Anda di halaman 1dari 10

MODUL 10 Mempelajari Perilaku Secara Ilmiah

Apa yang menjadikan penelitian psikologi ilmiah?


Berikut ini adalah sejumlah karakteristik penting dari seorang ilmuwan yang ideal: 1. Presisi Dalam melakukan penyelidikan ilmuwan memiliki dugaan tertentu mengenai sejumlah perilaku yang didasarkan pada beberapa temuan sebelumnya atau pengamatan yang dilakukan secara kebetulan. Meskipun demikian kadang ilmuwan sering memulai dengan sebuah teori (theory) umum, yakni sistem asumsi dan prinsip terorganisir, yang bertujuan memberikan penjelasan nengenai gelaja tertentu dan bagaimana kaitan antara gejala-gejala tersebut. Bertolak dari sebuah dugaan atau teori, ilmuwan psikologi menyusun sebuah hipotesis (hypothesis), yakni sebuah pernyataan yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan perilaku tertentu. Selanjutnya, melalui sebuah hipotesis , akan diarahkan pada sejumlah prediksi mengenai hal-hal yang diperkirakan akan terjadi dalam situasi khusus. Dalam prediksi terdapat definisi operasional, yaitu definisi yang cermat mengenai sebuah istilah yang digunakan dalam sebuah hipotesisi, yang menentukan cara yang akan ditempuh dalam mengamati dan mengukur proses atau gejala yang didefinisikan tersebut 2. Skeptisisme

Para iluwan tidak menerima pemikiran yang didasarkan pada keyakinan atau pengaruh seseorang, prisnsipnya adalah Tunjukkan bukti!

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Sri Wulandari, S.Psi, Psi PSIKOLOGI UMUM I

3. Berpegang teguh pada fakta empiris Penilaian terhadap teori dan hipotesis ilmiah didasarkan pada fakta empiris. 4. Bersedia membuat prediksi beresiko Principle of falsiability adalah prinsip yang menyatakan bahwa sebuah teori ilmiah harus membuat prediksi yang cukup spesifik sehingga teori tersebut memiliki peluang ditolak; dengan demikian yang harus diprediksikan oleh teori tersebut bukan hanya hal-hal yang akan terjadi, namun juga hal-hal yang tidak akan terjadi. 5. Keterbukaan Ilmu pengetahuan tergantung pada ide yang mengalir bebas maupun keterbukaan penuh akan prosdur-prosedur dalam sebuah studi. Ilmuwan harus bersedia memberitahukan kepada orang lain mengenai asal ide-idenya, bagaimana mereka menguji ide-ide tersebut, dan hasil seperti apa yang diperoleh.

STUDI DESKRIPTIF: MENETAPKAN FAKTA-FAKTA Untuk mendukung hipotesis, para psikolog mengumpulkan fakta dengan metode tertentu, tergantung jenis pertanyaan yang ingin dijawab. Sampel representatif adalah sekelompok subjek, yang dipilih dari populasi penelitian yang cocok dengan karakteristik penting dari populasi seperti usia dan jenis kelamin. a. Metode deskriptif adalah metode yang memberikan gambaran perilaku, tetapi tidak memberikan penjelasan mengenai penyebabnya. b. Studi kasus yaitu suatu deskripsi yang rinci mengenai individu tertentu yang sedang dipelajari atau ditangani. c. Studi observasi yaitu suatu studi ketika peneliti secara hati-hati dan sistematis melakukan pengamatan dan merekam perilaku tanpa turut mencampuri perilaku yang muncul; dapat dilakukan dala bentuk observasi naturalistik atau observasi laboratorium.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Sri Wulandari, S.Psi, Psi PSIKOLOGI UMUM I

