Anda di halaman 1dari 22

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Make up merupakan salah satu kosmetik tertua dan paling banyak digunakan. Rias mata merupakan hal yang tidak dapat dilupakan begitu saja apabila seseorang ingin berpenampilan lebih elegan. Banyak tipe make up yang digunakan untuk memperindah penampilan dari mata, salah satunya eye shadow.banyak pabrik yang telah memproduksi eye shadow di Indonesia. Pemakaian eye shadow yang paling di minati di Indonesia saat ini adalah eye shadow dengan sentuhan warna terang dan dengan tambahan aksen gliter . 1.2. Perumusan Masalah. Dari latar belakang masalah dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : bagaimana membuat suatu produk eye shadow yang dapat memenuhi persyaratan mutu antara lain produk eye shadow yang kompak dan tidak mudah pecah mudah
diambil dari wadah sediaan dan mudah dioleskan kembali ke kulit?

1.3. Tujuan Penelitian Praktikum ini bertujuan untuk mendapatkan suatu produk kosmetika eye shadow yang memenuhi persyaratan mutu sesuai dengan yang ditetapkan oleh USP XXII / XXI antara lain produk eye shadow yang kompak dan tidak mudah pecah., mudah diambil dari wadah sediaan dan mudah dioleskan kembali ke kulit 1.4. Manfaat Penelitian Praktikum ini diharapkan dapat membawa manfaat pada masyarakat dengan diperoleh formula sediaan pembuatan eye shadow yang aman, aceptable, dan bermutu.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

I. Tinjauan Tentang Eye Shadow Menurut PERMENKES RI no. 220/Menkes/per/IX/76 definisi kosmetika dapat diartikan sebagai bahan atau campuran bahan untuk digosok, dilekatkan, dituangkan, dipercikkan/disemprotkan pada bahan atau bagian tubuh manusia dengan maksud untuk memelihara, menambah daya tarik/ merubah rupa dan tidak termasuk obat. Ada 3 bagian mata yang perlu dirias, yaitu kelopak mata (eye lid), bulu mata (eye lash), dan alis mata (eye brow). Berdasarkan fungsinya, make up mata dibagi menjadi : Memperbaiki penampilan bulu mata Mewarnai alis dan areal orbital mata Meningkatkan kelembapan daerah sekitar mata Syarat make up mata, antara lain : Non toksik, non iritan Dapat menempel dengan baik dan mudah digunakan mudah dibersihkan tapi tidak dengan air, supaya kalau terkena keringat tidak luntur Kosmetika rias kelopak mata terdiri dari bayangan mata (eye shadow) dan setting cream. Bayangan mata(eye shadow) ialah rias kelopak mata yang dipakai agar tampak lebih gelap sehingga kelopak mata terlihat lebih cekung ke dalam. Bentuk sediaan eye shadow berupa : Cream Stik Serbuk Pres powdered

II. Tinjauan Tentang Perencanaan dan Pemilihan Formula Eye Shadow

Ada beberapa formula yang dipertimbangkan untuk dipergunakan dalam formula eye shadow antara lain : Pustaka : Mitsui page 397 Formula 1 : eyebrow pencil R/ Black iron oxide Titanium dioxide Talk Kaolin Japan Wax Stearic acid Beeswax Hydrogenated Castor Oil Petrolatum Lanolin Oil Liquid paraffin` Antioxidant 20% 5% 10% 15% 20% 10% 5% 5% 4% 3% 3% qs

Pustaka : Mitsui page 397 formula 2 : Powder Compact-Type eyebrow makeup

R/ Titanium dioxide Red iron oxide Yellow iron oxide Black iron oxide Talk Lanolin wax Liquid paraffin Gliceryl monostearat Parfume

20% 20% 20% 15% 10% 10% 4% 1% qs

Prosedur : Mix the titanium dioxide, iron oxides and talk well together in a blender (powder component). Heat to melt and mix the other ingredients together. Then mixin the powder component evenly,pulverize and press.

