Anda di halaman 1dari 5

NAMA NIM TUGAS

: ANISA MAULINA : J1D109033 : PENGENALAN LINGKUNGAN LAHAN BASAH

SOAL 1. 2. 3. 4. Sumber daya alam yang diperbaharui dilahan basah ? Trade off hubungannya dengan air dilahan basah ? Kenapa lahan basah penting bagi kita ? Buat kerangka berpikir alih fungsi lahan basah ?

JAWAB 1. Sumber daya alam yang dapat diperbarui ialah sumber daya alam yang dapat diusahakan kembali keberadaannya dan dapat dimanfaatkan secara terusmenerus, contohnya: air, udara, tanah, hewan dan tumbuhan. A. Air Air merupakan kebutuhan utama seluruh makhluk hidup. Bagi manusia selain untuk minum, mandi dan mencuci, air bermanfaat juga: 1. sebagai sarana transportasi 2. sebagai sarana wisata/rekreasi 3. sebagai sarana irigasi/pengairan 4. sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Cekungan di daratan yang digenangi air terjadi secara alami disebut danau, misalnya Danau Toba di Sumatera Utara. Sedangkan cekungan di daratan yang digenangi air terjadi karena buatan manusia disebut waduk, misalnya waduk Sermo di Kulon Progo dan Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri (Jateng). B. Udara Udara yang bergerak dan berpindah tempat disebut angin. Lapisan udara yang menyelimuti bumi disebut atmosfer. Lapisan Ozon berfungsi untuk melindungi bumi dari sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari. Angin dapat dimanfaatkan juga sebagai sumber energi dengan menggunakan pembangkit listrik kincir angin. C. Tanah

Tanah adalah lapisan kulit bumi bagian atas yang terbentuk dari pelapukan batuan dan bahan organik yang hancur oleh proses alamiah. Tanah banyak dimanfaatkan untuk menanam sumber daya alam pertanian. Pertanian meliputi tanaman untuk makanan pokok, seperti padi, jagung dan sagu. Palawija terdiri dari ubi-ubian dan kacang-kacangan; dan holtikultura yang meliputi berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. D. Hewan Hewan di Indonesia dapat digolongkan menjadi dua, yaitu hewan liar dan hewan piaraan. Hewan liar ialah hewan yang hidup di alam bebas dan dapat mencari makan sendiri, misalnya dari jenis burung, ikan dan serangga. Hewan piaraan ialah hewan yang dipelihara untuk sekadar hobi atau kesenangan semata, misalnya burung perkutut, marmut, kucing dan kakaktua. Hewan ternak ialah hewan yang dikembangbiakkan untuk kemudian dimanfaatkan atau

diperjualbelikan. E. Tumbuhan Hutan Hutan merupakan sebuah areal luas yang ditumbuhi beraneka ragam pepohonan. Dilihat dari jenis pohonnya, hutan dapat dibagi menjadi dua, yaitu: 1. Hutan Homogen ialah hutan yang ditumbuhi oleh satu jenis

pohon/tanaman, misal: hutan jati, hutan pinus, hutan cemara dll. 2. Hutan Heterogen ialah hutan yang ditumbuhi oleh berbagai jenis pohon/tanaman. Dilihat dari arealnya, hutan dapat dibagi menjadi lima, yaitu sebagai berikut: 1. Hutan lindung ialah hutan yang berfungsi melindungi tanah dari erosi, banjir dan tanah longsor. 2. Hutan produksi ialah hutan yang berfungsi untuk menghasilkan berbagai produk industri dan bahan perlengkapan masyarakat, seperti kayu lapis, mebel, bahan bangunan dan kerajinan tangan. 3. Hutan wisata ialah hutan yang ditujukan khusus untuk menarik para wisatawan domestik (dalam negeri) maupun wisatawan mancanegara.

4. Hutan suaka alam ialah hutan yang berfungsi memelihara dan melindungi flora (tumbuhan) dan fauna (hewan). 5. Hutan Mangrove ialah hutan bakau di tepi pantai yang berfungsi untuk menghindari daratan dari abrasi. Hasil hutan yang dapat dimanfaatkan oleh kita yaitu: kayu (jati, pinus, cemara, cendana), damar, rotan, bambu dll. Erosi ialah pengkisan tanah yang disebabkan oleh air hujan. Reboisasi ialah penanaman/penghijauan kembali hutan yang telah gundul. Abrasi ialah penyempitan daratan akibat pengikisan tanah yang disebabkan oleh air laut. Korasi ialah pengikisan daratan yang disebabkan oleh angin.

Pertanian Pertanian di Indonesia menghasilkan berbagai macam tumbuhan, antara

lain padi, jagung, kedelai, sayur-sayuran, cabai, bawang dan berbagai macam buah-buahan, seperti jeruk, apel, mangga, dan durian. Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam.

