Anda di halaman 1dari 7

Yatin Dwi Rahayu NIM.

1006578

Pembahasan Plastik merupakan bahan yang tidak baik dalam menghantarkan listrik maupun panas. Dalam dunia industri, selain sebagai bahan kemasan plastik juga dimanfaaatkan untuk menutup dan menyekat kawat tembaga serta sebagai bahan dasar pembuatan kontainer penyimpan makanan dingin dan panas (Setyowati 2000). Kata plastik berasal dari bahasa Yunani plastikos yang berarti dapat dibentuk menjadi ukuran yang berbeda-beda (Setyowati 2000). Bahan dasar untuk pembuatan plastik berasal dari minyak bumi, gas alam, dan batubara (Setyowati 2000). Plastik memiliki densitas yang berbeda, tergantung pada monomermonomer penyusunnya. Polyethylene (PE) dan polypropylene (PP) memiliki densitas yang lebih rendah sehingga dapat mengambang di atas permukaan air. Lain dengan polyvinil chloride (PVC) yang densitasnya lebih tinggi menyebabkan plastik ini tidak dapat mengambang di atas permukaan air (Setyowati 2000). Perbedaan densitas pada berbagai jenis plastik disebabkan oleh perbedaan bobot molekul penyusun serta derajat polimerisasinya. Adanya bahan pengisi atau pemlastis yang mengisi ruangan antar molekul primer dapat meningkatkan densitas plastik (Setyowati 2000). Umumnya plastik bersifat tahan lama. Namun ada beberapa yang mengalami penurunan karena sinar matahari dan beberapa jenis bahan kimia tertentu. Misalnya minyak mineral (terbuat dari minyak mentah) membuat polyethylene menggelembung dan akhirnya hancur (Setyowati 2000). Saat ini telah ditemukan plastik biodegradabel sebagai solusi pencemaran plastik. Platik ini terbuat dari pati sehingga mudah terurai dalam tanah. Pada praktikum ini dilakukan identifikasi sifat fisik terhadap kemasan plastik. Identifikasi ini didasarkan pada pengelompokkan seperti mengetahui jenis-jenis plastik yang ada beserta sifat-sifatnya, kemudian mengukur ketebalan berbagai jenis kemasan plastik, dan yang terakhir adalah pengukuran berat berbagai jenis kemasan plastik. Pada praktikum kali ini juga dilakukan uji permeabilitas plastik. Kemasan plastik yang digunakan merupakan plastik yang ada dipasaran dengan 6 plastik yang berbeda.

Yatin Dwi Rahayu NIM. 1006578

A. Kemasan Plastik Sampel Plastik A Deskripsi Jenis Plastik Dari tingkat kekakuannya, plastik ini termasuk Plastik Poli plastik kaku. Warna dari sampel plastik ini transparan. Rata-rata ketebalan 0,068 mm, dengan densitas 0,375 g/cm3. Plastik ini bisa digolongkan menjadi plastik polipropilen. Polipropilena merupakan jenis plastik film yang terbuat dari polimerisasi propilen (Herudiyanto, 2008). Permeabilitas plastik ini terhadap uap air yang rendah, tahan terhadap lemak, tahan terhadap suhu tinggi, tahan terhadap kimia. Contoh penggunaan antara lain sebagai pengemas rokok, roti, minyak, kacang, keripik, dan dibuat tali plastik Herudiyanto, 2008). Plastik ini densitasnya 0,375 g/cm3, dalam literatur denistas plasitk PP 0,9 g/cm3. Mungkin, hal ini terjadi adanya kesalahan ketika pembacaan skala pada alat ukur atau memang ketebalan dari plastik ini didesain tipis. Uji nyala pada plastik ini menghasilkan warna oranye dengan ujung biru. Monomer polyprophylene diperoleh dari pemecahan secara termal naptha (distalasi minyak kasar) etilen diaman propylene dan homolog yang lebih tinggi akan dipisahkan dengan distilasi suhu rendah. Kemudian dengan menggunakan katalis Natta Ziegler, polyprophylene akan diperoleh dari prophylene. B Plastik ini tidak terlalu kaku, warna transparan PE-HDPE yang kurang (suram) dan kuat. Ketebalannya 0,046 Propilen

Yatin Dwi Rahayu NIM. 1006578

mm dengan densitas 0,352 g/cm3. Nyala api plastik ini biru kemudahan menyala yang mudah dan padam sendiri. Plastik ini dapat digolongkan pada jenis PE, karena PE-HDPE memiliki tingkat kekeruhan yang paling tinggi dibandingkan jenis plastik yang lainnya. HDPE merupakan salah satu kemasan plastik yang paling aman untuk mengemas makanan atau minuman. Hal tersebut dikarenakan HDPE mampu mencegah

terjadinya reaksi antara bahan HDPE dengan produk. Apabila dibandingkan dengan LDPE, HDPE memiliki jumlah rantai cabang yang lebih sedikit dibandingkan dengan LDPE. C&F Plastik C elastis dan fleksibel, akan tetapi tipis dan PE suram. Plastik ini memiliki densitas 0,317 g/cm3 dengan nyala api biru. Plastik F sangat lentur, tidak kuat, dan sangat transparan, dengan berat paling ringan. Densitas plastik F 0,132 g/cm3 dengan nyala api putih. PE merupakan jenis plastik yang bersifat lunak, transparan, lentur dan mempunyai ketahanan akan sobek yang tinggi. PE dapat berubah menjadi lunak dan mulai meleleh pada suhu 110 0C. Polietilen dibuat dengan proses polimerisasi adisi dari gas etilen yang diperoleh dari hasil samping dari industri minyak dan batubara. Proses polimerisasi yang dilakukan ada dua macam, yakni pertama dengan polimerisasi yang dijalankan dalam bejana bertekanan tinggi (1000-3000 atm) menghasilkan molekul makro dengan banyak percabangan yakni campuran dari rantai lurus dan

Yatin Dwi Rahayu NIM. 1006578

bercabang. Cara kedua, polimerisasi dalam bejana bertekanan rendah (10-40 atm) menghasilkan molekul makro berantai lurus dan tersusun paralel. D Plastik sampel D memiliki tingkat kekakuan dan Polistirena kekuatan yang tinggi. Warna yang transparan dan (PS) tebal. Densitas dari plastik D 2.013 g/cm3, plastik D memiliki densitas terbesar dibandingkan sampel plastik yang lain. Sampel plastik D bisa digolongkan kedalam polistirena (PS). PS merupakan polimer stirena yang mempunyai sifat tidak fleksibel, elastis diatas 176oF dan tahan terhadap perubahan radiasi, kaku dan agak rapuh, mudah tembus gas dan uap air (Herudiyanto, 2008). E Plastik ini biasanya digunakan untuk plastik pembungkus obat dari dokter. Densitas sampel ini 0,676 g/cm3. Kemasannya kaku agak tebal, kemasan ini transparan dan kuat. Kemasan ini jenis PE PE-LDPE

(polietilen) dengan klasifikasi LDPE, hal ini karena terdapat sedikit cabang pada rantai antara molekulnya sehingga densitas plastiknya rendah. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen. Pada suhu diatas 60oC polimer menjadi larut dalam pelarut karbon dan hidrokarbon klorida, daya proteksinya terhadap uap air baik, tetapi kurang pada oksigen. Nyala plastik ini ketika dibakar putih hampir tidak terlihat.

Yatin Dwi Rahayu NIM. 1006578

Jenis-jenis plastik yang digunakan memiliki sifat berbeda, hal ini karena plastik berisi beberapa aditif yang diperlukan untuk memperbaiki sifat-sifat fisiko kimia plastik itu sendiri. Bahan aditif yang sengaja ditambahkan itu disebut komponen non plastik, diantaranya berfungsi sebagai pewarna, antioksidan, penyerap cahaya ultraviolet, penstabil panas, penurun viskositas, penyerap asam, pengurai peroksida, pelumas, peliat, dan lain-lain. Bahan kemasan plastik dibuat dan disusun melalui proses yang disebabkan polimerisasi dengan menggunakan bahan mentah monomer, yang tersusun sambung-menyambung menjadi satu dalam bentuk polimer. Kemasan plastik memiliki beberapa keunggulan yaitu sifatnya kuat tapi ringan, inert, transparan, tidak karatan, selektif dalam permeabilitasnya terhadap uap air, O2, CO2, dan bersifat termoplastis (heat seal) serta dapat diberi warna. Kelemahan bahan ini adalah adanya zat-zat monomer dan molekul kecil lain yang terkandung dalam plastik yang dapat melakukan migrasi ke dalam bahan makanan yang dikemas.

B. Uji Permeabilitas Plastik


Waktu Kontrol 1 2 3 4 5 61,9 gr 61,9 gr 61,9 gr 61,9 gr 61,9 gr Plastik A (PP) silika di plastik 12,8 gr 12,9 gr 12,9 gr 12,9 gr 13,0 gr silika di gelas 70,2 gr 70,3 gr 70,3 gr 70,3 gr 70,3 gr

Terlihat dari hasil pengamatan yang gelas berisi silika selama penyimpanan hanya bertambah 1 gr dimana berat awal 70,2gr menjadi 70,3 gr. Plastik yang berisi silika berat awal 12 gr bertambah 1 gr pada hari kedua menjadi 12 gr dan hari kelima menjadi 13 gr. Plastik yang digunakan dalam uji permeabilitas adalah plastik A, plastik A merupakan plastik PP (polepropilen). Daya tembus (permeabilitasnya) terhadap uap air rendah,

Yatin Dwi Rahayu NIM. 1006578

permeabilitas terhadap gas sedang, dan tidak baik untuk bahan pangan yang mudah rusak oleh oksigen.

Kesimpulan Jenis-jenis plastik yang digunakan memiliki sifat berbeda, hal ini karena plastik berisi beberapa aditif yang diperlukan untuk memperbaiki sifat-sifat fisiko kimia plastik itu sendiri. Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Jenis plastik kemasan A adalah Polipropilen (PP) 2. Jenis plastik kemasan B adalah High Density Poly Ethylene (HDPE) 3. Jenis plastik kemasan C adalah Poly Ethylene (PE) 4. Jenis plastik kemasan D adalah Polisterin (PS) 5. Jenis plastik kemasan E adalah Low Density Poly Ethylene (LDPE) 6. Jenis plastik kemasan F adalah Poly Ethylene (PE) 7. Plastik yang digunakan dalam uji permeabilitas adalah plastik A, plastik A merupakan plastik PP (polepropilen). Daya tembus (permeabilitasnya) terhadap uap air rendah, permeabilitas terhadap gas sedang, dan tidak baik untuk bahan pangan yang mudah rusak oleh oksigen.

Daftar Pustaka Herudiyanto, MS. 2008. Teknologi Pengemasan Pangan. Widya Padjadjaran. Bandung Nurminah, Mimi. 2002. Penelitian Sifat Berbagai Bahan Kemasan Kertas dan Plastik Serta Pengaruhnya Terhadap Bahan yang Dikemas. Jurusan Teknologi Pertanian. Faperta USU. Setyowati K. 2000. Pengemasan 1 Departemen teknologi Industri Pertanian Fateta. IPB. Sulfaj, Andari, et.al. 2013. Jenis Pengemasan Plastik. Pendidikan Teknologi Agroindustri-FPTK UPI

Yatin Dwi Rahayu NIM. 1006578

Syarief, R., S.Santausa, St.Ismayana B. 1989. Teknologi Pengemasan Pangan. Laboratorium Rekayasa Proses Pangan, PAU Pangan dan Gizi, IPB.