Dari beberapa formula di atas, dengan mempertimbangkan karakteristik fisika dan kimianya. Maka formula yang terpilih untuk digunakan dalam pembuatan eye shadow adalah formula no. 2, alasannya : Agar dapat dibentukl eye shadow yang tidak pecah-pecah / supaya lebih kompak karena adanya basis yang bertindak sebagai binder / pengikat seperti Liquid paraffin. Mudah dibersihkan tetapi tidak dengan air, supaya kalau terkena keringat tidak luntur. Hal ini disebabkan karena pada formula 2 terdapat dua fase yaitu fase air dan fase minyak. Pada formula no. 1 mudah di cuci oleh air. Lebih melekat/ tahan lama pada kelopak mata. Penggunaan lebih praktis dan mudah digunakan

III. Tinjauan Tentang Formula yang Dipakai Dalam Pembuatan Eye Shadow Formula no. 2 yang kami pakai dikombinasi lagi dengan beberapa komposisi lainnya yang dapat digunakan, sehingga formula yang kami pakai dalam pembuatan eye shadow adalah sebagai berikut : R/ Magnesium carbonate Zinc stearate Titanium dioxide Binding agent Gliserin monostearat Lanolin wax Asam sorbat colour Talk Parfume (Caporal Intens) 10% 10% 20% 4% 1% 15% 0,2% 20% 20% qs

m.f. eye shadow compact powder 10 gram

Berdasarkan formula di atas ada beberapa bahan yang ditambah seperti pemakaian paraffin liquid yang diganti dengan binding agent sebagai pengikat dan perekat bahan pada mata, pengawet (asam sorbat), pewarna (ultramarine blue, red iron oxide, FDC yellow, black iron oxide), fragrance (Caporal Intens).

IV. Tinjauan Tentang Pemilihan Bentuk Sediaan

Sifat fisika dan kimia kompoisi dasar (basis) : Talk (Magnesium silikat hidrat) Organoleptis : serbuk hablur, sangat halus licin, mudah melekat pada kulit, bebas dari butiran warna putih atau kelabu. Kelarutan : tidak larut dalam hampir semua pelarut. Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik. (FI ed III hal. 591) Magnesium carbonate (HPE, hal. 422) Organoleptis : serbuk putih, tidak berbau. Kelarutan : praktis tidak larut dalam air, tetapi larut dalam air yang mengandung CO2, tidak larut dalam etanol 95% dan pelarut lain. BM : 84,31 Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik Melting point : 350oC Zinc stearate (HPE, 832) Organoleptis : serbuk halus, putih, licin dan mudah melekat pada kulit, bau lemah khas, serbuk hidrofobik Kelarutan : praktis tidak larut dalam air dalam etanol 95% dan dalam eter. Larut dalam benzene. BM : 632,33 (untuk pure material)q Melting point : 120o-122oC

Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik. Titanium dioxide (HPE, hal. 782) Organoleptis : putih, tidak berbau, tidak berasa, serbuk non higroskopis. Kelarutan : praktis tidak larut dalam air, pelarut organic, HCL larut dalam hydrofluoric acid, H2SO4 BM : 79,88 Melting point : 1855oC Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya

Berdasarkan data karakteristik fisika dan kimia komposisi dasar (basis) pembuatan eye shadow, dipilih bentuk sediaan compact powder eye shadow, alasannya : Praktis, penggunaanya mudah Bentuk sediaan yang paling banyak digunakan dan paling disukai banyak orang. Tidak basah dan lengket waktu dipakai bila dibandingkan dengan eye shadow bentuk liquid dan cream Konsistensi / kekerasan dan susunan yang seragam. Dapat menempel dengan baik pada kelopak mata.

V. Persyaratan Mutu

Sediaan yang dibuat harus memenuhi persyaratan mutu yang setara dengan ketentuan dari USP XXII / XXI

1.Persyaratan mutu untuk bahan: Safety : Aman bagi pekerja. Toksistas sudah diketahui dengan pasti dan dikendalikan (tercantum dalam Farmakope) Efficacy : Manjur bermanfaat

Quality : Kualitas (kemurnian / impurity) harus memenuhi persyaratan kemurnian karena zat-zat asing bisa memberikan efek samping.

2.Persyaratan mutu untuk sediaan: Aman : Sediaan aman jika dipakai dan tidak menimbulkan iritasi bagi pemakainnya, jika digunakan secara wajar dan tepat (USP XXII hal. 1703). Eye shadow pada penggunaannya tidak boleh mengiritasi dan menimbulkan reaksi yang merugikan bagi pemakainnya. Persyaratan make up mata: Efektif Sediaan bila digunakan secara baik dan benar akan didapatkan hasil yang diinginkan. Bila eye shadow digunakan secara berulang dalam jumlah yang sedikit sudah mampu memberikan pewarnaan yang cukup baik Penampilan Sediaan harus memiliki penampilan yang dapat diterima / menarik dan menyenangkan bagi para pemakainnya baik dalam bentuk dan warna. Stabilitas fisika Konsistensi fisik tidak berubah selama pembuatan, penyimpanan, distribusi, dan pemakaiannya, meliputi :penampilan, keseragaman, dan organoleptis. (USP XXII hal. 1703) Organoleptis yaitu : Bentuk : compact powder Warna : merah muda, ungu, kuning, coklat. Bau : khas (berkarakter) Non toksik, non iritan Mudah menggunakan, dapat menempel dengan baik

