2012

PEDOMAN PELAKSANAAN

KEGIATAN DAN ANGGARAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN

BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN

 

KATA PENGANTAR

Mengacu pada visi dan misi pembangunan pertanian, Rencana Strategis Kementerian Pertanian tahun 2010-2014 dan Renstra Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, maka Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian beserta Satuan Kerja Perangkat Daerah lingkup pertanian mengemban tugas untuk menyelesaikan program dan kegiatan tahun 2012. Pelaksanaan program pengembangan sumber daya manusia pertanian dan kelembagaan petani tahun 2012 dimaksud, beserta berbagai kegiatan untuk pemberdayaan dan peningkatan kapasitas petani, diharapkan dapat berjalan secara efektif dengan mengikutsertakan berbagai pihak, termasuk partisipasi masyarakat. Sehubungan dengan itu, maka diterbitkan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Tahun Anggaran 2012. Pedoman yang merupakan lampiran dari keputusan Kepala Badan PPSDMP ini merupakan acuan bagi seluruh Satuan Kerja lingkup Badan PPSDMP dalam pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2012. Dalam hal terjadi perubahan kebijakan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian, maka pedoman ini akan di revisi sesuai keperluan. Akhirnya kami sampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian

Jakarta, 30 Desember 2011 Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian,

Dr.Ir. Ato Suprapto, MS

i   

LAMPIRAN

PERATURAN KEPALA BADAN PENYULUHAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA PERTANIAN NOMOR : ....../PER/SM.030/J/12/11 TANGGAL : .... Desember 2011

DAN

PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN DAN ANGGARAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA PERTANIAN TAHUN 2012 I.
1.
Latar Belakang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahap ke 2 (2010-2014), sektor pertanian tetap memegang peranan penting dan strategis dalam perekonomian nasional. Peran strategis sektor pertanian tersebut tercermin pada kontribusi yang nyata terhadap pembentukan kapital, penyediaan pangan, penyedia bahan baku industri, pakan dan bio energi, penyerap tenaga kerja, sumber devisa negara dan pendapatan, peningkatan pendapatan petani dan pelestarian lingkungan. Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan peran sektor pertanian tersebut, Kementerian Pertanian telah menetapkan target empat sukses pembangunan pertanian yaitu 1) pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan, 2) peningkatan diversifikasi pangan, 3) peningkatan nilai tambah dan daya saing eksport,dan 4) peningkatan kesejahteraan petani. Untuk mewujudkan empat sukses pembangunan pertanian, diperlukan dukungan sumberdaya manusia pertanian yang profesional, kreatif, inovatif, dan berwawasan global. Kegiatan Badan PPSDMP yang meliputi pemantapan sistem penyuluhan pertanian, pemantapan sistem pelatihan pertanian dan revitalisasi sistem pendidikan pertanian, standardisasi dan sertifikasi profesi sumberdaya manusia pertanian, ditujukan untuk: 1) memperkuat kelembagaan petani, 2) memberdayakan usaha petani, dan 3) mewujudkan pelaku utama pembangunan pertanian yang mandiri, berjiwa wirausaha, berdaya saing, dan berwawasan global, sehingga mampu bersaing di pasar regional dan internasional. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor: 61/Permentan/OT.140/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (yang selanjutnya disebut Badan PPSDMP) mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumberdaya manusia (SDM) pertanian, dan menjalankan fungsi : 1) Penyusunan Kebijakan teknis, rencana dan program kebijakan di bidang pengembangan penyuluhan, pendidikan dan pelatihan, standarisasi dan sertifikasi SDM pertanian; 2) Pelaksanaan penyusunan, pendidikan, pelatihan, standarisasi dan sertifikasi SDM pertanian; 3) Pemantauan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan, penyuluhan, pendidikan, pelatihan, standarisasi dan sertifikasi SDM Pertanian; dan 4) Pelaksanaan administrasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

PENDAHULUAN

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

1

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, Badan PPSDMP di Pusat mempunyai 4 (empat) unit kerja Eselon II, yaitu: 1) Pusat Penyuluhan Pertanian; 2) Pusat Pelatihan Pertanian; 3) Pusat Pendidikan, Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian; dan 4) Sekretariat Badan Operasionalisasi kegiatan penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian di daerah dilaksanakan oleh 19 Unit Pelaksana Teknis (UPT), Badan/Dinas yang menangani penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian di 33 provinsi. Dalam upaya menyelaraskan pelaksanaan program dan kegiatan maka ditetapkan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tahun Anggaran 2012.

2.

Tujuan
dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian tahun anggaran 2012.

Pedoman ini diterbitkan untuk memberikan acuan bagi pejabat/petugas dalam melaksanakan kegiatan

3.

Ruang lingkup
Pedoman pelaksanaan kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian ini mengatur tentang: 1) Mekanisme pengelolaan kegiatan dan anggaran yang dijelaskan dalam bab IV; 2) Penyelenggaraan pemantapan sistem penyuluhan pertanian yang dijelaskan dalam bab V; 3) Penyelenggaraan pemantapan sistem pelatihan pertanian yang dijelaskan dalam bab VI; 4) Penyelenggaraan revitalisasi pendidikan pertanian serta standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang dijelaskan dalam bab VII; 5) Penyelenggaraan dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya yang dijelaskan dalam bab VIII;

2

6) 772 desa yang kegiatan penyuluhannya di kelola petani (FMA – FEATI) 2. Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian 1) 2. Target dan Indikator Program Pengembangan SDM Pertanian dan Kelembagaan Petani mempunyai 7 (tujuh) target dan indikator utama. TARGET DAN INDIKATOR Program dan Kegiatan Pada anggaran 2012 Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) hanya mempunyai satu program yaitu Program Pengembangan SDM Pertanian dan Kelembagaan Petani.2. dan BPP). sebagai berikut. 3) 4.369 judul meliputi materi penyuluhan dan informasi pertanian yang dihasilkan dan disebarluaskan. Program ini dijabarkan kedalam 5 (lima) kegiatan prioritas Badan PPSDMP yaitu : 1) Revitalisasi Pendidikan Pertanian.248 tenaga teknis menengah dan calon wirausaha muda pertanian 6) Meningkatnya kapasitas 52.289 orang ketenagaan penyuluhan. 3) Meningkatnya kinerja 58. 3 ) Pemantapan Sistem Pelatihan Pertanian.205 orang non aparatur di sektor pertanian . KEGIATAN. 4) Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian.II. 5) 58. 4) Meningkatnya kompetensi 4.377. Bapelluh. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.621. dan 5) Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya. Target dan indikator utama dari Program Pengembangan SDM Pertanian dan Kelembagaan Petani pada tahun anggaran 2012 kemudian dijabarkan kedalam target dan indikator masing– masing kegiatan prioritas Badan PPSDMP. 2) Pengembangan Pendidikan Menengah Pertanian.103 orang kelembagan petani (Gapoktan/Poktan) yang difasilitasi dan dikembangkan.289 orang ketenagaan penyuluhan pertanian yang difasilitasi. 2) Meningkatnya kapasitas 22. 3) 1. 1. 4) 247 dokumen kegiatan pemantapan sistem penyuluhan pertanian. PROGRAM.419.080 unit kelembagaan penyuluhan. 7) Meningkatnya kapasitas 2. Pemantapan Sistem Pelatihan Pertanian 1) 29 unit kelembagaan pelatihan UPT Pusat dan Daerah yang difasilitasi dan dikembangkan.429 orang aparatur fungsional. 080 unit kelembagaan penyuluhan pertanian pemerintah yang difasilitasi (Bakorluh.1.- 2.103 unit kelembagaan petani .2012 3 . 5) Tersedianya 16. Untuk melaksanakan program dan kegiatan tersebut dalam tahun anggaran 2012 Badan PPSDMP mendapat alokasi dana sejumlah Rp. 2) 52. meliputi: 1) Meningkatnya kompetensi 4. 2.1. 2) 229 unit kelembagaan pelatihan milik petani (P4S) yang terbina dan terklasifikasi kelembagaannya.277 orang ketenagaan pelatihan pertanian yang difasilitasi dan dikembangkan.443 orang aparatur di sektor pertanian. Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian.000.

7) 258 dokumen perencanaan.248 orang generasi muda pertanian yang difasilitasi melalui pendidikan di SMK-SPP. 7) 110 dokumen perencanaan. 6) 150 desa yang meningkat kapasitasnya melalui program READ. 4 . keuangan. organisasi dan kepegawaian serta evaluasi dan pelaporan kegiatan pemantapan sistem pelatihan pertanian. keuangan. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian 1) 91 dokumen perencanaan. 8) 12 bulan pelaksanaan pelayanan perkantoran. Pengembangan 3) 10 unit kelembagaan pendidikan yang ditingkatkan dan dikembangkan kualitasnya. 5) 2.5.400 orang penyuluh pertanian profesi yang disertifikasi. 3) 132 orang ketenagaan pendidikan menengah pertanian (SMK-SPP) yang ditingkatkan kualitasnya. 2) 9 unit kelembagaan pendidikan menengah pertanian (SMK-SPP) yang ditingkatkan kualitasnya. keuangan.610 orang tenaga fungsional yang mengikuti jenjang pendidikan kedinasan yang sesuai standar kompetensinya. 2) 12 bulan pelaksanaan pelayanan perkantoran. 6) 204 orang aparatur yang mengikuti jenjang pendidikan formal S2 dan S3. 5) 12 bulan pelaksanaan pelayanan perkantoran.166 orang aparatur pertanian yang ditingkatkan kompetensinya melalui pelatihan pertanian. 2. kapasitasnya melalui pelatihan 2.3. Revitalisasi Pendidikan Pertanian serta Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 1) 7 SKKNI Profesi SDM Pertanian yang distandarisasi.205 orang non aparatur pertanian yang ditingkatkan pertanian. 2. 2) 1. organisasi dan kepegawaian serta evaluasi dan pelaporan program penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian.4. organisasi dan kepegawaian serta evaluasi dan pelaporan kegiatan pendidikan menengah. 5) 22. Pendidikan Menengah Pertanian 1) 16. 4) 1. standarisasi dan sertifikasi profesi pertanian. keuangan.142 orang ketenagaan yang ditingkatkan kualitasnya. 4) 31 dokumen perencanaan.4) 23. 8) 12 bulan pelaksanaan pelayanan perkantoran. organisasi dan kepegawaian serta evaluasi dan pelaporan kegiatan revitalisasi pendidikan.

serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 164 /PMK. pengawasan.2012 5 . Pengelola Anggaran di Pusat 1) Kepala Badan bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian sejalan dengan tugasnya sebagai pembina program dan anggaran kinerja organisasi yang dipimpinnya.III. dan pelaporan.05 /2011 tanggal 10 Oktober 2011 tentang Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. standar teknis. Pengelola anggaran berdasarkan program dan anggaran kinerja adalah sebagai berikut: Petunjuk Penyusunan dan 2. kewenangan pemerintah pusat adalah menyusun pedoman. Kewenangan provinsi sebagai wakil pemerintah pusat adalah sinkronisasi dengan penyelenggaraan urusan pemerintah daerah. Secara lengkap Satuan Kerja (Satker) Badan PPSDMP sebagai pelaksana kegiatan pengembangan SDM pertanian dapat dilihat pada Formulir 2. Untuk pengelolaan kegiatan pengembangan SDM pertanian tahun anggaran 2012. Badan PPSDMP dibantu oleh 130 satker yang terdiri dari 2 satker pusat. pengendalian. norma. PROGRAM DAN ANGGARAN KINERJA PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN Pengorganisasian Pengelolaan Anggaran Terpadu Berbasis Kinerja Berdasarkan PP Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sebagai daerah otonom dan PP Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.02/2011 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelahaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga TA. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93/PMK. serta seorang Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran.2012. Adapun kewenangan Kabupaten/Kota adalah pelaksanaan tugas pembantuan yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi. koordinasi. yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga Pemerintah. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. prosedur dan pedoman pelaksanaan kewenangan pemerintah di bidang pertanian. Secara umum penerapan anggaran kinerja di Indonesia didasarkan atas ketentuan perundangundangan yang berlaku. pembinaan. kriteria. 1. 2) Sekretaris Badan dan Kepala Pusat (Eselon II Badan PPSDMP) bertindak sebagai pembantu KPA/Kepala Badan yang sehari-hari bertugas sebagai pembina pelaksanaan kegiatan dan anggaran kinerja sesuai dengan tupoksi unit organisasi yang dipimpinnya. 20 satker Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan PPSDMP dan 35 satker Dinas/Badan lingkup Pertanian di tingkat provinsi serta 73 satker Dinas/Badan/Kantor di tingkat kabupaten/kota. Dalam operasional sehari-hari. KPA dibantu oleh seorang Bendaharawan Pengeluaran yang bertanggung jawab atas keuangan yang dikelola. penyiapan perangkat daerah yang akan melaksanakan program dan kegiatan dekonsentrasi.

2) Bupati mengusulkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). 5) Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) dapat ditunjuk lebih dari satu orang dan ditetapkan sesuai dengan kedudukan dan kesesuaian tugas pokok dan fungsi unit kerjanya dengan kegiatan dan anggaran pengembangan SDM pertanian yang akan menjadi tanggungjawabnya.3) Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) ditunjuk oleh KPA untuk setiap unit Eselon II. agar menunjuk P2K yang berasal dari Unit Kerja/ Balai Pelatihan Pertanian Eks UPT Badan PPSDMP 5. 6 . P2K bertugas dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan kegiatan dan anggaran kinerja pada unit organisasi masing-masing. Pengelola Anggaran Dekonsentrasi di Tingkat Provinsi 1) Gubernur selaku penerima pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari dana dekonsentrasi kepada Menteri Pertanian. pada Satker yang mendapat kegiatan dan anggaran pelatihan. Pengelola Anggaran Tugas Pembantuan di Tingkat Kabupaten/Kota 1) Bupati selaku penerima tugas dari pemerintah pusat bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari dana tugas pembantuan kepada Menteri Pertanian. 3) Kepala Dinas/Badan lingkup pertanian tingkat provinsi sebagai Kepala Satker atau pejabat yang ditunjuk sebagai Kuasa Pengguna Anggaran. Sehubungan dengan itu. Pengelola Anggaran di UPT Pusat 1) Kuasa Pengguna Anggaran/KPA dijabat oleh Kepala UPT. Pejabat Pembuat Komitmen (P2K). Pejabat Pembuat Komitmen dan satu orang Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran. 3) Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) ditunjuk oleh KPA sebagai pengelola pelaksanaan kegiatan dan anggaran dari unit kerja. 3. bertanggung jawab atas seluruh kegiatan serta keberhasilan program dan anggaran kinerja Pengembangan SDM Pertanian pada Satker yang dipimpinnya. sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja ybs . Bendahara Pengeluaran serta Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran sebagai pelaksana kegiatan yang dibiayai dari dana tugas pembantuan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian. 2) Gubernur menetapkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). 4) Untuk kelancaran operasional kegiatan program dan anggaran kinerja (tertib administrasi dan keuangan) sehari-hari. 4. 2) Kuasa Pengguna Anggaran dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh satu orang bendahara pengeluaran. masing-masing KPA dibantu oleh Bendahara Pengeluaran. Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) serta Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran. Bendahara Pengeluaran serta Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran sebagai pelaksana kegiatan yang dibiayai dari dana dekonsetrasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian. Pejabat Pembuat Komitmen (P2K).

masing-masing bertanggung jawab atas seluruh kegiatan serta keberhasilan program dan anggaran kinerja Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian pada Satker yang dipimpinnya.2012 7 . Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) serta Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran. 5) Untuk kelancaran operasional kegiatan program dan anggaran kinerja (tertib administrasi dan keuangan) sehari-hari. Bendahara Pengeluaran serta Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran sebagai pelaksana kegiatan yang dibiayai dari dana tugas pembantuan. 4) Kepala Dinas/Badan/Kantor lingkup pertanian tingkat kabupaten sebagai Kepala Satker atau pejabat yang ditunjuk sebagai Kuasa Pengguna Anggaran. masing-masing KPA dibantu oleh Bendahara Pengeluaran. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.3) Menteri Pertanian menetapkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

IV. Selanjutnya setelah dilakukan penelaahan terhadap RKA-KL pagu tetap antara Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (DJA) dengan Kementerian Pertanian c. 2) Perencanaan di tingkat pusat tidak lagi tersekat-sekat. Bagi satuan kerja yang mendapatkan kegiatan yang bersumber dari dana PHLN. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) Tingkat kabupaten. 1. Penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) DIPA disahkan sebagai dasar pelaksanaan kegiatan untuk masing-masing Satuan Kerja (Satker) dan setiap DIPA hanya memuat kegiatan untuk satu Satker. MEKANISME PENGELOLAAN KEGIATAN DAN ANGGARAN Perencanaan Kegiatan dan Anggaran Menyikapi perubahan pola penganggaran dan tantangan PPSDMP. Penyusunan RKA-KL tersebut. kebijakan program dan anggaran PPSDMP perlu dijabarkan secara lebih terstruktur. tetapi dalam bentuk program PPSDMP yang terpadu guna menunjang ketahanan pangan. 5) Untuk dapat menyelenggarakan kegiatan PPSDMP yang berkualitas. DIPA Kementerian Negara/Lembaga dikategorikan sebagai berikut. Tampilan program di lapangan tidak lagi dalam bentuk kegiatan parsial.q. motivator dan dinamisator bagi masyarakat/swasta. peningkatan nilai tambah dan daya saing serta peningkatan kesejahteraan petani. DJA menerbitkan Arsip Data Komputer (ADK) dan Surat Penetapan Rencana Kegiatan dan Anggaran (SPRKA) untuk satker lingkup Badan PPSDMP. Untuk itu prinsip perencanaan program dan anggaran PPSDMP adalah sebagai berikut: 1) Pembangunan pertanian khususnya PPSDMP menempatkan aparatur pemerintahan sebagai fasilitator. kegiatan dan penganggaran diusulkan langsung ke Pusat. terukur dan operasional dengan berbasiskan kepada tugas dan fungsi masing-masing instansi PSDMP. Provinsi dan Nasional. Undang-undang APBN dan alokasi pagu APBN serta persetujuan DPR. selain berdasarkan kebutuhan kegiatan. secara bertahap dilakukan upaya pengembangan kapasitas lembaga pendidikan. Badan PPSDMP. 8 . 2. 3) Bagi UPT Badan PPSDMP. 4) Bagi Dinas/badan lingkup pertanian di tingkat provinsi selaku penyelenggara kegiatan pendidikan/pelatihan/penyuluhan pertanian maupun UPT Daerah. melainkan terpadu dalam sistem yang dikoordinasikan dengan instansi terkait baik pusat maupun daerah. juga harus didasarkan pada Peraturan Presiden tentang Rencana Kerja Pemerintah. dan kemudian disesuaikan dengan kebijakan PPSDMP. Sedangkan petani sebagai pelaku utama dan subyek pembangunan didorong agar mampu meningkatkan kesejahteraannya melalui pengembangan usaha dan peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian. usulan kegiatan dan penganggaran dilakukan melalui satuan kerja daerah. usulan kegiatan dan penganggaran dilakukan oleh Pusat dengan mengacu pada loan agreement disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daerah. dituangkan dalam dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) Badan PPSDMP tahun 2012. 6) Usulan kegiatan dan anggaran seperti dimaksud di atas. lembaga pelatihan dan kelembagaan penyuluhan pertanian.

1. dan selanjutnya Kepala Kanwil DJPb atas nama Menteri Keuangan menetapkan SP-DIPA. dan meliputi rencana penarikan anggaran per bulan. Penyusunan DIPA didasarkan pada ADK RKA dari DJA dan Daftar Nominatif Anggaran (DNA) yang diterbitkan oleh DJPb. Kepala Badan PPSDMP selaku Kuasa Menteri Pertanian menetapkan DIPA Badan PPSDMP.2. 4. DIPA Kantor Pusat DIPA Kantor Pusat adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang pelaksanannya dilakukan oleh Satker Kantor Pusat Kementerian Negara/ Lembaga.02/2011 tentang Tata Cara Revisi Anggaran Anggaran 2011. 2. DIPA Kantor Daerah DIPA Kantor Daerah adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang pelaksanaannya dilakukan oleh Satker Kantor Daerah/Instansi Vertikal Kementerian/Lembaga. Validasi ADK RKA dan DNA Satker dilakukan secara bersama antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) dengan Kantor Daerah/Instansi Vertikal Kementerian/Lembaga.3. bahwa Revisi Anggaran adalah Tahun perubahan Rincian Anggaran Belanja 9 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Validasi ADK RKA dan SP RKA dilakukan secara bersama antara Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (DJPb) dengan Kementerian/ Lembaga terkait. yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Satker menetapkan DIPA. dalam hal ini Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan PPSDMP. Penyusunan DIPA didasarkan pada ADK dan SP-RKA yang diterbitkan oleh DJA. Revisi Anggaran Berdasarkan PMK Nomor 49/PMK. Petunjuk Operasional Kegiatan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) yang merupakan bagian dari DIPA dan sudah terprogram dalam aplikasi DIPA harus menjadi dasar pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan anggaran. Penyusunan DIPA didasarkan pada ADK RKA dari DJA dan Daftar Nominatif Anggaran (DNA) yang diterbitkan oleh DJPb. dan DIPA FEATI dan selanjutnya Direktur Jenderal Perbendaharaan atas nama Menteri Keuangan mengesahkan DIPA dengan menerbitkan Surat Pengesahaan DIPA (SP-DIPA). penanggung jawab kegiatan. cara pelaksanaan/pengadaan. Kepala UPT Badan PPSDMP selaku Kuasa Menteri Pertanian atau menetapkan DIPA dan selanjutnya Kepala Kanwil DJPb atas nama Menteri Keuangan mengesahkan DIPA dengan menerbitkan SP DIPA. dalam hal ini Badan PPSDMP.2. Gubernur selaku Kuasa Menteri Pertanian dan Bupati selaku penerima tugas dari Menteri Pertanian. jadwal kegiatan (Peran POK). Sedangkan DIPA dalam rangka pelaksanaan Tugas Pembantuan adalah dokumen DIPA Pusat yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Kabupaten/ Kota dalam hal ini Satker Tugas Pembantuan di kabupaten/kota. DIPA dalam rangka Pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan DIPA dalam rangka pelaksanaan Dekonsentrasi adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang pelaksanaannya dilimpahkan kepada Gubernur dalam hal ini Satker Dekonsentrasi di provinsi.2012 . 2. POK diterbitkan oleh Kepala Satker selaku KPA. Validasi ADK RKA dan DNA Satker dilakukan secara bersama antara Kanwil DJPb dengan Satker terkait atas nama Gubernur atau Bupati. 3.

3) Perubahan/ralat karena kesalahan administrasi. Perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran belanja termasuk pergeseran rincian anggaran belanjanya sebagai akibat antara lain dari : 1) Kelebihan realisasi PNBP di atas target yang direncanakan dalam APBN. 4) Perubahan volume Keluaran berupa penambahan volume Keluaran dalam satu Keluaran dan/atau antarkeluaran dalam satu kegiatan dan satu satuan kerja. 2) Perubahan atau pergeseran rincian anggaran belanja dalam hal pagu anggaran tetap.1. 6) Tambahan pinjaman Luar Negeri 7) Pengurangan alokasi PHLN. antara lain meliputi : 1) Pergeseran antar program dalam satu bagian anggaran untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional.1.1.1.2. dan/atau Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) .1.1. 4.Pemerintah Pusat yang telah ditetapkan berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Surat Penetapan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga ( Sp RKA-KL). 3) Pergeseran antar jenis belanja dalam satu kegiatan. volume Keluaran dalam satu 10 . 4. 2) Pergeseran antar kegiatan dalam satu program sepanjang pergeseran tersebut merupakan Hasil Optimalisasi.1. Perubahan atau pergeseran rincian anggaran belanja dalam hal pagu anggaran tetap. 2) Lanjutan kegiatan yang dananya bersumber dari PHLN 3) Percepatan penarikan PHLN 4) Penerimaan hibah Luar Negeri yang diterima oleh pemerintah Cq Kemenkeu dan dilaksanakan oleh Kementerian/ Lembaga. 8) Penggunaan anggaran belanja yang bersumber dari PNBP di atas pagu APBN. Ruang Lingkup dan Batasan Revisi Anggaran 4. 5) Perubahan volume Keluaran berupa pengurangan Keluaran dalam satu kegiatan dan satu satuan kerja. 5) Penerimaan hibah luar negeri yang diterima dalam bentuk uang dan dilaksanakan langsung oleh Kementerian/Lembaga. 4.1. dan/atau. Ruang Lingkup Revisi Anggaran terdiri atas: 1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran belanja termasuk pergeseran rincian anggaran belanjanya.

4. 3) Ralat pencantuman volume. jenis dan satuan Keluaran pada RKA-Kl dan DIPA sesuai dengan dokumen RKP atau hasil kesepakatan DPR .3. 2) Alokasi tunjangan profesi guru/dosen. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. ralat kode dan nomenklatur satua kerja. 7) Pergeseran dalam satu propinsi/kabupaten/kota untuk kegiatan dalam rangka Tugas Pembantuan atau dalam satu propinsi untuk Kegiatan dalam rangka Dekonsentras. 15) Pergeseran reincian anggaran belanja yang digunakan untuk Program/Kegiatan yang tidak sesuai dengan hasil kesepakatan anarata Pemerintah dengan DPR-RI (kesimpulan repat kerja dalam rangka APBN) 16) Perubahan lainnya sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan. 4) Perubahan lainnya sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Menteri Keuangan.2.1. 13) Penggunaan anggaran yang harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) terlebih dahulu.1. Perubahan/ralat karena kesalahan administrasi antara lain karena: 1) Perubahan/ralat kode akun. cara penarikan PHLN. 11) Pergeseran anggaran antar kegiatan yang tidak berasal dari Hasil Optimalisasi. kode lokasi.1. 4. 8) Pergeseran dalam satu propinsi/kabupaten/kota untuk memenuhi Biaya Operasional yang dilaksakan oleh unit organisasi di tingkat pusat maupun oleh instansi vertikalnya di daerah.1. 2) Perubahan Nomenklatur bagian anggaran dan /atau satuan kerja sepanjang kode tetap. Revisi Anggaran dapat dilakukan sepanjang tidak mengakibatkan pengurangan alokasi anggaran terhadap : 1) Kebutuhan Biaya Operasional satuan kerja.RI. Batasan Revisi Anggaran: 4.6) Perubahan volume Keluaran berupa penambahan atau pengurangan volume Keluaran antarsatuan kerja sepanjang dalam kegiatan yang sama dan digunakan untuk Keluaran yang sama. kode kewenangan. kode nomor register PHLN. 10) Pencairan blokir/ tanda bintang (*) yang dicantumkan oleh Direktorat Jenderal Anggaran. 14) Pencairan blokir/ tanda bintang(*) yang dicantumkan oleh DPR-RI termasuk pencairan blokir yang tidak sesuai dengan rencana peruntuka. 9) Perubahan kurs sepanjang perubahan tersebut terjadi setelah kontrak ditandatangani.penggunaanya. 12) Pergeseran rincian anggaran belanja yang mengakibatkan perubahan Hasil Program.2.1. sumber dana. kode KPPN.2012 11 . 3) Pembayaran berbagai tunggakan. 4) Paket pekerjaan pekerjaan yang bersifat multiyears. rumusan keluaran. pejabat perbendaharaan.

5) Paket pekerjaan yang telah dikontrakan dan/atau direalisasikan daqnanya sehingga menjadi minus. 4. Usulan Revisi Anggaran yang disampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran paling sedikit dilampiri dokumen: RKA.2. 4.2. 11) Perubahan/ralat karena kesalahan administrasi. 6) Penggunaan anggaran belanja yang bersumber dari PNBP di atas pagu APBN. Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Direktorat Jenderal Anggaran meliputi perubahan berupa penambahan dan/atau perubahan atau pergeseran rincian anggaran belanja sebagai akibat adanya: 1) Kelebihan realisasi PNBP di atas target yang direncanakan dalam APBN. 7) Perubahan volume Keluaran berupa pengurangan volume Keluaran dalam satu Keluaran.1. dalam satu kegiatan dan satu satuan kerja.1.1.1. 8) Perubahan volume Keluaran berupa penambahan atau pengurangan volume Keluaran antarsatuan Kerja sepanjang dalam Kegiatan yang sama dan digunakan untuk Keluaran yang sama. Revisi Anggaran dapat dilakukan sepanjang tidak mengubah Sasaran Kinerja dengan ketentuan : 1) Tidak mengurangi volume Keluaran Kegiatan Prioritas Nasional dan/ atau Prioritas Bidang. Kewenangan dan Tata Cara Revisi Anggaran 4. Revisi Anggaran Pada Direktorat Jenderal Anggaran 4. 2) Lanjutan kegiatan yang dananya bersumber dari PHLN 3) Percepatan penarikan PHLN 4) Penerimaan hibah Luar Negeri yang diterima oleh pemerintah Cq Kemenkeu dan dilaksanakan oleh Kementerian/ Lembaga. 9) Perubahan kurs sepanjang perubahan tersebut terjadi setelah kontrak ditandatangani. 5) Pengurangan alokasi PHLN. 2) Tidak mengurangi spesifikasi keluaran.1.2.2.2. 10) Pencairan blokir/ tanda bintang(*) yang dicantumkan oleh Direktorat Jenderal Anggaran. 4.satuan kerja yang memuat usulan perubahan atau pergeseran rincian anggaran belanja beserta perubahan ADK RKA-K/L dan dilengkapi dengan dokumen pendukung meliputi: 12 .2.2.

2. 6) Pencairan blokir/tanda Bintang (*) yang dicantumkan oleh DPR-RI termasuk pencairan blokir yang tidak sesuai dengan rencana peruntukan/penggunaanya. 5) Penggunaan Anggaran yang harus mendapat persetujuan DPR-RI terlebih dahulu. 3) Pergeseran anggaran antarkegiatan yang tidak berasal dari Hasil Optimalisasi. 4) Pergeseran rincian anggaran belanja yang mengakibatkan perubahan hasil program.2.2.2. 4) Kerangka Acuan Kerja.2.2.2.2. Revisi Anggaran Yang Memerlukan Persetujuan Menteri Keuangan 4. 7) Pergeseran rincian anggaran belanja yang digunakan untuk Program/Kegiatan yang tidak sesuai dengan hasil kesepakatan antara Pemerintah dengan DPR-RI (Kesimpulan rapat kerja dalam rangka APBN).2.q Direktorat Jenderal Anggaran untuk selanjutnya dimintakan persetujuan dari DPR – RI 4. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.3.2. 2) Rincian sisa dana PHLN yang ditandatangani oleh Kepala Satuan Kerja dan diketahui oleh KPPN setempat. khusus untuk perubahan pagu PHLN akibat lanjtan PHLN. Anggaran antarprogram selain untuk memenuhi kebutuhan Biaya 4. RKA-satuan kerja yang memuat usulan perubahan pendapatan dilampiri ADK RKA-K/L fotocopi Surat Edaran Bukan Pajak (SSBP) dan Nomor dan transaksi Penerimaan Negara (NTPN) yang telah divalidasi oleh KPPN setempat dalam hal perubahan anggaran karena PNBP yang melampaui target.1. Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan DPR-RI diajukan oleh Kementerian Negara kepada Menteri Keuangan c.3. 3) Surat keterangan pengelola kegiatan dan Annual Work Plan (AWP) yang disetujui Lender dalam hal percepatan penarikan PHLN. Revisi Anggaran dapat ditetapkan oleh Menteri Keuangan setelah mendapatkan persetujuan DPR-RI. Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan DPR-RI terdiri dari: 1) Tambahan Pinjaman Proyek Luar Negeri 2) Pergeseran Oreasional.2. 4.2012 13 .1) Perhitungan anggaran yang diusulkan dilakukan perubahan/pergeseran termasuk dana pendamping untuk PHLN yang mensyaratkan dana rupiah pendamping. Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan diajukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) kepada Direktur Jenderal Anggaran untuk selanjutnya dimintakan persetujuan Menteri Keuangan. Revisi Anggaran Yang Memerlukan Persetujuan DPR-RI 4. 4. Rincian Anggaran Biaya dan Revisi DIPA terakhir.3.1.

dananya masih tersedia dan tidak mengurangi Sasaran Kinerja.2. 3) Pergeseran antarprogram dalam satu Bagian Anggaran untuk memenuhi kebutuhan Biaya Operasional. 2) Tidak mengubah Sasaran Kinerja.2. 4.3.4. 14 . Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan terdiri dari: 1) Pergeseran antarkegiatan dalam satu Program sepanjang pergeseran tersebut merupakan Hasil Optimalisasi 4.4. 6) Perubahan rincian belanja sebagai akibat dari penyelesaian tunggakan tahun yang lalu sepanjang dalam Program yang sama. Usulan Revisi Anggaran yang disampaikan kepada Direktur Jenderal Perbendaharaan/Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan paling sedikit dilampiri dokumen : 1) Konsep Revisi DIPA yang telah ditandatangani oleh KPA beserta ADK. 4) Pergeseran antarjenis belanja dalam satu Kegiatan.2.4.3. 2) Penggunaan Anggaran Belanja yang bersumber dari PNBP diatas pagu APBN .2.4. 3) Penambahan volume Keluaran dalam satu Keluaran dan/atau antarkeluaran dalam satu kegiatan. 5) Pergeseran antar propinsi/kabupaten/kota untuk memenuhi Biaya Operasional yang dilaksanakan oleh unit organisasi di tingkat Pusat maupun oleh instansi vertikalnya di daerah.5.2.5.1. Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Kantor Pusat/Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan meliputi : 1) Penerimaan Hibah Luar Negeri yang diterima dalam bentuk uang dan dilaksanakan secara langsung oleh Kementerian Negara/Lembaga. 4. 4.1.2. Revisi Anggaran Pada Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran.4. Revisi Anggaran dapat dilaksanakan oleh PA/KPA dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Tidak mengurangi alokasi anggaran. 4. Satuan kerja pelaksana Kegiatan dalam rangka Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan melaporkan perubahan tersebut kepada Unit Eselon I.2. Revisi Anggaran pada Kantor Pusat/Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan 4.2. 7) Perubahan/ralat karena kesalahan administrasi.2.

5.2. apabila sampai dengan akhir bulan bulan Juni KPA tidak melengkapi dokumen yang dipersyaratkan. 6) Pergeseran antarkomponen dan antarkeluaran dalam satu kegiatan.6.6. alokasi anggaran yang diblokir tersebut tidak dapat digunakan sampai dengan akhir tahun anggaran. perubahan POK dapat ditetapkan oleh KPA setelah perubahan DIPA disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan / Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Revisi anggaran dilakukan dengan cara mengubah ADK RKA satuan kerja melalui aplikasi RKA-K/L.2.2.3.6. Hal-Hal Khusus 4. 4.2.5. Paket Pekerjaan yang alokasi anggarannya diblokir/dibintang (*) tidak termasuk paket pekerjaan yang sudah jelas peruntukannya namun pelaksanaannya memerlukan syarat dan kondisi tertentu. 5) Pergeseran antarkomponen dalam satu Keluaran sepanjang tidak menambah jenis honorarium baru dan besaran honoraium yang sudah ada. Paket Pekerjaan yang alokasi anggarannya diblokir/dibintang (*) sebagai akibat belum dilengkapi TOR/RAB/dokumen pendukung lainya dan alokasi anggaran yang belum jelas peruntukannya. Direktorat Jenderal Anggaran dapat memproses/menyelesaikan usulan Revisi Anggaran yang diajukan oleh Kementerian Negara dalam hal substansi dan kewenanganya meliputi kewenangan Direktorat Jenderal Anggaran dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 4.2.2.5.1. mencetak POK. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. dan KPA menetapkan perubahan POK 4.2. 4.2012 15 .6.2. 4.4) Pergeseran antarkomponen untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional. PA/KPA wajib menyampaikan setiap perubahan ADK RKA satuan kerja kepada Direktur Jenderal Perbendaharaan untuk DIPA yang disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan atau Kepala Kantor Wilayah disahkan Direktorat oleh Jenderal Kepala Perbendaharaan Wilayah untuk DIP yang Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan.4.2. 4.3. Dalam hal Revisi Anggaran mengakibatkan perubahan DIPA.

KPA dapat mengajukan usul perubahan rumusan Keluaran kepada Direktur Jenderal Anggaran sepanjang tidak mengubah pagu anggaran dan tidak mengurangi volume Keluaran Kegiatan Prioritas Nasional dan/ atau Prioritas Bidang.1. Dalam hal terjadi perubahan rumusan Keluaran sebagai akibat adanya perubahan tugas fungsi unit atau penugasan. 2) Revisi DIPA untuk Satuan Kerja Vertikal. 5) Revisi DIPA baik untuk DIPA yang disahkan di Pusat maupun di Daerah. 2) Revisi DIPA satuan kerja pusat dalam rangka penerimaan Hibah Luar Negeri yang diterima dalam bentuk uang dan dilaksanakan secara langsung oleh Kementerian Negara.3. tambahan Lembaran Negara Nomo 4355). Pengesahan Revisi DIPA 4.6. 4) Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2009 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2010(Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 156. 5) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah. 4.4. Pengesahan Revisi DIPA yang dilaksanakan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan meliputi: 1) Revisi DIPA untuk satuan kerja pusat yang berlokasi di daerah (diluar DKI Jakarta). 7) Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 16 . Pengesahan Revisi DIPA yang dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan meliputi: 1) Revisi DIPA satuan kerja Pusat yang berlokasi di DKI Jakarta. 4. 6) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. tambahan Lembaran Negara Nomor 4286).2.3.3. 4) Revisi DIPA Tugas Pembantuan.2. 3) Revisi DIPA Dekonsentrasi.4.1. 2) Undang -Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 5. 3) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan 5. tambahan Lembaran Negara Nomor 4400). 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 5075). Landasan Operasional Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 66. Pelaksanaan Kegiatan dan Pengelolaan Anggaran 1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47.

Penggunaan.06/2007 tetang Tata CaraPelaksanaan. 5. 19) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.8) Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan BMN/Daerah. 10) Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. hadiah/tanda mata. karangan bunga dan sebagainya untuk berbagai peristiwa. 3) pesta untuk berbagai peristiwa pada Kementerian/Lembaga. 18) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91/PMK. 3) mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri. Anggaran Belanja Negara tidak diperkenankan untuk membiayai kegiatan: 1) perayaan atau peringatan hari besar. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.05/2009 tahun 2009 tentang Tata Cara Rekonsiliasi dalam rangka Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Penilaian dan Pelaporan Dalam Rangka Penertiban BMN.2. 4) pengeluaran lain-lain untuk kegiatan sejenis seperti tersebut di atas. 11) Peraturan Pemerintah Nomor 102/PMK. 14) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 109/PMK. 9) Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2009 tenatng Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2007 tentang Penertiban BMN.05/2007 Tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat.140/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian. tidak mewah.05/2009 Tentang Perencanaan Kas.140/12/2006 Tentang Pedoman Administrasi Keuangan Kementerian Pertanian. 5. efisien dan sesuai kebutuhan teknis yang disyaratkan.05/2008 tentang Tatacara Penatausahaan dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Kementerian Negara/Lembaga/Kantor/Satker. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008. termasuk Pekan Olah Raga. 15) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK. 22) Keputusan Menteri Pertanian Nomor 720.05/2007 Tentang Bagan Akun Standar.2. 20) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61/Permentan/OT.2. Pelaksanaan Anggaran Belanja Negara didasarkan atas prinsip-prinsip: 1) hemat.2. iklan. 21) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 31 Tahun 2010 tentang Pedoman Sistem Pemantauan. Evaluasi dan Pelaporan Pembangunan Pertanian.06/2007 tentang Penggolongan dan Kodefikasi BMN. 2) pemberian ucapan selamat . 16) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73/PMK. sebagai berikut. Pemanfaatan.1/Kpts/OT.06/2005 Tantang Pedoman Pembayaran Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. hari ulang tahun Kementerian/Lembaga. 17) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK. Ketentuan Umum Dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ada ketentuanketentuan yang harus diperhatikan. 13) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 97/PMK.2012 17 . Penghapusan dan Pemindahtangan BMN.06/2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Inventarisasi. terarah dan terkendali sesuai dengan rencana/kegiatan. 12) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96/PMK.1. 2) efektif. 5.

18 .3.5. 5) Rencana Triwulan Masing-masing Penanggung jawab Kegiatan agar menyiapkan rencana triwulanan sekaligus untuk 4 triwulan dan disahkan oleh Kepala Satker.4. 1) Matriks Rencana Kegiatan Matrik rencana kegiatan disiapkan oleh Penanggungjawab kegiatan yang berkoordinasi dengan Bagian/Bidang yang menangani program yang ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan disahkan oleh Kepala Satker. Rencana triwulan diharapkan memperlihatkan progress pencapaian kinerja maupun rencana penyerapan anggaran. 2) Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) dan Rincian Anggaran Biaya (RAB) KAK dan RAB disiapkan oleh penanggungjawab kegiatan. Bendahara Pengeluaran. Struktur Organisasi Pengelola Keuangan Pengelola Keuangan terdiri dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). 4) Rencana Kinerja Tahunan Dokumen ini berfungsi sebagai dokumen kendali dan acuan evaluasi atas pelaksanaan kegiatan dan anggaran yang diterimanya. Bendahara Penerimaan. 5. 3) Rencana Penyerapan Anggaran Rencana Penyerapan Anggaran yang dikompiliasi menjadi Rencana Penarikan Dana (RPD) sebagai lampiran dokumen DIPA disusun sekaligus untuk 12 bulan dengan mengacu kepada kebutuhan anggaran yang disesuaikan dengan jadwal rencana pelaksanaan kegiatan. Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) merupakan dokumen yang memuat informasi yang lengkap dan rinci tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Sedangkan Pejabat Pembuat Komitmen ditetapkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran. KAK dan RAB ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan disahkan oleh Kepala Satker. Rencana penyerapan anggaran ditandatangani oleh penanggungjawab dan disahkan oleh Kepala Satker. dan Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran (P4) yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian. Rincian Anggaran Biaya (RAB) merupakan dokumen rincian biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan. harus ditandatangani oleh Penanggungjawab Kegiatan dan disahkan oleh Kepala Satker. untuk menyiapkan dokumen pendukung pengelolaan anggaran sebagai berikut. Didalam dokumen rencana kinerja indikator keberhasilan harus dinyatakan dengan parameter yang jelas. Rencana Kinerja Tahunan merupakan komitmen suatu unit kerja yang akan dicapai dalam tahun tertentu. Dokumen Kinerja Tahunan memuat informasi tentang sasaran yang ingin dicapai dalam tahun yang bersangkutan dengan indikator kinerja sasaran dan rencana capaiannya yang terukur. Rencana Kinerja Tahunan merupakan penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan. spesifik dan terukur. Dokumen Pendukung Pelaksanaan Setelah menerima DIPA pengelolaan anggaran (daftar isian pelaksanaan anggaran) maka Kuasa Pengguna Anggaran dan Bendahara Pengeluaran serta Pejabat Pembuat Komitmen berkoordinasi dengan Bagian/Bidang yang menangani program dan menginformasikan kepada penanggungjawab kegiatan.

3) Menerbitkan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) oleh Pejabat Pembuat Komitmen.6.1. II.6. 4) Berdasarkan SPPD. Pelaporan Perjalanan Dinas 1) Pelaksana perjalanan dinas setelah selesai melaksanakan perjalanan dinas segera membuat laporan perjalanan dinas serta melaporkan kepada atasan langsung paling lama 3 (tiga) hari setelah pelaksanaan perjalanan dinas. Biaya Perjalanan Dinas Biaya perjalanan dinas jabatan terdiri dari : 1) uang harian yang meliputi uang makan.3.2012 19 .6. Pengajuan dan Pelaksanaan Biaya Kegiatan Pengajuan dan pelaksanaan biaya kegiatan sangat tergantung dengan ketersediaan Uang pada Bendahara Pengeluaran.6. Keseluruhan rencana triwulan (I. Bendahara Pengeluaran membuat Surat Bukti Pengeluaran Perjalanan Dinas yaitu Rincian Perjalanan Dinas dan Kuitansi Pembayaran Perjalanan Dinas.5. 6) Mendistribusikan Biaya Kegiatan.4. 2) biaya transport pegawai. 2) Melakukan Rapat Koordinasi Rencana Pelaksanaan Kegiatan dan Kebutuhan Dana. 5. Pembayaran dan pelaksanaan Pembayaran Perjalanan Dinas. 2) Menerbitkan Surat Tugas Perjalanan Dinas oleh Atasan Langsung. dibayarkan oleh Bendahara Pengeluaran setelah SPPD dan Surat Bukti Pengeluaran Perjalanan Dinas disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. 7) Pertanggungjawaban Biaya Kegiatan. 5. 3) Merekapitulasi Usulan Kegiatan dan Kebutuhan Biaya Kegiatan.Rencana triwulan dimaksud tersebut menjadi acuan penyusunan laporan triwulan yang merupakan realisasi kinerja dan penyerapan anggaran pada triwulan yang berjalan. 2) Pelaksana perjalanan dinas yang belum melaporkan hasil perjalanan dinas tidak dapat untuk diajukan kembali dan atau ditugaskan kembali melakukan perjalanan dinas sampai laporan sebelumnya diselesaikan 5. uang saku. Proses pengajuan kegiatan dilakukan dengan: 1) Menyusun Rencana Kegiatan dan Kebutuhan Biaya Kegiatan Bulanan. 5) Mencairkan Uang Persediaan dan Tambahan Biaya Persediaan. 4) Mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM). Rencana triwulanan diajukan dan ditandatangani oleh Penanggungjawab Kegiatan dan disahkan oleh Kepala Satker.2. III dan IV) akan memberikan gambaran tahapan realisasi dan anggaran. 5. dan transport lokal.6. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 5. Usulan Perjalanan Dinas 1) Usulan Perjalanan Dinas harus diketahui oleh Atasan Langsung untuk disampaikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran melalui Pejabat Pembuat Komitmen untuk mendapatkan persetujuan. Rencana triwulan diajukan triwulan ini dapat dievaluasi dan disesuaikan pada awal triwulan yang akan dilaksanakan. Pengajuan dan Pelaksanaan Perjalanan Dinas Dalam Negeri 5.

Pengelolaan Barang Milik Negara Pengelolaan Barang Milik Negara/BMN mengacu kepada Peraturan Pemerintah No. Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Tidak Tetap. dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara.6. 2) Menyusun konsep Laporan Keuangan dan Neraca Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. laporan realisasi anggaran belanja pengembalian belanja. 20 . merekonsiliasi data transaksi keuangan dengan dokumen BMN serta menggabung data dari aplikasi SAK dengan SIMAKBMN. SP2D. Penghapusan. dilarang menerima biaya perjalanan dinas rangkap (dua kali atau lebih) untuk perjalanan dinas yang dilakukan dalam waktu yang sama 2) Perjalanan Dinas Luar Negeri diatur sesuai dengan ketentuan yang berklaku untuk itu. Ketentuan Lain 1) Pejabat Negara. 6. 3) Memverifikasi kelengkapan. 5) Merekonsiliasi data realisasi anggaran belanja dan pendapatan seluruh satker dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan dengan program Sistem Akuntansi Uang (SAU) guna memperoleh keakuratan realisasi anggaran. neraca dengan cara membandingkan data realisasi Anggaran data SIMAK BMN guna kesesuaian realisasi belanja modal dan penambahan aset sebelum melakukan rekonsiliasi dengan KPPN. laporan realisasi pendapatan negara. 6 tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan Peraturan Menteri Keuangan No. 8. SPM. SP2D dan SSBP. SSPB.5. 96 tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan. Peraturan yang mengatur Pengadaan Barang/Jasa adalah Perpres 54 Tahun 2010. SSBP. data kerugian Negara/ transaksi keuangan lainnya dan menginput kedalam program aplikasi SAK guna menyusun laporan keuangan.3) biaya penginapan. 7. SSPB) untuk kepastian besarnya realisasi anggaran sebelum dan sesudah dilakukan penggabungan kedalam program Sistem Akuntansi Instansi (SAI) untuk mengetahui kepastian nilai asset. kebenaran Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan neraca dengan cara membandingkan kesesuaian bukti pengeluaran dengan dokumen pendukung (SPM. 5. 4) Merekonsiliasi LRA. Pengadaan Barang dan Jasa Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah adalah kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa oleh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa. neraca dengan tahapan pelaksanaan kegiatan sebagai berikut: 1) Mengumpulkan SPP. Pemanfaatan. Penyusunan Laporan Keuangan Penyusunan Laporan Keuangan Sistim Akuntansi Instansi (SAI) Satker Pusat dan Eselon I dan merekonsiliasi data Laporan Realisasi Anggaran Belanja (LRA).

kebenaran pembebanan anggaran. 4) Aspek Kebenaran Tagihan Pengujian terdahap dokumen pengeluaran anggaran dilihat dari aspek kebenaran tagihan adalah untuk mengetahui apakah secara formal maupun material bukti pengeluaran telah benar dan sah sehingga layak untuk dibayar. neraca kedalam program SAI eselon I untuk dilaporkan ke Biro Keuangan dan Perlengkapan Kementerian Pertanian. sebagai bahan laporan Kementerian Pertanian. 3) Aspek Kebenaran Pembebanan Dokumen Pengujian terhadap dokumen pengeluaran anggaran dilihat dari aspek kebenaran pembebanan anggaran adalah untuk mengetahui apakah pembebanan anggaran yang tercantum dalam dokumen bukti pengeluaran yang telah dilakukan. Neraca seluruh satker dengan membandingkan tahun yang lalu untuk dituangkan kedalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) 8) Menyusun Laporan Keuangan Satker Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian untuk pertanggungjawaban Kepala Badan selaku Kuasa Penggunan Anggaran/Barang. LRP. 5) Aspek Kebenaan Kelengkapan Bukti Pengeluaran Pengujian terhadap dokumen pengeluaran anggaran dilihat dari aspek kelengkapan bukti pengeluaran adalah tanda bukti pengeluaran telah dilengkapi dengan persyaratan yang telah diwajibkan. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. aspek kebenaran tagihan dan aspek kelengkapan bukti pengeluran sebagai berikut: 1) Aspek Ketersediaan Anggaran Pengujian terhadap dokumen pengeluaran anggaran dilihat dari aspek ketersediaan angaran adalah untuk mengetahui jumlah pengeluaran anggaran yang tercantum dalam dokumen 2) Aspek Ketepatan Tujuan Pengeluaran Pengujian terhadap dokumen pengeluaran anggaran dilihat dari aspek ketepatan tujuan pengeluaran adalah untuk mengetahui apakah tujuan pengeluaran yang tercantum dalam tanda bukti pengeluaran telah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dalam dokumen anggaran.6) Mengkonsolidasikan LRA dab neraca dari seluruh satker dengan menggabungkan LRA. Verifikasi Ruang lingkup verifikasi terhadap dokumen pengeluaran anggaran (pertanggungjawaban) mencakup 5 (lima) aspek yakni aspek ketersediaan anggaran. 9. 7) Menganalisis LRA.2012 21 . ketetapan tujuan pengeluaran. b) Lampiran dokumen-dokumen tanda bukti pengeluaran. yaitu : a) Lampiran tanda bukti pengeluaran.