d. Tes psikologi merupakan prosedur yang digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi sifat kepribadian, kondisi emosional, bakat, minat, kemampuan, dan nilai. Sebuah tes dinyatakan sebagai tes yang baik jika tes tersebut sudah mendapatkan standarisasi, yaitu tes tersebut memiliki prosedur penyelenggaraan dan penilaian yang seragam. Proses penilaian biasanya merujuk pada norma atau standar-standar performa yang sudah diakui. Dan ditetapkan. Sebuah tes harus reliabel, yakni tes tersebut harus memberikan hasil yang sama meskipun diselenggarakan dalam waktu dan tempat yang berbeda. Tes juga harus valid, artinya tes tersebut harus dapat mengukur apa yang hendak diukur. e. Survei merupakan sejumlah kuesioner dan awancara yang menanyaan secara langsung menegani pengalaman, sikap atau pendapat kepada orang yang bersangkutan. Volunter bias adalah keterbatasan hasil temuan karena datanya siperoleh dari sampel para sukarelawan dan bukan dari sampel yang representatif. Ada kemungkinan para sukarelawan memiliki karakteristik yang berbeda dari orang-orang yang tidak bersedia menjadi sukarelawan. STUDI OBSERVASI Berkaitan dengan proses penyelidikan untuk mengidentifikasi dan memahami variabel psikologis untuk penegakan diagnosis psikologis. Ada proses pengukuran dan penggunaan berbagai teknik untuk mampu memahami dan mendiagnosis variabel psikologis. Pengertian Observasi Istilah observasi diarahkan pada kegiatan memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul , dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut. Sebagai metode yang paling dasar dan paling tua, dasar karena dalam setiap aktivitas psikologi ada aspek observasi. Semua bentuk penelitian kualitatif dan kuantitatif mengandung aspek obsevasi. Dapat berlangsung dalam konteks laboratorium (eksperimental) maupun dalam konteks alamiah (Banister, 1994)

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Sri Wulandari, S.Psi, Psi PSIKOLOGI UMUM I

Observasi merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis dan sengaja melalui pengamatan dan pencatatan terhadap gejala objek yang diteliti . Pengertian sempit tentang observasi adalah pengamatan secara langsung terhadap gejala yang diselidiki baik dalam situasi alamiah maupun situasi buatan Pengertian luasnya termasuk pengamatan yang dilakukan secara tidak langsung dengan menggunakan alat-alat bantu yang sudah dipersiapkan sebelumnya maupun yang diadakan khusus untuk keperluan tersebut. TUJUAN mendeskripsikan seting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian yang dilihat dari perspektif mereka yang terlibat dalam kejadian yang diamati. PENTINGNYA OBSERVASI, Patton (1990) 1. peneliti akan mendapatkan pemahaman lebih baik tentang konteks 2. Peneliti lebih bersikap terbuka, berorientsai pada penemuan daripada pembuktian, dan mendekati masalah secara induktif. Pengaruh konseptualisasi (yang ada sebelumnya) ttg topik yang diamati berkurang 3. Peneliti dapat melihat hal-hal yang oleh partisipan kurang disadari atau partisipan kurang mampu merefleksikan pemikiran tentang pengalaman itu 4. Memperoleh data tentang hal-hal yang tidak diungkapkan secara terbuka dengan wawancara 5. Mengatasi persepsi selektif dan peneliti dapat bergerak lebih jauh 6. Memungkinkan peneliti merefleksi & bersikap introspektif terhadap penelitian yang

dilakukan. Impresi & perasaan pengamat menjadi bagian untuk memahami fenomena. Reliabilitas & Validitas Observasi Reliabilitas : Metode yang reliabel, metode yang digunakan orang lain dalam kondisi yang sama akan menunjukkan hasil yang sama atau serupa. Perlunya reliabilitas antar rater Valisitas : keakuratan/keterpercayaan seberapa tepat metode mengukur apa yang diukur. Validitas tidak intrinsik ada pada metode karena dapat lebih dihubungkan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Sri Wulandari, S.Psi, Psi PSIKOLOGI UMUM I

dengan problem yang diteliti. Contoh Untuk meneliti tentang kelas sosial lebih valid dengan wawancara daripada observasi mobil yang dipakai

