Anda di halaman 1dari 5

Abses Apikalis Akut

Abses apikalis akut adalah proses inflamasi pada jaringan periapikal gigi, yang disertai pembentukan eksudat.

Etiologi :
o

Abses apikalis akut disebabkan masuknya bakteri, serta produknya dari saluran akar gigi yang terinfeksi.

Gejala :
o o o

Abses apikalis akut ditandai dengan nyeri yang spontan Adanya pembentukan nanah Pembengkakan biasanya terletak divestibulum bukal, lingual atau palatal tergantung lokasi apeks gigi yang tekena.

Terkadang disertai dengan manifestasi sistemik seperti meningkatnya suhu tubuh, dan malaise.

Pemeriksaan
o

Tes perkusi abses apikalis akut akan mengahasilkan respon yang sangat sensitif,

o o o

Tes palpasi akan merespon sensitif Tes vitalitas tidak memberikan respon. Secara histologi abses apikalis akut menunjukkan adanya lesi destruktif dari nekrosis yang mengandung banyak leukosit PMN yang rusak, debris, dan sel serta eksudat purulen.

Gambaran radiografis abses apikalis akut, terlihat penebalan pada ligamen periodontal dengan lesi radiolusen pada jaringan periapikal.

Gambar 2.3. Gambaran radiografi dari abses periapikal akut Sumber : Ingle J.I. Endodontics 5th ed. 2002.p.185.

Abses Apikalis Kronis


-

Abses apikalis kronis merupakan keadaan yang timbul akibat lesi yang berjalan lama yang kemudian mengadakan drainase ke permukaan.

Abses adalah kumpulan pus yang terbentuk dalam jaringan. Pus ini merupakan suatu kumpulan sel-sel jaringan lokal yang mati, sel-sel darah putih, organisme penyebab infeksi atau benda asing dan racun yang dihasilkan oleh orgnisme dan sel darah.

Abses apikalis kronis merupakan reaksi pertahanan yang bertujuan untuk mencegah infeksi menyebar kebagian tubuh lainnya

Etiologi :
o

Abses apikalis kronis disebabkan oleh nekrosis pulpa yang meluas ke jaringan periapikal

Dapat juga disebabkan oleh abses akut yang sebelumnya terjadi.

Gejala
o

Abses apikalis kronis berkembang dan membesar tanpa gejala yang subjektif.

Pemeriksaan
o

Hanya dapat dideteksi dengan pemeriksaan radiografis Gambaran radiografis abses apikalis kronis terlihat putusnya lamina dura hingga kerusakan jaringan periradikuler dan interradikuler

Adanya fistula didaerah sekitar gigi yang terkena. Fistula merupakan ciri khas dari abses apikalis kronis. Fistula merupakan saluran abnormal yang terbentuk akibat drainasi abses.

Abses apikalis kronis pada tes palpasi dan perkusi tidak memberikan respon non-sensitif

Sedangakn tes vitalitas tidak memberikan respon.8

MEKANISME TERJADINYA KELAINAN PERIAPIKAL Karies Profunda Bakteri Bakteri pada karies akan memproduksi toksin yang akan berpenetrasi ke dalam pulpa melalui tubulus Jaringan pulpa akan terinflamasi secara lokal pada basis tubulus yang terkena karies terutama oleh selsel inflamasi kronik seperti makrofag, limfosit, dan sel plasma Jika pulpa terbuka, jaringan pulpa akan terinfiltrasi secara lokal oleh leukosit

polimorfonukleus untuk membentuk suatu daerah nekrosis pada lokasi terbukanya pulpa Jaringan pulpa bisa tetap terinflamasi untuk waktu yang lama sampai akhirnya menjadi nekrosis reaksi inflamasi dari jaringan pulpa akan berlanjut kejaringan periapikal Jaringan pulpa yang mengandung bateri serta toksinnya akan keluar melalui foramen apikal ( foramen apikal ini merupakan penghubung pulpa dan jaringan peridonsium ) Peradangan yang meluas ke jaringan

periapikal menyebabkan respon inflamasi lokal sehingga akan mengakibatkan kerusakan tulang dan resorpsi akar.2,5 PERBEDAAN ABSES DAN KISTA RONGGA MULUT Kista Radiologi : Berbentuk membulat atau oval unilokuler atau multilokuler berbatas jelas radiolusen Margin : terdapat peripheral cortication (radio-opaque margin) Tanda klinis : Asymtomatic (kecuali pada kista yang beradang/terinfeksi) Berkembang dalam waktu yang lama Berkembang dalam waktu yang singkat Tidak berbatas jelas Margin : tidak terdapat peripheral cortication (radio-opaque margin Terdapat symtom (terasa sakit) Abses Bentuknya tidak beraturan

Penanganan dari periapikal abses adalah dengan mendrainase pus melalui insisi pada jaringan gusi di daerah akar gigi ataumelalui pelubangan gigi (terapi saluran akar). Insisi gusi dilakukan di daerah akar gigi sampai tempat pus. Sebelum melakukan insisi diperlukan foto rontgen untuk

menentukan apakah pus pada periapikal abses belaum menembus tulang atau telah menembus tulang dan mengumpul pada subgingiva. Jika pus telah menembus tulang dan mengumpul pada subgi ngiva maka insisi dilakukan pada gusi saja. Jika belum menembus tulang maka selain
8

insisi gusi juga dilakukan pelubangan pada tulang rahang menuju tempat akar gigi dimana pus berada. Terapi saluran akar juga sebaiknya dilakukan karena pada umumnya perapikal abses berasal dari daerah pulpa gigi.Terapi saluran akar merupakan tindakan melubangi gigi sampai menembus pulpa kemudian dilakukan: Pulpectomi yaitu pembuangan jaringan pulpa pada korona (2/3 bagian pulpa) dan meninggalkan jaringan pulpa pada daerah akar. Ini dilakukan jika infeksi hanya sebatas pada pulpa bagian atas.Pulpotomi yaitu pembuangan seluruh jaringan pulpa.Yang dilakukan pada kasus periapikal abses adalah pulpotomi karena seluruh pulpa telah rusak.Pulpotomi juga merupakan saluran drainase. Pencabutan gigi pada beberapa kasus dianjurkan,terutama jika gigi tersebut mengalami fraktur sampai pada daerah bifurkasi dan perbaikan gigitidak dapat dilakukan lagi