2. 1) Penerimaan Umum adalah penerimaan yang tidak berasal dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kementerian. Gedung Bangunan dan tanah b) Sewa Rumah Dinas. 10. 2) Penerimaan Fungsional adalah penerimaan yang diperoleh dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kementerian Pertanian a.10. Sumber dana mata anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak agar dibedakan sebagai berikut. Bangunan dan Gudang d) … dan seterusnya. yang pada dasarnya terdapat pada setiap Kementerian a.l. Hasil Kebun b) Penjualan Hasil Peternakan c) Sewa Gedung. penjualan hasil samping (ternak.l. Penggunaan Hasil Penerimaan Fungsional Penggunaan hasil penerimaan fungsional mengacu pada peraturan pemerintah Nomor 73 tahun 1999 tentang Penggunaan PNBP yang bersumber dari kegiatan tertentu dan harus mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan yang permohonannya dilengkapi: 1) Tujuan penggunaan dana PNBP 2) Rincian kegiatan pokok yang akan dibiayai PNBP 3) Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak serta tarif yang berlaku.3. Kelompok Penerimaan Dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak terdapat 4 kelompok besar PNBP yang terdiri dari: 1) Penerimaan Penjualan Hasil Samping 2) Penerimaan Sewa dan Jasa 3) Penerimaan Pendidikan 4) Penerimaan Lain-lain. jasa persewaan. 22 . Jenis Penerimaan PNBP adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari anggaran APBN yaitu pendapatan yang berasal dari penerimaan dalam negeri berupa penerimaan umum dan fungsional. sewa rumah dinas. Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP ) 10. 1) Peneriman Umum a) Penjualan Rumah.1. barang yang dihapuskan/berlebih/rusak. dst) 10. Penyusunan Target Penerimaan Dalam penyusunan target Penerimaan Negara Bukan Pajak agar mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE-49/A/2001 tanggal 9 April 2001. perjanjian kerjasama operasional. 10. c) … dan seterusnya.4. jasa giro. 2) Penerimaan Fungsional a) Penjualan Hasil Pertanian. kebun. dst. Nomor 7 tahun 2004 tanggal 11 Pebruari 2004 tentang ketentuan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Pertanian. Sedangkan untuk menentukan besaran target yang dapat diterima mengacu pada PP.

harus dicantumkan dengan jelas Jenis Penerimaan. 3) Penerimaan dan penyetoran tahun dinas yang lalu tidak dibenarkan dimasukan pada penerimaan/penyetoran tahun dinas berjalan. maka laporan SPJ tetap dibuat dengan laporan “ NIHIL “ 2) Laporan/SPJ tidak dibenarkan digabung untuk beberapa bulan. membayar atau mengeluarkan uang/barang dalam penyimpanannya. serta perkiraan 2 (dua) tahun anggaran mendatang. Tuntutan Perbendaharaan (TP) Tuntutan Perbendaharaan (TP) ialah tuntutan yang dikenakan terhadap orang atau badan yang menurut pasal 77 ICW dibebani tugas menerima. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian oleh Bendaharawan dalam pembuatan SPJ adalah sbb. mess dan pencairannya langsung membuat LS ke KPKN.2012 23 . 10.4) Laporan realisasi dan perkiraan tahun anggaran berjalan. telah melakukan kelalaian/ kesalahan yang menimbulkan kerugian Negara. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.5.6.: 1) Apabila dalam satu bulan tidak terdapat penerimaan/penyetoran. Prosedur Penyelesaian 1) Kepala Kantor/Satuan Kerja melaporkan kepada Kepala Badan PPSDMP bahwa pada kantor/satuan kerjanya telah terjadi kerugian Negara yang disebabkan oleh perbuatan melanggar hukum/lalai yang dilakukan oleh Bendaharawan yang berada di unit organisasinya. 10. melainkan harus dibuat setiap bulan. 2) Copy SPM sepanjang penerimaan yang dipotong melalui daftar gaji.1. dengan melampirkan bukti setor SSBP tahun berjalan yang jumlah penyetorannya lebih besar dari jumlah target penerimaan yang tertera dalam DIPA. Pelaporan Dalam pembuatan laporan SPJ/SPJ Bendahara Penerima masing-masing jenis penerimaan (Penerimaan Umum dan Penerimaan fungsional) harus dilampirkan bukti-bukti pendukung antara lain: 1) Surat Setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (SSBP). tembusan laporan disampaikan kepada : a) Badan Pemeriksa Keuangan. 4) Kuitansi penerimaan dan bukti-bukti pendukung lainnya. yaitu sewa gedung. menyimpan. Prosedur Pencairan Hasil Penerimaan Fungsional Pada Instansi Badan PPSDMP pencairan dana Hasil Penerimaan Fungsional yang baru disetujui izin penggunaannya sebesar 90%. lokasi dan nama kantor/satuan kerja yang bersangkutan. 3) Copy Nota debet dari Bank atas jasa giro yang dipindah bukukan. aula. 11. Tuntutan Perbendaharaan 11. Dalam pengajuannya dilakukan selambat-lambatnya tanggal 15 Nopember tahun berjalan yang akan diteliti dan dibahas oleh Kementerian keuangan bersama Instansi terkait. 4) Bukti setor dan tanda bukti pengeluaran/kuitansi penerimaan.

12. Bendahara instansi mempunyai tugas menerima. menyimpan. Kepala Sub Perbendaharaan. e) Kepala Badan PPSDMP tersebut diatas memerintahkan kepada : f) Sekretaris Badan PPSDMP. h) Pihak lainnya yang terkait (bila dipandang perlu). Hal ini merupakan amanah Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006. 4) Menteri Pertanian Cq. Menteri dapat memerintahkan tim TP/TGR Depertemen agar dapat membantu Biro Keuangan untuk meneliti berkas maupun penelitian setempat guna dapat diberikan pertimbangan/saran tindak penyelesaian kasus tersebut. Sekretaris Jenderal memerintahkan kepada Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan Cq. Penatausahaan kas dan penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Instansi merupakan managerial report sebagai sarana pengambilan keputusan dalam pelaksanaan kegiatan operasional seharihariterkait dengan pagu dana yang sesungguhnya. atau Kuasa Bendahara Umum Negara. menatausahakan dan mempertanggugjawabkan uang dan surat berharga yang berada dalam pengelolaannya. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian untuk diproses lebih lanjut. 3) Kepala Badan PPSDMP meneruskan berkas laporan tersebut disertai dengan saran/pendapat kepada Menteri Pertanian Cq. disampaikan kepada Kepala Badan PPSDMP. d) Atasan Langsung dari pejabat yang melapor. Kepala Bagian Perbendaharaan untuk mengadakan penelitian dan pemeriksaan atas berkas laporan dan saran/pendapat yang disampaikan oleh Kepala Badan PPSDMP. dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 2) Laporan lengkap hasil penelitian dan pemeriksaan yang dilaksanakan oleh pejabat tersebut pada point 2b diatas. Dalam 24 . Penatausahaan Kas dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendaharawan Instansi Bendahara instansi (Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran) dalam mengelola uang untuk pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bertanggugjawab secara fungsional dan wajib menatausahakan dan menyusun laporan pertanggungjawabannya dan disamapaikan kepada Bendahara Umum Negara (BUN). g) Kepala Bagian Keuangan Cq. Menteri/Pimpinan Lembaga . membayar. Bendahara instansi adalah pejabat fungsional yang diangkat oleh Pengguna Anggaran (PA)/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang secara fungsional bertanggugjawab kepada Bendahara Umum Negara (BUN)/Kuasa Bendahara Umum Negara. Biro Keuangan dan Tim TP/TGR Kementerian memberikan laporan hasil penelitian yang dilakukan dan pertimbangan / saran tindak penyelesaian kasus dimaksud kepada Menteri Pertanian disertai dengan konsep surat pengantar kepada Badan Pemeriksa Keuangan untuk penyelesaian selanjutnya. pelengkap SAI dan terkait dengan perkiraan Kas di Bendahara Instansi. 5) Apabila dipandang perlu untuk mendapatkan kebenaran atas laporan dimaksud.b) Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian. c) Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian.

12. kwitansi/dokumen pembayaran atas uang yang bersumber dari Uang Persediaan atau Langsung (LS) Bendahara Instansi. Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) mempunyai tugas membantu Bendahara Pengeluaran untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan. Dalam menjalankan tugas. khusus sisa Uang Persediaan (UP) dikembalikan kepada Bendahara Pengeluaran. BPP wajib menyetorkan seluruh uang negara yang dikuasainya ke kas negara. Pembukuan seluruh transaksi harus segera dicatat baik secara tulis tangan / atau komputer dalam Buku Kas Umum sebelum dibukukan dan dicatat dalam buku-buku pembantu dan pengawasan anggaran berdasarkan azas perhitungan bruto (kotor). Dokumen sumber pembukuan adalah seluruh dokumen terkait dengan uang yang dikelola Bendahara Penerimaan atau Bendahara Pengeluaran serta transaksi dalam rangka pelaksanaan anggaran satuan kerja.2012 25 . Buku-Buku Bantu/register selain Buku Kas Umum dapat ditentukan oleh Pengguna Anggaran (PA) /Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Kewajiban yang harus dilaksanakan oleh Bendahara Instansi adalah menatausahakan seluruh transaksi Satuan Kerja (termasuk Surat Perintah Membayar Langsung/SPM-LS). antara lain Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang telah mendapat pengesahan. Ketentuan mengenai penatausahaan kas berlaku juga bagi BPP. dengan disertai salinan rekening Koran. Pencatatan seluruh transaksi dalam pembukuan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku dan petunjuk pelaksanaan pada Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Nomor Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BPP disamapaikan kepada Bendahara Pengeluaran paling lambat 5 hari kerja bulan berikutnya. Surat Bukti Setoran (SBS)/Bukti Penerimaan Bendahara Penerimaan. Pembukuan Bendahara Instansi Bendahara Instansi wajib menyelenggarakan pembukuan terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran/penyetoran atas penerimaan dan pengeluaran yang meliputi seluruh transaksi dalam rangka pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Satuan Kerja yang berada di bawah pengelolaannnya. kewenangan dan kewajiban Bendahara Instansi dapat dibantu oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) yang diangkat oleh Menteri/Pimpinan Lembaga atau pejabat yang diberi kuasa.menjalankan tugasnya bendahara instansi mempunyai kewenangan melakukan pembayaran atas perintah Pengguna Anggaran (PA) / Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan wajib menolak perintah bayar dari PA/KPA/PPK apabila persyaratan tidak terpenuhi dan bertanggugjawab secara pribadi atas pembayaran yang dilaksanakannya. sedangkan pada akhir tahun anggaran/kegiatan .1. Faktur Pajak atas potongan uang yang bersumber dari Uang Persediaan (UP) atau Langsung(LS) Bendahara Instansi. Surat Perintah Membayar Uang Persediaan (SPM-UP)/Surat Perintah Membayar Tambahan Uang Persediaan (TUP)/ Surat Perintah Membayar Penggantian Uang Persediaan (SPM-GUP)/Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS) yang telah diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). melakukan pemotongan pajak dan bukan pajak pihak ketiga kepada Negara yang langsung disetorkan ke Kas Negara. atas dasar pertimbangan lokasi dan kompleksitas kegiatan. menyetorkan seluruh uang negara yang dikuasai ke Kas Negara pada akhir tahun anggaran/kegiatan dan menyampaikan Laporan Pertanggugjawaban kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) paling lambat 10 hari kerja bulan berikutnya dengan disertai salinan rekening Koran.

12.updating/pemutahiran disampaikan tiap bulan. Menteri / Pimpinan Lembaga dan BPK.3. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Laporan Pertanggungjawaban menyajikan keadaan pembukuan pada bulan pelaporan yang meliputi saldo awal. Perencanaan kas yang harus disusun dan dibuat adalah perencanaan kas harian. keadaan kas baik tunai di brankas dan saldo rekekning bank.05/2009. Sanksi keterlambatan penyampaian LPJ berupa penundaan penerbitan SP2D atas SPM-GUP / SPM-TUP dan tidak membebaskan Bendahara dari kewajiban menyampaikan LPJ bulan bersangkutan. dan saldo akhir dari buku-buku pembantu. penambahan. Laporan Pertanggungjawaban disampaikan secara bulanan dengan disertai salinan rekening Koran kepada BUN/Kuasa BUN. penggunaan.3. paling lambat 3 hari kerja sebelum bulan penarikan.1. (Format Terlampir) 26 . Penyusunan rencana/Jadwal pelaksanaan kegiatan dan Perkiraan Penarikan dan / atau Penyetoran berdasarkan waktu pelaksanaan kegiatan wajib dibuat oleh Menteri/Pimpinan Lembaga yang dideligasikan kepada Kepala Kantor/Kepala Satuan Kerja. Laporan Pertangungjawaban (LPJ) disusun oleh Bendahara dan diketahui oleh KPA berdasarkan Buku Kas Umum. Perencanaan Kas Perencanaan Kas berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK. Pembukuan dalam Buku Kas Umum dan Buku-Buku Pembantu dengan menggunakan sarana komputer wajib di cetak dan ditandatangani oleh Bendahara dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekurang-kurangnya satu kali dalam satu bulan. Perencanaan Kas Bulanan Perencanaan Kas Bulanan merupakan perkiraan dalam satu tahun anggaran yang dirinci dalam dua belas bulan dan disampaikan paling lambat 10 hari kerja setelah pengesahan DIPA dan jika ada perubahan . 12. mingguan dan bulanan. Apabila perkiraan Satker terlalu tinggi sedangkan realisasi SPMnya lebih rendah dari perkiraan maka selisih antara realisasi dan perkiraan penarikan tidak dapat dicairkan . Begitu pula sebaliknya apabila Perkiraan kas yang diajukan lebih rendah dari realisasi SPM. Fungsinya untuk mendapatkan batas maksimal penyediaan dana yang bias ditarik oleh satker pada bulan bersangkutan. maka selisihnya tidak dapat dicairkan pada bulan bersangkutan.2. dimana bertujuan untuk memperoleh dana senilai perkiraan penarikan dana untuk membiayai kegiatan sesuai dengan waktu pelaksanaan pada Kementerian/Lembaga. hasil rekonsiliasi internal antara pembukuan dengan unit akuntansi serta penjelasan selisih antara saldo pembukuan dan saldo kas pada akhir bulan pelaporan.47/PB/2009 seperti dalam lampiran. dapat dicairkan kembali apabila dilakukan revisi Perkiraanm Kas pada bulan berikutnya. dapat dicairkan kembali apabila dilakukan revisi penyusunan rencana kas bulanan pada bulan berikutnya. Buku-Buku Pembantu dan Buku Pengawasan Anggaran yang telah diperiksa dan direkonsiliasi oleh KPA/PPK. 12.

tetapi jumlah perkiraan mingguan dalam satu bulan harus sama dengan Perkiraan Penarikan Dana Bulanan. Disusun tiap dua bulan dan disampaikan paling lambat lima hari kerja sebelum minggu pertama perkiraan. (Format Terlampir) 12. Kegiatan yang bersifat kontraktual merupakan kegiatan yang cara pembayarannya melalui kontrak dengan pihak ketiga. Beberapa hal yang mengharuskan updating data jika lebih kecil dari perkiraan belanja. ( Format Terlampir) 12. Langkah-Langkah Penyusunan Perkiraan Penarikan Dana 1) Penyusunan Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Penyusunan Jadwal Kegiatan harus sesuai dan mengacu pada kegiatan di RKAKL.3. Perkiraan Penarikan Dana disesuaikan dengan termin pembayaran. b) Menentukan besarnya biaya yang dibutuhkan setiap kegiatan disesuaikan dengan pagu dan jadwal kegiatan. Kegiatan Kontraktual terbagi menjadi kegiatan yang sudah dikontrakkan dan akan dikontrakkan.2012 27 . revisi yang meubah pagu (revisi kuning). perubahan jadwal pelaksanaan kegiatan. Disusun tiap minggu dan disampaikan setiap hari Kamis minggu sebelumnya. dan diperkirakan belanja tidak bisa dicairkan. terima SKPA. Perkiraan mingguan tidak menjadi batas maksimal penarikan dana Satker. Email maupun SMS. Media penyampaian Perkiraan Penarikan Dana Harian menggunakan Aplikasi Forecating Satker (AFS).3. Perencanaan Kas Mingguan Perencanaan Kas Mingguan merupakan perkiraan dalam satu bulan yang dirinci dalam empat periode/minggu. dengan membedakan kegiatan yang bersifat Kontraktual (Mengacu pada aturan Kepres 80 Tahun 2003) dan Non Kontraktual ( Kegiatan Rutin tiap bulan dan kegiatan insidental). Biaya per kegiatan yang sesuai dengan jadwal kegiatan ini yang kemudian menjadi Perkiraan Penarikan Dana.3. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2. 2) Penyusunan Perkiraan Penarikan Dana a) Membagi kegiatan yang bersifat kontraktual dan non kontraktual. Updating/pemutahiran paling lambat satu hari kerja sebelumnya. hal ini Jika ada perubahan kondisi yang merubah jadwal kegiatan dan jadwal penarikan/penyetoran dana. 13.1. Perencanaan Kas Harian Perencanaan Kas Harian merupakan perkiraan dalam satu minggu yang dirinci dalam hari kerja pada minggu tersebut. Pemantauan dan Pelaporan 13. revisi yang tidak merubah pagu (revisi putih).4. Updating/pemutahiran tiap bulan paling lambat dua hari kerja sebelum minggu pertama perkiraan. 3) Updating Perkiraan Penarikan Dana Updating data dilakukan minimal tiap bulan sekali . Tujuan Pemantauan 1) memantau proses dan kemajuan pelaksanaan sekaligus mendapatkan data dan informasi yang akurat tentang kemajuan yang telah dicapai dari setiap kegiatan: 2) melaksanakan penilaian dan perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan agar berjalan lebih efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.12. dengan diantar langsung berupa ADK dari Aplikasi AFS.

waktu. evaluasi dan pelaporan secara umum dapat dilihat pada Gambar1.3.2. Dekon/TP SKPD Provinsi Kegiatan Output Tugas Pembantuan di SKPD Kab/Kota Kegiatan Output Keterangan : = Pemantauan dan Evaluasi = Pelaporan 13. Alur Pemantauan Alur sistem pemantauan. Gambar 1. Alur Sistem Pemantauan.3) mengantisipasi secara dini terhadap permasalahan dan kendala yang dihadapi sehingga dapat segera dicari solusinya. 4) mendapatkan masukan informasi bagi perumusan perencanaan dalam menyusun rancangan pengembangan kegiatan tahap berikutnya. dan format pelaporan hasil pemantauan program/kegiatan penyuluhan dan pengembangan sumberdaya manusia pertanian diatur sebagai berikut: 1) Setiap penanggung jawab kegiatan pada SKPD Kab/Kota dan Provinsi. Evaluasi dan Pelaporan BAPPENAS Nasional Outcome/Impact nasional Kementerian Pertanian Sektor/ program Outcome/Impact sektor Unit Eselon I Program Outcome Unit Eselon-II. 13. Sumber data yang digunakan adalah SP2D untuk realisasi anggaran dan menggunakan data target fisik sesuai dengan rencana. 28 . Tatalaksana Pelaporan Tata cara. urutan. Satker Pusat dan UPT-Pusat menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan kepada penanggung jawab program di instansi masing-masing dengan menggunakan Formulir A setiap triwulan paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. UPT Pusat.

Satker Pusat dan UPT-Pusat menyusun laporan pelaksanaan program/kegiatan dengan menggunakan Formulir B dan disampaikan kepada Kepala Satker di instansi masing-masing paling lambat 4 (empat) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. mengevaluasi dan menyampaikan laporan tersebut kepada Kepala Unit Organisasi Eselon-I yang terkait paling lambat 8 (delapan) hari kerja setelah berakhirnya triwulan yang bersangkutan. 7) Kepala Satker Pusat menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan program dan kegiatan dengan menggunakan Formulir C kepada Menteri Pertanian melalui Kepala Unit Organisasi Eselon-I terkait paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. Sumber data diperoleh dari Formulir A. 9) Kepala Unit Organisasi Eselon-I menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan program kegiatan dengan menggunakan Formulir C kepada Menteri Pertanian melalui Sekretaris Jenderal paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. 6) Kepala SKPD Provinsi setelah menerima laporan Formulir C pelaksanaan Tugas Pembantuan dari SKPD Kab/Kota. Bagi Satker Pusat yang tidak mempunyai DIPA tersendiri cukup menyusun dan menyampaikan laporan dengan menggunakan Formulir B kepada Kepala Unit Organisasi Eselon-I terkait. 3) Kepala SKPD Kab/Kota. 10) Menteri Pertanian menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pertanian kepada Menteri Negara PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Laporan disampaikan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. 4) Kepala SKPD Kab/Kota menyampaikan laporan dalam rangka pelaksanaan Tugas Pembantuan dengan menggunakan Formulir C kepada Bupati/Walikota melalui Kepala Bappeda dan kepada Menteri Pertanian melalui unit organisasi Eselon-I terkait. Laporan disampaikan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. merekapitulasi. Provinsi. dan menyampaikan tembusannya kepada SKPD Provinsi yang mempunyai tugas dan kewenangan yang sama.2012 29 . 5) Kepala SKPD Provinsi menyampaikan laporan dalam rangka pelaksanaan Dekonsentrasi dan/atau Tugas Pembantuan dengan menggunakan Formulir C kepada Gubernur melalui Kepala Bappeda dan kepada Menteri Pertanian melalui unit organisasi Eselon-I terkait. Menteri Keuangan dan Menteri Pendayagunaan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Satker Pusat dan UPT-Pusat wajib menyusun laporan dengan menggunakan Formulir C berdasarkan laporan Formulir B dari penanggung jawab program di instansi masing-masing. 8) Kepala UPT Pusat menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan program dan kegiatan dengan menggunakan Formulir C kepada Menteri Pertanian melalui Kepala Unit Organisasi Eselon-I terkait dengan tembusan kepada Kepala Daerah dimana kegiatan berlokasi melalui Kepala Bappeda paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir.2) Setiap penanggung jawab program pada SKPD Kab/Kota dan Provinsi.

Alur dan Jadwal Penyampaian Laporan Triwulan 13. maka digunakan software SIMONEV. Media Penyampaian dan Instansi Penerima Pelaporan Jenis pelaporan hasil pemantauan. periode waktu pelaporan. serta mengakomodir beberapa informasi yang diperlukan. 30 . Jenis Laporan. Jadwal penyampaian laporan dapat dilihat pada Gambar 2. BAPPENAS Nasional (tgl 25 Triwulan berikutnya) Sekjen Kementerian Pertanian (Biro yg Membidangi Monev) Unit Eselon I Sektor/program (14 hari kerja Triwulan berikutnya) Sub-sektor/Sub-program (10 hari kerja Triwulan berikutnya) Kompilasi Kegiatan Dana TP (8 hari kerja Triwulan berikutnya) Kegiatan Dana Dekonsentrasi (5 hari kerja Triwulan berikutnya) SKPD Provinsi SKPD Kab/Kota Kegiatan Dana TP (5 hari kerja Triwulan berikutnya) Gambar 2. instansi pelapor. formulir laporan dan instansi penerima laporan diatur sebagaimana pada Tabel 1. Penyusunan laporan tersebut menggunakan data dari laporan Formulir C Unit Organisasi Eselon-I lingkup Kementerian Pertanian.4. Dalam upaya memudahkan pengisian dan penyampaian laporan. 2 dan 3.Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN & RB) dengan menggunakan Formulir C paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir.

unit oragini-. Ka. Jenis Laporan.A PENYAMPAIAN LAPORAN 3 hari kerja setelah triwulan berakhir 4 hari kerja setelah triwulan berakhir 5 hari kerja setelah triwulan berakhir PENERIMA LAPORAN Penanggung Jawab Program TEMBUSAN Kepala SKPD c. SKPD Propinsi yg tugas dan kewenangan nya sama d. Ka.Tabel 1. Penanggung Jawab Kegiatan Triwulan b. Ka.C 1. Format dan Waktu Penyampaian Laporan Pemantauan Kabupaten/Kota PERIODESASI DAN MEKANISME PELAPORAN PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN JENIS LAPORAN Laporan Dlm Rangka Pelaksanaan Dana Pembantuan di SKPD Kabupaten/Kota PERIODE LAPORAN PELAPOR a. Format dan Waktu Penyampaian Laporan Pemantauan Provinsi Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.C 10 hari kerja setelah triwulan berakhir Tabel 2.2012 31 . Jenis Laporan. Bappeda Kab/Kota Form . sasi terkait ( ES. Bappeda Ka.Bappeda Prop Ka.I ) 2. Penanggung Jawab Program Form .B FORMULIR PELAPORAN Form . Kepala SKPD Form .

5. Laporan penanggung jawab kegiatan disampaikan kepada penanggung jawab program pada Satuan Kerja masing-masing. Laporan Penanggung Jawab program disampaikan kepada Kepala Satuan Kerja (SKPD).5. Penanggung jawab program menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan formulir B. Jenis Laporan. Kepala SKPD Provinsi menyusun laporan hasil pemantauan berdasarkan laporan dari Penanggung 32 . Laporan Penanggung Jawab program Kabupaten/Kota disampaikan kepada Kepala SKPD.Tabel 3. Format Pelaporan Hasil Pemantauan 13. Laporan tersebut disampaikan Kepada Menteri Pertanian melalui SKPD Provinsi yang ruang lingkup tugas dan fungsinya sama. Penanggung jawab program menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan Formulir B. Kepala SKPD menyusun laporan hasil pemantauan berdasarkan laporan dari Penanggung Jawab Program dengan menggunakan Formulir C. 13. Penanggung jawab kegiatan menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan Formulir A. Format dan Waktu Penyampaian Laporan Tingkat Pusat 13. Format Laporan Pemantauan Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD) Kab/Kota Setiap SKPD lingkup pertanian Kabupaten/Kota menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan formulir laporan yang ditetapkan di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006. Format Laporan Pemantauan Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD) Provinsi Setiap SKPD lingkup pertanian Provinsi menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan formulir laporan yang ditetapkan di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006. Laporan penanggung jawab kegiatan disampaikan kepada penanggung jawab program pada Satuan Kerja masing-masing. Penanggung jawab kegiatan menyusun laporan pemantauan dengan menggunakan Formulir A.2.1.5.

5. Format Laporan Pemantauan Kementerian Pertanian Menteri Pertanian menyusun laporan hasil pemantauan Kementerian Pertanian dengan menggunakan laporan hasil pemantauan dari Eselon-I lingkup Kementerian Pertanian dengan menggunakan Formulir C.3. 13. 13. 3) Formulir C: Formulir yang harus diisi oleh Kepala Satuan Kerja Pusat & SKPD serta Menteri Pertanian.4. Format Laporan Pemantauan Satuan Kerja Pusat dan UPT Pusat Setiap Satuan Kerja Pusat (Eselon-II/UPTPusat) di lingkup Kementerian Pertanian menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan formulir laporan yang ditetapkan di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006. Laporan Penanggung Jawab Kegiatan disampaikan kepada penanggung Jawab Program. 13. 13.5. Kepala satuan kerja menyusun laporan hasil pemantauan di Satuan Kerja kepada Menteri pertanian melalui Eselon-I dengan menggunakan Formulir C.5. Laporan hasil pemantauan Kementerian Pertanian disampaikan dengan menggunakan Formulir C. kepada Menteri Negara Perencanaan Nasional /Kepala Bappenas. Laporan Hasil pemantauan Unit Organisasi Eselon-I disampaikan kepada Menteri Pertanian.2012 33 .Jawab Program dalam Satuan kerjanya dari SKPD Kabupaten/Kota yang ruang lingkup tugas dan fungsinya sama dengan menggunakan formulir C. Penanggungjawab Program menyusun laporan dengan menggunakan Formulir B. maka laporan kepala Satuan kerja cukup menggunakan Formulir B. 2) Formulir B: Formulir yang harus diisi oleh Penanggung Jawab Program. Bila Satuan kerja dimaksud tidak mempunyai DIPA sendiri.5. 1) Formulir A: Formulir yang harus disi oleh Setiap Penanggung Jawab Kegiatan. B. Laporan tersebut disampaikan Kepada Menteri Pertanian melalui Eselon-I terkait. Rincian petunjuk pengisian formulir beserta contohnya dapat dilihat pada Lampiran II Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Penanggung jawab kegiatan menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan Formulir A. yang terdiri dari Formulir A. dan C. dengan menggunakan Formulir C. Format Laporan Pemantauan Unit Organisasi Eselon-I Kepala Unit Organisasi Eselon-I menyusun laporan hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan dengan menggunakan laporan hasil pemantauan Satuan Kerja lingkup Eselon-I dan Laporan SKPD (pelaksanaan DK & TP).6. Pedoman Pengisian Formulir Hasil Pemantauan Formulir laporan hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan yang digunakan pada pedoman ini mengikuti ketentuan yang telah diatur dalam lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan.

14. outcome dan keberhasilan program dan kegiatan.1. Evaluasi Kinerja 14. (3) gambaran potensi pengembangan. benefit dan impact). Mekanisme Evaluasi Kinerja Evaluasi pelaksanaan program/kegiatan disusun menggunakan format dengan pendekatan indikator kinerja dan menggunakan alat ukur kerangka logis ( input. Evaluasi dilakukan untuk menilai capaian outcome Eselon-I yang bersangkutan dan output pada Eselon-II di unit kerjanya dengan menggunakan metode yang paling relevan. 5) Di tingkat SKPD lingkup pertanian kabupaten/kota minimal satu kali setiap tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja (kegiatan) untuk mengukur capaian output kegiatan yang telah dilaksanakan di wilayahnya pada tahun yang lalu dengan menggunakan metode yang relevan. 34 . (2) Output. seperti rapat koordinasi dan atau kunjungan ke daerah/ke lapang. desk-study. Evaluasi dilakukan untuk menilai capaian kinerja benefit dan impact pada tingkat Kementerian dan outcome pada tingkat masing-masing Eselon-I dengan menggunakan metode evaluasi yang relevan. solusi yang dilakukan dan rekomendasi perbaikan di masa mendatang. 14. Secara umum hirarki pelaksanaan evaluasi secara berjenjang menurun dimulai dari level pemerintahan yang lebih tinggi mengevaluasi pelaksanaan di level bawahnya. 3) Di tingkat Eselon-II minimal satu kali setiap tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja dan minimal satu kali setiap lima tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Strategis untuk mengukur capaian output dengan menggunakan metode yang relevan. dan (4) permasalahan yang dihadapi. atau kunjungan ke provinsi/kabupaten/kota dan atau ke lapangan.2. outcome. 2) Di tingkat Eselon-I minimal satu kali setiap tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja dan minimal satu kali setiap lima tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Strategis pada masing-masing unit kerja Eselon-II. output. Evaluasi dilakukan pada kegiatan yang telah dilaksanakan tahun sebelumnya. Sedangkan periode pelaksanaan evaluasi diatur sebagai berikut: 1) Di tingkat Kementerian Pertanian minimal satu kali setiap tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja dan minimal satu kali setiap lima tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Strategis. Tujuan Tujuan evaluasi adalah untuk mengetahui : (1) pencapaian kinerja. antara lain metode rapat koordinasi. 4) Di tingkat SKPD lingkup pertanian provinsi minimal satu kali setiap tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja (program/kegiatan) untuk mengukur capaian outcome dari program dan output kegiatan yang telah dilaksanakan di wilayahnya pada tahun yang lalu dengan menggunakan metode yang relevan.

4.1. Indikator dan sasaran kinerja keluaran untuk kegiatan.14.2. Kab/Kota paling lambat 1 (satu) bulan setelah berakhirnya tahun pelaksanaan APBN. indikator dan sasaran kinerja keluaran untuk kegiatan. dan atau indikator dan sasaran kinerja hasil untuk program.3. Berdasarkan laporan evaluasi pelaksanaan DK. 14.3. Evaluasi dilakukan berdasarkan sumberdaya yang digunakan. dapat dimanfaatkan oleh eselon-I terkait untuk menyusun Laporan Evaluasi Renja Satuan Kerja Pusat terkait. Hasil Evaluasi pelaksanaan DK . Laporan evaluasi Eselon-I lingkup Kementerian Pertanian akan digunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan evaluasi Renja Kementerian Pertanian.2012 35 . indikator dan sasaran hasil maupun dampak dari suatu program. 14. Evaluasi dilakukan berdasarkan sumberdaya yang digunakan. Pelaporan Hasil Evaluasi Rencana Kerja (Renja) 14. dan atau indikator dan sasaran kinerja hasil untuk program. Laporan tersebut disampaikan kepada Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.3. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renja Kementerian Pertanian Menteri Pertanian paling lambat 2 (dua) bulan setelah berakhirnya pelaksanaan APBN sudah harus menyusun Laporan Evaluasi Renja dengan menggunakan Laporan evaluasi Renja dari Eselon-I lingkup Kementerian Pertanian. Evaluasi dilakukan berdasarkan sumberdaya yang digunakan. Evaluasi dilakukan berdasarkan sumberdaya yang digunakan.3. dan atau TP masing-masing SKPD dilaporkan secara berjenjang kepada Menteri Pertanian melalui Unit Organisasi (Eselon-I) terkait. Laporan evaluasi dari Eselon-I dilaporkan kepada Menteri Pertanian melalui Sekretariat Jenderal paling lambat 45 (empat puluh lima) hari setelah berakhir pelaksanaan APBN. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renja Satuan Kerja Pusat/ UPT Setiap Satuan Kerja Pusat (Eselon-II) maupun Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Pusat lingkup Kementerian Pertanian menyusun Laporan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja masingmasing Satuan Kerja di Pusat/UPT serta evaluasi Rencana Kerja hasil kompilasi Renja SKPD Provinsi.3. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renja Eselon-I Unit Organisasi Eselon-I menyusun Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renja dengan menggunakan Laporan evaluasi dari Satuan Kerja lingkup Eselon-I (Pusat & Daerah) dan SKPD. Laporan disampaikan kepada Menteri Pertanian secara berjenjang melalui Unit Organisasi (Eselon-I) yang terkait. dan atau indikator dan sasaran kinerja hasil untuk program. 14. dan atau Tugas Pembantuan (TP). Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renja Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi dan Kabupaten/Kota paling lambat 15 (lima belas) hari setelah berakhir tahun pelaksanaan APBN diharuskan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Renja Dekonsentrasi (DK). dan atau TP tersebut.3. Laporan evaluasi Rencana Kerja Satuan Kerja tersebut akan digunakan oleh Eselon-I untuk digunakan sebagai bahan penyusunan evaluasi Rencana Kerja Eselon-I. Indikator dan sasaran kinerja keluaran untuk kegiatan.

(6) pelaksanaan. Hasil evaluasi akan sangat bermanfaat apabila disebar- 36 . Laporan Evaluasi Renstra Kementerian Pertanian akan digunakan sebagai bahan penyusunan Laporan Evaluasi RPJM Nasional oleh Menteri Negera Perencanaan/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.4.5. minimal satu kali dalam lima tahun melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Renstra. pelaksana evaluasi perlu menyampaikan ringkasan eksekutif dan melakukan presentasi dalam bentuk audio visual di depan para pengambil keputusan. serta penjelasan mengenai kekuatan dan kelemahan pemilihan design evaluasi.3. 14. (7) hasil evaluasi.4.1. Laporan Evaluasi Renstra Eselon-I disampaikan kepada Menteri Pertanian. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renstra Kementerian Pertanian Menteri Pertanian minimal satu kali dalam lima tahun menggunakan Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renstra Eselon-I untuk menyusun laporan evaluasi pelaksanaan Renstra Kementerian Pertanian dengan menggunakan data periode minimal empat tahun meliputi pencapaian indikator dan sasaran hasil (outcome) dan dampak. Laporan Evaluasi Renstra Satuan Kerja Setiap Satuan Kerja Pusat dan UPT Pusat. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renstra tersebut disampaikan paling lambat dua bulan sebelum berakhir periode pelaksanaanaan Renstra. (2) memuat tabel. Evaluasi disusun dengan menggunakan laporan evaluasi Dekonsentrasi dan atau Tugas Pembantuan SKPD terkait maupun evaluasi kegiatan Satker sendiri selama periode minimal empat tahun dengan menggunakan bahan analisis laporan evaluasi Renja berupa pencapaian indikator dan sasaran keluaran maupun hasil (outcome). paling lambat tiga bulan sebelum berakhirnya pelaksanaan Renstra tersebut melalui Sekretariat Jenderal. 14. (5) metodologi. Evaluasi setiap Satuan Kerja dilaksanakan paling lambat enam bulan sebelum berakhir untuk disampaikan kepada Eselon-I terkait. 14. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) 14. 14. Agar hasil evaluasi dapat dikomunikasikan dengan baik dan efektif. Format Pelaporan Evaluasi Kinerja Format pelaporan evaluasi kinerja Renja maupun Renstra setidaknya memenuhi persyaratan standar antara lain: (1) memiliki judul evaluasi yang secara jelas. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renstra EselonI Eselon-I menyiapkan laporan evaluasi Renstra dengan menggunakan bahan laporan Evaluasi Pelaksanaan Renstra Satuan Kerja lingkup Eselon-I yang bersangkutan selama periode minimal empat tahun dengan bahan analisis laporan evaluasi Renja dan Renstra berupa pencapaian indikator dan sasaran hasil (outcome). (3) memuat ringkasan eksekutif yang berisi uraian singkat evaluasi tidak lebih dari 5 halaman.4. figur dan grafik. (8) kesimpulan dan saran.2. dan (9) lampiran-lampiran.Badan Perencanaan Pembangunan Nasional untuk selanjutnya digunakan dalam penyusunan Laporan Evaluasi Renca Kerja Pemerintah (RKP).4. (4) latar belakang.

..... serta jadual penyerahan evaluasi Tabel  Judul Tabel dan sub judul tabel  Index tabel figur dan grafik Ringkasan eksekutif  Gambaran singkat evaluasi tidak lebih dari 5 halaman  Uraian kekuatan dan kelemahan pemilihan design evaluasi.2012 37 .. tepat.  Tujuan dan sasaran..luaskan kepada pengambil keputusan dan pengguna lainnya untuk dapat ditindaklanjuti bagi penyempurnaan di masa mendatang.......... Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP) 15. Kesimpulan dan Rekomendasi  Kesimpulan  Rekomendasi Lampiran  Kerangka kerja studi evaluasi  Tabel-tabel tambahan  Sumber rujukan  Daftar istilah Gambar 3....  Faktor Penunjang/Penghambat  Pembahasan/Analisis ..... Sistem Pelaporan Kinerja Instansi Pemerintah Pelaporan merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting di dalam proses pembangunan.. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.....  Pelaksanaan. Format Laporan Evaluasi Kinerja Renja dan Renstra dapat dilihat pada Gambar 3... Pelaporan dilakukan untuk memberikan informasi yang cepat............. serta aspek-aspek yang akan dievaluasi  Deskripsi studi evaluasi lain yang pernah dilakukan Metodologi  Disain studi evaluasi  Pendekatan yang digunakan  Pengumpulan data  Analisis data Pelaksanaan  Program.. tujuan................ dan akurat kepada pemangku kepentingan/pimpinan sebagai bahan pengambilan keputusan sesuai dengan kondisi yang terjadi serta penentuan kebijakan yang relevan.......... serta sistem pelaksanaan program  Tujuan melakukan evaluasi dalam konteks ruang lingkup......1...... Format Laporan Evaluasi Kinerja Renja dan Renstra 15.............. Latar Belakang  Deskripsi program yang erat kaitannya dengan kebutuhan.... Hasil Evaluasi  Hasil yang dicapai........... Box: Format Laporan Evaluasi Kinerja Renja dan Renstra Judul evaluasi  Judul dan jenis evaluasi  Judul program yang dievaluasi  Identifikasi pelaksana evaluasi.

Siklus Sistem AKIP RPJ M Rencana Strategis Rencana Tahunan (RKT) Penetapan (PK Kinerja ) Kinerja Aktual LAKI P Laporan Keuangan SA I Rencana Kerja Anggaran dan (RKA ) Sesuai dengan ketentuan penilaian dari Kementerian PAN & RB. PK Pengukuran Kinerja Pelaporan Kinerja Evaluasi Kinerja Capaian Kinerja Nilai Total 38 Bobot 35 20 15 10 20 100 . Penetapan kinerja akan dipertanggungjawabkan capaian kinerjanya dalam LAKIP. Dalam SAKIP terdapat dokumen perencanaan yang mempunyai keterkaitan yang sangat erat. 4. antara rencana strategis. Rencana Kerja Tahunan. Rencana kinerja merupakan penjabaran dari renstra. penyusunan rencana kinerja. dan LAKIP digambarkan dalam rangkaian siklus AKIP dalam Gambar 4. Acuan Bobot Penilaian SAKIP No 1. rencana kinerja dan penetapan kinerja. sedangkan rencana kinerja dan penetapan kinerja merupakan target dan komitmen kinerja yang akan diwujudkan pada suatu tahun tertentu. 2. Keterkaitan antara Renstra. memuat seluruh rencana atau target kinerja yang hendak dicapai dalam satu tahun yang dituangkan dalam sejumlah indikator kinerja strategis yang relevan. Penetapan Kinerja. Komponen yang dinilai Perencanaan Kinerja Renstra. berdasarkan suatu sistem akuntabilitas yang memadai. 3. bahwa bobot penilaian SAKIP masing-masing komponen sebagaimana disajikan pada Tabel 4. Selanjutnya rencana kinerja yang telah disesuaikan dengan ketersediaan alokasi anggaran dituangkan dalam suatu penetapan kinerja. 5. Tabel 4. RK. pencapaian sasaran. pengukuran kinerja dan pengukuran Gambar 4. Renstra memberikan arah pembangunan organisasi jangka menengah. Output SAKIP adalah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yang dilakukan melalui proses penyusunan rencana strategis.Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP) merupakan perwujudan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan sumberdaya pelaksanaan kebijakan dan program yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah.

15. Penyusunan konsep RKT. (2) dilanjutkan dengan penjabaran kedalam Rencana Kerja Tahunan (RKT).2. IKU dan PK disiapkan oleh petugas yang membidangi perencanaan di masing-masing Unit Kerja. yaitu 1). 2) Pimpinan setingkat Eselon-I menyampaikan kepada Menteri.15. Penetapan Kinerja Penetapan Kinerja merupakan tekad dan janji rencana kerja tahunan yang akan dicapai antara pimpinan instansi pemerintah/unit kerja yang menerima tugas dengan pihak yang memberi tugas. Alur Penyampaian PK Pejabat Eselon II PK II Pejabat Eselon I PK II Kementerian /LPND Presiden KementerianPAN PK II PK I PK I PK I LAPORAN HASIL EVALUASI (LHE) Pemantauan & Evaluasii LHE LHE 15. dan (4) bila anggaran disetujui. Penyampaian Penetapan Kinerja Penyampaian Penetapan Kinerja dilakukan secara berjenjang mulai unit kerja yang paling rendah hingga unit kerja Eselon-I kepada Menteri terkait dan Menteri/Kepala Lembaga kepada Presiden. paling lambat 15 Februari dengan tembusan kepada unit pengawasan internal dan Menteri PAN&RB.2012 39 .1.2. paling lambat 31 Januari dengan tembusan disampaikan kepada unit pengawasan internal dan Menteri PAN&RB. (3) sesuai dengan RKT diajukan besarnya anggaran yang dibutuhkan. Langkah-langkah menyusun SAKIP: (1) dimulai dengan merumuskan Rencana Strategis beserta Indikator Kinerja Utama (IKU) yang merupakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Gambar 5. Pernyataan Penetapan Kinerja yang merupakan pernyataan kesanggupan Pimpinan instansi/unit kerja Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2. Format Penetapan Kinerja Secara umum format Penetapan Kinerja terdiri dari 2 (dua) bagian. Penyampaian PK dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Pimpinan setingkat Eselon-II menyampaikan kepada atasan langsungnya/pejabat Eselon-I. Penetapan Kinerja (PK) menggambarkan capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh instansi pemerintah/unit kerja dalam suatu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. kemudian ditetapkan suatu Penetapan Kinerja (yang merupakan kesanggupan dari penerima mandat untuk mewujudkan kinerja sesuai yang direncanakan).2. Alur penyampaian Penetapan Kinerja digambarkan pada skema berikut (Gambar 5). 3) Menteri menyampaikan kepada Presiden melalui Menteri PAN&RB paling lambat 31 Maret.

.. Lampiran Penetapan Kinerja Penetapan Kinerja Tahun 201.................. yang merupakan ikhtisar rencana kerja yang akan dicapai pada tahun 201.......) *disesuaikan dengan unit kerja Eselon-I yang bersangkutan (...... UNIT KERJA ESELON I: Prog............ bersama ini kami sampaikan Penetapan Kinerja Inspektorat Jenderal/ Sekretariat Jenderal/Direktorat Jenderal/Badan...... Renstra dan Penetapan Kinerja.. dan 2). 2) Sasaran strategis. transparan.............................. merupakan kumpulan dari kegiatan-kegiatan yang dirancang untuk mencapai sasaran tertentu atau beberapa sasaran sekaligus. Menyetujui.) ( .... No:......... pernyataan tersebut harus diperbaiki hingga kedua pihak sepakat.............. 201. Program tersebut adalah yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional..Badan................... Penetapan Kinerja ini merupakan tolok ukur keberhasilan organisasi dan menjadi dasar penilaian dalam evaluasi akuntabilitas kinerja pada akhir tahun anggaran 201...... Inspektur J enderal/Sekretaris J enderal/ D irektur J enderal/Ka..... Lampiran Penetapan Kinerja......... Menteri Pertanian J akarta. 201... Gambar 6............. Pernyataan ditandatangani oleh penerima tugas... Lembar Penetapan Kinerja PENETAPAN KINERJA TAHUN 201..... Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif... sebagaimana daftar terlampir...... Sasaran harus sesuai dengan 40 .... Contoh format pernyataan penetapan kinerja adalah sebagai Gambar 6 dan 7 berikut. .... ( .. sebagai tanda kesanggupan untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan...... Dalam hal atasan tidak setuju dengan target kinerja yang diajukan........ dan pemberi tugas atau atasan langsungnya sebagai tanda persetujuan atas target kinerja yang ditetapkan tersebut...) Gambar 7. hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu satu tahun oleh instansi pemerintah dalam rumusan yang spesifik dan terukur.. ( . Badan....... Utama Sasaran IK Output Uraian 1 2 3 Target 4 IK Outcome Uraian 5 Target 6 7 Anggaran Menyetujui.) Lampiran PK terdiri atas: 1) Program Utama.. Menteri Pertanian Inspektur Jenderal/ Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/ Ka............. akuntabel dan berorientasi kepada hasil.........penerima tugas kepada atasan langsungnya untuk mewujudkan suatu target kinerja tertentu.. INSPEKTORAT JENDERAL/SEKRETARIAT JENDERAL/DIREKTORATJENDERAL/BADAN* NO:........... .......... Hal ini dalam rangka harmonisasi/ keselarasan mulai dari RPJM...

adalah jumlah dana yang dialokasikan untuk mencapai target kinerja sasaran yang telah ditetapkan. 4) Rumusan outcome Outcome merupakan manfaat yang diperoleh setelah berfungsinya keluaran dari kegiatankegiatan dalam satu program. adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan dan sasaran yang telah ditetapkan. merupakan ukuran kuantitatif dari setiap indikator kinerja baik keluaran (output) maupun hasil (outcome) yang akan dicapai dalam kurun waktu satu tahun. b) Output kegiatan harus bersifat spesifik dan terukur. Beberapa hal yang harus diperhatikan berkaitan dalam Penetapan Kinerja adalah: 1) Program Langkah yang diambil untuk menjabarkan kebijakan atau kumpulan dari kegiatan dalam mewujudkan tujuan. evaluator dan auditor. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Keterkaitan antara Renstra dan Rencana Kerja (Renja) Tahunan serta keterkaiatn antara Renja Tahunan dengan Penetapan Kinerja dapat digambarkan seperti terlihat pada Gambar 8 dan 9. misi dan sasaran strategis K/L). 3) Indikator kinerja. berupa keluaran (output) maupun hasil (outcome). b) Outcome Program dapat dievaluasi berdasarkan periode waktu tertentu. Sedangkan indikator hasil (outcome) adalah keluaran yang mencerminkan berfungsinya dari kegiatan pada jangka menengah. d) Output kegiatan harus dapat dievaluasi berdasarkan periode waktu tertentu. 2) Pengukuran Indikator Kinerja a) Diperlukan pembakuan standar kinerja (input. Jumlah anggaran didasarkan pada dokumen anggaran yang telah ditetapkan dan disetujui (DIPA).uraian yang ada dalam dokumen Renstra atau Rencana Kerja Tahunan dari instansi pemerintah yang bersangkutan.2012 41 . Selanjutnya target tersebut akan dibandingkan dengan realisasi kinerja pada akhir tahun berjalan dan dilaporkan dalam LAKIP. 5) Anggaran. b) Kejelasan rencana kerja sesuai tupoksi dan satuan biaya. impact). Kriteria rumusan outcome program: a) Outcome Program merupakan kinerja hasil dari unit Eselon 1A sesuai tupoksi dan mendukung pencapaian kinerja K/L (visi. outcome. 3) Rumusan output Output merupakan keluaran berupa barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian outcome program. c) Output kegiatan harus dapat mendukung pencapaian outcome program. Indikator kinerja keluaran (output) adalah sesuatu berupa produk/jasa yang terukur sebagai hasil langsung dari pelaksanaan suatu kegiatan dan program berdasarkan masukan (input) yang digunakan. output. c) Perlu persamaan persepsi dalam mengukur kinerja antara perencana. pengguna/pelaksana. benefit. 4) Target kinerja. Kriteria rumusan output kegiatan: a) Mencerminkan sasaran kinerja unit Eselon 2 sesuai dengan tupoksinya.

9 Uraian 1 Indikator Kinerja 2 Target 3 Uraian 5 Indikator Kinerja 6 Sat. 7 Target 8 Gambar 9. Target 1 3 5 7 8 9 Form PK Program Utama Sasaran Indikator Kinerja Output Uraian 1 2 3 Target 4 Indikator Kinerja Outcome Uraian 5 Target 6 7 Anggaran 42 . 6 Uraian 1 Uraian 2 Indikator 3 Form RKT Sasaran Kegiatan Program 4 Ket. Keterkaitan RS dan RKT Tujuan Sasaran Form RS Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Kebijakan 4 Program 5 Ket.Gambar 8. Ket. Keterkaitan antara Renja Tahunan dengan Penetapan Kinerja Form RKT Sasaran Kegiatan Ket. Uraian Indikator Kinerja 2 Target Program 4 Uraian Indikator Kinerja 6 Input Outputs Outcomes Sat. Keterkaitan antara Renstra dan Rencana Kerja Tahunan a.

15.3. LAKIP
Setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan negara wajib untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelolaan sumber daya dengan didasarkan suatu perencanaan strategis yang ditetapkan oleh masing-masing instansi. LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan AKIP yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga. Tujuan dan penyampaian LAKIP adalah untuk mewujudkan akuntabilitas instansi pemerintah kepada pihak-pihak yang memberi mandat/amanah. LAKIP merupakan sarana untuk mengkomunikasikan dan menjawab tentang apa yang sudah dicapai dan bagaimana proses pencapaiannya berkaitan dengan mandat yang diterima instansi pemerintah. Hasil LAKIP harus dapat dievaluasi dan ditindaklanjuti untuk kemudian disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Evaluasi LAKIP Eselon-I dan Eselon-II dilakukan oleh Inspektorat Jenderal, sedangkan evaluasi LAKIP Kementerian Pertanian dilakukan oleh Kementerian PAN & RB.

