Anda di halaman 1dari 24

DEFINISI Fissura Anus (Fissure in ano, Ulkus anus) merupakan suatu rebekan atau luka bernanah (ulkus, borok) pada lapisan anus.

PENYEBAB Biasanya disebabkan oleh cedera karena buang air besar yang keras dan besar. Fissura menyebabkan otot melingkar (sfingter) dari anus mengalami kejang dan hal ini akan menyulitkan penyembuhan.

GEJALA Fissura menyebabkan nyeri dan perdarahan selama atau segera setelah buang air besar. Rasa nyeri akan berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam dan kemudian menghilang sampai saat buang air besar berikutnya.

DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan di daerah anus.

PENGOBATAN Bisa diberikan pelunak tinja atau psilium, yang bisa mengurangi cedera karena buang air besar yang keras.

Pelumas berupa suppositoria (obat yang dimasukkan ke dalam dubur) juga bisa diberikan.

Duduk berendam dalam air hangat selama 10-15 menit setelah buang air besar, akan mengurangi rasa tidak nyaman dan membantu meningkatkan aliran darah, sehingga membantu proses penyembuhan.

Pembedahan dilakukan bila pengobatan yang lainnya tidak berhasil.

Fisura ani merupakan suatu robekan atau luka pada daerah anus yang berbatasan dengan kulit. Pada daerah tersebut terdapat banyak saraf sensorik, sehingga adanya luka di daerah tersebut akan menimbulkan rasa sakit. Fisura ani biasanya dipicu oleh adanya feses yang keras dan besar saat buang air besar yang menyebabkan anus dipaksa untuk meregang saat buang air besar sehingga timbulah cedera pada daerah anus tersebut.

Polip tidak dapat diangkat dengan menggunakan operasi untuk wasir/ambeien. Sedangkan kolonoskopi merupakan tindakan untuk diagnostik bukan untuk terapi yang hanya berfungsi

untuk mengetahui kelainan pada daearah usus. Rasa nyeri yang Anda alami kemungkinan bukan karena ambeien Anda melainkan karena fisura ani Anda. Untuk menangani nyeri karena fisura Ani diperlukan pemberian obat anti nyeri yang dimasukkan dari lubang anus selain itu Anda juga dapat melakukan beberapa tips berikut:

Tingkatkan konsumsi makanan berserat

Tingkatkan asupan cairan ke dalam tubuh minimal 8 gelas sehari (2 gelas saat bangun pagi, 4 gelas sepanjang hari, 2 gelas saat akan tidur). Konsumsi makanan yang kaya akan serat harus diimbangi dengan minum cairan dalam jumlah banyak. Peningkatan asupan cairan ke dalam tubuh tanpa diikuti oleh peningkatan asupan serat tidak akan memberikan pengaruh yang bermakna mencegah dan mengatasi konstipasi yang dapat memicu kekambuhan fisura ani.

menghindari konsumsi kafein, teh atau alkohol yang berlebihan

menghindari kebiasaan menunda buang air besar

Fissura Ani merupakan luka atau sobekan yang timbul pada anus. Luka ini dapat terjadi lebih dalam sampai ke saluran anus. Letak luka bervariasi, sering terjadi pada anus seblah belakang namun dapat jugapada anus sebelah depan. Seringkali fisura ani terjadi akibat peregangan selaput lendir anus yang melebihi kemampuannya untuk meregang. Hal tersebut terjadi pada kondisi seperti sembelit dengan kondisi feses yang keras dan kering, diare yang sering dan kronik, penggunaan alat-alat melalui anus (termometer, endoskopi. dsb), pada saat melahirkan, dsb. Pada penderita fisura ani otot polos sekitar anus berkontraksi terlalu kuat ddan tegang sehingga seringkali menyebabkan sulitnya penyembuhan fisura ani. Dengan banyaknya ujung syaraf perasa pada kulit sekitar anus menyebabkan rasa sakit sehingga menambah ketegangan otot polos anus yang telah terjadi, buang air besar pun akan sangat terganggu dan nyeri.

Gejala-gejala :

Sangat sakit waktu maupun buang air besar, dapat disertai sedikit perdarahan tetapi tidak sebanyak perdarahan pada wasir, terlihat robekan di sekitar anus, rasa terbakar dan gatal.

Sakit yang merupakan gejala yang paling jelas ini dapat berlangsung dari beberapa menit sampai beberapa jam.

Ada dua macam jenis Fissura Ani yaitu :

Akut : jika mengalami pertama kali. Pada kondisi ini selaput lendir masih normal.

Menahun : sudah terjadi berulang-ulang, kadang-kadang berbulan bulan. Disini selaput lendir sudah menebal dan dibawah luka sering terdapat benjolan kecil yang keras dan disalahartikan sebagai wasir.

Fissura ani biasanya diketahui dari anamnesa / perjalanan penyakit sudah dapat diperkirakan karena

sudah ada luka pada duburnya . Gejala yang paling jelas adalah sakit yang menyayat. Pada pemeriksaan dubur akan terasa nyeri dibagian belakang dan tampak robekan pada anus. Fisura ani idak dihubungkan dengan penyakit-penyakit yang serius seperti kanker usus, namun beberapa komplikasi yang dapat atau mungkin terjadi adalah:

fisura ani menjadi kronik, luka menjadi sakit sekali, dapat menimbulkan jaringan parut.

fistula ani; dimana terbentuk saluran yang abnormal yang memudahkan infeksi

sterosis ani; saluran anus menjadi menyempit secara abnormal baik karena kontraksi otot polos atas maupun akibat pembentukan jaringan parut pada luka.

Cara mengatasinya :

Mengatasi fissura ani yang akut adalah menghilangkan rasa sakit sehingga ketegangan otot polos berkurang dan luka dapat sembuh. Ini sering dapat tercapai dengan obat luar (salep, dll), yang mengandung obat penghilang rasa sakit (anestesia). Pada yang lanjut daerah luka sudah menebal dan mengeras sehingga susah untuk sembuh secara spontan. Disini cara yang terbaik adalah memotong sedikit otot polos untuk mengurangi ketegangan dan pembersihan luka sehingga luka dapat sembuh. Disamping itu hindari sembelit dengan obat-obat pencahar dan manjaga kebiasaan makan buah buahan dan sayur sayuran dan air putih yang cukup.

Apakah penyebab fisura anus ? Fisura atau robekan anus disebabkan oleh BAB dengan feses yang besar

Apakah penyebab fisura anus ?

Fisura atau robekan anus disebabkan oleh BAB dengan feses yang besar dan keras. Pada suatu

saat oleh karena suatu sebab anak menunda BAB atau karena diet yang kurang mengandung sayur sayuran dan buah buahan, menyebabkan feses menggumpal besar dan keras. Selanjutnya anak cenderung menahan BAB karena perasaan sakit pada saat feses keluar.

Mengapa bisa terjadi perdarahan (BAB darah) ?

Akibat BAB yang keras akan terjadi robekan ditepi anus, sehingga dapat menyebabkan

perdarahan, biasanya darah yang keluar berwarna merah segar, sebelum dan sesudah BAB.

Mengapa fisura anus bisa menyebabkan sakit/nyeri di anus ?

Robekan tersebut bila mengenai kulit anus ( bagian luar) akan terasa nyeri, tetapi tidak akan

nyeri, bila hanya mengenai usus besar lebih 2 cm dari anus.

Komplikasi apa lagi selanjutnya pada anak dengan fisura anus ?

Setelah 3-4 hari menahan BAB,luka telah mengalami proses penyembuhan, tetapi robek kembali setelah BAB keras lagi. Akhirnya terjadi fibrosis (proses pengerasan otot anus) dan sfinter (otot penahan) anus menjadi kaku.BAB semakin sulit dan anak akan mengedan lebih hebat lagi.

Mengapa pada fisura dan kesulitan BAB bisa tumbuh kulit berlebih (skin tag) pada tepi anus ?

