pelaksanaan kegiatan 2) Menilai hasil pelaksanaan kegiatan 3) Melaporkan pelaksanaan kegiatan baik fisik maupun keuangan Output: Dokumen monev. dokumen SABMN dan dokumen LAKIP Mekanisme/ Metode: Pengumpulan data. PFU. Monitoring.6. Penyusunan Program dan Anggaran Tahun 2013 Tujuan: Menyediakan dana agar sesuai dengan tujuan program READ. PFU dan DMU 6. Output: Usulan dokumen anggaran Mekanisme/ Metode: Rapat pertemuan dan kunjungan lapangan dengan metode partisipatif Sasaran: 150 desa Waktu Pelaksanaan: Maret – Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU. Mekanisme/ Metode: Kunjungan lapangan Sasaran: 150 desa di 5 kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Januari – Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU 6.

37.Output: Dokumen Juklak dan Juknis Mekanisme/ Metoda: Rapat dan pertemuan Sasaran: 1 Juklak dan 5 Juknis Waktu Pelaksanaan: Februari – Maret 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: PFU dan DMU 6. Penyusunan Sistem Evaluasi Kinerja Fasilitator Tujuan: Membuat sistem yang terintegrasi untuk menilai kinerja Fasilitator Desa Output: Sistem Evaluasi Kinerja Fasilitator Mekanisme/Metode: 1) Pembuatan Sistem 2) Perjalanan Uji Coba ke Lapangan 3) Pertemuan Sosialisasi Program Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana Program READ Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Penilaian UPDD Tujuan: Memberikan penghargaan kepada UPDD terbaik dalam rangka memotivasi kemajuan pelaksanaan program READ Output: Penghargaan kepada UPDD terbaik Mekanisme/Metode: 1) Perjalanan Penilaian 2) Pemberian Penghargaan Sasaran: 10 UPDD di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Agustus 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU 6.38.2012 127 . Studi Kasus Tujuan: Memperoleh data tentang kelompok sasaran READ sebagai pembanding dalam rangka kemajuan pelaksanaan program READ Output: Dokumen Studi Kasus Mekanisme/Metode: 1) Pengadaan Konsultan 2) Pendampingan dan Supervisi Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana Program READ Waktu Pelaksanaan: Maret – Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU 6.36.

Waktu Pelaksanaan: Februari – September 2012. Penyelenggara/ Pelaksana: NSU 128 .39. Penyelenggara/ Pelaksana: NSU 6. Penyusunan Sistem Aplikasi Monev Program READ Tujuan: Membuat sistem yang terintegrasi untuk melihat kemajuan/realisasi fisik maupun keuangan Program READ Output: Sistem Aplikasi Monev Program READ Mekanisme/Metode: 1) Pembuatan Sistem 2) Perjalanan Uji Coba ke Lapangan 3) Pertemuan Sosialisasi Program Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana Program READ Waktu Pelaksanaan: April – Juni 2012.

Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian – BPPSDMP. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. 610 tenaga fungsional Rumpun Ilmu Hayat Pertanian Mekanisme/Metode : 1) Penerimaan mahasiswa Baru : proses rekrutmen dilakukan oleh masing-masing STPP sementara Penetapan peserta didik di masing-masing STPP dilakukan melalui rapat penetapan yang dikoordinasikan oleh Pusat Pendidikan. Aparatur Pertanian yang Mengikuti Pendidikan Diploma IV Tujuan : meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga fungsional Rumpun Ilmu Hayat Pertanian Output : meningkatnya jenjang pendidikan 2. Pendidikan S2 dan S3 bagi Aparatur Pertanian Tujuan: Meningkatkan kualitas dan profesionalisme PNS lingkup pertanian dalam rangka pengembangan SDM pertanian yang mendukung dan memperkuat pembangunan perekonomian nasional melalui pembangunan pertanian.n. Output: Meningkatnya jenjang pendidikan 204 aparatur pertanian Mekanisme/Metode: 1) Pendanaan dan penyiapan beasiswa tugas belajar oleh Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian – BPPSDMP. REVITALISASI PENDIDIKAN. 2011 : September – Desember 2012 (semester 1).Lanjutan : Januari . Kementerian Pertanian atas usulan dari Pusat Pendidikan.2012 129 . Desember 2012 dengan rincian jadwal: 1) Peserta Tugas Belajar . Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. pertemuan setiap semester dan pertemuan evaluasi akhir tahun. Sasaran: Pegawai Negeri Sipil lingkup Pertanian yang telah Belajar. 2) Penerbitan SK .d. dilaksanakan dengan melibatkan instansi terkait (Universitas/Perguruan Tinggi dan Instansi sebagai pengirim peserta tugas belajar). Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama .1. SERTA PENDIDIKAN MENENGAH PERTANIAN 1. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian memenuhi persyaratan Tugas 2. Menteri Pertanian dilaksanakan oleh Biro Organisasi dan Kepegawaian.VII. 3) Pemantauan dan evaluasi melalui kunjungan lapangan. Pusat Pendidikan. 2) Peserta Tugas Belajar – Baru TA. STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI PROFESI PERTANIAN. Aparatur Pertanian yang Mengikuti Pendidikan Formal Pasca Sarjana 1.Tugas Belajar oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian a. Waktu Pelaksanaan: Januari s.Desember 2012.

Kelembagaan Pendidikan Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan 3.Proses perencanaan kegiatan mencakup penyiapan materi ajar.d Juni 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: STPP 130 . serta rencana monitoring proses pembelajaran. penyiapan bahan evaluasi pembelajaran.1. 3) Pelaksanaan perkuliahaan : penyelenggaraan perkuliahan dilaksanakan dengan pola pembelajaran in campuss dan out campuss. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 3.1/Kpts/SM.Proses pembelajaran di STPP secara rinci dapat dilihat pada Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran di STPP (Peraturan Kepala Badan PSDMP No.d Desember Pelaksana : STPP 3. 142.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Pusat Pendidikan. Pembinaan dan Pengawalan Program dan Anggaran Tujuan: terselenggaranya program dan anggaran pendidikan pertanian oleh STPP dan SMKSPP sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan Output: terbina dan terkawalnya program dan anggaran pendidikan pertanian di 7 STPP dan 71 SMK-SPP Mekanisme/ Metode: Kunjungan lapangan ke 7 STPP dan 71 SMK-SPP dalam rangka pembinaan dan pengawalan program dan anggaran Sasaran: program dan anggaran pendidikan pertanian dapat dilaksanakan secara akuntabel Waktu Pelaksanaan: Maret s.120/12/07) Sasaran : tenaga fungsional Rumpun Ilmu Hayat Pertanian Waktu Pelaksanaan : Januari s. penggandaan materi pembelajaran.2) Perencanaan perkuliahan : merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap STPP sebelum perkuliahan reguler berjalan.Pembelajaran in campuss dilaksanakan setiap semester ganjil sedangkan out campuss dilaksanakan setiap semester genap.2. Penataan Kelembagaan Program Studi Tujuan: tertatanya penyelenggaraan program studi di 7 STPP Output: meningkatnya kualitas penyelenggaran program studi di 7 STPP Mekanisme/ Metode: pertemuan civitas akademika STPP dan pemangku kepentingan terkait dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan program studi Sasaran: program studi STPP Waktu Pelaksanaan: Maret s.

3. radio. Sosialisasi penerimaan mahasiswa baru melalui website.3. dan media publikasi lainnya 2.4.d Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: STPP 3. Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Tujuan: memperoleh calon peserta didik STPP yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan Output: Mahasiswa baru STPP Mekanisme/ Metode: 1.5. Melakukan pertemuan dengan lembaga yang potensial untuk mengirimkan stafnya menempuh pendidikan di STPP 3. Penjaminan Mutu dan Evaluasi Diri Tujuan: terselenggaranya proses jaminan mutu dan evaluasi diri di 7 STPP Output: meningkatnya kualitas penyelenggaran penyelenggaraan di 7 STPP sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan Mekanisme/ Metode: 1) Pertemuan civitas akademika STPP 2) Penilaian penyelenggaraan pendidikan STPP oleh Tim Penjaminan Mutu menggunakan Instrumen Standar Mutu yang telah ditetapkan 3) Merumuskan langkah-langkah perbaikan dan peningkatan standar secara berkelanjutan Sasaran: penyelenggaraan pendidikan STPP Waktu Pelaksanaan: Juli s.d Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: STPP 3.2012 131 . Penyusunan laporan kegiatan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Pengembangan Website dan Sistem Informasi Tujuan: meningkatkan kualitas informasi yang disampaikan melalui website dan sistem informasi di STPP Output: website dan sistem informasi di STPP Mekanisme/ Metode: 1) Perancangan pengembangan design website dan sistem informasi 2) Pembangunan Infrastruktur website dan sistem informasi 3) Implementasi website dan sistem informasi Sasaran: website dan sistem informasi di 7 STPP Waktu Pelaksanaan: Maret s.

1.d September 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: STPP 4. Pusat Pendidikan. Pusat Pendidikan. Ketenagaan Pendidikan Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan 4. magang.2. Output: Meningkatnya kompetensi 30 orang guru SMK-SPP bidang produktif Mekanisme/ Metode: 1) Seleksi dan penetapan calon peserta 2) Pengiriman calon peserta magang 132 . dan seminar baik di dalam maupun luar negeri Sasaran: aparatur lingkup Pusat dan STPP Waktu Pelaksanaan: Januari s.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Peningkatan Profesionalisme Staff Tujuan: Meningkatkan kualitas dan kompetensi keahlian aparatur lingkup Pusat dan STPP Output: Meningkatnya kompetensi dan profesionalisme 60 aparatur lingkup Pusat dan STPP Mekanisme/ Metode: Pelatihan. studi banding. workshop.3.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Fasilitasi Program Pertukaran Pendidik ke Luar Negeri Tujuan: Meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik di SPP dan STPP. Sasaran: Guru SPP dan Dosen STPP Waktu pelaksanaan: Januari s. Output: Meningkatnya kompetensi 4 orang tenaga pendidik di SPP dan STPP Mekanisme/Metode: 1) Seleksi dan penetapan calon pendidik yang akan dikirim yang dilaksanakan melalui koordinasi dengan SPP dan STPP 2) Pengurusan dokumen yang berkaitan dengan proses pengiriman pendidik ke luar negeri. Magang bagi Guru SMK-SPP Bidang Produktif Tujuan: Meningkatkan kompetensi dan keahlian guru SMK-SPP bidang produktif melalui kegiatan magang di dunia usaha/dunia industri.Sasaran: terpenuhinya mahasiswa baru sesuai dengan daya tampung STPP Waktu Pelaksanaan: April s. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4. berkoordinasi dengan Biro KLN Kementerian Pertanian dan KBRI di Negara tujuan 3) Pelepasan keberangkatan pendidik ke luar negeri 4) Penyusunan dan pembuatan laporan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4.

Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.3) Monitoring dan evaluasi pelaksanaan magang 4) Penyusunan dan pembuatan laporan Sasaran: 30 orang Guru SPP SMK-SPP seluruh Indonesia. Sasaran: 30 orang Guru SMK-SPP.2012 133 . Pembekalan dan Pengawalan Sertifikasi Guru Tujuan: Membantu dan mendampingi Guru SMK-SPP untuk mengikuti program sertifikasi guru Output: Terfasilitasinya 30 orang guru untuk proses sertifikasi.d. September 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Pendidikan Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4. Mekanisme/ Metode: 1) Penyusunan rencana pembekalan dan rencana pengawalan 2) Pelaksanaan pembekalan sertifikasi guru 3) Pelaksanaan pengawalan guru bersertifikasi 4) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan.4. Waktu Pelaksanaan: Maret 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Pendidikan.d. Peningkatan Kompetensi Metodologi Pendidikan dan Pengajaran bagi Tenaga Pendidik Pertanian Tujuan: Meningkatkan kompetensi Dosen STPP di bidang metode pendidikan dan pengajaran Output: Meningkatnya kompetensi 60 orang Dosen STPP dalam metodologi pendidikan dan pengajaran Mekanisme/ Metode: 1) Persiapan Workshop 2) Pelaksanaan Workshop bekerjasama dengan Instansi yang memiliki Lisensi di bidang penyelenggaraan Diklat PEKERTI 3) Penyusunan dan pembuatan laporan Sasaran: 60 orang Dosen STPP Waktu Pelaksanaan: Mei s.5. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Juni 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Pendidikan Pusat Pendidikan.

bukti-bukti pendukung yang dibutuhkan dalam proses sertifikasi kepada Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Dosen. Juni 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standarisasi dan Sertifkasi. Bimbingan Teknis Calon Asesor Kompetensi Tujuan: Menyiapkan tenaga Asesor Kompetensi Bidang Pertanian Output: 30 orang aparatur pertanian yang memiliki sertifikat Asesor Kompetensi Mekanisme/ Metode: Diklat Assesor Kompetensi yang dilaksanakan bekerjasama dengan BNSP Sasaran: 30 orang aparatur pertanian Waktu Pelaksanaan: April s.d Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standarisasi dan Sertifkasi. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4.7. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4.d.4.6.8. c) Melakukan koordinasi dengan penyedia tempat bimbingan teknis. 2) Pelaksanaan Bimbingan Teknis bekerjasama dengan BNSP. Bimbingan Teknis Penyusunan Panduan Mutu Tujuan: Tersedianya aparatur pertanian yang mampu menyusun Panduan Mutu Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian Output: 20 orang aparatur pertanian yang memiliki sertifikat sebagai Penyusun Panduan Mutu Sertifikasi Profesi Mekanisme/ Metode: 1) Persiapan : a) Melakukan koordinasi dengan BNSP. Pusat Pendidikan. d) Melakukan koordinasi dengan pihak lain yang terkait. b) Melakukan koordinasi dengan instansi calon peserta bimbingan teknis. Sasaran: 20 orang aparatur pertanian Waktu Pelaksanaan: Februari s. 134 . Pusat Pendidikan. Sertifikasi Dosen Tujuan: meningkatkan kompetensi dan profesionalitas dosen STPP Output: dosen STPP yang mendapat sertifikat dosen Mekanisme/ Metode: 1) Penetapan usulan dosen yang akan mengikuti proses sertifikasi dosen 2) Menyampaikan dokumen. 3) Penyunan laporan kegiatan.

Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 5. Himpunan Profesi. serta Prosedur Kriteria dan Kriteria penilaian uji kompetensi Output: 7 unit RSKKNI Sektor Pertanian Mekanisme/ Metode: 1) Membentuk Tim Komite dan Penyusun RSKKNI Sektor Pertanian 2) Melaksanakan serangkaian pertemuan dalam penyusunan RSKKNI Sektor Pertanian.3) Proses penilaian dan penetapan oleh Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertikasi Dosen 4) Penyusunan laporan kegiatan Sasaran : dosen di 7 STPP Waktu Pelaksanaan: Januari s. 3) Mempersiapkan RSKKNI yang telah disusun untuk dilakukan proses verifikasi awal melalui forum Pra Konvensi Sasaran: Tersusunnya 7 unit RSKKNI Sektor Pertanian Waktu Pelaksanaan: Maret s. dan masyarakat pengguna Sasaran: Tersusunnya rancangan program standardisasi dan sertifikasi profesi sektor pertanian untuk 5 tahun ke depan Waktu Pelaksanaan: Februari 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standardisasi dan Sertifikasi. Pusat Pendidikan.d Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: STPP 5.d Juni 2012 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012 135 .1. Penyusunan RSKKNI Bidang Pertanian Tujuan: Tersusunnya Rancangan SKKNI Sektor Pertanian yang akan dijadikan Acuan dalam pengembangan. Koordinasi dan Sinkronisasi Sertifikasi Profesi Pertanian Tujuan: 1) Mengidentifikasi dan menetapkan profesi-profesi sektor pertanian yang harus distandardisasi dan disertifikasi 2) Melakukan sinkronisasi kegiatan standarisasi dan sertifikasi kompetensi sektor pertanian Output: 1) Dihasilkannya profesi-profesi sektor pertanian yang harus distandardisasi dan disertifikasi 2) Sinkronnya kegiatan standardisasi dan sertifikasi sektor pertanian Mekanisme/ Metode: workshop dengan melibatkan unsur-unsur birokrasi lingkup pertanian.2. Diklat Profesi. penyelenggaran dan penetapan : program sertifikasi profesi. Profesi Bidang Pertanian yang Distandardisasi Program Standardisasi dan 5.

dan pemangku kepentingan terkait dengan pelaksanaan Pra Konvensi RSKKNI Sektor Pertanian 2) Pelaksanaan Prakonvensi RSKKNI Sektor Pertanian sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Pra Konvensi dan Konvensi Nomor : KEP.4.Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standarisasi dan Sertifkasi. Pusat Pendidikan. Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standarisasi dan Sertifikasi. Konvensi SKKNI Tujuan: Menyepakati hasil Pra Konvensi RSKKNI untuk ditetapkan sebagai SKKNI Sektor Pertanian oleh Kemenakertrans Output: 7 unit SKKNI Sektor Pertanian Mekanisme/ Metode: 1) Koordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 5. BNSP. Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 5.d.d Agustus 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standarisasi dan Sertifikasi. BNSP. Pra Konvensi RSKKNI Tujuan: menyamakan persepsi terhadap konsep rancangan SKKNI Sektor Pertanian Output: 7 unit RSKKNI yang telah diverifikasi melalui forum Pra Konvensi Mekanisme/ Metode: 1) Koordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.33/Lattas/II/2009 yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenakertrans 3) Penyempurnaan RSKKNI yang telah dikonversikan untuk ditetapkan sebagai SKKNI oleh Menakertrans 4) Penetapan SKKNI oleh Menakertrans 5) Penyusunan laporan kegiatan Sasaran: 7 unit SKKNI sektor Pertanian.33/Lattas/II/2009 yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenakertrans 3) Verifikasi RSKKNI Sektor Pertanian oleh Kemenakertrans 4) Penyiapan RSKKNI yang telah di Pra Konvensi untuk dikonvensikan 5) Penyusunan laporan kegiatan Sasaran: 7 unit RSKKNI Sektor Pertanian yang siap dikonvensikan Waktu Pelaksanaan: Juli s. Waktu Pelaksanaan: Juli s. dan Pemangku kepentingan terkait dengan pelaksanaan Konvensi RSKKNI Sektor Pertanian 2) Pelaksanaan Konvensi RSKKNI Sektor Pertanian sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Pra Konvensi dan Konvensi Nomor : KEP.3. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 136 . Pusat Pendidikan.

Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 6.d.d Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. Diklat Profesi. 4. publikasi. Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.1. Output: dimanfaatkannya SKKNI sektor pertanian oleh pemangku kepentingan Mekanisme/ Metode: 1) 2) Menyiapkan bahan sosialisasi SKKNI sektor pertanian Pelaksanaan Sosialisasi SKKNI sektor pertanian melalui seminar.5. penyelenggaran dan penetapan : program sertifikasi profesi. dan kunjungan ke pemangku kepentingan 3) Penyusunan laporan kegiatan Sasaran: pemangku kepentingan terkait Waktu Pelaksanaan: Maret s. Proses pendaftaran dan verifikasi administrasi Penyuluh Pertanian yang akan mengikuti sertifikasi 2. SDM Pertanian yang Mendapat Sertifikasi Profesi 6.Pusat Pendidikan.5. serta Prosedur Kriteria dan Kriteria penilaian uji kompetensi sektor pertanian. Fasilitasi Sertifikasi Penyuluh Pertanian Tujuan: Terfasilitasinya sertifikasi penyuluh pertanian profesi Output: 1.400 orang Penyuluh Pertanian Profesi Mekanisme/ Metode: 1.400 orang Penyuluh Pertanian Waktu Pelaksanaan: April s. 3. Sosialisasi SKKNI Tujuan: Menginformasikan SKKNI sektor pertanian yang telah dihasilkan kepada pemangku kepentingan untuk dipergunakan sebagai acuan dalam pengembangan.2012 137 . Pra assesment Penyuluh Pertanian Profesi oleh Assesor Kompetensi Assesment Penyuluh Pertanian Profesi oleh Assesor Kompetensi Penetapan Penyuluh Pertanian yang lulus Uji Kompetensi dan berhak mendapat sertifikat Penyuluh Pertanian Profesi Sasaran: 1.

