Anda di halaman 1dari 2

Rangkuman 3: Judul makalah Oleh Sumber : Penambangan Emas Tanpa Izin : Irna Febrindo, Ismadi, dan Dewi Hera

Setyati : Online:..http://www.kesmas-unsoed.info/2011/01/makalahpenambangan-emas-tanpa-izin.html

Makalah ini membahas tentang pengertian PETI, dampak apa saja yang timbul akibat PETI, dasar penegakkan hukum PETI, Faktor pendorong PETI, serta program untuk pemberantasan PETI. PETI merupakan kegiatan pertambangan tanpa izin yang dilakukan oleh sebagian masyarakat maupun oknum lainnya. Namun pada saat ini kegiatan tersebut telah banyak menimbulkan dampak negatif pada lingkungan disekitar tambang tersebut seperti pencemaran terhadap air, baik berupa erosi maupun larutnya unsur-unsur logam berat karena sistem penirisan yang tidak baik. Selain itu juga terjadi pencemaran udara berupa debu, perubahan kontur, longsor, serta subcidence yang terjadi pada penambangan yang dilakukan secara bawah tanah. Akibat dari pencemaran dan perubahan yang terjadi tersebut juga akan berdampak bagi sektor lain seperti akibat terjadinya pencemaran terhadap air, sektor pertanian dan perikanan akan ikut terganggu sehingga pendapat mereka menjadi berkurang. Semua peraturan untuk penambang liar tersebut telah ditetapkan dalam Undang-Undang yaitu berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan Pasal 31 ayat (1) dan (2). Selain iu masalah PETI ini juga telah disampaikan pada Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2000 Tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Pertambangan Tanpa Izin. Peningkat kasus PETI yang terjadi biasanya disebabkan oleh dua faktor penting yaitu dari karakteristik usaha pertambangan yang menjajikan serta ketidaksiapan pemerintah suatu daerah. Dalam program pemberantasan PETI ini diperlukan kerjasama oleh pemerintah dan masyarakat sekitar. Pemerintah perlu melakukan pengawasan terhadap seluruh kegiatan pertambangan, memberikan penyuluhan pada

masyarakat dan pengusaha pertambangan tentang kesadaran lingkungan, melakukan pembinaan dan bimbingan teknis terhadap pengusaha pertambangan, membuat zonasi wilayah pertambangan sehingga tidak terjadi tumpang tindih dengan sektor lain dan penyebaran kerusakan lingkungan dapat dicegah, serta memberikan alternatif usaha lain terhadap pengusaha dan buruh tambang dengan cara memberikan tambahan keterampilan bagi pengusaha dan buruh tambang. Selain itu masyarakat perlu bekerjasama dengan pemerintah memberikan penyuluhan terhadap buruh dan pengusaha tentang kesadaran lingkungan, dan mendorong dibentuknya kelompok-kelompok baik buruh maupun pengusaha tambang yang difasilitai oleh pemerintah.