Anda di halaman 1dari 7

MIKROBIOLOGI ILMU KESEHATAN JIWA

Nama NIM Kel. Tutorial Tutor

: : : :

Ainal Mardhiyyah 09711044 27 dr. Ukhti Jamil Rustiasari

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA 2009/2010

MIKROBIOLOGI Mikrobiologi merupakan cabang ilmu biologi yang khusus mempelajari tentang mikroorganisme. Sesuai dengan asal terbentuknya kata ini yang terdiri dari kata micros yang berarti kecil, bios yang berarti hidup, dan logos yang berarti ilmu pengetahuan, secara keseluruhan ilmu ini mempelajari tentang makhluk-makhluk hidup yang tidak kasat mata yang hanya bisa dilihat dan diamati dengan menggunakan mikroskop. Sejak diketemukannya mikroskop oleh Anthony Van Leeuwenhoek pada permulaan abad ke-17, sejak itu pula informasi di bidang mikrobiologi berkembang sangat pesat. Informasi tentang ilmu ini sering disampaikannya kepada Royal Society dan menjelaskan pengamatannya secara terinci dalam bahasa Belanda, kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Inggris dan dicetak oleh penerbit Royal Society sehingga cepat tersebar. Sampai pada suatu ketika pengamatan Leeuwenhoek berhasil mendeskripsikan sifat karakteristik bakteri air liur, cuka, air hujan, dan dari substrat lain. Namun penemuannya tidak dihiraukan orang. Hal ini terbukti sebelum tahun 1800, orang belum menyadari bahwa mikroorganisme berperanan dalam transformasi senyawa dan ternyata dapat menyebkan penyakit. Tahun 1664, seorang yang bernama Robert Hook telah menemukan jamur benang dengan spora berwarna biru yang tumbuh di permukaan kulit. Pada waktu itu dikemukakan mikroorganisme uniseluler seperti protozoa, algae, khamir, dan bakteri yang berbentuk batang, kokus, serta spiral. Linnaeus (1767) berhasil menemukan 6 spesies mikroorganisme yang terdiri dari 600 tipe yang dipublikasikan dalam atlas Ehrenberg tahun 1938. Sekian lama setelah Leeuwenhoek memberikan gambaran yang lebih teliti mengenai berbagai jenis bakteri dan berhasil menemukan mikroskop, keadaan ini membuat Pasteur (1857) termotivasi untuk menemukan suatu penelitian akan hal itu. Pasteur berhasil menemukan bahwa proses peragian disebabkan oleh aktivitas mikroba. Tiap mikroba dapat mengadakan proses peragian yang berbeda-beda. Beliau mengemukakan cara-cara sterilisasi yang mengembangkan suatu alat sterilisasi uap, oven udara panas (hot air oven) dan otoklaf. Robert Koch menyempurnakan cara-cara bakteriologi dalam penelitian-penelitiannya pada biakan antraks (1876) dan berhasil mengantarkannya sebagai bapak bakteriologi modern. Beliau menemukan pula cara-cara pewarnaan dan cara-cara untuk memperoleh bakteri dalam biakan murni dengan meenggunakan perbenihan padat. Beliau juga menemukan kuman

tuberkolosis (1882), Vibrio cholera (1883), dan juga penemuannya yang luar biasa yang merupakan pencerminan fenomena hipersensivitas terhadap Mycobacterium tuberculosis. Informasi-informasi yang diperoleh dari mikrobiologi memungkinkan kemajuan besar di dalam penerapan praktis oleh para ahli. Aplikasi praktis mikrobiologi merupakan suatu proses eksploitasi organisme hidup, umumnya mikroorganisme dalam kondisi komersial atau industrial untuk menghasilkan barang dan jasa yang dikehendaki. Maka mikroorganisme mutlak diperlukan untuk memperbaiki kesejahteraan umat manusia. Aktivitas yang menguntungkan manusia yang melibatkan mikroorganisme meliputi proses fermentasi, seperti contoh dalam proses pembuatan yoghurt misalnya, dilibatkan mikroorganisme Lactobacillus bulgaricus yang merupakan mikroorganisme yang berasal dari kingdom monera. Disamping itu, ada pula mikroorganisme yang bersifat merugikan bagi kehidupan manusia yaitu mampu menimbulkan penyakit. Seperti contoh Xanthomonas citri yang menyebabkan kanker pada batang jeruk, Bacillus anthraxis yang menyebabkan penyakit anthrax pada hewan ternak, juga Diplococcus pneumoniae yang menyebabkan penyakit radang paru-paru atau yang lebih dikenal dengan pneumonia. Kemudian dua tokoh bernama Emil Von Behring dan Shibasaburo Kitasato berhasil menemukan metode untuk mendapatkan immunitas terhadap penyakit diphteri oleh Bacillus. Kitasato juga berhasil membuat antitoxin untuk penyakit tetanus yang disebabkan oleh Clostridium tetani. Van Behring mendapat Nobel pada tahun 1901. Ilmu ini merupakan salah satu dari sekian ilmu kedokteran yang mempunyai peran yang sangat essensial karena ilmu ini membantu kita untuk mengetahui macam-macam jenis mikroorganisme yang dapat membawa dampak positif maupun negatif terhadap kehidupan manusia. Mikrobiologi dapat dipelajari pada blok nutrisi dan digesti. Blok ini secara garis besar membahas tentang kandungan gizi yang ada pada suatu makanan. Lingkungan sekitar hidup manusia berpengaruh juga. Seperti misalnya bila terdapat makanan yang berada pada lingkungan yang kotor dan makanan tersebut dikonsumsi oleh seseorang, maka orang tersebut mempunyai kemungkinan untuk terkena penyakit. Di lingkungan yang kotor bila diteliti lebih jauh, akan terlihat bahwa di tempat tersebut banyak sekali terdapat mikroorganisme yang merugikan tubuh sehingga membawa dampak negatif terhadap kesehatan manusia. Karena itu, mikrobiologi erat

hubungannya dengan blok nutrisi dan digesti. Selain dengan blok nutrisi dan digesti, mikrobiologi juga terkait dengan blok biomedis, SPTPI, pengobatan rasional pada semester dua, blok kardiovaskuler dan respirasi pada semester tiga, dan banyak lagi.

