Anda di halaman 1dari 3

Polihidramnion dan Oligohidramnion

POLIHIDRAMNION = HIDRAMNION Air ketuban yang paling banyak pada minggu ke-38 ialah 1030 cc, pada akhir kehamilan tinggal 790 cc, dan terus berkurang sehingga pada minggu ke-43 hanya 240 cc. Pada akhir kehamilan seluruh air ketuban diganti dalam 2 jam berhubung adanya produksi dan pengaliran. Apabila melebihi 2000 cc, disebut polihidramnion atau dengan singkat hidramnion. Kita mengenal 2 macam hidramnion, yaitu: 1. Hidramnion yang kronispenambahan air ketuban perlahan-lahan, berangsurangsur. Ini bentuk yang paling umum. 2. Hidranmion yang akutPenambahan air ketuban terjadi dalam beberapa hari. Biasanya terjadi pada kehamilan muda pada bulan ke-4 atau ke-5. Hidramnion sering terjadi pada: a. Cacat janin terutama pada anensefal dan atresia esofagus. b. Kehamilan kembar. c. Beberapa penyakit, seperti diabetes, preeklampsi, eklampsi, eritroblastosis fetalis. Etiologi Etiologi hidramnion belum jelas. Secara teori hidramnion bisa terjadi karena: 1 Produksi air ketuban bertambahDiduga menghasilkan air ketuban ialah epitel amnion, tetapi air ketuban dapat juga bertambah karena cairan lain masuk ke dalam ruangan amnion, misalnya air kencing anak atau cairan otak pada anensefal. 2. Pengaliran air ketuban tergangguAir ketuban yang telah dibuat dialirkan dan diganti dengan yang baru. Salah satu jalan pengaliran ialah ditelan oleh janin, diabsorpsi oleh uses dan dialirkan ke plasenta, akhirnya masuk ke dalam peredaran darah ibu. Jalan ini kurang terbuka kalau anak tidak menelan, seperti pada atresia esofagus, anensefal, atau tumor-tumor plasenta. Pada anensefal dan spina bifida diduga bahwa hidramnion terjadi karena transudasi cairan dari selaput otak dan selaput sumsum belakang. Selain itu, anak anensefal tidak menelan. Pada kehamilan ganda mungkin disebabkan oleh salah satu janin pada kehamilan satu telur jantungnya lebih kuat, dan karena itu juga, menghasilkan banyak air kencing. Mungkin juga karena luasnya amnion lebih

besar pada kehamilan Pada hidramnion sering di temukan plasenta yang besar.

ganda.

Gejala-gejala Gejala-gejala disebabkan oleh tekanan oleh uterus yang sangat besar pada alat sekitarnya maka timbul: 1. Sesak napas. 2. Edema labia, vulva, dan dinding perut. 3. Regangan dinding rahim sendiri menimbulkan nyeri. Gejala-gejala lebih menonjol pada hidramnion yang akut. 4. Palpasi anak sulit. 5. Bunyi jantung sulit terdengar. Diagnosis Hidramnion harus dibedakan dari asites, kista ovarium, dan mola hidatidosa. Untuk membantu diagnostik dan untuk mencari etiologi dibuat foto Rontgen atau ultrasonogram yang dapat memperlihatkan anensefal dan kehamilan ganda. Prognosis Untuk anak kurang baik walaupun pada foto rontgen tidak tampak kelainan. Penyebab prognosis yang kurang baik, yaitu: 1. Cacat bawaan. 2. Persalinan kurang bulan. 3. Prolapsus tali pusat. 4. Eritroblastosis, preeklamsi, dan diabetes. Bahaya yang perlu diperhatikan, 1. Solusio 2. Inersia 3. Perdarahan pascapersalinan. dapat terjadi: plasenta. uteri.

Pengobatan Hidramnion yang ringan tidak memerlukan terapi, dapat diberi sedatif dan diet pantang garam kalau perlu. Apabila ada dispneu dan pasien sukar berjalan sebaiknya ia dirawat. Di rumah sakit ia diberikan istirahat rebah dan sedatif serta apabila pasien sangat menderita dan kurang tertolong dengan usaha-usaha tersebut di atas dapat dilakukan punksi selaput janin melalui serviks atau dinding perut.

Cairan hendaknya dikeluarkan dengan perlahan-lahan untuk mencegah terjadinya solusio plasenta. Punksi biasanya disusul dengan persalinan. OLIGOHIDRAMNION Jika air ketuban kurang dari 500 cc, disebut oligohidramnion. Oligohidramnion kurang baik untuk pertumbuhan janin karena pertumbuhan dapat terganggu oleh perlekatan antara kulit janin dan amnion atau karena janin mengalami tekanan dinding rahim. Gejala-gejala 1. Rahim lebih kecil dari sesuai dengan tuanya kehamilan. 2. Bunyi jantung anak sudah terdengar sebelum bulan ke-5 dan terdengar dengan lebih jelas (dengan stetoskop). 3. Pergerakan anak dirasakan nyeri oleh ibu dan sering berakhir dengan partus prematurus.