Pada proses penyembuhan luka robekan di anus, kulit di atas robekan akan terangkat sedikit oleh jaringan granulasi disekitar luka.

Bagaimana menegakan diagnosis fisura ani ?

Adanya riwayat nyeri dan kesulitan BAB seperti diuraikan di atas, kondisi anak dengan keadaan

umum baik, lincah, gizi baik, dan perut tidak pernah kembung. Kalau perlu dilakukan peneriksaan dalam anus dengan alat anuskopi.

Bagaimana cara mengobati fisura ani ?

Dilakukan pengosongan rektum (usus paling bawah) dari feses yang keras dengan obat pencahar,

dan meregangkan otot anus, tentunya dengan pembiusan.

Bagaimana mengobati skin tag anus ?

Setelah dilihat apakah masih ada fisura seperti di atas, kulit berlebih tersebut di sayat berikut

jaringan sekitarnya, tanpa dijahit. Luka akan menutup sempurna dalam 2 minggu , dengan menjaga kebersihan anus dan kompres dengan antiseptik atau salep.

Apakah skin tag bisa timbul kembali setelah dibuang ?

Bisa, apabila BAB kembali keras, besar dan jarang.

NB. Fisura anus seperti yang telah diuraikan di atas, sering disangka penyakit Hirschsprung. Hal ini hanya berdasarkan pada keluhan penderita yang sulit BAB. Gejala dan tanda kedua penyakit tersebut sangat berbeda. Pada Hirschsprung gejala mulai sejak lahir, gizi kurang, tidak lincah, perut kembung, tidak pernah mengedan, feses cair tidak pernah keras, semuanya kebalikan fisura anus.

Definisi

Fissura Perianal adalah robekan atau luka dengan nanah didaerah anus, dekat perbatasan dengan kulit. Luka sering terjadi pada bagian belakang. Kadang, meski jarang, luka bisa juga ditemukan

dibagian depan. “ Lebih jarang lagi luka ditemukan dibagian samping. Bila itu terjadi, perlu dipikirkan kemungkinan penyakit lain,”

Pathofisiologi

Feses yang keras dan menimbulkan rasa sakit saat BAB bisa mengakibatkan sphincter spasme. Yakni, reaksi dubur karena sakit dan terus berkontraksi. Bila tiap BAB sakit, penderita akan menahan BAB. Akibatnya, berak makin keras dan feses makin sulit keluar sehingga membuat robekan di daerah anal. fissure menimbulkan nyeri dan pendarahan selama atau segera setelah BAB. Rasa nyeri berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam, lalu menghilang sampai saat BAB berikutnya. Gatal-gatal (pruitus ani) dan berbau busuk mungkin terjadi karena adanya nanah dari luka robek. Anus fisura umumnya diikuti pendarahan meski tak sebanyak pada penderita wasir. Dan terjadi juga peradangan di daerah luka sehingga terbentuk perianal abses dan akhirnya menjadi fissura.

Gejala klinis

Nyeri, Radang disekitar anus Berdarah, Bernanah, Brerair Gatal, Bau sekitar anus Sering disertai demam

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan Fistel Parianal adalah dengan cara dilakukan Bedah meregang Anus, yaitu prosedur bedah dengan cara meregang dan merobek sphincters untuk melakukan pengobatan anus fisura.

DefinisiFissura Perianal adalah robekan atau luka dengan nanah didaerah anus, dekat perbatasan dengan kulit. Luka sering terjadi pada bagian belakang. Kadang, meski jarang, luka bisa juga ditemukan dibagian depan. “ Lebih jarang lagi luka ditemukan dibagian samping. Bila itu terjadi, perlu dipikirkan kemungkinan penyakit lain,” PathofisiologiFeses yang keras dan menimbulkan rasa sakit saat BAB bisa mengakibatkan sphincter spasme. Yakni, reaksi dubur karena sakit dan terus berkontraksi. Bila tiap BAB sakit, penderita akan menahan BAB. Akibatnya, berak makin keras dan feses makin sulit keluar sehingga membuat robekan di daerah anal. fissure menimbulkan nyeri dan pendarahan selama atau segera setelah BAB. Rasa nyeri berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam, lalu menghilang sampai saat BAB berikutnya. Gatal-gatal (pruitus ani) dan berbau busuk mungkin terjadi karena adanya nanah dari luka robek. Anus fisura umumnya diikuti pendarahan meski tak sebanyak pada penderita wasir. Dan terjadi juga peradangan di daerah luka sehingga terbentuk perianal abses dan akhirnya menjadi fissura. Gejala klinisNyeri, Radang disekitar anusBerdarah, Bernanah, BrerairGatal, Bau sekitar anusSering disertai demam PenatalaksanaanPenatalaksanaan Fistel Parianal adalah dengan cara dilakukan Bedah meregang Anus, yaitu prosedur bedah dengan cara meregang dan merobek sphincters untuk melakukan pengobatan anus fisura.

Apakah itu Anus Fisura?

Anus fisura adalah luka terpotong atau robek yang terjadi di anus (pembukaan dimana kotoran dalam tubuh melewatinya) yang membentang ke atas ke dalam kanal anal. Fisura adalah kondisi umum yang bertanggung jawab (6-15%) atas kunjungan ke ahli bedah . Mereka mempengaruhi laki-laki dan perempuan dengan sama, baik yang muda maupun yang tua. Anus fisura biasanya menimbulkan rasa sakit selama pergerakan usus dan sering sangat parah. Anus robek adalah yang paling umum terjadi dan yang menyebabkan terjadinya pendarahan didubur.

Anus fisura terjadi di jaringan yang khusus di anus dan saluran anal kanal, disebut anoderm. Pada baris tepat di dalam anus - disebut sebagai ambang anal atau intersphincteric alur - kulit (dermis) dari bokong berubah menjadi anoderm. Tidak seperti kulit, anoderm tidak memiliki rambut, kelenjar keringat, atau sebaceous (minyak) dan kelenjar berisi jumlah yang lebih besar somatic saraf-saraf yang Menyentuh dan rasa sakit. (banyaknya saraf disekitarnya menyebabkan mengapa anus fisura sangat menyakitkan.) Yang tak berambut, tak berkelenjar-, anoderm yang sangat sensitif terus berada disepanjang anal kanal sampai ke demarcating line dubur, yang disebut baris dentate. (Dubur yang terdalam adalah 15 cm dari usus yang terletak di atas anus dan dubur di bawah sigmoid usus.)

Apa penyebab Anus Fisura?

Anus Fisura disebabkan oleh trauma yang terjadi anus dan anal kanal. Penyebab trauma yang biasanya terjadi adalah hal buang air besar, dan banyak pasien baru mengingat hal buang air besar tepat saat perut mereka mulai terasa sakit. Robek yang mungkin disebabkan oleh kotoran keras atau berulang-ulangnya BAB saat diare. Kadang-kadang, memasukkan termometer kedalam dubur, tip enema, endoskop, atau ultasound probe untuk penyelidikan (untuk memeriksa kelenjar prostat) dapat menghasilkan cukup trauma untuk mengakibatkan sebuah robek. Selama persalinan, trauma ke kerampang (kulit bokong antara vagina dan dubur) dapat menyebabkan robek yang membentang ke anoderm.

Lokasi yang paling umum untuk anus fisura adalah dibagian selangkangan laki-laki maupun perempuan (90% dari semua fisura) atau midline posteriorly di anal kanal, bagian dari anus terdekat dengan tulang belakang. Fisura lebih umum terjadi karena konfigurasi dari otot disekitar anus. Otot yang kompleks ini, disebut sebagai eksternal dan internal anal sphincters, melandasi dan mendukung anal kanal. Sphincters adalah yang berbentuk lonjong dan pendukung terbaik di pihak mereka dan posteriorly lemah. Pada wanita, terdapat juga dukungan yang lemah sebelum anal kanal karena adanya anterior vagina ke anus. Untuk alasan ini, 10% dari perempuan dalam kasus fisura ada dibagian depan, sedangkan laki-laki hanya ada 1% yang terjadi dibagian depan. Pada bagian paling bawah fisura tag dapat membentuk kulit, disebut timbunan sentinal.

