Anda di halaman 1dari 4

MENILAI RISIKO PENGENDALIAN ATAU PENGUJIAN PENGENDALIAN

Disusun sebagai tugas kelompok Audit

Oleh : Vahlian Prida Haryoto (1110082000113) Kemal Rizky Habibie (1110082000108) Shabrina Eka Pitasari (1110082000088) Asmi Putrianti (1110082000104) Najibatul Labibah (1110082000114) Sekar Vidya Prakitri (1110082000087) 4 Akuntansi C UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS 2011

BAB 10

MENILAI RISIKO PENGENDALIAN ATAU PENGUJIAN PENGENDALIAN

Menilai risiko pengendalian (Assesing Control Risk) Suatu proses mengevaluasi efektivitas pengendalian interen suatu entitas dalam mencegah atau mendeteksi salah saji yang material dalam laporan keuangan (AU 319:47) Tujuan dari menilai risiko pengendalian (Assesing Control Risk) adalah untuk membantu auditor dalam membuat suatu pertimbangan mengenai risiko salah saji yang material dalam asersi laporan keuangan. Sehingga auditor dapat membuat keputusan mengenai waktu dan cakupan prosedur audit. Pengendalian Risiko melibatkan : 1. Efektivitas dari rancangan pengendalian 2. Pengoperasian pengendalian Proses penilaian risiko pengendalian: 1. Menilai lingkungan pengendalian Suatu lingkungan pengendalian yang buruk dapat melemahkan struktur pengendalian interen. 2. Menilai efektivitas rancangan dari prosedur pengendalian dan kemampuan untuk mencegah atau mengoreksi kesalahan. 3. Menilai apakah pengendalian-pengendalian tersebut telah ditetapkan secara efektif selama periode yang di audit. Pengujian-pengujian atas pengendalian adalah prosedur-prosedur audit yang diselenggarakan untuk menentukan efektivitas rancangan atau pelaksanaan pengendalian interen. Menguji rancangan tersebut apakah cocok untuk mencegah atau menemukan salah saji.

Teknik audit berbantuan computer Penggunaan computer untuk menguji pengendalian aplikasi secara langsung. Digunakan secara ekstensif dalam menguji rutinitas validasi masukan dan pengendalian pemrosesan terprogram.

Bentuk-bentuk teknik berbantuan audit : Simulasi paralel Data perusahaan actual diproses ulang menggunakan suatu software yang dikendalikan auditor. Software tersebut digunakan untuk mensimulasi pemrosesan data riil klien. Data pengujian Transaksi buatan disiapkan auditor dan diproses menurut pengendalian auditor dengan program computer klien. Fasilitas pengujian terintegrasi Menciptakan catatan arsip buatan ke dalam arsip klien yang ada. Pemantauan yang berkelanjutan terhadap system real time on line ( RTOL ) Data pengujian dapat digunakan untuk menguji pengendalian dalam pemrosesan online (RTOL ).

Merancang pengujian pengendalian Pengujian pengendalian merupakan prosedur audit yang dilaksanakan auditor untuk menentukan efektifitas rancangan dan operasi dari prosedur dan kebijakan struktur pengendalian intern. Ada 4 prosedur untuk melaksanakan pengujian pengendalian, yaitu : 1. Pengajuan pertanyaan kepada para karyawan klien 2. Pengamatan terhadap karyawan klien dalam melaksanakan tugasnya 3. Melakukan inspeksi terhadap dokumen, catatan, dan laporan 4. Mengulang kembali pelaksanaan pengendalian oleh auditor

Ada 4 faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keyakinan yang di peroleh dari pengujian pengendalian : Jenis bukti Jenis bukti untuk pengujian pengendalian meliputi pertanyaan, pemeriksaan dokumen atau laporan, pengamatan, pelaksanaan ulang dari pengendalian, atau teknik audir berbantuan computer.

Sumber bukti Sumber bukti untuk pengujian pengendalian berhubungan dengan bagaimana auditor mempe roleh bukti. Bukti yang diperoleh secara langsung melalui pengamatan memberikan keyakinan yang lebih besar daripada bukti yang diperoleh secara tidak langsung atau melalui penarikankesimpulan, seperti melalui pertanyaan. Ketepatan waktu bukti Ketepatan waktu bukti untuk pengujian pengendalian berhubungan dengan kapan bukti diperoleh dan bagian dari periode audit dimana bukti diterapkan. Keputusan pemilihan staff Suatu keputusan akhir audit melibatkan pemilihan staff untuk pengujian pengendalian, atau siapa yang melaksanakan pengujian pengendalian Menggunakan auditor internal dalam pengujian pengendalian. Perusahaan besar biasanya mempekerjakan auditor internal. Jika seorang klien memiliki fungsi auditor internal, auditor dapat mengoordinasikan pekerjaan auditnya dengan audit internal dan/atau menggunakan auditor internal untuk menyediakan bantuan langsung dalam audit Pengujian bertujuan ganda Pengujian pengendalian tambahan dilaksanakan terutama selama pekerjaan interim, dan pengujian saldo substansif dilaksanakan terutama selama pekerjaan akhir tahun. Namun demikian, standar auditing yang diterima secara umum ( GAAS ) mengizinkan pelaksanaan pengujian substansif dari transaksi mendetail untuk mendeteksi kekeliruan moneter dalam akun selama pekerjaan interim. Ketika hal ini terjadi, auditor secara simultan dapat melaksanakan pengujian pengendalian pada transaksi yang sama. Sebagai contoh, auditor dapat memeriksa laporan pengecualian yang berhubungan dengan pencatatan pengeluaran. Pada waktu yang sama, auditor dapat mentabulasikan kekeliruan moneter dalam tanda bukti.