Etika Observasi Privacy subjek Keamanan subjek Persetujuan subjek Perlindungan terhadap kenyamanan dan keamanan Proses diseminasi informasi kepada para profesional dan komunitas ilmuwan Pencegahan kecuragan dan penipuan terhadap subjek, kelompok atau masyarakat Penggunaan oleh dirinya dan pihak lain dengan maksud negatif Jenis-jenis Observasi

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Sri Wulandari, S.Psi, Psi PSIKOLOGI UMUM I

STUDI KORELASI: MENCARI HUBUNGAN Studi korelasi adalah suatu studi deskriptif yang bertujuan mencari hubungan yang konsisten antara dua gejala Korelasi adalah suatu pengukuran mengenai kekuatan hubungan antara dua variabel Korelasi positif adalah suatu hubungan antar variabel, di mana peningkatan skor di variabel yang satu akan diikuti dengan peningkatan skor di variabel lainnya. Demikian pula penurunan skor di variabel yang satu akan diikuti dengan penurunan skor di variabel lainnya. Korelasi negatif yakni suatu hubungan antar variabel, di mana peningkatan skor di variabel yang satu akan diikuti dengan penurunan skor di variabel lainnya. Demikian pula penurunan skor di variabel yang satu akan diikuti dengan peningkatan skor di variabel lainnya. EKSPERIMEN: MENCARI HUBUNGAN KAUSALITAS

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Sri Wulandari, S.Psi, Psi PSIKOLOGI UMUM I

Eksperimen adalah suatu pengujian yang terkontrol terhadap sebuah hipotesis, saat seorang peneliti memanipulasi sebuah variabel untuk menemukan pengaruhnya terhadap variabel lain. Variabel independen; suatu variabel yang dimanipulasi oleh eksperimenter.Variabel dependen; suatu variabel yang diprediksikan oleh eksperimenter akan dipengaruhi oleh manipulasi variabel independen. Contoh eksperimen Apakah merokok dan mengemudi berhubungan? Kondisi kontrol; sebuah kondisi pembanding dalam suatu eksperimen, di mana subjeksubjek yang terlibat di alamnya tidak dikenaan perlakuan yang sama seperti yang dikenakan kepada subjek-subjek dalam kondisi eksperimen. Penempatan acak; suatu prosedur untuk menempatkan orang-orang ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, di mana setiap individu memiliki peluang yang sama untuk ditempatkan pada salah satu dari kedua kelompok tersebut. Placebo; suatu substansi non aktif perlakuan palsu yang digunakan sebagai kontrol dalam sebuah eksperimen; placebo juga bisa diberikan oleh dokter kepada pasien. EFEK EKSPERIMENTER Efek eksperimenter adalah perubahan perilaku subjek yang tidak dikehendaki, yang disebabkan oleh tanda-tanda yang tidak sengaja diberikan. Karena harapan dapat mempengaruhi hasil sebuah studi, para partisipan sebaiknya tidak mengetahui apakah mereka masuk ke dalam kelompok eksperimental atau kelompok kontrol. Solusi yang dilakukan untuk mengurangi efek eksperimenter antara lain: 1. Single-blind study yakni suatu eksperimen di mana subjek-subjek tidak mengetahui apakah mereka ditempatkan dalam kelompok eksperimen atau kelompok kontrol. 2. Double-blind study yakni suatu kondisi dalam eksperimen di mana tidak seorang subjek pun dalam penelitian yang mengetahui subjek-subjek mana yang berada di dalam kelompok kontrol dan mana yang berada dalam kelompok eksperimen, sebelum hasil penelitian diperoleh KEUNTUNGAN dan KETERBATASAN EKSPERIMEN

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Sri Wulandari, S.Psi, Psi PSIKOLOGI UMUM I

