Fentanil Deskripsi - Nama & Struktur Kimia : Phentanyl Citrate, N-19(Phenethyl-4-piperidyl)propionanilide dihydrogen citrate - Sifat Fisikokimia : Serbuk

kristal putih, larut sebagian dalam air, larut baik dalam alkohol - Keterangan :-

Golongan/Kelas Terapi Analgesik Narkotik

Nama Dagang - Duragesic Indikasi

- Fentanyl

Nyeri sebelum operasi,selama & paska operasi, penanganan nyeri pada kanker, sebagai suplemen anestesi sebelum operasi untuk mencegah atau menghilangkan takipnea dan delirium paska operasi emergensi.

Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Parentral : Sebelum operasi : 50-100 mcg IM, 30-60 menit sebelum operasi Sebagai tambahan anestesi umum : Dosis rendah (operasi minor) IV 2 mcg/kg Dosis sedang ((operasi mayor) awal 2-20 mcg/kg, tambahan dosis IV/IM 25-100 mcg jika perlu Dosis tinggi (operasi jantung terbuka, saraf atau prosedur ortopedi) awal 20-50 mcg/kg, tambahan dosis 25 mcg 1½ dosis awal jika perlu Farmakologi Metabolisme terutama dalam hati. Ekskresi melalui urin sebagai metabolit tidak aktif dan obat utuh 2-12%. Pada kerusakan ginjal terjadi akumulasi morfin-6-glukoronid yg dpt memperpanjang aktivitas opioid. Kira-kira 7-10% melalui feses. Ekskresi melalui urin sebagai metabolit tidak aktif dan obat utuh 2-12%. Pada kerusakan ginjal terjadi akumulasi morfin-6-glukoronid yg dpt memperpanjang aktivitas opioid. Kira-kira 7-10% melalui feses.

Stabilitas Penyimpanan Sediaan injeksi disimpan dalam suhu ruangan, terlindungi cahaya.

vertigo. agitasi. ruam kulit Interaksi . Diuretik : Opioid menurunkan efek diuretic pada pasien dengan kongestif jantung. gangguan penglihatan. mulut kering. Agonis opiod lainnya. lemah. Kumarin antikoagulan : Potensiasi aktivitas antikoagulan. koma. Sediaan transdermal tidak direkomendasikan pada nyeri akut atau paska operasi. oliguria Efek kolinergik : bradikardia. Efek Samping Depresi pernapasan. Relaksan otot : Opioid dpt meningkatkan kerja penghambatan neuromuscular.Terhadap Kehamilan : .Kontraindikasi Hipersensitivitas. rasa mengantuk. depresi pernapasan yang parah. tremor otot.Dengan Makanan : - Pengaruh . hipnotik : potensiasi efek depresi sistem saraf pusat. trankuilizer. Sistem saraf : sakit kepala. eforia. Amfetamin : Dekstroamfetamin dapat meningkatkan efek analgetik agonis opioid . urtikaria. delirium atau disorientasi. muntah. pergerakan yang tidak terkoordinasi.Dengan Obat Lain : Antidepresan (MAOi & trisklik) : Potensiasi efek antidepresan. Pencernaan : mual. sedative. depresi. ekskresi & endokrin : retensi urin. takikardia. muka merah. halusinasi Lain-lain : Berkeringat. nyeri kronis ringan atau intermiten atau pasien yg belum pernah menggunakan opioid & toleran thd opioid. ketegangan. hipotensi postural Reproduksi. kejang. pruritus. konstipasi Kardiovaskular : aritmia. disforia. palpitasi. anestetik umum.

tekanan darah Bentuk Sediaan Injeksi Ampul 50 mcg/ml. Transdermal 25 mcg/jam. Mekanisme Aksi Berikatan dengan reseptor di sistem saraf pusat. tumor otak. aritmia. anoreksia. tekanan darah . mempengaruhi persepsi dan respon thd nyeri. depresi pernapasan. cedera kepala. pada penggunaan jangka panjang menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologi. asma bronkial.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Status sistem pernapasan & status mental.Terhadap Anak-anak : Keamanan & efikasi pada anak-anak belum diketahui . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Hindari pemakaian alkohol. Monitoring Penggunaan Obat Status sistem pernapasan & status mental. gangguan koordinasi.Terhadap Ibu Menyusui : Hati-hati pemakaiannya pada ibu menyusui . pada depresi system saraf pusat yg parah. 50 mcg/jam Peringatan Hati-hati pada pasien dengan disfungsi hati & ginjal krn akan memperlama kerja & efek kumulasi opiod. Menyebabkan ngantuk (hati-hati mengendarai mobil atau menjalankan mesin).Kategori C : Dapat digunakan jika potensi manfaat lebih besar daripada resiko thd janin . hiperkapnia. kejang. pasien usia lanjut.