15.3.1. Prinsip-prinsip Penyusunan LAKIP
1) LAKIP harus dibuat berdasarkan Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Penetapan Kinerja. 2) Masing-masing instansi/unit kerja harus menjabarkan Renstra dalam bentuk Rencana Kerja Tahunan (RKT). 3) LAKIP harus dapat melaporkan kinerja sasaran dan kegiatan dalam rangka upaya mewujudkan tercapainya tujuan, misi, dan visi institusi/unit kerja, yang dapat menjelaskan keberadaan institusi/unit kerja tersebut. 4) Renstra, Renja dan PK sebagai bahan dasar penyusunan LAKIP, harus disusun secara konsisten, komprehensif, realisitis dan mempunyai hubungan yang logis antar variabel baik di dalam Renstra maupun Renja. 5) LAKIP Eselon-II dibuat berdasarkan hasil pengukuran kinerja dari pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan yang ditetapkan sebagai ukuran keberhasilan kinerja unit kerja Eselon II tersebut. LAKIP Eselon-II Pusat mencakup kegiatan yang dialokasikan sendiri termasuk Kegiatan Utama yang didanai dari Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 6) LAKIP Unit Kerja Mandiri, merupakan hasil kinerja yang sesuai dengan tugas dan fungsinya serta tugas lainnya yang diberikan, berdasarkan hasil pengukuran kinerja dari pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan. 7) LAKIP Eselon-I bukan merupakan rekapitulasi unit kerja Eselon-II. LAKIP dibuat berdasarkan hasil pengukuran kinerja dari pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan yang ditetapkan sebagai ukuran keberhasilan kinerja unit kerja Eselon-I. LAKIP Eselon-I memuat seluruh kegiatan yang dilaksanakan sendiri, termasuk Kegiatan Utama yang didanai dari Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 8) LAKIP Kementerian, bukan merupakan kompilasi dari LAKIP unit kerja Eselon-I. LAKIP Kementerian dibuat berdasarkan hasil pengukuran kinerja (sasaran dan kegiatan) dari pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan yang ditetapkan sebagai ukuran keberhasilan kinerja Kementerian. Mengingat LAKIP merupakan laporan yang menginformasikan kinerja instansi terhadap keseluruhan dari aktivitas yang dilakukan oleh instansi yang bersangkutan, sehingga dalam penyusunannya akan melibatkan semua unsur unit kerja yang ada di lingkungan instansi yang

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

43

bersangkutan. Penanggungjawab penyusunan LAKIP adalah pejabat yang secara fungsional bertanggung jawab melakukan dukungan administratif di instansi masing-masing. Pimpinan instansi dapat menetapkan Tim Kerja yang bertugas membantu penanggungjawab LAKIP.

15.3.2. Pengorganisasian Penyusunan LAKIP
Pengorganisasian penyusunan LAKIP diatur sebagai berikut : 1) LAKIP Eselon-II, disusun oleh TIM yang terdiri atas unsur pejabat Eselon-III/ staf lingkup Eselon-II yang bersangkutan. Penanggungjawabnya adalah pejabat di

Inspektorat/Direktorat/Biro/Pusat yang membidangi evaluasi dan pelaporan. 2) LAKIP Unit Kerja Mandiri, disusun oleh TIM yang terdiri atas unsur pejabat Eselon-III/staf lingkup unit kerja mandiri yang bersangkutan. Penanggungjawabnya adalah pejabat di Unit Kerja Mandiri tersebut yang membidangi tugas evaluasi dan pelaporan. 3) LAKIP Eselon-I, disusun oleh TIM yang terdiri atas unsur pejabat Eselon-II/ staf lingkup Eselon-I yang bersangkutan. Penanggungjawabnya adalah pejabat di Sekretariat Itjen/Ditjen/Badan. 4) LAKIP Kementerian, disusun oleh TIM yang terdiri atas unsur pejabat/staf Eselon-I lingkup Kementerian Pertanian. Penanggungjawabnya adalah pejabat di Sekretariat Jenderal yang membidangi tugas evaluasi dan pelaporan.

15.3.3. Penyampaian LAKIP
1) LAKIP Unit Kerja Eselon-II disampaikan kepada Pejabat Eselon-I yang bersangkutan dan tembusannya disampaikan kepada Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian paling lambat tanggal 31 Januari tahun berikutnya. 2) LAKIP Unit Kerja Mandiri disampaikan kepada Pejabat Eselon-I induk organisasinya dan tembusannya disampaikan kepada Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian paling lambat tanggal 31 Januari tahun berikutnya. 3) LAKIP Unit Kerja Eselon-I disampaikan kepada Menteri Pertanian dan tembusannya kepada Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian paling lambat tanggal 15 Februari tahun berikutnya. 4) LAKIP Kementerian disampaikan kepada Presiden dan Wakil Presiden dengan tembusan kepada Menteri PAN&RB dan Kepala BPKP paling lambat tanggal 10 Maret pada tahun berikutnya.

15.3.4. Format LAKIP
Format terdiri atas beberapa bagian, sebagai berikut. 1) Ringkasan Eksekutif, menyajikan : tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategis, realisasi pencapaian tujuan dan sasaran, kendala-kendala yang dihadapi dalam pencapaian tujuan dan sasaran pada tahun laporan dan langkah yang sudah dilakukan untuk mengatasi kendala, dan langkah antisipatif untuk menanggulangi kendala yang mungkin akan terjadi di masa mendatang. 2) Pendahuluan, menjelaskan hal-hal umum tentang instansi serta uraian singkat mandat apa yang dibebankan kepada instansi (gambaran umum tupoksi). 3) Perencanaan dan Perjanjian Kinerja yang memuat: a) Rencana Strategis, berisi uraian singkat tentang rencana strategis instansi, mulai dari visi, misi, tujuan, sasaran, serta kebijakan dan program instansi.

44

b) Rencana kinerja, menyajikan rencana kinerja pada tahun yang bersangkutan. Utamanya adalah menyangkut kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai sasaran sesuai dengan pogram pada tahun tersebut, dan indikator keberhasilan

pencapaiannya. c) Penetapan kinerja 4) Akuntabilitas kinerja, menyajikan uraian hasil pengukuran kinerja, evaluasi

(membandingkan kinerja nyata dengan rencana, kinerja nyata dengan kinerja tahun sebelumnya, kinerja instansi dengan kinerja instansi lain, kinerja nyata dengan kinerja negara lain) dan analisis akuntabilitas kinerja (uraian keterkaitan capaian kinerja dengan program dan kebijakan, perkembangan capaian secara efisien dan efektif), termasuk di dalamnya menguraikan secara sistematis keberhasilan dan kegagalan, hambatan/kendala, dan permasalahan yang dihadapi serta langkah-langkah antisipatif yang akan diambil. Selanjutnya dilaporkan pula akuntabilitas keuangan dengan cara menyajikan alokasi dan realisasi anggaran bagi pelaksanaan tupoksi atau tugas-tugas lainnya, termasuk analisis tentang capaian indikator kinerja efisiensi. Akuntabilitas Kinerja merupakan deskripsi dari hasil Pengukuran Kinerja Kegiatan dan hasil Pengukuran Pencapaian Sasaran, dan masing-masing disajikan dalam tabel Pengukuran Kinerja Kegiatan dan Pengukuran Pencapaian Sasaran. 5) Penutup, menyajikan tinjauan secara umum tentang keberhasilan dan kegagalan, permasalahan, dan kendala utama yang berkaitan dengan kinerja instansi serta strategi pemecahan masalah yang akan dilaksanakan di tahun mendatang. 6) Lampiran-lampiran, berisi penjelasan lebih lanjut, perhitungan-perhitungan, gambar, dan aspek pendukung seperti SDM, sarana prasarana, metode, dan aspek lain dan data yang relevan.

15.3.5. Format Pelaporan LAKIP
Pelaporan LAKIP diharapkan mengikuti format sebagai berikut.

RINGKASAN EKSEKUTIF KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. ORGANISASI DAN TUGAS FUNGSI II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA A. RENCANA STRATEJIK B. RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) C. PENETAPAN KINERJA III. AKUNTABILITAS KINERJA A. AKUNTABILITAS KINERJA B. PERKEMBANGAN PENCAPAIAN KINERJA SASARAN C. AKUNTABILITAS KEUANGAN
Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

45

D. ANALISIS EFISIENSI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA IV. PENUTUP LAMPIRAN – LAMPIRAN - FORM RS - FORM RKT - STRUKTUR ORGANISASI DAN KERAGAAN SDM APARAT - Dan lain-lain

16. Laporan Lainnya
16.1. Jenis dan Waktu Penyampaian Laporan
Di samping pemantauan, evaluasi dan pelaporan LAKIP, masih terdapat beberapa laporan lainnya sesuai kebutuhan. Jenis laporan, pengguna laporan, dan waktu penyampaian laporan disajikan pada Tabel 7.

46

Tabel 7. LAPORAN RUTIN Laporan PP 39/2006 Form-A Penanggung jawab kegiatan Form-B Penanggungj awab Program Form-C Kepala SKPD Kab/Kota . 5. Satker Pusat. Jenis dan Waktu Penyampaian Laporan NO JENIS LAPORAN PELAPOR PENERIMA LAPORAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN 14 hari kerja setelah triwulan berakhir 3 hari kerja setelah triwulan berakhir 4 hari kerja setelah triwulan berakhir I 1. Prov. 7.2012 . II. 3. UPTPusat Eselon-I Setjen Kementan Penanggung jawab program Kepala Satker masingmasing instansi Kepala Daerah Cq Kepala Bappeda dan Menteri Pertanian 5 hari kerja setelah triwulan berakhir 2. 6. 4. Evaluasi Rencana Kerja/Renstr a Penetapan Eselon-II Kinerja Es-II Penetapan Eselon-I Kinerja Es-I Penetapan Setjen Kinerja Kemtan LAKIP Eselon-II Eselon-II LAKIP Eselon-I Eselon-I LAKIP Kemtan Setjen Rapim Eselon-I Kemtan/Rapi mA Tindaklanjut Eselon-I Rapim A Laporan Bulanan Eselon-I Kegiatan Menteri Laporan Bulanan Eselon-I Kegiatan EsI LAPORAN KHUSUS Bahan Rakor Eselon-I Bappenas Tahunan/Lima Tahun Eselon-I Menteri Pertanian Kementerian PAN&RB 31 Januari 15 Februari 31 Maret Menteri Pertanian Menteri Pertanian Menteri Pertanian Menteri Pertanian 31 Januari T+1 15 Februari T+1 10 Maret T+1 Dua Mingguan Sesuai jadwal Bulanan Bulanan Menko/ Kabinet/ Sesuai Permintaan 47 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.

Koordinasi Kegiatan Pemantauan. 1) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian c. 3 Ragunan Jakarta 12550 Alamat e-mail: evalap. maka dibutuhkan kerja keras serta upaya selektif terhadap kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan. Biro Perencanaan Kantor Pusat Kementerian Pertanian Gedung A Lantai 4 Jl. memiliki hubungan hierarki (dalam hal pengelolaan kegiatan dan anggaran APBN Kementerian Pertanian) dengan Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagai pelaksana kegiatan pembangunan pertanian di daerah sesuai dengan asas dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Untuk itu.2.com. sebagaimana telah jelas. Menko/ Sidang Kabinet/ RDP/ Raker DPR RI Insidental lain DPR-RI Sesuai permintaan Sesuai Permintaan *Laporan-laporan lain (SAI. Berdasarkan asas dekonsentrasi. Laporan Statistik. teknis fungsional dan kooordinasi. evaluasi dan pelaporan. Laporan Pemantauan Wilayah Binaan. monevroren@yahoo. demikian halnya dengan asas tugas pembantuan yang dilakukan bersama Pemerintah Provinsi serta Kabupaten/Kota. Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut perlu adanya koordinasi dan peningkatan jaringan kerja melalui hubungan hierarki. Harsono RM No.go. SIMAK-BMN. untuk penyelarasan pelaksanaannya perlu dilakukan tata hubungan kerja antara Pemerintah Pusat dan Provinsi yang harmonis. simonevsdm@deptan.go. Mengingat tugas dan tanggung jawab pimpinan instansi sebagai penanggung jawab operasional kegiatan cukup kompleks.id 17. evaluasi dan pelaporan 17. pemanfaatan dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan oleh Satker lingkup pertanian dikelola. perlu dipahami bahwa tata hubungan kerja dalam pelaksanaan pembangunan pertanian baik di pusat maupun daerah. Harsono RM No.bppsdmp@gmail.com dan simonev@deptan.1 Koordinasi Berdasarkan Hubungan Hirarki Guna mendukung pelaksanaan sistem pemantauan. Kementerian Pertanian sebagai pemegang kendali simpul koordinasi. dipertanggungjawabkan serta dilaporkan secara berjenjang berdasarkan ketentuan yang berlaku yang diatur berdasarkan 48 .8. Alamat Pengiriman Laporan Pengiriman Laporan.id Faksimile : Bagian Evaluasi dan Pelaporan 021-7804981 2) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian c. Laporan Teknis dll) sesuai ketentuan yang berlaku 16.com. termasuk LAKIP dan SIMONEV disampaikan ke Badan PPSDMP dan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian dengan alamat sebagai berikut.q. Bagian Evaluasi dan Pelaporan Kantor Pusat Kementerian Pertanian Gedung D Lantai 7 Jl.q. 3 Ragunan Jakarta 12550 Alamat e-mail: eproren@yahoo.

teknis perbenihan/perbibitan. dan tugas pembantuan bertujuan untuk dapat memenuhi standar teknis di bidang pertanian yang ditetapkan.2012 49 . dilaksanakan melalui pembinaan teknis terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan antara lain: sarana produksi. 3) UPT Daerah dengan UPT Pusat.2. Wujud dari hubungan teknis fungsional tersebut.3. pengolahan dan pemasaran. maka masingmasing Satuan Kerja (di pusat.4. 2) Mengembangkan dan menyempurnakan SIMONEV berdasarkan perkembangan/ perubahan dalam reformasi perencanaan dan anggaran. pendampingan dan penyuluhan. dilakukan hubungan berdasarkan fungsi koordinasi antara Kementerian Pertanian dengan Provinsi dan Kabupaten /Kota dalam lingkup instansi sebagai berikut : 1) Dinas/Badan/Kantor Provinsi dan Kabupaten/Kota lingkup pertanian dengan Kementerian Pertanian (Eselon I). sehingga SIMONEV dapat Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Evaluasi Dan Pelaporan Dalam rangka memperlancar pelaksanaan pemantauan. Hubungan koordinasi ini merupakan upaya untuk mendukung pemantapan kinerja dari masingmasing instansi dalam pelaksanaan program/kegiatan. serta teknis pelatihan bagi aparat pertanian dan pelaku usaha. Guna meningkatkan kinerja hubungan teknis fungsional diperlukan dukungan pembiayaan (sharing budget) dari berbagai pihak terkait dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumberdaya yang ada sehingga akan diperoleh hasil yang lebih nyata 17. pemantauan. evaluasi dan pelaporan. evaluasi dan pelaporan program dan kegiatan. Dengan demikian maka produk pertanian yang dihasilkan dapat diproduksi secara efektif.Keputusan Menteri Pertanian. 2) UPT Daerah dengan Kementerian Pertanian (Eselon I). menyediakan dana. 17.4. provinsi maupun kabupaten/ kota adalah sebagai berikut.1. efisien. teknis usaha tani. pemantauan. 17. provinsi maupun kabupaten/kota) agar menyelenggarakan kegiatan tersebut. Hubungan Teknis Fungsional Hubungan teknis fungsional dalam pelaksanaan program dan anggaran kinerja pembangunan pertanian berdasarkan asas dekonsentrasi. Kegiatan Pemantauan. sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Hubungan hierarki tersebut terwujud dalam sistem perencanaan. Sosialisasi dilakukan terhadap software SIMONEV yang dipersiapkan oleh PUSDATIN dan Biro Perencanaan Kementerian Pertanian serta sosialisasi berbagai ketentuan yang terkait dengan pelaporan. evaluasi dan pelaporan. panen dan pasca panen. Hubungan Berdasarkan Fungsi Koordinatif Dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian berdasarkan sistem anggaran berbasis kinerja dibutuhkan sinergis dalam perencanaan. dan berdaya saing. Kegiatan yang dilaksanakan di tingkat pusat. Sebagai wujud pelaksanaan kegiatan tersebut. teknis perlindungan tanaman dan. 17. Tingkat Pusat 1) Melaksanakan pertemuan sosialisasi SIMONEV dengan mengundang petugas pelaporan SIMONEV di tingkat provinsi dan petugas dari Pusat (masing-masing Eselon-I) terkait.

Membuat dan mengirim laporan SIMONEV secara periodik dan tepat waktu ke provinsi dan ditembuskan ke pusat. 3) Melaksanakan kompilasi.4. Selanjutnya membuat laporan konsolidasi tingkat Eselon-I dan Kementerian Pertanian untuk disampaikan ke hirarki lebih lanjut. 2. Software SIMONEV Software SIMONEV ditetapkan bersama antara PUSDATIN dan Biro Perencanaan Kementerian Pertanian dan dibahas bersama dengan unit kerja pengelola pelaporan. 17. 17. Menghadiri sosialisasi penggunaan software SIMONEV di provinsi. Setiap tahun dilakukan perbaikan dan penyempurnaan SIMONEV mengikuti dan mengakomodir perubahan sesuai implementasi reformasi. 5) Melakukan evaluasi terhadap keluaran dan hasil pelaksanaan kegiatan pada setiap satker.3. Sebelum software SIMONEV yang baru (revisi) dirumuskan.4. 4) Melakukan kompilasi merekapitulasi dan evaluasi laporan SIMONEV baik di tingkat provinsi maupun tingkat Kabupaten/kota kemudian mengirim ke pusat.1. didukung oleh pendanaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN). evaluasi dan analisis data/informasi hasil pelaporan SIMONEV dan capaian kegiatan dari Satker Pusat dan Daerah. Tingkat Provinsi 1) Menghadiri undangan sosialisasi software SIMONEV yang diadakan oleh pusat. maka diperlukan pula upaya-upaya pengendalian 50 . sehingga dapat dimengerti dan diaplikasikan. menyusun laporan konsolidasi dari Kabupaten/Kota dan Provinsi. Disamping perlunya upaya pengawalan dan pendampingan terhadap penyelenggaraan program/kegiatan tersebut.2.4. baik di tingkat pusat maupun di daerah. 4) Melaksanakan workshop SIMONEV dan SAI pada tingkat regional (2-3 regional) untuk membahas perkembangan SIMONEV dan SAI. 2) Menghadiri workshop SIMONEV – SAI tingkat regional (dengan melibatkan Kabupaten/Kota terkait) 3) Melaksanakan sosialisasi SIMONEV tingkat kabupaten/kota dengan mengundang petugas pelaporan SIMONEV di tingkat kabupaten/kota. Biro Perencanaan dan semua Eselon I pelaksana program). Sistem Pengendalian Intern 18. Pengendalian Intern Kegiatan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Penyelenggaraan program/kegiatan penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian oleh Satker lingkup Badan PPSDMP.4. Tingkat Kabupaten/Kota 1.dengan mudah diaplikasikan (bersama PUSDATIN. Selanjutnya dilakukan pelatihan (TOT) kepada petugas pengelola pelaporan dari masing-masing unit eselon I. 18. 17. maka format pelaporan masih tetap menggunakan format lama yang disesuaikan dengan kondisi yang ada dan tetap dilaporkan secara berkala sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

yang memuat informasi mengenai aspek-aspek jenis kegiatan. setiap triwulan dan selama 1 tahun anggaran. realisasi fisik dan keuangan serta permasalahan yang terjadi. sehingga pada waktu-waktu selanjutnya setiap permasalahan yang terjadi dapat diatasi secara intern dan pelaksanaan kegiatan dapat mencapai hasil sesuai dengan tujuan dan sasaran yang diharapkan. ekonomis dan tertib. Tim SPI Pusat ini melakukan pengendalian intern berdasarkan instrumen monitoring dan evaluasi bulanan. baik untuk pengelolaan program/ kegiatan dengan dana yang bersumber dari APBN maupun PHLN. transparan. Di tingkat daerah. 500 juta. baik di UPT Pusat maupun Satker Dekonsentrasi/ Tugas Pembantuan di provinsi dan kabupaten/kota. upaya pengendalian dilakukan oleh Tim SPI dari Satker yang bersangkutan. maka dapat dimonitor dan dianalisis pergerakan realisasi yang terjadi sesuai target-target yang telah ditetapkan. sumber informasi diperoleh dari penanggung jawab kegiatan yang biasanya menjadi tugas dan tanggung jawab para Pejabat Eselon III di unit kerja masing-masing. 18. Berdasarkan laporan bulanan tersebut. Di tingkat Pusat narasumber pengendalian intern adalah Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) Sekretariat dan P2K masing-masing Pusat.intern yang sistematis di berbagai tingkatan organisasi penyelenggara. yang menitikberatkan pada pencapaian tujuan organisasi melalui keandalan pelaporan keuangan. perlu segera dirumuskan rekomendasi dan saran tindak lanjut yang mengarah kepada upaya pemecahan masalah. Oleh karena itu Tim SPI perlu dibentuk di setiap Satker lingkup Badan PPSDMP sebagai upaya peringatan dan pencegahan dini terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. BPKP. BPK dan Bawasda) melakukan pengawasan pada Satker di lingkup Badan PPSDMP. Upaya-upaya tersebut dimaksudkan agar tujuan program/kegiatan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara akuntabel. setiap bulan. Mekanisme dan Tata Hubungan Kerja Satuan Pengendali Intern Lingkup Badan PPSDMP untuk Kegiatan APBN Di tingkat pusat. Sedangkan dari sisi teknis. maka dari sisi pengelolaan anggaran. terutama untuk kegiatan-kegiatan yang memiliki anggaran relatif besar. maka perlu diatur mekanisme dan tata hubungan kerja intern dan antar Satuan Pengendali Intern dengan narasumber informasi/obyek pengendalian. misalnya diatas Rp. efisien. P2K menjadi sumber informasi bagi pengendalian intern ini. yaitu formulir perkembangan realisasi fisik dan keuangan program/kegiatan pengembangan SDM pertanian. Hal ini didasari oleh tujuan dari pengendalian intern itu sendiri. Agar implementasi pengendalian intern dapat berjalan dengan baik di berbagai tingkatan. Berdasarkan hasil investigasi tersebut. Pendalaman atau investigasi ini dimaksudkan untuk menemukenali permasalahan secara lebih dini sebelum Tim Pengawas dari lembaga audit (Itjen Kemtan. mulai dari tingkat pusat hingga daerah (provinsi dan kabupaten/kota). pengamanan aset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundangundangan. Mengingat sebagian besar data dan informasi mengenai hal-hal tersebut harus terdokumentasi dan dikompulir oleh P2K. TIM SPI Pusat akan melakukan pendalaman atau investigasi lebih lanjut terhadap kegiatan yang bermasalah dalam pelaksanaannya. efektif. pagu anggaran. Kepala Badan PPSDMP selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) mendelegasikan pelaksanaan pengendalian intern kepada Sekretaris Badan yang dibantu suatu Tim Kerja Satuan Pengendali Intern (SPI) Pusat. baik yang berjalan lancar maupun yang bermasalah.2012 51 .2.

sedangkan untuk Program READ dan FEATI selain terdapat di Pusat. Tim SPI Pusat juga melakukan pembinaan dan supervisi kepada Tim SPI UPT Pusat maupun Tim SPI Satker Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan di provinsi dan kabupaten/kota. Tim SPI Pusat juga dapat melakukan pengendalian langsung kepada UPT Pusat maupun Satker Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan. maka sumber informasi bagi Tim SPI dari sisi pengelolaan anggaran adalah P2K.3. Mekanisme dan Tata Hubungan Kerja SPI Lingkup Badan PPSDMP untuk Kegiatan APBN KEPALA BADAN/KPA 3) 2) 1) ESELON 2 PUSAT SET BADAN 3) 2) 1) P2K PUSAT2 SPI PUSAT P2K SET BADAN 3) 2) 1) KEPALA UPT SATKER 1) DEKON/TP 2) 3) 3) 2) 1) P2K UPT SPI UPT P2K DEKON/TP 1) 2) 3) 18.penyimpangan sebelum ditemukan oleh lembaga audit pemerintah (Itjen Kemtan. Mekanisme dan Tata Hubungan Kerja Satuan Pengendali Intern Lingkup Badan PPSDMP untuk Kegiatan PHLN Secara organisatoris. pengelolaan program/kegiatan dengan sumber dana PHLN di Pusat dilakukan oleh Pusat Pengembangan Pelatihan Pertanian untuk Program CF-SKR dan READ serta oleh Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian untuk Program FEATI. BPKP. Sama halnya dengan di tingkat pusat. 52 . Secara skematis. juga tersebar pasa Satker Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan di provinsi dan kabupaten/kota. Tata hubungan kerja antara Tim SPI Pusat dan Tim SPI UPT Pusat maupun Tim SPI Satker Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan di provinsi dan kabupaten/kota bersifat koordinasi. Tim SPI UPT Pusat maupun Tim SPI Satker Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan di provinsi dan kabupaten/kota mengirimkan laporan hasil pengendalian internnya kepada Tim SPI Pusat. Gambar 10. Program CFSKR hanya terdapat di Pusat. mekanisme dan tata hubungan kerja tersebut digambarkan sebagai terlihat pada Gambar 10 berikut. BPK dan Bawasda). sedangkan dari sisi teknis adalah penanggung jawab kegiatan.

pembinaan dan supervisi. mekanisme dan tata hubungan kerja tersebut digambarkan sebagaimana pada Gambar 11.Mekanisme dan tata hubungan kerja pengendalian intern untuk kegiatan PHLN pada dasarnya tidak berbeda dengan pengendalian intern untuk kegiatan APBN. Tim SPI Pusat melakukan pengendalian terhadap kegiatan-kegiatan PHLN. Pola hubungan Tim SPI Pusat dengan SPI Satker lain di Lingkup Badan PPSDMP juga bersifat koordinatif. 2) Pasal 20 ayat (5) pejabat yang diketahui tidak melaksanakan kewajiban pada ayat (1) dikenakan sanksi administratif. Mekanisme dan Tata Hubungan Kerja SPI Lingkup Badan PPSDMP untuk Kegiatan PHLN KEPALA BADAN KPA PUSBANGLATTAN SET BADAN PUSBANGLUHTAN P2K SKR P2K READ SPI PUSAT P2K FEATI 3) 2) 1) SATKER PROPINSI SATKER ) PROPINSI 3) 1 2) 3) 2) 1) P2K READ PROV.4. Melalui Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi.Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Sesuai dengan Undang-undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan dan/atau denda paling banyak lima ratus juta rupiah. P2K FEATI PROV. Gambar 11. baik di Pusat maupun di daerah dengan sumber informasi melalui P2K untuk pengelolaan anggaran dan penanggung jawab kegiatan untuk pelaksanaan teknis kegiatan. maka Presiden mengintruksikan seluruh pimpinan intansi Pemerintah untuk melaksanakan upaya-upaya nyata pemberantasan korupsi. Secara skematis. 18.2012 53 . 1) 2) 3) SATKER KAB/KOTA 1) 3) 2) 1) SATKER KAB/KOTA 2) 3) 3) 3) 2) 1) P2K READ KAB/KOTA 2) P2K FEATI KAB/KOTA 1) Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. beberapa hal yang harus diperhatikan dalam Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan adalah. 1) Pasal 20 ayat (1) Pejabat negara wajib menindaklanjuti rekomendasi dalam laporan hasil pemeriksaan. 3) Pasal 26 ayat (2)setiap orang yang tidak memenuhi kewajiban untuk menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan dalam LHP pada pasal 20 ayat (1).

menginventarisasi. Langkah-langkah satker dalam menyikapi temuan hasil pengawasan: 1) Rekomendasi hasil temuan (administrasi. maka: 1) Diinstruksikan kepada Pimpinan Unit Kerja menindaklanjuti setiap saran/rekomendasi LHP Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP). sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor SE/02/M. 2) Apabila rekomendasi dari auditor tidak disepakati (pada saat audit). tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil). Sesuai Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 1983. Maka Satker perlu intensif melakukan koordinasi dengan Lembaga Auditor dan Badan PPSDMP c. seperti Auditor Itjen Kemtan. maka dapat dilakukan pemutakhiran dengan menyerahkan bukti baru/perhitungan kembali.PAN/1/2005 tanggal 10 Januari 2005). BPKP.3 Ragunan Pasar Minggu paling lambat 30 hari setelah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) diterima oleh obyek pemeriksaan (obrik). sesuai saran pemeriksa sebagai bentuk klarifikasi rekomendasi dikirimkan ke Lembaga Auditor dan ditembuskan kepada Kepala Badan PPSDMP d.a. Selain itu. 5) Tindakan Penyempurnaan Aparatur Pemerintah (Kelembagaan. (2) Tuntutan perbendaharaan. satker perlu melakukan klarifikasi secara tuntas struktur temuan (kondisi. (3) denda. 3) Tanggapan tertulis dan bukti-bukti tindaklanjut yang jelas. Jl. 54 . maka harus ditindaklanjuti oleh satker. Kepegawaian & Ketatalaksanaan). bukan berarti tindaklanjut tuntas.Sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendayagunanaan Negara. maka tindak lanjut hasil pemeriksaan meliputi: 1) Pemutakhiran data 2) Tindakan Administratif (penerapan Hukuman Disiplin sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. 3) APIP.q. Promosi Jabatan. agar diarahkan kepada temuan pengawasan tahun sebelumnya yang belum tuntas tindak lanjutnya (Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor B/56/M. 3) Tindakan Tuntutan /Gugatan Perdata: (1) ganti rugi/penyetoran kembali. memantau dan mencatat perkembangan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan dan melaporkan ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Harsono RM No. Bagian Evaluasi dan Pelaporan sampai tindak lanjut dinyatakan tuntas oleh lembaga audit (BPK. mungkin karena rekomendasi satker cacat dan temuan sulit ditindaklanjuti. Selain itu. teknis. BPK. BPKP dan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian). 6) Usulan penghapusan temuan pemeriksaan yang tidak dapat ditindaklanjuti. 2) Diberikan sanksi kepada Unit Kerja yang lalai dalam pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan DP3. 4) Tanggapan tertulis dan bukti-bukti tindak lanjut. tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan.PAN/01/2005. 4) Tindakan Pengaduan Tindak Pidana Umum dan Khusus. maka Fokus Pengawasan. Kantor Pusat Kemtan Gendung D Lt 6. sebab dan akibat). kerugian negara) dari auditor yang telah disepakati. dan Bawasda.

2012 55 . Tuntutan Ganti Rugi 19. yaitu 14 (empat belas) hari sejak diterimanya surat pemberitahuan tersebut. Kasubag Pebendaharaan c) Pihak lainnya yang terkait (bila dipandang perlu) untuk mengadakan penelitian dan pemeriksaan atas kerugian dimaksud dan memberikan laporan hasil penelitiannya kepada Eselon I pemberi perintah 3) Pejabat Eselon I meneruskan berkas laporan tersebut disertai saran/pendapat kepada Menteri Pertanian Cq. untuk mendapatkan kebenaran akan tuduhan dan tuntutan. c) Jangka waktu untuk memberi kesempatan kepada yang bersangkutan mengajukan pembelaan secara tertulis kepada Menteri. maka Menteri langsung dapat menerbitkan Keputusan Tuntutan Ganti Rugi terhadapnya. 6) Pegawai negeri yang bersangkutan mengajukan pembelaan secara tertulis kepada Menteri Atas dasar pembelaan tersebut. Tuntutan Ganti Rugi (TGR) Tuntutan Ganti Rugi (TGR) ialah tuntutan yang dikenakan kepada pegawai negeri yang bukan bendaharawan dan diberi tugas melaksanakan kewajiban negara. 2) Pejabat Eselon I tersebut diatas memerintahkan kepada : a) Sekretaris Badan PengembanganSDM Pertanian b) Kepala Bagian Keuangan Cq. Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan dan Perlengkapan.19. b) Apabila dipandang perlu. tembusan laporan disampaikan kepada : a) Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Cq. b) Sebab-sebab mengapa yang bersangukatan harus dikenakan tuntutan ganti rugi. telah melakukan perbuatan melanggar hukum dan atau melalaikan kewajibannya yang mengakibatkan kerugian Negara. 4) Menteri Pertanian Cq. Sekretaris Jenderal memerintahkan kepada Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan untuk mengadakan penilaian atas pembelaan yang disampaikan oleh pegawai yang bersangkutan.1. b) Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian. apakah ada alasan untuk menuntut ganti rugi atas kerugian Negara dan menyampaikan surat pemberitahuan kepada yang bersangkutan bahwa kepadanya akan dikenkan tuntutan ganti rugi disertai dengan laporan hasil penelitian yang meliputi: a) Jumlah tuntutan ganti rugi yang dikenakan. Prosedur Penyelesaian 1) Kepala Kantor/Satuan Kerja melaporkan kepada Kepala Badan PPSDMP bahwa pada kantor/Satuan Kerja telah terjadi kerugian Negara disebabkan oleh perbuatan melanggar hukum/lalai yang dilakukan oleh pegawai negeri bukan bendaharawan yang berada di unit organisasinya. Sekretaris Jenderal memerintahkan kepada Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan untuk mengadakan penelitian terhadap berkas laporan. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian untuk diproses penuntutan ganti rugi kepada Pegawai Negeri Sipil yang terlibat. maka : a) Menteri Pertanian Cq. 5) Apabila setelah lewat waktu yang diberikan yang bersangkutan tidak memberikan pembelaan. Menteri dapat memerintahkan Tim TP/TGR Kementerian agar membantu Biro Keuangan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.

masih dapat mengajukan permohonan kepada Presiden agar kasusnya dipertimbangkan kembali untuk mendapatkan kebijaksanaan dalam jangka waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya Keputusan Tuntutan Ganti Rugi oleh yang bersangkutan. Proses Pelaksanaan Tuntutan Ganti Rugi Berdasarkan Surat Keputusan pembebanan ganti rugi tingkat pertama atau tingkat banding dapat dilaksanakan penagihan atas pembayaran ganti rugi dengan jalan : 1) Pemotongan gaji atau penghasilan lain dari pegawai negeri yang bersangkutan. Jika perlu atau apabila dalam pelaksanaanya mengalami hambatan.1.2.2. 56 . dan diketahui oleh Kepala Satker setempat. sehingga dapat ditetapkan tuntutan ganti rugi secara bertanggung jawab. e) Kepada pengawai negeri yang bersangkutan walaupun kepadanya telah dikenankan Tuntutan Ganti Rugi. c) Biro Keuangan dan Tim TP/TGR Kementerian memberikan laporan hasil penelitian yang dilakukan terhadap tuduhan dan pembelaan serta saran dan pertimbangan kepada Menteri Pertanian.untuk meneliti berkas maupun pemeriksaan setempat guna dapat diberikan pertimbangan/saran mengenai kasus tersebut. 19. d) Berdasarkan oleh Tim TP/TGR. Proses Usaha Mendapatkan Pengantian Kerugian Negara 1) Dalam proses tuntutan. 4) SKTM harus menyatakan jaminan (agunan). b) Dengan jaminan yang sekuat-kuatnya. 2) Untuk tertibnya penagihan dan pembuktian yang kuat penyelesaian secara damai dilakukan dengan Surat Keterangan Tanggung jawab Mutlah (SKTM). Menteri Pertanian menerbitkan Keputusan Tentang Ganti Rugi terhadap pegawai negeri yang bersangkutan. 3) Penggantian dapat dilakukan dengan cara : a) Pembayaran tunai. ditandatangani oleh saksi-saksi. bilamana mungkin diusahakan dengan jalan damai antara kedua belah pihak yang berkewajiban menjaga kepentingan negara yang harus berusaha memperoleh penggantian atas kerugian negara sepenuhnya : a) Dalam jangka waktu yang sesingkat-singkatnya. penagihan dapat dilakukan dengan cara misalnya melalui perantara panitia urusan piutang negara. dan hasil pelelangan digunakan untuk melunasi penggantian kerugian kepada negara.2. yang dapat menetapkan Surat Kuasa dan mengadakan penyitaan harta kekayaan pegawai yang bersangkutan untuk dilelang. b) Angsuran paling lama 2 (dua) tahun.2. Usaha mendapatkan penggantian negara secara damai 19. 2) Cara lainnya yang disanggupi oleh pegawai yang bersangkutan. 19.

mengintegrasikan. Output : Terfasilitasinya penyelenggaraan Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian. 1. Perikanan dan Kehutanan Tujuan : Memfasilitasi penyelenggaraan Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian. Kelembagaan Teknis dan Kelembagaan Litbang Tujuan : 1) Mewujudkan persamaan persepsi antar pimpinan kelembagaan penyuluhan pertanian. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Fasilitasi dan Pembinaan Sasaran : Kelembagaan Penyuluhan di Provinsi dan kabupaten/kota Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. dan Kelembagaan Penelitian di pusat. provinsi dan kab/kota dalam penyelenggaraan penyuluhan 2) Tersusunnya matrik kegiatan penyelenggaraan penyuluhan pertanian pada tahun 2012 Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan Sasaran : Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan. kelembagaan teknis.V.1 PEMANTAPAN SISTEM PENYULUHAN PERTANIAN Penataan dan Pengembangan Kelembagan Penyuluhan Koordinasi Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan. mensinkronisasikan dan mengoptimalkan kinerja penyuluhan pada tingkat pusat. kelembagaan Teknis. Fasilitasi Wadah Koordinasi Penyuluhan Pertanian.2012 57 . dan kelembagaan penelitian pertanian Provinsi dan abupate/kota di Indonesia Waktu Pelaksanaan : April – Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 1. Perikanan dan Kehutanan dalam mengkoordinasikan. mengintegrasikan. mensinkronisasikan dan mengoptimalkan kinerja penyuluhan pada tingkat pusat. 1. Perikanan dan Kehutanan dalam mengkoordinasikan. provinsi dan kab/kota dalam penyelenggaraan penyuluhan 2) Menyusun matrik kegiatan penyelenggaraan penyuluhan pertanian pada tahun 2012 Output : 1) Terwujudnya persamaan persepsi antar pimpinan kelembagaan Penyuluhan. dan kelembagaan penelitian pertanian di pusat. kelembagaan Teknis.2.

dan fungsi serta mekanisme kerja kelembagaan penyuluhan sesuai UU Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 1.der lainnya yang terkait.5. Fasilitasi Balai Penyuluhan Kecamatan Tujuan : Memfasilitasi penyelenggaraan penyuluhan pertanian terutama pada Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan sehingga dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Fasilitasi dan Pembinaan Sasaran : 1206 Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan yang tersebar di 33 provinsi. Output : Terfasilitasinya tugas dan fungsi kelembagaan penyululuhan kecamatan dalam menyelenggarakan penyuluhan pertanian. Perikanan dan Kehutanan (SP3K) dan aturan-aturan pelaksanaannya.4. tugas. Output : Terlaksananya pembinaan kelembagaan penyuluhan pertanian sesuai UU Nomor 16 tahun 2006 dan aturan-aturan pelaksanaannya. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan penerimaan audiensi pemda provinsi dan Kab/Kota dan stakeho.3.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 1. Pembinaan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Tujuan : Menyamakan persepsi tentang pembentukan.Waktu Pelaksanaan : Januari. Pengawalan dan Pendampingan Balai Penyuluhan Kecamatan Tujuan : 58 . Waktu Pelaksanaan : Januari.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 Satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup badan PPSDMP 1. sehingga dapat meningkatkan kualitas sumberdaya manusia pertanian. 2) Sosialisasi UU Nomor 16 Tahun 2006 beserta aturan pelaksanaannya Sasaran : Kelembagaan Penyuluhan di Provinsi dan Kab/Kota Waktu Pelaksanaan : Januari.

Output : Terlaksanannya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan anggota kelompoktani melalui percontohan serta menyebarnya teknologi baru yang diterapkan petani sekitarnya Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan 11 Provinsi Lokasi SL-PTT 2.600 DESA) Tujuan : Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan anggota kelompoktani serta memberi contoh petani di sekitarnya menerapkan teknologi baru melalui kerjasama kelompok.1. Pengawalan dan Pendampingan Penyuluhan Pertanian Dalam Mendukung P2BN Di Lokasi SL-PTT (5760 Desa) Tujuan : Meningkatkan kinerja penyuluh pendamping dalam memfasilitasi program Percepatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Output : Terfasilitasinya petani pelaku program percepatan produksi beras nasional oleh para penyuluh pendamping di 5. PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI METODE DEMFARM DENGAN POLA SLAGRIBISNIS PADI (3.1) Mengetahui perkembangan pemberdayaan balai penyuluhan kecamatan 2) Mengidentifikasi permasalahan kelembagaan petani dan solusi pemecahannya Output : 1) Diketahuinya perkembangan pemberdayaan balai penyuluhan kecamatan 2) Teridentifikasi permasalahan kelembagaan petani dan solusi pemecahannya Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan Sasaran : Kepala Balai Penyuluhan Kecamatan di 33 Provinsi Waktu Pelaksanaan : Mei.2012 59 . Penataan dan Pengembangan Kelembagaan Petani dan Usaha Tani 2.760 desalokasi SL-PTT Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Supervisi dan monitoring Sasaran : Penyuluh pendamping di desa lokasi P2BN Waktu Pelaksanaan : Januari .6.September 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 1.

Apresiasi Pengurus Kelembagaan Petani (Rembug Tani) Tujuan : 1) Meningkatkan kemampuan manajerial pengurus kelembagaan petani dalam mengelola kegiatan agribisnis. dan kabupaten/kota 2.September 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian. dan sikap kelompoktani dan gabungan kelompoktani dalam pengelolaan (manajerial) sumber daya dan kewirausahaan serta mampu mengembangkan kegiatan agribisnis perdesaan.Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Penyusunan rencana pengawalan 3) Pengawalan dan pendampingan Sasaran : 3. 2) Terdapatnya kesamaan persepsi pengurus gapoktan di dalam meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan lembaga usaha pertanian menjadi lembaga ekonomi di perdesaan/LKM yang disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Petani ( 5 Jurus Kemampuan Kelompok Tani) Tujuan : Meningkatkan pengetahuan. dan sikap kelompoktani dan gabungan kelompoktani dalam pengelolaan (manajerial) sumber daya dan kewirausahaan serta mampu mengembangkan kegiatan agribisnis perdesaan.3. ketrampilan. ketrampilan. monitoring dan evaluasi Sasaran :Pimpinan kelembagaan petani di Provinsi Waktu Pelaksanaan : Maret.Agustus 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 2. 2) Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan lembaga usaha pertanian menjadi lembaga ekonomi di perdesaan/LKM (unit usaha simpan pinjam). Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan. Output : 1) Terselenggaranya 3 (tiga) paket Apresiasi Pengurus Kelembagaan Petani yang diikuti oleh 132 orang. Output : Meningkatnya pengetahuan. Provinsi.600 desa yang memiliki kelompoktani berhasil dan mampu dalam membina kerjasama di tempatnya masing-masing Waktu Pelaksanaan : April. 60 .2.

Pemberian Penghargaan Bagi Petani dan Gapoktan Berprestasi Tujuan : 1) Memberikan penghargaan bagi 33 orang petani dan 33 orang pengurus gapoktan berprestasi tingkat Nasional.4.2012 61 . Output : Termotivasinya pengurus kelembagaan usaha pertanian untuk melakukan peningkatan usahatani dan mengembangkan kemitraan usaha melalui jejaring usaha.Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 2.3) Tersedianya rumusan pembinaan kelembagaan petani poktan/gapoktan mendekati spesifikasi lokalita.5. Pertemuan Pengurus Kelembagaan Usaha Tani Tujuan : Meningkatkan wawasan dan kemampuan pengurus kelembagaan usahatani dalam menerapkan prinsip-prinsip agribisnis serta perencanaan agribisnis. Mekanisme/Metode: 1) Penilaian 2) Pemberian penghargaan Sasaran : 33 orang petani dan 33 orang pengurus gapoktan berprestasi Waktu Pelaksanaan : Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 2) Menyusun buku dan tayangan VCD profil Petani dan Gapoktan berprestasi tingkat Nasional. Output : Termotivasinya petani dan pengurus kelembagaan petani (gapoktan) untuk melakukan peningkatan PKS berusahatani dan mengembangkan kemitraan usaha melalui jejaring usaha. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan Sasaran : Pengurus kelembagaan Usahatani (Gapoktan) dan Pendamping pegurus gapoktan Waktu Pelaksanaan : Mei – Agustus 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 2. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan Sasaran : Pengurus kelembagaan petani di 33 Provinsi Waktu Pelaksanaan : Pebruari .

3) Diketahuinya peningkatan kemampuan dan peningkatan kelembagaan petani dan ekonomi pedesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis. 3) Membuka peluang kerjasama antara anggota organisasi profesi mengenai usaha dan pembangunan pertanian. 4) Memperoleh masukan guna penetapan kebijakan dalam pengembangan kemandirian dan profesionalisme petani. Pengawalan dan Pendampingan Poktan dan Gapoktan Tujuan : 1) Mengetahui tingkat kemampuan pelaku usaha agribisnis.2.7. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan Sasaran : anggota perhimpuna se-profesi di bidang pertanian Waktu Pelaksanaan : Mei – Agustus 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 2. 2) Tersedianya rekomendasi guna penetapan kebijakan dalam pengembangan kemandirian dan profesionalisme petani. serta sejauhmana meningkatnya fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses terhadap permodalan.6. penyuluh pendamping dan pengurus gapoktan. 5) Meningkatkan wawasan dan pengetahuan pengurus organisasi petani tentang arah pembinaan petani dalam pengembangan agribisnis. Output : 1) Terlaksananya kegiatan pertemuan koordinasi pimpinan kelembagaan petani tingkat nasional. 2) Mengetahui tingkat kinerja penyuluh pendamping dan pengurus gapoktan dalam memfasilitasi Program-program pemberdayaan petani di perdesaan. Output : 1) Diketahuinya peningkatan kinerja penyuluh pendamping dan pengurus gapoktan dalam memfasilitasi program-program pemberdayaan petani di pedesaan. serta meningkatnya fungsi 62 . 2) Membangun satu kesatuan korps diantara anggota organisasi profesi dalam upaya pembangunan pertanian. Koordinasi Pimpinan Kelembagaan Petani Tingkat Nasional Tujuan : 1) Menyamakan persepsi para peserta dari organisasi profesi di bidang pertanian tentang upaya pengembangan kemandirian dan profesionalisme petani. 2) Diketahuinya peningkatan kemampuan pelaku usaha agribisnis. 3) Mengetahui tingkat kemampuan dan peningkatan kelembagaan petani dan ekonomi pedesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis. pengurus gapoktan dan penyuluh pendamping.

kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses terhadap permodalan; Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pengawalan dan Pendampingan Sasaran : Poktan dan Gapoktan Se-Indonesia Waktu Pelaksanaan : Maret – November 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian

2.8. Pengawalan dan Pendampingan Kelembagaan Usahatani Di Pedesaan
Tujuan : 1) Mengetahui tingkat kemampuan pelaku usaha agribisnis, pengurus gapoktan dan penyuluh pendamping; 2) Mengetahui tingkat kinerja penyuluh pendamping dan pengurus gapoktan dalam memfasilitasi Program-program pemberdayaan petani di perdesaan; 3) Mengetahui tingkat kemampuan dan peningkatan kelembagaan petani dan ekonomi pedesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis, serta sejauhmana meningkatnya fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses terhadap permodalan. Output : 1) Diketahuinya peningkatan kinerja penyuluh pendamping dan pengurus gapoktan dalam memfasilitasi Program -program pemberdayaan petani di pedesaan; 2) Diketahuinya peningkatan kemampuan pelaku usaha agribisnis, penyuluh pendamping dan pengurus gapoktan; 3) Diketahuinya peningkatan kemampuan dan peningkatan kelembagaan petani dan ekonomi pedesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis, serta meningkatnya fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses terhadap permodalan; Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Monitioring dan Evaluasi 3) Pengawalan dan Pendampingan Sasaran : Kelembagaan Usahatani Se-Indonesia Waktu Pelaksanaan : Maret – November 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

63

2.9. Pengembangan Jejaring Usaha Kelembagaan Petani
Tujuan : Meningkatnya kemampuan kelembagaan petani dalam membangun jejaring usaha baik antar kelembagaan petani maupun dengan pihak-pihak lain. Output : Terbentuknya jejaring usaha baik antar kelembagaan petani maupun dengan pihak lainnya dalam pengembangan komoditi unggulan. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Monitoring dan Evaluasi Sasaran : Kelembagaan petani (gapoktan) yang telah mengembangkan kelembagaannya menjadi kelembagaan usahatani Waktu Pelaksanaan : Peruari - Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Kelembagaan penyuluhan Kabupaten/Kota

2.10. Evaluasi Pembinaan Poktan dan Gapoktan
Tujuan : 1) Untuk mengetahui sejauh mana pembinaan kelompoktani berdampak terhadap peningkatan kelas kemampuan kelompoktani; 2) Sejauhmana pembinaan kelompoktani berdampak terhadap peningkatan usahatani. Output : Diketahuinya kelas kemampuan kelompoktani seluruh Indonesia. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan Sasaran : Kelembagaan petani atau kelompoktani di 33 Provinsi. Waktu Pelaksanaan : Januari- Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP

2.11. Pembinaan Poktan dan Gapoktan
Tujuan : Tujuan pembinaan poktan dan gapoktan adalah untuk memperkuat manajemen kelembagaan petani melalui kegiatan penyelenggaraan penyuluhan Output : Terbinanya poktan dan gapoktan dalam memperkuat manajemen kelembagaan petani Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 64

2) Pembinaan Sasaran : Pengurus poktan dan gapoktan di 33 Provinsi (115 Kab/kota). Waktu Pelaksanaan : Januari- Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP

2.12. Pemberdayaan Petani Berbasis Teknologi di Kutai Kertanegara
Tujuan : 1) Memperkenalkan teknologi tepat guna spesifik lokasi yang merupakan hasil kaji terap; 2) Meningkatkan penguasaan pengetahuan dan teknologi tepat guna bagi petani di sekitarnya Output : Meningkatnya kemampuan petani dalam menerapakan teknologi inovatif spesifik lokasi Mekanisme/Metode: 1. Pertemuan 2. Aplikasi teknologi Sasaran : Pengurus poktan dan gapoktan di 33 Provinsi (115 Kab/kota). Waktu Pelaksanaan : Maret - September 2012 Penyelenggara/Pelaksana : satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP provinsi Kalimatan Timur berama Kabupaten Kutai Katanegara

3. Penataan dan Pengembangan Ketenagaan Penyuluhan
3.1. Pembinaan Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian dan Angka Kreditnya Tingkat Provinsi dan Kab/Kota
Tujuan : Melakukan penilaian angka kredit jabatan fungsional penyuluh pertanian pusat, provinsi, kabupaten/kota dan BPTP terhadap usulan DUPAK. Output : 1) Terlaksananya pembinaan pola karier penyuluh pertanian PNS yang dapat menjamin terlaksananya penilaian angka kredit jabatan fungsional penyuluh pertanian; 2) Terbitnya Hasil Penilaian Angka Kredit (HAPAK) dan Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk setiap tingkatan jabatan fungsional penyuluh pertanian PNS. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan sosialisasi Sasaran : Pimpinan kelembagaan/unit kerja terkait, penyelengara penyuluhan pusat dan daerah Waktu Pelaksanaan : Januari- Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan 33 Satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

65

3.2. Pengembangan Profesionalisme Penyuluh Pertanian
Tujuan : 1) Meningkatkan profesionalisme penyuluh pertanian pusat melalui seminar/lokakarya/magang dll. 2) Meningkatkatkan PKS untuk meningkatkan kemampuan para penyuluh pertanian agar dapat mengoptimalkan tugasnya dalam mendukung pengembangan kariernya. Output : 1) Meningkatnya kemampuan para penyuluh pertanian pusat untuk mendukung pengembangan kariernya Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan sosialisasi Sasaran : Penyuluh Pertanian Pusat Waktu Pelaksanaan : Januari- Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian

3.3. Pembinaan Penyuluh Pertanian Swadaya
Tujuan : Meningkatkan fungsi, peran dan motivasi penyuluh pertanian swadaya dalam penyelenggaraan penyuluhan secara optimal. Output : Meningkatnya fungsi, peran dan motivasi penyuluh pertanian swadaya dalam melakukan pendampingan petani, kelompoktani dan gabungan kelompoktani. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan Sasaran : Penyuluh Swadaya di 33 Provinsi Waktu Pelaksanaan : Januari- Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian

3.4. Bimbingan Teknis Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh
Tujuan : Menyamakan pemahaman tentang Jabatan Fungsional Penyuluhan Pertanian dan Angka Kreditnya di kalangan para pimpinan kelembagaan/unit kerja terkait dan

pelaksana/penyelenggara penyuluhan pertanian di Pusat dan Daerah serta fungsional penyuluh pertanian.