Pusat Pendidikan. Sasaran: karyawan lingkup Pusat Waktu Pelaksanaan: Januari 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Pedoman dan Kebijakan yang Dihasilkan dan Dikembangkan 7. Pusat Pendidikan. Koordinasi Teknis Pendidikan Menengah Pertanian Tujuan: program dan kegiatan Pendidikan Menengah Pertanian yang dirancang oleh Pusat dan SMK-SPP dapat dipahami oleh semua pemangku kepentingan. Koordinasi Teknis Pendidikan Tinggi Pertanian Tujuan: program dan kegiatan Pendidikan Tinggi Pertanian yang dirancang oleh Pusat dan STPP dapat dipahami oleh semua pemangku kepentingan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Norma. 2) Terlaksananya Program dan kegiatan Tahun 2012 di Pusat dan UPT Pendidikan Tinggi sesuai dengan arah kebijakan pengembangan pendidikan pertanian Mekanisme/ Metode: pertemuan dan diskusi Sasaran: Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Waktu Pelaksanaan: Februari 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. sehingga dapat disinergikan dan dilaksanakan secara efektif dan efisien Output: 1) Diperolehnya kesepahaman bersama mengenai kebijakan dan kegiatan pendidikan Tinggi pertanian tahun 2012. Rapat Teknis Lingkup Pusat Tujuan: Koordinasi program dan kegiatan Pendidikan.7. 138 .3. Standar. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.1. Standarisasi dan Sertifikasi profesi SDM pertanian tahun 2012 lingkup Pusat Output: Tersusunnya rencana detail pelaksanaan kegiatan Pusat Pendidikan Pertanian tahun 2012 Mekanisme/ Metode: pertemuan dan diskusi dalam rangka penyusunan rencana kerja detail oleh masing-masing Bidang/Sub Bidang sebagai dasar pelaksanaan kegiatan.2. sehingga dapat disinergikan dan dilaksanakan secara efektif dan efisien Output: 1) Diperolehnya kesepahaman bersama mengenai kebijakan dan kegiatan pendidikan Menengah pertanian tahun 2012.

Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Standarisasi dan Sertifikasi Profesi SDM Pertanian tahun 2012 Mekanisme/ Metode: 1) Pengumpulan data hasil kegiatan serta pertemuan dalam rangka penyusunan laporan tahunan dan LAKIP 2) 3) Penyusunan laporan tahunan dan LAKIP Penggandaan dokumen laporan tahunan dan LAKIP Sasaran: : terpublikasikannya kegiatan Revitalisasi sistem pendidikan. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian tahun 2012 Waktu Pelaksanaan: November s.4. Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Penyusunan Standar Biaya Tujuan: Menyusun Standar Biaya Masukan yang akan dijadikan dasar/acuan dalam penyusunan anggaran pendidikan di STPP dan SMK-SPP tahun 2013 .2) Terlaksananya Program dan kegiatan Pendidikan Menengah Pertanian oleh SMK-SPP seluruh Indonesia sesuai dengan arah kebijakan pengembangan pendidikan menengah pertanian Mekanisme/ Metode: pertemuan dan diskusi Sasaran: SMK-SPP seluruh Indonesia Waktu Pelaksanaan: Februari 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama.2012 139 .5. Penyusunan Bahan Evaluasi dan Laporan Tujuan: 1) Memberikan informasi yang akurat tentang pelaksanaan program kerja yang telah dilaksanakan pada tahun 2011 2) Bahan evaluasi bagi penentu kebijakan untuk perencanaan dan pelaksanaan program kerja tahun berikutnya Output: 1) Laporan Kegiatan Pusat Pendidikan. Pusat Pendidikan.d. Output: Standar Biaya Masukan pendidikan di STPP dan SMK-SPP tahun 2013 Mekanisme/ Metode: pertemuan dan pembahasan dalam rangka penetapan Standar Biaya Penyelenggaraan pendidikan di SMK-SPP dan STPP Sasaran: SMK-SPP dan STPP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Tahun 2012 2) Laporan Akuntabilitas dan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Pusat Pendidikan.

standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian tahun 2012 kepada pemangku kepentingan. Nopember 2011 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. program dan kegiatan revitalisasi sistem pendidikan pertanian.7. Pusat Pendidikan.8.d. Output: 1) 2) Rencana Kerja Tahunan 2012 RKAKL Tahun Anggaran 2013 140 . Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Tujuan: Sosialisasi kebijakan revitalisasi sistem pendidikan pertanian. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian yang dapat digunakan sebagai cetak biru rancangan kegiatan untuk tahun-tahun mendatang Sasaran: pemangku kepentingan terkait Waktu Pelaksanaan: Juni s. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.d Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian sebagai acuan penetapan kegiatan pada tahun mendatang Output: disain program pendidikan. Agustus 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian tahun 2012 oleh pemangku kepentingan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. serta instansi lain yang terkait dengan pengembangan pendidikan pertanian Waktu Pelaksanaan: Maret s. Pusat Pendidikan. Pusat Pendidikan. Sosialisasi revitalisasi Pendidikan. standarisasi dan sertifikasi profesi SDM pertanian .d. Output: dipahaminya kebijakan. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian Mekanisme/Metode : 1) Identifikasi permasalahan. Pengembangan Program Sertifikasi Profesi Pertanian Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Standardisasi dan Tujuan: Merancang pengembangan program pendidikan.Waktu Pelaksanaan: Juli s. kendala dan hambatan terkait program pengembangan pendidikan.6. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian 2) Pertemuan dalam rangka merumuskan program pendidikan. Penyusunan Anggaran dan Kegiatan Tahun 2013 Tujuan: Menyusun program kerja bidang pendidikan. Mekanisme/ Metode: Kunjungan ke Instansi terkait di berbagai daerah Sasaran: Pendidik dan tenaga kependidikan.

Mekanisme/ Metode: Penyediaan dan pendistribusian sarana administrasi pendidikan. pencetakan blangko Ijasah. Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) 4) Pengumpulan karya tulis dosen STPP.10. Output: Terpenuhinya kebutuhan alat tulis kantor (ATK). Pusat Pendidikan. pencetakan pedoman. Penyusunan Term Of Reference (TOR) dan rincian anggaran belanja (RAB) sesuai peraturan yang berlaku. serta supervisi Sasaran: Kebutuhan Administrasi Pusat. kartu NIS. Waktu Pelaksanaan: Januari s. penggandaan. SMK-SPP dan pengguna lain Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Sasaran: Satker Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Standarisasi dan Sertifikasi Profesi SDM Pertanian. pencetakan sertifikat pengiriman soal ujian. Widyaiswara dan Penyuluh Pertanian Editing karya tulis yang terkumpul untuk dijadikan bahan jurnal teknologi Pencetakan jurnal teknologi pertanian Distribusi jurna teknologi kepada STPP.2012 141 . Pencetakan Kartu Nomor Induk Siswa dan bahan atau alat dukungan administrasi lainnya. untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Pusat Pendidikan. Penggandaan/ Fotocopy.3) Rencana Operasional Kegiatan 2012 Mekanisme/ Metode: Dilakukan melalui beberapa pertemuan dalam rangka 1) 2) Penyusunan Program/Rencana Kerja dan Anggaran.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Satker SPP Waktu Pelaksanaan: Agustus s. jurtek dan untuk kegiatan administrasi pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Tujuan: Menyediakan sarana prasarana berupa: Alat Tulis Kantor. persiapan. dan 3) Pembahasan RKA KL berkoordinasi dengan Bagian Perencanaan Badan Pengembangan SDM Pertanian dan Direktorat Jenderal Anggaran Departemen Keuangan. blangko ijasah. pencetakan blanko NIS.d Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Pencetakan Ijasah dan Sertifikat. konsumsi rapat-rapat. Publikasi Jurnal Teknologi. pencetakan modul. Administrasi Pendidikan. fotokopi. Guru SPP. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. Satker STPP. Output: jurnal teknologi pertanian sebanyak 2 edisi.9. Penyusunan Jurnal Teknologi Tujuan: Menyusun dan mempublikasikan jurnal teknologi pertanian.

Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. 7. Pembuatan Media Publikasi Tujuan: Merancang dan menyusun media publikasi terkait dengan pengembangan pendidikan pertanian. Sasaran : Mantapnya kelembagaan pendidikan pertanian di STPP dan SMK-SPP Waktu Pelaksanaan : Februari s. Pusat Pendidikan. Mekanisme/ Metode: 1) Melaksanakan pertemuan dengan pihak terkait dalam rangka mengidentifikasikan materi media publikasi 2) 3) Menyusun story bord materi publikasi Bersama pihak terkait membuat media publikasi berdasarkan story board yang telah disusun Sasaran: kegiatan pembelajaran di SMK-SPP dan STPP serta standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian Waktu Pelaksanaan: Juli dan Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama.12. Pengesahan statuta dan SOTK STPP. Pusat Pendidikan. Penandatangan MoU dan SKB Pengawalan SMK-SPP Tingkat Provinsi Non RSBI. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. Penyusunan dan Pembahasan MoU dan SKB.d Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Pendidikan.Sasaran: diketahuinya karya ilmiah dosen STPP dan guru SMK-SPP oleh masyarakat luas Waktu Pelaksanaan: Juli dan Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Pusat Pendidikan.11. Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Output: media publikasi pendidikan pertanian. Pembinaan dan Pemantapan Status Kelembagaan Pendidikan Pertanian Tujuan : membina dan memantapkan status kelembagaan pendidikan pertanian Output : meningkatnya status kelembagaan pendidikan pertanian Mekanisme/Metode : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Penyusunan statuta dan SOTK STPP. 142 . Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.

Pusat Pendidikan. Pusat Pendidikan.2012 143 . Sasaran : penyelenggara pendidikan SPP. Pengembangan Penyelenggaraan Pendidikan di SMK-SPP dan STPP Tujuan : mengkoordinasikan penyelenggaraan program pendidikan Diploma IV di STPP dan pendidikan menengah pertanian di SMK-SPP Output : Terlaksananya koordinasi dan evaluasi program pendidikan Diploma IV di STPP dan pendidikan menengah pertanian di SMK-SPP Mekanisme/Metode : 1) penyelenggaraan penyelenggaraan program pendidikan menengah pertanian di SMK-SPP.14.13.d Juni 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan.15. Output : 1) meningkatnya pengetahuan dan kemampuan kepala sekolah/pengelola sekolah dalam pengelolaan sekolah 2) Terumuskannya standar pengelolaan sekolah di SPP Mekanisme/Metode : ceramah dan diskusi Sasaran : Kepala Sekolah SPP Waktu Pelaksanaan : April s. Workshop Manajemen Sekolah Tujuan : 1) Meningkatkan kemampuan profesionalisme kepala sekolah/pengelola sekolah dalam melaksanakan tugas sehari-hari. 2) Meningkatkan kemampuan kepala sekolah/pengelola sekolah dalam melaksanakan pengembangan ilmu dan teknologi sebagai bahan/materi dalam pengelolaan sekolah. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Diploma IV Penyuluhan Pertanian di STPP dan SMK- 7. Penyusunan Silabi Kurikulum Pendidikan di STPP Tujuan : menyusun silabi kurikulum sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan pertanian di SMK-SPP Output : Tersusunnya silabi kurikulum sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan pertanian di SMK-SPP Mekanisme/Metode : pertemuan teknis yang melibatkan unsur-unsur dari SPP Sasaran : SPP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Waktu Pelaksanaan : Juni – Nopember 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.7.

Sosialisasi dan Pembinaan kegiatan Pembinaan Saka Tarunabumi dengan Kwartir Daerah (Provinsi). Perkemahan Bakti. 4) Fasilitasi Pejabat Eselon I dan II lingkup Kementerian Pertanian untuk mengukuhkan calon wisudawan di STPP dan SMK-SPP Sasaran : STPP dan SMK-SPP Waktu Pelaksanaan : Agustus s. 2) Memotivasi siswa dan mahasiswa untuk berprestasi. Oktober 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan Pusat Pendidikan. 144 . 2) Koordinasi. Kwartir Daerah dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Krida-Krida.Waktu pelaksanaan : Maret s. Seminar. Pameran dan Pembinaan Pangkalan Saka Tarunabumi yang dilakasanakan dalam beberapa tahap kegiatan: 1) Koordinasi dan Sosialisasi kegiatan Pembinaan Saka Tarunabumi dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Output : 1) 2) Terlaksananya Koordinasi dan Pembinaan Saka Tarunabumi. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. SakaSaka. Mekanisme/metode : Metode kegiatan berupa Rapat Koordinasi. Terlaksananya Kegiatan Saka Tarunabumi pada Kegiatan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2012. Output : Terlaksananya fasilitasi pengukuhan wisuda di 7 STPP dan 3 SPP Mekanisme/Metode : 1) 2) Pendataan calon wisudawan STPP dan SPP Tahun 2012 Penerimaan Surat Permintaan Pengukuhan Wisuda lulusan STPP dan SPP Tahun Ajaran 2012/2013 3) Fasilitasi Pejabat Eselon I dan II lingkup Badan Pengembangan SDM Pertanian untuk mengukukuhkan calon wisudawan STPP dan SPP Tahun Ajaran 2012/2013. 2) Menfasilitasi kegiatan Saka Tarunabumi pada Kegiatan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Pengawalan Ujian dan Wisuda SMK-SPP dan STPP Tujuan : 1) Mengukuhkan kelulusan setelah siswa dan mahasiswa selesai mengikuti pendidikan di lembaga masing-masing.d Juli 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan Pusat Pendidikan.d. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.17.16. Pelatihan. Workshop. Pembinaan Generasi Muda Pertanian Melalui Sakatarunabumi Gerakan Pramuka Tujuan : 1) Koordinasi dan Pembinaan Saka Tarunabumi dengan Pangkalan Saka.

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian dengan Instansi Terkait Mekanisme/Metode : 1) Identifikasi peluang kerjasama dalam negeri 2) Koordinasi dengan Pihak Terkait 3) Penyusunan Naskah Kerjasama dengan Pihak Terkait 4) Penandatanganan Naskah Kerjamasa Sasaran : terjalinnya kerjasama yang saling menguntungkan dengan Pihak Terkait Waktu pelaksanaan : Februari s. 5) Penyusunan laporan kegiatan.19. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.3) Pembinaan Saka Tarunabumi dilaksanakan ke Pangkalan Saka di Kwartir Daerah (Provinsi) dan Pangkalan Saka (SPP). Pelatihan. Desember 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan. Pusat Pendidikan. 4) Peranserta Saka Tarunabumi berupa Seminar. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian Output : Naskah Kerjasama pendidikan pertanian. Pengembangan Kerjasama Dalam Negeri Tujuan : menjalin kerjasama dengan lembaga terkait di dalam negeri dalam pengembangan pendidikan pertanian. Kwartir Daerah (Provinsi) dan Pangkalan Saka Waktu pelaksanaan : Februari s. Workshop.2012 145 . 7.18. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian Output : Naskah Kerjasama pendidikan pertanian. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. Perkemahan Bakti. Pusat Pendidikan. Sasaran : Sasaran Pembinaan Saka Tarunabumi adalah Pimpinan Saka Tarunabumi.d. Anggota Saka Tarunabumi.d Nopember 2011 Pelaksana : Bidang Program dan Kerjasama.d Nopember 2011 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Pengembangan Kerjasama Luar Negeri Tujuan : menjalin kerjasama dengan lembaga terkait di luar negeri dalam pengembangan pendidikan pertanian. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian dengan Instansi Terkait di luar negeri Mekanisme/Metode : 1) Identifikasi peluang kerjasama luar negeri 2) Koordinasi dengan Pihak Terkait 3) Penyusunan Naskah Kerjasama dengan Pihak Terkait 4) Penandatanganan Naskah Kerjamasa Sasaran : terjalinnya kerjasama yang saling menguntungkan dengan Pihak Terkait Waktu pelaksanaan : Februari s. Pameran dilaksanakan disesuai dengan agenda Kwarnas Gerakan Pramuka Tahun 2012.

4) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Revitalisasi SMK Pertanian Mendukung Ketahanan Pangan Tujuan : meningkatkan peranan SMK Pertanian dalam mendukung Ketahanan pangan Output : rumusan program Revitalisasi SMK Pertanian Mendukung Ketahanan Pangan Mekanisme/Metode : 1) Pertemuan multipihak (Kementerian Pertanian. Mekanisme/Metode : pertemuan dan diskusi 146 .20. 3) Melakukan pembinaan teknis kepada SMK yang dijadikan sebagai pilot porject. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Sosialisasi Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian Tujuan : menyebarluaskan informasi program sertifikasi profesi sektor pertanian kepada para pemangku kepentingan. Perwakilan SMK Pertanian) dalam rangka mengidentifikasi dan merumuskan program revitalisasi SMK pertanian mendukung ketahanan pangan.SPP Pertanian Waktu Pelaksanaan : Juli s.Pelaksana : Bidang Program dan Kerjasama. Kementerian Pendidikan Nasional. 2) Merancang program aksi dan pilot project revitalisasi SMK pertanian mendukung ketahanan pangan. Penilaian dan Penetapan Angka Kredit Guru dan Dosen Tujuan : meningkatkan profesionalisme guru SPP dan dosen STPP melalui penetapan angka kredit Output : terprosesnya kenaikan angka kredit guru SPP dan dosen STPP Mekanisme/Metode : 1) Identifikasi guru SPP dan Dosen STPP yang mengusulkan proses kenaikan angka kredit 2) Proses penilaian dan penetapan angka kredit Guru SPP dan Dosen STPP 3) Proses pengiriman pemberitahuan kepada Guru SPP dan Dosen yang mengajukan kenaikan angka kredit Sasaran : Guru SPP dan Dosen STPP Waktu Pelaksanaan : Februari s. November 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan Pusat Pendidikan.22.d November 2012 Pelaksana : Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan.21. Dunia Usaha dan Dunia Industri. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Sasaran : SMK . Output : Tersosialisasikannya program sertifikasi bidang pertanian yang telah dikembangkan oleh Kementerian Pertanian.d. Pusat Pendidikan.

Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.23.Sasaran : Lembaga Pemerintah. pentunjuk teknis dan bahan lain yang diperlukan dalam rangka kegiatan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.24. Sasaran : LSP sektor pertanian Waktu Pelaksanaan : Februari s. Perusahaan bidang pertanian. Pembinaan LSP Sektor Pertanian Tujuan : Meningkatnya peran LSP Sektor Pertanian dalam proses sertifikasi profesi. pentunjuk teknis dan bahan lain yang diperlukan dalam rangka pembinaan LDP dan TUK.2012 147 . 3) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. dan para pemangku kepentingan lainnya Waktu Pelaksanaan : April 2012 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan. Sasaran : LDP dan TUK sektor pertanian seluruh Indonesia Waktu Pelaksanaan : Maret s. 2) Melaksanakan pertemuan dengan berbagai berbagai pihak yang tekait dalam rangka membangun kesepahaman mengenai LSP bidang pertanian yang akan dibentuk. 4) 5) Menginiasi pembentukan LSP bidang pertanian. Pembinaan LDP dan TUK Tujuan : Meningkatnya peran LDP dan TUK Sektor Pertanian dalam proses diklat dan uji kompetensi SDM pertanian. Output : LDP dan TUK sektor Pertanian sektor pertanian yang kompeten dan terpercaya Mekanisme/Metode : 1) Menyiapkan pedoman.d Oktober 2012 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan. 2) Melaksanakan pertemuan dengan berbagai berbagai pihak yang tekait dalam rangka membangun kesepahaman mengenai LDP dan TUK sektor pertanian. 3) Melakukan kunjungan ke berbagai pihak dalam rangka membangun persepsi manfaat dan pentingnya LSP bidang pertanian yang akan dibentuk. Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Output : LSP Sektor Pertanian sektor pertanian yang kompeten dan terpercaya Mekanisme/Metode : 1) Menyiapkan pedoman.d Mei 2012 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.

Sasaran : Profesi bidang pertanian Waktu Pelaksanaan : Februari s.27. Inisiasi Pembentukan LSP Bidang Pertanian Tujuan : memfasilitasi dan menyiapkan proses pembentukan LSP bidang pertanian. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 148 . Mei 2012 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan.7. LDP dan TUK dalam rangka penjaminan mutu sertifikasi profesi penyuluh pertanian.d Agustus 2012 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan. Sasaran : LSP-P1 Penyuluh Pertanian. Penyempurnaan Pedoman Sertifikasi Profesi Pertanian Tujuan : Tersusunnya Pedoman Sertifikasi sektor pertanian yang disempurnakan.25. Output : rancangan kelembagaan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang pertanian. asesor . Penjaminan Mutu Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian Tujuan : Menjamin Mutu Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian agar sesuai dengan standar yang ditentukan Output : Penyuluh Pertanian Profesi yang kompeten dan kredibel Mekanisme/Metode : 1) Pertemuan yang melibatkan LSP-P1 Penyuluh Pertanian. Mekanisme/Metode : Pertemuan antara Badan Pengembangan SDM Pertanian. Oktober 2011 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan. Sasaran : SDM pertanian Waktu Pelaksanaan : Maret s. asesor . BNSP.26. 2) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. LDP dan TUK Waktu Pelaksanaan : Juni s. Mekanisme/Metode : pertemuan dengan melibatkan unsur-unsur STPP dan eselon 1 lingkup Kementerian Pertanian.d. Output : Pedoman Sertifikasi Bidang Pertanian yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian. dan menyusun rencana tindak lanjut penjaminan mutu sertifikasi profesi penyuluh pertanian. dan Pemangku kepentingan.d.

Sasaran : TUK sektor pertanian Waktu Pelaksanaan : Februari s.30. dan menyusun rencana tindak lanjut peningkatan kualitas penyelenggaraan sertifikasi profesi pertanian. 2) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. 2) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian melalui Seed Money Tujuan : mendorong lulusan SPP untuk membuka usaha di bidang agribisnis melalui bantuan modal kerja usaha bagi Lulusan SPP Output : bertambahnya jumlah lulusan SPP yang membuka usaha di bidang pertanian.d Agustus 2012 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan. 2) Seleksi Administrasi calon penerima dana bantuan Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian Tahun 2012.d Maret Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan.29. Sasaran : pemangku kepentingan terkait Waktu Pelaksanaan : April s.7. Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Verifikasi TUK Tujuan : meningkatkan kualitas pelaksanaan uji kompetensi sektor pertanian Output : proses uji kompetensi sektor pertanian yang sesuai dengan standard yang ditetapkan Mekanisme/Metode : 1) Pertemuan yang melibatkan berbagai pihak yang terkait dalam rangka koordinasi dan evaluasi pelaksanaan sertifikasi profesi pertanian. Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian Tujuan : meningkatkan kualitas pelaksanaan sertifikasi profesi bidang pertanian Output : proses sertifikasi profesi bidang pertanian yang sesuai dengan standard yang ditetapkan Mekanisme/Metode : 1) Pertemuan yang melibatkan berbagai pihak yang terkait dalam rangka koordinasi dan evaluasi pelaksanaan sertifikasi profesi pertanian. Mekanisme/Metode : Dilaksanakan dalam beberapa tahap kegiatan : 1) Sosialisasi kegiatan Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian Tahun 2012. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.2012 149 . Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. dan menyusun rencana tindak lanjut peningkatan kualitas penyelenggaraan sertifikasi profesi pertanian.28.

3) Penetapan penerima Dana Bantuan Modal Kerja Usaha Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian Tahun 2012 bagi lulusan SPP sesuai dengan pedoman dan proposal pengajuan (jumlah bantuan). 4) Pencairan Dana Bantuan sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian tentang Penetapan Penerima Bantuan Modal Kerja Usaha dan Fasilitasi bagi SPP untuk Pendampingan serta Surat Perintah Pembayaran Pembayaran pada bulan Oktober. 5) Monitoring dan Evaluasi kegiatan pemberian modal usaha bagi lulusan SPP 6) Pembuatan Profil penerima Bantuan kegiatan Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian Tahun 2012. 7) Pembuatan laporan kegiatan Sasaran : alumni siswa SPP Waktu pelaksanaan : Maret s.d. Desember 2011 Pelaksana : Bidang Pendidikan, Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

7.31. Pengawalan Pengembangan SMK-SPP RSBI
Tujuan : meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan menengah pertanian di SMK-SPP RSBI Output : meningkatnya kualitas kelembagaan SMK-SPP RSBI Mekanisme/Metode : 1) Pelaksanaan pengawalan dan pembinaan. 2) Pelaksanaan pertemuan evaluasi. 3) Fasilitasi akreditasi SMK – SPP RSBI. 4) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Sasaran : SMK-SPP RSBI Waktu Pelaksanaan : Januari s.d September 2012 Pelaksana : Bidang Penyelenggaraan Pendidikan Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

7.32. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian
Tujuan : 1) Membangun sistem data base pendidikan pertanian Pusat Pendidikan, Standarisasi dan Sertifikasi Profesi SDM Pertanian. 2) Meningkatkan kemampuan staf Pusat Pendidikan, Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian dalam pengelolaan data base. Output : 1) Tersedianya system data base pendidikan pertanian Pusat Pendidikan, Standarisasi dan Sertfikasi Profesi Pertanian.

150

2) Meningkatnya kemampuan staf Pusat Pendidikan, Standarisasi dan Sertfikasi Profesi Pertanian dalam pengelolaan data base. Mekanisme/Metode : 1) Pertemuan dalam rangka penyusunan SOP dan penentuan jenis data yang akan dimasukan dalam data base 2) Perancangan system data base 3) Pengadaan server, printer dan scanner 4) Pelatihan pengelola data base 5) Inputing data dan pengelolaan data base Sasaran : Meningkatkan akurasi dan kecepatan penyediaan data pendidikan pertanian yang meliputi : data Peserta didik, data Ketenagaan, data Kelembagaan pendidikan pertanian dan data Admistrasi Pusat Pendidikan, Standarisasi dan Sertifikasi Profesi SDM Pertanian Waktu Pelaksanaan : Juni s.d Juli 2012 Pelaksana : Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

7.33. Pengadaan Alat Multimedia
Tujuan : meningkatkan kecepatan pemrosesan, pengolahan data dan informasi pendidikan, standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian. Output : tersedianya perangkat multimedia untuk mendukung pemrosesan dan pengolahan data. Mekanisme/Metode : 1) Pertemuan dalam rangka identifikasi kebutuhan peralatan yang dibutuhkan. Pertemuan ini dihadiri oleh pejabat stuktural dan tim teknis lingkup Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian serta Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Pada pertemuan ini peserta mengidentifikasi dan mengemukakan jenis peralatan dan singkronisasi sistem yang diperlukan oleh masingmasing bidang/sub bidang. Untuk selanjutnya merancang jenis pengadaan barang dan Jasa sesuai dengan kebutuhan. 2) Survey peserta lelang dan calon pemenang lelang. 3) Tahap Pelaksanaan yang meliputi :Pengumuman Lelang & Anwizing, pengadaan Lelang Barang dan Jasa, serah Terima Barang dan pihak pengada kepada panitia lelang serta serah Terima Barang kepada Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. 4) Penyusunan laporan kegiatan Sasaran: pegawai lingkup Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Waktu Pelaksanaan : Januari s.d Juni 2012 Pelaksana : Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

151

8.

Generasi Muda Pertanian yang Mengikuti Pendidikan Menengah

8.1. Pemberian Bantuan Praktik Siswa Program Studi Kesehatan Hewan, Penyuluhan Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Tanaman Pangan Dan Hortikultura
Tujuan : memfasilitasi siswa SMK - SPP dalam proses pembelajaran melalui bantuan praktik siswa SMK – SPP. Output : terfasilitasinya proses pembelajaran siswa SMK – SPP. Mekanisme/Metode : 1) Sosialisasi pedoman teknis pemberian bantuan praktik siswa SMK – SPP. 2) Pengumpulan proposal dari SPP penerima bantuan 3) Verifikasi proposal dan penyiapan SK penetapan bantuan sosial praktek siswa. 4) Proses pencairan dana 5) Monitoring dan evaluasi pemanfaatan bantuan praktik siswa SMK – SPP. Waktu Pelaksanaan : Februari – Maret dan September - Oktober 2012 Pelaksana : Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

8.2. Fasilitasi Program Pertukaran Siswa SMK-SPP ke Luar Negeri
Tujuan: Meningkatkan kualitas dan kompetensi siswa SMK-SPP melalui program pertukaran siswa ke luar negeri Output: Terfasilitasinya 10 orang siswa SMK-SPP mengikuti program pertukaran siswa ke luar negeri Mekanisme/ Metode: 1) Pembentukan tim kerja untuk menyeleksi dan penetapan calon program pertukaran siswa SPP ke Luar negeri berkoordinasi dengan SMK-SPP 2) Penyiapan dan pengurusan dokumen calon peserta program yang akan dikirim 3) Pelepasan keberangkatan calon peserta program 4) Penyusunan laporan Sasaran: 10 orang Siswa SMK-SPP. Waktu Pelaksanaan: Maret s.d. Juni 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

8.3. Fasilitasi PKU Siswa SMK-SPP di Bidang Perkebunan Kelapa Sawit
Tujuan: meningkatkan kompetensi siswa SMK-SPP melalui program magang/ PKU di perusahaan perkebunan sawit.

152

Output: 808 siswa SMK-SPP mengikuti program magang/ PKU di perusahaan perkebunan sawit. Mekanisme/ Metode: 1) Berkoordinasi dengan SMK-SPP untuk menyiapkan siswa yang akan mengikuti magang/ PKU di perusahaan perkebunan sawit. 2) SMK-SPP menjalin kerjasama dengan perusahaan perkebunan sawit terkait dengan pelaksanaan magang/PKU 3) SMK-SPP yang akan menyertakan siswanya untuk mengikuti program magang/PKU, mengajukan usulan fasilitasi magang/PKU siswa ke Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4) Pusat c.q. Bidang Program dan Kerjasama melakukan verifikasi data calon peserta dan kesiapan perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk menerima peserta magang. 5) Pusat c.q Bidang Program dan Kerjasama menyalurkan bantuan dana magang/PKU siswa SMK-SPP 6) Pengawalan dan Evaluasi pelaksanaan program magang/PKU siswa SMK-SPP 7) Penyusunan Laporan Kegiatan Sasaran: 808 orang siswa SMK-SPP di seluruh Indonesia. Waktu Pelaksanaan: Juli s.d Desember 2011 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

8.4. Bimbingan Teknis Siswa SMK-SPP di Bidang Peternakan
Tujuan: meningkatkan kompetensi siswa SMK-SPP Program Studi Peternakan Dan Kesehatan Hewan melalui Bimbingan Teknis Bidang Peternakan Output: meningkatnya kompetensi 60 orang siswa SMK-SPP bidang peternakan Mekanisme/ Metode: Dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu: 1) Pusat c.q. Bidang Program dan Kerjasama, mensosialisasikan kegiatan peningkatan kompetensi Siswa SMK-SPP melalui Bimbingan Teknis Bidang Peternakan. 2) Siswa SMK-SPP yang akan mengikuti Bimbingan Teknis Bidang Peternakan diseleksi sesuai dengan Pedoman Teknis Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Melalui Program Praktik Kerja Usaha Bidang Peternakan. 3) Pusat menjalin kerjasama dengan Lembaga yang memiliki kompetensi dalam Bimbingan Teknis bidang peternakan.Terkait dengan pelaksanaan peternakan bagi Siswa SMK-SPP 4) Penyelenggaran pelaksanaan Bimbingan Teknis bidang peternakan bagi Siswa SMK-SPP bekerjasama dengan Instansi yang kompeten.Proses dan Metode Bimbingan Teknis mengacu kepada Pedoman Teknis Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Melalui Program Praktik Kerja Usaha Bidang Peternakan. 5) Penyusunan laporan kegiatan Bimbingan Teknis bidang

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

153

Sasaran/ peserta: 60 orang Siswa SPP jurusan peternakan dan kesehatan hewan Waktu Pelaksanaan: Mei s.d. Agustus 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

8.5. Perumusan Metodologi Pembelajaran Bidang Produktif di SMKSPP
Tujuan : merumuskan metodologi pembelajaran bidang produktif di SMK-SPP Output : metodologi pembelajaran bidang produktif di SMK-SPP Mekanisme/Metode : 1) Penyiapan bahan pertemuan Perumusan metodologi pembelajaan di SMK-SPP. 2) Pertemuan perumusan Metodologi Pembelajaran Bidang Produktif di SMK-SPP. 3) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Sasaran : SMK-SPP Waktu Pelaksanaan : Februari s.d Mei 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

8.6. Pengembangan Karya Teknologi Inovasi Siswa SMK-SPP
Tujuan : Meningkatkan wawasan siswa SPP untuk mewujudkan minat dan bakatnya dalam bidang pertanian. Output : Karya Teknologi Inovasi Teknologi Siswa SMK-SPP. Mekanisme/Metode : Dilaksanakan dalam beberapa tahap kegiatan : 1. Sosialiasi penyelenggaraan lomba Karya Inovasi Siswa SMK-SPP 2. Penerimaan Karya Inovasi oleh Panitia 3. Penilaian Karya Ilmiah Inovasi Siswa SMK-SPP oleh Tim Juri 4. Penetapan Pemenang Sasaran : Siswa SMK-SPP seluruh Indonesia. Waktu Pelaksanaan : April s.d. Agustus 2011 Pelaksana : Bidang Pendidikan, Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

154

VI.

DUKUNGAN MANAJEMEN DAN DUKUNGAN TEKNIS LAINNYA

1.

Perencanaan Program dan Anggaran

1.1. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan PPSDMP
Tujuan: Mengevaluasi kegiatan pengembangan SDM pertanian tahun 2011 dan mengarahkan pelaksanaan kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian tahun 2012. Output: 1) Perbaikan pelaksanaan kegiatan tahun 2012 2) Kesatuan pemahaman dan tindakan dalam pelaksanaan kegiatan dan anggaran oleh 130 satker. Mekanisme/Metode: Pertemuan Sasaran: 130 Satker pelaksana kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian Waktu Pelaksanaan: Januari/Februari 2012. Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

1.2. Pengawalan Kegiatan TA. 2012 dan Penyiapan Anggaran TA. 2013
Tujuan: 1) Melakukan pengawalan serta penyesuaian dokumen kegiatan dan anggaran TA. 2012; 2) Melakukan identifikasi dan koordinasi kegiatan Badan PPSDMP TA. 2013; 3) Menyusun garis besar usulan kegiatan dan anggaran TA. 2013 dan menyelesaikan usulan revisi POK, DIPA TA 2012 lingkup Badan PPSDMP. Output: 1) Dokumen Revisi POK dan DIPA TA. 2012; 2) Bahan Usulan Kegiatan dan Anggaran TA. 2013; Mekanisme/Metode: 1) Rapat–rapat koordinasi 2) Pertemuan penyusunan dokumen Sasaran: 130 Satker pelaksana kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian. Waktu Pelaksanaan: Januari s.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

155

1.3. Penyusunan SBK TA. 2013
Tujuan: Menyusun standar biaya sebagai bahan acuan dalam penyusunan dokumen anggaran agar dapat tercapai kegiatan yang efektif, efisien dan akuntabel. Output: Dokumen Standart Biaya Masukan (SBM) TA. 2013 Mekanisme/Metode: 1) Workshop; 2) Pengolahan data dan Penelaahan SBM. Sasaran: SBM kegiatan pelatihan dan pendidikan TA. 2013 Waktu Pelaksanaan: Maret/April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

1.4. Penyusunan RKA-K/L Pagu Anggaran TA. 2013
Tujuan: Menyusun rancangan kegiatan dan anggaran untuk 130 satker dalam format Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) yang dilengkapi dengan data dukung berupa : Kerangka Acuan Kerja (KAK), Rencana Anggaran dan Biaya (RAB), dan data dukung lain yang dibutuhkan. Output: 1) Dokumen RKA-K/L Pagu Anggaran TA. 2013; 2) Dokumen KAK, RAB, dan data dukung lainnya. Mekanisme/Metode: 1) Workshop; 2) Pengolahan data; 3) Penelaahan; Sasaran: 130 Satker pelaksana kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian. Waktu Pelaksanaan: Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

1.5. Penyusunan RKA-K/L Pagu Alokasi Anggaran TA. 2013
Tujuan: 1) Menyelesaikan Rencana Kerja Anggaran (RKA) untuk 130 satker dalam format Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) yang dilengkapi dengan data dukung berupa : Kerangka Acuan Kerja (KAK), Rencana Anggaran dan Biaya (RAB), dan data dukung lain yang dibutuhkan; 2) Menyiapkan konsep Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

156

Output: 1) Dokumen RKA-KL Alokasi anggaran TA. 2013; 2) Dokumen KAK, RAB, dan data dukung lainnya; 3) Dokumen DIPA TA. 2013. Mekanisme/Metode: 1) Workshop; 2) Pengolahan data; 3) Penelaahan; 4) Validasi. Sasaran: 130 Satker pelaksana kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian. Waktu Pelaksanaan: November s.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

1.6. Penyusunan Perencanaan Program Badan PPSDMP Tahun 2013
Tujuan: Penyempurnaan kebijakan pengembangan SDM perlu dijabarkan ke arah yang lebih operasional, terstruktur, terintegrasi dan berbasiskan pada tugas dan fungsi masing-masing Instansi Pelaksana Pengembangan SDM Pertanian baik Pusat maupun Daerah. Output: 1) Nota Keuangan dan RAPBN BPP SDMP Tahun 2013; 2) Review Rencana Strategis BPPSDMP Tahun 2010 - 2014; 3) Dokumen kebutuhan untuk perencanaan Program dan Kegiatan 2013; 4) Pedoman Pelaksanaan kegiatan Lingkup BPPSDMP Tahun 2013; 5) RKP; 6) Renja K/L Pagu Indikatif. Mekanisme/Metode: 1. Pertemuan; 2. Kunjungan Lapangan; 3. Diskusi dan penyusunan laporan. Sasaran: Satuan kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Waktu Pelaksanaan: 1) Persiapan dan pengumpulan bahan : Januari 2012; 2) Pelaksanaan : Januari s.d Desember 2012; 3) Penyusunan Laporan : Desember 2012. Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

157

7. Output: Rumusan tindak lanjut pemantapan program dan kegiatan yang harus ditindaklanjuti satker Mekanisme/Metode: Pertemuan. terintegrasi dan berbasiskan pada tugas dan fungsi masing-masing instansi pelaksana pengembangan SDM pertanian baik pusat maupun daerah. Sinkronisasi Program Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: 1) Menyempurnakan mekanisme perencanaan program dan keuangan serta langkah-langkah operasionalnya. 2) Menyempurnakan kebijakan pengembangan SDM perlu dijabarkan kearah yang lebih operasional. terstruktur.1. diskusi dan penyusunan laporan Sasaran: Satuan kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Waktu Pelaksanaan: Juli dan Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Waktu Pelaksanaan: April s/d mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.8. diskusi grup. 158 . Output: 1) Tersosialisasinya program-program kerjasama penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian 2) Tercapainya koordinasi antara BPPSDMP dengan UPT serta Instansi/Lembaga terkait lainnya. 1. perumusan dan pengembangan SDM pertanian Sasaran: Satuan kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Mekanisme/Metode: Pertemuan. Apresiasi Program Kerjasama Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: 1) Mensosialisasikan program-program kerjasama penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian 2) Mengembangkan koordinasi antara BPPSDMP dengan UPT serta Instansi/Lembaga terkait lainnya.