ILMU KESEHATAN JIWA Pada saat ini ada kecenderungan penderita dengan gangguan jiwa jumlahnya mengalami peningkatan. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti krisis ekonomi dan gcjolak-gejolak lainnya yang terjadi di sekelilingnya. Bahkan masalah dunia internasional pun dapat ikut memicu terjadinya peningkatan jumlah penderita gangguan jiwa. Dalam dunia kedokteran, terdapat ilmu yang mempelajari tentang aspek-aspek kejiwaan pada manusia yang disebut dengan ilmu kesehatan jiwa. Kesehatan Jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari "Kesehatan" dan merupakan unsur utama dalam menunjang terwujudnya kualitas hidup manusia yang utuh. Kesehatan Jiwa adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain. Makna kesehatan jiwa mempunyai sifat-sifat yang harmonis (serasi) dan memperhatikan semua segi-segi dalam kehidupan manusia dan dalam hubungannya dengan manusia lain. Sebelum akhirnya ditemukan dan dipelajarinya ilmu kesehatan jiwa bahkan sampai saat ini pun ketika teori ilmu kesehatan jiwa telah ada, aspek kesehatan jiwa masih sering dikaitkan dengan sesuatu yang bersifat ghaib. Mereka yang seperti itu adalah mereka yang masih memegang erat kepercayaan yang ada sejak jaman nenek moyang mereka dahulu. Kepercayaan tersebut kuat beranggapan bahwa bila terjadi gangguan pada jiwa itu adalah suatu penyakit yang terjadi karena adanya gangguan secara mistis dan magic dari makhluk lain dan hanya dapat disembuhkan dengan cara yang magic pula. Sejarah ilmu kesehatan jiwa bermula dari seorang yunani yang kemudian dianggap sebagai bapak ilmu kedokteran, Hippocrates, yang kurang lebih menggambarkan gejala-gejala melancholia dan berpendapat bahwa penyakit ayan adalah penyakit alamiah dan bukanlah suatu penyakit keramat seperti yang diyakini pada waktu itu. Kemudian setelah itu, dengan jatuhnya kebudayaan Yunani dan Romawi, maka ilmu kedokteran pada umumnya mengalami kemunduran. Pada jaman ini, mereka-para penderita penyakit gangguan jiwa-sangat diperlakukan tidak manusiawi oleh orang-orang normal disekelilingnya. Rata-rata dari penderita gangguan jiwa tersebut mengalami kekerasan secara fisik, seperti dipukuli, diikat, dikurung, bahkan ada yang sampai dimasukkan ke dalam tong besar yang kemudian digulingkan dari atas

bukit ke bawah. Itu semua dilakukan semata-mata untuk mengusir roh jahat itu dari tubuh si penderita itu. Ilmu kesehatan jiwa semakin berkembang ketika seorang yang bernama Benjamin Rush yang pada sekitar abad 17 memperkenalkan cara pengobatan baru yang berdasarkan perlakuan secara moral (moral treatment) di Rumah Sakit Pennsylvania. Dan semakin banyak orang-orang hebat yang memberikan kontribusi penting dalam perkembangan ilmu kesehatan jiwa sehingga ilmu ini semakin dibutuhkan serta di manfaatkan di zaman modern ini. Berbeda dengan mikrobiologi, ilmu kesehatan jiwa berdiri sendiri menjadi satu materi tunggal pada blok ilmu kedokteran jiwa yang nantinya akan di bahas pada semester lebih lanjut. Selain itu, ilmu kesehatan jiwa pun berintegrasi dengan blok system saraf, Ilmu kesehatan jiwa diharapkan mampu mengubah pandangan mereka yang menganut kepercayaan nenek moyang tentang penyakit gangguan jiwa. Dengan mempelajari ilmu kesehatan jiwa, kita sebagai mahasiswa/i diharapkan mengetahui sejarah, peranan para pelopor, serta apa yang menjadi penyebab terjadinya penyakit ini, juga bagaimana sikap dan cara kita menghadapi dan melakukan pengobatan kepada mereka yang terkena penyakit gangguan jiwa.

DAFTAR PUSTAKA BTA Group. 2008. Biologi Semester 1.Bta Group:Jakarta Maramis. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Airlangga University Press:Surabaya Suharni, Theresia Tri; Nastiti, Sri Juni, Soetarto, Endang Sutariningsih. 2008. Mikrobiologi Umum.Universitas Atma Jaya:Yogyakarta Kumpulan Handout Lamya Muthi Nabila 2007

SITUS WEB http://httpyasirblogspotcom.blogspot.com/2009/02/ilmu-kesehatan-jiwa.html http://iqbalali.com/2008/02/18/mikrobiologi