Anda di halaman 1dari 43

Titrasi Kompleksometri

Kebanyakan ion logam membentuk senyawa koordinasi dengan suatu ligan Mn+ + qLm- MLqn-mq Kf = [MLqn-mq]/[Mn+][Lm-]q Jumlah ikatan kovalen yang terbentuk disebut dengan bilangan koordinasi Cu2+ mempunyai bilangan koordinasi 4 Cu2+ + 4 NH3 Cu(NH3)42+ Cu2+ + 4 Cl- Cu(Cl)42-

Prinsip umum titrasi kompleksometri


Reaksi pembentukan kompleks pada titrasi kompleksometri melibatkan pembentukan kelat Kelat dibentuk ketika koordinasi ion logam dengan dua atau lebih donor gugus dari ligan tunggal

Klasifikasi ligan 1. Ligan unidentat NH3 2. Ligan bidentat Glycine 3. Ligan multi dentat Ligan multidentate (terutama dengan 4 dan 6 donor) lebih disukai untuk titrimetri. bereaksi lebih lengkap dengan ion logam biasanya bereaksi dalam satu langkah titik akhir yang terbentuk lebih tajam

Ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA)

Terlihat dari strukturnya bahwa molekul tersebut mengandung baik donor elektron dari atom oksigen maupun donor dari atom nitrogen sehingga dapat menghasilkan khelat bercincin sampai dengan enam secara serempak

EDTA adalah ligan heksadentat EDTA membentuk kelat yang sangat stabil dengan banyak ion logam

Titrasi pembentukan kompleks dengan EDTA (H4Y)


EDTA mpy empat tahapan disosiasi asam pKa1= 1.99, pKa2= 2.67, pKa3= 6,16, pKa4= 10.26 5 bentuk EDTA, (H4Y, H3Y-, H2Y2-, HY3-, Y4-) 4 tetapan disosiasi EDTA H4Y + H2O <--> H3O++ H3Y- (K1 =....) H3Y- + H2O <--> H3O+ + H2Y2- (K2 =....) H2Y2- + H2O <--> H3O+ + HY3- (K3 =....) HY3- + H2O <--> H3O++ Y4- (K4 =....)

Fraksi EDTA (a4)

EDTA combines with all metal ions in 1:1 ratio


1. Ag+ + Y4- AgY32. Fe2+ + Y4- FeY23. Al3+ + Y4- AlY-

KMY = [MYn-4]/[Mn+][Y4-]

Nilai Konstanta Pembentukan untuk kompleks EDTA


Cation KMY Log KMY Cation KMY Log KMY

Ag+ Ca2+

2.1 x 107

7.32 8.69

Cu2+ Zn2+ Cd2+

6.3 x 1018 3.2 x 1016 2.9 x 1016

18.80 16.50 16.46

Mg2+ 4.9 x 108

5.0 x 1010 10.70

Sr2+
Ba2+ Fe2+ Co2+

4.3 x 108
5.8 x 107

8.63
7.76

Hg2+
Pb2+ Al3+ Fe3+ V3+

6.3 x 1021
1.1 x 1018 1.3 x 1016 1.3 x 1025 7.9 x 1025

21.80
18.04 16.13 25.1 25.9

Mn2+ 6.2 x 1013 13.79 2.1 x 1014 14.33 2.0 x 1016 16.31

Ni2+

4.2 x 1018 18.62

Th4+

1.6 x 1023

23.2

Struktur Kelat EDTA dan Ion Logam

Kompleks Co - EDTA

Co2+ + Y4- <--> CoY2_

Cu2+ +Y4- <==>CuY2-

Analog dengan reaksi asam basa

dapat ditentukan pCu

Kesetimbangan Kompleks EDTA


Untuk Mn+ + Y4- MYn-4 Maka KMY = [MYn-4]/[Mn+][Y4-] KMY = Kabs = konstanta kesetimbangan absolut

Penentuan pH untuk titrasi kompleksometri


Total Konsentrasi EDTA yang tidak terkomplekan CY = [Y4-] + [HY3-] + [H2Y2-] + [H3Y-] + [H4Y] H4Y + H2O <--> H3O++ H3YH3Y- + H2O <--> H3O+ + H2Y2H2Y2- + H2O <--> H3O+ + HY3HY3- + H2O <--> H3O++ Y4(Ka1 =....) (Ka2 =....) (Ka3 =....) (Ka4 =....)

Y-4/CY =

Y-4/CY = a4 Y-4 = CY a4
konstanta kesetimbangan absolut , Kabs [MYn-4]/[Mn+] a4 CY = Kabs

a4. Kabs = [MYn-4]/[Mn+]. CY a4. Kabs = Keff = konstanta effektif/kondisional

Kurva titrasi

Tentukan pCa pada saat 1. Awal titrasi 2. Penambahan 10 ml EDTA 3. Pada titik ekuivalen 4. Penambahan EDTA 60 mL

Awal titrasi

Penambahan 10 mL

Pada titik ekivalen

Setelah penambahan EDTA 60 mL

Titrasi 50 mL Ca2+ 0,01 M dengan EDTA 0,01 M

Kurva titrasinya

Indikator untuk titrasi kompleksometri


Indikator yang digunakan adalah indikator metallochromic Responsif terhadap pMg, pCu, pCa dsb.

Indikator eriochrom black T

Melepaskan H

Elektron pada gugus azos

Asam triprotik

H3ind

Sulfonat dalam bentuk terionisasi

Tidak tergantung pH

H2ind-

O-

-O

HO3S-

O2N

Mg

HO3S-

O2N

Kinetika Titrasi Kompleksometri


Cr3+, Co3+, Al3+, Zr3+, Fe3+, Bi3+ Lambat terkomplekskan Dengan EDTA

Titrasi balik
Contoh : Cr (III) ditambah dengan EDTA berlebih dan dititrasi dengan Mg atau Zn

Selektifitas Titrasi Kompleksometri


Ion logam Dapat dititrasi dengan EDTA

Mana yang membentuk kompleks dengan EDTA

Perlu Selektifitas

Selektifitas Titrasi Kompleksometri


Dapat dilakukan dengan melakukan: 1. Kontrol pH 2. Penggunaan masking dan demasking agen 3. Penggunaan indikator logam selektif. 4. Pemisahan klasik 5. Ekstraksi pelarut 6. Penghapusan anion 7. Kinetic masking

Kontrol pH
Campuran Bi3+ dan Th4+ : Bi3+ dititrasi dalam larutan asam (pH=2) menggunakan indikator xylen Orange + Methylthymol Blue Mixture of Bi3+ and Pb2+ can be titrated at pH=2 using indicator Xyline Orange, then histamine was added up to pH=5 for histamine was added up to pH 5 for enabling titration of Pb2+

Masking Agent
Masking tidak menimbulkan reaksi fisik dan tidak mengubah keadaan awal Masking agent disebut sebagai agen chelating bantu atau zat pengompleks Dengan masking, beberapa campuran kation tidak dapat bereaksi dengan EDTA dan indikator. Contoh Masking agent yang cukup efektif adalah CN- yang membentuk senyawa kompleks sangat kuat dengan Cd2 +, Zn2+, Hg2+, Cu2+, Co2+, Ni2 +, Ag +, tetapi tidak bereaksi dengan unsur-unsur alkali tanah (Mg2 +, Pb2 +, Ca2 +, Sr2 +)

Demasking agent
Cd2+ dan Zn2+ yang dimasking dengan CNdapat di demasking dengan chloralhydrate atau campuran formaldehyde + asam asetat (3:1)
[Zn(CN)4]2+ +4H+ + 4HCOH Zn2+ + 4HO.CH2-CN

Teknik tersebut sering digunakan untuk menentukan campuran Mg2+ ,Cu2+, Zn2+.

Penggunaan indikator logam selektif.


Bereaksi untuk menghasilkan perubahan warna yang tajam Bereaksi secara selektif dan spesifik dengan ion logam Menghasilkan senyawa kompleks logam-indikator yang stabil dan hasil warna yang intensif karena stabilitas M-Ind <M-EDTA pH diatur pada kondisi titrasi yang layak

Memiliki warna yang berbeda antara indikator bebas (red: indikator yang tidak membentuk kompleks) dengan suatu kompleks antara indikator dan logam

Pemisahan klasik
Pemisahan yang digunakan dengan cara pengendapan Pengendapan Ni2+ sebagai Ni-DMG, Cu2+ sebagai CuCNS dan Ca sebagai CaC2O4

Ekstraksi pelarut
Campuran Cu2+ dan Zn2+ or Pb2+ dan Zn2+ dengan NH CNS membentuk Zn tiosianat yang dapat diektraksi isobuthylmethylketon. Setelah ekstrak dilarutkan dalam air, selanjutnya Zn2+ dapat dititrasi dengan Complexon III

Penghapusan anion
Ion Orto fosfat dapat dipisahkan menggunakan resin pertukaran anion

Kinetic masking
Salah satu ion logam diubah menjadi inert yang kemudian reaksinya berjalan dengan lambat sedangkan ion logam yang lainnya bereaksi dengan cepat. Seperti titrasi Cr3+ dengan Na2EDTA

Soal dikerjakan