Penyusunan Perencanaan Program Kerjasama Tujuan: Mengembangkan kapasitas SDM Pertanian melalui kegiatan-kegiatan penyuluhan. meningkatkan wawasan dan pengetahuan.11.1. 2) Buku Biru Kerjasama Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.9. pelatihan.d Maret 2012. Waktu Pelaksanaan: 1) Perencanaan Program : Januari s. 3) Tinjauan lapangan dan penyusunan laporan. Output: Teroptimalisasinya peluang kerjasama luar negeri Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan. pendidikan.10. 1. 3) Database Kerjasama Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Mekanisme/Metode: 1) Rapat–rapat koordinasi. 2) Perencanaan Kerjasama : Januari s. bertukar informasi dan pembelajaran serta memanfaatkan peluang-peluang kerjasama dalam rangka memperkuat dan menyempurnakan sistim perencanaan program dan kerjasama. 2) Pertemuan penyusunan dokumen. Sasaran: 130 Satker pelaksana kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian. Optimalisasi Peluang Kerjasama Luar Negeri Tujuan: Meningkatkan hubungan kerjasama. Pengembangan Teknologi Informasi Tujuan: 1) Mengkoordinir pengembangan website lingkup Badan PPSDMP 2) Mengkoordinir perawatan website lingkup Badan PPSDMP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. menjaga komitmen.. 1. Sasaran: Satuan kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Waktu Pelaksanaan: Januari – Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Output: 1) Dokumen Petunjuk Pelaksanaan Kerjasama Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.. Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.d Desember 2012. 2) Diskusi.2012 159 . dan pembentukan karakter (capacity building).

Koordinasi dan Bimbingan Pengelolaan Data Tujuan: 1) Menyediakan data lingkup Badan PPSDMP yang akurat dan mutakhir 2) Melaksanakan bimbingan pengelolaan data dan informasi di 20 UPT lingkup Badan PPSDMP Output: Data yang akurat dan mutakhir.12.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 1. 2) Buku statistik ketenagakerjaan sektor pertanian (petani) 6 seri.3) Mengkoordinir perawatan jaringan teknologi informasi kantor pusat 4) Mengkoordinir proses up-load materi website dari unit kerja kantor pusat. 1. tersaji dalam format buku BPPSDMP dalam angka Tahun (n-1) dan buku saku serta tampilan di website Mekanisme/Metode: 1) Rapat dan pertemuan 2) Bimbingan pengelolaan data dan informasi di UPT 3) Pengumpulan dan validasi data Badan PPSDMP 4) Pengolahan dan penyajian data Badan PPSDMP Sasaran: Kantor pusat dan 20 UPT lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 2) Data dan Informasi berbasis website Badan PPSDMP Mekanisme/Metode: 1) Rapat dan workshop 2) Bimbingan ke UPT lingkup Badan PPSDMP.13. Output: 1) Website dan jaringan teknologi informasi lingkup Badan PPSDMP. Sasaran: Kantor pusat dan 20 UPT lingkup Badan PPSDMP serta lembaga/unit kerja lain binaan Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s. Penyediaan Data Statistik SDM Pertanian Tujuan: Menyediakan data tenaga kerja pertanian (petani) per tahun Output: 1) Data ketenagakerjaan pertanian (petani) yang menjadi bahan buku statistik Kementerian Pertanian dan data dalam website Badan PPSDMP. 3) Buku saku data ketenagakerjaan sektor pertanian Tahun (n-1) Mekanisme/Metode: 1) Pengadaan raw data dari BPS 160 .

Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 1. Rekonsiliasi Laporan Keuangan Tujuan: Melakukan rekonsiliasi atau pencocokan laporan keuangan yang dikirim oleh masing-masing satker lingkup Badan PPSDMP.2012 161 . Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.1.d Oktober 2012 Penanggung Jawab: Bagian Perencanaan. Pengelolaan BMN Akuntansi.2) Pengolahan raw-data dan penyajian data.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan. Peningkatan Kualitas Laporan Keuangan Tujuan: Menyusun laporan keuangan dan neraca tahun 2011 dan semester I 2012 Badan PPSDMP Output: Laporan Keuangan dan neraca Tahun 2011 dan semester 1 tahun 2012. perkebunan dan peternak Waktu Pelaksanaan: Maret s. Verifikasi dan 2. Pengelolaan Keuangan.14. 3) Up load data di website Badan PPSDMP 4) Pencetakan buku dan deseminasi data Sasaran: Data tenaga kerja/ petani tanaman pangan. hortikultura. 2. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Badan PPSDMP Mekanisme/Metode: Workshop Sasaran: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari dan Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan.2. Pembangunan Sistem Database BPPSDMP yang terintegrasi Tujuan: Mengintegrasikan Data lingkup BPPSDMP Output: Terintegrasikannya Data lingkup BPPSDMP Mekanisme/Metode: 1) Rapat-rapat 2) Pembangunan data yang terintegrasi 3) Pengintegrasian data-data Sasaran: Data lingkup BPPSDMP Waktu Pelaksanaan: Mei s. Sekretariat Badan PPSDMP 2.

3. Forecast Satker dan GPP) Tujuan: Menyusun dan Menata data dasar pengelolaan perbendaharaan (SIMAK. Peningkatan Kualitas Data Dasar (Data Base) Pengelolaan Perbendaharaan (SIMAK. Forecast satker. LPJ.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. SPP. Sekretariat Badan PPSDMP 2. Sekretariat Badan PPSDMP 2. Konsinyasi dan Konsultasi Sasaran: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s. Sekretariat Badan PPSDMP 162 . dan GPP). Peningkatan Dukungan Teknis Pengelolaan Akuntansi dan Verifikasi Tujuan: 1) Meningkatkan kinerja petugas akuntansi dan verifikasi 2) Mengembangkan pemahaman petugas akuntansi dan verifikasi tentang peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pelaksanakan tugas dan fungsinya. Output: 1) Dokumen Rencana Kerja dan Tindak Lanjut Peningkatan Dukungan Teknis Pengelolaan Akuntansi Dan Verifikasi 2) Kesamaan persepsi dan tindakan dalam pelaksanakan tugas dan fungsi akuntansi dan verifikasi. Juni dan Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Output: Data Dasar (Data Base) Pengelolaan Perbendaharaan.Output: Laporan rekonsiliasi realisasi anggaran (SAK. LPJ. SPP. Mekanisme/Metode: Pembinaan lapangan Sasaran: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari.SIMAK BMN) dan SIMAK Perbendaharaan) Mekanisme/Metode: Pertemuan. Mekanisme/Metode: Workshop Sasaran: 21 Satker Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s. SPM. SPM.4.

Mekanisme/Metode: Rapat-rapat pertemuan.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan.5. Peningkatan Pengelolaan dan Dukungan Teknis Perbendaharaan Tujuan: Melakukan bimbingan dan pembinaan langsung untuk peningkatan kualitas pengelolaan perbendaharaan.7. Peningkatan Kualitas Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Tujuan: Melakukan pembinaan dan bimbingan langsung intensifikasi dan ekstensifikasi PNBP di lingkup Badan PPSDMP. Mekanisme/Metode: Pembinaan ke daerah.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan.2. Output: Laporan dan proposal realisasi target dan realisasi PNBP. Mekanisme/Metode: Pembinaan ke UPT Sasaran: 20 Satker UPT lingkup Badan PPSDMP. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Output: Peningkatan sistem. Sasaran: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP. Sekretariat Badan PPSDMP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Apresiasi dan Sinkronisasi Pengelolaan Perbendaharaan Tujuan: Mensinkronkan pemahaman tentang aturan perbendaharaan pada satker lingkup Badan PPSDMP. Sekretariat Badan PPSDMP 2. mekanisme dan tata kelola perbendaharaan. Sasaran: 21 Satker Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Maret 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Output: Peningkatan pemahaman aturan perbendaharaan dan kesamaan tindakan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi perbendaharaan. Sekretariat Badan PPSDMP 2. Waktu Pelaksanaan: Januari s.6.2012 163 .

Sekretariat Badan PPSDMP 2. Output: Barang dan Jasa.8. Waktu Pelaksanaan: Januari s. 164 . Pelelangan. Pengumuman. Evaluasi Sasaran: Barang dan Jasa Kantor Pusat Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s.d Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan.11. Penyelenggaraan Pengadaan Barang dan Jasa Tujuan: Menyelenggarakan pengadaan barang dan jasa lingkup Badan PPSDMP. Mekanisme/Metode: Rapat.d September 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Sekretariat Badan PPSDMP 2.9.10. Sekretariat Badan PPSDMP 2. Peningkatan Kualitas (Forecasting Satker) Tujuan: Laporan Rencana Kebutuhan Dana Melakukan pembinaan dan bimbingan langsung intensifikasi dan ekstensifikasi PNBP di lingkup Badan PPSDMP Output: Peningkatan laporan rencana kebutuhan dana satker Mekanisme/Metode: Pembinaan ke UPT Sasaran: 20 Satker UPT lingkup Badan PPSDMP.2. Peningkatan Kualitas Inventarisasi dan Penilaian BMN Tujuan: Meningkatkan kualitas pengelolahaan Barang Milik Negara pada satker Badan Penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian Output: Dokumen penilaian asset Mekanisme/Metode: Rapat/ pertemuan dan Penyusunan dokumen Sasaran: 21 Satker Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP. Peningkatan Kualitas Laporan Barang Milik Negara (BMN) Tujuan: Menyusun Laporan BMN lingkup Badan PPSDMP semester II tahun 2011 dan semester I tahun 2012 Output: Laporan BMN semester II tahun 2011 dan semester I tahun 2012 Mekanisme/Metode: Workshop Sasaran: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari dan Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan.

d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan.2012 165 .d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. membangun komunikasi dan koordinasi yang sinergis dalam aspek perencanaan. pengorganisasian. Sekretariat Badan PPSDMP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.pengorganisasian. Sekretariat Badan PPSDMP 2. Sekretariat Badan PPSDMP 2. pengendalian. serta pelaporan agar pengelolaan anggaran oleh Satker lingkup Badan PPSDMP berjalan tertib. Waktu Pelaksanaan: April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. pelaksanaan.14. Peningkatan Dukungan Teknis Pengelolaan BMN Tujuan: Memberikan dukungan teknis dalam pelaksanaan pengelolaan BMN baik aspek perencanaan.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Output: Kesepahaman dan rencana tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan Mekanisme/Metode: Rapat/ pertemuan. dan akuntabel. efektif. pelaksanaan.12. Forum Komunikasi Pengelola Keuangan dan Perlengkapan Tujuan: Menyamakan persepsi. Mekanisme/Metode: Kunjungan ke satker dan Penyusunan dokumen Sasaran: Satker lingkup Badan PPSDMP di 33 Propinsi Waktu Pelaksanaan: Januari s. pengendalian dan pelaporan oleh Satker lingkup Badan PPSDMP Output: Peningkatan sistem dan mekanisme serta tatakelola pengelolaan Barang milik Negara. baik.Waktu Pelaksanaan: Januari s. Pelaksanaan Proses Penghapusan/Hibah BMN Tujuan: Meningkatkan tertib administrasi pengelolaan BMN satker lingkup Badan PPSDMP Output: Dokumen penghapusan/hibah Mekanisme/Metode: Kunjungan ke satker dan penyusunan dokumen Sasaran: Satker lingkup Badan PPSDMP di 13 Propinsi 274 Kabupaten Waktu Pelaksanaan: Januari s.13. Sekretariat Badan PPSDMP 2. Sasaran: 21 Satker Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP.

Output: 1) Meningkatnya kinerja. dan kendala yang dihadapi. dan penggunaan input sesuai dengan keperluan serta dilaksanakan sesuai jadwal. sehingga tujuan dan sasaran dapat tercapai 6) mendapatkan masukan informasi bagi perumusan perencanaan dalam menyusun rancangan pengembangan kegiatan tahap berikutnya. dan pengamanan aset negara di lingkup Badan PPSDMP sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku 2) Informasi perkembangan realisasi penyerapan dana.15. outcome dan keberhasilan program dan kegiatan.1. Peningkatan Koordinasi dan Konsultasi Pengelolaan Keuangan dan Perlengkapan Tujuan: Meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan perlengkapan bagi pengelola keuangan dan perlengkapan bagi Satker lingkup Badan PPSDMP Output: Kesepahaman dan rencana tindak lanjut untuk meningkatan kualitas pengelolaan keuangan dan perlengkapan oleh Satker lingkup Badan PPSDMP Mekanisme/Metode: Pembinaan ke daerah. 5) menilai hasil pelaksanaan kegiatan yang disesuaikan dengan rencana. 2) memantau proses dan kemajuan pelaksanaan sekaligus mendapatkan data dan informasi yang akurat tentang kemajuan yang telah dicapai dari setiap kegiatan: 3) melaksanakan penilaian dan perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan agar berjalan lebih efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Sasaran: 33 Propinsi Satker lingkup Badan PPSDMP. mengamankan aset perundangan. akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Sekretariat Badan PPSDMP 3. Pelaporan dan Kehumasan 3. Evaluasi. melaporkan keuangan negara secara andal. Monitoring dan Evaluasi.2. pencapaian target keluaran (output). pedoman yang ditetapkan. 3) Terukurnya pencapaian kinerja 4) Informasi tentang output. negara. 4) mengantisipasi secara dini terhadap permasalahan dan kendala yang dihadapi sehingga dapat segera dicari solusinya. transparansi. dan mendorong ketaatan terhadap peraturan 166 .d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Tujuan 1) Memberi keyakinan yang memadai bahwa penyelenggaraan kegiatan di Badan PPSDMP dapat mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Pembinaan Pengelolaan dan Penyusunan Pengendalian.

dan 6) Permasalahan yang dihadapi. lokakarya persiapan pelaksanaan. 4) Pengelolaan Data Pengendalian. Workshop Simonev Tujuan: Tersosialisasinya aplikasi Simonev keseluruh UPT lingkup Badan PPSDMP serta teraplikasikannya Simonev diseluruh Satker lingkup Badan PPSDMP Output: Terbentuknya kesamaan persepsi terhadap aturan yang tertuang dalam pedoman yang mengatur monitoring dan evaluasi di antara unit kerja lingkup dan binaan Badan PPSDMP Tersosialisasinya informasi dan metode mengenai sistem Monitoring. dan penyampaian laporan). pembinaan dan supervisi pengendalian. monitoring dan evaluasi. (3) Verifikasi data. (5) Pembahasan draft juklak. monev pelaksanaan program Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. penyusunan proposal. (4) Analisis data. 3) Pengendalian. (6) Revisi juklak. perumusan indikator.2012 167 . dan (3) Pelaporan (penyusunan. dan pre-test). dan analisis data.d. (6) Penyampaian laporan. penyusunan instrumen. monitoring dan evaluasi 6) Koordinasi. Berbagai upaya diatas. (3) Pengumpulan bahan juklak. Evaluasi dan Pelaporan kepada seluruh unit kerja lingkup Badan PPSDMP Terbangunnya komitmen seluruh unit kerja lingkup Badan PPSDMP untuk melaksanakan sesuai dengan aturan yang tertuang dalam pedoman sistem Monitoring. 2) Penyusunan Juklak Pengendalian. Monev: (1) Identifikasi dan analisis kriteria pengendalian. Monitoring dan Evaluasi: (1) Pengumpulan bahan.5) Gambaran potensi pengembangan. (c) ketersediaan dan kesiapan SDM dan (d) sarana prasarana lainnya. Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. (2) Pembahasan rancangan juklak. monitoring dan evaluasi. (5) Penyusunan laporan. (2) Pelaksanaan (pengumpulan. Evaluasi dan Pelaporan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. diintegrasikan kedalam sub-komponen kegiatan sebagai berikut: 1) Workshop Simonev 2) Peningkatan Efektivitas monitoring dan evaluasi program 3) Konsolidasi Sistem Pengendalian Internal (SPI) 4) Forum SPI lingkup Badan 5) Koordinasi monev Sasaran/ Target group: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s. Monitoring dan Evaluasi Program: (1) Persiapan (koordinasi. solusi yang dilakukan dan rekomendasi perbaikan di masa mendatang Mekanisme /Metode: 1) Penyusunan rencana tahunan kegiatan pengendalian. Sekretariat Badan PPSDMP 3.2. pengolahan. (2) Entry dan pengolahan data. (4) Penyusunan draft juklak. serta lokakarya hasil). workshop dan forum-forum pengendalian. 5) Konsolidasi. melalui desk analisis terhadap (a) program/rencana kegiatan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. penggandaan. pembahasan. (b) anggaran monev yang tersedia.