Ketika fisura terjadi di lokasi lain selain di midline posteriorly atau anteriorly, mereka harus meningkatkan kecurigaan bahwa selain masalah trauma adalah penyebabnya. Penyebab lainnya adalah kanker anus fisura, penyakit Crohn's, leukemia serta berbagai penyakit menular termasuk tuberculosis, infeksi virus (stomegalovirus atau ruam saraf), siplis, gonorea, klamidia, chancroid (Hemophilus ducreyi), dan HIV. Di antara pasien dengan penyakit

Crohn's, 4% akan memiliki celah anal sebagai manifestasi pertama mereka penyakit Crohn’s, dan separuh dari

semua pasien dengan penyakit Crohn's akhirnya akan mengembangkan sebuah koreng yang mungkin terlihat seperti retak.

Studi anal kanal pada pasien yang menderita anus fisura secara konsisten menunjukkan bahwa otot sekitar anal kanal kontraksi yang terlalu kuat (mereka dalam serangan), sehingga membuat tekanan di kanal abnormal dan tinggi. Kedua otot yang kelilingi anal kanal adalah anal sphincter eksternal dan anal sphincter internal (sudah dibahas). Anal sphincter eksternal adalah otot sukarela (Striated) , yang, dapat dikontrol. Oleh karena itu, ketika saat kita memiliki pergerakan usu kita dapat mempererat sphincter eksternal dan mencegah buang air besar, atau kita dapat bersantai dan membiarkan pergerakan usus berjalan secara normal. Di sisi lain, anal sphincter internal merupakan otot yang bergerak pelan, yaitu otot yang tidak dapat kita kontrol. Sphincter internal terus kontraksi dan biasanya mencegah sedikit kotoran keluar dari rectum. Ketika beban besar dari kotoran telah mencapai dubur, sphincter internal secara relax dan otomatis membiarkan kotoran lewat (yang, kecuali sphincter ekstrnal dikencangkan secara paksa).

Bila anus fisura sudah hadir, sphincter internal dalam tahap serangan. Selain itu, setelah akhirnya spinchter tidak sanggup lagi menahan dan membiarkan pergerakan kotoran untuk lewat, bukan kembali ke tingkat disaat istirahat dan kontraksi, sphincter internal berkontraksi bahkan lebih kuat untuk beberapa detik sebelum kembali ke level istirahat. Ini diperkirakan bahwa tingginya tekanan istirahat dan "melampaui" kontraksi dari sphincter internal mengikuti pergerakan usus menarik tepi dari fisura dan dapat mencegah penyembuhannya.

Pasokan darah ke anus dan anal kanal juga dapat berperan dalam meperlambat penyembuhan anus fisura. Studi

Anatomic dan mikroskopis anal kanal pada cadavers ditemukan dalam 85% terdapat dibagian belakang anal kanal (di mana sebagian besar terjadi fisura) setelah darah kurang mengalir kesana daripada bagian anal kanal lainnya. Selain itu, studi-ultrasound yang mengukur aliran darah menunjukkan bahwa anal kanal telah kurang dari setengah yang mengalir daripada kebagian lainnya. Ini relatif miskin aliran darah yang mungkin menjadi faktor pencegahan

fisura dari penyembuhan.

Mungkin juga oleh peningkatan tekanan di anal kanal akibat serangan dari sphincter

internal memampatkan pembuluh darah dari anal kanal dan menyebabkan berkurangnya volume aliran darah.

Apakah gejala-gejala anus fisura?

Pasien dengan anus fisura hampir selalu mengalami sakit yang parah akibat pergerakan usus. Sakit yang mengikuti pergerakan usus bisa singkat atau lama, namun biasanya sakit diakibatkan pergerakan usus. Pasien sampai enggan melakukan pergerakan usu dikarenakan sakit, sehingga terjadi sembelit dan bahkan fecal impaction. Selain itu, sembelit dapat menyebabkan kotoran yang lebih besar, kotoran yang keras lebih lanjut membuat trauma dan membuat anus fisura bertambah buruk. Sakit juga dapat dipengaruhi oleh buang air kecil dan menyebabkan ketidaknyamanan ketika sering kencing (dysuria), atau kesulitan untuk kencing. Pendarahan dalam jumlah kecil, gatal-gatal (pruitus ani) dan berbau busuk mungkin terjadi karena adanya nanah dari luka robek. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, anus fisura umumnya mengeluarkan sedikit darah.

Bagaimana mengdiagnosa dan mengevaluasi anus fisura?

Sebuah sejarah yang hati-hati biasanya menunjukkan bahwa sebuah anus fisura hadir, dan pemeriksaan dubur dapat mengkonfirmasikan adanya fisura. Jika eversion (menarik agar dubur terbuka) yang lembut dari bagian pinggiran anus dengan memisahkan pantat tidak menunjukkan adanya robek, Penelitian yang lebih bersemangat dari sebuah aplikasi yang menyebabkan mati rasa dianus dan anal kanal mungkin diperlukan. Sebuah kapas-tipped dimasukkan ke dalam anus dengan hati-hati entuk melokalisir sumber yang sakit.

Anus fisura terlihat seperti adanya sebuah robekan. Anus fisura kronis sering dikaitkan dengan tiga serangkai dari temuan yang mencakup tag dari kulit di tepi anus (sentinel timbunan), ketebalan beberapa sentimeter dari tepi-tepi celah dengan otot serat dari sphincter internal terlihat di bagian bawah retak, dan yang diperbesar anal papilla di atas akhir mencelah di anal kanal.

Jika terjadi pendarahan dubur, sebuah evaluasi dengan menggunakan Endoskopi atau tabung fleksibel diperlukan untuk melihat kemungkinan adanya penyakit yang serius di anus dan dubur adalah pengecualian. Sigmoidoscopy hanya untuk memeriksa bagian usus yang terpencil mungkin suatu kasus wajar pada pasien berusia di bawah usia 50 tahun yang memiliki gejala anus fisura. Pada pasien yang dalam sejarah keluarga mempunyai kanker usus besar atau lebih besar dari umur 50 (dan, oleh karena itu, risiko tinggi untuk mengidap penyakit kanker usus), memeriksa dengan colonoscopy keseluruh usus dianjurkan. Beberapa tipikal fisura dicurigai adanya penyakit lain, seperti yang dibahas sebelumnya , Memerlukan studi diagnostik lainnya termasuk colonoscopy dan gastrointestinal atas (UGI) dan x-ray usus kecil.

Bedah perawatan. Standar Tugas dari American Society of Colon dan Dokter Ahli Bedah yang telah direkomendasikan bedah menurut prosedur yang disebutkan, sebagian sisi internal sphincterotomy sebagai teknik pilihan untuk pengobatan anus fisura. Dalam prosedur ini, sphincter internal dipotong dimulai pada akhir paling terpencil di pinggiran anal dan memperluas ke dalam kanal anal untuk jarak yang sama dengan yang retak. Panjang potongannya sampai kebaris dentate, tetapi tidak lebih jauh lagi. Sphincter dapat terbagi model tertutup (percutaneous) dengan model terowongan di bawah atau di anoderm model terbuka dengan pemotongan melalui anoderm." Potongan dibuat di sebelah kiri atau kanan dari anus, sebab itu dinamakan "sebagian sisi internal

sphincterotomy." Garis tengah yang belakang, di mana robek biasanya terjadi, dihindari karena takut dapat melemahkan otot sekitar anal kanal. (Tambahan kelemahan posteriorly dapat mengakibatkan apa yang disebut sebagai kelainan bentuk lubang kunci, disebut demikian karena anal kanal menyerupai sebuah lobang kunci jaman dulu. Kelainan dari bentuk ini menyebabkan soilage dan kebocoran atau yang biasanya disebut sebagai tidak bisa menahan kotoran.)

