45

LKPP
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
1

1 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 2 .

 Memahami pelaksanaan dan para pihak terkait e tendering.  Melaksanakan pemasukan data pengumuman dan pemasukan data pemenang pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 3 .  Memahami tatacara e purchasing.1 SETELAH MODUL INI SELESAI DIAJARKAN DIHARAPKAN PESERTA MAMPU :  Memahami Ketentuan Umum Pengadaan Secara Elektronik.

1 • Pengadaan secara elektronik (E-Procurement) adalah Pengadaan Barang/Jasa yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 4 . • Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik dilakukan dengan cara e-tendering atau epurchasing.

2 Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas Memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time Meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat Mendukung proses monitoring dan audit Memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan 5 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah .

Menciptakan persaingan usaha yang sehat 2. Membuka kesempatan pelaku usaha mengikuti lelang 4. Mengurangi biaya transportasi untuk mengikuti lelang Penyedia Barang dan Jasa Memberikan kesempatan masyarakat luas untuk mengetahui proses pengadaan masyarakat Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 6 .2 1.Mempermudah proses administrasi 3.Mempermudah pertanggungjawaban proses pengadaan ULP / PP 1. Memperluas peluang usaha 3.Mendapatkan penawaran yang lebih banyak 2.

2 Menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa Menyediakan pelatihan kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa Menyediakan bantuan teknis untuk mengoperasikan SPSE kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa Mengelola Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Fungsi LPSE Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 7 .

1 membentuk Gubernur/ Bupati/ Walikota Pimpinan K/L/I membentuk memfasilitasi ULP/ Pejabat Pengadaan Melakukan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 8 .

5 1. Dalam rangka memperkuat dasar hukum pelaksanaan e-Procurement. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 9 . Pemohon menerbitkan Surat Keputusan tentang Pembentukan Tim LPSE 3. 4. pemohon harus menerbitkan Peraturan Kepala Daerah tentang Implementasi eProcurement atau peraturan lain. Manajemen Training bagi pengelola LPSE 5. Institusi yang berminat (Pemohon) mengirimkan Surat Minat Implementasi 2. Alamat website (bagi LPSE System Provider).

 Kewajiban mendirikan LPSE bagi kabupaten/kota.1  Kewajiban penerapan e-procurement untuk sebagian/seluruh paket pada tahun 2012.  Pengumuman lelang dan rencana pengadaan dilakukan di Portal Pengadaan Nasional melalui LPSE Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 10 .

1 • LKPP membangun dan mengelola Portal Pengadaan Nasional. • Website masing-masing K/L/D/I wajib menyediakan akses kepada LKPP untuk memperoleh informasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 11 . • K/L/D/I wajib menayangkan rencana Pengadaan & pengumuman Pengadaan di website K/L/D/I masing-masing & Portal Pengadaan Nasional melalui LPSE.

1 E-Tendering merupakan: • Tata cara pemilihan Penyedia Barang/Jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua Penyedia Barang/Jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan secara elektronik dengan cara menyampaikan 1 (satu) kali penawaran dalam waktu yang telah ditentukan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 12 .

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 13 . Para pihak yang terlibat dalam e-tendering adalah PPK. serta tersedianya sistem keamanan dan penyimpanan dokumen elektronik yang menjamin dokumen elektronik tersebut hanya dapat dibaca pada waktu yang telah ditentukan. ULP/Pejabat Pengadaan dan Penyedia Barang/ Jasa. Aplikasi e-tendering sekurang-kurangnya memenuhi unsur perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual dan kerahasian dalam pertukaran dokumen. 2. E-tendering dilaksanakan dengan menggunakan sistem pengadaan secara elektronik yang diselenggarakan oleh LPSE. 3. 4.3 1. Ruang lingkup e-tendering meliputi proses pengumuman Pengadaan Barang/Jasa sampai dengan pengumuman pemenang.

ULP/Pejabat Pengadaan dapat menggunakan sistem Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik yang diselenggarakan oleh LPSE terdekat. Mengacu pada standar proses pengadaan secara elektronik . Sistem e-tendering yang diselenggarakan oleh LPSE wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. dan c. b. Tidak terikat pada lisensi tertentu (free license) 6.3 5. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 14 . Mengacu pada standar yang meliputi interoperabilitas dan integrasi dengan sistem Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik .

1 E-Purchasing merupakan: • Tata cara pembelian Barang/Jasa melalui sistem katalog elektronik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 15 .

2 Terciptanya proses Pemilihan Barang/Jasa secara langsung melalui sistem katalog elektronik (E-Catalogue) sehingga memungkinkan semua ULP/Pejabat Pengadaan dapat memilih Barang/Jasa pada pilihan terbaik Efisiensi biaya dan waktu proses Pemilihan Barang/Jasa dari sisi Penyedia Barang/Jasa dan Pengguna Barang/Jasa Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 16 .

2 • Diselenggarakan oleh LKPP. • Informasi e-katalog oleh LKPP dilakukan dgn membuat frame work contact penyedia barang/jasa • Barang/jasa pada sistem e-katalog di tentukan LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 17 . dengan memuat informasi spesifikasi & harga barang/jasa.

2 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 18 .

15 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 19 .