66

Penyuluh Swadaya. Output : Termotivasinya 33 orang Penyuluh Pertanian PNS. penyuluh pertanian Swadaya dan THLTBPP untuk meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan tugas penyuluhan pertanian secara produktif.2012 67 .Agustus 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 3. menjamin Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.6. 33 orang Penyuluh Pertanian Swadaya dan 33 orang THL-TBPP Teladan Tingkat Nasional dari 33 provinsi seluruh Indonesia dalam melaksanakan penyelenggaraan penyuluhan. THL TB PP dan Balai Penyuluhan Kecamatan terbaik Sasaran : 33 Penyuluh Pertanian PNS. provinsi.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 3. Output : 1) Terlaksananya pembinaan pola karier penyuluh pertanian PNS yang dapat terlaksananya penilaian angka kredit jabatan fungsional penyuluh pertanian. 33 THL TB PP dan 1 Balai Penyuluhan Kecamatan terbaik Waktu Pelaksanaan : Mei . THL-TB PP Teladan dan Balai Penyuluhan Kecamatan Terbaik Tujuan : Memotivasi dan mendorong penyuluh pertanian PNS. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Bimbingan teknis Sasaran : Penyuluh pertanian di 33 Provinsi Waktu Pelaksanaan : Januari. Fasilitasi Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Pertanian Pusat Tujuan : Melakukan penilaian angka kredit jabatan fungsional penyuluh pertanian pusat. Penyuluh Swadaya.5. 33 Penyuluh Swadaya. efektif dan efisien. Pemberian Penghargaan Bagi Penyuluh Pertanian PNS.Output : Meningkatnya pemahaman tentang teknis penilaian jabatan fungsional oleh pemangku kepentingan. Mekanisme/Metode: 1) Penilaian dan pemberian penghargaan bagi Penyuluh Pertanian PNS. kabupaten/kota dan BPTP terhadap usulan DUPAK.

3) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyuluh pertanian.2) Terbitnya Hasil Penilaian Angka Kredit (HAPAK) dan Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk setiap tingkatan jabatan fungsional penyuluh pertanian PNS. 2) Meningkatkan kinerja dan motivasi kerja penyuluh pertanian. provinsi.Agustus 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 68 . Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Sosialisasi Sasaran : Penyuluh pertanian pusat. pembinan jabatan fungsional Penyuluh pertanian di pusat.8. provinsi. Pengembangan Profesionalisme Staf Tujuan : Meningkatkan motivasi kerja da kerjasama staf dalam mendukung penyelenggaraan penyuluhan pertanian di pusat Output : Meningkatnya motivasi kerja dan kerjasama staf dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) outbond Sasaran : Seluruh staf pusat penyuluhan pertanian Waktu Pelaksanaan : Juli . kab/kota Waktu Pelaksanaan : Januari. kab/kota. 2) Meningkatnya kinerja dan motivasi kerja penyuluh pertanian. provinsi. Mekanisme/Metode: 1) Penilaian Sasaran : Penyuluh pertanian pusat.Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan Provinsi Lampung 3.7. dan kab/kota Waktu Pelaksanaan : Juni . 3) Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan penyuluh pertanian. Output : 1) Meningkatnya proses pembelajaran melalui interaksi antar penyuluh pertanian.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 3. Temu Teknis dan Temu Karya Penyuluh Pertanian Dalam Rangka Mendukung 4 Sukses Pembangunan Pertanian Tujuan : 1) Meningkatkan proses pembelajaran melalui interaksi antar penyuluh pertanian.

9.10. Output : 1) Terselenggaranya penyuluhan pertanian di 33 provinsi di Indonesia secara lebih baik dan terarah 2) Terindentifikasinya permasalahan dan pemecahannya dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian di lapangan 3) Tecapainya persamaan persepsi tentang penyeleggaraan penyuluhan pertanian di 33 provinsi dan 497 kabupaten/kota di Indonesia. penyuluh pertanian dan pelaku utama/pelaku usaha di 33 provinsi dan 497 kabupaten/kota. 3) Menyamakan persepsi tentang penyeleggaraan penyuluhan pertanian di 33 provinsi.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.3. Waktu Pelaksanaan : April .Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan dan 33 Satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP 3. peran dan motivasi THL-TB Penyuluh Pertanian dalam penyelenggaraan penyuluhan secara optimal. kelompoktani dan gabungan kelompoktani. 2) Mengidentifikasi permasalahan dan pemecahannya dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian di masing-masing provinsi. Pendampingan/Binaan Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian Tujuan : 1) Memberikan dukungan/pembinaan terhadap penyelenggaraan penyuluhan pertanian pada 33 provinsi di Indonesia.2012 69 .. Apresiasi Peningkatan Kapasitas THL-TB PP Penyuluh Pertanian Tujuan : Meningkatkan fungsi. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan Sasaran : THL-TB PP di 33 Provinsi Waktu Pelaksanaan : Oktober. Output : Meningkatnya motivasi THL-TB Penyuluh Pertanian dalam melakukan pendampingan petani. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan 3) Pendampingan Sasaran : Kelembagaan penyuluhan pertanian.

13.12. Koordinasi Komisi Penyuluhan Pertanian Provinsi (KPPP) Tujuan : Mewujudkan persamaan persepsi antar Komisi Penyuluhan Provinsi dan kabupaten/kota dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian Output : Terwujudnya persamaan persesi antar Komisi Penyuluhan Provinsi dalam memberikan saran mengenai penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Output : Meningkatnya kinerja dan motivasi THL-TB Penyuluh Pertanian dalam melakukan pendampingan petani.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 3. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pegawalan dan Pendampingan 70 . Pengawalan dan Pendampingan THL-TB PP Penyuluh Pertanian Tujuan : Meningkatkan pelaksanaan tugas dan fungsi serta kinerja THL-TB Penyuluh Pertanian dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Fasilitasi Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional (KPPN) Tujuan : Memfasilitasi Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional dalam penyusunan bahan kebijakan penyelenggaraan penyuluhan bagi Menteri Pertanian. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan Sasaran : Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional (KPPN) Waktu Pelaksanaan : Januari. Output : 1) Tersedianya bahan masukan kebijakan penyelenggaraan penyuluhan pertanian bagi Menteri Pertanian.Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 3. 2) Terlaksananya pembinaan KPPN terhadap KPP dan KPPK.11. kelompoktani dan gabungan kelompoktani .3. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan Sasaran : Komisi Penyuluhan Pertanian Provinsi (KPPP) Waktu Pelaksanaan : April .

2012 71 .15. Apresiasi Cyber Extension (3 Regional) Tujuan : 1) Mensosialisasikan sistim pengoperasian Cyber Extension.16. 2) Menyiapkan tenaga admin yang mampu mengoperasionalkan Cyber Extension.Oktober 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 Satker Pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP 3. Mekanisme/Metode: 1) Verifikasi data penyuluh pertanian PNS 2) Pencairan BOP Sasaran : Penyuluh Pertanian PNS Waktu Pelaksanaan : Januari . Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.14.163 orang THL-TB Penyuluh Pertanian tahun 2012.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan 33 Satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP 3. Mekanisme/Metode: 1) Verifikasi data THL-TB Penyuluh Pertanian 2) Penetapan THL-TB Penyuluh Pertanian 3) Penyaluran honorarium dan BOP THL-TB Penyuluh Pertanian Sasaran : THL-TB Penyuluh Pertanian di 33 Provinsi Waktu Pelaksanaan : Januari .Sasaran : THL-TB PP di 33 provinsi Waktu Pelaksanaan : Maret . BOP Penyuluh Pertanian PNS Tujuan : Meningkatkan kinerja dan motivasi penyuluh pertanian PNS dalam melaksanakan tugas dan fungsinya memfasilitasi pemberdayaan pelaku utama. Output : Tersedianya honorarium dan BOP bagi 22.163 orang THL-TB Penyuluh pertanian.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 Satker Pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP dalam memberdayakan pelaku 3. Honorarium dan BOP THL-TB PP Tujuan : Menyediakan honorarium dan BOP bagi 22. Output : Meningkatnya kinerja dan motivasi penyuluh pertanian PNS utama.

Oktober 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 3. Apresiasi Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) Tujuan : 1) Mengaplikasikan Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUH) dengan fokus pada database ketenagaan dan kelembagaan petani. 2) Terbangunnya integritas data ketenagaan dan kelembagaan tani yang mutakhir melalui website Kementerian Pertanian.17. agar penyuluh di tingkat Provinsi dan Kabupaten dapat ikut serta mengembangkan materi. 4) Menyelenggarakan apresiasi Cyber Extension admin level 3 dan 4. tepat guna dan bermanfaat bagi para pengguna baik pengambil keputusan. 2) Tersedianya Admin Provinsi dan Kabupaten/Kota. 5) Tersedianya system kelembagaan penyuluhan Mekanisme/Metode: 1) Apresiasi Cyber Extension Sasaran : Petugas Admin Provinsi dan Kabupaten/Kota Waktu Pelaksanaan : Pebruari . terintegrasi. tepat guna dan bermanfaat bagi kelembagaan penyuluhan pengambil keputusan. Output : 1) Tersedianya tenaga terampil di provinsi dan kabupaten/kota yang mampu mengaplikasikan SIMLUH khususnya dengan fokus pada data ketenagaan dan kelembagaan petani. pelaku agribisnis ataupun pihak lain yang terkait. 2) Membangun integritas data ketenagaan dan kelembagaan petani yang mutakhir melalui website Kementerian Pertanian. terintegrasi. 5) Mengembangkan Sistem Informasi yang terpadu. 4) Tersedianya Sistem Informasi yang terpadu. pelaku agribisnis ataupun pihak lain yang terkait. 6) Membuat system kelembagaan penyuluhan. 3) Dipahaminya tugas dan tanggungjawab pengelola Cyber Extension di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Output : 1) Dipahaminya system pengoperasian Cyber Extension oleh para calon Admin.3) Menjelaskan tugas pokok dan fungsi petugas Administrator (Admin) Provinsi dan Kabupaten/Kota. Mekanisme/Metode: 1) Apresiasi SIMLUHTAN Sasaran : Petugas Admin Provinsi dan Kabupaten/Kota Waktu Pelaksanaan : Februari – Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 72 .

THL-TB PP dan petani serta masyarakat Waktu Pelaksanaan : Maret . pelaku agribisnis ataupun pihak lain yang terkait.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 4. pelaku utama. Output : 1) Tersusunnya materi penyuluhan pertanian dalam bentuk film dokumenter 2) Tersirkannya 10 paket materi Penyuluhan Pertanian melalui siaran televisi nasional Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah dan pembahasan naskah siaran televisi 2) Produksi dan penayangan materi siaran Sasaran : Penyuluh pertanian. Pengembangan dan Penyusunan Materi Cyber Extension Tujuan : 1) Mengembangkan sistem Informasi berbasis web yang terpadu. Output : 1) Tersedianya Sistem Informasi berbasis Web yang terpadu. serta pemangku kepentingan lainnya. 2) Tersedianya materi/informasi pertanian yang dibutuhkan pelaku utama dan pelaku usaha serta masyarakat pertanian pada umumnya sesuai kebutuhan spesifik lokalita Mekanisme/Metode: 1) Pengembangan Materi Cyber Extension 2) Fasilitasi Pengelolaan Cyber Extension Sasaran : Bakorluh provinsi. tepat guna dan bermanfaat bagi para pengguna baik pengambil keputusan. Materi Penyuluhan Yang Dihasilkan 4. pelaku utama. 2) Meningkatkan keterampilan pelaku utama dan pelaku usaha dalam berusaha tani melalui penerapan dari materi tayangan televisi. terintegrasi.Agustus 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. pelaku agribisnis ataupun pihak lain yang terkait.1. Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Televisi Tujuan : 1) Menambah wawasan dan pengetahuan penyuluh pertanian. pelaku usaha dan masyarakat pertanian sesuai kebutuhan spesifik lokalita. terintegrasi. pelaku usaha.2012 73 .2. 2) Menyediakan materi informasi pertanian yang dibutuhkan penyuluh. penyuluh swadaya. tepat guna dan bermanfaat bagi penyuluh dan kelembagaan penyuluhan selaku pengambil keputusan. Bapelluh kabupaten/kota. penyuluh pertanian dan masyarakat pertanian Waktu Pelaksanaan : Januari .4.

Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Cetak Tujuan : 1) Tersusunya berbagai materi penyuluhan pertanian dalam bentuk liptan. pencetakan liptan. brosur. penyuluh swadaya. brosur. pelaku usaha. khususnya dalam rangka pengembangan usaha agribisnis pedesaan. Output : 1) Tersedianya 24 naskah materi siaran radio tentang inovasi/informasi Peningkatan usaha agribisnis perdesaan yang mendukung program percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi tahun 2012.4. leaflet dan poster 2) Pencetakan liptan. Output : 1) Terbit dan tersebarnya liptan. Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah 2) Produksi dan penyiaran melalui radio Sasaran : Penyuluh pertanian. pelaku utama. 2) Tersiarnya 24 materi tentang inovasi/informasi peningkatan usaha agribisnis perdesaan yang mendukung program percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi tahun 2012 melalui siaran radio yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia. leaflet dan poster 3) Pengiriman materi penyuluhan Sasaran : Penyuluh pertanian. brosur. 2) Mendukung kegiatan usaha agribsinis agar tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang kuat dan mandiri. penyuluh swadaya.November 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 4. petugas lainnya tentang informasi/inovasi Peningkatan usaha agribisnis perdesaan yang mendukung program percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi tahun 2012. leaflet dan poster. brosur.3. THL-TB PP dan petani serta masyarakat Waktu Pelaksanaan : Maret . THL-TB PP dan petani serta masyarakat Waktu Pelaksanaan : Januari . leaflet dan poster 2) Tersusunnya buku kerja bagi penyuluh pertanian Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah.4. Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Radio Tujuan : Meningkatkan pengetahuan dan wawasan penyuluh pertanian.Mei 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 74 .

pelaku usaha. Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah 2) Produksi dan penyiaran melalui radio Sasaran : Penyuluh pertanian. petugas lainnya tentang informasi/inovasi Peningkatan usaha agribisnis perdesaan yang mendukung program percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi tahun 2012.5.000 eksemplar sebanyak 2 edisi kepada para penyuluh pertanian. penyuluh swadaya. Output : 1) Tersedianya 24 naskah materi siaran radio tentang inovasi/informasi Peningkatan usaha agribisnis perdesaan yang mendukung program percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi tahun 2012.2012 75 . Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah 2) Produksi dan pengiriman majalah Sasaran : Penyuluh pertanian. kontak tani dan penyuluh swakarsa dalam melaksanakan penyuluhan pertanian.November 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 4. penyuluh swadaya.6. Output : Tercetak dan tersebarnya majalah Ekstensia masing-masing 10. THL-TB PP dan petani serta masyarakat Waktu Pelaksanaan : Maret . kontak tani dan penyuluh swakarsa. THL-TB PP dan petani serta masyarakat Waktu Pelaksanaan : Maret – Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Radio Tujuan : Meningkatkan pengetahuan dan wawasan penyuluh pertanian. kontak tani dan penyuluh swakarsa maupun swasta. pelaku utama. Penerbitan Majalah Ekstensia Tujuan : 1) Meningkatnya efektifitas dan kualitas pelaksanaan penyuluhan pertanian yang dilakukan oleh para penyuluh pertanian lapangan. 2) Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan penyuluh pertanian. 2) Tersiarnya 24 materi tentang inovasi/informasi peningkatan usaha agribisnis perdesaan yang mendukung program percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi tahun 2012 melalui siaran radio yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.4.

penyuluh swadaya. Pencetakan Buku Saku Penyuluhan Pertanian Tujuan : 1) Menyedian bahan informasi teknis penyuluhan yang dibutuhkan oleh para penyuluh PNS dan THL-TB Penyuluh Pertanian di lapangan. Output : 1) Tersedianya bahan informasi teknis berupa buku saku dalam melakukan penyuluhan pertanian di wilayah kerjanya.8. dan THL-TB PP Waktu Pelaksanaan : Januari .Maret 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 4. 2) Memberikan motivasi dan kepercayaan diri para penyuluh dalam memberikan penyuluhan kepada pelaku utama.7. Penyusunan dan Penggandaan Materi Penguatan Kelembagaan Petani dan Usahatani Tujuan : Terfasilitasinya pengembangan kelembagaan usahatani dan penumbuhan pos penyuluhan desa oleh penyuluh dan petugas teknis lainnya sesuai dengan pedoman Output : Tersedianya pedoman pengembangan kelembagaan usahatani dan penumbuhan pos penyuluhan desa Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah 2) Produksi dan pengiriman Sasaran : Penyuluh pertanian dan petugas teknis lainnya Waktu Pelaksanaan : Maret – Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 4.4. 2) Termotivasinya dan tumbuhnya kepercayaan diri para penyuluh dalam memfasilitasi pelaku utama Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan 2) Produksi dan Pengiriman materi Sasaran : Penyuluh pertanian.9. yang akan membantu pengembangan penyelenggaraan penyuluhan pertanian 76 . Penggandaan Materi Penyuluhan Provinsi dan Kab/Kota Tujuan : Memperbanyak materi penyuluhan.

Output : Tersedianya materi penyuluhan. Langganan Tabloid Pertanian Tujuan : Menyampaikan Informasi teknis pertanian penyuluhan pertanian dan kebijakan penyuluhan oleh kementerian pertanian Output : Tersampaikan Informasi teknis penyuluhan pertanian dan kebijakan penyuluhan pertanian dari kementerian pertanian Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan materi 2) Pencetakan 3) Pengiriman Sasaran : Penyuluh pertanian dan petugas teknis lainnya Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Penyusunan dan Penggandaan Materi Penyuluhan bagi Poktan dan Gapoktan Tujuan : Memfasilitasi pengembangan kelembagaan poktan dan gapoktan dalam meningkatkan kapasitanya melalui penyusunan pedoman Output : Tersedianya pedoman pengembangan kelembagaan poktan dan gapoktan Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah 2) Produksi dan pengiriman Sasaran : Poktan dan Gapoktan Waktu Pelaksanaan : Januari .11.2012 77 .Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 Satker dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP 4. yang akan membantu pengembangan penyelenggaraan penyuluhan pertanian Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan materi 2) Penggandan materi Sasaran : Penyuluh pertanian dan petugas teknis lainnya Waktu Pelaksanaan : Januari .10.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 28 Provinsi dan 319 Kab/Kota 4.

Output : 1) Tersusunnya Programa Penyuluhan Pertanian Nasional Tahun 2013 berdasarkan hasil sintesa program-program prioritas unit kerja Eselon I lingkup Kementerian Pertanian dan program/kegiatan Organisasi Petani Tingkat Nasional Tahun 2013. 3) Mengetahui penggunaan alat pengolah data.Waktu Pelaksanaan : Januari . Pedoman dan Kebijakan yang dihasilkan dan dikembangkan 5. kecamatan penerima alat pengolah data cyber extension tahun 2010.September 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5.12. Mekanisme/Metode: 78 . Mekanisme/Metode: 1) Pengawalan dan pendampingan Sasaran : Sasaran yang akan dicapai dalam pengawalan dan pendampingan kegiatan ini adalah provinsi. 3) Diketahuinya penggunaan alat pengolah data cyber extension. Pengawalan dan Pendampingan Sistem Informasi Penyuluhan Tujuan : 1) Mengetahui tingkat penggunaan cyber extension di daerah. Norma.1. 2) Tersedianya bahan rujukan/acuan bagi penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Provinsi Tahun 2013.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 Satker dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP 4. Output : 1) Diketahuinya peningkatan penggunaan cyber extension di daerah. Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Tujuan : 1) Menyusun Programa Penyuluhan Pertanian Nasional Tahun 2013 berdasarkan hasil sintesa program-program strategis dan prioritas unit kerja Eselon I lingkup Kementerian Pertanian dan program/kegiatan Organisasi Petani Tingkat Nasional Tahun 2013. kabupaten/kota. 2) Diketahuinya peningkatan kinerja admin cyber extension. Standar. 2) Mengetahui tingkat kemampuan admin dalam mengoperasikan cyber extension. 3) Menyediakan bahan rujukan/acuan bagi penyuluh pertanian di Pusat dalam menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) Penyuluh Pertanian Tahun 2013. 2) Menyediakan bahan rujukan/acuan bagi penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Provinsi Tahun 2013. 3) Tersedianya bahan rujukan/acuan bagi penyuluh pertanian di Pusat dalam menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) Penyuluh Pertanian Tahun 2013. Waktu Pelaksanaan : Januari .

penyuluh pertanian dan instansi terkait Waktu Pelaksanaan : Februari – Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5. Bapelluh kab/kota. 3) Pedoman Karya Tulis Ilmiah Penyuluh.1) Pertemuan dan pembahasan penyusunan programa Sasaran : Penyuluh pertanian pusat Waktu Pelaksanaan : Mei . 3) Menyusun kegiatan dan anggaran pusat dan daerah ke dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian/Lembaga/ RKA-KL tahun 2013 Output : 1) Tersusunnya Rencana Kerja Tahunan Pusat Penyuluhan Pertanian Tahun 2012.3.2. 4) Pedoman RKT Pusat Penyuluhan Pertanian. 2) Pedoman Umum Supervisi. 2) Menyusun program dan kegiatan penyuluhan pertanian di daerah/dekonsentrasi tahun 2013 dan terciptanya keselarasan penyelenggaraan penyuluhan pertanian dengan pusat.Juni 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5.2012 79 . Penyusunan Program dan Kegiatan Pengembangan Penyuluhan Pertanian Tujuan : 1) Menyusun program dan kegiatan penyuluhan pertanian di pusat tahun 2013 dan terciptanya keselarasan penyelenggaraan penyuluhan pertanian dengan daerah. 2) Tersusunnya Usulan Rencana Kegiatan dan Anggaran Satker Pelaksana Dana Dekonsentrasi lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian di 33 provinsi. Penyusunan Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Tujuan : Memberikan acuan standar bagi para penyelenggara penyuluhan di Pusat dan Daerah dalam mengembangkan penyelenggaraan penyuluhan pertanian melaui pedoman-pedoman. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian. Output : 1) Pedoman Pelaksanaan Penyelenggaraan Penyuluhan melalui Dana Dekonsentrasi/Tugas Perbantuan. 5) Pedoman pengelolaan honorarium dan BOP THL-TB Penyuluh Pertanian. Mekanisme/Metode: 1) Pengumpulan bahan 2) Penerbitan dan pendistribusian pedoman Sasaran : Bakorluh provinsi.

80 . 4) Memfasilitasi pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian.5. 2) Memfasilitasi pengelolaan ketatausahaan Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. Administrasi Kegiatan Tujuan : 1) Memfasilitasi pengelolaan keuangan Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. RAB.3) Tersusunnya Usulan Rencana Kegiatan dan Anggaran Satuan Kerja Pusat Penyuluhan Pertanian Tahun 2013 dalam bentuk Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL).4. Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan TOR. 3) Memfasilitasi pengelolaan administrasi kantor Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. Pertemuan Penyusunan Rencana Kerja dan Evaluasi Penyelenggaraan Dalam Rangka Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian Tujuan : 1) Mensosialisasikan rencana kegiatan dan anggaran tahun 2012 dan mengevaluasi penyelenggaraan dana dekonsentrasi tahun 2011 2) Menggoordinasikan dan mensinergikan rencana kegiatan dan anggaran tahun 2013 dan mengevaluasi penyelenggaraan dana dekonsentrasi tahun 2012 Output : 1) Tersosialisasikannya rencana kegiatan dan anggaran tahun 2012 dan terevaluasinya penyelenggaraan dana dekonsentrasi tahun 2011 2) Terjadinya koordinasi dan sinergitas rencana kegiatan dan anggaran tahun 2013 dan terngevaluasi penyelenggaraan dana dekonsentrasi tahun 2012 Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan Sasaran : 33 Bakorluh/Dinas satker dana dekonsentrasi di provinsi dan kabupatan/kota Waktu Pelaksanaan : Maret – Oktober 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5. dan Logical Frame work kegiatan Pusat dan Daerah melalui Dana Dekonsentrasi tahun 2013 2) Penyusunan Formula Dana Dekonsentrasi tahun 2013 dll Sasaran : Pusat Penyuluhan Pertanian dan 33 Bakorluh/Dinas satker dana dekonsentrasi di provinsi Waktu Pelaksanaan : Januari – Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5.

Output : 1) Terfasilitasinya pengelolaan keuangan Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. pengusaha pertanian dan petugas dari negara-negara ASEAN. 16 Tahun 2006 dan aturan pelaksanaannya. kabupaten/kota dan kecamatan sesuai UU No. tenaga kerja. Kerjasama Pengembangan Penyuluhan Dalam dan Luar Negeri Tujuan : 1) Memperkuat semangat kerjasama pembangunan pertanian berorientasi agribisnis antara petani.7. 16 Tahun 2006 dan aturan pelaksanaannya sehingga terjadinya sinergitas antar kelembagaan penyuluhan Output : Terselenggaranya penyuluhan pertanian secara baik di tingkat pusat. 3) Mempromosikan usaha-usaha pertanian dan membangun jaringan kerjasama usaha di antara petani/organisasi petani yang memiliki kesamaan keterkaitan dan sasaran.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan 33 Provinsi pelaksana dana dekonsntrasi lingkup Badan PPSDMP 5. kabupaten/kota dan kecamatan sesuai UU No. 2) Terfasilitasinya pengelolaan ketatausahaan Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. sarana produksi dan pemasaran. Koordinasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Tujuan : Menyamakan persepsi tentang penyelenggaraan penyuluhan pertanian baik ditingkat pusat.6. Mekanisme/Metode: 1) Pelaksanaan administrasi Pusluhtan dan satker dana dekonsentrasi provinsi serta pelaksana di kab/kota Sasaran : Pusat penyuluhan pertanian dan satker dana dekonsentrasi provinsi serta pelaksana di kab/kota Waktu Pelaksanaan : Januari . Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012 81 . pemerintah daerah Waktu Pelaksanaan : Januari . provinsi. provinsi. 2) Mewujudkan pertukaran ide dan informasi mengenai peluang usaha di bidang pertanian dan teknologi. 3) Terfasilitasinya pengelolaan administrasi kantor dan kepegawaian Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. serta terjadinya satu kesatuan gerak langkah dalam memberdayakan pelaku utama Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan Sasaran : Pemerintah. 4) Terfasilitasinya pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian.

2) Diketahuinya tingkat kemajuan penyelenggaraan penyuluhan pertanian baik yang sedang berjalan maupun yang telah selesai sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan/tindakan yang diperlukan. pengusaha pertanian dan petugas dari negara-negara ASEAN.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5. 5) Mengukur pencapaian dampak kegiatan penyuluhan pertanian sesuai dengan indikator yang ditetapkan. 2) Terwujudnya pertukaran ide dan informasi mengenai peluang usaha di bidang pertanian dan teknologi. Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Tujuan : 1) Mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan sumberdaya penyuluhan pertanian dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian. 4) Tersedianya umpan balik dari seluruh stakeholders dalam rangka penyempurnaan penyelenggaraan penyuluhan pertanian 5) Hasil pengukuran pencapaian dampak kegiatan penyuluhan pertanian sesuai dengan indikator yang di tetapkan 82 . 4) Terwujudnya saling tukar menukar pengalaman terhadap berbagai budaya dan tradisi yang ada di antara sesama anggota ASEAN. 3) Memastikan penggunaan sumberdaya penyuluh pertanian secara efektif dan efisien. tenaga kerja.4) Mewujudkan tukar menukar pengalaman terhadap berbagai budaya dan tradisi yang ada di antara sesama anggota ASEAN. 2) Mengetahui tingkat kemajuan penyelenggaraan penyuluhan pertanian baik yang sedang berjalan maupun yang telah selesai sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan/tindakan yang diperlukan. Output : 1) Diketahuinya tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan sumberdaya penyuluhan pertanian dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian. 3) Dipastikannya penggunaan sumberdaya penyuluh pertanian secara efektif dan efisien. 3) Terpromosikannya usaha-usaha pertanian dan membangun jaringan kerjasama usaha di antara petani/organisasi petani yang memiliki kesamaan keterkaitan dan sasaran. sarana produksi dan pemasaran.8. Mekanisme/Metode: 1) Penetapan dan pengiriman petugas/penyuluh pertanian ke dalam dan luar negeri Sasaran : Petugas dan Penyuluh pertanian Waktu Pelaksanaan : Maret . 5) Terwujudnya kunjungan kerjasama luar negeri dalam rangka kunjungan dinas dan atau studi banding. 4) Menyediakan umpan balik dari seluruh stakeholders dalam rangka penyempurnaan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Output : 1) petani.

10. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tujuan : 1) Mengetahui penggunaan dana alokasi khusus untuk kegiatan penyuluhan 2) Mengetahui pemanfaatan dana alokasi khusus yang sedang berjalan maupun telah selesai sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan/tindakan yang diperlukan.9. perikanan dan kehutanan yang holistik dan komprehensif Output : Terwujudnya sistem penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Mekanisme/Metode: 1) Pembahasan Instrumen. 3) Memastikan kesesuaian penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK). Output : 1) Diketahuinya penggunaan dana alokasi khusus.2012 83 .Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan 33 satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP 5. 2) Diketahuinya pemanfaatan dana alokasi khusus yang sedang berjalan maupun telah selesai sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan/tindakan yang diperlukan.16/2006 dan Peraturan-Peraturan Lainnya Tujuan : Mewujudkan sistem penyelenggaraan penyuluhan pertanian. 3) Dipastikannya kesesuaian penggunaan Dana Alokasi K husus (DAK). perikanan dan kehutanan yang holistik dan komprehensif Mekanisme/Metode: 1) Rapat Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.Mekanisme/Metode: 1) Pembahasan Instrumen. kunjungan lapangan ke daerah 2) Penyusunan rekomendasi Sasaran : Penyelenggara penyuluhan pertanian kab/kota di Indonesia Waktu Pelaksanaan : Januari .Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5. kunjungan lapangan ke daerah 2) Penyusunan rekomendasi Sasaran : Pusat Penyuluhan Pertanian dan satker dana dekonsentrasi provinis serta peelaksana di kab/kota Waktu Pelaksanaan : Januari . Penyelesaian Peraturan Presiden Tindak Lanjut UU No.

Pengembangan Database Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Tujuan : Mendapatkan data kelembagaan penyuluhan yang akurat berbasis teknologi di tingkat provinsi. Waktu Pelaksanaan : Januari . penyuluh pertanian swadaya. dan THL-TB Penyuluh Pertanian yang akurat dan mutakhir. dan THL-TB Penyuluh Pertanian secara berkala bagi perencanaan program dan kegiatan penyuluhan. Penyuluh pertanian swasta.12. penyuluh pertanian swadaya.2) Penerbitan Perepres dan Permentan Sasaran : Kementerian Terkait Waktu Pelaksanaan : Januari . Penyuluh pertanian swasta. Output : Tersedianya data kelembagaan penyuluhan pertanian yang akurat dari seluruh Indonesia Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pengumpulan data Sasaran : Kelembagaan penyuluhan pertanian di 33 Propinsi dan 497 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. penyuluh pertanian swadaya. Penyuluh pertanian swasta. Pengembangan Database Ketenagaan Penyuluhan Pertanian Tujuan : Menyediakan data Ketenagaan penyuluh pertanian PNS.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5. dan THL-TB Penyuluh Pertanian Waktu Pelaksanaan : Januari . Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pengumpulan data Sasaran : penyuluh pertanian PNS.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 84 . Output : Tersedianya data ketenagaan penyuluh pertanian PNS.11.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5. kabupaten/kota dan kecamatan agar dapat dipergunakan sebagai acuan perencanaan untuk pengembangan kegiatan pembangunan pertanian.

13. 16/2006 yang ditetapkan oleh PERDA Waktu Pelaksanaan : Januari .Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 6. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pengumpulan data Sasaran : Kelembagaan petani dan usahatani Waktu Pelaksanaan : Januari .1.5. Pengembangan Database Kelembagaan Petani Tujuan : Mengetahui data dan kondisi terakhir kelembagaan petani dan usahatani baik secara fisik maupun aktivitasnya dari seluruh kabupaten dan provinsi di Indonesia Output : Tersedianya data base kelembagaan petani dan usahatani dari pelaku utama. Mobil Unit Penyuluhan Pertanian dan Kendaraan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. petani dan kelembagaan penyuluhan pertanian yang membentuk kelembagaan sesuai UU No. Kendaraan Bermotor Operasional Roda 2 bagi Penyuluh Pertanian Tujuan : 1) Meningkatkan motivasi dan kinerja para penyuluh pertanian di lapangan 2) Mengoptimalkan pembinaan poktan dan gapoktan oleh penyuluh pertanian 3) Membantu penyebaran informasi penyuluhan pertanian kepada pelaku utama dan pelaku usaha Output : 1) Tersedianya sarana operasional bagi penyuluh pertanian 2) Optimalnya pembinaan poktan dan gapoktan oleh para penyuluh pertanian 3) Tersebarnya informasi penyuluhan pertanian kepada pelaku utama dan pelaku usaha Mekanisme/Metode: 1) Lelang 2) Pengiriman barang Sasaran : Penyuluh.2012 85 .Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 6.

Pengadaan Alat Multimedia Tujuan : Meningkatkan kualitas kinerja staf pusat penyuluhan pertanian dalam menyeselaikan kegiatankegiatannya dengan menggunakan alat multi media Output : Tersedianya perlengkapan multimedia dalam mendukung kegiatan-kegaiatn puluhtan dan meningkatkan pengembangan sumber daya manusia pertanian berbasis teknologi Mekanisme/Metode: 1) Pengadaan barang Sasaran : Staf penyuluhan pertanian pusat Waktu Pelaksanaan : Pebruari-Maret 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 8. Penyusunan Proposal FMA Berorientasi agribisnis Tujuan: 1) Menetapkan prioritas kegiatan yang diusulkan untuk memperoleh dana FMA. Penyelenggara/ Pelaksana: PPMU-FEATI Provinsi. Mekanisme/ Metode: 1) Identifikasi kelompok pembelajaran FMA yang telah membangun jejaring usaha di tingkat kabupaten. 3) Fasilitasi pembuatan akte notaris bagi kelembagaan ekonomi petani yang baru terbentuk.2. 86 .7. 2) Fasilitasi. 8.1.d November 2012. Sasaran: 1) Penyuluh Pertanian yang tergabung dalam Tim Pengembangan Organisasi Petani (TPOP) Kabupaten. pertemuan dan pembinaan penumbuhan/ pengembangan kelembagaan ekonomi petani. Output: Terbentuknya/ berkembangnya asosiasi/ korporasi yang berorientasi agribisnis. Penguatan Sistem Penyuluhan yang Berorientasi pada Kebutuhan Petani (FEATI) 8. 2) FMA yang telah membangun jejaring usaha di tingkat kabupaten. Waktu Pelaksanaan: Mei s. Asistensi Pengembangan Kelembagaan Formal Ekonomi (Koperasi dan BUMP) Tingkat Kabupaten Tujuan: Memfasilitasi penyuluh untuk dapat membina kelompok pembelajaran FMA dalam penumbuhan/pengembangan kelembagaan ekonomi petani (korporasi dan BUMP). Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 7.1.

2) Pengajuan proposal ke Satker kabupaten. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten. Output: Meningkatkan kapasitas manajemen dan organisasi kelompok pembelajaran FMA. Bantuan Sosial Bagi UP-FMA Tujuan: memberikan bantuan untuk peningkatan pembelajaran agribisnis bagi petani peserta FMA.d November 2012. 2) Fasilitasi Penyusunan Perencanaan FMA dan programa desa. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten. 8. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Sasaran: Petani yang terlibat dalam pembelajaran FMA di desa FEATI. Output: Proposal FMA untuk memperoleh dana. Penyusunan dokumen hasil pembelajaran dan rencana pengembangan usaha. Mekanisme/ Metode: 1) 2) Pelaksanaan Pembelajaran/ praktek usaha agribisnis. 3) Kunjungan dan pendampingan oleh Penyuluh/anggota TPL/ TPOP dan Penyuluh Swadaya. 2) Peningkatan ketrampilan petani di bidang agribisnis. Fasilitasi FMA oleh Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan Tim Pengembangan Organisasi Petani (TPOP) Tujuan: Memfasilitasi dan mengawal proses pengembangan organisasi petani berorientasi agribisnis.4. Mekanisme/ Metode: 1) Sosialisasi program/ kegiatan 2011. Sasaran: Petani yang terlibat dalam pembelajaran FMA di desa FEATI.2) Menyusun dan mengajukan proposal pendanaan FMA ke Satker Kabupaten. Waktu Pelaksanaan: Mei s. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten. Output: 1) Terselenggaranya proses pembelajaran agribisnis bagi petani.d Desember 2012. Sasaran: Petani yang terlibat dalam pembelajaran FMA di desa FEATI.2012 87 . Waktu Pelaksanaan: Jan s. 8. Mekanisme/ Metode: 1) Workshop Penyusunan proposal. Waktu Pelaksanaan: Januari s.d Juli 2012.3.

8.6. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten. Penyelenggara/ Pelaksana: CPMU-FEATI Pusat dan DPIU-FEATI Kabupaten. Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) Penyusunan materi anti korupsi. 8. 2) Memberikan pemahaman publik terhadap tindakan anti korupsi dalam pelaksanaan program P3TIP/FEATI. 3) Penyelesaian administrasi kemitraan usaha. Waktu Pelaksanaan: Mei s. Fasilitasi bagi Organisasi Berprestasi Dalam Membangun Kemitraan Usaha Tujuan: Memfasilitasi kelompok pembelajaran FMA dalam pengurusan administrasi kemitraan usaha dan dukungan permodalan. dukungan permodalan dan pembentukan badan hukum bagi kelompok sasaran. Waktu Pelaksanaan: Maret s. Output: 1) Tersedianya publikasi tentang rencana aksi anti korupsi dalam pelaksanaan program P3TIP/FEATI.7.5. Perguruan tinggi dan Petani di Desa Lokasi FEATI. Apresiasi Implementasi Peningkatan Skala FMA Tujuan: Meningkatkan kemampuan Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan Koordinator Penyuluh dalam memfasilitasi peningkatan skala Output: 1) Terjadinya kesamaan persepsi dan tindakan dalam pelaksanaan Scaling Up FMA berorientasi Agribisnis. usaha FMA (scaling up) berorientasi agribisnis. Sasaran: Aparat pemerintah. LSM.d Agustus 2012. Oktober 2012. 88 . Apresiasi Gerakan Tindakan Anti Korupsi Tujuan: 1) Menyusun materi publikasi anti korupsi. 2) Tindakan anti korupsi dalam pelaksanaan program P3TIP/FEATI. Deseminasi anti korupsi. 8. Mekanisme/ Metode: 1) Identifikasi kelompok sasaran. Output: Terselesaikannya pengurusan administrasi kemitraan usaha dan dukungan permodalan. Sasaran: Kelompok pembelajaran FMA yang berhasil dalam mengembangkan kelembagaannya dan terpilih sebagai organisasi petani yang telah ditingkatkan kualitas FMAnya (scaling up). serta pengurusan aspek legal formal.d. serta pembentukan badan hukum bagi kelompok pembelajaran FMA berprestasi. 2) Fasilitasi dan pembinaan. Pencetakan media anti korupsi.

Sasaran: 1) Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan Koordinator Penyuluh usaha FMA (scaling up) berorientasi agribisnis. 2) Pelaksanaan pelatihan untuk peningkatan kapasitas penyuluh.8. Sasaran: Penyuluh pendamping yang tergabung dalam Tim Penyuluh Lapangan(TPL). Peningkatan Kapasitas Penyuluh di Lokasi BPP Tujuan: Meningkatkan kemampuan TPL dalam pengembangan agribisnis dan penerapan inovasi teknologi spesifik lokalita kepada petani. Penyusunan dokumen rencana kegiatan.d Sept 2012. 3) Lokakarya evaluasi dan perumusan rencana tindak lanjut. Pameran Pertanian Tujuan: Mempromosikan kegiatan dan hasil pembelajaran petani peserta pembelajaran FMA kepada masyarakat di kabupaten Output: Adopsi hasil pembelajaran petani peserta pembelajaran FMA oleh masyarakat di kabupaten/kota Mekanisme/ Metode: pameran Sasaran: Petani/ masyarakat di desa lokasi FEATI Waktu Pelaksanaan: Mei 2012 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Dokumen rencana peningkatan kapasitas penyuluh di lokasi BPP.d Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten 8.2012 89 . fasilitator peningkatan skala 8. Waktu Pelaksanaan: Juni s. Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) Identifikasi kelompok pembelajaran yang akan ditingkatkan skala usahanya. Output: 1) 2) 3) Dokumen perencanaan peningkatan kapasitas penyuluh di lokasi BPP. Waktu Pelaksanaan: Juni s.9.2) Dokumen rencana kegiatan fasilitasi scaling up. Mekanisme/ Metode: 1) Identifikasi masalah dan potensi pengembangan agribisnis kelompok pembelajaran FMA dan analisa senjang kemampuan fasilitasi penyuluh. Pertemuan pembekalan. Organisasi Petani (Asosiasi/ Gapoktan/ Kelompoktani/ UPFMA yang akan melaksanaan scaling up). Penerapan teknologi spesifik lokasi. Penyelenggara/ Pelaksana: PPMU-FEATI Provinsi. 2) Pengelola P3TIP Kabupaten.

8.Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten 8. Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian dan CPMU-FEATI Pusat. Output: 1) Kesamaan persepsi Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan Tingkat Nasional. . BBP2TP. Sasaran/ peserta : Anggota tim pengarah dan tim teknis. 2) Tindak lanjut rekomendasi. Waktu Pelaksanaan: Januari. mengkaji permasalahan serta memberi rekomendasi penyelesaian permasalahan yang dihadapi FEATI.11. Pertemuan Konsultasi Program (SC dan Tim Teknis) Tujuan: Mengevaluasi perkembangan pelaksanaan. 2) Rekomendasi perbaikan pelaksanaan kegiatan FEATI. dan Des 2012. RAB dan draft RKAKL tahun 2012. Mekanisme/ Metode: 1) 90 Pertemuan. Mekanisme/ Metode: Pertemuan dan Rapat. Output: 1) Termonitornya perkembangan dan permasalahan FEATI Project oleh Steering Committee dan Tim Teknis FEATI. 68 Kab).10. Mekanisme/ Metode: 1) Pertemuan. Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian dan CPMU-FEATI Pusat.FEATI. Okt. Agustus dan September 2012. Juni. Output: 1) Rencana kegiatan dan anggaran FEATI tahun 2012 dalam bentuk TOR. April. Pertemuan Pimpinan Kelembagaan Tingkat Nasional Tujuan: Merumuskan permasalahan dan langkah-langkah pemecahan masalah dalam rangka pelaksanaan P3TIP/FEATI. Konsultan dan pengelola FEATI Pusat/ CPMU. 8. Pusdatin. Sasaran: 86 Satker FEATI (18 Prov. April.12. 2) Mengevaluasi realisasi fisik dan keuangan berdasarkan komponen dan katagori kegiatan FEATI dari tahun 2007 – 2011. Perencanaan dan Evaluasi Program Tujuan: 1) Menyusun rencana kegiatan dan anggaran FEATI tahun 2012. 2) Dokumen rekomendasi pemecahan masalah dan perbaikan pelaksanaan kegiatan FEATI . Waktu Pelaksanaan: Januari. 2) Rekomendasi penyempurnaan pelaksanaan kegiatan FEATI.

Sasaran/ peserta : Pejabat Pembuat Komitmen. Sasaran: Pimpinan kelembagaan dari lokasi 86 Satker FEATI (18 Prov. 3) Laporan IFR tentang keuangan. Monev. pengadaan barang. Penyusunan rekomendasi tindak lanjut. PPMU-FEATI Provinsi. Kesepakatan pelaksanaan rekomendasi. DPIU-FEATI Kabupaten. Waktu Pelaksanaan: Juni 2012. Teknis dari Provinsi. Penetapan UP-FMA. 68 Kab) 18 BPTP. Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian dan CPMU-FEATI Pusat. Pertemuan Konsolidasi Audit Tujuan: 1) Mengkonsolidasikan laporan triwulan keuangan. Penyuluh dan Pendamping terbaik Pemberian Penghargaan. BPTP dan Kabupaten. Penilaian berjenjang. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. dan Bendahara dari 86 Satker FEATI (18 Prov. 8.14. Penyelenggara/ Pelaksana: CPMU-FEATI Pusat. Waktu Pelaksanaan: Januari. April. pengadaan barang dan teknis kegiatan untuk disampaikan ke Bank Dunia.13. Financial Officer. Procurement Officer. dan Pusdatin. Output: 1) 2) Dokumen hasil konsolidasi audit FEATI. Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) Pertemuan konsolidasi. 8. Verifikasi hasil penilaian provinsi. Agustus dan November 2012. monev. 68 Kab). Monitoring and evaluation officer. 2) Meningkatkan kualitas pelaksana FEATI untuk memperbaiki kinerja pelaksana di Provinsi. Pemberian Penghargaan bagi UP-FMA terbaik Tingkat Nasional Tujuan: Memberikan motivasi bagi pengelola UP-FMA untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya Output: Pemberian penghargaan bagi 68 FMA terbaik Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) 4) 5) Penyiapan instrumen.2012 91 . 3) Menyusun laporan IFR dari seluruh lokasi FEATI.2) Perumusan rekomendasi tindak lanjut. Teknikal Officer. Dokumen rekomendasi tindak lanjut pelaksanaan dan perbaikan kegiatan tiga bulan berikutnya. BPTP dan Kabupaten.

pengadaan barang dan jasa di daerah. Pembinaan Keuangan. 92 .16. pembahasan rekomendasi. Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian dan CPMU-FEATI Pusat. Sasaran: 708 orang pengelola FEATI (PPK. Sasaran: 30 Kabupaten lokasi FEATI terpilih. 8. Kabupaten dan desa lokasi FEATI). Output: 1) 2) Teridentifikasinya permasalahan lapangan. anatara lain pengelolaan keuangan.d Desember 2012. Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) Pertemuan. dan CPMU-FEATI Pusat. Waktu Pelaksanaan: Juni . teknis. 2) Memberikan bimbingan dan meningkatkan kemampuan dan tanggung jawab pengelola FEATI daerah dalam melaksanakan tugasnya. Kunjungan lapangan. 8. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (Bagian Keuangan dan Perlengkapan). Waktu Pelaksanaan: Juli dan Okt 2012. Petugas Teknis FO dan PO. BPTP. Bendahara. Supervisi Bank Dunia Tujuan: Mendampingi Tim Bak Dunia dalam melaksanakan supervisi ke daerah ( Provinsi. Panitia Pengadaan Barang dan Jasa.Sasaran: 68 Desa/UP-FMA terbaik di 68 Kab. dan Staf Pengelola FEATI). Monitoring dan Evaluasi.15. Petugas Monev. Mekanisme/ Metode: 1) 2) Kunjungan lapangan. Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian.Agustus 2012. Pembinaan petugas. Output: Terfasilitasi tim bank dunia dalam melaksanakan supervisi ke daerah. Teknis Bidang Pemberdayaan serta Pengadaan Barang dan Jasa Tujuan: 1) Mengidentifikasi permasalahan lapangan. Peningkatan kemampuan dan tanggung jawab pengelola FEATI daerah dalam melaksanakan tugasnya. Waktu Pelaksanaan: Januari s. CPMU-FEATI Pusat dan instansi terkait. Lokasi FEATI. Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian. Pengurus FMA.

Waktu Pelaksanaan: Juni s. Sasaran: Lokasi FEATI di Provinsi dan Kabupaten.d Desember 2012.d Agustus 2012. dan Bank Dunia. Workshop Keberlanjutan Program FEATI Tujuan: Merumuskan strategi keberlanjutan program FEATI Output: 1) Dokumen strategi keberlanjutan pelaksanaan program FEATI. Kementerian Keuangan. Evaluasi Dampak Program FEATI Tujuan: Mengevaluasi dampak pelaksanaan kegiatan program FEATI di provinsi dan kabupaten. Bappenas. Output: Film semi dokumenter hasil pembelajaran FMA.2012 93 . Waktu Pelaksanaan: Juni s. Penyusunan dan Perbanyakan Dokumen Keberhasilan FEATI Tujuan: Mendokumentasikan dan menyebarluaskan keberhasilan petani dalam mengelola usahatani setelah mengikuti proses pembelajaran FMA. 3) Penetapan pemenang. Sasaran: FMA yang berhasil/terbaik. 8. 8. Mekanisme/ Metode: 1) Penyusunan naskah. Mekanisme/ Metode: 1) Penyusunan dokumen pelelangan. 2) Kesepakatan pelaksanaan keberlanjutan program FEATI. 5) Pembahasan hasil evaluasi dan rekomendasi. 2) Penetapan lokasi. 2) Dokumen rekomendasi tindak lanjut.18. 2) Proses lelang. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 4) Penanyangan film semi dokumenter.17. 3) pembuatan produksi film semi dokumenter. Output: 1) Dokumen evaluasi dampak pelaksanaan kegiatan FEATI di provinsi dan kabupaten.8. Penanggung jawab : Pusat Penyuluhan Pertanian dan FEATI Pusat.19. Sasaran/ peserta : Wakil Pemerintah Indonesia. Penyelenggara/ Pelaksana: Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Mekanisme/ Metode: 1) Pertemuan Pembahasan. 4) Pelaksanaan evaluasi dampak oleh pihak ketiga. Bank Dunia dan Pemerintah Daerah.

2) Penyusunan laporan. 94 . Output: Tersediannya 10 orang konsultan FEATI pusat dan 68 konsultan FEATI daerah. Pelaporan Kemajuan Pelaksanaan Kegiatan Tujuan: Memfasilitasi kelancaran pelaksanaan administrasi dan pelaporan FEATI secara tertib dan akurat. Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan CPMU-FEATI Pusat. 8. Penanggung jawab : PPMU-FEATI Provinsi dan DPIU-FEATI Kabupaten.d Desember 2012.23. Sasaran: Pelaksanaan FEATI Provinsi dan Kabupaten. Output: Pencapaian Indikator sesuai AD. Sasaran: Pengelola administrasi dan pelaporan FEATI.20. Waktu Pelaksanaan: Januari s. 4) Penyusunan dokumen pencapaian indikator.21. Mekanisme/ Metode: Pelaksanaan 9 kontrak lanjutan/Andendum dan 2 kontrak baru. Mekanisme/ Metode: 1) Penyusunan instrumen.22.d Desember 2012. 8. 2) Pertemuan. Pembinaan Pengelolaan Keuangan UP-FMA Tujuan: Membina pengelolaan keuangan dana FMA.d Desember 2012. Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian dan CPMU-FEATI Pusat. 8. Sasaran: CPMU-FEATI Pusat dan DMIU-FEATI Kabupaten.Waktu Pelaksanaan: Maret s. Mekanisme/ Metode: 1) Pelaksanaan administrasi dan penataan arsip. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Review akhir Pelaksanaan Program Tujuan: Mereview kegiatan yang telah dilaksanakan di provinsi dan kabupaten sesuai dengan PAD. Output: Dokumen administrasi dan pelaporan. Pengadaan Konsultan Tujuan: Menyediakan tenaga pendamping pelaksanaan FEATI di Pusat dan Daerah. 3) Kunjungan lapangan. 8. Penyelenggara/ Pelaksana: PPMU-FEATI Provinsi dan DPIU-FEATI Kabupaten.d Nopember 2012. Waktu Pelaksanaan: Agustus s.