Meskipun banyak ahli bedah menolak untuk memotong fisura pada saat lateral sphincterotomy, Yang ini penulis rasakan bahwa keengganan untuk memotong fisura tidak selalu tepat, dan karakteristik dari belahan itu sendiri harus diperhatikan. Jika fisura berbentuk keras dan tidak biasa, dicurigakan terjadinya kanker, yang retak harus biopsied. Jika bagian pinggiran dan bagian bawah celah yang sangat parah, mungkin akan timbul masalah setelah operasi dengan anal stenosis, dan kondisinya dicurigai dapat terjadi penyempitan anal kanal dan menyulitkan BAB. Dalam hal ini, mungkin lebih baik untuk memotong celah yang menakutkan ini sehingga ada kesempatan bagi luka untuk sembuh untuk mengurangi rasa takut apa kesempatan stenosis. Terakhir, yang terkait dengan anal papilla yang besar atau hemorrhoidal tag yang besar secara fisik mungkin akan terganggu dengan penyembuhan luka, dan membuang mereka dapat mempercepat penyembuhan.

93-97% dari penyakit anus fisura yang disembuhkan setelah operasi. Dalam satu studi perwakilan, penyembuhan dengan operasi keberhasilan mencapai 98% pasien dalam waktu dua bulan. Pada 42 bulan setelah operasi, 94% dari pasien tetap sembuh. Kumat kembali setelah melakukan operasi jenis ini masih rendah, sekitar 0-3%.

Kegagalan untuk menyembuhkan setelah operasi sering dikaitkan dengan keengganan ahli bedah untuk memotong bagian sphincter inyernal; Namun, alasan lainnya untuk kegagalan ini, seperti penyakit Crohn’s, harus dipertimbangkan juga. Risiko tidak dapat menahan kotoran (kebocoran) setelah operasi masih rendah. Adalah penting untuk membedakan antara jangka pendek dan jangka panjang atas masalah ini. Dalam jangka pendek (di bawah enam minggu), sphincter menjadi lemah setelah operasi, sehingga kebocoran air besar tidak mendadak. Jangka panjang kasus tidak dapat menahan kotoran ini seharusnya tidak terjadi setelah sebagian sisi internal sphincterotomy karena sphincter internal kurang penting dibandingkan sphincter eksternal (yang tidak dipotong) dalam hal mengendalikan /menahan kotoran. Adalah penting untuk membedakan antara sifat tidak dapat menahan kotoran ke gas, Dalam rangkaian besar setelah lima tahun melakukan operasi, 6% adalah tidak dapat menahan gas, 8% sedikit kotoran, dan 1% mengalami kasus tidak dapat menahan kotoran.

Bedah meregang Anus. Beberapa prosedur bedah yang telah dijelaskan dengan cara meregang dan merobek sphincters untuk pengobatan anus fisura. Walaupun dengan cara meregang anus sendiri sering kali berhasil mengurangi rasa sakit dan menyembuhkan fisura, itu adalah luka, tak terkendalikan gangguan dari sphincter. Ultrasonograms dari anal sphincters berikut ini demonstrasi yang menunjukkan trauma yang membentang di luar yang dikehendaki. Karena hanya 72% dari fisura yang sembuh dan ada 20% insiden tidak dapat menahan kotoran. Meregang anus jauh dari harapan.

Anus fisura

Anus fisura adalah retakan atau robekan di anus dan anal kanal. Mereka mungkin akut atau kronis.

Anus fisura terutama disebabkan oleh adanya trauma, namun beberapa penyakit non-luka yang terkait

dengan anus fisura dan harus dicurigai jika fisura terjadi di lokasi yang tidak biasa. Gejala utama anus fisura adalah rasa sakit sewaktu atau sesudah BAB, Pendarahan, gatal-gatal, dan berbau

busuk juga mungkin terjadi. Anus fisura adalah diagnosa dan dievaluasi oleh inspeksi visual dari anus dan anal kanal. Endoscopy dan

sejenisnya, gastrointestinal x-ray mungkin diperlukan. Anal fissures yang awalnya dirawat secara kolot dengan menambahkan massal ke bangku, kelemahan yang

kotoran, mengkonsumsi makanan yang tinggi serat, untuk menghindari "tajam" atau buruk cerna makanan, dan memanfaatkan sitz bat. Ointments berisi anesthetics, steroids, nitroglycerin, dan saluran kalsium memblokir obat-obatan yang digunakan untuk merawat anal fissures yang gagal untuk menyembuhkan dengan manajemen kurang konservatif.

Suntikan dari botulinum toksin dapat efektif bila ointments tidak efektif. (Biaya perawatan akan dikurangi

secara substansial jika toksin dalam kemasan yang lebih kecil dosis.) Bedah oleh lateral sphincterotomy adalah standar emas bagi kesehatan anus fisura. Karena komplikasi, tetapi hal ini untuk pasien yang menjadi non-bedah dalam perawatan atau yang non-bedah perawatan telah terbukti sangat tidak efektif.

DEFINISI

Fissura Anus (Fissure in ano, Ulkus anus) merupakan suatu robekan atau luka dengan nanah pada daerah anus dekat perbatasan dengan kulit, luka sering terjadi pada bagian belakang walau terkadang lebih jarang juga dapat ditemukan pada bagian depan, lebih jarang lagi pada bagian samping (bila terjadi harus dipikirkan penyebab penyakit lain).

PENYEBAB

Umumnya disebabkan oleh cedera karena buang air besar yang keras dan besar. Fissura menyebabkan otot melingkar (sfingter) dari anus mengalami kejang dan hal ini akan menyulitkan penyembuhan. Otot polos yang melingkari dubur berfungsi sebagai katup penutup sehingga kotoran bersifat padat, cair dan gas tidak keluar. Otot ini bersifat involunter, sehingga tidak dapat dipengaruhi oleh kehendak kita. Dalam keadaan duduk lama atau stress akan bertambah tegang, bila kemudian terdapat gangguan buang air besar akan mempermudah timbulnya luka pada selaput lendir.

Pada selaput lendirdekat perbatasan dengan kulit banyak terdapat saraf perasa (sensorik), sehingga bila ada luka kecil saja akan menyebabkan rasa sakit. Kemudian terjadi lingkaran setan (circulus vitiosus), otot polos semakin menegang dan pasien menjadi semakin takut untuk buang

air besar sehingga menahan untuk BAB. Pada akhirnya pasien semakin menahan buang air besar , kotoran semakin keras dan luka semakin luas. Secara epidemiologi lebih banyak terjadi pada wanita, mungkin karena wanita lebih sering mengalami sembelit.

GEJALA

Fissura menimbulkan nyeri dan perdarahan selama atau segera setelah buang air besar. Rasa nyeri berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam dan kemudian menghilang sampai saat buang air besar berikutnya. Rasa sakit bisa sampai menyayat sedangkan perdarahan dapat terjadi walaupun tidak sebanyak pada wasir. Kadang-kadang terdapat peradangan di daerah luka sehingga terbentuk perianal abses dan akhirnya menjadi fistula (saluran).

Secara klinis ada jenis fissura ani :

1.

Akut

:

Baru terjadi pertama kali

atau belum lama berselang, belum terjadi

penebalan dan penggantian menjadi jaringan ikat (fibrosis). Umumnya

menyembuh dalam beberapa hari

2. Kronis : Terjadi berulang dalam waktu cukup panjang, sering terjadi penebalan pada daerah tepi dan sekitar luka, dapat terbentuk benjolan kenyal di sebut skintag pada benjolan bawah dan hipertrofi papilla pada bagian atas. Kadang-kadang disalahtafsirkan sebagai hemorid/wasir.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan di daerah anus, untuk membedakan dari hemoroid dan wasir, pada pemeriksaan colok dubur diagnosis hampir selalu dapat ditegakkan. Terkadang dapat juga ditemukan perdarahan, walaupun tidak sebanyak wasir.