Kihlstrom (1995) mengatakan bahwa seperti halnya jenis penelitian lain, partisipan yang dilibatkan dalam eksperimen tidak selalu mewakili populasi yang lebih besar. Kebanyakan yang bersedia menjadi sukarelawan dalam eksperimen akademis adalah para mahasiswa, yang dalam banyak hal bereda dari orang-orang di luar kampus. Selain itu dalam sebuah eksperimen, penelitilah yang menentukan jenis pertanyaan yang diajukan dan perilaku yang direkam. Subjek mencoba mengerjakan sesuatu yang diperintahkan. Karena keinginannya untuk bekerja sama dengan eksperimenter atau memberikan kesan yang positif, subjek mungkin melakukan tindakan yang tidak dilakukan dalam kesehariannya. Eksperimen memungkinkan penarikan kesimpulan mengenai kausalitas dan membuat peneliti dapat membedakan efek nyata dari efek placebo.

MENGEVALUSI TEMUAN Ketika memperoleh sejumlah hasil dari studi observasi, survei, dan eksperimen maka harus dilakukan tiga (3) hal terhadap hasil tersebut, yaitu: 1. Mendeskripsikannya 2. Menilai seberapa jauh hasil yang diperoleh itu terpercaya dan bermakna 3. Memikirkan bagaimana cara menjelaskan hasil-hasil tersebut.

STATISTIK DESKRIPTIF : MENEMUKAN MASALAH Statistik deskriptif; prosedur-prosedur statistik yang mengorganisir dan merangkum data penelitian. Mean aritmatik; suatu nilai rata-rata yang diperoleh dengan cara membagi hasil penjumlahan dari sekelompok kelompok tersebut. angka, dengan jumlah angka yang terdapat dalam

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Sri Wulandari, S.Psi, Psi PSIKOLOGI UMUM I

Standar deviasi; suatu cara pengukuran variabilitas yang umum digunakan, yang mengindikasikan rata-rata perbedaan di antara skor-skor dalam sebuah distribusi, beserta mean-nya.

STATISTIK INFERENSIAL : MENARIK KESIMPULAN Statistik inferensial; prosedur statistik yang memungkinkan para peneliti mengambil kesimpulan mengenai seberapa bermaknanya (secara statistik) suatu hasil studi yang diperoleh. Tes signifikansi; pengujian statistik yang memperlihatkan sejauh mana hasil peenlitian yang diperoleh hanya disebabkan oleh faktor kebetulan

MENGINTERPRETASIKAN FAKTA Studi lintas kelompok yaitu suatu studi di mana subjek-subjek dengan berbagai usia yang berbeda dibandingkan dalam periode waktu yang sama. Studi longitudinal yaitu suatu studi di mana perkembangan orang yang sama diikuti selama periode tertentu dan diperiksa kembali setelah periode berikutnya. Besar efek; jumlah keragaman skor dalam sebuah penelitian yang dapat dijelaskan oleh variabel independen. Meta-analisis; suatu prosedur untuk menggabungkan dan menganalisis data dari berbagai penelitian. Meta-analisis akan menentukan seberapa banyak keragaman skor terdapat di seluruh studi, dapat dijelaskan oleh sebuah variabel tertentu.

ETIKA DALAM PENELITIAN ILMIAH Etika dalam mempelajari manusia:

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Sri Wulandari, S.Psi, Psi PSIKOLOGI UMUM I

Informed consent; doktrin bahwa subjek riset manusia harus berpartisipasi secara sukarela dan harus cukup memahami studi tersebut untuk bisa mengambil keputusan berpartisipasi atau tidak. 2. Etika dalam mempelajari hewan Melakukan penelitian dasar mengenai spesies tertentu. Menemukan penerapan praktis. Mempelajari masalah yang tidak dapat diuji secara. eksperimental terhadap manusia karena sejumlah. pertimbangan praktis maupun etis. Memperjelas pertanyaan penelitian. Meningkatkan kesejahteraan manusia.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Sri Wulandari, S.Psi, Psi PSIKOLOGI UMUM I