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012 95 . Sasaran: Pengelola keuangan dan pengadaan barang dan jasa di lokasi FEATI. Sasaran: Pengurus UP FMA. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Penyelenggara/ Pelaksana: PPMU-FEATI Provinsi dan DPIU-FEATI Kabupaten. Waktu Pelaksanaan: Januari dan Juli 2012. Pembinaan Monitoring dan Evaluasi UP-FMA Tujuan: Membina pengurus UP FMA dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan FMA.d Juli 2012. Penilaian Proposal FMA oleh Tim Verifikasi Kabupaten Tujuan: Menilai kesesuaian proposal FMA yang diajukan oleh UP-FMA.d Desember 2012.Output: Pengelolaan keuangan dilaksanakan dengan tertib dan akuntabel. Penyusunan Laporan SAI Tujuan: Memfasilatasi pembuatan laporan semesteran keuangan dan pengadaan barang dan jasa. Mekanisme/ Metode: Kunjungan dan Bimbingan. Output: Laporan monitoring dan evaluasi kegiatan FMA. Penyelenggara/ Pelaksana: PPMU-FEATI Provinsi dan DPIU-FEATI Kabupaten. Penanggung jawab: DPIU-FEATI Kabupaten. 8. Output: Laporan SAI.25. Sasaran: Bendahara dan Pengurus UP FMA. 8.d Desember 2012. 2) Kunjungan dan Bimbingan.26. 8.24. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten. Output: Proposal yang siap untuk menerima dana hibah FMA. Mekanisme/ Metode: Pertemuan. Mekanisme/ Metode: 1) Pertemuan. Mekanisme/ Metode: Kunjungan dan Bimbingan. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Sasaran: UP-FMA.

Sasaran: pengurus FMA. 96 . Pertemuan Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan koordinator BPP Tujuan: Merumuskan upaya peningkatan kualitas pendampingan dan pembinaan dalam pembelajaran FMA berorientasi agribisnis. Penyuluh dan Koordinator BPP. Mekanisme/ Metode: 1) Pertemuan koordinasi. 8. Pertemuan Pengurus UP-FMA. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten. Sasaran: TPL dan Koordinator BPP di kabupaten lokasi FEATI. 2) Penyusunan rencana tindak lanjut. Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan koordinator BPP Tujuan: Mengevaluasi pelaksanaan FMA. Output: Dokumen evaluasi pelaksanaan FMA. Waktu Pelaksanaan: Juni dan Desember 2012. Output: Dokumen rencana pengembangan kegiatan FMA.28. Mekanisme/ Metode: 1) Pertemuan koordinasi.8. Waktu Pelaksanaan: Maret dan November 2012.27. 2) Penyusunan dokumen evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut.

dan budaya organisasinya.2012 97 . 390 orang golongan I dan II. bidang tugas. 1.2. PEMANTAPAN SISTEM PELATIHAN PERTANIAN Diklat Pertanian bagi Aparatur Diklat Aparatur untuk meningkatkan kompetensi kerja dalam upaya pengembangan karir PNS dilaksanakan berdasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 101 Tahun 2000 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 49/Permentan/OT. Sasaran: Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hasil pengangkatan pada tahun 2011. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Prajabatan adalah Lembaga Diklat Pemerintah yang terakreditasi yaitu Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) – Ciawi Bogor. Diklat Dalam Jabatan 1. Diklat Prajabatan Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan. kepribadian dan etika PNS. Diklat Kepemimpinan Tujuan Untuk mencapai persyaratan kompetensi kepemimpinan aparatur pemerintah yang sesuai dengan jenjang jabatan struktural Output: 60 orang pejabat struktural eselon III dan 60 orang pejabat eselon IV Mekanisme/ Metode Mekanisme. 1.1. pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara.2.140/9/2011 tentang Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Aparatur dan Non Aparatur sebagai berikut: 1. Mekanisme/ Metode Mekanisme. kurikulum dan metode Diklat Kepemimpinan Tingkat III dan Tingkat IV mengacu pada Pedoman Diklat Prajabatan yang telah ditetapkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai instansi Pembina Diklat Aparatur Sasaran Pegawai Negeri Sipil yang akan atau telah menduduki Jabatan Struktural Eselon III dan Eselon IV Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Waktu Pelaksanaan Diklat Prajabatan golongan III dilaksanakan selama 24 hari sedangkan pelatihan prajabataban golongan I dan II dilaksanakan selama 19 hari. Output: 960 orang golongan III.VI. kurikulum dan metode Pelatihan Prajabatan mengacu pada Pedoman Diklat Prajabatan yang telah ditetapkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai instansi Pembina Pelatihan Aparatur.1.

2.1. Balai 98 . BBPP Kupang. dan sikap sebagai Penyuluh Pertanian. 3) 4) 5) Meningkatkan kompetensi dalam pelaksanaan pekerjaan bagi Penyuluh Pertanian. Meningkatkan profesionalisme Penyuluh Pertanian. Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung. BBPP Ketindan. BBPP Batangkaluku. BBPP Binuang.2.160/6/2009 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012 sebagai berikut: 1. Diklat Fungsional bagi Penyuluh Tujuan 1) Membangun landasan bagi penyelenggara untuk melaksanakan diklat fungsional Penyuluh Pertanian. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. tata kerja dan tata hubungan kerja Penyuluh Pertanian.Waktu Pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan tingkat III 44 hari dan Pelatihan Kepemimpinan tingkat IV 36 hari Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Kepemimpinan adalah Lembaga Diklat Pemerintah yang terakreditasi yaitu Pusat Pelatihan Manajemen dan Kempimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi-Bogor 1. organisasi.430/J/1/10 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012 Sasaran 1) 2) 3) PNS yang diangkat pertama kali dalam jabatan fungsional Penyuluh Pertanian PNS dari jabatan lain yang akan menduduki jabatan fungsional Penyuluh Pertanian Berpendidikan SLTA dan Diploma III untuk pejabat Fungsional PP Terampil. Meningkatkan pengetahuan.2. ketrampilan. Diklat Fungsional Rumpun Ilmu Hayat Pertanian Diklat Fungsional RIHP untuk meningkatkan kompetensi kerja dalam upaya pengembangan karir pejabat fungsional RIHP dilaksanakan berdasarkan pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33/Permentan/OT.2. Kurikulum dan metode diklat fungsional bagi pejabat Fungsional Penyuluh Pertanian mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor : 5/PER/KP. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. Sarjana (S1)/ Diploma IV untuk PP Ahli di Bidang Pertanian Waktu Pelaksanaan 1) 2) 3) Diklat Dasar Penyuluh Pertanian Terampil 120 jam berlatih Diklat Dasar Penyuluh Pertanian Ahli 150 jam berlatih Diklat Alih Kelompok Penyuluh Pertanian 120 jam berlatih Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Pelatihan Fungsional yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Output: 1710 orang Fungsional Penyuluh Pertanian Mekanisme/ Metode Mekanisme. 2) Menyamakan persepsi terhadap tugas dan fungsi.

BBPP Binuang.2012 99 . 3) 4) Meningkatkan pengetahuan. Diklat bagi Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Tujuan 1) Memberikan landasan pemahaman kepada calon dan atau pemangku jabatan fungsional POPT Terampil dan Ahli. tata kerja dan tata hubungan kerja Pejabat Fungsional PBT. Diklat bagi Pengawas Benih Tanaman (PBT) Tujuan 1) Membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Pejabat Fungsional PBT.2.3. kurikulum dan metode Pelatihan Fungsional PBT mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor : 43/Per/KP. Sasaran 1) Sasaran Diklat Dasar adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan atau telah diangkat menjadi Pejabat Fungsional POPT yang memiliki kualifikasi pendidikan minimal SLTA-IPA atau SMK dibidang pertanian untuk POPT Terampil sedangkan minimal Sarjana/Diploma IV di bidang pertanian Jurusan/Program Studi Ilmu Hama Penyakit atau Proteksi Tumbuhan atau Perlindungan Tanaman/Biologi Tumbuhan untuk POPT Ahli. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung. organisasi. Output: 488 orang Fungsional POPT Mekanisme/ Metode Mekanisme. 1. 3) Memberikan wawasan berpikir dan bertindak secara komperhensip bagi PBT.2. tata kerja dan tata hubungan kerja bagi pejabat fungsional POPT. Diklat Alih Kelompok bagi POPT dilaksanakan selama 150 jam diklat (@ 45 menit).2. 2) Sasaran Diklat Alih Kelompok adalah Pejabat Fungsional POTP Terampil ke POPT Ahli.430/J/5/10 yang akan disempunakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012.2. kurikulum dan metode Pelatihan Fungsional POPT mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor : 66/Per/KP.2. 2) Meningkatkan kompetensi kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Diklat Dasar Fungsional POPT Ahli dilaksanakan selama 200 jam diklat (@ 45 menit). 2) Meningkatkan kompetensi kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Output: 270 orang Fungsional PBT Mekanisme/ Metode Mekanisme. BBPP Ketindan.430/J/7/09 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012. Waktu Pelaksanaan 1) 2) 3) Diklat Dasar Fungsional POPT Terampil dilaksanakan selama 150 jam diklat (@ 45 menit). BBPP Batangkaluku.1. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara pelatihan Fungsional POPT yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Meningkatkan kompetensi POPT Terampil sehingga mampu melaksanakan tugas sebagai POPT Ahli. keterampilan dan sikap bagi bagi pejabat fungsional POPT. organisasi.

1.430/J/1/10 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012 Sasaran 1) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dan atau telah menduduki jabatan fungsional Wasbitnak memiliki kualifikasi pendidikan minimal SPP/SMK Peternakan. 2) Sasaran Diklat Alih Kelompok adalah Pejabat Fungsional PBT Terampil ke PBT Ahli. 100 . 2) Diklat Dasar Fungsional Wasbitnak Ahli dilaksanakan selama 168 jam diklat (@ 45 menit). dan Diploma III bidang Peternakan untuk Wasbitnak Terampil. kurikulum dan metode diklat Fungsional Wasbitnak mengacu pada Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Nomor: 40/Per/KP. organisasi tata kerja dan tata hubungan kerja Pengawas Bibit Ternak. 2) Meningkatkan kompetensi kerja pelaksanaan tugas dan fungsi. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung. Output: 180 orang Fungsional Wasbitnak Mekanisme/ Metode Mekanisme. 2) Diklat Dasar Fungsional Pengawas Benih Tanaman Ahli dilaksanakan selama 168 jam Diklat (@ 45 menit). Waktu Pelaksanaan 1) Diklat Dasar Fungsional Wasbitnak Terampil dilaksanakan selama 120 jam diklat (@ 45 menit). Diklat bagi Pengawas Bibit Ternak (Wasbitnak) Tujuan 1) Membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Wasbitnak.Sasaran 1) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dan atau telah menduduki jabatan fungsional PBT. sedangkan kualifikasi pendidikan minimal Sarjana/Diploma IV bidang pertanian untuk PBT Ahli. 3) Diklat Alih Kelompok bagi Pengawas Bibit Ternak dilaksanakan selama 120 jam diklat (@ 45 menit). BBPP Binuang. Waktu Pelaksanaan 1) Diklat Dasar Fungsional Pengawas Benih Tanaman Terampil dilaksanakan selama 120 jam Diklat (@ 45 menit). BBPP Ketindan. sedangkan kualifikasi pendidikan minimal Sarjana/Diploma IV bidang Peternakan untuk Wasbitnak Ahli. 2) Sasaran Diklat Alih Kelompok adalah Pejabat Fungsional Wasbitnak Terampil ke Wasbitnak Ahli. 3) Diklat Alih Kelompok bagi Pengawas Benih Tanaman dilaksanakan selama 120 jam Diklat (@ 45 menit). Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara pelatihan Fungsional PBT yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.2.2. memiliki kualifikasi pendidikan minimal SPP/SMK Pertanian dan Diploma III bidang Pertanian untuk PBT Terampil.4. 3) Meningkatkan pengetahuan. keterampilan dan sikap sebagai Wasbitnak . BBPP Batangkaluku.

organisasi.100/J/5/10 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012 Sasaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dan atau telah menduduki jabatan fungsional Paramedik Veteriner memiliki kualifikasi pendidikan minimal SPP/SMK Peternakan atau Kesehatan Hewan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Diklat bagi Medik Veteriner Tujuan 1) Membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Medik Veteriner. tata kerja dan tata hubungan kerja Medik Veteriner. kurikulum dan metode diklat Fungsional Paramedik Medik Veteriner mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor: 51/Per/SM. 2) Meningkatkan kompetensi kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi.Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Pelatihan Fungsional Wasbitnak yaitu Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. keterampilan dan sikap pejabat fungsional Medik Veteriner Output: 30 orang Fungsional Medik Veteriner Mekanisme/ Metode Mekanisme. Diklat bagi Paramedik Veteriner Tujuan 1) Membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Tenaga Paramedik Veteriner. kurikulum dan metode Pelatihan Fungsional Medik Veteriner mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor: 52/Per/SM.5.6.2.2.2. BBPP Kupang dan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara 1.100/J/5/10 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012 Sasaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dan atau telah menduduki jabatan fungsional Medik Veteriner memiliki kualifikasi pendidikan minimal Dokter Hewan Waktu Pelaksanaan Diklat Dasar Fungsional Medik Veteriner dilaksanakan selama 100 jam pelatihan @ 45 menit) Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara diklat Fungsional Medik Veteriner adalah lembaga diklat pemerintah yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara. 2) Meningkatkan kompetensi kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. tata kerja dan tata hubungan kerja Tenaga Paramedik Veteriner 3) Meningkatkan pengetahuan. keterampilan. 3) Meningkatkan pengetahuan. Output: 60 orang Fungsional Paramedik Veteriner Mekanisme/ Metode Mekanisme.2012 101 . 1.2. organisasi. dan sikap sebagai Tenaga Paramedik Veteriner.

3) Meningkan pengetahuan. kurikulum dan metode diklat Fungsional Pengawas Mutu Pakan mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor : 39/Per/KP. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu dan BBPP Kupang. 430/J/4/10 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012 Sasaran 1) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dan atau telah menduduki jabatan fungsional Wastukan memiliki kualifikasi pendidikan minimal SPP/SMK Peternakan dan Diploma III bidang Peternakan untuk Wastukan Terampil. Pelatihan bagi Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) Tujuan 1) Membangun landasan untuk Pertanian.2.2. organisasi.2. 1.7.2. 1. 2) Meningkatkan kompetensi kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Waktu Pelaksanaan 1) Diklat Dasar Pengawas Mutu Pakan Terampil dilaksanakan selama 120 jam pelatihan (@45 menit) 2) Diklat Dasar Pengawas Mutu Pakan Ahli dilaksanakan selama 150 jam pelatihan (@45 menit) 3) Diklat Alih Kelompok Pengawas Mutu Pakan dilaksanakan selama 130 jam pelatihan (@45 menit) Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Pelatihan Fungsional Wastukan adalah Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara. 2) Sasaran Diklat Alih Kelompok adalah Pejabat Fungsional Wastukan Terampil ke Wastukan Ahli. dan sikap sebagai Pengawas Mutu Pakan. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara diklat Fungsional Paramedik Veteriner yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara dan Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang. Output: 195 orang Fungsional Wastukan Mekanisme/ Metode Mekanisme. 2) Meningkatkan kompetensi kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. 102 pelaksanaan tugas Fungsional Pengawas Mutu Hasil . Pelatihan bagi Pengawas Mutu Pakan (Wastukan) Tujuan 1) Membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Pengawas Mutu Pakan. tata kerja. dan tata hubungan kerja Pengawas Mutu Pakan. keterampilan. sedangkan kualifikasi pendidikan minimal Sarjana/Diploma IV bidang Peternakan untuk Wastukan Ahli. organisasi.Waktu Pelaksanaan Diklat Dasar Fungsional Paramedik Veteriner dilaksanakan selama 120 jam pelatihan (@ 45 menit). tata kerja dan tata hubungan kerja pejabat Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian.8.

3) Meningkatkan pengetahuan.430/J/1/11. Diklat Teknis Pertanian Berdasarkan Pasal 12 Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000. Diklat Teknis pertanian dilaksanakan untuk memenuhi standar kompetensi kerja aparatur melalui prinsip pelatihan berbasis kompetensi kerja (Competency Based Training). Output: 1. keterampilan dan sikap sebagai Pejabat Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian. Sasaran: Penyuluh Pertanian di wilayah pengembangan produksi padi.3.1. Sasaran 1) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dan atau telah menduduki jabatan fungsional PMHP memiliki kualifikasi pendidikan minimal SPP/SMK Peternakan dan Diploma III bidang Peternakan untuk PMHP Terampil. 3) Diklat Alih Kelompok bagi PMHP dilaksanakan selama 120 jam Diklat (@ 45 menit). kurikulum dan metode Diklat Teknis Agribisnis Padi mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Teknis Agribisnis Padi. Waktu Pelaksanaan 1) Diklat Dasar Fungsional PMHP Terampil dilaksanakan selama 120 jam Diklat (@ 45 menit). diklat teknis diperuntukan untuk mencapai persyaratan kompetensi teknis yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas bagi PNS (aparatur).220 orang Fungsional Penyuluh Pertanian Mekanisme/ Metode Mekanisme. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 1. khususnya di wilayah P2BN. Output: 62 orang Fungsional PMHP. 430/J/11/10 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012. sikap dan keterampilan teknis agribisnis padi dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh pertanian di wilayah pengembangan produksi padi khususnya di wilayah Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). 2) Sasaran Diklat Alih Kelompok adalah Pejabat Fungsional PMHP Terampil ke PMHP Ahli. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Pelatihan Fungsional PMHP yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan BBPP Ketindan. 1.2012 103 .2. sedangkan kualifikasi pendidikan minimal Sarjana/Diploma IV bidang Peternakan untuk PMHP Ahli. Diklat Teknis Agribisnis Padi Tujuan Meningkatkan pengetahuan.2. kurikulum dan metode diklat Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor: 134/PER/KP. Jagung dan Kedelai dalam Mendukung Empat Sukses Kementerian Pertanian Nomor 10/Per/KP. Mekanisme/ Metode Mekanisme.3. 2) Diklat Dasar Fungsional PMHP Ahli dilaksanakan selama 168 jam Diklat (@ 45 menit).

Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan beberapa UPTD Diklat Pertanian Provinsi. Diklat Teknis Agribisnis Jagung Tujuan Meningkatkan pengetahuan. kurikulum dan metode Diklat Teknis Agribisnis Jagung mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Teknis Agribisnis Padi. BBPP Binuang. Output: 540 orang Fungsional Penyuluh Pertanian Mekanisme/ Metode Mekanisme. Sasaran: Penyuluh Pertanian di wilayah pengembangan produksi Kedele.2.2. Jagung dan Kedelai dalam Mendukung Empat Sukses Kementerian Pertanian Nomor 10/Per/KP. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Jagung yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. BBPP Binuang. BBPP Ketindan. kurikulum dan metode Diklat Teknis Agribisnis Kedele mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Teknis Agribisnis Padi. Waktu Pelaksanaan Diklat dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu.3. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi.3.430/J/1/11.430/J/1/11. sikap dan keterampilan teknis agribisnis Kedele dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh pertanian di wilayah pengembangan produksi Kedele Output: 450 orang Fungsional Penyuluh Pertanian Mekanisme/ Metode Mekanisme. BPP Lampung dan UPTD Pelatihan Pertanian Propinsi. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Padi yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. 1.3. Diklat Teknis Agribisnis Kedele Tujuan Meningkatkan pengetahuan. Sasaran Penyuluh Pertanian di wilayah pengembangan produksi Jagung. BBPP Ketindan. Jagung dan Kedelai dalam Mendukung Empat Sukses Kementerian Pertanian Nomor 10/Per/KP. 104 . 1. Waktu Pelaksanaan Diklat dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. sikap dan keterampilan teknis agribisnis Jagung dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja Penyuluh Pertanian di wilayah pengembangan produksi Jagung.2. BBPP Batangkaluku. BBPP Batangkaluku.Waktu Pelaksanaan Diklat dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu.

Mekanisme/ Metode Mekanisme. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Sapi Potong yaitu Balai Besar Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian/petugas dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh/petugas perkebunan di wilayah pengembangan produksi Tebu. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012 105 . Output: 150 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh /Petugas Perkebunan/Pertanian. 1. Jambi (BPP). BBPP Batangkaluku. BPP Lampung dan UPTD Diklat Pertanian Provinsi. Waktu Pelaksanaan: Diklat Teknis Agribisnis Tebu dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu.4. Mekanisme/ Metode Mekanisme. kurikulum dan metode Pelatihan Teknis Agribisnis Peternakan Sapi Potong Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Teknis Agribisnis Sapi Potong Nomor 11/Per/KP. BBPP Ketindan.5. sikap dan keterampilan teknis agribisnis Peternakan Sapi Potong dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh peternakan di wilayah pengembangan agribisnis Sapi Potong. Diklat Teknis Agribisnis Tebu Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan.2. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Output: 565 orang Fungsional Penyuluh Peternakan. Pelatihan Teknis Agribisnis Peternakan Agribisnis Sapi Potong Tujuan Meningkatkan pengetahuan.3. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Tebu Nomor : 53/Per/KP.430/J/3/11. BBPP Kupang dan beberapa UPTD Diklat Pertanian Propinsi. Waktu Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Sapi Potong dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu.430/J/2/11 Sasaran Penyuluh Peternakan dan Petugas di wilayah pengembangan agribisnis Peternakan Sapi Potong.3.Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Kedele yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Sasaran: Penyuluh Pertanian/Petugas Perkebunan/Pertanian.2. Balai Pelatihan Pertanian 1. BBPP Binuang.

1. BBPP Batangkaluku. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Hortikultura Nomor : 101/Per/KP. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian/petugas dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh/petugas perkebunan di wilayah pengembangan produksi perkebunan.7. BBPP Binuang.430/J/4/11. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Hortikultura yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP Binuang.430/J/5/11. BPP Lampung dan beberapa UPTD Diklat Pertanian Provinsi 106 . Mekanisme/ Metode Mekanisme. dan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. BBPP Ketindan. BBPP Batangkaluku.3. dan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung. Diklat Teknis Agribisnis Hortikultura Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan.2. Mekanisme/ Metode Mekanisme. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Perkebunan (Kakao/Karet/Kelapa Sawit) Nomor : 68/Per/KP. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Perkebunan yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP Binuang. Diklat Teknis Agribisnis Perkebunan Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan.2. Sasaran: Penyuluh Pertanian/Petugas Perkebunan/Pertanian Waktu Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Perkebunan dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. BBPP Batangkaluku.3. Sasaran: Penyuluh Pertanian/Petugas Hortikultura/Pertanian Waktu Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Hortikultura dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. dan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi.6.350 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh /Petugas Hortikultura/Pertanian. BPP Lampung dan beberapa UPTD Diklat Pertanian Provinsi 1. Output: 750 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh /Petugas Perkebunan/Pertanian. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian/petugas dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh/petugas hortikultura di wilayah pengembangan produksi hortikultura. Output: 1.Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Tebu yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP Lembang.

BBPP Kupang. BBPP Binuang. Sasaran: Penyuluh Peternakan/Petugas Peternakan Waktu Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Peternakan dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. BBPP Batangkaluku. Output: 1.3. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian/petugas dalam upaya diversifikasi pangan yang mempunyai tujuan utama adalah mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap konsumsi pangan beras. Output: 330 Orang Fungsional Penyuluh /Petugas Pertanian. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Peternakan Nomor : 67/Per/KP. Sasaran: Penyuluh Pertanian/Petugas Waktu Pelaksanaan Diklat Teknis Diversifikasi Pangan dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu.1.9. Diklat Teknis Agribisnis Peternakan Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan.2. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Mekanisme/ Metode Mekanisme.430/2/1/11. BPP Lampung dan beberapa UPTD Pelatihan Pertanian Provinsi Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Mekanisme/ Metode Mekanisme.3.740 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh /Petugas Peternakan.8.2.430/J/4/11. BBPP Kupang dan beberapa UPTD Diklat Pertanian Provinsi 1. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. kurikulum dan metode Pelatihan Diversifikasi Pangan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Teknis Diversifikasi Pangan Nomor : 27/Per/KP. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian/petugas dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh/petugas peternakan di wilayah pengembangan produksi peternakan. BBPP Ketindan.2012 107 . Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Peternakan yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Deversifikasi Pangan yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. Pelatihan Diversifikasi Pangan Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Diklat Teknis Mendukung Nilai Tambah dan Daya Saing Pertanian Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. BBPP Ketindan. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Diklat Mendukung Nilai Tambah dan Daya Saing Nomor : 117/Per/KP. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Diklat Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian Nomor : 65/Per/KP. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Output: 1. BPP Lampung 108 .1.2. Sasaran: Penyuluh Pertanian/Petugas Pertanian Waktu Pelaksanaan Diklat Teknis Mendukung Nilai Tambah dan Daya Saing dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. BPP Lampung dan beberapa UPTD Pelatihan Pertanian Provinsi 1. BBPP Batangkaluku. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian/petugas dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh/petugas dalam membantu petani/peternak/pekebun untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing hasil pertanian.460/J/05/11. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara.460/J/06/11. BBPP Kupang. Sasaran: Penyuluh Pertanian Pertanian Waktu Pelaksanaan Diklat Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu.400 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh Pertanian.2. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.10. BBPP Binuang. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Mendukung Nilai Tambah dan Daya Saing yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian dalam upaya menyiapkan penyuluh pertanian menjadi profesional untuk meningkatkan kompetensi kerjanya.3. BBPP Batangkaluku.3. Output: 210 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh /Petugas Pertanian. Mekanisme/ Metode Mekanisme. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. Mekanisme/ Metode Mekanisme. BBPP Binuang. BBPP Kupang. BBPP Ketindan. Diklat Sertifikasi Penyuluh Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.11.

BBPP Batangkaluku. Output: 540 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh/petugas Pertanian. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Perbenihan Tanaman yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. sikap dan keterampilan petugas perbenihan tanaman dalam upaya meningkatkan kompetensi kerjanya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas benih tanaman di wilayah pengembangan produksi tanaman pangan. BPP Lampung 1. Mekanisme/ Metode Mekanisme. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara.3. kurikulum dan metode diklat akan ditentukan kemudian sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012. BBPP Ketindan. BBPP Batangkaluku. Sasaran: Penyuluh/Petugas Pertanian Pertanian Waktu Pelaksanaan Diklat Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Diklat Perbenihan Tanaman Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. Mekanisme/ Metode Mekanisme.13. Sasaran: Petugas Perbenihan Tanaman Waktu Pelaksanaan Diklat Perbenihan Tanaman dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu.2. BBPP Ketindan.430/J/1/11.2.12.3. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. sikap dan keterampilan penyuluh/petugas pertanian dalam upaya menyiapkan penyuluh/petugas pertanian dengan meningkatkan kompetensi kerjanya untuk membantu petani/ peternak/pekebun dalam menghadapi perubahan iklim.2012 109 . hortikultura dan perkebunan. dan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.1. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Teknis Antisipasi Adaptasi dan Mitigasi Prubahan Ikim Nomor : 12/Per/KP. BBPP Kupang. Diklat Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. Output: 240 Orang Petugas Perbenihan Tanaman. BBPP Binuang.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. BBPP Batangkaluku. Diklat Teknis Lainnya Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan.1. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. kurikulum dan metode pelatihan teknis lainnya mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan sesuai dengan jenis diklatnya. BBPP Ketindan. Output: 360 orang pejabat fungsional/petugas pertanian. Mekanisme/ Metode Mekanisme.15.14. sikap dan keterampilan pejabat fungsional widyaiswara atau Calon Widyaiswara dalam memenuhi kompetensi kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas sesuai dengan spesialisanya. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung. Output: 510 orang pejabat fungsional widyaiswara/calon widyaiswara. sikap dan keterampilan pejabat fungsional/petugas dalam memenuhi kompetensi kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas sesuai dengan jabatan atau pekerjaanya. BBPP Binuang. kurikulum dan metode pelatihan teknis lainnya mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan sesuai dengan jenis diklatnya. Sasaran: Pejabat Fungsional Widyaiswara/Calon Widyaiswara Waktu Pelaksanaan Waktu pelaksanaan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan sesuai dengan jenis diklatnya.3. Sasaran: Penyuluh Pertanian/Petugas Pertanian Waktu Pelaksanaan Waktu pelaksanaan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan sesuai dengan jenis diklatnya.2. 110 . BBPP Kupang. Diklat Bagi Widyaiswara Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. Mekanisme/ Metode Mekanisme. 1.3.2. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Lainnya yaitu Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat bagi akan ditentukan kemudian sesuai dengan jenis diklatnya.

dan pelatihan mendukung nilai tambah.2012 111 . Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Pelatihan Manajemen/Kepemimpinan Tujuan Meningkatkan kompetensi administrasi dan manajemen yang memuat aspek manajemen dan kepemimpinan. Pengelola P4S.140/9/2011 tentang Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Aparatur dan Non Aparatur. serta kemampuan mengelola administrasi lembaga maupun kelompok sesuai kebutuhan usaha agribisnis. Mekanisme/ Metode Mekanisme.880 Orang Petani/ Masyarakat Mekanisme/ Metode Mekanisme. dan beberapa UPTD Pelatihan Pertanian Provinsi. BBPP Batangkaluku. BBPP Binuang. hortikultura. diversifikasi pangan. perkebunan. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Pelatihan Teknis Agribisnis Pertanian yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara.2. Pelatihan Non Aparatur Pertanian dimaksudkan untuk pengembangan pelaku utama dan pelaku usaha pertanian yang bergerak di bidang agribisnis pertanian terdiri atas empat jenis pelatihan: 2.1. peternakan. Pengelola P4S. 2. Output: 4. Pelatihan Teknis Pertanian Tujuan Meningkatkan kompetensi dan keterampilan teknis sesuai kebutuhan pelaku utama/pelaku usaha dalam kemajuan ilmu dan teknologi di bidang tanaman pangan. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. BBPP Kupang. Waktu Pelaksanaan Pelatihan manajemen/administrasi dilaksanakan minimal 35 jam berlatih @ 45 menit. kurikulum dan metode pelatihan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan pelatihan manajemen/kepemimpinan yang disusun berdasarkan perkembangan ilmu manajemen dan kepemimpinan di bidang pertanian/ agribisnis Sasaran: Pengurus Gapoktan. Penyelenggara/ Pelaksana Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Output: 980 Orang Petani/Masyarakat. Diklat Pertanian bagi Non Aparatur Diklat Pertanian bagi Non Aparatur Pertanian dilaksanakan berdasarkan pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 49/Permentan/OT. kurikulum dan metode pelatihan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan pelatihan teknis yang disusun berdasarkan perkembangan teknologi di bidang pertanian/agribisnis Sasaran: Pengurus Gapoktan. Petani Waktu Pelaksanaan Pelatihan teknis pertanian bagi non aparatur dilaksanakan minimal 35 jam berlatih @ 45 menit. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung. Petani.2. BBPP Ketindan.

Mekanisme/ Metode Mekanisme. Pengelola P4S. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. quiz. Anggota Organisasi Kepemudaan. proyek. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. menantang. Output: 630 org pelajar/anggota organisasi kepemudaan. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Pelatihan Kewirausahaan bagi Non Aparatur yaitu Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan (PPMKP) Ciawi. partisipatif. mental imagery. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung dan beberapa UPTD Pelatihan Pertanian Provinsi. dll) Sasaran 1) 2) 3) Pelajar (SD. 2) Mengembangkan usaha agribisnis dalam rangka meningkatkan nilai tambah dan daya saing. serta menumbuhkan apresiasi masyarakat umum terhadap pembangunan pertanian. BBPP Batangkaluku. kurikulum dan metode pelatihan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan kewirausahaan agribisnis yang disusun berdasarkan perkembangan teknologi di bidang pertanian/agribisnis. menyenangkan. Mekanisme/ Metode ATC diselenggarakan dengan prinsip menarik. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. luwes dan pengalaman nyata dan dilaksanakan dengan metode secara fleksibel (demontrasi. praktek. 2.3. latihan siap. Kaum muda anggota masyarakat lainnya. BBPP Binuang. diskusi. Sasaran: Pengurus Gapoktan. Pelatihan Agri Training Camp (ATC) Tujuan Meningkatkan minat. dan kepedulian generasi muda terhadap dunia pertanian. perlombaan. Waktu Pelaksanaan 112 . pengetahuan.4. BBPP Binuang. menggembirakan. BBPP Ketindan. 2. dan SLTA Sederajat). Petani Muda Waktu Pelaksanaan Pelatihan kewirausahaan bagi non aparatur dilaksanakan selama 56 jam berlatih @ 45 menit.Penyelenggara Pelatihan Manajemen/Kepemimpinan yaitu Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan (PPMKP) Ciawi. Pelatihan Kewirausahaan Tujuan 1) Mengembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan agribisnis. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung. BBPP Ketindan. BBPP Batangkaluku. SLTP. BBPP Kupang. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Output: 715 orang petani/Masyarakat.

BBPP Batangkaluku. Mekanisme/ Metode Mekanisme/Metoda pelaksanaan akreditasi dan sertifikasi mengacu pada Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 194/XIII/10/6/2001 tanggal 22 Maret 2001 tentang Pedoman Akreditasi dan Sertifikasi Lembaga Diklat Pegawai Negeri Sipil. BBPP Kupang. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan. BBPP Ketindan. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan (BPP) Lampung. BBPP Binuang. sehingga dapat meningkatkan kinerja UPT Pusat Pelatihan dalam penyelenggaraan pelatihan. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. 2) Untuk mendapat pengakuan Lembaga Administrasi Negara (LAN).1.Penataan dan Akreditasi UPT Pelatihan Pusat dan Daerah 3. Output Terakreditasi dan tersertifikasinya 10 paket program pelatihan yang diajukan oleh masingmasing UPT. 3. Sasaran: 10 UPT Pelatihan Waktu Pelaksanaan: Akreditasi Program Pelatihan dilaksanakan pada bulan Januari – Desember 2012. BPP Lampung.1. sehingga dapat meningkatkan pelayanan sesuai dengan standar mutu penyelenggaraan Pelatihan.Dilaksanakan pada saat liburan sekolah berkolaborasi dengan Diknas setempat selama minimal 35 jam berlatih.2012 113 . 3. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. BBPP Binuang.1. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Penyelenggara/ Pelaksana UPT Pelatihan. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Pengembangan Sarana dan Prasarana Diklat Tujuan 1) Untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pelatihan yang dapat memenuhi kebutuhan dalam waktu lama. Penguatan Kelembagaan Pelatihan Pertanian 3. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara ATC yaitu Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. yaitu: Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. Akreditasi Program Pelatihan Tujuan 1) Untuk mengetahui tingkat kelayakan Lembaga Pelatihan dalam menyelenggarakan program pelatihan pada UPT Pelatihan. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara (BBPKH).1. BBPP Batangkaluku. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang.2. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.

2) Memberikan motivasi terhadap P4S agar terus mengembangkan manajemen dan kelembagaannya. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Waktu Pelaksanaan: Pengembangan Sarana dan Prasarana pelatihan dilaksanakan pada bulan Januari-Desember 2012. Waktu Pelaksanaan: Penataan dan Klasifikasi Kelembagaan P4S dilaksanakan pada bulan Januari-Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pelatihan Swadaya (P4S) Tujuan 1) Mengetahui tingkat kemajuan P4S. BBPP Kupang. Balai Besar Pelatihan 114 . BBPP Binuang.1. Sasaran: Lembaga P4S yang yang belum terklasifikasi. 3) Mengevaluasi pengelolaan P4S. 3.410/1/ 2010 tanggal 20 Januari 2010 tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Pelatihan Swadaya: 2) Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan P4S. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. Penyelenggara/ Pelaksana UPT Pelatihan yaitu: Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. BBPP Batangkaluku. BPP Lampung. Sasaran: 10 UPT Pelatihan Pusat. Output: 170 lembaga P4S yang diklasifikasi. BBPP Ketindan.2) Untuk menunjang tugas dan fungsi yang berbeda-beda dari UPT Pelatihan. 4) Memberi penghargaan kepada P4S yang berprestasi. BBPP Batangkaluku.3. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Mekanisme/ Metoda: Mekanisme pelaksanaan Klasifikasi Kelembagaan P4S mengacu pada: 1) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 03/Permentan/PP. Output: 10 paket pengembangan sarana dan prasarana pelatihan Mekanisme/ Metoda Mekanisme pelaksanaan pengembangan sarana dan prasara diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Prasarana dan Sarana Pelatihan. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. BBPP Ketindan. BBPP Binuang.

Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kediklatan Tujuan Untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja tenaga Kediklatan. 5) Peraturan Kepala LAN Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Sertifikasi Widyaiswara. BBPP Lembang. BBPP Kupang.4. Peningkatan Kediklatan Tujuan 4. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. Peningkatan Profesionalisme Widyaiswara Untuk meningkatkan kompetensi kerja Widyaiswara.115 orang pejabat struktural dan fungsional umum Pusat Pelatihan Pertanian dan UPT Pelatihan Pusat Mekanisme/Metoda Peningkatan Profesionalisme tenaga kediklatan mengacu pada tugas dan fungsi masing-masing instansi. BBPP Binuang. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan.2. 3) Peraturan Bersama Kepala LAN dan kepala BKN Nomor 1 dan Nomor 2 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya. Peningkatan Ketenagaan Pelatihan Pertanian Profesionalisme Widyaiswara dan Tenaga 4. 4) Peraturan Kepala LAN Nomor 5 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Widyaiswara.1. Output: 1.2012 115 . BPP Lampung. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. Sasaran: Widyaiswara di UPT Pelatihan Pusat dan UPT Daerah Waktu Pelaksanaan: Peningkatan Profesionalisme Widyaiswara dilaksanakan pada bulan Januari-Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. 4.1. Output: 510 orang Widyaiswara pertanian Mekanisme/Metoda Dalam meningkatkan profesionalisme Widyaiswara mengacu pada: 1) Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Sasaran: Pejabat struktural dan pejabat fungsional umum Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 6) Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian tentang Spesialisasi Widyaiswara Pertanian. BBPP Bangkaluku. serta UPT Daerah. 2) Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PERMENPAN) Nomor 14 Tahun 2009 Tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya.1. sehingga dapat meningkatkan kualitas pelatihan dan kapasitas lembaga pelatihan. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.1.

Output: 255 Dokumen yang dihasilkan dan dikembangkan Mekanisme/Metoda Mekanisme pelaksanaan mengacu pada Peraturan dan Perundang-Undangan yang berlaku sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012. BBPP Lembang. efektifitas. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. BBPP Ketindan. 6. BPP Lampung dan UPTD Pelatihan Pertanian Provinsi. 2) Untuk mempermudah dalam mengoperasionalkan kegiatan yang sedang berjalan. BBPP Kupang. dan akuntabilitas dalam melaksanakan kegiatan. Norma. BBPP Binuang. 3) Untuk meningkatkan efisiensi. Pemberdayaan Perdesaan dan Pembangunan Pertanian (Program READ) Pertemuan Awal Tujuan: Menginformasikan Program READ dan mekanisme pelaksanaan kegiatan di desa. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi.Waktu Pelaksanaan: Peningkatan profesionalisme tenaga kediklatan dilaksanakan pada bulan Januari-Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana Pusat Pelatihan Pertanian. dan BPP Lampung. Standar.1. Sasaran: Pusat Pelatihan Pertanian dan UPT Pelatihan Pertanian Waktu Pelaksanaan: Januari-Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana Pusat Pelatihan Pertanian. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. dan Kebijakan Tujuan 1) Untuk meningkatkan kualitas kegiatan sesuai dengan tupoksi dari masing – masing penanggung jawab kegiatan. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan. BBPP Batangkaluku. 5. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Output: Pemahaman masyarakat tentang program READ Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 150 Desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Januari – Februari 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: District Management Unit (DMU) di 5 Kabupaten 116 . BBPP Kupang. 6. Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Pedoman. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. BBPP Bangkaluku. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. UPT Pelatihan Pusat yaitu: Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. BBPP Binuang.

keterampilan dan wawasan Ketua UPDD/Ketua Kelompok READ.4.3. Akses produksi pertanian dan hidup sehat. perbaikan pengelolaan SDA serta infrastruktur untuk akses ke pasar. Output: Dokumen usulan perencanaan SDA serta infrastruktur untuk akses ke pasar. Output: Peningkatan pengetahuan. Akses produksi pertanian dan hidup sehat. Mekanisme/ Metode: Kunjungan lapangan Sasaran: 150 Ketua UPDD/Ketua Kelompok READ di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: September 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2. Pertemuan Tahunan Tujuan: Menyusun rencana pembangunan desa yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Survey Desa / Participatory Rural Appraisal (PRA) Tujuan: Mengidentifikasi permasalahan dan potensi desa yang dapat digunakan sebagai bahan dasar / pertimbangan perencanaan pembangunan desa.6.2012 117 . Output: Data dan informasi mengenai perencanaan pembangunan desa Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 150 Desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Februari – Maret 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. Studi Banding bagi Ketua Unit Pengelola Dana Desa (UPDD)/Ketua Kelompok READ Tujuan: Meningkatkan motivasi dan pengalaman dalam menyusun perencanaan pembangunan perdesaan. Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 150 Desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Februari 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6.

118 . keterampilan. Kewajiban dan Kemampuan antara Laki-laki dan Perempuan mulai dari perencanaan kegiatan. dan memperluas wawasan bagi penyuluh pertanian dalam budidaya Padi/Jagung Output: Peningkatan sikap.6. Pengadaan Benih Unggul dari BPTP Tujuan: Memfasilitasi petani dalam penggunaan benih unggul Padi/Jagung. Kewajiban dan Kemampuan antara Laki-laki dan Perempuan mulai dari perencanaan kegiatan. Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 150 Fasilitator Desa READ Waktu Pelaksanaan: April – Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. sampai evaluasi kegiatan. pelaksanaan. sampai evaluasi kegiatan.8. Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 150 Fasilitator Desa READ Waktu Pelaksanaan: April – Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. TOT Pemasaran untuk Fasilitator Desa Tujuan: Meningkatkan pengetahuan sikap dan keterampilan Fasilitator Desa dalam hal pemasaran produk pertanian. dan wawasan penyuluh pertanian dalam budidaya padi/jagung.keterampilan. Output: Peningkatan kemampuan Fasilitator Desa dalam proses persamaan Hak .6. Output: Peningkatan kemampuan Fasilitator Desa dalam hal dalam hal pemasaran produk pertanian. Mekanisme/ Metode: pertemuan Sasaran: 100 org Waktu Pelaksanaan: April – Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Province Facilitating Unit (PFU) 6.5. pelaksanaan. Pelatihan Penyegaran Padi/Jagung bagi Penyuluh Pertanian Tujuan: Meningkatkan pengetahuan sikap. TOT Pengarusutamaan Gender untuk Fasilitator Desa Tujuan: Meningkatkan pengetahuan sikap dan keterampilan Fasilitator Desa dalam proses persamaan Hak .7.

Pengelolaan Demplot Sasaran: 1.9. Bahan Demplot: 5 demplot di 5 kabupaten pelaksana program READ 2. Pengelolaan demplot:30 desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Maret – Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten dalam pengelolaan demplot dengan 6.2012 119 .Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6.Output: Terfasilitasinya petani dalam menggunakan benih unggul padi/jagung Mekanisme/ Metode: Pengadaan benih unggul Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Maret – Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: PFU 6. Demo Perbanyakan Benih Padi/Jagung Tujuan: Memperbaiki kesinambungan praktek dalam pengelolaan demplot dengan menggunakan bibit unggul Output: Peningkatan pengetahuan dan wawasan petani menggunakan bibit unggul Mekanisme/ Metode: 1.11. Bahan Demplot 2. Lokakarya Evaluasi Demo Tujuan: Mengevaluasi kesinambungan praktek dalam pengelolaan demplot dengan menggunakan bibit unggul Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.10. Lokakarya Monitoring Demo Perbanyakan Benih Padi/Jagung Tujuan: Memonitor kesinambungan praktek dalam pengelolaan demplot dengan menggunakan bibit unggul Output: Peningkatan pengetahuan dan wawasan petani dalam memonitor pengelolaan demplot dengan menggunakan bibit unggul Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 5 kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: April .

keterampilan dan pengalaman serta perilaku sasaran pelatihan. Mekanisme/ Metode: Sekolah Lapang (SL) Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 120 . sikap dan motivasi petani dalam hal pemahaman kerjasama dengan PT. keterampilan.12. sikap dan motivasi petani dalam hal pemahaman kerjasama dengan PT. MARS Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. Output: Peningkatan kapasitas kemampuan penyuluh pertanian tentang komoditas kakao.keterampilan.14. Lokakarya Penggunaan Traktor Tujuan: Meningkatkan pengetahuan sikap. MARS Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Maret – April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. dan memperluas wawasan bagi petani dalam penggunaan traktor Output: Peningkatan sikap.MARS Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. Peningkatan Kapasitas Motivasi Petani Kerjasama dengan PT. mempercepat proses alih teknologi dari sumber atau perekayasa teknologi sampai kepada penyuluh pertanian. dan wawasan petani dalam penggunaan traktor.Output: Peningkatan pengetahuan dan wawasan petani dalam mengevaluasi pengelolaan demplot dengan menggunakan bibit unggul Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 5 kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. Mekanisme/ Metode: pertemuan Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Agustus 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6.13. MARS Output: Peningkatan pengetahuan. TOT – SL Kakao kerjasama dengan PT.

15. Mekanisme/ Metode: Sekolah Lapang (SL) Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Juni – Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. mempercepat proses alih teknologi dari sumber atau perekayasa teknologi sampai kepada petani kopra. Mekanisme/ Metode: Sekolah Lapang (SL) Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Juni – Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. 5 Paket perlengkapan CDC. Output: Peningkatan kapasitas kemampuan petani kakao.18. Pelatihan Petani – SL kakao Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. Penyediaan Pengering Copra Tujuan: Memfasilitasi petani dalam penyediaan pasca panen copra berkualitas. MARS Output: perlengkapan CDC dan VCC Mekanisme/ Metode: Pengadaan perlengkapan CDC dan VCC Sasaran: 1. Output: Peningkatan kapasitas kemampuan petani kopra. keterampilan dan pengalaman serta perilaku sasaran pelatihan.16. Sekolah Lapang Kopra Tujuan: Meningkatkan pengetahuan.17. 100 Paket perlengkapan VCC Waktu Pelaksanaan: Juni – Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. 2. mempercepat proses alih teknologi dari sumber atau perekayasa teknologi sampai kepada petani kakao. Output: Terfasilitasinya petani dalam penyenydiaan pasca pnen copra berkualitas Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Perlengkapan Cocoa Development Centre (CDC) dan VCC kerjasama dengan PT. MARS Tujuan: Membantu masyarakat desa membeli perlengkapan CDC dan VCC untuk mendukung kerjasama dengan PT. keterampilan dan pengalaman serta perilaku sasaran pelatihan.2012 121 .6.

Penyediaan Dana Pengembangan Sayuran Tujuan: Membantu modal bagi petani dan keluarganya agar memiliki usaha budidaya sayuran berskala mikro yang menguntungkan dan berkembang Output: Tersedianya modal bagi petani sayuran Mekanisme/ Metode: Penyediaan dana pengembangan usaha budidaya sayuran Sasaran: 150 desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 122 . mempercepat proses alih teknologi dari sumber atau perekayasa teknologi sampai kepada petani sayuran. Sekolah Lapang Peternakan Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. mempercepat proses alih teknologi dari sumber atau perekayasa teknologi sampai kepada peternak. Sekolah Lapang Sayuran Tujuan: Meningkatkan pengetahuan.Mekanisme/ Metode: Pengadaan pengering copra Sasaran: 100 unit di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Maret .21. Mekanisme/ Metode: Sekolah Lapang (SL) Sasaran: 50 Desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Februari – April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. keterampilan dan pengalaman serta perilaku sasaran pelatihan.19. Output: Peningkatan kapasitas kemampuan peternak. keterampilan dan pengalaman serta perilaku sasaran pelatihan. Output: Peningkatan kapasitas kemampuan petani sayuran. Mekanisme/ Metode: Sekolah Lapang (SL) Sasaran: 50 desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Februari – April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6.20.Oktober 2012 Penyelenggara/Pelaksana: PFU 6.

25. Output: Terfasilitasinya petani menerapkan berbagai teknologi untuk meningkatkan produksi dan kualitas peternakan Mekanisme/ Metode: Pengadaan kandang dan fasilitasnya Sasaran: 100 unit di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6.23.2012 123 . Pengadaan Kandang dan Fasilitasnya Tujuan: Memfasilitasi petani dalam menerapkan berbagai teknologi untuk meningkatkan produksi dan kualitas budidaya peternakan. Bantuan Dana Pengembangan UPDD Tujuan: Membantu modal bagi UPDD agar memiliki usaha pertanian (budidaya dan non budidaya) berskala mikro yang menguntungkan dan berkembang Output: Tersedianya modal bagi UPDD Mekanisme/ Metode: Penyediaan dana pengembangan UPDD Sasaran: 150 desa di Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Februari – Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6.22.24.6. Pengadaan Peralatan Pasca Panen Tujuan: Meningkatkan peranan pemberdayaan perempuan dalam pengembangan usaha pasca panen Output: Peningkatan peranan pemberdayaan perempuan dalam pengembangan usaha pasca panen Mekanisme/ Metode: Pengadaan peralatan pasca panen Sasaran: 200 unit di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: April – Oktober 2012 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Pengadaan Ternak Tujuan: Memfasilitasi peternak dalam pengadaan ternak yang memiliki kualitas baik Output: Terfasilitasinya peternak dalam pengadaan ternak dengan kualitas yang baik Mekanisme/ Metode: Pengadaan ternak Sasaran: 50 buah di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: April – Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6.

Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 1 Propinsi dan 5 kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Januari – Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: PFU dan NSU 124 .Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6.28. keterampilan petugas DMU di bidang monitoring dan evaluasi.27. Implementation Manual (PIM) efisien dan akuntabel.26. Pengadaan Konsultan Monev. Output: Tersedianya konsultan Monev. Output: Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas DMU di bidang monitoring dan evaluasi. Manajemen. Lokakarya Review Tahunan Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. kerjasama serta manajemen operasional penyelenggara program READ Output: Peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta sikap petugas pelaksana program READ terhadap hakekat. Refresh Training (Rapat Koordinasi) Tujuan: Meningkatkan koordinasi. Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 30 petugas dari 5 kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Juni dan Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: PFU 6. dan Revisi PIM. maksud. Mekanisme/ Metode: Pengadaan konsultan Sasaran: 1) Konsultan Monev : 1 orang konsultan monev di tk NSU dan 1 orang di tk PFU 2) Konsultan Manajemen : 1 orang konsultan manajemen di tk NSU 3) Konsultan Revisi PIM : 1 orang konsultan Perencanaan (gender) di tk NSU Waktu Pelaksanaan: Februari – April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: PFU dan NSU 6. tujuan dan operasional program READ. Manajemen dan Revisi Project Tujuan: Menyediakan konsultan agar pengendalian program READ dapat berjalan efektif.

penyusunan media dan informasi. dan DMU 6.30.31.2012 125 . Output: Tersedianya LSM yang mampu memfasilitasi dan mengkoordinasikan pelaksanaan pendampingan masyarakat perdesaan sasaran program READ dengan baik. Administrasi Kegiatan Tujuan: Memperlancar kegiatan administrasi pengelola program READ.6. PFU dan DMU Waktu Pelaksanaan: Januari – Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU. Pengadaan Konsultan Fasilitator Tujuan: Merekrut LSM yang mampu memfasilitasi dan mengkoordinasikan pelaksanaan pendampingan masyarakat perdesaan sasaran program READ dengan baik. Output: terselenggaranya kegiatan administrasi. PFU dan DMU Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Mekanisme/Metode: 1) Honor Pengelola 2) Pengadaan Bahan dan ATK 3) Pengiriman surat 4) Biaya proses pengadaan 5) Honor Penterjemah 6) Pemeliharaan Kendaraan R-4 dan R-2 7) Perjalanan Koordinasi dan Pembinaan Sasaran: Pelaksana kegiatan program READ di NSU. Mekanisme/ Metode: Pengadaan konsultan Sasaran: 1 LSM Waktu Pelaksanaan: Januari – Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: National Supporting Unit (NSU) 6. Pengembangan Media dan Informasi Tujuan: Mensosialisasikan program READ melalui media internet maupun pencetakan medika dan informasi Output: Tersosialisasikannya program READ melalui media internet dan cetak Mekanisme/ Metode: Pengambilan bahan.29. pengadaan konsultan dan Pencetakan media informasi Sasaran: 11 paket media dan informasi serta 1 website Waktu Pelaksanaan: Februari – Juni 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU. PFU.