Konsistensi / kekerasan tidak berubah selama penyimpanan dan pemakaiannya. Homogenitas : basis harus menyebar merata. Ukuran partikel : 0,5-10 m Stabilitas kimia Secara kimia tidak mengalami interaksi antar komponennya yang dapat mengubah pHdan bentuk sediaan serta warnanya. Stabilitas mikrobiologi Sterilisasi dan resistensi terhadap pertumbuhan mikrobiologi selama

penyimpanan, merupakan salah satu spesifikasi sediaan, antimikroba yang ditambah harus dapat befungsi secara efektif (USP XXII hal. 1703) Secara umum kosmetik tidak boleh mengandung mikroba tertentu antara lain : Candida albicans, eschericia coli, pseudomonas aeuroginosa, staphylococcus aureus. (Cosmetica and Drug Preservation hal. 475). Stabilitas toksikologi Sediaan tidak boleh mengandung bahan yang mungkin dapat meracuni jaringan local dan tidak boleh menunjukkan adanya gejala peningkatan toksikologi yang mencolok pada sediaan dalam jangka waktu tertentu, baik dalam proses pembuatan, pentimpanan, distribusi hingga pada pemkaian. (USP XXII hal. 1703) Stabilitas farmakologi Selama proses pembuatan, masa penyimpanan, distribusi hingga sampai pada pemakaiantidak terjadi efek terapeutik yang menyimpang. (USP XXII hal. 1703) Acepptable

Sediaan mempunyai penampilan, bentuk dan nilai estetik yang baik sehingga menimbulkan kesanyang menyenangkan bagi pemakaiannya Praktis dan mudah menempel pada kelopak mata pada waktu dipoleskan sediaan eye shadow compact powder.

VI. Penyusunan Formula Sediaan Setiap Satuan Takaran Terkecil Hingga Skala Besar

Perhitungan : No Nama Bahan kadar Skala terkecil (10 g) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Magnesium carbonate Zinc stearate Titanium dioxide Binder Asan sorbat Lanolin wax Gliserin monostearat colour talk 10% 10% 20% 4% 0,2% 15% 1% 20% 20% q.s 1g 1g 2g 0,4 g 0,02 g 1,5 g 0,1 g 2g 2g 2g 2g 4g 0,8 g 0,04 g 3g 0,2 g 4g 4g Skala lab (20 g) Skala industri (2000 g) 200 g 200 g 400 g 80 g 4g 300 g 20 g 400 g 400 g

10. parfume

Alasan pemilihan komposisi dasar pembuatan eye shadow Talk (Magnesium silikat hidrat) Kadar yang digunakan umumnya 15-50% Harus bebas asbes dan logam berat (talk yang digunakan harus dimurnikan terlebih dahulu) Berfungsi sebagai pengisi / fillers dan pelekat / glidant Magnesium carbonate Untuk meningkatkan efek covering (matte)

Zinc stearate Berfungsi sebagai opacifying agent (senyawa yang membuat lapisannya kedap tidak berongga), untuk perekat bahan pada mata karena dapat meningkatkan daya adhesi serbuk pada kelopak mata. Jika adhesi kurang berakibat dapat jatuh ke pipi. Titanium dioxide Berfungsi sebagai UV protection, pewarna dan pengawet Untuk mendapatkan efek yang mengkilap, ditambah serbuk-serbuk logam (contoh, Ag, Cu, Al), asalkan penggunaannya sedikit dan tidak larut serta memenuhi persyaratan Binder Berfungsi untuk membuat produk lebih kompak / tidak terjadi pecah-pecah pada serbuk. Kadar yang digunakan 4-6% Agar serbuk tidak melekat pada mata (idak berdebu) Untuk pelarut zat warna (pendispersi zat warna) Yang biasa digunakan : Lanolin dan derivatnya Minyak-minyak mineral dan derivatnya Isopropyl asetat (yang banyak digunakan sekarang) Isopropyl isostearate Nipasol Berfungsi sebagai pengawet antimikroba Kadar yang digunakan untuk topical 0,01%-0,6% Dalam formula kadar yang dipakai 0,2% Propyl gallat Berfungsi sebagai antioksidan dalam pembuatan kosmetik

