Anda di halaman 1dari 1

Dasar Teori

Asal kata halogen adalah bahasa Yunani yang berarti produksi garam dengan reaksi langsung dengan logam, karena kereaktifannya yang sangat tinggi, halogen ditemukan di alam hanya dalam bentuk senyawa. Sifat dasar ditunjukkan dalam Tabel 1 dan Tabel 2. Konfigurasi elektron halogen adalah ns2np5 dan halogen kekurangan satu elektron untuk membentuk struktur gas mulia yang merupakan kulit tertutup. Jadi, atom halogen mengeluarkan energi bila menangkap satu elektron. Jadi, perubahan entalpi reaksi X(g) + e X-(g) bernilai negatif. Walaupun afinitas elektron didefinisikan sebagai perubahan energi penangkapan elektron, tanda positif biasanya digunakan, agar konsisten dengan perubahan entalpi, sebenarnya tanda negatif yang lebih tepat. Taro Saito, Halogen dan Halida, 31 Oktober 2009, http://www.cmhem-is-tru.org.com. (20 April 2011).

Kofigurasi elektron unsur-unsur menunjukkan suatu keragaman periodik dengan bertambahnya nomor atom. Akibatnya, unsur-unsur juga akan menunjukkan keragaman periodik dalam perilaku fisis dan kimianya (Chang R., 2003,)

Pada umumnya unsur-unsur yang segolongan dalam Sistem Periodik Unsur mempunyai sifat yang hampir mirip. Unsur-unsur tersebut sifatsifatnya akan bertambah atau berkurang secara periodik dari atas ke bawah. Begitu pula jika unsur-unsur itu membentuk senyawa. Sifat-sifat senyawa yang terbentuk juga mirip. Namun ada perbedaan sifat pada senyawa itu yang disebabkan oleh perbedaan ukuran atom atau ion unsur-unsur tersebut (Beran & Brady, 1978,) Dengan menentukan kekuatan reduksi relatif unsur-unsur golongan halogen, maka akan diperoleh suatu pengertian mengenai kecenderungan unsur-unsur untuk menarik elektron. Kecenderungan untuk menarik elektron itu dapat dihubungkan dengan berubahnya ukuran atom dan ukuran ion (Brescia, Frank.et Al, 1980,)