Mekanisme/ Metode: Kunjungan lapangan Sasaran: 150 desa di 5 kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Januari – Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU 6. Penyusunan Juklak dan Juknis Tujuan: Membuat petunjuk pelaksanaan/ petunjuk teknis sebagai acuan pelaksanaan kegiatan program tahun anggaran 2012. Output: Usulan dokumen anggaran Mekanisme/ Metode: Rapat pertemuan dan kunjungan lapangan dengan metode partisipatif Sasaran: 150 desa Waktu Pelaksanaan: Maret – Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU. dokumen SAI.33. Output: Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana.35. PFU. DMU 6. analisis data. penyusunan laporan. konsultasi Sasaran: 7 dokumen Waktu Pelaksanaan: Januari – Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU. Penyusunan Program dan Anggaran Tahun 2013 Tujuan: Menyediakan dana agar sesuai dengan tujuan program READ. Evaluasi dan Pelaporan Tujuan: 1) Memantau kemajuan pelaksanaan kegiatan 2) Menilai hasil pelaksanaan kegiatan 3) Melaporkan pelaksanaan kegiatan baik fisik maupun keuangan Output: Dokumen monev. Pengawalan dan pendampingan Tujuan: 1) Mengetahui pencapaian hasil dan proses pelaksanaan. mengidentifikasi masalah dan penyebabnya serta alternatif pemecahan masalah sebagai upaya perbaikan di masa yang akan datang 2) Memberikan pembinaan kepada pelaksana kabupaten dan provinsi termasuk pelaksana lapangan 3) Memperoleh umpan balik untuk memperbaiki dalam penyusunan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan program.6.32. dokumen SABMN dan dokumen LAKIP Mekanisme/ Metode: Pengumpulan data. 126 . PFU dan DMU 6.34. Monitoring.

38.37.Output: Dokumen Juklak dan Juknis Mekanisme/ Metoda: Rapat dan pertemuan Sasaran: 1 Juklak dan 5 Juknis Waktu Pelaksanaan: Februari – Maret 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: PFU dan DMU 6.36. Penilaian UPDD Tujuan: Memberikan penghargaan kepada UPDD terbaik dalam rangka memotivasi kemajuan pelaksanaan program READ Output: Penghargaan kepada UPDD terbaik Mekanisme/Metode: 1) Perjalanan Penilaian 2) Pemberian Penghargaan Sasaran: 10 UPDD di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Agustus 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU 6. Penyusunan Sistem Evaluasi Kinerja Fasilitator Tujuan: Membuat sistem yang terintegrasi untuk menilai kinerja Fasilitator Desa Output: Sistem Evaluasi Kinerja Fasilitator Mekanisme/Metode: 1) Pembuatan Sistem 2) Perjalanan Uji Coba ke Lapangan 3) Pertemuan Sosialisasi Program Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana Program READ Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Studi Kasus Tujuan: Memperoleh data tentang kelompok sasaran READ sebagai pembanding dalam rangka kemajuan pelaksanaan program READ Output: Dokumen Studi Kasus Mekanisme/Metode: 1) Pengadaan Konsultan 2) Pendampingan dan Supervisi Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana Program READ Waktu Pelaksanaan: Maret – Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU 6.2012 127 .

Penyusunan Sistem Aplikasi Monev Program READ Tujuan: Membuat sistem yang terintegrasi untuk melihat kemajuan/realisasi fisik maupun keuangan Program READ Output: Sistem Aplikasi Monev Program READ Mekanisme/Metode: 1) Pembuatan Sistem 2) Perjalanan Uji Coba ke Lapangan 3) Pertemuan Sosialisasi Program Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana Program READ Waktu Pelaksanaan: April – Juni 2012. Penyelenggara/ Pelaksana: NSU 128 .Waktu Pelaksanaan: Februari – September 2012. Penyelenggara/ Pelaksana: NSU 6.39.

Desember 2012 dengan rincian jadwal: 1) Peserta Tugas Belajar . Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian memenuhi persyaratan Tugas 2. Output: Meningkatnya jenjang pendidikan 204 aparatur pertanian Mekanisme/Metode: 1) Pendanaan dan penyiapan beasiswa tugas belajar oleh Pusat Pendidikan. Pendidikan S2 dan S3 bagi Aparatur Pertanian Tujuan: Meningkatkan kualitas dan profesionalisme PNS lingkup pertanian dalam rangka pengembangan SDM pertanian yang mendukung dan memperkuat pembangunan perekonomian nasional melalui pembangunan pertanian. dilaksanakan dengan melibatkan instansi terkait (Universitas/Perguruan Tinggi dan Instansi sebagai pengirim peserta tugas belajar). Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Sasaran: Pegawai Negeri Sipil lingkup Pertanian yang telah Belajar. pertemuan setiap semester dan pertemuan evaluasi akhir tahun.n. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian – BPPSDMP. 2) Penerbitan SK . Aparatur Pertanian yang Mengikuti Pendidikan Diploma IV Tujuan : meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga fungsional Rumpun Ilmu Hayat Pertanian Output : meningkatnya jenjang pendidikan 2. Aparatur Pertanian yang Mengikuti Pendidikan Formal Pasca Sarjana 1. Waktu Pelaksanaan: Januari s.Desember 2012. Pusat Pendidikan. 2011 : September – Desember 2012 (semester 1).Tugas Belajar oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian a. 610 tenaga fungsional Rumpun Ilmu Hayat Pertanian Mekanisme/Metode : 1) Penerimaan mahasiswa Baru : proses rekrutmen dilakukan oleh masing-masing STPP sementara Penetapan peserta didik di masing-masing STPP dilakukan melalui rapat penetapan yang dikoordinasikan oleh Pusat Pendidikan. STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI PROFESI PERTANIAN. Menteri Pertanian dilaksanakan oleh Biro Organisasi dan Kepegawaian. Kementerian Pertanian atas usulan dari Pusat Pendidikan.1. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian – BPPSDMP.2012 129 . 2) Peserta Tugas Belajar – Baru TA. 3) Pemantauan dan evaluasi melalui kunjungan lapangan.d. SERTA PENDIDIKAN MENENGAH PERTANIAN 1. Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama .VII.Lanjutan : Januari . REVITALISASI PENDIDIKAN.

Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 3.1/Kpts/SM. serta rencana monitoring proses pembelajaran. Kelembagaan Pendidikan Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan 3.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. 142. penyiapan bahan evaluasi pembelajaran. 3) Pelaksanaan perkuliahaan : penyelenggaraan perkuliahan dilaksanakan dengan pola pembelajaran in campuss dan out campuss. Penataan Kelembagaan Program Studi Tujuan: tertatanya penyelenggaraan program studi di 7 STPP Output: meningkatnya kualitas penyelenggaran program studi di 7 STPP Mekanisme/ Metode: pertemuan civitas akademika STPP dan pemangku kepentingan terkait dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan program studi Sasaran: program studi STPP Waktu Pelaksanaan: Maret s.d Juni 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: STPP 130 .Proses pembelajaran di STPP secara rinci dapat dilihat pada Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran di STPP (Peraturan Kepala Badan PSDMP No.Pembelajaran in campuss dilaksanakan setiap semester ganjil sedangkan out campuss dilaksanakan setiap semester genap.1.d Desember Pelaksana : STPP 3. penggandaan materi pembelajaran. Pembinaan dan Pengawalan Program dan Anggaran Tujuan: terselenggaranya program dan anggaran pendidikan pertanian oleh STPP dan SMKSPP sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan Output: terbina dan terkawalnya program dan anggaran pendidikan pertanian di 7 STPP dan 71 SMK-SPP Mekanisme/ Metode: Kunjungan lapangan ke 7 STPP dan 71 SMK-SPP dalam rangka pembinaan dan pengawalan program dan anggaran Sasaran: program dan anggaran pendidikan pertanian dapat dilaksanakan secara akuntabel Waktu Pelaksanaan: Maret s.2.2) Perencanaan perkuliahan : merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap STPP sebelum perkuliahan reguler berjalan.120/12/07) Sasaran : tenaga fungsional Rumpun Ilmu Hayat Pertanian Waktu Pelaksanaan : Januari s. Pusat Pendidikan.Proses perencanaan kegiatan mencakup penyiapan materi ajar.

3.d Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: STPP 3. Melakukan pertemuan dengan lembaga yang potensial untuk mengirimkan stafnya menempuh pendidikan di STPP 3. radio.5.3. Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Tujuan: memperoleh calon peserta didik STPP yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan Output: Mahasiswa baru STPP Mekanisme/ Metode: 1.2012 131 . Sosialisasi penerimaan mahasiswa baru melalui website. Penjaminan Mutu dan Evaluasi Diri Tujuan: terselenggaranya proses jaminan mutu dan evaluasi diri di 7 STPP Output: meningkatnya kualitas penyelenggaran penyelenggaraan di 7 STPP sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan Mekanisme/ Metode: 1) Pertemuan civitas akademika STPP 2) Penilaian penyelenggaraan pendidikan STPP oleh Tim Penjaminan Mutu menggunakan Instrumen Standar Mutu yang telah ditetapkan 3) Merumuskan langkah-langkah perbaikan dan peningkatan standar secara berkelanjutan Sasaran: penyelenggaraan pendidikan STPP Waktu Pelaksanaan: Juli s. Penyusunan laporan kegiatan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Pengembangan Website dan Sistem Informasi Tujuan: meningkatkan kualitas informasi yang disampaikan melalui website dan sistem informasi di STPP Output: website dan sistem informasi di STPP Mekanisme/ Metode: 1) Perancangan pengembangan design website dan sistem informasi 2) Pembangunan Infrastruktur website dan sistem informasi 3) Implementasi website dan sistem informasi Sasaran: website dan sistem informasi di 7 STPP Waktu Pelaksanaan: Maret s.d Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: STPP 3.4. dan media publikasi lainnya 2.

Sasaran: Guru SPP dan Dosen STPP Waktu pelaksanaan: Januari s. Peningkatan Profesionalisme Staff Tujuan: Meningkatkan kualitas dan kompetensi keahlian aparatur lingkup Pusat dan STPP Output: Meningkatnya kompetensi dan profesionalisme 60 aparatur lingkup Pusat dan STPP Mekanisme/ Metode: Pelatihan. dan seminar baik di dalam maupun luar negeri Sasaran: aparatur lingkup Pusat dan STPP Waktu Pelaksanaan: Januari s. Ketenagaan Pendidikan Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan 4. Output: Meningkatnya kompetensi 30 orang guru SMK-SPP bidang produktif Mekanisme/ Metode: 1) Seleksi dan penetapan calon peserta 2) Pengiriman calon peserta magang 132 . Magang bagi Guru SMK-SPP Bidang Produktif Tujuan: Meningkatkan kompetensi dan keahlian guru SMK-SPP bidang produktif melalui kegiatan magang di dunia usaha/dunia industri. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4. Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4.d September 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: STPP 4. studi banding.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Pusat Pendidikan. magang.3. Fasilitasi Program Pertukaran Pendidik ke Luar Negeri Tujuan: Meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik di SPP dan STPP.Sasaran: terpenuhinya mahasiswa baru sesuai dengan daya tampung STPP Waktu Pelaksanaan: April s.2.1. workshop. Output: Meningkatnya kompetensi 4 orang tenaga pendidik di SPP dan STPP Mekanisme/Metode: 1) Seleksi dan penetapan calon pendidik yang akan dikirim yang dilaksanakan melalui koordinasi dengan SPP dan STPP 2) Pengurusan dokumen yang berkaitan dengan proses pengiriman pendidik ke luar negeri. berkoordinasi dengan Biro KLN Kementerian Pertanian dan KBRI di Negara tujuan 3) Pelepasan keberangkatan pendidik ke luar negeri 4) Penyusunan dan pembuatan laporan.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama.

Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4. Sasaran: 30 orang Guru SMK-SPP.5. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Juni 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Pendidikan Pusat Pendidikan. Mekanisme/ Metode: 1) Penyusunan rencana pembekalan dan rencana pengawalan 2) Pelaksanaan pembekalan sertifikasi guru 3) Pelaksanaan pengawalan guru bersertifikasi 4) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan.d. September 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Pendidikan Pusat Pendidikan. Pusat Pendidikan. Waktu Pelaksanaan: Maret 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Pendidikan.4.d.2012 133 . Waktu Pelaksanaan: Januari s. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4. Pembekalan dan Pengawalan Sertifikasi Guru Tujuan: Membantu dan mendampingi Guru SMK-SPP untuk mengikuti program sertifikasi guru Output: Terfasilitasinya 30 orang guru untuk proses sertifikasi.3) Monitoring dan evaluasi pelaksanaan magang 4) Penyusunan dan pembuatan laporan Sasaran: 30 orang Guru SPP SMK-SPP seluruh Indonesia. Peningkatan Kompetensi Metodologi Pendidikan dan Pengajaran bagi Tenaga Pendidik Pertanian Tujuan: Meningkatkan kompetensi Dosen STPP di bidang metode pendidikan dan pengajaran Output: Meningkatnya kompetensi 60 orang Dosen STPP dalam metodologi pendidikan dan pengajaran Mekanisme/ Metode: 1) Persiapan Workshop 2) Pelaksanaan Workshop bekerjasama dengan Instansi yang memiliki Lisensi di bidang penyelenggaraan Diklat PEKERTI 3) Penyusunan dan pembuatan laporan Sasaran: 60 orang Dosen STPP Waktu Pelaksanaan: Mei s.

134 .6. b) Melakukan koordinasi dengan instansi calon peserta bimbingan teknis. Sertifikasi Dosen Tujuan: meningkatkan kompetensi dan profesionalitas dosen STPP Output: dosen STPP yang mendapat sertifikat dosen Mekanisme/ Metode: 1) Penetapan usulan dosen yang akan mengikuti proses sertifikasi dosen 2) Menyampaikan dokumen. Juni 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standarisasi dan Sertifkasi.4. 2) Pelaksanaan Bimbingan Teknis bekerjasama dengan BNSP. Sasaran: 20 orang aparatur pertanian Waktu Pelaksanaan: Februari s. Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4. Bimbingan Teknis Calon Asesor Kompetensi Tujuan: Menyiapkan tenaga Asesor Kompetensi Bidang Pertanian Output: 30 orang aparatur pertanian yang memiliki sertifikat Asesor Kompetensi Mekanisme/ Metode: Diklat Assesor Kompetensi yang dilaksanakan bekerjasama dengan BNSP Sasaran: 30 orang aparatur pertanian Waktu Pelaksanaan: April s. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4.d Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standarisasi dan Sertifkasi.8.7. c) Melakukan koordinasi dengan penyedia tempat bimbingan teknis. bukti-bukti pendukung yang dibutuhkan dalam proses sertifikasi kepada Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Dosen.d. Bimbingan Teknis Penyusunan Panduan Mutu Tujuan: Tersedianya aparatur pertanian yang mampu menyusun Panduan Mutu Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian Output: 20 orang aparatur pertanian yang memiliki sertifikat sebagai Penyusun Panduan Mutu Sertifikasi Profesi Mekanisme/ Metode: 1) Persiapan : a) Melakukan koordinasi dengan BNSP. 3) Penyunan laporan kegiatan. Pusat Pendidikan. d) Melakukan koordinasi dengan pihak lain yang terkait.

d Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: STPP 5. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 5. Himpunan Profesi. dan masyarakat pengguna Sasaran: Tersusunnya rancangan program standardisasi dan sertifikasi profesi sektor pertanian untuk 5 tahun ke depan Waktu Pelaksanaan: Februari 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standardisasi dan Sertifikasi. serta Prosedur Kriteria dan Kriteria penilaian uji kompetensi Output: 7 unit RSKKNI Sektor Pertanian Mekanisme/ Metode: 1) Membentuk Tim Komite dan Penyusun RSKKNI Sektor Pertanian 2) Melaksanakan serangkaian pertemuan dalam penyusunan RSKKNI Sektor Pertanian. Koordinasi dan Sinkronisasi Sertifikasi Profesi Pertanian Tujuan: 1) Mengidentifikasi dan menetapkan profesi-profesi sektor pertanian yang harus distandardisasi dan disertifikasi 2) Melakukan sinkronisasi kegiatan standarisasi dan sertifikasi kompetensi sektor pertanian Output: 1) Dihasilkannya profesi-profesi sektor pertanian yang harus distandardisasi dan disertifikasi 2) Sinkronnya kegiatan standardisasi dan sertifikasi sektor pertanian Mekanisme/ Metode: workshop dengan melibatkan unsur-unsur birokrasi lingkup pertanian. Penyusunan RSKKNI Bidang Pertanian Tujuan: Tersusunnya Rancangan SKKNI Sektor Pertanian yang akan dijadikan Acuan dalam pengembangan. penyelenggaran dan penetapan : program sertifikasi profesi.1. 3) Mempersiapkan RSKKNI yang telah disusun untuk dilakukan proses verifikasi awal melalui forum Pra Konvensi Sasaran: Tersusunnya 7 unit RSKKNI Sektor Pertanian Waktu Pelaksanaan: Maret s. Diklat Profesi. Pusat Pendidikan.3) Proses penilaian dan penetapan oleh Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertikasi Dosen 4) Penyusunan laporan kegiatan Sasaran : dosen di 7 STPP Waktu Pelaksanaan: Januari s. Profesi Bidang Pertanian yang Distandardisasi Program Standardisasi dan 5.d Juni 2012 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012 135 .2.

dan Pemangku kepentingan terkait dengan pelaksanaan Konvensi RSKKNI Sektor Pertanian 2) Pelaksanaan Konvensi RSKKNI Sektor Pertanian sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Pra Konvensi dan Konvensi Nomor : KEP. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 5. Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standarisasi dan Sertifikasi.d. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 136 . BNSP.4. Pra Konvensi RSKKNI Tujuan: menyamakan persepsi terhadap konsep rancangan SKKNI Sektor Pertanian Output: 7 unit RSKKNI yang telah diverifikasi melalui forum Pra Konvensi Mekanisme/ Metode: 1) Koordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.d Agustus 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standarisasi dan Sertifikasi. Konvensi SKKNI Tujuan: Menyepakati hasil Pra Konvensi RSKKNI untuk ditetapkan sebagai SKKNI Sektor Pertanian oleh Kemenakertrans Output: 7 unit SKKNI Sektor Pertanian Mekanisme/ Metode: 1) Koordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. dan pemangku kepentingan terkait dengan pelaksanaan Pra Konvensi RSKKNI Sektor Pertanian 2) Pelaksanaan Prakonvensi RSKKNI Sektor Pertanian sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Pra Konvensi dan Konvensi Nomor : KEP. Pusat Pendidikan. Waktu Pelaksanaan: Juli s.Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standarisasi dan Sertifkasi. Pusat Pendidikan.3.33/Lattas/II/2009 yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenakertrans 3) Verifikasi RSKKNI Sektor Pertanian oleh Kemenakertrans 4) Penyiapan RSKKNI yang telah di Pra Konvensi untuk dikonvensikan 5) Penyusunan laporan kegiatan Sasaran: 7 unit RSKKNI Sektor Pertanian yang siap dikonvensikan Waktu Pelaksanaan: Juli s. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 5.33/Lattas/II/2009 yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenakertrans 3) Penyempurnaan RSKKNI yang telah dikonversikan untuk ditetapkan sebagai SKKNI oleh Menakertrans 4) Penetapan SKKNI oleh Menakertrans 5) Penyusunan laporan kegiatan Sasaran: 7 unit SKKNI sektor Pertanian. BNSP. Pusat Pendidikan.

5. Diklat Profesi. 3.d. Sosialisasi SKKNI Tujuan: Menginformasikan SKKNI sektor pertanian yang telah dihasilkan kepada pemangku kepentingan untuk dipergunakan sebagai acuan dalam pengembangan. Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan. SDM Pertanian yang Mendapat Sertifikasi Profesi 6. 4.400 orang Penyuluh Pertanian Waktu Pelaksanaan: April s. publikasi. Output: dimanfaatkannya SKKNI sektor pertanian oleh pemangku kepentingan Mekanisme/ Metode: 1) 2) Menyiapkan bahan sosialisasi SKKNI sektor pertanian Pelaksanaan Sosialisasi SKKNI sektor pertanian melalui seminar. dan kunjungan ke pemangku kepentingan 3) Penyusunan laporan kegiatan Sasaran: pemangku kepentingan terkait Waktu Pelaksanaan: Maret s. Fasilitasi Sertifikasi Penyuluh Pertanian Tujuan: Terfasilitasinya sertifikasi penyuluh pertanian profesi Output: 1. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 6.Pusat Pendidikan.400 orang Penyuluh Pertanian Profesi Mekanisme/ Metode: 1. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Pra assesment Penyuluh Pertanian Profesi oleh Assesor Kompetensi Assesment Penyuluh Pertanian Profesi oleh Assesor Kompetensi Penetapan Penyuluh Pertanian yang lulus Uji Kompetensi dan berhak mendapat sertifikat Penyuluh Pertanian Profesi Sasaran: 1.d Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. penyelenggaran dan penetapan : program sertifikasi profesi. serta Prosedur Kriteria dan Kriteria penilaian uji kompetensi sektor pertanian.5.2012 137 .1. Proses pendaftaran dan verifikasi administrasi Penyuluh Pertanian yang akan mengikuti sertifikasi 2.

Koordinasi Teknis Pendidikan Tinggi Pertanian Tujuan: program dan kegiatan Pendidikan Tinggi Pertanian yang dirancang oleh Pusat dan STPP dapat dipahami oleh semua pemangku kepentingan.1. Norma. Sasaran: karyawan lingkup Pusat Waktu Pelaksanaan: Januari 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. 138 . Standarisasi dan Sertifikasi profesi SDM pertanian tahun 2012 lingkup Pusat Output: Tersusunnya rencana detail pelaksanaan kegiatan Pusat Pendidikan Pertanian tahun 2012 Mekanisme/ Metode: pertemuan dan diskusi dalam rangka penyusunan rencana kerja detail oleh masing-masing Bidang/Sub Bidang sebagai dasar pelaksanaan kegiatan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Standar. Pusat Pendidikan. Pedoman dan Kebijakan yang Dihasilkan dan Dikembangkan 7. sehingga dapat disinergikan dan dilaksanakan secara efektif dan efisien Output: 1) Diperolehnya kesepahaman bersama mengenai kebijakan dan kegiatan pendidikan Menengah pertanian tahun 2012. Koordinasi Teknis Pendidikan Menengah Pertanian Tujuan: program dan kegiatan Pendidikan Menengah Pertanian yang dirancang oleh Pusat dan SMK-SPP dapat dipahami oleh semua pemangku kepentingan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. 2) Terlaksananya Program dan kegiatan Tahun 2012 di Pusat dan UPT Pendidikan Tinggi sesuai dengan arah kebijakan pengembangan pendidikan pertanian Mekanisme/ Metode: pertemuan dan diskusi Sasaran: Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Waktu Pelaksanaan: Februari 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama.3.7. Rapat Teknis Lingkup Pusat Tujuan: Koordinasi program dan kegiatan Pendidikan. sehingga dapat disinergikan dan dilaksanakan secara efektif dan efisien Output: 1) Diperolehnya kesepahaman bersama mengenai kebijakan dan kegiatan pendidikan Tinggi pertanian tahun 2012.2. Pusat Pendidikan.

d. Output: Standar Biaya Masukan pendidikan di STPP dan SMK-SPP tahun 2013 Mekanisme/ Metode: pertemuan dan pembahasan dalam rangka penetapan Standar Biaya Penyelenggaraan pendidikan di SMK-SPP dan STPP Sasaran: SMK-SPP dan STPP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Penyusunan Standar Biaya Tujuan: Menyusun Standar Biaya Masukan yang akan dijadikan dasar/acuan dalam penyusunan anggaran pendidikan di STPP dan SMK-SPP tahun 2013 . Pusat Pendidikan. Standarisasi dan Sertifikasi Profesi SDM Pertanian tahun 2012 Mekanisme/ Metode: 1) Pengumpulan data hasil kegiatan serta pertemuan dalam rangka penyusunan laporan tahunan dan LAKIP 2) 3) Penyusunan laporan tahunan dan LAKIP Penggandaan dokumen laporan tahunan dan LAKIP Sasaran: : terpublikasikannya kegiatan Revitalisasi sistem pendidikan.4.2012 139 . Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Tahun 2012 2) Laporan Akuntabilitas dan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Pusat Pendidikan.2) Terlaksananya Program dan kegiatan Pendidikan Menengah Pertanian oleh SMK-SPP seluruh Indonesia sesuai dengan arah kebijakan pengembangan pendidikan menengah pertanian Mekanisme/ Metode: pertemuan dan diskusi Sasaran: SMK-SPP seluruh Indonesia Waktu Pelaksanaan: Februari 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Penyusunan Bahan Evaluasi dan Laporan Tujuan: 1) Memberikan informasi yang akurat tentang pelaksanaan program kerja yang telah dilaksanakan pada tahun 2011 2) Bahan evaluasi bagi penentu kebijakan untuk perencanaan dan pelaksanaan program kerja tahun berikutnya Output: 1) Laporan Kegiatan Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian tahun 2012 Waktu Pelaksanaan: November s.5.

Agustus 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Pusat Pendidikan. Nopember 2011 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Mekanisme/ Metode: Kunjungan ke Instansi terkait di berbagai daerah Sasaran: Pendidik dan tenaga kependidikan.d Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian tahun 2012 kepada pemangku kepentingan. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian sebagai acuan penetapan kegiatan pada tahun mendatang Output: disain program pendidikan. Output: dipahaminya kebijakan. program dan kegiatan revitalisasi sistem pendidikan pertanian. Pusat Pendidikan. serta instansi lain yang terkait dengan pengembangan pendidikan pertanian Waktu Pelaksanaan: Maret s. Penyusunan Anggaran dan Kegiatan Tahun 2013 Tujuan: Menyusun program kerja bidang pendidikan. Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.6.d. Standardisasi dan Tujuan: Merancang pengembangan program pendidikan.d. Pengembangan Program Sertifikasi Profesi Pertanian Pendidikan.Waktu Pelaksanaan: Juli s. kendala dan hambatan terkait program pengembangan pendidikan.7. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Tujuan: Sosialisasi kebijakan revitalisasi sistem pendidikan pertanian. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian Mekanisme/Metode : 1) Identifikasi permasalahan. standarisasi dan sertifikasi profesi SDM pertanian . standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian tahun 2012 oleh pemangku kepentingan. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian 2) Pertemuan dalam rangka merumuskan program pendidikan.8. Sosialisasi revitalisasi Pendidikan. Output: 1) 2) Rencana Kerja Tahunan 2012 RKAKL Tahun Anggaran 2013 140 . Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian yang dapat digunakan sebagai cetak biru rancangan kegiatan untuk tahun-tahun mendatang Sasaran: pemangku kepentingan terkait Waktu Pelaksanaan: Juni s.

Waktu Pelaksanaan: Januari s. konsumsi rapat-rapat. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Tujuan: Menyediakan sarana prasarana berupa: Alat Tulis Kantor. Pusat Pendidikan. Standarisasi dan Sertifikasi Profesi SDM Pertanian. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.10. Penyusunan Jurnal Teknologi Tujuan: Menyusun dan mempublikasikan jurnal teknologi pertanian. Satker STPP. Output: Terpenuhinya kebutuhan alat tulis kantor (ATK). penggandaan. Output: jurnal teknologi pertanian sebanyak 2 edisi. pencetakan sertifikat pengiriman soal ujian. Penggandaan/ Fotocopy. persiapan. blangko ijasah. Pencetakan Ijasah dan Sertifikat. Satker SPP Waktu Pelaksanaan: Agustus s. kartu NIS. pencetakan pedoman. fotokopi. pencetakan blanko NIS.3) Rencana Operasional Kegiatan 2012 Mekanisme/ Metode: Dilakukan melalui beberapa pertemuan dalam rangka 1) 2) Penyusunan Program/Rencana Kerja dan Anggaran. Penyusunan Term Of Reference (TOR) dan rincian anggaran belanja (RAB) sesuai peraturan yang berlaku. Guru SPP. Sasaran: Satker Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Pencetakan Kartu Nomor Induk Siswa dan bahan atau alat dukungan administrasi lainnya.2012 141 . SMK-SPP dan pengguna lain Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. dan 3) Pembahasan RKA KL berkoordinasi dengan Bagian Perencanaan Badan Pengembangan SDM Pertanian dan Direktorat Jenderal Anggaran Departemen Keuangan. pencetakan modul. jurtek dan untuk kegiatan administrasi pendidikan. pencetakan blangko Ijasah. Administrasi Pendidikan. Publikasi Jurnal Teknologi. Mekanisme/ Metode: Penyediaan dan pendistribusian sarana administrasi pendidikan. Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) 4) Pengumpulan karya tulis dosen STPP. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. Widyaiswara dan Penyuluh Pertanian Editing karya tulis yang terkumpul untuk dijadikan bahan jurnal teknologi Pencetakan jurnal teknologi pertanian Distribusi jurna teknologi kepada STPP.9.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan. untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Pusat Pendidikan. serta supervisi Sasaran: Kebutuhan Administrasi Pusat.d Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama.

Pembinaan dan Pemantapan Status Kelembagaan Pendidikan Pertanian Tujuan : membina dan memantapkan status kelembagaan pendidikan pertanian Output : meningkatnya status kelembagaan pendidikan pertanian Mekanisme/Metode : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Penyusunan statuta dan SOTK STPP.d Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Pendidikan. Pusat Pendidikan. Sasaran : Mantapnya kelembagaan pendidikan pertanian di STPP dan SMK-SPP Waktu Pelaksanaan : Februari s. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.12. Pusat Pendidikan. Output: media publikasi pendidikan pertanian. Penandatangan MoU dan SKB Pengawalan SMK-SPP Tingkat Provinsi Non RSBI. Pembuatan Media Publikasi Tujuan: Merancang dan menyusun media publikasi terkait dengan pengembangan pendidikan pertanian.11. 7. Pusat Pendidikan. 142 . Penyusunan dan Pembahasan MoU dan SKB. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. Pengesahan statuta dan SOTK STPP.Sasaran: diketahuinya karya ilmiah dosen STPP dan guru SMK-SPP oleh masyarakat luas Waktu Pelaksanaan: Juli dan Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Mekanisme/ Metode: 1) Melaksanakan pertemuan dengan pihak terkait dalam rangka mengidentifikasikan materi media publikasi 2) 3) Menyusun story bord materi publikasi Bersama pihak terkait membuat media publikasi berdasarkan story board yang telah disusun Sasaran: kegiatan pembelajaran di SMK-SPP dan STPP serta standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian Waktu Pelaksanaan: Juli dan Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan.

2012 143 . Penyusunan Silabi Kurikulum Pendidikan di STPP Tujuan : menyusun silabi kurikulum sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan pertanian di SMK-SPP Output : Tersusunnya silabi kurikulum sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan pertanian di SMK-SPP Mekanisme/Metode : pertemuan teknis yang melibatkan unsur-unsur dari SPP Sasaran : SPP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Diploma IV Penyuluhan Pertanian di STPP dan SMK- 7. Workshop Manajemen Sekolah Tujuan : 1) Meningkatkan kemampuan profesionalisme kepala sekolah/pengelola sekolah dalam melaksanakan tugas sehari-hari.7. Pusat Pendidikan.13. Pengembangan Penyelenggaraan Pendidikan di SMK-SPP dan STPP Tujuan : mengkoordinasikan penyelenggaraan program pendidikan Diploma IV di STPP dan pendidikan menengah pertanian di SMK-SPP Output : Terlaksananya koordinasi dan evaluasi program pendidikan Diploma IV di STPP dan pendidikan menengah pertanian di SMK-SPP Mekanisme/Metode : 1) penyelenggaraan penyelenggaraan program pendidikan menengah pertanian di SMK-SPP.15. Output : 1) meningkatnya pengetahuan dan kemampuan kepala sekolah/pengelola sekolah dalam pengelolaan sekolah 2) Terumuskannya standar pengelolaan sekolah di SPP Mekanisme/Metode : ceramah dan diskusi Sasaran : Kepala Sekolah SPP Waktu Pelaksanaan : April s. 2) Meningkatkan kemampuan kepala sekolah/pengelola sekolah dalam melaksanakan pengembangan ilmu dan teknologi sebagai bahan/materi dalam pengelolaan sekolah. Pusat Pendidikan. Waktu Pelaksanaan : Juni – Nopember 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan. Sasaran : penyelenggara pendidikan SPP.14. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.d Juni 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan.

Output : 1) 2) Terlaksananya Koordinasi dan Pembinaan Saka Tarunabumi.Waktu pelaksanaan : Maret s. Pengawalan Ujian dan Wisuda SMK-SPP dan STPP Tujuan : 1) Mengukuhkan kelulusan setelah siswa dan mahasiswa selesai mengikuti pendidikan di lembaga masing-masing. Kwartir Daerah dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. SakaSaka.d Juli 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan Pusat Pendidikan. Sosialisasi dan Pembinaan kegiatan Pembinaan Saka Tarunabumi dengan Kwartir Daerah (Provinsi). Pameran dan Pembinaan Pangkalan Saka Tarunabumi yang dilakasanakan dalam beberapa tahap kegiatan: 1) Koordinasi dan Sosialisasi kegiatan Pembinaan Saka Tarunabumi dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Terlaksananya Kegiatan Saka Tarunabumi pada Kegiatan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2012.d. 4) Fasilitasi Pejabat Eselon I dan II lingkup Kementerian Pertanian untuk mengukuhkan calon wisudawan di STPP dan SMK-SPP Sasaran : STPP dan SMK-SPP Waktu Pelaksanaan : Agustus s. Oktober 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan Pusat Pendidikan. Output : Terlaksananya fasilitasi pengukuhan wisuda di 7 STPP dan 3 SPP Mekanisme/Metode : 1) 2) Pendataan calon wisudawan STPP dan SPP Tahun 2012 Penerimaan Surat Permintaan Pengukuhan Wisuda lulusan STPP dan SPP Tahun Ajaran 2012/2013 3) Fasilitasi Pejabat Eselon I dan II lingkup Badan Pengembangan SDM Pertanian untuk mengukukuhkan calon wisudawan STPP dan SPP Tahun Ajaran 2012/2013. Pembinaan Generasi Muda Pertanian Melalui Sakatarunabumi Gerakan Pramuka Tujuan : 1) Koordinasi dan Pembinaan Saka Tarunabumi dengan Pangkalan Saka. 2) Menfasilitasi kegiatan Saka Tarunabumi pada Kegiatan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Perkemahan Bakti. Workshop. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Krida-Krida. 2) Memotivasi siswa dan mahasiswa untuk berprestasi.17. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.16. 2) Koordinasi. Seminar. 144 . Pelatihan. Mekanisme/metode : Metode kegiatan berupa Rapat Koordinasi.

18. 4) Peranserta Saka Tarunabumi berupa Seminar. 7. Sasaran : Sasaran Pembinaan Saka Tarunabumi adalah Pimpinan Saka Tarunabumi. Desember 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian dengan Instansi Terkait di luar negeri Mekanisme/Metode : 1) Identifikasi peluang kerjasama luar negeri 2) Koordinasi dengan Pihak Terkait 3) Penyusunan Naskah Kerjasama dengan Pihak Terkait 4) Penandatanganan Naskah Kerjamasa Sasaran : terjalinnya kerjasama yang saling menguntungkan dengan Pihak Terkait Waktu pelaksanaan : Februari s. Workshop. Perkemahan Bakti. Pelatihan. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian Output : Naskah Kerjasama pendidikan pertanian. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian Output : Naskah Kerjasama pendidikan pertanian. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. Pusat Pendidikan.19. 5) Penyusunan laporan kegiatan. Anggota Saka Tarunabumi. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian dengan Instansi Terkait Mekanisme/Metode : 1) Identifikasi peluang kerjasama dalam negeri 2) Koordinasi dengan Pihak Terkait 3) Penyusunan Naskah Kerjasama dengan Pihak Terkait 4) Penandatanganan Naskah Kerjamasa Sasaran : terjalinnya kerjasama yang saling menguntungkan dengan Pihak Terkait Waktu pelaksanaan : Februari s. Pameran dilaksanakan disesuai dengan agenda Kwarnas Gerakan Pramuka Tahun 2012.d. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.2012 145 . Pengembangan Kerjasama Dalam Negeri Tujuan : menjalin kerjasama dengan lembaga terkait di dalam negeri dalam pengembangan pendidikan pertanian. Pusat Pendidikan.d Nopember 2011 Pelaksana : Bidang Program dan Kerjasama. Kwartir Daerah (Provinsi) dan Pangkalan Saka Waktu pelaksanaan : Februari s. Pengembangan Kerjasama Luar Negeri Tujuan : menjalin kerjasama dengan lembaga terkait di luar negeri dalam pengembangan pendidikan pertanian.3) Pembinaan Saka Tarunabumi dilaksanakan ke Pangkalan Saka di Kwartir Daerah (Provinsi) dan Pangkalan Saka (SPP).d Nopember 2011 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Output : Tersosialisasikannya program sertifikasi bidang pertanian yang telah dikembangkan oleh Kementerian Pertanian. Sosialisasi Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian Tujuan : menyebarluaskan informasi program sertifikasi profesi sektor pertanian kepada para pemangku kepentingan. Kementerian Pendidikan Nasional. Penilaian dan Penetapan Angka Kredit Guru dan Dosen Tujuan : meningkatkan profesionalisme guru SPP dan dosen STPP melalui penetapan angka kredit Output : terprosesnya kenaikan angka kredit guru SPP dan dosen STPP Mekanisme/Metode : 1) Identifikasi guru SPP dan Dosen STPP yang mengusulkan proses kenaikan angka kredit 2) Proses penilaian dan penetapan angka kredit Guru SPP dan Dosen STPP 3) Proses pengiriman pemberitahuan kepada Guru SPP dan Dosen yang mengajukan kenaikan angka kredit Sasaran : Guru SPP dan Dosen STPP Waktu Pelaksanaan : Februari s. Revitalisasi SMK Pertanian Mendukung Ketahanan Pangan Tujuan : meningkatkan peranan SMK Pertanian dalam mendukung Ketahanan pangan Output : rumusan program Revitalisasi SMK Pertanian Mendukung Ketahanan Pangan Mekanisme/Metode : 1) Pertemuan multipihak (Kementerian Pertanian.d. Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.d November 2012 Pelaksana : Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan. Perwakilan SMK Pertanian) dalam rangka mengidentifikasi dan merumuskan program revitalisasi SMK pertanian mendukung ketahanan pangan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. 4) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan.22. Mekanisme/Metode : pertemuan dan diskusi 146 .20. Dunia Usaha dan Dunia Industri.Pelaksana : Bidang Program dan Kerjasama.21. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. 3) Melakukan pembinaan teknis kepada SMK yang dijadikan sebagai pilot porject.SPP Pertanian Waktu Pelaksanaan : Juli s. November 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan Pusat Pendidikan. Sasaran : SMK . 2) Merancang program aksi dan pilot project revitalisasi SMK pertanian mendukung ketahanan pangan.

Pembinaan LDP dan TUK Tujuan : Meningkatnya peran LDP dan TUK Sektor Pertanian dalam proses diklat dan uji kompetensi SDM pertanian. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. pentunjuk teknis dan bahan lain yang diperlukan dalam rangka kegiatan. Perusahaan bidang pertanian. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. dan para pemangku kepentingan lainnya Waktu Pelaksanaan : April 2012 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan.d Oktober 2012 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan. Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Output : LDP dan TUK sektor Pertanian sektor pertanian yang kompeten dan terpercaya Mekanisme/Metode : 1) Menyiapkan pedoman. 2) Melaksanakan pertemuan dengan berbagai berbagai pihak yang tekait dalam rangka membangun kesepahaman mengenai LSP bidang pertanian yang akan dibentuk.d Mei 2012 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan.2012 147 . Output : LSP Sektor Pertanian sektor pertanian yang kompeten dan terpercaya Mekanisme/Metode : 1) Menyiapkan pedoman. 4) 5) Menginiasi pembentukan LSP bidang pertanian.23. pentunjuk teknis dan bahan lain yang diperlukan dalam rangka pembinaan LDP dan TUK. 3) Melakukan kunjungan ke berbagai pihak dalam rangka membangun persepsi manfaat dan pentingnya LSP bidang pertanian yang akan dibentuk. Pembinaan LSP Sektor Pertanian Tujuan : Meningkatnya peran LSP Sektor Pertanian dalam proses sertifikasi profesi. Sasaran : LDP dan TUK sektor pertanian seluruh Indonesia Waktu Pelaksanaan : Maret s.Sasaran : Lembaga Pemerintah. Sasaran : LSP sektor pertanian Waktu Pelaksanaan : Februari s. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.24. 3) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. 2) Melaksanakan pertemuan dengan berbagai berbagai pihak yang tekait dalam rangka membangun kesepahaman mengenai LDP dan TUK sektor pertanian.

dan menyusun rencana tindak lanjut penjaminan mutu sertifikasi profesi penyuluh pertanian. asesor . Mekanisme/Metode : Pertemuan antara Badan Pengembangan SDM Pertanian. Sasaran : Profesi bidang pertanian Waktu Pelaksanaan : Februari s. Penyempurnaan Pedoman Sertifikasi Profesi Pertanian Tujuan : Tersusunnya Pedoman Sertifikasi sektor pertanian yang disempurnakan.d Agustus 2012 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan. 2) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. asesor .7. LDP dan TUK Waktu Pelaksanaan : Juni s. Sasaran : LSP-P1 Penyuluh Pertanian.26. Oktober 2011 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan. Inisiasi Pembentukan LSP Bidang Pertanian Tujuan : memfasilitasi dan menyiapkan proses pembentukan LSP bidang pertanian. Sasaran : SDM pertanian Waktu Pelaksanaan : Maret s.27. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 148 . Output : rancangan kelembagaan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang pertanian. Penjaminan Mutu Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian Tujuan : Menjamin Mutu Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian agar sesuai dengan standar yang ditentukan Output : Penyuluh Pertanian Profesi yang kompeten dan kredibel Mekanisme/Metode : 1) Pertemuan yang melibatkan LSP-P1 Penyuluh Pertanian.d.25. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. LDP dan TUK dalam rangka penjaminan mutu sertifikasi profesi penyuluh pertanian. Mei 2012 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan. Output : Pedoman Sertifikasi Bidang Pertanian yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian. BNSP. dan Pemangku kepentingan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Mekanisme/Metode : pertemuan dengan melibatkan unsur-unsur STPP dan eselon 1 lingkup Kementerian Pertanian.d.

28.2012 149 .29. Sasaran : pemangku kepentingan terkait Waktu Pelaksanaan : April s. Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian Tujuan : meningkatkan kualitas pelaksanaan sertifikasi profesi bidang pertanian Output : proses sertifikasi profesi bidang pertanian yang sesuai dengan standard yang ditetapkan Mekanisme/Metode : 1) Pertemuan yang melibatkan berbagai pihak yang terkait dalam rangka koordinasi dan evaluasi pelaksanaan sertifikasi profesi pertanian. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Sasaran : TUK sektor pertanian Waktu Pelaksanaan : Februari s.30. Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Verifikasi TUK Tujuan : meningkatkan kualitas pelaksanaan uji kompetensi sektor pertanian Output : proses uji kompetensi sektor pertanian yang sesuai dengan standard yang ditetapkan Mekanisme/Metode : 1) Pertemuan yang melibatkan berbagai pihak yang terkait dalam rangka koordinasi dan evaluasi pelaksanaan sertifikasi profesi pertanian.d Maret Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan. 2) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. dan menyusun rencana tindak lanjut peningkatan kualitas penyelenggaraan sertifikasi profesi pertanian. 2) Seleksi Administrasi calon penerima dana bantuan Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian Tahun 2012. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.d Agustus 2012 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan.7. 2) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. dan menyusun rencana tindak lanjut peningkatan kualitas penyelenggaraan sertifikasi profesi pertanian. Mekanisme/Metode : Dilaksanakan dalam beberapa tahap kegiatan : 1) Sosialisasi kegiatan Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian Tahun 2012. Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian melalui Seed Money Tujuan : mendorong lulusan SPP untuk membuka usaha di bidang agribisnis melalui bantuan modal kerja usaha bagi Lulusan SPP Output : bertambahnya jumlah lulusan SPP yang membuka usaha di bidang pertanian.

3) Penetapan penerima Dana Bantuan Modal Kerja Usaha Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian Tahun 2012 bagi lulusan SPP sesuai dengan pedoman dan proposal pengajuan (jumlah bantuan). 4) Pencairan Dana Bantuan sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian tentang Penetapan Penerima Bantuan Modal Kerja Usaha dan Fasilitasi bagi SPP untuk Pendampingan serta Surat Perintah Pembayaran Pembayaran pada bulan Oktober. 5) Monitoring dan Evaluasi kegiatan pemberian modal usaha bagi lulusan SPP 6) Pembuatan Profil penerima Bantuan kegiatan Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian Tahun 2012. 7) Pembuatan laporan kegiatan Sasaran : alumni siswa SPP Waktu pelaksanaan : Maret s.d. Desember 2011 Pelaksana : Bidang Pendidikan, Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

7.31. Pengawalan Pengembangan SMK-SPP RSBI
Tujuan : meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan menengah pertanian di SMK-SPP RSBI Output : meningkatnya kualitas kelembagaan SMK-SPP RSBI Mekanisme/Metode : 1) Pelaksanaan pengawalan dan pembinaan. 2) Pelaksanaan pertemuan evaluasi. 3) Fasilitasi akreditasi SMK – SPP RSBI. 4) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Sasaran : SMK-SPP RSBI Waktu Pelaksanaan : Januari s.d September 2012 Pelaksana : Bidang Penyelenggaraan Pendidikan Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

7.32. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian
Tujuan : 1) Membangun sistem data base pendidikan pertanian Pusat Pendidikan, Standarisasi dan Sertifikasi Profesi SDM Pertanian. 2) Meningkatkan kemampuan staf Pusat Pendidikan, Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian dalam pengelolaan data base. Output : 1) Tersedianya system data base pendidikan pertanian Pusat Pendidikan, Standarisasi dan Sertfikasi Profesi Pertanian.

150

2) Meningkatnya kemampuan staf Pusat Pendidikan, Standarisasi dan Sertfikasi Profesi Pertanian dalam pengelolaan data base. Mekanisme/Metode : 1) Pertemuan dalam rangka penyusunan SOP dan penentuan jenis data yang akan dimasukan dalam data base 2) Perancangan system data base 3) Pengadaan server, printer dan scanner 4) Pelatihan pengelola data base 5) Inputing data dan pengelolaan data base Sasaran : Meningkatkan akurasi dan kecepatan penyediaan data pendidikan pertanian yang meliputi : data Peserta didik, data Ketenagaan, data Kelembagaan pendidikan pertanian dan data Admistrasi Pusat Pendidikan, Standarisasi dan Sertifikasi Profesi SDM Pertanian Waktu Pelaksanaan : Juni s.d Juli 2012 Pelaksana : Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

7.33. Pengadaan Alat Multimedia
Tujuan : meningkatkan kecepatan pemrosesan, pengolahan data dan informasi pendidikan, standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian. Output : tersedianya perangkat multimedia untuk mendukung pemrosesan dan pengolahan data. Mekanisme/Metode : 1) Pertemuan dalam rangka identifikasi kebutuhan peralatan yang dibutuhkan. Pertemuan ini dihadiri oleh pejabat stuktural dan tim teknis lingkup Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian serta Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Pada pertemuan ini peserta mengidentifikasi dan mengemukakan jenis peralatan dan singkronisasi sistem yang diperlukan oleh masingmasing bidang/sub bidang. Untuk selanjutnya merancang jenis pengadaan barang dan Jasa sesuai dengan kebutuhan. 2) Survey peserta lelang dan calon pemenang lelang. 3) Tahap Pelaksanaan yang meliputi :Pengumuman Lelang & Anwizing, pengadaan Lelang Barang dan Jasa, serah Terima Barang dan pihak pengada kepada panitia lelang serta serah Terima Barang kepada Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. 4) Penyusunan laporan kegiatan Sasaran: pegawai lingkup Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Waktu Pelaksanaan : Januari s.d Juni 2012 Pelaksana : Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

151

8.

Generasi Muda Pertanian yang Mengikuti Pendidikan Menengah

8.1. Pemberian Bantuan Praktik Siswa Program Studi Kesehatan Hewan, Penyuluhan Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Tanaman Pangan Dan Hortikultura
Tujuan : memfasilitasi siswa SMK - SPP dalam proses pembelajaran melalui bantuan praktik siswa SMK – SPP. Output : terfasilitasinya proses pembelajaran siswa SMK – SPP. Mekanisme/Metode : 1) Sosialisasi pedoman teknis pemberian bantuan praktik siswa SMK – SPP. 2) Pengumpulan proposal dari SPP penerima bantuan 3) Verifikasi proposal dan penyiapan SK penetapan bantuan sosial praktek siswa. 4) Proses pencairan dana 5) Monitoring dan evaluasi pemanfaatan bantuan praktik siswa SMK – SPP. Waktu Pelaksanaan : Februari – Maret dan September - Oktober 2012 Pelaksana : Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

8.2. Fasilitasi Program Pertukaran Siswa SMK-SPP ke Luar Negeri
Tujuan: Meningkatkan kualitas dan kompetensi siswa SMK-SPP melalui program pertukaran siswa ke luar negeri Output: Terfasilitasinya 10 orang siswa SMK-SPP mengikuti program pertukaran siswa ke luar negeri Mekanisme/ Metode: 1) Pembentukan tim kerja untuk menyeleksi dan penetapan calon program pertukaran siswa SPP ke Luar negeri berkoordinasi dengan SMK-SPP 2) Penyiapan dan pengurusan dokumen calon peserta program yang akan dikirim 3) Pelepasan keberangkatan calon peserta program 4) Penyusunan laporan Sasaran: 10 orang Siswa SMK-SPP. Waktu Pelaksanaan: Maret s.d. Juni 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

8.3. Fasilitasi PKU Siswa SMK-SPP di Bidang Perkebunan Kelapa Sawit
Tujuan: meningkatkan kompetensi siswa SMK-SPP melalui program magang/ PKU di perusahaan perkebunan sawit.

152

Output: 808 siswa SMK-SPP mengikuti program magang/ PKU di perusahaan perkebunan sawit. Mekanisme/ Metode: 1) Berkoordinasi dengan SMK-SPP untuk menyiapkan siswa yang akan mengikuti magang/ PKU di perusahaan perkebunan sawit. 2) SMK-SPP menjalin kerjasama dengan perusahaan perkebunan sawit terkait dengan pelaksanaan magang/PKU 3) SMK-SPP yang akan menyertakan siswanya untuk mengikuti program magang/PKU, mengajukan usulan fasilitasi magang/PKU siswa ke Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4) Pusat c.q. Bidang Program dan Kerjasama melakukan verifikasi data calon peserta dan kesiapan perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk menerima peserta magang. 5) Pusat c.q Bidang Program dan Kerjasama menyalurkan bantuan dana magang/PKU siswa SMK-SPP 6) Pengawalan dan Evaluasi pelaksanaan program magang/PKU siswa SMK-SPP 7) Penyusunan Laporan Kegiatan Sasaran: 808 orang siswa SMK-SPP di seluruh Indonesia. Waktu Pelaksanaan: Juli s.d Desember 2011 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

8.4. Bimbingan Teknis Siswa SMK-SPP di Bidang Peternakan
Tujuan: meningkatkan kompetensi siswa SMK-SPP Program Studi Peternakan Dan Kesehatan Hewan melalui Bimbingan Teknis Bidang Peternakan Output: meningkatnya kompetensi 60 orang siswa SMK-SPP bidang peternakan Mekanisme/ Metode: Dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu: 1) Pusat c.q. Bidang Program dan Kerjasama, mensosialisasikan kegiatan peningkatan kompetensi Siswa SMK-SPP melalui Bimbingan Teknis Bidang Peternakan. 2) Siswa SMK-SPP yang akan mengikuti Bimbingan Teknis Bidang Peternakan diseleksi sesuai dengan Pedoman Teknis Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Melalui Program Praktik Kerja Usaha Bidang Peternakan. 3) Pusat menjalin kerjasama dengan Lembaga yang memiliki kompetensi dalam Bimbingan Teknis bidang peternakan.Terkait dengan pelaksanaan peternakan bagi Siswa SMK-SPP 4) Penyelenggaran pelaksanaan Bimbingan Teknis bidang peternakan bagi Siswa SMK-SPP bekerjasama dengan Instansi yang kompeten.Proses dan Metode Bimbingan Teknis mengacu kepada Pedoman Teknis Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Melalui Program Praktik Kerja Usaha Bidang Peternakan. 5) Penyusunan laporan kegiatan Bimbingan Teknis bidang

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

153

Sasaran/ peserta: 60 orang Siswa SPP jurusan peternakan dan kesehatan hewan Waktu Pelaksanaan: Mei s.d. Agustus 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

8.5. Perumusan Metodologi Pembelajaran Bidang Produktif di SMKSPP
Tujuan : merumuskan metodologi pembelajaran bidang produktif di SMK-SPP Output : metodologi pembelajaran bidang produktif di SMK-SPP Mekanisme/Metode : 1) Penyiapan bahan pertemuan Perumusan metodologi pembelajaan di SMK-SPP. 2) Pertemuan perumusan Metodologi Pembelajaran Bidang Produktif di SMK-SPP. 3) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Sasaran : SMK-SPP Waktu Pelaksanaan : Februari s.d Mei 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

8.6. Pengembangan Karya Teknologi Inovasi Siswa SMK-SPP
Tujuan : Meningkatkan wawasan siswa SPP untuk mewujudkan minat dan bakatnya dalam bidang pertanian. Output : Karya Teknologi Inovasi Teknologi Siswa SMK-SPP. Mekanisme/Metode : Dilaksanakan dalam beberapa tahap kegiatan : 1. Sosialiasi penyelenggaraan lomba Karya Inovasi Siswa SMK-SPP 2. Penerimaan Karya Inovasi oleh Panitia 3. Penilaian Karya Ilmiah Inovasi Siswa SMK-SPP oleh Tim Juri 4. Penetapan Pemenang Sasaran : Siswa SMK-SPP seluruh Indonesia. Waktu Pelaksanaan : April s.d. Agustus 2011 Pelaksana : Bidang Pendidikan, Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

154

VI.

DUKUNGAN MANAJEMEN DAN DUKUNGAN TEKNIS LAINNYA

1.

Perencanaan Program dan Anggaran

1.1. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan PPSDMP
Tujuan: Mengevaluasi kegiatan pengembangan SDM pertanian tahun 2011 dan mengarahkan pelaksanaan kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian tahun 2012. Output: 1) Perbaikan pelaksanaan kegiatan tahun 2012 2) Kesatuan pemahaman dan tindakan dalam pelaksanaan kegiatan dan anggaran oleh 130 satker. Mekanisme/Metode: Pertemuan Sasaran: 130 Satker pelaksana kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian Waktu Pelaksanaan: Januari/Februari 2012. Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

1.2. Pengawalan Kegiatan TA. 2012 dan Penyiapan Anggaran TA. 2013
Tujuan: 1) Melakukan pengawalan serta penyesuaian dokumen kegiatan dan anggaran TA. 2012; 2) Melakukan identifikasi dan koordinasi kegiatan Badan PPSDMP TA. 2013; 3) Menyusun garis besar usulan kegiatan dan anggaran TA. 2013 dan menyelesaikan usulan revisi POK, DIPA TA 2012 lingkup Badan PPSDMP. Output: 1) Dokumen Revisi POK dan DIPA TA. 2012; 2) Bahan Usulan Kegiatan dan Anggaran TA. 2013; Mekanisme/Metode: 1) Rapat–rapat koordinasi 2) Pertemuan penyusunan dokumen Sasaran: 130 Satker pelaksana kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian. Waktu Pelaksanaan: Januari s.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

155

1.3. Penyusunan SBK TA. 2013
Tujuan: Menyusun standar biaya sebagai bahan acuan dalam penyusunan dokumen anggaran agar dapat tercapai kegiatan yang efektif, efisien dan akuntabel. Output: Dokumen Standart Biaya Masukan (SBM) TA. 2013 Mekanisme/Metode: 1) Workshop; 2) Pengolahan data dan Penelaahan SBM. Sasaran: SBM kegiatan pelatihan dan pendidikan TA. 2013 Waktu Pelaksanaan: Maret/April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

1.4. Penyusunan RKA-K/L Pagu Anggaran TA. 2013
Tujuan: Menyusun rancangan kegiatan dan anggaran untuk 130 satker dalam format Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) yang dilengkapi dengan data dukung berupa : Kerangka Acuan Kerja (KAK), Rencana Anggaran dan Biaya (RAB), dan data dukung lain yang dibutuhkan. Output: 1) Dokumen RKA-K/L Pagu Anggaran TA. 2013; 2) Dokumen KAK, RAB, dan data dukung lainnya. Mekanisme/Metode: 1) Workshop; 2) Pengolahan data; 3) Penelaahan; Sasaran: 130 Satker pelaksana kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian. Waktu Pelaksanaan: Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

1.5. Penyusunan RKA-K/L Pagu Alokasi Anggaran TA. 2013
Tujuan: 1) Menyelesaikan Rencana Kerja Anggaran (RKA) untuk 130 satker dalam format Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) yang dilengkapi dengan data dukung berupa : Kerangka Acuan Kerja (KAK), Rencana Anggaran dan Biaya (RAB), dan data dukung lain yang dibutuhkan; 2) Menyiapkan konsep Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

156

Output: 1) Dokumen RKA-KL Alokasi anggaran TA. 2013; 2) Dokumen KAK, RAB, dan data dukung lainnya; 3) Dokumen DIPA TA. 2013. Mekanisme/Metode: 1) Workshop; 2) Pengolahan data; 3) Penelaahan; 4) Validasi. Sasaran: 130 Satker pelaksana kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian. Waktu Pelaksanaan: November s.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

1.6. Penyusunan Perencanaan Program Badan PPSDMP Tahun 2013
Tujuan: Penyempurnaan kebijakan pengembangan SDM perlu dijabarkan ke arah yang lebih operasional, terstruktur, terintegrasi dan berbasiskan pada tugas dan fungsi masing-masing Instansi Pelaksana Pengembangan SDM Pertanian baik Pusat maupun Daerah. Output: 1) Nota Keuangan dan RAPBN BPP SDMP Tahun 2013; 2) Review Rencana Strategis BPPSDMP Tahun 2010 - 2014; 3) Dokumen kebutuhan untuk perencanaan Program dan Kegiatan 2013; 4) Pedoman Pelaksanaan kegiatan Lingkup BPPSDMP Tahun 2013; 5) RKP; 6) Renja K/L Pagu Indikatif. Mekanisme/Metode: 1. Pertemuan; 2. Kunjungan Lapangan; 3. Diskusi dan penyusunan laporan. Sasaran: Satuan kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Waktu Pelaksanaan: 1) Persiapan dan pengumpulan bahan : Januari 2012; 2) Pelaksanaan : Januari s.d Desember 2012; 3) Penyusunan Laporan : Desember 2012. Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

157

1. diskusi grup. 1. Mekanisme/Metode: Pertemuan. Output: 1) Tersosialisasinya program-program kerjasama penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian 2) Tercapainya koordinasi antara BPPSDMP dengan UPT serta Instansi/Lembaga terkait lainnya. 2) Menyempurnakan kebijakan pengembangan SDM perlu dijabarkan kearah yang lebih operasional. Output: Rumusan tindak lanjut pemantapan program dan kegiatan yang harus ditindaklanjuti satker Mekanisme/Metode: Pertemuan.7. perumusan dan pengembangan SDM pertanian Sasaran: Satuan kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.8. Apresiasi Program Kerjasama Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: 1) Mensosialisasikan program-program kerjasama penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian 2) Mengembangkan koordinasi antara BPPSDMP dengan UPT serta Instansi/Lembaga terkait lainnya. terintegrasi dan berbasiskan pada tugas dan fungsi masing-masing instansi pelaksana pengembangan SDM pertanian baik pusat maupun daerah. Waktu Pelaksanaan: April s/d mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 158 . terstruktur. Sinkronisasi Program Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: 1) Menyempurnakan mekanisme perencanaan program dan keuangan serta langkah-langkah operasionalnya. diskusi dan penyusunan laporan Sasaran: Satuan kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Waktu Pelaksanaan: Juli dan Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

10. Output: Teroptimalisasinya peluang kerjasama luar negeri Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan.d Maret 2012. 2) Diskusi..d Desember 2012. Optimalisasi Peluang Kerjasama Luar Negeri Tujuan: Meningkatkan hubungan kerjasama.. menjaga komitmen. Output: 1) Dokumen Petunjuk Pelaksanaan Kerjasama Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 2) Pertemuan penyusunan dokumen.2012 159 . Pengembangan Teknologi Informasi Tujuan: 1) Mengkoordinir pengembangan website lingkup Badan PPSDMP 2) Mengkoordinir perawatan website lingkup Badan PPSDMP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Sasaran: Satuan kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Waktu Pelaksanaan: Januari – Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Penyusunan Perencanaan Program Kerjasama Tujuan: Mengembangkan kapasitas SDM Pertanian melalui kegiatan-kegiatan penyuluhan. bertukar informasi dan pembelajaran serta memanfaatkan peluang-peluang kerjasama dalam rangka memperkuat dan menyempurnakan sistim perencanaan program dan kerjasama. Mekanisme/Metode: 1) Rapat–rapat koordinasi.9. Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 2) Perencanaan Kerjasama : Januari s. Waktu Pelaksanaan: 1) Perencanaan Program : Januari s.11. pendidikan. Sasaran: 130 Satker pelaksana kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian.1. 3) Database Kerjasama Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. dan pembentukan karakter (capacity building). 2) Buku Biru Kerjasama Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 1. 1. meningkatkan wawasan dan pengetahuan. 3) Tinjauan lapangan dan penyusunan laporan. pelatihan.

Koordinasi dan Bimbingan Pengelolaan Data Tujuan: 1) Menyediakan data lingkup Badan PPSDMP yang akurat dan mutakhir 2) Melaksanakan bimbingan pengelolaan data dan informasi di 20 UPT lingkup Badan PPSDMP Output: Data yang akurat dan mutakhir. 3) Buku saku data ketenagakerjaan sektor pertanian Tahun (n-1) Mekanisme/Metode: 1) Pengadaan raw data dari BPS 160 . 2) Buku statistik ketenagakerjaan sektor pertanian (petani) 6 seri.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Sasaran: Kantor pusat dan 20 UPT lingkup Badan PPSDMP serta lembaga/unit kerja lain binaan Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s. Penyediaan Data Statistik SDM Pertanian Tujuan: Menyediakan data tenaga kerja pertanian (petani) per tahun Output: 1) Data ketenagakerjaan pertanian (petani) yang menjadi bahan buku statistik Kementerian Pertanian dan data dalam website Badan PPSDMP. Output: 1) Website dan jaringan teknologi informasi lingkup Badan PPSDMP. tersaji dalam format buku BPPSDMP dalam angka Tahun (n-1) dan buku saku serta tampilan di website Mekanisme/Metode: 1) Rapat dan pertemuan 2) Bimbingan pengelolaan data dan informasi di UPT 3) Pengumpulan dan validasi data Badan PPSDMP 4) Pengolahan dan penyajian data Badan PPSDMP Sasaran: Kantor pusat dan 20 UPT lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s.12.3) Mengkoordinir perawatan jaringan teknologi informasi kantor pusat 4) Mengkoordinir proses up-load materi website dari unit kerja kantor pusat.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.13. 1. 1. 2) Data dan Informasi berbasis website Badan PPSDMP Mekanisme/Metode: 1) Rapat dan workshop 2) Bimbingan ke UPT lingkup Badan PPSDMP.

2012 161 . Sekretariat Badan PPSDMP 2.1.14. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 2.2) Pengolahan raw-data dan penyajian data. Pengelolaan Keuangan. perkebunan dan peternak Waktu Pelaksanaan: Maret s. 3) Up load data di website Badan PPSDMP 4) Pencetakan buku dan deseminasi data Sasaran: Data tenaga kerja/ petani tanaman pangan. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Pengelolaan BMN Akuntansi. 1. Badan PPSDMP Mekanisme/Metode: Workshop Sasaran: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari dan Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Pembangunan Sistem Database BPPSDMP yang terintegrasi Tujuan: Mengintegrasikan Data lingkup BPPSDMP Output: Terintegrasikannya Data lingkup BPPSDMP Mekanisme/Metode: 1) Rapat-rapat 2) Pembangunan data yang terintegrasi 3) Pengintegrasian data-data Sasaran: Data lingkup BPPSDMP Waktu Pelaksanaan: Mei s. Rekonsiliasi Laporan Keuangan Tujuan: Melakukan rekonsiliasi atau pencocokan laporan keuangan yang dikirim oleh masing-masing satker lingkup Badan PPSDMP. Verifikasi dan 2. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Peningkatan Kualitas Laporan Keuangan Tujuan: Menyusun laporan keuangan dan neraca tahun 2011 dan semester I 2012 Badan PPSDMP Output: Laporan Keuangan dan neraca Tahun 2011 dan semester 1 tahun 2012.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan. hortikultura.2.d Oktober 2012 Penanggung Jawab: Bagian Perencanaan.

SPM. dan GPP). Mekanisme/Metode: Workshop Sasaran: 21 Satker Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s. Forecast satker.3. SPM. Output: 1) Dokumen Rencana Kerja dan Tindak Lanjut Peningkatan Dukungan Teknis Pengelolaan Akuntansi Dan Verifikasi 2) Kesamaan persepsi dan tindakan dalam pelaksanakan tugas dan fungsi akuntansi dan verifikasi. LPJ. Konsinyasi dan Konsultasi Sasaran: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s. Forecast Satker dan GPP) Tujuan: Menyusun dan Menata data dasar pengelolaan perbendaharaan (SIMAK.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Mekanisme/Metode: Pembinaan lapangan Sasaran: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari. LPJ. Juni dan Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Sekretariat Badan PPSDMP 2.Output: Laporan rekonsiliasi realisasi anggaran (SAK. Sekretariat Badan PPSDMP 2.SIMAK BMN) dan SIMAK Perbendaharaan) Mekanisme/Metode: Pertemuan. SPP.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Output: Data Dasar (Data Base) Pengelolaan Perbendaharaan. Sekretariat Badan PPSDMP 162 . SPP. Peningkatan Dukungan Teknis Pengelolaan Akuntansi dan Verifikasi Tujuan: 1) Meningkatkan kinerja petugas akuntansi dan verifikasi 2) Mengembangkan pemahaman petugas akuntansi dan verifikasi tentang peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pelaksanakan tugas dan fungsinya. Peningkatan Kualitas Data Dasar (Data Base) Pengelolaan Perbendaharaan (SIMAK.4.

Mekanisme/Metode: Pembinaan ke UPT Sasaran: 20 Satker UPT lingkup Badan PPSDMP. Apresiasi dan Sinkronisasi Pengelolaan Perbendaharaan Tujuan: Mensinkronkan pemahaman tentang aturan perbendaharaan pada satker lingkup Badan PPSDMP. Sekretariat Badan PPSDMP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Peningkatan Kualitas Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Tujuan: Melakukan pembinaan dan bimbingan langsung intensifikasi dan ekstensifikasi PNBP di lingkup Badan PPSDMP. Sasaran: 21 Satker Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Maret 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan.2.5. Output: Peningkatan sistem. mekanisme dan tata kelola perbendaharaan. Peningkatan Pengelolaan dan Dukungan Teknis Perbendaharaan Tujuan: Melakukan bimbingan dan pembinaan langsung untuk peningkatan kualitas pengelolaan perbendaharaan. Mekanisme/Metode: Pembinaan ke daerah.6.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Sekretariat Badan PPSDMP 2. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Output: Peningkatan pemahaman aturan perbendaharaan dan kesamaan tindakan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi perbendaharaan. Sasaran: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP. Sekretariat Badan PPSDMP 2. Output: Laporan dan proposal realisasi target dan realisasi PNBP.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Mekanisme/Metode: Rapat-rapat pertemuan.2012 163 .7.

Sekretariat Badan PPSDMP 2. 164 . Peningkatan Kualitas Inventarisasi dan Penilaian BMN Tujuan: Meningkatkan kualitas pengelolahaan Barang Milik Negara pada satker Badan Penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian Output: Dokumen penilaian asset Mekanisme/Metode: Rapat/ pertemuan dan Penyusunan dokumen Sasaran: 21 Satker Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP.11. Sekretariat Badan PPSDMP 2. Pengumuman.8. Peningkatan Kualitas (Forecasting Satker) Tujuan: Laporan Rencana Kebutuhan Dana Melakukan pembinaan dan bimbingan langsung intensifikasi dan ekstensifikasi PNBP di lingkup Badan PPSDMP Output: Peningkatan laporan rencana kebutuhan dana satker Mekanisme/Metode: Pembinaan ke UPT Sasaran: 20 Satker UPT lingkup Badan PPSDMP. Pelelangan. Evaluasi Sasaran: Barang dan Jasa Kantor Pusat Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s.2.d Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Sekretariat Badan PPSDMP 2.9. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Output: Barang dan Jasa. Mekanisme/Metode: Rapat. Penyelenggaraan Pengadaan Barang dan Jasa Tujuan: Menyelenggarakan pengadaan barang dan jasa lingkup Badan PPSDMP.10. Peningkatan Kualitas Laporan Barang Milik Negara (BMN) Tujuan: Menyusun Laporan BMN lingkup Badan PPSDMP semester II tahun 2011 dan semester I tahun 2012 Output: Laporan BMN semester II tahun 2011 dan semester I tahun 2012 Mekanisme/Metode: Workshop Sasaran: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari dan Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan.d September 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan.

d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Sekretariat Badan PPSDMP 2.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Sekretariat Badan PPSDMP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.Waktu Pelaksanaan: Januari s. serta pelaporan agar pengelolaan anggaran oleh Satker lingkup Badan PPSDMP berjalan tertib. Mekanisme/Metode: Kunjungan ke satker dan Penyusunan dokumen Sasaran: Satker lingkup Badan PPSDMP di 33 Propinsi Waktu Pelaksanaan: Januari s. Pelaksanaan Proses Penghapusan/Hibah BMN Tujuan: Meningkatkan tertib administrasi pengelolaan BMN satker lingkup Badan PPSDMP Output: Dokumen penghapusan/hibah Mekanisme/Metode: Kunjungan ke satker dan penyusunan dokumen Sasaran: Satker lingkup Badan PPSDMP di 13 Propinsi 274 Kabupaten Waktu Pelaksanaan: Januari s. efektif.14.pengorganisasian. Output: Kesepahaman dan rencana tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan Mekanisme/Metode: Rapat/ pertemuan. Forum Komunikasi Pengelola Keuangan dan Perlengkapan Tujuan: Menyamakan persepsi. Sekretariat Badan PPSDMP 2.12. dan akuntabel. pengendalian dan pelaporan oleh Satker lingkup Badan PPSDMP Output: Peningkatan sistem dan mekanisme serta tatakelola pengelolaan Barang milik Negara. Peningkatan Dukungan Teknis Pengelolaan BMN Tujuan: Memberikan dukungan teknis dalam pelaksanaan pengelolaan BMN baik aspek perencanaan. Sekretariat Badan PPSDMP 2. pelaksanaan. pelaksanaan.13. Waktu Pelaksanaan: April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Sasaran: 21 Satker Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP. pengorganisasian. pengendalian. baik. membangun komunikasi dan koordinasi yang sinergis dalam aspek perencanaan.2012 165 .

Monitoring dan Evaluasi. Sasaran: 33 Propinsi Satker lingkup Badan PPSDMP. mengamankan aset perundangan.2. dan penggunaan input sesuai dengan keperluan serta dilaksanakan sesuai jadwal.15. 3) Terukurnya pencapaian kinerja 4) Informasi tentang output. dan pengamanan aset negara di lingkup Badan PPSDMP sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku 2) Informasi perkembangan realisasi penyerapan dana.1. Tujuan 1) Memberi keyakinan yang memadai bahwa penyelenggaraan kegiatan di Badan PPSDMP dapat mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. negara. 4) mengantisipasi secara dini terhadap permasalahan dan kendala yang dihadapi sehingga dapat segera dicari solusinya. sehingga tujuan dan sasaran dapat tercapai 6) mendapatkan masukan informasi bagi perumusan perencanaan dalam menyusun rancangan pengembangan kegiatan tahap berikutnya. Output: 1) Meningkatnya kinerja. Evaluasi. Peningkatan Koordinasi dan Konsultasi Pengelolaan Keuangan dan Perlengkapan Tujuan: Meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan perlengkapan bagi pengelola keuangan dan perlengkapan bagi Satker lingkup Badan PPSDMP Output: Kesepahaman dan rencana tindak lanjut untuk meningkatan kualitas pengelolaan keuangan dan perlengkapan oleh Satker lingkup Badan PPSDMP Mekanisme/Metode: Pembinaan ke daerah. 2) memantau proses dan kemajuan pelaksanaan sekaligus mendapatkan data dan informasi yang akurat tentang kemajuan yang telah dicapai dari setiap kegiatan: 3) melaksanakan penilaian dan perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan agar berjalan lebih efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. outcome dan keberhasilan program dan kegiatan. pedoman yang ditetapkan. Pelaporan dan Kehumasan 3. Waktu Pelaksanaan: Januari s. 5) menilai hasil pelaksanaan kegiatan yang disesuaikan dengan rencana. Sekretariat Badan PPSDMP 3. akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. pencapaian target keluaran (output). melaporkan keuangan negara secara andal.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Pembinaan Pengelolaan dan Penyusunan Pengendalian. transparansi. dan kendala yang dihadapi. dan mendorong ketaatan terhadap peraturan 166 .

5) Gambaran potensi pengembangan. penggandaan. monitoring dan evaluasi. Evaluasi dan Pelaporan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.d. monitoring dan evaluasi 6) Koordinasi. Berbagai upaya diatas. dan (3) Pelaporan (penyusunan. (4) Analisis data. serta lokakarya hasil). (2) Pembahasan rancangan juklak. Monitoring dan Evaluasi: (1) Pengumpulan bahan. 5) Konsolidasi. (2) Entry dan pengolahan data. Monitoring dan Evaluasi Program: (1) Persiapan (koordinasi. solusi yang dilakukan dan rekomendasi perbaikan di masa mendatang Mekanisme /Metode: 1) Penyusunan rencana tahunan kegiatan pengendalian. (4) Penyusunan draft juklak. Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. (3) Pengumpulan bahan juklak. 4) Pengelolaan Data Pengendalian. Workshop Simonev Tujuan: Tersosialisasinya aplikasi Simonev keseluruh UPT lingkup Badan PPSDMP serta teraplikasikannya Simonev diseluruh Satker lingkup Badan PPSDMP Output: Terbentuknya kesamaan persepsi terhadap aturan yang tertuang dalam pedoman yang mengatur monitoring dan evaluasi di antara unit kerja lingkup dan binaan Badan PPSDMP Tersosialisasinya informasi dan metode mengenai sistem Monitoring. Monev: (1) Identifikasi dan analisis kriteria pengendalian. 3) Pengendalian. penyusunan instrumen. (5) Penyusunan laporan.2012 167 . dan 6) Permasalahan yang dihadapi. 2) Penyusunan Juklak Pengendalian. diintegrasikan kedalam sub-komponen kegiatan sebagai berikut: 1) Workshop Simonev 2) Peningkatan Efektivitas monitoring dan evaluasi program 3) Konsolidasi Sistem Pengendalian Internal (SPI) 4) Forum SPI lingkup Badan 5) Koordinasi monev Sasaran/ Target group: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s. pembahasan. (3) Verifikasi data.2. lokakarya persiapan pelaksanaan. (6) Penyampaian laporan. dan pre-test). Evaluasi dan Pelaporan kepada seluruh unit kerja lingkup Badan PPSDMP Terbangunnya komitmen seluruh unit kerja lingkup Badan PPSDMP untuk melaksanakan sesuai dengan aturan yang tertuang dalam pedoman sistem Monitoring. pengolahan. (2) Pelaksanaan (pengumpulan. workshop dan forum-forum pengendalian. monev pelaksanaan program Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. dan penyampaian laporan). (c) ketersediaan dan kesiapan SDM dan (d) sarana prasarana lainnya. (b) anggaran monev yang tersedia. penyusunan proposal. perumusan indikator. (5) Pembahasan draft juklak. melalui desk analisis terhadap (a) program/rencana kegiatan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Sekretariat Badan PPSDMP 3. dan analisis data. pembinaan dan supervisi pengendalian. (6) Revisi juklak. monitoring dan evaluasi.

Sasaran: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu : Maret s. penggandaan. Mekanisme/Metode 1) Studi dokumen dan survey ke lapangan 2) Desk analisis 3) Penyusunan Juklak Monev: 4) Monitoring dan Evaluasi Program: (1) Persiapan (koordinasi. 6) Rumusan masukan-masukan untuk penyempurnaan program dan kegiatan ke depan. 4) Informasi tentang efektivitas. pengolahan. lokakarya persiapan pelaksanaan. dan pretest). 4) Menilai efektivitas. Peningkatan Efektivitas Monitoring Dan Evaluasi Program Tujuan: 1) Memantau proses dan kemajuan pelaksanaan sekaligus mendapatkan data dan informasi yang akurat tentang kemajuan yang telah dicapai dari setiap kegiatan di setiap Satker lingkup Badan PPSDMP: 2) Melaksanakan penilaian dan perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan agar berjalan lebih efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. (5) Penyusunan laporan. penyusunan instrumen. manfaat. efisiensi. serta keberlanjutan program dan kegiatan 5) Rumusan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program dan kegiatan di lapangan. (2) Pelaksanaan (pengumpulan.Metode: ceramah. diskusi dan latihan Sasaran/ Target: seluruh UPT dan Satker Dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP Waktu: April 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. (6) Penyampaian laporan. penyusunan proposal. (4) Analisis data. serta lokakarya hasil). (3) Verifikasi data. 5) Pengelolaan Data Evaluasi: (1) Pengumpulan bahan. pembahasan. (2) Entry dan pengolahan data. dan (3) Pelaporan (penyusunan.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. 3) Tindakan antisipatif terhadap permasalahan dan kendala yang dihadapi sehingga dapat segera dicari solusinya. manfaat. 3) Mengantisipasi secara dini terhadap permasalahan dan kendala yang dihadapi sehingga dapat segera dicari solusinya. Sekretariat Badan PPSDMP 3. efisiensi. perumusan indikator. dan penyampaian laporan). Sekretariat Badan PPSDMP 168 . Output 1) Data dan informasi yang akurat tentang kemajuan yang telah dicapai dari setiap kegiatan di setiap Satker lingkup Badan PPSDMP: 2) Hasil penilaian dan perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan agar berjalan lebih efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. 6) Merumuskan masukan-masukan untuk penyempurnaan program dan kegiatan ke depan.3. dan analisis data. serta keberlanjutan program dan kegiatan 5) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program dan kegiatan di lapangan.

d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. Mekanisme/Metode 1) Penyajian laporan kegiatan SPI didaerah 2) Diskusi Kelompok Terfokus 3) Lokakarya Sasaran: UPT Pusat lingkup Badan PPSDMP Waktu: Juni 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. Sasaran: Kantor pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP Waktu: Februari s. Output 1) Gambaran tentang pelaksanaan kegiatan SPI di seluruh UPT lingkup BPSDMP 2) Rumusan kendala/masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan SPI 3) Rumusan langkah tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja dimasa yang akan datang. Sekretariat Badan PPSDMP 3. Sekretariat Badan PPSDMP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.5. Forum SPI Lingkup Badan PPSDMP Tujuan 1) Mereviu pelaksanaan kegiatan SPI di seluruh UPT lingkup BPSDMP 2) Mengidentifikasi kendala/masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan SPI 3) Merumuskan langkah tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja dimasa yang akan datang.3. Survey observasi. Konsolidasi Sistem Pengendalian Internal (SPI) Tujuan: 1) Membina pelaksanaan SPI di UPT lingkup Badan PPSDMP 2) Memantau dan melaksanakan supervisi proses dan kemajuan pelaksanaan SPI di UPT lingkup Badan PPSDMP 3) Mengkonsolidasikan kegiatan SPI di Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP 4) Mengidentifikasi kendala/masalah secara dini dan melakukan pengendalian 5) Bahan usulan untuk penyempurnaan pelaksanaan kegiatan tahun mendatang 6) Kesamaan persepsi dalam pelaksanaan SPI di UPT lingkup Badan PPSDMP 7) Informasi tentang proses dan kemajuan pelaksanaan SPI di UPT lingkup Badan PPSDMP 8) konsolidasi dan sinkronisasi kegiatan SPI di Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP Mekanisme/Metode 1) 2) 3) Documental study.2012 169 .4. Workshop.

menyusun rencana tindak lanjut penyelesaian kasus-kasus kerugian negara di lingkup BadanP PSDMP dan menyamakan data temuan hasil pemeriksaan yang dimiliki Badan PPSDMP dengan lembaga auditor (BPK.3. 3) Mengolah serta menyajikan data dan informasi mengenai tanggapan dan tindak lanjut penyelesaian hasil pengawasan dalam bentuk laporan dan bentuk-bentuk lainnya.7. Penyusunan LAKIP Sekretariat Badan dan LAKIP Badan PPSDMP Tujuan 1) Memperoleh informasi tentang kinerja pelaksanaan kegiatan Sekretariat dan Satuan Kerja (Satker)/unit kerja PSDMP. BPKP dan Itjen Kemtan). 3) Dokumen LAKIP Mekanisme /Metode 1) Pertemuan. Sekretariat Badan PPSDMP lingkup Badan PSDMP Tahun 2011 sebagai bahan LAKIP Badan 3. 2) Menindaklanjuti laporan hasil pengawasan (LHP) baik secara korespondensi maupun kunjungan lapangan. Output 1) Data dan informasi yang berhubungan dengan tanggapan dan tindak lanjut hasil pengawasan dari seluruh Satuan Kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 3) Pembinaan. 2) Meningkatkan kemampuan aparat dalam penyusunan LAKIP melalui pembinaan. 4) Penyusunan laporan. 170 . 3) Penyusunan LAKIP Output 1) Informasi tentang kinerja pelaksanaan kegiatan Sekretariat dan Satuan Kerja (Satker)/unit kerja lingkup Badan PSDMP Tahun 2011 sebagai bahan LAKIP Badan PPSDMP 2) Peningkatan kemampuan aparat dalam penyusunan LAKIP melalui pembinaan. Tindak Lanjut Penyelesaian Hasil Pemeriksaan Tujuan 1) Mengumpulkan data dan informasi yang berhubungan dengan tanggapan dan tindak lanjut hasil pengawasan dari seluruh Satuan Kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 4) Menyelenggarakan dan menghadiri pertemuan konsultasi dengan lembaga auditor untuk menindaklanjuti kasus-kasus kerugian negara di lingkup Badan PPSDMP. Sasaran: Kantor Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP Waktu: Januari s. 2) Diskusi. 2) Tindaklanjut hasil pengawasan (LHP) baik secara korespondensi maupun kunjungan lapangan.6.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan.

menyusun rencana tindak lanjut penyelesaian kasus-kasus kerugian negara di lingkup Badan PPSDMP dan menyamakan data temuan hasil pemeriksaan yang dimiliki Badan PPSDMP dengan lembaga auditor (BPK. Mekanisme /Metode 1) Persiapan. BPKP dan Itjen Kemtan). Penyusunan Laporan Badan PPSDMP.2012 171 . Konsolidasi Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Lingkup Badan PPSDMP Tujuan 1) Meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap penyelenggaraan kepemerintahan. 3) Diskusi. 4) pemutahiran data. 2) Pertemuan. dan kunjungan lapang dalam rangka tindak lanjut LHP Sasaran: Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu: Januari s.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. Sekretariat Badan PPSDMP 3. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Tujuan Menyusun berbagai bentuk laporan yang akan disampaikan kepada berbagai kepentingan.8. 2) analisa pengolahan data. Sekretariat Badan PPSDMP 3.3) Laporan mengenai tanggapan dan tindak lanjut penyelesaian hasil pengawasan 4) Terselenggaranya pertemuan konsultasi dengan lembaga auditor untuk menindaklanjuti kasus-kasus kerugian negara di lingkup Badan PPSDMP. 4) Penyusunan laporan Sasaran: Kantor Pusat Badan PPSDMP Waktu: Januari s. 3) koordinasi/konsultasi.9. serta pembinaan penyusunan laporan di satker/unit kerja lingkup Badan PSDMP Output 1) Laporan Rapim Kementerian Pertanian 2) Laporan Rapim Badan PPSDMP 3) Laporan Raker/RDP DPR RI 4) Laporan Bulanan Sekretariat 5) Laporan Bulanan Badan PPSDMP 6) Laporan Bulanan kegiatan Kepala Badan PPSDMP Mekanisme /Metode 1) Persiapan.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan.

2) Pengolahan bahan informasi. Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. Sasaran: Kantor Pusat Badan PPSDMP Waktu: Januari s. 5) Peningkatan atas tindak lanjut hasil pengawasan dan terjalinnya komitmen antara pihakpihak yang berkepentingan dalam membangun tata kepemerintahan yang baik (good governance).. 3) Meningkatnya koordinasi antar pimpinan satker lingkup Badan PPSDMP. Sekretariat Badan PPSDMP 3. 4) Tindak lanjut hasil pemeriksaan.d Desember 2012. brosur. 3) Pemutakhiran Data. 4) Melakukan introspeksi pimpinan instansi sebagai salah satu sarana percepatan. Output media informasi berupa : Materi informasi disusun dalam berbagai format kemasan yaitu leaflet. 3) Meningkatkan koordinasi antar pimpinan satker lingkup Badan PPSDMP.Penyusunan Materi Informasi Tujuan: Hasil penyusunan materi informasi menjadi salah satu wahana informasi bagi para pemangku kepentingan (stakeholders). Sasaran: Pusat. selain dapat mengetahui dan memahami juga dapat memberi masukan terhadap kebijakan. Sekretariat Badan PPSDMP 172 . Output 1) Meningkatnya efektivitas pengawasan terhadap penyelenggaraan kepemerintahan. Satuan Kerja lingkup Badan PPSDMP dan Masyarakat luas / Stakeholders Waktu: Januari s. program dan kegiatan Badan Pengembangan SDM Pertanian. Mekanisme /Metode: 1) Pengumpulan bahan informasi. 2) Meningkatnya kesadaran dan tanggung jawab pimpinan tentang pentingnya tindak lanjut hasil pengawasan. 4) Melakukan introspeksi pimpinan instansi sebagai salah satu sarana percepatan. bulettin. 3) Penyampaian laporan. Mekanisme /Metode 1) Monitoring dan koordinasi. kliping. 5) Penyusunan Laporan Perkembangan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan.2) Meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab pimpinan tentang pentingnya tindak lanjut hasil pengawasan. 5) Peningkatan tindak lanjut hasil pengawasan dan dapat terjalin komitmen antara pihak-pihak yang berkepentingan dalam membangun tata kepemerintahan yang baik (good governance).10. 2) Rekapitulasi dan pengiriman ke obyek pemeriksaan LHP.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. dan keping DVD.

konsumsi Sasaran: Masyarakat luas / Stakeholders Waktu: Januari s.d Desember 2012. Mekanisme /Metode 1) persiapan 2) pelaksanaan kegiatan 3) penyusunan laporan Sasaran: Satker lingkup Badan PPSDMP dan stakeholders Waktu: Januari s. kunjungan Pers.11. pemahaman dan mendapatkan masukan atas program kegiatan/ kebijakan Badan PPSDMP dalam rangka perbaikan pelaksanaan program/kebijakan di BPPSDMP Mekanisme /Metode 1) Metode pelaksanaan kegiatan adalah melalui Pameran. 2) Membangun citra positif Badan Pengembangan SDM Pertanian dalam mendukung pembangunan pertanian. Dukungan kegiatan adalah ATK bahan habis pakai. pemahaman dan memberikan umpan balik terhadap program kegiatan/ kebijakan BPPSDMP dalam rangka perbaikan pelaksanaan program/kebijakan di BPPSDMP Output: Meningkatnya pengetahuan. Liputan/Jumpa Pers. Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. Publikasi media TV dan Radio. Temu Koordinasi Kehumasan Tujuan: Menyamakan persepsi dan meningkatkan wawasan aparat pelaksana kehumasan tentang kegiatan kehumasan dan kegiatan Badan PPSDMP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.12. Sekretariat Badan PPSDMP 3.3. Output 1) Acara resmi kegiatan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dapat berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan aturan keprotokolan.2012 173 . Penyelenggaraan kehumasan dan keprotokolan Tujuan 1) Menerapkan norma-norma tata aturan acara resmi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian sehingga acara tersebut dapat berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan aturan keprotokolan. Sekretariat Badan PPSDMP.13.d Desember 2012. Penyebaran Informasi Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. Sewa Rubrik. 3. 2) Terbangunnya citra positif Badan Pengembangan SDM Pertanian dalam mendukung pembangunan pertanian. Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan.

Output: Kesamaan persepsi bagi aparat pelaksana kehumasan tentang kegiatan kehumasan. dan kegiatan Badan PPSDMP Mekanisme/Metode: 1) 2) pertemuan dan.1. Pengembangan dan Kodefikasi Produk Hukum lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: 1. tinjauan lapangan. Output: 1) 2) 3) 4) 5) Katalog Buku referensi Majalah Iptan Perundang-undangan Audio visual baik dalam bentuk CD maupun melalui jaringan internet dan intranet Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) Pengadaan Buku Perpustakaan Pengelolaan dan Pengembangan Perpustakaan Digital. Penyelenggara/Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. Kepegawaian. Pengadaan bahan pustaka yang telah diseleksi Sasaran: Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s/d Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. Menginventarisasi dan menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan hukum di unit kerja lingkup Badan Penyuluhan danPengembangan SDM Pertanian 174 . Pengelolaan dan Pengembangan Perpustakaan Digital Tujuan: Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perpustakaan yang seiring dan sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dengan mengembangkan perpustakaan digital yang mampu menyediakan informasi secara cepat jelas dan akurat.14. Sekretariat Badan PPSDMP 4. Inventarisasi Permasalahan Hukum. Sekretariat Badan PPSDMP 3. Menyusun dan menerbitkan produk hukum untuk menindaklanjuti kebijakan/peraturan di bidang SDM Pertanian 2. Rumah Tangga dan Tata Usaha 4. Sasaran: Pejabat/pelaksana kehumasan lingkup Kementerian Pertanian dan UPT Lingkup Badan PPSDMP Waktu: Juni 2012. Organisasi.

3. Sosialisasi Sasaran: 210 produk hukum WaktuPelaksanaan: Januari sampai dengan Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi. identifikasi. Bagian Umum Sekretariat Badan 4. pengumpulandanpengolahan data 3.2. Peraturan dan Keputusan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian) 2. tata hubungan kerja dan rincian tugas pekerjaan unit kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian 3) Dokumen usulan penghargaan Abdi bakti tani 4) Dokumen Indek penerapan Nilai-nilai Budaya Kerja (IPNBK) 5) Dokumen Indek kepuasan Masyarakat (IKM) Mekanisme/Metoda: 1) Rapat /pertemuan 2) kunjunganlapangan 3) pengumpulan./pertemuan 2. Peraturan Perundangan (Peraturan dan Keputusan Menteri Pertanian. Terpahaminya peraturan perundangan yang berlaku Mekanisme: 1. Pemantapan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: Meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi unit kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Output: 1) Dokumen rancangan pengembangan kelembagaan lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian 2) Dokumen SOP. pengolahan data danpenyusunandokumen 4) sosialisasi Sasaran: Kantor pusat dan Unit Pelaksana teknis lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Waktu Pelaksanaan: JanuarisampaidenganDesember 2012 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Rapat. Melaksanakan bimbingan teknis di unit kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian agar dalam penyusunan produk hukum sesuai dengan peraturan perundangundangan Output: 1.2012 175 . Inventarisasi.

Sinkronisasi SOP dan Analisis Jabatan/Uraian Jabatan Tujuan: 1) Untuk meningkatkan pelayanan dan tata kelola administrasi dan manajemen yang efektif dan efisien 2) Untuk mensinergikan uraian jabatan dengan analisis jabatan dalam rangka meningkatkan profesionalisme aparatur sehingga terwujud pemerintahan yang baik Output: Tersusunnya SOP yang sinkron dengan uraian jabatan Mekanisme/Metode: Koordinasi. rapat/pertemuan Sasaran: Semua aparatur Waktu Pelaksanaan: Januari sampai dengan Desember 2012 176 . Bagian Umum Sekretariat Badan 4. Bimbingan Teknis Organisasi dan Metoda Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi Output: Terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas KKN Lingkup Badan Sasaran: Aparatur Lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Waktu Pelaksanaan: Januari sampai dengan Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi. Bagian Umum Sekretariat Badan 4.3.4.5.Penyelenggara/Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi. Workshop Penyusunan Produk Hukum Tujuan: 1) Untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman SDM pertanian dalam penyusunan produk hukum 2) Mewujudkan keseragaman bentuk produk hukum 3) Mewujudkan keterpaduan materi dan koordinasi dalam penyusunan produk hukum 4) Menjamin produk hukum sesuai dengan kebutuhan dan system hokum nasional 5) Menjamin kepastian hukum dalam penyusunan produk hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan Output: 1) Tersusunnya produk hukum lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Sasaran: Aparatur yang terampil menyusun produk hukum Waktu Pelaksanaan: Januari sampai dengan Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi. Bagian Umum Sekretariat Badan 4.

dan Pengembangan Pegawai Tujuan: Meningkatkan kualitas dan kuantitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) di setiap unit kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. akademisi dll dalam rangka penyempurnaan Naskah Kebijakan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Output: 1) Rancangan Naskah Kebijakan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani 2) Daftar Inventarisasi Masalah Naskah Kebijakan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Mekanisme/Metode: Rapat dan pertemuan Sasaran: Petani WaktuPelaksanaan: Januari sampai dengan Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi.8.7. Bagian Umum Sekretariat Badan 4. dan FGD / jaring pendapat dari pakar. masyarakat.Penyelenggara/Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi. Bagian Umum Sekretariat Badan 4. ahli. seminar.6. Bagian Umum Sekretariat Badan 4. Sosialisasi Kebijakan Bidang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Tujuan: Menyebarluaskan dan memberikan pemahaman kepada petani tentang Kebijakan Bidang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Output: 1) Naskah Kebijakan Bidang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani 2) Peraturan-peraturan tindak lanjut Naskah Kebijakan Bidang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Mekanisme/Metode: Pertemuan dan sarasehan Sasaran: Petani kecil yang luas lahannya kurang dari 2 ha Waktu Pelaksanaan: Januari sampai dengan Desember 2012 Penyelenggara / Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Perencanaan. saran. Pembinaan. Penyusunan dan Pembahasan Naskah Kebijakan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Tujuan: Menghimpun masukan.2012 177 .

4) Dokumen sumpah pegawai dan Izin Belajar. Output: 1) Surat Keputusan (BKN. Mentan. 2) Peningkatan kemampuan dan keterampilan pegawai dalam mendukung tugas pokoknya. pensiun). Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian 4. Mekanisme/Metode 1. 2) Dokumen yang berkaitan dengan administrasi kepegawaian. 5) Dokumen pembinaan pegawai Mekanisme/Metode: 1) Rapat-rapat/pertemuan/koordinasi. Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Bagian Umum. 2. keahlian. Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Bagian Umum. Pertemuan/ rapat/ koordinasi/ apresiasi/ sosialisasi.10.Output: 1) Dokumen formasi dan kebutuhan pegawai unit kerja lingkup BPPSDMP. serah terima jabatan. dan fakta integritas. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Pengumpulan dan pengolahan data. pengetahuan. gaji berkala.9. Sasaran : 750 dokumen Waktu Pelaksanaan: Januari s. Peningkatan Kompetensi Pegawai Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: Meningkatkan wawasan. Kepala Badan) yang berkaitan dengan administrasi kepegawaian (Surat Keputusan pangkat. mutasi alih tugas. sumpah pegawai. 3) Layanan bimbingan/kajian-kajian/konsultasi. Output : Peningkatan kompetensi pegawai 178 . Sekretaris Jenderal. jabatan. Biro Organisasi dan Kepegawaian. 3) Dokumen pelantikan dalam jabatan. 4.d. Optimalisasi Pengelolaan Administrasi Kepegawaian Tujuan: Meningkatkan pelayanan prima kepada setiap pegawai di unit kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. Sasaran: Pegawai lingkup unit kerja Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Waktu pelaksanaan: Januari s. impassing. dan kemampuan pegawai dalam menunjang pelaksanaan tugas-tugas kedinasan. 3) Sertifikat kelulusan Ujian Dinas dan KPPI.d. 2) Sosilisasi/workshop.

12.11.Mekanisme/Metode : Diklat. workshop. Output: Data pegawai yang akurat dan mutakhir Mekanisme/Metode: Workshop. pembinaan. Penyelenggara/Pelaksana : Bagian Umum. Penyusunan Kompetensi Pegawai Tujuan : Menentukan kualifikasi dan syarat suatu jabatan lingkup Badan penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Sasaran: Kantor pusat dan UPT lingkup BPPSDMP Tempat dan Waktu pelaksanaan : Kegiatan akan dilaksanakan di Jawa Barat pada bulan Februari 2012. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Pembinaan dan Pengembangan Pegawai Calon Purnabhakti Tujuan: Meningkatkan kualitas dan produktifitas pegawai purnabhakti yang berhasil guna mendukung keperluan bagi dirinya dan keluarganya. 4. Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana :Bagian Umum. 2) Meningkatkan koordinasi yang baik antara para pengelola data kepegawaian di lingkungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.13. pengolahan data dan validasi data. Sasaran : Pegawai lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Waktu pelaksanaan :Januari s. 4. sosialisasi. 4. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.d. Output: Peningkatan kompetensi pegawai calon purna bhakti di bidang agribisnis Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. seminar.2012 179 . Output: Standar kualifikasi jabatan Mekanisme/Metode: Sosialisasi/workshop Sasaran: Pegawai lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tempat dan Waktu pelaksanaan : Kegiatan akan dilaksanakan di Jawa Barat pada bulan Februari 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Bagian Umum. apabila telah purna tugas sebagai PNS. Pengembangan dan Pemutakhiran Data Pegawai Tujuan: 1) Meningkatkan fungsi pelayanan di bidang data dan informasi di lingkungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. apresiasi.

Mekanisme/metode: Pelatihan/magang/kunjungan lapangan. dan tepat waktu Mekanisme/metode: Koordinasi/pertemuan. Pengembangan Indeks Kinerja Kunci Individu Tujuan: 1) Memberikan acuan agar setiap kegiatan pelaksanaan tugas pokok oleh setiap PNS. meningkatkan. analisis kewenangan. Penyelenggara/Pelaksana : Bagian Umum. Tempat dan Waktu pelaksanaan: Kegiatan akan dilaksanakan di Jakarta pada bulan Mei 2012. 2) Identifikasi. Apresiasi Kesekretariatan Tujuan: Memberikan pemahaman dalam bidang pengelolaan 3M lingkup BPPSDMP. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Penyelenggara/Pelaksana: Bagian Umum. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 4. Sasaran: Pegawai Negeri Sipil lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. fungsi pada unit kerja BPPSDMP 3) Penyusunan instrument.15. tugas. Output: Dokumen /informasi mengenai Sasaran Kerja Pegawai dan Indeks Kunci Utama.14. Mekanisme/Metode: 1) Inventarisasi dan identifikasi dokumen Renstra. 180 . efisien. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Sasaran: Pengelola di bidang Kesekretariatan Tempat dan Waktu pelaksanaan: Kegiatan akan dilaksanakan di Bali pada bulan Maret 2012. dan memperbaiki manajemen kinerja dengan baik. Sasaran: Pegawai calon purnabhakti lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 2) Memperoleh informasi kinerja yang penting dan diperlukan dalam menyelenggarakan. Penyelenggara/Pelaksana : Bagian Umum. 4. selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam Renstra dan Renja organisasi. 4) Sosialisasi/workshop. Tempat dan Waktu pelaksanaan: Kegiatan akan dilaksanakan di Jakarta dan Nusa Tenggara Barat pada bulan Maret 2012. Output: Sistem pelayanan teknis dan administrasi yang efektif.

serta faximile ke UPT lingkup BPPSDMP. Biro. kelompok. 5) Tersampaikannya surat melalui kurir ke Menteri Pertanian. atau Lembaga-Lembaga non Pemerintah baik swasta ataupun Internasional yang berada di Jakarta ataupun di luar Jakarta. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 4) Terkirimnya surat dan paket melalui kantor pos atau jasa kurir. Eselon II. dan unit kerja. Pusat-Pusat dan Lembaga-Lembaga binaan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian yang berada di kantor Pusat. Sekjen.16. Terselenggaranya urusan ketatausahaan lingkup Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: Badan 1) Memberikan pelayanan ketatausahan Kantor Pusat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian selama 1 tahun 2) Menyelenggarakan tata nasakah dinas dan ketatalakasanaan/kearsipan Lingkup Badan Penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian 3) Mensosialisasikan tata naskah dinas dan kearsipan lingkup UPT Badan PPSSDMP Output: 1) Tertib administrasi dan dokumentasi persuratan lingkup BPPSDMP.2012 181 . Pegawai di lingkup 4. 6) Terkirimnya penomoran surat keluar dan terasipnya dengan copy surat-surat keluar melalui sisitem kompoterisasi. Output: 1) Tersusunnya dan tersosialisasinya penyusunan Sasaran Kerja BPPSDMP.17. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Gubernur dan Lembaga-Lembaga terkait di daerah ataupun di luar negeri antara lain Kedutaan Besar RI dan Lembaga-Lembaga Internasional lainnya. Sasaran: Pejabat struktural Tempat dan Waktu: Kegiatan akan dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat pada bulan Juni 2012.4. Eselon I. Lingkup Kementerian Pertanian dan Kementerian yang terkait. 2) Tata nasakah dinas dan Kearsipan. Penyelenggara/Pelaksana : Bagian Umum. 3) Terdistribusinya surat. Mekanisme/metoda: Koordinasi/sosialisasi/apresiasi. Penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) Tujuan: Memberikan acuan bagi para pengelola pegawai dalam mengukur pencapaian sasaran atau tujuan setiap individu. 2) Terpahaminya dan terlaksananya teknik penyusunan sasaran kerja pegawai kepada pejabat structural di lingkungan BPPSDMP. paket wesel dan faximile yang diterima oleh Subbag Tata Usaha dab Rumah Tangga Kelompok Sekrtetariat Badan.

Sekretariat Badan PPSDMP 182 . Pelayanan Pool Kendaraan Dinas Lingkup Badan PPSDMP Tujuan: Meningkatkan kualitas pelayanan kendaraan Kantor Pusat Lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Output: Telayaninya keperluan Kendaraan baik roda 6. 4 dan 2 Lingkup Badan PPSDMP Mekanisme/Metode: Pelayanan operasional kendaran dinas Lingkup Badan PPSDMP Sasaran: 1) Kantor Pusat 2) UPT Lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s/d Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Bagian Umum.19. Peningkatan Kualitas Pelayanan Kerumahtanggaan Perkantoran Lingkup Badan PPSDMP Tujuan: Meningkatkan kualitas pelayanan Kerumahtanggaan Kantor Pusat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Output: Terlayaninya keperluan Rumahtangga Kantor Pusat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Mekanisme/Metode: Pelayanan operasional perkantoran Sasaran: 1) Kantor Pusat Badan PPSDMP 2) Kantor LBTC (loka bina taruna cibubur) 3) Kantor Mess/Pool BPPSDMP Waktu pelaksanaan: Januari s/d Desember 2012 Penyelengara/Pelaksanaan: Bagian Umum. Sekretariat Badan PPSDMP 4.Mekanisme/Metode: 1) Pencatatan surat.18. pendistribusiaan surat dan pendokumentasian administrasi katatausahan dan kearsipan Sasaran/Target: 1) Ketatausahaan lingkup Kantor Pusat Badan PPSDMP 2) Tata naskah dinas dan ketatalaksanaan/kearsipan Kantor Pusat dan UPT Lingkup Badan PPSDMP Waktu pelaksanaan: Januari s/d Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Bagian Umum. Sekretariat Badan PPSDMP 4.

3) Mengetahui perkembangan LM3 yang telah menerima fasilitasi dari Kementerian Pertanian.2012 183 . 2) Menyiapkan/memperbaharui data dan informasi tentang keragaan program pengembangan usaha agribisnis melalui LM3. Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) 5. dan desa) 2) Penyebaran LM3 berdasarkan subsektor (tanaman pangan. 2) Pengumpulan bahan. 5) Verifikasi data dan pemasyarakatan data. serta pengolahan dan pemasaran hasil pertanian) 3) Penyebaran LM3 berdasarkan usulan 4) Data LM3 Model Mekanisme/Metode: 1) Disain pengembangan data base.000 eksemplar Waktu Pelaksanaan: Januari s. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Sasaran/ Target: 1. Pemutahiran Data LM3 Tujuan: 1) Membangun sistem data dan informasi LM3. hortikultura. Sasaran: Meningkatnya akurasi dan kecepatan penyediaan data dan iinfromasi LM3 yang meliputi: 1) Penyebaran LM3 berdasarkan lokasi (provinsi.2. peternakan.5. Penyusunan Pedoman LM3 Tujuan: Memberikan acuan dan gambaran secara menyeluruh dan jelas agar terjalin koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan pola pemberdayaan dan pengembangan usaha agribisnis di LM3 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian. Output: Tersusunnya Pedoman Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Agribisnis LM3 tahun 2011 sebagai acuan kerja pelaksanaan kegiatan yang telah disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan. Output: Tersedianya data base data dan informasi mengenai LM3 yang akurat dan terbaru. Mekanisme/Metode: penulisan dan penyusunan. 4) Koordinasi dengan Eselon I terkait.d April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Tim Pelaksana LM3 BPPSDMP. 5. 3) Entry dan pengolahan data. kabupaten. kecamatan. diskusi dan pembahasan yang melibatkan Unit Kerja Eselon I terkait.1.

Penyebaran 5. 3) Diskusi/pembahasan penerapan pengelolaan LM3 Model. Mekanisme/Metode: studi banding dilakukan dengan cara mengunjungi. Apresiasi Pengelolaan LM3 Model Tujuan: merupakan ajang pertemuan antara pemimpin/pengelola LM3 Model dengan pihakpihak terkait untuk mengembangkan kerjasama usaha dan merumuskan pengelolaan LM3 bagi tumbuh dan berkembangnya lembaga-lembaga mandiri yang mengakar di masyarakat lainnya menjadi lembaga usaha agribisnis yang mampu berperan sebagai Pusat Informasi dan Pembelajaran dalam pengembangan agribisnis.3. Bali). Studi Banding LM3 Model Tujuan: menciptakan wahana belajar bagi para pengelola LM3. 2) Testimoni pengelolaan LM3 Model yang berhasil. 4) Perumusan strategi penerapan pengelolaan LM3 Model. Sasaran: Seluruh LM3 Model yang difasilitasi Kementerian Pertanian. November 2012 di 3 (tiga) tempat (Jawa Barat.Waktu Pelaksanaan: Januari s.4. Sasaran: Pengelola LM3 Model Waktu dan Tempat : September s.d. dan mempelajari proses dan kiat-kiat penerapan usaha agribisnis secara komprehensip. guna memperluas wawasan dan pengetahuan. Mekanisme/Metoda: 1) Arahan pengelolaan LM3 Model. teknologi produksi. melihat dari dekat. 5. Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: Sekretariat Badan PPSDMP. Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: Tim Pelaksana LM3. Waktu dan Tempat: Agustus s. Jawa Timur. Output: Terlaksanya studi banding bagi LM3 Model. serta membangun jaringan kerjasama baik dengan subsistem hilir maupun subsistem hulu. Oktober 2012 di Jawa Timur. 184 . meningkatkan motivasi dan pengalaman dalam mengembangkan usaha agribisnis mereka dengan mengunjungi dan melihat secara langsung ke lokasi/sentra agribisnis yang berhasil. terutama mengenai manajemen agribisnis. 5) Bimbingan Lanjut. pengolahan dan pemasaran hasil.d. Output: Terlaksananya kegiatan Apresiasi Pengelolaan LM3 Model yang juga melibatkan pelaku usaha agribisnis secara teknis.d. Penanggung Jawab kegiatan: Tim Pelaksana LM3.

2) Perumusan Pola dan Desain bimbingan LM3 Model. 2) Perumusan kebutuhan materi magang. 4) Magang.d.5. Penyusunan Buku Panduan Pengelolaan LM3 Model Tujuan: Memberikan acuan kegiatan bagi pemimpin/pengelola LM3 untuk menumbuhkan dan mengembangkan LM3 menjadi lembaga usaha agribisnis yang mampu berperan sebagai Pusat Informasi dan Pembelajaran dalam pengembangan agribisnis di Perdesaan.6.5. 4) Proses Pembelajaran/Bimbingan. Mekanisme/ Metode: 1) Survei Identifikasi kebutuhan bimbingan LM3 Model. 5. Mekanisme/Metode: 1) Survei Identifikasi LM3 Model peserta magang. Magang LM3 Model Tujuan: memberikan pembelajaran bagi Pengelola LM3 untuk belajar sambil bekerja secara nyata di kelembagaan Usaha Agribisnis sehingga LM3-nya menjadi lembaga usaha agribisnis yang mampu berperan sebagai Pusat Informasi dan pembelajaran dalam pengembangan agribisnis di Perdesaan. Penanggung Jawab kegiatan: Tim Pelaksana LM3. Bimbingan Lanjut LM3 Model Tujuan: untuk menumbuhkan dan mengembangkan kegiatan-kegiatan nyata di lapangan sehingga LM3 menjadi lembaga usaha agribisnis yang mampu berperan sebagai Pusat Informasi dan pembelajaran dalam pengembangan agribisnis di Perdesaan. Agustus 2012 di sentra agribisnis. Sasaran: LM3 Model Waktu Pelaksanaan: Maret s. 3) Penyusunan materi dan bahan serta jadwal bimbingan LM3 Model. Sasaran: LM3 Model yang termasuk dalam kategori berkembang. 3) Pemilihan dan penetapan lokasi magang.d.2012 185 . April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: 1) Penanggung Jawab 2) Pelaksana : Sekretariat Badan PPSDMP : UPT Pelatihan lingkup BBPSDMP 5. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Waktu dan Tempat : Juni s. Output: Pengelola LM3 Model yang mampu berperan sebagai Pusat Informasi dan pembelajaran dalam pengembangan agribisnis di Perdesaan.7. Output: Terlaksananya Magang bagi LM3 Model.

Koordinasi. 6) Menyediakan laporan berkala (bulanan. 4) Mengukur pencapaian dampak kegiatan sesuai dengan indikator yang ditetapkan. 4) Menganalis dan merumuskan solusi permasalahan di lapangan untuk perbaikan kegiatan ke depan bagi semua pihak terkait. dan Supervisi LM3 Tujuan: 1) Membimbing para pelaksana program pemberdayaan SDM dan Penguatan Kelembagaan Usaha Agribisnis LM3 di tiap tingkatan wilayah. Mekanisme/Metode: penulisan dan penyusunan. dan supervisi LM3 sehingga pelaksanaan kegiatan pemberdayaan dan pengembangan usaha agribisnis LM3 berjalan secara efektif. Sasaran: Pelaksana kegiatan program LM3 di tiap tingkatan wilayah dan Pengelola LM3.d Desember 2012. 7) dilakukan secara berkelanjutan sehingga LM3 tersebut mampu mengembangkan usahanya secara mandiri. 5) Mengukur tingkat efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program. 2) Mengetahui tingkat kemajuan kegiatan baik yang sedang berjalan maupun yang telah selesai sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan/tindakan yang diperlukan.d Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Tim Pelaksana LM3 BBPSDMP 5. koordinasi. 3) Menyediakan umpan balik dari seluruh stakeholders (pemangku kepentingan) dalam rangka penyempurnaan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. untuk meningkatkan kinerjanya dalam mengelola program tersebut.8. 2) Observasi dan kunjungan lapang. Penyuluh Pendamping. dan tahunan). 3) Diskusi mendalam dengan Pengelola LM3. masyarakat sekitar dan instansi terkait (UPT Pelatihan dan Dinas lingkup pertanian setempat). 186 .Output: Tersusunnya satu paket Buku Panduan Pengelolaan LM3 Model sebagai acuan kerja pelaksanaan kegiatan yang telah disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan. mampu mengembangkan dirinya sebagai motivator dan fasilitator pengembangan agribisnis di masyarakat sekitarnya (agent of development) Output: 1) Terlaksananya kegiatan pembinaan. 2) Tersedianya informasi berkala tentang kemajuan. triwulan. diskusi dan pembahasan Sasaran/ Target: 200 eksemplar Waktu Pelaksanaan: Januari s. Pembinaan. Waktu Pelaksanaan: Januari s. efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program beserta dampaknya. Mekanisme/Metoda: 1) Identifikasi masalah di lapangan. Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: Sekretariat Badan PPSDMP.

9. 3) Tindakan antisipatif terhadap permasalahan dan kendala yang dihadapi sehingga dapat segera dicari solusinya. juga dapat berpartisipasi dalam menyukseskan program tersebut. 2) Sebagai wahana komunikasi bagi para pemangku kepentingan (Stakeholder) serta masyarakat luas agar mereka selain dapat mengetahui dan memberi masukan terhadap program pengembangan usaha agribisnis LM3. Monitoring dan Evaluasi LM-3 Tujuan: 1) Mengetahui tingkat kemajuan kegiatan baik yang sedang berjalan maupun yang telah selesai sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan/tindakan yang diperlukan. September 2012 Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: Sekretariat Badan PPSDMP 5. 3) Pelaporan Hasil Monitoring Evaluasi dan Rekomendasi. Output: 1) Data dan informasi yang akurat tentang perkembangan LM3 yang telah dicapai. Output: 1) Tersedianya media tercetak dan media audio visual sebagai bahan informasi tentang kegiatan pemberdayan SDM melalui program LM-3.2012 187 . 2) Monitoring dan Evaluasi Lapangan. dan tahunan). mempromosikan serta sebagai wahana diskusi ilmiah populer dalam pengembangan sumberdaya manusia yang dikemas dalam bentuk multi media. 5) Rumusan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program LM3 di lapangan. 3) Menyediakan umpan balik dari seluruh stakeholders (pemangku kepentingan) dalam rangka penyempurnaan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Pengembangan Media LM-3 Tujuan: 1) Untuk mengkomunikasikan. 6) Menyediakan laporan berkala (bulanan. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 2) Hasil penilaian dan perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan LM3 agar berjalan lebih efektif dan efisien sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan. Sasaran: LM-3 yang difasilitasi oleh Kementerian Pertanian Waktu Pelaksanaan: April s. kemanfaatan serta keberlanjutan program dan kegiatan LM3. Mekanisme/ Metode: 1) Penyusunan disain dan instrumen monitoring evaluasi. 2) Membangun sikap aparat yang transparan dan akuntabel.10.d. triwulan. 6) Rumusan masukan untuk menyempurnakan program LM3 ke depan. 4) Informasi tentang efektivitas. 4) Mengukur pencapaian dampak kegiatan sesuai dengan indikator yang ditetapkan.5. efisiensi. 3) untuk menyusun strategi komunikasi untuk mendukung pelaksanaan program LM3 yang dikemas dalam berbagai media. 5) Mengukur tingkat efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program.

gambar). Menyediakan salah satu bentuk media informasi yang ditujukan khususnya untuk khalayak ramai. 2. Juni 2012.d. Pengelola LM3. 6. khususnya pemberdayaan SDM pertanian. Waktu Pelaksanaan: Maret s. sehingga masyarakat luas menjadi tahu tentang kinerja dan keberhasilan suatu program pengembangan LM3 Model. 3. 2. Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: Sekretariat Badan PPSDMP 5. pengolahan bahan. LM3 yang telah berhasil dalam mengelola dan mengembangan usaha agribisnisnya sebagai sumber materi. Tersedianya buku profile LM3 Model Meningkatnya dukungan dari pemangku kepentingan terhadap pelaksanaan program Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Agribisnis melalui LM3. 3. 2. Penyusunan Buku Profil LM3 Model Tujuan: 1. penetapan disain media. Mekanisme/Metode: 1. 5. 3. dan masyarakat umum. Mekanisme/Metode: 1. 3. pengumpulan bahan (materi. Instansi Pemerintah/swasta di luar Kementerian Pertanian serta masyarakat luas. Identifikasi kebutuhan sasaran. 5. Penerima manfaat adalah Penentu Kebijakan dan Pengelola Kegiatan/Program LM3. LM-3 dan masyarakat sebagai sasaran komunikasi. masyarakat petani sekitar LM3. Sebagai wahana informasi bagi para pemangku kepentingan (Stakeholder) yaitu Pejabat/Karyawan-karyawati lingkup Kementerian Pertanian. untuk mempromosikan hasil-hasil kegiatan pengembangan usaha agribisnis LM3 kepada masyarakat luas yang berminat di bidang pertanian.2) Meningkatnya dukungan dari pemangku kepentingan terhadap pelaksanaan program Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Agribisnis melalui LM3. Sasaran: 1. 2. 2. Output: 1.11. 4. 8. penyusunan/pembuatan media. 188 Penetapan tema dan desain buku Identifikasi dan penetapan LM3 Model yang dipilih Disain dan format buku profil LM3 Model Pengumpulan bahan (materi dan gambar) Pengolahan Bahan Penyusunan bahan Pembuatan Media Pencetakan dan penyebaran . 7. 4.

Pengembangan Data Base dan Informasi di Kawasan Agropolitan Mekanisme/Metode: 1) 2) 3) Penyusunan daftar isian untuk pengumpulan data dan informasi Pengumpulan dan pengolahan data Pembuatan dokumentasi kawasan agropolitan secara visual (dimulai dari penyusunan skenario. 2. editing. finishing: Maret s. Pemberdayaan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha di Kawasan Agropolitan Tahun 2012 Tujuan: 1) Menyediakan data dan informasi yang akurat dan faktual yang diperlukan untuk perencanaan fasilitasi dalam rangka pengembangan sistem dan usaha agribisnis di kawasan agropolitan 2) Menyebarluaskan informasi yang diperlukan untuk mempercepat pembangunan kawasan agropolitan.2. Waktu Pelaksanaan: 1) 2) 3) 4) Penyusunan daftar isian data base dan informasi : Januari s. November 2012. Juni 2012 Pembuatan skenario dan pengambilan gambar. Pengelola LM3.d.d. LM3 Model yang telah berhasil dalam mengelola dan mengembangan usaha agribisnisnya sebagai sumber materi.d.1. Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: Sekretariat Badan PPSDMP.d.2012 189 . Output: 1) 2) Data base dan informasi kawasan agropolitan. pengambilan gambar. 6. editing.d. Juni 2012 Penyebaran data dan informasi: Juni s.Sasaran: 1. dan pembuatan masterdisk) Sasaran/ Target: tersedianya data dan informasi yang lengkap dan dinamis dan mudah diakses tentang semua yang mempengaruhi sistem dan usaha agribisnis di kawasan agropolitan. masyarakat petani sekitar LM3. Penerima manfaat adalah Penentu Kebijakan dan Pengelola Kegiatan/Program LM3. Output: 1) 2) Penilaian 15 kawasan agropolitan Peta model kelayakan fasilitasi kawasan agropolitan mewakili 4 komoditas unggulan. Penilaian dan Pemetaan Kelayakan Fasilitasi Kawasan Agropolitan Tujuan: 1) 2) Melakukan penilaian kelayakan fasilitasi kawasan agropolitan di kabupaten/kota. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 6. Desember 2012. Memetakan kriteria kawasan agropolitan untuk menetapkan kelayakan fasilitasi berdasarkan tingkat perkembangannya. dan masyarakat umum. 6. Penyelenggara/ Pelaksana: Sekretariat Pokja Agropolitan BBPSDMP. Waktu Pelaksanaan: September s. Maret 2012 Pengumpulan dan pengolahan data dan informasi: Maret s. Dokumentasi kawasan agropolitan dalam bentuk visual.

6. Penguatan Kelembagaan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha (Di Tiga Kawasan Agropolitan Sebagai Model) Tujuan: 1) Menumbuhkembangkan kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha di kawasan agropolitan. dan perkebunan. 2) 3) Rumusan fasilitasi agribisnis di tiga kawasan agropolitan.d. konsepsi. Penataan dan Penguatan Organisasi dan Manajemen Pengelola Kawasan Agropolitan Tujuan: menyamakan persepsi. 2) Meningkatkan kemampuan pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengembangkan sistem dan usaha agribisnis.4. Terlatihnya 30 orang pelaku utama dan pelaku usaha di kawasan agropoliitan. Mekanisme/Metode: 1) 2) Penyusunan modul Pelatihan. Mekanisme/Metode: Pertemuan dan Pelatihan Sasaran/ Target: 1) 2) Kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha di tiga kawasan agropolitan sebagai model 30 orang pelaku utama dan pelaku usaha sistem dan usaha agribisnis di kawasan agropolitan 190 .Mekanisme/Metode: 1) 2) 3) Pembuatan instrumen penilaian Melakukan penilaian Penyusunan peta kelayakan Sasaran/ Target: terselenggaranya penilaian 15 kawasan agropolitan yang mewakili komoditas tanaman pangan. peternakan. dan implementasi pengembangan kawasan agropolitan. Oktober 2012. Penyelenggara/ Pelaksana: Sekretariat Pokja Agropolitan BBPSDMP 6.d. september 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Sekretariat Pokja Agropolitan BBPSDMP. Sasaran/ Target: Pengelola kawasan agropolitan Waktu Pelaksanaan: April s. Output: 1) 2) Modul pelatihan manajemen pengelolaan kawasan agropolitan 30 orang pengelola kawasan siap menjadi pelatih pengelolaan kawasan agropolitan. Waktu Pelaksanaan: Agustus s. hortikultura.3. Output: 1) Rumusan fasilitasi penguatan kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha di tiga kawasan agropolitan.

mengelola dan mengembangkan kawasan agropolitan. Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Sekretariat Pokja Agropolitan BBPSDMP. Penyelenggara/ Pelaksana: Sekretariat Pokja Agropolitan BBPSDMP. dan Kabupaten/Kota) Petani/kelembagaan ekonomi petani Swasta pengusaha agribisnis Kelembagaan penyuluhan Kelembagaan diklat Stakeholders terkait Waktu Pelaksanaan: Januari s. Pembinaan Program Pemantapan Kawasan Agropolitan Tujuan: 1) Mendapatkan informasi tentang pelaksanaan koordinasi pengelolaan dan pengembangan kawasan agropolitan. Monitoring dan Evaluasi Kawasan Agropolitan Tujuan: 1) Memonitor dan mengevaluasi kegiatan pengelolaan dan pengembangan kawasan agropolitan 2) Melakukan kegiatan koordinasi. yang mencakup rencana koordinasi pengembangan organisasi.2012 191 .5. pengendalian dan pembinaan. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Penyelenggara/ Pelaksana: Sekretariat Pokja Agropolitan BBPSDMP. Provinsi. Output: 1) 2) Informasi pengalaman koordinasi pengelolaan dan pengembangan kawasan agropolitan Rencana tindak lanjut koordinasi pengelolaan dan pengembangan kawasan agropolitan Mekanisme/Metode: pertemuan Sasaran/ Target: terselenggaranya pertemuan koordinasi pengelolaan dan pengembangan kawasan agropolitan. 6.6.d. Waktu Pelaksanaan: April dan Agustus 2012. saran perbaikan dan kerjasama fungsional antara Kelompok Kerja (Pokja). Mekanisme/Metode: monitoring dan pertemuan Sasaran/ Target: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Pokja Agropolitan (Pusat.Waktu Pelaksanaan: September 2012. Output: 1) 2) Data dan informasi tentang pengelolaan dan pengembangan kawasan agropolitan Umpan balik (feedback) tentang usulan kegiatan. 2) Media untuk bertukar pengalaman dalam hal merancang. manajemen pengelolaan dan pengembangan. permasalahan yang dihadapi serta hal-hal yang telah dicapai. 6.

Ato Suprapto. Pedoman ini dijadikan dasar dalam penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis untuk kelancaran kegiatan dan anggaran di lapangan. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Dr. PENUTUP Pedoman pelaksanaan kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian tahun 2012 ini disusun sebagai acuan bagi setiap pengelola dan pelaksana kegiatan baik di pusat maupun daerah. MS 192 . Ir.IX.

.

..................... Pemantapan Sistem Pelatihan Pertanian ............ 25 12...................... 9 3...2........................ Penatausahaan Kas dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendaharawan Instansi 24 12........ 3 2........ Tuntutan Perbendaharaan (TP) ............. 9 2........................................................1............... Landasan Operasional.. Ketentuan Umum............................................................................. Pengelola Anggaran Tugas Pembantuan di Tingkat Kabupaten/Kota 6 IV.................................110/J/12/11 Tanggal : 30 Desember 2010………………………………………………………………………………iii I........................ 27 13...................... Pengelola Anggaran Dekonsentrasi di Tingkat Provinsi 6 5................ Alur Pemantauan ........................1.... 28 13.................................................. 23 12........ 22 10..............2.......................... Pengelola Anggaran di Pusat 5 3............................................................................................ 4 2.......... Pelaporan ...i Daftar Isi……………………………………………………………………………………………………….... TARGET DAN INDIKATOR 3 1.... 28 13......................2.... 30 ii . 27 13.....5......DAFTAR ISI Kata Pengantar ……………………………………………………..............3.....................................1..........3.........................2..................... Perencanaan Kas Bulanan ................................................................1... DIPA Kantor Daerah ............................. PROGRAM DAN ANGGARAN KINERJA PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN 5 1.......1............................... Dokumen Pendukung Pelaksanaan ...................... Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian ............................. Pemantauan dan Pelaporan 27 13....................................................... Pengorganisasian Pengelolaan Anggaran Terpadu Berbasis Kinerja 5 2....3.1...... Penyusunan Target Penerimaan ............... Perencanaan Kegiatan dan Anggaran 8 2................................... 19 5...............4......................... Penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 8 2...................................... Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian ............. Pelaksanaan Kegiatan dan Pengelolaan Anggaran 16 5.............................4......... Tujuan Pemantauan ...................... 18 5...2........................1..................... 23 11. Pendidikan Menengah Pertanian ......... Pengajuan dan Pelaksanaan Biaya Kegiatan ......................3..................................2....................3....3.................4.. 18 5.......... 23 10............... 9 2..................... Target dan Indikator 3 2......... Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)............... Pengadaan Barang dan Jasa 20 9......................................................... Pembukuan Bendahara Instansi ............. Penggunaan Hasil Penerimaan Fungsional ...........................................................................2.. Prosedur Pencairan Hasil Penerimaan Fungsional ..………………………………………..........1..... 19 6.... 26 12............... 26 12. Perencanaan Kas .... 16 5............................... 22 10.................................... Jenis Laporan.................. Kelompok Penerimaan .6.............................6......................................... 27 12.................. Verifikasi 21 10................ 22 10..................... Tatalaksana Pelaporan .............................. Struktur Organisasi Pengelola Keuangan ......................... PENDAHULUAN 1 1......................................4.......... Revitalisasi Pendidikan Pertanian serta Pengembangan Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian ............... MEKANISME PENGELOLAAN KEGIATAN DAN ANGGARAN 8 1.. Perencanaan Kas Mingguan ..ii PERATURAN KEPALA BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN NOMOR: /Per/KU.......... Pengajuan dan Pelaksanaan Perjalanan Dinas Dalam Negeri ...............5........... Tuntutan Perbendaharaan 23 11..............................5.. 4 III............... Petunjuk Operasional Kegiatan 9 4................ 22 10.......................... DIPA dalam rangka Pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan .........3..........................3.....4.... Latar Belakang 1 2.... 17 5.............. Pengelola Anggaran di UPT Pusat 6 4................. 26 12. 3 2.......... Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP ) 22 10............... Program dan Kegiatan 3 2... Jenis Penerimaan ............................ PROGRAM........ Ruang lingkup 2 II........................ Revisi Anggaran 9 5................... Media Penyampaian dan Instansi Penerima Pelaporan ....................................................... Langkah-Langkah Penyusunan Perkiraan Penarikan Dana . 4 2......................... KEGIATAN.......... Tujuan 2 3................... DIPA Kantor Pusat ...........................

.................... Pengawalan dan Pendampingan Kelembagaan Usahatani di Pedesaan ………...6............................ Tuntutan Ganti Rugi 55 19... Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan 53 19.......... 64 3....... 36 Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP) 37 Sistem Pelaporan Kinerja Instansi Pemerintah .......... 55 19..... 62 2......3.......5.. Pengawalan dan Pendampingan Balai Penyuluhan Kecamatan…………………… 58 1......... 58 1..... Penataan dan Pengembangan Kelembagan Penyuluhan…………………………....................2..... 49 Kegiatan Pemantauan.. Perikanan dan Kehutanan………………………………………………………………........... 64 3................. Tuntutan Ganti Rugi (TGR) .....................5.......... 13............8...1. 65 3........ Fasilitasi Balai Penyuluhan Kecamatan.. 15....... Bimbingan Teknis Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh……………………......2.................................. Koordinasi Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan...................1 17........ Pengawalan dan Pendampingan Penyuluhan Pertanian Dalam Mendukung P2BN Di Lokasi SL-PTT (5760 Desa)………………………..... 18...V...12........................ 51 Badan PPSDMP untuk Kegiatan APBN.. Mekanisme dan Tata Hubungan Kerja Satuan Pengendali Intern Lingkup Badan PPSDMP untuk Kegiatan PHLN . 60 2.. Evaluasi Dan Pelaporan........ 33 Evaluasi Kinerja 34 Tujuan ......................................2...............3.......4......4.. 39 LAKIP 43 Laporan Lainnya 46 Jenis dan Waktu Penyampaian Laporan .3................ Pemberian Penghargaan Bagi Penyuluh Pertanian PNS..... 51 18......... Pengembangan Jejaring Usaha Kelembagaan Petani..6.......... 37 Penetapan Kinerja ........... 58 1........... 46 Alamat Pengiriman Laporan .........................3...1.......... 34 Pelaporan Hasil Evaluasi Rencana Kerja (Renja) ............. 17. 56 PEMANTAPAN SISTEM PENYULUHAN PERTANIAN 57 1.11........................ 48 Koordinasi Kegiatan Pemantauan.................9......5......4.. Format Pelaporan Hasil Pemantauan .....3............................................ 63 2...........2.1... 50 Mekanisme dan Tata Hubungan Kerja Satuan Pengendali Intern Lingkup ..... Penyuluh Swadaya.........................................5..... 63 2..... Penataan dan Pengembangan Ketenagaan Penyuluhan…………………………. 35 Laporan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) ........... 48 Hubungan Berdasarkan Fungsi Koordinatif .................2.................................................... 60 2.......... 57 1..................2......4...............2012 iii ......................... 52 18........ 61 2..............5............. Pemberian Penghargaan Bagi Petani dan Gapoktan Berprestasi ………………......1......4....................6....... Pembinaan Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian dan Angka Kreditnya Tingkat Provinsi dan Kab/Kota ……………………………... 36 Format Pelaporan Evaluasi Kinerja .. Temu Teknis dan Temu Karya Penyuluh Pertanian 13.................................. 32 Pedoman Pengisian Formulir Hasil Pemantauan .......600 DESA) ……………………………………… 60 2.......................6................... 61 2......................... evaluasi dan pelaporan 48 Koordinasi Berdasarkan Hubungan Hirarki ......... Apresiasi Pengurus Kelembagaan Petani (Rembug Tani)…………………………............... Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Petani (5 Jurus Kemampuan Kelompok Tani)………………………………………………… 60 2................ Pertemuan Pengurus Kelembagaan Usaha Tani……………………………………... 15....2.......................1........ 14............ Pembinaan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian……………………………………... 18............ 64 3....... Kelembagaan Teknis dan Kelembagaan Litbang………………………………………...... 57 1.......................................... Pemberdayaan Petani Berbasis Teknologi di Kutai Kertanegara .........1..........................7....... 17..1... 14.... 65 3..... 17. Fasilitasi Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Pertanian Pusat ……………………............ 58 2..... 14..........................57 1...... Pengawalan dan Pendampingan Poktan dan Gapoktan…………………………................................. Fasilitasi Wadah Koordinasi Penyuluhan Pertanian................3.... 16................ 49 Sistem Pengendalian Intern 50 Pengendalian Intern Kegiatan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian ........ 15.......... Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA....2.................................... Pembinaan Penyuluh Pertanian Swadaya …………………………………………… 65 3. 34 Mekanisme Evaluasi Kinerja .......1. PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI METODE DEMFARM DENGAN POLA SL-AGRIBISNIS PADI (3.......2...... 14......4........7.........................................3............... 60 2................... 49 Hubungan Teknis Fungsional .... Pembinaan Poktan dan Gapoktan............10... 18.... Evaluasi Pembinaan Poktan dan Gapoktan ... 17....... Proses Usaha Mendapatkan Pengantian Kerugian Negara ........... 16.... 14...... Koordinasi Pimpinan Kelembagaan Petani Tingkat Nasional ……………………........................... 15. Pengembangan Profesionalisme Penyuluh Pertanian ……………………………........ Penataan dan Pengembangan Kelembagaan Petani dan Usaha Tani 59 2. 61 2.......... 66 3........... 14... THL-TB PP Teladan dan Balai Penyuluhan Kecamatan Terbaik…………………… 66 3.................. 16.

..................... 3......... 71 Penyusunan dan Penggandaan Materi Penyuluhan bagi Poktan dan Gapoktan. 4... 3............... 7.............. 8..11........................ 4...............11.. 5............ 72 Penyusunan Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian…………………....2...........................18..................................... 71 Pencetakan Buku Saku Penyuluhan Pertanian………………………………………............12.............. 8..... 5...16.......... 5..10............. 8................ 8.. 76 Pengembangan Database Kelembagaan Penyuluhan Pertanian…………………..........................3........... 8.......... 88 Peningkatan Kapasitas Penyuluh di Lokasi BPP .......................................16/2006 dan Peraturan-Peraturan Lainnya………………………………………………………............... 68 Koordinasi Komisi Penyuluhan Pertanian Provinsi (KPPP)………………………......... 4...1.... 70 Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Cetak……………………………………...8.............7............... 78 Mobil Unit Penyuluhan Pertanian dan Kendaraan Operasional Roda 2 bagi Penyuluh Pertanian………………………………………...8... 74 Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian……………….. 66 Pengembangan Profesionalisme Staf……………………………………………….. 73 Administrasi Kegiatan…………………………………………………………………… 73 Koordinasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian……………………………….. 3........... 90 Pertemuan Pimpinan Kelembagaan Tingkat Nasional ....7...9.............. 5................ 90 Pertemuan Konsultasi Program (SC dan Tim Teknis) .... 71 Penggandaan Materi Penyuluhan Provinsi dan Kab/Kota.... 70 Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Radio ………………………………… 70 Penerbitan Majalah Ekstensia…………………………………………………………..13........................1.......... 3.... 70 Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Televisi………………………………..9... 8.. 8..................... 5.. 5. 5.12... 8. 80 Penguatan Sistem Penyuluhan yang Berorientasi pada Kebutuhan Petani (FEATI) 86 Asistensi Pengembangan Kelembagaan Formal Ekonomi (Koperasi dan BUMP) Tingkat Kabupaten ........ 69 Apresiasi Cyber Extension (3 Regional)……………………………………………… 69 Apresiasi Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN)…...5..................................... Standar...... 3. 72 Penyusunan Program dan Kegiatan Pengembangan Penyuluhan Pertanian……......................15........... 6.. 5..14.12........4.... 77 Kendaraan Bermotor...... 3...... 4... 68 Pengawalan dan Pendampingan THL-TB PP Penyuluh Pertanian………………… 68 BOP Penyuluh Pertanian PNS....................... 88 Apresiasi Gerakan Tindakan Anti Korupsi ... 67 Apresiasi Peningkatan Kapasitas THL-TB PP Penyuluh Pertanian………………........ 75 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK)…………………………………………………… 76 Penyelesaian Peraturan Presiden Tindak Lanjut UU No........ 88 Apresiasi Implementasi Peningkatan Skala FMA ........ 4... 5.............................................7..1..17................ 3....................... 3...............11..........................10..........3.10.... 71 Penyusunan dan Penggandaan Materi Penguatan Kelembagaan Petani dan Usahatani …………………………………………………............... 86 Penyusunan Proposal FMA Berorientasi agribisnis ... 69 Materi Penyuluhan Yang Dihasilkan…………………………………………………........................... 68 Honorarium dan BOP THL-TB PP. 4........8.............. 87 Bantuan Sosial Bagi UP-FMA ................6......11............ 87 Fasilitasi bagi Organisasi Berprestasi Dalam Membangun Kemitraan Usaha .................................................... 5........ 5. 79 Pengadaan Alat Multimedia..................6............ 76 Pengembangan Database Ketenagaan Penyuluhan Pertanian…………………… 77 Pengembangan Database Kelembagaan Petani……………………………………. 5...... 89 Pameran Pertanian .2... 7................... 8...... 4......9... 70 Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Radio………………………………….... 71 Langganan Tabloid Pertanian... 4.. 86 Fasilitasi FMA oleh Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan Tim Pengembangan Organisasi Petani (TPOP) .......... 73 Pertemuan Penyusunan Rencana Kerja dan Evaluasi Penyelenggaraan Dalam Rangka Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian……………………….................. 91 Pemberian Penghargaan bagi UP-FMA terbaik Tingkat Nasional.........5......................... 4.................. 78 Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi....... 90 Pertemuan Konsolidasi Audit . 5............................. 8........ 8.............1.5.... 5.................10...................3..6. 8...... 69 Pengembangan dan Penyusunan Materi Cyber Extension………………………............9.....4..4.... 8.... 67 Pendampingan/Binaan Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian………………………… 67 Fasilitasi Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional (KPPN)…………………………. 8. 4....13. 6..............................8......... 4.............. 3........................................................14..14... 3.13........ Pedoman dan Kebijakan yang dihasilkan dan dikembangkan…………………………………………………… 72 Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian………………………………………......... 91 iv ..1................ 8... 74 Kerjasama Pengembangan Penyuluhan Dalam dan Luar Negeri…………………....2...................... 71 Pengawalan dan Pendampingan Sistem Informasi Penyuluhan…………………… 71 Norma.....3..... Dalam Rangka Mendukung 4 Sukses Pembangunan Pertanian…………………... 5.... 4.... 89 Perencanaan dan Evaluasi Program ............

... TOT – SL Kakao kerjasama dengan PT...................................... Peningkatan Kapasitas Motivasi Petani Kerjasama dengan PT............ 93 8...................10............ 121 6........3................................................................ Sekolah Lapang Sayuran..................................21....... Diklat Pertanian bagi Aparatur 97 1.................................................................. 122 6................................................................11...... 121 6........ 93 8........................1......... Pemberdayaan Perdesaan dan Pembangunan Pertanian (Program READ) 116 6..........................14........... 117 6................. Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan koordinator BPP ..............................18.. Penyusunan Laporan SAI ........... 122 6.................. 120 6..........................................17................... Diklat Prajabatan ............20........................ Penilaian Proposal FMA oleh Tim Verifikasi Kabupaten .... Perlengkapan Cocoa Development Centre (CDC) dan VCC kerjasama dengan PT..............15......23......... Pertemuan Pengurus UP-FMA............ Refresh Training (Rapat Koordinasi) ........................................... TOT Pengarusutamaan Gender untuk Fasilitator Desa .................... Penyediaan Pengering Copra ............................................. 118 6........... 118 6.....19...........................................28... Pengadaan Peralatan Pasca Panen ........................................... 111 2................ Pembinaan Keuangan..... Pelatihan Penyegaran Padi/Jagung bagi Penyuluh Pertanian ...................................... 95 8............. Lokakarya Penggunaan Traktor .........................22. Lokakarya Monitoring Demo Perbanyakan Benih Padi/Jagung ....................... Diklat Pertanian bagi Non Aparatur 111 2..........................21.....12..... 122 6........ Demo Perbanyakan Benih Padi/Jagung....9.....6.............. 114 3.........................19....... Pelaporan Kemajuan Pelaksanaan Kegiatan ............................................. 124 6.............................................. 124 6...3..................1.........25................... Evaluasi Dampak Program FEATI ....................... Pengadaan Konsultan ........MARS ................ 8....................... Pengadaan Ternak ............................... 119 6............. 123 6................................. Pelatihan Teknis Pertanian .......16.......................................... Penyusunan dan Perbanyakan Dokumen Keberhasilan FEATI ..4.......................... Manajemen dan Revisi Project Implementation Manual (PIM) ............. 114 4.................... Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pelatihan Swadaya (P4S) ...... 92 8....................VI.................... Review akhir Pelaksanaan Program ................. Survey Desa / Participatory Rural Appraisal (PRA) ...... 92 8............................... Penyediaan Dana Pengembangan Sayuran ........................4............................................................................18...................................................................................................................... 112 2.......................................... 123 6.......................... Pengadaan Benih Unggul dari BPTP .........2............................................................1.................. 95 8.......7.................. Pengadaan Konsultan Monev......... MARS ....... 95 8.......................................1...............26...................... 118 6....... Studi Banding bagi Ketua Unit Pengelola Dana Desa (UPDD)/ Ketua Kelompok READ .................. Monitoring dan Evaluasi. 96 PEMANTAPAN SISTEM PELATIHAN PERTANIAN 97 1.....................29...................................27............................ 94 8............20................................... 94 8.......................... Peningkatan Ketenagaan Pelatihan Pertanian 115 4....................................... Penguatan Kelembagaan Pelatihan Pertanian 113 3.......... Sekolah Lapang Kopra . Administrasi Kegiatan ........ 97 1..... 117 6..................................... 119 6.... 125 6.... 96 8.......................28.... Lokakarya Evaluasi Demo .. Pengadaan Kandang dan Fasilitasnya ........................... Sekolah Lapang Peternakan... MARS . 94 8....... Pengadaan Konsultan Fasilitator ......... 94 8.............................. 111 2..................... 121 6..........................................5............... 113 3.....22..... 118 6................. 117 6...................... Bantuan Dana Pengembangan UPDD ....................... 115 5.........26.................................................................................................. Lokakarya Review Tahunan ..........23...2..............24.................................. Pembinaan Pengelolaan Keuangan UP-FMA... Supervisi Bank Dunia ..2............... Pertemuan Awal ..................... Standar............................................................ 112 3.........................3........ Pengembangan Sarana dan Prasarana Diklat .................................17..........30........................25........ 120 6..15.....13...................... Pelatihan Agri Training Camp (ATC) ........................ 120 6.........24.. 125 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA...... dan Kebijakan 116 6........ 97 2................................. 121 6........................................ Pertemuan Tahunan ...........................................27......... Pelatihan Manajemen/Kepemimpinan ................ Diklat Dalam Jabatan...... 124 6................... Peningkatan Profesionalisme Widyaiswara dan Tenaga Kediklatan.................. Pedoman...................................................................................................1... Pertemuan Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan koordinator BPP ..............2012 v ...........1....1........... 123 6...................... Teknis Bidang Pemberdayaan serta Pengadaan Barang dan Jasa ..........8............2.................................... 116 6..................................................... TOT Pemasaran untuk Fasilitator Desa .............. 93 8.......................... Norma.............. Workshop Keberlanjutan Program FEATI ...................................................... 123 6. Pelatihan Kewirausahaan ......... Pelatihan Petani – SL kakao ....... Penataan dan Akreditasi UPT Pelatihan Pusat dan Daerah .......... 119 6....................16............................................. Pembinaan Monitoring dan Evaluasi UP-FMA ..........................

.... 132 4.............. 133 4......11......................................... Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa 131 4.................. Koordinasi Teknis Pendidikan Menengah Pertanian ..................................... 156 1.................... Sosialisasi revitalisasi Pendidikan.....................1............... 140 7................ 137 6........................................................... Penyusunan Perencanaan Program Kerjasama .....35...... 127 6................ 127 6..36.............. Pengembangan Program Pendidikan.................. 138 7.......................... 129 3..... Kelembagaan Pendidikan Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan 130 3... Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan PPSDMP...........5....................38............................................... 138 7........... Penyusunan Juklak dan Juknis .....6...... 126 6... Penyusunan RSKKNI Bidang Pertanian..... Fasilitasi Sertifikasi Penyuluh Pertanian..1.... Penilaian UPDD.................... 140 7....... Rapat Teknis Lingkup Pusat ............................................5........... 136 5............3.....2.......................... 158 1............................. Sertifikasi Dosen.................4....2.....3..... Pedoman dan Kebijakan yang Dihasilkan dan Dikembangkan 138 7. Pengembangan Teknologi Informasi............................... Standar................................................. 141 7.................................. Penyusunan Jurnal Teknologi .... 153 VI........3.......................37....... DUKUNGAN MANAJEMEN DAN DUKUNGAN TEKNIS LAINNYA 155 1..............................34......... Fasilitasi Program Pertukaran Siswa SMK-SPP ke Luar Negeri .........3......................................................... Evaluasi dan Pelaporan.. 125 6................................ 133 4..... Sosialisasi SKKNI ......................... 127 6....................................................................... 159 vi ........... 139 7.................. Magang bagi Guru SMK-SPP Bidang Produktif .. 126 6.............. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian......... Penyusunan Sistem Evaluasi Kinerja Fasilitator ................... 159 1........1................................ 142 8.. Apresiasi Program Kerjasama Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 159 1..................... Pengawalan Kegiatan TA...................... 156 1......................... Norma...................... 138 7........5.......10.............. Ketenagaan Pendidikan Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan 132 4......................................... SERTA PENDIDIKAN MENENGAH PERTANIAN 129 1................ Sinkronisasi Program Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian ............. 2013 ..................... Penyusunan Anggaran dan Kegiatan Tahun 2013 ....... Penyusunan Perencanaan Program Badan PPSDMP Tahun 2013............................. Penjaminan Mutu dan Evaluasi Diri 131 3.......................... 139 7..... Fasilitasi PKU Siswa SMK-SPP di Bidang Perkebunan Kelapa Sawit ............................................ 155 1...................... 152 8.1......... Penyusunan SBK TA.................... Penyusunan Bahan Evaluasi dan Laporan .....2..........2.................................... 140 7................ 134 4............................... Penyusunan RKA-K/L Pagu Anggaran TA........ Penyusunan Standar Biaya .............................3................. 155 1............. 158 1.............4..............1................. 2013 .........4........................ REVITALISASI PENDIDIKAN................................................................................ Penataan Kelembagaan Program Studi 130 3............................ Pengembangan Website dan Sistem Informasi 131 3........................ Pembekalan dan Pengawalan Sertifikasi Guru ............. 135 5...........1..... Pra Konvensi RSKKNI .... Peningkatan Kompetensi Metodologi Pendidikan dan Pengajaran bagi Tenaga Pendidik Pertanian .. SDM Pertanian yang Mendapat Sertifikasi Profesi 137 6.... 136 5................................... Koordinasi dan Sinkronisasi Program Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian ................7...................................... 2013 . Perencanaan Program dan Anggaran 155 1.... Monitoring........ Penyusunan Program dan Anggaran Tahun 2013 .2... Koordinasi Teknis Pendidikan Tinggi Pertanian .........10........ 126 6.....8. Pengembangan Media dan Informasi ............................................... Studi Kasus ...................... Pengawalan dan pendampingan......... Pendidikan S2 dan S3 bagi Aparatur Pertanian ...........6............... Peningkatan Profesionalisme Staff .....5..................9.......... Bimbingan Teknis Penyusunan Panduan Mutu ...............6....... 137 7.......................... Bimbingan Teknis Siswa SMK-SPP di Bidang Peternakan ........................... Pembuatan Media Publikasi .............................. 132 4... 126 6............ Fasilitasi Program Pertukaran Pendidik ke Luar Negeri . Aparatur Pertanian yang Mengikuti Pendidikan Formal Pasca Sarjana 129 1.........................32.... 134 4............... Penyusunan RKA-K/L Pagu Alokasi Anggaran TA..........4............................................................................. Profesi Bidang Pertanian yang Distandardisasi 135 5............33.................. Bimbingan Teknis Calon Asesor Kompetensi .....7.......5..11..........4.................... 156 1................ Optimalisasi Peluang Kerjasama Luar Negeri .........6.......... 134 5........................4..31................................ 132 4................ Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian ........................................... 2013 ....... 2012 dan Penyiapan Anggaran TA....................... 135 5...8...................... Konvensi SKKNI .....7............................................................ 152 8.................................................. Pembinaan dan Pengawalan Program dan Anggaran 130 3.........................8.........3.... 128 VII...2.........1............... 157 1............................ STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI PROFESI PERTANIAN....39......... Penyusunan Sistem Aplikasi Monev Program READ ..................

. 5......... 173 Temu Koordinasi Kehumasan ....... 185 Pembinaan. 169 Forum SPI Lingkup Badan PPSDMP .......... 165 Peningkatan Dukungan Teknis Pengelolaan BMN ............................. 160 Penyediaan Data Statistik SDM Pertanian ........5.......... 6........................................................................ 190 Penguatan Kelembagaan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha (Di Tiga Kawasan Agropolitan Sebagai Model) ...... LPJ........ 2... Verifikasi dan Pengelolaan BMN 161 Peningkatan Kualitas Laporan Keuangan ...........14...................... 3............................ 187 Penyusunan Buku Profil LM3 Model 188 Pemberdayaan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha di Kawasan Agropolitan……….... 2. 165 Forum Komunikasi Pengelola Keuangan dan Perlengkapan ..................................................... 184 Bimbingan Lanjut LM3 Model ..... 165 Peningkatan Koordinasi dan Konsultasi Pengelolaan Keuangan dan Perlengkapan ....... 186 Monitoring dan Evaluasi LM-3..11.... 189 Penataan dan Penguatan Organisasi dan Manajemen Pengelola Kawasan Agropolitan....... 4. 3........ Kepegawaian........ 3.. 3..... dan Pengembangan Pegawai ...........................8...2...................... 163 Peningkatan Kualitas Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).......... 5.. 183 Pemutahiran Data LM3 .....1.......3........... Monitoring dan Evaluasi.................13........ 2.......... 2.........10.......................15.....................6... 161 Peningkatan Dukungan Teknis Pengelolaan Akuntansi dan Verifikasi .............................14.......... 160 Pembangunan Sistem Database BPPSDMP yang terintegrasi ........ 3............... 5........................................4...................... 5..................... 173 Pengelolaan dan Pengembangan Perpustakaan Digital................... Pelaporan dan Kehumasan 166 Pembinaan Pengelolaan dan Penyusunan Pengendalian....................2............................... 170 Penyusunan Laporan Badan PPSDMP...3... 185 Magang LM3 Model .......................1............................................ 161 Rekonsiliasi Laporan Keuangan ..... 5...2.......... 5.... 5....................... 1.............. 164 Penyelenggaraan Pengadaan Barang dan Jasa ......................9................................... 5..................8......................................... 162 Peningkatan Kualitas Data Dasar (Data Base) Pengelolaan Perbendaharaan (SIMAK.........10............2................................. dan Supervisi LM3.....9....... SPM...... 164 Peningkatan Kualitas Inventarisasi dan Penilaian BMN ... 163 Peningkatan Kualitas Laporan Rencana Kebutuhan Dana (Forecasting Satker) ...... 2............4..... 2............................................... 166 Workshop Simonev.............................. 172 Penyebaran Informasi Pengembangan SDM Pertanian .....7................. 3.......11...... 171 Konsolidasi Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Lingkup Badan PPSDMP ................. Koordinasi. 6... 163 Peningkatan Pengelolaan dan Dukungan Teknis Perbendaharaan .....................11................................................... 191 Monitoring dan Evaluasi Kawasan Agropolitan....................... 3.............2012 vii ........ 5............................8...... 168 Konsolidasi Sistem Pengendalian Internal (SPI) .....5. 161 Pengelolaan Keuangan............ 5.........................................7......12....................1........................4.............. 2................................................................... 164 Pelaksanaan Proses Penghapusan/Hibah BMN .......... 185 Penyusunan Buku Panduan Pengelolaan LM3 Model . 2............... 162 Apresiasi dan Sinkronisasi Pengelolaan Perbendaharaan . 6. 166 Evaluasi.. 167 Peningkatan Efektivitas Monitoring Dan Evaluasi Program ........... 5..............4.............................. 2........................ 3............... 6................................................... 170 Tindak Lanjut Penyelesaian Hasil Pemeriksaan .................. 183 Studi Banding LM3 Model ....... 1................................ 4.... 3.......... IX................................................ 2................. 187 Pengembangan Media LM-3 .9........................5..................... Pembinaan.10....... 2.. 189 Penilaian dan Pemetaan Kelayakan Fasilitasi Kawasan Agropolitan ................. 2.... 169 Penyusunan LAKIP Sekretariat Badan dan LAKIP Badan PPSDMP ............... 2.........6........... 3.13........................................... 2... 174 Organisasi............ Rumah Tangga dan Tata Usaha 174 Perencanaan...................12.....................14.................. 3..............1.. 164 Peningkatan Kualitas Laporan Barang Milik Negara (BMN) .......... PENUTUP Koordinasi dan Bimbingan Pengelolaan Data ..... 184 Apresiasi Pengelolaan LM3 Model ...........................6........ 190 Pembinaan Program Pemantapan Kawasan Agropolitan ...................... 189 Tahun 2012……………………………………………………………………………….............................5.... SPP.7................................... 5................................ 3........3........... 189 Pengembangan Data Base dan Informasi di Kawasan Agropolitan .. 6. 2..........................3..................6............. ......................... 3........ 3. 6........................ 3.................13... 2.. 177 Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) 183 Penyusunan Pedoman LM3 ... Forecast Satker dan GPP) ....... 6............................................. Akuntansi................................... ............... 173 Penyelenggaraan kehumasan dan keprotokolan ........8...... 171 Penyusunan Materi Informasi ............................... 191 192 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.........12....................1...

[Type the document title] BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN © JANUARI 2012 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful