Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH MATERIAL ELEKTROTEKNIK

JENIS MATERIAL SEMIKONDUKTOR DAN APLIKASINYA

Disusun oleh: 1. Elyana Estyandhika 2. Fakhria Khalid 3. Zul Fachry 4. Reza Mandala 5. Erwin Erian Yos 6. Faisal 7. Israfil :D41111010 :D41111004 :D41111259 :D41111283 :D41111114 :D41111604 :D41111265

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN 2013

KATA PENGANTAR Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya lah kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Makalah ini berisi tentang informasi mengenai bahan -bahan semikonduktor dan berbagai aplikasinya di dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang bahan-bahan semikonduktor. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan dari makalah kami ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.

Makassar , April 2013 Penulis

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang


Dalam kehidupan sehari-hari kita membutuhkan beberapa macam jenis peralatan untuk menunjang aktivitas diantaranya barang elektronik contohnya panel suya yang digunakan untuk menghasilkan listrik,komponen-komponen listrik misalnya dioda dan transistor dimana keduanya sering digunakan dalam perancangan sebuah barang elektronik. Dari beberapa komponen dan barang elektronika tersebut tentu didalamnya terapat unsur-unsur yang membentuk diantaranya yakni unsur kimia. Misalnya pada panel surya di buat dari gabungan bahan tipe P dan tipe N yang mana terdapat proses pendopingan atau penambahan unsur impuritas. unsure dasar yang digunakan ialah silicon, germanium, atau gallium arsenide.masing-masing memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Semikonduktor adalah sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada di antara isolator dan konduktor. Sebuah semikonduktor bersifat sebagai isolator pada temperatur yang sangat rendah, namun pada temperatur ruangan besifat sebagai konduktor. Bahan semikonduktor yang banyak dikenal contohnya adalah Silicon (Si), Germanium (Ge) dan Gallium Arsenida (GaAs). Germanium dahulu adalah bahan satu-satunya yang dikenal untuk membuat komponen semikonduktor. Namun belakangan, silikon menjadi popular setelah ditemukan cara mengekstrak bahan ini dari alam. Silikon merupakan bahan terbanyak ke dua yang ada di bumi setelah oksigen (O 2). Maka dari itu untuk mengetahui tentang bagaimana bahan-bahan

semikonduktor itu bekerja, terlebih dahulu kita harus mengeahui tentang bahan apa saja yang tergolong sebagai bahan-bahan semikonduktor, karakteristik dari bahan semikonduktor, sifat dari bahan semikonduktor sampai aplikasi lain yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR ISI
SAMPUL KATA PENGANTAR PENDAHULUAN ISI 1. 2. 3. PENGERTIAN BAHAN SEMIKONDUKTOR STRUKTUR ATOM SEMIKONDUKTOR BAHAN-BAHAN SEMIKONDUKTOR A. SILIKON B. GERMANIUM C. GALIUM ARSENIDE PENUTUP KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

1. Pengertian Bahan Semikonduktor


Semikonduktor adalah sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada di antara isolator dan konduktor. Sebuah semikonduktor bersifat sebagai isolator pada temperatur yang sangat rendah, namun pada temperatur ruangan besifat sebagai konduktor. Bahan semikonduksi yang sering digunakan adalah silikon, germanium, dan gallium arsenide. Semikonduktor sangat berguna dalam bidang elektronik, karena

konduktansinya yang dapat diubah-ubah dengan menyuntikkan materi lain (biasa disebut pendonor elektron). Bahan- bahan logam seperti tembaga, besi, timah disebut sebagai konduktor yang baik sebab logam memiliki susunan atom yang sedemikian rupa, sehingga elektronnya dapat bergerak bebas. Sebenarnya atom tembaga dengan lambang kimia Cu memiliki inti 29 ion (+) dikelilingi oleh 29 elektron (-). Sebanyak 28 elektron menempati orbit-orbit bagian dalam membentuk inti yang disebut nucleus. Dibutuhkan energi yang sangat besar untuk dapat melepaskan ikatan elektron-elektron ini. Satu buah elektron lagi yaitu elektron yang ke-29, berada pada orbit paling luar. Orbit terluar ini disebut pita valensi dan elektron yang berada pada pita ini dinamakan elektron valensi. Karena hanya ada satu elektron dan jaraknya jauh dari terlalu kuat. Hanya saja elektron terluar ikatannya. nucleus, ikatannya tidaklah dengan energi yang sedikit ini mudah terlepas dari

Gambar ikatan atom tembaga

2. Struktur Atom Semikonduktor


Operasi semua komponen benda padat seperti dioda, LED, Transistor Bipolar dan FET serta Op-Amp yang atau rangkaian terpadu lainnya (solid state) didasarkan atas sifat-sifat semikonduktor. Secara umum semikonduktor adalah bahan sifat-sifat kelistrikannya terletak antara sifat-sifat konduktor dan isolator. Sifat-sifat kelistrikan konduktor maupun isolator tidak mudah berubah oleh pengaruh temperatur, cahaya atau medan magnet, tetapi pada semikonduktor sifat-sifat tersebut sangat sensitif. Elemen terkecil dari suatu bahan yang masih memiliki sifat-sifat kimia dan fisika yang sama adalah atom. Suatu atom terdiri atas tiga partikel dasar, yaitu: neutron, proton, dan elektron. Dalam struktur atom,proton dan neutron membentuk inti atom yang bermuatan positip dan sedangkan elektron-elektron yang bermuatan negatip mengelilingi inti. Elektron-elektron ini tersusun berlapislapis. Struktur atom dengan model Bohr dari bahan semikonduktor yang paling banyak digunakan adalah silikon dan germanium.

Gambar 1. Struktur Atom (a) Silikon; (b) Germanium

Seperti ditunjukkan pada Gambar 1 atom silikon mempunyai elektron yang mengorbit (yang mengelilingi inti) sebanyak 14 dan atom germanium mempunyai 32 elektron. Pada atom yang seimbang (netral) jumlah elektron dalam orbit sama dengan jumlah proton dalam inti. Muatan listrik sebuah elektron adalah: 1.602-19 C dan muatan sebuah proton adalah: + 1.602-19 C. Elektron yang menempati lapisan terluar disebut sebagai elektron valensi. Atom silikon dan germanium masing mempunyai empat elektron valensi. Oleh karena itu baik atom silikon maupun atom germanium disebut juga dengan atom tetra-valent (bervalensi empat). Empat elektron valensi tersebut terikat dalam struktur kisi-kisi, sehingga setiap elektron valensi akan membentuk ikatan kovalen dengan elektron valensi dari atom-atom yang bersebelahan.

3. Bahan-Bahan Semikonduktor

Bahan-bahan semikonduktor yang akan dibahas dalam bab ini yakni : a). Silikon b). Germanium c). Galium Arsenide Berikut Pembahasannya :

I.

Silikon
Silikon (Latin: silicium) merupakan unsur kimia yang mempunyai

simbol Si dan nomor atom 14. Ia merupakan unsur kedua paling berlimpah setelah oksigen di dalam kerak Bumi, mencapai hampir 25.7% . Unsur kimia ini ditemukan oleh Jons Jakob Berzelius. Terdapat dialam dalam bentuk tanah liat, granit, kuartza dan pasir, kebanyakan dalam bentuk silikon dioksida (dikenal sebagai silika) dan dalam bentuk silikat. Silikon adalah polimer nonorganik yang bervariasi, dari cairan, gel, karet, hingga sejenis plastik keras. Beberapa karakteristik khusus silikon: tak berbau, tak berwarna, kedap air, serta tak rusak akibat bahan kimia dan proses oksidasi, tahan dalam suhu tinggi, serta tidak dapat menghantarkan listrik. A. Analisis Sifat-sifat Kimia dan Fisika Sifat fisis Silikon
Silikon merupakan unsur metaloid tetravalensi, bersifat lebih tidak reaktif daripada karbon (unsur nonlogam yang tepat berada di atasnya pada tabel periodik, tapi lebih reaktif daripada germanium, metaloid yang berada persis di bawahnya pada tabel periodik. Kontroversi mengenai sifat-sifat silikon bermula sejak penemuannya: silikon pertama kali dibuat dalam bentuk murninya pada tahun 1824 dengan nama silisium (dari kata bahasa Latin: silicis), dengan akhiran -ium yang berarti logam. Meski begitu, di tahun 1831, namanya diganti menjadi silikon karena sifat-sifat fisiknya lebih mirip dengan karbon dan boron.

Konfigurasi: [Ne] 3S23P2 Fase :Solid Titik leleh : 1687 K (14100 C, 5909 0F) Titik didih : 3538 K (2355 0C,5909 0F) Distribusi Elektron ; 8,2 Energi Pengionan, eV/atm :8,2

Sifat Kimia SilikSilikon murni berwujud padat seperti logam dengan titik lebur 14100C. silikon dikulit bumi terdapat dalam berbagai bentuk silikat, yaitu senyawa silikon dengan oksigen. Unsur ini dapat dibuat dari silikon dioksida (SiO2) yang terdapat dalam pasir, melalui reaksi: SiO2(s) + 2C(s) Si(s) + 2CO(g) Sifat-sifat silikon : Mempunyai mobilitas yang tinggi Konstanta dielektriknya kecil Konduktivitas termis yang besar Disipasi panas yang baik. Impurity ionization energy yang sangat kecil

B. Karakteristik silicon Atom silikon seperti halnya atom karbon, dapat membentuk empat ikatan secara serentak silikon dalam susunan petrahedral, unsur Si mengkristal dengan struktur kubus pusat muka (fcc) seperti intan, silikon bersifat semi konduktor. Dalam siloka SiO2, setiap atom Si terikat pada empat atom O dan tiap atom O terikat pada dua

atom Si. Susunan struktur tersebut membentuk jaringan yang sangat besar, yaitu struktur kristal kovalen raksasa (seperti intan).

C. Kelimpahan Silikon di Alam:

Silikon merupakan unsur kedua paling berlimpah di bumi setelah oksigen yaitu mencakup 25,7 % dari kandungan kerak bumi. Silikon di kulit bumi terdapat dalam bentuk silikat dan silikon dioksida (silika). Bentuk silikon dioksida dapat ditemukan pada pasir, kuarsa dan serbuk batuan. Bentuk silikat dapat ditemukan diantaranya pada granit, lempung dan mika, serbuk silikon murni terdapat sebagai kepungan dalam emas dan letusan gunung berapi, silikon juga merupakan bagian utama dalam aerolit (satu kelas dengan meteorit) dan tektid (bentuk kaca alami).

D. Kegunaan Penggunaan penting dari silikon adalah dalam pembuatan transistor, chips, komputer dan sel surya. Untuk tujuan itu diperlukan silikon ultra murni. Silikon juga digunakan dalam berbagai jenis alise dengan besi (baja). Sedangkan senyawa silikon digunakan dalam industri. Silica dan silikat digunakan untuk membuat gelas, keramik, porselin dan semen. Silikon umumnya digunakan untuk membuat
transistor, chips computer, dan sel surya. Sedangkan berbagai senyawa silikon digunakan di banyak industri.

Diode

transistor

Panel surya

chip komputer

Panel surya

IC

II.

Germanium

A. Sejarah Germanium Keberadaan unsur germanium telah ditemukan sekitar 100 tahun yang lalu oleh ahli kimia Rusia, Mendeleev Omitri.Sementara pada tahun 1886, seorang kimiawan Jerman, Clemens Winkler, membuat analisis kimia bijih argyrodite, melihat pada penyelesaian analisisnya bahwa jumlah semua bahan tidak menambahkan ke jumlah sebelumnya. Dalam upaya untuk menemukan substansi yang hilang, ia mengembangkan dan bereksperimen dengan beberapa tes sampai akhirnya ia berhasil mengisolasi itu. Dalam analisis berikutnya ia menemukan bahwa itu cocok deskripsi dari elemen Mendeleev sebelumnya disebut "ekasilicon." Winkler memutuskan untuk memberi nama unsur baru germanium, sebagai penghormatan kepada tanah airnya. B. Sumber Logam ini ditemukan di

argyrodite, sulfida germanium dan perak germanite, yang mengandung 8% unsur ini bijih seng batubara mineral-mineral lainnya Unsur ini diambil secara komersil dari debu-debu pabrik

pengolahan bijih-bijih seng, dan sebagai produk sampingan beberapa pembakaran batubara. Germanium dapat dipisahkan dari logam-logam lainnya dengan cara distilasi fraksi tetrakloridanya yang sangat reaktif. Tehnik ini dapat memproduksi germanium dengan kemurnian yang tinggi.
C. Senyawa-Senyawa Germanium

Germanium tidak larut dalam asam dan basa encer, tetapi larut perlahan dalam asam sulfat pekat dan bereaksi keras dengan alkali cair untuk menghasilkan germinates ( 2-. Germanium terjadi terutama di bilangan oksidasi +4, meskipun banyak senyawa yang dikenal dengan keadaan oksidasi +2. Oksidasi lainnya jarang terjadi seperti +3 ditemukan dalam senyawa/ Dua germanium oksida dikenal yaitu Germanium dioksida

(Germania) dan monoksida germanium GEO. Dioksida ini dapat diperoleh dengan pemanggangan sulfide germanium dan merupakan bubuk putih yang hanya sedikit larut dalam air tetapi bereaksi dengan alkali untuk membentuk germinates. Monoksida, oksida germaous dapat diperoleh dengan reaksi suhu tinggi dari dengan logam Ge. Senyawa biner lainnya, kalkogen juga dikenal seperti disulpida , diselenide dan monosulfida GES, selenide GeSe, dan telluride GeTe.

Bentuk sebagai endapan putih ketika hydrogen sulfide dilewatkan melalui larutan asam kuat yang mengandung Ge (IV). Disulfide ini lumayan larut dalam air dan dalam larutan alkali kaustik atau sulfida basa. Tetapi tidak larut dalam air asam. Germanium klorida diperoleh sebagai cairan berwarna merah, mendidih pada 83 C dengan pemanasan logam dengan klorin. Senyawa-senyawa germanium yang lainnya adalah bismuth germanae, tetra ethil germane, tetra metal germane. D. Sifat Fisis dan Sifat Kimia Germanium Germanium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang unsur (Ge) dan nomor atom 32. Unsur ini logam yang putih keabu-abuan, massa atomnya 72.64 g/mol. Dalam bentuknya yang murni, germanium berbentuk kristal dan rapuh. Germanium merupakan bahan semikonduktor yang penting. Tehnik pengilangan-zona (zone-refining techniques) memproduksi germanium kristal untuk semikonduktor dengan kemurnian yang sangat tinggi. ciri-ciri fisik dan ciri-ciri atom germanium adalah sebagai berikut: Ciri-ciri Fisik Fasa Massa Jenis Titik lebur Titik Didih Kalor peleburan Kalor penguapan Daya hantar panas Kapasitas panas : Padat : 5.323 g/cm : 1211.40 K : 3106 K : 36.94 kJ/mol : 334 kJ/mol : 0,14 Cal/cm dt C : 0,08 Cal/gr C :6x

Massa jenis cair pada titik lebur : 5.60 g/cm

Koefisien muai panjang (0-100C)

Permitivitas Tahanan jenis listrik pada 20C Ciri-ciri Atom Bilangan Oksidasi Elektronegativitas Energy ionisasi

: 16 C2/N m2 : 0,47 m

:4 : 2.01 (skala pauling) : ke-1 762 kJ/mol ke-2 1537.5 kJ/mol ke-3 3302.1 kJ/mol

jari-jari atom jari-jari kovalen

: 125 pm : 122 pm

Unsur ini logam yang putih keabu-abuan. Dalam bentuknya yang murni, germanium berbentuk kristal dan rapuh. Germanium merupakan bahan semikonduktor yang penting. Tehnik pengilangan-zona ( zonerefining techniques) memproduksi germanium kristal untuk semikonduktor dengan kemurnian yang sangat tinggi. Germanium adalah bahan semi konduktor yang bervalensi 4 dan mempunyai susunan seperti karbon atau silikon. Spesifikasi germanium adalah sebagai berikut: Pada temperatur yang rendah, bahan semi konduktor ini bersifat sebagai isolator, kemudian pada suhu yang cukup tinggi, bahan ini berubah sifatnya menjadi bahan penghantar yang baik. Germanium merupakan bahan yang sangat luas pemakaianya didalam pembuatan rectifier, transistor, dan peralatan semi konduktor yang lain. E. Pembuatan Germanium Unsur ini diambil secara komersil dari debu-debu pabrik pengolahan bijih-bijih seng, dan sebagai produk sampingan beberapa pembakaran batubara. Germanium dapat dipisahkan dari logamlogam lainnya dengan cara distilasi fraksi tetrakloridanya yang sangat

reaktif. Tehnik ini dapat memproduksi germanium dengan kemurnian yang tinggi. F. Kelimpahan Germanium di Alam Logam ini dapat ditemukan: Argirodite, sulfide germanium dan perak Germanite, yang mengandung 8% unsure ini Biji seng Batu bara Mineral-mineral lainnya Germanium murni ditemukan dalam bentuk yang keras, berkilauan, berwarna putih keabu-abuan, tapi merupakan metalloid yang rapuh. Germanium stabil di udara dan air pada keadaan yang normal, dan sukar bereaksi dengan alkali dan asam, kecuali dengan asam nitrat. G. Kegunaan Ketika germanium didoping dengan arsenik, galium atau unsurunsur lainnya, ia digunakan sebagai transistor dalam banyak barang elektronik. Kegunaan umum germanium adalah sebagai bahan semikonduktor.

Kegunaan lain unsur ini adalah sebagai bahan pencampur logam, sebagai fosfor di bola lampu pijar dan sebagai katalis. Germanium dan germanium oksida tembus cahaya sinar infra merah dan digunakan dalam spekstroskopi infra mera dan barang-baran optik lainnya, termasuk pendeteksi infra merah yang sensitif. Index refraksi yang tinggi dan sifat dispersi oksidanya telah membuat germanium sangat berguna sebagai lensa

kamera

wide-angle

dan

microscope

objectives.

Bidang

studi

kimia

organogermanium berkembang menjadi bidang yang penting. Beberapa senyawa germanium memiliki tingkat keracunan yang rendah untuk mamalia, tetapi memiliki keaktifan terhadap beberap jenis bakteria, sehingga membuat unsur ini sangat berguna sebagai agen kemoterapi. Germanium dipandang sebagai pengganti potensial untuk silicon pada chip mini. Kegunaan lain dalam elektronika termasuk posfor di lampu neon. Germanium transistor masih digunakan di beberapa pedal efek oleh musisi yang ingin memproduksi karakter nada khas. Germanium dioksida juga digunakan dalam katalis untuk polimerisasi dalam produksi polyethylene terephtalate. Selain itu juga germanium telah mendapatkan popularitas dalam beberapa tahun terakhir terkenal karena kemempuannya untuk meningkatkan fungsi system kekebalan tubuh pada pasien kanker. Ini tersedia di Amerika Serikat sebagai suplemen makanan dalam bentuk kapsul, oral atau tablet, dan juga telah ditemukan sebagai larutan injeksi. Sebelumnya bentuk anorganik, khususnya garam sitrat-laktat, menyebabkan sejumlah kasus disfungsi ginjal, steatosis hati Germanium anorganik mampu melindungi tubuh dari pertumbuhan tumor dan kanker ganas dengan jalan memperkuat sistem imun. Germanium dibutuhkan oleh tubuh, dalam satu hari minimal 1 mg. Seperti halnya selenium, germanium juga termasuk ke dalam golongan trace mineral. Germanium organik melindungi diri dari akumulasi amyloid, suatu produk oksidatif radikal bebas (berdasarkan riset pada tikus). Kelebihan amyloid akan menyebabkan amyloidosis, yaitu suatu penyakit yang diakibatkan ketidakseimbangan dalam proses pemecahan protein yang menyebabkan terakumulasinya amyloid. Amyloidosis diketahui berhubungan dengan penyakit inflammatori kronis, kelainan sel plasma, deposisi amyloid di organ neuroendokrin, dan defisiensi kongenital enzim (terutama enzim yang berperan dalam penguraian prekursor amyloid). Selain itu, germanium organik juga melindungi sistein (suatu asam amino sulfhidril) dari oksidasi.

H. BAHAYA GERMANIUM Bahaya fisik yang dapat ditimbulkanoleh germanium, dilihat dari bentuk gasnya, yang lebih berat dari pada udara sehingga dapat berpindah dengan cepat sepanjang permukaan bumi. Selain itu, sebagi salah satu logam berat, germanium juga memiliki dampak negatif apabila terakumulasi dalam sistem perairan

I. Galium Arsenide

Gallium

arsenide

(GaAs)

adalah

semikonduktor senyawa, campuran dari dua elemen, galium(Ga) dan arsen (As). Berada pada Golongan ke adalah oleh-produk dari iii/v. Gallium peleburan

logam lain, terutama aluminiumdan seng, dan jarang-jarang dari emas, sebenarnya. Arsenik tidak jarang tetapi beracun. Galliumarsenide untuk sel surya telah mengembangkan secara sinergis dengan gallium arsenide untuk dioda pemancar cahaya, laser, dan lain perangkat optoelektronik Gallium arsenide adalah salah satu alternatif selain silikon yang paling banyak dipelajari. Secara teoritis dapat mengkonversi sekitar 40% dari insiden radiasi matahari untuk listrik, sehingga dua kali lebih efektif dibandingkan silikon. Efisiensi ini membuat gallium arsenide menjadi bahan pilihan untuk membangun sel surya pesawat ruang angkasa. Tapi untuk aplikasi yang terbaik, harga gallium arsenide selangit. Rogers mengatakan bahwa wafer kualitas tinggi gallium arsenide harus ditumbuhkan dalam ruang pengendalian secara hatihati. Setelah tumbuh wafer biasanya diiris tebal, tetapi hanya

permukaannya saja digunakan. Banyak dari bahan mahal pada dasarnya akan sia-sia. Kegunaan : Gallium Arsenide digunakan pada Panel Surya . Teknik baru bisa membuka jalan bagi semikonduktor yang lebih efisien. Sebuah metode alternatif dalam membuat semikonduktor peka cahaya akan memberikan efisiensi tinggi sel surya, lebih baik dalam visi malam untuk kamera serta sejumlah aplikasi lain. Sebuah tim yang dipimpin oleh John Rogers, fisikawan material dari University of Illinois di UrbanaChampaign, telah mengembangkan teknik dengan biaya efesien dalam menghasilkan microchip terbuat dari semikonduktor gallium arsenide yang dapat merespon cahaya dengan baik. galium arsenide menunjukkan potensi besar. Laboratoriumnya sekarang bekerja pada pengembangan sel surya yang dapat menghasilkan listrik sekitar US$1/watt yang akan menarik secara komersial. Gallium arsenide adalah senyawa dari unsur-unsur galium dan arsen. Terdapat pada golongan III/V dari semikonduktor, dan digunakan dalam pembuatan perangkat seperti : microwave frequency integrated circuits, monolithic microwave integrated circuits, infrared lightemitting diodes, dioda laser, sel surya, dan optical windows. Gallium arsenide juga dikenal sebagai crystalline tunggal film yang tipis dan

biaya yang harus dikeluarkan tinggi tetapi efisiensi yang dimilikinya juga tinggi. LED PANEL SURYA

LASER KESIMPULAN
1. Semikonduktor adalah sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada di antara isolator dan konduktor. Sebuah semikonduktor bersifat sebagai isolator pada temperatur yang sangat rendah, namun pada temperatur ruangan besifat sebagai konduktor.

2. Bahan-bahan semikonduktor a). Silikon b). Germanium

c). Galium Arsenide 3. silicon: Penggunaan penting dari silikon adalah dalam pembuatan transistor, chips, komputer dan sel surya 4. germanium: Kegunaan unsur ini adalah sebagai bahan pencampur

logam, sebagai fosfor di bola lampu pijar dan sebagai katalis. Germanium dan germanium oksida tembus cahaya sinar infra merah dan digunakan dalam spekstroskopi infra mera dan barang-baran optik lainnya 5. Gallium Arsenide digunakan pada Panel Surya, LED.LASER ,microchip terbuat dari semikonduktor gallium arsenide yang dapat merespon cahaya dengan baik