PENGOBATAN

Bisa diberikan pelunak tinja (psilium), yang bisa mengurangi cedera karena buang air besar yang keras dan sulit. Pelumas berupa suppositoria (obat yang dimasukkan ke dalam dubur) juga bisa diberikan. Duduk berendam dalam air hangat selama 10-15 menit setelah buang air besar, mengurangi rasa tidak nyaman dan membantu meningkatkan aliran darah, sehingga membantu proses penyembuhan. Kapan dilakukan pembedahan? Hanya bila pengobatan lain tidak berhasil. Tapi perlu digaris bawahi tujuan utama terapi adalah untuk menghilangkan rasa sakit sehingga ketegangan otot polos berkurang sehingga luka dapat sembuh.

PENCEGAHAN

Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Perubahan gaya hidup juga dapat membantu, makan banyak mengandung serat dan banyak minum air putih untuk mempermudah BAB, juga menghindari makanan yang merangsang diare karena akan memperberat fissura ani. Anal fissura tidak pernah dilaporkan berubah menjadi suatu keganasan.

Fissura Ani merupakan luka atau sobekan yang timbul pada anus. Luka ini dapat terjadi lebih dalam sampai ke saluran anus. Letak luka bervariasi, sering terjadi pada anus seblah belakang namun dapat jugapada anus sebelah depan. Seringkali fisura ani terjadi akibat peregangan selaput lendir anus yang melebihi kemampuannya untuk meregang. Hal tersebut terjadi pada kondisi seperti sembelit dengan kondisi feses yang keras dan kering, diare yang sering dan kronik, penggunaan alat-alat melalui anus (termometer, endoskopi. dsb), pada saat melahirkan, dsb.

Pada penderita fisura ani otot polos sekitar anus berkontraksi terlalu kuat ddan tegang sehingga seringkali menyebabkan sulitnya penyembuhan fisura ani. Dengan banyaknya ujung syaraf perasa pada kulit sekitar anus menyebabkan rasa sakit sehingga menambah ketegangan otot polos anus yang telah terjadi, buang air besar pun akan sangat terganggu dan nyeri.

Gejala-gejala :

Sangat sakit waktu maupun buang air besar, dapat disertai sedikit perdarahan tetapi tidak sebanyak

perdarahan pada wasir, terlihat robekan di sekitar anus, rasa terbakar dan gatal. Sakit yang merupakan gejala yang paling jelas ini dapat berlangsung dari beberapa menit sampai beberapa jam.

Ada dua macam jenis Fissura Ani yaitu :

Akut : jika mengalami pertama kali. Pada kondisi ini selaput lendir masih normal.

Menahun : sudah terjadi berulang-ulang, kadang-kadang berbulan bulan. Disini selaput lendir sudah menebal dan dibawah luka sering terdapat benjolan kecil yang keras dan disalahartikan sebagai wasir.

Fissura ani biasanya diketahui dari anamnesa / perjalanan penyakit sudah dapat diperkirakan karena

sudah ada luka pada duburnya . Gejala yang paling jelas adalah sakit yang menyayat. Pada pemeriksaan dubur akan terasa nyeri dibagian belakang dan tampak robekan pada anus. Fisura ani idak dihubungkan dengan penyakit-penyakit yang serius seperti kanker usus, namun beberapa komplikasi yang dapat atau mungkin terjadi adalah:

fisura ani menjadi kronik, luka menjadi sakit sekali, dapat menimbulkan jaringan parut.

fistula ani; dimana terbentuk saluran yang abnormal yang memudahkan infeksi

sterosis ani; saluran anus menjadi menyempit secara abnormal baik karena kontraksi otot polos atas maupun akibat pembentukan jaringan parut pada luka.

Cara mengatasinya :

Mengatasi fissura ani yang akut adalah menghilangkan rasa sakit sehingga ketegangan otot polos berkurang dan luka dapat sembuh. Ini sering dapat tercapai dengan obat luar (salep, dll), yang mengandung obat penghilang rasa sakit (anestesia).

Pada yang lanjut daerah luka sudah menebal dan mengeras sehingga susah untuk sembuh secara spontan. Disini cara yang terbaik adalah memotong sedikit otot polos untuk mengurangi ketegangan dan pembersihan luka sehingga luka dapat sembuh. Disamping itu hindari sembelit dengan obat-obat pencahar dan manjaga kebiasaan makan buah buahan dan sayur sayuran dan air putih yang cukup.

Fissura ani atau analfissure adalah suatu luka kecil diselaput-lendir/mukosa didubur dekat perbatasan dengan kulit. Umumnya luka ini terletak dibagian belakang; kadang-kadang dibagian depan; jarang sekali disamping. Jika terletak disamping maka harus dipikirkan bahwa luka ini komplikasi dari penyakit lain.

Penyebab terjadinya fissura:

Penyebab utamanya adalah otot polos yang melingkari dubur yang berfungsi sebagai penutup supaya kotoran apakah itu bersifat padat, cair atau gas tidak keluar. Otot ini tidak dapat kita pengaruhi menurut kehendak kita, tetapi dalam keadaan stress atau lama duduk misalnya , dapat bertambah tegang dan jika kebetulan juga susah buang air besar sehingga kotoran keras maupun diarrhoe/mencret-mencret maka akan terjadi luka diselaput lendir. Karena selaput lendir dekat perbatasan kulit penuh dengan syaraf perasa, luka sekecil apapun akan menyebabkan rasa sakit. Ini selanjutnya akan menyebabkan otot polos lebih tegang dan pasien lebih takut unutk buang air besar sehingga sering menahan untuk b.a.b. Jika akhirnya harus buang air besar, karena kotoran keras luka akan bertambah luas dan rasa sakit akan bertambah berat. Penyakit ini lebih banyak kita temukan pada wanita daripada pria; mungkin karena wanita cenderung lebih sering obstipasi/sembelit.

Gejala-gejala (Symptom):

Gejala utama adalah sakit yang menyayat waktu dan/atau setelah buang air besar. Sakit ini dapat berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam dan dapat juga berdarah meskipun tidak sebanyak perdarahan pada wasir.

Kadang-kadang dapat terjadi peradangan didaerah luka sehingga terbentuk suatu perianalabses dan akhirnya suatu analfistel.

Macam fissura ani :

Ada dua jenis fissura ani yaitu :

1.

Akut: baru terjadi pertama kali atau belum lama berselang ; selaput lendir didaerah luka belum menebal; belum terjadi fibrosis. Dengan obat biasanya akan sembuh dalam beberapa hari.

2.

Chronis / menahun : keluhan terjadi berulang dan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Umumnya tepi luka menebal (fibrosis) dan dibawah dan diatas luka terdapat benjolan kecil kenyal yang disebut skintag pada benjolan bawah dan hypertroph papilla pada benjolan atas . Benjolan-benjolan ini sering disalah tafsirkan sebagai haemorrhoid / wasir.

Diagnosa :

Gejala utamanya adalah sakit yang menyayat pada waktu buang air besar ; ini membedakan dari haemorrhoid/wasir. Dari anamnesa /perjalanan penyakit saja sering sudah dapat diduga adanya analfissur. Pada pemeriksaan colok dubur hampir selalu dapat ditegakkan diagnosa saat itu.

Pada analfissur chronis umumnya terlihat juga adanya skintag dan hypertroph papilla.

Gejala kedua kadang-kadang disertai perdarahan yang biasanya hanya beberapa tetes.

Pengobatan :

Tujuan pengobatan utama pada fissure ani adalah menghilangkan rasa sakit sehingga ketegangan otot polos berkurang dan berikutnya luka dapat sembuh. Pada fissure ani yang Akut umumnya dapat dicapai dengan obat (misalnya : salep; obat rendam; suppositori) dan perubahan cara hidup dan makan supaya tidak terjadi lagi.