Output 1) Data dan informasi yang akurat tentang kemajuan yang telah dicapai dari setiap kegiatan di setiap Satker lingkup Badan PPSDMP: 2) Hasil penilaian dan perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan agar berjalan lebih efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Peningkatan Efektivitas Monitoring Dan Evaluasi Program Tujuan: 1) Memantau proses dan kemajuan pelaksanaan sekaligus mendapatkan data dan informasi yang akurat tentang kemajuan yang telah dicapai dari setiap kegiatan di setiap Satker lingkup Badan PPSDMP: 2) Melaksanakan penilaian dan perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan agar berjalan lebih efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. penyusunan proposal.3. pembahasan. (3) Verifikasi data. 6) Rumusan masukan-masukan untuk penyempurnaan program dan kegiatan ke depan. manfaat. serta keberlanjutan program dan kegiatan 5) Rumusan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program dan kegiatan di lapangan. dan pretest). penyusunan instrumen. lokakarya persiapan pelaksanaan. 3) Mengantisipasi secara dini terhadap permasalahan dan kendala yang dihadapi sehingga dapat segera dicari solusinya. serta keberlanjutan program dan kegiatan 5) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program dan kegiatan di lapangan. perumusan indikator. Sekretariat Badan PPSDMP 168 . 3) Tindakan antisipatif terhadap permasalahan dan kendala yang dihadapi sehingga dapat segera dicari solusinya. Mekanisme/Metode 1) Studi dokumen dan survey ke lapangan 2) Desk analisis 3) Penyusunan Juklak Monev: 4) Monitoring dan Evaluasi Program: (1) Persiapan (koordinasi. efisiensi. 4) Menilai efektivitas. 4) Informasi tentang efektivitas. dan (3) Pelaporan (penyusunan. 6) Merumuskan masukan-masukan untuk penyempurnaan program dan kegiatan ke depan. (6) Penyampaian laporan.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. manfaat. diskusi dan latihan Sasaran/ Target: seluruh UPT dan Satker Dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP Waktu: April 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. dan analisis data.Metode: ceramah. (5) Penyusunan laporan. (2) Entry dan pengolahan data. penggandaan. 5) Pengelolaan Data Evaluasi: (1) Pengumpulan bahan. Sasaran: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu : Maret s. (2) Pelaksanaan (pengumpulan. (4) Analisis data. dan penyampaian laporan). serta lokakarya hasil). pengolahan. Sekretariat Badan PPSDMP 3. efisiensi.

Konsolidasi Sistem Pengendalian Internal (SPI) Tujuan: 1) Membina pelaksanaan SPI di UPT lingkup Badan PPSDMP 2) Memantau dan melaksanakan supervisi proses dan kemajuan pelaksanaan SPI di UPT lingkup Badan PPSDMP 3) Mengkonsolidasikan kegiatan SPI di Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP 4) Mengidentifikasi kendala/masalah secara dini dan melakukan pengendalian 5) Bahan usulan untuk penyempurnaan pelaksanaan kegiatan tahun mendatang 6) Kesamaan persepsi dalam pelaksanaan SPI di UPT lingkup Badan PPSDMP 7) Informasi tentang proses dan kemajuan pelaksanaan SPI di UPT lingkup Badan PPSDMP 8) konsolidasi dan sinkronisasi kegiatan SPI di Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP Mekanisme/Metode 1) 2) 3) Documental study. Forum SPI Lingkup Badan PPSDMP Tujuan 1) Mereviu pelaksanaan kegiatan SPI di seluruh UPT lingkup BPSDMP 2) Mengidentifikasi kendala/masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan SPI 3) Merumuskan langkah tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja dimasa yang akan datang. Survey observasi.2012 169 . Sekretariat Badan PPSDMP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. Workshop.4. Output 1) Gambaran tentang pelaksanaan kegiatan SPI di seluruh UPT lingkup BPSDMP 2) Rumusan kendala/masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan SPI 3) Rumusan langkah tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja dimasa yang akan datang.5. Mekanisme/Metode 1) Penyajian laporan kegiatan SPI didaerah 2) Diskusi Kelompok Terfokus 3) Lokakarya Sasaran: UPT Pusat lingkup Badan PPSDMP Waktu: Juni 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. Sasaran: Kantor pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP Waktu: Februari s. Sekretariat Badan PPSDMP 3.3.

3) Pembinaan. menyusun rencana tindak lanjut penyelesaian kasus-kasus kerugian negara di lingkup BadanP PSDMP dan menyamakan data temuan hasil pemeriksaan yang dimiliki Badan PPSDMP dengan lembaga auditor (BPK. Penyusunan LAKIP Sekretariat Badan dan LAKIP Badan PPSDMP Tujuan 1) Memperoleh informasi tentang kinerja pelaksanaan kegiatan Sekretariat dan Satuan Kerja (Satker)/unit kerja PSDMP. 2) Meningkatkan kemampuan aparat dalam penyusunan LAKIP melalui pembinaan.6. 3) Penyusunan LAKIP Output 1) Informasi tentang kinerja pelaksanaan kegiatan Sekretariat dan Satuan Kerja (Satker)/unit kerja lingkup Badan PSDMP Tahun 2011 sebagai bahan LAKIP Badan PPSDMP 2) Peningkatan kemampuan aparat dalam penyusunan LAKIP melalui pembinaan. 2) Diskusi.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. Sekretariat Badan PPSDMP lingkup Badan PSDMP Tahun 2011 sebagai bahan LAKIP Badan 3. 4) Penyusunan laporan. 2) Tindaklanjut hasil pengawasan (LHP) baik secara korespondensi maupun kunjungan lapangan.7. 3) Dokumen LAKIP Mekanisme /Metode 1) Pertemuan. 3) Mengolah serta menyajikan data dan informasi mengenai tanggapan dan tindak lanjut penyelesaian hasil pengawasan dalam bentuk laporan dan bentuk-bentuk lainnya. Output 1) Data dan informasi yang berhubungan dengan tanggapan dan tindak lanjut hasil pengawasan dari seluruh Satuan Kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 2) Menindaklanjuti laporan hasil pengawasan (LHP) baik secara korespondensi maupun kunjungan lapangan.3. 170 . 4) Menyelenggarakan dan menghadiri pertemuan konsultasi dengan lembaga auditor untuk menindaklanjuti kasus-kasus kerugian negara di lingkup Badan PPSDMP. Sasaran: Kantor Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP Waktu: Januari s. BPKP dan Itjen Kemtan). Tindak Lanjut Penyelesaian Hasil Pemeriksaan Tujuan 1) Mengumpulkan data dan informasi yang berhubungan dengan tanggapan dan tindak lanjut hasil pengawasan dari seluruh Satuan Kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

2) Pertemuan.2012 171 .9.8. Sekretariat Badan PPSDMP 3. 3) Diskusi. 3) koordinasi/konsultasi. Sekretariat Badan PPSDMP 3. 4) Penyusunan laporan Sasaran: Kantor Pusat Badan PPSDMP Waktu: Januari s.3) Laporan mengenai tanggapan dan tindak lanjut penyelesaian hasil pengawasan 4) Terselenggaranya pertemuan konsultasi dengan lembaga auditor untuk menindaklanjuti kasus-kasus kerugian negara di lingkup Badan PPSDMP.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. Penyusunan Laporan Badan PPSDMP. BPKP dan Itjen Kemtan). menyusun rencana tindak lanjut penyelesaian kasus-kasus kerugian negara di lingkup Badan PPSDMP dan menyamakan data temuan hasil pemeriksaan yang dimiliki Badan PPSDMP dengan lembaga auditor (BPK. Konsolidasi Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Lingkup Badan PPSDMP Tujuan 1) Meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap penyelenggaraan kepemerintahan. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Mekanisme /Metode 1) Persiapan. 2) analisa pengolahan data. 4) pemutahiran data. Tujuan Menyusun berbagai bentuk laporan yang akan disampaikan kepada berbagai kepentingan.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. serta pembinaan penyusunan laporan di satker/unit kerja lingkup Badan PSDMP Output 1) Laporan Rapim Kementerian Pertanian 2) Laporan Rapim Badan PPSDMP 3) Laporan Raker/RDP DPR RI 4) Laporan Bulanan Sekretariat 5) Laporan Bulanan Badan PPSDMP 6) Laporan Bulanan kegiatan Kepala Badan PPSDMP Mekanisme /Metode 1) Persiapan. dan kunjungan lapang dalam rangka tindak lanjut LHP Sasaran: Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu: Januari s.

dan keping DVD. Sasaran: Pusat. brosur. Sasaran: Kantor Pusat Badan PPSDMP Waktu: Januari s.d Desember 2012. selain dapat mengetahui dan memahami juga dapat memberi masukan terhadap kebijakan. 2) Rekapitulasi dan pengiriman ke obyek pemeriksaan LHP. Output media informasi berupa : Materi informasi disusun dalam berbagai format kemasan yaitu leaflet. 3) Pemutakhiran Data. kliping. Sekretariat Badan PPSDMP 3. 5) Peningkatan tindak lanjut hasil pengawasan dan dapat terjalin komitmen antara pihak-pihak yang berkepentingan dalam membangun tata kepemerintahan yang baik (good governance). Satuan Kerja lingkup Badan PPSDMP dan Masyarakat luas / Stakeholders Waktu: Januari s. 2) Pengolahan bahan informasi. Sekretariat Badan PPSDMP 172 . 5) Penyusunan Laporan Perkembangan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan. Mekanisme /Metode: 1) Pengumpulan bahan informasi. 3) Meningkatkan koordinasi antar pimpinan satker lingkup Badan PPSDMP. 4) Tindak lanjut hasil pemeriksaan. Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. Mekanisme /Metode 1) Monitoring dan koordinasi.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. Output 1) Meningkatnya efektivitas pengawasan terhadap penyelenggaraan kepemerintahan..Penyusunan Materi Informasi Tujuan: Hasil penyusunan materi informasi menjadi salah satu wahana informasi bagi para pemangku kepentingan (stakeholders). 4) Melakukan introspeksi pimpinan instansi sebagai salah satu sarana percepatan. 2) Meningkatnya kesadaran dan tanggung jawab pimpinan tentang pentingnya tindak lanjut hasil pengawasan.2) Meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab pimpinan tentang pentingnya tindak lanjut hasil pengawasan. bulettin. 3) Penyampaian laporan. 3) Meningkatnya koordinasi antar pimpinan satker lingkup Badan PPSDMP. 5) Peningkatan atas tindak lanjut hasil pengawasan dan terjalinnya komitmen antara pihakpihak yang berkepentingan dalam membangun tata kepemerintahan yang baik (good governance). 4) Melakukan introspeksi pimpinan instansi sebagai salah satu sarana percepatan.10. program dan kegiatan Badan Pengembangan SDM Pertanian.

Penyelenggaraan kehumasan dan keprotokolan Tujuan 1) Menerapkan norma-norma tata aturan acara resmi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian sehingga acara tersebut dapat berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan aturan keprotokolan. Mekanisme /Metode 1) persiapan 2) pelaksanaan kegiatan 3) penyusunan laporan Sasaran: Satker lingkup Badan PPSDMP dan stakeholders Waktu: Januari s. Sewa Rubrik.d Desember 2012.12.d Desember 2012. konsumsi Sasaran: Masyarakat luas / Stakeholders Waktu: Januari s. Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. Liputan/Jumpa Pers. Sekretariat Badan PPSDMP 3. 2) Membangun citra positif Badan Pengembangan SDM Pertanian dalam mendukung pembangunan pertanian. Publikasi media TV dan Radio. Temu Koordinasi Kehumasan Tujuan: Menyamakan persepsi dan meningkatkan wawasan aparat pelaksana kehumasan tentang kegiatan kehumasan dan kegiatan Badan PPSDMP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.11. kunjungan Pers.3. pemahaman dan memberikan umpan balik terhadap program kegiatan/ kebijakan BPPSDMP dalam rangka perbaikan pelaksanaan program/kebijakan di BPPSDMP Output: Meningkatnya pengetahuan. Penyebaran Informasi Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. Sekretariat Badan PPSDMP. pemahaman dan mendapatkan masukan atas program kegiatan/ kebijakan Badan PPSDMP dalam rangka perbaikan pelaksanaan program/kebijakan di BPPSDMP Mekanisme /Metode 1) Metode pelaksanaan kegiatan adalah melalui Pameran. Output 1) Acara resmi kegiatan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dapat berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan aturan keprotokolan. 3. Dukungan kegiatan adalah ATK bahan habis pakai. 2) Terbangunnya citra positif Badan Pengembangan SDM Pertanian dalam mendukung pembangunan pertanian. Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan.2012 173 .13.

1. Output: 1) 2) 3) 4) 5) Katalog Buku referensi Majalah Iptan Perundang-undangan Audio visual baik dalam bentuk CD maupun melalui jaringan internet dan intranet Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) Pengadaan Buku Perpustakaan Pengelolaan dan Pengembangan Perpustakaan Digital. Organisasi.14. Sasaran: Pejabat/pelaksana kehumasan lingkup Kementerian Pertanian dan UPT Lingkup Badan PPSDMP Waktu: Juni 2012. Pengelolaan dan Pengembangan Perpustakaan Digital Tujuan: Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perpustakaan yang seiring dan sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dengan mengembangkan perpustakaan digital yang mampu menyediakan informasi secara cepat jelas dan akurat. dan kegiatan Badan PPSDMP Mekanisme/Metode: 1) 2) pertemuan dan. Rumah Tangga dan Tata Usaha 4. Menyusun dan menerbitkan produk hukum untuk menindaklanjuti kebijakan/peraturan di bidang SDM Pertanian 2. Kepegawaian. Sekretariat Badan PPSDMP 4. tinjauan lapangan. Sekretariat Badan PPSDMP 3. Pengembangan dan Kodefikasi Produk Hukum lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: 1. Pengadaan bahan pustaka yang telah diseleksi Sasaran: Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s/d Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. Menginventarisasi dan menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan hukum di unit kerja lingkup Badan Penyuluhan danPengembangan SDM Pertanian 174 .Output: Kesamaan persepsi bagi aparat pelaksana kehumasan tentang kegiatan kehumasan. Inventarisasi Permasalahan Hukum. Penyelenggara/Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan.

2. tata hubungan kerja dan rincian tugas pekerjaan unit kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian 3) Dokumen usulan penghargaan Abdi bakti tani 4) Dokumen Indek penerapan Nilai-nilai Budaya Kerja (IPNBK) 5) Dokumen Indek kepuasan Masyarakat (IKM) Mekanisme/Metoda: 1) Rapat /pertemuan 2) kunjunganlapangan 3) pengumpulan. Sosialisasi Sasaran: 210 produk hukum WaktuPelaksanaan: Januari sampai dengan Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi.2012 175 . Bagian Umum Sekretariat Badan 4. Melaksanakan bimbingan teknis di unit kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian agar dalam penyusunan produk hukum sesuai dengan peraturan perundangundangan Output: 1. pengumpulandanpengolahan data 3./pertemuan 2. Peraturan Perundangan (Peraturan dan Keputusan Menteri Pertanian. Terpahaminya peraturan perundangan yang berlaku Mekanisme: 1.3. Pemantapan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: Meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi unit kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Output: 1) Dokumen rancangan pengembangan kelembagaan lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian 2) Dokumen SOP. pengolahan data danpenyusunandokumen 4) sosialisasi Sasaran: Kantor pusat dan Unit Pelaksana teknis lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Waktu Pelaksanaan: JanuarisampaidenganDesember 2012 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Rapat. Inventarisasi. Peraturan dan Keputusan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian) 2. identifikasi.

Bagian Umum Sekretariat Badan 4. Bagian Umum Sekretariat Badan 4. Sinkronisasi SOP dan Analisis Jabatan/Uraian Jabatan Tujuan: 1) Untuk meningkatkan pelayanan dan tata kelola administrasi dan manajemen yang efektif dan efisien 2) Untuk mensinergikan uraian jabatan dengan analisis jabatan dalam rangka meningkatkan profesionalisme aparatur sehingga terwujud pemerintahan yang baik Output: Tersusunnya SOP yang sinkron dengan uraian jabatan Mekanisme/Metode: Koordinasi. Workshop Penyusunan Produk Hukum Tujuan: 1) Untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman SDM pertanian dalam penyusunan produk hukum 2) Mewujudkan keseragaman bentuk produk hukum 3) Mewujudkan keterpaduan materi dan koordinasi dalam penyusunan produk hukum 4) Menjamin produk hukum sesuai dengan kebutuhan dan system hokum nasional 5) Menjamin kepastian hukum dalam penyusunan produk hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan Output: 1) Tersusunnya produk hukum lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Sasaran: Aparatur yang terampil menyusun produk hukum Waktu Pelaksanaan: Januari sampai dengan Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi.Penyelenggara/Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi. Bimbingan Teknis Organisasi dan Metoda Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi Output: Terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas KKN Lingkup Badan Sasaran: Aparatur Lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Waktu Pelaksanaan: Januari sampai dengan Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi.4.3. Bagian Umum Sekretariat Badan 4.5. rapat/pertemuan Sasaran: Semua aparatur Waktu Pelaksanaan: Januari sampai dengan Desember 2012 176 .

dan Pengembangan Pegawai Tujuan: Meningkatkan kualitas dan kuantitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) di setiap unit kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. saran. Bagian Umum Sekretariat Badan 4. Sosialisasi Kebijakan Bidang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Tujuan: Menyebarluaskan dan memberikan pemahaman kepada petani tentang Kebijakan Bidang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Output: 1) Naskah Kebijakan Bidang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani 2) Peraturan-peraturan tindak lanjut Naskah Kebijakan Bidang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Mekanisme/Metode: Pertemuan dan sarasehan Sasaran: Petani kecil yang luas lahannya kurang dari 2 ha Waktu Pelaksanaan: Januari sampai dengan Desember 2012 Penyelenggara / Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.7. akademisi dll dalam rangka penyempurnaan Naskah Kebijakan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Output: 1) Rancangan Naskah Kebijakan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani 2) Daftar Inventarisasi Masalah Naskah Kebijakan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Mekanisme/Metode: Rapat dan pertemuan Sasaran: Petani WaktuPelaksanaan: Januari sampai dengan Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi. Bagian Umum Sekretariat Badan 4. masyarakat. Pembinaan. Penyusunan dan Pembahasan Naskah Kebijakan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Tujuan: Menghimpun masukan. dan FGD / jaring pendapat dari pakar.2012 177 .6.8. ahli. Bagian Umum Sekretariat Badan 4. Perencanaan. seminar.Penyelenggara/Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi.

2) Dokumen yang berkaitan dengan administrasi kepegawaian. dan fakta integritas. dan kemampuan pegawai dalam menunjang pelaksanaan tugas-tugas kedinasan. 2. Kepala Badan) yang berkaitan dengan administrasi kepegawaian (Surat Keputusan pangkat.d. Pertemuan/ rapat/ koordinasi/ apresiasi/ sosialisasi. keahlian. 3) Dokumen pelantikan dalam jabatan. Mentan. Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Bagian Umum. sumpah pegawai. 4) Dokumen sumpah pegawai dan Izin Belajar. pensiun).10. jabatan. Peningkatan Kompetensi Pegawai Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: Meningkatkan wawasan. impassing. Optimalisasi Pengelolaan Administrasi Kepegawaian Tujuan: Meningkatkan pelayanan prima kepada setiap pegawai di unit kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. 2) Sosilisasi/workshop.Output: 1) Dokumen formasi dan kebutuhan pegawai unit kerja lingkup BPPSDMP. gaji berkala. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian 4. 5) Dokumen pembinaan pegawai Mekanisme/Metode: 1) Rapat-rapat/pertemuan/koordinasi. Biro Organisasi dan Kepegawaian.9. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. serah terima jabatan. 2) Peningkatan kemampuan dan keterampilan pegawai dalam mendukung tugas pokoknya. Sasaran: Pegawai lingkup unit kerja Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Waktu pelaksanaan: Januari s. Output : Peningkatan kompetensi pegawai 178 . 3) Sertifikat kelulusan Ujian Dinas dan KPPI. 4. Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Bagian Umum. mutasi alih tugas. Sekretaris Jenderal. Output: 1) Surat Keputusan (BKN. pengetahuan. Pengumpulan dan pengolahan data. Sasaran : 750 dokumen Waktu Pelaksanaan: Januari s. 3) Layanan bimbingan/kajian-kajian/konsultasi.d. Mekanisme/Metode 1.

