Anda di halaman 1dari 2

Pengendalian Temperatur Outlet Heat Exchanger Networks (HENs) dengan Model Predictive Control (MPC) Melalui Simulasi Software

Hysys
Rahmat Aziz (2307100036) dan Reza Sofyan Arianto (2307100052) Pembimbing: Prof. Ir. Renanto, MS., Ph.D Laboratorium Perancangan dan Pengendalian Proses Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS Kata kunci: Heat Exchanger Networks (HENs), Hysys, Model Predictive Control (MPC) Abstrak Heat Exchanger Networks (HENs) merupakan sistem yang banyak digunakan dalam pabrik kimia karena bisa mempertahankan berbagai suhu dan tekanan. Tujuan utama dari sistem Heat Exchanger Networks (HENs) adalah untuk mentransfer panas dari beberapa aliran, sehingga dapat mencapai suhu yang diinginkan. Diperlukan sistem pengendali suhu outlet Heat Exchanger Networks (HENs) dengan memanipulasi variabel suhu aliran panas agar mampu mencapai kondisi optimum. Karena kekurangan yang ada pada teknik kontrol konvensional, digunakan teknik kontrol berbasis multivariable untuk mengontrol suhu outlet sistem Heat Exchanger Networks (HENs). Oleh karena itu, Penelitian ini dilakukan untuk mengendalikan Heat Exchanger Networks (HENs) dengan menggunakan Model Predictive Control (MPC) sebagai alat pengendalinya. Disturbance dalam penelitian ini adalah perubahan temperature aliran masuk sebesar +10% dan -10%. Pemilihan alat pengendali ini didasarkan pada berbagai kelebihannya jika dibandingkan dengan alat pengendali yang lain. Simulasi sistem pengendalian dilakukan dengan menggunakan software Hysys. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh parameter Model Predictive Control (MPC) sebagai pengendali temperatur outlet Heat Exchanger Networks (HENs) dengan performa terbaik adalah prediction horizon (P) 25 dan control horizon (M) 2 dengan IAE rata-rata pada MPC sebesar 321.811, sedangkan IAE rata-rata pada PID sebesar 351,360.

1. Pendahuluan

Dengan semakin berkembangnya dunia industri, tuntutan akan adanya industri yang efisien menjadi tak terelakkan. Hal ini karena kompetensi suatu industri akan dilihat dari tingkat efisiensi masingmasing elemen yang berperan, baik itu faktor yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses produksi. Dalam rangka meningkatkan efisiensi energi, sistem retrofit jaringan penukar panas (HENs) dari aliran-aliran proses dapat berpengaruh besar terhadap nilai ekonomis suatu proyek secara menyeluruh. Proses transfer panas pada Heat Exchanger Networks perlu untuk dikendalikan agar diperoleh temperatur fluida sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Adanya keterbatasan kerja sensor dan actuator pada plant HENs akan menyebabkan keterlambatan respon dari sistem kendali jika proses dikendalikan dengan menggunakan simtem kendali Proportional Integral Derivative (PID) biasa. Dalam penelitian ini diambil tipe pengendalian Model Predictive Control (MPC) yang bisa mewakili permasalahan diatas. Penelitian ini dibagi beberapa tahap : Pengumpulan dan pengolahan data Simulasi Steady State menggunakan software Hysys iii) Validasi hasil iv) Tahap sizing dan permodelan dynamic mode. v) Pemasangan PID controller dan pemberian dsiturbance i) ii)

vi)

Membuat step response test kemudian pemasangan MPC dalam beberapa konfigurasi dan pemberian distrubance. vii) Pengujian dengan metode IAE viii) Membandingkan hasil pengendalian PID dan MPC

3. Hasil dan Pembahasan 3.1 Hasil Validasi Simulasi Steady State

2. Metodologi

Gambar 3.1 Simulasi Steady State

Tabel 3.1 Data Validasi Simulasi Steady State Aliran h1out h2out c1out c2out Temperatur Jurnal (C) 40 100 80 40 Temperatur Simulasi (C) 39,55 99,05 79,19 39,62 Error (%) 1,125 0,95 1,0125 0,95 Gambar 3.2.3 Grafik perbandingan MPC dan PID Tc1 out untuk disturbance +10% dan -10%

Tabel 3.2 Data Validasi Simulasi Dynamic Mode Aliran h1out h2out c1out c2out Temperatur Jurnal (C) 40 100 80 40 Temperatur Simulasi (C) 39,55 99,01 79,28 39,64 Error (%) 1,125 0,99 0,9 0,9

Tabel 3.3 Data Parameter Pengendalian 2 PID dan 2 Split Controller Controller Parameter TICTIC- SPLT- SPLT100 101 100 101 Kc 4,35 1,03 8,38 0,749 i 0,123 0,180 0,0899 0,283 d 0,0274 0,0401 0,0200 0,0630 3.2 Hasil response untuk perbandingan MPC dan PID

Gambar 3.2.3 Grafik perbandingan MPC dan PID Tc2 out untuk disturbance +10% dan -10% Tabel 3.4 Data Perbandingan IAE untuk MPC dan PID Variabel Th1out Th1out Th2out Th2out Tc1out Tc1out Tc2out Tc2out D +10% D -10% D +10% D -10% IAE MPC 578,16 513,716 70,83 72,361 257,19 244,578 443,172 394,484 2574,491 321,811 PID 600,361 588,521 76,976 80,455 278,317 262,749 510,512 412,992 2810.883 351.360

Gambar 3.2.1 Grafik perbandingan MPC dan PID Th1 out untuk dsiturbance +10% dan -10%

D +10% D -10% D +10% D -10% IAE total IAE rata-rata

Gambar 3.2.2 Grafik perbandingan MPC dan PID Th2 out untuk disturbance +10% dan -10%

Agrahari, Sachin. 2009. A Performance Comparison of PID, FLC, & MPC controller: A Comparative Case Study. Thesis S2 engineering Thapar University, India. Marchetti, Jacinto L. dan Leonardo L. Giovanini. 2003. Low-Level Flexible- Structure Control Apllied to Heat Exchanger Networks. Journal of Computers and Chemical Engineering volume 27, pp. 1129-1142. Seborg, Dale E, Thomas F.E., Duncan A.M. 2004. Process Dynamic and Control 2nd Edition. Singapura: John Wiley & Sons (Asia) Pte. Ltd.

Daftar Pustaka

Anda mungkin juga menyukai