Anda di halaman 1dari 6

Sistem Pertanaman

Monokultur
Multiple Cropping

Polikultur
Integrated Farming

Rotasi/Pergiliran Tanaman

Sistem Pertanaman
Monokultur
1 jenis tanaman scr berurutan

Polikultur
Multiple cropping (panen berganda):
suatu sistem budidaya tanaman selama 1 th/1 musim pada sebidang tanah tertentu yang ditanami beberapa kali pertanaman dari 1 jenis tanaman atau lebih scr bergiliran ataupun bersisipan dengan tujuan untuk mendapatkan peningkatan produksi per satuan waktu tertentu

Multiple Cropping
Keuntungan:

Dapat memanen beberapa jenis tanaman sekaligus dalam suatu waktu tertentu
Ada pembagian resiko berusaha & pemasaran hasil Menghemat lahan, tenaga kerja, air, saprodi Jika kekurangan benih/bibit dapat ditanami tanaman lain Mengurangi penyiangan Meningkatkan Land Equivalent Ratio

Multiple Cropping
Berdasarkan cara tanam dapat dibedakan atas: Tumpang sari (intercropping), beberapa jenis tanaman yang umurnya hampir sama ditanam pada saat tanam sama secara beraturan Tanaman campuran (mixed cropping), hampir sama dg no 1, namun ditanam tidak beraturan Pergiliran tanaman (crop rotation), waktu tanam digilir setelah satu tanaman dipanen diikuti penanaman tanaman berikutnya, bisa mono atau polikultur Penyisipan (reley planting), saat tanaman I hampir panen, dilakukan penanaman tan ke II dstnya

Multiple Cropping
Berdasarkan cara tanam dapat dibedakan atas: Sistem Surjan, biasa dilakukan dg menaikkan tanah pd bagian tertentu sehingga terjadi guludan sementara bagian lain tergenang air. Guludan ditanami palawija, yg tergenang dijadikan sawah

Sistem Dam, sedikit berbeda dg surjan dimana bagian yg digali ada yg lebih dalam shg dpt dijadikan kolam ikan
tanaman sela (interplanting), tanaman muda/semusim ditanam di antara tanaman tua sampai batas waktu tertentu

Pemeliharaan Tanaman
Pengairan Penyiangan Pembumbunan Pemulsaan Pemangkasan Pemupukan Pengaturan pembungaan & pembuahan Naungan/pelindung Pengendalian hama & penyakit