Perkebunan Jenis tanaman perkebunan yang ada di Indonesia meliputi karet, cokelat,

teh tembakau, kina, kelapa sawit, kapas, cengkih dan tebu. Berbagai jenis di antara tanaman tersebut merupakan tanaman ekspor (kegiatan mengirim barang ke luar negeri ) yang menghasilkan devisa (tabungan bagi negara ). 2. Hubungan trade off dengan air dilahan basah yaitu lahan basah yang secara kasat mata dicirikan oleh genangan air dangkal di area yang cukup luas, merupakan habitat bagi beberapa vegetasi dan spesies binatang tertentu yang telah beradaptasi dengan lingkungan basah. lahan basah merupakan habitat yang mendukung kehidupan beberapa jenis tumbuhan dan binatang. Pada fungsi ekologi, lahan basah merupakan gudang penyimpan karbon bumi yang merupakan hasil penguraian materi yang telah terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama. Rusaknya fungsi ini dapat mengakibatkan emisi karbon ke atmosfer yang berkontribusi kepada pemanasan global dan perubahan ikilim serta terganggunya keseimbangan ekologi.

3. Lahan basah penting bagi kita karena setiap tanggal 2 Februari sebenarnya negara-negara di dunia termasuk Indonesia memperingati Hari Lahan Basah Sedunia. Kita diingatkan, betapa pentingnya lahan basah bagi lingkungan dan kehidupan. Jika ini diabaikan maka akibatnya sudah dapat diduga, banjir akan melanda terutama di kawasan yang lebih rendah. Banjir akan makin sering, makin besar, dan makin membahayakan. Lahan basah atau Wetlands merupakan suatu bentuk ekosistem yang unik yang berbeda dengan daratan dan lautan. Dijumpai pada lahan basah berupa lahan gambut, rawa, hutan mangrove, lahan basah pertanian dan persawahan, danau dan situ, dengan fungsi sebagai tata air dan ekosistem. Lahan basah memiliki peranan yang penting dalam menyumbang keragaman hayati, pengatur iklim dunia, sumber pangan, sumber sirkulasi air, sumber perikanan, dan obat-obatan bagi masyarakat setempat. Manfaat langsung dari lahan basah bagi kehidupan dapat kita lihat di pesisir pantai. Mangrove dan terumbu karang dapat mencegah abrasi air laut. Jika wilayah pesisir pantai rusak maka resapan air laut akan masuk ke lahan pertanian sehingga dapat merusaknya. Jika air laut meresap ke wilayah pemukiman maka air sumur penduduk akan berubah menjadi asin. Terjadi proses fisika-kimia dan biologi di suatu ekosistem. Yaitu pergerakan air melalui lahan basah ke sungai atau laut; pembusukan bahan organik; pelepasan unsur nitrogen, sulfur, dan karbon ke atmosfir; pengambilan unsur hara, sedimen dan bahan organik dari air ke dalam lahan basah dan pertumbuhan serta perkembangan seluruh organisme yang memerlukan lahan basah untuk kehidupannya. Jika wilayah pesisir pantai rusak maka resapan air laut akan masuk ke lahan pertanian sehingga dapat merusaknya. Jika air laut meresap ke wilayah pemukiman maka air sumur penduduk akan berubah menjadi asin. Terjadi proses fisika-kimia dan biologi di suatu ekosistem. Yaitu pergerakan air melalui lahan basah ke sungai atau laut; pembusukan bahan organik; pelepasan unsur nitrogen, sulfur, dan karbon ke atmosfir; pengambilan unsur hara, sedimen dan bahan organik dari air ke dalam lahan basah.; dan pertumbuhan serta perkembangan seluruh organisme yang memerlukan lahan basah untuk kehidupannya. Memelihara lahan basah pesisir akan mendukung fungsi ekologi. Karena lahan basah itu akan menahan sedimen darat yang dapat mencemari laut.

Daerah di pesisir pantai Penduduk yang tinggal di sekitar pesisir dan sungai memanfaatkannya sebagai sarana transportasi, sementara itu beberapa wilayah lahan basah yang asri bermanfaat sebagai daerah tujuan wisata yang terkenal namanya dengan ekowisata

Ekowisata Lahan Basah

4. Kerangka berfikir Alih fungsi lahan basah (konversi) berlangsung begitu saja dalam waktu singkat. Dibandingkan ekosistem hutan daratan tinggi, rasa kepemilikan terhadap lahan basah oleh masyarakat setempat tidak begitu kuat. Interaksi budaya dan konsep religi masyarakat terhadap hutan dataran tinggi lebih kuat dibandingkan terhadap ekosistem lahan basah. Pada sejumlah lahan basah, tidak ditemukan pararaksonomi, organisasi tani maupun kelembagaan sosial yang terkait dengan lahan basah.

Anda mungkin juga menyukai