Anda di halaman 1dari 4

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

3.

KARAKTERISTIK BEBAN NOL PADA GENERATOR DC PENGUAT TERPISAH

PM.7.5.06/L2/2011

A. TUJUAN PERCOBAAN Setelah melakukan percobaan mahasiswa dapat: Menggambar rangakaian percobaan beban nol Merangkai alat sesuai dengan gambar. Membuat karakteristik beban nol Menentukan tegangan kritis pada beban nol Menerangkan cara pengambilan data.

B. DASAR TEORI Karakteristik (watak) yang penting pada generator arus searah ada 3 yaitu karakteristik beban nol (karakteristik kejenuhan tanpa beban), karakteristik waktu berbeban (karakteristik kejenuhan beban), dan karakteristik internal & eksternal. Pada percobaan kali ini yang dibahas adalah karakteristik beban nol pada generator penguat terpisah. Bila generator diputar oleh penggerak mula, kemudian diberi arus penguatan, maka pada terminalnya dibangkitkan tegangan. Tegangan tersebut tergantung pada: fluks (arus medan) dan kecepatan putar. Jika fluks (arus medan) dipertahankan konstan, sedangkan kecepatan dinaikkan dan diturunkan, maka tegangan terminal akan naik turun sesuai perubahan kecepatan. Sama halnya jika kecepatan dipegang konstan sedang fluks dirubah-rubah, maka egangan terminalnya juga akan berubah sesuai dengan perubahan fluks. Dengan demikian ada dua karakteristiknya, a. Karakteristik beban nol sebagai fungsi dari arus medan dengan putaran konstan, dinyatakan oleh persamaan berikut, Eo = E0. (If) Ia = 0 dan N = konstan dengan : Eo = tegangan terminal pada beban nol If = arus medan Ia = arus beban nol N = kecepatan generator DC

12

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

3.

KARAKTERISTIK BEBAN NOL PADA GENERATOR DC PENGUAT TERPISAH

PM.7.5.06/L2/2011

b. Karakteristik beban nol sebagai fungsi dari putaran dengan arus medan konstan, dinyatakan oleh persamaan berikut, E0 = E0. (N) Ia = 0 dan If = konstan Dalam gambar 1 diperlihatkan rangkaian untuk membuat karakteristik beban nol generator DC dengan penguat terpisah.
Io RG
Vf Rf

Vt ( E o )

Gambar 3.1. Rangkaian untuk membuat karakteristik beban nol Dalam gambar 2 diperlihatkan karakteristik beban nol generator penguat terpisah. Pada gambar tersebut, penguatan arusnya If masih nol. Gaya gerak listrik (ggl) induksi sudah terbangkit Oa. GGL induksi ini dihasilkan oleh magnet remover dari kutub-kutub generator. Kemudian bila arus medan diperkuat GGL yang dibangkitkan akan bertambah besar, sehingga mendapatkan GGL sebesar Od dan diperlukan arus penguatan Oe. Bila arus penguatan diperkecil kembali sampai nol maka GGL juga akan turun, terbentuk seperti kurva dibawah (gambar 2) yang disebut lengkung kemagnetan.
E0

d (GGL)

c a
0

e
I
f

Gambar 3.2. Karakteristik beban nol generator penguat terpisah

13

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

3.

KARAKTERISTIK BEBAN NOL PADA GENERATOR DC PENGUAT TERPISAH

PM.7.5.06/L2/2011

C. ALAT DAN BAHAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Tachometer Kabel banana Kabel crocodile Jumper Ammeter Voltmeter Multimeter Obeng(1 buah) Inverter (1 buah) (1 buah) (1 buah) (1 buah) (1 buah) (10 buah) (10 buah) (1 set) (3 buah) (2 buah) (1 buah)

10. Regulator 11. Motor DC 12. Generator DC D. LANGKAH KERJA 1.

Membuat rangkaian seperti pada gambar.

A V M G V E0

Rf If

Rf

If

+
2. 3.

Gambar 3.3. Rangkaian percobaan Mengecek input dan outputnya. Mengatur putaran (N) pada 2000 rpm dengan bantuan tachometer dan dijaga konstan.

14

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

3.

KARAKTERISTIK BEBAN NOL PADA GENERATOR DC PENGUAT TERPISAH

PM.7.5.06/L2/2011

4. 5. 6. 7.

Menaikkan arus medan setingkat demi setingkat dengan menggeser kontak geser rheostat. Mencatat Vf dan If pada generator, dan Va dan Ia pada motor di tabel. Pengujian dihentikan setelah kontak rheostat habis (R minimum). Mematikan sumber setelah melakukan percobaan.

E. TABEL PERCOBAAN Table.l (If naik) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 If (A) 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25 0.3 0.35 0.4 0.45 0.5 0.55 0.6 0.65 0.7 0.75 0.8 0.85 0.9 0.95 1 1.05 1.1 1.15 1.2 Eo (V) 28.4 49.2 68.3 87.5 103.6 116.8 127.8 134.7 140.7 146.2 150.7 154.4 157.5 160.5 163.3 165.7 168.8 169.3 171.2 174.5 177.4 178.5 176.8 Ia (A) 0.9 0.9 0.9 0.9 0.9 0.9 0.9 1 1 1 1 1 1 1 1.1 1.1 1.1 1.1 1.1 1.2 1.2 1.2 1.2 Va (V) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Table.2 (If turun) If (turun) 1.1 1.05 1 0.95 0.9 0.85 0.8 0.75 0.7 0.65 0.6 0.55 0.5 0.45 0.4 0.35 0.3 0.25 0.2 0.15 0.1 0.05 0 Eo (V) 173.9 173.5 172 171.5 169.3 167.6 165.5 163.4 160.8 158.4 155 151.6 147.5 142.7 137.3 128.9 118.9 104.5 87.5 68.5 51.4 31.1 16.2 Ia (A) 1.2 1.2 1.2 1.2 1.2 1.1 1.1 1.1 1.1 1 1 1 1 1 1 1 0.9 0.9 0.9 0.9 0.9 0.9 0.9 Va (V) 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225

225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225 225

F. Tugas 1. 2. Buatlah grafik beban nol, Eo = f (If) Buatlah analisa dari grafik.

15