Untuk analfissur chronis yang sudah lama terjadi akan lebih susah untuk menyembuhkan secara total. Jika frekwensi rasa sakit bertambah banyak dan lama yang biasanya berakibat dengan lubang dubur yang bertambah sempit , maka pengobatan berikutnya adalah dengan operasi yang dinamakan lateral sphinkterotomi, disini otot polos dibelah beberapa cm. untuk menghilangkan penyempitan.

Indikasi operasi tergantung hanya jika pasien terganggu dengan situasi yang dialaminya ini; analfissur tidak pernah akan berubah menjadi kanker / tumor ganas.

Pencegahan :

Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Cara yang terbaik untuk menghindari terjadinya atau terulangnya analfissur adalah dengan banyak makan makanan berserat dan banyak minum air putih supaya kotoran tidak keras hindari juga makanan yang menyebabkan Berak-berak karena ini juga dapat menyebabkan fissure.Usahakan menghindar dari keadaan yang menyebabkan stress.

Jika fissure dalam beberapa hari tidak hilang, sebaiknya memeriksakan diri kedokter

Fisura ani merupakan suatu robekan atau luka pada daerah anus yang berbatasan dengan kulit. Pada daerah tersebut terdapat banyak saraf sensorik, sehingga adanya luka di daerah tersebut akan menimbulkan rasa sakit. Fisura ani memang mudah untuk mengalami rekurensi (kekambuhan). Kekambuhan fisura ani biasanya dipicu oleh adanya feses yang keras dan besar saat buang air besar yang menyebabkan anus dipaksa untuk meregang saat buang air besar sehingga timbulah cedera ulang pada daerah anus tersebut.

Untuk mencegah kekambuhan fisura ani, sebaiknya anda mulai melakukan perubahan pada gaya hidup anda, antara lain dengan :

Tingkatkan konsumsi makanan berserat

Tingkatkan asupan cairan ke dalam tubuh minimal 8 gelas sehari (2 gelas saat bangun pagi, 4 gelas sepanjang hari, 2 gelas saat akan tidur). Konsumsi makanan yang kaya akan serat harus diimbangi dengan minum cairan dalam jumlah banyak. Peningkatan asupan cairan ke dalam tubuh tanpa diikuti oleh peningkatan asupan serat tidak akan memberikan pengaruh yang bermakna mencegah dan mengatasi konstipasi yang dapat memicu kekambuhan fisura ani.

menghindari konsumsi kafein, teh atau alkohol yang berlebihan

menghindari kebiasaan menunda buang air besar

Cobalah untuk melakukan perubahan gaya hidup seperti yang telah disebutkan diatas. Jika tetap terjadi kekambuhan pada fisura ani anda dapat menggunakan obat pelunak tinja, sehingga risiko untuk terjadinya cedera ulang pada anus akibat feses yang keras akan berkurang. Pemberian obat yang anda konsumsi selama ini ditujukan untuk menghilangkan rasa sakit yang timbul setiap kali keluhan anda kambuh, karena itu anda tetap dapat menggunakan obat tersebut untuk mengatasi rasa sakit yang timbul setiap kali fisura ani anda kambuh.

Apakah itu Anus Fisura?

Anus fisura adalah luka terpotong atau robek yang terjadi di anus (pembukaan dimana kotoran dalam tubuh melewatinya) yang membentang ke atas ke dalam kanal anal. Fisura adalah kondisi umum yang bertanggung jawab (6-15%) atas kunjungan ke ahli bedah . Mereka mempengaruhi laki-laki dan perempuan dengan sama, baik yang muda maupun yang tua. Anus fisura biasanya menimbulkan rasa sakit selama pergerakan usus dan sering sangat parah. Anus robek adalah yang paling umum terjadi dan yang menyebabkan terjadinya pendarahan didubur.

Anus fisura terjadi di jaringan yang khusus di anus dan saluran anal kanal, disebut anoderm. Pada baris tepat di dalam anus - disebut sebagai ambang anal atau intersphincteric alur - kulit (dermis) dari bokong berubah menjadi anoderm. Tidak seperti kulit, anoderm tidak memiliki rambut, kelenjar keringat, atau sebaceous (minyak) dan kelenjar berisi jumlah yang lebih besar somatic saraf-saraf yang Menyentuh dan rasa sakit. (banyaknya saraf disekitarnya menyebabkan mengapa anus fisura sangat menyakitkan.) Yang tak berambut, tak berkelenjar-, anoderm yang sangat sensitif terus berada disepanjang anal kanal sampai ke demarcating line dubur, yang disebut baris dentate. (Dubur yang terdalam adalah 15 cm dari usus yang terletak di atas anus dan dubur di bawah sigmoid usus.)

Apa penyebab Anus Fisura?

Anus Fisura disebabkan oleh trauma yang terjadi anus dan anal kanal. Penyebab trauma yang biasanya terjadi adalah hal buang air besar, dan banyak pasien baru mengingat hal buang air besar tepat saat perut mereka mulai terasa sakit. Robek yang mungkin disebabkan oleh kotoran keras atau berulang-ulangnya BAB saat diare. Kadang-kadang, memasukkan termometer kedalam dubur, tip enema, endoskop, atau ultasound probe untuk penyelidikan (untuk memeriksa kelenjar prostat) dapat menghasilkan cukup trauma untuk mengakibatkan sebuah robek. Selama persalinan, trauma ke kerampang (kulit bokong antara vagina dan dubur) dapat menyebabkan robek yang membentang ke anoderm.

Lokasi yang paling umum untuk anus fisura adalah dibagian selangkangan laki-laki maupun perempuan (90% dari semua fisura) atau midline posteriorly di anal kanal, bagian dari anus terdekat dengan tulang belakang. Fisura lebih umum terjadi karena konfigurasi dari otot disekitar anus. Otot yang kompleks ini, disebut sebagai eksternal dan internal anal sphincters, melandasi dan mendukung anal kanal. Sphincters adalah yang berbentuk lonjong dan pendukung terbaik di pihak mereka dan posteriorly lemah. Pada wanita, terdapat juga dukungan yang lemah sebelum anal kanal karena adanya anterior vagina ke anus. Untuk alasan ini, 10% dari perempuan dalam kasus fisura ada dibagian depan, sedangkan laki-laki hanya ada 1% yang terjadi dibagian depan. Pada bagian paling bawah fisura tag dapat membentuk kulit, disebut timbunan sentinal.

Ketika fisura terjadi di lokasi lain selain di midline posteriorly atau anteriorly, mereka harus meningkatkan kecurigaan bahwa selain masalah trauma adalah penyebabnya. Penyebab lainnya adalah kanker anus fisura, penyakit Crohn's, leukemia serta berbagai penyakit menular termasuk tuberculosis, infeksi virus (stomegalovirus atau ruam saraf), siplis, gonorea, klamidia, chancroid (Hemophilus ducreyi), dan HIV. Di antara pasien dengan penyakit Crohn's, 4% akan memiliki celah anal sebagai manifestasi pertama mereka penyakit Crohn’s, dan separuh dari semua pasien dengan penyakit Crohn's akhirnya akan mengembangkan sebuah koreng yang mungkin terlihat seperti retak.

Studi anal kanal pada pasien yang menderita anus fisura secara konsisten menunjukkan bahwa otot sekitar anal kanal kontraksi yang terlalu kuat (mereka dalam serangan), sehingga membuat tekanan di kanal abnormal dan tinggi. Kedua otot yang kelilingi anal kanal adalah anal sphincter eksternal dan anal sphincter internal (sudah dibahas). Anal sphincter eksternal adalah otot sukarela (Striated) , yang, dapat dikontrol. Oleh karena itu, ketika saat kita memiliki pergerakan usu kita dapat mempererat sphincter eksternal dan mencegah buang air besar, atau kita dapat bersantai dan membiarkan pergerakan usus berjalan secara normal. Di sisi lain, anal sphincter internal merupakan otot yang bergerak pelan, yaitu otot yang tidak dapat kita kontrol. Sphincter internal terus kontraksi dan biasanya mencegah sedikit kotoran keluar dari rectum. Ketika beban besar dari kotoran telah mencapai dubur, sphincter internal secara relax dan otomatis membiarkan kotoran lewat (yang, kecuali sphincter ekstrnal dikencangkan secara paksa).

