Anda di halaman 1dari 3

4.

2 Peran Agama Hindu dalam Merumuskan dan Menegakkan Hukum yang Adil

Perumusan hukum menurut Hindu diatur secara konsepsiomnal, di mana sistem dan asas yang dipergunakan dalam Hukum Hindu bersumber pada kitab suci Veda. Menurut Veda, hukum Hindu bersumber pada: 1. Sruti 2. Smerti 3. Sila 4. Acara 5. Atmanastuti

1. SRUTI artinya sama dengan wahyu, atau wahyu yang di himpunan dalam mantra Samhita. Kalau kita bandingkan dalam bentuk perundang-undangan Negara, Sruti dianggap sebagai UUD, karena Sruti merupakan sumber dari ketentuan-ketentuan berikutnya. 2. SMERTI adalah himpunan-himpunan yang berisi tentang penafsiran dari Sruti. Di dalam Smerti dijabarkan atau diaplikasikan Sruti tersebut. 3. SILA mempunyai arti tingkah laku dari orang suci. Yang dimaksud dengan orang suci adalah orang yang memiliki kekuatan mata batin dapat memancarkan kekuatan rohani serta mempunyai kepekakan untuk menerima getaran-getaran gaib, dalam penampilannya menunjukan keluwesan dan rasa welas asih yang disertai kemurnian dan kebersihan lahir batin tidak terpengaruh oleh materi duniawi dan dipakai pantuan di masyarakat ( contoh: Para Mahasiswa, Nabi dalam agama Islam ). 4. ACARA merupakan adat istiadat yang keramat yang berlaku di suatu tempat. 5. ATMANASTUTI rasa puas diri. Rasa puasa adalah ukuran yang selalu diusahakan olesh setiap manusia untuk mencapai kepuasan tersebut harus didasarkan pada kebenaran atau ajaran agama. Penegakan hukum yang adil dalam ajaran Hindu mempunyai konsep yang jelas dijabarkan atau aplikasikan dalam konsep sraddha atau keimanan Hindu di bagian yang

ketiga, yaitu Karma Phala. Karma Phala merupakan hukum Universal yang memberikan dalil atau rumusan yang pasti. Karma Phala berasal dari dua kata, yaitu karma dari akar kata kr yang artinya membuat yang berarti Perbuatan, sedangkan Phala berarti hasil. Jadi, arti dari Karma Phala adalah setiap perbuatan akan mendatangkan hasil, juga bisa disebut dengan hukum sebab akibat, yaitu segala sebab berupa perbuatan akan membawa hasil dari perbuatannya. Untk lebih pasti kita perhatikan sloka di bawah ini: Karma Phala Ngaran Ika paraning gawe ala ayu (slokantara) Artinya : Karma Phala adalah akibat perbuatan baik dan buruk. Karma memberikan pahala yang pasti, apa yang kita nikmati dalam kehidupan ini tidak semata-mata merupakan takdir dari Tuhan. Kehidupan ini sendirilah yang menentukan. Kalau kita berbuat yang baik maka kita akan memperoleh pahala yang baik pula demikian pula sebalikanya kalau kita berbuat yang tidak baik, maka pendeitaanlah yang kita nikmati. Namun, perlu diingat bahwa penikmati dari hasil itu sendiri dapaat dirasakan dalam tiga kemungkinan, yaitu: 1. Prarabda Karma Phala, yaitu: Perbuatan yang dilakukan pada kehidupan sekarang, hasilnya diterima pada kehidupan sekarang juga. Contoh: Kalau kita makan cabe, maka mulut kita akan terasa pedas. Kalau kita mengambil api, tangan kita akan terbakar. Kalau kita makan nasi, habis makan kita kenyang.

2. Kriyamana Karma Phala, yaitu: Perbuatan yang dilakukan sekarang didunia ini tetapi hasilnya akan diterima di alam baka. Contoh : Jika seseorang berbuat baik,suka menolong, jujur,maka setelah mati akan mendapat sorga dan sebaliknya. 3. Sancita Karma Phala, Yaitu:

Perbuatan yang dibuat sekarang didunia ini tetapi hasilnya akan diterima pada kelahiran yang akan datang. Contoh : Ada orang yang dalam kehidupannya sekarang selalu berbuat jahat, suka memfitnah orang lain, tidak jujur, kasar dan yang lainnamun dia tetap menikmati kebahagiaan. Itu berarti karma baik yang dahulu pada kehidupan sebelumnya dinikmati pada kehidupan sekarang. Demikianlah Karma Phala diyakini sebagai dalil hukum yang asli, sehingga pada setiap tindakan dan prilaku penganut agama Hindu selalu berpedoman pada hukum Karma Phala.