Sasaran : Pegawai lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Waktu pelaksanaan :Januari s. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. workshop. Pengembangan dan Pemutakhiran Data Pegawai Tujuan: 1) Meningkatkan fungsi pelayanan di bidang data dan informasi di lingkungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. pembinaan. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. sosialisasi. Pembinaan dan Pengembangan Pegawai Calon Purnabhakti Tujuan: Meningkatkan kualitas dan produktifitas pegawai purnabhakti yang berhasil guna mendukung keperluan bagi dirinya dan keluarganya. Output: Peningkatan kompetensi pegawai calon purna bhakti di bidang agribisnis Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012 179 . apresiasi. 4.12. Output: Data pegawai yang akurat dan mutakhir Mekanisme/Metode: Workshop. 4.11. apabila telah purna tugas sebagai PNS.d. 4. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Output: Standar kualifikasi jabatan Mekanisme/Metode: Sosialisasi/workshop Sasaran: Pegawai lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tempat dan Waktu pelaksanaan : Kegiatan akan dilaksanakan di Jawa Barat pada bulan Februari 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Bagian Umum. Penyusunan Kompetensi Pegawai Tujuan : Menentukan kualifikasi dan syarat suatu jabatan lingkup Badan penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. seminar. pengolahan data dan validasi data.13. Penyelenggara/Pelaksana : Bagian Umum. 2) Meningkatkan koordinasi yang baik antara para pengelola data kepegawaian di lingkungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Sasaran: Kantor pusat dan UPT lingkup BPPSDMP Tempat dan Waktu pelaksanaan : Kegiatan akan dilaksanakan di Jawa Barat pada bulan Februari 2012. Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana :Bagian Umum.Mekanisme/Metode : Diklat.

4) Sosialisasi/workshop. Penyelenggara/Pelaksana: Bagian Umum. Penyelenggara/Pelaksana : Bagian Umum. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Sasaran: Pengelola di bidang Kesekretariatan Tempat dan Waktu pelaksanaan: Kegiatan akan dilaksanakan di Bali pada bulan Maret 2012. dan memperbaiki manajemen kinerja dengan baik. meningkatkan. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. tugas. efisien.15. 4. dan tepat waktu Mekanisme/metode: Koordinasi/pertemuan. 4. Tempat dan Waktu pelaksanaan: Kegiatan akan dilaksanakan di Jakarta dan Nusa Tenggara Barat pada bulan Maret 2012. 2) Memperoleh informasi kinerja yang penting dan diperlukan dalam menyelenggarakan. Penyelenggara/Pelaksana : Bagian Umum. selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam Renstra dan Renja organisasi.Mekanisme/metode: Pelatihan/magang/kunjungan lapangan. analisis kewenangan. Tempat dan Waktu pelaksanaan: Kegiatan akan dilaksanakan di Jakarta pada bulan Mei 2012. Mekanisme/Metode: 1) Inventarisasi dan identifikasi dokumen Renstra. 180 .14. Sasaran: Pegawai calon purnabhakti lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Output: Dokumen /informasi mengenai Sasaran Kerja Pegawai dan Indeks Kunci Utama. Apresiasi Kesekretariatan Tujuan: Memberikan pemahaman dalam bidang pengelolaan 3M lingkup BPPSDMP. fungsi pada unit kerja BPPSDMP 3) Penyusunan instrument. Sasaran: Pegawai Negeri Sipil lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 2) Identifikasi. Output: Sistem pelayanan teknis dan administrasi yang efektif. Pengembangan Indeks Kinerja Kunci Individu Tujuan: 1) Memberikan acuan agar setiap kegiatan pelaksanaan tugas pokok oleh setiap PNS.

Penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) Tujuan: Memberikan acuan bagi para pengelola pegawai dalam mengukur pencapaian sasaran atau tujuan setiap individu. Penyelenggara/Pelaksana : Bagian Umum.16. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Biro. Gubernur dan Lembaga-Lembaga terkait di daerah ataupun di luar negeri antara lain Kedutaan Besar RI dan Lembaga-Lembaga Internasional lainnya. serta faximile ke UPT lingkup BPPSDMP.17. 2) Terpahaminya dan terlaksananya teknik penyusunan sasaran kerja pegawai kepada pejabat structural di lingkungan BPPSDMP. Sasaran: Pejabat struktural Tempat dan Waktu: Kegiatan akan dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat pada bulan Juni 2012.2012 181 . Eselon II. Terselenggaranya urusan ketatausahaan lingkup Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: Badan 1) Memberikan pelayanan ketatausahan Kantor Pusat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian selama 1 tahun 2) Menyelenggarakan tata nasakah dinas dan ketatalakasanaan/kearsipan Lingkup Badan Penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian 3) Mensosialisasikan tata naskah dinas dan kearsipan lingkup UPT Badan PPSSDMP Output: 1) Tertib administrasi dan dokumentasi persuratan lingkup BPPSDMP. Sekjen. Pusat-Pusat dan Lembaga-Lembaga binaan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian yang berada di kantor Pusat. kelompok. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Output: 1) Tersusunnya dan tersosialisasinya penyusunan Sasaran Kerja BPPSDMP. Mekanisme/metoda: Koordinasi/sosialisasi/apresiasi. 4) Terkirimnya surat dan paket melalui kantor pos atau jasa kurir. Eselon I. dan unit kerja. atau Lembaga-Lembaga non Pemerintah baik swasta ataupun Internasional yang berada di Jakarta ataupun di luar Jakarta. Pegawai di lingkup 4. 5) Tersampaikannya surat melalui kurir ke Menteri Pertanian.4. Lingkup Kementerian Pertanian dan Kementerian yang terkait. 3) Terdistribusinya surat. 6) Terkirimnya penomoran surat keluar dan terasipnya dengan copy surat-surat keluar melalui sisitem kompoterisasi. paket wesel dan faximile yang diterima oleh Subbag Tata Usaha dab Rumah Tangga Kelompok Sekrtetariat Badan. 2) Tata nasakah dinas dan Kearsipan.

Mekanisme/Metode: 1) Pencatatan surat. Pelayanan Pool Kendaraan Dinas Lingkup Badan PPSDMP Tujuan: Meningkatkan kualitas pelayanan kendaraan Kantor Pusat Lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Output: Telayaninya keperluan Kendaraan baik roda 6. Sekretariat Badan PPSDMP 182 .19. Peningkatan Kualitas Pelayanan Kerumahtanggaan Perkantoran Lingkup Badan PPSDMP Tujuan: Meningkatkan kualitas pelayanan Kerumahtanggaan Kantor Pusat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Output: Terlayaninya keperluan Rumahtangga Kantor Pusat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Mekanisme/Metode: Pelayanan operasional perkantoran Sasaran: 1) Kantor Pusat Badan PPSDMP 2) Kantor LBTC (loka bina taruna cibubur) 3) Kantor Mess/Pool BPPSDMP Waktu pelaksanaan: Januari s/d Desember 2012 Penyelengara/Pelaksanaan: Bagian Umum. 4 dan 2 Lingkup Badan PPSDMP Mekanisme/Metode: Pelayanan operasional kendaran dinas Lingkup Badan PPSDMP Sasaran: 1) Kantor Pusat 2) UPT Lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s/d Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Bagian Umum. Sekretariat Badan PPSDMP 4. pendistribusiaan surat dan pendokumentasian administrasi katatausahan dan kearsipan Sasaran/Target: 1) Ketatausahaan lingkup Kantor Pusat Badan PPSDMP 2) Tata naskah dinas dan ketatalaksanaan/kearsipan Kantor Pusat dan UPT Lingkup Badan PPSDMP Waktu pelaksanaan: Januari s/d Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Bagian Umum. Sekretariat Badan PPSDMP 4.18.

kabupaten.d April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Tim Pelaksana LM3 BPPSDMP. 2) Menyiapkan/memperbaharui data dan informasi tentang keragaan program pengembangan usaha agribisnis melalui LM3. Output: Tersusunnya Pedoman Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Agribisnis LM3 tahun 2011 sebagai acuan kerja pelaksanaan kegiatan yang telah disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan. Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) 5.2012 183 .5. 5. 2) Pengumpulan bahan. hortikultura. 5) Verifikasi data dan pemasyarakatan data. diskusi dan pembahasan yang melibatkan Unit Kerja Eselon I terkait. serta pengolahan dan pemasaran hasil pertanian) 3) Penyebaran LM3 berdasarkan usulan 4) Data LM3 Model Mekanisme/Metode: 1) Disain pengembangan data base. 3) Entry dan pengolahan data.2. Penyusunan Pedoman LM3 Tujuan: Memberikan acuan dan gambaran secara menyeluruh dan jelas agar terjalin koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan pola pemberdayaan dan pengembangan usaha agribisnis di LM3 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian. Pemutahiran Data LM3 Tujuan: 1) Membangun sistem data dan informasi LM3. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. kecamatan.1. Sasaran: Meningkatnya akurasi dan kecepatan penyediaan data dan iinfromasi LM3 yang meliputi: 1) Penyebaran LM3 berdasarkan lokasi (provinsi. 3) Mengetahui perkembangan LM3 yang telah menerima fasilitasi dari Kementerian Pertanian.000 eksemplar Waktu Pelaksanaan: Januari s. dan desa) 2) Penyebaran LM3 berdasarkan subsektor (tanaman pangan. 4) Koordinasi dengan Eselon I terkait. peternakan. Sasaran/ Target: 1. Output: Tersedianya data base data dan informasi mengenai LM3 yang akurat dan terbaru. Mekanisme/Metode: penulisan dan penyusunan.

Penyebaran 5. Oktober 2012 di Jawa Timur. Sasaran: Pengelola LM3 Model Waktu dan Tempat : September s. Studi Banding LM3 Model Tujuan: menciptakan wahana belajar bagi para pengelola LM3.4. 3) Diskusi/pembahasan penerapan pengelolaan LM3 Model. 2) Testimoni pengelolaan LM3 Model yang berhasil. 184 . 5) Bimbingan Lanjut. Mekanisme/Metoda: 1) Arahan pengelolaan LM3 Model. terutama mengenai manajemen agribisnis.d. Output: Terlaksananya kegiatan Apresiasi Pengelolaan LM3 Model yang juga melibatkan pelaku usaha agribisnis secara teknis. Mekanisme/Metode: studi banding dilakukan dengan cara mengunjungi. melihat dari dekat. meningkatkan motivasi dan pengalaman dalam mengembangkan usaha agribisnis mereka dengan mengunjungi dan melihat secara langsung ke lokasi/sentra agribisnis yang berhasil. November 2012 di 3 (tiga) tempat (Jawa Barat. teknologi produksi.Waktu Pelaksanaan: Januari s. 5. serta membangun jaringan kerjasama baik dengan subsistem hilir maupun subsistem hulu. Jawa Timur. Sasaran: Seluruh LM3 Model yang difasilitasi Kementerian Pertanian. Waktu dan Tempat: Agustus s. dan mempelajari proses dan kiat-kiat penerapan usaha agribisnis secara komprehensip.d.3. Output: Terlaksanya studi banding bagi LM3 Model. Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: Sekretariat Badan PPSDMP. Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: Tim Pelaksana LM3. Apresiasi Pengelolaan LM3 Model Tujuan: merupakan ajang pertemuan antara pemimpin/pengelola LM3 Model dengan pihakpihak terkait untuk mengembangkan kerjasama usaha dan merumuskan pengelolaan LM3 bagi tumbuh dan berkembangnya lembaga-lembaga mandiri yang mengakar di masyarakat lainnya menjadi lembaga usaha agribisnis yang mampu berperan sebagai Pusat Informasi dan Pembelajaran dalam pengembangan agribisnis. Penanggung Jawab kegiatan: Tim Pelaksana LM3. 4) Perumusan strategi penerapan pengelolaan LM3 Model. pengolahan dan pemasaran hasil. guna memperluas wawasan dan pengetahuan. Bali).d.

Penyusunan Buku Panduan Pengelolaan LM3 Model Tujuan: Memberikan acuan kegiatan bagi pemimpin/pengelola LM3 untuk menumbuhkan dan mengembangkan LM3 menjadi lembaga usaha agribisnis yang mampu berperan sebagai Pusat Informasi dan Pembelajaran dalam pengembangan agribisnis di Perdesaan. Output: Pengelola LM3 Model yang mampu berperan sebagai Pusat Informasi dan pembelajaran dalam pengembangan agribisnis di Perdesaan. Mekanisme/Metode: 1) Survei Identifikasi LM3 Model peserta magang.2012 185 .5.d. Magang LM3 Model Tujuan: memberikan pembelajaran bagi Pengelola LM3 untuk belajar sambil bekerja secara nyata di kelembagaan Usaha Agribisnis sehingga LM3-nya menjadi lembaga usaha agribisnis yang mampu berperan sebagai Pusat Informasi dan pembelajaran dalam pengembangan agribisnis di Perdesaan. Waktu dan Tempat : Juni s. Sasaran: LM3 Model yang termasuk dalam kategori berkembang. Output: Terlaksananya Magang bagi LM3 Model. Penanggung Jawab kegiatan: Tim Pelaksana LM3.5. Agustus 2012 di sentra agribisnis. 2) Perumusan kebutuhan materi magang. 2) Perumusan Pola dan Desain bimbingan LM3 Model. April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: 1) Penanggung Jawab 2) Pelaksana : Sekretariat Badan PPSDMP : UPT Pelatihan lingkup BBPSDMP 5.7. Sasaran: LM3 Model Waktu Pelaksanaan: Maret s. 3) Penyusunan materi dan bahan serta jadwal bimbingan LM3 Model. Mekanisme/ Metode: 1) Survei Identifikasi kebutuhan bimbingan LM3 Model. Bimbingan Lanjut LM3 Model Tujuan: untuk menumbuhkan dan mengembangkan kegiatan-kegiatan nyata di lapangan sehingga LM3 menjadi lembaga usaha agribisnis yang mampu berperan sebagai Pusat Informasi dan pembelajaran dalam pengembangan agribisnis di Perdesaan.d. 4) Proses Pembelajaran/Bimbingan.6. 5. 4) Magang. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 3) Pemilihan dan penetapan lokasi magang.

dan supervisi LM3 sehingga pelaksanaan kegiatan pemberdayaan dan pengembangan usaha agribisnis LM3 berjalan secara efektif. triwulan. efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program beserta dampaknya. Mekanisme/Metode: penulisan dan penyusunan. Pembinaan. masyarakat sekitar dan instansi terkait (UPT Pelatihan dan Dinas lingkup pertanian setempat). 5) Mengukur tingkat efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program. dan Supervisi LM3 Tujuan: 1) Membimbing para pelaksana program pemberdayaan SDM dan Penguatan Kelembagaan Usaha Agribisnis LM3 di tiap tingkatan wilayah.8. dan tahunan). Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: Sekretariat Badan PPSDMP. 2) Observasi dan kunjungan lapang. 4) Menganalis dan merumuskan solusi permasalahan di lapangan untuk perbaikan kegiatan ke depan bagi semua pihak terkait. mampu mengembangkan dirinya sebagai motivator dan fasilitator pengembangan agribisnis di masyarakat sekitarnya (agent of development) Output: 1) Terlaksananya kegiatan pembinaan. 7) dilakukan secara berkelanjutan sehingga LM3 tersebut mampu mengembangkan usahanya secara mandiri. Mekanisme/Metoda: 1) Identifikasi masalah di lapangan. 3) Menyediakan umpan balik dari seluruh stakeholders (pemangku kepentingan) dalam rangka penyempurnaan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. 186 . 3) Diskusi mendalam dengan Pengelola LM3. 4) Mengukur pencapaian dampak kegiatan sesuai dengan indikator yang ditetapkan. Waktu Pelaksanaan: Januari s.d Desember 2012. untuk meningkatkan kinerjanya dalam mengelola program tersebut. Penyuluh Pendamping.d Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Tim Pelaksana LM3 BBPSDMP 5. Sasaran: Pelaksana kegiatan program LM3 di tiap tingkatan wilayah dan Pengelola LM3. diskusi dan pembahasan Sasaran/ Target: 200 eksemplar Waktu Pelaksanaan: Januari s. Koordinasi. 2) Tersedianya informasi berkala tentang kemajuan. 2) Mengetahui tingkat kemajuan kegiatan baik yang sedang berjalan maupun yang telah selesai sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan/tindakan yang diperlukan. koordinasi.Output: Tersusunnya satu paket Buku Panduan Pengelolaan LM3 Model sebagai acuan kerja pelaksanaan kegiatan yang telah disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan. 6) Menyediakan laporan berkala (bulanan.

9. 2) Hasil penilaian dan perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan LM3 agar berjalan lebih efektif dan efisien sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan. kemanfaatan serta keberlanjutan program dan kegiatan LM3. 3) untuk menyusun strategi komunikasi untuk mendukung pelaksanaan program LM3 yang dikemas dalam berbagai media.5. Output: 1) Tersedianya media tercetak dan media audio visual sebagai bahan informasi tentang kegiatan pemberdayan SDM melalui program LM-3. 3) Pelaporan Hasil Monitoring Evaluasi dan Rekomendasi. juga dapat berpartisipasi dalam menyukseskan program tersebut. September 2012 Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: Sekretariat Badan PPSDMP 5. triwulan. 2) Membangun sikap aparat yang transparan dan akuntabel. 2) Sebagai wahana komunikasi bagi para pemangku kepentingan (Stakeholder) serta masyarakat luas agar mereka selain dapat mengetahui dan memberi masukan terhadap program pengembangan usaha agribisnis LM3. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. mempromosikan serta sebagai wahana diskusi ilmiah populer dalam pengembangan sumberdaya manusia yang dikemas dalam bentuk multi media.2012 187 . 5) Mengukur tingkat efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program. 6) Menyediakan laporan berkala (bulanan. 2) Monitoring dan Evaluasi Lapangan. Pengembangan Media LM-3 Tujuan: 1) Untuk mengkomunikasikan.10. Mekanisme/ Metode: 1) Penyusunan disain dan instrumen monitoring evaluasi. dan tahunan). efisiensi.d. 4) Mengukur pencapaian dampak kegiatan sesuai dengan indikator yang ditetapkan. Sasaran: LM-3 yang difasilitasi oleh Kementerian Pertanian Waktu Pelaksanaan: April s. Output: 1) Data dan informasi yang akurat tentang perkembangan LM3 yang telah dicapai. Monitoring dan Evaluasi LM-3 Tujuan: 1) Mengetahui tingkat kemajuan kegiatan baik yang sedang berjalan maupun yang telah selesai sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan/tindakan yang diperlukan. 5) Rumusan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program LM3 di lapangan. 4) Informasi tentang efektivitas. 3) Tindakan antisipatif terhadap permasalahan dan kendala yang dihadapi sehingga dapat segera dicari solusinya. 3) Menyediakan umpan balik dari seluruh stakeholders (pemangku kepentingan) dalam rangka penyempurnaan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. 6) Rumusan masukan untuk menyempurnakan program LM3 ke depan.