Bila anus fisura sudah hadir, sphincter internal dalam tahap serangan. Selain itu, setelah akhirnya spinchter tidak sanggup lagi menahan dan membiarkan pergerakan kotoran untuk lewat, bukan kembali ke tingkat disaat istirahat dan kontraksi, sphincter internal berkontraksi bahkan lebih kuat untuk beberapa detik sebelum kembali ke level istirahat. Ini diperkirakan bahwa tingginya tekanan istirahat dan "melampaui" kontraksi dari sphincter internal mengikuti pergerakan usus menarik tepi dari fisura dan dapat mencegah penyembuhannya.

Pasokan darah ke anus dan anal kanal juga dapat berperan dalam meperlambat penyembuhan anus fisura. Studi

Anatomic dan mikroskopis anal kanal pada cadavers ditemukan dalam 85% terdapat dibagian belakang anal kanal (di mana sebagian besar terjadi fisura) setelah darah kurang mengalir kesana daripada bagian anal kanal lainnya. Selain itu, studi-ultrasound yang mengukur aliran darah menunjukkan bahwa anal kanal telah kurang dari setengah yang mengalir daripada kebagian lainnya. Ini relatif miskin aliran darah yang mungkin menjadi faktor pencegahan

fisura dari penyembuhan.

Mungkin juga oleh peningkatan tekanan di anal kanal akibat serangan dari sphincter

internal memampatkan pembuluh darah dari anal kanal dan menyebabkan berkurangnya volume aliran darah.

Apakah gejala-gejala anus fisura?

Pasien dengan anus fisura hampir selalu mengalami sakit yang parah akibat pergerakan usus. Sakit yang mengikuti pergerakan usus bisa singkat atau lama, namun biasanya sakit diakibatkan pergerakan usus. Pasien sampai enggan melakukan pergerakan usu dikarenakan sakit, sehingga terjadi sembelit dan bahkan fecal impaction. Selain itu, sembelit dapat menyebabkan kotoran yang lebih besar, kotoran yang keras lebih lanjut membuat trauma dan membuat anus fisura bertambah buruk. Sakit juga dapat dipengaruhi oleh buang air kecil dan menyebabkan ketidaknyamanan ketika sering kencing (dysuria), atau kesulitan untuk kencing. Pendarahan dalam jumlah kecil, gatal-gatal (pruitus ani) dan berbau busuk mungkin terjadi karena adanya nanah dari luka robek. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, anus fisura umumnya mengeluarkan sedikit darah.

Bagaimana mengdiagnosa dan mengevaluasi anus fisura?

Sebuah sejarah yang hati-hati biasanya menunjukkan bahwa sebuah anus fisura hadir, dan pemeriksaan dubur dapat mengkonfirmasikan adanya fisura. Jika eversion (menarik agar dubur terbuka) yang lembut dari bagian pinggiran anus dengan memisahkan pantat tidak menunjukkan adanya robek, Penelitian yang lebih bersemangat dari sebuah aplikasi yang menyebabkan mati rasa dianus dan anal kanal mungkin diperlukan. Sebuah kapas-tipped dimasukkan ke dalam anus dengan hati-hati entuk melokalisir sumber yang sakit.

Anus fisura terlihat seperti adanya sebuah robekan. Anus fisura kronis sering dikaitkan dengan tiga serangkai dari temuan yang mencakup tag dari kulit di tepi anus (sentinel timbunan), ketebalan beberapa sentimeter dari tepi-tepi celah dengan otot serat dari sphincter internal terlihat di bagian bawah retak, dan yang diperbesar anal papilla di atas akhir mencelah di anal kanal.

Jika terjadi pendarahan dubur, sebuah evaluasi dengan menggunakan Endoskopi atau tabung fleksibel diperlukan untuk melihat kemungkinan adanya penyakit yang serius di anus dan dubur adalah pengecualian. Sigmoidoscopy hanya untuk memeriksa bagian usus yang terpencil mungkin suatu kasus wajar pada pasien berusia di bawah usia 50 tahun yang memiliki gejala anus fisura. Pada pasien yang dalam sejarah keluarga mempunyai kanker usus besar atau lebih besar dari umur 50 (dan, oleh karena itu, risiko tinggi untuk mengidap penyakit kanker usus), memeriksa dengan colonoscopy keseluruh usus dianjurkan. Beberapa tipikal fisura dicurigai adanya penyakit lain, seperti yang dibahas sebelumnya , Memerlukan studi diagnostik lainnya termasuk colonoscopy dan gastrointestinal atas (UGI) dan x-ray usus kecil.

Bedah perawatan. Standar Tugas dari American Society of Colon dan Dokter Ahli Bedah yang telah direkomendasikan bedah menurut prosedur yang disebutkan, sebagian sisi internal sphincterotomy sebagai teknik pilihan untuk pengobatan anus fisura. Dalam prosedur ini, sphincter internal dipotong dimulai pada akhir paling terpencil di pinggiran anal dan memperluas ke dalam kanal anal untuk jarak yang sama dengan yang retak. Panjang potongannya sampai kebaris dentate, tetapi tidak lebih jauh lagi. Sphincter dapat terbagi model tertutup (percutaneous) dengan model terowongan di bawah atau di anoderm model terbuka dengan pemotongan melalui anoderm." Potongan dibuat di sebelah kiri atau kanan dari anus, sebab itu dinamakan "sebagian sisi internal

sphincterotomy." Garis tengah yang belakang, di mana robek biasanya terjadi, dihindari karena takut dapat melemahkan otot sekitar anal kanal. (Tambahan kelemahan posteriorly dapat mengakibatkan apa yang disebut sebagai kelainan bentuk lubang kunci, disebut demikian karena anal kanal menyerupai sebuah lobang kunci jaman dulu. Kelainan dari bentuk ini menyebabkan soilage dan kebocoran atau yang biasanya disebut sebagai tidak bisa menahan kotoran.)

Meskipun banyak ahli bedah menolak untuk memotong fisura pada saat lateral sphincterotomy, Yang ini penulis rasakan bahwa keengganan untuk memotong fisura tidak selalu tepat, dan karakteristik dari belahan itu sendiri harus diperhatikan. Jika fisura berbentuk keras dan tidak biasa, dicurigakan terjadinya kanker, yang retak harus biopsied. Jika bagian pinggiran dan bagian bawah celah yang sangat parah, mungkin akan timbul masalah setelah operasi dengan anal stenosis, dan kondisinya dicurigai dapat terjadi penyempitan anal kanal dan menyulitkan BAB. Dalam hal ini, mungkin lebih baik untuk memotong celah yang menakutkan ini sehingga ada kesempatan bagi luka untuk sembuh untuk mengurangi rasa takut apa kesempatan stenosis. Terakhir, yang terkait dengan anal papilla yang besar atau hemorrhoidal tag yang besar secara fisik mungkin akan terganggu dengan penyembuhan luka, dan membuang mereka dapat mempercepat penyembuhan.

93-97% dari penyakit anus fisura yang disembuhkan setelah operasi. Dalam satu studi perwakilan, penyembuhan dengan operasi keberhasilan mencapai 98% pasien dalam waktu dua bulan. Pada 42 bulan setelah operasi, 94% dari pasien tetap sembuh. Kumat kembali setelah melakukan operasi jenis ini masih rendah, sekitar 0-3%.