Sebagai anti oksidan kadar yang dipakai 0,1% Pewarna Agar penampilan dari bentuk sediaan menarik Pewarna yang digunakan : 1. Merah : Carmine N.F 2. Biru : Ultramarine Blue 3. Kuning : Yellow oxide 4. Coklat : iron oxide Perfume Untuk memberikan bau/ wangi-wangian pada sediaan sehingga dapat

meningkatkan aceptabilitas konsumen Pada formula digunakan perfume women karena baunya yang khas dan berkarakter untuk digunakan oleh wanita dewasa. Propylenglycol Humectan yang bagus Tidak lengket dan merupaka lubricant yang bagus

Spesifikasi Sediaan

Organoleptis : Bentuk Bau Warna

Keterangan compact powder khas Merah muda,ungu,kuning,coklat padat 6,0 0,5-10 m Basis tersebar merata

2. 2 3 4

Konsistensi pH Ukuran partikel Homogenitas

BAB III KERANGKA KONSEPTUAL Eye shadow

Mudah digunakan, menempel dengan baik

Non toksik, Non iritan

Sediaan mudah diambil dari bentuk sediaannya

Sediaan merupakan sediaan yang kompak

Mudah dibersihkan tapi tidak dengan air agar tidak mudah luntur oleh keringat

Di + pengikat : agar sediaan menjadi sediaan yang kompak, agar tidak berdebu, sebagai pelarut warna Di + sabun alkali : sebagai perekat bahan pada mata , karena dapat meningkatkan daya adhesi serbuk pada kelopak mata Di + pewarna dan pengawet Di + perfume R/ Magnesium carbonate Zinc stearate Titanium dioxide Binding agent Gliserin monostearat Lanolin wax Asam sorbat colour Talk 10% 10% 20% 4% 1% 15% 0,2% 20% 20%

Dilakukan evaluasi sediaan : Organoleptis, tes pulasan, tes ukuran partikel, tes kekompakan sediaan

BAB IV KERANGKA OPERASIONAL


Bahan yang digunakan : Magnesium carbonate Zinc stearate Titanium dioxide Binder Nipasol Propyl gallat Propylenglikol Ultramarine blue Iron oxide Carmine N.F Women perfume Talk Alat yang digunakan : Timbangan mg dan anak timbangan Timbangan gram dan anak timbangan Kertas perkamen lumpang + alu sendok pengaduk water bath tempat eye shadow pipet tetes cawan Petri

Cara pembuatan
No Cara pembuatan 1. Timbang Magnesium carbonate 1 g masukkan ke dalam lumpang. 2. Timbang Zinc stearate 1 g masukkan ke dalam lumpang 1 3. Timbang Titanium dioxide 2 g masukkan ke dalam lumpang 1 4. Timbang asam sorbat 0.02 g, masukkan ke dalam lumpang 1 5. Timbang talk 2 g masukkan lumpang 1 Timbang gliseril monostearat 0,1 g, maukkan kedalam lumpang 1 6. Tarra cawan, timbang lanolin wax 1,5 g kemudian di lebur di waterbath 7. 8. Menyiapkan mortir panas Masukkan leburan lanolin kedalam mortar panas Homogen kemudian di tambah campuran lumpang 1 (magnesium carbonate,zinc stearat, titanium dioxide, asam sorbat, gliseril monostearat) 9. tambahkan perfume 8 tetes Berbau khas Berbau khas Homogen Homogen Spesifikasi Hasil

10. Timbang binder 0,8 g masukkan ke lumpang 1 gerus ad Homogen homogen 11. Bagi menjadi 4 bagian 12. Bagian 1 tambahkan ultramarine blue 13. Bagian 2 tambahkan carmine N.F 14. Bagian 3 tambahkan Yellow oxide 15. Bagian 4 tambahkan iron oxide 16. Masukkan no 11,12,13,14 ke dalam wadah 17. Kempa sediaan Biru Merah Kuning Coklat

Biru Merah Kuning Coklat

KERANGKA OPERASIONAL Mg Carbonate 0,9 g Zn stearate 1,5 g talk Nipasol 0,03 g Propyl gallat 0,015 g Propylenglycol 0,75 g

Campur ad homogen

campur

Timbang lanolin wax 1,5g, lebur diatas waterbath Menyiapkan mortir panas

Campur ad homogeny dalam mortir hangat, aduk ad dingin

Ditambah perfume 8 tetes

Ditambah binder 0,4 g gerus ad homogen

Dibagi menjadi 4 bagian

1 bagian ditambah ultramarine blue

1 bagian ditambah yellow oxide

1 bagian ditambah Carmin N.F

1 bagian ditambah iron oxide

Masukkan wadah dan kempa sediaan

Rancangan Evaluasi Sediaan:

Organoleptis Alat : Panca indra Prinsip: Mengamati bentuk, warna, dan bau dari sediaan. pH Alat : pH meter Cara Kerja : Cuci elektrode gelas pada pH meter menggubnakan aquadest, kemudian keringkan perlahan-lahan atau ditekan pelan-pelan dengan menggunakan qtissue Kalibrasi dengan Ph standart yaitu pH 4 dan pH 7 Celupkan elektrode gelas tersebut ke dalam sediaan, catat pH sediaan. Bila pH tidak sesuai dengan keinginan lakukan dengan adjust pH. Setelah selesai, cuci kembali elektrode dengan aquadest, kemudian keringakan. Batas Kadaluarsa Alat : Spektro UV Cara Kerja : Sediaan diamatai absorbansinya dalam jangka waktu tertentu untuk menentukan batas kadaluarsanya ( setelah bahan aktif tinggal 90 % ) dengan adanya perubahan temperatur. Uji distribusi partikel ( mikromeritika ) Alat : mikroskop optik, mikrometer okuler dan objektif. Cara kerja : Kalibrasi mikrometer okuler terhadap objektif . Teteskan sediaan pada objek gelas secukupnya. Amati ukuran partikel sebanyak 25 kali, catat Catat ukuran terbesar dan terkecil untuk membuat interval kelas. Hitung diameter tengah yang berupa dln, dsn. dvn, dsl, dvs, dan dwn.

Tes paf off / pulasan Alat : kuas eye shadow Cara Kerja : sediaan dioleskan di atas kulit / kelopak mata, kemudian dilihat mudah menempel atau tidak pada kulit / kelopak mata. Tes pelepasan Alat : wadah berisi sediaan Prinsip kerja : mengukur seberapa mudah diambil dari bentuk sediaan dan dapat dioleskan kembali pada kulit Tes penyebaran warna (dispersion of color) Alat : lup Prinsip kerja : mengamati homogenitas dan tersebarnya warna yang merata pada sediaan

BAB V HASIL EVALUASI DAN PEMBAHASAN


Hasil Evaluasi No Pengujian 1. Organoleptis Bentuk Bau Warna Compact powder khas Compact powder khas + + + + tersebar + Spesifikasi Hasil Keterangan

Merah, biru, kuning, Merah,biru, coklat kuning, coklat 0,5-10 m Basis merata Sediaan menempel kulit Warna merata homogen tersebar mudah

2. 3. 4.

pH Ukuran partikel homogenitas

6,0 5 % 0,5-10 m Basis tersebar merata

5.

Tes pay off pulasan

Sediaan

mudah

menempel pada kulit

pada +

6.

Tes warna

penyebaran Warna tersebar merata secara homogen

secara +

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Pembuatan eye shadow ini mudah dilakukan namun masih membutuhkan ketelitian dan keuletan dalam pembuatannya agar didapatkan sediaan yang aman, efektif, stabil dan dapat diterima. Sediaan yang kami buat tidak layak produksi karena tidak memenuhi spesifikasi (uji hardness ). Dan masih perlu perbaikan dalam formulanya agar didapatkan sediaan eye shadow yang lebih sempurna.

SARAN Perlu lebih banyak ketrampilan untuk mendapatkan warna-warna dalam sediaan eye shadow yang menarik dan sesuai dengan keiginan konsumen. Untuk mendapatkan sediaan yang lebih elegan dapat ditambahkan gliter pada sediaan.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI, 1995, Farmakope Indonesia, ed 4, Jakarta USP NF, BP,International Pharmacopoeia,ed 59 Reynold J.,Martindale The Extra Pharmacopoeia,28th ed.,The Pharmaceutical Press Lund W,1994 dan ed baru The Pharmaceutical Codex,12th ed,The Pharmaceutical Press, London FKUI,2007,Farmakologi dan terapi,ed 5, Jakarta Genaro AR(ed,2001 dan edisi baru), Remington The Science and Practice of Pharmacy, Mack Publishing Company, easton pensyl Vania. Mitsui, Takeo, Ph.D., 2000,New Cosmetic Science.,Kibbeqw A.H Wade A.,Weller P.J., 1994, Handbook of Pharmaceutical Exipients, 2nd ed., The Pharmaceutical Press, London Balsam, M.S., Edward Sagarin, 1972, Cosmetic Science and Tecnology, volume 2