Anda di halaman 1dari 3

Narasi wawancara

Topik wawancara Narasumber Pewawancara

: Budaya kampus ITB : Evan (Fisika Teknik 2010 ) : 1. Rosa Fitris Sundewi 2. Dary Achmad Budi 3. Umi salamah

Hari,tanggal, waktu wawancara : kamis, 14 Juni 2012

Di Institut Teknologi Bandung, terdapat beberapa budaya kampus yang membedakan kampus ITB dengan kampus lain. Di kampus ITB juga tedapat berbagai macam himpunan dan unit yang menaungi kegiatan mahasiswa di kampus ITB. Pada kesempatan kali ini kami dari kelompok 51 berkesempatan untuk mewawancara salah satu unit keagamaan yaitu KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik). KMK merupakan unit keagamaan yang mewadahi mahasiswa itb yang beragama Katolik di Institut Teknologi Bandung. Unit KMK ini dipimpin oleh Evan dari jurusan Teknik Industri 2010. Menurut KMK sendiri, budaya kampus ITB sendiri terdiri dari empat budaya. Budaya yang pertama adalah kajian. Kajian adalah kegiatan membahas atau mendiskusikan suatu kasus atau masalah yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Budaya yang kedua adalah kaderisasi. Kaderisasi merupakan kegiatan untuk menurunkan nilai-nilai agar mematangkan kepengurusan baru suatu organisasi. Budaya yang ketiga adalah berhimpun. Yang dimaksud dengan berhimpun adalah mahasiswa ITB mempunyai kebiasaan berorganisasi untuk menyampaikan aspirasi dengan beragam kepentingan yang disatukan agar tercapai keputusan yang dapat diterima semua orang. Dan budaya yang terakhir adalah keprofessian. Keprofesian merupakan budaya ITB dimana mahasiswanya saling membahas dan bekerja sama antara satu bidang keilmuan dengan bidang keilmuan lain. Dalam tubuh unit sendiri, KMK menerapkan budaya-budaya tersebut dalam berorganisasi. Dalam kajian, KMK mempunyai unit bidang sumber daya unit untuk membahas keperluan segala kegiatan unit yang rutin dilaksanakan seperti bakti social. Untuk budaya kaderisasi, di KMK berlaku metode keluarga basis dimana senior menjadi mentor bagi junior-juniornya di unit ini, selain itu unit KMK juga mengadakan syukuran keluarga baru untuk menyambut adik-adik yang masuk ke unit KMK. Dalam penerapan budaya berhimpun, unit KMK sudah jelas menjadi perwujudan budaya berhimpun itu sendiri. Untuk penerapan budaya keprofesian, memang tidak ada program langsung dari unit KMK,

namun warga KMK terdiri dari berbagai macam jurusan dan sering sekali melakukan dialog-dialog yang berkaitan dengan kerjasama antar jurusan. Posisi unit KMK sendiri di KM ITB sama seperti unit-unit lain, yaitu semi otonom. Semi otonom bermakna unit tersebut bebas melangsungkan kegiatan namun tetap terpantau dan tetap masuk ke dalam struktur KM ITB. Cara KMK menyampaikan aspirasi anggotanya ke KM ITB adalah melalui peran dari divisi eksternal unit KMK. Divisi tersebut memfollow-up opini dan aspirasi anggotanya ke menteri agama KM-ITB secara personil maupun e-mail. Hubungan unit KMK dengan semua unit lain di KM ITB terbilang baik. KMK sering bekerja sama dengan PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen) untuk membuat acara pada hari jumat ketika umat muslim sedang melaksanakan Shalat Jumat. Selain dengan PMK, KMK dan unit-unit agama lainnya sering mengadakan acara kumpul bersama unit agama yang diselenggarakan secara bergantian di sekretariat unit-unit agama tersebut. KMK juga sebagai penghuni Sunken Court juga membina hubungan baik dengan semua unit yang memilliki sekretariat di Sunken Court. Menurut KMK, kondisi KM ITB sendiri sekarang sudah cukup mewadahi aspirasi warga kampus ITB, hanya saja KM ITB masih belum menjadi yang paling disegani di hati para mahasiswa IT