3. 2. 8. 7. 2. penetapan disain media. Menyediakan salah satu bentuk media informasi yang ditujukan khususnya untuk khalayak ramai. 188 Penetapan tema dan desain buku Identifikasi dan penetapan LM3 Model yang dipilih Disain dan format buku profil LM3 Model Pengumpulan bahan (materi dan gambar) Pengolahan Bahan Penyusunan bahan Pembuatan Media Pencetakan dan penyebaran . 4. Identifikasi kebutuhan sasaran.2) Meningkatnya dukungan dari pemangku kepentingan terhadap pelaksanaan program Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Agribisnis melalui LM3. 3.d. pengumpulan bahan (materi. 3. pengolahan bahan. Penyusunan Buku Profil LM3 Model Tujuan: 1.11. penyusunan/pembuatan media. Output: 1. 6. sehingga masyarakat luas menjadi tahu tentang kinerja dan keberhasilan suatu program pengembangan LM3 Model. 5. Penerima manfaat adalah Penentu Kebijakan dan Pengelola Kegiatan/Program LM3. 2. Instansi Pemerintah/swasta di luar Kementerian Pertanian serta masyarakat luas. Sasaran: 1. 2. Mekanisme/Metode: 1. Pengelola LM3. Tersedianya buku profile LM3 Model Meningkatnya dukungan dari pemangku kepentingan terhadap pelaksanaan program Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Agribisnis melalui LM3. Waktu Pelaksanaan: Maret s. untuk mempromosikan hasil-hasil kegiatan pengembangan usaha agribisnis LM3 kepada masyarakat luas yang berminat di bidang pertanian. LM-3 dan masyarakat sebagai sasaran komunikasi. Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: Sekretariat Badan PPSDMP 5. Mekanisme/Metode: 1. Sebagai wahana informasi bagi para pemangku kepentingan (Stakeholder) yaitu Pejabat/Karyawan-karyawati lingkup Kementerian Pertanian. dan masyarakat umum. masyarakat petani sekitar LM3. 4. 3. 5. khususnya pemberdayaan SDM pertanian. LM3 yang telah berhasil dalam mengelola dan mengembangan usaha agribisnisnya sebagai sumber materi. 2. Juni 2012. gambar).

6.d. dan masyarakat umum.d.d. Pengelola LM3. Dokumentasi kawasan agropolitan dalam bentuk visual. November 2012. Waktu Pelaksanaan: September s. Waktu Pelaksanaan: 1) 2) 3) 4) Penyusunan daftar isian data base dan informasi : Januari s.Sasaran: 1. editing. Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: Sekretariat Badan PPSDMP. Penyelenggara/ Pelaksana: Sekretariat Pokja Agropolitan BBPSDMP.1. masyarakat petani sekitar LM3. editing. Output: 1) 2) Data base dan informasi kawasan agropolitan. Output: 1) 2) Penilaian 15 kawasan agropolitan Peta model kelayakan fasilitasi kawasan agropolitan mewakili 4 komoditas unggulan. Penerima manfaat adalah Penentu Kebijakan dan Pengelola Kegiatan/Program LM3. Maret 2012 Pengumpulan dan pengolahan data dan informasi: Maret s.2012 189 . Desember 2012. Penilaian dan Pemetaan Kelayakan Fasilitasi Kawasan Agropolitan Tujuan: 1) 2) Melakukan penilaian kelayakan fasilitasi kawasan agropolitan di kabupaten/kota. Pemberdayaan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha di Kawasan Agropolitan Tahun 2012 Tujuan: 1) Menyediakan data dan informasi yang akurat dan faktual yang diperlukan untuk perencanaan fasilitasi dalam rangka pengembangan sistem dan usaha agribisnis di kawasan agropolitan 2) Menyebarluaskan informasi yang diperlukan untuk mempercepat pembangunan kawasan agropolitan. Memetakan kriteria kawasan agropolitan untuk menetapkan kelayakan fasilitasi berdasarkan tingkat perkembangannya. finishing: Maret s. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.d. Juni 2012 Pembuatan skenario dan pengambilan gambar. Juni 2012 Penyebaran data dan informasi: Juni s.2. 6. Pengembangan Data Base dan Informasi di Kawasan Agropolitan Mekanisme/Metode: 1) 2) 3) Penyusunan daftar isian untuk pengumpulan data dan informasi Pengumpulan dan pengolahan data Pembuatan dokumentasi kawasan agropolitan secara visual (dimulai dari penyusunan skenario. 2. 6. dan pembuatan masterdisk) Sasaran/ Target: tersedianya data dan informasi yang lengkap dan dinamis dan mudah diakses tentang semua yang mempengaruhi sistem dan usaha agribisnis di kawasan agropolitan. LM3 Model yang telah berhasil dalam mengelola dan mengembangan usaha agribisnisnya sebagai sumber materi. pengambilan gambar.d.

2) 3) Rumusan fasilitasi agribisnis di tiga kawasan agropolitan. Sasaran/ Target: Pengelola kawasan agropolitan Waktu Pelaksanaan: April s. Terlatihnya 30 orang pelaku utama dan pelaku usaha di kawasan agropoliitan. konsepsi. Oktober 2012. hortikultura. dan perkebunan.Mekanisme/Metode: 1) 2) 3) Pembuatan instrumen penilaian Melakukan penilaian Penyusunan peta kelayakan Sasaran/ Target: terselenggaranya penilaian 15 kawasan agropolitan yang mewakili komoditas tanaman pangan. 6. Output: 1) Rumusan fasilitasi penguatan kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha di tiga kawasan agropolitan. peternakan. Waktu Pelaksanaan: Agustus s. Penataan dan Penguatan Organisasi dan Manajemen Pengelola Kawasan Agropolitan Tujuan: menyamakan persepsi. Mekanisme/Metode: Pertemuan dan Pelatihan Sasaran/ Target: 1) 2) Kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha di tiga kawasan agropolitan sebagai model 30 orang pelaku utama dan pelaku usaha sistem dan usaha agribisnis di kawasan agropolitan 190 .d. dan implementasi pengembangan kawasan agropolitan. Mekanisme/Metode: 1) 2) Penyusunan modul Pelatihan. Output: 1) 2) Modul pelatihan manajemen pengelolaan kawasan agropolitan 30 orang pengelola kawasan siap menjadi pelatih pengelolaan kawasan agropolitan.3. Penguatan Kelembagaan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha (Di Tiga Kawasan Agropolitan Sebagai Model) Tujuan: 1) Menumbuhkembangkan kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha di kawasan agropolitan. september 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Sekretariat Pokja Agropolitan BBPSDMP. 2) Meningkatkan kemampuan pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengembangkan sistem dan usaha agribisnis.d. Penyelenggara/ Pelaksana: Sekretariat Pokja Agropolitan BBPSDMP 6.4.

Waktu Pelaksanaan: April dan Agustus 2012. Pembinaan Program Pemantapan Kawasan Agropolitan Tujuan: 1) Mendapatkan informasi tentang pelaksanaan koordinasi pengelolaan dan pengembangan kawasan agropolitan. mengelola dan mengembangkan kawasan agropolitan. Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Sekretariat Pokja Agropolitan BBPSDMP. 6. pengendalian dan pembinaan. Monitoring dan Evaluasi Kawasan Agropolitan Tujuan: 1) Memonitor dan mengevaluasi kegiatan pengelolaan dan pengembangan kawasan agropolitan 2) Melakukan kegiatan koordinasi.2012 191 . manajemen pengelolaan dan pengembangan. Penyelenggara/ Pelaksana: Sekretariat Pokja Agropolitan BBPSDMP. yang mencakup rencana koordinasi pengembangan organisasi. dan Kabupaten/Kota) Petani/kelembagaan ekonomi petani Swasta pengusaha agribisnis Kelembagaan penyuluhan Kelembagaan diklat Stakeholders terkait Waktu Pelaksanaan: Januari s. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Provinsi.6. saran perbaikan dan kerjasama fungsional antara Kelompok Kerja (Pokja).5. 6. Output: 1) 2) Data dan informasi tentang pengelolaan dan pengembangan kawasan agropolitan Umpan balik (feedback) tentang usulan kegiatan. Output: 1) 2) Informasi pengalaman koordinasi pengelolaan dan pengembangan kawasan agropolitan Rencana tindak lanjut koordinasi pengelolaan dan pengembangan kawasan agropolitan Mekanisme/Metode: pertemuan Sasaran/ Target: terselenggaranya pertemuan koordinasi pengelolaan dan pengembangan kawasan agropolitan. Penyelenggara/ Pelaksana: Sekretariat Pokja Agropolitan BBPSDMP.Waktu Pelaksanaan: September 2012.d. 2) Media untuk bertukar pengalaman dalam hal merancang. Mekanisme/Metode: monitoring dan pertemuan Sasaran/ Target: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Pokja Agropolitan (Pusat. permasalahan yang dihadapi serta hal-hal yang telah dicapai.

MS 192 . Pedoman ini dijadikan dasar dalam penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis untuk kelancaran kegiatan dan anggaran di lapangan. PENUTUP Pedoman pelaksanaan kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian tahun 2012 ini disusun sebagai acuan bagi setiap pengelola dan pelaksana kegiatan baik di pusat maupun daerah.IX. Ir. Ato Suprapto. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Dr.

.

......................................... 4 2. Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian ....... PROGRAM.................DAFTAR ISI Kata Pengantar …………………………………………………….................................... Jenis Laporan.............1... Penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 8 2............ 16 5......... Tuntutan Perbendaharaan 23 11...........................2... Target dan Indikator 3 2................ 22 10..................... 3 2. Ketentuan Umum.. Perencanaan Kas .... 23 12........................ DIPA Kantor Daerah ................................... 4 III... Revitalisasi Pendidikan Pertanian serta Pengembangan Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian .................... Penyusunan Target Penerimaan ..........2.. Prosedur Pencairan Hasil Penerimaan Fungsional ..........................2......... Ruang lingkup 2 II...... Pendidikan Menengah Pertanian .. 26 12...ii PERATURAN KEPALA BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN NOMOR: /Per/KU............. Pelaporan ................ 22 10....... 9 3. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian ....4.................................... 17 5................... Pengelola Anggaran Tugas Pembantuan di Tingkat Kabupaten/Kota 6 IV................3....................... 26 12........................ Pengajuan dan Pelaksanaan Biaya Kegiatan ..... Langkah-Langkah Penyusunan Perkiraan Penarikan Dana ... 23 10...... 22 10......................... Perencanaan Kegiatan dan Anggaran 8 2............................................ Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP ) 22 10....... Verifikasi 21 10........ Tujuan 2 3.......................... 18 5....2.............. Penatausahaan Kas dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendaharawan Instansi 24 12............ 23 11......................... 19 6....................................................................4.................. Kelompok Penerimaan ................ PENDAHULUAN 1 1... 9 2........................... Landasan Operasional...... Latar Belakang 1 2.. DIPA Kantor Pusat ....3.... Perencanaan Kas Bulanan ................. 22 10.................................................................................................1....................... 3 2.......................... Pelaksanaan Kegiatan dan Pengelolaan Anggaran 16 5...................... Jenis Penerimaan .1.........1....... Struktur Organisasi Pengelola Keuangan ....... Pemantauan dan Pelaporan 27 13...................................6........... Media Penyampaian dan Instansi Penerima Pelaporan .... 18 5............... Petunjuk Operasional Kegiatan 9 4..... Dokumen Pendukung Pelaksanaan ................................................3................................. 26 12...................3..........5........1.........i Daftar Isi………………………………………………………………………………………………………...……………………………………….......... MEKANISME PENGELOLAAN KEGIATAN DAN ANGGARAN 8 1............................................. 27 13...........................5..................................... 27 12... Penggunaan Hasil Penerimaan Fungsional ............................... Tujuan Pemantauan ................................... KEGIATAN................... 19 5... Pengorganisasian Pengelolaan Anggaran Terpadu Berbasis Kinerja 5 2................ PROGRAM DAN ANGGARAN KINERJA PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN 5 1........................................................ Pemantapan Sistem Pelatihan Pertanian ........................................... Tatalaksana Pelaporan ............. Program dan Kegiatan 3 2.....1...............5.................... Pengelola Anggaran Dekonsentrasi di Tingkat Provinsi 6 5. Pengajuan dan Pelaksanaan Perjalanan Dinas Dalam Negeri ........2...........................................2.............110/J/12/11 Tanggal : 30 Desember 2010………………………………………………………………………………iii I..............................................3..... 30 ii .................................................................................................................................... Pengelola Anggaran di UPT Pusat 6 4................. 25 12.............. Pengadaan Barang dan Jasa 20 9..................................................4.......... DIPA dalam rangka Pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan ............................................................... 28 13.4.......................... Tuntutan Perbendaharaan (TP) ...... 28 13..... 27 13........4............3.....................................6.... 4 2........1......2.. Revisi Anggaran 9 5.................. Pembukuan Bendahara Instansi ...................3... Perencanaan Kas Mingguan .................................................................3..... 9 2......................................................................... Alur Pemantauan ......... Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)............ Pengelola Anggaran di Pusat 5 3.... TARGET DAN INDIKATOR 3 1............................1..........

..... 14......................6................... 51 18.... 66 3................................................ 16............. Pemberian Penghargaan Bagi Petani dan Gapoktan Berprestasi ………………... 37 Penetapan Kinerja ... 63 2.................. Penataan dan Pengembangan Kelembagan Penyuluhan…………………………............. 49 Kegiatan Pemantauan........57 1.... 32 Pedoman Pengisian Formulir Hasil Pemantauan .......12.... Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan 53 19.................................2... 52 18..........1........5........ Proses Usaha Mendapatkan Pengantian Kerugian Negara ............................................. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.. 56 PEMANTAPAN SISTEM PENYULUHAN PERTANIAN 57 1.......1...... Pembinaan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian……………………………………....... 18........................... Pembinaan Poktan dan Gapoktan......................... 34 Mekanisme Evaluasi Kinerja ... 60 2............ 15.................9................ evaluasi dan pelaporan 48 Koordinasi Berdasarkan Hubungan Hirarki ................ 61 2... PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI METODE DEMFARM DENGAN POLA SL-AGRIBISNIS PADI (3.7.......4......2.......1..................... Perikanan dan Kehutanan………………………………………………………………. Pengawalan dan Pendampingan Penyuluhan Pertanian Dalam Mendukung P2BN Di Lokasi SL-PTT (5760 Desa)……………………….................3....6...... 48 Hubungan Berdasarkan Fungsi Koordinatif .. 15. 17........ THL-TB PP Teladan dan Balai Penyuluhan Kecamatan Terbaik…………………… 66 3..... 65 3........3........................... Pembinaan Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian dan Angka Kreditnya Tingkat Provinsi dan Kab/Kota …………………………….....1.. Penyuluh Swadaya...................2.. Pemberian Penghargaan Bagi Penyuluh Pertanian PNS.... 62 2...................1 17.. Evaluasi Pembinaan Poktan dan Gapoktan . 17..... Mekanisme dan Tata Hubungan Kerja Satuan Pengendali Intern Lingkup Badan PPSDMP untuk Kegiatan PHLN ...............2................................ 49 Sistem Pengendalian Intern 50 Pengendalian Intern Kegiatan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian ...... Koordinasi Pimpinan Kelembagaan Petani Tingkat Nasional ……………………................... 61 2............. Tuntutan Ganti Rugi 55 19......... Apresiasi Pengurus Kelembagaan Petani (Rembug Tani)…………………………...................................... 51 Badan PPSDMP untuk Kegiatan APBN... Pengembangan Jejaring Usaha Kelembagaan Petani. 33 Evaluasi Kinerja 34 Tujuan .... Tuntutan Ganti Rugi (TGR) ........... Fasilitasi Balai Penyuluhan Kecamatan.................. 60 2... Format Pelaporan Hasil Pemantauan ...............................V.... 57 1......... Fasilitasi Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Pertanian Pusat …………………….. 49 Hubungan Teknis Fungsional . 15......................1... Penataan dan Pengembangan Ketenagaan Penyuluhan…………………………......2... 58 1.................. 39 LAKIP 43 Laporan Lainnya 46 Jenis dan Waktu Penyampaian Laporan ... 17................ Fasilitasi Wadah Koordinasi Penyuluhan Pertanian................ 17............... Pertemuan Pengurus Kelembagaan Usaha Tani……………………………………........3..................... Pengembangan Profesionalisme Penyuluh Pertanian ……………………………........8..................... 46 Alamat Pengiriman Laporan ..... Pengawalan dan Pendampingan Balai Penyuluhan Kecamatan…………………… 58 1.. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Petani (5 Jurus Kemampuan Kelompok Tani)………………………………………………… 60 2................ 58 2.6.............7..........................................11...... 14... 50 Mekanisme dan Tata Hubungan Kerja Satuan Pengendali Intern Lingkup ........................4................. Pembinaan Penyuluh Pertanian Swadaya …………………………………………… 65 3.....2................... 63 2............ Pengawalan dan Pendampingan Poktan dan Gapoktan………………………….... 60 2................5..6...... Temu Teknis dan Temu Karya Penyuluh Pertanian 13........ 64 3.... 14............2012 iii ....................... 36 Format Pelaporan Evaluasi Kinerja ...2.....4....... Pengawalan dan Pendampingan Kelembagaan Usahatani di Pedesaan ………... Evaluasi Dan Pelaporan. 18.......... 61 2.600 DESA) ……………………………………… 60 2. 55 19.........................2.. 18. 36 Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP) 37 Sistem Pelaporan Kinerja Instansi Pemerintah ....................4............................. 13.............. 48 Koordinasi Kegiatan Pemantauan.................................................................................. Koordinasi Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan........1.......3........ 57 1.. 14.... Penataan dan Pengembangan Kelembagaan Petani dan Usaha Tani 59 2...3................................. 64 3............1.........................4..................... Bimbingan Teknis Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh……………………........... 58 1.2........1.3......... 64 3.... 14.......... 65 3..... 34 Pelaporan Hasil Evaluasi Rencana Kerja (Renja) .....5......3........... 14...... 16.......... Pemberdayaan Petani Berbasis Teknologi di Kutai Kertanegara ............. 15. 35 Laporan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) ..4....10........ 16.............5......... Kelembagaan Teknis dan Kelembagaan Litbang………………………………………....5....

