Anda di halaman 1dari 3

BAB IV RANGKUMAN

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dipaparkan mengenai Geologi Daerah Klari dan Sekitarnya, maka secara ringkas kondisi geologi daerah penelitian dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Satuan geomorfologi daerah penelitian dikelompokkan menjadi lima satuan geomorfologi, yaitu : a. Satuan geomorfologi pedataran aluvial b. Satuan geomorfologi pedataran sedimen c. Satuan geomorfologi pedataran vulkaniklastik d. Satuan geomorfologi perbukitan sedimen curam 2. Berdasarkan litostratigrafi tidak resmi, stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi empat (5) satuan batuan dan satu (1) endapan permukaan dengan urutan dari tua ke muda, yaitu : a. Satuan batupasir kasar berumur Miosen Tengah b. Satuan batulempung abu abu berumur Miosen Tengah c. Satuan batupasir halus berumur Miosen Akhir d. Satuan batulempung hitam berumur Miosen Akhir e. Satuan batupasir tufan berumur Plistosen f. Aluvium berumur Holosen 3. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian berupa struktur kekar, lipatan, dan struktur sesar akibat pengaruh tektonik terdiri dari :

71

72

a. Kekar, berupa kekar gerus; b. Lipatan, terdiri dari : sinklin Tegalega, antiklin Kutamanah c. Sesar terdiri dari : Sesar Mendatar Dekstral Jatimekar, Sesar Naik Jatiluhur, dan Sesar Mendatar Dekstral Ci Laja. 4. Sejarah Geologi daerah penelitian berlangsung pada Kala Miosen, dimana pada awalnya daerah penelitian merupakan suatu cekungan laut dalam. Pada Kala Miosen Tengah terjadi proses sedimentasi dengan diendapkannya material sedimen klastik batulempung dan batugamping sebagai material penyusun satuan batulempung abu abu. Pada Miosen Tengah pun diendapkan pula batupasir kuarsa sebagai material penyusun satuan batuapasir kuarsa yang mengandung fosil foraminifera plangtonik dan bentonik yang diendapkan pada zona bathimetri batial atas. Sehingga hubungan antara batupasir kuarsa dengan batulempung abu abu berupa interfingering. Pada akhir Pliosen Tengah, terjadi aktivitas tektonik, yang diperkirakan berlangsung selama periode Pliosen-Plistosen. Pengaruh tektonik ini mengakibatkan cekungan berubah menjadi daratan, bersamaan dengan itu terbentuklah antiklin Kutamanah, sinklin Tegalega, sesar naik Jatiluhur, sesar mendatar Jatimekar, dan sesar mendatar Ci Laja. Pada Pliosen Akhir, tidak terjadi proses sedimentasi, yang terjadi adalah kegiatan erosi. Setelah periode tektonik berakhir, pada plistosen terjadi kegiatan vulkanisme yang menyebabkan terbentuknya endapan material-material vulkanik yang membentuk satuan batupasir tufan.

73

Proses geologi terakhir di daerah pemetaan adalah proses pelapukan dan erosi permukaan pada seluruh batuan yang sudah terbentuk sebelumnya. Hasil dari pelapukan dan erosi ini kemudian mengalami transportasi oleh media air yang kemudian terendapkan pada tempat-tempat di sepanjang aliran sungai berupa aluvium yang terlihat di daerah ini. Kegiatan pelapukan dan erosi ini masih berlangsung hingga saat ini. 5. Potensi sumberdaya alam yang ada pada satuan ini adalah sumberdaya bahan galian golongan C yang digunakan sebagai bahan baku bangunan serta perbaikan jalan. Bahan galian ini berupa material-material lepas berupa bongkah batuan beku andesit dan basalt, serta pasir yang tersebar hampir disepanjang sungai Ci Tarum dan sungai Ci Kao. Bahaya geologi yang terjadi di daerah ini diantaranya adalah banjir yang terjadi di wilayah genang banjir Sungai Ci Tarum.