Anda di halaman 1dari 2

Laju atau kecepatan reaksi didefinisikan sebagai banyaknya konsentrasi suatu zat yang dapat berubah menjadi zat

lain dalam satu satuan waktu (dogra 1990). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi laju reaksi, yaitu sifat alami reaksi, konsentrasi reaktan, tekanan, orde reaksi, suhu, katalis, dan pengadukan. Pada percobaan ini dipelajari tentang pengaruh konsentrasi reaktan terhadap perubahan laju reaksi. Berdasarkan teori, semakin tinggi konsentrasi maka semakin banyak molekul reaktan yang tersedia dengan demikian kemungkinan bertumbukan semakin banyak juga sehingga laju reaksi meningkat (atkins 1999) Reaksi yang diamati pada percobaan ini adalah antara peroksi disulfat dengan iodida dan dibuat dalam dua macam sistem. Sistem pertama dibuat dengan menjaga konsentrasi I- agar tetap yaitu 0,0417 M, sedangkan konsentrasi S2O82- dibuat bervariasi. Sistem kedua dibuat dengan menjaga konsentrasi S2O82agar tetap, yaitu 0,0083 M, sedangkan konsentrasi I- dibuat bervariasi. Seiring dengan bertambahnya waktu, maka jumlah reaktan semakin berkurang, sedangkan produk semakin meningkat jumlahnya. Agar I- dapat dibuat tetap, maka ditambahkan S2O82- ke dalam sistem. S2O82- akan beraksi dengan I2 (produk) menghasilkan I-. jika S2O82- telah habis maka akn terbentuk I2 dan menghasilkan perubahan warna menjadi biru karena I2 bereaksidengan kanji. S2O82- dapat dianggap tetap jika mol S2O82- yang beraksi sangat kecil bila dibandingkan dengan konsentrasi S2O82- awal. Laju reaksi dapat ditentukan dengan mengukur waktu yang dibutuhkan sistem untuk selesai bereaksi. Laju reaksi berbanding terbalik dengan waktu dan berbanding lurus dengan konsentrasi. Pada sistem pertama konsentrasi S2O82- dikurangi dan konsentrasi I- dibuat tetap, kecepatan reaksinya semakin menurun karena konsentrasi pereaksi juga menurun, hal yang sama juga terjadi pada sistem kedua.

Laju reaksi adalah kecepatan berkurangnya konsentrasi reaktan per satuan waktu atau laju bertambahnya produk per satuan waktu (atkins 1990). Persamaan laju menunjukkan pengaruh dan perubahan konsentrasi reaktan terhadap laju reaksi. Ketika faktor suhu dan katalis diubah, maka tetapan laju akan berubah. Perubahan ini digambarkan oleh persamaan arhenius : K= Ae Ea/RT. Persamaan Arhenius mendefinisikan secara kuantitatif hubungan antara energi aktivasi dengan konstanta laju reaksi. Energi aktivasi adalah energi minimum yang harus dipenuhi agar reaksi dapat berjalan (Petrucci 1992). Pada umumnya, konstanta laju reaksi meningkat dengan meningkatnya suhu dan harganya kira-kira dua kali untuk tiap kenaikan 10C . Energi aktivasi dapat ditentukan melalui percobaan dengan membuat grafik hubungan ln 1/t dengan 1/T. berdasarkan percobaan didaptka persamaan garis y=.. dengan r sebesar berdasarkan persamaan tersebut diperoleh nila Ea sebesar .. . selain Ea dari persamaan garis juga dapat ditentukan faktor frekuensi. Faktor frekuensi merupakan konstanta pada jarak perbedaan suhu yang kecil , berdasarkan percobaan diperoleh A sebesar.. Kesalahan yang mungkin terjadi pada percobaan ini antara lain pembuatan larutan dengan komposisi yang kurang tepat, pengukuran waktu yang kurang tepat, dan keterbatasan praktikan dalam mengamati perubahan yang terjadi selama reaksi. Berdasarkan percobaan dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi suhu, maka laju rekasi akan meningkat