....... 4.......10.......... 4.......12... 70 Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Cetak…………………………………….. 89 Perencanaan dan Evaluasi Program ... 5.........1................................. 90 Pertemuan Konsultasi Program (SC dan Tim Teknis) ........ 76 Pengembangan Database Kelembagaan Penyuluhan Pertanian………………….................... 3........................................... 8. 90 Pertemuan Konsolidasi Audit ............... 4.2. 78 Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi.....17....................... 4.... 8..... 5........................... 8........5... 76 Pengembangan Database Ketenagaan Penyuluhan Pertanian…………………… 77 Pengembangan Database Kelembagaan Petani……………………………………................................ 3........... 4......1................. 71 Pengawalan dan Pendampingan Sistem Informasi Penyuluhan…………………… 71 Norma.. 75 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK)…………………………………………………… 76 Penyelesaian Peraturan Presiden Tindak Lanjut UU No..4...... 88 Apresiasi Implementasi Peningkatan Skala FMA .. 6................ 3......... 87 Fasilitasi bagi Organisasi Berprestasi Dalam Membangun Kemitraan Usaha ........7... 71 Penggandaan Materi Penyuluhan Provinsi dan Kab/Kota..3..... 4.1....6... 3......... 8..9................... 7........ 77 Kendaraan Bermotor. 3....8.......... 4. 78 Mobil Unit Penyuluhan Pertanian dan Kendaraan Operasional Roda 2 bagi Penyuluh Pertanian……………………………………….... 87 Bantuan Sosial Bagi UP-FMA .............. 70 Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Radio…………………………………....14..... 79 Pengadaan Alat Multimedia.................... 8........11...... 73 Administrasi Kegiatan…………………………………………………………………… 73 Koordinasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian………………………………..... 3......................7......3.......................11.7.......................... 5...........3................ 66 Pengembangan Profesionalisme Staf………………………………………………........ 5.....4...... 91 Pemberian Penghargaan bagi UP-FMA terbaik Tingkat Nasional.................18......2.........12........ Pedoman dan Kebijakan yang dihasilkan dan dikembangkan…………………………………………………… 72 Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian………………………………………........................... 67 Apresiasi Peningkatan Kapasitas THL-TB PP Penyuluh Pertanian………………...14.. 3................. 8.. 91 iv .....13......... 73 Pertemuan Penyusunan Rencana Kerja dan Evaluasi Penyelenggaraan Dalam Rangka Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian……………………….............8....... 8.. 89 Pameran Pertanian ...... 67 Pendampingan/Binaan Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian………………………… 67 Fasilitasi Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional (KPPN)…………………………............ 8... 5..... 70 Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Televisi……………………………….... 71 Penyusunan dan Penggandaan Materi Penguatan Kelembagaan Petani dan Usahatani …………………………………………………... 68 Koordinasi Komisi Penyuluhan Pertanian Provinsi (KPPP)………………………...13.....2. 88 Peningkatan Kapasitas Penyuluh di Lokasi BPP ............... 71 Pencetakan Buku Saku Penyuluhan Pertanian………………………………………. 4.................... 5.................. 71 Langganan Tabloid Pertanian......................... 6......... 71 Penyusunan dan Penggandaan Materi Penyuluhan bagi Poktan dan Gapoktan.... 69 Apresiasi Cyber Extension (3 Regional)……………………………………………… 69 Apresiasi Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN)…........................................ 4...........9....... Standar............... 8.............................. 8................. 3....16.............. 3.......3.......9...13.....12.... 86 Fasilitasi FMA oleh Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan Tim Pengembangan Organisasi Petani (TPOP) .. 5.10...... 5................1.........8.......... 69 Materi Penyuluhan Yang Dihasilkan…………………………………………………...6...4.......14.. 8............ 8............11....... 4..... 69 Pengembangan dan Penyusunan Materi Cyber Extension………………………...5........... 4.................................... Dalam Rangka Mendukung 4 Sukses Pembangunan Pertanian…………………........9............. 7. 68 Pengawalan dan Pendampingan THL-TB PP Penyuluh Pertanian………………… 68 BOP Penyuluh Pertanian PNS.....................10............1........... 74 Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian………………................. 5............ 5........ 90 Pertemuan Pimpinan Kelembagaan Tingkat Nasional ............... 68 Honorarium dan BOP THL-TB PP.............. 72 Penyusunan Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian…………………......11...6...........................16/2006 dan Peraturan-Peraturan Lainnya………………………………………………………................................ 5.........5.............. 5... 5. 86 Penyusunan Proposal FMA Berorientasi agribisnis ........15.. 4................. 70 Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Radio ………………………………… 70 Penerbitan Majalah Ekstensia…………………………………………………………....... 8......... 3...8...... 74 Kerjasama Pengembangan Penyuluhan Dalam dan Luar Negeri………………….... 5... 5.......... 88 Apresiasi Gerakan Tindakan Anti Korupsi ................. 72 Penyusunan Program dan Kegiatan Pengembangan Penyuluhan Pertanian……............ 8.. 8.......... 80 Penguatan Sistem Penyuluhan yang Berorientasi pada Kebutuhan Petani (FEATI) 86 Asistensi Pengembangan Kelembagaan Formal Ekonomi (Koperasi dan BUMP) Tingkat Kabupaten ..10..........................

...... 117 6......29....... Pelatihan Agri Training Camp (ATC) ......................................12........................................... Pembinaan Monitoring dan Evaluasi UP-FMA .......... Perlengkapan Cocoa Development Centre (CDC) dan VCC kerjasama dengan PT................. 117 6...........3................... 122 6....... 92 8................... Diklat Pertanian bagi Non Aparatur 111 2..1.........................1.......... 111 2.... 125 6................................................ Pengadaan Ternak .................................... 94 8...............................27................. Pengadaan Konsultan Fasilitator ....................... TOT – SL Kakao kerjasama dengan PT............ 116 6.................8...........27.................... TOT Pemasaran untuk Fasilitator Desa ...... Norma..................................... Diklat Prajabatan ....................................... 118 6....2.....................28.............. Penguatan Kelembagaan Pelatihan Pertanian 113 3................................. Sekolah Lapang Kopra ................. 95 8.............. 124 6. Pengadaan Kandang dan Fasilitasnya .................................................. 119 6.... 112 3................................................... Pengadaan Konsultan Monev...............................................7................ Penilaian Proposal FMA oleh Tim Verifikasi Kabupaten .2. 124 6................... 92 8...... Pembinaan Keuangan...... 123 6............ 118 6............................19.......3.. 95 8.............4................................. Administrasi Kegiatan .....VI....................................................9................ 94 8.............................................. Evaluasi Dampak Program FEATI ..............1.. 94 8.................13................ Pengembangan Sarana dan Prasarana Diklat . 93 8......................................... Pemberdayaan Perdesaan dan Pembangunan Pertanian (Program READ) 116 6................................................................... 121 6.............. Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan koordinator BPP .......................................... 122 6.............. 111 2...................... 117 6............... Pedoman...................... 121 6..... Pembinaan Pengelolaan Keuangan UP-FMA....... Studi Banding bagi Ketua Unit Pengelola Dana Desa (UPDD)/ Ketua Kelompok READ .......22.... Refresh Training (Rapat Koordinasi) ........................................................ 118 6.................. Pengadaan Peralatan Pasca Panen ............................................ Peningkatan Ketenagaan Pelatihan Pertanian 115 4.................................................. 93 8.........5....... 123 6... 120 6............................................................2012 v ...............20.....MARS .. 96 PEMANTAPAN SISTEM PELATIHAN PERTANIAN 97 1............................ Pelaporan Kemajuan Pelaksanaan Kegiatan .... 122 6..........................................................23...................... Diklat Dalam Jabatan... MARS ........ Penyusunan Laporan SAI ........... 114 3..................................11............................ Pertemuan Awal . Peningkatan Profesionalisme Widyaiswara dan Tenaga Kediklatan.............15.................................. Bantuan Dana Pengembangan UPDD ......... Pelatihan Petani – SL kakao ......................................... Lokakarya Penggunaan Traktor .......3...... 96 8................. Lokakarya Review Tahunan ...........14............. Pengadaan Konsultan ... Sekolah Lapang Peternakan............................16................... 123 6................. 113 3..........18.................. 95 8. Pelatihan Penyegaran Padi/Jagung bagi Penyuluh Pertanian .............................. 120 6..............15..........26........................................ 97 1.......21...... Pertemuan Pengurus UP-FMA.......................................................................................... dan Kebijakan 116 6..........................25.........1.....................23................................ 119 6..... 125 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.......................................... 121 6...... 119 6......................28.....10................................ 93 8.22................. Standar............................... 115 5......... Penyediaan Pengering Copra .... 124 6.........17..................... Penataan dan Akreditasi UPT Pelatihan Pusat dan Daerah ........................1.....................26............................ 112 2....................................................... Sekolah Lapang Sayuran.............................................................24.........17...24...................... Pelatihan Teknis Pertanian .... 114 4................... Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pelatihan Swadaya (P4S) .. Pelatihan Manajemen/Kepemimpinan ..... MARS ............................... Peningkatan Kapasitas Motivasi Petani Kerjasama dengan PT........................................................... TOT Pengarusutamaan Gender untuk Fasilitator Desa ............ Review akhir Pelaksanaan Program ..16......................................................... Monitoring dan Evaluasi..................................18.........................................................2............................... 97 2....................2.. Pertemuan Tahunan .... Supervisi Bank Dunia ........................ Penyediaan Dana Pengembangan Sayuran .......6......................30..... Demo Perbanyakan Benih Padi/Jagung................................................................ Lokakarya Monitoring Demo Perbanyakan Benih Padi/Jagung ...................................... Survey Desa / Participatory Rural Appraisal (PRA) .................. 118 6............... Penyusunan dan Perbanyakan Dokumen Keberhasilan FEATI .... Lokakarya Evaluasi Demo .........1.....1..4.................. Pertemuan Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan koordinator BPP .................................................................25............................................................... Manajemen dan Revisi Project Implementation Manual (PIM) ..................... Pelatihan Kewirausahaan ...................................................... 123 6.................... Workshop Keberlanjutan Program FEATI ....... 121 6......... Diklat Pertanian bagi Aparatur 97 1...........21....... Teknis Bidang Pemberdayaan serta Pengadaan Barang dan Jasa ........20.19......... Pengadaan Benih Unggul dari BPTP ............................................................................. 94 8......... 8.............................. 120 6..

............2.....................................4.................................................. Konvensi SKKNI .................... 140 7.............4........... Magang bagi Guru SMK-SPP Bidang Produktif ....................... 156 1..7........ 157 1........................ Perencanaan Program dan Anggaran 155 1.... 156 1.........8.............. 158 1.. Penataan Kelembagaan Program Studi 130 3...... Penyusunan RKA-K/L Pagu Anggaran TA.2................................................39........................................................... 139 7............. 138 7.7...... 152 8............. Penyusunan Perencanaan Program Badan PPSDMP Tahun 2013... 135 5.................. Apresiasi Program Kerjasama Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian........ Penyusunan Bahan Evaluasi dan Laporan ............................10...................................................................................................1......2...4........ 127 6...........3...............................................................1........ Pembinaan dan Pengawalan Program dan Anggaran 130 3.................. Bimbingan Teknis Penyusunan Panduan Mutu ........................ 129 3......................................... Ketenagaan Pendidikan Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan 132 4..4......1.36..11..........................................................7........4..... 126 6.............. 125 6....... Pembuatan Media Publikasi . STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI PROFESI PERTANIAN................. Pra Konvensi RSKKNI .............3........ 128 VII..... Koordinasi Teknis Pendidikan Tinggi Pertanian ....................... Sinkronisasi Program Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian ...... 134 4.....5............... Pendidikan S2 dan S3 bagi Aparatur Pertanian ..................... 155 1...............34...........11.. Penyusunan Jurnal Teknologi ... Peningkatan Kompetensi Metodologi Pendidikan dan Pengajaran bagi Tenaga Pendidik Pertanian .......... 133 4.................... Monitoring.... 142 8..................................... DUKUNGAN MANAJEMEN DAN DUKUNGAN TEKNIS LAINNYA 155 1........... 127 6. SDM Pertanian yang Mendapat Sertifikasi Profesi 137 6.......... Sosialisasi SKKNI ..................... 138 7................. 135 5.....1....8..... 136 5.............................10... Koordinasi dan Sinkronisasi Program Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian ...................................5.................... Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian.. Pengawalan Kegiatan TA.... 137 6............................ Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian ...... Kelembagaan Pendidikan Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan 130 3........................................................... Penyusunan Program dan Anggaran Tahun 2013 .........................37............. 152 8........... Pengembangan Website dan Sistem Informasi 131 3...........3....... Fasilitasi PKU Siswa SMK-SPP di Bidang Perkebunan Kelapa Sawit ..9......... Pengembangan Teknologi Informasi....2.................................................38......................... Koordinasi Teknis Pendidikan Menengah Pertanian ...............................................3............... 127 6...........................31............................. 153 VI...............................32................................... Penyusunan Standar Biaya .. 126 6................................. Penjaminan Mutu dan Evaluasi Diri 131 3................................. 134 5........ Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan PPSDMP................2.8................33........ 2013 ................... 126 6.................................. 138 7...................................3. Pembekalan dan Pengawalan Sertifikasi Guru .................... Penyusunan SBK TA............... Pedoman dan Kebijakan yang Dihasilkan dan Dikembangkan 138 7. REVITALISASI PENDIDIKAN................... Sosialisasi revitalisasi Pendidikan.............. 134 4............ Sertifikasi Dosen............. Aparatur Pertanian yang Mengikuti Pendidikan Formal Pasca Sarjana 129 1.............. 2013 ....................................................... Optimalisasi Peluang Kerjasama Luar Negeri .. 2013 ........................ 133 4........... 2012 dan Penyiapan Anggaran TA.....5...... Fasilitasi Sertifikasi Penyuluh Pertanian........... Penyusunan Perencanaan Program Kerjasama ............................ Fasilitasi Program Pertukaran Pendidik ke Luar Negeri ......... 2013 .. Norma.......... Standar............................... Profesi Bidang Pertanian yang Distandardisasi 135 5.......................... 140 7.... Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa 131 4....... Bimbingan Teknis Siswa SMK-SPP di Bidang Peternakan ..................................... Bimbingan Teknis Calon Asesor Kompetensi ............... 159 1........... Fasilitasi Program Pertukaran Siswa SMK-SPP ke Luar Negeri ...........................................1.6.. 132 4. Penyusunan RSKKNI Bidang Pertanian.......................... 158 1.............1............................ Peningkatan Profesionalisme Staff ................................... 137 7.... 140 7.5................................. SERTA PENDIDIKAN MENENGAH PERTANIAN 129 1................................ 139 7................................... Evaluasi dan Pelaporan............. Penyusunan RKA-K/L Pagu Alokasi Anggaran TA...3......2........... Penyusunan Anggaran dan Kegiatan Tahun 2013 ..................... Penyusunan Sistem Aplikasi Monev Program READ ...6............................ Studi Kasus ..6..35..................... 159 vi ...4................................. 132 4.. Pengembangan Program Pendidikan...................6........................................................................... 126 6. Penyusunan Sistem Evaluasi Kinerja Fasilitator ....1. 136 5............................................ 159 1......... Penyusunan Juklak dan Juknis .......................... Rapat Teknis Lingkup Pusat ........................ 156 1.................... 155 1.............. 132 4.. Pengembangan Media dan Informasi ..... Penilaian UPDD...........................................................5.............. 141 7.. Pengawalan dan pendampingan....................

.................... 2................ Kepegawaian... 173 Temu Koordinasi Kehumasan ........................5................. 164 Peningkatan Kualitas Laporan Barang Milik Negara (BMN) ........... ..........3..... 5...... 3...................................... 2.....13. 187 Penyusunan Buku Profil LM3 Model 188 Pemberdayaan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha di Kawasan Agropolitan………....................... 5........ 171 Konsolidasi Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Lingkup Badan PPSDMP ........13.. 6...8..... 169 Forum SPI Lingkup Badan PPSDMP .............. 1.... 185 Penyusunan Buku Panduan Pengelolaan LM3 Model .11.................................................... Monitoring dan Evaluasi.......................... 164 Penyelenggaraan Pengadaan Barang dan Jasa ... 2.. 191 Monitoring dan Evaluasi Kawasan Agropolitan.............................. 5..14............. 5.....14......... 166 Evaluasi...........1..............................................13. 5....5................................... 189 Pengembangan Data Base dan Informasi di Kawasan Agropolitan ... 3..........6................................................. 161 Pengelolaan Keuangan..............8........................................... 189 Penataan dan Penguatan Organisasi dan Manajemen Pengelola Kawasan Agropolitan............ 168 Konsolidasi Sistem Pengendalian Internal (SPI) ......................12................2012 vii ............. 163 Peningkatan Kualitas Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).. 183 Pemutahiran Data LM3 ................. SPP........................................ 3................................................................................ 5........................................... 189 Tahun 2012………………………………………………………………………………..... 3...........7.. 170 Tindak Lanjut Penyelesaian Hasil Pemeriksaan ......... 186 Monitoring dan Evaluasi LM-3..................... 2............................................ 167 Peningkatan Efektivitas Monitoring Dan Evaluasi Program .. 2...................... 165 Peningkatan Dukungan Teknis Pengelolaan BMN ........................ Forecast Satker dan GPP) .......6........... 190 Pembinaan Program Pemantapan Kawasan Agropolitan . 163 Peningkatan Pengelolaan dan Dukungan Teknis Perbendaharaan .10.......3... Rumah Tangga dan Tata Usaha 174 Perencanaan........... 160 Penyediaan Data Statistik SDM Pertanian ..........................................1....................................................................................... SPM..... 3........................9.......4.. 3............................................. 6.......... 6..... 2.....9....................... 5.......... Koordinasi....................12..... 185 Pembinaan............ 5.................................................. 166 Workshop Simonev................. LPJ.................. 183 Studi Banding LM3 Model ..................................... 2............................. 191 192 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA........ 164 Pelaksanaan Proses Penghapusan/Hibah BMN ........ 172 Penyebaran Informasi Pengembangan SDM Pertanian ...............6..................... ................ 6.. 169 Penyusunan LAKIP Sekretariat Badan dan LAKIP Badan PPSDMP . 3.......................... 3............ 2................ 6. 160 Pembangunan Sistem Database BPPSDMP yang terintegrasi ........... 189 Penilaian dan Pemetaan Kelayakan Fasilitasi Kawasan Agropolitan .......................................... 190 Penguatan Kelembagaan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha (Di Tiga Kawasan Agropolitan Sebagai Model) . dan Supervisi LM3....... 173 Penyelenggaraan kehumasan dan keprotokolan .............................7..........................................................4........................8.................... 171 Penyusunan Materi Informasi ........ 173 Pengelolaan dan Pengembangan Perpustakaan Digital.6.2............ 164 Peningkatan Kualitas Inventarisasi dan Penilaian BMN ... 162 Apresiasi dan Sinkronisasi Pengelolaan Perbendaharaan ... 184 Apresiasi Pengelolaan LM3 Model .................... 165 Peningkatan Koordinasi dan Konsultasi Pengelolaan Keuangan dan Perlengkapan .............. PENUTUP Koordinasi dan Bimbingan Pengelolaan Data ................ 5................... 165 Forum Komunikasi Pengelola Keuangan dan Perlengkapan ...... 3.... Verifikasi dan Pengelolaan BMN 161 Peningkatan Kualitas Laporan Keuangan .............. 161 Rekonsiliasi Laporan Keuangan .................... 2...........10.................... 185 Magang LM3 Model ......... 162 Peningkatan Kualitas Data Dasar (Data Base) Pengelolaan Perbendaharaan (SIMAK. 6.....3...................... 2...................... 2...... dan Pengembangan Pegawai ..... Akuntansi. 170 Penyusunan Laporan Badan PPSDMP........ 2......................14.2............................11............. Pelaporan dan Kehumasan 166 Pembinaan Pengelolaan dan Penyusunan Pengendalian...2.8. 2....2......... 177 Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) 183 Penyusunan Pedoman LM3 ...4....5......1................................................... 5.1... 3........................................... 3...............12..........5... 2.......................................9...........7...................... Pembinaan.......3...................... 4...... 5.............. 3..........11.... 6...4............ 187 Pengembangan Media LM-3 ......................1...................................... 184 Bimbingan Lanjut LM3 Model .... 4..................... 163 Peningkatan Kualitas Laporan Rencana Kebutuhan Dana (Forecasting Satker) ..................... 3...... 2............ 3..10...... 2.... 1.......15....................... IX................. 161 Peningkatan Dukungan Teknis Pengelolaan Akuntansi dan Verifikasi ................. 5.......... 3.. 174 Organisasi.

[Type the document title] BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN © JANUARI 2012 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful