Anda di halaman 1dari 2

Rangkuman 4: Judul makalah Oleh Sumber : Analisis Lingkungan Tambang Emas Rakyat Poboya : M. Armand Zurhaar : Online: http://kakarmand.blogspot.com/2011/03/makalahmata-kuliah-ilmu-lingkungan.

html

Makalah ini membahas tentang sumber pencemaran di pertambangan emas Poboya, Bahaya merkuri bagi kehidupan, dampak tambang emas Poboya terhadap lingkungan hidup, serta solusi dari permasalahan lingkungan dan ekologi di tambang emas Poboya. Berdasarkan survei lapangan dan pengkajian referensi yang telah dilakukan penulis, sumber pencemar utama pada tambang emas Poboya adalah zat merkuri (Hg). Merkuri digunakan sebagai bahan kimia pembantu pada proses pengolahan (amalgamasi) yang sesuai dengan sifatnya berfungsi untuk mengikat butiran-butiran emas agar mudah dalam pemisahan dengan partikel-partikel lain dalam tanah. Proses kerja pemisahan emas dari partikel-partikel tanah yang dilaksanakan penambang emas Poboya adalah pemecahan partikel tanah, penggilingan, pemisahan partikel tanah dengan ikatan merkuri dan butiran emas, penyaringan, dan pemanasan. Merkuri sangat bebrahaya bagi kehidupan. Banyak dampak yang terjadi akibat zat merkuri, seperti pencemaran terhadap air dan pencemaran terhadap tanah. Air sungai yang dulunya dapat dikonsumsi kini berdampak buruk jika dikonsumsi. Begitupun dengan sumber air bersih PDAM di Poboya Palu juga tercemar merkuri. Sedangkan terhadap pencemaran tanah, merkuri yang terkontaminasi dengan tanah telah terakumulasi di dalam tubuh tumbuhan yang berada di daerah tercemar dan akan terakumulasi pula dalam tubuh manusia dan hewan yang mengkonsumsi tumbuhan tersebut. Sehingga di Poboya sudah terjadi kasus ternak mati. Untuk menyelamatkan ekologi dan meminimalisir dampak-dampak buruk yang akan ditimbulkan oleh pertambangan emas rakyat Poboya, penulis

memberikan beberapa solusi yaitu menerapkan sistem pertambangan yang lebih ramah lingkungan, menerapkan sistem pengolahan limbah, bioremidiasi pada lokasi-lokasi yang telah tercemar, perlu pengawasan dan aturan kegiatan pertambangan emas rakyat, menanamkan kesadaran pada masyarakat, serta menutup segala aktivitas pertambangan di Poboya.