Anda di halaman 1dari 1

Hari Bumi, Menanti Aksi Nyata Generasi Muda

Hai kawan pelajar!! Aku Viny Alfiyah, pelajar SMA Negeri 1 Kota Sukabumi. Aku bercita-cita untuk menjadi dosen, pengusaha, penulis sekaligus kontributor media cetak. Setiap tanggal 22 April, di seluruh penjuru dunia diperingati sebagai Hari Bumi. Wikipedia.org menyatakan bahwa Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap tahun pada tanggal 22 April dan diperingati secara internasional. Hari yang dipelopori oleh salah seorang Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Nelson adalah seorang pengajar dan aktivis lingkungan hidup. Salah satu aksi nyatanya adalah dengan diperjuangkannya Hari Bumi ini yang ditetapkan 22 April tahun 1970. Tanggal ini bertepatan pada musim semi di Northern Hemisphere (belahan Bumi utara) dan musim gugur di belahan Bumi selatan. PBB sendiri merayakan hari Bumi pada 20 Maret, sebuah tradisi yang dicanangkan aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969, adalah hari dimana matahari tepat di atas khatulistiwa. Kini Hari Bumi diperingati di lebih dari 175 negara termasuk Indonesia dan dikoordinasi secara global oleh Jaringan Hari Bumi (Earth Day Network). Kota Sukabumi, sebagai daerah yang telah memiliki hutan seluas 2,3 hektar, dengan ribuan pohon-pohonan hijau merupakan paru-paru dan alat kontrol suhu di Kota Mochi ini. Generasi muda sebagai penerus bangsa ini harus mampu menjaga warisan para leluhur kita. Salah satunya dengan melakukan kegiatan 3R, yaitu reuse, reduce, recycle. Reuse adalah menggunakan kembali barang-barang yang masih bisa dipakai, usahakan pula untuk memakai barang-barang yang tahan lama. Reduce ialah mengurangi penggunaan barang-barang berbahan plastik atau karet, karena sifat karet dan plastik yang sulit sekali dihancurkan oleh bakteri , meski plastik atau karet tersebut sudah kita bakar dulu sebelumnya. Bahkan suatu riset pernah menyatakan bahwa barang berbahan karet dan plastik baru akan lebur dengan tanah dalam jangka waktu 90 tahun. Kantung dari bahan kain lebih awet dan kuat dari kantong berbahan plastik, terlebih orang cenderung memilih membuang kantong yang terbuat dari bahan plastik daripada mencucinya seperti yang dapat dilakukan terhadap kantung berbahan kain. Sedangkan recycle adalah mendaur ulang atau mengubah barang bekas menjadi barang baru yang dapat digunakan kembali. Misalnya dari kertas bekas saja kita dapat membuat berbagai barang yang sangat berguna, contohnya kertas atau karton buatan sendiri, dapat pula dijadikan tempat pensil, kalender, jam dinding, bingkai foto atau pigura dan lain-lain, dengan begitu selain ikut serta menyelamatkan bumi, barang-barang tersebut bernilai ekonomis juga. Contoh lainnya adalah kerajinan tangan membuat tas, dompet, dan aksesoris dari bekas bungkus kopi. Jika ditata dan dikreasikan dengan unik maka barang tersebut akan menjadi menarik! Sosialisasi mengenai Save The Earth memang menjadi kewajiban kita semua, karena kitalah salah satu penghuni yang paling memengaruhi keadaan di bumi ini, dan kita pulalah yang akan menerima dampaknya sendiri jika kita tidak mau menjaga dan melestarikan bumi kita. So, lets go green dan selamat hari Bumi!!!