Anda di halaman 1dari 4

KONSEP & MANAJEMEN NYERI A.

Pengertian Nyeri Nyeri didefinisikan sebagai suatu keadaan yang mempengaruhi seseorang dan ekstensinya diketahui bila seseorang pernah mengalaminya (Tamsuri, 2007). Menurut International Association for Study of Pain (IASP), nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan. B. Skala Intensitas Nyeri Intensitas nyeri adalah gambaran tentang seberapa parah nyeri dirasakan oleh individu, pengukuran intensitas nyeri sangat subjektif dan individual dan kemungkinan nyeri dalam intensitas yang sama dirasakan sangat berbeda oleh dua orang yang berbeda. Pengukuran subjektif nyeri dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai alat pengukuran nyeri salah satu nya yaitu menggunakan skala nyeri numerik. (Tamsuri, 2007). Gambar 2 Skala Intensitas Nyeri Numerik 0-10

0
Tidak Ada nyeri

2
Nyeri ringan

5
Nyeri sedang

8
Nyeri berat

10
Nyeri sangat berat

Sumber: AHCPR (Agency for Health Care Policy and Research . Acute Pain Management: Operative or Medical Procedures and Trauma. Clinical Practice Guideline. Rockville, MD; AHCPR, Public Health Service, U.S. Department of Health and Human Services, Feb 1992, dalam Smeltzer & Bare, 2002).

Keterangan : 0 : Tidak nyeri 1-3 : Nyeri ringan Secara obyektif klien dapat berkomunikasi dengan baik. 4-6 : Nyeri sedang Secara obyektif klien mendesis,menyeringai, dapat menunjukkan lokasi nyeri, dapat mendeskripsikannya, dapat mengikuti perintah dengan baik. 7-9 : Nyeri berat Secara obyektif klien terkadang tidak dapat mengikuti perintah tapi masih respon terhadap tindakan, dapat menunjukkan lokasi nyeri, tidak dapat mendeskripsikannya, tidak dapat diatasi dengan alih posisi nafas panjang dan distraksi 10 : Nyeri sangat berat Pasien sudah tidak mampu lagi berkomunikasi, memukul. C. Manajemen Nyeri Non Farmakologis Terapi Musik Tehnik Terapi Musik 1) Memilih sebuah tempat yang tenang dan bebas dari gangguan untuk memulai melakukan terapi musik, khusunya untuk relaksasi, serta dapat disempurnakan dengan menyalakan lilin wangi aromaterapi guna membantu menenangkan tubuh. 2) Pada awalnya mendengarkan berbagi jenis musik untuk mengetahui respon dari tubuh. 3) Lalu duduk di lantai, dengan posisi tegak dengan kaki bersilangan, ambil nafas dalam-dalam, tarik dan keluarkan perlahan-lahan melalui hidung. 4) Mendengarkan dengan seksama instrumennya saat musik dimainkan, seolah-olah pemainnya sedang ada di ruangan memainkan musik khusus. Bisa dengan duduk lurus di depan speaker, atau bisa juga menggunakan headphone. 5) Membayangkan gelombang suara itu datang dari speaker dan mengalir keseluruh tubuh. Fokuskan dalam ke dalam jiwa ditempat mana yang ingin disembuhkan dan suara tersebut mengalir ke sana. Mendengarkan, sembari

membayangkan alunan musik mengalir melewati seluruh tubuh dan melengkapi kembali sel-sel, lapisan tipis tubuh dan organ dalam. 6) Mendesain sesi mendengarkan musik secara teratur setelah mengetahui bagaimana tubuh merespon pada instrumen, warna nada, dan gaya musik yang didengarkan. 7) Idealnya, terapi musik dilakukan selama kurang lebih 30 menit hingga satu jam setiap hari, namun jika tidak memiliki cukup waktu minimal selama10 menit, karena selama waktu 10 menit musik telah membantu pikiran untuk beristirahat.

DAFTAR PUSTAKA Smeltzer. S. C & Bare. B. G. (2002). Buku ajar keperawatan medikal-bedah Brunner & Suddarth. Vol. 1 Jakarta: EGC Tamsuri, A. (2006). Konsep & penatalaksanaan nyeri. Jakarta: EGC. .