Kegagalan untuk menyembuhkan setelah operasi sering dikaitkan dengan keengganan ahli bedah untuk memotong bagian sphincter inyernal; Namun, alasan lainnya untuk kegagalan ini, seperti penyakit Crohn’s, harus dipertimbangkan juga. Risiko tidak dapat menahan kotoran (kebocoran) setelah operasi masih rendah. Adalah penting untuk membedakan antara jangka pendek dan jangka panjang atas masalah ini. Dalam jangka pendek (di bawah enam minggu), sphincter menjadi lemah setelah operasi, sehingga kebocoran air besar tidak mendadak. Jangka panjang kasus tidak dapat menahan kotoran ini seharusnya tidak terjadi setelah sebagian sisi internal sphincterotomy karena sphincter internal kurang penting dibandingkan sphincter eksternal (yang tidak dipotong) dalam hal mengendalikan /menahan kotoran. Adalah penting untuk membedakan antara sifat tidak dapat menahan kotoran ke gas, Dalam rangkaian besar setelah lima tahun melakukan operasi, 6% adalah tidak dapat menahan gas, 8% sedikit kotoran, dan 1% mengalami kasus tidak dapat menahan kotoran.

Bedah meregang Anus. Beberapa prosedur bedah yang telah dijelaskan dengan cara meregang dan merobek sphincters untuk pengobatan anus fisura. Walaupun dengan cara meregang anus sendiri sering kali berhasil mengurangi rasa sakit dan menyembuhkan fisura, itu adalah luka, tak terkendalikan gangguan dari sphincter. Ultrasonograms dari anal sphincters berikut ini demonstrasi yang menunjukkan trauma yang membentang di luar yang dikehendaki. Karena hanya 72% dari fisura yang sembuh dan ada 20% insiden tidak dapat menahan kotoran. Meregang anus jauh dari harapan.

Anus fisura

Anus fisura adalah retakan atau robekan di anus dan anal kanal. Mereka mungkin akut atau kronis.

Anus fisura terutama disebabkan oleh adanya trauma, namun beberapa penyakit non-luka yang terkait

dengan anus fisura dan harus dicurigai jika fisura terjadi di lokasi yang tidak biasa. Gejala utama anus fisura adalah rasa sakit sewaktu atau sesudah BAB, Pendarahan, gatal-gatal, dan berbau

busuk juga mungkin terjadi. Anus fisura adalah diagnosa dan dievaluasi oleh inspeksi visual dari anus dan anal kanal. Endoscopy dan

sejenisnya, gastrointestinal x-ray mungkin diperlukan. Anal fissures yang awalnya dirawat secara kolot dengan menambahkan massal ke bangku, kelemahan yang

kotoran, mengkonsumsi makanan yang tinggi serat, untuk menghindari "tajam" atau buruk cerna makanan, dan memanfaatkan sitz bat. Ointments berisi anesthetics, steroids, nitroglycerin, dan saluran kalsium memblokir obat-obatan yang digunakan untuk merawat anal fissures yang gagal untuk menyembuhkan dengan manajemen kurang konservatif.

Suntikan dari botulinum toksin dapat efektif bila ointments tidak efektif. (Biaya perawatan akan dikurangi

secara substansial jika toksin dalam kemasan yang lebih kecil dosis.) Bedah oleh lateral sphincterotomy adalah standar emas bagi kesehatan anus fisura. Karena komplikasi, tetapi hal ini untuk pasien yang menjadi non-bedah dalam perawatan atau yang non-bedah perawatan telah terbukti sangat tidak efektif.

Definisi

Fissura Perianal adalah robekan atau luka dengan nanah didaerah anus, dekat perbatasan dengan kulit. Luka sering terjadi pada bagian belakang. Kadang, meski jarang, luka bisa juga ditemukan

dibagian depan. “ Lebih jarang lagi luka ditemukan dibagian samping. Bila itu terjadi, perlu dipikirkan kemungkinan penyakit lain,”

Pathofisiologi

Feses yang keras dan menimbulkan rasa sakit saat BAB bisa mengakibatkan sphincter spasme. Yakni, reaksi dubur karena sakit dan terus berkontraksi. Bila tiap BAB sakit, penderita akan menahan BAB. Akibatnya, berak makin keras dan feses makin sulit keluar sehingga membuat robekan di daerah anal. fissure menimbulkan nyeri dan pendarahan selama atau segera setelah BAB. Rasa nyeri berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam, lalu menghilang sampai saat BAB berikutnya. Gatal-gatal (pruitus ani) dan berbau busuk mungkin terjadi karena adanya nanah dari luka robek. Anus fisura umumnya diikuti pendarahan meski tak sebanyak pada penderita wasir. Dan terjadi juga peradangan di daerah luka sehingga terbentuk perianal abses dan akhirnya menjadi fissura.

Gejala klinis

Nyeri, Radang disekitar anus Berdarah, Bernanah, Brerair Gatal, Bau sekitar anus Sering disertai demam

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan Fistel Parianal adalah dengan cara dilakukan Bedah meregang Anus, yaitu prosedur bedah dengan cara meregang dan merobek sphincters untuk melakukan pengobatan anus fisura.

DefinisiFissura Perianal adalah robekan atau luka dengan nanah didaerah anus, dekat perbatasan dengan kulit. Luka sering terjadi pada bagian belakang. Kadang, meski jarang, luka bisa juga

ditemukan dibagian depan. “ Lebih jarang lagi luka ditemukan dibagian samping. Bila itu terjadi, perlu dipikirkan kemungkinan penyakit lain,”

PathofisiologiFeses yang keras dan menimbulkan rasa sakit saat BAB bisa mengakibatkan sphincter spasme. Yakni, reaksi dubur karena sakit dan terus berkontraksi. Bila tiap BAB sakit, penderita akan menahan BAB. Akibatnya, berak makin keras dan feses makin sulit keluar sehingga membuat robekan di daerah anal. fissure menimbulkan nyeri dan pendarahan selama atau segera setelah BAB. Rasa nyeri berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam, lalu menghilang sampai saat BAB berikutnya. Gatal-gatal (pruitus ani) dan berbau busuk mungkin terjadi karena adanya nanah dari luka robek. Anus fisura umumnya diikuti pendarahan meski tak sebanyak pada penderita wasir. Dan terjadi juga peradangan di daerah luka sehingga terbentuk perianal abses dan akhirnya menjadi fissura. Gejala klinisNyeri, Radang disekitar anusBerdarah, Bernanah, BrerairGatal, Bau sekitar anusSering disertai demam PenatalaksanaanPenatalaksanaan Fistel Parianal adalah dengan cara dilakukan Bedah meregang Anus, yaitu prosedur bedah dengan cara meregang dan merobek sphincters untuk melakukan pengobatan anus fisura.

Anus Fisura adalah sejenis penyakit yang mana adanya luka/robek bagian dinding dubur, penyebab utamanya banyak disebabkan oleh terlalu kerasnya kotoran saat BAB, disertai mengejen?dengan?kuat. Akibatnya dinding dubur robek, dan kadang2 disertai dengan tetesan darah segar, juga dapat menyebabkan rasa nyeri/sakit yang berkepanjangan.

DEFINISI

Fissura Anus (Fissure in ano, Ulkus anus) merupakan suatu robekan atau luka, kadang bernanah (ulkus, borok) pada lapisan anus.

PENYEBAB

biasanya disebabkan oleh cedera karena buang air besar yang keras dan besar. Fissura menyebabkan otot melingkar (sfingter) dari anus mengalami kejang dan hal ini akan menyulitkan penyembuhan.

GEJALA

Fissura menyebabkan nyeri dan perdarahan selama atau segera setelah buang air besar. Rasa nyeri akan berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam dan kemudian menghilang sampai saat buang air besar berikutnya.

"Pernah juga kami temui pasien yang mengalami kesakitan hampir seharian setelah BAB"

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan di daerah anus.